View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development
teddybear May 30th, 2009, 07:40 PM Yg dimaksud penambahan rute Jkt-Sby itu pasti per hari. 16 kali pp per hari, bukan per pekan. Dgn kata lain mulai jam 6 pagi sampai jam 9 malam selalu ada flight per satu jam. Rute Sby-Jkt adalah salah satu rute paling padat di dunia. Itu baru Garuda, belum airline2 yg lain.
Kalo gini ya kenapa nggak dibangun kereta express Jkt-Sby saja? Maksudku, super cepat, kayak bullet train.
AceN May 30th, 2009, 09:09 PM ^^ There's already a thread about it in SSC ted :)
Ebek21 May 31st, 2009, 03:28 AM Happy 716th anniversary to my beloved Surabaya today !!!
sbyctzn May 31st, 2009, 05:05 AM Happy Birthday my Lovely Surabaya!
Hadiah terbesarmu akan hadir 10 juni besok.
SURAMADU!
Semoga semakin maju dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
MinImaX May 31st, 2009, 05:33 AM Iyo RSSB gak modern blas Bek, he3x...
@Minimax:
wah saya sudah ada rencana dari kemarin besok minggu ini mau ambil pic beberapa project yg kamu sebutin, gimana nih? Cukup kamu saja atau gimana?
Kamu ambil saja boleh, supaya bisa langsung diupload hari ini. Besok saya tambahkan yang belum tercover. :)
sbyctzn May 31st, 2009, 05:43 AM @Minimax:
besok kmu upload saja gpp,
hari ini kayaknya batal mau ambil pic, soalnya ada perlu mendadak, mungkin besok senin saya bisa ambil pic.
Kmu upload dan post yg punyamu, nanti akan saya tambahi untuk tambahan.
OK!
Thanks a lot, semoga keep posting dan update.
Bisa saling mengisi..
Kmu, saya, dan rekan-rekan lain saling mempost pic!
sbyctzn May 31st, 2009, 05:50 AM ^^
Minimax, monggo saya persilahkan kmu dulu yg mempost, soalnya kmu yg pertama yg bilang mau post, supaya biar berkontribusi juga.
OK. Thanks sebelumnya.
sbyctzn May 31st, 2009, 06:35 AM @Minimax:
besok kmu upload saja gpp,
hari ini kayaknya batal mau ambil pic, soalnya ada perlu mendadak, mungkin besok senin saya bisa ambil pic.
Kmu upload dan post yg punyamu, nanti akan saya tambahi untuk tambahan.
OK!
Thanks a lot, semoga keep posting dan update.
Bisa saling mengisi..
Kmu, saya, dan rekan-rekan lain saling mempost pic!
Hadi May 31st, 2009, 06:43 AM wah hari ini d jawapos ada walikota yang membeberkan kekurangan durabaya, dan dikatakan monorel akan dimulai pembangunannya 2010. bener ga ya? mungkin ada yang bisa up load di sini rubrik jawaposnya?
irwanbee May 31st, 2009, 09:44 AM Udah ada yang denger belum?
Pembangunana Box Culvert di Banyu urip, akan ada yg di fungsikan sebagai Catch Basin (endapan lumpur)
SAluran normalnya kan RCBC (top bottom) berjejer 2 line, nanti akan ada box besar (U gutter + Cover) dengan lebar 8m. Dan kedalamannya lebih dalam 0,5m jika dibandingkan dengan RCBC.
:soon:
Ampelio May 31st, 2009, 03:54 PM Update GBT
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/32849large.jpg
^^semoga desain final GBT utk atapnya gak seperti dalam rendering, terlalu biasa dan kurang atraktif :ohno:
Ebek21 May 31st, 2009, 05:29 PM Monorel Masuk Blueprint Bappenas
MENANGANI masalah transportasi tentu tidak hanya dilakukan dari sisi infrastruktur jalan. Memang, jalan merupakan komponen utama. Tapi, yang melintas di atas jalan juga harus mendapat perhatian serius. Jika tidak ada solusi linier, sama juga bohong alias mubazir. Idealnya, kedua komponen itu butuh penanganan cepat.
Berdasar data Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, sejak 2005, total panjang jalan di Surabaya tidak bertambah. Yakni, hanya 2.035,96 kilometer. Padahal, jumlah kendaraan di kota ini diperkirakan sudah menembus 1.456.303 unit. Jumlah tersebut masih terus meningkat. Sebab, setiap tahun tren kendaraan meningkat. Kendaraan roda dua, misalnya, angka kenaikannya berkisar 17 persen.
Belum lagi beban kendaraan dari luar daerah. Sebagai kota metropolitan, Surabaya seolah menjadi sarang madu. Berdasar data pemkot, beban kendaraan yang masuk Kota Surabaya dari luar kota seperti Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, dan daerah lain mencapai satu juta unit per hari. Karena itu, kalau tidak ada upaya cepat, bisa dibayangkan betapa kroditnya Surabaya pada masa-masa mendatang.
Himawan Santoso, peneliti di Laboratorium Transportasi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS, mengungkapkan bahwa sudah saatnya warga Surabaya tidak berpikir egois. Ke depan, warga harus segera berpaling dan merelakan diri untuk memanfaatkan angkutan masal. ''Itu dimaksudkan agar persoalan transportasi tidak makin parah,'' ujarnya.
Sayang, kata dia, jumlah dan kualitas angkutan masal di Surabaya saat ini masih jauh panggang dari api. ''Kurang aman dan nyaman. Dari sisi waktu juga tidak ada kepastian jadwal,'' tegasnya.
Mengacu data, jumlah angkutan umum di Surabaya saat ini hanya sekitar 11.621 kendaraan. Rinciannya, 5.926 unit taksi, angkutan kota (5.253 unit), dan bus kota (442 unit). Melihat data tersebut, rasio kepemilikan jumlah kendaraan pribadi dengan jumlah angkutan adalah 99,21 persen berbanding 0,79 persen. Sungguh perbandingan yang sangat njomplang.
Dengan jumlah angkutan masal yang minim tersebut, Himawan menyatakan Surabaya memerlukan inovasi kebijakan transportasi dalam bentuk mass rapid transportation (MRT). Dengan MRT, manajemen transportasi bisa lebih mudah dikendalikan. ''Misalnya, dari Bratang ke ITS, setiap jam ada seribu penumpang yang harus diangkut. Jika menggunakan angkutan berkapasitas 10 orang, dibutuhkan 100 bemo. Namun, dengan bus berkapasitas 50 orang, hanya dibutuhkan 20 bus. Bukankah lebih mudah mengatur 20 bus daripada 100 bemo?'' ungkapnya.
Masalah MRT itu sebetulnya bukan isu baru. Sudah sejak sangat lama konsep MRT tersebut dipikirkan pemkot. Toh, sampai kota ini berusia 716 tahun, boleh dikatakan konsep itu masih sebatas wacana. Rencana tersebut seolah timbul tenggelam.
Kepala Bappeko Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa pihaknya saat ini makin mengerucutkan konsep MRT itu. Pada 2010, program tersebut mulai direalisasikan. Di antaranya berupa kereta yang berjalan di atas lintasan yang dibangun melayang di atas jalan atau monorel. Rencana megaproyek monorel itu sudah masuk blueprint (cetak biru) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Dia menjelaskan, monorel akan menghubungkan Surabaya Utara hingga Selatan. Dengan begitu, beban jalan-jalan di koridor utara-selatan yang selama ini menjadi tumpuan utama jalur transportasi di Surabaya akan terkurangi. Rencananya, monorel melewati Bundaran Waru hingga Ujung.
Akan dibangun 18 halte sebagai tempat naik-turun penumpang. Di sekitar halte juga disiapkan lahan parkir bagi kendaraan-kendaraan pribadi. ''Jika dari Jl A. Yani mau ke JMP, kita tidak perlu berpanas-panas dan macet dengan mengendarai motor sendiri. Cukup titipkan motor di halte monorel terdekat, lalu naik kereta beberapa menit, sudah sampai di tujuan,'' ujarnya.
Pemkot juga akan memperbaiki angkutan feeder untuk memudahkan pengguna monorel. Menurut Risma, akan ada angkutan kota yang membawa penumpang dari sebuah lokasi di Surabaya Barat atau Timur ke halte monorel. Agar monorel diminati, kereta monorel dibuat nyaman. ''Jadi, monorel harus nyaman. Mereka yang berdasi jika bekerja, kalau bisa, tidak akan kucel dan berkeringat,'' ungkap Risma.
Selain monorel, pemkot makin mengonkretkan proyek bus rapid transport (BRT). Seperti monorel, BRT nanti juga menghubungkan Surabaya Utara dengan Surabaya Selatan melalui tengah kota. Namun, Risma menuturkan, prioritas pemkot adalah membangun monorel. Sebab, kata dia, pembangunan infrastrukturnya relatif lebih mudah jika dibandingkan BRT.
''Tinggal bangun saja tiang pancang. Itu kan pekerjaan yang mendasar. Kalau menggunakan BRT, ruas jalan harus ditambah. Padahal, tidak mudah membebaskan tanah di tengah kota saat ini,'' tegasnya.
Taken from Jawapos, May 31, 2009
Ebek21 May 31st, 2009, 05:33 PM Ahmad Yani, Ahmad Yani...
RUAS Jalan Ahmad Yani paling memusingkan polisi. Ketika ditanya tentang jalan manakah di Surabaya yang benar-benar menjadi pusat perhatian, Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP Agus Wijayanto menjawab tegas dan berulang, "Ahmad Yani, Ahmad Yani, dan Ahmad Yani."
Julukan jalan poros Surabaya-Sidoarjo yang seharusnya lancar dan tak boleh banyak hambatan itu pun bertambah. Selain terkenal sebagai jalan tersibuk, A. Yani kini layak digelari jalur tengkorak karena sangat rawan kecelakaan. Kerawanannya bahkan telah mengalahkan Jalan Mastrip, yang dulu amat dikenal sebagai jalur maut. "Selain paling macet, (A. Yani) sekarang yang paling maut," tegas Agus.
Setumpuk masalah membebani A. Yani. Salah satunya kepadatan. Data Satlantas Polres Sidoarjo menyebut, volume kendaraan pada pukul 06.30- 07.30 yang mengarah ke Surabaya mencapai 300 per menit. Per jam bisa 18 ribu kendaraan.
Itu belum termasuk beban lain, yaitu laju pertumbuhan kendaraan di Surabaya. Dalam lima tahun (2004 hingga April 2009) tercatat lebih dari 800 ribu kendaraan baru. Bila pada akhir 2004 tercatat 2.736.511 unit, hingga April 2009 sudah tercatat 3.586.552 unit.
Belum terhitung pula kendaraan berpelat nomor W (dari Sidoarjo dan Gresik) yang masuk Surabaya. Secara demografi, memang banyak warga Sidoarjo dan Gresik yang bekerja di Surabaya. ''Perkiraan kami, setidaknya lebih dari 50 ribu kendaraan dari luar kota masuk Surabaya per hari," tuturnya.
Agus memastikan, 85 persen di antara total pergerakan arus lalin tertumpu pada Jalan A. Yani. ''Sudah tak ada lagi rekayasa lalu lintas yang bisa dilakukan di sana pada jam-jam sibuk," ucap perwira dengan dua mawar di pundak tersebut. Pada 2006 lalu, Satlantas Polwiltabes Surabaya pernah menerapkan contra flow, yakni menambah satu lajur di arah yang berlawanan pada jam-jam sibuk. Hasilnya tak maksimal, kemacetan tetap terjadi.
Kondisi itu dipengaruhi banyak faktor. Misalnya, keberadaan perlintasan KA di sepanjang Jalan A. Yani. Setidaknya ada tiga perlintasan pemicu kemacetan A. Yani. Yaitu, perlintasan KA di bawah Jembatan Mayangkara, di Margorejo, dan Jemursari. ''Ada 20 kali lebih KA melintas dalam sehari,"' katanya.
Setiap KA melintas, setidaknya terjadi perlambatan sekitar 10 menit bagi arus lalin. Polisi pernah menyurati PT KA agar mengurangi atau memindahkan jadwal simpangan kereta. Namun, tetap saja tidak ada hasilnya. Jadwal kereta penumpang tak bisa digeser begitu saja.
Hanya hal-hal kecil yang masih mungkin dilakukan untuk mengurangi kelambatan. "Mengurai kemacetan tak mungkin. Paling banter hanya memperlancar," tuturnya. Misalnya, meminta angkot tak ngetem lama dan melakukan buka-tutup sejumlah persimpangan.
Agus memperkirakan, bila tidak ada penambahan volume jalan atau pengurangan volume kendaraan, tahun depan Jalan A. Yani benar-benar over capacity. ''Kemacetan pun adalah macet yang berhenti, bukan macet yang merayap," tegasnya.
Karena itu, mengatur jembatan layang kembar Mayangkara, membangun frontage road, tol tengah kota, underpass di Bundaran Dolog, dan mengelevasi rel kereta seperti di Jakarta adalah hal yang sangat mendesak.
Taken from Jawapos, May 31, 2009
wangweijie84 May 31st, 2009, 05:54 PM Nah gitu dong, Surabaya harus lebih peka... kalo ditangani dengan benar monorel pasti cepet jadinya. Kalo diliat, prioritas pemkot itu kebanyakan di daerah selatan Surabaya ( maklum lama ga pulang ). Achmad Yani sampe segitu parahnya yah?!
Pemkot Surabaya pokoknya top deh, infrastruktur mesti dibanyakin biar ekonomi Surabaya perlahan semakin maju.
Hadi May 31st, 2009, 06:57 PM http://img199.imageshack.us/img199/1148/tolsurabayamojokertov.jpg (http://img199.imageshack.us/my.php?image=tolsurabayamojokertov.jpg)
Tol Sumo Rawan Mangkrak
Sabtu, 30 Mei 2009 | 13:04 WIB
SURABAYA- Pembangunan konstruksi tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) dinilai menyalahi aturan. Pasalnya, meskipun lahan baru dibebaskan 40% namun telah ada pembangunan fisik sekitar 24%. Kondisi ini bisa memunculkan potensi kerugian bila 60% sisa tanah tidak bisa segera diselesaikan.
"Harusnya seluruh tanah dibebaskan dulu. Bila posisinya seperti sekarang siapa yang menjamin 60% tanah yang belum dibebaskan bisa segera diatasi. Ada kasus konstruksi sudah dibangun, tapi pembebasan tanah sisanya tidak bisa segera direalisasi sehingga mandek hampir 2 tahun," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil dalam kunjungannya ke kantor PT Jasa Marga Surabaya-Gempol, Jumat (29/5).
Bila tanah bisa dibebaskan dalam hitungan bulan tidak akan menjadi persoalan. Namun jika memerlukan waktu bertahun-tahun, bunga pinjaman dari bank bisa membengkak. Padahal belum ada pemasukan dari konstruksi tol yang telah dibangun. Berdasarkan laporan Jasa Marga, konstruksi sudah dilakukan sekitar 2 kilometer untuk sesi 1A dari total ruas yang direncanakan 36,51 kilometer.
"Ada yang tak optimal dalam pembangunan ini, mestinya kontraktor ikut menjadi pengontrol pembebasan tanah. Sebab, pembebasan tanah dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak bisa dipungkiri biasanya muncul calo-calo," katanya. Untuk permasalahan pembebasan lahan tol Sumo dan proyek infrastruktur lain, Meneg BUMN berharap kontraktor meminimalisasi bahkan menghapus peluang insentif bagi calo.
Sofyan mengusulkan, sebelum diumumkan akan ada pembebasan lahan untuk proyek dilakukan survei harga dulu. Kemudian diumumkan akan adanya proyek pemerintah dan diharapkan pemilik tanah menjual dengan harga yang telah ditentukan serta sesuai dengan pasar. "Bagi yang tidak mau menjual langsung ya tidak apa-apa, tapi tiap kenaikan harga per tahun dikenakan pajak. Sehingga peluang calo berkurang," jelasnya.
Terkait tol Sumo, pemerintah berharap segera diselesaikan sehingga sesuai jadwal semua ruas bisa beroperasi pada 2011 nanti.
Secara terpisah, Direktur Utama Jasa Marga, Frans S. Sunito, mengakui pembangunan konstruksi tersebut tidak sesuai aturan. Namun Jasa Marga mengharapkan tidak menjadi masalah mengingat proyek tersebut merupakan perpindahan tangan dari pemilik PT PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) sebelumnya."Kami sadar salah, tapi ini tidak dari awal kami tangani alias perpindahan tangan. Namun pihaknya akan segera menyelesaikan permasalah pembebasan lahan secepatnya,” katanya.
Ditambahkan, untuk sesi 1A Waru-Sepanjang, kurang lebih 4 km diperkirakan selesai akhir 2009.
Pantau Pembebasan
Sementara perbankan sebagai penyedia dana pinjaman mengatakan akan terus memantau pembebasan lahan tol Sumo tersebut. "Makanya kredit tidak di salurkan sekaligus tapi bertaha. Ini juga untuk menghindari resiko yang ada," ujar Direktur Utama Bank BNI, Gatot M. Suwondo.
Biaya yang dibutuhkan proyek jalan tol tersebut mencapai Rp 3 triliun dengan masa konsesi 35 tahun. Sebesar 30% dana atau sekitar Rp 900 miliar berasal dari internal pemerintah. Sementara sisanya Rp 2,1 triliun dari sindikasi pembiayaan BNI, BRI dan Bukopin. PT Bank Negara Indonesia (BNI) selaku pemimpin dalam sindikasi memberikan komitmen kredit sekitar Rp 764 miliar (50,06%). Sisanya dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebesar Rp 612 miliar (40,10%) dan PT Bank Bukopin Tbk senilai Rp 150 miliar (9,84%). Pinjaman tersebut berjangka waktu selama 10 tahun.
Secara terpisah, Direktur Korporasi BNI Khrisna Suparto mengatakan, hingga saat ini PT MNA sebagai kontraktor barumenarik kredit sebesar Rp 76 miliar. Untuk diketahui, porsi kepemilikan MNA dikuasai oleh PT Jasa Marga Tbk sebesar 55%, PT Moeladi sebesar 25%dan PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebanyak 20%.dya
Hadi May 31st, 2009, 07:23 PM Surabaya insists on busway project
The Jakarta Post , Jakarta | Tue, 05/26/2009 9:45 AM | National
The Surabaya city administration in East Java says it will keep striving to realize its own bus rapid transit (BRT) or busway project.
“We will realize the project, but we cannot be certain when,” said Tri Rismaharini, head of Surabaya City Development Planning Agency, as quoted by Antara state news agency on Tuesday.
The project has been planned since 2007, but the city had to delay it waiting for legal permission from the East Java Public Works Agency, who demanded that the city expand its highways before constructing the busway project.
The road expansion had been put on hold following a corruption allegation involving the project, which is worth a total of Rp 206 billion (US$20 million), and 45 councilors. (dre)
taken from TheJakartaPost.com
Ebek21 June 1st, 2009, 07:02 AM Edan.. :applause::applause:
Omzet Transaksi SSF Sebulan Hampir Rp 1 T
SURABAYA - Sebulan penuh pelaksanaan Surabaya Shopping Festival (SSF) 2009 di 15 mal berhasil membukukan omzet transaksi hampir Rp 1 triliun, tepatnya Rp 880 miliar. Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Surabaya Bambang D.H. ketika memberikan sambutan dalam penutupan SSF di north atrium Mal Galaxy, Surabaya, kemarin (31/5).
"Belum ada mal-mal di Indonesia yang sekompak di Surabaya. Tren acara tersebut terus menggembirakan," tutur Bambang. Dia menjelaskan, berdasar laporan stafnya di pemkot, acara bulan belanja yang diadakan sejak 2007 tersebut menghasilkan nilai transaksi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Disebutkan, pada 2007, ketika masih bernama Surabaya Big Sale, total nilai transaksi mencapai Rp 250 miliar. Setahun berikutnya, ketika nama itu berganti menjadi Surabaya Shopping Festival, nilai transaksi meningkat menjadi Rp 350 miliar.
Pencapaian cukup signifikan, lanjut Bambang, terjadi tahun ini. Selain meningkatnya jumlah mal yang berpartisipasi (hingga 15 mal), nilai transaksi naik 100 persen lebih. "Hingga tadi pagi (kemarin, Red), saya dapat informasi dari Mr Neil (Neil V. Storey, ketua Panitia SSF 2009), omzet transaksi di seluruh mal mencapai Rp 880 miliar," ucap Bambang lantas disambut dengan tepuk tangan yang hadir di acara tersebut.
"Jika melihat kondisi ekonomi yang katanya krisis seperti saat ini, saya tidak percaya saat mendengar angka transaksi sebesar itu. Saya yakin, krisis ekonomi tidak dialami warga Surabaya," tutur orang nomor satu di Surabaya tersebut.
Bambang menambahkan, pencapaian luar biasa itu merupakan bukti nyata akan kerja sama yang baik antarelemen masyarakat Surabaya. Mulai Pemkot Surabaya, Jawa Pos, APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia), Telkom, dan STPB (Surabaya Tourism Promotion Board) sebagai sponsor utama SSF tahun ini.
"Melihat antusiasme dan kerja sama yang baik itu, mungkin setelah penutupan hari ini panitia akan langsung mengadakan rapat pembentukan panitia SSF untuk 2010," lanjut Bambang, lagi-lagi disambut tepuk tangan meriah. "Kalau di awal-awal pelaksanaan SSF sulit mencari sponsor, untuk tahun depan saya yakin para sponsor akan ngantre," papar dia.
Penutupan kemarin dimulai sekitar pukul 13.00. Selain wali kota, juga hadir Wakil Wali Kota Arif Afandi. Dari Jawa Pos, hadir Azrul Ananda selaku wakil direktur dan Hendi Mustafa, manajer iklan. Wakil 15 mal peserta SSF juga ada di antara para undangan. Selain Neil (technical advisor Mal Galaxy), ada Rudy Sukamto (general manager Hi-Tech Mall), Fransisca Maria Budiman (general manager Plasa Marina), dan Didi Woelyadi (direktur PT Prosam Plano dari Pasar Atum) yang juga ketua APPBI Jatim.
Para pengelola mal lain yang juga hadir adalah Salim Abdad (general manager Maspion Square), Budiarto W. Hadipraja (general manager WTC), dan Alphonzus Widjadja (general manager Tunjungan Plaza). Tampak juga sejumlah wakil dari delapan mal lain, yakni Surabaya Town Square, City of Tomorrow, Golden City Mall, Royal Plaza, Darmo Trade Center, BG Junction, ITC Surabaya Mega Grosir, dan Supermal Pakuwon Indah.
Para sponsor juga tak mau ketinggalan untuk hadir dalam acara tersebut. Antara lain, Telkom diwakili Deputy Executive General Manager Telkom Divre V Muhammad Warif Maulidy. Sedangkan dari STPB, hadir sang ketua, Yusak Anshori.
Neil menambahkan, pelaksanaan SSF tahun ini jauh lebih sukses daripada sebelumnya. "Para tenant senang sekali dengan acara tersebut. Karena itu, kami pasti laksanakan lagi tahun depan. Sampai ketemu lagi di SSF tahun depan. Ojo lali, tahun ngarep ketemu maneh yo, Rek!" ujar pria asal Australia yang fasih berbahasa Indonesia itu. Di akhir sambutan, dia mencoba berbahasa Jawa.
Dukungan Jawa Pos untuk acara tersebut kemarin disampaikan oleh Azrul. "Pokoknya, apa saja yang membuat Surabaya maju pasti akan kami dukung," tegasnya.
Suasana penutupan sekaligus pengundian hadiah total Rp 500 juta tersebut kemarin berlangsung meriah. Ratusan orang me*madati lokasi acara.
Mereka pada umumnya penasaran dan ingin menyaksikan jalannya pengundian. Karena itu, mereka juga ingin tahu siapa yang beruntung mendapatkan hadiah utama Rp 250 juta dari total hadiah Rp 500 juta. Dalam pelaksanaan SSF tahun ini, para shopper memang berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai itu. Dengan nilai belanja minimal Rp 100 ribu, shopper berhak atas satu kupon, dan berlaku kelipatannya. Hingga penutupan kemarin, sedikitnya terkumpul tiga juta kupon yang dihimpun dari 15 mal peserta.
Saking banyaknya kupon yang diundi, diperlukan bak pikap mobil milik sponsor Telkom Flexi untuk menampungnya.
Ada 17 kupon yang kemarin diambil secara acak. Kupon itu untuk satu pemenang utama yang berhak mendapatkan Rp 250 juta dan satu pemenang kedua berhak atas uang tunai Rp 100 juta. Selanjutnya, 15 pemenang masing-masing mendapatkan Rp 10 juta.
Untuk hadiah utama, pemenangnya adalah Ariani Kusumaningtuti dari Sawojajar, Malang, (kisah di balik nasib beruntung Ariani baca halaman 9). Begitu nomornya keluar sebagai pemenang, pada saat itu juga MC acara, Irvan Arbani, menelpeon No HP Ariani. Pemenang kedua diraih Sri Yuliati dari Jl Ratna, Surabaya.
Dari 17 kupon yang diambil itu, ada nama-nama pemenang dari luar Surabaya, bahkan dari luar provinsi. Misalnya, dua pemenang yang berhak atas hadiah uang tunai Rp 10 juta berasal dari Semarang. Selain dari Malang, ada juga pemenang dari Bangkalan. (Nama-nama pemenang baca grafis).
"Ini menunjukkan bahwa gaung acara SSF tidak hanya di Surabaya, tapi semakin luas hingga ke luar provinsi," kata Neil bang*ga.
Taken from Jawapos, Jun 1, 2009
MinImaX June 1st, 2009, 07:46 AM Today's updates:
- PTC
- An unknown project at Graha Famili
- LJ Meritus
- Aston Twin Tower
These updates are put in each specific thread:
- Ciputra World
- Grand City
- Puncak Permai Apartments
- Adhiwangsa & Lenmarc
Taken on May 29-31, 2009, and Jun 1, 2009
MinImaX June 1st, 2009, 07:47 AM Pakuwon Indah area, Surabaya, used as a reference.
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/ptc-picture048yf7-label.jpg
On top of PTC parking lot, taken from yellow arrow sign (See the previous picture)
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/ptc-090529.jpg
The unknown project at Graha Famili, next to Melandas Furniture. (See the green circle)
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/unknown-graha-famili-090531.jpg
MinImaX June 1st, 2009, 07:48 AM LJ Meritus
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/lj-meritus-090530-1.jpg
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/lj-meritus-090530-2.jpg
Aston Twin Tower
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/aston-twin-tower-090530.jpg
MinImaX June 1st, 2009, 07:55 AM Lingkaran biru: Namanya Loop, tempat makan2 seperti G-Walk. Free parking.
Lingkaran ungu: Supermal tahap 2 / extension, belum dilanjutkan.
Lingkaran merah: Bundaran jalan Supermal, sebagian belum dibebaskan, masih banyak warga yang menempati lahan ini.
yudibali2008 June 1st, 2009, 07:59 AM Surabaya, cool banget! mantab!
Ebek21 June 1st, 2009, 09:47 AM Thanks buat foto2nya, MinImax. LJ Meritusnya kok gak kelihatan kaca2nya ya ? Yg katanya berwarna emas itu ? Penasaran lihat aja. Aston Twin Tower kok kelihatannya belum ada perkembangan signifikan ?
hermawan June 1st, 2009, 11:41 AM Aq berharap Surabaya lebih mengkonsentrasikan diri pada pembangunan monorel saja.
BTW : untuk kota seukuran Surabaya, jumlah fly over dan under pass masih jauh dari ideal, gimana pemkot Surabaya?
teddybear June 1st, 2009, 04:16 PM Kotanya gede, tapi gedung office dan infrastrukturnya masih kurang. Dulu mallnya juga kurang tapi sekarang udah okay, apalagi ntar ada pertambahan lagi.
Thanks for update Minimax! Perumahan Pakuwon Indah ternyata masih banyak tanah kosong, apa benar, atau petanya blom di update?
MinImaX June 1st, 2009, 04:46 PM Pas lewat Meritus lagi dikejar waktu, ga seberapa memperhatikan. Kemungkinan kaca warna kuning di rendering itu efek dari warna tembok. Kita lihat saja nanti waktu sudah terpasang.
pecinta_surabaya June 1st, 2009, 05:44 PM Pakuwon Indah area, Surabaya, used as a reference.
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/ptc-picture048yf7-label.jpg
The unknown project at Graha Famili, next to Melandas Furniture. (See the green circle)
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/unknown-graha-famili-090531.jpg
^^ Ini bukannya Lahan buat Darmo Fashion Walk ya??
sbyctzn June 1st, 2009, 05:55 PM Magnificent @Minimax!
Thanks a lot!
Thanks to other, ebek, etc...
Buat infönya.
Optimis g ya monorel akan jadi? Melihat yg sdh terjadi monorel di Jakarta?
@hermawan:
bukan berarti kota metropolitan itu harus memiliki flyover yg banyak, justru kalau flyovernya dikit itu menunjukkan tata lalu lintasnya sudah bagus, arusnya mengalir dengan baik, sama seperti di kota-kota Jepang justru banyak tidak ada flyover, karena memang tata lalu lintasnya sudah bagus.
Ingat tata lalu lintas yang bagus juga membuat tidak adanya kemacetan.
Saat ini masalah kemacetan di Surabaya cuma di A. Yani saja..
Kalau A. Yani itu beres maka semua jaringan jalan di Surabaya akan semakin lancar.
Justru saya salut sama pemkot, kota sebesar Surabaya dengan kepadatan lalu lintasnya yang luar biasa dan minimnya flyover, ternyata arus lalu lintas mengalir dengan lancar...
Kalau menurut saya sekarang yang penting itu bangun Frontage Road saja..
Kemudian seriusi saja tol tengah kotanya..
Untuk monorel untuk jangka panjang saja, tidak usah muluk-muluk, yang realistis saja, saya justru agak tidak enak kalau pemkot terlalu muluk-muluk, takutnya itu hanya gengsi antar pemda saja yang cuma saingan masterplan saja.
Besok saya post beberapa project baru di Surabaya yang lumayan surprised tiba-tiba muncul proyek lumayan besar..
SURABAYA makin better di ulang tahunnya yang ke 716 nih....
teddybear June 1st, 2009, 06:40 PM ^Wah, pengen tahu proyek apa nih, sbyctzn? Jangan2x rumah sakit, universitas, atau jalan baru lagi, bukan gedung apartment atau office... :(
Ebek21 June 1st, 2009, 06:57 PM http://img199.imageshack.us/img199/1148/tolsurabayamojokertov.jpg (http://img199.imageshack.us/my.php?image=tolsurabayamojokertov.jpg)
Ini simpang susun dimana ya nantinya ? Kok kelihatannya ruwet banget gt ? Kalo sudah jadi semua, lalu di sekelilingnya ada gedung2 jangkung, pasti keren tuh !!
wangweijie84 June 1st, 2009, 06:59 PM ^Wah, pengen tahu proyek apa nih, sbyctzn? Jangan2x rumah sakit, universitas, atau jalan baru lagi, bukan gedung apartment atau office... :(
Iya gua juga sama....
sbyctzn June 1st, 2009, 07:39 PM @teddybear:
ada 2 proyek baru,
kayaknya sih perkantoran melihat luas lahan dan konstruksinya..
Eh tapi bisa dikatakan proyek besar atau tidak ya..
He3x..
Sepertinya lumayan kok..
Biar asik dan bikin penasaran nunggu besok saja, sekalian sama pic nya, jadi sekalian puas atau kecewanya...
Biar tambah rame..
Minimax sudah post pic, besok saya tambahi..
Biar tambah "mantab jaya"
He3x...
@ebek n minimax:
kalau saya perhatikan tadi siang, Meritus itu warna kuning memang dari temboknya..
Sebagian sudah terpasang kok.
Sisi timur, utara, dan bagian bawah konstruksi yang rendah sudah terpasang..
Oh ya sekadar info:
ternyata konstruksi Graha Sampoerna sangat besar, saya melihat dari kerangka konstruksi, basement, dan luas pondasinya.
Kerangka betonnya seukuran lebih besar dari orang dewasa, sekitar 2 kali orang dewasa.
Dan luas konstruksi juga besar.
Jadi itu Graha Sampoerna berapa lantai melihat ukuran dan luas konstruksi yang besar, kalau melihat dari rendering sekitar 9 lantai, tapi dari info majalah sekitar 15 lantai.
Jadi mana yang benar jika dianalisis dari beberapa fakta tersebut?
Menurut saya mungkin 15 lantai melihat besar dan luasnya konstruksi, lagipula untuk apa buat kerangka konstruksi yang besar kalau jumlah lantainya sedikit.
@ebek:
Wah jangan-jangan itu simpang susun interchange buat tol Sumo? Melihat bentuk jalannya..
Coba deh liat di peta Surabaya, jalan yang setelah bundaran waru menuju Mojokerto, persis dengan yang di maket.
saya curiga itu simpang susun untuk pintu masuk ke tol Sumo dari Surabaya, makanya ruwet, soalnya gabungan dari 2 ruas tol dan 1 jalan arteri sby-mjkt.
Hadi June 2nd, 2009, 05:40 AM Ini simpang susun dimana ya nantinya ? Kok kelihatannya ruwet banget gt ? Kalo sudah jadi semua, lalu di sekelilingnya ada gedung2 jangkung, pasti keren tuh !!
iya ini maketnya Tol Simpang Susun Sumo... hehehe
sbyctzn June 2nd, 2009, 07:31 AM ^^
sory hadi, tadi malam saya buka thread ini lewat mobile, imagenya tidak saya tampilin makanya tanya kapan kamu post gambar itu, hehehehe.... sory sory, kesalahan fatal....
sudah saya edit posting mengenai pertanyaan itu.... hehehehe....
parah....
sbyctzn June 2nd, 2009, 07:51 AM Tunnel MERR
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tunnelmerr.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tunnelmerr2.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tunnelmerr3.jpg
sbyctzn June 2nd, 2009, 07:52 AM Progress simpang susun tol Sumo
http://img199.imageshack.us/img199/1148/tolsurabayamojokertov.jpg
---------------------
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/sumo1.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/sumo2.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/sumo3.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/sumo4.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/sumo5.jpg
sbyctzn June 2nd, 2009, 07:54 AM STIKOM tower B
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/stikomb.jpg
sbyctzn June 2nd, 2009, 07:56 AM New Project
Proyek baru yang lumayan besar, ada di daerah rungkut, sepertinya perkantoran milik salah satu industri, jumlah lantai 9.
tidak tahu itu nama proyeknya apa....?????????
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rnew4.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rnew2.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rnew3.jpg
sbyctzn June 2nd, 2009, 07:59 AM Hotel LJ Meritus
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/meritus2-2.jpg
COSMOPOLIS
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/cmpls.jpg
sbyctzn June 2nd, 2009, 08:03 AM sorry double post!
sbyctzn June 2nd, 2009, 08:11 AM New project, unknown.
Lokasinya tepat ada di depan proyek Graha Sampoerna, sebelah Plasa Telkom.
Luas lahannya sama seperti Graha Sampoerna, sekarang tahap pemancangan paku bumi.
sibuk banget aktifitas disana, banyak pekerja....
Sepertinya akan menjadi highrise building melihat tanda-tanda konstruksi sama persis seperti dulu pertama kali Graha Sampoerna masih menjadi teka teki dan kontraktor Waringin.
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/ew.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/ew2.jpg
Ada yang tau proyek apa???
sbyctzn June 2nd, 2009, 08:13 AM Kurang??????????
Sesuk tambah maneh, masih ada yang kurang banyak!!!!
huehehehehe......
teddybear June 2nd, 2009, 08:23 AM Thanks for update on LJ Meritus! It looks like you took that photo from the tennis court behind Meritus? There is still vast lot there that is potential for apartment towers.
We can only hope that the construction across Graha Sampoerna will be a considerably tall apartment/office tower!
Not sure what to comment on the 9 floor construction in Rungkut. The height seems too low to have impact on the skyline, and the location is in the industrial area.
What is the MERR tunnel for? Pedestrian, motorcycle or car? It looks narrow and low.
sbyctzn June 2nd, 2009, 08:30 AM Thanks for update on LJ Meritus! It looks like you took that photo from the tennis court behind Meritus? There is still vast lots there that is potential for apartment towers.
We can only hope that the construction across Graha Sampoerna will be a considerably tall apartment/office tower!
Not sure what to comment on the 9 floor construction in Rungkut. The height seems too low to have impact on the skyline, and the location is in the industrial area.
What is the MERR tunnel for? Pedestrian, motorcycle or car? It looks narrow and low.
Ya, saya ambil foto di sebelah utara tennis court, sebenarnya itu layak digunakan untuk apartemen atau gedung perkantoran...
MERR tunnel untuk semua kendaraan, mobil dan sepeda motor, tetapi truk tidak mungkin sepertinya, karena memang itu digunakan untuk lalu lintas warga perkampungan.
Hadi June 2nd, 2009, 08:44 AM New project, unknown.
Lokasinya tepat ada di depan proyek Graha Sampoerna, sebelah Plasa Telkom.
Luas lahannya sama seperti Graha Sampoerna, sekarang tahap pemancangan paku bumi.
sibuk banget aktifitas disana, banyak pekerja....
Sepertinya akan menjadi highrise building melihat tanda-tanda konstruksi sama persis seperti dulu pertama kali Graha Sampoerna masih menjadi teka teki dan kontraktor Waringin.
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/ew.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/ew2.jpg
Ada yang tau proyek apa???
Ini denger-denger BANK BCA. Gedung Bank BCA, masih tak tahu berapa lantai. Saya rasa di daerah ini akan menjadi CBD Surabaya Timur.
teddybear June 2nd, 2009, 09:31 AM ^Hmm, ada tulisan B-BCA di papan, tapi nggak tau itu apa. Wah, kalo gedung bank sih biasanya nggak tinggi2x banget. 10 lantai aja udah bersyukur. BCA Raya Darmo paling berapa lantai dan itu saja udah kantor cabang utama.
Yah moga2x 10 lantai, tapi kalo bisa 15. emangnya mau tawar menawar wong bukan punya gue. ;)
sbyctzn June 2nd, 2009, 11:09 AM Oh iya ya,
itu di kode proyeknya ada tulisan B-BCA,
memang kemarin agak tidak concern pada tulisannya..
Tapi pada kegiatan yang ada di dalam proyek.
Yang jumlah pekerjanya banyak, tiang-tiang pancang yang sangat banyak ditumpuk, dan mesin silent pile system.
Semoga saja paling tidak seperti BCA Diponegoro.
Kasusnya persis seperti Graha Sampoerna pertama muncul, juga ada mesin silent pile system dan beberapa mobile crane..
@teddybear:
huhehehe... Kalau bisa ditawar ya saya juga ikutan..
@hadi:
betul apa katamu, daerah itu akan jadi CBD baru,
sama seperti prediksi Ebek.
Hebat ya..
Awalnya Cuma nembusin jalan MERR disebelah utaranya kampus C Unair yang sempat buntu bertahun-tahun, begitu MERR dari depan Graha Sampoerna bisa tembus sampai jalan Kenjeran..
Jreng.. Jreng.. Dampaknya langsung muncul dua proyek baru..
Apalagi kalau besok tak lama lagi MERR bisa tembus sampai depan gedung STIKOM.. Yang saat ini sedang ngebut kerjain Jembatan, Tunnel, dan jalan.
Pasti disepanjang jalan MERR akan tumbuh menjadi CBD baru di Surabaya..
Di depan mata sudah ada Graha Sinar Galaxy, Astra Building, BCA, Graha Sampoerna, RSU Haji, Galaxy Mall, UNAIR Rektorat, STIKOM.
MinImaX June 2nd, 2009, 12:09 PM Great update sbyctzn!
Selesainya Suramadu berdampak positif, tahun ini tampaknya tahunnya Surabaya Timur untuk berkembang, apalagi nanti kalau MERR sudah selesai.
Cosmopolis sudah dianggap selesai, mungkin sudah serah terima dalam waktu dekat ini. Sebentar lagi East Coast Residence segera topping off.
Surabaya Barat kelihatannya istirahat sebentar, belum ada proyek skala besar selain Puncak Permai Apartment. Sedangkan Area Darmo Festival Walk sepertinya malah dibangun proyek skala kecil. Adhiwangsa mengubah service apartment jadi hotel, sehingga kemungkinan belum ada proyek hotel baru dalam waktu dekat di sekitar sana.
sbyctzn June 2nd, 2009, 02:40 PM ^^
jangan lupa masih sisa beberapa,
Ciputra World, UC apartment and campus.
Memang betul apa kata Minimax, saat ini yang akan berkembang ganti Surabaya Timur, baik sepanjang MERR maupun sepanjang PAMURBAYA.
Akan muncul superblock/mix used baru, baik di MERR maupun konsep waterfront seperti Eastcoast Residence.
Kalau di MERR tumbuh karena akses yang sudah dibuka, sedangkan di PAMURBAYA konsep yang akan tumbuh adalah menjual "view" SURAMADU.
Apa mungkin ya pengembang gede seperti Agung Podomoro Group yang suka menjual "view" akan masuk ke Surabaya? Di dekat Suramadu?
Sementara untuk Surabaya Barat memang menyisakan mix used Ciputra World, superblock UC Campus and Apartment, dan Apartemen Puncak Permai.
Sedang dari pemerintah ya Gelora Bung Tomo
Oh ya trus rencana proyek yang diseberang Adhiwangsa dan Lenmarc itu gimana?? Ada yang tau?
Sebenarnya Surabaya Barat juga akan masih berlanjut perkembangannya..
Kalau nanti Midle West Ring Road (MWRR) jadi, yang akan menghubungkan Sepanjang dan Gelora Bung Tomo.
Jadi nantinya akan membujur muncul perkembangan kota baru di Barat yaitu dari timur ke barat (Sutos sampai SPI) dan dari selatan ke utara (Sepanjang sampai GBT).
Pemkot memang cerdik memainkan tata ruang kota Surabaya, seperti sengaja mengulur-ulur sampai di jalur Utara Selatan benar-benar jenuh, begitu jenuh langsung dibuat "key project" semacam GBT, MWRR, MERR, RSSB, dll.
Dan semua project pemkot itu benar-benar menjadi "trigger" perkembangan kota Surabaya, yang sudah ada buktinya adalah Surabaya Barat dan Surabaya Timur.
Tapi pemkot juga terlalu nanggung karena agak telat dalam merencanakan itu semua..
Bagaimana????
Ebek21 June 2nd, 2009, 03:15 PM Wow, so many pics have been posted today. Thanks for your hard effort, sbyctzn !!
Sebenarnya daerah sepanjang MERR itu masih banyak tanah kosong. Tapi yg letaknya paling top adalah yg persis di depannya Mal Galaxy, yaitu yg saat ini dipakai untuk parkiran sepeda motor. Mestinya tanah itu masih punya Sinar Galaxy, pengembang Mal Galaxy (dan juga pemilik Hotel Shangrila). Jika tanah kosong itu (yg besarnya sama dgn gabungan luas MG 1 dan MG 2) bisa diconvert menjadi hotel bintang 5 sekelas Hotel Shangrila, wah, pasti jd luar biasa sekali daerah situ !! Mengingat kalo MERR sudah jadi, daerah itu akan jd seperti Ahmad Yani, malah lebih panjang lg.
Jangan meremehkan pembangunan jalan. Apalagi kl jalan yg dibangun adalah jalan tol atau minimal jalan arteri. Kawasan Surabaya Barat dulu juga daerah pinggiran yg tidak terurus, sampai kemudian jalan tol Surabaya-Gempol dan Waru-Perak dibangun disitu, baru daerah situ booming besar2an dgn pengembang2 kelas kakap yg investasi tanah disitu seperti Dharmala, Pakuwon, Adhibaladika (skrg Bukit Darmo), dan Ciputra. Proyek MERR ini pun proyek nasional, kelasnya hampir sama dengan jalan tol, multiplier effectnya juga akan sedahsyat Surabaya Barat dulu, malah mungkin lebih hebat karena ada daya tarik tersendiri dr megastructure Suramadu Bridge. Apalagi kalo besok2 Jalan Tol Lingkar Luar Timur juga terwujud. Makin heboh saja tuh.
Ebek21 June 2nd, 2009, 04:00 PM http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRkoran.jpg
Taken from Radar Sby, Jun 2, 2009
Hadi June 2nd, 2009, 08:46 PM http://img193.imageshack.us/img193/1429/cito.jpg (http://img193.imageshack.us/my.php?image=cito.jpg)
teddybear June 2nd, 2009, 08:54 PM ^Is there any rendering for the UPH building, and how many floors will it be?
Kapannya Lippo ada rencana mendirikan superblock di Surabaya Barat tapi tidak ada beritanya lagi sekarang? Cito inipun sangat kontras dengan sekelilingnya.
wangweijie84 June 3rd, 2009, 08:26 AM SURABAYA - SURYA- Diprediksi Serap Ribuan Tenaga Kerja
. Pertumbuhan ekonomi di Madura dan sekitarnya diyakini akan tumbuh pesat, seiring peresmian Jembatan Suramadu yang bakal berlangsung pada 10 Juni mendatang. Sejumlah investor asing maupun dalam negeri terus dijajagi untuk mengembangkan kawasan ini.
Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim Hary Soegiri mengatakan, sekitar kaki jembatan Suramadu akan terus dikembangkan sebagai kawasan industri bergengsi. Sehingga, diharapkan investasi di kawasan itu kian menjanjikan.
“Tahap awal ini, sudah ada investor dalam negeri yang melirik dengan investasi senilai Rp 3,2 triliun yakni PT Madura Industrial Estate Sea-port City (Misi),” kata Hary Soegiri, di kantornya, Selasa (2/6).
Rencananya, Misi akan mengembangkan kawasan kaki jembatan Suramadu sisi Madura seluas 600 hektare, sebagai kawasan perdagangan, industri, hingga pelabuhan. Pelaksanaannya akan dimulai tahun ini juga. “Sebetulnya masih ada lagi investor PMDN yang juga melirik kawasan kaki jembatan Suramadu ini. Namun belum ada kepastian sampai saat ini,” ujarnya.
Dengan bakal adanya mega proyek di kaki jembatan Suramadu, Hary memprediksi ribuan tenaga kerja akan terserap. “Perkiraannya, sekitar 20 persen dari total penduduk Madura (4 juta jiwa) atau sekitar 800.000 jiwa nantinya akan terlibat langsung. Proyek ini sekaligus bisa menekan angka pengangguran di Madura,” sambungnya.
Sementara, untuk kaki jembatan Suramadu sisi Surabaya sejauh ini belum tersentuh investor manapun. “Mungkin walikota Surabaya yang memiliki rencana detilnya,” kata Hary.
Selain pengembangan kawasan industri Misi, tujuh cluster proyek lainnya juga sudah ditawarkan kepada para investor. Antara lain, proyek infrastruktur berupa akses jalan menuju jembatan, proyek prasarana dasar seperti, air, sanitasi, energi, dan telekomunikasi. Selain itu, proyek pengembangan Pelabuhan Tanjung Bulupandan, Bangkalan Utara, sentra peternakan sapi potong, pengolahan garam, industri minyak atsiri hingga proyek agroindustri.
“Untuk pengolahan garam nantinya dibuat multipurposes garam industri. Sedangkan proyek minyak atsiri hanya pengembangan yang sudah dikelola petani, yakni bahan bakunya bunga melati Rato Eboh di Desa Tanjung Kecamatan Burneh Bangkalan,” jelasnya.
Industri minyak atsiri ini diperkirakan menelan investasi sedikitnya Rp 10 miliar dengan perluasan lahan menjadi 500 hektare, dari yang ada saat ini 50 hektare. Sementara, proyek agroindustri berupa budidaya tanaman ketela, jagung, kedelai, serta tanaman obat.
Tiga PMDN yang sudah ada di Madura sejak 2008 yakni PT Karya Dibya Mahardika, pengolahan tembakau di Sumenep, PT Adiluhung Sarana Segara, pengolahan dan perbaikan kapal di Bangkalan, dan PT Maxima Mutiara Indonesia, pembibitan kerang dan budidaya mutiara di Sumenep. Total investasinya mencapai Rp 27 miliar.
Untuk PMA, baru ada dua dan eksis sejak 1997, yakni PT Aneka Boga Nusantara, industri pengolahan dan pengawetan ikan, milik Jepang dan Korea di Sumenep dan PT Dwi Bina Utama, industri pengolahan ikan dan teri nasi milik Jepang di Sumenep. Total investasinya 1,85 juta dolar AS. ame
Hadi June 3rd, 2009, 03:41 PM Surabaya Miliki Gedung Pameran Internasional
03 Juni 2009 18:02:29 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Surabaya - 30 hari lagi, Surabaya akan memiliki gedung pameran dan konser musik bertaraf internasional. Gedung itu bernama Grand City Convention dan Exhibition Centre.
Pada Rabu (3/6/2009) hari ini hingga Sabtu (6/6/2009), gedung tersebut telah diujicoba dengan diadakannya Pameran Machine Tool and Manucfaturing Indonesia - Surabaya 2009.
Pemilik Grand City Surabaya Murdaya Poo yang ditemui di sela-sela pameran mengatakan, pembangunan gedung bertaraf internasional itu merupakan wujud cintanya kepada Kota Surabaya dan Provinsi Jatim.
"Saya bisa banggakan gedung ini di mata Indonesia dan internasional serta khusus bagi warga Surabaya," kata pengusaha nasional ternama ini.
Dia mengharapkan, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya bisa memanfaatkan gedung baru ini untuk ajang pameran usaha kecil menengah.
"Convention dan balroom akan selesai 30 hari lagi. Pada Desember 2009 nanti, juga akan dibuka mall dan plasa termegah di gedung Grand City ini. Yang akan menyusul tahun 2010 mendatang adalah pembangunan hotel dan apartemen bintang lima. Saat ini, tanah warga sudah dibebaskan," ujarnya.
Total investasi yang dikucurkan untuk pembangunan gedung dan fasilitas seluas 6 hektare ini sebesar Rp 1 triliun lebih.
"Gara-gara krisis finansial global, jadwal pembukaan gedung ini molor 4 bulan lamanya. Saat ini sudah proses 80 persen progress pembangunannya," tutur pemilik Mandarin Oriental Hotel (Hotel Majapahit) Surabaya ini. [tok/ted]
berarti bangunan rumah yang terjepit itu akan bebas semua dong... wah superblock beneran ini ditengah kota
teddybear June 3rd, 2009, 03:56 PM berarti bangunan rumah yang terjepit itu akan bebas semua dong...
that is good, but why you think that houses will be torned down too?
this is good news, so will there be another building, which is apartment tower besides the 24 story hotel? or there will be just 1 building, a mixed of hotel and apartment?
MinImaX June 3rd, 2009, 06:15 PM ^^ It's true. The houses beside the convention centre had been bought completely by them, and used as their residency now. Not sure about some shophouses near the train station though.
It's good to hear that the hotel and apartments will be built soon in 2010, two years earlier than previous statement I heard before.
Trip2Java June 3rd, 2009, 06:25 PM ^^ great news
nanti2 konser musik luar negeri bukan hanya di jakarta aja dunk...
oya METRO. Dept Store buka juga di grand city ya ? cinemanya BLITZ apa XXI ?
Hadi June 3rd, 2009, 06:27 PM ^^ great news
nanti2 konser musik luar negeri bukan hanya di jakarta aja dunk...
oya METRO. Dept Store buka juga di grand city ya ? cinemanya BLITZ apa XXI ?
iya bagus deh.... iya METRO yang bakalan masuk, kayaknya untuk cinemanya XXI bukan blitz.. semoga aja BLITZ
Trip2Java June 3rd, 2009, 06:36 PM wah keyeeen
berarti di surabaya sekarang ada 2 SOGO ama 1 METRO, semakin kompetitif aja niy pangsa retails disini. tinggal nunggu debenhams aja kira2 di mal baru mana ya :D
yup, BLITZ udah ga perlu sangsi lagi masuk disini.
huahaha June 3rd, 2009, 06:49 PM yang masuk xxi ...
Ebek21 June 3rd, 2009, 07:29 PM ^^ It's true. The houses beside the convention centre had been bought completely by them, and used as their residency now. Not sure about some shophouses near the train station though.
It's good to hear that the hotel and apartments will be built soon in 2010, two years earlier than previous statement I heard before.
Where are the housing and shophouses area that you said have been bought by them ? Can you show it on the Google Earth image ? I'm interested to know. Is it possible they will build a skybridge over the Gubeng flyover, providing that they have bought the land across the flyover (the triangle-shaped area) ? It is in my wildest imagination :)
teddybear June 3rd, 2009, 08:23 PM Ebek, it is not the one in Gubeng Pojok. If you see Google Map, there are houses on the tip end on the block of this Grand City.
My question is when they mention hotel and apartment, that mean there will be one big building in L shape, both hotel and apartment combined, in that L shape. I have taken a look at the rendering. Anybody can confirm this?
Or they will build 2 buildings, one hotel and another is an apartment?
sbyctzn June 3rd, 2009, 08:49 PM Mantab mantab,
GCS is second superblock/mix used in downtown, setelah TP.
Rumah pojoknya yang antara jembatan, jln. Kusuma Bangsa, dan Gedung Exhibition itu kan?
Oh jadi Rumah-Rumah di pojok itu sudah dibeli ya?
Tapi kok belum pindah-pindah penghuninya?
Itu termasuk kecil lho lahannya..
Mungkin cuma satu bangunan yang mix hotel dan apartemen..
Seperti yang dikatakan teddybear, sesuai dengan rendering yang pertama kali muncul dulu.
Sip sip Surabaya Pusat ternyata tidak tidur...
Next Trillium dan Meritus
semoga areal perkampungan blauran segera direlokasi dan dicluster untuk areal CBD, sudah tidak layak untuk areal hunian tuh..
Bagaimana dg nasib Galeria Tunjungan ya?
teddybear June 3rd, 2009, 09:03 PM ^Perkampungan dan rumah di Urip Simoharjo dan Embong Malang mestinya udah mulai dibongkar. Lalu juga di Blauran dan Tunjungan, Pangsud, Basra, Pemuda, Gubernur Suryo. Berikut proyek macet dan lahan tidur.
lombok June 3rd, 2009, 11:27 PM Surabaya...the best...tumpas emua yang kumuh-kumuh...:banana::banana:
MinImaX June 4th, 2009, 06:19 AM Where are the housing and shophouses area that you said have been bought by them ? Can you show it on the Google Earth image ? I'm interested to know. Is it possible they will build a skybridge over the Gubeng flyover, providing that they have bought the land across the flyover (the triangle-shaped area) ? It is in my wildest imagination :)
They're in the yellow pentagonal one.
http://img199.imageshack.us/img199/2857/gubengpemudayos800pxq.jpg
Fir3blaze June 4th, 2009, 02:26 PM Surabaya administration to build 1,000 kampung libraries
Agnes S. Jayakarna , The Jakarta Post , Surabaya | Wed, 06/03/2009 2:35 PM | East Java
To meet the growing public appetite for information, the Surabaya municipal administration will develop 1,000 libraries in kampungs across the city, targeting to complete the project in 2010.
"We're prioritizing the project for rural kampungs with low- to middle-income residents," Surabaya City Development Planning Board (Bappeko) head Tri Risma Harini said recently.
"We want to accommodate their need for information, which is usually not met because they have to prioritize basic needs like food."
She added not all Surabaya residents had smooth access to information, financial restraints being the main hurdle. She pointed out low-income residents were mostly unable to afford books, while there was only one public library, in Rungkut district, in the city.
By developing libraries in kampungs across the city, the administration hopes all Surabaya residents will be able to access information faster and more affordably.
The libraries, Risma went on, would provide public knowledge books and also works of literature for students, effectively serving as a place to study.
The administration has this year allocated Rp 5 billion (US$476,000) from its regional budget (APBD) for the project.
"We will give each kampung Rp 5 million to buy books and other facilities, except the building. They can use community halls or meeting rooms in their kampungs," said Risma.
The city, Risma said, would also hire and train two people from each kampung to manage the library, and pay them a monthly salary.
She added the city had previously built reading spaces at three subsidized apartment blocks - at the Penjaringan Sari apartments in Rungkut, the Sumbo apartments in Simokerto, and the Urip Sumoharjo apartments in Tegalsari.
The administration allocated Rp 600 million to build the eight reading spaces, which were completed last year. People visiting the reading spaces can access information and borrow books for free. Children can also study at the spaces.
Separately, Ricky, from the Indonesian Library Development Foundation (YPPI), said the foundation had developed five mobile libraries - one in Surabaya, two in Bojonegoro, one in Pasuruan and one in Jambi.
Fir3blaze June 4th, 2009, 02:27 PM 140 Spesies Burung Menambah Indah Hutan Mangrove Wonorejo
suarasurabaya.net| Kawasan konservasi hutan mangrove (bakau) di Pantai Timur Surabaya, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, ternyata memiliki sekurangnya 140 spesies burung. Dan jumlah itu bisa jadi yang terbesar disepanjang pulau Jawa.
Pada sebuah kesempatan BAMBANG DH Walikota Surabaya, menyampaikan, dari 140 spesies tersebut, sekitar 84 spesies merupakan spesies menetap, 12 spesies dilindungi dan 44 spesies migran.
“Ini patut disyukuri. Mudah-mudahan dengan pemeliharaan dan konservasi yang benar dan bagus keberagaman spesies burung tersebut,” ujar BAMBANG DH kepada jurnalis dalam sebuah kegiatan disekitar bosem Wonorejo.
Hutan mangrove merupakan ekosistem yang produktif di dunia, baik dalam produktivitas primer maupun produktivitas jatuhan seresah atau sisa-sisa. Produktivitas mangrove yang tinggi ini secara langsung terkait dengan rantai makanan melalui aliran energi yang tertumpu atau di dasarkan pada jatuhan seresah dan detritus.
Kesuburan perairan mangrove ini, menjadikannya sebagai daerah yang banyak dikunjungi oleh beragam satwa dan menyumbang hara bagi perairan pantai terdekat. Sehingga mangrove pantai timur Surabaya, berpotensi sebagai habitat burung air.
Kamis (04/06) dipimpin langsung oleh Tim SAR Sampoerna iring-iringan perahu karet bermuatan beberapa pejabat Pemkot Surabaya serta sejumlah jurnalis, menyusuri kawasan pantai timur Surabaya.
“Kawasan ini bisa dikelola menjadi kawasan wisata keluarga yang tidak sekedar menikmati hutan mangrove tetapi sekaligus, mengenal berbagai jenis mangrove, dan habitat satwa yang ada temasuk aneka spesies burung tersebut,” terang TRI RISMAHARINI Kepala Bappeko Surabaya, yang ikut menyusuri kawasan mangrove Wonorejo, Kamis (04/06).(tok)
sbyctzn June 4th, 2009, 05:27 PM ^^
Thanks fir3blaze buat infonya.
Di berita bawah ini pantesan PT Marga Bumi Matra Raya, kalah tender, lha wong tol Surabaya-Gresik parah banget kondisinya. Tidak pernah dirawat.. Makanya pemerintah takut nanti Suramadu nasibnya akan sama.
Jasa Marga kelola Suramadu selama 18 bulan
Kamis, 04 Juni 2009 | 20:22 wib ET
JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyatakan bahwa penunjukan mereka sebagai operator sementara Jembatan (tol) Suramadu oleh pemerintah. Mereka akan mengelola Jembatan Suramadu selama 18 bulan kedepan.
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans S Sunito, menyatakan bahwa penunjukan mereka sebagai operator sementara sangat strategis sebagai batu pijakan menjadi operator tetap.
"Kami akan mengelola sebaik mungkin sehingga hasil kerja tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk menunjuk Jasa Marga sebagai operator tetap Jembatan Suramadu," jelas Frans kepada kabarbisnis.com, Kamis (4/6/09).
Dua hal penting yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam memilih pemenang tender operator sementara Jembatan Suramadu, yaitu kemampuan teknis kontestan dan harga yang ditawarkan.
Dalam dua kriteria tersebut, Jasa Marga unggul atas kontestan lainnya yaitu PT Marga Bumi Matra Raya (operator tol Surabaya-Gresik).
Usai peresmian Jembatan Suramadu pada 10 Juni mendatang, selaku operator sementara, Jasa Marga akan melakukan pemeliharaan ringan, melayani pengguna jembatan bila terjadi masalah di jalur tol di atas Selat Madura itu, dan mengatur lalu lintas kendaraan yang melintasi Jembatan Suramadu.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Jasa Marga memenangkan tender operator Jembatan (tol) Suramadu untuk pengoperasian selama 18 bulan ke depan. Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak, menyatakan keputusan itu ditetapkan pada 3 Juni 2009. (kbc)
(kabar bisnis)
Hadi June 4th, 2009, 08:39 PM Grand City Mall Dibuka, Disusul Bangun Hotel
Kamis, 4 Juni 2009 | 8:23 WIB | Posts by: Judi Prasetyo | Kategori: Ekonomi & Bisnis | ShareThis
SURABAYA - SURYA-Setelah sempat molor, Grand City Mall dipastikan akan beroperasi pada akhir 2009. Ini akibat hantaman krisis global yang membuat pelaksanaan pembangunannya menjadi mundur, demikian pula dengan investasinya yang membengkak.
Komisaris Utama PT Hardaya Widya Graha Murdaya Widyawimarta mengatakan, perkiraan antara akhir Desember 2009 dan awal Januari 2010, Grand City Mall baru dibuka untuk umum. Penundaan realisasi disebabkan tertundanya pembayaran dari calon tenant akibat krisis global.
“Umumnya, tenan minta kelonggaran waktu pembayaran gerai,” kata Murdaya, di sela pameran mesin-mesin industri yang dihelat di Grand City Convention and Exhibition Centre, Rabu (3/6).
Murdaya mengakui, memang ada pembengkakan investasi, tapi tidak terlalu banyak. “Saat ini pembangunan fisik mal sudah mencapai 80 persen, jadi optimistis bisa rampung akhir tahun ini,” sambungnya.
Tingkat keterisian (okupansi) Grand City Mall sampai saat ini baru 70 persen. Targetnya, sampai akhir 2009 okupansi bisa mencapai 95 persen. “Kita akan buat Grand City sebagai mal kelas A dengan lima lantai, sekelas Senayan City, Plaza Indonesia, serta Pondok Indah Mall. Di Surabaya, sepertinya belum ada mal-mal seperti itu,” kata pemilik Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan Surabaya ini.
Pasca beroperasinya Grand City Mall, Murdaya mengaku, akan langsung mengebut pembangunan proyek Grand City Hotel and Apartment. “Surabaya harus segera memiliki mal dan hotel sekelas internasional karya anak negeri agar bisa dibanggakan. Lokasinya bersebelahan dengan mal. Saat ini pembebasan tanahnya sudah final 100 persen. Tinggal pembangunan fisiknya,” imbuhnya.
Mal, hotel dan apartemen tengah kota itu menempati lahan sekitar enam hektare. “Konsep hotel akan dibuat bintang lima. Pembangunan fisiknya mulai 2010 dan ditargetkan selesai 2-3 tahun,” terang Murdaya.
Grand City Hotel and Apartment diperkirakan akan beroperasi sekitar 2013 dengan menggabungkan manajemen Majapahit Hotel. “Hotel ini nanti tidak akan menjadi pesaing Hotel Majapahit, karena konsep Hotel Majapahit sangat historikal, jadi itu merupakan hotel bintang lima plus. Kalau Grand City Hotel and Apartment sebatas bintang lima,” pungkasnya. ame
Hadi June 4th, 2009, 08:55 PM wah Surabaya bakal punya mall super mewah... mantab
teddybear June 4th, 2009, 09:23 PM wah jelas kelasnya di atas surabaya plaza, jadi mungkin bisa nggak pengaruh. Dan aku rasa ini bisa jadi mall paling mewah, dibanding ciputra dan lenmarc.
teddybear June 5th, 2009, 01:36 AM Nih berita Lapangan tennis di belakang LJ Meritus yg masih u/c tsb., ada kemungkinan akan dijual. Mudah2xan jadi apartemen atau hi-rise office sedikitnya 20 lantai ke atas. Meski cagar budaya, tapi pemkot sendiri sering membiarkan cagar budaya kumuh dan tidak terurus, kalo jadi hi-rise building keren nggak apa2x sih menurut gua lho.
Lapangan Pores Dihancurkan
PEMKOT Surabaya terancam kehilangan bangunan cagar budaya lagi. Ini terjadi setelah pemilik lapangan Persatuan Olah Raga Embong Sawo (Pores) tidak bersedia bangunannya dijadikan cagar budaya. Bahkan, pemilik Pores menggugat pemkot ke PTUN (pengadilan tata usaha negara) untuk membatalkan keputusan pemkot itu.
Kemarin (3/6) hakim PTUN yang menyidangkan gugatan Pores tersebut meninjau lapangan Pores di Jalan Embong Sawo Nomor 1 tersebut. PT Inter Surabaya Intiland (ISI), pemilik Pores, melayangkan gugatan itu seminggu yang lalu. Mereka menolak kompleks lapangan Pores dijadikan bangunan cagar budaya. Alasannya, selama ini mereka tidak pernah mendapatkan sosialisasi tentang penetapan pemkot yang menjadikan bangunan Pores sebagai cagar budaya Surabaya.
''Intinya, mereka (PT ISI) menggugat pemkot karena telah menetapkan lapangan Pores sebagai bangunan cagar budaya melalui surat keputusan wali kota,'' ujar Prof Aminuddin Kasdi, anggota tim cagar budaya yang ditunjuk sebagai juru bicara.
Dalam SK Wali Kota No.188.45/71/436.1.2/2009 disebutkan bahwa bangunan dan lingkungan lapangan Pores sebagai bangunan dan lingkungan cagar budaya. SK tersebut ditetapkan pada 9 Februari 2009.
Aminuddin menyesalkan upaya gugatan PT ISI. Sebab, selama ini pemkot gencar menyosialisasikan bahwa kompleks lapangan Pores sebagai bangunan cagar budaya. ''Pada September 2005, lapangan itu ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Nah, mestinya dari situ, pemilik Pores tahu aturannya,'' ujar Aminuddin.
Tapi, guru besar Unesa itu mengakui bahwa selama ini pihaknya kurang berkomunikasi dengan pemilik Pores. Sebab, dalam beberapa tahun, terjadi sengketa dalam kepemilikan lapangan Pores. "Kami pernah memanggil pihak-pihak yang terlibat sengketa, tapi mereka tidak pernah datang," ujarnya.
Aminuddin menambahkan, saat pengadilan memutuskan status kepemilikan lapangan Pores pada PT ISI, pemiliknya malah memugar bangunan bersejarah itu. ''Seluruh bangunan dihancurkan, termasuk lapangan tenisnya,'' ujarnya.
Padahal, nilai sejarah lapangan Pores terletak pada lapangan tenis tersebut. Menurut catatan, lapangan tenis Embong Sawo itu merupakan lapangan tenis pertama di Surabaya.
Beberapa even nasional dan internasional pernah diselenggarakan di lapangan tersebut. Selain itu, sesuai dengan RTRK (rencana teknik ruang kota) Surabaya, Lapangan Embong Sawo merupakan fasilitas umum.
Untuk menyelesaikan masalah hukum itu, hari ini (4/6) tim cagar budaya bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Bagian Hukum Pemkot Surabaya bertemu untuk merapatkan barisan. "Kami akan merekomendasikan ke dinas cipta karya dan tata ruang untuk menggugat balik pemilik lapangan Pores karena telah membongkar bangunan cagar budaya," tegas Aminuddin.
Sementara itu, PT ISI melalui kuasa hukumnya, KPA Tjandra Sridjaja, mengatakan keputusan wali kota yang menetapkan lapangan Pores sebagai cagar budaya, cacat hukum. ''Sebab, proses penetapan itu menyalahi aturan perundangan dan asas umum pemerintahan. Pasalnya, saat ditetapkan (sebagai cagar budaya) objeknya sudah tidak ada,'' ujar Tjandra ketika dikonfirmasi secara terpisah.
Pihak PT ISI, kata Tjandra, tidak takut terhadap ancaman gugatan balik pemkot karena dituding melanggar perda cagar budaya. ''Kalau pemkot nuntut balik, dasarnya apa?'' tandas Tjandra. (gun/ari)
Ebek21 June 5th, 2009, 03:41 AM Surabaya perlu lebih banyak lagi konglomerat2 yang cinta pada daerah asalnya untuk membangun kota ini. Saat ini yg sudah jelas ketahuan adalah Dahlan Iskan dr Jawapos Group. Sekarang kelihatannya Murdaya Poo (orang Blitar) ini jg mulai aktif bergerak di Surabaya. Beliau baru saja mengambil alih kepemilikan Majapahit Hotel. Seetulnya banyak sekali konglomerat2 yang berasal dr Surabaya atau Jatim, tapi kiprahnya nyaris tak terdengar dalam membangun daerah asalnya. Contohnya ya Gudang Garam, Sampoerna, Wings, Kapal Api, AKR dll. Yg aktif malah Pakuwon Group yg notabene orang Medan yg bermukim di Sby, dan Ciputra yg orang Sulawesi.
Jika SBY-Budiono terpilih, maka baik presiden dan wapresnya dr Jatim (Jatim Selatan tepatnya, persisnya Pacitan dan Blitar), kita lihat saja apa mereka bisa membawa percepatan kemajuan pembangunan Jatim dan Surabaya. Di periode pertama kepemimpinannya, SBY nyaris gak membawa pengaruh apa2, orgnya terkesan hati2 dan gak mau menonjol, gak kayak JK yg pembangunan Makassar lgsg hingar bingar waktu dia jd wapres, gak tahu lg nanti setelah gak jadi apa2.
teddybear June 5th, 2009, 04:34 AM ^Mereka takut kalo terlalu menonjol jadi sasaran minta uang pejabat, terutama Soeharto di jaman Orde Baru. Makanya banyak yang low profile. Seperti Tommy memaksa semua pabrik rokok ambil cengkeh dari dia, tapi akhirnya dia toh gagal.
Hampir semua properti yang dimiliki Gudang Garam berciri low profile in design, tetapi biasanya luas sekali. Puri Matahari suatu perkecualian, proyek milik bos Gudang Garam anak cowok ke 2. Dan juga office mereka di Penghela, meski cuman 8 lantai. Gudang Garam dulu ada rencana membangun office 10 lantai kalo nggak salah di daerah Pangsud, dimana mereka punya kepemilikan beberapa rumah di sana, tetapi tanah dinilai kurang luas.
Wings cuman terlihat Bank Ekonomi di Embong Malang; Maspion: Trilium; Sampoerna: Graha Sampoerna; Wismilak, Kapal Api, nggak tahu apa. Juga sebelum krisis ada Finna Group entah nggak kedengaran sekarang. Asia Tile saya dengar banyak propertinya tersebar di Surabaya, dan baru ada Graha Platinum.
Banyak dari usaha besar di Jawa Timur berbasis manufaktur dimana front office mereka di satu kompleks dengan pabrik nya, sudah cukup dan lebih efisien.
Gimana dengan Twin Towernya, Ebek?
I'm also interested to hear news about Pemuda Palace, is it going to be on the empty plot land next to Garden Hotel. Bicara soal Garden Hotel, their project, Crystal Apartment dibiarkan mangkrak bertahun-tahun sampai design-nya udah basi. Hotel milik Ometraco dulu dengarnya hampir diambil pihak Accor tapi nggak kedengaran sekarang. Cuman pemilik Hotel Ramayana yang bangkit lagi lalu meneruskan LJ Meritus.
sbyctzn June 5th, 2009, 04:34 AM Salut rek,
banyak pengusaha asal Surabaya yang cinta Surabaya dengan membangun mega proyek.
Wah-wah ternyata diseriusi ya membangun phase II nya.
Bintang 5 lagi..
Ayo-ayo segera bangun, jadi tidak sabar areal CBD makin banyak skyscraper nya.
Trillium dan GCS hotel & aparment akan balapan nih..
Duluan mana ya??
Besok akan langsung muncul 2 skyscraper baru bersamaan..
@teddybear:
sebenarnya juga sayang sih cagar budaya dihancurkan, tapi kalau memang tidak terurus atau tidak dimanfaatkan ya mending dibongkar dan dimanfaatkan.
Lapangan tennis embong sawo memang cocoknya dibangun highrise building.
Lahan di depan Meritus itu sebenarnya milik siapa sih?
Padahal itu lahannya luas bgt, sangat-sangat cukup untuk office building..
Saya cukup kecewa juga dengan SBY yang agak kurang memperhatikan Surabaya dan daerahnya..
Mungkin hanya Suramadu itu Bek..
Sby kan ngebet banget mempercepat pembangunan Suramadu,
saya juga agak ragu Suramadu akan selesai tahun ini jika presidennya bukan Sby.
Tapi di sisi lain perhatian Sby ke daerahnya masih minim..
Kalah jauh sama pengusaha asal jatim, bahkan orang medan dan sulawesi saja sampai edan-edanan bangun Surabaya..
Sudah seperti dianggap kampung halamannya sendiri..
Gak nyangka besok rabu depan Surabaya punya jembatan kelas internasional!
Dan sudah bisa dilewati.
Wah... Gak sabar hari rabu depan nih..
Ebek21 June 5th, 2009, 04:54 AM Pemuda Palace itu lahannya lagi dalam sengketa kan. Dimana si Alim Markus dituduh memalsukan dokumen kepemilikan tanah dan bangunan lahan milik Senopati Perkasa. Sampe si bos Maspion dijadikan tersangka. Gak tahu lagi perkembangan kasusnya gmn tuh.
Graha Sampoerna itu bener milik Sampoerna tah ? Sampoerna yg mana ini ? Yg milik Philip Morris atau yg milik keluarga Putera Sampoerna ? Yg Putera Sampoerna bikin Sampoerna Strategic Square di Jkt, bagus loh.
Twin Towernya masih nanti2, mereka mau bangun hotel bintang 5 di Ubud dan Dago Pakar, Bandung dulu. Nah ini contoh yg aku bilang kurang mencintai daerah asalnya hehe, investasinya dimana2, mulai dr Manado, Bali, sampe Bandung, sedangkan daerah sendiri gak dibangun2.
hermawan June 5th, 2009, 05:06 AM Surabaya perlu lebih banyak lagi konglomerat2 yang cinta pada daerah asalnya untuk membangun kota ini. Saat ini yg sudah jelas ketahuan adalah Dahlan Iskan dr Jawapos Group. Sekarang kelihatannya Murdaya Poo (orang Blitar) ini jg mulai aktif bergerak di Surabaya. Beliau baru saja mengambil alih kepemilikan Majapahit Hotel. Seetulnya banyak sekali konglomerat2 yang berasal dr Surabaya atau Jatim, tapi kiprahnya nyaris tak terdengar dalam membangun daerah asalnya. Contohnya ya Gudang Garam, Sampoerna, Wings, Kapal Api, AKR dll. Yg aktif malah Pakuwon Group yg notabene orang Medan yg bermukim di Sby, dan Ciputra yg orang Sulawesi.
Jika SBY-Budiono terpilih, maka baik presiden dan wapresnya dr Jatim (Jatim Selatan tepatnya, persisnya Pacitan dan Blitar), kita lihat saja apa mereka bisa membawa percepatan kemajuan pembangunan Jatim dan Surabaya. Di periode pertama kepemimpinannya, SBY nyaris gak membawa pengaruh apa2, orgnya terkesan hati2 dan gak mau menonjol, gak kayak JK yg pembangunan Makassar lgsg hingar bingar waktu dia jd wapres, gak tahu lg nanti setelah gak jadi apa2.
Kalo pak Dahlan Iskan tidak diragukan lagi kecintaan beliau terhadap Jatim. Ayo kita dorong beliau untuk dapat membuat proyek2 yang membanggakan disini. Masih banyak yang bisa digarap. Yang lain menyusul.
Untuk membangun Surabaya, masih perlu banyak dibutuhkan mungkin 10-20 orang lagi orang seperti pak Dahlan. Disini perlu ada konglomerat lokal yang seperti Agung Podomoro yang agresif sekali di Jakarta.
Mungkin Pak Dahlan/Jawa Pos Group + pemprov bisa memulai bikin semacam award untuk memberi motivasi mereka yang membangun disini.
Kalo pemimpin nasional (pres+wapres) jangan terlalu diharapkanlah, nggak tahu kenapa. Yang jelas stylenya memang kalem dan lembut, nggak seperti pada umumnya arek-arek.
Jatim/Surabaya harus bangkit dari dirinya sendiri.
sbyctzn June 5th, 2009, 05:59 AM Pak Dahlan memang harus buat anak perusahaan yang khusus bergerak bidang properti.
Branding Jawapos itu sudah melekat di jatim.
Lihat produk apa saja yang dikeluarkan oleh Jawapos Group pasti laku, DBL League,Kampung Green n Clean, Kampung bebas Narkoba, Graha Pena, DBL Arena, Jatim Expo, JTV, dan masih buanyak lagi...
Coba liat Graha Pena, perkantoran yang paling penuh..
Jatim Expo dikit-dikit pameran..
Apalagi DBL League, diterima oleh seluruh Indonesia.
Sebenarnya tinggal melangkah saja sih pak Dahlan.
Apa-apa yang dikeluarin sama Jawapos Group pasti laris..
Ebek21 June 5th, 2009, 06:32 AM Surabaya Pecahkan Rekor NBA Madness
Grizz Nge-Dunk dari Kepala Reog
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/73449large.jpg
SURABAYA - Kota Surabaya berhasil memecahkan rekor NBA Madness. Hari pertama NBA Madness presented by Jawa Pos kemarin disebut sebagai hari terheboh untuk pembukaan acara kelas dunia tersebut di mana pun! Aksi terbang dan nge-dunk Grizz, maskot tim Memphis Grizzlies, juga mampu membuat orang geleng-geleng kepala dan terkagum-kagum.
Antusiasme pengunjung memang hebat. Mereka benar-benar penasaran dengan even basketball lifestyle interaktif yang baru kali pertama diselenggarakan di Indonesia tersebut.
Hari pertama NBA Madness di atrium Tunjungan Plaza 3 kemarin semestinya baru dimulai pukul 13.00 WIB. Namun, sejak pukul 10.00, sudah banyak orang berkumpul di sekeliling lapangan portable yang di-setting di atrium itu.
Sambil menunggu, mereka menjajal permainan-permainan yang tersedia di booth-booth para partner.
Begitu pukul 13.00, beberapa permainan di lapangan dimulai. Acara pembukaan secara resmi baru dimulai pukul 14.00. Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos dan pimpinan DBL Indonesia selaku penyelenggara even ini, maju ke tengah lapangan bersama Victor Chu, director of business development NBA Asia.
"NBA Madness adalah even dengan tradisi paling panjang. Kami sudah menyelenggarakannya berkali-kali di berbagai negara di Asia, seperti Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, dan Filipina. Kami senang bisa menyelenggarakannya untuk kali pertama di Indonesia, di Kota Surabaya," kata Victor Chu.
Pria asal Vancouver, Kanada, tersebut lantas memperkenalkan lagi bintang-bintang NBA Madness presented by Jawa Pos. Grizz tampil di weekend pembukaan ini. Lalu, di weekend penutup di Supermal Pakuwon Indah (25-28 Juni), bakal hadir bintang New York Knicks David Lee dan Miami Heat Dancers, juara dance team NBA empat tahun berturut-turut.
Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi, yang hadir di pembukaan kemarin, lantas mengucapkan terima kasih kepada NBA dan DBL Indonesia atas terselenggaranya even ini. "Adanya NBA Madness membuat nama Surabaya semakin menginternasional," katanya.
Tidak lama kemudian, tampillah bintang tamu utama pembukaan. Begitu muncul, Grizz langsung memompa semangat para penonton dengan gerakan-gerakan dance dan ayunan tangan, plus bagi-bagi hadiah.
Grizz lantas menunjukkan atraksi utamanya, melakukan slam dunk. Sebelumnya, dia mengajak tiga penonton, dua cewek dan satu anak laki-laki, untuk berdiri di depan ring. Dengan bantuan trampolin, dia pun melompati ketiganya sebelum menombokkan bola dengan garang! Penonton pun bersorak dahsyat!
"Rasanya senang sekali bisa ikut di atraksinya Grizz. Tapi, sempat deg-degan juga tadi," aku Astifani Kiryadhita Putri, mahasiswi Universitas Airlangga, salah satu cewek yang dilompati Grizz.
Setelah itu, Grizz berkolaborasi dengan Reog Ponorogo. Grizz terus mengundang tawa penonton ketika bertingkah seperti ketakutan saat melihat reog masuk ke lapangan. Dia juga ikut berjungkir balik, menirukan tarian para pengiring reog. Kemudian, dia pun melakukan slam dunk kedua sambil digendong kepala Reog.
Atraksi itu, ditambah antusiasme penonton, ikut membuat para staf NBA kagum. Mereka mengaku yang seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya.
Victor Chu mengaku tidak punya ekspektasi terlalu tinggi ketika even ini diputuskan dibuka pada Kamis. Tapi, kemarin dia langsung bilang Surabaya memecahkan rekor pembukaan NBA Madness. "Even ini dibuka hari kerja, tapi yang datang begitu banyak. Ini rekor pembukaan NBA Madness untuk hari kerja di mana pun," pujinya.
Azrul Ananda mengaku bangga mendengar komentar tersebut. "Tidak mudah membawa even seperti ini ke Indonesia, apalagi ke kota seperti Surabaya. Kami berterima kasih kepada semua pengunjung yang antusias, khususnya warga Surabaya. Mereka membantu kami meyakinkan bahwa Surabaya memang layak menjadi tuan rumah NBA Madness," ujarnya.
Kemarin, pengunjung bukan hanya datang dari Surabaya dan Jawa Timur. Tidak sedikit yang datang dari jauh, termasuk dari luar pulau. Dengan pembukaan seperti kemarin, Azrul yakin makin hari even ini bakal makin heboh. Khususnya weekend pembukaan ini, karena Grizz masih terus beraksi setiap hari, sampai Minggu lusa (7/6).
Dunk terbaik Grizz kemarin dilakukan pada sesi kedua, sekitar pukul 16.45. Dia melompat tinggi, mengumpan bola dari tangan kiri ke tangan kanan lewat bawah paha, lalu menombokkannya dengan garang. Pada hari-hari selanjutnya, dia disebut bakal lebih berani.
"Di hari pertama, Grizz hanya tampil dua kali. Dia bilang masih beradaptasi dengan ring, lapangan, dan suasana. Pada hari-hari berikutnya, dia bakal lebih berani melakukan slam dunk-slam dunk yang lebih keren," kata Azrul.
Jumat ini (5/6) Grizz dijadwalkan tampil tiga kali di Tunjungan Plaza 3. Pukul 15.15, 16.45, dan 18.30.
Dari Tunjungan Plaza 3, NBA Madness presented by Jawa Pos berlanjut ke Mal Galaxy (11-14 Juni), Royal Plaza (18-21 Juni), dan -paling heboh- penutupan di Supermal Pakuwon Indah (25-28 Juni).
Sepanjang diselenggarakannya even ini, berbagai permainan seru diselenggarakan di lapangan. Ada Jawa Pos Slam Dunk Contest, Honda Beat 3-Point Shootout, Mie Sedaap 3 x 3 Challenge, DHL Speed Challenge, NBA 2 Ball, NBA Shooting Stars, NBA Free Throw Conga, dan Flexi Dance Competition (mulai weekend kedua).
Even ini gratis, terbuka untuk semua kalangan dan umur.
Taken from Jawapos, Jun 5, 2009
Ebek21 June 5th, 2009, 06:50 AM ^^ Event2 yg benar2 berkelas internasional kayak gini perlu lebih digencarkan promosinya. Pasti yg datang dr seluruh Jatim, Indonesia, bahkan luar negeri. Dibandingkan PON atau SEA Games sekalipun, event2 seperti ini jauh lebih bernilai jual, menurutku.
Bener2 luar biasa, di bulan Mei SSF memecahkan rekor hampir 1 trilyun omzetnya, lalu di bulan Juni, event heboh seperti NBA MAdness ini digeber sebulan penuh. Mal2 di Sby bakal pesta pora selama dua bulan ini. Andai saja dalam setahun minimal ada 3-4 event besar, plus didukung promosi yg gencar di Indonesia dan mancanegara, pasti bisnis mal di Sby akan selalu menarik minat investor.
teddybear June 5th, 2009, 06:53 AM Graha Sampoerna itu bener milik Sampoerna tah ? Sampoerna yg mana ini ? Yg milik Philip Morris atau yg milik keluarga Putera Sampoerna ? Yg Putera Sampoerna bikin Sampoerna Strategic Square di Jkt, bagus loh.
Kurang tau, gua pikir Graha Sampoerna milik Philip Morris?
Oh ya, benar memang aku ingat Senopati papannya ada disana dulu. Entah gimana sekarang. Dan tanah di pojok Jl. Pemuda itu juga dimiliki oleh Maspion kan? Jadi kapannya itu ada berita eksekusi, so Maspion menang atau gimana... so tanah kosong di kiri dan kanan Hotel Garden sekarang milik Maspion? Juga dulu di seberang, sederet dengan BII, ada Maspion Bank, lalu pindah ke Basra. Tapi aku rasa Maspion masih memiliki tanah tsb... atau apakah ini tanah diperluas dan jadi proyek Trilium... mungkin saja.
Ada tanah kosong lagi di Jl. Gubernur Suryo, milik yg punya LJ Meritus - eks Ramayana Hotel. Entah ntar mo dibangun apa disana. Di sebelah tanah kosong itu masih berdiri rumah yg sudah nggak ditinggali lagi, dan sebelahnya lagi gedung BNI yg jelek itu, dan juga eks bioskop Indra yg sudah kumuh dan tidak terawat. Ini lokasi yg sangat bagus dan mestinya bisa berdiri office yang cukup tinggi dan modern, ya keren kan.
Tiap kali mau masuk ke website Jawapos memakan waktu lama. Kenapa ya, apa karena kurang kecepatan internet di Indonesia? Kapannya Pak Dahlan mo ada serat optik Surabaya-Jakarta-Hong Kong kapan terealisasi nih, Indonesia koq ketinggalan dalam bidang internet.
Kopassus June 5th, 2009, 06:53 AM simpang susun tol Sumo..big and impressive proyek!
Apa artinya MERR? (Maaf, sy bukan org Srby)
Hadi June 5th, 2009, 06:55 AM wah hari ini d jawapos ada renderingnya pusat pengolahan ikan dan hasil laut di bulak.... bagus.. sayang tak tau caranya untuk up load... any one can help? hehe
Ebek21 June 5th, 2009, 07:02 AM Interesting concept, but unfortunately, the size is too small. What can you expect from 2100 m2. But at least, this is a clear sign that North Sby's economy will start to catch up with the other region of Sby.
Pemkot Rencanakan Bangun Pasar Sentra Ikan Bulak
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Bulak.jpg
PROYEK demi proyek terus digagas Pemkot Surabaya. Kini yang digarap adalah kawasan Surabaya Utara. Yaitu, kawasan ekonomi terpadu berbasis hasil laut di Jalan Raya Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak.
Kepala Bapeko Surabaya Tri Rismaharini mengemukakan, pemkot akan membuat sentra ikan dan olahan laut di lokasi tersebut. Sentra itu akan berisi pasar ikan segar serta olahan produksi laut dan kuliner.
Sentra ikan Bulak berdiri pada lahan seluas 7 ribu meter persegi. Di atasnya akan berdiri bangunan dua lantai seluas 2.100 meter persegi. Meski berisi kios PKL dan pasar ikan, bangunan sentra ikan Bulak dirancang tidak kalah cantik dengan mal-mal di perkotaan. Kawasan Bulak itu tak bakal bulak (lusuh). Sebuah bangunan yang cukup mentereng akan didirikan di tempat tersebut. ''Sebagai penanda atau tetenger sentra ikan Bulak juga," ungkap Risma, sapaan Tri Rismaharini.
Agar teratur dan memudahkan pengunjung mengidentifikasi kebutuhan, desain sentra ikan Bulak dibagi ke dalam kluster-kluster. Kluster pertama adalah pasar ikan segar. Hasil tangkapan nelayan berupa hasil laut diperjualbelikan di tempat itu. Para nelayan dibuatkan kios-kios untuk memasarkan barang dagangannya. Letaknya di lantai satu bangunan. ''Supaya rapi dan bersih sehingga pembeli juga nyaman," kata Risma.
Kelompok kedua adalah pasar olahan hasil laut. Kluster tersebut terletak di lantai satu bangunan. Bentuknya adalah pasar kering. Di sana akan dijual makanan ringan buatan istri-istri nelayan. Mereka dibimbing oleh perusahaan swasta dan pemkot dalam proses pembuatan, pengemasan, hingga pemasaran. Untuk meningkatkan nilai jual hasil laut nelayan, sebagian tangkapan mereka diolah terlebih dahulu. Bentuk olahannya berupa kripik, abon, dan bakso.
Kluster ketiga adalah kawasan kuliner. Di sana dijajakan makanan jadi berbahan baku hasil tangkapan nelayan. Menurut Risma, itu memberikan kesempatan kepada pengunjung sentra ikan Bulak menikmati secara langsung masakan dari ikan segar nelayan. Kawasan kuliner itu diletakkan di lantai dua. ''Supaya bisa sambil menikmati pemandangan laut," terang dia.
Klasifikasi keempat adalah pusat suvenir. Oleh-oleh khas Surabaya berupa replika Ikan Sura dan Buaya akan dipasarkan. Tak ketinggalan kerajinan tangan dari daur ulang produk laut seperti aneka benda dari kerang juga dijual di sana.
Sentra ikan Bulak akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama berupa bangunan pasar di lantai satu dan lantai dua. Lokasinya di bagian belakang sentra ikan. Luas bangunan gedung blok tiga itu mencapai 1.200 meter persegi. Pemkot menjadwalkan pembangunan tahap pertama tersebut selesai pada Desember 2009. Total dana yang dihabiskan untuk pembangunan tahap I adalah Rp 5,3 miliar.
Saat ini pembangunan memasuki tahap pengurukan. Sebab, lokasi sentra ikan Bulak merupakan bekas tambak yang masih tergenang air. ''Harus diuruk dulu. Konstruksi bangunan nanti juga harus kuat karena tanah di bawahnya lembek," imbuh Risma.
Pembangunan tahap kedua dilakukan pada 2010. Area yang dibangun seluas 900 meter persegi. Di tahap dua tersebut, pemkot membangun area pendukung seperti sentra pedagang kaki lima (PKL).
Untuk menambah daya tarik sentra ikan Bulak itu, pemkot juga akan membangun area bermain dan taman di seberang jalannya. Playground seluas 11.920 meter persegi itu berisi food court, taman, dan lokasi parkir. Risma merencanakan lokasi itu sebagai tempat wisata pengunjung sentra ikan Bulak. ''Taman ini akan dibuat berpasir seperti layaknya pantai. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati keindahan pantai Surabaya sambil cangkrukan," ucap Risma.
Secara keseluruhan, sentra ikan Bulak beserta tempat rekreasinya akan selesai pada 2010. Risma mengharapkan pasar sentra itu menjadi tempat tujuan wisata baru untuk masyarakat Surabaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat nelayan di sana.
Taken from Jawapos, Jun 5, 2009
Ebek21 June 5th, 2009, 07:04 AM simpang susun tol Sumo..big and impressive proyek!
Apa artinya MERR? (Maaf, sy bukan org Srby)
Middle Eastern Ring Road alias Jalan Lingkar Dalam Timur, jalan arteri yg menghubungkan bandara Juanda dan Suramadu bridge.
Ebek21 June 5th, 2009, 07:30 AM Finally marine and coastal tourism will flourish in Surabaya !!
ASDP buka trayek wisata Bahari Suramadu
SURABAYA - Untuk meminimalisir penurunan penumpang di kapal penyeberangan Perak-Ujung Kamal, PT ASDP Indonesia Ferry sebagai operator penyeberangan tengah merancang strategi baru. Salah satunya dengan membuka trayek wisata bahari Suramadu.
"Kami telah menyiapkan skenario operasional kapal Ferry pasca beroperasinya jembatan Suramadu. Salah satunya dengan membuat wisata bahari Suramadu yang didukung oleh Dinas Pariwisata dan kebudayaan Jatim," kata Pemimpin Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Prasetyo B Utomo di Perak Surabaya, Jumat (5/6/09).
Dengan strategi tersebut, diharapkan bisa menarik kunjungan wisata baik domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, ada dua kapal yang akan dioperasikan sebagai kapal wisata bahari. Satu kapal ditempatkan di Kamal dan satu lagi ditempatkan di Perak.
Kapal yang masing-masing berkapasitas 300 hingga 500 penumpang ini nantinya akan disulap menjadi tempat wisata yang cukup nyaan dan representatif. Mereka dilengkapi berbagai sarana dan prasarana penunjang seperti AC, tempat duduk yang nyaman, live music, televisi dan berbagai wisata kuliner khas Surabaya.
"Nantinya kapal tersebut akan membawa para wisatawan berkeliling di sekitar Suramadu. Melihat kemegahan Suramadu dan indahnya nuansa laut. Layaknya di Hongkong," ungkapnya.
Di Hongkong, lanjutnya, skema seperti ini juga telah diterapkan dan kedua infrastruktur tersebut, baik jembatan maupun penyeberangan sama-sama hidup dan saling mendukung.
"Kapal wisata bahari ini mulai beroperasi pada Jumat Malam hingga hari Minggu. Kalau hari biasa, kapal akan beroperasi layaknya yang lain," terang Pras.
Lebih lanjut Pras menjelaskan, hari Jumat. kapal wisata hanya beroperasi pada malam hari, sementara hari Sabtu dan minggu akan beroperasi mulai pagi hingga jam 22.00 malam.
Taken from Kabar Bisnis, Jun 5, 2009
rizalhakim June 5th, 2009, 09:33 AM found dis but not sure whether dis is new proposal or not
http://farm4.static.flickr.com/3321/3596717203_08fa50c995_o.jpg
rizalhakim June 5th, 2009, 09:34 AM http://farm4.static.flickr.com/3387/3596718009_3066b67817_o.jpg
rizalhakim June 5th, 2009, 09:34 AM http://farm3.static.flickr.com/2479/3596717557_3136e55c72_o.jpg
rizalhakim June 5th, 2009, 09:35 AM http://farm4.static.flickr.com/3598/3597524116_905a69f162_o.jpg
teddybear June 5th, 2009, 10:06 AM ^Wow, such cool projects but still in proposal. Thanks for posting. Wonder if these proposal for which companies, and whether these will be realized.
excqnn June 5th, 2009, 10:26 AM keren bro :D
MinImaX June 5th, 2009, 10:59 AM Jika Green Gate Residence jadi dibangun, akan ada pembebasan tanah cukup besar, menempati lahan Gedung Srijaya di bundaran tol Mayjen Sungkono.
Contemporary Fine Art Centre lebih massive lagi pembebasan tanahnya, banyak gedung, ruko, dan pemukiman di sana.
MinImaX June 5th, 2009, 11:17 AM Freshwater Aquarium ada di Monkasel dan sekitarnya... tambah banyak fasilitas di sana, kabarnya harga tanah Jl Pemuda sudah naik jadi 15 jt per m2, dari tahun sebelumnya yang 9 jt per m2.
Ebek21 June 5th, 2009, 11:29 AM Duh, gak bisa lihat postingannya rizalhakim. Flickr lagi diblokir disini. Ada nggak yg berbaik hati re-posting pake Photobucket spy gw juga bisa ikut lihat nih ? Thanks in advance.
sbyctzn June 5th, 2009, 11:42 AM WAAAOWWWW... AKHIRNYA MUNCUL PROPOSED PROJECT LAGI DI SURABAYA.
KEREN BANGET NIH!!!!
ITU PROJECT BARU ATAU LAMA YAH????
Keadaan krisi begini masih ada yang proposed project????
Hebat yah!!! apa karena salah satu dampak dari selesainya Suramadu yah?????????
sbyctzn June 5th, 2009, 12:20 PM Sorry MOD and Rizal hakim, REPOST!! kasian yang kena blokir soalnya yang asli pake flicker.
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/prop1.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/prop2.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/prop3.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/prop4.jpg
Kopassus June 5th, 2009, 01:02 PM Middle Eastern Ring Road alias Jalan Lingkar Dalam Timur, jalan arteri yg menghubungkan bandara Juanda dan Suramadu bridge.
Thanks!
Oya, Water Place residence Towers(http://skyscraperpage.com/cities/?cityID=1768) sudah selesai konstruksi?
sbyctzn June 5th, 2009, 01:14 PM Progress
EASTCOAST RESIDENCE
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/eastcoastresidence2-1.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/eastcoastresidence.jpg
GRAND CITY SURABAYA
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/GCS.jpg
LJ MERITUS
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/ljmeritus2.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/ljmeritus.jpg
sbyctzn June 5th, 2009, 01:20 PM Thanks!
Oya, Water Place residence Towers(http://skyscraperpage.com/cities/?cityID=1768) sudah selesai konstruksi?
sudah selesai semua, yang paling terakhir kemarin 2 tower.
sbyctzn June 5th, 2009, 02:03 PM NEW PIC POSTED AT THIS THREAD (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=564306&page=30)
Ebek21 June 5th, 2009, 03:54 PM Wow, thanks atas repost dan foto2nya, sbyctzn !!
Kelihatannya rendering2 itu serius deh, sampe direncanakan dgn detail gitu. 4 proyek ini benar2 menawarkan sesuatu yg berbeda, dan semuanya luar biasa dan tampak modern !! Proyek2 kayak gini yang benar2 dibutuhkan kota ini.
Proyek Sunset Horizon itu dimana ya ? Yg pasti di tepi laut. Mungkinkah di daerah Kenjeran ? Bagus sekali, bisa jadi awal dr booming gedung tinggi di sekitar Suramadu. Ketinggiannya lumayan lagi, twin tower dengan jumlah lantai sekitar 35.
Proyek Contemporary Fine Art Center juga terobosan baru, tapi bukannya di daerah situ sudah gedung besar (aku lihat di Google Earth) ? Nggak tinggi sih, tapi terlihat modern. Bagaimanapun juga, Surabaya sebagai kota modern butuh art center yg representatif.
Proyek Green Gate juga begitu, apa memang Gedung Srijaya dirobohkan dulu, lalu dibangun ulang. Lahan proyek ini gak begitu luas sih, tapi lumayanlah, menambah skyline di Surabaya Barat, sebagai penyambung antara skyline Darmo Permai dan sekitarnya dengan skyline Ciputra World.
Proyek Freshwater Aquarium juga oke, semakin menambah kesan modern daerah situ. Apalagi lokasinya berhadap2an. Yg satu di sebelahnya Monkasel, yg satu lagi di sebelahnya Trillium. Keren deh !!
Moga2 saja bisa terwujud dlm waktu tak terlalu lama lagi.
Ebek21 June 5th, 2009, 04:04 PM Proyek Eastcoast Residence mungkin belum akan topping off dalam waktu dekat. Kalo dilihat progressnya, mungkin akhir tahun ini atau awal tahun depan baru jadi. Nggak tahu apakah akses jalan ke proyek ini sudah dibangun atau belum.
Yg mengagumkan adalah proyek Grand City. Bener2 memberi nuansa baru di daerah situ. Jd gak sabar lihat pagarnya dirobohkan, pasti keren sekali, bangunan modern gitu nyaris menyatu dengan jalan, apalagi kalo ntar hotelnya sudah dibangun juga.
LJ Meritus juga nyaris menyatu dengan jalan. Apa memang kecenderungan bangunan2 di Sby gitu semua ya. Adhiwangsa juga gitu. Tapi bagus sih, jd benar2 teras suasana metropoilis seperti di luar negeri. Sudah gak pake halaman2 besar lg, paling cuma dipageri tanaman.
Great !! Downtown Surabaya will never look the same again, thanks to these two magnificent projects !!
teddybear June 5th, 2009, 04:28 PM Minimax, dimana ya gedung srijaya itu, gua jadi pingin tau? ide freshwater aquarium itu so cool, lokasinya di depan monkasel dan diseberang, di kayoon? ya itu bisa tapi ntar penggusuran.
contemporary art, keliatannya lokasinya persis di depan jembatan di genteng kali? wow ya, cool juga, entah ada bangunan apa tuh disana saat ini.
Dimanakah lokasi sunset horizon??
sbyctzn, wah thanks berat lho bro, semangat sekali ya banyak ambil foto tambah semangat nih. wah Grand City convention hall nya keliatan bagus tuh. East Coast Residence juga surprise cepat sekali tiba2x udah seakan hampir top out, kapannya masih berupa fondasi. LJ Meritus udah pasang kaca, wow. Cuman bagian depan meritus itu koq rasa beda dengan rendering, oh mungkin mereka akan pasang kaca semua wah jadi keren!
Ebek21 June 5th, 2009, 04:42 PM ^^ Gedung Srijaya itu persis di depannya bundaran satelit. Dekat belokan ke arah Dukuh Kupang (Raya Dukuh Kupang Barat). Nggak terlalu tinggi kok, biasanya dibuat tempat resepsi, dilantai atasnya ada NAV Karaoke. Memang naggung sih gedung ini. Aku bilang mending dirobohan saja, lalu dibangun Green Gate ini. Lokasinya cukup bagus (tapi gak tahu kl dr fengshui ya, kok kelihatannya lokasinya tusuk sate gt), sayang tidak terlalu luas.
sbyctzn June 5th, 2009, 05:20 PM @teddybear:
Iya ted, kalau sudah menyinggung nama Surabaya saya itu semangat banget!
Hehehe...
gedung srijaya letaknya tepat diseberang Somerset, atau sebelah selatannya Somerset.
Jadi kalau dari Mayjend Sungkono itu berputar penuh untuk kembali ke jalan Mayjend Sungkono di bundaran satelit.
Setelah itu kalau belok kiri ke Somerset kalau kembali ke jalan Mayjend Sungkono sebelah kirinya ada gedung Srijaya.
(Gedung Srijaya itu dalemnya ada kantor Lapindo hehehe...)
Atau lihat saja di google earth, cari aja bundaran satelit, somerset, seberang jalan tol dari somerset ada bangunan kotak itu ya gedung Srijaya.
Freshwater aquarium itu pasti akan menggunakan yang saat ini digunakan sebagai cafe, kalau tidak salah nama cafenya "cafe terapung"..
Itu tepat didepan air mancur diatas sungai (dari kota kitakyushu) di kalimas.
Itu mungkin prediksi saya..
Iya ted, eastcoast itu yang paling surprise, dulu sempat menghilang dari berita, setelah saya teliti dan mengira-ira, saya coba lewat areal pakuwon city, karena prediksi saya pasti lokasinya tidak jauh dari pakuwon city, dan jreng-jreng... ternyata tepat sekali, dari kejauhan kelihatan 2 crane.
Saya jadi semakin semangat untuk cari tau dan lokasi yang enak untuk dapat angle sempurna, sempat masuk ke Cluster San Diego trus diusir sama petugas (hehe.. Karena tujuan gak jelas), trus muter-muter akhirnya coba lewat jalan depan sekolah ... (lupa namanya. Ebek tau mungkin. Sekolah Gloria atau apa gitu) dan akhirnya ternyata itu memang akses menuju Eastcoast yang belum jadi.
Itu lokasi terdekat yang bisa saya dekati.
Makanya cuma bisa zoom in.
Pic tadi itu second pic update, dulu kan pernah saya ambil juga pic progressnya.
Grand City memang tooppppp... Deh..
Modern banget..
Jadi gemes pengen segera ngerobohin pagar jelek itu..
Mungkin akan dirobohkan waktu akan peresmian Mall.
@ebek:
jalan akses eastcoast belum dibangun..
Calon jalan akses sepertinya ya jalan akses sekolah ... (lupa kmu ingat mungkin, gloria kalau tidak salah?).
Btw tidak kangen rumah Bek? Hehehe....
Sering lho saya JJL di pakuwon city... Enak suasananya disana, seperti citra land..
Gedung-gedung di Sby kan memang rata-rata menyatu dengan jalan,
seperti intiland tower, wisma tiara, graha bumi modern, Plaza BRI, Graha Pacific, Superblock TP, wisma BII, Graha Bukopin, dan Cito tentunya..
OK, what else can serve you all (pic request)? Proudly i can serve you all for my lovely Surabaya..
pecinta_surabaya June 5th, 2009, 06:01 PM Beberapa hari yg lalu ada di Jawa Pos,maaf ga sempet post disini,,Eastcoast topping off JUNI 2009
wangweijie84 June 5th, 2009, 06:23 PM sbyctzn:
Wah.. thanks banget, lama banget ga pulang ke sby ( jadi kangen ) udah banyak perubahan...
sekedar share, temen gua yg juga lagi blajar di taiwan juga pada bilang surabaya udah bener2 laen. Dia cinta banget ama suasana surabaya. Buat gua Surabaya lebih top deh meskipun dibandingin kaohsiung ato taipei sekalipun, bagi org tw surabaya masih terasa asing di telinga mereka, kalo gua nyebutin populasi di Surabaya ada brapa ( sekitar 4 juta ) mrekanya kaget, Taipei city cuman sekitar 3 jutaan aja. apalagi kaohsiung cuman 1.5 juta.
Untuk kota berpenduduk 4 juta kayak Surabaya, lebih banyak potensi deh, kotanya juga gede. Menurut gue, Surabaya segera direalisasikan sistem transportasi monorail dan busway nya, ama infrastruktur nya. Kalo ini ada semua, proyek2 highrise itu bisa ada sendiri emang sih bener proyek2 highrise kebanyakan dibangun di pinggir jalan protokol, mungkin butuh 5 tahun yah, mimpi juga ada proyek supertall di Surabaya.
teddybear June 5th, 2009, 06:27 PM Thanks Ebek, I know now the location of Green Gate. I think, the Museum of Contemporary Art is not feasible. Because right now there is Graha Perhutani, not really high, but that glassy building is pretty recent and is about 10 storey. Green Gate and the Aquarium are feasible. Tetapi perlu penggusuran. I am hoping Green Gate will go.
Where is the location of Sunset Horizon I wonder?
Wah thanks berat nih sbyctzn! apa mungkin ya toko nam itu dah dibeli? ya gitu, kalo lahan kosong lebih baik dipagari yg bagus kayak gitu nggak apa2x sih. tapi yg macet ya mesti diterusin dong, sampai jadi eyesore.
Ebek21 June 5th, 2009, 08:25 PM MERR II-C Bridge progress
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRjbtn.jpg
Taken from Gapura, June 2009 edition
Ebek21 June 5th, 2009, 08:35 PM @sbyctzn : Iya itu sekolah SD Gloria, mungkin kedepan juga ada SMP, SMAnya. Iya kangen kampung halaman dong, minggu depan back to Indo, tp mampir Jkt dulu. Sebetulnya pengen jalan2 update proyek2, tapi semua sudah diupdate ama kamu hahaha..
@wangweijie : Masak sih orang TW asing sama nama Surabaya ? Kok setahuku hampir semua org TW yg aku jumpai tahu Sby (Sishui) ? Banyak sekali pengusaha TW yg invest di Jatim, juga turis2 dr TW dulu jg banyak sekali ke Bromo sebelum lanjut ke Bali. Ya mungkin perlu lebih dipromosikan lg aja.
Hadi June 5th, 2009, 08:46 PM http://farm3.static.flickr.com/2479/3596717557_3136e55c72_o.jpg
wah... ini beneran atau cuman gambar saja????
Hadi June 5th, 2009, 08:54 PM aku tadi ke grand City.... Convention Hallnya... bagus sekali, gedungnya meniru suntec.. bagus sekali.
wangweijie84 June 5th, 2009, 09:31 PM @Ebek21 :
Mungkin kalo pengusaha/ investor ato yg udah pernah ke sby udah tau y, cuman sebagian besar gua tanyain rata2 yg mahasiswanya mreka ga tau, mreka cuman anggap kita ini bagian dari ASEAN aja gt doang, ato ilmu geografi mereka kurang kali.
Kapan hari jalan2 sempat liat ada org jual kaos motif nya itu banyak nama kota2 di dunia, trus keliatan ada tulisan surabaya di kaos itu, sayang gua ga beli. Yah jarang juga sih terdengar nama kota surabaya di tw, tapi denger2 nya udah mulai promosi Surabaya Tourism ke Taiwan, buktinya sekarang ada China Airlines mau bikin rute dari Taipei (Taoyuan)-Surabaya, padahal sebelumnya cuman Eva Air aja, tp gimana2 juga Bali ama Jakarta masih lebih top didengar sama mreka.
abijafar June 6th, 2009, 03:07 AM @Ebek21 :
Mungkin kalo pengusaha/ investor ato yg udah pernah ke sby udah tau y, cuman sebagian besar gua tanyain rata2 yg mahasiswanya mreka ga tau, mreka cuman anggap kita ini bagian dari ASEAN aja gt doang, ato ilmu geografi mereka kurang kali.
iyalah mas kalau nannyanya ke mahasiswa pasti pada nggak tahu kota terbesar kedua di indonesia, coba aja tanya sama mahasiswa indonesia kota kedua terbesar di taiwan, pasti nggak ada yang tahu. malah mungkin ada yang nggak tahu nama ibukota taiwan. I bet
MinImaX June 6th, 2009, 06:11 AM Convention Hall Grand City kalau seperti Suntec jadi bagus sekali, apalagi kalau ada eskalator cepat dan berjejer 4. Selama ini di Surabaya eskalatornya berjalan lambat dan cuma jejer 2 saja. Di Suntec dan Vivo City, Singapore, eskalatornya cepat2 dan banyak.
teddybear, letak Gedung Srijaya sudah dijawab sama Ebek21 dan sbyctzn ya. Ada kemungkinan lho gedung ini tidak dirobohkan, jadi diintegrasikan dengan apartment di sebelahnya.
Ebek21 June 6th, 2009, 06:34 AM Baru Tuntas 36 Persen
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Kalianak1.jpg
SURABAYA - Proyek pelebaran Jalan Kalianak tahap II terus berjalan. Hingga kini pekerjaan sudah berjalan sekitar 36 persen. Dinas PU Bina Marga Jatim menargetkan, akhir 2010 proyek sepanjang 5,8 km tersebut bisa tuntas.
Menurut Pimpro Pelebaran Kalianak Sutoyo, selama tahap II itu pihaknya membagi pekerjaan menjadi dua. Yakni, konstruksi jalan berupa beton di wilayah Romokalisari sepanjang 2 km dan pengaspalan sejauh 3,8 km.
Sesuai dengan rencana, Jalan Kalianak akan diperlebar menjadi empat lajur pada masing-masing sisi jalan. Total lebar jalan tersebut akan menjadi 28 meter. Itu dua kali lebih lebar daripada kondisi sekarang. Di tengah-tengah jalan tersebut akan dipasang separator. "Kami memprioritaskan pelebaran di beberapa titik rawan macet. Terutama yang ada di wilayah permukiman penduduk," jelasnya.
Sutoyo mengakui, pelebaran tersendat karena masalah pembebasan tanah. Kondisi itu memaksa pelaksana proyek mencicil pembebasan lahan milik warga yang menerima tawaran pemerintah.
Pelebaran Jalan Kalianak merupakan satu paket dengan proyek middle east ring road (MERR)-II. Nilai anggaran proyek mencapai Rp 58 miliar dari APBN. Pelebaran tersebut dilakukan karena jalur yang menghubungkan Surabaya dengan Gresik itu sangat sempit. Bahkan, Kalianak menjadi salah satu jalur yang masuk kategori rawan kecelakaan.
Taken from Jawapos, Jun 6, 2009
Ebek21 June 6th, 2009, 06:37 AM Pembangunan infrastruktur di Sby jalan terus. Lagi2 pelebaran jalan, kali ini di daerah Suramadu. Daerah situ akan berubah drastis dalam 5 tahun ini, percaya deh.
Lebarkan Akses 15 Meter
PEMKOT menggadang-gadang sentra ikan Bulak serta pusat pengolahan ikan dan hasil laut menjadi stimulus penggerak ekonomi nelayan di Surabaya Utara. Namun, hal itu, tampaknya, terhambat karena terbatasnya infrastuktur jalan.
Jika sentra ikan Bulak tersebut benar-benar terwujud, tempat itu akan dikunjungi banyak orang. Apalagi, di depan sentra ikan Bulak akan dibangun taman bermain yang berfungsi sebagai lokasi wisata. Tempat itu pasti ramai pengunjung karena Surabaya masih kekurangan tempat hiburan. Lihat saja Taman Bungkul yang sampai sekarang padat pengunjung.
Padahal, satu-satunya akses menuju sentra ikan Bulak serta pusat pengolahan ikan dan hasil laut hanyalah Jl Raya Cumpat. Jalan itu sempit. Lebarnya hanya 4,5 meter. Dua mobil yang berpapasan harus melambat agar tidak saling bersinggungan. Belum lagi jika ada motor yang melintas. Bisa dibayangkan padatnya lalu lintas di sana jika sentra ikan Bulak sudah beroperasi.
Kepala Bappeko Tri Rismaharini menyadari benar masalah tersebut. Karena itu, berbarengan dengan pembangunan sentra ikan Bulak tahap dua pada 2010, pemkot akan menambah infrastruktur jalan. Agar arus lalu lintas dari dan menuju sentra ikan Bulak lancar, pemkot akan melebarkan Jl Raya Cumpat. Tidak tanggung-tanggung, jalan tersebut dilebarkan menjadi 15 meter.
Menurut Risma, pelebaran jalan itu tidak akan membutuhkan banyak biaya karena tidak ada lahan yang perlu dibebaskan. ''Kanan kiri jalan merupakan saluran irigasi. Pembangunan jalan bisa direkayasa dengan saluran semacam box culvert," jelasnya. Selain itu, pemkot segera merealisasikan pembangunan tol lingkar luar timur. Lintasan jalan bebas hambatan tersebut sangat dekat dengan sentra ikan Bulak. ''Saya sedang berusaha mencarikan investor untuk tol itu. Jika tersealisasi, tinggal buatkan pintu keluar tol langsung ke Jl Cumpat, persoalan lalu lintas di sana akan cukup terurai," jelasnya.
Taken from Jawapos, Jun 6, 2009
OPTX June 6th, 2009, 07:04 AM Elmi hotel
http://i42.tinypic.com/1z34f3b.jpg
http://www.coroflot.com/public/individual_file.asp?portfolio_id=1644969&individual_id=161429&specialty=10&sort_by=3&is_featured=%2D1&c=1&
http://s3images.coroflot.com/user_files/individual_files/original_161429_aGv3qk6y1dON6YJpNFuGer53m.jpg
teddybear June 6th, 2009, 07:11 AM Hmm, ini cuman rendering atau benar proposal dan rencana serius? Kalo benar, dimanakah Elmi yang sekarang ini yang cuman tingkat 8 (entah tingkat berapa, aku cuman mengira2x)?
Kalo beneran sih it's really cool, it looks tall!
sbyctzn June 6th, 2009, 07:40 AM Wuzz wuzz wuzz... Proyek terus.. Surabaya benar-benar edan-edanan...
Nggak Swastanya
Nggak Pemkotnya
Wah wah...
Kok banyak pada muncul proposal proyek swasta ya???
Itu beneran hotel ELMI ya OPTX??
Tapi kok proposalnya udah masuk dari tahun 2007??
Kalau hotel ELMI yang sekarang ini kan lokasinya ada di CBD, dibelakang Gramedia Expo, pintu masuknya dari pangsud,
kalau benar rendering dari OPTX itu sudah proposal, weww...
Magnificent..
Bener-bener gak percaya dalam satu periode ini muncul buanyak proyek...
Dan nantinya semoga jadinya hampir bersamaan.
Apa mungkin ya ini dampak dari Suramadu?
Sentimen positif dari Suramadu karena kemudahan investasi di Madura, kemudian para investor punya semangat baru untuk proposed properti di Surabaya,
itu padahal baru daerah downtown dan barat..
Belum lagi pesisir kaki Suramadu sisi Surabaya..
wangweijie84 June 6th, 2009, 08:06 AM iyalah mas kalau nannyanya ke mahasiswa pasti pada nggak tahu kota terbesar kedua di indonesia, coba aja tanya sama mahasiswa indonesia kota kedua terbesar di taiwan, pasti nggak ada yang tahu. malah mungkin ada yang nggak tahu nama ibukota taiwan. I bet
Tergantung gimana cara belajar mereka yah.. haha meskipun aku tanya sama org2 yg 30 tahun keatas juga banyak yg ga tau, setau gua kalo org2 tw kebanyakan lebih tau kota2 di negara sekitarnya ama amrik aja.
Ah.... dipikir2 juga ga terlalu penting mikirin dikenal apa kaga, yg penting Surabaya tetep bisa maju terus
sbyctzn June 6th, 2009, 02:19 PM @wangweijie84:
Surabaya maju tapi kalau tidak dikenal dimata internasional juga rugi,
tapi sepertinya Surabaya dikenal didunia mayoritas oleh investor dan pengusaha,
ini tugas STPB untuk mengenalkan Surabaya.
Seingat saya untuk taiwan sudah buka kantor disana kan?
Jadi tidak perlu kawatir, lambat laun pasti Surabaya akan mulai dikenal..
sbyctzn June 7th, 2009, 05:09 AM 2 kali program jelajah jalan raya membahas jembatan Suramadu, minggu lalu dan minggu sekarang.
Bener-bener keren pas di televisi...
Dikupas tuntas bener tuh di programnya..
Cara membuat pondasi sampai konstruksi main span..
Besok Rabu akan menjadi hari yang paling bersejarah untuk rakyat Indonesia..
Prestasi luar biasa..
Masih tidak menyangka besok rabu negara kita ini punya jembatan spektakuler ini..
Kini bangsa Indonesia bisa tersenyum dan sudah bisa disejajarkan dengan negara-negara maju lainnya..
Ayo sudah waktunya kita semua bersatu untuk menjadikan NKRI negara maju...
Great!!
Ebek21 June 7th, 2009, 06:12 AM Sonokembang itu dimana ya ?
Bangun Jalur Pedestrian Baru
SURABAYA - Pemkot terus mempercantik kota. Salah satunya dengan meneruskan proyek pembangunan pedestrian crosswalk di sisi timur Jalan Raya Darmo. Saat ini pengerjaan proyek telah dimulai dengan pelebaran saluran di beberapa titik.
Beberapa titik yang mulai dilebarkan itu, antara lain, depan McDonald's dan sebelum monumen Polri. Menurut pekerja proyek, pelebaran serta pendalaman saluran diperlukan agar bisa dipasang beton U. Beton itu memiliki kedalaman lebih dari satu meter dengan lebar 60 cm.
Pemasangan beton U juga dimaksudkan menanggulangi genangan air dan banjir yang kerap terjadi di Jalan Raya Darmo. Proyek pedestrian sepanjang sisi timur Jalan Raya Darmo itu direncanakan selesai dalam 150 hari. Dinas bina marga dan pematusan (DBMP) menujuk PT Putra Negara sebagai pelaksana proyek.
Kepala DBMP Sri Mulyono menjelaskan, pelebaran saluran dilakukan untuk mendukung program pedestrian (pejalan kaki) yang digagas pemkot. Menurut pejabat yang biasa disapa Sri Mul itu, untuk membangun pedestrian crosswalk, diperlukan pelebaran saluran pembuangan. ''Selain untuk pembangunan pedestrian, pelebaran kami lakukan untuk mengantisipasi banjir,'' ungkapnya.
Tahun ini DBMP menargetkan pembangunan beberapa jalur pedestrian baru. ''Terutama di sisi jalan protokol yang belum memiliki jalur pedestrian,'' kata Sri Mul.
Beberapa jalan yang disiapkan untuk dibangun jalur pedestrian baru, antara lain, Jalan Panglima Sudirman, Sono Kembang, Rajawali, dan Gubeng Stasiun. ''Saat ini pengerjaan malah kami fokuskan di Gubeng Stasiun,'' jelasnya.
Taken from Jawapos, Jun 7, 2009
wangweijie84 June 7th, 2009, 08:31 AM 2 kali program jelajah jalan raya membahas jembatan Suramadu, minggu lalu dan minggu sekarang.
Bener-bener keren pas di televisi...
Dikupas tuntas bener tuh di programnya..
Cara membuat pondasi sampai konstruksi main span..
Besok Rabu akan menjadi hari yang paling bersejarah untuk rakyat Indonesia..
Prestasi luar biasa..
Masih tidak menyangka besok rabu negara kita ini punya jembatan spektakuler ini..
Kini bangsa Indonesia bisa tersenyum dan sudah bisa disejajarkan dengan negara-negara maju lainnya..
Ayo sudah waktunya kita semua bersatu untuk menjadikan NKRI negara maju...
Great!!
Setuju !! Indonesia sudah saatnya tidak terlalu bergantung pada pihak asing, saatnya untuk mengelola sendiri kekayaan dalam negeri.
Congratz juga buat peresmiaan jembatan Suramadu, setidaknya Indonesia ada big infrastruktur yg bisa dibanggakan, jembatan sunda-sumatra perlu juga segera direalisasikan, jawa sumatra memiliki potensi menaikkan pertumbuhan ekonomi jauh lebih besar daripada suramadu.
Hadi June 8th, 2009, 02:02 PM Peresmian Jembatan Suramadu Dirancang Megah dan Meriah
suarasurabaya.net| Upacara peresmian Jembatan Nasional Suramadu yang akan berlangsung Rabu (10/06) dipastikan akan berlangsung megah dan dihadiri oleh ribuan orang. Sebanyak 6.500 undangan sudah disebar, diantaranya adalah pejabat dan para mantan pejabat kelas atas negeri ini.
Upacara peresmian itu sendiri akan dilangsungkan di Desa Sekar Bungo Kecamatan Nabeng, Bangkalan. Di bawah fly over jalur pendekat Madura, pantia membanguan tenda raksasa dengan panggung 6 x 10 meter berlatar belakang miniatur jembatan terpanjang di Asia Tenggara tersebut.
Dalam rangkaian acara, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Presiden RI dan para menteri Kabinet Indonesi Bersatu rencananya akan datang ke tempat peresmian tersebut pada pukul 10.15 WIB. Kedatangannya akan disambut Tari Muang Sangkal. Tarian tradisional dari Sumenep ini dibawakan oleh 15 penari wanita dari Madura dan Surabaya. Selain Taria Muang Sangkal, sebanyak 20 penari juga akan menyambut kedatangan para tamu VVIP ini dengan tarian kontemporer bertajuk Pelangi Suramadu.
Selain tarian, para undangan juga akan dihibur dengan alunan paduan suara Gita Bahana Nusantara Jawa Timur yang rencananya akan membawakan lagu Suramadu.
Menurut RASIYO Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur, gladi bersih dilakukan Senin (08/06) ini. “Lebih cepat satu hari dari rancangan kita karena besok Selasa (09/06), JUSUF KALLA Wakil Presiden rencananya akan datang melihat persiapan peresmian Jembatan Suramadu,” kata RASIYO.
Dalam gladi bersih tersebut, sejumlah pejabat terlihat memantau. Diantaranya Mayjen TNI SUWARNO Pangdam V/Brawijaya, Kombes Polisi SURO JOUHARI Kapolwil Madura, serta para pejabat Pemprop Jawa Timur, diantaranya RASIYO Sekdaprop Jatim dan para stafnya.(edy)
pecinta_surabaya June 8th, 2009, 04:02 PM Coba liat bentar link ini :
http://bisean.blogspot.com/2007/11/10-longest-bridges-in-southeast-asia.html
Berarti Jembatan SURAMADU terpanjang ke-3 se asia tenggara ya??
Apa bisa di jamin keakuratan blog itu??
lombok June 8th, 2009, 07:58 PM Senin, 08/06/2009 17:58 WIB
REI Jatim bangun RSh di kaki jembatan Suramadu
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (Bisnis.com): DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim siap membangun rumah sehat sederhana (RSh) di kaki Jembatan Surabaya-Madura sebagai bagian dari upaya pengembang mewujudkan target perumahan sebanyak 12.000 unit di provinsi itu.
Ketua DPD REI Jatim Henry J Gunawan mengatakan tahun ini pengembang di Jatim telah menargetkan pembangunan RSh sebanyak 12.000 unit. Jumlah itu 50% lebih besar dibandingkan dengan target 2008 sebanyak 8.000 unit. "Itu sebabnya kami mendukung upaya sejumlah pengembang yang siap membangun RSh di Madura termasuk di kaki jembatan Suramadu yang luas arealnya mencapai 600 hektare,” ujarnya di Surabaya, hari ini.
Namun, dia membenarkan rencana tersebut baru wacana belum bisa kongkrit dalam waktu dekat, kendati tingkat kebutuhan masyarakat terhadap properti tersebut sangat mendesak. "Kami baru akan membahas bersama gubernur seperti apa konsep pembangunan RSh di Madura," katanya.
Menurut dia, ketersediaan areal seluas 600 hektare belum cukup. Pasalnya, di wilayah Madura pembangunan properti juga relatif pesat. Selain itu, pembangunannya sendiri perlu dilakukan secara bertahap. Apalagi sampai saat ini belum diketahui sejauh mana bentuk fisik dari infrastrukturnya pasca-Jembatan Suramadu yang rencananya akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.
Sekretaris DPD REI Jatim Nur Wakhid justru berpendapat bahwa luasan pengembangan kawasan industri sisi Madura di kaki Jembatan Suramadu idealnya lebih dari 600 hektare. Oleh karena nantinya bukan hanya berkembang perumahan sederhana tetapi juga bisa menjadi kawasan industri yang dapat menjangkau empat kabupaten di Pulau Madura.
"Pemerintah sebaiknya jangan hanya terpaku pada luasan 600 hektare di sekitar kaki jembatan. Dengan adanya Jembatan Suramadu, Madura bukan lagi pulau tersendiri yang terpisah dari Jawa melainkan menyatu dengan Surabaya," tuturnya.
Pengembang, tambahnya, berharap Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) nantinya harus menumbuhkan industri di Madura. Mulai dari soal menjamin kepastian hukum pengembangan industri di Madura, memangkas masalah birokrasi dan menyiapkan dukungan infrastruktur.
"Saat ini sudah banyak broker yang menguasai lahan di sekitar kaki Jembatan Suramadu. Mereka memiliki kepentingan beragam yang tidak menutup kemungkinan justru akan dapat menghambat pengembangan industri di kawasan itu."(yn)
Hadi June 8th, 2009, 10:44 PM Realisasi Busway Surabaya
Local Govt. | Tue, May 26, 2009 at 10:17 | Surabaya, matanews.com
Suasana kawasan Jl Ahmad Yani, Surabaya yang bakal dilalui Busway/dok
Meski masih terganjal izin dari Departemen Pekerjaan Umum dan Pemukiman Prasarana Wilayah melalui Gubernur Jawa Timur, pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jatim, tetap akan merealisasikan proyek “Bus Rapid Trasnportations” (BRT) atau di Jakarta lebih dikenal “Busway”.
“Proyek itu akan tetap kami realisasikan, tapi kapan waktunya, kami belum bisa memastikan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Tri Rismaharini di Surabaya, Selasa.
Proyek ini telah direncanakan sejak 2007, namun, Departemen PU dan Kimpraswil, meminta agar ada upaya pelebaran Jalan A. Yani Surabaya terlebih dulu, sebelum proyek “Busway” Surabaya terealisasi. Hingga kini pelebaran jalur utama yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Sidoarjo dan Mojokerto itu, belum dikerjakan.
Pada saat proyek tersebut terhenti, justru muncul kasus gratifikasi. Sebanyak 45 anggota DPRD Kota Surabaya dilaporkan ke polisi dalam kasus gratifikasi senilai Rp720 juta. Perkara itu kini dalam proses penuntutan.
“Saya sendiri tidak tahu kalau ada gratifikasi itu,” kata Tri seraya menyebutkan bahwa instansi yang dipimpinnya yang memasukkan proyek tersebut ke dalam RAPBD Kota Surabaya Tahun 2007 melalui penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA).
Dalam APBD Kota Surabaya Tahun 2007, tercantum nilai proyek “busway” sebesar Rp90 miliar atau sekitar 43 persen dari nilai keseluruhan proyek yang mencapai Rp206 miliar. “Dana itu sampai sekarang aman dan tersimpan di kasda (Kas Daerah),” kata Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya ini menambahkan.
Selain Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim juga memberikan kontribusi senilai Rp38 miliar (19 persen) dan Departemen PU Kimpraswil Rp78 miliar (38 persen) untuk merealisasikan proyek tersebut.
“`Busway` Surabaya itu mendesak direalisasikan, karena semakin lama jalanan di Kota Surabaya semakin macet. Kami menargetkan, 35 persen pengguna kendaraan pribadi akan beralih ke `busway`,” katanya.
Hadi June 8th, 2009, 10:52 PM Other renderings of road & bridge projects in Surabaya
Frontage road in Ahmad Yani St.
http://farm4.static.flickr.com/3081/3181484254_ef29633563_o.jpg
Broadening road project in Banyu Urip, using box culvert
http://farm4.static.flickr.com/3319/3180646991_c147ded5af_o.jpg
New Balas Klumprik access road connecting Kedurus and Menganti
http://farm4.static.flickr.com/3094/3180642843_244889e843_o.jpg
Unknown bridge project (somebody know ??)
http://farm4.static.flickr.com/3412/3180673197_7c74a70549_o.jpg
Taken from Gapura, Jan 2009 edition
apa kabar semua proyek ini?
hermawan June 9th, 2009, 03:58 AM Realisasi Busway Surabaya
Local Govt. | Tue, May 26, 2009 at 10:17 | Surabaya, matanews.com
Suasana kawasan Jl Ahmad Yani, Surabaya yang bakal dilalui Busway/dok
Meski masih terganjal izin dari Departemen Pekerjaan Umum dan Pemukiman Prasarana Wilayah melalui Gubernur Jawa Timur, pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jatim, tetap akan merealisasikan proyek “Bus Rapid Trasnportations” (BRT) atau di Jakarta lebih dikenal “Busway”.
“Proyek itu akan tetap kami realisasikan, tapi kapan waktunya, kami belum bisa memastikan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Tri Rismaharini di Surabaya, Selasa.
Proyek ini telah direncanakan sejak 2007, namun, Departemen PU dan Kimpraswil, meminta agar ada upaya pelebaran Jalan A. Yani Surabaya terlebih dulu, sebelum proyek “Busway” Surabaya terealisasi. Hingga kini pelebaran jalur utama yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Sidoarjo dan Mojokerto itu, belum dikerjakan.
Pada saat proyek tersebut terhenti, justru muncul kasus gratifikasi. Sebanyak 45 anggota DPRD Kota Surabaya dilaporkan ke polisi dalam kasus gratifikasi senilai Rp720 juta. Perkara itu kini dalam proses penuntutan.
“Saya sendiri tidak tahu kalau ada gratifikasi itu,” kata Tri seraya menyebutkan bahwa instansi yang dipimpinnya yang memasukkan proyek tersebut ke dalam RAPBD Kota Surabaya Tahun 2007 melalui penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA).
Dalam APBD Kota Surabaya Tahun 2007, tercantum nilai proyek “busway” sebesar Rp90 miliar atau sekitar 43 persen dari nilai keseluruhan proyek yang mencapai Rp206 miliar. “Dana itu sampai sekarang aman dan tersimpan di kasda (Kas Daerah),” kata Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya ini menambahkan.
Selain Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim juga memberikan kontribusi senilai Rp38 miliar (19 persen) dan Departemen PU Kimpraswil Rp78 miliar (38 persen) untuk merealisasikan proyek tersebut.
“`Busway` Surabaya itu mendesak direalisasikan, karena semakin lama jalanan di Kota Surabaya semakin macet. Kami menargetkan, 35 persen pengguna kendaraan pribadi akan beralih ke `busway`,” katanya.
Koq busway lagi ya.....apa pemkot nggak belajar dari Jakarta!
sbyctzn June 9th, 2009, 04:38 AM Benar-benar tidak seperti Surabaya...
Kok jadi ikut-ikutan yah??
Tidak seperti Surabaya aslinya yang selalu pionir dalam segala program..
Kuciwa banget sama bu Risma, Surabaya ini tidak cocok sama sekali dengan Busway..
Ayolah bu Risma, saya tahu anda itu bisa lebih kreatif dari itu, anda kan kreatif banget..
Bikin apa kek... Pokoknya selain Busway biang masalah itu..
teddybear June 9th, 2009, 04:54 AM So the ones u/c now:
Graha Sampoerna
Ciputra World (2 apartment towers and a mall)
LJ Meritus
Trillium
Grand City
Aston Apartment
Adhiwangsa (finishing)
Apartment Puncak Permai
Possibly the next project to come:
Tunjungan Plaza 5
Union Square
Pemuda Palace (ada kemungkinan di tanah kosong sebelah Hotel Garden; eks Pasopati)
RRI Tower
LJ Fullerton
Apalagi? Dimana tuh Lippo Superblock di Surabaya Barat, Podo Joyo Mashur Apartment (OPTX pernah posting group Podo Joyo Mashur mempunyai rencana membangun apartemen di Surabaya Selatan atau Surabaya Barat), Rich Prada, Galeria Tunjungan, dan Green Gate?
Any comment?
Dah gua update nih sbyctzn, sorry maksudku Menara RRI bukan Menara Telkom...
sbyctzn June 9th, 2009, 07:02 AM @teddybear:
bisa deskripsikan proyek yang belum saya ketahui dengan jelas:
-pemuda palace
-podo joyo mashur apartment
-menara telkom
2 paling atas yg belum saya tahu, kalau menara telkom itu apa yang di sebelah graha pangeran itu??
Oh ya ted, ada yang kurang tuh...
RRI tower..
sbyctzn June 9th, 2009, 07:18 AM @teddybear:
bisa deskripsikan proyek yang belum saya ketahui dengan jelas:
-pemuda palace
-podo joyo mashur apartment
-menara telkom
2 paling atas yg belum saya tahu, kalau menara telkom itu apa yang di sebelah graha pangeran itu??
Oh ya ted, ada yang kurang tuh...
RRI tower..
wangweijie84 June 9th, 2009, 11:12 AM Benar-benar tidak seperti Surabaya...
Kok jadi ikut-ikutan yah??
Tidak seperti Surabaya aslinya yang selalu pionir dalam segala program..
Kuciwa banget sama bu Risma, Surabaya ini tidak cocok sama sekali dengan Busway..
Ayolah bu Risma, saya tahu anda itu bisa lebih kreatif dari itu, anda kan kreatif banget..
Bikin apa kek... Pokoknya selain Busway biang masalah itu..
Gapapa juga sih kalo bikin track lagi untuk busway, kalo di Jakarta jalur yg udah ada dibuat khusus buat busway, jadinya jalur2 yg lain untuk kendaraan, jelas aja tambah macet. coba ambil contoh misalnya dibangun monorail tapi tiang2nya di atas jalan yg sekarang udah ada, yg sekarang lagi macet2nya. Yah tentu saja meskipun udah jadi arus lalu lintas jadi lebih macet karena ada 1 jalur yg terpakai buat tiang2 jalan monorail.
Liat di forum China deh ato Brasil, di Xiamen dibikin lagi jalur melayang khusus untuk busway, bukan "mencaplok" jalur yg udah ada, beda banget dgn Jakarta. Tentu saja di Surabaya mestinya bikin lagi jalur baru khusus busway, bu Risma sih kayaknya udah jauh2 hari mempertimbangkannya, yah mestinya sih bikin lagi jalur baru ( lagi2 pembebasan lahan ). Aku pribadi sih mendukung juga direalisasikannya busway dan tentu juga monorel.
qidam June 9th, 2009, 12:35 PM bikin jalur baru lagi? orang pembebasan lahan untuk buat jalan tembus aja lama banget :ohno:
lebih baik bus2 damri-nya + angkotnya ditata ulang. gak ada jalur khusus bus aja uda macet apalagi pake jalur khusus bus?:bash:
sukanya kok buat project, tapi gak mau ngerawat yg sudah ada :nuts:
sbyctzn June 9th, 2009, 12:56 PM bikin jalur baru lagi? orang pembebasan lahan untuk buat jalan tembus aja lama banget :ohno:
lebih baik bus2 damri-nya + angkotnya ditata ulang. gak ada jalur khusus bus aja uda macet apalagi pake jalur khusus bus?:bash:
sukanya kok buat project, tapi gak mau ngerawat yg sudah ada :nuts:
betul, meding uang ratusan milyar itu digunakan untuk peremajaan bis kota.
misalkan saja ada uang 200 milyar, kita asumsikan satu bis kota yang bagus harganya satu milyar, nah sudah dapat 200 bis.
itu sudah cukup buat mengganti seluruh bis kota yang ada di Surabaya, kalau tidak salah total bis kota milik damri dan swasta totalnya segitu.
nah untuk yang swasta bisa digunakan mekanisme pinjaman, nantinya mereka semua harus menembalikan dengan sistem kredit.
kalau bis kotanya nyaman, bagus, bersih, pasti orang berdasi juga mau kok naik.
kalau perlu dibuat khusus armada eksekutif katakan saja 20 buah..
yang dalemannya mewah..
yang diperlukan saat ini bukan menerapkan sistem yang baru, cukup benahi sistem yang lama saja, jika membuat sistem yang baru, lihat akibatnya... Jakarta sudah membuktikan....
dampak sosial tidak hanya pada penumpang, tapi juga sopir, moda trans lain, dlll.....
kalau melihat rencana yang akan diterapkan besok, sepertinya pasti akan memakan jalan...
membuat jalan baru mustahil terjadi, budaya masyarakat indonesia yang tidak memugkikan...
kalau elevated ya agak pesimis... karena butuh biaya yang besar...
tidak tau kalau pemkot bisa meng goal kan ke dprd.
wis... pasti itu
lihat saja nanti..
paling-paling ya seperti Jakarta
wangweijie84 June 9th, 2009, 01:57 PM Setuju juga, tapi yg dibutuhkan sekarang mode transportasi yg cepat tanpa halangan gt.
Pernah baca berita juga kalo pemkot Surabaya sendiri lebih memprioritaskan monorel daripada busway, busway sendiri memang akan dibangun tapi entah kapan, monorail kalo baca brita2 sebelumnya bukannya 2010 udah mulai dibangun?!
Tentang monorail tentu ga masalah, kalo busway lebih baik bikin rute yg lebih bisa mengisi gt dan tentu jalurnya harus dibikin baru kalo bisa elevated supaya kendaraan lain tak bisa masuk.
Sekarang perkara di jalan, sistem lalu lintas nya mesti dibenahi habis2an, bis ga boleh berhenti sembarangan, angkot ga boleh ngetem sembarangan. Kalo udah peremajaan bis dilakukan tapi tetep sembarangan berhentinya yah tetap aja.
Yah ini semua mesti ada konsep urban transportasi.
hermawan June 10th, 2009, 04:21 AM Surabaya harus membuat trobosan untuk memecahkan masalah lalulintas di masa yang akan datang. Jangan menyerah dengan keadaan, lalu ambil jalan pintas bikin busway seperti Jakarta. Kenapa KL bisa, kalo perlu pemkot belajar kesana......
Mungkin saya sangat awam soal transportasi, tapi menurutku Busway bukan solusi tepat khususnya untuk kota-kota di Indonesia karena menurutku ini tidak tepat diterapkan di kota-kota di Indonesia yang jalannya memang sempit-sempit. Masalah Busway bukan cuma menyempitnya jalan raya yang berujung kepada macet yang semakin parah, tapi persoalan yang lebih luas yaitu
- Lalu lintas (kalo anda perhatikan di Jakarta, busway bisa memotong jalur dari arah paling kanan ke kiri...apa sudah diatur dalam UU?). Sebagai contoh Lihat di jalur Harmoni - Kalideres
-Keselamatan pengguna jalan lain (sudah berapa nyawa yang hilang tertabrak busway)... yang ini, mungkin kita bisa berdalih bahwa moda transportasi apapun pasti memiliki resiko kecelakaan juga. Tapi menurutku busway memiliki resiko kecelakaan yang sangat tinggi dan sangat tidak aman bagi pengguna jalan lain (penyeberang jalan jalan, motor dan mobil)
- Efisiensi anggaran pemerintah...... sangat sering sekali pemda DKI mesti memperbaiki jalur busway yang rusak parah (karena dengan beban bus + penumpang yang melintas pada lintasan yang sama secara terus menerus akan menimbulkan tekanan pada jalan yang lebih besar sehingga bagian tengah terangkat/ ingat ini bukan rel loh)
- Jalur jalan sangat mengganggu estetika kota (ceceran oli menghitam di sepanjang jalur)
- Masih tidak bisa melepaskan diri dari kemacetan juga,
-dll
menurutku usul Sbyctzn sangat bagus, kalo belum mampu mewujudkan monorail karena terlalu mahal, benahi saja dulu buskota yang ada.
Hal yang perlu diperhatikan (pemkot perlu menerapkan standar pelayanan) misalnya :
-Bentuk fisik bus harus terlihat baik
-Untuk Surabaya yang panas, sebaiknya seluruh bus ber AC
-Jarak antar bus dan waktu yang teratur
- Batas maksimal penumpang berdiri tidak lebih dari 10 orang
- Usahakan pengamen dan asongan tidak boleh beroperasi di bus kota.
- Perbaiki seluruh halte agar nyaman dan bersih
- Tiket bisa mencontoh busway (nah yang ini mungkin bisa ditiru.
Ok lah ini harapanku untuk Surabaya yang lebih baik
OPTX June 10th, 2009, 08:04 AM So the ones u/c now:
Graha Sampoerna
Ciputra World (2 apartment towers and a mall)
LJ Meritus
Trillium
Grand City
Aston Apartment
Adhiwangsa (finishing)
Apartment Puncak Permai
Possibly the next project to come:
Tunjungan Plaza 5
Union Square
Pemuda Palace (ada kemungkinan di tanah kosong sebelah Hotel Garden; eks Pasopati)
RRI Tower
Apalagi? Dimana tuh Lippo Superblock di Surabaya Barat, Podo Joyo Mashur Apartment (OPTX pernah posting group Podo Joyo Mashur mempunyai rencana membangun apartemen di Surabaya Selatan atau Surabaya Barat), Rich Prada, Galeria Tunjungan, dan Green Gate?
Any comment?
Dah gua update nih sbyctzn, sorry maksudku Menara RRI bukan Menara Telkom...
@teddybear:
bisa deskripsikan proyek yang belum saya ketahui dengan jelas:
-pemuda palace
-podo joyo mashur apartment
-menara telkom
2 paling atas yg belum saya tahu, kalau menara telkom itu apa yang di sebelah graha pangeran itu??
Oh ya ted, ada yang kurang tuh...
RRI tower..
Mengenai proyek baru Lippo di Surabaya Barat, aku dapat info dari temen yang kerja di proyek CITO, awal 2008. Katanya Lippo akan membangun proyek mixed use besar yang ada apartemenya di dekat bundaran tol Satelit pada 2008, tapi dia tidak tau lokasi pastinya. Mungkin karena pada pertengahan 2008 ada kenaikan BBM dan krisis global, meraka menundanya (?).
Dari berita tahun 2007, Podo Joyo Mashur berencana membangun proyek mixed used / superblok pada 2008, tidak disebutkan lokasinya. Mungkin dekat Graha Pena di Jl Ahmadyani.
Mengenai Pemuda Palace, renderingnya pernah aku dapat, sekarang hilang. Nanti aku cari lagi.
Beberapa proyek apartemen lain yang mungkin akan dibangun, masih proposal :
- Jl. HR Muhammad , Ex. Pengadilan Militer
- Dekat Royal Plaza
- Di atas DTC ( 25 L )
rizalhakim June 10th, 2009, 10:28 AM Surabaya People's Park
http://farm4.static.flickr.com/3656/3613493952_d9f8df4462_o.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2473/3612675997_87fc7a6788_o.jpg
Jungle_surf June 10th, 2009, 11:05 AM ^^
Renders from the project what?...And the place of that location in whatever?
teddybear June 10th, 2009, 11:15 AM Mengenai proyek baru Lippo di Surabaya Barat, aku dapat info dari temen yang kerja di proyek CITO, awal 2008. Katanya Lippo akan membangun proyek mixed use besar yang ada apartemenya di dekat bundaran tol Satelit pada 2008, tapi dia tidak tau lokasi pastinya. Mungkin karena pada pertengahan 2008 ada kenaikan BBM dan krisis global, meraka menundanya (?).
Dari berita tahun 2007, Podo Joyo Mashur berencana membangun proyek mixed used / superblok pada 2008, tidak disebutkan lokasinya. Mungkin dekat Graha Pena di Jl Ahmadyani.
Mengenai Pemuda Palace, renderingnya pernah aku dapat, sekarang hilang. Nanti aku cari lagi.
Beberapa proyek apartemen lain yang mungkin akan dibangun, masih proposal :
- Jl. HR Muhammad , Ex. Pengadilan Militer
- Dekat Royal Plaza
- Di atas DTC ( 25 L )
OPTX, if you can post the rendering of Pemuda Palace, and provide more information about these projects you have mentioned (rendering, location), it will be great!
ex Pengadilan Militer itu tepatnya dimana?
Where is that proposal for People's Park will be built??
MinImaX June 10th, 2009, 12:32 PM ^^ Setau saya dulu ada aktivitas & gedung militer di ujung jalan HR Muhammad, persis di seberang Splazto (The stalled Sungkono Plaza & Tower), lahannya sudah dibebaskan sejak lama.
Rendering People's Park, gedung2 backgroundnya seperti di Singapore ya... :D
Tentang bus & angkutan umum, saya lebih suka kalau yang dibenahi terlebih dahulu adalah pedestrian yang sudah tertata rapi, banyak pohon2 di kiri-kanannya sehingga orang *mau* jalan kaki, untuk menuju ke tempat pemberhentian angkutan umum. (Biaya menanam satu pohon berapa ya? Kalau murah, kalau perlu ada sepasang pohon tiap 2 meter pedestrian)
MinImaX June 10th, 2009, 12:41 PM Oh aku tau, (setelah mengamati gambar) rendering People's Park itu di belakang existing building HI-TECH Mall (d/h Surabaya Mall, yang di rendering adalah gedung berwarna putih).
People's Park = THR :D
Hadi June 10th, 2009, 01:01 PM Surabaya People's Park
http://farm4.static.flickr.com/3656/3613493952_d9f8df4462_o.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2473/3612675997_87fc7a6788_o.jpg
OMG.... Cool. Where is the location???....
Hadi June 10th, 2009, 01:30 PM Rabu, 10 Juni 2009 | 11:56 WIB
SURABAYA – Komisi D DPRD Surabaya mendesak PT Senopati Perkasa (SP) segera mengembalikan cagar budaya Stasiun Semut yang sudah dirobohkan sejak 2003 lalu. PT SP dinilai terlalu banyak alasan dan selalu mengelak.
“Eks Stasiun Semut harus segera dikembalikan ke kondisi semula. Rencana revitalisasi harus segera dikonkretkan, jangan hanya janji-janji tapi tidak pernah ada wujudnya,” kata Sekretaris Komisi D, Muhammad Alyas, Selasa (9/6).
Direktur PT SP Didi Woeljadi Simson dalam hearing gelaran Komisi D DPRD Surabaya mengatakan, pada intinya dia setuju dengan konsep yang disampaikan tim cagar budaya. Namun pihaknya, masih perlu tahu desain bangunan yang akan diajukan guna dipadukan dengan desainnya.
Dijelaskan sebagai bentuk tanggung jawab, lanjutnya, pihaknya sampai mendatangkan pakar arsitektur untuk mengembalikan eks Stasiun Semut ke bentuk semula. Cuma masalahnya desain yang sudah digarap masih dipersoalkan tim cagar budaya. “Sebetulnya tahun 2005 kita sudah siap, tapi kendalanya ada di birokrasi,” urainya.
Pernyataan Woejadi dibantah Tim Cagar Budaya. Aminnudin Kasdi, salah satu anggota tim menyebut kendala ada pada desain lalu lalang pengunjung yang menghubungkan antara plasa dengan super blok. Dalam desain PT SP, antara dua kawasan ini terpisah oleh stasiun dan pengunjung keduanya bisa melintas melewati peron. Tim Cagar Budaya tidak menyetujuinya.
Kalau desain itu disetujui, kata Aminudin, cagar budaya Stasioun Semut akan tetap hilang karena dia bukan lagi entitas independent, tapi bagian dari sebuah super block. “Kami prihatin dan khawatir anak-anak kita akan amnesia pada sejarah. Padahal cagar budaya adalah media penghubung masa lalu dengan masa kini,” ungkapnya.
Hearing sendiri akhirnya menyepakati PT SP mengubah desain. Lalu lalang pengunjung nentinya tidak akan melewati bangunan peron, melainkan dipindah pada sisi kanan dan kiri eks stasiun.
Meski demikian, masalahnya adalah belum adanya desain dari PT KA sebab di eks stasiun ini ada rencana akan dibangun double track KA untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Surabaya. Pembangunan double track ini merupakan kerja sama PT KA dengan Société Nationale des Chemins de fer Français (badan perkeretaapian Prancis).
Konsep dan desain double track yang berpengaruh terhadap konsep super blok milik PT SP, sampai sekarang belum ada.
Hadir dalam hearing itu PT KA, PT SP, Tim Cagar Budaya, Bagian Hukum, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, serta Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko). pur
teddybear June 10th, 2009, 03:27 PM Oh aku tau, (setelah mengamati gambar) rendering People's Park itu di belakang existing building HI-TECH Mall (d/h Surabaya Mall, yang di rendering adalah gedung berwarna putih).
People's Park = THR
yay, minimax memang hebat deh! benar, gua liat lagi memang di belakang THR tapi nggak tau kapan pengerjaannya dan koq tempatnya tersembunyi gimana org bisa tau?
Setau saya dulu ada aktivitas & gedung militer di ujung jalan HR Muhammad, persis di seberang Splazto (The stalled Sungkono Plaza & Tower), lahannya sudah dibebaskan sejak lama.
ok, thanks! nah sekarang tau persis lokasinya dimana. emangnya developernya siapa dan ada rendering nggak? gua liat di google map, tanahnya cukup besar dan kosong. sayang lokasi spaszto dan yang ini dibiarkan kosong. emangnya splazsto juga tidak berencana lagi juga ya?
sbyctzn June 10th, 2009, 04:51 PM ^^
Mengenai berita stasiun semut.
Superblock yang dimaksud diatas apa ya??
Bangunan stasiunnya atau apa??
Anyone know?
@hermawan:
sebenarnya bisa kok tanpa monorel dan busway, seperti di London kan bis kotanya bener-bener top, tiketnya jg sistem langganan.
Mengenai proyek apartemen di depan Splazto, lahannya memang luas, saya dari dulu sudah mengira akan digunakan proyek besar..
Sudah ditutup seng sebagian..
Memang ada rendering dan info proposalnya?
Please post it..
Oh ya betul juga apa kata minimax, melihat design rendering gedung putih itu mirip-mirip THR.
Itu sepertinya rendering lama..
Dan proyeknya sudah jadi THR mall dan THR park..
Atau jangan-jangan itu rendering buat investor yg rencananya mau merenovasi taman THR, dulu kan ada berita kalau ada investor yang akan merenovasi
Ampelio June 10th, 2009, 07:01 PM sebenarnya bisa kok tanpa monorel dan busway, seperti di London kan bis kotanya bener-bener top, tiketnya jg sistem langganan.
^^Tapi di London mayoritas penduduknya kan pakai subway/metro yg familiar disebut "The Tube" (see pic SSC banner today, 10/06) ...salah satu sistem jaringan kereta bawah tanah terbaik di dunia yang sudah beroperasi sejak lebih satu abad lampau (1890) dan kini memiliki 270 stasiun di seantero Greater London. :)
teddybear June 10th, 2009, 07:56 PM ^Jangan sampai busway, tetapi bus systemnya bener2x diperbaiki. Apa kata hermawan, minimax dan yg lain memang benar. Emangnya bus biasa saja udah blom bisa berjalan dengan baik koq. Setelah bus dibenahi baru boleh pikirin monorel/subway.
Hadi June 11th, 2009, 02:32 PM Akan Seperti Citraland?
Kamis, 11 Juni 2009 | 12:14 WIB
Benarkah kawasan itu didesain seperti Citra Raya? Tujuh tahun lalu, saat Suramadu masih dalam tahap persiapan, lahan yang dibutuhkan untuk kawasan pengembangan hanya sekitar 100 ha. Setelah Suramadu selesai, Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) membutuhkan lahan 600 ha. Untuk kota Surabaya yang sekitar 32 ribu ha, lahan sebesar 600 ha bukanlah persentase yang kecil.
Asisten I Sekkota Bidang Pemerintahan, Dr B.F. Sutadi mengatakan, permintaan pusat yang naik 500 persen sudah tentu sangat banyak mengubah perencanaan kota Surabaya sendiri. Selain itu, dampaknya juga sangat besar.
Meski belum ada peta kawasan yang direncanakan dibangun, namun pemkot sudah mereka-reka. Setidaknya, akan ada 5 kelurahan yang akan dilintasi kawasan pengembangan ini. Total jumlah warga kelima kelurahan itu sekitar 30 ribu KK, namun total warga yang bakal tergusur diperkirakan sekitar 8.500 KK.
Selain warga, wilayah pengembangan itu juga potensial menggusur industri dan industri rumahan di sekitar 97 lokasi. Mereka berada di sekitar Jl. Kedung Cowek, Kali Kedinding, Tambak Wedi, dan Kenejaran.
Bagi kalangan industri, ini bukan pilihan mudah. Pasalnya, sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW) Surabaya, pemkot melarang kawasan lain di luar peta BPWS ditempati industri besar. Pilihan yang tersisa adalah pindah ke kota-kota satelit Surabaya seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Bangkalan.
“Sejak awal 2000 Pemkot sudah mengubah moto kotanya dari kota industri, perdagangan, maritim dan pendidikan (indamardi) menjadi kota perdagangan dan jasa, sehingga industri baru sudah dilarang berdiri di kota ini,” ujar Sutadi, Rabu (10/6).
“Kalau saya, sih, memang berniat menjual bengkel saya ini. Ndak tahu lagi yang lain, yang maish ingin melanjutkan usahanya,” kata Hasan Koesmarno, pemilik bengkel bubut besar di Jl. Nambangan.
Selain industri, nasib penduduk akan menjadi isu yang lebih rumit. Sebagian warga mengantisipasi kabar penggusuran dengan mensertifikatkan tanahnya. Sebagian warga juga mulai mereka-reka harga yang pantas mereka tawarkan. Ini adalah potensi konflik.
Pemerintah pusat dan Pemprov Jatim belum pernah melansir ancang-ancang besaran ganti rugi. Bahkan kabar penggusuran itu pun belum dilansir secara resmi. Sementara, pemkot meminta ganti rugi disesuaikan dengan usulan tim penaksir independen.
“Kalau memakai jasa penaksir independen, warga dan pemerintah sama-sama enak,” ungkapnya.
Perkampungan warga yang selama ini berada di hamparan tanah dengan posisi horizontal akan dibangunkan rumah susun atau apartemen. Dalam proses pemindahannya akan diatur dengan pola pendekatan persuasif. Warga yang ingin tinggal di rusun akan diakomodasi untuk masuk rusun. Sedangkan warga yang menolak bisa mencari rumah di tempat lain.
Keinginan Surabaya, wilayah pengembangan Suramadu tidak merusak RTRW. Selain itu, urusan perizinan tetap dipegang pemkot, mulai dari penerbitan surat izin usaha perdagangan (SIUP), izin mendirikan bangunan (IMB), hingga izin gangguan lingkungan (HO). Kawasan ini juga diharap tetap menguntungkan pemkot dari sektor pajak dan retribusi berbagai usaha.
“Kami juga berharap kawasan pengembangan Suramadu tetap bisa dinikmati warga ekonomi bawah dan menengah. Warga ekonomi menengah ke bawah di sana tetap bisa hidup di kawasan BPWS, meski harus hidup di rumah susun. Artinya, sekali pun kawasan itu akan berubah menjadi kawasan seperti Citra Raya, mereka tidak kehilangan pekerjaan dan bisa menyekolahkan anak-anaknya atau mengobatkan keluarga jika jatuh sakit. Jangan sampai mereka hidup di kawasan BPWS, tapi tidak bisa sekolah dan tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Untuk masalah ini pemkot akan memfasilitasi untuk berkoordinasi dengan pihak pengelola BPWS,” kata Kepala Bappeko Surabaya, Tri Rismaharini. pur
Trip2Java June 11th, 2009, 02:42 PM ^^
dulu pernah liat postingan ebek rendering kawasan suramadu, i hope itu bener2 terwujud...
welcome san francisco-nya indonesia :okay:
teddybear June 11th, 2009, 04:05 PM ^Interesting to see the master plan mau what that 600ha will look like? But more importantly, it mentions the indonesian government, not pemkot/jatim that draw this plan?!
wangweijie84 June 12th, 2009, 08:33 AM suarasurabaya.net| Pasca beroperasinya Jembatan Suramadu yang diresmikan Rabu (10/06) ini membuka peluang wisata bahari dengan cara melihat obyek jembatan dari Selat Madura. Dinas Pariwisata Jawa Timur bersama Asosiasi Biro Perjalanan (ASITA) Jawa Timur berencana mengemas wisata bahari Jembatan Suramadu.
JHONI IRIANTO Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur pada suarasurabaya.net, mengatakan, potensi wisata Madura sangat beragam mulai dari Karapan Sapi, keindahan Pantai Lobang dan Pantai Camplong, keunikan Batik Tanjung Bumi. Obyek-obyek tersebut tetap terus dipasarkan pada wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Apalagi dengan selesainya Jembatan Suramadu, jalur transportasi tidak menjadi hambatan untuk bisa mengunjungi obyek-obyek wisata tersebut. Namun, yang bakal dikemas dalam waktu dekat, kata JHONI, menggarap paket wisata bahari Jembatan Suramadu.
“Kalau orang masuk ke Jembatan Suramadu, itu sudah biasa. Tapi untuk menikmati keindahan Jembatan Suramadu dari Selat Madura yang berada di bawah jembatan itu akan berbeda. Apalagi sekalian menikmati sunset dan sunshine dari bawah jembatan menjadi daya tarik tersendiri,”ujarnya.
JHONI menjelaskan dalam pengemasan wisata bahari ini, Dinas Pariwisata Jawa Timur bertugas memasarkan dan menjual obyek wisata. Sedangkan investor yang akan bergerak untuk mengembangkan wisata bahari.
Menurut JHONI, dalam pengembangan wisata bahari ini dilakukan kerjasama dengan ASDP dan pengusaha angkutan kapal laut. Sudah diujicobakan 2 kapal feri untuk wisata bahari Jembatan Suramadu. Kapal feri di-upgrade lebih dulu, dan sudah dilengkapi play ground buat anak-anak di atas dek feri, konter makanan dan fasilitas lainnya seperti live music.
“Saat ini, sedang dibahas bagaimana operasional wisata bahari regular yang bisa dimanfaatkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Termasuk jadualnya dan biayanya,”tukas JHONI.
Sementara itu, HARYONO GONDO SUWITO Ketua ASITA Jawa Timur dihubungi terpisah mengatakan memang sangat potensial menjual wisata bahari Jembatan Suramadu. Masalahnya, kapal feri yang akan digunakan harus benar-benar di-manage sedemikian rupa menjadi kapal turis.
“Tapi kalau kapal yang digunakan nantinya berfungsi untuk feri angkutan penyeberangan, sekaligus disewa untuk wisata bahari akan sulit. Jawa Timur bisa mencontoh wisata bahari di Bali dimana kapal-kapal yang disediakan memang khusus untuk turis,”tukas HARYONO.
HARYONO mencontohkan Bounci Cruise kapal turis yang bisa memuat 300 turis atau Quick Silver dengan kapasitas penumpang 200 turis. Untuk itu, ia minta pengelola nantinya benar-benar menyiapkan secara maksimal kalau memang ingin mengembangkan wisata bahari Jembatan Suramadu.
Apalagi obyek wisatanya, diakui HARYONO, cukup bagus. Diantaranya, Patung Jalesviva Jayamahe yang berada di kawasan Armatim. “Disparta bisa koordinasi dengan Pangarmatim untuk memasang lampu sorot di bawah patung. Sebab akan menjadi lebih bagus saat malam hari dipadukan keindahan Jembatan Suramadu,”ujarnya.
HARYONO mengatakan pihak ASDP pasti akan mempertanyakan potensi pasar wisata bahari untuk regular. Pada saat awal-awal dioperasikan tentunya tidak begitu ramai, namun bisa diagendakan kapal wisata dioperasikan setiap weekend dulu. “Bisa belajar pula dari wisata Sydney Harbour Cruises,”pungkas HARYONO. (tin)
sbyctzn June 12th, 2009, 08:51 AM http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/74644large.jpg
[ Jum'at, 12 Juni 2009 ]
Tak Punya Pompa, Kedung Cowek Selalu Rawan Banjir
SURABAYA - Akses menuju Suramadu sewaktu-waktu bisa terancam banjir. Sebab, meski saluran di Kedung Cowek sudah diperbaiki, sungai di tempat itu belum memiliki pompa. Apalagi, curah hujan di Surabaya beberapa waktu terakhir relatif tinggi.
Masalah genangan air di kota ini bisa dibilang selalu mengancam sejumlah kawasan. Salah satu penyebab problem pelik tersebut, beberapa sungai dan titik genangan tidak dilengkapi dengan pompa. Sehingga, genangan air hujan tak mudah surut.
"Di antara 60 titik rawan genangan, memang sebagian besar tidak dilengkapi dengan pompa. Pompa yang terpasang hanya 33 unit," jelas Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya Sri Mulyono.
Selama ini, pengadaan pompa tersebut ditangani pusat. Pemkot cenderung menunggu. "Tahun ini, kami akan mendapatkan bantuan pompa dari pusat yang dipasang di dua titik," ucapnya.
Dua titik yang bakal dipasangi pompa tersebut adalah sungai Pegirian dan Jeblokan, Kedung Cowek. Nah, Kedung Cowek berkaitan dengan akses Suramadu. "Memang, hingga saat ini belum ada pompa," terangnya.
Karena itu, Sri tak menyangkal anggapan bahwa potensi banjir akses Suramadu cukup tinggi. "Mungkin saja terjadi. Apalagi, curah hujan tinggi," terang dia. Sri menyatakan, pompa yang dipasang di sungai Kedung Cowek tak cukup satu unit. "Dibutuhkan tiga unit sekaligus. Sebab, debit air cukup tinggi," paparnya.
Lalu, mengapa bukan pemkot yang menangani pengadaan pompa? Sri beralasan minim anggaran. Selama ini, anggaran untuk infrastruktur tidak menjadi prioritas. "Yang jadi prioritas adalah pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan," ungkapnya.
Infrastruktur menempati peringkat keempat. Anggaran terbesarnya pun tidak dialokasikan untuk pembenahan selokan atau sungai, melainkan perbaikan jalan. "Apalagi, harga pompa tidak murah," ujarnya. Satu pompa bisa bernilai ratusan juta rupiah. Karena itu, pemkot tidak punya dana cukup untuk membeli pompa.
Lebih lanjut Sri mengatakan bahwa sungai Kedung Cowek memang terletak di tengah jalur atau akses menuju Suramadu. Selama proyek jembatan tersebut berjalan, pelaksana proyek juga membenahi selokan. "Proyeknya tidak sama antara akses Suramadu dan pengadaan pompa. Makanya, meski akses sudah dibangun, sungai belum dipasangi pompa," tambah dia.
Meski diperkirakan pompa dipasang tahun ini, Sri menuturkan belum tahu waktu pasti datangnya bantuan dari pusat tersebut. Dengan kondisi cuaca Surabaya yang sering diwarnai hujan deras disertai angin kencang, banjir sangat mungkin menggenangi akses Suramadu yang mulai beroperasi itu (fid/dos)
wangweijie84 June 12th, 2009, 09:07 AM On Wednesday, the President proudly opened Indonesia's longest bridge, "a domestic masterpiece" and a "milestone" for the country's infrastructure.
Accompanied by Acting Coordinating Minister for the Economy Sri Mulyani Indrawati, Public Works Minister Djoko Kirmanto, East Java Governor Soekarwo and Bangkalan Regent Fuad Amin, Susilo Bambang Yudhoyono officially opened the 5.4-kilometer bridge Wednesday.
"Suramadu bridge is a domestic masterpiece in the field of construction technology of the 21st century. This *the building of the bridge* also proves that this century, Indonesia has become a developed country," Yudhoyono said in front of some 6,500 guests attending the launch ceremony.
The President said the Suramadu bridge was a milestone in the history of the country's transportation infrastructure development achieved during his leadership.
"This infrastructure development will speed up the creation of job opportunities and support the nation's unity," he said.
He expressed hope the bridge would further develop Madura.
"Madura will be much more developed *as a result of the new bridge*, as long as it does not interfere with the religious nature of the Madurese people, who value customs and traditions."
The President also asked Minister Djoko Kirmanto to make sure the unfinished regional infrastructure facilities were completed in a thorough manner.
He said the government had allocated Rp 86.71 trillion (US$8.6 million) from the state budget and the stimulus fund toward the infrastructure sector.
"We have asked for that *regional infrastructure facilities* to be completed because we have funding for the infrastructure sector to improve the transportation facilities, road and bridge maintenance, housing, irrigation, infrastructure maintenance in general, and energy in the regions affected by natural disasters."
Djoko Kirmanto said the charge to cross the bridge (one way) would be Rp 30,000 for vehicles and Rp 3,000 for motorcycles.
He said the bridge fees were much lower than the fees charged to cross the Madura Strait by ferry, which amounted to Rp 5,800 for a motorcycle and Rp 70,000 for a vehicle.
The launch ceremony of the bridge, which connects the city of Surabaya to Madura Island, was interrupted by students from Surabaya and Madura protesting against the commercialization and politicization of the bridge by 2009 presidential candidates.
Before officially opening the bridge, Yudhoyono attended a declaration of support for his candidacy from numerous elements of the East Java community.
During the opening ceremony, which was also attended by 14 governors, guests were given pocket books entitled Harus Bisa, Seni Memimpin ala SBY Jilid II (Must Can, The Art of Leading, SBY Part II) written by Dino Patti Djalal who is also Yudhoyono's presidential spokesperson.
wangweijie84 June 12th, 2009, 09:09 AM The Bangkalan regency administration envisions turning Madura Island into a shopping and tourist hub like Singapore, as well as a business service center, following the opening of the Suramadu Bridge.
Bangkalan Regent Fuad Amin expressed the ambition to reporters in mid-February. He welcomed the presence of the Suramadu Bridge in the hope it would significantly improve the people's wellbeing in Madura. Besides the livestock sector, Bangkalan plans to establish shopping centers resembling those in Singapore.
To realize the goal, the Bangkalan regency administration is pushing ahead with its urban infrastructure projects and public facilities, such as building a 17,000-square meter Bangkalan Plaza, which is expected to cost up to Rp 57 billion (about US5.4 million) from its budget.
It would also build entertainment places and trading centers. The regency was rearranging traditional markets, such as the Ki Lemah Duwu traditional market, which will be rebuilt on a 3.5-hectare plot of land with some Rp 35.7 billion of the budget.
The Suramadu Bridge is believed to be able to develop tourism on Madura, dubbed a salt island.
Madura is thus far famous for its Karapan Sapi bull races and its pristine beaches; stretching from Bangkalan in the west to Sumenep in the east of the island spanning 5,000 sq km. Pamekasan is home to an eternal flame, also suitable to being developed into a tourist resort.
However, the tourism potential has not yet been optimally exploited. The beauty and uniqueness of Madura remain as stories among visitors and not many have enjoyed them directly.
According to East Java Asita tour operators association head Hariono Gondo Soewito, constraints include the lack of promotion of of Madura's tourism potential.
"If managed well, the tourism potential would also have a positive impact on the local people's economy."
Other negative aspects include very limited infrastructure and other supporting facilities, such as accessibility to tourist objects, clean water and good lodgings. These factors also limit package tours offered by tour operators to Madura to domestic visitors.
East Java Tourism and Cultural Office head Djoni Irianto concurred, saying thorough planning is needed to develop tourism in Madura, such as building supporting facilities.
"We are currently mapping out what is worthy of developing, due to high tourist potential Madura can offer to domestic and foreign visitors."
Pamekasan legislative councilor Hosnan Ahmadi said the legislature had issued 40 new local ordinances to anticipate negative influences from the Suramadu Bridge, such as an ordinance on tobacco trade arrangements and a bylaw to limit the distribution of alcoholic drinks.
East Java Deputy Governor Saifullah Yusuf said the administration had drawn up anti-vice ordinances in Madura and would put them into effect following the bridge's operation. "We invite investors to open factories in Madura, but we prohibit them from operating entertainment places, such as discotheques and brothels
sbyctzn June 12th, 2009, 09:46 AM Berita berita yang mantab!! Thanks
wangweijie84 June 12th, 2009, 03:42 PM http://i580.photobucket.com/albums/ss248/wangweijie84/L.jpg
The Indonesia CBRE Consulting team has assisted Rama Groupin its mixed-use development project, consisting of a shoppingcentre, a serviced apartment and a five-star hotel, and includeda retail market study assignment. The property is located inJalan Mayjend. Sungkono, Surabaya - West Java, with a totalland area of approximately three hectares and a GFA ofapproximately 3,376,000 sq. ft.
Proyek ga jelas tahun 2006 punya? tepatnya di jalan Mayjend Sungkono, Surabaya tapi diatas ditulis West Java (??), kalo diliat luas tanahnya besar sekali, di mayjend emang masih ada tanah segini
Sori ini gambarnya gua photo langsung dari internet abis dapet informasinya dari adobe reader
pecinta_surabaya June 12th, 2009, 03:48 PM ^^ Gambarnya mana ya?
wangweijie84 June 12th, 2009, 04:01 PM :):):) Maaf ini direpost lagi gambarnya, nama bangunannya Grand L.J Furleton Centre, dapet dari Asia The Property Edge 2006 ( 8th Edition )
http://i580.photobucket.com/albums/ss248/wangweijie84/L.jpg
wangweijie84 June 12th, 2009, 04:27 PM ^^Emang bener apa beritanya, sejauh ini kalo gua liat kok masih beda jauh yah ama Jakarta
Surabaya, the capital of East Java province, is one city that has seen rapid growth over the last decade. Economic growth in Surabaya, the second largest Indonesian city after Jakarta, has led to the emergence of discerning families that embrace a cosmopolitan lifestyle and who appreciate a comfortable life. This may explain the thriving malls, luxury houses, apartments and hospitality businesses such as hotels, cafes, discotheques and restaurants in Surabaya. To coincide with Surabaya's 715th anniversary, The Jakarta Post Surabaya correspondent I.D. Nugroho has prepared some feature stories on this City of Heroes for our Supplement section. The articles will give you a taste of the city's business potential, its people's unique traits, places of interest and the city's nightlife. ,
Surabaya has been dubbed the second metropolis after Jakarta and the city has made efficient use of this to expand and develop its role as a major business center. Growth in the 715-year-old city is fast speeding up. Despite criticism, apartments, malls and hotels are springing up everywhere. Is this an effort to get ahead of Jakarta?
It looks like Jakarta will have to watch out. The capital city will soon be rivaled by Surabaya, the second largest city in Indonesia. How could it be otherwise as in Surabaya, a city of more than 2.7 million people, there seems to be a race in construction projects. New malls, apartment buildings and elite housing estates are springing up everywhere.
The business world is the main yardstick. As the population increases, Surabaya, which has declared itself a city of trade, is honing its business development strategy by setting up Central Business Districts (CBDs). There are seven CBDs spread throughout a number of areas, from Kembang Jepun, which is the oldest trade center in Surabaya, to Ngagel, an industrial area.
"The regulation cannot be rejected as the city is moving ahead toward becoming a more modern city," said deputy mayor of Surabaya, Arief Affandi, to The Jakarta Post. In a CBD, there are various centers for business activities, such as shopping centers, markets, banks and modern offices. In addition, the CBDs also collaborate with a number of independently managed markets, such as Atum, Turi, Keputran, Paben and Genteng markets.
Malls and shopping centers have also become city landmarks, such as Surabaya Plaza, Mal Galaxy, Mal Surabaya, Tunjungan Plaza, Maspion Square, Jembatan Merah Plaza and Plaza Marina. There are also Pakuwon Supermall, Trade Center Pakuwon, Sungkono Trade Center, Royal Plaza and City of Tomorrow. "The construction of other business centers is now waiting. I hope the public can take advantage of them," Arife Affandi said.
The hotel industry is also experiencing a boom. Dubbed the city of heroes, Surabaya boasts 7,261 rooms in 136 hotels of various classes, ranging from the three-star or "jasmine" class to the five-star international hotels, namely Hotel Majapahit, Hyatt Regency Surabaya, Patra Surabaya Hilton, Shangri-La, Garden Palace, Sheraton Surabaya and J.W. Marriott.
Four-star hotels are represented by Surabaya Plaza Hotel, Novotel, Somerset and Hotel Ibis. Hotel Mercure Grand Mirama also entered the scene in February 2007. Managed by Acor, this hotel is located in the former Hotel Mirama. Mercure General Manager Neil Gow said the decision to build a hotel in Surabaya was prompted by the fact that demand always exceeds the number of hotel rooms.
"This means that it is still possible for the hotel business in Surabaya to develop fast," Neil told the Post. In just over a year of operation, Hotel Mercure Grand Mirama reports over 80 percent occupancy, in fact it claims to enjoy a higher occupancy rate than other hotels of the same class.
"As far as we know, we are still leading compared with the other four-star hotels," he noted.
Although there are many star-rated hotels in Surabaya, most are still located in Central Surabaya. However, hotels continue to offer employment opportunities. The Central Bureau of Statistics of Surabaya Municipality reports that in 2006 the hotel sector in Surabaya provided work for 8,130 people.
Aside from the property business, the housing and apartment business is also enjoying an upward trend in Surabaya. A number of elite housing estates in Surabaya are seeing an increase in sales. Take, for example, Wisata Bukit, Araya Bumi Mega, Taman Dayu and Perumahan Pakuwon. Each of these housing estates have experienced a 30 percent increase in sales. The apartment business is also experiencing a similar trend.
The apartment business is flourishing, especially since there is limited land available for construction and many people still find it important to live in urban areas. "Because of these two factors, Pakuwon Group has built apartment buildings in Surabaya," Sugema Nagasakti, Promotion Manager of Pakuwon Group, told the Post. Pakuwon Group has two apartment buildings, namely Grande Water Palace and East Coast Residence.
Most of 200 apartment units in the six towers of Grande Water Palace have been sold although the price is quite steep, at about Rp 400 million, Sugema said. "About 90 percent of all the units have been sold and will be handed over to the buyers in September 2008," he added.
In view of the flourishing property market in Surabaya, leading property agency Century 21 Indonesia has opened 12 branch offices in Surabaya. Information obtained by the Jakarta Post shows that property sales in Surabaya are of the same value as sales in Greater Jakarta. It is very likely that the value of these sales will soon exceed sales in Greater Jakarta.
The lifestyle of the urbanites in Surabaya has allowed the entertainment business and international fashion brands in Surabaya to flourish. Take, for example, cafes, karaoke centers and discotheques. There is a choice of 10 upmarket cafes and they are all located in downtown Surabaya. Likewise, there are also 13 discotheques.
There is no doubt about it, Surabaya is moving fast ahead. With its vision of "Development that is Smart and Cares", Surabaya is striving to accelerate growth in the flow of goods and services at the regional and international level. This is being done by connecting the urban area of Surabaya with an integrated spatial layout system supported by adequate infrastructure, transportation and information technology. It is no wonder then that Surabaya is looking even more attractive to the business world.
sbyctzn June 12th, 2009, 04:33 PM @wangweijie:
woww... itu proyek baru atau proyek lama yang dilanjutkan kembali?
Atau proyek yang rencananya lama tapi baru akan direalisasikan sekarang?
Diberitanya nyebutin gmn?
Thanks for advance..
wangweijie84 June 12th, 2009, 04:40 PM SURABAYA | Mon, 06/08/2009 11:10 AM
The Surabaya municipal administration is encouraging residents who were evicted from their homes along the banks of the Kalimas river to move into subsidized flats built by the administration.
The administration recently built the subsidized flats, including those in Wonorejo Kenjeran, and Tamahmerah, to accommodate the city's poor as well as the evictees, who recently had been evicted from Jagir, Wonokromo.
The municipality said that it would gradually complete installing facilities in the flats.
The head of the Surabaya City Development Planning Board (Bappeko), Tri Rismaharini, said on Friday there are enough flats to accommodate the evictees as well as other poor people who want to live there.
Risma said the administration plans to build three other subsidized apartment blocks next year. One will be in Babat Jerawat sub-district, Pakal district; the two others will be in Sememi sub-district, Benowo district.
Head of the Surabaya Building and Land Management department, Djumadi, said the municipality had allocated funds from the 2009 revised regional budget to build the three blocks of flats.
Technically, Djumadi said, the East Java provincial administration will build the flats in coordination with the municipality and related departments.
Even though the three blocks of flats will not be built until next year, the municipality will continue to evict residents living along the banks of Kalimas river.
However, only a small number of evictees are willing to live in subsidized flats. Many of them are waiting for clear regulations on rent and ownership to be made regarding the flats.
Poor infrastructure in the area, including the limited availability of clean water and electricity, has deterred many from moving in to the flats. Furthermore, the location of the building is far for the city center and availability of public transportation in limited.
"Our children still need education. Their schools are located near our previous houses. This condition also has prevented us from moving far away from here," said Ening, a mother of two.
wangweijie84 June 12th, 2009, 04:53 PM @wangweijie:
woww... itu proyek baru atau proyek lama yang dilanjutkan kembali?
Atau proyek yang rencananya lama tapi baru akan direalisasikan sekarang?
Diberitanya nyebutin gmn?
Thanks for advance..
Kayaknya proyek lama deh n meragukan, CBRE itu CB Richard Ellis, perusahaan worldwide real estates
Di britanya cuman nyebutin akan dibangun mix-use development project terdiri dari shopping centre, apartment 5 star hotel n retail market study assignment di jalan Mayjend Sungkono, Surabaya ( 3,376,000 sq.ft )
arif doank June 12th, 2009, 05:55 PM surabya veri nice city
arif doank June 12th, 2009, 05:59 PM KAPAN YA SURABAYA BISA MENYAMAI JAKARTA
wangweijie84 June 12th, 2009, 06:11 PM Ini link informasi tentang proyek CBRE di Surabaya
www.cbre.com.cn/china/Eng/document/marketreports/asia%20property%20edge%20(jan-june%2006).pdf
teddybear June 12th, 2009, 06:55 PM Here let me post the project posted by Wangweidjie again. I am speculating that this might be planned to be built in front of Ciputra World. There is a big empty land over there. The owner, as I know, is the one who owns ex Ramayana Hotel or LJ Meritus still u/c right now. The name of this is preceded by LJ (LJ Fullerton) and said by Rama group.
http://img33.imageshack.us/img33/8774/ljfullerton.jpg
The Location is the one with red box, the blue box is Ciputra World:
http://img37.imageshack.us/img37/3508/ljfullerton2.jpg
arif doank June 13th, 2009, 09:56 AM numpang nanya gedung tertinggi d surabaya berapa lantai ya???
wangweijie84 June 13th, 2009, 08:57 PM @teddybear :
Thanks Teddybear, btw ini proyek bener2 nya udah lama cuman ga tau sekarang ada progress ga?!
Seingetku tanah disitu datarannya lebih tinggi yah daripada Ciputra World trus di sebelahnya ada universitas, daerahnya banyak ruko. Hmm aga ga cocok buat mix-used development lagian bakal saingan ma Ciputra World, tapi bagus juga buat permulaan di Mayjend Sungkono, membayangkan kawasan Mayjend semuanya berderet bangunan tinggi.
teddybear June 13th, 2009, 09:10 PM arif_doang: yg pasti 40 lantai lebih, tapi tepatnya 40 berapa gua kurang tahu pasti. itu tuh salah satu tower dari adhiwangsa apartment.
wangweidjie: on second thought, apa mungkin tanah yg dimaksud ya ciputra world itu ya, yg sekarang jadi mixed used dengan mall. Hmm, tapi dengan jelas disebutkan itu LJ Fullerton. Kenapa menurut kamu nggak cocok ya kalo tanah kosong itu dibangun demikian. Enak kan datarannya tinggi jadi nggak usah pusing mikirkan kebanjiran? Ya, semestinya daerah MayJend harusnya berderet gedung tinggi, daripada ruko.
wangweijie84 June 14th, 2009, 07:00 PM teddybear:
^^ aku sih cuman liat dari segi estetika aja sih, segi negatif nya aga jomplang sih menurutku kalo sebelahnya universitas trus sebelahnya bangunan mix used punya, ditambah seberangnya ada Ciputra World. Yah di Indonesia sekolah penuh dengan commercial, mirip kayak di UPH Cito.
Segi Positif nya, tentu saja ini menghidupkan ekonomi di daerah sini, mungkin universitas ( lupa namanya ) dgn adanya bangunan mix-used disekitarnya makin meningkatkan kualitas universitas tersebut
wangweijie84 June 14th, 2009, 07:25 PM Plans to build a rail link between Jakarta’s Soekarno-Hatta International Airport and the city have been delayed again.
The six consortiums interested in undertaking the work have requested more time to prepare their proposals although the government had hoped that work would begin in the second half of this year.
The 30km line is expected to cost around US$400 million and would link the airport with Manggarai rail station in Jakarta.
RaiLink, a joint venture between state-owned railway company PT Kereta Api and the airport operator PT Angkasa Pura II, is one of the bidders.
Meanwhile, Indonesia’s Transportation Ministry said it was working on plans with PT Kereta Api to provide rail services to airports in Medan, Padang and Surabaya.
Construction work on the Medan project was expected to start this year, while the Padang and Surabaya projects would begin in 2010, a spokesman said.
surya regency June 15th, 2009, 11:31 AM Kawasan Sidoarjo Utara, bakal ada pembangunan besar, setelah RS mitra keluarga - 2 waru. Lokasi Imer motor sebelah makro waru sudah rata dengan tanah. rencananya akan dibangun pusat perbelanjaan Giant Hypermarket
sayang saya gak punya fotonya
sbyctzn June 15th, 2009, 03:14 PM Ternyata ada juga investor yang bangun kelanjutan tol gempol pasuruan sampe probolinggo...
Pemerintah pusat dampingi RDTR jalan tol Probolinggo
Senin, 15 Juni 2009 | 11:29 wib ET
PROBOLINGGO Pemerintah pusat siap memberi bantuan teknis (bantek) kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan sepanjang jalan tol yang direncanakan.
Selain kawasan sepanjang jalan tol, bantek juga diberikan dalam pembahasan kawasan pesisir dan pantai, serta kawasan pemerintahan di Kecamatan Krasaan, Probolinggo. Bantek akan dilaksanakan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum.
Direktur Jenderal Penataan Ruang Imam S Ernawi, mengatakan bahwa bantuan teknis diberikan agar penyusunan RTRW Kabupaten Probolinggo yang nantinya akan menjadi peraturan daerah benar-benar sesuai kaidah penataan ruang.
“Selain itu bisa terjadi sinergi dalam pelaksanaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten Probolinggo sendiri,” jelas Imam dalam kunjungan kerjanya ke Probolinggo, pekan lalu (10/6/09).
Selanjutnya Imam mempertegas bahwa penetapan program pemanfaatan ruang Kab. Probolinggo sepenuhnya menjadi kewenangan Pemkab Probolinggo. Kegiatan bantuan/pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah pusat lebih ditujukan untuk pengembangan best practice dalam penyusunan RTRW kabupaten.
Bantuan teknis (Bantek) senilai Rp2,5 miliar ini akan dilaksanakan secara multiyears yang dialokasikan pada tahun 2009 sebesar Rp1 miliar dan tahun berikutnya senilai Rp 1,5 miliar.
Bantek tersebut termasuk bantuan dalam penyusunan Rencana Detil Tata Ruang, peraturan zonasi dan singkronisasi program dengan implementasi.
Menurut catatan kabarbisnis.com, pada 2008, Grup Bakrie mengambil alih Tol Pasuruan-Probolinggo (Jawa Timur) sepanjang 45 kilometer. Tol ini diperkirakan menelan investasi Rp 3,3 triliun, termasuk biaya pembebasan lahan sebesar Rp 149 miliar.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Hasan Aminudin mengemukakan kendala yang dihadapi Kabupaten Probolinggo. Menurut Hasan, pendapatan asli daerah Kabupaten Probolinggo sebagian besar atau sekitar 65% habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan gaji dan administrasi lainnya sehingga hanya 35% yang dapat digunakan untuk pembangunan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Penataan Ruang Wilayah II Sri Apriatini Soekardi mengatakan RTRW Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat jadi contoh bagi kabupaten-kabupaten lainnya dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kegiatan pendampingan ini akan dilakukan secara menerus sampai dengan waktunya pembangunan dilaksanakan,” ujar Sri dihadapan para peserta rapat tim teknis kegiatan Peningkatan Penataan Ruang Kabupaten Probolinggo.
Ia menambahkan, salah satu hal yang diharapkan tercapai melalui bantek ini adalah jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat dalam penyelenggaraan penataan ruang. kbc7
kabarbisnis
sbyctzn June 15th, 2009, 03:16 PM Kawasan Sidoarjo Utara, bakal ada pembangunan besar, setelah RS mitra keluarga - 2 waru. Lokasi Imer motor sebelah makro waru sudah rata dengan tanah. rencananya akan dibangun pusat perbelanjaan Giant Hypermarket
sayang saya gak punya fotonya
imer motor itu ada dimana??
sidoarjo mana? dekat juanda kah?
atau dekatnya mana?
pecinta_surabaya June 15th, 2009, 05:12 PM ^^ IMER motor itu deretan pom bensin dan rs mitra keluarga 2..
Klo dr arah sidoarjo ke surabaya kiri jalan,,setelah aloha,sebelum rs mitra keluarga..
Apa bener dibangun Giant??
Wah,,
teddybear June 16th, 2009, 07:32 AM LJ Meritus seen from a parking building (TP ?). Photo by iwe. There are low rise buildings construction on the background, seems to be Jayanata Beauty Center?
http://farm4.static.flickr.com/3344/3627822331_d130a7bd66_o.jpg
pecinta_surabaya June 16th, 2009, 04:00 PM Yakin apa ?? :ohno:
ZAMP Masuk Tahap Lelang
AIR siap minum dari keran rasanya agak berlebihan jika melihat kualitas air PDAM sekarang. Tapi, bukan tidak mungkin hal itu bakal terjadi. Sebab, proyek Zona Air Minum Prima (ZAMP) itu kini memasuki tahap lelang. Empat investor menyatakan tertarik menggarap proyek tersebut.
''Saat ini sudah prakualifikasi. Setelah itu tahap kualifikasi. Sudah ada empat yang mendaftar. Mereka berasal dari Surabaya dan Jakarta,'' kata Direktur PDAM Surabaya Muhammad Selim.
Dia menjelaskan, PDAM memang ngebut merealisasikan proyek ini. Sebab, ZAMP termasuk salah satu proyek yang cukup lama tertunda. PDAM menjadwalkan, enam bulan ke depan proyek sudah selesai dikerjakan. Namun, jika ada kendala, proyek itu paling lambat selesai pada 2010. ''Targetnya tahun ini. Mudah-mudahan berjalan lancar,'' ujarnya.
Jika benar-benar terealisasi, lanjut Selim, kualitas air PDAM nanti seperti produk air mineral kemasan atau isi ulang. Kualitasnya sangat bagus dan bebas bakteri, sehingga warga bisa langsung mengonsumsi air PDAM langsung dari keran tanpa dimasak lebih dahulu.
Pembangunan jaringan dan instalasi ZAMP tersebut tak bisa langsung dibuat di seluruh wilayah Surabaya. Proyek itu lebih dulu diuji coba di perumahan Laguna atau kini bernama Pakuwon City.
''Kami buat pilot project dulu. Bagaimana responsnya? Kalau memang bagus dan banyak diminati masyarakat, kami akan mengembangkan ke wilayah lain,'' terang alumnus Teknik Kimia ITS tersebut.
Mengenai lelang, PDAM akan melakukan seleksi ketat terhadap perusahaan yang mendaftar. Perusahaan yang punya pengalaman mendapat poin khusus. Sebab, untuk pembangunan ZAMP diperlukan teknologi mutakhir. Proyek bisa gagal jika alat yang digunakan tidak sesuai.
Selim mencontohkan, pipa yang digunakan wajib anti-bocor. Sebab, jika sampai bocor, produk ZAMP tidak lagi bisa dikonsumsi karena kemasukan bakteri.
Faktor penawaran harga juga jadi pertimbangan bagi PDAM. ''Kalau bisa pemenangnya adalah perusahaan yang punya pengalaman, teknologinya bagus, dan harganya murah,'' terang pria berkumis tebal itu.
Lebih lanjut Selim mengatakan bahwa lelang ZAMP bukanlah lelang investasi. Sehingga, harga penawaran yang diajukan peserta adalah biaya pengerjaan pembangunan jaringan sekaligus harga teknologi yang diterapkan.
PDAM sudah punya anggaran khusus untuk proyek ini. Selim mengaku tidak ingat persis berapa nilai proyek tersebut. Dia hanya memberi ancar-ancar nilainya sekitar Rp 2,5 miliar sampai Rp 2,7 miliar.
Jika proyek ZAMP sudah diuji coba, kata Selim, masyarakat tidak perlu khawatir produk air PDAM sama seperti sekarang. Air yang bisa langsung minum itu debitnya akan lebih besar. Tidak ada lagi istilah mampet. Keuntungan lainnya adalah harga. Meski lebih bersih dan bisa langsung minum, tarif ZAMP sama dengan tarif air PDAM saat ini.
Ketua Dewan Pelanggan PDAM Ali Musyafak menyambut positif perkembangan proyek ZAMP tersebut. Namun, dia meminta PDAM benar-benar serius menggarapnya. ''Jangan sampai kualitasnya jelek. Minimal seperti air isi ulang. Mesti harganya agak mahal, kalau kualitasnya bagus, kami kira tidak jadi masalah bagi pelanggan,'' kata Ali.
Debit air juga harus diperhatikan sungguh-sungguh. Sebab, sudah bukan rahasia lagi bahwa air PDAM tidak bisa mancur setiap waktu. Kadang, air lebih banyak keluar pada malam hari saja. ''Kalau tidak salah, proyek ini sudah lama. Sekitar 2000-an dimulai. Tapi, tidak selesai-selesai. Bahkan, peralatannya sudah sempat diujikan di PDAM. Ya, kalau sekarang diselesaikan, itu lebih baik,'' katanya.
pecinta_surabaya June 16th, 2009, 04:06 PM http://img37.imageshack.us/img37/9927/73159large.jpg
Target Tuntas Tahun Ini
SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) terus mengebut proyek pembangunan rumah sakit (RS) pendidikan di Kampus C Mulyorejo. RS pendidikan pertama di Indonesia itu tetap ditargetkan rampung akhir 2009. Tahun depan dijadwalkan mulai dioperasikan.
Wakil Rektor II Unair Prof Muslich Anshori mengatakan, saat ini pembangunan RS pendidikan terus berlangsung. ''Pembangunan fisik harus rampung akhir 2009. Tahun depan baru kelengkapan isi rumah sakit,'' katanya kemarin (15/6).
Tujuan pembangunan RS pendidikan itu, lanjut Muslich, untuk kepentingan praktik para mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK). Selain itu, RS tersebut akan memberikan pelayanan dan penelitian unggulan bidang penyakit tropis, degeneratif, dan penyakit bencana alam.
''Kami menjamin rumah sakit itu maupun para tenaga medisnya unggul dalam penelitian dan pendidikan, baik spesialisasi maupun keperawatan,'' kata Guru Besar Fakultas Ekonomi itu.
Dia menjelaskan, nanti masyarakat tidak perlu takut menjadi percobaan bagi mahasiswa yang praktik di RS pendidikan itu. Pasien akan diperiksa secara berlapis.
arif doank June 16th, 2009, 04:36 PM areal cbd d surabaya kok g' berkembang ya????
justru yg berkembang surabaya bagian barat!!!
dnysma9 June 17th, 2009, 05:20 AM setahu saya itu proyek Bank BCA, dikerjakan Kontraktor Waringin.. kebetulan saya mau ikut kerja praktek di proyek itu,... moga-moga nanti dapat banyak informasi dari sana, trus ntar bisa di posting kesini....:cheers:
teddybear June 17th, 2009, 05:23 AM ^makasih banyak dnysma9! kita pingin tahu berapa lantai Bank BCA tsb.? Dan kalo ada foto rendering/gambarnya boleh di posting!
dnysma9 June 17th, 2009, 05:25 AM kalo ada yang punya informasi tolong di posting ya...
saya butuh sekali,,, minggu depan mau mulai KP disana...
sbyctzn June 17th, 2009, 11:55 AM ^^ IMER motor itu deretan pom bensin dan rs mitra keluarga 2..
Klo dr arah sidoarjo ke surabaya kiri jalan,,setelah aloha,sebelum rs mitra keluarga..
Apa bener dibangun Giant??
Wah,,
thx, ternyata itu... memang kemarin waktu lewat lahannya sudah rata dengan tanah...
sbyctzn June 17th, 2009, 11:58 AM areal cbd d surabaya kok g' berkembang ya????
justru yg berkembang surabaya bagian barat!!!
siapa bilang cbd downton tidak berkembang????
lha itu graha bukopin, lj meritus, trillium, gcs mall conv dan hotel????
menurut saya malah kedua daerah itu sama berkembangnya kok sekarang, memang untuk tahun lalu yang pesat itu surabaya barat....
Hadi June 17th, 2009, 08:01 PM Siap Tampung 650 PKL
Rabu, 17 Juni 2009 | 8:28 WIB | Posts by: Judi Prasetyo | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis
SURABAYA-SURYA-Sebanyak 13 sentra pedagang kaki lima (PKL) segera dibuka. Sentra yang pembangunannya menelan dana Rp 20 miliar dan mampu menampung 650 PKL itu di antaranya berada di Penjaringan Sari, Gayungan, Indrapura, Manukan Tama, Gunungsari, Jalan Semarang dan Rungkut Asri.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Surabaya Hadi Mulyono mengungkapkan dari 13 sentra PKL baru itu beberapa di antaranya sudah ada. Namun keberadaannya belum sah seperti PKL ikan hias Gunungsari. “Ke depannya mereka akan kami tata dengan penambahan fasilitas seperti kanopi. Itu sudah ada grand desainnya,” kata Hadi, Selasa (16/6).
PKL yang menempati sentra ini selain tidak akan digusur, juga akan mendapat bantuan modal dan pembinaan, seperti pelatihan memasak. Untuk pelatihan pemkot akan menggandeng Surabaya Hotel School (SHS).
Sebelumnya sudah ada tujuh sentra PKL, yakni Lapangan Karah, Taman Bungkul, Dharmawangsa, Urip Sumoharjo, Gunungsari, Kampung Buku dan Ampel.
Khusus sentra PKL Urip Sumoharjo ada penambahan kanopi seluas 376 meter persegi bantuan PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) yang diresmikan Selasa malam. Kanopi yang menelan anggaran Rp 247 juta ini mampu menampung 30 stan.
Manajer Humas dan Comdev PT PJB Trimurti Ekho S mengungkapkan bantuan ini hanya sebagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT PJB untuk Surabaya. “Tahun ini kami anggarkan Rp 5 miliar untuk CSR,” kata Ekho. uus
Lokasi Sentra PKL Baru
1. Penjaringan Sari
2. Gayungan
3. Indrapura
4. Manukan Tama
5. Ikan Hias Gunungsari
6. Sentra Buku Jalan Semarang
7. Rungkut Asri
8. Kalianak Ex Perikanan
9. Tanah Merah
10. Pesapen Sel Unggas Hobi
11. Kyai Tambak Deres
12. Lidah Kulon
13. Karah
skyscrpr June 18th, 2009, 08:17 AM ..NEW MEMBER..
skyscrpr June 18th, 2009, 08:20 AM ada rencana siloam hospital gubeng mw bkn extension..
rendering is on main lobby..
i think it's height about 15 storey..
anyone can post it in here..?? i don't have a digcam..
teddybear June 18th, 2009, 08:33 AM ^Rencananya mau dibangun sebelah Siloam Hospital sekarang? Dimana ada tanah kosong?
skyscrpr June 18th, 2009, 11:31 AM ya..siloam yang sekarang, lahannya bkn berupa tanah kosong, tp msh berupa parkir mobil/motor sm rumah-rumah (tp sdh kosong) & jg udh di pagar seng warna ijo..jd slama ini siloam bkn mw bangun rmh sktny di cito..
skyscrpr June 18th, 2009, 11:35 AM ooh lp..ad satu lg,,mega proyek SMAN 16..renederingny keren bo'..konon ktny luas SMAN 16 sby yang di prapen itu sktr 3 ha..knp g jd mall aj y..??
teddybear June 18th, 2009, 05:24 PM ^emangnya kenapa keren kalo cuman sekolah? bisa dijelaskan lebih detail?
sbyctzn June 19th, 2009, 03:52 PM http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/75817large.jpg
[ Jum'at, 19 Juni 2009 ]
Pembebasan Lahan 99 persen Pembangunan Frontage A Yani Mulai Juli
RENCANA pembangunan frontage road di Jalan Ahmad Yani semakin terang. Sesuai dengan jadwal, jalur pendamping jalan arteri itu mulai dikerjakan pertengahan Juli nanti. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono mengatakan, pembangunan frontage road akan dilakukan bertahap. Untuk tahap awal, pemkot hanya akan merealisasikan frontage sepanjang satu kilometer. ''Mulai depan Giant Hypermarket hingga RSAL dr Ramelan," kata dia.
Sri Mul -sapaan Sri Mulyono- menjelaskan, pembebasan lahan di sepanjang area yang bakal dikerjakan itu telah mencapai 99 persen. ''Tinggal satu gapura dan satu poskampling saja. Itu kan tidak sulit," ujarnya.
Pelaksana proyek dipilih melalui proses lelang. Saat ini, proses tender hampir final. Kontraktor yang lolos prakualifikasi sudah memaparkan rencana kerjanya dan dinilai oleh tim lelang dari DBMP. ''Pengumuman pemenangnya 25 Juni nanti," terang pria asal Solo itu.
Selanjutnya, dua minggu sejak pengumuman lelang, frontage akan mulai dikerjakan. Pertama, kontraktor akan menguruk lahan. "Pengurukan memerlukan tanah yang banyak karena lahan itu kan bekas rawa-rawa. Tanahnya labil," imbuh Sri Mul.
Setelah diuruk, tanah akan dipadatkan secara mekanik. Agar hasilnya maksimal, area frontage harus dipadatkan secara alami. "Kami akan melakukan open traffic atau pembukaan lahan untuk arus lalu lintas supaya tanah menjadi padat karena aktivitas kendaraan yang melaluinya," jelas Sri Mul.
Open traffic itu dilakukan selama dua bulan. Aktivitas lalu lintas di atas tanah tidak beraspal tentu akan menimbulkan debu. Apalagi, Juli nanti memasuki masa kemarau. Untuk menghindari debu di area frontage, DBMP akan menyiramnya dengan air.
Setelah dinilai cukup padat, proyek yang menghabiskan anggaran Rp 3,5 miliar itu akan diaspal. Sri Mul menargetkan frontage tersebut selesai akhir Desember 2009. Untuk ruas frontage selanjutnya, Sri Mul belum berani menjanjikan. "Pembebasan lahan belum selesai. Kalau semua sudah jelas, pasti kami kerjakan," tegas dia. (uri/oni)
jawapos today
sbyctzn June 19th, 2009, 03:55 PM ooh lp..ad satu lg,,mega proyek SMAN 16..renederingny keren bo'..konon ktny luas SMAN 16 sby yang di prapen itu sktr 3 ha..knp g jd mall aj y..??
iya nih... keren gimana??? jangan-jangan cuma biasa saja???
sbyctzn June 19th, 2009, 04:13 PM universitas wijaya kusuma extention.
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/uwk.jpg
teddybear June 19th, 2009, 09:45 PM ^Where is Universitas Wijaya Kusuma located? Wijaya Kusuma? It looks like another 8-10 storey building?
sbyctzn June 20th, 2009, 08:34 AM ^^
UWK is in Dukuh Kupang Ted, TVRI belok ke utara kalau dari mayjen Sungkono...
teddybear June 20th, 2009, 08:53 AM ^Interesting! Ternyata banyak proyek tersebar di seantero Surabaya.
Tertarik dengan proyek perluasan RS Siloam yang katanya beberapa rumah dan lahan parkir telah dipagari untuk proyek ini. Ada fotonya nggak ya?? Coba saya list lagi proyek2x yang sedang berjalan, yang telah disebut atau dipost disini:
1. Ciputra World
2. Trilium
3. Grand City
4. Adhiwangsa
5. Aston Twin Apartment
6. Graha Sampoerna
7. Gedung BCA di seberang Graha Sampoerna
8. Perluasan RS Siloam
9. Perluasan Hotel Royal
10. Universitas Wijaya Kusuma
11. East Coast Residence
12. LJ Meritus
13. Apartemen Puncak Permai
14. Gelora Bung Tomo (SSC or GBT)
15. Oval Hotel (finishing)
16. Dupak Grosir
17. Cosmopolis
18. High Point Apartment
19. Jayanata Beauty Plaza
20. University of Ciputra
21. US Consulate
Proposed or Possible next projects:
1. Pemuda Palace
2. Surabaya Design Center
3. Tunjungan Plaza 5
4. Union Square
5. Apartemen di HR Mohammad ex Gedung Militer
6. Apartemen dekat Royal Plaza
7. Apartmen di Darmo Trade Center
8. Lippo Superblock in West Surabaya
9. LJ Fullerton seberang Ciputra World
10. Mega Darmo
11. Darmo Hill Apartment
12. Green Gate Apartment ?
13. Pakuwon Extension
14. Darmo Fashion Walk
15. Rich Prada
16. Gedung RRI di Pemuda
17. Apartemen di dekat Graha Pena oleh Podo Joyo Mashur ?
18. Ekspansi Office/Service Apartment Somerset
19. Graha Family Hospital
20. University of Ciputra Apartments
21. Hotel Bintoro
Infrastructure:
1. Tol Sumo
2. Banyu Urip
3. MERR
4. Menur
5. Semolowaru
6. Frontage Road Ahmad Yani
Anybody wants to add, please do.
Kalo udah di list jadi lebih gampang untuk mengikuti perkembangannya!
sbyctzn June 20th, 2009, 08:56 AM dupak grosir
hotel Liberty
ted...
MinImaX June 20th, 2009, 11:25 AM RSSB (Rumah Sakit Surabaya Barat) (finished?)
Universitas Ciputra ext (finishing)
US Consulate
Tol Sumo, MERR, Banyu Urip, Menur, Semolowaru
UC Apartments
untuk teddybear: saya edit saja ya, supaya tidak menambah post baru :)
teddybear June 20th, 2009, 04:10 PM ^RSSB itu apa?
sbyctzn June 21st, 2009, 06:59 AM ^^
RSSB itu Rumah sakit surabaya barat
sbyctzn June 21st, 2009, 07:12 AM walaupun terganjal, tapi ternyata rs dr soetomo juli nanti ada proyek baru lagi... nih yang dicetak tebal, apa mungkin seperti GDC ya??? dg nilai investasi 200 miliar lebih???
[ Minggu, 21 Juni 2009 ]
Proyek Hotel Cari Investor
PROGRAM jangka panjang RSUD dr Soetomo yang akan mendirikan hotel rumah sakit (hostel) kembali terganjal. Hingga kini belum ada investor yang tertarik menanamkan modalnya dalam proyek hostel tersebut.
Menurut Wakil Direktur Pelayanan Medik (Wadir Yanmed) RSU dr Soetomo, dr Urip Murtedjo SpKJ KL, sampai saat ini belum ada investor yang bersedia menanamkan modalnya dalam proyek tersebut. ''Proyek hotel rumah sakit ini memang tidak menggunakan dana APBN atau APBD Pemprov Jatim, tapi kita menggandeng pihak ketiga yang mau bekerja sama dengan kami," jelas Urip kemarin.
Tertundanya pembangunan hostel tersebut memang mengecewakan pihak RSUD dr Soetomo. Pasalnya, rumah sakit milik pemprov itu sudah merencanakan untuk memulai proyek pembangunan hostel bulan depan. ''Tapi, karena belum ada investor, kemungkinan proyek tersebut akan tertunda sampai tahun depan,'' lanjut dokter ahli bedah plastik itu.
Menurut rencana, hotel rumah sakit itu akan dijadikan fasilitas penginapan murah bagi keluarga pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit itu. Yang diutamakan adalah pasien kelas 3 atau dari kalangan masyarakat miskin (maskin). Dengan adanya hotel rumah sakit itu, diharapkan keluarga pasien maupun pengunjung tidak boleh lagi tidur di lorong-lorong rumah sakit. ''Karena itu, biaya penginapannya pun nanti harus terjangkau keluarga pasien kelas tiga ," imbuh Urip.
Tidak hanya maskin, hostel itu juga menyediakan penginapan untuk para dokter dari luar kota yang praktik dan belajar di rumah sakit rujukan itu. Meski ditujukan untuk menampung keluarga pasien kelas tiga, hotel bertingkat tersebut akan dibangun dengan konsep modern (zuster huis). Selain kamar-kamar penginapan, hostel juga dilengkapi ruang pertemuan yang bisa dimanfaatkan untuk sidang ilmiah, serta sebuah hall serbaguna. ''Konsep seperti ini diadopsi dari RS di Singapura. Jadi hotel itu nanti juga bisa disebut rumah sehat," katanya.
Di samping pembangunan hotel, RSUD dr Soetomo juga akan mewujudkan pembangunan gedung Pusat Penanganan Jantung Terpadu (PPJT). Berbeda dengan hotel, proyek PPJT sudah mendapat kucuran dana Rp 203 miliar dari APBN/APBD. ''Jadi, pembangunannya akan dimulai Juli nanti," ungkap Urip.
Proyek yang lain, RSUD dr Soetomo akan membangun pusat ginjal atau kidney center. Rumah sakit tersebut juga akan menambah 25 unit alat cuci darah atau hemodialisis dalam waktu dekat. (ken/ari)
taken from jawapos today
KelvinatorNL June 23rd, 2009, 03:35 AM hello everyone
i have a question
what's the status of a really tall tower (but didn't complete after the asean crsis in '97) which is between rungkut/ngagel and the centre of sby?
I don't have a streetname but the only thing i know is the fact the building is already incomplete for more than 10 years (2 years ago, still nothing happened with the building)
And what about the building next to sogo/tp 4? Is it already being finished or still 'under construction'? (also like 4-6 years untouched...)
teddybear June 23rd, 2009, 03:39 AM what's the status of a really tall tower (but didn't complete after the asean crsis in '97) which is between rungkut/ngagel and the centre of sby?
I don't have a streetname but the only thing i know is the fact the building is already incomplete for more than 10 years (2 years ago, nothing happened with the building)
There is Adistana Apartment but together with its neighbor is called E-Square (E2). Still stalled, no investor wants to continue.
And what about the building next to soho/tp 4? Is it already being finished or still 'under construction'?
Crystal Apartment still stalled. It is belong to Mas Murni Group, the owner of Garden Hotel. It has been 12 years and no sign to be continued. :(
Ebek21 June 23rd, 2009, 08:55 AM Gw baru saja kembali dr 1 week visit ke Sby. Yg jelas tidak melewatkan kesempatan naik Suramadu Bridge, sampe 2 kali loh, siang sekali, malam sekali. Maklum masih digratiskan (skrg sudah bayar). Kesan pertama bener2 top abisss deh. Apalagi di sisi Maduranya, sejauh mata memandang, masih tanah kosong semua. Gw masuk Madura sampai lumayan jauh, ada 6-7 km. Kalo diterusin bisa sampe Bangkalan, sayang waktu gak mencukupi.
Pemandangan dr bentang tengah Suramadu ke arah Surabaya bener2 eksotis loh. Kayak view skyline yg sering nongol di banner SSC ini. Besok2 kalo mau ambil foto skyline Sby, nggak perlu repot2 naik kapal atau naik heli, tinggal naik ke bentang tengah Suramadu saja. Fotonya sudah dipost oleh sbyctzn disini kan. Bangga deh, walaupun gak tinggal lg di Sby, tp gw termasuk diantara para pengguna pertama jembatan ini.
Yg potensial jd sumber kemacetan adalah perempatan Kenjeran-Kedung Cowek. Berani taruhan, disitu pasti makin lama makin macet seiring makin banyaknya kendaraan spd motor dan mobil yg pp ke/dari Madura . Mestinya dr skrg sudah langsung diprogram bikin flyover. Kalo nggak, pasti sangat nggak nyaman lewat situ. Padahal itu jalur penting di Sby Utara.
Ebek21 June 23rd, 2009, 09:04 AM Kunjungan kali ini gak ambil foto sama sekali. Foto2 Sby kan sudah banyak diposting oleh sbyctzn dkk, jd kl ini no pics ya hehehe..
Lewat depan Meritus beberapa kali, makin dilihat makin bagus. Gak sabar nunggu jadinya. Gedung BII, sayang terbakar ya, untung cuma sebagian aja, padahal malam sebelum terbakar gw masih lewat sana 2 kali loh. Grand City, kok tidak seheboh di foto ya, mungkin gara2 sudut lihatnya gak pas, kemudian pagar2 yg jelek itu masih menghalangi pemandangan aja, gak sabar kapan dibongkar tuh. Ciputra World, perkembangannya bagus, skrg sudah kelihatan jelas dr Jl. Mayjend SUngkono. Trillium juga sudah terlihat jelas dr Jl. Pemuda, tp kok cuma satu crane ya ? Modal cupet atau pemilik proyek pelit ?? Maspion gt loohh..
YG mengesankan skrg jalan di HR Mohammad yg sudah full dua arah dan mulus lus dr Bundaran Satelit sampe Patung Kuda. Keren loh, apalagi kl lewat malam2. Kalo siang mah, kanan kiri masih belepotan rumah dan ruko2. Flyover Sumo juga sudah mulai terbentuk. Percaya deh, akhir tahun ini seksi 1A bisa kelar. Sayang gak sempat lewat MERR sama sekali, ya moga2 aja semua lancar.
teddybear June 23rd, 2009, 08:06 PM Thanks Ebek for telling us about your visit! Here is Aston Twin Apt., progress is kinda slow. Thanks again to Jeremy!
http://farm3.static.flickr.com/2470/3653588069_63cc14ed51_b.jpg
Grand City:
http://farm4.static.flickr.com/3549/3653587319_a81d9da3d2_b.jpg
sbyctzn June 24th, 2009, 11:58 AM Gw baru saja kembali dr 1 week visit ke Sby. Yg jelas tidak melewatkan kesempatan naik Suramadu Bridge, sampe 2 kali loh, siang sekali, malam sekali. Maklum masih digratiskan (skrg sudah bayar). Kesan pertama bener2 top abisss deh. Apalagi di sisi Maduranya, sejauh mata memandang, masih tanah kosong semua. Gw masuk Madura sampai lumayan jauh, ada 6-7 km. Kalo diterusin bisa sampe Bangkalan, sayang waktu gak mencukupi.
Pemandangan dr bentang tengah Suramadu ke arah Surabaya bener2 eksotis loh. Kayak view skyline yg sering nongol di banner SSC ini. Besok2 kalo mau ambil foto skyline Sby, nggak perlu repot2 naik kapal atau naik heli, tinggal naik ke bentang tengah Suramadu saja. Fotonya sudah dipost oleh sbyctzn disini kan. Bangga deh, walaupun gak tinggal lg di Sby, tp gw termasuk diantara para pengguna pertama jembatan ini.
Yg potensial jd sumber kemacetan adalah perempatan Kenjeran-Kedung Cowek. Berani taruhan, disitu pasti makin lama makin macet seiring makin banyaknya kendaraan spd motor dan mobil yg pp ke/dari Madura . Mestinya dr skrg sudah langsung diprogram bikin flyover. Kalo nggak, pasti sangat nggak nyaman lewat situ. Padahal itu jalur penting di Sby Utara.
sudah nyoba naik Jembatan yang melintas diatas jalan akses di kaki suramadu bek?
tambah eksotis bek.... karena kelihatan semua dari atas...
MinImaX June 24th, 2009, 05:08 PM Welcome back Ebek! :)
Hari minggu kemarin ada crane yang bergerak2 di dekat Aston Twin Tower, terlihat dari kejauhan (Pasar Atum) . Mungkin pembangunan hypermarket?
Ada konstruksi baru di dekat Unesa Citraland, mungkin rusunawa untuk mahasiswa Unesa?
Lenmarc siang malam terus dikerjakan, finishing di luar dan di dalam. Lampu2 yang menyala dari dalam Lenmarc pada saat pekerjaan finishing memberikan harapan besar akan bertambahnya keindahan kota Surabaya di malam hari.
Tidak sempat ambil foto untuk kali ini.
Ebek21 June 24th, 2009, 05:29 PM ^^ Kok kelihatannya Aston Twin Tower itu gak lancar ya ? Kelihatannya kok sama saja dgn foto update terakhir disini waktu aku melintas di dekatnya.
@sbyctzn : Gak sempat mandeg2 waktu di Suramadu. Waktu pergi sana bareng2 rombongan keluarga, mana sempat mandek2 segala.
Oh iya, sempat lihat project Konjen USA di Citraland waktu malam hari. Kelihatannya gak tinggi sih, tapi yg pasti luas sekali. Taman Undaan juga sudah jadi, tinggal air mancurnya saja yg belum dipasang.
teddybear June 25th, 2009, 01:29 AM ^Minimax, kepingin liat foto crane dekat Aston Tower. Emang kalo Hypermart koq pake crane, kalo bukan gedung tinggi?
Aston ada kemajuannya tapi pelan. Foto yang gua dapat kapannya cuman kerangka beton, sekarang ada dinding dan jendela.
Ebek, ntar kalo udah jadi baru bisa komentar apa Grand City bagus nggak. Kan masih konstruksi.
Nggak ada foto update High Point? Hotel Royal extension? Hotel Biliton? Lahan perluasan RS Siloam? Graha Sampoerna? Gedung BCA? Trilium?
MinImaX June 25th, 2009, 12:10 PM Aston Twin Tower, taken from Pasar Atum Mall.
http://img523.imageshack.us/img523/1182/astontwintower090621.jpg
teddybear June 25th, 2009, 03:35 PM ^Thanks Minimax! Hmm, wonder how tall that project will be? If they use crane, usually it will be at least 8 floors!?
sbyctzn June 26th, 2009, 06:05 AM Foto GBT dari Jawapos... sayang resolusinya kecil.... yang di versi cetaknya jawapos sebenarnya besar...
terlihat so huge.. soalnya berjumlah 7 lantai..
lebih besar dari palaran yah????
palaran kalau tidak salah cuma 5 lantai...
tidak sabar akan jadi apa nantinya... pasti besarrrr banget...
http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/77052large.jpg
archiholic June 26th, 2009, 06:39 AM Welcome back Ebek! :)
Hari minggu kemarin ada crane yang bergerak2 di dekat Aston Twin Tower, terlihat dari kejauhan (Pasar Atum) . Mungkin pembangunan hypermarket?
Mungkinkah proyek Buthan Trade Mall di bekas RS Mardi Santoso ?
teddybear June 26th, 2009, 07:33 AM Mungkinkah proyek Buthan Trade Mall di bekas RS Mardi Santoso ?
Gua rasa bukan Buthan Trade Mall. Kan itu terletak di daerah Bubutan. Kalo ini rasanya sekitar Kalianyar - Undaan??
surya regency June 29th, 2009, 08:01 AM Untuk memperluas jaringan ritelnya, Shell Indonesia akan membuka cabang SPBU yang berlokasi di Jl. Raya Waru, Sidoarjo, tepatnya disebelah selatan Ruko Gateway Waru. Yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.Hal ini berarti nantinya akan ada 3 SPBU disepanjang jalan raya Waru, mulai dari budaran Aloha sampai RS Mitra Keluarga -2 Waru. Yang jaraknya kurang dari 1 KM.
why_pp3 June 29th, 2009, 08:23 AM Gua rasa bukan Buthan Trade Mall. Kan itu terletak di daerah Bubutan. Kalo ini rasanya sekitar Kalianyar - Undaan??
betul... dulu itu bekas sekolah petra.. yang udah di bongkar.... apa mungkin sekolah petra di bangun ulang...
sbyctzn June 29th, 2009, 09:10 AM Untuk memperluas jaringan ritelnya, Shell Indonesia akan membuka cabang SPBU yang berlokasi di Jl. Raya Waru, Sidoarjo, tepatnya disebelah selatan Ruko Gateway Waru. Yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.Hal ini berarti nantinya akan ada 3 SPBU disepanjang jalan raya Waru, mulai dari budaran Aloha sampai RS Mitra Keluarga -2 Waru. Yang jaraknya kurang dari 1 KM.
pantesan ada bongkar-bongkar lahan di sebelahnya ruko gateway waru...
btw, kok boleh ya dalam jarak yang begitu dekat begitu ada 3 SPBU? 2 pertamina, dan 1 Shell.
BTW lagi itu lahan bekas imer motor yang akan dibuat GIANT luasnya minta ampun, apa benar mau dibangun GIANT?
kalau benar mungkin GIANT nya tidak akan lebih dari 3 lantai.
teddybear June 29th, 2009, 02:38 PM ^bisa post map, supaya tahu tepatnya dimana tuh?
Hadi June 29th, 2009, 03:45 PM Dukung Tol Tengah Kota, Bank Jatim Undang BPD se-Indonesia
29 Juni 2009 19:05:00 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Surabaya (beritajatim.com) - Bank Jatim siap bergabung dalam sindikasi pembiayaan tol tengah Kota Surabaya tahap I (Waru-Wonokromo). Proyek ini senilai Rp 1,7 triliun.
Tol tengah sebelumnya direncanakan menghubungkan Waru-Perak dengan nilai investasi Rp 5,3 triliun. Dengan demikian, investor yang akan masuk wajib memasukkan modal Rp 1,6 triliun atau 30 persen dari nilai proyek. Nilai tersebut dianggap terlalu berat oleh kalangan investor.
Dalam perkembangannya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto bersama Gubernur Jatim Soekarwo telah menyetujui pembangunan tol tengah kota antara Waru-Wonokromo terlebih dahulu sebagai section pertama.
Persetujuan ini merupakan alternatif dari jalur Waru-Perak yang dinilai terlalu memberatkan investor. Pada 6 Juli 2009 mendatang, Bank Jatim akan mengundang Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia sebagai tahap finalisasi pembiayaan tol tengah.
“Dengan membangun tahap I saja, maka investor tol tengah kota cukup menyetor Rp 600 miliar sebagai penyertaan modal. Setelah itu, baru pihak perbankan masuk melalui sindikasi,” jelas Direktur Utama Bank Jatim Moeljanto di Surabaya dalam suatu acara pembukaan RM Padang, Jl Kertajaya Indah Surabaya, Senin (27/6/2009).
Namun dia enggan mengungkap berapa nilai penyertaan Bank Jatim dalam sindikasi kredit tersebut. Sejumlah bank besar akan terlibat dalam pembiayaan proyek ini, antara lain Bank Mandiri dan BNI.
Dia mengungkapkan, tol tengah dengan jalur Waru-Wonokromo ini terhitung layak setelah dilakukan feasibility study. Tingkat internal rate of return (IRR) proyek ini mencapai 18 persen yang berarti proyek layak untuk menerima investasi.
“Hasil dari studi juga mengungkapkan bahwa jalur Waru-Wonokromo dilintasi 145.000 hingga 165.000 kendaraan setiap harinya," imbuhnya. (tok/bj0)
Ebek21 June 29th, 2009, 05:11 PM ^^ Interesting !! Finally we got a news from this long awaited project.
Hadi June 30th, 2009, 08:13 AM Kredit Sindikasi Tol Tengah Kota Dikebut
Selasa, 30 Juni 2009 | 8:52 WIB | Posts by: Judi Prasetyo | Kategori: Ekonomi & Bisnis | ShareThis
SURABAYA - SURYA-Sempat terhenti karena pendanaan, rencana pembangunan tol tengah kota yang digagas sejak 1997, kini mulai diseriusi. Taksiran awal, proyek ini membutuhkan investasi senilai Rp 4,7 triliun, namun karena terbentur krisis kini membengkak hingga Rp 5,3 triliun.
Dirut PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim Moeljanto mengungkapkan, beban investor semakin berat untuk mendanai 30 persen dari total proyek, makanya tidak segera rampung. Akibatnya, beban pembiayaan sindikasi juga ikut naik. “Namun, kalau tidak segera diselesaikan justru akan bertambah berat bebannya,” kata Moeljanto, di Surabaya, Senin (29/6).
Untuk memantabkan rencana itu akan digelar rapat akbar bersama seluruh Dirut BPD se-Indonesia, juga Dirut Bank Mandiri, BNI, BRI, pada 6 Juli mendatang, bertempat di kantor Bank Jatim. “Kami akan melakukan financial closing untuk menghitung ulang pendanaan, sekaligus pembagian tanggungjawab,” ujar Moeljanto.
Rencana awal, jelas Moeljanto, akan dibahas pendanaan seksi I dari Waru-Wonokromo yang diprediksi menelan dana sekitar Rp 1,7 triliun. “Berdasarkan feasibility study tol tengah seksi I ini sangat visible. Internal rate return (IRR) sampai 18 persen, volume kendaraan bisa 165.000 unit per hari,” jelasnya.
Untuk pendanaan sindikasi tol ini, Moeljanto mengakui, kontribusi Bank Jatim tak melebihi Rp 400 miliar. Selain mendanai kredit sindikasi tol tengah kota, 2009 Bank Jatim juga menyalurkan kredit sindikasi untuk pembangunan jalan tol Mojokerto-Kertosono Rp 177 miliar, PT Eterindo Wahanatama Rp 100 miliar, Pupuk Kaltim Rp 200 miliar (dari total sindikasi Rp 7 triliun).
“Tahun ini kita memang ekspansi kredit sampai 24 persen. Posisi penyaluran kredit secara keseluruhan (outstanding) mendekati Rp 9 triliun. Diharapkan sampai akhir 2009 bisa Rp 9,5 triliun,” katanya. ame
fajarmuhasan June 30th, 2009, 08:44 AM apakah ada sketch-nya utk jalan tol dalam kota surabaya atau link kemana?
teddybear June 30th, 2009, 08:45 AM ^Apa jadi emangnya? Lewat mana saja tol di tengah kota kan tambah jelek kotanya dilewati jalan tol gitu! Kenapa nggak jalan lewat MERR itu yg benar2x digarap, sehingga bisa dibuat jalur pintas ke Juanda?
Hadi June 30th, 2009, 05:30 PM Tol Tengah Dibatalkan
Selasa, 30 Juni 2009 | 11:13 WIB
SURABAYA - Pemkot Surabaya memastikan program pembangunan tol tengah ditutup. Program tol dari Waru hingga Perak ini sudah dibatalkan pemkot sejak 2007 lalu setelah evaluasi pengadaannya menunjukkan banyak dampak negatif.
”Kami sudah menutup program tol tengah, sehingga kami tidak menerima tawaran dari investor mana pun, termasuk upaya pendanaannya,” kata Kepala Badan Peremcanaan Pebangunan Kota (Bappeko), Tri Rismaharini, Selasa (30/6). Penegasan ini diungkapkan Risma menanggapi niat sejumlah bank di Jatim untuk mendanainya.
Menurut Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini, ada sejumlah alasan pembatalan program tol tengah. Alasan pertama, jalan tol di tengah kota tidak mungkin diwujudkan dalam waktu singkat dan biaya murah.
Kedua, calon investornya, PT Margaraya Jawa Tol (MJT) yang sempat ditujuk pemerintah pusat dan disetujui pemkot tidak memiliki program yang jelas. Ketika diminta untuk mempresentasikan kesiapan rencana dan dananya, mereka gagal menjelaskannya secara detil.
Awalnya, tol tengah ini akan memiliki tiga interchange, yakni di dekat Stasiun Gubeng, di Wonokromo, dan di Bundaran Dolog (Jl. A Yani). Pembangunan interchange ini pasti menggusur ribuan rumah warga di sekitarnya.
”Jumlah warga yang terdampak tol tengah sangat banyak dan tidak mungkin dipindah dalam waktu singkat dan sesuai keinginan warga. Karena itu kami setuju dibatalkan,” kata Risma.
Selain itu, tol tengah awalnya dibangun untuk mengurai kemacetan. Padahal, pemkot juga sedang membangun frontage road (FR) di Jl. A. Yani yang dipastikan akan mengurangi kemacetan pula di akses keluar-masuk Surabaya itu.
”Kalau pembangunan FR ini sudah jadi, untuk apalagi tol tengah? Tidak ada artinya, kan,” ungkapnya.
Selain itu, jalan tol hanya untuk kendaraan roda empat dan berkecepatan tinggi. Kendaraan dengan kecepatan tinggi di atas kawasan Surabaya justru tidak tepat karena kondisi lokasi tidak memungkinkan, yakni berkelok-kelok.
Alasan lainnya, pemkot juga punya program pembangunan jalan tol lingkar timur Surabaya. Jalan tol luar di sisi timur ini berada di tepi pantai Surabaya Timur yang panjangnya sekitar 24 km dan menghubungkan Juanda-Perak pula. ”Kalau mau, ya tol di Surabaya Timur ini saja yang digarap. Kan sama saja tujuannya,” katanya.
Penegasan pemkot ini mematahkan upaya beberapa bank di Jatim yang berencana melakukan pembiayaan patungan untuk proyek jalan tol tengah. Dirut Bank Jatim, Muljanto mengatakan, bank yang ikut sindikasi tersebut antara lain Bank Mandiri, BNI, dan 11 Bank Pembangunan Daerah (BPD), termasuk Bank Jatim. Bank Jatim sendiri sebagai ”tuan rumah” siap dana Rp 300-400 miliar.
Tanggal 6 Juli mendatang direncanakan adapemaparan pembangunan tol tengah dari investor maupun Pemprov Jatim. Pemprov diharapkan menjadi pemain utama dalam pembebasan lahan yang memang selalau menjadi pengganjal utama pembangunan jalan tol.
Untuk saat ini, katanya, bank baru menyediakan pembiayaan untuk tahap pertama sebesar Rp 1,7 triliun (rute Waru-Wonokromo). pur
abijafar July 1st, 2009, 03:37 AM Tol Tengah Dibatalkan
Selasa, 30 Juni 2009 | 11:13 WIB
SURABAYA -. pur
^^ So I guess Govt. of Surabaya has been thinking ahead of us. A very good decision. Let make the capital owner to develop as the goverment/people thinking not a vice versa.
pecinta_surabaya July 1st, 2009, 05:05 AM ^^ Alasan yg masuk akal utk pembatalan tol tengah kota..
FR udh lebih dr cukup,asal cepat terealisasi..
Tol lingkar timur jg berpotensi mengurai kemacetan jalur tengah..
Smoga keduanya cepat terealisasi..
Ebek21 July 1st, 2009, 05:28 AM Pemikiran yg patut didukung. Saya lebih setuju segera membangun Surabaya Outer Eastern Ring Road itu plus penyelesaian MERR secepatnya daripada membangun tol tengah kota yang akan merusak wajah kota dan kemungkinan besar penyelesaiannya akan makan waktu sangat lama. Outer Ring Road itu kan sebagian besar lahannya berupa rawa2 milik Pemkot sendiri di pesisir timur Sby, untuk pengadaan lahannya pasti tidak begitu sukar.
Tapi tol tengah kota ini kan sudah disetujui dan termasuk dalam RTRW Surabaya (yg diprogram sejak lama), sudah dilelang juga dan pemenangnya juga sudah ada. Memangnya masih bisa dicancel tah ?
Ebek21 July 1st, 2009, 06:34 AM Membaca Peluang Pasar Ikan Bulak
Oleh: Arif Lukman Hakim, PNS di Pemprov Jatim, Pernah Mengajar di UWK Surabaya
SEBUAH tempat untuk ajang pamer produk perikanan laut bagi nelayan Surabaya segera dibangun di Nambangan, Kedung Cowek. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menganggarkan biaya Rp 18 miliar untuk membangun tempat yang diberi nama Pasar Ikan dan Produk Olahan Laut Bulak itu.
Selain berfungsi sebagai pusat penjualan, pasar tersebut juga didesain sebagai tempat mengolah ikan kategori kurang baik agar tetap bernilai jual tinggi. Dalam jangka panjang, pemkot berharap agar pasar itu bisa mengurangi ketergantungan nelayan kepada tengkulak (Jawa Pos, 31/5).
Langkah Pemkot Surabaya membangun pasar ikan tersebut patut diapresiasi. Di tengah sulitnya menaikkan produksi ikan karena sumber daya yang sangat terbatas, upaya menaikkan nilai tambah produk hasil laut menjadi satu-satunya pilihan realistis.
Seperti diketahui, meski sepertiga wilayah Kota Surabaya berbatasan dengan laut, potensi ikannya tidak terlalu besar. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan penduduk saja, para pedagang masih mendatangkannya dari daerah-daerah penghasil ikan lain di Jawa Timur. Misalnya, Lamongan, Gresik, dan Madura.
Selain itu, armada penangkap ikan yang dimiliki nelayan Surabaya kebanyakan masih tradisional. Mereka menggunakan perahu kecil dengan motor tempel. Kondisi itu meyulitkan nelayan Surabaya menangkap ikan ke lokasi lain yang lebih potensial.
Apalagi, dengan dalih otonomi, laut seakan sudah dikapling sesuai dengan batas wilayah. Nelayan Surabaya sering diusir nelayan daerah lain ketika menangkap ikan di daerah yang bukan kaplingnya. Dengan armada masih tradisional, nelayan Surabaya tak akan mampu bila dituntut berebut wilayah tangkapan dengan nelayan daerah lain.
Sisi positif lain yang bisa ditarik dari rencana pembangunan pasar ikan itu adalah adanya kerja sama dengan tiga pihak sekaligus. Yakni, Telkom, Sampoerna, dan Carrefour. Telkom membantu memberikan modal kepada para istri nelayan yang tergabung dalam kelompok usaha mandiri. Mereka diajari cara mengolah hasil laut oleh petugas dari Sampoerna. Mereka juga diberi bantuan peralatan modern. Misalnya, alat untuk membuat pentol bakso dari ikan dengan kapasitas 18 ribu pentol per jam.
Peran Carrefour dalam hal ini adalah menampung aneka produk yang dibuat kelompok usaha nelayan tersebut. Produk olahan itu dikemas dalam dua branding. Satu dijual di tempat, satu lagi dijual di Carrefour. Itu bisa menjadi awal yang baik untuk menyinergikan peluang usaha tradisional dan keberadaan pasar modern di Surabaya.
Yang perlu diingat, ide positif membangun pasar ikan dan produk olahan laut itu jangan sampai mengabaikan pasar ikan yang sudah ada. Yakni, Pasar Ikan Pabean. Sudah sekian tahun pasar itu tak pernah disentuh, seolah di-status quo-kan. Padahal, untuk pengembangan kota ke depan, pemkot seharusnya berani mengubah Pasar Pabean, direlokasi atau cukup direvitalisasi.
Pasar Pabean, yang selama ini menjadi pasar ikan satu-satunya di Surabaya, sudah sangat tidak representatif untuk melayani kebutuhan penduduk Surabaya. Selain berlokasi di pusat kota, kapasitasnya sudah tak lagi mampu menampung hasil laut (baca: ikan) dari daerah-daerah penghasil ikan di Jawa Timur. Apalagi, pasar itu sudah berusia hampir seabad sejak dibangun kali pertama pada 1918.
Bila yang dipilih revitalisasi, ada kendala tempat yang sangat terbatas dan tata ruang yang tumpang tindih. Lokasi Pasar Pabean terlalu dekat dengan wisata religi Masjid Ampel. Tempat itu juga sudah dipenuhi kawasan niaga lain yang lebih tinggi nilai ekonominya. Apalagi, lokasi itu berimpit dengan jalan akses terdekat ke Jembatan Suramadu dari arah tengah kota.
Karena itu, relokasi merupakan pilihan yang lebih mungkin. Bila Pasar Ikan dan Produk Olahan Laut Bulak belum digagas, pilihannya bisa di Tambak Oso Wilangun atau Dupak Interchange. Masalahnya, pemkot sudah menetapkan pilihan membangun pasar ikan di daerah Kedung Cowek.
Untuk memenuhi dua keinginan itu, Pasar Ikan dan Olahan Laut Bulak mestinya dibangun dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Lahan dua hektare seperti yang direncanakan jauh dari cukup. Apalagi, lahan yang tersedia di sekitar lokasi pembangunan pasar sangat luas. Pemkot tak perlu ragu membangun pasar yang lebih luas. Sebab, pembangunan Pasar Ikan dan Produk Olahan Laut Bulak bisa menjadi titik awal pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Kota Surabaya.
Taken from Jawapos, Jun 7, 2009
sbyctzn July 1st, 2009, 06:48 AM ^bisa post map, supaya tahu tepatnya dimana tuh?
waduh... saya tidak punya google earth ted...
lagian pc di rumah tidak konek internet...
ya sekedar info walaupun berupa kalimat,
lokasinya itu ada di sebelum bundaran Aloha Sidoarjo (gerbang jalan akses juanda non tol),
atau sebelah barat jalan A Yani arah ke Sidoarjo setelah bundaran Waru...
atau setelah lokasi proyek RS Mitra Keluarga II di sisi jalan yang sama..
sekitar setengah kilometer ke arah Sieoarjo dari Bundaran Waru.
kira-kira sudah tau lokasinya?
sbyctzn July 1st, 2009, 06:50 AM Pemikiran yg patut didukung. Saya lebih setuju segera membangun Surabaya Outer Eastern Ring Road itu plus penyelesaian MERR secepatnya daripada membangun tol tengah kota yang akan merusak wajah kota dan kemungkinan besar penyelesaiannya akan makan waktu sangat lama. Outer Ring Road itu kan sebagian besar lahannya berupa rawa2 milik Pemkot sendiri di pesisir timur Sby, untuk pengadaan lahannya pasti tidak begitu sukar.
Tapi tol tengah kota ini kan sudah disetujui dan termasuk dalam RTRW Surabaya (yg diprogram sejak lama), sudah dilelang juga dan pemenangnya juga sudah ada. Memangnya masih bisa dicancel tah ?
setuju juga Bek, mending banun TOL lingkar timur saja.. Pemkot sudah benar tuh.. mending pemkot ngajak Bank Jatim untuk bangun TOL lingkar timur saja, fungsinya kan sama saja..
bozanova July 1st, 2009, 07:30 AM setuju bu risma (saya dukung nanti jadi walikota:lol:)....tol tengah kota akan menambah keruwetan serta merusak landscape dan jalur hijau...mending tol lingkar timur, tol lintas timur - barat, jalan lingkar barat...^^
rizalhakim July 2nd, 2009, 11:06 AM new??
Summit Residence...6 blocks 36storeys residence towers and commercial development
http://www.surbana.com
click under indonesia
teddybear July 2nd, 2009, 01:44 PM ^Thanks rizal. It is under "Showcase," and it said design concept, so I am afraid it is not real project but just a concept study. Here are the photos from my screenshot. If I am not wrong, the location is besides SCTV, and across Apartemen Puncak Permai. Could this be the study project for Union Square then they change the design? Is there any sign of development on the land next to SCTV (I did remember somebody mention there is something going on around SCTV)?
http://img529.imageshack.us/img529/2470/summit3.jpg
http://img529.imageshack.us/img529/752/summit1.jpg
http://img440.imageshack.us/img440/8008/summit2.jpg
wangweijie84 July 2nd, 2009, 03:52 PM segi delapan gua prefer banyakin gedung perkantoran kayak di mega kuningan lebih pas de, katanya surabaya barat mau dijadiin CBD baru malah type residential tp gapapa deh daripada ga ada hehehe yg penting tinggi
teddybear July 2nd, 2009, 06:40 PM ^Imagine if all projects are constructed. In front of this project is Union Square, and across this project is Apartemen Puncak Permai!
wangweijie84 July 3rd, 2009, 03:25 AM I know all of items re highrises, but they re most residential n hope will be built office building, Surabaya has lack of office building, so sad because our demand office still low, most of highrises in western just residential tower like adhiwangsa, ciputra, beverly, puri matahari n waterplace.... how about you all comment?
Teddybear :
sekarang ada di Surabaya yah?!
Ebek21 July 3rd, 2009, 03:50 AM Ini urusan serius, kalau terlalu lama dibiarkan, bisa hilang daya saing pelabuhan Tg. Perak di dunia internasional. Kok bisa ya hal konyol seperti ini terjadi di Indonesia ?? Bangun pipa sembarangan. Serius, Pemkot Sby dan Pemprov Jatim mesti berjuang keras agar pipa itu bisa direlokasikan. Jaman sekarang jangankan kedalaman 11,5 m, kedalaman 16 meter saja sudah pas2an, idealnya paling tidak 18 m. Makanya pipa itu mesti dipendam jauh di bawah dasar laut, bukan melintang seenaknya.
Pelindo III desak pemerintah relokasi pipa Kodeco
Menyebabkan kapal bermuatan besar tidak bisa melintas
SURABAYA - General Manager PT Pelindo III Cabang Surabaya Achmad Baroto mendesak pemerintah untuk segera merelokasi pipa gas milik PT Kodeco Energy Co, Ltd.
"Keberadaaan pipa gas milik PT Kodeco ini sangat membahayakan dan merugikan pelayaran di Selat Madura. Untuk itu kami meminta kepada pemerintah agar memerintahkan PT Kodeco Energy untuk segera melakukan relokasi pipa tersebut," kata Achmad Baroto kepada kabarbisnis.com di Surabaya, Kamis (2/7/09).
Pipa berdiameter 16 inci dengan panjang 60 kilometer ini, kata Baroto, melintas tepat di buoy 8. Padahal, lebar arus pelayaran di buoy 8 terbilang paling sempit di sepanjang Selat Madura, hanya sekitar 100 meter dengan tingkat kedalaman 9,5 meter.
Hal tersebut membuat kapal tamker atau supertanker dengan kapasitas lebih dari 2.000 kontainer tidak bisa masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak.
"Selama ini kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Administrasi Pelabuhan (Adpel). Akan tetapi masih belum ada kejelasan. Sampai saat ini, pipa yang melintas di tengah buoy 8 tersebut belum direlokasi," jelasnya.
Sejak pipa gas tersebut terpasang pada Februari 2008, hanya kapal yang berkapasitas 1.800-2.000 yang bisa melintas. Sedangkan kapal bermuatan 2.000-4.000 kontainer tidak bisa melintas.
"Kapal bermuatan besar kan butuh lintasan dengan kedalaman sekitar 11,5 meter. Sementara sekarang kedalaman selat tersebut tidak lebih dari 9,5 meter. Ini sangat merugikan," lanjutnya.
Humas PT TPS Wara Djatmika menuturkan, akibat terhambatnya kapal besar masuk di perairan Tanjung Perak, realisasi kerjasama antarpelaku usaha terancam tidak maksimal.
"Padahal, saat ini, ada banyak pelaku usaha yang melakukan kerjasama pengapalan dengan menggunakan satu kapal besar untuk mengangkut atau mengirim produk mereka. Dengan cara ini, biaya pengapalan bisa dihemat," kata Wara.
Menurut dia, kerja sama yang terbangun ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi banyak pelaku usaha. Selain bisa menguntungkan perusahaan yang bersangkutan dan agen pelayaran, juga bisa menguntungkan operator kapal. Sebab biaya pengoperasian satu kapal muatan besar dengan kapal muatan kecil tidak jauh beda.
"Tetapi, karena adanya pipa tersebut, akhirnya kerja sama itu terancam berhenti. Dan akhirnya, keuntungan yang mereka dapatkan juga tidak maksimal," katanya.
Ditemui di tempat yang sama, Walikota Surabaya Bambang DH menyatakan, Pemkot Surabaya dalam waktu dekat akan membicarakan hal ini di Jakarta. Sebab reloaksi pipa tersebut terkait dengan proyek nasional. Sehingga, izin dan sebagainya harus melalui pemerintah pusat.
"Dalam waktu dekat saya akan ke Jakarta untuk menyampaikan persoalan ini. Sebab keberadaan pipa tersebut memang sangat menghambat jalur transportasi laut di Tanjung Perak," kata Bambang.
Taken from Kabar Bisnis, Jul 2, 2009
hermawan July 3rd, 2009, 07:01 AM 16 Investor Siap Garap di Madura , Total Investasi Rp 1,7 Triliun
Jumat, 3 Juli 2009
Surabaya - Surya -Sedikitnya 16 investor dipastikan mengantongi izin usaha di Pulau Madura, setelah Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) resmi dibuka pada 10 Juni 2009.
Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi Jawa Timur Harry Soegiri menyatakan, dari 16 investor yang disetujui itu, sembilan di antaranya merupakan penanam modal asing (PMA).
“Mereka siap menanamkan modalnya di tiga kebupaten, yakni Bangkalan, Sumenep, dan Sampang, dengan total nilai investasi lebih dari Rp 1,7 triliun,” kata Harry, di Surabaya, Kamis (2/7).
Menurut dia, ketertarikan investor menanamkan modalnya tidak lain sebagai dampak tersambungnya jalur transportasi dari Pulau Madura ke Pulau Jawa. “Guna mendukung kelancaran investasinya, mereka berharap pada pemerintah untuk memperhatikan antara lain, infrastruktur pendukung, kemudahan perizinan di daerah, dukungan iklim investasi, keamanan, dan ketersediaan lahan,” kata Harry, seperti dirilis Antara.
Mereka juga berharap respons positif masyarakat sekitar, yang akan sangat membantu berkembangnya investasi. “Para investor, khususnya investor asing, sangat memahami keinginan banyak pihak termasuk pemerintah, agar berkembangnya dunia industri di Madura tidak mengusik kearifan budaya lokal. Mereka menjamin akan tetap menjaga budaya masyarakat Madura yang agamis dan religius,” katanya.
Ketua Dewan Pembangunan Madura Muhammad Zaini menambahkan, majunya pembangunan Madura nanti tetap pada jalur yang ditetapkan yakni, tidak mengusik budaya Madura yang religius dan kental dengan ajaran-ajaran agama Islam.
Karena itu, pihaknya sudah mengantisipasi dengan membuat kesepakatan antarsemua pihak, khususnya dengan bupati dan gubernur, agar membuat regulasi khusus.
Tunggu Pemerintah
Sementara itu, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) berharap, kaki jembatan Suramadu segera diwujudkan sebagai kawasan industri, mengingat potensinya cukup besar untuk menarik investor asing maupun dalam negeri.
“Tapi keputusannya masih menunggu pemerintah, karena pengelolaan jembatan Suramadu kini ditangani badan otorita BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu),” ujar Rudhy Wisaksono Dirut PT SIER, belum lama ini.
Menurut Rudhy, PT SIER dalam hal ini tidak ikut berinvestasi melainkan sebagai operator. “Kita belum tahu akan dilibatkan apa tidak, yang pasti jika dilibatkan bukan dalam hal pembangunannya namun hanya sebatas operator seperti selama ini,” katanya.
Wilayah yang potensial sebagai kawasan industri membentang sekitar 600 hektare di kaki Suramadu sisi Surabaya dan 600 hektare di sisi Madura. “Untuk pendanaan pengembangan kawasan itu bisa melalui pemerintah pusat, join venture, atau PT SIER sendiri,” imbuh Rudy. ame
Investor Asing (PMA)
* Sumenep: PT Dwi Bina Utama (sektor perikanan), PT Miwon Mina Samudera, PT Aneka Boga Nusantara, dan PT Citra Wirajaya Bhakti (ketiganya makanan dan minuman), serta PT KPY Interprise Indonesia (industri kimia).
* Bangkalan: PT Madura Guano Hanbai (perdagangan) dan PT Semen Madura (industri semen).
* Pamekasan dan Sampang: PT Swissco Indonesia (transportasi laut domestik) dan PT Chenglong Petroleum Service (pertambangan minyak dan gas bumi, jasa penumpang, dan perdagangan impor).
Investor Dalam Negeri (PMDN)
* Bangkalan: PT Adiluhung Saranasegara, PT Ben Santosa (keduanya industri pembuatan dan perbaikan kapal), dan PT Madura Investama (industri makanan dan air minum kemasan).
* Sampan: PT Pembangunan Tambak Udang (pembibitan dan budi daya udang) dan PT Garam Persero (makanan dan industri garam).
* Sumenep: PT Maxima Mutiara Indonesia (pembibitan dan budi daya mutiara), PT Karyadibya Mahardhika (pengolahan tembakau), dan PT Indogas Kriya Dwiguna (jasa penunjuang pertambangan minyak dan gas bumi).
Sumber : www.surya.co.id
Hadi July 3rd, 2009, 07:07 AM [ Jum'at, 03 Juli 2009 ]
Pemkot Bangun Pelabuhan di Teluk Lamong
SURABAYA - Dalam waktu dekat, Surabaya memiliki pelabuhan peti kemas baru. Pemkot bersama PT Pelindo III dan sebuah investor dari Surabaya akan membangun dermaga baru di Teluk Lamong, sebelah utara Terminal Tambak Oso Wilangun.
Ditemui setelah membuka Pasaraya 2009 di Gramedia Expo kemarin (2/7), Wali Kota Bambang D.H. menjelaskan, kepastian itu diperoleh setelah sebuah investor menyatakan siap membangun Pelabuhan Teluk Lamong. Proses detail engineering design (DED) pun telah dilakukan.
Pembangunan pelabuhan baru tersebut merupakan jawaban atas keluhan pelaku bisnis mengenai keterbatasan fasilitas di pelabuhan peti kemas Tanjung Perak. Pelabuhan tersebut hanya memiliki kedalaman 11 meter. Akibatnya, kapal-kapal besar tidak bisa bersandar.
Selama ini, 60 persen kapal berukuran besar yang akan mengirimkan barang ke Asia Timur dan Eropa harus berhenti di Singapura. Mereka harus memindahkan muatannya dari kapal besar ke kapal kecil karena kapal besar tidak bisa merapat di Perak. Pelaku bisnis harus mengeluarkan biaya charge jasa dermaga karena aktivitas bongkar muat di Singapura. ''Dengan begitu, harga barang kita menuju tempat tujuan jadi mahal,'' tutur Bambang.
Dengan adanya Pelabuhan Teluk Lamong, Bambang mengharapkan kapal-kapal besar bisa bersandar. ''Mudah-mudahan bisa lebih dalam sehingga keluhan beberapa pihak, eksporter maupun importer dalam dan luar negeri, bisa diatasi,'' tuturnya.
Mantan ketua DPC PDIP Surabaya itu menjelaskan, jika Surabaya memiliki pelabuhan berkapasitas sesuai kebutuhan kapal besar, ekspor bisa semakin berkembang. Harga barang di tempat tujuan juga bisa ditekan. Daya saing produk Surabaya pun jadi semakin tinggi.
Asisten II Sekkota Bidang Pembangunan Ekonomi Muhlas Udin membenarkan rencana pembangunan pelabuhan itu. Hanya, dia belum mengetahui kapan pembangunannya dimulai. ''Pembicaraan dengan Pelindo dan investor terus dilakukan,'' ucapnya.
Menurut Muhlas, pembangunan pelabuhan itu masih terkendala izin dari pemprov. Izin hanya diberikan untuk pembangunan dermaga seluas 50 hektare. Padahal, pelabuhan itu didesain untuk 500 hektare. Pemprov meminta pembangunan pelabuhan tersebut dilakukan secara bertahap.
Muhlas menambahkan, awalnya rencana pembangunan Pelabuhan Teluk Lamong ditolak pemprov. Sebab, pemprov khawatir ekosistem di Teluk Lamong terganggu jika pantainya direklamasi menjadi pelabuhan. Pemprov akhirnya setuju setelah diinformasikan bahwa pelabuhan itu nanti menggunakan sistem tiang penyangga.
''Semua risiko atas pembangunan pelabuhan sudah dipikirkan dan dicari solusinya. Termasuk, jika pembangunan pelabuhan menyebabkan permukaan air laut naik dan meluber ke darat,'' tegas Muhlas. (uri/ari)
copied from Jawa Pos.co.id
Hadi July 3rd, 2009, 07:14 AM The Rich Pradah
This apartment complex development will take place on a land area of 10,000 square meters for the first phase and the next phase will expand to 30.000 square meters. The first development expected to build 831 apartments, contain four apartment types; 1 bedroom, 2 bedroom, 3 bedroom and Penthouse.
This project is expected to be completed by the end of 2009, with sales completed over 2009-2012.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/view-3-r220Small.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/view-4-r220Small.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/view-720Small.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/view-820Small.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/view-920Small.jpg
wah ini ya rich pradah..... lokasi persis nya dimana ya?
|
|