View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development


Pages : 1 2 3 4 [5] 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

Ebek21
March 27th, 2008, 01:11 PM
Three short news from Surabaya..

Tambah Pompa Air Lagi

SURABAYA - Tahun ini, banjir yang melanda Surabaya tidak sehebat tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, tidak berarti perbaikan dan penambahan infrastruktur dihentikan. Kali ini, Dinas Bina Marga dan Pematusan mengajukan penambahan dua pompa air dan tiga mechanical screen (alat penyaring sampah) kepada pemerintah pusat.
Rencananya, dua pompa air itu ditempatkan di daerah Jeblokan dan Tambak Wedi. Mechanical screen bakal dipasang di Kalidami, Kali Bratang, dan Boezem Wonorejo.
Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono menjelaskan, kelima proyek tersebut memang belum mendapat jawaban dari pusat. "Tapi, kami optimistis disetujui. Sebab, pengajuan yang sama pada tahun lalu berhasil kami realisasikan," ujarnya.
Tahun lalu, DBMP memang merealisasikan pembangunan mechanical screen di Kaligreges, Kali Pesapen, Salatiga, dan Tambak Wedi. "Proyek itu kami ajukan ke pusat melalui pemerintah provinsi," ujarnya.
Pemkot berharap pemerintah pusat mengalokasikan anggaran pompa air dan mechanical screen itu setidaknya dalam APBN Agustus mendatang.

Taken from Jawapos, Mar 27, 2008


Rp 12 Miliar untuk 2 Pompa

SURABAYA-Masalah banjir di Kota Surabaya tidak akan teratasi dalam waktu lima tahun kedepan. Hal itu disebabkan minimnya alat untuk memperlancar aliran air ke laut. Dari 50 pompa air yang dibutuhkan, sampai saat ini baru tersedia 33 pompa, dua pompa di antaranya baru akan direalisasikan tahun ini. Kedua pompa air itu akan dibangun di saluran bozem Wonorejo dan Kebonagung.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya Sri Mulyono mengungkapkan, pembangunan kedua pompa air ini sudah dianggarkan dalam APBD Kota Surabaya tahun 2008 sebesar Rp 12 miliar. Rinciannya Rp 7 miliar untuk pompa Bozem Wonorejo dan Rp 5 miliar untuk wilayah Kebonagung.
“Saat ini kami masih menunggu cuaca terang, kalau hujannya masih tinggi pembuatannya tidak bisa optimal,” terang Sri Mulyono, Rabu (26/3).
Selain kedua pompa tersebut, Pemkot Surabaya juga mengusulkan tambahan dua pompa lagi untuk mendapat bantuan APBN. Yakni di saluran Jeblokan, Kenjeran, dan saluran Tambakwedi. Jika pembangunan keempat pompa ini terealisasi, Sri optimis akan mampu mengatasi banjir besar di sejumlah wilayah seperti Tambaksari.

Taken from Surya, Mar 27, 2008


Walikota Melarang, Pasar Bunga di Jl Veteran Dibatalkan

Walikota Surabaya melarang PD Pasar mengubah bangunan cagar budaya bekas halte trem di Jalan Veteran menjadi Pasar Bunga.
Selain mengganggu lalu lintas dan merusak bangunan cagar budaya, Pemkot sudah berencana membuat Memoar Park di lokasi tersebut.
Demikian kata Ir TRI RISMA HARINI Kepala Badan Perencana Kota (Bappeko Surabaya) pada program Wawasan Suara Surabaya, Kamis (27/03). Ini menanggapi rencana PD Pasar Surya yang ingin memanfaatkan bekas halte di Jalan Veteran untuk Pasar Bunga seperti disampaikan OSCAR Humas PD Pasar Surya.
Kata OSCAR dasar pembangunan ini Perda no. 10 tahun 1982 yang membuktikan lahan tersebut milik PD Pasar. Selain itu PD Pasar sebagai Perusahaan Daerah kata OSCAR harus memenuhi target penghasilan. Selama ini PD Pasar hanya mengeluarkan biaya perawatan dan biaya kebersihan, tanpa ada pendapatan. Jadi lahan itu dikelola supaya ada pengasilan.
Sementara itu TRI RISMA mengatakan, meski ada Perda, kalau pembangunannya tidak sesuai dengan master plan kota tetap tidak bisa dilaksanakan. Apalagi tempat ini termasuk cagar budaya yang punya nilai history mendalam bagi warga Surabaya.
Tentang target pendapatan, kata RISMA itu ada yang short term dan ada yang long term, jadi tidak harus dengan cara mengubah bangunan cagar budaya untuk obyek yang menghasilkan.
AHMAD GANIS Direktur Utama PD Pasar Surya setuju, rencana Pemkot Surabaya membuat Memoar Park di bekas halte Trem di jalan Veteran Surabaya. Karena itu rencana PD Pasar mengubah bekas halte trem itu menjadi Pasar Bunga dibatalkan.

Taken from Suara Surabaya, Mar 27, 2008

Hadi
March 27th, 2008, 03:54 PM
Emm.. Kalo aku lihat Pendestrian lagi dibangun, di Jl Embong Malang. Memiliki lebar 7 meter dan akan meniru konsep Orchard Road Singapura. Good .....

Hadi
March 27th, 2008, 05:10 PM
suarasurabaya.net| Di tengah kesibukannya menjadi wakil walikota Surabaya, ARIF AFANDI, ternyata masih menyempatkan diri untuk menulis. Wakil Walikota Surabaya itu kembali jadi ‘wartawan’. Pilihannya adalah Blog. Mantan pemimpin Redaksi Jawa Pos ini mengaku tertarik dengan Blog untuk menyalurkan kegemarannya menulis.

“Asyik juga nge-blog, saya jadinya menulis lagi. Saya sudah lama tidak menulis. Sekarang punya blog, ya jadi wartawan lagi,” guyon ARIF dihadapan sejumlah jurnalis yang menemuinya, Kamis (27/03) petang dikantornya.

ARIF AFANDI resmi menjadi pemilik sekaligus reporter di blognya sendiri, yang beralamatkan di www.arifafandi.blogdetik.com. “Jangan sungkan-sungkan mampir ya,” ujar ARIF AFANDI penuh semangat.

Sekedar informasi, di blognya, ARIF menyediakan rubrik 'Publik Bicara'. Sebuah rubrik yang tujuan utamanya adalah mewadahi aspirasi yang disampaikan masyarakat terhadap persoalan apapun. Sedangkan dibagian banner utamanya, terdapat foto ARIF AFANDI meneganakan kaca mata hitam serta sebuah pesan tentang peduli lingkungan.

Meski baru beberapa jam yang lalu blognya resmi online, hasil postingan ARIF lumayan banyak yang berkomentar. Bahkan mantan Ketua Umum Persebaya ini juga terlihat rajin memberikan balasan komentar. Satu diantara balasan ARIF berbunyi demikian: “Wah, masak imagenya pejabat publik masih gaptek. Kasihan dong. Dua minggu terakhir setiap hari saya sibuk menjawab email para staf kelurahan dan kecamatan yg sedang latihan internet. Tahun depan, seluruh kelurahan di Surabaya harus punya blog. Idep-idep biar blogdetik makin tambah rame, he.he,” begitu.

Dari rubrik ‘Publik Bicara’, ARIF terlihat antusias menjawab pertanyaan serta pernyataan kawan-kawan barunya. ARIF diberondong blogger dengan berbagai pertanyaan hingga pujian. Dan ARIF menjawabnya satu persatu dengan telaten. ARIF seolah benar-benar kembali menjadi wartawan. Dia mulai kembali menulis. Pengen tahu, mampir saja ke alamat blog-nya.(tok)

It Will be good for Surabaya. :banana:

Ebek21
March 27th, 2008, 08:03 PM
^^ Setelah Kepala Dinas LH Togar Silaban, sekarang Wawali Arif Afandi, mungkin bentar lagi giliran Pak Wali dan Bu Risma bikin blog tuh. Skrg aja yg namanya ruang publik komplain di website Pemkot Sby tiap hari riuh rendah oleh komplain warga (termasuk aku dan Hadi hehe), ngaku aja Hadi :lol: . Yang hebat, hampir semua komplain dijawab dlm hitungan jam. Bagaimanapun, ini kemajuan pesat jika para pejabat kota mau langsung mendengar aspirasi masyarakat lewat blog2 dan website ini. Ini namanya masyarakat berpartisipasi membangun kota.

Ini ada artikel menarik dr Pak Wawali kita..

Hospitality oke, Kemasan Perlu Kece
March 25, 2008

Bisakah Surabaya menjadi kota tujuan wisata? Kenapa tidak. Lihatlah para wisatawan Belanda yang datang ke kota ini, pakan lalu. Mereka tampak sumringah. Dengan menumpang becak, mereka blusukan kampong Malang.Tentu karena jumlahnya banyak, ‘’pawai’’ becak berisi wisatawan itu menarik perhatian. Warga kampong menyambutnya dengan sukaria. Kebahagiaan juga terpancar di wajah wisatawan. Mereka berbincang dengan warga, meski perbincangannya dimengerti atau tidak. Yang jelas ada interaksi antar mereka.

Di luar dugaan, warga pun juga tampak gembira menerima mereka. Senyum mengembang di mana-mana. Pemandangan itu menggambarkan keramahtamahan warga kota Surabaya saat menerima wisatawan. Dalam dunia pariwisata, sikap warga itu disebut dengan hospitality. Sikap ramah sebagai tuan rumah. Sikap penerimaan tulus ikhlas terhadap tamu yang datang. Penerimaan yang menganggap wisatawan bukan sebagai orang asing, tetapi sebagai tamu yang harus dijamu dengan baik.

Hospitility memang menjadi modal utama dalam membangun pariwisata. Jika yang satu ini sudah ada, maka bias dipastikan kita dapat membangun industri pariwisata. Persoalannya tinggal bagaimana kita mengemas hospitality yang sudah dipunyai itu menjadi sesuatu yang lebih menarik lagi bagi para wisatawan. Istilahnya bagaimana membuat hospitality yang sudah oke itu menjadi sebuah paket yang lebih kece. Mengemas modal dasar warga itu menjadi ‘’barang jualan’’ yang membuat wisatawan kerasan dan pingin balik lagi di Surabaya.

Kita tidak perlu banyak punya atraksi atau tempat tujuan wisata seperti dikeluhkan banyak orang. Sering kita mendengar keluhan di Surabaya tidak ada tempat yang bias dijadikan tujuan wisata. Misalnya, kita tidak punya pantai yang indah, gunung yang sejuk, atau tempat wisata buatan yang membuat orang keranjingan. ‘’Kita kalah dengan Batu dan Lamongan yang punya Jatim Park maupun Wisata Bahari Lamongan,’’ keluh mereka.

Memang Surabaya tidak punya itu semua. Tapi, kota ini sejak lama menjadi kota dagang. Karena itu, bisa dikembangkan wisata belanja. Kota ini punya empat lapangan golf yang bagus. Ini juga bias dijual. Kita juga punya sejumlah bangunan peninggalan zaman Belanda yang eksotik. Ini sering menjadi daya tarik sendiri para wisatawan asing. Wisata heritage –peninggalan masa lalu—bias dibuat. Dua hari lalu saya kedatangan tamu yanag juga kenalan lama saya dari Amerika, Prof Dr William Liddle. Ia sangat terkesan karena bias menginap di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan. ‘’Hotel ini mirip Hotel Rafles di Singapura,’’ tuturnya.

Yang lebih menarik bagi wisatawan domestic maupun asing, kita punya banyak jenis makanan yang enak. Karena itu, Surabaya dapat menjadi kota tujuan wisata kuliner yang luar biasa. Mulai dari rawon setan yang terkenal, rujak uleg yang menyegarkan, bebek goreng yang membuat lidah berkecap-kecap, dan makanan lain dari berbagai daerah yang bertebaran di seluruh pojok kota. Kini, mulai banyak tempat makan yang tidak hanya enak di lidah, tapi juga menjadi tempat nongkrong yang nyaman. Semua itu menjadi daya tarik tujuan wisata yang terus bias dikembangkan.

Jika mau ditambah, dapat dikembangkan sejumlah pertunjukan kesenian tradisional. Memang tidak harus yang asli Surabaya. Cukup kesenian yang tumbuh kembang di Jawa Timur. Seperti reog Ponorogo, ludruk kebanggaan kita, atau pencak silat yang sampai sekarang masih lestari. Saya pernah menonton pertunjukan kung fu di Beijing yang dikemas menjadi sebuah cerita teatrikal sekaligus pertunjukan keahlian bela diri mereka. Sangat menarik untuk menggaet ratusan wisatawan asing setiap kali pentas. Surabaya cukup menjadi etalase kesenian Jawa Timur. Kita hanya perlu mengemas sehingga jadi tontonan menarik bagi orang yang datang di kota ini.

Beberapa tahun terakhir, banyak investor yang membangun tempat konferensi dan pameran yang berkelas nasional maupun internasional. Karenanya, tidaklah mengherankan kalau tahun lalu Surabaya memenangkan lelang untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang transportasi. Konferensi yang akan diikuti ribuan peserta dari luar dan dalam negeri itu digelar tahun depan. Surabaya berhasil mengalahkan Seoul dan Sidney yang juga berminat menjadi tuan rumah.

Singkatnya, kota ini punya banyak hal yang dapat dikembangkan menjadi industri pariwisata. Atraksinya beragam. Hanya saja, selama ini, belum dianggap sebagai tujuan wisata yang bisa menarik minat banyak orang. Karena itu, dibutuhkan kreatifitas dari semua elemen untuk bersama-sama membangun pariwisata. Para seniman bias mencipta berbagai pertunjukan yang dapat menggaet wisatawan. Biro perjalanan perlu membuat paket-paket wisata dengan memanfaat semua yang telah ada. Dan pemerintah kota –terutama melalui Surabaya Tourisme and Promotion Board (STPB)—memasarkannya ke luar kota maupun ke negara lain.

Keramahtamahan warga, atraksi wisata yang terus berkembang, serta sarana dan prasarana yang terus dibangun kota ini menjadi modal besar untuk masa dapan pariwisata kita. Pemerintah kota juga telah mulai serius menggarap masalah ini. Sejak dua tahun lalu didirikan STPB. Juga ada anggaran khusus untuk promosi pariwisata. Ini terobosan di saat kota lain belum melakukan, termasuk Bali yang selama ini dikenal sebagai tempat tujuan wisata paling terkenal.

Hasil keseriusan itu juga bisa dilihat. Dalam dua tahun terakhir, penerimaan pajak hotel dan restoran naik secara berarti. Tingkat hunian hotel juga meningkat rata-rata 12 persen setiap tahunnya. Kalau dulu hotel hanya ramai di hari kerja, kini akhir pekan pun sering kamar yang ada masih terasa kurang. Kita juga mulai sering melihat wisatawan asing berjalan-jalan di pedestrian yang mulai ditata dengan nyaman. Rombongan wisatawan dari Asia maupun Eropa juga tampak berdatangan. Bahkan, belum lama ini ada rombongan dari India.

Untuk apa kita perlu mengembangkan pariwisata? Tentu untuk menggaet makin banyak orang luar datang ke Surabaya. Bukan orang yang hanya datang menjadi beban kota, tapi membawa uang dan berbelanja. Makin banyak uang yang masuk, peredaran uang makin banyak, dan akhirnya akan berdampak pada ekonomi rakyat secara keseluruhan.

Jadi, kita sudah memiliki banyak modal agar industri pariwisata Surabaya semakin oke. Tugas berikutnya, bagaimana menjadikan semua modal tersebut dalam kemasan yang kece.

peseg5
March 27th, 2008, 08:25 PM
^^ Setelah Kepala Dinas LH Togar Silaban, sekarang Wawali Arif Afandi, mungkin bentar lagi giliran Pak Wali dan Bu Risma bikin blog tuh. Skrg aja yg namanya ruang publik komplain di website Pemkot Sby tiap hari riuh rendah oleh komplain warga (termasuk aku dan Hadi hehe), ngaku aja Hadi :lol: . Yang hebat, hampir semua komplain dijawab dlm hitungan jam. Bagaimanapun, ini kemajuan pesat jika para pejabat kota mau langsung mendengar aspirasi masyarakat lewat blog2 dan website ini. Ini namanya masyarakat berpartisipasi membangun kota.


Aku bermimpi... andai saja ada semacam facebook/fs tapi isinya khusus para pejabat yg berwenang.. PNS. Jadi segala macam keluhan bisa langsung tertuju dengan jelas.. Jejaringnya juga jelas. Dan usernya juga konsisten antusias (udh kyk hobi), ibaratnya bagaikan abg2 yg baru kenal fs. Tiap detik dipelototin bagian comments/testimonial... hahaha

avant_garde
March 28th, 2008, 03:20 AM
ada yang punya file kompas kemaren g?

avant_garde
March 28th, 2008, 03:28 AM
Aku bermimpi... andai saja ada semacam facebook/fs tapi isinya khusus para pejabat yg berwenang.. PNS. Jadi segala macam keluhan bisa langsung tertuju dengan jelas.. Jejaringnya juga jelas. Dan usernya juga konsisten antusias (udh kyk hobi), ibaratnya bagaikan abg2 yg baru kenal fs. Tiap detik dipelototin bagian comments/testimonial... hahaha

denger-denger pak de KArwo udah bikin FS tuh, cuman ga tau alamatnya mana

Ebek21
March 29th, 2008, 04:31 AM
Surutkan Banjir Jl. Dr Soetomo, Buat Box Culvert Rp 399 Juta

Surabaya-Banjir yang menggenangi wilayah Dr Soetomo saat hujan tidak lama lagi akan teratasi. Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya membuat box culvert (gorong-gorong) di Jalan Dr Soetomo bagian utara. Pembangunan box culvert mulai dikerjakan Jumat kemarin (28/3). Pembangunan box culvert ini sempat terhenti karena banyaknya timbunan kabel milik PT Telkom dan PDAM yang ada di tanahnya.
Karena itu, petugas Dinas PU harus memindahkan dahulu kabel-kabel tersebut sebelum melanjutkan pembangunannya.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya Sri Mulyono mengungkapkan, sebenarnya pengerjaan box culvert harus sudah selesai minggu ini, tapi karena harus memindahkan kabel-kabel itu, jadi tertunda.
“Daripada nanti mengenai kabel-kabel itu yang memberi ganti rugi kan PU, jadi lebih baik dipindahkan saja,” kata Sri Mulyono, Jumat (28/3).
Diungkapkan Sri, pembangunan box culvert ini dimaksudkan untuk mempercepat genangan air yang ada di Jalan Trunojoyo, Musi, Untung Suropati dan sekitarnya.
“Selama ini kawasan tersebut sering terkena banjir,” aku Sri.
Box Culvert ini selanjutnya akan meneruskan aliran air tersebut hingga ke rumah pompa Dinoyo untuk kemudian di buang ke Kalimas.
Proyek pembangunan box culvert ini memakan anggaran Rp 399 juta yang diambilkan dari DIP lanjutan APBD 2007.
Ditambahkan Sri Mulyono, untuk makin memperlancar arus air ini, rencananya Dinas PU Bina Marga dan Pematusan juga akan mengaspal Jalan Pandegiling yang termasuk dalam aliran air dari dr Soetomo tersebut.
Saat ini kondisi jalan di Pandegiling berlubang-lubang sehingga ketika hujan aliran air dari wilayah Dr Soetomo sering menggenang dan terjadi banjir.
Anggaran untuk pengaspalan Jalan Pandegiling ini akan diambilkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2008 mendatang. “Kami rencanakan di PAK Agustus nanti sudah dianggarkan sehingga Oktober sudah proses lelang dan bisa dikerjakan Desember 2008,” tukas Sri.
Dengan terentaskannya banjir di Dr Soetomo tersebut berarti mengurangi titik banjir yang ada di Surabaya.
Sebelumnya di Kota Surabaya terdapat delapan titik banjir besar yakni kawasan Simo, Dharma Husada, Tambaksari, Mojopahit, daerah Dr Soetomo, kawasan sekitar Jalan Jambi (Jalan Jambi, Ciliwung, Kutai), Jalan Embong Malang, dan Jalan Mayjen Sungkono.
Empat diantara titik banjir besar tersebut sudah mulai terentaskan yakni Jalan Jambi dan sekitarnya, Jalan Embong Malang, Jalan Mayjen Sungkono, termasuk juga Jalan dr Soetomo.

Taken from Surya, Mar 29, 2008

Ebek21
March 29th, 2008, 06:04 AM
Pekan Depan Uji Coba

April, Tol Waru-Juanda Beroperasi
SURABAYA - Meski protes masyarakat Siwalankerto terkait dengan ganti rugi kerusakan bangunan warga belum selesai, PT Citra Margatama Surabaya (CMS) selaku investor nekat akan mengoperasikan jalan tol Waru-Juanda. Rencananya, jalan bebas hambatan sepanjang 12 kilometer tersebut diuji coba pekan depan.

"Sesegera mungkin dioperasikan. Sebelum itu, akan diuji coba dulu minggu depan," kata Humas CMS Suhadi setelah sosialisasi rencana uji coba tol Waru-Juanda di Hotel Somerset kemarin (28/3).

Hanya, dia belum bisa memastikan tanggal uji coba tersebut. Yang hampir pasti, kata dia, April ini jalan tol tersebut mulai dioperasikan.

Suhadi menuturkan, sesuai standar, masa uji coba berlangsung tujuh hari. Namun, karena desakan dari berbagai pihak, termasuk pemprov, uji coba mungkin berlangsung tidak sampai seminggu.

Menurut dia, jalan tol Waru-Juanda merupakan salah satu alternatif untuk mencairkan kemacetan Jalan A. Yani. Selain padatnya kendaraan, adanya tiga potongan arus di Bundaran Waru menyebabkan arus lalu lintas terhambat di situ.

Pada uji coba nanti, jalan tol dibuka untuk umum dan digratiskan. Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat perilaku pengguna jalan. "Dari sana bisa diketahui kekurangannya apa," ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas PU menerjunkan tim layak fungsi yang bertugas menilai kelayakan jalan tol sebelum dioperasikan. Hasilnya, terdapat beberapa kekurangan yang kini telah dibenahi. Di antaranya, penerangan, rambu-rambu, dan lebar badan jalan di tikungan yang terlalu sempit.

Suhadi menambahkan, dalam pengoperasian nanti, ada dua cara membayar bea masuk tol Waru-Juanda. Yaitu, cara tunai seperti yang dilakukan di jalan tol pada umumnya dan melalui prepaid smart card, sistem pembayaran tol prabayar dengan mendaftar di Bank Mega. Kartu tersebut bisa digunakan sebanyak isi nominal yang dibeli dan dapat diisi ulang.

Dengan kartu tersebut, pembayaran jadi lebih mudah dan efisien karena tidak perlu menyiapkan uang atau kembalian. "Pengguna tinggal menggesekkan kartu pada alat yang disediakan," jelasnya.

Soal protes warga yang menuntut ganti rugi, Suhadi enggan berkomentar. "Saya tidak ingin membicarakannya di sini," tegasnya.

Menurut dia, persoalan tersebut adalah masalah bersama, termasuk pemprov. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan bersama-sama.

Taken from Jawapos, Mar 29, 2008

Ebek21
March 30th, 2008, 05:05 AM
Mangkrak di Depan Mata

Belasan Bangunan terbengkelai
Taman-taman dan jalanan di kota ini terus bersolek. Sejak kursi Dinas Kebersihan dan Pertamanan diduduki Tri Rismaharini, taman dan jalanan yang tampak gersang itu"disulap" menjadi lebih berwarna. Tampak asri, berseri, dan sedap dipandang.

Sayang, keasrian wajah kota tersebut rasanya kurang komplet. Kemolekan wajah kota masih dihiasai noda-noda yang mengganggu. Noda-noda itu tidak lain keberadaan bangunan mangkrak yang jumlahnya mencapai melainkan puluhan.

Bangunan mangkrak itu seolah menjadi persoalan laten kota ini. Genderang menuntaskan persoalan itu sudah lama ditabuh. Dan, entah sudah berapa kali pejabat di Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Pemkot telah berganti, tetapi persoalan bangunan mangkrak itu tak juga membuah solusi cepat.

Yang jelas, pendataan yang dilakukan Dinas Tata Kota dan Permukiman, di jalan-jalan protokol setidaknya ada 53 bangunan dan lahan mangkrak. Bangunan dan lahan itu terletak di jalan-jalan utama. Di antaranya, Jalan A. Yani 7 bangunan, Basuki Rahmat (10), Raya Darmo (2), Diponegoro (3), Embong Malang (5), Panglima Sudirman (4), Pemuda (5), Gubernur Suryo (1), Mayjen Sungkono (3), Ngagel (3), dan Tunjungan (2).

Dari jumlah tersebut, 16 bangunan berstatus mangkrak atau proses pembangunannya macet. Demikian juga lahan yang mangkrak tersebar di 15 lokasi. Namun, ada bangunan yang semula mangkrak, tetapi baru-baru ini dibangun. Jumlahnya 22 bangunan dan lahan.

Banyaknya bangunan yang terbengkalai itu membuat etalase kota seakan ternoda. Di Jalan Basuki Rahmat, misalnya. Empat bangunan besar mandek. Ironisnya, bangunan itu mangkrak belasan tahun. Di antaranya, di Jalan Basuki Rahmat No 29 dan 72-74.

Dua bangunan tersebut mangkrak sejak 1998 silam. Hingga kini belum juga tersentuh pembangunan. Apalagi bangunan yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat 143. Konstruksi bangunan itu boleh dikatakan megah dan menjulang. Namun, wajah bangunan sungguh kontras. Kumuh dan tidak terawat.

Sebagian besar bangunan mangkrak itu karena terbelit modal. Namun, ada juga yang masih berselisih di wilayah hukum. Sebut saja, mangkraknya pembangunan Trade Center Mall (TCM). Kabarnya, bangunan mangkrak disebabkan perselisihan hukum. Bahkan, PT Wijaya Karya (Wika) sebagai kontraktor sampai memolisikan PT UEASSA, pemilik yang kini berganti nama menjadi PT E Square.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, perselisihan hukum itu sendiri bermula ketika PT UEASSA membuat kontrak pembangunan TCM ke PT Wika senilai Rp 399 miliar pada 5 September 2003. Pekerjaan itu berlangsung lancar-lancar saja sampai pada Maret 2006. Menurut Kuasa Hukum PT Wika Tjandra Sridjaja Prajonggo, pihaknya sudah menyelesaikan pekerjaan senilai Rp 205 miliar.

Saat itulah, kata Tjandra, PT Wika mendapat informasi kalau PT Korra, konsultan proyek itu tidak mau melakukan lagi pekerjaannya karena belum dibayar oleh PT UEASSA.

"Padahal, kami baru bisa dibayar setelah ada Acc dari PT Korra. Nah, kalau PT Korra tidak mau melanjutkan pekerjaan lagi, tentu saja kami tidak akan dibayar," ucapnya. Apalagi, saat itu masih ada kekurangan pembayaran sekitar Rp 70 miliar dari PT UEASSA.

Karena itu, PT Wika memilih menghentikan pekerjaan untuk sementara. Tapi, setelah berunding dengan Andi Soewatdy, orang nonstruktural PT UEASSA (namun dipercaya sebagai pemilik) yang juga pernah kabur saat diperiksa Bareskrim Mabes Polri 2007 lalu, Tjandra tak menemukan kesepakatan apa pun.

"Bahkan, kami merasa tertipu karena PT UEASSA berusaha menutupi fakta itu, dan menjanjikan segera mendapatkan Acc dari PT Korra selambat-lambatnya pada 16 Desember 2006," paparnya. Padahal, PT Korra sudah berhenti sejak April 2005.

Tjandra lalu menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan itu ke Polda Jatim. Tapi, meski telah ditangani dua tahun oleh Satpidkor Polda Jatim, kasus itu hingga kini tak ada kejelasan. Melihat perkembangannya, tentu kapan TCM berlanjut tak bisa diprediksi. "Saya rasa tidak akan bisa selesai dalam waktu singkat," kata Tjandra.

Menurut Kepala Tata Usaha (TU) DTKP Ahmad Agung Nurawan, saat ini pihaknya memang konsentrasi untuk memacu pembangunan di tengah kota terlebih dulu. "Karena itu, yang kami urusi bangunan besar yang terbengkalai selama bertahun-tahun," terangnya. Berdasarkan data yang dikumpulkan, separo dari bangunan mangkrak itu sudah belasan tahun. Bahkan, beberapa di antaranya mangkrak sejak 1990-an. Itu sebetulnya melanggar Perda No 7 Tahun 1992.

Menurut aturan, IMB (izin mendirikan bangunan) dapat dibatalkan atau dicabut dengan beberapa alasan. Di antaranya, enam bulan sejak tanggal ditetapkan surat keputusan IMB pelaksanaan pembangunan belum dimulai. Sedangkan mayoritas banguanan yang mangkrak itu terjadi lebih dari lima tahun.

IMB juga bisa dibatalkan jika dalam kurun waktu enam bulan berturut-turut pelaksanaan pembangunan terhenti sebagian atau seluruhnya. Dengan demikian, pembangunan tidak dapat berfungsi baik sebagian maupun seluruhnya. Termasuk, jika dikemudian hari, ternyata diketahui ada keterangan atau lampiran persyaratan permohonan IMB palsu. "Memang kalau sesuai aturan harusnya dicabut," jelasnya.

Ketika ditanya apakah DTKP bakal bertindak tegas, Agung tidak berani memastikan. Menurut dia, DTKP tidak ingin mengambil tindakan ekstrem dulu. "Kami ingin mengimbau. Yang kami lakukan adalah mendorong mereka supaya bangunannya cepat digarap," terangnya.

Dia mengatakan, pihaknya telah melayangkan satu per satu teguran terhadap para pemilik bangunan. "Dari 53 bangunan itu yang sudah merespon hampir separo. Jadi, kita tidak bisa serta merta mencabut IMB mereka," kata alumnus S-2 ITS jurusan perencanaan kota itu. Terlebih, lanjut Agung, mayoritas pemilik bangunan sudah memenuhi permintaan DTKP untuk memagari bangunan yang terbengkalai itu.

Pemberian surat teguran itu sebetulnya bukan kebijakan baru. Pada 2004 lalu, Wali Kota Bambang D.H. pernah memanggil satu persatu para pemilik bangunan dan lahan mangkrak ke rumah dinas. Karena itu, kalau memang serius, seharusnya ada upaya lebih tegas.

Taken from Jawapos, Mar 30, 2008

teddybear
March 30th, 2008, 07:25 AM
Here is another, related article:

Pemkot Ngaku Hanya Bisa Persuasif

KEPALA Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Pemkot Arief Darmansyah mengaku, pihaknya belum memiliki solusi konkret untuk mengatasi bangunan dan lahan mangkrak di tengah kota.

"Kami tidak bisa memaksa para pemilik bangunan meneruskan pengerjaan bangunan. Sebab, memang tidak ada aturan untuk memberikan sanksi kepada pemilik bangunan," ujarnya.

Bukankah bangunan tersebut bisa dianggap melanggar Perda No 7/1992, sehingga ada kemungkinan IMB bisa dibekukan? "Kami hanya bisa melakukan upaya persuasif. Alasan yang dikemukakan mereka kebanyakan masih mencari investor atau mencari modal," jelasnya singkat.

Kesan ketidaktegasan pemkot tersebut, tampaknya, perlu dipertanyakan. Sebab, sebetulnya pemkot telah berkali-kali menyampaikan komitmen untuk menyulap tengah kota menjadi kawasan segi tiga emas. Pusat kota memang diprioritaskan sebagai kota perdagangan dan jasa.

Di pusat kota itulah bakal dibangun superblok-superblok yang menyediakan beragam fasilitas perkotaan. Mulai perumahan, kompleks pertokoan dan perbelanjaan, fitness center, serta tempat rekreasi. Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati semua fasilitas dalam satu tempat. Selain itu, pembangunan beragam fasilitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing.

Namun, bisa jadi rencana itu sebatas mimpi. Kenyataannya, pemkot boleh dikatakan belum berdaya terhadap mangkraknya puluhan bangunan dan lahan tersebut. Karena itu, sikap tidak tegas DTKP tersebut tentu membuat Komisi C (bidang pembangunan) DPRD Surabaya meradang.

Ketua Komisi C Armudji mendesak agar DTKP menindak tegas bangunan-bangunan mangkrak tersebut. "Kalau perlu, izin zoning, IMB, dan HO-nya dicabut saja. Sudah jelas-jelas tak akan selesai dalam waktu dekat. Apa lagi yang dipertahankan?" tegas Armudji yang juga ketua PAC PDIP Wonokromo tersebut.

Dia menuturkan, lebih baik izin itu diberikan kepada pengembang atau investor yang benar-benar siap membangun. "Supaya cepat selesai. Kalau bangunannya sudah selesai, fungsinya banyak. Mulai yang menghidupkan kawasan di sekitar hingga menyerap tenaga kerja dalam jumlah tak sedikit," kata sarjana arsitektur tersebut.

Mantan ketua DPRD Surabaya itu menyatakan, berdasar inventaris pihaknya, ada lima proyek mangkrak yang sangat mengganggu. Yakni, pembangunan TCM, revitalisasi Stasiun Semut, hotel dan apartemen di Embong Malang, Hotel Ramayana, dan Buthan Trade Mall. "Lokasi kelima proyek itu sangat strategis dan sangat mengganggu kalau tidak selesai," ungkapnya.

Karena itu, Armudji menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat memanggil DTKP terkait dengan bangunan-bangunan mangkrak tersebut. "Kami akan menanyakan hal itu. Apa yang menyebabkan tidak berani mengambil langkah tegas soal bangunan tersebut? Apalagi, aturan-aturan yang ada mendukung sikap tegas pemerintah kota," ujarnya.

Sebetulnya, dewan juga sudah berkali-kali menindaklanjuti kasus bangunan dan lahan mangkrak tersebut. Termasuk, mengundang sejumlah pemilik bangunan atau lahan mangkrak. Apakah rencana tindak lanjut yang dilakukan wakil rakyat itu nanti juga sekadar gertak sambal? (kit)

Ebek21
March 30th, 2008, 07:38 AM
^^ Cabut aja izinnya dan berikan lahan serta bangunan mangkrak itu pada investor lain yg bonafide. Bangunan mangkrak udah belasan tahun apanya lagi yang mau ditungguin.

Ini ada berita bagus mengenai perkembangan relokasi jalan tol Porong-Gempol. Moga2 dapat terealisasi sesuai jadwal.

Lahan Tol Segera Dibebaskan

PASURUAN-Pemkab Pasuruan menyampaikan kesiapannya untuk pembebasan lahan tol Porong-Gempol yang baru menggantikan jalan tol yang terputus saat ini. Jalan tol ini melewati empat desa, yakni Kejapanan, Carat, Legok dan Gempol sepanjang 4,6 kilometer. Saat ini tim tengah melakukan pemetaan rincian lahan guna mengetahui jumlah warga yang terkena proyek yang dijadwalkan selesai tahun 2008 ini.
“Minggu depan diumumkan kepada masyarakat, rincian luas lahan, bangunan, tanaman yang akan dibayar pemerintah kepada warga pemiliknya,” kata M Soeharto, selaku ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) tol Porong-Gempol kepada Surya, Jumat (28/3).

Lebih lanjut Soeharto yang juga Asisten I Pemkab Pasuruan mengatakan warga bisa menanggapi pengumuman rincian lahan itu. “Kami berharap memberi tanggapan atau komplain bahkan sanggahan jika diketahui lahan miliknya yang terkena pembebasan tidak sesuai,” terang Soeharto.
Seusai ukuran luasan lahan yang dibebaskan, warga dapat melangsungkan negosiasi harga dengan P2T. Tentu saja harga untuk lahan dan satuan bangunan serta tanaman harganya ditetapkan dari pihak independen yang bertugas menaksir harga.

Taken from Surya, Mar 30, 2008

magali
March 30th, 2008, 09:27 AM
Mangkrak di Depan Mata

Belasan Bangunan terbengkelai

Sebagian besar bangunan mangkrak itu karena terbelit modal. Namun, ada juga yang masih berselisih di wilayah hukum. Sebut saja, mangkraknya pembangunan Trade Center Mall (TCM). Kabarnya, bangunan mangkrak disebabkan perselisihan hukum. Bahkan, PT Wijaya Karya (Wika) sebagai kontraktor sampai memolisikan PT UEASSA, pemilik yang kini berganti nama menjadi PT E Square.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, perselisihan hukum itu sendiri bermula ketika PT UEASSA membuat kontrak pembangunan TCM ke PT Wika senilai Rp 399 miliar pada 5 September 2003. Pekerjaan itu berlangsung lancar-lancar saja sampai pada Maret 2006. Menurut Kuasa Hukum PT Wika Tjandra Sridjaja Prajonggo, pihaknya sudah menyelesaikan pekerjaan senilai Rp 205 miliar.

Taken from Jawapos, Mar 30, 2008
--------------------------
lebih kasian lagi bank yang membiayai proyek tcm, pengusaha yang kayak begini yang musti masuk black list "selama-lamanya". kalo sudah urusan karakter gak ada komentar.

Hadi
March 30th, 2008, 02:40 PM
Btw saya dapet info mengenai Busway, Surabaya tak akan menerapkan Busway Seperti Jakarta Tetapi Seperti Jogja...

Ebek21
March 31st, 2008, 05:01 AM
Sumur utama Banyu Urip di lapangan migas Blok Cepu di Bojonegoro segera beroperasi tahun ini (aku post beritanya di thread Energi). Hopefully it will bring prosperity to Surabaya as well as Bojonegoro.

Hadi
March 31st, 2008, 09:29 AM
suarasurabaya.net| Kota Surabaya dalam tahun 2008 ini akan menambah lagi satu icon kota. Patung Suro dan Boyo berupa ikan hiu dan buaya yang selama ini menjadi tetenger kota terletak di depan Kebun Binatang Surabaya akan memiliki kembarannya di pinggir Kalimas sebelah Utara Monkasel.

http://img292.imageshack.us/img292/5016/surolanboyobi8.jpg (http://imageshack.us)

Patung Suro dan Boyo ini akan berada di dalam kawasan bernama Arena Ketabang. Tingginya sekitar 15 m, yang berarti bakal lebih tinggi dari Patung Suro dan Boyo di depan KBS yang hanya sekitar 10 m tingginya.

Berbeda dengan saudara kembarnya, Patung Suro dan Boyo di Arena Ketabang ini nantinya tidak akan saling menggigit ekor. Dari mulut Suro sang Hiu, akan keluar air mancur yang jatuhnya ke Kalimas.

Icon baru Kota Surabaya ini merupakan satu dari 5 sub area dalam Arena Ketabang. TRI RISMA HARINI Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya pada suarasurabaya.net, Selasa (11/03) mengatakan selain Patung Sura dan Boyo yang ada dalam Plaza Area, ada juga BMX Flat Area, BMX Street Area, Tribune Area dan Skate Park Area.

http://img292.imageshack.us/img292/9624/tamansurolanboyoln3.jpg (http://imageshack.us)

Area ini memanjang 285 meter mulai dari Monkasel hingga ke jembatan WTC dengan lebar sekitar 16 meter.

Dibangunnya arena permainan BMX dan Skate Board di lahan milik Perum Jasa Tirta I ini, kata RISMA, untuk mewadahi kegiatan anak-anak muda di Surabaya terutama yang hobi bermain skate board atau bersepeda BMX.

“Memang ada permintaan dari mereka. Kita pikir, daripada mereka tidak ada wadah dan lagipula mereka cukup berprestasi di tingkat nasional, ya kita beri ruang saja pada mereka selain yang sudah ada di Taman Bungkul sekarang,” ujar RISMA.

Dibangunnya Patung Suro dan Boyo dalam Plaza Area, kata RISMA, untuk menegaskan kesan public area di kawasan tersebut. Jadi, bukan hanya penggila skate board atau sepeda BMX saja yang boleh menikmati kawasan tersebut dengan gratis, masyarakat umumpun bisa menikmati indahnya Patung Suro dan Boyo itu nantinya.

Selain memberi ruang pada anak-anak muda beraktivitas, tujuan Pemkot Surabaya membangun Arena Ketabang adalah menjadikan Kalimas sebagai pusat baru aktivitas warga kota. “Ini membuat warga kota menjadi lebih memiliki Kalimas. Mudah-mudahan nanti dengan ini, Kalimas menjadi tambah bersih,” kata dia.

Untuk pembangunan kawasan ini, Pemkot Surabaya mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar dari pos anggaran Dinas Tata Kota. Akhir Maret 2008 ini, menurut RISMA, akan dilakukan lelang proyek, dan diharapkan sebagian proyek ini bisa diresmikan bersamaan hari jadi Kota Surabaya 31 Mei 2008 mendatang.



Untuk menunjang kawasan ini layak menjadi pusat baru aktivitas warga kota, pemkot Surabaya telah mengajukan usulan pembangunan pintu air di kawasan Pelabuhan Kalimas. Ini agar elevasi Kalimas bisa terjaga untuk aktivitas semacam wisata dan olahraga air.

Pembangunan Arena Ketabang ini, jelas RISMA, merupakan bagian dari program Revitalisasi Kalimas. Ke depannya, akan dibangun juga Food Court dan Science Park yang letaknya di bantaran Kalimas lebih ke Utara.(edy)


:)


Any Up Date???
Sharing dong

Ebek21
March 31st, 2008, 04:26 PM
1.700 Unit di Grande Waterplace terjual
Pakuwon genjot sales apartemen

SURABAYA: PT Pakuwon Darma berhasil menjual sedikitnya 1.700 unit apartemen dari 2.000 unit yang dibangun di proyek Grande Waterplace, sementara 300 sisanya akan digenjot penjualannya dengan menawarkan suku bunga KPR rendah.
Fani Djohari, Marketing Manager Pakuwon Darma, mengatakan sisa 300 unit yang akan diintensifkan penjualannya itu berada di tower E dan F dan dalam kondisi ready stock.
Sementara suku bunga KPR yang ditawarkan hanya 8,8% fix selama dua tahun, hasil kerja sama dengan Bank Mandiri.
"Pembelian kali ini tidak lagi dibebani uang muka. Cukup membayar cicilan Rp5 juta per bulan, konsumen sudah dapat menempati unit apartemen plus furniture dan elektronika," katanya, kemarin.

Fani menegaskan strategi suku bunga KPR 8,8% bukan khusus dalam menyiasati kompetisi bisnis apartemen di Surabaya yang belakangan semakin ketat. "Masing-masing pengembang memiliki pangsa pasar sendiri. Khusus Waterplace targetnya masyarakat menengah karena harganya berkisar Rp390 juta - Rp900 jutaan." Dengan paket penawaran spesial itu, kata Fani, manajemennya berharap seluruh unit apartemen di Grande Waterplace segera terjual.
Sebab pada September 2008 sudah akan dilakukan serah-terima unit ke pembeli.

Pasok baru 4.908 unit

Dari catatan Bisnis, sedikitnya terdapat delapan proyek apartemen tengah dibangun dan dipasarkan di Kota Surabaya dengan total 4.908 unit bernilai jual sekitar Rp1,9 triliun.
Daya serap pasar properti di 'Kota Pahlawan' ini terus naik sejak dua tahun terakhir.
Ke-8 proyek hunian mewah vertikal itu sudah masuk pasar sejak 2006 dan penjualannya ratarata di atas 80%. Proyek hunian mewah itu a.l. dua menara di kawasan Ciputra World sebanyak 464 unit yang dibangun Grup Ciputra, dirancang menyatu dengan kawasan komersial seluas 7,7 hektare. Kemudian enam tower Waterplace Apartement yang memiliki 2.000 unit apartemen di komplek Pakuwon Indah (Grup Pakuwon) samping Pakuwon Supermal.
Lantas dua menara kembar Aston Place yang dibangun PT Adco Graha Sejahtera di Jl. Jaksa Agung Suprapto. Serta 240 unit apartemen di dalam superblok The City of Tomorrow (Cito) yang dibangun Grup Lippo.
Ke-8 proyek ditargetkan selesai pembangunan fisiknya antara 2008 - 2009 dan rata-rata sudah terjual 80%.


Taken from Bisnis, Mar 31, 2008

Hadi
April 2nd, 2008, 02:50 PM
Rabu, 02 Apr 2008,


Catatan Metropolis Kurniawan Muhammad
Jika Anda ingin menyaksikan bagaimana segala persoalan kota dibeber, didiskusikan, dan dicarikan solusi bersama, datang saja di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Jumat lalu (28/3), saya diundang di acara tersebut. Mereka yang datang, selain dari unsur masyarakat (termasuk LSM dan perguruan tinggi), juga para kepala dinas, para petugas teknis di lingkungan kecamatan se-Surabaya, dan beberapa anggota DPRD Surabaya.

Acara pagi itu digelar di Kantor Bappeko, yang saat ini dikomandani Ir Tri Rismaharini. Nama pejabat yang akrab disapa Bu Risma ini disebut-sebut berada di balik suksesnya pembangunan taman di Surabaya, ketika dia menjabat kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

Di acara Musrenbang itu, saya menyaksikan sosok Bu Risma yang tidak hanya di koran. Ketika tampil memaparkan berbagai problem di kota ini, dia blak-blakan, dan menyampaikan segala persoalan kota apa adanya.

Dia mengawali dengan data yang memuat segala usulan kegiatan yang masuk ke Bappeko untuk dilaksanakan di tahun 2008/2009. Usulan itu dijaring mulai dari Musrenbang di tingkat kecamatan dan mencakup semua persoalan kota, baik di bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, serta fisik dan prasarana.

Dari semua usulan kegiatan yang masuk, setelah diverifikasi, 7.504 dinyatakan lolos. Artinya, layak ditindaklanjuti. Yang tak lolos, 2.464 usulan (24,72 persen).

Mengapa sampai ada yang tak lolos? Bukankah usulan itu telah melalui seleksi di tingkat kecamatan? Kata Bu Risma, di antara alasan yang menyebabkan usulan tersebut tak lolos karena setelah dicek, kegiatan yang diusulkan tidak jelas.

Selain itu, ada juga usulan kegiatan yang setelah dicek ada penggandaan. "Usulan seperti ini, kalau sampai lolos, anggaran yang terserap akan sia-sia," kata Bu Risma, dengan nada tinggi.

Dengan gayanya yang lugas, Bu Risma juga mengkritik Dinas Bina Marga dan Pematusan yang terkesan lamban dalam merespons keluhan masyarakat yang terkait dengan penanganan banjir. Itu terjadi ketika ada salah satu peserta Musrenbang dari Kecamatan Pakal menanyakan pembangunan jembatan simpang yang tak dilengkapi dengan plengsengan. Setelah ditanyakan ke pengawas pembangunan, alasannya anggaran yang ada hanya cukup untuk membangun jembatan.

"Apa betul seperti itu, Bu?," tanya si peserta kepada Bu Risma. Yang ditanya, langsung menghela napas panjang. "Ini kebetulan ada Pak Sinurat (Herry Sinurat, Kabid Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Pematusan). Silakan dijawab pertanyaan ini," kata Bu Risma.

Herry Sinurat pun memberi penjelasan. Sayang, pemaparannya kurang memuaskan, karena di antara program yang disebutkan itu hampir semua diakhiri dengan kalimat "belum digarap". Ada salah seorang peserta yang nyeletuk, mengapa belum digarap? Herry Sinurat hanya tersenyum. Ketika peserta lain menimpali, "Apakah karena anggarannya nggak cukup?" Bu Risma secara spontan nimbrung, "Saya kira anggaran bukan satu-satunya alasan."

Sikap Bu Risma yang mengesankan bahwa dia jengkel, tampak ketika ada peserta yang menyebut banyak perda dibuat tapi tak konsisten dijalankan di lapangan. Yang membuat jengkel Bu Risma karena si penanya adalah salah satu kasi (kepala seksi) kecamatan di Surabaya. "Jangan salahkan dulu perda-nya. Tapi, Anda sebagai petugas di kecamatan, seharusnya ikut mengawal dan mengawasi pelaksanaan perda itu. Itu dulu yang harus Anda lakukan. Belum-belum kok menyalahkan perda-nya," kata Bu Risma. Si penanya yang kasi itu langsung terdiam.

Bu Risma dalam kesempatan itu juga mengungkap kelambanan provinsi dalam merespons laporannya terkait dengan jalan-jalan provinsi yang rusak di Surabaya. Misalnya Jl Mastrip, Karang Pilang dan Banyu Urip. "Laporan sudah saya kirim. Yang tanda tangan Pak Wali Kota. Tapi, sampai sekarang belum direspons," ungkapnya, sambil menunjukkan surat yang dia kirim ke pemprov.

Menyaksikan penampilan Bu Risma yang lugas dan apa adanya itu, sampai saya tidak merasa bahwa Musrenbang itu berlangsung selama tiga jam. Saya seperti menyaksikan sebuah "reality show". Ada emosi, ada saling kritik, dan semua tersaji begitu alami. (kum@jawapos.co.id)
Kurniawan Muhammad
Wartawan Jawa Pos

Ebek21
April 3rd, 2008, 03:02 AM
Pesta Belanja Sebulan Penuh

Perayaan Hari Jadi Ke-715 Kota Surabaya, Mei nanti, bakal istimewa. Warga metropolis kembali akan dimanjakan oleh pesta diskon belanja barang dan jasa di pusat-pusat perbelanjaan, hotel, serta restoran. Program itu bertajuk Surabaya Shopping Festival (SSF) 2008.

Gagasan tersebut kemarin (2/4) dibahas dalam pertemuan di ruang sidang wali kota. Selain pemkot sebagai tuan rumah, program itu didukung Surabaya Tourism Promotion Board (STPB), Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), Perhimpunan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi), serta Jawa Pos. Wali Kota Bambang D.H. memimpin langsung pertemuan tersebut.

Opening ceremony SSF dilangsungkan pada 1 Mei di Plaza Tunjungan. Pesta diskon itu akan berlangsung sebulan penuh. Pada penutupan, 31 Mei, akan dilaksanakan pengundian hadiah bagi warga yang memanfaatkan kesempatan berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan yang mengikuti program SSF.

Bambang menyatakan, dari tahun ke tahun, animo masyarakat dan para pengusaha terhadap kegiatan hari jadi Surabaya terus meningkat. Misalnya, STPB yang agresif membangun jaringan dengan daerah lain maupun negara lain untuk mengembangkan promosi wisata Surabaya. Apalagi, kata dia, Surabaya memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan serta dijual kepada wisatawan.

Salah satunya, kata Bambang, Surabaya punya perusahaan-perusahaan perhiasan emas yang produknya diakui dunia internasional. Bahkan, hampir setiap tahun di Surabaya diadakan pameran perhiasan yang diikuti produsen-produsen dari berbagai negara. "Tiap tahun kami menggelar even internasional untuk pameran emas. Mulai tahun kemarin, kami juga melelang mutiara," ungkapnya.

Dia menceritakan, dua hari lalu (1/4), dirinya menerima tamu 12 agen travel dari Filipina. "Mereka terkejut melihat Surabaya. Bayangan mereka sebelumnya tentang Surabaya berbeda. Tapi, begitu masuk Waru, mereka senang melihat Surabaya yang hijau," tegasnya.

Dengan begitu, Bambang berharap potensi-potensi wisata Surabaya itu bisa mengundang lebih banyak wisatawan asing maupun domestik. Apalagi pada momentum SSF nanti yang diiringi berbagai aktivitas menyambut perayaan HUT Surabaya. "Kami sangat senang dengan program itu," ujarnya.

Ketua Bidang Promosi SSF Yusak Anshori mengungkapkan, SSF menargetkan bisa meningkatkan aktivitas ekonomi, meningkatkan daya tarik investasi, serta membangun kepercayaan masyarakat luas terhadap Surabaya sebagai pusat perdagangan dan jasa. Karena itu, diharapkan penikmat pesta diskon SSF bukan hanya masyarakat Surabaya, tapi juga wisatawan domestik dan mancanegara.

Tercatat sudah 15 pusat perbelanjaan di metropolis yang menyatakan akan berpartisipasi dalam SSF 2008. Yakni, Plaza Tunjungan, Supermal Pakuwon Indah, Royal Plaza, Galaxy Mall, Plaza Surabaya, Darmo Trade Center, BG Junction, Jembatan Merah Plaza, Pusat Grosir Surabaya, Pasar Atum Mall, ITC Mega Grosir, WTC, Hi Tech Mall, Plaza Marina, dan Golden City. Bukan hanya itu, rumah sakit dan klinik kecantikan juga akan turut memeriahkan gebyar SSF dengan program-programnya.

Selain pesta diskon, aneka bursa siap meramaikan SSF. Mulai bursa multiproduk, bursa properti, komputer, mobil jitu, furnitur, tanaman hias, hingga campus expo. Berbagai program SSF itu bakal didukung penuh oleh Jawa Pos dengan halaman khusus seputar SSF 2008. "Kami juga memberikan diskon hingga 50 persen bagi pemasang iklan yang turut berpartisipasi dalam SSF," kata Ketua SSF 2008 Hendy Mustafa yang juga general manager periklanan Jawa Pos.

APPBI juga sudah berkoordinasi dengan para anggota untuk menyambut gebyar SSF. Mereka sepakat memberikan diskon hingga 70 persen di pusat perbelanjaannya masing-masing. Yusak menegaskan, diskon di pusat-pusat perbelanjaan itu murni tanpa menaikkan harga lebih dulu. "Kami sudah sepakat pemberian diskon tidak dengan menaikkan harga lebih dulu seperti tahun-tahun sebelumnya," tegasnya.

PHRI dan Casa Grande juga bakal menyediakan paket khusus dari masing-masing hotel dan golf course selama Mei 2008. Asperapi berpartisipasi dengan menyelenggarakan berbagai pameran selama sebulan penuh. Perhimpunan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) juga tak mau kalah dengan menyumbangkan bentuk dukungan berupa pemberian harga khusus untuk biaya produksi media luar ruang (billboard, baliho, umbul-umbul, dan banner).

Bambang D.H. menegaskan, pemkot akan mendukung setiap kegiatan untuk memeriahkan hari jadi kota ini. Misalnya, memberikan tarif khusus untuk pajak reklame baliho, billboard, spanduk, maupun umbul-umbul. Namun, pemkot belum bisa memberikan diskon hingga 100 persen. "Kami baru bisa memberikan diskon hingga 75 persen," jelasnya.

Hanya, dia berpesan supaya pemasangan baliho maupun umbul-umbul tidak merusak estetika kota. "Tidak seperti tahun-tahun lalu, penataan baliho dan umbul-umbul semrawut di jalan-jalan protokol," ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan itu, pemkot akan mengirimkan surat ke pemprov supaya jalan-jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani dan Diponegoro bisa dipasangi umbul-umbul. "Kami akan mengajukan surat kepada pemprov supaya jalan-jalan itu bisa dipasangi umbul-umbul selama sebulan pada SSF," ujarnya.

Taken from Jawapos, Apr 3, 2008

Ebek21
April 3rd, 2008, 06:54 AM
Pemasangan CCTV

PADA tahun ini, Bapetikom akan mendukung Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dalam hal pemasangan CCTV. Rencanaya CCTV akan dipasang di 23 lokasi, 13 CCTV dibebankan pada Bapetikom, dan 10 CCTV Dishub. Nantinya, CCTV ini akan terintegrasi, jadi Dishub dan Bapetikom bisa memonitor, dan Walikota juga bisa memonitor.
"Basis dari CCTV ini, menggunakan Internet Protokol (IP) base. Jadi, bisa dimonitor dimana saja, dimanapun Walikota berada, nanti bisa memonitor kondisi lalu lintas di Surabaya," terang Kabid Teknologi Informasi,Yudha Satria.
Penggunaan CCTV, nantinya tidak hanya untuk mengetahui lalu lintas saja. Juga digunakan untuk memonitor masalah kebakaran, genangan air, dan pompa air. "Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan CCTV lebih banyak.Tapi, untuk sekarang kita masih fokus pada traffic management," tambahnya.

CCTV akan dipasang di titik jalan padat seperti Jalan A.Yani sampai Perak, dan juga di terminal Purabaya, Joyoboyo, serta Osowilangun. "Sebenarnya CCTV sudah ada, tapi pengoperasiannya masih manual. Nah, itu nanti kita ganti dengan yang digital. Itu dilihat dari pemeliharaan yang tidak efisien lagi, makanya kita gunakan IP base," imbuhnya.
Rencanaya, Pemasangan CCTV akan dilakukan sekitar bulan April 2008. Saat ini Bapetikom masih memprioritaskan jaringan seluruh SKPD. Jika semua sudah terkoneksi, akan dimanfaatkan jalur video dan akan dikoneksikan ke Kelurahan. "Secara otomatis, jaringan CCTV akan ikut terkoneksi dengan base station terdekat. Sementara ini, base station terdekat baru Kecamatan," tuturnya.
Setelah semua jaringan koneksi terbangun, maka untuk melihat kepadatan lalulintas bisa dimonitor dari Kecamatan, tapi jika pihak kecamatan diberikan IP base.

CCTV yang akan dipasang, putarannya 360 derajat dengan kapasitas 22 kali pembesaran. Sehingga, kejadian yang cukup jauh bisa terpantau. Selain itu, satu CCTV bisa memantau 9 arah sekaligus. Jadi, jika lihat di satu layar besar, ada layar kecil yang menunjukkan berbagai arah dari satu CCTV. Sehingga tidak kehilangan sedikitpun kejadian, selama CCTV berputar. CCTV ini, akan disambungkan dengan traffic light, apabila jalan macet, maka traffic light agak lama, begitu juga sebaliknya. "Kita akan mencoba mengatur waktu traffing light, dengan melihat kondisi jalan," terangnya. Harapan ke depan, Surabaya akan seperti Singapura. Semua sudah menggunakan teknologi CCTV."Hanya dari meja kita sudah dapat memantau setiap sudut jalan di Surabaya. Kalau bisa, CCTV diintegrasikan dengan smart card untuk kendaraan pribadi. Dengan begitu akan diketahui jumlah mobil yang keluar masuk Surabaya, pemilik siapa, STNKnya masih berlaku atau tidak?," tambahnya. (Riz)

RENCANA LOKASI CCTV

- Demak - Dupak
- Panglima Sudirman - Gedung Suryo
- Terminal Purabaya
- Terminal Joyoboyo
- Terminal Osowilangun
- Gunungsari -Wiyung
- Nginden - Panjang Jiwo
- Nginden - Semolowaru
- Jemur Sari - Jemur Andayani
- Veteran - Kebonrojo
- Taman Surya -Yos Sudarso
- Pelabuhan Penyeberangan
- Semampir - Dinas Perhubungan
- Bundaran Satelit
- HR Muhammad - Boulevard
- Kutai -Adityawarman
- A.Yani - Margorejo
- A.Yani - Dolog
- Wonokromo - RSI
- Wonokromo
- Bundaran Waru

Taken from Gapura, April 2008

Ebek21
April 4th, 2008, 05:38 AM
Two short news..

Tetap Macet di Depan IAIN

Proyek Frontage Road Jl A. Yani
SURABAYA - Pembangunan frontage road sisi timur Jalan A. Yani masih macet di depan Kampus IAIN Sunan Ampel. Penyebabnya masih sama. Yakni, belum ada kesepakatan mengenai ganti rugi pembebasan tanah. IAIN bersikukuh meminta dilakukan ruilslag (tukar guling), sedangkan pemkot lebih sreg dengan pembayaran tunai.

"Kami telah menerima surat dari pemkot soal pembebasan lahan untuk frontage road. Pada prinsipnya, kami tak berkeberatan. Namun, sesuai aturan, pembebasan itu harus melalui skema ruilslag," ujar Pembantu Rektor II IAIN Sunan Ampel Profesor Nur Syam kemarin (3/4).

Menurut dia, pihaknya telah menerima surat dari kepala Biro Keuangan Inventarisasi Negara. Karena lahan IAIN adalah milik negara, pembebasan tanah harus mendapat persetujuan dari Biro Keuangan Inventarisasi Negara. Secara garis besar, surat itu menyebut bahwa pembebasan lahan IAIN harus melalui skema tukar guling. Hal tersebut mengacu pada PP 6/2006 tentang pembebasan lahan negara. "Memang ada cara lain, yakni melalui pembayaran langsung. Namun, uangnya langsung masuk ke kas negara, dan IAIN tak bisa memintanya kembali. Ini merugikan kami," tegasnya.

Nur Syam menuturkan, pihaknya pasrah kepada pemkot soal tanah pengganti itu. "Tapi, kalau boleh meminta, inginnya sih dekat-dekat IAIN saja. Di sebelah Jatim Expo kan masih ada lahan kosong," ungkapnya. Hanya, dia sadar bahwa prosesnya tak akan mudah.

Hal itu berlainan dengan keinginan pemkot. Menurut Kepala Bappeko Tri Rismaharini, skema tukar guling tak ada dalam pembangunan frontage road. "Skema kami adalah pembebasan lahan dengan cara ganti rugi tunai. Tidak ada anggaran untuk membeli lahan sebagai tanah pengganti," jelasnya.

Hanya, pejabat berjilbab tersebut mengaku bahwa ada permasalahan soal pembebasan lahan IAIN yang seluas 6.000 meter persegi tersebut. "Itu karena memang sama-sama tanah negara dan pembebasan tersebut juga untuk negara. Memang aturannya menyebutkan harus tukar guling," katanya.

Kalaupun dibeli untuk dibebaskan, mantan kepala DKP itu mengungkapkan bahwa IAIN bakal tidak mendapat apa-apa. Karena itu, Risma -panggilan akrab Tri Rismaharini- menyatakan akan terus mendekati IAIN supaya "rela" melepas lahan tersebut. "Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan IAIN," tegasnya.

Di bagian lain, dia menuturkan, pihaknya telah melelang pembangunan frontage road mulai Jalan Siwalankerto hingga depan Korem 084 Bhaskara Jaya. "Namun, pelaksananya bukan di Bappeko, melainkan di Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP)," ungkapnya
Taken from Jawapos, Apr 4, 2008


Tiang Pancang Bulan Ini

RSU Surabaya Barat
Surabaya - Persiapan pembangunan RSU Surabaya Barat rampung. Saat ini, pengukuran sekaligus pengurukan tanah sedang dilakukan di lokasi proyek. Dijadwalkan, pemasangan tiang pancang juga dilakukan April 2008 ini. “Pekan depan, kami memaparkan detail rencana ke wali kota, termasuk foto bentuk bangunan,'' kata Kepala Seksi Perencanaan dan Pemetaan Permukiman Dinas Tata Kota dan Permukiman Nurhadi, Kamis (3/4).

Selanjutnya, jika orang nomor satu di Surabaya ini puas, PT Prambanan Dwipaka langsung mengerjakan proyek raksasa itu. Kalau tahapan pembangunan terpenuhi, April 2009 Surabaya Barat bakal memiliki RSU sekelas RSUD Dr Soewandi di Simokerto.

Menurut Nurhadi, RSU ini bahkan menjadi yang terbesar dalam fasilitas dan bangunan dibanding saudara tuanya itu. Menempati lahan seluas 2,6 hektare di Jalan Kendung, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Proyek ini membutuhkan anggaraan Rp 113,7 miliar.
Ini berbeda dengan RSUD Dr Soewandi yang menempati lahan kurang dari 2 hektare. Sebab, RS itu awalnya memang tidak disiapkan sebagai RS, melainkan puskesmas.

Sedangkan RSU Surabaya Barat yang sejak awal direncanakan untuk rumah sakit umum. RS yang bakal dibangun nanti bertipe C+. Terdiri atas enam gedung induk dan tiga gedung penunjang. Di dalamnya mulai poliklinik, UGD, farmasi. bedah terpadu, laboratorium, ruang rawat inap umum hingga VIP, kamar mayat, rehabilitasi medik, ruang isolasi, dan laboratorium khusus, tempat penitipan jenazah, peristirahatan tamu, ruang pengelola, kantin, musala, hingga toko.

Sosial
RSU Surabaya Barat bakal memprioritaskan fungsi sosial, Data di Bappeko menjelaskan, dari 200 unit tempat tidur, sekitar 75 persen (atau sekitar 150 tempat tidur) untuk membantu warga miskin. Sisanya baru dijual untuk kelompok nonsosial.
Hal itu sesuai dengan dengan peraturan Menkes 159b/Menkes/Per/II/1988 yang meminta RS negara memberikan kemudahan bagi pasien miskin.
Selain itu rumah sakit ini juga akan disiapkan banyak dokter spesialis ortopedi. Alasannya, lokasi RS itu berdekatan dengan kawasan industri Benowo, Margomulyo, hingga Tanjungsari. Maka tenaga medis yang disediakan lebih banyak spesialis ortopedi alias tulang. Karenanya, bakal banyak rujukan korban kecelakaan kerja.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono berharap jadwal pembangunan bisa dikebut, karena kebutuhan rumah sakit di wilayah barat mendesak. “Saya juga meminta agar komitmen pemberian fasilitas bagi orang miskin alias fungsi sosial tidak hanya baik saat perencanaan saja,” tegasnya.
Taken from Surya, Apr 4, 2008

Ebek21
April 5th, 2008, 04:26 AM
New concept ??

Wisata Buku di Jl Semarang

Surabaya - Rencana penggusuran pedagang buku bekas Jl Semarang, membuat hikmah pemkot untuk menciptakan obyek wisata baru. Namanya wisata baca, lokasinya di lahan rekolasi bekas gudang Dinas Pekerjaan umum di Jalan Semarang. ''Jadi, lahan pengganti itu tidak sekadar tempat penampungan, namun segera dipoles menjadi taman wisata baca,'' katanya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Tri Rismaharini, Jumat (4/4).
Bila gagasan ini terealisasi, maka wisata baca Jl Semarang bakal menjadi kawasan wisata buku bekas terlengkap dan satu-satunya di Indonesia.

Di banyak kota, pasar buku bekas biasanya berada di emperan pertokoan. Seperti Shopping Center di Jl Malioboro Jogjakarta, Jl Palasari (Bandung), Jl Kwitang (Jakarta) dan Jl Sriwijaya Malang.
Sehingga, pasar buku bekas ini tidak representatif. Sama seperti kondisi pasar buku bekas Jl Semarang sekarang. Pusat buku itu tak ubahnya pasar tradisional, yang kumuh dan becek bila hujan. Selain itu, lalu lintas selalu macet jika setiap tahun ajaran baru.

Menurut Risma, Bappeko bakal menyulap lahan milik pemkot itu menjadi kawasan unik yang diramalkan akan banyak diminati. Tidak hanya bursa buku bekas, namun juga taman baca yang membuat setiap orang bertahan berlama-lama di tempat ini.
''Konsepnya sambil rekreasi, masyarakat juga bisa belajar,'' kata Risma.

Jadi sebenarnya tidak mengubah keberadaan penjual buku bekas. Tapi nantinya PKL buku itu ditata, dengan memberikan tempat yang bersih dan layak sehingga sedap dipandang.
Di lokasi wisata baca itu juga akan dibuat taman yang dilengkapi sentra makanan yang bisa ditempati PKL penjual makanan Jl Semarang, serta lahan parkir.
Ide itu, kata Risma, sudah dimasukkan dalam perencanaan kota dan segera diusulkan ke DPRD Surabaya.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Baktiono menyatakan mendukung konsep tersebut. “Nah ini yang namanya penertiban, sekaligus dengan penataan,” katanya.
Dia berharap pedagang mendukung upaya pemkot ini karena diramalkan bakal menambah omzet pedagang kelak di lahan yang baru. “Kalau awal-awal nanti, pendapatannya menurun, itu lumrah,” katanya.
Taken from Surya, Apr 5, 2008

Ebek21
April 5th, 2008, 06:03 AM
Jalan Tol Waru-Juanda Diuji Coba

SURABAYA - Jalan Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda mulai diuji coba untuk kendaraan roda empat atau lebih, Jumat (4/4) sore. Rencananya, uji coba dan pemantauan akan dilakukan selama beberapa hari. “Besok pagi akan kita evaluasi kendalanya apa setelah dibuka sejak pukul 15.00 WIB. Kita terima masukan dari para pengguna jalan tol, misalnya terkait kelengkapan rambu seperti warning sign serta pengenalan medan. Ada nggak kendalanya selama mereka melintas di kawasan itu,” kata Direktur Teknik dan Operasional PT Citra Margatama Surabaya (CMS) Lukman Effendy, Jumat (4/4).

Untuk pengaturan management traffict Jalan Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda, PT CMS telah berkoordinasi dengan jajaran Polda Jatim dan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. “Kita sudah koordinasi dengan kedua pihak tersebut dan nanti kita akan lihat grafiknya, baru setelah hasilnya lengkap akan kita kirim ke Jakarta dan ditentukan kapan persemiannya,” lanjut Pimpro Pembangunan Jalan Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda ini.

Akses masuk yang dapat dilalui para pengguna Jalan Tol Waru-Bandara Juanda yakni dari tiga titik, Bundaran Waru-Menanggal, Berbek Industri (Kawasan Industri PT SIER) dan Bandara Juanda.

Dari Bundaran Waru-Menanggal, akses masuk dari titik titik (dari arah Surabaya, dari Sidoarjo dan dari Mojokerto). Dari arah Surabaya, alternatif I dari Jl A Yani ke arah timur masuk ke Jl Siwalankerto menyusur frontage Kertomenanggal ke arah selatan menuju on Ramp Menanggal. Alternati II dari Jl A Yani menuju Bundaran Waru berputar ke barat (ke arah Mojokerto) berbalik arah mesuk Jalan Tol Waru-Bandara melalui flyover Menanggal.

Dari arah Sidoarjo, alternatif I dari Gedangan menuju Bundaran Waru belok ke barat (ke arah Mojokerto) berbalik arah masuk Jalan Tol Waru-Bandara lewat flyover Menanggal. Alternatif II khusus kendaraan besar truk dan bus dari Bundaran Waru putar ke selatan masuk Jl Brigjen Katamso kelok ke utara menyusur rel KA menuju on Ramp Menanggal. Dari arah Mojokerto langsung masuk flyover Menanggal.

Akses masuk dari kawasan industri PT SIER dari dua arah. Pertama, arah Rungkut, Tenggilis, Kutisari masuk kawasan SIER menuju selatan ke Berbek Industri III belok kiri masuk Gerbang Tol Berbek-2 (ke arah Waru). Kedua, dari Jl Brigjen Katamso belok kiri masuk kawasan industri SIER langsung ke barat masuk Gerbang Tol Berbek-2 (ke arah Waru). Akses masuk dari Bandara Juanda, begitu dari pintu keluar bandara berputar ke arah kanan maka langsung menuju menuju akses masuk jalan tol.

“Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda ini diharapkan mengurangi kemacetan di sekitar Bundaran Waru Jl Brigjen Katamso dan Jl Raya Wadung Asri. Disamping itu sebuah alternatif yang bisa memberikan efisiensi waktu tempuh dan mengurangi cost bahan bakar kendaraan yang melintas di wilayah Surabaya-Sidoarjo,” pungkasnya.

Untuk kelancaran sosialisasi Jalan Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda tersebut, PT CMS juga menyebar peta rute jalan tol pada setiap pengguna jalan selama masa uji coba yang tidak dikenakan biaya ini. “Kita belum pastikan uji coba ini berapa lama, yang jelas setiap hari akan kita evaluasi dan kita laporkan ke pusat,” tukas Lukman.
Taken from Surya, Apr 5, 2008

Ebek21
April 5th, 2008, 08:56 AM
The illustration of future Pakuwon City (600 ha) in Eastern Surabaya, now in rapid progress

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/untitled-2.jpg

ncon
April 5th, 2008, 09:03 AM
^^ I just hope that those cluter home will cause major flooding in Surabaya
eg. PIK in JKT causing the flood even worse than the normal

AceN
April 5th, 2008, 10:00 AM
^^ I just hope that those cluter home will cause major flooding in Surabaya
eg. PIK in JKT causing the flood even worse than the normal
u hope that those cluster will cause major flood ?....or u hope that those cluster doesn't ?

s_bawono
April 5th, 2008, 10:43 AM
cito in 3d:

the swimming pool (http://picasaweb.google.com/sedayubawono/CitoSurabaya/photo#5185677620095621394)

the tower (http://picasaweb.google.com/sedayubawono/CitoSurabaya/photo#5185677680225163554)

==================================================
..o,oo..sorry..how to put image in the forum?

BauIng
April 5th, 2008, 10:54 AM
..o,oo..sorry..how to put image in the forum?

http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=515217

=NaNdA=
April 6th, 2008, 03:47 AM
saya bantu ya..

cito in 3d:

the swimming pool
http://lh4.google.com/sedayubawono/R_c6UhF-GRI/AAAAAAAAAXs/qhQSfmpxSsE/swimming.jpg?imgmax=512

the tower
http://lh6.google.com/sedayubawono/R_c6YBF-GSI/AAAAAAAAAX0/ep-0is81z2A/the%20regent.jpg?imgmax=512

nice tower! :)

Ebek21
April 6th, 2008, 02:49 PM
Welcome to the first completed tollroad in East Java since 1997 monetary crisis (not proud of that though)

Waru-Juanda Tollroad

Juanda section toll gate

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol2.jpg

Cito and Graha Pangeran in sight

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Tol3.jpg

So many lighting masts, must be bathed in light at night

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol1.jpg

Big traffic direction signboards

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol4.jpg

Pondok Tjandra section. Look, distance between the houses and the road is very close, which leads to dispute not yet settled.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol5.jpg

Hadi
April 6th, 2008, 03:04 PM
Cito and Graha Pangeran in sight

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Tol3.jpg

I love this point.....

Ebek21
April 6th, 2008, 04:56 PM
Apa tiang lampunya gak kebanyakan yah ?? Di foto nomor tiga kayak baris berbaris aja, jarak antar tiang lampu dekat banget.

magali
April 6th, 2008, 05:05 PM
Apa tiang lampunya gak kebanyakan yah ?? Di foto nomor tiga kayak baris berbaris aja, jarak antar tiang lampu dekat banget.

--------------
bener tuh, kayaknya jarak antar tiang paling 10 meteran tuh
anyway, akhirnya proyek tol bandara - waru jadi juga setelah tertunda sekian lama.:banana:

AceN
April 6th, 2008, 06:44 PM
Welcome to the first completed tollroad in East Java since 1997 monetary crisis (not proud of that though)

Waru-Juanda Tollroad

Juanda section toll gate

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol2.jpg

Cito and Graha Pangeran in sight

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Tol3.jpg

So many lighting masts, must be bathed in light at night

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol1.jpg

Big traffic direction signboards

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol4.jpg

Pondok Tjandra section. Look, distance between the houses and the road is very close, which leads to dispute not yet settled.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol5.jpg
I love that Toll Plaza :banana::banana:

peseg5
April 6th, 2008, 08:15 PM
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol4.jpg

^^ Kok font rambunya beda ama tol yg di Jabotabek yah? Gw kurang suka. :ohno:

Tapi toll plazanya .... cakeppp....:banana:

teddybear
April 6th, 2008, 10:04 PM
^Toll Waru-Juanda ini, pintu masuknya dimana?

Ebek21
April 7th, 2008, 02:54 AM
^Toll Waru-Juanda ini, pintu masuknya dimana?

Please read post No. 1023#

Ebek21
April 7th, 2008, 03:28 AM
Pembangunan SSC dari Nol Lagi

SURABAYA-Proyek kontroversial Surabaya Sport Center (SSC) atau Gelora Bung Tomo mulai digarap bulan April ini. Kontraktor segera menguruk lahan sebagai tahap awal pembangunan komplek stadion raksasa di kawasan Pakal ini. Namun menurut Kepala Seksi Perencanaan dan Pemetaan Permukiman Dinas Tata Kota dan Permukiman Pemkot Surabaya Nurhadi, pondasi tiang pancang yang dipasang 15 tahun silam tidak akan digunakan.

”Kontraktor (PT Adhi Karya) menggarap dari nol. Tidak memanfaatkan satupun tiang pancang kecuali sebagai tanah urukan. Kami tidak ingin risiko, karena kami tidak tahu kekuatan fondasi lama itu,” kata Nurhadi, Minggu (6/4).

Hingga beberapa pekan, lokasi proyek mulai dipasang patok pembatas dan pembuatan jalan untuk pengurukan. Selain itu kontraktor juga diminta membangun jalan akses baru, karena jalan lama sempit dan 'bersaing' dengan truk sampah. Maklum lokasi SSC hanya berjarak dua kilometer dari lahan pembuangan akhir (LPA) sampah di Benowo.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono mengatakan, pembangunan SSC jangan lagi menjadi perdebatan. Karena ini adalah langkah pemkot membuka kawasan Surabaya Barat. “SSC dan Rumah sakit diyakini bisa memberi nilai tambah meskipun biayanya tinggi,'' kata politisi PDIP ini.

Lokasi proyek senilai Rp 440 miliar itu berada di tengah hamparan tambak yang berbatasan dengan Gresik. Tambak yang bakal diuruk seluas 203,7 hektar.
Uang itu dibangi Rp 180 miliar untuk pembangunan stadion sepak bola seluas tujuh hektar dengan kapasitas 55.000 tempat duduk. Stadion atletik seluas 2,5 hektar mengeruk uang Rp 38 miliar.

Gedung olahraga A seluas 1,2 hektar butuh biaya Rp 19,2 miliar. Gedung olahraga B memiliki luas 0,7 hektar memakan dana Rp 11,4 miliar. Kolam renang seluas 7.075 meter persegi dengan biaya Rp 10 miliar.

Juga dibangun lapangan tenis seluas 3.645 meter persegi nilainya Rp 5,4 miliar. Urukan dan pemadatan tanah 11,4 hektar menghabiskan anggaran Rp 131 miliar. Terminal 33.000 meter persegi dengan anggaran Rp 27 miliar. Lahan parkir seluas 75.000 meter persegi dengan anggaran Rp 24,7 miliar dan masjid Rp 3 miliar. Pengerjaan proyek ini bakal dilakukan bertahap selama tiga tahun mulai 2007.
Taken from Surya, Apr 7, 2008

teddybear
April 7th, 2008, 03:46 AM
^Emangnya lokasinya jadi dekat dengan perumahan Ciputra di Surabaya Barat? Lalu bagaimana nasib Gelora 10 November di Tambaksari dan Gelora Pancasila di dekat ujung masuk Dr. Soetomo? Memang bagus kalo dijauhkan dari kota supaya jauh dari bonek. Tapi kalo malah dekat dgn perumahan Citra Raya yah apa gunanya?

Ebek21
April 7th, 2008, 03:53 AM
^Emangnya lokasinya jadi dekat dengan perumahan Ciputra di Surabaya Barat? Lalu bagaimana nasib Gelora 10 November di Tambaksari dan Gelora Pancasila di dekat ujung masuk Dr. Soetomo? Memang bagus kalo dijauhkan dari kota supaya jauh dari bonek. Tapi kalo malah dekat dgn perumahan Citra Raya yah apa gunanya?

Lokasi persisnya aku jg gak tahu. Daerah itu kan masih tambak2 sekarang, sangat jauh tertinggal dibanding daerah lain, mana ada yg berkunjung kesana hehe..Cuma feelingku, masih jauh kok dari Citraraya.

Gak tahu mau diapakan itu Gelora 10 November. Gelora Pancasila, seingatku lagi dlm sengketa, tentang apa jg gak jelas.

archiholic
April 7th, 2008, 07:23 AM
[QUOTE=Ebek21;19482681]Apa tiang lampunya gak kebanyakan yah ?? Di foto nomor tiga kayak baris berbaris aja, jarak antar tiang lampu dekat banget.[/Q

Mungkin pertimbangannya makin banyak bakal bikin Surabaya makin sparkling, biar pas sama slogan Sparkling Surabaya :D

peseg5
April 7th, 2008, 02:27 PM
Apa tiang lampunya gak kebanyakan yah ?? Di foto nomor tiga kayak baris berbaris aja, jarak antar tiang lampu dekat banget.

Mungkin pertimbangannya makin banyak bakal bikin Surabaya makin sparkling, biar pas sama slogan Sparkling Surabaya :D

^^ Haha... betul juga lo!

Tapi gak masalah kok jarak berdekatan. Selama operasionalnya itu bisa fleksibel. Contoh kayak JORR Simatupang, lampu yg dinyalakan hanya 50%. Jadi selang satu tiang, lampu dimatikan. Tiang satu nyala, tiang berikutnya mati, tiang berikutnya nyala lagi, dan seterusnya. Jadi lebih irit.

Ebek21
April 7th, 2008, 06:59 PM
Suramadu Bridge, progress at the end of March 2008

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SuramaduMarch08.jpg

AceN
April 8th, 2008, 07:28 AM
^^ Haha... betul juga lo!

Tapi gak masalah kok jarak berdekatan. Selama operasionalnya itu bisa fleksibel. Contoh kayak JORR Simatupang, lampu yg dinyalakan hanya 50%. Jadi selang satu tiang, lampu dimatikan. Tiang satu nyala, tiang berikutnya mati, tiang berikutnya nyala lagi, dan seterusnya. Jadi lebih irit.
Trus pas lagi peak hour *pet* satu lampu mati, satu lampu ga nyala, satu lampu mati, satu lampu ga nyala ... :tongue4:

Ebek21
April 8th, 2008, 07:31 AM
Causeway Suramadu Bridge at night

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/m_p46_4_3.jpg

Ebek21
April 9th, 2008, 06:25 AM
Ini adalah foto terbaru perempatan Jl. Kenjeran dan Jl. Kedung Cowek (yg akan menjadi jalan akses) yg diambil dr menara Masjid Kenjeran. Kondisinya sudah berubah total dibanding Jl. Kedung Cowek yang dulu kumuh dan sempit (aku sering lewat situ). Skrg sudah kelihatan bersih dan sangat lebar, plus sungai di tengahnya juga sudah diperbaiki. Panjang Jl. Kedung Cowek mulai dr perempatan Kenjeran sampai ujung Jembatan Suramadu kira2 4 km lebih (sebagai pembanding, Jalan Kertajaya mulai dr pertigaan Gubeng sampai Bundaran ITS kira2 6 km). Sebagai tambahan, kelihatan di foto (kiri atas) bahwa Jl. Kenjeran juga ada penyempitan dr dua lajur menjadi satu lajur dikarenakan ada beberapa rumah penduduk yg belum digusur (sejak 5 thn lalu :ohno:). Ini juga akan segera dibereskan mengingat Jl. Kenjeran adalah jalur vital dr Suramadu ke pusat kota.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/b_akses_sby-1.jpg

archiholic
April 9th, 2008, 10:43 AM
Causeway Suramadu Bridge at night

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/m_p46_4_3.jpg

WAW!! Sparkling.....:eek:

Trip2Java
April 9th, 2008, 11:00 AM
Waru-Juanda Tollroad

Juanda section toll gate

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/tol2.jpg



WOW.. I Luv tol gate-nya..:cheers:

Ebek21
April 9th, 2008, 02:23 PM
Wow, open concept building in downtown. I hope the result will be classy (if not, then it's a pity because Balai Pemuda is such a great colonial building with high architectural value and also a hang-out place for culture enthusiasts).

Pagar Pembatas Balai Pemuda Dibongkar DKP

Pagar pembatas Balai Pemuda Surabaya mulai Rabu (09/04) hari ini akan dibongkar Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Surabaya.

Sesudah dibongkar pagar pembatas itu akan diubah menjadi taman terbuka yang akan melingkar di Balai Pemuda.
Dilaporkan TEGUH reporter Suara Surabaya, Rabu, HIDAYAT SYAH Kepala DKP Pemkot Surabaya mengatakan, pembuatan pagar tanaman ini akan dikerjakan dinasnya sendiri sehingga tidak memerlukan anggaran khusus. Ia pun sudah mengajukan desain taman terbuka ini ke walikota.

Kata HIDAYAT SYAH, lebar pagar dengan konsep taman terbuka itu rencananya akan dibentuk sekitar 3 meter dari trotoar masuk ke dalam halaman Balai Pemuda.
Untuk memenuhi kebutuhan tanaman yang akan digunakan membuat pagar tanaman itu, DKP akan mengambil dari tamanan yang ada di Taman Flora Kebun bibit. Diharapkan pembangunan pagar dengan konsep taman terbuka di Balai Pemuda tersebut akan tuntas tahun ini.
Taken from SuaraSurabaya, Apr 9, 2008

teddybear
April 9th, 2008, 02:25 PM
^That is good development for Kenjeran area! Yeah, I remember in the old days that Kenjeran is narrow, and the traffic is busy, jam in chaotic way. But Kedung Cowek (the one with small canal in the middle) still needs work, no frontage?

Ebek21
April 11th, 2008, 02:52 AM
Ini berita besar yang aku tunggu2..

Disiapkan Pusat Bisnis Suramadu
DILENGKAPI PUSAT HIBURAN & OLAHRAGA

Pemkot Surabaya langsung mengantisipasi rencana operasional jembatan Suramadu yang dijadwalkan April 2009. Untuk itu Pemkot menyiapkan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk pembangunan pusat bisnis di sekitar jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) dari sisi Surabaya.

Walikota Surabaya, Bambang DH, mengatakan, pengembangan kawasan Suramadu sebagai pusat bisnis jauh hari sudah disiapkan. Salah satunya dengan membuat RTRW.

"Kita sudah siapkan tata ruang wilayah. Silakan mereka (investor) masuk untuk mengurus izin lokasi dan mendirikan bangunan," kata Bambang DH saat ditemui di Surabaya Kamis (10/4) siang tadi.

Menurut dia, kawasan pusat bisnis tersebut berada di sisi barat dan timur jembatan Suramadu. Jika sarana infrastruktur itu terwujud, kawasan Surabaya timur dan utara tidak akan terkesan sepi dan terisolir lagi. Kawasan itu akan ramai oleh aktivitas bisnis. Kedua kawasan ini akan menggeliat seperti kawasan Surabaya Barat, yang saat ini sudah dianggap sebagai kota mandiri. Bahkan dari tingkat pengangguran di wilayah Surabaya Barat lebih rendah jika dibandingkan dengan Surabaya bagian timur dan utara.

Untuk itu, kata dia, proses pembangunan kawasan Suramadu hingga saat ini masih dimatangkan oleh Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunan Kota) Surabaya.

Sementara itu, Asisten II (Administrasi Pembangunan) Pemkot Surabaya, dr Muhlas Udin, menambahkan, pembangunan kawasan di sekitar Suramadu tersebut telah dilakukan melalui Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) belum lama ini. "Saat ini kami masih berkonsentrasi mematangkan rencana tata guna lahan pendukung area bisnis itu," katanya.

Menurut rencana, selain area bisnis, di sekitar Suramadu sisi Surabaya juga akan dibangun sarana umum berupa wahana rekreasi, hiburan, dan olahraga. Untuk merealisasikan itu, diperlukan lahan sedikitnya 400 hektare. Jika perencanaan tata guna lahan selesai, kata dia, Walikota akan mengeluarkan izin lokasi.
Taken from Surabaya Post, Apr 10, 2008

Ebek21
April 12th, 2008, 10:10 AM
Penataan ulang pagar pembatas Gedung Balai Pemuda

Pagar asli

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PagarAsli.jpg

Proses pengerjaan

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/pagar1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/pagar2.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/pagar3.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/pagar4.jpg

Hasilnya belum diketahui, masih dikerjakan.

OPTX
April 14th, 2008, 09:30 AM
Highpoint Apartment

15 Floors

http://i31.tinypic.com/rbedsh.jpg

http://i26.tinypic.com/kdv9ra.jpg

Ebek21
April 14th, 2008, 10:42 AM
^^ Wah apartemen dgn captive market mahasiswa UK Petra nih. Kapan dibangun dan rencananya kapan selesai ? Pengembangnya siapa ? Jgn2 sama dgn Metropolis dan Cosmopolis Apartment.

Ebek21
April 15th, 2008, 04:11 AM
Terancam Bedol Desa 5 Kelurahan Jadi Kawasan Bisnis Di Kaki Suramadu

SURABAYA-Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) memang belum rampung. Namun kawasan di kaki jembatan memikat banyak investor. Dampaknya lima kelurahan terancam dihapus dari peta Surabaya. Karena pengembangan kawasan utara itu membutuhkan lahan seluas 400 hektare.
Menurut Asisten II Sekkota Muhlas Udin, daerah yang terkena dampak pengembangan wilayah itu adalah Kelurahan Tambak Wedi, Kedung Cowek dan Kenjeran, ketiganya berada di Kecamatan Kenjeran. Ditambah Kelurahan Bulak, Kecamatan Bulak.
“Bisa saja kebijakan bedol desa atau kelurahan diterapkan untuk mendukung rencana tersebut,'' kata Muhlas, Senin (14/4).

Ternyata tidak hanya empat kelurahan yang diperkirakan tergusur dari peta. Menurut Camat Kenjeran Imam Siswadi, diramalkan jumlah kelurahan itu bakal bertambah satu yaitu Kelurahan Gading Kecamatan Tambaksari. Jika kebutuhan lahan untuk pengembangan kaki Suramadu adalah 600 hektare.

“Bahkan yang terkena dampak paling banyak adalah Kedung Cowek dan Tambak Wedi,” katanya. Kedung Cowek saat ini sudah kehilangan ratusan warganya akibat proyek pelebaran jalan akses Suramadu sepanjang 5,4 kilometer.

Gagasan pengembangan kaki Suramadu plus kebutuhan lahan itu muncul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pekan lalu. Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) masih terus mematangkan konsep ini. Diperkirakan 400 hektare lahan yang saat ini berupa tambak, sawah, serta pemukiman, bakal disulap menjadi area bisnis, rekreasi, hiburan, dan olahraga
"Kalau perencanaan tata guna lahan sudah selesai, selanjutnya wali kota Surabaya (Bambang DH) akan mengeluarkan izin lokasi," ujar Muhlas Udin. Begitu izin lokasi kelar dan keluar, pembebasan lahan langsung dilakukan.

Pemkot berharap mendapat porsi pembebasan lahan. Alasannya, pemkot melalui Panitia Pengadaan Tanah (P2T) telah berhasil membebaskan ratusan bidang tanah untuk akses jembatan Suramadu.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Bambang DH menandaskan jika pihaknya akan berupaya memanfaatkan dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya atas pembangunan jembatan yang dimulai sejak 2003 lalu itu. Kata dia, kebijakan bedol desa, bisa diterapkan untuk mendukung rencana tersebut dan tidak merugikan warga.
Saat ini pemkot mulai memelajari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). "Kalau pembahasan ini selesai, silahkan investor yang masuk. Investor bisa datang dari dalam maupun luar negeri," sambungnya.

Infrastruktur yang akan diwujudkan, adalah plasa, gedung parkir, hotel dengan menara pandang, pusat konferensi, ekspo luar ruang, lapangan golf, hingga museum teknologi Suramadu.
Taken from Surya, Apr 15, 2008

lombok
April 16th, 2008, 08:54 AM
Rabu, 16 Apr 2008,
JMP Lebih Rapi



PKL Ditertibkan, Angkot Pindah Ngetem
SURABAYA - Kawasan sekitar Jembatan Merah Plaza (JMP) kemarin lebih "kinclong" jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. PKL yang sebelumnya menimbulkan kesan kumuh di kawasan itu kemarin (15/4) dibersihkan petugas. Angkot yang biasanya semrawut dan ngetem di sembarang tempat juga lebih rapi.

Agenda besar penertiban kawasan JMP memang menyangkut dua poin. Penataan PKL dan pengaturan lalu lintas di sepanjang kawasan Kasuari, Garuda, Rajawali, dan Petekan. Ke-13 lin yang biasanya mangkal lama di kawasan JMP dialihkan ke Terminal Petekan. "Di sini hanya sebagai sirkulasi lin-lin tersebut. Mereka berhenti sebentar di sini untuk mengangkut dan menurunkan penumpang," jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bambang Suprihadi yang ikut turun langsung di lapangan.

Bambang menjelaskan, 13 lin yang dialihkan ke Terminal Petekan itu memang sesuai dengan trayek. "Selama ini kan mereka melanggar, seharusnya trayeknya tak mampir di sini," ujar pejabat yang memasuki masa persiapan pensiun (MPP) itu.

Dia menambahkan, alur jalan yang harus dilewati 13 lin itu adalah dari Jalan Rajawali masuk ke Kasuari, lalu menuju Terminal Petekan. Setelah mampir atau ngedok di Terminal Petekan, lin-lin itu berangkat lagi melalui Jalan Kasuari-Garuda dan tujuan masing-masing. "Di Jalan Garuda itu, lin-lin tersebut tak boleh ngetem lama. Paling lama ya lima menit," terangnya. Untuk itu, space jalan untuk masing-masing lin sudah disiapkan. Misalnya, space jalur kiri hanya dilalui lima lin.

Untuk menjaga supaya rekayasa lalu lintas tetap teratur, bakal ada penjagaan dari satpol PP, Dishub, dan kepolisian selama 15 hari ke depan. Tiap hari bakal dibagi dua sif. "Dari Dishub, satu sif akan mengerahkan 15 orang. Sementara itu, satpol PP dan kepolisian akan mengatur PKL," jelas pria asli Kudus, Jateng, itu.

Penertiban PKL dan pengaturan angkot berjalan relatif lancar. Namun, kendala ditemui petugas ketika menertibkan bangunan liar di Jalan Kasuari. Sebab, beberapa bangunan itu disalahgunakan. Misalnya, eks Kalisosok yang dalamnya dimanfaatkan untuk bisnis kos-kosan dan depannya untuk bisnis wartel. Tak urung, bagian depan langsung kena penggusuran oleh satpol PP.

Namun, penjaga wartel itu mengaku tidak tahu-menahu ihwal eks Kalisosok yang dijadikan bisnis kos-kosan. "Kami hanya pegawai di sini dan tidak tahu-menahu," ujar salah seorang penjaga wartel itu.

Situasi memanas ketika pembongkaran bangunan liar dilakukan di sepanjang Jalan Kasuari. Pertama, warga RT 3 dan RW 15 mengaku tidak pernah ada sosialisasi penertiban bangunan liar. Kedua, mereka keberatan digusur lantaran sekitar 31 warga di situ mengantongi KSK (kartu susunan keluarga). "Kami ini bukan pendatang. Tapi, warga sini," kata salah seorang warga. Tak urung, akhirnya pembongkaran tidak dilanjutkan. Meski demikian, beberapa bangunan telanjur dibongkar.

Lantaran banyak yang melayangkan protes, akhirnya Kecamatan Krembangan men-deadline satu minggu bagi warga yang memiliki bangunan liar itu untuk membongkar sendiri. "Ini dilematis karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan. Juga ada yang punya KSK. Karena itu, kecamatan memberi waktu seminggu bagi mereka untuk menertibkan diri," terang Nunik, ketua RW 12 Kecamatan Krembangan.

Di luar itu, kawasan JMP terlihat tertib kemarin. PKL yang biasanya memenuhi seputar kawasan tersebut menyingkir.

Terpisah, Sekretaris Serikat Pedagang Kaki Lima (Spekal) Surabaya Sugianto yang mewakili PKL Patua mengatakan, pihaknya pernah meminta izin kepada Wali Kota Bambang D.H. untuk menata para PKL Patua di Jalan Semarang 57.

Pertimbangan relokasi itu berdasar survei lokasi yang dilakukan Spekal pada 10 Januari. "Permohonan izin itu sudah kami ajukan, tapi belum mendapatkan jawaban. Karena itu, kami pengurus Spekal meminta difasilitasi untuk mengadakan koordinasi dengan instansi terkait," jelasnya.

Selain itu, Sugianto menolak bila PKL Patua dikatakan bertahan dalam penertiban yang dilakukan polwiltabes-pemkot beberapa waktu lalu. "Itu nggak benar. Kami ingin persoalan ini selesai dengan baik," ujarnya. (kit/nw)

Hadi
April 17th, 2008, 05:37 AM
Here Up Date Pendestrian In Embong Malang

http://img134.imageshack.us/img134/6008/image048qg3.jpg (http://imageshack.us)

http://img165.imageshack.us/img165/3174/image049gg1.jpg (http://imageshack.us)

http://img134.imageshack.us/img134/64/image050kw6.jpg (http://imageshack.us)

http://img134.imageshack.us/img134/2170/image051qk9.jpg (http://imageshack.us)

Here Up Date Pendestrian In Blauran

http://img170.imageshack.us/img170/6558/image052bq4.jpg (http://imageshack.us)

http://img134.imageshack.us/img134/1245/image053it1.jpg (http://imageshack.us)

http://img165.imageshack.us/img165/2959/image054sy8.jpg (http://imageshack.us)

Here Graha Bukopin Up Date

http://img134.imageshack.us/img134/27/image055ha2.jpg (http://imageshack.us)

teddybear
April 17th, 2008, 06:02 AM
^So Graha Bukopin diteruskan lagi nih? Good news!

Hadi
April 17th, 2008, 08:14 AM
^So Graha Bukopin diteruskan lagi nih? Good news!

yah... sekarang udah sampai lantai 8, btw graha bukopin berapa lantai ya??

teddybear
April 17th, 2008, 02:08 PM
^Cuman 10-12 lantai. BTW, the ugly, white BNI building appear on the left and the house on Jl. Pemuda... could be demolished for a high rise there.

glitz_boy
April 17th, 2008, 05:44 PM
^^ Wah apartemen dgn captive market mahasiswa UK Petra nih. Kapan dibangun dan rencananya kapan selesai ? Pengembangnya siapa ? Jgn2 sama dgn Metropolis dan Cosmopolis Apartment.


Bukan ... ga sama koq developer nya ...

Ini di Ex bioskop Anta itu loch .... tanya anak petra pasti tau huehue ^^

materialistus
April 21st, 2008, 06:10 PM
moved

iwe
April 22nd, 2008, 02:33 AM
new photo uploaded :

http://farm3.static.flickr.com/2098/2431211672_49f85443a3_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2431211672/)

http://farm3.static.flickr.com/2344/2431208072_96be494337_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2431208072/)

http://farm4.static.flickr.com/3071/2430392675_b588bff4dd_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2430392675/)

for more u can click on the pic :D

Dazon
April 22nd, 2008, 04:38 AM
^^
Great update Iwe!!!!!!!!
City of Tomorrow terlihat sangat jelas

=NaNdA=
April 22nd, 2008, 04:44 AM
new photo uploaded :

http://farm3.static.flickr.com/2098/2431211672_49f85443a3_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2431211672/)



:okay:

tu Pelita Harapan ya?

iwe
April 22nd, 2008, 06:09 AM
yes, they will start 08/09

teddybear
April 22nd, 2008, 07:01 AM
Thanks iwe for posting the photos. Cito is close to finish.

sbyctzn
April 22nd, 2008, 09:57 AM
Why nobody talk about, development progress of hospitals in surabaya, there is "Gedung Diagnostic Center" in Dr. Soetomo Hospital Superblock and "New RS Haji" (7 storey maybe) in Asrama Haji Superblok?

materialistus
April 22nd, 2008, 02:10 PM
will have to fly to surabaia in may. anyone got photos of hotel ELMI? couldnt find it on google. only a small tumbnail. but it seem like a classic modernist building - awesome!!!

and also, how much will i have to pay for taxi from the airport to this hotel ?

iwe
April 22nd, 2008, 02:47 PM
where is Elmi located?
i know it but forget where is it :p

iwe
April 22nd, 2008, 02:50 PM
location :
http://surabayahotels.com/images/maps/Hotlmi.gif

photo :
http://elmihotel.co.id/elmisby.gif

taxi costs <100k rupiahs.

BauIng
April 22nd, 2008, 04:26 PM
new photo uploaded :

http://farm3.static.flickr.com/2098/2431211672_49f85443a3_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2431211672/)

http://farm4.static.flickr.com/3071/2430392675_b588bff4dd_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2430392675/)

for more u can click on the pic :D

Ini Tol apa namanya ??

glitz_boy
April 23rd, 2008, 04:51 PM
BauIng ... namanya Tol Tambak Sumur ...

next question is .... tambak sumur itu surabaya sblh mana yah? kq gw ga pernah denger ....

BauIng
April 23rd, 2008, 08:17 PM
BauIng ... namanya Tol Tambak Sumur ...

Thx glitz !

Masih kinclong bgt soalnya.

next question is .... tambak sumur itu surabaya sblh mana yah? kq gw ga pernah denger ....

Ayo sing arek Suroboyo monggo dijawab. :D

iwe
April 24th, 2008, 02:31 AM
tambak sumur is pondok tjandra, near rungkut.

glitz_boy
April 24th, 2008, 03:04 PM
ooo i c.... deket airport dunk .....

ato itu pintu masuk tol klo dr airport?

iwe
April 25th, 2008, 02:40 AM
it is 3 km from juanda gate.

<--- waru =========== brebek gate ====== tambak sumur gate =====juanda gate]

actually i have lot of photo of this highway but still in my friend's cam
just wait for the release date hehehehe......

BauIng
April 26th, 2008, 08:51 AM
Sabtu, 26/04/2008 12:00 WIB
Presiden SBY akan Resmikan Tol Waru-Juanda
Steven Lenakoly - DetikSurabaya

Surabaya - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meresmikan Tol Simpang Susun Waru Juanda, Sidoarjo, Minggu (27/4/2008) besok.

Kepala Dinas Infokom Pemprov Jawa Timur, SUWANTO mengatakan, rencananya Presiden akan menandatangani prasasti peresmian Tol Waru Juanda sekitar pukul 08.00 WIB.

"Selain itu, Presiden juga akan menyerahkan bantuan pemberdayaan masyarakat mandiri dan menghadiri harlah di Pasuruan," katanya saat dihubungi, Sabtu (26/4/2008).

Untuk itu, kata dia, pengelola Tol Waru Juanda Surabaya untuk sementara menutup akses jalan mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.

Sedangkan ruas jalan tol ini panjangnya 12,8 km dengan nilai investasi Rp 1,3 triliun dengan investor PT Citra Margatama Surabaya.

teddybear
April 26th, 2008, 04:37 PM
^Saya ingat di tahun 1990-an di koran Jawapos ada sketsa simpang susun Bunderan Waru ini dimana ada jalan layang melingkar di atas jalan layang Waru ini. Apa benar rencananya ntar kayak begitu, atau rencana sudah berubah?

Hadi
April 27th, 2008, 07:14 PM
btw.. anyone have photo of parade budaya on April 27.2008??

Hadi
April 27th, 2008, 07:20 PM
Pawai bunga menyambut HUT Kota Surabaya ke-715, Minggu (27/04) diikuti ratusan peserta, diantaranya dari perwakilan luar negeri. Pawai yang membuat jalan utama Kota Surabaya harus ditutup mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 ini juga diikuti oleh beberapa daerah luar Jawa Timur.

Pantauan TEGUH reporter Suara Surabaya, tampak mobil pawai bunga delegasi dari sejumlah propinsi di Kalimantan dan Kabupaten Sumenep, Madura.

Menurut SUHARTOYO Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Pemkot Surabaya, pawai bunga ini bertujuan berikan hiburan bagi warga kota Surabaya dan sekitarnya. Pesertamya, ujar SUHARTOYO cukup beragam, diantaranya ada delegasi dari Kabupaten Kota Waringin Timur, Banjarmasin, Tumohon.

Untuk delegasi luar negeri, kata SUHARTOYO, diikuti peserta-peserta dari Perancis, Belanda, Korea Selatan, Jepang, Uzbekistan, dan Iran.

Pawai yang dimulai dari Jl. Pahlawan ini berakhir di Taman Surya sore ini. Pengamatan suarasurabaya.net, massa tampak tumpah ruah, terutama di Jl. Gubernur Suryo depan Grahadi. Di sana, kerumunan massa bahkan hanya memberikan satu ruas jalan bagi arak-arakan pawai bunga meskipun cahaya matahari bersinar cukup terik.(edy)

Teks Foto :
- Suasana Pawai Bunga di Jl. Gubernur Suryo. Massa terlihat memenuhi jalan.
Foto : EDDY suarasurabaya.net

Hadi
April 27th, 2008, 07:57 PM
http://www.surabaya.go.id/gapura/progkot4.html

Hadi
April 29th, 2008, 08:12 PM
I found the official website of surabaya planning departement, any project you can find more at
http://bappeko.surabaya.go.id

also monorel, busway, Stadion Gelora Bung Tomo
Include with picture.. guudddd:banana::banana:

archiholic
May 2nd, 2008, 09:20 AM
Pesta Shopping Terbesar di Indonesia
GEMERLAP LANGIT SURABAYA: Sebanyak 14 mal di Surabaya tadi malam kompak melontarkan kembang api, menandai pembukaan Surabaya Shopping Festival 2008.
http://i280.photobucket.com/albums/kk187/archiholic/1209670027b.jpg

SURABAYA - Pesta belanja terbesar di Indonesia, Surabaya Shopping Festival (SSF) 2008, tadi malam resmi dibuka. Tepat pukul 19.00 WIB, 14 mal peserta kompak menembakkan kembang api secara bersamaan. Selama beberapa menit langit kota tampak gemerlapan.

Di Indonesia tidak ada pesta belanja sekompak Surabaya ini. Belum pernah ada 14 mal mau bergabung bersama, ditambah dukungan serius pemerintah kota, media terbesar Jawa Pos, dan sejumlah pihak lain. Pesta ini menjadikan perayaan Hari Jadi Ke-715 Kota Surabaya lebih dahsyat daripada tahun-tahun sebelumnya.

"Selama sebulan penuh, hingga ulang tahun Surabaya pada 31 Mei mendatang, lebih dari 5.000 tenant akan memberikan diskon hingga 70 persen. Ini sebuah even yang luar biasa," kata Hendy Mustafa, ketua panitia SSF 2008, yang juga manajer iklan Jawa Pos, saat acara pembukaan di Atrium Tunjungan Plaza 1, tadi malam.

"Saya bermimpi Surabaya menjadi kota terbaik di Indonesia. Belum ada kota lain yang bisa sekompak Surabaya," tambah Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos yang memberi sambutan bersama Hendy.

Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono dalam pembukaan itu mengaku bangga dengan kekompakan ini. "Empat belas mal mau bergabung menjual Kota Surabaya merupakan suatu hal yang luar biasa. Ciri orang kota itu cerdas. Ciri orang cerdas adalah pandai menemukan titik temu dan sinergi," ucapnya.

Pembukaan SSF 2008 ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Arif Afandi, Marketing Manager Bank Mandiri Kanwil 8 Surabaya Sugeng Hariadi, Technical Advisor Mal Galaxy Neil V. Storey, Direktur Marketing PT Pakuwon Jati Sutandi Purnomosidi, serta perwakilan dari mal-mal dan pendukung even yang lain.

Dalam acara itu, sebelum pesta kembang api diselenggarakan, Bambang D.H. menjatuhkan 715 balon berhadiah -jumlahnya sesuai dengan ulang tahun Surabaya- ke tengah atrium. Para pengunjung pun serentak menyerbu atrium, berebut balon-balon berwarna merah, biru, dan kuning tersebut. Hadiah-hadiahnya sangat atraktif, mulai voucher belanja sampai handphone Nokia.

Andy Hendro, salah satu pengunjung, termasuk yang paling banyak mendapat balon. Saking antusiasnya, dia mendapatkan lima hadiah. Di antaranya voucher salon dan makan. "Saya dan teman saya (Robby Hasan, Red) datang ke sini ingin merasakan pesta diskon SSF. Tapi, ternyata malah dapat rezeki balon hadiah," kata Andy.

Bukan hanya balon berhadiah, SSF 2008 ini juga menyediakan hadiah undian bernilai total setengah miliar rupiah dari Bank Mandiri. Pengundian diselenggarakan di akhir acara nanti. (rth)

AceN
May 2nd, 2008, 10:25 AM
Di Indonesia tidak ada pesta belanja sekompak Surabaya ini. Belum pernah ada 14 mal mau bergabung bersama....

ya iya lah...kota di Indonesia yang punya mall lebih dari 10 kan bisa diitung pake jari :D

Anw, great news for Surabaya !! :okay:

sbyctzn
May 6th, 2008, 07:33 AM
ada yang tahu tidak, di graha pena kok lagi bangun something big big building, seperti stadium kayaknya, atau apa mau dibuat kayak JCC ya? buat studio raksasa JTV? anybody know? siapa yang tahu?

sbyctzn
May 6th, 2008, 12:02 PM
suarasurabaya.net| Pemkot Surabaya terus melakukan pembahasan dengan Malaysia untuk pembangunan kereta api monorel. Konsep kereta api monorel itu sudah disiapkan dan segera diterapkan di Surabaya.

Dilaporkan TEGUH reporter Suara Surabaya, Senin (28/04), BAMBANG DWI HARTONO Walikota Surabaya mengatakan, pembangunan kereta api monorel yang rencananya akan dikembangkan dengan Malaysia juga akan didukung investor lain dari Kanada.

Diharapkan untuk tahap awal pembangunan kereta api monorel itu bisa berkelanjutan dari generasi pertama sampai generasi kedua, ungkap BAMBANG DH.

Sementara untuk pembiayaan pembangunan kereta api monorel, Pemkot Surabaya masih akan membahas dengan Malaysia. Kalau memang ada kesepakatan bekerjasama dengan investor lokal, maka Pemkot Surabaya sudah menyiapkan PT Relling Indonesia anak perusahaan milik PT Kereta Api Indonesia untuk menjadi mitra dalam pembangunan monorel di Surabaya.

Khusus rencana pembangunan sarana kereta api di Surabaya yang dibantu NSCF perusahaan kereta api asal Perancis masih belum dibahas lebih lanjut, karena belum masuk dalam buku biru Bappenas. Karena itu rencana pengembangan sarana kereta api di Surabaya belum bisa dianggarkan dalam APBN

sbyctzn
May 6th, 2008, 12:16 PM
http://upload35.com/upload/I12/1210075902.jpg
http://upload35.com/upload/I12/1210077797.jpg
http://upload35.com/upload/I12/1210074093.jpg
http://upload35.com/upload/I12/1210068906.jpg

http://www.surabayashopfest.com

Hadi
May 6th, 2008, 02:48 PM
http://img404.imageshack.us/img404/3012/image060jl5.jpg

Ebek21
May 7th, 2008, 08:59 AM
Hi !! I just came back from return trip to Sby for the last half-month and have managed to take a lot of newest Sby pictures, just need time to upload them. I will post them here and in the Nusantara thread.

sbyctzn
May 7th, 2008, 09:04 AM
http://img404.imageshack.us/img404/3012/image060jl5.jpg

keren banget, surabaya bakal punya stadium yang kelasnya sama kayak NBA. salut sama jawapos yang terus membangun surabaya tercinta.
sukses

sbyctzn
May 7th, 2008, 09:17 AM
http://upload35.com/upload/I12/1210144686.jpg

DED resmi GELORA BUNG TOMO

http://bappeko.surabaya.go.id

Ebek21
May 7th, 2008, 11:40 AM
OK guys, let's start from Adhiwangsa !! This condominium and shopping mall complex will set a new standard for Surabaya skyline. Very massive and exclusive with the broad boulevard in front of it, big glamour Ruko complex in its both sides, and 18-hole golf course behind it.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Adhiwangsa1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Adhiwangsa2a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Adhiwangsa3a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Adhiwangsa4a.jpg

Ebek21
May 7th, 2008, 11:51 AM
Aston Place Twin Tower condominium hotel (condotel) complex located in Kalisari area (near Kusuma Bangsa Heroes Graveyard). It will have a 18-storey twin towers for hotel and apartment, equipped with shopping and office area.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Aston1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Aston2a.jpg

Ebek21
May 7th, 2008, 11:58 AM
Newly renovated Balai Pemuda's fence. Now the old brick wall has been replaced by greenery that goes in harmony with the pedestrian walk. The concept of open building will soon be implemented to the other public buildings in Sby, including Tugu Pahlawan complex.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BalaiPemudaa.jpg

teddybear
May 7th, 2008, 02:06 PM
Thanks banget nih Ebek. Gua pikir Aston itu nggak akan dibangun. Ternyata udah dimulai. Bagus deh, Surabaya ketambahan apartemen lagi disamping Trillium tentunya. Gua curious, bukannya Jaksa Agung Suprapto itu ujungnya adalah perumahan gang yang padat sekali. Aston ini lokasi persisnya dimana? Sejalur dengan THR atau di seberangnya sejalur dengan perumahan2x besar?

Ebek21
May 7th, 2008, 03:46 PM
Thanks banget nih Ebek. Gua pikir Aston itu nggak akan dibangun. Ternyata udah dimulai. Bagus deh, Surabaya ketambahan apartemen lagi disamping Trillium tentunya. Gua curious, bukannya Jaksa Agung Suprapto itu ujungnya adalah perumahan gang yang padat sekali. Aston ini lokasi persisnya dimana? Sejalur dengan THR atau di seberangnya sejalur dengan perumahan2x besar?

Lokasinya ya di sampingnya TMP Kusuma Bangsa, yg jelas aku tidak melihat pintu masuk dr Jl. Kusuma Bangsa. Kalo dr Jl. Jaksa Agung Suprapto lurus terus ke utara melewati perempatan Ambengan, kan sampai di gang2 Kalisari, yg belok kiri ke arah Undaan, yg ke kanan ke arah Kalianyar. Nah foto ini kuambil dr pertigaan itu.

archiholic
May 7th, 2008, 03:47 PM
suarasurabaya.net| Pemkot Surabaya terus melakukan pembahasan dengan Malaysia untuk pembangunan kereta api monorel. Konsep kereta api monorel itu sudah disiapkan dan segera diterapkan di Surabaya.

Dilaporkan TEGUH reporter Suara Surabaya, Senin (28/04), BAMBANG DWI HARTONO Walikota Surabaya mengatakan, pembangunan kereta api monorel yang rencananya akan dikembangkan dengan Malaysia juga akan didukung investor lain dari Kanada.

Diharapkan untuk tahap awal pembangunan kereta api monorel itu bisa berkelanjutan dari generasi pertama sampai generasi kedua, ungkap BAMBANG DH.

Sementara untuk pembiayaan pembangunan kereta api monorel, Pemkot Surabaya masih akan membahas dengan Malaysia. Kalau memang ada kesepakatan bekerjasama dengan investor lokal, maka Pemkot Surabaya sudah menyiapkan PT Relling Indonesia anak perusahaan milik PT Kereta Api Indonesia untuk menjadi mitra dalam pembangunan monorel di Surabaya.

Khusus rencana pembangunan sarana kereta api di Surabaya yang dibantu NSCF perusahaan kereta api asal Perancis masih belum dibahas lebih lanjut, karena belum masuk dalam buku biru Bappenas. Karena itu rencana pengembangan sarana kereta api di Surabaya belum bisa dianggarkan dalam APBN

Gak ada waktu kapan pastinya direalisasikan ya? Coming soon melulu dari dulu, cuapeee' deh....:ohno:

archiholic
May 7th, 2008, 03:51 PM
http://upload35.com/upload/I12/1210144686.jpg

DED resmi GELORA BUNG TOMO

http://bappeko.surabaya.go.id

desain stadion utamanya mengecewakan, gak lebih baik dari Jaka Baring. IMO

Gw berharap bakal spektakuler, :nuts:

Ebek21
May 7th, 2008, 03:53 PM
Ini gedung Graha Bukopin di perempatan Panglima Sudirman-Embong Trengguli. Jangan kuatir, tidak ada tanda2 kemacetan proyek. Jalan terus !!

Di Panglima Sudirman sisi seberangnya, dekat gedung Surabaya Post, ada sebidang tanah luas sekali yang kosong melompong, kelihatan jelas karena hanya dipagari pagar besi tembus pandang. Entah mau dibangun apa ya ?

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Bukopin1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Bukopin2a.jpg

Ebek21
May 7th, 2008, 04:14 PM
Ini yang ditunggu-tunggu..Ciputra World Surabaya !! Di foto gak kelihatan, tapi ada satu crane di lokasi plus beberapa alat berat, yg kelihatan di foto hanya satu excavator itu. Kelihatannya proyek ini masih bermasalah sehingga tidak ada tanda2 pembangunan secara intensif. Atau mungkin juga tidak kelihatan jelas karena pagarnya tinggi. Mungkin kalo naik ke Vida baru kelihatan jelas kali ya..

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/CWa.jpg

BauIng
May 7th, 2008, 04:26 PM
Nice pics Ebek !

Plus cuacanya cerah.

Ebek21
May 7th, 2008, 04:43 PM
Dan yang ini jadinya lebih bagus drpd perkiraanku. Ini adalah East Point Trade Center (ex Pasar Tambakrejo). Juga dikenal dgn nama Kapas Krampung Commercial Center sebelum namanya diganti menjadi seperti yg sekarang. Banyak pasar tradisional sudah dibongkar dan direnovasi menjadi pasar modern, diantaranya Pasar Wonokoromo menjadi Darmo Trade Center dan Pasar Tambakrejo jadi East Point Trade Center. Pasar Kapasan juga sudah direnovasi jadi lebih bagus, tapi namanya tetap.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/EastPoint1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/EastPoint2a.jpg

archiholic
May 7th, 2008, 05:17 PM
Dan yang ini jadinya lebih bagus drpd perkiraanku. Ini adalah East Point Trade Center (ex Pasar Tambakrejo). Juga dikenal dgn nama Kapas Krampung Commercial Center sebelum namanya diganti menjadi seperti yg sekarang. Banyak pasar tradisional sudah dibongkar dan direnovasi menjadi pasar modern, diantaranya Pasar Wonokoromo menjadi Darmo Trade Center dan Pasar Tambakrejo jadi East Point Trade Center. Pasar Kapasan juga sudah direnovasi jadi lebih bagus, tapi namanya tetap.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/EastPoint1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/EastPoint2a.jpg

dulu di renderingnya ada tower diatas bagian yang melingakr dan difungsikan buat hotel bintang 3, jadi di bangun gak sih?

AceN
May 7th, 2008, 05:22 PM
http://upload35.com/upload/I12/1210144686.jpg

DED resmi GELORA BUNG TOMO

http://bappeko.surabaya.go.id
g ga bisa buka situsnya...ga pernah bisa :(

@Ebek : Nice pix & Nice report! Thanks for ur effort ;)

=NaNdA=
May 7th, 2008, 06:00 PM
:shocked: kompleks olahraga apa tuh?? PON?

shirley_arch
May 7th, 2008, 10:17 PM
Hi... salam kenal.
Saya uda bolak balik liat web skyscraper ini, dan berguna sekali buat studi saya..
Trus pernah liat juga ada yang pernah post tentang Surabaya Vision Plan.
Ada yang punya info lebih detail nggak, terutama tentang Kali Mas River Redevelopment Project?
Makasih.

teddybear
May 8th, 2008, 01:22 AM
Lokasinya ya di sampingnya TMP Kusuma Bangsa, yg jelas aku tidak melihat pintu masuk dr Jl. Kusuma Bangsa. Kalo dr Jl. Jaksa Agung Suprapto lurus terus ke utara melewati perempatan Ambengan, kan sampai di gang2 Kalisari, yg belok kiri ke arah Undaan, yg ke kanan ke arah Kalianyar. Nah foto ini kuambil dr pertigaan itu.

I see. Yah, gua masih ingat sekali pertigaan di gang sempit itu, karena gua dulu sekolah di SMA Petra Kalianyar. Kalo gitu yah apartemen ini mengambil lokasi di daerah perumahan gang tsb. Lokasinya rada tersembunyi kalo begitu. Atau entah mungkin luas tanahnya sampai ke Kusuma Bangsa rumah dan toko2xnya di beli semua?

Thanks for posting construction of Bapindo on Jendral Sudirman. Well, tanah luas di sebelah Surabaya Post tsb pasti untuk proyek deh, moga2x apartemen atau office atau Superblok.

Soal Ciputra kapannya BPN mau menjegal perijingan IMBnya karena kurang upeti!? Apa sekarang udah dapat uang dan udah diperbolehkan. Ah, licik permainan cari uang upetinya ditunggu sampai pemasaran udah jalan lalu ditodong lagi, kayak kasus Cito saja.

Ah, Pasar Tambahrejo (Kapas Krampung) dulu kumuh dan tingkat 2-3. Sekarang bener udah jauh lebih bagus dan rapi. Yah bagus deh Pasar Kapasan yang kumuh udah direnovasi. Bukannya jalan Kapasan dulu udah hancur lebur, penuh lubang kecil dan besar di SELURUH jalan!?

Ebek21
May 8th, 2008, 02:38 AM
Pedestrian di Jl. Embong Malang yang lagi dikerjakan. Yang sedang digarap hanya sepanjang sisi selatan saja (sisi JW Marriot), yang sisi utara alias perkampungan Plemahan dll belum digarap. Foto ini kuambil di depan toko2 dekat perempatan Kedungdoro, kesannya biasa2 saja. Tapi di sekitar TP 4, Sheraton, Go Skate, Marriot, dan Bank Ekonomi kalo sudah jadi, pasti bagus sekali.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/EMa.jpg

Ebek21
May 8th, 2008, 02:46 AM
Ini adalah The Empire Palace. Dari depan kelihatan tidak begitu besar, tapi sesungguhnya besar sekali karena dia menempati area yang luas sampe di Jl. Embong Malang. Sebetulnya gedung ini menghadap Jl. Blauran, tapi kebanyakan kendaraan masuk lewat pintu belakang di Jl. Embong Malang. Yang pintu depan mungkin hanya dibuka untuk acara2 tertentu saja. Pemandangan gedung ini sangat mendominasi sekitar Jl. Blauran, area perempatan Kedungdoro-Embong Malang, Tidar, sampai Kranggan karena menjulang tinggi sendirian tanpa teman plus ditambah arsitekturnya yg unik. Two thumbs up buat pengembangnya yang berani berinvestasi di tengah2 perkampungan tengah kota.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Empire1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Empire2a.jpg

Ebek21
May 8th, 2008, 03:07 AM
Dan yang ini akan jadi one of Surabaya's new landmark !! The gigantic Grand City Surabaya !!

Proyek ini lokasinya sangat strategis di daerah Gubeng Pojok dekat flyover Gubeng dan ukurannya sangat besar. Pengembangnya adalah Grup Hardaya milik Murdaya Poo, yang baru saja besanan dengan Pakuwon Group. So mungkin ada saham Pakuwon Group disitu ?? Nantinya proyek ini akan jadi pusat perbelanjaan 4 lantai dan hotel 24 lantai atau ada apartemennya juga ?? Gak gitu jelas deh.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GCS2a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GCS1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GCS3a.jpg

teddybear
May 8th, 2008, 03:30 AM
Wah, hebat deh, Grand City proyeknya jalan! Surabaya kalo gitu booming beneran deh! Grand City bisa nggak ada gambar/renderingnya yah?

Empire Palace bener keren sekali kelihatannya, lebih keren dari mall2x lain yang ada!

Ebek21
May 8th, 2008, 03:42 AM
Graha Wismilak Surabaya. Lokasinya di perempatan Jl. Raya Darmo - Jl. Dr Soetomo. Dahulu bangunan tua jaman kolonial ini hanya bangunan kecil 3 lantai saja, namun sekarang sudah direnovasi (ada gedung tambahannya) menjadi 6 lantai, namun dengan tetap mempertahankan arsitektur semula. Betul2 paduan yang serasi dgn Jl. Raya Darmo yang historis itu.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GrahaWismilaka.jpg

Hadi
May 8th, 2008, 06:19 AM
suarasurabaya.net| Kota Surabaya dalam tahun 2008 ini akan menambah lagi satu icon kota. Patung Suro dan Boyo berupa ikan hiu dan buaya yang selama ini menjadi tetenger kota terletak di depan Kebun Binatang Surabaya akan memiliki kembarannya di pinggir Kalimas sebelah Utara Monkasel.

http://img292.imageshack.us/img292/5016/surolanboyobi8.jpg (http://imageshack.us)

Patung Suro dan Boyo ini akan berada di dalam kawasan bernama Arena Ketabang. Tingginya sekitar 15 m, yang berarti bakal lebih tinggi dari Patung Suro dan Boyo di depan KBS yang hanya sekitar 10 m tingginya.

Berbeda dengan saudara kembarnya, Patung Suro dan Boyo di Arena Ketabang ini nantinya tidak akan saling menggigit ekor. Dari mulut Suro sang Hiu, akan keluar air mancur yang jatuhnya ke Kalimas.

Icon baru Kota Surabaya ini merupakan satu dari 5 sub area dalam Arena Ketabang. TRI RISMA HARINI Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya pada suarasurabaya.net, Selasa (11/03) mengatakan selain Patung Sura dan Boyo yang ada dalam Plaza Area, ada juga BMX Flat Area, BMX Street Area, Tribune Area dan Skate Park Area.

http://img292.imageshack.us/img292/9624/tamansurolanboyoln3.jpg (http://imageshack.us)

Area ini memanjang 285 meter mulai dari Monkasel hingga ke jembatan WTC dengan lebar sekitar 16 meter.

Dibangunnya arena permainan BMX dan Skate Board di lahan milik Perum Jasa Tirta I ini, kata RISMA, untuk mewadahi kegiatan anak-anak muda di Surabaya terutama yang hobi bermain skate board atau bersepeda BMX.

“Memang ada permintaan dari mereka. Kita pikir, daripada mereka tidak ada wadah dan lagipula mereka cukup berprestasi di tingkat nasional, ya kita beri ruang saja pada mereka selain yang sudah ada di Taman Bungkul sekarang,” ujar RISMA.

Dibangunnya Patung Suro dan Boyo dalam Plaza Area, kata RISMA, untuk menegaskan kesan public area di kawasan tersebut. Jadi, bukan hanya penggila skate board atau sepeda BMX saja yang boleh menikmati kawasan tersebut dengan gratis, masyarakat umumpun bisa menikmati indahnya Patung Suro dan Boyo itu nantinya.

Selain memberi ruang pada anak-anak muda beraktivitas, tujuan Pemkot Surabaya membangun Arena Ketabang adalah menjadikan Kalimas sebagai pusat baru aktivitas warga kota. “Ini membuat warga kota menjadi lebih memiliki Kalimas. Mudah-mudahan nanti dengan ini, Kalimas menjadi tambah bersih,” kata dia.

Untuk pembangunan kawasan ini, Pemkot Surabaya mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar dari pos anggaran Dinas Tata Kota. Akhir Maret 2008 ini, menurut RISMA, akan dilakukan lelang proyek, dan diharapkan sebagian proyek ini bisa diresmikan bersamaan hari jadi Kota Surabaya 31 Mei 2008 mendatang.



Untuk menunjang kawasan ini layak menjadi pusat baru aktivitas warga kota, pemkot Surabaya telah mengajukan usulan pembangunan pintu air di kawasan Pelabuhan Kalimas. Ini agar elevasi Kalimas bisa terjaga untuk aktivitas semacam wisata dan olahraga air.

Pembangunan Arena Ketabang ini, jelas RISMA, merupakan bagian dari program Revitalisasi Kalimas. Ke depannya, akan dibangun juga Food Court dan Science Park yang letaknya di bantaran Kalimas lebih ke Utara.(edy)


:)

Kali Mas River Redevelopment Project

Hadi
May 8th, 2008, 06:23 AM
SURABAYA - Obsesi Wali Kota Bambang D.H. mendirikan stadion megah di Surabaya segera terealisasi. Akhir bulan ini, akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan stadion yang diberi nama Gelora Bung Tomo (GBT) itu.

Kasi Program dan Perencanaan Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Pemkot Nurhadi menyatakan, detail engineering design (DED) Surabaya Sport Center (SSC) tinggal disempurnakan. "Pak Wali (wali kota, Red) ingin stadion kita nanti berbeda dari stadion-stadion lain di Indonesia maupun luar negeri," ujarnya.

SSC akan dibangun di Pakal, Surabaya Barat. Lahan yang ditempati terdiri atas tiga jenis status. Yakni, bekas tanah kas desa (BTKD) seluas 344.331 meter persegi, milik penduduk (343.299 meter persegi), dan milik PT Citraland Surya (236.630 meter persegi). Pembangunan stadion utama menggunakan tanah BTKD. "Kami sudah memasang pagar pengaman di sekeliling proyek itu," jelasnya.

Dia mengungkapkan, prioritas pembangunan SSC tahun ini adalah stadion utama. Panjang stadion utama 281,51 meter; lebar 203,67 meter; dan memiliki ketinggian 43,22 meter. Kapasitas stadion utama mencakup 55 ribu penonton dan stadion indoor 10 ribu penonton. "DED sudah kami paparkan kepada Pak Wali. Tinggal penyempurnaan. Dengan begitu, peletakan batu pertama bisa dilakukan 31 Mei nanti bertepatan dengan HUT Surabaya," ungkapnya.

Sarana penunjang juga bakal dibangun. Misalnya, area parkir yang mampu menampung 760 mobil, ruang terbuka hijau, drainase, serta ground reservoir atau tandon air untuk menyiram rumput stadion. "Sebab, pemeliharaan rumput stadion itu sangat sulit," tegasnya. Termasuk, pembangunan rumah pompa untuk mengantisipasi genangan air ketika musim hujan.

Total anggaran untuk stadion megah tersebut menghabiskan lebih dari Rp 440 miliar. Untuk tahun ini, anggaran yang dipersiapkan Rp 194 miliar. Pembangunan stadion utama dijadwalkan kelar awal 2009. "Kami memang harus ngebut. Sebab, akhir 2009, semua harus sudah selesai," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sempat molor selama setahun, megaproyek kontroversial itu akhirnya akan dimulai juga. Proyek tersebut digadang-gadang bisa menghidupkan kawasan Surabaya Barat. Termasuk, menggerakkan perekonomian penduduk sekitar.

Pembangunan SSC juga tak lepas dari keinginan Wali Kota Bambang D.H. supaya Surabaya bisa menjadi tuan rumah SEA Games XI. Beberapa waktu lalu, Bambang mengungkapkan, pemkot sedang mengajukan diri menjadi tuan rumah even olahraga paling bergengsi di tingkat Asia Tenggara itu.

Pengajuan diri sebagai tuan rumah even tersebut merupakan salah satu promosi untuk mendongkrak citra Jawa Timur secara umum dan khususnya Surabaya. Apalagi, Indonesia memang telah ditunjuk sebagai tuan rumah.

Karena itu, pemkot mengirimkan surat pengajuan sebagai tuan rumah kepada Menpora. Selain memiliki SSC, Surabaya siap menjadi tuan rumah SEA Games lantaran disangga stadion Sidoarjo dan Gresik. (kit/nw)

Ebek21
May 8th, 2008, 08:29 AM
Mal Central Point di Jalan Ngagel. Anchor tenantnya adalah Carrefour dan menariknya, nama resmi Carrefour disini adalah Carrefour Kalimas (instead of Carrefour Ngagel or Carrefour Central Point). Sebetulnya sama sekali lupa ada mal baru disini. Saat mau mengambil foto CCCL Surabaya, aku lewat Jl. Bengawan dan wuusss..tiba2 aja bangunan ini terlihat jelas di seberang sungai. Foto ini diambil dari Jl. Darmokali, sedangkan CCCLnya sendiri malah gak kejepret karena pagarnya tinggi banget plus di halamannya CCCL entah kenapa ada mobil polisi. Daripada diinterogasi polisi karena jeprat jepret gedung Konjen Prancis, mending gak foto2an deh hehe..

Sebetulnya UE Mall itu kenapa bisa stalled ya ? Sayang sekali, padahal sudah hampir selesai dan kelihatan begitu besar dan tinggi. Aku ambil fotonya sih, bersebelahan dengan Adistana Apartment yang juga stalled, tapi fotonya kabur karena ngambilnya sambil nyetir, mana diklaksonin mobil lain di pertigaan jembatan BAT lagi.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/CarrefourNgagela.jpg

Ebek21
May 8th, 2008, 11:29 AM
Hotel Mercure Surabaya di jalan Raya Darmo. Sebelumnya dikenal dengan nama Hotel Mirama Surabaya, salah satu hotel lama di Surabaya yang legendaris, bersama dengan Hotel Elmi, Hyatt, Garden Palace, Simpang dll. Sempat mangkrak selama bertahun-tahun, akhirnya dibuka lagi akhir bulan Februari 2007 dengan manajemen baru Accor Group dan design gedung baru yang lebih modern. Hotel bintang 4 ini memiliki 125 kamar hotel, ballroom untuk 550 orang, swimming pool, fitness center, spa complex, dan restoran2 Chinese, indonesian, dan coffee house serta pool bar.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/MercureMiramaa.jpg

AceN
May 8th, 2008, 03:36 PM
^^ Grand City renderingnya ada ga ?..

Ebek21
May 8th, 2008, 03:43 PM
Progress Pakuwon Town Square (Patoz) di Pakuwon City, Surabaya. Meliputi kompleks ruko 2 dan 3 lantai beserta satu shopping mal yang diisi 3 anchor tenant, yaitu Hypermart, Index Furnishing, dan Ace Hardware. Di tengah2 kompleks Patoz ini ada boulevard baru yang akan menjadi akses baru kompleks Pakuwon City ini. Saat ini satu blok ruko sudah selesai dibangun dan shopping malnya sendiri dalam tahap pemancangan pondasi.

Selain Patoz, di Pakuwon City juga sedang dibangun East Coast Residence, yaitu kompleks apartemen 6 tower yang berbatasan langsung dengan laut. Tinggi tiap tower berkisar antara 12-18 lantai. Saat ini lagi dibangun 3 tower. Berhubung lokasinya yang jauh dan akses belum bagus, aku tidak mengambil fotonya. Selain itu, yang sudah hampir selesai dibangun adalah Kampus Unika Widya Mandala yang berukuran besar dan saat ini sedang dalam tahap finishing. Seingatku mungkin terdiri dari 6-7 lantai kalo nggak salah, lupa difoto sih.

Kompleks Pakuwon City ini akan dilalui Jalan Tol Lingkar Luar Surabaya (Surabaya Outer Ringroad) yang akan menghubungkan Waru-Tanjung Perak bila sudah dibangun nantinya.


http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz3a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz2a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz4a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz5a.jpg

Ebek21
May 8th, 2008, 03:55 PM
Ini renderingnya Grand City Surabaya dari thread Gubeng Grand City tapi aku nggak pasti apakah ini sudah final atau belum.

Name : Gubeng Grand City
Status : Under Construction
Floors :
- Hotel = 24 ( Old Design )
Location : Jl. Gubeng Pojok, Central Surabaya
Developer : PT Hardaya Widya Graha
___________________________________________________

The Rendering :
( They probably have made some changes to the design )

http://i17.tinypic.com/81r1car.jpg

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5738432_gubeng_grand_city_surabaya_02.jpg

gliazzurra
May 8th, 2008, 04:02 PM
Progress Pakuwon Town Square (Patoz) di Pakuwon City, Surabaya. Meliputi kompleks ruko 2 dan 3 lantai beserta satu shopping mal yang diisi 3 anchor tenant, yaitu Hypermart, Index Furnishing, dan Ace Hardware. Di tengah2 kompleks Patoz ini ada boulevard baru yang akan menjadi akses baru kompleks Pakuwon City ini. Saat ini satu blok ruko sudah selesai dibangun dan shopping malnya sendiri dalam tahap pemancangan pondasi.

Selain Patoz, di Pakuwon City juga sedang dibangun East Coast Residence, yaitu kompleks apartemen 6 tower yang berbatasan langsung dengan laut. Tinggi tiap tower berkisar antara 12-18 lantai. Saat ini lagi dibangun 3 tower. Berhubung lokasinya yang jauh dan akses belum bagus, aku tidak mengambil fotonya. Selain itu, yang sudah hampir selesai dibangun adalah Kampus Unika Widya Mandala yang berukuran besar dan saat ini sedang dalam tahap finishing. Seingatku mungkin terdiri dari 6-7 lantai kalo nggak salah, lupa difoto sih.

Kompleks Pakuwon City ini akan dilalui Jalan Tol Lingkar Luar Surabaya (Surabaya Outer Ringroad) yang akan menghubungkan Waru-Tanjung Perak bila sudah dibangun nantinya.


http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz3a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz2a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz4a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Patoz5a.jpg

wahh serangan ruko rupanya uda mulai merambat ke surabaya.. hati2 tu jgn kebanyakan ruko.. merusak pemandangan aja.. :D

AceN
May 8th, 2008, 04:14 PM
^^ Thanks bek :)

Ebek21
May 8th, 2008, 05:12 PM
Pasar Kapasan yang baru direnovasi. Sekarang terlihat lebih indah dan bersih. Becak2 yang biasa mangkal disana sudah diatur hanya boleh mangkal di tempat2 khusus, sedangkan sepeda motor dan mobil yang biasa parkir liar di pinggir jalan kini diharuskan masuk ke area parkir di dalam pasar yang mampu menampung hingga 700 kendaraan roda dua dan 900 kendaraan roda empat. Jalan Kapasan sendiri kini lebih rapi, lancar, dan sama sekali tidak ada lubang2 jalan.

Pasar Kapasan ini sedang booming karena banyak ex pedagang Pasar Turi yang masuk pasar ini.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PasarKapasan1a.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/PasarKapasan2a.jpg

teddybear
May 8th, 2008, 08:44 PM
^Wah salut deh sama Ebek! Thanks for posting so many photos of Surabaya, which is actually in the midst of the boom. The city is definitely undergoing a major face lift. Kawasan kumuh udah dibangun, Surabaya Timur dan Barat, dan Pusat kota pun ada proyek2x, plus pembangunan Gelora Bung Tomo dan Jembatan Suramadu.

After all, memang Surabaya kota nomor kedua di Indonesia, dan kemajuan progress pembangunannya sekarang telah mencerminkan hal ini, meski masih perlu penciptaan lapangan kerja dan pembangunan gedung perkantoran. I used to think Tangerang might be the second city, but after seeing all of this, it can't be!

If you have photo of Hotel Diponegoro yang sedang dibangun? Thanks so much, Surabaya does not disappoint me!

Ebek21
May 9th, 2008, 03:40 AM
Proyek pedestrian dan perbaikan saluran air di Jl. Panglima Sudirman. Mulai dari perempatan Pemuda sampai dengan Wisma Dharmala, semua sedang dikerjakan. For me, it is a big project. Di depan ex Restoran Mahkota ada banyak sekali timbunan box culvert untuk saluran air, sayang nggak sempat difoto. Pedestriannya sendiri cukup lebar loh.

Monumen Bambu Runcing juga tampak di foto. Sekarang monumen tersebut kelihatan sangat terawat dengan taman yang segar di sekelilingnya dan air mancurnya terus mengalir.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Pangsuda.jpg

iwe
May 9th, 2008, 03:54 AM
new photo uploaded :

http://farm4.static.flickr.com/3097/2477492852_ed9183eb36_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2477492852/)

http://farm4.static.flickr.com/3255/2476676353_443083dedd_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2476676353/)

http://farm4.static.flickr.com/3113/2476686235_1719f10cb6_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2476686235/)

Ebek21
May 9th, 2008, 03:57 AM
Proyek pedestrian dan perbaikan saluran air di Jl. Praban. Foto ini diambil dr depan SMP 3 Praban. Proyek ini kelihatannya sementara hanya di sisi ini saja, sedangkan di sisi satunya lagi (yg di depannya toko2 sepatu Argentina dll) belum dikerjakan. Timbunan box culvert untuk saluran air ada dimana2 mulai dr perempatan Blauran sampai perempatan Tunjungan.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Prabana.jpg

Ebek21
May 9th, 2008, 04:39 AM
Surabaya Town Square (Sutos) yang berlokasi di Jalan Adityawarman. Mempunyai pintu masuk di Jl. Adityawarman dan Jl. Hayam Wuruk. Berlokasi di dekat Makodam V Brawijaya. Luas area Sutos ini 80.000 m2.

Konsepnya agak unik dibanding mal2 lain. Kesanku adalah Sutos ini lebih cocok untuk kawula muda yang senang kongkouw2 dibanding untuk shoppping. Ada satu open sppace yang besar yang menghadap panggung. Tiap weekend selalu ada live music performance disana. Kalo gak salah tiap Jumat jazzy night, Sabtu R&B music, dan Minggu lupa musik apa tuh. Tidak banyak tempat belanja disana, yang banyak justru restoran dan kafe (ada Starbucks). Selain itu ada juga Cinema XXI dan Karaoke Inul Vista pertama di Sby. Ada juga hotel TS Suites (bintang 5) yang mengandalkan konsep hip hotel dengan 126 kamar dgn desain interior modern.

Jam operasional Sutos ini sampe jam 12 malam. Cocok buat orang kongkouw2 di kafe yang gak pengen pulang cepet2. Bandingkan di mal lain yg udah bubar jam 21.30. Saat ini mal yang jam bukanya paling malam di Sby adalah Mal Galaxy yang buka sampe jam 10 malam.

Sutos tampak samping. Foto diambil dr Jl. Adityawarman setelah belokan Jl. Ciliwung.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos1a.jpg

Sutos tampak dari dekat. Foto diambil dr Jl. Hayam Wuruk dekatnya pintu masuk sampingnya.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos2a.jpg

Ebek21
May 9th, 2008, 04:51 AM
..(continued) Surabaya Town Square (Sutos)

Sutos tampak dr depan. Foto diambil dr Jl. Adityawarman dekat pertigaan Jl. Indragiri.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos8a.jpg

Sutos tampak dr depan. Foto diambil dekat perempatan Jl. Kutai.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos9a.jpg

Sutos ini panjang sekali, sampai kameraku yg udah wide 24 mm masih tidak bisa menangkap semuanya dalam satu foto dr seberang jalan. Yang agak aneh adalah bahwa ternyata di depan Sutos ini masih ada bangunan2 lama yang tidak (atau belum ??) digusur sehingga view depannya Sutos ini terhalang oleh bangunan2 tersebut. Look at this pics and you'll know what I mean.

Sebagai tambahan info, rumah2 lama (milik Kodam) di Jl. Adityawarman antara Jl. Kutai dan Jl. Ciliwung kini hampir rata semua dengan tanah di kedua sisinya. Mungkin akan ada proyek baru disitu ?? Tanahnya cukup besar loh, apalagi berhadap2an.

teddybear
May 9th, 2008, 05:07 AM
Bagus, Sutos. Saya perhatikan banyak ruko, mall dan proyek baru di Surabaya pakai banyak warna.
So, at the current the project lists expected for completion:

Aston Apartment
Sahid Hotels and Sahid Apartment
Bukopin Office
Ciputra World
Waterplace Apartment
Pedestrian
Suramadu
Pakuwon Town
Cito
Trillium
Adhiwangsa Apartment
Grand City
Renovasi Kali Mas

Completed:
Empire Palace
East Point Trade Center (Pasar Tambah Rejo)
Pasar Kapasan
Sutos
Pasar Atom Mall
ITC
Ruko Mangga Dua
Tunjungan Electronic Center (TEC)
BG Junction
Mall Galaxy 2
Toll Waru-Juanda
Royal Plaza
Darmo Trade Center
Jatim Expo
Gramedia Expo

Ebek21
May 9th, 2008, 05:19 AM
Interior Surabaya Town Square (Sutos)

Tampak open space dengan background Hotel TS Suite yang masih belum buka.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos3a.jpg

Pengunjung Sutos kebanyakan kaum muda berduit yg suka urakan dan tidak sopan kalo makan. Somehow, aku merasa kurang cocok dengan atmosfir disini. Lebih demen di Mal Galaxy atau TP3 dan TP4, lebih eksklusif dan tenang hehe..
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos4a.jpg

Beberapa toko2 masih direnovasi dan belum buka.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos5a.jpg

Kalo malam, suasana di open space ini kelihatan cozy sekali dgn cahaya lampu2 dan alunan musik live. Kalo siang, panas banget, mana ada yg mau duduk di luar.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos6a.jpg

=NaNdA=
May 9th, 2008, 05:26 AM
wow Sutos! :okay:

nice...btw tu yang foto ke2 di tol apa ya?
rest area??

Ebek21
May 9th, 2008, 05:33 AM
..(continued) Interior Surabaya Town Square (Sutos)

Open space di Sutos. Foto diambil dr De'Excelso Lt 2.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos7a.jpg

Cineplex XXI pertama di Surabaya. Menyusul segera buka di TP1 (ex Fajar Restaurant) dan Mal Galaxy 2.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos10a.jpg

Karaoke Inul Vista.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos11a.jpg

Interior Cineplex XXI, sorry aku lupa ada berapa studio ya ? 6 kali..
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sutos12a.jpg

Ebek21
May 9th, 2008, 08:50 AM
Lokasi bakal dibangunnya Trillium Office and Residence di Jalan Pemuda, di depannya Plasa Surabaya. Trillium ini proyek dari gabungan beberapa grup terkemuka di Surabaya, yaitu Maspion Group, Warna Warni Group, Sinar Surya Anugerah Group, dan Efrata Perkasa Group. Untuk renderingnya, lihat post 864# di thread ini. Lokasinya mulai dr Jl. Pemuda di depan sampai Jl. Embong Kenongo di belakang. Kantor pemasarannya saat ini di Jl. Embong Kenongo.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Trilliuma.jpg

AceN
May 9th, 2008, 09:39 AM
wow Sutos! :okay:

nice...btw tu yang foto ke2 di tol apa ya?
rest area??
Nanda...itu tol Waru Juanda. yang ke-2 itu Juanda International Airport..kasian banget dibilang kaya rest area... :colgate:

@ Ebek : THanks for posting so many pics :) Sutos kaya Ciwalk ya, cozy & cuocok banget buat esmud2 :okay:

=NaNdA=
May 9th, 2008, 05:57 PM
^^ haha.. sory2.. :D:D
abis pic yang pertama n ketiga di tol kan?
gw ga nyangka kl yang ke-2 itu bandara..

oo.. jadi itu tol akses bandara ya.. :)

btw bakal ada 3 XXI di Surabaya?weleh2.. :okay:

teddybear
May 10th, 2008, 01:05 AM
^oh, lokasi Trillium itu sebelahnya Bank NISP? Bukannya dulu ada Bank Maspion juga di seberang Surabaya Plaza?

Ebek21
May 10th, 2008, 02:33 AM
Pedestrian di Jl. Tunjungan. Sudah rampung di kedua sisi jalan dan hasilnya tidak mengecewakan. Pedestriannya termasuk lebar. Jika Jl. Tunjungan ini jadi dibenahi dan arsitektur lama tetap dipertahankan, baik untuk gedung low-rise atau hi-rise, pasti akan jadi cantik sekali seperti kota2 di Eropa.

Pedestrian di sisi Bank Permata, Jl. Tunjungan.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Tunjungan1a.jpg

Pedestrian di sisi Hotel Majapahit. Tampak di sebelah kiri adalah Restoran Indigo di dalam Hotel Majapahit. Dan yang dipagari seng kuning itu kemungkinan adalah lahan yang akan dibangun oleh Keppel Land dari Singapura. Di sisi ini lebih banyak bangunan tuanya. Alangkah baiknya jika gedung2 tersebut menyediakan kanopi sehingga orang lebih betah berjalan tanpa takut kepanasan atau kehujanan.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Tunjungan2a.jpg

Ebek21
May 10th, 2008, 02:36 AM
^oh, lokasi Trillium itu sebelahnya Bank NISP? Bukannya dulu ada Bank Maspion juga di seberang Surabaya Plaza?

Iya, di sebelahnya Bank NISP. Tapi aku rada2 lupa tentang Bank Maspion yang ada disana. Yang jelas sekarang masih tanah kosong dan sementara belum tampak ada tanda2 pembangunan disana.

Ebek21
May 10th, 2008, 02:54 AM
Waterplace Apartments yang berlokasi di kompleks Pakuwon Indah, Surabaya Barat. Letaknya di belakang Supermal Pakuwon Indah (SPI) dan Pakuwon Trade Center (PTC). Total terdiri dari 6 tower yang dr fotonya sih kelihatan sudah selesai mestinya. Tinggi tower berkisar antara 30, 35, dan tertinggi 38 lantai. Mungkin mereka masih melakukan beberapa pekerjaan finishing. Denger2 salah satu dr tower2 tersebut akan difungsikan sebagai kondominium hotel (kondotel) dan akan dimanage oleh Ascott Group yg juga mengoperasikan Sommerset Apartment di Surabaya (ex Hotel Mercure Surabaya di kawasan Ngesong).

Waterplace dan Adhiwangsa (45 lantai) ini akan jadi new skyline icon di Surabaya dengan ketinggian tower2 mereka.

Sayang lampu2 di tower2nya tidak sedang dinyalakan.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Waterplacea.jpg

Ebek21
May 10th, 2008, 03:42 AM
^^ Foto Waterplace diatas adalah foto terakhir dr kunjunganku balik Sby. Senang akhirnya bisa ikut sumbang2 foto hasil jepretan sendiri, instead copy paste berita atau gambar dr website koran2 saja hehe...

Selain foto2 diatas, ada beberapa perkembangan kota SBy lainnya yang belum sempat aku foto, antara lain :

1. Jalan tol Surabaya-Mojokerto lagi dibangun di daerah Waru arah menuju Sepanjang. Kendaraan berat dan tiang2 pancang, juga tulangan beton tampak dimana2. Good news !!

2. Suramadu. Sebetulnya aku sudah on the way ke proyek Suramadu di Tambak Wedi, tapi baru jalan 15% kuputuskan batal aja deh. Karena jalannya berlubang2 dan tidak rata khas jalan proyek. Drpd mobil jebol mending gak jadi saja toh foto2 Suramadu di websitenya cukup update.

3. City of Tomorrow (Cito). Foto eksterior Cito yang menawan sudah cukup banyak di situs ini. Aku berkesempatan masuk Cito tapi kesanku ngggak begitu bagus sih. Ruang parkirnya sempit, hanya 2 lantai plus parkir lobby dan interiornya sendiri lebih mengesankan ini lebih cocok disebut trade center sekelas BG Junction atau Atum Mall drpd shopping mal beneran kayak TP atau Mal Galaxy. Parisisan Dept. Store masih belum buka, mungkin sebentar lagi kayaknya. Toko2 lain juga masih banyak yg belum buka. Mungkin setelah Hotel Aryaduta (bintang 5) dan apartemennya buka, baru Cito ini bakal lebih ramai.

4. Hotel di Jl. Diponegoro. Sebetulnya aku sudah cari2 hotel ini, kupikir di sebelah utara perempatan Jl. Dr Soetomo, tapi nggak ketemu sampe akhirnya bablas ke Jl. Raya Arjuna dan malah memotret Meteor hehe..Akhirnya ketemu juga di kesempatan lain tapi lagi gak bawa kamera. Lokasinya di selatannya perempatan Jl. Kutai ternyata. Sudah berdiri cukup tinggi (lupa jumlah lantainya berapa) tapi masih belum finishing.

Ebek21
May 10th, 2008, 03:53 AM
..(continued)

5. Jalan HR Muhammad. Lahan eks Masjid At-Taqwa dan bangunan2 di sebelah timurnya yang sudah dirubuhkan beberapa waktu lalu, sekarang sedang digarap siang malam supaya siap untuk menguber HUT Surabaya, 31 Mei mendatang. Kelihatannya susah untuk bisa selesai dlm waktu gak sampai sebulan. Tapi yg jelas pemandangan disana sudah jauh lebih lapang dibanding waktu bangunan2 tersebut masih berdiri.

6. Bangunan RSU Haji yang baru setinggi 7 lantai di kawasan Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Tulisan RSU Haji di atas gedung ini nampak cukup jelas dilihat dr Jl. Manyar Kertoarjo.

7. Jalan MERR kini sudah tersambung dr Jl. Kenjeran sampai Jl. Arif Rahman Hakim. Sebelumnya terputus karena jembatan MERR IIA di kawasan Raya Mulyorejo masih belum selesai. Kini sudah selesai dan bahkan sudah dipasang lampu lalu lintas.

8. Ada crane Tata yg tinggi banget di kompleks Unika Widya Mandala Dinoyo. Sedang membangun apa, aku nggak tahu.

Ebek21
May 10th, 2008, 04:04 AM
..(continued)

9. Gedung MEX Building di Jl. Pregolan, Surabaya. Gedung ini setinggi 5 lantai dan tiap lantainya diisi satu restauran. Seingatku ada restauran Fuyuan (Chinese) dan Gang2 Sullai (Korean), lainnya lupa. Lokasinya lumayan strategis di pusat kota, sayang ruang parkirnya terlalu kecil.

10. Aku sempat 2 kali (siang dan malam) melewati Jl. Pandegiling untuk melihat2 suasana jalan yg baru setelah diobrak polisi. Sangat lancar dan pedagang tidak berdagang melewati jalur pembatas kuning yg dibuat polisi. Skrg jalan ini benar2 berfungsi sebagai jalan penghubung deh (instead of pasar malam).

11. Penghijauan. Hijau dimana-mana !!! Sekarang berkendara di kota Surabaya, khususnya di daerah Darmo dan sekitarnya (Gubeng, Dr. Soetomo, Imam Bonjol, Polisi Istimewa, Pemuda) kayak berjalan2 di tengah taman saja. Pepohonan dan tanaman ditata rapi jadi nggak sembarangan asal ada pohon saja. Plus sekian banyak taman dan air mancur yang baru dibikin. Taman Jalan Sulawesi yg setiap hari aku lewati sangat indah. Dan pohon2nya tinggi2 semua, yg katanya dibudidayakan sendiri oleh Pemkot Sby di Taman Flora (ex Kebun Bibit Bratang). Juga Taman di dekat bundaran Dolog Ahmad Yani, bener2 mirip hutan karena luas dan tingginya pohon2nnya. Taman di Jl. Kalimantan yg sudah selesai juga bagus bgt. Sayang sekali selalu kutunda2 foto taman2 ini, akhirnya malah gak kesampaian deh.

teddybear
May 10th, 2008, 04:11 AM
^Thank you so much Ebek! Tidak menyangka, Surabaya banyak proyek yang sedang berjalan! Kalo tidak ada yang posting tidak diketahui deh! Di seluruh bagian Surabaya, ada proyek. Utara, Tengah, Selatan, Timur dan Barat.

Sayangnya, gedung dengan ketinggian 10 tingkat ke atas menyebar di seluruh pelosok kota, sehingga skyline-nya tidak begitu kelihatan banyak gedung. Saya hitung sedikitnya di masa mendatang Surabaya akan ketambahan 20 gedung dengan ketinggian sedikitnya 10, bila menghitung apartemennya juga. Suatu pertambahan yang cukup significan! Plus, Surabaya masih membangun jalan tol, jalan raya, pedestrian, jembatan, fasilitas olah raga, taman2x dan airport!

Ebek21
May 10th, 2008, 04:35 AM
^^ Yupp...Pembangunan di Surabaya sedang berdentum2 dengan kencangnya. Hampir semua penjuru Surabaya sedang ada proyek raksasa, di utara ada Jembatan Suramadu, di selatan ada Jalan Tol Surabaya-Mojokerto, di barat ada kompleks olahraga Gelora Bung Tomo (not to mention Adhiwangsa, Waterplace, dan Ciputra World), di timur ada Pakuwon City, dan di pusat ada Grand City Surabaya. Proyek2 menengah dan kecil juga tak terhitung banyaknya dimana2, seperti contohnya Metropolis, Cosmopolis, High Point yg lagi gencar2nya dipromosikan, dan proyek student apartment Universitas Ciputra.

Dan yang bikin aku senang, dengan semua pembangunan itu, Surabaya malah terlihat lebih rapi dan hijau !! Dengan pepohonan, taman2 dan air mancur yang buanyak sekali plus jalan2 yang muluss yg mulai dibebaskan dr para pedagang kaki lima dan mulai bebas banjir juga, bisa dikatakan quality of life di Sby meningkat drastis deh..

teddybear
May 10th, 2008, 04:46 AM
Benar, I really agree with you, Ebek. It's something that I never imagine before. Dulu jamannya walikota gila siapa begitu, Surabaya kelihatan kumuh, banyak jalan berubah fungsi jadi tempat pedagang kaki lima. Itu pasar meluber sampai di samping Gedung Dharmala bahkan ke jalan Urip Simoharjo. Tetapi Walikota sekarang entah kenapa, memberi banyak sekali kemajuan! When I look at the photo of Surabaya right now, it's like wow, what a difference! Without looking at the photos of alleys and poor areas Surabaya looks like a fine city! Pasti, kualitas hidup meningkat. Bisa dibayangkan, departemen Pertamanan di Surabaya pasti sibuk dan mempekerjakan banyak orang. Habis harus mengurusi demikian banyak taman seluruh kota!

Mungkin masih belum bisa menandingi kebersihan Singapore tapi kayaknya menuju ke sana. Sayangnya, air minum dan udara masih kurang bersih. Kalo toh air minumnya bersih, wow, bisa menjadi kota besar terbersih dan tersehat di Indonesia! Patut diberi penghargaan!

iwe
May 10th, 2008, 05:22 AM
1. Jalan tol Surabaya-Mojokerto lagi dibangun di daerah Waru arah menuju Sepanjang. Kendaraan berat dan tiang2 pancang, juga tulangan beton tampak dimana2. Good news !!
http://farm4.static.flickr.com/3143/2477494418_0ceb551837_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2477494418/)

Ebek21
May 10th, 2008, 05:31 AM
^^ Ya, itu dia proyek tol Sumo yang kumaksud !! Thanks atas fotonya, iwe. Moga2 aja cepat selesai tol ini.

Hadi
May 10th, 2008, 09:57 AM
Tapi semuannya itu juga sangat didukung oleh Warganya. Bayangin DiRadio SuaraSurabaya, ada satu pohon yang dipaku saja, warga lapor ke Radio itu dan langsung tak lama DKP Langsung mengambil paku itu, jadi SS itu jadi mediasi antara DKP dan Warga Surabaya, tak heran saya yakin tak lama lagi surabaya akan sama dengan singapore...

Ebek21
May 10th, 2008, 05:03 PM
Penggantian pagar beton dgn tanaman di Balai Pemuda, kelihatannya adalah hal sepele. Namun hal sepele ini bisa memicu hal besar, yaitu membuat kota semakin ramah lingkungan, istilahnya memanusiakan kota. Dan hal ini juga menarik perhatian dr pejabat2 Pemkot Surabaya. Berikut dua artikel dr Wawali Surabaya dan Kepala BPLH Surabaya mengenai hal ini.

Tanaman Makan Pagar

Mungkin kelihatan sepele: merobohkan pagar untuk taman. Namun, kegiatan yang bisa dianggap merusak dan pemborosan itu sebetulnya punya nilai pembangunan manusia yang luar biasa. Betapa tidak, pembongkaran pagar beton untuk taman itu merupakan bagian membangun kebudayaan warga cinta taman dan tanaman.

Inilah yang sekarang sedang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya ketika membongkar pagar Balai Pemuda. Puing-puing beton pagar itu kini sudah berubah menjadi tumpukan tanah berkompos. Di atasnya sedang digarap sebuah taman melingkar yang pasti akan membuat indah kawasan itu.

Diharapkan, setelah Taman Apsari dan Balai Pemuda akan makin banyak gedung dan plaza melakukan hal serupa. Merobohkan pagar betonnya dan mengganti dengan taman. Terutama di jalan-jalan utama perkotaan seperti Raya Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Tunjungan, Gubernur Suryo, Panglima Sudirman, Jalan Pemuda, Yos Sudarso, dan lain sebagainya.

Lho apakah tidak mengancam keamanan? Ini tinggal soal cara kita mengelola. Kalau takut tamannya diinjak-injak orang, tinggal pasang pembatas rantai besi dengan tiang-tiang pendek yang estetik dan unik. Uuh…tentu akan sedap dipandang mata. Kalau takut diganggu massa, aparat siap mengamankan.

Jangan lupa, sejak beberapa tahun terakhir, telah terjadi pergeseran peradaban di skala masyarakat Surabaya. Gerakan kader lingkungan untuk pengelolaan sampah tingkat keluarga membawa dampak luar biasa. Warga yang sudah memilah sampah, makin maju cara berpikirnya. Mereka punya kompos karenanya.

Dengan kompos itu, mereka suka bertanam. Selain lingkungan menjadi hijau dan asri, kini mereka sudah berpikir ekonomis. Bertanam tanaman yang menghasilkan. Makanya, jangan heran kalau di beberapa kawasan di Surabaya kini muncul kampung anggrek, toga, dan semacamnya.

Nuansa peradaban cinta tanaman ini juga bisa kita rasakan. Dulu, kita masih sering mendengar orang merusak dan mencuri tanaman di jalan-jalan. Kini jangankan merusak, mengganggu saja akan mendapat caci maki warga. Saya sering mendengar protes warga di radio tentang tindakan orang memaku pohon di jalan-jalan. Makin banyak orang merasa berdosa kalau merusak tanaman.

Bangunan tanpa pagar beton juga terkesan lebih manusiawi. Tidak arogan. Secara psikologis, juga memberi kesan rasa aman. Sebab, pagar beton, apalagi yang tinggi-tinggi, menunjukkan mereka ketakutan. Takut diganggu, dijarah, dan kemalingan. Para pedagang kaki lima pun kini juga sudah tidak mau jualan sembarangan. Mereka makin sadar akan fungsi pedestrian dan taman-taman.

Perkembangan peradaban ini, tentu membuat warga Surabaya patut berbangga. Sekarang, kita sering mendengar decak kagum mereka yang datang dari luar kota. Surabaya tidak pernah disebut dengan kota taman dan kembang. Namun, kini bisa mengalahkan kota Bandung yang sejak dulu mendapat sebutan seperti itu.

Suatu ketika, ada ibu-ibu dari Bandung yang sedang mengunjungi anaknya di Surabaya. Di tengah-tengah jalan, ia minta berhenti dan turun dari mobil hanya untuk melihat pasukan kuning yang sedang merawat taman di jalan. ‘’Wah, tanaman di jalan saja dirawat seperti di rumah-rumah,’’ gumamnya dengan sedikit terheran-heran.

Peradaban dan selera masyarakat yang berubah ini juga harus diikuti semua lapisan. Misalnya, para biro iklan, pemilik gedung dan plaza, maupun arsitek bangunan di Surabaya. Sudah seharusnya mereka tidak saja berpikir ekonomis dan arogan. Tapi juga mulai berpikir estetik untuk menciptakan Surabaya yang indah dan nyaman. Tidak lagi sekadar rebutan titik, tapi juga mengoptimalisas kreatifitas.

Jika semua ini bisa dilakukan, dalam lima tahun ke depan, Surabaya akan menjadi percontohan. Dengan kondisi sekarang saja, makin banyak orang merasa nyaman tinggal di kota kita. Jika fenomena kemajuan peradaban kota ini terus berjalan, pasti Surabaya akan menjadi kota favorit untuk kunjungan.

Yang jelas, kalau dulu ada pameo pagar makan tanaman. Kini, di Surabaya akan makin banyak tanaman makan pagar.

Terima kasih warga. Ayo, maju bersama!

Taken from arifafandi.blogdetik.com, May 2, 2008


Tanaman pagar mengembalikan “kepemilikan” publik

Kota dirancang untuk dihuni dan dinikmati semua warganya. Di kota orang bisa beraktifitas sekaligus menikmati kehidupan. Pebisnis menjalankan usahanya dengan hasil baik, anak sekolah bisa belajar dengan tenang, sementara ibu rumah tangga dapat bercengkerama dengan tetangga. Warga senior bercanda menikmati hari tua. Kota tidak hanya untuk tempat berusaha, tapi ia juga menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Itulah hakikat sebuah kota yang diinginkan oleh warga.

Tapi seringkali banyak orang lupa, entah karena terlalu fokus pada satu hal, atau karena terlalu banyak persoalan kota, maka perkembangan kota di Indonesia seringkali berjalan ke arah yang berbeda dari keinginan diatas. Banyak kota yang kemudian berkembang menjadi tidak jelas. Tuntutan persaingan yang sangat ketat menjadikan setiap tempat digunakan semaksimal mungkin. Pebisnis memang dapat berusaha, namun ketika pebisnis dan warga membutuhkan ruang terbuka di pusat kota untuk mencari udara segar, ternyata tidak ada lagi tempat yang memadai.
Padahal pusat kota selain untuk kegiatan usaha, juga adalah ruang bagi manusia untuk saling berbagi.

Rupanya itulah yang mulai difahami, ketika pagar pembatas Gedung Balai Pemuda Surabaya, dirubah menjadi barisan tanaman dan bunga. Gedung yang tepat di jantung kota itu selama ini dibatasi pagar beton, yang seolah menjauhkan orang untuk menikmati keindahannya. Sekarang, pagar beton sudah dibongkar, digantikan dengan warna-warni bunga yang menghiasi pembatas pekarangan itu. Suasana kaku bangunan, dicairkan oleh keindahan bunga-bunga yang bermekaran.

Tapi tidak Surabaya namanya, kalau tidak ada kontra terhadap pergantian pagar beton menjadi tanaman. Sebagian orang mencemooh pergantian itu dengan berbagai alasan. Ada yang mengkuatirkan keamanan Gedung Balai Pemuda yang sekarang sudah tidak berpagar beton itu.

“Bagaimana kalau orang jahil masuk ke halaman gedung yang tidak berpagar ?”. Yang lain mengomentari, kalau tanaman dan rumputnya akan sia-sia, karena nantinya bisa diinjak-injak orang dan mati.

Padahal kedua kekuatiran itu justru diuji akan akan dijawab dengan pergantian pagar. Dengan “tanpa pagar”, bangunan publik itu diharapkan akan dijaga oleh publik. Diamankan oleh warga kota. Perubahan pagar beton menjadi tanaman sekaligus merupakan sarana untuk mengajak warga kota untuk bersama menjaga keindahan dan kerapihan kotanya. Proses pergantian pagar itu sesungguhnya merupakan wadah untuk mengembalikan rasa kepemilikan warga kota terhadap fasilitas kotanya. Bukankah dijaman dahulu bangunan-bangunan dan rumah tidak berpagar. Justru pagarlah yang telah menjauhkan orang dari “kepemilikan” terhadap fasilitas publik. Pagar menjauhkan orang dari tetangga. Mengapa sekarang orang terlalu takut, kalau bangunan tidak berpagar.

Perubahan pagar pembatas Balai Pemuda itu semoga mengembalikan rasa kepemilikan bersama terhadap fasilitas publik. Dengan rasa kepemilikan bersama oleh warga kota, maka warga juga akan ikut menjaga keamanan fasilitas pubik.

Taken from www.togarsilaban.com, May 6, 2008

Ebek21
May 10th, 2008, 06:46 PM
^^ Foto2 pagar tanaman Balai Pemuda yang baru.

http://farm4.static.flickr.com/3093/2480962070_9bba5dfebd.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3212/2480151445_f9228e0e30.jpg

Taken from www.suarasurabaya.net

teddybear
May 10th, 2008, 08:01 PM
^Bagus jadinya!

peseg5
May 10th, 2008, 08:18 PM
^^ Gedung MPR/DPR harusnya MENCONTOH kasus ini...

Bukannya malah direnovasi dengan membangun pagar yang lebih tinggi lagi...

gliazzurra
May 10th, 2008, 08:36 PM
^^ Gedung MPR/DPR harusnya MENCONTOH kasus ini...

Bukannya malah direnovasi dengan membangun pagar yang lebih tinggi lagi...

tidak disarankan untuk gedung yg magnet demo seperti gedung MPR/DPR bung peseg.. kasian tanaman nya.. :lol:

AceN
May 11th, 2008, 06:12 AM
^^ pedagang cermin2 yang mangkal di depan gedung DPR nanti ganti jadi dagang tanaman semua.... :D

Ebek21
May 12th, 2008, 07:51 AM
Rendering of Eastcoast Residence, the first seaside apartment complex in Surabaya, located in Pakuwon City, East Surabaya. Now under construction.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Eastcoast.jpg

teddybear
May 12th, 2008, 12:23 PM
^Is this new or they changed the previous design?

Ebek21
May 12th, 2008, 01:44 PM
^Is this new or they changed the previous design?

Yes, they made changes in the design. But I believe this is the final design and IMO, much better compared with the previous one.

Ebek21
May 13th, 2008, 05:12 AM
Now Paragon Service Apartment in Mayjen Sungkono has been converted into a 4-star hotel named Java Paragon Hotel & Residences, managed by Belmont International.

teddybear
May 13th, 2008, 05:19 AM
^Ada foto yang terbaru nggak? Paragon dulu udah cukup bagus, tapi mungkin mereka mau membuat bisnis lebih menguntungkan gua rasa.

Ebek21
May 13th, 2008, 08:29 AM
^^ Sayangnya gak ada fotonya. Nggak sempat ambil foto, cuman sempat ngelirik aja hehe..

Yang ini juga mengenai perubahan. Alfa Panjang Jiwo sekarang berubah nama menjadi Carrefour Express. Mungkin sebentar lagi Alfa Ahmad Yani dan Dukuh Kupang juga berubah nama.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/alfa1_dalam.jpg

Surabaya - Untuk pertama kalinya, gerai PT Alfa Retailindo Tbk yang baru saja dibeli oleh PT Carrefour Indonesia disulap menjadi 'Carrefour Express'.

Gerai pertama dengan luas 3.500 meter persegi itu terletak di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya. Diresmikan langsung oleh Presiden Direktur PT Alfa Retailindo Agoes P Adhie, Selasa (13/5/2008) pagi.

"Memang baru pertama kalinya, gerai ini setelah saham Alfa dibeli oleh Carrefour," tutur Agoes kepada wartawan seusai peresmian Carrefour Express di Jalan Panjang Jiwo.

Pembelian saham mayoritas sebesar 75 persen milik PT Sigmantara Alfindo dan Prime Horizon Pte, Ltd dilakukan oleh PT Carrefour Indonesia 22 Januari lalu. Dengan demikian PT Alfa Retailindo Tbk menjadi bagian dari Carrefour Group.

Nama Carrefour Express diberikan untuk gerai yang luasnya maksimal 3.500 meter persegi. Untuk gerai dengan luas diatas 3.500 meter persegi akan dinamakan Carrefour saja tanpa embel-embel Express.

Pria yang mengenakan jas hitam ini enggan memberikan besarnya nilai investasi yang dikeluarkan serta target pasar pembukaan gerai baru ini.Namun ia optimis dengan pembukaan ini bisa menambah daya beli masyarakat.

"Saya tidak bisa menyebutkan besarnya investasi. Kami optimis bisa mengambil pasar di Surabaya," ucapnya.

Di Jatim sebanyak 5 gerai Alfa yang akan disulap jadi Carrefour. 3 di Surabaya, 1 di Malang dan 1 lagi di Jember.

Taken from detiksurabaya.com, May 13, 2008

Ebek21
May 13th, 2008, 03:20 PM
Pembongkaran ex SPBU di Jalan Undaan (pertigaan Ambengan) untuk selanjutnya dibikin taman kota. Lahan ex SPBU ini cukup besar, moga2 setelah jadi taman kota nanti bisa mulai menyejukkan pemandangan Jl. Undaan yang agak gersang dibanding kawasan lain.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Undaan2.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Undaan1.jpg

Taken from www.suarasurabaya.net.com

OPTX
May 13th, 2008, 06:00 PM
Beberapa proyek yang kemungkinan mulai akan dipasarkan atau mulai dibangun pada pertengahan sampai akhir tahun ini :


Superblock baru dari Lippo di Surabaya Barat dekat bundaran tol satelit ( antara Jl. HR Muhammad - Jl. Mayjend Sungkono )
Perkantoran dan Hotel dengan investasi sekitar Rp 1 triliun di atas tanah 2 ha di seberang jalan Adhiwangsa apartment. Konstruksi dimulai akhir tahun ini. Tidak disebutkan berapa jumlah tower yang akan dibangun. Dari nilai investasinnya, kira-kira hampir sebesar Sahid Perdana (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=517989) Jakarta.
Surabaya Epicentrum oleh Bakrie Group. Berdasar berita terbaru dari Bisnis.com , akan diumumkan dalam waktu dekat, tapi tidak disebutkan lokasi dan seberapa besar investasinya. Mengenai nama, ada kemungkinan bukan lagi "Surabaya Epicentrum" (?).
Superbolck baru dari Maspion di kawasan segi delapan darmo permai Surabaya barat, dekat gedung SCTV.
Apartemen baru di Jl. HR Muhammad di bekas pengadilan militer.
Proyek Mix Used / Superbolck dari Podo Joyo Mashur. Kemungkinan lokasinya di Jl. Ahmad Yani.

teddybear
May 13th, 2008, 08:27 PM
^Wow, thank you OPTX for the update news! It's really exciting to see all of these projects coming. And hopefully will not get strangled again by BPN, all will be realized! Go Surabaya, second metropolis of Indonesia!

Thanks Ebek for posting the news and photos! Hebat yah, pembangunan taman di Surabaya sedang gencar2xnya, kawasan Undaan perlu dibenahi! Oh ya, saya pikir kawasan sepanjang sungai yang biasanya kumuh, perlu dibenahi juga. Tidak saja kawasan sungai di Monkasel tapi di sepanjang sungai di seluruh Surabaya!

teddybear
May 13th, 2008, 08:30 PM
^Mudah2xan proyek Bakrie di tengah Surabaya supaya dengan demikian bagian tengah kota pun tersentuh, nggak semua ke Barat.

Ebek21
May 14th, 2008, 02:46 AM
^^ Tapi aku heran juga. Bakrie masih berani unjuk muka di Surabaya. Nama Bakrie begitu jelek dan hancurnya di mata masyarakat Surabaya dan Jatim gara2 Lapindo. Bisa habis ini proyek didemo masyarakat tiap hari kalo sampai jadi :)

MinImaX
May 14th, 2008, 01:44 PM
@OPTX:
where exactly maspion superblock project will be built?

segi 8 map:
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/segi8.jpg

it seems the hospital at grand family complex has been started. the location is on the graha famili map shown below:

http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/grahafamili.jpg

food city di depan plaza graha famili sudah dibongkar.
showroom furniture terbesar di surabaya (graha melandas) telah selesai dibangun di samping d'cost.

kenapa ya pengembang suka bikin di daerah surabaya barat?

Ebek21
May 15th, 2008, 05:23 AM
^^ Kalo 20-30 tahun yang lalu, pengembang suka bikin proyek di barat karena tanah masih luas, memungkinkan untyuk membangun proyek2 skala besar, lahannya masih berupa perbukitan dan hutan2, bukan pemukiman penduduk, sehingga penggusuran tidak susah. Makanya di barat, jangankan bikin perumahan, untuk bikin lapangan golf saja masih cukup, nggak heran di areal yg berdekatan bisa ada 4 lapangan golf.

Kalo saat ini, pengembang masih suka membangun proyek di barat karena pasarnya sudah ada, yaitu puluhan ribu rumah tangga kelas menengah dan atas yang menghuni proyek2 tahun 1970-1990an (Darmo Permai, Darmo Satellite, Darmo Indah, Darmo Baru, Kris Kencana, Kupang Indah, Simpang Darmo Permai, Graha Famili, BDG, Pakuwon, Citraraya, perumahan2 di daerah Wiyung) plus masih ada saja lahan yg tersisa di barat walaupun ukurannya tidak sebesar dibandingkan 20-30 tahun lalu.

Kenapa ya di Sby gak ada rumah sakit yang bener2 besar ? Bangun rumah sakit kok ukuran mini2. RS yang baru2, seperti Mitra Keluarga di Darmo Satellite dan HCOS di Nginden, maupun yg baru direnovasi seperti ex Budi Mulia di Gubeng, jauh dari kata memadai. RS kok gedungnya cuma 3-4 lantai. Sudah gitu nggak lengkap lagi dan tarifnya mahalnya minta ampun. Kesannya cuma mengandalkan keeksklusifan aja karena di tengah2 pemukiman elit. Calon RS baru di Graha Famili ini juga bakal kayak gitu kayaknya. RS pemerintah yang baru akan dibangun di wilayah barat juga sama aja, hanya 3 lantai.

Sebagai perbandingan, di tempatku di Guigang sini, kota yg penduduknya nggak nyampe 200 rb jiwa aja dan umurnya baru 12 tahun, gedung RSnya aja punya dua gedung 15 lantai dan sangat lengkap, sampe MRI pun ada.

teddybear
May 15th, 2008, 06:53 AM
^Aku pikir mungkin karena investasi Rumah Sakit mahal. Peralatan canggih saja sudah berapa. Melebihi hotel kali, karena hotel tidak memerlukan peralatan canggih yang mahal. Sayang kalo pembangunan cuman fisik saja, tapi kesehatan, pendidikan tidak diutamakan.

Kenapa pengembang memilih Barat mungkin karena di Pusat tanah sudah terlalu tinggi dan susah pembebasannya. Kapan ya, daerah perkampungan kumuh di sekitar BRI Tower sampai ke Pandegiling dan juga perkampungan di Embong Malang di pindah, karena memang sudah tidak pantas disana, tempatnya di jalan protokol. If this is done, it will free up more land for development in the city center. ;)

iceroundnear
May 15th, 2008, 10:05 AM
:)NEW MEMBER:)

Ebek21
May 15th, 2008, 10:44 AM
Bicara tentang rumah sakit, ini adalah proyek prestisius Pemkot Surabaya di Surabaya Barat, yaitu RS Umum di Surabaya Barat.

Rumah Sakit Surabaya Barat (not final name)

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/rumah_sakit.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/petaRS.jpg

Surabaya sebagai kota terbesar kedua, banyak mengalami perkembangan yang pesat di segala bidang, salah satu bidang yang saat ini mendapat banyak perhatian adalah peningkatan kesehatan masyarakat, melalui pembangunan fasilitas kesehatan yang memadai dan terjangkau, pemerintah kota surabaya kemudian merencanakan pembangunan rumah sakit baru yang berada di wilayah surabaya barat.

Wilayah Surabaya Barat terdiri dari 7 kecamatan serta 42 kelurahan dengan luas wilayah 118,01 km2, sebagian besar merupakan kawasan industri, pergudangan, dan perumahan real estate, lokasi tapak rumah sakit terletak di Jl. Kendung Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, luas lahan sekitar ± 26,042 m2 atau 2,6 ha.

Fasilitas kesehatan yang akan dibangun adalah rumah sakit umum kelas C+, mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis spesialistik dasar yang meliputi :

1. Pelayanan Spesialistik Penyakit Dalam
2. Kebidanan Dan Penyakit Dalam
3. Bedah
4. Kesehatan Anak

Untuk mengoptimalisasikan pelayanan terhadap masyarakat, maka direncanakan mengadakan pengembangan pelayanan medisnya menjadi pelayanan medis spesialis luas, sehingga memenuhi kategori C+, pelayanan medis spesialis luas yang meliputi :

1. Spesialistik THT
2. Spesialistik Mata
3. Spesialistik Syaraf
4. Spesialistik Jiwa
5. Spesialistik Kulit dan Kelamin
6. Spesialistik Jantung
7. Spesialistik Paru
8. Spesialistik Radiologi
9. Spesialistik Anestesi
10.Rehabilitasi Medis
11.Patologi Klinis
12.Patologi Anatomi

Taken from www.bappeko.surabaya.go.id

MinImaX
May 15th, 2008, 11:02 AM
rumah sakit di graha family, menurut design gambarnya, sekitar 9 lantai. cuma luas tanahnya ga seberapa besar sih... mungkin lahan yang ada di graha famili lebih diutamakan untuk pembangunan festival walk, sehingga kawasan tersebut akan menjadi pusat komersil terbesar di surabaya, bersamaan dengan lenmarc, supermal, ptc, dan ruko2 s.d. mayjen sungkono.
di mitra keluarga ada kok MRI 1.5 tesla. ct scan 64 slices.

foto lokasi pembangunan rs di graha famili:

http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/DSC01357.jpg

MinImaX
May 15th, 2008, 11:07 AM
proposed hospital @ graha famili (mungkin bukan final design):

http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/rsgrahafamili.jpg

MinImaX
May 15th, 2008, 11:17 AM
sejak dipegang bu risma ini surabaya semakin baik saja ya...
websitenya di bappeko.surabaya.go.id juga baru dilaunch bulan april 2008. sangat informatif. selama ini saya sering kesulitan untuk mencari peta rencana pengembangan surabaya & prospek investasi di kota ini.

Ebek21
May 15th, 2008, 11:19 AM
^^ Kapan rumah sakit di Graha Famili ini mau dibangun ? Proyek2 di Graha Famili kok lambat2 ya ? Sekarang malah kesalip ama Pakuwon dan BDG, padahal kan Graha Famili mulai start duluan.

Ebek21
May 15th, 2008, 11:24 AM
sejak dipegang bu risma ini surabaya semakin baik saja ya...
websitenya di bappeko.surabaya.go.id juga baru dilaunch bulan april 2008. sangat informatif. selama ini saya sering kesulitan untuk mencari peta rencana pengembangan surabaya & prospek investasi di kota ini.

Hoii..Walikota masih Pak Bambang DH, bukan Bu Risma. Bisa ngambek Pak Wali kalo baca postinganmu ini :)

MinImaX
May 15th, 2008, 11:37 AM
oya, walikotanya bambang dh... :p
maaf pak walikota... :) jangan ngambek ya... pak walikota juga baca ini skyscrapercity ini ya? good good... semoga tambah maju pak.

untuk pembangunan skala besar (apartemen, mal) mungkin graha famili kapan hari kena dampak krismon, akhirnya mal graha famili di samping tol yang pembangunannya sudah separuh jalan dicancel, plaza graha famili yang dipaksakan buka pada 1998 & food citynya akhirnya malah ga laku. sementara citraland punya sumber dana yang kuat dari proyek2 di kota lain & pakuwon punya tunjungan plaza. bdg belum memulai proyek skala besar pada saat krismon. cmiiw.

untuk skala kecil, pembangunan landed house graha famili lumayan pesat lho... dan banyak yang sudah ditempati di sana. bekas mal graha famili juga sudah dibangun perumahan, yang salah satunya dekat sekali dengan jalan tol, katanya yang pernah tinggal di sana sangat bising.

teddybear
May 15th, 2008, 02:50 PM
^Kapan Rumah Sakit dan Festival Walk dibangun?

sbyctzn
May 15th, 2008, 03:38 PM
Surabaya kedepan potensinya untuk bisa menjadi Kota seperti singapur atau manhattan atau tokyo dll sangat besar peluangnya, karena keadaan jalan dan lokasi yang sangat strategis, lihat di daerah CBD surabaya pusat, saya bisa membayangkan nanti beberapa puluh tahun kedepan pasti akan menjadi seperti singapur, gedung-gedung yang dekat dengan jalan dan berdekatan satu sama lain sehingga akan tercipta tata ruang yang circular, sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Jakarta yang cenderung linear memanjang seperti Thamrin dan Sudirman.
CBD surabaya pusat sudah bermunculan proyek-proyek skyscraper yang akan menambah skyline surabaya semakin cantik, seperti:
1. Trillium Residence
2. Surabaya Grand City
3. Graha Bukopin
4. New extension Hotel Sahid
5. Galleria Tunjungan
6. Aston Hotel
apalagi akan dibangun taman di daerah monkasel dan pembangunan cross pedestrian besar-besaran di CBD surabaya pusat, semakin mengentalkan suasana trully metropolis town.

Sparkling Surabaya!

Ebek21
May 16th, 2008, 03:32 AM
btw bakal ada 3 XXI di Surabaya?weleh2.. :okay:

Sorry, lupa masih ada satu lagi di Lenmarc yg dijadwalkan buka Agustus ini. Total ada empat yaitu di Sutos, TP1, Mal Galaxy 2, dan Lenmarc.

Hadi
May 16th, 2008, 12:43 PM
Surabaya kedepan potensinya untuk bisa menjadi Kota seperti singapur atau manhattan atau tokyo dll sangat besar peluangnya, karena keadaan jalan dan lokasi yang sangat strategis, lihat di daerah CBD surabaya pusat, saya bisa membayangkan nanti beberapa puluh tahun kedepan pasti akan menjadi seperti singapur, gedung-gedung yang dekat dengan jalan dan berdekatan satu sama lain sehingga akan tercipta tata ruang yang circular, sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Jakarta yang cenderung linear memanjang seperti Thamrin dan Sudirman.
CBD surabaya pusat sudah bermunculan proyek-proyek skyscraper yang akan menambah skyline surabaya semakin cantik, seperti:
1. Trillium Residence
2. Surabaya Grand City
3. Graha Bukopin
4. New extension Hotel Sahid
5. Galleria Tunjungan
6. Aston Hotel
apalagi akan dibangun taman di daerah monkasel dan pembangunan cross pedestrian besar-besaran di CBD surabaya pusat, semakin mengentalkan suasana trully metropolis town.

Sparkling Surabaya!



I am Agree.... Cuman sayang, kapan pembangunan transportasi massalnya???
Sangat mendesak sekali. Dan setalah itu Sepeda Motor dilarang Disurabaya... it will be good for Surabaya....

Ebek21
May 16th, 2008, 01:01 PM
From the new Union Square thread

nih ada yang tw gak proyek ini, pasti belum pada tw deh, heheeh

Project name : union square
Location : Jl. Darmo Raya, Surabaya
owner rahasia, heheheh

No. Of Storey : 39 Storey’s
- Mall : 5 Storey’s
- Convention : 1 Storey’s
- Apartment : 4 Towers, @33 Storey’s
- Hotel : 23 Storey’s (5*), 31 Storey’s (3*)
- Office : 34 Storey’s
gross floor area : 302.406 Sqm

gede khan mayan, sapa yang tw mohon diberitahukan perkembangannya.....

Where is exactly this project and who owns it ? Could it be Bakrie or even Lippo project mentioned in previous page ? A lot of places use "Darmo" name in Sby, it could be Raya Darmo in downtown Sby or Darmo Permai, Bukit Darmo Boulevard, etc in West Sby.

MinImaX
May 16th, 2008, 04:48 PM
^^^ kalo di raya darmo, sptnya ga ada tempat segede itu yang bisa dibebaskan dengan mudah (& murah), di sana rumahnya besar2 dan mewah. kemungkinan besar di darmo permai segi 8 ya... wah asik nih... :) tambah banyak mal di sekitar sana. tapi bukannya segi 8 masih ada masalah tanah dengan warga tanjungsari lama sejak taun 70-an?
apakah ownernya maspion? maybe dari maspion square -> union square ??

@hadi:
setuju dengan transportasi masal, harus segera dibuat, lalu sepeda motor dilarang, becak dilarang. spt di kota2 besar di china yg taun lalu sepeda motor mulai dilarang masuk kota.
coba dilihat di websitenya bappeko, tentang rencana sistem transportasi di surabaya.

@teddybear:
ga tau tuh, kapan festival walknya... itu masih proposed kok... sewaktu2 masih bisa berubah.

sbyctzn
May 17th, 2008, 04:26 AM
^^ Kalo 20-30 tahun yang lalu, pengembang suka bikin proyek di barat karena tanah masih luas, memungkinkan untyuk membangun proyek2 skala besar, lahannya masih berupa perbukitan dan hutan2, bukan pemukiman penduduk, sehingga penggusuran tidak susah. Makanya di barat, jangankan bikin perumahan, untuk bikin lapangan golf saja masih cukup, nggak heran di areal yg berdekatan bisa ada 4 lapangan golf.

Kalo saat ini, pengembang masih suka membangun proyek di barat karena pasarnya sudah ada, yaitu puluhan ribu rumah tangga kelas menengah dan atas yang menghuni proyek2 tahun 1970-1990an (Darmo Permai, Darmo Satellite, Darmo Indah, Darmo Baru, Kris Kencana, Kupang Indah, Simpang Darmo Permai, Graha Famili, BDG, Pakuwon, Citraraya, perumahan2 di daerah Wiyung) plus masih ada saja lahan yg tersisa di barat walaupun ukurannya tidak sebesar dibandingkan 20-30 tahun lalu.

Kenapa ya di Sby gak ada rumah sakit yang bener2 besar ? Bangun rumah sakit kok ukuran mini2. RS yang baru2, seperti Mitra Keluarga di Darmo Satellite dan HCOS di Nginden, maupun yg baru direnovasi seperti ex Budi Mulia di Gubeng, jauh dari kata memadai. RS kok gedungnya cuma 3-4 lantai. Sudah gitu nggak lengkap lagi dan tarifnya mahalnya minta ampun. Kesannya cuma mengandalkan keeksklusifan aja karena di tengah2 pemukiman elit. Calon RS baru di Graha Famili ini juga bakal kayak gitu kayaknya. RS pemerintah yang baru akan dibangun di wilayah barat juga sama aja, hanya 3 lantai.

Sebagai perbandingan, di tempatku di Guigang sini, kota yg penduduknya nggak nyampe 200 rb jiwa aja dan umurnya baru 12 tahun, gedung RSnya aja punya dua gedung 15 lantai dan sangat lengkap, sampe MRI pun ada.

kalau dikira di surabaya tidak ada rumah sakit dengan gedung yang tinggi juga tidak juga tidak ada, coba tengok RS HUSADA UTAMA Di jalan Prof DR. Moestopo. depannya PDAM. Tinggi juga tuh kurang lebih ada 15 lantai kalau tidak salah (gak pernah hitung soalnya, cuma sering lewat saja)dan gedungnya besar banget kayak gedung perkantoran, kalau tidak baca tulisan di depannya pasti akan dikira gedung perkantoran.

malam hari
http://upload35.com/upload/I12/1210998211.jpg

pagi hari
http://upload35.com/upload/I12/1210995262.jpg

lobby
http://upload35.com/upload/I12/1210994383.jpg

lobby
http://upload35.com/upload/I12/1210997013.jpg

check this out http://www.husadautamahospital.com/

gimana coba?

:banana:

Ebek21
May 17th, 2008, 05:02 AM
^^ Ouppss..sorry, aku lupa sama sekali ttg RS ini. Betul, bangunannya tinggi dan megah, kalo gak salah dulu pernah diberitakan, katanya fasilitasnya seperti hotel berbintang gitu. Gedung itu kan udah dibangun bertahun2 yg lalu, tapi gak dioperasi2kan, gara2 apa juga gak jelas. Hm, tapi kelihatannya belum ramai kali ya ? Kok jarang disebut2 RS ini di kalangan org Sby. Untuk RS swasta, relatif belum setenar dan seramai RKZ, Adi Husada, Mitra Keluarga, Siloam, atau HCOS, CMIIW. Anyway, thanks for reminding and for the pic !!

Ebek21
May 17th, 2008, 05:14 AM
Jembatan Tunjungan Merana Segera Dibongkar

SURABAYA - Jembatan Pertokoan Tunjungan yang 20 tahun bertengger di atas Jl Tunjungan dan Jl Tanjung Anom, kian merana. Hak pakai yang diberikan pemkot ke investor sejak 1989 tidak akan diperpanjang dan jembatan itu segera dibongkar.
Menurut Asisten I Sekkota BF Sutadi, gagasan membongkar jembatan pertokoan Tunjungan dari Wali Kota Surabaya Bambang DH. Permintaan itu terkait rencana induk Bappeko tentang revitalisasi kawasan Tunjungan.

“Artinya setelah masa sewa investor ke pemkot habis, tidak akan diperpanjang atau disewakan ke investor lain. Tapi akan dibongkar,” kata Sutadi, Kamis (16/5).

Waktu jatuh tempo pengelolaan jembatan tersebut pada April 2009. Tetapi peluang mempercepat masa sewa terbuka. Contohnya, gedung Bioskop Mitra di kompleks Balai Pemuda yang harusnya berakhir 2009 dipercepat satu tahun, sehingga berakhir Juni 2008.

Namun, kata Sutadi, pembicaran teknis tentang pembongkaran masih belum dilakukan. Penyebabnya Pemkot masih menunggu penyewa baru gedung Siola. Gedung di pojokan Jl Tujungan itu juga milik pemkot yang pada awal tahun ini kosong, karena penyewanya tidak melanjutkannya.

Nah, jika Siola sudah terisi, jembatan itu 'dikemasi'. Ini sekaligus merealisasikan rencana mengembalikan kawasan bersejarah Tunjungan dengan arsitektur zaman kolonial.

Kondisi jembatan kini nyaris tidak ada kehidupan. Selain gelap, akses masuk juga sudah amburadul. Semua eskalator yang menghubungkan trotoar jalan dengan pertokoan tidak berfungsi lebih dari 10 tahun. Keramik sudah tak utuh lagi. Karat yang menempel di besi-besi juga menunjukkan bahwa jembatan itu sudah lama tak terurus. Hanya ada beberapa pedagang jeans dan elektronik yang bertahan.

Bangunan ini berkonstruksi baja dua lantai. Sebagian besar berdiri mengangkangi Jl Tanjung Anom. Di sisi timur melintasi atas Jl Tujungan hingga tembus ke pertokoan Tunjungan Elektronik Center serta Siola. Semula bangunan ini dikenal sebagai bursa jeans murah dan kaus casual.

Pada 1997 awal banyak penyewa yang gulung tikar karena krisis, dan kawasan ini sepi. Pada 2002, sempat menjadi sentra penampungan PKL VCD. namun hanya bertahan beberapa tahun.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Armudji, pernah menyampaikan keinginan agar pemkot membongkar jembatan pertokoan Tunjungan. Karena hanya digunakan untuk papan reklame. "Saya minta pemkot segera membongkar," tegasnya.

Taken from Surya, May 17, 2008

sbyctzn
May 17th, 2008, 05:31 AM
^^ Ouppss..sorry, aku lupa sama sekali ttg RS ini. Betul, bangunannya tinggi dan megah, kalo gak salah dulu pernah diberitakan, katanya fasilitasnya seperti hotel berbintang gitu. Gedung itu kan udah dibangun bertahun2 yg lalu, tapi gak dioperasi2kan, gara2 apa juga gak jelas. Hm, tapi kelihatannya belum ramai kali ya ? Kok jarang disebut2 RS ini di kalangan org Sby. Untuk RS swasta, relatif belum setenar dan seramai RKZ, Adi Husada, Mitra Keluarga, Siloam, atau HCOS, CMIIW. Anyway, thanks for reminding and for the pic !!

:lol:

hehehehe ok!!! ok!! kalau dibilang tidak terkenal juga tidak karena itu RS spesialis, tdk kayak RKZ dkk. salam kenal ebek!

Ebek21
May 17th, 2008, 05:41 AM
^^ Hehe..salam kenal juga. Just visited their website, it looks like an expensive hospital with so deluxe interior. They even provide a small hotel inside !!

iceroundnear
May 17th, 2008, 06:27 AM
kaya apa sih jadinya grand gubeng tuh...cz ga ada pic nya yg paling grezz...tau2 udah penuh dengan crane....mudah2an selain mall, citywalk, ada highrise buildingnya....:cheers:

teddybear
May 17th, 2008, 07:12 AM
^Ya bagus sih rumah sakit bagus begitu jadi kesan nya tidak mengerikan tapi menyenangkan so it will bring impact psychologically. Tapi penyembuhan penyakit nya itu yang paling penting. Bagus RS nya tapi pelayanan dan penyembuhannya tidak bagus, malah mengeruk biaya saja, hal ini sangat disayangkan.

Ebek21
May 17th, 2008, 07:19 AM
^Ya bagus sih rumah sakit bagus begitu jadi kesan nya tidak mengerikan tapi menyenangkan so it will bring impact psychologically. Tapi penyembuhan penyakit nya itu yang paling penting. Bagus RS nya tapi pelayanan dan penyembuhannya tidak bagus, malah mengeruk biaya saja, hal ini sangat disayangkan.

Agree. Biasanya RS mewah begitu pelayanannya pasti bagus punya, biayanya jauh lebih "bagus" lagi, sedangkan kualitasnya gitu2 aja, quite typical di Indonesia. Kalo kualitasnya bagus sih sebenarnya gak masalah, orang mau kok bayar mahal untuk kualitas. Karena kualitas belum bisa dipegang, makanya banyak pasien berduit yg lari ke Singapura dan RRC.

MinImaX
May 17th, 2008, 11:04 AM
rtrw rencana jaringan jalan utama kota, ada jalan tol dan monorail:

http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/PETA5-KOP-s.jpg
di atas versi smallnya, versi besarnya di sini http://bappeko.surabaya.go.id/bappeko/upload/peta/PETA%205%20-%20KOP.jpg

rtrw rencana pengembangan kawasan kegiatan ekonomi dan lingkungan:

http://bappeko.surabaya.go.id/bappeko/upload/peta/PETA%206%20-%20KOP.jpg

selengkapnya ada di bappeko (ada 9 peta):
http://bappeko.surabaya.go.id/bappeko/index.php?section=Peta

Sony Sjklw
May 17th, 2008, 11:08 AM
^^
market monorailnya udah jadi :eek2: keren

MinImaX
May 17th, 2008, 11:26 AM
rencana jalan monorail sudah bertahun2 yang lalu ya, tapi sampai sekarang belum direalisasikan.
tahap 1 dari sekitar bundaran waru sampai tanjung perak.
tahap 2 dari its sampai segi 8.

Ebek21
May 17th, 2008, 01:39 PM
Kapan ya Lamong Bay International Port mulai digarap ? Semestinya semua kajian dan perijinannya sudah siap, tinggal ditender saja, tapi kok belum ada kabar beritanya lagi sampai sekarang. Container cargo di TPS dan Tg Perak sudah mendekati full capacity, kalau Lamong Bay tidak segera dibangun bisa congested tuh, yang akhir2nya akan menambah economic cost buat para pelaku usaha di Jatim. Membangun pelabuhan sebesar itu butuh waktu paling tidak 3 tahun loh.

Hmm..secara pribadi aku tidak terlalu antusias dgn proyek busway sih. Lebih baik dana dan tenaganya dicurahkan untuk segera mewujudkan proyek monorail itu. Cukup buat 2 jalur dulu, utara-selatan dan barat-timur, setelah itu bisa dikembangkan lebih lanjut.

bozhart
May 17th, 2008, 04:40 PM
Makin banyak highrise di Surabaya sampai gw bingung jumlahnya. Ada yg bisa bikin list highrise 20 lantai ke atas? List yg sudah jadi dan yg sedang underconstuction tolong dipisahkan. Thanks.

Ebek21
May 17th, 2008, 06:51 PM
Makin banyak highrise di Surabaya sampai gw bingung jumlahnya. Ada yg bisa bikin list highrise 20 lantai ke atas? List yg sudah jadi dan yg sedang underconstuction tolong dipisahkan. Thanks.

Let me try,

Completed :
1. Beverly Park Tower, 35 fl
2. Puri Matahari, 30 fl
3. Sheraton Hotel and Apartment, 28 fl
4. Condominium Regency, 25+ fl
5. JW Marriot Hotel, 25 fl
6. Hyatt Regency, 25 fl
7. Plaza BRI, 23 fl
8. Graha Pena, 21 fl
9. Wisma BII, 20 fl
10. Menara Mandiri, 20 fl
11. Java Paragon Hotel, two towers, 20 fl
12. Garden Palace Hotel, 20 fl
13. Somerset Serviced Apartment, 20 fl


Soon to be completed :
1. The Regency Cito, one tower, 35 fl
2. The Adhiwangsa, two towers, 38 and 45 fl
3. Waterplace Apartment, total of six towers, 30, 35,38 fl.
4. Metropolis Apartment, two towers, 20 fl

Under construction :
1. Hotel in Grand City Surabaya, one tower, 24 fl
2. Ciputra World, two towers, 35 fl for first phase
3. Trillium Apartments & Office, one tower, 30 fl
4. Crystal Garden Apartments, one tower, 27 fl, stalled
5. Universitas Ciputra Student Apartment, three towers above 20 fl

Welcome for correction.

teddybear
May 17th, 2008, 06:58 PM
^I thought Menara Mandiri is 11 fl on top of 9-10 floor Tunjungan Plaza, so that should be 20 floor high, not 30. How many floor is that ugly Garden Palace Hotel? As if it is about 20?
Also, Puncak Marina Apt I think is about 20? Graha Pena? The stalled Adhistana at least 1 of the tower should be at least 20 floors. And, definitely Paragon Apt and Hotel (2 towers) should be in the list... I count they have at least 20 floors! Finally, how many floors Apartments/Condo next to Hotel Mercure (Apartemen Premier?) I just forgot / do not know the name anymore...the two towers might be about 20.

Ebek21
May 17th, 2008, 07:28 PM
^^ Menara Mandiri (ex BBD Tower) is 30 fl, I remember when our school made a study visit to Pakuwon office back to 90s, they introduced the tower, which has a total of 29 floors (later I checked in emporis, it was 30 fl). Garden Palace Hotel building is only around 17 fl. I'm not sure about Paragon, looking at the pics, it's maybe below 20 fl. But okay, let's put Paragon in. Hmm, not really sure about Somerset Serviced Residence, that one is high, but I don't think it is 20 fl or above. Graha Pena is already included. I don't think it is wise to put Adistana in the list because it has been stalled for a long time and the current finished floors did not reach 20, CMIIW. The Crystal Garden, although stalled, at least it already had 27 fl.

teddybear
May 17th, 2008, 07:46 PM
^I counted Garden Palace Hotel, it is definitely has 20 floors. Somerset have at least 1 tower with 20 floors or more. Mandiri Tower, their website said 11 floors office. So I got it from their website. Paragon, again, I counted the floors, definitely they have at least 20 floors (and you have include it in your list). Puncak Marina, if I am not wrong they might have 19 floors, so it is in the threshold to be into the list. In your list, the Sheraton Hotel and Royal Regensi Condominium I think should be separated, since they are 2 different towers each more than 20 floors.

Ebek21
May 17th, 2008, 08:30 PM
^I counted Garden Palace Hotel, it is definitely has 20 floors. Somerset have at least 1 tower with 20 floors or more. Mandiri Tower, their website said 11 floors office. So I got it from their website. Paragon, again, I counted the floors, definitely they have at least 20 floors (and you have include it in your list). Puncak Marina, if I am not wrong they might have 19 floors, so it is in the threshold to be into the list. In your list, the Sheraton Hotel and Royal Regensi Condominium I think should be separated, since they are 2 different towers each more than 20 floors.

I think you are right about Garden Palace, I see the pic once again and count it has 20 floors. And yes, I think it was my bad, Menara Mandiri had only 20 fl. Maybe I confused 19 fl with 29 fl during my study visit ?? Yeah, it was more than 10 years ago. Still, not very clear about Somerset, but since you are very confident, let's put in the list.

Not very sure about Condominium Regency, in the website it was said that it has only 15 floors, but when I saw the pic, looks like 20 something. I only know about Condominium Regency, is there a Royal Regency Condominium ? Where, if any ?

teddybear
May 17th, 2008, 08:54 PM
^Regency Condominium is 15 floors but it sits on top of 9-10 storey car park building. I am confident about this! It has almost the same height as Sheraton, and I remember when parking a car there is entrance at the basement of Sheraton and also there is entrance from the Regency side! I can post the photo again which clearly shows it has the height of approaching 30 storey building.

Ebek21
May 17th, 2008, 09:01 PM
^^


http://tinypic.com/juip2b.jpg

This pic is very clear in showing the height of those two buildings. So should I put it on the list ?

teddybear
May 17th, 2008, 09:03 PM
Dude, of course! Just magnify and count the floors definitely it has more than 20!

Ebek21
May 17th, 2008, 09:10 PM
Done. Now it's time to sleep. It's 3 o'clock in the morning here !! Thanks for your input, Ted !! :)

MinImaX
May 18th, 2008, 05:32 AM
garden palace jelek jelek gitu dulunya gedung tertinggi di surabaya lho...

Ebek21
May 18th, 2008, 07:02 AM
Surabaya's skyline is rapidly changing now. By the completion of Adhiwangsa, it will welcome the first 40+ floors building in the city. I expect that it will spur the next batch of 40+ (and hopefully 50+) floors building construction !!

teddybear
May 18th, 2008, 08:30 AM
^Hmm, but they are spead out. The additional tall ones come in the South and the West. So overall, it possibly not drastically changing the skyline. I would like to see some additional tall ones in Basuki Rahmat, Jendral Sudirman, Raya Darmo, Urip Simoharjo, Embong Malang or Pemuda! Bosan soalnya melihat skyline of central Surabaya cuman terdiri dari gedung itu, itu saja!!

If Ciputra will build tallest building/office in Surabaya then it might need to reach to 50 floors probably since the Adhiwangsa is at 40+.

Ebek21
May 18th, 2008, 12:11 PM
^^ Yes, it is still a scatterred skyline. Let's see in the next few years, hopefully skyline of central Sby will change gradually. The Empire Palace has started, so maybe the other investors will follow soon. By now, we know that Grand City is in progress, Trillium will soon u/c, and Sahid, Galeria Tunjungan are planned.

Anyway, with completion of Cito, Adhiwangsa, Waterplace, and Metropolis, Surabaya have an additional 260 points (compared with 110 points on the completed ones) using emporis calculation below (taken from Bozhart in Top 10 Skyline thread) :

12..19 floors = 1 point
20..29 floors = 5 points
30..39 floors = 25 points
40..49 floors = 50 points
50..59 floors = 100 points
60..69 floors = 200 points
70..79 floors = 300 points
80..89 floors = 400 points
90..99 floors = 500 points
100+ floors = 600 points

Only considering the ones in the list, now we have 370 points :)

bozhart
May 18th, 2008, 01:26 PM
Wow point Emporisnya utk Surabaya meningkat pesat, sebentar lagi menggeser Tangerang yg pointnya sekitar 200. Thanks Ebek21 dan teddybear utk listnya.

Go Surabaya :cheers:

Btw. Point2 kalkulasi Emporis itu diperoleh dari link ini:
http://www.emporis.com/en/bu/sk/st/sr

Hadi
May 18th, 2008, 02:58 PM
Iya... Kapan ya Monorelnya???.... KOk lama sekali tak terdengar.. any up date??

teddybear
May 18th, 2008, 05:40 PM
I found Java Paragon on the internet. It seems that the new look is pretty good, though the photo is taken at night on this PDF document:
http://www.javaparagon.com/factsheet.pdf

@Bozhart: do we have a table listing Indonesian big cities skyline ranking? You know that Surabaya has many 10 floor buildings :(

@Ebek: Surabaya only got 370 while Jakarta is in 4000+. Wah beda jauh sekali. Apa benar akurat tuh perhitungannya, apartemen yang 2 tower dihitung 2 atau 1? Galeria Tunjungan rasanya bisa nggak dibangun, beritanya udah lama tapi nggak ada kenyataannya. I really curious to hear about Sahid and those projects mentioned by OPTX. To get a better idea, I am putting a list of projects undergoing and expected to hear their realization/announcement:

Under Construction:
Ciputra World - May Jend., Surabaya Barat
East Coast Residence - Surabaya Timur
Trillium - Surabaya Pusat
Gubeng Grand City - Surabaya Pusat
Adhiwangsa - Surabaya Barat
Waterplace - Surabaya Barat
Aston Apartments - Surabaya Pusat
Bukopin Office - Surabaya Pusat
Toll Surabaya-Mojokerto
Graha Family Hospital - Surabaya Barat
Widya Mandala Campus - Surabaya Pusat
Gelora Bung Tomo - Surabaya Barat
Hotel on Jl. Diponegoro - Surabaya Pusat
Pedestrian Project
Kalimas Project
Underpass Project Connecting Eastern and Western Surabaya
Suramadu Bridge

Expecting announcement, exact location and rendering:
Lippo Superblock - Surabaya Barat
Sahid Hotel Extension - Surabaya Pusat
Grand Sahid Hotel - Surabaya Pusat
Sahid Hotel - Jemursari, Surabaya Selatan
Apartment by Podo Joyo Masyhur - Surabaya Selatan
Maspion Superblock - Surabaya Barat
Bakrie Superblock - ?
Office and Hotel development (by Pakuwon?) - Surabaya Barat
Apartment at HR Muhammad - Surabaya Barat

Rumor:
Union Square - not sure where about and if it is a real proposed plan

Stalled :(
Hotel by Ometraco - Surabaya Pusat
Crystal Apartment - Surabaya Pusat
E Square Mall - Surabaya Pusat
Adhistana Apartment - Surabaya Pusat
Hotel Holiday Inn - Surabaya Pusat

Ebek21
May 18th, 2008, 06:13 PM
^^ Click the link provided by Bozhart. It is listed that Jakarta's point is 4,261 (not checking in detail because I'm not very familiar with their buildings). That is the reality, skyline in Sby is nothing compared with Jkt and I do not believe we can compete with them. Jakarta looks like 4 to 5 times bigger than Sby in term of area, so even with the same building density (and also the same height), they still have much more building than Sby.

12+ floors building is only counted as 1. So it doesn't really matter. I think, with all 12+ buildings in Sby counted together, maybe we can only get additional 20-30 points.

teddybear
May 18th, 2008, 06:20 PM
^I know Surabaya will never catch up with Jakarta. I'm just surprised the difference in point is so great, actually should not because it is the second city. This is not good, showing how centralized Indonesia is. Once disaster strike Jakarta, the whole nation is like completely paralyzed. And this shows big gaps in development in Indonesia.

bozhart
May 18th, 2008, 08:43 PM
^^ @teddybear. Click the link below to see the complete list of highrises in Jakarta and you will understand why Jakarta has the points 4000+. There are 351 highrises listed there (you must click "next page" several times to see the whole list) :)
http://www.emporis.com/en/wm/ci/bu/sk/li/?id=100259&bt=9&ht=2&sro=1

I don't have the table of Emporis points for Indonesian big cities.


@Ebek21. The Somerset Serviced Apartment has 2 towers with 20 floors, doesn't it? Your list didn't mention it has 2 towers?

I don't know the location of Gubeng Grand City and Ciputra University's Apartments. Can you pinpoint the location in GoogleEarth and post the image here? Thanks.

teddybear
May 18th, 2008, 10:08 PM
^I've tried to pinpoint location in the Google map that I made. Grand City is the one with blue colored area. I'm not sure if the link to the map will work. I have put several pin point with descriptions:

http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&msa=2

BTW, please click on "Central Surabaya" and then click on the "Satellite" button on the right.

Ebek21
May 19th, 2008, 04:02 AM
^^ Teddybear, your link didn't work, so I made a simple PrtSc from Google Earth and add text to it (sorry, the result is not good).

Here is the location of Grand City Sby (the big green area near flyover Gubeng, accross the Plaza Surabaya aka Delta Plaza)

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GE1.jpg

And this one is location of Universitas Ciputra (beside the Ciputra Waterpark) in Citraraya, Western Sby

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GE2.jpg

@bozhart : Regarding Somerset Apartment, I'm myself not really sure whether only one or both of the 2 towers have 20+ floors. It is difficult to find their pic on the internet to clarify. Maybe other Sby forumers can help ?

teddybear
May 19th, 2008, 05:03 AM
^well, sorry, still learning. But after browsing Surabaya map with google map, I can see now that the Grand City land size is huge, comparable to the size of Tunjungan Superblock.

There is also another bigger plot of land next to E2, it is potential for development. But it's a pity that E2 stalled.

There is more potential development by Pakuwon in surrounding Tunjungan Plaza, if I can see it from the map, but not sure why they just stop there?

MinImaX
May 19th, 2008, 05:35 AM
monorailnya mungkin nunggu frontage road a yani selesai.

underpass di pandegiling sudah dimulai?
kapan banyu urip dilebarkan? soalnya underpass ini akan terhubung ke jalan ini, kalo belum dilebarkan juga ga ada gunanya.

lamong bay mungkin nunggu pelebaran jalan kalianak selesai.
jalan kalianak s.d. gresik sudah sampai mana progressnya?

MinImaX
May 19th, 2008, 05:39 AM
bekas toko nam yang dulunya akan dibangun nam square telah dibeli pakuwon, di jawa pos pernah ditulis kalau akan segera dibangun. ada yang tau jadi apa? apakah jadi plaza north @ tunjungan plaza? lalu mungkin beberapa tahun lagi akan dikembangkan plaza south juga.

teddybear
May 19th, 2008, 05:43 AM
^oh ternyata udah dibeli Pakuwon juga? Kalo benar yah potential jadi Tunjungan Plaza.. so kenapa koq jadi plaza north gua jadi heran??
Yah kalo benar pakuwon yah memang bisa diprediksi, soalnya sudah dikepung sama Tunjungan Plaza sih. Toko Nam dan toko2x di Tunjungan pada mati juga karena TP. Aku liat TP masih punya tanah kosong disamping Sheraton. Entah mau dibangun apa? Dan TP masih bisa mencaplok ex gedung Go Skate sih kalo benar sengketa udah beres (dengarnya pemilik Go Skate menjaminkan gedung itu ke 2 bank, sehingga menjadi sengketa). Soalnya udah waktunya Gedung Go Skate yg kumuh itu dirobohkan. Begitu pula Pakuwon bisa ekspansi mencaplok tanah dan gedung disamping TP1, dari dealer mobil Nissan, gedung tua tempat Gelael dan seterusnya!

Ebek21
May 19th, 2008, 08:13 AM
^^ Plaza-plaza di TP itu kan diganti namanya, kalo gak salah TP1 dan TP2 jadi East Plaza (atau Plaza East ?), TP3 jadi Central Plaza, dan TP4 jadi West Plaza, so mungkin nama North Plaza itu dicadangkan buat areal Toko Nam ini :)

Oh ya, sekarang gedung Gelael itu sudah nggak ada lagi Gelaelnya karena tidak ada signboardnya. Yang tersisa hanya KFCnya saja.

Ebek21
May 19th, 2008, 08:34 AM
lamong bay mungkin nunggu pelebaran jalan kalianak selesai.
jalan kalianak s.d. gresik sudah sampai mana progressnya?

Lamong Bay adalah proyek PT Pelindo III dan Dirjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, seharusnya tidak ada hubungannya dengan pelebaran jalan Kalianak yang adalah proyek Pemkot Sby. Proyek ini berjalan sangat lambat sekali, bahkan setelah semua perijinan selesai, masih juga belum ditender (padahal setahuku sudah banyak investor domestik dan asing yg antri), sedangkan waktu bergulir terus dan Tg Perak sudah hampir full capacity.

Saat ini hanya kapal2 kelas Panamax saja yg bisa sandar di Tg Perak, sedangkan kapal2 besar Post Panamax dgn kapasitas diatas 5000 TEU tidak bisa sandar di Sby (dan juga Jkt) karena kedalamannya tidak memadai, sehingga sampai skrg pelabuhan Indonesia hanya berfungsi sebagai feeder untuk hub port di Singapura. Pada akhirnya mahalnya biaya transportasi akan berimbas pada mahalnya harga2 barang impor di Indonesia maupun barang eksport Indonesia di LN.

Tujuan dibangunnya Lamong Bay adalah memecahkan masalah penambahan kapasitas dan kedalaman ini, tapi sampai skrg belum ada wujudnya :ohno:

MinImaX
May 19th, 2008, 04:21 PM
wah pengetahuan ebek21 ttg pelabuhan luas bgt... ngurusin exim di sana? thx infonya.
jalan kalianak perlu lah buat arus lalu lintas keluar masuk truk trailer sampai ke gudang. dengan jalan yang sempit kalo dibangun pelabuhan baru juga tidak ada gunanya. tapi sekarang kan sudah hampir selesai pelebarannya, mestinya dimulai sekarang juga proyek lamong bay ini.

tunjungan plaza bener2 jadi predator nih... di depan tp (di samping hotel majapahit) blom ada rencana memulai pembangunan mall & apartemen?

bulan ini banyak proyek yg mulai start ya, soalnya sudah tidak ada hujan lagi.

Ebek21
May 19th, 2008, 05:02 PM
^^ Kebetulan saja aku kerja di pelabuhan makanya tahu dikit2. MinImax, kamu di Sby skrg ? Bantuin update foto2 project dan info2 terbaru ya hehe..sangat membantu kita2 yg tinggal di LN dan kangen kampung halaman :)

teddybear
May 19th, 2008, 06:31 PM
MiniMax, maaf, tapi seberapa akurat rumor kamu soal Pakuwon telah membeli ex Toko Nam dan akan mulai membangun? Soalnya saya juga ingat membaca artikel soal lahan tidur di Jawapos yang tidak pernah digarap dan menyebut lahan Toko Nam ini salah satunya, dan juga soal Pakuwon tidak berencana meneruskan pembangunan TP lagi untuk sementara, di Jawapos juga. Membingungkan! Tapi Jawapos sendiri sering salah sih.

Jadi kapan kurang lebih kamu baca hal ini di Jawapos?

bozhart
May 19th, 2008, 08:09 PM
@Ebek21, thanks for posting the images. Is the Ciputra University's apartments located in the same complex as Ciputra University? I didn't ask for the Ciputra University but the apartments of Ciputra University. I have known the location of Ciputra University before :)

Here is a pic of the Somerset I found on Google. It seems both towers have 20 floors or more. The one in background looks taller than the other. But I am also not sure :D
http://img87.imageshack.us/img87/1966/somersetej4.jpg

@teddybear, thanks for posting the link but it doesn't work. GoogleEarth and GoogleMap are two different programs. GoogleEarth is a program that you have to download and install it into your computer. GoogleMap is a website-based map but it doesn't provide any way to share the location with others. Wikimapia is another website-based map that you can share the location with others. Just drag the map and zoom in the location you want to show, then copy the address of website to post here. This is an example of the link of Wikimapia that shows the location of Grand City: :)
http://www.wikimapia.org/#lat=-7.2624786&lon=112.7503467&z=17&l=0&m=a&v=2

teddybear
May 19th, 2008, 08:50 PM
Thanks Bozhart for your info regarding Wikimapia. I just know that. Gua coba instal google earth tapi nggak bisa ya udah deh. Gua jadi bener kepingin tau project Union Square itu di Raya Darmo mana?? Kelihatannya project besar dan akan terjadi pembebasan tanah di Darmo.
Browsing Wikimapia, gua liat ada banyak tempat yg semestinya digusur karena terletak di jalan utama.

Ebek21
May 20th, 2008, 02:35 AM
@bozhart : University of Ciputra Student Apartments are located in the same complex as University of Ciputra itself. This is the link to their thread http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=550260

Google Earth Sby is not updated regularly. It looks like the one in display now is taken in mid-2006. I can't even see the post-Waru section of Waru-Juanda tollroad.

MinImaX
May 20th, 2008, 06:07 AM
ok. benernya ga punya banyak waktu buat foto2, tapi klo ada update nanti aku upload lagi kok. ruko g-walk yang baru itu sudah jadi, ga sempat ambil fotonya, desainnya bagus bgt. sepertinya belum diresmikan, nunggu moment yang tepat untuk buka.

@teddybear: baca di jawapos sih... pas berita lahan tidur itu juga. dijelaskan di sana kalo pakuwon sudah membeli lahan itu dari pemiliknya: ... kuswandi (lupa nama depannya). juga ditulis ex toko nam masih tahap desain tapi tidak dijelaskan akan dibangun jadi apa. di jawa pos dot com ga ada fasilitas search, ga bisa kasih linknya nih... :p

update hr muhamad:
ex masjid sudah dapat dilewati. sisi satunya hari minggu kemarin masih on heavy construction. akhir bulan ini diresmikan bertepatan dengan hari jadi kota surabaya. kalau hr muhamad sudah lancar dan adhiwangsa & waterplace sudah jadi, akibatnya: pertama: mayjen sungkono tambah macet, kedua: depan smp petra tambah macet. solusinya: banyu urip harus segera dilebarkan. lalu di depan puri matahari masih ada perumahan kumuh yang harus dibongkar untuk jalan tembus ke bukit darmo boulevard, jadi tidak perlu memutar lewat traffic light smp petra.

oya, postingan gw open for correction ya.... kalo ada yang tau kalo salah harap dibenerin.

teddybear
May 20th, 2008, 06:32 AM
^Thanks for info about Toko Nam. Kalo memang dijual ke Pakuwon, yah mereka pasti buat expansi TP. Gua jadi kepingin tahu ruko G-Walk yg kamu bilang bagus banget itu. Kalo bisa posting photo yah. Thanks!
BTW, I got this G-Walk photo from Iwe flickr album:
http://farm3.static.flickr.com/2103/2122598796_c235dc27c3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2094/2317753686_828c624251_o.jpg

Kalo benar the first one is G-Walk, gua bilang sih kelihatan biasa saja.
Ke-2: kelihatan bagus... tapi banget? Not sure kalo banget sih, perlu foto lebih banyak lagi.

Ebek21
May 20th, 2008, 10:08 AM
^^ Foto pertama itu kan G-Walk Food Street. Ruko2 yg di foto itu sudah lama disitu. Kurasa bukan itu yang dimaksud dgn ruko2 baru yg designnya bagus. Begitu juga dgn foto kedua, kan sudah buka cukup lama.

Mengenai jalan tembus di depan Puri Matahari itu, bukannya itu di belakangnya SMP Petra Patung Kuda, yg skrg berupa kampung2 ? Kalo itu dibikin jalan baru yg besar, nanti jadinya aneh sekali, gedung sekolah itu jadinya di tengah2 dua jalan besar, apa nggak sekalian aja gedung sekolahnya digusur untuk bikin jalan yg benar2 lebar.

Ohya, lahan kosong di seberang jalan depannya Adhiwangsa itu bukannya mau dibangun hotel ? Yg nantinya hotel dan Lenmarcnya itu akan dihubungkan dengan underpass di bawah Jl. Bukit Darmo Boulevard ? Kapan dibangunnya hotel itu ya ? Katanya mereka lagi cari2 operator hotel international yg branded untuk manage hotel itu nantinya.

Jalan Banyu Urip katanya di koran sedang dilebarkan dengan memakai box culvert, yg dibilang kalinya mau ditutup dan dibuat jalan sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan alias penggusuran. Kapan hari pulang Sby nggak sempat lihat, sekarang progressnya gimana tuh ?

archiholic
May 20th, 2008, 02:01 PM
^^ Plaza-plaza di TP itu kan diganti namanya, kalo gak salah TP1 dan TP2 jadi East Plaza (atau Plaza East ?), TP3 jadi Central Plaza, dan TP4 jadi West Plaza, so mungkin nama North Plaza itu dicadangkan buat areal Toko Nam ini :)

Oh ya, sekarang gedung Gelael itu sudah nggak ada lagi Gelaelnya karena tidak ada signboardnya. Yang tersisa hanya KFCnya saja.

bukannya nama north plaza itu udah dipakai buat TP 2 :weird:

Sandy Permana
May 21st, 2008, 05:54 AM
Surabaya merupakan kota ke2 terbesar setelah Jakarta Dimana pertumbuhan sektor properti di Surabaya mengalami peningkatan pesat... Yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan Surabaya Selatan sebagai kawasan Komersial...
Maka yang menjadi faktor penarik pertumbuhan kota surabaya adalah Keberadaan CITO (City of Tomorrow Surabaya)
Bab 3
Gambaran Umum Kawasan


3.1 Lokasi keberadaan City of Tomorrow Surabaya
Keberadaan dari lokasi City of Tomorrow tidak terlepas dari lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda dan pintu utama bagi arus lalu lintas dari dan ke Surabaya dari seluruh kota Jawa Timur bagian Timur dan Selatan. Hal tersebut memberikan keuntungan bagi City of Tomorrow dalam mengembangkan usahnya, dimana komersial ini benar-benar memperhitungkan lokasi yang tepat dan strategis. Sehingga berlokasi di Jalan Ahmad Yani yaitu berada tepat di bundaran waru, pintu utama Kota Surabaya bagian selatan.




3.2 City of Tomorrow Surabaya
Superblok CITO (Everything In One) adalah sebuah kawasan bisnis yang menjanjikan yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Surabaya, yang meliputi mal/pusat perbelanjaan, gedung perkantoran modern plus hotel dan apartemen dengan standar internasional. Mal CITO dengan luas bangunan sekitar 120.000 meter persegi akan menawarkan 1.700 unit toko yang terdiri dari exterior shop, specialty shop, café/restoran dan mega food city. Mall CITO yang dirancang oleh DP International Architects dari Singapura akan terdiri dari 4 lantai dan menyediakan lahan parkir untuk 2.300 kendaraan bermotor. Direncanakan, Mal CITO akan diisi oleh para anchor tenant seperti Hypermart, Matahari Department Store, Timezone, Cinema 21 (4 plex) serta para big tenant lainnya yang sudah punya nama (branded) dan dikenal luas oleh kalangan masyarakat Surabaya. Mal CITO menggunakan konsep strata title (hak milik) yang berarti para calon pembeli/masyarakat yang ingin berinvestasi atau membuka usaha untuk mencari keuntungan yang menjanjikan. Secara keseluruhan pembanguan super blok termasuk Mall CITO akan selesai sekitar pertengahan 2007.
City of Tomorrow merupakan suatu area komersial yang mengusung konsep superblok milik grup Lippo yang terdapat berbagai fasilitas komersial yang dibangun menyatu. Mulai dari hotel, mall, perkantoran, hunian apartemen 375 unit, hingga convention & exibition hall. Sementara hotel di City of Tomorrow itu akan diberi nama The Aryaduta Regency Surabaya.











Dipilihnya lokasi dari City of Tomorrow di Jalan Achmad Yani yang berada di Bundaran Waru karena suatu pertimbangan lokasi yang strategis dengan menganlisa bagaimana kesesuaian antara teori lokasi yang ada dan aplikasi yang berada di lapangan.

3.3 Kondisi eksisting keberadaan City of Tomorrow.
Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi Grup Lippo untuk membangun lokasi suatu area komersial yang luas didirikan di Kawasan Surabaya Selatan yaitu tepatnya berada di Jalan Achmad Yani di bundaran waru, dimana Grup Lippo sampai mempertahankan keberadaan lokasi ini dari berbagai kontroversi, kritik, opini, dan komentar pedas baik dari instansi, akademisi maupun masyarakat yang tanggap terhadap keberadaan lokasi City of Tomorrow.
Hal yang melatarbelakanginya tak lain adalah kawasan Surabaya Selatan merupakan kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat sebagai kawasan komersial dibandingkan dengan dari kawasan lainnya, karena infrastrukturnya lebih tersedia dan kawasan itu sudah menyambung dengan Sidoarjo.











Maraknya pertumbuhan real estat di Sidoarjo yang bahkan lebih cepat dari Surabaya, akan berdampak positif terhadap percepatan pertumbuhan bisnis Kawasan Waru dan Surabaya Selatan. Para penghuni perumahan mewah di Sidoarjo dan Surabaya Selatan tidak perlu lagi masuk ke tengah Kota Surabaya untuk berbelanja, karena di Waru dan sekitar bundaran Waru Jl. Achmad Yani kini sudah dan bakal tersedia pusat-pusat perbelanjaan yang tidak kalah mewahnya.
Lokasi Surabaya Selatan yang dekat dengan Sidoarjo dan Surabaya Timur ini, memungkinkan pertumbuhan komersial daerah Waru dan sekitarnya lebih cepat. Karena jumlah penduduk bisa datang dari berbagai penjuru. Sedangkan aneka ragam industri yang ada di Rungkut dan Waru juga memudahkan bagi pengelola perbelanjaan untuk menawarkan kepada calon tenant dengan aneka barang dagangan, karena suplai barang dagangan cukup dari industri yang ada di sekitar lokasi itu juga.
Contohnya, tidak jauh dari Waru terdapat pabrik Maspion I dengan aneka produk peralatan rumah-tangga. Di sekitar itu juga banyak terdapat industri makanan olahan, garmen, dan barang kebutuhan keseharian lainnya. Begitu pula dengan produksi bahan-bahan pangan agribisnis dan agro industrinya, karena pintu tol ke arah Malang dan Pasuruan (kedua daerah penghasil sayur-mayur dan hortikutura terbesar di Jatim) juga berada di Waru.
Sehingga Surabaya Selatan merupakan kawasan yang tumbuh dengan pesat, karena kawasan ini dinilai sangat strategis bagi keberadaan suatu area komersial, karena banyak hal yang menjadi latar belakang tumbuh pesatnya kawasan Surabaya Selatan.
Yang menjadikan lokasi dari keberadaan City of Tomorrow menjadi penting tekait mengenai potensi kawasan itu tidak terlepas dari lokasinya yang berdekatan dengan bandara internasional Juanda, dan pintu utama bagi arus lalu lintas dari dan ke Surabaya dari seluruh kota di Jatim bagian timur dan selatan.
Yaitu lokasi City of Tomorrow (CITO) yang ada di antara Jalan Ahmad Yani dan Gerbang Tol Waru II jelas merupakan kelebihan tersendiri bagi keberadaannya Boleh dibilang CITO berada di pintu gerbang masuk Surabaya dari Mojokerto, Sidoarjo, Perak, dan Bandara Djuanda. Sehingga keberadaan dari City of Tomorrow ini dapat dikatakan sebagai lokasi yang strategis.
Sedangkan alasan lain adalah terkait potensi bisnis di kawasan selatan Surabaya ini yang sebenarnya sudah tumbuh sejak lama karena lokasinya terkait langsung dengan pusat-pusat industri di kawasan Waru. Meski Waru merupakan secara administratif merupakan bagian paling barat dari Kabupaten Sidoarjo, setiap orang akan mengatakan Waru adalah bagian dari Surabaya Selatan. Bandara Juanda sendiri sebenarnya juga bagian dari Sidoarjo. Surabaya Selatan sebagai kawasan komersial sebenarnya sudah terbentuk dengan berdirinya pusat-pusat perbelanjaan dan perkantoran, seperti Maspion Square yang ditempati Giant Hypermarket di Jl. Achmad Yani, serta Plaza Marina di Jl Margorejo.
Belum lama ini Pemkot Surabaya juga telah mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi kepada Grup Pakuwon di Jl. Ketintang, Surabaya Selatan, untuk plaza dengan nama Royal Plaza. Proyeknya phisiknya sudah dalam pengerjaan.
Di sepanjang Jl. Achmad Yani hingga ke Waru, selain ada Giant Hypermarket, juga ada Alfa Supermarket dan pusat perkulakan Makro. Aneka industri juga ada di sepanjang jalan itu.




Terminal bus Bungur Asih yang setiap hari mencatat puluhan ribu orang (penumpang) keluar-masuk Surabaya, juga berlokasi di sana. Dari sektor perkantoran, di Jl. Achmad Yani juga berdiri Gedung Graha Pena berlantai 26 milik Grup Jawa Pos dengan tingkat hunian lumayan tinggi. Di seberang jalan gedung itu, masih di Jl. Achmad Yani, sedang dalam pengerjaan proyek properti prestisius milik Pemprov Jatim, yakni gedung Jatim Expo sebagai fasilitas modern untuk exhibition centre. .
Sedangkan Di ujung Jl. Achmad Yani, tepatnya di Bundaran Waru, juga berdiri megah gedung perkantoran Graha Pangeran milik Grup Samator. Tingkat hunian gedung dengan icon Bank BNI 46 itu cukup tinggi dengan berbagai sektor usaha di dalamnya. Di Graha Pangeran juga terdapat Kantor Wilayah Bank BNI 46 yang wilayah kerjanya hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Di sepanjang Jl. Achmad Yani juga terdapat tiga kampus perguruan tinggi dengan jumlah puluhan ribu mahasiswa, sehingga ikut meramaikan suasana pusat-pusat komersial kawasan tersebut, yakni kampus IAIN Sunan Ampel, Universitas Bhayangkara, dan Universitas Petra.
Setelah mengetahui kondisi eksisting dari lokasi City of Tomorrow, sehingga dapat diketahui apa yang melatarbelakangi Grup Lippo mendirikan suatu area komersial seperti superblock CITO (City of Tomorrow) berada di lokasi Jalan Achmad Yani tepatnya di bundaran waru. Yang menjadikan faktor yang sangat penting adalah pertumbuhan Surabaya Selatan yang pesat sebagai suatu kawasan komersial sehingga menjadikan suatu faktor penarik bagi pertumbuhan akan adanya kawasan komersial.
Bab 3
Gambaran Umum Kawasan


3.1 Lokasi keberadaan City of Tomorrow Surabaya
Keberadaan dari lokasi City of Tomorrow tidak terlepas dari lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda dan pintu utama bagi arus lalu lintas dari dan ke Surabaya dari seluruh kota Jawa Timur bagian Timur dan Selatan. Hal tersebut memberikan keuntungan bagi City of Tomorrow dalam mengembangkan usahnya, dimana komersial ini benar-benar memperhitungkan lokasi yang tepat dan strategis. Sehingga berlokasi di Jalan Ahmad Yani yaitu berada tepat di bundaran waru, pintu utama Kota Surabaya bagian selatan.




3.2 City of Tomorrow Surabaya
Superblok CITO (Everything In One) adalah sebuah kawasan bisnis yang menjanjikan yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Surabaya, yang meliputi mal/pusat perbelanjaan, gedung perkantoran modern plus hotel dan apartemen dengan standar internasional. Mal CITO dengan luas bangunan sekitar 120.000 meter persegi akan menawarkan 1.700 unit toko yang terdiri dari exterior shop, specialty shop, café/restoran dan mega food city. Mall CITO yang dirancang oleh DP International Architects dari Singapura akan terdiri dari 4 lantai dan menyediakan lahan parkir untuk 2.300 kendaraan bermotor. Direncanakan, Mal CITO akan diisi oleh para anchor tenant seperti Hypermart, Matahari Department Store, Timezone, Cinema 21 (4 plex) serta para big tenant lainnya yang sudah punya nama (branded) dan dikenal luas oleh kalangan masyarakat Surabaya. Mal CITO menggunakan konsep strata title (hak milik) yang berarti para calon pembeli/masyarakat yang ingin berinvestasi atau membuka usaha untuk mencari keuntungan yang menjanjikan. Secara keseluruhan pembanguan super blok termasuk Mall CITO akan selesai sekitar pertengahan 2007.
City of Tomorrow merupakan suatu area komersial yang mengusung konsep superblok milik grup Lippo yang terdapat berbagai fasilitas komersial yang dibangun menyatu. Mulai dari hotel, mall, perkantoran, hunian apartemen 375 unit, hingga convention & exibition hall. Sementara hotel di City of Tomorrow itu akan diberi nama The Aryaduta Regency Surabaya.











Dipilihnya lokasi dari City of Tomorrow di Jalan Achmad Yani yang berada di Bundaran Waru karena suatu pertimbangan lokasi yang strategis dengan menganlisa bagaimana kesesuaian antara teori lokasi yang ada dan aplikasi yang berada di lapangan.

3.3 Kondisi eksisting keberadaan City of Tomorrow.
Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi Grup Lippo untuk membangun lokasi suatu area komersial yang luas didirikan di Kawasan Surabaya Selatan yaitu tepatnya berada di Jalan Achmad Yani di bundaran waru, dimana Grup Lippo sampai mempertahankan keberadaan lokasi ini dari berbagai kontroversi, kritik, opini, dan komentar pedas baik dari instansi, akademisi maupun masyarakat yang tanggap terhadap keberadaan lokasi City of Tomorrow.
Hal yang melatarbelakanginya tak lain adalah kawasan Surabaya Selatan merupakan kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat sebagai kawasan komersial dibandingkan dengan dari kawasan lainnya, karena infrastrukturnya lebih tersedia dan kawasan itu sudah menyambung dengan Sidoarjo.











Maraknya pertumbuhan real estat di Sidoarjo yang bahkan lebih cepat dari Surabaya, akan berdampak positif terhadap percepatan pertumbuhan bisnis Kawasan Waru dan Surabaya Selatan. Para penghuni perumahan mewah di Sidoarjo dan Surabaya Selatan tidak perlu lagi masuk ke tengah Kota Surabaya untuk berbelanja, karena di Waru dan sekitar bundaran Waru Jl. Achmad Yani kini sudah dan bakal tersedia pusat-pusat perbelanjaan yang tidak kalah mewahnya.
Lokasi Surabaya Selatan yang dekat dengan Sidoarjo dan Surabaya Timur ini, memungkinkan pertumbuhan komersial daerah Waru dan sekitarnya lebih cepat. Karena jumlah penduduk bisa datang dari berbagai penjuru. Sedangkan aneka ragam industri yang ada di Rungkut dan Waru juga memudahkan bagi pengelola perbelanjaan untuk menawarkan kepada calon tenant dengan aneka barang dagangan, karena suplai barang dagangan cukup dari industri yang ada di sekitar lokasi itu juga.
Contohnya, tidak jauh dari Waru terdapat pabrik Maspion I dengan aneka produk peralatan rumah-tangga. Di sekitar itu juga banyak terdapat industri makanan olahan, garmen, dan barang kebutuhan keseharian lainnya. Begitu pula dengan produksi bahan-bahan pangan agribisnis dan agro industrinya, karena pintu tol ke arah Malang dan Pasuruan (kedua daerah penghasil sayur-mayur dan hortikutura terbesar di Jatim) juga berada di Waru.
Sehingga Surabaya Selatan merupakan kawasan yang tumbuh dengan pesat, karena kawasan ini dinilai sangat strategis bagi keberadaan suatu area komersial, karena banyak hal yang menjadi latar belakang tumbuh pesatnya kawasan Surabaya Selatan.
Yang menjadikan lokasi dari keberadaan City of Tomorrow menjadi penting tekait mengenai potensi kawasan itu tidak terlepas dari lokasinya yang berdekatan dengan bandara internasional Juanda, dan pintu utama bagi arus lalu lintas dari dan ke Surabaya dari seluruh kota di Jatim bagian timur dan selatan.
Yaitu lokasi City of Tomorrow (CITO) yang ada di antara Jalan Ahmad Yani dan Gerbang Tol Waru II jelas merupakan kelebihan tersendiri bagi keberadaannya Boleh dibilang CITO berada di pintu gerbang masuk Surabaya dari Mojokerto, Sidoarjo, Perak, dan Bandara Djuanda. Sehingga keberadaan dari City of Tomorrow ini dapat dikatakan sebagai lokasi yang strategis.
Sedangkan alasan lain adalah terkait potensi bisnis di kawasan selatan Surabaya ini yang sebenarnya sudah tumbuh sejak lama karena lokasinya terkait langsung dengan pusat-pusat industri di kawasan Waru. Meski Waru merupakan secara administratif merupakan bagian paling barat dari Kabupaten Sidoarjo, setiap orang akan mengatakan Waru adalah bagian dari Surabaya Selatan. Bandara Juanda sendiri sebenarnya juga bagian dari Sidoarjo. Surabaya Selatan sebagai kawasan komersial sebenarnya sudah terbentuk dengan berdirinya pusat-pusat perbelanjaan dan perkantoran, seperti Maspion Square yang ditempati Giant Hypermarket di Jl. Achmad Yani, serta Plaza Marina di Jl Margorejo.
Belum lama ini Pemkot Surabaya juga telah mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi kepada Grup Pakuwon di Jl. Ketintang, Surabaya Selatan, untuk plaza dengan nama Royal Plaza. Proyeknya phisiknya sudah dalam pengerjaan.
Di sepanjang Jl. Achmad Yani hingga ke Waru, selain ada Giant Hypermarket, juga ada Alfa Supermarket dan pusat perkulakan Makro. Aneka industri juga ada di sepanjang jalan itu.




Terminal bus Bungur Asih yang setiap hari mencatat puluhan ribu orang (penumpang) keluar-masuk Surabaya, juga berlokasi di sana. Dari sektor perkantoran, di Jl. Achmad Yani juga berdiri Gedung Graha Pena berlantai 26 milik Grup Jawa Pos dengan tingkat hunian lumayan tinggi. Di seberang jalan gedung itu, masih di Jl. Achmad Yani, sedang dalam pengerjaan proyek properti prestisius milik Pemprov Jatim, yakni gedung Jatim Expo sebagai fasilitas modern untuk exhibition centre. .
Sedangkan Di ujung Jl. Achmad Yani, tepatnya di Bundaran Waru, juga berdiri megah gedung perkantoran Graha Pangeran milik Grup Samator. Tingkat hunian gedung dengan icon Bank BNI 46 itu cukup tinggi dengan berbagai sektor usaha di dalamnya. Di Graha Pangeran juga terdapat Kantor Wilayah Bank BNI 46 yang wilayah kerjanya hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Di sepanjang Jl. Achmad Yani juga terdapat tiga kampus perguruan tinggi dengan jumlah puluhan ribu mahasiswa, sehingga ikut meramaikan suasana pusat-pusat komersial kawasan tersebut, yakni kampus IAIN Sunan Ampel, Universitas Bhayangkara, dan Universitas Petra.
Setelah mengetahui kondisi eksisting dari lokasi City of Tomorrow, sehingga dapat diketahui apa yang melatarbelakangi Grup Lippo mendirikan suatu area komersial seperti superblock CITO (City of Tomorrow) berada di lokasi Jalan Achmad Yani tepatnya di bundaran waru. Yang menjadikan faktor yang sangat penting adalah pertumbuhan Surabaya Selatan yang pesat sebagai suatu kawasan komersial sehingga menjadikan suatu faktor penarik bagi pertumbuhan akan adanya kawasan komersial.
Keberadaan dari lokasi City of Tomorrow tidak terlepas dari lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda dan pintu utama bagi arus lalu lintas dari dan ke Surabaya dari seluruh kota Jawa Timur bagian Timur dan Selatan. Hal tersebut memberikan keuntungan bagi City of Tomorrow dalam mengembangkan usahnya, dimana komersial ini benar-benar memperhitungkan lokasi yang tepat dan strategis. Sehingga berlokasi di Jalan Ahmad Yani yaitu berada tepat di bundaran waru, pintu utama Kota Surabaya bagian selatan.
City of Tomorrow Surabaya
Superblok CITO (Everything In One) adalah sebuah kawasan bisnis yang menjanjikan yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Surabaya, yang meliputi mal/pusat perbelanjaan, gedung perkantoran modern plus hotel dan apartemen dengan standar internasional. Mal CITO dengan luas bangunan sekitar 120.000 meter persegi akan menawarkan 1.700 unit toko yang terdiri dari exterior shop, specialty shop, café/restoran dan mega food city. Mall CITO yang dirancang oleh DP International Architects dari Singapura akan terdiri dari 4 lantai dan menyediakan lahan parkir untuk 2.300 kendaraan bermotor. Direncanakan, Mal CITO akan diisi oleh para anchor tenant seperti Hypermart, Matahari Department Store, Timezone, Cinema 21 (4 plex) serta para big tenant lainnya yang sudah punya nama (branded) dan dikenal luas oleh kalangan masyarakat Surabaya. Mal CITO menggunakan konsep strata title (hak milik) yang berarti para calon pembeli/masyarakat yang ingin berinvestasi atau membuka usaha untuk mencari keuntungan yang menjanjikan. Secara keseluruhan pembanguan super blok termasuk Mall CITO akan selesai sekitar pertengahan 2007.
City of Tomorrow merupakan suatu area komersial yang mengusung konsep superblok milik grup Lippo yang terdapat berbagai fasilitas komersial yang dibangun menyatu. Mulai dari hotel, mall, perkantoran, hunian apartemen 375 unit, hingga convention & exibition hall. Sementara hotel di City of Tomorrow itu akan diberi nama The Aryaduta Regency Surabaya.
Dipilihnya lokasi dari City of Tomorrow di Jalan Achmad Yani yang berada di Bundaran Waru karena suatu pertimbangan lokasi yang strategis dengan menganlisa bagaimana kesesuaian antara teori lokasi yang ada dan aplikasi yang berada di lapangan.

3.3 Kondisi eksisting keberadaan City of Tomorrow.
Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi Grup Lippo untuk membangun lokasi suatu area komersial yang luas didirikan di Kawasan Surabaya Selatan yaitu tepatnya berada di Jalan Achmad Yani di bundaran waru, dimana Grup Lippo sampai mempertahankan keberadaan lokasi ini dari berbagai kontroversi, kritik, opini, dan komentar pedas baik dari instansi, akademisi maupun masyarakat yang tanggap terhadap keberadaan lokasi City of Tomorrow.
Hal yang melatarbelakanginya tak lain adalah kawasan Surabaya Selatan merupakan kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat sebagai kawasan komersial dibandingkan dengan dari kawasan lainnya, karena infrastrukturnya lebih tersedia dan kawasan itu sudah menyambung dengan Sidoarjo.
Maraknya pertumbuhan real estat di Sidoarjo yang bahkan lebih cepat dari Surabaya, akan berdampak positif terhadap percepatan pertumbuhan bisnis Kawasan Waru dan Surabaya Selatan. Para penghuni perumahan mewah di Sidoarjo dan Surabaya Selatan tidak perlu lagi masuk ke tengah Kota Surabaya untuk berbelanja, karena di Waru dan sekitar bundaran Waru Jl. Achmad Yani kini sudah dan bakal tersedia pusat-pusat perbelanjaan yang tidak kalah mewahnya.
Lokasi Surabaya Selatan yang dekat dengan Sidoarjo dan Surabaya Timur ini, memungkinkan pertumbuhan komersial daerah Waru dan sekitarnya lebih cepat. Karena jumlah penduduk bisa datang dari berbagai penjuru. Sedangkan aneka ragam industri yang ada di Rungkut dan Waru juga memudahkan bagi pengelola perbelanjaan untuk menawarkan kepada calon tenant dengan aneka barang dagangan, karena suplai barang dagangan cukup dari industri yang ada di sekitar lokasi itu juga.
Contohnya, tidak jauh dari Waru terdapat pabrik Maspion I dengan aneka produk peralatan rumah-tangga. Di sekitar itu juga banyak terdapat industri makanan olahan, garmen, dan barang kebutuhan keseharian lainnya. Begitu pula dengan produksi bahan-bahan pangan agribisnis dan agro industrinya, karena pintu tol ke arah Malang dan Pasuruan (kedua daerah penghasil sayur-mayur dan hortikutura terbesar di Jatim) juga berada di Waru.
Sehingga Surabaya Selatan merupakan kawasan yang tumbuh dengan pesat, karena kawasan ini dinilai sangat strategis bagi keberadaan suatu area komersial, karena banyak hal yang menjadi latar belakang tumbuh pesatnya kawasan Surabaya Selatan.
Yang menjadikan lokasi dari keberadaan City of Tomorrow menjadi penting tekait mengenai potensi kawasan itu tidak terlepas dari lokasinya yang berdekatan dengan bandara internasional Juanda, dan pintu utama bagi arus lalu lintas dari dan ke Surabaya dari seluruh kota di Jatim bagian timur dan selatan.
Yaitu lokasi City of Tomorrow (CITO) yang ada di antara Jalan Ahmad Yani dan Gerbang Tol Waru II jelas merupakan kelebihan tersendiri bagi keberadaannya Boleh dibilang CITO berada di pintu gerbang masuk Surabaya dari Mojokerto, Sidoarjo, Perak, dan Bandara Djuanda. Sehingga keberadaan dari City of Tomorrow ini dapat dikatakan sebagai lokasi yang strategis.
Sedangkan alasan lain adalah terkait potensi bisnis di kawasan selatan Surabaya ini yang sebenarnya sudah tumbuh sejak lama karena lokasinya terkait langsung dengan pusat-pusat industri di kawasan Waru. Meski Waru merupakan secara administratif merupakan bagian paling barat dari Kabupaten Sidoarjo, setiap orang akan mengatakan Waru adalah bagian dari Surabaya Selatan. Bandara Juanda sendiri sebenarnya juga bagian dari Sidoarjo. Surabaya Selatan sebagai kawasan komersial sebenarnya sudah terbentuk dengan berdirinya pusat-pusat perbelanjaan dan perkantoran, seperti Maspion Square yang ditempati Giant Hypermarket di Jl. Achmad Yani, serta Plaza Marina di Jl Margorejo.
Belum lama ini Pemkot Surabaya juga telah mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi kepada Grup Pakuwon di Jl. Ketintang, Surabaya Selatan, untuk plaza dengan nama Royal Plaza. Proyeknya phisiknya sudah dalam pengerjaan.
Di sepanjang Jl. Achmad Yani hingga ke Waru, selain ada Giant Hypermarket, juga ada Alfa Supermarket dan pusat perkulakan Makro. Aneka industri juga ada di sepanjang jalan itu.
Terminal bus Bungur Asih yang setiap hari mencatat puluhan ribu orang (penumpang) keluar-masuk Surabaya, juga berlokasi di sana. Dari sektor perkantoran, di Jl. Achmad Yani juga berdiri Gedung Graha Pena berlantai 26 milik Grup Jawa Pos dengan tingkat hunian lumayan tinggi. Di seberang jalan gedung itu, masih di Jl. Achmad Yani, sedang dalam pengerjaan proyek properti prestisius milik Pemprov Jatim, yakni gedung Jatim Expo sebagai fasilitas modern untuk exhibition centre. .
Sedangkan Di ujung Jl. Achmad Yani, tepatnya di Bundaran Waru, juga berdiri megah gedung perkantoran Graha Pangeran milik Grup Samator. Tingkat hunian gedung dengan icon Bank BNI 46 itu cukup tinggi dengan berbagai sektor usaha di dalamnya. Di Graha Pangeran juga terdapat Kantor Wilayah Bank BNI 46 yang wilayah kerjanya hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Di sepanjang Jl. Achmad Yani juga terdapat tiga kampus perguruan tinggi dengan jumlah puluhan ribu mahasiswa, sehingga ikut meramaikan suasana pusat-pusat komersial kawasan tersebut, yakni kampus IAIN Sunan Ampel, Universitas Bhayangkara, dan Universitas Petra.
Setelah mengetahui kondisi eksisting dari lokasi City of Tomorrow, sehingga dapat diketahui apa yang melatarbelakangi Grup Lippo mendirikan suatu area komersial seperti superblock CITO (City of Tomorrow) berada di lokasi Jalan Achmad Yani tepatnya di bundaran waru. Yang menjadikan faktor yang sangat penting adalah pertumbuhan Surabaya Selatan yang pesat sebagai suatu kawasan komersial sehingga menjadikan suatu faktor penarik bagi pertumbuhan akan adanya kawasan komersial.

teddybear
May 21st, 2008, 05:59 AM
^Thanks Sandy, but we all who frequented this thread know about Cito already.

Ebek21
May 21st, 2008, 06:02 AM
^^ Artikel ini dr tahun berapa ? Baru sekarang diposting apa nggak terlambat hehe..Di artikel disebut Royal Plaza sedang dikerjakan, padahal sekarang Royal Plazanya saja sudah buka hampir 2 tahun. Citonya sendiri saja sudah hampir tuntas konstruksinya.

AceN
May 21st, 2008, 07:32 PM
^^ Gapapa, untuk postingan perdana cukup panjang.. :D

teddybear
May 22nd, 2008, 12:16 AM
According to this article, pelebaran jl. Kalianak sudah selesai. Mereka ingin Mastrip juga diperbaiki dan dilebarkan. Jelas saja jalan berlubang besar menjegal sepeda motor sampai jatuh dan terlindas truk.

Kamis, 22 Mei 2008,
Kecelakaan di Kalianak pun Menurun


SELAIN Jalan Mastrip, Jalan Kalianak adalah jalan kedua yang menjadi langganan kecelakaan. Namun, setelah jalan tersebut diperbaiki, angka kecelakaan di sana menurun drastis.

Berdasar data angka kecelakaan yang dirilis Polwiltabes Surabaya, jika dibandingkan dengan tahun lalu, selama 2008, penurunan kecelakaan dan korban meninggal dunia cukup signifikan. Pada 2007, terjadi 30 kasus kecelakaan menonjol. Korban meninggal mencapai 21 orang. Jumlah korban tewas tersebut adalah yang terbanyak pada tahun itu. Bahkan, mengalahkan Jalan Mastrip dengan korban meninggal 18 orang.

Tahun ini, memang masih terjadi kecelakaan di jalan yang juga menjadi jalur kendaraan besar itu. Tapi, angkanya berada di bawah Jalan Mastrip. Selama 2008 (Januari-April), terjadi enam kasus kecelakaan dengan korban tewas empat orang. Angka kecelakaannya jauh di bawah Mastrip yang berjumlah 18 kasus dengan korban meninggal enam orang.

"Siapa pun tahu bahwa sebelumnya Jalan Kalianak paling rawan. Tahun lalu, Jalan Kalianak gak keruan. Banyak lubang dan jalan gelombang. Tapi, semua berubah setelah ada perbaikan," kata Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP M. Iqbal.

Fakta-fakta di Kalianak memotivasi pemerintah untuk melakukan perbaikan. Terutama, perbaikan di Jalan Mastrip. "Artinya, semakin bagus kualitas jalan, angka kecelakaan juga bisa semakin ditekan. Kami ingin pemerintah memperhatikan Jalan Mastrip seperti halnya Jalan Kalianak," ungkapnya.

Sebab, karakteristik Jalan Kalianak dan Jalan Mastrip hampir sama. Yakni, sama-sama dilewati kendaraan besar. "Dulu, Kalianak juga sempit. Sekarang kan lebar. Bisa dilihat hasilnya. Kami yakin, Mastrip juga bisa seperti Kalianak," tuturnya.

Hadi
May 22nd, 2008, 05:18 AM
Budi Sugiharto - DetikSurabaya



Surabaya - PT Telkom benar-benar ingin menyulap Jawa Timur menjadi provinsi hotspot internet. Di Jawa Timur telah dibangun lebih dari 400 titik hotspot. Di akhir tahun 2008, ditargetkan 1.000 titik sudah bisa digunakan untuk akses internet gratis.

Sedangkan di Surabaya sudah lebih dari 300 titik area hotspot. Khusus Surabaya memang diharapkan menjadi Multimedia City. Sejumlah taman telah dilengkapi hotspot. Termasuk Taman Flora Bratang diganti nama menjadi Cyber Park.

Di taman tersebut dilengkapi dengan Broadband Learning Center (BLC) dengan kapasitas 20 komputer yang terkoneksi dengan Speedy serta akses internet gratis (Hotspot).

Upaya itu sebagai perwujudan Surabaya Broadband Citizen TELKOM yaitu dengan membangun akses internet kecamatan tinggi di berbagai publik area, taman-taman kota, jalan pedestrian, terminal.

"Tahun lalu telah dicanangkan Surabaya Multimedia City, dan ini adalah salah satu diantara program CSR (Corporate Social Responsibility) kami untuk mewujudkannya," kata Executive General Manager TELKOM Divre V Jawa Timur, Mas'ud Khamid dalam siaran pers yang diterima detiksurabaya.com, Kamis (22/5/2008).

Menurut Mas'ud, saat ini sudah ada 40 BLC di seluruh Jawa Timur. Saat ini jumlah pesertanya sudah mencapai 9.000 orang. Di masing-masing BLC disediakan 15-20 PC dengan akses internet kecepatan tinggi.

Peresmian Cyber Park ini rencananya akan dilakukan oleh Walikota Surabaya Bambang D.H dan Executive General Manager TELKOM Divre V Jawa Timur, Mas'ud Khamid Kamis siang ini.

Menurutnya, Cyber Park nantinya akan difungsikan sebagai tempat pembelajaran bagi anak-anak bangsa agar mengetahui internet sejak dini, bahwa internet itu mudah, internet itu murah dan internet itu ada manfaatnya.

"Dengan melek IT, pada peringatan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional bisa juga menjadi satu momen penting bangkitnya masyarakat Jawa Timur terhadap ketertinggalan teknologi dan informasi," tegas dia. (gik/gik

bozhart
May 22nd, 2008, 11:27 AM
Thanks Ebek21. Gw berharap Indonesia punya lebih banyak kota2 modern dan maju spt negara China. Ayo majulah Surabaya :cheers:
Btw, Ebek21 tinggal di Guigang? Post dong foto2 Guigang di thread Foreign pics by Indonesian member: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=600604 :)

Ebek21
May 23rd, 2008, 04:38 PM
Thanks Ebek21. Gw berharap Indonesia punya lebih banyak kota2 modern dan maju spt negara China. Ayo majulah Surabaya :cheers:
Btw, Ebek21 tinggal di Guigang? Post dong foto2 Guigang di thread Foreign pics by Indonesian member: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=600604 :)

Sudah dipost :) Maaf koleksi fotoku di Guigang nggak begitu banyak.

Ebek21
May 24th, 2008, 04:05 AM
Proyek H.R. Mohammad Tuntas

SURABAYA - Para pengendara yang melintasi Jalan H.R. Mohammad tak perlu lagi khawatir terjebak kemacetan. Sebab, ujung jalan itu -menuju arah PTC- kini sudah memiliki dua jalur. Proyek pelebaran jalan di sisi barat memang sudah tuntas, sedangkan sisi timur dalam proses pemadatan tanah. "Besok (hari ini, Red) sisi timur kami aspal," ujar Sri Mulyono, kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP).

DBMP berusaha supaya pelebaran jalan itu selesai tepat waktu. "Sebagai kado Hari Jadi Kota Surabaya. Kami kan ditarget bulan ini harus selesai," tegasnya.

Pengendara mobil maupun motor tak perlu terjebak macet seperti sebelumnya. Dengan adanya dua jalur jalan itu, arus lalu lintas makin lancar. Menurut Sri, untuk menyelesaikan proyek tersebut pihaknya harus ngebut. "Karena dikejar deadline, kami minta kontraktor memampatkan waktu pengerjaan, sehingga proyek itu dikerjakan siang-malam," ujarnya.

Dia menjelaskan, sisi barat jalan akan dipercantik dengan taman yang dibangun Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). "Untuk sisi timur, waktu yang kami butuhkan untuk melebarkan jalan itu hanya sebulan. Syukurlah, cuaca mendukung, tidak ada hujan, sehingga pengerjaan relatif tidak terkendala," katanya.

Berbeda ketika sisi barat mulai dikerjakan. Sri mengungkapkan, waktu itu bertepatan dengan musim hujan. "Padahal, tanahnya lembek, sehingga mudah tergenang air. Nah, tiap kali tanahnya mau kami ganti dengan kualitas lebih baik, selalu turun hujan. Akibatnya, pengerjaan sisi barat molor," jelasnya. Dibutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk mengerjakan sisi tersebut.

Saat ini, pihaknya tinggal memberi markah jalan. "Juga, pemeliharaan kecil-kecilan," katanya.

Bila tak ada aral melintang, peresmian Jl H.R. Mohamamd dilakukan pada 31 Mei mendatang bersama sejumlah proyek pemkot lainnya oleh Wali Kota Bambang D.H.

Taken from Jawapos, May 24, 2008

Hadi
May 24th, 2008, 05:29 AM
Denah Pendestrian Jl Urip Sumoharjo, Granit Model
https://www.surabaya-eproc.or.id/action/file/download/id/34949

And New Concept from Surabaya
www.surabayapost.info/detail.php?cat=3&id=68341 - 41k

Ebek21
May 24th, 2008, 05:40 AM
^^ Khusus untuk Jalan Urip Sumoharjo, apalagi yg sisi timur dekat dengan pasar kumuh di sebelahnya Wisma Dharmala, apakah nggak sebaiknya digusur dulu Pasar Keputran jorok itu baru dibangun pedestrian ? Biarpun sudah ada pedestrian, selama pasar bau itu masih disitu, bentar juga hancur pedestriannya kena pedagang2 gak tahu aturan itu.

Ebek21
May 24th, 2008, 05:47 AM
Gimana sekarang kabarnya proyek Pasar Induk Keputran Baru di Kebraon dan Pasar Induk Agrobis di Jemundo ?? Bukannya ini adalah solusi untuk pembangunan pasar induk yang baru sebagai pengganti Pasar Keputran ? Kok tidak ada kabar lagi, kelanjutannya bagaimana tuh.

teddybear
May 24th, 2008, 05:24 PM
^I'm interested to know! Urip Simoharjo strategis di tengah kota tapi jembel, kumuh yg bersumber di pasar kotor yang sudah layaknya dibongkar. The whole area actually needs to be developed, yang kumuh digusur.

AceN
May 24th, 2008, 08:54 PM
have this ever been posted b4 ? sorry if repost :D

East Coast Residence

http://farm4.static.flickr.com/3081/2510724667_d1f46eac83.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3060/2511556670_ebca4fd49c.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2307/2511557232_f71e5c019e.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2018/2510726631_0c36b707f3.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2358/2511558204_943da47a58.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2017/2510727905_c6da8e0576.jpg

AceN
May 24th, 2008, 08:58 PM
City of Tomorrow

http://farm4.static.flickr.com/3249/2511542386_c98b466287_o_d.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3060/2510711273_1c06a6a7c1_o_d.jpg

-----------

udah finished ya ?

Ebek21
May 24th, 2008, 09:10 PM
^^ Cito hampir finished kok. Mal dan gedung kantornya sudah buka, apartemen dan hotel Aryadutanya saja yang belum selesai.

Rendering East Coast Residence itu sudah pernah dipost. Gambar no 3 dan 4 adalah yang terbaru, sedangkan yang lain kurasa adalah rendering lama. Anyway, thanks for the post !! :)

AceN
May 24th, 2008, 09:10 PM
^^ ehehe :D sorry repost :)