BauIng
May 24th, 2008, 10:29 PM
Cito :okay:
|
View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development Pages :
1
2
3
4
5
[6]
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
BauIng May 24th, 2008, 10:29 PM Cito :okay: teddybear May 24th, 2008, 11:54 PM ^Photo Cito #2, kelihatan bagus! Keberadaan Cito di Bunderan Waru benar2x kontras dengan sekelilingnya, tapi dengan demikian daerah tersebut benar2x dipoles. Bila saja di tengah kota, Surabaya CBD akan tampak beda! =NaNdA= May 25th, 2008, 07:18 AM Cito keren ya.. :drool: Ebek21 May 25th, 2008, 08:24 AM Cito dan Gramedia Expo..dua bangunan baru, yang satu besar, satunya lagi kecil tapi dua2nya berani tampil beda di arsitektur, berbeda dengan desainnya Pakuwon Group yang itu2 aja. Moga2 trend bangunan modern ini terus berlanjut di Surabaya. teddybear May 25th, 2008, 03:44 PM ^So we might expecting another superblock by DP Architect (since Lippo is using DP, and is about to announce the other superblock in West Surabaya)? Ebek21 May 25th, 2008, 04:29 PM ^^ I don't know. I'm not good at this architectural stuff or its business. Maybe others can help. Trip2Java May 25th, 2008, 04:35 PM cito keren bgd...sayangnya terletak bukan di CBD Ebek21 May 25th, 2008, 04:40 PM cito keren bgd...sayangnya terletak bukan di CBD Hopefully it will create a new CBD :) By completion of Waru-Juanda Tollroad and Surabaya-Mojokerto Tollroad (now u/c), plus Cito itself as a magnet for business people and student (UPH), this Waru area will definitely boom in this next 5 years. Trip2Java May 25th, 2008, 05:05 PM Hopefully it will create a new CBD :) By completion of Waru-Juanda Tollroad and Surabaya-Mojokerto Tollroad (now u/c), plus Cito itself as a magnet for business people and student (UPH), this Waru area will definitely boom in this next 5 years. yeag...agree& i hope so nantinya sidoarjo gabung jd salah satu metropolitannya sby, kawasan ini pastinya jadi di centre juga :cheers: glitz_boy May 25th, 2008, 05:13 PM @teddybear .... ya lippo is always with DP Architect. their new project also with them. Ebek21 May 25th, 2008, 05:14 PM Ini artikel yang menarik. LPA Benowo akan dijadikan obyek eco-tourism ? Moga2 hasilnya tidak mengecewakan. Gerakan peduli lingkungan oleh berbagai kalangan di Surabaya memang belakangan sangat gencar dan publikasinya luas sekali. Sekolah2 yang ikut lomba lukis mural di LPA Benowo ini banyak juga yang sekolah elit seperti Ciputra, Petra, dll Seribu Siswa Lukis Mural di LPA Benowo http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Mural.jpg suarasurabaya.net| Sekitar seribu siswa dari 20 SMP dan 30 SMA Surabaya terlihat berpanas-panas di kompleks Lahan Pembuangan Akhir (LPA) Benowo. Bau busuk sampah dan terik matahari tidak mereka pedulikan, yang penting tembok sepanjang sekitar 600 meter di LPA Benowo itu jadi terlihat indah dengan lukisan mural. Hasilnya memang mulai terlihat. Jika sebelumnya tembok setinggi 2,1 meter itu terlihat kaku dan biasa-biasa saja, kini terlihat lebih ceria dengan lukisan mural. Ya, mereka memang sedang berlomba-lomba melukis mural terindah di tembok LPA Benowo. BAYU DWI PUTRA Direktur Mural Benowo-Tunas Hijau mengatakan lomba melukis dinding (mural) ini memang menjadi satu diantara implementasi pendidikan lingkungan hidup. Dengan mengenalkan LPA Sampah Benowo, kata BAYU, diharapkan masyarakat, utamanya anak dan remaja bisa menyadari perannya untuk tidak membuat sampah menjadi tidak ‘menggunung’ seperti di LPA ini. “Kami pilih tema Pemanasan Global untuk mural di LPA Benowo karena ini sangat cocok mengingat momentumnya tidak terlalu lama terlewati dan menjadi isu yang nyata kita hadapi sebagai warga bumi,” kata BAYU. Selain itu, tambah BAYU, dengan adanya mural di LPA Benowo, diharapkan LPA ini menjadi makin indah, makin jauh dari kesan jorok, dan enak dipandang. Rencananya memang LPA Benowo ini oleh Pemkot Surabaya dijadikan satu diantara obyek eco-tourism di Surabaya. Taken from suarasurabaya.net, May 25, 2008 teddybear May 25th, 2008, 06:33 PM @teddybear .... ya lippo is always with DP Architect. their new project also with them. I went to DPA website and found that all Lippo's project with DP Architect. I like DP's work in general, modern style. If you go to their website and check out the design of Kingswealth Building in China, wow, I wish that project in Surabaya. But we still have hope that the next Lippo will not be disappointing. BTW, I also found out that Ciputra World Surabaya is also with DP. @Ebek: with environment movement in Surabaya, I am hoping th pollution on air and water will be reduced! I also want Surabaya to built hi-tech or cyber park, built better hospital and also Universities. Hadi May 25th, 2008, 07:54 PM SURABAYA- Memasuki bulan kelima 2008, perusahaan properti nasional Ciputra Grup membikin aksi korporasi dengan berniat membangun dunia fantasi (dufan) di Surabaya. Rencananya, untuk proyek pembangunan dufan tersebut ditempatkan di daerah Perumahan Citra Raya. CEO Ciputra Grup Ir.Ciputra mengatakan, pembangunan Dufan di Surabaya membutuhkan waktu dua tahun terhitung mulai dari tahun 2008. ’’Pembangunan dufan disini sekaligus melengkapi konsep Perumahan Citra Raya yang sudah berdiri,” katanya, usai membuka Pasar Seni Lukis di Balai Pemuda, Jum’at (2/5) kemarin. Ia menambahkan, dipilihnya Surabaya sebagai ekspansi bisnis terbarunya ini dikarenakan potensinya sangat menjanjikan. Sebab, selain kota bisnis kedua setelah Jakarta. Surabaya saat ini termasuk menjadi pilihan tujuan wisata bagi golongan ekspatriat. Ciputra menuturkan, meski pihaknya berniat menggarap dufan Surabaya sebagai korporasi bisnis keduanya. Namun, ada beberapa kendala terkait dengan pembangunan proyek ini. Salah satunya pembebasan lahan di daerah Perumahan Citra Raya. Pasalnya, untuk sementara ini akses jalan yang akan dijadikan proyek pembangunan Dufan Surabaya baru ada satu. ’’Pemerintah Kota Surabaya tidak usah keluarkan uang untuk pembebasan lahan. Tapi, saya meminta harganya harus wajar,” tuturnya. Ia menjelaskan, untuk proyek pembangunan Dufan Surabaya, manajemen Ciputra Grup memerlukan lahan seluas 100 hektar. Luas lahan tersebut nantinya dijadikan sarana wisata Dufan sekaligus entertaiment lainnya. ’’Saya berharap juga pemerintah kota disini juga membantu negoisasi dengan pemilik tanah mengingat harga yang ditawarkan warga di sekitar Citra Raya masih sangat mahal,” paparnya. Disinggung mengenai waktu pembangunan proyek Dufan Surabaya. Dikatakan Ciputra, jika semua pembebasan lahan dan akses jalan selesai pihaknya secepatnya menyelesaikan pembangunan ini. ’’Saya perkirakan pembangunan Dufan disini butuh waktu 2 tahun saja asal tidak ada kendala,” katanya. Seperti diketahui, proyek pembangunan Dufan Surabaya termasuk proyek prestisius bagi manajemen Ciputra Grup. Pasalnya, sebelum pembangunan proyek itu dimulai, Ciputra Grup juga telah membangun Ciputra World di kawasan jantung kota Surabaya. den teddybear May 25th, 2008, 08:01 PM ^This is cool, so the people will have alternative entertainment besides shopping mall. DJ_Archuleta May 25th, 2008, 10:22 PM is there any updated projects in surabaya as of may 2008 ?? Ebek21 May 26th, 2008, 05:31 AM Good news. That's why I think Suramadu Bridge is very very important project because its presence will trigger the other supporting infrastructure and commercial projects. If there is no Suramadu project, this Lingkar Timur Tollroad (Surabaya Eastern Outer Ring Road) seems like an imaginary project, no one knows when it will start (it has been planned more than 30 years). And Tambak Wedi area will never improve unless something huge happens there, it's not easy to deal with tens of thousand citizen live in that slum district. Suramadu project is a perfect reason to rebuild that area, so let's hope the delivered result will be spectacular Badan Pelaksana Suramadu segera terbentuk JAKARTA: Badan Pelaksana (BP) pengembangan wilayah Surabaya-Madura (Suramadu) segera terbentuk dan tender operasi jembatan tol serta jalan tol Lingkar Timur dapat direalisasikan, setelah pemerintah menerbitkan Perpres No. 27 tentang Badan Pengembangan Wilayah Suramadu. Penerbitan perpres itu akan mempercepat tender operasi jembatan tol dan jalan tol Lingkar Timur serta terealisasinya Badan Pelaksana. "Perpres tentang percepatan pengembangan wilayah Surabaya-Madura, termasuk pembentukan kawasan khusus di daerah itu telah terbit pada 7 Mei, bersamaan dengan Perpres KPBPB Batam, Bintan, dan Karimun. Suramadu termasuk program infrastruktur prioritas," kata Bambang Susantono, Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, kepada Bisnis. Dalam perpres itu disebutkan untuk melaksanakan pengembangan wilayah Suramadu dibentuk Badan Pengembangan (BP) Suramadu yang berkedudukan di Surabaya dan bertanggung jawab kepada Presiden. "Dalam BP Suramadu ada Dewan Pengarah yang dipimpin langsung Menko Perekonomian yang saat ini kosong setelah Pak Boediono menjadi Gubenrnur BI, " tambahnya. Bambang menjelaskan tugas Badan Pelaksana itu sangat luas, dari mulai menyusun rencana induk pengembangan wilayah Suramadu, membangun dan mengelola wilayah kaki sekitar 1.200 hektare, kawasan khusus di Bangkalan 600 hektare, termasuk wilayah pelabuhan peti kemas perumahan, industri, dan jalan akses. Untuk itulah, ujarnya, dalam menyelenggarakan pembangunan, pengelolaan sarana dan prasarana, serta kegiatan usaha dan operasional, akan dibentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru berbentuk Perusahaan Perseroan (PP). Taken from Bisnis Indonesia, May 26, 2008 Konsep Pembangunan Kawasan ”Kaki” Jembatan Suramadu Gabungkan Perumahan, Rekreasi, dan Industri Pembangunan Jembatan Suramadu dibarengi dengan penataan daerah sekitarnya. Skenario besar sudah disiapkan pemprov. Sesuai rencana, kawasan "kaki-kaki" jembatan bakal dirombak secara besar-besaran dengan konsep kota modern. Pemprov telah menyerahkan draf rencana pengembangan kawasan kaki Suramadu ke DPRD Jatim untuk dibahas lebih detail. Sesuai rencana, lahan di sekitar kaki jembatan itu akan dibangun dengan konsep yang mengombinasikan perumahan, rekreasi, dan industri. "Kami mengatur pemanfaatannya supaya terjadi sinkronisasi dengan pembangunan yang dilakukan," kata Asisten Ekonomi Pembangunan Sekdaprov Jatim Chaerul Djaelani. Kaki Suramadu berada di sisi Surabaya dan Madura. Sisi Surabaya meliputi Tambak Wedi, sedangkan Madura dipusatkan di kawasan Desa Sukolilo Barat Labang, Bangkalan. "Dua kawasan itu ditata agar tidak kumuh dan sesuai dengan pembangunan jembatan tersebut," ujarnya. Sisi Surabaya akan diarahkan untuk daerah wisata. Di sana disiapkan 300 hektare lahan untuk pengembangan fungsi rekreasi keluarga. Kawasan yang dikonsep sebagai areal fairground itu diperuntukkan sebagai ruang pameran, shopping mall, taman bermain anak, concert hall, dan convention hall. Lahan seluas satu hektare dari keseluruhan areal yang disiapkan akan dijadikan museum jembatan Suramadu yang ditata secara outdoor dan indoor. Museum itu berisi segala pernak-pernik Suramadu. Misalnya, potongan box girder, cable stayed, dan cape pile. Tidak hanya itu, di sana juga disuguhkan foto-foto proyek Suramadu dan pemutaran film dokumentasi pembuatan jembatan tersebut. Sementara itu, sisi Bangkalan akan dibangun sesuai konsep wisata yang bernuansa budaya masyarakat setempat. Misalnya, dibangun lapangan karapan sapi, pusat kerajinan, dan hasil bumi khas Madura. Namun, fokus utamanya adalah pengembangan perumahan dan perindustrian. Perumahan di sana akan didesain dengan konsep rumah sederhana dan harga terjangkau. Nanti, rumah tersebut dialokasikan untuk para PNS, warga sipil, bahkan anggota militer. Areal industri akan didesain seperti di areal SIER atau PIER. Dengan pembangunan dua kawasan itu, harapan pemprov, kepadatan penduduk dan industri di Surabaya perlahan-lahan bisa dialirkan ke Madura. "Kami sudah melobi investor untuk melakukan pembangunan itu. Kalau nanti memang dirasa perlu adanya sektor pemerintah, ya kami turun," ujar Chaerul. Taken from Jawapos, May 26, 2008 Ebek21 May 26th, 2008, 05:37 AM is there any updated projects in surabaya as of may 2008 ?? Please refer to this post (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=20813262&postcount=1212) @ Hadi : Wow, if ever realized, that Dufan will be a major additional tourist spot in Sby !! glitz_boy May 26th, 2008, 06:57 PM Yap .... in DP they have this "Indonesian Team" which doing indo project haha! I went to DPA website and found that all Lippo's project with DP Architect. I like DP's work in general, modern style. If you go to their website and check out the design of Kingswealth Building in China, wow, I wish that project in Surabaya. But we still have hope that the next Lippo will not be disappointing. BTW, I also found out that Ciputra World Surabaya is also with DP. @Ebek: with environment movement in Surabaya, I am hoping th pollution on air and water will be reduced! I also want Surabaya to built hi-tech or cyber park, built better hospital and also Universities. Hadi May 26th, 2008, 08:51 PM I found website for RTRW ( Rencana Tata Ruang Dan Wilayah ) Surabaya http://bappeko.surabaya.go.id/bappeko/upload/Rencana%20Tata%20Ruang%20Wilayah%20Surabaya.pdf Also Revitalization Kalimas http://bappeko.surabaya.go.id/bappeko/index.php?section=BidangFisikPerencanaan http://bappeko.surabaya.go.id/bappeko/upload/S%20-%20Kalimas%20-%20L.%20Rencana%20-%20_OK_%20final.pdf Page 95 till end Hadi May 26th, 2008, 09:26 PM Toll Road Project Waru - Tj. Perak Stage I http://www.setwapres.go.id/infrastruktur/tol/E1-04%20SS%20Waru%20-%20Tj.pdf Toll Road Waru (Aloha)- Wonokromo - Tj. Perak http://www.setwapres.go.id/infrastruktur/tol/E1-03%20Waru_Aloha_Wo_B7B.pdf Toll Road Surabaya - Mojoketo ( Sumo Toll Road ) http://www.setwapres.go.id/infrastruktur/tol/E2-04%20Surabaya%20-%20Mojokerto.pdf Kali Lamong Surabaya Searport Development http://www.setwapres.go.id/infrastruktur/pelabuhan/C2-3%20Kali%20Lamong%20Suraba_CB8.pdf Ebek21 May 27th, 2008, 05:40 AM Surabaya Cyberpark Bratang Menyulap Taman Flora menjadi Taman Full Teknologi Informasi http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SCB3.jpg Looks like a nice place, learning in the green !! http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SCB2.jpg City mayor made a teleconference with his subordinary (lurah, camat etc) http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SCB1.jpg Peran taman kota di Surabaya sebagai episentrum aktivitas warga kota kini semakin kaya. Jika sebelumnya Taman Bungkul direkonstruksi lengkap dengan sarana teknologi informasi, maka kini giliran Taman Flora Bratang dirancang sebagai pusat edukasi teknologi informasi. Pusat edukasi teknologi informasi bernama Surabaya Cyberpark Bratang (SCB) ini bakal diresmikan, Kamis (22/05) pukul 09.00 WIB oleh BAMBANG DH Walikota Surabaya dan MAS'UD KHAMID Executive General Manager Telkom Jatim. SCB, menurut SIGIT WIKANTO Pelaksana Proyek, didesain sebagai sebuah wahana taman pendidikan berbasis teknologi informasi. Ide dasarnya, kata SIGIT, mungkin bisa disejajarkan dengan Broadband Learning Center (BLC) yang dimiliki oleh PT Telkom. Hanya saja, lanjut Manajer Marketing suarasurabaya.net ini, SCB lebih mengkhususkan diri sebagai wahana pendidikan teknologi informasi bagi siswa. Sebagai pelaksana proyek, suarasurabaya.net, ujar SIGIT bekerjasama dengan Pemkot Surabaya dan PT Telkom. Masing-masing pihak memberikan kontribusi nyata bagi SCB ini. Pemkot Surabaya, ujarnya mengkontribusikan lahan beserta pendukungnya, sedangkan PT Telkom menyediakan perangkat keras serta infrastruktur internet. Sementara itu WAHYU WIDODO Direktur Usaha Suara Surabaya Media mengatakan selain dirancang sebagai sebuah wahana taman pendidikan berbasis teknologi informasi, SCB diharap juga menjadi wadah komunitas sekolah. “Para guru dan siswa bisa menggunakan fasilitas internet di SCB secara gratis untuk kegiatan belajar teknologi informasi,” paparnya. Sebagai sebuah wahana pendidikan bagi komunitas sekolah, kata SIGIT, SCB juga dirancang sangat bersahabat. “Mengenalkan teknologi informasi pada generasi baru relatif lebih mudah jika pendekatannya juga tepat. Untuk itu, materi edukasi teknologi informasi juga dirancang spesifik berdasar kelas siswa. Kita menyiapkan modul dengan materi dan target berbeda bagi setiap kelas,” kata SIGIT. Untuk siswa TK atau play group misalnya, ujar SIGIT, modulnya dibuat berbeda dengan siswa kelas 5 dan 6 SD. Mulai mengenalkan komputer dengan sarana game sampai ke materi software yang lebih canggih dan online game yang edukatif. Rencananya, kata SIGIT, kegiatan SCB akan berlangsung selama setahun. Aktivitas pelatihannya dilakukan 4 kali seminggu selama 2 bulan mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Karena tempatnya terbatas hanya 20 anak tiap sesi, kata WAHYU WIDODO, maka registrasi calon peserta SCB harus dilakukan maksimal sehari sebelum pelaksanaan pelatihan selama kuota kelas terpenuhi. Yang menarik, kata WAHYU WIDODO, di luar jam kelas SCB, fasilitas komputer dengan internet gratis ini bisa dimanfaatkan bagi masyarakat luas. Tak hanya itu, hot spot wi-fi yang ada di area Taman Flora pun bisa dimanfaatkan warga kota 24 jam secara gratis. ARIF AFANDI Wakil Walikota Surabaya menyambut baik fasilitas publik yang akan diresmikan ini. Menurutnya, ini sejalan dengan misi Pemkot untuk menciptakan Kota Surabaya yang Smart and Care. “Ini bisa mempercepat realisasi program kita untuk membuat warga dan pemerintah kota ini melek teknologi informasi,” ujarnya. Taken from suarasurabaya, May 21, 2008 AceN May 27th, 2008, 06:17 AM ^^ great :yes: camat aja udah video conference... :p~ Ebek21 May 28th, 2008, 04:32 AM Kya Kya Tinggal Puing, Warung Masakan China Jualan Lagi SURABAYA-Hampir satu bulan ini arus lalu lintas di Jl Kembang Jepun pada siang maupun malam hari lancar. Sebab pusat jajan Kya Kya yang memenuhi jalan ini pada setiap malam sejak 2003 sudah ditutup. Ornamen sepanjang jalan ini juga ikut hilang setelah kepindahan pusat jajan ini ke Pasar Tambahrejo. Hanya dua gapura bergaya Tiongkok yang masih berdiri di mulut jalan. Semula jalan ini dipayungi ratusan lampion dengan pilar-pilar menjulang dan melengkung warna merah. Namun sejak akhir April lalu, piliar itu mulai dilepas. Tepat pada 5 Mei seluruh pilar plus lampion hilang dari kawasan yang rencana awalnya digunakan untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) itu. Kini yang tersisa tinggal puing-puingnya, yaitu fondasi setinggi satu meter yang berdiri di tepi Jl Kembang Jepun. ''Sekarang sudah sepi. Tidak ada lagi pusat jajan setiap malam,” kata Hendry Wong, warga Jl Kalimati Tengah yang lokasinya sekitar 50 meter dari Kembang Jepun, Selasa (27/5). Menurutnya sejak Mei, lalu lintas setiap malam lancar kembali. Sementara pedagang masakan China yang telah puluhan tahun berjualan di jalan legandaris ini kembali bermunculan. Sebelumnya, sejak lima tahun lalu, warung makanan China banyak yang tergusur proyek Kya Kya. Karena pemiliknya enggan menyewa stan Kya Kya yang harganya selangit. Sedangkan yang memilih bertahan dengan membayar sewa justru ikut sepi. Puing Kya Kya juga masih terlihat di pinggir Sungai Pegirian. Bantaran sungai yang memunggungi Jl Dukuh itu menjadi garasi ratusan gerobak dorong para pedagang Kya Kya. Menjelang senja gerobak itu dikeluarkan dan dipajang di sepanjang Jl Kembang Jepun. Saat tengah malam gerobak dikembalikan lagi. Nah saat ini sebagian gerobak masih diparkir di bantaran sungai Pegirian. Namun bercampur gerobak kayu lainnya. Masyarakat umum tidak bisa masuk ke bantaran ini karena di kedua mulut jalannya dipagar besi dengan tinggi tiga meter. “Harusnya gerobak-gerobak itu ikut disingkirkan biar Sungai Pegirian bisa dibersihkan,” keluh Abdullah S Alydrus, warga Ampel. Taken from Surya, May 28, 2008 sbyctzn May 28th, 2008, 05:06 AM Upaya Pemkot Mengurangi Kepadatan Lalin SURABAYA - Untuk kali kesekian, pemerintah kota bereksperimen untuk menerapkan moda transportasi masal baru. Setelah wacana busway dan busline menguap begitu saja, Dinas Perhubungan Surabaya kini sedang mengkaji penggunaan railbus. "Kalau memang efektif, kenapa tidak," kata Kadishub Surabaya Mas Bambang Suprihadi kemarin (27/5). Bila konsep moda itu disetujui, Bambang menegaskan, railbus bisa cepat diaplikasikan. "Karena infrastrukturnya relatif sudah ada," imbuhnya. Bambang menjelaskan, railbus dikonsep sebagai moda transportasi nonekonomi. "Dalam pembahasan sejauh ini, fasilitas railbus nanti dibuat senyaman-nyamannya," tuturnya. Railbus adalah moda transportasi semacam komuter. Fokus daerah yang dilayani meliputi koridor Surabaya Pusat dan Surabaya Barat. Trayeknya dimulai dari Stasiun Benowo-Kandangan-Tandes-Pasar Turi-Gubeng- Ngagel-Wonokromo-Margorejo-Siwalankerto- dan terakhir di Waru. Kendaraan umum tersebut, kata Bambang, sebenarnya lebih riil dan strategis dibanding busway maupun busline. Sebab, hal itu sejalan dengan program pemkot dalam upaya mengembangkan kawasan Surabaya Barat. Untuk pengoperasian, tambah Bambang, dishub akan bekerja sama dengan PT Kereta Api untuk memanfaatkan rel KA yang ada. "Karena itu, kalau layak dan disetujui, railbus bisa cepat diaplikasikan. Kasarannya, tinggal buat gerbongnya saja," urai pejabat yang baru saja diperpanjang masa dinasnya itu. Bambang mengatakan, kajian teknis mengenai railbus masih terus dimatangkan. "Hambatan pasti ada. Sebab, frekuensi kereta yang melintas semakin banyak. Namun, itu bisa disiasati," urainya. Untuk mengantisipasi kesemrawutan lalin KA, tidak tertutup kemungkinan akan dibuat track ganda. "Pada intinya, kami tertarik alternatif moda transportasi masal. Masalahnya, mana yang paling cepat, efektif, dan terjangkau. Sekilas railbus menjanjikan," tuturnya. "Tapi ya itu tadi, tim teknis kami masih mengkajinya," kata Bambang lantas menyebutkan bahwa pada 2009 Palembang sudah menerapkan model transportasi itu. Wacana railbus bermula dari surat yang dikirim PT INKA (perusahaan mitra KA) ke Pemkot Surabaya pada 1 Mei lalu. Surat bernomor 001/SRT/PBTDD/V/08 yang diteken Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT INKA M. Hasan Badawi itu menyebutkan bahwa railbus lebih konkret direalisasikan karena infrastruktur pendukungnya sudah tersedia. Yang perlu dilakukan hanyalah mematangkan operasional antara pemkot dan PT KA. (ano/ari) :ohno: :ohno: :ohno: :ohno: Taken from Jawapos, May 28, 2008 archiholic May 28th, 2008, 08:13 AM duhhh....cuapek deh....ngikuti perkembangan MRT di Surabaya, busway, busline, railbus, ntar apaan lagi coba :nuts: Hadi May 28th, 2008, 02:16 PM Mas Bambang Suprihadi ini kayaknya kurang pinter ya... dari dulu cuman konsep2 tapi tak ada satupun yang matang dan dikerjakan. Coba kalau Bu Risma mungkin Surabaya sudah membangun Monorel Sekarang. Heran gua... Bodo banget ini Kepala DISHUB Surabaya. :ohno::ohno: MinImaX May 28th, 2008, 03:11 PM bu risma mungkin ngurusin bappeko dulu selama 1 taun atau 2. setelah itu pelan2 memperbaiki dinas2 yang lain. setelah beres semua, baru jadi walikota :p. berandai-andai lho... :) kalo transportasi masalnya ada dan nyaman, mungkin dampak bbm tidak terlalu memberatkan ya... gimana perkembangan surabaya shopping festival? sejak 1 mei belum pernah belanja yang diskonnya 70% :p Ebek21 May 28th, 2008, 03:29 PM Surabaya Shopping Festival Optimis Transaksi Rp 20 Trilyun, Trafik Naik Hampir 35% Surabaya Shopping Festival (SSF) 2008 yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT Surabaya ke-715 optimis bisa mencapai transaksi Rp 20 trilyun sesuai target dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Bahkan memasuki minggu ke-4, trafik pengunjung sudah melampaui target yakni lebih dari 30%. NEIL STOREY Bendahara Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur pada suarasurabaya.net, Rabu (28/05), mengatakan, hingga hari ini trafik pengunjung dari 14 mal peserta SSF naik hampir 35%. Sedangkan untuk transaksi masih proses perhitungan, mengingat program SSF belum berakhir. Di Galaxy Mal sendiri, kata NEIL, jumlah kupon berbelanja senilai Rp 100 ribu dan berhadiah Rp 500 juta sudah berada di konsumen sekitar 100 ribu lembar. "Padahal target kita untuk Galaxy Mal, sekitar 75 ribu kupon. Bisa jadi iming-iming kupon belanja berhadiah Rp 500 juta menjadi daya tarik dalam mendongkrak masyarakat berbelanja ke mal,"ujarnya. Meski belum berakhir, NEIL menilai, pelaksanaan SSF tergolong sukses dari sisi trafik pengunjung. Ini berdasarkan informasi yang diterima dari pengurus APPBI Jakarta saat melihat langsung pelaksanaan SSF. "Untuk SSF ini, baru 14 mal saja yang bergabung. Tahun depan, panitia akan lebih punya waktu untuk persiapan dan jumlah mal peserta SSF lebih banyak sekitar 20 mal,"ungkapnya. NEIL mengakui SSF memang belum mampu menyamai gemerlapnya Singapore Great Sale maupun program belanja Malaysia. Tapi sebagai pintu masuk ke arah sana, sudah cukup bagus tinggal peningkatan promosi serta dukungan dana promosi SSF keluar negeri. Sementara trafik pengunjung di Tunjungan Plaza selama pelaksanaan SSF, kata ALPHONZUS WIDJAJA GM Tunjungan Plaza, terjadi peningkatan dibanding tidak adanya SSF yakni 45%. Otomatis dari transaksi yang terjadi juga meningkat di kisaran yang sama. Untuk weekend saja, perkiraan mobil parkir sebanyak 12 ribu. "Berarti dengan SSF jumlah mobil parkir lebih dari 18 ribu mobil. Sedangkan kontribusi Tunjungan Plaza sebagai mal terbesar di Surabaya untuk SSF sekitar 30% dari sisi transaksi. Hanya saja, ditegaskan ALPHONZUS, proses penghitungan transaksi masih berjalan. Apalagi biasanya masing-masing tenant enggan memberikan laporannya. Taken from suarasurabaya, May 28, 2008 AceN May 28th, 2008, 04:53 PM Tunjungan Plaza gelar Surabaya Fashion Parade Rabu, 28/05/2008 18:52 WIB SURABAYA: Pusat Perbelanjaan Tunjungan Plaza Surabaya menggelar Surabaya Fashion Parade dengan menggandeng Asosiasi Perancang Pengusaha Indonesia (APPMI) sebagai wadah apresiasi terhadap desainer muda di dalam negeri. General Manager Tunjungan Plaza (TP) Alphonzus Widjaja mengatakan jika di Jakarta khususnya mal Kelapa Gading telah mampu mempertahankan kegiatan Jakarta Vestival Food and Fashion bukan tidak mungkin Surabaya juga bisa memilki kegiatan serupa. Itu sebabnya, katanya, TP mencoba untuk mengawali agenda tersebut dengan menggandeng Asosiasi Perancang Pengusaha Indonesia (APPMI) baik yang di Jakarta maupun di Jawa Timur. Namun sebagai langkah awal TP hanya akan fokus pada fashion. Itu sebabnya event tersebut dinamakan Surabaya Fashion Parade (SFP) 2008. "Jika acara dibalut dengan format fashion designer award 2008 dan Surabaya Fashion Ilustration Award 2008 ini mendapat respon positif kami siap menjadikan ajang tersebut sebagai agenda tahunan di Surabaya," papar Widjaya di Surabaya. Dengan begitu, lanjut dia, event SFP bisa menjadi salah satu bentuk dari kepedulian TP didalam menggali potensi yang dimiliki para desainer muda di Indonesia. Menurut Widjaya, industri fashion tidak semata mata komersial tetapi juga didalamnya menyangkut keberadaan desainer, para model serta industri mix up. (ln) ======================================== Surabaya Tourism gaet Royal Bournie Airlines Rabu, 28/05/2008 18:59 WIB SURABAYA: Surabaya Tourism Promotion Board (STPB) menggandeng Royal Burnie Airlines untuk menggenjot kunjungan wisatawan asing ke Surabaya dengan memanfaatkan connecting flight yang dimiliki maskapai itu. Direktur Eksekutif STPB Yusak Anshori mengatakan dalam kerja sama tersebut Royal Brunei akan menggandeng Anthony Tours--travel agent Brunei--sebagai perwakilan STPB di negara itu. "Jadi kerja sama ini tidak hanya untuk menggenjot wisatawan asal Brunei ke Surabaya tetapi juga wisatawan mancanegara lainnya yang selama ini tidak ada penerbangan langsung dari negara tersebut ke Surabaya," ujar Yusak di Surabaya hari ini. Lewat kerja sama tersebut, kata dia, Anthony Tours dan Royal Brunei siap mengemas paket wisata ke Surabaya dan sekitarnya dengan harga spesial. Sebagaimana maskapai tersebut telah menerbangai rute ke Eropa, Timur Tengah dan Australia. Balacandra C. Country Manager Royal Brunei Indonesia menambahkan Surabaya merupakan distinasi wisata belanja yang tak kalah menarik bagi wisatawan asal Brunei. Pasalnya harga produk fashion di daerah ini masih relatif murah dibanding Singapura. "Selama ini minat belanja warga Brunei memang masih terfokus di Kuala Lumpur tapi tidak menutup kemungkinan akan banyak yang beralih ke Surabaya jika pelaku industri pariwisata setempat gencar melakukan promosi," ujarnya. Menurut dia, selama ini promosi Surabaya di luar negeri masih sangat minim sehingga banyak yang belum tahu tentang Surabaya. Padahal jumlah orang Brunei yang gemar melakukan wisata belanja cukup besar yakni hampir mencapai 10% dari total penduduk Brunei sebanyak 300.000 jiwa. (ln) MinImaX May 28th, 2008, 07:19 PM ada yg punya gambar denah stan di grand city mall? keliatannya ini mal kelas atas ya? pemiliknya orang terkaya ke13 di indonesia. tadi liat logo grandcity di jawapos, seperti angka 8. Ebek21 May 29th, 2008, 03:46 AM Tol Surabaya-Mojokerto seksi IA selesai 2008 JAKARTA: PT Marga Nujyasumo Agung menargetkan tol Surabaya-Mojokerto seksi IA selesai pada akhir 2008 dan bisa beroperasi triwulan I/2009. Direktur Utama Marga Nujyasumo Agung A. Moelia Aida mengatakan proses konstruksi seksi IA yang menghubungkan Surabaya-Mojokerto sudah mencapai 20%. "Masih ada lahan yang harus dibebaskan. Kami optimistis jika lahannya sudah dibebaskan semua target bisa direalisasikan. Tol Seksi I langsung terhubung dengan tol Surabaya," katanya kepada Bisnis kemarin. Proyek tol Surabaya-Mojokerto sepanjang 36,5 km itu sudah masuk tahap konstruksi untuk seksi I Waru-Western Ring Road. Pembangunan seksi II hingga IV akan dikerjakan mulai Juni 2008, jika pembebasan lahan selesai. Ruas tol itu merupakan bagian dari tol trans-Jawa dan lahan yang dibutuhkan sekitar 703 hektare. Proses pembangunan tol itu dibagi menjadi empat seksi. Seksi I melewati Waru-Western Ring Road (6,60 km), seksi II mulai Eastern Ring Road-Driyorejo (5,30 km), seksi III dari Driyorejo-Krian (6,10 km) dan seksi IV sepanjang 18,55 km mulai dari Krian menuju Mojokerto. Taken from Bisnis Indonesia, May 29, 2008 Ebek21 May 29th, 2008, 09:29 AM Suramadu Bridge, end of May 2008 http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/m_p46_4_12.jpg archiholic May 29th, 2008, 10:04 AM ada yang bisa kasih infonya diagnosis centre RSU Dr. Soetomo gak ya...? kok kayaknya gak pernah ada yang bahas nih proyek ya Ebek21 May 30th, 2008, 06:37 AM Acocrding to this article, Grand City Surabaya is supposed to be finished in March 2009 and Parisian will be one of their anchor tenants (and also in Cito and Ciputra World Sby). Lippo Group Investasi US$ 450 Juta di Bisnis Ritel Kelas Premium Rabu. Global Lippo Retail Group secara resmi mengumumkan akan menghadirkan sebuah jaringan department store bertaraf internasional yang membidik pasar premium di Indonesia bernama Parisian Department Store (PARISIAN). Kehadiran PARISIAN ini ditandai dengan serangkaian kegiatan glamor dan unik dengan mengambil tema “A Touch of Paris”. Menghadirkan jaringan sebanyak 20-30 Parisian Department Store di pasar domestik di berbagai lokasi premium dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, Lippo Group akan menanamkan investasi senilai US$ 450 juta. Didukung oleh inovasi dan beragam keunggulan, Parisian Department Store menargetkan penjualan tahunan lebih dari US$ 1 milyar, di mana angka ini akan memberikan peran signifikan terhadap pencapaian penjualan grup usaha Lippo di bidang ritel yang ditargetkan mencapai US$5 milyar dalam kurun 3-5 tahun. Lippo Group memiliki posisi yang penting dalam kontribusinya terhadap perekonomian Asia, karena group usaha ini memfokuskan bisnisnya pada industri jasa yang sejak booming perekonomian Asia sangat dibutuhkan oleh konsumen di kawasan ini. Group Lippo belakangan dikenal terdepan di bisnis fashion retailing dengan beroperasi di China, Singapura, Indonesia dan Malaysia, di mana setiap bisnisnya memiliki konsep yang berbeda serta keunikan tersendiri sesuai dengan segmen pasar yang dibidiknya. Langkah strategis Lippo Group di bisnis ritel ini, menurut John Bellis, mewakili Lippo Group, tidak terlepas dari pengalaman dan kompetensi tinggi yang selama ini sudah dimiliki oleh Lippo Group baik di pasar internasional maupun domestik. “Lippo Group telah sukses mengoperasikan jaringan department store di China, Singapura dan Malaysia,” jelas John Bellis. Sekarang melalui PARISIAN ini, Lippo Group semakin mengukuhkan diri sebagai pemain terdepan di bisnis fashion retailing di pasar Indonesia yang dikenal sangat prospektif. PARISIAN hadir mengusung berbagai keunggulan serta beragam inovasi seperti merchandise mewah yang eksklusif serta layanan superior yang personal. PARISIAN dipastikan akan membawa dimensi baru dalam dunia fashion & gaya hidup di pasar dalam negeri, serta mengubah secara total konsep berbelanja yang selama ini ada di benak konsumen kelas atas. “Dengan konsep terbaru yang kami tawarkan, tentu saja akan mengubah cara berpikir para konsumen kelas menengah ke atas di Indonesia tentang konsep berbelanja di sebuah department store kelas atas. PARISIAN menawarkan pengalaman dan suasana berbelanja yang eksklusif, personal dalam lingkungan yang modern serta menjanjikan banyak keunikan,” jelas James T. Kawauchi, CEO Parisian Department Store. PARISIAN memang menjanjikan berbagai inovasi dan keunikan yang tidak dimiliki oleh department store sekelasnya. Hal ini, seperti dikemukakan oleh James T. Kawauchi yang dibuktikan dengan konsep merchandise yang tersegmentasi, tata letak merchandise yang lebih lapang dengan ditunjang oleh disain eksterior dan interior yang modern, berkelas namun tanpa menghilangkan unsur kenyamanan yang memang menjadi syarat utama sebuah department store kelas atas. Selain itu, dia menambahkan, PARISIAN juga dilengkapi dengan tata lampu dan pencahayaan yang lebih fokus (bright-focus lighting) sehingga mampu memaksimalkan tampilan merchandise-nya. Mengenai merchandise tentu saja PARISIAN berbeda dengan produk-produk di department store yang sudah ada. Merek-merek fashion yang terkenal akan rancangannya yang inovatif dan fresh, bersama-sama dengan merek-merek global ternama yang memang sudah sangat digandrungi masyarakat kelas atas, dapat ditemukan di PARISIAN. Diantaranya adalah Rock & Republic, Malene Birger, Sinequanone, Fil a Fil Paris, Tony Jeans, It Michaa, Kenneth Lady, Line By Lynn, Jack & Jill, CPS, J West dan masih banyak lagi. Dari sisi suasana belanja (shopping experience), PARISIAN juga menawarkan sesuatu yang berbeda dengan department store sekelasnya, seperti: •Kosmetik dan wewangian yang berkonsep open-sell (open-sell cosmetics and fragrances) •Sepatu dengan banyak ragam pilihan, untuk seluruh anggota keluarga •Sepatu dan apparel khusus dan lengkap bagi penggemar olah raga (sports center) •Lifestyle home store dengan perlengkapan rumah tangga yang lengkap Keunggulan PARISIAN lainya adalah menyangkut layanan prima. Di PARISIAN para pengunjung dapat berbelanja dengan nyaman dan menyenangkan karena PARISIAN menawarkan layanan one-stop shopping yang selalu berorientasi pada pelanggan (customer oriented) serta dilakukan dengan sangat personal. PARISIAN yang pertama dapat ditemui di Mal Taman Anggrek (Jakarta Barat) dengan luas toko mencapai 16.500 meter persegi. Dalam waktu dekat Parisian berencana hadir di antaranya di : •City of Tommorow (Surabaya), seluas 7.000 m2, Juni 2008 •Megamal Pluit (Jakarta), seluas 22.000 m2, Agustus 2008 •Kemang Village (Jakarta), seluas 15.000 m2, Maret 2009 •Grand City (Surabaya), seluas 20.000 m2, Maret 2009 •Kuta Beach (Bali), seluas 15.000 m2, September 2009 •Paragon City (Semarang), seluas 20.000 m2, Desember 2009 •Thamrin Square (Jakarta), seluas 22.600 m2, Maret 2010 •Mal Artha Gading (Jakarta), seluas 22.000 m2, Mei 2010 •Medan Fair (Medan), seluas 15.000 m2, Juni 2010 •Ciputra World (Surabaya), seluas 20.000 m2, Juni 2010 •Plaza Semanggi Extension (Jakarta), seluas 25.000 m2, Juni 2010 •Ciputra World (Jakarta), seluas 20.000 m2, September 2010 •Grand Palladium (Medan), seluas 18.000 m2, November 2011 •Puri Paragon (Jakarta), seluas 12.000 m2, Desember 2011 •Simprug (Jakarta), seluas 15.000 m2, Desember 2011 Khusus di bisnis ritel, kesuksesan dan kepiawaian Lippo Group bagaimanapun tidak terlepas dari 8 (delapan) kunci strategis yang diterapkan dalam menjalankan roda bisnisnya. Kedelapannya adalah kualitas (quality), nilai tambah (value added), aman dan menyenangkan (comfort & convenience), atraktif (attractive), unik & kreatif (unique & creative), terbaru (new), berbeda (differentiate) dan serba bisa/lengkap (all round experience) . Dengan 8 (delapan) kunci strategis inilah yang membawa Lippo Group meraih kesuksesan di bisnis fashion retailing. Hal ini sudah dibuktikan dengan kesuksesannya mengoperasikan jaringan ritel bereputasi internasional. Taken from www.perempuan.com, Mar 19, 2008 AceN May 30th, 2008, 10:48 AM ^^ Is Grand City the same as Gubeng Grand City ?.. Ebek21 May 30th, 2008, 02:02 PM ^^ Is Grand City the same as Gubeng Grand City ?.. Yes, but we are still waiting for the final name. Hadi May 30th, 2008, 02:43 PM the design of the bulding is the same... no changing Ebek21 May 31st, 2008, 04:14 AM Mengejar Mimpi Cyber City HUT Ke-715 Surabaya SURABAYA punya impian besar. Yakni, ingin menjadi sebuah kota berbasis information technology (IT). Perubahan demi perubahan menuju Surabaya yang melek teknologi informasi telah digencarkan sekitar dua tahun terakhir. Pada perayaan HUT ke-715 ini, Surabaya merasa kian dekat dengan mimpi menuju cyber city tersebut. --- Sekitar dua tahun lalu, lonceng perubahan itu telah bergemerincing. Surabaya tengah bergiat mewujudkan sebuah kota yang computer-based (berbasis komputer). Beberapa yang dilaksanakan, antara lain, sistem kerja berbasis IT di pemkot, sistem e-procurement untuk lelang pengadaan barang dan jasa, hingga pembangunan taman-taman kota yang dilengkapi wi-fi (wireless fidelity), sebuah sistem sambungan internet nirkabel. Itu dibuat dengan tujuan memudahkan warga kota melakukan pekerjaan mereka. Wali Kota Bambang D.H. menyatakan, seluruh pekerjaan pegawai pemkot bakal diarahkan menuju konsep paperless (tanpa kertas). Itu memang bisa tercipta jika seluruh pekerjaan dilaksanakan full computer. Dia yakin, jika itu tercapai, efektivitas kerja yang dihasilkan bakal luar biasa. Pekerjaan cepat selesai, pemakaian kertas berkurang, biaya transportasi bisa dipangkas, kemacetan kota berkurang, dan -ujung-ujungnya- anggaran bisa dihemat. Bambang terlihat optimistis pada mimpi tersebut. Itu bukan tanpa alasan. ''Pertama, pemkot siap menuju ke arah sana. Selain itu, Surabaya memiliki perguruan tinggi yang para akademisinya jago IT. Komitmen stakeholder seperti Telkom juga tak diragukan,'' tuturnya. Awal tahun ini, dia ditawari pinjaman dari pemerintah Korea sebesar Rp 200 miliar. Itu, kata Bambang, bisa digunakan membangun infrastruktur yang menunjang terwujudnya cyber city. Tapi, pinjaman tersebut baru cair pada 2010. ''Kadung masa jabatan saya habis,'' ungkapnya. Pemkot lantas mencari alternatif. Cost (dana) dihitung ulang. ''Ternyata, biaya nggak sampai Rp 200 miliar. Sekitar Rp 120 miliar. Kalau segitu, kenapa ndak sharing dana antara pusat, pemprov, dan pemkot?'' ujarnya. Hal itu lantas dia ungkapkan kepada Menkominfo M. Nuh beberapa waktu lalu. ''Saya bilang, kenapa Surabaya tidak ditunjuk sebagai kota percontohan? Sebab, dilihat dari berbagai sisi, kami sudah siap,'' tegasnya. Penunjukan Surabaya sebagai kota percontohan, kata Bambang, bakal lebih efektif. Daripada dana dari pusat dibagikan sedikit-sedikit, tapi merata untuk beberapa kota. ''Hasilnya nggak signifikan. Tapi, kalau dipusatkan untuk Surabaya, hasilnya pasti terlihat,'' ujarnya optimistis. Namun, hingga kini, jawaban dari pusat belum ada. Terbaik se-Indonesia Bambang menegaskan, upaya Surabaya menuju cyber city sudah diawali beberapa langkah. Yang paling kentara adalah e-procurement (e-proc). Saat ini, e-proc Surabaya telah dinyatakan yang terbaik se-Indonesia. ''Bahkan, berdasar World Bank, di dunia, e-proc Surabaya hanya kalah oleh India,'' katanya. E-proc, sistem pengadaan barang dan jasa berbasis online, telah dibangun pada 2003. Sistem itu lahir lantaran proyek pemkot kerap dinilai terlambat, harga kontrak relatif sama atau lebih mahal dibandingkan harga di pasaran. Kerap pula muncul tudingan miring bahwa wali kota, kepala dinas, atau pimpinan proyek (pimpro) menerima ''sesuatu'' dari pemenang lelang. ''E-proc untuk mewujudkan good governance dalam pengadaan barang dan jasa. Bebas KKN,'' kata Agus Imam Sonhaji, kepala Bina Program Pemkot. Awalnya, e-proc tak sepenuhnya berjalan online. Pada 2003, pemkot mengawali program itu dengan mengadakan lelang serentak. Pendaftaran dan evaluasi lelang dilakukan melalui internet. Pada 2004-2006, program tersebut telah menjadi semi-e-proc. Walau berbasis online, ada beberapa proses yang masih memakai kertas. Misalnya, penawaran. Akhirnya, pada 2007, e-proc mulai berjalan full. Mulai penawaran hingga pengumuman lelang berlangsung online, tanpa kertas. Tahun ini, pemkot berhasil membangun Unit Layanan Pengadaan (ULP) khusus menangani semua lelang di pemkot. ''Unit itu sudah berdiri sendiri, tidak ditangani lagi oleh Bina Program,'' jelas Sonhaji tentang unit yang didirikan berdasar SK wali kota tersebut. Kini, ULP boleh dibilang sebagai pusat lelang. Semua proses ditangani. Mulai pendaftaran, prakualifikasi, hingga pengumuman lelang. Sonhaji menuturkan, e-proc sudah menunjukkan keuntungan. Efisiensinya cukup signifikan. ''SDM tidak perlu bolak-balik mengurus lelang. Sekarang, peserta lelang bisa mengisi sendiri keikutsertaan mereka,'' tegasnya. Dan yang jelas, proses lelang menjadi paperless alias tanpa kertas. Efisiensi biaya pun mencapai 80 persen. ''Sebab, harga kertas terkurangi,'' katanya. Pada biaya penawaran, terjadi efisiensi hingga 25 persen. Selain itu, paket pekerjaan lebih dinilai berjalan lebih tepat waktu. Yang lebih penting, kata Sonhaji, masyarakat bisa mengakses proses lelang yang sedang berlangsung. ''Pesertanya berapa, nilai lelang berapa, kontraknya berapa, semua itu bisa diakses publik,'' jelas alumnus ITS tersebut. Semua itu bisa diakses lewat situs www.surabaya.go.id. Saat ini, e-proc dilengkapi kebutuhan infrastruktur komunikasi. Misalnya, server yang terhubung ke internet selama 24 jam. Fasilitas jaringan internet antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) telah dibangun. Meski begitu, kata Sonhaji, bukan berarti e-proc berlangsung tanpa hambatan. Salah satu yang masih ngganjel adalah perubahan budaya kerja dari manual ke elektronik. ''Banyak pegawai yang kesulitan membiasakan diri bekerja berdasar prosedur ketat,'' katanya. Hambatan lain adalah kecurigaan dan ketakutan terhadap hilangnya ''pendapatan'' dari model atau mekanisme kerja lama. ''Itulah konsekuensi transparansi,'' tegasnya. Taken from Jawapos, May 31, 2008 MinImaX May 31st, 2008, 06:40 AM keliatannya grand city. di jawapos pernah ada iklannya cheers, trus ada sponsor dari grand city dengan logo mirip angka 8. Ebek21 June 2nd, 2008, 03:48 AM Good job !! :okay: Moga2 segera diikuti oleh penduduk2 lainnya yang juga tinggal di stren kali. Kepras Rumah Sendiri Warga Stren Kali Jagir Penuhi Tuntutan Perda SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) tentang Penataan Kali Surabaya dan Kali Wonokromo memang belum dilengkapi peraturan gubernur (pergub) sebagai aturan teknis. Namun, warga RT 7 RW 12 Bratang Gede berinisiatif jemput bola. Sebanyak 116 kepala keluarga di pinggir Kali Jagir itu mulai mengepras rumahnya agar tak bersentuhan langsung dengan sungai. ''Dulu, rata-rata panjang rumah kami 14 meter. Sekarang tinggal delapan meter karena dipotong. Jarak yang ditetapkan tersebut merupakan kesepakatan warga sendiri,'' kata Yusuf Slamet, ketua RT 7. Dia menjelaskan, berdasar ketentuan dalam Perda Penataan Kali Surabaya dan Kali Wonokromo (lazim disebut Perda Stren Kali), sempadan yang diminta sebenarnya 3-5 meter. Namun, warga memberi ruang lebih, yakni enam meter. ''Itu bukti kesungguhan kami melaksanakan peraturan daerah demi menjaga lingkungan. Tak hanya tiga atau lima meter, enam meter pun kami berikan,'' tegasnya. Bekas lahan rumah yang dikepras itu dijadikan jalan umum. Bahannya dari bongkaran rumah dan sisa bebatuan bangunan. Jalan itu memanjang dari ujung Gang 8 Kalisumo hingga Kantor PDAM di Jl Jagalan. Bukan hanya itu, warga juga menghadapkan rumah mereka ke arah kali. Sebelumnya, rumah mereka membelakangi kali. Karena posisi itulah, kebanyakan warga membuang limbah rumah tangga, termasuk saluran pembuangan dari WC, langsung ke aliran sungai. ''Sekarang sudah berubah. Kami tidak lagi membuangnya ke kali,'' ungkap pria 54 tahun tersebut. Untuk mewadahi limbah rumah tangga, tiap warga yang rumahnya telah direnovasi memiliki septic tank di bagian belakang rumah. Jika renovasi rumah warga telah kelar semua, mereka berencana membangun septic tank komunal yang menjadi rujukan pembuangan limbah cair rumah tangga. Hingga kemarin, 17 rumah telah dikepras dan dihadapkan ke sungai. Sebanyak 73 rumah sisanya digarap secara bertahap. Slamet menyatakan, pihaknya tidak bisa merenovasi semua rumah sekaligus karena keterbatasan biaya. ''Biaya renovasi itu ditanggung warga sendiri. Sejak beberapa tahun lalu, tiap KK dipungut minimal Rp 30 ribu,'' katanya. Suwito, ketua tim renovasi rumah, menuturkan, pihaknya bisa menghemat biaya karena hampir semua proses pengeprasan dan pembangunan ulang tidak menggunakan jasa pihak luar. Renovasi dilakukan warga sendiri secara gotong royong setiap hari. ''Kalau Minggu, lebih ramai. Sebab, banyak yang libur,'' ujarnya. Dia mengaku, garis sempadan yang dibuat warga melebihi aturan dalam perda. Itu dilakukan dengan pertimbangan banyak hal. ''Intinya adalah keamanan kami pada masa mendatang. Kami tidak ingin selalu resah karena ancaman penggusuran seumur hidup,'' tegasnya. Dia mengungkapkan, warga di RT 7 RW 12 Bratang Gede sebenarnya telah lama tercatat sebagai penduduk Surabaya. Rata-rata mereka telah memiliki kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. ''Kami enggan jika harus tinggal di rumah susun. Semua sudah seperti saudara. Ribet kalau harus pindah-pindah lagi,'' katanya. Taken from Jawapos, Jun 2, 2008 Warga Stren Kali Bratang Bongkar Rumah Mereka Pembongkaran dilakukan untuk memenuhi aturan Pemprop Jatim dalam perda stren kali. WAWAN SUMI koordinator warga stren kali pada TEGUH reporter Suara Surabaya, Minggu (01/06) mengatakan ratusan warga stren kali membongkar rumah mereka. Pembongkaran rumah itu sekaligus akan merenovasi rumah untuk dibuat menghadap ke kali. Untuk tahap awal ada sekitar 300 lebih rumah warga yang akan dibongkar di stren kali Bratang sementara sisanya akan menyusul. Selain warga stren kali Bratang, Medokan Semampir, Gunungsari, dan Kebraon juga akan siap merenovasi rumah mereka. Menurut para warga dalam merenovasi rumah mereka, warga stren kali juga akan menyiapkan beberapa fasilitas di kampungnya. Diantaranya sumur serapan, pengolahan limba komunal, dan septitank untuk diolah jd biogas. Dengan upaya itu diharapkan tidak ada lagi pencemaran di sepanjang stren kali Surabaya yang mengakibatkan penurunan kualitas air kali Surabaya. Taken from www.suarasurabaya.net, Jun 1, 2008 Hadi June 2nd, 2008, 04:04 AM Ini patut di Contoh, Kenapa Surabaya selalu menjadi pilot project, karena warganya support apa yang bisa disupport. I love thet action.... It will be good for Surabaya.:cheers: Ebek21 June 2nd, 2008, 04:49 AM Goodbye, Bioskop Mitra...so many memories here... Banyak yang Kecele Mitra Resmi Tutup SURABAYA--Penggemar film layar lebar banyak yang kecele ketika ingin menonton bioskop di kompleks Balai Pemuda Surabaya, Minggu (1/6). Karena bioskop Mitra 21 sudah resmi tutup untuk selamanya sejak berdiri 29 tahun silam. Eks pengelola Mitra 21 hanya menempelkan dua kertas pengumuman ukuran HVS di pintu kaca yang tulisanya Sejak 31 Mei Mitra 21 Tutup untuk seterusnya. Tidak ada alamat baru pindahan bioskop ini membuat calon penonton celingukan. “Kenapa sih kok ditutup. Kan sayang,” keluh Anggraeni Dewi, calon penonton, Minggu (1/6). Sepekan terakhir bioskop ini dibanjiri penonton dengan parkir roda dua yang menyemut di halaman timur. dan sejak Minggu kemarin, banyak yang harus balik badan setelah mengetahui bioskop ini ditutup. Bioskop Mitra telah menjadi legenda anak muda Surabaya yang sekarang beranjak matang. Berdiri sejak 1979, hingga tahun 1990-an orang Surabaya lebih akrab menyebut Mitra ketimbang Balai Pemuda. Sekalipun Mitra hanya menempati salah satu 'paviliun' di kompleks Balai Pemuda Jl Gubernur Suryo 15. Bahkan hingga sekarang, ketika menyebut Balai Pemuda orang masih mengernyitkan dahi, dia langsung ngeh ketika menggantinya menjadi Mitra. Ya, Mitra begitu populer bahkan mengalahkan nama sang tuan rumah. Padahal nama Balai Pemuda sudah digunakan sejak 1949 menggantikan Simpangsche Societeit. Kepala UPTD Balai Pemuda dan GNI Nirwana Juda mengakui banyak yang kehilangan setelah pemkot memutuskan tidak melanjutkan bioskop Mitra per 31 Mei 2008. Namun di sisi lain pemkot harus mengembalikan Balai Pemuda sebagai kawasan publik yang tidak boleh ada kepemilikan swasta dengan mengontrak puluhan tahun. Setelah penutupan ini, kata Juda, komplek Balai Pemuda akan dipugar dan direnovasi. Namun tetap mempertahankan bangunan induk cagar budaya. Di kawasan itu nanti dibangun civic center, tempat warga bertemu dan belajar kesenian. Kepala Bappeko Tri Rismaharini beberapa waktu lalu menyatakan, di atas lahan eks bioskop akan didirikan bangunan baru yang memiliki langgam arsitektur serupa bangunan induk Balai Pemuda. Sementara lahan parkir akan dibangun di bawah tanah. “Civic center itu bisa digunakan untuk pameran, berkesenian,” jelas Risma. Eksbioskop Mitra akan disulap menjadi empat lantai. Yakni, untuk sentra beragam konser akustik, orkestra, teater, dan lain-lain. Oleh Karena itu, pemkot akan menggandeng seniman-seniman Surabaya untuk mengembangkan ide tersebut. Taken from Surya, Jun 2, 2008 Ebek21 June 2nd, 2008, 06:07 AM Nice article by Wakil Walikota Surabaya, Arif Afandi Membangun Kota dengan Gembira Membangun kota tidak harus dengan cara serba serius. Bisa juga dengan cara rileks, menyuguhkan hal-hal yang menyenangkan, dan menyodorkan program yang membuat warga gembira. Ini yang dilakukan pemerintah kota Surabaya selama tiga tahun belakangan ini. Memang ada program serius yang digarap dengan super serius. Tapi juga ada program yang menggembirakan, digarap dengan serius dan hasilnya amat sangat serius. Program apa itu? Program pencitraan kota Surabaya sebagai kota jasa dan dagang. Hampir semua yang terkait dengan program ini digarap dengan enjoy, menyenangkan, namun tanpa dirasa hasilnya sangat mencengangkan. Ini bisa dilihat dari program Surabaya Big Sale (kini Surabaya Shopping Festival) untuk bidang perdagangan, konser musik Hari Jadi untuk pariwisata, dan Surabaya Green and Clean untuk kebersihan dan persampahan kota. Asyiknya lagi, ketiga program ini berjalan dengan tanpa topangan dana dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Lho? Betul. Kecuali soal sampah, semuanya dilakukan dengan pendekatan bisnis. Mengandalkan pola sponsorship. Kerjasama dengan pihak ketiga dengan pendekatan saling menguntungkan. Sama-sama berusaha memetik hasil dari kegiatan yang dilakukan secara bersama. Surabaya Shopping Festival yang berakhir 1 Juni, misalnya. Program ini pernah digelar di Surabaya saat krisis ekonomi terjadi. Setelah itu mati. Baru sejak tahun 2006, pemerintah kota menggelar kembali. Dua tahun ditangani langsung Dinas Perdagangan. Mulai tahun ini diserahkan kepada APPBI (Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia). Hasilnya, dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bahkan, tahun ini, nilai transaksinya cukup mencengangkan. Menurut laporan teman-teman dari APPBI, sampai hari terakhir SSF, nilai transaksi selama satu bulan mencapai Rp 460 miliar. Ini jauh melebihi transaksi Surabaya Big Sale selama dua bulan tahun lalu senilai Rp 315 miliar. Diikuti 13 pusat perbelanjaan se Surabaya dan iming-iming hadiah setengah miliar rupiah. Bayangkan, perputaran uang hampir setengah triliun rupiah di mal-mal bukan nilai kecil. Ini membuktikan kekuatan pasar yang masih cukup kuat. Jika barang-barang terserap pasar, maka produksi akan jalan. Kalau produsen jalan, berarti mereka bisa tambah menyerap tenaga kerja. Kalau orang bisa bekerja, maka mereka akan punya uang untuk membeli. Begitu seterusnya sehingga mata rantai ekonomi berjalan tanpa henti. SSF menjadi acara reguler kota yang diadakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, pemerintah memberikan fasilitasi. Yang bergerak para pelaku mall sendiri. Acara itu dipersiapkan dengan serius, tapi dikemas dengan menggembirakan. Banyak acara digelar untuk menarik pengunjung mall. Mulai pameran, musik, sampai dengan fashion show. Masing-masing menyuguhkan kesenangan. Demikian juga koser musik hari jadi. Konser yang digelar sebagai puncak acara ulang tahun kota itu, bukan semata-mata untuk hura-hura. Sejak awal dimaksudkan sebagai bagian dari pembangunan kota. Untuk meyakinkan orang luar Surabaya bahwa Surabaya adalah kota yang aman. Ratusan ribu orang bisa bersenang-senang bersama menonton konser. Juga menjadi media interaksi sosial setahun sekali. Ketika hendak menggelar acara serupa kali pertama, sejumlah pejabat sempat ragu: apa bisa? Kan menggelar konser butuh dana miliaran rupiah. Saat itu, saya yakinkan bahwa kita punya network, jejaring, dan banyak kawan. Tahun pertama, semua media di kota ini dimintai bantuan. Menggelar acara sesuai ketertarikan masing-masing. Hasilnya? Hari ulang tahun kota meriah selama satu bulan. Konser musik pun berjalan dengan sponsor, tanpa APBD. Kini tiga tahun sudah berjalan. Semua telah berkembang. SSF maju pesat. Konser berjalan meriah dan aman. Semua warga ikut gembira. Tujuan mendorong ekonomi mulai kelihatan. Pajak hotel dan restoran meningkat. Tinggal bagaimana kita terus memanfaatkan semua yang telah berjalan. Ternyata, kita bisa membangun dengan cara bergembira. (kolom ini ditulis untuk Harian Radar Surabaya) Surabaya, 1 Juni 2008 Taken from http://arifafandi.blogdetik.com/ teddybear June 2nd, 2008, 07:02 AM Here is Cito almost completed, recent photo of iwe. It looks different from the original design. I like Cito's modern design. It gives a fresh facelift to the area. It should have been located in the city center. Did I notice that Lippo likes to put project close to the toll for easy access or eye spotting building? http://farm4.static.flickr.com/3027/2541911996_0af0c8d8d4_o.jpg AceN June 2nd, 2008, 07:48 AM ^ wow, nice :) yeah, they did it to Lippo Karawaci, Cikarang, and St.Moritz ;) iceroundnear June 2nd, 2008, 09:24 AM http://img211.imageshack.us/img211/596/paitonzk8.jpg (http://imageshack.us) http://img211.imageshack.us/img211/596/paitonzk8.5352e1b492.jpg (http://g.imageshack.us/g.php?h=211&i=paitonzk8.jpg) PLTU Paiton adalah salah satu Pembangkit 10.000 MW yang diharapkan bisa mengatasi krisis energi di indonesia direncanakan akan beroperasi thn 2010 =NaNdA= June 2nd, 2008, 09:28 AM wah batu baranya diangkut dari mana tuh? Ebek21 June 2nd, 2008, 09:35 AM http://img211.imageshack.us/img211/596/paitonzk8.jpg (http://imageshack.us) http://img211.imageshack.us/img211/596/paitonzk8.5352e1b492.jpg (http://g.imageshack.us/g.php?h=211&i=paitonzk8.jpg) Ini PLTU Paiton 2 ya ? Yang ekspansi dr PLTU Paiton 1 ? PLTU Paiton besar dan bagus sekali viewnya di malam hari. Yang pernah berkendara dr Surabaya-Bali di malam hari pasti pernah melewati tempat ini, beberapa puluh kilometer menjelang Pasirputih, Situbondo. iceroundnear June 2nd, 2008, 09:35 AM Untuk batubara didatangkan dari kalimantan timur dan kalimantan selatan diangkut melalui laut langsung dari kalimantan ke paiton. iceroundnear June 2nd, 2008, 09:59 AM http://img205.imageshack.us/img205/6241/pacitanyb4.jpg (http://imageshack.us) http://img205.imageshack.us/img205/6241/pacitanyb4.ed4db0802e.jpg (http://g.imageshack.us/g.php?h=205&i=pacitanyb4.jpg) PLTU Pacitan merupakan program 10.000 mw diharapkan bisa mengatasi krisisi energi khususnya di jawa dan bali. PLTU Pacitan direncanakan beroperasi tahun 2010. Saat ini PLTU Pacitan masih dalam tahap konstruksi. iceroundnear June 2nd, 2008, 10:22 AM :) iceroundnear June 2nd, 2008, 10:27 AM :) Ebek21 June 2nd, 2008, 10:35 AM ^^ Maaf, bukannya PLTU Indramayu ada di Jawa Barat dan PLTU Rembang di Jawa Tengah ? Kenapa nggak posting PLTU Tanjung Awar-Awar saja yang ada di Tuban, Jawa Timur ? Lebih relevan karena ini kan thread Surabaya. =NaNdA= June 2nd, 2008, 10:38 AM oh iya ya, taro di thread Energy di Warteg aja.. :) iceroundnear June 2nd, 2008, 12:10 PM Wah...terimakasih banget saran dari temen2....pasti akan segera dipindah ke energy...sorry banget saya termasuk new member...masih belum familiar kali... se x lagi thanks. Ebek21 June 4th, 2008, 05:07 AM Raih Nilai 72,5, Dapat Adipura http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/3615large.jpg SURABAYA - Besok (5/6) Surabaya kembali mendapat Adipura. Piala untuk kebersihan dan keindahan kota itu akan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar kepada Wali Kota Bambang D.H. di Istana Negara, Jakarta. Piala itu diraih setelah Surabaya mendapat nilai ''cukupan'', 72,5. Surabaya berhasil meraih Anugerah Upaya Terbaik kategori kota metropolitan. Menurut Kepala Badan Pengendali Lingkungan Hidup (BPLH) Pemkot Surabaya Togar Silaban, ada 16 kategori penilaian Adipura. Di antaranya, taman kota, terminal, pasar, dan jalan. ''Semua menjadi titik perhatian,'' katanya. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Hidayat Syah mengatakan, penilaian Adipura dilakukan tiga kali. Pertama, pada Agustus 2007, kedua Maret 2008, dan yang terakhir Mei 2008. Sebenarnya, Hidayat mengakui bahwa nilai yang dicapai Surabaya sebenarnya tak terlalu istimewa. ''Penilaian pertama pada Agustus 2007, Surabaya mendapat poin sebesar 69,8,'' tutur Hidayat melalui SMS. Pejabat yang kini sedang berada di Kobe, Jepang, untuk sebuah workshop tersebut menambahkan, baru pada penilaian kedua Surabaya menembus batas aman. Yaitu, 72,5. Nilai itu tetap bertahan saat penilaian ketiga. Meski tak terlalu istimewa, nilai 72,5 tersebut sudah tergolong bagus. Saat ditelepon, Hidayat juga mengatakan bahwa pencapaian pemkot itu merupakan buah sinergi multisektor. ''Leader-nya tidak bisa dibilang kami semata. Banyak pihak yang terlibat. Seperti, partisipasi masyarakat dan LSM yang konsen terhadap problem lingkungan,'' tuturnya. Hidayat mengungkapkan, penghargaan itu hampir luput dari tangan pemkot. Salah satunya disebabkan tumpukan sampah di pasar-pasar. Namun, upaya yang ditempuh PD Pasar Surya dinilai luar biasa dalam menggerakkan pedagang dan masyarakat untuk membersihkan pasar-pasar. Dia juga berjanji akan intens mempercantik taman-taman kota. ''Kami ini hanya eksekutor. Support-nya dari seluruh lapisan masyarakat. Saya bangga karena tingkat kesadaran masyarakat Surabaya sangat tinggi terhadap kebersihan lingkungan,'' ucap pria asli Palembang itu. Surat pemberitahuan penerimaan Adipura tersebut bernomor B-4 105/Dep.II/LH/06/2008. Surat bertanggal 3 Juni 2008 itu dikirimkan ke BPLH Pemkot Surabaya. Itu berarti sudah tiga tahun ini Surabaya mempertahankan Adipura. Taken from Jawapos, Jun 4, 2008 Ebek21 June 4th, 2008, 04:20 PM Update Surabaya-Mojokerto Tollroad http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sumo1.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Sumo2.jpg Taken from www.suarasurabaya.net, Jun 4, 2008 Ebek21 June 6th, 2008, 03:31 AM Bangun Plengsengan hingga Jalan Inspeksi SURABAYA - Belasan pekerja tampak sibuk mengangkuti batu dan pasir di pinggir sungai Jalan Gentengkali. Mereka sedang membangun plengsengan di sungai yang membelah Kota Surabaya itu. Proyek tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi Kalimas yang dicanangkan pemkot bersama instansi terkait setahun lalu. ''Pembangunan plengsengan itu dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas,'' ujar Kepala Divisi Jasa Asa IV Perum Jasa Tirta I Widio Parwanto. Dia menyatakan, plengsengan itu akan dibangun sepanjang 700 meter di dua sisi sungai. Rinciannya, sisi Kampung Gemblongan sepanjang 300 meter dan sisi Jl Ahmad Jaiz sekitar 400 meter. ''Tahun ini, targetnya masih sampai di situ,'' kata Widio. Dia mengaku, tepi Kalimas banyak yang belum dibenahi. Terutama mulai Gemblongan sampai kawasan Jembatan Merah. ''Kami sebenarnya juga menginginkan pembangunan plengsengan sampai di situ (Jembatan Merah, Red). Tapi, bagaimana lagi, anggarannya hanya cukup sampai di sini (Gemblongan, Red),'' ungkapnya. Dia menuturkan, salah satu tujuan revitalisasi Kalimas adalah melancarkan aliran sungai menuju laut. ''Kalau aliran tidak lancar, banjir bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat musim penghujan,'' tegasnya. Revitalisasi Kalimas diyakini juga mampu menormalkan bantaran sungai dari bangunan liar. ''Tapi, untuk pengawasannya, kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP,'' jelasnya. Selain plengsengan, jalan inspeksi sungai ikut dibenahi. Prioritas utama, kata Widio, mulai kawasan Jalan Sulawesi hingga Jembatan Sono Kembang (seputar Keputran). Untuk merealisasikan proyek tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Bina Marga dan Pematusan Pemkot. Program revitalisasi Kalimas tersebut akan menyentuh lima titik. Yakni, Monkasel dan sekitarnya, Pasar Bunga Kayun dan sekitarnya, permukiman Dinoyo dan Darmo Kali, Jembatan BAT Ngagel, serta Kalimas, Kali Surabaya, dan Kali Wonokromo. Taken from Jawapos, Jun 6, 2008 AceN June 6th, 2008, 11:18 AM Jumat, 06/06/2008 12:58 WIB Lamicitra bangun kota industri di Bangkalan SURABAYA (bisnis.com): PT Lamicitra Tbk akan membangun kota industri di Kabupaten Bangkalan, yang diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp3 triliun. Dirut PT Lamicitra Tbk Priyo Setyabudi mengatakan ke depannya, Madura yang selama ini terkenal sebagai pulau garam akan berkembang menjadi kota industri. Apalagi dengan adanya Jembatan Suramadu yang dikabarkan akan rampung pertengahan 2009. Peluang itu yang mendorong PT Lamicitra untuk membangun kota industri di kawasan tersebut, kata dia. ”Kami akan bangun Madura Industrial Seaport City (MISI) di Kecamatan Socah, Bangkalan,” ujar Priyo, hari ini. Kota pelabuhan dengan luas sekitar 10.000 hektare ini akan didesain sebagai kota industri yang memiliki pelabuhan peti kemas skala internasional. Fasilitas itu untuk menunjang kegiatan di Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik. Dalam tahap awal, kata dia, proyek yang kontruksinya dimulai pada awal 2010 itu akan dibangun fasiltas pelabuhan seluas 2.000 hektare dengan perkiraan kebutuhan dana sekitar Rp3 triliun. "Saat ini kami tengah menyusun tata ruang kota di kawasan tersebut, termasuk di dalamnya melakukan kelayakan dari segi ekonomi, sosial dan teknis lainnya. Semua rencana itu sudah disetujui oleh Bupati Bangkalan,” papar Priyo. Sebagai pelaksana proyek nanti, pihak perseroan telah sepakat menunjuk PT MISI, anak perusahaan Lamicitra. Pola pembangunanya akan dilakukan dalam empat tahap dengan perkiraan waktu penyelesaian sekitar tujuh tahun. Dia barharap proyek tersebut akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak dua juta orang. Dengan begitu akan membantu pemerintah daerah setempat dalam mengatasi angka pengangguran. Menurut Priyo, Lamicitra cukup berpengalaman dalam membangun kawasan industri. Perusahaan ini sebelumnya telah berhasil membangun Industri Estate Tanjung Emas Export Processing Zone di Semarang. Sejumlah properti yang dibangun di Surabaya a.l. Jembatan Merah Plaza, Tunjungan Hotel, dan Darmo Hill Condominium.(er) Ebek21 June 6th, 2008, 05:43 PM ^^ Thanks for the news, Acen. IMO, mimpi kali untuk perusahaan sekelas Lamicitra. Mau bangun kota 10,000 ha, pelabuhan 2,000 ha, butuh modal 3 trilyun, dapat dananya dari mana tuh ? Terlalu bombastis menurutku :ohno: teddybear June 7th, 2008, 02:22 AM Taken from Union Square thread: http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/US.jpg Rumors said will be built in Raya Darmo, start construction 2009. Ebek21 June 7th, 2008, 05:33 AM Demam superblok di Surabaya Orang Surabaya memang belum terbiasa kongko-kongko (hangout) usai jam pulang kantor. Tidak ada alasan bagi mereka menunda pulang ke rumah, seperti menunggu kemacetan jalan raya berkurang. Namun, bukan berarti gaya hidup masyarakat Jakarta tak bisa menular ke Surabaya. Gaya hidup yang akan menguntungkan pengembang yang jago melihat peluang. Randolph S. Bubu, Direktur Utama PT Graha Megaria Surabaya, pengembang di Surabaya, sangat optimistis arek Surabaya dapat digiring mengikuti tren yang terjadi di Jakarta. Menurut dia, Surabaya saat ini tak ubahnya Jakarta pada era 1990-an. Produk properti yang diperuntukkan sebagai tempat hangout, perbelanjaan, dan hiburan mulai bermunculan. Begitu juga dengan pembangunan superblok yang semakin marak. "Kalau sudah begini, pengembanglah yang pada akhirnya menciptakan tren gaya hidup modern lewat iming-iming fasilitas modern pula," ujarnya. Graha Megaria Surabaya, anak usaha PT Graha Megaria Raya, siap mengulang sukses Cilandak Townsquare (Citos) miliknya yang terbukti ampuh memperkenalkan tempat hangout kepada masyarakat Jakarta. Developer ini membangun Townsquare Surabaya dengan konsep yang mirip dengan Citos. Bangunan seluas 80.000 m2 di persimpangan Hayam Wuruk dan Aditiawarman itu boleh dibilang sebagai pusat santai dan hiburan (leisure and entertainment spot) pertama di kota Buaya tersebut. "Townsquare Surabaya bukan sekadar pusat belanja, hangout, dan hiburan. Ini juga mengadopsi alun-alun kota yang biasa menjadi tempat berkumpulnya orang," ujar Randolph setengah berpromosi. Hampir semua bangunan cafe, restoran, karaoke, supermarket, butik, dan 126 kamar hotel Townsquare Surabaya mengelilingi alun-alun atau taman terbuka. Semua bergaya arsitektur minimalis modern dengan beragam bentuk ruang dan garis yang cenderung asimetris. Upaya menggiring masyarakat Surabaya menapaki gaya hidup 'modern', tidak hanya dilakukan Graha Megaria Surabaya. Tiga pemain raksasa properti yakni Pakuwon Group, Ciputra, dan Group Hardaya milik Hartati Murdaya telah lebih dulu beraksi. Bahkan langkah mereka juga diikuti pengembang lokal seperti PT Bukit Darmo Property Tbk. Berebut kue yang sama Para pengembang tersebut berkompetisi menciptakan fasilitas modern di Surabaya dengan membangun superblok atau mixed-used. Para pengembang itu beranggapan konsep superblok akan mampu 'menghipnotis' masyarakat Surabaya, seperti halnya Jakarta. Alasan itu pula yang membuat Pakuwon Group merasa tidak cukup dengan kawasan hunian lengkap dengan fasilitas gaya hidup modern di Surabaya Barat. Pengembang itu tengah menyelesaikan proyek superblok Pakuwon City di Surabaya Timur. Awalnya pengembangan properti yang tidak jauh dari kawasan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) itu hanyalah hunian mewah dengan konsep bahari. Namun, sebagaimana dikemukakan Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Richard Adisastra, megaproyek tersebut telah berubah konsep menjadi kota modern. Saat ini developer tersebut sedang mengisi superbloknya dengan fasilitas taman kota, gedung sekolah, perguruan tinggi, pusat perbelanjaan, serta Pakuwon Town Square (Patos), food street dan bangunan komersial lainnya yang akan menjadi tempat hangout baru warga Surabaya. Hunian sekaligus pusat bisnis itu akan dilengkapi dengan perkantoran, city walk, ballroom dengan kapasitas 2.000 orang, serta areal parkir untuk gedung Patos yang mampu menampung 1.000 kendaraan. Dia memperkirakan seluruh fasilitas modern itu akan rampung pada 2011. "Bersamaan dengan selesainya jembatan Suramadu, kawasan komersial Surabaya Timur yang kini masih sedikit tertinggal, akan dapat mengimbangi pusat bisnis di Surabaya Barat," kata Richard yakin. Kelompok Ciputra memililih Jalan Mayjen Sungkono sebagai lokasi yang dianggap strategis untuk membangun superblok. Selain mal, yang akan lebih dulu dibangun, akan ada perkantoran, apartemen, dan hotel. Total investasi yang dibutuhkan mencapai Rp3 triliun lebih. Tak mau kalah dengan Ciputra dan Pakuwon, PT Hardaya Widya Graha memilih Jalan Gubeng sebagai lokasi proyek superblok. Kawasan yang mereka namakan Gubeng Grand City itu menempati lahan sekitar 4,5 hektare. Di atas areal itu akan berdiri hotel 24 lantai dan pusat belanja empat lantai. Kehadiran pusat belanja yang menyatu dengan apartemen, hunian papan atas dan hotel berbintang sepertinya sudah menjadi satu syarat kelengkapan sebuah kota besar. Setidaknya pemikiran itulah yang membuat Bukit Darmo Property turut melakukan antisipasi dengan proyek mixed used di Bukit Darmo City. Di kawasan seluas 20 hektare itu tidak hanya dibangun permukiman mewah, tetapi juga office park, 340 unit apartemen The Adhiwangsa Golfview Residences, hotel berbintang, dan Mal LenMarc Shopping Paradise. Total investasi yang mereka persiapkan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,5 trililun. Presdir Bukit Darmo Property Wim G. Gobel mengklaim apartemennya itu akan menjadi satu-satunya apartemen di Indonesia yang memiliki desain arsitektur bangunan pipih. Untuk shopping mal, perusahaan yang baru satu tahun lalu melakukan IPO ini memilih gaya futuristik yakni dinding mal sepenuhnya dibalut kaca. "Kami ingin mengusung konsep kehidupan modern melalui perpaduan shopping mal dan entertainment center," tegasnya. Data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim menunjukkan saat ini ada 20 pusat perbelanjaan modern yang berkibar di Surabaya. Seperti halnya di Jakarta, para pemilik superblok Suroboyoan ini juga sepakat membidik pasar kelas atas. "Kami cenderung menyasar pelanggan lama yang sudah saatnya membutuhkan hunian untuk anak cucu mereka," tambah Wim. Sementara Pakuwon juga membidik kalangan atas yang datang dari kawasan Indonesia timur, selain orang-orang kaya di Surabaya dan Jakarta tentunya. Orang-orang kaya memang pasar potensial yang tidak hanya layak untuk digarap, tapi juga bisa 'digiring' mengikut tren yang diciptakan pengembang. Taken from Bisnis Indonesia, Jun 7, 2008 magali June 7th, 2008, 03:23 PM kira-kira perluasan studio jtv kah? http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1010771.jpg http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1010772.jpg magali June 7th, 2008, 03:25 PM perluasan gedung kejaksaan kah? http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1010776.jpg Ebek21 June 7th, 2008, 04:32 PM kira-kira perluasan studio jtv kah? http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1010771.jpg http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1010772.jpg Ini jawabannya. Gedung DBL (Deteksi Basketball League) Arena yang akan menjadi markas besar DBL di Indonesia. DBL adalah liga basket pelajar terbesar di Indonesia yang disponsori oleh Jawapos Group. http://img404.imageshack.us/img404/3012/image060jl5.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/stadion.jpg Ebek21 June 7th, 2008, 04:38 PM ^^ This is a related article. NBA akan Sambangi Indonesia Surabaya - National Basketball Association alias NBA, segera punya even resmi di Indonesia. Untuk itu, liga asal Amerika Serikat tersebut berkolaborasi dengan DetEksi Basketball League (DBL), liga pelajar terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Group. Kerja sama itu bersifat multiyear (jangka panjang). Tujuannya membantu pengembangan popularitas basket dan kemampuan para pemain di Indonesia. Mulai Agustus tahun ini, NBA akan mengirimkan pemainnya ke Surabaya, pusat DBL. Pemain itu akan menyaksikan final DBL Jawa Timur pada Sabtu, 23 Agustus nanti. Bertempat di DBL Arena gedung basket baru di kawasan Ahmad Yani, Surabaya, sang pemain akan memberikan semangat kepada para finalis dan menyapa para penggemar. Sehari kemudian, pemain itu tampil lagi dalam NBA Basketball Clinic. Memberikan materi latihan dan pengalaman hidup kepada tim-tim juara DBL dari sebelas kota di Indonesia. Klinik itu merupakan even resmi pertama NBA di Indonesia. Pada pertengahan 2009, kerja sama bakal ditingkatkan. NBA dan DBL berkolaborasi untuk menyelenggarakan Indonesia Development Camp yang pertama, juga di DBL Arena Surabaya. Camp berlangsung lebih dari sehari, memberikan materi yang jauh lebih komplet. Bukan sekadar mengirimkan pemain, NBA juga mengirimkan dua asisten pelatihnya ke Surabaya. Mereka akan menjadi instruktur untuk para pemain dan pelatih yang dipilih berdasar performa di DBL. Dalam Indonesia Development Camp itu, para pemain dan pelatih mendapatkan pelatihan formal. Setiap hari juga diselenggarakan pertandingan supaya para peserta bisa mengaplikasikan pelajaran yang baru saja mereka dapatkan. Pada hari terakhir camp, 20 terbaik bakal turun dalam Indonesia Development Camp All-Star Game. Setelah itu, juga akan dipilih seorang MVP (most valuable player alias pemain terbaik). Untuk nama pemain, NBA dan DBL segera mengumumkannya dalam waktu dekat ini. Heidi Ueberroth, NBA president, global marketing partnerships and international business, menegaskan bahwa kerja sama itu merupakan yang pertama di Indonesia. "Kami tak sabar memulai kolaborasi bersama DBL, menyelenggarakan even pertama kami di Indonesia. Ini bakal menjadi program luar biasa untuk membantu pengembangan basket dan kualitas permainan di Indonesia," kata Ueberroth dalam rilis yang diterima detiksport. Commissioner DBL Azrul Ananda menyatakan bangga bisa berkolaborasi dengan liga paling bergengsi di dunia. Kami merasa terhormat dan senang bisa menjalin kerja sama multiyear untuk mengembangkan basket di Indonesia ini," ujar Azrul. Taken from www.detiksport.com, Jun 7, 2008 teddybear June 7th, 2008, 05:56 PM ^That Jawapos building can be built better! Its architecture is just bland. No special feature except it has the resemblance of the tip of a pen. Thanks magali for the rare photos of Surabaya. Kurang tahu tentang perluasan gedung kejaksaan. Proyek2x gedung pemerintah memang tidaklah sepopuler apartemen atau mall. Kalo tidak salah ada gedung Perhutani di Genteng Kali yang dibangun setelah tahun 2000, tidak lah tinggi, tapi cukup menonjol terlihat waktu melewati kawasan sana. Ebek21 June 9th, 2008, 06:23 AM Pusat Cangkrukan di Pasar Tambahrejo, Ajang Nonton Bola hingga Pesta Demokrasi SURABAYA -Sepeninggal Kya Kya Kembang Jepun, warga Surabaya kini bisa menikmati pusat jajanan alias pusat cangkrukan baru, yakni, Pusat Cangkrukan Tambahrejo (PCT) di kawasan Pasar Tambahrejo. Kalau pada pagi hingga siang hari para pedagang dan konsumen sibuk dengan sayur-mayurnya, maka pada malam hari mereka disuguhi jajanan dan makanan tradisional khas Suroboyo. Ada berbagai sajian, mulai dari rujak cingur, tahu campur, gado-gado, tahu tek, lontong balap, lontong kupang, pisang goreng - tahu isi, soto, hingga cap cay. Konsep PCT dibikin serupa Kya-kya Kembang Jepun, pusat jajanan yang pernah dibangun pemkot pada 2003. Sayang, kawasan itu tak dapat berkembang. Sebagian pedagangnya kini lari ke PCT. Dibukanya PTC pada Sabtu (7/6) malam seolah menjadi hiburan baru. Warga langsung menyerbu 45 stan makanan di sepanjang lahan parkir East Point (Pasar Tambahrejo modern). Warga tak peduli, meski harga makanan di PCT sedikit lebih mahal daripada di luar lantaran para pemilik stan pedagang kaki lima (PKL) dikenai harga sewa. Sepiring tahu campur, misalnya, dijual Rp 10.000, padahal di luar hanya Rp 6.000 - Rp 8.000. Dirut PD Pasar Surya Achmad Ganis Purnomo mengatakan, selama ini pada sekitar pukul 18.00 WIB, jumlah pedagang Pasar Tambahrejo tinggal separo. “Dengan adanya cangkrukan ini, 75 persen pedagang tradisonal bisa menggelar dagangan sampai pagi, belum lagi kalau diisi beragam acara di panggungnya pasti semakin ramai,” katanya PCT dibuka bertepatan dengan berlangsungnya Piala Euro. Ini untuk meramaikan suasana. “Aktivitas ini tidak akan berhenti meskipun Euro usai. Karena masih ada even-even akbar seperti F1, Moto GP, talkshow Persebaya hingga pesta demokrasi Juli nanti. Kegiatan ini akan terus berlangsung dan kita merangsang para pedagang agar mau menyewa stan di sini,” imbuhnya. Bahkan, lanjut Ganis, menjelang pilgub, para cagub-cawagub akan menjadikan di kawasan ini sebagai tempat kampanye santai. Akan digelar dialog publik agar para pemimpin rakyat bisa lebih dekat dengan warganya. Saat ini, baru sekitar 45 pedagang yang terdaftar. Targetnya hingga sekitar 70-an orang. “Kalau proyek ini berkembang besar dan masyarakat sudah menanamkan image jika kawasan ini adalah pusat cangkrukan dengan beragam even, maka kami akan geser para pedagang ke lantai atas bersamaan diresmikannya pusat jajanan serba selera (pujasera) baru,” katanya. Setelah meresmikan PCT, PD Pasar Surya ancang-ancang menggarap konsep serupa di Pasar Wonokromo. Pusat cangkrukan bakal didirikan di sejumlah pasar tradisional guna menghidupkan kembali aktivitas perdagangan yang relatif sepi pada malam hari. PCT ini merupakan relokasi sebagian pedagang pusat jajanan Kya Kya Kembang Jepun yang kini gulung tikar. Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Sri HonoYularko yang hadir pada saat peresmian PCT mengatakan, kalau dikelola optimal, PCT akan mendongkrak tingkat kunjungan di Pasar Tambahrejo maupun East Point sebagai pasar moderennya. “Tapi, kalau musim hujan datang, mestinya harus sudah disiasati,” ujar Sri Hono menyikapi PCT yang memang berada di areal terbuka. Setelah dibuka kali pertama, PCT yang dianggap sebagai arena bazaar makanan langsung diserbu warga. Ada banyak pedagang kaki lima berjualan di sana. Mulai dari pedagang makanan khas Surabaya hingga chinese food semacam cay cay, koloke, dan lain-lain. “Selama Euro berlangsung PCT akan buka mulai 18.00-04.00 WIB tapi kalau hari biasa hingga pukul 01.00 WIB,” pungkasnya. Setelah meresmikan Pusat Cangkrukan Tambahrejo (PCT), Sabtu (7/6) malam, Perusahaan Daerah Pasar Surya berancang-ancang menggarap konsep serupa di Pasar Wonokromo. Pusat cangkrukan bakal didirikan di sejumlah pasar tradisional guna menghidupkan kembali aktivitas perdagangan yang relatif sepi jika malam hari. PCT ini merupakan relokasi sebagian pedagang pusat jajanan Kya Kya Kembang Jepun yang kini gulung tikar. “Kita lihat kalau jam enam malam Pasar Tambahrejo pedagangnya tinggal separo. Dibukanya cangkrukan ini 75 persen pedagang tradisonal menggelar dagangannya sampai pagi, belum lagi kalau diisi beragam acara di panggungnya pasti semakin ramai,” kata Dirut PD Pasar Surya Achmad Ganis Purnomo. PCT sengaja diresmikan pada saat berlangsungnya Piala Euro untuk meramaikan suasana. “Aktivitas ini tidak akan berhenti meskipun Euro usai. Karena masih ada even-even akbar seperti F1, Moto GP, talkshow Persebaya hingga pesta demokrasi Juli nanti. Kegiatan ini akan terus berlangsung dan kita merangsang para pedagang agar mau menyewa stan disini,” imbuhnya. Bahkan, lanjut Ganis, menjelang pesta demokrasi pemilihan gubernur Jatim nanti para cagub-cawagub akan menjadikan di kawasan tersebut sebagai tempat kampanye santai. Akan digelar dialog publik agar para pemimpin rakyat bisa lebih dekat dengan warganya. Saat ini baru sekitar 45 pedagang yang terdaftar. Targetnya hingga sekitar 70-an orang. “Kalau proyek ini berkembang besat dan masyarakat sudah menanamkan image jika kawasan ini adalah pusat cangkrukan dengan beragam even maka kita akan geser para pedagangnya ke lantai atas bersamaan diresmikannya pusat jajanan serba selera (pujasera) baru,” katanya. PCT sendiri saat ini lokasinya di sepanjang lahan parkir East Poin Pasar Tambahrejo. Taken from Surya, Jun 9, 2008 MinImaX June 9th, 2008, 01:43 PM gw kurang suka sih dengan gedung dbl. sori buat aristeknya nih kalo baca ini... :p mungkin akan lebih baik jika bentuk bangunan menyerupai bola basket (atau minimal mengambil elemen dari bola basket), seperti yang digunakan pada gedung di belakangnya (graha pena), akan menciptakan suatu perpaduan yang menarik di antara keduanya. Ebek21 June 10th, 2008, 09:25 AM Matangkan Relokasi PKL Burung SURABAYA - Rencana pemkot merelokasi PKL burung di Jalan Diponegoro ke kawasan Pesapen terus bergulir. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini mengatakan tengah menyiapkan detail engineering design (DED) pasar burung baru. Nanti, tutur Risma, Pasar Burung Pesapen dibangun dengan konsep low energy usage dan low maintenance. Maksudnya, lanjut dia, bangunan akan dibikin terbuka untuk memaksimalkan aliran udara dan energi matahari. "Sehingga, biaya energi dan perawatan dapat ditekan," terangnya. Selain itu, kios bangunan akan ditata secara linier. Letaknya dibikin saling berhadapan timur-barat. Hal tersebut, jelas Risma, dimaksudkan untuk memudahkan masuknya sinar matahari secara langsung. "Sehingga, sinar itu dapat membunuh kuman yang mungkin ada pada burung-burung tersebut. Dengan begitu, dampak negatif dapat dikurangi," jelas alumnus ITS itu. Bangunan juga akan dibikin terbuka dan dilengkapi dengan taman. Sehingga, para pengunjung bisa berinteraksi dengan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di sekelilingnya. "Sebisanya, pasar baru nanti disertai dengan RTH," ujar mantan kepala dinas kebersihan dan pertamanan itu. Rencana relokasi PKL pasar burung disambut positif oleh beberapa PKL. Suwito, salah seorang penjaja burung di Diponegoro, menyatakan sudah mendengar rencana tersebut. "Tapi, saya nggak tahu kapannya. Tahunya saat baca koran. Kami sih siap saja kalau memang disediakan tempat," tutur dia dengan diiyakan oleh dua temannya. Hanya, tambah dia, bila relokasi itu dilakukan ke Pesapen, pedagang khawatir akan sepi pembeli. "Kalau bisa, dekat-dekat sini saja sehingga gampang kelihatan. Kalau di Pesapen, takutnya nggak ada yang tahu," ucapnya. Apalagi, sudah banyak PKL burung di Diponegoro yang dikenal oleh banyak orang. Rencana merelokasi pedagang burung sebenarnya sudah muncul sejak dua tahun lalu. Waktu itu, target utamanya adalah membersihkan PKL burung di sepanjang Jalan Diponegoro. Para PKL di sana memang menggelar dagangan memakan badan jalan. Berkali-kali ditertibkan, tetap saja balik. Satu-satunya solusi memang merelokasi mereka ke lahan baru. Namun, hingga kini program tersebut masih berupa konsep yang terus menerus dikaji. Taken from Jawapos, Jun 9, 2008 studio_one June 10th, 2008, 01:53 PM Setahu saya desain finishing DBL mahal banget, bahkan ada yg di datangkan dari luar negeri. Setidak nya udah standard NBA dan Surabaya punya lapangan basket yg representative. Hadi June 10th, 2008, 03:06 PM Any info about buliding underconstruction in front of Graha Bukopin at Sudirman Street??/... I think the design similar with GramEX teddybear June 10th, 2008, 03:38 PM @Hadi: Does the land u/c stretches from Surabaya Post Bldg to Embong Kenongo? Any rendering? Ebek21 June 10th, 2008, 11:25 PM Setahu saya desain finishing DBL mahal banget, bahkan ada yg di datangkan dari luar negeri. Setidak nya udah standard NBA dan Surabaya punya lapangan basket yg representative. Masa iya standard NBA ? Kok kelihatannya kecil begitu ? Berapa kapasitas penontonnya ya ? Stadion2 untuk NBA kalo gak salah bisa muat sampai 18,000 penonton loh, besar sekali. Stadion Oympiade Beijing yg baru juga 18,000 seat (14,000 permanent seat dan 4,000 temporary seat) Lokasinya kelihatannya juga kurang ideal untuk bikin stadion, kesannya dipaksakan, masa di pinggir jalan besar gitu. Ebek21 June 11th, 2008, 03:20 AM Akhirnya Jalan Juga SETELAH lama terkatung-katung, proyek Taman Dolog di Jl A. Yani mulai dikerjakan. Kemarin (10/6) sejumlah pekerja menggarap taman di lahan bekas SPBU itu. Ditargetkan, dalam tempo tiga bulan, taman itu bisa difungsikan. Beberapa pekerja dari CV Sinar Jaya Utama sebagai pemenang lelang tender pembangunan taman itu kemarin mulai melakukan pengukuran. Mereka menyiapkan lahan yang akan dibangun. "Pembangunan resmi dimulai hari ini (kemarin, Red)," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya Hidayat Syah. Taman tersebut akan dibuat seperti taman-taman lain yang bisa digunakan untuk tempat bermain. Untuk menambah keasrian, pemkot juga akan membangun air mancur di tengah taman. Jika dilihat dari atas, bentuknya seperti daun. Karena itulah, pembangunan memakan waktu tidak sebentar. Sebab, pemkot mengecek kembali detail engineering design (DED) taman. Tujuannya mengantisipasi perembesan air dan retak tanah setelah taman dibangun. Menurut Hidayat, semua proses sebelum pembangunan telah dilalui sesuai dengan prosedur. Mulai lelang hingga kajian struktur tanah. "Karena itulah, taman itu bisa digarap. Memang memakan waktu agak lama, tapi tidak ada peraturan apa pun yang dilewati," ucapnya. Sesuai dengan kontrak, proyek yang dibangun di atas lahan seluas 25 x 15 meter itu bakal kelar dalam tempo 90 hari terhitung sejak kemarin. Karena itulah, awal September masyarakat Surabaya dapat memanfaatkan tempat itu untuk rekreasi. Proyek tersebut dibangun dengan anggaran Rp 1 miliar dari Pertamina. Taken from Jawapos, Jun 11, 2008 teddybear June 11th, 2008, 08:01 PM First time I am trying to put Wikimap. This is Bundaran Dolog that looks like a leaf from above. It seems to be split by a ditch or stream of water, and there are kampung on part of it, wonder if that kampung will be relocated? http://wikimapia.org/#lat=-7.3273682&lon=112.7316087&z=18&l=0&m=a&v=2 Ebek21 June 12th, 2008, 04:34 PM Suramadu Bridge, Jun 12, 2008 http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Suramadu12Jun.jpg Taken from www.suarasurabaya.net, Jun 12, 2008 yudibali2008 June 13th, 2008, 02:11 PM cool! kapan kira2 jembatan SuraMadu selesai ya??? Ebek21 June 13th, 2008, 04:46 PM cool! kapan kira2 jembatan SuraMadu selesai ya??? Pembangunan fisik ditargetkan selesai akhir tahun 2008 dan jembatannya dijadwalkan beroperasi Mei 2009. Ebek21 June 14th, 2008, 03:31 AM Mayangkara II Mulai Sosialisasi SURABAYA - Rencana pembangunan flyover (jembatan layang) Mayangkara II di Wonokromo mulai dikonkretkan. Saat ini, pemkot menghitung rumah dan pertokoan yang mungkin terkepras untuk proyek tersebut. Persiapan dilakukan dengan sosialisasi kepada pemilik rumah serta pertokoan di sisi barat Mayangkara I yang bakal terkena imbas pembangunan. Sebab, proyek itu butuh lahan sekitar 5 ribu meter persegi. Rencananya, lahan warga dikepras hingga 12 meter untuk pembuatan jalan baru. Kini, penyusunan DED (detail engineering design) telah memasuki tahap akhir. ''Penertiban akan dilakukan di sepanjang Jl Wonokromo sampai seberang jembatan,'' kata Wakil Wali Kota Arif Afandi kemarin (13/6). Menurut dia, pembangunan Jembatan Mayangkara II dilakukan untuk mengurangi kemacetan. Satu jembatan layang, kata dia, dianggap belum cukup mengatasi kemacetan yang terjadi setiap hari. Sebab, kapasitas jalan belum sebanding dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah. Rencananya, flyover Mayangkara II dibangun persis di sebelah barat flyover yang sudah ada. Panjangnya mencapai 580 meter dengan lebar 7 meter. Dimulai dari sebelah utara Royal Plaza sampai Jl Raya Wonokromo, sebelah selatan Kali Wonokromo. Karena Mayangkara II bakal dibangun di atas Jl Wonokromo sekarang, akan dibuat jalan lagi di sebelah baratnya yang kini masih berupa areal pertokoan. Biaya konstrusksi seluruhnya ditanggung pusat, sedangkan biaya pembebasan lahan berasal dari pemprov dan pemkot. ''Untuk pembebasan lahan, dana yang disiapkan mencapai Rp 20 miliar,'' ungkapnya. Arif menuturkan, pada masa mendatang, permukiman di kawasan itu (sisi barat Mayangkara I) dihilangkan. Sebagai gantinya, dibangun beberapa apartemen. ''Detailnya masih disusun,'' katanya. Taken from Jawapos, Jun 14, 2008 teddybear June 14th, 2008, 04:44 AM ^Memang daerah tsb padat sekali arus lalin-nya. Dan rumah2x di sebelah jalan tsb. mestinya sudah tidak ditempatnya, sesak kayak kampung persis ditengah keributan lalu lintas. Tapi kasihan juga digusurin :( Ebek21 June 14th, 2008, 06:50 PM Bank Mega Sebar 1.000 Kartu Prabayar Untuk Tol Waru-Juanda SURABAYA -Bank Mega siap menyebarkan 1.000 smart card atau kartu elektronik khusus pembayaran jasa jalan tol Waru-Juanda. Kartu itu merupakan pengganti uang tunai, yaitu berupa voucher prabayar berisi nilai nominal tertentu yang dipakai pengguna ruas tol Waru-Juanda. Direktur Retail Banking Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan, penggunaan kartu semacam ini merupakan yang pertama di seluruh ruas tol di Indonesia. "Kami berharap layanan ini bisa diterapkan di jalan tol lain. Yang akan segera dilakukan, yaitu pada jalan tol di Makasar," kata Kostaman, di sela soft launch smart card di lokasi pintu tol Waru-Juanda, Kamis (12/6). Jalan Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda dibangun dan dikelola oleh PT Citra Margatama Surabaya (CMS), yang telah diresmikan Presiden RI pada 27 April 2008. Selain jalan tol, kartu tersebut juga akan diterapkan pada transaksi lain misalnya, parkir maupun food court di pusat perbelanjaan. Kelebihan kartu tol yang diluncurkan Bank Mega, pemegang kartu dapat melakukan isi ulang pada seluruh kantor Bank Mega yang tersebar di Surabaya dan sekitarnya. Penggunaan smart card Bank Mega dinilai praktis karena tidak perlu digesek, melainkan cukup ditempel atau didekatkan pada alat baca yang disediakan di pintu tol. Mengenai nilai investasi pengembangan layanan ini, Kostaman enggan memaparkan. “Investasinya tidak terlalu besar,” jawab Kostaman. Direktur Keuangan dan Administrasi PT Citra Margatama Surabaya Emil S Tarigan mengatakan, PT CMS dan Bank Mega memberikan potongan harga bagi pemegang kartu prabayar selama tiga bulan. Pada tahap awal, Emil mengakui, jumlah pengendara yang menggunakan jalan tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda masih terbilang minim. “Butuh waktu untuk pembelajaran. Tetapi, setelah BBM naik masyarakat akan menyadari bawah biaya yang dikeluarkan di jalan non tol akan lebih mahal,” kata Emil. Taken from Surya, Jun 14, 2008 glitz_boy June 14th, 2008, 07:33 PM wah this is rili good for Sby!! yudibali2008 June 15th, 2008, 08:30 AM saya dukung :) sembari memberdayakan teknologi ke masyarakat, biar nggak gaptek :rock: Hadi June 15th, 2008, 04:08 PM CABANG-CABANG dua pohon di sisi timur Jalan Diponegoro dan di dekat halte depan rusun Urip Sumoharjo dipangkas. Diduga, batang pohon dibabat lantaran mengganggu penampakan reklame di kawasan tersebut. Dinas kebersihan dan pertamanan pun meradang. "Masak, ada penebangan lagi? Coba saya cek. Kalau memang iya, itu tak bisa saya toleransi. Akan saya klarifikasi pemilik reklame di dekat pohon yang ditebang tersebut," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Hidayat Syah. Saking jengkelnya, Hidayat merasa perlu mengadakan semacam sayembara bagi siapa pun. "Saya harap, apabila ada warga yang melihat penebangan liar lagi, silakan secepatnya menginformasikan kepada kami atau kantor polisi terdekat. Akan saya beri insentif dari kantong pribadi saya," ucapnya dengan nada jengkel. Hidayat mengatakan, kalau memang ada yang tertangkap tangan, pihaknya akan langsung melapor kepada polisi. "Itu sudah termasuk perusakan," tegasnya. Dia memerintahkan anak buahnya segera menyelidiki pemotongan cabang tersebut. Hasilnya, memang ada pemangkasan ilegal. "Kami sudah menanyai warga di sekitar Jalan Diponegoro," jelas Kabid Pertamanan dan PJU (Penerangan Jalan Umum) Aminuddin. Hasilnya, pemangkasan tersebut dilakukan sekitar pukul 02.30 kemarin. Sejumlah warga melihat ada sekitar lima orang menebang batang pohon itu. Namun, Aminuddin mengatakan belum mengetahui siapa yang melakukan penebangan liar tersebut. Begitu pula penebangan di Jalan Urip Sumoharjo. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa reklame yang berdiri di dekat pohon yang ditebang itu milik biro reklame Oxcy dan Starlindo. "Senin, kami akan memanggil dua biro reklame tersebut untuk kami klarifikasi. Apakah penebangan itu ulah mereka atau tidak? Kami juga akan membuat surat pernyataan bersegel yang berisi komitmen untuk tidak menebang secara ilegal demi reklame tersebut," papar Hidayat. Konsekuensinya, kalau sudah teken surat pernyataan dan ketahuan melanggar, Hidayat mengancam akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Hal seperti itu pernah dilakukan oleh DKP saat ada penebangan pohon di kawasan Jalan dr Soetomo pada Maret lalu. Ketika itu, yang diklarifikasi adalah biro reklame Warna-Warni. Tapi, Warna-Warni menyatakan tidak tahu-menahu soal penebangan pohon tersebut. Namun, DKP tetap meminta biro reklame besar itu menandatangani surat pernyataan untuk tak menebang pohon. Di bagian lain, anggota DPRD Surabaya Yulyani mendukung upaya DKP untuk menyeret biro reklame tersebut ke jalur hukum. Namun, dia tetap mengkritik pemerintah kota. "Itulah akibatnya kalau pemkot tak berani tegas terhadap biro reklame. Memang siapa yang berkuasa di sini, biro reklame atau pemerintah?" sindir wakil rakyat yang dikenal vokal tersebut :cheers::cheers: Hadi June 15th, 2008, 04:12 PM Bersiap untuk Kompetisi Kebersihan Jawa Pos, 01 Juni 2008 SURABAYA – Puncak peringatan Hari Jadi Ke-715 Kota Surabaya telah berlangsung kemarin (31/5). Tetenger (penandanya) adalah perayaan dan launching berbagai program. Mulai perhelatan konser musik, launching program Surabaya Green and Clean (SGC) 2008, hingga ziarah ke makam pahlawan. Kemarin pagi di Balai Kota, diadakan upacara peringatan HUT kota. Berbagai kalangan menjadi peserta. Di antaranya, pejabat pemkot, pelajar, kepolisian, hingga pengusaha. Salah satu yang di-launching pada upacara itu adalah Surabaya Green and Clean 2008. Peluncuran kompetisi kebersihan tersebut dilakukan Wali Kota Bambang D.H., Wakil Direktur Jawa Pos Azrul Ananda, dan General Manager Yayasan Unilever Indonesia Shinta Kaniawati. Launching program itu ditandai -salah satunya- oleh pembentangan spanduk berbunyi Siap-Siap! Surabaya Green and Clean '08. Ketua Program Green and Clean Jawa Pos Erry Suhariadi menyatakan, pada kompetisi ini, tiap-tiap RT di Surabaya punya kesempatan berlomba menjadi yang terbaik di bidang kebersihan. Dia menjelaskan, beberapa bobot penilaian berbeda dari tahun lalu. Bobot penilaian terhadap konsentrasi reduksi sampah meningkat dari 70 persen menjadi 80 persen. Kedua, kontribusi terhadap lingkungan sekitar. ''Bagaimana RT setempat memengaruhi warga maupun RW dan kelurahan sekitar,'' ujarnya. Selain itu, panitia Green and Clean akan menilai kemampuan RT setempat mengedukasi RT-RT lain yang belum menerapkan program yang dimiliki. Juga, ada bobot penilaian baru. Yakni, penerapan sumur resapan (biopori). Sumur itu berfungsi menampung air ketika musim hujan, sehingga tidak menggenangi lingkungan. Sumur resapan juga berfungsi sebagai cadangan air ketika musim kemarau tiba. Warga yang masih memiliki pengetahuan terbatas tentang sumur resapan bisa berkonsultasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) pemkot. ''Mereka siap membantu,'' ujarnya. Selain itu, tim penilai program ini akan mengajak peserta memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami berbagai tanaman. Khususnya, tanaman toga. ''Kami akan mengajak RT untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya, menanam lombok dan bahan masakan lain,'' jelas pria yang juga menjabat marketing manager Jawa Pos itu. Tujuannya, kata Erry, meningkatkan kemandirian masyarakat Panitia memberi waktu bagi peserta untuk memperbaiki program-programnya. Erry menuturkan, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini, Green and Clean bakal memperebutkan piala bergilir. Piala yang akan diperebutkan dari tahun ke tahun itu bernama Green and Clean Award. Kepala Dinas DKP Hidayat Syah mengatakan, ''Kami juga siap keliling ke warga untuk melihat sejauh mana persiapan mereka. Juga, sejauh mana tingkat capaian warga terkait dengan perbaikan lingkungan selama ini.'' Memuncaki HUT Ke-715 Surabaya, tadi malam di Taman Surya diadakan Sparkling Music Concert. Sejumlah artis tenar seperti Padi, Maia, Letto, dan Yovie & The Nuno berhasil menarik perhatian publik. Betapa tidak, sejak pukul 18.00, beberapa ruas jalan sekitar lokasi konser macet total. Jalan Gubernur Suryo juga menyempit lantaran sisi kiri jalan digunakan untuk parkir kendaraan bermotor. Menyambut antusiasme khalayak, masing-masing artis pun menampilkan aksi terbaik. Letto membuka konser dengan lima lagu. Mereka juga membawakan Sebelum Cahaya bersama Yovie, Dudi, dan Dikta. Selanjutnya, disambung penampilan Yovie & The Nuno yang juga membawakan lima lagu. Mereka berkolaborasi dengan Maia yang membawakan lagu Janji di Atas Ingkar. Setelah itu, Maia tampil tunggal membawa lima lagu. Di antaranya, Lelaki Buaya Darat dan Emang Gue Pikirin. (kit/eko/dos) (kit/eko/dos) Ebek21 June 16th, 2008, 04:40 AM Good news !!! Finally they continue the work.. Jalan Lagi, Siapkan Anggaran 120 Miliar SURABAYA - Setelah sempat mandek cukup lama, pemerintah pusat melalui Pemprov Jatim akhirnya kembali melanjutkan megaproyek Middle East Ring Road alias MERR-II C. Kepastian itu terungkap setelah pusat mengucurkan anggaran tahap kedua senilai Rp 120 miliar. Pekan ini, pemprov melalui Dinas PU Bina Marga memulai tahap proyek tersebut. Jika tidak ada aral, awal bulan depan konstruksi MERR-II C bisa dilanjutkan lagi. ''Insya Allah lelang sudah bisa dilakukan minggu depan. Kami harap pengerjaan proyek ini bisa dimulai setidaknya sebelum September nanti,'' jelas Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprov Supaat kepada Jawa Pos kemarin (15/6). Seperti rencana semula, proyek MERR tahap kedua itu digarap mulai Jalan Arief Rahman Hakim hingga Waru. Untuk tahap awal, proyek itu bakal dimulai dari Jembatan MERR ke arah Kedung Baruk menuju Rungkut Madya. Supaat cukup optimistis proyek tersebut bisa berjalan mulus. Sebab, anggaran pengadaan infrastruktur yang disiapkan pusat untuk Jatim sangat besar. Untuk 2008 saja misalnya, pusat setidaknya telah mengucurkan dana Rp 1,2 triliun. ''Itu digunakan untuk beberapa proyek lain,'' katanya. Karena itu, Supaat berharap keseriusan pemerintah pusat untuk menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur di Jatim bisa diikuti seluruh pemda, termasuk Pemkot Surabaya. ''Kami berharap persoalan lahan bisa segera ditangani,'' katanya. Taken from Jawapos, Jun 16, 2008 Ebek21 June 16th, 2008, 04:42 AM Taman Kota Lapangan Mundu Menunggu Investor SURABAYA - Pemkot tampaknya keranjingan membuat taman kota untuk ruang terbuka hijau (RTH). Kini, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Surabaya mengincar Lapangan Mundu di depan Stadion Jl Tambaksari untuk "disulap" seperti Taman Bungkul. Sayang, rencana itu tidak didukung dengan tersedianya anggaran. Pemkot menggantungkan pembangunan taman tersebut kepada BUMN dan BUMD yang berniat menggarap. "Kami memang minta secara khusus kepada mereka (BUMN dan BUMD, Red) untuk menggarapnya," kata Kepala DKP Hidayat Syah kemarin (15/6). Dia optimistis bisa menggandeng badan usaha milik pemerintah itu untuk menggarap aset pemkot. Sebab, biasanya BUMN dan BUMD memiliki program CD (community development) atau CSR (corporate social responsibility). Karena itulah, saat ini dia tengah berupaya mendekati perusahaan-perusahaan yang memungkinkan diajak bekerja sama membuat taman. Selain itu, pemkot mengirimkan proposal ke beberapa perwakilan kantor BUMN dan BUMD di Surabaya. "Sebelumnya, kami pernah sukses dengan menggandeng mereka," ucap pria yang baru pulang dari Kobe, Jepang, tersebut. Dia mencontohkan revitalisasi beberapa taman sebelumnya. Misalnya, pembangunan Taman Bungkul senilai Rp 1 miliar yang ditanggung oleh PT Telkom Divre V Jatim dan Taman Dolog di Jl Ahmad Yani senilai Rp 1 miliar ditanggung oleh PT Pertamina UPms V. Juga, Taman Undaan senilai Rp 300 juta yang ditanggung oleh Bank Jatim Cabang Surabaya dan Taman Ngagel yang dibiayai oleh PDAM Surabaya. Jika tak ada satu pun BUMN atau BUMD yang melirik keberadaan Lapangan Mundu, DKP akan menggandeng investor untuk merealisasikan hal tersebut. Menurut dia, Lapangan Mundu bisa menjadi pintu gerbang masuk kota di sisi timur. Apalagi, jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) ditargetkan segera selesai. "Nanti, kawasan Kapas Krampung dan sekitarnya akan semakin ramai," sambung pria asal Palembang itu. Meski mengundang investor, dia menjamin aset pemkot tersebut tidak akan lepas dan jatuh ke tangan swasta. Menurut dia, investor bisa menerima kontribusi yang setimpal dengan dana yang dikeluarkan. "Seperti, memberikan kesempatan untuk memanfaatkan lapangan," tutur alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) itu. Pemanfaatan taman tersebut memiliki masa berlaku tertentu. Setelah masa kontrak habis, hak kelola taman kembali sepenuhnya kepada DKP. "Telkom, misalnya, sering menjadikan Taman Bungkul yang direvitalisasi itu sebagai sarana pendukung promosi," ujarnya mencontohkan. Pria yang juga lulusan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tersebut tetap melarang pemasangan reklame raksasa oleh investor. Alasannya, keberadaan baliho atau billboard akan mengurangi estetika taman. "Kami sudah memikirkan masak-masak, tidak perlu khawatir," tegas Hidayat. Taken from Jawapos, Jun 16, 2008 Ebek21 June 16th, 2008, 05:03 AM Suramadu butuh US$19,84 juta JAKARTA: Departemen Pekerjaan Umum akan mengusulkan tambahan dana US$19,84 juta pada proyek Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) untuk pembangunan gedung pengawas dan sistem pencahayaan lampu hias. Hediyanto, Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Departemen PU, mengatakan alokasi dana yang saat ini digunakan sebesar US$178 juta atau Rp1,29 triliun pada proyek itu hanya untuk pembangunan fisik jembatan, tidak termasuk dana gedung perkantoran, aksesori pencahayaan, serta sistem pemantauan dan pengawasan. Departemen PU akan mengusulkan jembatan sepanjang 5,5 kilometer yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura itu menjadi ikon baru Indonesia untuk menarik wisatawan. Rencananya setelah pembangunan fisik jembatan tuntas diperlukan aksesori tambahan berupa sistem jaringan pencahayaan lampu hias agar menjadi objek wisata yang menarik. "Ada keinginan dari kami untuk membuat jembatan itu ikon baru. Proyek ini sudah menghabiskan dana besar, kalau pembangunannya tanggung, sayang sekali. Jadi kami mengusulkan Jembatan Suramadu menjadi objek wisata yang menarik. Ini akan mendorong kegiatan ekonomi cukup tinggi," ujar Hediyanto akhir pekan lalu. Alokasi dana awal Rp1,29 triliun itu juga tidak memuat dana pembangunan gedung dan sistem pengawas, sehingga perlu ada tambahan dana. Konstruksi Jembatan Suramadu hingga 10 Juni 2008 sudah 82% atau bertambah 1% dibandingkan dengan saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau proyek itu pada 12 Mei 2008 mencapai 81%. Taken from Bisnis Indonesia, Jun 16, 2008 Ebek21 June 16th, 2008, 07:15 PM Taman Bundaran Dolog in progress http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/TamanDolog1.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/TamanDolog2.jpg Taken from www.suarasurabaya.net, Jun 16, 2008 Ebek21 June 17th, 2008, 05:11 AM DKP Kebut Tanam Pohon Trotoar http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/pohonditebangizaimul.jpg GERSANG - Kondisi sepanjang trotoar Jalan Blauran yang mulai gersang karena sejumlah pohon dipangkasi dan akan diganti dengan pohon-pohon baru. Surabaya - Sejumlah trotoar baru di empat kawasan (Embong Malang-Panglima Sudirman-Blauran-Praban) mulai dikebut penggarapannya. Beberapa pohon Sono mulai dipangkas untuk diganti pohon-pohon baru macam trembesi, kenari, sepatudea bangkok hingga jagaranda. Konsep penggarapan trotoar yang menelan dana hingga Rp 50 miliar tersebut dibuat mirip trotoar di sepanjang jalan Kota Kobe Jepang dan Orchad Road Singapura. “Trotoar itu akan dibuat berlantai granit, sedangkan pada bagian yang ditumbuhi akar akan dipasang cor-coran drille agar akarnya tidak mencuat keluar dan merusak trotoar,” jelas Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya Hidayat Syah, Senin (16/6). Pembuatan cor drille rencananya akan dibarengkan dengan pembuatan lubang saluran. Sejumlah pohon yang dipangkasi merupakan pohon sono dengan akar serabut yang mudah mencuat ke permukaan tanah. Pohon penggantinya dipakai pohon dengan akar tunjang yang relatif memperkokoh keberadaan pohon itu sendiri. Maka jangan heran jika Anda melintas di sepanjang Jalan Blauran. Ada sekitar tujuh titik pohon yang kini tingginya tinggal 50 cm dari tanah. Tinggal akarnya saja yang membuat kondisi semakin gersang. “Kita akan segera tanami kembali dengan sejumlah pohon pengganti tapi nanti setelah penggranitan trotoar selesai keseluruhan,” lanjutnya. Sekitar 100 pohon berakar tunjang telah disiapkan untuk ditanam di empat titik trotoar baru tersebut. Sejumlah pohon tersebut diambilkan dari bibit di Kebun Bibit serta sumbangan pohon dari pihak ketiga. Pada kondisi trotoar yang agak lebar akan ditanami trembesi. Jarak tanam masing-masing pohon sekitar 8-10 meter. “Kita lihat juga kanopinya. Jika jaraknya sempit maka akan ditanam pohon selain trembesi,” lanjut Aminuddin Kasie Pertamanan DKP. Saat ini sisi Selatan Jalan Blauran sudah mulai ditanami pohon. Targetnya, rampung sebelum akhir tahun 2008. Taken from Surya, Jun 17, 2008 Ebek21 June 17th, 2008, 05:16 AM Daily article by Hermawan Kertajaya (Jun 17, 2008 edition) What Is MICE, Anyway? Sejak beberapa hari lalu, saya berada di Kota Kinabalu. Kota itu sering disebut KK, tapi bukan Kandang Kerbau yang merupakan nama sebuah rumah sakit bersalin sangat terkenal di Singapura. KK adalah ibu kota Sabah State, negara bagian Malaysia di bagian utara Pulau Kalimantan. Ini adalah kali pertama saya berada di East Malaysia -yang juga punya negara bagian lain bernama Sarawak dengan ibu kotanya, Kuching. Saya datang ke sana karena diundang menjadi speaker tentang perlunya branding pada era globalisasi. Konferensi tersebut diadakan tiga tahun sekali di Sabah dengan judul yang keren, yaitu The Second International CEO Conference. Yang datang pada pembukaan kemarin sekitar 550 pengusaha dan kalangan profesional. Bukan hanya dari Malaysia, tapi juga dari Jepang, Korea, Afrika, serta Indonesia. Chief minister (CM) -yang di Malaysia suka disebut menteri besar- sama dengan gubernur kalau di tempat kita. Dia menjadi orang paling sibuk karena menjadi tuan rumah acara tersebut. Dalam pidato sambutannya, CM memberi semangat kepada semua tamu untuk melakukan investasi di Sabah. Sebagai speaker, saya merasa cukup puas. Sebab, sejak tiba di airport, sudah ada LO (liaison officer) yang menyambut dan mendampingi saya. Encik Asman dari Yayasan Sabah, penyelenggara konferensi, selalu siap 24 jam untuk saya. Dia juga begitu antusias menunjukkan Kota KK, termasuk ''1 Borneo'' yang merupakan the First Lifestyle Hypermall in East Malaysia. Kota itu memang indah karena dikelilingi pantai yang berkelok-kelok. Encik Asman selalu setia menemani saya makan di Sutera Harbour Resort, tempat konferensi berlangsung. Perlakuan semacam itu juga didapat semua pembicara serta peserta yang menginap. Dia juga selalu mengingatkan saya tentang acara-acara penting yang harus saya hadiri. Konferensi tersebut cukup profesional karena di-organize oleh ASLI (Asia Strategic Leadership Institute). Lembaga itu merupakan think tank organisasi di Malaysia yang berkedudukan di KL. ASLI didirikan oleh anak Tun Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri Malaysia yang sampai sekarang masih vokal. Saya sendiri selalu diundang ASLI dalam konferensi-konferensi besar yang mereka selenggarakan. Kantor Cabang MarkPlus yang di KL juga sering bekerja sama dengan mereka, baik untuk riset maupun training. Setelah dua hari mengikuti konferensi tersebut, saya akhirnya tahu bahwa inilah upaya pemerintah Sabah untuk memasarkan dirinya dalam hal TTI (trade, tourism, and investment). Karena itu, nanti siang dalam sesi branding, saya akan menekankan pentingnya umbrella branding untuk sebuah negara, negara bagian, atau even sebuah kota dalam menjual dirinya. Kalau kita ingat Singapura, yang muncul dalam pikiran kita adalah kebersihan, sikap disiplin, dan produktif. Itulah umbrella branding Singapore yang dulu menyebut dirinya The New Asia (Asia yang baru). Artinya, Singapura memang masih Asia, tapi ingin menyatakan dirinya sebagai orang Asia yang baru. Tidak jorok, tidak korupsi, dan tidak santai. So, lihat saja hasilnya. Negara yang tidak punya apa-apa bisa paling hebat TTI-nya dibanding para tetangganya yang lebih hebat, misalnya Indonesia. Trade? Cukup jadi hub dengan membangun airport dan seaport bertaraf international, Singapura bisa jadi pusat transshipment hub dari Asia Tenggara ke dunia. Tourism? Wow... Meski kalah oleh Malaysia yang sekarang sudah mencapai 20 juta dan Thailand dengan 15 juta wisatawan per tahun, Singapura yang hanya berisi shopping center bisa menarik orang-orang untuk datang ke sana. Investment? Saat ini sudah bersifat high tech karena kesiapan SDM mereka. Sedangkan yang low tech mereka berikan ke Batam. Nah, karena itulah, Sabah -yang sebenarnya sangat terpencil letaknya- bersikeras bikin konferensi besar-besaran untuk memperkenalkan umbrella branding-nya. This is really a state marketing, a city marketing even a country marketing yang dibungkus dalam MICE activity. Meeting, incentive, conference, and event seperti itu memang bukan untuk keperluan tourism semata. Kalau jeli, kita bisa memakainya untuk keperluan place marketing. Surabaya sendiri -setelah Jatim Expo- sekarang sudah punya Gramedia Convention Center. Saya melihat Dyandra akan sangat sibuk karena jadwal pameran dengan berbagai tema sudah padat sampai akhir tahun. Di bekas lokasi Marinir di Gubeng, saya sudah melihat rencana untuk membuat superblock, termasuk sebuah convention center besar dan mewah. Itu berarti, Surabaya akan menjadi kota yang menggeliat lagi. The MarkPlus Festival 2008 yang akan diselenggarakan 10 Juli nanti juga merupakan kontribusi saya sebagai arek Suroboyo untuk me-marketing kota ini. Lintas Arta akan men-support dengan fasilitas video conferencing, sehingga para marketer di Bali, Balikpapan, Makassar, dan kota-kota lain bisa ''join'' dengan 1.000 orang yang akan hadir secara fisik di Shangri-La Surabaya. Dengan demikian, umbrella branding Surabaya sebagai trading hub Indonesia Timur akan diperkuat. Saya juga berharap tiap arek Suroboyo lain juga berpikir bisa menggunakan MICE untuk ikut me-marketing-kan Surabaya di berbagai aspek. Mengapa? Sebab, kita semua adalah ambassador Surabaya, kota yang jangan hanya dianggap sebagai Kota Bonek. Tapi, juga kota yang siap menyambut tamu-tamu untuk datang sesuai dengan semangat Sparkling Surabaya. Bagaimana pendapat Anda? Taken from Jawapos, Jun 17, 2008 Ampelio June 17th, 2008, 08:25 AM Good Article from the Marketing Guru, thanks Ebek21 IMO dengan dibukanya terminal baru Bandara Juanda Surabaya sangat mendukung kegiatan MICE dan secara drastis mengubah image Surabaya, dulu tiap kali kolega/teman diajak mau ke Surabaya (dari perspektif orang luar negeri ni) ... persepsi mereka ttg kota Pahlawan ini pasti "kumuh, awut2an, murah, tidak aman, liar dan ...mesum" Sekarang setelah mendarat di terminal baru Juanda, bbrp dr mrk terkejut apalagi dlm perjalanan menuju pusat kota pas lewat bunderan Waru... terpesona melihat kompleks Cito menjulang dengan gagahnya... what a good sign of change, congrats Surabaya ! Ebek21 June 17th, 2008, 08:58 AM ^^ You're welcome, Ampelio. Hermawan Kartajaya will post daily article in Jawapos until July 10, 2008, when a national-scale marketing conference named The MarkPlus Conference will be held in Surabaya. Whenever the content of the article is interesting and suitable, I will post it here. Ebek21 June 17th, 2008, 11:14 AM Intermezzo sejenak.. Perbaikan, peninggian fondasi, dan pengecatan ulang Patung Airlangga di perempatan Jl. Raya Kertajaya - Jl. Dharmawangsa http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Airlangga1.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Airlangga2.jpg Taken from www.suarasurabaya.net, Jun 17, 2008 AceN June 17th, 2008, 06:25 PM http://www.tatamulia.co.id/Data%20Project%20List/Apartment/Twin_Tower.jpg Universitas Widya Mandala http://www.tatamulia.co.id/Data%20Project%20List/Education/WidyaMandala2.jpg Ebek21 June 17th, 2008, 09:26 PM ^^ The first picture is Aston Place Twin Tower condominium hotel in Kalisari area now underconstruction. The second one is Universitas Katolik Widya Mandala extension in Jl. Dinoyo, also underconstruction now, and this is the first time its rendering appears in this forum. Thanks Acen !! teddybear June 17th, 2008, 09:35 PM persepsi mereka ttg kota Pahlawan ini pasti "kumuh, awut2an, murah, tidak aman, liar dan ...mesum" Dulu jamannya Walikota Sunarto memang kumuh. Surabaya tidak terawat, pasar kumuh jualan luber ke jalan raya, airport kecil seperti stasiun bis, bonek berkeliaran tiap habis pertandingan sepak bola dan merusak, dlsb. Tetapi sekarang sudah banyak perubahannya, terutama di taman dan pedestrian. @Acen: that is Aston Apartment, Ebek has posted its contruction photos, posted around thread #56-57. And thanks for posting Widya Mandala campus renovation. But it is just only 7 story. It does not even go to 10 floors. Oh well... teddybear June 18th, 2008, 03:14 AM Found another rendering, Intan Permata Hati School. I never see it, probably its location is not at the main road. It said it has been completed in 2005, so it should be finished. Anybody knows? http://www.tatamulia.co.id/Data%20Project%20List/Education/IPH.jpg Ebek21 June 18th, 2008, 03:23 AM ^^ I've often heard about it before but never see the exact location or the finished building. I think it is located in somewhere near Stikom (or previous Jembatan Ijo). IPH is a relatively new school with international and national plus curriculum or something like that. Of course their tuition fee is above average, much more expensive than Petra's. The architecture itself is not spectacular, rather similar to Cita Hati school (SD,SMP,SMA) complex in Pakuwon City. Ebek21 June 18th, 2008, 03:34 AM Daily article by Hermawan Kartajaya (Jun 18, 2008 edition) What is Sparkling Surabaya, Anyway? KEMARIN pagi, saya menjadi pembicara pertama di International Conference di Kota Kinabalu, Sabah. Kota yang disebut KK itu terletak di Pulau Kalimantan bagian utara, sebelah timur. Daerah tersebut juga disebut East Malaysia karena terletak di bagian timur "peninsula" Malaysia, tempat KL (Kuala Lumpur) berada. Hanya dua negara bagian (states) di Malaysia yang berada di wilayah iut. Sabah dengan ibu kotanya KK dan Serawak -yang ada di sebelah barat- dengan ibu kotanya Kuching. Brunei, kesultanan kecil yang kaya, terletak "di dalam" Serawak. Itu pun ada dua bagian Brunei yang terpisah, tapi keduanya tetap berada di Serawak. Unik memang. Kalimantan yang konon adalah pulau ketiga terbesar di dunia, ternyata, memang kepunyaan tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Saya kebetulan pernah dua kali ke Brunei. Sekali sebagai konsul kehormatan Ceko. Ketika itu, saya mendampingi Dubes Ceko di Jakarta (wilayah tugasnya meng-cover Brunei) untuk bertemu Sultan Brunei yang istananya bertaburan emas. Yang kedua, saya diundang jadi speaker di SME Conference di sana. Membandingkan tiga negara dalam satu pulau itu sangat menarik. Para gubernur dan wali kota kita di Kalimantan, sepertinya, harus lebih banyak belajar dari chief minister Sabah (setingkat gubernur) tentang cara mem-branding Sabah. Dia menyelenggarakan International CEO Conference setiap tiga tahun secara besar-besaran. Even itu di-organize secara profesional, world class. Selain saya -yang merupakan presiden World Marketing Association-, ia mengundang banyak speaker kelas dunia lain di berbagai bidang. Former Prime Minister of New Zealand dan bekas Direktur WTO Michael Moore pun mereka undang untuk bicara kemarin pagi. Itu mereka lakukan untuk menarik perhatian para CEO agar bersedia hadir. Bukan hanya dari peninsula (Malaysia Barat), tapi juga dari Jepang, Korea, Eropa, dan negara-negara Afrika. Setelah itu, waktunya jualan. Chief minister Sabah lantas pidato panjang lebar tentang kesempatan investasi, perdagangan, dan pariwisata di Malaysia. Ya, apalagi kalau bukan marketing TTI untuk Sabah. Itu memang cara paling efisien untuk memasarkan suatu daerah yang sering disebut sebagai place marketing. Kenapa? Sebab, target investor dan trader-nya datang di tempat. So, mereka bisa sekaligus bertemu dengan local counterpart dan punya kesempatan melihat-lihat langsung situasi Sabah. Lewat personal experiences, para calon investor itu jadi bisa merasakan apa artinya discover Sabah di dalam umbrella Malaysia, Truly Asia. Kalimat tersebut selalu digunakan sebagai slogan untuk memasarkan tourism mereka secara nasional. Konferensi internasional seperti di atas, kalau di-organize secara profesional dan sukses, jelas lebih murah dan besar dampaknya daripada mengirimkan duta seni atau mengikuti pameran-pameran di luar negeri yang belum tentu ada hasil konkretnya. Sulawesi Utara sedang siap-siap untuk menyelenggarakan World Ocean Summit pada 2010. Saya berharap muncul ide brilian, sesuai karakter geografi Sulut. Saya yakin itu bisa sukses. Bagaimana Surabaya? Yusak Anshori, direktur eksekutif STPB (Surabaya Tourism Promotion Board) selalu antusias kalau diajak bicara tentang branding Sparkling Surabaya. Public toilet yang bersih pun jadi perhatian. "Mana bisa sparkling kalau tidak bersih?" katanya. Hampir tiap tahun saya selalu duduk bersama Wali Kota Bambang D.H. dan Wawali Arif Afandi untuk menyaksikan Parade Festival Sparkling Surabaya di panggung VIP kotamadya. Saya sudah melihat usaha yang begitu keras dari top management Kota Surabaya untuk mem-branding kota. Meski demikian, saya merasa tetap perlu partisipasi publik secara aktif dalam proram itu. Para investor maupun businessman yang datang untuk sementara maupun tinggal agak lama di Surabaya harus dianggap sebagai tamu masyarakat. Tourism dalam arti luas bisa menjadi lokomotif untuk dua elemen lain dari place marketing, yaitu perdagangan dan investasi. Surabaya memang harus diposisikan sebagai the trading hub dari Indonesia Timur karena punya airport dan sea port kelas internasional. Juga punya hinterland Jawa Timur dan Indonesia Timur yang kaya. Untuk itu, Surabaya harus jadi kota yang sparkling dan tidak mati sehingga bisa menarik orang untuk datang. Karena itu, dalam rangka The MarkPlus Festival 10 Juli nanti, MarkPlus Inc bekerja sama dengan STPB dan Kota Surabaya menyelenggarakan kompetisi Sparkling Surabaya di antara kampus-kampus. Sambutannya? Luar biasa. Ada 23 tim dari hampir seluruh perguruan tinggi di Surabaya yang mendaftar. Masing-masing beranggota tiga orang dan dibimbing seorang dosen. Sekarang, paper mereka sedang dibaca tujuh juri dari berbagai institusi. Babak final akan menampilkan presentasi lima tim sebelum 10 Juli. Ide-idenya sangat menarik. Saya happy sekali melihat kalangan muda, khususnya mahasiswa dari berbagai kampus, sudah mau melakukan riset yang serius dan memberikan banyak rekomendasi. Saya yakin, para juri sedang kebingungan untuk menentukan lima finalis. I really appreciate your participation for our city. Sekali lagi, mudah-mudahan The MarkPlus Festival benar-benar bisa menjadi marketing day bagi semua orang yang senang marketing untuk saling ber-network, men-share ide, dan berbagi pengalaman. Juga, mudah-mudahan ini menjadi trigger jika pada suatu ketika ada even tingkat international yang benar-benar diurus secara profesional untuk memasarkan Surabaya. Kita semua, arek-arek Suroboyo, punya kewajiban untuk berbuat sesuatu, membuat Surabaya benar-benar sparkling agar slogan tersebut menjadi bermakna. Bagaimana pendapat Anda? Taken from Jawapos, Jun 18, 2008 AceN June 18th, 2008, 04:21 AM ^^ The first picture is Aston Place Twin Tower condominium hotel in Kalisari area now underconstruction. The second one is Universitas Katolik Widya Mandala extension in Jl. Dinoyo, also underconstruction now, and this is the first time its rendering appears in this forum. Thanks Acen !! Ah, ic now :D Ur welcome ebek :) Ebek21 June 18th, 2008, 05:27 AM Pengembang Service Apartment Bertambah SURABAYA - SURYA -Pengembangan apartemen dengan konsep service apartment makin marak di Surabaya. Setelah PT Adco Graha Sejahtera (AGS), mengembangkan sevice apartment di kawasan Kalisari, kini PT Kreatifitas Putra Mandiri (KPM) turut membangun apartemen dengan konsep serupa. Direktur PT KPM, Fajar Wijaya mengungkapkan perusahaan itu berinvestasi sekitar Rp 80 miliar telah mulai mengerjakan apartemen Cosmopolis sejak awal 2007. Bulan ini PT KPM juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Aston International dalam pengelolaan Cosmopolis yang berlokasi di kawasan Jl Arif Rahman Hakim. “Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap akhir yaitu topping off atau pemasangan atap,” ujar Fajar, Selasa (17/6). Service apartment adalah pola pengembangan kompleks apartemen dengan menggunakan manajemen salah satu hotel sebagai pengelola. Selanjutnya pemilik apartemen mempercayakan pengelolaan baik pasar penyewa maupun pendapatan sewa kepada pihak hotel. Proyek semacam ini juga dapat disebut apartel atau kondotel. Fajar mengungkapkan prospek pasar service apartment semakin baik. Dia memperkirakan pola semacam ini akan menjadi tren dalam pengembangan apartemen di Surabaya. KPM juga menggandeng Aston International selaku pengelola. “Alasan kami bekerjasama dengan Aston International adalah jaringan mereka yang luas baik di Indonesia maupun di luar negeri,” kata Fajar. Dengan demikian sehingga pembeli apartemen selaku investor dijanjikan menerima hasil investasi yang besar. Dalam lima tahun, kata Fajar, hasil investasi yang diperoleh dapat mencapai 50 persen. “Jika tingkat okupansi apartemen yang disewakan tinggi. Makin besar pula hasil investasi,” ujar Fajar. Adapun harga jual unit apartemen di mulai dari Rp 180 juta per unit untuk tipe terkecil hingga Rp 800 juta per unit untuk ukuran terbesar. Cosmopolis akan siap beroperasi pada pertengahan tahun depan dengan target tingkat okupansi 60 persen pada tahun pertama. Taken from Surya, Jun 18, 2008 Ebek21 June 19th, 2008, 05:48 AM http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/6783large.jpg Proyek Jalan Tidak Jalan Rentang 1997-2005 mungkin termasuk masa gelap transportasi di Surabaya. Selama delapan tahun itu, sama sekali tak ada penambahan jalan baru di kota ini. Proyek-proyek pembangunan jaringan jalan yang sudah disusun dengan matang hanya mampu berjalan di tempat. MACET seolah menjadi kawan akrab Rusdianto setiap pagi dan sore. Maklum, warga Gedangan itu selalu melintas di jalur macet untuk menuju kantornya, sebuah perusahaan farmasi di kawasan Simo. Jalur yang dia lalui merupakan salah satu jalan tersibuk di Surabaya. Dari Gedangan, pria 30 tahun tersebut melaju lurus membelah Jalan A. Yani, terus masuk ke Jalan Diponegoro. Kemudian, dia harus berbelok ke kiri setelah terminal bemo Kupang. Masuk Banyu Urip, dia berkendara sejauh sekitar 5 km. Rute yang ditempuh Rusdianto tergolong jalur terpadat. Tak heran, perjalanan yang hanya sejauh 20 km itu harus ditempuh sekitar 1,5 jam. Sebenarnya, ada cara lain yang jauh lebih nyaman untuk mencapai kantornya. Yakni, naik Tol Waru dan turun di Tol Tandes. ''Itu bila punya mobil. Kalau tidak, ya harus rela macet-macetan,'' ujarnya. Rusdianto tak sendiri. Ada lebih dari sejuta pengendara lain yang selalu terjebak kemacetan setiap hari. *** Surabaya memang belum semacet Jakarta. Namun, menyebut lalu lintas Surabaya lancar selalu diikuti helaan napas tertahan. Kondisi umumnya seperti ini. Dengan panjang jalan 1.039 km, jalanan Surabaya disesaki oleh 1.241.556 kendaraan, hampir sejuta di antaranya adalah sepeda motor. Dengan jumlah kendaraan sebanyak itu, di antara 130 ruas jalan yang ada, tercatat delapan ruas jalan yang masuk kategori sangat macet. Yakni, Jl A. Yani, Mastrip, Diponegoro, Raya Darmo, dan Urip Sumoharjo. Lalu, Jalan Banyu Urip, Wonokromo, dan Gunung Sari. Selain itu, ada 40 jalan yang masuk kategori macet. Di jalan-jalan tersebut, kecepatan maksimal kendaraan hanya 30 km/jam. Menurut Kepala Bappeko (Badan Perencanaan Kota) Surabaya Tri Rismaharini, sistem jaringan jalan utama di Surabaya sudah tak mampu menanggung beban kendaraan yang terus bertambah. ''Berdasar penelitian yang kami lakukan, memang mutlak butuh penambahan jalan baru,'' kata Risma -panggilan akrab Tri Rismaharini. Ucapan Risma memang beralasan. Polisi pernah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Mulai yang berskala kecil seperti kebijakan diskresi, skala menengah seperti kanalisasi, dan skala sangat besar seperti contra flow pada 2006. Namun, hasilnya tetap sama. ''Rekayasa lalu lintas paling banter hanya memperlancar 10 persen saja. Tanpa penambahan volume jalan atau pengurangan volume kendaraan, tak lebih dari tiga tahun lagi macet Surabaya bisa menjadi sangat sangat parah,'' tegas Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP Moh. Iqbal. Pemkot bukannya tak menyadari masalah itu. Sejumlah konsep pembangunan jalan disusun sejak 1996. Mulai tol tengah kota; proyek MERR (Middle East Ring Road) A, B, dan C; hingga lingkar barat. Namun, semua konsep belum juga terealisasi. *** Proyek tol layang tengah kota mulai dibahas sejak 1996. Investor juga sudah ditunjuk, yakni PT Margaraya Jawa Tol (MJT). Sesuai konsep awal, tol tengah kota akan dimulai dari Bundaran Aloha, Sidoarjo. Konstruksinya dibikin di atas jalan yang sudah ada. Rutenya mulai Aloha, A. Yani, lalu belok ke arah timur di depan RSAL dr Ramelan. Selanjutnya, tol akan mengikuti jalur rel kereta api, melintasi Ngagel, dan mulai turun sejajar dengan jalan arteri di Jalan Rajawali dan nyambung dengan Jembatan Suramadu. Proyek tersebut rencananya menggusur sedikitnya 4 ribu rumah yang dibangun di kawasan rel KA. Para penghuni rumah itu akan direlokasi dengan konsep resettlement. Namun, badai krisis moneter yang melanda Indonesia pada era 1997 membuat Soeharto -presiden saat itu- menerbitkan keppres yang meminta agar seluruh megaproyek dihentikan sampai kondisi perekonomian bangsa stabil lagi. Karena itu, pembangunan tol tengah kota pun tenggelam. Baru pada 2000, Megawati Soekarnoputri, presiden yang berkuasa saat itu, mencabut kembali keppres tersebut. Meski telah dicabut, proyek tol tengah kota hingga kini masih terkatung-katung. Masalah pendanaan dikabarkan menjadi kendala utama yang sulit dipenuhi investor. Maklum, proyek prestisius itu membutuhkan investasi sedikitnya Rp 6 triliun. Dampak sosial yang bisa terjadi akibat program relokasi diprediksi menjadi kendala yang sulit diselesaikan. ''Karena itu, saat ini kami lebih fokus pada penambahan kapasitas jalan yang lain,'' ungkap Risma. *** Proyek MERR juga belum menunjukkan perkembangan menggembirakan. Sejak dicanangkan sepuluh tahun lalu, jalan lingkar timur sepanjang 16,2 km tersebut baru terealisasi tak sampai separo. Proyek MERR terdiri atas tiga seksi, yakni A, B, dan C. MERR II A sepanjang 10,25 km, meliputi Jalan Kenjeran ke perempatan Galaxy. Jalan baru itu kelar pada 2005. MERR II B sepanjang 2,85 km, dimulai dari perempatan Galaxy ke pertigaan Keputih. Yang masih belum konkret adalah MERR II C. Jalan yang lurus membentang sepanjang 6,675 km tersebut dibagi dua. Yakni, sisi utara dan selatan. Batasnya adalah Jembatan Kedung Baruk. Untuk sisi utara (Jembatan Kedung Baruk ke pertigaan Keputih), panjang yang dibutuhkan sebenarnya hanya 2,2 km. ''Namun, kami harus menjebol kampung Keputih untuk menyatukan ruas jalan tersebut,'' kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono. Hingga Mei lalu, pemkot telah membebaskan 63,61 persen kebutuhan lahan yang ada. Namun, yang paling parah adalah sisi selatan. Hingga Mei lalu, belum ada satu pun lahan yang telah dibebaskan. Risma menyatakan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah pengembang. ''Karena melewati perumahan mereka, saya telah meminta pengertian sejumlah pengembang untuk memberikan lahan fasum (fasilitas umum, Red) dan fasos (fasilitas sosial)-nya. Alhamdulillah, mereka siap menyerahkan,'' ungkap pejabat berjilbab tersebut. Karena itu, Risma optimis MERR II C sisi selatan bisa dikebut setelah sisi utara kelar. *** Selain tol tengah kota, proyek infrastruktur yang tak kunjung tuntas adalah pembangunan jalan lingkar barat. Di antara dua rencana jalan yang akan dibangun, belum satu pun yang bisa digarap, bahkan hingga dua tahun ke depan. Sesuai konsep awal, jalan lingkar barat akan dibangun di kawasan Jalan Mastrip hingga Balongsari. Ada juga jalan lingkar luar, mulai pintu keluar tol Surabaya-Mojokerto hingga Tambak Osowilangun. ''Masih harus menyelesaikan sejumlah proyek prioritas lainnya. Namun, tenang saja, kami akan berusaha memecah arus yang melintas di Jalan A. Yani,'' tegas Risma. Sebenarnya, masih ada satu proyek pengembangan kapasitas jalan lagi yang telah berjalan. Yakni, pembangunan frontage road atau jalur kecil pendamping jalan arteri di Jalan Ahmad Yani. Tahap awal, yang akan digarap adalah sisi timur. Secara teori, proyek tersebut sebenarnya mudah. Sebab, lahan sudah tersedia. Pemkot hanya perlu membebaskan sekitar 25 persen lahan milik warga. Proyek itu dibagi dalam tiga tahap. Pertama, membangun jalan antara pertigaan Margorejo hingga perempatan Jemursari (bundaran Dolog). Tahap tersebut masih menyisakan masalah. Yang pertama, pembebasan 14 kavling milik warga di sisi utara Gedung Jatim Expo. Alasannya klasik, yakni perbedaan harga tanah antara pemilik dengan pemkot. Pemkot mengacu pada NJOP (nilai jual objek pajak) yang hanya Rp 100 ribu per meter persegi. Namun, sebagian warga mematok harga Rp 2,5 juta. Sebagai jalan tengah, ditunjuklah PT Sucofindo untuk menentukan harga tanah yang pas. ''Itu sudah kesepakatan kami dengan warga,'' ujar Sri Mulyono. Masalah kedua dalam tahap pertama tersebut adalah pembebasan lahan di depan IAIN Sunan Ampel. Masalahnya, karena sama-sama tanah milik negara, lahan tersebut tak bisa ditukargulingkan. Namun, kalau pemkot membeli tanah itu dengan tunai, IAIN tak akan mendapat apa-apa. Sebab, uang hasil ganti rugi tersebut langsung masuk ke kas negara. Itulah yang membuat alot negosiasi pemkot dengan IAIN. Dalam waktu dekat, pemkot dan IAIN menghadap menteri agama untuk mengonsultasikan masalah tersebut. Tahap kedua pembangunan sisi timur tersebut adalah antara pertigaan Jemursari hingga Bundaran Waru. Untuk koridor yang satu ini, nyaris separo sudah jadi frontage road. Tahap terakhir adalah mulai pertigaan Margorejo ditarik ke utara hingga ke RSAL. Tahap yang satu ini, tampaknya, bakal sedikit molor. Maklum, mayoritas lahan yang dibebaskan adalah rumah warga. Pemkot telah menargetkan pada 2008 ini frontage road sisi timur kelar dibangun. ''Tahun depan, kami memulai frontage road sisi barat,'' kata Risma. Hanya, melihat perkembangan di lapangan, tampaknya, usaha pemkot untuk merenovasi sistem jaringan jalan utama Surabaya masih jauh dari selesai. Karena itu, Rusdianto -dan para pengendara lainnya- tampaknya harus lebih lama lagi merasakan sesaknya jalanan Surabaya. Taken from Jawapos, Jun 19, 2008 teddybear June 20th, 2008, 05:41 PM Let me post the rendering of Grand City here, from Grand City thread: http://www.grandcitysurabaya.com/images/GUBENG.jpg Ebek21 June 20th, 2008, 07:49 PM ^^ Beautiful !!! Moga2 pembangunannya lancar tanpa hambatan sehingga bisa selesai tahun depan. Menurut Hermawan Kartajaya, di Grand City Surabaya juga bakal ada convention center besar dan mewah. Bagus dong, moga2 benar2 bisa jadi milestone untuk perkembangan Surabaya jadi kota MICE !! Hadi June 21st, 2008, 04:16 AM Let me post the rendering of Grand City here, from Grand City thread: http://www.grandcitysurabaya.com/images/GUBENG.jpg Progreesnya.. Cepat sekali!!! hehehe Hadi June 21st, 2008, 04:21 AM Btw Tinggi hotelnya berapa lantai ya??.. glitz_boy June 21st, 2008, 08:03 AM oh my my ... that is a very nice addition to Sby!! Ebek21 June 21st, 2008, 08:32 AM Btw Tinggi hotelnya berapa lantai ya??.. 24 lantai. Sayang ya, mestinya minimal 30 lantai biar tambah menjulang dan keren :) magali June 21st, 2008, 09:36 AM Universitas Widya Mandala http://www.tatamulia.co.id/Data%20Project%20List/Education/WidyaMandala2.jpg -------------- yang direnovasi yang sebelah mana ya? bukannya arsitektur uwm saat ini yang seperti rumah adat batak? glitz_boy June 21st, 2008, 10:35 AM maybe .. this one in Kalijudan Campus? Ebek21 June 21st, 2008, 03:39 PM ^^ Mengenai Kampus Unika Widya Mandala ini, ada kemungkinan adalah yang saat ini sedang under construction di kompleks Pakuwon City, Surabaya Timur (ex Laguna). Mereka kan akan buka kampus baru di Pakuwon City, bersebelahan dengan kompleks SDK Gloria. Renderingnya rada2 familiar gitu. Aku sempat lihat fisik bangunannya, tapi tidak memperhatikan cermat, lagian masih construction jd gak tahu jadinya seperti rendering ini atau tidak. Crane yang di kampus Unika WM Dinoyo itu lumayan tinggi, rasanya nggak hanya untuk 7 lantai saja. teddybear June 21st, 2008, 03:44 PM If we go to the architect website, we can see that the location is in Dinoyo, so that is the rendering, except if they change the plan. And if we pay attention, the rendering on the right, it does look like the one with 'Batak style'. As of the high crane, could it be your perception? Or probably they have changed the plan. Here is a rendering found for Maspion project. This could be the original design for Trillium, or probably for another (as I heard Maspion own the land in the corner of intersection Yos Sudarso and Pemuda), and the rendering as if its location is in the corner. Not sure. But interesting to see, so I post it here: http://img528.imageshack.us/img528/9751/commercemaspionzk2.gif There are still at least other 2 empty lands, one next to Garden Hotel, and one across it. Wonder what they are going to build there, and wonder what is the fate of the BES building after BES has merged with BEJ: http://img528.imageshack.us/img528/3849/bes1zk0.jpg Ebek21 June 21st, 2008, 04:30 PM Yg mana Batak stylenya di rendering sebelah kanan ? Yg di WM Dinoyo itu nggak kayak gitu loh model atapnya. Mengenai Gedung Medan Pemuda (tempatnya ex-BES), itu kan office building biasa, ex-BES hanya menempati satu atau dua lantai dan selalu sepi kok (paling gak waktu thn 2000 terakhir berkunjung ke BES). So menurutku gak ada pengaruhnya ada atau tidak ada BES disitu. Kalo gak salah setelah merger jadi Bursa Efek Indonesia, lokasinya masih sama di Gedung Medan Pemuda, cuma BESnya ganti nama jadi BEI saja. iceroundnear June 21st, 2008, 04:44 PM ada yg tau ga....hotel yg di jl. diponegoro...sdh sampai mana ya finishing nya.... iceroundnear June 21st, 2008, 04:52 PM -------------- yang direnovasi yang sebelah mana ya? bukannya arsitektur uwm saat ini yang seperti rumah adat batak? klo liat rendernya sepertinya yg di jl. dinoyo...tuh disebelahnya yg keliatan dikit kayaknya bangunan kampus lama yg dari bata..... MinImaX June 21st, 2008, 08:38 PM jawapos hari sabtu ada iklan dari mal galaxy, beberapa bulan lagi bakalan dibuka IT center di lantai 2 (mungkin tempatnya di bekas ace hardware), sekarang masih penawaran tenant yang mau menyewa di sana. lalu ada gedung expo di lantai 6 (di atasnya celebrity fitness), dibuka pertengahan juli. berarti cinema xxi tidak menempati areal galaxy mal extension. AceN June 22nd, 2008, 06:47 AM There are still at least other 2 empty lands, one next to Garden Hotel, and one across it. Wonder what they are going to build there, and wonder what is the fate of the BES building after BES has merged with BEJ: http://img528.imageshack.us/img528/3849/bes1zk0.jpg ada photo trading floornya BES ga ? dari dulu nyari ga pernah ketemu :( SeeMacau June 22nd, 2008, 04:03 PM Source : GENE FONG ASSOCIATES www.gfaarchitects.com Surabaya, Indonesia The Jack Nicklaus designed championship course is just one of the perks of this 5 star golf resort that offers superb hotel accommodations, luxury villas, sports club and plush golf clubhouse. http://www.gfaarchitects.com/projects/hotel_resort/imgs/BUKITDARMORESORTVILLAS.jpg teddybear June 22nd, 2008, 08:29 PM ^Hmm, I'm not sure if that is already realized (not a new project)? Because Bukit Darmo Golf has been around by now. So as if the plan is back in the 1990s? r4d1ty4 June 22nd, 2008, 08:48 PM feeling gw semua gambar yg dia post rendering lama deh... Ebek21 June 23rd, 2008, 03:30 AM The city will become more colourful :) Air Mancur 32 Warna SURABAYA - Air mancur di taman Jalan Pemuda bakal semakin gemerlap. Pemkot mengganti lampu lama yang hanya memancarkan warna kuning dengan lampu baru yang mampu menebarkan 32 warna. Total ada enam lampu baru yang dipasang di sekeliling air mancur. Pola pencahayaan dan warna cahaya lampu bisa disetel sesuai keinginan. Karena itu, seperangkat lampu air mancur tersebut juga dilengkapi dua unit controller. Satu controller sebagai pengatur sumber tenaga, satu lagi untuk mengatur pencahayaan. ''Kalau masih kurang, pencahayaan bisa diprogram dari notebook,'' kata Wahyu Cahyono, teknisi CV Sinar Kencana (kontraktor lampu air mancur), saat ditemui di sela-sela pemasangan lampu itu. Menurut Wahyu, satu lampu kecil membutuhkan daya listrik 52 watt. Sementara, lampu besar memakan 75 watt. Asupan tenaga untuk enam unit lampu tersebut akan diatur oleh controller. Sebagai pengamanan, setiap unit lampu diberi pengaman dari besi yang ditancapkan dengan semen. ''Kalau nggak gitu, bisa hilang,'' ujar Wahyu. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Hidayat Syah mengatakan, lampu tersebut memiliki teknologi mutakhir. Tak banyak kota yang menggunakannya. Dia mengklaim Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang menggunakan lampu tersebut. ''Pokoknya lebih meriah. Kalau tidak percaya, silakan lihat sendiri,'' ungkapnya. Berapa nilainya? Hidayat enggan menyebutkannya. ''Nanti kalau saya sebut angkanya, lampu itu bisa-bisa hilang dicuri orang,'' katanya. Taken from Jawapos, Jun 23, 2008 Ebek21 June 23rd, 2008, 03:34 AM Tinggal Pasang Keramik PEMBANGUNAN pedestrian crosswalk di Jalan Panglima Sudirman sisi timur mulai terlihat wujudnya. Beberapa titik lokasi fondasi sudah rampung. Kini tinggal memasang keramik sebagai pemanis pedestrian. Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Sri Mulyono mengatakan, tahap pengecoran di jalan tersebut memang hampir rampung. Terutama di sebelah utara monumen Bambu Runcing. Namun, pengecoran di beberapa titik masih harus diselesaikan. ''Antara lain, di bagian selatan Jalan Panglima Sudirman. Itu masih harus dibangun saluran air yang melintasi jalan,'' terang Sri. Beberapa pekerja kemarin (22/6) tampak membersihkan saluran air di bawah fondasi jalur pejalan kaki. Sri mengatakan, pembangunan pedestrian crosswalk juga selaras dengan pembenahan saluran tepi jalan. Karena itu, di setiap jalur pejalan kaki dipasang box culvert. ''Ini agar ketika hujan deras, air tidak lagi menggenang di jalanan,'' katanya. Setelah pengecoran, tahap selanjutnya adalah pemasangan keramik. Permukaannya memang dibuat berbeda dengan pedestrian crosswalk sebelumnya yang hanya menggunakan ubin teraso. ''Ya, ini kan semacam trial and error. Kira-kira mana yang nanti paling bagus,'' terangnya. Kata Sri, keramik yang dipasang merupakan paduan warna hitam dan krem. Sri mengklaim, pihaknya sudah menyesuaikan kekuatan keramik dengan beban maksimal yang bisa diterima. ''Jalur tersebut kan tidak hanya dilalui pejalan kaki. Mobil dari perkantoran juga melewatinya,'' ungkapnya. Paling tidak, kata Sri, akhir Agustus ini jalur khusus pejalan kaki tersebut bisa rampung. Taken from Jawapos, Jun 23, 2008 Ebek21 June 23rd, 2008, 03:41 AM Bagus, kenapa nggak dari dulu2 saja dibereskan, sekalian saja semua rumah di atas bundaran tersebut digusur. Masakan ada kampung di atas bundaran di tengah2 jalan raya ? :ohno: Bundaran Dolog Bakal Diluruskan SURABAYA - Pencairan kepadatan Jalan A. Yani masih menjadi fokus utama Pemkot Surabaya dalam perbaikan sistem jaringan jalan di Surabaya. Selain frontage road sisi timur, yang sekarang sedang diupayakan adalah pembebasan sebagian bangunan di sisi barat bundaran di dekat Kantor Bulog Jatim (bundaran dolog). Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Surabaya Sri Mulyono menargetkan, pembebasan lahan untuk meluruskan bundaran dolog itu rampung tahun ini. ''Itu untuk memperlancar arus dari selatan yang melewati bundaran,'' katanya. Selama ini, arus dari selatan memang kerap terhambat di kawasan tersebut. Itu disebabkan banyak kendaraan yang melambat lantaran ingin berputar menuju Jemursari. Lahan yang hendak dibebaskan tersebut memang terasa menonjol. Sebenarnya, tonjolan itulah yang mengakibatkan kawasan tersebut disebut sebagai bundaran. Nah, bila tonjolan itu dikepras, arus dari selatan yang ingin ke utara bisa langsung lurus tanpa terganggu antrean kendaraan yang hendak menuju Jemursari. Berdasar pantauan Jawa Pos, ada sekitar 10 rumah yang harus dibebaskan di kawasan itu. Karena arus sering terhambat, polisi kerap melakukan buka-tutup jalan di bundaran tersebut. ''Itu untuk mengurai kepadatan arus. Sebab, di bundaran tersebut, baik dari selatan maupun utara, sering mengalami perlambatan. Lebih-lebih pada jam sibuk,'' kata Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP Moh. Iqbal. Perwira yang segera menempati jabatan baru sebagai Kasubagmin Regident Ditlantas Polda Jatim itu mengatakan, bundaran dolog adalah salah satu perlambatan utama di A. Yani. ''Kalau itu sudah bisa diatasi, saya yakin arus di Jalan A. Yani 10 persen lebih lancar,'' imbuh Iqbal. Terkait dengan pembebasan lahan, Sri Mulyono mengatakan segera bernegosiasi dengan warga. Menurut Sri, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemprov. ''Begitu lahannya selesai kami bebaskan, pembangunan fisik langsung ditangani pemprov. Begitu kesepakatan kami,'' ujarnya. Upaya itu mendapatkan apresiasi positif dari Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agus Sudarsono. Namun, Agus mengingatkan bahwa pembebasan lahan dan pengeprasan tonjolan tersebut belum merampungkan semua masalah. Kader Golkar itu menawarkan solusi. ''Pemecahannya tak bisa dilakukan dengan rekayasa lalu lintas. Harus ada pembangunan jalan,'' tuturnya. Di antaranya, membuat semacam tunnel alias terowongan bawah tanah atau fly over. Taken from Jawapos, Jun 23, 3008 Ebek21 June 23rd, 2008, 03:47 AM Sudah ada titik terang nih ? Semoga cepat terealisasi dan Pasar Keputran segera dipindah ke PIA ini ! Dewan Persilakan PIA Dilanjutkan SURABAYA - Proyek pembangunan Pasar Induk Agrobis (PIA) di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, menunggu investor baru. PT Jatim Graha Utama (JGU) masih sulit mendapat investor yang benar-benar serius menggarap proyek tersebut. "Sebenarnya cukup banyak investor yang ingin masuk. Tapi, tidak ada yang bersedia investasi secara total untuk pembangunan PIA. Tentu ini menjadi masalah," kata Direktur Utama PT JGU Erlangga Satriagung kemarin. Kesulitan mencari investor itu tidak lepas dari konsep pembangunan PIA yang murni sebagai pasar induk. ''Ini proyek public service. Tentu tidak menguntungkan bagi investor untuk masuk. Tapi, konsep ini tidak mungkin kami ubah. Karena itu, kami tetap usahakan," kata Erlangga. Padahal, PT JGU mengestimasikan, kebutuhan pembangunan PIA nanti mencapai Rp 850 Miliar. Angka tersebut untuk pembangunan fisik pasar Rp 450 miliar serta infrastruktur pendukung Rp 400 miliar. Konsep PIA yang ditawarkan JGU sendiri cukup sederhana. Selain dibangun pasar induk, area itu akan dilengkapi pusat agrowisata untuk menarik minat publik nyambangi kawasan tersebut. "Karena itu, kami memilih berkonsultasi dengan pemprov. Bagaimana konsep pendanaannya, perlu pembahasan lebih detail," katanya. Sementara itu, proses penyerahan lahan PIA dari pemprov ke PT JGU akhirnya tuntas. Kepastian itu didapat setelah pimpinan DPRD Jatim menyetujui pengalihan tersebut. "Statusnya nanti berupa serah kelola dan dicatat sebagai penyertaan modal oleh pempov," kata Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid. Ada beberapa lahan PIA yang dialihkan ke PT JGU. Di antaranya lahan di kawasan proyek sebanyak 476.434 meter persegi, plus beberapa lahan lain untuk keperluan jalan akses yang terletak di kawasan Desa Tanjungsari-Jemundo. Total nilai semua lahan itu mencapai Rp 10 miliar. Menurut Fathor, dengan persetujuan itu proses pembangunan proyek yang diestimasikan bakal menelan anggaran Rp 800 miliar tersebut sudah bisa digarap. "Tapi, lahan itu sebelumnya harus disertifikatkan," ujar politikus asal Situbondo itu. Proyek PIA memang tersendat lebih dari setahun. Sebab, anggaran pembangunan diduga dikorupsi. Kasus tersebut meruncing ketika kejaksaan menahan empat tersangkanya. Masalah berakhir setelah pengadilan membebaskan mereka. Namun, status lahan kemudian menjadi barang bukti. Sebab, Kejati mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Taken from Jawapos, Jun 22, 2008 Ebek21 June 24th, 2008, 10:41 AM Di Perempatan Pemuda-Gubernur Suryo, Air Mancur Dipasangi Lampu Warna Warni http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Airmancur1.jpg Hijau http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Airmancur2.jpg Merah http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Airmancur3.jpg Biru Air mancur yang berada di Surabaya terus dipercantik. Kehadiran air mancur yang berada di perempatan jalan, membuat suasana jalan di sekitarnya jalan terasa sejuk. Satu diantara air mancur yang ditambahi fasilitasnya adalah air mancur yang berada di perempatan Pemuda. Mulai Senin (23/06) pukul 19.00 WIB ada pemandangan berbeda. Ada empat warna dari lampu yang diatur bergantian menyorot semburan air mancur. Tentu wajah Surabaya di saat malam hari bertambah indah. HIDAYAT SYAH Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya suarasurabaya.net, Selasa (24/06) mengatakan, pemberian lampu yang menyinari air mancur merupakan bantuan dari Corporate Social Responbility (CSR) Lampu Phillips pada Pemkot Surabaya. Lampu akan menyala setiap hari sejak 18.00 WIB hingga 23.00 WIB. Saat peresmian dihadiri perwakilan dari Phillips Jakarta, BAMBANG DH Walikota Surabaya, dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya. Sebenarnya lampu pemberian dari Phillips bisa disetting 32 warna. “Namun untuk tahap awal hanya dibuat empat warna yaitu merah, biru, hijau, dan putih. Alasannya pengendara dari Gubernur Suryo yang akan ke Yos Sudarso akan menelikung. Sehingga tidak bisa melihat dengan jelas pergantian warna bila disetting 32 warna. Mereka dapat melihat dengan jelas empat warna,” katanya. HIDAYAT berharap nantinya tidak hanya air mancur di perempatan jalan Pemuda yang diberi lampu. Dinasnya sedang menunggu pemberian bantuan pihak lain mempercantik air mancur di beberapa tempat. “Misalnya saja air mancur yang berada di Sungai Kalimas. Bila ada bantuan dari pihak lain kami akan mempercantik dengan menambah lampu dan memperbesar semprotan air yang memancar,” tambahnya.(kho/ipg) Taken from www.suarasurabaya.net, Jun 24, 2008 Hadi June 24th, 2008, 05:17 PM Here Some Up Date Grand Gubeng City http://img84.imageshack.us/img84/5135/image040jd7.jpg (http://imageshack.us) http://img84.imageshack.us/img84/8369/image044zn0.jpg (http://imageshack.us) http://img84.imageshack.us/img84/7796/image046jn4.jpg (http://imageshack.us) Ebek21 June 24th, 2008, 08:16 PM ^^ Nice update, thanks Hadi !! Kelihatannya ketinggiannya sudah bertambah 3 lantai lagi sejak terakhir kulihat akhir April lalu. Ebek21 June 25th, 2008, 03:41 AM Revitalisasi Kalimas Ciptakan Wisata Sejarah SURABAYA - Mimpi Surabaya untuk mempunyai ikon seperti Patung Merlion di Singapura bakal terealisasi. Rencananya, Oktober mendatang, revitalisasi Kalimas lengkap dengan segala fasilitas jogging track dan patung ikon Surabaya telah selesai. "Oktober selesai. Saat ini, pembangunan fasilitas umum di Kalimas sedang dalam pengerjaan oleh Dinas Tata Kota dan Permukiman," ucap Kepala Bappeko Tri Rismaharini. Untuk patung ikon Surabaya, Risma mengatakan sudah ada komitmen sumbangan dari sebuah perusahaan telekomunikasi. "Targetnya, saat peringatan Hari Pahlawan 10 November, taman kota Kalimas itu bisa digunakan," imbuhnya. Risma memang pantas optimistis. Sebab, DPRD Surabaya telah memberi lampu hijau untuk proyek tersebut. Dalam rapat panmus yang diselenggarakan kemarin (24/6), dewan antusias mendukung pemkot. "Proyek ini memang bagus. Daripada lahannya menjadi lahan tidur, mending dibuat taman kota seperti sekarang ini," kata Ketua Komisi C Armuji. Dia menambahkan, sudah seharusnya Surabaya mempunyai banyak public sphere (ruang publik) seperti taman kota. "Selain menjadi daya tarik pariwisata, itu memberikan alternatif hiburan bagi warga," tambahnya. Konsep revitalisasi Kalimas muncul sejak dua tahun lalu. Secara garis besar, konsep itu bertujuan menata kawasan sekitar Kalimas, termasuk taman-taman kota. Dalam maketnya, taman kota di tepi Kalimas, sekitar Monkasel, bakal mempunyai fasilitas jogging track, lahan untuk para freestylers BMX, dan fasilitas untuk skateboard. Taman tersebut berdiri mulai parkir Timur Plaza Surabaya memanjang 800 meter ke arah utara hingga jembatan Plaza Surabaya. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman Arief Darmansyah mengatakan, taman kota itu masih dalam proses pembuatan DED (detail engineering design). "Saya belum bisa memastikan nilainya karena pembuatan DED-nya masih berlangsung. Namun, kisarannya Rp 1,3 miliar," ucap Arief. Di bagian lain, Risma mengatakan sedang merancang semacam monumen kepahlawanan di Jembatan Merah. Rencananya, pemkot akan membuat replika Jembatan Merah di sebelah utara Jembatan Merah yang sekarang. "Akan kami usahakan replika tersebut sesuai dengan kondisi asli Jembatan Merah saat terjadi pertempuran 10 November. Misalnya, kami akan membuatnya dari kayu karena memang Jembatan Merah aslinya adalah jembatan kayu," tuturnya. Rencananya, proyek yang menelan biaya sekitar Rp 4,5 miliar itu dikerjakan pada 2009. Risma menyatakan ingin agar historisitas Surabaya tidak hilang. "Dengan menjaga kesejarahan tersebut, Surabaya bisa mempunyai trademark wisata sejarah," kata mantan kepala dinas kebersihan dan pertamanan itu. Taken from Jawapos, Jun 25, 2008 Ebek21 June 25th, 2008, 03:45 AM Pemkot Bangun Terminal Sepeda Dalam Rancangan, Dimulai Tahun Depan SURABAYA - Pemkot terus menambah fasilitas publik yang pro-lingkungan. Setelah membenahi jalur pedestrian (tempat pejalan kaki), pemkot akan membangun empat terminal sepeda. Rencananya, terminal sepeda tersebut dibangun setelah selesai membangun jalur pedestrian yang dilengkapi jalur khusus sepeda tahun depan. Menurut Kepala Bappeko Tri Rismaharini, empat titik terminal sepeda itu dibangun di pusat kota. Yakni, di Plaza Surabaya, kompleks balai kota, Stasiun Gubeng, dan taman eks SPBU Jalan Sulawesi. Menurut Risma, terminal sepeda itu bertujuan untuk mendorong kebiasaan sehat masyarakat Surabaya. ''Kebijakan kami memang lebih berpihak ke non-motorized vehicle (kendaraan tak bermesin, Red),'' tuturnya. Terminal tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga sepeda yang dititipkan aman dari pencurian. Tentu saja, sepeda itu harus dikunci sebelum ditinggalkan pemiliknya. ''Kalau perlu, ada petugas yang berjaga di sana,'' tegasnya. Keempat terminal sepeda tersebut akan terhubung dengan jalur pedestrian yang dilengkapi jalur NMC (non-motorized vehicle). Yakni, mulai sisi selatan Jalan Sulawesi-Jalan Raya Gubeng-Jalan Stasiun Gubeng (sisi barat) dan Jalan Kusuma Bangsa (sisi barat). Jalur pedestrian yang dilengkapi jalur NMC itu bersambung ke Jalan Pemuda (sisi utara) dan Jalan Yos Sudarso (sisi timur). ''Tujuan pembangunan jalur pedestrian yang dilengkapi NMC untuk membuka jalur bersepeda,'' tuturnya. Selama ini, imbuh Risma, para penghobi sepeda ''malas'' memakai sepeda dalam aktivitas kerja sehari-hari karena fasilitas kota belum memadai. ''Kalau dipaksakan, pengendara harus melewati jalan raya yang padat dan rawan. Padahal, jalan raya selama ini tak ramah pada pengendara sepeda,'' kata pejabat berjilbab itu. Risma menargetkan, semua jalur utama Surabaya bisa mempunyai jalur pedestrian yang dilengkapi jalur NMC. ''Kalau jalur khususnya sudah terbangun, saya yakin semakin banyak warga yang akan bersepeda,'' kata mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu. Efek berantai jangka panjang yang diharapkan pemkot adalah berkurangnya kepadatan lalu lintas. ''Kalau naik sepeda sudah enak, kenapa harus naik motor atau mobil?'' ujarnya. Bisa jadi, kelak banyak pengemudi mobil yang memarkir mobil di ujung-ujung jalur utama, terus ke terminal sepeda terdekat dan melanjutkan perjalanan ke tempat kerja dengan bersepeda. ''Pasti pemandangannya jadi asyik,'' tandasnya. Taken from Jawapos, Jun 25, 2008 MinImaX June 25th, 2008, 09:03 AM ^^ skarang ini di sby tiap ada ide baru langsung dijalankan ya... bagus d. pohon2 yang ada di pinggir jalan masih kurang banyak dan kurang lebat. kalau sudah lebat enak buat pedestrian sehingga tidak kepanasan. setelah itu berharap ada mrt / subway di surabaya. setelah itu baru sepeda motor dilarang di jalan2 protokol, seperti becak :p. jangan lupa penertiban angkutan umum juga perlu, jangan berhenti seenaknya di tengah jalan atau di sembarang tempat atau kebut2an untuk kejar setoran. teddybear June 25th, 2008, 04:22 PM wah rasanya sulit untuk melarang sepeda motor, karena ini adalah alternatif transport yang lebih ekonomis bagi mereka yg kurang mampu beli mobil. I heard the number of motorbikes in Surabaya is huge because of this. To build MRT/subway network that decently covers the entire city will take time. The flooding problem is the one should be taken care of first, after all we do not want the flooding water goes underground. Tapi penertiban angkot dan pelarangan becak bisa dilakukan segera semestinya. Bukannya becak sudah dilarang jalan di protokol? Tapi becak sudah semestinya dilarang di seluruh kota. Ebek21 June 26th, 2008, 04:14 AM Sebelum Lengser, Imam Utomo Resmikan GDC RSU Dr Soetomo SURABAYA-Pembangunan Gedung Diagnostik Center (GDC) di Kompleks RSU Dr Soetomo hampir selesai. Dan rencananya soft opening atau launching gedung setinggi tujuh lantai tersebut akan dilakukan seminggu sebelum Imam Utomo meninggalkan kursi gubernur Jatim pada 26 Agustus 2008 mendatang. Direktur RSU Dr Soetomo dr Slamet Riyadi Yuwono mengatakan GDC merupakan salah satu dari sejumlah proyek strategis yang dibangun Imam Utomo pada periode kedua jabatannya. “Kami merencanakan soft opening atau launching GDC ini oleh Bapak Gubernur Imam Utomo,” tegas dr Slamet, Senin (24/6). Dengan diresmikan gedung mewah tersebut, maka GDC menjadi main gate (gerbang utama) masuk ke RSU Dr Soetomo. Selama ini, memang belum ada pintu utama masuk ke rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut. Saat ini pembangunan GDC sudah 70 persen dan waktu yang tersisa akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan seluruh pembangunannya. Pembangunan GDC sebenarnya ditargetkan selesai 2007, namun diluar dugaan karena barang-barang bangunan ikut naik setelah kenaikan BBM, maka pembangunan GDC molor. Gedung yang dibangun mulai 2005 dengan menelan dana APBD Jatim Rp 190 miliar itu terdiri dari tujuh lantai dan luas masing-masing lantai 2.000 meter persegi, seluruhnya 14.000 meter persegi. Di bagian paling atas GDC dibangun tempat khusus untuk pendaratan helikopter yang mengangkut penumpang dari lokasi kejadian ke rumah sakit. Menurut dr Slamet, GDC digunakan untuk laboratorium, radiology, patologi anatomi, pusat diabetes dan nutrisi, ruang pertemuan pendidikan dan berbagai kebutuhan lainnya. Taken from Surya, Jun 25, 2008 Ebek21 June 26th, 2008, 05:54 AM Artikel dari Wakil Walikota Surabaya Bpk. Arif Afandi, Jun 25, 2008 Star Cruise Sambangi Tanjung Perak Direktur Surabaya Tourisme and Promotion Board (STPB) Yusak Anshori bergerak begitu gesit. Di sela-sela mengikuti International Travel Expo Hongkong, ia bertemu dengan para petinggi Star Cruises. Ia menawarkan ditawarkan kemungkinan Surabaya untuk menjadi tujuan labuh kapal pesiar yang berpusat di Hongkong tersebut. Hasilnya? ‘’Mereka tertarik untuk menjajagi Surabaya sebagai destinasi baru Star Cruise,’’ lapornya lewat sms. Ia bercerita telah bertemu dengan Assistant Vice President Bussiness Development Sammy Chan dan Assitant Vice President Port Operations & Embarkation Yong Pang Wai di kantor pusat kapal pesiar itu. Di tempat tersebut, Yusak memaparkan berbagai potensi wisata Surabaya dan Jawa Timur. Kali ini, Yusak ke Hongkong sebagai anggota delegasi dan dibiayai Dinas Pariwisata Jatim. Karena itu, ia mendapat beban moral menjual Jawa Timur. Ini tidak sulit. Sebab, sejak awal, konsep jualan pariwisata Surabaya memang tidak eklsusif. Tak hanya ‘’menjual’’ Surabaya, tapi juga potensi wisata di sekitarnya. Kita hanya ingin menjadi etalase dan membuat wisatawan nginap di kota ini minimal dua malam. Mengapa demikian? Ya, kita tak ingin serakah. Kita juga ingin realistik dengan apa yang kita punya. Surabaya sekarang mengandalkan wisata belanja dan kuliner. Belum punya wisata alam yang bisa diandalkan. Untuk yang disebut terakhir, wisatawan bisa ditawarkan paket ke Gunung Bromo maupun Taman Safari di Pasuruan. Atau wisata sejarah ke Mojokerto. Atau –kalau ada tol ke Lamongan—mampir ke Wisata Bahari Lamongan. Yang penting, mereka membelanjakan uangnya di kota ini. Menurut keterangan Sammy Chan, para penumpang kapalnya membelanjakan USD 300 setiap berhenti di sebuah kota. Kalau satu kapal berisi 1500 wisatawan, berarti hampir Rp 4,5 miliar akan dibelanjakan. Itu jika hanya satu kapal yang datang. Jika lebih? Tentu jumlah yang cukup untuk memperbanyak uang beredar di kota ini. Efek ekonomi dari kedatangan kapal pesiar tersebut bisa dirasakan. Selama ini, Star Cruise memang sudah bersandar ke sejumlah pelabuhan di Indonesia. Misalnya pulau Seribu, Semarang, Bali, Lombok dan Komodo. Surabaya belum dilirik sama sekali. Padahal, jika dibandingkan dengan Semarang, Surabaya bisa lebih atraktif. Kotanya lebih hidup dan secara ekonomi juga lebih maju. Pelabuhannya juga lebih besar di banding kota-kota tersebut. Kalau selama ini mereka belum melirik kota semanggi, itu karena tidak ada informasi. Begitu STPB menawarkan paket destinasi, mereka menjadi tertarik dan pingin melakukan inspeksi. Ini penting untuk melihat kelayakan pelabuhan dan sebagainya. Untuk ini, GM Pelindo Surabaya Pak Baroto sudah menyiapkan diri. Begitu dia pindah ke Surabaya, mendatangkan kapal pesiar memang telah menjadi obsesi. Potensi pelabuhan memang menarik untuk dikembangkan. Beberapa waktu lalu, seorang pengusaha juga tertarik untuk membangun wisata laut. Bukan membuat themepark seperti di Lamongan, tapi ingin membuat restoran terapung. Mereka ingin seperti di Sidney yang kalau makan siang dan malam bisa di atas kapal. Juga di Hongkong, Paris, dan kota-kota yang punya sungai dan laut lainnya. Apalagi kalau jembatan Suramadu sudah selesai. Pemandangan laut di sekitar kawasan itu akan jauh lebih eksotis. Lantas siapa yang akan makan di restoran terapung? Tentu tidak hanya orang Surabaya yang doyan makan. Tapi para wisatawan yang berdatangan ke kota ini. Jika ada yang mau bergerak di bidang itu, bukan mustahil akan menjadi atraksi yang menawan. Rasanya memang sudah saatnya kita mengembangkan sayap untuk atraksi wisata. Kalau akses udara sudah makin mudah dari berbagai penjuru dunia, kini mulai dibuka akses kapal pesiar. Peluang itu telah ada. Kemungkinan berkembang juga terbuka lebar. Tinggal kita semua perlu menyiapkan diri menjadi kota tujuan wisata. Biar makin banyak orang bisa mencicipi semanggi Surabaya. Ayo, mulai kita siapkan cindera mata untuk mereka! Taken from http://arifafandi.blogdetik.com/ ncon June 26th, 2008, 07:46 AM ^^ :eek: :applause:!!! Rapala June 26th, 2008, 12:53 PM jadi bangga dengan surabaya waktu baca artikel di atas. Hadi June 26th, 2008, 01:32 PM Layak dah Surabaya Kota Pahlawan, dulu perang melawan belanda sukses kini akan berperang menjadikan Surabaya MICE International. I Hope Surabaya will be better than Singapore in th future OPTX June 26th, 2008, 02:51 PM An article about Tidar Cosmo Park Apartment ( Rusun ), 3 Towers @ 16 Floors : http://www.propertybiznet.com/property/center-surabaya/apartment-tidar-cosmo-park.indonesia OPTX June 26th, 2008, 03:11 PM Trillium Office & Residences - 28 Floors TRILLIUM TERJUAL 50% | Kamis 12/06/2008 13:35:56 | http://img155.imageshack.us/img155/2888/09ipungtriliunikaln1126wl6.jpg Sejak diluncurkan Januari lalu, Trillium Office & Residence yang lokasinya di tengah kota Surabaya sudah terjual 50% dari sekitar 330 unit yang ditawarkan. Andiko N Tjandranata, Manager Marketing Trillium sedang menjekaskan maket Trillium kepada Erfandi Putra, Redaktur Pelaksana Harian Sore Surabaya Post http://www.surabayapost.info/detail.php?cat=5&id=77005 More info : http://trillium.indonetwork.co.id/689529/trillium-residence.htm teddybear June 26th, 2008, 04:28 PM ^Never heard about Tidar Cosmo Park Apt. The location must be in Tidar, the small street on one side of BG Junction. Anybody has any photos of an empty land over there ready for development, because as I remember, from Blauran Street to Tidar, packed with shops and houses. Or could it be Pasar Blauran on the corner about to be torn down? I hope they do not lower the height of Trillium Apt again. Last time I heard it is set for 30 floors, now 28. Ebek21 June 26th, 2008, 04:45 PM ^^ The street you mentioned (one side of BG Junction) is actually Jl. Kranggan. Jalan Tidar is the long road started from Kedungdoro-Blauran-Embong Malang-Tidar junction straight until Raya Arjuno junction and still straight away to the west until Jalan Pacuan Kuda. So it is a very long street and there is a chance that this project is located on the west side of the street, not near the Blauran side. In my opinion, maybe this project is what they call Rusunami (kind of apartment for low class market) because I looked in the website provided and noticed out that subsidy from government is available, which you cannot find in ordinary apartments. Hadi June 26th, 2008, 06:21 PM http://www.youtube.com/watch?v=9rwHSev6TTM I Love This Video teddybear June 26th, 2008, 09:47 PM ^Ah, you are right, Ebek. Tidar is straight from Embong Malang. But why you said might be on the West side of Tidar? Did you see big land to be developed there? Looking at the website saying it will include playground and sports facility, the land to be built should be pretty big size. Anybody in Surabaya can confirm about this? I'm interested to see the rendering, if it is available. Ebek21 June 27th, 2008, 04:01 AM Dana Kalianak Tahap II Cair Rp 80 M SURABAYA - Pemprov tidak ingin target pelebaran Jl Kalianak kembali molor. Saat proyek tahap pertama mulai berjalan, instansi itu telah menyiapkan pelebaran tahap kedua. Kepastian tersebut terungkap setelah pemerintah pusat mengucurkan dana tambahan untuk konstruksi proyek Kalianak sebesar Rp 80 miliar. ''Karena itu, kami sudah mulai melakukan tender untuk proyek tahap II,'' kata Kepala Dinas PU Bina Marga Supaat kemarin (26/6). Diharapkan, proyek tahap II itu bisa dilakukan setelah tahap I yang ditarget tuntas awal 2009. ''Jika tidak ada kendala, 2010 sepanjang Kalianak sudah selesai,'' ujarnya. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus. Salah satunya adalah pembebasan lahan. ''Untuk tahap I memang lancar. Sebab, kebanyakan lahan yang dipakai itu milik perusahaan dan pemerintah. Untuk tahap II, kami butuh lahan warga,''ungkapnya. Karena itu, pihaknya berharap pemkot bisa menyelesaikan pembebasan lahan sebelum proyek tahap pertama tuntas. Proyek Kalianak memang dibagi dalam dua tahap. Tahap I sepanjang 5,7 km, mulai Jl Kalianak hingga Osowilangun. Tahap II adalah pelebaran sepanjang 5,8 km. Sementara itu, pelaksana proyek Kalianak merevisi desain proyek tersebut. ''Revisi terpaksa dilakukan. Sebab, kondisinya memang tidak memungkinkan,'' tegas Sutoyo, pimpro pelebaran Kalianak. Menurut dia, perubahan desain dilakukan di kawasan Kelurahan Osowilangun, tepatnya di Km 7+400 sepanjang 2 kilometer. Perubahan itu terkait dengan konstruksi jalan serta desain pelebaran. Dia menjelaskan, perubahan desain tersebut tidak lepas dari kondisi lokasi proyek yang tidak memungkinkan. ''Kawasan itu merupakan bekas sungai dan tambak, sehingga tanahnya agak lembek. Karena itu, konstruksi harus diperkuat supaya jalan tidak cepat rusak,'' jelasnya. Sutoyo menuturkan, sampai kini pihaknya bersama P2T (Panitia Pengadaan Tanah) sedang bernegosiasi dengan warga yang lahannya bakal dikepras. Taken from Jawapos, Jun 27, 2008 Ebek21 June 30th, 2008, 05:16 AM Balai Pemuda Berubah Total Ada Plasa, Gedung Teater, dan Ruang Pamer SURABAYA - Pemkot segera mengonkretkan renovasi Balai Pemuda tahun ini. Setelah mengambil alih Bioskop Mitra 21 dari PT WEDU sejak akhir Mei lalu, pemkot menjadwalkan renovasi kompleks kegiatan kesenian itu. Apalagi, detail engineering design (DED) renovasi Balai Pemuda sudah dibuat dan disetujui wali kota. Kepala Dinas Tata Kota (DTKP) Arif Darmansyah mengatakan, semula pemkot hanya ingin merenovasi eks-gedung Mitra 21 menjadi gedung teater. Tapi, dalam perkembangannya, beberapa gedung juga mengalami perubahan peruntukan. ''Pemkot berencana menambahi bangunan-bangunan baru di kompleks Balai Pemuda,'' jelasnya. Di antaranya, galeri temporer yang ditempatkan di sebelah barat Bioskop Mitra 21. Masjid di kompleks tersebut juga diubah. Arif mengatakan, perombakan Balai Pemuda akan dilakukan secara menyeluruh. Nanti Balai Pemuda dilengkapi kafe terbuka dan plasa. Sesuai desain, kafe ditempatkan di pojok gedung Merah Putih. Sedangkan plasa dibangun di lokasi yang selama ini dijadikan lahan parkir, tepatnya di sisi timur Gedung Merdeka. ''Plasa di sini bukan dalam arti akan membangun mal di Balai Pemuda. Plasa dikonsep seperti open stage yang multifungsi,'' terangnya. Kendati konsepnya sudah matang, kata Arif, proyek yang menelan biaya sekitar Rp 10 miliar itu akan dibangun bertahap. Namun, prioritas utama pembangunan gedung teater. Rencananya, gedung teater dibangun dua lantai. Pada bagian atap, gedung ini diberi cungkup seperti gedung Merah Putih. Dengan begitu, Balai Pemuda akan memiliki dua cungkup sebagai ciri khas bangunan cagar budaya. Untuk renovasi masjid, juga ditambahi fasilitas ruang ekshibisi dan cenderamata. Masjid akan dirombak total. Selain untuk beribadah, gedung itu bisa dipakai untuk ruang pamer dan koleksi cenderamata khas Surabaya. ''Masjidnya tetap di lantai dasar. Sedangkan ruang pamer di atasnya." Anggota Komisi D Muhammad Alyas meminta konsep revitalisasi Balai Pemuda dimatangkan lagi. Dia menginginkan Balai Pemuda bisa menjadi pusat berkumpulnya anak-anak muda Surabaya. ''Intinya, Balai Pemuda bisa dijadikan tempat favorit anak-anak muda ngumpul,'' katanya. Alyas berharap di situ nanti juga ada student centre. Misalnya, dilengkapi perpustakaan. Selama ini gedung perpustakaan milik pemkot jauh dari pusat kota. Itulah sebabnya, perpustakaan kota sepi peminat. ''Kalau ada di tengah kota, perpustakaan pasti ramai,'' lanjutnya. Taken from Jawapos, Jun 30, 2008 Ebek21 July 3rd, 2008, 04:12 AM Target Sebelas Titik Rampung SURABAYA --Pengendara yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo untuk beberapa saat harus hati-hati dan bersabar. Sebab, Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Surabaya saat ini tengah memulai pembangunan pedestrian di jalan itu. Tak urung, proyek itu membuat jalan tersebut macet. Pengerukan saluran di sepanjang jalan itu hampir memakan sepertiga badan jalan. Tak ayal, pengendara harus berhati-hati menghindari lubang mengangga di pinggir jalan yang di atasnya nanti akan menjadi pedestrian. ''Pengerjaan pedestrian di jalan itu merupakan bagian dari proyek pedestrian sepanjang tahun ini,'' jelas Kepala DBMP Sri Mulyono. Proyek pedestrian di Jl Urip Sumoharjo adalah satu dari sebelas titik proyek pedestrian yang ditargetkan selesai tahun ini oleh DBMP. Anggaran yang disiapkan untuk merampungkan proyek itu sebesar Rp 10 miliar. Di antara sebelas titik tersebut, yang sudah selesai baru Jalan Gubernur Suryo, Basuki Rahmat, dan Jalan Tunjungan. Semula, kata Sri, DBMP hanya menarget tujuh jalur yang dikerjakan. ''Tapi, kemudian kami memperbanyak menjadi sebelas titik karena keberadaan pedestrian itu menyangkut kebutuhan pengguna jalan,'' jelasnya. Pembangunan pedestrian dibarengi dengan pemasangan box culver dan saluran untuk mengurangi genangan yang terjadi setiap kali musim hujan. Sri menambahkan, pemkot akan mempunyai pedestrian seluruh jalan primer di Surabaya. Tahun depan, Jalan dr Soetomo dan Jalan Mayjen Sungkono yang akan dibangun. Semua proyek pedestrian diharapkan kelar pada 2010. Taken from Jawapos, Jul 3, 2008 Ampelio July 5th, 2008, 10:44 PM ^^great for Surabaya! Terus terang banyak kota2 besar di Indonesia yang selama ini mengabaikan pembuatan dan pemeliharaan pedestrian (trotoar) ...how can we call it "a city street" if there is no pedestrian? teddybear July 5th, 2008, 11:05 PM update on Adhiwangsa from iwe: http://farm4.static.flickr.com/3246/2599462648_9e46320463_o.jpg Apartemen Universitas Ciputra? http://farm4.static.flickr.com/3103/2599473150_6f6b6fd57b_o.jpg Thanks iwe for the photos! Ebek21 July 6th, 2008, 07:51 AM ^^ Nice update on Adhiwangsa. After looking at their progress, I think August 8 is a very tight schedule to accomplish. Ebek21 July 7th, 2008, 09:12 AM Menurut artikel ini, konstruksi Trillium Residence di Jl Pemuda sudah dimulai. Bagus deh, berarti satu lagi proyek yang jalan di pusat kota. Personal Marketing di Festival Kemarin, Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono bilang, walaupun sudah waktu kampanye pemilihan gubernur Jatim, dia susah cuti. Sebab, tugas sebagai kepala kota terbesar kedua di Indonesia memang banyak. Karena itu, ketika meresmikan Groundbreaking Proyek Office and Residence Trillium di Jalan Pemuda, Pak Bambang cuma mengatakan, ''Please, pilihlah calon yang bisa satu arah sama saya.'' Smart sekali Pak Bambang. Tanpa perlu menyebut nama cagub, para pengusaha dan eksekutif yang hadir waktu itu sudah ngerti maksudnya, hehehe... Terlepas dari apa pun, saya sering mendengar bahwa selama pemerintahan Pak Bambang, Surabaya memang jauh lebih hidup. Bukan cuma lebih adem dan green. Jalur pedestrian di beberapa tempat bahkan mulai di-tile untuk meningkatkan kesan bersih dan rapi. Kehadiran Trillium di tengah kota dengan office building enam tingkat plus apartemen dan hall besar di atasnya pasti akan menambah nilai jual Surabaya. Ketika kemarin saya ''inspeksi terakhir'' untuk persiapan The MarkPlus Festival, 10 Juli, di Shangri-La, saya bertemu Dr Widodo Darmowandowo. Dia dokter spesialis anak, pediatri, tapi kayaknya kemarin aktif sebagai event organizer The 14th Indonesian Congress (Pediatric), 5-9 Juli. ''Untungnya'', kongres itu selesai pukul 6 sore, sehingga panitia MarkPlus bisa toto-toto mulai magrib karena besoknya festival dimulai pukul 07.00 di ballroom yang sama. Surabaya memang hebat untuk MICE (meeting, incentive, conference, and event). Buktinya? Tiga ribu dokter spesialis dari seluruh Indonesia menjadi peserta kongres tersebut. Menurut Widodo -teman sebangku saya di SMAK St Louis-, sebelumnya, 2-5 Juli, ada konferensi sejenis, tapi khusus untuk infeksi di JW Marriott. Pesertanya bahkan se-Asia! Jumlah peserta 1.500 pediatri, termasuk 300 dari luar negeri. Hal yang sama saya katakan ketika diwawancarai SBO sorenya. Me-marketing-kan Surabaya mesti mulai dari MICE, baru ke yang lain. Itu sesuai karakter Kota Surabaya yang merupakan kota bisnis dan tetap menjadi hub Indonesia Timur. Event seperti Cross Culture Festival yang sekarang sedang berlangsung di beberapa tempat di Surabaya juga ide smart pemkot. Dengan melibatkan artis dari negara-negara sahabat, termasuk dari sister cities, diharapkan masyarakat Surabaya makin menginternasional. Selain itu, event seperti itu kan membuat para penyedia pariwisata tambah bergairah. Saya terkejut juga mendengar bahwa bulan lalu, tingkat hunian hotel di Surabaya mencapai 93 persen...! Saya sendiri hampir tidak mendapat kamar di Sheraton, walaupun sudah punya kartu member yang tertinggi, Platinum. Hebat kan? Dengan banyaknya event yang di-create pemerintah dan swasta, juga meng-organize conference yang bersifat nasional di Surabaya, otomatis akan banyak orang luar tertarik pada Surabaya. Dari situlah, baru bisa dikembangkan peluang dagang dan investasi yang lain. Selain itu, bagi yang jeli melihat, pilkada merupakan political marketing. Voter adalah customer yang harus diperebutkan di antara cagub sebagai marketer. Kami di MarkPlus Inc juga mengundang semua cagub dan cawagub untuk hadir pada acara pembukaan, 10 Juli pagi. Maksudnya adalah kelak siapa pun yang terpilih bisa mengapresiasi perlunya marketing untuk Jawa Timur. Bagi mereka? Inilah kesempatan untuk memperkenalkan diri dalam forum gede yang dihadiri lebih dari seribu marketer. Kan festival ini memang didesain untuk saling me-marketing-kan diri. Inilah yang disebut personal marketing. Bagaimana pendapat Anda? (www.hermawankartajaya.com) Taken from Jawapos, Jul 7, 2008 Ebek21 July 7th, 2008, 09:25 AM Desak Sahkan Perda Gedung Bertingkat SURABAYA - Pemkot mengimbau supaya pembangunan gedung, mal, perumahan, dan perkantoran di Surabaya dilakukan dengan konsep vertical building. Hal tersebut tak lepas dari terbatasnya lahan perkotaan saat ini. Karena itu, pemkot berharap agar perda yang mengatur pendirian bangunan bertingkat tersebut segera digedok DPRD Surabaya. Wali Kota Bambang D.H. mengatakan, konsep vertical building atau vertical housing merupakan hal yang sangat mungkin direalisasikan. "Alasan itu sangat rasional. Karena dengan begitu, orang bisa memanfaatkan lahan yang tersisa sebagai ruang terbuka. Seperti, membikin taman," terang Bambang kemarin (6/7). Dengan demikian, lahan yang kosong bisa dipakai untuk parkir maupun RTH (ruang terbuka hijau). Itu, kata Bambang, juga upaya untuk mengatasi permukiman kumuh di kota ini. "Yakni, dengan membangun rusunawa. Konsepnya vertical building. Dibikin banyak blok sehingga daya kapasitasnya besar," jelas politikus PDIP tersebut. Sejatinya, menurut Bambang, pendirian rusunawa dan apartemen tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas, cukup tiga sampai tujuh hektare. "Dengan pembangunan rusun misalnya, orang tidak sumpek. Apalagi, rencananya, semua rusun di Surabaya bakal dilengkapi dengan taman. Warga bisa bercengkerama," terangnya. Bambang mengatakan, ide pembangunan vertical building sejatinya sudah diusulkan sejak empat tahun silam. "Sudah saya lontarkan sejak empat tahun lalu. Kenapa orang tidak membangun dengan konsep tinggi? Ternyata, regulasinya tidak menguntungkan," bebernya. Sebab, ujar Bambang, makin tinggi gedung yang dibangun, pajaknya juga makin besar. "Dengan begitu, orang jadi malas. Sejak saat itu, kami bahas persoalan tersebut. Kami mendorong orang bangun vertikal, namun pajaknya kami murahkan," jelasnya. Pembahasan tersebut sudah disusun lewat raperda. "Itu sudah sekian tahun lalu. Perdanya sudah siap, tapi masih di DPRD. Ya mudah-mudahan segera ditindaklanjuti," paparnya. Jika regulasi tersebut gol, kata Bambang, warga atau investor akan bersemangat membangun gedung tinggi. Karena itu, dia juga akan mengoordinasikan persoalan tersebut dengan Dinas Tata Kota dan Permukiman. Taken from Jawapos, Jul 7, 2008 teddybear July 7th, 2008, 09:32 AM ^Really positive news and sound impressive progress Surabaya has made! If hotel occupancy in Surabaya so high, we might expect more hotel to be built in the near future, hopefully! Ebek21 July 8th, 2008, 03:48 AM Mungkin yang dimaksud dengan nilai investasi Trillium hanya USD 6,52 juta itu hanya untuk gedung perkantoran saja. Kalau sekalian dengan apartemennya, masa iya jumlahnya sekecil itu. Dan bagus Somerset akan bangun gedung perkantoran di kompleks Somerset, yang mana ;kalau nggak salah; akan jadi gedung perkantoran pertama di Surabaya Barat. Empat belas lantai cukup baguslah untuk permulaan :) Dua proyek gedung perkantoran akan dibangun di Surabaya JAKARTA: Dua proyek gedung perkantoran, yakni Somerset Surabaya dan The Trillium Office Park segera dibangun di Surabaya, dengan perkiraan nilai investasi mencapai US$16,3 juta. Perkantoran Somerset yang merupakan bagian dari pengembangan hotel dan apartemen Somerset akan memulai kegiatan konstruksi pada awal 2009 dengan nilai investasi US$9,78 juta. Adapun, The Trillium merupakan proyek perkantoran yang dikembangkan PT Pemuda Central Investindo yang merencanakan kegiatan konstruksi pada September tahun ini dengan nilai investasi diperkirakan US$6,52 juta. BCI Asia, perusahaan riset dan publikasi proyek konstruksi, dalam hasil risetnya menyebutkan Somerset merupakan gedung kantor 14 lantai dengan luas bangunan mencapai 28.000 meter persegi yang dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi di Jalan Kupang Indah, Surabaya. Dian Putra, Manajer Riset dan Pemasaran BCI Asia perwakilan Indonesia, mengatakan PT Pilar Terpadu telah ditunjuk sebagai arsitek Somerset, bersama dengan Benjamin Gideon & Associates sebagai arsitek strukturnya. Adapun, The Trillium merupakan gedung kantor enam lantai dan satu lapis basement dengan luas bangunan 12.000 meter persegi, dengan perkiraan biaya mencapai US$6,52 juta. "The Trillium sendiri dibangun lebih dulu, yaitu seperti rencana pengembangnya pada September tahun ini," kata Dian kemarin. Dia menuturkan pengembang The Trillium telah menunjuk PT Megatika International sebagai arsitek proyek itu bersama dengan Benjamin Gideon & Associates sebagai ahli strukturnya. Berdasarkan catatan Bisnis, ruang perkantoran yang ada di Surabaya per April 2007 mencapai 326.000 meter persegi, dengan proyek yang dijadwalkan akan digarap waktu itu mencapai 28.000 meter persegi. Secara keseluruhan pada periode itu, tercatat ruang ritel yang ada 734.000 meter persegi dengan proyek yang akan masuk 267.700 meter persegi, apartemen dengan layanan tambahan (serviced apartement) 615 unit, kondominium sewa 570 unit, dan kawasan industri seluas 900 hektare. Taken from Bisnis Indonesia, Jul 8, 2008 Ebek21 July 8th, 2008, 04:20 AM Bakrie Ambil Alih Proyek Tol Kalla JAKARTA - Grup Bakrie akhirnya mengambil alih proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo dari PT Bukaka Teknik Tbk. Alasannya, Bukaka tidak kunjung memulai proyek 45 kilometer yang termasuk proyek pembangunan jalan tol Trans-Jawa tersebut. Karena ada akuisisi itu, pemerintah tidak perlu memutus Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Pasuruan-Probolinggo yang dikantongi perusahaan milik Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menyatakan Departemen PU sudah berencana memutus kontrak tersebut pada 25 Juni lalu. "Saya senang ada investor nasional yang akhirnya mengambil alih pembangunan tol itu. Sebab, bila kontrak harus diputus, dibutuhkan waktu tahunan untuk melakukan tender ulang," terang Djoko kemarin (7/7). Tol Pasuruan-Probolinggo membutuhkan investasi Rp 3,3 triliun, termasuk dana pembebasan lahan Rp 149 miliar. Dengan kewajiban investor menyediakan minimal 30 persen dari total investasi, Grup Bakrie yang salah satu pendirinya adalah Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie wajib menyuntikkan dana investasi dari kas perusahaan sekitar Rp 1 triliun. Kekurangannya dapat dipenuhi dengan pinjaman dari sindikasi perbankan. Taken from Jawapos, Jul 8, 2008 teddybear July 8th, 2008, 04:45 AM ^14 floor sounds lame now, at least 20. It might look like other building in that block, dull and use lots of concrete :(, hopefully I'm wrong though. ulost16 July 8th, 2008, 04:48 AM BUat mas mas, mau nanya. OOT dah nyari2 thread Surabaya di Nusantara ga nemu. Kalo Kos2an di Surabaya kira2 berapan ya mas? Ada yang tau gedung SKOMTEK? kalo kos2an deket2 situ ada ga ya? Ebek21 July 8th, 2008, 05:02 AM ^^ Ini thread Surabaya yang pertama (sudah closed) http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=564306 Dan ini yang kedua (yg sekarang) http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=245384 Gedung Scomptec ya ? Itu kan yang di Jalan Kayun. Kalo kos2an di daerah situ mungkin agak mahal karena di pusat kota, untuk satu kamar pasti sejuta lebih 5 tahun lalu, sekarang gak tahu deh. Kalo di daerah agak pinggir, mungkin lebih murah, tapi sekarang kelihatannya cari yang layak huni dibawah sejuta sudah susah. teddybear July 8th, 2008, 07:55 AM A good news, but do not know how bad the problem with getting clean water in Surabaya actually: Ancang-Ancang Bangun Pipa Seribu Kilometer PDAM Membidik 100 Persen Warga SURABAYA - PDAM Surabaya merencanakan proyek skala besar. Yakni, membangun jaringan pipa air sepanjang 1.000 kilometer sampai 1.100 kilometer di Surabaya. Tujuannya, memenuhi target melayani seratus persen warga Surabaya pada 2015. Itu diungkapkan oleh Direktur PDAM Surabaya M. Selim. Menurut dia, PDAM akan membalik skema pembiayaan pemasangan jaringan pipa setelah proyek tersebut berjalan. "Sebelumnya, pelanggan harus membayar dulu, kemudian dipasangi jaringan. Kalau sekarang, kami membangun jaringan pipa dulu. Pelanggan membayar belakangan," imbuhnya. Dengan metode layanan seperti itu, Selim berharap ada akselerasi pertambahan pelanggan baru PDAM. "Tidak icrit-icrit (sedikit-sedikit, Red) seperti tiga tahun lalu," katanya. Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan pelanggan baru PDAM sekitar 15 ribu rumah tiap tahun. Mekanisme pembayaran pun tak ketat. "Kami punya tim asesor untuk menaksir kemampuan calon pelanggan," ucapnya. Kalau memang betul-betul tak mampu, bisa jadi bea pemasangan digratiskan. Model pembayaran seperti itu bisa dilaksanakan secepatnya, berbarengan dengan pembangunan jaringan pipa PDAM tersebut. Tahun ini, proyek itu memasuki proses tender. Empat kontraktor telah menyatakan minat. Pada awal 2009, proses lelang ditarget telah rampung dan pembangunan langsung dimulai. Lantas, pada 2014, pipa tersebut sudah harus bisa mencapai seluruh kawasan di Surabaya. Seperti diberitakan, berdasar data yang dilansir, cakupan layanan PDAM mencapai 70 persen warga Surabaya. Sebanyak 20 persen dari warga yang sudah terlayani belum menikmati layanan prima. Mulai air mengucur di bawah 20 jam hingga debit yang kecil. Kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan Surabaya Timur, Surabaya Utara, dan Surabaya Barat. Selain itu, akibat belum meratanya cakupan layanan PDAM, sebagian masyarakat Surabaya harus mengeluarkan uang sangat banyak. Sebagian warga Greges, Kedung Cowek, dan Sidotopo, Sumberrejo, harus membayar Rp 20 ribu untuk satu meter kubik air. Padahal, untuk jumlah yang sama, penduduk kurang mampu hanya membayar Rp 350-Rp 1.000. "Kalau hambatan itu yang teknis-teknis, seperti kurangnya pembangunan pipa di Surabaya Barat dan Surabaya Timur, saya jamin dalam waktu tak lama lagi bakal kelar," tuturnya. Namun, Selim juga menyebut ada sejumlah hambatan yang sulit diatasi, yakni perizinan. Mayoritas status tanah warga yang belum terlayani memang menyewa kepada instansi, seperti dinas pengairan. Belum lagi, izin untuk membangun jaringan pipa yang melintas di bawah rel KA tak pernah di-ACC oleh PT KAI. Untuk perizinan, Selim mengaku sudah angkat tangan. "Kami tetap mengurus izinnya. Namun, sebelum izinnya diberi, kami tak bisa berbuat banyak," paparnya. Untuk itu, satu-satunya alternatif yang dilakukan oleh PDAM adalah memasang hydrant dengan tarif terjangkau. "Kalau ongkos air sudah memakan lebih dari 5 persen pendapatan, itu sudah tergolong mahal," terangnya. "Maksudnya, supaya tak ada lagi warga Surabaya yang sebulan sekali cuci baju," jelasnya. Padahal, data area yang belum terlayani oleh PDAM masih belum akurat. Contohnya, Tambak Langon dan Buntaran. Data PDAM menyebutkan bahwa di Buntaran hanya ada satu pelanggan. Sementara itu, Tambak Langon sama sekali belum terlayani. Faktanya, Tambak Langon ternyata sudah seratus persen terlayani. Sedangkan di Buntaran, 98 persen KK-nya telah menikmati air PDAM. Soal data, Selim akhirnya mengakui ketidakakuratan itu. "Memang, pendataan kamilah yang belum akurat," tambahnya. Untuk itu, dia akan memanfaatkan proyek perpipaan sekunder dan tersier yang kini tengah ditenderkan tersebut. "Salah satu klausul utama adalah peminat proyek harus menyurvei rumah atau kawasan mana saja yang belum terlayani PDAM secara eksak," ungkapnya. Bila data sudah terkumpul, Selim mengatakan akan mencocokkan dengan data di internalnya. "Setelah itu, kami melakukan verifikasi," imbuhnya. Diharapkan, masalah keakuratan data sudah selesai pada akhir 2008. "Kalau data sudah komplet dan akurat, kami gampang merumuskan kebijakan perpipaan supaya bisa melayani seluruh masyarakat Surabaya," ujar dia. (ano/dos) Ebek21 July 9th, 2008, 03:25 AM Jago Kandang? No Way..! Catatan: Hermawan Kartajaya Tinggal satu hari lagi. Besok, 10 Juli 2008, akan benar-benar jadi The Marketing Day of Surabaya. Hingga kemarin, masih banyak permintaan tiket di last minute. Agus Giri, council member MarkPlus Inc, ''kepala suku'' di Surabaya, bingung mencari kursi tambahan di Hotel Shangri-La. Hampir semua persiapan sudah beres, tinggal perhatian pada yang detail. Ada kabar dari Pondok Pesantren Langitan di Tuban, Kiai Adib yang dipercaya Mbah Kiai Faqih untuk memimpin pondok juga akan datang! Amazing kan. The First Marketing Festival, in the world barangkali, yang pernah dihadiri wakil dari pondok pesantren ternama. Saya memang sudah dua kali berkunjung ke sana. Bahkan, pernah berceramah marketing di sana untuk perwakilan delapan puluh pesantren di sekitar Langitan. Selain itu, Indonesia Marketing Association (IMA), yang ketuanya Y.W. Junardy di pusat dan Dr Sonny Nursutan Hotama di Jatim, juga meng-organize masuknya Ponpes Langitan di Global Compact. Selain Kiai Adib, juga ada tamu surprise dari Jakarta yang akan hadir karena ingin menyaksikan konferensi yang hebohnya sampai ke seluruh Indonesia itu. Saya bahagia sekali karena ada Surabaya Brand Award dari Wali Kota Surabaya yang akan diberikan pada 21 brands kuat asal Surabaya. Ke-21 brands tersebut pilihan hati-hati dari panel juri yang terdiri atas Arif Afandi (wakil wali kota Surabaya), Nany Wijaya (direktur Jawa Pos), Errol Jonathans yang mewakili Suara Surabaya Media, Daniel M. Rosyid mewakili IMA, Tanadi Santoso mewakili MarkPlus Club, Alexander Mulya mewakili Brand Credence, dan saya sendiri mewakili MarkPlus Inc. Panel juri sudah berkumpul dan berdebat selama tiga kali untuk akhirnya mengambil keputusan akhir. Untuk menyederhanakan, kategori media, resto, dan corporate tidak dimasukkan. Yang dipertimbangkan adalah brands asal Surabaya; dengan memperhatikan brand awareness, perceived quality, dan sustainability. Juga disepakati ada empat kategori, yaitu lokal, nasional, internasional, dan legacy. Dji Sam Soe adalah salah satunya. Brand itu sudah berusia lebih dari 90 tahun dan sangat kuat sampai sekarang, sampai akhirnya dibeli Phillip Morris. Juga ada Maxim dari Maspion Group yang merupakan brand alat-alat dapur yang sudah lama diekspor ke mancanegara. Kapal Api, tidak diragukan lagi, adalah satu-satunya brand yang bisa jadi ''payung'' segala macam kopi. Padahal, biasanya kopi itu selera daerah masing-masing. Excelso, saudara kandungnya, juga akan dapat award karena inilah retail warung kopi inovatif yang bisa tetap mengungguli Starbuck dan Coffee Bean di tanah Air. So Klin dari Wings luar biasa. Siapa yang bisa mengganggu pasar Unilever kalau bukan yang satu ini. Juga ada Khong Guan, biskuit asal Surabaya yang sudah menasional sejak lama. Herocyn, bedak bayi legendarisnya Panjang Gunawan, juga merupakan market leader nasional yang tidak terkalahkan. Belum lagi Viva Cosmetics. Inilah brand lama yang masih kuat di segmennya di luar Jatim juga. Asia Tile yang dikomandani Pak Sutatno Sudargo dengan Platinum-nya juga bisa leading secara nasional, bahkan kuat ekspornya. Berikutnya, Avian Paint, merek cat yang tiap tahun meng-organize color trend di Jakarta. Wismilak adalah brand kuat yang juga menasional dan punya kelas tersendiri. Selain itu semua, beberapa brand bisa jadi tuan rumah yang sangat mengakar di market sendiri. Yang mana? Club adalah brand minuman mineral yang dianggap panel juri cukup kuat di Surabaya dan Jawa Timur. Emco untuk cat juga luar biasa. Pak Freddy Pangkey adalah brain di belakang semua strategi. Belum lagi Finna yang merajai semua yang dibuat dari udang. Juga ada Hartono Elektronik yang dulu cuma toko tradisional di Jalan Kertajaya, sekarang jadi benchmark orang Surabaya. Haryono Travel adalah milik kawan saya yang ganteng dan cool. Pak Haryono juga mengakar di sini untuk perusahaan-perusahaan yang butuh tiket dan sebagainya. Ikan Dorang, brand low profile di bidang minyak goreng yang kuat. Begitu juga Jamu Iboe yang mewakili Surabaya untuk perjamuan yang biasanya dikuasai Jawa Tengah. Lem Radjawali, punya ibu Lizza, adalah brand yang sangat kuat, di mana pesaingnya gak sadar brand. Selain itu, masih ada UBM Biscuit yang hebat. And last but not least: Wong Hang Tailor. Aktif mengadakan fashion show secara rutin, Wong Hang adalah nama brand yang kuat. Di samping 21 brands itu, pasti masih banyak brand lain yang mungkin tidak terlihat atau terlewat, mohon maaf. Kali ini, metodologinya based on wisdom para anggota panel juri. Untuk tahun depan, saya sudah bicara dengan juri bahwa MarkPlus Insight, divisi riset MarkPlus Inc, akan melakukannya berdasar riset supaya hasilnya lebih mantap. Kalau 21 brands itu besok mendapatkan award dari wali kota, maksudnya tidak lain untuk menjadikan mereka role models bagi yang lain. Mudah-mudahan semakin banyak brands kuat dari Surabaya. Kalau itu terjadi, secara tidak langsung, city brand Surabaya juga akan tambah kuat. Kan, membangun brand yang kuat sebaiknya dari lokal dulu, ke nasional, baru internasional, dan akhirnya jadi legacy. MarkPlus Inc mulai membangun brand-nya dari Surabaya pada 1990, lima tahun kemudian, baru ke Jakarta. Sekarang di ASEAN dan pingin-nya pada 2020 di dunia. Yang penting, ingat lho. Arek Suroboyo jangan cuma puas jadi jago kandang. Bagaimana pendapat Anda? (www.hermawankartajaya.com) Taken from Jawapos, Jul 9, 2008 hermawan July 9th, 2008, 07:16 AM kalo Surabaya ingin maju, ya harus gandeng daerah-daerah sekitarnya. :ohno: P. Jawa bagian barat punya koridor pengembangan Jakarta-Bandung, Jawa bagian tengah punya koridor Semarang - Solo - Yogya, Surabaya - ?. Harusnya Surabaya - Malang - Kediri, atau Surabaya - Malang - Jember. gimana!::ohno: Jadi pembangunan kota surabaya harus didukung kemajuan sekitarnya. jangan melaju sendirian Ebek21 July 9th, 2008, 09:01 AM ^^ Pernah dengar istilah Gerbang Kertasusila atau kadang2 disebut Greater Surabaya ? Itu konsep yang dikembangkan pemerintah sekitar tahun 80-an yang meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan. Itulah Surabaya dan daerah2 penyokongnya, seperti Jakarta dan Jabodetabeknya. Perlu diketahui, nggak akan pernah ada namanya suatu daerah melaju sendirian. Dahulu Surabaya besar dan ramainya juga mulai dari pelabuhan dulu, pelabuhan isinya apa kalo bukan bahan2 komoditi seperti cengkeh, gula, beras, tembakau, kopi, garam, dll yg dihasilkan oleh daerah2 seperti Jember, Lumajang, Malang, Kediri, Madura dan dikirim ke seluruh pelosok Nusantara dan dunia. Perkembangan Surabaya sudah lama memicu perkembangan daerah2 di sekitarnya seperti Sidoarjo, Gresik, dan Pandaan. Dan sudah mengarah ke Malang dan Pasuruan juga, sayangnya terimbas bencana lumpur Lapindo. Ke depan perkembangan Surabaya juga akan memacu perkembangan di Pulau Madura seiring selesainya Jembatan Suramadu, yang mana juga akan berimbas ke semakin ramainya kota Surabaya sendiri.. hermawan July 9th, 2008, 11:05 AM Ya itu sudah lama, Jakarta punya Jabodetabek, Bandung punya Bandung Raya, ada Solo Raya. Pembangunan kawasan harus dipacu dari dua atau tiga titik pertumbuhan, sehingga di antara dua titik itu menjadi koridor pertumbuhan. Misalnya Jakarta - Bandung, maka sepanjang jalur itu seperti bekasi, Cikampek, Purwakarta akan menjadi koridor pertumbuhan. Titik Semarang- Solo - Yogya menumbuhkan koridor pertumbuhan di titik itu. Jadi bukan hanya dengan pola merambat dari pusat ke pinggiran saja. Coba kita tetapkan misalnya Jember atau Madiun sebagai titik pertumbuhan. Maka koridor sepanjang dua kota itu akan menjadi lebih maju juga. glitz_boy July 10th, 2008, 05:50 PM i tink east java got surabaya-malang oredy mah ..... y madiun? Trip2Java July 11th, 2008, 02:51 PM ^^ Pernah dengar istilah Gerbang Kertasusila atau kadang2 disebut Greater Surabaya ? Itu konsep yang dikembangkan pemerintah sekitar tahun 80-an yang meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan. Itulah Surabaya dan daerah2 penyokongnya, seperti Jakarta dan Jabodetabeknya. Perlu diketahui, nggak akan pernah ada namanya suatu daerah melaju sendirian. Dahulu Surabaya besar dan ramainya juga mulai dari pelabuhan dulu, pelabuhan isinya apa kalo bukan bahan2 komoditi seperti cengkeh, gula, beras, tembakau, kopi, garam, dll yg dihasilkan oleh daerah2 seperti Jember, Lumajang, Malang, Kediri, Madura dan dikirim ke seluruh pelosok Nusantara dan dunia. Perkembangan Surabaya sudah lama memicu perkembangan daerah2 di sekitarnya seperti Sidoarjo, Gresik, dan Pandaan. Dan sudah mengarah ke Malang dan Pasuruan juga, sayangnya terimbas bencana lumpur Lapindo. Ke depan perkembangan Surabaya juga akan memacu perkembangan di Pulau Madura seiring selesainya Jembatan Suramadu, yang mana juga akan berimbas ke semakin ramainya kota Surabaya sendiri.. Agree :) gerbangkertosusila, the next megalopolis ...aku pernah denger kalo kawasan ini akan berkembang pesat melebihi jabodetabek kelak yang akan tiba pada titik jenuhnya... apalagi dengan selesainya jembatan suramadu, dulu dalam sejarahnya... predikat kota terbesar di indonesia di sandang oleh surabaya...sebelum akhirnya direbut jakarta setelah dijadikan ibukota negara ...karena semua lini perekonomian ikut diboyong ke jakarta sebagai pusat. intinya, sejak zaman dulu surabaya memang sudah menjadi salah satu kota paling besar dan maju di negeri ini Ebek21 July 12th, 2008, 05:19 AM Menteri PU Jamin Suramadu Tepat Waktu SURABAYA - Pembangunan Jembatan Suramadu dipastikan selesai tepat waktu. Sesuai jadwal, proyek bernilai triliunan rupiah itu selesai akhir tahun ini. "Kalau tidak ada halangan, tahun baru nanti saya berada di sini untuk melihat langsung jembatan yang sudah jadi," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat mengunjungi jembatan tersebut kemarin (11/7). Kemarin Djoko menyaksikan fisik bangunan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura itu dengan menggunakan kapal boat. Selama perjalanan, dia banyak menanyakan segala sesuatu yang terlihat dari kaca jendela kapal. "Progress-nya signifikan," ujarnya bangga. Tidak hanya berkeliling, Djoko juga mampir di pylon 46 yang menjadi tonggak tengah Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Setelah turun dari kapal, dia menaiki lift proyek menuju lokasi pembangunan badan jalan di ketinggian 46 meter dari atas permukaan air laut. Di sana, dia melihat kemajuan pembangunan badan jalan. "Nanti, di atas beton ini dilapisi aspal setebal delapan sentimeter," katanya sambil menunjuk beton yang masih terlihat jeruji besinya. Dia mengatakan, hingga saat ini, progress pembangunan Jembatan Suramadu telah mencapai 82 persen. Sisanya, 18 persen, diselesaikan dalam lima bulan mendatang. Djoko memastikan, jembatan sepanjang 5.438 meter itu dapat beroperasi mulai April 2009. Rentang Januari sampai Maret digunakan untuk persiapan pengoperasian jembatan. Dia menambahkan, pengerjaan pilar jembatan hampir selesai. Hingga saat ini, tinggal 18 pilar di sisi bentang tengah yang sedang dalam penyelesaian. Sembilan pilar di antaranya berada di sisi Madura dan sisanya di sisi Surabaya. "Kondisi ini jauh berbeda ketika saya datang sebelumnya," tambah Djoko. Menurut dia, kini causeway (jalan pendekat) sisi Surabaya telah selesai 96,7 persen dan yang berada di sisi Madura mencapai 93 persen. Panjang jalan pendekat sisi Surabaya 1.458 meter persegi dan sisi Madura 1.818 meter persegi. Jembatan tersebut rencananya terdiri atas empat lajur khusus roda empat atau lebih. Masing-masing selebar 3,5 meter. Ada pula dua lajur selebar 2,5 meter untuk jalur darurat. Sepeda motor juga diberi jalur khusus dua lajur. Masing-masing selebar tiga meter. Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Yusid Toyib menyatakan, pembangunan jembatan tersebut secara keseluruhan relatif lancar. Baik itu pembangunan konstruksi, pembebasan tanah, maupun tambahan dana. "Doakan lancar terus. Karena waktu semakin mepet, kami terus bekerja penuh keseriusan. Insya Allah selesai tepat pada waktunya, akhir tahun ini," katanya. Taken from Jawapos, Jul 12, 2008 Ebek21 July 12th, 2008, 05:24 AM Satu lagi taman kota di Surabaya :) Taman Jagir, Kerja Bareng PDAM-DKP SURABAYA - Warga Jagir sebentar lagi bisa menikmati taman baru, ''Taman Jagir'' namanya. Taman ini berada di Jalan Lumumba, dekat Kali Jagir Wonokromo. Taman yang pengerjaannya dimulai 20 Mei lalu sudah hampir selesai. Menurut koordinator lapangan (korlap) pekerja taman Yogi, semua fasilitas taman sudah terpasang ''Hanya tinggal memasang jaringan listrik dan lampu jalan saja,'' ujarnya. Semua fasilitas di Taman Jagir, kata Yogi, tidak jauh berbeda dengan taman-taman kota lainnya. Di tempat ini dilengkapi fasilitas bermain untuk anak-anak, seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan selasar. Selain itu, di taman itu juga tersedia lahan parkir, toilet, dan tempat duduk untuk bersantai. ''Konsepnya hampir mirip Taman Prestasi,'' kata Yogi. Yogi menambahkan, pembuatan Taman Jagir merupakan proyek kerja sama antara PDAM dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya. ''PDAM yang membuat, karena tanah ini milik mereka, '' tambahnya. Hal serupa juga diungkapkan Abdul Fakhi, pekerja. ''Tempat ini dibangun di atas lahan milik PDAM, tapi nanti yang mengelola DKP, '' katanya di sela-sela pekerjaannya. Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Hidayat Syah membenarkan hal tersebut. Menurut dia, Taman Jagir rencananya selesai 20 Agustus mendatang. ''Kami target tiga bulan, dan sepertinya akan lebih cepat,''katanya. Hidayat menambahkan, dengan adanya Taman Jagir ini diharapkan citra Jagir Wonokromo yang selama ini terkesan kumuh dan tidak nyaman dapat berubah. Taken from Jawapos, Jul 12, 2008 Ebek21 July 13th, 2008, 01:58 PM Finally.. Pembangunan Arteri Siring-Porong Dimulai BPLS Masih Hadapi Masalah Pembebasan Lahan SIDOARJO, KOMPAS - Setelah molor lebih dari enam bulan, proyek relokasi infrastruktur jalan arteri Siring-Porong—akibat luapan lumpur Lapindo—akhirnya dimulai, Jumat (11/7). Pemancangan pertama tiang jembatan jalan dilakukan di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo (BPLS), meresmikan pembangunan itu dengan menekan sirene pemancangan. Acara dihadiri Kepala BPLS Soenarso, Asisten II Pemerintah Provinsi Jawa Timur Chaerul Djaelani, dan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso. ”Saya harap relokasi infrastruktur ini akan kembali menumbuhkan perekonomian Jawa Timur yang terhambat akibat luapan lumpur,” kata Djoko. Sejak lumpur Lapindo menenggelamkan jalan tol Porong- Gempol pada tahun 2006, lalu lintas kendaraan bermotor rute Surabaya-Pasuruan-Malang dan sebaliknya dialihkan ke jalan arteri Porong-Gempol. Akibatnya, di ruas jalan sepanjang 5 kilometer tersebut sering terjadi kemacetan sehingga transportasi barang dan orang dari wilayah utara ke timur dan selatan Jawa Timur (Jatim) terganggu. Chaerul Djaelani mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2007 berada pada level 6,11 persen (di bawah rata-rata nasional yang 6,3 persen) dengan kerugian ekonomi akibat luapan lumpur mencapai Rp 33 triliun. ”Jika tidak ada bencana lumpur, pertumbuhan ekonomi Jatim bisa 6,4 persen,” katanya. Kendala Menurut rencana, relokasi infrastruktur akan mencakup pemindahan jalan tol Porong-Gempol, jalan arteri, rel kereta api, serta pipa gas dan air bersih. Pembangunan akan melewati 11 desa di Kabupaten Sidoarjo dan empat desa di Kabupaten Pasuruan. Adapun lahan yang akan dibebaskan sekitar 120 hektar. ”Saat ini, dari 11 desa yang harus dibebaskan, baru lima desa yang menyepakati harga ganti rugi,” kata Soenarso menjelaskan. Lahan yang belum dibebaskan, katanya, sekitar 60 persen. Dalam kaitan itu, kemarin Djoko mengimbau agar masyarakat yang belum melepas lahan mereka segera menyepakati harga ganti rugi tersebut secara ikhlas. ”Ini demi kepentingan masyarakat luas. Pemerintah akan mengganti tanah tersebut dengan nilai yang sangat layak. Sebab, harga (ganti rugi itu) ditetapkan tim penaksir independen sesuai harga pasar,” katanya. Terkait dengan semburan lumpur Lapindo, kemarin Tim Pengawas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (TPPLS) bentukan DPR meminta agar pemerintah menetapkan desa-desa di sekitar semburan lumpur—yang belum masuk peta terdampak lumpur—ditetapkan sebagai daerah berbahaya. Karena itu, semua desa tersebut harus dikosongkan. Alasannya, kata Ketua TPPLS Priyo Budi Santoso, semburan terus bermunculan di desa-desa tersebut. Taken from Kompas, Jul 12, 2008 Ebek21 July 13th, 2008, 02:10 PM Old news, but still very exciting one.. Star Cruises jajaki pengembangan rute di RI SURABAYA : Kapal pesiar Star Cruises yang berpusat di Hong Kong siap menjajaki pengembangan rute pariwisata di Indonesia dengan menggabungkan kunjungan ke pelabuhan di Surabaya, Semarang, Kepulauan Seribu, Bali, Lombok dan Pulau Komodo. Assistant Vice President Business Development Sammy Chan mengatakan pada dasarnya manajemen Star Cruises tertarik mengembangkan rute baru. Apalagi, lanjutnya, pelanggan kapal pesiar ini umumnya juga menyukai destinasi yang baru. "Kami tertarik untuk mencoba mengembangkan rute ke Surabaya setelah mendapat penjelasan tentang potensi wisata di Indonesia, khususnya daerah wisata di luar Pulau Bali seperti Jawa Timur, dari pihak Surabaya Tourism Pormotion Board [STPB] dan sebagainya," papar Sammy dalam siaran pers yang diterima Bisnis di Surabaya, hari ini. Kemungkinan, tambahnya jenis kapal yang bisa msuk ke Surabaya itu SuperStar Virgo, SuperStar Libra dan SuperStar Aquarius. Ketiga kapal pesiar tersebut masing-masing memiliki kapasitas 1.829 orang, 1.529 orang dan 1.287 orang. Dia mengatakan rata-rata satu penumpang bisa menghabiskan US$300 setiap kali turun dari kapal. Assistant Vice President Port Operations & Embarkation Star Cruises Yong Peng Wai menambahkan kelak pihaknya akan menggabungkan beberapa pelabuhan yang ada di Indonesia, khususnya di Surabaya, Semarang, Kepulauan Seribu, Benoa di Bali, Lombok serta Komodo. Menurut dia, lama perjalanan kapal pesiar itu akan dibuat dua minggu. "Kami akan segera melakukan inspeksi ke Surabaya untuk melihat secara langsung kondisi pelabuhan dan obyek-obyek wisata yang ada di Jawa Timur," ujarnya. Dari hasil inspeksi itu, lanjut dia, manajemen Star Cruises akan menyusun paket perjalanan yang dinilai menarik. Termasuk di dalamnya adalah perjalanan wisata belanja cendera mata khas Indonesia. Taken from Bisnis Indonesia, Jun 18, 2008 Hadi July 13th, 2008, 05:39 PM Splazto Boutique Mall & Entertainment Center http://img169.imageshack.us/img169/8755/splazto00surabaya00x2xuz5.jpg http://img179.imageshack.us/img179/5528/splazto00surabaya00kj0.jpg More Images : http://www.futurarc.cn/en/issue4/image40.htm Apa kabar Proyek ini??? Sayang Mangkrak, Bagus low Hadi July 13th, 2008, 05:48 PM http://www.vibiznews.com/1new/news.php?id=91&sub=news&page=property The Platinum Surabaya??? teddybear July 13th, 2008, 09:55 PM ^Part of Graha Family Complex. Interested to know the rendering. I'll be surprised to see anything tall. Might be 10 floors or lower, imo. Apa kabar Proyek ini??? Sayang Mangkrak, Bagus low Terlalu banyak mall di jalur tsb. Mulai dari Ciputra Mall yg bakal berdiri, Goci, Supermall+PTC, LenMarc yg lagi dibangun, dlsb. but interesting to know what will be built instead on that empty land! Ebek21 July 14th, 2008, 03:49 AM Bulan lalu dua blok proyek rusunawa di ITS juga diresmikan oleh menteri yang sama, sekarang malah ketambahan empat blok. Hebat sekali ITS sangat cepat menyelesaikan proyek2 rusunawanya dan dana yang digunakan juga lumayan besar, tanpa gembar gembor lagi. Rusunawa ITS diresmikan http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/RusunawaITS.jpg SURABAYA: Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan asrama mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang dibangun dengan konsep rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Rumah susun tersebut terdiri dari empat twin block dengan jumlah kamar mencapai 384 unit. Fasilitas rusunawa yang ditujukan bagi mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) itu dibangun di areal seluas 3.350 meter persegi dengan dana Rp28,5 miliar yang merupakan sumbangan Departemen Pekerjaan Umum (PU). "Program rusunawa bagi perguruan tinggi ini merupakan kelanjutan dari program Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah sejak 2003, dan rusunawa ITS ini merupakan asrama mahasiswa terbesar di antara perguruan tinggi se-Indonesia," ujar Djoko. Taken from Bisnis Indonesia, Jul 14, 2008 Ebek21 July 14th, 2008, 03:53 AM Selatan Rampung, Timur Masih Nego Frontage Road di Timur Jalan A. Yani SURABAYA - Progres proyek frontage road mulai menunjukkan sisi terang. Jalur paling selatan sejauh 900 meter yang menghubungkan Siwalankerto-Korem (tol Waru) garapan PT Citra Margatama Surabaya (CMS) telah rampung. Sisanya, 600 meter ke utara, akan dituntaskan oleh dinas bina marga dan pematusan. Pengerjaan frontage road ujung selatan memang digarap PT CMS sebagai investor tol tengah. Jalan tersebut dibangun untuk memperlancar akses ke tol Waru. Kini, jalan itu sudah diperlebar dari 5 meter menjadi 9,5 meter. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini mengatakan sudah tak ada problem pada sisi selatan. "Tinggal tunggu sambungannya, 600 meter ke utara, yang digarap bina marga," ujarnya. Selain di ujung selatan, yang sedang dibangun adalah kawasan tengah frontage road, mulai Margorejo hingga RSAL. Sisi tersebut masih proses negosiasi. Dia menjelaskan, untuk Margorejo, ada beberapa rumah yang sudah dibebaskan. Sementara itu, yang dekat dengan IAIN dan sekitar RSAL masih tahap negosiasi. "Mudah-mudahan negosiasinya dapat dipercepat," terangnya. Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Sri Mulyono menjelaskan, di sisi utara Jatim Expo ada sekitar 19 rumah yang lahannya harus dibebaskan. Berdasar harga appraisal di daerah itu, untuk tanah yang menghadap rel kereta api, nilai jual objek pajak (NJOP)-nya Rp 900 ribu per meter persegi. Sedangkan NJOP rumah yang menghadap Jalan Margorejo Rp 4 juta per meter persegi. "Saat ini, kami masih konsen yang di sebelah utara Jatim Expo. Sebab, yang di Margorejo cukup sulit. Warga belum mau menerima tawaran kami," ucapnya. Khusus Margorejo, tutur Sri, pihaknya akan berkoordinasi dengan kelurahan setempat. "Kami akan terus sosialisasikan pembebasan tanah tersebut," jelas penggemar lagu campursari itu. Namun, pihaknya belum berani menarget kapan pembebasan lahan tersebut kelar. Sementara itu, salah seorang warga yang lahannya sudah dibebaskan oleh pemkot mengeluhkan harga yang diterimanya. Mutmainah dari RT 7 RW 2 Kelurahan Margorejo mengaku mendapatkan ganti rugi sekitar Rp 2 juta per meter persegi. Total luas tanah miliknya adalah 26 meter persegi. Total ganti rugi yang dia terima Rp 56 juta. "Itu hanya harga tanah. Bangunannya tidak dihargai," jelasnya. Sebab, dia tidak memiliki sertifikat bangunan. Dia hanya punya kuitansi pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Dia juga mengeluhkan tidak adanya ganti rugi untuk listrik dan PDAM. "Padahal, katanya ada ganti rugi untuk itu," ungkapnya. Tak urung, menurut dia, dengan uang Rp 56 juta tersebut, dia masih belum berani pindah. "Mau dapat rumah di mana dengan harga segitu. Padahal, tetangga lain sudah pindah semua," tuturnya. Karena itu, dia berharap pemkot bersedia mempertimbangkan ganti rugi untuk bangunan, listrik, dan PDAM. Taken from Jawapos, Jul 14, 2008 Ebek21 July 14th, 2008, 04:01 AM Sembilan Titik Jadi Ikon Pemkot Lanjutkan Revitalisasi Kalimas SURABAYA - Revitalisasi Kalimas terus berlanjut. Pemkot akan menjadikan sembilan titik pengerukan di sungai itu sebagai ikon dengan tema penataan sendiri-sendiri. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, revitalisasi Kalimas meliputi beberapa program. Pertama, penguatan identitas kawasan. Yakni, mengubah dan menata orientasi bangunan tepi sungai. ''Yang semula kumuh akan kami jadikan sebagai wisata air atau ikon cagar budaya,'' jelasnya kemarin (13/7). Misalnya, spot 9 di pintu air Jagir. Kawasan tersebut akan dijadikan ikon wisata air. Karena itu, ada upaya yang bakal dilakukan pemkot bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta. Yakni, pengerukan lumpur sungai. Selain itu, akan dilakukan redesain pintu air sehingga bisa mengatur debit air sungai dengan baik. Jembatan Jagir juga akan direnovasi. Sekitarnya bakal dipercantik dengan pagar tanaman. Juga, dibangun pedestrian yang dipadukan dengan berbagai tanaman bunga di sekitarnya. Risma mengatakan, pemkot juga bakal mempertahankan bangunan lama cagar budaya tepi sungai. Misalnya, spot 4 di kawasan Peneleh. Kawasan itu bakal disulap menjadi ruang publik di tepi sungai dekat dengan Makam Peneleh yang mempunyai sejarah sebagai makam para serdadu Belanda. Upaya yang dilakukan adalah mengeruk lumpur sungai, membangun pedestrian dan dermaga, serta membenahi akses dari Kalimas ke makam Belanda. Di spot 3 akan dilakukan upaya yang sama. Tema di titik itu adalah integrasi lingkungan Kalimas dengan Tugu Pahlawan. Yang utama penataan perumahan tepi Kalimas. Saat ini bangunan liar yang ada di sekitar sungai sudah ditertibkan. ''Penertiban bangunan liar di sepanjang sungai dilakukan Satpol PP,'' ungkap alumnus ITS tersebut. Program kedua, kata Risma, perbaikan kualitas lingkungan yang meliputi penanganan kualitas air dan endapan lumpur. Karena itu, yang paling pokok dalam penanganan Kalimas adalah meningkatkan kualitas air dengan mengeruk lumpur di beberapa spot. ''Kami bekerja sama dengan tim ahli dari Kitakyushu, Jepang. Mereka membantu kami dalam penanganan kualitas air,'' sebutnya. Revitalisasi Kalimas digadang-gadang akan menguatkan Surabaya sebagai kota perdagangan. ''Jika sektor perairan hidup, imbasnya bakal luar biasa,'' jelas Risma. Taken from Jawapos, Jul 14, 2008 Ebek21 July 14th, 2008, 04:24 AM ^Part of Graha Family Complex. Interested to know the rendering. I'll be surprised to see anything tall. Might be 10 floors or lower, imo. Terlalu banyak mall di jalur tsb. Mulai dari Ciputra Mall yg bakal berdiri, Goci, Supermall+PTC, LenMarc yg lagi dibangun, dlsb. but interesting to know what will be built instead on that empty land! Dimana tepatnya Splatzo ini ? Apa benar di lokasi Sungkono Trade Center ? Bangunan disana yang bertahun2 mangkrak gak jadi2 kan. Siapa ya pengembangnya ? Ebek21 July 14th, 2008, 10:33 AM Kurangi Keluhan, Pertamina Bangun Akademi SPBU http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SPBU1.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/SPBU2.jpg Setelah meluncurkan program SPBU Pasti Pas, Pertamina kini membuka Akademi SPBU sebagai tempat pelatihan komprehensif bagi operator SPBU. Peluncuran Akademi SPBU itu dilakukan di SPBU Jl. Jemursari oleh DJAELANI SUTOMO Vice President Pemasaran BBM Retail, Senin (14/07). Akademi SPBU yang merupakan terobosan pertama kalinya di Indonesia dibangun Pertamina, kata DJAELANI, diadakan untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi manajemen dan pelayanan di SPBU serta memberikan pelayanan yang melebihi harapan pelanggannya. Ia menargetkan 20 ribu operator nantinya dilatih di Akademi SPBU. Untuk itu, pembangunan Akademi SPBU juga akan dilakukan di sejumlah kota. Masing-masing akan diikuti 30 operator setiap angkatan selama 4 hari pelatihan. Seluruh akomodasi akan ditanggung oleh Pertamina dan peserta Akademi SPBU akan tinggal di asrama. Beragam materi akan diberikan pada pelatihan ini, diantaranya soal kepuasan pelanggan dan standar keamanan SPBU. “Dengan pelatihan ini kita harap para operator tidak hanya melayani asal melayani, tapi juga melayani dengan hati. Berempati dengan pelanggan dan mengutamakan kepuasan pelanggan,” ujarnya. Cara ini ditempuh Pertamina, kata DJAELANI, untuk memenangkan kompetisi dengan SPBU asing yang mulai akan masuk. Surabaya dan Region V dianggap penting karena dalam waktu dekat kompetitor Pertamina, seperti Shell dan Petronas akan masuk. Jika tidak dilakukan program perbaikan pelayanan, jelasnya, bisa jadi konsumen akan berpindah ke kompetitor. Ia mencontohkan anjloknya perjualan BBM jenis Pertamax sampai 30% saat Shell baru saja masuk. Ini, ujarnya, hanya bisa diimbangi dengan pelayanan yang sempurna pada konsumen. Pertamina sendiri pada tahun ini menargetkan seribu SPBU telah memperoleh status Pasti Pas. Untuk Region V yang meliputi Surabaya, Madura, Madiun, Kediri, Malang, Banyuwangi, Bali, NTB, dan NTT, hingga 7 Juli 2008, baru 79 SPBU yang memperoleh standar Pasti Pas. targetnya hingga akhir tahun ini adalah 193 dari total 967 SPBU. Standar Pasti Pas berisi 85 item yang harus dipenuhi, diantarnya soal standar pelayanan, kebersihan, administrasi, dan teknis. Taken from www.suarasurabaya.net, Jul 14, 2008 Ebek21 July 14th, 2008, 05:52 PM Surabaya raih penghargaan kota langit biru terbaik Surabaya kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan hidup. Kali ini Surabaya dinobatkan sebagai kota dengan program langit biru terbaik, penghargaan untuk kualitas udara perkotaan. Penghargaan diberikan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, Jumat 11 Juli 2008, kepada Kota Surabaya yang diterima langsung oleh Walikota Bambang Dwi Hartono, didampingi oleh Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Togar Arifin Silaban. Pemberian penghargaan kepada kota-kota yang berhasil meningkatkan kualitas udara dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2008 di Jakara. Acara penganugerahan kualitas udara perkotaan dilakukan sebagai bagian dari Indonesia International Motor Show (IIMS) dengan tujuan agar dunia otomotif ikut secara aktif meningkatkan kualitas udara perkotaan. Pada kesempatan itu ditandatangani kesepakatan bersama (MOU) antara Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Perindustrian dan Menteri Perhubungan untuk meningkatkan upaya kualitas udara perkoaan melalui peningkatan kualitas industri otomotif dan peningkatan sistim transportasi perkotaan. Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) pada tahun 2007 melakukan evaluasi kualitas udara perkotaan, khususnya akibat emisi gas buang kendaraan bermotor, di 12 kota di Seluruh Indonesia. Tim Langit Biru dari KNLH melakukan survei dan pengukuran kualitas udara di berbagai titik di masing-masing kota. Kinerja kualitas udara perkotaan diukur dari dua bidang yaitu parameter kualitas udara bebas (ambien) yang meliputi konsentrasi Carbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), Total Suspended Particles (TSP), Particulate Matter (PM10), Nitrogen Dioksida (NO2), Hydro Cabon (HC), dan Ozon ()3). Sedangkan kinerja sistem transportasi diukur dari kecepatan rata-rata kendaraan, kepadatan lalulintas atau rasio jumlah kendaraan terdhadap volume jalan (V/C ratio) dan tingkat pelayanan jalan (level of service, LOS). Selain itu dilakukan juga uji emisi gas buang terhadap kendaraan berbahan bakar solar maupun kendaraan berbahan bakar bensin. Hasil survei di lapangan, dianalisa oleh sejumlah pakar yang dipimpin oleh pakar transportasi ITB, Prof.DR. Ofyar Tamin dan pakar kualitas udara ITB, DR.Driejana. Hasil dari evaluasi kinerja kualitas udara dan sistim transportasi perkotaan, untuk kategori kota Metropolitan, Surabaya meraih nilai tertinggi disusul kota Jakarta Pusat dan Makassar. Untuk kategori kota besar, penghargaan diberikan kepada Denpasar dan Yogyakarta. Kelima kota yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas udara perkotaan itu mendapatkan bantuan dari KNLH berupa peralatan alat uji emisi kendaraan bermotor yang langsung diserahkan hari itu juga kepada Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono. Peralatan senilai Rp. 130 juta itu akan digunakan oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya unuk melakukan uji emisi kendaraan bermotor melengkapi peralatan yang sudah ada. Deputy Bidang Pencemaran Lingkungan KNLH, Ir. Moh. Gempur Adnan, yang didampingi oleh Asisten Deputy, Ade Palgunadi, di Jakarta mengatakan, evaluasi kualitas udara perkotaan dan sistim transportasi perkotaan dilakukan pertama kalinya pada tahun 2007 untuk melihat kinerja kualitas udara kota-kota di Indonesia. Kegiatan itu akan dilakukan secara berkala setiap tahun yang berlangsung pada bulan Februari – September. Kedepan, jumlah kota yang akan dievaluasi akan akan ditambah dan kriteria penilaian akan ditingkatkan, sehingga secara bertahap kualitas udara perkotaan di Indonesia akan ditingkatkan. Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono, menyambut gembira pemberian penghargaan kualitas udara perkotaan itu. ”Ini adalah hasil kerja bersama warga kota, para pemangku kepentingan (stake holder) kota, sehingga Surabaya dinilai berhasil meningkatkan kualitas udara”, demikian walikota. ”Terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut secara aktif untuk meningkatkan kualitas lingkungan kota ini. Kita akan terus bekerja keras agar Surabaya menjadi kota yang lebih nyaman dan lebih sehat untuk ditinggali”, tambahnya. Taken from www.togarsilaban.com, Jul 14, 2008 Ebek21 July 15th, 2008, 03:43 AM Update proyek jalan tol Surabaya-Mojokerto Jasa Marga segera lobi Marga Nujyasumo Agung JAKARTA: PT Jasa Marga Tbk segera melobi Marga Nujyasumo Agung dalam pekan ini, terkait dengan rencana perseroan itu untuk memperbesar porsi kepemilikan di proyek tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Direktur Jasa Marga Frans Satyaki Sunito memastikan apabila kepemilikan mayoritas konsesi tol Sumo itu beralih ke Jasa Marga, pembangunan ruas tol itu dapat segera dilanjutkan. "Pekan-pekan ini saya segera temui MNA secepatnya, agar bulan ini bisa direalisasikan," katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu. Frans menambahkan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sudah menyampaikan permintaan secara lisan kepada Jasa Marga untuk menggarap ruas tol strategis di koridor Trans-Jawa yang terhambat pembangunannya. "Saya diminta Pak Menteri [Menteri PU] langsung untuk mengerjakan proyek tol yang tertunda," tambah dia. Perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) Sumo dipegang oleh Marga Nujyasumo Agung sebesar 36,5%, Jasa Marga 16%, PT Dressa Cipta 20%, PT Kaliurang Daya Cipta 15%, dan PT Induco Matra 12,5%. Jasa Marga berencana menambah kepemilikan saham menjadi 55% dengan menyuntikkan dana sekitar Rp400 miliar. Menteri PU mengakui pemegang mayoritas saham proyek tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sedang mengalami kendala sehingga pekerjaannya tersendat. Dia mengatakan Departemen PU masih menunggu laporan mengenai perkembangan proyek yang digarap PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) itu. MNA merupakan perusahaan patungan yang menandatangani perjanjian untuk proyek tol Surabaya-Mojokerto. "Ternyata masih ada masalah. Jasa Marga atau Wika (yang berencana mengakuisisi), saya belum mendapatkan laporan lagi, tunggu saja," katanya kemarin. Wijaya Karya Selain Jasa Marga, BUMN lainnya, Wijaya Karya juga sudah menyatakan minatnya untuk mengambil alih porsi saham mayoritas pada tol Sumo itu hingga mencapai 51%. Dirut Wika Bintang Perbowo mengemukakan segera melakukan transaksi ke Marga Nujyasumo Agung untuk mengakuisisi saham dan mengerjakan proyek tersebut. Sebelumnya, Moelia Aida, Direktur Marga Nujyasumo Agung, mengatakan pekerjaan tol Sumo sudah memasuki tahap pembebasan tanah pada seksi IA dan ditargetkan rampung akhir Desember 2008. Untuk mempercepat pengerjaan pada seksi lainnya, ada rencana untuk melepas sebagian saham kepada BUMN lain. "Skenarionya memang begitu. Langkah ini untuk mempercepat pembebasan tanah dan konstruksi," katanya. Proyek tol Surabaya-Mojokerto sepanjang 36,5 km itu sudah masuk tahap konstruksi untuk seksi I Waru-Western Ring Road. Taken from Bisnis Indonesia, Jul 15, 2008 Hadi July 17th, 2008, 12:28 PM Progress Up Date Graha BUKOPIN Surabaya http://img211.imageshack.us/img211/1875/grahabukopinsurabaya5dg2.jpg http://img208.imageshack.us/img208/6431/grahabukopinsurabaya4qa2.jpg http://img151.imageshack.us/img151/9616/grahabukopinsurabaya3qc1.jpg http://img208.imageshack.us/img208/387/grahabukopinsurabaya2zo8.jpg http://img390.imageshack.us/img390/6218/grahabukopinsurabayayy7.jpg Hadi July 17th, 2008, 12:42 PM Up Date Progress http://img208.imageshack.us/img208/8849/grandgubengcitysurabayanl9.jpg http://img208.imageshack.us/img208/8792/grandgubengcitysurabayada2.jpg http://img213.imageshack.us/img213/678/grandgubengcitysurabayawn9.jpg Hadi July 17th, 2008, 12:51 PM Here Pendestrian Surabaya, I Love Pendestrian.... http://img357.imageshack.us/img357/9871/balaipemudasurabayapendbx5.jpg http://img213.imageshack.us/img213/9735/pendestriansurabaya1ut7.jpg http://img357.imageshack.us/img357/8872/pendestriansurabaya2ed3.jpg http://img213.imageshack.us/img213/6679/pendestriansurabaya3zi7.jpg Hadi July 17th, 2008, 12:58 PM I Think this project will be continued, look at the sign in fornt of the project. This is holiday Inn Surabaya??? Is it right? http://img208.imageshack.us/img208/8464/holidayinnsurabayays7.jpg New Building have been finished in front of Graha Bukopin Surabaya, dont know what is this http://img208.imageshack.us/img208/5532/newofficesurabayagh6.jpg teddybear July 17th, 2008, 03:51 PM @Hadi: Thank you for posting these update photos! Really good to see progress of Bukopin is almost completed! Sayang, gedung di depannya bukan hi-rise, but low rise one. About pedestrian, it looks better now for Surabaya though it is not all the same, this time it look greyish instead of reddish. That is supposed to be Holiday Inn in the past. Not sure if it will be Holiday Inn now. But what you mean by the sign? There is no new sign in front of it yet... Ebek21 July 17th, 2008, 04:26 PM Nice update by Hadi. All projects in downtown are progressing well. Now even the Grand City has started to look tall and big ! Ebek21 July 18th, 2008, 05:22 AM Compare these two pictures I Think this project will be continued, look at the sign in fornt of the project. This is holiday Inn Surabaya??? Is it right? http://img208.imageshack.us/img208/8464/holidayinnsurabayays7.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Ramayana.jpg I think the sign frame and the banner (not clear what is written) were not there in the old picture. So maybe there is a slight indication that the construction will continue. teddybear July 18th, 2008, 05:46 AM @Ebek: sebenarnya foto perbandingan kurang pas. Kalo kita liat bentuk street light di foto ke-2, tiang bagian atas melengkung. Di foto yang ke-1, street light itu yang di sebelah kiri. Sedang street light yg di kanan, tidak kelihatan di foto ke-2. Jadi foto ke-2 tidak menampilkan bagian di sebelah kanan, dimana sign frame might be there. That is why I am asking Hadi why he believes there will be activity as if there is a new sign there mentioning it will continue. I think we are still not sure at this point. Ebek21 July 18th, 2008, 06:29 AM Sebetulnya kalo dilihat di fotonya Hadi, sign frame itu terletak antara tiang lampu pertama (yg melengkung) dan tiang lampu kedua. Jadi kalo dilihat dr sudut fotonya Magali, mestinya masih bisa kelihatan sih. Juga bannernya yang jelas tidak ada di foto Magali. Masakan ada banner promosi ditaruh di tengah2 bangunan mangkrak yang sudut pandangnya gak bagus juga kalo buat promosi. Tapi ini kan masih nebak2 saja sambil berharap2 hehe.. iceroundnear July 18th, 2008, 09:31 AM IBL Jawa Pos http://img337.imageshack.us/img337/292/image00447kx3.jpg (http://imageshack.us) http://img337.imageshack.us/img337/292/image00447kx3.d9947e23cd.jpg (http://g.imageshack.us/g.php?h=337&i=image00447kx3.jpg) CITO http://img297.imageshack.us/img297/6420/image00455xe4.jpg (http://imageshack.us) http://img297.imageshack.us/img297/6420/image00455xe4.fafdb7983c.jpg (http://g.imageshack.us/g.php?h=297&i=image00455xe4.jpg) TOL SUMO http://img205.imageshack.us/img205/686/image00453tg5.jpg (http://imageshack.us) GRAHA BUKOPIN http://img151.imageshack.us/img151/6057/image00452hc5.jpg (http://imageshack.us) teddybear July 18th, 2008, 10:13 AM @iceroundandnear, thanks for the photos. Did you take them yourself? Ebek21 July 18th, 2008, 11:33 AM Thanks for the pic, iceroundnear !! Btw, I found these pictures (taken in June and July 2008) while browsing the internet, looking for more info about Deteksi Basketball League. It was said that the new DBL Arena will resemble NBA basketball arena (full-round seat arrangement) and its capacity will be around 6,000 seat (still much less than average NBA Arena, for example seating capacity at Toyota Center in Houston is 18,300) http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/dbl-arena-malam.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/DBL-Arena.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/_MG_9233Medium.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/_MG_9225Medium.jpg Hadi July 18th, 2008, 12:23 PM Compare these two pictures http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Ramayana.jpg I think the sign frame and the banner (not clear what is written) were not there in the old picture. So maybe there is a slight indication that the construction will continue. Our Indication will be true, coz in front of the building the sign frame is WIKA ( wijaya Karya ) I think not take a longer time this building will be continue contruction. Heheh... The Picture soon tsagitto July 18th, 2008, 01:27 PM Our Indication will be true, coz in front of the building the sign frame is WIKA ( wijaya Karya ) I think not take a longer time this building will be continue contruction. Heheh... The Picture soon memang benar gedung diatas akan dilanjutin oleh WIKA lagi rencanannya akan dibangun MANDARIN MERITUS HOTEL....ada info berapa lantai? bahkan gosipnya hotel ibis basuki rahmat juga akan dilanjutin lagi pembangunanya, ada info ? Ebek21 July 18th, 2008, 02:10 PM memang benar gedung diatas akan dilanjutin oleh WIKA lagi rencanannya akan dibangun MANDARIN MERITUS HOTEL....ada info berapa lantai? bahkan gosipnya hotel ibis basuki rahmat juga akan dilanjutin lagi pembangunanya, ada info ? Wow, this is really GREAT news !! I hope they build something taller than 30 floors there considering its great location. And I hope it will be built soon !! It just concern me about the strength of the previous structure because it has been stalled for more than 10 years. Could it be that they demolish the current structure and rebuild it from zero ? I also heard that Majapahit Hotel was no longer under Mandarin Oriental Hotel Group, so could this one be the replacement ? And that Ibis hotel gossip, if true, is also a great news !! teddybear July 18th, 2008, 05:02 PM Really good news! Jadi puing2x yang membuat pemandangan jelek bisa dihilangkan! If they continue both of the project that will be positive for Surabaya. Jadi yang masih mangkrak ntar tinggal Apartemen Crystal dan E2 (including Adistana) which is a bigger project :( You guys must be working in construction coz if not, how you guys heard about these construction rumors? sbyctzn July 19th, 2008, 06:14 AM Gelora Bung Tomo sudah mulai berjalan, kemarin saya lewat lokasi proyek, rumah sementara pekerja proyek sudah ada, lahan kosong sudah mulai diratakan, alat-alat berat sudah mulai muncul, papan penunjuk yang besar sudah ada di gerbang masuk lokasi proyek ada gambar DED, dan at least proyek start now, good luck, i will waiting for this mega project. dan kabarnya DED sebelumnya yang desain atap STADIUM hanya dua sisi menjadi full melingkar, dan banyak perubahan DED yang sebelumnya, makin bagus, gak kalah sama stadion utama Palaran. coba yang ada di Surabaya kapan-kapan mampir lewat. Sayang saya tidak bawa kamera, lain kali saya berencana mau kesana lagi, mau foto lokasi. teddybear July 19th, 2008, 06:26 AM ^Good news that construction of this stadium will start! Saya bertanya Gelora Tambaksari ntar mau diapakan? Jelek soalnya, gua pikir sih mending dibongkar saja lalu lahannya dijual ke developer bangun apartemen dengan taman. Thanks sbyctzn, I can't wait to see the new rendering. sbyctzn July 19th, 2008, 06:36 AM Kalau menurut saya Gelora 10 Nopember direnovasi kecil-kecilan saja, seperti pemberian kursi lipat di semua tribun, dan tribun bagian barat atapnya ditutup samapi penuh, tidak hanya bagian tengah-tengah saja. rencana pembangunan Gelora Bung Tomo itu kan untuk menyiapkan Surabaya sebagai tuan rumah Sea Games, jadi Gelora 10 Nopember bisa dijadikan Venues pendukung, selain Di Sidoarjo dan Gresik. Wah saya jadi optimis Gelora Bung Tomo akan berjalan lancar, soalnya Jatim baru saja menang juara umum PON kemarin, saya harap gubernur berikutnya mendukung penuh proyek ini, karena di Jawa Timur belum ada Venues olahraga pusat yang bisa digunakan atlet-atlet Jatim, padahal prestasi atlet Jatim sudah mulai bangkit. Salam kenal Teddybear :banana: :banana: iceroundnear July 19th, 2008, 07:13 AM @iceroundandnear, thanks for the photos. Did you take them yourself? taken july 8, by me. Kebetulan pulang ke surabaya sebentar. hehe Ebek21 July 19th, 2008, 02:43 PM Gelora Bung Tomo sudah mulai berjalan, kemarin saya lewat lokasi proyek, rumah sementara pekerja proyek sudah ada, lahan kosong sudah mulai diratakan, alat-alat berat sudah mulai muncul, papan penunjuk yang besar sudah ada di gerbang masuk lokasi proyek ada gambar DED, dan at least proyek start now, good luck, i will waiting for this mega project. dan kabarnya DED sebelumnya yang desain atap STADIUM hanya dua sisi menjadi full melingkar, dan banyak perubahan DED yang sebelumnya, makin bagus, gak kalah sama stadion utama Palaran. coba yang ada di Surabaya kapan-kapan mampir lewat. Sayang saya tidak bawa kamera, lain kali saya berencana mau kesana lagi, mau foto lokasi. Bagus !!! Akhirnya proyek inipun jalan juga. Sayangnya tempatnya agak terpencil untuk saat ini, jadi nggak bisa dipotret sambil lalu, mesti tujuannya benar2 kesitu kalo mau potret2. Thanks buat beritanya, sbyctzn !! Ebek21 July 19th, 2008, 04:36 PM Gambar lahan Gelora Bung Tomo ini aku ketemukan di website Suara Surabaya, tapi kok dibilang pembangunannya masih adem ayem saja ya ? Mana yang benar nih ? http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GBT.jpg Taken from www.suarasurabaya.net, Jul 19, 2008 fcaesarn July 19th, 2008, 06:21 PM Thanks for the pic, iceroundnear !! Btw, I found these pictures (taken in June and July 2008) while browsing the internet, looking for more info about Deteksi Basketball League. It was said that the new DBL Arena will resemble NBA basketball arena (full-round seat arrangement) and its capacity will be around 6,000 seat (still much less than average NBA Arena, for example seating capacity at Toyota Center in Houston is 18,300) http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/dbl-arena-malam.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/DBL-Arena.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/_MG_9233Medium.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/_MG_9225Medium.jpg I'm Also Find from the dbl website, an get this picture?? is this DBL lok like from inside?? http://i305.photobucket.com/albums/nn206/fcaesarn/5-1.jpg Ebek21 July 19th, 2008, 06:49 PM ^^ Memang benar ini bagian dalamnya DBL Arena (setelah dicek di websitenya). Tapi menurutku kok kelihatannya biasa2 saja ya, atau mungkin perlengkapan2nya masih belum selesai dipasang semua ? Tanggal 23-24 Agustus, Danny Granger, topskor di klub NBA Indiana Pacers akan hadir dan memberi coaching clinic di stadion baru ini. teddybear July 19th, 2008, 07:04 PM ^Koq rasanya kurang penerangan dan masih banyak kekurangan lain, seakan2x dibangun dengan dengan dana yang pas2xan? =NaNdA= July 19th, 2008, 07:20 PM lha diliat dari luar tinggi begitu dikirain dalemnya tribunnya juga tinggi.. tapi koq cuma segitu?? :? Ebek21 July 20th, 2008, 04:40 PM Menurut artikel ini, berarti kantor pusat Surabaya Post di Jl. Panglima Sudirman itu sudah tidak dipakai lagi. Bahkan mungkin sudah cukup lama mengingat mereka sudah pernah pindah gedung sebelumnya. Ada info, rencananya gedung itu akan atau sudah diapakan ? Tempatnya strategis sekali di tengah2 Jl. Panglima Sudirman, depan Monumen Bambu Runcing. Menkominfo Resmikan Kantor Baru SP Menteri Negara Komunikasi dan Informatika(Menkominfo) M. Nuh DEA meresmikan kantor baru Harian Sore Surabaya Post di kompleks ruko Rich Palace Jl. Mayjen Sungkono 149-151 Minggu (20/7) siang tadi. Dalam sambutannya, Nuh berharap agar koran sore yang terbit sejak 1953 ini bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat. Artinya, dalam pemberitaan harus berkualitas dan seimbang. "Sekarang tantangan bagi media massa untuk bisa memberitakan sesuatu secara seimbang, tidak berat sebelah," kata Menkominfo di hadapan para undangan para pengusaha, akademisi, dan pejabat antara lain Kepala Dinas Infokom Jatim Soewanto dan Kabag Humas Pemkot Jatim Hari Tjahjono. Hadir pula praktisi media hingga agen dan loper koran Surabaya Post. Selain itu, Nuh juga menekankan agar koran ini menjaga kualitas pemberitaan sehingga sebagai sebuah media massa bisa bertahan dan bersaing di pasar. Ditambahkannya, Surabaya Post juga harus mengerti keinginan pasar atau pelanggan. Dicontohkan, koran harus memberitakan hal baru yang informatif dan selalu aktual dalam pemberitaan tanpa menghilangkan unsur kebenaran. "Jangan dibuat-buat. Harus sesuai kejadian. Masyarakat saat ini butuh sesuatu yang memberikan informasi lebih, tidak sekadar berita atau hiburan tapi juga bisa menambah wawasan," katanya. Seperti diketahui, sebelumnya Surabaya Post berkantor di Bukit Darmo Golf Regency Kav R 31-32 Surabaya. Dengan pindahnya kantor ke ruko Rich Palace, Surabaya Post memiliki harapan dan komitmen baru untuk memuaskan hati dan kebutuhan informasi bagi para pelanggannya. Taken from Surabaya Post, Jul 20, 2008 teddybear July 20th, 2008, 06:59 PM ^Udah saatnya dibongkar dan dijadikan gedung kayak Bukopin. Masalahnya, lahannya kecil, jadi mungkin perlu beli rumah dan properti di sampingnya lalu digabung. Bukopin itu merupakan terobosan, karena selama ini di Sudirman nggak ada gedung kecuali di ujung, ada Wisma Dharmala dan Tiara (?). Sementara pemilik dan pengembang terus membangun ruko2x di jalan arteri ini. :( OPTX July 21st, 2008, 07:54 AM Selangkah Lagi DTC Jadi Apartemen | Minggu 23/06/2008 13:01:09 | Surabaya - Surabaya Post Rencana PD Pasar Surya mengubah wajah Darmo Trade Centre (DTC) Wonokromo plus apartemen di atasnya tinggal selangkah lagi. Hal ini setelah PD Pasar Surya mendapatkan restu Walikota Surabaya Drs Bambang DH. “Meski restu baru berupa lisan namun kami optimis bisa mewujudkan pembangunan apartemen di atas gedung DTC yang sekarang,” kata Dirut PD Pasar Surya Drs Ganis Purnomo saat dihubungi Senin (23/6) siang tadi. Menurutnya, langkah mengubah wajah DTC ini karena pusat perbelanjaan itu sulit berkembang. Sejak diresmikan Walikota akhir 2005 lalu DTC masih sepi pengunjung sehingga banyak penghuninya mengeluh. Untuk itu wajahnya akan diubah dengan menambah “kampung vertical” di atasnya. Kelak di atas lantai VI DTC akan ditambah bangunan sebanyak 19 lantai sehingga total lantai DTC selain lantai dasar untuk pasar tradisional menjadi 25 lantai. Rencananya, 19 lantai itu akan dibuat apartemen, bukan rumah susun hak milik (rusunami) seperti rencana sebelumnya. Alasannya, rusunami atau sejenisnya terbentur aturan Departemen Permukiman. Ganis menambahkan, pihaknya sudah sering kontak dengan pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan apartemen di atas DTC. Kini tinggal diadakan pembicaraan ulang saja. “Program ini sudah mendapat lampu hijau dari pusat dan walikota,” katanya. Bentuk bangunan apartemen DTC, katanya, masih akan dicari. Namun, soal desain bangunan fisiknya tinggal meneruskan bangunan DTC yang ada sekarang. Bila saat ini di DTC ada delapan lantai terdiri atas dua lantai dasar untuk pasar tradisional, kemudian enam lantai untuk mal, nantinya akan ditingkat lagi menjadi 25 lantai. Lantai paling atas khusus untuk apartemen dan dihuni warga Surabaya. Sedang lantai I-VI tetap berfungsi sebagai mal. “Kita tinggal meninggikan bangunan di atasnya saja,” katanya. Program ini untuk mencari solusi terkait sepinya pengunjung DTC. Sebab, dengan sepinya pengunjung DTC menjadi masalah bagi pemilik stan dan PD Pasar Surya sendiri. Disinggung tentang kekuatan pondasi bangunan DTC, Ganis mengatakan, pondasi DTC sudah dirancang untuk bangunan yang lebih tinggi dari sekarang. Untuk itu tidak ada masalah dengan pondasinya. Pedagang Tak Setuju Terkait rencana apartemen ini ditanggapi berbeda oleh pedagang DTC. Pedagang ada yang setuju, tapi juga ada yang tidak. Ali salah seorang pemilik stan di DTC mengaku tidak setuju dengan apartemen atau rusunami. Alasannya, apartemen atau rusunami justru akan membuat kumuh DTC. Dengan demikian, niat PD Pasar untuk menghidupkan DTC justru akan menjadi bumerang perusahaan itu sendiri. Sebab, DTC tidak semakin bagus, tapi semakin jelek. “Saya salah seorang pemilik stan yang menolak rusunami,” katanya. Menurutnya, sebaiknya di atas DTC dibangun hotel sehingga orang yang menginap di hotel bisa memanfaatkan mal di DTC. Mereka bisa berbelanja di mal DTC sekaligus menikmati suasana saat menginap di hotel. “PD Pasar Surya jangan mengulang kesalahan dengan pembangunan DTC. Bila salah melangkah, PD Pasar Surya akan mengalami kesalahan untuk kali keduanya. Kalau sudah ada kesalahan yang terulang yang rugi justru pemilik stan DTC lagi,” tambahnya. Pasar yang disebut-sebut sebagai ikon kota Surabaya, kata Ali, memang tidak semenarik promosi awal yang digembar-gemborkan PD Pasar Surya waktu itu. Pusat perbelanjaan yang merupakan gabungan antara pasar tradisional dan modern tersebut dipromosikan begitu wah, sehingga banyak orang tertarik menanam investasi di sana. Tapi faktanya, DTC kini masih lengang dan semua penghuninya menanggung kerugian. “Sampai sekarang DTC sepi pengunjung. Padahal DTC sudah diresmikan Walikota Surabaya pada Desember akhir 2004. Lantas, apakah kami akan dibuat semakin tambah merugi,” terangnya. (pur) http://www.surabayapost.info/detail.php?cat=3&id=77498 iceroundnear July 21st, 2008, 10:28 AM Salah satu penyebab keengganan warga Surabaya ke DTC bisa juga disebabkan penataan Lanscape di kawasan tersebut yang masih kurang tertata/semrawut baik lingkungan maupun akses jalan nya. Kalau kita perhatikan di sekitar DTC tidak adanya penghijauan maupun tanaman2 hijau lainnya. Ebek21 July 21st, 2008, 11:18 AM Salah satu penyebab keengganan warga Surabaya ke DTC bisa juga disebabkan penataan Lanscape di kawasan tersebut yang masih kurang tertata/semrawut baik lingkungan maupun akses jalan nya. Kalau kita perhatikan di sekitar DTC tidak adanya penghijauan maupun tanaman2 hijau lainnya. Dan jangan lupa image Wonokromo sebagai sarang kriminal, banyak preman, pangkalan bis dan bemo yang semrawut, lingkungan yang kotor dan bau, pokoknya yang jelek2 semua deh. Makanya walaupun sudah direnovasi, tetap saja jarang orang mau berkunjung kesitu. Perasaan sampai sekarang pun masih daerah situ masih semrawut. sbyctzn July 21st, 2008, 01:27 PM Gambar lahan Gelora Bung Tomo ini aku ketemukan di website Suara Surabaya, tapi kok dibilang pembangunannya masih adem ayem saja ya ? Mana yang benar nih ? http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/GBT.jpg Taken from www.suarasurabaya.net, Jul 19, 2008 Berita dari Suarasurabaya itu mungkin didasarkan karena alasan keterlambatan kontraktor memulai proyek dan saya setuju-setuju saja kalau adem ayem, saya rasa itu tidak masalah karena pembangunannya kan sudah dimulai atau progress fisik sudah mulai terlihat, daripada progress diatas meja yang berlarut-larut (DED, lelang, tender, dll). Karena dibandingkan 2 bulan yang lalu tempat tersebut seperti di daerah ilalang, sekarang sudah banyak berubah mulai ada gerbang masuk proyek yang ada gambar DED baru yang disempurnakan, dan rumah-rumah dari triplek untuk pekerja proyek. Saya usahakan pertengahan agustus saya dapatkan fotonya. Mungkin ada teman-teman lain yang bisa membantu memberi info atau foto lokasi proyek. Terima kasih Ebek21 atas koreksi dan infonya. SPARKLING SURABAYA!!! anno_malay July 21st, 2008, 01:46 PM Berita dari Suarasurabaya itu mungkin didasarkan karena alasan keterlambatan kontraktor memulai proyek dan saya setuju-setuju saja kalau adem ayem, saya rasa itu tidak masalah karena pembangunannya kan sudah dimulai atau progress fisik sudah mulai terlihat, daripada progress diatas meja yang berlarut-larut (DED, lelang, tender, dll). Karena dibandingkan 2 bulan yang lalu tempat tersebut seperti di daerah ilalang, sekarang sudah banyak berubah mulai ada gerbang masuk proyek yang ada gambar DED baru yang disempurnakan, dan rumah-rumah dari triplek untuk pekerja proyek. Saya usahakan pertengahan agustus saya dapatkan fotonya. Mungkin ada teman-teman lain yang bisa membantu memberi info atau foto lokasi proyek. Terima kasih Ebek21 atas koreksi dan infonya. SPARKLING SURABAYA!!! itu di gambar masih banyak lumpur gitu....bakal jadi sumber banjir nech Ebek21 July 21st, 2008, 04:20 PM Berita dari Suarasurabaya itu mungkin didasarkan karena alasan keterlambatan kontraktor memulai proyek dan saya setuju-setuju saja kalau adem ayem, saya rasa itu tidak masalah karena pembangunannya kan sudah dimulai atau progress fisik sudah mulai terlihat, daripada progress diatas meja yang berlarut-larut (DED, lelang, tender, dll). Karena dibandingkan 2 bulan yang lalu tempat tersebut seperti di daerah ilalang, sekarang sudah banyak berubah mulai ada gerbang masuk proyek yang ada gambar DED baru yang disempurnakan, dan rumah-rumah dari triplek untuk pekerja proyek. Saya usahakan pertengahan agustus saya dapatkan fotonya. Mungkin ada teman-teman lain yang bisa membantu memberi info atau foto lokasi proyek. Terima kasih Ebek21 atas koreksi dan infonya. SPARKLING SURABAYA!!! Thanks atas klarifikasinya !! Foto2 berhargamu ditunggu nih, pasti susah ngambilnya karena mesti dibela2in ke Benowo sana. itu di gambar masih banyak lumpur gitu....bakal jadi sumber banjir nech Itu bukan lumpur, memang lokasinya di daerah tambak2 gitu. MinImaX July 21st, 2008, 05:51 PM gedung dbl arena dari dalam terlihat pendek, soalnya gedung basket ada di lantai 2/lantai atas. lantai bawahnya mungkin untuk ruang pertemuan dll. sayang banget kalo dibangun spt itu (tampak luarnya). akan lebih baik jika gedungnya menyerupai bola basket, supaya bisa bersinergi dengan gedung graha pena di belakangnya yang mirip dengan ujung pena. menurut info yang aku dapet, arsiteknya sama dengan arsitek yang membangun gedung jatim expo. mirip2 kan bentuk bangunannya. =NaNdA= July 22nd, 2008, 05:00 AM ^^ oh gitu.. pantes jadi ada ruangan lagi dibawahnya.. padahal kl luarnya udah tinggi jadi ngebayangin dalemnya kaya yang di NBA.. keren banget... teddybear July 22nd, 2008, 06:19 AM I found out that Deteksi Basketball is a basketball competition for students. So, probably because it is intended for students, they do not build it with high capacity. But still, daripada tanggung, kenapa nggak dirikan yg standar international dengan lantai kayu, kapasitas yg besar dlsb. Ebek21 July 22nd, 2008, 07:04 AM Sebetulnya DBL Arena ini proyek swasta kan. So bagaimanapun juga sudah lumayan ada swasta yang mau membangun gedung basket dengan dana sendiri, yang biar gedungnya gak bagus2 banget, tapi juga gak jelek2 sekali. Lagipula, tujuan semula pembangunan DBL Arena ini kan untuk liga basket pelajar, bukan untuk pertandingan2 internasional. Yang jadinya harus benar2 bagus itu yang nanti akan dibangun di Gelora Bung Tomo, karena itu proyek pemerintah, apalagi katanya mau digunakan untuk SEA Games segala. Jangan sampai jadinya hanya seperti DBL Arena atau malah kurang. Sebagai info, di DED GBT, akan dibangun 2 indoor stadium. Mungkin satu untuk basket/voli dan satu lagi untuk bulutangkis. Tapi dari sini mungkin ketahuan kali ya, kalo proyek2 Jawapos Group serba nanggung semua. Mulai dari Graha Pena, perumahan Pantai Mentari, gedung Jatim Expo, dan terakhir DBL Arena ini. Dibilang kecil ya nggak, besar juga nggak. MinImaX July 22nd, 2008, 08:56 AM ^^ kalo gbt harus bagus mestinya. tapi gw ga yakin bentuknya modern, misalnya menyaingi bird's nest di beijing. paling banter bentuknya sesuai dengan arsitektur asli indonesia (atau jawa timur) berbentuk joglo2 atau sejenisnya. meskipun mestinya kalo mau bisa dibuat tampak modern/futuristik meskipun bentuk joglo. misalnya kalo mau jangan gunakan warna2 khas seperti coklat, merah, tapi gunakan warna silver, gold, atau lainnya. MinImaX July 22nd, 2008, 08:57 AM double post d... teddybear July 22nd, 2008, 09:14 AM ^Wah nggak akan bisa menyaingi bird nest!! Bukan bandingannya gua bilang. sbyctzn July 22nd, 2008, 10:05 AM Bandar Udara Juanda Peringkat 3 Asia Tenggara Bandar Udara Juanda Surabaya mendapat penghargaan Service Quality Award 2008 dalam hal pelayanannya. Untuk kategori International Airport Service di kawasan Asia Tenggara, Bandara Juanda berada di peringkat ketiga setelah Changi Airport Singapore dan Kuala Lumpur International Airport. Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Kuntadi Budianto dalam rilisnya menjelaskan, penghargaan itu berdasarkan penilaian oleh Majalah Marketing yang bekerja sama dengan Customer Centric Organization (CARRE). Untuk kategori Domestic Airport Service, dia menambahkan, Bandara Juanda di peringkat pertama kemudian berikutnya Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Hasanudin Makasar. (taken from Tempointeraktif.com/Today) Hadi July 22nd, 2008, 11:55 AM Up Date Holiday Inn Surabaya . http://img142.imageshack.us/img142/4702/holidayinnsurabayakp8.jpg =NaNdA= July 22nd, 2008, 12:06 PM Bandar Udara Juanda Peringkat 3 Asia Tenggara Bandar Udara Juanda Surabaya mendapat penghargaan Service Quality Award 2008 dalam hal pelayanannya. Untuk kategori International Airport Service di kawasan Asia Tenggara, Bandara Juanda berada di peringkat ketiga setelah Changi Airport Singapore dan Kuala Lumpur International Airport. Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Kuntadi Budianto dalam rilisnya menjelaskan, penghargaan itu berdasarkan penilaian oleh Majalah Marketing yang bekerja sama dengan Customer Centric Organization (CARRE). Untuk kategori Domestic Airport Service, dia menambahkan, Bandara Juanda di peringkat pertama kemudian berikutnya Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Hasanudin Makasar. (taken from Tempointeraktif.com/Today) wah mantep nih bro.. :) Ebek21 July 22nd, 2008, 02:47 PM Up Date Holiday Inn Surabaya . http://img142.imageshack.us/img142/4702/holidayinnsurabayakp8.jpg Wah bagus, sudah terpampang plang WIKAnya, bahkan sudah ada bendera2 juga. Pasti konstruksinya akan segera dimulai. Ada yang tahu nggak ya rendering yang barunya seperti apa ? Rendering yang lama juga boleh deh sebagai perbandingan. @Minimax dan teddybear : Pembangunan Bird's Nest di Beijing memakan biaya RMB 3,6 Milyar atau kira2 Rp 5,04 Trilyun untuk konstruksinya saja. Biaya itu bakal melonjak mungkin 2 kali lipatnya jika dibangun di luar China dan juga waktu penyelesaiannya mungkin juga jauh lebih lama. Untuk membangun stadion sekelas dan seukuran dengan Bird's Nest akan sangat tidak gampang. Tapi kalau mau designnya dimirip2kan dalam skala kecil untuk memberi kesan modern bisa saja sih. teddybear July 22nd, 2008, 03:35 PM ^Good that the construction will resume ASAP hopefully. Well, at least it will resume! :) I am interested to see the rendering! @Ebek: I mean, if the design turn out good, that will be fine :) Ebek21 July 23rd, 2008, 03:35 AM Apakah berita di bawah ini benar dan bisa dipertanggungjawabkan ? Kalau benar, WOW untuk Surabaya. Pemprov Siapkan Monorel Berbeda dengan Dishub Surabaya yang terkesan jalan di tempat, Dishub Jatim sudah menyusun rencana jalur kereta api monorel dan elevated railways Surabaya-Mojokerto. Tahun ini pengembangan fisik monorel dilaksanakan, sedangkan pengembangan fisik elevated railways dilakukan pada 2010. Dua rangkaian kereta monorel telah dipersiapkan. Setiap rangkaian terdiri atas 5 gerbong. Masing-masing berkapasitas 50 orang. ''Gerbong-gerbong itu kini masih tahap perbaikan," jelas Sukardi, humas protokoler Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim. Saat ini ada tiga tahap pengembangan jalan perkeretaapian di Jatim. Yakni, pengembangan kapasitas atau double track. Kemudian konservasi rel mati, khususnya di wilayah perkotaan. Terakhir, pembangunan jalan kereta api lintas Waru-Juanda. ''Sebagai angkutan masal, kereta api paling efektif karena menyingkat waktu dan kapasitasnya lebih banyak," ujar Kardi. Selain pengembangan kereta api monorel dan elevated railways serta pengembangan jalan, juga dilaksanakan pengembangan kereta api komuter. Nanti kereta api komuter terdiri atas tiga koridor di Surabaya dan satu di Malang. Terkait sering anjloknya kereta api akhir-akhir ini, Kardi berpendapat, kecelakaan tersebut disebabkan kondisi bantalan rel yang sudah lama. Karena itu, dishub merencanakan pengembangan jalan kereta api di Jatim yang meliputi penggantian bantalan rel. ''Bantalan-bantalan rel nanti diganti, sekarang juga sudah disiapkan jalur ganda," ujarnya. Ketika ditanya soal pembiayaan program tersebut, Kardi tak memberikan banyak keterangan. Begitu juga saat ditanya tarif kereta monorel. ''Tarifnya disesuaikan nanti sesuai keadaan dan situasi," kata Kardi. ''Intinya, semua sudah siap," imbuhnya. Taken from Jawapos, Jul 23, 2008 Ebek21 July 23rd, 2008, 05:28 AM Update Jembatan Suramadu Pemasangan steel box girder telah dimulai http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/p46_steelbox.jpg =NaNdA= July 23rd, 2008, 05:36 AM informasi dari insider proyek Suramadu di World Forum nih.. :) An information that the Suramadu bridge Pier 31-39 have not been finished yet by the CIC (Consortium Indonesian Contractors) :bash:. Only Pier 39 has been made. I think this bridge can not be done in 2009 :badnews:. I would do the projects for the cantileveler in madura on September. By then,I will keep on giving you the information progress about this mega project...:gossip::okay: ^ his information.. i was the Sub-Contractor for Suramadu Bridge,Sisi Madura! The Green Batching Plant over there in Madura..Is my company..! :cheers: Ebek21 July 23rd, 2008, 06:25 AM ^^ Wah aku nggak tahu ada thread Suramadu di World Forum :) P31-39 itu adalah jembatan pendekat (approach bridge) di sisi Surabaya. Kalo dilihat perkembangannya memang nggak sepesat approach bridge di sisi Madura. Dengar2 karena CIC (konsorsium kontraktor Indonesia yang terdiri dari Wijaya Karya, Adhi Karya, Hutama Karya, dan Waskita Karya) mengalami kesulitan saat mengebor batuan keras di bawah laut, dan saat ini sedang dibantu oleh CCC (konsorsium kontraktor China yang terdiri dari China Road and Bridge Corporation dan China Harbour Engineering Consultant) dan TNI-AL. Moga2 saja bisa cepat diselesaikan sehingga bisa memenuhi target akhir tahun ini selesai. MinImaX July 23rd, 2008, 06:35 AM @ebek, iya maksudnya juga gitu kok :p yg penting terlihat bagus aja. jangan kampungan. :p ada info tentang middle east ring road (merr) di daerah arif rahman hakim sudah tembus ke kedung baruk? ini kan salah satu jalan pendukung untuk suramadu. Ebek21 July 23rd, 2008, 06:50 AM ada info tentang middle east ring road (merr) di daerah arif rahman hakim sudah tembus ke kedung baruk? ini kan salah satu jalan pendukung untuk suramadu. Belum tembus, katanya pembebasan tanahnya masih 60% gitu (hanya untuk seksi AR Hakim-Kedung Baruk, dr Kedung-Baruk sampai Juanda malah belum apa2). Heran maunya gimana Pemkot Sby dan Pemprov Jatim. Lucu sekali kalau Jembatan Suramadunya sudah jadi, tapi nggak ada jalan aksesnya. Akses dr Suramadu ke Juanda nggak ada karena MERRnya masih baru selesai sepertiga bagian, akses tol nggak ada karena tol Waru-Perak belum ditender, akses ke pusat kota dan ke Tanjung Perak nggak ada karena Jalan Kenjeran belum semuanya dilebarkan (gara2 3 biji rumah). Konyol tuh !! Moga2 ada orang pemerintah yang baca postingan ini. Trip2Java July 23rd, 2008, 02:05 PM ^^ mungkin perhatiannya masih terfokus ke Pilkada Jatim :)... wah hanya gara2 tiga rumah bisa juga menghambat pembangunan..BTW jalan kenjeran sepertinya lumayan lebar juga tuh, terkecuali kalo pas rush hour :ohno: gak kebayang Hadi July 23rd, 2008, 02:49 PM Apakah berita di bawah ini benar dan bisa dipertanggungjawabkan ? Kalau benar, WOW untuk Surabaya. Pemprov Siapkan Monorel Berbeda dengan Dishub Surabaya yang terkesan jalan di tempat, Dishub Jatim sudah menyusun rencana jalur kereta api monorel dan elevated railways Surabaya-Mojokerto. Tahun ini pengembangan fisik monorel dilaksanakan, sedangkan pengembangan fisik elevated railways dilakukan pada 2010. Dua rangkaian kereta monorel telah dipersiapkan. Setiap rangkaian terdiri atas 5 gerbong. Masing-masing berkapasitas 50 orang. ''Gerbong-gerbong itu kini masih tahap perbaikan," jelas Sukardi, humas protokoler Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim. Saat ini ada tiga tahap pengembangan jalan perkeretaapian di Jatim. Yakni, pengembangan kapasitas atau double track. Kemudian konservasi rel mati, khususnya di wilayah perkotaan. Terakhir, pembangunan jalan kereta api lintas Waru-Juanda. ''Sebagai angkutan masal, kereta api paling efektif karena menyingkat waktu dan kapasitasnya lebih banyak," ujar Kardi. Selain pengembangan kereta api monorel dan elevated railways serta pengembangan jalan, juga dilaksanakan pengembangan kereta api komuter. Nanti kereta api komuter terdiri atas tiga koridor di Surabaya dan satu di Malang. Terkait sering anjloknya kereta api akhir-akhir ini, Kardi berpendapat, kecelakaan tersebut disebabkan kondisi bantalan rel yang sudah lama. Karena itu, dishub merencanakan pengembangan jalan kereta api di Jatim yang meliputi penggantian bantalan rel. ''Bantalan-bantalan rel nanti diganti, sekarang juga sudah disiapkan jalur ganda," ujarnya. Ketika ditanya soal pembiayaan program tersebut, Kardi tak memberikan banyak keterangan. Begitu juga saat ditanya tarif kereta monorel. ''Tarifnya disesuaikan nanti sesuai keadaan dan situasi," kata Kardi. ''Intinya, semua sudah siap," imbuhnya. Taken from Jawapos, Jul 23, 3008 Asik.... Bisa lebih maju dari Jakarta Dong, bergarap bisa lebih bagus lagi surabaya dan lebih tertata, juga nyaman untuk tinggal. Ebek21 July 24th, 2008, 11:47 AM Ini keterangan lebih lengkap tentang DBL Arena. Tak Sabar Bertanding di DBL Arena Bakal Dipakai untuk Even Resmi Pertama NBA di Indonesia SURABAYA - Surabaya punya gedung basket baru yang megah. DetEksi Basketball League (DBL) Arena akan resmi dibuka Sabtu lusa (26/7). Pada hari pertama itu, gedung yang dirancang berkapasitas 5.000 penonton tersebut akan digunakan untuk Opening Party SMA liga basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL 2008 wilayah Jawa Timur. Open gate pukul 14.00, tiga pertandingan dijadwalkan berlangsung hari itu. Tim putra SMA Petra 5 dan SMA Santa Maria Surabaya mendapatkan kehormatan menjadi yang pertama bertanding di DBL Arena. Disusul duel kandidat juara, tim putri SMA Ciputra melawan SMA YPPI 1 Surabaya. Hari bersejarah itu bakal ditutup dengan adu gengsi sekolah kompleks Surabaya, tim putra SMAN 9 melawan SMAN 2 Surabaya. Pengerjaan DBL Arena memang dikebut. Praktis, gedung di Jalan A. Yani, Surabaya, itu siap dipakai hanya dalam waktu enam bulan. Menurut Azrul Ananda, commissioner DBL dan wakil direktur Jawa Pos, gedung tersebut dirancang bukan sekadar untuk pertandingan basket. Gedung itu dirancang untuk sebuah even basket secara keseluruhan. "Kebanyakan gedung yang ada di Indonesia rata-rata sulit memuaskan tiga customer penting basket. Yaitu sponsor, peserta, dan penonton," ungkap Azrul. "Sponsor kesulitan mencari area stan dan branding yang besar dan nyaman, peserta tidak mendapatkan fasilitas yang memuaskan, penonton tidak bisa menikmati suasana secara maksimal," tambahnya. DBL Arena dirancang untuk memuaskan tiga customer tersebut. Lantai dasar gedung digunakan untuk parkir, lantai pertama berupa atrium yang luas, sedangkan lapangan basket berada di lantai teratas. "Dengan adanya atrium, sponsor bisa berinteraksi dengan penonton tanpa harus membangun tenda di luar gedung. Tempatnya juga nyaman, membuat penonton lebih betah," jelas Azrul, "Setelah beli tiket di atrium, baru penonton naik ke atas." Azrul menambahkan, penonton akan mendapatkan suasana seperti menonton laga NBA di Amerika Serikat. "Di sekeliling tribun ada lorong cukup besar. Di sana mereka bisa 'istirahat', bersantai dari riuhnya suasana pertandingan. Beberapa stan juga memenuhi kebutuhan penonton di lorong yang mengeliling penuh itu," tuturnya. Tidak ketinggalan lift untuk penonton yang membutuhkan. Misalnya, mereka yang memakai kursi roda. "Pengerjaan lift sedang dikebut," tandas Azrul. Untuk peserta, ada empat ruang ganti ber-AC. Untuk pengisi acara dan tim yel-yel, ada dua lagi ruang ganti yang dilengkapi dengan kaca rias. "Seluruh ruang ganti pemain dilengkapi shower," tambahnya. Sebagai tambahan, lapangan pertandingan dilengkapi dua scoreboard, yang masing-masing disebut sebagai terbesar di Indonesia. Di atas setiap ring juga ada shot clock dan timer tiga sisi, bisa dilihat oleh penonton dari segala sudut arena. Azrul mengakui, kondisi gedung itu belum seratus persen. Soal tribun, misalnya, belum semua selesai dikerjakan. Baru lingkar utama yang mampu menampung hingga 4.400 orang. Lingkar bawah, untuk ratusan lagi penonton, baru akan dilanjutkan setelah even resmi pertama NBA di Indonesia, NBA Basketball Clinic, 24 Agustus mendatang. Di acara itu, bintang Indiana Pacers, Danny Granger, akan bertemu dan berbagi ilmu dengan tim-tim juara Honda DBL 2008, dari sebelas kota, sepuluh provinsi di Indonesia. Mengenai lapangan, Azrul juga mengakui belum maksimal. "Kondisi lapangan sintetis yang ada sekarang masih belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Kami akan terus mencoba memaksimalkan. Setelah NBA Basketball Clinic, lapangan akan dirombak total," paparnya. Sementara itu, para pemain SMA yang akan menjadi pemakai pertama DBL Arena menyatakan sudah tidak sabar. "Setiap kali lewat DBL Arena, saya pasti menoleh. Menunggu, kok gedung itu tidak segera jadi. Saya hanya bisa membayangkan, bagian dalamnya seperti apa. Saya juga sudah membayangkan rasanya menang di sana seperti apa," kata Vido Iskandar, pemain SMA Petra 5 Surabaya. Taken from Jawapos, Jul 24, 2008 peseg5 July 24th, 2008, 05:56 PM Apakah berita di bawah ini benar dan bisa dipertanggungjawabkan ? Kalau benar, WOW untuk Surabaya. Pemprov Siapkan Monorel Taken from Jawapos, Jul 23, 3008 Apakah bisa dipertanggungjawabkan? Tentu saja iya. Coba aja liat beritanya dirilis tahun berapa? 3008 bo....!!! :lol: Ebek21 July 24th, 2008, 06:40 PM :lol: wah sorry sorry , sudah diedit nih. fcaesarn July 24th, 2008, 07:01 PM Asik.... Bisa lebih maju dari Jakarta Dong, bergarap bisa lebih bagus lagi surabaya dan lebih tertata, juga nyaman untuk tinggal. Yang di jakarta aja pindahin ke surabaya bro... sayang ga dipake disini!!! hehehe Ebek21 July 25th, 2008, 03:22 AM Satu lagi air mancur di Surabaya. Air Mancur Sambut Agustusan http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/14160large.jpg SURABAYA - Warga Surabaya yang melintas di perempatan Manyar-Kertajaya barangkali penasaran dengan taman kecil di pojok timur traffic light. Sejak seminggu lalu, tanaman hias dan tumbuh-tumbuhan di sana tiba-tiba menghilang. Sebagai gantinya, sejumlah pekerja tampak sibuk membangun bangunan mirip kolam. Di lahan berbentuk segitiga itu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya memang sedang membangun satu lagi air mancur. Proyek tersebut berjalan bersamaan dengan pembangunan air mancur di Taman Dolog. ''Memang ada beberapa titik yang akan kami bangun air mancur. Sementara itu dulu,'' terang Kepala DKP Hidayat. Dia mengatakan, pengerjaan air mancur di perempatan di depan Kantor Dinas Pendapatan Pemprov Jatim tersebut dilakukan sejak satu minggu lalu. ''Biar suasana di perempatan situ lebih sejuk,'' tuturnya. Bagaimana tumbuhan dan bunga-bunga yang hilang itu? Menurut Hidayat, pihaknya memang mengambil seluruh tanaman di sana untuk mempermudah pengerjaan air mancur. ''Kalau proyek air mancur sudah selesai, ya kami tanam lagi,'' imbuhnya. Pembangunan tersebut, ujar Hidayat, merupakan bagian dari upaya menjadikan air mancur sebagai ikon Surabaya. Selain itu, kesan daerah perkotaan yang macet, padat, dan panas bisa terkurangi dengan semburan air mancur. Lulusan S-2 Manajemen Perkotaan ITS tersebut menargetkan proyek air mancur perempatan Manyar-Kertajaya itu selesai pada Agustus mendatang. ''Kami usahakan sebelum 17 Agustus selesai. Biar pas dengan suasana kemerdekaan.'' Apa yang berbeda dari air mancur tersebut dengan yang lain? Hidayat menjanjikan, air mancur itu spesial dan unik dibanding air mancur yang sudah dibangun sebelumnya. Air mancur tersebut tidak membutuhkan bangunan untuk rekayasa aliran air. ''Kami hanya mengandalkan variasi semprotan air,'' jelasnya. Keindahan air mancur itu dapat dilihat dari pola-pola semprotan air yang silang-menyilang dengan tinggi yang berundak-undak. Paling tidak, lebih dari 20 sumber semprotan yang ditanam di dalam kolam. Pola yang dibentuk dari tiap semprotan itulah pesona air mancur tersebut. Karena itu, lanjut Hidayat, sekilas bangunan air mancur tersebut hanya berupa kolam. Di dasar kolam, pipa-pipa yang menjadi sumber semprotan dipasang. ''Kalau sudah menyala, baru terlihat bagusnya,'' pungkas dia. Taken from Jawapos, Jul 25, 2008 Ebek21 July 25th, 2008, 04:22 AM Besok, Wisata Hutan Mangrove Dibuka untuk Umum SURABAYA - Surabaya kini memiliki satu lagi obyek wisata pantai, yakni hutan mangrove (bakau) di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungkut. Obyek wisata tersebut dibuka untuk umum mulai Sabtu (26/7) besok. “Hutan mangrove memiliki potensi tak hanya tempat pelestarian keanekaragaman hayati, tapi bisa menjadi tempat wisata edukasi,” kata Camat Rungkut Irvan Widiyanto, Kamis (24/7). Dipilihnya tanggal 26 Juli sebagai peresmian, lantaran bertepatan dengan Hari Mangrove se-dunia. Nantinya, lokasi seluas lima hektare itu juga akan menjadi pusat penelitian. Terkait infrastrukturnya, kini dilakukan beberapa pembenahan. “Untuk perbaikan akses jalan menuju lokasi ditangani DPKPPK (Dinas Perikanan Kelautan Peternakan Pertanian dan Kehutanan),” ungkapnya. Selain itu, untuk mengurangi aksi kejahatan juga didirikan pos pantau hasil swadaya masyarakat setempat. Ada pula gazebo luas untuk tempat lesehan. “Gagasan semacam ini untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian mangrove dan keanekaragaman hayati di sana. Selama ini yang sering terjadi adalah penjarahan. Akibatnya banyak kerusakan yang akhirnya merugikan manusia itu sendiri,” jelas Irvan. Untuk menunjang pariwisata Hutan Mangrove Wonorejo (muara Sungai Jagir Wonokromo), disediakan 20 perahu karet yang merupakan sumbangan PT HM Sampoerna dan Bank Jatim. “Dalam pencanangan nanti sekaligus akan dilakukan penanaman 15.000 bibit mangrove sebagai bentuk peremajaan hutan,” katanya. Pembukaan Hutan Mangrove Wonorejo sebagai kawasan wisata sekaligus sebagai embrio Mangrove Center di Pulau Jawa. Berdasarkan penelitian Yayasan Kutilang Indonesia keanekaragaman hayati di Hutan Mangrove Wonorejo tercatat paling banyak di antara hutan mangrove lain di Pulau Jawa. Sayangnya kondisi hutan ini kini tinggal 60 persen. Sebanyak 40 Persen dari total 1.180 hektare lahan yang ditanami mangrove rusak akibat pembalakan. Untuk membangkitkan kesadaran pelestarian mangrove, Wali Kota Surabaya Bambang DH tak tanggung-tanggung bakal menjadikan hutan ini sebagai konservasi mangrove serupa Balai Pengelolaan Hutan Mangrove di Denpasar Bali. Bahkab kerjasama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) juga tengah dijajaki. Departemen Kehutanan juga merespons baik usulan tersebut. Taken from Surya, Jul 25, 2008 Hutan Mangrove Wonorejo Bakal Jadi Wisata Keluarga Masyarakat tiap minggu dapat mengunjungi wisata hutan bakau di Wonorejo. Pasalnya, mulai tahun depan semua fasilitas pendukung sudah disiapkan sehingga anggota keluarga dapat menjadikan hutan bakau sebagai tempat alternatif liburan. Tempat ini akan dilengkapi bicycle track dari Gunung Anyar hingga Sukolilo dengan jarak sekitar 15 km. Hal tersebut disampaikan SAMSUL ARIFIN Kepala Dinas Perikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian, dan Kehutanan Kota Surabaya pada suarasurabaya.net, Jumat (25/07). Masyarakat dapat melihat aktivitas burung yang beterbangan di hutan mangrove dari gazebo. IRVAN camat Rungkut menambahkan, saat ini gazebo sudah jadi. Tingginya dua meter dari permukaan air laut saat gelombang pasang. Hutan bakau Wonorejo, menurut IRVAN, dapat dijadikan obyek wisata. “Masyarakat dapat memancing, bersepeda bersama anggota keluarga, konservasi alam, menaiki perahu, pusat pengetahuan tumbuhan dan hewan, serta dijadikan tempat peristirahatan,” tambahnya. Saat ini, lanjut IRVAN, masyarakat tidak begitu banyak yang peduli terhadap hutan bakau. “Buktinya banyak sampah yang berada di hutan mangrove. Kebiasaan membuang sampah ke sungai perlu dihindari. Serta gelombang pasang akibat masih sedikitnya pohon bakau untuk menahan dari serangan gelombang pasang laut,” ujarnya. Taken from www.suarasurabaya.net, Jul 25, 2008 Ebek21 July 26th, 2008, 05:12 AM Foto2 DBL Arena Sby Tampak depan http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/DBL_ARENA.jpg Atrium seluas 2000 m2 http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/DBL_ATRIUM_DBL_ARENA.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/DBL_ARENA_2.jpg glitz_boy July 26th, 2008, 06:51 AM keren jg dbl arena ..... sbyctzn July 26th, 2008, 11:31 AM Kenapa ga sekalian bikin klub buat IBL ya jawapos? Layak bgt tuh DBL Arena buat kompetisi IBL, malah terbaik di indonesia. Bakal keren tuh, ada 2 klub basket IBL di Surabaya, bisa dinamain "Deteksi Young Surabaya" atau "Deteksi Surabaya". N logonya udah megang bgt tuh buat klub. Gimana? Usulin ke Jawapos agih. =NaNdA= July 26th, 2008, 03:36 PM wah ada fotonya pemain NBA Denny Granger... itu yang bakal dateng pas peresmian ya? mantep bro.. :okay: Ebek21 July 26th, 2008, 05:30 PM Setahun pasca kebakaran Pasar Turi, 26 Juli 2007 http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/ps20turi201.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/ps20turi202.jpg http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/ps20turi205.jpg Taken from www.detiksurabaya.com, Jul 26, 2008 teddybear July 26th, 2008, 08:36 PM ^Apa nggak diambrukin dan dibangun lagi saja, mengingat strukturnya bisa udah nggak kuat lagi? Ebek21 July 26th, 2008, 09:30 PM ^Apa nggak diambrukin dan dibangun lagi saja, mengingat strukturnya bisa udah nggak kuat lagi? Terus terang bingung melihat Pasar Turi ini. Sudah jelas2 dibakar orang sampai dua kali, pelakunya masih belum ketangkap atau sengaja gak ditangkap, lalu tempat penampungan sementara juga dibangun ala kadarnya, itupun gak rampung2. Terakhir dengar2 ada wacana mau mengundang investor untuk membangun kembali Pasar Turi ini, tapi dikuatirkan akan ditolak oleh para pedagang. Yang kasihan adalah pedagang2nya, sampai memaksakan dagang di bangunan yg keselamatannya gak terjamin kayak gitu. Omzetnya juga jauh dibawah omzet mereka yg dulu, malah kadang2 sehari gak dapat apa2. Struktur yang lama jelas harus dirobohkan, bangunan bekas kebakaran sudah pasti tidak layak pakai dan tidak memenuhi standar keamanan gedung. Ebek21 July 27th, 2008, 04:25 AM Kabar terbaru tentang Pasar Turi. FOPPI Andalkan Pinjaman Bank Rp 300 Miliar yang Dijanjikan untuk Pasar Turi SURABAYA - Niat pedagang Pasar Turi untuk mengambil alih rencana pembangunan pasar yang terbakar bukan isapan jempol. Kemarin (26/7), rencana itu dimatangkan dalam acara mimbar bebas untuk memperingati setahun terbakarnya Pasar Turi. Mimbar bebas yang diselenggarakan di dalam bangunan Pasar Turi Tahap I dan II itu juga dihadiri KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Dalam acara tersebut, dia mengajak Laksamana Sukardi dan Roy B.B. Janis yang kebetulan berniat menemui dirinya di Surabaya. Dari kalangan pedagang, hadir Ketua Pengawas Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI) Irvan Melayu dan perwakilan FOPPI se-Jatim. Sejumlah wakil fraksi dari DPRD Surabaya juga mengikuti acara tersebut. Menurut Ketua Tim Pemulihan Pasca Kebakaran Pasar Turi (TPPKP) Djoko Soedjiono, revitalisasi pembangunan Pasar Turi dimulai dengan pembuatan detail engineering design (DED). Kemarin, DED Pasar Turi dipaparkan Syarif Tando, pakar konstruksi yang merekonstruksi pembangunan Pasar Turi setelah terbakar pada 1978. ''Kami sengaja mengundang Pak Syarif. Beliau tahu betul seluk beluk konstruksi Pasar Turi,'' kata Djoko. Syarif menyatakan, pembuatan DED itu disesuaikan keinginan pedagang. Ada dua opsi yang dia tawarkan. ''Pilihannya, Pasar Turi hanya direnovasi atau dirombak total,'' ujarnya. Dua alternatif tersebut, kata Syarif, memiliki konsekuensi masing-masing. Untuk renovasi, alumnus ITB tersebut menyatakan bahwa pedagang tidak perlu mengeluarkan banyak anggaran. Konsekuensinya, nilai bangunan Pasar Turi terkesan tertinggal dibanding pasar-pasar grosir yang lain. ''Kalau yang dipilih adalah mendirikan bangunan baru, biayanya sangat besar. Apalagi kalau setiap stan dilengkapi AC atau lainnya,'' ungkapnya. Mengenai pendanaan, sebelumnya Djoko menyatakan berasal dari koperasi pedagang yang mencapai Rp 300 miliar. Rinciannya, Rp 200 miliar untuk pembangunan kembali Pasar Turi dan Rp 100 miliar untuk modal usaha pedagang. ''Untuk itu, kami telah berkoordinasi dengan FOPPI,'' jelasnya. Irvan Melayu, ketua pengawas FOPPI, menjelaskan bahwa dana tersebut memang akan diupayakan oleh koperasi pedagang di bawah naungan FOPPI. Menurut dia, saat ini terdapat 110 di antara 4 juta perhimpunan pedagang yang memiliki koperasi. ''Nah, koperasi perhimpunan pedagang di bawah FOPPI itulah yang nanti digunakan mendukung kelancaran pencairan dana Rp 300 miliar tersebut,'' katanya. Namun, tidak berarti koperasi pedagang itu punya uang cash Rp 300 miliar. Irvan mengaku, dana Rp 300 miliar tersebut berasal dari sebuah bank dan lembaga keuangan asing. Bahkan, disebutkan bank itu siap mengucurkan kredit secara unlimited (tanpa batas). ''Kami sudah menjalin komitmen dengan dua bank pemerintah dan sebuah lembaga keuangan asing,'' ujarnya. Dia belum mau menyebutkan nama bank pemerintah dan lembaga keuangan asing itu. Namun, yang jelas, komitmen tersebut bakal diwujudkan dengan pemberian kredit dari bank dengan bunga supermurah. ''Saya yakin pedagang tidak berkeberatan,'' ungkapnya. Mekanisme pencairan dana itu akan dilakukan secara berkala. Mulai 40 persen, 60 persen, hingga 100 persen. Itulah yang nanti juga disesuaikan dengan kemampuan pedagang. ''Untuk itu, kekuatan modal pedagang itulah yang saat ini kami bicarakan,'' jelasnya. Lalu, bagaimana dengan mekanisme pembayaran kredit tersebut? Irvan menyatakan disesuaikan dengan kemampuan pedagang. Karena itu, stan yang dibangun juga disesuaikan keinginan pedagang. ''Intinya, pedagang bisa mengukur sejauh mana kemampuan mereka,'' ujarnya. Sementara itu, Gus Sholah meminta agar pemkot mendengarkan aspirasi pedagang soal pembangunan kembali Pasar Turi. Dia juga menyarankan agar kedua pihak duduk bersama merumuskan solusi yang paling cocok. ''Persoalan Pasar Turi itu kecil. Pemkot sebagai orang tua harus memperhatikan anaknya,'' tegasnya. Di tempat terpisah, Wali Kota Bambang D.H. mengungkapkan bahwa pemkot sebenarnya sudah menyiapkan anggaran untuk revitalisasi Pasar Turi. Namun, kata dia, belakangan menyeruak rencana dari pedagang untuk menggandeng investor. ''Belakangan ini memang muncul usul dari kelompok masyarakat, terutama pedagang, untuk menggandeng investor,'' ujarnya. Karena itu, dia meminta agar asisten I (bidang administrasi pembangunan) yang juga didaulat sebagai Ketua Tim Pemulihan Pasca Kebakaran Pasar Turi (TPKPPK) dari Pemkot Muklas Udin mendalami rencana tersebut. Sebab, kata Bambang, pedagang sempat menolak kehadiran investor saat awal rencana revitalisasi Pasar Turi. ''Jika memang akan menggandeng investor, kami berharap tidak ada perbedaan pandangan,'' katanya. Sejatinya, jelas dia, pemkot setuju saja jika pedagang bermaksud menggandeng investor. Hal itu jauh lebih baik daripada hanya menunggu kucuran dana dari APBN. Pihaknya juga berjanji membicarakan masalah tersebut lantaran lahan Pasar Turi tidak sepenuhnya milik pemkot. ''Sebagian milik PT KAI. Karena itu, kami juga akan mengajak PT KAI selaku pemilik lahan membahas persoalan tersebut,'' jelasnya. Kendati demikian, Bambang menegaskan pemkot tidak akan lepas tangan seandainya investor benar-benar masuk dalam pembangunan Pasar Turi. Apalagi, pemkot sudah menyiapkan anggaran Rp 25 miliar untuk revitalisasi. ''Akan kami rumuskan mekanismenya sebaik mungkin. Tunggu kepastian pemprov dan pusat saja,'' ujarnya. Taken from Jawapos, Jul 27, 2008 Ebek21 July 27th, 2008, 04:59 AM Upaya Surabaya Jadi Pusat Bakau Kedua http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Mangrove.jpg Tanam Bakau dan Tata Kawasan Tepi Laut SURABAYA - Peringatan Hari Mangrove se-dunia kemarin diperingati bersama oleh insan peduli lingkungan. Salah satu bentuk peringatan itu adalah penanaman 15 ribu mangrove (bakau) di bozem Wonorejo kemarin. Ke depan, Surabaya segera memiliki Pusat Bakau setelah Bali. Kemarin, Wali Kota Bambang Dwi Hartono bersama Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas Perikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian, dan Kehutanan (DPKPPK), Tunas Hijau, Kecamatan Rungkut, dan Sampoerna Foundation menanam 15 ribu bakau di sepanjang sungai Wonorejo. Wali Kota Bambang D.H. mengatakan, Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan bakau terluas di dunia. Yakni, mencapai 3,5 juta hektare. Namun, ironisnya kerusakan terbesar juga ada di negara ini. Kerusakan hutan mangrove mencapai 12 persen dari total luas. Kerusakan itu terjadi dalam kurun waktu 17 tahun. ''Karena itu, konsentrasi kita saat ini tidak hanya rutin menanam mangrove, tapi juga memulai penataan kawasan,'' terangnya. Karena itu, kata Bambang, dalam tata ruang wilayah menjadikan kawasan pantai timur sebagai wilayah konservasi. Untuk itu, Departemen Kehutanan secara rutin akan mendampingi pemkot menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat mangrove. ''Kawasan itu sudah ditetapkan sebagai penyeimbang ekosistem pantai. Karena itu, jangan sampai peruntukannya tidak sesuai,'' terang dia. Saat ini, detail engineering design (DED) Pusat Mangrove sedang digarap DPKPPK. Bambang mengatakan, sejatinya kesadaran masyarakat untuk memperbaiki lingkungan sudah jauh berubah. ''Warga yang dulu menebangi mangrove sekarang sudah sadar dan bahkan turut menanam mangrove. Artinya, kesadaran warga sudah luar biasa,'' terangnya. Kepala DKP Hidayat Syah mengatakan, pihaknya terus mengajak masyarakat agar peduli lingkungan. ''Kita secara rutin agendakan bersih-bersih sungai dan tanam mangrove,'' jelasnya. Para mahasiswa juga tidak mau ketinggalan berpartisipasi dalam penanaman mangrove. Para mahasiswa yang tergabung Sampoerna Best Student juga turut berpartisipasi dalam penanaman kemarin. Sampoerna Best Student adalah program penyeleksian 89 mahasiswa terpilih dari 18 perguruan tinggi tanah air. Penyeleksian dilakukan oleh jajaran pendidik di masing-masing perguruan tinggi berdasarkan kriteria nilai prestasi (IPK) serta ke-aktifan mereka dalam berorganisasi. Dalam peringatan Hari Mangrove se-dunia ini akan datang 10 perwakilan dari negara Asia Pasifik ke Surabaya. Di antaranya, dari Timor Leste, Thailand, dan Filipina. Taken from Jawapos, Jul 27, 2008 sbyctzn July 28th, 2008, 08:13 AM Mengenai DBL Arena. Pernyataan dari Azrul Ananda yang mengatakan bahwa DBL Arena belum 100% jadi, karena masih akan dilakukan penyempurnaan setelah kompetisi DBL selesai, salah satunya tribun, ada 2 tribun, tribun utama dan tribun bawah. Ada yang tau yang dimaksud Azrul Ananda tentang tribun itu? Apa mau ditambah tribun lagi dibawahnya ya kali? Kan antara lapangan dan tribun utama ada space, apa itu yang dimaksud tribun bawah yang akan disempurnakan? Dan kalau ada yang tau penyempurnaan lain apa lagi yang dilakukan? Apa pemberian kursi di seluruh tribun? Oh ya bagusan mana sama Britama Arena di JKT? Besaran mana kapasitasnya? Anybody can answer it? Ebek21 July 29th, 2008, 03:33 AM Surabaya Sumbang Proyek Terbanyak Properti Vertikal Tumbuh Pesat SURABAYA - Proyek properti vertikal di tanah air di luar Jakarta tumbuh pesat. Berdasar data BCI Asia, dalam setahun terakhir berdiri sedikitnya 168 bangunan dengan ketinggian di atas 8 lantai. Total nilai proyek konstruksi itu mencapai Rp 20 triliun dengan luas bangunan 6,3 juta meter persegi. Menurut Koordinator BCI Asia Surabaya Aslakul Umam, gedung-gedung itu dibangun (dan diprediksi selesai) dalam rentang waktu 2007 hingga 2009 di kota-kota utama di Sumatera,Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. ''Dari seluruh wilayah itu, Surabaya salah satu kota dengan proyek properti vertikal paling banyak. Terdata, sedikitnya 42 gedung sedang dibangun,'' ujarnya kemarin (28/7). Dia mencontohkan proyek Ciputra World yang terdiri menara perkantoran 42 lantai dan hotel bintang lima 40 lantai di Surabaya. ''Masih ada 15 bangunan lain di Surabaya yang akan memiliki 20 lantai ke atas. Sebagian besar hunian apartemen,'' katanya. Yang kini dalam tahapan perancangan atau desain, antara lain, Darmo Festival Walk (Bukit Darmo), dan The Trilium (Jalan Pemuda). Proyek yang memasuki tahap pembangunan, antara lain, Superblok Grand City (Gubeng), Waterplace Residence, Adhiwangsa Residence (Bukitdarmo), dan Metropolis Apartment (Tenggilis Mejoyo). Umam menyebut, bisnis jasa konstruksi memang sempat terimas kenaikan harga BBM. Itu terkait dengan kenaikan komponen produksi. ''Tapi, pasar properti tidak banyak mengalami guncangan. Jadi, pengembang tetap berupaya memenuhi komitmen pada pasar,'' terangnya. Perkembangan ekonomi di kawasan Indonesia Timur, lanjut dia, juga mendorong pertumbuhan properti vertikal, seperti di Sulawesi, khususnya Makassar dan Manado. ''Berdasar data kami, ada 15 gedung yang akan berdiri di Sulawesi,'' ucapnya. Di Makassar, Menara Bosowa setinggi 26 lantai saat ini memasuki tahap konstruksi. Demikian juga Apartemen Royal 24 lantai di kawasan Petarani. Di Manado, lima hotel masuk tahap konstruksi. Di Sumatera bakal berdiri 50 properti vertikal baru dan Kalimantan 13 gedung. Batam bakal memiliki 12 properti vertikal berupa apartemen dan hotel. Taken from Jawapos, Jul 29, 2008 |