View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development
dimasputra October 21st, 2009, 03:18 PM knp surabaya-banyuwangi ya..??
mendingan buat KA cepat sby-jkt aj..:ohno::ohno:
SBY-BWG aja dah 6 triliunan
bagaimana dengan SBY-JKT
apalagi ini INDONESIA
Ebek21 October 21st, 2009, 03:35 PM :okay::okay:
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Jagira.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Jagirb.jpg
Taken from Suara Surabaya, Oct 21, 2009
pecinta_surabaya October 21st, 2009, 03:54 PM ^^ beton di gambar itu bukannya nanti jd tanggul ya?
Kalo ga salah di berita sebelumnya tanggul jagir mau ditinggikan..
Jagir jd bersih,selamat buat pemkot-pemprov..
Mudah2an sisi satunya bisa bersih juga..
:)
Ampelio October 22nd, 2009, 09:10 AM Ilustrasi lain dari simpang susun di selatan Surabaya
Kita gunakan ini untuk panduan update progress di lapangan....
nanti kalau ada waktu, saya update yang Bundaran Waru dan Simpang susun SUMO
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/simpang.jpg
^^Skyscrapers + simpang susun yg ruwet = simbol "sah" metropolitan!
Selamat utk Surabaya! :cheers:
pecinta_surabaya October 22nd, 2009, 02:04 PM Sekedar info,,
Google maps udah update..
Proyek frontage depan RSAL,Lenmarc,Grand city,Water place,Tol waru-juanda,,sekarang semua ada..
Maaf OOT
:D
sbyctzn October 22nd, 2009, 02:11 PM mmmmm Thanks pecinta surabaya buat infonya..
Ebek21 October 22nd, 2009, 03:53 PM Sekedar info,,
Google maps udah update..
Proyek frontage depan RSAL,Lenmarc,Grand city,Water place,Tol waru-juanda,,sekarang semua ada..
Maaf OOT
:D
What do you mean OOT ?? It's a great info !! Now finally we can see all the development update in Surabaya from the sky !! GBT, Nilam Timur multipurpose terminal, MERR, Sumo tollroad, frontage road, and even Banyu Urip box culvert project !! Thanks, PS !!
teddybear October 22nd, 2009, 04:05 PM ^Wow! Thanks for letting us know! We can see every recent development now. It looks like there is empty lot behind Meritus, which I believe the former tennis court? Also Grand City now can be seen in the map! Very great indeed!
dimasputra October 22nd, 2009, 04:28 PM Waahh...Grand City dari google maps terlihat seperti wajah yang bahagia (tersenyum)...
coba deh liat...!!!
Ebek21 October 22nd, 2009, 05:01 PM ^^ OMG, you are so damn right :)
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GCSsmile.jpg
Ebek21 October 22nd, 2009, 05:16 PM Ini dia dermaga multipurpose Nilam Timur yang baru. Revitalisasi dermaga seluas 3,7 ha ini membutuhkan investasi sebesar Rp 289 miliar rupiah. Di foto ini kelihatan 3 unit gantry crane dan belasan unit RTGC yg mestinya melengkapi fasilitas dermaga ini belum datang. Dengan selesainya dermaga Nilam Timur ini, kapasitas handling pelabuhan Tg. Perak bertambah sebesar 271,000 TEU per tahun.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Nilamtimur.jpg
MinImaX October 22nd, 2009, 05:17 PM Great info, thanks pecinta_surabaya!
Keren tuh smiling-face-nya Grand City... :) , arsiteknya bener2 deh... hebat. Kalau perlu nanti waktu opening mall, ditampilkan view dari atas di iklan2nya, dll.
Kalau menampakkan gigi2nya yang putih bisa lebih keren lagi tuh... :D
Ebek21 October 22nd, 2009, 05:34 PM Foto satelit jalan akses Lamong Bay Terminal. Sudah mulai kelihatan besar sekali skala megaproyek ini. Bandingkan lebar jalan akses yg belum jadi ini dengan lebar jalan Tambak Osowilangun yang bahkan sudah dilebarkan..
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/AccessroadLB.jpg
Ebek21 October 22nd, 2009, 05:45 PM Nih interchange Sumo sudah mulai kelihatan bentuknya !! Memang ruwet tampangnya :)
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SSSumo.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SSSumo-1.jpg
Hadi October 22nd, 2009, 06:47 PM Ruas Jalan Tol Kebomas Gresik Akan Ditambah
Rabu, 21 Oktober 2009 13:20:14 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com) - Pengelola jalan tol Surabaya-Gresik, PT Margambumi Matraraya dalam waktu dekat akan menambah ruas jalan tol di kawasan Kebomas Gresik. Tambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi tingkat kepadatan kendaraan yang melalui kawasan tersebut.
"Saat ini ruas jalan tol di kawasan Kebomas Gresik baru ada satu ruas dan kemungkinan ditambah satu ruas lagi," ujar Kuasa Direktur Utama PT Margabumi Matraraya, Harlim Christanto kepada beritajatim.com, Rabu (21/10/2009).
Menurut Harlim Christanto, dipilihnya ruas jalan tol Kebomas Gresik karena kawasan tersebut termasuk tinggi dilalui kendaraan. Terlebih lagi menjelang Lebaran mengingat ruas jalan tol Kebomas Gresik menjadi alternatif bagi pengendaran menuju Lamongan dan Tuban.
Disamping menambah ruas jalan tol lanjut dia, pihaknya juga berencana menambah investasi baru di tol Surabaya-Gresik. Langkah ini diambil karena sejak beroperasi lebih dari 8 tahun pihaknya belum pernah melakukan investasi kendati tarif tol Surabaya-Gresik belum pernah mengalami kenaikan.
"Mudah-mudahan dengan adanya kenaikan tol sebesar 25 persen sebagian dananya bisa dipakai untuk investasi sekaligus meningkatkan pelayanan," ungkap Harlim Christanto. [dny/kun]
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:38 AM Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo, in the middle of nowhere. Build the proper access road, please..
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GBTGE.jpg
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:53 AM Progress MERR sisi utara Kali Wonokromo
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRa-1.jpg
Pertigaan Arif Rahman Hakim - Semolowaru, sama sekali belum terlihat konstruksi proyek, tapi terlihat separuh dr lahan yg akan dikepras untuk proyek ini aslinya memang lahan kosong (tanpa rumah penduduk)
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRb-1.jpg
Semolowaru - MERR Bridge, tinggal bagian tengah saja yang belum mulai dikerjakan
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:59 AM Progress MERR di sisi selatan Kali Wonokromo
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRc-1.jpg
MERR Bridge - Rungkut Kidul, sepertiga bagian yg di sisi utara (Kedung Baruk) sudah jadi, di sisi tengah sudah mulai digarap, sisanya yg belum digarap pun sudah berupa lahan2 kosong
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRd.jpg
Rungkut Kidul - Tol Waru-Juanda, kecuali sebagian kecil di sisi utara, sisanya nyaris belum ada perubahan apa2, semua masih berupa pemukiman penduduk dan sebagian kecil lahan kosong di dekat Pondok Tjandra
MinImaX October 23rd, 2009, 05:55 AM Surabaya sekarang terlihat lebih hijau ya, dulu di Google Earth lama terlihat kering... :D
OPTX October 23rd, 2009, 11:26 AM Dari Jawapos 23 Oktober 2009 http://virtual.jawapos.co.id/?date=20091023
The Petra Square
http://i36.tinypic.com/2u55bn6.jpg
sbyctzn October 23rd, 2009, 02:09 PM Bek, nyambung tentang topik Port of Tanjung Perak di Thread pic Surabaya.
saya tanyakan disini, biar tidak OOT di Thread pic Surabaya.
Sebenarnya bagaimana sih alur atau pola sebuah barang yang akan dikapalkan, baik untuk ekspor maupun domestik, yang melalui petikemas??? saya dari dulu tidak tau...
Soalnya saya kok penasaran, di sepanjang jalan Kalianak itu kok banyak Depo Petikemas, kemarin waktu lewat muncul perusahaan baru Depo Petikemas "MULTICON", ada Depo lama yang lain seperti "Global Petikemas Indonesia", dll, dll (saya lupa nama perusahaannya)
yang saya masih tidak tau itu mengenai alur petikemas itu adalah untuk apa Depo Depo itu??? Apa yang bisa didapatkan perusahaan Depo Petikemas itu?? apa mereka itu jasa seperti gudang penitipan Petikemas sebelum dikapalkan??? Jika memang benar Depo petikemas itu seperti jasa penitipan Petikemas kenapa tidak langsung ke TPS yang nantinya nunggu di Container Yard??
Saya pikir Depo Petikemas di sepanjang jalan Kalianak itu kok seperti Container Yard nya TPS.
Mohon pencerahannya...
Btw jika Lamong Bay jadi, wah pasti di jalan Kalianak ini akan semakin banyak bermunculan industri Depo Petikemas...
Ebek21 October 23rd, 2009, 03:27 PM ^^ Wah kok kebetulan sekali nanyanya. Kemaren baru aja tlp2 dgn bosnya Multicon hehe..Multicon itu perusahaan container depo terbesar di Indonesia loh (menurut yg punya sih), bosnya orang Surabaya juga, masih muda lg.
Container depo itu sebetulnya nama resminya empty container depot, yaitu terminal penumpukan petikemas kosong yang habis/akan digunakan untuk muat barang. Kenapa kok tidak ditumpuk di container yard (CY) TPS ? Ya karena container yard di TPS kapasitasnya sangat terbatas dan diutamakan untuk kontainer2 yg sudah akan dimuat ke kapal atau yg baru saja dibongkar dr kapal. Ini kalau di dunia pelabuhan namanya lini 1. Jadi misalnya, kontainer yg habis diturunkan dr kapal ya sementara ditaruh di CY untuk selanjutnya diambil oleh truk yg akan mengantarnya ke tempat tujuan (pabrik misalnya). Atau kalo kasusnya muatan kontainer itu dimiliki oleh banyak orang, maka kontainer itu dibongkar di tempat yg namanya CFS (Container Freight Station), masih milik TPS. Baru kalo kontainer itu sudah kosong dan belum akan segera dipakai lagi, kontainer kosong itu ditumpuk di depo2 swasta itu, yg tentunya berlokasi di dekat2 TPS.
Bisnis empty container depot mah nggak ada matinya. Bahkan di masa krisis moneter, dimana muatan nggak banyak, kontainer2 kosong itu kan tetap butuh tempat penumpukan dan tetap mesti bayar per hari per TEU. Kalo di masa booming, bisnis container depot lebih2 lagi ikutan booming juga deh.
Klien2 empty container depot ini biasanya perusahaan2 pelayaran seperti Maersk Sealand, Yang Ming, Evergreen, CMA-CGM dll. Kalo perusahaan2 pelayaran lokal yg besar2 kelihatannya banyak yg punya depo sendiri, gak perlu sewa tempat di depo komersil seperti Multicon itu.
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:04 PM Ciputra World Surabaya, Sep 2009. Massive project !!
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/CWsep09.jpg
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:06 PM Kompleks Konjen US di Citraland Sby. Lumayan besar juga. Gedung beratap biru itu Gedung Senam Citraland.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KonjenUS-1.jpg
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:08 PM Puncak Permai Apartemen di Segi Delapan. Proyek baru saja dimulai.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PuncakPermai.jpg
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:13 PM Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga di Kampus C Mulyorejo. Keren !!
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RSPUA.jpg
pecinta_surabaya October 23rd, 2009, 04:15 PM Wah,ternyata google maps update berpengaruh besar..
Saya ga nyangka..
:D
Pas kemaren ke ptc,iseng buka latitude,,eh trnyata waterplace sama lenmarc udh nampak..
Yang saya ga nemu,high point apartemen dimana ya?
Trs rich pradah kondominium?
Petra square keren..
Lebih dr 15 lantai berarti sama ky aston twin tower.
Kalah telak tuh high point..
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:16 PM Graha Sampoerna di Jl. Kertajaya Indah Timur dilihat dr ketinggian yg sama dgn RS Pendidikan Unair. Kelihatan jauh lebih kecil.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GrahaSampoerna.jpg
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:19 PM Nih foto terbaru Highpoint Apartment. Sudah mencapai lantai 9.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/HighpointOct.jpg
Taken from Jawapos, Oct 23, 2009
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:26 PM Ini Highpoint Apartment tampak di Google Earth. Juga tampak dr ketinggian yg sama dgn RS Pendidikan Unair dan Graha Sampoerna. Lokasinya di sebelah utara Kampus UK Petra.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/HP.jpg
pecinta_surabaya October 23rd, 2009, 04:37 PM Toeng mart sebelah hotel royal regal
http://img10.imageshack.us/img10/5769/79283003.jpg
Ko' tinggi ya??
Ebek21 October 23rd, 2009, 04:41 PM Great !! :okay::okay:
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/ApronJuanda.jpg
Taken from Suara Surabaya, Oct 23, 2009
MinImaX October 23rd, 2009, 04:46 PM Koreksi untuk Ciputra World yang saya ambil fotonya terdahulu , yang saya beri caption 'The Via' ternyata sebenarnya adalah mall sisi belakang. Waktu itu The Via belum tampak dari sisi jalan Kencanasari.
Untuk US Consulate, sekarang temboknya berwarna hitam. Wah keliatannya mau dibuat anti peluru anti bom... (dugaan saya saja... :D)
MinImaX October 23rd, 2009, 04:49 PM -----
sbyctzn October 23rd, 2009, 06:21 PM thanks Ebek,,,,,
MULTICON itu baru buka beberapa bulan lalu,,,
waktu dulu buka pertama,,, container yard nya masih kosong...
begitu beberapa minggu.. langsung penuh dan numpuk lumayan tinggi,
ya di MULTICON banyak yang Maersk Sealand,
containernya masih kinyis-kinyis,,,, masih baru semua...
ternyata MULTICON itu perusahaan depo terbesar yah...
dan lagi pemiliknya lagi-lagi dari Surabaya....
Banyak banget pengusaha dari Surabaya yang sangat cinta dengan Surabaya...
makanya deponya lumayan besar dan bagus....
once again thanks a lot Bek...
ternyata begitu alur petikemas,,
saya kira Depo itu jasa penitipan sebelum pengapalan, ternyata jasa penitipan petikemas yang kosong..
Menarik juga ternyata dunia pelabuhan kalau didalami....
saya jadi tertarik..hehehehe...
BTW arus petikemas via kereta api di Surabaya mulai meningkat,
kemarin saya coba jalan-jalan ke pelabuhan..
di terminal petikemas kereta api, yang letaknya di tengah median jalan prapat kurung (sebelah utaranya DUKS Pertamina), aktifitas bongkar muat petikemas baik loading in ke rangkaian gerbong maupun loading out dari rangkaian gerbong sangat sibuk, baik malam maupun siang.
Sekarang di daerah lingkungan pelabuhan tanjung perak tidak terlalu kotor dan tidak teratur seperti dulu, sudah banyak berubah....
Mau tanya lagi nih Bek
kapal pemandu itu tugasnya memandu kapal kontainer masuk ke dermaga ya??
kalau di Tanjung Perak itu mulai dipandu itu mulai darimana????
apa ketika sudah masuk ujung pangkah sudah mulai dipandu...
soalnya saya dulu pernah lihat lalu lintas kapal dari MERCUSUAR di Socah Bangkalan, kok sepertinya waktu lewat depan ujung pangkah tidak ada kapal pemandunya....
dan saya lihat lalu lintas kapal bersimpangan yang mau masuk dan keluar dengan leluasa,,
apa memang begitu prosedurnya...
apa tidak seperti pesawat,,,, kalau mau masuk landasan mesti antri dulu
nah kalau kapal ini apa bebas tidak bergantian satu satu, kalau keluar masuk alur pelayaran (di area ujung pangkah).
d'sulovyo October 24th, 2009, 05:07 AM ^^ sambil menunggu penjelasan yang komprehensif dari masternya (ebek),saya ingin sedikit menjelaskan ke "sbyctzn" ttg kapal pandu/kapal tunda/tug boat.
sepengalaman dan setahu ilmu "kemeruh puoll" gue,kapal tunda itu gak cuma memandu kapal kontener masuk dermaga tapi kapal-kapal gede lainnya entah itu kapal kontainer,bulk carrier,tanker,kapal penumpang pelni yg segede gaban itu atau kapal-kapal lainnya.
karena kapal tunda punya kemampuan bermanuver yang top markotob -ada yang bisa berotasi 360 derajat loh- jadi dia bisa bermanuver memandu kapal2 gede masuk ke pelabuhan dan bersandar di dermaga.
untuk kapal-kapal yang mau masuk/keluar tj. perak dipandunya bukan mulai dari ujung pangkah (sekitar karang jamuang) laaah......kejauhan itu mah.:lol:
setahu gue kapal-kapal yang masuk sekitar karang jamuang bebas-bebas aja karena masih mungkin untuk lalu lintas keluar masuk kapal.(2 arah).
kapal tunda baru beraksi saat kapal-kapal gede itu masuk area kolam pelabuhan tj perak.
cmiiw.
d'sulovyo October 24th, 2009, 05:27 AM JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan kualitas udara di Ibu Kota menduduki peringkat terbersih ketiga di kawasan Asia, setelah Singapura danKota Surabaya.
Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Peni Susanti menjelaskan, berdasarkan data salah satu lembaga penelitian milik World Health Organization (WHO) yaitu Clean Air Inisiative (CAI) for Asian City yang berkantor di Bangkok menyebutkan, kualitas udara Jakarta terbaik ketiga dengan ukuran partikel debu hanya 68,5 mikrogram per meter kubik.
Katanya, walaupun dalam udara terkandung tiga parameter yakni debu, karbonmonoksida, dan nitrogen namun penelitian dilakukan dengan hanya menghitung parameter debu.
Sementara ambang batas maksimal parameter debu yang diperbolehkan ialah 150 mikrogram per meter kubik. "Karena kalau debunya sudah bagus maka parameter lainnya akan mengikuti. Ini sudah resmi diumumkan di Bangkok beberapa waktu lalu," jelasnya di Balaikota DKI, Jumat (16/10/2009).
Peni menjelaskan, peningkatan kualitas udara di Jakarta dimungkinkan terjadi karena Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan Perda No 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yang mengatur langkah pengendalian pencemaran udara baik di luar ruangan dan dalam ruangan.
sumber :http://news.okezone.com/read/2009/10/16/338/266455/kualitas-udara-jakarta-terbaik-ketiga-di-asia
Berikut data kualitas udara di sejumlah kota di Asia:
Kota : Kadar Debu
Singapura : 30 mikrogram/meter kubik
Surabaya : 60 mikrogram/meter kubik
Jakarta : 68,5 mikrogram/meter kubik
Ho chi Minh:80 mikrogram/meter kubik
Shanghai : 90 mikrogram/meter kubik
New Delhi : 110 mikrogram/meter kubik
Katmandu : 120 mikrogram/meter kubik
Dakha : 120 mikrogram/meter kubik
Beijing :140 mikrogram/meter kubik
Sumber : CAI for Asian City.
http://www.cleanairnet.org/caiasia/1412/channel.html
kota-kota yg lain kayak KL,Bangkok,Seoul & Tokyo kemana ya?:nuts: btw,apapun hasilnya tetep bangga karena SURABAYA kualitas udaranya lebih baik dari Jakarta :cheers: :cheers:
ayo buktikan ke dunia Surabaya bukan kota yang panas tapi kota yang "Green & Clean".
sorry kl salah kamar.
sbyctzn October 24th, 2009, 08:39 AM waw.. thanks d'sulovyo,,, sambil nunggu dari sang master, MR EBEK!!
btw good news.... ternyata kualitas udara Surabay sejajar dengan kota Singapua untuk sekelas kota Metropolitan yang sangat berpolusi
sbyctzn October 24th, 2009, 08:47 AM http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/96810large.jpg
[ Sabtu, 24 Oktober 2009 ]
Pembangunan Perluasan Apron Bandara Juanda Terus Dikebut
SURABAYA - Pembangunan perluasan apron Bandara Internasional Juanda terus dikebut. Proyek senilai Rp 70 miliar itu saat ini telah memasuki pemadatan tanah. Rencananya, tempat parkir pesawat tersebut dikhususkan bagi tamu-tamu VVIP yang mendarat di Juanda. Misalnya, presiden, wakil presiden, dan tamu-tamu penting dari luar negeri.
Sejumlah alat berat kemarin mulai meratakan tanah proyek. Itu dilakukan untuk memadatkan area yang akan digunakan sebagai tempat parkir pesawat. Perluasan apron itu dilakukan sepanjang 150 x 60 meter ke arah gedung VVIP di sebelah timur bandara. Seluruh dananya diambilkan dari APBN.
Menurut Asisten Manajer SIM, Tapor, dan Humas Bandara Internasional Juanda (PT Angkasa Pura I) Firstson Mansyur, proyek tersebut sebenarnya sepaket dengan pembangunan Bandara Juanda Baru. Hanya, pembangunannya baru bisa dilaksanakan sekarang.
Selama ini PT Angkasa Pura I (AP I) tergabung dalam tim pelaksana teknis pengerjaan perluasan apron tersebut. ''Proyeknya dari Dirjen Perhubungan Udara. Tapi, kami termasuk dalam tim pelaksana teknis,'' ucap pria yang biasa dipanggil Sony tersebut.
Dengan pemanjangan apron itu, para tamu VVIP bisa langsung masuk ke ruang VVIP. Selama ini, tamu VVIP turun melalui terminal biasa. Selanjutnya, mereka diangkut kendaraan khusus menuju ruang VVIP. ''Jadi, tamu resmi kenegaraan nanti tidak perlu menggunakan bus seperti saat ini. Lebih simpel dan praktis,'' jelasnya.
Proyek yang mulai dikerjakan Juli lalu tersebut dijadwalkan selesai sembilan bulan lagi. Selain memperluas apron, Ditjen Perhubungan Udara berencana membangun gedung VIP seluas 3.250 meter persegi. Proyek tersebut bakal menelan dana Rp 5 miliar. Gedung baru itu diperuntukkan bagi pejabat sekelas menteri, gubernur, serta tokoh penting lainnya. Lokasinya tepat di samping ruang VVIP. (gun/ari)
sbyctzn October 24th, 2009, 09:12 AM btw mengenai foto-foto google maps dari Ebek yang mengenai MERR bagus juga ya.....
kalau dari atas Surabaya, perkampungan itu terlihat teratur, dan hijau lagi...
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRc-1.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRd.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRa-1.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MERRb-1.jpg
mmmm
BTW lagi...
Petra Square ternyata akan lumayan tinggi, 17 lantai...
wah kehadiran High Point Apartment ternyata benar menjadi Trigger high rise di lingkungan UK Petra....
saya yakin kedepannya pasti banyak investor yang masuk..
soalnya dari segi bisnis jelas sangat menguntungkan.
pasarnya sudah jelas ada....
para mahasiswa Petra yang berduit semua... hhehehehehe
sbyctzn October 24th, 2009, 09:45 AM ------------------
sbyctzn October 24th, 2009, 09:45 AM NICE and EASY!!! :lol::lol::lol:
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/1-8.jpg
sbyctzn October 24th, 2009, 09:46 AM http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/2-7.jpg
sbyctzn October 24th, 2009, 09:47 AM http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/3-7.jpg
sbyctzn October 24th, 2009, 09:53 AM http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/4-6.jpg
Ebek21 October 24th, 2009, 10:55 AM ternyata MULTICON itu perusahaan depo terbesar yah...
dan lagi pemiliknya lagi-lagi dari Surabaya....
Banyak banget pengusaha dari Surabaya yang sangat cinta dengan Surabaya...
makanya deponya lumayan besar dan bagus....
Multicon itu memang milik org Sby (Pak Hiendra), tapi pusatnya di Jakarta, di Sunter. Container deponya yg terbesar juga di Jkt, ada di Cakung dan Cilincing.
Sekarang di daerah lingkungan pelabuhan tanjung perak tidak terlalu kotor dan tidak teratur seperti dulu, sudah banyak berubah....
Yg gw tunggu2 sebenarnya adalah Revitalisasi Kalimas di wilayah kerja Pelindo III. Sayangnya, sampai saat ini kelihatannya belum ada investor yg berminat menggarap heritage tourism ini. Dan lagi, sebenarnya sudah nggak jamannya lagi Pelabuhan Rakyat Kalimas itu masih dipertahankan seperti jaman 100 tahun yang lalu. Jika Pelra itu bisa disingkirkan, dan sekitar situ ditata rapi seperti di gambar2 yg pernah gw posting disini thn 2007 lalu, pasti keren deh !!!
Menarik juga ternyata dunia pelabuhan kalau didalami....
saya jadi tertarik..hehehehe...
Mulailah belajar dengan mengunjungi MarineTek 2009 di Gramedia Expo itu hehe..
BTW arus petikemas via kereta api di Surabaya mulai meningkat,
kemarin saya coba jalan-jalan ke pelabuhan..
di terminal petikemas kereta api, yang letaknya di tengah median jalan prapat kurung (sebelah utaranya DUKS Pertamina), aktifitas bongkar muat petikemas baik loading in ke rangkaian gerbong maupun loading out dari rangkaian gerbong sangat sibuk, baik malam maupun siang.
Iya, itu terobosan besar hasil kerjasama PT BJTI (Berlian Jasa Terminal Indonesia), anak perusahaannya Pelindo III dengan PT MTI (Multi Terminal Indonesia), anak perusahaannya Pelindo II. Sementara ini hanya melayani jaliur Surabaya-Jakarta pp saja. Belum ke daerah2 lain.
kapal pemandu itu tugasnya memandu kapal kontainer masuk ke dermaga ya??
kalau di Tanjung Perak itu mulai dipandu itu mulai darimana????
apa ketika sudah masuk ujung pangkah sudah mulai dipandu...
soalnya saya dulu pernah lihat lalu lintas kapal dari MERCUSUAR di Socah Bangkalan, kok sepertinya waktu lewat depan ujung pangkah tidak ada kapal pemandunya....
dan saya lihat lalu lintas kapal bersimpangan yang mau masuk dan keluar dengan leluasa,,
apa memang begitu prosedurnya...
Kapal2 masuk Surabaya hampir semua melalui Alur Pelayaran Barat Sby (APBS). Stasiun Pandunya di Pulau Karang Jamuang, di pintu masuk Selat Madura. Gw ada foto2nya, nanti gw post deh. APBS itu daerah wajib pandu. Itu ketentuannya, tapi kenyataannya ya tahu sendirilah. Kadang2 Stasiun Pandu juga ambil gampangnya sendiri, dua atau lebih kapal disuruh konvoi ikut satu kapal pandu. Padahal mestinya tidak diperbolehkan, apalagi kebanyakan jarak antara kapal peserta konvoi itu sangat jauh sekali.
saya ingin sedikit menjelaskan ke "sbyctzn" ttg kapal pandu/kapal tunda/tug boat. sepengalaman dan setahu ilmu "kemeruh puoll" gue,kapal tunda itu gak cuma memandu kapal kontener masuk dermaga tapi kapal-kapal gede lainnya entah itu kapal kontainer,bulk carrier,tanker,kapal penumpang pelni yg segede gaban itu atau kapal-kapal lainnya.
karena kapal tunda punya kemampuan bermanuver yang top markotob -ada yang bisa berotasi 360 derajat loh- jadi dia bisa bermanuver memandu kapal2 gede masuk ke pelabuhan dan bersandar di dermaga.
Kapal pandu (pilot boat) dan kapal tunda (tug boat) itu beda loh. Kalo kapal tunda memang benar memiliki power yg sangat besar karena fungsinya untuk mendorong kapal2 gede (yg dalam keadaan mati mesin) masuk kolam pelabuhan. Untuk kapal2 yg ukurannya besar2, kadang dibutuhkan kerja tandem, yaitu satu kapal didorong oleh 2 kapal tunda. Jadi biarpun kapal tunda ukurannya kecil, tapi powernya gede, sehingga harganya sangat mahal. Kalo kapal pandu, power mesinnya tidak terlalu besar.
untuk kapal-kapal yang mau masuk/keluar tj. perak dipandunya bukan mulai dari ujung pangkah (sekitar karang jamuang) laaah......kejauhan itu mah.:lol:
setahu gue kapal-kapal yang masuk sekitar karang jamuang bebas-bebas aja karena masih mungkin untuk lalu lintas keluar masuk kapal.(2 arah).
kapal tunda baru beraksi saat kapal-kapal gede itu masuk area kolam pelabuhan tj perak.
Sesuai ketentuan, dipandunya memang mulai dr Karang Jamuang begitu mau memasuki APBS. Jangan dilihat seakan2 lautnya luas sekali, tapi sesungguhnya yg bisa dilewati itu hanya alur selebar 100 m (yg sudah dikeruk). Sudah begitu, banyak terdapat gosong2 yg harus dihindari kapal yg melintas, belum lagi bangkai2 kapal yg berserakan di sepanjang alur. Kenapa kok gak dibereskan ? Tanya pada rumput yg bergoyang hehe..Jadi peran kapal pandu memang penting, karena mereka yg "mestinya" hapal kondisi perairan disitu. Kadang2 dgn alur yg sesempit itu bisa saja ada 2 kapal yg berpapasan (1 kapal lebarnya bisa 40 m), dan sangat dibutuhkan peran pandu yg berpengalaman di saat itu, apalagi di saat cuaca buruk.
d'sulovyo October 24th, 2009, 12:25 PM he..he..thx for correction mr ebek.
oke2 kapal pandu/pilot lain sama tug boat.
soalnya setiap naik kapal pelni pas masuk karang jamuang tidak dipandu.nanti baru mendekati dermaga jamrud,baru ada tug boat(sekitar lokasi dermaga TPS) yang memandu sampai sandar di gapura surya.
kalau keluarnya juga sama ketika bermanuver di kolam pelabuhan dipandu tug boat setelah itu lepas deh jalan sendiri jalan bebas sampai laut jawa.untuk kapal pelni tug boat lepas sekitar DUKS Bogasari.yah itu sih pengalaman gue gak tahu kalau prosedurnya sekarang berubah ya :)
Ciputra World Surabaya, Sep 2009. Massive project !!
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/CWsep09.jpg
emang masip banget coba bandingkan dengan gedung Vida disebelah kirinya.mangtab dah.
Ampelio October 24th, 2009, 01:30 PM Dari Jawapos 23 Oktober 2009 http://virtual.jawapos.co.id/?date=20091023
The Petra Square
http://i36.tinypic.com/2u55bn6.jpg
^^great :okay: 17 storey!!!
Ebek21 October 24th, 2009, 05:10 PM Sebetulnya foto2 ini aku simpan buat koleksi saja, karena jarang2 ada foto Karang Jamuang di website. Berhubung kebetulan lagi disinggung disini, gak ada salahnya ditampilkan supaya para forumer Sby tahu arti penting pulau ini bagi lalu lintas peraitan Surabaya. BTW, Karang Jamuang sendiri sebetulnya nggak jelas ikut daerah mana, apakah Kab. Gresik atau Kab. Bangkalan. Kedua daerah tsb memperebutkan kepemilikan pulau kecil yg hanya berpenghuni beberapa petugas pandu PT Pelindo III ini.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KJ.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KarangJamuang1.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KarangJamuang2.jpg
Ebek21 October 24th, 2009, 05:14 PM ..(continued) Pulau Karang Jamuang
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KarangJamuang3.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KarangJamuang4.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KarangJamuang5.jpg
Ebek21 October 24th, 2009, 05:16 PM ..(continued) Pulau Karang Jamuang
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KarangJamuang6.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KarangJamuang7.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KarangJamuang8.jpg
Ebek21 October 24th, 2009, 05:34 PM Kapan hr berita ini sudah pernah dipost sbyctzn, tapi mumpung lagi hangat2nya topik ini, sekalian gw posting sekali lg kabar gembira ini dgn lebih detail, moga2 benar cepat terealisasi, USD 65 juta bok, 650 milyar rupiah :okay::okay:
Revitalisasi APBS mulai 2010
Persiapkan sinergi Pelabuhan Tg. Perak dengan proyek Teluk Lamong
SURABAYA: PT Pelabuhan Indonesia III siap merevitalisasi alur pelayaran barat Surabaya (APBS) dengan taksiran biaya US$65 juta, mulai pertengahan 2010.
Upaya revitalisasi tersebut berupa pelebaran dari 100 meter menjadi 200 meter, dan pendalaman dari 9,5 meter menjadi 14 meter.
Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Suryanto mengatakan alokasi dana revitalisasi tengah dihitung tingkat kelayakannya, namun dari taksiran awal butuh anggaran US$65 juta. "Sumber dananya bisa dari perusahaan atau sharing dari APBN, sesuai pernyataan Menteri Perhubungan Djusman Syafii ketika kunjungan kerja ke Surabaya, belum lama ini," kata Djarwo kepada pers, Rabu, 9 September.
Dia menerangkan program revitalisasi APBS itu menjadi penting untuk meningkatkan layanan khususnya agar Pel. Tanjung Perak bisa disandari kapal dengan draft besar. "Program ini akan disinergikan dengan rencana besar pembangunan proyek pelabuhan Teluk Lamong yang mulai dibangun awal 2010," ujarnya.
Proyek Teluk Lamong, lanjut dia, merupakan pelabuhan bertipe dermaga multiguna yang diharapkan selesai pada 2012, dengan kedalaman dermaga 14 meter. "Karena itu, APBS juga mesti diperdalam sesuai rencana proyek dermaga senilai Rp 1,6 triliun itu. Lahan yang dipakai dan dikembangkan untuk proyek pelabuhan itu secara bertahap 50 hektare," ungkapnya.
Namun demikian, menurut catatan Bisnis, proses tender pembangunan proyek pelabuhan Teluk Lamong sendiri masih terhambat belum selesainya rekomendasi analisas dampak lingkungan (Amdal), padahal proyek itu dijadwalkan mesti memulai proses konstruksi awal 2010.
Hal lainnya lagi, Djarwo mengungkapkan program revitalisasi APBS itu tidak bisa direalisasikan lebih dini karena masih terhambat keberadaan pipa gas milik Kodeco Energy, yang posisinya memotong alur pelayaran tersebut. "Program revitaliasi alur kini mulai dilakukan, karena pipa gas Kodeco harus sudah dipindahkan dari posisi saat ini pada Juli 2010. Revitalisasi butuh waktu hanya satu tahun, jadi akan selesai pada 2011," tegasnya.
Djarwo menegaskan BUMN sektor kepelabuhanan itu mencatat laba usaha semester I/2009 sebesar Rp 492,66 miliar atau 101% dari target yang dipatok Rp 489,61 miliar, Dari nilai tersebut, perhitungan besaran laba bersih telah mencapai Rp 242,76 miliar.
"Pendapatan usaha tercapai Rp 1,19 triliun, sedangkan biaya usaha yang dikeluarkan Rp 701,19 miliar," katanya. Sedangkan di sisi operasional, lanjut dia, masih kurang optimal dimana kunjungan kapal mencapai 35.084 unit atau 93% dari target yang dipatok, sementara arus barang mencapai 81% atau sebesar 48,35 juta ton.
"Arus petikemas semester I/2009 mencapai 1,15 juta boks atau setara 1,4 juta twenty foot equivalent unit [TEUs], capaian itu 98% dari target yang dipatok. Sedangkan arus penumpang mencapai 1,19 juta orang atau setara 89% dari target. Jadi khusus untuk sektor operasional masih belum memenuhi target," ujarnya.
Taken from Bisnis Indonesia, Sep 11, 2009
MinImaX October 24th, 2009, 06:27 PM Update hari ini (Surabaya Timur):
- BBCA
- Graha Sampoerna
- RS Pendidikan U Airlangga
- Eastcoast Residence
- The Cosmopolis
Update tanpa foto:
- Gedung Vida sekarang sedang di-face-off :D, tempat poster bioskop sudah dibongkar.
- BBCA
http://img210.imageshack.us/img210/7943/bbca091024.jpg
- Graha Sampoerna (3 pics)
http://img94.imageshack.us/img94/8315/gs0910241.jpg
http://img20.imageshack.us/img20/8544/gs0910242.jpg
http://img59.imageshack.us/img59/6162/gs0910243.jpg
- The Cosmopolis
http://img193.imageshack.us/img193/5174/cosmopolis091024.jpg
- RS Pendidikan U Airlangga
http://img20.imageshack.us/img20/4940/rsairlangga091024.jpg
- Eastcoast Residence
http://img301.imageshack.us/img301/5856/eastcoast091024.jpg
sbyctzn October 24th, 2009, 06:52 PM hmmmm memang kebanyakan para pengusaha asli Surabaya banyak yang tidak ngembangin usahanya di Surabaya,kebanyakan ke Jakarta, tetapi begitu usaha mereka besar, tidak lupa langsung membesarkan daerahnya...
Seperti Ronny Tanuwijaya....
i like him!
dia benar-benar cinta sama Surabaya....
kalau boleh cerita..
Ronny itu pengusaha lucu banget...
suka nyanyi...
tau lagunya dengan judul BOSS??
bah bener-bener ngakak abis deh kalau liat video klipnya, jadul dan norak abis...
ada juga lagu BOJOL IJO ciptaannya sendiri, dinyanyikan sama dia sendiri, video klipnya juga diperankan sendiri dan dibuat sendiri.....
dia penyumbang terbesar untuk Persebaya kalau tidak salah... berapa milyar begitu... lupa...
tiap Persebaya main pasti dia datang,,,
dulu pernah diwawancarai..
katanya walaupun tinggal Di Jakarta, tetapi dia sangat cinta dengan daerahnya, Surabaya..
hmmmmmm....
pingin jadi seperti dia....
wah pasti saya datang Bek di event MARINETEK itu...
kalau sudah tertarik begini wah ya apapun harus dituruti... hehehehe
btw Bek sebenarnya untuk industri maritim (baik pelayaran, petikemas, galangan kapal, dll) itu menurut kamu (pastinya sangat tau donk), lebih leading mana sih antara Batam dan Surabaya?, di brosur event MARINETEK halaman kedua itu menyebutkan kalau Surabaya itu leading di Indonesia dalam industri maritim.
oh jadi tempat ngepostnya para petugas pemandu itu di Karang Jamuang..
Thanks ebek buat sharing fotonya...
Baru tau kalau ada pulau itu
Mengenai revitalisasi alur pelayaran barat Surabaya, itu kok bisa sampai begitu besarnya ya biayanya?? buat apa saja tuh??
wah bisa sampai setara nilai proyek GBT nih.
pecinta_surabaya October 24th, 2009, 07:52 PM Tinggal Satu Rumah Belum Dibongkar
Deadline pengerjaan pemadatan proyek frontage road Jalan A Yani tinggal sebulan lagi. Namun masih ada saja bangunan yang menghalangi proyek untuk memperlancar lalu lintas kota tersebut. Di sisi timur jalan, tinggal satu rumah warga yang belum dibongkar.
Pelaksana proyek dari PT Putra Negara David Cahyadi mengatakan pihaknya masih menunggu pemilik rumah membongkar sendiri bangunannya. Menurut dia, proyek pembangunan frontage road tak akan bisa dikerjakan bila masih ada bangunan yang menghalangi. ''Sesuai perjanjian, awal November warga itu sudah harus pindah,'' kata David.
Salah seorang warga, Harianto, mengatakan sebenarnya seluruh warga sudah menerima ganti rugi. Namun, ada satu rumah milik Jumadi, Ketua RW 2, yang belum cocok dengan nilai ganti rugi yang diberikan. Rumah tersebut terletak seratus meter di sebelah utara Maspion Square.
Bangunan itu jika diamati dari depan memang tampak telah di tinggal penghuninya. Namun, jika di tengok ke belakang, ternyata masih ada yang menempati. Di dalam rumah itu masih terdapat beberapa perabot seperti TV, lemari, beberapa kursi, dan tempat tidur.
Pemilik rumah, Jumadi, mengatakan jika permasalahan ganti rugi beres, dia akan pindah. ''Sabtu atau Minggu sudah saya bongkar semua,'' tegasnya.
Kemarin (23/10), pelaksana proyek membongkar bangunan SD Margorejo I yang juga terkena proyek pembangunan frontage road. Yang dibongkar adalah tembok sekolah dan musala.
Untuk membongkar gedung SDN Margorejo, terlebih dahulu harus diberi batas dengan menggunakan seng setinggi 5 meter. Sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar dan keamanan siswa. Untuk merobohkan bangunan itu, dibutuhkan waktu satu minggu.
Ebek21 October 25th, 2009, 05:14 AM wah pasti saya datang Bek di event MARINETEK itu...
kalau sudah tertarik begini wah ya apapun harus dituruti... hehehehe
btw Bek sebenarnya untuk industri maritim (baik pelayaran, petikemas, galangan kapal, dll) itu menurut kamu (pastinya sangat tau donk), lebih leading mana sih antara Batam dan Surabaya?, di brosur event MARINETEK halaman kedua itu menyebutkan kalau Surabaya itu leading di Indonesia dalam industri maritim.
Mengenai revitalisasi alur pelayaran barat Surabaya, itu kok bisa sampai begitu besarnya ya biayanya?? buat apa saja tuh??
wah bisa sampai setara nilai proyek GBT nih.
Industri maritim di Surabaya saat ini jauh lebih besar drpd di Batam. Kedepan juga akan masih jauh lebih besar Sby drpd Batam. Asal tahu saja, Jkt dan Sby itu menghasilkan kurang lebih 90 persen dari arus petikemas ekspor impor Indonesia. Dan 80 persen lebih dr cargo petikemas Indonesia itu mesti transit dulu di Singapura karena pelabuhan2 kita di Jkt dan Sby tidak bisa disandari kapal2 besar.
Batam sendiri itu kan hanya ingin merebut sebagian pasar transshipment cargo dr pelabuhan Singapura, persis seperti yg dilakukan Tanjung Pelepas Port di Malaysia dgn menggandeng Maersk Sealand beberapa tahun lalu (kepemilikan sampai 30%), karena arus petikemas yg dr kawasan mereka sedikit sekali. Kalau proyek Lamong Bay di Sby dan Ancol Timur Development di Jkt bisa direalisasikan dlm waktu dekat, maka keberadaan pelabuhan2 transit seperti Singapura dan Batam itu akan berkurang artinya bagi perusahaan2 pelayaran, karena dgn adanya transit itu biaya shipping bisa membengkak banyak yg ujung2nya membuat mereka kurang kompetitif di mata clientnya.
Untuk industri galangan kapal, saya pernah dengar, Surabaya dan Jatim menghasilkan 80% dari total tonase (GT) kapal yg dibangun di Indonesia. Galangan kapal yg top di Jatim antara lain PT PAL, Dok & Perkapalan Surabaya, Dumas. Justru sektor inilah yg dipromosikan habis2an oleh Pemda Jatim dan pemkab Lamongan. Batam juga punya banyak galangan kapal, tapi kenapa kok tonase yg dihasilkan sedikit sekali, gw gak tahu. Apa mungkin mereka spesialis bangun kapal2 ukuran kecil ?
Kalo untuk SDM maritim, jangan dibilang lagi. ITS itu kawah candradimukanya dunia maritim di Indonesia dengan fakultas teknik kelautan dan teknik perkapalan yg paling lengkap se-Indonesia. ITS juga punya Pusat Desain dan Rekayasa Kapal pertama dan satu2nya di Indonesia. Belum lagi keberadaan Koarmatim dan AAL yg sudah beruratakar di Surabaya. Nggak salah julukan kota maritim dialamatkan ke Surabaya dan bukan kota lainnya :okay:
Revitalisasi alur besar investasinya karena skala proyek yg sangat besar juga. Bayangkan saja yg dikeruk itu sepanjang 25 mil laut atau kira2 46 km x 100 m lebar x 4 m dalam = 18.52 juta m3 solid material yg mesti dikeruk, plus penambahan lebar 100 m lagi, kira2 berarti 46 km x 100 m x asumsi 8 m dalam = 37 juta m3, total 55 juta lebih m3, dikerjakan di tengah laut, belum lagi pembenahan buoy2 dan lampu2 navigasi yg sudah rusak, apalagi kalo sekalian diadakan pengangkatan (salvage) kapal2 yg karam di sepanjang alur tsb. Kira2 begitulah ilustrasinya, soalnya gw jg gak ngerti2 banget teknisnya hehe..
Ebek21 October 25th, 2009, 06:09 AM Yg dimaksud Apartemen Royal ini Crystal Garden Apartment tah ? Kalau benar akan segera dilanjutkan kembali, bagus sekali dong.
Pemkot Warning Bangunan Mangkrak
SURABAYA - Bangunan-bangunan mangkrak yang menimbulkan kesan kumuh di metropolis membuat wali kota jengah. Karena itu, sejak tiga bulan terakhir, pemkot memanggil para pemilik bangunan tersebut.
Berdasar data dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR), setidaknya terdapat enam pemilik bangunan yang dipanggil. Di antaranya, eks Bioskop Indra, Royal Apartemen Jl Embong Malang, dan Adistana Apartemen Jl Upajiwa.
Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Muhlas Udin mengatakan, pemkot telah tiga kali memanggil pemilik bangunan tersebut. Di antara beberapa pemilik bangunan itu, hanya tiga yang merespons. Mereka adalah pemilik Apartemen Royal Jl Embong Malang dan eks Bioskop Indra Jl Panglima Sudirman. "Satunya lagi saya lupa," ujar Muhlas.
Di antara tiga pemilik bangunan tersebut, hanya pemilik Apartemen Royal yang berjanji segera menyelesaikan proyeknya. "Mereka janji memulai Agustus lalu. Tapi, sampai sekarang kok belum ada kelanjutannya," tambahnya.
Pria kelahiran 14 Juni 1956 itu mengemukakan, beberapa bangunan tersebut mangkrak karena pembangunan terhenti saat krisis moneter. Bangunan itu, antara lain, Apartemen Royal, Trade Center Mall (TCM), dan Apartemen Adistana.
Ketika memanggil para pemilik bangunan tersebut, lanjut Muhlas, pemkot menanyakan kesanggupan mereka dalam melanjutkan pembangunan. Jika memang pemilik kekurangan modal, pemkot bersedia membantu mencarikan investor. "Akan kami kawinkan dengan pihak ketiga," tutur dia.
Taken from Jawapos, Oct 25, 2009
Ebek21 October 25th, 2009, 06:13 AM Siip dahh..kebut terus !!
Mulai Bangun Pagar
SURABAYA - Revitalisasi setren Jagir tampaknya benar-benar dikebut. Buktinya, kemarin (24/10) pengerjaan telah sampai pada tahap pemasangan pagar (handreel). Pemagaran dilakukan sekitar 100 meter, dimulai dari sisi Timur dekat pintu air.
Dari pantauan lapangan, para pekerja kemarin dikerahkan untuk membuat landasan pagar. Pengerjaan dilakukan dengan membangun pondasi menggunakan semen. Tinggi pondasi itu mencapai 30 cm. Salah satu pekerja menjelaskan, pembangunan pondasi dilakukan dengan meluruskan pada pagar yang sebelumnya ada di setren Jagir (sebelum pintu air).
Kepala sub divisi Perum Jasa Tirta I Asa IV Wardoyo menjelaskan, pihaknya memang diminta untuk sesegera mungkin memasang pagar di lahan setren pasca penertiban. "Dinas Pengairan menginstruksikan begitu agar lahan setren tidak ditempati berjualan lagi," ucapnya.
Jika mengacu pada urutan revitalisasi, sebenarnya pemasangan pagar merupakan proses akhir setelah dilakukan peninggian tanggul dan pelurusan palung. Namun, untuk mengantisipasi lahan setren ditempati pedagang kembali, Perum Jasa Tirta I (PJT) segera membangun pagar pada sisi tanggul yang telah ditinggikan. "Jadi, tidak perlu menunggu semuanya selesai ditinggikan dulu," tambah Wardoyo.
Dia menargetkan, pemagaran bisa dilakukan hingga lingkungan pembuangan sampah (LPS) di depan kantor Pajak. Karena pengerjaan tidak dilakukan satu per satu, hingga kemarin PJT masih melakukan peninggian tanggul. Ada dua backhoe yang ditempatkan di setren Jagir. Satu berada di depan Dinas Pendidikan (Dispendik) dan satu lagi di dekat traffic light Panjang Jiwo. Rata-rata sepanjang lahan setren (2.500 meter) kondisi tanggul telah ditinggikan antara 30-50 cm. "Target kita paling lambat akhir tahun kelar. Semoga tidak terkendala hujan,'' katanya.
Taken from Jawapos, Oct 25, 2009
teddybear October 25th, 2009, 07:32 AM ^Good to hear those abandoned projects to be continued, but I am somewhat skeptical. And if so, then they have to change the design, since they are out dated already, especially Royal Apartment (or Crystal Garden Apt?) and Adistana.
sbyctzn October 25th, 2009, 12:40 PM Yg dimaksud Apartemen Royal ini Crystal Garden Apartment tah ? Kalau benar akan segera dilanjutkan kembali, bagus sekali dong.
Pemkot Warning Bangunan Mangkrak
SURABAYA - Bangunan-bangunan mangkrak yang menimbulkan kesan kumuh di metropolis membuat wali kota jengah. Karena itu, sejak tiga bulan terakhir, pemkot memanggil para pemilik bangunan tersebut.
Berdasar data dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR), setidaknya terdapat enam pemilik bangunan yang dipanggil. Di antaranya, eks Bioskop Indra, Royal Apartemen Jl Embong Malang, dan Adistana Apartemen Jl Upajiwa.
Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Muhlas Udin mengatakan, pemkot telah tiga kali memanggil pemilik bangunan tersebut. Di antara beberapa pemilik bangunan itu, hanya tiga yang merespons. Mereka adalah pemilik Apartemen Royal Jl Embong Malang dan eks Bioskop Indra Jl Panglima Sudirman. "Satunya lagi saya lupa," ujar Muhlas.
Di antara tiga pemilik bangunan tersebut, hanya pemilik Apartemen Royal yang berjanji segera menyelesaikan proyeknya. "Mereka janji memulai Agustus lalu. Tapi, sampai sekarang kok belum ada kelanjutannya," tambahnya.
Pria kelahiran 14 Juni 1956 itu mengemukakan, beberapa bangunan tersebut mangkrak karena pembangunan terhenti saat krisis moneter. Bangunan itu, antara lain, Apartemen Royal, Trade Center Mall (TCM), dan Apartemen Adistana.
Ketika memanggil para pemilik bangunan tersebut, lanjut Muhlas, pemkot menanyakan kesanggupan mereka dalam melanjutkan pembangunan. Jika memang pemilik kekurangan modal, pemkot bersedia membantu mencarikan investor. "Akan kami kawinkan dengan pihak ketiga," tutur dia.
Taken from Jawapos, Oct 25, 2009
Seingat saya apartemen mangkrak di Sby itu ya Apartemen Crystal, apartemen di Basuki Rahmat dan apartemen Adistana
jadi semoga saja yang dimaksud pemkot itu Apartemen Crystal Garden..
Soalnya sayang banget,, gedung segagah itu ada di SCBD tapi kok mangkrak....
btw just info, ternyata bangunan mungil lo rise di sebelahnya Standard Chartered Bank itu adalah gedung perkantoran...
ad iklan di billboard yang tulisannya space office for rent dan ada gambarnya gedung itu...
benar-benar nanggung...
di SCBD tapi kok ya lo rise...
sebenarnya ada tidak sih perda tentang SCBD di Surabaya ini???
yang membatasi tinggi bangunan minimal berapa lantai begitu???
Ebek21 October 25th, 2009, 02:39 PM Good luck !! :okay::okay:
Surabaya Wakili Indonesia
Menjadi Tuan Rumah Konferensi Transportasi Dunia
SURABAYA - Mata dunia makin tertuju ke Surabaya. Pada 16-19 November, kota ini bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi dan Pameran Transportasi Internasional. Pertemuan antarnegara di Hotel Shangri-La itu bertujuan untuk membicarakan perkembangan transportasi dunia.
Rencananya, acara yang diselenggarakan oleh Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS) itu akan diikuti oleh 1.300 peserta dari 22 negara. Di antaranya, Tiongkok, Jepang, Filipina, Australia, dan beberapa negara Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Eropa. Hingga Sabtu (24/10), total pemakalah yang akan mempresentasikan studinya mencapai 423 orang. ''Harapan kami akan terus bertambah karena acara ini even transportasi terbesar di dunia,'' ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jatim Chaerul Djaelani.
Dia menambahkan, konferensi tersebut baru pertama diadakan di Indonesia. Untuk menjadi tuan rumah, Indonesia berhasil menyingkirkan Kota Seoul, Korea Selatan, dan Sydney, Australia. ''Kita dinilai layak karena unggul dalam semangat, kekeluargaan, dan sumber daya manusia (SDM) yang siap menyukseskan acara itu,'' imbuh pria yang juga menjadi asisten II Pemprov Jatim itu.
Menurut dia, Surabaya bisa mengambil banyak keuntungan dari konferensi yang rencananya dibuka langsung oleh Presiden SBY itu. Sebab, acara tersebut bakal dihadiri banyak pakar transportasi, baik darat, udara, maupun air. ''Kita bisa sharing dan mendapat banyak masukan dari mereka. Dari sana, bisa dihasilkan kebijakan transportasi yang baru,'' ujar mantan Kadis Kimpraswil tersebut.
Dia juga mengatakan bahwa permasalahan transportasi di Surabaya bakal menjadi salah satu tema pembahasan. ''Kami akan membicarakan tentang angkutan publik versus sepeda motor di Surabaya,'' jelasnya. Bahasan tersebut, lanjut Chaerul, dirasa cocok untuk tipikal Surabaya yang semakin dijejali sepeda motor.
Taken from Jawapos, Oct 25, 2009
Ebek21 October 25th, 2009, 02:52 PM Lahan Genting Baru yg dibebaskan tahun 2008 lalu. Hendak diapakan oleh pemiliknya, Hartono Motor ? Masak lahan seluas ini hanya akan dijadikan showroom motor ? Dengar2 akan dijadikan kompleks hotel, bener nggak ya ? Andai saja daerah ini dikembangkan dan pemukiman kumuh di sekitarnya dibebaskan, daerah ini pun bisa jadi prime CBD di utara Sby :okay:
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Gentingbaru.jpg
Ebek21 October 25th, 2009, 02:56 PM Perluasan Adi Jasa ?? Bisnis rumah duka lg booming rupanya. Kenapa nggak dibangun yg hi-rise ya (ada nggak sih) ??
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Adijasa.jpg
MinImaX October 25th, 2009, 03:42 PM ^^ Wah foto di atas serem nih... :p
Lokasi rusunami Tidar Cosmo Park, masih kosong... Belakangan di surat pembaca banyak yang minta dikembalikan uang DP dari pengembang Tidar Mega Development. Mungkin penjualannya tidak sebaik Apartemen Puncak Permai. Sayang sekali...
http://img527.imageshack.us/img527/8815/tidarcosmopark.jpg
d'sulovyo October 28th, 2009, 06:34 AM ^^ Wah foto di atas serem nih... :p
Lokasi rusunami Tidar Cosmo Park, masih kosong... Belakangan di surat pembaca banyak yang minta dikembalikan uang DP dari pengembang Tidar Mega Development. Mungkin penjualannya tidak sebaik Apartemen Puncak Permai. Sayang sekali...
http://img527.imageshack.us/img527/8815/tidarcosmopark.jpg
ha..ha..ha..ini hanya selemparan batu dari rumah gue di surabaya.:banana:
ayo dong jangan sampai Tidar Cosmo Park gak sampai dibangun.please..please.............*berharap ada highrise di deket kampung gue.
MinImaX October 28th, 2009, 07:27 AM ^^ Wah ada yang punya rumah dekat sana..., masih ada reklame Tidar Cosmo Park di sekitar situ?
Terakhir saya lihat kantor pemasarannya di ruko Tidar Mas Square, beberapa bulan yang lalu, masih ada.
sbyctzn October 28th, 2009, 11:51 AM DPS Siap Ikut Tender Kapal Pertamina
Senin, 26 Oktober 2009 19:03:33 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com) - PT Dok Perkapalan Surabaya (DPS) siap mengikuti tender proyek pembangunan kapal Pertamina. Rencananya, Pertamina akan membuka tender kapal mulai jenis 3500 LTDW, 6500 LTDW, dan 17.500 LTDW.
Dirut PT Dok Perkapalan Surabaya (DPS) Mohammad Firmansyah mengatakan, untuk proyek pembangunan kapal Pertamina kedepan, DPS sudah siap untuk mengikuti tender. "Kami siap mengikuti tender karena sudah berpengalaman menangani kapal milik Pertamina," ujarnya kepada beritajatim.com di kantornya jalan Tanjung Perak Barat Surabaya, Senin (26/10/2009).
Untuk kesiapan mengikuti tender lanjut Mohammad Firmansyah, awal November 2009 DPS kembali akan meluncurkan kapal milik Pertamina jenis Oil Tanker 6500 LTDW dengan nama 'Kamojang'.
Kapal Oil Tanker ini lanjut dia, merupakan kapal tanker yang dipesan oleh PT Pertamina pada tahun 2008. "Kapal ini adalah kapal ke enam yang dipesan Pertamina ini sudah dikerjakan sejak 15 bulan yang lalu dengan nilai investasi sebesar Rp15 miliar," ujarnya.
Saat ini tambah Mohammad Firmansyah, proses pengerjaan kapal ini mencapai 55 persen dan diperkirakan akan selesai sebelum 36 bulan. "Kami tetap optimistis pengerjaan kapal Oil Tanker milik Pertamina akan selesai tepat waktu," tambahnya.
Mengenai lama proses pengerjaan kapal yang biasanya diselesaikan DPS sekitar 20 bulan. Dijelaskan Mohammad Firmansyah, molornya pengerjaan ini disebabkan mesin kapal tanker ini masih diimpor dari Finlandia. "Biasanya kalau impor mesin kapal dikirim 4 bulan dari order tapi molor hingga 24 bulan setelah order sehingga menghambat proses pembuatan kapal," ungkapnya.
Selain kapal Kamojang, ada satu unit kapal Pertamina yang sedang dalam pengerjaan. Yaitu kapal 'Kakap' dengan spesifikasi dan investasi serupa. Rencananya, kapal ke tujuh milik Peramina ini akan diserahterimakan pada September 2011. [dny/kun]
sbyctzn October 28th, 2009, 11:51 AM DPS Optimalkan Reparasi Kapal
Senin, 26 Oktober 2009 19:36:08 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com) - Perusahaan plat merah, PT Dok Perkapalan Surabaya (DPS) terus mengoptimalkan reparasi kapal sebagai 'core bisnisnya'. Langkah ini diambil karena konstribusi bisnis ini menyumbang pendapatan sebesar 48 persen.
"Saat ini jumlah kapal yang direparasi di tempat kami mencapai 98 unit. Hingga akhir tahun diperkirakan kapal yang melakukan reparasi ada 120 unit," ujar Direktur Produksi PT Dok Perkapalan Surabaya (DPS) Wayan Yoga kepada beritajatim.com, Senin (26/10/2009).
Menurut Wayan Yoga, saat ini pendapatan DPS dari sektor reparasi kapal mencapai 85 persen. Sisanya sebesar 15 persen akan bisa dikejar di triwulan terakhir 2009. "Saya optimistis target reparasi 2009 sebesar Rp170 miliar akan tercapai," paparnya.
Selain fokus terus mengoptimalkan reparasi kapal lanjut dia, DPS saat ini tengah berupaya menyelesaian pembangunan galangan di Lamongan. Galanangan dengan luas area 20-25 hektar ini diperkirakan akan menyerap investasi sebesar Rp350 miliar.
"Kami menargetkan pembangunan galangan di Lamongan pada awal 2010 sudah bisa beroperasi dan dipastikan ada satu investor dari luar dipastikan menanamkan modalnya," ujarnya.
Wayan Yoga menambahkan, pangsa pasar reparasi kapal ke depan diprediksi potensi masih sangat besar. Pasalnya, saat ini sebagian besar kapal tongkang masih banyak beroperasi di Indonesia. "Sejak diterapkan azas cabotage dimana kapal asing dialihkan ke kapal dalam negeri membuat kami semakin serius mengkedepankan reparasi kapal sebagai bisnis terdepannya," tuturnya. [dny/kun]
sbyctzn October 29th, 2009, 03:53 PM kabar terakhir tentang pipa kodeco..
Soal Pipa Kodeco, Pelindo III Minta Gubernur Jatim Turun Tangan
Kamis, 06 Agustus 2009 08:36:32 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Surabaya (beritajatim.com)- Terkait dengan persolan surat Adpel Tanjung Perak. Direksi PT Pelindo III telah menyampaikan surat kepada Gubernur Jawa Timur dengan surat No. PJ.20/P.III-2009, tanggal 30 Juli 2009.
Menurut Humas Pelindo III persoalan ini menjadi preseden buruk bagi Indonesia dimata dunia yang jelas akan merugikan Jawa Timur sebagai hinterland utama, dimana selama ini Tg Perak menjadi Hub Port dan pintu gerbang Indonesia Timur, dan telah menjadi bagian dari kegiatan Maritim dan logistik di perdagangan internasional.
"Diharapkan pemerintah untuk segera turun tangan berupaya untuk dapat mengembalikan posisi pipa gas KODECO tersebut ke posisi yang aman bagi keselamatan pelayaran dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak ke depan yaitu sekurang-kurangnya pada kedalaman +12 meter di bawah dasar laut (sea bed)," jelas Iwan Sabatini, Kamis (06/08/2009).
Menurut Iwan Sabatini bahwa saat ini Manajemen Pelindo III sedang berupaya meningkatkan pembangunan fasilitas pelabuhan Tg Perak guna mendorong peningkatan produktifitas bongkar/muat serta menambah fasilitas dermaga/tambatan di Pelabuhan Tanjung Perak yang meliputi.
Pertama Revitalisasi Terminal Nilam Timur sepanjang 320 meter dengan melakukan perbaikan dan perkuatan dermaga, serta mengalih fungsikan 4 (empat) buah gudang menjadi lapangan penumpukan petikemas seluas 4 (empat) hektar yang sudah beroperasi sejak tanggal 5 Mei 2009.
Kedua mengoptimalkan produktifitas bongkar muat di dermaga Nilam Timur yang sudah direnovasi maka akan dilengkapi dengan crane dermaga dan peralatan mekanik operasi lapangan yang mampu meningkatkan produktifitas bongkar/muat petikemas dari 8-9 box/crane/jam hingga mencapai rata-rata > 18 box/crane/jam.
Ketiga membangun terminal multi purpose di lokasi teluk Lamong dengan desain
kedalaman (-) 14 meter Low Water Surface (LWS) sehingga dapat melayani kapal dengan bobot mati yang lebih besar dan meningkatkan efisiensi biaya logistik angkutan barang. [tok/ted]
pecinta_surabaya October 29th, 2009, 05:21 PM EAST COAST RESIDENCE
http://img402.imageshack.us/img402/5647/27649436.jpg
sbyctzn October 29th, 2009, 05:27 PM wow so close
akhirnya dapat pic progress yg dekat bgt...
darimana?
surabayapost??
MinImaX October 29th, 2009, 05:45 PM Jawa Pos ada.
Kenapa tidak ada launching new big projects di Surabaya... Waktunya oke banget lho untuk akhir tahun 2009 ini.
Sizter85 October 29th, 2009, 05:50 PM Renovasi Shangri-La Habiskan Rp 33,5 Miliar
SURABAYA - Persaingan yang kian ketat memaksa pengusaha hotel berebut market untuk mempertahankan okupansi. Shangri-La memilih melakukan perbaikan berbagai fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menambah daya tarik bagi pengunjung.
General Manager Shangri-La hotel Juan Carlos Diago mengatakan, proyek renovasi fasilitas hotel tersebut berlangsung sejak September tahun lalu.
Nilai investasinya mencapai USD 3,5 juta atau sekitar Rp 33,5 miliar. Anggaran tersebut termasuk renovasi kamar yang direncanakan berlangsung tahun depan.
Pembenahan grand ballroom termasuk yang menelan dana paling besar, yakni mencapai USD 1,5 juta. ’’Sebagian besar dana renovasi ballroom tersedot untuk pembenahan tata cahaya dengan memakai konsep light emitting diode (LED), sehingga cocok untuk acara wedding,’’ ucap pria asal Amerika Latin itu.
Dia optimistis perbaikan tersebut mampu akan mampu menyedot pelanggan, khususnya untuk acara pernikahan. Disebutkan, pemesanan grand ballroom untuk pernikahan tahun ini sebanyak 65 kali. Sedangkan tahun depan ditargetkan naik menjadi 75 kali. ’’Serta secara otomatis dapat menaikkan okupansi kami,’’ tuturnya.
Dia mengakui bahwa tingkat hunian rata-rata tahun ini tidak terlalu tinggi, yakni hanya menyentuh 55 persen. Oleh karena itu, proyek renovasi yang dikebut selama lebih dari dua tahun itu diharapkan dapat menaikkan okupansi hingga 61 persen pada tahun depan. ’’Diharapkan pertumbuhan revenue tahun depan bisa sampai 12 persen,’’ ungkapnya.
Adanya penerbangan internasional langsung juga diyakini meningkatkan kedatangan tamu asing ke Shangri-La. Kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) juga berkontribusi terhadap pendapatan. ’’Sekitar 33 persen dari corporate,’’ tuturnya.(res/fat/jpnn)
sbyctzn October 29th, 2009, 05:59 PM ^^
mmm Shangrila
renovasi...
dalam rangka Konferensi Transportasi internasional yg akan digelar dlm waktu dekat ini, ternyata berbenah juga.....
pecinta_surabaya October 29th, 2009, 07:35 PM Big project d surabaya yg paling gress ya darmo festival walk.
Tp sayang mreka bangunny bertahap.
Dan kbetulan jg tahap pertama adalah kuliner..
(Ga ada gedung tinggi nya)
hermawan October 30th, 2009, 03:18 AM Big project d surabaya yg paling gress ya darmo festival walk.
Tp sayang mreka bangunny bertahap.
Dan kbetulan jg tahap pertama adalah kuliner..
(Ga ada gedung tinggi nya)
Nggak apa2 lah.....
Keindahan suatu kota justru harus dimulai dari bagian bawahnya
Percuma banyak hi - rise tapi bawahnya amburadul.
Jakarta termasuk yang begitu..
Singapore atas bawah sama cantiknya....
Jadi atur dulu yang bawah..
pecinta_surabaya October 30th, 2009, 04:12 AM ^^ soalnya lahan mreka berupa tanah kosong,jd mending d bangun gedung tinggi sekalian.. :)
Dan lg itu kawasan elit,jaraaang bgt perkampungan.. :D
Mgkn pemikiran spt itu bisa d terapkan pd pembangunan jalan embong malang..
Klo nantiny ada gedung tinggi yg bakal d bangun dsitu,bagusny perkampungan sekitar d bereskan dulu..
0b3_st October 30th, 2009, 11:42 AM salut buat semua orang yang selalu berbagi info tentang SURABAY di forum ini...
semua bahasannya mampu mengikis rasa rindu saya akan kota ini...
Terima Kasih
:okay:
0b3_st October 30th, 2009, 12:44 PM Bung ebek21, klo mau tau tentang perkembangan town house di jakarta. Cari info nya dmn ya? Mohon Pencerahan
Terima Kasih
:okay:
Ebek21 October 30th, 2009, 03:47 PM ^^ Waduh pertanyaannya salah alamat nih :) Saya kurang ngerti kalo ditanya ttg Jakarta. Barangkali bisa ditanyakan di thread Jakarta saja ya.
Ebek21 October 30th, 2009, 04:13 PM Nggak apa2 lah.....
Keindahan suatu kota justru harus dimulai dari bagian bawahnya
Percuma banyak hi - rise tapi bawahnya amburadul.
Jakarta termasuk yang begitu..
Singapore atas bawah sama cantiknya....
Jadi atur dulu yang bawah..
Setuju. Mulailah dengan menata kawasan segi empat Embong Malang-Blauran-Praban-Tunjungan plus kawasan segitiga emas Urip Sumoharjo, Basuki Rahmat, Pemuda, dan Panglima Sudirman sebagai etalase kota. Kalo belum bisa membangun kawasan pencakar langit, paling nggak dibikin area shopping, tapi yg berkelas punya dgn butik2 terkenal, seperti di sepanjang jln Huaihai Lu di Shanghai. Bangun tunnel2 yg diisi tenant2 juga, atau jembatan juga boleh, asalkan nice looking dan berkelas. Pokoknya lebih baik dr kios2 tukang jahit dan pengrajin piala yg saat ini mendominasi Jl Embong Malang, atau toko2 sepatu di sepanjang Jl. Praban.
Atau kalo mau yg nuansanya berbau kolonial, garap dong Jalan Rajawali. Ubah bekas LP Kalisosok menjadi apa kek yg berkelas gitu.
Jalan Bukit Darmo Boulevard sangat potensial untuk dijadikan kawasan paling elit di Sby. Dan berhubung masih banyak sekali lahan kosong disana, masih sangat bisa dikembangkan jadi CBD dengan gedung2 jangkungnya, jgn melulu pusat kuliner, bosan rek, biarpun katanya sih ekslusif punya.
Aku baca di Radar Sby 3 hari lalu (sayang gak sempat dipost) bahwa Pemkot Sby mulai tahun depan mau menyambungkan Jl. Jagir dengan Wiyung, dgn membangun flyover yg membentang di atas Jl. A. Yani. That's great. Kemudian nanti sekalian kalo stren kali Jl. Jagir Wonokoromo itu sudah ditata, bisa juga dikembangkan daerah elit di sepanjang jln itu, riverside view gt loh. Daerah Jagir situ kan sungainya paling lebar se-Sby, dibandingkan Kalimas, pemandangannya lebih menjual kan.
Jangan lupa revitalisasi Kalimas, terutama sekali di sebelah utara Jembatan Merah sampai muaranya di Ujung. Potensial sekali kalau dijadikan heritage tourism.
Dst dst..mimpi terus dehh :)
Oh ya hampir lupa, paling nggak mulai tahun depan pemandangan Jl. Ahmad Yani akan berubah setelah pembangunan frontage road di sisi barat & timur. Sebagai jalan terpanjang dan juga pintu masuk kota Sby, paling nggak sudah mulai menunjukkan "wajah" metropolisnya dengan jalan2 yg lebar tanpa dihiasi rumah2 semrawut di kedua sisinya.
Ebek21 October 30th, 2009, 04:17 PM Wah lupa satu yg pualing penting..SINGKIRKAN PASAR KEPUTRAN bau itu dr pusat kota Surabaya !!!
Gedungnya sih boleh dipertahankan, buat parkir2 mobil/sepeda motor yg pengendaranya ingin jalan kaki di daerah situ. Tapi pasarnya sendiri is a big no no..pindahkan ke Tambak Osowilangun atau mana gitu kek yg di daerah pinggiran, jgn di pusat kota.
MinImaX October 30th, 2009, 04:41 PM ^^ Mungkin nunggu PIA Jemundo jadi? Pasar ini pasti akan dibongkar ditertibkan pada saat tunnel Pandegiling segera dibangun, yang masih menunggu selesainya box culvert Banyu Urip.
Jagir kok disambungkan dengan Wiyung ya? Mungkin lewat Gunungsari? Kalau lihat peta, lebih cocok disambungkan dengan Mayjen Sungkono lewat Bumiarjo. Sedangkan Wiyung disambungkan ke Jemur Andayani.
pecinta_surabaya October 30th, 2009, 06:19 PM http://img441.imageshack.us/img441/6413/95710047.jpg
[ Jum'at, 30 Oktober 2009 ]
Pakuwon City Tuntaskan Eastcost Residence
SURABAYA - Apartemen semakin dilirik sebagai tempat hunian alternatif di tengah makin sempitnya lahan perkotaan seperti saat ini. Eastcoast Residence di Pakuwon City, misalnya. Sejak ditawarkan pada 2007 lalu, apartemen yang berisi 775 unit itu kini hanya menyisakan 170 unit. Rencananya, apartemen yang berhadapan langsung dengan Selat Madura itu akan diserahkan kepada pembeli pada April 2010.
Marketing Manager PT Pakuwon City Fani Djohari menuturkan, penjualan yang mereka lakukan sampai sekarang terbilang signifikan. Untuk tower Amethys sudah mencapai 95 persen, tower Topaz 90 persen, dan tower Saphire 70 persen. "Sudah kami tawarkan mulai 2007 lalu sebanyak 775 unit. Kami berharap 170 unit sisanya dapat segera terjual sebelum serah terima," ucapnya kemarin (29/10).
Dia menargetkan penjualan unit tersisa sampai akhir tahun nanti bisa menyentuh 50 persen atau sebanyak 85 unit. Untuk menarik minat pembeli, pihaknya menawarkan promo menarik. "Pembeli berkesempatan memenangkan tiga unit mobil yang diundi pada November dan Desember. Untuk kuartal pertama tahun depan, tersedia satu unit mobil sebagai hadiah utama,'' jelasnya.
Fani menambahkan, sampai saat ini pembangunan gedung sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan tuntas akhir tahun nanti. Setelah itu, pihaknya akan fokus menggarap sejumlah fasilitas yang meliputi infrastruktur jalan dan jalur hijau. Tujuannya agar semua unit bisa langsung ditempati sesudah serah terima,'' ucapnya.
Setelah serah terima apartemen tahap satu, pihaknya akan melihat potensi market ke depan. Sebab, di area tersebut masih bisa dibangun dua tahap lagi. Disebutkan, area tahap pertama sekarang seluas tiga hektare dari total luas Pakuwon City 600 hektare. ''Sampai tahun depan kami masih fokus tahap pertama. Tapi kalau market-nya bagus, kami tentu akan melanjutkan proyek apartemen tahap kedua,'' ucapnya. (res/fat)
pecinta_surabaya October 30th, 2009, 06:22 PM Ini bangunan apa ya??
Tadinya saya kira ini East Coast,tp ternyata salah..
Ada di komplek Pakuwon City juga..
http://img441.imageshack.us/img441/633/72112922.jpg
Ebek21 October 30th, 2009, 06:25 PM ^^ Kiri : Amphitheatre aka Kolam Angsa, Kanan : Sekolah Gloria.
pecinta_surabaya October 30th, 2009, 06:35 PM http://img441.imageshack.us/img441/9697/60453587.jpg
Sepertinya Pakuwon City ngebut..
Ga lama lagi Pakuwon Power Center segera dibangun..
Melengkapi Food Festival yg udah ada..
Ditambah selesainya East Coast menjadikan Pakuwon City kota mandiri pertama diluar Surabaya Barat..
Tinggal tunggu waktu lahan seluas 600 hektar penuh..
Apalagi dekat dgn Jembatan Suramadu dan Tol Lingkar Luar Surabaya..
Ebek21 October 31st, 2009, 07:22 AM ^^ Dengar2 Pakuwon Power Center itu bakal beroperasi 24 jam ?? Atau mungkin Hypermartnya saja kali ya. Masa Ace dan Index juga ikut2an buka 24 jam, aneh rasanya.
sbyctzn October 31st, 2009, 04:23 PM Update tanpa pic...
Ciputra World ngebut sepertinya...
siang malam para pekerjanya terus beraktifitas,
crane juga aktif terus..
pelan tapi pasti konstruksi mulai naik perlahan..
sedang Trillium juga begitu...
ngebut.... wuzzz.. wuzzzz....
kerja terus siang malam
konstruksi sudah mulai terlihat dari patung Suro dan Boyo di arena ketabang,
keluar dari jembatan viaduk gubeng juga kelihatan...
so tidak akan lama lagi pasti kontruksinya akan sudah kelihatan tinggi...
Ebek21 October 31st, 2009, 06:00 PM Gw menemukan artikel lawas dr tahun 1996 mengenai pembangunan apartemen di Surabaya pada saat itu. Sangat menarik mengetahui sejarah pembangunan gedung2 apartemen di Sby saat itu dan mengapa kok banyak yg pembangunannya macet. Akbar Tanjung masih jadi Menpera hehe..
Royal Apartemen yg katanya akan dilanjutkan pembangunannya itu ternyata milik Pakuwon, berarti bukan Crystal Garden Apartment. Dimana sih lokasi persisnya di Embong Malang ? Jgn2 di lahan Toko Nam itu ??
Dan Apartemen Graha Famili ternyata sebetulnya dirancang untuk terdiri dari 14 tower loh. Apa rencana itu masih berlaku sampai sekarang ya ? Saat ini hanya ada 4 tower saja, berarti ya phase pertama di tahun 1995 itu saja yg dibangun.
Pasar Apartemen Surabaya Sedang Tidur ?
KETIKA Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) mengungkap data potensi kredit macet sektor properti, akhir Agustus lalu, banyak pihak terbelalak.
Betapa tidak. Menurut direkturnya, Ir Panangian Simanungkalit RIM, dari total kredit properti yang hingga akhir 1996 diproyeksikan Rp 48,295 triliun, yang berpotensi macet mencapai 25%, yakni Rp 5,25 triliun. Cukup besar jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 1995 saja, kredit properti "hanya" Rp 19,5 triliun, dan yang macet mencapai Rp 3,9 triliun (sekitar 20%).
Kajian PSPI boleh jadi hanya penegasan sebuah peringatan bagi otoritas moneter dan kalangan perbankan agar berhati-hati sebelum memutuskan mengabulkan permohonan debitur sektor properti. Selama ini, perbankan dinilai punya andil besar dalam menopang pendanaan bisnis properti, baik bidang konstruksi, realestat, maupun kredit pemilikan rumah (KPR). Tahun lalu, peringatan serupa juga mencuat, hingga akhirnya "memaksa" Gubernur Bank Indonesia (BI) minta pengelola bank mengerem kredit properti. Sungguh pun
demikian, angka kredit macet sektor properti masih tinggi, karena mencapai sekitar 20% dari kredit yang tersalur. Jakarta dan sekitarnya (Bogor, Tangerang, dan Bekasi) masih paling rakus melahap kredit properti. Jakarta memang basis pertumbuhan bisnis properti dan 80% perputaran uang ada di ibu kota negeri ini. Di luar kota-kota itu, Surabaya juga terus membayangi. Tengok saja, sejumlah apartemen, gedung perkantoran, hotel, pusat-pusat
perbelanjaan, dan kawasan perumahan mewah banyak bermunculan.
Besarnya nilai kredit yang diprediksikan macet tahun ini, menurut Panangian, bisa terus membengkak. Pertimbangannya, angka yang disodorkan merupakan angka yang sangat konservatif. Jika permasalahan properti yang berkembang saat ini tak berubah, diyakini kredit macet yang diprediksikan Rp 5,25 triliun terus menggelembung. Berdasarkan data BI, kredit yang terkucur ke sektor properti hingga akhir tahun ini sudah Rp 48,295 triliun, sementara total kredit berbagai sektor sebesar Rp 297,180 triliun. PSPI merinci kredit properti dalam tiga bagian, kredit konstruksi, kredit realestat, dan KPR. Kredit konstruksi hingga akhir Desember 1996 diperkirakan Rp 17,463 triliun dengan rincian Rp 1,999 triliun untuk mendanai perumahan sederhana dan Rp 15,464 triliun untuk bangunan lainnya. Kredit realestat sudah mencapai 14,493 triliun
(perumahan sederhana Rp 2,357 triliun dan bangunan lainnya Rp 12,136 triliun).
Sementara KPR yang umumnya tersalur ke golongan menengah ke bawah mencapai Rp 16,339 triliun. "Yang punya potensi macet umumnya pada proyek-proyek papan atas, karena pasarnya amat terbatas. Tapi itu tak termasuk kredit yang dibiayai BTN," kata Panangian. Menpera Akbar Tandjung, ketika disodori besarnya kredit properti yang berpotensi macet, saat hadir dalam Munas IX Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di Hotel Shangri-La, akhir Agustus lalu, sempat juga terkejut. Tanpa mengecilkan arti kajian PSPI, ia berharap pihak yang berkepentingan
dengan bisnis properti tak menjadikannya sebagai penghambat. Meski demikian, ia minta hal itu dijadikan bahan masukan untuk mengevaluasi sekaligus melakukan penajaman bisnis sesuai segmen pasar yang ada.
Menurut Menpera, permintaan pasar pilar penentu perkembangan bisnis properti. Karenanya, bukan tanpa alasan jika para pengamat meneropong proyek-proyek properti, terutama papan atas sebagai proyek yang rawan kredit macet. "Biar aman, pengembang mesti melakukan evaluasi pasar. Bangunan rumah-rumah atau proyek properti lainnya yang memang dibutuhkan masyarakat, seperti rumah-rumah sederhana dan rumah sangat sederhana," katanya.
Menyikapi posisi rawan kredit macet sektor properti, kalangan perbankan tampaknya cepat-cepat mengambil langkah antisipatif. Langkah itu diwujudkan dengan memperbesar plafon kredit pada proyek-proyek menengah ke bawah. Seperti dikemukakan Direktur BTN, Pamdamsih. BTN kini memberikan "perhatian lebih" kepada proyek-proyek yang secara realistis dibutuhkan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah lewat KPR.
Sementara untuk kredit konstruksi, BTN selektif memilih pengembang yang akan membangun proyek. Selain untuk menghindari risiko macet, kebijakan itu ditempuh untuk membantu mempercepat pengadaan proyek yang secara realistis dibutuhkan masyarakat. Hingga akhir 1996, kata Pandamsih, BTN menargetkan, dari total kredit yang dikucurkan, 75%-nya untuk KPR. Tahun ini KPR ditargetkan Rp 1,9 triliun. Tentang komitmen itu, setidaknya telah teruji dalam beberapa tahun terakhir. Hingga kini tak kurang dari Rp 7,8 triliun kredit BTN tersalur dalam bentuk KPR kepada masyarakat.
Pasar Surabaya
Di Surabaya, maraknya pembangunan proyek-proyek properti papan atas, seperti apartemen/kondominium, melejit sejak 1994. Diawali PT Surya Makarya Binangun lewat proyeknya Adistana di kawasan Ngagel, di tahun yang sama enam apartemen lainnya menyusul. Keenamnya; Royal milik PT Pakuwon Jati di Jl. Embong Malang, Paragon milik PT Sekawan Bhakti Intiland (Grup Tamara) di Jl. Mayjen Sungkono, Puncak Marina (PT Trijaya Kartika) di kawasan
Margorejo Indah, Cristal Garden (Grup Mas Murni) juga di Jl. Embong Malang, Graha Famili (Grup Dharmala) di kawasan Darmo Permai, dan Taman Sejahtera (PT Margamas Griya Realty) di Jl. Gayung Kebonsari.
Pada 1995, tiga apartemen lainnya menyusul diluncurkan. Taman Beverly dibangun PT Surabaya Land, PT Lippo Grup, dan PT Mayapada di Jl. HR Muhammad (Darmo Permai). Dua lainnya, Puri Matahari (PT Prasidha Inti Jaya) dan Puri Darmo (PT Prima Castle). Hingga kini yang sudah beroperasi baru apartemen Puncak Marina di kawasan Margorejo Indah. Yang dalam tahap penyelesaian, di antaranya Royal, Taman Sejahtera, dan Graha Famili. Lainnya masih merampungkan tahap konstruksi.
Dalam perjalanan pembangunannya, tak semua apartemen berjalan mulus. Beberapa di antaranya dijadwal ulang hingga molor dari yang dijadwalkan semula. Bahkan, ada apartemen yang konstruksinya hampir rampung, namun sekitar setahun ini tampak mangkrak. Menurut analisis para pengamat dan konsultan properti, tersendatnya penyelesaian proyek properti papan atas --seperti apartemen-- di Surabaya, paling tidak ada dua hal yang layak
dijadikan pilar penyebab. Keduanya menyangkut lemahnya daya serap pasar hingga membuat kondisi kelebihan pasok tak terhindarkan dan lemahnya likuiditas (pendanaan) pengembang. Untuk mengatasi lemahnya dana --akibat pengetatan kredit oleh bank, pengembang bisa mencari terobosan dengan menggali pinjaman dari sindikasi bank asing.
"Tapi kalau mandeknya proyek akibat lesunya pasar, ini agak susah dan butuh waktu panjang. Yang penting, bagaimana kita bisa membangunkan konsumen apartemen itu yang kini masih 'tidur'. Saya yakin, potensi pasarnya masih ada," kata Benyamin Ginting, Direktur PT Pro Realtor 2001, perusahaan konsultan dan pemasaran properti. Berbeda dengan proyek perumahan, tersendatnya penyelesaian pembangunan beberapa apartemen di Surabaya tak memancing konflik konsumen dengan pengembangnya. Ini bisa dipahami karena pembeli unit-unit apartemen umumnya terdiri atas para investor yang tak banyak menuntut segera dihuni.
Meski demikian, ada kompensasi yang diterima konsumen berupa denda atas keterlambatan penyerahan proyek. Besarnya sesuai dengan kesepakatan sebagaimana ditetapkan dalam perikatan jual-beli yang ditandatangani di depan notaris.
Bagaimana prospek pengoperasian apartemen di Surabaya --yang sasaran akhirnya untuk menampung pekerja asing-- sepertinya masih butuh waktu relatif panjang. Seperti diakui, Dirut PT Grande Family View (Grup Dharmala) Sinarto Dharmawan, lesunya pasar saat ini membutuhkan terobosan khusus untuk memasarkan produk. Dengan mempertimbangkan peta pasar yang ada, ia memerlukan waktu 8-10 tahun untuk merealisasikan 2.000 unit apartemen yang akan dibangun di atas lahan 17 hektare. Pihaknya kini baru membangun empat menara (tower) dari 14 yang direncanakan. Akhir tahun ini, empat menara yang memasok 260 unit dijadwalkan rampung dan siap dihuni awal 1997. Investasi yang dikucurkan baru Rp 120 miliar.
Sinarto mengakui, untuk saat ini potensi pasar apartemen belum optimal. Karenanya tak heran, sejumlah pengembang yang membangun apartemen getol memburu calon investor (konsumen). Membangunkan konsumen yang masih "tidur" bukanlah hal gampang untuk membangkitkan pasar apartemen di Surabaya, apalagi jika dikaitkan dengan rentannya bisnis itu karena rawan
kredit macet. (Suhartoko)
Rabu, 18 September 1996, Surabaya Post
dikutip sesuai dengan aslinya.
teddybear October 31st, 2009, 07:16 PM ^No, there is mix up, as usual... it happens often in Indonesian newspaper. Royal Apartment is the one next to Sheraton, belongs to Pakuwon. The one that 'will be continued' is Crystal Apartment.
Is it right the former Toko Nam now belongs to Pakuwon? The plot size is pretty big seen from google map. If it does belong to them, then we can surely anticipate more development news from Pakuwon, probably another mall connected to the current TP 4, and on top probably a mixed use hi-rise, hotel or apartment.
pecinta_surabaya October 31st, 2009, 07:30 PM ^^ Sepertinya pakuwon bakal lama memanfaatkan lahan toko nam tsb..
Sekarang di surabaya sedang fokus di pakuwon city (Eastcoast sama Pakuwon power center)..
Ditambah lagi di jakarta ada 2 proyek maha besar yg sedang u/c (gandaria sama lupa)..
Mungkin 5 tahun kedepan baru ada perkembangannya..
MinImaX November 1st, 2009, 02:33 AM Toko Nam statusnya masih cagar budaya, tembok luar tidak boleh dibongkar, sehingga menyebabkan pembangunan Nam Square yang pernah direncanakan (sebelum dipakai Pakuwon) jadi terhambat. Bisa dilihat dari temboknya masih berdiri sampai ke luar pagar, sedikit mengganggu jalur pedestrian. Saya duga Pakuwon sudah menyiapkan lahan ini, bisa diketahui dari penamaan Plaza: East, West, Central. TP-4 yang lebih cocok disebut Plaza North ternyata dinamai Plaza West. Nanti mungkin bakalan ada Plaza South juga.
Apartemen Graha Famili memang benar dulu rencana sebanyak itu, saya pernah lihat renderingnya.
Taman Beverly seingatku ada 2 tower yang direncanakan. Puri Matahari, tower yang kedua sudah jadi beberapa lantai, macet dan sekarang dialihfungsikan (untuk sementara).
Ebek21 November 1st, 2009, 07:29 AM Grand City juga belum ber-IMB ya ?? Wah2 parah..
Cabut IMB Bangunan Mangkrak
SURABAYA - Kesabaran pemkot menghadapi pemilik bangunan mangkrak sudah habis. Kemarin (31/10) dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR) memutuskan untuk mencabut izin mendirikan bangunan (IMB) milik bangunan kumuh itu.
Kepala Bidang Tata Bangunan DCKTR AA Gde Dwidjaja Wardhana mengemukakan telah memanggil delapan pemilik bangunan mangkrak. Antara lain, eks Bioskop Indra (Jl Panglima Sudirman), Royal Apartemen (Jl Embong Malang), dan Adistana Apartemen (Jl Upajiwa). Lalu, Trade Center Mall (Jl Ngagel), Stasiun Kota (Jl Semut), Grand City (Jl Gubeng Pojok), lahan tidur Jl Kenari, dan gedung bertingkat di Jl Panglima Sudirman.
Pria yang akrab disapa Dwija tersebut menuturkan, pemilik bangunan itu diberi penjelasan bahwa IMB-nya telah dicabut. Jika berencana melanjutkan pembangunan, pemilik harus mengurus IMB baru.
Dwija mengemukakan, IMB dicabut karena DCKTR memprediksi ada perubahan bentuk dan peruntukan dari gedung-gedung mangkrak tersebut. Selain itu, dimungkinkan terjadi perubahan kepemilikan. "Pencabutan tersebut sekaligus merupakan mekanisme kontrol. Kalau tahu-tahu berubah tanpa ada laporan, bisa kecolongan kami," ucap dia.
Pria asal Bali itu mencontohkan gedung di Jl Basuki Rahmat yang sebelumnya dibangun untuk Hotel Ramayana. Setelah mangkrak bertahun-tahun, IMB-nya dicabut. "Benar kan, kepemilikannya berganti. Demikian pula peruntukannya. Sekarang malah digunakan untuk perkantoran. Coba kalau tidak dicabut dulu," jelas dia.
Pencabutan IMB tersebut, lanjut dia, sekaligus bentuk dorongan agar pemilik segera melanjutkan pembangunan gedung. "Dibiarkan begitu saja, wajah kota jadi kumuh. Belum lagi kalau ada masyarakat yang secara liar menggunakannya untuk kegiatan negatif," papar dia.
Namun, Dwija mengatakan tidak dapat memberikan batas waktu kapan pemilik harus melanjutkan pembangunan. Menurut dia, itu bukan kewenangan DCKTR. Instansi tersebut, lanjut dia, hanya berwenang terkait dengan perizinan. "Tapi, kami minta secepatnya dibangun," tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, para pemilik bangunan mangkrak dimintai kejelasan tentang investasi, apakah pembangunan gedung mereka dilanjutkan atau tidak. "Sebagian besar menyatakan belum bisa melanjutkan karena kesulitan dana," beber dia.
Taken from Jawapos, Nov 1, 2009
rizalhakim November 2nd, 2009, 08:26 AM new?
http://farm3.static.flickr.com/2698/4066741199_e019b62dda_o.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2657/4066741003_5925fcd427_o.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2547/4067492096_3a68fc50c4_o.jpg
teddybear November 2nd, 2009, 03:13 PM ^Where is it? It's just 5 floors?
sbyctzn November 2nd, 2009, 03:17 PM ^^
mmmmm.. walaupun 5 lantai tapi arsitekturnya menarik..
sbyctzn November 2nd, 2009, 03:53 PM nice small development
http://andyrahman.files.wordpress.com/2008/05/3-normal-eye-view.jpg
hermawan November 3rd, 2009, 03:18 AM ^^
Lah...design SD Negeri yang nyeleneh.:)
d'sulovyo November 3rd, 2009, 05:18 AM ^^ tapi keren kaaaan??.....lebih keren dari penabur school kelapa gading:cheers:
Cakwan November 3rd, 2009, 10:50 AM Hmmm . . bagus . . tapi malahan terlalu nyeleneh.
Kurang ada unsur "mendidik"nya . . .
Hati-hati dengan penggunaan anggaran . . . .
BTW ini progress terakhir gelora Bung Tomo (29 Oktober)
http://img33.imageshack.us/img33/5856/ssc2.jpg
sbyctzn November 3rd, 2009, 11:33 AM ^^
thx cakwan buat updatenya
baru yah???
asli suroboyo??
hehehe ada member baru... keep update ya cakwan.....
Ebek21 November 3rd, 2009, 11:52 AM STPB kelihatannya sangat agresif sekali mempromosikan pariwisata Surabaya :okay: Memang mesti begitu, percuma kalau cuma berdiam diri nunggu turis datang, mesti promosi kemana2, ikut pameran dimana2, baru gaungnya terdengar. Omong2 dana operasional STPB ini dari mana ya ? Ada yg tahu ?
STPB Jual Surabaya Melalui PATA Travel Mart 2009
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/kk69792_clip2.jpg
suarasurabaya.net| Pacific Asia Travel Association (PATA) Travel Mart tahun 2009 ini digelar di Hangzhou, Tiongkok. Acara tersebut diikuti oleh 500 sellers dan 300 buyers dari 50 negara. Surabaya Tourism Promotion Board (STPB) terus berusaha memanfaatkan even-even Internasional seperti ini sebagai peluang promosi pariwisata Surabaya dan Jawa Timur.
YUSAK ANSHORI Executive Director STPB, mengatakan bahwa PATA Mart tahun ini memiliki arti yang sangat penting bagi Surabaya dan Jawa Timur karena diadakan di Hangzhou (Tiongkok).
Tiongkok masih merupakan pasar yang sangat potensial untuk terus dikembangkan mengingat tahun 2008 lalu jumlah wismannya yang berkunjung ke Surabaya sudah menyodok di urutan ketiga dibawah Malaysia dan Singapura. Padahal di tahun-tahun sebelumnya masih bertengger diurutan keenam.
“Beberapa biro perjalanan dari Tiongkok memberikan komitmen untuk menjual paket Jawa Timur-Bali (termasuk dua malam di Surabaya) karena mereka ingin mengembangkan destinasi baru yang belum banyak dikenal selain Bali. Sedangkan konsumen mereka tidak hanya orang Tiongkok tetapi juga para expatriat yang ada di Tiongkok. Untuk lebih meyakinkan mereka, kami juga mengundang biro perjalan yang potensial untuk melakukan Fam Trip ke Surabaya agar dapat melihat secara langsung kondisi Surabaya sehingga mereka lebih cepat merealisasikan komitmennya,” ungkap YUSAK ANSHORI.
Promosi pariwisata ke Tiongkok, lanjut YUSHAKmengutip rilis nya untuk suarasurabaya.net, Rabu (30/09), harus dilakukan secara terus menerus dan konsisten sehingga eksistensi surabaya terus ada dibenak mereka, khususnya di wilayah yang ada connection flight nya ke Surabaya melalui Hongkong maupun Taipe.
”Kami juga terus melakukan pendekatan ke beberapa airlines untuk membuka penerbangan langsung dari Tiongkok ke Surabaya,” pungkas YUSAK ANSHORI yang juga Deputy Vice President Marketing Prime Plaza Hotels & Resorts tersebut.
Taken from Suara Surabaya, Sep 30, 2009
Turis Finlandia Melirik Surabaya
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/kk70937_clip2.jpg
Taken from Suara Surabaya, Nov 2, 2009
SURABAYA, KOMPAS.com - Wisatawan Finlandia menjajaki kerja sama pariwisata dengan Surabaya melalui "Surabaya Tourism Promotion Board/STPB", seiring kunjungan mereka ke sejumlah objek wisata di Surabaya (30/10).
"Selama di Surabaya, pebisnis pariwisata Finlandia melakukan perjalanan selama dua hari dengan mengunjungi museum ’House of Sampoerna/HOS’, kawasan wisata religi Sunan Ampel, dan Surabaya Kota Lama," kata Direktur Eksekutif STPB, Yusak Anshori, di Surabaya, Senin (3/11).
Kunjungan ini, jelas dia, merupakan tindak lanjut dari pendekatan antara Finlandia dan Indonesia yang pernah terjadi pada dua tahun lalu, sekaligus mendekati wisatawan dari Skandinavia, Swedia, dan Norwegia.
"Kami menerima 10 biro perjalanan wisata terkemuka asal Finlandia, Duta Besar Finlandia di Indonesia, dan sejumlah wartawan dari negara itu," ujarnya.
Ia menyebutkan, alasan mereka memilih Surabaya sebagai tujuan wisata karena Kota Pahlawan merupakan salah satu pintu masuk Indonesia yang mudah diakses dari Finlandia. Mereka merasa lebih lebih mudah mendapatkan kursi ke Surabaya, daripada ke daerah lain terutama saat "peak season".
"Melalui Surabaya, mereka juga akan lebih banyak melihat objek wisata dibandingkan langsung menuju Pulau Bali," katanya.
Ia optimistis, upaya membidik wisatawan Finlandia dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terutama dari sejumlah negara di Eropa.
Pihaknya mengaku sengaja mengajak pebisnis pariwisata Finlandia untuk mengunjungi Surabaya karena, sepulang dari kerja sama ini mereka segera membuat paket-paket wisata yang memasukkan kota Surabaya dan sekitarnya sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia.
Java Overland
"Meski kontribusi wisatawan Finlandia minim atau satu persen dari total wisatawan asal Eropa yang berkunjung ke Surabaya selama Januari hingga Juli 2009 sebanyak 8.385 orang," katanya.
Sementara itu, kata dia, pada tahun 2008 total wisatawan Eropa ke Surabaya mencapai 13.751 orang atau 14,1 persen dari seluruh wisatawan asing yang datang ke Jawa Timur. Dari jumlah tersebut hanya 103 orang wisatawan asal Finlandia.
"Pada tahun 2007, kontribusi wisatawan Eropa hanya 13,8 persen atau 13.923 orang dari total wisatawan asing yang datang ke Jatim. Dari jumlah tersebut, wisatawan Finlandia yang menginjakkan kakinya di provinsi ini hanya 158 orang," katanya.
Ia berharap, konsep ini bisa mewujudkan "Java Overland" yakni sebagai pintu gerbang masuknya wisatawan asing ke Pulau Jawa. Apalagi, kini banyak maskapai penerbangan asing yang melakukan "direct flight" ke Surabaya misalnya Silk Air asal Singapura. "Hal itu semakin memudahkan mereka melakukan ’long trip’ ke Surabaya," katanya.
Menanggapi hal tersebut, "Executive Secretary Association of the Indonesia Tour & Travel Agencies" (Asita) Jawa Timur, Nanik Sutaningtyas, membenarkan, wisatawan Finlandia sangat berpotensi untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan asal luar negeri. Apalagi, mayoritas wisatawan asal negara itu memiliki karakter suka berwisata.
"Namun, hal terpenting sebelum membidik wisatawan mancanegara adalah pelaku wisata kita harus bisa mengoptimalkan penerbangan langsung dari Eropa ke Surabaya. Upaya itu dapat mengantisipasi karakter orang Eropa yang tidak suka buang waktu dalam melakukan perjalanan," katanya.
Taken from Kompas, Nov 3, 2009
sbyctzn November 3rd, 2009, 12:10 PM ^^
salut sama STPB, mereka kerja keras nih untuk Surabaya!!
Ebek21 November 3rd, 2009, 01:09 PM Suramadu International Run
"One thing that we should note down is that the determination of the people that to build this bridge is extraordinary. Despite the crisis that has occurred, our spirit never fades away and finally by the blessing of Allah and every party's hard work,supported by the people, this masterpiece is dedicated for the nation." says Susilo Bambang Yudhoyono, The President of Republic of Indonesia , while leading the official opening of the National Bridge Suramadu.
What happened on 10 November 1945 showed us how the very patriotic soul of every single surabayanese shone when the other country was trying to pester Indonesia. In the memory of those spirits, the spirits of surabaya should be embodied in many forms. One of which, by holding an international scaled event. Due to the fact that Surabaya is a metropolitan city with condusive environment to hold international events.
Suramadu International Run is an international scaled marathon involving elite international athletes, national athletes, commoners, as well as students; aiming to create a unity and brotherhood among the people all over the world, theming " A Run for Unity". Therefore, international 10 kilometres which will be hold on Suramadu bridge on the coming 29 November 2009, is expected to be a good start in establishing image of Surabaya as a destination, accomodating various sports events, cultural as well as conventional ones in international scale. Besides marathon, some local entertainment will be provided, such as: music show, food stalls, and product sampling stalls from the event supporters.
The website : http://suramaduinternationalrun.com/index-eng.html
Ebek21 November 3rd, 2009, 01:13 PM SURAMADU INTERNATIONAL RUN - 10 km road race
SURAMADU INTERNATIONAL RUN participants are divided into 4 (four) categories:
a. International Male and Female Elite Top Athletes’ category
b. National Male and Female Top Athletes’ category
c. General Public category (college students, employees, Indonesian Armed Forces, and the Indonesian Police)
d. High school students’ category
The minimum age of a participant at the time of race is 15 years (proven with copy of Birth Certificate or Student’s Identification card)
Drinking posts are available at KM 5, with Water Shower posts available at KM 7. The Organizing Committee provides medical facilities during the race, all the way from Start to Finish.
The traveling time is visible for every participant based on the mobile time recording device mounted on cars/vehicles facing the runners.
Winners of respective categories will receive a cash prize according to the prizes list.
All participants (top international and national athletes are exemptions) are recommended to wear a T-shirt provided by the Organizing Committee at the time of registration. Registrations require all registrars to complete in full all required details on the Registration form. Participants are also required to wear their individual chest number upon entering the race grounds.
SURAMADU INTERNATIONAL RUN participants with no exemptions are required to re-register at the Secretariat post upon arrival to the race track area. Final registration at this point are significant, so as to mark the participant’s presence at the Start point. Failure to re-register may result in disqualification of the race upon reaching Finish point.
The Organizing Committee will also provide door prizes. Distributions of door prizes are attendance-based where participants’ chest number is recorded on portion of card prize draw – this only for participants who finished and completed the race, and have reached the Finish point.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/footer.jpg
Ebek21 November 3rd, 2009, 01:15 PM This event was promoted in Chinese official English newspaper as well :)
Indonesia's east Java to host int'l Suramadu Run
Indonesia's East Java provincial administration plans to host International Suramadu Run in November so as to promote the newly opened Suramadu Bridge as a world tourism icon.
The competition, with a 10 km route from Surabaya on Java island to Bangkalan on Madura island, would be held concurrent to the Indonesian National Heroes' Day celebration on Nov. 10, the Jakarta Post quoted East Java's deputy governor Saifullah Yusuf assaying on Monday.
He added that the idea to hold the event came from Surabaya Deputy Mayor Arif Affandi, who was inspired by the annual New York City Marathon that normally attracts more than 300,000 participants.
"For the Suramadu Run we have a target of 10,000 participants," Syaifullah said, adding that the participants including international professional athletes, national runners and the general public and students.
The Suramadu Bridge linking East Java province and Madura Island in Indonesia, also know as Surabaya Madura Bridge, was totally completed on June 10 and opened to the public. It is the longest cross-sea bridge in South East Asia and one of the most significant cooperative projects between China and Indonesia. The bridge has a total length of 5,438 meters.
Taken from People's Daily, Sep 1, 2009
hermawan November 3rd, 2009, 03:11 PM STPB kelihatannya sangat agresif sekali mempromosikan pariwisata Surabaya :okay: Memang mesti begitu, percuma kalau cuma berdiam diri nunggu turis datang, mesti promosi kemana2, ikut pameran dimana2, baru gaungnya terdengar. Omong2 dana operasional STPB ini dari mana ya ? Ada yg tahu ?
Taken from Kompas, Nov 3, 2009
Di berbagai negara, dalam urusan pariwisata ada kecenderungan yang sama
untuk memisahkan fungsi regulator/fasilitator dan eksekutor, dimana pemerintah menjalankan fungsi regulator/fasilitator saja dan eksekutornya dilaksanakan oleh badan khusus (quasi goverment) dimana di dalam badan ini terdiri dari orang2 profesional. Badan promosi pariwisata merupakan badan khusus yang dibentuk pemerintah, tetapi dijalankan oleh kaum profesional.
Dengan pemisahan ini dan pembentukan badan khusus seperti itu diharapkan, promosi dan pengembangan produk sebagai bagian dari eksekusi bisnis pariwisata dapat lebih fokus dan efisien (promosi ke pasar utama dan direct selling). kalo pemerintah khan nggak boleh direct selling, tapi terbatas pada image building.
dengan kata lain....sudah nggak jamannya lagi aparat pemerintah yang promo2 (dijamin nggak profesional)...serahkan pada ahlinya...
Contoh pola seperti ini adalah :
Malaysia = Kementerian Pelancongan (regulator/fasilitator) - Malaysia Tourism Promotion Board/MPTB atau Tourism Malaysia (eksekutor)
Thailand = Kementerian Pariwisata dan Olahraga - Tourism Authority of Thailand (TAT)
Singapore = Kementerian Perdagangan dan Industri (MIT) - Singapore Tourism Board
China pun sudah mengikuti pola ini, yaitu melalui CNTO (China national Tourism
Office)
badan-badan itu pada umumnya didanai melalui pajak yang dihasilkan dari industri pariwisata yang merupakan insentif pemerintah. tetapi diberikan keleluasan untuk memperoleh profit dari usahanya sendiri.
Saya kira pola itulah yang ditiru oleh STPB
STPB ....tahunnya lupa..
Sudah ada dinas, tapi walikota dengan visinya tetap membentuk badan sendiri.
Pada awalnya STPB juga mendapat kucuran dana APBD (1 M)
Hingga tahun ke 3, karena sudah mulai merasakan bagaimana sulitnya menggunakan dana pemerintah (harus mengikuti lelanglah...inilah..itulah), mereka mulai beprikir kreatif gimana supaya dapat pendapatan selaind ari pemerintah.
Mulailah melakukan patnership dengan berbagai pihak di luar negeri yang hasilnya saling menguntungkan. Mereka berpatner dengan tour operator di luar negeri untuk mendatangkan wisatawan ke Surabaya. dan keuntungannya dibagi.
Hasilnya ternyata memang jauh lebih bagus. tanpa banyak keluar duit, wisatawan mengalir ke surabaya. Inilah cerdiknya STPB dan keuntungan dari pemkot Surabaya.
Pada tahun pertama kelahiran STPB dengan modal 1 M, PAD dari sektor pariwisata naik 50%, tahun berikutnya 100%.(mungkin data ini bisa di cek ke Pemkot), tahun berikutnya tanpa APBD tetap naik juga.
Di Indonesia, badan promosi seperti ini baru ada beberapa saja.. seperti BTB (Bali Tourism Board), Yogya - Badan Promosi Yogya. (masih full APBD) dan NSTB (North Sumatera Tourism Board)
Keberhasilan Surabaya ini pernah dipresentasikan di DPR dalam rangka penyusunan RUU pariwisata.
Hasilnya coba lihat UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Pada akhirnya kecenderungannya pola promosi dimasa yad akan seperti ini
dimasputra November 4th, 2009, 07:25 AM Jawa Pos [ Rabu, 04 November 2009 ]
DPRD Surabaya Permasalahan Anggaran Peresmian SSC
SURABAYA - Rencana peresmian Surabaya Sport Center (SSC) dipermasalahkan DPRD Surabaya. Sebab, untuk acara peresmian saja, pemkot menganggarkan Rp 12,1 miliar. Angka itu melebihi anggaran program kemiskinan.
Dewan menilai, anggaran yang diajukan pemkot melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2010 itu tidak rasional. Bahkan, itu bisa mencederai rasa keadilan masyarakat Surabaya. Sebab, untuk peresmian yang dilakukan dalam waktu sehari itu, dana yang dialokasikan melebihi anggaran program kemiskinan selama setahun.
''Untuk program Jamkesmas nonkuota di dinas kesehatan (Dinkes) saja, alokasinya hanya Rp 10 miliar. Itu untuk orang miskin setahun. Nah, ini peresmian untuk hura-hura, anggarannya sampai Rp 12,1 miliar. Ini sudah keterlaluan,'' kata Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono.
Dana pesta pembukaan stadion yang diberi nama Gelora Bung Tomo itu baru terkuak saat banggar (badan anggaran) melakukan rapat kemarin. Pemkot melalui dinas pemuda dan olahraga (dispora) memang mengajukan anggaran untuk sejumlah kebutuhan. Mulai biaya perawatan stadion-stadion di Surabaya hingga peresmian SSC.
Nah, begitu melihat anggaran launching SSC yang dijadwalkan Mei 2010, beberapa anggota dewan menyatakan tidak setuju dengan alokasi dana tersebut. ''Ini sudah tidak bisa masuk akal,'' ucap Baktiono yang juga anggota banggar.
Dalam rencana anggaran biaya, dana Rp 12,1 miliar itu terdiri atas 21 item uraian. Misalnya, untuk upacara dan pergelaran, pemkot menganggarkan Rp 2 miliar. Namun, tidak ada penjelasan yang dimaksud dengan upacara dan pergelaran.
Saat peresmian nanti, pemkot juga akan menyewa 140 bus untuk mengangkut masyarakat yang bakal menonton peresmian stadion. Untuk keperluan itu, pemkot menganggarkan Rp 500 juta. Selain itu, pemkot berencana mengundang tim sepak bola dari luar negeri dan mengalokasikan dana Rp 1 miliar.
Pos dana lain yang dianggap tidak wajar oleh dewan adalah suvenir. Hanya untuk pengadaan 25 ribu suvenir, pemkot menganggarkan Rp 2,5 miliar.
''Ini jelas pemborosan. Konsep acaranya mungkin saja bagus. Tapi, jangan makan anggaran besar itu. Masak semalam habis Rp 250 juta untuk kembang api saja,'' kata Fatkur Rohman, anggota banggar yang lain.
Dia mengatakan, anggaran Rp 12.195.951.900 itu tidak tertampung dalam penyusunan RAPBD 2010. Tapi, pada akhir pembahasan di komisi D, anggaran prestisius itu dititipkan secara misterius. ''Apalagi, kode rekening kegiatannya belum ada. Ini sesuatu yang aneh tapi nyata, tiba-tiba muncul belakangan,'' ujar ketua DPC PKS Surabaya itu.
Menurut dia, dewan nyaris kecolongan dengan kegiatan yang leading sector-nya berada di dispora itu. Apalagi, anggaran superbesar tersebut diajukan ketika Surabaya masih menghadapi banyak masalah pelik lainnya. Misalnya, ancaman gizi buruk dan masalah pengentasan kemiskinan yang belum tuntas.
Karena itu, dewan berjanji tidak akan meloloskan anggaran Rp 12,1 miliar. DPRD mau menyetujui itu jika angkanya diturunkan. ''Kami kira, idealnya cuma Rp 2 miliar. Itu sudah mewah. Buat apa ngundang klub sepak bola internasional. Terus, mengundang warga dengan mengerahkan bus sewaan sebanyak itu,'' kata Baktiono.
Untuk itu, dewan akan memanggil kepala dispora dan kepala Bappeko untuk mempertanyakan anggaran tersebut. ''Secepatnya. Kalau bisa, besok (hari ini, Red),'' ucap wakil ketua DPC PDIP Surabaya itu.
Kepala Bappeko Tri Rismaharini ketika dikonfirmasi menyatakan bersedia merevisi anggaran tersebut. Menurut dia, dispora memang mengajukan anggaran untuk perawatan stadion di Surabaya, termasuk acara peresmian SSC itu. Namun, belum sempat ditindaklanjuti, anggaran tersebut sampai ke tangan dewan. ''Pasti akan kami evaluasi kembali,'' tegas Risma. (fid/ari)
*ga masuk akal, 12 M...!
sbyctzn November 4th, 2009, 09:53 AM Di berbagai negara, dalam urusan pariwisata ada kecenderungan yang sama
untuk memisahkan fungsi regulator/fasilitator dan eksekutor, dimana pemerintah menjalankan fungsi regulator/fasilitator saja dan eksekutornya dilaksanakan oleh badan khusus (quasi goverment) dimana di dalam badan ini terdiri dari orang2 profesional. Badan promosi pariwisata merupakan badan khusus yang dibentuk pemerintah, tetapi dijalankan oleh kaum profesional.
Dengan pemisahan ini dan pembentukan badan khusus seperti itu diharapkan, promosi dan pengembangan produk sebagai bagian dari eksekusi bisnis pariwisata dapat lebih fokus dan efisien (promosi ke pasar utama dan direct selling). kalo pemerintah khan nggak boleh direct selling, tapi terbatas pada image building.
dengan kata lain....sudah nggak jamannya lagi aparat pemerintah yang promo2 (dijamin nggak profesional)...serahkan pada ahlinya...
Contoh pola seperti ini adalah :
Malaysia = Kementerian Pelancongan (regulator/fasilitator) - Malaysia Tourism Promotion Board/MPTB atau Tourism Malaysia (eksekutor)
Thailand = Kementerian Pariwisata dan Olahraga - Tourism Authority of Thailand (TAT)
Singapore = Kementerian Perdagangan dan Industri (MIT) - Singapore Tourism Board
China pun sudah mengikuti pola ini, yaitu melalui CNTO (China national Tourism
Office)
badan-badan itu pada umumnya didanai melalui pajak yang dihasilkan dari industri pariwisata yang merupakan insentif pemerintah. tetapi diberikan keleluasan untuk memperoleh profit dari usahanya sendiri.
Saya kira pola itulah yang ditiru oleh STPB
STPB ....tahunnya lupa..
Sudah ada dinas, tapi walikota dengan visinya tetap membentuk badan sendiri.
Pada awalnya STPB juga mendapat kucuran dana APBD (1 M)
Hingga tahun ke 3, karena sudah mulai merasakan bagaimana sulitnya menggunakan dana pemerintah (harus mengikuti lelanglah...inilah..itulah), mereka mulai beprikir kreatif gimana supaya dapat pendapatan selaind ari pemerintah.
Mulailah melakukan patnership dengan berbagai pihak di luar negeri yang hasilnya saling menguntungkan. Mereka berpatner dengan tour operator di luar negeri untuk mendatangkan wisatawan ke Surabaya. dan keuntungannya dibagi.
Hasilnya ternyata memang jauh lebih bagus. tanpa banyak keluar duit, wisatawan mengalir ke surabaya. Inilah cerdiknya STPB dan keuntungan dari pemkot Surabaya.
Pada tahun pertama kelahiran STPB dengan modal 1 M, PAD dari sektor pariwisata naik 50%, tahun berikutnya 100%.(mungkin data ini bisa di cek ke Pemkot), tahun berikutnya tanpa APBD tetap naik juga.
Di Indonesia, badan promosi seperti ini baru ada beberapa saja.. seperti BTB (Bali Tourism Board), Yogya - Badan Promosi Yogya. (masih full APBD) dan NSTB (North Sumatera Tourism Board)
Keberhasilan Surabaya ini pernah dipresentasikan di DPR dalam rangka penyusunan RUU pariwisata.
Hasilnya coba lihat UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Pada akhirnya kecenderungannya pola promosi dimasa yad akan seperti ini
i like your comment hermawan...
memang STPB kerja keras banget nih..
seperti inilah yang memang dibutuhkan.
sebuah lembaga yang tidak lagi membebani APBD, menguntungkan kota, bisa mandiri dan malah berpenghasilan sendiri....
salut deh sama STPB...
Di Indonesia lembaga promosi yang sudah bisa lepas dari APBD selain STPB apa ya??
sbyctzn November 4th, 2009, 09:56 AM Jawa Pos [ Rabu, 04 November 2009 ]
DPRD Surabaya Permasalahan Anggaran Peresmian SSC
SURABAYA - Rencana peresmian Surabaya Sport Center (SSC) dipermasalahkan DPRD Surabaya. Sebab, untuk acara peresmian saja, pemkot menganggarkan Rp 12,1 miliar. Angka itu melebihi anggaran program kemiskinan.
Dewan menilai, anggaran yang diajukan pemkot melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2010 itu tidak rasional. Bahkan, itu bisa mencederai rasa keadilan masyarakat Surabaya. Sebab, untuk peresmian yang dilakukan dalam waktu sehari itu, dana yang dialokasikan melebihi anggaran program kemiskinan selama setahun.
''Untuk program Jamkesmas nonkuota di dinas kesehatan (Dinkes) saja, alokasinya hanya Rp 10 miliar. Itu untuk orang miskin setahun. Nah, ini peresmian untuk hura-hura, anggarannya sampai Rp 12,1 miliar. Ini sudah keterlaluan,'' kata Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono.
Dana pesta pembukaan stadion yang diberi nama Gelora Bung Tomo itu baru terkuak saat banggar (badan anggaran) melakukan rapat kemarin. Pemkot melalui dinas pemuda dan olahraga (dispora) memang mengajukan anggaran untuk sejumlah kebutuhan. Mulai biaya perawatan stadion-stadion di Surabaya hingga peresmian SSC.
Nah, begitu melihat anggaran launching SSC yang dijadwalkan Mei 2010, beberapa anggota dewan menyatakan tidak setuju dengan alokasi dana tersebut. ''Ini sudah tidak bisa masuk akal,'' ucap Baktiono yang juga anggota banggar.
Dalam rencana anggaran biaya, dana Rp 12,1 miliar itu terdiri atas 21 item uraian. Misalnya, untuk upacara dan pergelaran, pemkot menganggarkan Rp 2 miliar. Namun, tidak ada penjelasan yang dimaksud dengan upacara dan pergelaran.
Saat peresmian nanti, pemkot juga akan menyewa 140 bus untuk mengangkut masyarakat yang bakal menonton peresmian stadion. Untuk keperluan itu, pemkot menganggarkan Rp 500 juta. Selain itu, pemkot berencana mengundang tim sepak bola dari luar negeri dan mengalokasikan dana Rp 1 miliar.
Pos dana lain yang dianggap tidak wajar oleh dewan adalah suvenir. Hanya untuk pengadaan 25 ribu suvenir, pemkot menganggarkan Rp 2,5 miliar.
''Ini jelas pemborosan. Konsep acaranya mungkin saja bagus. Tapi, jangan makan anggaran besar itu. Masak semalam habis Rp 250 juta untuk kembang api saja,'' kata Fatkur Rohman, anggota banggar yang lain.
Dia mengatakan, anggaran Rp 12.195.951.900 itu tidak tertampung dalam penyusunan RAPBD 2010. Tapi, pada akhir pembahasan di komisi D, anggaran prestisius itu dititipkan secara misterius. ''Apalagi, kode rekening kegiatannya belum ada. Ini sesuatu yang aneh tapi nyata, tiba-tiba muncul belakangan,'' ujar ketua DPC PKS Surabaya itu.
Menurut dia, dewan nyaris kecolongan dengan kegiatan yang leading sector-nya berada di dispora itu. Apalagi, anggaran superbesar tersebut diajukan ketika Surabaya masih menghadapi banyak masalah pelik lainnya. Misalnya, ancaman gizi buruk dan masalah pengentasan kemiskinan yang belum tuntas.
Karena itu, dewan berjanji tidak akan meloloskan anggaran Rp 12,1 miliar. DPRD mau menyetujui itu jika angkanya diturunkan. ''Kami kira, idealnya cuma Rp 2 miliar. Itu sudah mewah. Buat apa ngundang klub sepak bola internasional. Terus, mengundang warga dengan mengerahkan bus sewaan sebanyak itu,'' kata Baktiono.
Untuk itu, dewan akan memanggil kepala dispora dan kepala Bappeko untuk mempertanyakan anggaran tersebut. ''Secepatnya. Kalau bisa, besok (hari ini, Red),'' ucap wakil ketua DPC PDIP Surabaya itu.
Kepala Bappeko Tri Rismaharini ketika dikonfirmasi menyatakan bersedia merevisi anggaran tersebut. Menurut dia, dispora memang mengajukan anggaran untuk perawatan stadion di Surabaya, termasuk acara peresmian SSC itu. Namun, belum sempat ditindaklanjuti, anggaran tersebut sampai ke tangan dewan. ''Pasti akan kami evaluasi kembali,'' tegas Risma. (fid/ari)
*ga masuk akal, 12 M...!
masuk agenda wajib yang musti didatangi... ikut Dimasputra???? :D
hermawan November 4th, 2009, 11:51 AM i like your comment hermawan...
memang STPB kerja keras banget nih..
seperti inilah yang memang dibutuhkan.
sebuah lembaga yang tidak lagi membebani APBD, menguntungkan kota, bisa mandiri dan malah berpenghasilan sendiri....
salut deh sama STPB...
Di Indonesia lembaga promosi yang sudah bisa lepas dari APBD selain STPB apa ya??
Selain STPB setahuku cuma Bali Tourism Board (BTB).....
BTB malah bukan didirikan pemda...tetapi inisiatif asosiasi industri di Bali seperti PHRI dan ASITA...
Dana BTB murni urunan anggotanya...
Tapi karena menunjukan kinerja yang baik...banyak pemda disana minta bantuan BTB untuk mempromosikan daerahnya...
dari situ BTB dapat duit...
Di level negara...kebanyakan polanya sudah seperti ini...seperti Malaysia dengan MPTB atau Tourism Malaysianya, Singapura dengan STBnya...dst
cuma Indonesia saja yang belum.....bahkan Kamboja, Vietnam, Philipina semuanya sudah punya badan.
Di Indonesia seluruh fungsi pariwisata dari pengembangan produk sampai promosi masih diborong pemerintah cq. Depbudpar...
Akibatnya siklus kerjanya mengikuti pola pemerintah...mau promosi nggak bisa, nunggu dana cair.....(biasanya dana cair sekitar Juni ke atas)
Lha kalo ada event di bulan Januari atau Februari gimana? atau ada kejadian mendadak seperti terorisme, flu burung atau SARS seperti dulu, sehingga perlu program dadakan
Untuk mengubah program...sulit...harus direvisi programnya....harus sepersetujuan DPR...(Wuihh ribet dan memakan waktu lama)
padahal untuk pariwisata hal ini sangat sering terjadi
Disamping itu masalah profesionalisme kerjanya ya level aparat (tau sendiri lah)
Hampir seluruh daerah mengikuti pola pusat ini ini....dengan Dinas Pariwisatanya...
Surabaya termasuk out of the box...he..he...he..
Dimasa mendatang, pemerintah harusnya sudah mulai berani menggerser perannya dan harus mau berbagi.
Tugas pemerintah cukup menjadi policy maker atau fasilitator saja
sementara ditingkat teknis harus ada badan tersendiri yang profesional.
Badan ini dapat bergerak lebih fleksibel dan dinamis karena lepas dari ikatan2 birokrasi yang rumit
Malaysia sudah membuktikannya .....dengan strategi promosi yang hebat dari Tourism Malaysia..mereka udah mampu mendatangkan 20 juta wisatawan.
Padahal dari sisi produk nggak ada apa2nya di banding Indonesia.
peseg5 November 4th, 2009, 12:00 PM Selain STPB setahuku cuma Bali Tourism Board (BTB).....
BTB malah bukan didirikan pemda...tetapi inisiatif asosiasi industri di Bali seperti PHRI dan ASITA...
Dana BTB murni urunan anggotanya...
Tapi karena menunjukan kinerja yang baik...banyak pemda disana minta bantuan BTB untuk mempromosikan daerahnya...
dari situ BTB dapat duit...
Di level negara...kebanyakan polanya sudah seperti ini...seperti Malaysia dengan MPTB atau Tourism Malaysianya, Singapura dengan STBnya...dst
cuma Indonesia saja yang belum.....bahkan Kamboja, Vietnam, Philipina semuanya sudah punya badan.
Di Indonesia seluruh fungsi pariwisata dari pengembangan produk sampai promosi masih diborong pemerintah cq. Depbudpar...
Hampir seluruh daerah mengikuti pola pusat ini ini....dengan Dinas Pariwisatanya...
Surabaya termasuk out of the box...he..he...he..
Dimasa mendatang, pemerintah harusnya sudah mulai berani menggerser perannya dan harus mau berbagi.
Tugas pemerintah cukup menjadi policy maker atau fasilitator saja
sementara ditingkat teknis harus ada badan tersendiri yang profesional
Malaysia sudah membuktikannya .....dengan strategi promosi yang hebat dari Tourism Malaysia..mereka udah mampu mendatangkan 20 juta wisatawan.
Padahal dari sisi produk nggak ada apa2nya di banding Indonesia.
Dulu sebelum 1997 seingat saya ada BPPI (Badan Promosi Pariwisata Indonesia) atau Indonesian Tourism Board, seperti bentuk quasi govt yg diterangkan Hermawan. Sayang dibubarkan, dan saya sendiri lupa kenapa bisa dibubarkan.
sbyctzn November 4th, 2009, 03:53 PM mmmmm kenapa tidak niru Surabaya dan Bali saja ya Pemerintah pusat itu...
memang perlu dipecah antara regulator dan eksekutor...
regulator bagian pengkonsep membangun yang akan dipromosikan, yaitu kota nya.
sedangkan eksekutor itu butuh yang Profesional....
Syukur deh Surabaya sudah bisa bersaing di dunia Internasional...
semoga pemerintah pusat terbuka matanya, bahwa Indonesia juga butuh lembaga promosi tourism.....
tidak bisa dong berdiri sendiri... seperti Surabaya dan Bali saja....
coba kalau ada lembaga promosi tourism Indonesia...
pasti akan bisa bersinergi saling mendukung...
Kasian juga melihat para tim STPB yang selalu saja ikut kegiatan dimanapun berada, seakan mereka itu punya spirit sendiri gitu.....
hehehehe mungkin pendapatannya juga gede kali yah.. makanya mereka pada semangat....
hermawan November 5th, 2009, 04:29 AM @sbyctzn :
Ya.....Panitia Kerja DPR untuk RUU Kepariwisataan pernah memanggil Pak Yusak Anzori dari STPB dan BTB untuk didengarkan bagaimana bisnis dari badan2 ini di depan DPR...bagus sekali presentasinya
Sekarang RUU itu sudah disahkan menjadi UU. No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan....coba deh di check... ada pasal tentang pendirian Badan...
coba cermati pasal demi psal
Memang belum maksimal...karena pemerintah kelihatannya masih belum iklas benar ada badan....
mungkin pertimbangannya bisa menyaingi departemen atau dinas kali ya..
@peseg5 : ya dulu memang ada BPPI .....
mengapa BPPI tidak bisa hidup lama...?
Coba bandingkan......
SPB atau Tourism Malaysia itu dibentuk berdasarkan peraturan setingkat undang-undang...jadi merupakan wujud kebijakan negara yang tinggi...sehingga eksistensinya kuat..
Sedang BPPI walaupun dibentuk atas restu pemerintah.....tetapi badan hukumnya hanya berupa yayasan yang di dalamnya terdiri atau atas nama dari individu2.
lagian yang ada di BPPI itu juga masih PNS juga.......
Akhirnya kelihatannya soal trust yang nggak ada......hotel dan restoran males nyetor kewajibannya ke BPPI ..dan akhirnya matilah..
Oya...STB atau Tourism Malaysia itu hidup dan mendapat dana dari pemerintah dari pajak industri pariwisata yang dipungut pemerintah.
Sekitar 1,5% atau 2% dari pajak itu, tidak dimasukan kedalam kas negara, tapi langsung diberikan ke pada badan.
Dengan demikian badan itu tidak harus terikat dengan pola pembelanjaan perintah..tetapi dapat dikelola ala swasta. (Tetapi pemerintah juga ikut mengontrol badan melalui wakil2nya di badan)
Akibatnya, setiap peningkatan jumlah wisatawan - akan berdampak kepada peningkatan pajak dari sektor pariwisata, dan setiap peningkatan pajak akan
berdampak pada peningkatan dana promosi, dan promosi inilah yang menimbulkan efek meningkatnya jumlah wisatawan secara signifikan
......ini menjadi semacam snowball effect.
Ringkasnya kalau jumlah wisawan meningkat, anggaran promosi juga meningkat (termasuk juga gaji pegawai badan ikut naik). dan badan ini jelas lebih termotivasi untuk selalu meningkatkan jumlah wisatawan.
Jadi....maju teruslah surabaya......STPB...
Anda sudah dijalur yang benar...
Mudah2an pak wali bisa sinkronkan tugas Dinas dan badan
OPTX November 5th, 2009, 06:02 AM IMB Gedung Bertingkat Mangkrak dan Lahan Tidur Dicabut
Minggu, 1 Nopember 2009 | 11:48 WIB |
SURABAYA | SURYA - Banyaknya gedung mangkrak dan lahan tidur di Surabaya membuat pemkot jengah. Belum lama ini, delapan pemilik gedung mangkrak dan lahan tidur dipanggil Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota.
Mereka yang dipanggil antara lain pemilik gedung bertingkat di Jl Embong Malang (samping Bank Ekonomi), di Jl Panglima Sudirman, Apartemen Adhistana Jl Ngagel, dan lahan tidur di Jl Kenari.
Kabid Tata Bangunan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya I Gede Dwi Djaya Wardhana mengungkapkan, dalam pertemuan itu para pemilik diminta memberikan penjelasan, apakah bangunan yang mangkrak itu dilanjutkan atau dihentikan.
“Mereka mengatakan belum bisa melanjutkan, karena kesulitan dana. Padahal, pemkot memanggil antara lain juga dengan tujuan siap menghubungkan mereka dengan pihak bank, kalau butuh investor. Tapi belum ada jawaban,” terang Dwi Djaya akhir pekan lalu.
Sambil menunggu kelanjutan pembangunannya, Dwi Djaya memastikan IMB bangunan mangkrak dicabut. Kalau akan melanjutkan pembangunan, pemilik gedung harus mengurus IMB lagi.
Ini dilakukan karena diprediksi akan terjadi perubahan bentuk dan peruntukan dari gedung-gedung mangkrak ini. Apalagi, ada juga kemungkinan perubahan kepemilikan.
Dwi Djaya mencontohkan gedung di Jl Basuki Rahmad yang sebelumnya akan dipakai untuk Hotel Ramayana. Karena mangkrak bertahun-tahun, IMB dicabut. “Setelah berganti kepemilikan, akhirnya diurus IMB lagi untuk perkantoran,” jelas pria ramping ini.
Apakah ada batas waktu pembangunan? Dwi Djaya mengaku bukan kewenangannya. Pemkot hanya berwenang terkait perizinan. “Tapi, kami minta secepatnya dibangun,” ujarnya.
Terpisah, Sabar Johnson Situmorang, kuasa hukum PT Sentral Tunjungan Perkasa, pemilik lahan tidur di Jl Kenari, mengaku siap membangun lahan seluas 2.000 m2 itu pada 2010-2011.
Sebenarnya, kata Johnson, pada 1997 pihaknya sudah berencana membangun super block di kawasan itu. Namun, karena terjadi krisis moneter, rencana dipending. “Ketika akan dibangun lagi pada 2008-2009, kami terkena dampak krisis global, jadi -ditunda lagi. Semoga 2010-2011 bisa dibangun,” katanya. uus
http://www.surya.co.id/2009/11/01/imb-gedung-bertingkat-mangkrak-dan-lahan-tidur-dicabut.html
=============================
Tulisan yang warna biru itu maksudnya gedung yang mana ? LJ Meritus ?
skyscrpr November 5th, 2009, 10:33 AM iya..LJ Meritus..
dulu kan hote ramayana (formnerly holiday inn)..
tapi disitu kok IMB-nya utk perkantoran ya..??? :ohno::ohno:
teddybear November 5th, 2009, 11:09 AM Sebenarnya, kata Johnson, pada 1997 pihaknya sudah berencana membangun super block di kawasan itu. Namun, karena terjadi krisis moneter, rencana dipending. “Ketika akan dibangun lagi pada 2008-2009, kami terkena dampak krisis global, jadi -ditunda lagi. Semoga 2010-2011 bisa dibangun,” katanya
Hopefully, it will be true. We'll see what happen! I remember seeing the rendering but I guess they will totally redesign what they will build there.
dimasputra November 5th, 2009, 03:34 PM masuk agenda wajib yang musti didatangi... ikut Dimasputra???? :D
insyaallah... emang tempatnya di mana sih, Surabaya Barat bagian mana, lewat mana..??:nuts:
makasih penjelasannya..:)
dimasputra November 5th, 2009, 03:48 PM Jawapos [ Kamis, 05 November 2009 ]
Ruang Tunggu Ber-AC di 10 Puskesmas
SURABAYA - Pasien yang memanfaatkan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) tidak perlu lagi takut sumuk saat menunggu giliran periksa. Sebab, Pemkot Surabaya berencana menambah fasilitas air conditioner (AC) untuk ruang tunggu sepuluh puskesmas di Surabaya.
Lima di antara sepuluh puskesmas tersebut adalah Puskesmas Dupak, Ketabang, Pucang, Gading, Tanah Kali Kedinding. Lima lainnya adalah Puskesmas Menur, Kalirungkut, Jemursari, Banyu Urip, dan Simomulyo. Anggaran untuk membangun fasilitas tersebut, sesuai dengan APBD 2010, adalah Rp 1,7 miliar.
Dana tersebut masuk dalam pos anggaran pemeliharaan dan pengadaan sarana prasarana perkantoran. Sebelumnya, pemkot menganggarkan Rp 2,4 miliar untuk pos itu. Ketika ditambahkan, total dana anggaran tersebut mencapai Rp 4,1 miliar. Pemberian ruang ber-AC pada 10 puskesmas itu merupakan inisiatif Komisi C (bidang pembangunan) DPRD Surabaya.
Ketua Komisi C Sachiroel Alim Anwar menuturkan, pemberian ruang ber-AC untuk sepuluh puskesmas tersebut telah dipikirkan masak-masak. Alim mengatakan, warga miskin di Surabaya patut diperlakukan dengan baik. "Selama ini, ruang tunggu pasien sangat jelek dan standar sekali. Kami berharap agar sepuluh puskesmas ini menjadi pilot project yang bagus. Sehingga, pelayanan prima bagi warga akan tercapai," tutur Alim kemarin (4/11).
Alim menambahkan, dengan sepuluh puskesmas ber-AC itu, pelayanan dasar yang baik dan nyaman bagi warga bisa tercapai secara maksimal. "Saya kira, respons dinkes sangat bagus. Mereka menerima usul kami dengan terbuka," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Esty Martiana Rachmie mengatakan, ide pemberian ruang ber-AC itu sangat bagus. Dia menerima usul tersebut dengan baik. Namun, Esty mengingatkan bahwa merawat sepuluh puskesmas itu tidak gampang.
Puskesmas, kata Esty, harus mempertimbangkan banyak hal untuk membuat ruang tunggu ber-AC itu berjalan baik. Yang penting diperhatikan adalah penyiapan daya listrik yang besar untuk menyokong ruang tersebut.
Selain itu, puskesmas setempat harus mempertimbangkan sirkulasi udara di ruang tersebut. ''Kalau tidak, udara akan mulek dan membuat orang yang sehat menjadi sakit. Perawatan yang harus dipenuhi,'' tegasnya kemarin. Alim menambahkan, pihaknya yakin Esty bisa berkoordinasi dengan puskesmas dan meng-handle masalah itu dengan baik. (nur/sha/tia)
dimasputra November 5th, 2009, 03:56 PM *benerkan, ga masuk akal..!!
Jawapos [ Kamis, 05 November 2009 ]
Pemkot Evaluasi Anggaran Peresmian Surabaya Sport Center (SSC)
SURABAYA - Pemkot akhirnya mengevaluasi anggaran peresmian Surabaya Sport Center (SSC) yang memicu kontroversi. Dinas pemuda dan olahraga (dispora) bersedia menurunkan plot dana Rp 12,1 miliar untuk seremonial yang mengalahkan anggaran kemiskinan itu.
Wali Kota Bambang Dwi Hartono mengatakan langsung mencoret anggaran tersebut karena anggaran itu tidak masuk akal. Dia mengakui, peresmian stadion tersebut memang harus meriah. Tapi, tak selayaknya semuanya menjadi beban APBD. ''Kan bisa menggunakan sponsorship,'' kata Bambang setelah membuka workshop pengelolaan sampah di Hotel Sheraton kemarin (4/11).
Anggota tim anggaran pemkot yang juga Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Muhlas Udin mengatakan tidak pernah meloloskan anggaran itu ke dalam RAPBD 2010. ''Kami ini masih waras, tidak mungkin menyetujui anggaran sebesar itu hanya untuk peresmian stadion. Itu bisa dipakai untuk membangun satu sekolah baru,'' tegasnya. Muhlas menerangkan, tim anggaran akhirnya memberikan batasan pengajuan anggaran untuk peresmian SSC maksimal Rp 1 miliar. Jika ingin lebih besar dari nilai tersebut, dispora bisa menggandeng pihak swasta.
Ditemui terpisah, Kepala Dispora Sigit Sugiharsono mengatakan, pihaknya siap menerima jika anggaran itu direvisi. ''Kalau tidak disetujui, nggak apa-apa. Anggaran tersebut kami ajukan karena stadion itu akan menjadi kebanggaan Surabaya. Makanya, kami membuat peresmian yang megah,'' tutur Sigit.
Dia mengatakan, alasan kebanggaan itulah yang membuat dispora menganggarkan Rp 12,1 miliar karena keperluan seremonial memang sangat banyak. Misalnya, menyewa bus untuk mendatangkan warga dari 31 kecamatan di seluruh penjuru Surabaya.
Sigit mengatakan, setelah anggaran peresmian jadi sorotan dewan, pihaknya langsung menyiapkan alternatif lain. Jika usul anggaran Rp 12,1 miliar itu ditolak, dispora akan mengajukan penawaran acara peresemian dengan dana Rp 7 miliar, Rp 4 miliar, atau Rp 3 Miliar.
Sebagaimana diberitakan, dispora menganggarkan dana Rp 12,1 miliar untuk peresmian SSC pada 31 Mei 2010. Acara yang berlangsung sehari itu menjadi kontroversi karena nilainya melebihi anggaran untuk kemiskinan selama setahun. Misalnya, untuk nonkuota jamkesmas di dinas kesehatan (dinkes), plot dananya hanya Rp 10 miliar.
Anggaran juga menjadi sorotan karena mekanismenya juga tidak prosedural. Biasanya, anggaran semacam itu melewati bappeko. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh dispora. "Saya tidak tahu. Dinas langsung bikin anggaran ke dewan," ujar Kepala Bappeko Tri Rismaharini.
Sigit mengakui pihaknya memang belum melaporkan anggaran tersebut ke bappeko. Dia mengatakan, pengajuan ke dewan dilakukan karena waktunya sudah mepet. Pemkot telah mengajukan RAPBD 2010 ke DPRD. Namun, peresmian tidak masuk dalam rancangan anggaran tersebut. Sehingga, dispora menambahkan anggarannya sendiri langsung ke DPRD. (fid/uri/dos)
dimasputra November 5th, 2009, 04:03 PM Kutipan Berita Jawapos, Kamis, 5 Nov '09
Selain membangun pabrik, pihaknya juga akan semakin memaksimalkan Cleo Mart yang saat ini lagi diujicobakan di Surabaya dan Sidoarjo. Cleo Mart ini juga bertujuan makin mendekatkan diri pada konsumen. Sebagai pilot project, tahun ini diharapkan sudah 35 Cleo Mart yang beroperasi di Surabaya dan Sidoarjo. Hingga kemarin, sudah 12 Cleo Mart yang buka. (res/kim)
sbyctzn November 6th, 2009, 04:06 AM insyaallah... emang tempatnya di mana sih, Surabaya Barat bagian mana, lewat mana..??:nuts:
makasih penjelasannya..:)
Kalau dari krian, kamu bisa ke utara lewat perempatan Outer Ring Road Krian dan lewat daerah industri driyorejo, lurus ke utara saja, nanti jalannya sampai mentok, kemudian ada persimpangan jalan ke barat dan ke timur, kamu ambil yang ke timur saja, itu nanti arah Benowo, kalau sudah sampai di Benowo, perhatikan kalau ada jalan ke kiri (ke utara) kamu ambil jalan itu, tinggal ikuti jalan itu saja pasti ketemu GBT. atau kalau sudah sampai di Benowo, kamu tanya saja sama orang, arah ke TPA sampah Benowo lewat mana??
Atau kalau dari Surabaya paling gampang mengikuti jalan sepanjang jalan Banyuurip... terus... sampai ketemu Benowo... tinggal tanya deh...
Atau kalau lewat tol, langsung saja ambil pintu tol keluar romokalisari,,,
terus nanti habis keluar pintu tol, sebelum ketemu jembatan sungai yang ada di perbatasan gresik sidoarjo ada jalan ke kiri, kamu ambil jalan itu... itu arah ke TPA benowo
sbyctzn November 6th, 2009, 05:24 AM [ Jum'at, 06 November 2009 ]
Ciputra Development Borong Saham CTRS
JAKARTA - PT Ciputra Development Tbk mulai merealisasikan rencana mereka untuk menjadi pemegang saham mayoritas PT Ciputra Surya Tbk (CTRS). Mereka membeli 155 juta unit saham sebagai bagian dari rencana akuisisi 500 juta saham guna mendongkrak kepemilikan hingga di atas 60 persen.
"Dengan makin meningkatnya kepemilikan saham di CTRS, perseroan berkomitmen untuk mendukung strategi pengembangan usaha dan kinerjanya di masa mendatang," kata Sekretaris Perusahaan Ciputra Development Tulus Santoso dalam keterangan pers di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, kemarin (5/11).
Setelah melakukan pembelian 155 juta saham, kepemilikan Ciputra di CTRS menjadi dari 39,9 persen. Pembelian tersebut sesuai dengan perjanjian dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia pada 3 Agustus 2009 dengan harga Rp 825 per saham. Dikabarkan, 155 juta unit saham itu dibeli dari Castleridge Enterprise Pte Ltd, perusahaan asal Singapura. Kini, Castleridge memiliki kini memiliki 123.039.720 lembar saham PT Ciputra Surya atau sekitar 6,22 persen.
Harga pembelian sebesar Rp 825 per saham tersebut cukup menarik jika dibandingkan nilai aktiva bersih Ciputra Surya yang mencapai Rp 2.200 per saham. "Ini berarti ada diskon sebesar 62,5 persen," ujar Tulus. Dia menambahkan, pertimbangan perseroan melakukan transaksi pembelian saham Ciputra Surya di luar bursa adalah untuk mendapatkan kepastian pembelian saham berdasar jumlah dan harga yang telah disepakati dengan penjual.
Sementara itu, Direktur Ciputra Surya Nanik J. Santoso mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya lebih optimistis menatap tahun depan. PT Ciputra Surya Tbk telah menyediakan anggaran belanja modal senilai Rp 400 miliar untuk membiayai proyek superblok Ciputra World Surabaya yang diprediksi memerlukan investasi senilai Rp 897 miliar dengan target penyelesaian 2011. "Sebagian dana bagi proyek ini sudah tersedia, yakni dari hasil pinjaman Bank Mega sebesar Rp 445 miliar," jelasnya.
Namun, Ciputra Surya belum berniat melanjutkan pembangunan tiga proyek properti di Jakarta, Medan, dan Surabaya. Sebab, hingga kini belum mendapatkan pendanaan. "Jika harga saham CTRS sudah naik kembali di atas Rp 1.000, maka baru kami pikirkan lagi untuk menjual 5 persen saham dalam portepel (simpanan),'' terangnya. (luq/fat)
dimasputra November 7th, 2009, 06:02 AM Atau kalau lewat tol, langsung saja ambil pintu tol keluar romokalisari,,,
terus nanti habis keluar pintu tol, sebelum ketemu jembatan sungai yang ada di perbatasan gresik sidoarjo ada jalan ke kiri, kamu ambil jalan itu... itu arah ke TPA benowo
itu exit tol di ruas surabaya-gresik ya?
thanks a lot, sbyctzn..
sbyctzn November 7th, 2009, 06:17 AM wonderfull, and wildlife nature of Banyuwangi
foto-foto baru dipost klik disini (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=734976&page=15) atau silahkan masuk ke thread JATIM
sbyctzn November 7th, 2009, 06:17 AM itu exit tol di ruas surabaya-gresik ya?
thanks a lot, sbyctzn..
YUP...
d'sulovyo November 7th, 2009, 08:03 AM Hmmm . . bagus . . tapi malahan terlalu nyeleneh.
Kurang ada unsur "mendidik"nya . . .
lah,emang desain kotak a la SD inpres nan membosankan selama ini ada unsur "mendidik"-nya ya om?....he..he..he:lol::lol:.......*peace
btw salut juga untuk STPB,sudah saatnya stpb bikin TV commercial dan harusnya bisa jauh lebih keren daripada enjoy jakarta.
sbyctzn November 7th, 2009, 08:14 AM ^^justru dengan desain seperti itu ada unsur mendidiknya, agar muridnya mulai mengenal dunia arsitektur
hermawan November 7th, 2009, 12:22 PM btw salut juga untuk STPB,sudah saatnya stpb bikin TV commercial dan harusnya bisa jauh lebih keren daripada enjoy jakarta.
Menurutku membuat TV komersial bukan kompentesi pokok badan seperti ini.
Tugas STPB trus melakukan promosi...promosi dan promosi
disamping itu juga membuat produk2/event2 tertentu secara berkala.
Misalnya :
- Surabaya Mega great sale
- Surabaya Fashion Week
- Surabaya Flower Canival
dan berkoordinasi dengan pak Wali (dan kalo perlu dengan bantuan pemda-pemda di Jatim) menyusun rencana surabaya sebagai :
- Kota MICE internasional
- Kota wisata kesehatan
- Kota wisata belanja
- Kota pendidikan
- Kota wisata heritage
dll:)
Cakwan November 7th, 2009, 01:38 PM lah,emang desain kotak a la SD inpres nan membosankan selama ini ada unsur "mendidik"-nya ya om?....he..he..he:lol::lol:.......*peace
Kalo desain SD inpres ya jelas tidak ada unsur mendidiknya, cuman fungsionalitas thok itu . .
http://propertti.com/bandung-9.jpg
See this one (building as a sundial) @ KBP bandung
Atau di Sekolah Al-Irsyad-nya, walaupun sedikit naif, ada tulisan Allah di dalam unsur arsitekturalnya (sebagai fasad)
justru dengan desain seperti itu ada unsur mendidiknya, agar muridnya mulai mengenal dunia arsitektur
Maaf, apakah anak-anak harus langsung dikenalkan dengan bentuk seperti itu? langsung bingung nantinya . . .:) peace . . .cuman pendapat pribadi . . .
Desainnya bagus kok . . .
Fungsi internal bangunan, menentukan building skinnya (building envelope) - Le Corbusier
@b1 November 7th, 2009, 03:27 PM Itu kan gambarnya jam matahari Kota Baru Parahyangan, Waduk Saguling, Jawa Barat.
dimasputra November 7th, 2009, 03:43 PM mau tanya nih..
bedanya Surabaya Shopping Festival sama Surabaya Hot Sale itu apa ya...?
kok ga dipatenkan satu aja ya...sekalian 1 bulan aja kalau mungkin...
thanks..
OPTX November 7th, 2009, 08:30 PM The Petra Square
From www.petrasquare.com
http://i34.tinypic.com/2dmdtna.jpg
http://i38.tinypic.com/11twxtd.jpg
hermawan November 8th, 2009, 03:28 AM ^^
Good design:banana2::banana2:
Kalo lokasinya tepat di pinggir A. Yani..pasti akan lebih wah....
Freezy89 November 8th, 2009, 06:42 AM ^^
Sayang jalan di sekitar wilayah itu nggak begitu lebar...
tomkris November 8th, 2009, 05:48 PM http://img69.imageshack.us/img69/2372/88441227.jpg (http://img69.imageshack.us/i/88441227.jpg/)
sbyctzn November 9th, 2009, 02:55 PM ^^
thx tomkris...
itu gambar maketnya.... baru ada sekarang...
Kalo desain SD inpres ya jelas tidak ada unsur mendidiknya, cuman fungsionalitas thok itu . .
http://propertti.com/bandung-9.jpg
See this one (building as a sundial) @ KBP bandung
Atau di Sekolah Al-Irsyad-nya, walaupun sedikit naif, ada tulisan Allah di dalam unsur arsitekturalnya (sebagai fasad)
Maaf, apakah anak-anak harus langsung dikenalkan dengan bentuk seperti itu? langsung bingung nantinya . . .:) peace . . .cuman pendapat pribadi . . .
Desainnya bagus kok . . .
Fungsi internal bangunan, menentukan building skinnya (building envelope) - Le Corbusier
maksud saya dengan adanya desain seperti itu bukan bermaksud membingungkan anak-anak, tapi dengan begitu anak-anak akan mempunyai minat ke arah situ...
pada akhirnya nanti potensi dan talenta yang terpendam bisa keluar..
coba... misalnya ada anak yang pandai menggambar dan kreatif..
tapi tidak pernah dikenalkan dengan dunia arsitektur...
tapi dikenalkan terus menerus mengenai alam
pasti dia akan kreatif menggambar pemandangan alam
dia tidak akan pernah muncul bakat arsitekturnya...
sama seperti pengenalan anak-anak pada mainan pertama mereka,,
kecenderungan perkembangan anak akan mengikuti mainannya...
kalau diuguhi mainan yang membangkitkan kreatifitas.. anak itu jadi kreatif....
kalau cuma dikenalkan mainan mobil-mobilan terus... pasti dia besok akan suka dengan dunia otomotif...
thts just my opinion too....
BTW petra square mantab bgt...
membunuh desain dari highpoint yang nanggung banget tingginya..
wah saya yakin kedepan.. daerah Surabaya Selatan akan berkembang pesat apartemen mahasiswanya...
semenjak munculnya dua apartemen beridir sendiri Highpoint dan Petra Square..
dan juga apartemen di Cito...
apalagi 2 kampusnya berkelas...
pasarnya orang berduit semua..
@hermawan:
pasti besok akan muncul apartemen pelajar di pinggir A Yani di sekitar Waru...
soalnya 2 apartemen existed laris manis
sbyctzn November 9th, 2009, 03:24 PM saya ambilin dari websitenya.. biar tidak repot buka web nya
petra square
JUNIOR STUDIO
http://www.petrasquare.com/images/img0004.png
http://www.petrasquare.com/images/img0003.png
SUITE STUDIO
http://www.petrasquare.com/images/img0006.png
http://www.petrasquare.com/images/img0005.png
Trip2Java November 10th, 2009, 06:21 AM sayang ya Petra Square terlalu standar menurutku
harusnya bisa lebih glassy, udah cukup banyak gedung model gitu di Sby
Ebek21 November 10th, 2009, 11:12 AM Progress Highpoint Apartment - Oct 2009
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/79-1.jpg
sbyctzn November 10th, 2009, 11:25 AM ^^
wah highpoint sama petra square bakal bersaing nih....
bner2 kompetitor....
sama-sama membidik mahasiswa petra....
Hadi November 10th, 2009, 02:43 PM wah kayaknya daerah petra bakalan banyak apartment ya... bagus deh
btw ada yang punya artikel koran minggu kemaren ga? ada liputan mengenai 2010 surabaya akan bangun lagi 13 pendestrian baru... bagus sekali!!!
Ebek21 November 10th, 2009, 04:09 PM ^^
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JalurPed.jpg
Taken from Jawapos, Nov 7, 2009
Ebek21 November 10th, 2009, 04:25 PM Jalan Pahlawan, Gemblongan, dan Veteran ya..hmm pilihan jalan yg akan dibangun pedestrian cukup menarik. Berarti dr Jalan Rajawali terus sambung menyambung ke arah selatan mulai dr Veteran, Pahlawan, Gemblongan dan menyambung ke arah Jalan Tunjungan (plus bercabang ke pedestrian Jl. Praban). Berarti kelihatannya Pemkot sudah mulai menyadari potensi heritage tourism, apa mungkin untuk lebih banyak menggaet turis2 Eropa kali ya, apalagi rencananya tahun depan kapal2 pesiar akan mulai singgah lagi di Perak.
Pilihan Jl. Wijaya Kusuma agak aneh, kenapa nggak milih Jl. Dr Soetomo/Polisi Istimewa atau Jl. Kayun saja ya ? Lalu yg Jalan Keputran sisi mana yg akan dibangun pedestrian ? Masa yg di depan pasar ?
Ebek21 November 10th, 2009, 05:34 PM PT KA - PELINDO III BANGUN TERMINAL PETIKEMAS
JAKARTA: PT Kereta Api (KA) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III bekerja sama membangun terminal peti kemas seluas 2 hektare di kawasan Kalimas, Surabaya, untuk mengoptimalisasi pengiriman peti kemas melalui kereta api dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, ke Pelabuhan Tanjung Priok.
General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Perak Achmad Baroto mengatakan terminal peti kemas tersebut diharapkan mampu mendukung pencapaian target pengiriman peti kemas 30.000 TEUs per bulan, dengan moda kereta api ke Pelabuhan Priok.
"Untuk tahap pertama, terminal peti kemas seluas 2 hektare. Saat ini baru bisa seluas itu. Pembangunan terminal tidak bisa langsung dilakukan karena harus membebaskan dulu lahan milik masyarakat," paparnya.
Dia mengharapkan pemilik barang bisa memanfaatkan angkutan yang terintegrasi itu untuk mengurani biaya tinggi di sektor logistik "Kami akan sosialisasikan kepada pemilik barang, bahwa kami sudah mempunyai infrastruktur untuk mendorong angkutan intermoda," paparnya.
Tambahan terminal peti kemas di Stasiun Besar Kalimas itu diharapkan bisa mengurangi kepadatan terminal peti kemas di Tanjung Perak. Selain itu, kepadatan arus lalu lintas di sekitar pelabuhan juga diharapkan berkurang.
Sebelumnya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) yang merupakan anak usaha dari Pelindo III sudah menandatangani kerja sama dengan PT KA, terkait dengan penggunaan lahan milik BUMN perkeretaapian itu di Kalimas untuk terminal peti kemas.
BJTI menambah lahan penimbunan peti kemas seluas 4 ha, sehingga kapasitas penimbunan mencapai 16.000 TEUs per bulan atau meningkat 40% dibandingkan dengan kapasitas sebelumnya.
Direktur Komersial PT KA Sulistiyo Wimbo Hardjito pekan lalu mengatakan pihaknya mulai fokus mengembangkan angkutan logistik melalui kereta api.
Salah satu strategi adalah pembangunan terminal peti kemas seluar 5.000 m2 di Stasiun Gedebage, Bandung, untuk mengoptimalkan pengiriman peti kemas dari kota itu ke Pelabuhan Priok.
"Selama ini pengiriman ke Priok atau untuk ekspor impor memang belum tergarap dengan baik," paparnya.
Dia menuturkan salah satu yang membuat pemilik barang enggan menggunakan kereta api karena harus menyewa truk lagi dari Stasiun Pasoso untuk mengirim peti kemas ke Pelabuhan Priok.
"Kalau jalur kereta Pasoso-Priok sudah ada, itu akan lebih memudahkan," jelasnya.
Taken from Pelindo III's website, Nov 9, 2009
Ebek21 November 10th, 2009, 05:50 PM Kalau dilihat di Google Earth, tidak ada lahan kosong seluas 2 ha di sepanjang jalur kereta api di Kalimas yg ideal untuk lapangan penumpukan petikemas. Berarti harus ada pembebasan lahan. Banyak sekali perkampungan kumuh di sepanjang rel KA itu, nggak tahu itu legal atau illegal. Moga2 dengan adanya rencana ini, kawasan Perak dan Kalimas akan terlihat sedikit lebih teratur, nggak kayak skrg yg kesannya amburadul sekali. Perkampungan kumuh, gudang2 tua yg sudah nggak layak pakai, dan dermaga2 tua sudah seharusnya disingkirkan dr kawasan pelabuhan ini, diganti dengan dermaga2 modern seperti TPS dan Nilam Timur, serta di belakangnya didukung oleh kawasan pergudangan lini 2 yg berkelas dan teratur.
Kalau (lagi2) dilihat dr Google Earth, lokasi Petra Square itu juga bukan lahan kosong, berarti akan ada pembebasan lahan. Baguslah, daerah situ pelan2 akan terlihat lebih sedap dipandang. Heran juga sih, kenapa dulu membangun kampus kok di tengah perkampungan. Tapi kalau sukses mentransformasi daerah sekitarnya menjadi daerah yg lebih modern, bolehlah mengacungkan jempol untuk UK Petra.
teddybear November 11th, 2009, 01:53 AM ^I thought they have done building pedestrian on Jl. Pemuda, Pangsud, Raya Darmo, but turns out they have NOT? Or they try to rebuild?? Consufing!
Ebek21 November 11th, 2009, 02:58 AM ^^ Jalan Darmo kan panjang. Yg sisi selatan memang belum digarap sama sekali kan. Yg Pemuda dan Pangsud itu mungkin meneruskan proyek yg belum tuntas tahun ini.
Ini foto2 terbaru dr GBT, a great stadium in the making. Posting disini juga deh.
From Radarsby.com today
http://i38.tinypic.com/4qpue.jpg
Bung Tomo Stadium
October 2009
http://farm3.static.flickr.com/2519/4089634710_08f622482b_o.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2733/4089646126_6154377a09_o.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2603/4089634700_b6bd6de839_o.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2537/4089646128_f4c4a9bcee_o.jpg
Other images : http://www.flickr.com/photos/the_artwork_artika/
Ebek21 November 11th, 2009, 03:25 AM Other GBT pics (with original remarks) from the same source cited above.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/4089646146_4f7aa06965_o.jpg
Stadion Indoor Bung Tomo ini dapat menampung 10.000 penonton. Pembangunannya sudah mendekati final...
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/4089646122_07c457d61d_o.jpg
Sistem resapan air tampak dibuat lebih dulu sebelum lapangan tengah stadion ini ditanami rumput. Sistem resapan air diperlukan agar ketika hujan lapangan rumput tidak tergenang air.
andrian cole November 11th, 2009, 02:03 PM mall yg di bangun di surabaya
1.ciputra world
2.grand city (gcs)
3.union square
4.lenmarc mall
5.pakuwon power center
6.pakuwon town square (patoz)
7.petra square
ada yg lain ??
pecinta_surabaya November 11th, 2009, 04:00 PM Mall yg pasti dibangun (u/c) :
1. Grand City Surabaya
2. Lenmarc Mall
3. Ciputra World Surabaya
Mall yg udah ada iklannya :
1. Pakuwon power center
Mall yg ga jelas statusnya :
1. Darmo Festival Walk
2. Union Square
Pakuwon town square (patoz) adalah sebuah komplek,ada mall ballroom ruko sekolah dan sebagainya..
Petra square bukan mall,mungkin hanya supermarket biasa..
sbyctzn November 11th, 2009, 06:32 PM ^^
Crane Pakuwon Center sudah naik...
lain kali saya akan ambil pic progressnya
jadi nambah satu Mallyang pasti dibangun...
sbyctzn November 11th, 2009, 06:41 PM ^^
Crane Pakuwon Center sudah naik...
lain kali saya akan ambil pic progressnya
jadi nambah satu Mallyang pasti dibangun...
Ebek21 November 12th, 2009, 06:07 AM ^^
Crane Pakuwon Center sudah naik...
lain kali saya akan ambil pic progressnya
jadi nambah satu Mallyang pasti dibangun...
Info yang berharga. Moga2 Pakuwon Power Center cepat selesai dan mampu menjadi magnet baru pertumbuhan ekonomi di Sby Timur. Ditunggu update picnya. Thanks !!
OPTX November 12th, 2009, 07:27 AM CBD Pakuwon
http://www.airmasasri.com/file/project/01-cbd-pakuwon.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/02-cbd-pakuwon.jpg
Description :
location: surabaya
site area: 163,274 sqm
building type: Mixed use ( Office, Apartment, Convention Center, shopping mall, hotel)
Developer : Pakuwon
http://www.airmasasri.com/project_detail.php?tp=project&ktg=8&id=329&nohal=0
==============
Sepertinya ini rencananya akan dibangun di Pakuwon City Surabaya Timur (?). Renderingnya terlihat sederhana, mungkin detailnya sedang dibuat. Ini juga baru dipasang di web AirmasAsri.
Sementara Pakuwon Extention ( Supermal Pakuwon Extention ? ), akan dibangun di Surabaya Barat, dekat Pakuwon Supermall. Airmasasri juga arsitek Supermall Pakuwon.
================
Pakuwon Extention
http://www.airmasasri.com/file/project/pakuwon_extention_surabaya_1.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/pakuwon_extention_surabaya_2.jpg
http://www.airmasasri.com/project_detail.php?tp=project&ktg=4&id=277&nohal=1
teddybear November 12th, 2009, 07:31 AM where will be about Pakuwon CBD? Somebody knows where in google map?
Ebek21 November 12th, 2009, 10:11 AM CBD Pakuwon
http://www.airmasasri.com/file/project/01-cbd-pakuwon.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/02-cbd-pakuwon.jpg
Description :
location: surabaya
site area: 163,274 sqm
building type: Mixed use ( Office, Apartment, Convention Center, shopping mall, hotel)
Developer : Pakuwon
http://www.airmasasri.com/project_detail.php?tp=project&ktg=8&id=329&nohal=0
==============
Sepertinya ini rencananya akan dibangun di Pakuwon City Surabaya Timur (?). Renderingnya terlihat sederhana, mungkin detailnya sedang dibuat. Ini juga baru dipasang di web AirmasAsri.
Rasanya gw tahu dimana ini. Memang benar di Pakuwon City, yaitu di kawasan Danau Angsa/Ampitheatre. Ini peta lokasinya dr Google Earth yg digarisi merah.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PakuwonUnknown.jpg
Disitu kan kelihatan cocok ada kalinya di sebelah bawah. Kemudian ada sekolah Glorianya. Yg di gambar rendering di belakangnya Sekolah Gloria itu diwarna hijau, kemungkinan karena tempat itu bakalan ditempati oleh Widya Mandala Medical University. Kemudian yg saat ini berupa kolam2 besar memanjang di sebelah kiri lahan tersebut, itu memang dicadangkan untuk lokasi Jalan Tol Lingkar Luar Timur Surabaya (di rendering sudah berupa jalan tol). Btw, di renderingnya tidak lagi terlihat kolam angsanya, apakah akan digusur ya ??
Mengingat pengalaman buruk Pakuwon di daerah situ, menurutku bangunan2 disana tidak akan tinggi2 sekali. Kalo mencapai 30 lantai saja sudah sangat bagus.
MinImaX November 12th, 2009, 10:28 AM Pakuwon benar2 fokus di Surabaya Timur sekarang ini.
Dulu Pakuwon pernah pengalaman buruk apa di sana? Tanahnya asalnya berupa rawa2 yang rawan ambles?
Ebek21 November 12th, 2009, 10:39 AM ^^ Lah lihat saja rumah2 di cluster Villa Westwood, Villa Riviera, Villa Royal dll lupa deh namanya, pokoknya yg termasuk dr tahap pertama sekali (thn 1995)pengembangan Pakuwon City (dulu bernama Laguna Indah, sebelum diganti menjadi Pakuwon Laguna, dan diganti lagi Pakuwon City seperti skrg ini). Kan banyak sekali rumah2 yg miring2, retak2. Dengar2 karena pengurukannya nggak beres. Tanah didaerah situ kan bekas tambak yg diuruk. Itu juga sebabnya selama beberapa tahun daerah situ seperti daerah mati, harganya bukan naik malah turun. Kemudian pengembangan tahap selanjutnya di cluster2 San Diego, San Antonio sudah menggunakan teknik pengurukan yg lebih baik. Gitu kira2 ceritanya. Yg main properti pasti tahu kisah ini.
MinImaX November 12th, 2009, 01:01 PM Oya, sudah lama jadi agak lupa. Jadi ingat dulu rasanya harga di sana malah turun.
sbyctzn November 12th, 2009, 02:02 PM ^^
berarti mungkin tidak pakuwon akan mengembangkan CBD Pakuwon itu, Ebek menurut kamu????
pecinta_surabaya November 12th, 2009, 03:30 PM ^^
Crane Pakuwon Center sudah naik...
lain kali saya akan ambil pic progressnya
jadi nambah satu Mallyang pasti dibangun...
Ini serius pakuwon center udh ada crane yg naik?? di lahan kosong itu??
Ada brp crane yg terpasang??
Berita yg sangat menggembirakan..
Thx sbyctzn..
pecinta_surabaya November 12th, 2009, 03:36 PM ^^
berarti mungkin tidak pakuwon akan mengembangkan CBD Pakuwon itu, Ebek menurut kamu????
^^ Sepertinya sangat mungkin sekali..
Jauh2 hari Pakuwon telah merencanakan Pakuwon City jadi kota mandiri yg lengkap,lebih besar dari Pakuwon Indah..
(kalo ga salah udah ada gambar pakuwon city dgn banyak tower2 gt)
Mereka semakin mengembangkan wilayah timur seiring dengan terealisasinya Jembatan Suramadu.
Dan mereka juga berkali2 pamer kalo Pakuwon City akan dilewati Tol lingkar timur.
Sekarang muncul rendering terbaru dari CBD Pakuwon yg menurut ebek letaknya di Pakuwon City itu..
Jadi lebih banyak kemungkinan "jadi" daripada "tidak"..
:banana::banana:
sbyctzn November 12th, 2009, 03:40 PM ^^
YUP Udah naik...
lokasinya yang sebelah gerbang Pakuwon City itu kan???
malahan sekarang daerah gerbang situ rame buanget....
ada food walk, g tau namanya apa...
coba deh jalan kesana...
rane banget...
kemarin waktu saya main sama teman-teman pada malam hari rame banget.. saya sempat kaget... soalnya jarang main ke Pakuwon City akhir-akhir ini...
sbyctzn November 12th, 2009, 03:42 PM ^^ Sepertinya sangat mungkin sekali..
Jauh2 hari Pakuwon telah merencanakan Pakuwon City jadi kota mandiri yg lengkap,lebih besar dari Pakuwon Indah..
(kalo ga salah udah ada gambar pakuwon city dgn banyak tower2 gt)
Mereka semakin mengembangkan wilayah timur seiring dengan terealisasinya Jembatan Suramadu.
Dan mereka juga berkali2 pamer kalo Pakuwon City akan dilewati Tol lingkar timur.
Sekarang muncul rendering terbaru dari CBD Pakuwon yg menurut ebek letaknya di Pakuwon City itu..
Jadi lebih banyak kemungkinan "jadi" daripada "tidak"..
:banana::banana:
Tapi kata Ebek. tanah disitu masih tidak memungkinkan untuk dibangun hi-rise building???
apa masih mungkin???
gmn Ebek??? secara anda yang punya rumah disitu... hehehehe :D
Ebek21 November 12th, 2009, 03:43 PM sbyctzn, kalo kamu tanya saya, jawabannya ya PASTI DIBANGUN !! :)
Tempat makan2 yg kamu maksud itu namanya Food Festival.
sbyctzn November 12th, 2009, 03:47 PM ^^
oh jadi namanya FOOD FESTIVAL yah???
hehehehe rame bgt disana sekarang....
wah Pakuwon City bakal berkembang pesat nihh.....
sbyctzn November 12th, 2009, 03:56 PM Grand City Mal Beroperasi Maret 2010
Kamis, 12 November 2009 17:58:14 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com)-Persaingan pasar properti khususnya Mal di Surabaya bakal semakin sengit. Pasalnya, Grand City Mal turut meramaikan peta persaingan bisnis mal yang direncanakan siap beroperasi Maret 2010.
General Manager PT Hardaya Widya Graha selaku pengelolah Grand City Mal Surabaya, Wiria Chakradinata mengatakan saat ini 80 persen Grand City siap dioperasikan meski masih menunggu pembenahan secara menyeluruh terkait dengan fasilitas pelayanan.
"Nantinya Grand City Mal dilengkapi beberapa fasilitas diantaranya Convention Hall, meeting room, dan Ballroom sebagai sarana pendukungnya," katanya kepada beritajatim di ruang kerjanya, Kamis (12/11/2009).
Dijelaskan Wiria Chakradinata, selain dilengkapi fasilitas diatas, Grand City Mal juga menggandeng beberapa tenat yang berlabel internasional. "Khusus tenat dari 280 tempat yang disediakan 80 persen sudah full booking," paparnya.
Ia menambahkan, agar bisa bersaing dengan mal-mal yang terlebih dulu beroperasi di Surabaya. Jajarannya mengkedepankan tiga konsep mal yakni luxury, elegance, sophistication. Ketiga konsep itu bakal menjadi strateginya guna mendongkrak okupansi Grand City Mal. "Dengan menggandeng tenant yang sudah branded nantinya masyarakat Surabaya tidak perlu lagi shooping di Singapura," tambahnya.
Selain mengkedepankan konsep luxury, elegance, dan sophistication. Konsep Grand City Mal juga meng-update konsep Senayan City Mal. Dimana, dalam satu mal dilengkapi fasilitas ballroom, meeting room, dan convention hall
Saat ditanya mengenai investasi membangun Grand City secara keseluruhan. Menurut Wiria Chakradinata, investasi pembangunannya menelan dana sebesar Rp 1,2 triliun. "Investasi itu cukup besar mengingat brand Grand City Mal sudah bertaraf internasional dan segmen yang dibidik kelas menengah atas," tuturnya.
Untuk okupansi ke depan lanjut dia, diakui Wiria Chakradinata tetap tinggi sebab tahun depan dengan adanya event Lebaran, Natal, dan menggeliatnya pebisnis di Surabaya dirinya sangat optimistis tingkat okupansinya tetap tinggi. "Kalau bisa okupansi di tempat kami bisa diatas angka 80 persen," pungkasnya.[dny/ted]
Ebek21 November 12th, 2009, 03:56 PM Tapi kata Ebek. tanah disitu masih tidak memungkinkan untuk dibangun hi-rise building???
apa masih mungkin???
gmn Ebek??? secara anda yang punya rumah disitu... hehehehe :D
Ya mungkin saja dibangun, buktinya Eastcoast yg 18 lantai kan jg dibangun disitu, mana lokasinya persis di pinggir laut lg. Metode pengurukan lahannya kan sudah diperbaiki dibandingkan yg pengembangan tahap pertama dulu. Cuman ya gitu, kalo bangun rumah disitu, mesti pake tiang pancang. Mana mancangnya dalam lg, di San Diego situ sampai 20 meter lebih. Kalo bangun tanpa tiang pancang pasti gak disetujui oleh Badan Pengelola Lingkungan (BPL) situ.
Cuman kalo dibangun hi-rise yg sangat tinggi sekali kok rada gak yakin ya. Mungkin yg lebih ngerti teknik bisa bantu deh.
sbyctzn November 12th, 2009, 03:56 PM Hotel Bintang Lima di Surabaya Bertambah
Kamis, 12 November 2009 20:16:53 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Surabaya (beritajatim.com.com)- Kota Surabaya dalam waktu 2 tahun lagi bakal ketambahan hotel bintang lima. Pasalnya, kelompok Central Cakra Murdaya (kelompok bisnis Murdaya Group) akan membangun hotel bintang lima dalam satu kompleks di Grand City Mal.
"Ke depan jika tidak ada kendala Grand City Mal dilengkapi juga dengan hotel bintang lima yang rencananya dibangun 2 tahun lagi," ujar General Manager PT Hardaya Widya Graha sekaligus pengelolah Grand City Mal, Wiria Chakradinata kepada beritajatim.com, Kamis (12/11/2009).
Investasi yang disediakan untuk pembangunan hotel bintang lima tersebut, jajaran manajemen CCM menyediakan anggaran sekitar Rp 500 miliar. Sebab, dengan anggaran itu nantinya tidak diperuntukkan membeli lahan baru melainkan hanya meneruskan luas lahan yang ada di sekitar Grand City Mal.
"Investasi sebesar Rp 500 miliar masih dalam tahap hitungan kasar sebab tidak menutup kemungkinan bisa lebih," tutur Wiria.
Alasan dipilihnya hotel bintang lima lanjut Wiria, dikarenakan marketnya sudah terkondisi. Terlebih lagi Surabaya termasuk salah tujuan wisatawan manca negara sehingga ceruk okupansinya sangat menjanjikan "Nantinya hotel bintang lima dipadukan dengan apartemen serta convention hall," ujarnya.
Disamping itu kata dia, keberadaan hotel bintang lima ini diharapkan bisa mendukung konsep MICE Grand City Mall. Sebab, bidikan mal-nya juga diarahkan ke meetings, incentives, conferences, dan exhibitions (MICE) sebagai pangsa pasarnya. "Kami sengaja memilih konsep MICE karena sangat pas dengan kota Surabaya sebagai tujuan para pebisnis dan kalangan wisman," katanya.[dny/ted]
sbyctzn November 12th, 2009, 04:02 PM Ya mungkin saja dibangun, buktinya Eastcoast yg 18 lantai kan jg dibangun disitu, mana lokasinya persis di pinggir laut lg. Metode pengurukan lahannya kan sudah diperbaiki dibandingkan yg pengembangan tahap pertama dulu. Cuman ya gitu, kalo bangun rumah disitu, mesti pake tiang pancang. Mana mancangnya dalam lg, di San Diego situ sampai 20 meter lebih. Kalo bangun tanpa tiang pancang pasti gak disetujui oleh Badan Pengelola Lingkungan (BPL) situ.
Cuman kalo dibangun hi-rise yg sangat tinggi sekali kok rada gak yakin ya. Mungkin yg lebih ngerti teknik bisa bantu deh.
hehehe iya denk....
kan eastcoast juga kebangun...
tapi ngelihat renderingnya kelihatannya juga tinggi tuh...
btw bener juga katamu Bek, Pakuwon Trade Center itu tiang pancangnya buanyak banget....
dulu waktu pagarnya belum ketutup penuh saya sempat lihat, masak tiang pancang hampir seperti ladang jagung hehehee:lol::lol:
pecinta_surabaya November 12th, 2009, 04:26 PM Berita Jawa Pos hari ini
http://img265.imageshack.us/img265/2865/85321846.jpg
teddybear November 13th, 2009, 01:58 AM So, how are the condition of those damaged houses at Pakuwon City now? Did Pakuwon fix them? How is the fate of the buyer, I wonder. The ad above looks good with the promise of cash back!? But not sure the reality?
Ebek21 November 13th, 2009, 03:17 AM ^^ Still the same condition, I believe. Last time I went there was seven years ago.
The Power Center will be 7 storey according to the ad, that's pretty good, better than 5 storey I imagined before !!
pecinta_surabaya November 15th, 2009, 05:48 PM Beberapa hr yg lalu,lupa tepatny kapan,ada berita ttg Surya Inti Permata di jawa pos..
Mreka skrg mencoba ekspansi ke luar negri,itu inti beritanya..
Tp jg disebutkan,skrg mreka fokus pengerjaan the rich pradah bali..
Klo d surabaya,mereka skrg ada proyek kondominium di daerah JAJAR TUNGGAL..
Dan berita itu ga mnyebutkan RICH PRADAH KONDOMINIUM yg katany 5 lantai itu..
Kira2 mana berita dr jawa pos yg bener ya??
gussinyo November 16th, 2009, 09:22 AM salut buat surabaya yg makin maju
sbg orang jatim say melihat kawasan pantai timur surabaya belum digarap maksimal, khususnya untuk kawasan wisata pantai...
saya memimpikan alangkah lengkapnya surabaya apabila dibangun tempat wisata kayak disneyland di pantai timur surabaya, bagusnya yg dekat suramadu, pasti keren
adakah investor yg udah punya ide and rencana kayak gitu?
sbyctzn November 16th, 2009, 01:24 PM ^^
Ada gus... pemkot sudah punya konsepnya... tinggal ditawarkan ke investor...
namanya PAMURBAYA PARK
coba deh browsing ke halaman sebelumnya,,,,
sambil cari info juga nambah wawasan terkait perkembangan di Surabaya dari planning sampai yang sudah jadi...
archiholic November 16th, 2009, 02:28 PM WOW..., congratulation surabaya, satu satunya kota kategori metropolitan yang berhasil meraih Indonesia Tourism Award 2009 sebagai "best destination".
sbyctzn November 16th, 2009, 04:22 PM ^^
hehe iya neh archiholic,,
benar-benar gak nyangka bakal dapat penghargaan itu....
padahal juga ada Jakarta yang sangat agresif promonya....
ini berkat kerja keras STPB, dan tentunya tak lupa Pemkot dan semua warga Surabaya yang mendukung sampai Surabaya mendapat penghargaan tersebut...
Ebek21 November 17th, 2009, 06:06 AM Pembangunan Frontage Road A Yani Sisi Timur Masuki Tahap Akhir
SURABAYA - Pembangunan frontage road sisi timur memasuki tahap akhir. Beton tutup atau lazim disebut box culvert untuk saluran yang melintang sudah tiba. Dijadwalkan, frontage road dibuka untuk umum pada pertengahan Desember mendatang.
Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Heri Sinurat menjelaskan, terdapat saluran terbuka di sebelah timur rel kereta api di seberang UMC Suzuki. Saluran tersebut masih mengganggu kemulusan frontage road.
Maka, saluran tersebut harus ditutup dengan beton U-gutter (berbentuk U) tersebut. Betonisasi saluran membutuhkan waktu tiga minggu. Menurut Heri, penutupan saluran itu juga membuat air buangan dari rumah warga dapat dialirkan secara lancar ke saluran yang lebih besar. Fondasi pendamping jalan arteri tersebut sudah rampung lebih dari 60 persen.
Sembari mengerjakan pemasangan box culvert, pemkot melanjutkan pembangunan jalan di sisi selatan saluran. Yaitu, mulai depan SDN Margorejo I hingga Giant. "Supaya cepat selesai," ucap Heri.
Setelah betonisasi dan pembuatan fondasi jalan di sisi selatan rampung, baru frontage road diaspal secara keseluruhan. "Tidak lama kok. Maksimal seminggu sudah rampung," tutur dia.
Setelah melakukan overlay frontage, jalur lalu lintas akan dibuka untuk masyarakat. Heri mengemukakan, sebenarnya pembukaan frontage road A.Yani dapat dilakukan saat ini juga. Sebab, ruas jalan yang siap dilalui cukup panjang, sekitar 400 meter. Panjang total frontage road A. Yani yang dibangun tahun ini mencapai 750 meter.
Namun, karena masih ada saluran yang terbuka, lanjut Heri, DBMP khawatir ada pengendara jalan yang terjatuh. "Lebih baik sabar dulu daripada ada yang celaka," beber dia. Setelah frontage road sisi timur jadi, jalan utama tersebut diharapkan dapat terpecah.
Taken from Jawapos, Nov 16, 2009
Ebek21 November 17th, 2009, 06:13 AM Andaikan semua gedung2 kuno ini dirawat dan dijadikan obyek tourism yg menyatu dgn lingkungannya, pasti keren banget. Setelah pedestrian Rajawali, sekarang Gedung Internatio ini dibenahi. Tahun depan akan dibangun Memorial Park di Jembatan Merah, lalu pembenahan pedestrian Veteran, dan juga pembangunan replika Jembatan Merah. Ya moga2 kawasan Surabaya Lama bisa terus bersolek :okay:
Poles Gedung Internatio
KREMBANGAN - Sudah beberapa hari ini sejumlah pekerja sibuk memperbaiki gedung Internatio. Maklum, gedung yang dulu bernama Internatio Willemsplein tersebut selama ini kurang terawat. Padahal, bangunan itu termasuk salah satu cagar budaya.
Pegiat cagar budaya dari Surabaya Heritage, Freddy H. Istanto, mengatakan, repainting gedung itu dilakukan pemilik bangunan. Dikatakan, secara umum bangunan di Jalan Jayengrono tersebut belum terlalu berubah dari aslinya. "Bahkan, masih banyak ornamen dalam gedung yang utuh. Salah satunya adalah lemari tempel yang berdesain Amsterdam School," ujarnya.
Selama ini, pemkot memang terkesan kurang memperhatikan bangunan bersejarah. Pemkot sering hanya menginventarisasi tanpa melakukan banyak pembenahan fisik. Bahkan, tahun ini perbaikan hanya dilakukan pada dua tempat. Yakni, rumah H.O.S. Cokroaminoto (bekas tempat kos Bung Karno) dan rumah wafat W.R. Supratman.
Kepala Dinas Pariwisata Wiwiek Hidayati membantah kalau pemkot dianggap tidak peduli dengan bangunan bersejarah. "Tidak benar kalau kami hanya menginventarisasi. Sebab, kami juga membenahi rumah H.O.S Cokroaminoto dan rumah wafat W.R. Supratman," tegasnya.
Taken from Jawapos, Nov 16, 2009
Ebek21 November 17th, 2009, 06:18 AM Siip :okay:
Surabaya Barat Makin Hijau
Pemkot Tambah 169 Ha RTH Baru
SURABAYA - Pemkot terus menambah jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Surabaya Barat. Pada 2010 instansi yang dikomandani Wali Kota Bambang D.H. itu akan membuat hutan kota baru di daerah Benowo. Tidak tanggung-tanggung, luasnya mencapai 50 hektare di antara 169 hektare (ha) lahan RTH.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini mengatakan, hutan kota di pinggiran Kali Lamong tersebut bakal ditanami pohon mangrove jenis nyamplungan. Hutan kota itu akan difungsikan sebagai pelindung kawasan pantai Surabaya Utara dari serangan ombak Laut Jawa.
Selain itu, pohon nyamplungan dapat memulihkan habitat bakau di kawasan utara yang sudah rusak. "Binatang pantai juga ikut berkembang setelah ada hutan mangrove itu," jelas Risma. Setelah kawasan pantai utara pulih, para nelayan akan mendapatkan manfaat. Sebab, tangkapan akan meningkat.
Selain hutan kota, 50 ha lahan bakal digunakan untuk membuat makam baru. Selama ini, Surabaya hanya memiliki dua makam, yaitu Babat Jerawat dan Keputih. Makam di sekitar Tambak Dono tersebut merupakan hasil pengembalian fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) dari pengembang realestat.
Sesuai dengan Perda No 7 Tahun 2009 mengenai Bangunan, pengembang wajib menyediakan tanah makam. Apabila tanah itu tidak dapat disediakan di sekitar kompleks perumahan, pengembang dapat menyerahkannya kepada pemkot untuk dibuatkan lahan makam.
"Kebutuhan makam Surabaya dari tahun ke tahun meningkat. Kalau tidak ada aturan yang memaksa pengembang semacam itu, beberapa tahun ke depan Surabaya bisa kekurangan makam," urai Risma.
Pemkot juga akan membuat waduk baru di daerah Benowo. Waduk tersebut berfungsi mencegah banjir yang selama ini sering melanda Surabaya Barat. Luasnya mencapai 30 ha.
Sisanya, sekitar 29 ha, akan digunakan untuk membangun taman. Selama ini, kawasan Surabaya Barat memang belum memiliki taman. Dengan taman baru, Risma berharap warga Benowo dan Surabaya Barat dapat memperoleh sarana rekreasi keluarga secara gratis.
Taken from Jawapos, Nov 15, 2009
Ebek21 November 17th, 2009, 06:21 AM Perlu dibantu cari investor tah ??
Surabaya Desak Pusat Merealisasikan KRL Monorel
suarasurabaya.net| BAMBANG DWI HARTONO Walikota Surabaya mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan kereta listrik (KRL) monorel. KRL akan menjadi solusi transportasi perkotaan.
Kereta listrik monorel dengan model elevated akan mengurangi kemacetan , menghindari perlintasan sebidang dan mengurangi kecelakaan.
Pada MARTHA reporter Suara Surabaya, Senin (16/11), BAMBANG mengatakan dengan tingkat kemacetan dan kecelakaan di Surabaya yang semakin tinggi, kebutuhan kereta api listrik sangat mendesak.
Pemkot sudah menyanggupi penyertaan investasi 5% senilai Rp 250 milyar. Selebihnya dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan Pemerintah Prancis. Sampai sekarang belum ada realisasi dari pemerintah pusat.
Kata BAMBANG, ia akan bertemu Menteri Perhubungan untuk memaparkan desain kereta api listrik monorel supaya segera direalisasikan. Meski belum jelas kapan kereta api listrik akan direalisasikan, perbaikan sistem transportasi kota terus dilakukan.
Diantaranya peremajaan bis Damri, pengaturan jadwal kerja untuk mengurangi kemacetan dan perbaikan pedestrian untuk pejalan kaki. Sehingga tidak perlu naik kendaraan kalau bepergian dalam jarak dekat.
Taken from Jawapos, Nov 16, 2009
Ebek21 November 17th, 2009, 06:28 AM Piye iki rek, konferensi internasional sebesar dan seserius ini kok kurang ada gaungnya di media Surabaya ?? Gimana nih Jawapos ?? :ohno:
Bahas Masalah Transportasi, Konferensi Internasional EASTS Digelar
suarasurabaya.net| Permasalahan transportasi di kawasan Asia masih menjadi pembahasan yang masih harus dituntaskan, terutama di untuk kawasan Asia Timur. Persoalan alat transportasi, analisa arus lalu lintas dan juga emisi kendaraan yang menjadi problem negara berkembang.
Inilah diantaranya yang akan dibahas dalam The 8th Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS) Conference 2009 di Shangri-La Hotel, Senin-Rabu (16-18/11). Mengambil tema “Mengedepankan Infrastruktur dan Layanan Transportasi pada Kawasan dengan Pertumbuhan Cepat”.
Dalam pembukaan, Prof. KYUNG SOO CHON, Ph.D Presiden EASTS mengatakan konferensi ini tidak hanya menegaskan posisi Asia Timur sebagai kawasan penting dalam perekonomian dunia, tapi juga peluang bagi Indonesia sebagai tuan rumah konferensi untuk menyusun rencana pengembangan trasnportasi ke depan. Terlebih lagi, karena letak Indonesia yang dinilai cukup strategi secara geografis dan negara dengan tingkat bencana yang cukup tinggi.
Konferensi internasional ini rencananya juga akan dihadiri oleh BOEDIONO Wakil Presiden dan SOEKARWO Gubernur Jawa Timur. Nampak dalam acara ini, BAMBANG SUSANTONO Presiden Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan PRIYO SUPROBO Rektor ITS Surabaya.
Konferensi internasional yang digelar 2 tahunan ini nantinya akan memaparkan 385 makalah mengenai persoalan transportasi yang dialami 22 beberapa negara kawasan Asia Pasifik dan Eropa.
Konferensi ini juga membahas persoalan yang merujuk pada kasus di Indonesia seperti kemajuan reformasi angkutan umum dengan mengacu kepadda pengembangan prioritas bis di Indonesia, keselamatan sepeda motor dan filosofi keberpihakan kepada pejalan kaki.
“Saya berharap, dalam konferensi ini, bisa dihasilkan pertukaran pengetahuan dan kerjasama antar negara untuk mengembangkan permasalahan transportasi,“ pungkas SOO CHON.
Taken from Suara Surabaya, Nov 16, 2009
hermawan November 17th, 2009, 06:37 AM ^^
Saya kira kesalahannya bukan di medianya...
Tapi panitianya yang kurang pinter gandeng media...................
sbyctzn November 17th, 2009, 10:38 AM ^^
tapi kebangetan juga sih,, walaupun panitia tidak menggandeng media,,, tapi kalau news valuenya sangat tinggi seperti itu ya seharusnya masuk di Jawapos...
kelupaan kali JP...
sbyctzn November 17th, 2009, 10:41 AM http://propertyoffer.files.wordpress.com/2008/10/ciputraworldeyelevel2.jpg
Crane ada 5, semua bergerak-gerak aktif banget siang malam..
para pekerja juga banyak banget di belakang.
saat ini sangat aktif di konstruksi belakang (apartemen)
sedangakan Mall cuma sesekali banyak pekerja,,,, sesekali tidak ada pekerja
dari selang waktu perbedaan hari progressnya lumayan berarti menurut saya...
jadi tidak lama lagi pasti akan kelihatan konstruksi apartemennya
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/progcw1.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/progcw2.jpg
sbyctzn November 17th, 2009, 10:45 AM http://www.apartemenpuncakpermai.com/images/apartemen%20puncak%20permai%20banner.jpg
Banyak pekerja disana....
konstruksi mulai semakin keatas...
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/progapp1.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/progapp2.jpg
sbyctzn November 17th, 2009, 10:49 AM http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Power-Center-Facade.jpg
Crane baru muncul...
jumlah pekerja tidak terlalu banyak..
tetapi nampak tetap berjalan pekerjaan konstruksinya
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/progpc1.jpg
http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/progpc2.jpg
gussinyo November 17th, 2009, 10:51 AM Update tol Sumo
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SumoOct09.jpg
Taken from Jawapos, Oct 15, 2009
top, berarti siap2 industri di daerah Mojokerto dan Jombang bergeliat
Hadi November 17th, 2009, 01:18 PM Perlu dibantu cari investor tah ??
Surabaya Desak Pusat Merealisasikan KRL Monorel
suarasurabaya.net| BAMBANG DWI HARTONO Walikota Surabaya mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan kereta listrik (KRL) monorel. KRL akan menjadi solusi transportasi perkotaan.
Kereta listrik monorel dengan model elevated akan mengurangi kemacetan , menghindari perlintasan sebidang dan mengurangi kecelakaan.
Pada MARTHA reporter Suara Surabaya, Senin (16/11), BAMBANG mengatakan dengan tingkat kemacetan dan kecelakaan di Surabaya yang semakin tinggi, kebutuhan kereta api listrik sangat mendesak.
Pemkot sudah menyanggupi penyertaan investasi 5% senilai Rp 250 milyar. Selebihnya dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan Pemerintah Prancis. Sampai sekarang belum ada realisasi dari pemerintah pusat.
Kata BAMBANG, ia akan bertemu Menteri Perhubungan untuk memaparkan desain kereta api listrik monorel supaya segera direalisasikan. Meski belum jelas kapan kereta api listrik akan direalisasikan, perbaikan sistem transportasi kota terus dilakukan.
Diantaranya peremajaan bis Damri, pengaturan jadwal kerja untuk mengurangi kemacetan dan perbaikan pedestrian untuk pejalan kaki. Sehingga tidak perlu naik kendaraan kalau bepergian dalam jarak dekat.
Taken from Jawapos, Nov 16, 2009
bukan ini lebih pemerintah pusat kita yang lelet. sibuk urus jakarta trus.... heran gw...
Hadi November 17th, 2009, 01:24 PM Wah sebentar lagi pemilihan walikota surabaya .... kira2 sapa yang bakal maju???
Tri Risma Harini??? Bambang DH??? semoga mreka bisa berduet...
Hadi November 17th, 2009, 02:12 PM Frontage Road Tak Efektif
Selasa, 17 Nopember 2009 | 8:26 WIB | Posts by: jps | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis
SURABAYA - SURYA- Pembangunan frontage road sisi timur Jalan A Yani mendapat kritik Pakar Transportasi ITS Surabaya Hita Priya Suprayitna. Menurutnya, meski keberadaan frontage road dapat mengurai kemacetan di Jalan A Yani, kemacetan di jalan paling padat di Surabaya tersebut, dipastikan akan tetap terjadi.
“Frontage road tidak akan banyak mengurai kemacetan,” ujar Hita Priya kepada Surya, disela EASTS Conference 2009 - Konferensi internasional ilmiah transportasi Asia Timur, di Hotel Shangrila, Senin (16/11).
Bahkan dengan posisi frontage road di timur rel kereta api (KA), Hita yakin ke depan bisa saja terjadi masalah. Terutama jika PT KA jadi merealisasikan rencana double track untuk jalur KA dari Surabaya ke sejumlah wilayah lain di Indonesia.
“Jika misalnya jarak antara frontage road dengan rel cukup dekat dan mepet. Pasti realisasi double track mengalami kendala,” jelasnya.
Untuk itu, sebagai solusi mengurai kemacetan lalu lintas secara jangka panjang,kata Hita, pemerintah harusnya memprioritaskan pembangunan bus way. Karena keberadaan angkutan massal ini sangat penting untuk menarik minat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
“Dengan begitu penggunaan kendaraan pribadi dapat dikurangi,” imbuhnya.
Hal itu dinilai penting, karena saat ini, di Surabaya ketika jam kerja, orang yang berangkat menuju kantor banyak yang menggunakan kendaraan pribadi dibanding yang menggunakan angkutan umum. Persentasenya 90 persen kendaraan pribadi, sedangkan 10 persen angkutan umum.
“Khusus untuk kendaraan pribadi yang dipakai ke kantor, 70 persenya adalah sepeda motor, 30 sisanya dengan mobil,” kata Hita.
Padahal di negara lain, misalnya Singapura ketika jam kerja penggunaan angkutan umum ke tempat mencapai 40 persen dan hanya 60 persen saja yang menggunakan kendaraan pribadi. “Makanya untuk mengubah agar masyarakat tertarik menggunakan angkutan umum, sistem moda transportasi umum harus diperbaiki. Dan terpenting harus ada interkoneksi antar moda transportasi satu dengan lainnya,” tukasnya.
Kepala Bappeko Tri Rismaharini mengatakan rencana double track yang akan dibuat PT KAI nantinya berada di atas rel saat ini sehingga tidak akan mempengaruhi lajur frontage road yang ada. “TIdak akan ada perluasan lahan untuk double track ini. Saya sudah koordinasi dengan PT KA,” ujar Risma. Uji/uus
sbyctzn November 17th, 2009, 02:31 PM Kota Metropolitan sekelas Surabaya tidak punya Transportasi Massal yang bagus...
Parah Parah!!!!
Yang parahnya lagi pemerintah pusat tidak tau malu....
ada konferensi transportasi di Surabaya kemarin sampai besok...
tapi di Surabaya transportasi massalnya jelek....
Semoga dengan diadakannya konferens transportasi internasional di Surabaya ini akan memberikan dukungan dibuatnya transportasi massal yang bagus di Surabaya
Konsep yang ditawarkan Pemkot tidak diberikan respon sama sekali....
Cuma mikir yang ada di Jakarta saja....
sudah tau ada peluang di depan mata ada dukungan dari Prancis malah diam saja....
bah benar-benar mengecewakan....
padahal pemkot juga sudah mau patungan sampai ratusan milyar...... (sampai 250 Milyar)
tinggal beri dukungan dana saja kok sulit....
bertahap kek... tiap tahun... kan juga bisa....
uang daerah mana cukup...
lha wong uang daerah pada lari ke pusat semua....
dibuat bangun Jakarta saja... daerahnya pada dibiarin...
Kalau begini kapan kita maju....
ketimpangan antara Jakarta dan daerah semakin besar...
Lihat pemkot Surabaya dengan susah payah memperbaiki sistem transportasi sendiri...
bangun jalan saja nyicil dikit-dikit....
kalaupun ada bantuan itu ya dari Provinsi, dan itu juga memang jalan wewenang provinsi..
Saya memimpikan negara kita bisa merata pembangunannya seperti di negara tetangga kita yang lain....
Tapi kalau masih saja begini ya.... sudahlah...
Kalah Rek sama kota lain yang bahkan lebih kecil sudah punya transportasi massal yang bagus.... walupun cuma Busway
teddybear November 17th, 2009, 03:46 PM Thanks for update! Trillium, Adhiwangsa, Grand City and Meritus?
sbyctzn November 17th, 2009, 04:47 PM @Hadi:
Bambang DH sudah ditolak sama MK!
jadi tidak mungkin akan mencalonkan jadi Walikota...
saya lebih prefer ke Bu Risma kalau pak Bambang tidak bisa naik....
tapi persoalannya Bu Risma kurang dukungan politik
Jadi kalau Bu Risma dan Pak Bambang DH kecil kemungkianannya akan duduk jadi walikota,
so saya lebih mengarah ke Pak Arif Affandi,
orangnya masih muda, kretif, visioner, sduah terbukti kepemimpinannya semasa menjabat wawali,
kandidat walikota yang sangat layak sampau saat ini saya kira..
Lainnya masih meragukan kapasitasnya......
pecinta_surabaya November 18th, 2009, 02:18 AM SBYCTZN keliling surabaya,thx buat updatenya.. :D
Menunggu Pakuwon Power Center,pgn liat gimana jadinya another mall from pajuwon group..
Eh,Lenmarc itu mangkrak??
Ko' ga ada pekerjanya sama sekalo??
:ohno:
hermawan November 18th, 2009, 04:26 AM [QUOTE=sbyctzn;46333959]http://www.apartemenpuncakpermai.com/images/apartemen%20puncak%20permai%20banner.jpg
QUOTE]
Aku sangat menyukai ini. sangat berkelas.
Mudah2an lingkungan luarnya juga seperti gambar itu......
sbyctzn November 18th, 2009, 01:12 PM @teddybear..
Trillium, Adhiwangsa, Grand City and Meritus masih tidak ada perubahan drastis,,
perubahannya minor....
tidak layak untuk diupdate...
masih sama dengan keadaan sebelumnya
pecinta_surabaya November 18th, 2009, 05:29 PM TOL SUMO..
(maaf klo kualitas gambar jelek)
http://img684.imageshack.us/img684/8758/img00019200911081437.jpg
http://img684.imageshack.us/img684/562/img00020200911081437.jpg
http://img684.imageshack.us/img684/476/img00021200911081437.jpg
pecinta_surabaya November 18th, 2009, 05:31 PM http://img94.imageshack.us/img94/4341/img00022200911081437.jpg
http://img94.imageshack.us/img94/2276/img00023200911081438.jpg
http://img94.imageshack.us/img94/7140/img00024200911081438.jpg
pecinta_surabaya November 18th, 2009, 05:35 PM http://img94.imageshack.us/img94/7668/img00025200911081438.jpg
http://img94.imageshack.us/img94/9192/img00026200911081439.jpg
http://img94.imageshack.us/img94/1050/img00027200911081439.jpg
Ocean One November 18th, 2009, 07:39 PM Mal Grand City Surabaya Operasional 2010
Rabu, 18 November 2009
Kapanlagi.com - Pusat perbelanjaan (mal) Grand City Surabaya siap operasional pada triwulan pertama tahun 2010, seiring upayanya bersaing dengan mal lain dalam menggaet tenant (penyewa stan).
"Meski operasional mal ini dimulai tahun depan, keterisian tenant di sini sudah mencapai 80% dari 280 tenant yang bisa kami tampung," kata "General Manager" PT Hardaya Widya Graha, pengelola Grand City, Wiria Chakradinata, kepada ANTARA di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, kini pembangunan gedung malnya sudah selesai dan menunggu tahap penyelesaian. Secara total, luas area mal ini 52.000 meter persegi.
"Sementara itu, kami yakin awal semester II/2010 angka okupansinya bisa menyentuh 100%," ujarnya.
Untuk stan yang belum terisi, ia optimistis, dapat membidik calon tenant ketika menjelang momen Lebaran atau sekitar bulan Agustus tahun depan. Keyakinan itu karena malnya sengaja didesain untuk kalangan menengah atas.
"Apalagi mayoritas tenant yang mengisi gedung enam lantai ini termasuk jaringan ritel internasional. Ke depan pasar Surabaya tidak perlu jauh-jauh berbelanja ke Singapura, karena semuanya sudah tersedia di sini," katanya.
Selain membangun mal yang menanamkan modal Rp1 triliun, ia mengaku, mendirikan convention exhibition center. Gedung tersebut dibangun terpisah dengan mal agar tarif sewanya bisa lebih eksklusif. Kini, beberapa bagian sudah bisa digunakan seperti ruang pameran.
"Akan tetapi, ke depan kami juga menyewakan ruangan convention, ballroom, dan meeting room. Harga sewanya sekitar Rp50 juta per hari untuk ballroom," katanya.
Di sisi lain, untuk melengkapi layanan "meeting, incentive, convention, and exhibition/MICE", tambah dia, antara dua tahun dan tiga tahun ke depan pihaknya membangun hotel dan apartemen dalam satu area. Prospek bisnis untuk tiga properti sangat potensial untuk dikembangkan di Surabaya.
"Pasar akan terkondisikan dengan konsep kombinasi antara mal, exhibition dan hunian. Apalagi, potensi Surabaya dapat mencakup pebisnis dan wisatawan," katanya.
sbyctzn November 18th, 2009, 11:51 PM ^^
HOTEL dan APARTEMEN????
jadi akan ada dua tower nih....
rendering awal kan cuma ada satu tower untuk Hotel...
wah kalau ada service hunian, kemungkinan besar akan dibuat satu tower juga....
wah sip-sip....
OK Banget Grand City....
Apalagi coba lihat kalihamat ini
"Apalagi mayoritas tenant yang mengisi gedung enam lantai ini termasuk jaringan ritel internasional. Ke depan pasar Surabaya tidak perlu jauh-jauh berbelanja ke Singapura, karena semuanya sudah tersedia di sini," katanya.
tenantnya kelas internasional????
wow... nice... apa yah????
Komplit deh...
dan semoga Hotel yang masuk jadi RITZ beneran
THX Ocean One, buat infonya, sangat bermanfaat.
pecinta_surabaya November 19th, 2009, 03:02 AM ^^ Cuma 1 tower.
Mungkin mirip aryaduta hotel&apartemen di CITO..
Freezy89 November 19th, 2009, 07:38 AM Taken from today's Jawapos...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/untitled-2.jpg
Wah, Surabaya bakal punya 3 XXI....:cheers:
archiholic November 19th, 2009, 08:19 AM Taken from today's Jawapos...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/untitled-2.jpg
Wah, Surabaya bakal punya 3 XXI....:cheers:
lebih tepatnya bakal punya 3 XXI baru di Grand City, Lenmarc dan Pakuwon Power Center ini. Ditambah 2 XXI yang sudah ada di SUTOS dan TP maka kedepannya bakal ada 5 XXI di Surabaya
gussinyo November 19th, 2009, 11:30 AM http://img94.imageshack.us/img94/7668/img00025200911081438.jpg
http://img94.imageshack.us/img94/9192/img00026200911081439.jpg
http://img94.imageshack.us/img94/1050/img00027200911081439.jpg
udah terpasang ya? hebat kontraktor yg sekarang
Ebek21 November 20th, 2009, 02:39 AM @sbyctzn, thanks untuk foto2 update CW, PP Apt, dan Power Centernya !! Habis keliling2 dr barat ke timur ya ?
@PCS : thanks juga buat foto2 update Tol Sumonya !!
Ini ada satu lagi foto Tol Sumo dr Kabar Bisnis 19 Nov 2009.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SumoNov.jpg
Ebek21 November 20th, 2009, 02:44 AM Berita topping-off RS Pendidikan Unair. Pertama di Indonesia ?? Hebat deh !! Benar2 ngebut pembangunannya. Gak kalah dengan proyek2 swasta. Apa jangan2 Unair skrg juga bisa dihitung sebagai swasta juga hehe..
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JudulUA.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PicRSPUA.jpg
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RSPUA-1.jpg
Taken from Radar Sby, Nov 20, 2009
Ebek21 November 20th, 2009, 02:49 AM 30% wisdom yg mengunjungi Jakarta berasal dr Surabaya. Berarti kita2 ini yg menyumbang kekayaan Jkt secara lumayan signifikan. Sampai2 Jakarta Tourism Expo buka pameran di Sby. Kapan giliran kita buka pameran di Jkt ??
Penerbangan Surabaya-Jakarta naik 20% per tahun
SURABAYA- Bisnis penerbangan di Indoensia terus bergeliat, khususnya untuk rute gemuk seperti Surabaya-Jakarta. Menurut General Manager Garuda Indonesia Wilayah Indonesia Bagian Timur, Suranto, rute ini adalah rute yang cukup potensial dan selalu mengalami peningkatan sekitar 15%-20% per tahun.
Saat ini, total trafik Surabaya-Jakarta mencapai 3.500-4.000 penumpang per hari. Dengan spesifikasi 35% penumpang asal Jawa Timur (Jatim), 55% penumpang asal Jakarta, dan 10% penumpang dari berbagai daerah. Jumlah ini akan terus naik seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi di Surabaya dan sekitarnya.
"Dari jumlah tersebut, Garuda Indonesia mengangkut sebesar 1.700-1.900 penumpang per hari," kata Suranto saat menghadiri pembukaan 'Jakarta Tourism Expo (JTE) 2009' di Hotel Java Paragon Surabaya, Kamis (19/11/09).
Karena cukup potensial, lanjutnya, saat ini terhitung ada sekitar 35 penerbangan Surabaya-Jakarta per hari yang dilakukan oleh seluruh maskapai. Dengan jumlah penumpang sekitar 3.500 per hari atau sekitar 105.000 penumpang per bulan.
"Ini adalah potensi raksasa yang harus kita gaet dan kita gali," kata Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman di tempat yang sama.
Menurut Arie, Surabaya adalah kota terbesar yang mengirimkan wisatawannya ke Jakarta. Bahkan, dari total wisatawan domestik yang datang ke Jakarta sebesar 15 juta per tahun, yang berasal dari Surabaya mencapai 30% dari jumlah tesebut.
Taken from Kabar Bisnis, Nov 19, 2009
sbyctzn November 20th, 2009, 07:58 AM @ebek:
itu ambilnya beda hari,
yg daerah barat sudah beberapa hari yg lalu..
Cuman sy postingny sy jd in satu.
Btw mengenai Unair IMO, sama saja dengan swasta, cuma pemerintah numpang nama, sementara image dan kepercayaan sudah dipegang.
Sekarang pemerintah tidak mengalokasikan post dr APBN untuk PT negeri.
Dampak burukny SPP naik besar2an.
Dampak baikny Unair jd maju secara drastis..
Itu biaya pembangunan RSP UA kan murni UA sendiri yg membiayai..
Freezy89 November 20th, 2009, 06:19 PM Update Proyek---East Surabaya
Proyek Jl Kertajaya Indah Timur
Kantor Cabang Bank BCA...sudah hampir selesai...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02557.jpg
Yang ini proyek apa ya??? Letaknya di Jl Kertajaya Indah Timur, seberang BCA... mungkin sudah pernah dibahas sebelumnya...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02548.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02553.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02555.jpg
Freezy89 November 20th, 2009, 06:23 PM Mall Galaxy
Ada renovasi kecil di bagian depannya...mungkin mengantisipasi datangnya pesaing baru (patos)...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02558.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02560.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02563.jpg
RSP-Universitas Airlangga
Benar2 ngebut...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02569.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02564.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02572.jpg
Yang ini apa ya...tepat berada di sebelah RSP-UA...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02568.jpg
Freezy89 November 20th, 2009, 06:35 PM East Coast Residence
Saat mengambil foto ini terpaksa lewat jalan tidak resmi, jalan utk pengunjung belum dibuka karena saat itu masih terlalu pagi. Di tengah perjalanan saya menemukan lapangan yang sepertinya difungsikan untuk helipad...kira2 siapa yang menggunakan helikopter utk datang ke proyek ini..??? Ini dia...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02581.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02592.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02583.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02587.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02590.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02586.jpg
Sebenarnya saya ingin ke bagian dalam apartemen, tapi mungkin karena saya terlalu "sopan" sehingga saya minta ijin dulu ke satpam...ternyata malah tidak diijinkan. Akhirnya hanya bisa ambil foto dari luar...:lol:
Freezy89 November 20th, 2009, 06:40 PM Cosmopolis Apartement
Sudah benar2 finished...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02615.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02617.jpg
ITS
Ini ada gedung baru yang unik di ITS...lobby nya berbentuk seperti anjungan kapal...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02594.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02595.jpg
Ebek21 November 20th, 2009, 06:46 PM ^^ Wow, thanks banget untuk update picturenya, Freezy89 !! Bagus2 dan diambil dr segala sudut :okay: Senang sekali melihat foto2 terbaru dr Surabaya Timur.
Yg di depan Bank BCA itu Graha Sampoerna. Yg di sebelah RSPUA itu barangkali Rumah Sakit Penyakit Tropis Infeksi (RSPTI) Unair (CMIIW).
My comment : Lagi2 gedung kerdil ala BCA dgn desain yg itu2 aja, agak mengecewakan sih. Graha Sampoerna bener2 ngebut, kelihatan progressnya signifikan dibanding update sebelumnya dan sudah mulai kelihatan tingginya yg menjulang. Galaxy Mall I kelihatannya direnovasi besar2an facadenya, tampak dr seluruh gedung yg ditutupi pengaman gt. RSPUA dan RSPTI bukan ngebut lg, tapi berlari kencang :applause:
Yang hebat, semua gedung tersebut terletak di satu jalan yg sama. Bravo MERR !!
Eastcoast Residence kelihatan lumayan besar, apalagi itu sebenarnya hanya Phase I nya saja. Welcome to the first seaview residence apartment in Surabaya !! Moga2 akan segera disusul oleh gedung2 yg lain !!
Cosmopolis kelihatan biasa2 saja, tapi lumayanlah untuk menambah suasana metropolis di kawasan AR Hakim situ :okay:
Freezy89, gedung unik di ITS itu kemungkinan besar adalah gedung NaSDEC (National Ship Design and Engineering Center), pusat desain kapal yg pertama dan satu2nya di Indonesia, yg baru saja diresmikan tahun 2008 lalu.
Freezy89 November 20th, 2009, 06:58 PM ^^
Thanks Ebek...
Betul...dimana2 desain gedung BCA selalu sama, membosankan...
Yup, semuanya ada di MERR...kita tunggu saja pembangunan gedung2 baru di MERR sebelah utara UA kampus C, di sana masihbanyak lahan kosong.
Wah Ebek, itu bukan gedung Nasdec...saya tahu betul yang mana nasdec karena saya kuliah di ITS...:)...tapi tidak saya ambil fotonya karena saya pikir sudah proyek tahun lalu. Kalau gedung yang di atas itu kalau tidak salah difungsikan untuk kantor bersama antara ITS-PENS-PPNS...
Ebek21 November 20th, 2009, 07:13 PM ^^ Wah sorry salah kl gitu. Kalo punya fotonya gedung NaSDEC, posting saja sekalian disini, gakpapa, karena memang belum pernah diposting sebelumnya. Penasaran karena gw juga belum pernah lihat gedungnya seperti apa :)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC02592.jpg
Love this picture. Bayangkan saja betapa luas lahan disekitar Eastcoast ini. Berapa puluh hektar lahan yg masih kosong mulai dr Amphitheatre (aka Kolam Angsa) sampai Eastcoast Residence. Bisa digunakan untuk membangun kawasan CBD mandiri dengan puluhan gedung bertingkat. Ini aset yg sangat22 berharga untuk membangun kawasan modern waterfront city. Jangan sampai dihambur2kan hanya untuk membangun kawasan landed housing aja. Akan sangat mubazir sekali kalau memang demikian jadinya
teddybear November 21st, 2009, 02:32 AM Thanks for these photo updates! Graha Sampoerna is rising fast! I'm interested to see how Galaxy Mall I will look after renovation is finished!
There are still empty lands in Eastern Surabaya but I heard the air is kinda salty that cause corrosion!?
pecinta_surabaya November 21st, 2009, 04:49 AM Meritus hotel..
http://img21.imageshack.us/img21/3764/img00045200911191005.jpg
http://img21.imageshack.us/img21/3060/img00046200911191005.jpg
pecinta_surabaya November 21st, 2009, 04:51 AM Eks gedung bioskop mitra
http://img21.imageshack.us/img21/584/img00048200911191009.jpg
kang rey November 21st, 2009, 05:11 AM surabaya to be best city at SEA
teddybear November 21st, 2009, 05:50 AM Not a fast progress on Meritus. Without counting Aston which almost 100% completed, the CBD of Surabaya only has 3 projects: Meritus, Trillium and Grand City? Only a few. Skyline still needs more hi-rises: skyline looks empty after StanChart building!
The best city in SEA, imo, still Singapore then probably followed by Kuala Lumpur. JKT and Bangkok probably has the size and population, but they are too chaotic, and has no good plan.
sbyctzn November 21st, 2009, 09:13 AM Gedung sebelah RSP-UA itu benar seperti yg dikatakan ebek, nama lainnya Tropical Disease Center.
Jika sesuai rendering, besar gedungnya hampir sama dengan RSP-UA, bahkan sama menurut saya.
Sangat masif dan terlihat so huge....
Gagah bersebelahan...
UNAIR akan jadi pusat pendidikan medis, dan sekaligus semakin mengkukuhkan Surabaya menjadi Medical Center dalam berbagai aspek..
@teddybear:
Surabaya walaupun kecil di kelas SEA, tapi pembangunan Surabaya sudah berada di jalur yang benar, tidak terlalu chaos.. Mungkin sedikit aspek yg perlu dibenahi agar chaos itu bisa dibenahi
keep grow Surabaya!!
sbyctzn November 21st, 2009, 10:17 AM Btw makin banyak rekan2 yg aktif update pic nih...
Thx buat Pecinta_surabaya, Freezy89, dll
terutama Freezy89 yg sudah banyak ambil pic ny,
btw kpn ambil fotony? Ambil sendiri?
He3x muter keliling Surabaya timur nih...
Oh y waktu ke Eastcoast itu masuk lewat mana? Kok bisa sedekat itu? Lewat Amphitheatre atau lewat sebelah sekolah Gloria? Dulu waktu sy update g brani masuk lbh dekat, coz 2 jalan masuk itu dulu ada yg jaga saat udah dekat lokasi...
Ebek21 November 21st, 2009, 10:25 AM Thanks PCS buat update Meritus dan Gedung ex Mitra. Meritus, biar progressnya gak begitu cepat, tapi masih terlihat jelas kok. Pekerjaan facade memang biasanya cukup makan waktu.
@sbyctzn: Surabaya bukan kota kecil loh, walaupun di lingkup SEA. Kalo dihitung dr segi populasi, yg lebih gede dr Sby paling2 cuma Jkt, Singapore, Manila, Bangkok, Hanoi, dan HCM City saja. Cuma dr kemajuan kota ya memang masih harus banyak mengejar ketertinggalan dr kota2 tersebut, termasuk kota2 lain yg sebetulnya masih lebih kecil.
Ebek21 November 21st, 2009, 11:19 AM Aston Bangun Hotel Bintang Dua di Surabaya
SURABAYA - SURYA - Mengambil langkah berani, jaringan Aston International Hotel and Residence mulai melebarkan sayap di segmen hotel bintang dua. Padahal elama ini, Aston Hotel lebih banyak bermain di segmen bintang empat serta resort.
Corporate Senior PR Officer Aston International Febry M Anindita mengungkapkan, beralihnya bidikan segmen ini setelah melihat banyaknya permintaan pada hotel bintang dua ini. ”Kalau melihat tren saat ini, hotel bintang dua justru marak didirikan, mengingat semakin tingginya jumlah business traveller,” kata Febry M Anindita, saat berkunjung ke kantor Harian Surya, Rabu (18/11).
Ia mengatakan, para business traveller ini biasanya menginginkan kepraktisan dalam memilih penginapan. Untuk urusan bisnis di suatu kota, mereka hanya perlu tempat menginap dan makan. “Karena itu, ke depan Aston membidik segmen ini dengan mengusung nama Fave Hotel, namun untuk pengelola manajemennya tetap Aston Group,” katanya.
Untuk hotel bintang dua ini, lanjut Febry, Aston mengandalkan konsep 3B yakni bedroom, bathroom, breakfast. “Mungkin di Indonesia ini kita yang akan menjadi pioner hotel yang bermain di semua segmen,” ujarnya. Tarifnya di kisaran Rp 300.000 per malam, dengan jumlah kamar sekitar 100 unit.
Hotel yang akan dibangun di Surabaya, rencananya menjadi hotel bintang dua yang kedua di bawah bendera Aston. Fave Hotel pertama akan dilaunching di Denpasar pada Desember 2009. Fave Hotel di Surabaya dijadwalkan dibangun pada 2010 dan launching awal 2011.
“Jaringan Aston juga memiliki hotel bintang dua lainnya dengan nama Quest Hotel yang akan dibangun di Semarang dan Kuta pada 2010. Pembangunannya akan bersamaan dengan di Surabaya,” jelas Febry.
Saat ini, Aston memiliki sekitar 20 jaringan hotel dan apartemen yang tersebar di 14 kota hingga pelosok. 12 Di antaranya mengusung konsep hotel, lima apartemen dan tiga vila.
Ekspansi di 2010, bukan hanya menggarap bintang dua, tetapi sekaligus launching konsep hotel bintang lima Grand Aston di Medan, Jogjakarta, Bali. “Segmen pasar bintang empat kita kuat, berikut bintang tiga. Tahun depan, kita akan ekspansi ke semua segmen,” pungkasnya.
Taken from Surya, Nov 19, 2009
Freezy89 November 21st, 2009, 11:26 AM ^^ Wah sorry salah kl gitu. Kalo punya fotonya gedung NaSDEC, posting saja sekalian disini, gakpapa, karena memang belum pernah diposting sebelumnya. Penasaran karena gw juga belum pernah lihat gedungnya seperti apa :)
Love this picture. Bayangkan saja betapa luas lahan disekitar Eastcoast ini. Berapa puluh hektar lahan yg masih kosong mulai dr Amphitheatre (aka Kolam Angsa) sampai Eastcoast Residence. Bisa digunakan untuk membangun kawasan CBD mandiri dengan puluhan gedung bertingkat. Ini aset yg sangat22 berharga untuk membangun kawasan modern waterfront city. Jangan sampai dihambur2kan hanya untuk membangun kawasan landed housing aja. Akan sangat mubazir sekali kalau memang demikian jadinya
Wah, kebetulan saya belum punya fotonya. Okeh, mungkin minggu depan akan saya post.
Yup...lahan yang ada memang masih sangat-sangat luas sekali. Yang ada di foto itu tentu saja "cuma" sebagian saja.
@sbyctzn :Lewat dua2nya bisa, tapi lebih dekat lewat twin lagoon. Kalau mau lewat jalan yang sudah "mulus" bisa lewat kompleks San Diego (kalo tidak salah, saya lupa namanya). Pokoknya dari twin lagoon luruuuss saja lalu belok kanan. Itu jalan buat buyer yang mau lihat proyeknya. Kalau mau masuk cukup meninggalkan KTP di pos penjagaan. Tapi pintu baru dibuka jam 9.00 pagi. Foto2 itu saya ambil pagi hari tgl 20 Nov 09...
sbyctzn November 21st, 2009, 11:26 AM ^^
hehe iya ya Bek..
Saya soalny belum tau dengan mata kepala sendiri kota2 d asean, kelihatanny Surabaya kecil dibandingkan kota2 lain d Asean.
Memang tinggal mengejar ketertinggalan saja, saya rasa semua pembangunan sudah berada di jalur yang benar, tinggal meneruskan saja.
sbyctzn November 21st, 2009, 11:53 AM Ada aktifitas baru di Jemursari, tdk tau proyek apa...
Sekarang sibuk pemasangan tiang pancang menggunakan mesin silent pile injection.
Seperti BBCA di Depan Graha Sampoerna.
teddybear November 21st, 2009, 01:18 PM So that Aston twin apt. is being used as a hotel too?
The good thing is, the fixing of the city has happened lately under the new mayor, Bambang. We all hoping the spirit of progress can be maintained, so the city will not slip back again. HOWEVER, it still lacks crucial elements. Pick an example, good public transport.
Surabaya needs to move ahead, out from the shadow of Jakarta, to attract more investors. Singapore and KL are way ahead in terms of economic, infrastructure, human development, etc.
Untung saja akhir2x ini pembangunannya diperhatikan, kalo nggak gitu jadi apa, Surabaya jadi kota kumuh yang besar.
Ebek21 November 21st, 2009, 02:28 PM Ada aktifitas baru di Jemursari, tdk tau proyek apa...
Sekarang sibuk pemasangan tiang pancang menggunakan mesin silent pile injection.
Seperti BBCA di Depan Graha Sampoerna.
Di Jemursari sebelah mana ya ? Nggak ada petunjuk lagi bangun apa ?Lahannya luas nggak ? Sorry pertanyaannya banyak hehe..
sbyctzn November 22nd, 2009, 08:38 AM ^^
besar lahan sama seperti BBCA depan Graha Sampoerna,
tanda-tanda konstruksi sangat mirip dengan BBCA depan Graha Sampoerna...
saya kok curiga nanti akan seperti BBCA....
lokasinya kalau dari jalan nginden ke arah jalan jemursari dari utara melewati perempatan jagir setelah 200 meteran sebelah kiri, sebelum SMA .... berapa itu lupa...........
tidak ada tanda atau gambar di depan lokasi konstruksi....
Di daerah kenjeran juga ada konstruksi baru, daerah jalan pinggir pantai setelah Kenjeran Park yang jalan pinggir pantainya kelihatan Suramadu itu lho...
disitu ada papan informasi proyek....
yang tuliasannya ada Pemkot dan lambang Pemkot Surabaya..
konstruksinya berupa bangunan beton yang saat ini sampai lantai 2....
perkiraan saya itu pasar ikan atau apa itu dulu.... saya lupa...
pernah dipaparkan oleh Bu Risma....
sbyctzn November 22nd, 2009, 08:41 AM VERY VERY BAD NEWS.....
ini kah yang dilakukan oleh pemerintah pusat??? :ohno::ohno::ohno:
benar-benar tidak ada perhatian yang serius terhadap pembangunan di Jatim
saya menjadi semakin kecewa dengan pusat....
masalah yang parah seperti ini masih saja LEMMOTTTT.....
Relokasi Pipa Gas Molor, DPRD Jatim Protes Kodeco
Rabu, 18 November 2009 16:00:00 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Surabaya (beritajatim.com)- Sejumlah kalangan kembali mempersoalkan kebijakan pemerintah untuk memundurkan batas akhir pemindahan pipa bawah laut milik operator Kodeco Energy Ltd yang memotong alur pelayaran barat Surabaya (APBS) dari awalnya 1 Juni 2010 menjadi mundur 1,5 tahun atau akhir 2011.
Mundurnya batas waktu pemindahaan pipa bawah laut yang kini telah dialiri gas itu terkait ketidaksanggupan operator gas itu untuk melakukan proses relokasi pipa akibat keterbatasan waktu.
Sekretaris Fraksi Amanat Nasional DPRD Jatim yang juga anggota Komisi D, Agus Maimun, Rabu (18/11/2009) mempertanyakan, alasan kebijakan yang kini disetujui pemerintah tersebut. Karena seperti diketahui bila persoalan pipa gas bawah laut milik Kodeco itu telah lama disoal dan telah disepakati batas akhirnya.
"Kebijakan pemerintah pusat itu patut dipertanyakan, kan sudah tahu bila pipa Kodeco itu memotong APBS sehingga berbahaya bagi lalu lintas pelayaran ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Lho, bila deadline-nya 1 Juli 2010 mesti dipindah kok ini malah diperpanjang 1,5 tahun," kata Agus.
Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa yang juga anggota Komisi B DPRD Jatim, Ahmad Mawardi mengungkapkan pihaknya telah mengamati persoalan polemik pipa Kodeco sejak lama. "Adanya pipa Kodeco yang melintang alur itu kan telah menyebabkan timbulnya high cost atau ekonomi biaya tinggi bagi pelaku usaha di Pelabuhan Tanjung Perak. Anehnya, proses pemasangan pipa yang salah itu kok malah diberi kelonggaran pemerintah pusat. Ada apa dengan pipa Kodeco," imbuhnya.
Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Dephub, Sunaryo, menjelaskan bila batas waktu pemindahaan pipa Kodeco di APBS berubah mundur 1,5 tahun. "Rapat terakhir di Dephub, ternyata Kodeco meminta waktu selama dua tahun untuk merelokasi pipa gasnya. Tetapi, Dephub, minta waktu 1,5 tahun saja sehingga batas waktu 1 Juni 2010 diundur hingga akhir 2011. Alasan Kodeco, waktu enam bulan (Januari-Juni 2010, red) terlalu pendek untuk merelokasi," ungkap Sunaryo kepada wartawan di kantor Adpel Tanjung Perak Surabaya, akhir pekan lalu.
Seperti diketahui, persoalan pipa gas Kodeco telah memantik polemik sejak awal 2008 ketika proyek pipa itu memasuki tahap pemasangan. Segenap asosiasi di Tanjung Perak, termasuk Kadin Jatim dan Gubernur Jatim, kala itu bereaksi keras atas keberadaan proyek pipa yang diketahui melintang tersebut.
Bahkan ketika pipa gas itu telah dialiri pada Juni 2009 lalu, pihak Adpel Tanjung Perak Perak telah mengeluarkan batasan draft kapal yang melalui APBS menjadi maksimal 7 meter. Langkah itu jelas memicu respon negatif karena dapat menyebabkan ekonomi biaya tinggi yang diakibatkan perusahaan pelayaran mesti mengurangi beban muatan.
Aspirasi dan tuntutan dunia usaha dan Pemprov Jatim itu akhirnya direspon oleh Pemerintah Pusat dengan menggelar rapat di Adpel Tanjung Perak pertengahan Agustus 2009 dan menghasilkan kesepakatan bila batas waktu penggunaan pipa pada 1 Juni 2010, sehingga pipa itu mesti direlokasi. Tetapi informasi terakhir, malah diundur akhir 2011 mendatang. [air/tok]
Blue_Sky November 22nd, 2009, 08:47 AM Kagum banget ama perkembangan kota ini
:okay:
Ebek21 November 23rd, 2009, 05:13 AM Cerah, Prospek Petra Square
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PS.jpg
SURABAYA - Prospek cerah bisnis apartemen juga mengundang minat kalangan kampus. Salah satunya ditunjukkan oleh Universitas Kristen (UK) Petra, Surabaya, yang bersiap membangun The Petra Square, apartemen yang membidik pasar mahasiswa.
Direktur The Petra Square Setia Budhijanto mengatakan, realisasi pembangunan apartemen 17 lantai dengan 279 kamar itu dijadwalkan pada Februari 2010. "Namun, peminatnya saat ini sudah banyak. Stok unit kami sudah banyak yang terjual," ujarnya kemarin. Budhi menyebutkan, dari data terakhir, sudah ada sekitar 100 peminat yang dalam tahap negosiasi. ''Kebanyakan mereka masih menunggu deal dan negosiasi dengan orang tua,'' lanjutnya. Mengingat peminat yang membeludak, Budhi memajukan waktu launching dari semula Januari 2010, diajukan menjadi Desember 2009.
Budhi menambahkan, meskipun sasaran utama The Petra Square ada*lah konsumen mahasiswa, namun juga tidak menutup untuk konsumen umum. Untuk bisa bertempat tinggal di apartemen ini, maka pihak The Petra Square akan me*nerapkan sistem beli. ''Jadi meski mahasiswa, tapi tidak diberla*kukan sistem sewa atau kos,'' kata Budhi.
Dalam konsepnya, The Petra Square akan dilengkapi pertokoan, kafe, minimarket, food court, toko buku, dan IT center. Apartemen itu akan dibangun pada lahan seluas kurang lebih 2100 meter persegi.
Taken from Jawapos, Nov 23, 2009
Ebek21 November 23rd, 2009, 05:15 AM :okay:
PDAM Surabaya Dinobatkan sebagai PDAM Terbaik Nasional oleh Perpamsi
SURABAYA - Tampaknya, ini pas sebagai kado ulang tahun ke-33 PDAM Surabaya yang jatuh besok. Baru-baru ini, perusahaan daerah itu dinobatkan sebagai PDAM terbaik nasional oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). Rencananya, penghargaan itu diberikan pada Kongres Perpamsi 30 November-4 Desember di Batam, Kepulauan Riau.
Perpamsi Award itu diberikan lantaran PDAM Surabaya dinilai memiliki banyak prestasi. Yaitu, kualitas airnya dinyatakan tebersih se-Indonesia. Faktor lain, PDAM Surabaya punya sistem penagihan biaya yang sangat rapi dan terlaksana secara baik. Selain itu, PDAM berprestasi karena berencana menambah jaringan secara luas.
Humas PDAM Sunarno menyatakan bahwa penghargaan itu diraih berdasar faktor keuangan, operasional, pelayanan, dan SDM. Soal keuangan, pada 2008 PDAM mampu menyumbang PAD sampai Rp 30 miliar. Laba bersihnya Rp 131 miliar. ''Padahal, tarif air di Surabaya termurah di Indonesia,'' jelas Sunarno.
Soal pelayanan, PDAM Surabaya memiliki 400 ribu pelanggan. Dengan pelanggan sebanyak itu, angka komplain tetap rendah. Yakni, hanya satu persen pelanggan setiap bulan. Angka tersebut masih tergolong wajar jika dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Indonesia, yakni Jakarta dan Medan. ''Saya tidak tahu persisnya. Tetapi, di dua kota itu lebih dari 10 ribu pelanggan mengeluh tiap bulan,'' tuturnya.
Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mochamad Machmud menyambut baik penghargaan yang diperoleh PDAM Surabaya tersebut. Penghargaan itu, kata Machmud, merupakan angin segar di tengah keterpurukan banyak BUMN di Surabaya.
Machmud menambahkan, kebocoran air PDAM menurun dalam setahun terakhir. Pada 2008, kebocoran PDAM 37 persen, sedangkan tahun ini 34 persen. Meski demikian, Machmud berharap PDAM mampu menekan angka tersebut sebisa dan sejauh mungkin pada tahun-tahun berikutnya. ''Sebab, harga air bersih sangat mahal. Eman kalau kebocorannya sampai sebanyak itu,'' tandas Machmud.
Dia menuturkan, pihaknya mendorong langkah PDAM Surabaya untuk merebut jabatan ketua Perpamsi tahun depan.
Taken from Jawapos, Nov 23, 2009
Ebek21 November 23rd, 2009, 05:17 AM Lurah Wonorejo Hastiadi Terinspirasi Kembangkan Wilayah setelah Belajar dari Tiongkok
Promosi Wisata Hutan Mangrove, Ajak RW Kunjungan Tiap Minggu
Lurah Wonorejo Hastiadi kini sedang bersemangat mengembangkan hutan mangrove di wilayahnya menjadi daerah wisata. Dia menyatakan banyak mendapatkan inspirasi baru setelah menimba ilmu dari Tiongkok. Seperti apa?
ASTANTO AL BUDIMAN, Wonorejo
---
HASTIADI ditunjuk mewakili lurah se-Surabaya untuk mengikuti seminar World Oceans Weeks (WOW) di Tiongkok pada 5-10 November lalu. Dia dipilih setelah menjadi juara pertama lomba Kelurahan Berhasil Tingkat Kota Surabaya pada Agustus lalu. Dia datang bersama Kepala Dinas Pertanian Pemkot Samsul Arifin. ''Ini anugerah sekaligus amanah agar membawa manfaat bagi Kelurahan Wonorejo,'' katanya.
Seminar itu memang memberikan semangat baru bagi Hastiadi untuk memaksimalkan potensi hutan mangrove di wilayahnya.
Seminar WOW adalah pertemuan rutin yang diselenggarakan oleh pemerintah Tiongkok. Pertemuan itu membahas tentang bagaimana memanfaatkan potensi kelautan di masing-masing negara. Dalam subtopik, dibahas tentang potensi hutan mangrove. Lebih dari 15 negara menjadi peserta workshop. Mereka, antara lain, Filipina, Myanmar, Malaysia, Etiopia, dan Amerika Serikat.
Hastiadi mengungkapkan memperoleh banyak pengalaman berharga setelah mengikuti seminar itu. Dia kini mengetahui, banyak negara yang memiliki mangrove, namun tidak dirawat. Misalnya, Ghana, Nigeria, dan Filipina. Tiga negara itu malah menggusur hutan mangrove untuk dijadikan gedung-gedung bertingkat. ''Mereka baru menyadari pentingnya melestarikan hutan mangrove dan menjaga ekosistem pantai,'' ujarnya. Sementara itu, di Wonorejo, hutan mangrove ditetapkan sebagai kawasan konservasi.
Dalam acara yang diadakan di Kota Xiamen tersebut, Hastiadi juga mengunjungi beberapa tempat wisata kawasan pantai. Dia menjelaskan, pantai di sana menjadi jujukan wisata bagi warga sekitar sekalipun tidak banyak fasilitas yang disediakan. Yang ada di kawasan itu hanyalah bicycle track di sepanjang pantai dan jalur pedestrian untuk berolahraga. Sedangkan pembatas pantai yang dipasang untuk menahan ombak menggunakan bongkahan-bongkahan bekas bangunan. ''Yang patut diacungi jempol adalah kebersihan pantai dan fasilitas umum di sana,'' imbuh suami Umi Rachmawati itu.
Terinspirasi dari kunjungan tersebut, dia ingin memanfaatkan potensi alam di Kelurahan Wonorejo. ''Hutan mangrove di Wonorejo punya lebih banyak potensi keberagaman yang bisa dijual untuk pariwisata,'' ujarnya.
Bapak dua anak itu lantas membeberkan potensi alam di hutan mangrove Wonorejo. Selain bisa menikmati keindahan alam, pengunjung hutan mangrove Wonorejo bisa bermain-main dengan kerang dan aneka ikan. Kelurahan Wonorejo, menurut Hastiadi, memiliki flora dan fauna tersendiri yang tidak dimiliki wilayah lain di Surabaya. ''Orang bisa melihat hewan nyambik, monyet, hingga buaya,'' ujarnya, seperti berpromosi.
Kelurahan Wonorejo juga memanfaatkan mangrove menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual. Mulai batik mangrove, jenang mangrove, hingga tempe dan krupuk mangrove. ''Unit usaha kecil dari warga ini nanti bisa menjadi ikon untuk oleh-oleh,'' tuturnya.
Setelah mengikuti seminar tersebut, lurah kelahiran 4 Oktober 1963 itu meminta perangkat kelurahan -RT, RW, dan lainnya- rajin mengunjungi hutan mangrove bersama warga setempat. ''Saya ingin semua warga Wonorejo tahu potensi alam kita,'' tandasnya. Waktu kunjungan disepakati pada Sabtu atau Minggu. Karena perahu hanya sebuah, Hastiadi membagi kunjungan menjadi per RW. ''Tiap kunjungan maksimal diikuti 40 orang,'' terangnya.
Hastiadi menjelaskan, dalam waktu dekat, pemkot akan membangun jalur bicycle track di Wonorejo. Panjangnya sekitar 25 kilometer. Mulai Boezem Wonorejo, Medokan, hingga Gununganyar Tambak. ''Tunggu tanggal peresmiannya saja,'' ujarnya. ''Mohon dukungan dari pemerintah kota dan provinsi, agar nanti hutan mangrove Wonorejo bisa menjadi ekowisata di Surabaya,'' imbuh Hastiadi.
Taken from Jawapos, Nov 23, 2009
gussinyo November 23rd, 2009, 08:31 AM @ feezy89;
TQ pictx, tenyata dah jadi ya apart east coast, bagusnya klu dstu pantainya jg dipermak jd kwsn wista gt
sbyctzn November 23rd, 2009, 04:56 PM ^^
btw mau dibangun 28 km bicycle track di pinggir pantai hutan mangrove??
Tidak kebayang kalau musim kemarau.
Panas bgt d pinggir pantai....
Apa y bakal ada yg mau pakai bicycle track itu...
Agak pesimis sy dg proyek itu....
Apalagi daerah Wonorejo jauh dari jangkauan tengah kota...
Ebek21 November 23rd, 2009, 05:23 PM ^^ No, no, ecotourism is not an option in big metropolitan cities like Surabaya, it's A MUST HAVE. So start it now !!
Ebek21 November 24th, 2009, 02:28 AM Tahun lalu Nilam Timur, tahun depan Jamrud Selatan. Satu persatu areal pergudangan kumuh di Tg. Perak dibenahi. Sekali pembenahan bisa menghasilkan penambahan kapasitas yard sampai ratusan ribu TEUs. Selain lebih sedap dipandang (memberikan kesan terminal modern), penataan ulang ini juga jauh lebih murah dibanding membangun container yard yg sama sekali baru dengan membebaskan lahan masyarakat.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JS.jpg
Taken from Radar Sby, Nov 24, 2009
Ebek21 November 24th, 2009, 02:39 AM @ feezy89;
TQ pictx, tenyata dah jadi ya apart east coast, bagusnya klu dstu pantainya jg dipermak jd kwsn wista gt
Surabaya belum benar2 sah jadi kota maritim tanpa memiliki MARINA, tempat dimana olahraga air dan marine tourism bisa berkembang. Sebagai satu2nya pengembang yg memiliki akses ke tepi laut (dan garis pantainya sangat panjang), nggak ada salahnya Pakuwon memikirkan kemungkinan membangun marina di areal Pakuwon City ini.
Kalau ini bisa diwujudkan, benar2 :drool: deh..
Ebek21 November 24th, 2009, 08:52 AM :okay::okay:
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RPSby.jpg
Taken from Jawapos, Nov 24, 2009
sbyctzn November 24th, 2009, 10:21 AM ^^
Sangat bangga mendengar kata "BUKAN BANJIR TAPI GENANGAN AIR YANG SEBENTAR JUGA SURUT",
kota sekelas Surabaya tidak ada lagi banjir, yang di Indonesia sudah terkenal bahwa hampir semua kota besar pasti menghadapi masalah banjir saat musim hujan tiba,
memang sudah saya buktikan sendiri sejak musim hujan tahun lalu permasalahan banjir di Surabaya tidak sekronis dulu...
Kalaupun ada, itu bukanlah banjir, tapi "GENANGAN AIR" yang sebentar juga akan surut.
Daerah raya darmo, basuki rahmat, dharmawangsa dan perkampungan kertajaya dll sangat besar perubahannya...
Dulu banjir, lama surutny, tp sekarang sangat cepat surutny bukan BANJIR lagi namany...
Apalagi tahun ini perbaikan sudah banyak dilakukan dibandingkan tahun lalu, saya yakin perubahanny akan semakin terlihat!
teddybear November 24th, 2009, 03:48 PM ^So, what is the reality? Do you see flooding still occur? Whenever you roam across the city do you still see flooding?
Ebek21 November 24th, 2009, 04:14 PM Foto kondisi lokasi Petra Square saat ini, taken from here (http://www.flickr.com/photos/alderina/4113983981/page2/)
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PSa.jpg
Baru tahu kalo ada juga mahasiswa Petra yg keberatan pembangunan gedung2 apartemen yg katanya menambah kemacetan di jalan yang memang tidak lebar itu. Selain katanya "menggusur" pedagang2 makanan yg biasa mangkal disitu :)
dimasputra November 24th, 2009, 04:26 PM Bisa untuk Konser Musik
Selasa, 24 Nopember 2009 | 8:13 WIB | Posts by: jps | Kategori: Surabaya Raya |
PASCABEROPERASINYA Gelora Bung Tomo, Pemkot Surabaya bertekad mengambil alih Gelora 10 Nopember dari Yayasan 10 Nopember. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya Sigit Sugiharsono mengungkapkan pengambilalihan stadion ini sebagai upaya untuk mengamankan asetnya.
“Jadi tidak mungkin dijual, malah akan kami ambil alih karena untuk membangun dan mencari stadion itu tidak mudah,” kata Sigit pekan lalu.
Saat ini Sigit masih negosiasi dengan Yayasan 10 Nopember. Harapannya pihak yayasan bisa legowo dan tidak melakukan perlawanan atas penguasaan ini. “Saya berharap 2010 nanti Stadion Tambaksari bisa kami kelola,” kata mantan Camat Asemrowo ini.
Untuk ini, dispora sudah menyusun anggaran biaya pengelolaan selama setahun di RAPBD 2010. Besarnya Rp 669,1 juta. Biaya ini belum termasuk rencana pembuatan ruang khusus merokok di tiga lokasi. Masing-masing lokasi dianggarkan Rp 50 juta. Ini belum termasuk untuk pembelian air purifier (penghisap asap) senilai Rp 50 juta.
Menurut Sigit, rencana biaya ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga. “Kami khawatir kalau tidak dianggarkan setelah dikuasai kebingungan mencari biaya pengelolaannya,” ujarnya.
Dalam pengelolaannya nanti, Sigit sudah merencanakan akan membentuk unit pelaksana teknis (UPTD). UPTD Stadion Tambaksari akan digabung dengan lapangan lain yang rencananya juga akan dikuasai pemkot tahun 2010 mendatang yakni Lapangan THOR, Lapangan Hoki dan Gelanggang Remaja. Sedangkan Gelora Bung Tomo (GBT) akan dibuat UPTD tersendiri.
Agar tetap menguntungkan, rencananya Stadion Tambaksari ini akan dijadikan pusat pertandingan berskala nasional maupun regional. Selain itu Tambaksari juga akan membuka untuk kegiatan-kegiatan nonolahraga seperti konser musik. “Tidak mungkin toh SSC akan dibuat konser musik, karena memang lokasinya jauh. Jadi saya rasa Stadion Tambaksari tetap akan menguntungkan,” katanya.
Asisten Administrasi Umum Sekkota Surabaya Suhartojo mengatakan proses pengambilalihan aset sedang dilakukan. Dispora kebagian merancang proses pengelolaannya, Bagian hukum mengaji masalah hukum termasuk surat keputusan wali kota dan perda yang mengatur masalah pengelolaannya. Sedangkan bagian organisasi mempersiapan bentuk organisasi di bawah dispora yang akan mengelola stadion ini.
“Dalam pengelolaan ini prinsipnya jangan sampai membebani APBD. Kalau sebelumnya tanpa APBD bisa jalan, kenapa sekarang malah membebani. Karena itu rencana anggaran yang dibuat dispora masih kami kaji lagi,” kata Suhartojo.
Hartojo memastikan tidak akan ada penolakan dari pihak yayasan terkait pengelolaan ini karena masih memungkinkan karyawan yang ada di stadion tetap dipekerjakan. “Pada dasarnya dari yayasan sudah oke. Jadi tinggal masalah hukum dan pengelolaannya saja,” tukas Suhartojo. uus
|
|