View Full Version : SUB | Juanda International Airport Surabaya
gussinyo November 11th, 2009, 10:51 AM Juanda International Airport
Juanda International Airport (Indonesian: Bandar Udara Internasional Juanda) (IATA: SUB, ICAO: WARR), is an airport located in Sidoarjo, a small town near Surabaya, East Java. This airport serves Surabaya and surrounding areas. Juanda International Airport is operated by PT Angkasa Pura I. The airport takes its name after Djuanda Kartawidjaja, the last Prime Minister of Indonesia who had suggested development of this airport. Juanda International Airport is the second-largest and second-busiest airport in Indonesia after Jakarta Soekarno-Hatta International Airport based on the aircraft movements and passenger movements.
[edit] Airport development
Cathay Pacific's Airbus A330-300 spotted at JuandaA new three-storey terminal building was opened on November 10, 2006. The building has a capacity of eight million passengers per year and features a 51,500 m˛ domestic passenger terminal, a 20,200 m˛ international terminal and 11 airbridges. There is a single runway 3000mx55m, separate 5,300 m˛ administration building, including a 15 storey control tower, and a two storey cargo building with domestic and international cargo sections, capable of handling 120,000 tons of cargo a year.
The new apron with an area of 148,000 m˛ can handle 18 aircraft simultaneously, including two wide body, 11 medium and five small aircraft. There are two 3000x30m parallel taxiways, including five exit taxiways (30m wide) and four connecting taxiways (also 30m).
The previous terminal buildings are no longer used.
[edit] Airlines and destinations
[edit] Passenger Terminals
[edit] Terminal A (International)
On the apron, Saudi Airlines Boeing 747 refueling and reloading particularly to serve Indonesian Hajj pilgrims to Mecca.
Valuair arriving from Singapore ChangiAirlines Destinations
AirAsia Johor Bahru, Kuala Lumpur
Cathay Pacific Hong Kong
China Airlines Singapore, Taipei-Taoyuan
EVA Air Taipei-Taoyuan
Garuda Indonesia Denpasar/Bali, Hong Kong, Jakarta-Soekarno-Hatta, Jeddah [seasonal], Singapore
Jordan Aviation Aqaba [seasonal]
Indonesia AirAsia Kuala Lumpur
Malaysia Airlines Kuala Lumpur
Merpati Nusantara Airlines Kuala Lumpur
Royal Brunei Airlines Bandar Seri Begawan
Saudi Arabian Airlines Jeddah [seasonal] [1]
SilkAir Singapore
Valuair Singapore
Note: Garuda's flights from Denpasar, Hong Kong and Jakarta arrive at Terminal B
[edit] Terminal B (Domestic)
The New Terminal - 2nd Floor
Apron and runway view from Departure loungeAirlines Destinations
Airfast Indonesia Jakarta-Soekarno-Hatta, Makassar
Batavia Air Ambon, Bali, Balikpapan, Banjarmasin, Jakarta-Soekarno-Hatta, Kupang, Makassar, Mataram, Palangkaraya, Pontianak, Tarakan, Yogyakarta
Garuda Indonesia operated by Citilink Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Jakarta-Soekarno-Hatta, Makassar
Indonesia AirAsia Jakarta-Soekarno Hatta
Lion Air Ambon, Bali, Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Jakarta-Soekarno-Hatta, Kupang, Makassar, Mataram, Yogyakarta
Mandala Airlines Bali, Balikpapan, Batam, Jakarta-Soekarno-Hatta, Malang, Semarang
Merpati Nusantara Airlines Bali, Bandung, Jakarta-Soekarno-Hatta, Kupang, Makassar, Manado, Mataram, Palangkaraya, Yogyakarta
Sriwijaya Air Balikpapan, Bandung, Banjarmasin, Batam, Jakarta-Soekarno-Hatta, Kupang, Makassar, Manado, Semarang
Wings Air Banjarmasin, Denpasar/Bali, Jakarta-Soekarno-Hatta
[edit] Statistics
Juanda ATC TowerThe following are statistics for the airport from 1999 to 2006. In addition to this, it is noted that, in 2006, the domestic sector between Surabaya and Jakarta is the fourth-busiest air route in Asia with over 750 weekly flights back and forth.[2]
Year Total
Passengers Cargo Aircraft
Movements
1999 2,137,353 40,548,691 52,284
2000 2,712,074 31,185,072 54,154
2001 3,301,435 37,766,544 62,141
2002 4,746,113 43,088,537 75,921
2003 6,584,711 42,909,793 82,779
2004 8,562,747 63,950,328 97,421
2005 9,217,415 66,647,457 99,485
2006 9,986,650 71,573,907 101,263
[edit] Ground transportation
[edit] Buses
DAMRI Buses are available to transport passengers from the airport to Purabaya Terminal, a bus terminal located not far from the airport.
[edit] Taxis
Primkopal Juanda taxis operate on a flat-fee rate to various destinations in Surabaya. This is different from other airports in Indonesia, where all taxis can only transport passengers from the airport to the city. However, all taxis can transport passengers from the city to the airport.
Juanda International Airport
Bandar Udara Internasional Juanda
Juanda International Airport - Apron
IATA: SUB – ICAO: WARR
Summary
Airport type Joint (Civil and Military)
Operator PT Angkasa Pura I
Serves Surabaya
Location Sidoarjo, Indonesia
Elevation AMSL 9 ft / 3 m
Coordinates 07°22′47″S 112°47′13″E / 7.37972°S 112.78694°E / -7.37972; 112.78694
Website http://www.juanda-airport.com/
Runways
Direction Length Surface
ft m
10R/28R 9,843 3,000 Asphalt
Juanda International Airport (Indonesian: Bandar Udara Internasional Juanda) (IATA:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b0/Juanda3.jpg
gussinyo November 11th, 2009, 11:14 AM http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/b/bc/Juanda_Airport.jpg
http://www.suaramerdeka.com/harian/0611/16/sm1juanda116.jpg
http://www.arthazone.com/photos/news/Jul2008/users/beatleberries/juanda%20airport.jpg
http://img148.imageshack.us/img148/2156/behappy700wu6.jpg
http://blog.indahnesia.com/images/20081217_bandara_juanda_surabaya.jpg
TOL BANDARA
http://2.bp.blogspot.com/_impBAFRNofw/SQ8r0BAExoI/AAAAAAAAAfw/dmA7npHwGfA/s400/tol+bandara+Juanda.JPG
http://surabayaterkini.files.wordpress.com/2008/07/juanda1.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_AWSiIgJl_04/SWmA6q39NCI/AAAAAAAAAv0/FT6zLDneYDw/s400/11.Juanda3.jpg
http://foto6b.detik.com/images/content/2009/09/26/473/untitled-3.jpg
gussinyo November 11th, 2009, 11:22 AM Toilet Umum Bandara Juanda Paling Bersih
Selasa, 20 Oktober 2009 12:42:38 - oleh : admin
Jakarta - Toilet umum yang dikelola bandar udara internasional Juanda, Surabaya, dinilai sebagai toilet yang terbersih dari 19 bandara di Indonesia. Toilet tersebut mengalahkan toilet milik bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dan Ngurah Rai, Bali.
Penilaian toilet terbersih ini diumumkan oleh dewan juri kehormatan Triesna Wacik dalam ajang Sapta Pesona Award 2009 di balairung gedung Sapta Pesona Postel, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2009).
"Bandara internasional merupakan pintu masuk pertama ke Indonesia, sehingga peran toilet umum di sana sangat krusial sekali," ujar Triesna yang kini mengaku dijuluki Miss Toilet Indonesia.
Adapun kesembilan belas bandara yang mendapat penghargaan tersebut adalah:
1. Juanda, Surabaya, dengan skor 78,54
2. Soekarno-Hatta, Jakarta, skor 76,62
3. Hussein Sastranegara, Bandung, skor 75,26
4. Ngurah Rai, Denpasar, skor 74,52
5. Adi Sumarmo, Solo, skor 74,30
6. Adi Sutjipto, Yogyakarta, skor 73,88
7. Bumi Minangkabau, Padang, skor 72,58
8. Mahmud Badaruddin, Palembang, skor 72,17
9. Sultan Hasanuddin, Makassar, skor 70,89
10. Selaparang, Lombok, skor 69,93
11. Sam Ratulangi, Manado, skor 69,35
12. Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, skor 69,25
13. Hang Nadim, Batam, skor 68,32
14. Ahmad Yani, Semarang, skor 67,73
15. Eltari, Kupang, skor 64,71
16. Polonia, Medan, 64,42
17. Sepinggan, Balikpapan, skor 63,10
18. Supadio, Pontianak, 61,73
19. Halim Perdana Kusuma, Jakarta, penghargaan khusus dengan skor 73,37
Menurut istri dari mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, dari kriteria bintang satu sampai bintang lima, tingkat kebersihan paling tinggi yang berhasil diraih ke-19 bandara tersebut hanya sampai bintang tiga.
"Tapi ini lebih baik karena yang bintang tiga ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tahun depan kami harap ada yang bintang empat. Ibaratnya wanita cantik, sayang sekali kalau toilet bandaranya jelek," kata Triesna.
Penghargaan 19 toilet bandara internasional terbersih ini disematkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata ad Interim Mohammad Nuh.
Dalam sambutannya, Nuh mengaku senang dengan peningkatan kadar kebersihan toilet umum tersebut. Meski demikian, ia tak luput untuk memberi kritik masukan.
"Bandara yang bagus itu ibaratnya Mercedez. Kalau kultur sopir Mercedez-nya masih seperti sopir Bemo atau Carry yang masih punya kebiasaan meludah dengan buka kaca, percuma saja. Percuma kalau toiletnya bersih tapi kulturnya belum berubah," sindir Nuh.
gussinyo November 11th, 2009, 11:30 AM Fasilitas Penumpang
Fasitas Umum :
Trolley terdapat 525 buah yang ada di Terminal Domestik dan Internasional, di Terminal kedatangan dan keberangkatan
Mushola terdapat 1 di lantai dasar plaza, 3 di ruang tunggu terminal domestik dan 1 di ruang tunggu terminal internasional.
Mothers Care di 4 lokasi, 2 di Terminal domestik dan 2 di terminal internasional
Handycap Toilet terdapat 5 buah di terminal domestik dan 4 di terminal internasional
Smoking Area terdapat di terminal domestik dan terminal internasional
Pelayanan Umum
BANK : Bank Mandiri, BANK BNI, BANK JATIM
ATM BANK : Mandiri, BNI, BANK JATIM, BCA, CIMB Niaga, BII, Danamon, Bukopin, Lippo Bank, ANZ
Money Changer, Valuta Asing
Telephon umum, Wartel, Kantor Pos
Kavetaria, Waving Galery, Counter Wisata, Fasilitas Medical
Transportasi Umum
Bus (Damri 18 Unit, Jalur bandara-terminal bungurasih pukul 06:00 - 22:00, jalur bandara-Perak 06:00-12:00)
Taxi (Prima 500 Unit, Wings 100 Unit, 24jam)
Sewa (KAHA 31 Unit, Trans Prima 30 Unit, Europe Car, Blue Bird Limousine&Rent Car 41 Unit)
rilham2new November 11th, 2009, 12:15 PM Perasaan thread JUANDA udah ada , deh ??? Kok buat yang baru ???
David-80 November 11th, 2009, 10:01 PM blom ada setau gua, karena mungkin ini salah satu major airport yang blom ada thread nya
cheers
gussinyo November 12th, 2009, 06:36 AM kalau memang sudah ada threadnya, minta mod mindahin aja
Go Ahead Eagles November 12th, 2009, 10:25 AM Nice gussinyo. Keep them coming.:cheers:
fajarmuhasan November 12th, 2009, 11:35 AM ruang tunggu-nya donk......
ambalat November 12th, 2009, 12:51 PM Taken from my FB:
http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2755/124/114/1425855886/n1425855886_30339392_2358191.jpg
http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2755/124/114/1425855886/n1425855886_30339561_5223871.jpg
http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2755/124/114/1425855886/n1425855886_30339393_109416.jpg
http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2755/124/114/1425855886/n1425855886_30339383_2928649.jpg
http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v635/124/114/1425855886/n1425855886_30134883_4497.jpg
Sizter85 November 12th, 2009, 01:18 PM Thank you ambalat :okay:
Sebagai salah satu airport Hub kawasan Timur Indonesia, 11 garbarata.. dirasa kurang.. untung ext. apron sudah akan selesai
sbyctzn November 12th, 2009, 01:51 PM Boeing 747 on Juanda
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport3.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport4.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport5.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport6.jpg
sbyctzn November 12th, 2009, 02:36 PM http://farm4.static.flickr.com/3604/3367175451_68296c3280.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport7.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport8.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport9.jpg
sbyctzn November 12th, 2009, 02:38 PM http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport1.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport2.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport13.jpg
sbyctzn November 12th, 2009, 02:44 PM http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport11.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport12.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport10.jpg
dimasputra November 12th, 2009, 03:05 PM http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport11.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport12.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/airport10.jpg
wah, sbyctzn gimana cara dapet ni gambar? manjat pager bandara ya?:lol:
sbyctzn November 12th, 2009, 03:23 PM Long Path to another Airbridge
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/juandainternal.jpg
Another View
http://farm2.static.flickr.com/1100/979607909_6e6b7ec290.jpg
sbyctzn November 12th, 2009, 03:26 PM ^^
ya nggak lah... dimasputra
nyelipin kamera lewat pagar kan bisa...
lha wong pagarnya kan kawat yang tidak ketutup...
^^
bakalan jadi pic langka tuh....
saya ambilnya tanggal 31 kmaren..
1 hari menjelang penutupan jalan akses MMF
Sizter85 November 12th, 2009, 04:37 PM ^^ Hebat sbyctzn :okay:
Tapi awas lho jika anda melangkahi pagar pembatas dan masuk zona terlarang, anda bakal di jemput oleh security API utk selanjut nya di Introgasi macem2 karena setiap sesuatu yg mencurigakan selalu termonitor di ATC towernya bila dirasa sdh mengganggu kegiatan operasional. mereka akan ambil tindakan td bisa2 malah kameramu di sita :lol:,.. lebih hati2 aja pesenku :)
Itu waving hall nya Juanda ya yg outdoor, kerenn... kyk erpot TPE dan NRT :banana:
Overall thanks buat foto-foto keren nya, klo bsa pas moment ada pergerakan pesawat
dimasputra November 12th, 2009, 05:01 PM kalo dilihat dari post-postnya Sister85...
kayaknya Sist tau banyak nih tentang sesuatu yang berbau penerbangan...
expert..!!
iya Sist, gambar di post #13 bawahnya gambar masjid itu waving hallnya Juanda...
waving hall Juanda itu (pernah kumelihat) banyak orang yang lesehan, bawa makanan, piknik di situ deh...:D
kalau mau sholat jum'at juga di situ, waving hall...
Sizter85 November 12th, 2009, 05:15 PM kalo dilihat dari post-postnya Sister85...
kayaknya Sist tau banyak nih tentang sesuatu yang berbau penerbangan...
expert..!!
:nuts:err.. Cukup out of topic nya dimas :lol::)
Sekedar berbagi pengalaman temen2 yg kebetulan hoby spotted pesawat jg di komunitas suatu forum, mereka curhat bahwa mereka pernah diboyong petugas2 security tsb dan di tanyain macem2 malah sampe ngotot2an pd dasarnya mereka gk bs terima alibi tmn saya, mengapa ambil2 gambar di lokasi tsb.
Lucu banget pokoknya:lol:,
ya hny berbagi pengalaman saja dan sebisa mungkin memberi arahan2 agar tetap berhati2 agar kejadian gk mengenakkan tsb tdk dialami kita :)
dimasputra November 12th, 2009, 05:31 PM Okay, Sist...
Let's back to the right track...!!!
sbyctzn November 12th, 2009, 06:23 PM @sister85:
yup.. sebenarnya lokasi saya mengambil foto itu di jalan akses yang kecil...
jadi no problem soalnya itu dibuat untuk dilewati umum.
tapi kemarin per 1 november ditutup dari umum,
penyebabnya karena jalan akses ini mengarah langsung ke jet blast area, dan waktu sore hari sering digunakan oleh warga untuk melihat pesawat, maka API mengkhawatirkan perilaku warga tersebut, akhirnya per 1 november ditutup.
makanya saya bilang foto itu bakalan langka...
karena tempat mengambilnya sudah tidak lagi dapat diakses oleh pihak umum.
lagipula itu jaraknya dengan ATC jauhhhhh... bgt kok...
di pic kelihatan kan..??? kurang lebih masih 1-2 km dari ATC lho....
saya itu waktu ambil gambar juga masih diluar pagar,
cuma memang saya ambilnya saya tempel pas pagar besinya, makanya kelihatan seperti melewati pagar.. hehhehehe....
apa mungkin dikiranya teroris ya sama API???
Kok sampe segitunya diinterograsi....
gussinyo November 13th, 2009, 08:26 AM Thank you ambalat :okay:
Sebagai salah satu airport Hub kawasan Timur Indonesia, 11 garbarata.. dirasa kurang.. untung ext. apron sudah akan selesai
sis, ext. apron di sebelah mana ya?
Sizter85 November 13th, 2009, 08:37 AM Sebelah timur bandara menuju keruangan VVIP,
tetapi kabarnya, tempat parkir pesawat tersebut dikhususkan bagi tamu-tamu VVIP yang mendarat di Juanda. Misalnya, presiden, wakil presiden, dan tamu-tamu penting dari luar negeri.
:)
sbyctzn November 15th, 2009, 09:21 AM ATC Area
http://4.bp.blogspot.com/_p3TSFTM1gWg/SCHthHCsljI/AAAAAAAAAAQ/NGKAm_Bb1l4/s320/juanda+airport+administrator+office.JPG
http://static.panoramio.com/photos/original/17830442.jpg
sbyctzn November 15th, 2009, 09:24 AM Rainy Airport
http://2.bp.blogspot.com/_vqw2L95Ki2g/SXR4A_w4BxI/AAAAAAAAAqs/gnOY5KQiDow/s400/IMG_3434.jpg
http://2.bp.blogspot.com/_AYJ-P6AsiwY/SY_vBVfHsqI/AAAAAAAAG_o/APiHqhZa1m0/s1600/P1130581+(Small).JPG
sbyctzn November 15th, 2009, 09:28 AM Juanda Airport.
Credit ragusli, Indoflyer Forum.
Thanks a Lot.
Check In Garuda Indonesia Terminal (International Terminal)
http://farm3.static.flickr.com/2556/3808081606_3bc39f01b7.jpg
Airport Tax
http://farm3.static.flickr.com/2557/3808078380_48181c085a.jpg
Executive Lounge
http://farm3.static.flickr.com/2575/3807271017_314e6c0e6c.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3529/3808089430_807cafd123.jpg
sbyctzn November 15th, 2009, 09:43 AM GA new Livery
http://farm4.static.flickr.com/3504/3808114830_5340da0d0a.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2467/3808130380_234b03f269.jpg
GA A332 PK-GPH new livery Cabin
http://farm4.static.flickr.com/3463/3808152124_0c3e2d6806.jpg
Apron
http://farm3.static.flickr.com/2444/3808191490_c7b02d87ba.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3448/3808200594_3f6e0f38ec.jpg
sbyctzn November 15th, 2009, 09:53 AM Path
http://i50.photobucket.com/albums/f339/Erief/3.jpg
Sizter85 November 15th, 2009, 11:18 AM @sister85:
yup.. sebenarnya lokasi saya mengambil foto itu di jalan akses yang kecil...jadi no problem soalnya itu dibuat untuk dilewati umum.
Jalan flexy bukan ya??
tapi kemarin per 1 november ditutup dari umum,
penyebabnya karena jalan akses ini mengarah langsung ke jet blast area, dan waktu sore hari sering digunakan oleh warga untuk melihat pesawat, maka API mengkhawatirkan perilaku warga tersebut, akhirnya per 1 november ditutup.
makanya saya bilang foto itu bakalan langka...
Ya itu juga menjadi alesan kuat IMO, Jet Blazt dari engine pesawat dapat melempar seseorang hingga ratusan meter, bahkan tempereture suhu panasnya bisa membuat org gosong hingga mengakibatkan kematian, AP tentu tdk mau ambil resiko ini,.. kita2 yg masy. awam gak tau2 aja dg kondisi berbahaya ini..:nuts:
Path
http://i50.photobucket.com/albums/f339/Erief/3.jpg
^^I Love this shot :okay:
sbyctzn November 15th, 2009, 07:38 PM ^^
jalan flexy apa yah siz maksudnya????
flexibel????
itu jalan sebenarnya juga jalan akses,,,
cuman kecil....
jalan itu penghubung antara terminal lama dan terminal baru....
sudah tau kan terminal baru dan lama berseberangan letaknya???
cuman dipisah landasan pacu.....
makanya jalan itu melewati jet blast area...
gussinyo November 16th, 2009, 07:28 AM top sbyctzn
fajarmuhasan November 16th, 2009, 10:50 AM berubah total dari jaman gw suka ke juanda (thn 1997), dulu gak ada garbarata-nya penumpang naik bus dulu dari terminal ke pesawat.
Salut buat juanda yg telah berubah
Sizter85 November 16th, 2009, 12:54 PM ^^
jalan flexy apa yah siz maksudnya????
flexibel????
itu jalan sebenarnya juga jalan akses,,,
cuman kecil....
jalan itu penghubung antara terminal lama dan terminal baru....
sudah tau kan terminal baru dan lama berseberangan letaknya???
cuman dipisah landasan pacu.....
makanya jalan itu melewati jet blast area...
^^Wah klo itu saya kurang ngerti :nuts::), salah satu ground facility yg mesti dimiliki sebuah bandara IMO :cheers:,
Yup saya skrg punya gambaran lokasi jalan tsb berdasarkan penjelasan diatas, berarti jalan tsb dahulu nya open for publik :cheers:Ok saya ngerti, terima kasih!
gussinyo November 17th, 2009, 10:41 AM dicopy dari thread surabaya
Tahun 2011, Perluasan Bandara Juanda Dimulai
suarasurabaya.net| Pembangunan perluasan Bandara Internasional Juanda diharapkan bisa mulai digarap tahun 2011. Ini diungkapkan BAMBANG DARWOTO Direktur Utama PT Angkasa Pura I usai serah terima jabatan GM PT Angkasa Pura I cabang Bandara Juanda di Surabaya, Jumat (09/10).
Menurut BAMBANG, perluasan Bandara Internasional Juanda sudah menjadi tuntutan karena pertumbuhan jumlah penumpang dan penerbangan bandara itu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 lalu saja, jumlah penumpang sudah mencapai rata-rata hampir 10 juta orang pertahun, padahal kapasitas gedung bandara yang ada hanya mampu menampung 7,5 juta penumpang pertahun saja.
“Kita siapkan perluasan bandara. Lahannya sudah ada, kita hanya perlu upayakan anggarannya. Kita harap pada 2010, hal-hal yang berkaitan dengan anggaran bisa segera dituntaskan dan pada tahun 2011, pembangunan bisa segera dilaksanakan,” papar BAMBANG.
Dari statistik perkembangan Bandara Internasional Juanda 5 tahunan, pertumbuhan jumlah penumpang tersebut tidak diimbangi dengan pertumbuhan jumlah penerbangan.
Bandara Internasional Juanda sendiri saat ini memiliki 3 terminal, yakni terminal domestik seluas 31 ribu meter persegi, terminal internasional seluas 22 ribu meter persegi, dan terminal kargo seluas 17 ribu meter persegi.
Bandara ini mampu menampung 18 pesawat terdiri dari 2 pesawat jumbo jet, 11 pesawat jenis menengah, 4 pesawat kecil, dan sebuah pesawat berbaling-baling.(edy)
gussinyo November 17th, 2009, 10:41 AM kalaupun dikembangkan, bagusnya terminal baru desainnya yang modern yah, yg glassy futuristic gitu, meski tetap mengadopsi budaya lokal..
sbyctzn November 17th, 2009, 10:58 AM TELAT!! KASEP!!
:drool::drool: Cape deh...
nunggu penuh lagi,,, baru dibangun....
terminal baru jadi beberapa tahun lalu aja sudah penuhnya minta ampun...
saya tidak kebayang bagaimana jika masih menggunakan terminal lama dengan jumlah penumpang yang hampir sama dengan saat ini... :ohno::ohno:
mmmmmhhhh.... orang cuma bisa berdiri di satu petak keramik kali yah???:lol::lol::lol:
fajarmuhasan November 17th, 2009, 11:52 AM Usul buat Juanda, nanti bangun perluasannya jangan untuk menampung 10 juta penumpang/tahun tapi dirancang utk 20 jt/tahun.
Kalo dibangun 10jt/thn ya percuma....mending gak usah mbangun sekalian......
Sizter85 November 17th, 2009, 01:55 PM TELAT!! KASEP!!
:drool::drool: Cape deh...
nunggu penuh lagi,,, baru dibangun....
terminal baru jadi beberapa tahun lalu aja sudah penuhnya minta ampun...
saya tidak kebayang bagaimana jika masih menggunakan terminal lama dengan jumlah penumpang yang hampir sama dengan saat ini... :ohno::ohno:
mmmmmhhhh.... orang cuma bisa berdiri di satu petak keramik kali yah???:lol::lol::lol:
^^ Sabar mas, AP I masih banyak secheduled kali dg airport2 lainnya.. :lol:
Pengembangan terminal baru DPS, pembuatan bandara baru di Lombok, pengembangan Sepinggan BPN, Sam Ratulangi MDC, juga Ahmad Yani SRG :cheers:
rilham2new November 17th, 2009, 01:57 PM Usul buat Juanda, nanti bangun perluasannya jangan untuk menampung 10 juta penumpang/tahun tapi dirancang utk 20 jt/tahun.
Kalo dibangun 10jt/thn ya percuma....mending gak usah mbangun sekalian......
Setuju ... :cheers:
Bagaimana kalau terminal lama dirobohkan, dan ditukar dengan bangunan terbaru khusus LCCT.
Jadi Mandala, AIr Asia, Lion disuruh minggir ke sana :nocrook:
sbyctzn November 17th, 2009, 04:50 PM ^^
@rilham2new:
Rencananya kan teminal lama mau dikelola oleh LION,
mau dijadikan terminal privat khusus penerbangan milik LION.
Sudah ada MOU dengan pihak pengelola yaitu TNI-AL.
Tapi sampai sekarang masih belum ada kabar terbaru,,,
saya kira mungkin LION masih fokus pengadaan pesawat barunya...
dimasputra November 23rd, 2009, 02:04 PM wah bener sbyctzn, jalan dekat hanggar Merpati sudah ditutup...
di Aloha sudah terpasang reklame besar penanda pengalihan jalan...
*padahal kalo ke Juanda mesti lewat situ, coz berasa dekat dengan landasan pacu+pesawat yang antri take off..(sering senyum sendiri, kalo ngebayangin pesawat bejejer ngantri take off:D)
dimasputra November 23rd, 2009, 02:10 PM --deleted--
sbyctzn November 23rd, 2009, 04:47 PM ^^
jarang ada bandara di Indonesia yg sampe antri di Taxi Way saat mau take off,
saya rasa yg sering ada kejadian seperti itu cuma ada di Juanda dan Cengkareng.
Karena saking gemuknya rute penerbangan Jkt-Sby.
Sizter85 November 23rd, 2009, 05:13 PM ^^ Ya itu merupakan saat2 paling menjemukan during flight, dan dapat membuang fuel cuma2, Juanda sepertinya perlu r/w paralel tambahan
fajarmuhasan November 24th, 2009, 05:20 AM Airport di Indonesia dengan runway terbanyak ada dimana dan berapa runway?
GARUDA 777 November 24th, 2009, 08:16 AM Airport di Indonesia dengan runway terbanyak ada dimana dan berapa runway?
Jakarta Soekarno-Hatta International Airport dengan 2 runway.
Sizter85 November 24th, 2009, 11:13 AM ^^Jangan lupakan Sultan Hasanudin dg 3 runway nya loh :naughty:,.. hehe
fajarmuhasan November 24th, 2009, 11:45 AM ^^Jangan lupakan Sultan Hasanudin dg 3 runway nya loh :naughty:,.. hehe
3 runway???? mantap banget....peswat paling besar jenis apa bisa mendarat di sultan hasanudin?
GARUDA 777 November 24th, 2009, 01:44 PM ^^Jangan lupakan Sultan Hasanudin dg 3 runway nya loh :naughty:,.. hehe
Jangan lupa juga bahwa itu hanya merupakan status saat ini, dimana Hasanuddin masih menggunakan 1 runway lama dan runway kedua baru akan diujicoba. Sementara runway ketiga (yang notabene kalau tidak salah merupakan runway paling awal) sekarang hanya merupakan taxiway.:)
Pesawat terbesar yang dapat mendarat di Hasanuddin adalah B 747-400 (masih dengan kapasitas terbataskah?)
Sizter85 November 24th, 2009, 04:47 PM ^^Iya-iya dech,.. CGK selalu mendominasi di segala bidang :lol:?!
Lagipula saya hny mengacu pertanyaan dr mas fajarmuhasan berikut :
Airport di Indonesia dengan runway terbanyak ada dimana dan berapa runway?
Ya saya jawab apa adanya tanpa keterangan dan embel2, Apa2 saja status dari ketiga runway Hasanudin tsb, hehe :lol:
IMO, bila runway Hasanudin yg baru sdh aktif,.. B744 dpt beraktivitas di runway tsb tanpa batasan limitation apapun, sorry TS out of topic sedikit ?!:nuts:
GARUDA 777 November 24th, 2009, 05:56 PM ^^Iya-iya dech,.. CGK selalu mendominasi di segala bidang :lol:?!
IMO, bila runway Hasanudin yg baru sdh aktif,.. B744 dpt beraktivitas di runway tsb tanpa batasan limitation apapun, sorry TS out of topic sedikit ?!:nuts:
Gak maksud untuk menjadikan CGK yg paling dominan kok, toh gak lama juga bakal digeser sama Hasanuddin dan Kuala Namu (dari sisi jumlah runway). Mudah2an Juanda juga bisa segera membuat paralel runway, tapi mau gak mau harus seperti Soetta, gak bisa side by side, udah sempit banget tuh.:lol:
Wow, hebat lah kalau begitu runway baru Hasanuddin bisa menampung 744 unlimitation, berarti yg sekarang bisa tapi dgn limitation ya. (sorry, OOT again, siapa tau bisa menambah lagi wawasan Indonesian Aviation kita :D).
Sizter85 November 24th, 2009, 06:15 PM *Sorry masi di track oot :nuts:
Iya donk mas, Hasanudin memiliki masa depan yg cerah dari segala aspek :)
Logikanya begitu jika masih menggunakan rnway saat ini dg panjang 2500 meter dan lebar 45 m, masih terkena weight's restricted bila 744 ingin full occupancy nya baik passanger maupun kargo.. cause She needs long track for rotate then cruising climb, minimal 2800m :) utk obstacle sepertinya no problemo aja di Hasanudin gk da perbukitan atau bangunan tinggi di sekitar erpot yg menghalangi :okay:
netaholics13 November 24th, 2009, 06:53 PM ^^
jarang ada bandara di Indonesia yg sampe antri di Taxi Way saat mau take off,
saya rasa yg sering ada kejadian seperti itu cuma ada di Juanda dan Cengkareng.
Karena saking gemuknya rute penerbangan Jkt-Sby.
gue pernah witnessed antrian di taxy way DPS. kemungkinan antrian terjadi di MES juga besar deh, secara flightnya banyak
gussinyo November 25th, 2009, 09:19 AM *Sorry masi di track oot :nuts:
Iya donk mas, Hasanudin memiliki masa depan yg cerah dari segala aspek :)
Logikanya begitu jika masih menggunakan rnway saat ini dg panjang 2500 meter dan lebar 45 m, masih terkena weight's restricted bila 744 ingin full occupancy nya baik passanger maupun kargo.. cause She needs long track for rotate then cruising climb, minimal 2800m :) utk obstacle sepertinya no problemo aja di Hasanudin gk da perbukitan atau bangunan tinggi di sekitar erpot yg menghalangi :okay:
setahuku tidak jauh dari hasanuddin itu ada beberapa bukit karst, yg merupakan bagian/kepanjangan dari bukit kars di pangkep dan maros, kalau kita mau landing keliaatan...
kalau bangunan tinggi bisa dibilang tidak ada, kecuali BTS...
fajarmuhasan November 25th, 2009, 09:55 AM masih oot kan....
Makin banyak runway, apakah dijamin daya tampungya makin banyak...
adakah hitungannya berapa jumlah runway dibutuhkan untuk berapa penumpang?
gussinyo November 25th, 2009, 12:00 PM nggak mutlak, cuma kalau semua runway dipakai ya pasti flightnya banyak, tapi kalau runway 3 karena yang lama gak dipake, terus yang satunya mau dipake taxiway ya itu sama aja dgn 1 runway
Sizter85 November 25th, 2009, 02:43 PM masih oot kan....
Makin banyak runway, apakah dijamin daya tampungya makin banyak...
adakah hitungannya berapa jumlah runway dibutuhkan untuk berapa penumpang?
^^Pembuatan runway baru bisa disebabkan karena tidak mampunya sebuah runway yg saat itu aktif di suatu bandara utk menampung padatnya traffict sebuah erpot yg belakangan ini semakin rame pergerakanya, makanya timbulah wacana pembuatan runway paralel baru yg dapat aktif sekaligus, sehingga konsentrasi traffict akan terpecah dan terbagi-bagi dan tentunya staff ATC jg dapat lebih mudah utk mengatur lalu lintas pergerakan aktivitas landing dan take off pesawat di bandara tsb.
dimasputra November 30th, 2009, 04:25 PM credit to rachdian.com
sunset @ juanda
http://rachdian.com/old/images/stories/edit_540x405_DSCN5322.jpg
credit to jjwithardian.blogspot.com
baggage claim
http://2.bp.blogspot.com/_8gelhJcBXas/SGSk_Z9mK-I/AAAAAAAAAPs/ALcIdSXkcjM/s400/Juanda%2BAirport.jpg
credit to www.jpgmag.com
the traditional luxurious ceiling
http://c0170361.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/1471319_209310_752339ea9c_p.jpg
credit to commons.wikimedia.org
the sign
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/09/Juanda4.jpg
Sizter85 November 30th, 2009, 05:08 PM ^^ Morning flight di SUB bener2 padet gk kalah dg di Soetta, Erpot ini juga melayani morning flight ke berbagai kota di Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, Jogya, hingga ke Timika :)
sbyctzn November 30th, 2009, 07:17 PM Bandara yang desainnya fungsional banget,,, kurang nilai estetikanya...
Semoga ekspansi tahun 2010 nanti bisa lebih modern...
dimasputra December 1st, 2009, 02:58 PM Semoga ekspansi tahun 2010 nanti bisa lebih modern...
IMO..jujur saya prefer ke desain ala jawa-madura yang sudah diterapkan saat ini, ditambah sorotan lampu yang bisa bikin jadi glamor dan mewah:drool::okay:
tapi jika pada akhirnya desain modern yang dipilih, harus sangat-sangat-sangat modern..jangan setengah-setengah..:)
btw. ada ga sih rencana kereta yang masuk bandara Juanda ini..??
dimasputra December 1st, 2009, 03:04 PM ^^ Morning flight di SUB bener2 padet gk kalah dg di Soetta, Erpot ini juga melayani morning flight ke berbagai kota di Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, Jogya, hingga ke Timika :)
@sizter85 : sebenarnya airport yang banyak digunakan transit dari Indonesia Barat - Timur dan sebaliknya itu Juanda or Hasanuddin..?? mungkin siz tau..
Sizter85 December 1st, 2009, 03:22 PM ^^ 99% keatas saya lebih condong ke Juanda/WARR, hal tsb juga dikuatkan oleh laporan statistik pergerakan penumpang di bandara ini dg jumlah total 9 jta lebih di tahun 2008, sedangkan Hsanudin baru 4 jutaan, hny setengahnya.
sbyctzn December 1st, 2009, 04:14 PM IMO..jujur saya prefer ke desain ala jawa-madura yang sudah diterapkan saat ini, ditambah sorotan lampu yang bisa bikin jadi glamor dan mewah:drool::okay:
tapi jika pada akhirnya desain modern yang dipilih, harus sangat-sangat-sangat modern..jangan setengah-setengah..:)
btw. ada ga sih rencana kereta yang masuk bandara Juanda ini..??
ada dimas.....
coba buka halaman sebelumnya....
bareng sama desain elevated railway..
cuman ya gitu... ga tau gimana perkembangannya
dimasputra December 1st, 2009, 04:29 PM ^^ooo...INDONESIA...
archiholic December 1st, 2009, 05:00 PM IMO..jujur saya prefer ke desain ala jawa-madura yang sudah diterapkan saat ini, ditambah sorotan lampu yang bisa bikin jadi glamor dan mewah:drool::okay:
tapi jika pada akhirnya desain modern yang dipilih, harus sangat-sangat-sangat modern..jangan setengah-setengah..:)
Eksterior ultramodern, interior dibuat ornamentasi yang khas Jatim pada ceiling, kolom, dinding, atau pola/motif pada lantai.
d'sulovyo December 1st, 2009, 06:45 PM IMO..jujur saya prefer ke desain ala jawa-madura yang sudah diterapkan saat ini
yang saat ini pun saya rasa kesan tradisionalnya masih serba nanggung.masih kalah "anggun" dan detail dari CGK.
gussinyo December 2nd, 2009, 07:30 AM bagusnya kalau model mengadopsi etnict jawa madura, tapi model modern yg berbahan glassy gitu
Sizter85 December 2nd, 2009, 07:35 AM ^^JUANDA modelnya mirip Minangkabau airport di PDG
d'sulovyo December 2nd, 2009, 11:15 AM ^^ lah kalau menurut saya pas dilihat dari runway & apron malah kayak DPS :lol:
Sizter85 December 2nd, 2009, 11:40 AM Coba kita lihat aja yuk, dari model struktur bangunan hampir mirip2, tp tentu saja dg kapasitas volume terminal penumpang yg jelas berbeda :
http://img127.imageshack.us/img127/6897/kemaldnr.jpg (http://img127.imageshack.us/my.php?image=kemaldnr.jpg)
'Minangkabau International airport'
http://i50.tinypic.com/eupts5.jpg
'Juanda International airport'
dimasputra December 2nd, 2009, 11:51 AM yang saat ini pun saya rasa kesan tradisionalnya masih serba nanggung.masih kalah "anggun" dan detail dari CGK.
berhubung saya hanya pernah depart and arrive dari terminal 1 CGK saja, ya saya pikir masih bagus Juanda...entahlah dengan terminal 2 CGK :D
dimasputra December 2nd, 2009, 11:57 AM ^^benar siz,..mirip..
beda pada atap (pastilah), dan kaca yang lebih lebar Juanda...
Sizter85 December 2nd, 2009, 12:21 PM berhubung saya hanya pernah depart and arrive dari terminal 1 CGK saja, ya saya pikir masih bagus Juanda...entahlah dengan terminal 2 CGK :D
^^Terminal 2 CGK agak sedikit teratur karena segmentasinya memang kebanyakan buat rute Int'l hny beberapa domestik di sektor 'F' sekaligus juga yg menjadi markas GA dan beberapa rute dari Merpati, dahulu LION dsini juga tetapi skrg sdh pindah ke T1-A :)
Iya kn secara visual Juanda dan Minangkabau mirip hehe..:) Kalo masalah atap kn memang mengacu thd adat budaya masing2 daerah
Karto December 5th, 2009, 12:28 AM Juanda wis apik. Ora macem macem pokoke efisien lan servis-e lantjar.
Harusnya template airport expansion or development di Indonesia kaya gini. Fokus ke ke safety, service dan efficiency. Dan harus menghormati budaya daerah.
Masalah over commercialisation seperti mall, desain gelombang kaca ikut ikut regional airports lain, gaya da vinci atau gaya arsitektur sinetron a la Raam Punjabi harusnya belakangan.
Sayangnya kebanyakan oknum oknum berkuasa pada kebalik prioritasnya. Asal perut buncit terisi uang.
Anyway, Juanda dan Minagkabau bagus lah...
dimasputra December 5th, 2009, 10:07 AM ^^Karto's the most important point is "harus menghormati budaya daerah"
setuju banget...!! harus punya taste...
sbyctzn December 10th, 2009, 04:17 PM ^^ Berita terkait..
Pertumbuhan Penumpang Lebihi Kapasitas
SURABAYA-Pertumbuhan trafik penumpang di Bandara Juanda, Surabaya, melebihi kapasitas yang sanggup ditampung. Dari prediksi kapasitas penumpang yang hanya 7 juta penumpang per tahun, di tahun ini bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I ini dalam satu tahun dipenuhi hingga 10 juta penumpang.
Pertumbuhan penumpang dari tahun ke tahun mencapai 5-10%. Sampai November ini saja jumlah total jumlah penumpang yang terbang dari Bandara Juanda mencapai 9,7 juta penumpang. Sampai akhir tahun diperkirakan bisa tembus 10 juta penumpang. Rata-rata harian penumpang di Juanda sebesar 30 ribu orang per hari. Di 2008, total jumlah penumpang dalam satu tahun sejumlah 8,88 juta penumpang. ˇ±Kalau pertumbuhannya tetap sebesar itu, tahun 2015 bisa jadi area yang ada saat ini sudah tidak bisa menampung pertumbuhan jumlah penumpang,ˇ± ujar Humas Angkasa Pura, Firstson Mansyur, Selasa (8/12).
Saat ini, luas total Bandara Juanda 473,3 ha terdiri dari gedung terminal domestik seluas 31.275 meter persegi, terminal internasional 22.417 meter persegi dan lain-lain 62.701 meter persegi. Sedangkan daya muat pesawat, Juanda sanggup menampung 18 pesawat, 2 large jet, 11 middle jet, 4 small jet dan 1 propeler. Dengan luasan yang ada saat ini idealnya Juanda hanya menampung 15 ribu penumpang per hari.
Menurut Sonny, panggilan akrab Firstson semakin tingginya trafik penumpang dipicu beberapa hal. Di antaranya karena makin murahnya tiket pesawat. Dengan pemesanan jauh-jauh hari, calon penumpang bisa mendapatkan harga tiket yang tidak berbeda jauh dengan tiket moda transportasi darat.
Belum lagi banyaknya promo oleh maskapai membuat permintaan semakin tinggi. Selain itu, angkutan udara juga memberikan kecepatan waktu tempuh dalam melakukan perjalanan. ˇ±Apalagi Juanda juga menjadi hub untuk penerbangan domestik. Semua rute bisa dilayani di sini,ˇ± tambah Sonny.
Karena itu, dikatakan Sonny Angkasa Pura I sudah memberikan usulan ke pusat untuk perluasan area. ˇ±Sudah ada wacana pengembangan tapi masih lihat lagi kondisinya,ˇ± kata Sonny.
Taken from Surabaya Post, Dec 9, 2009
DHL luncurkan penerbangan Hong Kong-Surabaya
SURABAYA - Perusahaan jasa pengiriman logistik, DHL Express, bakal menjadi perusahaan ekspres pertama yang memulai penerbangan langsung dari Hong Kong ke Surabaya guna memfasilitasi jumlah barang impor yang terus meningkat dari Hong Kong ke Jawa Timur. Penerbangan tersebut beroperasi empat hari dalam seminggu, setiap Selasa, Rabu, Kamis dan Minggu dan tidak hanya akan membawa barang dari Hong Kong, tetapi juga dari Asia Utara dan AS.
"Hong Kong ¨C Surabaya merupakan jalur perdagangan penting bagi DHL karena China merupakan pemasok produk non-minyak dan gas terbesar ke Jawa Timur, dengan nilai mencapai US$202,62 juta pada Oktober 2009,ˇ± ujar kata Senior Technical Advisor DHL Express/PT Birotika Semesta David Ng dalam keterangan resminya, Kamis (10/12/09).
Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, dibandingkan dengan September 2009, terdapat peningkatan jumlah impor sebesar 7,84% pada Oktober 2009, senilai US$970,15 juta.
Volume pengiriman barang pada rute Hong Kong ¨C Surabaya terus meningkat dan DHL mencatat pertumbuhan sebesar 18% antara Juli dan November 2009. Kiriman dalam jumlah besar berasal dari China, Hong Kong, Jepang, Korea, dan Taiwan. Penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Hong Kong ke Bandar Udara Djuanda di Surabaya memberikan waktu transit lebih cepat kepada pelanggan sampai dengan 24 jam dibandingkan dengan penerbangan tidak langsung sebelumnya dengan meniadakan keharusan kliring di Jakarta serta transportasi domestik dari Jakarta ke Surabaya.
"Dengan penerbangan baru ini, kami berharap dapat meningkatkan konektivitas, keandalan layanan dan kinerja tepat waktu untuk pelanggan kami di Jawa Timur, Hong Kong, Asia Utara dan AS secara signifikan," ujarnya.
DHL Express juga memiliki gateway di Surabaya untuk kiriman dari dan ke seluruh kawasan di Jawa Timur. Dengan waktu transit yang lebih pendek yang ditawarkan oleh penerbangan langsung tersebut, DHL dapat mendukung perusahaan-perusahaan yang berbasis di Surabaya dengan lebih baik untuk meningkatkan kegiatan impor mereka.
ˇ±Surabaya bukan hanya merupakan sebuah gateway ke provinsi-provinsi di bagian timur Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam, tetapi juga merupakan sebuah hub manufaktur besar sekaligus merupakan importir aktif suku cadang sepeda, suku cadang komputer, barang elektronik, pakaian, kulit, kertas, suku cadang, tekstil dan pasokan industri lainnya,ˇ± jelas David.
Taken from Kabar Bisnis, Dec 10, 2009
^^
terkait berita DHL,
terminal cargo bandara juanda kok sepertinya dikuasai DHL yah??
Kok separuh terminal cargo ada label DHL,
atau itu cuma media iklan?
Ada yg tau?
dimasputra December 21st, 2009, 03:38 PM credit to psmstone.com
http://www.psmstone.com/images/p-juanda.jpg
credit to irenefranseda.blogspot.com
http://3.bp.blogspot.com/_AYJ-P6AsiwY/SY_vBTDkOVI/AAAAAAAAG_w/-1uKpinbMAM/s1600/P1130582+(Small).JPG
large pic..!!
credit to wikiwak.com
http://www.wikiwak.com/image/Juanda+Airport.jpg
Sizter85 December 30th, 2009, 01:15 PM Garap Potensi Dubai-Amsterdam, Bidik Pebisnis Pelancong
Surabaya- Surya - Besarnya potensi pasar wisata di luar negeri, terutama Eropa, rupanya menggiurkan Garuda Indonesia. Karena itulah, sebagai pionir penerbangan ke Eropa, maskapai nasional ini akan membuka rute Surabaya-Jakarta-Dubai-Amsterdam pada Juni 2010.
Public Relation Garuda Indonesia Area Eastern Indonesia Erina Damayanti mengungkapkan, pasca dicabutnya larangan terbang ke Eropa, pihaknya serius menggarap rute ke luar negeri, termasuk Eropa. ”Kami melihat potensi pasar sangat besar. Ini kesempatan yang harus kami ambil, pascapencabutan larangan terbang,” tutur Erina, akhir pekan lalu.
Menurut dia, Belanda masih menjadi fokus utama Garuda dalam ekspansi ke Eropa. Selain pasar potensial, pihaknya juga memerhitungkan faktor historis dengan Indonesia. Amsterdam menjadi kota pilihan dan menjadi tujuan akhir rute ini.
”Kami tak main-main dengan rute ini. Kalau hanya memilih rute Eropa saja tentu potensi pasar kurang maksimal. Karena itu, pihaknya juga memilih Dubai sebagai tujuan karena banyak pebisnis di sana. Khusus rute ini kami menggunakan pesawat Airbus seri A330-200,” ujarnya.
Ia menambahkan, Garuda juga memanfaatkan Dubai sebagai tempat pengisian bahan bakar, sebelum melanjutkan ke Eropa. ”Dengan rute internasional pertama ini, kami optimistis load factor bisa mencapai 80 persen. Apalagi, pelancong dari Surabaya dan Jakarta banyak ke Timur Tengah dan Eropa,” jelasnya.
Rute internasional ini merupakan perpaduan destinasi bagi para pebisnis maupun wisatawan. ”Kalau melihat komposisi segmen, kami pikir seimbang 50 persen bisnis dan 50 persen wisatawan,” ujarnya.
Selain itu, Garuda juga menambah rute domestik di antaranya Surabaya via Jakarta-Jambi, Surabaya-Jakarta-Pangkal Pinang dan Surabaya-Denpasar-Kupang. ”Alasannya, karena opportunity-nya sangat bagus setelah dilakukan survei,” jelas Suranto, Senior Manager Garuda Indonesia Area Eastern.
Untuk load factor di rute ini, Garuda mengharapkan bisa 80 persen. Pasalnya, rute ini menjadi pilihan pebisnis dan pelancong nusantara. Bahkan, khusus Surabaya-Denpasar-Kupang, load factor diprediksi bisa di atas 80 persen, mengingat jelang peak season banyak wisatawan domestik melakukan perjalanan ke Bali dan disambung ke Kupang. (sda)
dimasputra January 9th, 2010, 07:31 AM sepi reak..!! :bash: ...
_______________________
Corridor
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/KoridorBandaraJuanda.jpg
Taman Bandara
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/TamanBandaraJuanda.jpg
From Waving Hall
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/WavingHallBandaraJuanda.jpg
dll..
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/BandaraJuanda1.jpg
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/BandaraJuanda2.jpg
gussinyo January 11th, 2010, 11:29 AM ada yg punya info baru perluasan terminal?
sbyctzn January 11th, 2010, 05:55 PM Definitely not gus..
AP masih fokus ke Lombok dan Bali sepertinya...
Soalnya pemerintah sedang agresif-agresifnya menggenjot Bali dan Lombok
Tidak ada info terkini
mungkin setelah Bali dan Lombok baru akan memikirkan Juanda, apalagi Kuala Namu juga in progress..
gussinyo January 14th, 2010, 10:24 AM Lima Bandara Disiapkan untuk Open Sky
Kamis, 14 Januari 2010 | 11:57 WIB
KOMPAS/ R ADHI KUSUMAPUTRA
TERKAIT:
RI Minta Tunda "Open Sky Policy" ASEAN
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah menyiapkan lima bandar udara internasional di Indonesia untuk memasuki era baru liberalisasi penerbangan. Bandara-bandara tersebut akan dimasukkan dalam ratifikasi Open Sky yang pelaksanaannya dimulai pada 2015 mendatang.
Direktur Angkutan Udara Departemen Perhubungan Tri S Sunoko menyebutkan, lima bandara internasional tersebut adalah Soekarno-Hatta (Jakarta), Kualanamu (Medan), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Denpasar), dan Hasanuddin (Makassar).
Bandara Kualanamu saat ini sedang dalam pembangunan sebagai bandara yang cukup besar. Diperkirakan bandara ini akan dioperasikan pada awal semester dua 2010. "Bandara itu telah disiapkan untuk menjadi bandara dengan penerbangan unlimited (tanpa batas) baik di dalam negeri maupun internasional. Kalau bisa ya 24 jam terus beroperasi," kata Tri di Jakarta, Rabu (13/1/2010).
Sementara bandara-bandara lain, meskipun telah berstatus bandara internasional dan melayani penerbangan ke luar negeri, jelasnya, tetap bisa melayani penerbangan internasional, tetapi frekuensinya dibatasi.
sbyctzn January 14th, 2010, 01:03 PM Surabaya Jajaki Direct Flight dengan Maskapai Emirates14 Januari 2010 13:37:40 WIBReporter : Deni Ali SetionoSurabaya (beritajatim.com)-
Imbas adanya penerbangan setiap hari maskapai asal Timur Tengah Emirates ke Jakarta, berdampak positif bagi perkembangan pariwisata Surabaya.Menurut Director Surabaya Tourism Promotion Board (STPB) Yusak Anshori, penerbangan tiap hari maskapai Emirates tersebut sangat menguntungkan untuk mendongkrak wisman lebih banyak lagi ke Surabaya."Penerbangan Surabaya-Jakarta saat ini ada 39 flight dan diharapkan adanya penerbangan langsung ini kita mendapatkan benefit lebih banyak lagi," ujarnya saat dihubungi beritajatim.com, Kamis (14/1/2010).Dijelaskan Yusak Anshori, adanya penerbangan setiap hari ini membuat pihaknya dalam dekat segera menjajaki dan menyakinkan maskapai penerbangan Emirates untuk segera membuka direct flight ke Surabaya."Selama ini direct flight ke Timur Tengah baru hanya melayani ibadah haji saja. Padahal, diluar potensi haji masih ada TKI dan pebisnis," paparnya.Diakui Yusak Anshori, jika direct flight ke Timur Tengah dibuka. Diyakini kunjungan wisman asal Timur Tengah semakin membanjir. Selain itu, pembukaan direct flight ini juga menguntungkan karena potensi TKI Jatim disana jumlahnya cukup besar ditambah lagi wisman dan fund-fund manager asal Timur Tengah bisa langsung akses ke Surabaya.Maskapai penerbangan terbesar asal Timur Tengah, Emirates mulai per awal April 2010 menambah layanan penerbangannya dari semula seminggu tiga kali menjadi setiap hari dengan pesawat Boeing seri 777.[dny/ted]
gussinyo January 15th, 2010, 11:20 AM kawan2, ada yg punya report traffic penerbangan n passanger tahun 2009, baik di Juanda atau bandara lain?
sbyctzn January 15th, 2010, 04:58 PM ^^
ga punya gus. Rekan lain mungkin?
bkz010019 January 16th, 2010, 07:10 AM kawan2, ada yg punya report traffic penerbangan n passanger tahun 2009, baik di Juanda atau bandara lain?
Dari http://www.bps.go.id/brs_file/pariwisata-04jan10.pdf
Jumlah penumpang/passenger baik utk penerbangan domestik maupun internasional (itupun dari Jan-Nov'2009)...Yang 2008-nya gak gw cantumin yaa
.......................................................Domestik....................Internasional
Polonia - Medan .................................1,886,600.....................410,500
Soekarno Hatta - Jakarta....................12,020,600..................3,435,700
Juanda - Surabaya .............................3,888,400.....................447,800
Ngurahrai - Denpasar...........................2,040,700...................2,267,000
Sultan Hasanuddin - Makassar...............1,661,300.......................19,300
Lain-lain..........................................10,755,100......................601,400
Total..............................................32,252,700....................7,181,700
archiholic January 21st, 2010, 05:31 AM Bandara Juanda Overload
Lima Tahun Lagi Tak Layak Pakai
SURABAYA - Pesatnya pertumbuhan penumpang pesawat udara di Jawa Timur membuat Bandara Internasional Juanda semakin sesak. Saat direnovasi pada 2006, bandara terbesar kedua di Indonesia itu didesain untuk menampung penumpang sebanyak 15 ribu orang per hari. Namun, baru empat tahun bandara baru beroperasi, rata-rata penumpang yang menggunakan fasilitas bandara mencapai 32 ribu orang per hari atau dua kali lipat dari kapasitas ideal.
Humas PT Angkasa Pura I Firstson Mansyur mengatakan, kepadatan di Bandara Juanda dipastikan semakin tinggi lagi tahun ini. Sebab, jumlah penumpang bakal terus meningkat dengan estimasi pertumbuhan tiap tahun sebesar 10-15 persen. " Penumpang terus bertambah seiring dengan program maskapai penerbangan membuka rute baru dari bandara Juanda,'' ujar Mansyur saat ditemui di kentornya kemarin (20/1).
Dijelaskan, dalam desain yang dibuat empat tahun lalu, Bandara Internasional Juanda didesain untuk menampung 7 juta penumpang per tahun. ''Akan tetapi kenyataannya, di luar perkiraan jumlah penumpang mengalami kenaikan lebih tinggi,'' kata Mansyur. Pada akhir tahun lalu jumlah penumpang sudah di atas 10 juta orang sehingga ada kenaikan sekitar 12 persen dari 2008 yang hanya 8,88 juta orang. Sedangkan selama tiga tahun terakhir pertumbuhan penumpang menyentuh 42,8 persen.''Jadi dapat dikatakan sudah sangat padat, karena dua kali lipat dari angka ideal. Sehingga lima tahun ke depan prediksi kami Juanda tidak bisa menampung penumpang,'' tutur dia.
Daya tampung yang kian terbatas tersebut mendorong Angkasa Pura I, selaku pengelola bandara Juanda , memunculkan wacana untuk pengembangan. Akan tetapi sampai sekarang wacana tersebut belum dibicarakan di tingkat manajemen. ''Oleh karena itu kami belum bisa memastikan dalam waktu dekat atau jangka panjang,'' tuturnya.
Menurut Mansyur, perluasan bandara menjadi pilihan paling rasional karena masih adanya lahan tidur. Dari luas total lahan di lokasi bandara 473,3 hektare, baru dipakai untuk terminal domestik dan internasional seluas 53.692 meter persegi. Sedangkan lahan untuk lain-lain 62.701 meter persegi. ''Saat ini kami masih bisa menampung untuk 18 pesawat dan tambahan beberapa pesawat jenis kecil,'' timpalnya. (res/kim)
*jawa pos
sbyctzn January 22nd, 2010, 03:32 AM Bandara Juanda Overload
Lima Tahun Lagi Tak Layak Pakai
SURABAYA - Pesatnya pertumbuhan penumpang pesawat udara di Jawa Timur membuat Bandara Internasional Juanda semakin sesak. Saat direnovasi pada 2006, bandara terbesar kedua di Indonesia itu didesain untuk menampung penumpang sebanyak 15 ribu orang per hari. Namun, baru empat tahun bandara baru beroperasi, rata-rata penumpang yang menggunakan fasilitas bandara mencapai 32 ribu orang per hari atau dua kali lipat dari kapasitas ideal.
Humas PT Angkasa Pura I Firstson Mansyur mengatakan, kepadatan di Bandara Juanda dipastikan semakin tinggi lagi tahun ini. Sebab, jumlah penumpang bakal terus meningkat dengan estimasi pertumbuhan tiap tahun sebesar 10-15 persen. " Penumpang terus bertambah seiring dengan program maskapai penerbangan membuka rute baru dari bandara Juanda,'' ujar Mansyur saat ditemui di kentornya kemarin (20/1).
Dijelaskan, dalam desain yang dibuat empat tahun lalu, Bandara Internasional Juanda didesain untuk menampung 7 juta penumpang per tahun. ''Akan tetapi kenyataannya, di luar perkiraan jumlah penumpang mengalami kenaikan lebih tinggi,'' kata Mansyur. Pada akhir tahun lalu jumlah penumpang sudah di atas 10 juta orang sehingga ada kenaikan sekitar 12 persen dari 2008 yang hanya 8,88 juta orang. Sedangkan selama tiga tahun terakhir pertumbuhan penumpang menyentuh 42,8 persen.''Jadi dapat dikatakan sudah sangat padat, karena dua kali lipat dari angka ideal. Sehingga lima tahun ke depan prediksi kami Juanda tidak bisa menampung penumpang,'' tutur dia.
Daya tampung yang kian terbatas tersebut mendorong Angkasa Pura I, selaku pengelola bandara Juanda , memunculkan wacana untuk pengembangan. Akan tetapi sampai sekarang wacana tersebut belum dibicarakan di tingkat manajemen. ''Oleh karena itu kami belum bisa memastikan dalam waktu dekat atau jangka panjang,'' tuturnya.
Menurut Mansyur, perluasan bandara menjadi pilihan paling rasional karena masih adanya lahan tidur. Dari luas total lahan di lokasi bandara 473,3 hektare, baru dipakai untuk terminal domestik dan internasional seluas 53.692 meter persegi. Sedangkan lahan untuk lain-lain 62.701 meter persegi. ''Saat ini kami masih bisa menampung untuk 18 pesawat dan tambahan beberapa pesawat jenis kecil,'' timpalnya. (res/kim)
*jawa pos
bukannya sudah ada rencana???? kok ini wacana????
yang benar mana nih?????
di berita dulu ada petinggi APII yang bilang sudah direncanakan untuk melakukan perluasan,,,,
mythaholic January 30th, 2010, 11:06 AM halooo..minta bantuannya nih butuh gambar2 rencana denah, site plan sm layout juanda ada yang tau ga??? butuh buat skripsikuuu....terimakasih sblumnyaaa
MinImaX January 30th, 2010, 01:02 PM ^ Perasaan di halaman-halaman sebelumnya ada tuh. Kalau tidak di sini ya di thread Surabaya Construction.
gussinyo February 2nd, 2010, 08:04 AM bukannya sudah ada rencana???? kok ini wacana????
yang benar mana nih?????
di berita dulu ada petinggi APII yang bilang sudah direncanakan untuk melakukan perluasan,,,,
nurut aku, bagusnya tuh bangun terminal internasional yg baru, di lahan yg kosong dgn desain yg lebih modern... trus terminal intnl yg lama dipake aja terminal domestik...
archiholic February 2nd, 2010, 08:11 AM ^^ kalau menurutku, bikin terminal baru trus yang lama khusus buat terminal LCC aja
Sizter85 February 2nd, 2010, 08:23 AM ^^ kalau menurutku, bikin terminal baru trus yang lama khusus buat terminal LCC aja
Sebegitu urgent-kah Juanda sehingga harus dibuatkan terminal khusus LCC ?
Sebegitu padat-kah traffict dan populasi penumpang LCC airlines di Juanda ?
Klo aku sh lbh condong setuju dg solusi dari Gussinyo :cheers:karena bagiku airlines2 di Indo pada samar2 status-nya IMO, entah mereka LCC atau premium ?? sedangkan LCC dari maskapai 'luar' yg beroperasi di Juanda masi sedikit :cheers:
sbyctzn February 2nd, 2010, 10:46 AM Buat terminal internasional di sisi timur aja, masih luas kok lahannya....
gussinyo February 2nd, 2010, 11:09 AM iya, segmentasi penerbangan di indonesia masih gak jelas, sering klu promonya LCC, tapi harga tiketnya muahal sama yg lain... jd rata2 maskapai low fasilitas, tapi high ticket price..
fajarmuhasan February 2nd, 2010, 11:32 AM iya, segmentasi penerbangan di indonesia masih gak jelas, sering klu promonya LCC, tapi harga tiketnya muahal sama yg lain... jd rata2 maskapai low fasilitas, tapi high ticket price..
Indonesia emang Low Quality High Cost (LQHC)
sbyctzn February 2nd, 2010, 11:35 AM ^^
boleh juga dipakai istilah baru tuh.... LQHC
hehehehe
pasti yang pakai cuma Indonesia aja
gussinyo February 3rd, 2010, 08:11 AM Triwulan Pertama 2010, Kunjungan Wisman ke Jatim Diprediksi Meningkat
Selasa, 02 Februari 2010 11:01:09 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com) - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim di triwulan pertama 2010 bakal meningkat kembali seiring dengan berakhirnya masa krisis dan dibukanya direct flight maskapai penerbangan Garuda Indonesia ke Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA) dan Amsterdam Uni Eropa.
Director Executive Surabaya Promotion Tourism Promotion Board (STPB) Surabaya, Yusak Anshori mengatakan, di triwulan pertama 2010 kunjungan wisman ke Jatim akan naik lagi dengan dibukanya penerbangan langsung (direct flight) Garuda Indonesia ke banyak rute. "Adanya? direct flight ini nantinya memberi konstribusi kunjungan wisman ke Jatim," katanya saat dihubungi beritajatim.com, Selasa (2/2/2010).
Diakui Yusak Anshori, turunnya jumlah wisman ke Jatim pada akhir tahun lalu akibat terimbas krisis sehingga sebagian besar wisman menunda perjalanan wisatanya ke beberapa negara. "Akhir tahun lalu karena kena krisis dan berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisman ke Jatim," ujarnya.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim, jumlah wisman yang datang ke Jatim melalui pintu masuk bandara Juanda Surabaya pada Desember 2009 hanya mencapai 14.630 orang. Jumlah ini turun 10,86 persen dibanding jumlah wisman pada bulan November 2009 yang mencapai 16.413 orang.
Dari total itu, wisman asal Malaysia masih mendominasi tingkat kunjungan sebesar 4.045. Disusul kemudian wisman asal Singapura yang mencapai 1.493 dan wisman asal China sebesar 784 orang.(dny/eda)
Sizter85 February 3rd, 2010, 04:20 PM ^^ Ya dari SUB connecting ke CGK terlebih dahulu lebih tepatnya begitu :cheers:
dimasputra February 3rd, 2010, 04:33 PM ^^ apa harus ke CGK dulu jeng sizt..??
kalau dari SUB langsung ke SIN ada tidak..??
:cheers:
Sizter85 February 3rd, 2010, 04:40 PM ^^ apa harus ke CGK dulu jeng sizt..??
kalau dari SUB langsung ke SIN ada tidak..??
:cheers:
Maksud saya hanya untuk rute ke DXB(Dubai) - AMS(Amsterdam),.. flightnya kn starting from CGK,.. kalo dari SIN Garuda buka connecting flight ke Ho Chi Minh CMIIW
dimasputra February 3rd, 2010, 04:44 PM ^^ maksudku, direct flight dari SUB - SIN/ kota negara ASEAN / AUSTRALIA ada tidak sizt..??
tanpa transit ke CGK / DPS terlebih dahulu gitu :)
thanks before:cheers:
Sizter85 February 3rd, 2010, 04:49 PM Resume flight SUB-HKG/Hongkong Soon ! dg catatan saat ini saya sedang berbicara tentang Garuda lho, jadi bukan carrier lain yg beroperasi di Juanda ;)
dimasputra February 3rd, 2010, 04:53 PM ^^ jadi dari SUB langsung ke HKG gitu..?? wow :cool:
Sizter85 February 3rd, 2010, 04:55 PM Yup GA akan membuka kembali rute tsb, setelah sebelumnya 'mati suri' :cheers:
dimasputra February 3rd, 2010, 04:58 PM ^^ wow :cool: ternyata dulu juga pernah toh..trus mati suri
sekarang lanjut lagi :okay:
thanks for the info sizt :cheers:
Sizter85 February 3rd, 2010, 05:17 PM Iya tapi kompetitornya cukup 'berat' lho, GA harus head to head dg maskapai bintang 5 dunia CX(Cathay Pacific) yg saat ini jg ms konsisten melayani trip SUB-HKG, SUB jg baru2 ini dilayani CI(China Airlines)yg nge-RON/Bermalam di SUB dan di esok paginya terbangi rute SUB-SIN
dimasputra February 3rd, 2010, 05:22 PM ^^ yap, baru2 ini ku lihat China Airlines ada di Juanda :okay:
kalau nginep di Juanda begitu, artinya apa ya sizt..?? masih awam :tongue2:
Sizter85 February 3rd, 2010, 05:30 PM ^^Saya malah balik bingung sama pertanyaan dari dimas, saya jg awam kok :tongue2:
kalau nginep di Juanda begitu, artinya apa ya sizt..??
Kita disini mencoba sama2 berbagi info aja ya dim jng merasa awam atau tidak, karena saya pun jg begitu,.. maksud dari 'menginap' di Juanda mungkin dpt diartikan On duty air-crew, flight plan, and pesawat tsb berakhir di Juanda pada hari itu, dan memulai trip baru lagi esok paginya lagi :cheers: CMIIW
sbyctzn February 3rd, 2010, 07:48 PM OK IC IC!
Thx buat pertanyaan dimas and jawaban sizter...
Ternyata ada juga flight yang nginep di SUB...
Pertanda dukungan keadaan yang kondusif...
Semoga bisa diikuti bandara internasional lain di Indonesia..
Btw selain SUB yang udah mana aja Siz?
Oh ya di SUB ini penerbangan internasionalnya kemana aja ya?
Ada yang tau?
Baik yang direct maupun transit...
Dan maskapai apa?
List yang lengkap dan terbaru??
David-80 February 3rd, 2010, 09:34 PM ^^ Surabaya ke Hongkong, Taipei, Brunei, Malaysia (KL), Singapore
Airlines : Eva air, Cathay Pacific, Royal Brunei, Malaysia airlines, China Airlines, Valuair/jetstar, Air Asia, Silk Air.
Cheers
sbyctzn February 4th, 2010, 02:53 AM thx om david....
itu semua direct flight?????
gussinyo February 4th, 2010, 06:55 AM ^^ Surabaya ke Hongkong, Taipei, Brunei, Malaysia (KL), Singapore
Airlines : Eva air, Cathay Pacific, Royal Brunei, Malaysia airlines, China Airlines, Valuair/jetstar, Air Asia, Silk Air.
Cheers
deleted
gussinyo February 4th, 2010, 07:04 AM ^^ Surabaya ke Hongkong, Taipei, Brunei, Malaysia (KL), Singapore
Airlines : Eva air, Cathay Pacific, Royal Brunei, Malaysia airlines, China Airlines, Valuair/jetstar, Air Asia, Silk Air.
Cheers
idem
netaholics13 February 4th, 2010, 11:46 AM Iya tapi kompetitornya cukup 'berat' lho, GA harus head to head dg maskapai bintang 5 dunia CX(Cathay Pacific) yg saat ini jg ms konsisten melayani trip SUB-HKG, SUB jg baru2 ini dilayani CI(China Airlines)yg nge-RON/Bermalam di SUB dan di esok paginya terbangi rute SUB-SIN
bukannya CX juga ngeRON di SUB yah. soalnya pernah landing pagi di SUB dari CGK, liat di gate internationalnya jam 8 pagi udah nongkron A330nya CX
Sizter85 February 4th, 2010, 11:59 AM bukannya CX juga ngeRON di SUB yah. soalnya pernah landing pagi di SUB dari CGK, liat di gate internationalnya jam 8 pagi udah nongkron A330nya CX
Bener banget Neta :okay:
CX Surabaya bertolak ke HKG estimate local time-nya ya sekitar jam 8-9 pagian gitu, setelah malamnya ngeRON di Juanda CMIIW
David-80 February 4th, 2010, 12:10 PM thx om david....
itu semua direct flight?????
Yup itu semua direct kecuali CI yg mampir SIN dulu :okay:
Cheers
dimasputra February 4th, 2010, 02:21 PM ^^ wa.wa.wa...berarti Juanda ga kalah exist dong :okay: :D
btw. I really don't know the acronyms above ^^ CI, CX... :nuts:
David-80 February 4th, 2010, 03:17 PM ^^
CI = china airlines
CX = Cathay Pacific
:okay:
Cheers
dimasputra February 7th, 2010, 04:24 PM ^^ oic.. :yes:
thanks om momod.. :D
sayaka February 14th, 2010, 11:56 AM Pecah Ban, Batavia Air Gagal "Take Off"
Liputan 6 - Minggu, 14 Februari
http://d.yimg.com/hb/xp/lptn/20100214/09/322294507-pecah-ban-batavia-air-gagal-take-off.jpg?x=320&y=240&sig=uqZCO.GULxMG.ZhvEauZjA--
Liputan6.com, Surabaya: Pesawat Batavia Air nomor penerbangan AR 7P-735 dengan rute Surabaya-Makasar mengalami pecah ban saat akan take off di landasan pacu Bandar Udara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/2) pagi. Selain itu, ban sebelah kanan bagian belakang juga kempes sehingga pesawat gagal take off pada pukul 09.40 WIB. Sebanyak 120 penumpang dan kru pesawat dikabarkan selamat dan sudah dievakuasi pihak bandara.
Posisi pesawat hingga pukul 14.30 WIB masih berada di landasan pacu sehingga mengganggu jadwal pesawat yang akan keluar serta masuk ke bandara. Akibatnya, ratusan penumpang terlambat terbang karena bandara sempat ditutup selama satu jam. Selain itu, sleuruh penerbangan sempat dialihkan ke Bandara Ngurai Rai, Denpasar, Bali.(BOG)
gussinyo March 17th, 2010, 07:23 AM Railink bidik KA Juanda
JAKARTA: PT Railink, perusahaan patungan PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api, berminat membuat desain dasar untuk KA angkutan penumpang di Bandara Juanda, Surabaya.
Direktur Utama PT Railink Masjraul Hidayat mengatakan saat ini pihaknya baru memetakan kemungkinan-kemungkinan pembangunan KA Bandara Juanda. Salah satu alternatif adalah pembangunan jalur sepanjang 7 kilometer dari Stasiun Waru menuju ke bandara.
"Kami baru memetakan, belum membuat studi dan lain-lain sehingga kepastian nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangan KA bandara itu belum ada. Yang jelas, ada beberapa alternatif," katanya akhir pekan lalu.
Dia menuturkan dari sejumlah alternatif yang ada, pembangunan jalur sepanjang 7 kilometer dinilai yang paling membutuhkan investasi tidak terlalu besar. (Bisnis/ray)
paradyto March 29th, 2010, 01:02 PM Guys, kemarin Gw dengar akan ada rencana pembangunan bandara di Lamongan ya?
Ebek21 March 30th, 2010, 05:09 AM Guys, kemarin Gw dengar akan ada rencana pembangunan bandara di Lamongan ya?
Masih berupa wacana saja. Ada yg bilang mau bangun di Madura, ada yg bilang mau bangun di Lamongan. IMO, kemungkinan besar susah direalisasikan. Lahan di Juanda sebenarnya masih sangat luas untuk ekspansi2 berikutnya.
GARUDA 777 March 30th, 2010, 07:09 PM ^^
Betul banget. Lahan Juanda itu masih luas banget kok di sekelilingnya. Bingung juga gw ada yang sempat kepikiran mau bangun di Madura, are you kidding??? Nggak banget deh, udah yahud banget lokasi yg sekarang. Lagian kalo ada kelebihan anggaran mendingan dialokasikan ke tempat yang lain lah.
Ocean One April 1st, 2010, 03:43 PM Ke Bandara Juanda Naik Kereta Api?
Kamis, 1 April 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/21/161706p.jpg
Deretan pesawat terbang dari berbagai maskapai penerbangan di Bandara Juanda, Surabaya
SURABAYA, KOMPAS.com — Jika Anda ingin menuju bandara menggunakan kereta api, maka fasilitas itu akan dapat digunakan pada 2012. Untuk merealisasikannya, Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur akan membuat jalur kereta api listrik tembus ke Bandara Juanda.
"Selain menggunakan transportasi bus dan taksi, masyarakat bisa memanfaatkan jalur KA ini akan menjadi alternatif menuju bandara," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur (Dishub & LLAJ Jatim) Wahid Wahyudi saat dikonfirmasi, Kamis (1/4/2010).
Ia menuturkan, pihaknya akan membuat ruas rel KA dari Stasiun Gubeng ke Bandara Juanda sebagai tahap awal. Menurutnya, rute itu dipilih karena volume penumpang pada koridor utara-selatan cukup padat.
Untuk mewujudkan rute awal ini, konsep yang digunakan adalah memanfaatkan rel yang ada. Teknisnya, ruas rel di Aloha Sidoarjo akan disambung belok kiri menuju Juanda dengan memanfaatkan lahan di tengah-tengah jalan kembar Jl Raya Juanda Lama. Jalur ini dilanjutkan hingga ke jalur masuk tol bandara lalu menuju perempatan Sedati dan langsung lurus ke Jl Raya Juanda Baru menuju Bandara Juanda.
Ia berharap, desain rekayasa secara detail dari proyek ini bisa dituntaskan pada tahun ini sehingga tahun depan proyek pembangunan bisa dimulai. "Paling lambat proyek ini bisa diselesaikan pada 2012," katanya. Mengenai KA yang dioperasionalkan, pihaknya akan menggunakan KA listrik baru (light rail) yang biasa dioperasikan di Jakarta.
ronidecor2 April 5th, 2010, 03:39 PM Ke Bandara Juanda Naik Kereta Api?
Kamis, 1 April 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/21/161706p.jpg
Deretan pesawat terbang dari berbagai maskapai penerbangan di Bandara Juanda, Surabaya
SURABAYA, KOMPAS.com — Jika Anda ingin menuju bandara menggunakan kereta api, maka fasilitas itu akan dapat digunakan pada 2012. Untuk merealisasikannya, Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur akan membuat jalur kereta api listrik tembus ke Bandara Juanda.
"Selain menggunakan transportasi bus dan taksi, masyarakat bisa memanfaatkan jalur KA ini akan menjadi alternatif menuju bandara," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur (Dishub & LLAJ Jatim) Wahid Wahyudi saat dikonfirmasi, Kamis (1/4/2010).
Ia menuturkan, pihaknya akan membuat ruas rel KA dari Stasiun Gubeng ke Bandara Juanda sebagai tahap awal. Menurutnya, rute itu dipilih karena volume penumpang pada koridor utara-selatan cukup padat.
Untuk mewujudkan rute awal ini, konsep yang digunakan adalah memanfaatkan rel yang ada. Teknisnya, ruas rel di Aloha Sidoarjo akan disambung belok kiri menuju Juanda dengan memanfaatkan lahan di tengah-tengah jalan kembar Jl Raya Juanda Lama. Jalur ini dilanjutkan hingga ke jalur masuk tol bandara lalu menuju perempatan Sedati dan langsung lurus ke Jl Raya Juanda Baru menuju Bandara Juanda.
Ia berharap, desain rekayasa secara detail dari proyek ini bisa dituntaskan pada tahun ini sehingga tahun depan proyek pembangunan bisa dimulai. "Paling lambat proyek ini bisa diselesaikan pada 2012," katanya. Mengenai KA yang dioperasionalkan, pihaknya akan menggunakan KA listrik baru (light rail) yang biasa dioperasikan di Jakarta.
yah semoga proyek ini cepet terealisasi dan bukan isapan jempol belaka, pernah denger kabar kalo proyek dari pemprov jatim selalu molor ga tepat waktu dan kadang ga beres cth seperti PIA pasar induk mpek skrg ga juntrung2:ohno:
paradyto April 6th, 2010, 03:04 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/100/600x600/1/djuanda1.jpg?et=kZYJAf6fiI8UH5MOFXif9g&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/2/djuanda2.jpg?et=0sEkpWCOpwzuIOIExmz4Qw&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/3/djuanda3.jpg?et=TOM2TL9rB36Il%2C%2BXtodpMg&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/4/djuanda4.jpg?et=XGBtPLjD9RIRy%2CvxQvDIdg&nmid=328421082
ronidecor2 April 6th, 2010, 05:53 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/100/600x600/1/djuanda1.jpg?et=kZYJAf6fiI8UH5MOFXif9g&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/2/djuanda2.jpg?et=0sEkpWCOpwzuIOIExmz4Qw&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/3/djuanda3.jpg?et=TOM2TL9rB36Il%2C%2BXtodpMg&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/4/djuanda4.jpg?et=XGBtPLjD9RIRy%2CvxQvDIdg&nmid=328421082
sebelumnya lewat tol waru bandara gak?
paradyto April 7th, 2010, 06:22 AM sebelumnya lewat tol waru bandara gak?
Gw nggak lewat Toll kok, hari Sabtu, biasanya Surabaya nggak macet:)
sbyctzn April 7th, 2010, 01:29 PM Toll dan non tol menurut saya sama saja, tidak macet..
macetnya temporer saja...
harus cerdas dan pintar melihat kondisi...
kadang lewat tol lebih cepat dan kadang lewat non tol juga lebih cepat
pintar-pintar milih lah.....
paradyto April 7th, 2010, 02:36 PM asal jangan ke Suramadu pada jam 5 sorean hari Senin - Jum'at, ampunnnn motor:(
paradyto April 7th, 2010, 03:01 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/5/djuanda5.jpg?et=DjXXTyuLIcJwx7SAAhko1w&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/6/djuanda1.jpg?et=4H%2B8fAylRKMONc%2CWds3dlg&nmid=328421082
paradyto April 7th, 2010, 03:05 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/7/djuanda2.jpg?et=H2r%2CmmU0Joxc5sPs%2BlfLKg&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/8/djuanda3.jpg?et=TpMHnvfa7R014Qcni%2B3A3g&nmid=328421082
paradyto April 8th, 2010, 03:02 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/9/djuanda4.jpg?et=cw8vNBfpPT9OtpXDveyE7w&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/10/djuanda5.jpg?et=I7XyzGU2FFUcQkEHQg%2CoDw&nmid=328421082
ruperdo April 8th, 2010, 04:05 PM ^^ sekilas mirip Hang Nadim Batam.. dengan langit2 nya..
paradyto April 8th, 2010, 04:35 PM ^^ sekilas mirip Hang Nadim Batam.. dengan langit2 nya..
tapi langit2 Hang Nadim lebih mirip Stasiun Kota he he he...
GARUDA 777 April 8th, 2010, 04:38 PM -Edited-
paradyto April 9th, 2010, 03:06 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/11/djuanda1.jpg?et=GpyrHFEhasKRHvLxdZSncQ&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/12/djuanda2.jpg?et=vSqUAOUiSjc%2CoA6DIMEzAg&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/13/djuanda3.jpg?et=Zij5BhzIcqaoy6UdKdebgA&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/15/djuanda5.jpg?et=AlXD5XKY0SYF33XusEZkUQ&nmid=328421082
paradyto April 9th, 2010, 04:38 PM take off...
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/20/sby5.jpg?et=NMdmmUVDkCNGAJqMZVhY4g&nmid=328421082
paradyto April 10th, 2010, 03:17 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/21/sby1.jpg?et=%2BhHFSjbN9BmC1RwMhm9ldQ&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/24/sby4.jpg?et=xvsSe0wmcp4hgaHGXXnqnw&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/25/sby5.jpg?et=9Md1DnkzEd6fgFwggyGQ1w&nmid=328421082
GARUDA 777 April 17th, 2010, 12:29 PM ^^
Very nice apron activities, pak dyto. They simply freshen up my eyes. Thank you very much, Sir ;).
paradyto April 17th, 2010, 03:55 PM ada lagi...
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/26/sby1.jpg?et=gltBesq1fQ3a97xNLRNtOw&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/27/sby2.jpg?et=chFIfDSYfzizdR90dgXNAQ&nmid=328421082
paradyto April 17th, 2010, 03:57 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/22/sby2.jpg?et=nroX7aL5hWYkBZM205Uf7Q&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/19/sby4.jpg?et=QCKeHex6K0lJOMxyUIkgjQ&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/28/sby3.jpg?et=temTMV5xb51wOkd0yNMzCw&nmid=328421082
GARUDA 777 April 17th, 2010, 04:11 PM ^^
Wohho! Mo marah deeh :lol:. Mantabs, Bro! Btw, kok gak captured dari waving gallery nya, lebih mantabs lagi kan? Btw, please keep on posting the modern ones, Bro. I'm in the process of finding old photos to be uploaded. Ada DC9 warna merah lagi di Talang Betutu tahun 1970an lo (courtesy of my parents) ;).
Sizter85 April 17th, 2010, 05:07 PM 2010, Juanda Capai 13 Juta Penumpang
SURABAYA – Memasuki 2010, industri jasa penerbangan bergairah ditandai dengan pergerakan arus penumpang secara nasional yang meningkat signifikan. Khusus di Bandara Juanda Surabaya, PT Angkasa Pura I selaku pengelola world class airport ini memprediksi arus penumpang 10% atau menjadi 12 juta-13 juta. Itu meliputi penumpang rute domestik maupun internasional.
Prediksi ini tak lepas dari melonjaknya arus penumpang dalam tiga bulan terakhir di. Saat jam-jam sibuk pukul 06.00*–11.00, di pintu masuk penumpang domestik di bandara itu selalu diwarnai antrean panjang.
’’Di antara jam-jam sibuk itu, puncaknya pukul 07.00 hingga pukul 09.00. Kami pun harus kerja ektra mengawasi sekaligus bisa melayani sebaik-baiknya bagi penumpang,” kata Hendy, petugas security di bagian pemeriksaan barang bawaan penumpang di jalur pintu masuk penumpang domestik.
Dia pun menunjukkan bagaimana kesibukan yang berlangsung di ruang boarding pass. Di sana terlihat antrean calon penumpang yang mengular di depan konter setiap maskapai penerbangan yang ’’bermain” di Bandara Juanda.
Bahkan antrean penumpang di konter boarding pass Maskapai Garuda Indonesia, Garuda Citilink, Merpati Nusantara, maupun Lion Air terjadi sampai sekitar 15 meter. Sehingga untuk keperluan boarding pass, seorang penumpang harus rela menghabiskan waktu antara 10-15 menit, sebelum terbang sesuai tujuan masing-masing. ’’Ya, memang penumpang harus bersabar,” ujarnya.
Untuk kenyamanan pelayanan penumpang, lanjut dia, setiap maskapai penerbangan telah membuka minimal dua meja proses boarding pass. Bahkan Garuda, Merpati, dan Lion Air maupun Sriwijaya Air telah membuka enam meja untuk layanan tersebut.
’’Namun saking padatnya penumpang, terutama pada jam-jam sibuk, tetap saja terjadi antrean panjang,” ucap Hendy. ’’Bahkan kalau Sabtu dan Minggu atau memasuki musim liburan, jumlah penumpang telah melonjak tajam,” lanjutnya.
Suasana tak jauh berbeda di boarding lounge penumpang domestik mulai sektor 1–8. Begitu pula ruang tunggu di sektor 9 hingga 12 yang diperuntukkan penumpang internasional, meski tak sepadat ruang tunggu penumpang domestik. Di setiap ruang tunggu terdapat sekitar 200 kursi, yang hampir semuanya terisi penumpang. Apalagi untuk ruang tunggu penerbangan rute Jakarta, Denpasar, Batam, dan Balikpapan yang selalu ramai penumpang.
’’Kita sering menerima komplain dari penumpang karena ruang tunggu yang sudah tak muat. Bahkan tidak jarang, banyak penumpang terpaksa berdiri karena tak kebagian tempat duduk di ruang tunggu,” kata Suharjo, petugas security di ruang tunggu di sektor 6 di bandara setempat.
Kecenderungan lonjakan penumpang ini dibenarkan staf Lion Air di kantor ticketing di Bandara Juanda. ’’Rata-rata load factor pesawat kami untuk penerbangan domestik di atas 80%. Kalau pada Sabtu dan Minggu, load factor pesawat kami bisa mencapai 90%, bahkan sering juga sampai penuh atau semua set terisi. Itu biasa terjadi untuk penerbangan rute ’gemuk’, seperti ke Jakarta dan Denpasar,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, seiring adanya potensi pertumbuhan penumpang, pihaknya melakukan ekspansi pelayanan rute internasional. Menyusul bergabungnya armada baru, seperti Boeing 737-400, Boeing 737-500, dan Boeing 737-800, mulai tahun ini pihaknya telah membuka layanan penerbangan Guangzhao, Kuala Lumpur, dan Perth.
’’Memang, untuk sementara pembukaan rute tiga negara itu dimulai di bandara Jakarta dan Denpasar. Ini tak lepas dari meningkatnya kunjungan waisatawan manca negara melalui dua bandara tersebut,” ujarnya.
Apakah juga ada rencana membuka rute sama di Bandara Juanda? Dia mengatakan, tergantung sejauh mana besarnya potensi permintaan pasar. ’’Sejauh ini, kunjungan wisatawan manca negara melalui pintu masuk bandara Juanda relatif kecil. Mereka biasanya lewat Bandara Cengkareng dan Ngurah Rai, lalu melanjutkan ke bandara Juanda,” katanya. “Atau biasanya mereka, khususnya dari Bali lewat darat dengan tujuan utama adalah Bromo,” tambahnya.
Dominasi Bisnis
Fritson Mansyur, asisten manager SIM Tapor dan Humas PT Angkasa Pura I mengatakan, bergairahnya kembali industri jasa penerbangan terjadi seiring pergerakan arus menumpang, paling terasa dalam dua tahun terakhir.
Termasuk pergerakan arus penumpang di Bandara Juanda, yang setiap tahun rata-rata mengalami peningkatan signifikan, antara 7-10 persen. ’’Jika 2008, jumlah penumpang mencapai 8 juta, lalu 2009 sudah mencapai 10 juta. Dan tahun ini pertumbuhan penumpang kita prediksi bisa mencapai 15 persen atau antara 12 juta hingga 13 juta,” ujarnya.
Dari jumlah penumpang itu, lanjut dia, sekitar 90 persen adalah penumpang domestik, dan sisanya (10 persen) penumpang internasional. Seperti dalam tiga bulan terakhir pada tahun ini, volume penumpang domestik berbagai jurusan baik kedatangan maupun pemberangkatan mencapai sekitar 800 ribu. Sedangkan rute internasional mencapai 75 ribu penumpang.
’’Hasil survei kami, sebagian besar penumpang melakukan perjalanan karena bisnis (50%), dan perjalanan dinas (40%), sisanya wisatawan dan lain-lain,” tambahnya. ’’Yang cukup menggembirakan ada tren lonjakan arus penumpang setiap bulannya di luar musim liburan,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan, prediksi pertumbuhan penumpang di Bandara Juanda tak lepas dari semakin bergairahnya kunjungan wisatawan dari kawasan negara Asia maupun Eropa, dan Australia. Bahkan secara nasional, kunjungan wisatawan tahun ini ditarget mencapai 7 juta.
’’Selama ini Bandara Juanda memang belum menjadi pintu utama kedatangan wisatawan. Sebagian besar, mereka datang melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Ngurah Rai Denpasar. Namun kami yakin dengan potensi wisata di Jatim yang juga mulai mendunia, setidaknya melahirkan peluang bagi Bandara Juanda sebagai pintu masuk pilihan utama wisatawan Asia maupun Eropa,” ujarnya.
Sehingga nantinya, pihaknya berharap Bandara Juanda tak hanya sekadar sebagai bandara transit saja, seperti yang terjadi sekarang ini. Lebih dari itu menjadi bandara pintu masuk kunjungan wisatawan, termasuk asal Eropa maupun Australia dan Amerika.
Peluang sebagai bandara pintu masuk wisatawan manca negara, kata Fritson, terbuka lebar. Apalagi saat ini sudah ada 12 maspakai penerbangan ’’bermain” di Bandara Juanda yang membuka rute Asia.
Di antaranya Cathay Pasific (Surabaya-Hongkong), China Airlines (Surabaya-Singapura), juga Silk Air dan Value Air yang juga membuka pelayanan terbang rute ke Singapura. Sedangkan Indo Air Asia, Merpati Nusantara melayani rute Surabaya-Kualalumpur, serta Royal Brunei rute Surabaya-Bandar Sari Begawan (Brunei Darussalam).
Pihaknya berharap seiring semakin bergairahnya industri penerbangan ini, ada maspakai yang memanfaatkan Bandara Juanda untuk membuka rute ke Eropa. Seperti yang dilakukan Cathay Pasifif yang membuka layanan rute Jakarta-Amsterdam di Bandara Soekarno-Hatta, diharapkan juga membuka rute Surabaya-Amsterdam melalui Bandara Juanda. Begitu pula Sriwijaya Air yang tahun ini membuka rute Jakarta-Perth Australia, juga mau bermain di Juanda dengan rute layanan sama. ful
GARUDA 777 April 17th, 2010, 05:46 PM Kecenderungan lonjakan penumpang ini dibenarkan staf Lion Air di kantor ticketing di Bandara Juanda. ’’Rata-rata load factor pesawat kami untuk penerbangan domestik di atas 80%. Kalau pada Sabtu dan Minggu, load factor pesawat kami bisa mencapai 90%, bahkan sering juga sampai penuh atau semua set terisi. Itu biasa terjadi untuk penerbangan rute ’gemuk’, seperti ke Jakarta dan Denpasar,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, seiring adanya potensi pertumbuhan penumpang, pihaknya melakukan ekspansi pelayanan rute internasional. Menyusul bergabungnya armada baru, seperti Boeing 737-400, Boeing 737-500, dan Boeing 737-800, mulai tahun ini pihaknya telah membuka layanan penerbangan Guangzhao, Kuala Lumpur, dan Perth.
Hmm, baru dengar nih kalo Lion mau mendatangkan armada baru selain B737-900ER. Udah gitu ada yg downgrade pula lagi tipenya, seri -400 dan -500. Waduh, sebagai orang dalam statement nya jangan asal2an dong, mas :nuts:.
paradyto April 17th, 2010, 05:47 PM :D:D
Sizter85 April 18th, 2010, 02:08 PM Rute Baru Masih Terbuka
Minggu, 18 April 2010 | 12:14 WIB
SURABAYA-Sebagai airport internasional, Bandar udara (Bandara) Juanda masih terbuka bagi maskapai menerbangi rute internasional baru. Tapi mengisi penerbangan jam longgar di siang dan malam hari.
Teguh Widodo, Manager ATS (Air Trafiic Service), menjelaskan, data ATS menunjukkan kegiatan penerbangan di bandara yang beroperasi mulai 06.00 hingga 24.00, telah mencapai 240 pesawat landing maupun take of dengan interval waktu antara 5 sampai 10 menit. Dari jumlah itu paling sibuk terjadi di antara pukul 07.00 hingga 10.00.
”Jadi kalau ada maskapai yang membuka rute baru, termasuk layanan penerbangan internasional, tentunya masih terbuka lebar dengan bermain di luar jam-jam sibuk,” jelas Teguh Widodo. ”Seperti di atas jam 12 atau pada sore hari hingga pukul 24.00, masih tersedia ruang yang cukup untuk kegiatan penerbangan,” tambahnya, Minggu (18/4).
Airport kelas dunia dikelola PT Angkasa Pura (AP) I yang relokasi pada 2006 sudah didukung akses jalan bypass dan jalan tol Waru-Juanda untuk menunjang kelancaran arus penumpang dan barang.
Bandara yang dibangun di atas lahan 477,3 ha, ujar dia, dilengkapi runway berkonstruksi beton beraspal sepanjang 3 ribu meter dan lebar 45 meter yang bisa dipakai untuk kegiatan penerbangan pesawat Boeing 747 limited maupun airbus.
Teguh Widodo mengatakan sistem operasional bandara dilengkapi peralatan canggih untuk pengaturan dan pengawasan arus penerbangan rute domestik maupun internasional. Ini untuk menghindari terjadinya penumpukan jadwal kedatangan maupun pemberangkatan pesawat, selain juga untuk monitoring pergerakan arus lalintas udara demi keselamatan.
Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, lanjut Teguh, pihaknya telah membuat usulan ke pusat untuk memperluas ruang tunggu yang over capacity. Karena saat dibangun pada 2006, ruang tunggu diproyeksikan 6 juta penumpang per tahun. Padahal saat ini sudah mencapai 10 juta penumpang per tahun.
Begitu pula fasilitas pelayanan, saat ini pihak PT AP berusaha mempercepat menyelesaian pembangunan apron 1,2,3 dan 4 untuk melengkapi apron 5 hingga 28 yang lebih dahulu dioperasionalkan sebagai parkir pesawat. ”Pembangunan apron 1 sampai 4 sudah mencapai 90 %, sehingga dalam waktu dekat sudah bisa difungsikan. Apron baru ini kita proyeksikan untuk pesawat yang melayani penerbangan internasional,” ujar Teguh.
Selain Apron, Juanda juga menambah beberapa fasilitas Customer Service Centre (CSC) atau pusat pelayanan informasi untuk menampung berbagai macam keluhan, baik secara langsung maupun melalui telepon tentang fasilitas, rute penerbangan dan sebagainya. Selain itu, Bandara Juanda juga memperluas area check in di terminal internasional lengkap dengan eskalator seluas 200 meter persegi.
Diresmikan pula toilet indoor dan outdoor yang baru sebanyak 7 unit yang secara total jumlah toilet yang ada saat ini sebanyak 44 unit. Dan yang terakhir adalah tollgate (pintu masuk dan ke luar) jalan tol di Bandar Udara Juanda yang merupakan pintu masuk dari rute tol Waru- Bandara Juanda yang terletak di sisi arah utara terminal bandara. Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu pula telah diresmikan smoking area di terminal ruang tunggu keberangkatan domestik dan internasional (indoor). Ke depan direncanakan akan dibangun pula smooking area di outdoor.
yudibali2008 April 19th, 2010, 07:43 AM makin mantab aja nih Juanda Airport :)
paradyto April 20th, 2010, 05:54 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/29/sby4.jpg?et=ICyUVM2Addp67oGaYs12QQ&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/30/sby5.jpg?et=4BclvcXKL6bhNti1phVr%2Bw&nmid=328421082
GARUDA 777 April 20th, 2010, 06:37 PM ^^
Yang ini pasti tumpangannya ya, mas dyt. Mantabs :okay:.
paradyto April 21st, 2010, 09:18 AM ^^
Yang ini pasti tumpangannya ya, mas dyt. Mantabs :okay:.
sure:):cheers:
sbyctzn April 29th, 2010, 06:17 AM Garuda Kembali Buka Rute Surabaya-Hongkong PP
Rabu, 28 April 2010 12:38:37 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com) - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indoensia membuka kembali rute Surabaya-Hongkong pulang pergi mulai awal Juni 2010.
Dibukanya kembali rute ini sebagai lanjutan pengembangan network yang dilakukan Garuda Indonesia sejak tahun 2009.
Senior General Manager area eastern PT Garua Indonesia Suranto menyatakan sebelumnya penerbangan Surabaya -Hongkong PP pernah dibaku pada awal februari 2009.
Namun sempat tidak beroperasi akhir November 2009. "Kami sengaja membuka rote Surabaya-Hongkong PP karena trafiknya cukup tinggi utamanya Leisure, Medical dan Education," kata Suranto, Rabu (28/04/2010).
Menurutnya tiga komponen tersebut trafiic penerbangannya khususnya warga Tionghoa hendak melakukan perjalanan ke Surabaya via Hongkong.
Suranto menambahkan penerbangan langsung dari Surabaya ke Hongkong akan dilayani sebanyak 3 kali seminggu setiap hari Selasa, Kamis dan Minggu.
"Rute penerbangan Hongkong-Surabaya PP Garuda mengoperasikan Boeing 737-800 generation yang memiliki kapasitas 156 seat. terdiri dari 12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi,"katanya.
Diakui Suranto untuk rute Surabaya-Hongkong PP dirinya menargetkan Load Faktor sebesar 75% dengan target segmen untuk tahun permata sekitar 30% segmen pebisinis, 25% wisatawan dan 45% segmen TKI.[ted]
paradyto April 30th, 2010, 01:34 AM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/31/djuanda1.jpg?et=kF7VtKmaTwrEJxmgf08%2BZw&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/32/djuanda2.jpg?et=Mr8VZPJTfmOHk7Brp9cogQ&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/33/djuanda3.jpg?et=ZW2MGR8Ib70DORq%2BTK%2C4zA&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/34/djuanda4.jpg?et=EZb1ujuetdFMabp8m7kIzw&nmid=328421082
greatstyo May 1st, 2010, 07:20 AM http://i107.photobucket.com/albums/m289/styo/Citilink%20SUB-CGK%208%20April%202010/P1000127.jpg
http://i107.photobucket.com/albums/m289/styo/Citilink%20SUB-CGK%208%20April%202010/P1000132.jpg
http://i107.photobucket.com/albums/m289/styo/Citilink%20SUB-CGK%208%20April%202010/P1000135.jpg
http://i107.photobucket.com/albums/m289/styo/Citilink%20SUB-CGK%208%20April%202010/P1000143.jpg
paradyto May 1st, 2010, 07:55 AM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/37/djuanda7.jpg?et=oOtcTrUIO4KyS02Yh4zmdQ&nmid=328421082
sbyctzn May 2nd, 2010, 12:21 PM Itu sebnarnya bangkai pesawat? atau malah pesawat yang mau diperbaiki???
kok kelihatan punyanya Bouroq...
Sizter85 May 2nd, 2010, 12:25 PM Ya berarti itu sekumpulan 'bangkai' pesawat,.. liat aja flap-nya dh turun semua gk berbentuk :lol:
sbyctzn May 2nd, 2010, 12:31 PM OK kayaknya juga gitu, saya pikir juga bangkai pesawat...
THX sis!!
paradyto May 2nd, 2010, 02:35 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/35/djuanda5.jpg?et=wDD%2CPPGTH51YHorY5dx5Rw&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/36/djuanda6.jpg?et=R6BQ6RkskgEIz9qPXzCZhQ&nmid=328421082
Hadi May 2nd, 2010, 05:25 PM http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/35/djuanda5.jpg?et=wDD%2CPPGTH51YHorY5dx5Rw&nmid=328421082
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/1/photos/100/600x600/36/djuanda6.jpg?et=R6BQ6RkskgEIz9qPXzCZhQ&nmid=328421082
Memang Airport Surabaya ini harus segera diperluas. Masak kota Terbesar kedua airportnya kecil....
greatstyo May 2nd, 2010, 05:27 PM Juanda di pagi hari, rame aja.. ada MZ, SJ, GA, CX
http://i107.photobucket.com/albums/m289/styo/Citilink%20SUB-CGK%208%20April%202010/P1000154.jpg
sbyctzn May 2nd, 2010, 05:42 PM @hadi:
Dibilang kecil nggak juga bro.
Cuman memang gara-gara desainnya yang jadul membuat kelihatan kecil.
Contohnya Bandara Hassanudin Makasar yang terlihat sangat besar, soalnya desainnya modern dan terlihat besar.
Sizter85 May 2nd, 2010, 05:51 PM ^^
Jangan tertipu oleh pandangan visual saja,.. IMO kapasitas terminal Juanda jauh lebih besar dibanding Hassanudin Mks
Sbg contoh mudah-nya jumlahin saja unit garbarata antara Juanda dan Hasanudin.. but lepas dr semua itu Juanda dan Hasanudin :okay:
sbyctzn May 2nd, 2010, 05:57 PM ^^
bener siz, juanda itu sebenarnya besar dan luas, tapi ya itu, gara2 desainnya yang mengiranya kecil.
Kalau dibuat semodern Hassanudin mungkin biayanya bengkak lebih dari 3 T kali ya?
Hassanudin itu rendah biayanya soalnya desainnya memang kecil.
Btw thx paradyto dan greatstyo
dimasputra May 22nd, 2010, 08:40 AM http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda1.jpg
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda5.jpg
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda7.jpg
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda6.jpg
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda4.jpg
dimasputra May 22nd, 2010, 08:41 AM http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda3.jpg
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda9.jpg
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda8.jpg
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda10.jpg
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Juanda2.jpg
sbyctzn May 22nd, 2010, 08:53 AM nice!!! suka dengan toll both nya....
sepanjang tol bandara ini memang banyak kanopi yang bagus-bagus desainnya
abray May 22nd, 2010, 07:53 PM ^^ bagus karena beda aja sih, tapi sebenernya IMO kurang terlihat anggun dan kokoh (seperti gampang rusak gitu). but it's a nice one compare to the other toll gates.
abray May 22nd, 2010, 08:02 PM airport juanda ini memang agak mengecewakan pada awalnya karena desainnya kuno, tapi lama2 suka juga karena walaupun desain ga bagus tapi luas, rapi, bersih, hijau.
secara desain, tradisionalnya nanggung banget. aku suka sekali dengan airportnya solo. mencerminkan jawa banget tapi dalam bentuk yang modern. mungkin juanda bisa meniru airportnya solo. karena sudah terlanjur desain tradisional, sekalian ditambahi lagi ornamen2 jawa yang lebih nggreget dan lighting yang keren.
Go Ahead Eagles May 23rd, 2010, 10:32 AM Juanda gak begitu mengecewakan juga koq. Airportnya kelihatan lebih rapi dan bersih. Mau design modern atau traditional asal perawatanya secara konsisten terjaga, dijamin airportnya bakal terus kelihatan oke!
sbyctzn May 23rd, 2010, 11:09 AM dari thread surbaya development
PT Angkasa Pura I Berencana Memperluas Kapasi*tas Bandara Juanda
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/135495large.jpg
SIDOARJO *- Animo masyarakat pengguna moda transportasi udara yang bepergian melalui Bandara Internasional Juanda sangat tinggi. Bagaimana tidak, jumlah penumpang yang terakomodasi di Juanda selama 2009 mencapai 13 juta orang. Padahal, daya tampung bandara tersebut hanya sampai tujuh juta orang per tahun. Akibatnya, kapasitas Juanda overload.
Fakta itu memaksa manajemen PT Angkasa Pura I (AP I) berencana untuk memperluas kapasitas bandara. Saat ini luas Bandara Juanda mencapai 51 ribu meter persegi. Normalnya, lahan seluas itu bisa mengakomodasi tidak lebih dari 300 armada atau sekitar 20 penerbangan per jam.
Sedangkan yang terjadi saat ini, data penumpang yang masuk melalui Juanda mencapai 13 juta orang. Sementara itu, daya tampung armada lebih dari 300 unit dengan jumlah penerbangan mencapai 28 per jam.
General Manager PT AP 1 Bandara Juanda Trikora Harjo membenarkan adanya kondisi tersebut. Dia menunjukkan jumlah penerbangan 28 per jam. Itu berarti, dalam penerbangan setiap pesawat berjarak sekitar dua menit. ''Kondisi ini sebenarnya tidak normal,'' katanya.
Selain itu, Trikora menyatakan sering menolak maskapai yang berusaha masuk ke Juanda. Mereka hendak membuka trayek baru. Baik domestik ataupun internasional. ''Akibatnya, banyak trayek yang tidak terlayani,'' ujar Trikora.
Berdasar pantauan di lapangan, jam penerbangan antarpesawat memang sangat rapat. Misalnya, salah satu pesawat yang hendak take off harus menunggu di landasan pacu. Penyebabnya, menunggu pesawat yang datang hendak masuk ke bandara tersebut.
Trikora mengatakan, perluasan kapasitas penerbangan Bandara Juanda itu memang masih direncanakan. Tetapi, dirinya berharap segera direalisasikan untuk meningkatkan pelayanan. ''Selain itu, memenuhi standar keamanan transportasi,'' katanya.
Rencana itu akan ditempatkan di sisi timur bandara Juanda saat ini. Bagaimana bentuknya dan berapa biaya yang diperlukan, semua masih dibahas. ''Kami berharap segera selesai dan diwujudkan,'' ungkap Trikora.
Taken from Jawapos, May 23, 2010
Sizter85 May 30th, 2010, 05:39 PM Bandara Juanda bakal Diperluas
Minggu, 30 Mei 2010
SURABAYA--MI: Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperluas Bandara Juanda agar mampu menampung lebih banyak pesawat.
"Target kami, setidaknya Bandara Juanda bisa menampung 224 pesawat atau lebih dari itu," kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Minggu (30/5).
Menurut dia, saat ini Bandara Juanda hanya mampu menampung 154 unit pesawat. Padahal, dalam setiap hari Bandara Juanda didatangi 186 unit pesawat, belum termasuk musim libur panjang.
Selain perluasan apron, Pemprov Jatim juga berencana memperpanjang landasan pacu (runaway) di bandara bertaraf internasional itu. "Tahun ini, kami harapkan proyek perluasan itu mulai dikerjakan sehingga tahun depan sudah rampung," kata Soekarwo.
Gubernur menambahkan, dengan semakin banyaknya pesawat yang singgah di Bandara Juanda, maka pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor penerbangan udara akan semakin meningkat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Mahdi, menyambut baik rencana perluasan area Bandara Juanda di sebelah kiri itu. "Bandara Juanda menjadi pintu masuk wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Makanya perluasan bandara menjadi kebutuhan mutlak," katanya.
Menurut dia, tugas utama pemerintah adalah memperbaiki sarana dan prasarana transportasi untuk menunjang potensi wisata di Jatim. (Ant/OL-03)
netaholics13 May 31st, 2010, 05:19 AM ^^ IMO yang lebih penting adalah menambah runway ke dua daripada nambahin panjang runway yang udah ada, 3000m udah cukup lah untuk rata2 pesawat 739 dan A330 yang mendarat di Juanda.
sbyctzn May 31st, 2010, 05:44 AM Betul juga sih, mending dibuat runway kedua, daripada nambah panjang runway
sbyctzn May 31st, 2010, 01:58 PM [ Senin, 31 Mei 2010 ]
Juanda Tidak Punya Hanggar
AP I Belum Berencana Membangun
SIDOARJO - Bandara Internasional Juanda ternyata tidak memiliki hanggar sendiri. Dua garasi pesawat terbang (hanggar, Red) di Bandara Juanda adalah milik maskapai Merpati dan TNI-AL. Manajemen PT Angkasa Pura I (AP I) sebagai pengelola Bandara Juanda belum memiliki rencana untuk membangun hanggar. ''Tiap maskapai jarang menggunakan (hanggar) di Surabaya,'' kata General Manager PT AP I Trikora Harjo kepada Jawa Pos kemarin (30/5).
Jika berada dalam kondisi darurat, maskapai biasanya meminjam hanggar milik TNI-AL. Itu pun jarang dilakukan. Sebab, perawatan pesawat yang lama jarang terjadi. ''Perawatan cukup dilakukan saat pengecekan pesawat sebelum berangkat,'' jelas Trikora.
Berdasar pantauan di lapangan, hanya ada pengecekan pesawat di Bandara Juanda. Itu dilakukan beberapa menit sebelum pesawat lepas landas. Pesawat yang butuh perawatan dialihkan ke hanggar TNI-AL. Pesawat dari maskapai Lion Air tampak berada di hanggar. Mesin pesawat itu sedang dicek secara menyeluruh.
Berbeda dengan manajemen AP I, beberapa maskapai menganggap bahwa hanggar diperlu*kan. ''Hanggar akan membantu maskapai yang membutuhkan tempat perawatan nonreguler,'' kata Humas PT Garuda Indonesia untuk Wilayah Timur Erina Damayanti.
Dia menjelaskan, ada dua sistem perawatan yang diterapkan pesawat, reguler dan nonreguler. Perawatan reguler diterapkan sebulan sekali. Biasanya, itu ditujukan untuk servis dan pengecekan mesin. ''Perawatan tersebut bisa dilakukan di hanggar maskapai masing-masing,'' terangnya.
Perawatan nonreguler tidak bisa ditebak. Biasanya, perawatan itu dikaitkan dengan peristiwa insidental. ''Jika Juanda menyediakan hanggar, perawatan tersebut bisa dilakukan di tempat itu,'' ujarnya.
Erina menyatakan, kebutuhan hanggar merupakan kebijakan PT AP I. PT Garuda Indonesia me*nyampaikan, hanggar diperlukan dalam kondisi normal. Dia berharap, pengadaan hanggar di*sertakan dalam rencana perluasan. ''Sebab, itu merupakan bagian dari peningkatan pelayanan,'' katanya. (riq/c12/aww)
jawapos
dira June 1st, 2010, 06:33 AM http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0179.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0180.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0181.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0182.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0183.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0185.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0186.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0187.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0188.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0189.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0190.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0193.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0194.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0195.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0197.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0240.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0241.jpg
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0245.jpg
dimasputra June 1st, 2010, 02:38 PM http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0186.jpg
penuh bener deh.. :ohno:
eh, dira sudah balik ke Palu nih?? :hi:
dira June 1st, 2010, 03:34 PM penuh bener deh.. :ohno:
eh, dira sudah balik ke Palu nih?? :hi:
ya :bash::bash:
dimasputra June 3rd, 2010, 03:38 AM ^^ sayang banget ngelewatin opening Grand City akhir Juni 2010..
btw thanks pics nya ya.. :okay:
sbyctzn June 3rd, 2010, 04:01 AM Thanks dira. Lho dira balik ke palu?
Sory, belum tau. Ada apa?
Sizter85 June 3rd, 2010, 11:15 AM Bandara Juanda double runway
SURABAYA - Surya- Pemprov Jatim memastikan akan memperluas Bandara Internasional Juanda. Sebab, kondisi runway dan gedung terminal di bandara seluas 51.000 m2 itu overload, tak mampu lagi menampung tambahan pesawat dan penumpang.
Kabid Pengembangan Transportasi Dishub & LLAJ Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, kepastian mengembangkan bandara ini didapat setelah PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara bertemu Gubernur Soekarwo dan mengusulkan hal itu.
Menurut Wahid, dari sisi udara, runway selain dipakai penerbangan sipil juga militer. Akibatnya, pada jam sibuk, jarak antarpesawat hanya 1 menit 20 detik. Sedangkan dari sisi darat, gedung terminal yang berkapasitas tujuh juta penumpang/ tahun, saat ini sudah terjejali 11 juta penumpang. “Pengembangan mutlak dilakukan,” ujarnya, Minggu (30/5).
Menurut Wahid, ada empat alternatif pengembangan. Yakni, membangun dobel runway dan pengembangan gedung terminal, membangun bandara baru di Bangkalan, Ujung Pangkah Gresik, dan Paciran Lamongan. “Mana yang dipakai, tergantung hasil studi kelayakan dan detailed engineering design (DED) yang segera dibuat,” jelasnya.
Gubernur Soekarwo menambahkan, saat ini Bandara Juanda hanya dapat menampung 154 pesawat/hari. Padahal, yang landing dan take off 186 per hari. Pada libur atau long weekend, membengkak. “Kami berharap 2011 selesai. Agar target 224 pesawat atau lebih di Juanda per hari tercapai,” imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Mahdi menyambut baik rencana ini. “Jangan sampai ada wisatawan yang lari gara-gara pesawat yang membawanya tak tertampung di Juanda,” katanya.nuji
dira June 3rd, 2010, 12:44 PM ^^^^
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0186.jpg
ini keadaan saat jam 6 atau 7 sore boarding lounge ga muat dan penuh sesak makanya banyak yang duduk di koridor :ohno::nuts:
http://i827.photobucket.com/albums/zz194/lemonadesquash/IMG_0183.jpg
biasanya tahun kemarin pesawat ga pernah parkir saling membelakangi seperti di atas, tapi tahun ini :bash: gara gara apron juga sudah ga cukup buat parkir
Thanks dira. Lho dira balik ke palu?
Sory, belum tau. Ada apa?
kerja bro, homebase di SUB :cheers:
sbyctzn June 4th, 2010, 12:59 PM Oh kerja tho dira. Saya pikir pindahan atau apa...
archiholic June 8th, 2010, 06:38 AM Angkasa Pura Keluhkan Ketinggian Cito
SURABAYA - Komisi A DPRD Jatim memenuhi janjinya, memanggil manajemen Bandara Juanda, PT Angkasa Pura I (AP I), kemarin (7/6). Namun, bukannya memberikan klarifikasi atas dugaan kebocoran retribusi parkir, AP I malah wadul ke anggota dewan.
Manajemen pengelola Bandara Juanda mengeluhkan ketinggian bangunan City of Tomorrow (Cito) yang membahayakan penerbangan menuju Juanda jika cuaca buruk. Menurut General Manager (GM) AP I Kol Laut (P) Trikora Harjo, bangunan tinggi di sekitar bundaran Waru itu melanggar kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP). "Di atas Cito itu posisi tepat pesawat ancang-ancang untuk mendarat," ungkap Trikora di hadapan 20 anggota yang memenuhi ruang sidang komisi A. Dia mengeluhkan tidak adanya tanggapan dari pihak manajemen Cito.
Dua kali pihaknya melalui Kementerian BUMN yang ditembuskan ke Administrasi Bandara Dirjen Perhubungan Udara melayangkan surat peringatan. Selama itu pula, menurut mantan komandan Pangkalan Udara TNI-AL Juanda tersebut, tidak ada jawaban. Trikora khawatir pencakar langit Cito tidak terlihat jika cuaca buruk bagi pesawat komersial maupun latihan yang hendak mendarat di Juanda. (sep/c9/aww)
*dari Jawa Pos
MinImaX June 8th, 2010, 05:20 PM KKOP di Surabaya:
http://img708.imageshack.us/img708/2016/peta9kopv.jpg
Letak CITO sepertinya persis di batas luar permukaan kerucut, yang artinya ketinggian max 150m.
Pusat kota, termasuk Surabaya Timur dan Segi 8 dan Supermal Mixed Use dan BDG, masuk Permukaan Horizontal Luar, yang ketinggian max juga 150m.
Kalau benar, gawat tuh... moga2 ada revisi nantinya.
Penjelasan tentang permukaan kerucut dari bozhart:
KKOP utk Semarang terakhir direvisi pd tgl 25 Juli 2008, ini link PDF:
http://www.dephub.go.id/perundangan/images/stories/doc/permen/2008/km_no_35_tahun_2008.pdf
Garis besar dari peraturan tsb adl membagi kawasan menjadi beberapa:
- kawasan permukaan "horizontal dalam" 0 - 4 km dari ujung runway
- kawasan permukaan kerucut 4 - 6 km dari ujung runway
- kawasan permukaan "horizontal luar" 6 - 15 km dari ujung runway
- kawasan pendekatan dan lepas landas 0 - 15 km dari ujung runway
Batas ketinggian gedung sbb:
- kawasan permukaan horizontal dalam: 45 m
- kawasan permukaan kerucut: 45 sd 150 m
- kawasan permukaan horizontal luar: 150 m
- kawasan pendekatan dan lepas landas: mengikuti garis miring bervariasi
Utk menggambarkan batas ketinggian max di daerah2:
- dari airport sampai Mugas, tinggi max 45m (termasuk Tugu Muda)
- dari Mugas sampai Jl Cipto, tinggi 45m sd 150m (termasuk Simpang Lima)
- di luar Jl Cipto, tinggi max 150m (termasuk Menara MAJT)
Jadi tidak ada daerah di Semarang yg boleh dibangun lebih dari 150m termasuk BSB, Pedurungan dll kecuali bandaranya dipindahkan ke luar kota :bash:
Tower komunikasi di Gombel termasuk kawasan permukaan "horizontal luar" (max 150m) tetapi tinggi tower yg tertinggi 140m ditambah tinggi tanahnya 260m, jadi total tinggi tower 400m dari permukaan runway :nuts:
Gambar KKOP di Semarang dan batas tinggi gedung:
http://img509.imageshack.us/img509/9899/kkopri3.jpg
Tapi kalau dilihat dari warna pink dari gambar postingan bozhart, persis di batas luarnya harus lebih rendah. Anggap saja (90+150)/2 = 120m. wah memang mepet banget ya...
sbyctzn June 8th, 2010, 05:21 PM ^^
gampang. Bisa diakali dipasang lampu suar seperti ATC nya bandara.
Bisa tidak ya?
sbyctzn June 8th, 2010, 08:36 PM Many thanks minimax. Jadi ngerti KKOP.
Makanya di CBD tidak ada yang berani bangun lebih dari 35 lantai, trillium aja cuma 120 meter gedungnya.
Tapi ya nggak juga sih, Adhiwangsa setinggi 230 meter saja yang juga masuk horisontal luar saja adem ayem.
Tapi yang membuat saya agak bingung itu batasan ketinggian antara kerucut dengan horizontal luar.
Kok maksimumnya jadi sama2 150m?
Dari deskripsi bozhart
Kerucut 45-150 meter berarti maksimumnya 150 meter,
trus horisontal luar cuma 150 meter berarti kan maksimumnya juga 150 meter.
Logikanya bukannya kalau semakin menjauh batasannya semakin tinggi?
Horisontal dalam saja maksimum 45 meter,
trus kerucut 150 meter,
seharusnya horisontal luar kan lebih dari 200 meter?
Sory. Cuma pemkiran awam tentang aviasi, mohon pencerahannya.
huahaha June 8th, 2010, 10:18 PM di sydney, taipei, hk, singapore yang airportnya 5x lipat lebih rame aja, bisa mengatainya dan jauh lebih profesional penataan jalur pesawatnya di udara... masa di juanda yang pesawatnya lebih dikit, di permasalahkan??? orang sini memang suka mengurrusi hal2 yang ga penting dech.. lagian kalo saya liat dari atas pesawat. gedung city of tommorow masihh jauhh di bawah ketinggian pesawat yang akan mendarat atau akan terbang, bodohh dechhh atc nya kalo sampe terjadi kecelakaan.. emang ga ada radarnya?????
sbyctzn June 9th, 2010, 06:23 AM Makanya saya juga heran, perasaan bandara di luar, lupa dimana.
Itu kok dekat gedung2 tinggi juga gpp.
Apa yang males manajemennya?
Kalau KKOP di luar negeri bisa sampai seperti KKOP indonesia tidak sih?
hermawan June 9th, 2010, 10:40 AM di sydney, taipei, hk, singapore yang airportnya 5x lipat lebih rame aja, bisa mengatainya dan jauh lebih profesional penataan jalur pesawatnya di udara... masa di juanda yang pesawatnya lebih dikit, di permasalahkan??? orang sini memang suka mengurrusi hal2 yang ga penting dech.. lagian kalo saya liat dari atas pesawat. gedung city of tommorow masihh jauhh di bawah ketinggian pesawat yang akan mendarat atau akan terbang, bodohh dechhh atc nya kalo sampe terjadi kecelakaan.. emang ga ada radarnya?????
Pendapat bagus ini harusnya ada juga yang menyampaikan ke pemda...
kalo enggak, perkembangan Surabaya bakal terhambat gara-gara KKOP....
mungkin juga perlu dipikirkan alternatif pemindahan bandara.
di Lamongan atau Madura saya kira sangat bagus....
huahaha June 9th, 2010, 11:16 AM orang di indonesia kebanyakan masih kolot dan belom terbuka pikiranyya... kebanyakan dari mereka pun tak mengetahui kemajuan dunia luarr...
ANTHONY @ SURABAYA June 9th, 2010, 01:37 PM orang di indonesia kebanyakan masih kolot dan belom terbuka pikiranyya... kebanyakan dari mereka pun tak mengetahui kemajuan dunia luarr...
Betul. Dan lagi.....lagi lagi bangunan beres, baru dipermasalahkan.
Mana yg namanya perizinan? Mana yg namanya tata kota?
Kali pejabatnya lagi tidur waktu pembangunan tower berlangsung................:bash::ohno::ohno::ohno::ohno:
huahaha June 9th, 2010, 01:44 PM mau idul fitri kalii... kan butuh uang... jadi ya cari2
MinImaX June 9th, 2010, 03:15 PM ^Iya nih, topping offnya kan sudah lama ya... Dua tahun ngapain tuh mereka?
Tapi yang membuat saya agak bingung itu batasan ketinggian antara kerucut dengan horizontal luar.
Kok maksimumnya jadi sama2 150m?
Dari deskripsi bozhart
Kerucut 45-150 meter berarti maksimumnya 150 meter,
trus horisontal luar cuma 150 meter berarti kan maksimumnya juga 150 meter.
Logikanya bukannya kalau semakin menjauh batasannya semakin tinggi?
Horisontal dalam saja maksimum 45 meter,
trus kerucut 150 meter,
seharusnya horisontal luar kan lebih dari 200 meter?
Sory. Cuma pemkiran awam tentang aviasi, mohon pencerahannya.
Adhiwangsa kurasa sekitar 140-150m, dengan asumsi floor to floor apartment sama dengan Trillium, 3.2m x 37 lt, f2f mall 5m x 5 lt, total 143.4m dengan asumsi ini.
http://www.pyrexlove.com/img/post/080219plate.jpg
KKOP itu bayangkan seperti piring makan. ada bagian horizontal dalam, kerucut, dan horizontal luar. Horizontal = mendatar, kerucut = slope.
Jadi horizontal dalam semuanya 45m dan horizontal luar semuanya 150m. di antara itu adalah permukaan kerucut yang nilainya menanjak mulai 45m sampai 150m.
Saya juga awam tentang aviasi, mungkin itu untuk batas aman karena pesawat paling kritis pada saat take-off dan landing. Jadi kalau ada apa2 bisa dengan mudah melakukan pendaratan darurat di radius 15km dari bandara.
sbyctzn June 9th, 2010, 04:30 PM ok i see.
Thanks OPTX.
Jadi apakah dulu rencana pembangunan adhiwangsa yang cuma setinggi kurang dari150 meter itu juga kena KKOP gitu ya?
Btw sama nggak sih aturan batasan KKOP Indonesia dengan di luar negeri?
Apakah batasan horisontal luar, dalam, dan kerucut itu juga segitu nilainya di luar negeri?
Apakah nilainya standar internasional.
Kalau melihat yang dikatakan huahaha kok sepertinya KKOP nya tidak sama ya?
Hmmm iya kali mau idul fitri, jadinya nyari2 kesalahan.
Ocean One June 20th, 2010, 07:22 AM Pengelola Bandara Juanda Pasrah Atas Bangunan Cito
Sabtu, 19 Juni 2010
Surabaya (ANTARA News) - PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandar Udara (Bandara) Juanda hanya bisa pasrah terkait ketinggian bangunan mal "City of Tomorrow" (Cito) di Bundaran Waru, perbatasan Surabaya-Sidoarjo Jawa Timur.
"Kalau memang sudah ada izinnya, kami hanya bisa pasrah," kata General Manager PT Angkasa Pura I, Trikora Harjo, di Surabaya, Sabtu.
Ia hanya menyampaikan keluhan para pilot terkait gedung yang memiliki ketinggian 115 meter itu. "Tugas kami hanya menyampaikan keluhan para pilot kepada masyarakat," katanya.
Kalau ternyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan izin pembangunan gedung itu beberapa tahun lalu, maka Trikora mengaku tidak bisa berbuat banyak.
Sebelumnya, PT Angkasa Pura I mempersoalkan bangunan mal Cito. Keberadaan bangunan yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Bandara Juanda itu dianggap mengganggu aktivitas penerbangan pesawat udara.
Sesuai peraturan, bangunan yang berdiri di dalam radius 15 kilometer dari bandara itu harus dengan ketinggian maksimal tidak boleh melebihi 90 meter, sedangkan mal Cito berketinggian 115 meter.
Komisi A DPRD Jatim mendukung protes Angkasa Pura karena berpotensi mengganggu kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), terutama bagi pesawat dari luar Pulau Jawa yang hendak mendarat di Bandara Juanda.
Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi A, manajemen Cito menunjukkan izin pembangunan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim.
Surat izin itu ditandatangani Wakil Kepala Dishub LLAJ Jatim, Edy P. Sagala.
Sementara itu, pengamat transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Haryo Sulistyarso, menganggap, protes Angkasa Pura sudah basi.
Dia justru mempertanyakan mengapa baru dipersoalkan saat ini ketika bangunan mal tersebut sudah difungsikan.
"Mengapa protes tidak disampaikan sejak dari dulu, sebelum bangunan itu berdiri," katanya.
sbyctzn June 20th, 2010, 10:14 AM ^^
Sudah bisa ditebak ending masalah itu.
d'sulovyo June 21st, 2010, 07:16 PM di sydney, taipei, hk, singapore yang airportnya 5x lipat lebih rame aja, bisa mengatainya dan jauh lebih profesional penataan jalur pesawatnya di udara... masa di juanda yang pesawatnya lebih dikit, di permasalahkan??? orang sini memang suka mengurrusi hal2 yang ga penting dech.. lagian kalo saya liat dari atas pesawat. gedung city of tommorow masihh jauhh di bawah ketinggian pesawat yang akan mendarat atau akan terbang, bodohh dechhh atc nya kalo sampe terjadi kecelakaan.. emang ga ada radarnya?????
I second that.lagian landing pesawat lebih sering dari arah Sepanjang dari pada arah Cito.demikian juga take offnya.
SBYcity June 22nd, 2010, 03:28 PM jd iri nih ma bandara barunya medan, kuala namu
kenapa ngga dibangun di Surabaya aja y, yang notabenenya kota terbesar kedua di Indonesia
sbyctzn June 23rd, 2010, 05:03 AM ^^
Bukan karena alasan Surabaya sebagai kota terbesar kedua yang harus dibangun dulu sebelum Medan bro.
Medan memang sudah waktunya punya bandara baru, karena polonia memang sangat tidak layak.
Mengenai kuala namu dapat desain yang modern, karena memang momentum perubahan bandara modern di Indonesia itu apesnya setelah bandara juanda jadi bro, juanda jadi generasi terakhir bandara dengan desain yang jadul atau klasik.
Untuk desain bandara yang modern dimulai bandara hassanudin makassar, T3 Soehat, kemudian lombok, dan yang paling akhir ya kuala namu itu.
Ya bagus lah bro, pada akhirnya semua bandara di indonesia bakal modern.
Juanda besok entah kapan kalau dapat jatah pengembangan untuk pembangunan terminal barunya pasti otomatis kena pengaruh modernisasi desain arsitektur teminal bandara.
Cuman apes saja pasti Juanda kena giliran yang masih cukup lama, mungkin menunggu 5 sampai 10 tahun lagi baru pusat punya niatan mengembangkan terminal baru.
Masalah waktu saja kok.
So dont worry!
yudibali2008 June 24th, 2010, 01:57 AM Pengelola Bandara Juanda Pasrah Atas Bangunan Cito
Sabtu, 19 Juni 2010
Surabaya (ANTARA News) - PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandar Udara (Bandara) Juanda hanya bisa pasrah terkait ketinggian bangunan mal "City of Tomorrow" (Cito) di Bundaran Waru, perbatasan Surabaya-Sidoarjo Jawa Timur.
"Kalau memang sudah ada izinnya, kami hanya bisa pasrah," kata General Manager PT Angkasa Pura I, Trikora Harjo, di Surabaya, Sabtu.
Ia hanya menyampaikan keluhan para pilot terkait gedung yang memiliki ketinggian 115 meter itu. "Tugas kami hanya menyampaikan keluhan para pilot kepada masyarakat," katanya.
Kalau ternyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan izin pembangunan gedung itu beberapa tahun lalu, maka Trikora mengaku tidak bisa berbuat banyak.
Sebelumnya, PT Angkasa Pura I mempersoalkan bangunan mal Cito. Keberadaan bangunan yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Bandara Juanda itu dianggap mengganggu aktivitas penerbangan pesawat udara.
Sesuai peraturan, bangunan yang berdiri di dalam radius 15 kilometer dari bandara itu harus dengan ketinggian maksimal tidak boleh melebihi 90 meter, sedangkan mal Cito berketinggian 115 meter.
Komisi A DPRD Jatim mendukung protes Angkasa Pura karena berpotensi mengganggu kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), terutama bagi pesawat dari luar Pulau Jawa yang hendak mendarat di Bandara Juanda.
Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi A, manajemen Cito menunjukkan izin pembangunan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim.
Surat izin itu ditandatangani Wakil Kepala Dishub LLAJ Jatim, Edy P. Sagala.
Sementara itu, pengamat transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Haryo Sulistyarso, menganggap, protes Angkasa Pura sudah basi.
Dia justru mempertanyakan mengapa baru dipersoalkan saat ini ketika bangunan mal tersebut sudah difungsikan.
"Mengapa protes tidak disampaikan sejak dari dulu, sebelum bangunan itu berdiri," katanya.
duh! alasan klasik!!! teknologi udah maju, jadi utk menghindari hal2 ginian kan gampang banget, bilang aja pilot ama AP1 malas banget utk memfungsikan peralatan canggih dalam hal pendaratan. Klo memang alasan gedung tinggi dekat bandara, tuh contohnya bandara di Hong Kong yg lama (kai tak airport klo nggak salah eja :D) gedung2 tinggi hampir menutupi airportnya, kagak ada yg heboh dan mengeluh pilotnya....dasar pilot2 kita terlalu dimanja :bash:
eurico June 26th, 2010, 10:09 AM waktu pesawat take off dari Bandara Juanda
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs071.ash2/36889_1495538637133_1494095442_31288716_2870838_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs071.ash2/36889_1495538677134_1494095442_31288717_8274653_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs131.snc4/36889_1495538717135_1494095442_31288718_4256577_n.jpg
sbyctzn June 26th, 2010, 11:49 AM Thanks eurico. Sering2 aja pict take off dari SUB. Soalnya langka.
GARUDA 777 June 26th, 2010, 12:32 PM Pengelola Bandara Juanda Pasrah Atas Bangunan Cito
Wah, kalo begitu masih hebat juga otoritas di Medan pada masa tahun 80an ketika berhasil memerintahkan pemotongan beberapa lantai sebuah gedung yang melebihi batas yang diijinkan. Masalah ini seharusnya disikapi dengan sangat serius. Apa mau menunggu kecelakaan dulu baru ada tindakan? :nuts:
David-80 June 26th, 2010, 12:37 PM Wah, kalo begitu masih hebat juga otoritas di Medan pada masa tahun 80an ketika berhasil memerintahkan pemotongan beberapa lantai sebuah gedung yang melebihi batas yang diijinkan. Masalah ini seharusnya disikapi dengan sangat serius. Apa mau menunggu kecelakaan dulu baru ada tindakan? :nuts:
Tahun 1980 kkop nya beda dengan tahun 2010. sekarang mengalami sedikit modifikasi.
yang menjadi permasalahan disini, sama dengan autoritas medan, dengan bangunan B&G JW marriot....kenapa baru dipermasalahkan ketika gedung sudah berdiri.....
kenapa ketika dibangun kok, tidak di protes, kenapa ijin bisa keluar dsb.
Cheers
Sizter85 June 28th, 2010, 07:30 AM Senin, 28 Juni 2010
Overload Ancam Ganggu Penerbangan
SIDOARJO - Membeludaknya jumlah penumpang yang bepergian dari Bandara Internasional Juanda dikhawatirkan mengancam operasional penerbangan. Menurut data di PT Angkasa Pura I (AP I), Bandara Juanda hanya berkapasitas 7 juta penumpang per tahun. Padahal, jumlah penumpang saat ini diprediksi mencapai 10 juta penumpang per tahun. Dengan begitu, terjadi kelebihan sekitar 3 juta penumpang.
Pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Haryo Sulistyarso menilai hal itu sebagai ancaman. Sebab, kepadatan penumpang akan berakibat pada padatnya jam terbang. "Nanti berdampak pada sistem di penerbangan Bandara Juanda," kata Haryo kemarin (27/6).
Haryo mencontohkan, setiap pesawat dalam kondisi normal memiliki waktu 45 menit. Durasi waktu itu dipergunakan untuk mengecek pesawat. Namun, kepadatan penumpang memaksa memperpendek waktu tersebut. ''Bisa dibayangkan dampak yang terjadi pada penerbangan,'' jelas dia.
Pengecekan tidak maksimal karena dikejar jadwal keberangkatan pesawat berikutnya. Jika terjadi sesuatu yang mengakibatkan delay (penundaan, Red), penerbangan lain akan terganggu. Dengan demikian, kenyamanan jam penerbangan terganggu.
Jika satu penerbangan terganggu, penerbangan lainnya akan terkena imbas. Sebab, antara satu penerbangan dan penerbangan lain terdapat koneksi waktu. Satu terganggu, lainnya akan ikut terganggu. (riq/c10/aww)
^^
Hadehh,.. seremnya :ohno::ohno:
sbyctzn June 28th, 2010, 07:56 AM Biasa, pemerintah baru kelabakan kalau sudah ada bencana besar dulu.
Seperti kasusnya polonia medan dengan pesawat mandalanya, baru akhirnya sadar bangun kuala namu.
Sizter85 June 28th, 2010, 08:03 AM ^^
Parking stand di apron lama(terminal lama) saat ini difungsikan utk apa ? Bila 'free' apa tdk sebaiknya memfungsikan dahulu sementara, entar penumpang bisa transfer by bus apron daripada harus mengorbankan safety dg 'cut' wktu utk check kondisi a/c sebelum depart.. bahaya banget :ohno:
Tapi susah juga mengingat lokasi kedua terminal saling bersebrangan r/w ya bila tdk salah ?
sbyctzn June 28th, 2010, 08:39 AM Dibuat numpuk bangkai pesawat.
Iya Siz, terminal lama dan baru bersebrangan dari runway.
Kalau bersebrangan gitu apa ya bisa untuk lalu lintas pesawat di taxiway?
Dulu kan malah pihak lion mau sewa terminal lama untuk dibuat terminal khusus maskapai lion.
Tapi gak tau lagi gimana kabarnya.
Kalau jadi kan lumayan, bisa mengurangi sedikit beban terminal baru.
Sizter85 June 28th, 2010, 08:52 AM ^^
Haha.. iya ni dimana-mana JT/IW(LION group) selalu 'menuh2in' ya gk dimanapun di dalam negri khususnya :D
Mereka memang harus benar2 lbh berekspansi 'keluar', seiring banyaknya armada2 pesanan mereka yg sdh berdatangan, jadi agar rotasi perputaran traffict udara Nusantara lancar.. karena yg gw tau jg airport2 di Indonesia mayoritas kapasitasnya sangat terbatas baik sisi udara ataupun darat, pemerintah seharusnya bisa mengimbangi laju pesatnya aviasi kita dg pembenahan infrastruktur yg baik :cheers:
greatstyo June 28th, 2010, 10:32 AM Haryo mencontohkan, setiap pesawat dalam kondisi normal memiliki waktu 45 menit. Durasi waktu itu dipergunakan untuk mengecek pesawat. Namun, kepadatan penumpang memaksa memperpendek waktu tersebut. ''Bisa dibayangkan dampak yang terjadi pada penerbangan,'' jelas dia.
perlu diketahui, standar ground timenya mandala dan airasia kalo saya tidak salah hanya 30 menit. GA pun kabarnya sudah memangkas ground timenya dari 45 menit menjadi 35 menit saja karena kalo terlalu lama juga tidak efektif.
jadi saya pikir dibawah 45 menit itu sudah biasa, karena maskapai yang saya sebutkan di atas itu pun sebelum high season seperti ini juga sudah menerapkan ground time dibawah 45 menit untuk mengoptimalisasi penggunaan sebuah pesawat. nggak tau deh kalo B739ER ground timenya berapa menit, harusnya lebih lama dari B738 ataupun A320.. :)
ronidecor2 June 30th, 2010, 11:27 AM Tak Langgar Batas Ketinggian, CiTo Harus Pasang Lampu Rintangan
suarasurabaya.net| Pro-Kontra Cito tentang indikasi pelanggaran ketinggian bangunan mal dan apartemen City of Tomorrow ( CiTo ) semakin meluas. CiTo harus pasang lampu rintangan sesuai standar penerbangan.
Seperti diberitakan pada Harian Bhirawa Senin (07/06) bahwa pusat pertokoan dan apartemen CiTo kembali dilaporkan mengganggu jalur penerbangan. Hal itu terungkap saat PT Angkasa Pura I hearing dengan Komisi A, bangunan CiTo di Bundaran Waru, membahayakan pesawat yang akan mendarat di Bandara Juanda.
Namun setelah Komisi A memanggil manajemen CiTo, keadaan menjadi berbalik. Sebab manajeman CiTo berhasil menunjukkan Surat Rekomendasi Dishub Prov. Jatim nomor 553/912/106/2005 tertanggal 27 Mei 2005 yang menyatakan bahwa meski superblok di utara bundaran Waru tersebut berjarak 6,29 kilometer di sebelah barat daya bandara, ketinggian Cito masih di ambang batas landasan pacu nomor 10 Bandara Juanda. Berdasar Keputusan Menhub Nomor KM 5 Tahun 2004 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di sekitar Bandara Juanda yang dikeluarkan pada 23 Januari 2004, ketinggian maksimal hingga radius 7.520 meter adalah 150 meter. Karena Ketinggian CiTo hanya 115 meter maka bisa disimpulkan bahwa bangunan CiTo tidak melanggar aturan KKOP Bandara Juanda. ( Jawa Pos, Sabtu, 19/06).
Namun akhirnya Komisi D DPRD Jatim yang membidangi pembangunan akan terus menindaklanjuti keluhan PT Angkasa Pura I. Apalagi, penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Juanda kini terhitung overloading. PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Juanda hanya bisa pasrah terkait ketinggian bangunan mal City of Tomorrow (CiTo), karena CiTo sudah mendapat rekomendasi dari Dishub Prov. Jatim ( Kompas.com, 19 Juni 2010).
Benar atau tidaknya CiTo melanggar KKOP Bandara Juanda atau adanya kesalahan dalam pemberian rekomendasi , mari kita telaah lebih jauh. Pertama, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan atau yang disingkat dengan KKOP. Pengertian KKOP menurut KM Perhubungan 77 tahun 1998 adalah tanah dan/ perairan dan ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan. Jadi, bukan hanya ruang udara saja, melainkan tanah dan perairan yang digunakan untuk operasi penerbangan harus dibatasi ketinggiannya demi keselamatan penerbangan.
Memang, adalah hak setiap orang / badan hukum tertentu untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki atau dikuasainya, namun UU 1 Tahun 2009 Penerbangan telah membatasinya. Sesuai dengan pasal 208 ayat 1 yang berbunyi ”Untuk mendirikan, mengubah, atau melestarikan bangunan, serta menanam atau memelihara pepohonan di dalam kawasan keselamatan operasi penerbangan tidak boleh melebihi batas ketinggian kawasan keselamatan operasi penerbangan ”.
UU ini dengan jelas membatasi ketinggian bangunan dan benda tumbuh lainnya pada daerah KKOP Bandara demi kepentingan umum yang lebih luas yaitu operasional penerbangan. Tujuan dari diterbitkan KKOP ada 2 yaitu menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan dan juga melindungi masyarakat disekitar bandara terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan pesawat udara.
Data menunjukkan, berdasarkan tempat kejadian, kecelakaan pesawat udara hanya 5 % terjadi pada fase perjalanan (enroute), 15 % pada fase pendekatan (approach) dan yang terbesar adalah 80 % pada daerah kawasan approach yang hampir mendekati landasan pacu atau dalam istilah KKOP disebut kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan . Untuk maksud itulah pemerintah menetapkan KKOP agar operasional penerbangan di sekitar bandar udara bisa aman dan selamat.
KKOP dibagi menjadi beberapa kawasan antara lain: kawasan ancangan pendaratan dan lepas landas, kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan, kawasan di bawah permukaan transisi, kawasan di bawah permukaan horizontal-dalam, kawasan di bawah permukaan kerucut dan kawasan di bawah permukaan horizontal-luar. Masing masing kawasan mempunyai karakteristik tersendiri dalam batasan ketinggian. Semakin dekat dengan landasan maka semakin rendah dan sebaliknya. Demikian juga pada daerah approach dan landing batasan ketinggiannya lebih rendah daripada daerah kanan/kiri landasan atau disebut kawasan di bawah permukaan horisontal luar.
Teknik pembuatan KKOP juga sudah paten. Sebagai pedoman pembuatan KKOP suatu bandara, Dirjen Perhubungan Udara telah menerbitkan SKEP /110/VI/2000 yang mengatur tentang Juklak pembuatan KKOP di Bandara dan Sekitarnya. Tahapan pembuatan KKOP yang harus dilalui antara lain: inventarisasi data, analisis data dan proses pembuatan KKOP. Tenaga ahli yang dibutuhkan adalah ahli perencanaan bandara, ahli keselamatan penerbangan, ahli navigasi penerbangan, ahli hukum keudaraan dan ahli teknik geodesi. Alat yang digunakan juga tergolong modern, antara lain : alat ukur jarak elektronik, alat ukur sudut, GPS dan lainnya. Penulis yakin bahwa dengan terbitnya KM 5 Tahun 2004 tentang KKOP di sekitar Bandara Juanda oleh Dephub ( sekarang Kemenhub ) maka ketentuan-ketentuan diatas telah terpenuhi.
Analisis Ketinggian Bangunan CiTo dan Solusinya
Berdasarkan data dilapangan, CiTo terletak pada pada jarak 6,29 km barat daya ambang landasan 10 Bandara Juanda. Ini berarti bahwa bangunan CiTo terletak pada kawasan di bawah permukaan horisontal luar dengan batas ketinggian yaitu 150 meter dari ambang landasan pacu 10 bukan pada kawasan ancangan pendaratan dan lepas landas. Apabila pada waktu itu Dishub merekomendasikan Ketinggian CiTo 115 meter berarti masih ada space 35 meter untuk safety. Ini artinya bahwa rekomendasi yang dikeluarkan Dishub Prov. Jatim waktu itu tidak menabrak aturan yang ada yaitu KM 5 Tahun 2004 tentang KKOP di sekitar Bandara Juanda. Hanya saja sampai dengan saat ini CiTo belum memenuhi standar lampu obstacle yang seharusnya sudah terpasang pada saat gedung tersebut selesai dibangun.
Terlepas pada masalah adanya komplain dari pilot, ini merupakan permasalahan yang subyektif, artinya mungkin adanya perbedaan cara pandang dari masing-masing pilot karena ada juga pilot yang tidak komplain dan menganggap biasa saja. Permasalahannya dengan dasar apa mereka komplain, apakah hanya dengan sekedar presepsi saja? Aturan KKOP Bandara Juanda telah terpenuhi yang juga mengacu kepada aturan Penerbangan Internasional ICAO Annex 14 Vol 1 Aerodrome.
Bagaimana dengan adanya wacana DPRD Jatim untuk mengubah KM 5 Tahun 2004 tentang KKOP Juanda dengan alasan kepadatan traffic di Juanda? ( Jawa Pos, Senin, 21/06 ). Sah-sah saja, akan tetapi menurut pandangan Penulis, kepadatan traffic tidak ada hubungannya dengan ketinggian obstacle. Ini berarti bahwa dengan kepadatan traffic tidak akan serta merta mengurangi standar ketinggian obstacle. Ketinggian obstacle sudah ditetapkan secara baku pada aturan internasional yaitu Annex 14 ICAO Aerodrome. Toh , walaupun KM tentang KKOP Juanda nanti berhasil dirubah dan standar ketinggiannya sudah diturunkan, maka tidak mungkin akan berlaku surut yang mengharuskan CiTo membongkar/menurunkan ketinggian gedungnya.
Namun ada beberapa hal menurut pandangan Penulis sebagai alternatif pemecahan dalam kasus CiTo ini. CiTo harus segera memenuhi persyaratan bangunan tinggi dalam KKOP sesuai dengan Annex 14 ICAO Vol 1 Aerodrome yaitu harus memasang lampu rintangan. Pertama, Aturan ini mengatakan bahwa secara vertikal, pada maksimal ketinggian 45 meter harus terpasang 1 lampu halangan . Apabila ketinggian bangunan CiTo adalah 115 meter maka minimal ada 3 lampu rintangan dan dipasang di empat sisi gedung.
Kedua, Pada sisi atas gedung juga sama, pada setiap ujung bangunan harus dipasang lampu rintangan dan apabila jarak antar titik lebih dari 45 meter maka minimal dipasang 2 lampu dan seterusnya. Ketiga, lampu rintangan (obstacle light) tersebut berwarna merah berkedip antara 60 s/d 90 kedipan permenit dengan kekuatan minimal 40 kandela.Keempat, CiTo harus menyalakan lampu tersebut pada saat malam hari dan pada saat cuaca mendung / gelap. Jadi Penulis sarankan lampu tersebut dinyalakan secara otomatis dengan sensor cahaya. Jadi pada saat mendung maupun malam hari, lampu tersebut akan menyala secara otomatis.
Penulis berharap kepada instansi terkait yang berwenang dalam wilayah KKOP Bandara Juanda harus segera memberikan deadline kepada CiTo untuk memasang lampu rintangan sesuai dengan aturan penerbangan. Penulis mempersilahkan barangkali ada kajian lain misalnya kajian aeronautika, yang bisa mungkin memberikan warna lain, atau pendapat lain dari pendapat penulis yang mungkin merupakan bagian dari solusi dari permasalahan ini. Karena Penulis sadar bahwa tulisan ini merupakan pandangan pribadi Penulis dan kebenaran itu adalah hanya milik Allah SWT.(ipg)
Teks Foto:
1 dan 2. Bangunan CiTo.
3. Garis panah merah menunjukkan perkiraan posisi CiTo terhadap runway 10 KKOP bandara Juanda.
ronidecor2 June 30th, 2010, 12:00 PM 1.cito
http://s6.tinypic.com/160d4xu_th.jpg
2. cito
http://s6.tinypic.com/311nfqw_th.jpg
3. Posisi CITO di wilayah KKOP
http://s6.tinypic.com/11hzz2b_th.jpg
greatstyo July 3rd, 2010, 07:31 AM Juanda di pagi hari
http://i107.photobucket.com/albums/m289/styo/Mandala%20Airlines%20SUB-CGK%2018%20Juni%202010/P1000103.jpg
Sizter85 July 4th, 2010, 11:08 AM ^^
Wuaw padet.. det.. dettt :nuts: It's gonna busy day
greatstyo July 4th, 2010, 04:27 PM ^^
Wuaw padet.. det.. dettt :nuts: It's gonna busy day
emang juanda di pagi hari padet banget.. banyak pesawat yang RON disana, mulai dari lion, batavia, mandala, sriwijaya, express air, merpati, citilink, garuda, cathay pacific, sampe china airlines juga ada:cheers:
apalagi banyak juga maskapai dengan jadwal penerbangan yang sama ataupun berdekatan, kebanyakan sama2 berangkat jam 6 jadwalnya
Sizter85 July 5th, 2010, 01:22 AM ^^
Apa ga sebaiknya Juanda dibuat terminal 2-nya include paralel r/w agar dpt mengantisipasi prediksi lonjakan populasi penumpang di beberpa puluh tahun kedepan, jd kalau AP I upgrade tdk terkesan 'setengah2' :D
sbyctzn July 5th, 2010, 06:17 PM Harusnya sih gitu siz.
Tapi ya gitu deh, AP I selalu telat deh kalau mengembangkan terminal.
Baru 2006 kemarin jadi sekarang sudah seperti terminal bus lagi.
SBYcity July 5th, 2010, 07:36 PM Rp300 Miliar dari Lion Air Untuk Juanda
Diterbitkan pada 13 Mei 2009 oleh Nurmimi
Maskapai penerbangan Lion Air telah menyiapkan dana sebesar Rp300 miliar untuk membangun hanggar pesawat di Bandara Juanda Lama, Surabaya. “Untuk rehab bandara lama belum jelas, tapi kalau untuk pembangunan hanggar, kami sudah menyiapkan dana Rp300 miliar,” kata Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines, Rusdi Kirana, di Surabaya, Rabu.
Ia mengaku membutuhkan hanggar yang besar karena Lion Air akan kedatangan pesawat baru lagi. Tahun ini Lion Air akan kedatangan 14 unit pesawat yang dipesan dari perusahaan pesawat Boeing. Kemudian pada 2010 akan datang lagi 12 unit pesawat dan pada 2011 Lion akan menambah 24 unit pesawat. “Total semua pesawat baru kami pada 2016 mencapai 178 unit. Semuanya Boeing 737 seri 900-ER,” katanya saat ditemui di Aula Base Operasional Lanudal Juanda itu. Sebelumnya pihak Lion Air mendapatkan hak pemanfaatan Bandara Juanda Lama seluas 100 ribu meter persegi dari TNI Angkatan Laut. Hal itu dituangkan dalam kesepakatan bersama yang ditandatangani Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno dan Dirut PT Lion Mentari Airlines, Rusdi Kirana di Aula Base Operasional Lanudal Juanda Surabaya.
Menurut Rusdi, bandara itu nantinya akan digunakan untuk hanggar perawatan pesawat dan landasan pacu pesawat Lion Air menuju ke beberapa daerah di kawasan Indonesia Timur. Sehingga nantinya perawatan pesawat tidak lagi terpusat di Jakarta dan Singapura. “Tentu saja hal ini bisa menghemat devisa negara, apalagi hanggar itu nanti mampu menyerap seribu orang tenaga kerja,” katanya.
Sementara itu, Tedjo Edhy Purdijatno, menyatakan, pihaknya akan mengajukan usul kepada Mabes TNI agar sejumlah prajurit TNI AL yang selama ini bertugas di Lanudal Juanda bisa dikaryakan di Lion Air.
“Sebenarnya pemanfaatan bandara ini atas keputusan Menteri Keuangan, sedang kami hanya menyediakan lahan, petugas keamanan, tenaga kerja dan tenaga ahli. Makanya, prajurit sangat bisa dikaryakan,” kata KSAL.(*)
gussinyo July 6th, 2010, 08:58 AM Statistik Lalu Lintas Udara
* Perkembangan lalu lintas udara Bandar Udara Juanda Tahun 2009 mengalami pertumbuhan yang positif. Kondisi penerbangan dunia yang mengalami penurunan karena krisis ekonomi global tidak berpengaruh terhadap penerbangan di Indonesia khususnya Bandara Juanda.
Pergerakan penumpang Tahun 2009 sebesar 10.633.725 orang meningkat 19.76% dibandingkan Tahun 2008 yang sebesar 8.879.296. Rata-rata penumpang per hari 29.133, masing-masing penumpang domestik datang 12.689 orang, berangkat 11.687 orang dan penumpang transit 1.583 orang, penumpang internasional datang 1.631 orang, berangkat 1.488 dan transit 56 orang/hari.
Peak day kedatangan penumpang terjadi pada Jumat 18 September sebanyak 18.317 penumpang, sedangkan peak day keberangkatan penumpang terjadi pada 27 September sebanyak 17.064 penumpang. Keduanya terjadi pada masa mudik-balik arus lebaran 2009.
Peak hour terminal Domestik keberangkatan terpadat pada 17 Agustus pukul 15.01 – 16.00 sebanyak 2.105 orang, dengan asumsi 60% ada di ruang check in (standard DJU) maka terdapat 1.263 penumpang menggunakan ruang check in pada rentang waktu tersebut. Kedatangan terjadi pada 13 Agustus pukul 17.01 – 18.01 sebanyak 2.056 orang. Pada terminal Internasional jam puncak keberangkatan terjadi pada 02 Nopember sebanyak 1.144 orang dan kedatangan 9 Desember sebesar 1.443 orang.
Pada Tahun 2009 ini terdapat 113.473 WNA Datang ke Indonesia dan 110.821 berangkat melalui Bandara Juanda di Penerbangan Internasional. Jumlah WNA ini 20% dari Total pergerakan penumpang Tahun 2009. Berdasarkan Visa 48% WNA bervisa Wisata dan 12% melakukan kunjungan untuk usaha.
Jumlah tenaga kerja Indonesia yang berangkat melalui Bandara Juanda sebanyak 87.080 orang, dan kedatangan para pekerja Indonesia dari luar negeri sebanyak 84.960 orang. Jumlah ini 15% dari total pergerakan penumpang Internasional.
· Pergerakan pesawat udara via bandara Juanda meningkat sebesar 8.83%. Dari 86.343 pergerakan pada 2008 menjadi 94.066 pergerakan pada tahun 2009 ini. Rata-rata pergerakan per hari tahun 2008 sebanyak 236 pergerakan menjadi 258 pergerakan di Tahun 2009 ini.
Peak day pesawat di apron terjadi pada 17 September terdapat 150 pesawat yang parkir di apron selama satu hari, terjadi pada saat awal masa liburan bersama Lebaran. Tanggal 22 Desember sebanyak 21 pesawat exRon di apron Bandara Juanda yang berangkat pada sekitar 06.00 – 07.00, dan merupakan jumlah puncak pesawat yang ada di apron, terjadi pada musim kepulangan Haji.
Jam puncak runway terjadi pergerakan sebanyak 33 pesawat di runway pada Jumat 24 April pukul 10.01 – 11.00, 21 Pesawat komersial dan 12 non komersial.
* · Pergerakan barang (kargo dan pos) menigkat 13.20%, dari 59.370 ton pada 2008 menjadi 67.204 ton pada tahun 2009. Export non Migas tertinggi ke wilayah Asia yaitu berturut-turut ke Singapura, Malaysia, Jepang, Hongkong dan urutan ke lima ke Australia yaitu pengiriman berbagai jenis ikan segar, jumlah ikan segar sebesar 47% dari export non migas melalui Bandara Juanda.
* Monitoring angkutan udara dilakukan secara khusus pada masa cuti bersama Lebaran dan Natal & Tahun Baru. Monitoring angkutan Lebaran dilakukan H-7 sebelum hari raya yaitu tanggal 14 September sampai dengan 29 September, total 4.052 pergerakan pesawat dan mengangkut 490.525 penumpang. Terjadi pertumbuhan yang positif dibandingkan dengan angkutan lebaran tahun 2008 untuk pergerakan pesawat meningkat 9,3% dan pergerakan penumpang meningkat 26,5%. Monitoring angkutan Natal & Tahun Baru dilakukan 3 hari sebelum Natal sampai dengan 3 hari setelah Tahun baru, yaitu tanggal dari tanggal 22 Desember 2009 sampai 4 Januari 2010. Total pergerakan sebesar 414.458 penumpang yang diangkut oleh 3.152 pesawat. Pergerakan penumpang meningkat 10% dibandingkan periode Natal & Tahun Baru tahun yang lalu. Pengumpulan data kepada airline selama masa monitoring berjalan cukup lancar.
Kondisi kelancaran arus penumpang sedikit terganggu selama masa libur bersama. Banyaknya pengantar dan penjemput luar kota yang tigkat budayanya masih tergolong rendah. Membawa makanan, duduk-duduk dan tidur-tiduran di lantai lobby sehingga petugas kebersihan kewalahan sehingga membuat kesan terminal semrawut dan terkesan kumuh.
* Angkutan haji embarkasi/debarkasi bandara Juanda memberangkatkan 88 kloter, diangkut oleh Garuda Indonesia sebanyak 19 kloter dan 69 kloter diangkut oleh Saudi Arabian. Jumlah calon jemaah haji 39.302 orang dengan 860 ton bagasi, 60 pesawat berangkat lebih cepat dan tepat waktu sedangkan 28 pesawat berangkat terlambat dengan rata-rata keterlambatan 2 jam 22 menit, alasan operasional dari airline menjadi penyebab utama. Jumlah jamaah haji yang datang 99.75% dari calon jamaah haji yang berangkat yaitu sebesar 39.204 jamaah haji dengan membwa bagasi 1.251 ton, pada kedatangan hanya 11 pesawat yang datang tepat waktu dan terdapat 77 pesawat yang datang terlambat dengan rata-rata keterlambatan 6 jam, keterlambatan terparah terjadi pada kloter 9 yang diangkut oleh Garuda Indonesia terlambat sampai dengan lebih dari 18 jam, keterlambatan dikarenakan padatnya trafik di Arab Saudi.
http://www.juanda-airport.com/index.php?pilih=hal&id=27
SBYcity July 6th, 2010, 09:41 AM Mestinya klo nanti Juanda diperluas, konstruksi yang cocok dan efisien adalah sistem konstruksi Pier IMO
Sizter85 July 7th, 2010, 04:14 PM ^^
Kenapa ??
================================================
Gue dapat kabar SQ bakal buka trip baru BKK-SIN-SUB sbg sponsor utama promosi dari dinas pariwisata jawa timur pake FAMILIAR TRIP (famtrip), yg akan mempromosikan tempat tempat wisata di jawa timur dan jateng/diy. jadi dari bromo, madura, dll terus wisatawan akan dibawa ke jogja dan ...Semarang, terus berakhir di solo dan kembali ke singapore via SUB
greatstyo July 7th, 2010, 04:17 PM ^^bukannya untuk SIN-SUB udah ada Silk Air? apa SQ mau buka sendiri SIN-SUB?
Sizter85 July 7th, 2010, 04:23 PM ^^
Ini bukan berjadwal sptnya sh, belum tau kepastiannya.. aku blom dpt source-nya yg bs 'menguatkan' kabar tsb :D
SBYcity July 7th, 2010, 07:15 PM Karena ngga abisin tmpt : (ni sourcenya)
Sebuah rancangan pier menggunakan bangunan panjang dan sempit dengan pesawat yang diparkir di kedua sisi. Salah satu ujungnya terhubung dengan area tiket dan pengklaiman bagasi. Pier memberikan kapasitas pesawat yang tinggi dan bentuknya yang sederhana, tetapi sering menghasilkan jarak yang jauh dari counter pendaftaran ke gerbang (lebih dari setengah mil di Bandar Udara Internasional Kansai). Kebanyakan bandara internasional besar memiliki pier, termasuk Bandar Udara Internasional O'Hare Chicago, Bandar Udara Internasional Frankfurt, Bandar Udara London Heathrow, Bandar Udara Amsterdam Schiphol, Bandar Udara Internasional Bangkok dan Bandar Udara Internasional Miami.
Klo pake terminal satelit lbi bagus lg, tp kyknya mbangunnya terlalu mahal, karena harus lewat bawah tanah :
Suatu terminal satelit merupakan sebuah bangunan yang dihubungkan dari bangunan bandara lain, sehingga pesawat dapat parkir di sekitar jangkauannya. Bandara pertama yang menggunakan terminal satelit adalah Bandar Udara London Gatwick. Fasilitas ini menggunakan sebuah terowongan pejalan kaki bawah tanah untuk menghubungkan satelit dengan terminal utama. Ini juga pertama kalinya di Bandar Udara Internasional Los Angeles, tetapi telah dirubah menjadi pier. Bandara pertama yang menggunakan sebuah pemindah orang untuk menghubungkan terminal utama dengan satelit adalah Bandar Udara Internasional Tampa, yang masih beroperasi. Bandar Udara Internasional Charles de Gaule Paris (Terminal 1) dan Bandar Udara London Gatwick (Terminal Selatan) memiliki terminal satelit sirkuler. Bandar Udara Internasional Orlando dan Bandar Udara Internasional Pittsburgh memiliki terminal satelit ganda. Bandar Udara Internasional Denver, Bandar Udara Internasional Cincinnati/Norhtern Kentucky, dan Bandar Udara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta memiliki terminal satelit linear yang terhubung dengan lalu lintas bawah tanah pusat. Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur memiliki sebuah terminal satelit berpotongan yang digunakan untuk penerbangan internasional.
sbyctzn July 7th, 2010, 07:57 PM Wow, nice description! Many thanks buat informasinya.
Terminal yang sekarang itu bukan sistem pier ya?
CMIIW.
Kalau pier makanya pakai elevator horizontal yang panjang banget itu ya...
Sizter85 July 8th, 2010, 03:58 AM ^^bukannya untuk SIN-SUB udah ada Silk Air? apa SQ mau buka sendiri SIN-SUB?
^^
Iya greastyo benar dugaanku... itu bukan penerbangan berjadwal, aku brusan baca beritanya di koran daerah "B*LI POST", jadi utk penumpang akan diterbangkan dg armada SQ pada rute SIN-SUB saja,.. setelah itu peserta tour akan memulai liburan melalui agenda yg telah ditentukan spt yg udah gw sebutin diatas.. dan perjalanan berakhir di kota SOC,.. setelah itu return to SIN by MI/SILK AIR di SOC :cheers:
Jadi ini gk da kaitanya dg rencana ekspansi rute baru SQ di SUB :)
greatstyo July 8th, 2010, 05:18 AM ^^
thanks buat infonya siz :okay:
sbyctzn July 8th, 2010, 06:45 AM [ Kamis, 08 Juli 2010 ]
Siapkan Jalur Kereta Api ke Bandara Juanda Berkoordinasi dengan PT KA
SIDOARJO- Jika didasarkan pada standar internasional, menurut pakar transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Haryo Sulistyarso, infrastruktur Bandara Juanda belum ideal. Indikasinya, hanya satu akses transportasi yang menyambung ke kawasan tersebut. Idealnya, ada minimal dua akses yang menuju kawasan itu.Di Juanda hanya disediakan jalur transportasi kendaraan bermotor. Tidak ada yang lain. Kondisi tersebut tidak ideal dengan standar bandara internasional. Menurut Haryo, jika satu akses terputus, masih ada akses lainnya. Misalnya, saat Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng terendam air, pengunjung tidak bisa mencapai lokasi tersebut. ''Kalau ada akses lain, calon penumpang bisa beralih ke akses lain,'' jelasnya.Di Bandara Juanda hanya ada satu akses dari dua arah. Semuanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor. Arahnya melalui jalan tol dan nontol. Selama ini, kondisinya masih aman. Hambatannya hanya kemacetan. ''Meski demikian, semua perlu dipersiapkan sejak dini,'' ujarnya.General Manajer PT Angkasa Pura I (AP I) Trikora Harjo mengungkapkan sudah mempersiapkan semuanya. PT AP I telah berkoordinasi dengan PT KA (Persero) untuk mempersiapkan akses baru tersebut. ''Kami sudah mengantisipasi hal itu. Bahkan, pembahasan sudah dilakukan beberapa kali,'' jelasnya.Rute baru itu akan diperuntukkan bagi keretadouble track. Rencananya, jalur tersebut mengikuti rel Surabaya-Sidoarjo. Ketika sampai di pertigaan Aloha, kereta berbelok ke kiri mengikuti Jalan Juanda. Di pertigaan jalan nontol Juanda, rel dibelokkan ke kiri. ''Jadi, jalurnya searah dengan jalan nontol tersebut,'' ungkapnya.Lalu, jalur rel mengikuti jalan ke pintu masuk bandara. Batas terakhir berada di tempat parkir bandara. ''Semua dirancang. Uji kelayakan lahan juga sudah diperiksa,'' katanya.Soal realisasi, Trikora menyatakan belum tahu. Sebab, pelaksana sepenuhnya adalah PT KA. PT AP1 hanya turut berkoordinasi soal rute yang hendak melewati kawasan bandara. ''Tentang waktu, saya tidak tahu, '' jelasnya.(riq/c12/aww)
jawapos
SBYcity July 8th, 2010, 07:13 AM Maw nanya ni, gimana caranya posting gambar?
Wow, nice description! Many thanks buat informasinya.
Terminal yang sekarang itu bukan sistem pier ya?
CMIIW.
Kalau pier makanya pakai elevator horizontal yang panjang banget itu ya...
iy yang sekarang blum sistem pier, karena cuma 1 sisi saja yang dipakai untuk parkir pesawat, sedangkan sisi lainnya merupakan pintu masuk. tapi dari situ sangat memungkinkan untuk dibuat sistem pier, tinggal dibuat cabang aja yang agak panjang, jd kedua sisinya bisa digunakan untuk parkir pesawat. Dengan begitu khan kapasitas bandara pasti terdongkrak drastis
dira July 8th, 2010, 07:46 AM ^^
liat ini http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=515217
semoga membantu :cheers:
sbyctzn August 1st, 2010, 06:09 AM Reposted from development thread
Berita dari Jawapos Sabtu kemerin...
Pembangunan KA Pelabuhan-Bandara-Stasiun Jadi Prioritas
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pembangunan infrastruktur angkutan kereta api khusus bandara dan pelabuhan laut di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Khusus di Surabaya, akan dibangun jalur kereta api layang dari Bandara Juanda ke Stasiun Gubeng.
''KA bandara tentu diperuntukkan bagi aksesibilitas masyarakat ke bandara. KA khusus pelabuhan bertujuan meningkatkan kapasitas pendistribusian barang dari dan menuju pusat-pusat industri,'' jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Nugroho Indrio kemarin. Menurut dia, program itu dibuat untuk mengurangi beban jalan raya.
Dia menjelaskan, rencana pembangunan KA bandara dan KA pelabuhan telah dimasukkan dalam rencana induk perkeretaapian nasional. ''Dalam master plan (rencana induk) perkeretaapian nasional, ada tiga hal pokok yang menjadi prioritas. Salah satunya adalah membuka jalur menuju bandara dan pelabuhan di kota-kota besar yang padat,'' katanya.
Fokus lainnya, menurut Nugroho, meningkatkan jaringan melalui program revitalisasi dan membangun angkutan perkotaan yang berbasis kereta api di kota-kota besar. Khusus untuk program pembangunan jalur KA bandara, kota-kota besar sudah dimasukkan dalam rencana induk. ''Di antaranya, Medan, Bandung, dan Surabaya,'' ujarnya.
Untuk Jakarta, kata dia, pemerintah saat ini tengah mengkaji ulang rencana pembangunan jalur dari Stasiun Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta yang mandek karena kesulitan membebaskan lahan. ''Sekarang ada konsultan yang tengah melakukan review terhadap proyek tersebut. Dalam waktu dekat, kami berharap bisa selesai sehingga proses pelelangannya bisa diadakan,'' tuturnya.
Untuk Medan, proyek pembangunan KA bandara disiapkan sejalan dengan proses pembangunan Bandara Kualanamu yang akan menggantikan peran Bandara Polonia. ''Bandara Juanda (Surabaya) dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung) termasuk dua bandara yang masuk dalam rencana induk pembangunan jalur khusus kereta api,'' papar Nugroho.
Berdasar pengamatan di lapangan, tingkat kepadatan di bandara Surabaya dan Bandung sangat membutuhkan alternatif moda angkutan baru, selain angkutan jalan. ''Nanti jalur itu akan dihubungkan dengan stasiun atau jalur terdekat. Untuk Surabaya, panjang rute yang digunakan kemungkinan sekitar 6 kilometer dan harus elevated (layang) karena ada keterbatasan lahan di darat.''
Menurut dia, biaya pembangunan jalur rel layang akan jauh lebih besar daripada rel di atas tanah. Hitungannya, sekitar Rp 100 miliar per kilometer. Biaya pembuatan jalur di atas tanah hanya Rp 20 miliar-Rp 30 miliar per kilometer. (wir/c12/oki)
Sizter85 August 14th, 2010, 06:07 AM [ Sabtu, 14 Agustus 2010 ]
Juanda Siapkan 35 Penerbangan Per Jam
Prediksi Lonjakan Arus Mudik
SURABAYA - Jumlah pengguna jasa angkutan udara yang melalui Bandara Juanda pada musim mudik Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat 10-15 persen. Jika pada hari-hari biasa tercatat 22 penerbangan per jam, pada jam-jam sibuk mudik Lebaran jumlahnya diperkirakan melonjak hingga 35 penerbangan per jam.
''Jumlah pesawat yang mendarat maupun lepas landas pada H-3 hingga H+4 Lebaran kami perkirakan naik hingga 10 persen,'' kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Juanda Trikora Harjo saat ditemui di kantornya kemarin.
Dia menjelaskan, tren kenaikan jumlah penumpang pada musim Lebaran terlihat sejak 2008. Ketika itu, selama delapan hari (H-3 hingga H+4 Lebaran), jumlah pesawat mencapai 3.702 dengan total 387.693 penumpang. Pada 2009, jumlah penumpang mencapai 492.291 orang dengan 4.073 pesawat untuk periode yang sama.
Untuk menjamin kelancaran aktivitas di Bandara Juanda, Trikora menyatakan akan menyiapkan posko Lebaran yang komponennya terdiri atas airlines, sekuriti, satgas pengamanan, TNI-Polri, maupun instansi terkait seperti bea cukai dan karantina. ''Satgas mulai dibentuk awal pekan depan dan mulai bertugas pada H-14 hingga H+7 Lebaran,'' katanya.
Selain angkutan udara, penumpang angkutan laut diperkirakan meningkat saat mudik Lebaran nanti. Manajemen Pelindo III Cabang Tanjung Perak memprediksi peningkatan tersebut tidak terlalu besar, yakni 3-6 persen dibanding 2009.
Pada 2009, Pelindo III mencatat arus penumpang angkutan laut saat mudik Lebaran mencapai 2,7 juta orang. ''Tahun ini kami perkirakan mencapai 2,86 juta pemudik,'' jelas Kahumas Pelindo III Iwan Sabatini kemarin.
Agar pemudik merasa lebih nyaman, Pelindo bakal menambah luas teras di depan terminal penumpang Gapura Surya dan Gapura Nusantara. Mereka juga menata fasilitas ruang tunggu seperti perbaikan keramik lantai, renovasi kamar mandi, penambahan exhaust fan, menyewa dua unit toilet mobil, memasang tenda-tenda di depan terminal, serta menyiapkan satu ruangan di Terminal Roro. (aan/gal/fif/c5/fat)
Jawa Pos (http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=150327)
KangDjo August 19th, 2010, 01:16 AM Baru tahu gw di SUB - BDJ JT314 pakai B739, ada yg tahu mulia kapan ya?
KangDjo August 19th, 2010, 01:19 AM BTW, bbrp pics juanda diambil kemarin
http://i906.photobucket.com/albums/ac270/KangDjo/Juanda/Juanda_N2.jpg
http://i906.photobucket.com/albums/ac270/KangDjo/Juanda/Juanda_N1.jpg
http://i906.photobucket.com/albums/ac270/KangDjo/Juanda/Juanda_n3.jpg
KangDjo August 19th, 2010, 01:21 AM From inside PK LGH
http://i906.photobucket.com/albums/ac270/KangDjo/Juanda/Juanda_N4.jpg
http://i906.photobucket.com/albums/ac270/KangDjo/Juanda/Juanda_N5.jpg
http://i906.photobucket.com/albums/ac270/KangDjo/Juanda/Juanda_N6.jpg
KangDjo August 20th, 2010, 11:41 AM Copykan kesini..
Flew over Juanda
http://i906.photobucket.com/albums/ac270/KangDjo/Juanda/Juanda_O2.jpg
http://i906.photobucket.com/albums/ac270/KangDjo/Juanda/Juanda_O1.jpg
sbyctzn August 20th, 2010, 12:01 PM mantab. kelihatan banget juandanya kalau malam hari... thanks kangdjo..
Sizter85 August 22nd, 2010, 01:16 AM Ruang Tunggu Juanda Dikeluhkan
Sabtu, 21 Agustus 2010
SURABAYA-Beberapa maskapai sebagai pengguna jasa bandara menyatakan kondisi Bandara Juanda saat ini masih cukup nyaman meskipun diakui harus segera dilakukan perbaikan.
”Sampai sekarang masih cukup nyaman. Tapi juga harus mulai dipikirkan kondisi beberapa tahun ke depan,” kata District Manager Sriwijaya Air Surabaya, Budi Sasongko, Sabtu (21/8).
Menurutnya, yang harus dipikirkan saat ini adalah penyediaan ruang tunggu untuk umum.
Budi berharap jika bandara lama benar akan difungksikan kembali, selain kapasitas daya tampung parkir pesawat, masalah kenyamanan penumpang juga harus dipikirkan.
Senior General Manager Area Eastern Indonesia Garuda Indonesia, Suranto juga menyatakan hal yang sama.
Menurutnya, sampai saat ini Garuda belum pernah mendapatkan keluhan dari penumpangnya mengenai kondisi Bandara Juanda. ”Saya kurang tahu bagaimana kondisi di terminal domestik. Garuda kan menggunakan terminal internasional, jadi sampai saat ini masih cukup terakomodasi,” kata Suranto.
Dengan jadwal penerbangan yang cukup padat, di antaranya 15 kali ke Jakarta dan rute-rute lain baik domestik maupun internasional, Garuda hanya berharap pihak AP I mulai memikirkan langkah ke depan. ”Tapi kalau untuk saat ini masih terkendali,” ujarnya.
Pendapat sedikit berbeda dikemukakan Sales Manager Merpati Nusantara Airlines Regional Surabaya, Hari Purboyono. ”Memang sudah sedikit kurang nyaman. Terutama untuk pelayanan publik seperti ruang tunggu,” tuturnya.
Selain itu bagi maskapai, kondisi parkir pesawat juga sudah tidak memenuhi syarat, padahal jumlah penumpang terus bertambah. Begitu juga dengan rencana pengembangan rute baru maupun jumlah penerbangan yang akan terus dilakukan maskapai dari tahun ke tahun.
Sampai 2009 terdapat 94.066 kali pendaratan pesawat sedangkan di 2010 diproyeksikan meningkat hingga 94.711 kali. Saat ini daya muat Juanda bisa menampung 18 pesawat, 2 jet besar, 11 jet kelas menengah, 4 jet ukuran kecil dan 1 pesawat propeler. Dengan luasan yang ada sekarang --473 ha-- idealnya Juanda hanya menampung 15 ribu penumpang per hari. ang
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=ebbe808bd77157d6042b6669ba112923&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c
Sizter85 August 22nd, 2010, 02:47 PM Bandara Juanda Mempersiapkan Perubahan Slot Penerbangan
Minggu, 22 Agustus 2010
SIDOARJO - Menyambut musim mudik, Bandara Juanda dipastikan akan sangat ramai. Bahkan, dikhawatirkan akan terjadi penumpukan penumpang sebagai dampak banyaknya pesawat yang delayed. Hal itu tak lepas dari kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menambah frekuensi penerbangan.
Untuk bandara seluruh Indonesia, Kemenhub menambah 519 frekuensi penerbangan. Penambahan tersebut diberikan kepada maskapai Batavia Air, Mandala, Indonesia AirAsia, Merpati, Trigana, dan Garuda. Dengan penambahan itu, otomatis pengelola bandara harus mempersiapkan perubahan slot penerbangan.
Manajer Operasi Lalu Lintas Bandara Juanda Teguh Widodo menegaskan, Bandara Juanda saat ini sebenarnya sudah penuh. Baik dari segi daya tampung penumpang maupun lalu lintas pesawat. "Semuanya padat. Jadi, sangat sulit melakukan penataan akibat penambahan frekuensi penerbangan," ungkapnya.
Dia merinci, saat ini setiap jam ada 45 pesawat yang keluar masuk Bandara Juanda. Sementara kapasitas runway sebenarnya hanya mampu memuat 21 pesawat. Setiap lima menit, ada pesawat yang mendarat sehingga penggunaan runway bergantian antara yang mendarat dan lepas landas (take off).
Teguh menyatakan, penambahan frekuensi itu bakal mengakibatkan banyaknya kasus delayed penerbangan. Sebab, runway akan digunakan bergantian antara yang akan take off dan landing. "Pesawat tertunda karena menunggu pendaratan pesawat lain," jelas dia.
Meski begitu, Teguh tetap menjalankan kebijakan tersebut. Penataan jam penerbangan akan dilakukan semaksimal mungkin. Kompensasinya, akan dilakukan pengerahan personel di lapangan. "Semaksimal mungkin kami lakukan. Agar arus mudik melalui Juanda berjalan lancar," tegasnya.
Teguh juga meminta penumpang memaklumi terjadinya ketidaknyamanan penerbangan. Itu bukan disebabkan pelayanan, melainkan keterbatasan kemampuan sebagai akibat penambahan frekuensi penerbangan. "Kami sudah maksimal. Jika terjadi ketidaknyamanan, kami minta maaf," ujarnya. (riq/c9/nw)
---
ANGKUTAN MUDIK UDARA
Kemenhub menambah 519 frekuensi penerbangan secara nasional untuk enam maskapai. Yaitu:
- Batavia Air
- Mandala
- Indonesia AirAsia
- Merpati
- Trigana
- Garuda Indonesia
Lalu Lintas Pesawat di Bandara Juanda
- Tiap jam 45 pesawat take off dan landing
- Runway mampu melayani 21 pesawat per jam
- Diperkirakan tiap 2,5 menit ada pesawat yang landing dan take off
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=151694
bkz010019 August 23rd, 2010, 02:46 AM Ruang Tunggu Juanda Dikeluhkan
Sabtu, 21 Agustus 2010
SURABAYA-
Dengan luasan yang ada sekarang --473 ha-- idealnya Juanda hanya menampung 15 ribu penumpang per hari.
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=ebbe808bd77157d6042b6669ba112923&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c
Data dari AP1: selama tahun 2009 pergerakan penumpang di bandara Juanda 10,510,676 orang (lihat http://www.angkasapura1.co.id/pdf/An...ort%202009.pdf) atau 28,796 orang perhari (asumsi 1 thn = 365 hr).
Gimana tahun 2010 ini.... Ruang tunggunya pasti sesak banget...
Jadi harus segera nih diperluas.....
sbyctzn August 23rd, 2010, 05:13 AM ^^
domestik penuh sesak banget bro...
Nggak tau deh kapan akan dikembangkan, selama ini cuma omongan-omongan para petinggi AP1 saja...
Belum pada perwujudan kebijakan...
Mungkin menunggu terminal sekarang suasananya seperti terminal lama juanda.
bkz010019 August 23rd, 2010, 06:58 AM Iya mas... Bulan Agustus thn lalu, pas saya check in jam 06.00 pagi di bandara ini, wuihhh ruang tunggu domestiknya penuh... Bahkan ada sebagian penumpang yg berdiri di luar ruang tunggu, krn sdh gak dapat tempat duduk...
SBYcity August 23rd, 2010, 07:16 AM menurut saya, ditambah pier satu aja uda cukup koq, dan untuk kedepannya bisa ditambah pier2 yang lain. Tp dr suatu sumber, katanya sistem drainase untuk juanda itu hanya diperuntukkan bagi terminal existing, tidak ada rencana utk drainase perluasan terminal. Jadi akan lebih susah untuk melakukan perluasan terminal.
sbyctzn August 23rd, 2010, 08:24 AM ^^
mungkin nanti akan bangun terminal baru. Itu di timur lokasi bandara ada lahan luas banget mau dibuat 2x atau 3x ukuran bandara sekarang juga bisa.
Mungkin juga dibangun runway paralelnya juga bisa.
|
|