View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development


Pages : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 [15] 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

pecinta_surabaya
April 25th, 2009, 05:31 AM
Sekedar Info..
Sebulan terakhir ini tanah kosong persis di sebelah dealer Ford baru yg di A.Yani ada kegiatan pembangunan..
Awalnya saya pikir dealer lagi yg hadir,krn ketinggian bangunan hampir sama persis dgn dealer Ford di sebelahnya..
Ternyata kemarin saya lewat ada tulisan : Segera di buka KFC

pecinta_surabaya
April 25th, 2009, 05:35 AM
Ikon Suro Boyo di Arena Ketabang segera Dibongkar

SURABAYA - Kesalahan pembuatan patung ikon Surabaya di area Arena Ketabang akhirnya ditindaklanjuti. Pihak yang mengerjakan patung tersebut berencana membongkarnya agar bisa disesuaikan dengan keinginan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono. Hanya, mereka meminta dana tambahan untuk perubahan itu.

Rencana tersebut dibahas pemahat patung Sigit Margono bersama timnya di area patung kemarin (24/4). Mereka mengonsep ulang posisi dan bentuk patung yang akan dijadikan ikon terbesar di Surabaya itu. "Sesuai dengan permintaan, katanya dibuat seperti yang ada di depan KBS (Kebun Binatang Surabaya)," ujar Sigit kemarin.

Hanya, dia keberatan jika akar masalah dicari sehingga patung itu diubah. Menurut dia, pembuatan patung dengan formasi seperti yang ada sekarang ini bukan murni idenya. Sebelumnya, maket patung disepakati seperti yang ada di depan KBS. Maket itu sudah dipaparkan di hadapan pemkot dan Telkom sebagai penyandang dana.

Dari pemkot, hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappekko) Tri Rismaharini. Sedangkan Bambang D.H. tidak hadir. Menjelang akhir pemaparan, Telkom meminta agar bentuk patung dimodifikasi. Intinya, patung Suro dan Boyo tidak dibuat konfrontasi seperti yang ada kebanyakan.

"Biasanya, kepala Suro dan Boyo dibuat berhadap-hadapan seperti mau tarung," ucapnya. Sesuai dengan masukan, kedua patung hewan itu dibuat seirama, menghadap ke satu titik. Karena itulah, bentuk jadinya seperti yang ada sekarang ini.

Hasil masukan yang akhirnya ditindaklanjuti menjadi bentuk patung itu, tampaknya, tidak sampai ke telinga wali kota. Nah, menjelang pengerjaan selesai, Bambang meninjau ke lokasi tersebut. Dia terkejut karena bentuknya tidak seperti kebanyakan ikon yang ada di Surabaya. Walhasil, Bambang menolak hasil pembuatan patung yang digarap sekitar tiga bulan tersebut.

"Nek gambar disetip kenek, lha nek iki dicor (kalau gambar dihapus masih bisa, ini dicor, Red)," ucap Sigit. Karena wali kota meminta diubah, dia menyanggupinya dengan syarat tidak perlu mencari siapa yang salah dalam pembuatan patung tersebut.

Selain itu, pemilik galeri seni di Jalan Gajayana tersebut mengajukan syarat. Yaitu, meminta dana tambahan yang dibutuhkan untuk mengubah posisi patung itu. Hanya, nominalnya belum bisa disebutkan karena dia menyatakan akan menghitungnya dahulu.

Dana itu nanti diajukan ke wali kota. Sebab, lanjut Sigit, dialah yang meminta mengubahnya. Dia juga mengatakan sudah mendapatkan lampu hijau mengenai pengajuan dana itu. Pencairannya menunggu proposal diajukan.

Nanti tidak seluruh bagian patung tersebut dibongkar. Patung Suro akan tetap seperti yang ada saat ini. Hanya patung Boyo yang dimodifikasi sedemikian rupa. Kepala Boyo akan dibuat berhadap-hadapan dengan patung Suro. "Pokoknya, bentuknya sama seperti yang di KBS," tambahnya.

Sigit mengungkapkan tidak mempermasalahkan perubahan itu. Sebab, patung tersebut pesanan dari pemilik dana dan bukan murni karyanya. Karena itulah, dia menuruti semua keinginan pemesan.

Patung ikon itu, tampaknya, batal dijadikan kado HUT Ke-716 Surabaya pada 31 Mei mendatang. Pasalnya, Sigit meminta waktu tiga bulan untuk mengubahnya hingga menjadi bentuk seperti yang ada di KBS. Estimasi waktu tersebut dibutuhkan karena tidak hanya patung yang diubah, tetapi sulur yang menjadi penghias juga akan disesuaikan. "Bentuk dan posisinya kan berubah," ucapnya.

Seperti diberitakan, Wali Kota Surabaya Bambang D.H. mencak-mencak saat mengetahui bahwa pembuatan patung di area Arena Ketabang itu tidak seperti kebanyakan. Posisi patung Suro dan Boyo ternyata tidak berhadap-hadapan. Posisinya malah seirama, menghadap ke satu titik.

sbyctzn
April 25th, 2009, 01:54 PM
Thanks pecinta_surabaya.

Satu kompleks yang sarat kapitalisme, graha pena, dbl arena, studio jtv, dealer ford, dan kfc...
He3x... Full modern...
Sayang dealer ford dan kfc nya yang low rise...
Kenapa g sekalian dibuat high rise...
Kalau lewat di areal itu pemandangannya sekarang jauh berbeda..
Lebih bagus dari beberapa tahun yang lalu
Jauh lebih teratur...
Perubahan yang cukup signifikan...

Jauh lebih bagus jika Polda Jawa Timur bangun high rise sebagai headquarternya...
Trus RS Bhayangkara juga bangun highrise semacam Gedung Diagnostic Center milik RS Dr. Soetomo..
Berjajar setelah bundaran dolog menuju Utara tertata bagus berbagai fasilitas..

pecinta_surabaya
April 25th, 2009, 08:47 PM
Jalan Khusus untuk Tunanetra

SURABAYA - Jalur pedestrian crosswalk di Surabaya bakal dibangun dalam format baru. Pemkot akan membuat jalur khusus untuk penderita tunanetra. Tujuannya, memudahkan mereka saat melintas di jalan tersebut meski tanpa bantuan orang lain.

Format baru itu dibuat dalam bentuk corak khusus yang diletakkan di lantai. Bentuknya mirip dekokan yang dirancang sedemikian rupa, sehingga mudah dihafal para tunanetra. ''Kalau yang pakai tongkat, nanti terasa bedanya. Apakah berjalan lurus atau belok," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Surabaya Sri Mulyono.

Dengan demikian, tunanetra tidak perlu khawatir lagi berjalan di pedestrian meski tanpa pendamping. Sebab, ada jalur khusus yang mengarahkan jalan yang akan dilalui. Sri Mul -sapaan Sri Mulyono- menjelaskan, jalur itu dibuat selebar satu bidang keramik di bagian tengah.

Hanya, fasilitas tersebut baru bisa dipasang di pedestrian yang baru akan dibangun. Misalnya, di Jalan Panglima Sudirman setelah Monumen Bambu Runcing, Jalan Pemuda, dan Jalan Raya Darmo. Perubahan format itu dilakukan setelah turun surat edaran dari Kementerian Pekerjaan Umum yang intinya mengakomodasi tunanetra dalam setiap proyek kota.

Jalur pedestrian yang telanjur dibangun dibiarkan dulu. ''Kalau memang memungkinkan, tinggal menambahi. Kan hanya nambahi satu tekel,'' ucapnya.

Pria asli Solo itu menjelaskan, saat ini pemkot masih menggarap jalur pedestrian di Jalan Panglima Sudirman. Menurut dia, pengerjaannya tergolong terlambat karena mendahulukan di lain tempat. Misalnya, sebagian Jalan Raya Darmo yang saat ini sudah jadi.

teddybear
April 26th, 2009, 01:38 AM
^Jadi pedestrian yang sudah jadi dibongkar lagi untuk memasang bagian tunanetra itu? Ada nggak foto pedestrian di Raya Darmo koq seingat saya paling bagus karena corak keramik yang di pakai?

sbyctzn
April 26th, 2009, 01:49 PM
Saya dengar dishub Surabaya menambah trayek baru Bus Kota, yaitu menuju Bangkalan lewat Suramadu..
Juga Bus Ijo yg jurusan Mojokerto-Joyoboyo yang akan diteruskan ke Bangkalan..
Wah Bangkalan akan benar-benar jadi menyatu dengan Surabaya..

Kemarin main ke Suramadu..
Juga iseng-iseng ambil fotonya...
Jalan akses sudah mulus lus selesai mulai perempatan jalan kenjeran sampai approach bridge sudah tersambung tanpa putus, cuma bagian masuk jembatan masih diberi palang.. Dilarang masuk..

Lampu merah persimpangan jalan Kenjeran juga sudah beroperasi..
Pemandangan yang menyenangkan jalan akses sudah beroperasi.. Lalu lalang kendaraan..

Dalam minggu ini akan saya upload..

Hadi
April 26th, 2009, 07:24 PM
Sulap Pamurbaya Jadi Kawasan Lindung
Minggu, 26 April 2009 | 12:31 WIB | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis

SURABAYA | SURYA - Pemanasan global yang berakibat pada naiknya permukaan air laut akhirnya membuat Pemkot Surabaya waswas juga. Untuk mengantisipasi, pemkot menyulap pantai timur Surabaya (pamurbaya) sebagai kawasan hutan lindung. Sekitar 1.933 hektare akan dijadikan hutan mangrove yang terbentang mulai Gunung Anyar Tambak, Sukolilo, hingga Mulyorejo.

Kepala Bappeko Pemkot Surabaya, Tri Risma Harini, mengatakan dijadikannya pamurbaya sebagai kawasan lindung merupakan upaya untuk melindungi pantai Surabaya dari erosi. Surabaya yang wilayahnya di pesisir, dikhawatirkan lebih rendah dari lautan. “Makanya upaya menjadikan pamurbaya sebagai kawasan lindung tak bisa dielakkan,” ujarnya, Sabtu (25/4).

Selain sebagai kawasan lindung, pamurbaya juga diharapkan menjadi kawasan untuk habitat burung dan hewan lain. Tahun ini, kawasan itu dikembangkan sebagai Mangrove Information Center Surabaya. Ini berarti, selain sebagai pusat pelatihan dan penelitian, juga sebagai ekowisata.

Menurut Risma, pamurbaya yang akan dijadikan kawasan lindung dulunya tanah oloran hasil sedimentasi pantai. Oleh masyarakat sekitar dimanfaatkan untuk tambak. Karena tak ada yang memiliki tanah oloran itulah, pemkot mengakui sebagai pemilik. “Lalu dimanfaatkan sebagai kawasan lindung,” tegas mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini. uji

sbyctzn
April 27th, 2009, 10:42 AM
[ Senin, 27 April 2009 ]

Akses Suramadu Mulai Uji Coba

SURABAYA - Meski pembangunan Jembatan Suramadu belum kelar seratus persen, jalan akses mulai diuji coba untuk menjadi kawasan tertib lalu lintas. Berdasar pengamatan Jawa Pos, arus lalu lintas (lalin) di Jalan Kedungcowek saat ini telah tertib. Masing-masing jalur berfungsi sebagaimana mestinya. Misalnya, jalur lambat yang posisinya paling pinggir. Jalan tersebut hanya digunakan untuk kendaraan roda dua, becak, dan kendaraan roda empat yang berasal atau menuju ke jalan utama.
Demikian pula jalan di sisi tengah. Jalan Raya Kedungcowek itu hanya dilalui kendaraan roda dua dan empat. Kendaraan yang melintas di jalan tersebut rata-rata melaju dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Kendaraan itu berjalan sesuai dengan arus yang sudah ditetapkan. Di beberapa ruas jalan juga terpasang sejumlah spanduk yang menginformasikan bahwa pengguna jalan memasuki kawasan tertib lalin.

Suasana tersebut sangat kontras dengan seminggu sebelumnya. Alur kendaraan saat itu sangat semrawut. Pengguna jalan bisa bebas melintas ke mana pun di jalan tersebut. Semua jalur bisa digunakan meski harus melawan arus.

Akibatnya, di jalan itu rawan kecelakaan. Apalagi, kondisi jalan yang mulus menarik pengguna jalan untuk mengebut. Tidak hanya itu, becak yang seharusnya hanya berada di jalur paling pinggir berani berjalan di jalan utama. Hal tersebut berdampak pada keruwetan lalin.

Kabid Lalin di Dishub Surabaya Agus Haris mengatakan, uji coba itu merupakan sosialisasi terhadap arus jalan yang nanti menjadi jalur besar. Menurut dia, sesuai UU 14 Tahun 1992 tentang Lalin, sosialisasi berjalan selama sebulan. "Setelah itu baru diberlakukan," katanya kemarin (26/4).

Agus menjelaskan, sosialisasi tentang rambu-rambu lalu lintas sangat penting. Sebab, nanti jalan itu menjadi jalur utama kendaraan yang melintasi Jembatan Suramadu, baik dari arah Madura ke Surabaya maupun sebaliknya. (eko/oni)

Taken from Jawapos, today.

teddybear
April 27th, 2009, 06:08 PM
Update photos from Tjan Iwe.
Grand City:

http://farm4.static.flickr.com/3385/3479586760_51c7926a1e_o.jpg

LJ Meritus, I think it is topped out?

http://img145.imageshack.us/img145/5549/ljmeritus5.jpg

Hadi
April 28th, 2009, 10:21 AM
28 April 2009, 12:03:59| Laporan Yandra Reddy Permana


suarasurabaya.net| Sebelas kota dan kabupaten di Jatim Selasa (28/04) ini memperoleh Piala Wahana Tata Nugraha dan plakat tertib lalu lintas serta angkutan kota 2008.

Penghargaan ini disampaikan langsung SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Presiden RI dan Menteri Perhubungan pada pembukaan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa pag.

Kota Surabaya mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha, Surabaya merupakan kota satu-satunya Kota Metropolitan yang berhasil memperoleh penghargaan ini.

BAMBANG DH, dilaporkan JOSE reporter Suara Surabaya, Selasa (28/04), mengatakan bahwa penghargaan ini tak lepas dari partisipasi masyarakat Surabaya dalam menjaga ketertiban lalu lintas dan angkutan umum. [Audio On Demand] .

BAMBANG DH berharap pada masyarakat Surabaya untuk bisa meningkatkan disiplin berlalu lintas maupun dalam penggunaan angkutan umum.(yrp/ipg)

pecinta_surabaya
April 28th, 2009, 03:51 PM
^Jadi pedestrian yang sudah jadi dibongkar lagi untuk memasang bagian tunanetra itu? Ada nggak foto pedestrian di Raya Darmo koq seingat saya paling bagus karena corak keramik yang di pakai?

^^ Ada bbrp ruas pedestrian yg belum di keramik (panglima sudirman)..
Nah di situ yg mau di buat untuk jalan tuna netra..

pecinta_surabaya
April 28th, 2009, 03:56 PM
Suramadu Jadi Ancol, Islamic Center di Sisi Madura

SURABAYA | SURYA-Kawasan di kiri kanan Jembatan Suramadu bakal dikembangkan menjadi pusat keramaian bertaraf internasional. Hal ini diungkapkan Kepala Bappeprov Hadi Prasetyo usai hearing dengan Komisi D DPRD Jatim di gedung dewan, Senin (27/4).

Di sisi Surabaya, kawasan bakal dilengkapi dengan pusat perkantoran, areal pameran dan wisata mirip Ancol. Sedangkan di sisi Madura akan digenapi dengan Islamic Center, pusat olahraga, areal pergudangan, industri, dan pelabuhan utama di Tanjung Bumi, Bangkalan.

“Pusat wisata itu akan kami bikin seperti Ancol. Sementara sisi Madura, Islamic Center sudah disepakati,” ujar Hadi.

Mengenai pembangunan kawasan industri di Madura, belum ada titik temu antara keinginan pemerintah dengan warga Bangkalan. Ada rencana membangun kawasan industri kecil agar masyarakat sekitar bisa menikmatinya. Bukan kawasan industri seperti di Batam atau di Rungkut Surabaya.

Sisi Madura, katanya, dari segi perencanaan sangat diminati investor. Sebab, selain harga tanah terjangkau dan lokasi bagus, tenaga kerja juga murah. Ini belum termasuk hasil bumi seperti tambang yang bisa dikembangkan. ”Kawasan itu akan berkembang pesat kalau pelabuhan utama sebagai perkembangan dari Tanjung Perak dibangun di sekitar Tanjung Bumi,” papar Hadi.

Dampak perencanaan ini, warga yang punya lahan dan rumah di sekitar Jembatan Suramadu perlu siap digusur. Apalagi, pemerintah berencana menggunakan lahan masing-masing seluas 600 hektare di sisi Surabaya dan Madura.

Pemerintah berjanji tidak akan menggusur semua warga. Hanya lahan-lahan yang dibutuhkan saja, misalnya untuk akses jalan, perkantoran, dan pusat pameran, yang akan dibebaskan. “Kalau semua dibebaskan , mahal biayanya,” ungkapnya.

Ketua Umum Dewan Pembangunan Madura (DPM) H Achmad Zaini mengatakan, pengembangan kawasan otorita di kaki Suramadu harus sesuai Perpres 27/20008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). “Jangan sampai melenceng dari itu. Apalagi, menjadikannya seperti otorita yang ada Batam, masyarakat Madura akan menolaknya,” ujarnya kepada Surya.

Kalau Suramadu jadi mandat memimpin BPWS. Dengan begitu, kepala BPWS sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat dapat melakukan berbagai persiapan dan berkoordinasi dengan daerah setempat guna mewujudkan pengembangan kawasan otorita di kaki Suramadu sesuai dengan aspirasi masyarakat. “Paling tidak, sebelum peresmian Juni 2009 nanti Kepala BPWS harus sudah ada,” tukas Zaini.

Sementara itu, Kepala Balai Pengembangan Jalan, Supaat mengatakan, peresmian jembatan Suramadu oleh Presiden yang sebelumnya dijadwalkan 12 Juni 2009 dipastikan molor tiga hari sampai 15 Juni 2009. Pasalnya, untuk mengaspal penyambungan beton di bentang tengah butuh waktu lama. “Ini konsekuensi logis,” jelasnya.

Di luar molornya waktu peresmian, Supaat juga menyatakan, meski jembatan Suramadu nanti dapat digunakan, tetap masih ada sejumlah kendala, terutama terkait pembangunan akses jalan, misalnya dari Suramadu menuju Waru, Juanda. Karena hingga kini, dari sekitar 6 km yang dibutuhkan, yang dibebaskan baru 3,8 km saja. “Sisanya, kami masih kesulitan,” imbuhnya.

pecinta_surabaya
April 28th, 2009, 03:57 PM
Akses Jalan Suramadu Belum Siap

SURABAYA | SURYA Online - Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) ditargetkan selesai pertengahan bulan Juni mendatang. Namun, akses jalan lingkar timur tengah atau middle eastern ring road II C dari arah Kenjeran menuju tol Waru Juanda sepanjang 2,8 kilometer belum terbebaskan.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Jawa Timur (Jatim), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jatim, dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Provinsi Jatim, di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (27/4).

Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Supaad mengatakan, dari total panjang akses middle eastern ring road (MERR) II C dari Kenjeran menuju Tol Waru Juanda sepanjang enam kilometer baru 3,2 kilometer lahan yang terbebaskan. Sedangkan 2,8 kilometer lahan, tepatnya di Jalan Arif Rahman Hakim belum terbebaskan.

Untuk membebaskan lahan sepanjang 2,8 dibutuhkan biaya sekitar Rp 300 miliar. Pemerintah Kota Surabaya sudah menyanggupi biaya pembebasan lahan sebesar Rp 200 miliar dan sisanya akan ditanggung pemerintah pusat Rp 100 miliar. “Direktorat Jenderal Jenderal (Dirjen) PU Binamarga sudah setuju tetapi untuk tahun ini alokasi dana tersebut belum ada,” ujarnya.

Menurut Supaad, pembangunan jalan MERR II C di sisi timur Kota Surabaya sangat diperlukan untuk mengurangi tingkat kepadatan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani. Dengan dibangunnya MERR II C diprediksi 20 persen lalu lintas di Jalan Ahmad Yani akan berpindah ke ruas jalan tersebut.

Skenario darurat
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Provinsi (Bappeprov) Jatim Hadi Prasetyo mengungkapkan, proses pembebasan lahan untuk jalan MERR II C diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun. Karena itu, harus ada skenario darurat untuk mempercepat pembangunan.

“Salah satu solusi yang bisa diambil adalah membangun jembatan layang (fly over) di beberapa titik lahan yang sulit dibebaskan,” ucap Hadi.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Jatim Bambang Suhartono menyatakan akan mengundang jajaran Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk mencari dan mengatur jalur alternatif menuju Suramadu. “Pembebasan lahan membutuhkan waktu sekitar satu tahun, karena itu untuk sementara harus ada akses jalan lain sambil menunggu proses pembebasan dan pembangunan MERR II C,” ucapnya.

Mundur tiga hari
Pengoperasian Jembatan Suramadu yang ditargetkan mulai 12 Juni 2009 mendatang dipastikan mundur sekitar tiga hari hingga 15 Juni 2009. Pasalnya, kontraktor membutuhkan waktu tiga hari untuk proses pengaspalan di sekitar bentang tengah Suramadu.

Selain waktu pengoperasian yang mundur, akses transportasi keluar Jalan Kedungcowek mulai dari Perempatan Sidotopo menuju Kenjeran hingga saat ini masih terlihat semrawut dan kurang tertata. Status jalan tersebut masih jalan kota. “Padahal seharusnya menjadi jalan nasional karena Jembatan Suramadu sendiri merupakan jembatan nasional,” tambah Supaad.

pecinta_surabaya
April 28th, 2009, 04:01 PM
Refreshing sejenak.. :lol::lol:


Manjakan Pengunjung, Suguhkan Aneka Hiburan

EVEN tahunan Surabaya Shopping Festival (SSF) 2009 bakal lebih meriah. Sebab, shoppers tak hanya dimanjakan oleh perang diskon. Namun, beragam hiburan menarik juga disuguhkan 15 mal dan pusat perbelanjaan yang terlibat dalam SSF 2009.

Tunjungan Plaza (TP) misalnya. Seperti tahun lalu, mereka memberikan diskon beragam bagi para pembeli. ''Kami mendorong semua tenant dan gerai di TP untuk berpartisipasi aktif di SSF 2009,'' kata Dian Apriliani Dewi, advertising and promotion manager TP kemarin (27/4). ''Semua tahu bahwa setiap Mei selalu ada SSF sehingga masyarakat memanfaatkannya untuk berbelanja. Para tenant juga menyadari dan memanfatkannya,'' tandasnya.

Dian mengatakan, bahwa diskon akan diberikan selama satu bulan penuh. Bahkan di pengujung Mei 2009, TP memanjakan pengunjung lewat program Late Night Shopping. Dalan acara tersebut, TP akan dibuka hingga 24.00 WIB, dua jam lebih lama dari hari biasanya. ''Selain ada tambahan potongan harga dan hadiah, pengunjung yang berbelanja di Late Night Shopping juga mendapatkan gratis parkir,"jelasnya.

Tak hanya itu, TP juga memiliki banyak program lainnya. Seperti Surabaya IT Fiesta, atau pameran produk IT dan gadget yang berlangsung dari 5-9 Mei. Juga Surabaya Fahion Parade pada 27-31 Mei, yang merupakan pameran fashion dari perancang di Jawa Timur.

Hadi
April 28th, 2009, 05:03 PM
Wah... welcome back Surabaya Shopping Festival

Ebek21
April 28th, 2009, 05:46 PM
Update pics from Banyu Urip box culvert project

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BUa.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BUb.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BUc.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BUd.jpg

Taken from Suara Surabaya, Apr 28, 2009

teddybear
April 28th, 2009, 06:42 PM
^It's really good that they have started to fix this area.

bonekNET
April 29th, 2009, 04:45 AM
untuk membersihkan saluran kali/air nya dari sampah gimana caranya, setelah dipasang box culvert? dan juga untuk pengerukan kali akibat pendangkalan oleh lumpur.

Ebek21
April 29th, 2009, 05:45 AM
Universitas Ciputra Memperluas Kampus

suarasurabaya.net| Universitas Ciputra yang memiliki visi mencetak entrepreneur kelas dunia memperluas kampus. Ini mengakomodasi kebutuhan terhadap tingginya animo masyarakat terhadap Universitas Ciputra yang saat ini memiliki 1400 mahasiswa.

Perluasan kampus, seperti disebutkan dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (29/04), sebenarnya sudah dilakukan akhir tahun 2008. Dan Selasa (28/05) kemarin mencapai posisi topping off dan bisa difungsikan secara penuh pada Juli mendatang.

Konstruksi bangunan baru seluas 6.240 m2. Adapun fasilitas yang ditambahkan pada extention ini yakni 5 Laboratorium Komputer, restoran untuk praktek kerja mahasiswa Tourism and Hotel Management, Laboratorium Pasar Modal untuk program studi International Business Management, Laboratorium Akustik, Laboratorium Fotografi & Lab Lighting untuk jurusan Interior Design dan Visual Communication Design, Lab One Way Mirror untuk observasi mahasiswa Psychology, penambahan 2 unit lift serta Auditorium.

Universitas Ciputra akan terus diperlengkapi dengan fasilitas baru untuk angkatan mahasiswa selanjutnya. Sebuah apartemen mahasiswa yakni UC Apartment dengan kapasitas 500 kamar Apartemen sedang dalam tahap pembangunan dan akan dioperasikan pada akhir tahun 2010.

Taken from Suara Surabaya, Apr 29, 2009

sbyctzn
April 29th, 2009, 06:19 AM
http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/66288large.jpg

[ Rabu, 29 April 2009 ]

Pembangunan Fisik Jembatan Suramadu Tinggal 3,8 Persen

SURABAYA - Tuntasnya penyambungan main span (bentang tengah) Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) membuat pekerjaan pelaksana proyek semakin ringan. Progress report penyelesaian jembatan sepanjang 5,4 km itu pun mengalami kemajuan signifikan.

Hingga akhir April, pembangunan fisik megaproyek tersebut mencapai 96,2 persen. Artinya, penyelesaian proyek Suramadu tinggal 3,8 persen lagi. ''Karena itu, kami optimistis penyelesaian proyek sesuai target. Awal Juni harus tuntas dan bisa diuji coba,'' kata Kepala Satuan Kerja Sementara (SKS) Pembinaan Proyek Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu Ir Yudha Handita.

Dia menjelaskan, saat ini pelaksana proyek sedang berkonsentrasi menuntaskan pembangunan sisa di bentang tengah. Di antaranya, pemasangan sisa kabel penyangga jembatan yang kini sudah mencapai 95,8 persen. Selain itu, pelaksana proyek berusaha menuntaskan pembangunan approach bridge (jembatan penghubung antara main span dengan cause way) di dua sisi.

Penyambungan segmen itu (baik di sisi Madura maupun Surabaya) sudah 91,05 persen. Jika ditotal, pilar yang belum tersambung tinggal 16 meter atau empat segmen. Pelaksana proyek menjadwalkan penyambungan segmen tersebut dalam dua tahap.

Yang pertama adalah penyambungan pilar di sisi timur. Setelah itu dilanjutkan penyambungan pilar-pilar di sisi barat. Targetnya, seluruh pilar di sisi timur sudah bisa tersambung akhir April. ''Untuk pilar di sisi barat, ditargetkan selesai akhir Mei,'' ungkapnya.

Menurut Yudha, penyelesaian jembatan selama sebulan terakhir tergolong signifikan. Terbukti, selama medio Maret-April, pelaksana proyek bisa menaikkan persentase penyelesaian dari 93 persen menjadi 96,2 persen. Bandingkan dengan perkembangan sebelumnya yang rata-rata 1-2 persen per bulan.

Demikian pula dengan penyelesaian approach bridge (terutama sisi Surabaya) yang kemajuannya tergolong sangat cepat. ''Sebelumnya, progress report pembangunan di segmen itu tidak sampai 1 persen per bulan,'' ujarnya.

Satu persoalan yang masih menjadi ganjalan adalah belum jelasnya pekerjaan yang akan dilakukan setelah fisik jembatan tuntas 100 persen. Sebab, Departemen PU belum juga menuntaskan konsep penggunaan Suramadu. ''Sampai hari ini kami masih menunggu dari pusat. Jadi, kami belum berani berandai-andai jika Suramadu tuntas,'' ungkap Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional V Departemen PU A.G. Ismail kemarin.

Rencana semula, pengoperasian Jembatan Suramadu akan diatur melalui peraturan menteri PU yang disesuaikan dengan Keppres No 27/2008 tentang Badan Pengelola Wilayah Suramadu. Salah satu poinnya, Suramadu akan berstatus jalan tol. Namun, hingga kemarin Departemen PU belum memastikan status pengelolaan Jembatan Suramadu.

Menurut Ismail, pasca tuntasnya Suramadu, Departemen PU melalui BPJT (Badan Pengelola Jalan Tol) akan mengevaluasi kelayakan jembatan tersebut menjadi tol. Jika disetujui, Departemen PU akan menggandeng pihak ketiga yang akan mengelola jembatan tersebut. (ris/fat)

Taken from JAWAPOS, Today

Hadi
April 29th, 2009, 08:02 AM
Rabu, 29 April 2009 | 8:39 WIB | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis

SURABAYA - SURYA-Bagong: Harus Seimbang.Rencana mengembangkan kawasan kiri kanan Jembatan Suramadu menjadi pusat keramaian dan hiburan bertaraf internasional bakal mulus. Lantaran Pemkot Surabaya langsung mendukung rencana tersebut.

Bahkan pemkot berharap pengembangan Suramadu sebagai kawasan hiburan dan olahraga seperti Taman Impian Jaya Ancol dapat segera terealisasi. Asisten II Sekkota Muhlas Udin mengatakan, pentingnya menyulap kawasan kiri kanan Suramadu sisi Surabaya sebagai pusat hiburan dan olahraga karena kota ini telah menegaskan posisinya sebagai kota perdagangan dan jasa, bukan kota industri.

“Kalau benar pemerintah pusat akan menjadikan kaki Suramadu sisi Surabaya mirip Ancol, kami mendukungnya. Itu cocok dengan rencana pemkot,” ujarnya, Selasa (28/4).

Dengan menjadi pusat hiburan dan olahraga, ke depan, kawasan kaki Suramadu diharapkan menjadi sebuah kota yang berhadapan dengan laut atau water front city (WCF).

Untuk memuluskan rencana ini, kata Muhlas, sarana pendukung, mulai hotel berbintang lima, restoran bertaraf internasional, sarana olahraga, dan sejumlah fasilitas lainnya harus ada. Dengan begitu, masyarakat di sekitarnya diharapkan mendapatkan keuntungan secara ekonomi sehingga taraf kesehatannya jadi meningkat.

Muhlas yakin, rencana tersebut tidak akan mendapatkan resistensi dari masyarakat di sekitar kaki Suramadu. Malah kekhawatiran itu dinilainya berlebihan. “Kekhawatiran itu sama ketika Jembatan Suramadu dulu mau di bangun, waktu itu kan banyak yang menolak karena takut budaya tergerus. Tapi nyatanya tak terbukti sampai jembatan mau jadi,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeprov Hadi Prasetyo menegaskan, kawasan di kaki Suramadu bakal dikembangkan menjadi pusat keramaian bertaraf internasional. Kawasan sisi Surabaya, bakal dilengkapi pusat perkantoran, areal pameran dan wisata mirip Ancol. Sedangkan di sisi Madura akan digenapi dengan Islamic Center, pusat olahraga, areal pergudangan, industri, dan pelabuhan utama di Tanjung Bumi, Bangkalan.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ahmad Jabir mengatakan, sebelum menyulap kawasan kaki Suramadu sebagai WCF harus lebih dulu dilakukan studi yang mendalam. “Feasibility-nya harus di bikin dulu, baru nanti dikritisi bareng-bareng,” tegasnya.

Pentingnya rencana WCF dikritisi, kata Jabir, supaya rencana ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, terutama bagi masyarakat sekitar. Mulai dampak fisik hingga masalah psikologis, sosial, dan budaya. “Pokoknya jangan hanya melihat sisi positif saja. Sisi negatifnya juga harus di kaji,” imbuhnya.

Pengamat Sosial Unair Bagong Suyanto minta pengembangan kawasan kaki Suramadu dilakukan seimbang dan proporsional. Kalau Surabaya yang identik dengan kota metropolitan, wajar kalau pengembangan WCF ditandai dengan berdirinya tempat hiburan dan olahraga.

Sementara Madura yang masyarakatnya agamis, pengembangannya diarahkan menjadi kawasan industri yang ditopang dengan gedung seperti Islamic Center. “Keseimbangan itu dinilai penting, agar masyarakat dapat belajar dan menikmatinya. Jangan malah salah satu pihak hanya jadi penonton saja,” sarannya.

Khusus Madura, selain pengembangan fisik, pemerintah harus tetap fokus pada reinvestasi pembangunan sumber daya manusia (SDM). Investasi SDM ini, oleh Bagong dinilai penting, karena selama ini perkembangan SDM di Madura dibandingkan daerah lain di relatif tertinggal. uji

Ebek21
April 29th, 2009, 08:58 AM
^^ Lah kok Ancol yang dibuat standard. Kalau mau membangun waterfront city mbok ya mengambil inspirasi dr Singapore atau Sydney gitu loh. Kalo mau bangun Ancol jgn di kaki Suramadu, di Kenjeran saja, atau di Lamongan sekalian.

sbyctzn
April 29th, 2009, 07:06 PM
Kalau di Lamongan sudah ada WBL tuh ebek, trus buat apa buat Ancol lagi? Bahkan menurut saya Ancol dan WBL sudah sama.. Cuma kalah populer saja..
Kalau dikaki Suramadu Surabaya lebih baik dikembangkan jadi kawasan CBD saja.
Kalau ingin bangun pusat rekreasi macam Ancol lebih baik mengembangkan Kenjeran Park yang sudah ada saat ini, lahannya luas banget, sayang pemkot angin-anginan mengembangkan KenPARK, coba kalau mau seperti Masfuk yang berani jemput bola, apalagi KenPARK ini sangat dekat dengan Pakuwon City.. Utamanya Eastcoast Residence...
Dan East Ring Road tentunya..
Pasti prospek kedepannya sangat bagus...

Dan menurut saya lagi, akan sulit mengembangkan tujuan wisata dengan konsep sama seperti WBL, karena pasarnya sudah tersedot ke WBL, lebih baik pemkot membuat konsep baru mengenai wisata hutan bakau, itu lebih original dan besar peluangnya..

hermawan
April 30th, 2009, 03:46 AM
Mungkin yang dimaksud kalo ingin kembangkan kawasan, benchmark nya jangan Ancol-lah. Tapi Waterfront city kelas dunia lain, biar jadinya lebih bagus. Konsep terserah apa, apakah recreational park, CBD atau yang lain.

Ampelio
April 30th, 2009, 08:27 AM
...bahkan Pantai Losari Makassar jauh lebih bagus dibanding Ancol

teddybear
April 30th, 2009, 05:27 PM
Alotnya pembongkaran stren kali. Kalo ini terjadi usaha pemkot benar2x hebat dalam menggusur kekumuhan:

http://www.jawapos.com/imgall/1/imgori/66462large.jpg

Komisi C DPRD Surabaya Pro Penghuni Setren Kali Minta Camat Cabut Perintah Pembongkaran

SURABAYA - Rencana penggusuran kawasan setren kali kembali dihalangi politisi di DPRD Surabaya. Mereka menolak rencana pemkot membongkar bangunan tak ber-IMB (izin mendirikan bangunan) di atas tanggul kali.

Penolakan itu diungkapkan Komisi C DPRD Surabaya di hadapan puluhan warga setren kali Jalan Jagir saat mengadu ke dewan. Mereka menuding rencana itu menyebabkan warga setren tidak tenang. "Pokoknya, kalau tetap dilakukan, ya dilawan," tegas Ketua Komisi C DPRD Surabaya Armuji.

Sikap dewan itu seperti yang mereka tunjukkan saat penertiban sejumlah kawasan setren beberapa tahun sebelumnya. Mereka berusaha menghalangi upaya pemkot ketika hendak membongkar bangunan tak berizin. Akibatnya, rencana itu gagal dilakukan.

Intervensi terhadap pejabat pemkot yang hendak melakukan penertiban juga pernah dilakukan sebelumnya. Caranya, mereka memaksa para camat membatalkan penggusuran.

Campur tangan dewan itu sempat dikeluhkan beberapa pejabat pemkot. Mereka risi lantaran upaya menegakkan peraturan daerah selalu terbentur oleh kepentingan sejumlah anggota dewan. Biasanya, sikap semacam itu dilakukan anggota dewan untuk menunjukkan komitmen yang telanjur diobral kepada para konstituen.

Armuji mengatakan pernah bertanya tentang nasib warga setren kali ke pada Asisten I Sekkota Bagyo Fandi Sutadi. Saat itu Sutadi mengatakan tidak ada penggusuran. Pemkot bersama Dinas PU Pengairan Jatim hanya melakukan inspeksi untuk mengetahui kondisi tanggul.

Tentang surat pemberitahuan rencana penggusuran, Armuji menganggap cacat hukum. Sebab, surat itu dikeluarkan berdasar rapat dengan Satpol PP. Apalagi, pemkot membuat rencana itu tidak melibatkan dewan. "Kami tidak pernah diajak bicara. Padahal, kami kan bagian dari masyarakat Surabaya," ucapnya.

Di hadapan warga setren kemarin, Armuji juga mendesak camat Wonokromo mencabut surat perintah pengosongan bangunan setren kali yang dikeluarkan pekan lalu. Menurut dia, lahan itu menjadi kewenangan Dinas PU Pengairan Jatim. Karena itulah, pemkot tidak boleh ikut mengurusi lahan tersebut.

Armuji menambahkan, alasan penertiban yang disandarkan fakta tidak adanya IMB juga dianggap berlebihan. Menurut dia, seharusnya pemkot lebih dulu menertibkan bangunan di lahan brandgang yang juga tidak memiliki IMB. Sebab, brandgang ditempati bangunan-bangunan beton.

Alasan bahwa bangunan setren kali sebagai penyebab banjir juga dianggap tidak tepat. Menurut dia, meningkatnya debit air sungai merupakan dampak tidak adanya pengerukan endapan sungai. Akibatnya, sungai menjadi dangkal dan airnya meluber ketika hujan.

Upaya memaksa camat mencabut surat perintah pembongkaran tidak hanya dilakukan terhadap Wonokromo. Beberapa kecamatan lain juga akan didatangkan ke dewan agar melakukan hal yang sama. "Besok kecamatan lain dipanggil," katanya.

Sementara itu, Camat Wonokromo Eddi Christijanto mengatakan, surat perintah pembongkaran itu dikeluarkan berdasar rapat bersama Satpol PP, pemkot, dan Dinas PU Pengairan beberapa waktu lalu. "Dasarnya banyak. Sudah disebutkan di surat itu," ucapnya. Saat ditanya terkait desakan anggota dewan, dia mengatakan akan berkoordinasi dengan Satpol PP terlebih dahulu.

Satpol PP sendiri ternyata bertekad tetap melakukan penertiban sesuai rencana. Kepala Satpol PP Utomo menegaskan, landasan hukum penertiban itu sangat gamblang. Yaitu, bangunan berdiri tanpa mengantongi IMB. Karena itulah, penertiban tetap akan dilakukan. "Pelanggarannya jelas, sanksinya pun jelas. Apa yang dipermasalahkan?" tanyanya.

Tindakan pemkot sebenarnya juga ditujukan untuk menyelamatkan warga setren. Menurut Utomo, mereka akan lebih aman tinggal di rumah susun. Selain tercatat sebagai penduduk resmi, mereka tidak khawatir jika sewaktu-waktu debit air meningkat.

Pria asal Jombang itu menambahkan, brandgang juga sudah masuk dalam daftar penertiban. Itu artinya pemkot tidak pilih kasih dalam menertibkan bangunan yang melanggar. "Waktunya saja yang tidak bisa bersamaan. Tunggu saja," ucapnya.

Di bagian lain, warga penghuni setren berjanji tidak mengerahkan massa jika pemkot urung membongkar bangunan yang mereka tempati. Warga akan menggunakan jalur-jalur aman, seperti meminta dukungan ke dewan. "Kami tidak akan berbuat anarkis," kata koordinator warga setren Teguh Rahmanto.

Menurut dia, dalam waktu dekat warga akan membuat gebrakan dengan mengubah bangunan yang mereka tempati. Rumah tersebut akan dihadapkan ke sungai. Sedangkan bekas lahannya dipakai untuk jalan inspeksi.

Seperti diberitakan, pemkot berencana membongkar bangunan setren di Jalan Jagir. Alasannya, mereka tidak memiliki IMB dan berdiri di atas tanggul sungai. Akibatnya, tanggul terkikis dan membahayakan masyarakat saat debit air meningkat. (eko/fat)

Hadi
April 30th, 2009, 05:49 PM
jelas-kelas sih kalo bangunan liar itu merusak tanggul ( digambar kelihatan) jadi aku dukung deh. mendingan ditanami pohon .... penghijauan .... dukung penggusuran, lagian tinggal dirumaha susunkan lebih bagus dari pada disitu.

Hadi
April 30th, 2009, 06:41 PM
http://img237.imageshack.us/img237/4310/surabayaicon1.jpg (http://img237.imageshack.us/my.php?image=surabayaicon1.jpg)

http://img259.imageshack.us/img259/2889/surabayaicon2.jpg (http://img259.imageshack.us/my.php?image=surabayaicon2.jpg)

memang harus dirubah dan salah kaprah rasanya...

Hadi
April 30th, 2009, 07:27 PM
Jual Kejayaan Masa Silam
Kamis, 30 April 2009 | 11:46 WIB

Tamu belum pulang, sandalnya sudah hilang. Ini bukanlah pepatah, namun kejadian sebenarnya yang diceritakan seorang warga Jatipurwo, salah satu kawasan di Surabaya Utara.

Cerita ini memang disampaikan secara guyon, namun peristiwanya jelas bukan guyonan. Kriminalitas memang menjadi warna khusus Surabaya Utara. Bukan “pabrik” sabu-sabu seperti di Surabaya Barat, memang, namun kejahatan “kecil” seperti pencopetan dan pencurian. Namun, justru kejahatan “kecil” seperti inilah yang paling sering menjahili wisatawan.

Warganya sendiri mengakui. Salah satunya Muhammad, salah satu warga yang tinggal di kawasan Jl. KH Mas Mansyur.

“Kriminalitas di daerah Surabaya Utara, seperti di Ampel, cukup tinggi. Kalau memang kawasan ini akan dijadikan tempat wisata, angka kriminalitas harus ditekan agar daerah sini aman,” kata Muhammad.

Diakui Muhammad, kriminalitas di Surabaya Utara, terutama di kawasan Ampel yang sudah lama dijadikan tempat wisata religi, sebenarnya masih dalam taraf ringan. Sebut saja pencopetan yang banyak dialami wisatawan atau peziarah di Ampel. Namun hal sepele seperti itu bisa mencoreng nama baik Ampel sebagai salah satu tempat tujuan wisata di Surabaya.

“Orang yang datang bisa saja cerita ke temannya bahwa berwisata di Ampel dan daerah sekitarnya tidak aman karena dirinya pernah kecopetan. Cerita dari mulut ke mulut ini bisa dengan mudah menyebar dan membawa dampak buruk,” kata Muhammad.

Masih menurut dia, ketidakamanan Surabaya Utara dikarenakan adanya para ”penguasa kecil” di masing-masing sudut. “Sebenarnya aparat keamanan bisa memberantas mereka, asal mau bertindak tegas. Mereka yang merasa jadi penguasa di sini tidak akan berani berulah macam-macam jika aparat keamanan tegas,” kata Muhammad.

Adanya citra Surabaya Utara sebagai wilayah rawan kejahatan diakui Kabag Bina Mitra Polwiltabes Surabaya. AKBP Sri Setyo Rahayu. Namun faktanya, kata wanita yang akrab dipanggil Yayuk ini, tidak benar bahwa Surabaya Utara merupakan daerah dengan tingkat kriminalitas tertinggi.00

“Dalam seminggu ini saja kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hanya sekali. Ini bukan laporan yang masuk, tapi data Intel Polwiltabes,” ujar Yayuk, Rabu (29/4). “Bahkan dalam seminggu ini sama sekali tidak ada tindak kejahatan,” lanjutnya.

Namun bagaimana pun, kondisi keamanan tetap harus diperhatikan bila Pemkot Surabaya ingin rencananya membangun wisata heritage tak mengalami banyak kendala.

Program wisata hasil kerja sama pemkot dan PT HM Sampoerna ini rencananya akan diresmikan Walikota Surabaya Drs Bambang D.H., 9 Juni mendatang.

“Melalui program ini, wisatawan dan warga kota yang berminat akan diangkut oleh dua bus gratis. Bus ini hasil dimodifikasi dari bus kuno sehingga kesan masa lalu makin kuat,” ujar Wiwik Widayati, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispartabud) Pemkot, Selasa (28/4).

Wiwik sendiri yakin program wiata kota tua akan menyedot banyak perhatian, utamanya warga asing yang memiliki ketertarikan pada sejarah lebih tinggi dibanding warga lokal. Catatan Dispartabud Surabaya menunjukkan ada 10.000 wisatawan asing dari 67 negara yang datang ke Surabaya untuk menikmati wisata kota tua ini.

“Mayoritas memang dari Belanda,” kata Wiwik.

Wiwik sendiri meyakinkan bahwa program pembangunan wisata heritage di Surabaya Utara bukan isapan jempol belaka. Salah satu yang dibidik melalui program ini adalah aktivitas di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalimas.

Selain heritage para wisatawan asing ternyata juga suka melihat pemandangan di pelabuhan rakyat di muara Kali Mas. Di muara itu banyak berlabuh kapal-kapal antar pulau yang menaikan dan menurunkan barang bawaannya. Saat menaikkan dan menurunkan barang itu banyak kuli angkut yang bekerja di sana.

“Kegiatan kuli angkut di Pelra itu menjadi daya tarik wisatawan asing. Para wisatawan tersebut senang memandangi para kuli dan betah berlama-lama di pelabuhan itu,” ujarnya.

Wisatawan yang berkunjung ke Pelra Kalimas cukup banyak. Dari 10.000 wisawatan asing yang datang ke Surabaya, sekitar 2.000 orang di antaranya mampir ke Pelra. Setelah dari pelabuhan biasanya mereka menuju ke Monumen Jalesveva Jayamahe. pur, rey, spd, faz

sbyctzn
May 1st, 2009, 02:55 PM
http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/66793large.jpg

[ Jum'at, 01 Mei 2009 ]
Warga Setren Kali Abaikan Deadline Pemkot
SURABAYA - Surat peringatan yang dikeluarkan camat Wonokromo agar penghuni setren kali di Jalan Jagir mengosongkan dan membongkar sendiri rumahnya tidak direspons. Hingga deadline terakhir kemarin (30/4), warga tidak kunjung membongkar sendiri bangunannya. Bahkan, mereka siap menghadang jika pemkot memaksa untuk menggusur.

Sesuai surat yang dikeluarkan camat Wonokromo pada 23 April lalu, warga di-deadline membongkar sendiri rumahnya paling lambat 30 April 2009. Jika sampai batas waktu tersebut warga tidak mengindahkannya, pemkot akan membongkar bangunan-bangunan itu.

Berdasar pantauan Jawa Pos, hingga batas akhir kemarin, tidak ada aktivitas pembongkaran bangunan yang dilakukan warga. Kondisi bangunan yang ada saat ini sama dengan sebelumnya. Mereka beraktivitas seperti hari-hari biasa. Ada yang menjual peralatan pancing, membuka warung makan, toko kayu, dan menjual bumbu-bumbu masakan.

Yanto, salah seorang pedagang pancing di kawasan itu, mengatakan, warga memang sengaja tidak menuruti surat perintah pihak kecamatan untuk membongkar bangunannya sendiri. Alasannya, pemilik lahan tersebut adalah Dinas PU Pengairan Jatim. Pemkot dianggap tidak berhak menggusur. Apalagi, surat perintah itu dikeluarkan kecamatan tanpa didukung Dinas PU Pengairan Jatim.

Menurut dia, status kepemilikan lahan tersebut diketahui warga saat berdemo di Kantor Dinas PU Pengairan Jatim pada Rabu (29/4). "Pemprov ternyata tidak mengeluarkan rekomendasi penggusuran itu. Maka, kami tidak membongkar bangunan meski sudah memasuki batas akhir yang ditetapkan kecamatan," jelasnya.

Bagaimana jika pemkot tiba-tiba menggusur? Pria yang sudah 12 tahun berdagang itu mengatakan akan melawan. Menurut dia, para pedagang di Jalan Jagir akan bersatu untuk menghadang petugas yang melakukan penggusuran. "Seperti dulu kan pernah, Mas," ucapnya.

Dia menceritakan, saat pemkot akan menggusur warga setren pada sekitar sembilan tahun silam, warga berkumpul di lokasi yang dijadikan tempat awal dilakukannya penertiban. Tidak hanya itu, mereka juga membakar ban bekas di tengah jalan untuk menghadang petugas yang mendekat. Pemilik bangunan juga tidak mau keluar dari dalam. Akibatnya, petugas tidak berani membongkar karena takut melukai penghuninya.

Pernyataan serupa diungkapkan Suwito. Warga setren itu menyatakan tidak akan membongkar rumahnya. "Kami tetap tinggal di sini," tandasnya. Alasannya, mereka menempati tanah negara. Dia juga menampik tudingan bahwa mereka yang menyebabkan tanah tanggul menipis sehingga membahayakan warga lain. Apalagi, saat ini warga mulai menata diri dengan mengepras bangunan yang berdempetan dengan bibir sungai. Lahan bekas bangunan itu akan dibuat jalan inspeksi. Bangunan juga dihadapkan ke arah sungai sehingga terlihat lebih tertib. Karena itu, dia berharap warga tidak digusur.

Sikap warga yang tidak merespons peringatan tersebut tidak dipermasalahkan pemkot. Meski demikian, sesuai bunyi surat yang sudah disebarkan ke warga, pemkot akan membongkar bangunan yang tidak memiliki IMB. "Mekanismenya sudah kami lewati. Konsekuensinya sudah jelas. Silakan saja menolak," kata Kepala Satpol PP Utomo.

Dia mengakui bahwa lahan itu milik Dinas PU Pengairan Jatim. Meski demikian, pemkot memiliki dasar hukum yang jelas dan kuat untuk melakukan penertiban. Bangunan yang ada di kawasan tersebut tidak memiliki IMB. Sesuai perda, ada sanksi yang jelas terhadap bangunan seperti itu.

Pembongkaran bangunan di kawasan setren kali Jalan Jagir diprediksi memakan banyak waktu. Sebab, banyak rumah di sana yang dibangun secara permanen. Selain itu, terdapat dua musala di atas tanggul dan tempat penampungan sampah (TPS) milik pemkot. "Itu juga dibongkar karena berdiri di atas tanggul. Kalau tidak, warga nanti iri," ujar Utomo.

Seperti diberitakan, pemkot melalui Kecamatan Wonokromo mengeluarkan surat perintah pembongkaran. Instansi di Jalan Jimerto tersebut men-deadline waktu hingga 30 April 2009. Pembongkaran itu dilakukan karena warga mendirikan bangunan di atas lahan tanggul dan tidak memiliki IMB.

sbyctzn
May 1st, 2009, 02:56 PM
http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/66787large.jpg

[ Jum'at, 01 Mei 2009 ]
Pembangunan Jembatan MERR II-C Tinggal Satu Bentang
TIGA bentang jembatan Middle East-Ring Road (MERR) II C sudah rampung. Kini tinggal satu bentang untuk pada jembatan yang menghubungkan Kedung Baruk dengan Medokan semampir.

Pembangunan jembatan tersebut membutuhkan 4 bentang. Empat bentang itu dibagi dalam dua sisi. Yaitu Kedung Baruk dan Medokan Semampir. Sisi Kedung Baruk dibangun dua bentang, masing-masing panjangnya 35 meter. Sedangkan sisi Medokan Semampir juga dibangun dalam dua bentang, 25 meter dan 21 meter.

"Hari ini balok gilder sudah masuk semuanya di bentang 2 yang ada di sisi Kedung Baruk," ujar Sapril Rebuono, pelaksana proyek. Dengan selesainya pemasangan gilder di sisi Kedung Baruk, berarti pembangunan jembatan MERR hanya menyisakan satu bentang. Yaitu yang dari sisi Medokan Semampir.

"Mungkin bulan ini sudah tersambung semua dan Juni kita tinggal pengecoran lantai jembatan," tuturnya. Total panjang jembatan MERR tersebut mencapai 116 meter. Dengan pembangunan jembatan baru, berarti di lokasi tersebut terdapat dua jembatan. Yang pertama mengarah ke Semolawaru dan yang baru menjadi akses dari lingkar timur.

Selain itu, untuk mempersiapkan akses jalan yang lebih luas. Pihak proyek juga melebarkan jembatan kali Kedung Baruk yang berada di depan perumahan Pondok Nirwana. Kemarin, jembatan tersebut sudah dalam penyelesaian sisi barat. "Sisi timurnya sudah selesai. Jembatan kita lebarkan dengan menggunakan balok gilder yang 16 meter," imbuh Sapril. (gun/dos)

Hadi
May 1st, 2009, 08:45 PM
http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/66793large.jpg

[ Jum'at, 01 Mei 2009 ]
Warga Setren Kali Abaikan Deadline Pemkot
SURABAYA - Surat peringatan yang dikeluarkan camat Wonokromo agar penghuni setren kali di Jalan Jagir mengosongkan dan membongkar sendiri rumahnya tidak direspons. Hingga deadline terakhir kemarin (30/4), warga tidak kunjung membongkar sendiri bangunannya. Bahkan, mereka siap menghadang jika pemkot memaksa untuk menggusur.

Sesuai surat yang dikeluarkan camat Wonokromo pada 23 April lalu, warga di-deadline membongkar sendiri rumahnya paling lambat 30 April 2009. Jika sampai batas waktu tersebut warga tidak mengindahkannya, pemkot akan membongkar bangunan-bangunan itu.

Berdasar pantauan Jawa Pos, hingga batas akhir kemarin, tidak ada aktivitas pembongkaran bangunan yang dilakukan warga. Kondisi bangunan yang ada saat ini sama dengan sebelumnya. Mereka beraktivitas seperti hari-hari biasa. Ada yang menjual peralatan pancing, membuka warung makan, toko kayu, dan menjual bumbu-bumbu masakan.

Yanto, salah seorang pedagang pancing di kawasan itu, mengatakan, warga memang sengaja tidak menuruti surat perintah pihak kecamatan untuk membongkar bangunannya sendiri. Alasannya, pemilik lahan tersebut adalah Dinas PU Pengairan Jatim. Pemkot dianggap tidak berhak menggusur. Apalagi, surat perintah itu dikeluarkan kecamatan tanpa didukung Dinas PU Pengairan Jatim.

Menurut dia, status kepemilikan lahan tersebut diketahui warga saat berdemo di Kantor Dinas PU Pengairan Jatim pada Rabu (29/4). "Pemprov ternyata tidak mengeluarkan rekomendasi penggusuran itu. Maka, kami tidak membongkar bangunan meski sudah memasuki batas akhir yang ditetapkan kecamatan," jelasnya.

Bagaimana jika pemkot tiba-tiba menggusur? Pria yang sudah 12 tahun berdagang itu mengatakan akan melawan. Menurut dia, para pedagang di Jalan Jagir akan bersatu untuk menghadang petugas yang melakukan penggusuran. "Seperti dulu kan pernah, Mas," ucapnya.

Dia menceritakan, saat pemkot akan menggusur warga setren pada sekitar sembilan tahun silam, warga berkumpul di lokasi yang dijadikan tempat awal dilakukannya penertiban. Tidak hanya itu, mereka juga membakar ban bekas di tengah jalan untuk menghadang petugas yang mendekat. Pemilik bangunan juga tidak mau keluar dari dalam. Akibatnya, petugas tidak berani membongkar karena takut melukai penghuninya.

Pernyataan serupa diungkapkan Suwito. Warga setren itu menyatakan tidak akan membongkar rumahnya. "Kami tetap tinggal di sini," tandasnya. Alasannya, mereka menempati tanah negara. Dia juga menampik tudingan bahwa mereka yang menyebabkan tanah tanggul menipis sehingga membahayakan warga lain. Apalagi, saat ini warga mulai menata diri dengan mengepras bangunan yang berdempetan dengan bibir sungai. Lahan bekas bangunan itu akan dibuat jalan inspeksi. Bangunan juga dihadapkan ke arah sungai sehingga terlihat lebih tertib. Karena itu, dia berharap warga tidak digusur.

Sikap warga yang tidak merespons peringatan tersebut tidak dipermasalahkan pemkot. Meski demikian, sesuai bunyi surat yang sudah disebarkan ke warga, pemkot akan membongkar bangunan yang tidak memiliki IMB. "Mekanismenya sudah kami lewati. Konsekuensinya sudah jelas. Silakan saja menolak," kata Kepala Satpol PP Utomo.

Dia mengakui bahwa lahan itu milik Dinas PU Pengairan Jatim. Meski demikian, pemkot memiliki dasar hukum yang jelas dan kuat untuk melakukan penertiban. Bangunan yang ada di kawasan tersebut tidak memiliki IMB. Sesuai perda, ada sanksi yang jelas terhadap bangunan seperti itu.

Pembongkaran bangunan di kawasan setren kali Jalan Jagir diprediksi memakan banyak waktu. Sebab, banyak rumah di sana yang dibangun secara permanen. Selain itu, terdapat dua musala di atas tanggul dan tempat penampungan sampah (TPS) milik pemkot. "Itu juga dibongkar karena berdiri di atas tanggul. Kalau tidak, warga nanti iri," ujar Utomo.

Seperti diberitakan, pemkot melalui Kecamatan Wonokromo mengeluarkan surat perintah pembongkaran. Instansi di Jalan Jimerto tersebut men-deadline waktu hingga 30 April 2009. Pembongkaran itu dilakukan karena warga mendirikan bangunan di atas lahan tanggul dan tidak memiliki IMB.

mokong neh para penghuni stren kali, ditata kok ga mau... heran

@b1
May 1st, 2009, 09:36 PM
Harusnya Surabaya juga punya ORcahr Road. Menurut saya lokasi yang strategis itu di dekat Monkasel.

Bagaimana menurut anda, lokasi yang cocok untuk Orchard Road a la Surabaya?

sbyctzn
May 2nd, 2009, 05:49 AM
Sulit memang untuk masalah penghuni stren kali di jagir, dulu itu sejarahnya pemerintah mengkapling stren kali untuk ditempati warga penggusuran dari pasar wonokromo, masalahnya jadi rumit saat sekarang, karena kebijakan pemerintah dulu dengan sekarang beda.
Keputusan akhirnya tidak jadi digusur tuh...
Rumah-rumah stren kali itu akan direnovasi, dengan desain tidak menjorok ke Sungai..
Yah.. Tidak jadi digusur...
Pelik memang.

Orchad Road versi Surabaya?
Betul, Menurut saya ya sepanjang jalan pemuda, melingkar melewati Grand City.

Ebek21
May 2nd, 2009, 06:37 AM
^^ Tunggu dulu, hari ini ada berita bagus di Jawapos. Pemprov Jatim dan Perda ngawurnya (yg selama ini dijadikan dasar hukum penghuni stren kali) itu sudah ditegur oleh Mendagri. Gw kira pada akhirnya penghuni stren kali itu pasti akan benar2 digusur, hanya saja, perlu diantisipasi perlawanan yg bakal timbul, karena jumlahnya ribuan penduduk. Bener2 dibutuhkan pemimpin bertangan besi (dan mau nggak mau mesti disupport juga oleh massa pendukungnya) untuk menertibkan masalah klasik ini. Makanya gw kagum sama Bambang DH. Selama dia menjabat ini, sudah berapa ribu penduduk yg merasakan dampak penertiban kota (plus beking2 dibelakangnya), nggak sembarang orang punya nyali untuk berani berbuat tegas kayak gitu.

DPRD Jatim Membahas Perda Nomor 9 tentang Sempadan Sungai

Perintah Mendagri, Anulir Perda No 9 Tahun 2007

SURABAYA - Warga penghuni bangunan di atas setren Kali Wonokromo tak punya alasan lagi untuk menolak rencana penertiban. Sebab, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2007 tentang Sempadan Sungai yang selama ini menjadi alat bertahan mereka bakal ditinjau dan dibahas lagi oleh DPRD Jatim.

Pembahasan ulang itu dilakukan setelah dewan mendapat surat dari Mendagri (menteri dalam negeri) yang menyebutkan bahwa perda tersebut bertentangan dengan peraturan lainnya. Dalam perda disebutkan bahwa batas minimal bangunan dari bibir sungai adalah 5 meter.

''Dalam suratnya, Mendagri minta perda itu dibahas kembali. Sebab, berdasar acuan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Nomor 380/KPTS/M/2004, batas sempadan sungai adalah 11 meter,'' kata Plt Ketua DPRD Jatim Suhartono Wijaya.

Dia menjelaskan, rencana pembahasan kembali perda tersebut sudah disiapkan matang. Bahkan, DPRD Jatim sudah mengundang berbagai pihak melalui surat bernomor 005/3036/060/2009.

''Yang diundang adalah mantan pansus raperda penetapan sempadan sungai. Dewan juga mengundang Biro Hukum Pemprov Jatim dan Dinas PU Pengairan Pemprov. Senin (4/5) pembahasan mulai dilakukan,'' ungkap politikus yang hampir pasti lolos menjadi anggota DPR periode 2009-2014 tersebut.

Suhartono menuturkan, pembahasan ulang perda tidak akan mengubah semua pasal. Fokusnya hanya persoalan yang mendapat catatan dari Mendagri. Termasuk, garis sempadan yang sebelumnya diatur dalam pasal 21. ''Pembahasan itu bersifat untuk menyempurnakan saja,'' jelasnya.

Gubernur Jatim Soekarwo juga mengakui adanya surat dari Mendagri yang meminta agar Perda Nomor 9 Tahun 2007 tidak diberlakukan lebih dulu. Dia juga memastikan bahwa sempadan sungai tidak lagi 5 meter dari bibir sungai. ''Jarak sempadannya disuruh mengembalikan sesuai undang-undang,'' paparnya.

Jika Pemkot Surabaya bermaksud menertibkan kawasan setren kali yang saat ini penuh bangunan warga, Pemprov Jatim juga sudah menyiapkan langkah antisipasi. Di antaranya, membangun rumah susun di sekitar sungai di Surabaya. ''Segera kami bangun. Kira-kira jumlahnya tiga blok,'' katanya.

DPRD Surabaya Terbelah

Sementara itu, sikap anggota DPRD Surabaya terkait dengan rencana penertiban kawasan setren kali di Jalan Jagir mulai terbelah. Sikap komisi C yang mendukung warga setren kali tidak diakui sebagai keputusan dewan.

Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf menyatakan, secara kelembagaan, dirinya sebagai pimpinan dewan belum menerima surat rekomendasi mengenai hal tersebut dari komisi C. ''Komisi C belum memberikan laporan rekomendasi penolakan penggusuran warga setren kali,'' ujarnya.

Karena itu, sikap komisi C tidak bisa disebut sebagai keputusan DPRD Surabaya. ''Untuk menjadi keputusan dewan, harus ada laporan yang dibahas dalam panmus,'' tegasnya.

Berbeda dari rekomendasi komisi C, secara pribadi Musyafak justru mendukung penertiban warga setren kali. Menurut dia, siapa pun yang melanggar pemanfaatan tanah fasilitas umum harus ditindak. ''Ini berlaku untuk siapa saja. Tidak terkecuali warga setren kali. Tidak ada diskriminasi,'' ungkapnya.

Sebagai anggota dewan yang juga manusia, dia mengaku prihatin atas nasib warga setren kali. Namun, sebagai orang yang paham hukum, dirinya mendukung penertiban.

Meski demikian, politikus asal PKB itu tetap mengkritik sikap pemkot yang sering pilih kasih dalam penertiban. ''Pemkot tidak konsisten. Kalau pengusaha besar yang uangnya banyak mendirikan tempat usaha di setren kali tidak digusur. Namun, masyarakat kecil yang kekurangan justru langsung diobrak,'' katanya menyindir.

Dia juga menyoroti lambannya penertiban oleh pemkot. Menurut Musyafak, penertiban dilakukan sejak dulu ketika jumlah bangunan di atas setren kali masih sedikit. ''Tidak seperti sekarang. Warga telanjur mendirikan bangunan dengan biaya besar, baru dibongkar,'' ujarnya.

Dia juga memberi catatan bahwa pemkot harus punya solusi untuk warga jika benar-benar melakukan penertiban bangunan di atas setren kali. Dia mengambil contoh rencana pemindahan warga setren ke rumah susun. Menurutnya, langkah itu cocok untuk bangunan di atas setren yang difungsikan sebagai tempat tinggal. ''Kalau bangunan itu untuk usaha, solusinya harus berbeda. Jadi, jangan disamakan begitu saja,'' tegasnya.

Musyafak menyarankan, solusi untuk warga yang menggunakan tanggul sungai untuk mencari nafkah adalah relokasi. ''Carikan mereka lahan untuk tempat usaha. Misalnya, lokasi untuk menampung PKL,'' katanya.

Taken from Jawapos, May 2, 2009

bozanova
May 2nd, 2009, 09:16 AM
Menurut saya harus tetap digusur...solusi buat merekapun juga sudah jelas yaitu rumah susun...jadikan surabaya green and clean...

pecinta_surabaya
May 3rd, 2009, 09:55 AM
Warga Setren Pindah ke Rusun Tak Perlu KTP dan KK

SURABAYA - Permasalahan yang diprediksi menghambat penggusuran bangunan di kawasan Jalan Jagir mulai diatasi. Salah satunya, memberi kemudahan luar biasa kepada para penghuni setren yang bersedia pindah ke rumah susun (rusun).

Kesepakatan pemberian kemudahan itu diputuskan dalam rapat terbatas di Pemkot Surabaya kemarin yang dihadiri asisten I Sekkota, dinas pengelolaan bangunan dan tanah, serta beberapa camat yang wilayahnya ditempati warga setren.

Kemudahan itu berupa penghapusan syarat permohonan menempati rusun seperti warga pada umumnya. Jika mengikuti prosedur, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, pemohon harus memiliki KTP Surabaya, kartu keluarga, serta surat pernyataan belum memiliki rumah yang diketahui RT, RW, lurah, serta camat setempat.

''Syarat-syarat itu ditiadakan khusus untuk warga setren Jagir. Ini diskresi,'' kata Asisten I Sekkota Bagyo Fandi Sutadi kemarin.

Menurut dia, cara tersebut merupakan solusi yang ditawarkan pemkot kepada warga agar mau pindah. Tawaran itu sekaligus menjawab tudingan banyak kalangan yang menyatakan bahwa pemkot tidak memikirkan nasib warga setren selanjutnya.

Sutadi menjelaskan, pendaftaran khusus itu dibuka selama dua hari, yaitu hari ini dan besok. Warga yang berminat menempati rusun diwajibkan datang ke kelurahan untuk mengisi formulir permohonan. Untuk mengurus itu, warga tidak dipungut biaya sepeser pun.

Untuk mengidentifikasi bahwa warga yang mendaftar berasal dari setren Jagir, pemkot mengaku sudah menggandeng beberapa tokoh. Mereka ditempatkan di loket pendaftaran. ''Kalau ada yang mendaftar, tinggal tanya kepada tokoh tersebut apakah orang itu warga setren atau bukan. Pasti mereka sudah kenal siapa-siapa warga yang tinggal di sana,'' tuturnya. Dengan demikian, warga tidak perlu ruwet mengurus syarat administrasi dan cukup datang ke kelurahan.

Bukan hanya itu, pemkot juga menggratiskan biaya pendaftaran serta pengurusan formulir. Hanya, warga tetap dipungut biaya sewa yang nilai nominalnya masih dibahas di pemkot. ''Tentu tidak mahal. Nanti tetap diperhitungkan bagaimana yang terbaik,'' ungkapnya.

Pemkot juga sudah menyiapkan nasib pendidikan anak-anak yang tinggal di kawasan setren. Penataannya dilakukan dengan membagi lokasi rusun sesuai tingkat pendidikan anak-anak. Rencananya, warga setren yang memiliki anak usia TK maupun SD ditempatkan di Rusun Wonorejo. Tujuannya, anak-anak tersebut tidak sulit menjangkau sekolah. Karena itulah, dicarikan rusun yang paling dekat dengan lokasi semula.

Warga yang memiliki anak yang bersekolah di SMP dan SMA ditempatkan di Rusun Randu. Pemkot juga menyediakan empat bus sekolah di masing-masing rusun. ''Bus itu nanti mengantar dan menjemput siswa-siswa ketika berangkat maupun pulang sekolah. Semua siswa diantar setiap hari. Gratis,'' tegasnya.

Antar-jemput itu berlangsung sampai kenaikan kelas. Sebab, selanjutnya mereka dipindah ke sekolah yang terdekat dari rusun. Sutadi mengaku sudah berkoordinasi dengan Dispendik agar proses pemindahan siswa itu mudah.

Camat Wonokromo Eddy Christijanto menambahkan, loket pendaftaran untuk warga akan dilayani mulai pukul 10.00. Menurut dia, jika memang masih ada warga yang berminat setelah melewati dua hari itu, pendaftaran masih memungkinkan. ''Entah itu setelah penertiban atau kapan, bisa diperpanjang,'' katanya.

Di bagian lain, rencana pemkot tersebut belum diketahui warga setren. Khoirul Huda, koordinator pedagang pancing, mengaku belum mendengar kabar tersebut. Meski sudah dijelaskan, dia mengaku tidak tertarik untuk pindah ke rusun. ''Itu kesepakatan warga,'' ucapnya.

Dia beralasan, masalah tempat tinggal bisa dikatakan beres setelah pindah ke rusun. Hanya, dia bingung menafkahi keluarga lantaran penghasilan utamanya berasal dari berdagang alat pancing. Karena itulah, dia memilih merenovasi bangunan daripada pindah ke rusun.

Hadi
May 3rd, 2009, 06:29 PM
2009, Pelindo Kembangkan Investasi Pelabuhan
Pengirim: Iwan Sabatini - detikSurabaya


Surabaya - Pelindo III tahun 2009 ini berencana melakukan investasi mengembangkan pelabuhan. Investasi ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Uang sebesar Rp 1,2 T disiapkan untuk investasi pembangunan pelabuhan. "Kita siap membangun dengan biaya sendiri," kata Direktur Utama, Suprihat dalam rilis resminya.

Untuk memperkuat manajemen Pelindo III, suksesi kepemimpinan pun dilakukan. Perubahan manajemen ini dilakukan pada Bulan Mei. "Ini sebagai pemantapan dalam karier serta penguasaan yang lebih matang. Sekaligus menguatkan struktur organisasi di jajaran Pelindo III khususnya di kantor pusat," ungkapnya.

Sementara ada sembilan pejabat di lingkungan Pelindo III masuk dalam gerbong suksesi yakni Adam Lesatariono, awalnya menjabat sebagai SM Manajemen Risiko & Mutu di Dit Ops saat ini memegang jabatan baru sebagai Staf Utama II yang diperbantukan di PT. TPS sebagai Direktur Tehnik. Siswadi, jabatan awalnya Staf Utama II yang diperbantukan di PT. TPS sebagai Direktur Tehnik dan jabatan barunya sebagai SM Manajemen Risiko & Mutu pada Dit Ops.

Sementara Rismatur, sebagai Kabiro Logistik dan jabatan lamanya adalah SM Tehnik pada Dit PPU. Jonggara Simanjutak sebagai Manajer Proyek pada Dit PPU. Wiwin Kuntadi sebagai SM Tehnik pada Dit PPU. Erna Nurhayati sebagai ASM Pelayanan Terminal Wilayah III pada Dit Operasi. Gusti Chairudin sebagai ASM Rupa-2 Usaha pada Dit Operasi dan Sumarno sebagai Manager Aneka Usaha & Properti Cabang Tanjung Perak.

Hadi
May 3rd, 2009, 06:46 PM
Gubuk Minggir 5 Meter, Fungsi Destruktif Lahan Dominan
Reporter : Arif Fajar A

Surabaya-Untuk mewujudkan kota dengan suasana nyaman dan asri, Surabaya terus mempersolek diri, pembenahan pun dilakukan di berbagai bidang. Mulai mempercantik taman kota, pembersihan PK5, penataan lampu-lampu kota, dan lainnya.

Setelah melakukan beberapa hal, saat ini Pemkot Surabaya mulai merambah pada pembenahan sungai dan lingkungan sekitarnya. Sangat masuk akal, jika pemkot memimpikan sungai yang membelah Kota Surabaya tersebut bisa dijadikan tempat rekreasi sekaligus transportasi air, mengingat letak geografis sungai di Surabaya yang mendukung.

Banyak hal yang harus dilakukan pemkot jika ingin menggapai mimpi menjadikan Surabaya sebagai kota water front city itu. Pasalnya, permasalahan kompleks menyelimuti kehidupan di sekitar sungai, mulai dari sampah, limbah pabrik, dan yang paling rumit adalah adanya pemukiman yang berdiri di bibir sungai atau bahkan menjorok di atas sungai.

Selain menutupi keindahan sungai, pemukiman di pinggir sungai itu kerapkali menjadi penyebab banjir. Pemkot Surabaya pun kewalahan merelokasi masyarakat pinggir sungai yang mayoritas tidak memiliki sertifikat atas tanahnya tersebut. Solusi yang dilakukan pemerintah hanya sebatas membersihkan dan mengatur batas rumah di stren kali.

Beberapa pemukiman warga stren kali sudah melakukan instruksi pemkot tersebut dengan mengundurkan rumahnya 5 meter menjauhi bibir sungai, seperti di kawasan stren kali Dinoyo dan stren kali Gunungsari. Memang perubahan suasana sedikit terlihat, dari kumuh menjadi sedikit enak dipandang, tapi permasalahan baru kembali muncul, banyak orang mengaku enggan melewati jalan pinggir sungai. Pasalnya, daerah pinggir sungai tersebut itu rawan. Kerapkali terlihat dijadikan ajang pesta minuman keras dan tempat nongkrong pemuda-pemuda sekitar. Yng lebih parah lagi, dijadikan tempat prostitusi seperti yang terjadi di kawasan pinggir sungai Dinoyo.

Bangunan gubuk-gubuk kecil tersebut memang berdiri menjauh dari bibir sungai, tetapi gubuk itu dijadikan bilik untuk memadu kasih sesaat oleh PSK dengan pria hidung belang yang mem-bookingnya.

Seharusnya lahan selebar 5 meter dari bibir sungai tersebut tidak dibiarkan kosong terlalu lama, hanya akan membuat permasalahan baru. Seharusnya, lahan pinggir sungai itu bisa dimanfaatkan untuk penunjang rekreasi air, seperti cafe, dermaga wisata perahu, dan ruang terbuka hijau. [air/rif/bersambung] Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ebek21
May 4th, 2009, 11:43 AM
OMG, hari ini benar2 terjadi penggusuran besar2an di Kali Jagir !! Gw baca beritanya di Detik Sby & Suara Sby hr ini, suasananya benar2 mencekam. Penggusuran terhadap ratusan rumah dan ribuan penduduk :ohno: Dan ini baru permulaan dr penggusuran semua bangunan liar di sepanjang Kalimas & Kali Sby !!

Don't know how to react to this situation. Well, may God bless Surabaya.

NB : Gw nggak bisa bayangkan segede apa nyali pejabat2 Pemkot Sby. Simply unbelievable !!

Hadi
May 4th, 2009, 12:26 PM
OMG, hari ini benar2 terjadi penggusuran besar2an di Kali Jagir !! Gw baca beritanya di Detik Sby & Suara Sby hr ini, suasananya benar2 mencekam. Penggusuran terhadap ratusan rumah dan ribuan penduduk :ohno: Dan ini baru permulaan dr penggusuran semua bangunan liar di sepanjang Kalimas & Kali Sby !!

Don't know how to react to this situation. Well, may God bless Surabaya.

NB : Gw nggak bisa bayangkan segede apa nyali pejabat2 Pemkot Sby. Simply unbelievable !!

Bagusss.... Peraturan harus ditegakkan... demi ketertiban bersama. Maju Surabaya :cheers::cheers::cheers:

Ebek21
May 4th, 2009, 12:28 PM
Foto2 penggusuran bangunan liar stren Kali Jagir hari ini

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ2.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ4.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ5.jpg

Taken from Detik Sby and Suara Surabaya, May 4, 2009

Ebek21
May 4th, 2009, 12:30 PM
..lanjutan

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ6.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ7.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ8.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ9.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ3.jpg

Taken from Detik Sby and Suara Surabaya, May 4, 2009

sbyctzn
May 4th, 2009, 12:57 PM
^^
:cry::cry::cry::cry::cry:
tapi salut juga
saya saja yang tadi lewat sampe ga tega buat ngeliat, itu warga disana ada ribuan lho.....
sampe ada ibu sama anak kecil yang tidur di sela-sela perabot yang ditaruh di jalan raya...
benar-benar menegangkan saat para pihak keamanan berbaris, seperti mau menuju medan perang....
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ2.jpg
hiks... hiks...
tapi salut sama pemkot
:applause::applause::applause::applause:
semoga bisa memberikan solusi terbaik bagi mereka.....
selamat jalan para penghuni stren...

AceN
May 4th, 2009, 01:07 PM
Wow, no comment for pemkot deh :okay:

Hadi
May 4th, 2009, 01:41 PM
:cheers::cheers::cheers::cheers::cheers::cheers: To Surabaya....

teddybear
May 4th, 2009, 04:16 PM
Wow, seingat gua waktu lewat sana thn 90-an, mereka udah banyak nongkrong disana, dan jumlahnya tidak sedikit. Hebat juga ya, berani menggusur tapi curious kemana tuh mereka ntar, asal tidak membuat hal yang sama di daerah lain.

Ebek21
May 4th, 2009, 04:55 PM
Box culvert project in Menur :okay:

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Menur1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Menur2.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Menur3.jpg

Taken from Suara Surabaya, May 4, 2009

Hadi
May 4th, 2009, 06:42 PM
"masih sering mendengar orang berpendapat bahwa orang ''kecil'' harus dibela meski salah. Padahal, akan lebih baik kalau mereka tidak dibiarkan berbuat salah dengan solusi yang benar. Biasanya, ini bisa memberi kemanfaat pada publik yang lebih besar ketimbang membabi buta membela orang ''kecil'' yang menyalahi aturan. Bagaimana Anda?"

ini shout out wakil walikota di facebook. may be related with penertiban warga stren kali jagir dan yang lainnya

Hadi
May 5th, 2009, 04:53 AM
Stasiun Kalimas akan jadi hub
Jumlah gerbong kereta sangat minim dibandingkan potensi Perak-Priok

SURABAYA: PT Kereta Api (KA) berencana menjadikan Stasiun Kalimas sebagai hub station container (pusat KA petikemas) di Jawa Timur, menyusul dioperasikanya KA Petikemas Berlian Jaya, yang melayani rute Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya - Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Kepala Humas PT KA Daerah Operasi (Daops) VIII Sugeng Priyono mengegaskan pihaknya merencanakan pengembangan Stasiun Kalimas menjadi pusat layanan angkutan KA petikemas di Jatim akan dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.

"Upaya itu untuk memaksimalkan bisnis layanan angkutan petikemas, setelah keberhasilan PT KA bekerjasama dengan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia [BJTI] mengoperasikan KA Petikemas yang diberi nama Berlian Jaya," ungkap Sugeng kepada Bisnis, kemarin.

KA petikemas Berlian Jaya, lanjut dia, dioperasikan pertama kali pada Jumat, 1 Mei 2009. Rangkaian lokomotif dengan 20 gerbong yang mengangkat 20 petikemas itu diberangkatkan pada pukul 20.00. Rangkaian KA petikemas itu beroperasi dari Stasiun Kalimas (Surabaya) menuju stasiun Sungai Labuhan (Jakarta), dengan jadwal tahap awal dua hari sekali.

"BJTI menyebutkan potensi angkutan petikemas Surabaya-Jakarta bisa mencapai 1.000 unit kontainer per hari. Ini baru yang berlokasi di Pelabuhan Perak saja, padahal volume kontainer untuk trayek itu dari sejumlah sentra industri di Jatim sangat besar pula. Wajar bila kemudian dibutuhkan pusat layanan KA kontainer dan dipilih stasiun Kalimas," ungkapnya.

Sugeng menjelaskan hingga kini sejumlah fasilitas layanan petikemas yang dioperasikan PT KA di Jatim berada di Stasiun Bangil (Kabupaten Pasuruan), Stasiun Rambipuji (Kab. Jember), Stasiun Banyuwangi, Stasiun Waru (Kab.Sidoarjo).

"Bahkan awal Januari 2009, Dirjen Perkeretaapian Dephub berencana menghidupkan kembali jalur rel Kalisat- Situbondo, mengantisipasi pengembangan Pelabuhan Situbondo. Pengembangan pelabuhan itu tentunya akan membuka peluang layanan petikemas," jelasnya.

Butuh 50 rangkaian KA Direktur Utama PT BJTI Rachmat Santria membenarkan potensi volume angkutan petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak, khususnya untuk trayek Surabaya-Jakarta bisa mencapai 1.000 unit petikemas.

"Jadi bila sekarang hanya dioperasikan satu rangkaian KA petikemas dengan kapasitas angkut 20 petikemas, baru 2% dari potensi yang bisa dilayani. Idealnya dibutuhkan sedikitnya 50 rangkaian KA petikemas dengan kapasitas masing- masing 20 kontanier. Ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi manajemen PT KA," ungkapnya kepada Bisnis, kemarin. (K21) (redaksi.sby@bisnis.co.id)

BISNIS INDONESIA

Ebek21
May 5th, 2009, 05:52 AM
Taman Undaan Pengganti Monumen Sura dan Baya

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/67424large.jpg

SURABAYA - Gagalnya Monumen Sura dan Baya di Kalimas sebagai kado HUT ke-716 Surabaya tampaknya akan mendapatkan ganti. Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Surabaya siap merampungkan Taman Undaan sebagai kado tersebut.

Itu ditegaskan oleh Kabid Pertamanan dan Penerangan Jalan Mohammad Aminuddin. "Target kami rampung bulan ini sehingga segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, terlebih merayakan HUT Surabaya," ujarnya kemarin (4/5).

Animo masyarakat Surabaya terhadap kehadiran taman kota memang cukup besar. Hal tersebut terlihat dari sudah tidak sabarnya warga menunggu selesainya taman yang dibangun di bekas SPBU itu. Hampir setiap sore dan akhir pekan, taman yang dibentuk sebagai taman replika buah tersebut mulai ramai dikunjungi warga.

Banyaknya warga yang mengunjungi Taman Undaan tentu mengkhawatirkan. Sebab, berdasar pantauan Jawa Pos, beberapa arena permainan masih belum rampung. Kolam air mancur di taman itu juga belum dipasangi pengaman. Padahal, kedalamannya mencapai 1 m. Bahkan, tiang-tiang lampu jalan yang belum dipasang masih ditempatkan begitu saja di tengah taman.

Lebih riskan, kebanyakan yang berada di lokasi tersebut adalah anak-anak. Mereka datang untuk bermain ayunan, perosotan, atau duduk di bangku yang dibentuk seperti buah-buahan. "Masyarakat sudah tidak sabar, ya kami persilakan lah. Asal, mereka hati-hati," jelas dia.

Berdasar pantauan di lapangan, ramainya warga yang berkunjung ke taman tersebut mulai dimanfaatkan tukang parkir liar. Mereka menyediakan area parkir di bahu jalan. Kondisi tersebut tentu membahayakan pengguna kendaraan yang melintas di Jalan Undaan. Sebab, taman itu memang berlokasi di bundaran jalan dari Ambengan ke arah Undaan.

Berdasar posisi taman, sebenarnya DKP telah menyediakan area parkir. Tapi, karena taman masih diperbaiki, area parkir saat ini penuh dengan pasir, batu, dan alat proyek.

Taken from Jawapos, May 5, 2009

Ebek21
May 5th, 2009, 06:01 AM
Daerah perlu tahu bisnis jalan tol
Konstruksi pengganti Porong-Gempol mulai Agustus

JAKARTA: Departemen Pekerjaan Umum meminta kepala daerah ikut mempelajari skema kerja sama investasi pada bisnis jalan tol, karena masih ada yang beranggapan proyek jalan bebas hambatan hanya untuk kepentingan investor swasta.
Menurut dia, jalan tol merupakan infrastruktur publik yang harus disediakan oleh pemerintah....

....

Porong-Gempol

Pada bagian lain, pemerintah memastikan proses pengerjaan fisik jalan tol pengganti ruas Porong-Gempol sekitar 12 km akan dimulai pada Agustus 2009, dan dengan lama konstruksi selama setahun.

Kepastian bakal segera dilakukannya proses konstruksi itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat menerima kunjungan Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Marc Trenteseau, akhir pekan lalu.

"Tol Porong-Gempol yang terkena dampak lumpur akan segera direlokasi, proyek jalan tol penggantinya akan segera dimulai tahapan proses konstruksi sekitar Agustus 2009. Pengerjaan proyek itu semuanya akan dilakukan pemerintah pusat dibantu PT Jasa Marga sebagai operator ruas jalan tol tersebut," kata Soekarwo.

Gubernur Jatim menegaskan proses konstruksi jalan tol pengganti Porong-Gempol itu ditargetkan selama 12 bulan, sehingga pada Agustus 2010 proyek itu telah dapat dioperasikan.

Taken from Bisnis Indonesia, May 5, 2009

Hadi
May 5th, 2009, 01:04 PM
Ratusan Warga Stren Kali Datangi Kantor Dewan
Zainal Effendi - detikSurabaya




Pasca Gusuran Jalan Raya Jagir Masih Ditutup


Warga Stren Kali 'Kuasai' Jalan
Surabaya - Ratusan warga Stren Kali mendatangi kantor DPRD Kota Surabaya. Ratusan warga stren kali itu dari Gunungsari, Barata Jaya dan Jagir Wonokromo.

Kedatangan warga ini meminta anggota komisi C untuk bisa menunda dan menolak penggusuran rumah di sepanjang stren kali. Warga beralasan penggusuran yang sudah dilakukan di kawasan Jagir Wonokromo menimbulkan banyak dampak negatif. Diantaranya, psikologi anak dan orangtua serta hilangnya lapangan pekerjaan.

"Saya minta kepada semua anggota dan ketua komisi C untuk segera bertindak dan menghentikan penggusuran rumah di stren kali," kata salah satu warga, Abdul Salam saat hearing dengan Ketua Komisi C Armudji di ruang rapat DPRD Kota Surabaya Jalan Yos Sudarso, Selasa (5/5/2009).

Suasana hearing memanas saat Asisten I Pemkot Surabaya BF Sutadi dan Kepala Satpol PP Utomo tidak hadir dalam hearing tersebut. Ratusan warga pun kecewa dan mengancam akan menyandera 4 kepala dinas Pemkot Surabaya yang hadir dalam hearing.

Kepala dinas yang hadir diantaranya yakni, Kepala Dinas Pematusan Kota Surabaya Sri Mulyono, Kepala Dinas Tata Kota Surabaya, Hendra Gunawan. Sementara suasana hearing kembali normal saat Ketua Komisi C Armudji mengajak warga untuk meninjau langsung lokasi Stren Kali Barata Jaya dan Stren Kali Gunungsari.

Sedangkan warga Stren Kali Jagir Wonokromo meminta segera memanggil Kepala Dinas Satpol PP Utomo yang dianggap telah melanggar keputusan rapat paripurna dan melakukan aksi anarkis selama penggusuran kemarin. Permintaan ini ditanggapi Armudji dengan menggelar rapat paripurna dengan memanggil semua pihak yang terlibat penggusuran kemarin.

"Kita sudah kirim surat ke panitia musyawarah dewan atau panmus. Sedangkan rapatnya yang digelar besok atau lusa, semua pihak akan hadir dan duduk bersama," jelas Armudji.

Saat ditanya siapa yang bertanggungjawab dalam penggusuran kemarin, Armudji mengaku bahwa Ketua Satpol PP Kota Surabaya yang bertanggung jawab. "Utomo itu decision maker, tidak mempunya perasaan manusiawi meski yang bertanggungjawab adalah walikota. Tapi pak walikota kan belum tahu kondisi lapangan seperti apa," jelasnya.





Armudji sapa yang ini kok kayak pahlawan kesiangan .... heran gw penertiban berdasarkan hukum kok tambah dibela??? bener-bener politikus yang cari sensasi ditempat yang salah. heran..... orang ini tak padai sekali dan terkesan bodoh.... soory kenyataan. Orang ini bela banget orang yang ditertibakn tetapi tak bela orang yang terkena dampak banjir akibat bangunan liar ini... any comment???

Hadi
May 5th, 2009, 01:07 PM
Setelah Jl. Raya Jagir, Giliran Kawasan Jl. Nias Bakal Ditertibkan

suarasurabaya.net| Setelah kawasan stren kali Jagir di sepanjang Jl. Raya Jagir ditertibkan, beredar kabar, kawasan Jl. Nias sebelah rel kereta api arah stasiun kereta api Surabaya Gubeng, juga bakal ditertibkan. Dipastikan, penertiban bakal dilaksanakan pada Kamis (07/05).

UTOMO Kepala Dinas Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Pemkot Surabaya, Selasa (05/05) memberikan sinyalemen itu meski tidak secara langsung menjawab pertanyaan yang diajukan suarasurabaya.net, terkait rencana penertiban kawasan Jl. Nias, melalui selulernya.

“Kita masih terus melakukan koordinasi untuk penertiban kawasan Jl. Nias,” ujar UTOMO saat dihubungi suarasurabaya.net. seperti pernah diberitakan sebelumnya, kawasan bersebelahan dengan jalur rel kereta api tersebut sejak beberapa waktu lalu sudah pernah ditertibkan.

Sejumlah pemilik bangunan yang menempati sisi rel tersebut, yang digunakan untuk bengkel dan jasa las, serta usaha lainnya, kepada suarasurabaya.net, Selasa (05/05) mengaku tidak kaget dengan kabar tentang bakal digusurnya tempat usaha mereka.

“Informasinya memang sudah kita dengar. Kita memang minta waktu sebelumnya, untuk membongkar sendiri. Waktu itu masih diberi waktu sampai sekitar sebulan,” ujar SARI satu diantara penjual jasa perbaikan mobil dikawasan Jl. Nias.

Sebelumnya, SARI sudah membongkar sendiri kios yang ditempatinya, beberapa meter dan sisanya untuk tetap digunakan menggelar usahanya. “Waktu itu memang diberi kelonggaran agar kita membongkar sendiri. Nantisaya bongkar sendiri. Sebelum ditertibkan Satpol PP,” tegas SARI saat ditemui suarasurabaya.net, dikiosnya Selasa (05/05).(tok)



Mantab :cheers::cheers::cheers::cheers:

teddybear
May 6th, 2009, 06:02 AM
Sebelum dan sesudah penggusuran, Jl. Jagir Wonokromo:

Before:
http://www.jawapos.com/imgall/1/imgori/66462large.jpg

After:
http://img404.imageshack.us/img404/6156/jawo1.jpg

http://img404.imageshack.us/img404/7576/jawo2.jpg

bozanova
May 6th, 2009, 08:39 AM
Ratusan Warga Stren Kali Datangi Kantor Dewan
Zainal Effendi - detikSurabaya




Pasca Gusuran Jalan Raya Jagir Masih Ditutup


Warga Stren Kali 'Kuasai' Jalan
Surabaya - Ratusan warga Stren Kali mendatangi kantor DPRD Kota Surabaya. Ratusan warga stren kali itu dari Gunungsari, Barata Jaya dan Jagir Wonokromo.

Kedatangan warga ini meminta anggota komisi C untuk bisa menunda dan menolak penggusuran rumah di sepanjang stren kali. Warga beralasan penggusuran yang sudah dilakukan di kawasan Jagir Wonokromo menimbulkan banyak dampak negatif. Diantaranya, psikologi anak dan orangtua serta hilangnya lapangan pekerjaan.

"Saya minta kepada semua anggota dan ketua komisi C untuk segera bertindak dan menghentikan penggusuran rumah di stren kali," kata salah satu warga, Abdul Salam saat hearing dengan Ketua Komisi C Armudji di ruang rapat DPRD Kota Surabaya Jalan Yos Sudarso, Selasa (5/5/2009).

Suasana hearing memanas saat Asisten I Pemkot Surabaya BF Sutadi dan Kepala Satpol PP Utomo tidak hadir dalam hearing tersebut. Ratusan warga pun kecewa dan mengancam akan menyandera 4 kepala dinas Pemkot Surabaya yang hadir dalam hearing.

Kepala dinas yang hadir diantaranya yakni, Kepala Dinas Pematusan Kota Surabaya Sri Mulyono, Kepala Dinas Tata Kota Surabaya, Hendra Gunawan. Sementara suasana hearing kembali normal saat Ketua Komisi C Armudji mengajak warga untuk meninjau langsung lokasi Stren Kali Barata Jaya dan Stren Kali Gunungsari.

Sedangkan warga Stren Kali Jagir Wonokromo meminta segera memanggil Kepala Dinas Satpol PP Utomo yang dianggap telah melanggar keputusan rapat paripurna dan melakukan aksi anarkis selama penggusuran kemarin. Permintaan ini ditanggapi Armudji dengan menggelar rapat paripurna dengan memanggil semua pihak yang terlibat penggusuran kemarin.

"Kita sudah kirim surat ke panitia musyawarah dewan atau panmus. Sedangkan rapatnya yang digelar besok atau lusa, semua pihak akan hadir dan duduk bersama," jelas Armudji.

Saat ditanya siapa yang bertanggungjawab dalam penggusuran kemarin, Armudji mengaku bahwa Ketua Satpol PP Kota Surabaya yang bertanggung jawab. "Utomo itu decision maker, tidak mempunya perasaan manusiawi meski yang bertanggungjawab adalah walikota. Tapi pak walikota kan belum tahu kondisi lapangan seperti apa," jelasnya.





Armudji sapa yang ini kok kayak pahlawan kesiangan .... heran gw penertiban berdasarkan hukum kok tambah dibela??? bener-bener politikus yang cari sensasi ditempat yang salah. heran..... orang ini tak padai sekali dan terkesan bodoh.... soory kenyataan. Orang ini bela banget orang yang ditertibakn tetapi tak bela orang yang terkena dampak banjir akibat bangunan liar ini... any comment???

wah...mestinya yang perlu dikasih pengertian tuh...bapak anggota dewan yang satu ini...klo nurutin bapak anggota dewan yang satu ini nih...surabaya bakalan ga green and clean seperti semboyan yang selalu di dengungkan oleh warga dan pemkot Surabaya. Ciptakan Surabaya Green and Clean...maju terus pantang mundur^^

Ebek21
May 6th, 2009, 09:37 AM
Bulan Penggusuran

Surabaya - Mei bukan bulan pendidikan. Bukan pula bulan kebangkitan nasional atau bulan kelahiran kota Surabaya. Bagi sebagian warga Surabaya, Mei adalah bulan penggusuran.

Tak kurang ada 3 rencana penggusuran di bulan ini. Mereka yang terancam musnah bulan ini adalah pemukiman di sisi utara Kali Jagir, pemukiman dan tempat usaha di Jl. Nias, dan sebuah Ruko Kuning di Jl. Dukuh Kupang.

Pada bulan berikutnya, Juni, akan dilakukan penggusuran terhadap bangunan-bangunan yang menyalahi brangang. Jumlahnya puluhan dan tersebar di banyak kawasan di Surabaya. Sekitar Juli, tidak jauh dari masa pemilihan presiden, giliran ratusan rumah warga di stren Gunungsari yang akan dikepras.

Korban paling awal diperkirakan bangunan di sepanjang tepi rel kereta api Jl. Nias. Rencananya, mereka akan digusur Kamis (7/5).

“Kami sudah melakukan sosialisasi pada warga di sekitar bangunan tersebut. Setidaknya tanggal 7 besok sudah kita lakukan penertiban, karena sosialisasi sudah kita lakukan 4 kali,” kata Camat Gubeng, Arief Budi, Rabu (6/5).

Pembongkaran bangunan di sana, kata Arief, sudah menjadi komitmen pemkot. Selain karena menempati lahan bukan miliknya, keberadaan mereka dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas.

Masih menurut Arief, penggusuran ini sudah dijadwalkan lama, namun terkendala ulah seorang oknum parpol tertentu yang kabarnya akan melakukan penghadangan. Penghadangan dilakukan karena dia adalah pengepul “uang keamanan“ para PKL yang menempati lokasi tersebut dengan mengatasnamakan Camat dan Kapolsek Gubeng. “Infonya, oknum itu sudah dapat uang dari PKL. Kepada para PKL dia mengklaim uangnya diberikan ke saya dan Kapolsek. Kenyataannya uang itu ia pakai sendiri. Karena itu, dia ngotot agar tidak diadakan penertiban. Kalau sampai dilakukan penertiban, tentu dia yang akan dikejar para PKL,” kata Arief.

Dari info yang diterima, Arief dan Kapolsek masing-masing akan mendapatkan uang sebesar Rp 5 juta. “Ini tindakan konyol, karena kami tidak akan pernah menerima uang seperti itu. Kami tetap akan menertibkan, sekalipun akan dihadang. Soal uang pelicin itu bukan urusan kami, tapi urusan oknum itu dengan PKL,” ujarnya.

Asisten I Sekkota bidang Pemerintahan, Dr B.F. Sutadi mengatakan, penertiban bangunan di stren kali, brangang dan lainnya akan terus dilakukan karena sudah diprogramkan pemkot.

“Setelah Jagir, penertiban dilanjutkan ke Jl Nias, ruko di lapangan Kuning, brangang, dan stren Kali Surabaya di Gunungsari,” ujarnya.

Ruko di lapangan kuning di sebelah barat Universitas Wijaya Kusuma (UWK) berdiri di atas saluran air. Ruko itu sudah diperingatkan pemkot dan tidak diberi izin mendirikan bangunan, namun pemiliknya ngeyel. Akhirnya, pemkot memutuskan untuk membongkarnya.

Siapa-siap! Ini Dia Sasaran Penggusuran Berikutnya

Bentuk Lokasi Jumlah Waktu

Pemukiman Stren Jagir sisi Utara Ratusan unit Mei

Pemukiman dan tempat usaha Jl. Nias 27 unit 7 Mei

Ruko Dukuh Kupang 1 unit Akhir Mei

Brangang Saluran Gubeng/Wonokromo Puluhan unit Juni

Pemukiman Gunungsari Ratusan unit Juli

Taken from Surabaya Post, May 6, 2009

teddybear
May 6th, 2009, 09:57 AM
^Tanya: brangang itu apa?

Setelah ini berarti daerah tepi sungai akan terlihat bersih? Koq seingat saya daerah tepi sungai Jl. Dinoyo/Ngagel dan juga sekitar Pasar Keputran itu kumuh, tapi koq tidak disebutkan disini, berarti daerah tepi sungai yang lain udah rapi, tidak perlu ada penggusuran??

Ebek21
May 6th, 2009, 10:04 AM
^^ Brandgang itu ruang sempit untuk jalur inspeksi kebakaran yg terletak antara rumah satu dengan yg lainnya. Katanya di Sby ini banyak yg sudah hilang digunakan untuk rumah2 mewah. Di Sby banyak terdapat di daerah Dr. Soetomo dan Gubeng (rumah2 besar2 peninggalan Belanda dulu). Makanya isunya sensitif karena yg mesti digusur adalah sebagian dr rumah2 mewah disana.

CMIIW.

Ebek21
May 6th, 2009, 10:07 AM
Secara bertahap pasti akan ditertibkan semua. Asalkan nggak terus menerus direcoki oleh bajingan2 berkedok LSM dan DPRD itu. Yg bikin sebal, Pemprov juga keliatannya mau lepas tangan dan menjadikan Pemkot sebagai tukang cuci piring saja. Padahal banyak warga2 yg kena gusur itu bukan warga Sby. Bahkan katanya, janji Pemprov untuk menyediakan truk untuk mengangkut barang2 warga pun tidak direalisasikan, akibatnya Pemkot jg yg mesti nyewa truk sendiri.

Ebek21
May 6th, 2009, 10:14 AM
Pemkot Rencanakan Kawasan Setren Kali Jadi Hutan Kota

SURABAYA - Pemkot sudah mempunyai rencana khusus untuk menindaklanjuti penertiban kawasan setren Kali Wonokromo di Jalan Jagir. Menurut Kepala Bappeko Tri Risma Harini, pihaknya akan membuat hutan kota di sepanjang kawasan yang sebelumnya ditempati bangunan tak ber-IMB itu.

''Hutan kota yang baru akan mengikuti aliran kali di Surabaya. Termasuk di bantaran Kali Wonokromo hingga ke muara,'' katanya.

Dia menambahkan, pembenahan bantaran Kali Wonokromo tidak hanya akan ditujukan untuk mencegah banjir, tapi juga menyangkut fungsi ekologi. Salah satunya adalah menjaga kualitas air tanah dan air sungai yang selama ini menjadi bahan baku pemenuhan kebutuhan air warga.

''Selama ini, pasokan terbesar bahan baku air untuk Surabaya hanya dari Kali Wonokromo. Padahal, air sungai sudah tercemar oleh air laut jika terjadi pasang. Belum lagi pencemaran limbah rumah tangga,'' ungkap Risma.

Dia juga mengemukakan, beberapa air di bawah permukaan tanah di Surabaya mulai asin. Contohnya adalah sumur di bawah Tugu Bambu Runcing dan sumur-sumur di Jalan A. Yani. ''Berdasar prediksi PDAM, air Kali Wonokromo tidak lagi bisa digunakan sebagai bahan baku untuk menyuplai kebutuhan warga pada 2020. Saya memperkirakan air sungai itu tidak bisa digunakan lima tahun mendatang,'' ujarnya.

Untuk mencegah agar hal tersebut tidak terjadi, bantaran kali perlu ditanami pepohonan. ''Akar pohon akan menampung air, sehingga menjaga bagian tanah di dalam tetap basah. Sesuai hukum kapilaritas, air akan bergerak menuju tempat yang kering. Karena tanah selalu dalam kondisi basah, air laut yang masuk ke sungai akibat pasang tidak akan bisa meresap,'' jelasnya.

Perempuan berkerudung itu menambahkan, pemkot juga akan membangun pintu air di bagian timur Kali Wonokromo di dekat Kali Wonorejo. ''Kali Wonokromo akan dibuat semacam bendungan atau long storage agar cadangan sumber air baku lebih banyak. Pengendalian kualitasnya juga lebih mudah,'' ucap dia.

Dengan pintu air tersebut, pasang air laut tidak akan masuk Kali Wonokromo. Pintu air itu juga akan mencegah banjir. ''Jika aliran air dari hulu, yaitu Gunung Arjuno di Malang, deras, pintu air akan dibuka sehingga air mengalir ke laut,'' katanya.

Di bagian lain, Dinas PU Pengairan Pemprov Jatim langsung mengadakan rapat koordinasi bersama Perum Jasa Tirta I dan Balai Besar Sungai Brantas, Selasa (5/5). Rapat tersebut membahas pembenahan fungsi Kali Wonokromo. ''Dalam rapat tadi, Jasa Tirta I wajib menata kembali sempadan sungai seperti fungsi aslinya,'' ujar Kepala Divisi Jasa Asa IV-Jasa Tirta I Widyo Parwanto setelah rapat.

Menurut dia, sesuai hasil rapat, Jasa Tirta akan dibantu Balai Besar Sungai Brantas mempersiapkan program penataan sempadan sungai. ''Kami juga diminta menentukan anggarannya. Untuk itu, akan kami laksanakan sesegera mungkin,'' tegasnya.

Widyo menuturkan, salah satu program yang akan dilaksanakan di kawasan Jagir adalah peninggian tanggul serta pembuatan tanggul beton seperti di Jalan Nginden. ''Salah satu yang akan kami kerjakan adalah membuat tanggul beton dulu. Sebab, itu salah satu penanganan permanen,'' ungkapnya.

Ketika disinggung soal lahan setren yang juga akan dimanfaatkan sebagai hutan kota, Widyo belum bisa memastikan. ''Mungkin lahan yang masih tersisa dari garis sempadan bisa digunakan untuk taman. Tapi, itu masih perlu dibicarakan dulu dengan pemkot,'' tuturnya.

Mengomentari soal penggusuran warga setren, dia memberi informasi, langkah pemkot tersebut mungkin berkaitan dengan bantuan yang akan diberikan Bank Dunia. Sebab, berdasar penuturan kepala dinas pengairan pemprov saat rapat sebelumnya, Surabaya dinyatakan terpilih sebagai kota yang mendapatkan dana dari World Bank untuk program Urban Plan Control Sistem Improvement in Selected City. Program tersebut juga terkait dengan penataan wilayah sungai.

''Intinya, penertiban bangunan di atas tanggul itu perlu, mengingat kondisi kali di Surabaya riskan bila terjadi banjir. Debit 200 saja sekarang sudah banjir. Padahal, dulu 370 masih normal,'' tegas Widyo.

Taken from Jawapos, May 6, 2009

Ebek21
May 6th, 2009, 11:49 AM
Udah lama nih nggak ada update proyek2 di Sby. Gimana kabarnya Ciputra World, L J Meritus, Gelora Bung Tomo, jalan dan jembatan MERR, Graha Sampoerna, Cosmopolis Apt, Eastcoast Apt, Aston Twin Tower, tol Sumo, Tidar Cosmo Park, Puncak Permai Apt, Trillium Apt, Highpoint Apt, etc ?

sbyctzn
May 6th, 2009, 03:58 PM
Tenang Bek, sudah ada beberapa file pic di pc ku, mau saya upload belum ada waktu, tapi masih sebagian, tidak semua list yg kmu request.
Just wait it's,, ok! Yang pasti itu semua proyek masih jalan terus..

Just info, saya baca majalah "tekno konstruksi" yg barusan beli, ada project baru:
Office Tower Surabaya
Lokasi: Jalan Kertajaya, Surabaya, East Java.
Deskripsi proyek : Terdiri dari 15 lantai perkantoran termasuk besmen dengan luas 26.116 m2 di atas lahan 5.050m2. Lantai keramik, struktur beton/baja, dinding bata, fasade kaca/aluminium, atap genteng keramik, rangka baja ringan, pintu dan jendela aluminium/kayu, pondasi bored pile, lift/tangga.
Pemilik : -
Konsultan : Denton Corker Marshall Jakarta - PT Duta Cermat Mandiri
Kontraktor : Belum ditentukan

Oh ya tadi saya sempat lewat di jalan sepanjang kali jagir, wow... Magnificent.. Serasa tidak berada di Surabaya..
Kalau melewati jalan itu serasa "widescreen" kalau televisi hehehe....
Tapi boroknya minta ampun, penghuni stren bagian sisi utara jadi keliatan...
Bener-bener ancur...
Tapi rencananya penghuni stren sisi utara kali jagir masuk daftar gusur...
Fiuh...
Seperti habis kena bencana sunami atau gempa bumi...
Sudah tidak sabar bagaimana nanti wajah taman yang akan dibuat di bekas gusuran itu...
Pasti pemandangannya tidak akan jauh berbeda dg kalimas riverside road ngagel..

teddybear
May 6th, 2009, 05:14 PM
^emangnya tepi sungai di ngagel/dinoyo yg kamu maksud udah rapi apa? itu kan biasanya kumuh sekali? foto?

Hadi
May 6th, 2009, 06:09 PM
Udah lama nih nggak ada update proyek2 di Sby. Gimana kabarnya Ciputra World, L J Meritus, Gelora Bung Tomo, jalan dan jembatan MERR, Graha Sampoerna, Cosmopolis Apt, Eastcoast Apt, Aston Twin Tower, tol Sumo, Tidar Cosmo Park, Puncak Permai Apt, Trillium Apt, Highpoint Apt, etc ?

saya ada beberapa proyek yang sudah masuk lelang, dokumentnya, berupa foto karena ga ada waktu mau poting, mungkin ada yang mau bantu posting? aku kirim ke e mail???

Hadi
May 6th, 2009, 06:10 PM
Tenang Bek, sudah ada beberapa file pic di pc ku, mau saya upload belum ada waktu, tapi masih sebagian, tidak semua list yg kmu request.
Just wait it's,, ok! Yang pasti itu semua proyek masih jalan terus..

Just info, saya baca majalah "tekno konstruksi" yg barusan beli, ada project baru:
Office Tower Surabaya
Lokasi: Jalan Kertajaya, Surabaya, East Java.
Deskripsi proyek : Terdiri dari 15 lantai perkantoran termasuk besmen dengan luas 26.116 m2 di atas lahan 5.050m2. Lantai keramik, struktur beton/baja, dinding bata, fasade kaca/aluminium, atap genteng keramik, rangka baja ringan, pintu dan jendela aluminium/kayu, pondasi bored pile, lift/tangga.
Pemilik : -
Konsultan : Denton Corker Marshall Jakarta - PT Duta Cermat Mandiri
Kontraktor : Belum ditentukan

Oh ya tadi saya sempat lewat di jalan sepanjang kali jagir, wow... Magnificent.. Serasa tidak berada di Surabaya..
Kalau melewati jalan itu serasa "widescreen" kalau televisi hehehe....
Tapi boroknya minta ampun, penghuni stren bagian sisi utara jadi keliatan...
Bener-bener ancur...
Tapi rencananya penghuni stren sisi utara kali jagir masuk daftar gusur...
Fiuh...
Seperti habis kena bencana sunami atau gempa bumi...
Sudah tidak sabar bagaimana nanti wajah taman yang akan dibuat di bekas gusuran itu...
Pasti pemandangannya tidak akan jauh berbeda dg kalimas riverside road ngagel..

mungkin ini perkantoran sampoerna ya???

Hadi
May 6th, 2009, 06:14 PM
Dishub Minta Proyek ITS Dipercepat, Wali Kota Mendukung, Anggaran Rp 60 Miliar
Rabu, 6 Mei 2009 | 9:57 WIB | Posts by: Judi Prasetyo | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis

SURABAYA - SURYA-Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya berharap program sistem transportasi cerdas atau intellegence tranport system (ITS) segera terealisasi. Program ini dinilai penting sebagai rekayasa mengurai kemacetan lalu lintas yang makin parah di kota ini.

“Apalagi setelah program ITS kita paparkan ke pemkot, Pak Wali (Bambang DH) juga mendukungnya. Bahkan pemerintah pusat juga mendukung,” ujar Plt Kepala Dishub Surabaya Eddi kepada Surya, Selasa (5/5).

Menurut Eddi, lewat program ini, setiap persimpangan jalan dan ruas jalan protokol kota akan di pasangi peralatan canggih, seperti kamera tersembunyi atau closed circuit television (CCTV), TV monitor LCD, dynamic massege system (DMS). “Jumlah alat yang dipasang mencapai ratusan,” jelasnya.

Rinciannya, 391 kamera CCTV di pasang di persimpangan jalan, 60 di pasang di ruas-ruas jalan, 100 DMS untuk mengirimkan data ke pusat sistem kontrol, dan 60 TV monitor untuk ruang kontrol. Khusus TV monitor, sebagian nanti akan dipasang di jalan agar pengendara mengetahui jalan protokol mana di Surabaya yang sedang macet. Selain jalan, institusi kepolisian juga akan diberi 40 monitor TV untuk memantau kondisi lalu lintas di jalan raya.

Sistem baru ini untuk menyempurnakan area traffic control system (ATCS) existing - sistem lama rekayasa lalu lintas yang dipasang sejak 1992 lalu dan kontrolnya ada di Pemkot. Namun saat ini sudah tidak berfungsi.

Kata Eddi, detail engineering desain (DED) program yang menelan anggaran sekitar Rp 60 miliar sudah rampung. Pihaknya berharap anggarannya masuk pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2009 Oktober mendatang dan disetujui oleh DPRD. “Jika disetujui, kami yakin realisasi program ITS pada 2010 nanti akan terwujud,” harapnya.

Dengan begitu, upaya meningkatkan kelancaran lalin dan keselamatan pengendara dengan memperhatikan kelestarian lingkungan tidak hanya isapan jempol belaka. Karena kemacetan merupakan problem kota yang sampai saat ini terus di cari solusinya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Sri Hono Yularko mengatakan pihaknya belum dapat menanggapi secara detail rencana program ITS yang digulirkan Dishub untuk mengurai kemacetan di Surabaya. Karena program tersebut belum disampaikan secara resmi ke dewan.
Meski demikian, kalau program ITS benar-benar dapat mengurai problem kemacetan di Surabaya, dewan, kata politisi PDIP ini tentu tidak ada alasan untuk menolaknya. Terlebih jika programnya dapat menjadi solusi permanen untuk mengurai masalah lalu lintas di Surabaya. “Tapi kita lihat saja dulu programnya nanti seperti apa,” terang Sri Hono. uji

sbyctzn
May 6th, 2009, 07:01 PM
@teddybear:
Rapi kok..
Jalan Ngagel setelah DTC setelah kantor Jasa Tirta, juga ada taman yang dibuat oleh Jasa Tirta disepanjang stren kalimas pinggir jalan Ngagel.. Sampai depan hotel Novotel juga sudah rapi, sedangkan di depan pabrik IGLAS sampai jembatan depan Apartement Adistana masih banyak Rumah.
Tapi setelah jembatan depan Apartement Adistana sampai dekat Univ. Widya Mandala sudah bersih...

@hadi:
boleh saya bantu post, soalnya besok saya mau post hasil jepretan saya.
hernawan.widhi@yahoo.co.uk

Soal proyek baru office tower, kalau proyek baru yg saya sebutkan itu di jalan Kertajaya, kalau Graha Sampoerna ada di jalan Kertajaya Indah Timur.
Graha Sampoerna sudah ada kontraktornya yaitu TATA, sedangkan yang saya sebutkan itu belum ada kontraktornya.
Tapi waktu pertama baca di majalahnya sempat curiga itu proyek Graha Sampoerna.
Soalnya di Jalan Kertajaya tidak ada tanda-tanda lahan kosong, semua sudah penuh.
Kita lihat saja nanti Graha Sampoerna akan 15 lantai apa tidak.
Sepertinya proyek yang saya sebutkan dari majalah techno konstruksi itu adalah Graha Sampoerna.

Wow pihak Dishub mau menerapkan program ITS?
Wah akan jadi seperti polantas di Jakarta donk...
Bagus deh demi kebaikan kota..
Semoga sukses aja..

Ebek21
May 7th, 2009, 04:34 AM
@sbyctzn & Hadi : Post them, please !! Can't wait to see the newest update !!

Ebek21
May 7th, 2009, 07:01 AM
:okay::okay:

Giliran Bangunan Liar di Jalan Nias Digusur

Ratusan bangunan liar di sepanjang Jalan Nias akhirnya dibongkar. Bangunan semi permanen dan permanen diratakan dengan tanah menggunakan dua alat berat.

Pembongkaran ini lantaran bangunan tersebut berdiri di atas tanah milik PT KA. Pembongkaran melibatkan Satpol PP Surabaya mulai pukul 06.00 WIB dengan meratakan seluruh bangunan yang ada tanpa terkecuali.

"Bangunan ini kami bongkar karena melanggar aturan dengan berdiri di atas tanah milik Daop VIII," kata Kahumas Daop VIII, Sugeng Priyono kepada wartawan di lokasi pembongkaran, Kamis (7/5/2009).

Sementara jumlah bangunan yang dibongkar sebanyak 102 bangunan permanen dan semi permanen. Umumnya bangunan di sepanjang Jalan Nias digunakan sebagai usaha dan hanya sedikit yang memanfaatkan? tempat tinggal.

Sugeng menjelaskan, tanah milik PT KAI telah diberi tanda berupa pagar besi dan bangunan ini berdiri di belakang pagar. "Selain melanggar aturan, bangunan ini juga memiliki risiko besar karena hampir berhimpitan dengan rel kereta api," ucapnya.

Pengamatan detiksurabaya.com, saat pembongkaran tidak terdapat protes atau pertentangan pemilik bangunan. Bahkan beberapa pemilik bangunan sudah membongkar bangunannya dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.

Taken from Detik Sby, May 7, 2009

Ebek21
May 7th, 2009, 07:03 AM
Foto2 penggusuran bangli Jl. Nias hari ini

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Nias3b.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Nias2b.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Nias1B.jpg

Taken from Detik Sby, May 7, 2009

teddybear
May 7th, 2009, 07:17 AM
^Bagus deh, tapi ini kurang keliatan di mata publik, tersembunyi dibalik pagar seng. Yang di pinggir sungai itu keliatan sekali dan jadi eye-sore.

sedangkan di depan pabrik IGLAS sampai jembatan depan Apartement Adistana masih banyak Rumah.

sbyctzn, benar masih ada rumah2x di tepi sungai di daerah ngagel? Kenapa tidak dibongkar juga ya?

Ebek21
May 7th, 2009, 08:00 AM
^^ Itu tepat di pinggir jalan Nias. Bangli2 ini kelihatan sekali saban aku pulang kantor dulu dan cukup makan badan jalan. Jalan Nias ini termasuk padat kendaraan, apalagi kalo jam pulang kantor karena byk yg lewat jalan ini dr daerah Gubeng ke arah Kertajaya sebagai alternatif dr Jalan Biliton.

pecinta_surabaya
May 7th, 2009, 03:27 PM
Just info, saya baca majalah "tekno konstruksi" yg barusan beli, ada project baru:
Office Tower Surabaya
Lokasi: Jalan Kertajaya, Surabaya, East Java.
Deskripsi proyek : Terdiri dari 15 lantai perkantoran termasuk besmen dengan luas 26.116 m2 di atas lahan 5.050m2. Lantai keramik, struktur beton/baja, dinding bata, fasade kaca/aluminium, atap genteng keramik, rangka baja ringan, pintu dan jendela aluminium/kayu, pondasi bored pile, lift/tangga.
Pemilik : -
Konsultan : Denton Corker Marshall Jakarta - PT Duta Cermat Mandiri
Kontraktor : Belum ditentukan


^^ Graha Sampoerna bukan?
Yg di sebelah RS Haji itu?
Udh ada 1 crane yg berdiri tinggi..

Hadi
May 7th, 2009, 06:19 PM
@teddybear:
Rapi kok..
Jalan Ngagel setelah DTC setelah kantor Jasa Tirta, juga ada taman yang dibuat oleh Jasa Tirta disepanjang stren kalimas pinggir jalan Ngagel.. Sampai depan hotel Novotel juga sudah rapi, sedangkan di depan pabrik IGLAS sampai jembatan depan Apartement Adistana masih banyak Rumah.
Tapi setelah jembatan depan Apartement Adistana sampai dekat Univ. Widya Mandala sudah bersih...

@hadi:
boleh saya bantu post, soalnya besok saya mau post hasil jepretan saya.
hernawan.widhi@yahoo.co.uk

Soal proyek baru office tower, kalau proyek baru yg saya sebutkan itu di jalan Kertajaya, kalau Graha Sampoerna ada di jalan Kertajaya Indah Timur.
Graha Sampoerna sudah ada kontraktornya yaitu TATA, sedangkan yang saya sebutkan itu belum ada kontraktornya.
Tapi waktu pertama baca di majalahnya sempat curiga itu proyek Graha Sampoerna.
Soalnya di Jalan Kertajaya tidak ada tanda-tanda lahan kosong, semua sudah penuh.
Kita lihat saja nanti Graha Sampoerna akan 15 lantai apa tidak.
Sepertinya proyek yang saya sebutkan dari majalah techno konstruksi itu adalah Graha Sampoerna.

Wow pihak Dishub mau menerapkan program ITS?
Wah akan jadi seperti polantas di Jakarta donk...
Bagus deh demi kebaikan kota..
Semoga sukses aja..

sudah saya kirim ke e mail. makasih ya... hehehe... banyak si semua itu tentang spesifikasi proyek disurabaya yang akan dibangun

Hadi
May 7th, 2009, 06:19 PM
^^ Graha Sampoerna bukan?
Yg di sebelah RS Haji itu?
Udh ada 1 crane yg berdiri tinggi..

saya berpikir demikian...

Ebek21
May 8th, 2009, 03:28 AM
Jalan Porong Tenggelam, Muncul Jalan Semanggi

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/67963large.jpg

SIDOARJO - Bencana mengubah wajah wilayah. Itulah yang terjadi di wilayah sekitar lokasi bencana lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Luberan lumpur panas yang tepat berlangsung tiga tahun pada 26 Mei nanti itu sudah menenggelamkan kawasan seluas 700 hektare.

Tak hanya menggerus daratan, lumpur yang beratnya ribuan ton dan terus bertambah menyebabkan penurunan tanah (land subsidence) pada radius yang luas. Para ahli geologi memprediksi, sekalipun semburan berhenti, akan terbentuk lengkungan tanah dengan radius sekitar 1,5 kilometer. Dengan radius seluas itu, otomatis tiga jaringan infrastruktur yang ada, yakni jalan tol, jalan nasional (arteri Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan), serta rel kereta api akan tenggelam.

Saat ini yang tidak berfungsi sejak awal bencana -tepatnya pada 22 November 2006- adalah jalan tol Surabaya-Gempol kilometer 37 hingga 40. Sekujur ruas tol yang panjangnya sekitar 2,5 km itu sudah hilang ditelan lumpur. Padahal, kendaraan yang melintas pada jalur itu mencapai 39 ribu unit per hari.

Akibat terputusnya jalan tol tersebut, ruas jalan nasional Sidoarjo-Gempol mengalami kemacetan luar biasa karena padatnya kendaraan yang melintas. Diprediksi, kondisi jalan arteri ini tidak bertahan lama karena sudah tak mampu lagi menanggung beban kendaraan dan barang yang melintas di atasnya.

Karena beriringan dengan jalan arteri, kondisi rel kereta api juga tidak lebih baik. Beberapa kali bantalan rel KA ditinggikan, tapi itu hanya solusi sementara. Sebab, beberapa kali air rembesan dari lumpur kembali merendam jalur selatan kereta api.

Karena itu, jalur mobilitas manusia dan barang dari Surabaya ke wilayah Jawa Timur sisi timur dan selatan lewat Porong harus berpindah.

Kapokja relokasi infrastruktur Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sumino mengatakan, upaya menyambung "urat nadi" Jawa Timur sudah dilakukan. Bahkan, pembangunan relokasi jalan arteri dan jalan tol pengganti Porong dimulai sejak 12 Juli 2008 dan ditargetkan selesai pada 2010. Pada awal proyek ditetapkan, BPLS wajib merampungkan relokasi arteri Porong dengan panjang 7,1 km yang terdiri atas dua jalur dengan lebar masing-masing sisi 10 meter. Sedangkan pembangunan jalan tol pengganti sepanjang 10,1 km dilakukan PT Jasa Marga. BPLS membantu pembebasan lahan. Jalan tol itu berada di tengah-tengah jalur arteri Porong.

Dari pantauan koran ini di lapangan kemarin (7/5), jembatan yang dimulai dari Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, di sisi selatan Kali Porong sudah menyambung dengan sisi utara Kali Porong di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Jarak jembatan tol dengan arteri baru dari Jembatan Kali Porong sekitar 2-3 km arah barat.

Pembangunan lain yang dimulai pada Senin (4/5) adalah arteri di Desa Wunut, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Lokasinya di dekat jalan tol Tanggulangin km 35,885. Saat ini, lanjut Sumino, sedang dilakukan penguatan jalan kabupaten dan proteksi pipa besi. "Tujuannya jalan dan pipa tidak rusak saat truk pembawa material masuk ke lokasi pembangunan jalan," jelas Sumino.

Setelah dilakukan penguatan jalan, akan dibangun detour (jalan pembantu) untuk akses truk pembawa material. Lokasinya di tepi seiring jalan tol. "Semua dilakukan untuk memudahkan dimulainya pembangunan," jelasnya.

Dari konsep jalan yang dipaparkan BPLS, jalan arteri baru dan tol pengganti akan dibuat dengan kualitas terbaik. Jalan arteri berbelok ke kanan (jika dari arah Surabaya) mulai titik lintasan kereta api yang bersilang dengan jalan arteri lama di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin (lihat peta di halanan 16, Red). Belokan arteri baru itu akan bertemu ruas jalan tol Surabaya-Gempol di km 35,885 yang terletak di Desa Ketapang dan jalur rel KA baru yang dibangun mulai dari Keluarahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo.

Dalam satu ruas jalan, mulai dari tol km 35,885 hingga exit di Desa Carat, Gempol, terdapat dua jalur arteri, satu ruas tol, dan satu jalur KA. Di sepanjang ruas itu akan dibangun beberapa exit, termasuk ke pusat tas dan koper di Desa Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo. "Dari ilustrasi yang kami buat, kombinasi jalur keluar itu bisa berbentuk seperti semanggi. Ini tak kalah dengan Bundaran Semanggi di Jakarta," ujar Humas BPLS Achmad Zulkarnaen.

Taken from Jawapos, May 8, 2009

Ebek21
May 8th, 2009, 03:30 AM
Cagar Geologi agar Tak Jadi Kota Mati

Masa Depan Kota Porong setelah Jalan Raya Pindah

SIDOARJO - Beralihnya jalan raya yang melintasi kota Porong ke barat sekitar 4-5 kilometer juga membuat pusat aktivitas ekonomi dan keramaian bakal berpindah.

Rencana relokasi infrastruktur Porong menjadi pukulan tersendiri bagi warga kota Porong. Di satu sisi, relokasi infrastruktur menjadi solusi untuk mengatasi persoalan transportasi. Tetapi, di sisi lain, hal itu menyebabkan kawasan Porong kehilangan sumber penghidupan. Jalan Raya Porong, yang saat ini padat, dua tahun lagi akan sepi. Kota Porong yang menjadi urat nadi perekonomian Sidoarjo sisi selatan dikhawatirkan akan menjadi ''kota mati''.

Masa depan suram kota Porong itu sudah diantisipasi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Langkah tersebut sudah tertera dalam rancangan peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo Win Hendrarso mengatakan, pola kehidupan manusia terbentuk dalam dua hal. Satu berpola mendekati jalan raya, kedua berpola mendekati aliran air atau sungai. ''Jika arus lalu lintas berubah, pola kehidupan pun akan berubah,'' katanya.

Akan menjadi apa kota Porong setelah jalan antarkota yang melewatinya tiada? Bupati Win menyatakan sudah mempersiapkan semuanya. Beberapa rancangan sudah di tentukan. ''Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,'' katanya.

Win mengungkapkan, rencana Pemkab Sidoarjo menjadikan kawasan Porong ke depan menjadi cagar geologi dan cagar wisata. Menurut dia, banyak potensi yang bisa dikembangkan dari wilayah tersebut. Baik dari segi wisata maupun keilmuan.

Sebagai cagar geologi, kawasan lumpur bisa menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang penting di dunia. ''Lumpur di Porong ini kan salah satu kejadian langka di dunia,'''ujar Win. Namun, gagasan itu tentu harus menunggu aturan-aturan dari pemerintah pusat.

Bupati Win juga menegaskan, adanya lumpur Lapindo tidak berarti mematikan Sidoarjo. Sebagai gambaran, wilayah Sidoarjo berada di atas lahan 743 kilometer persegi. Sementara daerah yang terdampak lumpur Lapindo hanya 700 hektare. ''Luasnya hanya 1 persen dari seluruh wilayah. Sidoarjo akan pulih,'' katanya. Karena itu, sejak tahun kedua Lumpur menyembur, Pemkab Sidoarjo gencar mengampanyekan Sidoarjo Bangkit.

Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso juga setuju kawasan terdampak lumpur dijadikan lokasi studi. Banyak potensi di kawasan lumpur yang bisa diambil untuk ladang penelitian. Upaya itu dimulai dengan menghijaukan kembali kawasan lumpur. Misalnya, menanam rumput di sisi luar tanggul. ''Pembangunan ke sana sudah dimulai,'' ujarnya.

Dengan menjadikan lokasi semburan lumpur sebagai cagar geologi, diharapkan ada nilai tambah atas kawasan sekitar 700 hektare yang sudah terbenam lumpur itu. Masyarakat bisa datang ke sana untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan geologi atau melakukan studi tentang pemanfaatan lumpur menjadi barang-barang yang lebih berguna.

Taken from Jawapos, May 8, 2009

Ebek21
May 8th, 2009, 03:45 AM
Surabaya will have its own airline :)

Citilink siap layani 12 rute domestik

SURABAYA: Maskapai Citilink akan melayani sedikitnya 12 rute penerbangan domestik hingga akhir 2009, menyusul rencana pengoperasian 10 pesawat seiring dengan pemisahan atau spin-off perusahaan itu dari PT Garuda Indonesia.
Vice President Strategy Business Unit Citilink PT Garuda Indonesia Joseph Saul mengatakan dalam waktu dekat Citilink akan menjadi perusahaan tersendiri dan kini dalam proses pendirian perusahaan.

Dia mengungkapkan dalam pemisahan Citilink, Garuda akan ikut penyertaan modal berupa lima unit pesawat yang dinilainya mencapai US$50 juta.

"Dengan adanya penyertaan modal dari Garuda ditambah lima unit pesawat melalui sistem sewa, hingga akhir tahun ini Citilink akan mengoperasikan 10 armada," kata Joseph kepada pers seusai pembukaan gerai ke-3 untuk layanan tiket di Surabaya, kemarin.

Dia memaparkan dengan pengoperasian 10 pesawat yang akan melayani sedikitnya 12 rute penerbangan di dalam negeri, Citilink menargetkan mengangkut 1,7 juta penumpang pada tahun ini.

"Surabaya telah ditetapkan menjadi home base [pusat] Citilink dan kini melayani lima rute penerbangan, yakni Surabaya-Jakarta (pp), Surabaya-Batam (pp), Surabaya-Balikpapan (pp), Surabaya-Banjarmasin (pp), dan Surabaya-Makassar (pp)," katanya.

Joseph mengungkapkan beberapa rute baru yang akan dilayani Citilink di antaranya Surabaya-Semarang, Surabaya-Bandung, Surabaya-Denpasar, Surabaya-Mataram, Batam-Padang, Batam-Palembang, Jakarta-Palembang, Jakarta-Jambi, Jakarta-Bengkulu, Makassar-Gorontalo, Makassar-Manado dan Makassar-Palu.

Direktur Angkutan Udara Departemen Perhubungan Tri S. Sunoko membenarkan Citilink telah memproses untuk memperoleh surat izin usaha penerbangan (SIUP) dan air operator certificate (AOC) dari Ditjen Perhubungan Udara.

Dia menegaskan Dephub mensyaratkan Citilink Indonesia mengoperasikan minimal 10 unit pesawat sesuai dengan Undang-Undang (UU) No.1/2009 tentang Penerbangan. Dalam Pasal 118 UU Penerbangan menyebutkan maskapai baru dan lama diwajibkan menguasai minimal 10 unit pesawat dengan lima pesawat dimiliki.

"Karena Citilink mengajukan izin setelah UU No.1/2009, harus mematuhi AOC dengan mengoperasikan sebanyak 10 pesawat dengan lima di antaranya berstatus milik," katanya.

Secara operasional, Citilink masih menjadi unit usaha Garuda kendati telah memperoleh status perseroan terbatas (PT) atau berbadan hukum tersendiri.

Departemen Hukum dan HAM diketahui telah mengeluarkan surat izin bernomor AHU/14555.AH.01.01.2009. Pada awal 2009, Citilink juga telah memperoleh tambahan modal awal dari Garuda Indonesia sebesar Rp70 miliar.

Joseph mengungkapkan pada periode Januari-April 2009 jumlah penumpang Citilink sekitar 400.000 orang.

Taken from Bisnis Indonesia, May 8, 2009

Ebek21
May 8th, 2009, 03:51 AM
NBA Madness Ready To Go

SURABAYA – NBA Madness, even basket lifestyle interaktif kelas dunia, sudah siap diselenggarakan untuk yang pertama di Indonesia. Nama bintang NBA yang akan hadir serta identitas mascot dan dance team yang ikut meramaikan kini sudah di tangan Jawa Pos dan DBL Indonesia sebagai presenting partner dan penyelenggara.

’’Kami tinggal menunggu pengumuman resmi dari NBA yang bakal beredar secara luas dalam hitungan hari,’’ kata Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos’. ’Kami benar-benar sudah tak sabar mengumumkannya. Dan kami bangga, Surabaya menjadi kota pertama yang menyelenggarakan even ini di Indonesia,’’ tambahnya.

NBA Madness presented by Jawa Pos, nama resmi even ini, memang akan diselenggarakan di Surabaya. Mulai tanggal 4 hingga 28 Juni nanti, even ini mengunjungi atrium di empat mal di Kota Pahlawan. Terbuka untuk umum, gratis untuk segala usia.

Pesta pembukaan diselenggarakan di Tunjungan Plaza 3 pada 4-7 Juni, dihadiri maskot salah satu tim NBA. ’’Dia berbentuk binatang berbulu dan bisa melakukan slam dunk,’’ ungkap Azrul.

Kemudian, NBA Madness mengunjungi Mal Galaxy (11-14 Juni) dan Royal Plaza (18-21 Juni). Penutupan dilangsungkan di atrium Supermal Pakuwon Indah, 25-28 Juni.

Pada-weekend penutup itu, akan hadir seorang bintang NBA dan dance team salah satu tim NBA.’’Pemainnya belakangan sedang naik daun, dari salah satu kota paling terkenal di Amerika Serikat. Dance team-nya luar biasa karena mereka dianggap yang terbaik di NBA dalam empat musim terakhir,’’ ujar Azrul tanpa mau menjelaskan lebih lengkap.

Sekarang, lanjut Azrul, pihaknya tinggal menunggu detail approval terakhir dari NBA. Baru kemudian semua diumumkan secara meluas. ’’Satu-dua hari ini bakal jelas semua. Beberapa sponsor juga sudah bergabung. Kami berterima kasih kepada Flexi, Honda, dan Mie Sedaap karena sudah bergabung di even bersejarah ini,’’ kata Azrul.

Meski nama bintang NBA belum diumumkan, lebih dari seribu peserta sudah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi di NBA Madness. Sebagian kompetisi memang harus mendaftar dulu, sebagian yang lain spontan ketika hadir di acara.

’’Wah, sudah nggak sabar nunggu Juni nanti. Saking penasarannya sama NBA yang dateng nanti, aku cari tahu siapa yang dateng. Denger-denger, katanya, tingginya 206 ya? Andrew Bogut (pemain Milwaukee Bucks, Red) bukan ya? He he he. Aku sendiri mengharapkan Kobe Bryant (Los Angeles Lakers, Red). Tapi, siapa pun yang datang, aku tetap semangat menunggu,’’ ujar Deryl Kelvin Juwono, mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) yang mendaftarkan diri ikut even 3-on-3.

Taken from Jawapos, May 6, 2009

Ebek21
May 8th, 2009, 06:16 AM
18 km on both sides of the railway, wow I really wonder are they ready for the social consequences of this huge scale demolition.

Setelah Sukses Gusur Jalan Nias, Bangli Kapasari Tunggu Giliran

SURABAYA - SURYA-Pihak PT KA Daops VIII Surabaya langsung merencanakan penggusuran bangunan liar (bangli) di titik lainnya menyusul keberhasilan penggusuran di Jalan Nias, Kamis (7/5) pagi.

Data yang ada yang menyebutkan, usai menertibkan sekitar 120 bangli di Jalan Nias, ribuan bangli di lima jalur rel KA dipastikan akan mendapat giliran. Masing-masing, jalur dari Stasiun Gubeng - Sidotopo. Di jalur ini, bangli yang berdiri di kanan kiri rel sepanjang 2 kilo meter akan ditertibkan.

Setelah itu, bangli dari Stasiun Gubeng - Semut sepanjang 2 kilo meter dan bangli yang berdiri di area sepanjang 700 meter dari Stasiun Semut - Sidotopo yang digusur. “Kebetulan semua bangli yang menyalahi aturan tersebut ada di wilayah Kapasari,” ujar Kabag Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Sugeng Prijono kepada Surya, Kamis (7/5) usai penggusuran.

Usai tiga titik tersebut, penertiban akan diarahkan ke bangli di sepanjang 700 meter rel antara Stasiun Sidotopo - Pasar Turi. Lantas dilanjutkan ribuan bangli yang berdiri mepet dengan rel sepanjang 3 kilo meter antara Stasiun Pasar Turi - Kalimas. “Total bangli di sisi kanan dan kiri rel yang akan kita tertibkan sepanjang 18 kilo meter,” jelasnya.

Untuk memuluskan rencana penertiban tersebut, pihaknya, kata Sugeng, akan melakukan koordinasi dengan pemkot, pemprov, dan aparat atau pihak terkait lainnya. Hal itu dinilai penting, karena PT KA Daops VIII hanya sebagai pemilik lahan, sementara yang menjadi eksekutor lapangan adalah Satpol PP. “Makanya setelah ini, sesegera mungkin harus ada sosialisasi terkait masalah ini,” tegasnya.

Taken from Surya, May 8, 2009

Hadi
May 8th, 2009, 06:18 AM
18 km on both sides of the railway, wow I really wonder are they ready for the social consequences of this huge scale demolition.

Setelah Sukses Gusur Jalan Nias, Bangli Kapasari Tunggu Giliran

SURABAYA - SURYA-Pihak PT KA Daops VIII Surabaya langsung merencanakan penggusuran bangunan liar (bangli) di titik lainnya menyusul keberhasilan penggusuran di Jalan Nias, Kamis (7/5) pagi.

Data yang ada yang menyebutkan, usai menertibkan sekitar 120 bangli di Jalan Nias, ribuan bangli di lima jalur rel KA dipastikan akan mendapat giliran. Masing-masing, jalur dari Stasiun Gubeng - Sidotopo. Di jalur ini, bangli yang berdiri di kanan kiri rel sepanjang 2 kilo meter akan ditertibkan.

Setelah itu, bangli dari Stasiun Gubeng - Semut sepanjang 2 kilo meter dan bangli yang berdiri di area sepanjang 700 meter dari Stasiun Semut - Sidotopo yang digusur. “Kebetulan semua bangli yang menyalahi aturan tersebut ada di wilayah Kapasari,” ujar Kabag Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Sugeng Prijono kepada Surya, Kamis (7/5) usai penggusuran.

Usai tiga titik tersebut, penertiban akan diarahkan ke bangli di sepanjang 700 meter rel antara Stasiun Sidotopo - Pasar Turi. Lantas dilanjutkan ribuan bangli yang berdiri mepet dengan rel sepanjang 3 kilo meter antara Stasiun Pasar Turi - Kalimas. “Total bangli di sisi kanan dan kiri rel yang akan kita tertibkan sepanjang 18 kilo meter,” jelasnya.

Untuk memuluskan rencana penertiban tersebut, pihaknya, kata Sugeng, akan melakukan koordinasi dengan pemkot, pemprov, dan aparat atau pihak terkait lainnya. Hal itu dinilai penting, karena PT KA Daops VIII hanya sebagai pemilik lahan, sementara yang menjadi eksekutor lapangan adalah Satpol PP. “Makanya setelah ini, sesegera mungkin harus ada sosialisasi terkait masalah ini,” tegasnya.

Taken from Surya, May 8, 2009



gila.... salut bener. mau bikin surabaya tertib... bagus!!!!! Hebat!!!
NEXT BRATANG.......

Hadi
May 8th, 2009, 06:34 AM
Pungli Warnai Gusuran Bangunan Samping Rel KA, Sasaran Berikut: Jl Dukuh Kupang
Jumat, 8 Mei 2009 | 7:52 WIB | Posts by: Judi Prasetyo | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis

Surabaya - Surya-Penggusuran kembali terjadi di Kota Surabaya, Kamis (7/5). Kali ini menimpa ratusan bangunan permanen dan semipermanen di sepanjang Jl Nias, Gubeng. Di balik penggusuran, ditengarai ada pungli dari caleg partai ternama.

Warsito, anggota paguyuban PKL Nias Jaya, mengaku telah menyerahkan Rp 11,5 juta kepada Anugerah A (caleg) agar pemkot membatalkan penggusuran. “Kata dia (Anugerah) uang itu jaminan untuk pihak kecamatan maupun kepolisian agar tidak menggusur. Kami menyerahkan uang itu 7 dan 10 Februari 2009 menjelang penggusuran pertama,” kata Warsito diamini teman-temannya.

Camat Gubeng Arif Boediharto menampik uang sogokan. “Minggu kemarin saya didatangi warga menanyakan uang itu. Saya jawab kami tidak pernah menerima uang itu. Saya konfirmasi ke Satpol PP juga tidak pernah menerima,” kata Arif.

Anugerah A, caleg yang dituding menerima uang, membantah keras tudingan terhadap dirinya. “Itu fitnah, saya tidak pernah tahu ada uang itu. Saya malah banyak berjasa terhadap mereka,” kata Anugerah.

Tak ada perlawanan dari ribuan warga siap penggusuran di setren Kali Jagir, Senin (4/5). Penghuni di sepanjang rel KA sudah menyerah saat petugas dan dua backhoe tiba di lokasi. Bahkan, sehari sebelumnya mereka sudah mengemasi barang-barang.

Ini tidak menyulitkan sekitar 602 petugas gabungan dari kepolisian, Satpol PP, TNI, dan Linmas, untuk menyapu bersih kawasan yang selama ini, selain dipakai untuk permukiman, juga tempat usaha seperti bengkel, warung, toko bangunan, penimbang barang bekas, dan sebagainya.

Dari data Kecamatan Gubeng menyebutkan, kawasan yang digusur itu dihuni 102 KK, sebanyak 23 di antaranya warga Kota Surabaya. Berbeda dengan warga setren Jagir yang difasilitasi rumah susun, untuk warga asli Surabaya di Jl Nias digusur tanpa diberi ganti rugi apapun.

Penggusuran membuat warga kelimpungan. Ny Siti, 40, misalnya, tak tahu harus ke mana setelah tokonya rata dengan tanah. “Saya bingung dan sedih,” ungkap ibu tiga anak yang sudah lima tahun membuka toko di Jl Nias ini. Untuk sementara, perempuan asal Bojonegoro ini berniat tinggal di sembarang tempat.

Kepala Humas PT KAI Daops VIII Surabaya Sugeng Priyono mengatakan, penggusuran dilakukan untuk mengembalikan fungsi badan rel KS. Sesuai dengan UU 23/2007 tentang Perkeretapian dan di PP 69/1998 tentang Prasarana dan Sarana KA, disebutkan bahwa jarak antara as rel kanan dan kiri minimal enam meter dari bangunan.

“Kami sudah memberi peringatan terakhir Februari 2009. Teman-teman dari Satpol PP (eksekutor) sudah berencana membongkar paksa awal Maret 2009. Tapi, saat itu berbarengan dengan masa-masa kampanye sehingga ditunda,” terangnya, Kamis (7/5)

Keterlibatan Satpol PP dalam penertiban ini beralasan karena PT KAI tidak memiliki kewenangan untuk menertibkan bangunan. Setelah Jl Nias, PT KAI akan melanjutkan pembongkaran di daerah sekitar Stasiun Semut hingga ke Sidotopo. Dilanjutkan dari Pasar Turi ke Kalimas dan dari Sidotopo ke Kalimas. “Di situ rel kereta sangat mepet perkampungan. Ke depan operasional PT KA padat, kalau manfaat jalan dimanfaat untuk perkampungan nanti tidak selamat, potensi kecelakaan tinggi. Jadi, akan kami tertibkan,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Utomo memastikan setelah Jl Nias akan dilanjutkan hingga ke Jl Wonokromo. Selain itu, penggusuran juga terus dilakukan untuk bangunan yang melanggar IMB lainnya. Sasaran berikutnya adalah bangunan setengah jadi di Jl Dukuh Kupang Barat I/33 A yang tidak memiliki IMB dan salah peruntukan.

Dilanjutkan bangunan yang berdiri di atas saluran air (brandgang) di belakang BCA Jl Diponegoro, Jl Indragiri, dan Jl Opak. Untuk wilayah setren kali, kawasan Baratajaya dan Bratanggede akan digusur Satpol PP Juni 2009. “Pokoknya semuanya harus bersih,” tegas Utomo. Uus/uji/mg1

Hadi
May 8th, 2009, 06:38 AM
Jumat, 8 Mei 2009 | 8:34 WIB | Posts by: Judi Prasetyo | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis

SURABAYA - SURYA-Pihak PT KA Daops VIII Surabaya langsung merencanakan penggusuran bangunan liar (bangli) di titik lainnya menyusul keberhasilan penggusuran di Jalan Nias, Kamis (7/5) pagi.

Data yang ada yang menyebutkan, usai menertibkan sekitar 120 bangli di Jalan Nias, ribuan bangli di lima jalur rel KA dipastikan akan mendapat giliran. Masing-masing, jalur dari Stasiun Gubeng - Sidotopo. Di jalur ini, bangli yang berdiri di kanan kiri rel sepanjang 2 kilo meter akan ditertibkan.

Setelah itu, bangli dari Stasiun Gubeng - Semut sepanjang 2 kilo meter dan bangli yang berdiri di area sepanjang 700 meter dari Stasiun Semut - Sidotopo yang digusur. “Kebetulan semua bangli yang menyalahi aturan tersebut ada di wilayah Kapasari,” ujar Kabag Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Sugeng Prijono kepada Surya, Kamis (7/5) usai penggusuran.

Usai tiga titik tersebut, penertiban akan diarahkan ke bangli di sepanjang 700 meter rel antara Stasiun Sidotopo - Pasar Turi. Lantas dilanjutkan ribuan bangli yang berdiri mepet dengan rel sepanjang 3 kilo meter antara Stasiun Pasar Turi - Kalimas. “Total bangli di sisi kanan dan kiri rel yang akan kita tertibkan sepanjang 18 kilo meter,” jelasnya.

Untuk memuluskan rencana penertiban tersebut, pihaknya, kata Sugeng, akan melakukan koordinasi dengan pemkot, pemprov, dan aparat atau pihak terkait lainnya. Hal itu dinilai penting, karena PT KA Daops VIII hanya sebagai pemilik lahan, sementara yang menjadi eksekutor lapangan adalah Satpol PP. “Makanya setelah ini, sesegera mungkin harus ada sosialisasi terkait masalah ini,” tegasnya.
Bingung Cari Tempat Baru

Sementara itu, paska penggusuran terhadap sekitar 120 bangli di Jalan Nias Kamis (7/5), para warga yang tempat tinggalnya luluh lantak mengaku kebingungan mencari tempat tinggal baru.

Ini seperti dialami Siti, 40. Ibu tiga anak yang mengaku sudah lima tahun membuka toko di Jalan Nias ini mengaku tak tahu harus ke mana setelah tokonya rata dengan tanah. “Saya bingung dan sedih, Mas. Tak tahu harus di mana,” keluhnya kepada Surya.

Sebagai tempat berlindung sementara, perempuan yang mengaku dari Bojonegoro ini berniat tinggal di sembarang tempat. “Yang penting dapat bertahan di Surabaya,” jelasnya.

Apakah tidak berniat kembali ke kampong halaman? Di tanya demikian, Siti mengaku harapan ke sini pasti ada. Tapi dalam waktu dekat ini, dirinya masih belum berani pulang kampung. Dia tidak punya uang pesangon dan biaya kebutuhan sehari-hari serta sekolah tiga anaknya. Karena penghasilan selama ini sangat pas-pasan, apalagi pekerjaan suaminya sebagai tukang becak juga tidak dapat diandalkan. “Kalau balik ke kampung, jelas malu mas,” imbuhnya.

Untuk itu, Siti berharap ada kebijakan dari pemerintah agar memberikan tempat penampungan untuk dia dan keluarganya. Karena selama berjualan di Jalan Nias, dirinya juga dikutip biaya retribusi sebesar Rp 30.000 per bulan oleh petugas yang mengaku dari Pemkot. “Masak mau uangnya saja, sementara setelah digusur, lantas ditinggalkan begini saja,” ibanya. uji

teddybear
May 8th, 2009, 08:57 AM
^Hmm kali ini penggusuran bangunan liar, bukan PK5 kan? Ya bagus kalo gitu. Cuman gua juga prihatin kalo memikirkan. Sudah lama merdeka tetapi masih pada tahap penertiban bangunan liar dan PK5. Semestinya Surabaya sudah tidak pada tahap penertiban bangunan liar lagi, tapi sudah jadi kayak Kuala Lumpur. Ternyata selama bertahun2x pemkot dan pemprov benar2x nggak ngurus dan baru sekarang bangkit.

MinImaX
May 8th, 2009, 11:30 AM
It's really good to see Surabaya now.
I've got some information about Grand City and a picture of Ciputra World construction project.
I'll post them soon.

sbyctzn
May 8th, 2009, 11:57 AM
http://jawapos.co.id/imgall/3/imgori/67963large.jpg

[ Jum'at, 08 Mei 2009 ]

Jalan Porong Tenggelam, Muncul Jalan Semanggi

SIDOARJO - Bencana mengubah wajah wilayah. Itulah yang terjadi di wilayah sekitar lokasi bencana lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Luberan lumpur panas yang tepat berlangsung tiga tahun pada 26 Mei nanti itu sudah menenggelamkan kawasan seluas 700 hektare.

Tak hanya menggerus daratan, lumpur yang beratnya ribuan ton dan terus bertambah menyebabkan penurunan tanah (land subsidence) pada radius yang luas. Para ahli geologi memprediksi, sekalipun semburan berhenti, akan terbentuk lengkungan tanah dengan radius sekitar 1,5 kilometer. Dengan radius seluas itu, otomatis tiga jaringan infrastruktur yang ada, yakni jalan tol, jalan nasional (arteri Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan), serta rel kereta api akan tenggelam.

Saat ini yang tidak berfungsi sejak awal bencana -tepatnya pada 22 November 2006- adalah jalan tol Surabaya-Gempol kilometer 37 hingga 40. Sekujur ruas tol yang panjangnya sekitar 2,5 km itu sudah hilang ditelan lumpur. Padahal, kendaraan yang melintas pada jalur itu mencapai 39 ribu unit per hari.

Akibat terputusnya jalan tol tersebut, ruas jalan nasional Sidoarjo-Gempol mengalami kemacetan luar biasa karena padatnya kendaraan yang melintas. Diprediksi, kondisi jalan arteri ini tidak bertahan lama karena sudah tak mampu lagi menanggung beban kendaraan dan barang yang melintas di atasnya.

Karena beriringan dengan jalan arteri, kondisi rel kereta api juga tidak lebih baik. Beberapa kali bantalan rel KA ditinggikan, tapi itu hanya solusi sementara. Sebab, beberapa kali air rembesan dari lumpur kembali merendam jalur selatan kereta api.

Karena itu, jalur mobilitas manusia dan barang dari Surabaya ke wilayah Jawa Timur sisi timur dan selatan lewat Porong harus berpindah.

Kapokja relokasi infrastruktur Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sumino mengatakan, upaya menyambung "urat nadi" Jawa Timur sudah dilakukan. Bahkan, pembangunan relokasi jalan arteri dan jalan tol pengganti Porong dimulai sejak 12 Juli 2008 dan ditargetkan selesai pada 2010. Pada awal proyek ditetapkan, BPLS wajib merampungkan relokasi arteri Porong dengan panjang 7,1 km yang terdiri atas dua jalur dengan lebar masing-masing sisi 10 meter. Sedangkan pembangunan jalan tol pengganti sepanjang 10,1 km dilakukan PT Jasa Marga. BPLS membantu pembebasan lahan. Jalan tol itu berada di tengah-tengah jalur arteri Porong.

Dari pantauan koran ini di lapangan kemarin (7/5), jembatan yang dimulai dari Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, di sisi selatan Kali Porong sudah menyambung dengan sisi utara Kali Porong di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Jarak jembatan tol dengan arteri baru dari Jembatan Kali Porong sekitar 2-3 km arah barat.

Pembangunan lain yang dimulai pada Senin (4/5) adalah arteri di Desa Wunut, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Lokasinya di dekat jalan tol Tanggulangin km 35,885. Saat ini, lanjut Sumino, sedang dilakukan penguatan jalan kabupaten dan proteksi pipa besi. "Tujuannya jalan dan pipa tidak rusak saat truk pembawa material masuk ke lokasi pembangunan jalan," jelas Sumino.

Setelah dilakukan penguatan jalan, akan dibangun detour (jalan pembantu) untuk akses truk pembawa material. Lokasinya di tepi seiring jalan tol. "Semua dilakukan untuk memudahkan dimulainya pembangunan," jelasnya.

Dari konsep jalan yang dipaparkan BPLS, jalan arteri baru dan tol pengganti akan dibuat dengan kualitas terbaik. Jalan arteri berbelok ke kanan (jika dari arah Surabaya) mulai titik lintasan kereta api yang bersilang dengan jalan arteri lama di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin (lihat peta di halanan 16, Red). Belokan arteri baru itu akan bertemu ruas jalan tol Surabaya-Gempol di km 35,885 yang terletak di Desa Ketapang dan jalur rel KA baru yang dibangun mulai dari Keluarahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo.

Dalam satu ruas jalan, mulai dari tol km 35,885 hingga exit di Desa Carat, Gempol, terdapat dua jalur arteri, satu ruas tol, dan satu jalur KA. Di sepanjang ruas itu akan dibangun beberapa exit, termasuk ke pusat tas dan koper di Desa Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo. "Dari ilustrasi yang kami buat, kombinasi jalur keluar itu bisa berbentuk seperti semanggi. Ini tak kalah dengan Bundaran Semanggi di Jakarta," ujar Humas BPLS Achmad Zulkarnaen. (riq/nuq/kim)

Taken from Jawapos Today

sbyctzn
May 8th, 2009, 12:01 PM
sudah saya kirim ke e mail. makasih ya... hehehe... banyak si semua itu tentang spesifikasi proyek disurabaya yang akan dibangun

Hadi, belum masuk ke email saya di hernawan.widhi@yahoo.co.uk

sbyctzn
May 8th, 2009, 12:15 PM
Access Road

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/ar1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/ar2.jpg

Front of Main Bridge
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/front.jpg

sbyctzn
May 8th, 2009, 12:15 PM
Under Pass

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bp.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bp2.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bp3.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bp4.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bp5.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bp6.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bp7.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bp8.jpg

sbyctzn
May 8th, 2009, 12:16 PM
Suramadu

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/b1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/b2.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/b3.jpg

Sunset on Suramadu
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/sunset1.jpg

sbyctzn
May 8th, 2009, 12:17 PM
Graha Sampoerna
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gs1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gs2.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gs3.jpg

sbyctzn
May 8th, 2009, 12:20 PM
Other Menyusul yah!!!!
sementara itu dulu,
soalnya yang lainnya lupa mau me resize.
masih size original...

sbyctzn
May 8th, 2009, 12:39 PM
Ke Rusun Mereka Pindah
Jumat, 8 Mei 2009 | 12:33 WIB

http://surabayapost.co.id/gambar/43950cbd5f27dcdb62ce74ef2069ae44.jpg

Rusun Randu terletak di Jl Randu Surabaya. Lokasinya berjarak 50 meter dari jalan raya. Hingga saat ini, sudah kokoh berdiri 6 blok (Blok A, B, C, D, E dan F). Bentuk Rusun Randu sama dengan rusun-rusun lain di Surabaya: dindingnya dari batako dan dibiarkan tanpa dicat.

Di setiap blok terdapat 5 lantai. Lantai pertama terdapat dua kamar yang khusus dipersiapkan bagi orang cacat/tua, sisanya untuk fasilitas umum (fasum) blok. Sedang di lantai 2 hingga 5, masing-masing terdapat 12 kamar dengan luas masing-masing 21 meter persegi atau berukuran 3 x 7 meter. Total hingga saat ini terdapat sebanyak 300 kamar. Dari banyaknya kamar tersebut, 216 kamar di antaranya khusus digunakan untuk korban gusuran stren kali Jagir, sisanya untuk warga Surabaya yang sudah mendaftar ke pemkot.

Untuk listrik dan air, di Rusun Tanah Merah sudah terpasang. Air PDAM sudah mengucur deras di kamar mandi yang terdapat di setiap kamar. Selain kamar mandi, di setiap kamar juga terdapat balkon untuk menjemur pakaian. Jadi, pemandangan rusun yang tertutup oleh jemuran, termasuk jemuran pakaian dalam, masih akan terjadi. Saluran air untuk pencegahan kebakaran juga sudah ada.

Sayang. listrik di sana masih menggunakan genset. Saluran PLN belum tersambung, padahal listrik adalah fasilitas vital.

“Kami sudah daftar ke PLN, tapi masih masuk daftar tunggu. Karena itu kami sementara pakai genset,“ ujar salah satu petugas rusun.

Jarak antara rusun dengan fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan puskesmas tidak jauh. Tepat di depan pintu masuk rusun, ada Puskesmas dan sekolah dasar negeri komplek. Hanya pasar yang lokasinya agak jauh, sekitar 1 kilometer.

Yang masih tampak kumuh, di sekitar dan sekeliling blok halaman dan jalannya masih bergeragal. Batu-batu kerikil dan endapan tanah menambah tak sedap pandangan dan kenyamanan warga.

“Jalannya masih bergelombang dan becek. Mudah-mudahan segera dihaluskan oleh Pemkot,” tutur Siti Ismuna, salah satu penghuni rusun.



Korban Jagir

Siti Ismuna adalah salah satu korban penggusuran stren Jagir yang sudah bersedia menempati rusun Randu. Di sana ia tinggal dengan suaminya, bernama Aris Purnomo. “Saya sebenarnya lebih memilih Rusun Wonorejo. Tapi karena sudah nggak cukup, terpaksa saya mau ke rusun ini,” ucap wanita 50 tahun tersebut.

Pasangan suami-istri yang menempati blok F3 nomor 4 itu mengeluhkan lokasi rusun yang sangat jauh dari tempat kerjanya semula. Sebagai pengamen di kawasan Rungkut, Siti Ismuna kebingungan mencari nafkah. Di samping itu, suaminya yang bekerja sebagai pemulung tak tahu harus mencari sampah di mana.

“Kalau ke Rungkut perlu dua kali naik bemo dan membutuhkan biaya hingga Rp 15 ribu per hari, tapi terpaksa dijalankan. Kalau tidak, kami mau makan apa? Kerja di sini juga belum tahu apa-apa,” keluh wanita asli Trenggalek yang mengaku sudah lebih dua puluh tahun tinggal di Jagir tersebut.

Tidak hanya Siti Ismuna dan suaminya saja yang sudah bersedia tinggal di Rusun Randu. Tercatat sekitar 50 lebih kepala keluarga sudah mendaftar dan mengambil kunci kamar. “Sistem pengambilan kunci dan pemilihan kamar dilakukan secara undian di Jagir. Di sini warga hanya menunjukkan tanda atau surat keterangan,” kata Abdul Munif, koordinator penerimaan warga korban gusuran stren kali Jagir di Rusun Randu.

Pendaftaran dibuka sejak Minggu (3/5) hingga hari ini, Jumat (8/5). Kata Munif, bagi warga korban penggusuran stren kali Jagir yang belum mendaftar hingga esok, bisa mendaftarkan diri dan mengambil kunci di kantor Pemkot Surabaya.



Rusun Tanah Merah

Sementara itu, Rusun Tanah Merah terletak di Jl. Tanah Merah V Surabaya. Lokasinya berjarak 100 meter dari jalan raya. Hingga saat ini, sudah kokoh berdiri 4 blok, yakni Blok A, B, C dan D. Rencananya, akan dibangun 2 blok tambahan. Pembangunan dua blok tambahan ini masih di tahap pengurukan tanah.

Bentuk Rusun Tanah Merah terlihat lain dari rusun-rusun lainnya di Surabaya. Bentuknya lebih mirip apartemen mewah. Dinding-dinding bangunan dicat warna krem sementara atap dari genteng warna merah hati dan seng aluminium warna silver. Namun sayang, bangunan yang dibangun sejak setahun lalu itu kurang pemeliharaan. Sebagian atapnya berlubang diterpa angin, cat dindingnya mulai pudar.

Di setiap blok terdapat 5 lantai. Lantai pertama tidak digunakan untuk kamar, melainkan hanya untuk tempat parkir atau fasum blok. Sedang lantai 2-5 memiliki 12 kamar dengan luas masing-masing 21 meter persegi (3 x 7 meter). Total hingga saat ini terdapat sebanyak 192 kamar.

Untuk listrik dan air, di Rusun Tanah Merah juga belum terpasang. Di setiap depan kamar hanya tertempel meteran listrik, tapi belum ada listriknya. Air PDAM pun belum masuk. Di setiap blok juga tersedia saluran air bagi pencegahan kebakaran. Tabung hydrant warna merah juga terpasang di lantai bawah setiap blok.

Sedangkan, jarak antara rusun dengan fasilitas umum seperti sekolah, pasar dan puskesmas tidak begitu jauh. Tepat di samping kanan pintu masuk rusun, Puskesmas sudah ada. Di samping kanan gapura masuk kampung rusun juga ada sekolah dasar negeri komplek. Jaraknya hanya sekitar 100 meter saja. Tapi untuk pasar harus ditempuh 1 km dari rusun.

Hingga saat ini, rusun tersebut belum ditempati satu pun warga. Meski pembangunan empat blok sudah selesai 90 persen, namun belum ada tanda-tanda warga akan masuk rusun dalam waktu dekat ini.

“Belum, belum ada yang masuk. Di sini juga mau dibangun 2 blok lagi,” ujar Sulaiman, penjaga keamanan rusun.

Di atas tanah yang rencananya akan dibangun dua blok tambahan masih terlihat tumpukan sirtu untuk menguruk tanah. Saat ini, pekerjaan sementara terhenti karena alat berat seperti buldozer dan beckho yang digunakan membangun rusun justru dipakai untuk menggusur kawasan stren Jagir.

“Alat beratnya masih di Jagir untuk penggusuran, jadi pekerjaan terhenti sementara,” tukas pria 48 tahun itu. K4

surabayapost.co.id

sbyctzn
May 8th, 2009, 12:40 PM
Nias Musnah, Stren Utara Jagir Santai
Jumat, 8 Mei 2009 | 10:54 WIB

http://surabayapost.co.id/gambar/f8208b8c35c8eee2fb311f83fe2a984b.jpg

Stan-stan pedagang kaki lima (PKL) di Jl. Nias dibongkar, Kamis (7/5). Penggusuran ini merupakan program PT KA.

Menurut Kepala Humas PT KA Daerah Operasi VIII, Sugeng Priyono, pembongkaran ini sesuai aturan rumaja (ruang manfaat jalan) kereta api.

“Aturannya kan, jarak antara as rel KA dengan bangunan di sisi kanan dan kiri rel harus berjarak 6 meter,” ujarnya ketika ditemui di lokasi penggusuran, Kamis (7/5).

Menurut Sugeng, sebenarnya pembongkaran ini dilakukan sejak lama. Pemberitahuan ke penghuni sudah dilakukan sejak Maret 2008. Pembongkaran yang dijadwalkan Februari 2009 ditunda Maret 2009 dan akhirnya ditunda lagi karena memasuki masa kampanye pemilu.

“Baru sekarang terlaksana,” tukasnya.

Di Jl Nias sendiri berdiri ratusan stan dengan jarak kurang dari 6 meter dari as rel kereta. Jarak ini dinilai sugeng sangat rawan.

Rata-rata pedagang yang menyewa membayar uang keamanan kepada oknum tertentu pasrah tempat usahanya diratakan dengan tanah.

“Nggak tahu mau ke mana habis ini. Mungkin sementara kembali ke desa dulu,” kata Achmad, salah satu PKL sambil mengemasi barang dan membakar sisa puing-puing

bangunan.

Penggusuran sendiri berlangsung mudah. Menurut Kabag Bina Mitra Polres Surabaya Timur, Kompol Rakidi, penertiban berjalan tanpa halangan dari penghuni. Malah, banyak di antara mereka ikut membongkar sendiri bangunannya.

“Syukurlah penertibannya aman dan tidak ada perlawanan dari warga,” papar perwira dengan pangkat satu melati di pundak tersebut.



Santai

Selain Jl. Nias, kawasan stren Kali Jagir sisi utara juga masuk dalam “peta intaian”. Meski demikian, banyak warganya yang masih nyantai.

Warga di ruas Jl. Baratajaya (sisi timur) hingga daerah Bratang Tangkis belum tampak melakukan pembongkaran bagian-bagian rumah yang dianggap bisa diselamatkan. Padahal rencananya pemkot juga akan melakukan penggusuran terhadap rumah warga di tempat ini.

Agus, warga pemilik konter tepat di ujung tikungan menuju Baratajaya, mengaku sudah tahu kalau tempat usahanya bakal digusur bulan depan. ”Ya mau gimana lagi, saya di sini cuma ngontrak ke orang punya lahan ini, setahun Rp 1,75 juta,” ujar warga yang tinggal di Pandugo Rungkut ini.

Agus sendiri akan berjualan voucher ponsel dan asesori pendukungnya di rumahnya di Pandugo kalau nanti digusur. ”Padahal kontrakan masih kurang 15 bulan lagi,” ujarnya. ”Nanti kalau sudah kelihatan tanda mau dibongkar, saya akan bongkar barang dagangan saya,” ujar Agus.

Setali tiga uang, rata-rata pemilik usaha di sepanjang Jl. Barata Jaya juga mengaku sudah tahu kalau tempat usaha mereka bakal digusur. ”Ya sementara sambil menunggu, kami tetap usaha,” ujar salah satu pemilik warung di tempat itu.

Perlu diketahui, stren kali di bagian timur banyak ditempati untuk usaha, mulai penjual buah durian, variasi mobil, usaha sablon, hingga bengkel kendaraan dan warung. Sedangkan di bagian barat, terutama di daerah Ngagel dan Bratang, sebagian besar adalah rumah warga dan mayoritas di antaranya sudah permanen.

”Kami memang bayar sewa untuk jualan di sini, tapi kalau diminta pemiliknya, ya mau bagaimana lagi,” ujar Soleh, salah satu warga yang berjualan durian di tempat itu. k4, faz

surabayapost.co.id

teddybear
May 8th, 2009, 12:53 PM
^Thanks for update on Suramadu. Basically it is completed, so not sure why those cranes are still there?

The northern part of Jagir should also be demolished... but they have been there for as far as I remember... selling durian and other fruits.

MinImaX
May 8th, 2009, 12:54 PM
Great update, sbyctzn! :okay:

MinImaX
May 8th, 2009, 01:11 PM
Grand City

I got these info from a reliable source.

Due to the general election which is held in 2009, some principals choose to wait until the end of this year. It is confirmed, Grand City Mall pushes back its opening to the end of 2009, while the Convention Center is going to open in June 2009.

They select its tenants carefully. Only the branded ones can enter the mall. Metro, Gucci, Bang & Olufsen, Hard Rock Cafe, Starbuck, Coffee Bean, J Co and many more *plan to open there. It's really upper class mall.

The hotel is planned to build 3 years from now.



Ciputra World

http://img27.imageshack.us/img27/8791/cw090508.jpg

Hadi
May 8th, 2009, 02:00 PM
Kamis, 7 Mei 2009 | 08:23 WIB

SURABAYA – Gubernur Jatim Soekarwo menilai kebijakan Pemkot Surabaya ini sudah bagus dan tinggal meyelesaikan ekses sosialnya. “Kebijakan itu sudah bagus, tinggal bagaimana mengatasi masalah sosial bagi warga yang keleleran ini,“ kata Soekarwo.

Pemprov Jatim sendiri yang dituding Pemkot Surabaya melalaikan tugasnya, mulai berinisiatif membuka komunikasi. “Kami ingin berkomunikasi jarak dekat, duduk satu meja untuk menemukan solusi cepat dan tepat terhadap masalah sosial warga stren

kali yang rumahnya dibongkar,“ kata Soekarwo.

Tim yang dikirim tergolong senior, mulai Asisten III bidang Kesmas, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Jatim, Kepala Dinas Pemukiman, Kepala Dinas Sosial, Kepala Biro Kesra dan pejabat terkait lainnya. Untuk sementara, Dinas Sosial akan menyiapkan asrama bagi warga yang tidak punya rumah meski hanya sebagaian. Penampungan ini dilakukan sembari menunggu proses pembangunan rumah susun selesai.

“Itu hanya sedikit solusi. Nantinya setelah kami ketemu dengan Pemkot Surabaya, saya yakin akan banyak solusi lainnya,“ ujar Soekarwo.

Di lain pihak, penggusuran yang dilakukan Pemkot Surabaya terus memantik reaksi dari berbagai pihak. Kali ini giliran Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang menyatakan tindakan itu melanggar HAM. Anggota Sub Komisi Mediasi Komnas HAM, H M. Kabul Suprihadie mengatakan tim awal Komnas HAM sudah turun memantau penggusuran di sisi selatan Kali Jagir. Dari pantauan awal, pihaknya menilai ada pelanggaran yang dilakukan pemkot.

“Pemkot Surabaya sudah melanggar HAM warga stren. Mereka tidak memberikan sosialisasi atau peringatan yang cukup. Selain itu, warga juga tidak diberi waktu untuk berkemas atau bersiap meninggalkan lokasi tersebut,“ katanya ditemui di DPRD Jatim,

Rabu (6/5). “Okelah mereka memang tidak punya hak, tapi tidak boleh menggunakan cara seperti kemarin. Ingat, mereka adalah manusia,“ lanjutnya.

Komnas HAM menduga pemkot melanggar UU No. 39/1999 tentang HAM. k2

teddybear
May 8th, 2009, 03:45 PM
Thanks for update, MiniMax!

Ternyata pedestrian dan jalur hijau di MayJend masih kurang terawat, blom diperbaiki keliatannya?

Ebek21
May 8th, 2009, 04:07 PM
Thanks for the updates, sbyctzn and MinImax.

Suramadu hasn't completely finished. Some minor works are still being done there. But definitely it will be ready by June 10, according to Minister of Public Works.

And Hard Rock Cafe is going to enter Sby, that's cool !! So Sby will stand up like the other famopus cities throughout the world. At least we'll have Hard Rock Surabaya t-shirt as souvenir hehe..Ciputra World has showed significant progress, so now we can conveniently watch the construction progress behind that boundary fence.

Can't wait to see what this Graha Sampoerna will looks like. If someone has the rendering, please post it here.

sbyctzn
May 8th, 2009, 06:53 PM
@hadi:
thanks infonya.
Wah bener GRAND CITY jadi tetap bangun Hotelnya?
Apa jadi yang masuk RITZ CHARLTON?
Lokasinya dimana? Apa sesuai rendering di depan Convention Center?

Wah.. CBD akan ketambahan skyline baru lagi nih...
Ayo CBD jgn mau kalah dengan Sby Barat..
Lumayan juga menurut saya perkembangan CBD.
Meritus, Graha Bukopin, Trillium, rencana hotel GCS, RRI tower, aston twin tower, dll.

Kalau menurut saya perkembangan di CBD lebih beragam dibanding Sby Barat..

Surabaya akan banyak berubah kedepannya..
Akan banyak yg kegusur..
Akan semakin teratur dan rapi.

MinImaX
May 8th, 2009, 08:37 PM
^^ Maksudnya hotelnya baru mulai dibangun 3 tahun lagi. Tidak ada info nama resmi hotel. Lokasi sementara sesuai rendering. Karena 3 tahun lagi, saya kira masih ada kemungkinan berubah desain / luas / tingkat.

Kemungkinan nanti setelah pemilu usai, ada kepastian kebijakan pemerintahan, stabilitas ekonomi, akan muncul banyak proyek2 baru. Sekarang banyak yang masih wait and see.

@teddybear: Pedestrian belum dibangun seperti di Surabaya Pusat. Jalur hijau di pedestrian juga masih belum, yang di foto itu rumput liar rasanya, saya tidak perhatikan itu waktu lewat sana. Kalau jalur hijau di tengah jalan sudah lumayan bagus.


+Info lagi:
Puncak Permai Apartments kabarnya cukup bagus penjualan unitnya (bukan dari reliable source sih). Rencana awal akan mulai groundbreaking bulan Mei ini. Nanti saya kabari jika sudah ada aktivitas.

Apartemen bersubsidi di Wiyung rencana awalnya sebelum Juli mulai dibangun, tapi sampai sekarang belum ada berita sama sekali untuk launching perkenalannya.

Yang tidak ada kabarnya sama sekali: Tidar Cosmo Park. Anyone knows?

Ebek21
May 9th, 2009, 04:33 AM
Ya, yg bandel tabrak saja !!

Tiang Pancang Jalan Baru Porong 8 Juni

Gubernur: Tabrak Pemilik Lahan Bandel

SURABAYA - Relokasi ruas tol Porong yang terendam lumpur menemui titik terang. Bupati Sidoarjo Win Hendrarso menerima tembusan surat Badan Pengelolaan Tanah dan Bangunan (BPTB) yang menyatakan akan memulai pemancangan konstruksi jalan tol di beberapa ruas yang sudah dibebaskan pada 8 Juni. ''Hal itu akan dilakukan di tanah sawah yang telah dibebaskan,'' kata Win saat diskusi percepatan pembangunan jalan tol Jatim di Aula Bank Jatim, Surabaya, kemarin (8/5).

Luas lahan sawah yang telah dibebaskan mencapai 65 hektare atau sekitar 65 persen dari total lahan yang dibebaskan di Sidoarjo. Win menerangkan, nilai pembebasan tanah sawah yang telah disepakati pemerintah dengan para pemilik tanah Rp 160 ribu per meter persegi. Sampai saat ini telah terealisasi pembayaran untuk 47 hektare tanah tersebut.

''Sisanya masih ada persoalan karena beberapa surat bukti kepemilikan tanah dibawa pihak yang melakukan pembebasan tanah untuk tol Surabaya-Malang. Sampai saat ini surat tersebut belum kembali,'' tutur Win dalam acara yang juga dihadiri para kontraktor pembangunan jalan tol tersebut.

Win berharap hal itu segera diselesaikan agar tidak timbul masalah di kemudian hari. Sebab, ukuran tanah yang tertera dalam surat tersebut juga akan diubah setelah pembebasan dilaksanakan. ''Saya tidak tahu siapa yang membebaskan jalan tersebut, Departemen PU atau Jasa Marga. Saya akan koordinasi dengan mereka,'' ungkapnya.

Yang menjadi masalah sampai saat ini adalah pembebasan tanah pekarangan dan yang di atasnya terdapat bangunan. Luasnya mencapai 16,5 hektare. ''Mereka minta agar tanah dibeli dengan harga Rp 1 juta per meter persegi seperti yang diberikan PT Minarak untuk korban lumpur,'' ujarnya.

Padahal, pihak penilai, yakni Sucofindo, memberikan tafsiran harga Rp 480 ribu per meter persegi. Di lapangan, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) menawarkan Rp 450 ribu. ''Apakah itu harga tertinggi dari pemerintah? Jika ada kemungkinan untuk kembali menaikkan nilai penawaran, kami akan kembali bernegosiasi dengan para pemilik tanah,'' katanya. Tapi, jika tidak bisa, dirinya akan berjuang agar bisa dilakukan konsinyasi.

Win khawatir konsinyasi akan memerlukan waktu panjang. Sebab, prosesnya harus terstruktur. ''Harus ada surat dari bupati ke gubernur, selanjutnya ke pusat. Dengan mekanisme ini, saya khawatir proyek tidak selesai pada 2010 seperti janji Bapak Gubernur kepada banyak pihak,'' ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jatim Soekarwo segera memanggil Sucofindo untuk finalisasi penentuan harga tanah yang akan dibebaskan. Minggu depan dia menanyakan apakah ada kemungkinan nilai tanah dinaikkan kembali. ''Jumlah dana yang ada pada kami masih cukup untuk melakukan itu. Karena itu, semua kami anggap telah selesai,'' katanya.

Dia berjanji segera bertindak tegas agar proyek bisa secepatnya terealisasi. ''Jika memang mereka tidak mau tanahnya dibeli, akan saya lakukan konsinyasi dan tabrak yang masih membandel. Saat ini, negara harus tampil dalam melindungi kepentingan umum,'' tegasnya.

Taken from Jawapos, May 9, 2009

Hadi
May 9th, 2009, 08:19 AM
Hadi, belum masuk ke email saya di hernawan.widhi@yahoo.co.uk

ok saya kirim ulang lagi deh. hehe thx

Ebek21
May 9th, 2009, 05:53 PM
Construction of Gempol-Pandaan Tollroad will be started in Oct 2009. Another 5 months to go.

2 Ruas tol di Jatim segera dibangun

SURABAYA: Pembangunan fisik jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 km akan dimulai pada Oktober 2009. Sejak pertengahan 2008 progres pembebasan lahan sudah mencapai 73,94%.

Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan, lambatnya proses pembangunan selama ini disebabkan terhambat pembebasan tanah yang rumit dan sokongan dari kalangan perbankan yang belum tampak.

Ruas tol tersebut berbeda dengan ruas tol pada umumnya, meski progres pembebasan tanah mencapai lebih dari 75%, tetapi pada ruas tersebut tidak terdapat pembagian interchange. Akibatnya, perbankan banyak yang kesulitan jika harus membiayai proyek fisik langsung 100%.

”Jika terdapat Interchange, perbankan banyak yang sanggup mendanai pada setiap ruasnya dengan tergantung sindikasinya,” kata Soekarwo dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan ruas-ruas jalan tol di Jatim, Jumat (8/5/09), sebagaimana dilansir situs Dinas Infokom Jatim.

Pembangunan tol Gempol-Pandaan diperkirakan menelan investasi sekitar Rp826 miliar. Sedangkan biaya pengadaan tanah sekitar Rp 166 miliar. Ruas tol tersebut merupakan rangkaian dari jaringan tol Trans Jawa.

Keberadaan jalan tol itu nantinya juga sangat membantu mengurangi beban kepadatan lalulintas pada jalan nasional ruas Gempol-Pandaan yang saat ini sudah overload.

Sementara pembangunan ruas tol Porong-Gempol akan memulai pemancangan batu pertama pada 8 Juni 2009. Adapun pembebasan tanahnya saat ini mencapai 61% dan diperkirakan tuntas pada Juni 2009.

Bupati Sidoarjo Win Hendrarso menyatakan, permasalahan yang sedang dihadapi dalam pembangunan jalan tol pengganti ruas Porong-Gempol, yakni adanya pergeseran rute kereta api (KA).

“Sekarang, rute kereta api, jalan tol dan jalan nontol berada dalam satu rute yang sama. Nantinya, jalur KA akan berpisah. Jadi harus melakukan revisi detil desain jalan tol. Revisi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan,” jelas Win.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Soekarwo menyatakan pembebasan tanah akan dipacu dengan pola konsinyasi, sehingga ada percepatan pembangunan tol yang terkait ruas Porong-Gempol.

Taken from Kabar Bisnis, May 9, 2009

bonekNET
May 10th, 2009, 08:14 AM
tanya lagi ya, soalnya postingan pertanyaanku yang lalu belum ada yang jawab

untuk membersihkan saluran kali/air nya dari sampah gimana caranya, setelah dipasang box culvert? dan juga untuk pengerukan kali akibat pendangkalan oleh lumpur.

Ebek21
May 10th, 2009, 09:46 AM
^^ Mungkin tidak ada yg jawab karena tidak ada yg tahu jawaban persisnya. Kalo menurutku, jalan itu pasti ada manholenya, jadi petugasnya bisa masuk dan membersihkan sampah2 didalamnya. Box culvertnya kan cukup tinggi, orang bisa berdiri dan bekerja dgn leluasa didalamnya.

teddybear
May 10th, 2009, 01:35 PM
^Mbak Risma mungkin bisa jawab hal ini, karena ini ide dia? Tapi kalo menurut gua sih ya nggak bisa, kalo bener mesti bersihkan setelah bertahun2x sih mesti di bongkar tuh.

Fir3blaze
May 10th, 2009, 03:51 PM
^^ Mungkin tidak ada yg jawab karena tidak ada yg tahu jawaban persisnya. Kalo menurutku, jalan itu pasti ada manholenya, jadi petugasnya bisa masuk dan membersihkan sampah2 didalamnya. Box culvertnya kan cukup tinggi, orang bisa berdiri dan bekerja dgn leluasa didalamnya.

Yep, rasanya jawaban Ebek cukup tepat. Jadi ingat kejadian berapa tahun yg lalu (2004an kalau nggak salah), dimana pemkot 'menemukan' saluran drainase peninggalan Belanda di Jl. Embong Malang. Itu saluran tingginya hampir 3 meter kalau nggak salah, tapi karena nggak pernah dibersihkan jadi tinggal belasan senti. Akhirnya, dikeruk -pakai tangan, nggak pernah liat galian besar di Embong Malang- dapat sampah dan tanah ratusan truk banyaknya.

sbyctzn
May 10th, 2009, 05:45 PM
Top!! Markotop!!
Jaringan Jalan Tol di Jatim mulai bangkit.
Dalam hitungan beberapa tahun kedepan sudah berdiri Tol ke barat (sumo), Tol ke Selatan (gempol-pandaan), dan ke Timur (gempol-pasuruan), dan yang pasti desainnya akan menarik jalan tolnya..
Karena jalan arteri, jalan tol, dan rel kereta akan menyatu menjadi sejajar atau paralel.
Sesuai berita kmarin di JP, akan ada interchange yang lumayan besar di daerah gempol terkait relokasi jalan tol.

Soal Box Culvert di Banyu Urip, sepertinya tidak akan ada manhole, Box Culvert di Wiyung tidak ada manholenya semua sudah ditutup total aspal karena konstruksinya sama persis dengan Box Culvert Wiyung..
Jadi ya menurut saya mungkin tidak akan bisa dibersihkan.

Oh ya jalan di Wiyung bagian barat setelah Box Culvert berakhir, sudah bersih banget, sisi kanan kirinya sudah diplengseng.
Menurut saya itu mungkin dipersiapkan untuk konstruksi lanjutan Box Culvert.
Jadi jika sukses jalan Wiyung ini akan Avenue sampai tembusan SPI dan Water Place Apartment.

@hadi, kok belum masuk ya email dari kamu?
Coba dikirim juga ke gmailku,
sama idny.
hernawan.widhi@gmail.com
atau
hernawan.widhi@yahoo.co.uk

wah kok aneh ya, kok tdk msk2!!
Padahal sdh terkirim kan? Sory sepertinya yg error dr server mail yahoo sononya

teddybear
May 10th, 2009, 10:39 PM
Penertiban Berlanjut ke Sisi Utara Setren Kali Wonokromo
Program Normalisasi Setren Kali Wonokromo

SURABAYA - Penertiban bangunan liar di kawasan setren Kali Wonokromo segera beralih ke sisi utara. Sekitar 266 bangunan liar kini masuk daftar penertiban yang dilakukan Juni mendatang. Sama dengan Jagir, bangunan tersebut tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Hanya, tidak semua bangunan ditertibkan dalam waktu yang sama. Sebab, setren di kawasan itu berada di dua kecamatan, yaitu Wonokromo dan Gubeng. Target awal penertiban adalah bangunan setren di wilayah Kecamatan Gubeng.

Bangunan di wilayah tersebut berdiri dari arah jembatan Nginden sampai kolam penampungan air di Jalan Barata Jaya. Sebagian besar digunakan sebagai tempat usaha, tapi ada pula yang dijadikan tempat tinggal.

Berdasar pantauan Jawa Pos kemarin (9/5), sebagian bangunan yang berdiri di bantaran sungai terdiri atas dua lapis. Yang berada tepat di pinggir jalan dimanfaatkan sebagai tempat usaha. Misalnya, toko durian, pembuatan knalpot, warung, dan beberapa jenis usaha lain. Bangunan di sisi dalam digunakan sebagai tempat tinggal.

Di jalan Jagir Wonokromo, bangunan yang menempati lapis kedua benar-benar mepet bibir sungai. Saat debit sungai meningkat drastis pada awal Februari lalu, air masuk ke sebagian rumah warga setren.

Camat Gubeng Arief Boediarto mengatakan, pemkot sudah mulai mempersiapkan rencana penertiban dengan mengirim surat pemberitahuan ke warga melalui kecamatan. Tujuannya, warga bisa mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan berlangsung. "Itu juga menepis tudingan bahwa penertiban yang dilakukan pemkot selalu mendadak tanpa sosialisasi," katanya.

Pemkot memberikan kesempatan kepada warga untuk membongkar sendiri rumahnya selama 1,5 bulan sejak awal Mei lalu. Dengan kalkulasi waktu tersebut, warga bisa leluasa untuk pindah dan menertibkan diri.

Arief menambahkan, sebagian warga meminta agar pembongkaran tidak dilakukan di awal bulan. "Katanya ada ujian kenaikan kelas. Maka, biar tidak mengganggu siswa, penertiban dilakukan setelahnya," ucapnya.

Saat ini pemkot juga mendata jumlah siswa sekolah yang bermukim di kawasan tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan evakuasi siswa agar kegiatan belajar mereka tidak terganggu dengan adanya penertiban. Untuk mengatur hal tersebut, pemkot melibatkan dinas pendidikan.

Sama dengan penertiban sebelumnya, kali ini pemkot gencar mengimbau warga agar mau pindah ke rumah susun. Sosialisasi itu dilakukan sejak di tingkat kecamatan, kelurahan, RW, sampai RT yang berada di lingkungan tersebut. "Sosialisasi dulu. Mekanisme pendaftaran ke rusun masih akan dirapatkan lagi," jelasnya.

Untuk bangunan di sisi utara sungai yang masuk wilayah Wonokromo, pemkot belum menetapkan hari penertiban. Saat ini pihak kecamatan masih berkonsentrasi membersihkan kawasan Raya Jagir yang masih dipenuhi puing-puing bangunan milik warga setren.

Menurut Camat Wonokromo Edi Christijanto, lahan tersebut akan segera difungsikan sebagai kawasan hijau agar tidak lagi ditempati warga.

Seperti yang dilakukan kemarin, sebuah buldoser terlihat mengeruk sisa reruntuhan bangunan permanen. Bongkahan batu bata, beton, dan kayu itu diangkat ke atas truk yang disediakan dinas kebersihan dan pertamanan (DKP).

Edi mengatakan sudah mengimbau warga agar segera memindahkan barang-barangnya yang masih dinilai berharga. "Kami tetap memberikan kesempatan kepada mereka. Mungkin ada yang mau menjualnya," tuturnya.

Memang, sehari setelah pembongkaran, kawasan itu diserbu pengusaha besi tua. Mereka mendatangkan kendaraan beserta timbangan ke lokasi untuk menakar harga besi bekas yang dijual. Setelah harganya disepakati, bekas besi itu ditimbang dan diangkut ke kendaraan.

Bahas Perda Bersama Warga

Sementara itu, DPRD Jatim kembali melakukan pembenahan terhadap Peraturan Daerah (perda) Nomor 9/2007 tentang Setren Kali yang sempat ditolak Mendagri. Kali ini, mereka juga mengumpulkan dan menyerap aspirasi warga yang hidup di bantaran sungai tersebut.

Para warga stren itu dikumpulkan ke rumah Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Jatim Suhartono Wijaya. ''Kami minta masukan dari warga untuk menyempurnakan perda tersebut,'' kata Suhartono.

Selain minta masukan, dewan juga akan menyosialisasikan surat mendagri nomor 188.1341/1218/SJ/2009. Surat itulah yang menginstruksikan agar dewan membahas kembali perda yang sudah digedok pada 2007 silam.

Seperti diketahui, Perda Nomor 9/2007 menjadi polemik dalam penertiban stren Kali Wonokromo. Sebab, dalam perda itu disebutkan bahwa batas sempadan sungai ditetapkan berjarak 5 meter. Perda tersebut lantas dijadikan warga untuk menolak penggusuran yang akan dilakukan Pemkot.

Menjelang penertiban, muncul surat mendagri yang menyebutkan bahwa perda perlu dikaji atau dibahas ulang. Sebab, batas sempadan dalam perda tersebut bertentangan dengan peraturan di atasnya. Yakni, surat keputusan menteri Kimpraswil yang menyebutkan bahwa batas sempadan sungai adalah 11 meter.

Suhartono menjelaskan, penyerapan aspirasi warga stren dilakukan agar perda tetap pro rakyat. ''Ketika penyempurnaan perda nanti, kami juga akan memasukkan sejumlah poin, termasuk pembangunan tempat penampungan dan tempat usaha di lahan stren kali. Jadi, perda tidak hanya mengatur batas sempadan saja,'' jelas dia.

Dengan demikian, visi dalam penataan stren kali nanti bukan didasarkan pada semangat penggusuran, melainkan lebih pada penataan kawasan ke arah yang lebih baik. Bila perlu, lanjutnya, penataan dilakukan menggunakan konsep city front river atau kota menghadap sungai seperti di Singapura atau Thailand.

Suhartono menambahkan, perda yang akan disempurnakan nanti tak hanya berlaku bagi bangunan rumah. Tempat usaha, pabrik, bahkan pertokoan juga harus menaati aturan yang ada. Sebab, selama ini, pemkot terkesan hanya berani menertibkan bangunan rumah warga. ''Sementara bangunan milik milik pengusaha dibiarkan saja tanpa ditindak,'' terangnya. (eko/fid/fat)

Hadi
May 11th, 2009, 05:38 AM
saya rada bingung atau memang konsep pengembangan wilayah suramadu ya.
(-_-) Surabaya ini sebagai apa? sebagai kota perdangan dan jasa atau apa? menurut radar surabaya hari ini bangkalan akan menjadi "Bangkalan Jadi Pusat Dagang dan Kantor" trus surabaya? dulu katanya pengembangan bangkalan akan menjadi wilayah industri? gimana ini yang benar yang mana?

r4d1ty4
May 11th, 2009, 07:03 AM
GBT blom ada kabarnya ya ?

wangweijie84
May 11th, 2009, 08:44 AM
Ascott has secured a contract to manage its first Citadines-branded serviced residence in Indonesia.

Jakarta is the 14th city in Asia Pacific to have a Citadines property as part of Ascott’s plans to continue to expand its Citadines brand in the region.

The 120-unit Citadines Jakarta is located in the Central Business District of Menteng and is scheduled to open by the second half of 2010. There are plans to add another 100 units to Citadines Jakarta in the future.

Mr Gerald Lee, CEO of Ascott Hospitality, the hospitality management arm of The Ascott Group, said: “Our Ascott and Somerset branded properties are performing favourably in Indonesia with year-to-date average occupancy of about 80%. The introduction of the Citadines brand will enable us to capture a broader customer segment of business travellers. Citadines Jakarta offers good value, great location and flexible services. The property is in a vibrant and trendy area, and will be popular with the young independent travellers because of the easy access to various exciting amenities.”

Citadines Jakarta is centrally located in the heart of town on KH Wahid Hasyim. The serviced residence is near the National Monument, museums, historic buildings, government offices and shopping malls. Cafes, restaurants and supermarkets are conveniently located within a few minutes’ walk.

Citadines Jakarta will have a restaurant, an outdoor swimming pool, a gymnasium and meeting rooms. The serviced residence will be part of an integrated development that comprises small office/home office, shopping and dining outlets.

The addition of Citadines Jakarta further strengthens Ascott’s presence in Indonesia, bringing its Indonesia portfolio to 1,462 units in seven properties.

Ascott currently has four properties in Jakarta, including Somerset Kuningan which is due to open in 2012, and one property in Surabaya. The new Citadines in Jakarta is Ascott’s 21st Citadines property in Asia Pacific. The first Citadines in Asia Pacific was in China, Citadines Shanghai Jinqiao, which was opened in 2006. Since then, another four Citadines opened in China and four in Thailand. In addition, 11 more Citadines are expected to open in Australia, China, India, Japan and Singapore. In Europe, the Group has 45 Citadines properties

wangweijie84
May 11th, 2009, 08:54 AM
Given the city's rapid development, the property market in Surabaya - the country's second largest city - should be on the upbeat. Nevertheless, the current global economic downturn has taken Surabaya's property market in a different direction and on a slower road.

The Surabaya office market has been pretty quiet during 2008. The grade A strata title Graha Bukopin was the only new office building completed.

It contributed an increase of only 14,000 sqm to the total cumulative supply of office space in Surabaya, which reached 365,100 sqm by the end of 2008.

Also, leasing transactions during the last six months were dominated by small to medium-sized tenants of between 80 - 400 sqm and only two big-sized tenants of about 1,100 sqm and 2,400 sqm.

With low occupancy rates of below 50 percent achieved in the newly completed building, the overall occupancy level was recorded at 74.0 percent.

This is 0.8 percent lower than compared to the first half of last year. The slight decrease is likely due to the current global economic slowdown which has started to impact the property market in general.

Several office buildings have had their tenants move to landed houses for rental efficiency.

Likewise, some businesses planning to open new branch offices have postponed their move. During the last half year, there were only three buildings enjoying a higher occupancy rate than in the previous half year.

Only a few buildings which enjoyed higher occupancy have managed to increase their gross rental. Also, with the rupiah having depreciated by 15.7 percent during the second half of the year, the average estimated gross rental in rupiah has only increased by 3.1 percent.

In line with the low forecasts for national GDP growth, the Surabaya office market is expected to show a very low profile in term of business activities as business players are said to be in *wait and see' mode.

In terms of supply, the Surabaya retail market was even quieter during the last six months of 2008. There were only two newly completed retail centers were opened for operation throughout the year.

However, leasing activities were relatively busy as the total cumulative supply of Surabaya retail market is currently standing at around 848,000 sqm.

Some limited retail boom was indeed taking place as new retailers have usually prepared their new branches to open during or before the seasonal Ramadhan-Hari Raya, Christmas and year-end holidays so as to gain early sales momentum.

At the end of the second half of 2008, overall office property occupancy has a significant increased by 8 percent to cumulatively reach 75.2 percent. The strata title retail center was the sole contributor to the gain of more than 15 percent in occupancy over the year.

Whilst on the other hand, the lease retail center experienced a slight decline of 0.3 percent during the same period and cumulatively recorded occupancy at 86.2 percent. The average gross rental was relatively stable over the year 2008 at Rp. 372,000 per sqm per month.

Slower progress on proposed project development is expected too, as limited pre-commitments are recorded to date and bank lending policies are not expected to loosen in the near future.

Therefore, there is very limited scope for new property projects expected to enter the retail market up until 2010.

The only definite possibility will come from Grand City Surabaya, a mixed-use development integrated with MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) as well as the Lenmarc Mall which is a mixed-use development of retail and strata title condominiums.

Speaking of condominiums, there were around 2,600 additional new condominium units coming onto the market during the second half of 2008, making this market the most active sector in the Surabaya property market during the year.

These completed new units are mostly in the Waterplace project with 2,100 units of middle to middle-up segments, along with Tower C of the Metropolis development, with 500 middle segment units.

There was only one project launched during the period, namely Puncak Permai Apartment which was classified as a subsidized apartment.

With these new units, the cumulative supply is recorded at 4,255 units, a staggering increment 360 percent up from the previous year, indicating apparent confidence in demand for this niche-market.

However the global crisis seems to have affected the condominium market as sales in the primary market indicated a slowdown during the period.

In anticipating a prolonged economic downturn, however, and so as to deal with the situation, many developers now offer longer installment plans of up to 100 months.

Meanwhile, the annual take-up of the existing supply stood at 2,800 units; a significant increase which is due to the hefty new additional supply during the year.

Nonetheless as most of the newly completed condominiums have not yet been occupied, there is a decline in their occupancy rate by more than half, compared to the previous period, as the cumulative rate has now dropped to only 21 percent.

The writer is the associate director - research and consultancy at Procon

wangweijie84
May 11th, 2009, 09:10 AM
Surabaya di tahun-tahun kedepan kayaknya ga bakal begitu booming lagi seperti tahun2 sebelumnya, property perkantoran cuman Graha Bukopin aja yang terbangun, sementara yang lain lebih ke arah seperti superblok dan apartment. Kenapa yah minat perkantoran di Surabaya sedikit daripada yang ada di Jakarta?

Ebek21
May 11th, 2009, 10:56 AM
@Fir3blaze : Thanks sudah mengingatkan tentang gorong2 Belanda itu. Mungkin gorong2 itu juga salah satu sebab sampai saat ini nasib Galleria Tunjungan masih terkatung2, karena Pemkot tidak mau kehilangan gorong2 raksasa peninggalan Belanda itu. Menurut artikel ini, selain masalah gorong2 tsb, pelepasan aset pemerintah (Jl. Kenari) itu jg belum disetujui oleh Mendagri. Tahu sendirilah, jaman Cak Narto adalah yg paling amburadul. Aset2 negara dilepas, contoh yg bermasalah sampai skrg adalah Kebun Bibit.

Kasus Penjualan Jalan Kenari Dibuka Kembali

SURABAYA - Kasus penjualan Jalan Kenari yang pernah menjadi sorotan kini dibuka kembali. Sebab, pembeli berencana mengubah peruntukan jalan tersebut. Padahal, di jalan itu terdapat beberapa infrastruktur kota yang saat ini dibutuhkan pemkot.

Pembeli jalan itu berencana mendirikan bangunan di atas jalan tersebut. Karena itulah, akses jalan ditutup permanen. Bahkan, gorong-gorong yang ada di bawahnya, rencananya dihilangkan. Sebagai ganti, saluran yang panjangnya sekitar 400 meter itu akan dibelokkan ke lokasi lain.

Asisten II Sekkota Muhlas Udin saat dikonfirmasi membenarkan adanya rencana tersebut. Namun, pemkot memutuskan menolak perubahan fungsi jalan itu. Bahkan, instansi di Jl Jimerto itu berencana mengambil alih jalan tersebut untuk menyelamatkan saluran yang ada di bawahnya. "Sekarang masih dibahas caranya," katanya saat ditemui di DBL Arena kemarin.

Sebelumnya, jalan yang menghubungkan Jalan Tunjungan dengan Jalan Simpang Dukuh itu dibeli swasta pada 1995. Penjualan aset itu dilakukan pada era kepemimpinan Wali Kota Soenarto Sumoprawiro. Sebagai kompensasi, pemkot mendapat uang Rp 4 miliar lebih.

Muhlas menjelaskan, ada beberapa alternatif untuk mengambil alih tanah tersebut agar kembali menjadi aset pemkot. Misalnya, mengembalikan uang swasta yang pernah diberikan ke pemkot dengan jumlah yang sama. Menurut dia, nominal uang tersebut tidak berubah karena bukan penyimpanan atau deposito.

Syarat pelepasan jalan itu ke pihak swasta juga belum lengkap. Sebelumnya Soenarto mendapat persetujuan dari DPRD Surabaya terkait pelepasan aset tersebut.

Namun, sesuai aturan yang berlaku saat itu, pelepasan aset harus mendapat persetujuan Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Hingga saat ini, persetujuan itu belum keluar.

Dia membenarkan bahwa peraturan itu saat ini telah berubah. Pelepasan aset cukup mendapat persetujuan DPRD Surabaya. Namun, karena kejadian itu berlangsung sebelum aturan berubah, pengesahan pelepasan aset itu mengacu pada aturan lama.

Pemkot ngotot merebut jalan itu karena perannya sangat penting. Menurut Muhlas, jalan tersebut merupakan alternatif untuk lalu lintas dari Jl Tunjungan menuju Jl Gubernur Suryo. "Kalau lalu lintas lagi macet, bisa lewat jalan itu," jelasnya.

Namun, menurut dia, yang terpenting adalah saluran air di bawahnya. Sebab, saluran itu termasuk inti dari proses penanganan banjir di kawasan kota. Pria yang juga paman Sabrang Mowo Damar Panulluh (Noe), vokalis Letto, itu menambahkan, pengalihan saluran itu ke lokasi lain bukan solusi. Sebab, hal tersebut akan mengurangi daya arus air.

Menurut dia, hingga saat ini jalan tersebut masih tercatat sebagai aset pemkot di bagian perlengkapan. Karena itulah, proses perpindahan tangan yang dilakukan sejak 2005 belum sepenuhnya selesai. "Uangnya juga masih utuh. Cek saja di Dinas Pendapatan," ucapnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, pemkot telah mengagendakan pertemuan dengan pembeli. Tujuannya, meminta pembeli mau mengembalikan jalan tersebut.

Taken from Jawapos, Mar 23, 2009

Ebek21
May 11th, 2009, 05:57 PM
ITS Bangun Pusat Ilmu Robotika

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/kk64951_clip2.jpg

suarasurabaya.net| Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mulai melakukan pembangunan Pusat Ilmu Robotika (PIR). Fasilitas yang dibangun di area Technopark ITS ini menelan biaya hingga Rp50 miliar dari APBN.

Prof. Dr. PRIYO SUPROBO Raktor ITS Surabaya pada suarasurabaya.net, Senin (11/05) menjelaskan Pusat Ilmu Robotika ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia dan ITS diberikan kepercayaan untuk membangunnya karena prestasi yang cukup menonjol di bidang robotika.

Diharapkan dengan dibangunnya fasilitas ini, bidang ilmu robotika menjadi lebih populer dan menarik untuk dipelajari. Ada 7 laboratorium yang nantinya yang disiapkan untuk pengembangan ilmu robotika,

“Kita tidak hanya melulu menjadikan fasilitas ini sebagai tempat pembelajaran robotika, melainkan juga untuk tempat wisata ilmu pengetahuan dan teknologi. Siswa-siwa TK sampai mahasiswa bisa datang ke sini dan belajar robotika dengan konsep yang lebih menarik,” kata dia.

Lebih jauh lagi, lanjut PRIYO, fasilitas ini diharapkan bisa memberikan kontribusi pada industri. “Kita harapkan dengan adanya Pusat Ilmu Robotika ini, bisa memberikan kontribusi yang nyata pada robotika di Indonesia. Setidaknya robot-robot yang dirancang nantinya juga bisa memasukkan unsur lain, seperti seni dan sosiologi di dalamnya,” kata dia.(edy)

Taken from Suara Surabaya, May 11, 2009

teddybear
May 11th, 2009, 06:10 PM
^wah repot deh pemerintah tidak stabil, kapannya dijual sekarang mau diminta lagi. Mencla mencle begini, investor dibikin tidak yakin.

Fir3blaze
May 11th, 2009, 07:26 PM
Sebetulnya sayang sih kok dulu aset2 itu sampai bisa terjual. Kalau kebun bibit sudah terlanjur dilepas, moga2 pemkot bisa maksa agar ada kondisi bila investor membangun diatas gorong2, salurannya harus dijaga utuh. Beli tanah kan bukan berarti termasuk segala yg ada di bawah tanahnya, jadi saya rasa bisa diatur seperti itu.

@Ebek, aku baru tahu kalau gorong2 itu lewat di Jalan Kenari. Dulu aku kira alurnya mengikuti jalan embong malang. Moga2 jangan hilang. Pemkot kita kapan bisa bikin drainase sebesar itu lagi?

OOT: Kalau dipikir2, sebetulnya infrastruktur jaman Belanda di Sby sangat bagus. Dari gorong2 raksasa, sampai pengolahan air minum (IPAM Ngagel) masih berfungsi dan digunakan sampai saat ini, padahal umurnya sudah 80 tahunan.

wangweijie84
May 11th, 2009, 07:41 PM
Senin, 11 Mei 2009 | 19:42 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengoperasian Jembatan Surabaya Madura (Suramadu) telah mendorong minat masuknya investor ke kawasan Jawa Timur. Bahkan, saat ini sejumlah investor asing mulai menyatakan minatnya untuk berinvestasi di kawasan ini. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat ditemui di kantor Kementrian Koordinator Perekonomian.

"Delegasi asing sudah banyak datang menemui saya. Yang datang itu ada dari duta besar Jepang, duta besar China, India, dan Belgia, mereka mau investasi, asal tol Porong selesai," kata Soekarwo, Jakarta, Senin (11/5).

Soekarwo mengatakan kawasan wilayah Jawa Timur sangat berpotensi dalam pengembangan investasi sektor agro termasuk sektor industri dan lain-lain. Karena itu, kata Soekarwo, ia juga aktif mengundang investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Timur.

Hal senada disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Menurutnya, beroperasinya Jembatan Suramadu akan mendorong geliat ekonomi di wilayah Jawa Timur khususnya Madura.

"Akan mengembangkan industri di Madura dan Surabaya, di Madura, di sektor-sektor yang bervariasi ada perkapalan tapi kebanyakan IKM (Industri Kecil dan Menengah)," ujar Fahmi.

eurico
May 11th, 2009, 09:26 PM
Bagus deh semoga Madura tidak menjadi daerah yg tertinggal lagi dan tambah makmur. Daerah gersang seperti madura memang bagusnya sbg daerah industri saja, kalo yg subur2 untk lahan pertanian saja menyokong pangan. Sekali lagi membuktikan bahwa infrastruktur membuka segala macam kemungkinan untuk maju.

Ebek21
May 12th, 2009, 06:04 AM
:okay::okay:

Raja Double-Double NBA ke Surabaya

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/David---Allen-Einsten-Edit.jpg

PEMAIN FAVORIT NEW YORK: David Lee, bintang New York Knicks yang akan tampil di Surabaya untuk NBA Madness presented by Jawa Pos pada Juni mendatang. Foto: Allen Einstein/NBAE/Getty Images.David Lee Didampingi Juara Dance Team dan Maskot Grizzlies

SURABAYA – Surabaya kembali kedatangan bintang NBA. Kali ini, bukan hanya satu pemain. Melainkan seorang pemain plus satu dance team dan satu maskot dari liga basket paling bergengsi di dunia tersebut. Mereka akan datang bulan Juni nanti, meramaikan NBA Madness presented by Jawa Pos, even basket lifestyle interaktif yang untuk kali pertama diselenggarakan di Indonesia.

David Lee, pemain favorit penggemar New York Knicks dan raja double-double NBA musim 2008-2009 lalu, bakal menjadi bintang utama di NBA Madness. Dia akan hadir di weekend penutup alias Grand Finals, di Supermal Pakuwon Indah, pada 25-28 Juni nanti.

Masuk NBA pada 2005 lalu, Lee terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) dalam 2007 NBA All-Star Rookie Challenge. Prestasinya terus merangkak naik. Dan pada musim yang baru berakhir, pemain 25 tahun itu menempati peringkat pertama dalam kategori double-double. Sebanyak 65 kali dia mencatat lebih dari sepuluh poin dan sepuluh rebound dalam satu pertandingan.

Dalam hal rebound, Lee berada di peringkat ketiga dengan 11,7 rebound per game, di belakang Dwight Howard (Orlando Magic, 13,8 rebound) dan Troy Murphy (Indiana Pacers, 11,8).

Pada weekend penutup itu, hadir pula Miami Heat Dancers, yang akan mengirimkan enam personelnya yang cantik-cantik dan akrobatik. Heat Dancers ini dianggap sebagai yang terbaik di NBA. Mereka menjadi “juara” selama empat tahun berturut-turut, mulai 2006 sampai 2009.

Setiap tahun, popularitas dance team NBA memang diadu di NBA.com. Selama empat tahun berturut-turut, Heat Dancers yang menang. Sedangkan pada weekend pembukaan di Plaza Tunjungan 3, 4-7 Juni nanti, bakal hadir maskot dari Memphis Grizzlies. Grizz, nama maskot beruang itu, bakal menghibur pengunjung dan melakukan atraksi slam dunk.

Dance team dan maskot ini adalah orang-orang yang sama yang biasanya mengiringi pertandingan NBA di Amerika Serikat. Mereka akan menyuguhkan performance yang belum pernah ditampilkan di Indonesia. NBA Madness presented by Jawa Pos ini juga mengunjungi Mal Galaxy (11-14 Juni) dan Royal Plaza (18-21 Juni).

“Even ini kami selenggarakan untuk merayakan ulang tahun ke-60 Jawa Pos. Terbuka untuk umum, gratis untuk segala umur. Siapa saja boleh datang dan menikmatinya,” kata Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos. “Jawa Pos bukan sekadar presenting partner. Kami juga menjadi penyelenggaranya dengan bantuan DBL Indonesia,” tambahnya.

Dalam even ini, jelas Azrul, semua yang berminat bisa mengikuti berbagai aktivitas. Di setiap mal akan dipasang lapangan temporer, di mana pengunjung bisa bermain-main dan berkompetisi. Misalnya Jawa Pos Slam Dunk Contest, Flexi Dance Competition, Honda Beat 3-Point Shootout, Mie Sedaap 3 x 3 Challenge, DHL Speed Challenge, NBA 2Ball, serta NBA Shooting Stars.

Juga ada berbagai eksibisi khas NBA, sehingga semua bisa menikmati suasana yang biasanya hanya didapat kalau menonton langsung di Amerika Serikat. Antara lain Tall and Short, Get a Grip, dan Walk of Fame, tempat pengunjung bisa membandingkan tinggi badan, besar tangan, dan ukuran kaki dengan bintang-bintang NBA.

Booth-booth sponsor juga bakal menawarkan berbagai permainan berhadiah. Pengunjung mendapatkan paspor yang harus distempel di semua booth, lalu dikumpulkan untuk mendapat hadiah langsung dari NBA.

“Kalau ingin bertemu khusus dengan David Lee dan Miami Heat Dancers, penggemar juga bisa mengikuti berbagai kegiatan promosi yang dilakukan oleh para partner kami,” tandas Azrul.

Selain mendapat liputan komplet di seluruh jaringan Jawa Pos Group, rangkaian NBA Madness presented by Jawa Pos ini juga bekerja sama dengan Trans 7, dan jaringan radio Prambors sebagai official media partner.

Surabaya merupakan kota pertama di Asia yang disinggahi NBA Madness tahun ini. Setelah itu, even yang sama mampir di beberapa negara lain, seperti Taiwan dan Hongkong. (azz)

Calon All-Star seperti Granger

Tahun lalu, Surabaya mendapat kehormatan menjadi kota pertama yang menyelenggarakan even resmi NBA di Indonesia. Danny Granger, top scorer Indiana Pacers, menjadi bintang tamu DetEksi Basketball League (DBL), memberi materi latihan kepada para juara kompetisi pelajar terbesar di Indonesia tersebut.

Sepulang dari Surabaya, Granger tampil menggila di musim NBA 2008-2009 lalu. Dia menjadi salah satu mesin poin tergarang di NBA (25,3 poin per game), dan untuk kali pertama terpilih masuk All-Star.

Tahun ini, bakal ada dua pemain NBA yang datang ke Surabaya. Bintang New York Knicks, David Lee, meramaikan NBA Madness presented by Jawa Pos bulan Juni nanti.

Pada 15-18 Agustus mendatang, ada satu lagi bintang yang datang bersama dua orang asisten pelatih NBA. Pemain itu akan meramaikan final Honda DBL 2009 seri Jawa Timur, serta tampil di Indonesia Development Camp 2009, memberi materi latihan kepada para pemain pilihan Honda DBL 2009 yang didatangkan dari 15 provinsi di Indonesia.

Bagi masyarakat Indonesia, nama David Lee mungkin belum terlalu familiar. Tapi bagi penggemar NBA di seluruh dunia, pemain bertinggi badan 206 cm itu sudah sangat populer. Sama seperti Danny Granger, Lee dijagokan sebagai bintang masa depan, digadang-gadang bakal menjadi seorang All-Star.

Pada bulan Juli nanti, sepulang dari Surabaya, Lee disebut akan meneken kontrak baru bernilai sampai USD 10 juta (Rp 105 miliar) semusim!

Mengapa Lee begitu populer? Karena dia adalah seorang pekerja keras. Sejak kali pertama gabung NBA dan New York Knicks pada 2005 lalu, Lee selalu mengejar setiap bola lepas dan ngotot memburu rebound. Tak heran, dia pun langsung menjadi pemain favorit di mata para penggemar Knicks.

Dan di NBA, penggemar Knicks dikenal paling fanatik, paling “kasar” terhadap pemain-pemain yang tidak mereka sukai.
Musim 2008-2009 lalu merupakan musim spektakluer bagi Lee. Di bawah pelatih kondang Mike D’Antoni, Lee tampil lebih lepas. Dia meraup rata-rata 16 poin dan 11,7 rebound.

Yang spektakuler, Lee meraih 65 kali double-double dari total 81 pertandingan (dia hanya absen sekali sepanjang musim). Yaitu 65 kali meraih lebih dari sepuluh poin dan sepuluh rebound dalam satu game.

Dengan prestasi itu, dia memecahkan rekor Patrick Ewing, pemain legendaris Knicks yang pernah meraih 47 double-double pada musim 1996-1997.

Para penggemar Knicks berharap, Juli nanti Lee tetap memilih memperpanjang kontrak bersama tim tersebut. Lee sendiri mengharapkan hal yang sama. Tapi NBA adalah bisnis, dan hitung-hitungan antara kedua kubu belum tentu cocok.

“Di sinilah saya ingin bermain untuk tahun-tahun ke depan. Semoga saja segalanya berjalan sesuai harapan,” kata Lee.

Taken from Jawapos, May 12, 2009

worldsuperstar
May 12th, 2009, 07:00 AM
^^bung ebek...bukannya baiknya berita NBA nya masuk di thread Nusantara ya? :cheers:

Ebek21
May 12th, 2009, 07:14 AM
^^ Nusantara bukannya hanya untuk foto2 kota saja ? I always think like that. Berita diatas kan sebenarnya berita perkembangan kota juga, lebih relevan masuk sini menurutku.

sbyctzn
May 12th, 2009, 07:37 AM
Betul apa kata Ebek,
berita diatas menurut saya merupakan indikator perkembangan pembangunan kota, jadi saya rasa sudah tepat ditaruh disini.

Weh.. Hari ini rencana mau ambil pic proyek2 d Sby, mumpung lagi kosong, ealah malah hujan tidah berhenti-henti..
Heran juga kenapa kemarin dan sekarang hujan, padahal sudah berminggu-minggu Sby super panasnya minta ampun..
Rencana ambil pic jadi gagal, mendekam di kamar menikmati dinginnya kota Surabaya sejenak..
Persis seperti atmosfir di kota Malang..
Dingin.. Mendung.. Gerimis..

Kalau nanti hujan reda mau upload pic..
Sudah ada yg siap upload, tapi cuma satu proyek... :-)

Hadi
May 12th, 2009, 09:31 AM
sbyctzn udah aku up load sendiri... hehe... susah

http://img17.imageshack.us/img17/3817/img00058200905061339.th.jpg (http://img17.imageshack.us/my.php?image=img00058200905061339.jpg)

http://img11.imageshack.us/img11/2637/img00059200905061339.th.jpg (http://img11.imageshack.us/my.php?image=img00059200905061339.jpg)

http://img9.imageshack.us/img9/2540/img00060200905061340.th.jpg (http://img9.imageshack.us/my.php?image=img00060200905061340.jpg)

http://img9.imageshack.us/img9/7886/img00061200905061340.th.jpg (http://img9.imageshack.us/my.php?image=img00061200905061340.jpg)

http://img22.imageshack.us/img22/3291/img00062200905061342.th.jpg (http://img22.imageshack.us/my.php?image=img00062200905061342.jpg)

http://img9.imageshack.us/img9/7817/img00064200905061343.th.jpg (http://img9.imageshack.us/my.php?image=img00064200905061343.jpg)

http://img9.imageshack.us/img9/9346/img00065200905061345.th.jpg (http://img9.imageshack.us/my.php?image=img00065200905061345.jpg)

http://img9.imageshack.us/img9/2501/img00066200905061347.th.jpg (http://img9.imageshack.us/my.php?image=img00066200905061347.jpg)

http://img24.imageshack.us/img24/2396/img00067200905061348.th.jpg (http://img24.imageshack.us/my.php?image=img00067200905061348.jpg)

sbyctzn
May 12th, 2009, 09:50 AM
@hadi:
he3x.. GPP
no problem..

Hadi
May 12th, 2009, 09:52 AM
@hadi:
he3x.. GPP
no problem..

thx... ditunggu up date fotonya. hehehe... btw gimana caranya resize ya? gambarnya kecil soalnya

teddybear
May 12th, 2009, 09:58 AM
^I'm interested with the Sampoerna office and Hotel Bintoro projects. Thanks, Hadi. How many floors are the Sampoerna office and Hotel Bintoro? Jayanata Beauty is just disappointing, only 5 floors.

Hadi
May 12th, 2009, 10:17 AM
Ciputra World terus dipacu

SURABAYA: Ciputra World berupaya keras melakukan efisiensi guna memacu proses penyelesaian proyek senilai Rp5 triliun tersebut, antara lain melalui kerjasama langsung dengan sejumlah pabrikan bahan bangunan.

General Manager Marketing Apartemen Ciputra World, Natalia Tanudjaja, mengakui krisis global sempat melambungkan harga bahan bangunan.

Namun demikian, kata dia, persoalan eksternal itu dapat diatasi dengan melakukan efesiensi termasuk didalamnya menjalin kerja sama langsung dengan sejumlah pabrikan.

Hal tersebut dilakukan manajemen, yang berada di bawah sayap Grup Ciputra itu, agar tetap dapat memenuhi tenggat waktu penyelesaian dua apartemen di kompleks Ciputra World. Demikian pula, serah terima kepada konsumen bisa dilakukan pada Desember 2010.

"Saat ini penjualan 227 unit apartemen The Via sudah mencapai 90% sedangkan 170 unit yang akan dibangun di The Vue terjual 50%," ujar Natalia kepada Bisnis, kemarin.

Menurut catatan Bisnis, kondisi perekonomian global yang sedang dalam keadaan tidak kondusif bagi sektor properti ini, telah membuat sejumlah pelaku usaha di Surabaya mengoreksi berbagai target kinerjanya, termasuk pengembang, pabrik, eksportir, dan lainnya.

Sejauh ini, tambah dia, belum ada konsumen, yang mayoritas adalah pengguna langsung, membatalkan pembeliannya. "Unit yang banyak dibeli adalah unit besar yang terdiri dari tiga hingga empat kamar tidur." Natalia mengemukakan semula pihaknya menawarkan penjualan apartemen dengan tiga jenis pembayaran yakni tunai keras, in house 36 kali dan KPA (Kredit Kepemilikan Apartermen).

Namun sejak akhir 2008 Ciputra World memberikan kemudahan melalui pembayaran inhouse hingga 60 kali. "Strategi tersebut ditawarkan agar pembayaran cicilannya lebih ringan," tandasnya.

Sementara itu, pengoperasian mal di kompleks tersebut, yang dijadwalkan rampung 2010, diperkirakan akan sangat tergantung pada para tenant yang akan membuka gerai di mal bersangkutan.

OLEH DWI WAHYUNI
bisnis indonesia

sbyctzn
May 12th, 2009, 11:56 AM
thx... ditunggu up date fotonya. hehehe... btw gimana caranya resize ya? gambarnya kecil soalnya

upload ke photobucket aja, bisa fleksibel, size yang ditampilin sesuai size aslinya.
nanti resizenya di pc.

sbyctzn
May 12th, 2009, 12:12 PM
Update progress Gelora Bung Tomo

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew6jpg.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew7jpg.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew8jpg.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew9jpg.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew10jpg.jpg

sbyctzn
May 12th, 2009, 12:13 PM
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew1jpg.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew2jpg.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew3jpg.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew4jpg.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbtnew5jpg.jpg

Ebek21
May 12th, 2009, 12:45 PM
^^ Thanks sbyctzn. Great update from GBT project !! Benar2 ngebut rupanya dengan memasang 6 tower crane sekaligus. Tapi apa bisa tahun ini juga selesai seperti ditargetkan ? Kok rasanya susah ya ? Moga2 jadinya bener2 keren, tertutup semua seperti stadion2 di Eropa.

Hotel Bintoro itu lokasi persisnya dimana ya ? Bukannya Jl. Bintoro itu ada di sisi timur dan sisi barat Jl. Raya Darmo ? Ini disisi yg mana ?

Akhirnya muncul juga foto proyek Highpoint Apartment di Siwalankerto. Tapi kelihatannya kok masih menggarap fondasi ya ? Kalo memang fotonya update, berarti progressnya termasuk lambat. Mestinya paling nggak skrg sudah mulai menggarap struktur.

MinImaX
May 12th, 2009, 01:37 PM
Thanks sbyctzn for GBT update. RSSB (Rumah Sakit Surabaya Barat) sudah dimulai atau belum ya? Saya tidak tau lokasi persisnya RSSB ini.

thx... ditunggu up date fotonya. hehehe... btw gimana caranya resize ya? gambarnya kecil soalnya

Kalau di image shack pakai yang 'direct link' lalu ditambahkan tag [ img ] [ /img ] di antaranya.

Kalau resize image saya biasa pakai sotosop dengan jpeg low quality 3-4, kadang pakai m$ paint, lumayan bisa sekitar 80kb ukuran 800x600, karena detail tidak dibutuhkan dalam foto2 konstruksi.

sbyctzn
May 12th, 2009, 01:49 PM
@minimax:
RSSB tidak jelas kabarnya, tidak ada yg tau lokasi persisnya. Jadi ya tidak tau musti ambil pic dmn.

@teddybear:
jika deskripsi yg disebutkan di majalah techno konstruksi saya itu benar Graha Sampoerna, jadi ya mungkin 15 lantai, cukup lumayan untuk awal menjadi trigger munculnya skyscraper di Surabaya Timur, kira2 15 lantai itu sama seperti Graha Pacific di Bastra..

pecinta_surabaya
May 12th, 2009, 05:35 PM
Emangnya ada ya Hotel Bintoro??
High Point ga update kayanya,Trillium aja msh foto lama..

sbyctzn
May 13th, 2009, 05:32 AM
Poster event tahunan ultah Surabaya, coba kalau mau dikelola secara profesional khusus untuk event tahunan ultah Surabaya, pasti bakal lebih mantab. seperti JFC.
Sudah lumayan bagus posternya, menarik perhatian untuk dilihat.

http://www.kabarbisnis.com/ads/media/13d2b30a817402c5146181ca6f978345.jpg

Ebek21
May 13th, 2009, 05:34 AM
???

Juanda Lama Dibuka Lagi, Disewa Lion Air, Bandara Baru Penuh

SURABAYA-SURYA-Bandara Internasional Juanda lama yang berada di sisi selatan bandara baru, bakal dioperasikan lagi. Rencana ini disampaikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijanto SH, Selasa (12/5).

Perusahaan yang akan memanfaatkan bandara itu, adalah PT Lion Mentari Airlines. Hal ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerjasama antara Kasal dengan Dirut PT Lion Mentari Airlines Rusdi Kirana di Base Ops Lanudal, Rabu (13/5) hari ini.

Kasal di sela-sela Hari Pendidikan TNI AL (Hardikal) ke-63 di Mako Kobangdikal, Bumimoro, Selasa (12/5), mengatakan pemanfaatan bandara lama itu karena kondisi parkir di bandara baru sudah penuh. Sehingga beberapa maskapai penerbangan membutuhkan tempat baru untuk parkir pesawatnya.

Pemanfaatan Juanda lama ini, lanjut Kasal, dengan sistem sewa. Tetapi uang sewanya bukan diserahkan kepada TNI AL, melainkan langsung ke Departemen Keuangan. “Kami tidak menerima uang,” ujarnya.

Pati empat bintang itu menambahkan karena gedung dan fasilitias di terminal lama sudah banyak yang rusak, maka harus diperbaiki oleh penyewa.

Di tempat yang sama, Komandan Lanudal Kol Laut (P) Subariyoto menjelaskan terminal lama itu akan dimanfaatkan untuk naik turun penumpang, maintenance base dan kargo.

Sementara itu Asisten Manajer SIM, Tapor, dan Humas Bandara Internasional Juanda (PT Angkasa Pura I) Firstson Mansyur mengaku belum mendengar rencana itu. Lantaran permasalahan ini ditangani oleh Administrator Bandara (Adban).

Sedangkan plt Adban Koangit Purbosutikno ketika dikonfirmasi mengaku belum melihat surat pengajuan masalah pengalihan parkir Lion Air. Tetapi ia mengakui sudah mendapat undangan menghadiri penandatanganan antara TNI AL dan PT Lion Mentari Airlines.
“Saya sudah mendapat surat undangan itu,” ujarnya.

Di sisi lain ia mempertanyakan alasan mereka pindah. Karena bandara yang baru masih cukup luas. “Saya akui pada waktu tertentu, jumlah pesawat memang penuh tetapi masih bisa jika diatur dengan baik, sedangkan pada hari biasa tidak penuh,” ujarnya.

Purbosutikno juga menanyakan apakah penumpang untuk jurusan internasional juga dipindah ke terminal lama. Kalau demikian, bagaimana pengaturannya untuk pengecekan mereka secara teliti dan saksama. Secara teknis ia juga menanyakan masalah pengaturan lalulintas udara yang selama ini ditangani air trafic control (ATC).
“Yang mengatur lalulintas pesawat itu harus satu saja, yakni ATC dan tidak boleh ada yang lain, nanti kacau,” ujarnya mengingatkan. jos

Perluasan Indonesia Timur

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait ketika dikonfirmasi Surya mengakui hari ini, Rabu (13/5), pihaknya akan menandatangani kesepakatan kerjasama dengan TNI AL dalam pemanfaatan Bandara Juanda Lama.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk mendukung rencana ekspansi usaha Lion Air di Jatim dan Indonesia Timur. “Saat ini kami punya 30 penerbangan dari Surabaya. Tentunya akan kami tambah, rencana kami akan buka penerbangan Surabaya-Hongkong dan membuka kembali Surabaya-Kuala Lumpur,” ujar Edward, Selasa (12/5) malam.

Edward mengungkapkan Juanda lama akan dibangun fasilitas hanggar untuk pesawat serta gate (gerbang) khusus penumpang Lion Air. “Target kami semua izin bisa selesai tahun ini. Sehingga bisa segera kami bangun,” ujar Edward.

Dia menambahkan, menurut aturan, penggunaan fasilitas bandara tidak bisa dimonopoli oleh satu maskapai, sehingga perusahaan lain juga dapat memanfaatkan Juanda lama. Namun sebagian besar lahan akan digunakan oleh Lion Air.

Taken from Surya, May 13, 2009

Ebek21
May 13th, 2009, 05:40 AM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FRm.jpg

Taken from Radar Sby, May 13, 2009

sbyctzn
May 13th, 2009, 05:46 AM
^^
waduh bisa jadi terminal lama juanda akan jadi terminal khusus milik Lion nih.....
wahh wah...
seperti bandara privat begitu ya??????
saya lihat LION memang punya ambisi kesitu... :ohno::ohno::ohno:
cuman jangan sampai kendali penuh ada di mereka, tetap harus tunduk pada ATC dan perangkat bandara juanda baru...

Apalagi Citilink akan menjadikan Surabaya sebagai homebasenya, wah industri aviasi di Surabaya semakin berkembang nih.....

sbyctzn
May 13th, 2009, 05:47 AM
Another Excotism of Suramadu, by sbyctzn.

traditional vs modern
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/suramaduold.jpg

silent tunnel
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/under.jpg

long way to the future
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/access.jpg

sbyctzn
May 13th, 2009, 05:49 AM
Jasa Marga siap kelola Suramadu

Selasa, 12 Mei 2009 | 11:15 wib ET
SURABAYA: PT Jasa Marga menyatakan sanggup mengoperasikan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura. Rencananya, Jembatan Suramadu akan diresmikan Presiden SB Yudhoyono pada 10 Juni 2009.

Direktur Keuangan PT Jasa Marga Reynaldi Hermansyah menyatakan bila seleksi para calon operator Jembatan Suramadu dilaksanakan melalui tender, pihaknya menyakan siap mengikuti kompetisi tersebut.

“Kami siap mengoperasikan Jembatan Suramadu bila pemerintah memberi kepercayaan pada Jasa Marga,” jelas Reynaldi.

Nantinya, PT Jasa Marga akan mengutip komisi (fee) atas jasa mengelola jembatan sepanjang 5,5 kilometer tersebut. Selama ini, Jasa Marga dikenal sebagai perusahaan yang salah satu bisnisnya adalah mengoperasikan jalan tol.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, menyatakan akan melakukan selesksi untuk memilih badan pengelola Jembatan Suramadu.

“Bisa jadi Jasa Marga akan ditunjuk menjadi pengelola bila tak ada kejelasan siapa pengelola yang ditunjuk,” jelas Djoko. kbc7

Ebek21
May 13th, 2009, 06:45 AM
Menyambut NBA Madness Perdana di Indonesia (1)

David Lee Balas Kunjungan King Kong

Tahun lalu, Surabaya menjadi tuan rumah even resmi perdana NBA di Indonesia. Bulan Juni nanti, Surabaya juga menjadi tuan rumah even NBA Madness pertama di Indonesia.

Catatan Azrul Ananda

---

Tahun lalu, even resmi pertama NBA di Indonesia diselenggarakan di Surabaya. Pada 23-24 Agustus 2008, top scorer Indiana Pacers, Danny Granger, tampil di DetEksi Basketball League (DBL) Arena Surabaya.

Dia hadir untuk kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL. Selain menyaksikan final Jawa Timur, dia juga memberi materi latihan kepada juara-juara kompetisi ini yang datang dari sepuluh provinsi di Indonesia.

Tahun ini, liga basket paling bergengsi di dunia itu kembali lagi ke Surabaya. Bukan hanya sekali, tapi dua kali!

Pada Juni nanti, Surabaya menjadi tuan rumah even NBA Madness pertama di Indonesia, dalam rangkaian Ulang Tahun Ke-60 Jawa Pos.

Untuk even basketball lifestyle kelas dunia yang interaktif tersebut, hadir bintang New York Knicks, David Lee. Dia tidak sendirian. Hadir pula Grizz, maskot tim Memphis Grizzlies, plus enam personel Miami Heat Dancers, dance team yang dalam empat tahun terakhir menjadi ''juara'' di NBA.

Selama empat akhir pekan, mulai 4 sampai 28 Juni, warga Surabaya (dan pengunjung dari kota-kota lain) bisa merasakan atmosfer NBA, yang sebelum ini hanya bisa dirasakan kalau menonton langsung pertandingan liga tersebut di Amerika Serikat.

Kemudian, pada pertengahan Agustus nanti, ada satu lagi bintang NBA yang datang. Namanya masih dirahasiakan. Tapi, pada dasarnya, dia melanjutkan apa yang dilakukan Danny Granger tahun lalu. Serius membantu perkembangan permainan basket dan memopulerkan basket di Indonesia. Bersama dua asisten pelatih NBA (yang namanya juga masih kami simpan), pemain itu akan memberi materi latihan kepada bintang-bintang Honda DBL 2009 yang datang dari 15 provinsi.

Bedanya, kalau tahun lalu Granger hanya melatih sehari, kali ini programnya tiga sampai empat hari. Bukan sekadar klinik, even itu diberi titel Indonesia Development Camp 2009, organized by NBA and DBL.

Surabaya kota NBA? Surabaya pusat basket Indonesia? Jalan ke arah sana kini sudah terbuka...

***

Terus terang, menyelenggarakan even NBA bukanlah hal mudah. Bukan sekadar urusan komersial, melainkan urusan detailnya yang njelimet bin ribet.

Bagian paling mendebarkan? Menunggu kepastian siapa saja bintang yang akan datang. Apalagi, NBA Madness presented by Jawa Pos ini diselenggarakan pada bulan Juni. Pada saat yang sama, final NBA 2009 masih diselenggarakan. Sedangkan keputusan nama pemain sudah harus didapat sejak April, pada saat tim-tim masih sibuk menjalani akhir musim reguler.

Tahun lalu, kita cukup beruntung. Nama Danny Granger mungkin kurang familier bagi masyarakat umum. Tapi, bagi penggemar basket, dia itu sudah kondang.

Dan benar, sepulang dari Surabaya, karir Granger meroket. Dia meneken kontrak USD 64 juta untuk lima musim. Dia masuk lima besar pencetak poin terbanyak di NBA. Dia untuk kali pertama sukses masuk barisan All-Star. Dan sekarang, dia masuk kandidat anggota Team USA yang akan berlaga di Olimpiade London 2012.

Sukses Granger itu membuat pemilihan pemain untuk 2009 semakin sulit dilakukan. Ada beban, pemain yang datang nanti minimal harus setara dengan dia.

Terus terang, sangat banyak yang menelepon dan meng-e-mail Jawa Pos dan DBL, menanyakan siapa bintang yang akan datang tahun ini. Bukan hanya itu, mereka bahkan melakukan request, minta agar kami mendatangkan pemain-pemain favoritnya. Ada yang minta Kobe Bryant, ada yang minta LeBron James, atau Yao Ming.

Well, prosesnya tidak semudah itu. Pertama, para superstar punya tarif superstar pula. Jangan heran kalau ada yang minta lebih dari USD 250 ribu hanya untuk tampil selama sekitar enam jam.

Pemain yang ''biasa-biasa'' pun tidaklah murah. Ingat, ada 400-an pemain berlaga di NBA setiap tahunnya. Semua adalah ''spesies'' istimewa. Gaji rata-rata mereka per musim mendekati angka USD 5 juta (Rp 52,5 miliar). Karena dalam satu musim mereka bermain 82 kali (tidak termasuk playoff dan ekshibisi), bisa dibilang mereka rata-rata digaji sekitar Rp 750 juta hanya untuk sekali main!

Selain itu, image pemain sangat dipertimbangkan. Pernah kami mengusulkan satu atau dua nama, namun yang di Amerika berkeberatan karena pemain-pemain tersebut punya reputasi kurang oke.

Jadi, ketika beberapa kandidat nama muncul, kita harus memilih dengan baik. Kalau memilihnya tepat, didapatkanlah orang-orang seperti Danny Granger.

***

Sepanjang musim NBA 2008-2009 yang berakhir pertengahan April lalu, saya dan teman-teman DBL Indonesia -penyelenggara Honda DBL 2009 dan NBA Madness- terus mengamati para pemain liga paling bergengsi itu. Kami penasaran, siapa yang kira-kira bakal dikirim ke Surabaya nanti.

Terus terang, kami sempat mengusulkan beberapa nama kepada NBA. Request kami cukup realistis, yaitu para bintang yang punya potensi dahsyat. Bukan yang superstar. David Lee merupakan salah satunya.

Pemain ini masuk NBA pada 2005, sama seperti Danny Granger. Dia kulit putih, bukan kulit hitam seperti kebanyakan pemain liga tersebut. Ada beberapa alasan mengapa kami pikir pemain forward/center 206 cm itu cocok untuk ke Surabaya.

Salah satu alasannya: Dia berasal dari New York Knicks, salah satu tim paling kondang di NBA. Prestasi tim tersebut memang belum oke, tapi punya potensi kuat dengan manajemen baru yang dipimpin Donnie Walsh dan pelatih Mike D'Antoni.

Lee ini seperti Granger. Sejak 2005 terus menunjukkan progres. Pada musim 2008-2009 lalu, dia mencetak rata-rata 16 poin dan 11,7 rebound per game. Tampil 81 kali (hanya absen sekali sepanjang musim), Lee juga mencatat 65 kali double-double (lebih dari sepuluh poin dan sepuluh rebound dalam satu pertandingan). Itu terbanyak di NBA, mengalahkan superstar seperti Dwight Howard (center Orlando Magic yang double-double 63 kali).

Dalam sejarah Knicks sebelum ini, paling banyak double-double dalam semusim hanyalah 47 kali. Dan itu dilakukan pemain legendaris bernama Patrick Ewing.

Pernah, dalam satu pertandingan musim lalu, Lee mencetak 37 poin dan 21 rebound! Itu angka superstar.

Kebanyakan penggemar basket Indonesia mungkin menganggap Nate Robinson, si ''mungil'' (175 cm) juara slam dunk, sebagai pemain favorit di New York Knicks. Tapi kenyataannya, David Lee inilah yang sebenarnya pemain favorit di kota tersebut. Penggemar basket New York, yang dikenal paling kritis dan cerewet, suka sekali pada gaya dan kerja keras Lee.

Juli nanti, tepat setelah NBA Madness di Indonesia berakhir, Lee dan Robinson sama-sama harus meneken kontrak baru. Menurut perkembangan terakhir, Knicks tampaknya akan melepas Robinson. Sedangkan Lee akan diperpanjang kontraknya, dengan nilai mencapai USD 10 juta per musim. Pada musim lalu, gaji Lee ''hanya'' sekitar USD 1,7 juta.

Gosipnya, pemain terbaik di NBA saat ini, LeBron James, akan pindah ke New York pada 2010. Kalau jadi, Lee bakal menjadi salah seorang partner utamanya.

Di luar prestasi dan potensi yang sudah disebutkan, ada alasan lain mengapa Lee bakal menarik untuk berkunjung ke Surabaya. Menurut kami, kunjungan Lee ini bisa dianggap sebagai balasan kunjungan King Kong ke New York... (bersambung)

Taken from Jawapos, May 13, 2009

Hadi
May 13th, 2009, 07:05 AM
^^
waduh bisa jadi terminal lama juanda akan jadi terminal khusus milik Lion nih.....
wahh wah...
seperti bandara privat begitu ya??????
saya lihat LION memang punya ambisi kesitu... :ohno::ohno::ohno:
cuman jangan sampai kendali penuh ada di mereka, tetap harus tunduk pada ATC dan perangkat bandara juanda baru...

Apalagi Citilink akan menjadikan Surabaya sebagai homebasenya, wah industri aviasi di Surabaya semakin berkembang nih.....



ga masalah.... yang penting jadi pusat hub indonesia timur akan membuat surabaya maiin penting.. jadi banyak turis deh. kalo sudah banyak turis, hotel mall, apartemen makin banyak. maju dah pada akhirnya

Ebek21
May 13th, 2009, 11:40 AM
Nih ditambahin lagi, biar mantap beritanya..

Bangun Hangar di Juanda, Lion Siapkan Dana Rp 300 Miliar

Surabaya - PT Lion Mentari Airlines akan memanfaatkan lahan Lanudal Juanda lama sebagai hangar dan perawatan pesawat, khususnya di Indonesia Timur. Untuk itu, Lion akan menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar.

"Selama ini pihak kami mengeluarkan biaya sangat tinggi untuk melakukan perawatan pesawat. Karena saat ini perawatan pesawat kita dilakukan di Jakarta dan Singapura. Dengan dibangunnya hangar dan perawatan pesawat di Juanda, akan menghemat biaya," jelas Dirut PT Lion Mentari Airlines Rusdi Kirana usai meneken Mou dengan KSAL Laksamana Tedjo Edhy Purdiyatno di Base Off Lanudal Juanda, Sidoarjo, Rabu (13/5/2009).

Rusdi mengaku anggaran yang disiapkan untuk pembangunan hangar dan perawatan pesawat sebesar Rp 300 miliar, dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 1.000 orang.

Rencananya, selain membangun hangar, PT Lion Mentari Airlines juga akan mendirikan bandara sendiri khusus Lion Air. Ini terkait semakin meningkatnya jumlah penumpang dari dan ke Surabaya, serta penambahan jumlah armada pesawat hingga 2016 yang mencapai 100 unit dengan type boeing 737 seri 900.

"Semua kesepakatan ini berawal dengan makin meningkatnya jumlah penumpang dan bertambahnya pesawat baru yang sudah kita pesan hingga 2016," pungkas Rusdi.

Taken from Detik Sby, May 13, 2009

sbyctzn
May 13th, 2009, 08:19 PM
Yaiy..
Matab bener Bek..
Hangar 300 miliar??
Seperti apa ya kira-kira hangarnya?
Lokasinya dimana? Apa disebelah baratnya hangar milik TNI AL (timurnya terminal lama)?

Lion Air ini benar-benar pesat perkembangannya semenjak setelah banyak kasus jatuh pesawatnya.

Kalau benar sudah jadi, akan menambah deretan Maintenance Facility di kompleks bandara, sebelumnya sudah ada Merpati Maintenance Facility dan pusat pelatihan pramugari Merpati.

Wah kedepan akan ada tiga label di Bandara Juanda.
Terminal Internasional, Terminal Domestik, dan Terminal Lion Air.

Ebek21
May 14th, 2009, 06:43 AM
Menyambut NBA Madness Perdana di Indonesia (2-Habis)

Grizz Baru Saja Menang Melawan Kanker

Kunjungan bintang New York Knicks, David Lee, ke Surabaya nanti bisa dianggap kunjungan balasan King Kong ke New York. Persamaan ini terus terang agak memaksa, tapi agak lucu juga.

Catatan AZRUL ANANDA

---

Ketika meliput serangan 11 September 2001 di New York, saya mendapat "ilmu" menarik dari seorang sopir taksi. Dia mengantarkan saya dari Bandara John F. Kennedy menuju hotel di kawasan Midtown, begitu tiba di kota tersebut sekitar tiga hari setelah serangan terhadap menara kembar World Trade Center itu terjadi.

Sopir itu bertanya, "Anda dari mana?"

Saya jawab, "Indonesia."

Dia bertanya lagi, "Jakarta?"

Saya jawab lagi, "Bukan, Surabaya."

Dia tiba-tiba nyeletuk, "Ah, itu kota tempat King Kong berasal."

Mendengar itu, terus terang saya agak bengong juga. Terus terang, saya belum pernah nonton komplet film King Kong, yang kali pertama keluar pada 1933. Saya juga belum pernah nonton versi keduanya, yang dirilis pada 1976.

Waktu itu, versi sutradara Peter Jackson sama sekali belum diproduksi, baru beredar pada 2005 lalu.

***

Begitu mendapat kabar bahwa David Lee bakal menjadi bintang tamu di NBA Madness presented by Jawa Pos, nama "King Kong" langsung kembali di kepala saya. "Lucu juga nih, David Lee ke Surabaya seperti kunjungan balasan King Kong ke New York," pikir saya waktu itu.

Monster besar terbang ke New York, sedangkan pemain besar New York datang ke Surabaya.

Langsung saja saya cari-cari lagi film lamanya. Kebetulan, DVD film King Kong versi 1933 sudah saya miliki. Namun, di film itu sama sekali tidak disinggung soal Surabaya. Hanya ada petunjuk bahwa Skull Island, pulau tempat King Kong berasal, terletak di sekitar Indonesia (perairan sebelah barat Sumatera).

Kalau film versi 2005, versi Peter Jackson, memang disinggung soal Surabaya. Nama kapal ekspedisi yang datang ke Skull Island bernama "Venture Surabaya."

Yang paling menyinggung tentang Surabaya, ternyata King Kong versi 1976. Adegan pertama film ini berlangsung di sebuah pelabuhan di Surabaya. Asumsinya itu Tanjung Perak. Tahu dari mana itu Surabaya? Karena tulisan "SURABAYA, INDONESIA" terpampang besar di layar.

Syutingnya jelas bukan di Surabaya. Entah di mana. Yang pasti, sempat pula terlihat sebuah becak berjalan.

Ceritanya, ada kapal ekspedisi minyak yang transit di Surabaya. Mereka mencari sebuah pulau misterius di perairan sekitar. Pada malam itu seorang peneliti lingkungan, yang diperankan Jeff Bridges, menyelinap masuk ke pelabuhan, untuk menjadi penumpang gelap di kapal tersebut.

Caranya? Dia menyogok penjaga pintu pelabuhan (Indonesia banget! Ha ha ha).

Memang, adegan Surabaya ini hanya nongol beberapa menit. Dan, memang, King Kong tidak benar-benar berasal dari Surabaya. Tapi, sejauh ini, mungkin beberapa menit itulah promosi terbesar Surabaya lewat jalur Hollywood. Buktinya, sopir taksi di New York saja sampai ingat nama kotanya!

Semoga saja kedatangan David Lee, Grizz (maskot Memphis Grizzlies), dan Miami Heat Dancers bakal ikut membantu mempromosikan Indonesia, khususnya Surabaya.

***

Di antara para talent NBA yang bakal tampil di Surabaya, yang paling akhir muncul kepastiannya adalah Miami Heat Dancers. Tidak mudah pula mendapatkan jadwal dari mereka. Apalagi, katanya, Juni adalah bulan audisi bagi kebanyakan dance team NBA.

Biasanya mereka sibuk luar biasa di bulan tersebut, tidak sempat melakukan aktivitas di luar, apalagi di luar negeri. Bukan hanya itu, kebanyakan dancer NBA merupakan dancer part-time. Banyak yang punya pekerjaan atau kesibukan lain. Ada pula yang masih belajar di perguruan tinggi.

Beberapa nama tim sempat muncul, lalu batal. Tapi, menunggu ini ada hasilnya juga. Sebab, yang akhirnya datang justru yang selama ini dianggap sebagai yang terbaik.

Di NBA, memang ada semacam kompetisi bagi para dance team. Setiap musim, penggemar bisa bergabung ke NBA.com, lalu memilih dance team favoritnya. Yang wilayah timur melawan timur, yang barat melawan barat. Setiap babak ada voting-nya, sampai babak final, antara favorit timur melawan favorit barat.

Dalam empat tahun terakhir, yang selalu muncul sebagai champion favorit penggemar adalah Miami Heat Dancers. Pada April lalu, mereka menyisihkan dancer Houston Rockets di final.

Pada 25-28 Juni nanti, pada weekend penutup NBA Madness presented by Jawa Pos, enam anggota Miami Heat Dancers bakal ke Surabaya bersama David Lee. Ada Jackie, Jenny, Kristina, Maddy, Sarah, dan Shea.

Penggemar basket di Indonesia, khususnya di Surabaya, bakal bisa melihat seperti apa kelihaian dance team kelas NBA tersebut. Tanpa NBA Madness presented by Jawa Pos, aksi mereka hanya bisa dilihat kalau kita terbang ke Amerika dan menonton pertandingan NBA secara langsung di stadion.

Dan, kita mendapat kebanggaan, karena yang datang adalah yang dianggap terbaik.

***

NBA Madness presented by Jawa Pos bakal dibuka pada 4 Juni nanti di atrium Tunjungan Plaza 3. Berbagai kompetisi tersedia untuk penggemar dari segala kalangan dan usia. Ada Jawa Pos Slam Dunk Contest, Honda 3 Point Shootout, Mie Sedaap 3 x 3 Challenge, DHL Speed Challenge, dan tentu saja Flexi Dance Competition (yang ini mulai weekend kedua). Plus beberapa permainan lain.

Sekarang, seribu lebih peserta sudah mendaftarkan diri. Mulai SD sampai wakil perusahaan. Bagi yang belum mendaftar jangan khawatir. Panitia menyiapkan slot-slot waktu khusus untuk kompetisi spontan. Tinggal datang ke arena NBA Madness, ada kesempatan untuk ikut berpartisipasi di tengah lapangan.

Di weekend pertama, bakal hadir Grizz, maskot Memphis Grizzlies. Dia dikenal sebagai maskot yang doyan nge-dunk. Tapi, cerita paling menarik mungkin bukan soal kemampuannya menghibur dan nge-dunk.

Di antara 30 maskot tim NBA, Grizz ini mungkin yang paling "manusiawi." Pada 2007 lalu, orang yang memerankannya didiagnosis mengidap kanker. Tidak tanggung-tanggung, kankernya sudah stadium 3B. Namun, Grizzlies memutuskan untuk tidak menggantinya. Tim itu malah mengumumkan siapa orang di balik kostum, dan menyatakan bahwa Grizz akan beristirahat dulu.

"Masyarakat umum seharusnya tidak boleh tahu siapa saya yang sebenarnya. Itu untuk melindungi karakter yang diperankan, sehingga tim-tim biasanya tidak memperkenalkan siapa orang di balik kostum," tutur orang di balik maskot itu, yang namanya bisa Anda dapatkan kalau rajin dan teliti dalam meng-Google.

Bukan hanya mengakui siapa orang di balik maskot, Grizzlies juga melakukan berbagai aksi lain untuk menunjukkan dukungan dan simpati. Sebagai simbol solidaritas, seluruh pemain Grizzlies sempat mengenakan emblem nomor "00" pada baju pemanasan. Nomor itu adalah nomor yang biasa dipakai Grizz saat tampil di lapangan. Grizzlies juga melakukan berbagai kegiatan sosial, yang misinya membantu riset kesehatan.

Entah karena niatan baik atau apa, keajaiban pun terjadi. Orang di balik Grizz itu sembuh. Musim 2008-2009 yang baru berakhir ini adalah musim comeback Grizz. Bahkan, dia sempat tampil membawa papan bertuliskan "Cancer Survivor" untuk menyemangati orang-orang bernasib serupa.

Di Surabaya nanti, Grizz bukan hanya akan menghibur. Dia juga bisa menjadi inspirasi. Tidak sabar rasanya menunggu bulan Juni.... (habis)

Taken from Jawapos, May 14, 2009

Ebek21
May 14th, 2009, 06:44 AM
Ya memang spektakuler. Kalo dilihat dr foto2nya sbyctzn, stadion baru ini bakal 3 kali lebih tinggi dari Stadion Tambaksari.

Spektakuler di Surabaya Barat

Yakin Megaproyek SSC Kelar Tahun Ini

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GBTmay.jpg

SURABAYA - Warga Surabaya boleh berbangga. Jika tak ada aral melintang, tahun ini mereka bakal punya stadion spektakuler yang pembangunannya diberi nama megaproyek Surabaya Sport Center (SSC). Sejauh ini, progress proyek tersebut cukup menggembirakan. Bahkan, pengerjaan melebihi target yang ditetapkan.

Meski belum kelar, fisik bangunan proyek yang bakal bernama Gelora Bung Tomo itu kini terlihat megah. Dinding tembok tiga bangunan utama yang kukuh sudah terlihat berdiri menjulang di Pakal, Surabaya Barat. Mulai stadion utama, stadion indoor, dan masjid.Asisten II Sekkota Surabaya Muklas Udin menyatakan, target proyek senilai Rp 440,2 miliar itu selesai akhir tahun ini optimistis bisa dicapai. Sebab, progress pengerjaan naik signifikan. Sampai Mei, target pembangunan sebenarnya 32 persen. Kenyataannya, saat ini sudah mencapai 38 persen. ''Karena itu, kami yakin akhir tahun ini sudah beres,'' tegasnya.

Dia optimistis, kekhawatiran banyak kalangan bahwa proyek tersebut molor tidak bakal terjadi. Apalagi, pembangunan terus digenjot dan sampai sekarang tidak menemui kendala berarti.

Taken from Jawapos, May 14, 2009

OPTX
May 14th, 2009, 07:05 AM
Graha Sampoerna

http://i44.tinypic.com/2enxr35.jpg

teddybear
May 14th, 2009, 07:08 AM
^Thanks OPTX! Pretty good, yeah it is about 15 floors. Wow, seems SSC too has good progress!

Dimanakah lokasi persisnya? Seberang Mall Galaxy atau di jalan tempat Mall Galaxy tapi di lain sisi?

MinImaX
May 14th, 2009, 12:23 PM
Very nice design. ThanX OPTX.
Seperti ada lapisan keju di tengah2nya.

pecinta_surabaya
May 14th, 2009, 04:02 PM
Td liat dialog antara WaWali Arif Afandi dan WaGub Gus Ipul dgn sejumlah anggota LSM di surabaya.
Keputusan akhir adalah menunda penggusuran lebih lanjut,sampai hunian baru utk korban penggusuran terealisasi.
Liat di TVRI JAWA TIMUR

r4d1ty4
May 14th, 2009, 06:55 PM
Graha Sampoerna

http://i44.tinypic.com/2enxr35.jpg

Thamrin Nine versi mini..great !!

Hadi
May 14th, 2009, 07:15 PM
mantabbbbbb>>>>>> Graha Sampoerna

Hadi
May 14th, 2009, 07:16 PM
Penghuni Bundaran Jl. Menur Pindah Ke Rusun Wonorejo

suarasurabaya.net| Dari catatan Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya, yang diterima kantor Kecamatan Gubeng, penghuni bangunan liar di bundaran Jl. Menur, Kamis (14/05) lolos seleksi dan dipastikan pindah kerusun Wonorejo, Surabaya.

Seperti disampaikan ARIF BOEDIARTO Camat Gubeng, kedelapan warganya yang menempati lahan milik Pemkot Surabaya di dekat Jl. Menur sisi sebelah kanan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur tersebut lolos seleksi.

“Artinya mereka tidak punya sanak saudara di Surabaya, ditambah usia mereka yang sudah tua, mereka diberikan tempat tinggal dirumah susun Wonorejo. Pemberitahuan itu sudah kita terima,” ujar ARIF BOEDIARTO.

Dijadwalkan Jumat (15/05), Pemkot Surabaya bakal memberikan kunci rumah susun Wonorejo bagi delapan orang yang menempati lahan bundaran Jl. Menur. Dan seremonila pemberian kunci tersebut dilakukan dikantor Kecamatan Gubeng.

Sementara itu untuk membantu mempermudah kelancaran urusan serta pindahnya warga kerumah susun Wonorejo, ditambahkan ARIF BOEDIARTO Camat Gubeng, pihaknya menyediakan kendaraan operasional untuk mengangkut barang-barang milik warga yang akan pindah.

“Dalam minggu-minggu ini, kita upayakan mereka bisa pindah dan menempati tempat tinggal mereka yang baru. Kita upayakan itu. Dan kita juga menyediakan kendaraan untuk membantu kemudahan mengangkut barang-barang,” pungkas ARIF BOEDIARTO saat ditemui suarasurabaya.net, dikantornya Kamis (14/05).(tok)

sbyctzn
May 15th, 2009, 03:11 AM
Di depan Hangar MMF berjejer 10 pesawat boeing 737, masih belum dicat, putih polos, padahal sebelumnya tidak ada 10 boeing itu.
Saya menduga itu akan dibuat untuk armada Citilink.

GBT TOP BGT

Akhirnya dapat juga rendering Graha Sampoerna.
Desainnya unik, modern.
Sip deh..
Tidak sabar liat jadinya.

Ebek21
May 15th, 2009, 06:11 AM
Tender PIA dimulai Juni 2009

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/bcb68f54307902d4dc3ac181b9a1cd16.jpg

SURABAYA: PT Jatim Grha Utama menyatakan kesiapannya untuk menggelar lelang tender pembangunan Pasar Induk Agribis tahap I, berupa pengadaan 900 stand senilai Rp90 miliar.

Rencananya, proses tender akan dilakukan pada Juni 2009, pasca penerbitan peraturan gubernur Jatim dalam penyerahan lahan PIA (pasar induk agrobis) seluas 50 hektare (Ha).

Dirut PT JGU Erlangga Satriagung mengatakan, pembangunan fisik PIA tahap I akan segera dimulai, setelah proses tender pasar induk tersebut selesai. Proses pembangunan 4.000 stand dengan total investasi Rp838 mliar itu, akan dilakukan dilakukan dalam empat tahap.

“Proyek ini diharapkan selesai pada 2011,” tutur Erlangga, Kamis (14/5/09).

Proyek pasar induk, kata dia, merupakan yang terbesar dan terintegrasi di Indonesia. Nantinya, PIA akan lebih besar dan lebih lengkap dari pasar induk Tangerang, pasar induk Cipinang, maupun pasar induk Kramat Jati. Di Asia Tengara, PIA akan menjadi terbesar kedua setelah pasar induk di Thailand.

Pada pembangunan tahap I, akan dibangun los grosir, sub los grosir, kios tanaman hias, dan kios bunga. Pembangunan tahap pertama itu diharapkan bisa menyakinkan investor yang akan menanamkan modalnya pada proyek agrobis itu.

“Meski tanpa promosi yang besar ternyata peminat untuk menyewa kios di PIA cukup besar,” ungkapnya.
Dia optimistis, PIA akan sukses karena potensi agribis di Jatim sangat besar, dimana 63% masyarajat Jatim bergantung pada sektor tersebut.

“Keberadaan fasilitas pasar induk yang terintegrasi seperti PIA menjadi urgent guna memantapkan rantai perdagangan yang menguntungkan petani,” tegasnya.

Manajemen JGU, kata dia, berencana akan memberikan discount besar bagi penyewa pada proses pembangunan tahap I.
“Kemungkinan discount 40% bagi penyewa proyek tahap I,” sebut ketua Kadin Jatim itu.

Taken from Kabar Bisnis, May 14, 2009

Ebek21
May 15th, 2009, 06:41 AM
Surabaya Sport Center Dijadwalkan Selesai Akhir 2009

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/69359large-1.jpg

SURABAYA - Sudah puluhan tahun Surabaya menantikan kompleks olahraga yang memadai. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya memang sudah tak punya stadion yang memadai. Stadion Gelora 10 Nopember, yang didirikan pada 1951, sudah jauh dari status layak.

Sekarang warga Surabaya tidak perlu lagi menunggu terlalu lama. Dan, kali ini warga Surabaya bisa menunggu sesuatu yang spektakuler.

Tidak lama lagi Surabaya memang bakal memiliki kompleks olahraga supermegah dengan fasilitas superlengkap. Proyek bernama Surabaya Sport Center (SSC), yang memakan dana Rp 440,2 miliar, dijadwalkan selesai paling lambat Desember 2009.

Berlokasi di kawasan Benowo, Surabaya Barat, kompleks itu terdiri atas sebuah stadion utama berkapasitas 50 ribu penonton, sebuah stadion indoor berkapasitas 10 ribu penonton, dan sebuah masjid. Nanti kompleks tersebut juga direncanakan memiliki stadion atletik dan sirkuit.

Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono mengatakan bahwa pemerintah kota memang tidak ingin membangun sembarangan. ''Stadion itu dibangun sangat memadai dan berstandar internasional,'' tandasnya.

Bambang berharap, kompleks itu bakal menjadi salah satu kenangan manis yang dia tinggalkan setelah tidak lagi menjabat wali kota (berakhir 2010). Dia berharap, siapa pun penggantinya nanti, proyek tersebut bisa dilanjutkan karena untuk kepentingan orang banyak.

''Saya tidak tega melihat penonton sepak bola yang tidak bisa masuk kalau di Stadion Tambaksari (Gelora 10 Nopember, Red),'' ucapnya. ***

Lokasi SSC memang tergolong terpencil. Di pinggiran Surabaya. Bagi yang penasaran ingin melihat, paling cepat naik tol arah Gresik, keluar ke arah Romokalisari. Setelah itu, tinggal mengikuti jalan menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Benowo. Kompleks SSC berada di sebelah TPA tersebut.

Lama tidak dibicarakan, kompleks itu ternyata sudah mulai terlihat bentuknya. Dari kejauhan, stadion utama yang dinamai Gelora Bung Tomo tersebut sudah terlihat begitu besar.

Apalagi bisa ke dalamnya. Kalau berdiri di tengah-tengah stadion yang sedang dibangun itu, kita sudah bisa membayangkan bagaimana atmosfer pertandingan nanti. Sebab, tribun utama di dua sisi sudah mulai berbentuk.

Menurut Adhi-Recon, Jo. sebagai kontraktor, proyek itu berjalan sesuai jadwal. Target penyelesaian bulan ini (Mei) diklaim sudah terpenuhi, bahkan melampaui target. Mei ini pengerjaan stadion utama ditargetkan rampung 24,25 persen. Mereka mengklaim, saat ini pengerjaan mencapai 28,67 persen.

Sudardi, seorang engineer utama di kontraktor tersebut, mengatakan bahwa atap stadion mulai dipasang bulan depan. Dia menjelaskan, sesuai kontrak, pengerjaan seharusnya selesai Oktober mendatang. Namun, karena pemkot terlambat dalam menyerahkan lahan, pengerjaan dimungkinkan molor hingga Desember. ''Tapi, Desember sudah siap,'' tandasnya.

Boedi M. Wibowo, presiden komisaris PT Isoplan selaku construction management SSC, juga menyatakan optimistis bahwa proyek tersebut bisa selesai akhir tahun ini. Dia menjelaskan, secara keseluruhan proyek SSC rampung 38,22 persen.

***

Gelora Bung Tomo merupakan centerpiece (komponen utama) dari SSC. Stadion utama di SSC ini disiapkan sebagai stadion yang superkomplet. Bukan hanya menampung 50 ribu orang, stadion itu juga disiapkan memiliki standar fasilitas yang tinggi.

Untuk penonton, disediakan tiga kelas. Ada standar, VIP, dan VVIP.

Anita Yuliani, engineer Adhi-Recon, Jo., menjelaskan bahwa Gelora Bung Tomo memiliki 21 pintu masuk di sekeliling stadion. Masing-masing pintu memiliki dua akses menuju ke tribun. ''Dengan banyaknya akses itu, penonton bisa lebih leluasa dan nyaman,'' ujarnya.

Demi menjaga ketertiban dan keamanan saat masuk, pintu masuk dibuat berkelok-kelok seperti ular. Setiap jalur hanya muat satu baris penonton dengan dibatasi besi kukuh yang mampu menahan desakan penonton.

Alur antrean itu nanti melewati sebuah ruangan khusus yang menjadi tempat screening. Di sana semua penonton yang akan masuk stadion diperiksa satu per satu oleh petugas keamanan. ''Itu dilakukan untuk menyaring penonton yang membawa benda-benda yang dilarang. Misalnya, senjata maupun minuman keras,'' ucap Anita.

Di dalam stadion, penonton langsung menempati tribun. Khusus untuk penonton kelas standar, tempat duduknya tidak berbentuk kursi plastik, melainkan dari beton. Meski begitu, penonton tetap dibuat nyaman. Sebab, setiap ''tangga'' duduk penonton dirancang selebar 80 cm. Dengan demikian, penonton bisa duduk enak karena alas duduknya lebar.

Tidak hanya itu, tinggi dudukan dibuat 48 cm. Anita mengatakan, hitungan itu mempertimbangkan faktor kenyamanan selama menonton. Posisi kaki bisa rileks meski dalam posisi duduk.

Tempat duduk penonton sengaja tidak dibuat dari plastik. Perempuan asal Nganjuk itu menjelaskan, berdasar pengalaman di beberapa stadion, dudukan yang berbentuk kursi justru mudah rusak. Apalagi, bahannya kebanyakan dari plastik. ''Malahan sering dipatahkan dan menjadi alat untuk melempar suporter lawan,'' ucapnya.

Selain itu, tempat duduk dari beton lebih awet meski terkena hujan dan panas setiap hari. Juga tidak mudah dirusak. Dan, yang lebih penting tidak bisa dijadikan alat untuk berbuat kekerasan.

Fasilitas lain yang tidak ketinggalan, tersedianya toilet yang lokasinya tidak jauh dari tempat duduk penonton. Toilet itu merata di beberapa penjuru stadion. Dengan demikian, penonton tidak kesulitan menemukannya.

SSC juga menyediakan tempat yang khusus menjual makanan dan minuman. Lokasinya berada di lantai 1. Penonton bisa leluasa mengakses lantai satu dan tribun selama pertandingan. ''Kalau pas nonton lapar, ada resto yang menyajikan aneka makanan dan minuman. Tidak perlu keluar gedung,'' tutur Anita.

Lain halnya dengan penonton kelas VIP dan VVIP. Untuk kedua kelas itu, SSC menyediakan fasilitas plus. Tiket kelas VIP dijual khusus, nanti bisa beli di lokasi maupun dengan cara online. Di sana penonton kelas ini disediakan tempat duduk menggunakan kursi sejenis sofa yang empuk. Kursi tersebut menghadap langsung ke arah lapangan. Dengan begitu, penonton bisa rileks dalam menikmati pertandingan.

Kapasitas kelas VIP terbatas, hanya 4.370 tiket. View-nya bakal istimewa karena berada di lantai 4-7. Untuk VIP, disediakan toilet khusus yang tidak tercampur dengan penonton kelas standar. Di lokasi tersebut juga disediakan resto yang menyediakan makanan dan minuman. Hanya, penonton tidak perlu turun ke lantai 1 karena sudah tersedia di lantai yang sama. ''Bisa saja bentuknya resto, kafe, atau sejenis lainnya,'' ucap Anita.

Lain lagi penonton kelas VVIP. Penonton diberi pelayanan seperti di hotel. Kelas istimewa itu disediakan khusus untuk tamu-tamu penting. ''Seperti pejabat negara atau yang lain,'' kata Anita. Penonton kelas itu ditempatkan di ruangan khusus yang terpisah dari penonton lainnya.

Untuk kelas tersebut, hanya tersedia delapan ruangan. Kapasitas masing-masing ruangan beragam, bergantung kepada tipenya. Ada yang superior, ada pula yang standar. Secara keseluruhan, kelas VVIP hanya menampung 130 penonton. Kalau di Eropa atau Amerika Serikat, ruang-ruang itu disebut corporate suite, biasanya dijual ke perusahaan-perusahaan yang berminat.

Di dalam ruangan disediakan sofa dan meja layaknya ruang tamu. Masing-masing ruangan diberi pelayan yang siap menyediakan segala sesuatu yang diminta tamu tersebut. Bahkan, untuk memesan makanan dan minuman, disediakan interkom yang tersambung langsung dengan pelayan yang sudah disediakan. Dengan demikian, penonton yang ingin makan tidak perlu beranjak dari kursi atau keluar ruangan.

***

Pembangunan Gelora Bung Tomo telah disusun sedemikian rupa. Termasuk memperhitungkan kemugkinan terjadinya kerusuhan yang menyebabkan penonton mengamuk hingga turun ke lapangan. Untuk mengatasi itu, Gelora Bung Tomo telah dikonsep untuk mengatasi turunnya penonton ke dalam lapangan.

Salah satu di antaranya, membuat jarak cukup jauh antara lapangan dan tribun penonton paling bawah. Di depan tribun paling bawah dibuat pembatas besi setinggi 1,5 meter. Ujungnya berbentuk huruf T. ''Pagar itu tidak mudah dinaiki penonton untuk melompat ke dalam lapangan,'' jelas Anita.

Di depan pagar itu lantas ditambahi semacam parit selebar dua meter yang mengelilingi lapangan. Jarak tribun paling bawah dengan dasar parit dibuat 3,75 meter. Jauh sekali. ''Dengan jarak tersebut, penonton pasti pikir-pikir kalau mau terjun dari tribun ke lapangan lewat parit,'' tambahnya.

Anita bercerita, Wali Kota Bambang D.H. sempat berkelakar ketika mengunjungi lokasi tersebut Rabu lalu (13/5). Bambang mengatakan, sebaiknya parit itu juga diisi buaya. Supaya penonton benar-benar tak berani melompat ke dalamnya.

***

Dengan progres yang ada ini, warga Surabaya tentu sudah berangan-angan seandainya SSC kelak sudah rampung. Bukan hanya stadion utama, juga fasilitas-fasilitas lain.

Hanya, masih banyak yang skeptis terhadap masa depan proyek tersebut. Apalagi, lokasinya begitu jauh dari keramaian.

Menanggapi keraguan itu, Wali Kota Bambang D.H. mengingatkan kita untuk berpikir jangka panjang. Dia menerangkan, pembangunan di kawasan Surabaya Barat dimaksudkan untuk membagi arus keramaian yang selama ini berada di pusat kota.

Selain itu, pemenuhan kebutuhan lahan 100 hektare untuk pembangunan proyek tersebut juga tidak dapat dipenuhi di pusat kota. Menurut Bambang, pembangunan SSC itu nanti menjadi pembangkit pembangunan di wilayah Surabaya Barat. Apalagi, pemkot saat ini juga membangun Rumah Sakit Surabaya Barat (RSSB) yang masih dalam tahap pengerjaan.

''Nanti kawasan itu akan menjadi kota baru,'' tandas Bambang, yang kemudian menambahkan bahwa saat ini banyak lahan di sekitar kawasan SSC yang dibeli developer.

Bambang juga menanggapi kekhawatiran soal akses menuju ke stadion. Dia menyatakan sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta guna membuka akses jalan tol untuk bisa diarahkan ke stadion. Hasilnya, pemerintah pusat memberikan lampu hijau terhadap usul tersebut.

Karena itulah, stadion tersebut kelak tidak akan lagi terasa jauh. ''Konsepnya nanti, akses terhubung lewat tol,'' ucapnya.

Pembukaan akses jalan tol itu memang krusial. Khususnya untuk memudahkan jalan dari Bandara Juanda. Salah satu syarat gedung berstandar internasional memang kemudahan akses dari bandara.

Bambang menjelaskan, dari Bandara Juanda, gedung itu nanti bisa diakses lewat Tol Waru-Juanda. Dari Waru lantas masuk tol ke arah Benowo. Rencananya, arus tol di kawasan Dupak dipotong untuk akses ke SSC. Dengan rute tersebut, dari bandara ke SSC diperkirakan hanya membutuhkan sekitar 20 menit naik mobil.

Apalagi kalau jalan lingkar timur dan barat nanti jadi. Malah lebih cepat lagi,'' ujarnya.

Taken from Jawapos, May 15, 2009

Ebek21
May 15th, 2009, 06:42 AM
Stadion Indoor Setengah Rampung

Manfaatkan Lahan, Siapkan Sirkuit

SURABAYA - Surabaya Sport Center (SSC) di kawasan Benowo juga bakal dilengkap stadion indoor. Nanti gedung itu bisa digunakan untuk berbagai olahraga, seperti basket, voli, dan bulu tangkis.

Tidak tanggung-tanggung, kapasitas gedung tersebut juga dibuat ekstrajumbo. Tribunnya bisa menampung 10 ribu orang. Di Indonesia, tidak banyak gedung olahraga indoor yang menampung penonton sebanyak itu. Kemungkinan hanya Sudiang di Makassar dan Rumbai di Pekanbaru.

Gedung indoor itu sekarang mulai terlihat bentuknya. Tribun sudah dibangun keliling, sampai ke atas (tingginya setara empat lantai). Pihak kontraktor menyatakan hingga saat ini tidak ada kendala dalam pembangunannya. Menurut jadwal, Mei ini pengerjaan harus mencapai 39,39 persen. Kenyataannya, kontraktor mengklaim sudah 43,92 persen. Hampir setengah rampung.

''Jika tidak ada kendala berarti, pengerjaan struktur utama gedung tuntas akhir bulan ini. Awal Juni mendatang pengerjaan atap sudah dimulai, lalu selesai September,'' tutur Sudardi, engineer utama di Adhi-Recon, Jo., kontraktor SSC.

Berbeda dengan stadion utama yang kompleks, gedung indoor tersebut relatif lebih simpel. Penonton dibagi dua kelas, standar dan VIP.

Sementara menunggu rampungnya stadion utama dan indoor, Pemkot Surabaya sekarang juga menyiapkan rencana untuk melengkapi SSC dengan sebuah sirkuit.

Rencananya, lintasan balap itu memanfaatkan lahan 7,4 hektare yang berada di utara stadion utama. Semula lahan itu akan digunakan untuk parkir. Tapi, nanti bisa multifungsi. Parkir sekaligus sirkuit. Dalam rancangannya, ada trek lurus sangat panjang (450 meter) yang bisa digunakan untuk kebutuhan drag race.

Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono mengatakan, dirinya selalu ditanyai banyak orang ketika menghadiri balapan di kawasan Kenjeran. Banyak yang minta supaya Surabaya punya sirkuit baru.

Menurut Bambang, sirkuit di SSC itu nanti bukan untuk menggantikan arena balap di Kenjeran, namun justru melengkapi. ''Tapi, kualitasnya disesuaikan dengan standar nasional,'' tandasnya.

Beberapa kalangan yang kompeten diundang untuk terlibat dalam membuat rancangan proyek tersebut. Termasuk dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang kerap mengadakan even balapan. Bukan hanya itu, pemkot juga berkonsultasi dengan ahli-ahli di bidang balapan. Karena masih dalam tahap rancangan, belum bisa dipastikan kapan sirkuit di SSC itu rampung.

Taken from Jawapos, May 15, 2009

Ebek21
May 15th, 2009, 07:10 AM
Foto2 GBT

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Indoor.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Indoor2.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/VVIP.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Lobby.jpg

Taken from Jawapos, May 15, 2009

teddybear
May 15th, 2009, 07:25 AM
Ini satu dari stadion?! Jadi ini stadion yg indoor di sebelah stadion utama yg lebih gede? Bagus deh!

Wah, Surabaya semakin lengkap fasilitasnya. Ada Suramadu dan SSC! Lalu mau diapakan stadion Tambaksari dan juga Gelora Pancasila (kog pernah dengar mau dibeli oleh investor)?

Hadi
May 15th, 2009, 07:25 AM
wah.... mantab Surabaya. Makin Metropolis beneran neh, Majunya merata, dan kumuhnya harus terus ditata

archiholic
May 15th, 2009, 11:26 AM
Di dalam stadion, penonton langsung menempati tribun. Khusus untuk penonton kelas standar, tempat duduknya tidak berbentuk kursi plastik, melainkan dari beton.

Berarti GBT gak all seat kaya palaran donk, cukup disayangkan...

AceN
May 15th, 2009, 12:29 PM
Di dalam stadion, penonton langsung menempati tribun. Khusus untuk penonton kelas standar, tempat duduknya tidak berbentuk kursi plastik, melainkan dari beton. Meski begitu, penonton tetap dibuat nyaman. Sebab, setiap ''tangga'' duduk penonton dirancang selebar 80 cm. Dengan demikian, penonton bisa duduk enak karena alas duduknya lebar.

Tidak hanya itu, tinggi dudukan dibuat 48 cm. Anita mengatakan, hitungan itu mempertimbangkan faktor kenyamanan selama menonton. Posisi kaki bisa rileks meski dalam posisi duduk.

Tempat duduk penonton sengaja tidak dibuat dari plastik. Perempuan asal Nganjuk itu menjelaskan, berdasar pengalaman di beberapa stadion, dudukan yang berbentuk kursi justru mudah rusak. Apalagi, bahannya kebanyakan dari plastik. ''Malahan sering dipatahkan dan menjadi alat untuk melempar suporter lawan,'' ucapnya.

Selain itu, tempat duduk dari beton lebih awet meski terkena hujan dan panas setiap hari. Juga tidak mudah dirusak. Dan, yang lebih penting tidak bisa dijadikan alat untuk berbuat kekerasan.


WTH....:ohno: bukannya perilaku penonton yg diubah, malah kursi yang dikorbankan...

sbyctzn
May 15th, 2009, 04:38 PM
Yah elah.. Not full seat..
Gimana sih pemkot ini nanggung.

Kira-kira konstruksinya full melingkar atau cuma 2 sisi seperti Gelora Sriwijaya ya?
Ini bakalan sesuai final rendering tidak sih?
Kok saya lihat kecenderungan konstruksi tribun yang melandai kebawah disisi belakang gawang.

Tapi lumayanlah..
Jika dalam bentuk lantai ini GBT setara 7 lantai.

Apalagi akan dibuat Sirkuit juga..
Wah lengkap deh.
Tapi Sirkuit kelas apa ya?
Kelas Road Race Kenpark atau Kelas Sentul?

Trip2Java
May 15th, 2009, 05:09 PM
denger2 GBT diperkirakan akan hampir menyaingi GBK selain juga stadion yang sedang dibangun di Balikpapan dari segi kemegahannya :cheers:

semoga kalo plus dibangun sama sirkuit-nya, minimal sirkuit A1 seperti yang di Lippo Karawaci :cheers:

Trip2Java
May 15th, 2009, 05:11 PM
Graha Sampoerna



http://i44.tinypic.com/2enxr35.jpg


nice design...
sayangnya sepertinya pendek kalo cuma 15 lantai
coba lebih tinggi sedikit bakal :okay:

pecinta_surabaya
May 15th, 2009, 05:24 PM
Surabaya Sport Center Dijadwalkan Selesai Akhir 2009

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/69359large-1.jpg


Untuk penonton, disediakan tiga kelas. Ada standar, VIP, dan VVIP.
Anita Yuliani, engineer Adhi-Recon, Jo., menjelaskan bahwa Gelora Bung Tomo memiliki 21 pintu masuk di sekeliling stadion. Masing-masing pintu memiliki dua akses menuju ke tribun. ''Dengan banyaknya akses itu, penonton bisa lebih leluasa dan nyaman,'' ujarnya.

Demi menjaga ketertiban dan keamanan saat masuk, pintu masuk dibuat berkelok-kelok seperti ular. Setiap jalur hanya muat satu baris penonton dengan dibatasi besi kukuh yang mampu menahan desakan penonton.

Alur antrean itu nanti melewati sebuah ruangan khusus yang menjadi tempat screening. Di sana semua penonton yang akan masuk stadion diperiksa satu per satu oleh petugas keamanan. ''Itu dilakukan untuk menyaring penonton yang membawa benda-benda yang dilarang. Misalnya, senjata maupun minuman keras,'' ucap Anita.

Di dalam stadion, penonton langsung menempati tribun. Khusus untuk penonton kelas standar, tempat duduknya tidak berbentuk kursi plastik, melainkan dari beton. Meski begitu, penonton tetap dibuat nyaman. Sebab, setiap ''tangga'' duduk penonton dirancang selebar 80 cm. Dengan demikian, penonton bisa duduk enak karena alas duduknya lebar.

Tidak hanya itu, tinggi dudukan dibuat 48 cm. Anita mengatakan, hitungan itu mempertimbangkan faktor kenyamanan selama menonton. Posisi kaki bisa rileks meski dalam posisi duduk.

Tempat duduk penonton sengaja tidak dibuat dari plastik. Perempuan asal Nganjuk itu menjelaskan, berdasar pengalaman di beberapa stadion, dudukan yang berbentuk kursi justru mudah rusak. Apalagi, bahannya kebanyakan dari plastik. ''Malahan sering dipatahkan dan menjadi alat untuk melempar suporter lawan,'' ucapnya.

Selain itu, tempat duduk dari beton lebih awet meski terkena hujan dan panas setiap hari. Juga tidak mudah dirusak. Dan, yang lebih penting tidak bisa dijadikan alat untuk berbuat kekerasan.

Fasilitas lain yang tidak ketinggalan, tersedianya toilet yang lokasinya tidak jauh dari tempat duduk penonton. Toilet itu merata di beberapa penjuru stadion. Dengan demikian, penonton tidak kesulitan menemukannya.

SSC juga menyediakan tempat yang khusus menjual makanan dan minuman. Lokasinya berada di lantai 1. Penonton bisa leluasa mengakses lantai satu dan tribun selama pertandingan. ''Kalau pas nonton lapar, ada resto yang menyajikan aneka makanan dan minuman. Tidak perlu keluar gedung,'' tutur Anita.
Lain halnya dengan penonton kelas VIP dan VVIP. Untuk kedua kelas itu, SSC menyediakan fasilitas plus. Tiket kelas VIP dijual khusus, nanti bisa beli di lokasi maupun dengan cara online. Di sana penonton kelas ini disediakan tempat duduk menggunakan kursi sejenis sofa yang empuk. Kursi tersebut menghadap langsung ke arah lapangan. Dengan begitu, penonton bisa rileks dalam menikmati pertandingan.
Kapasitas kelas VIP terbatas, hanya 4.370 tiket. View-nya bakal istimewa karena berada di lantai 4-7. Untuk VIP, disediakan toilet khusus yang tidak tercampur dengan penonton kelas standar. Di lokasi tersebut juga disediakan resto yang menyediakan makanan dan minuman. Hanya, penonton tidak perlu turun ke lantai 1 karena sudah tersedia di lantai yang sama. ''Bisa saja bentuknya resto, kafe, atau sejenis lainnya,'' ucap Anita.
Lain lagi penonton kelas VVIP. Penonton diberi pelayanan seperti di hotel. Kelas istimewa itu disediakan khusus untuk tamu-tamu penting. ''Seperti pejabat negara atau yang lain,'' kata Anita. Penonton kelas itu ditempatkan di ruangan khusus yang terpisah dari penonton lainnya.

Untuk kelas tersebut, hanya tersedia delapan ruangan. Kapasitas masing-masing ruangan beragam, bergantung kepada tipenya. Ada yang superior, ada pula yang standar. Secara keseluruhan, kelas VVIP hanya menampung 130 penonton. Kalau di Eropa atau Amerika Serikat, ruang-ruang itu disebut corporate suite, biasanya dijual ke perusahaan-perusahaan yang berminat.

Di dalam ruangan disediakan sofa dan meja layaknya ruang tamu. Masing-masing ruangan diberi pelayan yang siap menyediakan segala sesuatu yang diminta tamu tersebut. Bahkan, untuk memesan makanan dan minuman, disediakan interkom yang tersambung langsung dengan pelayan yang sudah disediakan. Dengan demikian, penonton yang ingin makan tidak perlu beranjak dari kursi atau keluar ruangan.
***


Taken from Jawapos, May 15, 2009

^^ Di Indonesia ada Stadion yg berfasilitas seperti inikah??

sbyctzn
May 15th, 2009, 06:06 PM
Sampe-sampe segitunya bikin parit sedalam 3 meter lebih, gila juga nih komentarnya Bambang DH yang nyuruh paritnya dikasih buaya.
Huhehehe.. Ada ada saja...

Jalan akses yang langsung terkoneksi jalan tol membuat komplek olahraga ini benar-benar kelas internasional, minus all seat. :-(

menurut saya untuk G10N ditawarkan ke investor saja biar dikelola sendiri, boleh juga ditawarkan ke kelompok Suryanaga milik GG, saya yakin kalau G10N dikelola swasta akan jadi bagus walaupun kecil.

@pecinta_surabaya:
Setahu saya belum ada stadion di INA yg punya fasilitas sekelas itu, mungkin yang setara GBK, palaran dan gelora sriwijaya kelas tertinggi VIP, tidak ada VVIP nya..

VIP jumlahnya sampai 4.370 tempat duduk, berarti akan banyak memakan tribun nih, kira-kira seperti apa ya konstruksinya (yang kata orang proyeknya konstruksi Stadion Utaman sangat kompleks), jadi penasaran.

GBT Akan menambah jajaran stadion modern dan megah di INA, selain GBK, palaran, sriwijaya.
Salut!!!

sbyctzn
May 16th, 2009, 06:42 AM
Bad!!
Semoga lelang ketiga bisa sukses, atau jika gagal semoga pemkot bisa segera menunjuk investor yang tepat.

[ Sabtu, 16 Mei 2009 ]

Launching SSC Terancam Bau Sampah

Lelang Kedua Pengelolaan TPA Benowo Gagal
SURABAYA - Rencana pengoperasian stadion di kawasan Surabaya Sport Center (SSC) tahun ini masih dibayang-bayangi sejumlah permasalahan. Salah satunya, lokasi SSC hanya berjarak 500 meter dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Benowo. Bau busuk yang ditimbulkan sampah bisa tercium jelas dari arena stadion tersebut.

Pemkot sebenarnya telah menyiapkan solusi berupa pengolahan sampah berbasis teknologi yang tidak menimbulkan bau. Namun, solusi itu tidak bisa diterapkan dengan cepat lantaran pemkot gagal melakukan dua kali lelang investasi. Akibatnya, bau busuk sampah masih mengancam proyek spektakuler milik Pemkot Surabaya itu.

Ketua Panitia Lelang Aditya Wasita mengatakan, gagalnya lelang itu disebabkan peserta tidak memenuhi syarat administrasi. Padahal, sejumlah peserta lelang berasal dari luar negeri. Misalnya, Singapura, Malaysia, dan Norwegia.

Inti tahap itu adalah pemeriksaan kelengkapan administrasi. Peserta lelang pengolahan sampah tersebut harus memenuhi syarat tertentu. Di antaranya, perusahaan itu memiliki teknologi pengolahan sampah, punya modal yang cukup, dan berbadan hukum Indonesia.

Dalam babak prakualifikasi kemarin (15/5), tercatat 16 peserta lelang sudah mendaftar. Setelah diseleksi, ternyata, tidak ada satu pun yang memenuhi syarat. Kelemahan umum peserta lelang dari dalam negeri adalah tidak bisa menunjukkan bukti bahwa mereka memiliki teknologi pengolahan sampah. Dengan tidak adanya hal itu, otomatis peserta lelang dianggap tidak lolos. Akibatnya, lelang tersebut tidak bisa dilanjutkan.

Dia menambahkan, peserta lelang dari luar negeri sebenarnya memiliki teknologi pengolahan sampah. Hanya, mereka tidak memenuhi syarat adanya kerja sama dengan perusahaan dalam negeri. Menurut dia, syarat itu dimaksudkan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya, kekhawatiran perusahaan asing tersebut mengerjakan proyek tidak sesuai kontrak. "Kalau ada masalah seperti itu, kami sulit menuntutnya karena berbadan hukum internasional," katanya.

Pemkot memang telah merencanakan pengelolaan sampah berbasis teknologi di TPA Benowo. Sampah yang dibuang ke lahan seluas 37 hektare itu bakal diolah menjadi gas ethanol untuk menghasilkan sumber energi listrik. Pengolahan sampah tersebut juga tidak akan meninggalkan residu.

Sementara itu, Asisten II yang membidangi pembangunan Muhlas Udin mengakui masalah tersebut. Satu-satunya solusi agar pengoperasian SSC tidak terganggu adalah mempercepat lelang yang ketiga. "Dua minggu lagi diulang," katanya.

Jika pengulangan lelang yang ketiga masih tidak bisa menemukan investor yang memenuhi syarat, pemkot akan menunjuk langsung. Muhlas mengatakan, penunjukan langsung diizinkan jika telah tiga kali gagal melakukan lelang. "Pengolahan sampah berbasis teknologi adalah satu-satunya solusi. Pemkot tidak mungkin memindahkan lahan pembuangan sampah ke lokasi lain. Mencari lahannya sulit. Belum lagi memakan waktu lama," ujarnya. (eko/fat)

Taken from Jawapos, Today.

sbyctzn
May 16th, 2009, 06:59 AM
Coba Ah..
Gimana Asterix, Bharadaya, dan teman-teman yang lain? Ikut bareng-bareng forumer skyscrapercity melintasi Suramadu?

[ Sabtu, 16 Mei 2009 ]

Gratis, Uji Coba selama Dua Minggu

Jembatan Suramadu bakal diresmikan pada 10 Juni mendatang oleh Presiden SBY. Sehari setelah peresmian, jembatan sepanjang 5,4 km itu bakal langsung diuji coba selama dua pekan. Selama rentang waktu tersebut, masyarakat bisa melintas di atas jembatan secara gratis.

"Sambil menunggu penyempurnaan konstruksi, jembatan itu bisa langsung digunakan oleh masyarakat. Karena masih uji coba, tidak ada pungutan apa pun alias gratis," kata Dirjen Bina Marga Departemen PU Hermanto Dardak ketika sidak terbatas di Jembatan Suramadu kemarin sore (15/5).

Meski sifatnya uji coba, pelaksana proyek tetap membuat beberapa kebijakan khusus. Di antaranya, pengguna Suramadu tetap diberi karcis masuk untuk menjaga ketertiban lalu lintas. Selain itu, kendaraan yang diizinkan melintasi jembatan harus memenuhi kualifikasi yang ditetapkan. Kualifikasi tersebut berkaitan dengan jenis dan bobot kendaraan. "Teknis penetapan kendaraan yang bisa melintas masih disusun," kata Hermanto.

Total panjang jalan akses plus Jembatan Suramadu adalah 20,9 km. Saat ini segmen yang memenuhi persyaratan dan spesifikasi teknis jalan tol sudah mencapai sepanjang 5,925 km. Rinciannya, jalan akses di sisi Surabaya sepanjang 0,3 km (Km 0+000 s.d. Km 0+300), Jembatan Suramadu (5,4 km), serta jalan akses di sisi Madura sepanjang 0,225 km (Km 0+000 s.d. 0+225).

Hermanto menambahkan, setelah uji coba selesai, tim akan mengevaluasi tingkat kepadatan maupun pengaturan lalu lintas kendaraan di atas Jembatan Suramadu. Evaluasi itu menjadi dasar untuk menentukan tarif masuk setelah Suramadu resmi menjadi jalan tol.

Di bagian lain, progres penyelesaian sisa pekerjaan Suramadu tinggal selangkah lagi. Pelaksana proyek saat ini sudah melakukan tahap finishing. Beberapa pekerjaan terus dikebut. Salah satunya pengaspalan di sepanjang approach bridge sisi Madura. Untuk approach bridge sisi Surabaya, pengecoran dan penyambungan pilar masih terus berlangsung.

Pelaksana proyek juga sudah mulai membangun pos atau gate sebagai bagian dari persiapan Suramadu menjadi jalur tol. Pembangunan pintu tol tersebut dijadwalkan selesai sebelum acara peresmian oleh presiden. (ris/fid/fat)

Taken from Jawapos, Today.

Ebek21
May 16th, 2009, 08:37 AM
Hotel di Kompleks RS

Rencana, Awal 2011 Beroperasi

Rumah sakit adalah sarana layana publik, namun ia juga institusi industri. Memadukan kedua posisi itu secara pantas akan menghasilkan layanan yang makin baik bagi pasien dan ramah bagi kantong rumah sakit. Inilah yang coba dilakukan RSUD dr Soetomo dengan membangun hotel di area RS milik Pemprov Jatim tersebut.

Hotel ini direncanakan mulai dibangun tahun depan dan dijadwalkan selesai 2011.

”Kalau kami mendapat izin dari gubernur, akhir tahun ini pembongkaran gedung bisa dilakukan dan awal 2011 hotel bisa dioperasikan,” kata Direktur RSUD dr Soetomo, dr Slamet Riyadi Yuwono, Sabtu (16/5).

Menurut dr Slamet, ide pembangunan hotel ini dilandasi kebutuhan. Jumlah pasien terus bertambah, termasuk mereka yang berasal dari luar surabaya, bahkan luar Jawa. Pasien di Graha Amerta saja, unit yang melayani pasien kelas atas, hampir 80 persen berasal dari luar kota.

“Sudah pasti mereka butuh tempat untuk tinggal sementara di Surabaya. Mereka tidak membutuhkan tempat yang nyaman, yang penting bisa tidur, mandi, salat, dan bisa berkomunikasi dengan keluarga. Itu sudah cukup,” katanya. “Selain keluarga pasien, setiap Sabtu dan Minggu ada pendidikan berkelanjutan yang dijalani oleh para dokter daerah,” lanjutnya.

Menurut Slamet, para dokter daerah membutuhkan pelatihan dan kursus agar mereka bisa lolos seleksi setiap 5 tahun. Bila tidak lolos, izin praktik mereka bisa dicopot hal itulah yang membuat para dokter daerah mencoba untuk meningkatkan kemampuan dengan pendidikan di Surabaya.

“Selama ini mereka menginap di hotel. Karena itu kami pikir ada pangsa pasar untuk hotel, yaitu mereka yang mau sekolah dan orang yang mau berobat,” tegasnya. ”Kami bisa mencari uang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan,”sambungnya.

Masih menurut Slamet, rencananya hotel akan dibangun di belakang Graha Amerta dengan luas lahan 30 ribu m2. Lahan yang sekarang masih ditempati rumah dinas dan TK tersebut rencananya akan didirikan dua bangunan, yaitu hotel yang memiliki 8 lantai serta gedung parkir sebanyak 6 lantai. Untuk hotel, pada lantai basement akan digunakan sebagai tempat parkir, sedang untuk ground floor akan digunakan sebagai lobby, lounge serta receptionist. Di lantai 1, rencananya akan digunakan untuk meeting room, ruang diskusi atau hall yang bisa menampung 500 orang. Fasilitas lantai 1 ini disediakan mengingat banyaknya agenda kesehatan seperti seminar, workshop maupun simposium yang sering digelar oleh para dokter untuk meningkatkan pengetahuannya serta kemampuan mereka.

”Selain pendapatan dari kamar, hotel juga bisa mendapatkan uang dari penyewaan meeting room tersebut,” ujarnya.

Untuk lantai 2 hingga lantai 6, sambung Slamet digunakan untuk kamar dengan berbagai tipenya, mulai standar hingga berkelas. Diharapkan jenis kamar yang ada dapat memenuhi tingginya kebutuhan tempat tinggal sementara bagi para dokter dari luar kota yang sedang menempuh kursus atau pendidikan berkelanjutan maupun bagi keluarga pasien.

Masih menurut dr Slamet, di belakang hotel secara bersamaan juga akan dibangun gedung parkir sebanyak 6 lantai. Sebanyak 4 lantai dialokasikan untuk parkir, sementara 2 lantai teratas akan dipakai untuk sebagai losmen untuk keluarga pasien dari kelompok menengah-bawah yang selama ini banyak tinggal di lorong-lorong Instalasi Rawat Inap (Irna).

Apakah pengguna los di lantai 5 dan 6 gedung parkir tersebut juga dikenakan biaya? Slamet menegaskan mereka yang tinggal di los tentu akan dikenakan biaya. Namun tidaklah mahal, yaitu cukup untuk mengganti penggunakaan air dan listrik yang mereka gunakan selama tinggal di los tersebut.

”Untuk los, tidak perlu untung, cukup impas saja. Sebab, selama ini untuk air dan listrik, kami menggeluarkan biaya yang cukup besar,” ujarnya.

BOT

Slamet menambahkan pembangunan hotel dan gedung parkir tersebut murni dari pihak swasta dengan sistem build operate transfer (BOT), pihak rumah sakit hanya menyediakan lahan sedang pihak swasta akan membangun hotel tersebut.

”Pada tahun pertama hingga tahun kelima, kami tidak akan mendapatkan apa-apa. Baru tahun keenam hingga tahun ke-25 kami bisa mendapatkan hasil dari hotel dan gedung parkir tersebut,” tutur Slamet.

Lima tahun pertama, kata Slamet, merupakan masa investasi. Artinya, pihak rumah sakit memberikan kesempatan kepada pihak pengelola untuk “hidup” dari pendapatan yang ada. Misalnya, untuk biaya operasional, membayar gaji karyawan, juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan di sana. Pada tahun keenam, barulah pihak rumah sakit bisa mendapatkan pemasukan tambahan dari hotel dan gedung parkir tersebut.

”Pada intinya pembangunan hotel dan gedung parkir tersebut merupakan upaya rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Berapa besar pembagian hasil keuntungan? Slamet belum bisa menjelaskan secara rinci. ”Berapa persen hasil keuntungan yang akan kami terima, saya tidak ingat. Sebab, itu ada di surat perjanjian. Yang pasti, pada tahun ke-26, kedua gedung tersebut akan menjadi milik kami,” pungkasnya.

Taken from Surabaya Post, May 16, 2009

sbyctzn
May 16th, 2009, 09:19 AM
^^
Akhirnya benar-benar direalisasikan!

Sesuai perkiraan saya, lokasinya di jalan Airlangga, depan fakultas ekonomi Unair atau di samping BKKBN, yang masih berdiri perumahan dokter dan sedikit lahan kosong.

Mantab.
Semakin mengkukuhkan Surabaya sebagai pusat "Health Tourism" di Indonesia.
Salut dengan pemkot yang punya komitmen tinggi untuk mengkoordinasi agar benar-benar bisa menjadi pusat "Health Tourism" di Indonesia.

archiholic
May 16th, 2009, 02:59 PM
denger2 GBT diperkirakan akan hampir menyaingi GBK selain juga stadion yang sedang dibangun di Balikpapan dari segi kemegahannya :cheers:

semoga kalo plus dibangun sama sirkuit-nya, minimal sirkuit A1 seperti yang di Lippo Karawaci :cheers:

paling sirkuitnya juga gak jauh beda ama Kenpark, palingan bagus dikit :lol:
Soal stadion utama, aku cukup kecewa, kjenapa gak all seat ??? apa lagi hanya dengan alasan takut kursinya bakal dirusak/ dipakai buat pelampiasan suporter kampungan yang suka bikin rusuh !:ohno:
Imajinasiku tentang stadion utama GBT yang bakaln sekeren stadion2 kualifikasi World Cup hancur sudah :lol::lol::lol::lol:
Tapi lumayanlahhh dari pada Tambaksari terus yang dibanggakan

teddybear
May 16th, 2009, 03:50 PM
^Tambaksari jauh dari yang dibanggakan. It's an eyesore malah. Makanya perlu direnovasi atau diganti jadi kayak tempat pertemuan besar kayak Senayan, Surabaya blom punya itu, gua rasa.

sbyctzn
May 16th, 2009, 04:40 PM
Tambaksari cukup direnovasi agar lebih modern, seperti eksterior yg dibuat full glassy, all seat, perbaikan fasilitas toilet dll, sedangkan pohonnya tetap dibiarkan saja. Tambaksari itu stadion legendaris, tidak perlu dirubah fungsinya.
Biarkan saja sesuai fungsinya, itu stadion banyak mencetak pemain hebat dan legendaris.

Akan sangat bagus kalau tetap digunakan sebagai venue liga internal Persebaya, dan Persebaya pindah homebasenya ke GBT.
Sehingga liga internal bisa berjalan tanpa adanya gangguan.

Saya yakin kalau direnovasi agar bisa lebih modern eksteriornya dan tetap mempertahankan pohon yg diatas tribun, maka akan sangat unik, perpaduan antara modern dan nature, apalagi saat ini sangat hangat isu pemanasan global.
Akan jadi spesial dan satu dari dua stadion.
Bahkan cuma 2 di Dunia.
Fabio Capello saja kagum melihat stadion tambaksari.

wangweijie84
May 16th, 2009, 06:53 PM
http://i580.photobucket.com/albums/ss248/wangweijie84/LifestyleShoppingCentre.jpg
Dapet dari Arkonin tahun 2004, ini proyek kabarnya gimana?

Hadi
May 16th, 2009, 08:06 PM
http://i580.photobucket.com/albums/ss248/wangweijie84/LifestyleShoppingCentre.jpg
Dapet dari Arkonin tahun 2004, ini proyek kabarnya gimana?

Proyek apa ini? Kok tidak pernah dengar ya

teddybear
May 16th, 2009, 08:36 PM
^Is there a bigger rendering of this project? Looks at least 30-floor, and curious what project is this, and where?

These are proposed projects in Surabaya that I do not know their status:

http://img198.imageshack.us/img198/8459/hotelpropose02.gif

http://img198.imageshack.us/img198/5591/apartemen00surabaya006u.jpg

http://img198.imageshack.us/img198/1231/commercemaspion.gif

http://img198.imageshack.us/img198/8425/hotelsuprima.gif

Ampelio
May 17th, 2009, 02:03 AM
Tambaksari cukup direnovasi agar lebih modern, seperti eksterior yg dibuat full glassy, all seat, perbaikan fasilitas toilet dll, sedangkan pohonnya tetap dibiarkan saja. Tambaksari itu stadion legendaris, tidak perlu dirubah fungsinya.
Biarkan saja sesuai fungsinya, itu stadion banyak mencetak pemain hebat dan legendaris.

Akan sangat bagus kalau tetap digunakan sebagai venue liga internal Persebaya, dan Persebaya pindah homebasenya ke GBT.
Sehingga liga internal bisa berjalan tanpa adanya gangguan.

Saya yakin kalau direnovasi agar bisa lebih modern eksteriornya dan tetap mempertahankan pohon yg diatas tribun, maka akan sangat unik, perpaduan antara modern dan nature, apalagi saat ini sangat hangat isu pemanasan global.
Akan jadi spesial dan satu dari dua stadion.
Bahkan cuma 2 di Dunia.
Fabio Capello saja kagum melihat stadion tambaksari.

^^Setuju, Gelora 10 Nopember Tambaksari sangat perlu direnovasi tapi kalau diubah fungsinya sayang. Legenda Stadion Tambaksari itu seperti Stadion De Meer milik Ajax atau Highbury milik Arsenal (sebelum mereka pindah ke markas yg baru di ArenA dan Emirates.). Suka duka supporter Niac Mitra dan Persebaya tak lepas dari suasana stadion berbentuk unik ini.

http://img41.imageshack.us/img41/3704/stadiontambaksarifront.jpg (http://img41.imageshack.us/my.php?image=stadiontambaksarifront.jpg)
...tinggal ditambah fasilitas lobby yg sekaligus bisa dijadikan semacam museum/memorabilia kebesaran NIAC MITRA dan PERSEBAYA di masa lalu, foto nama2 besar ex Niac Mitra dan Persebaya seperti Fandi Ahmad, Moh.Alhadad, Samsul Arifin, Mustaqim hingga Jaya Hartono layak diabadikan di dinding2 stadion dan nama2 mereka di tulis mengelilingi tribun (seperti yg dilakukan Arsenal di Highbury sebelum ditinggal mereka ke Emirates) :okay:

http://img38.imageshack.us/img38/5354/stadiontambaksariskyvie.jpg (http://img38.imageshack.us/my.php?image=stadiontambaksariskyvie.jpg)
...siapa tahu arek2 Suroboyo skrg bisa semakin terpacu utk menjadi yg terbaik, membawa kembali nama Surabaya sebagai trend setter sepakbola tanah air seperti yg dilakukan para pendahulu mereka :)

sbyctzn
May 17th, 2009, 07:10 AM
Benar apa kata Ampelio, stadion tambaksari dulunya adalah stadion yang sangat dibangga-banggakan hampir seluruh masyarakat Jatim, saat kejayaan Niac Mitra dan Persebaya.
Hampir semua masyarakat Jatim kalau Niac Mitra bermain datang ke Stadion Tambaksari. Jadi ingat cerita Orang Tua yang sampai-sampainya dibelain datang ke Surabaya dari Nganjuk cuma untuk melihat Niac Mitra.
Sungguh, mendengar cerita mereka membuat bulu kuduk berdiri, karena saking menggeloranya semangat juang dan kebersamaan.

Sedih rasanya melihat Stadion Tambaksari.
Ingin rasanya saya ikut turut andil merenovasi.

Sungguh jika Stadion Tambaksari yang legendaris itu direnovasi, dengan dibuat lobby khusus untuk penghormatan kepada pemain dan klub Niac Mitra maupun Persebaya dengan menaruh foto-fotonya yang dibuat semacam museum pasti akan menjadikan Surabaya akan semakin dihormati didunia sepakbola.
Selain itu akan bisa menjadi salah satu obyek wisata.

Nama-nama besar seperti Aji Santoso, Freddy Muli, Jaya Hartono, Uston Nawawi, Mursyid Effendi, Eri Erianto, dan masih banyak lagi patut dipajang di Museum atau Lobby di Stadion Tambaksari.

Supaya Andik Vermansyah, pemain yang luar biasa kemampuannya semakin terpacu semangatnya, dan semakin meningkat dan berkembang kemampuannya. Maupun Andik Andik yang lainnya.

sbyctzn
May 17th, 2009, 07:35 AM
@teddybear:
dapat rendering darimana saja?
Untuk yg rendering apartemen surabaya itu sepertinya Adistana Apartment.

Kalau yg lain seperti Commerce Maspion (label HSBC), hotel Suprima, dan hotel yg satunya tidak tau.
Ada info mengenai rendering berbagai proyek itu?
Atau mungkin itu proyek di Surabaya dulu, yg kemudian canceled.

bonekNET
May 17th, 2009, 08:17 AM
[QUOTE=Ebek21;36439148]^^ Mungkin tidak ada yg jawab karena tidak ada yg tahu jawaban persisnya. Kalo menurutku, jalan itu pasti ada manholenya, jadi petugasnya bisa masuk dan membersihkan sampah2 didalamnya. Box culvertnya kan cukup tinggi, orang bisa berdiri dan bekerja dgn leluasa didalamnya.[/QUOTE

terima kasih jawabannya...

kalau seumpama benar tidak ada man hole nya, hmmm... gimana ya jadinya kalau kalinya dah dangkal, bakal banyak banjir dong di surabaya tercinta



....

waow GBT benar2 cepat pembangunannya, dekat pula ama rumahku :)

ANTHONY @ SURABAYA
May 18th, 2009, 12:48 AM
28 April 2009, 12:03:59| Laporan Yandra Reddy Permana


suarasurabaya.net| Sebelas kota dan kabupaten di Jatim Selasa (28/04) ini memperoleh Piala Wahana Tata Nugraha dan plakat tertib lalu lintas serta angkutan kota 2008.

Penghargaan ini disampaikan langsung SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Presiden RI dan Menteri Perhubungan pada pembukaan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa pag.

Kota Surabaya mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha, Surabaya merupakan kota satu-satunya Kota Metropolitan yang berhasil memperoleh penghargaan ini.

BAMBANG DH, dilaporkan JOSE reporter Suara Surabaya, Selasa (28/04), mengatakan bahwa penghargaan ini tak lepas dari partisipasi masyarakat Surabaya dalam menjaga ketertiban lalu lintas dan angkutan umum. [Audio On Demand] .

BAMBANG DH berharap pada masyarakat Surabaya untuk bisa meningkatkan disiplin berlalu lintas maupun dalam penggunaan angkutan umum.(yrp/ipg)

Penghargaan? Kurang tepat kali ya? Yg aku tahu, selama kurang dari 3 bulan aku pulang ke Sby, lalu lintas di Sby adalah sangat KACAU dan menjengkelkan. Kini kendaraan berotor roda 2 seakan kebal hukum. Mereka bisa melanggar marka, melawan arus, jalan di trotoar, langgar traffic light, berhenti tepat diatas zebra cross......... kadang polisi pun cuma menatap.....

Ebek21
May 18th, 2009, 03:45 AM
^^ Lama gak nongol, bro ? Ya, bayangkan saja, dengan kondisi lalu lintas seperti itu, it's still considered the best in Indonesia. Just imagine...

teddybear
May 18th, 2009, 05:21 AM
Mereka bisa melanggar marka, melawan arus, jalan di trotoar, langgar traffic light, berhenti tepat diatas zebra cross......... kadang polisi pun cuma menatap.....

Ini semestinya bisa diatasi dengan memfoto nomor plat kendaraan motor tsb. Lalu dendanya yg cukup tinggi dikirim ke alamat pemilik tsb. Bila nggak bayar atau diacuhkan, SIM nya dicabut nggak bisa berkendaraan lagi. Dah, ntar kan belajar tertib.

sbyctzn
May 18th, 2009, 05:55 AM
^^
Mungkin kondisi tersebut memang yang terbaik dibandingkan dengan kota lain.
Jadi di kota lain bisa lebih parah daripada Surabaya.
Terbaiknya relatif dibanding dg kota lain.

Jadi standar penilaian bukan pada standar tertentu, tapi yang terbaik diantara kota-kota.

MinImaX
May 18th, 2009, 06:03 AM
Lalu lintas di beberapa titik di pusat kota sudah cukup bagus untuk ukuran Indonesia.
Kalau pernah ke pinggiran kota, seperti Manukan, itu parah banget, kebanyakan (sekitar 80% lebih) tidak mau pakai helm, saat persimpangan tidak mau mengalah --> maunya lebih cepat malah jadi macet. Slogan 'Lebih cepat lebih baik' tidak berlaku di sini :p
Di pusat kota yang cukup semrawut bisa dilihat di Pasar Kembang, Kedungdoro, dan Kapas Krampung. Saya cenderung lebih suka lewat Basuki Rahmat daripada lewat Pasar Kembang untuk akses Utara-Selatan.

***
Beberapa waktu lalu saya lihat ada yang jual tanah di Darmo Permai dengan luas > 15 ha. Sebentar lagi ada proyek baru di sana.

teddybear
May 18th, 2009, 06:12 AM
Tepatnya dimana tuh? Mungkin Union Square yg di tengah segi delapan?

sbyctzn
May 18th, 2009, 06:17 AM
^^
Yup memang untuk "kota bawah" lalu lintasnya sangat teratur.
Kalau daerah Manukan memang itu boroknya Surabaya, karena memang itu tempat orang-orang pendatang plus lemahnya pengawasan oleh pihak polisi.

Mungkin penghargaan itu dilihat yg "kota bawah", dan itu merupakan yg terbaik diantara kota-kota lain.

Trip2Java
May 18th, 2009, 06:24 AM
belum denger sby bakal bikin subway ya seperti di bdg...

Trip2Java
May 18th, 2009, 06:26 AM
^Is there a bigger rendering of this project? Looks at least 30-floor, and curious what project is this, and where?

These are proposed projects in Surabaya that I do not know their status:

http://img198.imageshack.us/img198/8459/hotelpropose02.gif

http://img198.imageshack.us/img198/5591/apartemen00surabaya006u.jpg

http://img198.imageshack.us/img198/1231/commercemaspion.gif

http://img198.imageshack.us/img198/8425/hotelsuprima.gif

ini rendering mantsps2 ya...kebanyakan mirip skyline di miami.

sbyctzn
May 18th, 2009, 06:58 AM
^^
Pemkot masih angin-anginan ngurus Moda Transportasi Massal, sepertinya masih suka mengatasi dengan cara biasa, masih PD dg frontage road. Karena memang masalah kemacetan di Surabaya cuman ada di jln. A. Yani.
Dan sepertinya setelah problem di A. Yani selesai baru wait and see atau malah melimpahkan masalah yg akan muncul pada Walikota baru tahun 2010 nanti.
Bagus memang, kalau dipaksa sekarang nanti malah tidak efektif, karena sebentar lagi Bambang DH akan turun. Jadi masalah Moda Transportasi Massal semoga bisa mulai diseriusi Walikota baru besok.

Btw, Nih jawaban yang pasti dan resmi dari pemkot mengenai Box Culvert yg sempat ditanyakan Boneknet.

[ Senin, 18 Mei 2009 ]

Atasi Sedimentasi di Dasar Saluran Box Culvert, Pemkot Sediakan Pompa

SURABAYA - Proyek pembangunan box culvert di beberapa kawasan Surabaya memunculkan kekhawatiran baru. Tumpukan sedimentasi yang mengendap di dasar saluran yang ditutup bakal sulit dikeruk. Sebab, bagian atas saluran itu telah ditutup beton.

Selama ini, jika saluran air mendangkal, pengerukan dilakukan dengan alat berat. Dengan demikian, sedimentasi saluran tinggal dikeruk.

Namun, itu tak bisa dilakukan untuk tiga saluran yang saat ini sedang dipasangi box culvert. Yakni, di Jalan Banyu Urip (850 meter), Jalan Menur (750 meter), dan Jalan Semolowaru (800 meter). Rencananya, saluran tersebut akan disulap menjadi jalan dengan cara ditutup menggunakan gorong-gorong.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Surabaya Sri Mulyono membenarkan adanya kekhawatiran itu. Namun, pemkot sudah mengantisipasi. "Kami sudah merancang sebelum proyek ini dijalankan," katanya. Menurut dia, untuk mengatasi sedimentasi di dasar saluran, pemkot telah menyediakan pompa penyedot lumpur.

Untuk mengeluarkan lumpur itu, pemkot membuat pintu di bagian atas penutup saluran. Ukurannya 80 cm x 80 cm. "Cukup untuk dilewati orang dan selang," ujarnya. Nanti selang yang digunakan untuk menyedot lumpur dilewatkan pintu tersebut. Sesuai gambar, lubang pintu itu dibuat setiap 20 meter di pinggir jalan.

Tidak hanya itu, pemkot juga memasang saringan yang berbentuk jeruji di pintu masuk saluran.

Saringan itu dibuat sedemikian rupa sehingga kotoran yang besarnya di atas tiga sentimeter tidak bisa memasuki saluran. (eko/dos)

MinImaX
May 18th, 2009, 07:20 AM
Tepatnya dimana tuh? Mungkin Union Square yg di tengah segi delapan?

Just googling. Dekat dengan SCTV. Saya tidak tau lokasi pastinya, ada banyak kemungkinan di sana. Tanah kosong di sebelah kolam renang Graha Residen baru saja ditutup pagar beton awal tahun ini. Kalo masih baru dijual, kemungkinan besar bukan Union Square yang sudah direncanakan lama.

MinImaX
May 18th, 2009, 07:26 AM
^^
Yup memang untuk "kota bawah" lalu lintasnya sangat teratur.
Kalau daerah Manukan memang itu boroknya Surabaya, karena memang itu tempat orang-orang pendatang plus lemahnya pengawasan oleh pihak polisi.

Mungkin penghargaan itu dilihat yg "kota bawah", dan itu merupakan yg terbaik diantara kota-kota lain.

Duh setelah dibaca berulang kali baru sadar kalau kota bawah itu artinya downtown... :D :hahaha

ANTHONY @ SURABAYA
May 18th, 2009, 01:03 PM
^^ Lama gak nongol, bro ? Ya, bayangkan saja, dengan kondisi lalu lintas seperti itu, it's still considered the best in Indonesia. Just imagine...

Yup, It's been almost 3 months away from this forum. Just only took sometimes to peep this forum when i had app for coffee in internet cafe. Surabaya ..... yes ... bit big movement, but those movement doesn't followed by the good maintenance. I saw so many buildings seem never been maintained. Looks ugly and dirty. You know, Surabaya looks so beautiful during night. Yes, when no more PK5 around. EXCEPT PASAR KEPUTRAN! So so so ....... you know!

sbyctzn
May 18th, 2009, 02:19 PM
@MinImaX:
Dulu jg sempat bingung sama istilah itu, dapet istilah pertama itu dari skripsi, penelitian, dan makalah yang biasa di Teknik Sipil.
Itu istilah yang diambil dari kata "downtown", dan sering kok digunakan di artikel-artikel.
Hehe3x.. Kelihatannya maksa bgt yah??
Gpp lah lebih menghargai dengan memakai bahasa negara sendiri..

@Anthony:
Welcome back!
Ayo ikut ramaikan forum ini lagi.

bonekNET
May 19th, 2009, 02:14 AM
wis nemu jawabane

JawaPos[ Senin, 18 Mei 2009 ]
Atasi Sedimentasi di Dasar Saluran Box Culvert, Pemkot Sediakan Pompa
SURABAYA - Proyek pembangunan box culvert di beberapa kawasan Surabaya memunculkan kekhawatiran baru. Tumpukan sedimentasi yang mengendap di dasar saluran yang ditutup bakal sulit dikeruk. Sebab, bagian atas saluran itu telah ditutup beton.

Selama ini, jika saluran air mendangkal, pengerukan dilakukan dengan alat berat. Dengan demikian, sedimentasi saluran tinggal dikeruk.

Namun, itu tak bisa dilakukan untuk tiga saluran yang saat ini sedang dipasangi box culvert. Yakni, di Jalan Banyu Urip (850 meter), Jalan Menur (750 meter), dan Jalan Semolowaru (800 meter). Rencananya, saluran tersebut akan disulap menjadi jalan dengan cara ditutup menggunakan gorong-gorong.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Surabaya Sri Mulyono membenarkan adanya kekhawatiran itu. Namun, pemkot sudah mengantisipasi. "Kami sudah merancang sebelum proyek ini dijalankan," katanya. Menurut dia, untuk mengatasi sedimentasi di dasar saluran, pemkot telah menyediakan pompa penyedot lumpur.

Untuk mengeluarkan lumpur itu, pemkot membuat pintu di bagian atas penutup saluran. Ukurannya 80 cm x 80 cm. "Cukup untuk dilewati orang dan selang," ujarnya. Nanti selang yang digunakan untuk menyedot lumpur dilewatkan pintu tersebut. Sesuai gambar, lubang pintu itu dibuat setiap 20 meter di pinggir jalan.

Tidak hanya itu, pemkot juga memasang saringan yang berbentuk jeruji di pintu masuk saluran. Saringan itu dibuat sedemikian rupa sehingga kotoran yang besarnya di atas tiga sentimeter tidak bisa memasuki saluran. (eko/dos)

sbyctzn
May 19th, 2009, 04:49 AM
@bonekNET:
Repost tuh,
kan udah aq post dihalaman sebelumnya,
coba dicek lagi.
Lain kali lebih teliti, sering-sering cek terakhir kali kmu posting di halaman berapa?
Biar keep Update!!
And tdk Repost..
Kan gak enak sama forumer lain??
OK Bro?

Btw domisili kmu Sby Barat mana?
Tdk ingin ikut Gathering Together Forumer SSC di Jemb. Suramadu waktu ujicoba??
Klo minat add FB ku di: hernawan widhi anggara

sbyctzn
May 19th, 2009, 06:39 AM
[ Selasa, 19 Mei 2009 ]

Taj Mahal versus Tak Mahal (Part One)

Catatan Azrul Ananda

Horeeee, Surabaya mau punya stadion baru.
Horeeee, ada yang sepak bola, ada yang indoor
Horeeee, katanya akhir tahun ini sudah jadi.
***

Surabaya ini sudah benar-benar terlambat punya fasilitas olahraga yang megah. Gembar-gembornya kota atlet, tapi gedung-gedungnya kalah jauh dari kota-kota lain yang jauh lebih kecil.

Kabar Surabaya Sport Center (SSC) akan dibangun sebenarnya sudah sangat lama beredar. Bahkan bertahun-tahun lamanya. Saking lamanya, orang sampai lupa kalau proyek itu benar-benar akan berjalan. Saking lamanya, sampai saya sendiri lupa.

Alangkah terkejutnya saya ketika diajak Wali Kota Bambang Dwi Hartono mengunjungi SSC di kawasan Benowo, pekan lalu. Ternyata SSC sudah berjalan cukup jauh.

Kata kontraktornya sih, sudah hampir separo jadi. Dan memang, stadion utama (Gelora Bung Tomo) sudah terlihat megah fisiknya (dari jauh juga sudah kelihatan).

Stadion ini katanya bakal menampung 50 ribu penonton, termasuk hampir lima ribu penonton VIP. Ruang VVIP-nya dirancang supermewah, dengan lobi-lobi dan ruang-ruang yang mewah.

Sedangkan gedung indoor-nya sudah menuju pembangunan atap. Gedung ini berkapasitas 10 ribu penonton, bisa digunakan untuk basket, voli, futsal, bulu tangkis, dan aneka kegiatan lain.
Plus sebuah masjid besar.***

Terus terang, sepulang dari SSC siang itu, saya benar-benar merasa excited. Saya jadi semakin bangga jadi warga Surabaya, yang menurut saya merupakan kota terbaik di Indonesia (saya berpendapat demikian setelah keliling mengunjungi daerah-daerah lain dari Aceh sampai Papua).

Surabaya ini cukup besar, tapi tidak sesemrawut Jakarta (kota sejuta masalah). Surabaya ini besar, tapi lebih teratur reklame dan jalanannya dari Jogjakarta (kota sejuta plang reklame). Surabaya ini besar, tapi lebih tidak serumit Bandung (kota taman labirin).

Belum lagi kebersihannya. Belum lagi warganya yang masih bersifat communal (ramah seperti masyarakat kota kecil, tidak terkesan sombong seperti warga kota terbesar). Untuk ukuran kota sebesar ini, makan juga masih tergolong murah.

Kalau mau jujur, Surabaya ini mungkin tidak terlalu sparkling. Tapi masih smiling (Seharusnya kampanye Smiling Surabaya, bukan Sparkling Surabaya).

Hanya saja, sekarang saya jadi punya ekspektasi tinggi terhadap SSC tersebut. Dan di mana-mana, ekspektasi tinggi merupakan sesuatu yang paling sulit untuk dihadapi.

Mungkin, lebih enak kalau kita punya ekspektasi rendah. Kalau kita tidak terlalu berharap, maka komentar kita terhadap SSC paling begini:
''Halah, paling nanti juga tidak sebagus yang dijanjikan.''
''Halah, paling nanti jadinya biasa-biasa saja. Seperti Bandara Juanda.''
Atau: ''Halah, paling nanti molor tidak karuan."

Tapi saya benar-benar percaya omongan Pak Bambang D.H. Beliau bilang selesai akhir tahun, saya yakin selesai akhir tahun. Bagi pembaca yang masih punya ekspektasi tinggi, mari kita beri Pak Bambang benefit of the doubt terlebih dahulu. Kita percaya SSC bakal kelar akhir tahun nanti.
Kalau tidak? Ya urusan nanti...
***

<Continued Next Post>

sbyctzn
May 19th, 2009, 06:43 AM
<Continued>

Terus terang, saya bukan pakar gedung. Saya juga bukan pakar olahraga dalam arti yang sebenarnya. Ya, saya punya pengalaman keliling dunia nonton pertandingan di gedung-gedung terbaik, nonton balapan di sirkuit-sirkuit terbaik. Saya juga punya pengalaman menyelenggarakan pertandingan basket (DetEksi Basketball League alias DBL) di belasan kota di Indonesia, dari Sumatera sampai Papua.

Tapi, bukan berarti saya pakarnya.
Saya tidak akan sok tahu, mengatakan bahwa apa yang akan saya sampaikan ini merupakan yang terbaik. Tapi siapa tahu bisa dijadikan bahan pertimbangan (tolong baca ya Pak Bambang).

Secara keseluruhan, saya hanya khawatir kalau proyek SSC ini terlalu melip (terlalu tinggi di awang-awang). Karena ini berarti Surabaya membangun Taj Mahal, sementara yang dibutuhkan sebenarnya yang Tak Mahal, tapi banyak.

Apakah betul kita butuh stadion bola berkapasitas 50 ribu orang? Jangan-jangan 30 ribu saja sudah cukup. Juga tidak perlu semewah itu. Mungkin butuh banyak stadion murah-murah (kapasitas 10 ribu saja), tapi tersebar di berbagai sudut Surabaya.

Karena terus terang, kita paling jarang memakai stadion supermewah itu. Yang dibutuhkan adalah stadion-stadion murah, karena lebih banyak kompetisi tingkat bawah.

Lihat saja kompetisi Persebaya. Sampai harus diselenggarakan di Lapangan Mahmil di dekat Bunderan Waru. Ada teman yang menyebutnya ''Under Highway Stadium'' karena terletak di pinggir bawah jalan tol.

Kalau lapangannya saja pinggiran tol, di mana semangat berkompetisinya? Di mana kebanggaannya?Dan ini baru soal frekuensi pemakaian dan kebutuhan. Kita belum bicara soal perawatan dan lain-lain. (bersambung)

Taken from Jawapos, today.

sbyctzn
May 19th, 2009, 06:45 AM
I like Azrul Ananda Comment!!

teddybear
May 19th, 2009, 07:13 AM
^Wah jadi menjelek-jelekkan kota lain. Nggak apalah, tiap orang punya pendapat masing2x, dan memang ada benarnya yang dia bilang.

Ada update foto nggak nih?

sbyctzn
May 19th, 2009, 07:40 AM
Ya gpp, kritik kan jg bagus untuk memperbaiki diri.
Itu pendapat Azrul Ananda yg sesuai fakta, dan kalau tidak diungkap ya kota di Indonesia tidak akan pernah menjadi baik, kalau begini kan jadi terlecut semangat untuk menjadi lebih baik.
Tinggal bagaimana yg terkait mau bertindak atau tidak.
Betul??

Ebek21
May 20th, 2009, 06:36 AM
I post the second part of Azrul Ananda's article in Jawapos today.

Taj Mahal versus Tak Mahal (Part Deux)

Catatan Azrul Ananda

Kekhawatiran saya tentang gedung indoor Surabaya Sport Center (SSC) sama dengan kekhawatiran tentang stadion utamanya. Ketika mendengar kapasitasnya sepuluh ribu orang. Lalu melihat gambar desainnya. Yang ada di kepala saya langsung GOR Rumbai di Pekanbaru, atau Sudiang di Makassar.

Dua-duanya superbesar, dua-duanya supermegah. Dua-duanya juga kebesaran dan mubazir. Kebetulan, seperti SSC, dua-duanya terletak terlalu jauh dari kota dan keramaian. Tak heran, dalam dua tahun terakhir, praktis hanya DBL yang memakai Rumbai dan Sudiang. Di luar itu, gedung jadi penampungan debu dan kotoran.

Dengan kapasitas 10 ribu, gedung juga jadi sangat sulit untuk ''dipenuhi''. Bagi penyelenggara, gedung juga jadi sangat mahal. Kalaupun bukan biaya sewa, yang mahal adalah biaya ''branding''-nya. Butuh lebih banyak spanduk dan materi-materi lain untuk mengisinya. Dan itu tidaklah murah.

Harga tiket pun terpaksa murah, sulit dinaikkan, karena penyelenggara pasti mengejar jumlah penonton. Padahal, di masa depan, even olahraga yang sehat dan sustainable akan lebih bergantung pada pemasukan tiket, bukan sponsor atau penyumbang.

Duit sponsor ada batasannya. Duit penyumbang ada batasannya (dan niatan di baliknya). Duit penonton? Kalau banyak dan berbondong-bondong, kelak bisa mengalahkan segala duit sponsor dan penyumbang. Liga basket NBA di Amerika merupakan contohnya. Lebih dari separo income didapat dari penonton dan opportunity bisnis yang didapat dari para penggemar, bukan murni duit sponsor.

Mungkin ada yang bilang, Azrul mengkritik karena tak ingin DBL Arena terancam. Seperti yang sudah saya sampaikan kepada Pak Bambang D.H., di masa depan DBL justru akan membutuhkan gedung indoor SSC ini.

Tahun ini, lebih dari 300 tim mendaftar di DBL Jawa Timur (323 tim). Padahal, yang bisa tertampung hanya 258 tim. Mengapa? Selain karena batasan waktu, juga gedung. Bulan Juli sampai Agustus nanti, saat Honda DBL 2009 berlangsung di Surabaya, bakal ada sepuluh pertandingan sehari di DBL Arena! Itu sudah terlalu banyak.

Tidak lama lagi, dengan pertumbuhan penonton DBL yang dahsyat, kita akan membutuhkan dua gedung dengan kapasitas dan fasilitas minimal seperti DBL Arena (4.400 orang). Kandidatnya? Jelas bukan GOR Kertajaya...

Terus terang, ketika masuk ke gedung indoor untuk kali pertama, saya merasa cukup lega. Meski atap belum dipasang, saya langsung bernapas lega karena gedung ini sama sekali tidak seperti Rumbai atau Sudiang.

Tembok di pinggir lapangan (yang menjadi bagian depan tribun), tidaklah terlalu tinggi. Jarak tembok dengan lapangan nanti juga tidak terlalu jauh. Sama seperti Gelora Bung Tomo kelak, saya yakin gedung indoor ini nanti akan menawarkan atmosfer yang ''hangat''. Tidak ''dingin'' dan jauh seperti Rumbai, Sudiang, plus GOR UNY di Jogjakarta.

Bagian pinggir lapangan juga tidak terganggu pintu besar. Semua pintu akses ke lapangan ada di sudut. Ini juga melegakan. Tidak seperti GOR C-Tra Arena di Bandung (dan kebanyakan gedung lain).

Dalam hal ini, untuk sementara saya salut kepada tim desain dan kontraktornya. Tapi saya akan simpan tepuk tangan sampai ketika gedung ini nanti jadi.

***

Kembali soal Taj Mahal versus Tak Mahal, saya juga berpikir apakah gedung indoor SSC memang butuh tribun 10 ribu penonton. Karena sebenarnya, 5.000 sampai 7.000 sudah lebih dari cukup.

Alasannya seperti yang sudah disebut: Gedung bakal jarang penuh, sementara yang benar-benar dibutuhkan adalah lebih banyak gedung-gedung murah di berbagai penjuru kota.

Untuk basket misalnya. Kita hitung saja sekarang, ada berapa gedung indoor di Surabaya. Ada DBL Arena, GOR Kertajaya, Santa Agnes Sport Hall, GOR Pacific, Bumimoro, Hayam Wuruk. Plus mungkin beberapa lagi.

Tidak semuanya bisa dipakai dengan cukup mudah (maksudnya sangat murah) oleh masyarakat. Tidak semuanya juga memenuhi standar yang sebenarnya.

Bola voli lebih terbatas lagi.

Mungkin, jumlah gedung indoor di Surabaya ini sudah lumayan bila dibandingkan dengan kebanyakan kota lain di Indonesia. Tapi mungkin masih jauh dari cukup kalau kebutuhannya untuk ''memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat''.

Tahun lalu, saya beruntung bisa membawa tim All-Star DBL Indonesia ke Perth, Australia. Alangkah irinya saya mendengar penjelasan, kalau ada lebih dari 400 lapangan basket indoor di kota tersebut. Padahal, penduduknya hanya 1,5 juta orang alias sekitar separo Surabaya!

Banyak pula gedung yang satu atap tapi berisi banyak lapangan (seperti kebanyakan gedung bulu tangkis, tapi lapangannya basket). Bahkan, ada gedung yang di bawah satu atap ada delapan lapangan! Hanya satu yang memakai tribun (kapasitas 1.500-an). Lainnya murni untuk latihan.

Di Perth, gedung basket terbaiknya (yang dipakai liga profesional tertinggi) hanya berkapasitas 5.000 penonton. Katanya sedang membangun yang kapasitas sampai 10 ribu. Tapi di sana kan orang-orangnya dan pemerintahnya memang mampu...

Dengan situasi seperti itu saja, katanya Perth masih kekurangan lapangan! Makin iri rasanya...

Gara-gara ke Perth itu, saya jadi punya cita-cita. Kalau nanti punya duit, ingin bikin gedung latihan yang berisi banyak lapangan. Mungkin dua sampai empat lapangan.

Dengan begitu, semua sekolah di Surabaya bisa bergantian menyewa lapangan latihan. Dengan begitu, biaya sewa terjangkau karena gedungnya memang tidak perlu dikelola seperti stadion. Dengan begitu, jadi lebih banyak lagi masyarakat yang berolahraga, dan olahraga jadi lebih memasyarakat.

Gampangnya seperti masjid lah. Jumlahnya banyak sekali, tersebar di mana-mana, dan tidak terlalu besar. Memudahkan orang untuk salat bukan?

Cuma herannya, ngapain ya ada masjid besar di SSC? Sudah selesai duluan lagi. Padahal, di sekitar situ sudah ada banyak masjid besar. Bukankah lebih baik duitnya dipakai bikin gedung indoor lain, sehingga basket dan bola voli (atau futsal, atau bulu tangkis) bisa dapat gedung sendiri-sendiri?

Atau mungkin duitnya dipakai untuk membangun kantor-kantor organisasi olahraga, sehingga tidak perlu menempel di gedung-gedung olahraga seperti yang kebanyakan terjadi saat ini.

***

Tak sabar rasanya menunggu SSC nanti jadi. Tak sabar rasanya bilang ke orang, Surabaya punya fasilitas olahraga terbaik di Indonesia.

Karena kompleks itu belum jadi, saya belum tahu pasti pengelolaannya nanti seperti apa. Tapi saya berharap, cara penggunaan kompleks olahraga juga sudah seperti di negara-negara maju.

Saya membayangkan, orang tidak bisa langsung berjalan menuju pintu-pintu masuk di Gelora Bung Tomo atau gedung indoor. Begitu tiba, pengunjung lebih dulu masuk kawasan tempat pembelian tiket. Dan ini agak jauh dari stadion-stadionnya. Lalu, pengunjung lebih dulu di-screening, dalam hal tiket maupun bawaan.

Begitu lolos, baru bisa masuk kawasan khusus di sekeliling stadion utama atau gedung indoor. Dengan begitu, penonton yang masuk sudah tersaring dari jauh. Biaya keamanan di dalam pun jadi jauh lebih rendah. Karena tidak perlu terlalu banyak orang untuk menjaga semua pintu.

Bayangkan, ada 21 pintu (dan 42 akses ke tribun) di Gelora Bung Tomo nanti. Kalau penonton baru beli tiket di pinggir stadion, alangkah besarnya biaya pengamanan dan penjagaannya!

Di negara-negara modern, rata-rata pola kerja evennya sudah seperti itu. Tiket sudah diperiksa dan tas sudah digeledah jauh sebelum mendekati tribun.

Semoga saja nanti SSC seperti itu. Kalau belum, semoga nanti berubah jadi seperti itu. Toh tanahnya cukup luas untuk itu...

***

Terima kasih Pemkot Surabaya, terima kasih Pak Bambang D.H. dan timnya. Sekarang Surabaya punya mimpi baru. Kelak Surabaya punya fasilitas baru yang bisa disombongkan.

Tapi tolong jangan lupa. Kalau sudah punya Taj Mahal, jangan lupa bikin yang Tak Mahal tapi dalam jumlah banyak. Karena Tak Mahal juga akan dibutuhkan, bahkan mungkin lebih dibutuhkan. (habis)

Taken from Jawapos, May 20, 2009

pecinta_surabaya
May 21st, 2009, 04:43 AM
Jalan Menuju SSC Rusak Parah

SURABAYA - Pembangunan Surabaya Sport Center (SSC) harus disertai pembenahan fasilitas di sekitarnya. Sebab, selain berdekatan dengan LPA Benowo -yang gagal tender pengolahan sampah-, jalan menuju SSC dari Benowo rusak parah.

Selain penuh lubang, jalan tersebut bergelombang. Hujan yang sering mengguyur menimbulkan genangan dan jalanan penuh lumpur. ''Kalau habis hujan, bahaya lewat sini. Jalanan penuh lumpur,'' kata Ahmad Toha, tukang ojek yang mangkal di depan jalan masuk menuju SSC.

Bila tidak berhati-hati, pengguna jalan bisa-bisa masuk tambak di kanan-kiri jalan. ''Sampeyan lihat, jalannya kan tidak cukup lebar, buat papasan truk saja susah. Makanya, takutnya yang tidak biasa lewat sini malah tercebur ke tambak,'' jelas pria asal Kendung, Benowo, tersebut. Karena jalanan yang berlubang itu, banyak sampah berjatuhan dari truk pengangkut yang menuju LPA Benowo.

Kondisi jalan yang parah tersebut diakui Sri Mulyono, kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Surabaya. ''Jalan itu rusak karena truk-truk besar milik proyek SSC yang melintas di situ,'' ungkap pria yang akrab disapa Sri Mul itu. ''Tanggung jawab perbaikan jalan tersebut nanti diserahkan kepada kontraktor yang mengerjakan proyek SSC,'' lanjutnya.

DMBP, kata Sri Mul, tahun ini tidak menganggarkan perbaikan jalan di lokasi tersebut. ''Perbaikannya menjadi tanggung jawab kontraktor. Entah mulai kapan dikerjakan,'' katanya.

Yang jelas, jalan menuju SSC dari Jalan Raya Benowo itu memang harus dibenahi. ''Walaupun nanti, kata Bu Risma (kepala Bappeko, Red), disiapkan akses melalui tol, ke depan akses dari Benowo tersebut perlu dibenahi. Terutama menyangkut pelebaran jalan,'' tegasnya. Mungkin tahun depan DBMP menggangarkan pembenahan tersebut.

pecinta_surabaya
May 21st, 2009, 04:49 AM
http://img9.imageshack.us/img9/8223/74643587.jpg

Proyek Box Culvert Terganggu Cuaca

SURABAYA - Kekhawatiran warga Banyu Urip bahwa pembangunan box culvert akan membuat pemukiman mereka kena luberan air sungai, dijawab pihak kotraktor Rudi Jaya. Mereka berjanji, meski hujan, air sungai tidak akan luber ke rumah warga.

"Sore ini kan hujan deras, tapi bisa dilihat, tidak ada luberan dari sungai. Kalau ada genangan air di jalan, itu murni air hujan," ujar Ibnu Gofur, staf ahli Rudi Jaya, kontraktor yang mengerjakan Proyek Box Culvert Banyu Urip.

Luberan air yang terjadi beberapa hari lalu, menurut Gofur, karena alat berat untuk mengeruk sungai belum disiapkan. "Cuaca kan tidak menentu. Dalam perhitungan kami, seharusnya saat ini intensitas hujan mulai berkurang. Karena itu, kemarin alat berat tidak kami siapkan," kilahnya.

Dia menjelaskan, luberan air sungai itu akibat dangkalnya bagian sungai yang tidak masuk pengerjaan proyek. "Yang dipasang box culvert kan sepanjang 850 meter. Nah di luar posisi itu kondisi sungai banyak yang dangkal," katanya. Untuk itu, pihaknya mengaku ngalahi, harus mengerjakan normalisasi sungai lebih dulu. "Jadi yang di luar proyek terpaksa kami keruk juga," katanya.

Dia mengaku telah menambah alat berat yang diarahkan ke titik-titik yang masih dangkal. Salah satunya yang digarap adalah sebelum pertigaan Girilaya. Sebenarnya kontraktor siap melakukan normalisasi di beberapa titik lain, namun terganggu kondisi di atas tanggul. "Di beberapa titik di atas tanggul banyak terdapat tanaman dan utilitas lain. Menurut peraturan, itu di luar wewenang kami," kata Gofur.

Selain pengerukan, pencegahan banjir juga dilakukan dengan membuka penyekat-penyekat aliran sungai. Penyekatan itu dibuat untuk mensterilkan dasar sungai dari air agar dapat dilakukan pengecoran. "Kami buka beberapa penyekat sehingga air bisa langsung mengalir," katanya.

Pembukaan penyekat-penyekat itu, kata Gofur sebenarnya mendatangkan masalah bagi proyek. "Masalahnya, tiap hujan reda, kami harus kosongkan air lagi dengan pengurasan. Kalau tidak gitu mana bisa dilakukan pengecoran lantai."

Karena proses tersebut memakan waktu, Gofur tidak menampik bila pemasangan box culvert akan memakan waktu lebih lama. "Ya kalau kondisinya seperti itu otomatis butuh waktu ekstra kan," ujarnya.

Untuk mengejar deadline pengerjaan delapan bulan, pihak proyek bekerja siang-malam. "Kalau memungkinkan kami kebut siang-malam. Tapi, kalau cuaca tidak bisa diprediksi seperti sekarang ini, risiko mundur dari jadwal itu bisa," ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, proyek box culvert Banyu Urip senilai Rp 35 miliar itu dijadwalkan rampung dalam delapan bulan setelah kontrak dilakukan awal Maret lalu. Pemasangan box culvert tahap pertama dilakukan sepanjang 850 meter, dari pertigaan Girilaya hingga pintu air Petemon. Sedangkan tahap kedua diagendakan tahun depan sepanjang 1.500 meter, melanjutkan dari pintu air Petemon hingga Darmo Satelit.

pecinta_surabaya
May 21st, 2009, 04:50 AM
Agustus Pasar Turi Mulai Dibangun

SURABAYA -Nasib pembangunan kembali Pasar Turi makin jelas. Hal itu menyusul dicapainya kesepakatan bersama antara pemkot dan perwakilan pedagang dalam hearing yang difasilitasi Komisi C DPRD Surabaya kemarin.

Yang menarik, dalam dengar pendapat itu, pedagang diwakili dua kelompok selama ini sering berseberangan dalam menyikapi berbagai hal terkait pembangunan kembali Pasar Turi. Yakni Asosiasi Pedagang Pasar Turi Bersatu (AP3TB) dan Kelompok Tim Pemulihan Pasar Turi Pasca Kebakaran (TPPTPK). Sedangkan pemkot diwakili Asisten I Muklas Udin dan Kepala UPTD Pasar Turi Achmad Basori. Dengar pendapat dipimpin Ketua Komisi C Armuji.

Dalam forum itu, pemkot dan pedagang sepakat untuk segera menyelesaikan pembangunan tempat penampungan sementara (TPS). Pedagang menuntut TPS dirampungkan sebelum bangunan utama Pasar Turi dibangun. Menurut juru bicara AP3TB Moch. Husnin Yasin, para pedagang khawatir akan kehilangan tempat berjualan jika Pasar Turi dibongkar nanti. Sebab, setelah kebakaran pada 26 Juli 2007, sebagian pedagang tetap menempati sisa bangunan yang ada. Karena itu, TPS harus segera diselesaikan.

Di pihak lain, pemkot sampai saat ini masih kesulitan untuk menyelesaikan pembanguan TPS. Hal itu, kata Ketua Komisi C Armuji, karena pemkot dan kontraktor masih berselisih pendapat mengenai nilai pembangunan TPS. Pemkot merasa telah menyelesaikan pembayaran sampai tahapan pembanguan saat ini, sedangkan kontraktor mengklaim bahwa anggaran yang diberikan pemkot telah habis untuk membangun TPS selama ini.

Untuk menyelesaikan masalah itu, komisi C memberikan batas waktu dua minggu kepada kontraktor untuk menyelesaikan pembanguan TPS. Jika tidak berhasil, komisi C meminta pemkot untuk memutus kontrak perusahaan jasa konstruksi tersebut.

Kesepakatan lain adalah mengenai mekanisme pemilahan aset Pasar Turi milik pemkot dan pedagang. Pemkot telah menyelesaikan penaksiran nilai aset Pasar Turi secara keseluruhan. Sedangkan untuk menentukan nilai aset milik pedagang, pemkot akan mengurangkan nilai aset keseluruhan dengan barang-barang yang diklaim sebagai milik pedagang. ''Aset milik pedagang yang dimaksud adalah rolling door dan aksesoris dalam stan seperti rak barang dagangan,'' terang Armuji.

Pemkot saat ini sedang membuat desain Pasar Turi baru dengan konsultan dari ITS. Jika telah selesai, desain itu akan dimusyawarahkan dengan pedagang.

Sementara itu, Asisten I Pemkot Muklas Udin mengatakan, pemkot berencana membangun kembali Pasar Turi mulai Agustus mendatang dan ditargetkan selesai pada 2010. Namun, karena sumber pembiayaan yang terbatas, pemkot memilih lelang investasi untuk membangun Pasar Turi nanti. Mekanisme yang dipilih dengan BOT (Build Operation Transfer). Artinya, investor berhak untuk membangun dan mengelola Pasar Turi hingga jangka waktu tertentu. Rencananya selama 15 tahun. Setelah kurun waktu itu, aset Pasar Turi akan dikembalikan ke pemkot. ''Tetapi nilai asetnya harus memenuhi standar tertentu,'' imbuh Armuji.

Untuk mempercepat pembanguan Pasar Turi, pemkot juga berencana membuat sebuah tim rapat kerja yang bertujuan untuk lebih serius membicarakan persoalan ini. Tim tersebut terdiri atas dua kelompok pedagang yang selama ini berseberangan dalam menyikapi pembangunan kembali Pasar Turi. Pemkot akan melibatkan lima pedagang yang berasal dari A3TB dan TPPTPK. Selama ini salah satu faktor penghambat kemajuan pembanguan Pasar Turi adalah tidak bersatunya para pedagang.

Tim itu, kata Muklas Udin, akan difasilitasi Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pasar Turi. Dalam hal ini Kepala UPTD Achmad Basori akan bertanggung jawab dalam mengakomodasi segala pendapat kedua kelompok. ''Agar mereka satu suara dalam pembangunan Pasar Turi ini,'' katanya. ''Kita juga akan menghindari klaim adanya orang-orang yang mengaku tidak diajak bicara dalam masalah ini,'' imbuhnya.

Ebek21
May 22nd, 2009, 06:48 AM
EVA Airlines itu masih buka penerbangan Sby-Taiwan nggak ya ? Seingatku dulu pernah ada loh.

China Airlines Buka Rute ke Surabaya

SURABAYA - Indonesia dipandang sebagai pasar yang prospektif oleh salah satu maskapai penerbangan terbesar di Asia, China Airlines. Mulai kemarin (21/5), maskapai yang bermarkas di Taipei, Taiwan, itu menambah jumlah kota yang diterbangi. Sukses menjaring penumpang di Jakarta dan Bali, China Airlines kini membuka rute ke Surabaya.

Marketing Manager China Airlines untuk wilayah Indonesia Alwin Heodinata mengatakan, Surabaya dipilih karena potensi wisatanya yang mulai diminati oleh warga Taiwan. Jumlah penumpang wisatawan ini diharapkan mendongkrak tingkat isian penumpang di pesawat (load factor) yang selama ini bergantung pada penumpang pebisnis dan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jatim yang pulang.''Kami ingin jumlah tamu leisure (wisatawan) dari Taipei ke Surabaya kembali banyak seperti sebelum krisis 1998. Sehingga bisa berkontribusi terhadap target load factor sekitar 60 persen,''ujar Alwin dalam seremoni pembukaan rute baru Taipei-Singapura-Surabaya di Bandara Juanda, kemarin (21/5).

Untuk memacu penumpang wisman itu, China Airlines bekerja sama dengan travel agen dari Singapura, Taipei, dan Surabaya. "Sinergi itu untuk saling mempromosikan wisata di daerahnya masing-masing,'' ujar Alwin. Selain itu mereka juga menggandeng Surabaya Tourism and Promotion Board yang juga akan berperan aktif mempromosikan Surabaya di Taipei.

Sebelum membuka rute ke Surabaya, China Airlines sudah terbang dua kali per hari ke Bali. Rute itu cukup gemuk dengan rata-rata load factor sekitar 90 persen. Sementara penerbangan Taipei-Jakarta satu kali per hari membukukan rata-rata load factor sekitar 85 persen.

Hadirnya China Airlines ke Surabaya juga membawa berkah bagi PT Gapura Angkasa, penanggung jawab ground handling di Bandara Internasional Juanda. Menurut Padang Baskoro, general manager Gapura Angkasa Juanda, China Airlines adalah salah satu maskapai besar yang menetapkan kriteria ketat dalam memilih perusahaan layanan di bandara."Ini menantang kami untuk menyiapkan standar layanan kelas dunia, agar semakin dipercaya maskapai penerbangan kelas atas seperti China Airlines," ujarnya.

Taken from Jawapos, May 22, 2009

sbyctzn
May 22nd, 2009, 07:36 AM
Eva Air??
Kok sudah lama tidak pernah muncul di Juanda.
Apa memang jadwalnya yg sedikit?
Tapi saya pernah lihat di beberapa agen travel yg nampilin label eva air..
Mungkin masih ada kok..
Cuman jarang saja..
Seminggu cuma sekali mungkin.

teddybear
May 22nd, 2009, 09:30 AM
I like Eva Air.

Guys, aren't there any photo update? LJ Meritus? It's been quite a while already.
Thanks!

Fir3blaze
May 22nd, 2009, 10:14 AM
Eva Air??
Kok sudah lama tidak pernah muncul di Juanda.
Apa memang jadwalnya yg sedikit?
Tapi saya pernah lihat di beberapa agen travel yg nampilin label eva air..
Mungkin masih ada kok..
Cuman jarang saja..
Seminggu cuma sekali mungkin.

Baru cek di websitenya EVA, masih ada kok. Twice weekly dari Taipei.
Cuman dateng dan berangkatnya deket2 tengah malam, jadi jarang keliatan. Btw China Airlines juga datang hampir tengah malam, berangkat pagi subuh.

sbyctzn
May 22nd, 2009, 12:13 PM
@teddybear:
next week i will take pic update, or other forumer that have pic update??
Like Meritus?? GCS?? Etc..

Meritus terakhir saya lewat sudah memasang kaca sampai setengah bangunan..

GCS bagian Convention Center sudah tertutup semua, tidak terlihat betonnya lagi, tinggal pasang kacanya.

Graha Sampoerna sibuk banget!!

Dan proyek2 lain yg lain jg banyak yg masih terus jalan..

@fir3blaze:
Thanks buat infonya..
Ternyata memang benar masih operasi Eva Air..

sbyctzn
May 23rd, 2009, 05:43 AM
Dermaga Nilam resmi beroperasi

Jum'at, 22 Mei 2009 | 16:01 wib ET

SURABAYA:
PT Nilam Port Terminal Indonesia (NPTI) resmi beroperasi. Terminal multipurpose merupakan badan usaha perusahaan konsorsium eks Terminal Nilam.
Menurut Kepala Humas PT Pelindo III Iwan Sabatini, PT. NPTI telah mengikuti aturan main yang disepakati bersama, karena masing masing memiliki legalitas bidang usaha operator pelabuhan dan kegiatan jasa bongkar muat.
"Terminal Nilam telah siap dioperasikan untuk melayani petikemas antar pulau (domestik)," kata Iwan, Jumat (22/5/09).
Dia menjelaskan, konversi Nilam dilakukan dengan meratakan sejumlah gudang-gudang untuk mendukung penyediaan lapangan seluas 4 hektare, serta pengadaan container crane.
"Terminal Nilam sepanjang 320 meter berhasil dikonversikan untuk sementara bisa dilakukan kegiatan multipurpose antara barang curah dan petikemas," jelasnya.
Kegiatan tersebut masih dilakukan dengan menggunakan alat shipcrane sambil menunggu investasi 3 (tiga) unit container crane, 6 RTG, dan15 trailer untuk dioperasikan di Terminal Nilam.

Selain itu, penguatan tiang pancang dermaga sepanjang 320 meter dengan pengerukan kedalaman sampai minus 8 LWS, diharapkan dapat menghandle kapal-kapal domestik.
Proses modernisai dermaga Nilam Timur itu disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan perkembangan arus petikemas domestik. Hal itu juga dimaksudkan untuk mengantisipasi stagnasi arus petikemas dengan Berth Occupation Ratio (BOR) diatas 70%.
Untuk modernisasi tersebut, Pelindo III mengalokasikan dana sekitar Rp100 milyar. Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Adhi Karya dan Modern JO.
Dermaga Nilam memang skala Prioritas untuk kapal petikemas antar pulau, tetapi dimungkinkan dapat digunakan kapal general cargo, Kapal-kapal domestik rata-rata panjang antara 70 meter-110 meter.
"Dermaga ini nantinya bisa ditambati sebanyak empat kapal sekaligus untuk melakukan bongkar muat petikemas," ujarnya.
(kbc)

Taken from Kabar Bisnis, yesterday.

sbyctzn
May 23rd, 2009, 07:06 AM
Http://www.jawapos.co.id/imgall/1/imgori/70905large.jpg

[ Sabtu, 23 Mei 2009 ]

Awal Juni Bus Heritage Beroperasi untuk Wisata di Surabaya

SURABAYA - Mulai awal Juni nanti di Surabaya beroperasi Bus Heritage. Itu bukan bus biasa, melainkan bus yang khusus menjamah rute-rute bersejarah di Surabaya. Bus khusus tersebut merupakan prakarsa House of Sampoerna bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya.
General Manager House of Sampoerna Ina Silas mengatakan, pengoperasian bus itu dilatarbelakangi kondisi bahwa banyak potensi wisata sejarah Surabaya yang belum tereksplorasi. ''Banyak wisatawan sejarah yang kesulitan mencari jujukan untuk disinggahi. Pilihan tempat mereka jadi sangat terbatas selama mengunjungi kota ini,'' jelas Ina Silas saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos kemarin (22/5).

Bus Heritage mempunyai dua rute, yakni rute pendek dan rute panjang. Pada dua rute tersebut, bus akan berhenti di beberapa lokasi wisata. Pada rute pendek, bus berhenti di Tugu Pahlawan. Untuk rute panjang, bus berhenti di Balai Pemuda. Bus itu start dan finis di kompleks House of Sampoerna.
Tidak semua tempat wisata sejarah akan disinggahi bus tersebut. Hal itu disebabkan keterbatasan waktu kunjungan. ''Untuk sementara, rute yang dilalui masih di wilayah Surabaya Utara. Sebab, memang di wilayah utara yang paling banyak bangunan kuno dan bersejarah,'' jelasnya.

Ina mengatakan, terkait hal itu, pemerintah lebih berperan dalam perbaikan infrastruktur. ''Misalnya, perbaikan jalan ataupun jalur pedestrian. Hal itu akan sangat menunjang pengembangan wisata sejarah ini nantinya,'' kata putri pakar perkotaan Prof Johan Silas itu.
Pada tahap pertama, armada bus yang disediakan House of Sampoerna baru satu unit. Bus itu berkapasitas 22 penumpang. ''Bus ini bisa dimanfaatkan siapa pun dan tidak dipungut biaya,'' tandasnya. (ign/ari)

sbyctzn
May 23rd, 2009, 07:12 AM
http://www.jawapos.co.id/imgall/3/imgori/70758large.jpg

[ Sabtu, 23 Mei 2009 ]

Jembatan Suramadu Dipastikan Resmi Beroperasi 10 Juni 2009

SURABAYA - Kunjungan ke Jawa Timur kemarin dimanfaatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melihat progress pembangunan Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). Di depan presiden, pelaksana megaproyek itu berjanji bahwa jembatan tersebut dioperasikan 10 Juni, bulan depan.

SBY datang ke lokasi Suramadu sekitar pukul 10.30. Ikut dalam rombongan tersebut beberapa menteri. Di antaranya, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menkominfo M. Nuh, dan Juru Bicara Kepresidenan Andi Alfian Mallarangeng.Rombongan presiden itu disambut Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Soekarwo-Saifullah Yusuf. Juga ikut menyambut adalah Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Soewarno dan Kapolda Irjen Pol Anton Bachrul Alam. Dua bupati di Pulau Madura juga hadir. Mereka adalah Fuad Amin (Bangkalan) dan Kholilurrahman (Pamekasan).

Begitu tiba di lokasi Suramadu, SBY langsung naik ke jembatan dan melihat dari dekat para pekerja yang menyelesaikan jalur khusus untuk sepeda motor. Dari tempat itu juga SBY dengan bantuan teropong melihat bangunan jembatan di sisi Madura. "Silakan Pak Pangdam lari mencoba jembatan ini," ujar SBY, bermaksud bercanda kepada Pangdam yang berada di lokasi tersebut.

Capres yang berpasangan dengan Boediono itu mengapresiasi pengerjaan proyek Suramadu. "Maknai pembangunan jembatan ini untuk pembangunan ekonomi dan peradaban bangsa," pesan SBY.
Selama kunjungan yang tidak sampai 15 menit itu, SBY menerima penjelasan dari Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional V Departemen Pekerjaan Umum A.G. Ismail yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut. Dia mengklaim progress Suramadu sudah mencapai 98,81 persen. Artinya, pekerjaan yang tersisa tinggal 1,19 persen.

Dia menjelaskan, dari progress tersebut saat ini konsentrasi pengerjaan berupa penyelesaian akhir. Yakni, pengaspalan maupun pengecoran pada sebagian ruas untuk sepeda motor di approach bridge sisi Surabaya. "Rincian dari progress tersebut meliputi sisi Surabaya pengerjaan causeway. Sebab, pembebasan lahan dan pembangunan jalan pendekat sudah 100 persen," terangnya.

Di sisi Madura, lanjut Ismail, pengerjaan causeway dan pembebasan lahan mencapai 100 persen. Sedangkan pembangunan jalan akses 97,8 persen. Pada bentang tengah, pembangunan cable stay 99,15 persen dan approach bridge 98,81 persen (lihat grafis).
"Dengan progress tersebut, jembatan selesai lebih cepat," ungkap Ismail. Jika semula akan diresmikan 12 Juni, dipastikan jadwalnya maju dua hari. "Kami yakin bisa diresmikan 10 Juni, sekaligus langsung dioperasikan," katanya.

Menurut Ismail, saat ini pelaksana proyek juga memasang pintu tol di sisi Surabaya dan Madura. Ismail menambahkan bahwa pihaknya juga menjaga unsur kualitas dan estetika. Dalam hal ini, pelaksana proyek akan memasang lampu sorot di jembatan yang panjangnya mencapai 5.438 meter itu. (sep/kum).

Taken from Jawapos, today.

pecinta_surabaya
May 23rd, 2009, 02:29 PM
[ Jum'at, 22 Mei 2009 ]

TC Jadi Sentra UKM

SURABAYA - Masa sewa pusat pertokoan Tunjungan Center di Jl Tunjungan habis pada akhir bulan ini. Daripada bangunan itu mangkrak berbulan-bulan seperti gedung Siola yang berada di sebelahnya, pemkot berencana memanfaatkannya untuk sentra UKM (usaha kecil menengah). Di tempat tersebut, produk UKM binaan pemkot akan dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Surabaya. Sebelumnya, Tunjungan Center disewa oleh PT Padi Gabah.

Kepala Bappeko Tri Rismaharini mengatakan, pemkot akan mendesain ulang interior Tunjungan Center. Rencananya, akan dibangun beberapa stan untuk memamerkan produk khas Surabaya. "Kita targetkan sentra UKM itu bisa selesai sebelum Oktober 2009," katanya. Program sentra UKM itu, lanjut Risma, sekaligus menyambut Konferensi Masyarakat Transportasi Internasional pada November 2009.

Lebih lanjut, Risma menerangkan, pada saat konferensi berlangsung, akan banyak peserta yang datang ke Surabaya. Mereka tentu akan mencari pusat jajanan atau oleh-oleh bernuansa Surabaya. "Selama ini kita memang belum punya tempat seperti itu. Ini juga untuk mengenalkan Surabaya di dunia Internasional," kata mantan kepala Balitbang tersebut.

Sentra UKM tersebut nanti tidak hanya menjajakan suvenir. Stan-stan makanan khas Surabaya seperti lontong balap juga akan ada di sana. Selain itu, sentra itu juga menjual pakaian produk UKM Surabaya.

pecinta_surabaya
May 23rd, 2009, 02:33 PM
http://img9.imageshack.us/img9/4706/70832large.jpg

Terganjal Hujan dan Bangunan

SURABAYA - Hujan deras yang mengguyur Surabaya sepekan terakhir membuat proyek box culvert Semolowaru berjalan tersendat. Target penyelesaian yang semula dipatok Oktober tahun ini terancam molor.

Hal itu disampaikan oleh Rochmad Jauhari, pelaksana teknis box culvert Semolowaru. Jika hujan turun, tutur Rochmad, pengecoran tidak bisa dilakukan. Dia mengatakan, pengerjaan hanya dilakukan saat malam, mulai pukul 22.00 hingga 05.00. "Untuk pengerjaan siang, kami belum mendapat izin menutup jalan," ucap Rochmad.

Untuk mengatasi hal tersebut, PT Rudy Jaya selaku kontraktor akan mengomunikasikan hal tersebut dengan pihak-pihak terkait seperti Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Surabaya dan kepolisian. "Jika disetujui, kami akan mengerjakannya siang-malam. Pengerjaan siangnya mulai pukul 07.00 sampai 17.00," ujar Rochmad.

Terhentinya proyek membuat jalan sekitar Semolowaru semakin macet karena backhoe diparkir di pinggir jalan. Keterlambatan itu disyukuri PKL yang menggunakan bantaran sungai sebagai lahan usaha. Pasalnya, pembersihan bantaran sungai sepanjang box culvert belum dilakukan menyeluruh.

"Kami sepakat membongkar tahap demi tahap," tutur Rochmad. Pembongkaran akan dilakukan setiap 50 meter. Setiap box culvert selesai 50 meter, pembongkaran pengguna bantaran sungai akan dilanjutkan 50 meter, begitu selanjutnya.

Kepala DBMP Sri Mulyono mengatakan, pembangunan box culvert Semolowaru sementara waktu tidak diizinkan menutup jalan. "Tidak memungkinkan kalau harus menutup jalan. Kalau di Banyu Urip masih mungkin," ujar Sri.

Meski demikian, jika memang terpaksa harus menutup jalan, DBMP setuju sebatas pemasangan beton box culvert. "Kalau sekarang kan masih tahap pengerukan, jadi tidak perlu ada penutupan arus dulu," tuturnya.

Pengerjaan proyek memang sengaja dilakukan sedikit demi sedikit. Sebab, cuaca masih tidak menentu. "Kalau semua lokasi kita kerjakan, sedangkan betonnya belum datang, kami khawatir malah longsor. Apalagi, hujan masih turun," terang Sri.

pecinta_surabaya
May 23rd, 2009, 02:34 PM
Pasar Menur Segera Dibongkar

SURABAYA - Pembangunan box culvert di Jl Menur memang baru berjalan sekitar sepuluh meter. Namun, pemkot berancang-ancang untuk menertibkan pasar tiban dan bangunan liar yang akan dilalui proyek tersebut. Kepala Dinas PU Binamarga dan Pematusan Sri Mulyono mengatakan, penertiban bakal dilaksanakan saat proyek box culvert memasuki area tersebut.

Berdasar pantauan Jawa Pos, terdapat beberapa bangunan pada bantaran sungai di Jl Menur. Beberapa bengkel motor memanfaatkan lahan sungai untuk service motor. Ada lima jembatan untuk menyeberang dari jalan ke sisi sungai sebelah timur. Pada pukul 03.00 hingga pukul 10.00, jembatan itu dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pasar tiban.

Sri mengemukakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PD Pasar Surya mengenai pedagang di pasar tiban tersebut. "Mereka siap menampung pedagang pasar itu ke dalam pasar-pasar yang dikelola PD Pasar Surya," ucap dia.

Sementara itu, Camat Gubeng Arief Boediarto mengatakan, sosialisasi telah dilakukan kepada pedagang Pasar Tiban di Jl Menur dan pemilik bangunan di sempadan sungai yang akan dilalui proyek itu.

Menurut Arief, warga di lokasi tersebut tidak mempersoalkan penertiban. Warga akan membongkar sendiri bangunannya yang memakan sempadan sungai. "Mereka menyadari bahwa box culvert memang diperlukan agar lalu lintas di Jl Menur lebih lancar," tutur dia.

Dia menambahkan, warga sekitar pembangunan box culvert justru akan diuntungkan jika proyek telah selesai. "Nilai tanah di sekitar tempat itu akan meningkat. Secara bisnis akan sangat prospek," terang dia.

Pembangunan box culvert direncanakan sepanjang 510 meter dengan luas 10.034 meter persegi. Kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut adalah PT Media Cipta Perkasa. Proyek itu dimulai pada Mei dan dijadwalkan selesai awal September 2009. Sedangkan masa pemeliharaan September 2009 sampai Maret 2010.

pecinta_surabaya
May 23rd, 2009, 02:38 PM
Mudah2an dgn adanya 3 box culvert di menur,banyu urip, dan smolowaru bisa mecah kemacetan di surabaya.
Apalagi klo ntar frontage road terealisasi,wah jd tambah banyak jalan.
Semoga surabaya ga jd separah jakarta.
:) :cheers:

pecinta_surabaya
May 23rd, 2009, 02:42 PM
Penertiban Setren Harus Jalan Terus

SURABAYA - Pemkot rupanya tak mau setengah-setengah menertibkan bangunan liar. Mereka juga tidak khawatir meski warga setren Jagir yang ditertibkan pada 4 Mei lalu mengajukan gugatan hukum. Wali Kota Bambang D.H. bahkan menegaskan bahwa penertiban harus tetap dilanjutkan.

Bambang mengatakan, setiap kebijakan pemkot memang selalu diiringi pro dan kontra. "Mau tidak mau, kita harus siap menerima itu," kata dia. Menurut Bambang, bukan sekali ini saja pemkot menerima gugatan hukum. Namun, semuanya akan dihadapi. Dia mengatakan, bagian hukum sudah siap meladeni semua bentuk perlawanan hukum.

Bambang mengemukakan, pemkot menyerahkan keputusan mengenai gugatan tersebut ke pengadilan. "Biarkan proses ini berjalan, kami tidak bicara optimistis menang. Pokoknya, kami serahkan saja pada proses hukum," tutur dia saat dikonfirmasi setelah memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional di Taman Surya kemarin (20/5).

Sebagaimana diberitakan, wakil warga setren Jagir mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Upaya itu mendapat bantuan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, LBH Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), dan Lembaga Hukum dan Keadilan HAM Indonesia (LHKI). Mereka juga didampingi Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) dan tujuh advokat. Total permintaan ganti rugi kepada pemkot mencapai Rp 399 miliar.

Meskipun sengketa hukum sedang berjalan, Bambang menegaskan bahwa pemkot tidak akan menghentikan penertiban di setren kali lainnya. Dia juga meminta semua pihak yang terkait dengan masalah penertiban tetap bersikap tenang dan tidak emosional. "Siapa sih yang dalam melaksanakan tugasnya menjaga ketertiban Surabaya ingin mencelakai orang lain? Makanya, jangan hanya karena satu dua kasus, kita lantas mengubah kebijakan penertiban," tuturnya.

Bambang mengaku belum menerima pengajuan perubahan program dari Satpol PP Surabaya. Dia menegaskan, penertiban oleh satpol PP semata-mata dilakukan demi menegakkan perda. Apalagi, penertiban itu sudah terprogram selama satu tahun.

Mengenai sikap sebagian anggota DPRD Surabaya yang menentang penertiban, Bambang menegaskan bahwa pembuatan program kerja satpol PP sudah sepengetahuan DPRD Surabaya. Bambang justru khawatir, anggota dewan akan mengkritisi satpol PP jika program kerja tidak tercapai. "Target-target capaian kerja yang sudah didukung dana seperti apa? Nah, kami ditekan dengan target itu. Nantinya juga diawasi oleh dewan," terangnya.

Meskipun demikian, Bambang tetap akan mengevaluasi kinerja satpol PP. Menurut dia, insiden kuah bakso yang menewaskan seorang balita itu tidak boleh terulang. Dia lantas memuji upaya penggusuran bangunan di bundaran Menur yang berlangsung lancar dan aman. "Penertiban satpol PP di Bundaran Menur itu bagus. Hanya dengan peringatan, warga mau menertibkan diri sendiri," tegas dia.

sbyctzn
May 23rd, 2009, 04:47 PM
Bagus deh akhirnya jalan menur akan ditertibkan pasarnya, itu minta ampun macetnya, padahal cuma 500 meter putusnya jalan.
Coba kalau jalannya bisa tembus dari depan RS jiwa menur sampai perempatan DIPENDA dan bisa avenue penuh.
Pasti akan bagus, soalnya banyak pengguna jalan yg dari jemursari/bratang/nginden lewat jalan menur untuk ke daerah Sby Timur.
Memang penyakit di Surabaya yg banyak jalan avenue putus di tengah jalan, seperti jln. Kenjeran, HR Muhammad, dll.
Untungnya satu persatu bisa ditembus, Semoga Pemkot bisa menyelesaikan jalan-jalan yang lain seperti jalan di depan kampus A Unair ke Timur, atau perempatan depan Husada Utama ke arah Utara yg tembus ke perempatan jalan akses Suramadu.

Oh ya tempat diadakannya konferensi lalu lintas internasional dimama ya??

bonekNET
May 24th, 2009, 02:46 AM
@bonekNET:
Repost tuh,
kan udah aq post dihalaman sebelumnya,
coba dicek lagi.
Lain kali lebih teliti, sering-sering cek terakhir kali kmu posting di halaman berapa?
Biar keep Update!!
And tdk Repost..
Kan gak enak sama forumer lain??
OK Bro?

Btw domisili kmu Sby Barat mana?
Tdk ingin ikut Gathering Together Forumer SSC di Jemb. Suramadu waktu ujicoba??
Klo minat add FB ku di: hernawan widhi anggara


wauh langsung diseneni rek, mugo2 ga sampe diselosoi opo maneh direboi :bash:

maaf ya, soalnya aku jarang masuk sini, paling juga weekend, kalau weekdays jarang.

aku baru beli rumah di pakal, cuma sekarang lagi ga di Indo, jadi belum bisa nyobain jembatan suramadu


matur nuwun


ps : YEAAAAAAHHHH, PERSEBAYA lolos ke 4 BESAR :banana:

sbyctzn
May 24th, 2009, 04:36 PM
^^
sory bro, bukan maksud diseneni :-)
tapi cuma bantu ngingetin aja,
soalnya kan ada rulenya klo main di forum,
tar rugi sendiri.
Gak enak sama Mod n Forumer lain.
OK!!

chinatown
May 25th, 2009, 07:53 AM
I think we need a new thread :)

pecinta_surabaya
May 26th, 2009, 03:39 PM
I think we need a new thread :)

^^ Jangan,disini aja biar ga nambah archive.. :)

pecinta_surabaya
May 26th, 2009, 03:43 PM
Pasar Blauran 5 Lantai, Dilengkapi Food Court

SURABAYA-SURYA-Pasar Blauran yang kumuh, tak lama lagi akan menjadi kinclong. Tahun 2009 ini, pasar tradisional itu akan direvitalisasi menyerupai pasar modern. Bahkan PD Pasar Surya telah mendapat dana stimulus dari Departemen Perdagangan sebesar Rp 5 miliar.

Direktur Utama PD Pasar Surya Rachmat Kurnia Ruswadinata mengatakan, dana Rp 5 miliar dari pemerintah pusat itu sedianya dikhususkan untuk pembangunan fisik. Seperti food court yang rencananya akan dibuat di lantai satu. “Untuk food court ini kami upayakan bisa dibuat tahun ini,” kata Rachmat, Senin (25/5).

Selain itu, tahun ini PD Pasar juga mengupayakan pembuatan Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS). Sedangkan pembangunan keseluruhan akan dilakukan tahun 2010.

Rencananya Pasar Blauran ini akan dibuat seperti Pasar Tambahrejo yang dilengkapi dengan sarana komersiil dan lokasi parkir yang memadai. Jika sekarang Pasar Blauran terdiri tiga lantai, ke depannya akan ditambah dua lantai, menjadi lima lantai dengan luasan per lantai 6.000 meter persegi. “Pembangunannya bertahap, sehingga tidak mengganggu propses perdagangan,” katanya.

Tak hanya mengandalkan pemerintah pusat, Rachmat juga berupaya mencari sumber dana lain untuk memuluskan rencana ini. Di antaranya dari Pemkot Surabaya, investor maupun dari Asosiasi Pengelola Pasar Seluruh Indonesia (Asperindo). “Saya mendapat kabar dari teman-teman Asperindo, katanya ada pinjaman lunak,” kata Rachmat yang juga menjabat plt Direktur Teknik PD Pasar Surya ini.

Disinggung kemungkinan pedagang menolak, ia menjamin tidak akan terjadi. Karena dari survei yang dilakukannya seluruh pedagang menyetujui rencana tersebut. “Malah saat pembangunan Pasar Tambahrejo beberapa waktu lalu, pedagang Blauran bertanya kapan pasarnya dibangun seperti Pasar Tambahrejo,” kata pria asli Bandung, Jabar ini.

Revitalisasi ini hanya salah satu program yang akan dijalankan PD Pasar Surya sesuai dengan rekomendasi Wali Kota Surabaya. Sebelumnya, Wali Kota Bambang DH meminta Dirut PD Pasar yang baru (Rachmat) segera merevitalisasi pasar tradisional lain seperti Pasar Kembang, Pasar Tunjungan, dan Pasar Pucang Anom.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Ali Ja’cub mengakui revitalisasi Pasar Blauran memang perlu dilakukan supaya dapat bersaing dengan pasar lainnya. Namun, jika membutuhkan tambahan modal dari pemkot, perlu pembahasan yang matang di dewan.
“Tambahan penyertaan modal dari pemkot ini tidak apa-apa, sepanjang rasional dan ada kajian yang sesuai. Pada prinsipnysa kami setuju karena memang revitalisasi ini perlu,” ujarnya

pecinta_surabaya
May 26th, 2009, 03:47 PM
http://img507.imageshack.us/img507/4038/71471large.jpg

Hujan Lebat, Banyu Urip Tenggelam

SURABAYA - Pembangunan box culvert Jalan Banyu Urip menuai masalah lagi. Ketika hujan mengguyur sebagian wilayah Surabaya kemarin (25/5), proyek senilai Rp 35 miliar itu menyebabkan banjir. Akibat cuaca tak menentu itu, debit air meningkat sehingga sebagian rumah warga tergenang. Jalan Banyu Urip pun seolah-olah menjadi sungai.

Berdasar pantauan Jawa Pos, luberan itu terjadi karena kontraktor selama ini menahan arus sungai untuk mengecor dan memasang beton (box culvert). Kontraktor menahan air dengan menggunakan tanah bekas galian.

Luberan sungai, antara lain, terjadi di Jalan Banyu Urip Kidul II. Selain dari bibir sungai, air keluar dari saluran pembuangan di lokasi tersebut. Beberapa pekerja tampak sibuk membendung derasnya luberan air dengan karung pasir (sandbag).

Melubernya air sungai kemarin membuat warga yang berada di pinggir jalan Banyu Urip geram. Mereka resah karena air sungai masuk ke dalam rumah. Salah seorang warga, Agung Subekti, mengatakan bahwa luberan itu bukan yang pertama. Dia juga mengeluh karena pembangunan proyek box culvert membuat aktivitas sehari-hari mereka terganggu. "Mosok ben udan mesti banyu kali amber," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT Rudy Jaya Ibnu Gopur, kontraktor, mengungkapkan, selama ini aliran air sungai memang dialirkan ke beberapa saluran pembuangan di seberang jalan. Itu mengurangi debit air sungai yang dibendung. ''Saya telah mengecek ke lokasi,'' tuturnya.

Dia mengatakan kesulitan mengalirkan arus air. Sebab, Kali Banyu Urip tidak punya banyak cabang. ''Kami membesarkan saluran pembuangan. Tapi, ada kendala. Di situ banyak utility," ujar Gopur. Utility yang dimaksud Gopur, antara lain, kabel telepon dan pipa gas. "Barusan saya instruksi rekan-rekan untuk menjebol bendungan bila memang debit air masih tinggi," tuturnya. Tapi, jika bendungan dijebol, dikhawatirkan proyek terhambat. Sebab, untuk memasang box culvert, sungai harus ''kering'' terlebih dahulu.

Menurut Gopur, ada beberapa tahap pembangunan box culvert itu. Pertama, dasar sungai harus dikeruk. Selanjutnya, dasar sungai disterilkan dari aliran air lalu dicor. Tahap terakhir adalah pemasangan balok beton. ''Nah, kalau bagian yang sudah kami sterilkan kena aliran air lagi, kami kan mengulangi kerjaan. Kemungkinan itu yang akan memperlama pengerjaan,'' jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Sri Mulyono mengakui bahwa banjir itu, salah satunya, disebabkan pengerjaan box culvert. ''Secara teknis, seharusnya tidak terjadi banjir karena kami mengerjakan box culvert pada musim kemarau. Namun, musim hujan bergeser. Kita lihat sendiri. Sampai sekarang intensitas hujan masih tinggi," tuturnya.

Saat ini pemkot telah meminta PT Rudi Jaya segera membenahi teknis pembangunan box culvert. ''Jangan sampai jika terjadi hujan, banjir lagi," ujarnya.

Sri Mul, panggilan akrabnya, juga meminta maaf kepada masyarakat Kupang Krajan. ''Tujuan kami membangun adalah menyamankan mereka jika box culvert sudah jadi. Bukan seperti ini. Kami mohon maaf," katanya.

Hujan karena Fenomena Pergerakan Angin

Hujan yang masih terjadi di Surabaya disebabkan fenomena pergerakan angin. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, seharusnya minggu kedua Mei ini sudah masuk musim kemarau.

Namun, fenomena angin pusaran dan aktivitas angin tekanan rendah di laut Jawa menimbulkan awan hujan. Itu ditambah tekanan angin rendah di Laut China Selatan. Kedua fenomena itu memengaruhi cuaca di daerah sekitarnya. "Pengaruhnya ya masih terjadinya curah hujan yang tinggi di beberapa tempat di Indonesia, termasuk Surabaya," ujar Joko Sulistyo, prakirawan BMKG Juanda.

Awan potensi hujan yang ada di langit Surabaya adalah cumolo (Cu), cumolonimbus (Cb), dan strato cumolo (St). "Ketiga awan hujan itu saat ini ada di langit Surabaya," papar Joko.

Suhu permukaan laut, menurut dia, juga memengaruhi pembentukan awan hujan. Suhu permukaan laut di sekitar Surabaya saat ini masih tergolong hangat. "Itu juga yang menyebabkan potensi hujan," jelasnya.

Joko memperkirakan fenomena tersebut berakhir awal bulan depan. "Karena ini masih termasuk permulaan kemarau, sisa-sisa hujan itu masih sering terjadi. Mungkin baru benar-benar kemarau mulai awal bulan depan," katanya.

Hadi
May 27th, 2009, 06:51 AM
Feri Jadi Kapal Wisata
Selasa, 26 Mei 2009 | 10:54 WIB

SURABAYA – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) sudah menyusun sejumlah alternatif menjelang operasionalisasi jembatan Suramadu. Salah satunya, menjadikan kapal feri menjadi kapal wisata.

Ketua Gapasdap Jatim, Bambang Haryo, mengatakan alternatif ini akan diambil bila nantinya masyarakat ternyata lebih berminat memanfaatkan jalur tol Suramadu. Diungkapkan, ada tiga alternatif yang memungkinkan untuk dilakukan. Alternatif pertama adalah pengurangan jumlah armada yang dioperasionalkan di penyeberangan nanti. “Akan kita sesuaikan dengan jumlah penumpang yang memanfaatkan jasa angkutan penyeberangan,’’ ujarnya, Senin (25/5).

Alternatif kedua, memindahkan kapal-kapal tersebut untuk kepentingan kapal wisata. Bambang tidak menyebut berapa jumlah atau kapan pengoperasionalan armada tersebut, tetapi dia menyatakan sudah menyiapkan alternatif ini. Sedangkan alternatif terakhir adalah dengan memindahkan kapal pada 11 jalur penyeberangan yang ada di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Batulicin Tanjungserdang, Balikpapan-Manuju, Ambon Nimoawaikiri, Baubauwara.

“Tapi nanti kita serahkan pada masyarakat, sarana jalan mana yang dipilih. Apakah lewat jembatan Suramadu atau jasa angkutan penyeberangan. Kita masih yakin akan tetap eksis,’’ ujarnya optimistis.

Namun begitu, pihaknya tetap mengharapkan adanya subsidi dari pemerintah untuk memastikan jalur penyeberangan ini tetap berjalan. Pasalnya, ada sekitar 8 ribu orang, 1.500 di antaranya pegawai perusahaan pelayaran, yang menggantungkan nasibnya pada bisnis ini.

Dia menjelaskan telah ada pembicaraan mengenai subsidi ini antara pemerintah pusat dan Pemprov Jatim. Bambang sendiri masih enggan menyebut secara lugas karena besaran subsidi itu tergantung pada besar retribusi jembatan Suramadu. Pihaknya juga mengharapkan pemerintah melibatkan pengusaha jasa angkutan kapal feri untuk merumuskan tarif tol jembatan Suramadu. “Nilai subsidi yang diminta masih dibicarakan. Tapi jika tarif Suramadu murah, maka pengusaha feri juga minta tarif murah. Asal subsidinya juga sesuai,’’ katanya.

Terpisah, Asisten II Setdaprov Jatim, Chairul Djaelani menyebut ada perbedaan persepsi mengenai masalah subsidi. Dia mengatakan pemerintah siap memberi subsidi berupa penataan dan infrastruktur, bukan subsidi untuk meringankan tarif kapal feri. Alasannya, pemerintah tidak pernah memberi subsidi tarif. “Kalau subsidi, tentu kaitannya untuk meningkatkan pelayanan, tidak berkenaan dengan tarif,” jelasnya. k2

lombok
May 27th, 2009, 01:26 PM
Old Buildings in Surabaya Suggested to be Part of Cultural Preservation Area
Wednesday, 27 May, 2009 | 12:54 WIB

TEMPO Interactive, Surabaya: A total of 66 old buildings and places are suggested to be part of the cultural preservation area in Surabaya. This statement was made by the head of Surabaya Tourism Division, Wiwiek Widayati, on Tuesday (26/5).

The old buildings include old constructions, stations, flyovers for railways, and bridges.

The old buildings now are turned into hospitals, houses, churches, temples, government and police offices. The suggestion was submitted through a letter No. 646/1654/436.6.14/2009.

Wiwiek mentioned that 167 buildings have already been determined as part of the preservation area, 61 of them in 1996, 102 in 1998, and 4 in 2009.

The buildings suggested to be part of preservation area are the former Russian and British Consulates in Jalan Sumatra, RKZ Hospital in Jalan Diponegoro, Wonokromo Station, Sub-regional Police of North Surabaya in Jalan Raden Saleh, and the office of the Mayor in Jalan Sedap Malam.

RM Yunani Prawiranegara, one of the committee members for the preservation area, said that the recommendation was based on research over these buildings by considering their age, originality, history, and scarcity.

ANANG ZAKARIA

teddybear
May 30th, 2009, 04:19 AM
Setelah penggusuran bangli, tepi kali Jagir mulai ditata:

http://img148.imageshack.us/img148/6457/jagir1.jpg

http://img148.imageshack.us/img148/5076/jagir2.jpg

sbyctzn
May 30th, 2009, 07:57 AM
http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/72309large.jpg

[ Sabtu, 30 Mei 2009 ]

PU Jamin Tidak Libatkan Operator Asing dalam Pengelolaan Jembatan Suramadu

SURABAYA - Angin segar berembus menjelang peresmian Jembatan Suramadu pada 10 Juni 2009. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto selaku pelaksana megaproyek itu berjanji tidak melibatkan operator asing dalam pengelolaan jembatan. Menurut dia, jembatan sepanjang 5,4 km itu merupakan kebanggaan bangsa Indonesia.

Djoko mengatakan, operator yang memenangi tender nanti seratus persen berasal dari dalam negeri. Penegasan tersebut disampaikan untuk menjawab kekhawatiran Gubernur Jatim Soekarwo tentang masa depan jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura itu. Soekarwo berharap, pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) tidak memberikan kesempatan kepada pihak asing untuk mengikuti tender pengelolaan jembatan tersebut. ''Kami senang semua punya nasionalisme tinggi,'' ujarnya.

Dalam peninjauan kemarin (29/5), Djoko tidak sendirian. Dalam rombongannya, ada Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menkominfo Muhammad Nuh, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Gubernur Soekarwo. Rombongan tiba di Kantor Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu pada pukul 09.55.

Setelah mendapat paparan mengenai progres pembangunan jembatan dari Dirjen PU Bina Marga Hermanto Dardak, rombongan menjajal jembatan dari sisi Surabaya hingga menembus sisi Madura. Memang, jembatan senilai Rp 4,3 triliun itu sudah tersambung sepenuhnya. Bahkan, bus yang mengangkut keempat menteri bersama gubernur bisa meneruskan perjalanan sampai batas jalan akses sisi Madura yang berjarak 11,5 km dari causeway sisi Madura.

Di tempat itu, rombongan berhenti sejenak. Djoko mengakui masih ada beberapa kekurangan dalam pembangunan jembatan yang belum tuntas. Khususnya di jalur sepeda motor. Menteri yang mengawal pembangunan Suramadu hingga kelar itu menjelaskan, belum tuntasnya jalur sepeda motor disebabkan di jalur tersebut sedang ada pemasangan jaringan kabel listrik.

''Ada penyambungan jaringan listrik yang tempatnya di bawah jalur sepeda motor,'' tuturnya.

Selain itu, pada beberapa bagian sambungan di bentang tengah, belum seluruhnya diaspal. Kendati begitu, Djoko berani memastikan bahwa Suramadu bisa selesai seratus persen pada 5 Juni mendatang atau lima hari sebelum peresmian. Menurut rencana, jembatan terpanjang di Indonesia itu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Yang menarik, dalam kunjungan kemarin, Menkeu Sri Mulyani tiba-tiba turun ke jalan di perbatasan causeway sisi Madura dengan melepas alas kakinya. ''Ini tanah air saya. Karena itu, 100 persen harus dioperatori orang Indonesia sendiri,'' kata pakar ekonomi tersebut.

Sebelum bertolak ke Dermaga Kamal untuk menyeberang dengan kapal feri, rombongan menteri berfoto bersama di lajur tengah.

Sementara itu, Menteri BUMN Sofyan Djalil saat meninjau pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto mengatakan bahwa pemerintah berencana membentuk BUMN baru yang akan menjadi operator Jembatan Suramadu. Selain itu, pemerintah sedang melakukan fit and proper test kepala badan otorita atau pengelola Suramadu.

''Orang yang kita cari harus benar-benar qualified karena dia juga akan mengawasi industri di kaki jembatan, baik yang masuk wilayah Surabaya maupun Madura,'' ucapnya singkat. (sep/luq/ari)

Taken from Jawapos today.

sbyctzn
May 30th, 2009, 08:00 AM
^^
foto pertama yang menampilkan pemandangan main bridge dari jalannya.
Fokuskan pengelihatan anda pada orang yang berjalan di bawahnya, terlihat so huge konstruksi jembatannya!!!!

sbyctzn
May 30th, 2009, 08:18 AM
Terminal Bandara

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/jxp.jpg

Coba tebak ini ada dimana????? Bangunan apa?????
Kenapa Terminal Bandara Juanda tidak meniru bangunan ini ya??
Seharusnya bangunan ini sangat pantas dijadikan terminal Bandara.

sbyctzn
May 30th, 2009, 08:20 AM
Masterplan Kampus B Unair

Ini dia bilang keladi beberapa berita yang beredar awal tahun lalu, bahwa Unair akan menaikkan SPP sebesar 80 % dan penggusuran PERUMDOS secara besar-besaran.
Ternyata Unair akan membangun tower perkantoran, Rusunawa, dan Apartemen.

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/masterplan.jpg

-------------------------------

[ Rabu, 08 April 2009 ]

Pembahasan Kenaikan SPP Mahasiswa Baru Unair 2009/2010 Sudah Final

SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) telah menyiapkan draf terbaru kenaikan SPP untuk mahasiswa baru angkatan 2009/2010. Rencananya, draf tersebut akan diteken Rektor Unair Fasicul Lisan dalam tempo dua minggu ke depan.

Kabar rencana penandatanganan SK kenaikan SPP itu dibenarkan Wakil Rektor I Prof Muhamad Zainudin Apt. Menurut dia, pembahasan tentang angka kenaikan SPP untuk mahasiswa baru angkatan 2009/2010 sudah final. "Besaran kenaikan SPP itu seperti yang sudah direncanakan, yakni disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fakultas," katanya.

Dibandingkan dengan SPP sebelumnya, jumlah yang harus dibayar oleh mahasiswa baru nanti mengalami kenaikan bervariasi. Kenaikan tertinggi bahkan mencapai 80 persen. Misalnya, SPP jurusan IPA yang semula Rp 700 ribu nanti menjadi sekitar Rp 1,25 juta. Sedangkan SPP jurusan IPS yang semula Rp 600 ribu menjadi Rp 1 juta. Namun, ada pengecualian untuk fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) serta fakultas ilmu budaya (FIB). SPP untuk mahasiswa baru tidak Rp 1 juta, tapi Rp 800 ribu. "Sekali lagi, besaran kenaikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fakultas dan sudah melalui pertimbangan dekan" tutur Zainudin.

Dia menambahkan, besaran kenaikan SPP Unair tidak bisa diubah lagi. Namun, pemberlakuannya tetap menunggu penetapan Rektor Unair Fasichul Lisan. "Kemungkinan, dalam dua minggu ini, rektor akan mengeluarkan SK. Yang pasti, semua proses penetapan harus sudah tuntas bulan ini. Dua bulan lagi kan penerimaan mahasiswa baru,'' ujarnya.

Rencana kenaikan jika SPP Unair juga dibarengi tuntutan dari kalangan mahasiswa. Berdasar hearing mahasiswa masing-masing fakultas dengan BEM Unair pertengahan Maret lalu, ada sejumlah usul dan evaluasi tentang sarana dan prasarana.

Di fakultas kedokteran (FK), para mahasiswa mengeluhkan peralatan praktikum yang proporsinya tak sebanding dengan jumlah mahasiswa. Di fakultas sains dan teknologi, beberapa mahasiswa mengeluhkan ruang perkuliahan dan praktikum yang sangat jauh dari ideal. Padahal, fakultas itu baru saja menambah tiga program studi baru. Yakni, ilmu teknologi lingkungan, teknobiomedik, dan S-1 sistem informasi.

Di FISIP, beberapa dosen mengajar dengan cara merangkap jam perkuliahan. "Kenaikan SPP itu harus diimbangi dengan sarana prasarana yang memadai," ujar Riki Triandono, mahasiswa jurusan Sosiologi FISIP Unair.

Dia mencontohkan banyaknya dosen selebriti (jarang mengajar dan sibuk menggarap proyek di luar kampus, Red) yang masih marak bercokol di seluruh fakultas. ''Ada dosen yang merangkap jam kuliah dari tiga pertemuan dijadikan satu pertemuan. Itu berimbas pada kualitas pendidikan yang diterima oleh mahasiswa,'' ujar pria angkatan 2005 asal Padang tersebut.

Berdasar fakta tentang ketidakpuasan mahasiswa itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair berencana meminta dialog ulang dengan pihak kampus. Apalagi, Unair pernah berjanji mengadakan dialog lanjutan dengan mahasiswa sebelum kebijakan itu digedok. "Sikap kami menolak tegas kenaikan SPP," ujar Presiden BEM Unair Ahmad Faiz Khudlarie Thoha.

Sementara itu, Presiden BEM FISIP Unair Aswin Bahar Muhammad mengaku sudah mendengar bahwa dalam waktu dua minggu kebijakan kenaikan SPP Unair itu akan disahkan rektor. Aswin juga menjelaskan, Unair yang diwakili Direktorat Keuangan telah melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masing-masing fakultas akhir Maret lalu. "Sosialisasi itu dilakukan secara diam-diam dan dipaparkan singkat. Saya tidak bisa bertanya banyak di sosialisasi tersebut," imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya akan menemui rektor Unair Senin nanti (13/4). "Kami siap menemui rektor untuk berdialog secara langsung. Intinya, kami menolak kenaikan SPP berapa pun besarnya,'' ujar mahasiswa jurusan antropologi angkatan 2006 tersebut. (alb/fat)

(jawapos)

------------------------------------
March 28, 2009, 12:04

Rumdos Unair Ganti Apartemen – Tunggu Bantuan Dana Pemerintah

Rencana pengembangan Universitas Airlangga (Unair) ternyata sudah cukup matang. Setelah penertiban aset berupa rumah dosen (rumdos) nanti berhasil, Unair bakal merombak kawasan kampus B tersebut menjadi kampus berwajah baru. Desain wajah baru itu pun sudah selesai dibuat.

Data yang didapat Jawa Pos, di kampus B itu akan dibangun gedung-gedung baru. Di antaranya, tiga gedung apartemen dan rusunawa (rumah susun sewa). Fasilitas tersebut diperuntukkan sebagai tempat tinggal para mahasiswa dan dosen. Apartemen itu nanti menggunakan eks lahan yang saat ini berdiri rumah-rumah dinas.

Misalnya, lahan rumah dinas dosen di seberang sungai belakang fakultas ilmu budaya (FIB). Di kawasan itu rencananya dibangun tujuh rusunawa untuk mahasiswa dan satu apartemen untuk dosen.

Selain apartemen dan rusunawa, Unair masa depan bakal ”menggusur” beberapa bangunan yang sudah ada untuk kemudian dibangun menjadi gedung baru. Gedung Serba Guna (GSG), misalnya. Gedung itu bakal disulap menjadi bangunan jangkung yang nanti menjadi perkantoran dan pusat bisnis.

Wakil Rektor I Unair Prof Muslich Anshori mengakui adanya rencana pengembangan tersebut. Namun, pengembangan kampus B itu baru bisa berjalan kalau rumah-rumah dosen sudah tidak lagi dihuni warga. ”Kalau warga sudah menyerahkan kepada universitas, baru kami bisa bangun fasilitas Kampus Unair masa depan itu,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, refungsionalisasi dan revitalisasi aset rumah dinas Unair terus disosialisasikan. Sebab, saat ini banyak yang dihuni pensiunan dosen yang tidak lagi berstatus PNS. Kebijakan tersebut sejalan dengan turunnya Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 039/M/2008 tentang Penetapan Rumah Dinas Golongan I di Lingkungan Unair. Sesuai kepmendiknas, hak penghunian rumah dinas terbatas selama pejabat bersangkutan masih memegang jabatan.

Selain dihuni banyak pensiunan dosen, tidak sedikit rumah dinas itu yang juga dijadikan tempat usaha. Mulai warung, wartel, salon, hingga disewakan sebagai kos-kosan. Rencana revitalisasi itu pun sudah disosialisasikan kepada para penghuni. Namun, tampaknya, beberapa penghuni memilih tidak mau menyerahkan rumah dinas itu begitu saja.

Muslich memaparkan, pengembangan wajah baru tersebut dilakukan jika nanti kembali mendapat dana hibah atau bantuan dari pemerintah. Kalau sebelumnya dana hibah digunakan untuk rusunawa di Kampus C Mulyorejo, ke depan giliran dialokasikan untuk kampus B. Soal kepastian bantuan, lanjut dia, pihaknya belum mengetahui.

Meski rancangan wajah baru Kampus B Unair telah diselesaikan, bisa saja rancangan tersebut berubah. Maksudnya, akan dilakukan desain ulang sesuai kebutuhan. ”Itu nanti bisa berubah, bergantung kebutuhan masing-masing fakultas,” katanya.


(jawapos)

sbyctzn
May 30th, 2009, 08:21 AM
Rumah Sakit Surabaya Barat

Akhirnya ditemukan juga lokasi dimana RSSB berada, nihh... Update terbaru Rumah Sakit Surabaya Barat Sudah selesai, tinggal finishing eksterior saja, siap pakai.
Bukti bahwa Pemkot juga ”concern” pada RSSB, yang katanya pihak dewan dulu mengatakan kalau Pemkot menelantarkan proyek RSSB, tapi ini buktinya, proyek sudah hampir rampung, malah lebih dulu RSSB daripada GBT.


http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rssb3.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rssb.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rssb2.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rssb4.jpg

Lokasinya ternyata dekat dengan Bukit Palma Ciputra Residence, sebelum Benowo belok ke arah selatan atau belok ke kiri.
Nih sekalian saya buatkan map lokasinya

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/mapRSSB.jpg

sbyctzn
May 30th, 2009, 08:25 AM
Update GBT

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/32849large.jpg

Ternyata memang jadi melingkar penuh tribunnya, dulu sempat curiga desainnya akan seperti Gelora Sriwijaya yang Cuma separuh saja, tapi ternyata full. Top deh!!!!
Bener-bener ngebut, kemarin terakhir dua minggu yang lalu belum penuh seperti itu konstruksinya, dalam waktu dua minggu sudah terlihat penuh konstruksinya.

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbt-1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbt2-1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/gbt3.jpg

teddybear
May 30th, 2009, 09:19 AM
^Emangnya itu bangunan/terminal apa? Koq gua kurang setuju itu pantas dijadikan bandara. Liat lantainya saja karpet, atapnya sederhana kayak gudang. Sorry lho, tapi gua terus terang. Terminal bandara semestinya jauh lebih bagus dari tempat pameran kayak gitu. Coba liat terminal bandara Hong Kong, Singapore, apalagi Beijing.

But thanks for posting photos of progress! Dah lama nih, nggak ada yg posting foto2x. Bagaimana tuh Trillium, Grand City, Aston, LJ Meritus, Ciputra World, dan Adhiwangsa?

Thanks berat sbyctzn!

sbyctzn
May 30th, 2009, 09:26 AM
^Emangnya itu bangunan/terminal apa? Koq gua kurang setuju itu pantas dijadikan bandara. Liat lantainya saja karpet, atapnya sederhana kayak gudang. Sorry lho, tapi gua terus terang. Terminal bandara semestinya jauh lebih bagus dari tempat pameran kayak gitu. Coba liat terminal bandara Hong Kong, Singapore, apalagi Beijing.

But thanks for posting photos of progress! Dah lama nih, nggak ada yg posting foto2x. Bagaimana tuh Trillium, Grand City, Aston, LJ Meritus, Ciputra World, dan Adhiwangsa?

Thanks berat sbyctzn!

Daripada Juanda yang sekarang nanggung banget,
itu Jatim Expo!!!! hehe:lol:
ya memang agak sedikit kurang pantas, tapi kalau agak direnovasi dikit pasti layak dijadikan terminal tuh!
atapnya mungkin harus diberi plafon kaca, dan oh ya itu lantai karpet bukan permanen kok, cuma temporer, aslinya keramik.

sbyctzn
May 30th, 2009, 09:27 AM
Garuda tambah flight Surabaya-Jakarta

Sabtu, 30 Mei 2009 | 10:41 wib ET

SURABAYA - Untuk mengantisipasi peak season pada Juni mendatang, Garuda Indonesia akan menambah frekuensi penerbangan Surabaya-Jakarta dari 11 kali menjadi 16 kali per pekan.

Selama tiga bulan terakhir, maskapai penerbangan 'pelat merah' itu telah mengurangi frekuensi penerbangan Surabaya-Jakarta dari 17 kali menjadi 11 kali per pekan. Pengurangan itu dilakukan karena jumlah penumpang hingga Mei 2009 melorot hingga 10% dari awal tahun ini.

"Trafik penerbangan turun akibat terpengaruh krisis. Namun sekarang sudah mulai naik karena tujuan tersebut adalah rute gemuk," tutur General Manager Garuda Indonesia Suranto di Surabaya, Sabtu (30/5/09).

Selain dipicu kondisi ekonomi yang tidak kondusif, fluktusi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menyebabkan orang mengurangi frekuensi perjalanannya atau beralih ke penerbangan murah (low cost carrier).

Dia menerangkan, load factor Garuda terus meningkat. Pada Februari 2009 tingkat keterisian Garuda baru 55%, dan terus naik menjadi 72% di April dan 75% di Mei. "Load factor diharapkan bisa mencapai 87% hingga akhir tahun ini."

Selain liburan, katanya, peningkatan load factor akan terkerek oleh datangnya Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. kbc3

(kabarbisnis)

sbyctzn
May 30th, 2009, 09:37 AM
Info:
New photo update in page 187!!!!

Ebek21
May 30th, 2009, 01:44 PM
Thanks untuk updatenya, sbyctzn !!

RS Surabaya Barat itu kok modelnya gt ya ? Kok malah kayak RKZ saja ? Gak modern blas ?? Tapi ya yg penting jadi dulu dah, wong memang daerah itu kan belum berkembang. Ntar kalo berkembang, kan bisa ekspansi lg. Denger2, cari dokter dan perawatnya jg sulit yah.

GBT progressnya cepat sekali ya. Moga2 atapnya bener2 tertutup semua nanti jadinya.

Fir3blaze
May 30th, 2009, 01:49 PM
Itu berita nambah flight maksudnya ditambah jadi 16 kali per hari yah? kalo per pekan kan dikit banget.

Btw, Juanda (dan airport2 lainnya) bisa kelihatan jauh lebih bagus kalo mau dipermak sedikit. Misalnya signage niru punya Soettta T3 gitu. Ya kosmetik lah, kalo kapasitas ya harus renovasi gede2an.

MinImaX
May 30th, 2009, 02:27 PM
Lenmarc terlihat ada beberapa pekerja, di dalam dan di luar. Belum ada tanda2 opening.

Saya ada update foto2 PTC, Ciworld, LJ Meritus, Grand City, Aston Twin Tower, dan Puncak Permai, saya upload 1 juni 2009, bulan ini quota internet saya sudah lewat limit banyak.
Tidak sempat foto Trillium karena keburu waktu, saya lihat ada banyak pekerja.

sbyctzn, thanX updatenya, saya belum lihat semua foto karena over limit. Sekilas RSSB mirip RKZ, bener kata Ebek21.

sbyctzn
May 30th, 2009, 06:06 PM
Iyo RSSB gak modern blas Bek, he3x...
Tapi untuk daerah Surabaya Barat sudah cukup lumayan, itu konstruksinya besar lho...
Dan itu baru tahap awal kan, nantinya kan mau dibangun fasilitas lainnya, soalnya dibelakangnya itu masih banyak lahan persawahan..
Cuma memang di sisi kanan kirinya padat pemukiman penduduk.

GBT memang ngebut banget, pemkot bener-bener punya komitmen tinggi untuk menyelesaikan proyek GBT dan RSSB.

@fir3blaze:
iya mungkin kayaknya per pekan, itu sudah termasuk terbanyak untuk rute domestik dibandingkan rute daerah lainnya, rute Sby-Jkt itu memang paling gemuk di INA.

@Minimax:
wah saya sudah ada rencana dari kemarin besok minggu ini mau ambil pic beberapa project yg kamu sebutin, gimana nih? Cukup kamu saja atau gimana?

Ebek21
May 30th, 2009, 06:11 PM
^^ Yg dimaksud penambahan rute Jkt-Sby itu pasti per hari. 16 kali pp per hari, bukan per pekan. Dgn kata lain mulai jam 6 pagi sampai jam 9 malam selalu ada flight per satu jam. Rute Sby-Jkt adalah salah satu rute paling padat di dunia. Itu baru Garuda, belum airline2 yg lain.

Jungle_surf
May 30th, 2009, 06:36 PM
Terminal Bandara

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/jxp.jpg

Coba tebak ini ada dimana????? Bangunan apa?????
Kenapa Terminal Bandara Juanda tidak meniru bangunan ini ya??
Seharusnya bangunan ini sangat pantas dijadikan terminal Bandara.

di Jatim Expo yah... kalo gak salah sih... :D