View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development


Pages : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 [18] 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

Ebek21
September 15th, 2009, 12:02 PM
^^ Sementara itu aja dulu. Rasanya gak banyak lg proyek yg tersisa, yg lain paling2 proyek jalan seperti box culvert, pedestrian dan pelebaran jalan Kalianak. Proyek2 taman juga sudah selesai. Trillium juga masih segitu2 aja. Kalo sempat boleh deh difoto sekali lagi Grand City, Oval Hotel, Aston Twin Tower, Graha Wismilak, RS Bedah, dan Ciputra World, tp yg dr JPO Darmo Park. Thanks in advance ya :)

teddybear
September 15th, 2009, 02:56 PM
Thanks for all the photos, sbyctzn! Looks like Meritus has changed the design a bit. They put more glasses on the right side. But that is fine. More glasses is better, imo.

skyscrpr
September 15th, 2009, 08:26 PM
iya maunya sih semakin tinggi... sampe 10 lantai... tapi itu 7 lantai sudah lumayan kok.... sudah kelihatan huge untuk ukuran Rumah Sakit....
Salut sama Unair... tidak rugi jadi BHMN.... kampusnya maju pesat...
tapi dampak buruknya yang kena itu mahasiswa....
SPP nya naik sampai 80%
Next mau bangun Apartemen mahasiswa dan Gedung Perkantoran di lokasi Kampus B daerah Dharmawangsa.

wah jadi bertambah ya Rumah sakit di Surabaya... pantas jadi "Health Tourism City"

owh... iya.... MERR lumayan.... sudah mulai kebentuk jalannnya...
tetap jalan terus kok.... banyak pekerjanya juga...
Tol sumo sudah mulai pemasangan Girder Simpang susun.... dan tetep jalan terus... tidak macet...
besok habis lebaran saya update...

apakah ada yang kelupaan??? proyek apa lagi yah di SBY???
MERR, TOL SUMO, EASTCOAST, ADHIWANGSA,????

request high point apt siwalankerto dnk..
katany udh nyampe lantai 4...

d'sulovyo
September 15th, 2009, 10:04 PM
The First Academic Hospital in Indonesia

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rspenda.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rspendb.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rspendc.jpg

ini di kampus C ya.
btw academic hospital tuh maksudnya apa ya?
coz skg aja yang menguasai RSUD Dr Sutomo aja anak2 FK Unair.apalagi kalau mau bikin RS sendiri.
wow FK Unair is still unbeatable even by FK UI he..he..he..:cheers:

Trip2Java
September 16th, 2009, 09:01 AM
^^FK malah diklaim ama UNS solo sbg yg terbaik di indonesia kalo ga salah.
btw i think RSUP dr. soetomo adalah yg terbaik di indo bahkan di banding RSCM, karena banyak kasus medis yg bisa diselesaikan dg cukup baik seperti operasi pemisahan bayi kembar siam, dan yg paling fenomenal itu operasi face off pertama di indonesia.

sbyctzn
September 16th, 2009, 11:34 AM
ini di kampus C ya.
btw academic hospital tuh maksudnya apa ya?
coz skg aja yang menguasai RSUD Dr Sutomo aja anak2 FK Unair.apalagi kalau mau bikin RS sendiri.
wow FK Unair is still unbeatable even by FK UI he..he..he..:cheers:

^^ maksudnya rumah sakit pendidikan... dibuat untuk menampung jebolan kedokteran FK unair...
jadi nantinya tidak hanya ke RSU Dr Soetomo saja.
selain itu RS pendidikan ini juga bakal menerima pasien umum.
yup memang tidak salah FK Unair jadi terbaik di Indonesia...
sudah pernah merasakan ke kampusnya????
definitely classic!!!! nyaman banget kampusnya...
seperti tidak berasa di indonesia hehehehe....:lol::lol::lol::lol:

sbyctzn
September 16th, 2009, 11:38 AM
Loh yang bener RS Dr Soetomo itu Rumah sakit milik pemerintah daerah (RSUD) atau milik pemerintah pusat (RSUP) yah???
perasaan tiap ada proyek tambahan itu pasti selalu bilang Rumah Sakit milik pemprov Jatim....

bamz..
September 16th, 2009, 12:05 PM
L.J Meritus kereen ..

blom ada update CBD Surabaya ya ??!

Trip2Java
September 16th, 2009, 03:01 PM
Loh yang bener RS Dr Soetomo itu Rumah sakit milik pemerintah daerah (RSUD) atau milik pemerintah pusat (RSUP) yah???
perasaan tiap ada proyek tambahan itu pasti selalu bilang Rumah Sakit milik pemprov Jatim....

setau aq rumah sakit pemerintah di kota besar yg selalu jadi rujukan utama adalah RSUP semacam RSCM, RSHS bandung,ADAM MALIK medan,dr.SARDJITO jogja dan SOETOMO surabaya ini, RSUD biasanya terdapat di ibukota kabupaten
CMIIW

sbyctzn
September 17th, 2009, 09:16 AM
setau aq rumah sakit pemerintah di kota besar yg selalu jadi rujukan utama adalah RSUP semacam RSCM, RSHS bandung,ADAM MALIK medan,dr.SARDJITO jogja dan SOETOMO surabaya ini, RSUD biasanya terdapat di ibukota kabupaten
CMIIW

Tapi kok RS dr soetomo itu di media2 sering disebutkan milik pemprov jatim, dulu pakde karwo jg pernah bilang klo milik pemprov jatim. atau mungkin yg dimaksud, pemerintah pusat jg punya saham di RS DR SOETOMO. tp yg mayoritas itu pemprov jatim. CMIIW.

Ebek21
September 17th, 2009, 11:45 AM
Highpoint Apartment

Rendering

http://i31.tinypic.com/rbedsh.jpg

http://i26.tinypic.com/kdv9ra.jpg

Progress

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/70.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/71.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/73.jpg

Ebek21
September 17th, 2009, 11:47 AM
still Highpoint Apartment..

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/74.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/75.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/76.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/77.jpg

teddybear
September 17th, 2009, 01:45 PM
^It looks like quite small and compact. And as if it is wall-to-wall with its crowded surrounding, so I wonder where the tenants will park their cars?

MinImaX
September 17th, 2009, 02:34 PM
Royal Square @ Royal Residence, Menganti Wiyung
Main anchor tenant: Superindo

http://img38.imageshack.us/img38/4474/royalsquare0909011.jpg

http://img188.imageshack.us/img188/4668/royalsquare0909012.jpg


LENMARC MALL OPENING EARLY 2010

http://img248.imageshack.us/img248/2479/lenmarc090917.jpg

d'sulovyo
September 17th, 2009, 10:05 PM
^^FK malah diklaim ama UNS solo sbg yg terbaik di indonesia kalo ga salah.
btw i think RSUP dr. soetomo adalah yg terbaik di indo bahkan di banding RSCM, karena banyak kasus medis yg bisa diselesaikan dg cukup baik seperti operasi pemisahan bayi kembar siam, dan yg paling fenomenal itu operasi face off pertama di indonesia.

UNS??I dont think so.
any page link?
IMO some colleges in western/central part of java mostly "cuma menang nama".you know what i mean right? ;) peace.

yup Siti Nur Jazila "the swan" project is phenomenon.



yup memang tidak salah FK Unair jadi terbaik di Indonesia...
sudah pernah merasakan ke kampusnya????
definitely classic!!!! nyaman banget kampusnya...
seperti tidak berasa di indonesia hehehehe....:lol::lol::lol::lol:
cuman sering lewat depannya doang.
one fact that I know is there's a bunch of Malaysian student there.waktu masih di sby sering ketemu cewek2 Malaysia di seputaran Karmen.

d'sulovyo
September 17th, 2009, 10:14 PM
LENMARC MALL OPENING EARLY 2010

http://img248.imageshack.us/img248/2479/lenmarc090917.jpg

and SPI will facing the new contender.

bamz..
September 18th, 2009, 01:52 AM
Highpoint Apartment

Rendering

http://i31.tinypic.com/rbedsh.jpg


^^heuheu lucu apartmentnya kecil mungil ..

sbyctzn
September 18th, 2009, 08:45 AM
cuman sering lewat depannya doang.
one fact that I know is there's a bunch of Malaysian student there.waktu masih di sby sering ketemu cewek2 Malaysia di seputaran Karmen.

yup... memang lumayan banyak mahasiswa malaysianya....
ada juga mahasiswa dari ras kulit hitam juga banyak....
tapi tidak tau darimana pastinya... sering berkeliaran di kampus....

sbyctzn
September 18th, 2009, 09:07 AM
^^
mantab bek update pic nya...
dapat darimana???

Thanks to Minimax for ur update

sbyctzn
September 18th, 2009, 09:08 AM
Musti cepat2 dipindah tuh pipa Kodeconya....

Arus kapal di Pelindo III semakin besar Gross Tonage-nya
Kamis, 17 September 2009 | 12:45 wib ET

SURABAYA - Dalam kurun waktu 2004 -2008, perkembangan arus kapal di pelabuhan yang kelola oleh Pelindo III menunjukkan penurunan dalam unit sekitar 0,8% setiap tahunnya. Sementara bila dilihat dari Gross Tonage (GT) menunjukkan peningkatan sekitar 2,4 % setiap tahunnya.

Hal ini terjadi karena adanya kecenderungan perkembangan teknologi kapal yang berkunjung, baik dari segi ukuran maupun volume yang semakin besar Terutama untuk kapal-kapal type Panamax yang memuat barang-barang jenis curah kering seperti batubara, batu besi, soya bean meal dan soya bean.

Kahumas Pelindo III Iwan Sabatini menyatakan realisasi arus kapal dalam satuan unit tersebut terhitung lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi RJPP 2002 – 2006, karena dipengaruhi oleh adanya perubahan pola angkutan yang menggunakan Pelra dan General Cargo beralih ke kapal jenis peti kemas dengan GT yang relatif lebih besar.

"Untuk itu, Pelindo III menambah dua kapal pandu teknologi baru untuk mengikuti perkembangan tersebut sekaligus sebagai langkah persiapan Pelindo III menjadi terminal operator," jelas Iwan.

Dua kapal pandu tersebut yaitu Kapal Pandu Antasena 315 dan Antasena 306 ini merupakan desain dari Australia. Memiliki keunggulan antara lain konsumsi bahan bakarnya ekonomis karena kapal terbuat dari aluminium membuat kapal lebih ringan. Biaya perawatan juga minim karena bahan aluminium bebas korosi air laut.

Kedua kapal pandu cepat ini diharapkan mampu menambah kecepatan pelayanan Pandu terhadap pelayanan kapal-kapal yang masuk ke Tanjung Perak, Kapal Aluminium produksi PT Eka Multi Bahari yang berbasis di kota Samarinda ini mampu menempuh waktu sekitar 45 menit dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Pulau Karang Jamuang dengan kecepatan rata-rata 32 knot lebih cepat daripada kapal Pandu yang ada saat ini harus menempuh waktu sekitar 2,5 jam. kbc3

Ebek21
September 18th, 2009, 09:31 AM
^^
mantab bek update pic nya...
dapat darimana???

Thanks to Minimax for ur update

Dapat dr websitenya..sudah lama gak nengok, ternyata kelihatannya tiap bulan diupdate terus :) Click here (http://www.highpoint-apartment.com/index.php)

Biar kecil2 begitu, lumayan untuk perintis apartemen mahasiswa di SIwalankerto situ. Dengan potensi mahasiswa UK Petra yg begitu besar, bisa dibangun lagi 2-3 apartemen sekelas ini di daerah situ. Lumayan membentuk skyline cluster di Surabaya Selatan.

sbyctzn
September 18th, 2009, 09:37 AM
Dapat dr websitenya..sudah lama gak nengok, ternyata kelihatannya tiap bulan diupdate terus :) Click here (http://www.highpoint-apartment.com/index.php)

Biar kecil2 begitu, lumayan untuk perintis apartemen mahasiswa di SIwalankerto situ. Dengan potensi mahasiswa UK Petra yg begitu besar, bisa dibangun lagi 2-3 apartemen sekelas ini di daerah situ. Lumayan membentuk skyline cluster di Surabaya Selatan.

thanks...
oh ada websitenya yah.. wah baru tau... :nuts:

Yup minimal highpoint ini jadi trigger, seperti metropolis untuk UBAYA, kalau Highpoint ini sukses, pasti bakal banyak investor yang masuk, apalagi pasarnya juga sudah jelas... dan mahasiswa yang pada berduit lagi :lol::lol::lol::lol::lol:

Ebek21
September 18th, 2009, 09:40 AM
^It looks like quite small and compact. And as if it is wall-to-wall with its crowded surrounding, so I wonder where the tenants will park their cars?

In the semi-basement floor

sbyctzn
September 18th, 2009, 10:10 AM
Hot and new update thread
about Sidoarjo click here (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=835298&page=6)
and about Malang click here (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=736248&page=18)

alkaka
September 19th, 2009, 01:46 AM
UNS??I dont think so.
any page link?
IMO some colleges in western/central part of java mostly "cuma menang nama".you know what i mean right? ;) peace.

yup Siti Nur Jazila "the swan" project is phenomenon.



cuman sering lewat depannya doang.
one fact that I know is there's a bunch of Malaysian student there.waktu masih di sby sering ketemu cewek2 Malaysia di seputaran Karmen.

iya sih malahan mahasiswa luar banyak kuliah di FK uNAIr,malahan lebih banyak!
gak habis fikir UNS koq ngaku2, mungkin iri kali! ya padahal UNAIR punya fasilitas paling lengkap dari solo,karena pnya RSUD Dr.soetomo yang jelas2 lebih besar dari solo! kampus UNS gak da papaX dibandingin bangunanX UNAIR, uns cuma menang asrama,.,.,!!!!:lol::nuts:

Ebek21
September 19th, 2009, 02:23 PM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Picture120resize.jpg

PASAR INDUK AGROBIS JAWA TIMUR

SPESIFIKASI

Luas Lahan : 12 Ha
Jumlah Los : 12 Bangunan
Ukuran Los : 55m x 136m
Jumlah Stan : 15.000 unit

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Picture2-1.jpg

FASILITAS

- Lokasi di Gerbang Utama Perdagangan Jawa Timur
- Area Parkir 10 Ha dengan kapasitas 2000 unit truck + 1000 Pick Up
- Layanan perbankan dan Koperasi
- Cold Storage

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Picture3-1.jpg

Ebek21
September 19th, 2009, 02:25 PM
..continued PASAR INDUK AGROBIS JAWA TIMUR

FASILITAS TAMBAHAN

- Rusunawa : 5 Menara(twin tower), 500 Unit
- Taman Wisata Agro : 8 Ha
- Agro Education Centre : Tanaman Langka, Laboratorium, Perpustakaan dll
- Kampung Bunga
- Ruko
- Kawasan Panen Raya
- Gedung Lelang
- Fasilitas kesehatan
- Masjid
- Tempat pengolahan Sampah (Komposting)

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Picture4.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Picture5.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Picture6.jpg

Ebek21
September 19th, 2009, 02:30 PM
^^ Pembangunan PIA Jemundo sudah dimulai. Setelah selesai, akan menjadi pasar induk terintegrasi yang terbesar di Indonesia.

Hindari harga jatuh saat panen, PIA siapkan cold storage

SURABAYA - Untuk menghindari jatuhnya harga jual saat panen raya karena stok komoditas yang berlebihan, Pasar Induk Agribisnis (PIA) Jemundo, Sidoarjo, Jatim, akan menyediakan cold storage bagi petani dan pedagang yang memasarkan produknya di tempat tersebut.

Dirut PT Jatim Grha Utama, pengelola PIA Jemundo, Erlangga Satriagung mengatakan, penggunaan cold storage ini masih akan diuji coba untuk menyesuaikan dengan pola perdagangan yang biasa diterapkan petani dan pedagang.

"Akan ada untuk cold storage tapi masih uji coba. Karakter perdagangan buah di sini mayoritas nggak bisa nunggu, begitu produk datang langsung terjual. Dengan cold storage ini ada peningkatan nilai jual, terutama saat panen raya. Jadi, produk di-keep dulu biar harga lebih baik," ujarnya menjawab kabarbisnis.com di Surabaya, Rabu malam (16/9/09).

Selain itu, saat ini pihaknya tengah mengebut penyelesaian 5 tower rumah susun sederhana bersubsidi. "Nanti akan ada sekitar 500 pedagang dan petani. Jadi, para petani dan pedagang bisa efisien karena langsung bertempat tinggal di lokasi pasar," ujarnya.

Erlangga menambahkan, saat ini sudah selesai pembangunan dua tower. "Pada 2010 akan dibangun dua atau tiga tower lagi," tuturnya.

2010, empat blok PIA mulai beroperasi

Dia mengemukakan, pembangunan dua blok di Pasar Induk Agribisnis (PIA) di Jemundo, Sidoarjo, Jatim yang sudah berjalan ditargetkan tuntas akhir tahun ini.

"Dua blok itu untuk grosir besar dan kecil," ujar Erlangga Satriagung.

Pada awal 2010, terang mantan ketua Kadin Jatim tersebut, akan dibangun dua blok lagi. Pihaknya menargetkan bisa rampung pada Maret 2010, sehingga pada April sudah bisa beroperasi. "Sehingga total 2009-2010 kami targetkan bisa menampung sekitar 2.500 pedagang. Kalau 2010 sudah jadi 4 blok, pembangunan PIA sudah mencapai 40%," jelasnya.

Dalam masa promosi, sampai akhir tahun ini, JGU akan mendiskon biaya sewa stan bagi para pedagang. "Harga standar per meter per hari Rp10.000. Tapi, untuk promosi Rp6.000 per meter per hari," ujarnya.

Dia mengatakan, dari 10 blok yang ada, diharapkan bisa rampung semua pada 2013. "2011 akan investor masuk, jadi 2013 bisa selesai," ujarnya.

Total lahan di PIA mencapai 50 hektare. Total nilai investasi mencapai Rp838 miliar. Pembiayaan berasal dari JGU dan investor, dengan komposisi 55%:45%.

"Banyak investor yang tertarik, kita masih penjajakan. Yang jelas ini investor lokal, dan kami hanya minta bantuan pembiayaan, bukan penyertaan. Sehingga, kepemilikan masih dimiliki oleh pemerintah daerah," tuturnya.

Taken from Kabar Bisnis, Sep 17, 2009

dimasputra
September 19th, 2009, 03:37 PM
just updated..

tol surabaya-mojokerto

http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/DSCN1233.jpg

http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/DSCN1234.jpg

http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/DSCN1238.jpg

http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/DSCN1239.jpg

http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/DSCN1240.jpg

LJ Meritus

http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/DSCN1253.jpg

the aryaduta cito

http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/DSCN1244.jpg

Ebek21
September 19th, 2009, 07:00 PM
^^ Thanks for the update !! Walaupun ada cukup banyak kemajuan, tapi kelihatannya nggak mungkin Tol Sumo Section IA bisa selesai akhir tahun ini seperti yg direncanakan sebelumnya. Yah kalau akhir tahun ini interchangenya bisa jadi saja sudah cukup bagus sih.

sbyctzn
September 20th, 2009, 11:43 AM
Wow sudah 40% ya progres PIA, nggak sangka sudah secepat itu, padahal kabar terakhir kan masih ada konflik.
Ada dimana sih lokasinya? Kalau dari Sidoarjo atau jalan raya krian itu kemana? Jadi kepingin liat2.

Btw thanks buat dimasputra updatenya.

Oh ya tak lupa Selamat hari raya idul fitri 1430 H, mohon maaf lahir dan batin, bagi semua forumer skyscrapercity.

Ebek21
September 22nd, 2009, 06:39 AM
Frontage Road Jalan A. Yani Capai 50 Persen

Sisi RSAL-Pertigaan Margorejo

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/91361large.jpg

SURABAYA* - Pembangunan frontage road di sisi barat Jalan A. Yani masih tarik ulur, sedangkan di sisi timur terus berjalan. Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Sri Mulyono, pembangunan frontage road sisi timur -tahap RSAL hingga pertigaan Margorejo- sudah mencapai 50 persen. Fondasi jalan sudah dibangun.

Saat ini, Dinas PU berkonsentrasi membongkar gapura di sebelah selatan RSAL dr Ramelan. ''Kami berjanji cepat menyelesaikannya,'' ujar Srimul, sapaan Sri Mulyono.

Asisten II Muhlas Udin menegaskan, pembangunan frontage road sisi timur tidak terpengaruh lelet (lambat)-nya pengerjaan di sebelah barat. Pemkot Surabaya, kata dia, sedang melakukan pembicaraan intensif dengan Departemen Pekerjaan Umum (PU), instansi yang ''menghambat'' pembangunan frontage sebelah barat. ''Mereka kan ingin bangun tol di tengah kota untuk mengurai kemacetan. Itu tidak sesuai konsep kami,'' jelas Muhlas ketika dihubungi kemarin.

Seiring pembangunan frontage road sisi timur itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mulai merencanakan pengaturan lalu lintasnya. Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Tundjung Iswandaru menuturkan, di jalan tambahan itu, Dishub telah merencanakan pemakaian tiga lajur.

Ruas tersebut nanti khusus untuk motor, MPU, dan mobil yang hendak berbelok dan menepi ke Margorejo. ''Dari rapat terakhir, nanti MPU wajib lewat frontage road,'' katanya. Dishub juga tengah menyiapkan halte di frontage road. Namun, titik-titiknya masih dibahas.

Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Irvan Wahyudrajat menjelaskan, karena MPU wajib melewati frontage road, sebagai pendukungnya, harus disiapkan halte. ''Haltenya mungkin sederhana, didesain sedemikian rupa yang tidak terlalu memakan tempat,'' ucapnya.

Penempatan halte tersebut sekaligus menjawab keluhan pengusaha angkutan. Tidak adanya halte menjadi alasan para sopir angkot untuk berhenti di sepanjang Jl A. Yani.

Saat awal dikonsep, Dishub sebenarnya juga merancang frontage road mampu dilewati bus kota dan minibus.

Namun, ternyata angkutan bongsor itu tidak memungkinkan membelok keluar-masuk frontage road. Apalagi, tahun ini frontage road dibangun hanya mulai RSAL dr Ramelan sampai pertigaan Margorejo.

''Haluan bus ternyata tidak memungkinkan untuk belok masuk dan keluar frontage road. Padahal, jalur frontage road tahun ini hanya sampai situ (Margorejo),'' jelas Tundjung.

Pemprov Jatim tidak sejalan dengan pemkot soal pembangunan frontage road itu. Gubernur Soekarwo lebih merespons instruksi Menteri PU Djoko Kirmanto agar melanjutkan pembangunan tol tengah kota.

''Sekitar Oktober nanti ada keputusan final untuk melanjutkan tol tengah kota,'' kata Soekarwo seusai pemaparan kesiapan transportasi Jatim di ruang VIP Bandara Juanda, Kamis (17/9).

Dia yakin, sekitar sebulan lagi konsep pembangunan tol sepanjang 25 km itu segera terealisasi. Sebab, investor tol tengah kota, PT Margaraya Jawa Tol (MJT), sudah memastikan siap.

Kini, pihaknya tinggal menunggu keputusan Badan Pembangunan Jalan Tol (BPJT) sebagai kebijakan lanjutan dari Departemen PU. Soekarwo mengungkapkan, pemprov sudah berkali-kali mengkaji bersama BPJT dan MJT. ''Dalam waktu dekat kami juga mengundang Pak Joko Edi (direktur PT MJT, Red),'' sambung Soekarwo.

Pada tahap awal, jelas mantan Sekdaprov itu, percepatan realisasi jalan tol tengah kota dilakukan di lokasi seksi I. Yakni, membentang mulai kawasan Menanggal-Jagir Wonokromo (6,3 kilometer). Proyek itu menelan investasi sedikitnya Rp 1,783 triliun. Komposisinya, 70 persen dibiayai sindikasi perbankan dan 30 persen sisanya dari investor.

Prioritas tahap pertama di Wonokromo harus didahulukan. Sebab, 80 persen lahan milik pemerintah pusat tinggal jalan saja. Namun, diperkirakan ada beberapa areal yang akan terkepras terkendala pembebasan lahan.

Dia berharap Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo turut mendukung program pemerintah pusat itu. ''Berhubung tol tengah kota ini lintas kota, pemprov yang akan berkoordinasi,'' kata Soekarwo.

Taken from Jawapos, Sep 22, 2009

Ebek21
September 22nd, 2009, 06:43 AM
Oval Hotel Bidik Tamu Pengusaha

SURABAYA - Tak banyak hotel yang melayani segmen khusus pengusaha di Surabaya. Alasan itulah yang melatarbelakangi berdirinya Oval Hotel. Menurut Gene*ral Manager Oval Hotel Sake Scharringa, potensi Surabaya untuk pengembangan bisnis perhotelan dengan segmen pengusaha cukup besar. Pasalnya, Surabaya merupakan pusat bisnis di wilayah Indonesia Timur (Intim). "Pebisnis dari luar kota maupun mancanegara pasti membutuhkan penginapan saat melakukan aktivitas bisnis di Surabaya,'' kata Sake kemarin (21/9).

Dia menuturkan, karena membidik segmen pengusaha, fasilitas Oval Hotel pun tidak selengkap hotel lain. Dia mencontohkan keberadaan kolam renang yang dinilai kurang dibutuhkan oleh pengusaha, sehingga fasilitas tersebut tak ada di hotelnya.

''Mulai awal kami sudah berkeinginan untuk mengembangkan hotel bagi pebisnis domestik maupun asing. Apalagi, lokasi Oval Hotel dekat dengan perkantoran dan pusat kota. Dari bandara juga relatif dekat,'' timpalnya.

Meski segmennya untuk pengusaha, Oval Hotel tetap membuka pintu untuk segmen keluarga. "Targetnya, sekitar 70-80 persen tamu dari kalangan kor*porasi, dan sisanya segmen keluarga,'' ujarnya.

Sake menjelaskan, Oval Hotel memiliki 176 kamar terbagi untuk tipe standar, deluxe dan swifth. ''Setelah soft opening akhir bulan ini, nanti kami targetkan jumlah kamar terisi mencapai 50 kamar,'' harapnya.

Selain hunian, lanjut Sake, Oval Hotel juga me*ngan*dalkan pemasukan dari MICE (mee*ting,incentive, convention, exhibition).

Taken from Jawapos, Sep 22, 2009

sbyctzn
September 23rd, 2009, 02:36 AM
^^
waduh ini bagaimana yah..
Tol tengah kota kok kacau.. Wah sebenarnya saya lebih sreg dengan konsepnya bu Risma.
Surabaya tidak cocok dengan tol tengah kota, pasti bakal merusak tata kota dan keindahan kota. Trus mau lewat mana itu tol tengah kota, walah walah.... Apa bakal lewat jalan ngagel pinggir sungai Kalimas itu? Wah benar-benar deh, pak de karwo ini. Kok tidak koordinasi dengan pemkot yah..
Sebenarnya lebih bagus proyek tol tengah kota itu dialihkan untuk tol lingkar timur, apalagi lebih urgent untuk mendukung suramadu.
Betul tidak?

Ebek21
September 23rd, 2009, 07:21 AM
^^ Pejabat kampungan. Orang2 model kayak gini kok bisa jadi gubernur dan wagub :ohno: Mengerikan kalo Jatim punya pimpinan2 model kayak gini. Tapi masalahnya, mereka lagi populer2nya di mata masyarakat, termasuk jagoan mereka untuk pemilihan walikota Sby thn depan, si Arif Affandi (the betrayer ?)

Jadi Polemik, Revitalisasi Setren Jagir Mengambang

Pemkot-Pemprov tak Sinkron

Empat bulan sudah pemkot dan pemprov menata setren Jagir. Namun, sampai saat ini konsep revitalisasi di kawasan tersebut masih belum jelas. Yang mencuat justru perbedaan sikap antara pemkot dan pemprov. Pemkot meminta agar bantaran sungai dibersihkan dari bangunan liar (bangli), sedangkan pemprov cenderung menoleransi.

---

PADA 4 Mei lalu, pemkot menertibkan Jl Jagir. Berdasar Perda No 7/1992 mengenai Tata Bangunan, 415 bangunan tak ber-IMB (izin mendirikan bangunan) digusur. Saat itu, pemkot berencana meluruskan alur sungai. Pengerukan lumpur dan penanggulan pun akan dilakukan.

Namun, dalam sekejap, rencana tersebut buyar. Pemprov mengambil alih penataan setren Kali Jagir. Revitalisasi mengambang. Pemprov malah membuka negosiasi dengan pemilik bangli. Akibatnya, beberapa pemilik bangli kembali berjualan di setren Kali Jagir. Padahal, pemkot telah memberi jatah rumah susun kepada pemilik bangli.

Sempat ada wacana untuk merelokasi pemilik bangli ke pasar tradisional di sebelah kompleks pertokoan Mangga Dua. Seratus petak lahan untuk stan pemilik bangli telah diukur dan dipersipkan. Kawasan setren kali harus bersih. Pemprov sudah bersiap-siap merogoh kocek. Mereka akan menyubsidi pembayaran sewa lahan bagi pemilik bangli yang bersedia pindah.

Camat Wonokromo Edi Christijanto menjelaskan, biaya sewa lahan untuk satu stan di pasar tersebut Rp 25 ribu per hari. Artinya, setiap bulan pedagang akan dipungut Rp 750 ribu. ''Tidak terlampau besar untuk pedagang. Apalagi akan ada subsidi dari pemprov,'' ungkapnya.

Namun, entah mengapa rencana tersebut kandas di tengah jalan. Pemprov berbalik arah. Mereka malah menyediakan lahan untuk menampung pemilik bangli. Lokasinya, mulai depan Kantor Pajak Pratama, Jl Jagir, ke timur sepanjang 200 meter. Pemprov bahkan berencana memberikan bantuan dana Rp 5 juta per KK untuk menata tenda di Jl Jagir. Mereka diizinkan berada di setren kali hingga pemprov selesai menyiapkan rusun dan lokasi berjualan.

Pemkot jelas meradang. Mereka merasa pemprov mencederai konsep relokasi yang disepakati. Edi yang mewakili pemkot setiap rapat koordinasi penataan setren Kali Jagir dengan pemprov merasa ditelikung. ''Nggak pernah ada pembicaraan akan ada bantuan. Saya bingung kok bisa berubah seperti itu,'' tegas Edi.

Apalagi, jumlah pemilik bangli yang disubsidi membengkak. Berdasar data Kecamatan Wonokromo, jumlah pemilik bangli terakhir setelah penertiban 69 orang. ''Yang asli pedagang sebelum penertiban juga cuma 20. Lainnya pedagang baru,'' paparnya.

Namun, pedagang meminta subsidi untuk 150 pemilik bangli. Edi pun berang. ''Untuk apa kami mendata kalau pemprov lebih percaya pada pedagang ketimbang kami?'' ujarnya.

Edi mengemukakan, pihaknya tidak akan mengakui pemilik bangli yang tidak terdaftar dalam data Kelurahan Jagir. ''Nggak akan kami beri keterangan administratif kependudukan,'' tegasnya.

Meski kecewa, Edi menyatakan menghormati keputusan pemprov. Sebab, bantaran Kali Wonokromo memang menjadi otoritas pemprov. Namun, dia meminta jaminan agar dalam setahun pemilik bangli benar-benar pergi dari setren Kali Jagir.

Dia juga meminta garansi lahan relokasi benar-benar hanya 200 meter. ''Jangan sampai bertambah lagi,'' ucapnya. Edi menegaskan, dirinya akan bertindak tegas jika batas 200 meter tersebut dilanggar. Dia akan menertibkan bangli di luar lahan yang ditentukan.

Wali Kota Bambang D.H. meminta agar pemprov kembali pada kesepakatan awal, yakni merevitalisasi sungai. Sebab, kondisi setren Kali Jagir sudah memprihatinkan. Saat ini, tanggul telah rata dengan tanah karena didiami bangli sejak sekian tahun lalu. Sewaktu-waktu air sungai meluap, bisa terjadi banjir.

''Jangan mengambil kebijakan populis di hadapan segelintir orang, namun membahayakan keselamatan masyarakat yang lebih luas,'' tegas Bambang. Politikus asal PDIP itu merasa penertiban oleh aparatnya sia-sia. Setren kali yang sebelumnya bersih malah dibiarkan ditinggali bangli.

Asisten I Sekkota B.F. Sutadi menyatakan tidak habis pikir atas kebijakan pemprov itu. ''Mengapa harus diberi uang Rp 5 juta, wong mereka (penghuni setren Jagir) itu melanggar perda,'' ujarnya.

Menurut dia, uang sebesar itu bisa digunakan untuk sewa lahan di pasar tradisional di seberang jalan setren Kali Jagir. Dia menilai, keputusan pemprov tetap membebani dan mengganggu masyarakat. ''Jalan Jagir akan kembali menyempit karena ada pedagang,'' ungkapnya.

Penggunaan lahan sepanjang 200 meter juga dinilai Sutadi sangat menghambat revitalisasi setren Kali Jagir. Backhoe jelas tidak bisa dioperasikan selama masih ada bangli. ''Bagaimana alat berat bisa jalan kalau kesumpelan bangli gitu,'' ucapnya.

Pengembalian fungsi bantaran sungai sebagai tanggul penahan air juga tidak bisa dilakukan. Padahal, sebentar lagi musim hujan. ''Kalau sampai tanggul bocor dan menimbulkan korban jiwa seperti di Situ Gintung, apa pemprov mau tanggung jawab?'' katanya.

Taken from Jawapos, Sep 23, 2009

teddybear
September 23rd, 2009, 07:33 AM
^Bribery has reached pemprov?

alkaka
September 23rd, 2009, 02:30 PM
kapan ya trans studio DI bangun di surabaya, secara di makasar dah jadi!!!!!!!!!!!
dan apa ukuranX sama dengan yang di makasar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!:ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno:

pecinta_surabaya
September 23rd, 2009, 03:30 PM
^^ Udah ada rencana dibangun di surabaya,katanya lebih besar dari makassar,,trans studio terbesar kedua setelah jakarta..

alkaka
September 24th, 2009, 06:13 AM
pecinta surabaya, apa trns studio surabaya dah punya threadX klo dah posting secepatX ya,, pengen liat apakah bentukX sama dengan yang da di makasar,.,.,.,.,.,.!:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:
tapi kapan ya rencana pembangunanX! apa dari makasar truz surabaya,bandung baru jakarta,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.

seoul sams
September 24th, 2009, 11:37 AM
^^ Udah ada rencana dibangun di surabaya,katanya lebih besar dari makassar,,trans studio terbesar kedua setelah jakarta..

emang d jakarta ada trans studio???:shifty:
klu emang ada d jakarta ngapain orang rmai2 k makassar

sbyctzn
September 24th, 2009, 12:16 PM
^^
Rencana mau dibangun di Jakarta.
Dan juga mau dibangun di kota-kota besar lain.
Itupun nunggu kalau ada investor yang mau gabung, seperti Kalla di Makassar, baru dibangun.

Jadi untuk kota setelah Makassar memang akan dibangun tapi hanya sebatas rencana, entah kapan dibangunnya dan selesainya.

So... Biarkanlah saja, tidak usah ditunggu, kalau pingin kan tinggal terbang ke Makassar, buat apa nunggu yang tidak jelas, Atau kalau mau menunggu di Jatim nanti akan muncul theme park yang berbeda banget, dan di dunia hanya ada satu di Prancis, dan di Jatim (Probolinggo) ini akan jadi kedua, yaitu Vulcania Park. Sekarang sudah tahap perencanaan DED.

Atau kalau mau cari theme park dg suasana lain setara Dufan/Ancol datang saja ke WBL Lamongan, ada resortnya yang nyaman dan modern juga.

Ebek21
September 24th, 2009, 12:48 PM
^^ Sorry OOT. Vulcania Park kan jadinya di Tumpang, Malang, bukan Probolinggo. Sekarang dalam tahap feasibility study, belum DED, tapi hasil prestudy sudah positif lokasinya disana dan sebagian dr Vulcania Park ini lokasinya ada dibawah permukaan tanah (CMIIW). Kalau sudah jadi gw bayangin pasti keren banget. Kebetulan baru saja menonton film dokumenter Krakatoa garapan BBC yg mengisahkan tentang gunung berapi dan seluk beluknya, bener2 sangar.

Theme Park ini sangat berpotensi mendongkrak pariwisata Jatim, apalagi digandengkan dengan wisata Bromo (lokasi Vulcania Park kl gak salah juga salah satu jurusan ke arah Bromo dr Malang) - perfect combination !! Pengunjung theme park serupa di Perancis katanya sampai sejuta orang per tahun, kalo di Perancis saja bisa sejuta, apalagi yg di Indonesia, pasti lebih.

Ebek21
September 24th, 2009, 01:00 PM
^^ OOT again but still relevant with East Java's economy development. This is an article taken from ILO's website . The link is here (http://www.ilo.org/public/english/region/asro/jakarta/download/newsroom/pr/2009/0330volcthprkeastjav.doc)

Can you imagine if such a park is built in East Java ?? The impact will be huge !!
______________________
Organisasi Perburuhan Internasional - Jakarta
International Labour Organization – Jakarta

Tuesday, 31 March 2009
FOR IMMEDIATE RELEASE

PRESS RELEASE

ILO to Assist East Java Develop a Volcano Theme Park in Bromo-Semeru-Tengger National Park

JAKARTA (ILO News): The International Labour Organization (ILO) through its Job Opportunities for Youth (JOY) project is actively promoting local economic development (LED) as an alternative development approach. To do so, the ILO operates in two districts of East Java, Malang and Pasuruan, where LED forums have been created and include members of the private sector, government and civil societies.

In this context, agribusiness and tourism were identified as the main economic drivers of the region and a list of what needs to be done has been planned accordingly and strategically by the forums. While the ILO is a facilitator in the process, it also supports training as well the link with external stakeholders in view to create synergies and develop partnerships.

In this spirit, a link was made with Vulcania, a unique and successful volcano theme park in the central province of Auvergne in France, where visitors are invited to learn while having fun. The park was entirely publicly funded but managed under a public-private partnership, which represents LED in model and spirit in East Java.

Vulcania has helped its province jump from the 15th to the 8th position out of 22 French provinces in terms of number of visitors since its creation. Its economic impact is undeniable since every dollar invested in Vulcania generates 8 to 10 dollars for the regional economy, and every dollar spent on the park by visitors also generates 10 dollars to the regional economy.

The ILO invited the Scientific Director of Vulcania, Mr. Francois Dominique de Larouziere, to visit East Java. After meeting with different districts and provincial government officials, community leaders, LED forum members and after visiting key tourism sites such as the Bromo-Semeru-Tengger national park, an important workshop took place in Surabaya on March 25, in front of over 100 East Java representatives. The conclusion was to endorse the idea to adapt the concept behind Vulcania in East Java and to proceed with a formal feasibility study.

“The tourism potential in the Province of East Java, including the Bromo-Semeru-Tengger national park is extraordinary. The creation of a place of “learning while playing”, dedicated to volcanoes and earth sciences, I believe will attract more people to visit the national park. Beyond volcanoes, the development of points of interest (ecotourism, agrotourism, bird watching) would allow the creation of many tour packages which tourists are very fond of,” said Mr. de Larouziere of Vulcania.


The ILO will assist East Java representatives as well as with other tourism related activities, including the creation of package tours to the region, in coordination with ASITA, the national travel agents association, and tour operators in Europe. As a follow-up, Vulcania France and the East Java Government will need to further discuss the type of partnership that will be best suited to a successful adaptation of the park in East Java.


For further information, contact:

Matthieu Cognac
LED Specialist
ILO Jakarta Office
Tel. (021) 3913112 ext. 154
Email: cognac@ilo.org

Janti Gunawan
Local Project Coordinator
ILO Surabaya Office
Tel. (031) 535-6363
Email: janti@ilo.org

Gita Lingga
Media Relations Officer
ILO Jakarta Office
Tel. (021) 3913112 ext. 115
Email: gita@ilo.org

pecinta_surabaya
September 24th, 2009, 01:58 PM
emang d jakarta ada trans studio???:shifty:
klu emang ada d jakarta ngapain orang rmai2 k makassar

sekarang emang baru makasar doang.
nantinya nyusul di jakarta yg terbesar,trus ke kota2 besar lainnya.
nah di surabaya yg terbesar kedua setelah jakarta.

ga ada rendering,ga ada ded,,hanya sebatas rencana dan wacana

dimasputra
September 24th, 2009, 02:27 PM
Para Group akan Bangun 20 Trans Studio


JAKARTA. Membangun Trans Studio di Makassar senilai lebih dari Rp 3 triliun tak membuat PT Trans Corpora merasa puas. Anak usaha Para Group di bisnis media, entertainment, dan lifestyle itu akan membangun lagi 20 pusat hiburan sejenis dalam 10 tahun ke depan.

“Makassar hanyalah awal. Setelah ini beroperasi, kami akan membangun Trans Studio di seluruh kota-kota besar di Indonesia,” kata Chairal Tanjung, Direktur Para Group.

Untuk merealisasikan target ambisius itu, Chairal memperkirakan investasi yang dibutuhkan untuk satu tempat hiburan mencapai lebih dari Rp 1 triliun. “Tergantung lokasi dan tempat hiburan yang akan kami kembangkan. Mungkin bisa lebih dari Rp 2 triliun atau Rp 3 triliun per satu proyek,” katanya. Sumber dananya, imbuh Chairal, sebagian besar dari pinjaman dan sisanya dari kas internal.

Setelah Makassar, PT Trans Corpora akan segera membangun Trans Studio di Bandung. Di kota kembang ini, menurut rencana, PT Trans Corpora akan memanfaatkan lahan Bandung Super Mall.

Pusat perbelanjaan yang sahamnya juga dimiliki oleh Para Group itu masih mempunyai tanah yang belum terpakai seluas dua hektare. “Karena di sana kami sudah punya tempat belanjanya, kami tinggal membangun tempat bermainnya saja,” kata Chairal.

Chairal tak menyebut secara persis kapan konstruksi Trans Studio di Bandung akan dimulai. Yang jelas, setelah proyek di Makassar beroperasi penuh, mereka akan mulai merintis proyek anyar tersebut. "Konsep desainnya sudah ada, dan kajiannya juga sudah kami lakukan," katanya.

Kebutuhan investasi proyek di Bandung, dengan mengacu ongkos proyek theme park di Makassar, bisa mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Sebagai gambaran, theme park di Indonesia bagian timur itu memiliki 20 wahana bermain yang terbangun di empat zona. Masing-masing zona memiliki tema dan permainan tersendiri. Untuk mengadakan 20 alat permainan itu, kebutuhan modalnya mencapai Rp 300 miliar.

Setelah Bandung, Trans Corpora baru akan merealisasikan Trans Studio di Jakarta. “Di ibukota kami akan jalan sendiri, tidak berkongsi dengan pihak lain,” kata Chairal. Ia tak bersedia menjelaskan rencana proyek ini secara lebih detail, termasuk lokasi lahan yang akan mereka bidik. Berikutnya Trans Corpora masuk ke Medan, Surabaya, dan kota-kota besar lain di Indonesia.

"Untuk Bandung, Jakarta, Medan, dan Surabaya akan kami wujudkan dalam lima tahun ke depan," kata Chairal.Untuk mempercepat pembangunan 20 Trans Studio dalam tempo 10 tahun, Trans Corpora akan mencari mitra atau melibatkan pemda.

sbyctzn
September 24th, 2009, 03:07 PM
Sory bek, yang betul memang Feasibility study. Thanks buat koreksinya.
Klo masalah tempatnya, bukannya dulu pertama memang ada di Malang, Tumpang, tapi trus g jd, pindah ke Probolinggo. Yang dulu juga pernah dibahas di thread Jatim klo g salah, trus kita kritik kalau Pemkab Malang lambat.
Mana yah yang betul?
CMIIW.

Ebek21
September 24th, 2009, 03:29 PM
^^ Akhirnya mereka kan memilih lokasi bekas Taman Wisata Jeru, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Kelihatannya nggak mungkin berubah lagi kaena sudah memasuki tahap feasibility study :) Tapi bagus juga, bisa menggerakkan potensi daerah selatan Malang dan Jatim.

Jika ada kesempatan, gw pengen sekali berkunjung ke calon lokasi Vulcania Park ini.

sbyctzn
September 24th, 2009, 04:01 PM
^^
oh gitu yah...
Bagus deh..
Belum ada Vulcania Park saja Prov Jatim sudah leading kondisi ekonominya, semoga dengan adanya Vulcania Park ini membuat perekonomian Jawa Timur pesisir selatan bisa berkembang, Malang pada khususnya dan Jawa Timur semakin maju.

Tinggal pak de sama pemkab Malang saja harus bagus koordinasi dan pengelolaanya.

Btw ini pembahasannya jg tdk OOT banget, kan Surabaya sama Malang kan erat banget hubungan ekonominya.

alkaka
September 24th, 2009, 05:32 PM
ia mr. EBEK ngapain kita nunggu2 gak jelaz, pada akhirX surabaya dibelakangin pembangunanX dari kota2 lain, lebih baik kita nunggu VULCANO PARK yang sudah agak jelas proyekX,,,,! Secara jatim sudah punya JATIM PARK ma WBL sama VULCANO jika sudah jadi,,.,.,.,.,! kecewa dengan TRANS CORP:nuts::nuts::nuts::nuts:

sbyctzn
September 24th, 2009, 06:23 PM
^^
kalau cuma rencana-rencana sih banyak, theme park besar mau dibuat.

Majapahit park.. Atau apa dulu.. Lupa namanya, trus Pamurbaya theme park di kenjeran Surabaya, trus theme park di kaki Suramadu, dan lagi rencana revitalisasi THR Surabaya.

Itu semua masih rencana rencana saja.
Dan kebanyakan temanya sama, bandingkan dengan Jatim park I (tema alam pegunungan dan budaya), Jatim park II/WBL (tema bahari), dan yang terakhir Vulcania Park sendiri.

Kalau Vulcania Park sudah feasibility study, dan sudah pasti akan dibuat.

sbyctzn
September 24th, 2009, 06:29 PM
@ebek:
btw di film dokumenter krakatoa garapan BBC apa ada tayangan tentang Vulcania Park di prancis itu?
Oh ya dapat film darimana? Jadi pingin liat juga.

Ebek21
September 24th, 2009, 06:42 PM
^^ Beli saja VCDnya Krakatoa : The Last Days di Gramedia Expo Basuki Rachmat. Ini linknya (http://en.wikipedia.org/wiki/Krakatoa_-_The_Last_Days) di Wikipedia, dan lihat ini (http://dsc.discovery.com/convergence/krakatoa/krakatoa.html) juga, coba virtual volcanonya (build your own erruption), it's great :okay: Tidak ada tentang Vulcania Park sih, tapi bayangkan saja theme park mengenai proses terjadinya letusan gunung berapi, lokasinya tepat di sebelah gunung berapi asli, pasti keren. Udah ah, lama2 tambah melenceng dr topik Sby hehe..

Ebek21
September 24th, 2009, 07:25 PM
Hahaha, never been there myself :)

Terminal Purabaya Dapat Predikat Terbersih dari Menhub

Surabaya - Terminal Purabaya, Surabaya mendapatkan predikat terminal paling bersih di Indonesia. Predikat ini diberikan Menteri Perhubungan (Menhub) Djusman Syafi'i Djamal saat meninjau arus balik lebaran.

"Terminal Purabaya ini terlihat paling bersih dibandingkan dengan terminal yang saya kunjungi sejak saya melakukan tinjauan," kata Djusman Syafi'i Djamal kepada wartawan disela-sela peninjauan arus balik di Terminal Purabaya, Kamis (24/9/2009).

Pernyataan Menhub tersebut membuat rombongan Walikota Surabaya Bambang DH, Plt Kadishub Surabaya Eddi dan Kepala UPT Terminal Purabaya May Ronald langsung memberikan tepuk tangan.

Tidak hanya itu, Djusman juga menganggap WC umum Terminal Purabaya terharum. "Bahkan kita tadi lihat dan bau sendiri sehingga boleh dikatakan WC terharumlah dan paling bersih," imbuhnya.

Djusman juga mengaku puas dengan kunjungannya di Terminal Purabaya. Karena dia menganggap terminal tersebut terminal paling lengkap dalam memberikan informasi kepada penumpang serta tidak ada kejadian kriminalitas dan pelanggaran tarif bus selama arus mudik.

"Di sini ada info lengkap baik elektronik dan papan tertulis tentang info tarif sehingga penumpang menjadi mudah," ungkapnya.

Taken from Detik Sby, Sep 24, 2009

sbyctzn
September 25th, 2009, 02:33 AM
Hehehe....
Iya cukup....
Tar keterusan OOT.
Tapi saya penasaran juga, tahu mengenai vulcania park.
Akan jadi theme park yang paling beda.
Sip sip kita tunggu saja.
Thanks juga buat infonya.

Btw mengenai terminal purabaya, menurut saya, memang patut mendapatkan predikat itu.
Bersih, rapi, dan teratur.
Coba deh Bek sekali kali mampir ke Terminal Purabaya, lumayan modern lah..
Gara2 ketambahan LCD monitor,
oh ya LCD nya sekarang ditambahi lagi.
Jadi sekarang ada 6 LCD.
Yg 4 jadi satu berdiri ditengah ruang tunggu, yg 2 menggantung di masing masing dua lorong pintu masuk ruang tunggu.
Dulu cuma ada 2.

Van Koetai
September 25th, 2009, 02:55 AM
Salam kenal...nubie tinggal di samarinda...tapi dulu dari tahun 1990 s/d 2003 pernah tinggal di Surabaya. Alumni FH Unair dan dapat isteri orang Surabaya. Saya masih sering ke Surabaya..karena keluarga isteri semua di Surabaya.

Salut perkembangan Surabaya beberapa tahun terakhir ini. Surabaya jauh lebih bersih, rapi dan tertib dibanding pada waktu saya dulu masih tinggal di Surabaya. Semoga Surabaya kedepannya semakin maju...karena Surabaya sudah seperti kota saya sendiri...miss u Surabaya.

Ayo rek...bangun Surabaya menjadi kota metropolitan yang lebih baik dan lebih beradab...:)

sbyctzn
September 25th, 2009, 04:00 AM
Salam kenal juga, van koetai.
Wah alumni Unair yah? Klo saya msh study di Unair, dan rencana tahun depan pingin jadi Alumni, hehehe...

Silahkan monggo kalau ada info, berita, pic, dll mengenai Surabaya ikut bantu posting, biar tambah member yang aktif di thread ini.

Van Koetai
September 25th, 2009, 06:39 AM
Salam kenal juga, van koetai.
Wah alumni Unair yah? Klo saya msh study di Unair, dan rencana tahun depan pingin jadi Alumni, hehehe...

Silahkan monggo kalau ada info, berita, pic, dll mengenai Surabaya ikut bantu posting, biar tambah member yang aktif di thread ini.

Terima kasih Sbyctzn, senang ketemu forumer yang satu almamater. Saya dulu masuk FH Unair tahun 1990 lulus 1994, trus ambil S2 notariat tahun 1995 lulus tahun 2000 (maklum otak pas2an...hehehe)...kawin tahun 2002 dan punya anak di Surabaya...tahun 2003 baru pulkam ke Samarinda.

Wajah Surabaya sudah berubah ya dibandingkan tahun 2003. Dulu mal di surabaya bisa dihitung pake jari aja, paling2 :

1. Surabaya Plaza (Delta Plaza)
2. Galaxy Mall (I)
3. Tunjungan Plaza (I - III)
4. Plaza Marina
5. Surabaya Mall (THR)
6. Jembatan Merah Plaza I

Tapi sekarang mal-nya udah tambah banyak...dan bakalan semakin tambah banyak lagi :

1. Jembatan Merah Plaza II
2. Pasar Atom Mall
3. ITC Grosir
4. Mangga Dua Trade Center
5. BG Junction
6. Empire Palace
7. Galaxy Mall (II)
8. Tunjungan Plaza (IV)
9. Royal Plaza
10. Surabaya Town Square (Sutos)
11. Darmo Trade Center
12. City of Tomorrow
13. Supermal and PTC
14. Goci (Golden City)
15. Lenmarc (coming soon)
16. Grand City (coming soon)
17. Union Square (coming soon)
18. Ciputra World (coming soon)
19. Darmo Fashion Walk (coming soon)
20. East Point Trade Center (coming soon)
21. Pakuwon Power Trade Center (coming soon)

Dulu orang tua punya rumah di Taman Intan Nginden, tapi sudah di jual. Karena masih sering ke Surabaya, daripada nginap di pondok mertua indah saya ada rencana buat beli rumah di Surabaya. Kira2 rekan2 forumer Surabaya ada yang bisa bantu rekomendasi perumahan dengan kisaran harga Rp. 400-500 jt dengan sistem cluster, karena rumahnya pasti banyak kosongnya jadi perlu keamanan yang baik. Maaf kalo OOT :)

@b1
September 25th, 2009, 08:06 AM
sekarang emang baru makasar doang.
nantinya nyusul di jakarta yg terbesar,trus ke kota2 besar lainnya.
nah di surabaya yg terbesar kedua setelah jakarta.


Apa Trans Studionya sama kayak di Makassar?

sbyctzn
September 25th, 2009, 10:21 AM
@van koetai:
thanks!
Klo soal memberikan pendapat mengenai hunian, saya kurang tau, tapi setau saya kalau masalah hunian itu pertimbangannya banyak banget, kalau cuma pilihannya dh harga saja, apa tidak sulit? Misalnya masalah fasilitas, akses, dll.

@ abi:
kan trans studio di Surabaya masih rencana, tahap2 perencanaan belum sama sekali dilakukan. Jadi apa akan sama atau tidak ya belum tau. Lha wong kepastian dibangun tidaknya saja masih belum jelas, apalagi sebelum di Sby, Trans masih fokus pengembangan di Bandung dan Jakarta.
So... Masih lamaa..... Banget...
Entah kapan. Hehehe....

Ebek21
September 25th, 2009, 11:23 AM
Bagaimana perkembangan proyek pedestrian di Jl. Rajawali ? Sudah mulai belum ? Request foto2 update dong, kalau ada..

Juga foto2 terbaru dr proyek MERR, terutama di sebelah selatan jembatan Medokan Semampir, juga di daerah Gununganyar, yg katanya pembangunannya sudah maju lumayan pesat dan akhir2 ini banyak lahan sudah berhasil dibebaskan. Sekalian update Tower Stikom yg baru di seberang jembatan MERR, sudah jadi belum nih ??

alkaka
September 25th, 2009, 11:24 AM
@ sby CTZN, gedean mana sich RUMAH SAKIT pendidikanX UNAIR ma UNIBRAW,UMM,UIN MALANG,.,.,.,.,! masing2 brp lantai,.,.,.,! btw SBY CTZN angkatan brp d unair,.,.,.!

MinImaX
September 25th, 2009, 12:24 PM
Pedestrian Rajawali sudah dimulai, tidak sempat foto waktu itu... Ada Giant yang baru buka di sana. (Giant sekarang ada di mana2 yah...)
Benar sekali, MERR jalan terus, di dekat UPN sudah terlihat ada pekerjaan, di terusan jalan Semolowaru menuju Galaxy Bumi Permai 2 juga sudah dimulai. Tinggal sekitar Arif Rahman Hakim yang belum. Jembatan MERR dekat Stikom saya sudah lama tidak lewat sana.

RS di Unair Kampus C keliatannya segera topped out nih, tidak sempat hitung berapa lantai.

Sori seringkali saya tidak sempat ambil foto.

pecinta_surabaya
September 25th, 2009, 02:11 PM
MERR itu nantinya dari jalan kenjeran tembus ke pondok jati ya??
Yg beres kan yg dari jalan kenjeran sampe arif rahman hakim.
Terus skrg yg lagi dikerjakan dari sisi mana sampai mana??

sbyctzn
September 25th, 2009, 03:30 PM
@ebek:
progress pedestrian jalan rajawali sudah hampir jadi, tinggal finishing.
Sekarang daerah Kota tua jadi makin cantik, makin rapi dan teratur.
Dan betul di jalan Rajawali ada Giant baru buka.

Sementara untuk lokasi lain juga sama, progressnya tinggal finishing. Seperti Raya Darmo, Sulawesi, Pangsud dan Pemuda.

Memang Giant sekarang buka dimana-mana. Tidak di dalam kota Surabaya saja, tapi di daerah pedalaman juga buka, seperti waktu kemarin saya lewat Banyuwangi ada Giant baru buka.

Untuk proyek MERR saya belum sempat lihat langsung akhir2 ini. Terakhir saya tau 2-3 bulan lalu memang sudah banyak perubahannya. Dan yang digarap kan tidak sebatas 1 tempat saja, tapi berpencar, yang di daerah UPN sudah lumayan.. Kurang tau untuk daerah lain.

Untuk pic update progress Pedestrian, Stikom dan MERR menyusul, nanti saya coba ambil, atau mungkin ada yg lain mau ambil duluan silahkan.

@alkaka:
saya angkatan 2006, memang anda juga sedang study di Unair?
Mengenai RS PENDIDIKAN, saya yakin di Unair ini terbesar dan pertama, sampai saat ini belum ada RS PENDIDIKAN lain yang sedang dibangun, tetapi masih sebatas rencana.
Karena saya dengar pihak kampus berani mengklaim kalau RS PENDIDIKAN UNAIR ini terbesar, pertama, dan satu-satunya di Indonesia. Dan mereka habis-habisan keluarin dananya, tapi kurang tau pastinxa berapa, karena ini proyek sudah lama, tapi lama tertunda-tunda. Makanya tidak tanggung2 buat sampai 7 lantai. Dan luas RS nya sendiri lumayan lho. Saya rasa Graha Amerta atau GDC nya RS DR SOETOMO kalah tuh besar dan luas bangunannya.
Dan kemungkinan besar untuk RS PENDIDIKAN UB, UMM, dan UIN malang tidak besar2 amat, terakhir saya baca berita tingginy tidak lebih dari 5 lantai. Lagipula darisegi anggaran juga sudah kalah, jadi ya tidak mungkin akan buat berlebihan.

Ebek21
September 25th, 2009, 04:17 PM
Thanks atas infonya MinImax dan sbyctzn !! Wah gak sabar lihat fotonya Jalan Rajawali yg baru dgn pedestriannya. Tapi, to be honest, gw gak gitu suka ada Giant di Jl. Rajawali. Why can't they find any other place to open their store ?? :ohno:

Bagus juga MERR ngebut terus pembebasan lahan dan pengerjaan proyeknya. Great !! Moga2 tahun depan bisa selesai tuntas sama sekali.

Ebek21
September 25th, 2009, 04:31 PM
MERR itu nantinya dari jalan kenjeran tembus ke pondok jati ya??
Yg beres kan yg dari jalan kenjeran sampe arif rahman hakim.
Terus skrg yg lagi dikerjakan dari sisi mana sampai mana??

MERR itu dr pertigaan Kenjeran lurus sampai ke Pondok Tjandra, total sepanjang 11 km lebih. Saat ini sudah selesai 4,4 km dr Kenjeran sampai Arif Rahman Hakim. Sisanya sepanjang 6 km lebih dr Arif Rahman Hakim sampai Pondok Tjandra saat ini digarap bersamaan sekaligus. Asalkan lahannya sudah dibebaskan, langsung digarap. Pemkot menargetkan tahun ini juga semua lahan sudah selesai dibebaskan, sehingga tahun depan tinggal menyelesaikan pekerjaan fisik saja.

MinImaX
September 25th, 2009, 06:31 PM
^^ Kalau liat MERR di pertigaan Kenjeran, prediksi saya, ada kemungkinan diteruskan ke arah utara (pertigaan jadi perempatan di Kenjeran) menuju Kedung Cowek Suramadu, meskipun mungkin masih puluhan tahun terwujud. :D

MERR ini penting sekali untuk membuka isolasi daerah Surabaya Tenggara, yang selama ini satu2nya jalan utama hanya ada di Panjangjiwo yang selalu macet.

Ebek21
September 26th, 2009, 04:40 AM
Ayo maju terus Pemkot !!

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FRB-1.jpg

Ebek21
September 26th, 2009, 06:12 AM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/YS1.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/YS2.jpg

Taken from Radar Sby, Sep 26, 2009

Ebek21
September 26th, 2009, 07:29 AM
Bye bye Mitra..

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/EksMItra.jpg

Taken from Jawapos, Sep 26, 2009

alkaka
September 26th, 2009, 09:03 AM
@sby ctzn, q angkatan 2009 FE, tp d forum kota MALANG UB klaim bahwa rumah sakit pendidikanX tercanggih d indonesia ma terbesar cz terdiri 3 blok blok pertama, kedua ma ketiga ! n blok ketiga ini ada mallX,.,.,.,.,., sumber ini HOAX atw tdk,.,.,.,!:ohno::ohno:

Ebek21
September 27th, 2009, 06:23 AM
Satu lagi proyek baru untuk diupdate !! :okay:

Skenario Taman Kota Mundu, Padukan Tiga Taman

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MunduPark.jpg

SURABAYA - Gambaran wujud Taman Kota Mundu mulai tampak. Pembangunan lantai proyek taman di depan Stadion Gelora 10 Nopember itu sudah dimulai. Selain itu, pilar untuk backdrop dan pemetaan lahan untuk pejalan kaki serta air mancur sebagai ikon taman baru itu juga mulai dikerjakan.

Beberapa pedagang kaki lima (PKL) yang masih berada di sekitar lokasi proyek juga sudah tidak ada lagi. Namun, bagian belakang taman masih digunakan warga untuk memarkir mobil. ''Hampir tidak ada kendala yang berarti. Masyarakat sekitar mendukung penuh proyek taman ini,'' ujar Kabid Pertamanan dan PJU Dinas Kebersihan dan Pertamanan Aminuddin kemarin.

Terkait lahan kosong yang masih digunakan parkir, Aminuddin mengatakan tidak ada masalah. Sebab, dari komunikasi yang dilakukan selama ini, warga yang memanfaatkan lahan itu untuk parkir telah menyatakan siap untuk pindah kapan saja. ''Alhamdulillah, sampai hari ini masyarakat sangat kooperatif. Bahkan, beberapa pedagang yang masih berada di sekitar proyek juga siap pindah,'' tuturnya.

Selain mengomunikasikan masalah lahan, DKP membicarakan balai RW yang harus dibongkar. Sebab, balai RW itu berada di dalam inti taman yang menghabiskan dana hingga Rp 900 juta tersebut. Tetapi, DKP belum membicarakan kemungkinan penggantian balai RW dengan membangunkan di tempat lain. ''Warga bilang, kalau dibutuhkan untuk proyek taman itu, tidak ada masalah (balai itu) dibongkar,'' kata Aminuddin.

DKP menargetkan pembangunan sisi dalam atau inti taman akan selesai awal Desember nanti. Sedangkan proyek secara keseluruhan tuntas pada pertengahan 2010. ''Pembangunan dibagi dua tahap karena sudah mepet dengan tahun anggaran,'' tambahnya.

Selama tiga bulan ke depan, pembangunan fokus pada bagian dalam taman. Misalnya, air mancur kembar yang merupakan ikon utama Taman Mundu yang akan dibangun menyerupai gapura sebagai ucapan selamat datang kepada pengunjung. ''Setidaknya bagian dalam sudah bisa dinikmati pada akhir tahun nanti,'' tandas Aminuddin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa skenario Taman Mundu ke depan akan memadukan tiga konsep taman yang ada di Surabaya. Yakni, efek lampu Taman Dolog, panggung terbuka Taman Bungkul, dan macam-macam permainan Kebun Bibit. ''Secara umum, sama. Tetapi, yang kami tonjolkan di Taman Mundu adalah efek lampu dan air mancur,'' urainya.

Selain itu, aneka tanaman disiapkan untuk mengisi areal taman. Sesuai namanya, tanaman mundu akan ditonjolkan karena mewakili nama taman yang dibangun sejak pertengahan tahun ini tersebut. ''Permainan efek lampu yang diletakkan di berbagai tanaman akan membuat taman ini menjadi istimewa pada malam,'' ucapnya.

Efek lampu itu juga akan ditanam dengan sistem ground lamp di lantai taman. Lampu-lampu di jogging track itu akan memberikan efek layaknya bintang di langit saat malam. Berbeda dengan taman yang lain, beberapa bangku juga dibuat tidak rata agar tidak beralih fungsi menjadi tempat tidur. ''Lampu dan air mancur kembar setinggi 8 meter yang kami tonjolkan di taman itu,'' terang Aminuddin.

Terkait pengamanan taman, DKP akan bekerja sama dengan kelurahan, kecamatan, serta satpol PP dan linmas. Khususnya, saat ada pertandingan sepak bola di Stadion Tambaksari. Sebab, DKP tidak mau taman yang dibangunnya itu hancur oleh suporter yang tidak bertangung jawab. ''Kami juga mendirikan pos jaga di bagian depan untuk mengamankan taman itu dari PKL,'' ungkapnya.

Taken from Jawapos, Sep 27, 2009

sbyctzn
September 27th, 2009, 03:30 PM
@sby ctzn, q angkatan 2009 FE, tp d forum kota MALANG UB klaim bahwa rumah sakit pendidikanX tercanggih d indonesia ma terbesar cz terdiri 3 blok blok pertama, kedua ma ketiga ! n blok ketiga ini ada mallX,.,.,.,.,., sumber ini HOAX atw tdk,.,.,.,!:ohno::ohno:

salam kenal alkaka, aku di FISIP Komunikasi
Wow makin banyak juga yah member SSC dari UA, wah jadi semangat...
ayo kapan-kapan gathering bareng...
hunting foto bareng...
dulu sempat ada rencana seperti itu tapi akhirnya kandas, juga pernah mau silaturahmi ke wawali... akhirnya kandas juga...

wah, saya agak ragu dengan pernyataan itu, sekarang dari sisi anggaran saja apa mencukupi????
kekuatan anggaran UB itu (maaf) masih dibawah UA, sekarang lihat saja masih ada bangunan kampus yang mangkrak, trus RS pendidikan yang disebutkan itu terbatas masih rencana.....
saya juga pernah baca di koran... kalau lingkungan/warga sekitar menolak pembangunan RS pendidikan, entah kenapa...
sekarang kita pikirkan saja dari sisi pendapatan universitas, antara UB dan UA, income dari SPP UA jauh lebih besar karena lebih mahal... (coba ditanyakan pada rekan lain kalau tidak percaya) selain itu sekarang di UA rata-rata penerimaan untuk SPMB (idem istilah sejenis) sudah dikurangi akibat setelah berubahnya UA menjadi BHMN, analoginya kenapa kok jatah untuk SPMB dikurangi? dan jatah PMDK umum ditambah? karena ya itu tadi... sekarang Kampus dituntut untuk pintar cari Dana dan mengembangkan kampusnya...
dan imbasnya itu tadi sekarang UA nyarinya uang dari SPP mahasiswa PMDK umum, soalnya pendapatan dari mahasiswa SPMB kecil...
Sekarang saja sudah naik 80 %.
sekarang jatah untuk PMDK umum rata-rata tiap fakultas sudah lebih dari 70% total kursi.... sedangkan SPMB sudah dibawah 20 %
sedangkan UB sendiri SPP nya lebih murah dibandingkan dengan UA.
dan juga saya pernah baca di koran kalau RS pendidikan UB tidak akan lebih dari 5 lantai...

Bah saya lebih baik tidak menghiraukan kabar yang masih planning planning... dan plannning....
Seru juga sih lihat ada rencana-rencana....
cuma kita juga harus lihat latar belakangnya juga.... apa ya mungkin kabar itu? kalau kenyataannya berbeda...

OPTX
September 28th, 2009, 10:35 AM
The Mandiri Village

http://i36.tinypic.com/2qxz5z9.jpg

http://i34.tinypic.com/o0dn3p.jpg

lokasi : gunung sari surabaya
Sebuah apartemen dengan konsep simple dan pemanfaatan maximal ruang/lahan. menjaring calon penghuni dengan segmen kelas menegah ke bawah.
Dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, lapangan tennis,dan area parkir yang sangat luas.

Ebek21
September 28th, 2009, 03:33 PM
^^ More detail info ??

Ebek21
September 28th, 2009, 03:36 PM
Moga2 kali ini bener2 digusur tuntas tas tas.

Pemprov Deadline Pemilik Bangli di Setren Kali Jagir

Pindah sebelum 5 Oktober

SURABAYA - Pemilik bangunan liar (bangli) di setren Kali Jagir harus segera angkat kaki. Sebab, pemprov men-deadline pemilik bangli untuk pindah dari setren paling lambat 5 Oktober nanti.

Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Akmal Boedianto mengatakan, sebenarnya sudah ada kesepakatan antara pemprov dan warga setren Kali Jagir. "Mereka menyatakan siap pindah," kata dia kemarin (27/9).

Sebagai kompensasi atas penertiban tersebut, pemrov akan memberikan subsidi Rp 5 juta kepada setiap pemilik bangli. Bantuan itu diberikan kepada seluruh warga setren yg menempati sebelum penertiban 4 Mei lalu. Jumlah pemilik bangli yang mendapatkan bantuan tersebut 360 orang. Dengan demikian, total dana yang dikucurkan pemprov mencapai Rp 1,5 miliar. "Jumlah penerima bantuan itu sesuai dengan data pemkot," tuturnya.

Menurut Akmal, jumlah 360 tersebut tidak termasuk pemilik bangli yang baru menempati setren pasca penertiban. Pemilik bangli diminta menggunakan uang tersebut untuk biaya pindah dari setren. "Jika mereka akan pindah ke pasar tradisional di sebelah barat kompleks pertokoan Mangga Dua atau tempat lainnya, terserah. Yang penting, mereka harus pindah dari lokasi tersebut," tegas Akmal.

Selain itu, mereka dipersilakan untuk menempati rumah susun (rusun) di Wonorejo dan Randu yang disediakan Pemkot Surabaya. "Ada 266 orang yang mengambil kunci kok. Tinggal pakai saja," jelasnya.

Menurut dia, deadline penertiban itu diambil karena musim hujan sudah dekat dan revitalisasi Sungai Jagir belum selesai. "Kalau keburu hujan turun, hal itu akan membahayakan warga setren dan masyarakat pada umumnya," terangnya.

Sebelum uang tersebut diserahkan, pemprov mewajibkan warga setren Jagir yang mengambil santunan untuk menandatangani surat perjanjian terlebih dahulu. Isinya, mereka harus pindah dalam jangka waktu tertentu dan tidak boleh kembali. Surat itu akan menjadi pijakan pemprov jika terjadi wanprestasi (ingkar janji). "Kami bersihkan mereka kalau mereka melanggar perjanjian," tegas dia.

Langkah pemprov tersebut didukung penuh oleh pemkot. Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Surabaya B.F. Sutadi, pemkot mendukung langkah itu selama bertujuan untuk mengembalikan fungsi sungai. "Memang, seharusnya tidak boleh ada bangunan permanen dan semipermanen pasca penertiban 4 Mei lalu," ucap dia.

Hanya, kata Sutadi, sebelum santunan diberikan, warga harus pindah terlebih dahulu. Mantan Camat Wonokromo tersebut khawatir dana Rp 1,5 M itu muspro bila diberikan sebelum warga pindah dari setren. Sebab, bisa saja pedagang kembali lagi ke setren. "Lahan itu secara ekonomis memang strategis untuk berjualan. Tapi, kita kan harus melihat efek yang lebih besar untuk kepentingan bersama ke depan," terang dia.

Seperti diberitakan, pemprov dan pemkot sering berbeda prinsip dalam masalah penataan kawasan setren Kali Jagir. Pemkot telah menertibkan setren Kali Jagir pada 4 Mei lalu. Namun, pemprov justru membiarkan pemilik bangli kembali berjualan. Pemprov dan pemkot pernah berencana memindahkan pemilik bangli ke pasar tradisional di sebelah barat kompleks pertokoan Mangga Dua.

Selain itu, pemprov pernah berencana merelokasi pemilik bangli di bantaran sungai sejauh 200 meter dari seberang jalan Kantor Pajak Pratama Surabaya ke arah timur. Namun, semua rencana itu belum terwujud. Akhirnya, pemprov men-deadline para pemilik bangli untuk segera pindah dari setren.

Penataan stren Jagir itu dijadwalkan tuntas tahun ini. Selanjutnya, giliran stren Barata Jaya tahun depan. Untuk merelokasi warga, pemprov tengah membangun rumah susun (rusun) baru di Kelurahan Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri.

Asisten II Bidang Pembangunan Chaerul Djaelani mengatakan, rusun tersebut didirikan di lahan milik pemprov seluas 1,9 hektare. Pembangunan menggunakan dana APBD Provinsi Jatim melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2009. "Nilainya saya lupa," katanya.

Saat ini, pembangunan rusun memasuki tahap lelang. Peletakan batu pertama direncanakan pada Oktober atau November. Rusun ditargetkan rampung pada awal tahun depan.

Karena itu, Chaerul memperkirakan penertiban stren kali Wonokromo sisi Barata Jaya akan dilakukan pada pertengahan tahun 2010. Meski bantaran kali Wonokromo merupakan wilayah pemprov, Chaerul menyatakan akan melimpahkan kewenangan penertibaan kepada pemkot. ''Seperti waktu (penertiban) stren kali Jagir," katanya. Namun, pemprov tetap akan mem-back up penataan. "Penyediaan rusun itu kan juga bagian dari dukungan kami," sambungnya.

Plt Kepala Satpol PP Pemkot Surabaya Arief Boediarto mengaku siap melakukan penertiban. "Kalau kami sih nggak masalah. Kapan pun siap," ujarnya. Meski bantaran sungai merupakan kewenangan pemprov, bangunan yang berdiri di atasnya merupakan wilayah hukum pemkot. Arief akan menggunakan Perda No. 7 tahun 2009 mengenai bangunan. "Tidak ada satu pun bangunan di atas stren kali Barata Jaya yang punya Izin Mendirikan Bangunan," tegas dia.

Namun, mantan camat Gubeng itu meminta bukti penyerahan kewenangan secara tertulis dari pemprov. "Supaya tidak terjadi salah paham di kemudian hari seperti saat penertiban stren kali Jagir," katanya.

Camat Gubeng Imam Siswandi mengaku belum mengetahui kapan kepastian penertiban tersebut dilakukan. Dalam waktu dekat dia berjanji akan kembali melakukan sosialisasi kepada warga sekitar 200 warga stren Barata Jaya. "Terakhir sosialisasi awal Juni lalu," kata dia.

Menurut Imam, warga meminta agar pemerintah menyediakan lahan kosong untuk berjualan. "Tapi itu kan tidak mungkin," katanya. Imam akan terus mempersuasi warganya agar bersedia dipindahkan dari stren kali ke rusun di sumur welut. "Itu kan demi menjaga keselamatan warga. Supaya tanggul sungai bisa diperbaiki dan tidak bobol," tegas dia.

Taken from Jawapos, Sep 28, 2009

Freezy89
September 28th, 2009, 05:16 PM
Mandiri village...COOL!!!

Ebek21
September 29th, 2009, 07:05 AM
:okay::okay:

Pemkot Anggarkan Biaya Pendidikan 2010 Rp 1,2 Triliun

RAPBD Rp 4,11 T

SURABAYA - Kepedulian pemerintah kota (pemkot) terhadap pendidikan cukup tinggi. Setidaknya ini jika dilihat dari sisi anggaran. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2010, anggaran pendidikan dipatok 31,46 persen.

Anggaran pendidikan yang dimiliki Pemkot Surabaya itu melebihi yang diamanatkan UUD 1945. Konstitusi mengamanatkan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN maupun APBD. ''Pendidikan memang prioritas utama dalam RAPBD,'' kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini kemarin (28/9).

RAPBD 2010 dipatok Rp 4,11 triliun. Dari jumlah tersebut, yang digelontorkan untuk pendidikan senilai Rp 1,2 triliun. Itu termasuk gaji guru se-Surabaya. Seandainya gaji guru tidak dimasukkan dalam variabel anggaran pendidikan, masih tersisa 20,8 persen. ''Itu sudah memenuhi amanat konstitusi,'' kata ibu dua anak itu.

Prioritas anggaran kedua digunakan untuk infrastruktur jalan dan saluran. Nilainya Rp 785,4 miliar. Sedikitnya, Rp 405,5 miliar dipakai untuk pembangunan jalan. Tahun depan pemkot berencana membangun 13 ruas jalan baru. "Yang terbesar untuk meneruskan box culvert Banyu Urip. Jumlahnya Rp 143,2 miliar," terang Risma.

Untuk pembuatan saluran dianggarkan Rp 379,9 miliar. Tahun depan pemkot berkonsentrasi untuk memperbaiki saluran di Surabaya. Daerah yang selalu tergenang setiap musim hujan seperti Petemon, Kedungdoro, dan Blauran dipastikan bebas banjir. Pemkot juga berencana merealisasikan tiga rumah pompa baru di Greges, Dharma Husada, dan Jemur Sari. "Setiap rumah pompa senilai Rp 4,8 miliar," jelas Risma.

Bagaimana bidang kesehatan? Anggaran untuk kesehatan juga ditingkatkan. Pada APBD 2009, kesehatan hanya mendapat dana Rp 231,58 miliar. Tahun depan anggaran untuk keseharan Rp 264 miliar. Pemkot akan memberikan program kesehatan khusus bagi penduduk miskin. Di antaranya, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, balita, dan lansia (lanjut usia). Selain itu, ada pos bantuan untuk penanganan penyakit HIV/AIDS, kanker, demam berdarah, dan TBC.

Prioritas anggaran keempat diberikan untuk kebersihan dan keindahan kota. Untuk memelihara kebersihan kota, pemkot menganggarkan Rp 112 miliar. Sedangkan penataan taman mendapat anggaran Rp 60 miliar. "Target kami, setiap kecamatan punya satu taman besar. Pada 2010 dibangun enam taman baru," papar Risma.

Untuk menjaga keamanan kota, pemkot juga akan memasang penerangan jalan umum (PJU) baru di 35.988 titik. Nilainya Rp 24 miliar. "Kalau dihitung dengan tagihan listriknya, setahun ke depan PJU mendapat Rp 79 miliar," imbuhnya.

Menurut Risma, dalam APBD 2009 terdapat sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) Rp 907 miliar. Dana itu dimasukkan ke RAPBD 2010. Silpa tahun ini lebih kecil dibanding silpa APBD 2008 yang mencapai Rp 1,4 triliun. Risma beralasan tahun ini tingkat penyerapan anggaran di SKPD (satuan kerja pemerintah daerah) meningkat. ''Bisa dibilang, kinerja mereka lebih baik daripada tahun sebelumnya," ucapnya.

RAPBD 2010 tidak jauh berbeda dengan APBD 2009. Yang membedakan hanya rinciannya. ''Tadi kami presentasi di depan wali kota,'' kata Kepala Dinas Pendapatan dan Pajak (Dispendak) Surabaya Purwito.

Awal Oktober, draf RAPBD itu dipaparkan Wali Kota Bambang D.H. ke DPRD. Selanjutnya DPRD membahas dan mengesahkannya menjadi APBD. Namun, pembahasan RAPBD 2010 terancam terhambat. Sebab, sampai saat ini kelengkapan dewan belum terbentuk. Pimpinan definitif dewan belum disahkan oleh Gubernur Jatim Soekarwo. Akibatnya, dewan tidak bisa membentuk alat kelengkapan, termasuk komisi. Padahal, komisi yang akan membahas RAPBD tersebut.

Taken from Jawapos, Sep 29, 2009

Ebek21
September 29th, 2009, 07:06 AM
:okay:

Dicor Dulu, Baru Diaspal

SURABAYA - Pembangunan gorong-gorong beton (box culvert) di Banyu Urip telah mencapai 90 persen. Pemasangan beton penutup sungai itu saat ini kurang 50 meter dari seluruh panjang proyek 850 meter. Pemasangannya kini mendekati Jembatan Girilaya.

Ibnu Gopur, direktur PT Rudy Jaya (kontraktor proyek), menjelaskan, saat ini pihaknya mengejar kekurangan pemasangan box culvert. Hal tersebut dilakukan setelah pengerjaan mandek selama libur Lebaran. "Kesulitan dalam proyek ini cuma pemasangan beton box culvert, karena air sungai tidak bisa dialirkan ke mana-mana," jelas Gopur.

Kemarin merupakan hari pertama pengerjaan proyek pascalibur Lebaran. Selain mengebut pemasangan beton, kontraktor memasang pembatas jalan dan pembuatan tembok penahan.

Menurut Gopur, bila pemasangan beton selesai seluruhnya, proyek dilanjutkan dengan pengecoran jalan. "Dicor dulu, baru di atasnya diaspal," imbuhnya. Kontraktor nanti juga kebagian tugas membuat markah jalan.

Walau beberapa kali proyek terganggu, Gopur optimistis pengerjaan box culvert selesai sesuai deadline kontrak. Tahun depan pemkot juga merencanakan kelanjutan pembangunan box culvert hingga Darmo Satelit.

Taken from Jawapos, Sep 29, 2009

Ampelio
September 29th, 2009, 07:12 AM
Where's the location of Mandiri Village?

sbyctzn
September 29th, 2009, 12:03 PM
wow the mandiri village... new project!!! thanks OPTX!!!
Semoga tidak sekedar desain saja, tapi sudah proposed... atau bahkan segera dipasarkan....

sbyctzn
September 29th, 2009, 12:40 PM
Nih dari Majalah Technio Konstruksi.
Silahken dinikmati...

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/1-7.jpg

sbyctzn
September 29th, 2009, 12:41 PM
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/2-6.jpg

sbyctzn
September 29th, 2009, 12:42 PM
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/3-6.jpg

sbyctzn
September 29th, 2009, 12:43 PM
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/4-5.jpg

sbyctzn
September 29th, 2009, 12:44 PM
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/5-2.jpg

seoul sams
September 29th, 2009, 02:12 PM
itu stadion GELORA BUNG TOMO, kok mirip stadion palaran ya???

pecinta_surabaya
September 29th, 2009, 02:22 PM
^^ sbyctzn beli majalah itu dimana?
harga brp?

Thnks infonya :)

Ebek21
September 29th, 2009, 03:07 PM
Thanks atas postingannya, sbyctzn !! Wah bakalan ada aquatic stadium di Kompleks GBT juga ?? Moga2 dibangun yg indoor !! Seingatku kok belum ada indoor aquatic stadium di Indonesia ya ?? CMIIW.

MinImaX
September 29th, 2009, 04:39 PM
Wah hebat sbyctzn bisa nemu majalahnya, saya cari2 ga pernah nemu berita konstruksi di Surabaya, kebanyakan mengulas Jakarta.

Tinggal jalan akses menuju GBT yang belum dikerjakan, akses tol Romokalisari, non tol ke Gresik, non tol ke kota (lewat Banyu Urip), non tol ke Citraland. Untungnya Jl Banyu Urip ada rencana pelebaran sampai Darmo Satelit tahun depan.

Di pintu masuk stadion utama ada patung Sura & Baya juga ya...

MinImaX
September 29th, 2009, 05:54 PM
The Mandiri Village

http://i34.tinypic.com/o0dn3p.jpg



Apakah ini kemungkinan lokasi The Mandiri Village?

http://img134.imageshack.us/img134/7305/mandirivillagelocmap3.jpg

http://img180.imageshack.us/img180/6875/mandirivillagelocmap1.jpg

http://www.wikimapia.org/#lat=-7.331481&lon=112.7027214&z=17&l=0&m=s

sbyctzn
September 29th, 2009, 06:02 PM
^^ sbyctzn beli majalah itu dimana?
harga brp?

Thnks infonya :)

di gramed ada kok, harganya 25 ribu.

Thanks atas postingannya, sbyctzn !! Wah bakalan ada aquatic stadium di Kompleks GBT juga ?? Moga2 dibangun yg indoor !! Seingatku kok belum ada indoor aquatic stadium di Indonesia ya ?? CMIIW.

sepertinya akan dibangun juga bek,
btw ada kok indoor aquatic stadium.
coba deh jalan-jalan ke kompleks Stadion Gajayana. ada kok disana, dan setau saya belum ada di daerah lain...

itu stadion GELORA BUNG TOMO, kok mirip stadion palaran ya???

Ya Memang agak mirip.
tapi jika diperhatikan secara detail, teutama ukuran, pasti beda, lebih tinggi GBT.

Ebek21
September 30th, 2009, 09:11 AM
Sudah kinclong sekarang :okay:

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Buzem.jpg

Taken from Jawapos, Sep 30, 2009

Ebek21
September 30th, 2009, 09:13 AM
Anggaran 4-5 trilyun duit darimana ya ??

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SubBan.jpg

Taken from Jawapos, Sep 30, 2009

Ampelio
September 30th, 2009, 11:45 AM
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/5-2.jpg

^^Satu lagi projek "Masjid Megah" dibangun di Jatim :) ...sbg perbandingan: di Jateng dan DIY selain Masjid Agung Jateng di Semarang, gak ada lagi projek Masjid raksasa dan spektakuler yg jor-joran (seperti kota2 di Jatim)... memang ada banyak masjid baru dibangun tapi rata2 besar dan bentuknya biasa2 aja

Ebek21
September 30th, 2009, 04:27 PM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JembMERR-1.jpg

Taken from Suara Surabaya, Sep 30, 2009

d'sulovyo
September 30th, 2009, 09:59 PM
^^ dan selamat tinggal jembatan kayu nan sempit :cheers: (*di gambar terlihat di kejauhan)

Ebek21
October 1st, 2009, 09:04 AM
^^ Yg terlihat di kejauhan itu bukan jembatan kayu (atau lebih dikenal dgn nama Jembatan Ijo), tapi jembatan pipa (air/gas ??) biasa. Jembatan Ijo sudah dirobohkan beberapa tahun yg lalu.

Ini berita lain dr kali yg sama.

Warga Setren Jagir yang Terdata Bisa Ambil Santunan

Mulai Hari Ini sampai Senin Mendatang

SURABAYA-- Pencairan dana santunan untuk warga Setren Jagir dijadwalkan bertahap mulai hari ini sampai Senin (5/10). Masing-masing kepala keluarga (KK) mendapat Rp 5 juta.

Asisten III bidang kesejahteraan rakyat Pemprov Jatim Akmal Boedianto mengatakan, pencairan dana diprioriotaskan bagi warga yang saat ini masih menempati bantaran sungai. Mereka diharuskan segera pindah setelah menerima uang santunan. '' Biar cepat bersih. Dengan demikian revitalisasi sungai dapat segera dikerjakan," kata dia.

Yang berhak menerima santunan tersebut adalah warga setren Jagir yang terdaftar di data Pemkot Surabaya sebelum penertiban 4 Mei lalu. Syarat pengambilan harus membawa KTP dan pengantar dari Ketua RT dan RW masing-masing ketika tinggal di setren Jagir. Dana diambil di Biro Kesra, Gedung Binaloka, di Jalan Pahlawan.

Warga yang tidak terdaftar, tapi tinggal di Setren Jagir sebelum penertiban 4 Mei diperkenankan mengambil bantuan selama dapat menunjukkan bukti. "Bisa menemui ketua RT dan RW masing-masing. Mereka yang tahu, benar-benar warganya atau bukan," kata Akmal.

Pemprov meminta agar pemilik bangunan liar (bangli) di setren kali Jagir menyingkir paling lambat pada 5 Oktober. Jika batas waktu itu dilewati, pemprov tidak akan memberikan toleransi lagi. "Satpol PP provinsi yang akan menertibkan," ujar dia. ''Sebab, pemprov selama ini telah banyak memberi waktu pada warga setren kali,'' lanjutnya.

Asisten I bidang pemerintahan Pemkot Surabaya B.F. Sutadi mengapresiasi tindakan pemprov tersebut. Sutadi sudah memerintahkan Camat Wonokromo dan Lurah Jagir untuk membantu proses distribusi dana santunan. Pemkot akan membantu memberikan data dan verifikasi keterangan kependudukan warga yang mendapat santunan. "Apakah mereka benar-benar warga Jagir atau bukan akan dibantu screening-nya oleh lurah dan camat," ucap dia.

Selain itu, pemkot akan mem-back up revitalisasi sungai yang dipimpin pemprov. Melalui Camat Wonokromo, pemkot akan membantu pengamanan revitalisasi sungai. "Kalau setelah tanggal 5 ada bangunan liar lagi, camat juga akan menindak," tegas dia.

Revitalisasi setren Jagir akan dilakukan serempak oleh tiga instansi, Jasa Tirta, Balai Besar Sungai Berantas, dan Dinas PU Pengairan Pemprov. Sebelumnya, hanya Jasa Tirta menjadi leading sektor revitalisasi.

Kepala Sub Divisi Jasa Tirta I Asa IV, Wardoyo, menjelaskan dari hasil rapat kemarin disepakati pembagian kerja untuk revitalisasi setren Jagir pasca penertiban. Pembagian tugas dilakukan berdasarkan zona. Sepanjang 2.500 meter (dari pintu air hingga jembatan Nginden) pengerjaan revitalisasi dibagi dalam tiga zona. "Masing-masing kebagian pengerjaan sekitar 830 meter," jelas Wardoyo.

Zona 1, yang berada setelah pintu air akan dikerjakan oleh Jasa Tirta. Zona 2 digarap Dinas PU Pengairan Pemprov, serta zona 3 dikerjakan Balai Besar Sungai Brantas.

Tugas tersebut mulai pembersihan bekas bangli, peninggian, hingga pelurusan palung tanggul. Menurut Wardoyo, mekanisme itu diambil karena sebentar lagi masuk musim penghujan. "Dengan pembagian tugas seperti itu, proses pengerjaan akan lebih cepat. Sebab, ketiga instansi juga akan mengerahkan alat berat masing-masing," papar Wardoyo.

Ketiga instansi tersebut mulai bekerja di setren Jagir pada 6 Oktober mendatang. "Kalau masih ada bangunan liar, Satpol PP dan Dinas Pengairan Pemprov akan bongkar paksa," imbuh Wardoyo. Penanganan pertama yang dilakukan adalah peninggian tanggul sementara sekitar 30-50 centimeter.

Taken from Jawapos, Oct 1, 2009

Ebek21
October 1st, 2009, 12:18 PM
Tetap Gandeng RSUD dr Soetomo

SURABAYA – RSUD dr Soetomo tetap menjadi rumah sakit pendidikan utama bagi Universitas Airlangga. Namun RS Pendidikan yang segera berdiri di Kampus C Unair juga akan berstatus sebagai rumah sakit pendidikan utama bagi perguruan tinggi negeri pimpinan Prof Dr Fasich, Apt tersebut.

Wakil Rektor III Unair, Prof Soetjipto dr MS PhD mengatakan, sebuah universitas bisa memiliki dua rumah sakit pendidikan utama. Karena itu, RS Pendidikan Unair yang pembangunannya sudah mencapai delapan lantai juga akan menyandang status rumah sakit pendidikan utama dan mencetak dokter umum dan spesialis.

Selain itu, pembangunan dilakukan karena Departemen Pendidikan Nasional mengharuskan universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran untuk memiliki RS sendiri. Karena itulah, dana pembangunan berasal dari Depdiknas, bukan Departemen Kesehatan. “Selain Unair, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran dan Universitas Gadjah Mada juga sedang melakukan pembangunan rumah sakit pendidikan,” kata Soetjipto.

Hanya saja, status sebagai rumah sakit pendidikan nantinya bisa jadi masalah. Pasalnya, penentuan apakah sebuah rumah sakit berstatus rumah sakit pendidikan atau bukan ada di tangan Departemen Kesehatan. “Departemen Kesehatan yang berhak menentukan status sebuah rumah sakit, entah itu RS pendidikan atau bukan,” kata Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD dr Soetomo, dr Urip Murtedjo SpB KL.

“Kalau memang harus ada perizinan seperti itu, kami akan menyerahkan semuanya ke Depdiknas agar diselesaikan antar penentu kebijakan. Yang jelas, RS Pendidikan Unair nantinya berfungsi sebagai teaching hospital,” kata Soetjipto.

Meski demikian, diakui Soetjipto, Unair belum bisa lepas dari RSUD dr Soetomo. Bagaimana pun juga, rumah sakit pemerintah pimpinan Dr dr Slamet Riyadi Yuwono DTM&H, MARS itu menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah Indonesia Timur. Kasus yang ditangani jauh lebih banyak dan beragam.

“Karena itulah kami tetap menjadikan RSUD dr Soetomo sebagai rumah sakit pendidikan utama dan tidak bisa kami lepas begitu saja,” kata Soetjipto.

Melalui kerja sama itu, Soetjipto menilai kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Mahasiswa yang praktik di RSUD dr Soetomo bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya, sementara dokter muda maupun calon dokter spesialis yang berpraktik di sana juga bisa membantu memberi layanan kepada pasien.

Ke depan, kata Soetjipto, RS Pendidikan Unair pasti kerja sama dengan RSUD dr Soetomo dalam memberikan layanan kesehatan. Maklum, selain sebagai rumah sakit pendidikan, RS milik Unair juga membuka layanan kesehatan untuk umum. “Kami juga membutuhkan tenaga dokter yang dimiliki RSUD dr Soetomo. Untungnya sebagian besar dokter di RSUD dr Soetomo juga mengajar di FK Unair,” kata Soetjipto.

Nantinya, kata Soetjipto, RS Pendidikan Unair tidak hanya didominasi Fakultas Kedokteran. Fakultas-fakultas lain di bawah sayap Unair juga bisa memanfaatkannya untuk keperluan pendidikan. Seperti Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Keperawatan. Bahkan fakultas dengan latar belakang ilmu sosial seperti Fakultas Ekonomi dan Fakultas Psikologi juga bisa memanfaatkannya.

Saat ini, pembangunan RS Pendidikan Unair mencapai 31 persen dengan rangka gedung sudah sampai delapan lantai. Rencananya, rumah sakit berkapasitas 280 tempat tidur ini dibangun setinggi delapan lantai dengan dilengkapi helipad di bagian atap. Rumah sakit juga dibuat menyambung dengan RS Pusat Tropis Infeksi di sebelahnya.

Soetjipto mengatakan, pembangunan fisik diproyeksikan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan. “Pembangunan relatif cepat karena kami sudah punya lahan sendiri. Karena itu dana dari Depdiknas bukan untuk membeli lahan tapi langsung untuk membangun gedung,” kata Soetjipto.

Taken from Surabaya Post, Oct 1, 2009

d'sulovyo
October 1st, 2009, 03:41 PM
Saat ini, pembangunan RS Pendidikan Unair mencapai 31 persen dengan rangka gedung sudah sampai delapan lantai. Rencananya, rumah sakit berkapasitas 280 tempat tidur ini dibangun setinggi delapan lantai dengan dilengkapi helipad di bagian atap. Rumah sakit juga dibuat menyambung dengan RS Pusat Tropis Infeksi di sebelahnya.


Taken from Surabaya Post, Oct 1, 2009

niceee......Surabaya punya "sulianti saroso".:cheers:

sbyctzn
October 3rd, 2009, 05:42 AM
[ Sabtu, 03 Oktober 2009 ]
Pemkot Ajukan Anggaran Pembebasan Lahan Rp 7 Miliar
Frontage Road A. Yani Sisi Barat

SURABAYA - Proyek frontage road A. Yani sisi barat semakin menunjukkan titik terang. Tahun ini, pemkot mengajukan anggaran pembebasan lahan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) 2009. Totalnya mencapai Rp 7 miliar. Itu belum termasuk fulus Rp 70 miliar yang bakal dialokasikan dalam APBD 2010.

Kepala Bappeko Tri Rismaharini mengatakan, dana tersebut digunakan untuk membebaskan lahan milik pihak swasta di sisi barat Jalan A. Yani, tepatnya di sebelah selatan gedung Cito. "Beberapa rumah," jelas Risma.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Sri Mulyono menambahkan, saat ini pihaknya tengah membuat peta bidang lahan yang akan dibebaskan tersebut. Selanjutnya, pemkot akan melakukan negosiasi harga dengan pemilik lahan.

Selain lahan di sebelah selatan Cito, pemkot sedang melakukan sosialisasi kepada pemilik lahan di sebelah barat Bundaran Dolog. "Yang jualan helm-helm itu lho," tutur Sri Mul, panggilan Sri Mulyono. Namun, penyuka campur sari tersebut mengatakan belum mengetahui respons pemilik lahan. "Mudah-mudahan positif," ujar dia. Dalam waktu dekat, pemkot akan mengukur lahan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pemkot bakal menawarkan harga tanah sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP). "Di sepanjang Jl A. Yani situ, NJOP-nya sekitar Rp 5 juta per meter," beber Sri Mul. Jika harga tersebut tidak cocok, pemkot akan menaksir harga atau appraisal.

Pria asal Solo itu mengatakan, sebagian besar pemilik lahan di Jl A. Yani sisi barat mengetahui rencana pembangunan frontage road. Sehingga, banyak instansi baik pemerintah dan swasta yang alignment-nya sudah menyesuaikan dengan rencana frontage road. "Di Royal Plaza, misalnya, yang bahkan sudah ada rintisan jalan di depannya," kata Sri Mul.

Begitu juga Polda Jatim dan Kejati Jatim yang telah memundurkan bangunannya.

Bagaimana dengan lahan milik instansi pemerintah? Setelah ditolak oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU) dalam rapat koordinasi di Departemen Keuangan (Depkeu) pada 8 September lalu, Risma mengatakan belum menindaklanjuti lagi. "Pelan-pelan," ucapnya.

Namun, ibu dua putra tersebut menegaskan akan terus mendekati instansi-instansi milik pemerintah di sana. "Yang sudah menunjukkan komitmen ya Kejaksaan tinggi (Kejati) Jatim," urai Risma. Dia juga akan menempuh upaya melalui Departemen Keuangan.

Departemen yang dipimpin Sri Mulyani itu bersedia membantu pembebasan lahan. Depkeu menyediakan sejumlah dana sebagai kompensasi lahan milik instansi pemerintah yang terkena proyek frontage road. Mereka diminta mengajukan proposal rehab bangunan sebagai bentuk ganti rugi.

Sambil menunggu pembebasan lahan tuntas, lanjut Risma, pemkot akan membangun frontage road. "Kami buat spot-spot untuk lahan yang sudah dibebaskan," terang dia. Pembuatan jalan pendamping arteri A. Yani itu akan dilakukan pada pertengahan tahun depan. "Akan kami ajukan PAK untuk buat jalan," tegas Risma. (uri/oni)

Mimihitam
October 3rd, 2009, 08:23 AM
Gak tau deh ini udah pernah dipost ato belum

New Surabaya Icon

Ciputra, an Indonesian giant developer company has laid the first stone for the building of Surabaya newest icon, The Ciputra World Surabaya. Ciputra World Surabaya is the newest and the first commercial project of the Company. Ciputra World Surabaya is developed on an area of 7.7 ha and is situated at the gate of West Surabaya.

http://www.ciputrasurya.com/images/top-cw.jpg

The complex (artist impression)


The location of Ciputra World Surabaya is on the main thoroughfare directing to West Surabaya . The location is very strategic and since it is near toll access, the coverage of Ciputra World Surabaya will reach not only the population of West and Central Surabaya, but also South and North Surabaya. West Surabaya is the most developed area in Surabaya in the last 10 years, surrounded by middle and upper class housing estates (CitraLand, Bukit Darmo, Graha Family, Darmo Harapan, Darmo Satellite Town, Kupang Indah, Bukit Mas, Darmo Hill etc), hotels (Shangrilla, Somerset) and schools (Petra School, Ciputra School, University of 17 August, and Ciputra University).

http://www.ciputrasurya.com/imgproyek/gal-cw01.jpg

Ciputra World Surabaya will consist of 150,000 m2 of shopping centre, 6 towers of apartments totalling 1,500 units, 5-star diamond hotel with 3,000 m2 ballroom, and an office tower. Ciputra World Surabaya will be developed in several phases based on the market condition.

http://akhyari.blogspot.com/2009/10/new-surabaya-icon.html

sbyctzn
October 5th, 2009, 09:37 AM
[ Senin, 05 Oktober 2009 ]
Pemkot Surabaya dan Pemprov Lakukan Penertiban Setren Jagir Mulai
Belum Terima Bantuan, Ratusan Warga Bertahan

SURABAYA - Deadline pengosongan setren Kali Jagir Wonokromo yang diberikan Pemprov Jatim jatuh hari ini. Namun, hingga kemarin (4/10), puluhan bangunan liar masih berdiri dan menjadi tempat usaha. Sebagian menyatakan akan bertahan di lahan tersebut.

Berdasar pantauan Jawa Pos, hanya sebagian kecil warga yang mulai membongkar bangunannya. Mayoritas enggan pindah dari setren dengan alasan belum kecipratan bantuan Rp 5 juta dari pemprov. Warga setren Kali Jagir yang digusur memang mendapat santunan dari Pemprov Jatim. Bantuan itu sudah dibagikan mulai Jumat (2/10). Hingga kemarin, belum semua menerimanya.

Salah seorang warga H M. Faisol, 40, menyatakan membongkar bangunan bila sudah menerima bantuan. Warga Jalan Jagir Wonokromo 41 itu memilih tetap berjualan kayu di tempat tersebut. "Kenapa harus pindah, wong saya belum dapat uang," kata Faisol kemarin (4/10).

Tetangga kanan dan kiri Faisol rata-rata juga memiliki keluhan yang sama. "Kebanyakan yang sudah terima di bagian timur," ujar pria yang 14 tahun tinggal di lahan setren itu.

Selain masalah uang bantuan, Faisol kesulitan mencari lahan baru untuk berjualan. Menurut dia, bantuan Rp 5 juta tersebut tidak cukup untuk menyewa lahan yang strategis. "Dana bantuan itu gak sumbut, Mas. Sewa di depan itu saja (lahan di sebelah kantor pajak) minimal Rp 15 juta per tahun," jelas pria asal Madura itu.

Pemprov Jatim tetap pada rencana semula. Deadline pengosongan lahan setren tidak berubah, 5 Oktober. Bersama jajaran Pemkot Surabaya, pemprov melakukan penertiban mulai besok (6/10). Selain deadline pengosongan lahan, hari ini merupakan batas akhir pencairan dana bantuan Rp 5 juta untuk pemilik bangunan liar terdaftar. Bila tidak diambil, pemprov mengembalikan uang tersebut ke kas negara.

''Agenda penertiban sudah final. Kami tidak memberikan toleransi lagi kepada warga yang masih bertahan di setren Kali Jagir,'' ancam Asisten III Setdaprov Akmal Budianto.

Sementara itu, Asisten II Setdaprov Chaerul Djaelani menyatakan, penertiban terhadap warga setren maju mundur karena anggaran pemprov terbatas. Meski tidak menyebut besaran nilai, menurut Chaerul, dana untuk keamanan merupakan pos terbesar yang menyedot anggaran. ''Yang saya tahu di DKI Jakarta bisa dianggarkan sampai Rp 350 juta. Di Jatim seharusnya jer basuki mowo bea,'' seloroh Chaerul.

Kasatpol PP Pemprov Sugeng Riyono mengatakan belum berencana menerjunkan pasukan ke setren untuk hari ini. Namun, bila Selasa pagi (6/10) masih terdapat bangunan liar, satpol PP pemprov turun bersama satpol PP kota untuk melakukan pembongkaran. Sebab, mulai besok, proses revitalisasi Kali Jagir dimulai.

Revitalisasi akan digarap tiga instansi sekaligus, yakni Perum Jasa Tirta I Asa IV, Dinas PU Pengairan Provinsi Jatim, dan Balai Besar Sungai Berantas. Kawasan tersebut, selain direvitalisasi, akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). (gun/sep/dim/tom)

sbyctzn
October 5th, 2009, 09:38 AM
http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/93676large.jpg

[ Senin, 05 Oktober 2009 ]
Pembangunan Box Culvert Kedungdoro Dilanjutkan Lagi
SURABAYA - Pelebaran Jalan Kedungdoro akhirnya dilanjutkan. Proyek pembangunan jalan di atas saluran air tersebut tertunda gara-gara pemkot kehabisan beton berbentuk U yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan box culvert.

Di Kedungdoro akan dibangun box culvert sepanjang 500 meter dengan anggaran Rp 3,5 miliar. Proyek itu harus selesai pada Desember 2009. Pantauan Jawa Pos di lapangan, peralatan berat seperti backhoe untuk mengeruk saluran sudah didatangkan. Beberapa jembatan permanen dan trotoar di sepanjang saluran tersebut pun sudah dibongkar.

Salah satu hal yang masih menjadi kendala dalam proyek itu adalah videotron di jalan tersebut. Reklame gambar berjalan milik Rajawali Citra Buana Advertising (RCB) itu sampai saat ini masih menyala. Kini pemkot di-PTUN-kan oleh RCB. RCB merasa pemkot memutus izin pemasangan videotron secara sepihak. Seharusnya, izin videotron masih berlaku hingga 2010.

Terkatung-katungnya pembongkaran videotron tersebut membuat para pejabat di dinas bina marga dan pematusan (DBMP) enggan memberikan keterangan. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DBMP Ridlo Noor Wahab menyatakan tidak tahu-menahu mengenai proyek itu. "Ada di Kabid Pematusan, Pak Cahyo (Cahyo Utomo, Red)," tutur dia. Ketika dihubungi, Cahyo justru mengemukakan bahwa proyek tersebut merupakan tanggung jawab Ridlo. "Bukan kami," ungkap Cahyo.

Kepala DBMP Sri Mulyono pernah mengatakan bahwa pemasangan box culvert tetap dilaksanakan sambil menunggu putusan PTUN. Tapi, pekerjaan akan dihentikan ketika mendekati videotron itu. (uri/tom)

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:11 AM
minor renovasi Gelora 10 Nopember dan pembenahan drainase

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/g10n.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:12 AM
Taman Mundu, depan gelora 10 nopember

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MunduPark.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/mundu1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/mundu2.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:15 AM
Aston

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/astontt.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/astontt2.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:18 AM
Bundaran Menur setelah digusur dan diganti taman

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/bundaranmenur.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:20 AM
Update progress MERR

nih saya buatkan ilustrasinya juga.. biar sebisa mungkin tau kondisi seperti sebenarnya....
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/newmerr.jpg

gambar M1
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m1.jpg

Gambar M2
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m2.jpg

Gambar M3
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m3.jpg

Gambar M4
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m4.jpg

Gambar M5
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m5.jpg

Gambar M6
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m6.jpg

Gambar M7
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m7.jpg

Gambar M8
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m8.jpg

Gambar M9
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m9.jpg

Gambar M10
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m10.jpg

Gambar M11
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m11.jpg

Gambar M12
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/m12.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:22 AM
stikom

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/towerstikom.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:23 AM
RS khusus Bedah milik pemkot

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rsbedah.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:24 AM
Jalan Menur dg Box Culvert nya

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/menur1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/menur2.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:26 AM
Yang dulu katanya exp. hotel royal regal.... sepertinya bukan...
karena saya liat di dalamnya ada rak seperti untuk supermarket...
dan di atas bangunan ada sign yang ada tulisan "toeng"

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/toeng.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:28 AM
Sign Oval Hotel pada malam hari yang sebelumnya pernah saya bahas...
sory agak blur... soalnya keburu pas mau ambil pic nya..

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/oval1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/oval2.jpg

sbyctzn
October 5th, 2009, 11:33 AM
silahkan dinikmati... semoga bisa mengobati rindu akan surabaya, bagi yang jauh dari surabaya...

sbyctzn
October 5th, 2009, 12:34 PM
oleh-oleh dari berlebaran kemarin.... silahken diklik disini (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=734976&page=12)

MinImaX
October 5th, 2009, 12:54 PM
Thanx sbyctzn.
Yang menarik ada tunnel kampung sehingga MERR bisa lebih lancar.
"Konstruksi berakhir di sini" itu belum mendekati AR Hakim?
Sedangkan yang satunya, berakhir sampai sebelah perumahan Rungkut Mapan Timur?

Kalau sudah tembus Arif Rahman Hakim, MERR mulai dari Kenjeran sampai Rungkut hampir pasti langsung padat, proyek2nya juga kita harapkan bisa booming high rise. :)

Ilustrasi MERR menarik, cukup membantu menggambarkan. Mungkin lain kali lebih baik arah utara ada di sebelah atas :).

Update tanpa foto:
- Apartemen Puncak Permai sudah terpasang tower crane, beberapa besi2 sudah tertanam. Bakalan ngebut. Di website resmi tertulis "Tower A & Tower B 1BR SOLD OUT.".
- Yang lain yang saya lihat (Ciputra World, LJ Meritus, Lenmarc) tidak banyak perubahan dari update sebelumnya.

teddybear
October 5th, 2009, 01:53 PM
Thanks sbyctzn for these photo updates!

The photo of Oval Hotel is blurry. but the colorful sign looks good.

I thought Aston Twin should have more glasses? Especially on the part under the sign SBPI. It looks just another 70's concrete block building.

Good to see they fix Kedungdoro, which should have been done long time ago. Also with Banyu Urip.

I like that Hotel Royal Expansion or "Toeng" building. It look better that I imagined!

dimasputra
October 5th, 2009, 03:52 PM
RS khusus Bedah milik pemkot

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/rsbedah.jpg

letaknya di mana sbyctzn...apakah itu berdiri sendiri ?

sbyctzn
October 5th, 2009, 08:22 PM
@minimax n teddybear :
thanks... ilustrasi MERR tidak saya beri tanda arah mata angin, saya kira sudah tau semua arahnya.... kan MERR ini membujur dari selatan ke utara....
kalau para forumer sby pasti sudah banyak yang tau...
tapi mungkin akan kesulitan bagi yang tidak kenal surabaya...
sory, lain kali akan saya beri arah mata angin..

@dimasputra:
RS khusus bedah milik pemkot itu ada di daerah menur, ada di jalan dari RS Jiwa menur sampai Kebun Bibit.
yah RS nya berdiri sendiri, tidak seperti Gedung Pusat Terpadu RS DR Soetomo milik pemprov.
pemkot kedepan akan punya 3 RS gress gress hasil renovasi dan bangunan baru, RS DR Soewandi habis direnovasi, juga hampir selesai, lokasinya ada di dekat kapas krampung, kemudian RS Surabaya Barat, juga sudah selesai, tinggal menunggu peresmian, dan yang satu RS khusus bedah...

Van Koetai
October 6th, 2009, 01:36 AM
Saya liat bangunan hotel yang dulu mangkrak di jl. basuki rahmat sdh dibangun kembali jadi Hotel LJ Meritus. Ada yang tau kabar beberapa proyek mangkrak di surabaya, diantaranya :
1. apartemen di jl. embong malang
2. apartemen adistana dan mal di dekat jembatan BAT
3. rencana hotel ibis di jalan embong...sorry lupa namanya nya, pokoknya yang tembus ke jl. basuki rahmat.

teddybear
October 6th, 2009, 01:44 AM
^Nggak ada kabar penerusannya...
1, 2, 3 tetap mangkrak.
3. Hotel Ibis di Basuki Rahmat (Basra). bukan embong...

OPTX
October 6th, 2009, 07:21 AM
New project, from www.ketira.com

» Rusunami Prada Residences, 28 stories, 78.000 m2 – Surabaya
» Fountain Court Apartment, 20 stories Surabaya - (?)

Ebek21
October 7th, 2009, 07:01 AM
Sbyctzn, thanks atas foto2 update terbarunya !! MERR jalan terus, Aston Twin Tower pun juga sudah ada kemajuan berarti !! Dengar2 Aston Twin Tower malah sudah serah terima ya ?? Taman Mundu juga sudah mulai kelihatan bentuknya loh. Bangunan Toeng Market itu juga kelihatan cantik :okay:

Ebek21
October 7th, 2009, 07:08 AM
Memang benar, ini loh beritanya..

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SerTerATT.jpg

Taken from Jawapos, Oct 6, 2009

Ebek21
October 7th, 2009, 07:14 AM
Looks massive :okay:

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RSPa.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RSPb.jpg

Taken from Jawapos, Oct 6, 2009

MinImaX
October 7th, 2009, 07:18 AM
New project, from www.ketira.com

» Rusunami Prada Residences, 28 stories, 78.000 m2 – Surabaya
» Fountain Court Apartment, 20 stories Surabaya - (?)

Kemungkinan Fountain Court Apartment itu Apartemen Puncak Marina. Asalnya Fountain Court -> Fontana -> Plasa Marina.

Sumber: http://www.surabaya.go.id/eng/tourism.php?page=marina

Ebek21
October 7th, 2009, 07:20 AM
Ilustrasi ini memberi bayangan tentang Jalan Ahmad Yani beberapa tahun lagi.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PlanFR.jpg

Taken from Jawapos, Oct 2, 2009

Ebek21
October 7th, 2009, 07:39 AM
Finally..

Pemprov Jatim Akhirnya Revitalisasi Kali Jagir

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/94001large.jpg

SURABAYA - Pemprov Jatim akhirnya memulai revitalisasi Kali Jagir. Kawasan di sepanjang sungai tersebut kemarin (6/10) telah dibersihkan. Ratusan bangunan liar dibongkar paksa oleh satuan polisi pamong praja (satpol PP) gabungan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya.

Penertiban tersebut dimulai pukul 08.40. Pemprov menerjunkan 60 petugas satpol PP dengan dibantu 30 anggota satpol PP pemkot dan 20 petugas dari Kecamatan Wonokromo. Personel polisi dari Polres Surabaya Selatan juga turut dalam penertiban tersebut.

Petugas gabungan dari satpol PP maupun kepolisian dibagi dalam dua tim. Kelompok pertama membersihkan arah barat setren Kali Jagir. Tim kedua mengerjakan dari arah timur.

Di bagian barat, bangunan liar yang digunakan untuk berjualan pancing bersih sejak sebelum tim satpol PP tiba di tempat. Satpol PP hanya membersihkan beberapa lapak yang tertinggal. Kayu-kayu penyusun lapak diangkut ke dalam truk milik satpol PP.

Penertiban tersebut mulai berjalan tegang ketika satpol PP akan membersihkan bangunan liar milik warga yang berjualan besi kolom. Seorang ibu bernama Muntris menolak untuk keluar dari bangunan liarnya. Bahkan, anak lelaki Muntris sengaja tidur di dalam bangunan agar petugas tidak merobohkan tempat usaha dan tempat tinggalnya tersebut. "Saya belum dapat uang. Saya minta lahan untuk relokasi," kata dia.

Muntris dan anaknya keder ketika backhoe merangsek. Bersama anaknya, Muntris akhirnya keluar dari bangunan liar itu. Namun, dia meminta agar petugas tidak mengangkut barang dagangannya.

Ketegangan kembali terjadi saat petugas mendatangi sebuah tenda milik Forum Madura Bersatu (Formabes). Ketua Formabes Natsir menolak tendanya digusur. "Saya hanya ingin memberi contoh tenda yang bagus. Supaya tidak kumuh," ungkap dia. Dia juga berdalih, tenda tersebut akan digunakan sebagai tempat berteduh bagi warga yang belum menerima dana santunan Rp 5 juta dari pemprov.

Negosiasi antara satpol PP dan Formabes sempat terjadi. Formabes meminta agar dapat berbicara langsung dengan Gubernur Soekarwo. Satpol PP akhirnya mengalah. Tenda Formabes tetap diizinkan berdiri.

Ketegangan juga terjadi saat petugas satpol memasuki bangunan liar milik Noor dan Romli. Keduanya juga menolak untuk keluar dari rumah kayu semipermanen tersebut. "Saya makan dari usaha saya sendiri. Kenapa harus digusur," ucap dia. Ketika backhoe mulai bergerak, dua pemuda itu berusaha bertahan. "Saya siap fisabilillah," teriak Romli. Petugas satpol PP segera mengamankan keduanya.

Penertiban di bagian timur juga diwarnai ketegangan. Beberapa warga keberatan meninggalkan bangunan karena belum mendapatkan santunan. Mereka menyatakan telah mengurus kelengkapan administrasi, mulai RT hingga kecamatan. Namun berkas mereka dikembalikan oleh petugas kecamatan.

Akehan, 60, pedagang barang bekas, protes kepada petugas dengan menunjukkan berkas administrasi pengajuan dana santunan. Dia dan istrinya, Halimah, 45, meluapkan kemarahan dengan membanting-banting peralatan rumah tangganya di hadapan petugas. "Saya ini sudah berusaha mengurus, tapi oleh kecamatan dimbulet-mbuletno. Surat saya beberapa kali dikembalikan. Sekarang saya belum terima uang kok digusur," ucap Halimah sembari berteriak-teriak.

Begitu juga Homsa, 35, yang tinggal di Jagir Wonokromo 273. Perempuan asal Madura itu memaki-maki petugas satpol PP karena merasa dikerjai oleh pihak kecamatan. Homsa juga mengatakan selama ini dipersulit oleh kecamatan dalam pengurusan dana santunan. "Administrasi sudah saya turuti, Sampai kecamatan berkas saya ditolak terus?" ucapnya.

Menurut Homsa, sebagian besar tetangganya di RW 12 belum menerima dana santunan. Itulah yang membuat mereka bertahan di lokasi. "Satu RT di sini hanya ada delapan orang yang dapat. Ada apa ini dengan Kecamatan Wonokromo," ucap Homsa.

Saat dikonfirmasi terkait dengan hal tersebut, Camat Wonokromo Edi Christijanto mengatakan tidak mempersulit proses administrasi warga setren yang akan mendapatkan dana santunan. Dia memang sengaja memperketat pemeriksaan berkas.

"Kami harus periksa berkasnya satu per satu. Saya tidak mau kecolongan," ucap Edi. Dia mengatakan hampir kecolongan. Ada empat warga yang mengaku warga setren dan mengajukan administrasi pencairan dana santunan. Namun, setelah dicek, ternyata bukan warga setren.

Edi mengatakan, dalam pendataan, pihaknya harus hati-hati karena data penerima dana santunan di provinsi dan kecamatan selama ini berbeda. Data di provinsi menyebutkan, ada 385 warga setren yang berhak mendapatkan dana santunan. Namun, di kantor Edi, hanya tercatat 235 warga. "Nek gak ati-ati aku sing kepotokan," ucapnya.

Kepala Satpol PP Pemprov Sugeng Riyono mengemukakan, gubernur menargetkan penertiban tuntas dalam sehari. "Kami akan bersihkan apa pun yang terjadi," tegas dia. Sugeng mengatakan, satpol PP tetap akan menertibkan semua bangunan liar, meski pemiliknya belum mendapatkan uang santunan. "Yang penting bersih dulu. Santunan belakangan," papar dia.

Taken from Jawapos, Oct 7, 2009

Ebek21
October 7th, 2009, 07:40 AM
Pemkot Surabaya Akan Lebarkan Jalan Jagir Wonokromo

WALI KOTA Bambang D.H. menyatakan apresiasinya kepada pemprov yang telah membersihkan setren Kali Jagir dari bangunan liar. Namun, orang nomor satu di Surabaya itu meminta pemprov mempercepat revitalisasi agar penertiban kemarin (6/10) tidak sia-sia. "Kami menunggu pemprov mengembalikan fungsi bantaran sungai seperti semula," kata Bambang melalui sambungan telepon kemarin (7/10).

Dia berharap agar proses revitalisasi tidak tertunda lagi. Sebab, penundaan proyek tersebut bisa mengakibatkan bangunan liar kembali berdiri di kawasan tersebut. Suami Dyah Katarina itu juga mempersilakan pemprov melanjutkan penataan di setren Kali Surabaya dan Kali Wonokromo. "Mulai Karang Pilang, Kedurus, Gunung Sari, sampai Wonorejo," urai dia. Bambang mengatakan, pemkot akan memulai pembersihan bangunan liar pada kawasan tersebut. Sebab, di sana banyak bangunan liar yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Selanjutnya, dia meminta pemprov menindaklanjuti revitalisasi. "Setren pada dua sungai itu kan masuk ke dalam wewenang pemprov," tutur dia. Sebelum menertibkan setren kali tersebut, pemkot akan berkoordinasi dengan pemprov. "Jangan sampai delay lagi seperti saat penertiban Jagir. Ongkosnya lebih mahal, harus dua kali pembersihan," ujar dia.

Bambang berencana menertibkan kawasan setren tersebut pada 2010. Pemkot telah menganggarkan dana penertiban itu dalam APBD 2010. "Tidak ada anggaran khusus sih. Masuk ke dalam pos satpol PP," terangnya. Penataan bantaran sungai akan diawali dari Barata Jaya atau setren Kali Jagir sisi utara. Pembersihan setren kali Karang Pilang hingga Gunung Sari akan menyusul. "Kami segera menyosialisasikan kepada warga," beber dia.

Kekurangan Backhoe

Setelah penertiban kemarin, proses revitalisasi setren Jagir dimulai. Tanpa memedulikan pedagang yang bertahan, petugas mengerahkan satu unit backhoe untuk mengeruk kali dan meninggikan tanggul.

Sayang, proses revitalisasi tampaknya akan terkendala. Pasalnya, terbatasnya alat dinas PU Pengairan dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Dua instansi tersebut tak memiliki backhoe jenis long boom. Kepala Sub Divisi Jasa Tirta I Asa IV Wardoyo menjelaskan, diperlukan backhoe jenis long boom untuk meninggikan tanggul di setren Kali Jagir. Mereka saat ini hanya mengandalkan alat berat milik Jasa Tirta. Kemarin hanya ada satu backhoe di lokasi.

Rencananya, ada empat tahap revitalisasi setren Kali Jagir. Yaitu, pembersihan setren, peninggian tanggul, pelurusan palung, dan pemasangan hand reel atau pagar pembatas. Menurut Wardoyo, pembersihan dan pelurusan diperkirakan memakan waktu satu bulan. Setelah itu, pagar dipasang.

Namun, sesuai dengan permintaan Kepala Dinas PU Pengairan Provinsi Mustofa Camal Basha, Jasa Tirta diminta segera memasang pagar. Tujuannya, warga tidak kembali mendirikan bangunan liar di setren kali tersebut. "Kalau Pak Mustofa meminta demikian, pemasangan segera kami lakukan," jelas Wardoyo.

Setelah pagar dan tanggul tuntas, Jasa Tirta bersama dinas kebersihan dan pertamanan (DKP) pemkot akan menguruk tanggul dengan tanah yang subur. Selanjutnya, Jasa Tirta meminta DKP menanami bantaran sungai. "Di tepi jalan, ditanami pohon keras seperti trembesi," ujar Kepala Divisi Jasa Tirta I Asa IV Widyo Purwanto.

Pada bagian tengah tanggul, akan dibuat taman. "Memang tidak bisa semuanya, hanya spot-spot tertentu," papar dia. Menurut Widyo, pendanaan taman berasal dari program corporate social responsibility (CSR) BUMN.

Pelebaran Jalan

Bersamaan dengan revitalisasi kali Jagir, Pemkot Surabaya akan melebarkan Jalan Jagir Wonokromo. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini mengemukakan, pada tahap pertama pemkot berencana membangun separator atau pemisah jalur di jalan tersebut. "Median jalan seperti di Kedung Baruk itu, lho," kata Risma. Pembuatan separator dilakukan tahun ini. "Sudah ada anggarannya dalam PAK (perubahan anggaran keuangan) 2009," ucap Risma.

Ibu dua putra itu menambahkan, pada 2010 pemkot akan melebarkan Jalan Jagir ke arah utara. "Tidak jadi dibuat hutan kota. Sebab, tanahnya nggak cukup," ujar dia.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono menambahkan, separator akan dibuat selebar 40 cm. Median jalan tersebut dibangun agar lalu lintas di Jalan Jagir yang selama ini ruwet menjadi lebih teratur.

Sedangkan pelebaran jalan masih menunggu perkembangan revitalisasi sungai dari pemprov. Menurut Sri Mulyono, pelebaran jalan dilakukan antara 4-5 meter ke arah utara. "Tapi, masih menunggu situasi di lapangan, berapa lahan yang tersisa setelah dipagari akan diaspal," ucapnya.

Taken from Jawapos, Oct 7, 2009

dimasputra
October 8th, 2009, 08:19 AM
Ilustrasi ini memberi bayangan tentang Jalan Ahmad Yani beberapa tahun lagi.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PlanFR.jpg

Taken from Jawapos, Oct 2, 2009

trus, kok ga da gambar tentang elevated rail di atas rel yang sekarang???
ga jadi ya???:ohno:

dimasputra
October 8th, 2009, 11:18 AM
renderingnya Trans Studio di BSM...
http://i137.photobucket.com/albums/q220/dzn2010/Foto0765.jpg
http://i137.photobucket.com/albums/q220/dzn2010/Foto0760.jpg
diambil dari thread bandung

bagaimana dengan surabaya???

Hadi
October 8th, 2009, 04:08 PM
Bangun 60 Hotel, Intiland Investasi Rp 3 Triliun
Whery Enggo Prayogi - detikFinance


(Ilustrasi Foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan akan membangun 60 unit Whiz Hotel dalam 5 tahun ke depan. Dana yang disiapkan untuk keperluan ini mencapai Rp 3 triliun.

"Target kami dalam 5 tahun membangun 60 Whiz Hotel," ujar Direktur Utama PT Intiland Infinita, Moedjianto S Tjahyono di gedung Intiland, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (8/10/2009).

Intiland Infinita merupakan anak usaha Intiland Development yang khusus menangani merek hotel perseroan yaitu Whiz Hotel. Menurutnya, Whiz Hotel akan menjadi investasi jangka panjang perseroan.

Dengan target sebanyak 60 hotel dalam 5 tahun, artinya setiap tahun, perseroan akan membangun 12 hotel. "Investasinya sekitar Rp 45-50 miliar per hotel," ujarnya.

Mengacu pada angka tersebut, investasi pembangunan 60 hotel dalam 5 tahun akan mencapai Rp 3 triliun. Sayangnya perseroan tidak menjelaskan sumber pendanaannya.

Untuk tahap awal, perseroan akan fokus membangun Whiz Hotel di luar Jakarta. Whiz Hotel Yogyakarta, saat ini sudah terbangun setinggi 3 lantai. Pembangunannya telah dimulai sejak Agustus lalu di area seluas 850 m2. Targetnya, tiap hotel akan dibangun seluas 1200 m2.

"Ya itu kan rencana kita, tapi di lapangan ternyata sulit mendapatkan tanah sebesar itu di Yogya. namun dengan pertimbangan lokasi yang berada di business area, jadi masih ditolerir," ujarnya.

Selain itu, Whiz Hotel lain yang siap berjalan adalah wilayah Semarang dan Surabaya. Kedua hotel ini siap memulai pembangunan konstruksi awal pada bulan November 2009.

"Whiz Hotel Semarang direncanakan menjadi 134 kamar dan Whiz Hotel Surabaya 150 kamar,"katanya.

Sedangkan untuk wilayah lain, khususnya di luar pulau Jawa masih dalam proses akuisisi pembelian lahan. "Proses akuisisi beli yang kami lakukan ada di Manado, Medan, Lampung dan Samarinda. Untuk wilayah Jakarta akan dikerjakan selanjutnya,"tambah Moedjianto.

Menurutnya, untuk pembelian lahan di luar pulau Jawa punya karakter unik. Para pemilik lahan tidak ingin menjual tanah mereka. Justru yang mereka inginkan adalah kerjasama dalam bentuk investasi.

"Orang di daerah yang punya lahan luas, pada dasarnya sudah kaya. Jadi tidak butuh uang. Justru mereka ingin kerjasama. Mereka investasi dalam bentuk tanah, kita yang bangun," jelasnya.

Ebek21
October 8th, 2009, 05:30 PM
Yes, Surabaya will always be a maritime city. Never forget that !! :okay:

Herman Hartanto, Pemilik Perusahaan Pelayaran/Perkapalan Tanto Line

Modal Kaya: Bisa Marah, Memerintah, dan Tanda Tangan

Salah satu perusahaan yang di masa sulit pun masih bisa terus berkembang adalah yang satu ini: Tanto Line. Yakni, sebuah perusahaan milik Herman Hartanto, warga kebanggaan Surabaya, yang bergerak di bidang pelayaran/perkapalan. Sebagai orang Hokkian yang bermarga Tan, maka di bagian belakang nama Indonesianya tertulis Hartanto. Bahkan, nama perusahaannya itu pun tidak lepas dari nama marganya dan nama belakang Indonesianya.

Dahlan Iskan, Hongkong

---

DI Surabaya memang ada tiga perusahaan pelayaran yang sangat besar. Yakni Spil, Meratus, dan Tanto. Sulit menilai siapa di antara tiga itu yang terbesar. Tiga-tiganya saya kenal dengan baik. Setiap saya tanya siapa di antara mereka yang terbesar tidak pernah ada yang menepuk dada. Yang satu selalu menyebut yang lain sebagai yang lebih besar. "Kami ini kecil, Pak," ujar Herman Hartanto saat kebetulan bersama-sama terbang ke Hongkong Rabu kemarin (7/10).

Demikian juga Soegeng Hendarto (Huang Dji Tju), si pemilik Spil, mengatakan dirinya masih kecil. Ketua marga Huang Indonesia itu bukan main rendah hatinya. Sikap yang sama juga ditunjukkan pemilik Meratus, Menaro, sampai ke anaknya yang memegang kendali perusahaan sekarang, Charles Menaro. Bahkan, orang seperti mendiang Menaro bukan saja mengaku kecil, melainkan seumur hidupnya tidak pernah naik pesawat di kelas bisnis.

Yang jelas, tiga-tiganya kini masih terus berkembang. Armada kapal mereka masih terus bertambah. Tanto sendiri dalam perjalanannya ke Hongkong kali ini harus mengajak banyak anak buah. Mengapa? Tanto baru saja membeli kapal tambahan. Anak buahnya itulah yang akan membawa kapal tersebut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Itu adalah kapalnya yang ke-39. Dalam enam bulan terakhir ini saja, Tanto sudah menambah 12 kapal di jajaran armadanya.

"Ini perusahaan jasa. Kami harus terus-menerus meningkatkan servis. Antara lain dengan harus terus menambah kapal," ujar Tanto, merendah. Kapal-kapal yang lama, di samping sudah mulai tua, juga tidak bisa mencukupi keinginan pelanggan yang terus meningkat. Pelanggan menginginkan Tanto Line punya kian banyak tujuan. Itu berarti diperlukan kian banyak kapal.

Herman Hartanto membangun Tanto Line atas usahanya sendiri. Sejak remaja, dia sudah memisahkan diri dari orang tuanya di Medan. "Umur 16 tahun kami bersama empat teman sebaya pergi ke Jakarta," kisah Herman, mengenang masa kecilnya. Waktu itu dia tidak tahu Jakarta itu seperti apa. Tapi, sebagai remaja yang senang sepak bola, dia ingin melihat Asian Games di Jakarta. Itu berarti tahun 1962. Dia naik kapal Ambolombo yang kebetulan singgah di Medan dalam perjalanannya dari Jeddah ke Jakarta mengangkut jamaah haji.

"Tiba di Jakarta, kami kaget. Kok Jakarta ini hebat sekali. Besar sekali. Kami bingung mau ke mana dulu," ujarnya, mengenang. Tapi, sebagai remaja 16 tahun, mereka senang-senang saja. Mereka keliling Jakarta. Bahkan, kemudian mereka hanya bisa nonton Asian Games di televisi hitam putih karena karcis masuk stadion tergolong mahal bagi para remaja itu. Di Jakarta (juga Indonesia) saat Asian Games itulah pertama ada siaran televisi dan masih hitam putih.

Beberapa hari di Jakarta, masing-masing baru ingat bahwa kepergian mereka ke Jakarta itu belum diberitahukan kepada orang tuanya. Mereka pun segera ke kantor pos untuk kirim telegram. "Kami di Jakarta. Ingin nonton Asian Games." Begitu bunyi telegramnya. "Kami saat anak-anak memang sudah biasa tidak pulang. Tidur di rumah teman. Kalau tidak pulang 2-3 hari saja tidak akan dicari orang tua," kata Tanto.

Ternyata, itulah kepergiannya keluar dari Medan yang pertama dan tidak pernah kembali lagi. Dia hijrah dalam pengertian yang sebenarnya. Sekolahnya di kelas 1 SMA tidak dia teruskan. Di Jakarta, karena sudah tidak punya uang lagi, Herman lantas ikut famili temannya. Lalu pindah ikut orang lain. Akhirnya mulai ikut-ikutan bekerja di toko ban. Lalu kirim-kirim onderdil mobil. Pernah juga ikut kapal bea cukai ke Karimun. "Saat berada di Karimun, saya pergi naik perahu ke Singapura. Itulah pertama kalinya saya lihat Singapura," ujarnya. "Kesan saya ketika itu Jakarta jauh lebih hebat daripada Singapura. Jakarta sudah punya Jalan Thamrin yang hebat. Singapura masih seperti kota nelayan," katanya. Dia tidak mengira dalam sekian tahun kemudian, Singapura bisa seperti sekarang.

Setelah malang-melintang di usia pemudanya itu, akhirnya Tanto tahu bagaimana harus mulai usaha sendiri. Yakni usaha jasa pengiriman: ekspedisi. Karena sering kirim barang ke Surabaya, akhirnya dia pun memutuskan untuk menetap di Surabaya.

Lima tahun bekerja di perusahaan ekspedisi, Herman mulai berpikir kalau saja punya kapal sendiri akan bisa lebih untung. Tapi, membeli kapal belumlah waktunya. Dia cari akal bagaimana tidak punya uang, tapi bisa menguasai kapal. Maka, dia sewa kapal milik orang lain. Kebetulan, ada kapal milik Pemda Kalimantan Selatan (Kalsel) yang rusak. Kapal itu sudah tiga tahun tidak beroperasi. Mesinnya sudah hancur.

Herman berusaha memperbaiki kapal itu. Dari sini pula, Herman belajar mesin kapal. Juga belajar bagaimana mengelola kapal -yang kelak menjadi sangat berarti ketika sudah memiliki kapal sendiri. Meski dia bukan insinyur (tamat SMA pun tidak), dia punya kemauan keras untuk belajar. Dia banyak bertanya di bengkel-bengkel mesin. Bahkan, dia ikut menunggui ketika bengkel memperbaiki mesin. Lama-lama Herman mengerti mesin kapal. "Pengusaha kapal yang tidak mengerti mesin kapal sangat bahaya. Bisa dibohongi terus-menerus," katanya.

Usaha apa pun, kalau mau sukses, haruslah kerja keras, ulet, tidak mudah putus asa, dan memegang kepercayaan. Itulah juga prinsip kerja Herman. Bahkan, dia menilai bisnis di bidang perkapalan jauh lebih sulit daripada yang lain. "Kalau bisnis pabrik, begitu pabriknya dibuka, bisa jalan, tidak terlalu stres. Kerja kapal ini siang-malam harus deg-degan. Apalagi kalau ada telepon berdering. Langsung saja punya pikiran ada apa ini? Kapal tenggelam? Kandas? Bocor di tengah laut? Dan seterusnya," kisahnya. "Apalagi kalau dering teleponnya tengah malam di saat tidur nyenyak. Pasti deg-degan," ungkapnya.

Kini, di usianya yang 65 tahun, Tanto masih kelihatan antusias. Badannya yang langsing dan sehat membuat dirinya kelihatan lebih muda daripada umurnya. Sampai tahun 2009 ini, berarti sudah 38 tahun dia menggeluti bisnis perkapalannya itu. "Saya tidak pernah menyesali mengapa saya terjun ke bisnis kapal ini," ujarnya. "Memang banyak sekali kesulitan, tapi harus dihadapi. Kian sulit persoalan yang dihadapi kian menantang untuk diselesaikan," katanya.

Bagaimana soal latar belakang pendidikannya yang tidak tamat SMA? Dengan bergurau, Tanto mengatakan bahwa yang penting dirinya bisa melakukan tiga hal saja: bisa marah, bisa memerintah, dan bisa tanda tangan... ha ha ha.

Tiga perusahaan kapal (Spil, Meratus, dan Tanto) itu tentu menjadi kebanggaan Surabaya. Sebab, tiga perusahaan itu saja, di tambah banyak lagi perusahaan Surabaya lainnya, kalau disatukan sudah lebih besar daripada perusahaan serupa di Jakarta. Maka, kalau sampai sekarang Surabaya masih layak disebut sebagai Kota Maritim, antara lain, itu berkat jasa tiga perusahaan tersebut. Tanpa mereka, gelar Surabaya itu harus dicabut.

Taken from Jawapos, Oct 8, 2009

0b3_st
October 8th, 2009, 11:05 PM
Jalan Menur dg Box Culvert nya

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/menur1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/menur2.jpg

semoga jalan menur jd makin bebas dari macet...
:banana::banana::banana::banana2:
:banana2::banana2::banana2::banana2::banana2:

dimasputra
October 9th, 2009, 04:10 PM
--deleted--

Hadi
October 9th, 2009, 04:52 PM
Tahun 2011, Perluasan Bandara Juanda Dimulai

suarasurabaya.net| Pembangunan perluasan Bandara Internasional Juanda diharapkan bisa mulai digarap tahun 2011. Ini diungkapkan BAMBANG DARWOTO Direktur Utama PT Angkasa Pura I usai serah terima jabatan GM PT Angkasa Pura I cabang Bandara Juanda di Surabaya, Jumat (09/10).

Menurut BAMBANG, perluasan Bandara Internasional Juanda sudah menjadi tuntutan karena pertumbuhan jumlah penumpang dan penerbangan bandara itu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 lalu saja, jumlah penumpang sudah mencapai rata-rata hampir 10 juta orang pertahun, padahal kapasitas gedung bandara yang ada hanya mampu menampung 7,5 juta penumpang pertahun saja.

“Kita siapkan perluasan bandara. Lahannya sudah ada, kita hanya perlu upayakan anggarannya. Kita harap pada 2010, hal-hal yang berkaitan dengan anggaran bisa segera dituntaskan dan pada tahun 2011, pembangunan bisa segera dilaksanakan,” papar BAMBANG.

Dari statistik perkembangan Bandara Internasional Juanda 5 tahunan, pertumbuhan jumlah penumpang tersebut tidak diimbangi dengan pertumbuhan jumlah penerbangan.

Bandara Internasional Juanda sendiri saat ini memiliki 3 terminal, yakni terminal domestik seluas 31 ribu meter persegi, terminal internasional seluas 22 ribu meter persegi, dan terminal kargo seluas 17 ribu meter persegi.

Bandara ini mampu menampung 18 pesawat terdiri dari 2 pesawat jumbo jet, 11 pesawat jenis menengah, 4 pesawat kecil, dan sebuah pesawat berbaling-baling.(edy)

Ebek21
October 10th, 2009, 03:55 AM
^^ Bandara ini perlu diperluas kapasitas handling penumpangnya sampai paling tidak 25 juta penumpang/thn untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang sampai 10-12 tahun ke depan. Jangan bikin perluasan yg nanggung2, masa ekspansi kok tiap 5 tahun (bandara yg skrg br diresmikan Nov 2006).

hermawan
October 10th, 2009, 04:38 AM
^^ Setuju
Kalo Juanda semakin rame, akan mengganggu perkembangan Jl. A.Yani dan sekitarnya.
Nanggung amat. Harusnya dipindahkan saja ke Lamongan...
Akses jalan tolnya sudah ada Sby-Gresik. Tinggal terusin sedikit ke arah Lamongan.

Ebek21
October 10th, 2009, 05:32 PM
Jembatan Penghubung Kedung Baruk-Semampir Tersambung

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/94592large.jpg

SURABAYA - Proyek Middle East Ring Road (MERR) II C di kawasan Kedung Baruk mulai memasuki tahap akhir. Jembatan yang menghubungkan Kedung Baruk dengan Semampir pun tersambung. Jalan pun telah dilebarkan.

Jembatan kedua yang digarap untuk menghubungkan Kedung Baruk dengan Semampir sudah dicor. Menurut Pejabat Pembuat Komitmen Sapril Rebono, di lokasi tersebut dibuat dua jembatan. Satu jembatan menjadi akses ke arah Semolowaru. Satu jembatan baru mengarah ke ring road yang nanti bisa diakses dari Sidoarjo untuk menuju akses Suramadu.

Jembatan baru itu dibangun sepanjang 116 meter dengan membutuhkan empat bentang. Empat bentang tersebut dibagi dua sisi. Yakni, Kedung Baruk dan Medokan Semampir. Sisi Kedung Baruk dibangun dua bentang yang masing-masing sepanjang 35 meter. Begitu pula sisi Medokan Semampir dua bentang. Masing-masing 25 meter dan 21 meter.

Pembangunan jembatan itu sempat molor karena terkendala musim yang tidak menentu. Namun, menurut Sapril, molornya pembangunan diperkirakan tidak memengaruhi deadline pengerjaan yang lain.

Di lokasi tersebut, kini juga terpasang empat traffic light (TL). Satu sisi berada di depan lahan Pondok Nirwana, satu sisi lagi berada di Jalan Kedung Baruk yang akan mengarah ke Stikom, dan dua sisi lainnya diletakkan di persimpangan bakal jalan by-pass.

Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surabaya Tundjung Iswandaru menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menentukan pengaturan rekayasa lalu lintas di lokasi tersebut. "Nanti kalau proyeknya sudah tuntas, baru dilakukan pengaturan," jelasnya.

Kondisi lalu lintas di lokasi MERR II C kawasan Kedung Baruk selama ini memang tergolong crowded, terlebih saat jam berangkat dan pulang kantor. Kemacetan biasanya mengekor dari bekas Jembatan Ijo untuk arah barat. Di sisi timur kemacetan terjadi hingga depan kampus Stikom.

Taken from Jawapos, Oct 10, 2009

Ebek21
October 11th, 2009, 06:01 AM
Instansi Swasta Mendukung Frontage Road A Yani

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/94637large.jpg

REALISASI pembangunan frontage road A. Yani sisi barat tak menemui banyak kendala. Instansi swasta yang menempati lahan di sana bersedia jika lahan mereka digunakan. Bahkan, sebagian besar sudah membangun gedung sesuai perencanaan frontage road tersebut.

Gedung-gedung di sisi barat A. Yani rata-rata telah memundurkan bangunan untuk memberikan tempat bagi frontage road. Salah satunya UMC Suzuki. Budiono, staf bagian umum UMC Suzuki, mengatakan, pihaknya mendukung penuh pembangunan frontage road tersebut.

"Kami sudah mundur. Tahu sejak dulu. Jadi, sudah siap-siap," kata Budiono yang bertugas menangani aset UMC. Ketika proyek frontage road berjalan, kata Budiono, bangunan tidak perlu dibongkar. Sebab, posisinya sudah jauh dari sempadan jalan, sekitar 30 meter.

Selain UMC Suzuki, Hyundai Motor menyatakan kesediaannya. Direktur Hyundai Motor Surabaya Hendro Gani mengatakan telah mengetahui master plan pembangunan di Jalan A. Yani lebih dari sepuluh tahun lalu. Dengan demikian, ketika membangun gedung, instansinya sudah mengantisipasi. "Kami ingin jadi warga negara yang baik. Jadi, kami ikut perencanaan pemerintah," katanya.

Namun, Hendro meminta kepastian kelancaran pembangunan frontage road dari pemkot. Apalagi, ada rencana frontage road dibangun per spot lahan yang telah dibebaskan. "Jangan sudah telanjur diothel-othel, sudah ada alat berat, pembangunannya mangkrak," ungkapnya. Hendro khawatir, hal itu merugikan dunia usaha di Jalan A. Yani.

Hendra Wahyu, pemilik toko olahraga Juara Sport, mengatakan sudah pernah mendapat sosialisasi dari pemkot. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan. "Intinya, masyarakat sini bisa memaklumi dan mendukung rencana tersebut. Toh, intinya juga untuk kepentingan masyarakat,'' tambahnya.

Warga RT II/III Kelurahan Gayungan itu menyatakan siap menjual lahannya. Meski, sebenarnya dia berkeberatan karena harus merintis ulang usaha di tempat lain. ''Karena itu, kompensasinya harus pas. Saya sih berharap diganti uang dan lahan baru. Sebab, mencari lahan yang strategis untuk usaha juga susah,'' ujarnya.

Hal senada diutarakan M. Safrudin, pemilik toko dan servis helm Barokah Iss. Dia mengatakan tak terlalu ambil pusing dengan pembangunan frontage road tersebut. Asal, kompensasi bagi warga yang tanahnya dijadikan objek pembangunan itu sesuai.

Selain mendapatkan kompensasi yang sesuai, dia berharap pembebasan lahan tidak membebani warga. ''Sebab, kami kan juga dimintai fotokopi surat tanah, tanda tangan saksi, dan lain-lain. Itu sangat merepotkan,'' imbuhnya.

Kepala Bappeko Tri Rismaharini menyambut baik aspirasi warga tersebut. Dia berjanji mengakomodasi permintaan pihak swasta pemilik lahan di Jalan A. Yani. "Tapi, tetap harus dikembalikan ke aturan yang ada. Kesepakatan nanti juga harus dibuat dengan semua pihak yang terlibat," ujarnya.

Ibu dua putra itu mengatakan sudah melayangkan surat pemberitahuan pembebasan lahan kepada sejumlah instansi yang terletak di sisi barat Jalan A. Yani. Risma menjelaskan, di antara berbagai instansi swasta itu, sudah ada dua yang memiliki rintisan frontage road, yaitu City of Tomorrow (Cito) dan Royal Plaza.

Instansi swasta lain, seperti Jawa Pos, Ford, dan Hyundai, sudah memundurkan bangunannya. "Itu menunjukkan mereka sudah tahu dan siap terkena proyek frontage road. Dia mengharapkan masyarakat yang memiliki bangunan di sisi barat Jalan A. Yani melakukan hal sama. "Mudah-mudahan pembebasan lahan berjalan lancar. Ini semua juga demi masyarakat Surabaya," ucapnya.

Taken from Jawapos, Oct 11, 2009

Ebek21
October 11th, 2009, 06:04 AM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RSNWPS.jpg

Taken from Radar Sby, Oct 11, 2009

Ebek21
October 11th, 2009, 06:21 AM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BDolog.jpg

Taken from Jawapos, Oct 11, 2009

sbyctzn
October 11th, 2009, 12:03 PM
wah dimasputra habis nonton dbl junior ya????
smp kamu ikut????

dimasputra
October 11th, 2009, 12:43 PM
wah dimasputra habis nonton dbl junior ya????
smp kamu ikut????

ikutanan...


knapa DBL Arena ga pake seat...cuma kayak tangga bertingkat doank:ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno:
padahal gedungnya dah bagus..^^

Ebek21
October 11th, 2009, 04:25 PM
Fresh and Green Market, Pasar Modern-Tradisional ala Citraland

Ibu-Ibu Tidak Lega kalau Belum Menawar

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/92875large.jpg

Namanya memang kebarat-baratan, Fresh and Green Market. Bentuk bangunannya pun modern. Minimalis dengan ornamen kayu dan batu alam. Namun, jangan salah, pasar yang terletak di Citraland ini adalah pasar tradisional. Indikasinya, tetap ada tawar-menawar antara penjual dan pembeli.

Any Rufaidah

---

DARI depan, lahan 5.000 meter persegi di kawasan Taman Puspa Raya (TPR) Citraland, Surabaya, itu tidak terlihat seperti pasar biasa. Yang tampak adalah tembok putih yang tidak terlalu besar sebagai penanda pasar. Di kanan kiri tembok tersebut terdapat pintu. Dari pintu masuk itu, pengunjung bisa menyusuri lorong yang lantainya terbuat dari batu candi. Lorong ini mengarahkan pengunjung ke jajaran stan yang tertata rapi.

Stan dikelompokkan berdasar jenis barang kebutuhan yang dijual. Di depan, ada stan yang menjual aneka kebutuhan seperti kaus dan kerajinan tangan. Di belakangnya, ada 65 los yang menjual bahan pangan, seperti sayur, buah, bumbu, ikan, kerang, dan ayam. Kemudian, ada 60 kios yang menyediakan aneka makanan, seperti nasi kuning dan jajan pasar.

Bagian paling belakang adalah 23 stan food court. Di area food court tersebut disediakan panggung yang bisa dimanfaatkan untuk acara-acara tertentu. "Biasanya sih dipakai komunitas seperti klub sepeda atau ibu-ibu yang olahraga di dekat sini," kata Ani Asmoro, koordinator City Property Citraland, ketika ditemui saat mengawasi pengoperasian pasar Selasa (29/9).

Khusus untuk los, kios, dan stan, lantainya menggunakan keramik putih. Kesannya bersih. Sisanya menggunakan batu candi, kerikil, dan bahan alam lain. "Konsepnya memang pasar yang dekat dengan alam," kata Agung Krisprimandoyo, business development Citraland. Karena itu, tidak banyak tembok di sekeliling pasar. Tembok hanya berada di bagian depan sebagai wajah pasar. Bagian samping dikelilingi jajaran kayu yang masing-masing berjarak 10 cm.

Jajaran kayu tersebut juga dipakai untuk atap. Hanya saja ditambahkan pelapis bening di bawahnya agar sinar matahari tetap bisa masuk. Selain itu, kalau hujan pengunjung juga tidak khawatir basah. Untuk kenyamanan, juga dibuat toilet modern dan bersih. Tidak seperti toilet yang tersedia di pasar-pasar tradisional pada umumnya.

Penataan pasar yang baru dibuka pada 26 September itu memang modern. Namun, pengoperasiannya tetap tradisional. Sistem jual-beli di pasar tersebut sama dengan yang terjadi di pasar tradisional. Tetap ada interaksi antara penjual dan pembeli. Suara tawar-menawar antara penjual dan pembeli tetap menghiasi pasar tersebut. Suasana tradisional juga terasa. Sebab, aroma khas sayuran, ikan, maupun ayam juga dibiarkan ada.

Perpaduan itulah yang membuat pasar tersebut khas. Sebab, memadukan penataan yang modern, namun tetap mempertahankan jiwa pasar tradisional. "Soal penataan ini, memang kami agak ketat. Misalnya, menambah meja atau gantungan apa pun harus izin dulu. Ini menjaga agar tetap rapi," terang Agung. Dengan demikian, kesan sumpek, kumuh, dan becek yang biasanya ada di pasar tradisional bisa dihindarkan.

Pedagang yang berjualan di pasar tersebut adalah pedagang pasar biasa. Mereka adalah warga sekitar Citraland dan sekitar Surabaya. Sejak awal berjualan, mereka sudah berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan kerapian yang menjadi ciri khas Fresh and Green Market.

Bagaimana harga bahan kebutuhan di pasar tersebut? Jawa Pos mengamati, harga sayuran, ikan, telur, ayam, dan barang lain sedikit lebih mahal daripada pasar tradisional. Namun, kalau dibandingkan dengan supermarket, pasar itu lebih murah. Beberapa pengunjung yang dimintai komentar soal harga menyatakan tidak keberatan dengan harga tengah-tengah -di antara pasar tradisional dan supermarket- di pasar tersebut.

''Memang agak mahal sedikit dibanding pasar biasa. Tapi kan bersih dan nyaman. Masih lebih murah kok dibanding belanja di supermarket,'' kata Sri Rejeki, salah seorang pengunjung.

Sri menyatakan lebih senang belanja di Fresh and Green Market daripada di supermarket. ''Memang lebih nyaman di supermarket, ada AC-nya. Tapi di sini bisa menawar. Nggak lega rasanya kalau belum nawar. Biasa, ibu-ibu,'' ujar perempuan berusia 39 tahun itu.

Ada satu lagi yang khas pada pasar itu. Pengelola menyediakan kolam ikan dengan panjang 25 meter dan luas 1 meter. Pengunjung bisa membeli ikan yang masih hidup dari kolam tersebut. Ada berbagai jenis ikan yang menghuni kolam tersebut. Mulai gurami, patin, lele, mujair, nila, bawal, dan sebagainya.

Karena membutuhkan perawatan khusus, harganya juga sedikit lebih mahal daripada ikan segar yang sudah mati. Bedanya Rp 4.000 sampai dengan Rp 5.000 per kilogram. "Misalnya gurami yang biasanya Rp 13 ribu, kalau yang hidup begini jadi Rp 17 ribu. Soalnya, kita setiap hari harus menjaga biar mereka tetap hidup. Belum kasih makan juga," kata Sugeng, salah seorang penjaga stan ikan hidup.

Meski sedikit mahal, ternyata banyak yang meminati ikan hidup tersebut. Sejak pembukaan, setiap hari terjual 25-30 kilogram ikan. "Kalau minta dimasak sekalian, juga bisa. Mau dimasak apa saja bisa," terang Ani. Pengunjung juga langsung bisa menyantap ikan pilihannya di situ.

Lies Widjaja, salah seorang pengunjung pasar, mengatakan belum pernah membeli ikan hidup di Fresh and Green Market tersebut. "Tapi, bagus juga ada yang jualan ikan hidup," kata perempuan yang tengah membeli bandeng bersama putrinya itu. Menurut Lies, konsep pasar yang ditawarkan Citraland ini terbilang bagus. Dia mengatakan sudah banyak menemukannya di Jakarta, tapi belum pernah di Surabaya.

Namun, ada satu hal yang membuat Lies kurang sreg. Perempuan yang tinggal di kawasan Vila Taman Telaga Citraland tersebut tidak suka dengan lantai lorong pasar yang terbuat dari batu candi. "Kesannya kurang bersih ya. Ntar kalau kena kotor susah dibersihkan. Kalau keramik, kan enak, bersih," ujarnya sambil menggosokkan alas kakinya ke lantai lorong pasar.

Agung yang mendengar penuturan Lies langsung tertawa. Dia mengatakan bahwa masalah lantai memang jadi perdebatan sejak awal. Sebagian memang ingin lantai keramik dengan perhitungan lebih mudah dibersihkan dan lebih murah. Namun, hal tersebut dianggap tidak sesuai dengan konsep bangunan pasar yang lebih dekat dengan alam. Akhirnya diputuskan pakai batu meski lebih mahal.

Dia berharap konsep Fresh and Green Market CitraLand yang memadukan suasana pasar tradisional dengan penataan modern bisa memberikan inspirasi bagi siapa saja, termasuk Pemerintah Kota Surabaya. "Kalau bersih begini, bisa jadi tempat wisata yang bisa dijual juga kan," ujarnya, lantas tersenyum.

Taken from Jawapos, Oct 1, 2009

Ebek21
October 12th, 2009, 04:53 AM
^^ Tambahan foto untuk berita diatas (taken from kabarbisnis.com)

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/CLFreshM.jpg

Ebek21
October 12th, 2009, 02:35 PM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FRTa.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FRTb.jpg

Taken from Suara Surabaya, Oct 12, 2009

MinImaX
October 13th, 2009, 07:49 AM
:okay: Sebentar lagi Jl. Kedungdoro dan Jl. Pasar Kembang segera lancar pada jam pergi/pulang kantor...
Setelah sosialisasi, kira2 berapa lama PKL dipindahkan?
Kemungkinan ini terkait dengan akan selesainya pelebaran Jalan Banyu Urip sampai Darmo Satelit untuk jalan akses ke pusat kota, selain menuju Pandegiling.


Kembalikan Fungsi Jalan dan Trotoar, Pedagang Disosialisasi

Dalam rangka mengembalikan fungsi jalan serta trotoar dikawasan Kecamatan Tegalsari, Selasa (13/10) jajaran muspika melakukan sosialisasi kepada sejumlah pedagang yang menggelar dagangannya diatas trotoar dan tepi jalan.

Sosialisasi dilakukan mulai dari kawasan Jl. Kedungsari persis dekat traffic light sampai dengan lahan pembuangan sampah di Jl. Pandegiling. Jajaran muspika Kecamatan Tegalsari dipimpin langsungh BAMBANG UDI UKORO Camat Tegalsari, didampingi anggota Polres Surabaya Selatan, Polsek Tegalsari, Lantas Polres Surabaya Selatan, Koramil serta Satpol PP membagikan selebaran kepada pedagang.

"Ini langkah awal kami untuk melakukan sosialisasi kepada pedagang bahwa mereka tidak boleh berjualan ditrotoar, temasuk ditepi jalan yang mengganggu fungsi jalan itu sendiri. Kita ketahui bersama, kawasan ini kerap mendpaat sorotan karena crowdeed," ujar BAMBANG UDI UKORO pada suarasurabaya.net.

Ditemui disela-sela melakukan sosialisasi, BAMBANG menegaskan bahwa sosialisasi Selasa (13/10) ini merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi jalan serta trotoar yang memang sudah disesaki oleh pedagang aneka macam barang. "Padahal dari pihak pasar, masih menyediakan lahan didalam pasar. Tetapi mereka pilih diluar, dan dijalan. Ini sangat mengganggu," tambah BAMBANG.

Sementara itu, pedagang yang awalnya menganggap sosialisasi Selasa (13/10) itu sebagai penertiban, beberapa diantaranya terlihat langsung mengemasi dagangannya sesaat ketika melihat kehadiran para petugas tersebut. "Saya kira obrakan tadi," ujar MUNTALIB pedagang buah.(tok)

Taken from Suara Surabaya, Oct 13, 2009

dimasputra
October 13th, 2009, 10:42 AM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FRTa.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FRTb.jpg

Taken from Suara Surabaya, Oct 12, 2009

pemkot surabaya maju terus...:banana::banana::banana:
moga arus surabaya - sidoarjo makin lancar aje...^^^^^^

bagaimana dengan monorel/elevated rail nya...apa pemkot fokus ke satu proyek ini doang soal surabaya-sidoarjo..???:nuts:

Ebek21
October 15th, 2009, 03:44 AM
Sahid & Polowijo bangun kawasan industri 1.200 ha

GRESIK: Manajemen Sahid Group menggandeng Polowijo Gosari Group mengembangkan kawasan industri 1.200 hektare di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik dan diharapkan pada 2010 dapat beroperasi.
Komisaris Utama Sahid Group Sukamdani Sahid Gitosardjono mengungkapkan antusiasmenya bekerja sama dengan mitra lokal yaitu Polowijo Gosari Group menggarap kawasan utara Gresik, khususnya yang memiliki kandungan tambang dolomit menjadi wilayah ekonomi khusus.

"Kawasan Industri Sidayu Gresik [KISG] itu akan dikembangkan sebagai kawasan terpadu untuk industri dan agribisnis, karena di wilayah itu memiliki sumber daya yang potensial termasuk kandungan tambang untuk menghasilkan bahan baku pupuk dolomit di areal 365 hektare dengan kandungan deposit sekitar 200 juta ton. Total kawasan industri yang dikembangkan 1.200 hektare," kata Sukamdani seusai penandatanganan nota kesepakatan Sahid Group, Spinindo Group, dan Polowijo Gosari Group di Gedung Negara Grahadi, kemarin.

Pada kesempatan itu juga ditandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara Pemprov Jatim dan Kedutaan Besar Perancis dalam pembangunan dan pengembangan ekonomi yang dilakukan Gubernur Jatim Soekarwo dan Dubes Perancis Phillipe Zeller.

Direktur Utama Sahid Group Hariyadi Sukamdani mengungkapkan proyek pengembangan KISG itu tengah diproses khususnya berkaitan dengan administrasi.

"Insya Allah, KISG sekitar 2010 telah siap untuk beroperasi. Pada tahap awal, manajemen patungan Sahid dan Polowijo Gosari akan membangun power plant [pembangkit listrik] berkekuatan 135 megawatt dengan taksiran dana US$135 juta guna memasok kebutuhan energi listrik KISG. Proyek listrik ini rencananya menggandeng pihak China," kata Hariyadi kepada Bisnis, di lokasi pengembangan KISG, di Sidayu, Kab. Gresik, kemarin.

Pasok air

Selain pembangkit listrik, lanjutnya, pihaknya berharap kebutuhan air kawasan industri itu dapat dipasok seiring selesainya pembangunan bendungan gerak sungai Bengawan Solo oleh pemerintah.

"Proyek bendungan gerak Sembayat Bengawan Solo itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat, proyek itu berfungsi mengendalikan banjir sungai sekaligus penyedia air bersih dan air minum dengan debit 2.000 liter per detik. KISG rencananya juga akan dilengkapi dengan jetty [dermaga] untuk lalu lintas kapal laut," ujarnya.

Direktur Utama Polowijo Gosari Group Achmad Djauhar Arifin mengungkapkan pihaknya dan masyarakat Gresik sangat berharap atas pengembangan kawasan industri dan agribisnis itu.

"Kawasan itu sangat prospektif termasuk untuk pengembangan pupuk dolomit baik untuk pasar nasional maupun ekspor. Bila kini produksinya masih berkisar 300.000 ton per tahun yang terdiri dari dolomit, super dolomit dan sulfamag, ke depan diharapkan bisa tembus 1 juta ton per tahun. Dengan produksi tersebut, KISG butuh dermaga untuk pengangkutan kapal laut."

Hariyadi menambahkan untuk program peningkatan produksi dolomit tersebut, manajemen Sahid akan melakukan investasi sekitar Rp140 miliar. "Produksi dolomit maupun super dolomit sebagai pupuk sangat diminati pasar, sehingga akan ada investasi guna peningkatan kapasitas produksi."

Taken from Bisnis Indonesia, Oct 15, 2009

Ebek21
October 15th, 2009, 07:01 AM
Update tol Sumo

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SumoOct09.jpg

Taken from Jawapos, Oct 15, 2009

Ebek21
October 15th, 2009, 07:09 AM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Cosmopolis.jpg

Taken from Jawapos, Oct 15, 2009

hermawan
October 15th, 2009, 07:21 AM
^^
Khabar menggembirakan untuk Surabaya dan Jatim.
Untuk wilayah Gerbangkertasusilo emang sudah saatnya perlu ada kawasan industri terpadu yang besar
Salut untuk Sahid Grup yang mau nanamkan modalnya disini.....:):):)
Tambahan info.....daerah lain seperti kecamatan Purwosari Pasuruan cocok juga lho untuk kawasan Industri seperti ini. Tanahnya masih kosong ber hektar2.

sbyctzn
October 15th, 2009, 07:22 AM
Bentuk komunikasi publik oleh pemkot Surabaya!!! good job pemkot!!! seperti inilah yang dibutukan rakyat!!!
keterbukaan...
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tatakota2.jpg

hermawan
October 15th, 2009, 07:27 AM
^^Wah matanya jadi sakit nih baca.....
tapi apapun Surabaya is the best

sbyctzn
October 15th, 2009, 07:41 AM
^^
dimuat di jawapos dan beberapa media cetak lain, pada hari ini...

Van Koetai
October 15th, 2009, 08:29 AM
Congrats to surabaya...:cheers:. Berharap setelah seluruh proyek infrastruktur ini selesai nantinya surabaya semakin bebas dari kemacetan dan semakin nyaman ditinggali :):):).

Ebek21
October 15th, 2009, 08:59 AM
:okay::okay:

Water Front City, Wujud Surabaya Kota Maritim

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/kk70335_clip2.jpg
Jembatan melintasi laut yang menghubungkan antara Jl. Tambak Deres dan Kenjeran.

suarasurabaya.net| Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menjadikan Surabaya sebagai kota bahari secara perlahan tapi pasti mulai diwujudkan.

Dalam Rencana Panjang Jangka Menengah (RPJM) 2011-2015 mengenai program pengelolaan dan pembangunan jalan dan jembatan di Surabaya, ujung utara akan diubah menjadi Water Front City.

Tepatnya, di Teluk Lamong dan kawasan Jl. Kalianak hingga Perak nantinya akan menjadi jasa dan perdagangan plus pariwisata.

“Di kawasan itu untuk pergudangan tetap, karena kita tidak bisa mengubah tata ruang, kan? Tapi lapis keduanya untuk jasa, perdagangan dan pariwisata,” kata TRI RISMAHARINI Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya pada suarasurabaya.net.

Pemandangan di kawasan tersebut langsung diarahkan menghadap ke laut. Menurut RISMA sapaan TRI RISMAHARINI, konsep Water Front City sengaja dibuat untuk optimalisasi pemanfaatan terhadap nilai lebih Surabaya yang dikenal sebagai kota maritim.

Namun demikian, realisasi Water Front City bukan berarti tanpa kendala. Untuk mengatasi persoalan pendangkalan di sekitar Pelabuhan Perak dan Teluk Lamong, Bappeko akan mengusulkan reklamasi atau perluasan dengan pengerukan.

Jika tidak aral melintang, pada 2010 mendatang, realisasi konsep Water Front City diperkuat dengan dibuatnya peraturan daerah.

Selain itu, guna mendukung pengembangan wisata Pantai Kenjeran, Bappeko juga membangun jembatan apik yang menghubungkan Jl. Tambak Deres menuju Taman Hiburan Pantai Kenjeran. Uniknya, jembatan ini melintasi laut. Keindahan laut pun bisa dinikmati ketika melewati jembatan tersebut.

“Ini juga sekaligus untuk peningkatan laju pertumbuhan ekonomi wilayah Surabaya Utara,” ujar RISMA.

Bappeko sendiri memiliki beberapa master plan Surabaya yang akan segera diwujudkan dalam kurun waktu hingga 2015. Ini merupakan upaya menyeimbangkan antara pemanfaatan lahan dan infrastruktur.

“Sebelumnya pengembangan antara pemanfaatan lahan dan infrastruktur nggak matching. Sekarang, dibalik. Infrastruktur dulu supaya bisa menarik investasi dan mendongrak yang lain,” pungkas RISMA.

Taken from Suara Surabaya, Oct 15, 2009

Ebek21
October 15th, 2009, 09:16 AM
^^ Another bridge on the sea !! Yes, Surabaya simply ROCKS !!!

sbyctzn
October 15th, 2009, 09:42 AM
OH ternyata itu rendering untuk jembatan waterfront city, dulu sempat keluar di thread ini..

Hadi
October 15th, 2009, 03:11 PM
Bentuk komunikasi publik oleh pemkot Surabaya!!! good job pemkot!!! seperti inilah yang dibutukan rakyat!!!
keterbukaan...
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tatakota2.jpg

wah ada monorelnya......

d'sulovyo
October 16th, 2009, 02:26 AM
^^
Khabar menggembirakan untuk Surabaya dan Jatim.
Untuk wilayah Gerbangkertasusilo emang sudah saatnya perlu ada kawasan industri terpadu yang besar
Salut untuk Sahid Grup yang mau nanamkan modalnya disini.....:):):)
Tambahan info.....daerah lain seperti kecamatan Purwosari Pasuruan cocok juga lho untuk kawasan Industri seperti ini. Tanahnya masih kosong ber hektar2.
bad idea.:bash: purwosari,pandaan dan sekitarnya please....pleaaaaseee......jangan dibuat kawasan industri.
sayang!!!.itu lahan produktif,mending dibiarkan utk sawah/ladang dan kebun sayur.ngeri aja lahan2 yang begitu subur dengan udara yang masih segar dan sejuk malah dipakai utk kawasan industri.:ohno:

kalau mau bangun industrial city sudah paling bener kalau milih di sedayu/bungah (gresik utara) atau paciran kesono sampai tuban.masih kosong berhektar-hektar juga dan bukan lahan untuk tanaman pangan.dekat dengan pelabuhan LIS lagi.

Ebek21
October 16th, 2009, 04:14 AM
^^ Setuju. Dengan segala hormat buat yg punya pendapat berbeda, gw kira lokasi kawasan industri terbaik di Jatim adalah di kawasan Gresik. Tanah yg masih belum termanfaatkan masih ribuan hektar. Jikapun sudah penuh, bisa ekspansi ke Lamongan, bila daerah ini benar2 akan dikembangkan sbg kawasan industri baru. Pengembangan kawasan industri mutlak membutuhkan kedekatan lokasi dengan infrastruktur transportasi, terutama pelabuhan laut dan jalan tol. Kedepan, seperti sudah dirintis oleh PT BJTI (anak perusahaan PT Pelindo III), pengankutan kontainer melalui moda transportasi KA juga bisa diaktifkan juga. Gresik dan Lamongan memiliki syarat2 ini semua.

Sidoarjo, masih bolehlah karena dekat dgn Surabaya, dan ada akses tolnya. Tapi dibanding Gresik, seharusnya menjadi alternatif kedua atau ketiga. Mengenai Pasuruan dan terutama Malang, kecuali ada alasan khusus (misalnya akses ke sumber bahan baku), seharusnya tidak dikembangkan menjadi kawasan industri. Gw sampai skrg juga nggak ngerti kenapa ekspansi SIER justru memilih Pasuruan (PIER).

hermawan
October 16th, 2009, 04:54 AM
^^
Oklah.....sorry kalo nggak berkenan.....
Ide dasarnya cuman gini......
Sepanjang Pandaan-gempol itu penuh sekali dengan industri.......sayangnya nggak masuk kawasan industri.....padahal itu lahan pertanian klas 1.
....dan ada kecenderungan makin ekspansi ke arah Selatan (Pandaan - Purwosari - Lawang). Mungkin pasar industri saat ini sangat menginginkan wilayah sepanjang itu untuk pabriknya... Alasannya barangkali dekat dengan bahan baku...(terutama pabrik air mineral, rokok dll)
Makanya sebelum terlambat sekali, dengan tetap mengakomodir keinginan investor, tapi juga tetap harus melindungi kawasan pertanian, sebaiknya dilokalisir aja dalam kawasan terpadu di salah satu daerah itu.....mungkin dicari lahan yang paling tidak produktif untuk kawasan industri. (menurut pandanganku setiap lewat di situ, ya Purwosari itulah.
Kalo udah ada kawasan industri di situ....pendirian pabrik ditempat lain harus dihentikan.....

Ebek21
October 16th, 2009, 06:44 AM
Dishub Surabaya Mulai Revitalisasi Terminal Purabaya

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/95459large.jpg

SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mulai merevitalisasi Terminal Purabaya. Yang pertama dilakukan adalah merombak ruang tunggu bus malam antarkota antarprovinsi yang selama ini berada di sisi timur terminal.

Kepala Dishub Surabaya Eddi menjelaskan, sebenarnya persiapan pengerjaan terminal dimulai setelah arus balik Lebaran beberapa waktu lalu. ''Awal Oktober kemarin sudah kami lakukan. Salah satunya, sosialisasi pada kios pedagang,'' jelasnya. Sosialisasi tersebut dilakukan lantaran dishub akan memindahkan kios para pedagang.

Menurut Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Irvan Wahyudrajat, revitalisasi Terminal Purabaya memang memasuki tahap pertama. Ruang tunggu bus malam diperluas menjadi 15,5 x 51 meter dan dibangun dua lantai. Sebelumnya, ruang tunggu bus AKAP yang kebanyakan jurusan Bandung dan Jakarta itu hanya memiliki luas sekitar 5 x 10 meter serta hanya satu lantai.

Beberapa fasilitas akan dibangun dalam ruang tunggu baru tersebut. Di antaranya, food and beverage, waiting room, toilet, kios, kantin, ruang postel, tempat istirahat, serta jembatan yang menghubungkan ke gate pemberhentian bus malam.

Sayangnya, dishub tidak melengkapi ruangan tersebut dengan air conditioner layaknya ruang boarding di bandara. Padahal, sebelumnya, dishub menyatakan bahwa revitalisasi dilakukan dengan membuat fasilitas terminal layaknya bandara. ''Tidak memungkinkan kalau diberi AC. Tapi, kami beri exhaust fan,'' jelas Irvan.

Setelah pembangunan ruang tunggu itu, dishub melanjutkan pembangunan dengan menata jalur bus malam AKAP. Mereka akan membangun 10 jalur bus malam plus jembatan dari ruang tunggu penumpang ke jalur bus. ''Tahun depan dimulai,'' tegasnya.

Selain itu, terminal seluas 12 hektare tersebut akan mengalami perombakan lain. Pada tahap kedua, dishub akan membangun jalur bus AKDP dan bus kota. Tahap ketiga adalah pembangunan ruang tunggu utama dan sejumlah sarana fisik lain, termasuk perluasan secara vertikal untuk tempat parkir sepeda motor.

Dia mengungkapkan, dana yang dibutuhkan untuk rehabilitasi Purabaya sebenarnya Rp 50 miliar. Namun, pembangunan bakal dilakukan bertahap. Tahap pertama dilakukan tahun ini dengan anggaran hasil PAK Rp 5 miliar. Pekerjaan tahap kedua dilaksanakan pada 2010 dengan dana sharing bersama pemerintah pusat (APBN) Rp 15 miliar. ''Sisanya belum ada pembicaraan,'' ujarnya.

Revitalisasi pada Terminal Purabaya tersebut, menurut Irvan, dilakukan dengan mencontoh konsep di Bandara Internasional Incheon, Seoul, Korea Selatan. Tahun depan, dishub juga menargetkan Terminal Purabaya mendapat sertifikat ISO 2001:2008. Tujuannya, terminal di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo tersebut bisa bersaing dengan terminal di kota lain di Asia.

Taken from Jawapos, Oct 16, 2009

Ampelio
October 16th, 2009, 12:29 PM
Darmo Fashion Walk is part of Graha Festival Superblock (Darmo Festival Walk).http://i43.tinypic.com/1180rw1.jpg

^^Wow..!! Pelan tapi pasti, Surabaya barat mulai membentuk skyline sendiri yg tak kalah spektakuler... keren... keren... :okay:

@b1
October 16th, 2009, 12:43 PM
Ada rencana MRT nggak di Surabaya?

Ebek21
October 16th, 2009, 01:01 PM
Box culvert Semolowaru project, a race against time, must be finished before rain season.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BCSmlwra.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BCSmlwrb.jpg

Taken from Suara Surabaya, Oct 16, 2009

sbyctzn
October 16th, 2009, 02:38 PM
Dishub Surabaya Mulai Revitalisasi Terminal Purabaya

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/95459large.jpg

SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mulai merevitalisasi Terminal Purabaya. Yang pertama dilakukan adalah merombak ruang tunggu bus malam antarkota antarprovinsi yang selama ini berada di sisi timur terminal.

Kepala Dishub Surabaya Eddi menjelaskan, sebenarnya persiapan pengerjaan terminal dimulai setelah arus balik Lebaran beberapa waktu lalu. ''Awal Oktober kemarin sudah kami lakukan. Salah satunya, sosialisasi pada kios pedagang,'' jelasnya. Sosialisasi tersebut dilakukan lantaran dishub akan memindahkan kios para pedagang.

Menurut Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Irvan Wahyudrajat, revitalisasi Terminal Purabaya memang memasuki tahap pertama. Ruang tunggu bus malam diperluas menjadi 15,5 x 51 meter dan dibangun dua lantai. Sebelumnya, ruang tunggu bus AKAP yang kebanyakan jurusan Bandung dan Jakarta itu hanya memiliki luas sekitar 5 x 10 meter serta hanya satu lantai.

Beberapa fasilitas akan dibangun dalam ruang tunggu baru tersebut. Di antaranya, food and beverage, waiting room, toilet, kios, kantin, ruang postel, tempat istirahat, serta jembatan yang menghubungkan ke gate pemberhentian bus malam.

Sayangnya, dishub tidak melengkapi ruangan tersebut dengan air conditioner layaknya ruang boarding di bandara. Padahal, sebelumnya, dishub menyatakan bahwa revitalisasi dilakukan dengan membuat fasilitas terminal layaknya bandara. ''Tidak memungkinkan kalau diberi AC. Tapi, kami beri exhaust fan,'' jelas Irvan.

Setelah pembangunan ruang tunggu itu, dishub melanjutkan pembangunan dengan menata jalur bus malam AKAP. Mereka akan membangun 10 jalur bus malam plus jembatan dari ruang tunggu penumpang ke jalur bus. ''Tahun depan dimulai,'' tegasnya.

Selain itu, terminal seluas 12 hektare tersebut akan mengalami perombakan lain. Pada tahap kedua, dishub akan membangun jalur bus AKDP dan bus kota. Tahap ketiga adalah pembangunan ruang tunggu utama dan sejumlah sarana fisik lain, termasuk perluasan secara vertikal untuk tempat parkir sepeda motor.

Dia mengungkapkan, dana yang dibutuhkan untuk rehabilitasi Purabaya sebenarnya Rp 50 miliar. Namun, pembangunan bakal dilakukan bertahap. Tahap pertama dilakukan tahun ini dengan anggaran hasil PAK Rp 5 miliar. Pekerjaan tahap kedua dilaksanakan pada 2010 dengan dana sharing bersama pemerintah pusat (APBN) Rp 15 miliar. ''Sisanya belum ada pembicaraan,'' ujarnya.

Revitalisasi pada Terminal Purabaya tersebut, menurut Irvan, dilakukan dengan mencontoh konsep di Bandara Internasional Incheon, Seoul, Korea Selatan. Tahun depan, dishub juga menargetkan Terminal Purabaya mendapat sertifikat ISO 2001:2008. Tujuannya, terminal di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo tersebut bisa bersaing dengan terminal di kota lain di Asia.

Taken from Jawapos, Oct 16, 2009

i love this news!!!
Ayo!! Ayo!! Bus,,,, salah satu moda transportasi favorit saya....
kalau terminal Purabaya jadi modern... wah jadi tambah top aja nih....
sudah ramai banget non stop 24 jam .... terminalnya modern lagi.....
sekarang saja sudah lumayan kok..
tertib, bersih, ada LCD screen, dan fasilitas lain yang modern....

dimasputra
October 16th, 2009, 02:44 PM
sangat disayangkan tidak adanya pendingin ruangan dalam pengembangan tsb:ohno::ohno::ohno:

tapi, dilihat dari niatnya yang menjadikan purabaya sbg terminal terkemuka di asia pun dah oke:okay:

sbyctzn
October 16th, 2009, 02:45 PM
ini berita di media lain, surya..

Purabaya Senyaman Bandara, Ada Gate Khusus Penumpang
Jumat, 31 Juli 2009 | 7:56 WIB | Posts by: jps | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis

SURABAYA - SURYA- Jalur Bus Ditambah. Sebentar lagi masyarakat yang akan bepergian melalui Terminal Purabaya akan dimanjakan dengan sejumlah layanan. Revitalisasi terminal terbesar di Indonesia ini akan dimulai Oktober 2009.
Revitalisasi dengan dana APBN sekitar Rp 20 miliar ini akan membuat terminal yang berdiri di lahan seluas 12 hektare senyaman bandara. Bangunan fisik akan ditata ulang lay out-nya. Mulai jalur kedatangan, jalur keberangkatan, jalur untuk bus malam, dan ruang tunggu penumpang serta sejumlah tempat lainnya.

Berdasar maket, alur keluar-masuk bus dan kendaraan tetap, yakni melalui dua pintu utama di sebelah selatan dan satu di sebelah timur. Jalur kedatangan penumpang bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tetap berada di samping jalur penumpang MPU.

Demikian juga dengan jalur keberangkatan bus kota. Perubahan lay out dan bangunan terminal terutama terjadi pada jalur keberangkatan penumpang, ruang tunggu penumpang, dan tempat parkir.
Jalur keberangkatan penumpang akan ditambah, dari 7 menjadi 16 jalur. Jalur ditata sejajar dari timur ke barat dan langsung menghadap ke arah ruang tunggu penumpang.

Ini berbeda dengan desain sebelumnya, di mana untuk jalur 1 sampai 6 (bus patas dan AKDP) arahnya menghadap ke timur dan membelakangi ruang tunggu penumpang. Sementara jalur 7 untuk bus AKAP dan bus malam memanjang dari arah timur ke barat.

Dengan jalurnya ditambah, sekitar 137 unit bus dipastikan akan tertampung. Ini di luar sekitar 109 bus yang ngaso/istirahat di jalur panjang. Sementara ruang tunggu penumpang akan dibangun dua lantai dengan dua bagian.

Lantai dua bagian pertama untuk ruang tunggu utama bagi penumpang bus AKDP dan AKAP, sementara di lantai dua bagian kedua untuk ruang tunggu penumpang bus malam. Sedangkan lantai pertama diperuntukkan bagi kios dengan disertai sejumlah ruang tunggu.

Dari ruang tunggu penumpang lantai dua, dibuatkan dua gate atau jalan khusus menuju tempat parkir bus di jalur keberangkatan. Jika mau naik bus, setelah melihat dan memastikan bus yang akan dinaiki ada, calon penumpang tinggal berjalan melalui gate khusus. Kalau mau naik bus AKDP/AKAP lewat gate satu, sementara bus malam lewat gate dua.

Untuk masuk ke ruang tunggu lantai dua, disiapkan juga akses khusus bagi calon penumpang usai turun di jalur kedatangan bus AKDP/AKAP, bus kota, maupun kendaraan pribadi.

Parkir kendaraan juga akan ditata dengan dibuatkan tempat parkir bertingkat, lokasinya di sebelah selatan tempat penurunan penumpang bus kota. Lantai dasar untuk parkir roda empat dengan daya tampung 168 kendaraan, sedangkan lantai atas untuk kendaraan roda dua dengan kapasitas 1.320 kendaraan. Selain itu, disediakan juga tempat pencucian bus, bengkel, dan penginapan khusus bagi awak bus, dan tempat drop off untuk bus dan mobil pengantar.

Dengan selesainya pengerjaan maket revitalisasi Terminal Purabaya itu, Dishub Surabaya berharap dapat segera dilanjutkan dengan pembangunan fisik terminal. “Kami harapkan Oktober 2009 pengerjaan fisik sudah dimulai,” ujar Plt Kadishub Surabaya Eddy didampingi Kabid Sarana dan Prasarana Transportasi Irvan Wahyudrajad, Kamis (30/7).

Tahap pertama revitalisasi akan difokuskan pada pembangunan ruang tunggu penumpang bagian kedua, kios, dan jalur bus malam. Tahap kedua membangun jalur bus AKDP dan bus kota, dan tahap tiga membangun ruang tunggu utama dan sejumlah sarana fisik lainnya. “Revitalisasinya nanti akan mengusung konsep pembangunan modern yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald mengaku sangat mendukung segera dilakukannya revitalisasi terhadap terminal yang dipimpinnya. Dengan upaya itu dan ditunjang dengan sejumlah fasilitas yang sekelas bandara, masyarakat dan calon penumpang diharapkan semakin merasa aman dan nyaman ketika bepergian melalui Terminal Purabaya. uji

dimasputra
October 16th, 2009, 02:53 PM
Kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald

bapak yang satu itu, ayahnya temenku lho...pengen tanya2, tapi kok sungkan:lol::lol::lol:

sbyctzn
October 16th, 2009, 03:02 PM
^^
gpp lagi,,,, tanya aja,,,
kalau boleh sekalian minta foto-foto renderingnya,,,
saya mau nemenin.. hehehehe..
ntar ngomong.. mau dibuat berita di forum gitu.... kan top tuh ntar dapat foto-foto yang eksklusif..
pasti punya tuh dan lengkap pastinya...
ayuh.. mau dimasputra????
saya penasaran soalnya dengan desain yang detilnya... renderingnya terutama.... yang di JP terlalu kecil....

Ebek21
October 16th, 2009, 03:09 PM
Terminal Purabaya itu dikelola oleh siapa sih ? Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo, atau Pemda Jatim ? Atau yg lain ?

Memangnya di tempat/kota lain ada terminal bus yg ber-AC ?

sbyctzn
October 16th, 2009, 03:24 PM
^^
Gabungan Bek... antara Pemkot Sby dan Pemkab Sidoarjo...
antara 60 % - 40 % bagi hasil dan pengelolaannya kalau tidak salah,
tapi saya lihat dari dulu yang banyak aktif mengelola itu Pemkot Sby, banyak inovasi dilakukan oleh Pemkot..
Pemkab Sidoarjo cuma punya hak milik lahannya saja,
makanya dulu Pemkot sempat protes untuk memperbesar persentase bagi hasil... karena Pemkot yang selama ini selalu aktif

setau saya tidak ada tuh terminal bus yang ber AC,
Terminal Giwangan Jogja setau saya juga tidak,
saat ini pesaing Terminal Purabaya saya rasa cuma Terminal Giwangan, Terminal Giwangan sudah lebih dulu Modern...
nantinya Purabaya tidak akan kalah....
Cuma Terminal Giwangan tidak seramai Purabaya, mungkin karena lokasinya yang baru...
tidak seperti Purabaya yang lokasinya strategis banget...

BTW terminal Tambak Osowilangon sebenarnya juga bagus....
hampir sama desainnya dengan Purabaya sebelum direnovasi nanti....
tata letak, luas maupun desain bangunannya
Lumayan Ramai juga....
karena melayani rute Pantura

Ebek21
October 16th, 2009, 03:36 PM
^^ Thanks buat infonya !!

hermawan
October 16th, 2009, 04:44 PM
^^Apakah setelah menjadi mirip Bandara...
calo2 yang mjenjengkelkan itu masih bebas berkeliaran?

sbyctzn
October 16th, 2009, 05:13 PM
^^
Kalau menghapus sama sekali para calo saya rasa tidak akan mungkin, sama saja seperti menghapus negara dari para pelaku korupsi, di china saja yang hukuman mati bagi para pelaku koruptor masih saja ada yang korupsi, apalagi cuma calo penumpang,
saya rasa target yang bisa dicapai adalah mengurangi dan juga menertibkan,
point penting disini adalah menertibkan, para calo itu sebenarnya tidak akan meresahkan para penumpang jika mereka tertib, mereka itu cuma seperti pembantu pencari bis, cuma yang membuat mereka terkena pandangan negatif itu sikapnya,
saya juga pernah ketemu kok dengan calo yang baik-baik, niatnya baik, mereka yang baik itu, dapat komisinya memang benar-benar dari PO nya... bukan dari nipu penumpang...
jadi menurut saya terlalu naif jika menjudge mereka semua itu borok terminal..
mereka juga punya keluarga yang dihidupi dari pekerjaannya...
ada anak dan istrinya yang menggantungkan pekerjaannya...
tidak semua sampah itu buruk.. ada yang bermanfaat dan ada pula yang membuat masalah
tinggal bagaimana bisa mengelolanya..

sbyctzn
October 16th, 2009, 05:17 PM
BTW, update mengenai dunia properti perkantoran vertikal di Surabaya yang mulai berkembang, Dua lantai di Plaza BRI paling atas telah terokupasi, selain itu beberapa latai dibawahnya yang beberapa bulan lalu masih kosong, saat ini sudah terii juga, saya amati jika dari kejauhan pada malam hari Plaza BRI dari lampunya kelihatan penuh semua lantainya.

Sementara itu Graha Bukopin juga mulai terokupasi sebanyak 3 lantai, entah itu disewa oleh 3 perusahaan atau berapa, saat ini setiap malam 3 lantai itu selalu menyala dan ada sedikit kegiatan, yang saya rasa itu kegiatan pemasangan interior.

Dan untuk Wisma BII, kegiatan renovasi sudah memperlihatkan adanya perubahan di bentuk gedung, cascade sudah mulai tidak gosong, dan lantai yang terbakar sudah digunakan oleh penyewa yang dulu, cuman yang digunakan bagian belakang saja (terlihat pada malam hari), jadi sudah normal lagi, saya rasa beberapa bulan kedepan sudah akan utuh kembali bentuk bangunan wisma BII.

Semoga berita diatas menjadi tanda bangkitnya dunia properti perkantoran vertikal di Surabaya.

teddybear
October 17th, 2009, 12:40 AM
^nice update. But the office property market in Surabaya has been in comma for too long... well, never been woke up so far, as long as the history of Surabaya.

photos?

When will Surabaya get 50, 60, 70 floor building, I wonder?

dimasputra
October 17th, 2009, 02:32 AM
Wah, Surabaya Juara Tiga Terpolusi di Asia:ohno::ohno::ohno:
KOMPAS.com/Kristianto Purnomo

Jumat, 16 Oktober 2009 | 16:22 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Timur Dewi J Putriatni menyebutkan, Surabaya menduduki peringkat ketiga kota di kawasan Asia yang memiliki polusi udara tertinggi.

"Surabaya menduduki peringkat ketiga setelah Bangkok dan Jakarta sebagai kota di kawasan Asia yang polusi udaranya paling buruk," katanya di Surabaya, Jumat (16/10).

Ia mengaku prihatin dengan hasil survei yang dilakukan lembaga lingkungan hidup di Asia itu karena Surabaya merupakan kota yang hampir setiap tahun mendapatkan anugerah Adipura dari Departemen Lingkungan Hidup.

"Tentu ini sebuah ironi, Kota Surabaya yang hampir setiap tahun mampu menggondol Adipura, tapi malah menjadi kota dengan pencemaran udara terburuk," katanya.

Apalagi pada 2009 dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, sebanyak 25 di antaranya telah mendapatkan Adipura yang penyerahan pialanya dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kami mendesak kepada Departemen Lingkungan Hidup untuk membenahi sistem penilaian dan penjurian Adipura," katanya.

Menurut Dewi, selama ini penilaian Adipura hanya difokuskan pada masalah kebersihan kota, termasuk sistem pembuangan sampah.

"Ke depan, jangan hanya variabel itu. Tapi kualitas udara di sebuah kota juga harus dimasukkan dalam kriteria penilaian," katanya.

Ia juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memerhatikan masalah polusi udara yang dianggapnya sangat mengganggu kesehatan masyarakat.

dimasputra
October 17th, 2009, 02:38 AM
^^
Kalau menghapus sama sekali para calo saya rasa tidak akan mungkin, sama saja seperti menghapus negara dari para pelaku korupsi, di china saja yang hukuman mati bagi para pelaku koruptor masih saja ada yang korupsi, apalagi cuma calo penumpang.

ahh...INDONESIA:ohno:

Ebek21
October 17th, 2009, 06:55 AM
Speed it up please !!!

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SumoOct.jpg

Taken from Jawapos, Oct 17, 2009

sbyctzn
October 17th, 2009, 08:02 AM
itu risetnya kapan????
sudah banyak perubahan di Surabaya,
dampaknya belum terasa tuh....
coba beberapa tahun kedepan,,,
pasti akan turun peringkatnya
kalau kota metropolis sih memang besar peluang terjadinya polusi, terutama seperti Jakasta dan Surabaya,
cuma tinggal bagaimana saja bisa mengurangi tingkat polusi itu..
saya rasa pemkot surabaya sudah berusaha kok..
tinggal melihat hasilnya beberapa tahu kedepan..
karena mengurangi polusi tidak bisa langsung dirasakan hasilnya...
peningkatan jumlah RTH dan taman yang dilakukan oleh pemkot saat ini merupakan salah satu dari tindakan pemkot untuk mengurangi polusi,,
tidak banyak kota di indonesia yang punya perhatian besar untuk RTH dan taman seperti pemkot surabaya ini...

dimasputra
October 17th, 2009, 08:52 AM
gak tau juga...
perasaan surabaya udaranya biasa aja...
cuma panas aja...!

sbyctzn
October 17th, 2009, 10:25 AM
Kelanjutan MERR setelah kedungbaruk ke selatan

ILUSTRASI (membantu memperlihatkan keadaan sebenarnya di lapangan)
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/newmerr22.jpg

A1
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrcandra1.jpg

A2
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrcandra2.jpg

A3
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrcandra3.jpg

A4
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrcandra41.jpg

A5
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrcandra5.jpg

sbyctzn
October 17th, 2009, 10:27 AM
Continue

B1
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrupn1.jpg

B2
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrupn2.jpg

B3
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrupn3.jpg

B4
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrupn4.jpg

B5
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/merrupn5.jpg

sbyctzn
October 17th, 2009, 10:32 AM
Juanda International Airport TOLL ROAD

Jalan tak berujung
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tollair1.jpg

Bundaran MERR, tol, dan pondok candra
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tollair3.jpg

Tollboth Tambak Sumur 2
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tollair4.jpg

Semi Elevated Toll Road
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tollair5.jpg

Semi Elevated Toll Road
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/tollair6.jpg

sbyctzn
October 17th, 2009, 10:33 AM
Main Avenue in SIER

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/sier1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/sier2.jpg

sbyctzn
October 17th, 2009, 10:37 AM
Stren Kali Jagir

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/strenjagir1.jpg

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/strenjagir2.jpg

teddybear
October 17th, 2009, 12:06 PM
^Slums on both sides of Jagir have been demolished? Or this is just only the one side that was posted last time?

MinImaX
October 17th, 2009, 12:40 PM
^^ Masih sisi selatan saja teddybear. Tahun 2010 rencananya yang sisi utara segera ditertibkan.

Foto2nya sbyctzn bagus2, bisa2nya foto sampai turun dari kendaraan :p

Oya, setauku MERR ini relatif lurus sampai Pondok Candra.
Perkampungan Gunung Anyar Lor belum diapa2kan ya, bakalan lama nih pembebasannya, tapi kalau tahun depan sudah tembus Arif Rahman Hakim itu sudah bagus sekali.

SIER sudah hijau ya.. dulu tahun 2001 pohonnya tinggi2 tapi daunnya kuning semua, kukira kena polusi dari banyaknya industri di sana :D.

Ebek21
October 17th, 2009, 03:09 PM
Thanks sbyctzn !! Foto2 ini yg aku harap2kan dr dulu, progress MERR yang di sisi selatan. Jadi MERR untuk saat ini mandeg di 3 tempat, Arif Rahman Hakim (utara), Kedung Baruk ke selatan (tengah), dan Gunung Anyar Lor (selatan). Bangunan2 yg belum dirobohkan itu mungkin karena menunggu sekalian seluruh kampung/pemukiman dirobohkan semua, bukan satu2.

No comment deh buat foto stren kali sisi selatannya. At least buat gw, ini satu langkah spektakuler menuju penataan kota yg modern. Dan nggak semua kota punya keberanian untuk melakukannya. Two thumbs up for Pemkot !!

pecinta_surabaya
October 17th, 2009, 05:27 PM
Wah,,foto2 sbyctzn bagus2..
Masih sempet traveling ngambil foto,padahal udh deket UTS..
:)

MERR itu end point nya dimana ya yg sisi selatan?

Ebek21
October 17th, 2009, 05:53 PM
Oya, setauku MERR ini relatif lurus sampai Pondok Candra.


Kalau melihat di peta Surabaya, setelah melintasi Jl. Rungkut Madya (jalan di depannya UPN Veteran), MERR ini sedikit membelok ke arah timur.


MERR itu end point nya dimana ya yg sisi selatan?

Di jalan tol Waru-Juanda seksi Tambak Sumur (Pondok Tjandra), kemungkinan ya di bundaran MERR di fotonya sbyctzn itu.

MinImaX
October 17th, 2009, 06:03 PM
MERR sampai Pondok Candra? Mungkin di masa depan bisa diteruskan sampai jalan lingkar timur Sidoarjo?
Kalau melihat ring road (sesuai namanya) di banyak kota besar, biasanya melingkari kota, jadi tidak berujung. Kira2 nanti ada MNRR dan MSRR atau tidak?

Btw tentang foto tower crane di dekat Twin Tower itu ternyata benar pembangunan sekolah Petra Kalianyar, bukan hi-rise building. Sedang tahap finishing.

pecinta_surabaya
October 17th, 2009, 06:09 PM
Bayangan saya,MERR itu udah di ujung timur surabaya.
Klo end point di bundaran pondok chandra,berarti kemungkinan masuk akses tol tambak sumur.
Berarti Tol Lingkar Timur surabaya masuknya dimana ya?

Brp lantai sekolah petra itu?
Btw,aston udh mulai bagus tuh bentuknya..

MinImaX
October 17th, 2009, 06:24 PM
MERR masih agak tengah, kan patokannya dari Mal Galaxy.
Kalau Tol Lingkar Timur patokannya Pakuwon Power Center yang segera dibangun di area Pakuwon City.


Sekolah Petra berapa lantainya tdk ngitung hehehe... Kira2 3 atau 4 lantai.

sbyctzn
October 17th, 2009, 06:32 PM
Wah,,foto2 sbyctzn bagus2..
Masih sempet traveling ngambil foto,padahal udh deket UTS..
:)

MERR itu end point nya dimana ya yg sisi selatan?

Biasa saja kali.... :lol::lol:
cuman ambil foto gituan tidak pengaruh apa-apa kok
lagipula saya enjoy tuh...
kesempatan seperti itu malah saya sengaja untuk buang kejenuhan dan refreshing...
biar di masa-masa kritis mahasiswa, yaitu mulai bertemu titik kejenuhan bisa berkurang, dan bisa ada variasi kegiatan...
bosan kegiatan di kampus terus...

sbyctzn
October 17th, 2009, 06:48 PM
mengenai MERR yang agak membelok itu juga membuat saya agak bingung,
di ilustrasi saya beri tanda tanya besar merah,
saat ini masih ada perkampungan padat (saya beri tanda lingkaran hijau),
perkiraan awal saya MERR yang dari UPN jika konstruksinya diteruskan ke selatan dan lurus, maka tidak akan tembus konstruksi di daerah Pondok Candra (sudah saya ilustrasikan di gambar),
jadi kemungkinan besar dari konstruksi daerah UPN jika diteruskan ke selatan pasti akan membelok ke timur, mengarah ke konstruksi MERR daerah Pondok Candra...
dan jika benar akan direalisasikan, maka akan menggusur ribuan warga di daerah perkampungan itu.....

End Point MERR sepertinya tidak berakhir di daerah Pondok Candra Bek....
coba kamu lihat lagi gambar masterplan jalan Surabaya yang ada di gamabr Komunikasi Publik Pemkot Surabaya yang kemarin saya post.
disitu terlihat MERR akan membelok ke barat sejajar dengan TOL airport, dan yang ke selatan juga akan diteruskan (lewat Perumahan Pondok Candra.
jadi jika sesuai dengan Masterplan, maka end point MERR tidak di bundaran Pondok Candra.

sbyctzn
October 17th, 2009, 07:07 PM
@minimax,
betul juga, MERR ini bisa diterusin sampai ke Outer ring road Sidoarjo.
tapi sepertinya sulit, karena akan memotong Airport dan ribuan pemukiman warga.
paling tidak MERR ini bisa menjadi alternatif sementara akses ke Suramadu,
sebab selama ini truk-truk besar dan bus jika mau ke Suramadu pasti lewat jalan Kenjeran, yang sebenarnya kelas jalan kenjeran bukan untuk kendaraan beban besar.
lagipula kalau MERR ini belum jadi, kendaraan dari selatan jika mau ke Suramadu akan memutar lewat TOL kemudian turun di Tanjung Perak dan memutar lewat jalan kenjeran.
kasihan kendaraan dari selatan,,,, harus memutar jauh banget.
nah... kalau MERR ini sudah jadi maka kendaraan dari selatan tidak perlu lagi memutar,
tinggal turun TOL Waru, lanjut ke TOL Airport, turun Pondok Candra, masuk MERR lurus ke utara sampai tembus jalan Kenjeran....
Tapi kalau MERR ini tidak segera ditunjang pembangunan TOL lingkar timur...
wah pasti pemandangan kota akan tercemar Bus dan truk-truk....
Lagi pula akan tersendat lalu lintas kota di daerah Kertajaya....

sbyctzn
October 17th, 2009, 07:14 PM
----------

Ebek21
October 17th, 2009, 07:20 PM
@sbyctzn, coba kamu baca lagi artikel lawas ini. Dengan jelas disebutkan, titik nolnya di Perumahan Pondok Tjandra persis. Saya yakin pasti akan tembus langsung ke Jalan Tol Waru-Juanda.

Kemudian yg disebut Tol Lingkar Luar Timur Sby itu dimulai persis dari ujung timur Tol Waru-Juanda, terus sedikit ke arah timur, kemudian berbelok ke utara menyusuri pantai timur Surabaya, langsung sampai ke daerah Pakuwon City, Pantai Mentari, terus sambung langsung ke Suramadu, tapi sampai saat ini belum jelas kapan akan ditenderkan oleh BPJT.

Akses Utama Belum Tuntas

MERR II Terganjal Pembebasan Tanah

SURABAYA - Pemkot berencana menjadikan middle east ring road (MERR, jalan lingkar tengah timur) II sebagai akses utama menuju Jembatan Suramadu. Ironisnya, pembangunan akses utama itu justru tak kunjung tuntas.

Menurut rencana pemkot, MERR II memiliki panjang 11,050 kilometer. Hingga kini yang baru selesai 4,475 kilometer. Dari perempatan Jl Kenjeran-Jl Kedung Cowek, MERR II baru selesai di Jl Kalijudan dan Jl Dharmahusada Indah.

Pembangunan terhenti di Jl Arief Rahman Hakim. Dari situ pengerjaan MERR dapat dikatakan terhenti total. Bukan dana yang menjadi kendala. Sebab, ang*garan untuk mengerjakan fisik disuplai pemerintah pusat. Pemkot tinggal menyediakan lahan. Hingga kini pemkot belum berhasil membebaskan lahan yang dibutuhkan.

Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya Tri Risma Harini mengakui bahwa pembebasan lahan adalah pekerjaan tersulit dalam membangun jalan. Berdasar data bappeko, dari 250 ribu meter persegi total lahan yang akan dibebaskan, yang sudah terealisasi baru 116.751 meter persegi. Selebihnya masih terkatung-katung, yaitu 133.249 meter persegi.

Kendala tidak hanya ada di Jl Arief Rahman Hakim. Pembebasan lahan di beberapa tempat, seperti Jalan Semampir Selatan dan Tengah, juga belum selesai. "Tawar-menawar masih berjalan alot," ucap Sapril Rebono, pejabat pembuat komitmen (PPK, dulu pimpinan proyek) Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolitan Surabaya II Dinas PU Bina Marga Jatim.

Akibat kekurangan tersebut, MERR II-C sepanjang 6.575 meter baru bisa dikerjakan 1.650 meter. Itu pun terpisah di beberapa tempat. Jika kita anggap titik nolnya adalah kompleks Perumahan Pondok Candra, daerah Gunung Anyar, jalan yang siap dan sedang dikerjakan adalah 0-200 meter, 2.000-2.425 meter (proses pengerjaan), 2.925-4.000 (proses pengerjaan), dan 4.300-4.450 (lokasi jembatan Semampir dalam proses pengerjaan).

Khusus pembebasan wilayah Semampir, masih ada kendala, yakni tiga rumah dan satu lahan kosong belum dibebaskan. Tiga rumah tersebut berada di Jalan Semampir Selatan 3A, 2A dan 1A. Sedangkan lahan kosong berada di Jalan Semampir Tengah 4A. Semuanya terletak di RW VII.

Hingga kemarin (7/6) negosiasi harga juga belum selesai. Pendekatan terus dilakukan agar harga tidak melambung tinggi. Pasalnya, hingga kini proyek jangka panjang tersebut kekurangan dana Rp 138 miliar.

Taken from Jawapos, Jun 8, 2009

sbyctzn
October 17th, 2009, 07:45 PM
tapi di artikel itu nyebutnya "Jika kita anggap titik nolnya adalah kompleks Perumahan Pondok Candra", bukannya itu kelihatan kalau itu adalah anggapan...???
lagipula di masterplan yang ada di gambar yang kemarin baru saya post, memperlihatkan kalau setelah pondok candra ada kelanjutannya ke selatan???
coba lihat page sebelumnya... gambar yang saya post kemarin...

sbyctzn
October 17th, 2009, 07:51 PM
tapi di artikel itu nyebutnya "Jika kita anggap titik nolnya adalah kompleks Perumahan Pondok Candra", bukannya itu kelihatan kalau itu adalah anggapan...???
lagipula di masterplan yang ada di gambar yang kemarin baru saya post, memperlihatkan kalau setelah pondok candra ada kelanjutannya ke selatan???
coba lihat page sebelumnya... gambar yang saya post kemarin...

Ebek21
October 17th, 2009, 08:20 PM
^^ Wah gw nggak tahu kalo yg di sebelah selatan Tol Waru-Juanda itu namanya apa. Mungkin juga namanya sudah bukan MERR lagi, karena MERR itu kan untuk kota Surabaya. Sedangkan Pondok Tjandra sendiri, sebetulnya sudah ikut Kab. Sidoarjo. Jadi yg kamu bilang MERR masih ada sambungannya di sisi selatan Tol Waru-Juanda, kemungkinan semacam lingkar dalam atau MERR-nya Sidoarjo. Mungkin loh ya. Tapi kalo MERRnya Sby, pasti berakir di Tol Waru-Juanda itu.

Di artikel tsb, yg dimaksud "anggapan", itu maksudnya titik nol dimulai dr Pondok Tjandra Indah (selatan), bukan dr Arif Rahman Hakim (utara). Kalo gak diperjelas, kan orang bingung yg dimaksud titik nolnya yg mana, yg titik nol utara (AR Hakim) atau selatan (PTI).

MinImaX
October 17th, 2009, 08:28 PM
^^ Dua2nya sama2 benar kok.

Aku setuju kalau saat ini MERR Surabaya sampai Pondok Tjandra dan jalan tol Waru-Juanda. Sesuai namanya, Middle Eastern Ring Road Surabaya, maka kalau sudah di wilayah Sidoarjo maka bukan MERR Surabaya lagi. :D Begitu juga kalau belok ke arah barat, namanya kan jadi Outer South Ring Road hehehe...

Mungkin saja di masa depan nanti akan dikembangkan lagi sehingga ada kelanjutannya, bisa tembus wilayah Gresik Sidoarjo, namanya jadi MERR Susi hehehe...
...

MinImaX
October 17th, 2009, 08:31 PM
Yo ganti topik...

Greater Surabaya Metropolitan Area Road Network:
http://img127.imageshack.us/img127/9189/roadnetwork.jpg

Tol Trans Jawa:
http://img207.imageshack.us/img207/5778/toltransjawa.jpg

Juanda Expansion:
http://img113.imageshack.us/img113/6690/juandaexpansion.png

sbyctzn
October 17th, 2009, 09:12 PM
Eh iya betul juga seh..... hehehehe...
Pondok Candra itu sudah masuk Sidoarjo...
Tapi Pemkot buat masterplannya kok ya ambigu gitu ya... seharusnya kalau memang MERR berkhir di bundaran Pondok Candra, ya mestinya di gambarnya tidak usah diterusin ke selatan...
yah... saya jadi mengira juga akan seperti itu... Konstruksi terakhir ada di Pondok Candra...
dan perkiraan saya nanti di pertigaan GIANT (yang ada di gambar ilustrasi saya) jalannya akan diteruskan ke barat... jadi jalan lingkar luar selatan Surabaya.
Nantinya jalan lingkar luar selatan Surabaya akan sejajar dengan TOL Airport, kontruksinya pasti tidak jauh berbeda dengan konstruksi jalan yang sudah ada (yaitu pertigaaan GIANT sampai Bundaran Pondok Candra, coba lihat ilustrasi yang saya buat).
jadi nantinya, kalau perkiraan saya benar... nanti jalan lingkar luar selatan Surabaya akan membujur dari timur ke barat, mulai Bundaran Pondok Candra ke barat melewati Berbek Industri (Sidoarjo) kemudian tembus Bundaran Waru. dan akan sejajar dengan TOL Airport.
Nantinya di Bundaran Waru akan ketemu jalan dari berbagai arah....
sesuai masterplan Pemkot yang akan membuat Bundaran Waru jadi simpang susun yang rumit....
soalnya pertemuan TOL Airport, TOL tengah Kota, Jalan A yani, Jalan Lingkar Luar Selatan Surabaya, TOL Sumo, Rel Kereta Api....
Saya Tidak bisa membayangkan bagaimana Rumitnya desain Simpang Susun,,,
Pasti pusing tujuh keliling....
Dan pasti Bundaran Waru akan rusak.... tidak tau lagi nanti rupa nya akan seperti apa hehehehehehe....
Pusing deh.....

sbyctzn
October 17th, 2009, 09:36 PM
gambar dari minimax..
untuk yang trans java, kelihatan banget kalau Surabaya sangat dianaktirikan dalam hal prioritas pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat...
padahal tingkat kekronisannya sangat tinggi, dibandingkan dengan daerah barat,,
dari sisi persebaran dan pemerataan pembangunan juga lebih baik jika lebih diprioritaskan ke daerah lain juga.... tidak terpusat di sekitar Jakarta..
dampaknya... investor yang masuk ke indonesia pasti larinya ke daerah sekitar Jakarta....
Hasilnya tetap banyak orang yang lari ke Jakarta..
ide untuk menghentikan urbanisasi ke Jakarta hanya isapan jempol saja...

BTW minimax, ada pic yang lebih besar resolusinya tidak????
penasaran dengan gambar yang pertama,,
Itu dari Mojokerto kok ada jalan yang menyerupai TOL yang memotong langsung ke Gempol,,, (Garis hijau, yang saya perkirakan itu TOL)
setau saya di masterplan tidak ada rencana membangun TOL dari Mojokerto ke Gempol....
Atau mungkin yang di gambar itu bukan TOL?????

Nantinya Ekspansi Bandara Juanda akan kemana ya???
apa ke timur???? di timur terminal VVIP? yang nantinya bangunan terminalnya akan membujur dari utara ke selatan,,,
soalnya saya lihat ada space lahan yang luas banget di daerah timur Bandara.....
Tidak ada yang punya desain ekspansi bandara???
atau mungkin Angkasa Pura I masih belum punya desain Ekspansi Bandara????

Atau jangan-jangan ekspansinya dibuat di sisi barat dari terminal Domestik dan sisi timur dari terminal Internasional? soalnya disitu juga masih ada space... cuma tidak seluas bagian timur terminal VVIP.

Ebek21
October 18th, 2009, 05:12 AM
Rencana ekspansi Juanda Airport itu terlalu konservatif, kurang agresif, menunjukkan kekurangpercayadirian AP I. Masak thn 2010 8 juta penumpang, tahun 2020 cuma 15 juta penumpang. Tahun 2008 saja jumlah passenger movement di Juanda mencapai 9,1 juta passenger, tahun 2009 ini sudah hampir 10 juta. Seharusnya ekspansi Juanda Airport sekalian dibikin sampai kapasitas 25 juta. Dengan adanya infrastruktur, niscaya, maskapai penerbangan akan datang dgn sendirinya, tingkat growthnya akan jauh lebih cepat dibandingkan estimasi awal. Jgn seperti skrg, tunggu bandara/pelabuhan sudah sesak dan megap2, baru ekspansi, opportunity cost yg hilang akan sangat besar, dan imbasnya kota Sby sendiri yg rugi. Dalam hal ini Pemkot dan Pemprov juga mesti ikut aktif, gw rasa.

Ebek21
October 18th, 2009, 06:04 AM
Moga2 benar bisa berjalan, jangan sampai Perda ini menjadi macan kertas. No more smoking in public place !!

Pelaksanaan Perda Antirokok Sudah Masuk Tahap Pemaksaan

Mal-Mal Sediakan Smoking Area

SURABAYA - Pemkot Surabaya memastikan Perda No 5 Tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM) tetap diberlakukan sesuai jadwal. Pada 22 Oktober nanti, perda tersebut diberlakukan di seluruh kawasan metropolis.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Muhlas Udin menegaskan, pemkot sudah memberi masa sosialisasi selama setahun. ''Seharusnya, sejak perda diundangkan Oktober tahun lalu, sosialisasi langsung dilakukan,'' tegasnya. Menurut dia, saat ini pelaksanaan perda sudah harus memasuki tahap pemaksaan. ''Perda ini harus efektif,'' katanya. Berbagai tempat umum seperti pusat perbelanjaan akan mendapat pengawasan khusus.

Para perokok harus mulai menahan diri ketika mengunjungi mal. Sebab, mal termasuk kawasan tanpa rokok. Jika tidak kuat menahan, pengunjung harus merokok di smoking area yang disediakan. Sebaliknya, mal juga harus menyediakan ruang khusus merokok. Mal-mal di Surabaya rata-rata telah melakukan persiapan menyambut berlakunya perda antirokok tersebut.

Promotion Manager Tunjungan Plaza (TP) Dian Apriliana menyatakan, sejak perda KTR-KTM digodok, TP telah mempersiapkan smoking room. ''Sejak pertengahan 2008,'' katanya. Sampai saat ini, TP memiliki tiga ruangan khusus merokok. Yaitu, di salah satu sudut di Food Court TP 3 lantai 5, Studio Food Court TP 1 lantai 5, serta di TP 1 lantai 3. Dian mengemukakan, TP juga memasang beberapa giant poster berisi imbauan dilarang merokok. Beberapa papan petunjuk arah lokasi smoking room juga dipasang. ''Kami mendukung sepenuhnya Perda KTR-KTM,'' tegasnya.

Sebenarnya, lanjut dia, TP sudah memberlakukan larangan merokok. Larangan tersebut dipertegas dengan adanya perda. Dian mengungkapkan, petugas keamanan TP siap membantu mengawasi pelaksanaan perda tersebut. ''Satpam akan menegur dengan sopan pengunjung yang merokok. Akan diarahkan ke smoking room,'' jelasnya.

Mal Galaxy juga siap melaksanakan Perda KTR-KTM. Sampai saat ini, mal tersebut baru memiliki satu ruang khusus merokok berukuran 20 meter persegi. Letaknya di lantai 1. ''Sudah setahun,'' kata Director of Marketing & Public Relations Mal Galaxy Maria Christina.

Menurut dia, ruangan khusus merokok tersebut dibuat karena Mal Galaxy berinisiatif mematuhi Perda KTR-KTM. Mal di kawasan Sukolilo itu juga memasang beberapa poster yang berisi larangan merokok. Sebagaimana di TP, petugas sekuriti Mal Galaxy juga akan menegur serta mengarahkan perokok ke ruangan khusus.

Mal baru di kawasan Surabaya Selatan, City of Tomorrow (Cito), juga tidak mau ketinggalan menyambut perda tersebut. Saat ini, manajemen mal di perbatasan Surabaya-Sidoarjo tersebut sedang membangun ruangan khusus merokok. Rencananya, tempat khusus itu berada di lantai 1 dekat food court dan akan menjadi pilot project Cito. ''Ke depan, ruangan khusus merokok itu kami tempatkan di setiap lantai,'' ujar Promotion Head Cito R. Dorothe Novita.

Selain itu, dia menempatkan berbagai tanda larangan merokok di setiap meja makan food court. Pilar di tempat itu juga akan ditempeli advertorial. Misalnya, merokok mengakibatkan gangguan kesehatan sampai racun apa saja yang terkandung di dalamnya. ''Berhasil atau tidak, memang balik lagi pada kesadaran setiap orang. Tapi, kami berupaya mereka yang tidak merokok tetap bisa menikmati hak udara bersih,'' tegasnya.

Sementara itu, konsep berbeda justru diterapkan Hi-Tech Mall. Manajemen memanfaatkan tidak full AC-nya mal tersebut sebagai area merokok. Khususnya di tempat yang langsung berhubungan dengan area terbuka. ''Misalnya, kantin kami langsung bersentuhan dengan udara bebas,'' jelas General Manager Ruddy Sukamto.

Karakter pekerja di mal tersebut juga tidak mendukung bila dibuatkan tempat khusus merokok. Seribu toko dengan traffic pengunjung yang selalu dinamis justru dirasa merepotkan. Terlebih, pekerja menyulut rokok untuk meningkatkan konsentrasi saat merakit atau membenahi komputer. ''Karena itu, akan kami terapkan sistem zona merokok dan bebas rokok,'' tuturnya.

Beberapa ruangan khusus merokok akan didukung zona merokok yang lebih luas dan bisa menampung banyak orang. Meski demikian, Ruddy menjamin kawasan bebas merokok tetap mendominasi. ''Masih kami atur. Sebab, kami tidak mau asal dipasang, tapi nanti tidak digunakan. Yang pasti, kami tetap mendukung perda itu. Sebab, tujuannya memang bagus,'' tegasnya.

Taken from Jawapos, Oct 18, 2009


Tidak Ada Toleransi di RSU dr Soetomo, Organda Larang Sopir Angkot Merokok

suarasurabaya.net| Instansi layanan kesehatan publik dan tranportasi mulai siapkan diri menerapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM-KTR) yang efektif berlaku mulai 22 Oktober 2009 mendatang di Surabaya.

Di RSU dr Soetomo, sama sekali tidak ada ruang bagi rokok. Selama ini, kata dr URIP MURTEDJO Ketua Forum Pers RSU dr Soetomo saat dihubungi Suara Surabaya, Sabtu (17/10), pembatasan area merokok. Namun diakuinya pembatasan itu tidak maksimal karena masih ada pengunjung RS yang mencuri-curi merokok di area larangan merokok.

“Kita cuma memperingatkan saja dan tidak menindak karena selama ini belum ada aturan. Dengan berlakunya perda ini, kita akan siapkan tindak lanjut dari peringatan larangan merokok itu,” kata dia.

Sosialisasi tentang Perda KTM-KTR itu, kata URIP akan dilakukan di internal maupun eksternal RSU dr Soetomo.

Sementara itu untuk layanan tranportasi, Organda Surabaya membuat ketentuan larangan merokok bagi sopir angkot selama beroperasi. Warga Surabaya bahkan diundang untuk melaporkan sopir angkot yang ketahuan merokok selama mengemudi ke Organda atau Dishub dengan mencatat jurusan angkot dan nomor polisinya.

WASTOMI Ketua Organda Surabaya akan melakukan sosialisasi Perda KTM-KTR ke 58 pengurus angkot, Selasa (20/10) mendatang. Diharapkan dari pertemuan itu, sopir tidak merokok waktu mengemudi dan saling mengingatkan kalau ada sopir lain yang merokok. Sementara sosialisasi untuk 17 armada bis dan taksi akan dilakukan hari Rabu (21/10).

Selain sosialisasi, Organda juga akan membagikan stiker larangan merokok ke seluruh angkot, bus, dan taksi. Mekanisme pengawasannya akan dilakukan masing-masing koordinator di terminal dan pangkalan. Kata WASTOMI, kalau ada pelanggaran, koordinator di lapangan akan terkena sanksi juga. “Masyarakat yang melihat pelanggaran bisa langsung melapor ke Organda atau Dishub lewat nomor telepon 031-70656767,” papar WASTOMI.

Taken from Suara Surabaya, Oct 16, 2009

Ebek21
October 18th, 2009, 06:07 AM
Wah banyak rencana jalan layang maupun underpass, namun sampai saat ini belum ada yg terwujud. Moga2 tahun depan paling tidak bisa terwujud salah satunya deh.

Berharap Tuntasnya Jalur-Jalur Harapan

Oleh : Kurniawan Muhammad

Sejak 31 tahun lalu, Surabaya punya master plan yang dijelaskan dalam Perda No 23 Tahun 1978. Bahkan, saat itu ternyata Surabaya lebih dulu punya master plan daripada Jakarta.

Sayangnya, pelaksanaan master plan tersebut berjalan sangat lambat. Puluhan tahun lamanya, master plan itu kebanyakan hanyalah rencana di atas kertas. Misalnya, dalam master plan disebutkan adanya enam jalur yang bisa menjadi pintu masuk ke Surabaya dari arah selatan.

Tapi, di antara enam jalur itu, baru dua jalur yang sudah bisa dilewati sampai sekarang. Yakni, jalur tengah kota (mulai Jl A. Yani hingga ke Perak Barat) dan jalur tol Waru-Dupak. Itu pun kondisi dua jalur tersebut sudah sangat padat, terutama di jalur tengah kota (Jalan A. Yani). Untuk tol Waru-Dupak, saat ini kapasitasnya sudah mencapai 139.736 kendaraan per hari.

Empat jalur lain direncanakan sejak 31 tahun lalu, tapi sampai sekarang belum juga bisa dilewati. Ada yang belum digarap sama sekali, ada juga yang sedang digarap.

Ketika memaparkan RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2011-2015 program pengelolaan dan pembangunan jalan dan jembatan Jumat (9/10) di depan para pakar serta anggota DPRD Surabaya, Kepala Bappeko Ir Tri Rismaharini mengungkapkan komitmen pemkot untuk mewujudkan empat jalur yang tertuang dalam master plan 1978 itu. Target tuntas pun dirancang, yakni 2011-2015.

Empat jalur itu adalah, pertama, lingkar luar barat. Jika jadi, jalur tersebut bisa menghubungkan Surabaya bagian selatan (rencananya mulai pintu keluar tol Mojokerto-Surabaya) dengan kawasan CitraLand di Surabaya Utara. Kedua, lingkar tengah barat. Untuk jalur ini, sebagian trase jalan telah dibangun. Saat ini sedang dibangun trase jalan antara Wiyung-Sumur Welut sepanjang 1.910 meter.

Ketiga dan keempat adalah lingkar tengah timur (MERR) dan lingkar luar timur. Dua jalur tersebut digarap Risma sejak dirinya menjabat kepala Bappeko pada 2008. Jika jadi kelak, lingkar tengah timur itu bisa meng-hubungkan Mal Galaxy ke kawasan Pondok Candra. Lingkar luar timur, jika tuntas, akan bisa menghubungkan Juanda hingga Jembatan Suramadu.

Jika empat jalur tersebut bisa dituntaskan, diharapkan jalur masuk ke kota bisa lebih banyak. Selama ini, kemacetan di Jl A Yani cukup parah karena akses masuk ke kota dari arah selatan hanya jalur itu (jalur tengah kota).

Sebenarnya bisa juga menggunakan jalur tol Waru-Dupak. Tapi, jalur itu kurang diminati. Selain harus membayar, kurang praktis jika si pengendara ingin ke tengah kota.

Risma mengungkapkan, jika jadi kelak, dirinya menginginkan warga tidak usah membayar untuk melintasi empat jalur yang akan dan sedang dibangun tersebut. Dengan demikian, tujuan pembuatan jalur-jalur tersebut untuk memecah arus kendaraan bisa tercapai.

"Percuma kalau jalur-jalur baru dibuat, tapi lantas dibuat seperti tol, sehingga harus membayar untuk melintasinya. Masyarakat pasti akan lebih memilih lewat jalan yang nggak mbayar. Akhirnya, akan tetap lewat Jl A. Yani dan jadinya akan tambah macet," papar Risma berargumen.

Satu lagi yang saat ini digodok bappeko untuk segera diwujudkan adalah pembuatan beberapa jalan under pass (jalan seperti terowongan). Salah satunya akan dibangun di Bundaran Mayjen Sungkono.

Jalan di sana sangat macet pada hari-hari efektif. Salah satu yang membuat macet adalah lampu lalu lintas pengatur arus. Lampu lalu lintas itu membuat arus dari berbagai persimpangan berhenti secara bergantian. Itulah yang menimbulkan kemacetan.

Jika ada under pass, kendaraan tak perlu lagi berhenti bergantian. Akhirnya, kita berharap jalur-jalur harapan itu bisa direalisasikan.

Taken from Jawapos, Oct 18, 2009

MinImaX
October 18th, 2009, 06:34 AM
Untuk gambar pertama, GSMA Road Network, tidak ada gambar yang lebih besar.

Juanda Airport Development Plan (2005-2020): (155kb GIF, 2400x1200 px)
http://img39.imageshack.us/img39/7461/juandadevelopmentplan.gif

MinImaX
October 18th, 2009, 06:46 AM
Wah yang Mayjen Sungkono itu tahun 2008 kemarin pernah aku usulkan ke pemkot untuk bikin flyover, karena macet akibat lampu lalulintas bundaran... Ternyata ditanggapi juga jadi underpass hehehe...
Mungkin baru bisa dijalankan kalau Banyu Urip sudah selesai, jadi saat pembangunan underpass jalannya tidak terlalu macet karena ada jalan alternatif.

Perlu diingat juga ada rencana underpass dari Pandegiling menuju Keputran.

Senangnya ada perda anti rokok, setidaknya bisa menghirup udara lebih segar... :)

Ebek21
October 18th, 2009, 07:13 AM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/LagaInt.jpg

DBA Puji DBL Liga Pelajar Terbaik di Dunia

Kumpulkan Rp 148 Juta bagi Korban Gempa Sumbar

SURABAYA - DetEksi Basketball League (DBL) Australia Games 2009 berlangsung penuh emosi. Sekitar 4 ribu penonton yang memadati DBL Arena Surabaya kemarin mendapatkan suguhan pertandingan penuh determinasi dari DBL Indonesia All-Star melawan Darwin Basketball Association (DBA) U-18.

Tidak melulu basket, laga itu juga diselingi penggalangan dana untuk korban gempa di Sumatera Barat. Dana yang terkumpul ratusan juta rupiah.

Tim putri DBL Indonesia All-Star akhirnya kalah 40-112. Berikutnya, tim putra DBL All-Star juga harus mengakui keunggulan DBA U-18 68-56.

DBL All-Star tidak perlu berkecil hati atas kekalahan itu. Sebab, mereka telah menunjukkan semangat pantang menyerah sepanjang pertandingan. Toh, masih ada peluang membalas pada lawatan DBL Indonesia All-Star ke Western Australia, pada 24 Oktober mendatang. Mereka melawan tim muda negara bagian itu di kota Perth.

Commissioner DBL Azrul Ananda juga menyatakan puas dan bangga melihat semangat tempur para pemain. Dia memberikan apresiasi khusus kepada tim putra yang sudah memberikan perlawanan maksimal. Mereka punya peluang menang, Hanya karena salah seorang center-nya, Eki Rakity, cedera engkel, mereka tidak bisa bebas melakukan rotasi.

''Tapi, ini modal yang bagus sekali buat tim ini. Senin (besok, Red) mereka berangkat ke Perth untuk menjalani beberapa pertandingan uji coba di sana. Tentunya pertandingan ini memberi mereka bekal kepercayaan diri dan lebih semangat,'' ucap Azrul. ''Asal program basket seperti ini konsisten dilaksanakan, saya yakin suatu saat Indonesia bisa menang jauh atas Australia,'' tegasnya.

Suasana hangat dan meriah sudah terasa sejak para pemain dari kedua kubu diperkenalkan ke lapangan. Claire Humphrey dkk keluar terlebih dahulu dari sisi barat lapangan, lalu disusul tim putri DBL yang dikapteni Amelia Herawati. Berikutnya, tim putra DBA yang dipimpin Jarrod Sheppard juga keluar. Paling akhir adalah tim putra DBL All-Star.

Dengan bentangan bendera Indonesia dan Australia, kemudian diputar lagu kebangsaan masing-masing. Indonesia Raya dan Advance Australia Fair.

Setelah itu, salah seorang forward DBA Claire O'Bryan menyampaikan pidato dalam bahasa Indonesia yang ditulis sendiri. Siswi high school itu memang mempelajari bahasa Indonesia di sekolahnya.

''Kami senang sekali bisa mendapatkan kesempatan bermain di Surabaya. Saya harap, ini bisa menjadi awal persahabatan. Terima kasih, DBL,'' serunya, disambut aplaus sekitar 4 ribu penonton yang memadati DetEksi Basketball League (DBL) Arena Surabaya.

Sebelum pertandingan, tim putri DBA melawan DBL All-Star, digeber laga perdana Honda DBL Jr 2009 antara tim putri SMP Stella Maris melawan SMP Petra 5 Surabaya. Selama game yang menggunakan sistem 2 x 20 menit kotor itu, para pemain putra DBA berkeliling tribun, menyalami para penonton. Tentu saja, tindakan itu memancing kemeriahan lain di luar lapangan.

Pertandingan internasional itu disaksikan langsung oleh Presiden DBA John Sealy. Menurut dia, pertemuan semacam itu tidak hanya bermanfaat untuk saling belajar dan transfer ilmu. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari diplomasi nonpemerintah yang efektif mempererat hubungan antardua negara.

''Ini sangat bagus. Tim dari negeri kami datang ke Indonesia membawa misi dan pesan-pesan positif. Begitu sebaliknya, tim dari Indonesia juga bisa balik mengunjungi Australia dengan niat yang sama,'' papar Sealy. ''Untuk perkembangan DBA sendiri, saya ingin membawa lebih banyak tim ke sini tahun depan,'' imbuhnya.

Senada dengan Sealy, Direktur MPM Motor Suwito M. juga yakin bahwa DBL Australia Games akan membuat pengertian yang lebih baik di antara kedua negara.

''Even ini sangat bagus, kental dengan nuansa kebersamaan. Walaupun warna kulit berbeda, kita tetap saudara. Di olahraga, hal semacam itu tidak terhindarkan,'' kata Suwito.

Sementara itu, Ketua Bidang Basket Sritex Arena Alim Susanto lebih menyoroti arti penting even tersebut dari segi teknis. Alim mengatakan, makin banyak sparring dengan tim dari luar negeri lebih membuka wawasan basket tanah air. Dampaknya, para pemain bisa mengetahui kelemahan sendiri.

''Kalau sudah tahu titik lemahnya, kan pasti tergerak untuk melakukan perbaikan. Dan, hasilnya akan sangat efektif karena dilakukan di tingkat junior. Jadi, belum terlalu terlambat,'' papar Alim.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, even tersebut juga diselingi dengan misi kemanusiaan. Yakni, penggalangan dana untuk korban gempa di Sumatera Barat. Sepanjang pertandingan, beberapa pemain DBA dan DBL All Star berkeliling demi menggalang dana spontan dari penonton di tribun.

Selain itu, panitia akan menyalurkan bantuan dari sponsor. Yakni, Flexi dan Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Knights, tim profesional kebanggaan Surabaya. Flexi menyerahkan donasi Rp 105 juta dan CLS menyalurkan bantuan Rp 32,385 juta.

Sumbangan yang terkumpul secara spontan dari tribun penonton Rp 4.615.700. DBL Indonesia All-Star juga memberikan sumbangan Rp 1 juta. Sedangkan pengalian poin yang tercipta dalam DBL Australia Games dengan Rp 20 ribu mencapai 5.520.000. Dengan demikian, total sumbangan yang terkumpul dari DBL Arena tadi malam Rp 148.520.700

''Sumbangan tersebut merupakan empati kami terhadap korban gempa,'' kata GM Commerce Telkom Flexi Jatim Suparwiyanto.

Di sisi lain, Suparwiyanto mengapresiasi ajang tersebut. Menurut dia, pertandingan itu adalah laga besar dan membanggakan. ''Sangat luar biasa. Semua yang ada di sini sangat profesional. Ajang ini bisa menjadi embrio perkembangan bola basket nasional di masa depan,'' jelasnya.

Even yang bersamaan dengan Opening Party Honda DBL Jr 2009 itu juga dihadiri sejumlah tokoh penting. Yaitu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi, Cayono Kesuma (area promotion manager PT Agel Langgeng), Subardi (pemimpin Bisnis & Layanan BNI Kanwil 06 Jatim), Prajna Murdaya (PT Berca Sportindo), dan Thomas More (PT Inkorbola Pacific).

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan bangga dengan diadakannya pertandingan DBL kemarin. Sebab, pertandingan melawan DBA U-18 kemarin bukan hanya laga biasa. Tetapi, itu juga merupakan pertandingan internasional kelas atas. Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul tersebut mengatakan, pertandingan basket internasional yang diadakan di Surabaya sungguh menjadi kebanggaan.

''Saya juga bangga bahwa ada gedung basket semegah ini. Yang tentu saja bisa menyelenggarakan pertandingan dengan sangat meriah. Kalau begini terus, saya yakin, Surabaya akan menjadi barometer basket nasional. Sekarang pun kota ini sudah mengalahkan Jakarta,'' tuturnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi menuturkan, dirinya bangga dengan permainan yang dipertontonkan tim DBL Indonesia All-Star. Bagi dia, semangat yang diperlihatkan tim putri sangat luar biasa dan bisa menjadi inspirasi bagi kemajuan basket dalam negeri pada masa mendatang.

''Semangat mereka, kengototan mereka sangat hebat. Kalau terus bersemangat, ngotot, dan pantang menyerah, Indonesia akan memiliki atlet-atlet mumpuni di masa depan,'' jelasnya.

Allan Hilzinger, executive officer DBA, menyatakan kagum melihat perkembangan basket di Indonesia. ''Indonesia sekarang punya banyak pemain, atmosfer pertandingannya amazing, dan punya tim yang berhati besar. Tinggal menunggu waktu untuk berkembang,'' pujinya.

Don Sheppard, pelatih tim putra DBA U-18, tidak kalah senang bisa berlaga dalam rangkaian acara yang diselenggarakan DBL. Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan dalam hidupnya. Dia pun berharap bisa diundang lagi tahun depan.

''Sebelum datang ke sini (Surabaya), saya sudah mengira DBL adalah salah satu liga pelajar terbaik di dunia. Setelah saya datang ke sini, saya tahu bahwa inilah liga pelajar terbaik di dunia,'' katanya.

Taken from Jawapos, Oct 18, 2009

dimasputra
October 18th, 2009, 10:06 AM
Saya Tidak bisa membayangkan bagaimana Rumitnya desain Simpang Susun,,,
Pasti pusing tujuh keliling....
Dan pasti Bundaran Waru akan rusak.... tidak tau lagi nanti rupa nya akan seperti apa hehehehehehe....
Pusing deh.....

bayangkan seperti ini sbyctzn:nuts:

http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Pic1.jpg

bozhart
October 18th, 2009, 10:46 AM
^^ kereeen !!
seperti Cawang interchange :cheers:

MinImaX
October 18th, 2009, 11:48 AM
Wah keren.. jadi 4 tumpuk jalan.
Thx dimasputra.

Ebek21
October 18th, 2009, 12:14 PM
Wow keren banget !! Thanks dimasputra !! Dapat dr mana gambar maket itu ?

MinImaX
October 18th, 2009, 12:25 PM
Itu nama resminya Simpang Susun Menanggal yah... Rencana pembangunannya dikerjakan oleh CMS.

Belum lagi di sebelah baratnya, Simpang Susun Waru-Mojokerto, seperti apa ya?

Ebek21
October 18th, 2009, 12:41 PM
^^ Seperti ini :)

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SSSumo.jpg

MinImaX
October 18th, 2009, 12:47 PM
Ruwet yah... sekarang saja kalau keluar dari tol waru kadang2 bingung, begitu belok kiri keluar tol, masih ada pilihan... Pernah salah pilih yang kanan ternyata ke Sepanjang... lalu terjebak macet hehehe. Sepertinya penunjuk jalan kurang jelas / kurang strategis tempatnya.

sbyctzn
October 18th, 2009, 01:25 PM
OLA MAMA................ BENAR KAN JADI RUSAK BUNDARAN WARU!!!!

HEHEHEHEHE AKAN TAMBAH RUWET....
ketambahan simpang susun tol sumo di baratnya..... wah jadi

numpuk-numpuk...
tumplek blek... jadi satu di selatan....
AKHIRNYA MUNCUL JUGA MAKET SIMPANG SUSUN BUNDARAN WARU!!!!!!!!!!!!
WAH WAH dapat dari mana Dimasputra??????
ada pic lain????

Mengenai ekspansi Juanda......
Iya Bek
Tidak tau tuh dari dulu proyek pemerintah di jatim kurang

mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat....
pasti selalu nanggung bangunnya....
Mengenai proyek Underpass, sudah terlalu banyak rencana..

sampai-sampai bingung yang mana yang didahulukan....
lah,,,, mending selesaikan Pedestrian dan Saluran Drainase saja pak

Bambang....
baru nanti merealisasikan ide-ide kreatif Bu Risma....
Atau jangan-jangan terkena kepentingan-kepentingan politik,,,

karena Bu Risma dan Pak Bambang yang mungkin agak tidak

seideologi...

hehehehe selamat buat Minimax..... usulnya dikabulkan Pemkot....
kalau dulu saya pernah ususl untuk membuat underpass atau Flyover

di bundaran Dolog....
Tapi tidak ada balasan dari Pemkot.... hehehehehe....

Wah Bangga juga, punya kompetisi sekelas DBL....
sampai-samapai banyak anak Jakarta yang iri dengan Surabaya.....
Hehehehehe makanya punya banyak perusahaan yang hidup di Jakarta

tapi kalau tidak sayang dan cinta sama daerahnya seperti Pak Dahlan

Iskan ya rugi... cuma dapat duit saja...
Kalu Pak Dahlan ini sih imbang....
dari tujuannya sih memang DBL ini pasti untuk kenaikan oplah....

dan ujung-ujungnya juga duit.... tapi cerdasnya Pak Dahlan itu mau

menerima ide DBL yang dari imbang dari banyak sisi, uang dapat,

berbakti ke masyarakat dapat, memajukan daerahnya juga dapat....
Thanks a lot deh buat Pak Dahlan Iskan....
Semoga Jawapos Group makin mengganas..... hehehehehe

sbyctzn
October 18th, 2009, 05:45 PM
Jika boleh saya ilustrasikan. ini dia masa depan yang tidak akan lama lagi tercapai.. hehehehe

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/simpangsusundiselatan.jpg

sbyctzn
October 18th, 2009, 06:02 PM
SIMPANG SUSUN SURABAYA YANG LAIN... DI SURABAYA UTARA

http://203.77.237.21/einvest/homepage/3500/umum/1/images/infrastruktur.jpg

Ebek21
October 18th, 2009, 06:52 PM
Jika boleh saya ilustrasikan. ini dia masa depan yang tidak akan lama lagi tercapai.. hehehehe

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/simpangsusundiselatan.jpg

Nice try !! :okay:

sbyctzn
October 18th, 2009, 07:32 PM
Terminal Purabaya itu dikelola oleh siapa sih ? Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo, atau Pemda Jatim ? Atau yg lain ?

Memangnya di tempat/kota lain ada terminal bus yg ber-AC ?

ini Bek yang betul, kemarin lupa saya... seingat saya 60-40....

Sidoarjo Ingin Transaparansi, Surabaya Oke

Kategori: Seputar Silaban || Kontributor: Charly Silaban || 452 Views || || 2006 ||

Konflik pengelolaan Terminal Purabaya antara Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo, dibahas di “meja perundingan”. Hal itu terjadi dalam diskusi terbatas yang digelar Metropolis Jawa Pos di Graha Pena, kemarin.

Pembicaraan yang dibumbui saling gojlok itu, berlangsung gayeng dan jauh dari ketegangan. Dalam disuksi tersebut, tim pemkot dipimpin Wawali Arif Afandi. Dia datang bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mas Bambang Suprihadi, Kabid Sarana dan Prasarana Bappeko Togar Arifin Silaban, serta beberapa staf. Sedangkan tim Sidoarjo dipimpin Wabup Saiful Ilah, Sekkab M. Rochani, Kepala Bappekab Vino Rudy Muntiawan, Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Tito Pradopo, dan Kepala Dishub Fatchur Rozi.

Selain utusan dari Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo, dialog juga dihadiri mantan Alisjahbana (pimpro pembangunan Terminal Purabaya tahun 1990-1991 lalu), serta pakar transportasi dari ITS Ir Hita Priya Suprayitna.

Ketika diminta menyampaikan permasalahan yang dikeluhkan Pemkab Sidoarjo soal Purabaya, Saiful sempat guyon.. “Sing panas kan antara Pak Bambang (Wali Kota Bambang D.H., Red) dan Pak Win (Bupati Win Hendrarso, REd). Saya sama Pak Arif Afandi kan tidak ada masalah,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, masalah pengelolaan Terminal Purabaya menjadikan hubungan antara Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo sempat memanas. Pihak Sidoarjo menginginkan agar kesepakatan sharing pendapatan yang memberikan 70 persen untuk Surabaya dan 30 persen untuk Sidoarjo, ditinjau ulang. Sidoarjo minta sharing 50:50.

Juga sempat beredar kabar bahwa RTRW Sidoarjo menyebutkan bahwa kasawan Bungurasih (terminal) akan dijadikan lokasi permukiman. Karena itu, Surabaya bersiap membangun Terminal Purabaya baru ditempat lain.

Saiful mengungkapkan, Pemkab Sidoarjo sebenarnya menginginkan agar dalam pengelolaan Terminal Purabaya, tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Dan, upaya itu sudah dilakukan sejak wali kota dijabat Sunarto Sumoprawiro. Namun, sampai sejauh ini belum ada titik temu.

“Gak usah geger. Bagi roto gitu lho pak. Memang Suroboyo sing mbangun, tapi dalane sing rusak yo nang Sidoarjo (Bagaimana baiknya saja. Kalau bisa ya dibagi rata. Memang Surabaya yang membangun, tapi, jalan yang rusak di Sidoarjo, Red)” kelakarnya. Gak usah pindah. Suroboyo iku gak punya tanah. Arepe pindah ndok endi? Nanti beli di Sidoarjo lagi,” sambungnya yang disambut tawa peserta diskusi.

Sekkab Sidoarjo M. Rochani menambahkan, prinsipnya Pemkab Sidoarjo sangat menghendaki agar pengelolaan terminal oleh Pemkot Surabaya selama ini dapat dilakukan secara open management atau transparan. Dengan begitu, Sidoarjo juga bisa mengetahui sebetulnya berapa arus keluar masuk pendapatan dari hasil pengelolaan terminal. “Selama ini kami kesulitan,” ujarnya.

Kepala Bappekab Sidoarjo Vino Rudy Muntiawan menimpali, alasan Pemkot Surabaya di balik rencana membangun terminal baru, karena Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sidoarjo yang menyebutkan bahwa kawasan Bungurasih bakal dijadikan kawasan permukiman, kurang berdasar. Yang benar, kata dia, dalam dokumen RTRW, kawasan Bungurasih menjadi wilayah kawasan jasa, perdagangan, dan permukiman. “Tapi yang sering dimunculkan permukiman,” katanya. Soal rencana Sidoarjo yang bakal membangun terminal baru di Krian, Vino juga menepis bahwa belum ada rencana itu.

Sementara itu, Wawali Arif Afandi juga tidak kurang akal untuk menjawab uneg-uneg utusan Pemkab Sidoarjo itu. Menyangkut masalah bagi hasil 70:30, misalnya. Kata dia, sebetulnya Sidoarjo sudah cukup enak dengan ketentuan sharing itu. Betapa tidak. Menurut Arif, tidak ikut membangun dan mengelola, tetapi ikut menikmati.

“Karek meneng thok, wis enthuk bagian Rp 2 miliar (Tinggal diam saja sudah dapat bagian Rp 2 miliar, Red),” ujarnya.

Soal keluhan ongkos sosial yang ditanggung Sidoarjo, kata Arif, kalau mau jujur, sebetulnya Pemkab Sidoarjo juga tidak sepenuhnya dirugikan. Sebab, keberadaan Terminal Purabaya juga ikut mendongkrak sektor perekonomian. Namun demikian, pemkot tetap membuka pintu kerja sama dengan Sidoarjo. Tapi, dengan menggunakan pendekatan bisnis. Maksudnya, nilai investasi yang ada di-apprasial dan nanti menjadi semacam saham bagi kedua belah pihak.

“Jadi, kalau nanti ada rencana perluasan terminal, maka Sidoarjo siap investasi berapa? Maka, bagi hasilnya juga dihitung berdasarkan investasi itu,” paparnya.

Wawali tidak menampik bahwa sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terburuk, pemkot juga tengah melakukan proses lelang feasible study (studi kelayakan) pembangunan terminal baru. “Namun itu bukan jaminan bahwa dipastikan pindah. Kalau hasil studi kelayakannya tidak memungkinkan, maka tentu tidak jadi membangun,” tambah Arif.

Kepala Dishub Pemkot Bambang Suprihadi menambahkan, sebetulnya kalau dikalkulasi, tidak sebanding antara biaya operasional dan pendapatan. Dia menungkapkan, rata-rata pendapatan per tahun sekitar Rp 6 miliar, sementara kebutuhan operasional mencapai Rp 8 miliar.

Sumber : (hud/sat) Jawa Pos, Surabaya

Van Koetai
October 19th, 2009, 05:59 AM
Jika boleh saya ilustrasikan. ini dia masa depan yang tidak akan lama lagi tercapai.. hehehehe

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/simpangsusundiselatan.jpg

Heeemmm...surabaya yang semakin maju dan modern :cheers:...namun sekaligus juga menjadi semakin kompleks :ohno:

hermawan
October 19th, 2009, 06:47 AM
Tidak tau tuh dari dulu proyek pemerintah di jatim kurang

mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat....
pasti selalu nanggung bangunnya....


Ya memang......
yang namanya pemerintah pusat itu kalo sudah menyangkut tentang Jatim..pasti aras-arasen..
:ohno::ohno::ohno:

dimasputra
October 19th, 2009, 08:43 AM
gambar maket itu dapet dari rapimaket.blogspot.com
di situ juga ada maket RSSB juga...!

dimasputra
October 19th, 2009, 03:04 PM
Itu nama resminya Simpang Susun Menanggal yah... Rencana pembangunannya dikerjakan oleh CMS.


iya bener, simpang susun menanggal. coba deh liat tulisan di pojok kiri atas gambar, emang susah dibaca, terlihat seperti MENANGGAL...

dimasputra
October 19th, 2009, 03:06 PM
waahh...2 simpang susun itu ruwet banget...pusing liatnya...!!!:nuts::nuts::nuts:
semoga cepat terealisasi...aminn...!!!

Hadi
October 19th, 2009, 03:10 PM
bayangkan seperti ini sbyctzn:nuts:

http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/Pic1.jpg

wah mantab................

Hadi
October 19th, 2009, 03:16 PM
Denge2 ada apartment baru dideket Universitas PETRA, Namanya PETRA Square Apartment. Lokasinya sebelah Gedung P Universitas Kristen Petra

dimasputra
October 19th, 2009, 03:23 PM
sebenernya frontage road itu dari mana ke mana sih..??
mohon pencerahannya:nocrook:

Hadi
October 19th, 2009, 03:26 PM
sebenernya frontage road itu dari mana ke mana sih..??
mohon pencerahannya:nocrook:

dari bundaran waru hingga Kebun Binatang Surabaya. Kan jembatannya sudah ada frontage roadnya kan? 4 lanjur.

dimasputra
October 19th, 2009, 03:32 PM
dari bundaran waru hingga Kebun Binatang Surabaya. Kan jembatannya sudah ada frontage roadnya kan? 4 lanjur.

nah trus, toko-toko yang ada di sekitar carrefour itu gimana...???
apakah ntar diratakan juga...???

Hadi
October 19th, 2009, 04:46 PM
nah trus, toko-toko yang ada di sekitar carrefour itu gimana...???
apakah ntar diratakan juga...???

iya... dibersihkan.

sbyctzn
October 19th, 2009, 04:50 PM
^^
Rencana sih akan dirobohkan semua, kecuali para warga negara baik yang sudah mengerti, seperti Cito, Graha Pangeran, Carrefour, Jawapos, Ford, KFC, Veterina, UMC, TVS, ROYAL, dst... sebagian instansi pemerintahan...

Sungguh keterlaluan kalau Pemprov sendiri tidak menerima pembangunan Frontage Road sisi barat.... :bash::bash::bash::bash:
Warga Negaranya saja manut kok... bahkan instansinya sendiri seperti DLLAJ, dll saja sudah mendesain kantornya mundur sedemikian rupa.... dan juga Kejati Jatim pun dibela-belain bangun gedung yang posisisnya agak masuk ke dalam...

dimasputra
October 20th, 2009, 05:30 AM
wahh...proyek yang rumit dan mendesak...!!!

d'sulovyo
October 20th, 2009, 07:09 AM
^^ kereeen !!
seperti Cawang interchange :cheers:

lebih kompleks dari cawang kali boz.even tomang atau pluit.

sbyctzn
October 20th, 2009, 04:13 PM
Garuda Buka Rute Direct Flight Surabaya-Jeddah

Selasa, 20 Oktober 2009 12:51:00 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono


Surabaya (beritajatim.com)- Seiring meningkatnya load factor ke rute Jeddah (Arab Saudi), maskapai penerbangan Garuda membuka kembali rute 'direct flight' melalui Surabaya. Rencananya, untuk rute penerbangan itu Garuda telah menyiapkan 10 unit pesawat jenis Boeing 777-200.

Corporate Public Relation Garuda Indonesia area Indonesia Timur, Erina Damayanti menuturkan kesepuluh pesawat yang melayani rute Surabaya-Jeddah memiliki 450 unit kursi dan siap dioperasikan pada 2011. "Pesawat ini sengaja disiapkan dengan armada berkapasitas besar karena lama terbang ke rute penerbangan langsung itu membutuhkan waktu antara 10 jam dan 12 jam," tuturnya kepada beritajatim.com, Selasa (20/10/2009).

Erina menambahkan, dibukanya direct flight ke Jeddah diharapkan pertumbuhan penumpang pada semester kedua 2009 mengalami kenaikan signifikan dibanding semester kedua 2008. "Saya optimistis rute ini bisa memberi konstribusi banyak karena pada bulan Ramadhan dan haji tahun lalu mengalami peningkatan," tambahnya.

"Kenaikan itu sudah terjadi sejak tahun 2008. Pada semester pertama tahun 2008 maskapai ini mengangkut 2.450 orang dan semester kedua 2008 mengangkut 2.800 orang. Sementara itu selama semester pertama 2009 pihaknya hanya mengangkut 2.700 penumpang," tambahnya.

Dipilihnya rute Surabaya-Jeddah, kata dia, karena di rute tersebut memiliki pasar luas. Bahkan, hingga sampai akhir semester kedua 2009 diprediksi bisa mengangkut 3.000 orang. "Segmentasi pasar rute ini 40 persen berasal dari penumpang ONH plus dan umroh, 20 persen Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sisanya menyebar ke kalangan pebisnis dan pelajar," ujarnya.

Sedangkan tarif tiket ONH plus rute Surabaya-Jeddah dipatok USD 2.050 PP dan USD 1.217 tarif umroh.

Saat ditanya armada yang melayani rute ini, dijelaskan Erina Damayanti, pihaknya menyiapkan pesawat Airbus 332 berkapasitas 380 kursi dan boeing seri 747-400 berkapasitas 420 kursi. "Penerbangan langsung itu kami lakukan sebanyak dua kali setiap hari yakni pukul 12.25 WIB dan pukul 15.25 WIB," jelasnya. [air/den]

sbyctzn
October 20th, 2009, 04:28 PM
Ilustrasi lain dari simpang susun di selatan Surabaya
Kita gunakan ini untuk panduan update progress di lapangan....
nanti kalau ada waktu, saya update yang Bundaran Waru dan Simpang susun SUMO

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/simpang.jpg

sbyctzn
October 20th, 2009, 05:08 PM
Komunikasi Publik lagi dari Pemkot Surabaya...
Salute buat Pemkot yang anggaran Pendidikannya sangat besar tahun ini!!!
di gambar terlihat desain SMAN 16 Surabaya
RTH langsung melonjak tajam dari tahun 2008 ke 2009, bukti komitmen Pemkot untuk mengurangi polusi di Surabaya

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/kompub1.jpg

sbyctzn
October 20th, 2009, 05:10 PM
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/kompub2.jpg

sbyctzn
October 20th, 2009, 05:20 PM
6 triliun??? beroperasi 2012???
mimpi kali yeeee.... :nuts::nuts: :bash::bash: :ohno::ohno:

20 Oktober 2009, 17:13:47| Laporan Farida Retnowulan
PT KA Siapkan KA Cepat Banyuwangi – Surabaya

suarasurabaya.net| Para pengguna jasa kereta api (KA) di Jawa Timur sebentar lagi tidak akan menunggu lama untuk dapat meluncur dari Banyuwangi ke Surabaya maupun sebaliknya.

Dilaporkan DESNIN dari Radio Mandala FM Banyuwangi dalam Jaring Suara Surabaya, Selasa (20/10), PT KA selaku pengelola jasa KA akan menyiapkan KA Cepat jurusan 2 kota ini.

KA tersebut direncanakan bisa menembus Banyuwangi-Surabaya tidak kurang dari 3 jam, yang biasa membutuhkan waktu paling cepat 6 jam.

Peluncuran KA Cepat tersebut dijadwalkan terlaksana tahun 2012 mendatang. Ini diungkapkan TUNJUNG INDERAWAN Dirjen Perkereta Apian Departemen Perhubungan RI.

KA Cepat ini kata TUNJUNG akan mampu berjalan hingga 120 Km per jam. Karena kecepatannya yang tinggi, KA ini dilengkapi dengan jalur rel khusus. Jalur rel khusus ini nantinya akan dibangun di sepanjang jalur rel lama yang sudah ada.

Bedanya menurut TUNJUNG rel untuk KA Cepat ini lebih banyak memilih jalur lurus dengan ukuran cukup lebar.

TUNJUNG menambahkan pengadaan KA Cepat ditaksir menghabiskan anggaran hingga Rp 6 triliun, dengan perincian membutuhkan dana Rp 15-20 miliar per 1 Km.(far/ipg)
(suarasurabaya)

dimasputra
October 21st, 2009, 08:22 AM
KA tersebut direncanakan bisa menembus Banyuwangi-Surabaya tidak kurang dari 3 jam, yang biasa membutuhkan waktu paling cepat 6 jam.


memangnya ada berapa rangkaian yang disediakan...buatan INKA kah ?
trus keretanya jalan terus mulai Surabaya sampai Banyuwangi ? Tidak adakah pemberhentiannya ?
mohon pencerahannya...:nocrook:

skyscrpr
October 21st, 2009, 01:49 PM
knp surabaya-banyuwangi ya..??
mendingan buat KA cepat sby-jkt aj..:ohno::ohno: