View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development
karia February 3rd, 2009, 04:56 AM Kenapa ya proyek-proyek di Jatim jalannya selalu nggak lancar pembangunannya. Coba :
1. Jalan Tol Sumo
2. Relokasi Tol Gempol
3. Gempol - Pandaan (masih gelap:ohno:)
4. Pandaan - Malang (cancel)
5. Pasuruan-Probolinggo!
Ada yang bisa tambahin!. Aq nggak habis pikir, tanya kenapa!:ohno::ohno::ohno:
ya memang ga lancar, tapi masih ada kok yg "agak lancar",
misalnya - tol waru-juanda,
- jalan akses baru (non-tol) ke juanda
- jalan tembus dari mal galaxy ke kenjeran (merr)
kalo mau nambahin yg kurang lancar : jalan lintas selatan jatim
Ebek21 February 3rd, 2009, 05:08 AM ^^ You speak from my heart :)
That's correct, in my opinion, no other project is more important and urgent than JLS (Jalan Lintas Selatan) in Jatim. It's very sad to see the southern region in Jatim did not develop as fast as other region (if not said, did not develop at all). See Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Lumajang, Southern Malang. Poor regions with so much potential. No one will invest there without proper infrastructure available. No private investor will invest for infrastructure project there because traffic is very low, so no other choice, regional government must invest by themselves, either using their own budget or ask central govt to help.
Otherwise, with completion of Suramadu, and tollroad along Central Jatim, the gap between these southern regions and the other regions (even with Madura) will become widened.
pecinta_surabaya February 3rd, 2009, 03:42 PM http://img99.imageshack.us/img99/8478/77013454th7.jpg
^^ Ada komentar?? :ohno:
pecinta_surabaya February 3rd, 2009, 03:48 PM Hotel Oval
http://img3.imageshack.us/img3/9379/85270356qh7.jpg
Ebek21 February 4th, 2009, 04:10 AM http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BJL.jpg
Taken from Radar Sby, Feb 4, 2009
Ebek21 February 4th, 2009, 04:30 AM Rendering of Jembatan Merah Plaza III (JMP III)
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/10_20080709_15120719.jpg
Ebek21 February 4th, 2009, 04:44 AM Pics of MERR-IIC bridge construction
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JMERR1.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JMERR2.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JMERR3.jpg
Taken from Suara Surabaya, Feb 4, 2009
Ebek21 February 4th, 2009, 04:45 AM :applause:
Lingkar Timur Surabaya Terus Dikebut
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/kk61401_clip2.jpg
suarasurabaya.net| Meski kadang terkendala hujan, pelaksanaan proyek pembangunan Lingkar Timur Surabaya (MERR), sampai Rabu (04/02) terus dikebut. Pengerjaan disisi selatan, yang berdekatan dengan Pondok Nirwana masih terus berlangsung.
Beberapa kendaraan berat, Rabu (04/02), diantaranya sebuah backhoe dan stoomwales, dan sejumlah pekerja terlihat membuat galian lebar, disisi kiri dan kanan sungai. Galian itu direncanakan digunakan sebagai pondasi jembatan.
“Lokasi ini, nantinya jadi bagian penempatan pondasi jembatan sisi selatan. Setelah digali, kita akan pasang pancang pondasi dengan ukuran lebih besar. Kemarin memang sering terkendala hujan, tetapi target harus dipenuhi,” ujar WIKANTO pengawas pembangunan.
Penggalian bagian sisi kiri dan kanan sungai yang berada tak jauh dari kompleks perumahan Pondok Nirwana tersebut, menurut WIKANTO seharusnya sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu. “Tapi karena hujan yang terus menerus turun itulah akhirnya pengerjaan sedikit tertunda,” tambah WIKANTO pada suarasurabaya.net, Rabu (04/02).
Sementara itu dihubungi melalui selulernya, IRVAN WIDIANTO Camat Rungkut menyampaikan bahwa pengerjaan pembangunan proyek Lingkar Timur Surabaya, untuk wilayah Rungkut memang terus dikerjakan.
“Pengerjaan proyek memang sempat terhenti beberapa waktu, tapi itu karena kendala hujan saja. Kalau sekarang sudah bisa dikerjakan kembali. Pengerjaan sisi bagian selatan juga terus digarap,” terang IRVAN WIDIANTO pada suarasurabaya.net, Rabu (04/02).
Taken from Suara Surabaya, Feb 4, 2009
teddybear February 4th, 2009, 06:13 AM Where is MERR, in Surabaya map?
Ebek21 February 4th, 2009, 08:24 AM This is MERR in Surabaya Google Earth image
http://farm4.static.flickr.com/3408/3252757468_cd0950e691_o.jpg
The blue line is the finished section, from Arif Rahman Hakim to Kenjeran (the broad boulevard in front of Galaxy Mall)
The red line is the currently under construction section. From Arif Rahman Hakim to Pondok Tjandra (Juanda Airport), interconnected with Waru-Juanda tollroad and the future Eastern Surabaya Outer Ringroad tollroad.
The yellow dot is the location of the twin MERR-IIC bridge, in front of Stikom campus in Kedung Baruk area. One of the bridge has been finished while the other one is under construction now
The MERR total length is almost 15 km. If completed, it only takes 10-15 minutes from Galaxy Mall to Juanda Airport. Land price in Eastern Surabaya will soon jump due to easy access to airport, which is always seen as a major selling point. And yes, if you are fans of skyscraper, it's a chance to see more and more hi-rise building in Eastern Surabaya.
Ebek21 February 4th, 2009, 08:38 AM Two hospitals ? 350 Billion and 225 Billion rupiah is not a small investment. Where is the location ? Somebody has more detailed infos ?
Unair Siapkan Dua RS
SURABAYA – Universitas Airlangga pada 2009 ini menyiapkan dua rumah sakit, yakni RS pendidikan dan RS pusat tropik. Pembangunan RS pendidikan yang dibiayai Depkeu Rp 350 miliar dimulai akhir tahun ini. “Paling tidak pondasi sudah terbangun,” kata Rektor Unair Prof Dr H Fasich Apt di Surabaya, Rabu (4/2).
Selain sebagai sarana pendukung pendidikan mahasiswa Unair, rumah sakit tersebut juga melayani masyarakat umum. Fasich menginginkan rumah sakit itu tipe A, bahkan mungkin lebih agar selaras dengan tujuan Unair menjadi world class university.
Perekrutan tenaga medis belum dilakukan. Unair ingin memaksimalkan para dokter maupun tenaga medis miliknya. Kerja sama dengan RSUD dr Soetomo, yang selama ini menjadi rumah sakit partner Unair juga akan tetap berjalan.
Sedangkan RS pusat tropik dijadwalkan rampung akhir tahun ini. Dana pembangunan Rp 225 miliar yang berasal dari Depkes dan Unair sendiri. RS pusat tropik akan dibangun di sekitar Tropical Disease Center (TDC) dan akan jadi rujukan tertinggi untuk penyakit tropis.
Pendirian RS pusat tropik ini tidak serta merta menghilangkan keberadaan TDC. Fasich mengatakan, TDC tetap dipertahankan sebagai laboratorium. Sementara layanan kesehatan dan observasi pasien dilakukan di RS pusat tropik.
Selain dana, tenaga medis serta paramedis RS ini dari Depkes. Unair hanya bertugas menangani program dan produk layanan. Salah satunya bakal vaksin flu burung. Pembuatan vaksin flu burung ini akan dilakukan di Bio Safety Level 3 (BSL 3) yang diresmikan awal Maret nanti.
Saat ini, pembangunan BSL 3 sudah hampir selesai. Pekan lalu, peralatan untuk BSL 3 5 kontainer sudah tiba di kampus Fakultas Kedokteran Hewan. Pendirian BSL 3 yang menghabiskan biaya Rp 120 miliar murni proyek Depkes. BSL 3 didirikan karena Indonesia ingin memproduksi sendiri vaksin flu burung sendiri. Sebelumnya impor.
Untuk pembuatan vaksin flu burung ini, Unair bekerja sama dengan Bio Farma. Peralatan yang segera dipasang di BSL 3 berasal dari Bio Farma dan Depkes. Nantinya, BSL 3 akan memproduksi vaksin 10 persen dosis dari jumlah penduduk di Indonesia. Jadi saat dibutuhkan, vaksin bisa langsung diberikan.
Taken from Surabaya Post, Feb 4, 2009
sbyctzn February 4th, 2009, 10:33 AM Wow Surabaya will be Central Health Tropical of Indonesia, all facilities is there, like RS Pusat Tropik, TDC (tropical disease center), and Unair will be handle it.
If location of RS Pusat Tropik is near with TDC, so location RS Pusat Tropik will be in Mulyosari, Campus C of Airlangga University.
Good!!!
MERR-IIC can be alternative access road to Suramadu from South Surabaya, and alternative access road to Juanda Airport, before East Toll Ring Road (ERR) build.
Ebek21 February 4th, 2009, 06:38 PM Suramadu Bridge as per early Februari 2009
Taken from Suramadu Bridge thread, posted by gantengscool.
What a massive structure it is :drool: A truly skyscraper on the sea.
.
Diambil dari Harian Bisnis Indonesia 4 Feb 2009.
http://img11.imageshack.us/img11/9581/suramaduoa8.jpg (http://imageshack.us)
.
Ebek21 February 5th, 2009, 08:17 AM I never heard of this mega project before !! Where is the exact location of this Fortune City ? 1,000 ha and targeting the same market as Pakuwon, Citraland etc ??
Wika Realty Tunda Pembangunan Residensial
JAKARTA. Terpaan badai krisis global membuat Wika Realty menunda proyek pembangunan residensialnya yakni Fortune City. Sekadar informasi, Fortune City merupakan sebuah perumahan menengah di kawasan Surabaya Barat dengan luas sekitar 1.000 hektare.
Padahal, tadinya Wika bersiap untuk membangun tahap pertama unit The Green seluas 20 hektare dengan jumlah 300 unit. “Kami terpaksa menunda pembangunannya ,” kata Presiden Direktur Wika Realty Muhammad Nawir, Kamis (5/2) di Jakarta.
Menurutnya, kondisi pasar yang lesu membuat situasi tidak memungkinkan untuk melanjutkan pembangunan. Belum lagi, tingkat suku bunga pinjaman perbankan yang masih terbilang tinggi. “Kami tidak berani untuk membangun,” tandasnya.
Wika berharap, kondisi perekonomian Indonesia akan cepat membaik setidaknya pada Juli 2009. Bila kondisi pulih, Wika berencana untuk membangun kembali perumahan tersebut.
Pengamat properti Cushman and Wakefield Handa Sulaiman bilang, secara umum pembangunan perumahan menengah di Surabaya Barat masih cukup prospektif, sebab di kawasan itu sudah sangat hidup. “Bisa dibilang Surabaya Barat itu termasuk adalah Pondok Indahnya Jakarta di Surabaya. Makanya banyak pengembang yang tertarik membangun ke kawasan itu,” tandasnya.
Ada beberapa pengembang papan atas yang bermain di Surabaya Barat. Misalnya saja Pakuwon Group, Ciputra Group, Bukit Darma, Citra Raya dan Graha Familiy. Masing-masing memiliki ciri khas sendiri sehingga tidak terlalu bersaing secara kompetitif. “Tapi segmen yang dibidik sama yaitu kelas atas, serta rumah yang dijual berkisar Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar,” jelasnya.
Taken from Kontan Online, Feb 5, 2009
pecinta_surabaya February 5th, 2009, 03:16 PM http://img17.imageshack.us/img17/6954/13775222kp9.jpg
pecinta_surabaya February 5th, 2009, 03:25 PM The famous Jembatan Merah area with Jembatan Merah Plaza (JMP) and Gedung Internatio as background
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JMP1.jpg
Rendering of Jembatan Merah Plaza III (JMP III)
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/10_20080709_15120719.jpg
^^ Yg di pic pertama itu JMP I dan II ya??
Trus tempat JMP III dimana donk??
Ebek21 February 5th, 2009, 04:24 PM ^^ Seen from the rendering, I believe the location of JMP 3 is behind the JMP 2, still alongside the Kalimas River.
pecinta_surabaya February 5th, 2009, 04:37 PM Maaf klo keterusan bahas ini,penasaran soalnya.. :D
http://img101.imageshack.us/img101/7792/79554632iq3.jpg
Apa mungkin di belakang JMP II itu?? ko rasanya ga ada lahan ya??
Ebek21 February 5th, 2009, 06:30 PM ^^ See the area within the red line.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/79554632iq3.jpg
Ebek21 February 5th, 2009, 06:55 PM Until five years ago, this Kedung Cowek area was still a heavy slum, there were only a narrow and dirty canal and a 5 km long pothole road for two ways traffic. But you can see how contrast is the canal now. Broad and clean with "plengsengan" on both side. The narrow road has been converted into a very broad avenue, separated between toll and non toll.
My suggestion is keep this pic for our comparison tool in the future. Within 5 years, I'm sure there will be a big improvement in overall landscape of this region.
http://img17.imageshack.us/img17/6954/13775222kp9.jpg
teddybear February 5th, 2009, 07:19 PM ^Which one is Kenjeran Street? Is that the one intersect Kedung Cowek? For years Kenjeran is a narrow, chaotic street lined with stalls and decripit houses. Basically slums. But it looks cleaned up now!
Is Bulak Banteng also close to Kedung Cowek and Kenjeran?
Any photo of Kapasari area where they also cleaned up the street that has became market took 3/4 of the street? Should be a lot different now.
AceN February 5th, 2009, 08:07 PM http://img17.imageshack.us/img17/6954/13775222kp9.jpg
yang concrete layered itu ntar jadi lajur ke Suramadu ya ? Toll Gate nya dimana ?
sbyctzn February 5th, 2009, 08:39 PM @AceN:
Concrete layered dan asphalt road sama-sama bakal menuju ke Suramadu. Perkiraan saya yang concrete layered itu prioritas untuk roda 4 lebih, tapi sepertinya roda 2 juga boleh lewat kalau mau putar balik saja.
Soalnya yang asphalt road itu konstruksinya juga sampai ke kaki Suramadu juga, jadi ke jembatan Suramadu bisa lewat asphalt road ataupun concrete layered.
Kalau toll gatenya kemungkinan besar ada di dekat suramadunya, atau di kaki suramadunya, saat akan masuk jembatan.
AceN February 5th, 2009, 08:48 PM ^^ Thanks mate :)
----------------------------
In the bridge
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/middle.jpg
Main Span
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/bentangtengah.jpg
Causeway Madura
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/CausewayMadura.jpg
----------------------------------
PRESS RELEASE : Akhirnya, tuntas sudah pembebasan lahann jalan akses di Madura
Thursday, 05 February 2009
Setelah mengeksekusi sebagian lahan untuk jalan akses di sisi Surabaya yang sebelumnya dianggap menghambat cepat selesainya pembangunan pada 15 Januari lalu. Rabu (4/2) eksekusi lahan untuk jalan akses di sisi Madura menyusul dilakukan. Proses eksekusi dimulai sejak pukul 07.00 WIB diawali dengan pembacaan surat pernyataan eksekusi oleh pihak eksekutor dari Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bangkaalan. Kabag Operasional Polres Bangkalan, Kompol Kerod Diyanto di lokasi mengatakan, sejak awal pelaksanaan eksekusi, tidak ada perlawanan dari pemilik lahan. Meskipun mereka sebagian besar belum mengambil atau menerima uang ganti rugi tanah dan pohon yang telah dititipkan oleh Panitia Pembebasan Tanah (P2T) di PN.
Pemilik lahan kelihatan proaktif dengan petugas. Ini dibuktikan sehari sebelum pelaksanaan eksekusi mereka sudah mulai menebangi sebagian besar pepohonan milik mereka di lahan yang akan dieksekusi. Dengan kondisi tersebut, eksekusi akhirnya berjalan aman dan terkendali dan diharapkan hingga akhir pelaksanaan. Meski aman, Pemkab Bangkalan tetap menejunkan personil pasukan dalam pelaksanaan eksekusi. Kerod menambahkan, beberapa personil yang diterjunkan dalam eksekusi itu, meliputi 1 pasukan satuan setingkat kompi (SSK) dari Polres Bangkalan yang berjumlah 80 orang pasukan, 10 orang pasukan dari AL, 20 orang pasukan dari Kodim, dan 1 peleton pasukan dari Polisi Pamong Praja (PP) yang berjumlah 30 orang pasukan. Kepala Satuan Kerja Sementara (SKS) Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu sisi Madura, Ir Siswo Dwiyanto mengatakan, proses eksekusi ini rencananya berlangsung selama tiga hari hingga, Jumat (6/2) . Pada eksekusi hari pertama, lahan yang dieksekusi, diantaranya milik Mustari P Muliyat atau Sidi seluas 7.960 m˛ yang berada di Desa Ba’engas, Bu Mahmud B Satunah seluas 7.650 m˛ di Desa Ba’engas, Munirah seluas 533 m˛ di Desa Ba’engas dan H As’ad seluas 4.352 m˛ di Desa Morkepek. Hari kedua, eksekusi akan dilakukan pada lahan milik Affan di Desa Pangpong, Datun di Desa Pangpong, dan Machmud di Desa Morkepek. Sedangkan pada hari ketiga proses eksekusi berupa kegiatan pemerataan tanah. Lamanya waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan eksekusi tersebut karena sebagian besar lahan yang dibebaskan adalah berupa bukit dan persawahan. Untuk perbukitan, petugas harus mengepras tebing hingga rata. Sedangkan lahan persawahan, eksekusi dilakukan dalam bentuk pengurukan. Kegiatan eksekusi ini juga melibatkan beberapa berbagai peralatan berat, seperti 6 excavator, 20 dum truk, 2 dozer, 5 Chain show atau gergaji besi dan 1 breaker.
Lahan-lahan yang dieksekusi, diantaranya milik Affan di Desa Pangpong seluas 6.620 m˛, Pak Datun di Desa Morkepek seluas 3.148 m˛, Machmud di Desa Morkepek seluas 1.962 m˛, H As’ad di Desa Morkepek seluas 4.352 m˛, Mustari P Muliyah di Desa Ba’engas seluas 7.960 m˛, Bu Mahmud Satuna di Desa Ba’engas seluas 7.650 m˛, Munirah/H Abd Madjid di Desa Ba’engas seluas 533 m˛, dan Rumayyah di Desa Morkepek seluas 373 m˛. Semua lokasi itu berada di Kecamatan Labang, Bangkalan. Pelaksanaan eksekusi dilakukan setelah P2T menerapkan konsinyasi seperti yang disyaratkan melalui Perpres 65 Tahun 2006 tentang Perubahan Perpres No 36/2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum khususnya pada Pasal 10. Meski dilakukan konsinyasi ternyata mereka tetap tidak mau mengambil uang di PN. Alasan lain yakni jalan tersebut tidak memungkinkan untuk dipindahkan, serta beberapa kali musyawarah tetapi belum juga ada kesepakatan dan pemilik lahan selalu keberatan dengan harga yang ditawarkan pemerintah. Karena jangka waktu yang ditetapkan mereka tetap bersikukuh tidak menyepakati harga dari pemerintah dan tidak bersedia mengambil dana di PN, akhirnya eksekusi yang merupakan kebijakan terakhir dilakukan. Total dana yang dititipkan di PN dari total nilai harga tanah dan tanaman sekitar Rp 2.742.602.000. Dengan harga tanah per meter persegi Rp 80.000. Harga tersebut sudah berkali-kali mengalami perubahan dengan penetapan Bupati Bangkalan dari NJOP sekitar Rp 35 ribu/m˛. Sebelumnya, pelaksanaan eksekusi tersebut akan dilakukan pada 15 Januari lalu, namun karena mempertimbangkan keamanan menjelang Pilgub putaran ke tiga di Bangkalan dan Sampang 21 Januari lalu. Eksekusi ditunda menunggu semua proses pilgub tersebut selesai. Setelah pilgub selesai, pada 25 Januari Muspika Bangkalan kembali mengadakan rapat memutuskan waktu pelaksanaan eksekusi yang ditetapkan, Rabu (4/2). Di sisi Madura pembangunan Causeway telah selesai 100%, dimana pelaksanaan Provisional Hand Offer (PHO) atau serah terima dari pihak kontraktor pembangunan ke pelaksana proyek (pemerintah, red) telah dilakukan pada 17 Desember 2008 di kantor pembangunan Jembatan Nasional Suramadu Sisi Madura di Bangkalan.
Progres Hingga (Periode Awal Pebruari 2009, red)
progres Bentang Tengah (Main Span) yang sudah dicapai 82,12%,
meliputi Main Bridge 84,65%, Aproach Bridge sisi Madura 82,21%, dan di sisi Surabaya 77,15%.
Kedua Approach Bridge total progresnya 78,45%.
Progres total 89,28%, meliputi sisi Surabaya Causeway 99,81%, jalan pendekat 97,74% dan pembebasan lahan 100%.
Di Bentang Tengah, Cable Stay 84,65% dan Approach Bridge 78,45%. Di sisi Madura Causeway 100%, jalan pendekat 83,92% dan jalan pembebasan lahan 96,73%. (Tim Suramadu)
Info Lebih Lanjut Hubungi, Ashari 081 851 293 9
Seperti diketahui, panjang total jembatan Suramadu 5.438 m meliputi Causeway sisi Surabaya 1.458 m, Causeway sisi Madura 1.818 m. Sedang untuk bentang tengah panjang keseluruhan mencapai 2.162 m terdiri dari dua Approach Bridge masing-masing 672 m dan Main Bridge sepanjang 818 m. Panjang jalan pendekat di sisi Surabaya mencapai 4,35 km dan di sisi Madura 11,50 km. Proyek pembangunan jembatan suramadu mulai dikerjakan pertengahan tahun 2002.
Ebek21 February 6th, 2009, 02:58 AM ^Which one is Kenjeran Street? Is that the one intersect Kedung Cowek? For years Kenjeran is a narrow, chaotic street lined with stalls and decripit houses. Basically slums. But it looks cleaned up now!
Is Bulak Banteng also close to Kedung Cowek and Kenjeran?
Any photo of Kapasari area where they also cleaned up the street that has became market took 3/4 of the street? Should be a lot different now.
Yes, Kenjeran Street is the one that intersect Kedung Cowek Street. It is divided between eastern part and western part. The eastern part is considered okay, very broad; meanwhile some part of the western part was used to be a narrow road but has been broadened a few years ago, only a few houses remained left untouched. These few houses have been cleared now, therefore the whole Kenjeran Street is now very long and broad, considered national class road. Kenjeran St. is the main access road to Suramadu Bridge.
Bulak Banteng is located on the west side of Kedung Cowek/Tambak Wedi. I'm pretty sure this area is also included in the whole 300 ha Suramadu development region in Surabaya side.
yang concrete layered itu ntar jadi lajur ke Suramadu ya ? Toll Gate nya dimana ?
The tollroad itself is 8.1 km, consists of 0.3 km in Sby, 5.4 km Suramadu Bridge and 2.4 km in Madura. So the tollgate is located 300 m from the bridge in Sby side.
pecinta_surabaya February 6th, 2009, 10:01 AM Lahan kosong di Basra..
http://img149.imageshack.us/img149/4170/23300317wf4.jpg
Knapa ga dimanfaatin?? :ohno:
Hadi February 6th, 2009, 06:21 PM Pembangunan Frontage Road A. Yani
Kebingungan Pemkot Curhat ke Menkeu
Reporter : M Taufik
Surabaya- Pembangunan Frontage road disepanjang jalan A Yani hingga saat ini masih belum bisa direalisasikan oleh Pemkot Surabaya, karena terkendala model pembebasan lahan milik Pemerintah. Padahal, proses negosiasi sendiri sudah berjalan cukup lama.
Lahan milik Pemerintah yang sampai saat ini proses negosiasinya masih alot adalah lahan milik IAIN Surabaya, Rumah Sakit Milik TNI AL, Polda Jatim, Kejaksaan Tinggi Jatim, DLLAJ Jatim dan PT Iglas.
Sebagai contoh, model pembebasan lahan yang tawarkan oleh Pemkot kepada beberapada IAIN selama ini adalah melalui pembayaran langsung.
Sementara pihak IAIN sendiri meminta model pembebasan lahan dengan cara Ruislag (Ganti rugi lahan).
Merasa cara yang digunakan selama ini sudah buntu, upaya yang saat ini tengah dilakukan oleh Pemkot Surabaya adalah curhat dengan meminta pertimbangan dari Menteri Keuangan (Menkeu).
"Biar tidak ada kendala lagi kami minta petunjuk ke Menkeu," kata Asisten I Sekkota Barata Fandi Sutadi, Jumat (06/02/2009).
Dikatakan Sutadi, minggu depan perwakilan dari Pemkot Surabaya akan terbang ke Jakarta. Yang berangkat rencananya adalah Assisten I Sekkota dan perwakilan dari Bapekko.
Rencananya, dalam pertemuan itu nanti Pemkot akan meminta petunjuk tekhnis model pembebasan lahan milikPemerintah. Alasanya, selama ini petunjuk tekhnis pembebasan tidak diatur dengan jelas.
Ditambahkan Sutadi, dalam beberapa peraturan tidak menyebutkan pembebasan lahan milik pemerintah dilakukan dengan mekanisme tertentu. Oleh sebab itu, tidak salah jika dalam pembebasan lahan itu ada dua persepsi yang berbeda.
"Ganti rugi (Ruislag) dan Pembayaran langsung," tukasnya.
Rupanya, penggunaan model pembebasan lahan itu sangat rawan terjadi kesalahan."Perbedaan itu tidak bisa disalahkan karena memang aturannya tidak jelas," ucapnya.[ted]
lombok February 6th, 2009, 07:49 PM Jumat, 06/02/2009 16:20 WIB
Surya Karang bangun Hotel V3
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (bisnis.com): PT Surya Karang Indah, anak perusahaan Yudhos Group, mengembangkan hotel baru Vini Vidi Vici (V3) dengan total investasi Rp30 miliar di kawasan Tambak Bayan Surabaya.
Manajer Pemasaran dan Penjualan PT Surya Karang Indah Isa Octa mengatakan hotel bintang tiga dengan 226 kamar ini baru tahap soft opening.
Menurut rencana peresmian hotel baru bergaya oriental tempo dulu itu akan dilakukan pada pertengahan tahun ini. Bangunan hotel berada di bekas lahan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) lama di kawasan Tambak Bayan Pasar Besar Surabaya.
Hotel yang dilengkapi dengan fasilitas hall dan ballroom masing-masing berkapasitas 1.500 orang dan 400 orang telah menghabiskan dana sekitar Rp30 miliar.
"Sebenarnya bisnis pariwisata bukan hal baru bagi PT Surya Karang Indah, kendati pada awalnya kiprah bisnis perusahaan tersebut banyak di dunia fashion seperti gallery jewellery," ujar Isa di Surabaya.
Perusahaan ini telah cukup lama mengoperasikan pusat hiburan Pantai Ria Kenjeran yang juga dilengkapi dengan hotel, meski jumlah kamarnya tidak banyak. Saat ini, tambah dia, selain membangun Hotel V3 dalam waktu bersamaan juga sedang membangun satu baru lagi yakni the Oval. Hotel yang terdiri 176 kamar di kawasan Diponegoro ini rencananya akan mulai beroperasi pada Juli 2009. (tw)
Ebek21 February 7th, 2009, 02:09 AM ^^ Thanks for the news !! Now we know the location of this V3 Hotel, in Tambak Bayan. Could someone could provide the update ?
Ebek21 February 7th, 2009, 02:12 AM Nice !! Come on, can it be faster ??
Jembatan Tol Hampir Jadi
http://farm4.static.flickr.com/3300/3258531339_9257330372_o.jpg
SIDOARJO - Proyek relokasi jalan tol yang dimulai pada Juli 2008 mulai terlihat. Di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, wujud jembatan tol baru tersebut sudah terlihat. Jembatan itu menghubungkan Desa Kebonagung, Porong, Sidoarjo, dengan Desa Carat, Kecamatan Gempol, Pasuruan.
Konstruksi jembatan mulai dibangun pada Juli 2008. Lebarnya lebih dari 60 meter, sedangkan panjangnya diperkirakan mencapai 200 meter. Jembatan tersebut dibangun melintas di atas Kali Porong.
Di tengah kali yang dilewati, terdapat daratan sehingga arus air terpecah jadi dua. Pihak kontraktor membangunnya secara bertahap. Tahap pertama dibangun dari selatan (Desa Carat) ke daratan yang ada di tengah kali. Tahap kedua dibangun dari daratan ke Desa Kebonagung.
Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain mengatakan, pembangunan sebelah selatan daratan sudah jadi. Kini tinggal sebelah utara daratan yang dibangun. Persentasenya sekitar 60 persen. "Diperkirakan tahun ini bisa jadi," ujar Zulkarnain.
Dia mengakui, awal pembuatan jembatan sempat menimbulkan kontroversi. Penyebabnya, saat membangun, pihak kontraktor harus membendung aliran air dari hulu ke hilir. Masyarakat setempat khawatir terjadi luberan akibat air yang dibendung. "Namun, hal itu bisa diatasi setelah kontraktor memberikan jaminan. Salah satunya bakal membuka bendungan bila arus besar datang," jelas Zulkarnain.
Saat ini pembangunan sudah dilaksanakan lebih dari 50 persen. Artinya, tidak lama lagi jembatan bisa dilewati. Yang menjadi permasalahan adalah pembebasan lahan untuk jalan tol selanjutnya. Sebab, ada sebagian masyarakat yang belum setuju dengan harga yang ditawarkan.
Taken from Jawapos, Feb 7, 2009
sbyctzn February 7th, 2009, 03:58 AM Itu kok jembatannya kok ada dua ya?
Jadi jembatannya ada dua untuk masing-masing jalur ya?
Satu jembatan untuk jalur ke utara, satu jembatan lainnya untuk jalur ke selatan.
Begitu ya?
Tapi misahnya kok jauh banget ya? Apa karena pertimbangan keadaan alam? Atau kenapa?
why_pp3 February 7th, 2009, 04:55 AM Itu kok jembatannya kok ada dua ya?
Jadi jembatannya ada dua untuk masing-masing jalur ya?
Satu jembatan untuk jalur ke utara, satu jembatan lainnya untuk jalur ke selatan.
Begitu ya?
Tapi misahnya kok jauh banget ya? Apa karena pertimbangan keadaan alam? Atau kenapa?
yang sebelah kanan adalah jembatan tol lama yang sudah gak dipake.... yg dipake yg disebelah kiri
Ampelio February 7th, 2009, 10:58 AM yang sebelah kanan adalah jembatan tol lama yang sudah gak dipake.... yg dipake yg disebelah kiri
^^Kalau gak dipake kenapa should be demolished??? dihancurkan.:ohno:
...kan sayang, selain nambah biaya pembongkaran, kan juga bisa dipmanfaatkan penduduk desa Porong utk menyebrang.
pecinta_surabaya February 7th, 2009, 12:55 PM ^^ Thanks for the news !! Now we know the location of this V3 Hotel, in Tambak Bayan. Could someone could provide the update ?
Di Jawa Pos tgl 25 Januari ada iklan hotel V3,lengkap sm denah peta lokasinya..
Ga bisa lihat Jawa Pos versi PDF ya yg tgl segitu?
rimba.mandra February 7th, 2009, 02:59 PM ^^Kalau gak dipake kenapa should be demolished??? dihancurkan.:ohno:
...kan sayang, selain nambah biaya pembongkaran, kan juga bisa dipmanfaatkan penduduk desa Porong utk menyebrang.
Jembatannya emang harus di demolished... Soalnya gara2 lumpur Lapindo, tanah di wilayah sekitar mengalami penurunan. Jembatannya uda retak2 dan dikhawatirkan bisa roboh!
Nah, makanya demi keselamatan, lebih baik dirubuhkan, toh dirubuhkan itu atas dasar keselamatan warga sekitar juga....
Ebek21 February 7th, 2009, 03:41 PM Progress MERR-IIC
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRa.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRb.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRc.jpg
Taken from Suara Surabaya, Feb 7, 2009
Ebek21 February 7th, 2009, 03:43 PM Di Jawa Pos tgl 25 Januari ada iklan hotel V3,lengkap sm denah peta lokasinya..
Ga bisa lihat Jawa Pos versi PDF ya yg tgl segitu?
Wah, it's been so long, could you just help us scan and post it here ? Thanks in advance :)
Hadi February 8th, 2009, 03:32 PM Setuju dengan Syarat
Sikap Instansi-Instansi yang Terkena Frontage Road A. Yani
SURABAYA - Pembebasan lahan milik negara yang macet tidak hanya terjadi pada tanah milik IAIN Sunan Ampel. Hampir seluruh instansi pemerintah di Jalan A. Yani yang tanahnya bakal terkepras proyek frontage road belum sepakat dengan model pembebasan yang ditawarkan pemkot.
Kepala Bappekko Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sebelumnya pemkot melayangkan surat ke masing-masing instansi tersebut. "Isinya, minta izin memakai tanah mereka untuk dibangun jalan," katanya. Mereka pun sudah mengirimkan surat jawaban kepada pemkot. Secara garis besar, surat jawaban tersebut berisi pernyataan dukungan terhadap rencana pembangunan frontage road di Jalan Ahmad Yani. Mereka juga bersedia melepaskan lahan untuk proyek itu. Namun, bukan berarti mereka bersedia melepaskan tanahnya begitu saja. Sebab, masing-masing punya mekanisme dan syarat soal model pembebasan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono menyatakan, instansi-instansi pemerintah tersebut tidak boleh disalahkan. Sebab, lahan yang akan dibebaskan itu adalah aset negara yang dikelola instansi tersebut. Karena itulah, permintaan model pembebasan lahan pun berbeda-beda. "Karena mereka punya ketentuan masing-masing terkait aset," jelasnya.
Sementara itu, sambil menunggu petunjuk dari menteri keuangan terkait dengan mekanisme pembebasan tanah aset negara, pemkot terus membebaskan lahan milik beberapa warga yang dilalui proyek frontage road. Terbaru, pemkot berhasil membebaskan 30 persil milik warga di sebelah utara Giant Hypermarket, Margorejo.
Pembayaran untuk lahan yang sudah dibebaskan itu dilakukan pekan lalu. Warga sepakat tanahnya dihargai Rp 3,3 juta per meter persegi. Harga tersebut adalah hasil penghitungan tim appraisal independen. Penaksiran itu dilakukan berdasar nilai strategis, fasilitas, dan benda-benda yang ada di lahan tersebut.
Saat ini, masih ada warga yang belum mau melepaskan tanahnya. Namun, dia optimistis, semua warga akan memahami bahwa pembebasan lahan itu juga untuk kepentingan masyarakat Surabaya. "Syukurlah, sedikit demi sedikit warga mau menerima pembebasan ini," jelasnya. Menurut dia, hal itu tidak lepas dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan pemkot.
Dia menjelaskan, warga yang sudah menerima pembayaran ganti rugi diberi tenggat waktu hingga tiga bulan untuk meninggalkan lahan tersebut. Berdasar keterangan yang diperoleh, warga akan membongkar sendiri rumahnya. Perkakas rumah juga akan dipindahkan sendiri.
Jika dalam waktu tersebut warga tidak membongkarnya, pemkot yang akan membongkar. (eko/oni)
Ebek21 February 8th, 2009, 03:48 PM Sementara itu, sambil menunggu petunjuk dari menteri keuangan terkait dengan mekanisme pembebasan tanah aset negara, pemkot terus membebaskan lahan milik beberapa warga yang dilalui proyek frontage road. Terbaru, pemkot berhasil membebaskan 30 persil milik warga di sebelah utara Giant Hypermarket, Margorejo.
Pembayaran untuk lahan yang sudah dibebaskan itu dilakukan pekan lalu. Warga sepakat tanahnya dihargai Rp 3,3 juta per meter persegi. Harga tersebut adalah hasil penghitungan tim appraisal independen. Penaksiran itu dilakukan berdasar nilai strategis, fasilitas, dan benda-benda yang ada di lahan tersebut.
Congratulations for Pemkot. Finally we have a little bit of good news from this project.
pecinta_surabaya February 8th, 2009, 03:52 PM V3 Hotel
http://img3.imageshack.us/img3/8507/90107146bx0.jpg
Gedung yg di lingkaran merah sebelah kiri apa ya??
Hadi February 8th, 2009, 03:58 PM http://www.yourwonder.com/Asia/Indonesia/Surabaya.aspx
vote please..... find the icon +1
teddybear February 8th, 2009, 04:03 PM ^Gedung office milik Gudang Garam. Hotel V3 itu, bukannya sudah ada dari dulu dan keliatan kurang terawat? Ada fotonya nggak?
pecinta_surabaya February 8th, 2009, 04:04 PM Gudang Garam..?? Lumayan gede ya??
Dari yg saya baca di koran,spertinya emg v3 ini bangunan lama yg di renov,tp ga tau lagi.. :)
Ebek21 February 8th, 2009, 04:06 PM V3 Hotel
http://img3.imageshack.us/img3/8507/90107146bx0.jpg
Gedung yg di lingkaran merah sebelah kiri apa ya??
Hahh ?? Is that the location of that V3 Hotel ? In the middle of the slum ? So how to reach that hotel ? Through Kramat Gantung or Pasar Besar ? Well, a strange location to build a hotel IMO. And what is the view ? Kalimas hehe..
sbyctzn February 9th, 2009, 01:15 AM Just ralat.
Rek, kuwi gak salah tho pasar turine? Pasar turi sing dibunderi abang kuwi sing bener sing sebelah kiwone (kulone), nek sing dibunderi abang kuwi ruko sebelah kanane (etane) pasar turi.
CMIIW.
hermawan February 9th, 2009, 03:51 AM :)nich tentang perkembangan JLS
http://malangraya.web.id/2009/02/07/titik-terang-penyelesaian-proyek-jls/
http://malangraya.web.id/wp-content/uploads/2009/02/jls-dinfokomjatim.jpg
Ebek21 February 9th, 2009, 05:17 AM ^^ It seems too narrow for two-ways traffic and national-class road. Honestly I expect it to look like Surabaya-Mojokerto or Surabaya-Malang road. Yeah, let's hope for the best.
Ebek21 February 9th, 2009, 05:22 AM Just ralat.
Rek, kuwi gak salah tho pasar turine? Pasar turi sing dibunderi abang kuwi sing bener sing sebelah kiwone (kulone), nek sing dibunderi abang kuwi ruko sebelah kanane (etane) pasar turi.
CMIIW.
Yes, there's a mistake here. The one which circled in red line are Stella Maris School, ANK Bank building and the ruko in front of Pasar Turi.
teddybear February 9th, 2009, 05:23 AM ^I encourage to use Bahasa Indonesia or English so other forumers that do not understand Javanese or Suroboyo dialect can participate. Thanks!
Hadi February 9th, 2009, 05:31 AM ^I encourage to use Bahasa Indonesia or English so other forumers that do not understand Javanese or Suroboyo dialect can participate. Thanks!
heuheuehueh... me too, i dont know what is mean... Bahasa Suroboyo is difficult
hermawan February 9th, 2009, 05:51 AM ^^ It seems too narrow for two-ways traffic and national-class road. Honestly I expect it to look like Surabaya-Mojokerto or Surabaya-Malang road. Yeah, let's hope for the best.
oyahh lengkap beritanya ini :
Kabupaten Malang
Titik Terang Penyelesaian Proyek JLS
7 Februari 2009
Proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) sepertinya dalam waktu dekat akan segera tuntas. Menyusul dibukanya lahan seluas 26.000 meter persegi di Blitar Timur. Lahan sepanjang kurang lebih 26 kilometer itu telah disulap menjadi lahan arteri yang menjadi penghubung Banyuwangi – Malang – Pacitan.
Dikonfirmasi soal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jawa Timur Ir. Supaad membenarkan. Menurutnya, lahan arteri akan disusul dengan pembukaan jalan sirip sepanjang 6.475 meter persegi.
Supaad menyebutkan, untuk menyelesaikan ruas JLS yang membentang mulai ujung timur (Banyuwangi) hingga ujung Barat (Pacitan) tidak bisa dilakukan secara berurutan. Sebab, anggaran yang turun dari Pemerintah Pusat tidak langsung dalam satu termin. Sebaliknya, dicicil sesuai kebutuhan dalam tahun berjalan.
”Selain itu, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan alokasi dana dari APBD. Tetapi, jumlahnya sudah mencapai berapa, saya kurang ingat betul. Karena, dana dari pusat dan APBD langsung diterjunkan untuk menyelesaikan mega proyek JLS,” papar mantan Wakadinas PU Bina Marga ini.
Khusus jalur di Blitar, Supaad menyebutkan, dari total lahan yang dibuka telah dilakukan perbaikan alinyemen atau menurunkan ruas jalan menanjak hingga ketinggian di bawah 10 meter sepanjang 4.700 kilometer. Sedang pengerasan jalan berupa kegiatan pengaspalan mencapai 4.475 kilometer
”Lahan ini dibuka secara bertahap sejak tahun 2002. Setahun kemudian 2003 seluas 7.650 meter persegi, 2004 seluas 10.200 meter persegi, 2005 seluas 4.025 meter persegi, 2006 seluas 2.075 meter persegi dan 2007 seluas 2.050 meter persegi. Total panjang jalan yang nantinya harus dibuka sepanjang 62,5 kilometer,” rincinya.
Menurutnya, secara teknis sebetulnya pembukaan lahan yang akan menghubungkan ke wilayah Malang Selatan itu telah mengalami kelambatan. Penyebabnya tidak lain terjalnya medan yang harus dihadapi. Selain itu, penyelesaian ganti rugi dengan Perhutani menyangkut juga menjadi kendala,” katanya.
Tidak seperti jalan-jalan lainnya di Indonesia, khusus JLS lahan yang dipergunakan mayoritas menggunakan lahan Perhutani. Dengan kata lain, jalur JLS terbentuk dengan cara membuka lahan di dalam hutan. ”Untungnya, pak gubernur sejak dulu selalu koordinasi dengan menteri kehutanan,” paparnya.
Sesuai data yang dihimpun MP menunjukkan, hingga akhir 2008, total panjang jalan yang telah dibangun 74.6 kiloemter dari rencana total 626,97 kilometer. Sedang jembatan 1.712 meter dari total rencana 6.502 meter atau 69 buah.
”Lahan yang telah dibuka 255,46 kilometer dari rencana kebutuhan 1.504, 73 hektare atau 626,96 kilometer. Tahun 2009 kami rencanakan mengajukan dispensasi penggunaan kawasan hutan di Kabupaten Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar,” harapnya.(has/eno) (Hari Santoso/malangpost)
sbyctzn February 9th, 2009, 05:55 AM Hehehe... I'm so sory @all!!
Ebek21 February 9th, 2009, 08:04 AM Relokasi Jalan Arteri dan Tol Porong Masih Terhambat
BPLS dan Warga Belum Sepakat Harga Lahan
suarasurabaya.net| Relokasi jalan arteri dan tol Porong hingga saat ini sepanjang 10,2 km masih terhambat pembebasan. Baru 47% lahan yang dibutuhkan telah dibebaskan dan sebagian besar adalah lahan sawah. Sisanya belum bisa dibebaskan karena terkendala belum adanya kesepatan masalah harga.
Warga menginginkan harga sama dengan nilai ganti rugi dalam peta terdampak lumpur,. Yakni Rp1 juta permeter persegi. Namun belakangan harga itu turun lagi menjadi dalam kisaran Rp750 ribu permeter persegi.
Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BP BPLS) selaku pengelola relokasi jalan arteri dan tol Porong bersikukuh tidak akan membayar di luar nilai yang telah ditetapkan oleh tim appraisal independen. Untuk tanah kering nilainya rata-rata Rp500 ribu, sedangkan untuk lahan basah senilai Rp120 ribu permeter persegi.
ACHMAD ZULKARNAIN Humas BP BPLS pada suarasurabaya.net, Senin (09/02) menegaskan meskipun terhambat pembebasan lahan, proses pembangunan jalan arteri dan tol Porong tetap berjalan dan saat ini masih menggarap jembatan fly over di atas Kali Porong, tepatnya di Desa Kebon Agung, Gempol.
Jalan arteri dan tol yang baru ini berada di sebelah Barat Jl. Raya Porong yang ada sekarang. Melewati sejumlah desa seperti Desa Kali Tengah, Kali Sampurno, Ketapang, Wunut, Pamotan, Kesambi, Juwet Kenongo, Porong, Kebon Agung, Carat, Gempol, Japanan, Kedung Cangkring Selatan, dan Legok.
Untuk jalan tol, lebarnya sekitar 60 meter. Jalan tol tersebut diapit 2 jalan arteri selebar masing-masing 15 meter.
Dengan terhambatnya pembangunan jalan arteri dan tol ini, maka rencana realisasi proyek di akhir 2009 menjadi meleset. ZULKARNAIN sendiri tidak bisa memastikan kapan proyek ini bisa rampung dan dioperasionalisasikan.
Taken from Suara Surabaya, Feb 9, 2009
pecinta_surabaya February 9th, 2009, 04:40 PM Yes, there's a mistake here. The one which circled in red line are Stella Maris School, ANK Bank building and the ruko in front of Pasar Turi.
Ouch,sorry.. :lol:
Tp yg lain bener kan.. :D
MinImaX February 10th, 2009, 07:56 AM Yang lingkaran itu pabrik, ga inget produksi apaan, kemungkinan rokok wismilak.
pecinta_surabaya February 10th, 2009, 12:07 PM Proyek Kalianak Dapat Rp 14 M
Hasil Patungan Pemkot dan Pemprov
SURABAYA - Meski tersendat, pemerintah terus melanjutkan penyelesaian proyek pelebaran Jl Kalianak tahap dua. Tahun ini, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya kembali memberikan kucuran dana Rp 14,4 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk pembebasan sisa lahan milik warga yang bakal terkena pelebaran. Ditargetkan, proyek itu selesai pada 2010.
"Untuk tahun ini Rp 14,4 miliar. Tapi, itu masih kurang. Sebab, dana itu hanya cukup untuk menutup sebagian kecil dari total kebutuhan lahan. Maka, akan dianggarkan bertahap," kata pimpinan proyek pelebaran Kalianak Dinas PU Binamarga Sutoyo.
Dia menjelaskan, angka Rp 14,4 miliar itu merupakan hasil patungan antara pemprov dan pemkot. Rinciannya, pemkot menganggarkan dana Rp 4,4 miliar, sedangkan pemprov Rp 10 miliar.
Dana tersebut merupakan sebagian di antara total kebutuhan pembebasan lahan sekitar Rp 77 miliar. Rinciannya, Rp 43,9 miliar digunakan untuk pembebasan tanah dan Rp 33,6 miliar untuk ganti rugi bangunan. "Jadi, sebenarnya kurang banyak," ujarnya.
Masalah lain, pemerintah kesulitan menyelesaikan pembebasan tanah. Masalahnya cukup klasik, lagi-lagi pemilik lahan ogah menerima tawaran harga yang diajukan tim pembebasan tanah. Kondisi itu pula yang memaksa pelaksana proyek untuk mencari cara.
Saat ini, yang bisa mereka lakukan adalah membebaskan lahan milik warga yang menerima tawaran pemerintah. "Jika menunggu mereka, kami khawatir proses pembebasan tanah malah mandek. Maka, dicicil," katanya.
Hingga hari ini, lahan yang bisa dibebaskan untuk proyek Kalianak masih minim. Di antara total lahan yang dibutuhkan seluas 64.890 meter persegi, yang sudah terbebaskan baru 8.707 meter persegi. Dengan kata lain, yang belum terbebaskan 55.783 meter persegi.
Sesuai rencana, Jalan Kalianak akan diperlebar menjadi empat lajur pada masing-masing sisi jalan. Di tengah-tengah jalan itu, akan dipasang separator. Total, lebar jalan tersebut akan menjadi 28 meter. Itu dua kali lebih lebar daripada Kalianak sekarang.
pecinta_surabaya February 10th, 2009, 12:08 PM Jalan Nias Mulai Bersih
SURABAYA - Warga yang tinggal di tanah milik PT Kereta Api Indonesia di Jl Nias kemarin (9/2) mulai menertibkan sendiri bangunannya. Kemarin adalah batas terakhir tenggat waktu yang diberikan pemkot agar warga meninggalkan secara sukarela lahan yang ditempati secara ilegal itu.
Mereka adalah warga yang mendirikan bangunan liar di kawasan tersebut. Aktivitas warga mulai terlihat sejak pagi. Sebagian warga mulai mengumpulkan isi rumah di sisi luar untuk diangkut ke lokasi baru. Ada yang menggunakan becak, gerobak, dan sarana lainnya. Mereka dibantu warga yang tinggal di dekatnya.
Tidak hanya itu, mereka juga mencopoti papan yang menempel di bangunan liar. Kayu dan atap yang masih bisa dimanfaatkan diangkut bersama barang-barang lainnya. Atap asbes yang potongannya tidak rapi juga tidak ketinggalan. "Nek gak mbongkar dewe, diangkuti kabeh Mas," kata Syafii, seorang warga di sela-sela memberesi barang-barangnya.
Di kawasan tersebut, warga sudah tinggal bertahun-tahun. Banyak bangunan yang didirikan secara permanen dan semipermanen. Jumlahnya sekitar 102 bangunan yang tersebar di sepanjang rel di Jl Nias. Bangunan itu digunakan untuk tempat tinggal dan tempat usaha. Misalnya, menyimpan barang rongsokan, las, maupun plastik.
Camat Gubeng Arif Budiarto menyatakan sudah dua kali mengirimkan surat peringatan. Kebetulan, kemarin adalah batas waktu terakhir. Karena itu, pemkot menerjunkan satpol PP untuk mengawasi dan mengamati kondisi di kawasan tersebut.
Menurut dia, penertiban itu harus segera dilakukan mengingat PT KAI sangat keberatan dengan keberadaan mereka selama ini. Pemkot sudah menerima surat resmi dari PT KAI yang intinya meminta untuk menertibkan bangunan liar. "Mereka sangat membahayakan kereta api," tegasnya.
Dia menjelaskan, jarak bangunan dengan rel hanya dua meter. Padahal, kereta api sering melaju kencang. Dia khawatir ada korban jiwa. Arif mencontohkan kebakaran gerbong kereta beberapa bulan lalu. Menurut dia, jika kebakaran itu terjadi di kawasan bangunan liar, dipastikan rumah warga ikut terbakar.
Untuk menghindari hal semacam itu, pemkot bertekad membersihkan kawasan tersebut dari bangunan liar. Arif menambahkan, selain membahayakan kereta api, mereka ilegal. Sebab, bangunan yang didirikan tidak dilengkapi izin mendirikan bangunan (IMB). "Kalau mengajukan, pasti tidak akan di-acc," jelasnya.
Dia mengakui, ada beberapa warga yang membandel dengan tidak mau membongkar sendiri bangunannya. Pihaknya mengancam membongkar paksa bangunan-bangunan itu.
pecinta_surabaya February 10th, 2009, 12:12 PM Maret 2009 KA Bonek Operasi, Rute Benowo - Waru
SURABAYA | SURYA-Maret 2009 ini, warga Surabaya sudah bisa menikmati komuter dengan rute Benowo-Kandangan-Tandes-Pasar Turi-Kalimas-Prapat Kurung (Perak)-Kalimas-Sidotopo-Gubeng-Wonokromo-Waru.
Berbeda dengan komuter Surabaya-Sidoarjo yang lebih dulu beroperasi, komuter baru yang rencananya diberi nama ‘Bonek’ itu hanya terdiri dari dua gerbong, masing-masing berisi 115 penumpang.
Dengan adanya komuter dalam kota ini, diharapkan kemacetan lalu lintas sedikit terkurangi.
Selain melewati sejumlah tempat strategis yang bisa diakses warga Surabaya barat, timur, utara, pusat, maupun selatan, tarif komuter ini nanti diperkirakan lebih murah dibanding angkutan berbasis massal lainnya, seperti bus kota maupun mikrolet.
Kahumas PT Kereta Api (KA) Daops VIII Surabaya Sugeng Prijono menyatakan, persiapan mewujudkan komuter (hasil MoU antara Menhub dengan gubernur) ini telah dilakukan. Termasuk berkoordinasi dengan Dishub Jatim dan Pemkot Surabaya.
“Semua sepakat 2009 ini KA komuter dalam kota harus sudah beroperasi. Mengenai waktunya, ya setelah KA Sumo (Surabaya - Mojokerto) beroperasi, sekitar Maret 2009,” ungkapnya, Senin (9/2).
Target realisasi itu dipastikan tidak akan molor. Karena sejumlah infrastruktur pokok beroperasinya KA komuter dalam kota sudah tersedia, termasuk rel KA dan shelter-nya.
Tetapi khusus rel, meski infrastrukturnya sudah ada, tapi di sejumlah titik, terutama antara Pasar Turi hingga Sidotopo, bantaran rel banyak dijadikan hunian oleh warga. Terkait ini, PT KA Daops VIII telah meminta kepada pemkot untuk menertibkan beberapa bangunan liar di sepanjang jalan kereta api yang bakal dilintasi KA Komuter itu.
”Kami sudah memberikan rekomendasi kepada Pemkot Surabaya, enam meter di sisi kanan dan kiri jalan kereta api harus bebas dari bangunan apapun,” paparnya. Sebelumnya, puluhan personel Satpol PP telah menertibkan bangunan liar di sisi kanan dan kiri rel kereta api, termasuk di kawasan Jalan Nias.
Untuk keretanya bagaimana? Sambil menunggu satu set kereta yang dibeli datang, KA komuter dalam kota, kata Sugeng, bisa memanfaatkan kereta komuter yang sudah ada, yakni KA komuter yang melayani jalur Surabaya - Lamongan (Sulam), ketika kereta ini transit di stasiun Pasar Turi.
“Waktu KA Sulam transit di stasiun Pasar Turi kan lama. Nah, di antara menunggu berangkat ke Lamongan, bisa saja dimanfaatkan untuk KA komuter dalam kota agar pemanfaatannya lebih optimal,” jelasnya.
Sugeng menambahkan, ”Sampai saat ini kami masih terus melakukan pembicaraan secara intensif dengan Dishub Kota Surabya mengenai pengoperasian KA Komuter dalam kota itu,” katanya.
Dalam pembicaraan ini, Dishub Kota Surabaya mengusulkan kereta itu diberi nama ”Bonek” yang merupakan kependekan dari ”Bondo Nekat”, yang selama ini melekat pada diri suporter fanatik tim sepak bola Persebaya Surabaya. ”Dishub memberikan nama KA Komuter itu bertujuan, agar istilah Bonek tidak selalu dikait-kaitkan dengan hal negatif,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bapeko Pemkot Surabaya Tri Risma Harini membenarkan rencana beroperasinya KA komuter dalam kota. Program ini, kata Risma merupakan program pemerintah pusat yang sudah masuk blue print. Pelaksanaan dan pendanaan proyeknya akan ditanggung secara sharing antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemkot.
“Untuk mendukung program ini, kita disuruh menyiapkan dana antara Rp 200 miliar - Rp 300 miliar. Dan sudah kita siapkan, karena tranportasi berbasis massal ini sangat dibutuhkan masyarakat. Selain murah juga bisa mengurangi kemacetan,” terangnya.
Selain menyiapkan dana, pihaknya, kata mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini juga sudah membuat gambar desain rute dan shelter KA dalam kota tersebut.
pecinta_surabaya February 10th, 2009, 12:13 PM Rp 268 Miliar untuk Banjir, Beli Pompa dan Bayar Pegawai
SURABAYA | SURYA -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak ingin setengah-setengah dalam penanganan banjir. Tahun ini anggaran yang dikucurkan untuk mengatasi permasalahan klasik itu mencapai Rp 268,939 miliar.
Kepala Bappeko Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan musim hujan tahun ini telah membuat peta kawasan terdampak banjir di Surabaya semakin luas. Ini terlihat dengan munculnya 17 titik genangan baru, yang tersebar di Surabaya Barat hingga Selatan.
Diutarakannya, anggaran yang diambil dari APBD itu untuk tujuh item perencananaan pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir di Kota Pahlawan. “Jadi dana itu untuk macam-macam,” tandasnya, Senin (9/2).
Di antaranya Rp 2,663 miliar untuk perawatan rumah pompa di seluruh Surabaya. Lalu Rp 54,989 miliar untuk biaya pengerukan saluran sedimentasi. Kemudian Rp 31,135 miliar dipakai untuk pembangunan infrastuktur sungai.
Tak hanya itu saja, Rp 15,974 miliar rencananya akan digunakan untuk pengadaan pompa air baru, serta Rp 4,739 miliar digunakan untuk membayar pegawai. Dana ini juga sekaligus digunakan untuk pembangunan yang akan dilakukan pada tahun 2010 mendatang yakni sebesar Rp 2,038 miliar.
Peruntukan dana yang terbesar adalah pada biaya pembangunan saluran drainase di sejumlah sungai di Surabaya. Seperti di kawasan Banyu Urip akan dikeruk dan diperdalam agar dapat menampung air lebih banyak. Selanjutnya, di atas sungai-sungai itu akan ditutup dengan menggunakan box culvert. “Dulu awalnya, sungai itu merupakan saluran irigasi dengan jarak yang tidak terlalu dalam,” ujarnya.
Dia juga menambahkan, pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir akan dilakukan secepatnya dalam tahun ini. Diharapkan pembangunan ini dapat mengurangi jumlah kawasan rawan banjir di Surabaya.
Sementara itu 17 titik baru genangan banjir sebagian besar terjadi di Surabaya Barat. Di wilayah ini sedikitnya ada tujuh titik banjir baru, di antaranya di Jl Babat Jerawat, Jl Kandangan (depan RS Bunda), Jl Manukan (pasar), Jl Balongsari, Jl Darmo Indah, dan Jl Simo Pomahan.
Genangan serupa juga terjadi di Surabaya Utara, seperti di Jl Salak hingga Jl Tambaksari, serta di Jl Dharmahusada. Dari semua titik banjir baru, genangan di Jl Salak hingga Jl Tambaksari termasuk paling dalam. Tingginya mencapai 30-50 sentimeter dengan lama genangan 2-4 jam. Di Jl Dharmahusada tinggi genangan antara 20-30 sentimeter dengan lama genangan 1-2 jam.
Sedangkan di Surabaya Selatan, titik banjir yang cukup menonjol dan luas adalah di Jl Tenggilis, Jl Kalirungkut, dan seputar wilayah Jl Penjaringan, Jl Pandugo hingga Jl Medokan Ayu.
Kabid Pematusan Dinas Bina Marga dan Pematusan Cahyo Utomo mengakui adanya genangan baru itu. “Ya, memang ada genangan baru di Surabaya, sebagian di antaranya di Surabaya Barat,” tuturnya.
Ditanya tentang penyebab munculnya titik genangan baru itu, dia mengungkapkan karena proses sedimentasi di saluran tersier, sehingga banyak saluran yang tersumbat. “Memang ada sedimentasi, terutama di saluran depan rumah warga,” tandasnya.
Munculnya titik genangan baru, membuat pihaknya harus bekerja keras agar banjir bisa ditekan. Ada beberapa langkah yang dilakukan, yakni dengan mengoptimalkan 33 rumah pompa di Surabaya.
sbyctzn February 10th, 2009, 01:48 PM Based to the name (comuter BONEK), i think this train comuter is willing supporter bonek to watching football in GBT (gelora bung tomo) future if that stadium is done, and use as home game for Persebaya.
Hehe3x... Special name.
How about your opinion?
pecinta_surabaya February 10th, 2009, 03:05 PM ^^ bisa juga sih,soalnya kereta tersebut melewati daerah benowo (pakal)..
Tp yg dimaksud 'bonek' disitu klo ga salah krn mreka nekat dgn pemikiran seadanya bukan.?
just my opinion
:D
MinImaX February 10th, 2009, 03:28 PM I completely disagree with bonek naming to the train. Nanti bisa jadi pembenaran buat penumpang untuk bondo nekat tidak membayar, bondo nekat melempari batu2 sepanjang jalan, dan bondo nekat lain2nya. Jangan diulangi kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.
teddybear February 10th, 2009, 05:18 PM ^Benar, Surabaya mestinya menghilangkan sama sekali predikat bonek, pengacau dan penghancur. Sejarah buruk Surabaya dibawah walikota Soenarto.
Ebek21 February 11th, 2009, 02:46 AM :)
http://farm4.static.flickr.com/3420/3270037475_4374ab19fc_o.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3479/3270858652_8f49f8e1c6_o.jpg
Taken from Radar Surabaya, Feb 11, 2009
sbyctzn February 11th, 2009, 02:46 AM Kalau bonek dihapus itu tidak mungkin, nasi sudah jadi bubur, tidak akan mungkin bisa menghapus sebuah identitas yang sangat kuat melekat dengan Surabaya. Langkah pemerintah sudah betul, tidak serta merta menghapus, namun yang dilakukan adalah mengatur dan mengelola yang sudah ada, bukannya menghapus. Jika yang dilakukan adalah menghapus, maka sama saja seperti melarang anak kecil makan permen, justru yang seharusnya adalah tidak melarang anak kecil makan permen, tapi mengatur supaya permen yang diproduksi itu tidak merugikan anak kecil seperti sebelumnya.
Bonek akan menjadi aset yang besar jika dapat dikelola dengan baik, sama seperti hooligan di Inggris. Hooligan dahulu sama seperti tak ubahnya Bonek, bahkan lebih parah dari pada bonek. Lihat apa yang terjadi ketika pemerintah Inggris secara total mengelola dengan baik Hooligan. Seluruh pihak terkait bekerjasama, mulai keamanan, pemerintah, masyarakat, pemilik klub, dll. Mereka semua bekerjasama, mulai dari menerapkan pendataan semua identitas, penerapan sistem teknologi keamanan modern, penerapan sistem langganan tiket, dan masih banyak lainnya. Sehingga apabila yang dilakukan adalah serta merta menghapus nama Bonek dari kota Surabaya itu adalah hal mustahil dan bisa dikatakan keputusan yang terlalu emosional. Yang perlu dilakukan harus banyak mengaca pada pola pikir negara lain yang dalam mengatasi masalah bukanlah serta merta melarang, tapi perlahan diatur dan dikelola, sehingga subyek permasalahan bisa mengubah secara perlahan. Hal tersebut juga dapat berdampak baik, karena sifat dasar manusia tidak mau dipaksa, namun jika bisa perlahan dikelola maka akan bisa berubah atau menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga yang timbul adalah kesadaran dari subyek permasalahan tersebut, maka bisa akan bertahan selamanya, namun jika dipaksa (dihapus dll) maka yang terjadi bisa saja diselesaikan namun tidak akan bertahan lama.
Secara tidak langsung maka akan bisa memberikan kontribusi pembangunan kota Surabaya.
Bayangkan hanya karena bonek, suatu saat bisa menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD kota Surabaya.
Itu opini saya.
Maaf jika dianggap out of topic, tapi ini juga secara tidak langsung menyinggung pembangunan di kota Surabaya.
Ebek21 February 11th, 2009, 02:57 AM ^^ Coba sih, kalau menurut kamu, bagaimana mengelola bonek supaya bisa memberi nilai tambah buat Surabaya ? Saya tertarik mendengarnya. It's okay, sedikit OOT gakpapa.
teddybear February 11th, 2009, 03:22 AM busway gagal sekarang malah incar proyek lebih susah lagi? Bagus sih kalo bisa, tapi aku meragukan. Bonek bisa saja dihapus, kalo pemerintah niat. Nggak ada baiknya bonek itu, kalo tetap terus rusuh dan merusak percuma membangun Surabaya.
MinImaX February 11th, 2009, 06:11 AM Gw duduk manis dulu dengerin solusi dari sbyctzn tentang bonek... :p
Avatarnya Ebek21 The Legend of the Condor Heroes ya... :p
Tentang mass transportation, daripada susah2 buat transportasi baru, mendingan transportasi yang sudah ada diperbaiki dulu. Kalau yang lama masih belum aman, nyaman, tertib, bersih, tepat waktu, nantinya yang baru juga bakalan sama saja. Yang naik angkutan umum ya itu2 saja. Kecuali, transportasi baru mengenakan tarif yang cukup mahal, sehingga orang2 yang naik adalah yang berpenghasilan tinggi / berpendidikan, yang otomatis memiliki kesadaran lebih tinggi untuk menjaga lingkungan dan fasilitas publik.
Kalau tarifnya mahal nanti dipersoalkan lagi oleh DPRD / warga lainnya.. serba repot jadinya... :D
sbyctzn February 11th, 2009, 07:39 AM Untuk pengelolaan pastinya saya tidak tau persis, namun sebagai studi banding tidak perlu jauh-jauh, kota tetangga Malang sudah berada di jalan sukses mengelola fans klub sepakbola untuk bisa ditiru. Tidak perlu meniru muluk-muluk ke Inggris dulu, cukup meniru bagaimana pengelolaan yang ada di Malang.
Jika ingin membuktikan kesuksesan pengelolaan kelompok suporter bisa melihat apa yang sudah ada di Malang.
Secara tidak langsung industri marchendise bermunculan akibat adanya fanatisme yang terkendali, pengelolaan tiketing masuk stadion di masa depan, moda transportasi, dll. Logikanya begini, kalau tidak ada yang menyukai sepakbola, atau persebaya tepatnya, apa mungkin bakal dibangun stadion megah? Untuk apa membangun stadion sepakbola yang megah jika tidak bisa menghasilkan manfaat?
Misalnya saja GBT sudah berdiri tapi kemudian tidak digunakan, dibiarkan sebagai monumen sampai temboknya lumutan dan toiletnya bau pesing. Pasti tidak dong, ada faktor yang mempengaruhi walaupun sedikit dari sebuah kebesaran kelompok suporter.
Pengelolaan dapat berbagai bentuk, untuk saat ini saja, telkomsel sudah berani membuat member card khusus untuk bonek, dengan kepemilikan member card khusus tersebut mereka bisa mendapatkan potongan harga. Selain itu telkomsel juga mengeluarkan sistem tiket pemotongan langsung dari pulsa. Hal tersebut adalah sebagian kecil, bahkan pemanfaatan aset yang masih belum seberapa. Hal tersebut juga membuktikan bahwa muncul industri baru yang diakibatkan oleh fanatisme sebuah kelompok. Nah kalau misalnya dihapus, berarti kan juga menghapus potensi-potensi kecil seperti itu. Padahal itu masih sebagian kecil, apalagi jika dikelola dengan baik dan profesional, apakah tidak akan membanggakan dan mendapatkan pendapatan?
Yang lalu biarlah berlalu, sudah banyak orang yang mengatakan hal itu, apakah penjahat mantan napi juga tidak memperoleh hak untuk hidup berbaur di masyarakat? Padahal dia telah memiliki potensi yang dia dapatkan saat berada di LP, apakah dengan alasan membawa nama buruk dia kemudian menolak mentah-mentah dia untuk berbaur di masyarkat? Padahal dia mempunyai keahlian yang berguna untuk membangun masyarakat lingkungannya. Saya rasa tidak fair lah jika terus membawa nama buruk masa lalu. Yang terbaik justru memberikan kesempatan dan mengelolanya.
Fakta di lapangan sudah jauh berbeda dari dulu, dulu memang seperti itu, sekarang sudah banyak perubahan pada bonek. Sehingga tidak salah jika pemerintah mulai memperbaiki nama bonek.
Jika sudah berubah kemudian untuk apa dihapus, cuma karena alasan membawa nama buruk masa lalu, dan mengorbankan potensi yang bisa saja didapat di masa depan?
Saya yakin kok! pasti berhasil.
Ebek21 February 11th, 2009, 07:54 AM ^^ Ya bagus kalau dikelola dengan benar sebagai kelompok suporter yg resmi dan berbudaya (beradab) dan tidak disalahgunakan sebagai alat untuk mengancam2 keselamatan warga masyarakat yg lain maupun sarana prasarana kota, baik terorganisir maupun tidak terorganisir. Sebagai warga Surabaya, saya juga senang kalau Persebaya berprestasi, dengan catatan tanpa diembel2i ketakutan akibat ulah suporternya.
Oke, sekian aja ya tentang boneknya. Let's continue with SRRTS. Wait for my next post.
@MinImax: Benar, itu gambarnya Kwee Tjeng hehe..
sbyctzn February 11th, 2009, 08:05 AM Langkah yang diambil pemerintah sudah cukup baik untuk awalan, dengan menamakan kereta Bonek, karena bonek akan merasa memilikinya. Sehingga dikemudian hari tidak ada lagi bonek yang menyetop truk atau kendaraan terbuka lainnya. Setiap korwil pengurus bisa mengatur dan mendidik untuk menggunakan moda angkutan massal tersebut. Lokasi GBT dengan rel kereta Benowo sendiri sangat dekat, sehingga sangat strategis kereta yang akan diluncurkan tersebut. Bayangkan perekonomian di daerah benowo akan semakin tumbuh, keadaan akan berbalik jika kemudian bonek dihapus. Misalnya saja dengan tegas pemerintah tidak mentolerir lagi atas keberadaan bonek, dilarang penuh untuk membawa-bawa nama identitas dan nama bonek. Apa yang terjadi? Masyarakat itu tidak bisa dipaksa, pasti terjadi konflik. Kemudian perkiraan lain, jika misalnya dengan legowo semua bonek bersedia tidak menggunakan identitas dan tidak ada lagi yang namanya bonek, akan bagaimana perencanaan GBT yang sudah matang yang digagas Bapekko? Apa cuma digunakan untuk event yang jarang, seperti PON dll. Kemudian untuk apa stadion sebesar itu?
Bagaimana dengan harapan masyarakat benowo agar perekonomiannya disana bisa sedikit terangkat?
Tinggal bagaimana cara semua pihak bisa kerjasama untuk mengaturnya. Massa itu sulit untuk ditentang, teori society sudah berbicara, itu sudah sifat mutlak manusia, tidak mau ditentang secara terbuka. Kita harus mengaturnya secara perlahan, kesempatan sudah ada, karena para bonek pada kenyataannya sudah banyak berubah. Tinggal melanjutkannya saja.
sbyctzn February 11th, 2009, 08:20 AM Hehe3x... You right ebek,
itu just my opinion.
Saya cuma memberikan sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi permasalahan, dalam hal ini yang kita lakukan adalah mengikuti arus sungai yang mengalir, bukan malah menantangnya, yang akan terbalik perahu kita, jika suatu saat arus sungainya lemah, baru kita menuju tujuan kita untuk menjadi lebih baik.
OK that all...
Lets back to topic!
About SRRTS
bagus sih.
Ini apa tindak lanjut dari peresmian dari menhub dulu? Yang kerjasama dengan Prancis mengenai Elevated Railways itu?
Kalau menurut saya itu bagus untuk jangka panjang saja. Tidak ada anggaran untuk itu, pemerintah pusat angin-anginan dengan permasalahan itu. Padahal pem pusat pemberi anggaran terbesar.
Lebih baik pemkot meremajakan semua bus kota tua di surabaya menjadi seperti bus kota baru dari bantuan dishub yang berwarna biru itu. Katakan saja satu bus harganya 2 miliar, alokasikan dana 200 miliar buat meremajakan semua bus kota. Pasti masyarakat surabaya pada suka. Juga diikuti dengan penambahan jalur baru, melingkari surabaya, dari utara ke selatan, dari timur ke barat dll. Dan cukup memperbanyak shelter. Tidak perlu dibuatkan jalur khusus.
Ebek21 February 11th, 2009, 08:41 AM Gerbangkertasusila
Menyatukan Lima Kota dalam Satu Jaringan
Berdasarkan data Regional Economic Development Institute (REDI) pada semester I 2008 penjualan sepeda motor di tanah air menembus angka tiga juta unit, yang berarti pada akhir tahun nanti mencapai sekitar enam juta unit. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan sepeda motor meningkat pesat. Sejak lima tahun lalu, penjualan sepeda motor mengalami peningkatan sebesar 100 persen Dengan produksi tiga juta unit pada semester I 2008, maka secara nasional, populasi sepeda motor diperkirakan sebesar 47 juta unit, yang berarti tingkat kepemilikan sepeda motor (density rate) sekitar enam unit. Pertambahan sepeda motor ternyata diikuti peningkatan jumlah mobil. Pasar mobil Indonesia dalam triwulan I tahun 2008 mencapai angka 135.598 unit atau melonjak tajam 60,78 persen dibanding triwulan I tahun 2007 yang sebesar 84.337 unit.
Menurut Peneliti Redi (Regional Economic Development Institute) Habib Basuni AK, kebutuhan akan sepeda motor semakin terlihat terutama di Surabaya. Dengan penduduk lebih kurang 2,8 juta jiwa di pusat kota dan 8 juta jiwa di kota-kota pendukung di sekitarnya Surabaya memiliki angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen per tahun, perkembangan kendaraan bermotor mencapai 20 persen. "Jika diamati, jalan raya di Surabaya menjadi penuh sesak dengan sepeda motor dan mobil pribadi, karena masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum. Usaha untuk menghentikan pertumbuhan sepeda motor pasti tidak mungkin dilakukan karena hal ini diluar wewenang pemerintah kota Surabaya," papar Habib seperti dikutip pada harian Surabaya Post (28/7/08). "Berdasarkan kecenderungan data yang ada saat ini, dapat diperkirakan secara realistis kondisi Surabaya 15 tahun yang akan datang. Pada tahun 2020, diperkirakan jumlah penduduk sebesar 3,5 juta jiwa, jumlah kendaraan bermotor sebesar 11 juta unit, jumlah perjalanan masyarakat Kota Surabaya per hari tahun 2020 adalah sebesar 27 juta kali," tambah Habib.
Sebagai kota terbesar kedua sekaligus pusat perdagangan di Kawasan Indonesia Timur, Surabaya menjadi kota yang menarik para kaum imigran untuk tinggal. Sudah barang tentu, kondisi ini membutuhkan kesiapan dari Pemerintah Kota Surabaya untuk mengambil langkah antisipatif dalam menyikapinya, terutama pemenuhan layanan publik (public service) dalam melayani masyarakat Surabaya. Salah satu layanan publik itu adalah sarana dan prasarana transportasi di Kota Surabaya. Penataan sarana transportasi menjadi syarat wajib bagi Kota Surabaya, agar semakin hari sistem transportasi kota menjadi jelas arahnya. Imbasnya akan diterima masyarakat, baik secara ekonomis, kesehatan maupun secara psikologis dan efek-efek lainnya.
Perencanaan pembangunan publik transportasi kiranya sangat mendesak untuk segera diterapkan. Perbaikan angkutan umum perkotaan berbasis jalan rel di wilayah Surabaya adalah jawabannya. Ini sekaligus sebuah tantangan untuk seluruh wilayah regional dan nasional karena Surabaya merupakan salah satu titik penting dari jaringan jalur kereta api di Pulau Jawa yang terhubung dengan pelabuhan laut besar di Surabaya sebagai penghubung kawasan timur Indonesia.
Sejalan dengan peningkatan taraf hidup masyarakat dalam kurun waktu terakhir, pemerintah melakukan upaya peningkatan pelayanan angkutan umum massal perkotaan dengan dioperasikannya kereta api komuter lintas Surabaya-Sidoarjo yang sekarang sudah diperpanjang menjadi Surabaya- Porong dan Surabaya-Lamongan disingkat Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan). Arah realisasi telah disepakati melalui penandatanganan MOU antara Gubernur Jawa Timur, H. Imam Utomo, Menteri Perhubungan, Jusman Syafe'i Djamal pada Senin, 5 Agustus 2008 bertempat di Stasiun Gubeng Surabaya.
http://farm4.static.flickr.com/3524/3271514438_03e77ab41a_o.jpg
Rekomendasi SnCF
Gerbong Kertosusilo merupakan sebuah konsep intregated transport yang menghubungkan wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan dalam bentuk angkutan perkotaan berbasis rel. Perencanaan peningkatan pelayanan angkutan transportasi kereta api di wilayah Gerbong Kertosusilo telah melewati berbagai studi pengembangan baik dari lembaga non profit dan profit dalam dan luar negeri. Upaya pengembangannya telah dilakukan sejak tahun 2006 berdasarkan MOU antara Ditjen Perkeretaapian dengan SNCF (Societe Nationale des Chemins de fer Francais) sebagai representasi dari Pemerintah Prancis. Realisasi dari kerjasama ini memberikan rekomendasi berupa perubahan teknis perkeretaapian yang ada sekarang. Seperti penyambungan jaringan kereta api beberapa stasiun yang masih single track menjadi double track (upaya ini terlebih dahulu didasarkan studi yang telah dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta Dinas Perhubungan Provinsi Jatim); "Salah satu contoh adalah keadaan Stasiun Turi ke Wonokromo saat ini hanya empat jalur, untuk itu diharapkan menjadi delapan jalur. Antara Stasiun Gubeng dengan Stasiun Pasar Turi dibuat double track. Dengan penambahan empat pengoperasian kereta jarak jauh meminimalisir waktu tunggu," jelas Rony Wahyudi, Direktur Utama PT. Kereta Api (Persero).
Sebelum kedatangan Jepang, double track membentang dari Stasiun Surabaya Kota hingga Stasiun Wonokromo, namun kini tinggal single track. Kecuali dari stasiun Surabaya Kota - Stasiun Tarik, Wonokromo - Semut jalur masih double track. Perubahan juga diterapkan pada peningkatan jaringan kereta antar stasiun Kandangan sampai Stasiun Waru dengan double track dilanjutkan double track Surabaya- Lamongan, Surabaya-Mojokerto dan Surabaya-Sidoarjo. Yang lain adalah pembangunan kereta api listrik jangka panjang dalam rangka menghemat energi serta memperbaiki dampak lingkungan; peningkatan stasiun Gubeng, stasiun Pasar Turi, stasiun Kota, stasiun Wonokromo, stasiun Waru dari E1 (elevasi level 1 atau ground level alias rata tanah) menjadi elevated trail way; dan terakhir adalah revitalisasi rute Sidoarjo-Tari dengan jalur tunggal.
Rekomendasi SNCF akan angkutan masal berbasis rel merupakan alternatif paling realistis untuk dikembangkan terutama di wilayah Gerbang Kertasusila. Melalui konsep pengembangan yang direkomendasikan SNCF, akan terbentuk koridor-koridor jalur transportasi potensial dan profesional dalam menekan demand lalu lintas kendaraan. Koridor yang kiranya layak untuk dioptimalkan adalah koridor utama Lamongan-Sidoarjo-Porong. Pengembangan akan ditingkatkan ke wilayah Selatan (Malang), wilayah Timur (Pasuruan) dan Barat (Mojokerto). Pengoptimalan juga dilakukan pada jalur sebidang dengan jalan raya yang nantinya direncanakan untuk dinaikan (elevated trail way), sehingga tidak ada kecelakaan selain keleluasaan perencanaan Kota Surabaya itu sendiri.
http://farm4.static.flickr.com/3453/3270694433_16cca1525c_o.jpg
10 tahun
Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo menyampaikan, bahwa pengembangan perkeretaapian di wilayah Surabaya direncanakan selesai dalam 10 tahun. "Untuk dana yang dinilai besar saya harapkan adanya tambahan dana dari investor luar agar bisa digunakan untuk keperluan pembangunan transportasi di Jatim, agar pembangunan transportasi kereta api di Jatim cepat selesai," paparnya.
Sebagai bentuk realisasi pengembangan kereta api di Gerbang Kertasusila saat ini sedang dilakukan penyambungan jaringan kereta api atau shortcut antara Stasiun Pasar Turi dengan Stasiun Gubeng melalui sumber dana dari APBN. Dengan demikian jaringan rel kereta api lintas utara akan tersambung jaringan kereta api lintas tengah, lintas timur dan lintas selatan. Peningkatan keselamatan dan keamanan dipenuhi melalui pemasangan early warning pada beberapa titik persimpangan sebidang di wilayah tersebut.
Menteri Perhubungan RI, Djusman Syafi'i Djamal mengatakan, MoU ini merupakan suatu komitmen bersama antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tujuannya, untuk mengayomi suatu inisiatif yang sudah lama ada di dalam jiwa masyarakat Jatim. "Visi itu sudah disampaikan melalui bentuk simulasi yang dihasilkan oleh karya mahasiswa ITS dan para pakar transportasi di Jawa Timur dengan SNCF yang mendanai. Hasil itu, akan kami implementasikan bersama," ujarnya.
Menurut Djusman, pihaknya memahami bahwa biaya yang dibutuhkan sangat besar. Total pembiayaan sebesar Rp 17,3 triliun terbagi dalam dua tahap, tahap pertama Rp 4,1 triliun, dan tahap kedua Rp 13,2 triliun. Untuk mempercepat gagasan itu, diperlukan adanya dana dari investor, BUMD, dan dikombinasikan dengan APBD serta APBN. "Dengan adanya nota kerjasama ini, visi dan misi dari masyarakat Jawa Timur telah tergambar dengan jelas dan suatu road map untuk menuju ke arah sana telah diletakkan pada hari ini untuk pondasi mewujudkan impian transportasi Gerbong Kertosusilo," urainya.
Kehadiran Gerbang Kertasusila ini merupakan jawaban dari ajakan Dirjen Perkeretaapian, Wendy Aritenang Yazid, saat berkunjung ke PT. INKA, untuk menghidupkan angkutan perkotaan berbasis rel. Kiranya nota kesepakatan bersama ini akan menjadi komitmen bersama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka mewujudkan perkeretaapian di wilayah Gerbang Kertasusila sebagai tulang punggung angkutan darat di Jawa Timur.
MinImaX February 11th, 2009, 12:08 PM Istilah bonek waktu itu kurang baik (sekarang juga masih), bondo nekat. Kalau memang masih mau menggunakan istilah bonek, bisa diganti kepanjangannya, dengan arti yang positif, membangun, dan terkesan ramah. Mungkin perlu diganti juga logo suporter Persebaya yang terkesan kurang ramah. Tentu perlu dilakukan sosialisasi supaya semua warga Surabaya, termasuk suporter, bisa memahami istilah bonek yang sudah semakin baik. :)
Pembenahan transportasi di Jawa Timur bakal jadi prioritas utama oleh gubernur kita yang baru yang segera dilantik besok. :okay:
Kalau ada yang sempat tolong update report box culvert di Banyu Urip, pelebaran Kalianak, Kenjeran, (apa lagi ya...). Thanks. :)
Ebek21 February 11th, 2009, 01:34 PM This is the first picture of Frontage Road construction (or more precisely, land clearing) for years.
Bertahan Dengan Harga Tinggi, Hambat Pembongkaran
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/kk61681_clip2.jpg
Lahan yang sudah dibebaskan langsung dibongkar
suarasurabaya.net| Meski sekurangnya 19 unit bangunan dikawasan Kelurahan Jemur Wonosari yang akan digunakan sebagai frontage road, Rabu (11/02) sudah dibebaskan, tetapi sejumlah bangunan lainnya belum. Warga bertahan dengan harga tinggi.
Inilah yang membuat pembangunan jalur kecil pendamping jalur arteri (frontage road) disepanjang Jl. A. Yani berdampingan dengan rel kereta api, yang diharapkan mampu mengurai kepadatan, menjadi terganjal.
SRI MULYONO Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, saat dihubungi suarasurabaya.net Rabu (11/02) membenarkan hal itu. “Memang benar itu. Sampai saat ini sudah ada lahan yang sudah selesai dibebaskan di Jemursari sana. Tetapi masih banyak juga kawasan yang belum selesai dilakukan negosiasi sampai saat ini,” terang SRI MULYONO.
Sehingga, lanjut SRI MULYONO, pembangunan frontage road menjadi terganjal. “Kabarnya memang begitu. Warga minta harga tinggi. Jelas ini sangat menghambat,” tambah SRI saat dihubungi suarasurabaya.net, Rabu (11/02)
Ditemui ditempat berbeda, DIAH ERNAWATI SH, Lurah Jemur Wonosari membenarkan bahwa sejumlah lahan yang belum dibebaskan dikarenakan satu diantara penyebabnya adalah mahalnya harga ganti rugi.
“Kita akan terus lakukan nego dengan warga. Karena bagaimanapun ini bukan proyek komersial. Ini untuk kepentingan masyarakat luas, pembangunan jalan khan untuk umum. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” tutur DIAH ERNAWATI pada suarasurabaya.net, Rabu.
Untuk Jalur Pengurai Kepadatan, 19 Unit Bangunan Dirobohkan
suarasurabaya.net| Sekurangnya 19 unit bangunan diantaranya adalah rumah penduduk warga Jl. Jemursari, Rabu (11/02) terpaksa harus dirobohkan dalam rangka pembangunan jalur kecil pendamping jalan arteri (frontage road) dikawasan Jl. Ahmad Yani, Surabaya.
Bangunan-bangunan diantaranya adalah sejumlah rumah penduduk yang dirobohkan, termasuk diantaranya adalah sejumlah rumah diwilayah RT 2 RW 3 Kelurahan Jemur Wonosari Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Rabu (11/02) sebuah backhoe merobohkan beberapa bangunan milik warga tak jauh dari pos penjaga perlintasan kereta api dikawasan Jl. Jemursari. Dua rumah masing-masing milik MARIATI dan ACHMAD JAYADI, dirobohkan dan dalam waktu singkat sudah rata dengan tanah.
“Dua rumah sudah dirobohkan. Total sekurangnya 19 bangunan akan dirobohkan. Pemberitahuan sudah kita lakukan, bahkan sejak sekitar tahun 2007 lalu, sudah disosialisasikan. Dan Alhamdulillah, pemilik bangunan setuju,” terang DIAH ERNAWATI Lurah Jemur Wonosari, Rabu (11/02).
Ditemui dilokasi pembongkaran bangunan rumah milik warga, DIAH menambahkan bahwa diwilayahnya, sekurangnya terdapat 26 unit bangunan yang nantinya akan dirobohkan untuk pembangunan frontage road tersebut.
“Dari catatan kita 19 unit bangunan, tidak ada masalah. pemilik bangunan sepakat menerima ganti rugi, sehingga mempercepat proses pembongkaran sedangkan pemilik 7 unit bangunan lainnya dalam proses negosiasi,” tambah DIAH ERNAWATI saat ditemui suarasurabaya.net, Rabu
Both news taken from Suara Surabaya, Feb 11, 2009
Ebek21 February 11th, 2009, 03:12 PM More pics from Frontage Road project
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FRa.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FRb.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FRc.jpg
Taken from Suara Surabaya, Feb 11, 2009
Hadi February 11th, 2009, 04:24 PM :)
http://farm4.static.flickr.com/3420/3270037475_4374ab19fc_o.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3479/3270858652_8f49f8e1c6_o.jpg
Taken from Radar Surabaya, Feb 11, 2009
bagus deh.... harus optimis. Pasti bisa,,,!!!!! Yakin. contoh dulu Surabaya gersang kini tamannya banyak banget hanya dalam waktu kurang dari 5 tahun. Semua pasti bisa jika ada kemauan dan dukungan semua warga surabaya,
sbyctzn February 11th, 2009, 04:40 PM Syukur deh akhirnya pak Soekarwo yang jadi.
Soalnya kalo kofifah agak kurang mendukung pembangunan infrastruktur.
Yang pasti infrastruktur Jatim bakal terjamin dengan jadinya Soekarwo sebagai gubernur Jatim, utamanya JLS.
Hadi February 11th, 2009, 05:43 PM Setujui Harga Ganti Rugi Karena Untuk Kepentingan Umum
suarasurabaya.net| Sebagian warga Jemursari yang rumahnya terkena proyek pembangunan jalur kecil pendamping jalur arteri (frontage road) Jl. A. Yani, Surabaya, Rabu (11/02) mengaku setuju harga ganti rugi bangunan miliknya karena pembangunan untuk kepentingan umum.
“Kalau misalnya untuk plasa atau bangunan komersil, kita akan minta ganti rugi harga setinggi-tingginya. Tapi karena ini untuk proyek kepentingan umum, kita setuju saja. Lagian harganya juga sesuai kok,” kata AHMAD JAYADI satu diantara warga RT 2 RW 3 Kelurahan Jemur Wonosari.
AHMAD JAYADI, 45 tahun, adalah satu diantara warga yang rumahnya Rabu (11/02) ini, terpaksa dirobohkan karena terkena proyek pembangunan frontage road jalan A. Yani, bersebelahan dengan jalur lintasan kereta api.
Menurut AHMAD JAYADI, sosialisasi yang dilakukan oleh pihak kelurahan Jemur Wonosari sudah dilakukan sejak tahun 2007 yang lalu. “Karena itu, kita diberi kesempatan untuk menimbang-nimbang soal harga maupun, kerugian jika dilakukan pembongkaran. Akhirnya kita setuju,” tuntas AHMAD JAYADI.
Hal senada juga disampaikan MARIATI, 52 tahun, warga RT 2 RW 3 Jemur Wonosari, bahwa pembongkaran sudah didahului ganti rugi yang sesuai. “Makanya kami setuju dan tidak perlu protes dan sebagainya,” kara MARIATI.
Ditemui terpisah, DIAH ERNAWATI Lurah Jemur Wonosari membenarkan bahwa pemilik sekurangnya 19 unit bangunan diwilayahnya sudah mendapat ganti rugi. “Kami sampaikan bahwa ini untuk kepentingan umum, dan warga setuju. Tapi memang tidak semua setuju dan menerima ganti rugi. Masih ada yang belum setuju,” pungkas DIAH ERNAWATI pada suarasurabaya.net, Rabu (11/02).(tok)
Bagus. Ini namanya berpartisipasi dalam pembangunan Kota
Rasanya semua musti mendukung kayak begini. Surabaya akan cepta majunya
Hadi February 11th, 2009, 05:46 PM Selasa, 10 Februari 2009 | 12:43 WIB | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis
Surabaya | Surya-Program Stop Cemari Kali Surabaya (SCKS) mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Surabaya Bambang DH. ”Program itu sangat bagus. Saya mendukung sepenuhnya,” kata Bambang saat menemui tim SCKS di kediaman Wali Kota Surabaya, Senin (9/2).
Bambang sudah punya keinginan sejak lama dan sudah mengusahakan agar Kali Surabaya meningkat kualitasnya. “Kalau kualitas air Kali Surabaya bagus, maka biaya air PDAM bisa lebih murah lagi, meskipun harga air saat ini sudah lebih murah dibanding daerah lain,” papar Bambang.
Ia juga menyambut baik usaha-usaha dinas dan instansi lain. “Saya tentu sangat mendukung program yang mengupayakan agar air Kali bersih. Kalau diminta sharing pun saya setuju,” kata pria yang suka melihat program lingkungan hidup di daerah lain ini.
Khusus untuk program Stop Cemari Kali Surabaya, ia bersedia turun langsung membimbing para relawan yang akan melakukan sosialisasi . “Saya bersedia turun langsung,” katanya.
Lebih lanjut Bambang menguraikan bahwa selama ini program yang berkaitan dengan lingkungan hidup menjadi salah satu prioritasnya. “Bahkan, program pengolahan sampah di Surabaya difilmkan dan disiarkan secara nasional di Jepang,” tuturnya. Karena itu, JICA akan memberikan prioritas dana bantuan ke Kota Surabaya, lantaran program yang selama ini dibuat dikerjakan dengan baik.
Sebenarnya, banyak ide Bambang untuk menjadikan Kota Surabaya ramah lingkungan. “Soal penerapan sidik jari pada KTP sebenarnya arahnya juga untuk menjaring warga yang tidak disiplin membuang sampah, namun masalah ini terkendala soal hukum,” katanya.
Khusus untuk warga bantaran sungai ia menekankan lima hal yaitu:
Tanami lahan dengan pohon yang rindang
Tanam dengan yang berbunga
Tanam dengan tanaman yang berbuah, meski tidak dapat dikonsumsi
Tanam dengan tanaman berbuah yang dapat dikonsumsi
Tanam dengan tanaman yang mampu menyerap CO2 yang tinggi seperti pohon mahoni. rr
lombok February 11th, 2009, 07:34 PM Surabaya Prepares City Commuters
Wednesday, 11 February, 2009 | 10:43 WIB
TEMPO Interactive, Surabaya: – The state-owned railway company, PT Kereta Api (PTKA) in Surabaya will operate two commuter trains in the city by the end of this year. "Each train will consist of two compartments with a 250-seat capacity," said PTKA Public Relations officer, Sugeng Prijono, yesterday.
The trains will operate for 24 hours, with tickets priced at Rp3.000 per passenger. These trains will pass the Benowo, Kandangan, Tandes, Pasar Turi, Kalimas, Sidotopo, Gubeng, Wonokromo and Waru stations.
The Surabaya Transportation Office suggested that the train be called Bonek. PTKA has asked the Surabaya administration to clear the squatters living the railway tracks.
ROHMAN T
sbyctzn February 12th, 2009, 03:37 AM Nice strart!!!
Ebek21 February 12th, 2009, 03:37 AM :okay:
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Newpark.jpg
Taken from Jawapos, Feb 12, 2009
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Newpark1.jpg
Taken from Radar Sby, Feb 12, 2009
sbyctzn February 12th, 2009, 03:40 AM Proyek Frontage Road Jl A. Yani Mulai Bongkar 19 Rumah
Untuk Proyek Frontage Road Jl A. Yani
SURABAYA - Pembebasan lahan untuk proyek frontage road di Jalan A. Yani berlanjut. Kemarin (11/2) pemkot membongkar 19 persil bangunan di sisi timur jalan itu. Sebagian di antara bangunan tersebut milik warga dan Perum Peruri.
Aktivitas pembongkaran yang dimulai sekitar pukul 09.00 itu dikawal petugas dinas bina marga dan pematusan (DBMP) bersama bakesbanglinmas. Tujuh truk pengangkut disiapkan di sepanjang jalan kecil di samping rel kereta api. Satu unit backhoe merobohkan tembok dan bangunan yang masih berdiri. Beberapa warung liar di pinggir rel juga diratakan dengan tanah.
Pembongkaran kemarin berjalan lancar. Warga tampaknya sudah bersiap-siap menyambut pembongkaran. Buktinya, mereka sudah memindahkan perabotan dan barang-barang ke tempat lain. Yang tersisa hanya tembok yang berdiri tanpa atap dan kusen. Reruntuhan tembok yang dirobohkan langsung diangkut ke atas truk.
Rencananya, pembongkaran kemarin meratakan 19 bangunan dengan luas 3.306,37 meter persegi. Untuk membebaskan 18 lahan milik warga, pemkot mengeluarkan anggaran Rp 8,12 miliar. Sedangkan satu persil milik Perum Peruri dibebaskan oleh Pemprov Jatim.
Lurah Jemur Wonosari Diah Ernawati mengatakan telah melakukan sosialisasi kepada warga pada 22 Januari lalu. Warga diminta untuk membongkar sendiri rumah masing-masing dengan batas waktu 10 Februari.
Sampai batas akhir, warga memang tidak kunjung membongkar rumah masing-masing. Tapi, mereka sudah memindahkan harta benda masing-masing ke tempat lain. "Akhirnya, kami yang membantu warga melakukan pembongkaran, bukan eksekusi, lho," ucapnya.
Menurut dia, tidak ada warga yang menolak pembongkaran. Sebab, mereka telah sepakat dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan oleh pemkot. Uang ganti rugi dibayarkan sejak Juni 2007 sampai Mei 2008. Pemkot membongkar karena pembangunan jalan segera dimulai.
Pembangunan jalur frontage di sebelah selatan IAIN Sunan Ampel, Surabaya, memakan 26 persil dan bangunan. Sampai saat ini, masih ada tujuh lahan milik warga yang belum bisa dibebaskan.
Erna menjelaskan, tujuh pemilik rumah itu sebenarnya telah sepakat dengan harga yang ditawarkan oleh pemkot. Nilai setiap lahan berbeda, bergantung hasil penilaian tim appraisal yang dihitung dengan melihat nilai strategis dan nilai jual objek pajak (NJOP).
Namun, pemkot belum membayar uang ganti rugi itu karena warga belum melengkapi persyaratan. "Misalnya, IMB (izin mendirikan bangunan, Red), sertifikat, dan syarat administrasi lain," jelas Erna. Setelah semua persyaratan tersebut dipenuhi, uang ganti rugi segera dicairkan karena sudah dianggarkan dalam APBD 2009.
Kasi Pemanfaatan DBMP Pemkot Surabaya R. Sigit Indra Priyanto menambahkan, lahan yang dibebaskan berjarak 30 meter dari badan Jalan A. Yani. Sesuai dengan rencana, sepanjang 15 meter digunakan PT KA dan sisanya dipakai untuk membangun frontage road. Rinciannya, 11 meter digunakan untuk jalan dan sisanya buat trotoar. (eko/oni)
Taken from jawapos
sbyctzn February 12th, 2009, 03:42 AM :okay:
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Newpark.jpg
Taken from Jawapos, Feb 12, 2009
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Newpark1.jpg
Taken from Radar Sby, Feb 12, 2009
He3x Surabaya benar-benar hijau....
sbyctzn February 12th, 2009, 04:39 AM Rendering
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/32849large.jpg
Sudah nampak mulai terlihat konstruksi tribun.
Sudah ada 5 crane yang terpasang, masing-masing 3 untuk stadion utama, 1 untuk indoor stadion, dan 1 untuk masjid.
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/IMG_0573.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/IMG_0574.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/IMG_0577.jpg
Ngebut pengerjaannya, sangat banyak antri truk pengangkut sirtu, lebih dari 15 truk, sedangkan pergerakan crane sangat aktif. juga banyak pekerja yang berlalu lalang.
:banana::banana::banana:
MinImaX February 12th, 2009, 06:46 AM ^^ It's very fast :), where you take these photos?
Lewat jalan mana untuk menuju ke lokasi GBT ini? Dari Citraland atau Tandes sudah bisa?
sbyctzn February 12th, 2009, 06:56 AM ^^ It's very fast :), where you take these photos?
Lewat jalan mana untuk menuju ke lokasi GBT ini? Dari Citraland atau Tandes sudah bisa?
Untuk menuju ke GBT ini ada dua alternatif (tapi masih bukan jalur resmi, yang dimaksud resmi itu benar-benar jalan akses untuk GBT)
1. Lewat jalan kalianak menuju arah Gresik, nanti sebelum perbatasan, tepat pintu masuk Gresik belok ke kiri. tinggal mengikuti jalan.
atau dengan kata lain, jalur ini mengikuti jalur truk sampah :ohno:.
2. Lewat banyu urip terus lurus mengikuti jalan sampe peyang :nuts: ... he3x... kurang lebih 30 km kalau dari pusat kota. kalau di banyu uripnya saja 20 km.
3. Lebih enak naik komuter, turun stasiun benowo, tinggal melangkah sedikit sudah sampai.
Kalau aku lewat kalianak.
MinImaX February 12th, 2009, 07:23 AM wew jauh ya, pernah tau sih kalau mau ke Gresik ada jalan belok ke kiri.., yang di traffic light itu atau sebelumnya ya... lupa :D
Thanks sbyctzn sampai bela2in ke sana :), atau tiap hari lewat sana ? :p
Kalianak sudah lebar semua atau baru Tambak Osowilangun?
Tentang komuter, dulu temenku pernah coba untuk pertama kalinya naik ke Sidoarjo, penuh sesak, dan waktu turun, di depan temenku ada orang yang kecopetan... lalu temenku yang dituduh mengambil dompet,, wah langsung ga mau lagi naik komuter / kereta api kelas ekonomi... rawan banget, memang murah tapi resikonya besar.
Makanya aku sekarang masih skeptis kalo ada rencana pembangunan mass transport baru, tanpa adanya jaminan keamanan dsb. Apalagi diberi nama bonek :p. Butuh usaha keras pemkot untuk mengangkat citra public transportation.
sbyctzn February 12th, 2009, 09:02 AM Kalianak dkk, mayoritas sudah avenue, yang belum mungkin hanya beberapa yang itu penyebabnya adalah lahan yang dilewati adalah pemukiman penduduk. Masalah klasik pembangunan di Indonesia.
Masalah komuter, yup sampai sekarang memang begitu kenyataannya. Tidak di Surabaya saja, di kota lain juga menghadapi permasalahan yang sama.
Rumahku di Manyar Sabrangan, kemarin iseng saja, ingin tau progress GBT bagaimana. Ternyata perubahannya sangat signifikan, salut sama pemkot yang sangat serius dengan proyek ini.
Yang membuat salut lagi adalah pemkot tidak banyak bicara, diam-diam proyek sudah berjalan cepat.
Tidak ada publikasi di media nasional, bandingkan dengan proyek lain seperti SOR Gedebage. Wah.. Benar-benar diblow up di media, sampai semua orang tau. Sampai-sampai Adhyaksa Dault ikut bicara. Yang parahnya kemarin waktu lihat di ANTV, rendering untuk GBT salah lho..
Menyebut namanya juga salah, Stadiö Surabaya, begitu katanya.
Sudah rendering salah ditambah salah sebut nama lagi.
Yah tidak apa-apa lah, dalam waktu dekat pasti juga akan bermunculan proyek-proyek prestisius yang sudah jadi bermunculan.
Seperti contohnya saja Suramadu.
Pasti bakal banyak media televisi berbondong-bondong meliput untuk berita, feature, dll.
Tidak sabar bagaimana nanti hasil liputannya di televisi.
Wah.. Wah.. Ayo rekan-rekan Skyscrapercity yang ada di Surabaya, kita lomba cepat-cepatan untuk mendapatkan foto Suramadu yang sudah bisa dilewati dan di upload di Forum.
Siapa cepat dia dapat...
He3x...
Ayo Ayo....
Dan untuk GBT perkiraan saya mungkin tidak akan banyak media televisi yang akan meliput, itu perasaan saya...
Ayo Pak De Karwo jangan orasi politik terus, bangun Jawa Timur biar "semakin maju" (bukan "menjadi maju" lho, kalau "menjadi maju" kan logikanya berarti Jawa Timur belum maju, kalau "semakin maju" berarti sudah maju).
Kalo Pak De Karwo, percaya deh infrastruktur Jawa Timur akan semakin maju dengan cara mandiri.
Pak De Karwo masih orasi politik di Grahadi (tiru-tiru OBAMA) he3x...
Ebek21 February 12th, 2009, 11:47 AM @sbyctzn : Thanks for the update pics of GBT and salute for your effort as well, following garbage truck hehe.. Their progress is surprisingly very fast, really incredible considering other projects are slowing down at this time.
I'm really glad that several government projects that have been on hold for many years has showed significant progress now, for example : Gelora Bung Tomo (SSC), MERR-IIC road and bridge, frontage road in Ahmad Yani, and Kenjeran Road, not to mention Suramadu Bridge. Plus we have several new projects like Banyu Urip box culvert and remaking of Kenjeran Beach road network. It's exciting to see what Surabaya will looks like after all these projects have been finished.
=NaNdA= February 12th, 2009, 03:46 PM Gile.. :eek: itu stadion sampe ada 4 crane-nya.. :cheers:
pecinta_surabaya February 12th, 2009, 05:05 PM @sbyctzn : wah pulang2 bw oleh-oleh GBT nih.. :D Thx..
Gmn nilai semester ini?? :lol:
Perairan yg ada di sekitar GBT itu apa ya? Tambak/kali/laut?? Nantinya ttp ada??
sbyctzn February 12th, 2009, 05:15 PM Hehe3x... Yeah Ebek, garbage truck.
Location of GBT is near with LPA (garbage recycle facility), so no surprised if we go to there is always see garbage truck, especially smell of garbage.
sbyctzn February 12th, 2009, 05:25 PM Hehe3x... Yeah Ebek, garbage truck.
Location of GBT is near with LPA (garbage recycle facility), so no surprised if we go to there is always see garbage truck, especially smell of garbage.
@Nanda:
Yeah... Itu mungkin untuk mempercepat pengerjaan. Biar lebih cepat selesai.
Sudah tidak sabar melihatnya.
Berdasar obrolan saya dengan warga sekitar, mereka sangat berharap besar dengan keberadaan GBT ini nantinya.
Mereka ingin daerah benowo bisa lebih hidup ekonominya.
Ya.. Semoga saja!
=NaNdA= February 12th, 2009, 05:27 PM ^^ sekitar stadion pasti tumbuh ekonominya.. :cheers:
pecinta_surabaya February 12th, 2009, 05:35 PM http://img16.imageshack.us/img16/3791/71794054cs2.jpg
pecinta_surabaya February 12th, 2009, 05:36 PM ^^ Ga disinggung ttg Pakuwon Town Square (PATOZ) sama sekali.. :ohno:
teddybear February 12th, 2009, 06:09 PM Kalo dari news posting keliatannya Surabaya sudah berubah banyak, dan banyak daerah kumuh yg dibongkar/ditertibkan/dibersihkan. Jalan Pandegiling, Kapasari, Gembong, Bulak Banteng, Bunderan Dolog, tepi sungai di Keputran, pasar tradisional Wonokromo, Kapas Krampung, Kenjeran-Kedung Cowek, dll. Cuman Pasar Keputran masih belum terjamah :D
Gimana kabar pasar Tunjungan, Genteng dan Blauran?
Ebek21 February 13th, 2009, 03:33 AM Wow, Rp 20 Billion for Bundaran Waru Park !! :okay:
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Bwa.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BWb.jpg
Taken from Radar Surabaya, Feb 13, 2009
Ebek21 February 13th, 2009, 03:43 AM Even Kelas Dunia, NBA Madness Hadir di Indonesia
Sambut Ultah Jawa Pos,Kunjungi Empat Mal Surabaya
SURABAYA - Even basketball lifestyle kelas dunia, NBA Madness, bakal hadir untuk kali pertama di Indonesia. Even yang sudah rutin diselenggarakan di berbagai negara itu terwujud berkat kerja sama NBA dengan Jawa Pos, menyambut ulang tahun harian ini pada 1 Juli mendatang. Selama bulan Juni nanti, selama empat weekend, even ini akan hadir di empat mal di Surabaya.
NBA Madness presented by Jawa Pos ini akan menghadirkan pengalaman otentik NBA untuk masyarakat Indonesia, khususnya warga Surabaya dan Jawa Timur. Even ini gratis untuk segala usia, dan semua bisa menikmati berbagai permainan serta aktivitas basket yang seru dan menyenangkan.
Even ini akan hadir dalam empat weekend, antara 4 hingga 28 Juni 2009. Pembukaan diselenggarakan di Tunjungan Plaza 3 (4-7 Juni), berlanjut ke Mal Galaxy (11-14 Juni), Royal Plaza (18-21 Juni), dan Supermal Pakuwon Indah (25-28 Juni).
Selain menyuguhkan berbagai aktivitas seru, NBA akan menyuguhkan penampilan khusus dari liga basket paling bergengsi di dunia tersebut. Seorang bintang NBA dan satu dance team NBA akan tampil pada weekend terakhir, sedangkan satu maskot tim NBA akan hadir pada weekend pembukaan.
Siapa pemainnya, dan dari tim mana dance team serta maskot berasal, akan diumumkan kemudian. ''Kami senang bisa bekerja bersama NBA untuk mendatangkan NBA Madness ke Indonesia,'' kata Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos. ''Basket adalah salah satu olahraga paling populer di Indonesia, khususnya di Surabaya. Para penggemar di sini akan sangat bersemangat untuk berpartisipasi di NBA Madness pertama di Indonesia,'' ungkapnya.
Mark Fischer, managing director NBA Asia, menyebut NBA Madness sebagai cara yang luar biasa untuk berinteraksi dengan penggemar NBA secara global. ''Indonesia punya basis pemain basket yang tumbuh pesat. NBA Madness akan memberi mereka peluang untuk merasakan secara langsung pengalaman NBA untuk kali pertama,'' ujarnya.
Dalam NBA Madness, bakal ada lapangan basket mini yang disiapkan di mal-mal yang akan dikunjungi. Para penggemar dari segala umur lantas bisa berpartisipasi dalam berbagai even seru. Misalnya, NBA Slam Dunk Contest, NBA 2Ball, NBA 3-Point Shootout, NBA Shooting Stars, dan NBA Skill Challenge, dan lain-lain.
Tahun lalu, NBA Madness ini sudah diselenggarakan di berbagai negara di Asia. Yaitu, di Jepang, Korea, Taiwan, Singapura, Hongkong, dan Filipina. Khusus di Filipina, even ini sudah berlangsung selama tujuh tahun.
Even Kedua Surabaya
Hadirnya NBA Madness ini bakal menjadi catatan kedua Surabaya menjadi tuan rumah even resmi NBA. Tahun lalu, pada 23-24 Agustus, Surabaya juga menjadi tuan rumah even resmi pertama NBA di Indonesia.
Ketika itu, bintang Indiana Pacers Danny Granger menghadiri final DetEksi Basketball League (DBL), liga basket pelajar terbesar yang diprakarsai Jawa Pos. Granger juga tampil dalam NBA Basketball Clinic, memberi materi latihan kepada para champion DBL dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia.
Sejak tampil di Surabaya, karir Granger terus melonjak. Bulan ini, dia terpilih masuk NBA All-Star, mengukuhkan diri sebagai salah satu superstar NBA.
''Kami bangga bisa terus menghadirkan bintang kelas dunia ke Surabaya, menunjukkan bahwa even-even dunia tidak harus selalu diselenggarakan di Jakarta,'' kata Azrul Ananda, yang juga commissioner DBL. ''Semoga ini bisa menjadi hadiah istimewa untuk warga Surabaya dan Jawa Timur, dan semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk ikut membuktikan diri,'' tambahnya.
Berdasar pengalaman mengunjungi NBA Madness di Filipina, Azrul merasa yakin even ini bakal lebih heboh di Surabaya.
''Kita bisa melihat langsung, tanpa membayar, seorang pemain NBA beraksi. Kita bisa melihat langsung bagaimana penampilan atraktif sebuah dance team NBA. Kita juga bisa melihat langsung bahwa maskot NBA memang istimewa. Bukan sekadar pakai kostum lucu, dia juga punya kemampuan akrobatik,'' papar Azrul.
Taken from Jawapos, Feb 13, 2009
Ampelio February 13th, 2009, 03:55 AM Rendering
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/32849large.jpg
Sudah nampak mulai terlihat konstruksi tribun.
Sudah ada 5 crane yang terpasang, masing-masing 3 untuk stadion utama, 1 untuk indoor stadion, dan 1 untuk masjid.
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/IMG_0573.jpg
^^another Indonesia's great stadium in the making :okay:
http://img12.imageshack.us/img12/3108/66622552ax8.jpg (http://imageshack.us)
^^skyline di belakang-nya menambah keren... :)
AceN February 13th, 2009, 06:17 AM Wow, Rp 20 Billion for Bundaran Waru Park !! :okay:
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Bwa.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BWb.jpg
Taken from Radar Surabaya, Feb 13, 2009
another park, and more park to come in Surabaya.. :applause:
sbyctzn February 13th, 2009, 08:08 AM Soekarwo: Terima Kasih Khofifah, Saatnya Akhiri Perseteruan
SURABAYA - Jalan panjang pemilihan gubernur Jatim berakhir sudah. Gubernur dan wakil gubernur terpilih, pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa), kemarin dilantik Mendagri Mardiyanto dalam rapat paripurna istimewa DPRD Jatim.
Sempat dibayangi kekhawatiran hujan interupsi, agenda pelantikan kemarin akhirnya bisa diselesaikan tanpa hambatan apa pun. Tentu saja hal itu melegakan panitia. Maklum, agenda penting tersebut dihadiri pejabat pusat dan kepala daerah lain di Indonesia.
Selain Mendagri, pejabat pusat yang hadir adalah Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan Menkominfo Mohammad Nuh. Di samping itu, para gubernur dan wakil gubernur provinsi lain di Indonesia juga tampak hadir. Mereka, antara lain, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf. Kemudian, juga ada pimpinan puncak parpol, yaitu Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo.
Seluruh bupati dan wali kota di Jatim juga hadir.
Proses pelantikan kemarin berlangsung cukup singkat. Hanya sekitar satu jam. Agenda dimulai pukul 08.30. Begitu sidang dibuka, Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid langsung membacakan Keppres 07/P/2009 tentang penetapan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai gubernur dan wakil gubernur Jatim periode 2009-2014 dan membacakan hasil pilgub. Setelah itu, agenda langsung dilanjutkan dengan pengambilan sumpah.
Mendagri Mardiyanto setelah pelantikan menginstruksikan kepada pasangan Karsa untuk segera menyusun RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang disesuaikan dengan program prioritas pemerintah pusat. Selain itu, Mendagri juga menginstruksikan agar pasangan Karsa segera menyelesaikan beberapa program prioritas yang sudah lama disiapkan pemerintah di Jatim. Di antaranya, penyelesaian Jembatan Suramadu serta percepatan pembangunan 10 ruas jalan tol di wilayah Jatim plus penyelesaian Jalur Lintas Selatan (JLS). "Sebab, proyek ini yang akan menjadi pengungkit pembangunan di Jatim," kata Mardiyanto.
Meski dalam suasana cukup tegang, pelantikan itu berlangsung lancar. Apalagi, selama prosesi berlangsung, berkali-kali Saifullah Yusuf berusaha memecah ketegangan dengan gaya cengengesan-nya yang khas.
Belum lagi Fathorrasjid yang berkali-kali mengeluarkan joke-joke segar untuk membuat suasana lebih cair. Misalnya, "Kepada Karsa, kami ucapkan selamat. Kepada Pak Setia Purwaka (Pj gubernur Jatim yang lengser kemarin), kami ucapkan terima kasih. Kalau ada lowongan Pj gubernur, saya juga mau. Nggak usah ikut pilgub, langsung jadi gubernur," katanya sambil melirik Mendagri Mardiyanto yang ada di sebelahnya.
Bahkan, saat menutup sidang, Fathor pun masih menyempatkan diri untuk ber-joke ria. "Sebelum sidang ditutup, saya ingin mengucapkan salam khas warga PKB. Wallahul muwafiq ilaa aqwamittooriq wassalaamu alaikum," kata Fathor yang disambut gelak tawa seluruh hadirin. Maklum, Fathor adalah mantan politikus PKB yang kini menyeberang ke PKNU.
Agenda pelantikan Karsa kemarin sempat diwarnai isu hujan interupsi dari anggota dewan. Pasalnya, sebelumnya, sebagian anggota DPRD Jatim ngotot menolak rencana pelantikan itu. Terutama dari kubu Fraksi PPP, partai pendukung pasangan Kaji. Selain itu, ancaman interupsi juga datang dari Fraksi PKB yang getol menggoyang posisi Fathorrasjid sebagai ketua DPRD. Namun, interupsi itu tidak terealisasi. "Kami putuskan untuk menerima. Karena ini agenda yang sakral. Tapi, kami tetap mempertanyakan proses penetapan jadwal itu," kata anggota FPPP Jamal Abdullah Al Katiri.
Setelah agenda pelantikan tuntas, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Seluruh hadirin bergantian bersalaman dengan pasangan Karsa. Yang cukup menarik, beberapa petinggi FPPP malah silih berganti bersalaman dengan Karsa. Mereka, antara lain, M. Mirdasy (Plt sekretaris PPP Jatim) dan Farid Al Fauzi (mantan ketua PPP Jatim).
Selesai pelantikan, pasangan Karsa menggelar silaturahmi dengan seluruh pendukung di gedung Grahadi. Dalam agenda yang diramaikan beberapa pentas seni itu, Karsa kembali menegaskan beberapa janjinya pasca dilantik sebagai gubernur.
Salah satu yang bakal mendapat prioritas dari Karsa adalah percepatan pengentasan kemiskinan. ''Itu akan menjadi prioritas. Sebab, jika masyarakat lapar, dia tidak akan bisa berpikir rasional,'' katanya.
Selain itu, sederet program prioritas segera dia garap. Dia juga menjanjikan bakal menuntaskan proyek infrastruktur yang sampai saat ini belum selesai. ''Makanya, saya segera berkoordinasi dengan semua instansi dan wakil gubernur untuk membahas masalah ini,'' katanya.
Tak lupa, Soekarwo menyampaikan terima kasih kepada seluruh calon gubernur dan calon wakil gubernur yang telah bertarung secara dewasa sejak putaran pertama. ''Terima kasih kepada Bapak Soenarjo, Bapak Sutjipto, Bapak Achmady, dan Ibu Khofifah. Tanpa mereka, proses pilgub tidak akan jalan," katanya.
Secara khusus, dia juga menyampaikan terima kasih kepada Khofifah, rival utama Soekarwo dalam pilgub. "Terima kasih kepada Ibu Khofifah. Sudah saatnya kita akhiri perseteruan ini. Yang terpenting sekarang adalah melanjutkan pembangunan Jatim,'' ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan hadirin, termasuk mantan Gubernur Imam Utomo.
Meski banyak dihadiri tokoh nasional, agenda pelantikan kemarin masih kurang lengkap. Sebab, para calon gubernur yang sempat bertarung sejak putaran pertama tak ada yang datang.
Sementara itu, sekitar 150 orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Jawa Timur Penegak Kejujuran (Ampek) menggelar unjuk rasa menolak pelantikan gubernur dan wakil gubernur Jatim. Tapi, aksi tersebut sama sekali tak mengganggu prosesi pelantikan. Sebab, saat aksi berlangsung, pelantikan sudah selesai.(ris/wid/nw)
Taken from jawapos today.
AYO PAK DE KARWO, SEGERA BANGUN JAWATIMUR!!!!!!!!!!!!
AKU MENDUKUNGMU!!!! Segera selesaikan JLS dan Suramadu
sbyctzn February 13th, 2009, 08:15 AM :ohno::ohno::ohno::ohno: Lagi lagi masalah, ada aja!!!!!!!!!! memangnya ada apa sih dengan proyek frontage road??? apa ada konspirasi besar perpolitikan dibalik itu semua????? :bash::bash::bash:
http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/52089large.jpg
IAIN Sunan Ampel Belum Bersedia Lepas Lahan dengan Ganti Rugi Tunai
SURABAYA - Pembangunan frontage road di atas lahan milik IAIN Sunan Ampel masih buntu. Hingga kemarin, kampus negeri tersebut belum bersedia melepaskan lahannya dengan sistem ganti rugi tunai. Mereka tetap meminta tanah pengganti di lokasi baru.
Rektor IAIN Sunan Ampel Nur Syam menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah bertemu tim pemkot awal Desember 2008. Waktu itu dibicarakan tentang kemungkinan membuat MoU (nota kesepahaman) antara IAIN dengan pemkot.
Secara garis besar, MoU tersebut berisi kesediaan IAIN melepaskan tanahnya untuk proyek frontage road jika disetujui Departemen Agama (Depag) sebagai instansi yang menaungi IAIN. Skema pemberian ganti rugi akan diputuskan kemudian. ''Tapi, sampai hari ini (kemarin, Red) MoU itu belum ada,'' katanya.
Karena itu, hingga kini IAIN belum mengambil sikap apa pun. Nur Syam mengaku tidak ingin bertindak gegabah. Apalagi, persoalan itu menyangkut tanah negara yang rawan terjadi penyalahgunaan.
''Yang jelas, sebelum MoU ditandatangani, kami harus berkonsultasi dulu ke Departemen Agama dan Departemen Keuangan,'' ujar pria asal Tuban itu. Tujuannya, menanyakan keabsahan MoU tersebut dari segi hukum, sesuai landasan pengalihan tanah berdasar ketentuan yang ada.
Pada prinsipnya, kata dia, IAIN akan melaksanakan tindakan sesuai solusi yang diberikan Depag. Jika Depag menyepakati dan menyetujui isi MoU, pihaknya akan melaksanakan. ''Kami hanya pelaksana, Depag pusat yang berwenang menentukan nasib tanah itu,'' tegasnya.
Lebih jauh Nur Syam menuturkan, sejatinya proyek frontage road tersebut tinggal selangkah lagi. Bila pemkot menyetujui permintaan tanah pengganti yang diajukan IAIN, persoalan bisa teratasi. Bahkan, tidak akan berlarut-larut seperti saat ini.
''Kami butuh tanah untuk pengembangan kampus. Sebab, saat ini jumlah mahasiswa semakin banyak. Jika mendapat tanah baru, kami juga bisa membuka prodi (program studi, Red) baru,'' jelasnya.
Sebagaimana diketahui, pembangunan frontage road di sisi timur Jalan Ahmad Yani terkendala pembebasan lahan di depan Kampus IAIN. Lahan itu seluas 6.000 meter persegi. IAIN bersikeras meminta pembebasan dilakukan lewat sistem ruilslag alias tukar guling.
Di sisi lain, pemkot hanya mau membebaskan lahan tersebut dengan pembayaran tunai. Padahal, jika menggunakan cara pemkot, uang ganti rugi langsung masuk ke kas negara dan IAIN tidak mendapat apa-apa. Itulah yang membuat IAIN berkeberatan dan bersikeras tukar guling.
Sementara itu, pembongkaran 19 rumah warga di sisi timur Jalan Ahmad Yani (dekat Perum Peruri) hingga kemarin masih berlangsung. Untuk mempercepat pembongkaran, pemkot menggunakan backhoe dan sejumlah pekerja. Ada juga truk untuk mengangkut puing bangunan yang telah dirobohkan. Pembongkaran akan diikuti pengaspalan jalan. (may/oni)
Taken from Jawapos today.
Hadi February 13th, 2009, 08:16 AM Wow, Rp 20 Billion for Bundaran Waru Park !! :okay:
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Bwa.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BWb.jpg
Taken from Radar Surabaya, Feb 13, 2009
Hebat!!!!!!. Yakin dah Surabaya akan jauh lebih hijau lagi dan indah kedepannya. Go Surabaya
sbyctzn February 13th, 2009, 08:33 AM Design
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RSBedah1.jpg
Progress
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/IMG_0578.jpg
Sibuk sekali di lokasi proyek, ada puluhan pekerja proyek yang sibuk bekerja.
sbyctzn February 13th, 2009, 08:50 AM .............
sbyctzn February 13th, 2009, 08:51 AM Even Kelas Dunia, NBA Madness Hadir di Indonesia
Sambut Ultah Jawa Pos,Kunjungi Empat Mal Surabaya
SURABAYA - Even basketball lifestyle kelas dunia, NBA Madness, bakal hadir untuk kali pertama di Indonesia. Even yang sudah rutin diselenggarakan di berbagai negara itu terwujud berkat kerja sama NBA dengan Jawa Pos, menyambut ulang tahun harian ini pada 1 Juli mendatang. Selama bulan Juni nanti, selama empat weekend, even ini akan hadir di empat mal di Surabaya.
NBA Madness presented by Jawa Pos ini akan menghadirkan pengalaman otentik NBA untuk masyarakat Indonesia, khususnya warga Surabaya dan Jawa Timur. Even ini gratis untuk segala usia, dan semua bisa menikmati berbagai permainan serta aktivitas basket yang seru dan menyenangkan.
Even ini akan hadir dalam empat weekend, antara 4 hingga 28 Juni 2009. Pembukaan diselenggarakan di Tunjungan Plaza 3 (4-7 Juni), berlanjut ke Mal Galaxy (11-14 Juni), Royal Plaza (18-21 Juni), dan Supermal Pakuwon Indah (25-28 Juni).
Selain menyuguhkan berbagai aktivitas seru, NBA akan menyuguhkan penampilan khusus dari liga basket paling bergengsi di dunia tersebut. Seorang bintang NBA dan satu dance team NBA akan tampil pada weekend terakhir, sedangkan satu maskot tim NBA akan hadir pada weekend pembukaan.
Siapa pemainnya, dan dari tim mana dance team serta maskot berasal, akan diumumkan kemudian. ''Kami senang bisa bekerja bersama NBA untuk mendatangkan NBA Madness ke Indonesia,'' kata Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos. ''Basket adalah salah satu olahraga paling populer di Indonesia, khususnya di Surabaya. Para penggemar di sini akan sangat bersemangat untuk berpartisipasi di NBA Madness pertama di Indonesia,'' ungkapnya.
Mark Fischer, managing director NBA Asia, menyebut NBA Madness sebagai cara yang luar biasa untuk berinteraksi dengan penggemar NBA secara global. ''Indonesia punya basis pemain basket yang tumbuh pesat. NBA Madness akan memberi mereka peluang untuk merasakan secara langsung pengalaman NBA untuk kali pertama,'' ujarnya.
Dalam NBA Madness, bakal ada lapangan basket mini yang disiapkan di mal-mal yang akan dikunjungi. Para penggemar dari segala umur lantas bisa berpartisipasi dalam berbagai even seru. Misalnya, NBA Slam Dunk Contest, NBA 2Ball, NBA 3-Point Shootout, NBA Shooting Stars, dan NBA Skill Challenge, dan lain-lain.
Tahun lalu, NBA Madness ini sudah diselenggarakan di berbagai negara di Asia. Yaitu, di Jepang, Korea, Taiwan, Singapura, Hongkong, dan Filipina. Khusus di Filipina, even ini sudah berlangsung selama tujuh tahun.
Even Kedua Surabaya
Hadirnya NBA Madness ini bakal menjadi catatan kedua Surabaya menjadi tuan rumah even resmi NBA. Tahun lalu, pada 23-24 Agustus, Surabaya juga menjadi tuan rumah even resmi pertama NBA di Indonesia.
Ketika itu, bintang Indiana Pacers Danny Granger menghadiri final DetEksi Basketball League (DBL), liga basket pelajar terbesar yang diprakarsai Jawa Pos. Granger juga tampil dalam NBA Basketball Clinic, memberi materi latihan kepada para champion DBL dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia.
Sejak tampil di Surabaya, karir Granger terus melonjak. Bulan ini, dia terpilih masuk NBA All-Star, mengukuhkan diri sebagai salah satu superstar NBA.
''Kami bangga bisa terus menghadirkan bintang kelas dunia ke Surabaya, menunjukkan bahwa even-even dunia tidak harus selalu diselenggarakan di Jakarta,'' kata Azrul Ananda, yang juga commissioner DBL. ''Semoga ini bisa menjadi hadiah istimewa untuk warga Surabaya dan Jawa Timur, dan semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk ikut membuktikan diri,'' tambahnya.
<ini yang saya suka dari putra daerah asli yang mau memajukan daerahnya seperti Jakarta, Jawapos Group memang top deh untuk urusan membangun daerahnya menjadi pusat segala sesuatu di Indonesia.......>
Berdasar pengalaman mengunjungi NBA Madness di Filipina, Azrul merasa yakin even ini bakal lebih heboh di Surabaya.
''Kita bisa melihat langsung, tanpa membayar, seorang pemain NBA beraksi. Kita bisa melihat langsung bagaimana penampilan atraktif sebuah dance team NBA. Kita juga bisa melihat langsung bahwa maskot NBA memang istimewa. Bukan sekadar pakai kostum lucu, dia juga punya kemampuan akrobatik,'' papar Azrul.
Taken from Jawapos, Feb 13, 2009
............. <ini yang saya suka dari putra daerah asli yang mau memajukan daerahnya seperti Jakarta, Jawapos Group memang top deh untuk urusan membangun daerahnya menjadi pusat segala sesuatu di Indonesia.......>
Ebek21 February 13th, 2009, 09:28 AM Design
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RSBedah1.jpg
Progress
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/IMG_0578.jpg
Sibuk sekali di lokasi proyek, ada puluhan pekerja proyek yang sibuk bekerja.
Thanks for the update !! It's nice to see many projects keep going on !!
Hadi February 13th, 2009, 05:05 PM http://img24.imageshack.us/img24/9043/pendestrianje5.jpg
Salah satu kemajuan kota itu dibutuhkan dukungan semua pihak, dan aku kok melihat ya surabaya akan makin maju pesat karena banyak pihak swasta yang mendukung.
Hadi February 13th, 2009, 05:15 PM ............. <ini yang saya suka dari putra daerah asli yang mau memajukan daerahnya seperti Jakarta, Jawapos Group memang top deh untuk urusan membangun daerahnya menjadi pusat segala sesuatu di Indonesia.......>
termasuk kepala daerahnya juga ini
http://microsite.detik.com/SurabayaResikMakCling/
teddybear February 13th, 2009, 08:08 PM ^How the investor who paid 20 billion can get back the money from the park, I wonder? The park has no fee for everybody to enter!?
sbyctzn February 14th, 2009, 03:32 AM Akhirnya...
IAIN, Pemkot dan Depag, Sepakat Pinjam Pakai Lahan IAI
SURABAYA - Ibarat sinetron, polemik yang melilit pembebasan lahan milik IAIN Sunan Ampel untuk proyek frontage road segera mencapai episode akhir. Kemarin (13/2) Wakil Wali Kota Arif Afandi mengatakan, pemkot dan Departemen Agama (Depag) telah sepakat untuk menggunakan lahan tersebut dengan status pinjam pakai."Saya sudah bertemu Menteri Agama Pak Maftuh (Basyuni, Red). Beliau sepakat untuk menggunakan lahan IAIN dengan status pinjam pakai," kata Arif. Dengan kesepakatan tersebut, tidak ada lagi halangan bagi pemkot untuk segera membangun jalan di lahan seluas enam ribu meter persegi itu.Dengan status pinjam pakai, pemkot bisa membangun jalan tersebut kapan pun. Namun, hak kepemilikan masih atas nama IAIN sampai pembahasan ganti rugi antara pemkot dan IAIN selesai. "Apakah ganti ruginya berupa uang atau ruilslag, dibahas nanti. Yang penting sekarang, dibangun jalan dulu," tambahnya.Hal itu dilakukan agar proyek yang dicanangkan sejak beberapa tahun lalu tersebut tidak gagal lagi hanya karena negosiasi yang alot. Toh, lanjut Arif, frontage road dibangun untuk kepentingan seluruh masyarakat Surabaya.Hanya, sebelum menggunakan lahan, Maftuh mensyaratkan agar dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU) yang diteken pemkot dan IAIN. "Pak Maftuh janji ke saya akan ngomon soal tanah itu ke IAIN," jelasnya.
Lebih lanjut, Arif menjelaskan, proses negosiasi memang sempat terhambat karena rektor IAIN belum dilantik. Namun, saat ini pucuk pimpinan kampus negeri itu sudah jelas sehingga perjanjian siap untuk diajukan.Saat ini draf MoU masih tahap finalisasi. Draf itu disusun Badan Perencana Pembangunan Kota (Bappekko) Surabaya dan Asisten II Sekkota. "Pekan depan sudah bisa diajukan ke IAIN untuk ditandatangani. Setelah itu, pemkot bisa memakai lahan tersebut," ucapnya.
Arif menambahkan, dengan adanya restu dari Depag, pembebasan lahan dari Jemursari hingga Margorejo sudah beres. "Sisa tujuh rumah yang kemarin dibongkar kan tinggal urusan administrasi. Saya rasa tidak butuh waktu lama," tuturnya.
Kegigihan IAIN untuk meminta ganti rugi lahan baru, menurut Arif, tidak perlu disalahkan. Sebab, IAIN juga tidak ingin kehilangan lahannya begitu saja dan uang pengganti tanah masuk ke Depag. Di sisi lain, pemkot tetap memberi ganti rugi uang karena tidak ingin pembangunan berlarut-larut lagi. Sebab, jika sistem ruilslag, pemkot harus mencari ganti tanah baru. "Itu yang sulit dan makan waktu," ujarnya.
Seperti diberitakan, pembangunan frontage road di sisi timur Jalan Ahmad Yani terkendala pembebasan lahan di depan kampus IAIN. Penyebabnya, pemkot dan IAIN tidak sepakat mengenai pemberian ganti rugi. IAIN ngotot meminta pembebasan dilakukan dengan sistem ruilslag alias tukar guling. Namun, pemkot hanya mau membebaskan lahan tersebut dengan pembayaran tunai. (eko/oni)
Taken from jawapos today.
Ebek21 February 14th, 2009, 04:17 AM ^^ Good news !!
^How the investor who paid 20 billion can get back the money from the park, I wonder? The park has no fee for everybody to enter!?
The investor must have their own calculation. Better wait until their concept come out, then we'll see.
Ebek21 February 14th, 2009, 07:34 PM Highpoint Apartment
15 Floors
http://i31.tinypic.com/rbedsh.jpg
http://i26.tinypic.com/kdv9ra.jpg
It's been ten months since the rendering of Highpoint Apartment first appeared in this thread. How is the progress now ? Have they started the construction ? Any update picture ?
=NaNdA= February 15th, 2009, 06:28 AM NBA Madness : itu udah di Filipina tujuh tahun??
di Indonesia apa baru di Surabaya aja?
bonekNET February 15th, 2009, 06:45 AM Waow, GBT development progress makes me happy. One of my reasons is I just bought house close that place. That is Griya Kencana Pakal.
Hope that I can contribute to update the progress of GBT, but I am not in Indonesia.
Ebek21 February 15th, 2009, 06:48 PM NBA Madness : itu udah di Filipina tujuh tahun??
di Indonesia apa baru di Surabaya aja?
According to the news, the event has never been held in Indonesia before. And this year Surabaya will have the honour to (be the only) host that event, thanks to great effort by Jawapos Group, who also sponsored the first official NBA event in Indonesia (also in Surabaya) last year.
us_luke February 16th, 2009, 04:50 AM Adhiwangsa Apartment
http://i44.tinypic.com/k3wrk9.gif
Water Place Residence
http://i43.tinypic.com/b5h7yx.gif
=NaNdA= February 16th, 2009, 05:32 AM According to the news, the event has never been held in Indonesia before. And this year Surabaya will have the honour to (be the only) host that event, thanks to great effort by Jawapos Group, who also sponsored the first official NBA event in Indonesia (also in Surabaya) last year.
mirip usaha Lippo yang mendatangkan event A1 ke Indonesia.. ;)
yah baguslah, semakin banyak event Internasional di Indonesia.. :D
Ebek21 February 16th, 2009, 04:04 PM News from Sumo tollroad.
Restrukturisasi saham jalan tol Sumo disetujui
JAKARTA: Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengizinkan restrukturisasi saham pada PT Marga Nujyasumo Agung (MNA), pemegang konsesi proyek jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo).
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung mengatakan sudah mengirimkan surat kepada MNA pada 6 Februari lalu, agar segera menyelesaikan rencana perubahan komposisi pemegang saham paling lambat 14 hari.
"Surat Pak Menteri [Djoko Kirmanto] sudah keluar. Intinya kami akan menyetujui restrukturisasi. Mudah-mudahan masalahnya segera beres," ujarnya akhir pekan lalu.
Kontrak proyek tol Sumo senilai Rp 2,2 triliun dipegang perusahaan patungan Marga Nujyasumo Agung, yang terdiri dari Jasa Marga sebesar 16%, PT Moeladi 51%, dan tiga perusahaan lain menjadi minoritas.
Nujyasumo kesulitan modal sejak pertengahan tahun lalu dan menawarkan sebagian sahamnya kepada PT Wijaya Karya (Wika) dan Jasa Marga.
Proses konstruksi yang sudah mencapai 10% itu terbengkalai karena proses restrukturisasi berjalan alot dan hingga kini belum ada penyelesaian.
Dirut Wika Bintang Perbowo pernah mengatakan MNA sudah melakukan rapat umum pemegang saham dan siap memberikan keputusan final. Sebesar 55% saham akan dijual kepada Jasa Marga dan 20% kepada Wika.
Bintang mengatakan proses restrukturisasi itu memerlukan surat rekomendasi dari Menteri Djoko Kirmanto sebagai salah satu persyaratan sebelum mendapat persetujuan dari bank pemberi kredit.
Sindikasi tiga bank yakni BRI, BNI, dan Bukopin sudah berkomitmen mengucurkan kredit senilai Rp 1,52 triliun untuk membiayai proyek ini.
Taken from Bisnis Indonesia, Feb 16, 2009
Ebek21 February 17th, 2009, 02:42 AM The news is so short, no hint about the location and number of floors.
SUD gandeng Perumnas
JAKARTA: PT Surabaya Urban Development (SUD) menggandeng Perum Perumnas menggarap proyek 10 menara rusunami pada areal 4,5 ha di Surabaya.
"Proyek itu akan dibangun di lahan mitra kami dengan proyek awal pengembangan 10 menara rusunami yang menelan dana hingga Rp600 miliar," kata Dirut Perumnas Himawan A. Sugoto, kemarin.
Taken from Bisnis Indonesia, Feb 17, 2009
hermawan February 17th, 2009, 02:59 AM Proyek Tol di Jatim Molor BPJT Evaluasi Para Investor:ohno:
SURABAYA | SURYA-Pembangunan proyek jalan tol trans Jawa yang berada di wilayah Jatim tidak bisa diselesaikan sesuai target pemerintah pada tahun ini. Proyek infrastruktur tersebut bakal molor karena hingga memasuki 2009, sejumlah investor masih terkendala soal pembebasan lahan.
Jalan tol Trans Jawa menurut rencana dibangun sepanjang 1.166 km yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. Adapun panjang jalan tol di wilayah Jatim, menghubungkan Mantingan-Surabaya, kemudian dilanjutkan ke arah timur Surabaya-Banyuwangi.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung mengungkapkan, pihaknya akan mengevaluasi kembali kelayakan proyek sejumlah ruas agar dapat ditawarkan kembali kepada para investor. Sementara, beberapa ruas yang sudah menandatangani kontrak dengan investor akan didorong agar mempercepat proses konstruksi jalan tol.
“Ruas yang sudah kontrak dan sudah jalan misalnya, Gempol-Pasuruan, Gempol-Porong dan Surabaya-Mojokerto, akan kami dorong. Sementara, proyek lain masih terkendala pembebasan lahan,” kata Nurdin, Jumat (13/2).
Sebelumnya, Sekjen Departemen Pekerjaan Umum (PU) Agoes Widjanarko mengungkapkan, proyek jalan tol Surabaya hingga Kertosono diharapkan bisa mulai terhubung pada 2010. Padahal, semula proyek tol trans Jawa di Jatim ditargetkan selesai 2009 dan bisa beroperasi 2010.
“Proyek tol Surabaya-Kertosono baru akan tersambung pada 2010. Tahun ini akan dimulai proyek Kertosono-Mojokerto,” kata Agoes, usai Seminar Teknologi Ramah Lingkungan dalam Bidang Teknik Sipil di ITS, Rabu (11/2).
Proyek jalan tol trans Jawa yang ada di Jatim terdiri atas beberapa ruas, yaitu Mantingan-Kertosono (122 km), Kertosono-Mojokerto (41 km), Surabaya-Mojokerto (37 km), Gempol-Pasuruan (32 km), Pasuruan-Probolinggo (45 km) dan Probolinggo-Banyuwangi (170 km).
Selain proyek trans Jawa yang menghubungkan wilayah dari sisi barat (Mantingan) hingga sisi timur Jatim (Banyuwangi), proyek jalan tol di Jatim juga akan dilengkapi proyek Gempol-Pandaan (13,61 km), Pandaan-Malang (35 km) dan tol tengah kota di Surabaya sepanjang 25 km, yang mengubungkan sisi utara dan selatan Surabaya, serta perbaikan jalan tol Porong-Gempol (9,5 km) yang rusak akibat luapan lumpur di Porong, Sidoarjo.
“Untuk ruas tol Pandaan-Malang kami putus dulu karena investornya mangkir. Nanti kami lakukan tender ulang. Sedang tol Porong-Gempol tinggal membangun saja, tetapi mengubah rute,” jelas Agoes.
Ancam Putus Kontrak
Sementara, untuk proyek tol tengah kota di Surabaya, BPJT akan segera menyampaikan teguran kepada investor pemegang konsesi agar segera melaksanakan pengerjaan proyek. Proyek tol tengah kota di Surabaya sepanjang 25 km akan mengubungkan sisi utara (Tanjung Perak) dan selatan Surabaya (Waru).
“Investor tol tengah kota Surabaya itu masih tidur dan sudah lewat beberapa kali,” ujar Nurdin.
Pihak BPJT bakal meninjau ulang kontrak pengelolaan jalan tol yang macet yang berada di 23 ruas tol nasiona, termasuk Trans Jawa. Target evaluasi ini selesai pada 2009.
Nurdin mengatakan, kontrak yang akan ditinjau ulang itu adalah kontrak sejak 2006. Mereka akan meninjau investor yang tidak memiliki niat mengerjakan jalan tol bakal diputus kontraknya. ”Kalau cuma megang kontraknya saja buat apa, harusnya kilometernya bertambah,” tandasnya. rey/ytz/ktn
Pengembangan Jalan Tol di Jatim
————————————————————————————————–
Ruas Jarak Investor
————————————————————————————————–
Mantingan-Kertosono 122 km -
Kertosono-Mojokerto 41 km PT Marga Hanurata intrinsic
Surabaya-Mojokerto 37 km PT Marga Nujyasumo Agung
Gempol-Pasuruan 32 km PT Jasa Marga (Persero)
Pasuruan-Probolinggo 45 km PT Trans-Jawa Paspro
Probolinggo-Banyuwangi 170 km -
Porong-Gempol (perbaikan) 9,5 km PT Jasa Marga
Gempol-Pandaan 13,61 km PT Margabumi Adhikaraya
Pandaan-Malang 37 km -
Tol tengah kota Surabaya
(Waru-Wonokromo-Tj Perak) 25 km PT Margaraya Jawa Tol
Bandara Juanda - Tj Perak 23 km -
————————————————————————————————–
sumber : BPJT
Taken from Surya Feb, 14 2009
Ebek21 February 17th, 2009, 04:12 AM If only we have few more people like him hehe..
Filipino Rasa Surabaya
Kalau ada warga negara Filipina yang sangat bangga dengan kota Surabaya, itu adalah Vernon Benecdicto Prieto. Sejak mengenal kota ini, ia menjadi orang yang paling getol memasarkan ibukota Jawa Timur ini ke berbagai negara di Asia dengan berbagai cara. Bahkan, untuk kegiatan tersebut, ia bisa mengeluarkan koceknya sendiri karena kebanggaannya.
Mengapa kok bisa demikian? Saya sendiri tidak tahu pasti. Namun, dari setiap email yang dikirim ke STPB maupun saya, Vernon selalu menggambarkan kegiatannya di berbagai event dan tempat. Tak lupa, ia selalu menyertakan foto-fotonya. Keaktifannya memasarkan Surabaya di berbagai negara itu bisa jadi melebihi warga kota ini sendiri yang tinggal di luar negeri.
Saking getolnya memasarkan kota ini, Vernon sampai dijuluki oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila sebagai Duta Besarnya Surabaya. Pria yang bangga memakai batik kalau bepergian ini memang menjadi perwakilan Surabaya Tourisme and Promotion Board (STPB) untuk Filipina. Namun, ia juga sering ikut mamasarkan Surabaya saat mengikuti pameran di Hanoi, Tiongkok maupun Singapuran. Ia diangkat sejak berdirinya STPB tahun 2006 yang lalu.
Saya juga tidak tahu bagaimana STPB menemukan dia. Yang jelas, Vernon yang mengganti nama tengahnya menjadi Bambang tersebut betul-betul menjiwai kota ini. Sampai-sampai ia selalu mengenakan pakain Cak jika mengikuti pameran-pameran pariwisata di berbagai tempat. Tahun lalu, ia membawa rombongan pemilik biro travel dari Filipina ke kota kita.
Pemilik Elcamino Travel yang berpusat di Manila itu menyukai sop buntut. Kalau pas berada di sini, ia selalu menyempatkan jalan ke pelosok-pelosok kota. Ditelusurinya jalan-jalan dan menggali beberapa tempat yang kemungkinan menarik bagi wisatawan luar negeri. Jika menelusuri kota, Vernon tak mau ditemani. Selain tidak mau merepotkan, katanya, hal itu dilakukan agar obyektifitasnya tak teracuni.
Yang menarik, ia selalu membawa souvenir khusus untuk saya. Eh…jangan curiga dulu. Nilainya tidak seberapa. Jadi, tidak harus lapor ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Biasanya berupa cindera mata yang unik dari negara yang baru saja dikunjunginya. Misalnya,ia pernah membawakan saya kaligrafi Arab terbuat dari kain kecil yang sangat indah dari Turki. Ia melakukan itu karena tahu kalau saya adalah seorang muslim atau santri.
Suatu ketika saya sempat bertanya. Mengapa ia begitu jatuh hati dengan Surabaya? ‘’Saya tidak bisa menjelaskan. Namun, saya merasakan Surabaya ini the best city di Indonesia,’’ katanya terus terang. Sebagai perwakilan STPB, Vernon memang tidak mendapat bayaran. Juga tidak mendapatkan dana bantuan jika ikut pameran di negerinya maupun di negeri orang. Namun, ia selalu menjadikan Surabaya sebagai bahan jualan untuk para wisatawan.
Karena kecintaan dan kegetolannya ‘’menjual’’ Surabaya di luar negeri, Pemkot Surabaya telah memberikan penghargaan, tahun lalu. Penghargaan tersebut dianugerahkan pada saat Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya di Balai Kota. Paska menerima penghargaan tersebut, Vernon makin bersemangat memasarkan kota ini. Sekarang, sebetulnya ia berharap ada bussines trip ke negerinya. Tapi, keinginan tersebut belum bisa terealisasikan. Toh demikian, penggemar sop buntut ini tetap tidak putus asa.
Banyak orang luar yang sudah jatuh cinta pada kota ini. Saat ini saja, STPB sudah memiliki lima perwakilan di luar negeri. Selain di Filipina, ada di Brunei, Tiongkok, Korea, dan Eropa. Di dalam negeri, STPB punya perwakilan di Jakarta, Semarang, Jogja, Balikpapan, dan Makassar. Sejumlah perwakilan itulah yang selama ini ikut aktif menarik wisatawan datang ke Surabaya tanpa bayaran.
Jadi, makin banyak orang luar yang jatuh hati ke kota kita. Bahkan, diantara mereka tidak hanya suka. Melainkan juga ikut bangga. Nah, kalau orang luar Surabaya saja bangga, warga di sini harus melebihinya. Saatnya kita bikin gerakan bangga Surabaya.
Taken from www.ArifAfandi.blogdetik.com, Feb 17, 2009
pecinta_surabaya February 17th, 2009, 07:58 AM Proyek Suramadu Mundur Dua Bulan, Target Tuntas April Ganti Juni
SURABAYA - Target penyelesaian pembangunan Jembatan Suramadu lagi-lagi molor. Awalnya, jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan itu ditargetkan tuntas April. Kini, pelaksana proyek mengubahnya menjadi Juni alias mundur dua bulan.
"Setelah melalui berbagai evaluasi, kami tidak bisa memaksakan penyelesaian proyek ini. Karena itu, target penyelesaian April nanti sepertinya tidak mungkin tercapai," kata Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional V Abdul Ghofur Ismail kemarin (16/2).
Dia menjelaskan, ada beberapa permasalahan mendasar yang membuat proyek tersebut tidak sesuai jadwal. Salah satunya adalah cuaca yang kurang mendukung. "Kondisi cuaca (hujan dan angin kencang, Red) membuat pelaksanaan pekerjaan sedikit terhambat," ujar Ismail. Masalah cuaca membuat ritme kerja pelaksana proyek tidak sesuai dengan rencana yang sudah disiapkan.
Masalah lainnya adalah pendanaan. "Sebenarnya, sejak awal, kami pesimis proyek ini bisa lancar. Sebab, pencairan dana tambahan yang kami perlukan ternyata terlambat," kata Ismail. Dana yang dimaksud Ismail itu berupa additionnal loan USD 68,93 juta dari Bank Exim of China. Dana tersebut digunakan untuk menutupi kebutuhan pembangunan konstruksi serta menstabilkan cash flow konsorsium kontraktor. Rencana semula, dana itu sudah turun pada Juni 2008. Nyatanya, dana tersebut baru cair akhir tahun lalu.
Pelaksana proyek menargetkan, penyelesaian proyek secara keseluruhan bisa direalisasikan paling cepat Juni mendatang. "Penyelesaiannya nanti per bagian," imbuhnya.
Untuk penuntasan main span (bentang tengah), pelaksana proyek menargetkan tuntas pada Maret. Progress report terakhir menyebutkan, untuk bagian itu, tingkat penyelesaiannya mencapai 82 persen. Ada beberapa bagian yang belum tuntas. Di antaranya, penyambungan beton jalan atau penyelesaian kabel penyangga jembatan.
Bagian yang paling akhir penyelesaiannya adalah approach bridge, terutama sisi Surabaya. Secara total, tingkat penyelesaian bagian itu baru mencapai 78 persen. Perkembangan signifikan tampak pada penyelesaian cause way (jalan pendekat menuju bentang tengah jembatan). Sisi Madura sudah tuntas 100 persen dan sisi Surabaya mencapai 99,8 persen.
Ismail mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal penyesuaian jadwal tersebut. Menurut dia, pemerintah pusat tidak mempermasalahkan keterlambatan itu. "Sebab, ini kan murni alasan teknis. Tapi, pemerintah sudah meminta agar ini menjadi keterlambatan yang terakhir," tegas pria kelahiran Semarang itu. (ris/oni)
MinImaX February 17th, 2009, 09:32 AM Based on this news, rusunami and Golden Hill Apartment will be built at Wiyung.
The MoU is signed today, 1830 WIB, on Hotel Shangrilla Ruang Sulawesi Lt.3 Jl. Mayjen Sungkono Surabaya.
10 Apartemen Bersubsidi Segera Dibangun, Perumnnas Gunakan Lahan PT SUD
Selasa, 17 Februari 2009 | 9:11 WIB | Kategori: Ekonomi & Bisnis | ShareThis
Jakarta | Surya-Pembangunan 10 tower apartemen bersubsidi di Surabaya bakal segera terealisasi. Ini setelah Perum Perumnas memanfaatkan lahan milik swasta, PT Surabaya Urban Development (SUD), sebagai lokasinya. Menurut informasi yang dihimpun Surya, pembangunan apartemen tersebut bakal berlokasi di kawasan Surabaya Barat yaitu di sekitar Kecamatan Wiyung.
Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto menungkapkan, terkait rencana itu, Perumnas dan PT SUD menandatangani Naskah Kesepakatan Bersama (MoU) untuk membangun apartemen bersubsidi dan non subsidi di kota Surabaya, pada Selasa (17/2).
“Ini adalah terobosan baru bentuk kerja sama, di mana Perumnas memanfaatkan lahan milik swasta. Perumnas dalam kerja sama ini bertindak sebagai investor yang akan membangun 10 tower rumah susun sederhana hak milik (rusunami) di lahan PT SUD,” kata Himawan, saat dihubungi, Senin (16/2).
Ia berharap langkah terobosan kerja sama Perumnas-PT SUD ini dapat memotivasi pengembang swasta lain yang mempunyai tanah untuk dapat dikerjasamakan dengan Perumnas.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT SUD yang memberi kepercayaan kepada Perumnas, sehingga dapat mewujudkan sinergi Perumnas-Swasta bersama-sama melaksanakan pembangunan 1.000 tower yang dicanangkan Presiden RI pada 5 April 2007,” ujar Himawan.
Meski sudah diresmikan sejak 2007, proyek apartemen bersubsidi atau rusunami, belum bisa segera dilaksanakan di Surabaya. Pasalnya, baik Perumnas maupun pengembang, masih mencari lahan murah di wilayah Kota Surabaya yang layak dibangun apartemen bersubsidi.
Sesuai ketentuan pemerintah, harga jual apartemen bersubsidi dipatok sebesar Rp 144 juta per unit. Tahun ini beberapa pengembang swasta menyatakan siap membangun proyek apartemen bersubsidi berlokasi di Surabaya yaitu, di Jalan Tidar dan satu lokasi di Surabaya Barat.
Menurut Himawan, pembangunan rusunami ini akan menjadi proyek 1.000 tower pertama yang dibangun di Surabaya. Tahap pertama akan dibangun satu cluster terdiri dari 10 tower rusunami/apartemen bersubsidi dengan total hunian kurang lebih 5.000 unit.
“Cluster pertama akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 4,5 hektare dengan perkiraan biaya investasi kurang lebih Rp 600 miliar,” jelasnya.
Selanjutnya, Direktur SUD Erson Siburian mengatakan, di atas lahan kerja sama ini akan dibangun mixed use yang pelaksanaan pembangunannya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, cluster rusunami/apartemen bersubsidi untuk middle low, dan tahap kedua Cluster Golden Hill Apartemen non nubsidi untuk middle end.
Selesai 3 Tahun
Pengembangan dengan konsep kawasan ini diperkirakan selesai sekurang-kurangnya 3-4 tahunan. Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia yang menjadi prioritas pembangunan rusunami, setelah Jakarta.
Perumnas terus berinisiatif untuk mendapatkan peluang kerja sama sinergi dengan mitra usaha, baik swasta maupun pemerintah untuk menyukseskan pembangunan 1.000 tower. “Kami optimistis bahwa sukses pembangunan 1.000 Tower dengan konsep pengembangan kawasan hunian vertikal, akan memberikan nilai tambah bagi penataan kota Surabaya ke depan,” jelas Himawan.
Perumnas berkomitmen mengambil inisiatif di depan dalam pelaksanaan program pembangunan 1.000 tower, dengan konsep pengembangan kawasan kota. Setelah Surabaya, Perumnas merencanakan pembangunan Rusunami di kota Bandung, Medan, dan Makasar.
“Kami optimistis dengan dukungan semua pihak, serta sinergi kemitraan dengan Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, pengembang swasta, dan perbankan, maka pembangunan 1.000 tower dapat dicapai dengan optimal,” tuturnya. ant/ytz
Taken from Surya, February 17th, 2009
pecinta_surabaya February 17th, 2009, 09:49 AM ^^ Terdengar Indah di telinga.. :lol:
Emg yg di tidar sm darmo itu ga termasuk di proyek 1000 tower ya?
Ebek21 February 17th, 2009, 09:54 AM Could somebody please go to Shangrila Hotel and ask them where is exactly the location in Wiyung ? Hehe (j/k).. Sounds like a big project to me, hopefully it would not end up just as a MoU paper.
How is Tidar Cosmo Park ? No recent news ??
Hadi February 17th, 2009, 07:16 PM Pemkot Akan Bangun Sekolah Khusus Penyandang Cacat
Reporter : M Taufik
Surabaya - Guna memenuhi amanat UU No 4 tahun 1997 tentang pemenuhan hak memperoleh pendidikan kepada para penyandang cacat, tahun ini Pemkot Surabaya akan membangun gedung sekolah khusus para penyandang cacat.
Seperti yang dikatakan Tri Risma Harini, Kepala Bapekko Surabaya kepada beritajatim.com, Selasa (17/2/2009). "Selain gedung sekolah, ditempat yang sama kita juga akan membangun asrama sebagai tempat tinggal siswa didik yang rumahnya jauh dari sekolah," ujarnya.
Dijelaskan Risma, saat ini pemkot tengah membuat design bangunannya yang dijadwalkan, sebelum pertengahan tahun sudah akan selesai dan diajukan ke DPRD Surabaya. "Tanggal dan bulan pastinya masih belum kita pastikan tapi yang jelas tahun ini," ujarnya.
Untuk membangun gedung sekolah dan asrama itu, pemkot sudah menganggarkan dana yang cukup fantastis, yaitu sebesar Rp 1,5 miliar. Dana itu, terang Risma, sudah masuk dalam APBD 2009 yang diperuntukkan untuk membangun sarana fisik gedung sekolah dan asrama.
"Setelah itu, menyusul akan kita lengkapi fasilitas penunjang lainnya, seperti toilet khusus penyandang cacat, tangga naik, dan lainnya. Nanti akan kita ajukan saat PAK (Perubahan Anggaran Keuangan)," tukasnya.
Sedangkan untuk lokasi pembangunan sekolah, terangnya, pemkot akan menggunakan salah satu asetnya di kawasan Kalijudan. "Luas tanahnya sekitar 2 hektar," tambah mantan Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan ini.
Rencana pembangunan sekolah anak cacat itu, langsung mendapat respon positif dari Agus Sudarsono, anggota Komisi C DPRD Surabaya. " Bagus kalau nanti pemkot bisa merealisasikan program itu. Intinya saya pribadi sangat mendukung program pembangunan gedung sekolah untuk penyandang cacat," tukasnya singkat. [fik/kun]
emang ya bu risma ini ga di dinas pertamanan ga di BAPPEKO selalu saja hebat. Bener dah hebat emang!!!!. Bisa ini jadi calon walikota.
Hadi February 17th, 2009, 07:22 PM Reporter : M Taufik
Surabaya-Proyek prestisius pembangunan kereta api monorail atau KA elevated (Kereta api yang berjalan menggantung diatas) siap lelang.
Tri Risma Harini, Kepala Badan Perencanaan Kota (Bapeko) Surabaya, kepada wartawan, Selasa (10/02/2009) menjelaskan proyek ini bukan milik kita (pemkot, red) melainkan pemerintah pusat.
"Tahun ini akan dilaksanakan lelang," ujar Risma.
Artinya, lanjut pejabat berjilbab ini, anggaran untuk proyek prestisius itu, tidak ditanggung oleh Pemkot Surabaya sendiri. Melinkan akan ditanggung bersama Pemerintah pusat dan Pemerintah Propinsi.
Rencananya, untuk pembangunan proyek yang diberi nama Surabaya Regional Rail Transport System (SRRTS) itu, Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jatim akan mengucurkan dananya Rp 52,2 juta euro atau sekitar Rp 809,1 miliar (dengan kurs euro Rp 15.500).
Sedangkan pemkot kebagian anggaran 17,4 juta euro atau sekitar Rp 269,7 miliar.
Tapi yang perlu jadi catatan, tambah Risma, anggaran sebesar itu tidak mencakup pembangunan semua infrastruktur. Oleh sebab itu, lanjutnya, pihaknya perlu menggandeng investor sebagai pihak ketiga.
"Untuk menalangi sisa pembangunan nanti, kalau kurang," tukasnya.
Dijelaskan Risma, desain dari SRRTS adalah, KA ini akan melewati 13 titik. Selain Surabaya, rencananya pembangunan monorail juga akan duiteruskan di Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto.
Detilnya untuk Surabaya, wilayah yang akan dilewati dan dijadikan tempat pemberhentian adalah Pasar Turi, stasiun kota, Gubeng dan Wonokromo.
"Selain itu akan dibangun jalur khusus di Sidotopo untuk KA angkutan barang menuju Tanjung Perak" paparnya.
Sedangkan di Waru, akan dibangunkan rel KA yang membelok ke Juanda. Sedangkan jalur lainnya akan tetap hingga ke Sidoarjo dan berhenti di Porong. Sementara itu untuk jalur ke utara, setelah di Pasar Turi akan berhenti lagi di Kandangan dan Lamongan.
"Kalau proyek ini gol, perkiraannya akan ada tiga KA yang melintas per jam. Sedangkan jumlah penumpang diprediksi 40 ribu orang per hari," pungkasnya.[fik/ted]
Good News
sbyctzn February 18th, 2009, 01:48 AM Yang membuat spesial itu
rail system yang terintegrasi dengan Bandara Juanda.
Menurut saya untuk jangka pendek cukup bangun landed railway menuju Bandara saja, nanti jika sukses maka tinggal ditambahi monorail untuk jangka panjangnya.
Jika sukses, ini yang akan pertama dan satu-satunya di Indonesia, railway yang terintegrasi langsung dengan Bandara.
Nantinya di Juanda ada Stasiun Kereta ya? Ada dimana ya lokasi Stasiunnya kira-kira?
SRRTS, asal tidak mangkrak seperti Jakarta saja. Saya kuatir nanti mangkrak seperti Jakarta.
Karena sepertinya mekanisme pembangunan proyeknya sama.
Ini SRRTS apa sama seperti monorail di Jakarta ya? Atau berbeda?
Ebek21 February 18th, 2009, 02:34 AM Mulai Uji Coba
http://farm4.static.flickr.com/3344/3288426065_ac2f196241_o.jpg
SURABAYA - Pembangunan ikon Surabaya terbesar di Arena Ketabang masuk tahap finalisasi. Ikon Suro dan Boyo yang digambarkan akur kemarin (17/2) mulai diujicobakan. Air yang mengucur dari mulut ikan hiu tampak mengalir mancur.
Uji coba itu dilakukan kemarin siang. Air mancur dari Kalimas dialirkan sehingga memancur dari mulut Suro. "Ini yang pertama. Saya ingin melihat efek airnya seperti apa," kata Sigit Margono, penggarap ikon tersebut.
Dia ingin melihat posisi air itu saat jatuh ke sungai. Menurut Sigit, arah air mancur tersebut perlu diuji untuk disesuaikan dengan kondisi alam sekitar. Angin di kawasan tersebut, kata dia, terkadang kencang, terkadang landai. Karena itulah, dibutuhkan komposisi pengaturan tekanan air yang mengucur agar bisa memancur bagus.
Pria yang juga membangun patung Suroboyo di KBS tersebut menambahkan, kucuran air itu rencananya akan ditambahi efek embun. Percikan air yang jatuh akan menggambarkan suasana air terjun di pegunungan. Namun, efek tersebut belum dipasang.
Efek itu, menurut Sigit, akan semakin bagus jika dilihat saat malam. Sebab, ada efek cahaya yang disorot dari arah bawah dan depan dengan berbagai warna. "Ini semua untuk hadiah ultah Surabaya nanti," tuturnya.
Taken from Jawapos, Feb 18, 2009
archiholic February 18th, 2009, 10:32 AM ^^ jadi gak sabar nunggu jadinya kaya apa.... :banana:
Ebek21 February 18th, 2009, 11:18 AM Sura dan Baya Arena Ketabang, Jadi Ikon Baru
http://farm4.static.flickr.com/3226/3289375107_e9a62f4893_o.jpg
suarasurabaya.net| Cukup besar anggaran yang dikeluarkan untuk realisasi Arena Ketabang. Konsep awalnya sederhana, ingin memberikan fasilitas berfoto dengan latar belakang khas Surabaya.
Setelah Taman Bungkul dan Taman Prestasi yang juga berada di daerah Ketabang, Pemkot Surabaya bakal memberikan satu lagi tempat wisata.
TRI RISMA HARINI Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya menjelaskan ada beberapa konsep yang ingin diterjemahkan lewat Arena Ketabang ini. Pertama, sebagai pusat orientasi. Sungai yang dulunya tempat pembuangan sampah bisa dimanfaatkan. Terutama ketika melihat pemandangan sekitarnya.
“Kalau lihat sungainya mungkin nggak, tapi viewnya ini premium. Sayang, kalau nggak dimanfaatkan. Karena ini pusat kota. Kita kerjasama dengan Dinas Pengairan untuk pengelolaan air sungainya,” ujar RISMA pada suarasurabaya.net, Rabu (18/02).
Air sungai tersebut juga digunakan sebagai air mancur. Pasalnya, Arena Ketabang ini juga memiliki sebuah ciri khas Surabaya, yakni patung Sura dan Baya.
Berbeda dengan patung Sura dan Baya di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Patung Sura dan Baya yang ditempatkan di pinggir Kalimas ini mengeluarkan semburan air mancur dari mulut sang Sura.
Tidak hanya itu, patung Sura dan Baya yang dibuat oleh SIGIT seniman menampilkan sosok Sura dan Baya yang mengarah ke persahabatan, bukan posisi bertengkar. Keduanya digambarkan menghadap ke arah yang sama. Beda dengan KBS, yang masih memunculkan kesan permusuhan. Ini sekaligus menjadi daya tarik wisatawan. :D
Selain sebagai pusat orientasi, Arena Ketabang juga merupakan sarana fasilitas bagi anak-anak untuk beraktifitas. “Kita siapkan di Taman Bungkul ternyata masih kurang. Karena di sana bukan hanya hobi, tapi sampai ke profesi, ke prestasi. Ini kenapa nggak kita support,” kata RISMA.
Terakhir dan yang utama adalah Arena Ketabang ini menjadi sarana rekreasi masyarakat gratis. Diakui RISMA, Surabaya kurang memberikan sarana untuk berfoto. Tugu Pahlawan ataupun patung Sura dan Baya di depan KBS kurang memadai.
“Selama ini kalau mau foto di mana ? Kalau di Tugu Pahlawan, nggak ditulisi itu Tugu Pahlawan, orang bingung ini dimana. Kalau (patung Sura dan Baya) di depan KBS orang susah ambil foto. Nah, sekarang ini ada patung Sura-Baya, ikon baru Surabaya,” terang RISMA.
Khusus untuk itu, RISMA dan Tim Dimensi sebagai penerjemah desain menyediakan panggung yang sedikit menjorok ke sungai. Sehingga, jika mau mengambil foto, latar belakang Sura dan Baya bisa terlihat. Ini semata-mata agar masyarakat bisa mengabadikan momen dengan latar belakang patung Sura dan Baya serta air mancur.
Proyek ini memakan anggaran cukup besar. PT Telkom Divre V menyumbang Rp 418 juta untuk pembangunan patung dan plasa. Sedangkan Pemkot Surabaya sendiri mengeluarkan Rp 1,7 milyar untuk membuat spot area.
Tinggal Finishing, Arena Ketabang Selesai Mei 2009
http://farm4.static.flickr.com/3331/3289375087_541b590436_o.jpg
suarasurabaya.net| Tidak lama lagi, masyarakat Surabaya dan sekitarnya bisa segera menikmati Arena Ketabang yang menjadi landmark Kota Surabaya . Arena Ketabang ditargetkan selesai dan diresmikan bertepatan dengan hari jadi Kota Surabaya. Saat ini pengerjaannya sudah mencapai 70%.
TRI RISMA HARINI Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya saat ditemui suarasurabaya.net di lokasi, Rabu (18/02), mengatakan patung Sura dan Baya yang menjadi ikon Surabaya tinggal finishing.
“Targetnya ulang tahun Surabaya diresmikan. Ini kurang finishing, lighting Tapi finishingnya memang banyak. Kan, wisata harus ada indahnya,” ujar RISMA.
Arena Ketabang berlokasi di pinggir Kalimas , tepatnya di belakang Monkasel. Arena ini terdiri dari beberapa spot area, area bermain skateboard dan sepeda BMX, dilengkapi dengan taman yang mengelilingi patung Sura dan Baya yang menghadap ke Kalimas.
Rencana awal, arena ini diresmikan pada 2008 lalu. Namun, pengerjaannya baru dilakukan November 2008. Untuk patungnya sendiri dikerjakan pada Januari 2009.
DIMAS dari Dimensi sebagai penerjemah desain proyek Arena Ketabang mengatakan saat ini pengerjaan sudah mencapai 70%, tinggal sentuhan akhir seperti pengecatan dan bagaimana agar patung tersebut tidak berlumut atau kusam.
Meski berbahan sama, namun patung Sura dan Baya versi Ketabang ini dua kali lebih besar dibandingkan patung serupa di depan Kebun Binatang Surabaya. "Bahannya sama dengan yang di KBS. Tapi secara proporsi, ukurannya dua kali lebih besar. Kalau ini (patung di Ketabang) tingginya 15 meter, besarnya juga dua kali lebih besar ,”kata DIMAS.
Meski akan selesai, namun bukan berarti tanpa kendala. Hal ini diakui RISMA dan DIMAS. Menurut keduanya komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti Dinas Pengairan Propinsi Jawa Timur yang mengelola Kali Mas agar layak dijadikan tempat wisata, pengelola Monkasel untuk membuka pintu akses masuk dari Monkasel, dan penyedia mal dalam hal ini Surabaya Plaza.
Both news taken from Suara Surabaya, Feb 18, 2009
MinImaX February 18th, 2009, 02:33 PM Could somebody please go to Shangrila Hotel and ask them where is exactly the location in Wiyung ? Hehe (j/k).. Sounds like a big project to me, hopefully it would not end up just as a MoU paper.
How is Tidar Cosmo Park ? No recent news ??
2.000 PNS Siap Beli Rusunami, Dibangun Dilokasi Perumahan Mewah
...
lokasi yang digunakan merupakan bagian dari lahan proyek Bukit Mas yang merupakan perumahan mewah di Surabaya Barat.
...
... dan tahap kedua adalah apartemen umum di atas lahan seluas 2,1 hektare.
Sebelumnya, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asyari, mengingatkan agar kedua belah pihak tidak hanya menyatakan komitmen pembangunan rusunami melalui penandatanganan MOU. Tetapi, agar segera merealisasikan pembangunannya.
Taken from Surya, February 18th, 2009
Ebek21 February 18th, 2009, 03:42 PM ^^ So the location is within the Wisata Bukit Mas estate, it means not very far away from Bukit Darmo Boulevard. That's good, means once built, the skyline there will become denser. And since the location is within one of the most luxurious housing estate in Sby, we can expect the overall appearance of that rusunami complex will not be very bad (something typical "rusun" often connoted with).
That Raya Menganti road definitely needs to be broadened. Last time I heard Pemkot has plan to do that, but no news about it lately.
Ebek21 February 18th, 2009, 06:12 PM Pakuwon optimistis properti pertokoan prospektif
SURABAYA (Bisnis.com): PT Pakuwon Darma optimistis pasar properti pertokoan (bangungan komersial) di Surabaya tetap prospektif meski diakui sedikit terhambat adanya suku bunga bank yang masih tinggi.
Marketing Manager PT Pakuwon Darma Fani Djohari mengatakan tidak semua sektor properti terkena imbas krisis financial global. Terbukti respons masyarakat terhadap bangunan komersial masih tinggi. Apalagi, jika properti tersebut berada dalam satu kawasan kota mandiri. Artinya, investasi ruko masih tergolong prospektif terutama di lokasi pengembangan baru.
Pertimbangan bisnis itu pula, lanjutnya, mendorong Pakuwon segera melanjutkan proyek komersial tahap dua di kawasan Pakuwon City. Properti yang dibangun di atas lahan 45 hektare itu dilengkapi dengan education park. "Sebelumnya kami telah memasarkan 40 unit ruko San Diego dan seluruhnya sudah terjual," ujar Fani di Surabaya, hari ini.
Saat ini, pihaknya mulai memasarkan proyek ruko tahap dua sebanyak 28 unit yang terintegrasi dengan Education Park Pakuwon City. Properti yang ditawarkan dengan harga Rp 660 juta - Rp 929 juta per unit itu, menurut rencana diserahterimakan kepada konsumen pada 12 bulan mendatang.
Menurut dia, permintaan ruko di Surabaya timur cukup besar mengingat lokasinya yang tidak jauh dari pergurunan tinggi serta berada di lingkungan pemukiman padat. "Warga Pakuwon City saja sudah mencapai 1.000 KK belum lagi masyarakat di sekitarnya. Jadi, kami tidak perlu menciptakan pasar baru karena demand-nya sendiri sudah ada."
Bahkan ke depan, katanya, Pakuwon masih menambah sekitar 32 ruko lagi di kawasan tersebut. Fani membenarkan suku bunga KPR yang masih tinggi menjadi hambatan konsumen untuk segera mengambil keputusan memiliki bangunan komersial. Namun, dia optimistis dengan strategi potongan harga yang mencapai 15% serta fasilitas bunga KPR fix selama satu tahun, seluruh unit ruko itu akan terjual. Apalagi, katanya, pengembangan proyek Pakowon City masih akan berlanjut.
Pasalnya, tambahnya, dari 600 hektare lahan yang tersedia di kawasan itu, baru sekitar 200 hektare yang sudah dibangun sebagai kawasan pendidikan, pusat bisnis, hiburan dan perumahan.
Taken from Bisnis Indonesia Online, Feb 18, 2009
pecinta_surabaya February 18th, 2009, 07:20 PM ^^ Only ruko,,where is PATOZ..?? :ohno:
sbyctzn February 19th, 2009, 01:20 AM @Ebek:
Raya Menganti Rd.
Sudah dilebarkan (avenue), tapi masih sebatas sampai jembatan, kurang lebih 1-2 km dari timur. Metode pelebarannya sama dengan teknik yang dipakai di Banyu Urip Rd. yaitu penutupan sungai dengan box culvert.
Jadi untuk dari jembatan ke barat masih belum avenue, dari rencana, pemkot memang berencana akan melebarkan Raya Menganti Rd. menjadi Raya Menganti Avn. sampai lampu merah pertigaan jalan tembus unesa/SPI.
Ebek21 February 19th, 2009, 02:48 AM @Ebek:
Raya Menganti Rd.
Sudah dilebarkan (avenue), tapi masih sebatas sampai jembatan, kurang lebih 1-2 km dari timur. Metode pelebarannya sama dengan teknik yang dipakai di Banyu Urip Rd. yaitu penutupan sungai dengan box culvert.
Jadi untuk dari jembatan ke barat masih belum avenue, dari rencana, pemkot memang berencana akan melebarkan Raya Menganti Rd. menjadi Raya Menganti Avn. sampai lampu merah pertigaan jalan tembus unesa/SPI.
Thanks for the info, sbyctzn !! I hope Pemkot will complete the whole project as soon as possible, so we will have many alternative ways to Western Surabaya.
Ebek21 February 19th, 2009, 02:51 AM Good, let's finish the stalled project !! :)
Jasa Marga mayoritas Sumo
JAKARTA: PT Jasa Marga Tbk akhirnya membangun tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) setelah nota kesepakatan dengan pemegang saham ditandatangani.
Penandatanganan dilaksanakan di Jakarta, kemarin, oleh Direktur Utama Jasa Marga, Frans Sunito, dengan para pemegang saham PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) dalam rangka restrukturisasi PT MNA.
Frans mengatakan penandatanganan ini adalah untuk melakukan perubahan komposisi kepemilikan saham di PT MNA, yaitu PT Jasa Marga 55%, PT Wijaya Karya 20%, dan keluarga Moeladi 25%.
Sebelumnya saham Jasa Marga pada konsorsium Marga Nujyasumo Agung adalah sebesar 1,7%. PT MNA adalah perusahaan yang memiliki konsesi Jalan Tol Sumo.
Taken from Bisnis Indonesia, Feb 19, 2009
Ebek21 February 19th, 2009, 04:40 AM More complete news from JSMR
Jasa Marga Segera Bangun Tol Surabaya-Mojokerto
Press Release Nomor: 002/2009 Tanggal 18 Pebruari 2009
Direktur Utama Jasa Marga, Ir. Frans S. Sunito hari ini, Rabu (18/2) menandatangani Nota Kesepakatan dengan para pemegang saham PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) dalam rangka Restrukturisasi PT MNA.
Penandatangan ini adalah untuk melakukan perubahan komposisi kepemilikan saham di PT MNA, yaitu PT Jasa Marga 55% (lima puluh lima persen), PT Wijaya Karya 20% (dua puluh persen) dan keluarga Moeladi 25% (dua puluh lima persen). Sebelumnya saham Jasa Marga pada konsorsium MNA adalah sebesar 1,7 %. PT MNA adalah perusahaan yang memiliki konsesi Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo).
Nota Kesepakatan ini merupakan salah satu langkah Jasa Marga untuk merealisasikan komitmen perusahaan dalam berkontribusi untuk mewujudkan jalan tol Trans Jawa. Sesuai kebijakan perusahaan Jasa Marga harus menjadi pemegang saham mayoritas pada setiap konsorsium perusahaan jalan tol dan proyek tersebut harus memiliki tingkat kelayakan finansial yang cukup agar dapat mengembalikan investasinya.
Menurut Kepala Divisi Pengembangan Usaha Jalan Tol Jasa Marga, Dedy Krisnariawan, Nota Kesepakatan ini berdasarkan dari hasil due dillingence finansial dan legal yang tercantum pada Nota Kesepakatan awal tanggal 17 Agustus 2008 lalu. ”Hasil due diligence menunjukkan bahwa proyek ini memiliki kelayakan yang baik,” ujar Dedy. Syarat lain yang telah dikantongi Jasa Marga adalah izin Menteri PU dan kepastian Kreditur yaitu BNI. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto ini memiliki proyeksi IRR sebesar 18%.
Trans Jawa
Jalan Tol Surabaya-Mojokerto merupakan salah satu bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Jalan tol sepanjang 36 km dengan total investasi Rp 3 triliun akan terintegrasi dengan Jalan Tol Surabaya-Gempol yang saat ini dioperasikan oleh Jasa Marga dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan yang saat ini sedang dipersiapkan pembangunannya oleh Jasa Marga bersama-sama dengan Pemda Jawa Timur dan Pemda Kabupaten Pasuruan.
Pembangunan jalan tol Sumo ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan Seksi 1 Waru-Sepanjang, kurang lebih 4 km yang akan diperkirakan selesai akhir 2009. ”Pembangunan jalan tol ini segera dilaksanakan paling cepat 1 bulan setelah kesepakatan ini,” tambah Dedy.
Taken from Jasa Marga website, Feb 18, 2009
MinImaX February 19th, 2009, 08:02 AM Seksi 1 Waru-Sepanjang itu ada exit Wiyung ya? Kalau ada berarti bertambah satu lagi akses jalan ke Western Surabaya. :) Semakin banyak investor yang bikin proyek di sana.
How about MERR project on Arif Rahman Hakim street? MERR kalau sudah jadi juga bakal banyak proyek besar di Eastern Surabaya.
Ebek21 February 19th, 2009, 08:36 AM ^^ Yes, exactly. The first exit in Sumo Tollroad from Waru is in Wiyung, before going to the next exit in Driyorejo.
Ebek21 February 19th, 2009, 01:47 PM Girder Jembatan MERR II Sudah Terpasang
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/kk62017_clip2.jpg
suarasurabaya.net| Sebagai bagian dari percepatan pembangunan jembatan Midle East Ring Road (MERR) II, dikawasan Medokan Ayu, Kamis (19/02) girder terpasang disisi selatan sungai yang membelah kawasan Kedung Baruk dengan kawasan Medokan Ayu.
Girder dengan panjang lebih dari 20 meter tersebut, Kamis (19/02) terlihat dibenahi sejumlah pekerja. Mereka memotong sisa besi yang menjadi bagian ujung masing-masing girder. Karena nantinya antara ujung dengan ujung girder disambung menggunakan cor.
“Ujung girder nanti akan dihubungkan dengan ujung girder lainnya menggunakan cor. Besi-besi ini harus dipotong, supaya bisa dihubungkan dan kemudian dilakukan pengecoran. Masing-masing girder ini sekitar 30 meter panjangnya,” terang SUDIHARJO pengawas proyek yang ditemui suarasurabaya.net, Kamis (19/02).
Bentang sisi selatan, terus dikerjakan bahkan untuk landasan jembatan yang berada disekitar kompleks perumahan Pondok Nirwana, juga sudah dipasang penahan girder. “Kita harapkan sisi selatan bisa diselesaikan. Kemudian disambungkan kemudian sisi utara kita kerjakan,” tambah SUDIHARJO.
Pantauan suarasurabaya.net, pembangunan jembatan MERR II dikawasan Kedung Baruk dan Medokan Ayu tersebut seringkali terhambat hujan deras yang kerap turun. “Hujan memang sempat menghambat pengerjaan proyek. Tapi beruntung dudukan girder ditengah Kali Jagir sudah kita siapkan,” pungkas SUDIHARJO, Kamis (19/02).
Taken from Suara Surabaya, Feb 19, 2009
Ebek21 February 19th, 2009, 03:09 PM Update pics of MERR-IIC :okay:
http://farm4.static.flickr.com/3168/3292899300_d38dd543b1_o.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3624/3292899304_98a146e67e_o.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3595/3292899306_40e3e41af0_o.jpg
Taken from Suara Surabaya, Feb 19, 2009
teddybear February 19th, 2009, 09:39 PM ^wow, jadi berapa ruas tuh?
Ebek21 February 20th, 2009, 03:00 AM ^^ Maybe three. It's a small bridge with overall length is only 100 m. Surely can be finished within 3 months. The concern now is for the road, no update picture so we cannot assess the progress.
Ebek21 February 20th, 2009, 03:03 AM BPLS Targetkan Pembebasan Lahan Maret 2009
SURABAYA - Tim Pengawas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo atau TP2LS mendesak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo segera membebaskan lahan untuk pembangunan sarana infrastruktur baru di Sidoarjo. Maret 2009 mendatang, pembebasan lahan ditargetkan selesai.
Kesepakatan tersebut muncul dalam rapat bersama antara TP2LS, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), PT Lapindo Brantas, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta jajaran instansi yang terkait dalam penanganan lumpur Lapindo, Kamis (19/2) di Surabaya.
Ketua TP2LS sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPR RI Priyo Budi Santoso mengungkapkan, pembangunan infrastruktur di Sidoarjo pasca luapan lumpur Lapindo terkesan berjalan di tempat karena terkendala masalah pembebasan lahan. "Menteri Pembangunan Umum bahkan mengaku kewalahan soal ganti rugi tanah karena masyarakat meminta tolok ukur pembayaran senilai dengan uang ganti rugi korban lumpur," ucapnya.
Meski demikian, menurut Priyo, pembebasan tanah harus segera dilakukan agar roda perekonomian masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya bangkit. DPR RI sendiri telah menyetujui pembangunan sarana infrs truktur, seperti jalan raya, rel kereta api, fasilitas listrik, serta jalan tol masuk dalam APBN.
Anggaran dana pembangunan infrastruktur di Sidoarjo sudah disetujui DPR. "Kalau berlarut-larut seperti ini apakah anggaran sebaiknya dibatalkan saja?" tegas Priyo mempertanyakan.
Menanggapi desakan ini, Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo (BP BPLS) Sunarso yang semula menargetkan pembebasan lahan bulan Juli 2009 akhirnya bersedia memajukan tenggat waktu hingga bulan Maret 2009.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan, harga jual tanah untuk pembangunan infrastruktur relatif tinggi karena kesepakatan harga jual tanah terakhir sekitar tiga kali lipat dari nilai jual obyek pajak (NJOP). "Pembebasan lahan segera dilakukan karena jika ditunda-tunda maka dapat menghambat pembangunan jalan tol lainnya," kata Karwo.
Taken from Kompas, Feb 20, 2009
sbyctzn February 20th, 2009, 05:17 AM Bad News!! Also Good News,
tidak apa-apa deh telat, yang salah kan pemkot, kontraktornya saja berkomitmen mau ngebut target penyelesaian proyek, dengan menambah crane dan pekerja.
Wah pasti dalam waktu dekat perubahan progress proyek akan sangat signifikan, karena kontraktor ngebut.
[ Jum'at, 20 Februari 2009 ]
Pemkot Surabaya Lambat Serahkan Lahan untuk SSC
SURABAYA - Pembangunan Surabaya Sport Center (SSC) ternyata tidak berjalan mulus. Pembangunan proyek yang diprediksi menelan dana Rp 450 miliar itu ternyata terlambat. Hingga Februari ini, proyek tersebut seharusnya sudah berjalan 23,09 persen. Kenyataannya, proyek itu baru selesai 21,14 persen.
Keterlambatan tersebut terungkap dalam rapat evaluasi pemkot di Balai Kota kemarin (19/2). Terungkap juga bahwa keterlambatan terjadi pada pembangunan stadion utama. Sesuai dengan rencana, hingga Februari ini pembangunan seharusnya mencapai 16,79 persen. Kenyataannya, pelaksana proyek hanya mampu menyelesaikan 12,82 persen.
Asisten II Sekkota Muklas Udin saat dikonfirmasi seusai rapat mengatakan, berdasar pemaparan pelaksana proyek, keterlambatan itu disebabkan pemkot terlambat menyerahkan lahan. Alasannya, saat itu pemkot masih menyelesaikan masalah administrasi. Ternyata, proses tersebut baru selesai setelah masa pengerjaan masuk waktu sebulan.
Meski demikian, pemkot tetap meminta kontraktor untuk menyelesaikan sesuai jadwal yang sudah dibuat. "Komitmennya memang seperti itu," ucapnya. Menurut dia, keterlambatan itu dikhawatirkan berlanjut sampai target final pengerjaan pada Oktober 2009. Jika keterlambatan sekarang ditoleransi, pekerjaan bisa menumpuk dan berimbas pada melesetnya penyelesaian akhir. Karena itu, pemkot meminta kontraktor untuk mengebut pengerjaan. Sehingga, pada Juni mendatang, proyek tersebut bisa selesai sesuai jadwal.
Untuk mengejar keterlambatan itu, kontraktor menyatakan siap mengambil langkah antisipasi. Di antaranya, menambah alat berupa tower crane. Menurut dia, selama ini kontraktor hanya menyediakan tiga tower crane. Mulai saat ini, alat tersebut ditambah satu unit sehingga menjadi empat buah.
Tidak hanya itu, kontraktor juga menambah form work (semacam cetakan beton). "Saya tidak tahu jumlah persisnya," tutur Muklas. Dengan menambah form work, proses pencetakan beton untuk membangun konstruksi SSC bisa lebih cepat. Sebab, jika jumlahnya terbatas, pembuatannya memakan waktu lebih lama.
Kontraktor juga berjanji menambah jumlah pekerja yang membangun proyek tersebut. Semakin banyak pekerja yang terlibat dan peralatan yang memadai, ketertinggalan bisa dikejar. Meski terlambat, pemkot tidak lantas memutuskan kontrak. Menurut Muklas, pemutusan kontrak dilakukan jika pengerjaan menyalahi perjanjian yang sudah diteken kedua pihak. Namun, dalam kasus keterlambatan, pemkot hanya bisa menekan untuk mempercepat pembangunan.
Jika keterlambatan itu terjadi hingga batas akhir, kontraktor didenda sebesar lima persen di antara nilai proyek setiap bulan. "Mekanisme itu memiliki aturan sendiri. Setiap kontrak proyek memang seperti itu," tuturnya.
Indoor dan Masjid Lampaui Target
Pria yang juga menjabat sebagai ketua tim reklame itu menambahkan, meski terlambat, pembangunan Stadion Indoor dan masjid justru sebaliknya. Kedua bangunan tersebut malah melampaui jadwal penyelesaian. Sesuai dengan jadwal, pembangunan stadion indoor hingga Februari ini seharusnya mencapai 14,93 persen. Namun, kontraktor mampu menyelesaikan hingga mencapai 18,11 persen. Dengan demikian, pengerjaan lebih maju 3,18 persen.
Demikian pula pembangunan masjid. Dalam jadwal, bangunan itu harus mencapai 29,05 persen. Tapi, saat ini pembangunannya malah sudah mencapai 37,12 persen. "Kami terus pantau dan evaluasi pembangunan. Biar langsung ditangani kalau ada apa-apa," ucap Muklas. (eko/raw/oni)
sbyctzn February 20th, 2009, 07:24 AM Main Stadium bisa untuk homebase Persebaya (sepakbola).
Indoor Stadium bisa untuk homebase Surabaya Samator dan Surabaya Bank Jatim (voli).
Tinggal ditambahi Velodrome Arena untuk PSN/Polygon Sweet Nice Surabaya (balap sepeda), lengkap deh klub profesional dari Surabaya.
Freezy89 February 21st, 2009, 07:33 AM Jembatan MERR itu brarti satu jembatan bwt satu ruas ya???
Katanya ntar tembusnya di Jl Arif Rahman Hakim,tepatnya di sebelah mana ya...
Smoga SCC cepet jadi, stadion-nya kan jadi modal Indonesia bwt jadi host world cup....
;)
Rapala February 21st, 2009, 08:22 AM penasaran sama merr.
soalnya ampe sekarang cuma ada info jembatan.
tapi tidak ada pembuatan jalannya sama sekali.
putus ampe di arief rachmand hakim aja.
sbyctzn February 21st, 2009, 08:45 AM @freezy89:
Yup satu ruas satu jembatan, tembusnya ya jalan MERR yang lurusnya perempatan RCTI kertajaya ke arah selatan atau sebelah timurnya ITATS pas.
@Rapala:
proyek pembuatan jalan berjalan kok, coba liat di thread ini di halaman sebelumnya, ada update pembuatan jalannya.
Kalau tidak salah yang dikerjakan lokasi antara ITATS (arif rahman hakim) hingga STIKOM (jembatan yang sedang dibangun).
Ebek21 February 21st, 2009, 03:08 PM The picture on the right-hand side below showed progress on the MERR-IIC road construction near Puri Mas estate in Rungkut Madya.
http://img210.imageshack.us/img210/1862/29899312qh0.jpg
teddybear February 22nd, 2009, 02:05 AM ^but the current bridge can accommodate at least 2 way traffic. more than 3 lanes, imo :D
Ebek21 February 22nd, 2009, 04:43 AM ^^ I thought what you mean by ruas is the section of the new bridge (related with construction, not the trafiic). In the future, each bridge will serve one way (jalur) traffic with two lanes (lajur). So the old bridge will serve South-North traffic and the new bridge is for North-South one, each will have two lanes.
When I passed through the bridge before, I always thought why the bridge was so narrow. And now my question get the answer, it will be a twin bridge.
Ebek21 February 22nd, 2009, 04:54 AM Meanwhile, this is an article related with road construction of MERR-IIC from Jawapos today.
Lahan Beres, Bangun Jalan
SURABAYA - Proses negosiasi pembebasan lahan yang alot membuat pengerjaan proyek MERR-II dilakukan dengan cara parsial. Lahan yang sudah dibebaskan, dikerjakan lebih dulu tanpa menunggu semua lahan berhasil dibebaskan.
Di kawasan Rungkut, pemkot baru membebaskan lahan di kawasan YKP Rungkut Madya ke arah timur. Karena itulah, kontraktor baru mengerjakan jalan yang panjangnya sekitar 400 meter itu. "Kalau ada yang sudah dibebaskan, langsung kami bangun," kata Pejabat Pembuat Komitmen Pembanguan Jalan dan Jembatan Surabaya II Sapril Rebono kemarin.
Menurut dia, di lahan yang sudah dibebaskan itu saat ini sedang dilakukan pengerasan dengan cara menimbun tanah. Pengerasan itu dimaksudkan agar tanah tidak mudah ambles saat dibangun jalan.
Di lokasi lain, sebuah jembatan MERR-II juga sedang dibangun di sebelah utara Pondok Nirwana. Menurut dia, lahan tersebut sudah dibebaskan sehingga bisa dikerjakan, sambil menunggu pembebasan lahan di lain tempat.
Termasuk di Medokan Semampir, di kawasan itu konstruksi fondasi jembatan sudah dibangun. Pekan depan, dilakukan pemasangan balok yang menghubungkan antarfondasi sehingga membentuk jembatan. "Jumlah baloknya ada delapan buah."
Taken from Jawapos, Feb 22, 2009
Ebek21 February 22nd, 2009, 05:23 AM 200+200+200+500+200+123+113 = 1536 pohon !! :applause:
http://farm4.static.flickr.com/3625/3299302476_bbc3bf55d4_o.jpg
Taken from Radar Sby, Feb 22, 2009
Ebek21 February 22nd, 2009, 05:26 AM http://farm4.static.flickr.com/3457/3299302482_89edb5c247_o.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3371/3299302486_df63d6648f_o.jpg
Taken from Radar Sby, Feb 22, 2009
Ebek21 February 22nd, 2009, 05:27 AM :)
http://farm4.static.flickr.com/3472/3299302494_a01852f55c_o.jpg
Taken from Radar Sby, Feb 22, 2009
teddybear February 22nd, 2009, 07:31 AM ^debu surabaya bukan main ya. tuh sampai kusam dan banyak pasir pedestriannya.
sbyctzn February 22nd, 2009, 08:19 AM Salut dengan masyarakat sekitar yang punya rasa perhatian terhadap fasilitas umum, serta komitmennya yang tinggi untuk merawat. Yang terpenting itu merawat dan menjaga, membuat itu gampang.
Sip deh... Melihat fotonya Radar Surabaya tentang pedestrian itu seperti berasa di luar.
Bersih, teratur, khas metropolitan modern.
Semoga kedepannya semakin banyak fasilitas umum modern di Surabaya.
Sekadar info:
Fasilitas modern Megatron sudah go to daerah, saat ini sudah ada di beberapa kota satelit Surabaya, yaitu Jember, Malang, dan Mojokerto.
Salut juga ternyata tidak hanya ada di Surabaya, tetapi juga di daerah, ini baik tentunya untuk kemajuan dan perubahan era.
Salut juga buat pemerintah yang punya komitmen tinggi untuk kemajuan Surabaya.
Semoga nanti pengganti Bambang DH tahun 2010 bisa meneruskan tugasnya. Bu Risma cocok nih...
Hadi February 22nd, 2009, 03:08 PM salut deh . Memang Surabaya banyak kemajuan setelah dipimpin Bambang DH saya harpakan kedepan bisa dityeruskan oleh orang2 yang lebih pandai dan inovatif lagi, seperti bu risma. Thx for Pemkot Surabaya. hehehehe....
Ebek21 February 22nd, 2009, 03:56 PM 200,000 TEUs adds significant handling capacity for Tg. Perak Port. However we still badly need Lamong Bay seaport as a true expansion of this 100 years old seaport.
Terminal Nilam Multipurpose Tanjung Perak Segera Beroperasi
SURABAYA--MI: Terminal Nilam Multipurpose di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, segera beroperasi setelah soft opening pada 24 Februari mendatang.
Pelabuhan dioperasikan seiring selesainya pembenahan empat gudang lama yang tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Menurut Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha PT Pelindo III Robert Sianipar di Surabaya, Sabtu (21/2), secara fisik dermaga dan lapangan penumpukan Terminal Nilam Timur ini sudah selesai. "Kini hanya menunggu 'finishing' dan membersihkan sisa material bangunan," ujarnya.
Ia menjelaskan, penataan Terminal Nilam ini terdiri atas pembuatan dermaga dengan lebar delapan meter, berupa penambahan dari lahan yang lama dan meratakan area gudang lama dengan paving-stone seluas empat hektare. Biaya pembangunan infrastruktur tersebut mencapai Rp 110 miliar.
"Sampai hari ini, kami tengah menunggu peralatan yang belum datang, di antaranya dua gantry crane," katanya.
Dengan beroperasinya Terminal Nilam Multipurpose ini, dia berharap, Pelabuhan Tanjung Perak dapat meningkatkan kecepatan dalam pelayanan, seperti menekan angka waiting time kedatangan kapal, termasuk berthing operation ratio (BOR) yang saat ini berkisar 60% menjadi 40%.
Ia menambahkan, tahun ini diperkirakan terjadi penurunan trafik kapal peti kemas handling sebesar 15% sampai 16% dari luar negeri. Semisal di Tanjung Perak Surabaya menjadi 243 unit, di Tanjung Emas Semarang menjadi 137 unit.
"Namun, Pelindo III tetap optimistis, Tanjung Perak Surabaya sebagai Hub Port akan tetap ramai dan mengembangkan perdagangan domestik," katanya.
Semenmtara itu, Kepala Humas Pelindo III Iwan Sabatini memperkirakan trafik kunjungan kapal akan sebanyak 77.419 unit atau 102% jika dibandingkan dengan pencapaian 2008. Sedangkan proyeksi secara keseluruhan pada 2009 pihaknya akan menangani 2.897.637 TEU's atau 99% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dengan beroperasinya Terminal Nilam Multipurpose, kami berharap terminal ini bisa menampung penumpukan peti kemas. Khususnya dari kegiatan domestik sebanyak 200.000 TEUs selama tahun ini," katanya.
Pada tahun ini, Manajemen Pelindo III akan segera menata Dermaga Jamrud menjadi Terminal Jamrud Multipurpose yang direncanakan beroperasi pada tahun 2010. "Bahkan, dalam waktu dekat Pelindo III juga akan meresmikan Terminal Multipurpose di Kumai, Kalimantan Tengah, yang secara keseluruhan tertuang pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun
2009-2013," ujarnya.
Taken from Media Indonesia, Feb 21, 2009
Ebek21 February 22nd, 2009, 04:12 PM To have a better picture where is the Nilam Timur Multipurpose Terminal, see this GE image. The terminal is marked with yellow box.
http://farm4.static.flickr.com/3397/3300424092_f1ce389486_o.jpg
Trip2Java February 24th, 2009, 04:45 PM Main Stadium bisa untuk homebase Persebaya (sepakbola).
Indoor Stadium bisa untuk homebase Surabaya Samator dan Surabaya Bank Jatim (voli).
Tinggal ditambahi Velodrome Arena untuk PSN/Polygon Sweet Nice Surabaya (balap sepeda), lengkap deh klub profesional dari Surabaya.
emang INDOOR ga ada lapangan basketnya yak ?
WISMILAK CLS ga kebagian jatah dunk:nuts:
sbyctzn February 24th, 2009, 07:24 PM Bukan Wismilak CLS, tapi Nuvo CLS Knight Surabaya.
Knight kan sudah punya kandang sendiri, di GOR kertajaya. Itu GOR juga gede banget.
Kalau mau indoor stadium GBT juga bisa digunakan untuk homebase, soalnya kan indoor stadium itu multifungsi. Atau kalau mau pakai yang taraf internasional dan modern untuk homebase, tapi mahal pasti sewanya, bisa pakai DBL Arena. Pasti keren tuh Knight! Pakai stadium yang modern dan taraf internasional.
Kalau Persebaya pakai tambaksari sudah tidak representatif, itu stadion bagus untuk latihan dan liga internal persebaya, trus lapangan persebaya yang ada di belakang stadion tambaksari dibangun mes sekaligus mes atau hotel, pasti bagus. Seperti Gajayana yang view skyscraper nya menyatu dengan stadium.
proyek publik besar yang ngebut di Surabaya:
-Suramadu
-GBT
-MERR
-RSSB
sbyctzn February 25th, 2009, 06:36 AM [ Rabu, 25 Februari 2009 ]
Instalasi Telepon dan Listrik di Jembatan Suramadu Sudah Terpasang
SURABAYA - Penyelesaian jalan akses menuju Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) mengalami perkembangan signifikan. Bisa dikatakan, saat ini nyaris seluruh pekerjaan di sektor ini tuntas. Selain menuntaskan konstruksi jalan, beberapa utilitas pendukung jalan mulai dipasang.
Misalnya, pamasangan sambungan telepon. Sarana ini diproyeksikan tidak hanya untuk keperluan di sekitar akses maupun Jembatan Suramadu sisi Surabaya, tetapi juga untuk sisi Madura, khususnya di sekitar Kamal.
Untuk itu, jalan akses jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi saja. Namun, juga bakal menjadi penghubung masuknya sarana utilitas di sekitar Madura.
''Jadi pemasangan utilitas telepon nantinya bisa menyentuh masyarakat di sekitar Madura,'' kata Communication Manager PT Telkom Divre V Jatim Djadi Sugiarto kemarin.
Dia menjelaskan, saat ini proses pemasangan utilitas itu sudah masuk tahap akhir, sambil menunggu tersambungnya Jembatan Suramadu. ''Pemasangan yang kami lakukan nanti bersamaan dengan penyelesaian proyek Suramadu,'' kata Djadi.
Demikian juga dengan utilitas penerangan jalan. PLN Distribusi Jatim memastikan semuanya sudah tidak ada masalah. ''Instalasinya sudah tertata semua. Kami tinggal mendistribusikan aliran listrik di sana (kawasan proyek. Red),'' kata Corporate Secretary PLN Distribusi Jatim Agus Widayanto.
Memang masih ada beberapa pekerjaan yang harus segera dituntaskan di sekitar Suamadu. Di antaranya pemasangan utilitas di sepanjang jalan, seperti pemasangan sambungan kabel telepon.
Selain penuntasan utilitas, pelaksana proyek juga tengah menyelesaikan jembatan layang di atas jalan akses itu. Jembatan ini diproyeksikan untuk menjamin keselamatan warga di sekitar jalan akses.
Hingga kemarin progress report penyelesaian akses Suramadu sisi Surabaya sudah mencapai 99,81 persen. Ditargetkan, awal bulan depan semua sudah tuntas. ''Tinggal menunggu penyelesaian akses di sisi Madura dan sisa pekerjaan di jembatan,'' kata Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional V A.G. Ismail. (ris/ari)
Taken from Jawapos today.
Ebek21 February 25th, 2009, 08:00 AM Long time no news from this Tol Tengah Kota project. In fact, do we still need this tollroad ?
BPJT akan tegur Margaraya
SURABAYA: Badan Pengatur Jalan Tol berencana mengevaluasi kelayakan sejumlah ruas jalan tol khususnya di Jatim. Regulator jalan tol nasional itu juga akan menyampaikan teguran kepada investor pemegang konsesi proyek tol tengah (PT Margaraya Jalan Tol) agar memacu pengerjaan proyek.
Ketua BPJT Nurdin Manurung mengatakan pihaknya akan segera memberikan teguran kepada kontraktor proyek Tol tengah Surabaya.
"Investor tol tengah kota Surabaya itu masih tidur dan sudah lewat beberapa kali, jadi akan ada teguran tertulis agar kontraktor segera mengerjakan proyek tersebut," kata Nurdin kepada pers, pekan lalu.
BPJT, kata Nurdin, juga akan segera melakukan evaluasi terhadap kelayakan sejumlah proyek tol termasuk yang berada di Jatim.
"Akan ada evaluasi kelayakan dan bagi yang telah menandatangani kontrak perjanjian penguasaan jalan tol [PPJT] diharapkan dapat segera mewujudkan pengerjaan proyeknya. Di Jatim yang telah memiliki PPJT ruas Gempol-Pasuruan, Surabaya-Mojokerto dan ruas Porong-Gempol yang menjadi bagian tol Surabaya-Gempol agar dapat segera dikerjakan. BPJT akan dorong terus," ungkapnya.
Ketua Komisi D DPRD Jatim Edy Wahyudi memberikan apresiasi penuh atas rencana tuguran BPJT kepada kontraktor tol tengah.
"Masyarakat kota Surabaya sangat membutuhkan infrastruktur tol tengah itu agar kemacetan yang kerap terjadi dapat diatasi. Butuh dukungan agar tol itu dapat segera terwujud," kata Edy kepada Bisnis, kemarin.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdullah Jamal Alkatiri mengatakan bila investor ataupun kontraktor ada masalah mestinya pemerintah segera mencarikan jalan keluar.
"Memang perlu ada evaluasi terkait keseriusan kontraktor dalam mengerjakan ruas tol khususnya di Jatim," kata Jamal kepada Bisnis, kemarin.
Proyek pengembangan jalan tol di Jatim
Ruas Investor
Kertosono-Mojokerto (41 km) PT Marga Hanurata Intrinsic
Surabaya-Mojokerto (37 km) PT Marga Nujyasumo Agung
Gempol-Pasuruan (32 km) PT Jasa Marga
Pasuruan-Probolinggo (45 km) PT Trans-Jawa Paspro
Porong-Gempol (perbaikan) (9,5 km) PT Jasa Marga
Gempol-Pandaan (13,61 km) PT Margabumi Adhikaraya
Tol tengah kota Surabaya (25 km) Waru-Wonokromo-Tj Perak PT Margaraya Jawa Tol
Sumber : BPJT, 2009
Bagian Trans Jawa
Jamal menunjukkan sejumlah ruas tol di Jatim yang telah ada kontraktornya namun hingga kini proses pengerjaannya belum terlihat yaitu tol tengah kota Surabaya (Tol Waru- Wonokromo-Perak), tol Gempol- Pasuruan, tol Gempol-Pandaan, Tol Pasuruan-Probolinggo.
"Ruas-ruas itu adalah bagian dari tol trans Jawa [Merak-Banyuwangi], yang semestinya selesai pada 2009. Ini yang mesti dapat perhatian," ungkapnya.
Taken from Bisnis Indonesia, Feb 25, 2009
sbyctzn February 25th, 2009, 10:06 AM Perlu donk tol tengah kota. Itu salah satu jalan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Walaupun sampai saat ini Surabaya dalam kenyataannya tidak begitu macet, hanya ruas A. Yani saja, dan pada saat on peak saja di ruas lainnya. Namun tol tengah kota itu membuat arus semakin terurai, sehingga yang memakai jalan protokol cuma yang butuh keliling kota saja, bukan digunakan untuk lalu lintas pulang pergi kerja. Sehingga tol fungsinya untuk lalu lintas pulang pergi kerja, bukan lalu lintas keliling kota.
Semoga saja dengan ditegurnya itu bisa segera dibangun.
Entah sebenarnya ada masalah apa sebenarnya dengan investor pemenang tender itu? Ada yang tau? Saya lupa. Padahal itu nilai ekonominya sangat tinggi.
Freezy89 February 26th, 2009, 10:10 AM ^^
Iya...menurutq jalan tol tengah kota itu perlu sebagai antisipasi kemacetan di masa yang akan datang. Jangan sampe macet kaya di Jakarta deh...
hermawan February 27th, 2009, 02:45 AM Proyek pengembangan jalan tol di Jatim
Ruas Investor
Kertosono-Mojokerto (41 km) PT Marga Hanurata Intrinsic
Surabaya-Mojokerto (37 km) PT Marga Nujyasumo Agung
Gempol-Pasuruan (32 km) PT Jasa Marga
Pasuruan-Probolinggo (45 km) PT Trans-Jawa Paspro
Porong-Gempol (perbaikan) (9,5 km) PT Jasa Marga
Gempol-Pandaan (13,61 km) PT Margabumi Adhikaraya
Tol tengah kota Surabaya (25 km) Waru-Wonokromo-Tj Perak PT Margaraya Jawa Tol
Sumber : BPJT, 2009
Bagian Trans Jawa
Jamal menunjukkan sejumlah ruas tol di Jatim yang telah ada kontraktornya namun hingga kini proses pengerjaannya belum terlihat yaitu tol tengah kota Surabaya (Tol Waru- Wonokromo-Perak), tol Gempol- Pasuruan, tol Gempol-Pandaan, Tol Pasuruan-Probolinggo.
Taken from Bisnis Indonesia, Feb 25, 2009
Sepertinya memang tol Pandaan - Malang sudah completely remove:ohno:
Ebek21 February 27th, 2009, 03:58 PM Daops VIII Luncurkan Kereta Wisata Djoko Kendil
Kereta Wisata Joko Kendil Diluncurkan Surabaya - Bosan rapat atau melakukan meeting di dalam ruangan atau gedung, Anda mungkin bisa mencoba inovasi yang ditawarkan PT KA Daops VIII Surabaya. Perusahaan perkeretaapian ini menawarkan paket wisata bagi perusahaan yang ada di Surabaya dan sekitarnya dengan menggelar rapat atau pun pertemuan di atas kereta.
Kereta yang diberi nama Djoko Kendil tersebut mempunyai fasilitas tidak kalah dengan ruangan pertemuan di hotel bintang lima. Lengkap dengan meja dan kursi yang bisa diubah posisinya. Selain itu, layar LCD dan mini bar juga tersedia dalam kereta ini.
Kereta Djoko Kendil ini nantinya akan menarik dua gerbong kuno buatan tahun 1938. Satu gerbongnya bisa memuat 20 penumpang.
Untuk memperkenalkan pada masyarakat luas, hari ini PT KA Daops VIII akan menguji KA Djoko Kendil dari Surabaya menuju Jember.
"Kita uji coba dulu. Tarifnya belum kita tentukan, yang pasti dalam waktu dekat masyarakat umum bisa menikmati kereta tersebut," kata Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Sugeng Priyono saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (27/2/2009).
Menurut Sugeng, ide awal ini berasal dari Balai Yasa Surabaya. Balai Yasa memunculkan ide melihat kebutuhan masyarakat ingin melakukan hal yang berbeda. "Ini untuk mengimbangi zaman yang semakin hari semakin inovatif," ungkapnya.
Kereta yang saat ini ditawakarkan ke masyarakat awalnya digunakan para petugas KA yang melakukan inspeksi, dan juga digunakan sebagai kereta penyelamat kalau terjadi kecelakaan. "Saya lupa KA itu buatan mana, tapi yang pasti kereta tersebut dibuat dari baja yang tersambung dengan ketebalan 3 milimeter," bebernya.
Dengan nada berpromosi Sugeng mengungkapkan jika kereta dengan dua gerbong tersebut lebih antik daripada kereta api wisata lainnya seperti KA Bali, Nusantara atau pun Toraja. "Yang pasti antik dan pastinya bebas dari hantu," pungkasnya sambil tertawa.
Taken from Detik Surabaya, Feb 27, 2009
Metamorfosis Murni Karya Balai Yasa Surabaya
suarasurabaya.net| Dengan bentuk yang agak cembung, gerbong kereta wisata Joko Kendil, yang Jumat (27/02) ini diujicobakan oleh PT Ka Daops VIII Surabaya, adalah metamorfosis karya rekayasa murni Balai Yasa Surabaya.
“Kalau gerbongnya sebenarnya adalah gerbong lama, zaman-zaman orde lama dulu. Tetapi soal kekuatan, tidak diragukan. Misalnya saja ketebalan baja bagian luar gerbong memiliki ketebalan kurang lebih 3 milimeter. Kemudian oleh Balai Yasa Surabaya direkayasa sedemikian rupa,” terang SUGENG PRIYONO SH, Kahumas PT KA Daops VIII Surabaya, pada suarasurabaya.net, Jumat (27/02).
Dengan interior bagian dalam gerbong yang terkesan klasik, dimana hampir seluruh bagian dalam gerbong berlapiskan kayu warna kecoklatan, memberikan sentuhan tidak sekedar klasik tetapi sekaligus mewah.
Belum lagi beberapa fasilitas penunjang untuk kegiatan meeting, dengan adanya layar LCD serta mini bar, setiap gerbong mendapat sentuhan istimewa, yang menjadikannya seolah bukan sebuah gerbong kereta api pada umumnya.
“Secara keseluruhan gerbong Joko Kendil ini merupakan metamorfosis murni dan mendapat sentuhan rekayasa dari kawan-kawan di Balai Yasa Surabaya. Ini sangat menggembirakan, gerbong lama disulap menjadi demikian indah,” tambah SUGENG PRIYONO.
Ditanya berapa harga untuk bisa menikmati fasilitas dan kenyamanan gerbong kereta wisata Joko Kendil, SUGENG PRIYONO tidak menyebutkan namun memberikan jaminan bahwa harga cukup bersaing dibandingkan di hotel-hotel mewah. “Harga yang pasti bersaing dengan yang ditawarkan hotel-hotel,” tukas SUGENG PRIYONO pada suarasurabaya.net.
Taken from Suara Surabaya, Feb 27, 2009
Ebek21 February 27th, 2009, 04:00 PM Pictures of Joko Kendil
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JKa.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JKb.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JKc.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JKd.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JKe.jpg
Taken from Detik Surabaya, Feb 27, 2009
Hadi February 28th, 2009, 08:06 AM Mengoptimalkan fungsi pedestrian. Ini yang sekarang sedang getol dilakukan beberapa elemen masyarakat Surabaya. Misalnya, Radar Surabaya menggelar Surabaya Fun Walk & Festival Pedestrian. Beberapa komunitas ikut meramaikan. Sejumlah perusahaan terlibat menjadi sponsornya. Berbagai kelompok masyarakat datang untuk meramaikan. Sepanjang Jalan Raya Darmo yang setiap minggu digelar Car Free Day diperkirakan akan meriah karenanya.
Ini langkah lebih maju. Pemerintah kota Surabaya telah membangun pedestrian di sejumlah ruas jalan. Trotoar –demikian orang biasanya menyebut—ini dibuat untuk fasilitas bagi pejalan kaki. Mereka ini adalah bagian dari pengguna jalan yang berhak mendapatkan jaminan keselamatan dan kenyamanan. Kalau tidak ada pedestrian, pejalan kaki harus jalan di ruas jalan. Resikonya bisa ditabrak sepeda motor atau kendaraan bermotor lainnya.
Setelah pedestrian dibangun, persoalan berikutnya adalah membiasakan orang berjalan. Jangan sampai, kita punya pedestrian yang nyaman, tapi tidak banyak orang memanfaatkan. Artinya, orang masih belum biasa menggunakannya untuk jalan. Ini yang sekarang masih kita rasakan. Cobalah sesekali datang ke Embong Malang. Lantas amati. Berapa orang berjalan di atas trotoar yang rapi dan nyaman itu setiap jamnya? Saya sendiri belum pernah meneliti. Namun, sepintas masih sedikit warga Surabaya yang telah memanfaatkan.
Mengapa orang belum terbiasa menggunakan pedestrian? Ada beberapa alasan. Udara panas yang ada di Surabaya membuat orang tidak suka jalan. Mereka lebih suka menggunakan kendaraan, meski jangkauannya sebetulnya cukup dengan jalan. Banyak yang suka menggunakan sepeda motor atau kendaraan lainnya. Dengan berkendaraan, maka udara panas sedikit terpecahkan. Apalagi, udara Surabaya cenderung lembab. Sehingga, kalau kena panas lama, orang bisa berkeringat. Tentu tidak akan terasa nyaman kalau bekerja dalam keadaan keringatan.
Ini berbeda dengan beberapa negara yang memiliki empat musim. Umumnya, kota-kota di luar negeri udaranya tidak lembab. Juga tidak terlalu panas. Kadang-kadang mereka mengalami musim yang panas sekali. Tapi juga ada musim yang nyaman untuk jalan-jalan. Jadi, pola musim ini menjadi ‘’pemaksa’’ bagi orang untuk membiasakan jalan. Sempat juga terpikir, beberapa negara tidak terlihat gelandangan karena memang alam tak memungkinkan mereka hidup di luaran. Mereka bisa mati jika musim dingin tiba.
Tapi sebetulnya, soal panas ini sudah sedikit terpecahkan. Apalagi, warga Surabaya sudah menjadikan tanam pohon sebagai kebudayaan. Menanam pohon tidak semata-mata untuk menjadikan alat perindang, tapi sebagai upaya untuk menyeimbangkan udara panas. Gerakan Surabaya Green and Clean telah membuat warga Surabaya menanam pohon sebagai sebuah keharusan. Ini yang bisa kita saksikan di kota kita dalam beberapa tahun belakangan.
Udara panas bukan semata-mata menjadikan orang tidak biasa jalan. Tata kota ikut mempengaruhinya. Di Surabaya, juga di Indonesia pada umumnya, perumahannya horisontal. Ini mengakibatkan jarak satu dengan yang lainnya berjauhan. Orang akan terbiasa jalan kalau ada sistem blok. Sehingga ada kawasan-kawasan tertentu yang memaksa orang untuk jalan. Misalnya blok pusat bisnis, blok pusat perkantoran, dan blok pusat permukiman. Dengan sistem blok tersebut, orang tidak dipaksa untuk jalan jauh di luar kemampuannya. Untuk jarak jauh mereka akan berkendaraan, sedang untuk jarak pendek akan cenderung jalan.
Apalagi kalau kemudian ada dukungan transportasi publik yang memadai. Dengan ada transportasi publik yang nyaman dan terjangkau, maka orang akan berusaha mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Mereka akan membiasakan untuk jalan dari halte maupun tempat pemberhentian kendaraan umum ke tempat tujuan. Apakah itu kantor, pusat perbelanjaan atau tempat pemukiman mereka. Tata kota dan transportasi publik yang memadai dipastikan akan ‘’memaksa’’ orang untuk jalan.
Namun, untuk mewujudkan itu semua, dibutuhkan waktu yang lama. Maka, mendorong orang untuk membiasakan jalan di pedestrian menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Bukankah kita di Surabaya pernah melakukan hal serupa?. Dulu orang tidak biasa menggunakan sabuk pengaman ketika berkendara. Dengan gerakan yang dimulai di Surabaya, kini pakai sabuk pengaman menjadi kebiasaan. Bahkan, tidak hanya di Surabaya, melainkan menjadi tren nasional. Jadi, di Surabaya dimulai, kota lain mengikuti.
Kini, kita mensosialisasikan jalan di pedestrian. Saya yakin ini akan menjadi trend di masa mendatang.
Sungguh, kita pasti bisa. (ID YM: WAKGUSARIFAFANDI)
sbyctzn March 1st, 2009, 05:36 AM Ayo kita bisa! sudah ada buktinya, sabuk pengaman menjadi tren nasional.
ASTERIX's March 1st, 2009, 11:42 AM lha wong di Embong Malang g ada pohon perindang , gmana orang mau memanfaatkan pedesterian scra optimal...? klo di Raya Darmo sih adem....
Trip2Java March 1st, 2009, 02:41 PM lha wong di Embong Malang g ada pohon perindang , gmana orang mau memanfaatkan pedesterian scra optimal...? klo di Raya Darmo sih adem....
ya bikin pedestriannya sekalian nanem pohon !
Trip2Java March 1st, 2009, 02:45 PM Perlu donk tol tengah kota. Itu salah satu jalan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Walaupun sampai saat ini Surabaya dalam kenyataannya tidak begitu macet, hanya ruas A. Yani saja, dan pada saat on peak saja di ruas lainnya. Namun tol tengah kota itu membuat arus semakin terurai, sehingga yang memakai jalan protokol cuma yang butuh keliling kota saja, bukan digunakan untuk lalu lintas pulang pergi kerja. Sehingga tol fungsinya untuk lalu lintas pulang pergi kerja, bukan lalu lintas keliling kota.
Semoga saja dengan ditegurnya itu bisa segera dibangun.
Entah sebenarnya ada masalah apa sebenarnya dengan investor pemenang tender itu? Ada yang tau? Saya lupa. Padahal itu nilai ekonominya sangat tinggi.
penggususran lagi deh !
dana semakin membengkak buat pembebasan lahan
itu kali yang bikin investor rada2 mikir
Jungle_surf March 1st, 2009, 05:26 PM Daops VIII Luncurkan Kereta Wisata Djoko Kendil
Kereta Wisata Joko Kendil Diluncurkan Surabaya - Bosan rapat atau melakukan meeting di dalam ruangan atau gedung, Anda mungkin bisa mencoba inovasi yang ditawarkan PT KA Daops VIII Surabaya. Perusahaan perkeretaapian ini menawarkan paket wisata bagi perusahaan yang ada di Surabaya dan sekitarnya dengan menggelar rapat atau pun pertemuan di atas kereta.
Kereta yang diberi nama Djoko Kendil tersebut mempunyai fasilitas tidak kalah dengan ruangan pertemuan di hotel bintang lima. Lengkap dengan meja dan kursi yang bisa diubah posisinya. Selain itu, layar LCD dan mini bar juga tersedia dalam kereta ini.
Kereta Djoko Kendil ini nantinya akan menarik dua gerbong kuno buatan tahun 1938. Satu gerbongnya bisa memuat 20 penumpang.
Untuk memperkenalkan pada masyarakat luas, hari ini PT KA Daops VIII akan menguji KA Djoko Kendil dari Surabaya menuju Jember.
"Kita uji coba dulu. Tarifnya belum kita tentukan, yang pasti dalam waktu dekat masyarakat umum bisa menikmati kereta tersebut," kata Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Sugeng Priyono saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (27/2/2009).
Menurut Sugeng, ide awal ini berasal dari Balai Yasa Surabaya. Balai Yasa memunculkan ide melihat kebutuhan masyarakat ingin melakukan hal yang berbeda. "Ini untuk mengimbangi zaman yang semakin hari semakin inovatif," ungkapnya.
Kereta yang saat ini ditawakarkan ke masyarakat awalnya digunakan para petugas KA yang melakukan inspeksi, dan juga digunakan sebagai kereta penyelamat kalau terjadi kecelakaan. "Saya lupa KA itu buatan mana, tapi yang pasti kereta tersebut dibuat dari baja yang tersambung dengan ketebalan 3 milimeter," bebernya.
Dengan nada berpromosi Sugeng mengungkapkan jika kereta dengan dua gerbong tersebut lebih antik daripada kereta api wisata lainnya seperti KA Bali, Nusantara atau pun Toraja. "Yang pasti antik dan pastinya bebas dari hantu," pungkasnya sambil tertawa.
Taken from Detik Surabaya, Feb 27, 2009
tapi yang perlu diinget...masinisnya kudu pinter2 ngatur ritme kecepatan keretanya...(slowlydown aja...jangan terburu-buru) kan ini kereta wisata...bukan kerata LOGAWA atau MUTIARA TIMUR yang berlomba-lomba mencapai garis Finish...karena banyak komplain dari penumpang akibat sering terlambat :D
sbyctzn March 2nd, 2009, 09:35 AM [ Senin, 02 Maret 2009 ]
Pembebasan Lahan Surabaya Sport Center Belum Beres
KESERIUSAN pemkot dalam merealisasikan proyek Surabaya Sport Center (SSC) perlu dipertanyakan kembali. Meski target fisik tiga bangunan utama harus selesai tahun ini, akses masuk ke stadion, ternyata, belum beres.
Hingga kemarin (1/3), pemkot belum memulai upaya membebaskan lahan untuk akses masuk ke dalam stadion tersebut. Tentu hal itu akan sangat berpengaruh terhadap target penyelesaian tiga bangunan fisik di stadion yang bernama Gelora Bung Tomo tersebut. Tiga bangunan utama itu adalah stadion utama, stadion indoor, dan masjid.
Untuk mengakses stadion tersebut, pemkot berencana membuat dua jalur. Yakni, dari arah Jalan Raya Pakal dan dari arah tol di Benowo. Pembangunan dua jalur akses itu dimaksudkan untuk memecah konsentrasi pengunjung stadion pada saat membeludak.
Sayang, pemkot belum melakukan upaya pembebasan lahan. Tanah warga yang berada di jalur pembangunan akses masuk stadion itu belum tersentuh pembebasan. Sosialisasi kepada warga mengenai rencana pembebasan juga belum dimulai. Buktinya, jalur masuk ke stadion dari arah Jalan Raya Pakal masih berkelok-kelok seperti jalan lama. Padahal, rencananya jalan tersebut dibuat lurus.
Tidak hanya jalur akses yang belum beres. Lahan pembangunan gedung lainnya juga demikian. Di antara total 90 hektare lahan yang akan dipakai, saat ini baru dibebaskan 60 hektare. Sisanya seluas 30 hektare belum dibeli pemkot.
Asisten I Sekkota Surabaya Bagyo Fandi Sutadi saat dikonfirmasi tidak menyangkal bahwa pemkot masih adem ayem dengan pembebasan lahan akses menuju Gelora Bung Tomo itu. Bahkan, pemkot juga belum memulai sosialisasi kepada warga pemilik tanah yang akan dibebaskan untuk pembangunan akses masuk tersebut.
Dia juga tidak menampik bahwa pembebasan lahan menjadi masalah utama dalam setiap pembangunan proyek. Hanya, dalam kasus itu, ada perbedaan yang membuat pemkot tidak terlalu khawatir dengan pembuatan akses jalan masuk. "Pembebasan lahan untuk jalan kan bisa pakai Perpres 36. Itu tidak sulit kok," ujarnya enteng.
Untuk lahan yang akan didirikan bangunan, pemkot telah bernegosiasi dengan pemilik tanah, meski belum ada titik temu. Menurut dia, lahan tersebut belum begitu dibutuhkan karena pembangunan masih konsentrasi pada penyelesaian tiga bangunan utama.
Pejabat yang tinggal di kawasan Barata Jaya itu juga membenarkan bahwa pembangunan tiga bangunan utama di Gelora Bung Tomo terkendala lahan. Bahkan, pembangunan molor sebulan karena pemkot terlambat menyerahkan ke kontraktor. Akibatnya, target perkembangan pada Februari ini tidak tercapai. "Insya Allah nanti tidak lagi seperti itu," katanya. (eko/fat)
Taken from Jawapos Today.
OPTX March 3rd, 2009, 06:46 AM RRI Tower
19 Floors - Jl. Pemuda
http://img291.imageshack.us/img291/4042/gedungtowerep6.jpg
RRI Tower akan dibangun di Surabaya
Published by author at Berita, Internal
Surabaya pantas menjadi sister city bagi Penang Malaysia, jika proyek Suramadu kelak selesai dikerjakan. Jembatan Suramadu sepanjang 5,5 km akan menjadi jembatan pertama dan terpanjang di tanah air yang menghubungkan dua pulau terpisah. Walau hanya setengah dari panjang jembatan yang menghubungkan Penang dengan Semenanjung Melaka, namun Suramadupun akan memiliki fungsi yang tak kalah penting dalam menambah keindahan Kota Pahlawan dimalam hari. Tak hanya Suramadu yang sedang dalam tahap penyelesaian, Surabaya juga akan diramaikan dengan hadirnya pusat-pusat perbelanjaan baru, apartemen dan hotel serta kawasan permukiman kelas elite.
Kawasan Jalan Pemuda Surabaya merupakan zona strategis bagi Surabaya. Sebuah apartemen megah akan menghiasi zona emas ini. Akankah gedung RRI dapat bertahan ditengah desakan modernisasi kota megapolitan. Kepala RRI Surabaya M.Natsir Isfa mengungkapkan, rencana untuk membangun RRI Tower yang telah mendapat dukungan dari Dirut LPP-RRI Parni Hadi akan segera direalisasikan. Gedung RRI Surabaya yang berada pada jalur inti kota ini tak lagi sesuai dengan perkembangan kota yang dihiasi oleh gedung pencakar langit. Secara tehnis siaran RRI akan terganggu, mengingat tower RRI saat ini terhimpit oleh kanan kiri gedung yang menjulang tinggi. Konsep yang akan dikembangkan menurut Natsir Isfa, RRI akan memberikan kesempatan kepada investor untuk membangun gedung tower RRI dengan pola BOT, sehingga asset lahan RRI tidak beralih kepada pihak lain. Dengan pola ini diharapkan, pembangunan tower akan mendapatkan keuntungan baik dari segi tehnis siaran maupun keuntungan finansial. Sebab tower RRI nantinya akan bertengger di lantai atas gedung sehingga memungkinkan jangkauan siaran RRI akan lebih luas, disamping hilangnya gangguan tehnis untuk siaran luar dengan menggunakan OB van.
Ditambahkan, gedung ini nantinya akan memiliki 19 lantai, beberapa lantai diantaranya dipergunakan untuk perkantoran, ruang convention, dan studio RRI Surabaya, sedangkan sisanya dikelola oleh pihak ketiga dengan pola bagi hasil atau BOT.
Sudah ada beberapa investor yang melirik, namun menurut Natsir Isfa, pemilihan investor, proses dan mekanisme untuk pembangunan tower RRI ini akan ditetapkan oleh Direksi LPP RRI di Jakarta.
This entry was posted on Tuesday, February 3rd, 2009
http://rrisby.net/archives/rri-tower-akan-dibangun-di-surabaya
Freezy89 March 3rd, 2009, 08:55 AM ^^Hmm...jalan pemuda sebelah mana ya...??? Kayaknya udh penuh.:ohno:
Trip2Java March 3rd, 2009, 09:05 AM ^^kayaknya bakalan jadi gedung RRI paling modern di indonesia...:cheers:
( secara gedung2 RRI biasanya tua2 dan tak melebihi dari 4 lantai )
sbyctzn March 3rd, 2009, 09:47 AM Thanks OPTX for your valuable info.
Cool!
Another candidate to fullfil skyscraper in Downtown area.
Selain trillium, meritus, graha bukopin.
Lokasinya kemungkinan besar di gedung lama, mungkin dibongkar, atau sepertinya ada lahan kosong dibelakang gedung lama.
Kapan mulai dibangun ya, semoga segera dibangun.
Itu rendering resmi ya? Sudah final apa belum? Keren tuh. RRI Surabaya memang maju sekali, sudah berani melebarkan sayap.
Ebek21 March 3rd, 2009, 10:38 AM That RRI Tower is a good news. Hopefully it can attract potential investors considering the prime location. But why only 19 floors ? If height of the surrounding buildings disturbing the transmission quality is the reason, then 19 floors is simply not enough. Take an example, the neighbouring Trillium will be 32 floors. So at least it should be 30 floors too, then plus the tower, it will have the height of 40-45 floors building.
karia March 3rd, 2009, 11:40 AM ^^Hmm...jalan pemuda sebelah mana ya...??? Kayaknya udh penuh.:ohno:
masih ada beberapa lahan yg belum terbangun
di jln pemuda : sebelum gedung xl, diantara wisma bii dan gedung rri
basuki rahmat : depan gramedia expo
sbyctzn March 3rd, 2009, 12:45 PM Lahan antara wisma BII dan gedung RRI yang paling besar kemungkinannya akan dibangun.
Jika jumlah lantainya 19 berarti akan hampir sama dengan wisma BII.
Lumayan lah, akan menambah jejeran skyscraper di pemuda.
Sahid, Trillium, RRI tower, Wisma BII.
Ini yang harus ditiru para pemilik lahan di daerah CBD, masih banyak lahan yang kosong layak dibangun skyscraper.
teddybear March 3rd, 2009, 07:15 PM design nya jelek, kayak arsitek amatiran. sorry, I got disappointed with the design. mestinya glassy dong, all glass! but this is good news, daripada lahan itu dipenuhi ruko/rumah kuno.
kenapa design gedung milik pemerintah di surabaya pada jelek: gedung bank jatim atau bekas bursa surabaya - no inspiration semua tuh arsiteknya.
magali March 3rd, 2009, 10:33 PM http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1040753.jpg
http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1040749.jpg
MinImaX March 4th, 2009, 09:50 AM ^^ Grand City official website states that the mall will be open on Q3 2009.
RRI ini dulu rasanya pernah liat gambarnya.
Sepertinya desain lama sekitar 10 tahun yl.
Trip2Java March 4th, 2009, 12:59 PM ^^ Grand City official website states that the mall will be open on Q3 2009.
RRI ini dulu rasanya pernah liat gambarnya.
Sepertinya desain lama sekitar 10 tahun yl.
berarti planningnya udah lama ya ?
design nya jelek, kayak arsitek amatiran. sorry, I got disappointed with the design. mestinya glassy dong, all glass! but this is good news, daripada lahan itu dipenuhi ruko/rumah kuno.
kenapa design gedung milik pemerintah di surabaya pada jelek: gedung bank jatim atau bekas bursa surabaya - no inspiration semua tuh arsiteknya.
mending daripada bangunan tua RRI Pusat di jakarta :nuts:
Jungle_surf March 5th, 2009, 08:11 AM ^^
trus jembatan penyebrangan yang ada di depan RRI gimana?....stay disitu apa mo digeser ?....
MinImaX March 6th, 2009, 09:14 AM Mungkin maksudnya Foodmart?
Hypermarket Tunda Ekspansi
SURABAYA - Jaringan hypermarket di bawah Grup Matahari, Hypermart, memutuskan menunda rencana pembukaan dua gerai baru di Surabaya dari semula tahun ini menjadi tahun depan. Itu terkait dengan perlambatan pembangunan dua proyek pusat perbelanjaan atau mal.
Regional General Manager Hypermart Arifin Mulyawan mengakui, ekspansi perusahaannya harus mengikuti penyelesaian dua mal itu. Rencananya, Hypermart akan membuka gerai baru di Grand City di kawasan Gubeng dan Lenmarc di kawasan Bukit Darmo, Surabaya barat.
''Hingga saat ini, rencana ekspansi Hypermart di Surabaya ya baru di dua tempat tersebut,'' katanya saat dihubungi kemarin (4/3).
Dia mengaku, pihaknya juga belum punya rencana ekspansi di kota lain di Jatim. Terakhir, Hypermart membuka gerai di Madiun pada 15 Januari lalu. ''Tahun ini ekspansi di Jatim agak melambat karena melambatnya penyelesaian mal,'' tuturnya. Ekspansi hanya dilakukan di Jakarta, Jawa Tengah, Jogjakarta, Lampung, dan Kalimantan Timur.
Menurut dia, Hypermart juga tidak akan menjadi independent store. Tapi, tetap bergabung dengan mal karena dinilai lebih menguntungkan dalam menjaring konsumen. Hanya, pihaknya tetap mengoptimalkan gerai yang ada.
Store General Manager Hypermart Royal Plaza Anton Sujiono menyebut, selama dua bulan pertama tahun ini transaksi harian di gerainya menurun sekitar 5 persen. ''Biasanya, setiap hari tercapai dua ribu transaksi,'' ungkapnya. Penjualan groceries tetap mendominasi (60 persen). Disusul produk nonfood 25 persen, dan produk fresh 15 persen.
Untuk memacu transaksi, Hypermart menawarkan diskon khusus bagi pemegang kartu MCC (Matahari Club Card). Ini berlaku pada 26 Februari hingga 1 Maret lalu. ''Responsnya bagus. Rata-rata transaksi mencapai 6.500 per hari,'' jelasnya.(jan/dwi)
Taken from Jawa Pos, March 5th, 2009
worldsuperstar March 6th, 2009, 09:17 AM hah? masa Lenmarc ama Grand City makenya Hypermart....kok mnurut g agag kurang pas ya?
MinImaX March 6th, 2009, 09:45 AM Ada informasi bahwa Jl. Bukit Darmo Boulevard akan berubah nama jadi JI.May.Jend. Yono Soewoyo ...
Yono Soewoyo itu siapa ya?
Chris_Lyantto March 7th, 2009, 02:43 AM ^^ Mayor Jenderal TNI, yang membebaskan Kota Madiun dari tangan Partai Komunis Indonesia (PKI) :)
ini source (http://www.unisosdem.org/ekopol_detail.php?aid=2495&coid=3&caid=22)
MinImaX March 7th, 2009, 04:46 AM ^^ Thanks.
Kalau politik banyak intrik ya, menurut sumber Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Madiun), diperkuat dengan adanya catatan kaki di bawahnya:
Pada saat itu hingga era Orde Lama peristiwa ini dinamakan Peristiwa Madiun (Madiun Affairs), dan tidak pernah disebut sebagai pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Baru di era Orde Baru peristiwa ini mulai dinamakan pemberontakan PKI.
...
Masih ada kontroversi mengenai peristiwa ini. Sejumlah pihak merasa tuduhan bahwa PKI yang mendalangi peristiwa ini sebetulnya adalah rekayasa pemerintah Orde Baru (dan sebagian pelaku Orde Lama)
Mana yang benar, kita juga ga akan tau... hehehe...
Back to topic:
Kalau informasi perubahan jalan benar, maka sepanjang jalan ke Surabaya Barat semuanya Mayjend: Mayjend Sungkono, Mayjend HR Muhammad, Mayjend Yono Soewoyo... hehehe :p
OPTX March 7th, 2009, 05:53 AM Lahan antara wisma BII dan gedung RRI yang paling besar kemungkinannya akan dibangun.
Jika jumlah lantainya 19 berarti akan hampir sama dengan wisma BII.
Lumayan lah, akan menambah jejeran skyscraper di pemuda.
Sahid, Trillium, RRI tower, Wisma BII.
Ini yang harus ditiru para pemilik lahan di daerah CBD, masih banyak lahan yang kosong layak dibangun skyscraper.
Garden Palace Hotel kan juga di Jl. Pemuda. Entah berapa tingginya, tapi dari foto lama ini http://www.flickr.com/photos/mrperl/93384248/ , katanya diambil dari lantai 24.
Dulu Surabaya Plaza ( Delta Plaza ) pernah direncanakan untuk menjadi superblock. Gambar desain lamanya :
http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=6203925&postcount=238
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=6203925#post6203925
Mungkin sekarang mereka masih punya rencana untuk mengembangkan kawasan sekitarnya. Kalau ya, desainnya pasti akan berubah.
Fir3blaze March 7th, 2009, 06:05 AM SURABAYA | SURYA - Pemkot Surabaya berencana membangun gedung perpustakaan baru. Menurut Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Surabaya Arini Pakistianingsih, gedung baru ini akan dibangun di lahan bekas gedung Bioskop Mitra, komplek Balai Pemuda, Jl Yos Sudarso.
Dipilihnya gedung ini, karena lokasinya mudah dijangkau semua warga. Baik yang ada di Surabaya Timur, Utara, Selatan maupun Barat.
Gedung ini nantinya akan dilengkapi dengan ruang baca, ruang internet, ruang konvensi, ruang pameran dan kafé. Jika gedung perpustakaan lama hanya dua lantai, maka untuk gedung baru yang pembangunannya dimulai 2009 ini, terdiri dari empat lantai.
Sekretaris Komisi D DPRD Muhammad Alyas menambahkan bahwa gedung perpustakaan yang dimiliki pemkot saat ini memang tidak layak lagi. Selain lokasinya jauh dari pusat kota, yakni di Jl Rungkut Asri Timur, sarana dan sarana perpustakaan juga tidak lagi memadai. Sehingga warga kota enggan memanfaatkan perpustakaan itu. sda
taken from surya.co.id
archiholic March 8th, 2009, 05:21 AM ^^ gedung eks mitra ini yang di komplek balai pemuda kan, bukannya dulu rencana mau dibikin gedung teater/opera yang representatif gitu ya... ??
sbyctzn March 8th, 2009, 06:30 AM -sorry... double posting-
sbyctzn March 8th, 2009, 06:33 AM Yup mau dibuat gedung opera planning dari pemkot, tau nih pemkot kok linglung ya? Tapi terserah lah, mau dibuat perpustakaan atau gedung opera tidak masalah, sama-sama fungsinya membangun perkembangan kota. Kalau menurut saya gedung mitra masih tetap dengan planning awal yang akan dibangun gedung opera, karena berdasarkan planning pemkot yang akan memindah gedung DPRD kota Surabaya di daerah kaki Suramadu, maka kemungkinan besar lokasi Perpustakaan Kota yang berlantai 4 itu akan dibangun disitu. Nah berita bagus juga untuk pemerataan pembangunan, biar daerah Suramadu semakin maju plus ramai, memicu investor untuk membangun apartemen dengan view Suramadu, apa tidak kepikiran ya para investor itu. Kalau saya jadi investor, wah view Suramadu yang sangat indah itu bernilai ekonomi tinggi, pasti sudah proposed duluan deh. Betul tidak? Semoga beberapa bulan kedepan, di media massa ada berita mengenai investor yang membangun apartement semacam water place punyanya pakuwon itu di daerah kaki suramadu, wah pasti viewtiful. He3x...
Ebek21 March 8th, 2009, 06:54 AM Sejumlah Wilayah Sepakati Harga Lahan
Terkait Pembebasan Lahan Relokasi Jalan Tol
SIDOARJO - Meski tersendat-sendat, proses ganti rugi untuk relokasi Jalan Tol Porong terus berjalan. Perkembangan terakhir, beberapa wilayah akhirnya sepakat dengan harga yang ditawarkan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Yakni, di bawah Rp 600 ribu per meter untuk tanah kering.
Wilayah yang sepakat dengan harga tersebut adalah Legok, Japanan, dan Gempol. Semua berada di Kabupaten Pasuruan.
Sebelumnya, warga hanya menyepakati harga tanah sawah. Yakni, Rp 120 ribu per meter. Harga tanah kering belum dikesepakati. Sebab, beberapa warga menginginkan harga ganti rugi sama dengan yang diberikan Lapindo Brantas Inc.
Relokasi jalan tol tersebut membutuhkan lahan sepanjang 10,2 km dan lebar 120 meter. Menurut rencana, dibangun jalan tol, jalan arteri, dan rel KA. Semuanya dibangun secara beriringan. Saat ini, pembangunan sudah dimulai. Yakni, pembuatan jembatan yang melintasi Kali Porong. Pembangunan jembatan itu sudah lebih dari 50 persen.
Humas BPLS Achmad Zulkarnain membenarkan hal tersebut. Menurut dia, kesediaan warga mempercepat proses pembebasan lahan. "Ini perkembangan yang baik," katanya.
Dia menyatakan, saat ini pembebasan lahan masih terkendala. Di antara seluruh lahan, baru 47 persen yang terbebaskan. "Permasalahannya bukan dana, tapi belum adanya kesepakatan harga dengan warga," ungkapnya.
Menurut Zulkarnain, banyak warga yang masih menuntut ganti rugi sama dengan yang diberikan Lapindo. Padahal, relokasi berbeda dengan korban lumpur baik tujuan maupun sistem pembayarannya."Jalan tol untuk umum dan pembayarannya secara langsung. Tidak diangsur," tuturnya.
Anggota Dewan Pengarah Panitia Khusus (Pansus) Lumpur DPRD Sidoarjo Jalaluddin Alham menyambut baik kabar tersebut. Dia berharap penyelesaian ganti rugi lahan relokasi segera selesai. Dengan demikian, permasalahan Jalan Raya Porong bisa teratasi. "Saat ini, jalan selalu macet dan memengaruhi roda perekonomian Jatim," ungkapnya.
Dia mengimbau warga agar lebih memahami kondisi itu. Jalan tol lebih difungsikan untuk umum, bukan untuk kepentingan satu pihak. "Jadi, saya berharap, ada kerja sama antarwarga demi terwujudnya kepentingan bersama," paparnya.
Taken from Jawapos, Mar 7, 2009
sbyctzn March 8th, 2009, 07:01 AM Menambah nilai branded Kota Surabaya, dengan festival-festival kelas internasional semacam ini, semoga bisa diadakan rutin, dan diorganisis secara profesional oleh STPB untuk dimasukkan dalam agendanya. Thanks a lot to Kota Jember sebagai Satelit town Kota Surabaya yang mensuport kemajuan daerah secara total memberdayakan Kotanya. Sebagai bentuk apresiasi saya. Saya akan posting profil Kota Jember yang menurut saya sangat potensial di jajaran kota semi metropolis di Jawa Timur dalam rangka mendukung kemajuan daerah Jawa Timur dan Surabaya selain Malang dan Kediri.
Saya sudah mendapatkan dokumentasi foto dari Kota Jember, tunggu tanggal mainnya saya akan posting beserta keistimewaan Kota Jember yang layak jadi Kota kuda hitam di thread Jatim.
[ Minggu, 08 Maret 2009 ]
Karya Busana Spektakuler "Merak Kasmaran" Turun ke Jalan
SURABAYA - Warga Surabaya kemarin (7/3) mendapatkan tontonan segar yang menghibur. Miss Indonesia 2008 Sandra Angelia bersama seratus model Jember Fashion Carnaval (JFC) turun ke jalan memamerkan karya busana spektakuler.
Warga tumplek-blek di sepanjang rute karnaval untuk mempromosikan tren warna Cantika Jawa Timur dari Sariayu itu. Arak-arakan tersebut start dari depan Gedung Negara Grahadi, kemudian melewati Jl Yos Sudarso, Ketabangkali, hingga finis di Jl Pemuda depan Plaza Surabaya. Kemacetan pun sempat terjadi di sepanjang jalan itu.
Para artis JFC menampilkan aksi memukau. Mereka terbagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 50 orang tergabung dalam Merak Kasmaran, sedangkan 50 orang yang lain masuk grup reog Ponorogo. Masing-masing kelompok berdandan dengan warna khas serta aksesori yang mencerminkan kecantikan burung merak dan eksotisme kesenian reog.
Helai bulu burung merak serta rumbai-rumbai berwarna hijau, biru, ungu dan hitam mendominasi penampilan kelompok Merak Kasmaran yang terbagi menjadi 25 model dan 25 pemain marching band. Sambil membentuk barisan tiga berbanjar, mereka menampilkan atraksi yang unik di sepanjang jalan. Soal kostum, jangan ditanya. Mulai baju hingga penutup kepala, benar-benar spektakuler.
Kelompok reog tampil dengan warna cerah. Merah dan kuning mendominasi kostum mereka yang dihiasi kerut-kerut di bagian tangan serta pinggang plus rumbai-rumbai di bagian-bagian tertentu. Unsur merak juga masih tampil dalam kelompok itu, tapi hanya sebagai aksen di bagian kepala. Dalam kelompok tersebut, selain pemain kostum, terdapat pemain musik, pemain bujang ganong, serta pemain dadak merak.
Rombongan dilepas dari depan Grahadi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Harun tepat pukul 13.00. Satu setengah jam kemudian, mereka disambut di garis finis oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf beserta istri. Tampak pula pendiri Martha Tilaar Group Dr Martha Tilaar, istri wali kota Dyah Katarina, serta para undangan.
Presiden JFC Dynand Fariz menyatakan, dirinya sengaja membagi dua kelompok karnaval. ''Hal itu untuk menyesuaikan dengan koleksi Merak Kasmaran dan reog yang baru saja diluncurkan Sariayu dalam seri Cantika Jawa Timur. Kami memang selalu bekerja sama dengan Sariayu,'' jelas desainer kreatif tersebut.
Martha Tilaar menambahkan, JFC merupakan salah satu bentuk komitmen terhadap kearifan budaya Indonesia. Begitu pula dengan Sariayu yang selalu mengambil tema-tema dari daerah untuk koleksinya. Karena itu, keduanya merasa cocok untuk bersinergi.
''Kita harus saling mendukung biar kuat. Selain JFC, kami merangkul pihak-pihak lain yang peduli pada budaya Indonesia,'' tegasnya.
Tahun ini, Jawa Timur mendapat kehormatan menjadi inspirasi warna koleksi Sariayu. Tepatnya, Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi yang berisi beraneka satwa dilindungi. Salah satunya adalah burung merak.
Binatang yang dikenal dengan kecantikan bulu-bulunya tersebut dikabarkan terancam punah. Karena itu, dari setiap penjualan produk Cantika Jawa Timur, disisihkan Rp 500 untuk dana perlindungan terhadap satwa langka tersebut. (any/ari)
Ebek21 March 8th, 2009, 07:04 AM ^^ Good, I support you. Please put Jember in this (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=734976) thread.
sbyctzn March 8th, 2009, 07:55 AM OK Ebek, i have project to promote some city in Jawa Timur in internet like Jember, Kediri, Madiun. That will be black horse city.
He3x...
Next project Kediri... And then Madiun...
Will be soon update...
Btw apa kabar Lamongan Integrated Shorebase (LIS) dan juga Blok Cepu yang juga salah satu mega proyek pemprov Jatim selain jalan tol dan suramadu?
Itu LIS dan Blok Cepu sama kan? Wah bener-bener deh... Tidak salah Jatim menempati peringkat ketiga kandungan minyak terbesar di Indonesia setelah daerah kalimantan. Semoga bisa semakin memajukan Jatim, Surabaya khususnya.
Ebek21 March 10th, 2009, 05:33 PM Any update picture ? And why fruit ??
Patung Buah di Taman Undaan
SURABAYA - Pemkot terus berupaya mempercantik kota dengan membangun taman yang diadopsi dari Singapura. Setelah membangun Taman Bungkul, Taman Ketabang, dan yang lain, kini pemkot menggarap taman baru di Undaan.
"Taman ini ide Wali Kota Bambang D.H. yang terinspirasi ketika melihat taman di Singapura," ujar Arif Nurcahyo, kepala proyek pembangunan Taman Undaan. Saat ini proses pembangunan mencapai 68 persen.
Bagian taman yang mengadopsi taman di Singapura adalah bentuk patung yang menyerupai buah. Menurut Arif, taman tersebut mengalami perubahan. "Itu karena Pak Wali menginginkan bentuk patungnya betul-betul menyerupai buah. Jadi, ada beberapa yang kami ubah," jelasnya. Perajin patung buah tersebut berasal dari Sidoarjo.
Menurut pantauan Jawa Pos, ada beberapa patung yang dibangun. Tiga patung berbentuk buah belimbing, satu patung pepaya, dan tiga patung pisang.
Untuk mempercantik pemandangan, tambah Arif, pemkot juga membangun sebuah air mancur di tengah taman. Ada juga lampu-lampu hias yang indah. Selain itu, berbagai varian tanaman akan menghiasi taman tersebut.
"Ada three colour, melati jepang, evra merah, spyder lily, rumput gajah, sampai telo-teloan. Banyak deh," katanya. Taman itu juga akan dilengkapi berbagai fasilitas. "Ada tempat parkir, toilet, dan pos jaga, Mas," imbuh Arif.
Taken from Jawapos, Mar 9, 2009
Ebek21 March 10th, 2009, 05:40 PM Itu LIS dan Blok Cepu sama kan?
Of course not. LIS is a sea port while Blok Cepu is an onshore oil exploration project.
teddybear March 10th, 2009, 05:50 PM update on meritus, trillium, and aston. anybody?
abijafar March 11th, 2009, 03:19 AM Of course not. LIS is a sea port while Blok Cepu is an onshore oil exploration project.
LIS I think will help alot of oil companies working in east java such as : HESS Gresik, ExxonMobil with its Cepu Block, Petrochina Tuban, and Pertamina for delivering oilfield equipment. As you may know, oilfield material is usually large or need special handling and this special port will help a lot in receiving material on time for companies working there.
Ebek21 March 11th, 2009, 04:07 AM ^^ A word from an expert. Thanks, abijafar.
Meanwhile here is an interesting article about Tg. Perak's expansion project from Bisnis Indonesia today. The article really shows how ridiculous is our government and its officers. First, how can Lamong Bay will be able to operate in July 2010 if they haven't started the project ? It's a huge reclamation project, not a tiny road broadening project. Even production of a single multipurpose crane needs 10 months to complete and delivered. Second, another location candidate has appeared now. That shows, new officer, new project, new location. Last governor, Imam Utomo wanted it to be built in Tanjung Bumi; the new governor Soekarwo, Tanjung Bulu Pandan, the Bangkalan Bupati, in Socah (MISI); previous Pelindo III management wanted to build international modern container seaport in Lamong Bay, now it changes to multipurpose terminal for handling interinsular (antar pulau) traffic. It's a small example how our country was and still be built without a clear concept, at least in the last 15 years.
And the business world is still suffering from inadequate capacity of Tg. Perak, don't know until when.
Pelindo III garap proyek Teluk Lamong
Pemprov Jatim jajaki pemodal pelabuhan
SURABAYA: PT Pelabuhan Indonesia III menyiapkan anggaran Rp1 triliun untuk pengembangan tahap awal proyek pelabuhan multifungsi di Teluk Lamong yang diperkirakan membutuhkan total investasi Rp2,5 triliun.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Suprihat mengatakan Pelabuhan Teluk Lamong yang berada di lahan seluas 50 hektare ditargetkan beroperasi secara terbatas pada Juli 2010.
"Proses pengerjaan proyek pelabuhan di Teluk Lamong telah dicicil, bahkan pengerasan jalan akses telah dilakukan. Untuk tahap awal, pelabuhan multifungsi yang berlokasi di lahan seluas 50 hektare itu bisa segera beroperasi pada Juli 2010," katanya akhir pekan lalu.
Dia mengungkapkan pengembangan Pelabuhan Teluk Lamong yang berada di perbatasan antara Surabaya dan Gresik diproyeksikan sebagai perluasan Pelabuhan Tanjung Perak yang diperkirakan memasuki titik jenuh pada 2011.
"Karena itu, proyek pengembangan Pelabuhan Teluk Lamong diharapkan dapat tuntas selama 3 tahun, sehingga dapat berfungsi secara keseluruhan pada 2011," tutur Suprihat.
Dia memaparkan berdasarkan survei dan hasil kajian, dalam kondisi normal kapasitas volume barang dan arus bongkar muat di Pelabuhan Teluk Lamong diperkirakan memasuki titik jenuh dalam kurun waktu 5 tahun.
"Namun, dengan kondisi global yang sedang lesu akibat krisis finansial, arus ekspor dan impor menurun sehingga kapasitas maksimal Teluk Lamong diprediksi lebih lama dari 5 tahun," ujarnya.
Suprihat mengungkapkan total nilai proyek pengembangan Pelabuhan Teluk Lamong mencapai Rp2,5 triliun, sedangkan Pelindo III baru menyiapkan Rp1 triliun untuk pekerjaan tahap awal.
Tanjung Bulupandan
Selain itu, paparnya, Pelindo III juga berminat menggarap proyek jangka panjang pembangunan pelabuhan di Tanjung Bulupandan, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Madura. Proyek pelabuhan itu juga diposisikan untuk mendukung Pelabuhan Tanjung Perak.
Suprihat mengatakan manajemen Pelindo III siap dilibatkan dalam proyek pembangunan pelabuhan di Tanjung Bulupandan karena sangat strategis setelah jembatan Surabaya-Madura dioperasikan.
"Pelindo III pada intinya siap apabila dilibatkan oleh investor asing ataupun lokal dalam proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulupandan di Madura. Proyek itu sangat strategis sebagai proyek jangka panjang perluasan Pelabuhan Tanjung Perak setelah beroperasinya jembatan Surabaya-Madura," katanya.
Meski demikian, dia mengakui pihaknya belum tahu secara pasti kapan proyek Pelabuhan Tanjung Bulupandan direalisasikan. Di sisi lain Pemprov Jawa Timur sedang berupaya menawarkan Proyek Pelabuhan Tanjung Bulupandan kepada sejumlah investor asing, terutama di kawasan Timur Tengah.
"Pemprov Jatim sedang mengupayakan menarik minat investor di beberapa negara Timur Tengah untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur strategis di Jatim, salah satunya Pelabuhan Tanjung Bulupandan," kata Kepala Badan Penanaman Modal Jatim Joni Irianto kepada pers, pekan lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, proyek Pelabuhan Tanjung Bulupandan, menurut hasil kajian, membutuhkan dana Rp 10,43 triliun.
Taken from Bisnis Indonesia, Mar 11, 2009
sbyctzn March 11th, 2009, 05:08 AM Penghijauan di Access Road Suramadu
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/greennclean.jpg
U Turn
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/signuturn.jpg
Miniatur Jembatan Suramadu di JPO Access Road
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bridgeminiature.jpg
sbyctzn March 11th, 2009, 05:10 AM Update of Gelora Bung Tomo
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/32849large.jpg
Indoor Stadium
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/indoor.jpg
Dilihat dari sisi kiri
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/left1.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/left2.jpg
Dilihat dari sisi kanan
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/right1.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/right2.jpg
Dari samping
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/side.jpg
sbyctzn March 11th, 2009, 05:10 AM Salah satu bukti komitmen pemkot yang benar-benar ingin memajukan kotanya dan janjinya untuk memodernkan Terminal Purabaya.
LCD Screen Jadwal keberangkatan Bus, ada tiga buah, 1 di pintu masuk waiting room barat, dan 1 di pintu masuk waiting room timur, dan satunya di tengah tengah waiting room.
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/LCDscreenTerminalPurabaya.jpg
:banana::banana::banana:
Pedagang asongan yang lagi nampang dengan gaya barunya memakai rompi dan ID Card Khusus, pedagang asongan yang diperbolehkan masuk hanya 150 shift siang dan 150 shift malam, tanpa ID card dan rompi khusus tidak boleh masuk areal Terminal.
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/PedagangAsongan.jpg
Sorry kualitas gambar buruk, karena ambil pakai kamera handphone, lupa bawa camdig.
sbyctzn March 11th, 2009, 05:12 AM All Picture Taken Yesterday. Enjoy it!!!!!!!!!!!
teddybear March 11th, 2009, 06:34 AM Thanks sbyctzn. beda sekali dulu jalan akses itu sempit dan kumuh. gbt dikebut. purabaya, minor changes. trilium, meritus, aston, dll.?
hermawan March 11th, 2009, 06:41 AM ^^Yup aq berharap Purabaya yang pernah menjadi terminal terbaik di Indonesia, bisa dapat terus dibenahi sehingga tetap menjadi yang terbaik sekaligus menjadi gerbang Surabaya yang membanggakan
sbyctzn March 11th, 2009, 06:44 AM Terminal Purabaya memang minor change, tapi lumayan sudah sedikit menuju modern terminal. dan satu lagi, disana sekarang benar-benar nyaman, sudah teratur dan bersih.
sbyctzn March 11th, 2009, 06:47 AM ^^Yup aq berharap Purabaya yang pernah menjadi terminal terbaik di Indonesia, bisa dapat terus dibenahi sehingga tetap menjadi yang terbaik sekaligus menjadi gerbang Surabaya yang membanggakan
saya rasa masih tetap terbaik kok, beda-beda tipis sama GIWANGAN. Tapi katanya giwangan sepi.
Ebek21 March 11th, 2009, 06:47 AM Thanks sbyctzn for your regular (hard-to-get) update on GBT and Suramadu access road. I can't imagine the progress of this huge project going unnoticed by us here :okay:
sbyctzn March 11th, 2009, 06:49 AM new update project in surabaya, in page 161
sbyctzn March 11th, 2009, 07:44 AM check THIS (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=734976&page=2) out too, nice update of Jember City. And please comment....
sbyctzn March 11th, 2009, 07:56 AM [ Selasa, 10 Maret 2009 ]
Status Pengelolaan Empat Ruas Jalan di Surabaya Masih Belum Jelas
SURABAYA - Kewenangan pengelola empat ruas jalan di Surabaya ternyata tak jelas. Apakah pemkot atau pemprov. Beberapa jalan itu adalah Jalan Bung Tomo, Jalan Ratna, Jalan Sulawesi, dan Jalan Biliton. Sebelumnya, pemprov mengusulkan jalan tersebut jadi milik Pemkot Surabaya. Namun, Wali Kota Bambang Dwi Hartono menolak.
Penolakan itu dikemukakan oleh Bambang tiga tahun silam. Dia mengungkapkan sejumlah alasan yang menguatkan penolakan tersebut. Alasan utama, jalan itu merupakan akses menuju jaringan jalan nasional. Yaitu, menyambung ke Jalan Ngagel dan Raya Gubeng. Selain itu, ruas tersebut menjadi akses menuju Jembatan Suramadu.
Pemkot punya beberapa kriteria untuk mengategorikan jalan sebagai milik kota. Di antaranya, melayani transportasi dan distribusi perkotaan, bukan jalan lintas, dan tidak menjadi jalan penghubung menuju tempat strategis. Selain itu, fungsi dan peran jalan telah berubah menjadi jalan lokal. Pemkot juga mempertimbangkan anggaran belanja jalan tahunan.
Karena itu, pemkot hanya menerima 13 di antara 20 jalan yang diusulkan oleh pemprov. Ruas jalan yang diterima oleh pemkot, antara lain, Jalan Tidar, Jalan Rajawali, dan Jalan Kembang Jepun atau setara dengan 20 km.
Soal keputusan wali kota itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya Sri Mulyono enggan berkomentar. "Itu sudah keputusan wali kota. Saya tidak mau membicarakannya lagi," ucapnya.
Sementara itu, pemprov tak tinggal diam. Mereka tetap mengupayakan agar sisa jalan dengan status menggantung tersebut segera mendapatkan tuan baru. "Kasihan kalau terus digantung. Perawatan dan pemeliharaan akan tidak maksimal," papar Kabid Pembangunan PU Bina Marga Jatim Hary Boedianto.
Salah satu ruas yang sudah memiliki kepastian status adalah Jalan Wiyung. Menurut Hary, jalan itu sudah menjadi milik provinsi. Sedangkan Jalan Margomulyo diambil alih pusat sebagai jalan nasional.
Sri berharap jalan-jalan yang tak berstatus bisa segera mendapatkan kejelasan. "Kasihan kalau teman-teman provinsi dituduh menggantungkan status jalan," terangnya.
Dia juga berharap hubungan pemkot dan pemprov tidak terganggu dengan isu peralihan jalan tersebut. "Saat ini hubungan kedua instansi mesra. Bahkan, proyek jembatan MERR (middle east ring road,Red) kami garap bersama," ungkapnya. (dim/dos)
TAKEN FROM JAWAPOS YESTERDAY
sbyctzn March 11th, 2009, 08:15 AM Thanks sbyctzn for your regular (hard-to-get) update on GBT and Suramadu access road. I can't imagine the progress of this huge project going unnoticed by us here :okay:
YEAH EBEK U R WELCOME, JUST FOR MY SURABAYA!!!!!!!!!!!
Hadi March 11th, 2009, 11:27 AM wah apa kabarnya proyek2 yang ada :
1. Frontage Road
2. Arena Ketabang
3. Trillium
4. Meridien Hotel
any one know???
archiholic March 11th, 2009, 12:35 PM ^^ yang betul L J Meritus atau Le Meridien sih? atau itu 2 proyek beda????
MinImaX March 11th, 2009, 03:58 PM There are some work on 24th floor (counted from ground level) of LJ Meritus on Sunday, March 8th, 2009.
(Soalnya sibuk menghitung jadi ga sempat ambil foto hehehe :p)
pecinta_surabaya March 11th, 2009, 04:19 PM tanah kosong pojokan persis di samping dealer ford a.yani sdg dibangun
tp sayang sm satu lantai
masih ga jelas,maybe another dealer
Hadi March 11th, 2009, 06:38 PM Ini Spesifikasinya, dihalam kedua ditulis bakal 27 floor.
berarti berbeda dengan yang ditulis dikoran yang akan dibangun 15 lantai. Mana yang benar ya?
http://img55.imageshack.us/img55/7162/hotelljmeridiensurabayasv6.jpg (http://imageshack.us)
http://img147.imageshack.us/img147/4299/hotelljmeridiensurabayawt0.jpg (http://imageshack.us)
beneran 27 lantai......
teddybear March 11th, 2009, 06:51 PM bagus deh, lagi tunggu update foto dari jl. basra dan dari parkir tp...
us_luke March 11th, 2009, 08:43 PM Tonight, it is flooding anywhere in Surabaya. The rain and storm was coming so hard. Traffic jam everywhere. Surabaya need to build smart tunnel like KL to prevent flood.
us_luke March 12th, 2009, 03:51 AM Since the beginning of 2009, there is still only 1 new project announced, which is Apt Puncak Permai. No more news about new proposed project. So, the 1st Q of 2009, Surabaya only get one new project announced??
surya regency March 12th, 2009, 11:23 AM Sedang dibangun rumah sakit mitra keluarga 2 di waru Sidoarjo, sebagai salah satu rumah sakit penyangga di sidoarjo utara dan surabaya selatan. Meskipun ada kendala di tentang warga karena berpontensi limbah, pembangunan rumah sakit ini terus berlanjut dan saat ini sudah hampir 60% rampung. Rekan-rekan ada yang mempunyai informasi lebih detail? maketnya mungkin?
terimakasih....:)
sbyctzn March 12th, 2009, 03:23 PM @surya regency:
new comer ya?
Dari Sidoarjo ya?
No more info about RS Mitra Keluarga 2, design or news. Btw lokasinya dmn itu RS? Katanya sudah sampai 60%? Berapa lantai? Besar tdk bangunannya?
Tadi saya memantau beberapa project d Surabaya,
1. Jembatan MERR sangat cepat progressnya
2. Jalan MERR, beberapa lahan sudah dibebaskan
3. Meritus sudah menuju lantai 25, kemungkinan benar akan 27 lantai.
4. Grand City sudah mulai finishing eksterior, jalanan depannya macet total, sampai di depan gedung DPRD Surabaya, gara-gara ada proyek pemasangan Box Culvert untuk drainase dari GCS ke kalimas.
5. Trillium sepi banget tidak ada pekerja, mengkawatirkan, seperti tanda-tanda mau mangkrak... Tapi kantor pemasarannya di samping lokasi proyek masih ramai orang..
6. Universitas Ciputra dan UC aparment tetep jalan, cuma ada 1 crane..
7. Ciputra World, konstruksi bangunan mall sudah mulai tampak dari jalan. Sibuk.. Banyak pekerja.
8. Sentra Bisnis di samping G Walk sudah jadi, tinggal dipakai, apa ya namanya? Ada yang tau?
Btw, komplek Citraland bener-bener ramai sekarang, seperti tidak berasa di Indonesia, tata lalu lintas yang bagus, jalan-jalan yang mulus, rambu-rambu yang lengkap, sangat hijau lingkungannya, jalanan naik turun, berbukit,disemua ruas jalan yang ada di Citraland sekarang sudah ramai. Ketika tadi saya kesana... Weh.... Bener-bener deh berasa tidak berada di Indonesia, saya tidak mau ambil gambarnya, nanti kalau dalam bentuk gambar tidak bisa mewakili suasana n tambah merusak persepsi, RECOMMENDED BAGI YANG BERKUNJUNG KE SURABAYA JANGAN LEWATKAN UNTUK SEKEDAR MUTER-MUTER CITRALAND... Dijamin tidak kecewa deh..
9. Hypermart Diponegoro tinggal finishing, sayang seribu sayang desainnya jadul banget, eksteriornya pakai genting.
10. RS Bedah manyar sudah hampir komplit, sudah di lantai 3.
11. Aston twin tower cuma ada beberapa pekerja, lambat banget progressnya.
sbyctzn March 12th, 2009, 03:41 PM Sabtu akan saya post gambar beberapa update progressnya.
us_luke March 12th, 2009, 05:17 PM East Coast Residence is still nothing. Will it be halted like Pakuwon's project in Jakarta??
Ebek21 March 12th, 2009, 05:25 PM ^^ Thanks for the info, sbyctzn. Wow, good news if now Ciputra World structure can be seen from the road, that means a very significant progress :okay: Can't wait to see the pic. And the Grand City Surabaya still continue the work, that's a good news too, the fact that Sby will have a world-class exhibition center excited me so much. UC Apartment is very slow, that's understandable, I think they put more focus on Ciputra World now, as this project is a new landmark work from the Group and simply cannot be delayed.
The news about Aston makes me feel disappointed anyway, maybe there's financing problem ? It's a simple mid-rise building with not so much investment and the structure work has been completed anyway, therefore I didn't expect a slow progress.
Photo of MERR road please, and if possible, news or photo of Highpoint Apartment in Siwalankerto. Thanks in advance.
Ebek21 March 12th, 2009, 05:54 PM Since the beginning of 2009, there is still only 1 new project announced, which is Apt Puncak Permai. No more news about new proposed project. So, the 1st Q of 2009, Surabaya only get one new project announced??
Well, it's better than nothing. Actually it surprised me to know that someone will start a huge project in this unfavorable crisis situation.
East Coast Residence is still nothing. Will it be halted like Pakuwon's project in Jakarta??
You cannot compare this small project with Kota Kasablanka and Gandaria City, in which they simply cannot afford to delay because the big prestigious name of Pakuwon Group are at stake. This project is not very important for Pakuwon, IMO. I've been to the show unit in their marketing office. If you think Apt Puncak Permai is very small, then maybe Eastcoast is even smaller (and ridiculously much more expensive). It's for me much more like a rusunami without government's subsidies.
teddybear March 12th, 2009, 06:25 PM sbyctn: thanks for the upate news and photos (coming)!
surya regency March 13th, 2009, 08:31 AM halo sbyctzn
kami memang new comer, salam kenal untuk semua,
Btw bangunan RSMK-2 waru ada diantara bundaran waru - aloha apabila anda dari surabaya ke arah sidoarjo RSMK-2 berada di kanan jalan, tepatnya didepan pintu gerbang perumahan delta sari. Bangunan RSMK-2 cukup besar sekitar 4 - 5 lantai
sbyctzn March 13th, 2009, 09:52 AM halo sbyctzn
kami memang new comer, salam kenal untuk semua,
Btw bangunan RSMK-2 waru ada diantara bundaran waru - aloha apabila anda dari surabaya ke arah sidoarjo RSMK-2 berada di kanan jalan, tepatnya didepan pintu gerbang perumahan delta sari. Bangunan RSMK-2 cukup besar sekitar 4 - 5 lantai
ok.... salam kenal juga, tapi kok bilang kami??? apa anda mewaliki someone or something?
akan saya bantu update gambarnya juga!!!!!!!!
sbyctzn March 13th, 2009, 09:58 AM http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/56697large.jpg
[ Kamis, 12 Maret 2009 ]
Bulan Juni Jembatan Suramadu Selesai, Kurang 35 Meter
SURABAYA - Tiga bulan lagi masyarakat Jawa Timur bisa menikmati Jembatan Suramadu. Sebab, jembatan terpanjang di Indonesia itu dijadwalkan selesai Juni mendatang. Saat ini, tanggungan fisik proyek jembatan yang menghubungkan Surabaya dengan Madura tersebut hanya tinggal 35 meter.
Kondisi itu terungkap ketika Komisi D DPRD Jatim menyidak Jembatan Suramadu kemarin (11/3). Begitu sampai di lokasi, dewan langsung meminta progress report proyek prestisius tersebut. ''Kami minta jangan molor lagi. Harus sesuai jadwal. Tidak ada alasan,'' kata anggota Komisi D Djamal Alkatiri ketika berdialog dengan tim pelaksana proyek Suramadu.
Ketika berhadapan dengan anggota dewan, konsultan dan kontraktor Suramadu langsung memasang target proyek selesai pada Juni. Selambatnya, Suramadu bisa diakses masyarakat pada Agustus mendatang.
''Betul ya, paling lambat Agustus. Jangan sampai bilang ada kendala. Pendanaan kan tidak bermasalah. Apalagi soal cuaca. Itu bukan alasan proyek ini tidak selesai,'' tegas wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Konsultan manajemen pembangunan proyek Suramadu, Eko Prasetyo, mengakui bahwa jadwal pengerjaan proyek sedikit molor. Namun, hal itu tidaklah terlalu signifikan karena sangat pendek. ''Ya, sekitar 10 hari sampai 14 hari. Kami kira itu tidak jadi masalah,'' katanya.
Menurut dia, keterlambatan proyek itu disebabkan faktor supply material atau pasokan bahan. Namun, Eko tak merinci pasokan material mana yang jadi kendala tersebut. Dia juga menyebutkan bahwa cuaca memang memberi sedikit kontribusi keterlambatan. Apalagi, akhir-akhir ini hujan berlangsung sangat lebat.
Lebih lanjut Eko menuturkan, saat ini fisik Jembatan Suramadu hanya kurang 35 meter lagi untuk bisa beroperasi. Lokasinya di bentang tengah sisi Surabaya. Sedangkan sisi Madura sudah selesai 100 persen. ''Pekerjaan sudah 89,32 persen, tinggal 35 meter lagi yang harus diselesaikan di segmen (bagian) 3. Targetnya Juni sudah selesai,'' tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D Bambang Suhartono mengungkapkan, dewan akan terus memelototi agar Jembatan Suramadu bisa selesai tepat waktu. ''Dalam proses finishing ini, kami akan terus mengevaluasi kinerja kontraktor yang membangun Suramadu,'' ucap politisi PDIP tersebut.
Mulai kemarin, komisi D yang membidangi pembangunan akan mewajibkan pelaksana proyek memberikan progress report kepada DPRD minimal seminggu sekali. (fid/fat)
Jungle_surf March 13th, 2009, 10:15 AM ^^
sip-sip....
urgen bgt yah soalnya...memperlancar mobilitas antara Surabaya(jawa) dan pulau Madura
Ebek21 March 13th, 2009, 11:47 AM Suramadu Bridge as per middle of March 2009
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/DPRD1.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/DPRD2.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/DPRD3.jpg
abijafar March 13th, 2009, 06:19 PM Magnificente, cannot wait until this project completed. Will it become One of tourist interesting spot later? I guess so.
pecinta_surabaya March 13th, 2009, 07:53 PM ^^ Gambar kedua itu apa ya?? Terowongan??
sbyctzn March 13th, 2009, 08:27 PM @pecinta_surabaya:
Gambar kedua itu kan memang kontruksi gabungan baja dan beton untuk bentang tengah, yang memang tebalnya segitu. Bukan terowongan..
Nah lho benar kan... Suramadu benar-benar 'trigger' pembangunan, belum-belum mau bangun islamic center terbesar se-asia.
Nanti trus proyek MISI, trus apa lagi ya?
Semoga Pak De Karwo bisa memajukan saudara kita di Madura. Mereka juga saudara kita rek... Klo Jatim maju ya Madura juga harus maju, Madura itu juga Jatim..
Ayo Pak De...
Yang kreatif.. Sektor Pariwisata Budaya Karapan Sapi layak dijadikan semacam festival internasional JFC, atau kalau perlu ajak mas Fariz (presiden JFC) untuk mengkonsep festival/carnavalnya. Pasti mas Fariz bakal mau banget itu... Lha wong untuk Solo saja mau apalagi untuk daerahnya sendiri.. Lha pasti mau. Ada yang tau supaya bisa kontak Pak De Karwo tidak? Lewat Facebook atau blog seperti arif affandi apa tidak punya ya Pak De itu? Supaya bisa kasih saran dan ide.Kan tergolong masih muda jiwanya... Masak tidak ikut yang sedang populer. Mm... Enaknya pakai branding apa ya untuk festival tentang Karapan Sapi? "Karapan Carnival" mungkin? Ada ide?
Demi pembangunan Madura... Nanti pada akhirnya yang terkena imbas baik ya nama daerah..
Hopely someday akan banyak bermunculan kawasan-kawasan terpadu di kaki suramadu bagian Madura, atau bahkan skyscraper...
|
|