View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development


Pages : 1 2 [3] 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

teddybear
March 4th, 2007, 11:01 AM
http://img137.imageshack.us/img137/7808/aptparagon1mf7.jpg

Is it the empty lot before Vida shown on the photo above? Or is it after Vida?

Fir3blaze
March 4th, 2007, 03:58 PM
it's before vida, as indicated by the red circle

http://img176.imageshack.us/img176/9329/aptparagon1mf7gd6.jpg (http://imageshack.us)

Blue_Sky
March 4th, 2007, 04:23 PM
Guys...
Would you consider Surabaya to have 2 CBD
1 in Tunjungan and another one in Mayjen Sungkono

Hyatt Hotel, Pakuwon and now Ciputra superblock located in this area rite?

teddybear
March 4th, 2007, 10:46 PM
^ Looks like West Surabaya is forming another CBD, though right now still mostly apartment towers. If it does becoming CBD, it might center on MayJend Sungkono. Ciputra Superblock is in this area.

The old CBD is in the center - Tunjungan area including Embong Malang, Raya Darmo up to Basuki Rahmat, and Pemuda to Panglima Sudirman. Not much change lately probably because the high land price and demand on office space has not pick up much. Pakuwon Superblock (Tunjungan Plaza Superblock) and Hyatt Hotel is in this area.

But lately there are development in the South side, mainly along Ahmad Yani, the most crowded street in Surabaya. Cito, Royal Plaza and Jawapos group is in this area.

Blue_Sky
March 5th, 2007, 04:44 AM
Nah I wont consider Cito area to be the new CBD
But I see a prospect in Mayjend Sungkono
I remember first time went there, the road is wide, clean and Hyatt hotel really boost a booming development there

teddybear
March 5th, 2007, 05:01 AM
you mean, Shangri-La, not Hyatt, since Hyatt is not on MayJend Sungkono.

Blue_Sky
March 5th, 2007, 05:05 AM
My bad then
I little bit confused since last time I visited that area was like 5 years ago

Road in there were made by concrete and not asphalt rite? or I was just confused again

teddybear
March 5th, 2007, 05:15 AM
Right, the road on MayJend is concrete, not asphalt. I remember back then when MayJend road has lots of potholes...

Fir3blaze
March 5th, 2007, 04:37 PM
Guys...
Would you consider Surabaya to have 2 CBD
1 in Tunjungan and another one in Mayjen Sungkono


The problem with having 2 CBD is that infrastructure linking the two areas are still limited. Mayjend Sungkono is way overcrowded as it is, and you're going one big round to go by toll road. Don't even mention the access from town area towards Jl. Mayjend Sungkono (via Jl. Kutai and/or Indragiri), traffic there is a constant nightmare.

The way i see it, Mayjend Sungkono need to have at leasts one more lane per direction to accomodate more traffic.

Hadi
March 6th, 2007, 03:11 AM
01-03-2007 16:36:07
Pemkot dan Kodikal Wujudkan Hutan Kota

Semakin sulitnya mendapatkan areal kota yang cukup luas sebagai hutan kota, mendorong Pemerintah Kota Surabaya melakukan perjanjian kerjasama dengan Komando Pendidikan Angkatan Laut (Kodikal) Surabaya tentang penghijauan lingkungan dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan. Acara penandatanganan perjanjian akan dilaksanakan, Jum¿at (2/3) bertempat di Pusat Pendidikan Marinir (Pusdikmar) Gunung Sari Surabaya. Bertindak atas nama Pemerintah Kota Surabaya, Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono dan atas nama Kodikal, Nurri Andrianis Djatmika, Letkol Marinir, Komandan Denma Kodikal.
Acara akan diawali dengan kegiatan jalan sehat sepanjang 2,5 km di area Pusdikmar. Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut diikuti dengan penanaman penghijauan 1.000 pohon. ¿Pemkot Surabaya akan menyediakan bibit tanaman hutan berupa kayu-kayuan dan Multi Purpose Tree Species (MPTS), pupuk dan obat-obatan tanaman dan pihak Kodikal akan menyiapkan lahan seluas 5 Ha yang digunakan untuk lahan penghijauan tersebut,¿ kata Drs. Hari Tjahjono, MM, Kabag Humas & Protokol Kota Surabaya.
Selain itu, kerjasama ini bertujuan untuk memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan sebagai bagian dari kawasan hutan kota yang merupakan ruang terbuka hijau. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai yakni terbangunnya kepeloporan, kemampuan dan upaya rehabilitasi lahan.

copied from www.surabaya.go.id:cheers:

Hadi
March 6th, 2007, 03:29 AM
05-03-2007 11:26:00
WALIKOTA RESMIKAN HOTEL MERCURE

Walikota Surabaya, Bambang DH. Senin (26/02) meresmikan soft opening Mercure Mirama Hotels. Peresmiannya, ditandai dengan pengguntingan untaian bunga melati oleh walikota Bambang DH dengan didampingi Pimipinan Accor Group Indonesia, Johan Setiawan Saputra.
¿Proyek renovasi Hotel Mercure ini di laksanakan mulai November 2005, Hotel Mercure Mirama merupakan hotel berbintang empat, yang berlokasi di jantung kota Surabaya yaitu Jalan Raya Darmo 68-78 Surabaya. Dengan didirikan Hotel Mercure diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kota Surabaya. Memberi lapangan kerja bagi 150 orang lebih, diharapkan Hotel Mercure Mirama dapat memperindah kota Surabaya. Mengenai manajemen Hotel Mercure Mirama diserahkan sepenuhnya kepada pihak Accor yang telah dikenal ahli dalam bidang perhotelan yang tidak hanya di Indonesia tapi di Dunia Internasional, karena itu Hotel Mercure Mirama yakin dapat bersaing dengan competitor yang lain.¿ Tutur Johan Setiawan Saputra
Bambang DH dalam sambutannya, mengharapkan Hotel Mercure Mirama bisa menjadi satu pilihan lagi, bagi wisatawan domestik maupun manca Negara yang akan berkunjung di kota Pahlawan tercinta, mengingat hotel ini menjadi hotel yang cukup resepentatif yang berstatus bintang empat, sekaligus menambah jumlah hotel berbintang empat yang ada di kota Surabaya. ¿ Kehadiran Hotel Mercure Mirama yang baru saja diresmikan ini dapat mempercantik kota Surabaya. Dengan didirikan Hotel Mercure Mirama ini dapat membantu pemerintah dalam membuka lapangan kerja bagi warga Surabaya dan sekitarnya.

Copied from www.surabaya.go.id:banana:

OPTX
March 10th, 2007, 08:46 PM
Is it the rendering of Pakuwon City in East Surabaya ?
According to this news ( http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=11959672&postcount=495 ) that this superblock will be completed in 2011.

Taken from Jawapos today ( http://www.freefilehosting.net/download/MTI2Mjgz )

http://img158.imageshack.us/img158/3849/pakuwoncity00eastsby00ur0.jpg

Salah satu proyek superblok yang sudah mulai berjalan di kota Buaya adalah Pakuwon City yang terletak di Surabaya Timur. Sebenarnya Pakuwon City merupakan perkembangan dari Pakuwon Laguna Indah yang sudah ada sejak tahun 1994.

Saat itu Pakuwon mengusung konsep kota Bahari, soalnya proyek tersebut terletak di dekat pantai. Namun seiring dengan perkembangan kota Surabaya yang semakin modern, maka konsep tersebut pun berubah menjadi kota modern.

Menurut Ridwan, Pakuwon City bakal mengusung konsep yang membuat semua kehidupan penghuni menjadi lebih mudah. Mereka yang tinggal di sana tidak perlu keluar dari komplek jika tidak ada keperluan yang memang benar-benar mengharuskan mereka untuk keluar. "Penghuni komplek bisa rekreasi, sekolah, kerja, belanja di situ," ujar Ridwan.

Saat ini Pakuwon City sedang melengkapi jeroannya dengan pembangunan apartemen untuk kelas menengah ke atas. Apartemen ini akan melengkapi pusat perbelanjaan Pakuwon Town Square dan juga 2.800 unit rumah dan kaveling yang sebelumnya sudah menggunakan lahan sebesar 350 hektare. Total proyek Pakuwon City itu sendiri rencananya akan memakan lahan seluas 600 hektare.

Ridwan menyebutkan bahwa di komplek ini perusahaannya akan membangun water park, hotel, rumah sakit, gedung perkantoran dan fasilitas pendidikan. Grup Pakuwon memasang target pada tahun 2011 proyek superblok itu akan selesai.

J`Town
March 10th, 2007, 11:07 PM
omigod this is so cool! can't wait for it to be finished! any photos?

us_lukman
March 11th, 2007, 07:04 AM
Hidup Was-was di Bawah Proyek Mangkrak

ssnet| Dua tahun mangkraknya proyek E-Square membuat warga perkampungan Ngagel baru yang berada persis di belakang proyek tersebut resah. Apalagi sejak jatuhnya papan reklame yang menempel di crane proyek tersebut ke atap rumah di Jl. Ngagel Baru I/84 milik JOKO WIRYANTONO, Sabtu (10/03) pagi.

DIDIK SETYO WAHONO Ketua RW 5 pada suarasurabaya.net mengatakan selama dua tahun mangkraknya proyek tersebut, warga selalu was-was karena di belakang rumah mereka berdiri bangunan tinggi yang belum jadi. Sebuah crane pun masih berdiri di sana selama dua tahun tanpa pernah dioperasikan.

“Terus terang saja, kita takut kalau suatu waktu nanti crane itu roboh dan menimpa rumah kami. Untungnya dalam kecelakaan ini, tidak ada korban. Rumah Pak JOKO di lantai 2 mengalami kerusakan karena tertimpa reklame dari seng ukuran 2 x 3 meter,” kata DIDIK.

Hal lain yang dikhawatirkan wargaselain crane adalah kayu-kayu yang masih menempel di bagian dinding proyek tersebut. Sewaktu-waktu, kata DIDIK, kayu itu bisa lepas dan menimpa rumah warga yang ada di bawahnya. Berkali-kali, tambah dia, warga berupaya mengkomunikasikan hal ini pada pemilik proyek namun gagal.

Sementara itu ANDI MEIFIAN pengawas kontraktor dari PT Wijaya Karya yang mengerjakan proyek E-Square menyatakan pihaknya akan bertanggungjawab dan mengganti kerusakan rumah warga yang tertimpa papan reklame tersebut.

Tentang keluhan dan keresahan warga, kata ANDI, pihaknya akan melaporkannya secara resmi kepada PT United Engineer ASSA selaku pemilik proyek. “Kita akan membenahi proyek ini agar setidaknya tidak membahayakan warga sekitar,” jelasnya.

Proyek pusat perbelanjaan E-Square seharusnya sudah beroperasi pada Februari 2005 lalu. Namun karena ada masalah finansial, proyek tersebut mangkrak dan hingga kini masih belum ada kejelasan tentang tindak lanjut proyeknya

glitz_boy
March 11th, 2007, 12:20 PM
E2 itu dimana yah? belakang e dinoyo itu tah?

us_lukman
March 13th, 2007, 09:37 PM
Metropolis Apartment

http://i12.tinypic.com/4g88emc.jpg

glitz_boy
March 16th, 2007, 05:38 PM
Wow thanks us_lukman! been waiting for sum1 to post metropolis pic here!

Hadi
March 21st, 2007, 05:11 PM
Pertama di Indonesia
Taman Kota di Taman Bungkul Ada Akses Wi-Fi

ssnet| Telkom mengucurkan dana Rp1,5 miliar untuk membangun Taman Bungkul menjadi Taman Kota dengan akses Wi-Fi. Ini adalah pertama di Indonesia Taman Kota ada Wi-Fi.

"Kami bersyukur keinginan Telkom untuk mempersembahkan satu taman keluarga sekaligus taman bermain yang aman dan nyaman bagi warga kota Surabaya segera terwujud," kata NANANG ISMAIL KOSIM, Executive General Manager Telkom Divre V Jawa Timur saat penandatanganan MoU antara Telkom Divre V Jatim dengan BAMBANG DH Walikota Surabaya di Ruang Sidang Walikota Surabaya, Kamis (24/08).

Beberapa fasilitas yang akan dibangun di Taman Kota ini nantinya antara lain taman bermain anak, jogging track, skateboards track, food court, dan berbagai fasilitas bermain yang lainnya.

"Taman ini nantinya juga akan dilengkapi dengan fasilitas akses internet Wi-Fi. Dan ini satu-satunya di Indonesia," jelas NANANG.

Diharapkan pada September mendatang, pembangunan Taman Kota segera dilaksanakan sehingga warga Surabaya segera bisa menikmati fasilitas baru persembahan Telkom, tambah DJADI SOEGIARTO Communication Manager Telkom Divre V Jawa Timur pada suarasurabaya.net.

Kata DJADI program pembangunan Taman Kota ini merupakan bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility) Telkom di bidang Peduli Lingkungan.

Sementara itu TRI RISMA HARINI Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Surabaya waktu dikonfirmasi YULIA reporter Suara Surabaya, Kamis mengatakan, peremajaan Taman Bungkul atas kerjasama Pemkot dengan PT Telkom ini sesudah selesai, Pemkot akan merawat dan memanfaatkan sesuai kesepakatan sebagai sarana pendidikan terbuka dan rekreasi.

Di Taman Kota ini orangtua nantinya bisa memanfaatkan fasilitas internet karena ada Wi-Fi sambil menemani atau menunggu anak-anak bermain.

Kata TRI RISMA begitu pembenahan rampung, juga segera disusun jadwal kunjungan siswa mulai dari TK sampai SMA supaya belajar sambil bermain di Taman Kota di Taman Bungkul.

Hadi
March 21st, 2007, 05:16 PM
Senin, 19 Mar 2007,
Sempurnakan Fasilitas Penyandang Cacat



SURABAYA - Rencana peresmian Taman Bungkul Rabu besok (21/3) sudah di depan mata. Namun, masih ada sedikit kendala. Yakni, sarana bagi para penyandang cacat masih belum sempurna.

"Sebenarnya Taman Bungkul sudah baik, tapi masih ada beberapa lokasi yang perlu perbaikan supaya bisa diakses para penyandang cacat," ujar Direktur D Care, Wuri Handayani. Aktivis perempuan berkursi roda itu bersama beberapa temannya mengunjungi Taman Bungkul kemarin. Di sana, dia ditemui Wakil Wali Kota Arif Afandi dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Tri Risma Harini yang meninjau proses terakhir finalisasi taman tersebut.

Wuri menjelaskan, sebagian hal yang belum menguntungkan bagi para penyandang cacat. Di antaranya, jalan masuk menuju Taman Bungkul masih terlalu tinggi. Kondisi ini membuat para penyandang cacat kesulitan masuk arela taman. Misalnya, pintu masuk di sisi selatan, dekat Grha Wonokoyo dan sisi utara dekat lahan parkir.

"Seharusnya jalan masuknya dibikin lebih landai," terangnya. Wuri juga menyoroti kondisi toilet. Menurut dia, jalan masuk sudah cukup baik. Hanya, kondisi toiletnya belum memperhitungkan kepentingan para penyandang cacat. "Saya bisa masuk ke toilet, tapi tidak bisa menutup atau membuka pintu, apalagi memanfaatkan toiletnya," terang Wuri.

Keluhan tersebut langsung ditindaklanjuti Risma. Dia meminta para pekerja di Taman Bungkul membenahi titik-titik yang ditunjuk Wuri. "Tolong ini dibikin lebih landai Pak, supaya teman-teman penyandang cacat bisa masuk dengan mudah," kata Risma. Dia juga berjanji memperbaiki semua sarana di Taman Bungkul supaya bisa diakses dengan mudah oleh penyandang cacat. "Setelah penyerahan ke pemkot (dari Telkom, Red), pemkot akan melakukan perbaikan," katanya.

Kemarin, setidaknya 20 petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mondar-mandir sambil menenteng peralatan kerja. Ada yang memasang kabel dan lampu, mengecat beberapa dinding, hingga merapikan tanaman di taman yang terletak di Jalan Raya Darmo tersebut.

"Pokoknya kami diinstruksikan agar taman bungkul dapat diselesaikan sebelum hari pelantikan (peresmian, Red)," terang Moekib, salah satu pekerja.

Sebenarnya, secara fisik semua bagian taman sudah selesai berdasarkan pesanan pemkot. Area plaza dan green park sudah tergarap seluruhnya. Begitu pula fasilitas brand point (hiasan berupa gapura) dan skateboard circuit. Bahkan, lampu taman telah dipersiapkan. "Karena ada bagian yang dirasa kurang tepat, akhirnya ada beberapa materi ditambah atau diperbaiki," sambungnya.

Ada beberapa sarana dan prsarana baru yang kemarin dipasang di lokasi taman bungkul. Antara lain telepon umum. Pemasangan telepon umum tersebut memang bekerja sama dengan PT Telkom. "Tujuannya agar masyarakat, khususnya pengunjung lapisan bawah dapat juga menikmati fasilitas tersebut," kata Moekib.

Sarana lain yang dikerjakan kemarin adalah pemasangan beberapa lampu sorot dan lampu merkuri. Setidaknya sembilan lampu sorot dan dua lampu mercure dipasang kemarin. "Untuk menambah penerangan cahaya jika malam," ujarnya. Tak hanya itu, ratusan tanaman hias kembali didatangkan. Petugas langsung menanamnya pada lahan-lahan kosong yang diperuntukkan bagi tanaman hias.

Pemasangan lampu neon di sekiling brand point juga dilakukan. Tujuannya, agar ruas brand point tersebut dapat bersinar terang saat malam hari. Itu akan membuat pengunjung merasa nyaman melintasi gapura tersebut. "Lampu yang dipasang tentunya yang berkualitas tinggi dan tahan lama," ujarnya.

Moekib mengatakan, penambahan prasarana terhadap pengunjung cacat juga dilakukan. Misalnya dengan membuat jalan terusan di setiap lantai bangunan. "Dengan demikian, penyandang cacat juga dapat berekreasi di Taman Bungkul," ujarnya. (oni/ded)

Hadi
March 21st, 2007, 05:39 PM
Selasa, 20 Mar 2007,
Busway-Monorel Proyek Prioritas


Dishub Pemprov Undang Investor
SURABAYA - Pembangunan busway dan monorel yang berjalan lamban disikapi Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov. Mulai tahun ini, dua konsep transportasi angkutan masal itu ditetapkan sebagai proyek prioritas pembangunan.

Kasubdin Penyusunan Program Dishub Wahid Wahyudi menjelaskan, busway merupakan program jangka pendek yang akan direalisasikan Dishub bersama Pemkot Surabaya. Menurut Wahid, rute busway yang akan digarap pertama membentang dari koridor utara-selatan, yakni Tanjung Perak-Sidoarjo. Setelah itu, digeser pada koridor barat-timur, yakni Sukolilo sampai Tandes, tembus Gresik. Dishub Pemprov terlibat dalam perencanaan jaringan transportasi Surabaya Metropolitan Area (SMA). "Karena melintasi beberapa daerah, maka pemprov terlibat dalam perencanaan," jelasnya.

Wahid menjelaskan, pembangunan rute busway akan menyesuaikan dengan kondisi jalan yang ada. Untuk ruas jalan yang terdiri atas tiga lajur, seperti Jl A. Yani akan dibangun rute khusus busway yang tidak boleh dilalui kendaraan lain. "Tapi, kalau kondisi jalan eksisting tidak memungkinkan, konsepnya adalah mix antara busway dan angkutan lainnya," jelas Wahid.

Lebih lanjut dia menjelaskan, busway merupakan model angkutan masal yang paling memungkinkan dibangun. Sebab, sebagian sarana dan prasarananya sudah siap. "Paling hanya perlu pengadaan beberapa tambahan bus dan halte. Jadi, investasinya tidak terlalu mahal, mungkin tidak sampai Rp 1 triliun," jelasnya.

Setelah koridor utara-selatan dan barat-timur busway berjalan optimal, barulah pembangunan monorel direalisasikan. Menurut Wahid, hasil studi awal menyebutkan bahwa jalur monorel akan melintasi koridor Perak-Sidoarjo sepanjang 40 kilometer. "Titik-titik yang akan dilewati monorel masih dalam kajian," katanya.

Penentuan rute secara pasti menunggu pelaksanaan DED (detail engineering design). Dengan rute sepanjang itu, proyek ini diperkirakan menelan biaya investasi sebesar Rp 3,2 triliun. Dana sebesar itu tidak mungkin ditanggung sendiri oleh APBD Jatim maupn Surabaya. Karena itu, Dishub akan melibatkan investor. Sampai kini, sudah ada beberapa investor yang menyatakan tertarik menggarap monorel. Di antaranya berasal dari Jakarta, Prancis serta Rusia.

Menurut catatan Jawa Pos, investor asal Prancis termasuk yang cukup serius menggarap proyek ini. Bahkan, Departemen Perhubungan RI bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Perumahan dan Transportasi Negara Prancis telah melakukan studi transportasi untuk merintis pembangunan monorel.

Berdasar MoU yang telah ditandatangani pada 18 Januari 2005, jalur yang akan dibangun meliputi meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto. Lalu jalur Malang-Kepanjen. Namun, sampai kini belum ada perkembangan terbaru tentang kelanjutan investor tersebut. "Kita masih membuka kesempatan kepada investor lain yang ingin menggarap monorel," tandas Wahid. (oni)

Hadi
March 21st, 2007, 05:42 PM
"Kita masih membuka kesempatan kepada investor lain yang ingin menggarap monorel," tandas Wahid. (oni)

so..... bagi semua operator kereta monorel di indonesia ataupun di around the worldddddd buruan manfaatin kesempatan ini. Mungkin member di sini juga bisa promosi ke investor... kan buat surabaya kita juga.... hehehehehehe... maaf agak promosiii sedikit

Hadi
March 21st, 2007, 05:47 PM
Jatim & KTI

2 Calon investor monorel Surabaya mulai daftarkan diri

SURABAYA: Sedikitnya ada dua investor sekaligus kontraktor telah menyatakan komitmen untuk membangun proyek mass rapid transport (MRT) jenis monorel di Kota Surabaya yang menghubungkan Perak (Surabaya)-Sidoarjo dengan jarak sekitar 40 km dengan alokasi biaya diperkirakan sebesar Rp800 miliar.
Kedua investor yang menyatakan kesanggupannya itu yaitu Jakarta Monorel dan satu perusahaan BUMN perkeretaapian dari Rusia.

Wahid Wahyudi, Kepala Sub Dinas Penyusunan Program Dinas Perhubungan Jatim mengatakan Pemerintah Provinsi Jatim bakal segera merealisasikan pembangunan proyek MRT itu, dengan adanya dua perusahaan yang telah menyatakan minatnya untuk menggarap megaproyek sektor transportasi itu.

"Kedua perusahaan itu yaitu Jakarta Monorel dan BUMN perkeretaapian Rusia yang disebut SNCS telah mendaftar untuk diikutkan dalam proses pembangunan proyek Monorel sejauh 40 km yang menghubungkan Perak menuju Sidoarjo tersebut," kata Wahid kepada Bisnis, semalam.

Wahid menyatakan pihaknya masih terus membuka proses pendaftaran bagi investor lain yang berminat untuk berkompetisi dalam penggarapan proyek tersebut, sementara hingga kini jadwal tender pemenang belum ditetapkan.

"Pemprov berharap semakin banyak investor yang berminat, karena dengan semakin banyak investor maka akan ada kompetisi yang sehat khususnya tentang detail desain proyek serta pembiayaan yang ada," katanya.

Pemprov jatim berharap pengerjaan proyek monorel itu dapat dimulai pada 2009, dimana estimasi biaya Rp800 miliar diperkirakan habis untuk biaya konstruksi dan infrastruktur monorel, belum termasuk perangkat rangkaian monorel beserta gerbongnya. "Total keperluan infrastruktur senilai Rp800 miliar itu berdasarkan perhitungan biaya Rp20 miliar per km dengan panjang lintasan 40 km," tegasnya.

Dia menerangkan sebenarnya berdasarkan proses studi pengembangan proyek monorel di Surabaya yang telah dilakukan, ternyata lintasan monorel yang direncanakan ada dua jalur, pertama jalur Perak-Sidoarjo sedangkan jalur kedua ITS-Gresik dengan jarak yang relatif sama.

"Jadi bila keduanya digarap secara bersama maka total biaya yang dibutuhkan untuk infrastruktur sebesar Rp1,6 triliun," ungkapnya.

Sedangkan untuk biaya rangkaian monorel, lanjut Wahid, diperkirakan sebesar Rp160 miliar dimana tiap gerbong biayanya sebesar Rp8 miliar per unit gerbong.

"Rencananya dibutuhkan sedikitnya lima trainset [rangkaian monorel] masing-masing empat gerbong, sehingga total Rp160 miliar," jelasnya.

Dia menambahkan desain awal proyek monorel ternyata telah ada, meski akan terus dimatangkan termasuk rencana letak stasiun maupun shelter. "Rencananya lokasi stasiun ada lima yakni 2 terdapat di Perak, Waru, dan tiga stasiun diletakkan di tengah-tengah kota," ujarnya. (k21) (surabaya@bisnis.co.id)

BISNIS INDONESIA
:banana: :banana: :banana: :cheers: :cheers: :cheers:
Hope surabaya will be modern city with best transportation system in indonesia.... amennnnn

Hadi
March 21st, 2007, 05:52 PM
KOMISI D TERIMA PRESENTASI KERETA MONOREL
Written by Land
Feb 23, 2007 at 01:06 PM
DPRD-Jatim Online (Jumat 23/2)

Indrapura : Komisi D DPRD Jatim (Jumat 23/2) menerima audiensi dari SNCF Internasional Perancis di gedung DPRD Jatim mempresentasikan teknologi perkereta-apian monorel di Surabaya. Michel menjelaskan sudah saatnya Surabaya yang arus lalu lintasnya sangat tinggi menggunakan jalur kereta api monorel. Agar titik-titik kemacetan dapat diatasi, utamanya jalur Surabaya – Sidoarjo.


fasttttttt.... so fasttttt..........
Surabaya..... goooddddd.... goooddddd :cheers: :cheers: :cheers:

indistad
March 22nd, 2007, 03:00 PM
Wah.. jangan percaya ama Jakarta Monorel dech.. jadi lelet lg nantinya..

glitz_boy
March 23rd, 2007, 05:43 PM
@indistad .... lolz... ur statement rili funny ^^ jadi lelet jg hahaha

teddybear
March 24th, 2007, 10:29 AM
The Empire Palace Beroperasi Juli

SURABAYA - The Empire Palace, shopping mall baru di kawasan Blauran, Surabaya, akan segera dioperasikan pertengahan tahun ini. Saat ini pengerjaan perbelanjaan 10 lantai itu memasuki tahap akhir (finishing).

"Sesuai jadwal, The Empire Palace akan dibuka Juni-Juli nanti," kata Trisulowati, president director PT Blauran Cahayamulia, pengembang mal itu, kemarin.

Dia menuturkan, saat ini okupansi The Empire Palace mencapai 80 persen. "Kami membidik tenant menengah atas," ujarnya.

Dibangun dengan investasi Rp 400 miliar, mal bergaya klasik itu dirancang untuk beberapa segmen. Misalnya, lima lantai diperuntukkan perbelanjaan, satu lantai untuk penjualan emas (gold center), dua lantai untuk electronic and home solution, serta dua lantai untuk wedding mall.

"Kami menggandeng beberapa brand lokal dan asing yang populer di sini. Sebanyak 150 pedagang perhiasan lokal maupun dari Malaysia, Singapura, serta Italia juga masuk," tuturnya.

Dia mengatakan, The Empire Palace menggabungkan konsep hotel bintang lima dan mal. Konsep itu diterapkan sebagai inovasi di tengah ketatnya persaingan bisnis mal di Surabaya. Sejumlah fasilitas lengkap dan terintegrasi juga disediakan.

Menurut dia, masyarakat lebih suka mengadakan event di tempat yang punya fasilitas lengkap. "Selain simpel, itu juga memudahkan," katanya.

The Empire Palace dilengkapi hall yang memiliki fasilitas setara hotel bintang lima. Hall seluas 4.500 meter persegi dan berdaya tampung 2.500 orang itu berstandar internasional.

Dia optimistis, dengan konsep itu, The Empire Palace bisa menarik customer (tenant dan pengunjung). Dia yakin okupansinya bisa 100 persen dalam waktu dekat. "Konsep mal ini baru pertama di Indonesia," jelasnya. (ina)

teddybear
March 24th, 2007, 10:31 AM
Pakuwon Fokus ke Superblok

SURABAYA - Sukses dalam mengembangkan proyek properti di Jakarta dan Surabaya selama 25 tahun ini, PT Pakuwon Jati Tbk (Grup Pakuwon) belum punya rencana ekspansi ke kota lain. Hingga lima tahun ke depan, Grup Pakuwon tetap fokus pada pengembangan proyek di Jakarta dan Surabaya, khususnya superblok.

Menurut Dirut PT Pakuwon Jati Richard Adisastra, potensi pengembangan bisnis properti, terutama superblok, di dua kota besar itu sangat besar. "Permintaan produk properti seperti mal dan perumahan akan terus meningkat," ujarnya kepada wartawan di sela acara Menyambut 25 Tahun Anniversary Pakuwon Group kemarin.

Richard mengatakan, konsep Pakuwon terbukti dapat diterima masyarakat Jakarta dan Surabaya. Di Surabaya, kata dia, Tunjungan City merupakan proyek superblok pertama di Indonesia. Proyek itu menggabungkan shopping mall, office tower, hotel, dan kondominium.

Proyeknya yang lain adalah Supermal Pakuwon Indah dan Pakuwon Trade Center. Proyek itu akan dikembangkan menjadi superblok. "Dalam area seluas 30 hektare tersebut, kami akan melengkapi dengan hotel dan perkantoran," katanya. "Di Jakarta kami juga membangun dua superblok, yaitu Kota Kasablanka dan Gandaria," lanjutnya.

Dia menambahkan, saat ini Grup Pakuwon konsentrasi untuk merenovasi superblok Tunjungan City. Rencananya, Tunjungan Plaza (TP) 1 dan 2 berubah nama menjadi East Plaza. Sedangkan TP 3 menjadi Central Plaza, dan TP 4 menjadi West Plaza. "Kami ingin membuat sebuah konsep shopping mall baru. Untuk renovasi ini, kami menyediakan dana Rp 60 miliar," ujarnya. (owi)

Surakarta
March 24th, 2007, 10:41 AM
The Empire Palace Beroperasi Juli

SURABAYA - The Empire Palace, shopping mall baru di kawasan Blauran, Surabaya, akan segera dioperasikan pertengahan tahun ini. Saat ini pengerjaan perbelanjaan 10 lantai itu memasuki tahap akhir (finishing).

"Sesuai jadwal, The Empire Palace akan dibuka Juni-Juli nanti," kata Trisulowati, president director PT Blauran Cahayamulia, pengembang mal itu, kemarin.

Dia menuturkan, saat ini okupansi The Empire Palace mencapai 80 persen. "Kami membidik tenant menengah atas," ujarnya.

Dibangun dengan investasi Rp 400 miliar, mal bergaya klasik itu dirancang untuk beberapa segmen. Misalnya, lima lantai diperuntukkan perbelanjaan, satu lantai untuk penjualan emas (gold center), dua lantai untuk electronic and home solution, serta dua lantai untuk wedding mall.

"Kami menggandeng beberapa brand lokal dan asing yang populer di sini. Sebanyak 150 pedagang perhiasan lokal maupun dari Malaysia, Singapura, serta Italia juga masuk," tuturnya.

Dia mengatakan, The Empire Palace menggabungkan konsep hotel bintang lima dan mal. Konsep itu diterapkan sebagai inovasi di tengah ketatnya persaingan bisnis mal di Surabaya. Sejumlah fasilitas lengkap dan terintegrasi juga disediakan.

Menurut dia, masyarakat lebih suka mengadakan event di tempat yang punya fasilitas lengkap. "Selain simpel, itu juga memudahkan," katanya.

The Empire Palace dilengkapi hall yang memiliki fasilitas setara hotel bintang lima. Hall seluas 4.500 meter persegi dan berdaya tampung 2.500 orang itu berstandar internasional.

Dia optimistis, dengan konsep itu, The Empire Palace bisa menarik customer (tenant dan pengunjung). Dia yakin okupansinya bisa 100 persen dalam waktu dekat. "Konsep mal ini baru pertama di Indonesia," jelasnya. (ina)

Surabaya tambah keren ajah nih, please fotonya dunk :banana:

OPTX
March 24th, 2007, 06:11 PM
According to this news ( http://www.e-bursa.com/berita/content.php?sour=ID&id=70322014451681116&d=20070322 ), Bakrieland plans to build a superblock in surabaya, Surabaya Epicentrum . It's expected to be launched this year.

I heard from a friend that a developer planned to build a superblock closed to bundaran satelit, west surabaya. Perhaps it's the location, but I'm not so sure.

J`Town
March 25th, 2007, 01:25 AM
^^ are you serious!

Blue_Sky
March 25th, 2007, 05:03 AM
Great news
Another project in bundaran satelit

:cheers:

us_lukman
March 25th, 2007, 09:25 AM
i am in Surabaya now.....and West Surabaya is growing so fast now...

OPTX
March 25th, 2007, 10:34 AM
To : J'Town
I heard that from someone who work for Cito, when I was in Surabaya on October 2006. He just said that a devloper plan to build a superblock on that area and didn't know who is the developer.

From google earth I can see there is a pretty huge empty land, not so far from Bundaran Satelit. If not wrong it belongs to PT Adhibaladika, who build Adhiwangsa apartment. Maybe this, but it's just my prediction.

According to this news ( http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=9428154&postcount=339 ) , Lippo plan to build another big project in surabaya in 2007. They said that it will be bigger than Cito. The land may also for it.

There is also a big empty land about 1.5 - 2 km from it, in Darmo permai area West Surabaya ( http://img182.imageshack.us/img182/5831/darmopermai00surabaya00vs4.jpg ). Not sure who owns it, maybe Dharmala. I read in Investor indonesia that Dharmala delay to build the condominium (lowrise) of Isen Residence superblock wich is located in one of this area.

Blue_Sky
March 25th, 2007, 11:05 AM
i am in Surabaya now.....and West Surabaya is growing so fast now...

Take some pics for us

;)

J`Town
March 25th, 2007, 01:49 PM
cool!!! waiting for the updates!

glitz_boy
March 25th, 2007, 03:14 PM
Wowoooo .... its sound so cool!

us_lukman
March 26th, 2007, 04:40 PM
Well, I have to subscribe Speedy in my home first, otherwise the internet here is a piece of crap....

teddybear
March 29th, 2007, 05:20 AM
I thought Adhiwangsa has 40 floors? Or the tower will be on top of the mall which they said will be 5 floors??

The Adhiwangsa Siapkan Lima Lantai buat Mal

SURABAYA - PT Adhibaladika Agung, pengembang perumahan Bukit Darmo Golf di Surabaya barat, memulai pemasangan tiang pancang apartemen The Adhiwangsa. "Kami menargetkan pembangunan apartemen itu selesai tahun depan," kata Marketing Manager The Adhiwangsa, Arie Soelistyawatie, kemarin.

Terdiri atas dua tower, apartemen di Jalan Bukit Darmo Boulevard itu diharapkan dapat menjadi investasi karena berstatus strata title (hak milik).

Menurut dia, kawasan Surabaya Barat berkembang pesat seiring banyaknya perumahan di sana. "Peningkatan nilai jual tanah dan bangunan di Surabaya Barat cepat. Itu sebabnya kami juga membidik investor dalam pemasaran The Adhiwangsa," ujarnya.

Dia mengatakan, tahun ini pihaknya baru menawarkan apartemen di tower A. Tower 32 lantai tersebut terdiri atas 170 unit. Hingga kini 92 unit telah terjual. "Kami targetkan semua unit terjual tahun ini," ucapnya.

Dia menuturkan, tidak semua lantai digunakan untuk apartemen. Lantai satu sampai lima bakal dioperasikan sebagai pusat perbelanjaan. Ini didesain sebagai sarana pelengkap guna memenuhi kebutuhan penghuni apartemen.

Saat ini pihaknya sedang menjajaki tenant guna mengisi lantai khusus mal itu. "Hanya produk branded yang kami gandeng. Sejauh ini ada beberapa penawaran yang masuk," katanya.

The Adhiwangsa, tambah dia, didesain dengan tipe tiga tempat tidur. Hanya, setiap unit memiliki luas berbeda, yakni berkisar 150-236 meter persegi. Dari seluruh unit, penghuni bisa menikmati pemandangan lapangan golf Bukit Darmo. "Kenyamanan dan keserasian kami padukan di sini," ucapnya.

Dia menyatakan penjualan apartemen tower B dimulai setelah tower A terjual habis. Langkah ini diambil supaya pengelola apartemen fokus pada penjualan unit apartemen. "Tower B bakal terdiri dari 186 unit, tetapi kami tahan penjualannya," terangnya. (uji)

Hadi
March 29th, 2007, 05:26 PM
aloo... aku mau post foto-foto surabaya sekarang. Tapi gimana ya caranya?? gua kagak bisa... hehehehe... anyone can help... tolong ya ya detail.... soalnya mau post susahnya minta ampun yaaa....

Blue_Sky
March 29th, 2007, 05:32 PM
1. buka www.imageshack.us
2.klik browse lalu cari foto yg mau di upload
3. klik host it
4. tunggu sebentar sampai upload selesai
5. copy pasy tulisan dari Hotlink for forums (1)
6. done

:)

Hadi
April 1st, 2007, 08:33 AM
http://img225.imageshack.us/my.php?image=patu22022007182506wt1.jpg]http://img225.imageshack.us/img225/3802/patu22022007182506wt1.th.jpg[/URL]

Heheh...... Blu Sky thx yaa....:banana: :banana: Ehh ini aku kasih foto patung diponegoro di Surabaya.

Blue_Sky
April 1st, 2007, 08:35 AM
^^

Ayo coba lagi

:D

Hadi
April 1st, 2007, 08:43 AM
^^

Ayo coba lagi

:D


hehe... tapi kok di layar gua kagak keluar ya... hehehe... tenang gua punya banyak foto surabaya kok... btw thx for helping

Blue_Sky
April 1st, 2007, 08:57 AM
Makanya saya suruh coba lagi
Kerana yg td belum berhasil

Hadi
April 1st, 2007, 09:04 AM
http://img475.imageshack.us/img475/7140/patu22022007182506ht6.jpg (http://imageshack.us)

Hadi
April 1st, 2007, 09:06 AM
Makanya saya suruh coba lagi
Kerana yg td belum berhasil


wh berhasil nih... thx blue sky

Hadi
April 1st, 2007, 09:09 AM
Pusat Diagnostik
Setelah dibangun sejak setahun lalu, Gedung Pusat Diagnostik RSU dr Soetomo yang rencananya dibangun tujuh lantai sebagian ruangannya mulai difungsikan,



[img=http://img412.imageshack.us/img412/4153/cok19022007195928xd5.jpg] (http://imageshack.us)

OPTX
April 1st, 2007, 11:10 AM
I think this the right place to put Surabaya pictures is :

http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=245384

And the testing thread :

http://www.skyscrapercity.com/forumdisplay.php?s=&forumid=88

:)

Hadi
April 1st, 2007, 11:49 AM
[URL=http://imageshack.us]http://img262.imageshack.us/img262/6913/image54nq9.jpg[/URL

Hadi
April 1st, 2007, 11:54 AM
http://img401.imageshack.us/img401/5332/image55ug6.jpg (http://imageshack.us)

Hadi
April 1st, 2007, 12:10 PM
http://img133.imageshack.us/img133/2181/image49ck9.jpg (http://imageshack.us)

Hadi
April 1st, 2007, 12:16 PM
http://img84.imageshack.us/img84/5360/image44tm6.jpg (http://imageshack.us)

teddybear
April 1st, 2007, 08:37 PM
@Hadi: ^ Which project is that, that is almost finished? Is it located in Ngagel? Citymall? or in MayJend?

Hadi
April 2nd, 2007, 04:47 AM
@Hadi: ^ Which project is that, that is almost finished? Is it located in Ngagel? Citymall? or in MayJend?

Emm located in mayjen....

OPTX
April 3rd, 2007, 02:18 AM
Twin Tower City
( Completion : End of 2008 )

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5519725_twintower.jpg

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5519726_twinsite.jpg

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5519727_twinpeta.jpg

_______________________

East Coast Residence

( Complete : 2009 / Part of Pakuwon City (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=12105109&postcount=512) )

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5519722_eastcoastdepan2.jpg

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5519724_eastcoastplan.jpg

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5519723_eastcoastpeta.jpg

________________________

teddybear
April 4th, 2007, 02:28 AM
^Twin City will upgrade that area in Central Surabaya!

Blue_Sky
April 4th, 2007, 06:37 AM
^^

Are they in central or east Surabaya?

us_lukman
April 5th, 2007, 03:00 PM
old rendering of TP Superblock
http://i5.tinypic.com/48ri0z4.jpg

the construction of Sheraton Hotel Surabaya back a decade ago
http://i14.tinypic.com/2hg4nd1.jpg

us_lukman
April 5th, 2007, 03:06 PM
unfinished project of Century Hotel in Surabaya
http://i9.tinypic.com/2pyugxs.jpg

paw25694
April 5th, 2007, 03:44 PM
emmh.. Surabaya makin yahut aja nih..

teddybear
April 5th, 2007, 11:45 PM
Pasar Atum Mal Terisi 80 Persen

SURABAYA - Pembukaan Pasar Atum Mal pada 11 Maret lalu disambut positif oleh tenant. Hingga saat ini 30 persen dari lahan yang disewakan telah dihuni. PT Prosam Plano, pengelola mal, berharap seluruh stan yang disewa buka saat grand opening bulan depan.

"Sejumlah tenant mulai menempati pertengahan bulan ini. Kami harap Mei nanti semua penyewa telah membuka stan," ujar Direktur PT Prosam Plano R. Woelyadi Simson kemarin. Hingga kini okupansi Pasar Atum Mal mencapai 80 persen dari sekitar 600 stan yang disewakan.

Menurut dia, beberapa penyewa masih menyelesaikan desain stan. Pengelola memberi kebebasan bagi penyewa menentukan desain. "Desain harus lewat persetujuan kami. Makin rumit, pengerjaannya makin lama," ucapnya.

Mayoritas penyewa di mal empat lantai tersebut adalah pedagang Pasar Atum. Jumlahnya mencapai 50 persen dari seluruh penyewa.

Meski tak ada anchor tenant, dia optimistis kunjungan ke mal di atas lahan seluas 1 hektare itu bakal tinggi. Dia menilai setiap mal memiliki kekhasan agar tetap diminati. "Di setiap lantai, kami menyiapkan blok perbelanjaan," katanya. Mislanya, perhiasan di lantai satu, serta suvenir dan garmen di lantai dua. "Kami juga akan melengkapi dengan sarana permainan," lanjutnya. (uji)

OPTX
April 9th, 2007, 11:52 PM
Plaza Graha Famili

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5591979_PGF-eyebird-480_3.jpg

Taken from http://www.graha-famili.com/node/333

teddybear
April 10th, 2007, 03:28 AM
^Thanks OPTX, but I think I saw that rendering long time ago. Now, where is Tunjungan Electronic Center? It said it is 9 floors. The selling price is 50 million Rp/ meter square... I think, it could be misquotation... because it is just unbelievable expensive???

----

Tunjungan Electronic Centre Dibuka Bulan Depan

SURABAYA - PT Lamicitra Nusantara Tbk berencana mengoperasikan Tunjungan Electronic Centre (TEC) bulan depan. Uji coba pembukaan (trial opening) pusat elektronik di kawasan Tunjungan, Surabaya, itu dilakukan 15 Mei.

"Soft launching-nya dijadwalkan Juli nanti, sedangkan grand opening direncanakan Februari atau Maret tahun depan," tutur Direktur Pemasaran PT Lamicitra Nusantara Oedjang Ongkowidjojo kemarin.

Menurut dia, investor meminati TEC karena berada di pusat Kota Surabaya. Okupansinya meningkat 10 persen dalam sebulan terakhir. "Yang 10 persen itu lebih banyak sewa," sebutnya.

Dia menyatakan, saat penyerahan kunci stan pada 27 Februari lalu, okupansi TEC mencapai 57 persen dan 90 persen diantaranya beli. Semula, dia menargetkan okupansi 80 persen akhir tahun ini. Tetapi, dia optimistis triwulan II ini target okupansi 75 persen dari 67 persen saat ini bisa tercapai. "Sebelum atau menjelang akhir tahun ini, kami targetkan terisi semua," katanya.

Dia menyebut saat ini belum ada revisi harga untuk sewa maupun beli. Dari total 700 stan yang tersedia, harga jual dipatok Rp 30 juta-Rp 50 juta per meter persegi. Sewa ditetapkan Rp 200 ribu-Rp 250 ribu per meter persegi per bulan. "Sekitar 70 persen dijual dan 30 persen sewa," ujarnya.

Menyusul beberapa vendor telepon seluler, kata dia, Electronic City akan membuka gerai di gedung sembilan lantai itu. "Kami berharap Tunjungan Eelectronic Centre tidak sekadar tempat belanja elektronik dan komponen TI, tetapi menjadi pusat informasi, riset dan pengembangan teknologi informasi," ucapnya. (kia)

teddybear
April 10th, 2007, 03:33 AM
The Regency Cito Diserahkan 2008

SURABAYA - PT Lippo Karawaci Tbk memastikan The Regency Kondominium di City of Tomorrow (Cito) beroperasi tahun depan. Kondominium itu berada di atas Hotel Aryaduta atau menempati lantai 16 hingga 35 Cito.

"Dalam tempo satu tahun ke depan kondominium ini siap huni. Serah terima akan dilakukan pada April 2008," kata General Manager The Regency Cito Jessica Leonard kemarin.

Dia menyebut, 80 persen dari 246 unit kondominium saat ini terjual. Jumlah itu diharapkan terus meningkat saat grand opening show unit 12 April mendatang. "Investor dan calon investor telah mendapatkan keuntungan investasi dalam satu tahun ini," ujarnya. Investor yang bergabung sejak awal mendapat kenaikan investasi sebesar 10 persen.

Kondominium yang ditawarkan mulai Rp 300 juta-an ini juga menawarkan kemudahan pembelian. "Calon investor akan diberikan program alih hak gratis yang berlaku hingga Maret 2008," tuturnya.

Cito bekerja sama dengan Bank Lippo dalam soal kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan bunga 9,9 persen. Cicilan in-house ditawarkan 12 kali tanpa bunga dengan uang muka 20 persen.

Menurut dia, kondominium Cito membidik komunitas muda dan ekspatriat. "Ini akan menjadi hunian eksklusif di areal superblok," katanya. Sebagian besar pembeli saat ini adalah investor Surabaya. Juga, berasal dari Malang dan Kalimantan.

The Regency dilengkapi berbagai fasilitas. Antara lain, kolam renang, spa, fitness, dan layanan antar belanja di hypermart. Pengembang juga menawarkan desain interior sesuai dengan permintaan. (erm)

teddybear
April 16th, 2007, 04:15 AM
Pusat Grosir Surabaya Dibuka Juli

SURABAYA - PT Lamicitra Nusantara Tbk segera melakukan soft opening Pusat Grosir Surabaya (PGS). Bangunan tujuh lantai di atas lahan 10.865 meter persegi, yang dibangun sejak Juni 2006 dengan investasi Rp 250 miliar, itu akan dibuka awal Juli mendatang.

"Pembangunannya kini sudah sekitar 98 persen. Tinggal finishing dan perawatan di beberapa bagian, " ujar Direktur Pengembangan PT Lamicitra Nusantara Priyo Setiabudi di sela serah terima kunci stan/kios kepada para pembeli akhir pekan lalu.

Dia menuturkan, PGS terdiri 2.200 stan dengan status strata title, kecuali lantai empat untuk sewa. "Okupansinya mencapai 63 persen dan kami targetkan minimal 80 persen akhir tahun ini," katanya. Stan pakaian mendominasi 35 persen. Disusul barang imitasi, aksesoris, dan sepatu 30 persen. Sisanya elektronik, arloji, dan produk listrik.

Dia menyebut proses serah terima kunci akan dilakukan dalam dua tahap. Sabtu pekan lalu (14/07) sampai 20 April ini serah terima untuk stan di lantai satu dan dua. "Yang lain dalam 25 hari ke depan," terangnya.

Direktur Pemasaran Lamicitra Oedjang Ongkowidjojo menambahkan bahwa ground floor kini terisi 35 persen, lantai satu 40 persen, lantai dua 55 persen, dan lantai tiga 55 persen. Harga jual berkisar Rp 40 juta-Rp 65 juta per meter persegi. "Yang paling mahal lantai satu," sebutnya.

Menurut dia, Pasar Turi bukan menjadi pesaing PGS. "PGS justru ingin melengkapi Pasar Turi. Kami menyebut kawasan ini sebagai segitiga emas, meliputi Pasar Turi-JMP-Kembang Jepun," ucapnya. PGS didukung sejumlah fasilitas, seperti AC central, eskalator, lift barang, parkir luas, kebersihan lingkungan, dan keamanan 24 jam. (kia)

Hadi
April 26th, 2007, 07:53 AM
Kunjungan Deputi Perdana Menteri dan Menteri Perekonomian Kerajaan Belanda Ke Surabaya
Written by Farah
Tuesday, 06 June 2006
Deputi Perdana Menteri dan Menteri Perekonomian Kerajaan Belanda, H.E. Mr. L.J. Brinkhorst bersama kurang lebih 40 pengusaha dari Belanda yang dipimpin oleh Mr. Bernard Wietjes (President of the Confideration of the Netherland Industry and Employers) melakukan kunjungan kerja ke Surabaya pada tanggal 1 s.d. 3 Juni 2006. Pada kesempatan tersebut Rombongan H.E. Mr. L.J. Brinkhorst bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Iman Utomo, dan Walikotamadya Surabaya, Bambang DH.


Pada pertemuan tersebut Gubernur Jawa timur menjelaskan sebagai berikut:

Niat Belanda untuk berinvestasi di Jawa Timur disambut positif oleh pemerintah daerah Jawa Timur karena Jawa Timur masih kekurangan investor yang memanamkan modal pada hasil bumi seperti, pengolahan kopi, cokelat, tembakau, dan pengolahan hasil laut. Oleh karena itu ditawarkan beberapa peluang di bidang pengolahan sumber daya alam dan industri yang lain.
Jawa Timur juga membutuhkan investorr asing untuk membangun Jembatan Surabaya Madura (Suramadu), Jalan Lintas Selatan (JLS), Pasar Induk Agrobisnis (PIA) dan jalan tol lintas Jatim.
Pemerintah daerah Jawa Timur akan memberikan kemudahan pada pengusaha Belanda yang akan masuk ke Jawa Timur antara lain, izin dan pembebasan pajak dalam beberapa tahun setelah investasi ditanamkan.
Sementara itu Deputi Perdana Menteri dan Menteri Perekonomian Kerajaan Belanda, H/E. Mr. L.J. Brinkhorst menjelaskan bebrapa hal sebagai berikut:

Bidang usaha yang diminati oleh para pengusaha Belanda di Jawa Timur diataranya konstruksi seperti jalan tol, pelabuhan, dan monorel.
Kerajaan Belanda siap meningkatkan investasi di berbagai bidang di Jawa Timur, dibuktikan dengan membawa kurang lebih 40 pengusaha Belanda yang sebagian besar bergerak di bidang infrastruktur, industri pertanian, dan bidang lainnya.

g4brielle
May 14th, 2007, 11:43 AM
I heard US Embassy building / compound is under construction in this city?
any news guys?

Blue_Sky
May 26th, 2007, 05:17 AM
Is there any project named Twin Tower Modern Business Apartment?

Hadi
May 26th, 2007, 07:19 AM
Is there any project named Twin Tower Modern Business Apartment?

Yes

OPTX
May 26th, 2007, 02:58 PM
Twin Tower Modern Business Apartment will be a part of a small superblock, Twin Towers City ( 4 Towers ). The apartment is curently underconstruction and is eaxpected to be completed by the end of 2008.
Here is rendering of the apartment :

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5519725_twintower.jpg

See page 28 post #555.

-----------

According to this news ( http://www.e-bursa.com/berita/content.php?sour=ID&id=70425011602562181&d=20070425 , 25 April 2007 ), Crystal Garden Apartment had been launched and succes (?).
"Menurut Robin, terangkatnya harga Mas Murni pada perdagangan awal pekan kemarin sehubungan adanya kabar yang mengatakan bahwa pemasaran apartemen Crystal Garden di Surabaya sangat sukses."

I heard the developer of Galaxy Mall planned to build a mix used project ( apartment, hotel, office ) just accros the street of Galaxy Mall. I don't know when they will launch it.

According to this news ( http://www.suarasurabaya.net/v05/ekonomibisnis/?id=68e95b79d7c7a3350de41f09376974b8200736960 ), there were 47 new apartment projects in Surabaya in 2006. I guess it includes the proposed projects.

teddybear
May 26th, 2007, 05:40 PM
^That is good new if they continue Crystal Apt. But there are a couple news about it being continued previously, yet we see no progress yet. I haven't seen any good and nice building by Garden Hotel. Look at both buildings of Garden Hotel... those are ugly, it is an eye sore. The paint of the taller one peeling off! They do not maintain the building well.

I wonder if there is empty land around Galaxy Mall? I did not see it, but if they really going to build it, probably they will try to buy the surrounding??

And, the Twin Tower project actually plan to be 4 towers??

laba-laba
May 27th, 2007, 08:22 AM
daerah2 pinggiran atau inti kota yang banyak dibangun apartemen ?

Blue_Sky
May 27th, 2007, 08:47 AM
Kayaknya seh hampir semua proyek high rise berlokasi di Surabaya Barat
Disini bisa dikatakan future CBD baru bagi Surabaya
Daerah nya tertata rapi dan sudah banyak proyek pretisius bertempat disini

Kalau saya investor pun saya akan berkata selamat tinggal buat Tunjungan CBD dan lebih memilih Surabaya Barat

Hadi
May 27th, 2007, 02:49 PM
Kayaknya seh hampir semua proyek high rise berlokasi di Surabaya Barat
Disini bisa dikatakan future CBD baru bagi Surabaya
Daerah nya tertata rapi dan sudah banyak proyek pretisius bertempat disini

Kalau saya investor pun saya akan berkata selamat tinggal buat Tunjungan CBD dan lebih memilih Surabaya Barat

Tidak juga sih, sekarang di dearah Tunjungan CBD banyak gendung lama yang dihancurin trus dibangun baru, salah satunya ex gramedia sekarang sudah rata dengan tanah, entah mau dibuat proyek apa yang pasti sekarang sudah mulai pasang paku bumi.....

Hadi
May 27th, 2007, 02:53 PM
Kayaknya seh hampir semua proyek high rise berlokasi di Surabaya Barat
Disini bisa dikatakan future CBD baru bagi Surabaya
Daerah nya tertata rapi dan sudah banyak proyek pretisius bertempat disini

Kalau saya investor pun saya akan berkata selamat tinggal buat Tunjungan CBD dan lebih memilih Surabaya Barat

Apalagi daerah segitiga emas surabaya , seperti basuki rahmat, tunjungan urip sumoharjo hingga embong malang kan sekarang mulai dibangun pendestrian serta agustus nanti merupakan jalur busway SMA ( Surabaya Metropolitan Area).

teddybear
May 27th, 2007, 07:10 PM
@Hadi: so, Gramedia di Basuki Rahmat juga udah dihancurkan? Rasanya emang Gramedia ada rencana bangun apa karena gua liat tanahnya memang ada. Tapi rencana lama tidak terealisasi.

Banyak tanah dibiarkan kosong, mungkin mereka tunggu sampai demand office naik? Gua kapannya liat ada tanah kosong besar dari Basuki Rahmat sampai ke daerah Joko Dolok. Pasti deh mau dibangun apa disana tapi tidak tahu.

OPTX
May 28th, 2007, 01:50 AM
I wonder if there is empty land around Galaxy Mall? I did not see it, but if they really going to build it, probably they will try to buy the surrounding??


I got the info about that plan to build a mix used projects ( Hotel, Apartmnet, office ) from a friend who used to work in Galaxy Mall. I guess the location is in the empty land in front of Galaxy Mall I. Dont know when they will build it.

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5886850_galaxy.jpg

teddybear
May 28th, 2007, 04:53 AM
^Oh okay, now it is clear that the empty land is there, just across. Well, I might consider to buy then :) Thanks OPTX!

laba-laba
May 28th, 2007, 09:47 AM
maksud saya apartemen doang. dimana aja ya ?

Hadi
May 30th, 2007, 11:01 AM
http://img267.imageshack.us/img267/7821/launchingec3.jpg (http://imageshack.us)

:cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers:

ncon
May 30th, 2007, 07:32 PM
^^ i really support this one

Surabaya is really well-planned and organised than JKT ;)

like the landscaping and vandalism even the rubbish far more cleaner and there aren't many vandalism even some of the mall have "open concept" for example this one Galaxy Mall (notice how the stairs and the trotar connected ) another mall i noticed did the same thing is BG junction that are lacking In JKT
http://img263.imageshack.us/img263/6995/dsc0133sbx0.jpg (http://imageshack.us)
and good news is at Tunjungan CBD they are making new Pedestrian just like in Thamrin-Sudirman JKT :D

and best of all is :D there aren't many pot-holes on the road :D

just my 2 cents ;)

i think JKT should learn from SBY

Hadi
June 3rd, 2007, 08:38 PM
Ada yang tau ga ya... ex gedung gramedia di Tunjungan CBD ( Jl Basuki Rahmat) Bakal dibuat apa ya??? kontraktornya Tata.:nuts: :nuts:

peseg5
June 5th, 2007, 08:38 AM
Oleh AGNES SWETTA PANDIA

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0706/02/Sosok/3570772.htm
=======================

Suhu panas Kota Surabaya yang rata-rata 30 derajat Celsius harus berhadapan
dengan hijaunya pepohonan. Meski sekitar 102.000 pohon yang ditanam belum
ideal untuk menyuplai oksigen lima juta warga kota pada siang hari itu,
kerindangannya tak bisa diabaikan.

Sebelumnya, orang dengan mudah menemukan tumpukan sampah di sudut-sudut
Surabaya. Hampir setiap hari ada saja protes dari tiga juta orang warga
Surabaya pada malam hari tentang kekumuhan kota itu.
Protes kepada Pemerintah Kota Surabaya muncul lewat surat pembaca di koran
atau disiarkan langsung dari stasiun radio.

Intinya, warga menganggap Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya tak
becus mengurus sampah dan ruang terbuka hijau. Instansi yang dikomandani Tri
Rismaharini itu menjadi sasaran kekesalan warga.

"Telepon saya tak pernah berhenti berdering. Saya hanya mendengarkan umpatan
orang soal sampah," kata Risma, sapaannya.

Padahal, begitu dia ditunjuk sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan
pada 25 November 2005, ibu dua anak ini nyaris tak pernah istirahat. Gerakan
membersihkan sekaligus mempercantik kota tak henti digalakkan. Tahap
pertama, dia menunjuk warga sebagai petugas jogo kali (penjaga sungai).
Kelompok ini menjaga sungai agar warga Surabaya tak membuang sampah ke
sungai.

Bersamaan dengan program itu, Risma memasang spanduk bertuliskan bahasa Jawa
dan Madura. Isinya mengajak orang tidak membuang sampah sembarangan. Spanduk
dipasang di kawasan pasar dan pinggiran jalan yang selama ini dipenuhi
tumpukan sampah. Gerakan ini sempat diprotes pedagang. Namun, Risma tak mau
"kecolongan".

Untuk itu, setiap hari tak kurang dari empat kali dia mengitari wilayah
kota. Sepanjang perjalanan, jika melihat selembar kertas atau seutas tali di
pohon, handy talky (HT) yang terpasang di mobil dinasnya langsung disambar.
"Pak, pinjam jalur. Di perempatan Kertajaya ada plastik dan seutas tali,
segera ambil," ucap Risma lewat HT. Petugas yang juga menggunakan HT segera
menyahut," Siap Bu."

Cara kerja Risma itu menuntut para petugas—terutama yang memegang HT—seakan
harus siap bekerja 24 jam. Pasalnya, garapan mereka tak hanya membersihkan
sampah, tetapi juga memperbaiki taman yang rusak dan penerangan jalan umum
(PJU) putus atau hilang.

"Saya tak mau menunda pekerjaan. Kalau ada laporan lampu PJU di satu titik
padam, pukul 24.00 pun saya kontak petugas," ujar Risma yang mobilnya
dipenuhi perlengkapan kerja, seperti tas, sepatu, topi, sapu, gunting, dan
caping.

Hasilnya? Volume sampah Surabaya berkurang. Tahun 2004 volume sampah
mencapai 264.000 meter kubik per bulan, pada tahun 2005 menjadi 261.000
meter kubik, tahun 2006 volume sampah tinggal 161.000 meter kubik per bulan,
dan sekitar 160.000 meter kubik langsung terangkut ke tempat penampungan
akhir (TPA). Sisanya diolah warga serta dinas kebersihan dan pertamanan
menjadi kompos.

Sempat tersendat

Sikap tegas dan terbuka Risma sempat membuat kariernya tersendat.
Perempuan yang menjadi pegawai negeri sipil sejak tahun 1990 itu "tiba-tiba"
diganti saat menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian Bina Bangunan Pemkot
Surabaya, Mei 2002.

Kebijakan tersebut, konon, terkait program "pemerintahan bersih" yang ia
rintis kemudian diterapkan di lingkungan Pemkot Surabaya.

Ketika itu anak ketiga dari lima bersaudara ini menerapkan sistem pengadaan
barang dan jasa pemerintah atau electronic procument service (E-Proc).
Program berbasis internet itu bertujuan mempermudah sekaligus menjamin
transparansi lelang tender pengadaan barang dan jasa.

E-Proc, kata Risma, adalah implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5
Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Lewat sistem E-Proc
yang mendapat sertifikat ISO itu, lelang tender lebih transparan, efektif,
dan efisien. Kemungkinan kerugian negara pun dapat ditekan seminim mungkin.

Sebelum E-Proc, perempuan yang suka bicara berapi-api ini juga membuat
sistem E-Budgeting. Sistem aplikasi ini membantu dinas dan tim anggaran
dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) berbasis kinerja. Dia juga menerapkan E-Controlling, sistem aplikasi
lanjutan E-Budgeting.

Maka, setelah APBD disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, otomatis
seluruh kegiatan proyek dapat dipantau secara detail lewat internet.
Jadi, semua program yang diterapkannya selama dua tahun sebagai Kepala
Bagian Bina Bangunan dimaksudkan untuk menekan adanya unsur korupsi, kolusi,
dan nepotisme dalam lelang proyek di lingkungan Pemkot Surabaya.

Tidak kompromi

Sikap Risma yang tak kenal kompromi diberlakukannya kepada atasan, bawahan,
ataupun mitra instansi. Hampir 80 persen penyapuan jalan serta angkutan
sampah ke TPA ditangani swasta. Penyapuan di jalanan pada pukul 05.00-14.00
oleh pasukan kuning merupakan tanggung jawab swasta. Penyapu jalan juga
wajib membersihkan air sehingga air tak tergenang di badan jalan, tetapi
langsung masuk saluran.

"Jika ditemukan ada tumpukan sampah pada jam tersebut, perusahaannya
dikenakan denda. Sanksinya tegas, agar mereka bekerja baik," ucap Risma yang
jalur perjalanan pergi dan pulang kantor setiap hari berubah demi memantau
kota.

Bahkan, truk yang keluar masuk TPA Benowo pun dipantau dari ruang kerjanya.
Dia tahu persis sampai pengemudi truk itu. "Biaya membuat sistem pemantauan
ini tak terlalu mahal. Apalagi tak mungkin saya
bolak- balik ke Benowo," ujarnya.

Hasil kerja keras Risma bersama semua pegawai mulai dapat dirasakan arek
suroboyo. Pinggir jalan hijau dengan berbagai pohon dan tanaman bunga
berwarna-warni. Kata dia, untuk menghijaukan Surabaya butuh ketulusan.
Pasalnya, banyak tanaman yang hilang hanya selang beberapa jam setelah
ditanam atau diletakkan di taman.

Kalau tanaman hilang, harus segera diganti. "Sementara ini tak apa-apalah,
masih banyak persediaan bibit milik Pemkot Surabaya di Wonorejo," kata Risma
menghibur kekecewaan para karyawan.

Tak jarang warga pun menginjak-injak tanaman hanya untuk menyeberang jalan.
Padahal, kalau tanaman tertata baik, yang senang tak hanya pegawai dinas
kebersihan dan pertamanan, tetapi seluruh warga Surabaya.

Untuk menghijaukan Surabaya, dia juga menggandeng pihak swasta. Ini terutama
dalam membenahi sejumlah taman yang potensial sebagai tempat pertemuan,
bermain, dan olahraga.

"Anggaran kami minim, jadi harus melibatkan pihak ketiga," ujar Risma sambil
menyebutkan dana untuk merawat taman kota setiap bulannya Rp 3 miliar.

Nama: Tri Rismaharini

Tempat/tanggal lahir: Kediri/20 November 1961

Suami: Djoko Saptoadji (45)

Anak:

- Fuad Nenardi (17)

- Tantri Gunarni (12)

Pendidikan:

- SD Negeri di Kediri, 1973

- SMP Negeri X Surabaya, 1976

- SMU Negeri V Surabaya, 1980

- S-1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), 1987

- S-2 Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS, 2002

Penghargaan:

- Pelajar Teladan SD

- S2 Cum Laude Manajemen Pembangunan Kota

- Satya Lencana Karya Satya 2005

Karya:

- E-Procument Kota Surabaya

Riwayat Jabatan:

- Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya, 1997-2000

- Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang, 2001

- Kepala Cabang Dinas Pertamanan, 2001

- Kepala Bagian Bina Bangunan, 2002

- Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan, 2005

- Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, 2005-sekarang

^^ i really support this one

Surabaya is really well-planned and organised than JKT ;)

like the landscaping and vandalism even the rubbish far more cleaner and there aren't many vandalism even some of the mall have "open concept" for example this one Galaxy Mall (notice how the stairs and the trotar connected ) another mall i noticed did the same thing is BG junction that are lacking In JKT

and good news is at Tunjungan CBD they are making new Pedestrian just like in Thamrin-Sudirman JKT :D

and best of all is :D there aren't many pot-holes on the road :D

just my 2 cents ;)

i think JKT should learn from SBY

Surakarta
June 5th, 2007, 09:18 AM
That my girly:banana: . I think Indonesia need more and more hard work as her. I believe Indonesia can be more cleaner if every city has 50 peoples same than as her:banana:

never give up girl:cheers:

us_lukman
June 8th, 2007, 03:32 PM
http://i13.tinypic.com/6exbsy9.jpg

Surakarta
June 8th, 2007, 04:20 PM
The last one nice foto :banana: , is that building malls or appartement ?
Please don't malls again...:ohno:

OPTX
June 9th, 2007, 07:29 AM
Rendering :
http://serv2.imagehigh.com/imgss/5946006_metropolis_apartment_surabaya.jpg

From Jawapos 9 Juni 2007 :
http://serv2.imagehigh.com/imgss/5946007_metropolis_9jun07.jpg

teddybear
June 9th, 2007, 08:56 AM
^That is Empire Gold Center. It's a mall but I heard it is geared toward becoming center for gold and jewelry shops? It is weird, as if the style is a mix of colonial or European yet from the side it is like just ordinary buildings, with multi storey parking...

Surakarta
June 9th, 2007, 10:52 AM
^That is Empire Gold Center. It's a mall but I heard it is geared toward becoming center for gold and jewelry shops? It is weird, as if the style is a mix of colonial or European yet from the side it is like just ordinary buildings, with multi storey parking...

Thank for info's, I colud not understand sometimes in Indonesia, they don't care around it. The infrastucture not work:ohno: . That way gap kaya & miskin sangat menonjol. Coba kalau around park atau penataan rumah yang teratur....

But anyway thank for share the foto:banana:

perekamuda
June 12th, 2007, 07:26 AM
http://i13.tinypic.com/6exbsy9.jpg

The front facade is kinda smaller version of the elegant Da Vinci tower Jakarta :)

sayang, kayaknya konsep detail desainnya gak total sampai ke bagian belakang bangunan ini (especially the finishing of multi storey carpark at the back, a bit louzy...dech) :ohno:

glitz_boy
June 13th, 2007, 06:15 PM
http://farm2.static.flickr.com/1408/543871798_816052b630.jpg

http://farm2.static.flickr.com/1397/543871806_6461f97477.jpg

http://farm2.static.flickr.com/1191/543871818_e16d2a2121.jpg

http://farm2.static.flickr.com/1371/543871830_24062e1879.jpg

Pic of Metropolis Apartment taken 4 June 2007 .... Tower A&B are topping off already while tower C was at level 14

glitz_boy
June 13th, 2007, 06:18 PM
http://farm2.static.flickr.com/1097/543871784_9d8eb8f828.jpg

http://farm2.static.flickr.com/1434/543871792_f57260ebb9.jpg

City Of Tomorrow ... taken 4 June 2007 ... its rising very fast ...

both taken using Nokia N95 :)

Hadi
June 15th, 2007, 07:08 PM
Bangun Halte Tiap 500 Meter
SURABAYA - Pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) alias busway harus diikuti pembangunan sejumlah sarana infrastruktur pendukung. Mulai pembangunan halte baru hingga penambahan armada bus.

Pembangunan sarana pendukung busway ini terungkap dari hasil feasibility study (FS, studi kelayakan, Red) yang disusun Bappeko (Badan Perencanaan Kota) Surabaya. Disebutkan, panjang koridor yang bakal dilalui busway sepanjang 40,7 kilometer untuk tiap-tiap fase. Fase pertama, membentang di koridor Selatan-Utara Surabaya, mulai Jl Ahmad Yani hingga Tanjung Perak. Fase kedua, mulai bundaran ITS menuju Banyu Urip hingga Tandes. Fase ini membutuhkan penambahan fly over di tiga lokasi, yakni Jl Pandegiling, Jl Sulawesi, dan Jl Kalianak. Karena fase kedua lebih rumit, Bappeko menyiapkan alternatif lainnya. Alternatif itu adalah rute ke arah selatan melalui Jl Mayjen Sungkono ke arah Unesa di kawasan Citra Raya.

Kepala Bappeko Tri Siswanto menjelaskan, rencana pengoperasian busway akan diikuti pembangunan 47 halte. "Jarak antarhalte sekitar 500 meter," katanya.

Armada bus yang dibutuhkan berjumlah 83 unit. Selain membeli bus baru, pemkot akan mengoptimalkan bus-bus yang ada dan masih layak pakai. Untuk memudahkan masyarakat dari seberang jalan yang akan memanfaatkan busway, dibutuhkan pembangunan JPO (jembatan penyeberangan orang) sebanyak 36 unit.

Bappeko juga menyusun perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun sarana pendukung busway. Nilai totalnya Rp 90 miliar. Dana itu akan dipakai untuk membiayai pembangunan halte, pembebasan lahan, serta sosialisasi. Sesuai skedul, anggaran tersebut bakal dialokasikan secara bertahap pada PAK (perubahan anggaran keuangan) APBD 2007 dan 2008.

Tri menjelaskan, pengeluaran anggaran akan mengikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku. "Kita tidak ingin ada surat cinta lagi. Itu bisa membikin resah," katanya. Surat cinta yang dimaksud Tri ini adalah surat panggilan pemeriksaan dari aparat hukum.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, pengoperasian busway bakal mengurai kemacetan di kawasan pusat kota yang saat ini menjadi pemandangan sehari-hari. Para penggguna kendaraan pribadi pun diharapkan bakal beralih ke busway.

Mantan kepala Dinas Pengendalian dan Penanggulangan Banjir ini mengaku siap menyosialisasikan konsep busway ke berbagai elemen masyarakat. Bersama instansi terkait lainnya, Sri juga siap road show ke berbagai perguruan tinggi. "Kita sangat serius dengan rencana ini. Kota ini akan ditinggalkan investor jika sistem transportasinya tidak segera dibenahi," terangnya. (oni)

taken From Jawa Pos Metropolis

paw25694
June 15th, 2007, 07:19 PM
i wanna know how 'well planned' is west Surabaya.. :D:D any pics of it??

Ebek21
June 16th, 2007, 02:16 PM
Hmmm..not sure about definition of "well-planned", but IMO Western Surabaya is just like the other part of the city..Yes, there are several big and modern projects like Citraraya, Pakuwon, Graha Family, Wisata Bukit Mas, etc.The only inner-city tollroad in Surabaya connecting to the airport and the port is here too. But those are only the beautiful side..If you see the other part of Western Surabaya, you will see no difference with the other part of the city, maybe even worst. When rain season comes, Mayjed Sungkono and HR Muhammad street are definitely the ones to be avoided. And during peak time, the traffic jam in Mayjend Sungkono can compete the one in Ahmad Yani. I think the city govt should speed up infrastructure development connecting downtown Sby to this area.

glitz_boy
June 16th, 2007, 06:48 PM
http://farm2.static.flickr.com/1216/544109455_f8d238b640.jpg

http://farm2.static.flickr.com/1307/544109449_62f85753a4.jpg

http://farm2.static.flickr.com/1119/544109461_1c5209ae19.jpg

Pic of Recently completed Pasar Atum Mall

glitz_boy
June 16th, 2007, 06:51 PM
http://farm2.static.flickr.com/1320/547928164_f68f3d425a.jpg

http://farm2.static.flickr.com/1346/547928170_ae7ad566b4.jpg

Pic of BRI Tower .... One of the Premium Office Tower in Surabaya

glitz_boy
June 16th, 2007, 06:55 PM
i wanna know how 'well planned' is west Surabaya.. :D:D any pics of it??

well ... paw I wouldn't say it is well-planned as it isn't but since @ western part of surabaya there're lotsa miny city which are well planned ...BUT what is lacking here is the effort putting by the gov't to make the interface blend one to each others...

teddybear
June 16th, 2007, 07:45 PM
^Pasar Atom looks like kindergarten, so colorful... why, the trend of malls in Surabaya to be so colorful? Galaxy Mall 2, Pasar Atom Mall, ITC, but not elegant.

glitz_boy
June 17th, 2007, 04:54 PM
well.... looks so "norak" imo also .... but hey maybe its cheaper than all those glassy cladding ...

but Hey TP got TP1 re-cladded already ... time for TP 2 to get a cladding..

teddybear
June 17th, 2007, 06:17 PM
^Isn't TP I reclad has been done about 2 years ago? Or it has reclad again and just finished recently? (I'm talking about reno on its outside, not inside. I know the inside reno is happening recently)

Blue_Sky
June 17th, 2007, 06:29 PM
Pasar Atom 2 is a joke, a very expensive one

glitz_boy
June 18th, 2007, 06:49 AM
@teddybear ... ga mungkin ah klo 2 years ago ... gw plg last time aja oct and itu masih re-clad .... skg seh inside nya dah finish buat ceramic nya lagi bikin plaza central nya (additional area at the junction of tp2,3,1)

tp3 juga masih di renov itu buat plafond nya *lantai plg atas* paling ntar lagi mo di ganti juga ceramics nya ... tile nya dah usang banget ...

cuman 1 yg paling gw ga suka itu car park nya ... duh kumuh banget deh ...

teddybear
June 18th, 2007, 10:01 AM
Here is the original look of TP I:
http://img358.imageshack.us/img358/3707/tpibjb7.jpg

And here it is when I was there in October 2005:
http://img153.imageshack.us/img153/7014/tp1ctr6.jpg

And now they are renovating it again?

And here is the rendering for the inside after being renovated, does it look like this now?
http://img260.imageshack.us/img260/3523/pid2or4.jpg

glitz_boy
June 18th, 2007, 04:43 PM
eh ... ya ya u r correct .. my bad :P i got mixed up wif my 2005 feb trip ... kekeke ...

klo inside nya ... masih blon mirip tuh ... emank sih tile nya jadi tile granito yg gede2 warna putih/cream tapi hand rail nya masih belon ... mreka ngerjain plafond nya dulu ...

Hadi
June 18th, 2007, 06:08 PM
http://img267.imageshack.us/img267/1848/buswaysurabayamn4.jpg (http://imageshack.us)
Bangun Halte Tiap 500 Meter
SURABAYA - Pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) alias busway harus diikuti pembangunan sejumlah sarana infrastruktur pendukung. Mulai pembangunan halte baru hingga penambahan armada bus.

Pembangunan sarana pendukung busway ini terungkap dari hasil feasibility study (FS, studi kelayakan, Red) yang disusun Bappeko (Badan Perencanaan Kota) Surabaya. Disebutkan, panjang koridor yang bakal dilalui busway sepanjang 40,7 kilometer untuk tiap-tiap fase. Fase pertama, membentang di koridor Selatan-Utara Surabaya, mulai Jl Ahmad Yani hingga Tanjung Perak. Fase kedua, mulai bundaran ITS menuju Banyu Urip hingga Tandes. Fase ini membutuhkan penambahan fly over di tiga lokasi, yakni Jl Pandegiling, Jl Sulawesi, dan Jl Kalianak. Karena fase kedua lebih rumit, Bappeko menyiapkan alternatif lainnya. Alternatif itu adalah rute ke arah selatan melalui Jl Mayjen Sungkono ke arah Unesa di kawasan Citra Raya.

Kepala Bappeko Tri Siswanto menjelaskan, rencana pengoperasian busway akan diikuti pembangunan 47 halte. "Jarak antarhalte sekitar 500 meter," katanya.

Armada bus yang dibutuhkan berjumlah 83 unit. Selain membeli bus baru, pemkot akan mengoptimalkan bus-bus yang ada dan masih layak pakai. Untuk memudahkan masyarakat dari seberang jalan yang akan memanfaatkan busway, dibutuhkan pembangunan JPO (jembatan penyeberangan orang) sebanyak 36 unit.

Bappeko juga menyusun perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun sarana pendukung busway. Nilai totalnya Rp 90 miliar. Dana itu akan dipakai untuk membiayai pembangunan halte, pembebasan lahan, serta sosialisasi. Sesuai skedul, anggaran tersebut bakal dialokasikan secara bertahap pada PAK (perubahan anggaran keuangan) APBD 2007 dan 2008.

Tri menjelaskan, pengeluaran anggaran akan mengikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku. "Kita tidak ingin ada surat cinta lagi. Itu bisa membikin resah," katanya. Surat cinta yang dimaksud Tri ini adalah surat panggilan pemeriksaan dari aparat hukum.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, pengoperasian busway bakal mengurai kemacetan di kawasan pusat kota yang saat ini menjadi pemandangan sehari-hari. Para penggguna kendaraan pribadi pun diharapkan bakal beralih ke busway.

Mantan kepala Dinas Pengendalian dan Penanggulangan Banjir ini mengaku siap menyosialisasikan konsep busway ke berbagai elemen masyarakat. Bersama instansi terkait lainnya, Sri juga siap road show ke berbagai perguruan tinggi. "Kita sangat serius dengan rencana ini. Kota ini akan ditinggalkan investor jika sistem transportasinya tidak segera dibenahi," terangnya. (oni)

:banana:

glitz_boy
June 18th, 2007, 08:07 PM
koq BRT mbulet soro ya? gaq mulai2 gt ...

OPTX
June 18th, 2007, 09:16 PM
To Hadi :

Gambarnya terlalu besar. Lebih baik jika diperkecil supaya mudah dilihat. :)

Atau ganti dengan ini :
http://serv2.imagehigh.com/imgss/5992199_bus-way-surabaya.jpg

Kalau tidak punya software untuk memperkecil image, coba cari di www.snapfiles.com .

:)

Hadi
June 19th, 2007, 08:47 AM
koq BRT mbulet soro ya? gaq mulai2 gt ...

Selasa, 19/06/2007 08:49 WIB
Busway Tanpa Separator

Steven Lenakoly - DetikSurabaya

Surabaya - Bus rapid way atau yang lebih dikenal dengan busway bakal dibangun di Surabaya. Namun bus rapid way yang akan dibangun di Kota Pahlawan ini tidak akan menggunakan separator atau pembatas jalan yang dibuat dari beton.

Pemerintah Kota Surabaya untuk mengembangkan bus rapid way tidak akan menjiplak seperti yang ada di Jakarta. Sebab beberapa ruas jalan di Surabaya tidak lebar sehingga tidak digunakan pembatas jalan.

Demikian penjelasan yang diberikan Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Joestamadji kepada detiksurabaya.com, Selasa (19/6/2007).

Memang apabila jika ditilik dari rute yang dilalui bus rapid way ada beberapa ruas jalan yang tidak lebar, seperti jalan Gemblongan. Nantinya yang ruas jalanya tidak lebar, tidak menggunakan pembatas seperti pada jalan yang lebar. "Hanya menggunakan garis batas berwarna merah," tambahnya.

Tanpa pembatas jalan ini, armada bus yang melalui akan bercampur dengan pengendara kendaraan lain. "Ya kita mix antara bus rapid way dengan kendaraan lain," tuturnya.

Kebijakan ini diambil untuk menghindarkan pengurangan ruas jalan yang sudah sempit. Namun jika pada ruas jalan yang lebar, tetap digunakan pembatas seperti yang ada di Jakarta. (stv/mar)

paw25694
June 19th, 2007, 09:04 AM
^^ bus rapid way.. :lol::lol:
i prefer tanpa separator.. gak usah jadi BRT.. jadi bus biasa aja, tapi turunnya di halte doang.. kayak di luar negeri gitu.. :D:D

Hadi
June 20th, 2007, 07:39 PM
http://img411.imageshack.us/img411/2701/image58fm8.jpg (http://imageshack.us)

Hadi
June 20th, 2007, 07:48 PM
http://img125.imageshack.us/img125/634/image23bh1.jpg (http://imageshack.us)

http://img125.imageshack.us/img125/9692/image24ov3.jpg (http://imageshack.us)

http://img160.imageshack.us/img160/5773/image59yh9.jpg (http://imageshack.us)

teddybear
June 20th, 2007, 09:25 PM
^That is good progress! Seems the mall will open soon!

glitz_boy
June 21st, 2007, 05:31 PM
wah cladding di yg paling deket ma BNI dah finished! opening soon ... hehehe cool!

OPTX
June 25th, 2007, 10:15 AM
SIP siapkan investasi baru Rp800 M

SURABAYA: PT Surya Inti Permata (SIP) menyiapkan investasi sedikitnya Rp800 miliar yang diperuntukkan bagi pengembangan tiga proyek properti baru di Sidoarjo dan Surabaya.

Henry J. Gunawan, Presdir PT SIP mengatakan tiga proyek yang kini akan digarap itu adalah Kawasan Industri Permata Gedangan tahap III sebanyak 418 unit yang dibangun diatas lahan seluas 250 hektare, proyek perumahan La Voye sebanyak 48 unit di kawasan Dukuh Kupang dan Kondominum La Premire di kawasan HR Mohammad, keduanya di Surabaya Barat.

"Bisnis properti di Surabaya ke depan cukup prospektif. Kenaikan harga tanah dan properti yang cukup siginifikan di kota ini telah menarik banyak investor menginvestasikan dananya dalam bentuk properti," kata Henry di Surabaya, pekan lalu.

Dia mengatakan untuk mendukung proyek itu manajemen kini mengkaji tiga skema sumber pembiayaan, yaitu pinjaman lembaga perbankan, penerbitan obligasi atau penerbitan surat berharga lainnya. "Sumber pembiayaan dari pihak ketiga itu diperlukan sekitar Rp600 miliar, sedang dari sumber pembiayaan internal sekitar Rp200 miliar." Henry menyebutkan selama tahun buku 2006, Surya Inti yang membukukan penjualan bersih Rp241,670 miliar atau naik 57,16% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp153,774 miliar.

Sementara laba bersih yang dibukukan sebesar Rp93,684 miliar atau naik 20,67% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp77,639 miliar.

"Utang perseroan kini tinggal Rp62,41 miliar atau turun 22,96% dibanding tahun lalu. Namun utang itu bukan kepada lembaga pembiayaan tapi berupa utang ke suplier." Selama triwulan I/2007, SIP membukukan penjualan bersih sebesar Rp67 miliar atau naik 217% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30 miliar, laba usaha yang dicatat sebesar Rp44 miliar atau naik 281% dan laba bersih sebesar Rp30,634 miliar atau naik 277% ketimbang Maret 2006 (unaudited). "Berdasar pencapaian kinerja selama triwulan I/2007, kami yakin target pertumbuhan sekitar 20% terhadap kinerja usaha perseroan tahun ini akan dapat tercapai." PT SIP berdiri sejak 1990.

Selama 16 tahun konsentrasi dalam bidang usaha properti, yaitu kawasan industri, perumahan, pergudangan di 20 lokasi.

Oleh Bambang Sutejo
Bisnis Indonesia

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A64&cdate=25-JUN-2007&inw_id=534334

glitz_boy
June 25th, 2007, 07:06 PM
yet another condo for surabaya ... cool!

laba-laba
June 26th, 2007, 02:44 AM
PT PAKUONO masih bermasalah yah sama pemilik asli tanah trsbt mbok sanah..
Ada di metro realita metrotv tadi malam...

Hadi
July 11th, 2007, 06:21 AM
http://img217.imageshack.us/img217/9451/image0017yt5.jpg (http://imageshack.us)

Hadi
July 11th, 2007, 02:35 PM
11 Juli 2007, 17:16:46, Laporan Iping Supingah

Pemkot Surabaya Masih Konsentrasi Bangun Pedestrian

suarasurabaya.net| Pemkot Surabaya tahun depan masih akan konsentrasi dalam pembangunan pedestrian dan pengerasan badan jalan.

Khusus pedestrian, Pemkot akan membangun di tujuh titik pusat kota, sementara untuk pengerasan jalan dengan beton akan dibangun di perbatasan Surabaya Barat dengan Gresik.

Dilaporkan TEGUH reporter Suara Surabaya, SRI MULYONO Kadis Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Rabu (11/07) mengatakan, untuk pengerasan badan jalan dengan beton dilakukan di Surabaya, karena kawasan itu sering tergenang air, akibat limpahan air dari Sungai Banyu Urip.

Kadis Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya mengatakan, untuk pembangunan pedestrian akan dilengkapi dengan fasilitas untuk bersepeda angin dan jalan kaki.

SRI MULYONO menjelaskan untuk pembangunan pedestrian di tujuh titik pusat kota ditargetkan akan selesai tahun 2010 mendatang.

Anggaran yang disiapkan Pemkot Surabaya untuk pembangunan pedestrian pengerasan badan jalan dan jembatan mencapai Rp44 milyar, kata SRI MULYONO Kadis Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya.(ipg/ipg)

Hadi
July 17th, 2007, 07:15 PM
Website Busway Surabaya.
www.transurabaya-brt.com


:cheers:

icracked
July 17th, 2007, 08:04 PM
^^ Wow if those are the buses Surubaya will be using than I'm jealous. The buses on the website looks more futuristic than the ones here in Honolulu.

us_lukman
July 22nd, 2007, 03:03 PM
If you have the newest edition of Indonesia Design magazine, you can read all information about Gramedia Expo. It is located on Jl Basuki Rachmat and the same complex with the demolished Gramedia store before. The design is modern but it only has 2 stories.

teddybear
July 23rd, 2007, 01:22 AM
^kinda disappointing, only 2 stories! And Cito is in trouble with the local government who wants to get bribes! So, that is not good. That is one reason why Surabaya has stalled projects. The demand for office space is not that big, and plus, the local government wants ransom for bribes that might be not small.

OPTX
July 23rd, 2007, 08:15 AM
Ciputra Surya Bangun Superblok Rp 3 T

23/07/2007 02:24:01 WIB
JAKARTA, Investor Daily

PT Ciputra Surya Tbk akan memulai pembangunan superblok di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, pada September 2007. Kelompok Usaha Ciputra itu menganggarkan dana sekitar Rp 3 triliun untuk merealisasikan megaproyek tersebut pada 2012.

Direktur Ciputra Surya Sutoto Yakobus mengatakan, pembangunan megaproyek di atas lahan seluas 7,7 hektare (ha) tersebut dibagi menjadi tiga tahap. Tahap awal, Ciputra Surya akan membangun dua menara apartemen 38 lantai dan mal lima lantai.

“Pekerjaan konstruksi tahap awal akan dimulai September 2007. total investasi di tahap awal sekitar Rp 750 miliar. Tahap awal akan dibangun di atas lahan seluas 3,5 ha,” kata Sutoto kepada Investor Daily ketika dihubungi melalui telepon genggamnya di Surabaya, akhir pekan lalu.

Sutoto menjelaskan, superblok di Surabaya tersebut diberi nama Ciputra World, sama dengan nama proyek yang dikembangkan Grup Ciputra melalui bendera PT Ciputra Development Tbk di Jl Dr Satrio, Jakarta Selatan.

Apartemen Ciputra World Surabaya rencananya terdiri atas 500 unit apartemen, sedangkan bangunan mal seluas 80 ribu m² berkapasitas sekitar 200 gerai. Mal tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan 2009, sedangkan apartemen diperkirakan rampung pertengahan 2010. “Mal kami pasarkan dengan sistem sewa,” ujar Sutoto.

Alasan utama pembangunan mal, Sutoto mengungkapkan, karena pihaknya berharap properti tersebut bisa menjadi sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income) bagi perseroan. “Harga sewa gerai berkisar US$ 40-50 per m² per bulan,” jelas dia.

Dengan demikian, setiap bulan Ciputra Surya berpotensi mendapatkan pendapatan sewa sekitar US$ 3.600 per bulan, dengan asumsi 80 ribu m² tersewakan semua.
Sementara itu, setiap apartemen Ciputra World Surabaya memiliki luas berkisar 70-150 m², dengan harga jual rata-rata Rp 1 miliar per unit.

Pada tahap kedua, Ciputra Surya akan membangun gedung perkantoran 40 lantai dan hotel 30 lantai. Selanjutnya pada tahap ketiga, Ciputra Surya membangun beberapa menara apartemen tambahan. “Keseluruhan proyek tersebut diprediksi selesai dikerjakan pada 2012,” kata Sutoto.

Ciputra Surya mengerjakan Ciputra World Surabaya melalui perusahaan afialiasinya, PT Win Win Realty. Perusahaan ini menggandeng PT Arkonim dan DP Architects Pte Ltd sebagai arsitek bangunan.

Akuisisi

Pembangunan Ciputra World Surabaya merupakan tindak lanjut dari kebijakan Ciputra Surya mengakuisisi mayoritas saham PT Win Win Realty senilai Rp 550 miliar pada pertengahan 2006. Aksi korporasi itu mencakup lahan seluas 7,7 ha yang dimiliki PT Win Win Realty, yang kini dijadikan lokasi Ciputra World Surabaya.

Sutoto mengungkapkan, pembangunan Ciputra World Surabaya tetap mempergunakan bendera PT Win Win Realty. “Nama tersebut cukup enak didengar. Kami kan memiliki sekitar 53% saham Win Win Realty. Jadi, ada baiknya kita tetap mempergunakan nama tersebut,” ungkap dia.

Presiden Direktur Win Win Realty Harun Hajadi belum lama ini mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan master plan pengembangan proyek tersebut. Nantinya, lanjut dia, Ciputra Surya akan ‘menyulap’ kawasan Jl Mayjen Sungkono Surabaya menjadi kawasan bisnis terpadu (central business district/CBD) baru di daerah Surabaya.

“Walaupun di Surabaya kini telah banyak dibangun mal, kami yakin bahwa peluang untuk sukses terbuka lebar, asalkan konsep yang ditawarkan berbeda dengan mal yang telah ada,” ujar Harun.

Ciputra Surya telah sukses mengembangkan beberapa proyek properti residensial seperti CitraRaya dan Bukit Palma di Surabaya, Citra Harmoni dan Citra Garden di Sidoarjo. Selain itu, The Taman Dayu di Pandaan dan Citra Garden di Lampung.

Kabarnya, Ciputra Surya juga akan mengembangkan sebuah shopping center di daerah Surabaya Barat. Namun, karena lokasinya berdekatan dengan proyek Supermall Pakuwon Indah yang dibangun Grup Pakuwon, akhirnya proyek tersebut urung dilaksanakan. (her)

http://www.investorindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=35701

Alvin
July 23rd, 2007, 02:37 PM
Does anyone have any information on when Ciputra will develop the land on Jl Satrio?
---------------------------------------------------------------------------

07/23/07 14:22

Indonesia`s Ciputra to build US@330 mln super-block


Jakarta (ANTARA News/Asia Pulse) - Publicly-listed property company PT Ciputra Surya (JSX:CTRS) plans to build a super-block in Surabaya starting September, at a cost of Rp3 trillion (US$333.3 million).

"Construction of the project will be carried out in three phases and will be completed in 2012," Ciputra Director Sutoto Yakobus said.

The first phase of construction is for two apartment towers, each with 38 floors and a five-storey shopping mall, which will cost around Rp750 billion.

Source:
Business in Asia Today - JULY 23, 2007
published by Asia Pulse

Hadi
July 23rd, 2007, 03:22 PM
http://img217.imageshack.us/img217/869/index06af7.jpg (http://imageshack.us)

http://img217.imageshack.us/img217/6090/index10kv4.jpg (http://imageshack.us)
GRAMEDIA EXPO
Jl Basuki Rahmat 93 - 105, Surabaya Pusat
www.gramedia-expo.com
:)

J`Town
July 24th, 2007, 12:59 AM
nice! im anticipating this project

OPTX
July 24th, 2007, 11:41 AM
Margaraya teken PPJT tol Waru

JAKARTA, Selasa, 24-JUL-2007: PT Margaraya Jawa Tol (MJT) dengan Departemen Pekerjaan Umum menandatangani PPJT ruas Waru (Aloha)-Wonokromo-Tanjung Perak dengan investasi senilai Rp6,49 triliun.

Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) itu ditandatangani Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum (PU) Roestam Sjarief dengan Direktur Utama PT Margaraya Jawa Tol (MJT) Djoko Eko Suprastowo di Jakarta pekan lalu.

Proyek jalan tol itu akan dikembangkan dengan panjang 18,6 km ditambah panjang ramp structure 6,42 km.

Menurut Djoko, mahalnya investasi proyek itu yang mencapai Rp6,49 triliun disebabkan model pembangunan jalan yang keseluruhan jalannya merupakan elevated atau layang.

Roestam menegaskan agar PT MJT supaya menyelesaikan kewajiban setelah PPJT berupa pembayaran performance bond senilai 1% dari total nilai investasi setelah dikurangi biaya pembebasan lahan dalam kurun waktu 14 hari.

Selain itu, Sekjen Departemen PU meminta investor untuk mendapatkan sindikasi pinjaman perbankan dalam kurun enam bulan ke depan.

"Sesuai persyaratan PPJT, 70% dari total nilai kontrak harus didapat melalui sindikasi perbankan. Mengingat jumlah yang mencapai Rp6,5 triliun saya rasa diperlukan keuletan dari investor," ungkap Roestam dalam siaran pers yang dikirim Departemen Pekerjaan Umum, pekan lalu.

Tarif tol awal ruas itu ditetapkan tiga tahap dengan sistem terbuka yaitu tahap I Rp6.000 atau Rp865,91 per km, tahap II Rp8.000 atau Rp921,5 per km, dan tahap III Rp 13.000 atau Rp986 per km. (Bisnis/irs)

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A32&cdate=24-JUL-2007&inw_id=540252

us_lukman
July 30th, 2007, 03:58 PM
Di koran Bisnis Indonesia hari ini ada gambar Ciputra World Surabaya yg di jl Mayjend Sungkono

Ampelio
August 6th, 2007, 01:07 AM
Halooo.... us_lukman, Teddybear, Hadi, OPTX... where are you all? :ohno:
Mana nich up date Surabaya projectnya? udah stuck ni seminggu gak ada berita.... Our beloved forumers are waiting:nuts:
How is Cito's going now?? Adhiwangsa Golf??

us_lukman
August 6th, 2007, 06:28 PM
Update tanpa gambar aja ya..
1. Metropolis Apartment udah topping, paling tinggal lengkapi interior, eksterior.
2. Adhiwangsa lg dibangun. Crane nya ada 3 buah atau lebih..Rangka gedung udah mencapai lantai 3, yg buat Lenmarc Mallnya
3. Cito dr luar udah tampak selesai, tinggal yg tower apartemennya..Masih setengah jadi dan masih ada crane.
4. Waterplace Pakuwon sedang ngebut. Tower2 nya udah mencapai lt 20an..
5. Gramedia Expo lg dibangun, tp tanpa crane
6. Gedung Yamaha di Mayjend Sungkono jg lg dibangun
7. Empire Gold Center belum selesai. Tp kayaknya udah topping dr dulu.
8. Yg di Jl Adityawarman..Lupa nama gedungnya..Itu jg belum dibuka2. Padahal dr luar tampak ok.
9. Ciputra World udah ada renderingnya, dan ada alat berat di lokasi.
10. Gubeng Grand City macet..Masih tanah kosong
11. Buthan Trade sama macet, masih tanah kosong
12. dll..Kalo yg mau koreksi..silahkan aja

Surakarta
August 6th, 2007, 07:28 PM
Makasih infonya, ditunggu pictures dari kota pahlawan:banana:

Hadi
August 7th, 2007, 02:37 PM
Update tanpa gambar aja ya..
1. Metropolis Apartment udah topping, paling tinggal lengkapi interior, eksterior.
2. Adhiwangsa lg dibangun. Crane nya ada 3 buah atau lebih..Rangka gedung udah mencapai lantai 3, yg buat Lenmarc Mallnya
3. Cito dr luar udah tampak selesai, tinggal yg tower apartemennya..Masih setengah jadi dan masih ada crane.
4. Waterplace Pakuwon sedang ngebut. Tower2 nya udah mencapai lt 20an..
5. Gramedia Expo lg dibangun, tp tanpa crane
6. Gedung Yamaha di Mayjend Sungkono jg lg dibangun
7. Empire Gold Center belum selesai. Tp kayaknya udah topping dr dulu.
8. Yg di Jl Adityawarman..Lupa nama gedungnya..Itu jg belum dibuka2. Padahal dr luar tampak ok.
9. Ciputra World udah ada renderingnya, dan ada alat berat di lokasi.
10. Gubeng Grand City macet..Masih tanah kosong
11. Buthan Trade sama macet, masih tanah kosong
12. dll..Kalo yg mau koreksi..silahkan aja



Gubeng Grand City nga macet kok. Udah Ground Breaking
Cosmopolis Apartement juga sudah Ground Breaking
Pusat Grosir Surabaya in front of Pasar Turi Grand Opening udahan
Juga, denger kabar katanya disebelah hotel Majapahit bakal segera dibangun Mall yang konsepnya Dutchess style sama kaya Hotel Majapahitnya

Hadi
August 8th, 2007, 06:16 AM
Hotel Diponeggoro Progress
http://img468.imageshack.us/img468/8875/image08rz1.jpg (http://imageshack.us)
Adhiwangsa Apartement West Surabaya
http://img20.imageshack.us/img20/4426/image72vj0.jpg (http://imageshack.us)
Taken July.16 2007
The Empire Palace
http://img20.imageshack.us/img20/1476/image73gt0.jpg (http://imageshack.us)
D'cost (New Sea Food Restaurant at West Surabaya) Have been opened
http://img211.imageshack.us/img211/9750/image69vq7.jpg (http://imageshack.us)
Gramedia EXPO at SCBD
http://img211.imageshack.us/img211/7233/image06qy8.jpg (http://imageshack.us)
sorry the picture isn't good quality cos using Nokia Camera... hehehe

Blue_Sky
August 8th, 2007, 06:27 AM
SCBD artinya apa ya?

paw25694
August 8th, 2007, 06:40 AM
^ Surabaya Central Business District? ;)
Hadi, post rendering nya juga ya :D:D

teddybear
August 8th, 2007, 03:45 PM
Here is the rendering of Hotel Diponegoro? or Hotel Liberty?
http://img329.imageshack.us/img329/8600/mixedhotellibertyaj7.gif

Gramedia Expo is disappointing because it should be hi-rise project over there.
I'm also disappointed with how the local corrupt officials (bandit actually) trying to stop Cito progress.

I read from Jawapos that The US Consulate is planning to move to West Surabaya, they are building new office there at the cost of $50 million.

us_lukman
August 9th, 2007, 05:20 AM
Di seberang depannya Gramedia Expo, deket Citibank, ada lahan kosong yg lagi dibangun. Udah tampak rangka 2-3 lantai. Tapi ga tahu buat apa.

Tambahan lagi Gedung Bapindo di Pang Sudirman juga udah 4 lantai an

Hadi
August 9th, 2007, 11:07 AM
Here is the rendering of Hotel Diponegoro? or Hotel Liberty?
http://img329.imageshack.us/img329/8600/mixedhotellibertyaj7.gif

Gramedia Expo is disappointing because it should be hi-rise project over there.
I'm also disappointed with how the local corrupt officials (bandit actually) trying to stop Cito progress.

I read from Jawapos that The US Consulate is planning to move to West Surabaya, they are building new office there at the cost of $50 million.

Bingung juga... soalnya mirip banget ma hotel diponeggoro

Hadi
August 9th, 2007, 12:32 PM
Di seberang depannya Gramedia Expo, deket Citibank, ada lahan kosong yg lagi dibangun. Udah tampak rangka 2-3 lantai. Tapi ga tahu buat apa.

Tambahan lagi Gedung Bapindo di Pang Sudirman juga udah 4 lantai an

em... kalo tak salah itu bakalan jadi deponya busway koridor 1

Hadi
August 10th, 2007, 05:34 AM
East Coast Residence at Pakuwon City
http://img69.imageshack.us/img69/376/image0019gd3.jpg (http://imageshack.us)
Future Developing at Pakuwon City
http://img70.imageshack.us/img70/9966/image0020ks0.jpg (http://imageshack.us)
Cosmopolis Apartement
http://img292.imageshack.us/img292/5180/tampakdepanle8.jpg (http://imageshack.us)
Soho at Water Place Apartment
http://img263.imageshack.us/img263/1866/baratkb4.jpg (http://imageshack.us)

Hadi
August 10th, 2007, 12:46 PM
Senin, 06 Agt 2007,
Technopark Di-launching 10 Agustus


SURABAYA - Tak lama lagi, warga metropolis bisa menikmati sebuah taman berkonsep teknologi alias technopark. Pemkot melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) hampir menyelesaikan renovasi Taman Flora yang merupakan pilot project taman yang dilengkapi peralatan teknologi itu.

Untuk tahap awal, DKP membenahi kondisi fisik taman yang terletak di kawasan Bratang itu. Di antaranya, perbaikan area cross pedestrian yang mengelilingi taman. Selain itu, beberapa bangunan yang dianggap sudah tidak layak juga dibongkar dan direnovasi. "Pekerjaan ini dimulai sejak Rabu lalu. Targetnya, Rabu besok harus sudah selesai," kata M. Syafik, salah satu pengawas proyek kemarin.

Sesuai rencana awal, proyek itu bakal mendapat sokongan dana penuh dari Pemkot. Ada beberapa perubahan yang dilakukan. Di antaranya, bangunan untuk keperluan pembelajaran IT (Information Technology).

Technopark merupakan perpaduan kenyamanan sebuah taman dengan tempat pembelajaran berbagai jenis teknologi. Jika sebelumnya hanya sebagai sarana rekreasi dan ruang terbuka hijau (RTH), ke depan fungsinya ditambah sebagai sarana untuk lebih melek teknologi.

Kasie Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak Jurusan Teknik Informatika ITS Fajar Baskoro menjelaskan, untuk realisasi technopark itu, ada empat fasilitas baru yang bakal disediakan di taman Flora. "Semuanya berkaitan pengembangan pengetahuan teknologi," ujarnya.

Yang pertama adalah sarana akses informasi cepat dan murah berupa WIFI dan LAN. "Konsepnya mirip dengan Taman Bungkul. Para pengunjung bisa mengakses internet di sana. Selain itu, ada juga fasilitas telepon rumah via internet.

Taman Flora juga dilengkapi fasilitas baru bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) serta koperasi. Yakni program untuk memfasilitasi pembayaran dengan sistem mikro payment. "Mereka bisa bertransaksi via internet. Modelnya mirip dengan kartu kredit," katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan fasilitas lain berupa sarana pembelajaran komputer secara otodidak. Namanya, Mobile Training Unit (MTU). Bentuknya berupa laboratorium berjalan yang didalamnya sudah dilengkapi berbagai fasilitas untuk belajar komputer. "Semua masyarakat bisa mengakses. Biayanya juga murah," katanya.

Dijadwalkan, taman dengan konsep baru ini bakal dilaunching pada 10 Agustus mendatang. "Ini bertepatan dengan hari teknologi. Kami harap, taman ini bisa menjadi sarana baru bagi masyarakat Surabaya agar bisa melek IT," katanya. (ris)

glitz_boy
August 11th, 2007, 02:26 PM
em... kalo tak salah itu bakalan jadi deponya busway koridor 1


depo itu apa? tempat parkir nya bus kah? klo emank tempat parkir nya bus apa ngga salah tempat tuh di basuki rahmat???

btw, Metropolis Apartement tower A & B udah tahap finishing, tp tower C masih lantai 16 ..few more floor to go.

us_lukman
August 21st, 2007, 06:36 AM
http://i19.tinypic.com/62dwnbc.jpg

Get this from Ciputra ads on Bisnis Indonesia newspaper..

Hadi
August 26th, 2007, 05:17 PM
http://img399.imageshack.us/img399/1024/image0023qw2.jpg (http://imageshack.us)

Joyoboyo Square

Blue_Sky
August 27th, 2007, 06:31 AM
what is this joyoboyo square?
a shopping mall?

teddybear
August 27th, 2007, 06:46 AM
^Isn't that Joyoboyo is the bus terminal close to the zoo? And that is an ugly, a disaster kind of design, imo.

Hadi
August 27th, 2007, 09:45 AM
yes, now is the bus terminal. But in the future will development for
1. Intermoda Terminal ( Bus, Busway and Water Bus )
2. Office and Mall
3. Intregrated with Surabaya Zoo

You can see at the maket that
1. Halte in the near river
2. Bridge that connected between Busway and JoyoBoyo Square

Hadi
August 29th, 2007, 06:54 AM
'Segera terapkan green building'

JAKARTA: Pelaku bisnis properti harus segera mengimplementasikan konsep pembangunan green building di Indonesia guna mengantisipasi terhadap isu pemanasan global, serta bisa meningkatkan pemasukan dan nilai properti.
"Konsep ini [green building] sangat berdampak pada peningkatan property value dan pengurangan dampak pemanasan global," ujar Tondy O. Lubis, Facility & Property Management Director PT Colliers International Indonesia, di sela-sela diskusi panel Pemanasan Global: Apa yang Dilakukan Dunia Properti?, kemarin.

Namun, hingga saat ini kebanyakan pelaku bisnis properti di Indonesia masih enggan mengadopsi sistem tersebut karena dianggap mahal, sulit, dan tidak layak secara bisnis.

"Kendati biaya konstruksi awal bertambah sekitar 2% dari bangunan konvensional, namun return yang diperoleh properti itu dalam jangka waktu 20 tahun bisa mencapai sepuluh kali lipat atau sekitar 20% dari tambahan biaya yang dikeluarkan," katanya.

Pengembalian ini, tutur Tondy, diperoleh berkat biaya operasional yang dapat ditekan a.l. dengan penghematan biaya listrik 30% dan air hingga 50%.

Selain itu, implementasi konsep ini juga menunjukkan tindakan moral pelaku properti yang peduli terhadap isu pemanasan global di mana mereka tidak hanya memikirkan keuntungan semata, namun juga prihatin terhadap masalah global.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan salah satu cara mensosialisasikan konsep green building kepada dunia properti Tanah Air adalah dengan memperkenalkan LEED (leadership in energy and environmental design) yakni kerangka berpikir sertifikasi yang dirumuskan US Green Buiding Council dan telah diadopsi beberapa negara a.l. India, China, Arab Saudi, dan Vietnam.

"LEED adalah acuan yang paling lengkap dan populer di dunia untuk green building. Kerangka acuan ini menghilangkan segala kerancuan pengertian yang salah mengenai konsep green building yang selama ini dianggap mahal, sulit, dan tidak feasible secara bisnis," lanjutnya.

Menurut dia, jika kalangan properti Indonesia tidak mengimplementasikan konsep ini segera mungkin, hal ini tak hanya berpotensi semakin buruknya kondisi alam akibat pemanasan global.

Namun, juga berpotensi terhadap berkurangnya pemasukan bagi pelaku bisnis properti dalam negeri. Pasalnya, dalam sepuluh tahun terakhir tender yang dilakukan perusahaan multinasional telah mencantumkan green building sebagai salah satu kriterianya. (03)

Bisnis Indonesia

Hadi
August 31st, 2007, 01:16 PM
http://img180.imageshack.us/img180/7781/image91ce4.jpg (http://imageshack.us)

Hadi
August 31st, 2007, 01:30 PM
http://img455.imageshack.us/img455/116/image04us5.jpg (http://imageshack.us)

Hadi
August 31st, 2007, 01:32 PM
[QUOTE=teddybear;14688708]Here is the rendering of Hotel Diponegoro? or Hotel Liberty?
http://img329.imageshack.us/img329/8600/mixedhotellibertyaj7.gif

Yes This is a liberty Hotel, I sure that in front of the the project have liberty statue

OPTX
August 31st, 2007, 01:46 PM
http://i19.tinypic.com/62dwnbc.jpg

Get this from Ciputra ads on Bisnis Indonesia newspaper..

Anyone has another rendering of Ciputra World Surabaya ?

According to some news it will have 6 apartment towers, 1500 units. The first phase will have 2 apartment towers, @ 38 floors, 500 units. It means the other 4 towers will have the same heigh as the first two towers, IMO.
So there will be 8 towers, 30-40 floors, built in some phases and the last phase is expected to be complete in 2012.
http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=14400495&postcount=624

BTW, does eanyone have an info about "Surabaya Epicentrum" ?

Blue_Sky
August 31st, 2007, 07:45 PM
Im looking forward for ciputra world render also

teddybear
September 1st, 2007, 03:47 AM
Hadi:
Where is Liberty Hotel? And where is Aston Twin Tower?
And how fast Cito is, but what about Cito being blocked by corrupt local official?

Hadi
September 3rd, 2007, 07:16 AM
Hadi:
Where is Liberty Hotel? And where is Aston Twin Tower?
And how fast Cito is, but what about Cito being blocked by corrupt local official?

ouw.. Liberty is located at Jl Diponeggoro, so close with KBS ( Surabaya Zoo )and Aston Twin tower is located jalan Kalisari ( in Front of THR ). Btw about Cito the problem has been solve, i think will be opened before Idul Fitri .....

teddybear
September 4th, 2007, 03:05 AM
^Thanks for update! Dasar pejabat korup, tukang peras minta sogokan!

Hadi
September 4th, 2007, 02:00 PM
^Thanks for update! Dasar pejabat korup, tukang peras minta sogokan!

hahaha... biasa... semoga aja cepet berubah aja

Hadi
September 4th, 2007, 02:10 PM
http://img108.imageshack.us/img108/1977/image0024js3.jpg (http://imageshack.us)

ncon
September 4th, 2007, 03:55 PM
^^ cool :okay:!!

Blue_Sky
September 5th, 2007, 12:58 PM
Can I have the bigger version or link to the website?
I want to see the news

OPTX
September 5th, 2007, 04:38 PM
Tenant Besar Bergabung Ciputra World Surabaya

03/09/2007 01:04:40 WIB
JAKARTA, Investor Daily

Sejumlah tenant (penyewa) besar sudah memastikan untuk bergabung sebagai penyewa ruang mal di kompleks superblok Ciputra World di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya. Padahal, mal yang dikembangkan PT Ciputra Surya Tbk bersama sejumlah pengembang Surabaya itu baru saja dimulai dan dijadwalkan selesai pada Agustus 2009.

Direktur Keuangan PT Ciputra Surya Tbk Nanik J Santoso mengungkapkan, beberapa penyewa tersebut bergerak di bidang usaha hypermarket, departement store, cineplex, dan toko buku. “Jadi, tenant-tenant itu ketika kami hubungi confirm untuk masuk ke mal Ciputra World Surabaya. Kalau mereka masuk, berarti 50% ruang mal sudah terisi,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Namun, dengan alasan belum ada penandatanganan perjanjian dengan penyewa, Nanik belum bersedia menyebutkan nama-nama penyewa tersebut. Yang pasti, ia mengungkapkan, tenant departement store tersebut berasal dari luar negeri yang hingga kini belum ada di Surabaya meskipun telah ada di Indonesia. “Dalam memilih tenant, kami cukup selektif, disesuaikan dengan target pasar kelas A,” jelas Nanik.

Ia memaparkan, Ciputra World Surabaya merupakan proyek pengembangan superblok di atas lahan 7,7 hektare yang terdiri atas shopping center (150 ribu m), enam menara apartemen (1.500 unit), hotel bintang lima mewah dengan ballroom seluas 3.000 m, dan menara perkantoran. Ciputra akan mengembangkan proyek ini dalam beberapa tahap yang disesuaikan dengan kondisi pasar.

Pada tahap pertama, kata Nanik, akan dibangun mal enam lantai dan dua menara apartemen 38 lantai. Ruang mal akan dipasarkan secara sewa, sedangkan apartemen dipasarkan dengan jual putus (strata titled). Investasi yang dibutuhkan untuk membiayai pengembangan tahap pertama ini mencapai Rp 750 miliar atau sekitar Rp 850 miliar jika harga lahan turut dihitung.

“Bangunan mal kami jadwalkan sudah bisa beroperasi pada Agustus 2009, sedangkan dua menara apartemen akan selesai dibangun setahun kemudian,” ungkap Nanik. Ia optimistis, pasar mal di Surabaya masih sangat besar. Ini ia tunjukkan dengan tingkat kunjungan yang masih luar biasa besar di Mal Tunjungan Plaza, Surabaya.

Sementara itu, terkait dengan pengembangan apartemen, menurut Nanik, hunian vertikal sudah saatnya dikembangkan di Surabaya. Pasalnya, selain harga lahan sudah sangat mahal dan kemacetan mulai sering terjadi, di kota Pahlawan ini hunian vertikal sudah mulai menjadi gaya hidup.

Saat ditanya perkiraan total investasi Ciputra World secara keseluruhan, Nanik mengatakan dengan asumsi kondisi saat ini dibutuhkan dana sekitar Rp 2,5 triliun. “Tapi, itu sangat tergantung perkembangan. Sebab, kami juga punya keinginan untuk menjadikan menara perkantoran sebagai gedung tertinggi di Surabaya. Jika ini jadi, biayanya akan lebih besar lagi,” ujar Nanik.

Recurring Income

Sebelumnya, Direktur Ciputra Surya Sutoto Yakobus mengatakan, alasan utama pembangunan Ciputra World, terutama mal, adalah untuk meningkatkan pendapatan berkelanjutan (recurring income) bagi perusahaan. “Harga sewa gerai berkisar US$ 40-50 per m² per bulan,” jelas dia.

Dengan demikian, setiap bulan Ciputra Surya berpotensi mendapatkan pendapatan sewa sekitar US$ 3,6 per bulan, dengan asumsi 80 ribu m² ruang mal tersewa semua. Sementara itu, setiap apartemen Ciputra World Surabaya memiliki luas berkisar 70-150 m², dengan harga jual rata-rata Rp 1 miliar per unit.

Nanik menambahkan, proyek Ciputra World Surabaya memiliki prospek bagus karena berada di lokasi utama Kota Surabaya. “Sekarang ini, semua bank asing maupun restoran asing memiliki perwakilan atau buka di Jalan Mayjend Sungkono,” ungkap Nanik. (nas)

lombok
September 5th, 2007, 05:42 PM
Update foto Surabaya dunk, sudah lama nih kagak di update proyek yang sedang berjalan....

teddybear
September 5th, 2007, 11:34 PM
OPTX: Thanks for posting the news. If it is true Ciputra is going to build the tallest office or building, then are we going to see 50 floor building then?

Hadi
September 7th, 2007, 05:46 AM
http://img108.imageshack.us/img108/1738/image0025gl0.jpg (http://imageshack.us)

wooww........

glitz_boy
September 7th, 2007, 07:13 PM
wah that would be good for surabaya :)

ncon
September 7th, 2007, 07:46 PM
^^ Surabaya will have great skyline

teddybear
September 8th, 2007, 06:36 AM
^is that a final rendering? How come it seems to be different with the one Lukman posted? But, nevertheless it will really contribute to the skyline!

us_lukman
September 14th, 2007, 02:30 PM
Gua ambil dr Bisnis Indonesia hari Sabtu 8 September 2007. Tapi gua ringkas, malas ngescan..

PT Bukit Darno Property Tbk mencari biaya untuk pembangunan hotel bintang lima dan gedung perkantoran senilai Rp 1 T. Mereka tengah bersiap membangun proyek di lahan kosong seluas 2 ha di sebelah kondominium The Adhiwangsa Golf Residence dan Boutique Mall LenMarc Lifestyle di Surabaya Barat.

Proyek akan dinulai tahun depan dan diproyeksikan rampung 2009. Untuk pengelolaan hotel, mereka kini mencari operator hotel dari luar negeri. Mereka berharap dapat melengkapi hotel tersebut dengan fasilitas lengkap berstandar bintang lima seperti ballroom dan 200 kamar hotel yang nantinya bisa disewa harian dan jangka panjang.



Jadi kalo semua proyek di Sby Barat selesai semua, Surabaya bakal memiliki skyline baru, 6-7 tower Pakuwon plus 2 tower Adhiwangsa plus 2 tower baru ini plus 4 tower Graha Famili plus Puri Matahari (serta Beverly Apartment yg agak jauh) yg saling berdekatan dan bisa membentuk skyline.

teddybear
September 15th, 2007, 05:18 AM
^Well, good news kalo gitu. Thanks Lukman! Do not forget Ciputra, meski letaknya rada jauh.
But MayJend sampai ke daerah Supermall ntar jadi satu CBD, gua rasa.

iwe
September 15th, 2007, 07:16 AM
imo, joyoboyo building looks very ugly.....

lombok
October 1st, 2007, 01:08 PM
Mal di Surabaya hanya terisi 50%

SURABAYA: Rata-rata tingkat hunian pusat perbelanjaan di Surabaya hanya 50%, sehingga investor properti disarankan untuk tidak melakukan ekspansi dalam beberapa tahun ke depan.

Didi Woelyadi Simson, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim, mengatakan di atas kertas rasio antara jumlah penduduk dengan tempat pusat perbelanjaan di Surabaya masih ideal.

Namun secara faktual bisnis ritel lesu akibat rendahnya daya beli masyarakat, sehingga pemilik ruang mengeluh. "Berdasarkan fakta yang ada, dari 20 pusat perbelanjaan yang ada di Surabaya, sejauh ini hanya 18 mal yang nampak aktif beroperasi," ujar Didi kepada Bisnis di Surabaya, akhir pekan lalu. (Bisnis/dw)

Hadi
October 1st, 2007, 04:28 PM
http://img76.imageshack.us/img76/1346/image95dl7.jpg (http://imageshack.us)

http://img229.imageshack.us/img229/2364/image96sz9.jpg (http://imageshack.us)

teddybear
October 2nd, 2007, 01:43 AM
^Good to see it is starting now!

OPTX
October 2nd, 2007, 08:14 AM
Around Supermall Pakuwon in West Surabaya, July 2007. Showing the location of Waterplace Apartment (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=234374) and Adhiwangsa Apartment (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=283237)

http://img474.imageshack.us/img474/958/surabayabarat2upws0.jpg

AceN
October 2nd, 2007, 01:49 PM
Uwwiihhh....GREATTTT !!! :okay: Eh, where did you take this photo ?

ncon
October 3rd, 2007, 03:21 PM
^^ clustered skyline :D

Hadi
October 7th, 2007, 07:08 PM
Category : News
Posted : September 7th, 2007 by Togar Silaban and 37 Views so far.


Jawapos, Jumat, 07 Sept 2007,
Menjaga Daerah Konservasi Surabaya Timur

Oleh: Agoes Soegianto
HINGGA kini, pembangunan di kawasan Timur Surabaya dapat dikatakan relatif lambat jika dibandingkan kawasan Barat Surabaya. Penyebab utamanya adalah tidak adanya akses jalan yang memadai terdapat di kawasan Timur Surabaya. Namun, dalam waktu dekat, kawasan ini akan dibuka oleh pemerintah kota (pemkot) Surabaya.

Di kawasan tersebut, pemkot berencana membangun akses jalan (lingkar timur) yang pembangunannya diperkirakan selesai akhir 2008. Dengan terbukanya kawasan itu (sebagai akibat dibangunnya akses lingkar timur yang menghubungkan Bandara Juanda dan Jembatan Suramadu), muncul kekhawatiran terjadi perkembangan tanpa arah jika tanpa pengawasan.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya, terdapat lahan di kawasan Timur Surabaya yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Luasnya mencapai 1.500 hektar. Kawasan konservasi itu tentu bukan seperti yang dimaksud dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (untuk suaka alam, suaka margasatwa, cagar biosfer, taman nasional dan sejenisnya). Kawasan itu ditujukan untuk melindungi Kota Surabaya dari bencana banjir tahunan. Bentunya adalah wetland (lahan basah) yang berfungsi menampung air saat musim hujan agar bagian tengah Kota Surabaya terhindar dari bencana banjir. Lahan basah di kawasan itu berupa daerah pertambakan, atau kombinasi tambak dan vegetasi mangrove.

Jika pemkot Surabaya tidak mampu (tidak berhasil) mengontrol keberadaan kawasan konservasi itu, sudah pasti bencana banjir tahunan tidak dapat dihindarkan. Saat ini saja, dengan luas kawasan wetland yang mencapai 1.500 hektar, sebagian besar wilayah Kota Surabaya tidak luput dari bencana banjir jika hujan datang, apalagi dibarengi dengan pasang air laut. Bayangkan jika luas kawasan konservasi itu berkurang. Pasti banjir akan terjadi di sebagian besar kota Surabaya. Oleh karena itu, komitmen untuk tetap mempertahankan kawasan timur sebagai daerah konservasi harus dipegang kuat oleh pemkot Surabaya.

Bagi investor, pembukaan kawasan timur akan membuat mereka tergiur. Melihat kondisi ini, ia bagaikan makhluk hidup yang lapar lahan. Seperti halnya kawasan pantai di dunia, kawasan pantai Timur Surabaya bagi mereka merupakan lahan yang berharga untuk dikembangkan menjadi daerah industri, perdagangan, maritim dan pariwisata.

Jika kita perhatikan, hampir 60 persen penduduk dunia tinggal di kawasan pantai. Hampir sebagian besar kota besar di dunia terdapat di kawasan pesisir. Oleh karena itu, jika pemkot Surabaya terlena dan memberikan izin pengembangan kepada investor, dalam waktu sekejap kawasan itu dapat berubah dan berkembang menjadi kawasan industri, perdagangan, maupun maritim.

Pemkot Surabaya perlu terus menerus diingatkan tentang pentingnya menjaga kawasan timur sebagai kawasan konservasi. Sebab, berdasarkan pengalaman, pemkot Surabaya sangat tidak konsisten dengan tata ruang yang sudah dibuatnya sendiri. Lihat saja kawasan Jalan Raya Kertajaya, Raya Darmo, bahkan kawasan baru Raya Rungkut Asri yang semula merupakan permukiman. Kini, dareah itu telah berubah menjadi kawasan komersial tanpa mampu mencegahnya.

Kawasan wetland, yang saat ini sebagian besar berupa tambak ikan dan udang, memang bukan usaha yang menjanjikan bagi pemiliknya. Sebagai kawasan pertambakan, ia berada di daerah yang menampung berbagai jenis limbah dari hulu Kali Wonokromo dan Kali Surabaya yang padat dengan berbagai macam industri. Sudah bukan rahasia lagi bahwa di Surabaya masih banyak industri yang membuang limbah secara langsung ke Kali Surabaya. Padahal, air tersebut akan mengalir ke hilir dan menjadi sumber air tambak di kawasan timur.

Sebagian besar tambak di daerah tersebut hanya dikembangkan secara tradisional dan sebagai usaha sampingan dengan hasil yang kurang memuaskan. Tidak ada masyarakat yang mengusahakannya secara intensif karena memang terlalu mahal investasinya.

Jika kawasan status kawasan konservasi seluas 1.500 hektar tersebut adalah milik Pemkot Surabaya, tentu tidak akan timbul masalah dalam pengawasannya. Namun, jika status lahan tersebut adalah milik masyarakat atau perorangan, masalah akan timbul ketika pemkot memaksa kawasan tersebut tetap dipertahankan sebagai wetland. Apalagi kalau pemkot tidak mampu menjamin kualitas air sungai sebagai sumber air tambak mereka.

Sebagai pemilik tambak, masyarakat pasti tidak akan mau mempertahankan lahannya untuk kawasan tambak/konservasi, jika kelangsungan usaha pertambakannya tidak terjamin. Misalnya, karena kualitas air tetap buruk karena tingkat pencemaran tinggi. Lebih baik mereka menjualnya jika ada investor yang berminat. Sebab. uangnya dapat digunakan sebagai modal usaha kegiatan lainnya.

Adalah tidak manusiawi, jika pemkot memaksa masyarakat pemilik lahan di kawasan timur untuk tidak boleh diusahakan kebentuk kegiatan lain selain pertambakan karena kepentingannya sebagai lahan konservasi (sebagai penampung air hujan agar wilayah tengah kota tidak banjir). Jika pemkot tidak mampu membeli (mengganti rugi) seluruh lahan milik masyakarat yang nantinya difungsikan sebagai kawasan konservasi, pemkot harus mampu menjamin kualitas air sungai sebagai sumber air tambak yang tidak tercemar. Dengan demikian masyarakat tetap dapat mengusahakan lahannya sebagai daerah pertambakan sekaligus berfungsi sebagai daerah tampungan air saat musim hujan.

Atau pemkot dapat bekerjasama dengan investor untuk mengusahakan kawasan tersebut sebagai kawasan dengan kegiatan terbatas, dimana fungsi konservasi tetap berjalan. Kawasan terbatas yang paling mungkin dapat dikembangkan adalah pariwisata atau olahraga dengan lahan terbuka yang luas dan dikelilingi oleh beberapa danau yang berfungsi sebagai daerah penampungan air. Mudah-mudahan pemkot Surabaya mampu mengawasi pengembangan kawasan Timur Surabaya tetap sebagai kawasan konservasi.

Agoes Soegianto (soegiant@indo.net.id)
Guru Besar Biologi Lingkungan Universitas Airlangga

Ampelio
October 8th, 2007, 07:00 AM
so... no more chances to have waterfront skyline in Surabaya (?!)

AceN
October 8th, 2007, 02:26 PM
^^ If you want to see waterfront skyline, go to Makassar..They're better than Surabaya IMO... :)

Hadi
October 8th, 2007, 04:18 PM
so... no more chances to have waterfront skyline in Surabaya (?!)

no... PAKUWON planned. tetapi tentunya surabaya harus punya hutan kota....

Hadi
October 8th, 2007, 04:22 PM
Category : News
Posted : September 7th, 2007 by Togar Silaban and 37 Views so far.


Jawapos, Jumat, 07 Sept 2007,
Menjaga Daerah Konservasi Surabaya Timur

Oleh: Agoes Soegianto
HINGGA kini, pembangunan di kawasan Timur Surabaya dapat dikatakan relatif lambat jika dibandingkan kawasan Barat Surabaya. Penyebab utamanya adalah tidak adanya akses jalan yang memadai terdapat di kawasan Timur Surabaya. Namun, dalam waktu dekat, kawasan ini akan dibuka oleh pemerintah kota (pemkot) Surabaya.

Di kawasan tersebut, pemkot berencana membangun akses jalan (lingkar timur) yang pembangunannya diperkirakan selesai akhir 2008. Dengan terbukanya kawasan itu (sebagai akibat dibangunnya akses lingkar timur yang menghubungkan Bandara Juanda dan Jembatan Suramadu), muncul kekhawatiran terjadi perkembangan tanpa arah jika tanpa pengawasan.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya, terdapat lahan di kawasan Timur Surabaya yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Luasnya mencapai 1.500 hektar. Kawasan konservasi itu tentu bukan seperti yang dimaksud dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (untuk suaka alam, suaka margasatwa, cagar biosfer, taman nasional dan sejenisnya). Kawasan itu ditujukan untuk melindungi Kota Surabaya dari bencana banjir tahunan. Bentunya adalah wetland (lahan basah) yang berfungsi menampung air saat musim hujan agar bagian tengah Kota Surabaya terhindar dari bencana banjir. Lahan basah di kawasan itu berupa daerah pertambakan, atau kombinasi tambak dan vegetasi mangrove.

Jika pemkot Surabaya tidak mampu (tidak berhasil) mengontrol keberadaan kawasan konservasi itu, sudah pasti bencana banjir tahunan tidak dapat dihindarkan. Saat ini saja, dengan luas kawasan wetland yang mencapai 1.500 hektar, sebagian besar wilayah Kota Surabaya tidak luput dari bencana banjir jika hujan datang, apalagi dibarengi dengan pasang air laut. Bayangkan jika luas kawasan konservasi itu berkurang. Pasti banjir akan terjadi di sebagian besar kota Surabaya. Oleh karena itu, komitmen untuk tetap mempertahankan kawasan timur sebagai daerah konservasi harus dipegang kuat oleh pemkot Surabaya.

Bagi investor, pembukaan kawasan timur akan membuat mereka tergiur. Melihat kondisi ini, ia bagaikan makhluk hidup yang lapar lahan. Seperti halnya kawasan pantai di dunia, kawasan pantai Timur Surabaya bagi mereka merupakan lahan yang berharga untuk dikembangkan menjadi daerah industri, perdagangan, maritim dan pariwisata.

Jika kita perhatikan, hampir 60 persen penduduk dunia tinggal di kawasan pantai. Hampir sebagian besar kota besar di dunia terdapat di kawasan pesisir. Oleh karena itu, jika pemkot Surabaya terlena dan memberikan izin pengembangan kepada investor, dalam waktu sekejap kawasan itu dapat berubah dan berkembang menjadi kawasan industri, perdagangan, maupun maritim.

Pemkot Surabaya perlu terus menerus diingatkan tentang pentingnya menjaga kawasan timur sebagai kawasan konservasi. Sebab, berdasarkan pengalaman, pemkot Surabaya sangat tidak konsisten dengan tata ruang yang sudah dibuatnya sendiri. Lihat saja kawasan Jalan Raya Kertajaya, Raya Darmo, bahkan kawasan baru Raya Rungkut Asri yang semula merupakan permukiman. Kini, dareah itu telah berubah menjadi kawasan komersial tanpa mampu mencegahnya.

Kawasan wetland, yang saat ini sebagian besar berupa tambak ikan dan udang, memang bukan usaha yang menjanjikan bagi pemiliknya. Sebagai kawasan pertambakan, ia berada di daerah yang menampung berbagai jenis limbah dari hulu Kali Wonokromo dan Kali Surabaya yang padat dengan berbagai macam industri. Sudah bukan rahasia lagi bahwa di Surabaya masih banyak industri yang membuang limbah secara langsung ke Kali Surabaya. Padahal, air tersebut akan mengalir ke hilir dan menjadi sumber air tambak di kawasan timur.

Sebagian besar tambak di daerah tersebut hanya dikembangkan secara tradisional dan sebagai usaha sampingan dengan hasil yang kurang memuaskan. Tidak ada masyarakat yang mengusahakannya secara intensif karena memang terlalu mahal investasinya.

Jika kawasan status kawasan konservasi seluas 1.500 hektar tersebut adalah milik Pemkot Surabaya, tentu tidak akan timbul masalah dalam pengawasannya. Namun, jika status lahan tersebut adalah milik masyarakat atau perorangan, masalah akan timbul ketika pemkot memaksa kawasan tersebut tetap dipertahankan sebagai wetland. Apalagi kalau pemkot tidak mampu menjamin kualitas air sungai sebagai sumber air tambak mereka.

Sebagai pemilik tambak, masyarakat pasti tidak akan mau mempertahankan lahannya untuk kawasan tambak/konservasi, jika kelangsungan usaha pertambakannya tidak terjamin. Misalnya, karena kualitas air tetap buruk karena tingkat pencemaran tinggi. Lebih baik mereka menjualnya jika ada investor yang berminat. Sebab. uangnya dapat digunakan sebagai modal usaha kegiatan lainnya.

Adalah tidak manusiawi, jika pemkot memaksa masyarakat pemilik lahan di kawasan timur untuk tidak boleh diusahakan kebentuk kegiatan lain selain pertambakan karena kepentingannya sebagai lahan konservasi (sebagai penampung air hujan agar wilayah tengah kota tidak banjir). Jika pemkot tidak mampu membeli (mengganti rugi) seluruh lahan milik masyakarat yang nantinya difungsikan sebagai kawasan konservasi, pemkot harus mampu menjamin kualitas air sungai sebagai sumber air tambak yang tidak tercemar. Dengan demikian masyarakat tetap dapat mengusahakan lahannya sebagai daerah pertambakan sekaligus berfungsi sebagai daerah tampungan air saat musim hujan.

Atau pemkot dapat bekerjasama dengan investor untuk mengusahakan kawasan tersebut sebagai kawasan dengan kegiatan terbatas, dimana fungsi konservasi tetap berjalan. Kawasan terbatas yang paling mungkin dapat dikembangkan adalah pariwisata atau olahraga dengan lahan terbuka yang luas dan dikelilingi oleh beberapa danau yang berfungsi sebagai daerah penampungan air. Mudah-mudahan pemkot Surabaya mampu mengawasi pengembangan kawasan Timur Surabaya tetap sebagai kawasan konservasi.

Agoes Soegianto (soegiant@indo.net.id)
Guru Besar Biologi Lingkungan Universitas Airlangga

This is a news mean.....
http://img207.imageshack.us/img207/7817/image0021rm5.jpg (http://imageshack.us)

Ampelio
October 11th, 2007, 06:08 AM
ada jalan tol melewati Surabaya pusat (!??)...
...atau mungkin dibuat jalan layang diatas sepanjang jalan Darmo dan Basuki Rahmad seperti Jalan tol Cawang- Tanjung Priok ya?

Hadi
October 11th, 2007, 06:46 AM
ada jalan tol melewati Surabaya pusat (!??)...
...atau mungkin dibuat jalan layang diatas sepanjang jalan Darmo dan Basuki Rahmad seperti Jalan tol Cawang- Tanjung Priok ya?

Yup.... cuman ga lewat Raya Darmo, elevated gitu. mulai dari aloha, hingga tanjung perak, daerah timur. Tol Dalam Kota namanya

Hadi
October 12th, 2007, 12:05 PM
http://img515.imageshack.us/img515/3868/image0016jl6.jpg (http://imageshack.us)

AceN
October 12th, 2007, 12:08 PM
^^ Bukannya udah ada di halaman sebelah.. ?

sipuput
October 25th, 2007, 05:05 AM
mohon infonya dong, future plant mall, apartment and hotel in surabaya, thanks a lot for your info

Hadi
October 28th, 2007, 04:42 PM
Kota Surabaya jangan menjadi kota megapolitan. Ini karena akan menghilangkan batasan antar daerah serta konsep awal satuan wilayah yang biasa disebut dengan “Gerbang Kertosusila” (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan).


--------------------------------------------------------------------------------





Kota Surabaya jangan menjadi kota megapolitan. Ini karena akan menghilangkan batasan antar daerah serta konsep awal satuan wilayah yang biasa disebut dengan “Gerbang Kertosusila” (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan).
Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum RI, Ir Agus Widjanarko MIP pada Simposium Pengembangan Surabaya Metropolitan Area di masa mendatang” di ITS Surabaya, Kamis (25/10) mengatakan, jika Kota Surabaya menjadi megapolitan, maka batasan daerah akan hilang dan susah dikelola. “Seperti halnya Jakarta saat ini, untuk mengatur tata ruang kota sudah susah, karena pertumbuhannya sangat cepat, dan mengalami keterlambatan pengaturan tata ruang. Oleh karena itu, konsep yang ada di Jatim saat ini dengan Gerbang Kertasusila perlu terus dikembangkan dan dimekarkan,” katanya.
Dalam pengembangan konsep Gerbang Kertosila dapat memudahkan pengeloalaan tata kota, karena masing-masing kota berkembang dengan ciri khas dalam pembangunannya.
Dia mencotohkan, jika Kabupaten Sidoarjo dalam penataan kota diperuntukkan khusus pemukiman, maka jangan sampai industri masuk ke Sidoarjo, begitu juga dengan daerah-daerah lainnya. “Ini daripada semua kota di Jatim diperuntukkan untuk seluruh kawasan, akan susah mengaturnya,” ujarnya.
Sementara itu, dalam membuat konsep yang dinamakan Networking city ini, perlu koordinasi antara satu kota dengan lainnya yang ditangani Gubernur. “Propinsi harus menyusun konsep jangka panjang dalam penataan kabupaten dan kota, dan penyusunan tata ruangnya harus mengacu pada tata ruang propinsi,” katanya.
Setelah penyusunan tata ruang kota secara menyeluruh selesai, selanjutnya perlu dipikirkan adalah penanganan air minum dan sampah masing-masing kota. ”Harus ada regionalisasi dalam penanganan masalah sosial ini, jika hal tersebut selesai maka Jatim akan menjadi contoh kawasan tata kota yang bagus,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Pakar tata kota dari ITS, Prof Ir Johan Silas mengatakan, pihak ITS telah mendapat tugas dari Propinsi Jatim untuk menyusun konsep pengembangan kota yang disebut “Gerbang Kertosusila Plus” (GKS Plus) itu, yakni memberi arahan wilayah di Jatim mulai dari Tuban, Blora dan seluruh jalur yang ada di daerah tersebut.
Selanjutnya, setelah Suramadu selesai, pengembangan ke arah timur akan dikembangkan tidak sampai Bangkalan, namun seluruh Madura akan teriintegrasikan. Untuk wilayah selatan, Pasuruan sampai ke barat daya seperti Jombang akan dijadikan satu jejaring kota.
Hal ini agar beban tidak terpusat ke Surabaya. Selain itu, hal terpenting dalam penataan tata kota adalah pengembangan sarana serta fasilitas transportasi. ”Direncanakan, konsep pengembangan kota yang disusun ITS untuk Pemprop Jatim akan selesai akhir 2007, dan bisa dinikmati pada awal 2009,” katanya. *(mlk)

OPTX
October 29th, 2007, 08:34 AM
Gua ambil dr Bisnis Indonesia hari Sabtu 8 September 2007. Tapi gua ringkas, malas ngescan..

PT Bukit Darno Property Tbk mencari biaya untuk pembangunan hotel bintang lima dan gedung perkantoran senilai Rp 1 T. Mereka tengah bersiap membangun proyek di lahan kosong seluas 2 ha di sebelah kondominium The Adhiwangsa Golf Residence dan Boutique Mall LenMarc Lifestyle di Surabaya Barat.

Proyek akan dinulai tahun depan dan diproyeksikan rampung 2009. Untuk pengelolaan hotel, mereka kini mencari operator hotel dari luar negeri. Mereka berharap dapat melengkapi hotel tersebut dengan fasilitas lengkap berstandar bintang lima seperti ballroom dan 200 kamar hotel yang nantinya bisa disewa harian dan jangka panjang.



Jadi kalo semua proyek di Sby Barat selesai semua, Surabaya bakal memiliki skyline baru, 6-7 tower Pakuwon plus 2 tower Adhiwangsa plus 2 tower baru ini plus 4 tower Graha Famili plus Puri Matahari (serta Beverly Apartment yg agak jauh) yg saling berdekatan dan bisa membentuk skyline.

Here is the news :


Sabtu, 08/09/2007

Proyek diutamakan untuk kelas menengah atas
Bukit Darmo cari dana ekspansi Rp1 triliun


JAKARTA: PT Bukit Darmo Property Tbk mencari biaya untuk pembangunan hotel bintang lima dan gedung perkantoran senilai Rp1 triliun melalui perbankan dan opsi lainnya misalnya penerbitan saham baru (right issue) dan obligasi.

Untuk memperoleh biaya hingga 30% dari nilai proyek itu, perseroan telah telah melakukan pembicaraan dengan tiga bank lokal.

"Kami menjajaki pinjaman dan kemungkinan menggelar right issue atau obligasi pada tahun depan, sedangkan untuk sisa pembiayaan lainnya sekitar 70% berasal dari hasil penjualan apartemen dan mal milik perusahaan," ungkap Presdir Bukit Darmo Wim G. Gobel, Rabu pekan ini.

Perseroan, menurut dia, tengah bersiap membangun proyek itu di lahan kosong seluas dua hektare di sebelah kondominium The Adhiwangsa Golf Residence dan Boutique mall LenMarc Lifestyle, di Surabaya Barat.

Proyek perkantoran dan hotel yang diutamakan untuk pangsa pasar kelas menengah atas tersebut merupakan bentuk sinergi proyek kondominium dan butik mal bersegmen sama yang sudah berdiri sebelumnya.

"Untuk hotel dengan kelas bintang lima, memang tarifnya agak mahal. Sengaja didesain untuk kelas mengengah atas agar dapat diselaraskan dengan apartemen dan kondominium kami."

Proyek yang akan dimulai tahun depan itu, diproyeksikan rampung pada 2009. Untuk pengelolaan hotel, perseroan kini mencari operator hotel dari luar negeri.

Fasilitas proyek

Perusahaan berharap perseroan nantinya dapat melengkapi hotel tersebut dengan fasilitas lengkap berstandar bintang lima seperti ballroom dan 200 kamar hotel.

"Hotel kami akan dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti layaknya hotel bintang lima lainnya. Kami rencanakan tersedia 200 kamar yang nantinya bisa disewa harian dan jangka panjang."

Perseroan berharap hotel bintang lima itu dapat meramaikan kedinamisan kehidupan di wilayah Surabaya Barat, serta melengkapi minimnya kehadiran tempat penginapan yang bertaraf internasional di kawasan itu.

"Kami tidak berniat bersaing dengan hotel bintang lima yang sudah ada, malahan kami ingin berbagi pasar mereka."

Sejak tiga bulan lalu, perseroan resmi melangkah di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Pada perdagangan perdananya harga saham perseroan ditutup melesat 70% menjadi Rp204 dari posisi awal Rp120 per saham.

Pada penutupan perdagangan bursa kemarin, harga saham perseroan ditutup pada posisi Rp200 per saham atau naik 5,26% dari harga penutupan sehari sebelumnya Rp190.

Setelah penawaran umum, kepemilikan publik di Bukit Darmo menjadi 33,34% dan komposisi pemegang saham pendiri menjadi PT Adhibalaraja sebesar (43,44%), Heru Hidayat (13,33%), dan 10% Hendro Sumampow. (08)(redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia
http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/bursa/1id21931.html

===========

It supposes to be a big project with a cost of about Rp 1 trilion. As comparison Sahid Perdana Project ( http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=517989 ) with cost of Rp 1.2 trillion (http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/bursa/1id3154.html) .

If it's expected to be complete in 2009, I think they must have fenced the site now.
Any infos or recent photos about this project ?

AceN
October 29th, 2007, 05:59 PM
Ada yang bisa ngupdate City of Tomorrow ga ?.... apartemennya udah hampir jadi..tapi aku ga punya fotonya :ohno:

us_lukman
October 30th, 2007, 10:21 AM
suarasurabaya.net| Pasar apartemen di Surabaya terus bertumbuh. Setelah hadir beberapa pemain baru, tahun depan manajemen Sahid & Co akan membangun apartemen.

Lokasinya, bersebelahan dengan Hotel Sahid Surabaya, menempati areal parkir yang ada saat ini. Apartemen dibangun dengan 200 unit kamar, dilengkapi kolam renang, parkir di basement.

MARTONO SAPUTRO General Manager Hotel Sahid Surabaya pada suarasurabaya.net, Senin (29/10), mengatakan, dari 200 kamar separuh dijual dengan sistem strata title (jual lepas) dan separuh lagi dengan sistem service apartement untuk kebutuhan tamu yang long stay.

Saat ini, kata MARTONO, perijinan sudah dikantongi Sahid & Co sementara desainnya dalam proses penyelesaian. Khusus unit dengan 2-3 kamar yang dijual ditawarkan di kisaran Rp 400 juta sampai Rp 700 juta.

“Rate kamar yang ditawarkan untuk pasar apartemen di Surabaya cocoknya di kisaran harga itu. Ini sesuai dengan lokasi strategis dari apartemen dan kelasnya seperti hotel bintang 4. Jika harga ditawarkan di bawah Rp 400 juta, bisa memilih apartemen di daerah pinggiran dan kalau di atas Rp 700 juta, daya beli tidak sesuai untuk pasar Surabaya,”paparnya.

Apartemen yang menyatu dengan hotel atau kelas ekslusif, menurut MARTONO, di Surabaya ini baru dua saja yakni kawasan Tunjungan dan Mayjen Sungkono. Untuk itu, Sahid dan Co tidak merasa harus bersaing di kelas ini.

Segmen pasar yang dibidik yakni mereka yang sudah leasure, inbound maupun pebisnis yang butuh tinggal lebih lama. “Sahid & Co sudah memiliki pengalaman dari pembangunan apartemen di Jakarta yakni Istana Sahid 2 tower yang 100% sold out. Penghuninya, 30% ekspatriat dan rate-nya untuk unit 2 kamar sebesar US$4000 (harga tahun 2002). Sedangkan Sahid Sudirman Residen 3 tower tahap finishing dan per unit ditawarkan Rp 1,3 milyar,”ungkapnya.

Pembangunan apartemen ini, kata MARTONO, sekaligus meningkatkan citra Sahid yang pernah jaya di tahun 1995. Sejak 2000 terjadi penurunan performance dan diharapkan tahun 2008 menjadi tahun kebangkitan kedua dari Sahid Group.

“Dari kelompok Sahid Hotels, nantinya ada 4 hotel yang ditingkatkan bintangnya yakni Sahid Surabaya, Sahid Jaya Solo, Sahid Kusuma Solo dan Sahid Raya Yogyakarta. Sahid Surabaya sendiri akan naik jadi hotel bintang 4,”tukasnya.

MARTONO menengaskan peningkatan performance juga dilakukan manajemen Sahid dengan menggandeng 3 calon dari luar negeri untuk mengisi jajaran direksi. Ini ditujukan pengembangan Sahid ke dunia internasional dengan merencanakan pembukaan hotel di 3 negara.

Ia menambahkan selama semester I/2008 mendatang, Sahid menargetkan membangun 8 hotel, semester II/2008 menambah 6 hotel. Seluruh hotel berlokasi di kawasan bisnis dengan level bintang 3 sampai 5. Desember 2007 ini membuka Hotel Sahid Palembang

g4brielle
October 30th, 2007, 02:30 PM
~ Time Travel ~

Office for Life - and Insurance Company De Algemeene, Surabaya. Designed by H.P. Berlage (1900-1902)
http://farm3.static.flickr.com/2405/1802928403_bba5e5f3d2_o.jpg


Java Bank, Batavia. Designed by N.V.Architecten en Ingenieursbureau Hulswit en Fermont, Weltevreden en Ed. Cuypers Amsterdam (1909-1926)
http://farm3.static.flickr.com/2321/1802927663_ad5f941494_o.jpg

g4brielle
October 30th, 2007, 02:32 PM
~ Soerabaja Gouverneurskantoo ~

Governor's Office, Surabaya. Designed by ir W. Lemei (1929-1931)
http://farm3.static.flickr.com/2268/1802928155_f05ca533f3_o.jpg

rilham2new
October 31st, 2007, 05:10 AM
^^ Kok postingnya di construction thread :|

Ampelio
October 31st, 2007, 05:19 AM
Image Satelit ini belum di-update, masih kondisi beberapa bulan lalu:)
http://img291.imageshack.us/img291/4444/citotk2.jpg (http://imageshack.us)
...nampak bagian tower apartemen-nya belum diapa-apain

Hadi
October 31st, 2007, 08:20 AM
Image Satelit ini belum di-update, masih kondisi beberapa bulan lalu:)
http://img291.imageshack.us/img291/4444/citotk2.jpg (http://imageshack.us)
...nampak bagian tower apartemen-nya belum diapa-apain

Google Earth tak up to date, City of tommorow almost finished

Hadi
October 31st, 2007, 08:30 AM
Image Satelit ini belum di-update, masih kondisi beberapa bulan lalu:)
http://img291.imageshack.us/img291/4444/citotk2.jpg (http://imageshack.us)
...nampak bagian tower apartemen-nya belum diapa-apain

Google Earth tak up to date, City of tommorow almost finished

AceN
October 31st, 2007, 08:00 PM
Google Earth tak up to date, City of tommorow almost finished

Post picture-nya disini donk Hadi.. :)

OPTX
November 1st, 2007, 10:31 AM
suarasurabaya.net| Pasar apartemen di Surabaya terus bertumbuh. Setelah hadir beberapa pemain baru, tahun depan manajemen Sahid & Co akan membangun apartemen.

Lokasinya, bersebelahan dengan Hotel Sahid Surabaya, menempati areal parkir yang ada saat ini. Apartemen dibangun dengan 200 unit kamar, dilengkapi kolam renang, parkir di basement.

MARTONO SAPUTRO General Manager Hotel Sahid Surabaya pada suarasurabaya.net, Senin (29/10), mengatakan, dari 200 kamar separuh dijual dengan sistem strata title (jual lepas) dan separuh lagi dengan sistem service apartement untuk kebutuhan tamu yang long stay.

Saat ini, kata MARTONO, perijinan sudah dikantongi Sahid & Co sementara desainnya dalam proses penyelesaian. Khusus unit dengan 2-3 kamar yang dijual ditawarkan di kisaran Rp 400 juta sampai Rp 700 juta.

“Rate kamar yang ditawarkan untuk pasar apartemen di Surabaya cocoknya di kisaran harga itu. Ini sesuai dengan lokasi strategis dari apartemen dan kelasnya seperti hotel bintang 4. Jika harga ditawarkan di bawah Rp 400 juta, bisa memilih apartemen di daerah pinggiran dan kalau di atas Rp 700 juta, daya beli tidak sesuai untuk pasar Surabaya,”paparnya.

Apartemen yang menyatu dengan hotel atau kelas ekslusif, menurut MARTONO, di Surabaya ini baru dua saja yakni kawasan Tunjungan dan Mayjen Sungkono. Untuk itu, Sahid dan Co tidak merasa harus bersaing di kelas ini.

Segmen pasar yang dibidik yakni mereka yang sudah leasure, inbound maupun pebisnis yang butuh tinggal lebih lama. “Sahid & Co sudah memiliki pengalaman dari pembangunan apartemen di Jakarta yakni Istana Sahid 2 tower yang 100% sold out. Penghuninya, 30% ekspatriat dan rate-nya untuk unit 2 kamar sebesar US$4000 (harga tahun 2002). Sedangkan Sahid Sudirman Residen 3 tower tahap finishing dan per unit ditawarkan Rp 1,3 milyar,”ungkapnya.

Pembangunan apartemen ini, kata MARTONO, sekaligus meningkatkan citra Sahid yang pernah jaya di tahun 1995. Sejak 2000 terjadi penurunan performance dan diharapkan tahun 2008 menjadi tahun kebangkitan kedua dari Sahid Group.

“Dari kelompok Sahid Hotels, nantinya ada 4 hotel yang ditingkatkan bintangnya yakni Sahid Surabaya, Sahid Jaya Solo, Sahid Kusuma Solo dan Sahid Raya Yogyakarta. Sahid Surabaya sendiri akan naik jadi hotel bintang 4,”tukasnya.

MARTONO menengaskan peningkatan performance juga dilakukan manajemen Sahid dengan menggandeng 3 calon dari luar negeri untuk mengisi jajaran direksi. Ini ditujukan pengembangan Sahid ke dunia internasional dengan merencanakan pembukaan hotel di 3 negara.

Ia menambahkan selama semester I/2008 mendatang, Sahid menargetkan membangun 8 hotel, semester II/2008 menambah 6 hotel. Seluruh hotel berlokasi di kawasan bisnis dengan level bintang 3 sampai 5. Desember 2007 ini membuka Hotel Sahid Palembang

The rendering :

http://img520.imageshack.us/img520/6113/sahid00apartment00sby00vj5.jpg

http://www.suarasurabaya.net/v05/ekonomibisnis/?id=12efce5dc20001c555f36067f888b097200745786

teddybear
November 2nd, 2007, 01:49 AM
^The news about property development in West Surabaya and also Sahid apartment is good. Thanks for the update. But I also read that Surabaya's river is so polluted now, there are many dead fishes, and the head of PDAM advised people not to use drink from the water. It is so polluted that they have hard time to make it really safe to drink! Ugh, this is terrible. Even if you drink from the bottled water, this is not a good news and not good for people live in Surabaya. :(

Hadi
November 3rd, 2007, 10:55 AM
ada yang punya up date berita terbaru mengenai busway dikoran jawapos hari ini???

Hadi
November 5th, 2007, 11:51 AM
http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A64&cdate=05-NOV-2007&inw_id=560377

From
JATIM & KTI
BISNIS INDONESIA
5 November 2007

Dazon
November 7th, 2007, 01:41 PM
^^
moga2 pembangunannya gak seburuk yg di Jakarta...

AceN
November 7th, 2007, 03:11 PM
^^
moga2 pembangunannya gak seburuk yg di Jakarta...

Orang malah katanya ga pake separator lajur busway-nya..... :ohno: malah worse than Jakarta IMO....

Hadi
November 8th, 2007, 04:27 AM
^^
moga2 pembangunannya gak seburuk yg di Jakarta...

amen.... Tapi aku patau diberita kayaknya pembangunan busway surabaya mateng banget, hingga sistem tiketing akan beda dengan jakarta. Semoga deh aku berharap bisa tiru SBS Singapore

laba-laba
November 8th, 2007, 06:22 AM
Orang malah katanya ga pake separator lajur busway-nya..... :ohno: malah worse than Jakarta IMO....

jadi yang makek orang ? ato bus di jalur busway nya ?

aku bingung baca na ,,,, ;p

AceN
November 8th, 2007, 09:09 AM
jadi yang makek orang ? ato bus di jalur busway nya ?

aku bingung baca na ,,,, ;p

Sorry2..hehe =P maksudnya...di Surabaya itu katanya Buswaynya ga pake separator, jadi menyatu dengan badan jalan..... aneh kan.....kalo gitu mah sama aja kaya Busbiasa.. :D

paw25694
November 8th, 2007, 11:25 AM
ya gak usah pake separator. tapi bus nya gak kayak metro mini :D
kayak di London gitu loh (semoga)

glitz_boy
November 8th, 2007, 07:07 PM
kalo ga salah mreka kan mo tiru konsep yg cuman pake bus lane ...

di jkt dikasi separator kan bcoz klo ngga udah dipake ma private car ... moga2 aja di sby bisa :P

us_lukman
November 9th, 2007, 11:03 AM
Tadi gua masuk ke dalam Empire Palace..View bangunannya bagus. Tapi sayang ga bawa foto. Trus dari Marketingnya Citra Raya, katanya mau bangun apartemen buat kalangan mahasiswa seperti Apartemen Metropolis dng harga 200-300jt an. Tempatnya didekat UC, Universitas Ciputra. Dilaunching akhir tahun atau awal tahun depan.

glitz_boy
November 9th, 2007, 04:05 PM
UC itu dek mana us_lukman?

Ebek21
November 9th, 2007, 05:22 PM
UC itu dek mana us_lukman?

di sebelahnya Ciputra Waterpark..

teddybear
November 9th, 2007, 08:46 PM
^Hi Lukman:
I know that people do not like carrying camera and taking photos. But if you can, would you please posting the update for us? Hotel Liberty or construction on Jl. Diponegoro, Metropolis Apartment, Empire Palace, Gedung Bukopin on Jendral Sudirman, E2 is it still stalled, etc., etc.
We all will appreciate it! (If you can't, at least give us an update news where the status are) Thanks!

teddybear
November 10th, 2007, 12:43 AM
^Hi Lukman:
I know that people do not like carrying camera and taking photos. But if you can, would you please posting the update for us? Hotel Liberty: the construction on Jl. Diponegoro, Metropolis Apartment, Empire Palace, Gedung Bukopin on Jendral Sudirman, E2 is it still stalled, etc., etc.
We all will appreciate it! (If you can't, at least give us an update news where the status are) Thanks!

OPTX
November 12th, 2007, 06:49 AM
suarasurabaya.net| Pasar apartemen di Surabaya terus bertumbuh. Setelah hadir beberapa pemain baru, tahun depan manajemen Sahid & Co akan membangun apartemen.

Lokasinya, bersebelahan dengan Hotel Sahid Surabaya, menempati areal parkir yang ada saat ini. Apartemen dibangun dengan 200 unit kamar, dilengkapi kolam renang, parkir di basement.

MARTONO SAPUTRO General Manager Hotel Sahid Surabaya pada suarasurabaya.net, Senin (29/10), mengatakan, dari 200 kamar separuh dijual dengan sistem strata title (jual lepas) dan separuh lagi dengan sistem service apartement untuk kebutuhan tamu yang long stay.

Saat ini, kata MARTONO, perijinan sudah dikantongi Sahid & Co sementara desainnya dalam proses penyelesaian. Khusus unit dengan 2-3 kamar yang dijual ditawarkan di kisaran Rp 400 juta sampai Rp 700 juta.

“Rate kamar yang ditawarkan untuk pasar apartemen di Surabaya cocoknya di kisaran harga itu. Ini sesuai dengan lokasi strategis dari apartemen dan kelasnya seperti hotel bintang 4. Jika harga ditawarkan di bawah Rp 400 juta, bisa memilih apartemen di daerah pinggiran dan kalau di atas Rp 700 juta, daya beli tidak sesuai untuk pasar Surabaya,”paparnya.

Apartemen yang menyatu dengan hotel atau kelas ekslusif, menurut MARTONO, di Surabaya ini baru dua saja yakni kawasan Tunjungan dan Mayjen Sungkono. Untuk itu, Sahid dan Co tidak merasa harus bersaing di kelas ini.

Segmen pasar yang dibidik yakni mereka yang sudah leasure, inbound maupun pebisnis yang butuh tinggal lebih lama. “Sahid & Co sudah memiliki pengalaman dari pembangunan apartemen di Jakarta yakni Istana Sahid 2 tower yang 100% sold out. Penghuninya, 30% ekspatriat dan rate-nya untuk unit 2 kamar sebesar US$4000 (harga tahun 2002). Sedangkan Sahid Sudirman Residen 3 tower tahap finishing dan per unit ditawarkan Rp 1,3 milyar,”ungkapnya.

Pembangunan apartemen ini, kata MARTONO, sekaligus meningkatkan citra Sahid yang pernah jaya di tahun 1995. Sejak 2000 terjadi penurunan performance dan diharapkan tahun 2008 menjadi tahun kebangkitan kedua dari Sahid Group.

“Dari kelompok Sahid Hotels, nantinya ada 4 hotel yang ditingkatkan bintangnya yakni Sahid Surabaya, Sahid Jaya Solo, Sahid Kusuma Solo dan Sahid Raya Yogyakarta. Sahid Surabaya sendiri akan naik jadi hotel bintang 4,”tukasnya.

MARTONO menengaskan peningkatan performance juga dilakukan manajemen Sahid dengan menggandeng 3 calon dari luar negeri untuk mengisi jajaran direksi. Ini ditujukan pengembangan Sahid ke dunia internasional dengan merencanakan pembukaan hotel di 3 negara.

Ia menambahkan selama semester I/2008 mendatang, Sahid menargetkan membangun 8 hotel, semester II/2008 menambah 6 hotel. Seluruh hotel berlokasi di kawasan bisnis dengan level bintang 3 sampai 5. Desember 2007 ini membuka Hotel Sahid Palembang
The rendering :

http://img520.imageshack.us/img520/6113/sahid00apartment00sby00vj5.jpg

http://www.suarasurabaya.net/v05/ekonomibisnis/?id=12efce5dc20001c555f36067f888b097200745786

According to a news in Jawapos ( http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=311872 ) , Sahid apartment will have 40 floors :

"Selain memperkuat diri dalam bisnis perhotelan, Sahid Group juga menggarap proyek properti lainnya. Yaitu apartemen 40 lantai di lokasi Hotel Sahid Surabaya."

Also from this news :
http://www.suarasurabaya.net/v05/ekonomibisnis/?id=b82a8da185fe5d0a8049c6661c840911200746102

teddybear
November 12th, 2007, 08:37 AM
^Thanks OPTX. Hopefully the rendering is just old rendering. Because the rendering does not show it is 40 floors. The hotel is just 10-11 floors, so in the rendering, the apt should be 4 times higher and now does not look to reflect it.

teddybear
November 14th, 2007, 01:03 AM
Rabu, 14 Nov 2007,
Bangun Rusun 20 Lantai

Lokasi di Siwalankerto, Fasilitas Mirip Apartemen
SURABAYA - Program nasional pembangunan 1.000 menara rumah susun (rusun), rumah susun sederhana hak milik (rusunami), akan segera terealisasi di Jatim. Sesuai rencana, pada 3 Desember mendatang akan dilakukan pemancangan tiang pertama.

Pembangunan proyek seribu menara tersebut akan difokuskan di Surabaya, tepatnya di daerah Siwalankerto. Rusun itu dibangun 20 lantai dengan tipe paling kecil 36 meter persegi. "Rusunami itu juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung," jelas Kepala Dinas Permukimam Pemprov Budi Susilo kemarin (13/11).

Rusunami akan dilengkapi fasilitas layaknya apartemen. Mulai tempat ibadah, kolam renang, lahan parkir, sarana olahraga, sarana kesehatan, taman, listrik, air bersih, hingga jaringan gas. Selain itu, jaringan transportasi diupayakan melintasinya.

Rusun tersebut diperuntukkan kalangan menengah ke atas. Namun, sedikit berbeda dengan apartemen, bangunan itu tidak menggunakan sistem sewa, melainkan menjadi hal milik pembeli.

Mengenai harga, Budi belum bisa memastikan. Sebab, penentuannya masih menunggu keputusan dari tim appraisal. Namun, Budi memastikan bahwa rusun yang diberi nama Apartemen Rakyat itu tidak akan dijual terlalu tinggi. Harga maksimal per unitnya sekitar Rp 150 juta. "Mbayarnya juga bisa dicicil kok," ujarnya.

Program tersebut dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia. Di antaranya Jakarta dan Surabaya. "Targetnya adalah untuk mengurangi kekumuhan di kota-kota besar," jelasnya.

Karena program tersebut bersifat nasional, Budi menyatakan pemprov tidak akan cawe-cawe dalam pembangunan rusun tersebut. Pembangunan rusunami itu akan diserahkan sepenuhnya kepada pusat dan pemkot. Namun, pemprov akan menyumbang lahan setidaknya 3.000 hektare.

Budi menjelaskan, rusunami akan dibangun investor. "Syaratnya, selain mampu membangun rusun maksimal 20 lantai, mereka harus mampu menyediakan sarana dan prasarana serta fasilitas umum bagi penghuni," jelasnya.

Agar pembangunan rusun tersebut berjalan lancar dan sesuai jadwal, pemprov terus melobi Pemkot Surabaya. Sebab, lahan yang dipakai untuk proyek itu adalah milik pemkot. "Kami akan mempercepat perizinan. Baik itu pembebasan tanah maupun segala hal yang berkaitan dengan izin-izin lain," kata Budi. (cie)

Ebek21
November 14th, 2007, 11:44 AM
Surabaya get greener and greener :)

Dari 7 Bekas Lahan SPBU
Tinggal 2 Disulap Jadi Taman Kota

suarasurabaya.net| Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkot Surabaya tinggal menyelesaikan 2 lahan eks SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk disulap jadi taman kota. Sebelumnya, 5 eks lahan SPBU sudah disulap jadi taman kota sekaligus taman bermain.

Lahan SPBU yang sudah dikembalikan jadi taman kota sekaligus taman bermain, yakni SPBU di Raya Dr.Soetomo dan Raya Diponegoro, SPBU Ngagel Jaya Utara, SPBU Polwiltabes Surabaya dan SPBU Jl.Sulawesi. Sedangkan dua bekas lahan SPBU seperti di A.Yani sudah proses penyelesaian taman bermain dan SPBU di Biliton proses pengurukan tanah setelah tanki minyak dipindahkan.

Pengembalian fungsi eks lahan SPBU, menurut SUGENG AGUNG WIDODO dari Bagian Tata Usaha Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkot Surabaya, ternyata mampu meningkatkan luasan lahan terbuka hijau di Surabaya. Pengembalian fungsi eks lahan SPBU kembali jadi lahan terbuka hijau dilakukan sejak tahun 2006.

Pada suarasurabaya.net, Rabu (14/11), SUGENG mengatakan luas lahan terbuka hijau yang dikelola Pemkot Surabaya, sejak Oktober 2007 lalu sudah mencapai target yakni 0,83% dari total luas wilayah Surabaya sekitar 330,48 km2. Penambahan luas lahan terbuka hijau bisa dilihat mulai 2005 mencapai 262,95 ha, tahun 2006 yang mencapai 269,29 ha dan tahun 2007 seluas 272,44 ha.

Prosentase yang ideal untuk lahan terbuka hijau berdasarkan data yang ada, sebut SUGENG, sekitar 20% dari total luas wilayah Surabaya. Hanya saja, tugas untuk menambah lahan terbuka hijau ini tidak hanya Dinas Pertamanan tapi juga pihak swasta.

“Lahan terbuka hijau juga ada yang dikelola swasta terutama di wilayah permukiman. Sedangkan Dinas Pertamanan mengelola, lahan terbuka hijau berupa taman bermain yang juga berfungsi sebagai taman kota, makam, lapangan olahraga, taman di bantaran sungai serta lahan terbuka hijau yang sudah diberikan untuk dikelola Dinas Pertamanan,”paparnya.

Ebek21
November 14th, 2007, 11:52 AM
Good progress for Suramadu..land acquisition has always been the most difficult and time-consuming part of any project, especially in Indonesia..

50 Bangunan Akses Suramadu Dirobohkan


SURABAYA - Pembangunan jalan menuju Jembatan Suramadu terus menunjukkan kemajuan. Kemarin sekitar 50 bangunan di Jalan Kedung Cowek diratakan dengan tanah petugas Satpol PP.

Penertiban yang dimulai pukul 09.30 itu melibatkan 65 petugas gabungan Satpol PP Pemprov, Kecamatan Tambaksari, Kenjeran, tim pembebasan lahan proyek Jembatan Suramadu, dan muspika setempat. Tak ada perlawanan dari pemilik bangunan.

Sebelumnya, warga yang bertempat tinggal di kawasan itu sudah diberi tahu agar merobohkan semua bangunan yang masih tersisa. Sebab, lahan itu akan dibangun akses menuju Jembatan Suramadu. Namun, warga tak mematuhi peringatan itu. Buktinya, tak satu pun bangunan yang mereka bongkar. Karena itu, petugas yang mengambil alih penertiban itu.

Seperti yang dialami Anik Masni’ah, 47. Penjual makanan dan usaha katering itu mengatakan, dirinya bersama warga lain memang sudah disuruh mengosongkan bangunannya. Segala ganti rugi terhadap lahan yang dimiliki juga sudah diberikan secara tunai pada Desember 2006. "Saya pikir, imbauan itu hanya peringatan. Eh, ternyata beneran. Tapi, meski ganti rugi itu sudah saya terima, saya tetap merasa rugi," kata Anik.

Marsono, petugas Satpol PP Kecamatan Tambaksari, mengatakan, pihaknya memang sudah berkali-kali mengingatkan warga yang bermukim di kawasan itu agar segera pindah. Namun, warga tidak peduli terhadap peringatan yang disampaikan itu. "Setidaknya, tiga kali peringatan secara tulis dan lisan sudah dilayangkan. Tapi, mereka tetap mbalela. Akhirnya, kami yang harus turun tangan," terangnya.

Kemarin petugas sempat kewalahan untuk merobohkan bangunan-bangunan itu. Sebab, kondisinya cukup kuat dan permanen. Apalagi, di situ terdapat beberapa bangunan pabrik yang terbuat dari beton. Ekskavator yang digunakan untuk merobohkan bangunan itu sempat rusak dan harus diperbaiki. Pekerjaan petugas pun terhenti beberapa jam. (bal)

Taken from Jawapos Nov 8, 2007

Ebek21
November 14th, 2007, 12:03 PM
This one is also a good progress, but for Revitalization of Kalimas River project..

Tertibkan Kalimas Sempat Bentrok



SURABAYA - Upaya Kecamatan Tegalsari dan Genteng untuk membersihkan gubuk liar di sepanjang sungai seputar pasar Keputran, sempat ricuh kemarin. Penghuni bangunan melawan penggusuran itu. Tak pelak, beberapa warga pun diamankan pihak kepolisian.

Petugas gabungan yang terdiri atas satpol PP Kecamatan Genteng, Tegalsari, Bubutan, dan Satpol PP kota telah siap sekitar pukul 08.00. Ratusan petugas keamanan siaga mengamankan lokasi. Mereka bertugas meratakan bangunan liar yang didirikan di sepanjang sungai. Dua buah buldoser disiapkan untuk meratakan sekitar 200 bangunan liar tersebut.

Sekitar tiga bulan lalu, Kecamatan Tegalsari telah memberikan surat peringatan kepada warga yang tinggal di situ untuk membongkar sendiri bangunannya. Batas waktu yang diberikan sampai 12 November lalu.

Karena sampai batas waktu itu bangunan belum dibongkar, maka petugas pun bergerak. Awalnya, penertiban berjalan lancar-lancar saja. Namun, ketika satu per satu bangunan diratakan petugas, perlawanan mulai timbul.

Adu mulut antarkedua pihak pun tak terelakkan. Bahkan, terjadi bentrok antara petugas dan penghuni. Sedikitnya tiga orang terluka. Beberapa warga diamankan pihak kepolisian.

Suasana yang memanas itu membuat pihak kecamatan menambah petugas. Sesaat kemudian, datanglah bantuan satu peleton petugas. Menurut Camat Tegalsari Bambang Udi Ukoro, penggusuran yang dilakukan itu menindak-lanjuti surat pemberitahuan yang dilayangkannya kepada warga. "Selama itu, mereka bisa mempersiapkan diri untuk mencari tempat kos. Tapi, ternyata mereka ngotot tetap di sini. Ya kami lantas mengambil tindakan tegas," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, penggusuran itu harus dilakukan segera karena pembersihan di sepanjang sungai itu merupakan bagian revitalisasi Kalimas. Sekitar 80 meter sepanjang sungai yang ditempati bangunan liar bakal dibersihkan hingga tuntas. "Tidak ada yang boleh kembali. Petugas akan mengawasi tempat ini terus," tegasnya.

Dia juga menegaskan, tidak ada opsi selain mencari tempat tinggal baru. Risikonya, petugas harus menghadapi perlawanan mereka. "Wah, kami harus tinggal dimana? Kami disini saja meminta-minta," ucap Sakinah, salah satu warga.

Di sebelah bangunan liar yang dirobohkan itu, juga berdiri bangunan pedagang pasar Keputran. Namun, petugas sepakat tidak merobohkan sambil menunggu relokasi Pasar Keputran ke Kebraon.

Koordinator Pedagang Pasar Keputran Muhammad menegaskan, keputusan itu sudah menjadi kesepakatan antara pemkot dengan 50 pemilik bangunan di sepanjang sungai tersebut. "Karena itu, pedagang tidak terkena penggusuran. Itu sudah kami rapatkan dengan Sekkota satu tahun lalu," ujarnya.

Mengapa warga melawan? "Waktu yang diberikan pemkot kepada kami kurang. Selain itu kalau daerah sini saja yang digusur, tidak adil. Kami mau pindah kalau semua digusur sampai Wonokromo sana," kata Kasul, salah seorang penghuni.

Sebenarnya, lanjut dia, mereka menawarkan solusi dengan cara menggusur satu per satu bangunan liar itu. "Itu agar kami bisa mendapatkan tempat tinggal pengganti, namun mereka (petugas, Red.) menolak. Jadi kami melawan," ujarnya.

Kini, areal sepanjang 80 meter itu, sekitar 15 meter dari bibir sungai sudah bersih dari bangunan. Hanya tersisa sekitar 30 meter yang belum digusur gara-gara buldoser mogok.

Revitalisasi Kalimas masih akan berlanjut sampai tahun depan. Anggaran yang disiapkan untuk 2008 sebesar Rp 3 miliar. Anggaran itu akan diprioritaskan di tiga kawasan. Yakni, Kawasan Pusat meliputi, Kayon, Monkasel, dan Taman Prestasi. Kawasan Selatan mencakup Dinoyo hingga pintu air Jagir. Sedangkan Kawasan Utara mencakup Jembatan Merah hingga Pelabuhan Kalimas. (kit/top)

Taken from Jawapos, Nov 14, 2007

AceN
November 14th, 2007, 01:31 PM
Thanks for sharing ! :okay:

Hadi
November 14th, 2007, 01:47 PM
kelana kota
14 November 2007, 18:23:06, Laporan Dayu Mayasari

Dianggarkan Rp3 Milyar
Pemkot Optimis, Revitalisasi Kalimas Akan Terwujud

suarasurabaya.net| Pemkot Surabaya optimis, revitalisasi Kalimas terwujud dengan peran warga Surabaya dan bantuan dari Jepang.

ARIF AFANDI Wakil Walikota Surabaya pada TEGUH reporter Suara Surabaya, Rabu (14/11), mengatakan, untuk mempercepat proses revitalisasi, Pemkot Surabaya akan di back up pemerintah Kota Kitakyushu, Jepang.

Wakil Walikota Surabaya mengatakan, proses revitalisasi Kalimas tidak hanya mencegah pembuangan sampah di sungai, tapi juga untuk peningkatan kualitas air Kalimas.

ARIF AFANDI mengatakan, Pemkot optimis untuk program revitalisasi Kalimas akan berjalan baik dengan ikut sertanya warga di sekitar stren Kalimas untuk merubah bangunan rumah mereka menghadap Kalimas.

Sementara TRI SISWANTO Kepala Bappeko Surabaya mengatakan, untuk revitalisasi Kalimas Pemkot Surabaya menganggarkan Rp3 milyar untuk penataan dan penertiban kawasan.

TRI SISWANTO mengatakan revitalisasi Kalimas akan dimulai dari Kali Jagir sampai ke muara Kalimas di utara Surabaya.

Proses revitalisasi Kalimas akan dibagi sembilan spot khusus, spot sisi utara atau spot sembilan akan menjadi tanggung jawab Pelindo III.

Semua biaya revitalisasi Kalimas, kata TRI, akan ditanggung bersama antara Pemerintah Kota Surabaya, Pemprop Jawa Timur, Pemerintah Pusat, Jasa Tirta dan dibantu Pemerintah Kota Kitakyushu Jepang.(may/ipg

copied from suarasurabaya.net

Ebek21
November 14th, 2007, 03:22 PM
This is brochure of the Revitalization of Kalimas River project mentioned above..

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RevitalisasiKalimas1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RevitalisasiKalimas2a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RevitalisasiKalimas3a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RevitalisasiKalimas4a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RevitalisasiKalimas5a.jpg

fyanardi
November 14th, 2007, 09:04 PM
Nice project! :okay: Kalau berhasil merevitalisasi Kalimas bakal bisa jd contoh buat kota lain yg jg punya masalah dengan kali :D (misal: jakarta + bandung hehehe). Penduduknya bakal mau gt ya disuruh ubah rumahnya ke arah sungai? Kan harusnya makan biaya lumayan tuh...

Ebek21
November 15th, 2007, 02:42 AM
Properti Surabaya bak Jamur di Musim Hujan


Memasuki penghujung tahun 2007, kondisi bisnis properti di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya kian membaik meskipun masih tampak sisa-sisa guratan akibat pukulan yang amat hebat menyusul terjadinya krisis ekonomi pascakenaikan harga bahan bakar minyak di akhir tahun 2005 yang diikuti oleh munculnya semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo pada bulan Mei 2006.

Peta pengembangan properti yang sebelumnya sempat amburadul kini mulai tertata kembali. Langkah para pengembang properti dan pelaku bisnis yang terkait di dalamnya telah menjadi lebih mantap seiring tertatanya arah pengembangan tata ruang dan wilayah Jatim.

Pada saat yang sama, kemampuan perekonomian masyarakat yang tercermin dari kemampuan untuk membeli rumah juga mulai meningkat sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi makro di Tanah Air.

Akan tetapi, yang tidak kalah penting dalam kebangkitan sektor properti di Surabaya dan Jatim adalah dukungan dari kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan apartemen (KPA), dan kredit konstruksi yang disalurkan perbankan. Terutama keberanian industri perbankan untuk menawarkan suku bunga rendah sehingga terjangkau masyarakat luas.

Dukungan pendanaan itu dimanfaatkan betul oleh pengembang untuk menggenjot pembangunan properti sehingga mereka bisa membayar sepinya penjualan di tahun 2006. Apalagi, sebagian pengembang meyakini tahun 2008 akhir sampai tahun 2009 menjelang pemilihan umum diprediksi akan menjadi momentum yang kurang menguntungkan untuk berbisnis karena suhu politik yang cenderung memanas.

Berbicara tentang properti sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang perumahan, melainkan juga kawasan perdagangan, perbelanjaan, dan perkantoran. Ketiga hal itu saling terkait dan memengaruhi satu sama lain.

Pascasemburan lumpur Lapindo di Sidoarjo rupanya terjadi pergeseran lokasi perumahan. Jika sebelumnya arah pengembangan perumahan menuju ke Surabaya Selatan sampai Sidoarjo, secara perlahan mulai menggeser ke Surabaya Barat. Sebaliknya, di Jatim bagian timur dan selatan yang terhadang lumpur, fokus pengembangan properti diarahkan ke wilayah Malang dan sekitarnya.

Sejumlah pemain besar di sektor properti di Surabaya berlomba melakukan pengembangan di wilayah Surabaya Barat. Sebut saja PT Pakuwon Jati, PT Ciputra Surya, PT Bukit Darmo Golf, PT Bhakti Tamara, dan Dhamala Group. Selain potensi lahannya masih cukup luas, fasilitas umum dan akses transportasi ke wilayah tersebut juga cukup memadai.

Tahun optimistis

Direktur Marketing PT Bhakti Tamara, pengembang perumahan Royal Residence, Reinaldo Wenas, mencatat penjualan properti di kawasan Surabaya Barat selama tahun 2007 ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

Rata-rata penjualan per bulan mencapai 15 rumah baru. Kenaikan penjualan rumah baru diperkirakan berkisar 20 persen-30 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Harga bangunan dan tanah kapling pun turut mengalami kenaikan meski hanya 5 persen-10 persen.

Sementara Deputi Direktur PT Ciputra Surya Edi Mulyono menyebutkan, penjualan unit di Perumahan Citra Raya naik melebihi 100 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, dia optimistis bisa membukukan penjualan sebesar Rp 300 miliar lebih di akhir 2007.

Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Richard Adisastra mengatakan, pengembangan properti di Surabaya Barat tidak hanya prospektif pada landed house, melainkan mulai mengarah pada pasar apartemen.

Konsep vertical housing ini sangat cocok diterapkan mengingat luas lahan permukiman di Surabaya yang semakin berkurang, sementara permintaan akan tempat tinggal mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Pakuwon yang tengah membangun Apartemen Waterplace dengan total kamar sebanyak 2.500 unit mengaku telah menjual produknya hampir 80 persen. Adapun harga yang ditawarkan mulai dari Rp 300 juta sampai Rp 700 juta per unit. Setiap tahun, rata-rata terjadi kenaikan harga sekitar 5 persen-10 persen untuk pasar apartemen di Surabaya Barat.

Terbukanya pasar apartemen di kawasan Surabaya Barat itu juga dilirik Ciputra Group untuk membangun sebuah multikompleks yang memadukan antara apartemen, hotel, pusat bisnis, perkantoran, dan pusat perbelanjaan di Jalan Mayjen Sungkono.

Semakin menuju ke pusat Kota Surabaya, pembangunan perumahan semakin menjulang ke atas, tidak lagi ke kanan ataupun ke kiri. Sempitnya lahan yang bisa dibangun memicu pengembang di pusat kota untuk tidak memiliki pilihan lain selain membangun apartemen atau rumah susun.

Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Jatim yang juga Direktur Utama PT Hijau Teduh Lestari Sonny Wibisono mengatakan, pengembangan rusun (nama lain dari apartemen, tetapi segmen pasarnya lebih pada masyarakat menengah bawah) di Surabaya masih terkendala beberapa persoalan, seperti sulitnya pembebasan lahan, mahalnya pengadaan fasilitas umum, seperti listrik dan air bersih, dan belum diterbitkannya regulasi yang mengatur sistem pengelolaan rusun.

Adapun pengembangan apartemen yang lebih bersifat komersial hampir tidak mengalami kendala karena harga jual yang dipatok sudah disesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan pengembang. Tak heran jika pertumbuhan apartemen ini merebak bagaikan jamur di musim hujan.

Ada puluhan apartemen yang menjulang bak hutan beton di Surabaya saat ini, seperti Apartemen Marina, Sheraton, Paragon, Somerset, Water Place, Eastcoast, Adhiwangsa, Metropolis Apartemen, dan apartemen di superblok City of Tomorrow.

Apartemen pun tak lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan akan tempat hunian, melainkan mulai dilirik sebagai alternatif investasi di tengah suku bunga deposito yang kini tinggal sekitar 7 persen-8 persen dan masih dipotong pajak sebesar 20 persen.

Direktur PT Adco Graha Sejahtera (pengelola Aston Place Twin Tower) Hendrik Wijoyo mengatakan, untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan tempat hunian sekaligus investasi yang menjanjikan, pihaknya bekerja sama dengan Aston Hotel Internasional membangun Twin Towers Apartemen yang menawarkan konsep sewa (apartel).

Selain apartemen, pembangunan kawasan terintegrasi atau disebut Superblok juga mulai merebak. Jika sebelumnya hanya ada Tunjungan Plaza superblok (PT Pakuwon Jati), kini mulai hadir PT Lippo Karawaci yang mengembangkan City of Tomorrow, Ciputra yang mengembangkan Ciputra World, Gubeng Grand City Superblock, Aston Place, dan Adhiwangsa Residence.

Hingga medio tahun 2007, pengembangan properti di Surabaya masih tetap didominasi para pengembang besar. Termasuk ketika Pemerintah Kota Surabaya mewacanakan arah pengembangan properti ke kawasan Surabaya Timur sebagai alternatif Surabaya Barat yang mulai padat.

Potensi kawasan timur

Jika ditilik dari sejarah pembangunan properti Surabaya, kawasan Surabaya Timur sebenarnya sudah lama dikembangkan sebelum Surabaya Barat. Sejumlah pengembang ternama sejak puluhan tahun silam telah menancapkan kakinya. PT Araya dengan perumahannya yang bernama Galaxy Permai, PT Galaxy yang membangun Dharmahusada Indah dan Galaxy Mall, serta PT Pakuwon Jatim yang membangun kota baru Pakuwon City.

Akan tetapi, pengembangan kawasan Surabaya Timur yang menjadi akses ke Jembatan Surabaya Madura (Suramadu) itu ternyata menghadapi banyak kendala sehingga seolah berjalan lamban dan disalip oleh Surabaya Barat.

Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono mengatakan, kendala utama pengembangan kawasan timur Surabaya adalah minimnya infrastruktur yang tersedia. Padahal, jika dilihat dari sisi perencanaan, pembangunan infrastruktur jalan di sana cukup banyak.

Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Surabaya Muhammad Rudiansyah yang juga Direktur PT Oma group, pengembang perumahan menengah ke bawah, kendala lainnya adalah masalah pembebasan tanah yang sangat sulit di kawasan tersebut.

Daratan di wilayah Surabaya timur merupakan tanah oloran, yaitu daratan yang terbentuk dari hasil pendangkalan laut yang membentuk delta. Akibatnya, tidak ada status kepemilikan tanah yang jelas. Para pengembang pun menjadi enggan karena sisi legalitas tanah sangat lemah.

Persoalan yang tidak kalah pentingnya adalah penetapan kawasan timur Surabaya sebagai daerah konservasi. Di sana memang terdapat banyak ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai paru-paru Kota Surabaya sehingga tak boleh dieksploitasi.

Padahal, dari sisi bisnis, kawasan timur Surabaya memiliki prospek yang luar biasa. Kawasan tersebut memiliki garis pantai yang panjang sehingga cocok untuk pengembangan industri pariwisata, jasa perdagangan, perhotelan dan restoran, serta tempat nyaman untuk hunian.

Surabaya Timur juga merupakan pusat perguruan tinggi, di mana 58 persen dari total perguruan tinggi yang ada di Kota Surabaya berlokasi di sana. Jumlahnya diperkirakan mencapai 90 perguruan tinggi. Jika satu perguruan tinggi memiliki 10.000 mahasiswa, ada 900.000 mahasiswa yang tersebar di wilayah tersebut.

"Jika satu mahasiswa mendapat kiriman Rp 1 juta per bulan, perputaran uangnya per bulan diperkirakan lebih dari Rp 900 miliar. Itu belum termasuk perputaran uang dari sektor bisnis perdagangan, pariwisata Pantai Kenjeran, dan sektor jasa seperti rumah sakit," ujarnya.

Jika seluruh penjuru Kota Surabaya sudah dikuasai para pengembang besar, di manakah keberadaan para pengembang perumahan menengah dan rumah sederhana sehat (RSH). Ketua REI Jatim Sutoto Yakobus yang juga Direktur Utama PT Ciputra Surya mengatakan, para pengembang kecil memilih membangun di wilayah pinggiran kota, seperti perbatasan Sidoarjo dan Gresik.

Mahalnya, harga tanah di Surabaya tidak bisa lagi ditutup dengan biaya operasional yang mereka keluarkan. Tak pelak lagi, Sidoarjo menjadi kota penyangga bagi Surabaya. Bahkan, mereka disebut-sebut sebagai urat nadi properti menengah ke bawah di Jatim.

Biduk pengembang menengah ke bawah ini pun sempat terombang-ambing ketika lumpur Lapindo memorakporandakan sebagian wilayah Sidoarjo. Untunglah kondisi mereka sekarang mulai stabil meski belum pulih betul dari keterpurukannya.

"Bayangkan, ada lebih dari 110 pengembang di Jatim yang membangun rumah di Sidoarjo. Jumlahnya mencapai 70 persen dari total pengembang anggota REI Jatim. Jika satu pengembang membangun 2.000 rumah, ada 110.000 rumah yang berdiri di Sidoarjo," katanya. (Runik Astuti)

Taken from KCM, Nov 8, 2007

Ebek21
November 15th, 2007, 02:45 AM
Memimpikan Wonokromo Masa Depan


PEMKOT terus mewacanakan proyek-proyek pembangunan kota. Kali ini yang bakal digarap adalah kawasan Wonokromo. Sebagai salah satu ciri khas Surabaya, Wonokromo memang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat perdagangan dan jasa.

Kajian dan penelitian sudah disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko). Hasilnya, kawasan Wonokromo menjadi salah satu UP (unit pengembangan) dalam Perda RTRW (rencana tata ruang wilayah). Total, ada 12 UP di seluruh wilayah Surabaya.

UP Wonokromo terdiri atas 12 kelurahan yang tersebar di Kecamatan Wonokromo dan Sawahan. Yakni Kelurahan Darmo, Sawunggaling, Wonokromo, Jagir, Ngagel, dan Ngagelrejo. Lalu, Kelurahan Pakis, Putat Jaya, Banyu Urip, Kupang Krajan, Sawahan dan Petemon. Luasan totalnya sekitar 1.539,48 hektare.

Lantas, seperti apa Wonokromo masa depan? "Yang pasti, kawasan Wonokromo akan dijadikan salah satu ikon kota Surabaya," tegas Dwi Djaja, Kasubid Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Bappeko.

Sesuai skenario Bappeko, ada beberapa proyek besar yang akan dikerjakan secara bertahap di Wonokromo. Anggarannya mulai dialokasikan dalam APBD 2008.

Di antaranya revitalisasi Kalimas dengan anggaran Rp 3 miliar dan bus rapid transit (BRT) alias busway yang diprediksi menelan anggaran Rp 89,9 miliar.

Anggaran busway dialokasikan untuk sejumlah kegiatan awal. Di antaranya, pembebasan lahan dan pembangunan depo seluas 9.500 meter persegi, pembangunan 47 halte, JPO (jembatan penyeberangan orang), biaya penunjang operasional 100 pegawai, sosialisasi kepada 5.000 orang, dan lima kegiatan supervisi pembangunan. Saat ini pemkot sudah memiliki opsi untuk pembangunan depo. Lokasinya di sebelah utara Terminal Purabaya seluas 9.500 meter persegi.

Rute busway dirancang mulai Bundaran Aloha hingga Tanjung Perak. Panjang koridor yang dipersiapkan adalah 40,7 kilometer dengan satu terminal dan 47 halte. Jarak rata-rata antarhalte sekitar 500 meter. Juga, bakal ada penambahan 36 unit JPO dan perbaikan JPO lama 7 unit.

Rencananya, pengoperasian busway dilaksanakan pukul 05.30-21.30 dengan headway 1,5-5 menit dan waktu sirkulasi 97,85 menit. Kebutuhan bus per waktu sirkulasi pada jam sibuk 75 unit dan ketika jam tak sibuk 32 unit bus.

UP Wonokromo masuk dalam fase 1 jalur busway yang meliputi Jl Ahmad Yani-Wonokromo-Raya Darmo-Urip Sumoharjo-Basuki Rahmat-Embong Malang, hingga Jl Panglima Sudirman.

Selain busway, pemkot juga bakal mengembangkan kawasan perdagangan Mega-Darmo. Proyek itu untuk menghubungkan lokasi perdagangan Jalan Mayjen Sungkono dengan Wonokromo, melintasi Bumiarjo. "Proyek ini untuk mempertegas eksistensi kawasan bisnis Wonokromo," ujar Dwi.

Luas kawasan Mega Darmo diperkirakan 155.513 meter persegi yang terbagi menjadi dua blok, A dan B. Blok A seluas 85.911 meter persegi yang terletak di Jalan Bumiarjo dan Jalan Adityawarman. Sedangkan, blok B seluas 69.602 meter persegi di sisi kanan dan kiri Jalan Padmosusastro dan Jalan Indragiri.

Mega Darmo dirancang menjadi sentra perekonomian di kawasan ini. Sebab, pusat perbelanjaan maupun usaha perdagangan bakal disentralisasikan di kawasan tersebut. "Konsep konkretnya dalam tahap pembahasan," jelasnya.

Selain itu, koridor Ngagel bakal disulap menjadi kawasan mixed used antara perdagangan dan jasa. "Kawasan ini sangat berpotensi untuk tumbuh modern," ucapnya.

Termasuk di dalamnya realisasi tol tengah kota yang dikembangkan dengan pola grid. Program itu meliputi jalan lingkar dalam (inner ring road), lingkar tengah (middle ring road), dan lingkar luar (outer ring road). Ada juga proyek frontage road di Jl Ahmad Yani dan interchange Jagir-Joyoboyo-Wonokromo. Dengan adanya berbagai mega proyek itu, pengembangan kawasan Wonokromo diharapkan mampu memecah berbagai problem perkotaan di wilayah tersebut.

Saat ini penyusunan rencana detail tata ruang kota (RDTRK) UP Wonokromo masih diproses. Target yang dibidik pemkot adalah perubahan fungsi dari nonkomersial menjadi komersial. Yakni, berupa pedagangan dan jasa dari skala lokal menjadi skala regional. Penyusunan RDTRK telah dimulai tahun ini. Realisasi UP Wonokromo diperkirakan memakan waktu 10 tahun. Besarnya anggaran pengembangan bergantung pada jatah APBD tiap tahun.

Perencanaan UP Wonokromo didasarkan beberapa tinjauan. Misalnya, persoalan kependudukan, pola pemanfaatan ruang, drainase, transportasi, sampah, maupun pembuangan limbah.

Selain itu, ada pertimbangan teknis lantaran beberapa ruang dinilai bisa menjadi ikon kawasan tersebut. Misalnya, eksistensi terminal dan beberapa pusat perbelanjaan, Kebun Binatang Surabaya (KBS), serta bangunan bersejarah di Jalan Diponegoro.

Taken from Jawapos, Nov 15, 2007

teddybear
November 16th, 2007, 01:56 AM
Surabaya Town Square Buka Awal 2008


SURABAYA - Setelah sukses mengembangkan Cilandak Town Square (Citos) di Jakarta, PT Graha Megaria Surabaya mengusung konsep yang sama ke Surabaya. Itu direalisasikan lewat Surabaya Town Square. Kompleks perbelanjaan dan hiburan terpadu di kawasan Adityawarman, Surabaya, tersebut akan beroperasi pada Januari 2008.

"Perkembangan ekonomi Surabaya sangat cepat. Ini tentu diikuti dengan meningkatnya kebutuhan bersantai dan entertainment," kata Chairman PT Graha Megaria Surabaya Randolf S.Y. Bubu saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos, Graha Pena, Surabaya, kemarin (15/11).

Dengan mengusung konsep Citos ke Surabaya, pihaknya ingin menawarkan konsep tempat makan dan hiburan terintegrasi. Apalagi, konsep itu saat ini sedang menjadi tren di kota-kota besar. Fasilitas itu menjadi ukuran perkembangan kota. "Makin besar suatu kota, makin banyak fasilitasnya," ujarnya.

Sebagian areal Surabaya Town Square, lanjut dia, dialokasikan untuk tempat makan dan hiburan. Dia berharap Surabaya Town Square bisa melengkapi fasilitas entertainment yang ada di Surabaya saat ini. "Kami menginvestasikan lebih dari Rp 200 miliar untuk proyek itu," terangnya. (ina)

Ebek21
November 16th, 2007, 03:25 AM
Lamong Bay terminal, another megaproject in Surabaya. It is an expansion project of current Tanjung Perak Port. Located west of the TPS terminal in the middle of Lamong Bay, Surabaya.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KaliLamong.jpg

AceN
November 16th, 2007, 06:18 AM
^^ Well..is it just a proposal or already approved ?...
Thanx for the info ebek, be a good Surabayan Forumer here ya... :D

Ebek21
November 16th, 2007, 09:23 AM
^^ Well..is it just a proposal or already approved ?...
Thanx for the info ebek, be a good Surabayan Forumer here ya... :D

Berarti sekarang aku bukan good forumer nih ?? :ohno:

Mengenai proyeknya, sejauh yang aku tahu sih belum mulai ditenderkan sampai sekarang. Proyek ini pertama kali digagas tahun 1997 untuk mengantisipasi penuhnya kapasitas pelabuhan Tanjung Perak dan yang paling penting adalah untuk mengantisipasi generasi terbaru kapal cargo yang makin besar yang bakal tidak lagi bisa dilayani oleh pelabuhan Tanjung Perak.

Salah satu penyebab proyek ini tidak juga diselesaikan adalah polemik antara Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya mengenai lokasi pelabuhan ekspansi ini. Pemkot menginginkan dibangun di Teluk Lamong, sedangkan Pemprov menginginkan dibangun di Pulau Madura (yang akan diintegrasikan dengan proyek Jembatan Suramadu). Pertimbangan lain adalah rusaknya lingkungan hidup di sekitar muara Kali Lamong ini.

Sekarang polemik ini sudah selesai dan diputuskan pelabuhan ekspansi ini akan dibangun di Teluk Lamong.

Ini aku carikan berita mengenai Kali Lamong, (taken from Dinas Informasi dan Komunikasi Jatim, Mei 2007)

Pembangunan pelabuhan Teluk Lamong (Lamong Bay) direncanakan sesuai jadwal awal 2008, saat ini masih menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Negeri BUMN yang baru. Pasalnya, Menneg BUMN Sugiharto sebelumnya telah di-resuffle dan dijabat Sofyan Djalil (mantan Menkominfo).
Manajer Humas PT (Persero) Pelindo III, Toto Heli Yanto SH MH ditemui di kantornya, Jl Perak Timur Surabaya, Rabu (16/5) mengatakan, jika pembicaraan dengan Menneg BUMN baru bisa dilakukan pada pertengahan Mei 2007. Diperkirakan pada akhir Mei atau awal Juni 2007 bisa dilaksanakan prosedur pelelangan dan akhir 2009, pembangunan Teluk Lamong diharapkan bisa selesai.
”Tetapi kami memang belum berani menjamin akhir Mei lelang dilakukan dan menemukan investor baru. Pasalnya proyek pembangunan Lamong Bay ini harus dikoordinasikan dan dipresentasikan terlebih dahulu kepada Menneg BUMN yang baru,” katanya.
Menurut toto, saat ini sudah ada empat investor dari Malaysia, Filipina, Singapura dan Indonesia. Dari Indonesia yang sudah getol ingin mengerjakan proyek pelabuhan Teluk Lamong adalah PT Astra Indonesia. Keempat investor ini telah mengajukan keinginannya saat Infrastructure Summit 2007 di Jakarta beberapa bulan lalu. ”Komposisi modal pengerjaan proyek pelabuhan Teluk Lamong ini adalah 80% dari investor, 10% PT Pelindo III dan 10% Pemkot Surabaya. Total dana yang dibutuhkan Rp 2,5 triliun. Saat ini, izin pembangunan sudah tidak ada masalah,” ujarnya.
Teluk Lamong merupakan proyek strategis untuk perekonomian Jatim. Tujuan didirikannya pelabuhan ini adalah untuk mengurangi tingkat antrian kapal pada pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Karena volume kapal di pelabuhan saat ini sudah mencapai tingkat padat. “Untuk itulah perlu adanya pelabuhan tambahan agar dapat menampung kapal yang ingin sandar ke pelabuhan Tanjung Perak,” urainya.
Jika pelabuhan di teluk Lamong ini terwujud, Toto mengharapkan adanya peningkatan fasilitas pelabuhan itu. “Penurunan volume antrian kapal di Tanjung Perak diharapkan mencapai sekitar 40 persen yang sebelumnya kepadatan antrian kapal di Tanjung Perak jumlahnya sekitar 80 persen,” tuturnya.
Perlu diketahui kapasitas arus barang di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 30 juta ton, sedangkan realisasi arus barang pada 2004 mencapai 28,96 juta ton, dan diprediksi pada 2010 bisa mencapai 32,5 juta ton. Maka sebenarnya kapasitas itu akan tercapai pada 2007, yang mengakibatkan banyaknya antrian kapal yang bersandar di pelabuhan.
Sedangkan kapasitas petikemas di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan di Pelabuhan Tanjung Perak menampung petikemas 2,4 juta TEUs (28,8 juta ton), realisasi arus petikemas untuk internasional dan domestik tahun 2004 mencapai 1,40 juta box atau 1,73 TEUs (72% dari kapasitas terpasang) dan diperkirakan pada 2010 akan mencapai kurang lebih 2,5 juta TEUs. Maka untuk mengantisipasi pengembangan fasilitas TPS dengan mencari lokasi baru.

teddybear
November 16th, 2007, 02:12 PM
@EbeK: are you in Surabaya? If so, can you give us updates on several construction status? Thanks!

Dazon
November 16th, 2007, 02:14 PM
Lamong Bay terminal, another megaproject in Surabaya. It is an expansion project of current Tanjung Perak Port. Located west of the TPS terminal in the middle of Lamong Bay, Surabaya.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KaliLamong.jpg

Wow keren bgt Projectnya

Ebek21
November 16th, 2007, 03:07 PM
@EbeK: are you in Surabaya? If so, can you give us updates on several construction status? Thanks!

Unfortunately not..I'm in China now. But if I go back to Sby, I'll be happy to do the update :)

Hadi
November 16th, 2007, 04:13 PM
Lamong Bay terminal, another megaproject in Surabaya. It is an expansion project of current Tanjung Perak Port. Located west of the TPS terminal in the middle of Lamong Bay, Surabaya.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KaliLamong.jpg

coolllllllllllllllllllllllll:banana2:
Btw.. ada yang punya foto DEDnya Busway Surabaya???.. Sahring dong

Rapala
November 16th, 2007, 04:24 PM
dari uc website.
di belakang kita bisa lihat ada apartement?
apt, apa yakkk?
yang bangunan bentuk E itu saya tahunya kampusnya UC.

http://i58.photobucket.com/albums/g246/john--/banner10.jpg
http://i58.photobucket.com/albums/g246/john--/banner9.jpg

BauIng
November 16th, 2007, 04:40 PM
"uc" apa yah ??
@Ebek21 thx bgt :okay:

Ebek21
November 16th, 2007, 04:45 PM
"uc" apa yah ??
@Ebek21 thx bgt :okay:

Universitas Ciputra :)

AceN
November 16th, 2007, 07:56 PM
EBek, maksudku keep active yaa... hehehe :D:D :nocrook: Btw, itu renderingnya UNCIP tuh ?.. ^^

teddybear
November 16th, 2007, 11:39 PM
^Seingat gua UC itu yg bentuknya L. So, this is the rendering for the apartments that Ciputra will build near UC.

Rapala
November 17th, 2007, 12:38 AM
menurut saya rendering apartement agak gak mungkin, soalnya di daerah yang di depan dan kanan kampus sudah ada rumah pemukiman.
mau bantu rendering universitas ciputra yg asli..

http://i58.photobucket.com/albums/g246/john--/Denah.jpg
http://i58.photobucket.com/albums/g246/john--/Elev.jpg

BauIng
November 17th, 2007, 01:27 AM
wah thx :)
kpn renc nya mo dibangun ??

Ebek21
November 17th, 2007, 05:04 AM
Another story of infrastructure development in Surabaya. In my opinion, skyline is beautiful, but infrastructure construction (and completion) is far more important for a city to grow.


Nasib Megaproyek Pemkot Surabaya , Proyek Jalan Tembus yang Tidak Kunjung Tembus Nasib Megaproyek Pemkot Surabaya , Proyek Jalan Tembus yang Tidak Kunjung Tembus

Jika membuka cetak biru atau master plan Surabaya 2000 yang disusun tahun 1973, terdapat rencana ideal jaringan jalan kota ini. Surabaya pada tahun 2000 sudah dilingkari jalan arteri yang berbentuk dua cincin. Yaitu lingkar dalam dan lingkar luar. Bagaimana realisasinya ?

Master plan Surabaya 2000 sudah direvisi berkali kali hingga yang terakhir pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2007. Dua cincin ini tetap dicantumkan karena rencana ini memang ideal.
Bagaimana nasibnya sekarang ? Tahun 2000 sudah dilewati, kini terhitung sudah 34 tahun berselang sejak rencana itu digedok, dua cincin itu tidak kunjung berbentuk melingkar di peta Surabaya.
Baru sepotong ruas jalur lingkar dalam timur atau middle east ring road (MERR) yang digarap maskipun dengan tertatih-tatih. Kepala Dinas Binamarga dan Pematusan Pemkot Surabaya Sri Mulyono mengatakan pemkot masih konsentrasi menggarap MERR. “Jadi yang lain akan digarap setelah MERR rampung dulu,” kata Sri Mulyono kepada Surya, Selasa (23/10).

Lingkar luar timur atau outer east ring road (OERR) yang menghubungkan Kenjeran-Gununganyar belum sempat dipikirkan penggarapannya. Realisasi jalan cincin bagian barat juga setali tiga uang. Lingkar barat dalam atau midle west ring road (MWRR) yang menghubungkan Jl Grages- Margomulyo- Lontar- Gunungsari baru selesai di Margomulyo. Sisanya belum ada rencana.

Jalur lingkar barat luar atau outer west ring road (OWRR) pertengahan tahun ini sempat disinggung wali kota bahwa rencananya akan digarap setelah MERR. “Itupun karena ada rencana pembangunan kompleks olahraga stadion Gelora Bung Tomo (SSC) di Benowo sehingga butuh jalan lingkar. Tetapi realisasinyapun masih menunggu MERR dulu,” kata Sri.

Kapan MERR rampung? Sri menjelaskan jalur kembar ini masih berkutat di koridor II C sepanjang tiga kilometer (Jl AR Hakim - Jembatan Kedung Baruk). Dari 89.000 meter persegi lahan yang diperlukan, hampir 80 persen yang dibebaskan. Sisanya masih negosiasi ganti rugi. Diperkirakan baru rampung 80 persen. Tahun depan pembebasan beres dan pemkot segera meminta pemerintah pusat untuk menggarap proyek fisiknya.

Tembuskah MERR setelah 2008? Tentu belum. Menurut catatan Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), proyek MERR tidak hanya 3 km alias dari JL AR Hakim ke jembatan Kedung Baruk. Namun, sepanjang 16,2 km membujur dari utara di Jl Kenjeran menuju selatan di Bandara Juanda.

Kini, dari Jl Kenjeran ke arah selatan MERR masih tembus ke Jl AR Hakim, kemudian terputus hingga Jl Semolowaru, dari sini kelak pada 2008 bisa tembus ke Jembatan Kedung Baruk.
Sudah miliaran rupiah dana yang digerojok untuk mewujudkan ambisi menghubungkan Bandara Juanda dengan Jembatan Suramadu melalui jalan arteri lingkar timur. Tahun ini pemkot mengalokasikan uang ganti rugi antara Rp 8 miliar hingga 10 miliar lagi dari nilai yang hampir sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Padahal untuk mewujudkan sebagian mimpi master plan 1973, pemkot sebenarnya sudah dibantu banyak pihak. MERR koridor II A yang menghubungkan Jl Kenjeran ke selatan tembus Jl Mulyorejo baru saja rampung tiga bulan silam dengan bantuan Depertemen PU dan Pemprov Jatim.

Tahun lalu Jepang juga mengucurkan dana untuk MERR II A dari paket proyek melalui Surabaya Urban Development Project (SUDP) sebesar 11,3 miliar Yen. Sementara, ujung selatan MERR IIA di Mulyorejo hingga ke selatan sampai Jl Arief Rahman Hakim adalah lahan yang telah dibebaskan dan diaspal sendiri oleh pengembang PT Sinar Galaxi sejak tahun 1980-an.

Jalur Lain
Bagaiamana dengan rencana lingkar barat? Wali Kota Surabaya Bambang DH pada 5 Juli lalu mengungkapkan jalan sepanjang 18 kilometer yang menghubungkan Jl Raya Menganti Lakarsantri di bagian selatan sampai Jl Tambak Osowilangun di bagian utara ini bakal digarap 2008. Jalan ini dari bagian selatan melewati perumahan Citra Raya di Kecamatan Sambikerap dan Lakarsantri, Kelurahan Beringin Kecamatan Lakarsantri, Kelurahan Lakarsantri, memotong Jl Kandangan-Benowo, melintasi jalan Tol Surabaya-Gresik hingga tembus ke Jl Tambak Osowilagun. Ujung utara berada 200 meter sebelah selatan Terminal Osowilangon.

“Pemerintah pusat sudah setuju membiayai seluruh konstruksinya,” kata Bambang DH, kala itu. Bappeko Surabaya merencanakan kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun. Namun belum ditentukan komposisi pembagiannya. Tetapi dalam sejumlah pembicaraan sebelumnya, pemkot bertanggungjawab terhadap pembebasan lahan, sementara Depertemen Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan dana untuk pembangunan konstruksi. Surabaya menganggarkannya mulai tahun anggaran 2008 untuk segera direalisasikan tahun yang sama.

Ini masih jalan cincin, belum lagi sejumlah jalan alteri lain yang tersendat pembangunannya. Jl Menur tidak kunjung tembus dua arah. Padahal, rencana pelebaran jalan tersebut sudah dirancang sejak 1990. Jl Kedung Baruk dari pertigaan Jl Kalirungkut Rungkut ke Pondok Nirwana bahkan sudah dibebaskan sejak 1982 namun hingga sekarang belum juga tuntas.

Jl Jolotundo yang menghubungkan Tambangboyo- Pacerkeling- Bronggalan dan akses Suramadu sempat tersandung kasus hukum pada 1992, namun sejak saat itu tidak digarap lagi. Jl Kenjeran juga belum juga tembus dua arah sekalipun hanya tersisa tiga rumah.

Jl HR Muhammad, pemkot rencananya baru sanggup membebaskan masjid yang berada di tengah jalan pada akhir 2007, namun lahan yang lebih luas di timur masjid yang belum dibebaskan menjadi kendala realisasi jalan kembar. Pelebaran Jl. Menanggal V yang merupakan akses ke Masjid Al Akbar juga tidak kunjung lebar dari rencana pada 1998.

Masih untung rencana jalur lingkar meskipun belum direalisasikan semuanya, namun sudah disinggung dan beberapa ruas digarap bertahap. Master plan yang disusun 1973 juga merencanakan jalan kembar Banyuurip-Benowo 18 kilometer untuk membuka akses barat. Kini realisasi nyaris tidak terdengar lagi.
“Kami kesulitan membeskan lahan karena pemilik tanah minta harga tinggi sementara kami mematok sesuai NJOP (nilai jual objek pajak) jadi sulit ketemu,” keluh Sri.

Taken from Surya, Oct 27, 2007

teddybear
November 17th, 2007, 05:08 AM
Ciputra World Telan Rp 2 T


SURABAYA - Grup Ciputra menyiapkan dana triliunan rupiah untuk menuntaskan megaproyek Ciputra World. Kehadiran superblok di kawasan CBD (central business district) Mayjen Sungkono itu diharapkan memberi efek positif secara ekonomis bagi Surabaya sebagai metropolitan kedua setelah Jakarta.

Ir Ciputra, bos Grup Ciputra, mengaku sudah sejak lama bermimpi membangun pusat hunian, pendidikan, hiburan, perniagaan atau perbelanjaan, perkantoran dengan berbagai fasilitas yang sempurna di Surabaya. "Saya bercita-cita, lewat proyek ini nama Surabaya bisa terangkat seantero dunia. Minimal bisa selevel dengan megaproyek properti di Singapura," ujar Ciputra usai ground breaking ceremony dan launching apartemen The Via and The Vue Ciputra World kemarin (16/11).

Pembangunan pusat perbelanjaan, lima tower apartemen, office building, dan hotel bintang lima pada lahan seluas 7,7 hektare itu diperkirakan menelan biaya Rp 2 triliun-Rp 3 triliun. "Kami tidak pernah ragu mengucurkan investasi sebanyak itu. Surabaya punya potensi besar dan masyarakatnya progress oriented," katanya.

Harun Hajadi, Dirut PT Win-Win Realty Centre, anak perusahaan PT Ciputra Surya Tbk yang menjadi pengembang Ciputra World, menambahkan pihaknya saat ini fokus menyelesaikan pembangunan tahap I meliputi mal dan dua tower apartemen. "Investasinya Rp 845 miliar-Rp 850 miliar," timpal Harun yang juga managing director Grup Ciputra itu.

Selanjutnya bakal dibangun office tower dan hotel bintang lima (tahap II), lalu pembangunan mal kedua dan dua tower apartemen (tahap III), serta tahap terakhir satu tower apartemen lagi. "Untuk mal diharapkan selesai Juni 2009 dan apartemen Oktober 2010," ujarnya. (kia)

Ebek21
November 17th, 2007, 05:12 AM
This one is Pemkot Surabaya's massive project, previously known as Surabaya Sport Center (SSC), now changed into Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT). The location will be in Kecamaan Pakal, near Surabaya-Gresik border. Until now, no picture is available in the web. Maybe someone can help find and post it here :)

Nilai Proyek SSC Rp440,2 Miliar


SURABAYA(SINDO) – Pemkot Surabaya akhirnya mengumumkan nama rekanan pemenang tender proyek Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT), yang dulu sempat akan diberi nama Surabaya Sport Center (SSC).

Sesuai dengan pengumuman tertanggal 13 Nopember 2007, yang berhak mengerjakan proyek multi years tersebut adalah PT Adhikarya. Asisten II (Adminitrasi Pembangunan) Pemkot Surabaya Muhlas Udin membenarkan bahwa PT Adhikarya keluar sebagai pemenang. Berdasar penilaian panitia lelang, PT Adhikarya mendapatkan poin paling tinggi dibanding peserta lainnya, yakni 89,54.

Dari sisi penawaran, PT Adhikarya mengajukan nilai lebih rendah, Rp440.295.000.000 dari harga HPS (harga perkiraan sendiri) yang ditetapkan Pemkot sebesar Rp447.390.900.000 Dengan penawaran tersebut, PT Adhikarya mengalahkan peserta lain, di antaranya PT Citra Gading Asritama yang hanya mendapat nilai 89,54 dengan penawaran Rp443.358.786.000; PT Pembangunan Perumahan (PT PP) dengan nilai 85,48 dan penawaran Rp445.301.400.000; serta PT Prambanan Dwipaka dengan nilai 84,79 dan penawaran Rp443.599.000.000.

Secara keseluruhan, baik dari sisi penawaran maupun teknis, PT Adikarya dinilai lebih bagus dibanding peserta lainnya. ”Total peserta yang mendaftarkan diri mengikuti lelang ini ada 10. Setelah dilakukan evaluasi adminitrasi, hanya empat perusahaan saja lolos,” terang Muhlas Udin.

Setelah pemenang lelang diumumkan, tahap selanjutnya adalah masa sanggah, sesuai prosedur yang diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) 61/2004 sebagai perubahan Keppres 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. ”Setelah masa sanggah lewat, tandatangan kontrak kerja baru bisa dilakukan,” kata Muhlas.

Selama masa sanggah berlangsung, pemenang diwajibkan menyusun rencana kerja di lapangan. Tahapan selanjutnya adalah penyusunan DED (detailed engineering design), yang diperkirakan butuh waktu 1- 2 bulan setelah pengumuman. Muhlas memprediksi, tahapan awal pengerjaan fisik proyek bisa dimulai setelah DED tuntas. Anggota Komisi C Sachiroel Alim mengatakan, proyek ini sangat erat nuansa politis.

Dia menilai, pembangunan proyek SSC ini sangat prematur. Ini bisa dilihat dari langkah pemkot, yang sudah menyiapkan anggaran sejak jauh-jauh hari, tapi konsepnya nanti belum ada. ”Seharusnya dibuatkan konsep dulu, baru dianggarkan. Ini saya anggap proyek yang prematur dan penuh kepentingan politik,” katanya.

Taken from Sindo, Nov 15, 2007

AceN
November 17th, 2007, 06:35 PM
Semoga bisa kaya Allianz Arena.... :master: :D

studio_one
November 18th, 2007, 06:00 PM
Is there anybody here have the rendering picture of Grand City Project in gubeng ?

teddybear
November 18th, 2007, 08:23 PM
studio_one: where are you and can you give us update on the construction status in Surabaya? Thanks!

Hadi
November 19th, 2007, 05:29 AM
kelana kota
11 November 2007, 12:50:29, Laporan Dayu Mayasari



suarasurabaya.net| Walikota Surabaya optimis tiga tahun kedepan Surabaya sudah hijau dan asri.

Dilaporkan TEGUH reporter Suara Surabaya, Minggu (11/11), ini dikatakan BAMBANG DH Walikota Surabaya sesudah mencanangkan gerakan tanam pohon dengan tema "Ayo Menjadi Pahlawan Lingkungan" di kawasan Kalijudan.

BAMBANG mengatakan kalau dulu semangat perjuangan warga Surabaya untuk mengusir penjajah, maka sekarang yang harus dilakukan warga Surabaya untuk memperbaiki lingkungan, karena masalah kerusakan lingkungan yang dihadapi sekarang semakin banyak.

BAMBANG DH, mengatakan diharapkan sesudah gerakan peduli lingkungan dengan penanaman 30 ribu lebih pohon ada peran serta warga untuk menjaga dan merawat. Khusus untuk Lurah dan Camat di Surabaya harus menjaga dan merawat pohon yang sudah ditanam serentak Minggu (11/11) hari ini.

BAMBANG mengatakan, gerakan menanam pohon ini tidak hanya dilakukan sekali saja, tapi juga akan dilakukan berkelanjutan.

BAMBANG DH mengatakan, dia juga minta pada warga Surabaya untuk tidak menggunakan pohon-pohon sebagai penyangga bangunan atau digunakan untuk kepentingan yang tidak selayaknya. Dalam gerakan "Ayo Menjadi Pahlawan Lingkungan" ini, ditanam berbagai jenis pohon diantaranya Mahoni, Trembesi, dan Mangga.(may/tok)

Hadi
November 19th, 2007, 05:32 AM
Jangan Sampai Salah Urus
0 Tanggapan


Rabu, 7 November 2007 11:02 WIB - warta ekonomi.com





Kota-Kota Terkaya 2007



Tahun 2007 ini Kutai Kartanegara masih menjadi kota terkaya se-Indonesia, diikuti Rokan Hilir dan Kota Surabaya. Sebanyak 10 kabupaten/kota siap membelanjakan anggaran hingga Rp1 triliun lebih. Siapa saja? Masih banyak kota-kota terkaya yang mengandalkan penerimaannya dari bagi hasil SDA. Penggunaan dananya pun masih kurang bijak. Tak heran jika sejumlah pimpinan daerah terjerat kasus korupsi.



Surabaya terus berbenah untuk menjadi kota metropolitan kedua di negeri ini, menyaingi DKI Jakarta. Itulah obsesi Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono. Jika DKI Jakarta menjadi kota metropolitan lantaran perannya sebagai ibu kota negara, Surabaya lain lagi. Ia menjadi kota metropolitan kedua lantaran perannya sebagai kota perdagangan dan jasa. “Jadi, seperti di Cina dengan ibu kota Beijing, tetapi pusat bisnisnya ada di Shanghai. Atau, kalau di AS ada Washington DC sebagai ibu kotanya, tetapi pusat bisnisnya di New York,” tutur pria kelahiran Tegal Ombo, Pacitan, 24 Juli 1961 itu, suatu ketika.



Hanya, Bambang tak sekadar ingin menjadikan Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa biasa. Ia menambahkan kata “cerdas”. Persisnya, kota perdagangan dan jasa yang cerdas. Semua itu kemudian ia kemas dalam visi yang bertajuk “Surabaya Cerdas dan Peduli”, dengan target pencapaian pada 2010.



Untuk merealisasikan visinya itu, Bambang memancangkan delapan misi. Pertama, mewujudkan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, akuntabel, dan transparan. Sasaran misi ini adalah layanan pemerintahan yang prima, memiliki kemampuan keuangan daerah yang mandiri, serta terciptanya ketertiban dan kepatuhan masyarakat.



Misi kedua, mempercepat pertumbuhan arus barang dan jasa baik dalam skala regional maupun internasional. Ketiga, memfasilitasi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keempat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat miskin, melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Masih ada empat visi lagi, yang semuanya memiliki tujuan akhir, lengkap dengan strategi pencapaiannya.



Supaya masyarakatnya tahu ke mana arah pembangunan kota, Bambang—yang menjabat wali kota sejak tahun 2002—menaruh visi-misi itu dalam website Kota Surabaya yang beralamat di www.surabaya.go.id. Ia juga meminta bantuan Ridwan Kamil, seorang arsitek ternama, guna membuat masterplan rancangan Kota Surabaya. “Saya tidak ingin membangun Surabaya tanpa arah,” tandas mantan wakil wali kota ini.



Ada cerita menarik yang dituturkan Bambang ketika ia mencoba menerjemahkan visi dan misinya itu. Pernah, suatu ketika Bambang berhasil membangun dan merevitalisasi tujuh pasar tradisional di Kota Surabaya dengan tanpa menggunakan dana APBD sepeser pun. Di sini ia melibatkan pihak swasta lewat konsep built, operate & transfer (BOT) dengan jangka waktu 20–30 tahun dan menghabiskan investasi Rp810 miliar.



Mulanya, gagasan revitalisasi Bambang itu ditolak oleh masyarakat. Sudah menjadi rahasia umum jika pembangunan pasar yang baru akan selalu mengorbankan pedagang lama. Mereka tak lagi kebagian tempat di pasar yang baru. Nah, anggapan umum itulah yang dimentahkan oleh mantan dosen ini. Ia menjamin lantai 1 dan 2 dari pasar hasil renovasi itu akan tetap diisi oleh pedagang-pedagang tradisional yang lama. Salah satu di antara tujuh pasar itu adalah pasar Wonokromo, yang terbakar tahun 2002.



Menteri Perdagangan Mari Pangestu, yang berkunjung ke salah satu pasar yang direvitalisasi, Pasar Tambakrejo, Surabaya (Selasa, 16 Januari 2007), memuji konsep Bambang. Pasar tradisional itu kini menjadi bersih dan rapi, serta antara pedagang lama dan pedagang baru tidak gontok-gontokan. Konsep BOT sebetulnya telah diterapkan pada banyak pasar di Indonesia, tetapi hasilnya kurang memuaskan.



Masih dalam upayanya mewujudkan visi-misinya, untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap ketersediaan air bersih, Bambang juga tak segan-segan mengganti jajaran manajemen PDAM Surabaya. Ia berharap manajemen PDAM yang baru mampu menekan kebocoran hingga tinggal 35,25%, serta dapat meningkatkan kualitas produksi dan pasokan air bersih untuk warga Surabaya.



Kini, Bambang tengah mengolah mimpinya untuk menjadikan Surabaya memiliki sistem transportasi massal seperti Jakarta, yakni mempunyai jalur busway. Gagasan itu bakal ia realisasikan pada 2008. Rutenya mulai dari Bungurasih hingga Tanjung Perak sepanjang 18–32 kilometer. Kemudian, pada 2009 ia bakal membangun double track angkutan kereta yang membentang dari timur hingga selatan Kota Surabaya.



PAD, Cermin Pertumbuhan Ekonomi



Itulah Surabaya, yang tengah bersiap diri menjadi kota metropolitan kedua. Pada Peringkat Kota Terkaya 2007, Surabaya menempati posisi ke-3 setelah Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dan Kabupaten Rokan Hilir di Provinsi Kepulauan Riau. Meski berada di peringkat ke-3, Kota Surabaya jelas lebih percaya diri ketimbang Kutai Kartanegara dan Rokan Hilir. Sebab, dari penerimaan APBD-nya yang Rp1,56 triliun, hampir sepertiganya merupakan pendapatan asli daerah (PAD). Persisnya, nilainya pada 2006 mencapai Rp536,42 miliar, naik 24% dibanding tahun sebelumnya. Ini sekaligus PAD terbesar di antara 50 Kota Terkaya se-Indonesia.



Menurut Pratikno, direktur program Pasca Sarjana Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah, Universitas Gadjah Mada, PAD memang bisa dijadikan alat ukur untuk menilai perkembangan ekonomi dari suatu kabupaten/kota. Nilai PAD sangat bergantung pada taxable capacity atau kapasitas perpajakan kabupaten/kota yang bersangkutan. Sumber PAD adalah dari pajak-pajak asli daerah, seperti pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan, pajak perhotelan, restoran, reklame, biaya retribusi, dan keuntungan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Besaran pajak yang diterima dari PAD mencerminkan volume aktivitas ekonomi. “Selama ekonomi tidak bergerak, selama itu pula PAD tidak bisa dikembangkan,” ujar Pratikno.



Hal itulah yang tidak terjadi pada kabupaten/kota terkaya lainnya, yang masih tergantung pada dana perimbangan, khususnya dari dana bagi hasil sumber daya alam (SDA). Ambil contoh, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang menyandang predikat sebagai Kota Terkaya 2007 dilihat dari besaran APBD-nya. Pada 2006, APBD dari kabupaten yang beribu kota di Tenggarong itu mencapai Rp3,37 triliun, naik 27,6% dibanding tahun lalu. Dari APBD itu, sebanyak Rp3,1 triliun ternyata merupakan dana perimbangan. Lalu, dari seluruh dana perimbangan, sebanyak Rp2,6 triliun, atau 84%, merupakan dana bagi hasil SDA. Lalu, berapa PAD-nya? Cuma Rp40,3 miliar, atau 1%-nya.



Bagaimana dengan Kabupaten Rokan Hilir, yang menempati peringkat ke-2? Potretnya agak berbeda. APBD 2006 Rokan Hilir mencapai Rp2,79 triliun atau melonjak gila-gilaan lebih dari 270% dibanding tahun sebelumnya yang Rp750,7 miliar. Lalu, berapa persen dana perimbangannya? Puff... 96%, atau senilai Rp2,69 triliun. Hanya, di sini komposisinya agak merata, yakni penerimaan dari bagi hasil pajak mencapai 29%, dana bagi hasil SDA sejumlah 30%, dan dana alokasi umum-nya 34%.



Ada yang ironis di Kabupaten Rokan Hilir, yakni PAD-nya malah menurun sangat tajam. Jika pada 2005 PAD-nya masih Rp32,2 miliar, pada 2006 tinggal Rp2 miliar. Bayangkan, kontribusi PAD-nya terhadap APBD 2006 nyaris 0%.



Terjerat Korupsi



Bambang P.S. Brojonegoro, dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mengingatkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Rokan Hilir agar tidak terlena dengan SDA yang mereka miliki. Katanya, keduanya mungkin masih bisa menikmati berkah SDA tersebut dalam kurun waktu 10–20 tahun ke depan. Namun, setelah itu? Bambang Brojonegoro menilai dua kabupaten ini belum maksimal memanfaatkan uang yang mereka terima. “Mereka tidak terencana dalam menggunakan anggarannya. Akibatnya, uang yang ada dibelanjakan untuk proyek-proyek yang kurang penting,” cetusnya.



Pratikno memaparkan kasus serupa terjadi di Belanda pada 1960-an. Ia menyebutnya dengan istilah Dutch Disease. Pratikno bercerita, pada 1960-an Negeri Tulip menemukan cadangan gas. Padahal, sebelumnya perekonomian Belanda sedang dilanda krisis. Maka, penemuan gas tersebut menjadi harapan untuk keluar dari krisis. Namun, yang terjadi malah sebaliknya, penemuan gas tersebut malah mempertajam krisis. Lantaran penemuan cadangan gas, uang di negara itu tiba-tiba melimpah. Akibatnya, inflasi melonjak gila-gilaan dan tingkat upah buruh pun melambung. Sementara itu, produktivitas masyarakatnya belum kunjung meningkat. Alhasil, daya saing negara itu menjadi rendah. Belanda menjadi negara yang tidak kompetitif.



Nah, di Indonesia kasus serupa pun terjadi. Lantaran kaya SDA, pada masa awal penerapan otonomi daerah, suatu kabupaten/kota—seperti Kutai Kartanegara—tiba-tiba kebanjiran uang. Limpahan uang itu membuat bupati Kutai Kartanegara, Syaukani Hassan Rais, mengobral janji akan memberi setiap desa Rp2 miliar. Bukannya membenahi fasilitas dan infrastruktur, ia malah membangun berbagai proyek mercu suar. Di antaranya, kawasan wisata Pulau Kumala. Pratikno secara khusus menyoroti apa yang dilakukan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pria kelahiran Bojonegoro, 13 Februari 1962 ini menilai uang ratusan miliar rupiah ternyata mereka gunakan hanya untuk membangun objek wisata yang tidak jelas, termasuk membangun kantor pemerintah kabupaten yang megah dan mewah. Padahal, jumlah orang miskin di Kutai Kartanegara masih terbilang lumayan, mencapai 77.607 orang, atau masih sekitar 15% dari seluruh jumlah penduduk.



Kini, sebagian dari dana tersebut menjerat Syaukani sendiri. Ia kini diadili dengan tuduhan melakukan korupsi senilai Rp120 miliar. Bahkan, Indonesian Corruption Watch (ICW) memperkirakan jumlah dana yang dikorupsi Syaukani sebenarnya lebih dari itu, yakni mencapai Rp1,2 triliun.



Syaukani tidak sendirian. Setidaknya ada 46 kepala daerah lainnya yang tersangkut kasus korupsi—dengan dua di antaranya datang dari kelompok 10 besar Kota Terkaya se-Indonesia, yakni Kota Medan dan Kabupaten Garut. Wali kota Medan, Abdillah, kini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga mengorupsi uang APBD sebesar Rp6 miliar. Lalu, Bupati Garut Agus Supriadi menjadi tersangka dalam penyelewengan dana APBD 2004–2007 sebesar Rp6,9 miliar.



Tiga Pro



Pratikno mensinyalir jorjoran penggunaan dana dari pemerintah pusat tak hanya terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Penyandang gelar Ph.D. dari Flinders University of South Australia tahun 1996 itu juga menduga banyak dana dari pusat yang habis hanya untuk belanja pegawai, belanja barang, serta untuk pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur yang belum tentu meningkatkan daya saing daerah.



Itu pada satu sisi. Pada sisi yang lain, banyak pula pemerintah daerah (pemda) yang malah tidak tahu mau dialokasikan ke mana uang-uang tersebut. Supaya aman dan tetap memberikan hasil, mereka pun menyimpannya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Sampai Agustus 2007, jumlah dana pemda yang dibelikan SBI mencapai Rp43 triliun! Jumlah ini nyaris separo dari total simpanan daerah yang ditempatkan di perbankan nasional, yang sampai kuartal II 2007 nilainya mencapai Rp96 triliun.



Pembelian SBI tersebut tentu tak sesuai dengan harapan pemerintah pusat. Mardiasmo, dirjen Perimbangan Keuangan, Departemen Keuangan, berharap pemda-pemda mengalokasikan anggarannya untuk proyek-proyek yang “tiga pro”: pro pertumbuhan, pro peningkatan lapangan kerja, dan pro mengentaskan kemiskinan. Hanya, Mardiasmo mengakui pemerintah pusat memang tak bisa memaksa pemda-pemda untuk melakukannya. Sejak diberlakukannya otonomi daerah, kontrol terhadap penggunaan anggaran sepenuhnya ada pada DPRD. “Sebagai dirjen Perimbangan, tugas saya memang hanya membagikan uang,” kata Mardiasmo. Lalu jika terjadi penyimpangan penggunaan anggaran, itu menjadi urusan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selaku auditor pemerintah.



Maka, kini, baik Mardiasmo maupun Bambang Brojonegoro berharap DPRD dapat berperan aktif dalam mengawasi pemerintah daerah dalam membelanjakan uangnya, bukan malah setali tiga uang. Pemerintah pusat memang tengah menyiapkan sistem reward and punishment bagi pengelolaan dana anggaran daerah. Namun, sistem itu baru akan dibuat pada 2008, dan mungkin diberlakukan pada 2009. Jadi, masih lama. Alhasil, masih terbuka kemungkinan dana dari pemerintah dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak produktif. ###



HOUTMAND P. SARAGIH, YUDIT MARENDRA, DIVERA WICAKSONO, GLORIA HARAITO, DAN SATRIANI ARI WULAN



copied from wartaekonomi.com

rilham2new
November 19th, 2007, 06:39 AM
Kota-Kota Terkaya 2007

Tahun 2007 ini Kutai Kartanegara masih menjadi kota terkaya se-Indonesia, diikuti Rokan Hilir dan Kota Surabaya. Sebanyak 10 kabupaten/kota siap membelanjakan anggaran hingga Rp1 triliun lebih. Siapa saja? Masih banyak kota-kota terkaya yang mengandalkan penerimaannya dari bagi hasil SDA. Penggunaan dananya pun masih kurang bijak. Tak heran jika sejumlah pimpinan daerah terjerat kasus korupsi.

PAD, Cermin Pertumbuhan Ekonomi

Itulah Surabaya, yang tengah bersiap diri menjadi kota metropolitan kedua. Pada Peringkat Kota Terkaya 2007, Surabaya menempati posisi ke-3 setelah Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dan Kabupaten Rokan Hilir di Provinsi Kepulauan Riau. Meski berada di peringkat ke-3, Kota Surabaya jelas lebih percaya diri ketimbang Kutai Kartanegara dan Rokan Hilir. Sebab, dari penerimaan APBD-nya yang Rp1,56 triliun, hampir sepertiganya merupakan pendapatan asli daerah (PAD). Persisnya, nilainya pada 2006 mencapai Rp536,42 miliar, naik 24% dibanding tahun sebelumnya. Ini sekaligus PAD terbesar di antara 50 Kota Terkaya se-Indonesia.


Itu berita salah tuh sejak kapan Kabupaten Rokan Hilir ada di Provinsi Kepulauan Riau ??? Yang betul Kabupaten Rokan Hilir itu adanya di Provinsi Riau ... :D ... Memang benar Kabupaten itu mengupayakan SDA untuk memajukan daerahnya karena memang hanya itu yang mereka punya. Penduduknya pun lumayan kecil berbanding Surabaya :) ... Lagian,, kalau gak salah Kabupaten Bengkalis di Riau... APBD nya masih lebih besar dari Rokan Hilir :p~ ... Aq malah merasa Kabupaten Siak APBD nya lebih besar sehingga sanggup bangun jembatan sepanjang 1 km dengan konstruksi CABLE-STAYED pula .... dananya 100% dari APBD pula ..... Makanya aq bingung tuh jurnalis source nya dari mana ??


Surabaya (populasi: 2.9 juta +) APBD: Rp. 1.56 Trilyun ... Punya Pelabuhan Samudra,, kegiatan industri yang beragam,,, sektor bisnis dan properti yang berjalan dinamis,,, merupakan basis perusahaan2 raksasa di Indonesia.

Pekanbaru (populasi: 717 ribu) APBD: Rp 1 Trilyun .... Akses yang sangat buruk ke Pelabuhan samudra (jarak ke laut lebih dari 180 km),, bukan kota industri,,, bukan kota yang mengandalkan SDA Migas (karena kenyataanya SDA memang ada di kabupaten2 yan jauh dari Pekanbaru),, hanya merupakan basi dari beberapa perusahaan minyak dan perkebunan,, dan paling2 digerakkan dengan sektor keuangan perbankan (yang rotasi nya salah satu yang tertinggi di Indonesia) ..

Aq bingung,,, soalnya ngitung terkaya kok dari APBN dan PAD :? :? Kalau dihitung dari PDRB perkapita non-migas ... Surabaya jelas lebih kaya dari kawasan2 itu .....

PDRB Per Kapita Non-Migas tertinggi di Indonesia ... ada di kota2 besar seperti: (menurut urutannya)
1. Jakarta
2. Batam
3. Surabaya
4. Samarinda
5. Balikpapan
6. Medan