View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development


Pages : 1 2 3 4 5 6 7 8 [9] 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

Ebek21
September 9th, 2008, 02:58 PM
@sbyctzn : Wah salut !! Kamu benar2 naik ke atas jembatan Vida itu rupanya :) Baru kali ini bisa melihat progressnya Ciputra World dengan jelas. Menurutku, walaupun kurang cepat, tapi masih okelah. Nggak selambat yang kubayangkan. Keep optimistic, guys !! Aku yakin bentar lagi progress CW ini akan segera melesat cepat. Dari pengalaman, memang pekerjaan pondasi selalu yang paling banyak makan waktu.

Thanks juga buat foto pedestrian di Unairnya. Dengar2 tahun depan proyek pedestrian akan merambah Jl. Mayjen Sungkono tuh.

sbyctzn
September 9th, 2008, 03:28 PM
@studio_one:
Itu crane hanya satu karena cuma untuk membuat pondasi saja. Jika nanti sudah mulai konstruksi pasti juga bakal banyak, seperti halnya GCS, bahkan lebih banyak karena tower Ciputra World sangat banyak, kurang lebih ada lima (bahkan sempat saya lihat DED nya ada tujuh tower kalau tidak salah).

@ebek21:
You're welcome,
About CW,
itu saya soalnya penasaran juga dengan progress CW makanya saya sempatkan ke JPO Vida, dulu soalnya tidak pernah kepikiran, thanks juga buat idenya.
Memang saya cukup optimis bakal cepat selesai, semenjak selesainya masalah dengan pemkot.
Surabaya memang benar-benar demam Pedestrian, tidak salah Unair ikut iri melihat pedestrian di CBD. Semoga instansi lain yang punya jalan dan trotoar punya rasa iri juga, jadinya nanti bakal banyak pedestrian bertebaran di Surabaya. Kalau untuk pedestrian Mayjen Sungkono masih menunggu pedestrian Raya Darmo selesai. Jadi masih lama, mungkin akhir tahun depan.

Jika ada waktu lagi rencana mau foto project2 lain.
Tunggu tanggal mainnya.
Masih hunting situasi, kondisi dan lokasi.

He.. He.. He...

Ebek21
September 9th, 2008, 05:12 PM
Hmm..let's see what other projects we have in Sby that need update..

Gelora Bung Tomo, Surabaya Barat Hospital, High Point Apartment, Tidar Cosmo Park (maybe behind the shophouse complex), Pakuwon Town Square (including Pakuwon Power Center), Eastcoast Residence, Ciputra University Student Apartment complex (Berkeley Tower) and the one I expect the most, MERR (can someone check whether the work has been re-started ?)

Of course, Arena Ketabang with new Sby landmark..that's easy to update because its convenient location. Surabaya-Mojokerto tollroad, but maybe no significant progress from this project since they are doing due dilligence work for possible change in project ownership.

Thanks in advance for anyone willing to do the update :D

pecinta_surabaya
September 9th, 2008, 05:25 PM
Waahhh,maaf maaf,,setelah liat tidar cosmo park dr wikimapia akhirnya saya tau lokasi sebenarnya..
Foto ruko yg saya post itu ternyata salah,bukan disitu letak tidar cosmo park..
Letaknya yg benar memang berada persis di depan kantor polisi,,waktu saya jalan kesana bwt ngambil foto ruko itu,lahan yg seharusnya dibuat tidar cosmo park ditutupi pagar seng tinggi,dan belum tampak ada pembangunan apa2..
Nanti kapan2 klo sempat saya post foto lokasi sebenarnya..
Sekali lagi saya minta maaf ya..

hehehe

sbyctzn
September 9th, 2008, 11:33 PM
Untuk diketahui ebek dan semua rekan, sampai saat yang belum ada tanda2 mulainya proyek, yaitu RSSB, Tidar CP, MERR, Arena ketabang, dan untuk tol sumo sementara masih stagnan, sama seperti terakhir ada rekan yang update (masih menunggu pergantian kepemilikan saham).

Untuk update yang lain tunggu aja kelanjutannya.

Dan untuk Tidar Cosmo Park itu lokasi persisnya dimana ya? Kok saya belum tau.

Ebek21
September 10th, 2008, 07:01 AM
Just found news regarding another project in Sby CBD. It's Hotel Amaris Surabaya, a 10 floors 2-star hotel under Santika Hotel Group (owned by Kompas-Gramedia Group). The location is beside Gramedia Expo.

Can someone check this out ? They are scheduled to open in Dec 2008, so if their progress is smooth, at least we can see a near-finished building.

Hotel Amaris Surabaya Layani Investor Beranggaran Terbatas

Surabaya - Persaingan dunia perhotelan di Surabaya akan semakin ketat. PT Graha Wita Santika (GWS), salah satu anak perusahaan Kompas Gramedia, bakal mendirikan Hotel Amaris Surabaya (HAS). Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Dirut PT GWS Agung Adiprasetya dan Direktur Eksekutif Lilik Oetama, Jumat (29/2). Hotel berkonsep smart ini berlokasi di samping gedung Gramedia Expo di Jalan Basuki Rahmat Surabaya.
HAS merupakan yang kedua di Indonesia. Yang pertama adalah Hotel Amaris Jakarta, yang berlokasi di Jalan Panglima Polim.

Menurut Corporate Promotion Manager Vivi Herlambang, HAS dibangun di lahan seluas 4.200 meter persegi. “Hotel ini nantinya akan terdiri dari 10 lantai dan memiliki 160 kamar,” imbuhnya.
Amaris merupakan salah brand dalam jaringan Santika Indonesia Hotels & Resorts. Kategori bintang 3 menggunakan nama Hotel Santika, bintang 4 dengan nama Hotel Santika Premiere dan Hotel Amaris untuk bintang 2.

Vivi menambahkan, brand Amaris Hotel dibuat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang memiliki anggaran terbatas. “Juga untuk melayani investor dengan limited budget,” katanya.
“Yang jelas pada Hotel Amaris, kami menerapkan konsep smart, low cost, simple, minimalis, efisien, tapi tetap trendi dan modern,” jelas Vivi.
Pembangunan fisik HAS ditargetkan rampung dalam delapan bulan. “Desember 2008 ini kami berharap bisa mulai beroperasi,” pungkas Vivi.

Taken from Surya, March 1, 2008

teddybear
September 10th, 2008, 07:08 AM
^Emangnya masih ada lahan kosong di sebelah Gramedia Expo? Apa akan ada penggusuran lagi? Ada kampung kecil sih (Lemah Putro) di belakan Basra. Atau membeli lahan sebelah, yah bagus lah kalo gitu, tapi koq cuman 10 tingkat? Waleh..

sbyctzn
September 10th, 2008, 08:34 AM
Melihat berita yang sejak Maret 2008, namun hingga bulan September ini belum ada tanda-tanda konstruksi sama sekali dan target selesai Desember 2008, sungguh sangat tidak akan mungkin terealisasi. Ada beberapa kemungkinan, yang pertama dipastikan itu proyek batal, kedua, ada di lokasi lain (apa mungkin konstruksi baru disamping M. Standard Chartered Bank? Atau lainnya), ketiga pembangunan molor.

Ebek21
September 10th, 2008, 08:47 AM
Apa kamu yakin nggak ada tanda2 konstruksi ? Gedung 10 lantai kan nggak seberapa tinggi, jadi mungkin nggak gitu kelihatan, dan barangkali lokasinya agak tersembunyi, nggak persis di Jalan Basuki Rachmad. Di beritanya kan sudah jelas ada peletakan batu pertama, jadi lokasi gak mungkin dirubah lagi. Dan kemungkinan molor menurutku kecil sih, kan skala pembangunan tidak begitu besar dan juga ada nama besar KG Group.

tsagitto
September 10th, 2008, 09:51 AM
saya tadi pagi justru melihat ada tanda tanda konstruksi di jalan KOmbes M duryat samping Ruko permata duryat, karena disitu ada pekerjaan pemancangan menggunakan tiang pancang 40X40 artinya bangunan diatasnya akan sekitar 10 lantai karena di surabaya dengan tiang minipile
20x20 sudah berani bangun gedung 5 lantai diatasnya

apa di situ ya hotel Amaris dibangun? mengingat lokasi juga dekat dengan gramedia expo

di Jalan mawar dekat kombes m duryat juga ada progres pembangunan jayanata beauty mall setinggi 7 lantai kontraktornya NRC disamping bangunan existing jayanata

Ebek21
September 10th, 2008, 10:53 AM
@ tsagitto : About Jayanata Beauty Mall that you mentioned, is this the rendering ?

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/ds_jayanata_beauty_plaza.jpg

sbyctzn
September 10th, 2008, 12:57 PM
@ebek21:
Betul juga mungkin di daerah Kombes M Duryat memang dulu saya pernah tau ada konstruksi, tapi berhubung kecil, saya tidak mengira akan jadi hotel 10 lantai, karena konstruksi semacam tersebut biasa terjadi di Surabaya. Ada konstruksi semacam itu juga di daerah Surabaya Timur di MERR di samping ruko galaxy depan graha/wisma galaxy, dengan paku bumi sejumlah 10 an lebih. Namun saya tidak begitu berani mengangkat ke Forum ini karena prediksi saya konstruksi semacam itu hasilnya kebanyakan low rise dibawah 5 lantai dan konstruksi kecil. Seperti bangunan di dekat apartement cosmopolis, ciri-cirinya juga seperti itu, tetapi kemungkinan hanya low rise (fotonya pernah saya tampilkan di thread ini bersama foto progress apartement cosmopolis) Mungkin itu yang dimaksud, yg di kombes M Duryat. Akan saya cross check lagi. Karena sudah lama saya tidak pernah lewat kombes M Duryat.

Oh ya mengenai jayanata beauty plaza kok saya tidak pernah dengar kabar mengenai hal itu ya?

teddybear
September 10th, 2008, 03:22 PM
^Photos of area at Kombes Duryat and Jayanata Beauty Mall? Beauty Mall, apa aja tuh di dalam? Masak pada kebanyakan salon semua di dalam?

Hadi
September 10th, 2008, 03:59 PM
Arena Ketabang


Sukses Taman Bungkul dibangun sebagai ruang warga Kota Surabaya untuk berinteraksi dan bersosialisasi satu sama lain. Kali ini Pemerintah Kota akan membangun taman rekreasi olah raga bernama Arena Ketabang.

http://img205.imageshack.us/img205/8060/wisata2ie2.jpg

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali membangun taman bermain skateboard dan rekreasi olah raga keluarga di sekitar monkasel. Pembangunan Arena Ketabang merupakan bagian dari penataan Kali Mas, dan akan menjadi ikon wisata baru
di Surabaya. “Pembangunan Arena Ketabang menandai program revitalisasi Kalimas di Surabaya,” terangnya. Pemkot merencanakan pembangunan Arena Ketabang ini dua tahun lalu. Arena Ketabang masuk dalam titik spot 5 revitalisasi Kalimas. Titik spot lainnya yang akan diba ngun di Jembatan Petekan, Jembatan Merah, Jembatan Jagalan, Pasar Peneleh, Monkasel, Pasar bunga kayun, permukiman di Dinoyo-Darmo Kali, dan Jembatan BAT.
Peletakan batu pertama pembangunan Arena Ketabang dilakukan Wali Kota Bambang DH bersama Johni Girsang, deputy executive general manager Telkom Divre V, Jumat (15/8), di sepanjang Monumen Kapal Selam (Monkasel). Arena Ketabang didesain khusus skateboard area dan BMX. Arena Ketabang akan dilengkapi plaza area, flat area, street area, skateboard area, dan tribun juga beberapa sarana olahraga lainnya. “Sebenarnya Fasilitas ini sudah ada, tapi masih kurang. Untuk mengako modir para komunitas skateboard dan BMX di Surabaya, maka diba - ngun Arena Ketabang,” tambahnya. Nantinya, di tengah areal tersebut, akan dibangun patung buaya suroboyoan yang mengeluarkan air mancur kearah Kalimas. Konsep ini diilhami patung Merlion di Singapura. Pembangunan Arena Ketabang menelan anggaran Rp 1,6 miliar. Dana tersebut berasal dari corporate social responsibility (CSR) PT Telkom.
Bambang DH mengatakan walaupun pembangunan arena ketabang dilakukan oleh pihak swasta, tapi harus ada kontrol oleh Pemkot. “Dulu kawasan ini kumuh, sekarang sudah bersih berkat peran serta PT. Telkom selaku BUMN yang peduli dengan kondisi lingkungan di kota Surabaya,. Saya berterima kasih pada Telkom atas penataan taman bungkul, tapi komitmen Telkom tidak berhenti sampai disitu. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Telkom dapat ditiru oleh BUMN yang lain di Surabaya,” terangnya. Wali Kota menambahkan bahwa di Kota Surabaya masih banyak lahan yang perlu sentuhan dan disulap menjadi taman. Karena berbagai keterbatasan yang dimiliki Pemkot. Rencananya, pintu parkir Plaza Surabaya bakal dibongkar. Sehingga taman tersebut bisa menjadi area publik yang bisa dinikmati warga kota Surabaya. “Saya mengharapkan kalo taman sudah jadi tembok disekitar untuk dibongkar, jadi tidak ada sekat-sekat. Hal ini, ditujukan untuk interaksi sosial warga kota Surabaya sangat bagus, dan akan terjalin kekuatan dalam membangun Kota Surabaya bersama-sama warga,” terangnya.
Dengan begitu warga kota Sura baya punya tanggung jawab bersa ma pemkot untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun. Bambang juga menginginkan warga kota Surabaya yang tinggal di pinggir sungai agar tergerak untuk membangun rumahnya menghadap sungai. (riz)

sbyctzn
September 10th, 2008, 06:05 PM
ARENA KETABANG
belum ada tanda2 dimulainya proyek, entahlah, kok belum juga ada tanda2 pembangunan.

Mengenai hotel amaris, betul sudah ada konstruksi, sudah ada kegiatan pemancangan.
Kalau dilihat dari Basra ada di belakang hotel cendana. Untuk ukuran 2 stars, 10 lantai cukup lumayan.

Ebek21
September 11th, 2008, 04:07 AM
Pasar Bunga Kayoon Jadi Dua Wajah

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/23389large.jpg

SURABAYA - Tahun ini PD Pasar Surya mengubah Pasar Bunga Kayoon. Pasar itu akan dibuat menjadi dua wajah. Yang satu menghadap ke Jalan Kayoon seperti saat ini, satu lagi menghadap Kalimas. Itu dilakukan lantaran pasar tersebut di-setting sebagai salah satu daya tarik wisata air.

Perubahan pasar itu sudah mulai dirintis instansi tersebut. Menurut Direktur Pembina Pedagang PD Pasar Surya Fatma Irawati Malaka, pembenahan itu selaras dengan revitalisasi Kalimas yang dimulai pemkot tahun ini.

Rencananya, kata Etik, sapaan Fatma Irawati Malaka, kawasan sungai itu akan dijadikan wisata kuliner. Jika sungai sudah tertata, akan didirikan kafe-kafe yang menyajikan beragam masakan khas Surabaya. Upaya tersebut bertujuan untuk mengembalikan Surabaya sebagai kota sungai. ''Dengan begitu, urat nadi perdagangan kota ini akan hidup kembali,'' tuturnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah menyosialisasikan program revitalisasi tersebut kepada para pedagang. Berdasar data, sekarang ada 107 pedagang di pasar bunga itu. Mereka menempati 112 stan yang berdiri di lahan seluas 2.394 meter persegi.

Terkait dengan revitalisasi itu, stan-stan di Pasar Bunga Kayoon sudah dimundurkan sejauh 12 meter dari bibir sungai. Areal tersebut lantas dipakai sebagai jogging track sampai menuju Monumen Kapal Selam (Monkasel).

Taken from Jawapos, Sep 11, 2008

Ebek21
September 11th, 2008, 04:09 AM
The picture shows ex-Toko Nam building, waiting for new investor :)

Bangunan di Embong Malang Kena Proyek Pedestrian

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Tokonam.jpg

SURABAYA - Rencana pembangunan pedestrian crosswalk di sepanjang Jalan Embong Malang berimbas pada bangunan-bangunan di sana. Pemkot meminta para pemilik bangunan bersedia merelakan sebagian lahannya untuk proyek pedestrian.

Wakil Wali Kota Arif Afandi menyatakan, saat ini pemkot sedang bernegosiasi dengan beberapa pengembang di sepanjang jalan tersebut. Salah satu lahan bangunan yang bakal terkena imbas proyek pedestrian itu adalah eks Toko Nam dan bangunan pagar milik PT Pakuwon Jati yang menjorok ke Jalan Embong Malang.

Menurut Arif, saat ini pemkot sudah melakukan pembicaraan dengan Pakuwon terkait dengan perluasan proyek pedestrian tersebut. Nanti, kata dia, status lahan itu tetap atas nama Pakuwon. Hanya, lahannya memang akan dipakai untuk pedestrian. ''Kami meminta agar pagarnya dimundurkan. Mereka setuju dengan rencana itu hampir 80 persen,'' ujarnya.

Jika menyetujui rencana tersebut, kata Arif, Pakuwon bisa menjadi pelopor agar pengembang mal atau perkantoran lainnya mengikuti langkah itu.

Untuk bangunan bekas Toko Nam di tikungan Jalan Embong Malang, Arif meminta tim cagar budaya mengevaluasi fungsi lahan serta bangunan eks Toko Nam. ''Apakah lahan yang di depan itu (yang dipagar seng, Red) harus dipertahankan atau dikorbankan demi kepentingan fasilitas umum,'' ungkapnya.

Taken from Jawapos, Sep 11, 2008

Ebek21
September 11th, 2008, 04:17 AM
Found another old article from Venue Magazine which describes more briefly about exact location of the Amaris Hotel. I think it's somewhere beside Gramedia Expo, not the currently being constructed one in Kombes M Duryat.
And this is not an ordinary 2-stars hotel, but I think it has more modern style. They called it boutique hotel, similar with Formule 1 Hotel from Accor Group in Jakarta.

Peresmian Gramedia Expo

Surabaya memiliki satu lagi gedung pameran dan konferensi bernama Gramedia Expo yang terletak di Jalan Basuki Rahmat. Gedung yang memiliki luas mencapai 4.000 meter persegi itu bernaung di bawah kelompok Kompas Gramedia. pameran ini terintegrasi dengan Toko Buku Gramedia di lantai dua.

Peresmian gedung itu diadakan pada 29 Februari 2008 dan dihadiri Bambang D.H., Wali Kota Surabaya. Surabaya sebagai salah satu kota tujuan MICE terus berbenah, dan kehadiran Gramedia Expo bakal meramaikan industri MICE Surabaya. “Pameran inilah yang dibutuhkan Surabaya, terutama untuk mendorong pertumbuhan industri pameran dan industri pariwisata,” ujar Bambang D.Hh. Pameran ini dibuka dengan pameran Kompas Fair yang berlangsung mulai 29 Februari hingga 9 Maret 2008. Pada tanggal itu pula melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Amaris, hotel yang berkonsep smart hotel. Rencananya, hotel itu terdiri dari 10 lantai dengan 160 kamar, dan akan menjadi salah satu official hotel Gramedia Expo. “Letaknya yang bersebelahan dengan Expo memudahkan exhibitor organizer dan peserta pameran yang mengadakan pameran di Expo,” papar Vivi Herlambang, Corporate Promotions Manager Santika.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Agung Adi Prasetyo, CEO Kkelompok sekaligus Direktur Utama PT Graha Wita Santika, dan Lilik Oetama, Direktur Eksekutif PT Wita Santika. Disaksikan pula oleh Nirwan Oetama, Eri Erlangga, dan jajaran manajemen kelompok Kompas Media.

teddybear
September 11th, 2008, 05:51 AM
^Kalo begitu Hotel Amaris gua rasa memang di sebelah Expo dan di dalam lahan tsb, bukan di Kombes Duryat, tapi pembangunannya belum terlaksana (molor atau batal?), dan gua hotel kecil.

Dan dari artikel diatas bekas Toko Nam mungkin masih bukan milik Pakuwon. Kalo iya, kenapa tidak minta ijin sama Pakuwon saja untuk lahan ex Toko Nam itu juga?

Ebek21
September 11th, 2008, 09:29 AM
Picture of newly-finished SOHO (Small Office Home Office) alias RUKO surrounding Waterplace Apartment complex in West Surabaya. This SOHO has a captive market of more than 10,000 Pakuwon Indah and Waterplace residents once the whole complex has been fully occupied.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/WP.jpg

Taken from Jawapos Versi PDF, Sep 11, 2008

lombok
September 11th, 2008, 01:36 PM
Go..go Surabaya....:banana: I luv u....:banana:
Kapan city lain kayak Surabaya ? JKT next please....

Hadi
September 11th, 2008, 08:17 PM
http://img142.imageshack.us/img142/6791/image001pw1.jpg

http://img153.imageshack.us/img153/1628/image027az9.jpg


http://img142.imageshack.us/img142/1653/image033pz7.jpg

http://img153.imageshack.us/img153/9901/image044fs0.jpg

Hadi
September 11th, 2008, 08:18 PM
http://img142.imageshack.us/img142/1638/image047ye1.jpg

http://img180.imageshack.us/img180/3446/image048gz4.jpg

http://img180.imageshack.us/img180/8670/image049zu2.jpg

http://img180.imageshack.us/img180/75/image051iz5.jpg

Ebek21
September 12th, 2008, 03:27 AM
Hadi, I can't see your pics. Let me post them for you. Thanks for the update pics.


http://img142.imageshack.us/img142/6791/image001pw1.jpg

http://img153.imageshack.us/img153/1628/image027az9.jpg


http://img142.imageshack.us/img142/1653/image033pz7.jpg

http://img153.imageshack.us/img153/9901/image044fs0.jpg

teddybear
September 12th, 2008, 03:28 AM
^Thanks Ebek, now the photos are coming out! Great, so this eyesore will be no more in the future! (But there are still 4 other eyesore that needs to go...).

Jadi Surabaya Pusat (CBD): LJ Meritus -15 floors, Trillium Apartment - 32 floors, Grand City Superblock (mall and hotel). Good, tapi masih kurang, and I am waiting for 40 floors and above.

Ebek21
September 12th, 2008, 03:30 AM
And also these ones.


http://img142.imageshack.us/img142/1638/image047ye1.jpg

http://img180.imageshack.us/img180/3446/image048gz4.jpg

http://img180.imageshack.us/img180/8670/image049zu2.jpg

http://img180.imageshack.us/img180/75/image051iz5.jpg

Ebek21
September 12th, 2008, 04:00 AM
News from Surya yesterday. So now it's confirmed that Toko Nam is still independent, not yet sold to Pakuwon or any other party. Well, it reminds me of Toko Nam, Siola, Nam Permai (they are one group) heyday time back to mid 80's before Pakuwon started building the giant TP. Mismanagement, inability to cope with competitors, reluctant to change due to past success, that's the formula of failed enterprise.

Instruksi Wawali Arif Afandi, Toko Nam Terancam Dibongkar, Dewan Minta Tidak Gegabah

Surabaya - Keberadaan Toko Nam di Pojokan Jl Embong Malang dan Jl Basuki Rachmad terancam. Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi meminta kepada pemilik untuk membongkar bangunan cagar budaya itu. Arif menginstruksikan pembongkaran toko legendaris itu kemungkinan demi ambisi membangun trotoar lebar di Jl Embong Malang.
Namun, Arif beralasan, bangunan Toko Nam yang ada sekarang ini sebenarnya bukan bangunan asli, melainkan tiruan bangunan lawas. Itu dibangun tiga tahun lalu, setelah toko yang asli rata dengan tanah.

Sebuah replika, lanjutnya, tidak ada nilainya dibanding toko yang orisinil. Bangunan Toko Nam lama sudah tamat riwayatnya, setelah sang pemilik meratakan dengan tanah karena pembongkaran pada 2002.

“Karenanya, kalau bangunan yang ada sekarang ini dibongkar, tidak akan ada masalah. Nanti di atasnya cukup diganti prasasti sebagai penanda bahwa di tempat ini pernah berdiri Toko Nam legendaris,” kata Arif di Surabaya, Rabu (10/9).

Arif meminta kepada Tim Cagar Budaya memaklumi pilihannya, karena tidak ada alasan mendirikan bangunan baru yang menabrak garis sempadan.
Pernyataan Arif ini sebenarnya respons atas tersendatnya pembangunan trotoar Jl Embong Malang beberapa bulan terakhir. Padahal, tempat pejalan kaki ini bakal menjadi yang terlebar di Surabaya (lebar tujuh meter).

Namun, proyek trotoar yang dibangun di depan Sheraton Hotel dan Tunjungan Plaza tidak lagi selebar tujuh meter. Lebarnya menyempit tiga meter sehingga hanya tersisa empat meter. Namun, di samping Toko Nam itu lebar trotoar menyempit lagi hingga tinggal satu meter.

Penyebabnya, bangunan Toko Nam terlalu menjorok di Jl Embong Malang yang 15 tahun lalu telah dilebarkan. Untuk lahan depan Sheraton Hotel dan Tunjungan Plaza, pemkot telah berhasil merayu pemilik lahan untuk berbagi lahan menjadi trotoar, meskipun status kepemilikan tidak berubah.

Namun, keberadaan bangunan Toko Nam hingga kini tidak ada jawaban. Apalagi toko legendaris itu lebih dari sembilan tahun mangkrak. Bangunan separo jadi itu dianggap mengganggu estetika kota. Sehingga pilihannya, kata Arif, membongkar bangunan Toko Nam demi membuat trotoar tetap lebar dari ujung barat hingga ujung timur Embong Malang.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Armudji, berharap wawali tidak gegabah dalam mengambil keputusan membongkar bangunan cagar budaya. “Kaji dulu, rundingkan dulu dengan tim cagar budaya,” pintanya.
Meskipun bangunan tersebut adalah baru, esesinya adalah bangunan lama Toko Nam. Karena bangunan yang berdiri saat ini, meskipun belum utuh, namun bentuk dan ukurannya sama persis dengan bangunan Toko Nam lama.

Armudji berharap adalah agar pemkot selayaknya lebih mengutamakan untuk mendesak pemilik Toko Nam untuk melanjutkan kembali pembangunan Toko Nam sekaligus memintanya memfungsikan bangunannya, daripada menjadi bangunan mangkrak yang merusak keindahan.

Anggota Tim Cagar Budaya Pemkot Surabaya Kadaruslan mengatakan setuju usulan wawali. Toko Nam, katanya, telah menjadi preseden buruk dan masa lalu suram Surabaya dalam mempertahankan bangunan cagar budaya.

“Faktanya memang bangunan lama sudah dibongkar. Sudah terlanjur mau apa?,” kata kakek yang akrab disapa Cak Kadar itu.
Dia juga menyadari bangunan yang berdiri sekarang adalah baru dan justru merusak lingkungan. Dia setuju saja jika wawali meminta pemilik bangunan lebih baik membongkar saja bangunannya dan diberi prasasti juga miniatur.

“Namun itu cukup Toko Nam dan bangunan lain yang telanjur dibongkar, sementara bangunan cagar budaya yang ada jangan sampai mengikuti jejak Toko Nam,” katanya.

Taken from Surya, Sep 11, 2008

Ebek21
September 12th, 2008, 04:29 AM
Toko Nam Dijerat Sanksi, Wawali Juga Incar Stasiun Semut

Surabaya - Setelah berniat membongkar bangunan eks Toko Nam di Jl Embong Malang, dengan dalih untuk pedestrian, Wawali Arif Afandi berupaya menjerat pemilik bangunan dengan sanksi. Menurut Arif, mempertahankan bangunan mangkrak seperti Toko Nam, malah mengganggu estetika. Oleh sebab itu, setelah ini pemkot akan membuat regulasi yang bisa menekan agar tidak ada lahan tidur atau bangunan mangkrak. Nantinya, jika tidak dimanfaatkan melebihi batas waktu akan turun saksi dari pemkot.

Arif Afandi mengatakan, jika upayanya terhadap Toko Nam berhasil, ini akan menjadi pintu masuk untuk melebarkan trotoar di tempat lain.

Dia menjelaskan, nantinya di Jl Pemuda yang terdapat banyak kantor dan plaza harus memiliki trotoar yang lebar. Caranya, dengan merayu pemilik persil untuk 'mengikhlaskan' peruntukan persilnya dari sebelumnya yang kebanyakan taman dirubah menjadi trotoar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono menambahkan, pembangunan pedestrian di Jl Embong Malang menjadi keharusan, termasuk depan lahan eks Toko Nam. “Nantinya pedestrian depan bekas Toko Nam akan tersambung, dengan pedestrian di Jalan Basuki Rachmad,” katanya

Selain Toko Nam, Wawali juga 'mengincar' Stasiun Semut yang lolos dari percobaan pembongkaran 2002 silam, namun sampai saat ini tidak dikembalikan ke bentuk asli.

Untuk mengembalikan itu semua, tim Cagar Budaya Pemkot menggelar rapat khusus membahas bangunan bersejarah mangkrak, Kamis (10/9). Salah satu anggota tim, Kadaruslan, mengatakan tim meminta pihak pihak yang terkait dalam bangunan Stasiun Semut ini harus mengembalikan bentuknya seperti semula.

Pihak yang terkait itu, antara lain PT KA sebagai pemilik lahan dan PT Senopati Perkasa (SP), sebagai investor pemilik Pasar Atom yang akan menyulap Stasiun Semut menjadi pertokoan. “Jangan dibiarkan seperti sekarang, PT KA juga jangan lepas tangan,” kata Ketua Pusura ini.
Tim cagar budaya meminta, pihak yang terkait itu lebih serius dan tidak saling menunggu, karena dikhawatirkan bangunan yang berdiri tahun 1879 itu ambruk dimakan panas dan hujan.

Taken from Surya, Sep 12, 2008

Ebek21
September 12th, 2008, 04:32 AM
Stasiun KA Gubeng Jadi Mal, Jangan Ganggu Fungsi Publik

SURABAYA - Tak hanya PD Pasar yang bakal jadi area komersial, sejumlah fasilitas publik lainnya, termasuk stasiun kereta api, juga sedang dilirik investor. Stasiun strategis yang berpeluang bisnis cukup besar yakni Stasiun KA Surabaya Gubeng. Dua investor kini sedang menjajagi pembangunan mal di stasiun ini.

“Konsep yang ditawarkan pada kami adalah stasiun dibikin dua lantai. Lantai satu untuk peron berikut perjalanan KA dan ruang tunggu, sedangkan lantai dua untuk pertokoan,” kata Direktur Pengembangan Usaha PT KA Julison Arifin di sela Safari Ramadan, Rabu (10/9).
Stasiun KA Gubeng akan dibikin serupa dengan stasiun di Utrecht Belanda maupun Stasiun Pasir Kaliki Bandung. Investasinya sekitar Rp 500 miliar.

“Sebetulnya tak cuma stasiun KA Gubeng yang akan dikonsep komersial, tapi stasiun KA lain seperti Pasar Turi juga akan menyusul. Dulu, Stasiun Semut rupanya gagal, ini mengingat kawasan itu ternyata juga cagar budaya,” katanya.

Selain Stasiun KA Gubeng dan Pasar Turi, sejumlah lahan dan bangunan stasiun milik PT KA lainnya sudah difungsikan lebih dulu. Misalnya di Medan, Lampung, Aceh, Jakarta, dan Bandung.
Saat ini, pihak investor, sedang menghitung nilai investasi detailnya. “Jika minimal 30 persen nilai tanah sesuai NJOP sudah kembali lagi ke PT KA dalam bentuk cash kita maka pembangunan bisa segera dimulai. Targetnya, dalam setahun kedepan dimulai pembangunan fisik,” jelasnya.

Pertokoan yang rencananya dibangun di lantai dua juga akan dilengkapi ruang tunggu,. Restoran, toko besar, hingga salon kecantikan. Intinya, akan memanjakan calon penumpang sebelum keberangkatan maupun warga lain di luar penumpang.

“Semua orang bisa menikmati pusat bisnis kecil-kecilan tersebut, mulai berbelanja hingga memanjakan diri. Tak perlu bayar peron, karena nantinya peron akan diletakkan tersendiri khusus bagi calon penumpang. Mereka yang ingin belanja ya tetap bisa belanja tanpa harus beli peron,” jelasnya. Konsep tempat perbelanjaan tersebut dibuat mirip Pondok Indah Mal mini.

Wali Kota Surabaya Bambang DH mengaku belum tahu rencana tersebut. “Kalau Stasiun Gubeng saya belum tahu, setahu saya dulu yang Stasiun Semut itu. Tapi akhirnya gagal. Kalau saya setuju saja mau dimanfaatkan seperti apa karena itu wewenang PT KA,” katanya.

Pemkot, lanjutnya, hanya bersinggungan soal perizinan saja. “IMB-nya harus melalui kita. Kalau dinilai lahan itu potensial silahkan saja asal tidak merugikan. Di luar negeri kan juga sudah banyak dan konsep itu berhasil. Di Indonesia saya pikir masih jarang tapi mungkin sudah ada,” lanjutnya. Pengembangan stasiun KA sebagai area komersial merupakan perkembangan perkotaan. Hal ini juga menjadi bagian tuntutan masyarakat.

“Suasananya bisa lebih hidup. Kalau nanti memang dikelola dengan baik, mengapa rencana semacam ini harus ditolak?” katanya.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Zaenab Maltufah mengatakan, pengembangan Stasiun KA Gubeng sebagai area komersial sah-sah saja asal tidak mengganggu fungsi utama sebagai pelayanan publik.

“Desainnya ya jangan sampai menyulitkan calon penumpang itu sendiri. Pemkot, saya pikir juga perlu ikut mengkaji urgensinya. Jangan-sampai ada konspirasi di balik pengeluaran IMB,” lanjut politisi PKB ini.

Pembangunan pertokoan tersebut, idealnya juga bisa mengangkat perekonomian masyarakat kecil. Misalnya mewadahi para PKL yang berjualan di dalam stasiun.

“Kalau dibangun pertokoan biasanya mengangkat roda perekonomian. Tapi, jangan sampai nantinya justru PKL itu yang malah tergusur. Pada banyak kasus, setelah investor andil maka pedagang kecil tergusur karena tak mampu bayar sewa,” ujarnya.
Ia mencontohkan pedagang di pasar tradisional Wonokromo. “Lahan yang semula bisa dirasakan masyarakat kecil berubah menjadi kapitalis. Padahal, jumlah masyarakat kita yang terbanyak berasal dari ekonomi lemah,” pungkasnya.

Taken from Surya, Sep 12, 2008

Hadi
September 12th, 2008, 05:13 AM
Hadi, I can't see your pics. Let me post them for you. Thanks for the update pics.

ok no problem. kok ga bisa muncul karena apa ya?....

Ebek21
September 12th, 2008, 05:18 AM
^^ You double put this [IMG] sign in front of the http...Just compare your post and mine, you'll understand :)

teddybear
September 12th, 2008, 05:31 AM
^Gimana ada ide mall menampung PKL? Gimana tuh mall jadinya??

hermawan
September 12th, 2008, 06:12 AM
Konsep yang bagus. Bulan lalu aku jalan-jalan ke KL Central Station. Stasiun KA nya mirip mall, outletnya bagus-bagus dan luas sehingga nyaman dan nggak mengganggu pengguna KA. Sebaiknya desainnya besar tapi jumlah tokonya terbatas.:okay::okay::okay:

ncon
September 12th, 2008, 12:17 PM
^Thanks Ebek, now the photos are coming out! Great, so this eyesore will be no more in the future! (But there are still 4 other eyesore that needs to go...).

Jadi Surabaya Pusat (CBD): LJ Meritus -15 floors, Trillium Apartment - 32 floors, Grand City Superblock (mall and hotel). Good, tapi masih kurang, and I am waiting for 40 floors and above.

bukannya Adhiwangsa Residences 45 lantai ya :nuts:
can someone kind enough to comply me a list of SBY skyscrapers that above 40strories :D??
thanks!

teddybear
September 12th, 2008, 01:54 PM
^Well true, only Adhiwangsa is 40 floors and above (Waterplace might reach about 39 floors). But I said, in Surabaya CBD. Adhiwangsa is in Western Surabaya. Ciputra World Hotel/Office is also planning at least 40 but also in Western Surabaya.

ANTHONY @ SURABAYA
September 12th, 2008, 03:05 PM
awesome, what a fabulous information, having the very annoying hundred years sleeping project is now continued to peak Surabaya SKY LINE. Anybody got the design? Or probably the picture taken from the contractor's board? Just wondering is that true that that big project just using the only one CRANE to support their works? :nuts:
And who is going to manage that Hotel? Gonna be MANDARIN Chain? As written on the previous page that this hotel might be manage by the MANDARIN INTERNATIONAL Hotel Chain, since THE MAJAPAHIT MANDARIN ORIENTAL SURABAYA is not under the MANDARIN management any longer. And guys, do you think that MERITUS BASUKI RAHMAD SURABAYA just build the exist land or taking another extension from the surrounding land? My opinion those land is pretty tiny for the 4 or 5 star hotel within CBD.

pecinta_surabaya
September 12th, 2008, 07:14 PM
Aston Apartement
From Jawa Pos today

http://i422.photobucket.com/albums/pp308/pecinta_surabaya/aston.jpg

Ebek21
September 13th, 2008, 02:26 PM
News regarding new development of La Primera Residence by Surya Inti Permata Group. Location is in Jajar Tunggal area, West Surabaya. It is said in the news that they will build a 3 or 4-stars hotel with 260 rooms within the complex. Let's hope it will be a hi-rise.

SIIP Tawarkan Rumah Senilai Rp 3 M

SURABAYA - PT Surya Inti Permata Tbk (SIIP) mulai memasarkan unit rumah Lapremira, dengan bidikan pasar properti kelas atas. Ini dilakukan SIIP setelah melihat kebutuhan rumah hunian kelas atas, khususnya di kota Surabaya masih cukup besar. Menurut Direktur Utama PT SIIP Henry J Gunawan, dasar itu menjadi pijakan pihaknya untuk fokus membidik pasar rumah berkelas. “Kami menawarkan sekitar 80 unit, di mana total luas rumah empat lantai itu mencapai 400 meter persegi,” kata Henry, di arena Pameran Rumah La Primera, yang digelar pada 8-15 Sepetermber 2008 di Galaxi Mal Surabaya, Jumat (12/9).

Henry mengatakan, seluruh bangunan rumah menghadap ke fasilitas hunian, mulai dari kolam renang, arena bermain, taman, kebun, hingga fitness center. “Hunian La Primera menggunakan konsep resort, dengan desain sebuah town house dengan fasilitas Kondominium,” ujar Henry.

Mengenai harga unit rumah La Primera mencapai kisaran Rp 3 miliar per unit. Meski dirasa mahal, tetapi melihat fasilitas hunian yang cukup lengkap dan sangat menjamin kenyamanan penghuni, harga itu dinilai sudah sebanding.

“Apalagi di masing-masing rumah akan dilengkapi lift. Fasilitas ini kemungkinan baru ada di La Primera,” ucap Henry, yang menanamkan investasi hingga Rp 200 miliar untuk membangun kawasan ini.

Untuk memberikan nilai lebih terhadap penghuni, SIIP akan membangun hotel bintang 3 dan 4. Pendirian hotel akan digunakan untuk mendukung kawasan perumahan La Primera, terutama para tamu penghuni. “Dengan demikian kenyamanan penghuni akan selalu terjamin, meski ada kunjungan sanak keluarga,” tukasnya.
Soal pendirian hotel, Henry belum bersedia menyebut nilai investasinya. Hotel dengan 260 kamar itu rencananya bakal dibangun tahun depan. “Mungkin realisasi pembangunan hotel setelah kawasan dan rumah La Primera rampung,” tuturnya.

Taken from Surya, Sep 13, 2008

SIP Masuk Bisnis Perhotelan

Surabaya - PT Surya Inti Permata, Tbk (SIP) mulai masuk ke bisnis perhotelan tahun depan. Saat itu, proses pembangunannya sedang dikerjakan. Rencananya, hotel yang memiliki kelas antara bintang tiga atau empat, bakal memiliki kamar sebanyak 260 kamar. "Hotel ini akan menjadi satu dalam perumahan La Primera. Tempatnya nanti berada di depan perumahan, menjadi satu dengan fasilitas umum lainnya," kata Presiden Direktur PT Surya Inti Permata, Tbk, Henry J Gunawan, Jumat (12/9).

Meski sudah memastikan masuk dalam bisnis perhotelan, lanjut dia, namun hingga kini pihaknya masih belum memutuskan, apakah hotel tersebut nantinya dikelola sendiri atau pihak lain. Walau begitu, pihaknya sudah menghubungi beberapa pengelola hotel, apabila ternyata pengelolaannya diserahkan pihak luar.

Untuk pasar, sebenarnya pihaknya lebih membidik tamu-tamu dari penghuni La Primera. Akan tetapi, tidak juga melarang masyarakat yang bukan tamu perumahan tersebut untuk menginap di hotel itu. "Jadi, kalau ada tamu yang datang, bisa menginap di hotel. Tidak harus di rumah," katanya.

Tak hanya hotel yang menjadi andalan pihaknya menarik konsumen untuk perumahan yang per unitnya di jual di atas Rp 3 miliar tersebut. Selain hotel, di fasilitas umumnya juga akan dilengkapi dengan kolam renang terpanjang di Surabaya, yakni mencapai lebih dari 200 meter.

Agar membedakan perumahan yang menawarkan rumah dengan empat lantai dan dilengkapi lift pribadi ini, menurut Henry, pihaknya akan menekankan pada fasilitas umumnya lebih luas dari perumahan-perumahan yang sudah ada. Dari sekitar tiga hektare total lahannya, dua hektare diantaranya digunakan untuk fasilitas umum. "Dengan begini, semua penghuni dapat berkumpul, sehingga menjadi keluarga besar," ujar dia.

Harga jual yang lebih dari Rp 3 miliar per unitnya tersebut, tidak menyusutkan rasa optimisnya. Pasalnya, pasar premium di Surabaya masih sangat besar, baik bagi warga negara Indonesia maupun ekspatriat. Jumlah unit yang disediakan di perumahan ini pun hanya 80 unit. "Selain segmen premium, perumahan ini juga untuk membidik eksekutif muda," kata Henry.

Taken from Surabaya Post, Sep 13, 2008

Ebek21
September 13th, 2008, 02:33 PM
awesome, what a fabulous information, having the very annoying hundred years sleeping project is now continued to peak Surabaya SKY LINE. Anybody got the design? Or probably the picture taken from the contractor's board? Just wondering is that true that that big project just using the only one CRANE to support their works? :nuts:
And who is going to manage that Hotel? Gonna be MANDARIN Chain? As written on the previous page that this hotel might be manage by the MANDARIN INTERNATIONAL Hotel Chain, since THE MAJAPAHIT MANDARIN ORIENTAL SURABAYA is not under the MANDARIN management any longer. And guys, do you think that MERITUS BASUKI RAHMAD SURABAYA just build the exist land or taking another extension from the surrounding land? My opinion those land is pretty tiny for the 4 or 5 star hotel within CBD.

We share the same opinion and also the same questions.

sbyctzn
September 13th, 2008, 03:45 PM
Great news!! Thanks ebek, I Hope it will be hi-rise building.

teddybear
September 13th, 2008, 03:55 PM
^Ebek, where is Jajar Tunggal in Surabaya, if you can point it on the wikimap? Koq kalo baca dari pernyataan SIP seakan nggak professional! Dan nggak ada kabar sama sekali soal Pradah?

Ebek21
September 13th, 2008, 05:18 PM
Jajar Tunggal area is shown here, circled in black line, it is south of Goci Mall, but I also do not know the exact location of that project. No news about Rich Pradah.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/JajarTunggal.jpg

I also doubt the integrity and professionality of SIP as they once left the property business to turn into a China-made motorcycle dealer named Garuda before and after failed, now back to property business like nothing ever happened. Just feel pity for their property buyer and also their Garuda motor buyer.

Ebek21
September 13th, 2008, 09:32 PM
Well, while we are waiting for any new high-rise project announcement somewhere in Surabaya, I post this illustration of Bukit Darmo future plan here, let's hope it will get realized in the near future. Then we will finally see a clustered and dense skyline in Western Surabaya, alongside the Bukit Darmo Boulevard.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/FutureBDG.jpg

Ebek21
September 13th, 2008, 09:51 PM
Lamong Bay Port

This is the revised version of Lamong Bay Port Development. The previous version is designed for 340 ha while the revised version is only 50 ha. This is due to some environmental protection reason, therefore, at the end, they only keep the very basic function of a port like the berth and the container yard, and discontinue with the previous plan that also included industrial estate and residential estate.

Old version
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KaliLamong.jpg

New version
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/1-1.jpg

Ebek21
September 13th, 2008, 09:53 PM
..continued (Lamong Bay Port)

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/2-1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/3-1.jpg

Ebek21
September 13th, 2008, 09:55 PM
..continued (Lamong Bay Port)

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/4.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/5.jpg

Ebek21
September 13th, 2008, 10:08 PM
If that Lamong Bay Port has ever been realized, overall annual capacity of Surabaya Port will become more than 3,5 Mio TEU, which is almost the same as current capacity of Tanjung Priok Port. So Surabaya will have a very very competitive advantage in term of industrial sector efficiency, because it doesn't have a very heavy and congested traffic jam that occurs in Jkt everyday, which bring a lot of complaint and heavy additional unnecessary costs from the shipping companies and all of its stakeholders. Also do consider that there are a lot of worker strikes in JICT against foreign management (from Hutchinson Group) which become very annoying and unacceptable for the business. Keep in mind that COST EFFICIENCY is THE NAME OF THE GAME today !!

It's a very good opportunity for Sby and Jatim to bring the industries which is now centralized in Jabotabek area to move to Gerbang Kertasusila area. With the construction of Suramadu bridge, Sby-Mojokerto, Mojokerto-Kertosono tollroad that already started and the future Gempol-Pasuruan, Gempol-Pandaan tollroad that will start soon, I don't see any reason to keep delay this influential huge project.

Wake up Pelindo III and Pemkot Sby !!!

teddybear
September 13th, 2008, 10:23 PM
^Another big project! When this is going to start construction? As usual, the delay and difficult process thru funding and beaurocracy! Lho ini dibangun diatas pulau kecil atau gimana, koq kelihatannya port nya mengambang di atas laut? Dan akan ada jembatan lagi menuju ke Lamong Port ini dong, kelihatannya dari rendering sih gitu.

Wow, East Java infrastructure is expanded! New toll roads: Sumo and Moker, new airport, railroad, Suramadu bridge and now Lamong Bay!

Ebek21
September 13th, 2008, 10:42 PM
^^ It is a land reclamation project, a concept that now become popular among the global port operators, in order to get a natural deeper port to accomodate bigger and bigger modern ship. That's why some environmentalist submit objections to this project and they finally revised the area needed for the land reclamation. And you're right, there will be a bridge connecting the mainland to the port. Overall, it is a very exciting project to anticipate.

The bad news is, I also don't know when they will start the project. SOE Ministry (Kementerian Negara BUMN) and Pelindo III has finalized all the procedure and administration needed to start the tender of this project plus a very strong backup from Surabaya Municipal Govt. Several big names in port operator business has showed interest in participating in the tender including Dubai Port World (current operator of Terminal Petikemas Surabaya), Phillipines-based giant port operator International Container Terminal Service (ITCS), Malaysia-based port operator Westport Berhad, and Astra International of Indonesia. It's a very lucrative business, you see.

But still, no recent news as per when they will start the tender :ohno:

MinImaX
September 14th, 2008, 06:42 AM
mungkin lamong bay dikerjakan setelah suramadu selesai, supaya bisa fokus.

jajar tunggal di situ toh... ternyata dimiliki surya inti permata ya... katanya lippo juga mau bangun superblok di sekitar bundaran tol, mungkin di sekitar situ juga?

sbyctzn
September 14th, 2008, 08:35 AM
Wah wah, Jatim akan bangun dari tidur setelah krisis lumpur dengan adanya 3 main project, lamong bay, suramadu, dan jaringan toll. Belum jadinya 3 proyek itu saja, Jatim sudah menjadi kekuatan ekonomi terkuat di Indonesia. Apalagi jika nanti 3 mega proyek itu sudah jadi semua. Wah bakal semakin tumbuh cepat tuh. Apalagi biaya hidup di Surabaya itu paling rendah untuk ukuran Kota Metropolitan, semakin nyaman saja nih, tapi pemkot harus ekstra waspada agar arus urbanisasi dapat dikendalikan dengan kerjasama seluruh Gerbangkertasusila.

Mengenai BDG, wow nice planing!

Wah jadi di seberang itu akan dibuat semacam Kuningan City gitu ya?
Itu yang akan dibangun setelah Lenmarc dan Adhiwangsa selesai kan?
Lenmarc nantinya akan se eksklusif TP apa tidak ya? Wah tidak sabar juga menunggu selesai.
Wow..
Btw ada yang punya Rendering future development BDG yang lebih jelas tidak?

Ayo-ayo pengembang lain, silahkan berlomba bersaing dengan BDG, masih banyak lahan kosong di Sby barat.

Lamong Bay, keren!!!

Menurut saya nanti jika benar akan dibangun Lamong Bay itu, pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama, paling tidak di atas 5 tahun, mengingat Suramadu saja sampai 5 tahunan, karena konstruksinya pasti hampir sama dengan "Pier" nya Suramadu.
And size doesn't matter, sing penting kemegahanne.
Just hope, it will be come true.

@ebek:
Mengenai BDG, Itu masterplan resmi dari BDG ya?
Mengenai Lamong Bay, itu juga rendering resmi setelah konflik dengan pemprov ya? Dan pemprov sudah setuju dengan Lamong Bay yang baru itu (desain dan tempat)?
bisakah konfirmasi semua hal diatas? Maaf terlalu banyak, soalnya saya penasaran betul dari dulu dengan lamong bay, juga mengenai BDG.
Thanks sebelumnya.

Best Regards,
from Surabaya,
by Surabaya,
for Surabaya.

Ebek21
September 14th, 2008, 10:10 AM
@MinImax : I believe Jajar Tunggal area (or most part of it) is belong to TNI-AL, and if I'm not wrong, the area is for their shooting ground (Lapangan Tembak). However, I'm not quite sure whether the land could be sold to the property developer now. As you can see, according to the news, SIP has only a very small land there (only 3 ha) compared with hundred hectares of empty land in that area.

Ebek21
September 14th, 2008, 10:26 AM
@sbyctzn : That BDG illustration is taken from their website, so it is official. However, the illustration only serve as indication purpose at this moment, it is too early to see their actual development plan in the future. But if you see their empty land bank accros Adhiwangsa, it does have a sufficient land to create a small-scale concrete jungle, at least 10 towers can be built there. FYI, Lenmarc will be on higher-class compared with TP or even with Mal Galaxy. It will become the most luxurious mall in Surabaya.

Regarding Lamong Bay, the rendering is also official. I got it directly from brochure given by Pelindo III management. It has been adjusted to accomodate objection by the environmentalists and also East Java Province. The last Governor Imam Utomo has approved this development plan after a tough discussion, because he wants to build similar huge port in Tanjung Bumi, Madura in order to maximize Suramadu Bridge. Now, since Imam Utomo has stepped down from Governor position, we may expect this project to go ahead.

To build this port, actually only 3 years needed. But that also depends on who is the contractor. The development itself is based on BOT concept for 30 years.

sbyctzn
September 14th, 2008, 11:13 AM
@ebek:
Thanks, wah benar-benar ini BDG, kalau saya membayangkan besok akan mirip-mirip kuningan city di Jakarta. Surabaya Barat benar-benar cepat pembangunannya.

Kalau mengenai Lamong Bay. Akhirnya ada kepastian juga akan dibangun. Saya sebenarnya lebih cenderung setuju di teluk Lamong daripada Tanjung Bumi. Sedangkan Madura (Bangkalan) lebih cocok untuk kawasan industri. Nah nanti Suramadu kan bisa dimaksimalkan, untuk lalu lintas hasil produksi dikirim ke Lamong Bay. Kalau malah dibangun di Bangkalan justru malah salah kaprah. Nanti Pelabuhannya masak dipecah jadi dua, wah bakal tidak efektif.
Ya syukur deh kalau akhirnya pihak pemprov sudah setuju (bingung juga siapa Imam Utomo?) atau akan setuju (yang akan jadi nanti?).
Dan tidak masalah cuma dibangun 50Ha saja, ya nanti kalau sudah penuh tinggal dikembangkan saja, kan daerah Lamong Bay itu luas.
Lama pembangunan 3 tahun itu kan target, sama seperti Suramadu. Tapi kenyataannya sungguh menyesalkan.
Yang membuat lama pembangunannya itu besok pasti pondasi dan jembatan akses. Semoga tidak tertular Suramadu lama pembangunannya.
Tapi dari desain, Lamong Bay memang cukup megah dan spektakuler untuk ukuran Indonesia, sangat sinkron dengan Suramadu yang ada di Teluk bagian timur.

Current East Java Goverment Mega Project (Surabaya):

Elevated Railway
Lamong Bay
Suramadu Bridge
Toll Road

Wew...

Btw jika akhir tahun nanti Suramadu jadi, ferry ujung kamal tetap operasi ya?

Ebek21
September 15th, 2008, 04:39 AM
Siapkan Harga Baru

RUWETNYA pembebasan lahan untuk pembangunan frontage road bakal sedikit terurai. Tim appraisal akan menetapkan harga baru lahan tersebut bulan depan.

Kepastian itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Sri Mulyono. Menurut dia, saat ini tim appraisal sedang mempercepat penaksiran harga tanah di sebelah utara gedung Jatim Expo. Ditargetkan, bulan ini penghitungan harga tanah warga diselesaikan. "Bulan depan bisa diumumkan," katanya kemarin (14/9).

Penghitungan tim appraisal didasarkan pada nilai strategis lahan yang akan dibebaskan. Antara lain, terkait dengan akses dan rute transportasi yang melewati lahan tersebut.

Sri mengakui, sangat mungkin harga tanah hasil penghitungan tim appraisal naik. Namun, karena nilai itu dihasilkan oleh tim independen, pemkot tidak mempermasalahkan. "Kalau pemkot beli mahal, tidak untung. Beli murah juga tidak rugi. Semoga saja ada titik temu biar pembangunan segera berjalan," harapnya.

Menurut dia, percepatan tersebut dilakukan karena pemkot menargetkan pembebasan lahan untuk pembangunan frontage road tahap dua (antara Jemur Andayani dan Margorejo) selesai tahun ini. Untuk itu, penyebab terhambatnya pembebasan lahan segera diselesaikan.

Taken from Jawapos, Sep 15, 2008

Ebek21
September 15th, 2008, 04:42 AM
Antam Kaji Pindah Pabrik ke Sidoarjo

JAKARTA - Produsen nikel dan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berencana melakukan pemindahan pabrik untuk pemurnian emasnya ke Jatim. Perusahaan pelat merah itu bakal merelokasi pabrik pemurnian emasnya di Pulo Gadung, Jakarta ke kawasan Gedangan, Sidoarjo.

"Kami sudah punya aset tanah di Gedangan, sekarang masih terus kami kaji masalah relokasi tersebut," ujar Corporate Secretary Antam Bimo Budi Satriyo di Jakarta kemarin (11/9).

Alasan perseroan memilih Sidoarjo karena prospek perdagangan emas di Jatim sangat cerah. "Perdagangan emas di Surabaya sangat besar. Perseroan membidik itu," tuturnya.

Selain itu, dengan relokasi pabrik ke Sidoarjo, perseroan juga menyasar pasar di Bali. Bimo mengatakan, gabungan perdagangan emas di Jatim dan Bali sangat menjanjikan.

Menurut Bimo, rencana itu sebenarnya sudah ada sejak lama seiring keinginan perseroan untuk fokus pada pasar Indonesia timur. Hanya saja, perseroan masih terkendala persoalan pasokan bahan baku. "Kami merencanakan mendapat bahan baku dari pabrik Smelting di Gresik," tuturnya.

Hanya saja, rencana mendapat bahan baku dari Gresik sampai saat ini masih belum berhasil. Sehingga, rencana relokasi pabrik itu belum terwujud.

Dengan mendapat pasokan bahan baku dari Smelting Gresik, kata dia, unit pemurnian emas di Sidoarjo itu akan dapat berproduksi lebih efektif dan efisien. Sebab, kedekatan geografis antara keduanya memudahkan operasional perseroan.

Hal itu berbeda dengan operasional unit pemurnian emiten berkode ANTM itu di Pulo Gadung. "Selama ini, pabrik yang di Pulo Gadung mendapatkan bahan baku dari tambang kami di Pongkor. Kami nilai itu kurang maksimal," jelasnya.

Namun, Bimo belum bisa merinci investasi yang bakal dikeluarkan perseroan jika aksi korporasi itu terwujud. Perseroan tinggal membangun pabrik, karena aset tanah sudah dimiliki. "Kami sengaja memilih Gedangan, karena lokasinya strategis, dekat dengan bandara Juanda," tuturnya. "Kalau soal dana, kami belum memastikan. Saat ini terus kami kaji, termasuk jaminan pasokan bahan baku dari unit smelting di Gresik," imbuhnya.

Per semester pertama 2008, volume penjualan emas Antam naik 248 persen menjadi 3.912 kg seiring dengan semakin masifnya perdagangan emas yang dilakukan pada awal tahun. Bimo mengatakan, kegiatan perdagangan emas Antam dilakukan dengan membeli scrap gold dan mengolahnya menjadi emas batangan yang siap untuk dijual," jelasnya.

Pendapatan ANTM sendiri pada paro pertama warsa ini melorot 7 persen menjadi Rp 5,570 triliun karena penurunan harga jual nikel yang menjadi bisnis inti perseroan. Awal warsa ini, Antam berinvestasi dengan membangun enam smelter untuk 3-4 tahun ke depan.

Dihubungi terpisah, Sekjen APEPI Jatim Ali Wahyudi mengemukakan, wajar saja jika Antam berekspansi ke Jatim. "Sekitar 80 persen produsen emas di seluruh Indonesia pabriknya berbasiskan di Jatim," tuturnya.

Taken from Jawapos, Sep 15, 2008

lombok
September 15th, 2008, 04:30 PM
Mega-projects pull investors into new hotels
Indra Harsaputra , The Jakarta Post , Surabaya | Mon, 09/15/2008 10:13 AM | East Java

Oil and gas exploration and infrastructure development projects have attracted national and international investors to build new star-rated hotels in the provincial capital, a business researcher said.

Aslakhul Umam of PT Building Construction and Interchange (BCI) Asia's Surabaya office said, seven star-rated hotels representing a total investment of Rp 1 trillion are to be built here within the next two years thanks to these big projects.

He was referring to oil and gas exploration in Bojonegoro and Tuban by the United States leading oil company ExxonMobil Ltd., the ongoing Surabaya-Mojokerto toll road project and the Suramadu bridge construction project connecting Surabaya and Bangkalan (Madura), expected to be completed next year.

"The projects, which employ local and foreign employees and executives, will need new hotels because of the limited capacity of the existing ones," Aslakhul said.

The new hotels will include the Oval Hotel by PT Surya Karang Indah, the Aston Hotel by Aston International, the Meritus and City of Tomorrow Hotels by PT Arya Duta and two other hotels by the Ciputra World group.

The hotels, which are part of the 115 new hotels being built across Indonesia in the next few years, are expected to start operation between 2009 and 2010, Aslakhul said.

"The development of Surabaya city will become phenomenal with the presence of the new hotels," he said.

Aslakhul further said that the current renovation of the Juanda International Airport and the opening of new flights to a number of developed countries have also contributed to the increasing demand for star-rated hotels in the city.

"The tourism sector has developed significantly with the increasing number of foreign tourists visiting the province," he said, adding that the sector had grown by around 20 percent in the past two years.

The number of foreign tourists, mainly from China, Japan, the United States and Europe, according to Aslakhul, has increased from some 3,000 in 2006 to around 4,500 in 2007. The figure is expected to reach about 6,000 this fiscal year.

Chairman of the Association of East Java Star-rated Hotels and Golf Clubs, Yusak Anshori, predicted a bright future for the hotel industry in the province due to the deregulation of business permits and intensive promotion of the tourism sector in Asia and Europe.

"Java is competing with Bali and West Java to attract foreign investors and tourists to invest in and visit numerous tourist destinations in the province," he said.

Secretary of the local chapter of the Association of Indonesian Hotels and Restaurants (PHRI) Atmantoro said the municipal administration should take part in this trend by deregulating the parking bylaws.

"It should give more incentives to hotel managements to manage their own parking systems to help maintain their daily operations and attract visitors," he said.

Ebek21
September 15th, 2008, 07:05 PM
^^ Many thanks for the interesting news, lombok !!!

And I have checked Oval Hotel and PT Surya Karang Indah in the internet. This is the hotel currently being built in Jl. Diponegoro 23, the one we used to call Hotel Diponegoro or Hotel Liberty. So now it has an official name, Oval Hotel.

teddybear
September 16th, 2008, 02:22 AM
Two other hotels by Ciputra? Isn't that Ciputra World plan only one hotel? Aston Hotel, well is that the Aston Apartment, koq jadi hotel?

Good news, tapi hotel2x yg disebut udah dalam pembangunan semua. Dan nggak ada mention tentang Sahid sama sekali. Kalo toh Surabaya benar banyak proyek, maka jumlah hotelnya gua rasa masih kurang.

Ebek21
September 16th, 2008, 05:16 AM
^^ I think it's time for Sby to have more office building and we also need to forbid ruko construction. It's ridiculous that in the website of Graha Bukopin, I found a comparison between buying one unit of office in Graha Bukopin and one unit of ruko, in order to persuade prospective buyer to buy unit in Graha Bukopin. So you can imagine, the mindset of most of business people living outside Jkt still prefer ruko instead office building. It is still on the market education stage to switch their mindset to move to office building, as well as asking them to buy an unit of apartment instead of landed house.

Aston has two projects in Sby, named Aston Place Twin Towers (a condotel) and Aston Cosmopolis Serviced Apartment.

Ebek21
September 16th, 2008, 05:46 AM
Current skyscraper map in West Surabaya. We need more !!

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/WestSby.jpg

ANTHONY @ SURABAYA
September 16th, 2008, 06:45 AM
^^ I think it's time for Sby to have more office building and we also need to forbid ruko construction. It's ridiculous that in the website of Graha Bukopin, I found a comparison between buying one unit of office in Graha Bukopin and one unit of ruko, in order to persuade prospective buyer to buy unit in Graha Bukopin. So you can imagine, the mindset of most of business people living outside Jkt still prefer ruko instead office building. It is still on the market education stage to switch their mindset to move to office building, as well as asking them to buy an unit of apartment instead of landed house.

Aston has two projects in Sby, named Aston Place Twin Towers (a condotel) and Aston Cosmopolis Serviced Apartment.

At the moment all the progress of OFFICE BUILDING DEMAND is in Government's will. If they could stick on the regulation and made people to have their business within the area as plotted as CBD before.And i think we need to get the middle class office building for middle business as well. So for the people who got a medium business willing to move into the office buildings.

MinImaX
September 16th, 2008, 01:27 PM
@ebek, yang dipojok kanan atas yang ada lingkarannya itu juga ada skyscraper, meskipun ga terlalu tinggi, namanya (*lupa) mungkin somerset serviced residence. sekitar 12-15 lantai. warnanya dominan biru.

@ebek, kerjanya di kapal antara sby-guigang? internetan pake apa?

kalo diliat memang ada trennya ya, waktu dulu tren bikin ruko, banyak bgt yg bangun ruko s.d. taon 2005, trus tren mal 2005-2007, sekarang tren apartemen. mungkin berikutnya tahun 2009- 2011 tren hotel & office tower.

Ebek21
September 16th, 2008, 01:40 PM
^^ Aku tahu gedung yg kamu maksud itu, di Jl. Raya Kupang Baru kan, dekat sekolah Margie. Namanya Puri Darmo Service Apartment, gedungnya gak tinggi2 banget kok, hanya 9 atau 10 lantai, mungkin belum bisa dibandingkan dgn yang lainnya kali. Click here (http://www.puridarmosurabaya.com/index.php?option=com_frontpage&Itemid=1) for more info.

Aku kerja di Guigang, di bidang pelabuhan, tapi bukan di kapal. Internetan pakai broadband di kantor dan di apartemen.

MinImaX
September 16th, 2008, 01:51 PM
iya deket margie.. ternyata terkenal ya sekolah margie itu...
ga inget brp lantai. ntar kl ada yg lewat coba diliat d... berapa lantai di sana.

ooo kukira internetannya di kapal. :p :)

Ebek21
September 18th, 2008, 04:25 AM
Satpol PP ''Sapu'' Setren Kalimas

Bongkar 50 Bangunan Liar, Penghuni Protes Pemkot

http://farm4.static.flickr.com/3196/2866912500_7be0fd62c9_o.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3090/2866912502_e97de97f16_o.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3087/2866912504_61d65d34f2_o.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3199/2866912506_86732863e5_o.jpg

SURABAYA - Program bersih-bersih Kalimas terus berlanjut. Kemarin (17/9) petugas gabungan dari Satpol PP Tegalsari, Gubeng, dan Genteng menyapu puluhan bangunan liar di sepanjang bantaran sungai dekat Pasar Keputran. Penertiban yang dimulai pukul 09.00 itu memantik reaksi keras dari warga setren kali.

Petugas satpol PP menggunakan backhoe untuk menggusur satu per satu bangunan. Lapak bangunan itu diangkut oleh truk. Hanya dalam waktu dua jam, backhoe tersebut mampu meratakan bangunan yang berdiri sepanjang 300 meter itu.

Sejumlah warga memprotes penertiban itu. Namun, satpol PP jalan terus. Beruntung, penertiban tersebut dikawal aparat Polsek Tegalsari sehingga tidak sampai terjadi bentrok antara satpol PP dan warga.

Penertiban itu sebenarnya pernah dilakukan pemkot awal tahun ini. Hanya, lantaran kurang terkontrol dengan baik, akhirnya warga kembali mendirikan bangunan liar.

H Muhammad, pengelola Pasar Keputran, memprotes aksi penertiban itu. Dia menganggap penertiban tersebut pilih-pilih. ''Kenapa sebelah sini saja (utara, Red) yang ditertibkan? Sebelah selatan kok tidak? Pemerintah kota ini tidak adil,'' ujarnya gusar.

Sempat terjadi adu mulut antara satpol PP dan para penghuni bangunan liar. ''Ayo cepat ambil backhoe lagi. Yang sebelah selatan juga diratakan. Jangan hanya sini,'' teriak warga.

Muhammad mengatakan sudah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta selaku instansi yang akan membuat plengesengan di sepanjang sungai itu.

''Kami sudah bicarakan persoalan ini dengan Pak Wardoyo (staf Perum Jasa Tirta, Red). Sebenarnya, tidak masalah, asal digusur semua. Kalau tidak ada saya, warga sini sudah ngamuk semua,'' ujarnya.

Karena itu, dia meminta agar sisi selatan kawasan tersebut juga digusur. ''Satpol PP harus adil. Wong ada yang sudah terima uang dari kami kok,'' sebutnya.

Sementara itu, petugas satpol PP hanya diam. Mereka tidak mau berkomentar. Ketika dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Utomo mengatakan, penggusuran sisi selatan hanya menunggu waktu. ''Dalam waktu dekat, akan kami lanjutkan ke sisi tersebut. Semua bangunan di sepanjang jalan itu kena semua,'' tuturnya. Dia berjanji, satpol PP tidak akan diskriminasi.

Sebab, lanjut Utomo, penertiban bangunan liar itu dilakukan untuk melanjutkan revitalisasi Kalimas. Menurut dia, bekas penggusuran itu akan dibangun jalan inspeksi, sedangkan sisi sungai akan dibuat plengsengan. Untuk peningkatan kualitas air, Jasa Tirta akan rutin mengeruk sungai. ''Pasti semuanya tergusur. Kami nggak perlu sosialiasi. Wong memang tidak boleh mendirikan bangunan di situ,'' jelasnya.

Camat Tegalsari Supomo mengatakan bahwa sisi selatan kemarin tidak sekaligus ditertibkan lantaran keterbatasan SDM. ''Kami kekurangan tenaga. Tapi, pasti akan kami tertibkan semua,'' ujarnya. Sebab, program revitalisasi Kalimas harus segera dimulai.

Taken from Jawapos, Sep 18, 2008 and Suara Surabaya, Sep 17, 2008

What they called pengelola is actually preman. Anyway, revitalization of Kalimas cannot be done without this kind of actual action. So go ahead, Pemkot !

Ebek21
September 18th, 2008, 04:54 AM
Suramadu 95,5%, Akses 70,29%

LABANG-Pembangunan Jembatan Suramadu dan jalan aksesnya mengalami perkembanganan cukup maju. Jembatan yang akan menghubungkan Pulau Madura dan Jawa yang ditargetkan awal 2009 sudah kelar itu, sudah mencapai 95,5 persen di sisi Madura.

Sedangkan jalan akses sisi Madura yang mencapai 11,5 km dari Tangkel, Kecamatan Burneh, hingga ke mulut jembatan di Kecamatan Labang, hingga kemarin sudah mencapai 70,29 persen.

Pekerjaan fisik akses jalan Suramadu sempat menemui kendala akibat kelangkaan dan naiknya harga aspal beberapa waktu lalu. Namun begitu, jalan akses diperkirakan Maret 2009 sudah pungkas atau 100 persen.

"Itu sudah ada inpresnya. Jadi, Maret tahun depan akses Madura juga siap. Lapisan aggregat apprilian, aggregat A, aggregat B, dan overpass sudah. Sekarang tinggal pengaspalan dan satu lapis lagi asebase," ujar Kasatker Pembangunan Jembatan Suramadu Sisi Madura Ir Siswo Dwiyanto di kantornya kemarin

Koran ini kemarin melihat proses pengerjaan jalan akses Suramadu. Di sisi jalan dari Burneh hingga sekitar 3 km mendekati Suramadu sudah teraspal. Bahkan, beberapa sepeda motor warga setempat berlalulalang di sana.

Ketika dikonfirmasi kelanjutan pembangunan Suramadu sisi Madura, Siswo mengatakan, saat ini sudah mencapai 95,5 persen. Itu ditandai dengan selesainya pemasangan girder di bentang 45 dan dilanjutkan dengan pemasangan plat lantai. "Kita tinggal melakukan beberapa pekerjaan yang bisa dikategorikan finishing saja," ungkapnya

Saat ini para pekerja sedang memasang pipa di bawah lajur sepeda motor. Beberapa pekerja lainnya melanjutkan pemasangan properti jembatan. Beberapa aksesoris jembatan seperti barier tengahnya (pembatas lajur) kemarin sudah tampak tertata rapi. "Kita tinggal pasang asesoris lampu pasca-Lebaran nanti," jelasnya.

Soal perkembangan pembebasan lahan di Madura, Siswo mengaku, sampai saat ini masih ada 3,5 hektare yang belum berhasil dibebaskan. "Masih seperti sebelumnya, 3,5 hektare belum setuju dengan nilai ganti rugi," ungkapnya.

Dalam beberapa pekan mendatang pihaknya akan kembali menyelesaikan persoalan pembebasan lahan tersebut. Itu seiring dengan sudah adanya perubahan dana dari Pemprov Jatim terkait DIPA 2008 Agustus lalu.

"Sudah ada kejelasan dana. Jadi, Desember nanti kita sudah harus bebaskan lahan tersebut," terangnya.

Hingga saat ini sembilan pemilik lahan 3,5 hektare tersebut masih berkutat pada permintaan harga beli senilai Rp 300 ribu per meter persegi. Sedangkan penawaran dari pemerintah maksimal Rp 70 ribu setiap meter persegi.

"Dulu pada 2005 kan cuma Rp 35 ribu. Jadi wajarlah kalau kita naikan harga beli kita senilai itu," kata Siswo.

Kini pihak Satker Pembangunan Jembatan Suramadu Sisi Madura mengaku tengah menunggu pihak appraisal dari tim Sukovindo Surabaya untuk turun ke lapangan. "Mereka tim konsultan untuk menaksir harga tanah di lapangan," terang Siswo.

Taken from Radar Madura, Sep 18, 2008

teddybear
September 18th, 2008, 05:27 AM
^Bolak balik pedagang2x pasar Keputran membuat kumuh lagi. Kapan toh pasar itu dipindah semuanya?

lombok
September 18th, 2008, 09:12 AM
Surabaya cool...yang kumuh terus dibuang, kapan JKT dan kota lain ?

MinImaX
September 18th, 2008, 12:49 PM
proyek baru di depan taman puspa raya citraraya, ada yang tau jadi apa?

http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/citraland-construction-1.jpg

http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/citraland-construction-3.jpg

http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/citraland-construction-2.jpg


gwalk (extension?) citraland, persis di depan ruko ini ada air mancurnya. seperti di mall2 luar negeri. mungkin jadi air mancur pertama di surabaya yang terintegrasi dengan bangunan komersil.
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/citraland-newgwalk-1.jpg

ini yang sudah ada air mancurnya (di gedung sebelah kanan foto):
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/citraland-newgwalk-2.jpg
belum liat kalo malem. akan bagus sekali kalau dikasih permainan lampu warna warni dan ada muncratnya air bisa terpola (misal mengikuti suara musik, atau pola2 naik turun lainnya). bisa jadi object wisata foto2 kalo sudah rame.

kira2 seperti ini (vivo city singapore):
http://i278.photobucket.com/albums/kk116/gos-x/architectural/vivo-1.jpg

Ebek21
September 18th, 2008, 03:08 PM
^^ Proyek apa itu ya ?? I'm interested to know hehe. Dari foto, kelihatannya lokasinya kok di depan Gedung Senam Citraraya.

Ekstension Gwalknya itu di sebelah mana ya ? Dekat Gwalk yg lama ? Kelihatan modern tapi sayang masih sepi, belum lama buka barangkali ? Air mancurnya di depan ruko itu hanya satu saja atau berderet2 panjang seperti di depannya Vivo City Spore itu ?

Hadi
September 18th, 2008, 03:20 PM
Ouw... Construction itu buat kantor kedutaan besar USA, jadi ya di Ry Darmo bakal dipindah ke sana

bozhart
September 18th, 2008, 03:36 PM
Proyek mana yg menggunakan dana paling besar di Surabaya? Yg sudah dimulai konstruksinya dan belum finish, misalnya mixed-use atau apa, jangan proyek infrastruktur.

MinImaX
September 18th, 2008, 03:41 PM
thx Hadi...
iya dulu pernah denger juga us embassy bakalan dipindah di daerah citraland, tapi ga tau di mana tempatnya.

iya di depan gedung senam. di pic #3 keliatan atapnya. kenapa pake crane ya? kalo pake crane gitu ada kepastian jadi skyscraper?

gwalk baru persis nyambung sebelahnya gwalk lama. di dekat mesjid. nantinya persis di gerbang utama citraland, kalo jalan utama dari depan supermal sudah dikerjakan nyambung sampe depan mesjid lalu tembus us embassy lalu tembus ke depannya ciputra waterpark.

sudah selesai sekitar bulan mei. seperti biasanya di tempat lain, waktu selesai ga langsung semua buka. biasanya lewat 12 bulan lebih baru rame.

air mancur berderet tapi tidak di depan semua ruko. di sebelah kanan ada 1 deret air mancur, di sebelah kiri juga ada 1 deret air mancur. diletakkan di bagian depan ruko yang melengkung.

Ebek21
September 18th, 2008, 04:07 PM
Proyek mana yg menggunakan dana paling besar di Surabaya? Yg sudah dimulai konstruksinya dan belum finish, misalnya mixed-use atau apa, jangan proyek infrastruktur.

Untuk saat ini menurutku Ciputra World. Untuk tahap pertama saja (satu mal 5 lantai dan 2 menara apartemen +/- 35 lantai) investasinya hampir 900 milyar harga tahun lalu. Sedangkan untuk pengembangan keseluruhan superblok Ciputra World (6 menara apartemen, satu menara office building, satu menara hotel, satu mal 150,000 m2), investasinya hampir 5 trilyun dgn asumsi harga tahun lalu. Salah satu dr tower tersebut direncanakan akan jadi yg tertinggi di Sby, moga2 bisa 50 lantai lebih.

Ebek21
September 18th, 2008, 04:25 PM
Kalo Konjen USA hadir di Citraraya, bisa dipastikan akan diikuti oleh kehadiran pasukan pengamanan yang jumlahnya sepeleton lengkap dengan kendaraannya, dan juga demo2 as usual. Malah demo2nya mungkin lebih leluasa karena Konjennya nggak lagi di jalan protokol seperti Jl. Dr Soetomo. We may no longer see a tranquil life in Citraraya like today.

Kalo ada crane berarti gedung yg dibangun pasti lumayan tinggi. Kita lihat saja nanti jadinya seperti apa. We need regular update from this project :)

MinImaX
September 18th, 2008, 04:43 PM
^^ kalo melihat kondisi sekarang demo2 hampir selalu berakhir anarkis, keliatannya bakal tidak tenang tinggal di citraland... :p

di sini perlu diedukasi bahwa demokrasi tidak sama dengan demonstrasi atau democrazy.
us embassy mungkin perlu bikin 1 gedung (atau lapangan ya...) khusus untuk orang yang mau berdiskusi (atau demo) supaya tidak mengganggu pengguna jalan/penghuni citraland.

tapi masalahnya orang demo itu justru suka makan badan jalan supaya terlihat orang banyak, supaya diperhatikan. serba repot deh... atau perlu dibuat lapangan/gedung khusus demo di tengah kota surabaya? yang bisa terlihat banyak orang supaya tidak mengganggu pengguna jalan... :p :p wah bisa jadi proyek baru nih... :p mengakomodasi kebutuhan pendemo dan kebutuhan pengguna jalan.

studio_one
September 18th, 2008, 07:41 PM
Astaga..kasian sekali orang2 di citraland kalo itu bener US embassy. Dapat dipastikan rumah mereka jadi sasaran amuk juga, lemparan batu, dan yg pasti penjarahan.
Di crane nya ada tulisan proyek apa ga? atau yg bangun kontraktor mana?
Apa mgkn kalo US embassy pake kontraktor local Indo yah..

teddybear
September 19th, 2008, 03:43 AM
^gua pernah baca anggarannya lebih dari 100 milyar? Kasihan warga yang dekat sana dan org2x yg harus berurusan dengan Konsulat Amrik harus travel jauh2x ke Citra Raya sekarang!!

ANTHONY @ SURABAYA
September 19th, 2008, 05:08 AM
Kalo Konjen USA hadir di Citraraya, bisa dipastikan akan diikuti oleh kehadiran pasukan pengamanan yang jumlahnya sepeleton lengkap dengan kendaraannya, dan juga demo2 as usual. Malah demo2nya mungkin lebih leluasa karena Konjennya nggak lagi di jalan protokol seperti Jl. Dr Soetomo. We may no longer see a tranquil life in Citraraya like today.

Kalo ada crane berarti gedung yg dibangun pasti lumayan tinggi. Kita lihat saja nanti jadinya seperti apa. We need regular update from this project :)

Aku rasa untuk bangunan US CONSULATE tidak akan tinggi2 banget, biarpun menggunakan crane untuk pembangunannya. Kemungkinan bangunan gedungnya luas, dimana memerlukan mobilitas tinggi utk pengangkutan materialnya, maka itu kehadiran crane sangat d butuhkan.Yang pasti, menurutku, badan bangunan utamanya tdk akan mendekati jalan raya.

worldsuperstar
September 19th, 2008, 05:14 AM
^^mirip kedubes AS yang super duper gag kliatan dari luar. . . .

bozhart
September 19th, 2008, 01:43 PM
Untuk saat ini menurutku Ciputra World. Untuk tahap pertama saja (satu mal 5 lantai dan 2 menara apartemen +/- 35 lantai) investasinya hampir 900 milyar harga tahun lalu. Sedangkan untuk pengembangan keseluruhan superblok Ciputra World (6 menara apartemen, satu menara office building, satu menara hotel, satu mal 150,000 m2), investasinya hampir 5 trilyun dgn asumsi harga tahun lalu. Salah satu dr tower tersebut direncanakan akan jadi yg tertinggi di Sby, moga2 bisa 50 lantai lebih.
Thanks infonya. Ebek21 :cheers:

ANTHONY @ SURABAYA
September 21st, 2008, 03:09 PM
Guys, weekend, forum kok sepi sepi aja? jadi rindu nih.....bolak balik aku check internet........:drool:

teddybear
September 21st, 2008, 05:43 PM
^Well because Surabaya needs more development like Jakarta, that way there will be much more projects to talk about or monitor. That way will not be bored with this or that project only.

When will a 60, 70 storey project come to Surabaya? That big east parking area in Delta Plaza really a potential plot, imo.

Anybody has update on Trillium and the construction at Widya Mandala please post. Thanks!

why_pp3
September 22nd, 2008, 04:13 AM
menurut gue justru yg sangat potensial adalah kawasan ngagel exs PT. Barata yang sudah di bongkar (samping e-square yang mangkrak). lahannya luas banget. kawasan tersebut sudah di plot menjadi the next CBD (setelah Tunjungan) sejak tahun 1999. tinggal menunggu investor yang berminat mendirikan bangunan high rise (apartemen, hotel) 50 -70 floor disana...
area parkir delta plaza cukup luas, tetapi lebih cocok untuk area pameran atau outdoor activity (parkirnya lebih gampang ngaturnya). mendirikan high rise 60-70 storey, beresiko kalah bersaing dengan Trilium atau Gubeng grand city (biaya per m2 tinggi)

Ebek21
September 22nd, 2008, 04:13 AM
Wew, you still talk about new project. At this moment, with the economic ressesion is coming soon, I think Sby is blessed if all the have-been-started project can be finished, not even dare to think there will be new project.

Sounds pessimistic, but that's the reality. Last week I had a meeting with local business society and bankers, the atmosphere was not good, they revised their annual target for at least the next two years.

In fact, if you have spare cash and also long-term view, this is the right time to make investment/ construction (incl. infrastructure), so by the time economy booms again, your project will be ready to catch (or serve) the market. That's what they are doing in China, but sadly, I don't think Indonesia can do this. The project (especially infrastructure) will mostly get delayed once again.

Ebek21
September 22nd, 2008, 05:33 AM
Just found this news. Don't know what they mean by "proyek di Surabaya", whether it refer to CWS or another new project we don't know before.

http://farm4.static.flickr.com/3141/2877896742_7216a4f8b4_o.jpg

Taken from Kontan Online, Sep 22, 2008

why_pp3
September 22nd, 2008, 09:23 AM
update terakhir graha bukopin

http://img212.imageshack.us/img212/4130/cimg3803ao5.jpg

http://img229.imageshack.us/img229/5348/cimg3804ye1.jpg

Ebek21
September 22nd, 2008, 11:22 AM
^^ Thanks for the update why_pp3. We definitely need more office building like Graha Bukopin in Sby CBD. And much taller, please.

AceN
September 22nd, 2008, 12:53 PM
^^ short but nice :okay: it looks like typical building in Rasuna Said :D

teddybear
September 22nd, 2008, 02:19 PM
^Thanks for posting photo, why_pp3! Wah sekarang daerah itu jadi lebih bagus, apalagi kalo malam! Sudirman potential, coba kalo office building line up sepanjang jalan itu dibanding bangun ruko2x terus! Tapi memang plot tanahnya kurang gede. Coba rumah2x di sebelah kanan yg masih ada... sampai ke ex bioskop Indra di pojok Jl. Gubernur Suryo dibongkar, dijadikan hi-rise!

Memang gua liat di Google Map ada tanah luas sekali di sebelah E2. Cuman daerahnya rada memencil dipinggir kali dengan jalan yang kurang luas, koq rasaya lebih potential jadi apartment dan superblock tapi nggak CBD.

Ebek: memang pasti ada dampak fall out dari krisis finansial di Amerika, tetapi tetap berharap Asia bisa nggak separah karena diimbangi dengan pertumbuhan China.

Ebek21
September 22nd, 2008, 05:22 PM
^^ Sori OOT. Teddybear, China menginvestasikan 1/3 dari cadangan forexnya yg jumlahnya $1,68 trilyun ke dalam obligasi2 pemerintah AS (T-bills), dan bank2 pemerintah juga menginvestasikan puluhan milyar US dolar ke subprime mortgage-backed loans di US. Guncangan ekonomi yang luar biasa di US akan memukul perekonomian China secara signifikan juga, karena saat ini perekonomian mereka sudah jauh lebih terbuka dibanding thn 1997 dulu.

lombok
September 22nd, 2008, 07:36 PM
Senin, 22/09/2008 20:20 WIB

Aston targetkan okupansi Cosmopolis 70%
oleh : Rachmad Hidayatullah

SURABAYA (Bisnis.com): Aston International menargetkan okupansi serviced apartment Aston Cosmopolis mencapai 65%-70% pada tahun pertama operasional 2009 dan okupansi digenjot hingga 80%-85% pada 2010.

Target Aston International selaku hotel management Aston Cosmopolis, ditetapkan setelah membaca pasar hotel di Surabaya sangat tinggi. Konsumen yang dibidik di antaranya ekspatriat. Kepala Pemasaran Aston International Norbert Vas menyatakan kaum ekspatriat yang dibidik adalah para profesional yang dipekerjakan perusahaan asing asal Korsel, Jepang, atau dari Eropa dan AS.

"Segmen ekspatriat ini kami targetkan menghuni dalam jangka waktu panjang [long stay]. Tamu long stay ini kami perkirakan sekitar 50% dan 50% sisanya merupakan tamu-tamu individual yang menginap harian," papar Norbert di sela-sela pameran Aston Cosmopolis di Surabaya, hari ini.

Aston Cosmopolis termasuk salah satu kondominium hotel (kondotel) pertama yang beroperasi di Surabaya. Kontrak mereka dengan PT Kreatifitas Putra Mandiri untuk mengelola Aston Cosmopolis yang berbintang empat pertama akan berlangsung selama 10 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, Aston International akan menerima management fee 2%-4% dari pendapatan Aston Cosmopolis. Bila pendapatan tersebut melampaui target, mereka akan menerima 2%-5% dari profit sebagai insentif. Setelah beroperasi selama 10 tahun, selanjutnya Aston International akan merundingkan kembali kontrak yang telah dibuat.

"Jangka waktu 10 tahun sangat cukup bagi para investor untuk mengembalikan dan meraih laba atas investasi yang dilakukannya dan bagi kami selaku manajemen hotel memiliki cukup waktu untuk menghasilkan bisnis yang menguntungkan bagi dua belah pihak," kata Norbert.

Direktur PT Kreatifitas Putra Mandiri Fajar Wijaya menyatakan pihaknya optimistis penjualan unit serviced apartemen Aston Cosmopolis naik 10%-15% dibandingkan dengan sebelum menggandeng Aston International. "Tanpa berpromosi gencar dan pameranpun, sekitar tujuh unit apartemen kami terjual belum lama ini. Apalagi ada pameran tujuh hari ke depan, kami berharap penjualan akan lebih meningkat lagi," kata Fajar.(yn)

Ebek21
September 23rd, 2008, 03:24 AM
Investor borong lahan di Surabaya

SURABAYA: Kalangan investor gedung bertingkat tinggi giat berbelanja lahan dengan luasan di atas 2.000 meter persegi di Surabaya. Lokasi yang diincar adalah lahan di kawasan tengah kota.

Para investor ini diperkirakan memulai proyek pembangunan high risk building-nya pada 2010. Hal ini terkait dengan stabilitas keamanan dan ekonomi pasca-Pemilu 2009.

Principal Ray White H.R. Muhammad dan Kertajaya, Edy Suwanto, menyatakan bahwa tren pembangunan hunian vertikal di Surabaya menjadi salah satu pemicu perburuan lahan tengah kota itu.

"Penjualan hunian [residensial] vertikal di Surabaya masih lebih bagus dibandingkan untuk kepentingan komersial, sebab karakter konsumen properti di Surabaya juga menganggap pembelian properti vertikal tersebut sebagai instrumen investasi," kata Edy di Surabaya, akhir pekan lalu.

Dengan karakteristik konsumen demikian, menurutnya, penjualan hunian vertikal dengan skema strata title di Surabaya sangat diminati.

Aksi borong lahan ini di pusat kota, menurut Edy mesti dilihat dalam perspektif lebih luas. Pusat kota yang diincar para investor ini tidak hanya Surabaya di kawasan tengah, tetapi meliputi kawasan barat dan timur.

"Pertumbuhan ekonomi di Surabaya Barat dan Timur menyamai pertumbuhan di pusat. Makanya investor banyak memborong lahan di kawasan ini meski luasnya hanya 4.000 atau 6.000 meter persegi. Minimal luasan 2.000 m2 pasti diborong oleh mereka."

Sementara pertumbuhan properti di kawasan Surabaya Utara masih sangat ketinggalan dibandingkan dengan tiga kawasan tadi. Properti di Surabaya Selatan sendiri terhitung lebih baik dibandingkan dengan Surabaya utara sebab banyak ditopang oleh pasokan properti di Sidoarjo.

Mengenai faktor pendorong melonjaknya penjualan hunian vertikal di Surabaya, tutur Edy, disebabkan semakin banyaknya kelas menengah di Surabaya dengan kekayaan yang semakin bertambah.

Taken from Bisnis Indonesia, Sep 23, 2008

Ebek21
September 23rd, 2008, 03:26 AM
Surabaya, City of Water Fountain ???

Air Mancur Mulai Mengucur

http://farm4.static.flickr.com/3199/2880919773_dfba899f20_o.jpg

SURABAYA - Sempat mangkrak, air mancur di perempatan Manyar Kertoarjo-Gubeng Kertajaya mulai difungsikan kemarin (22/9). Seperti yang dicetak dalam rancang bangunan, air mancur tersebut tidak memerlukan bejana atau bangunan untuk rekayasa aliran air.

Air mancur tersebut dibuat hanya mengandalkan pipa-pipa kecil yang diarahkan dengan sudut tertentu. Keindahannya terbentuk dari pola-pola pancuran air. Meski terlihat sederhana, kehadirannya mampu menyegarkan suasana jalan.

Kucuran air mancur tersebut masih belum permanen. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya masih mencari pola air mancur yang pas. ''Kami masih mencari pola yang tepat. Kira-kira yang paling bagus yang mana. Pipa-pipanya kan masih perlu di-setting lagi,'' kata Hidayat Syah, kepala DKP.

Air mancur tersebut sempat mangkrak hampir sebulan. Sebab, kendati sudah jadi, pompa air tak bisa berfungsi karena tidak ada instalasi listrik yang terpasang.

Untuk mempercantik tampilan kota, DKP sedang membangun tiga air mancur lagi. Yakni, air mancur besar di Taman Dolog, taman bekas SPBU Jalan Undaan, dan di Jalan Kenjeran.

Jika sudah jadi, total di Surabaya ada tujuh air mancur. Tiga lainnya sudah terpasang di depan Kebun Binatang Surabaya, Taman Surya, serta pertigaan Jalan Pemuda. ''Kalau banyak air mancurnya, Surabaya kan jadi seger,'' ujar Hidayat.

Taken from Jawapos, Sep 23, 2008

Ampelio
September 23rd, 2008, 04:43 AM
^^Good news for Surabaya! lokasi highrise memang sangat tepat jika berada ditengah kota:okay: ...semestinya lahan2 potensial di tengah kota besar bukanlah utk low-rise residential (baca: perkampungan kumuh) seperti yg terjadi di kebanyakan kota2 di Indonesia yg dari awal tata kota-nya memang tidak direncanakan dengan matang.

sbyctzn
September 23rd, 2008, 04:46 AM
wew lama gak mampir ke forum ini

@Ebek, Minimax, thanks infonya,

moga aja Ciputra tidak berhentiin CW, dari berita yang di post ebek sih sepertinya akan jalan terus, kalau CW di Jakarta melihat thread tetangga sepertinya macet.

@why_pp3: nice foto, cuma kok blur yah?

semoga saja perekonomian surabaya tidak besar-besar terpengaruhnya, tapi lumayan ngeri juga kalau membaca krisi ekonomi di USA.

setuju dengan Ampelio, Surabaya sedikit demi sedikit sudah mulai bergeliat daerah Downtownnya, tinggal menunggu saja, bagaimana wajah masa depan downtown Surabaya.
kalau surabaya utara itu tidak terlalu bergeliat karena aksesnya yang kurang mendukung, tapi kita lihat saja nanti jika suramadu selesai, pasti tidak kalah dengan surabaya barat.

sbyctzn
September 23rd, 2008, 04:51 AM
forum skyscrapercity akhir akhir ini banyak yang sepi juga ya? (lastest post banyak yang sudah lama) termasuk thread tetangga lain, apa mungkin proyek-proyek di kota lain mulai merasakan dampak krisis ekonomi USA ya?

sbyctzn
September 24th, 2008, 07:37 AM
Air mancur di jalan Kertajaya, dekat samsat.

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/AIR.jpg

Ebek21
September 24th, 2008, 11:36 AM
^^ Thanks for the fountain pic, sbyctzn. Simple and nice, it helps cool off the city a little.

Ebek21
September 24th, 2008, 11:59 AM
Not a good news. I just received reply from KG Group that the construction of Hotel Amaris Sby is now suspended and they also don't know when this hotel will open.

sbyctzn
September 24th, 2008, 01:52 PM
Bad news about Amaris Hotel.
@ebek: thanks infonya.
Semoga proyek lain tetap jalan terus, krisis ekonomi global benar2 besar dampaknya negatifnya.

update without pic:
1. GCS (terus jalan, lantai demi lantai terus berdiri)
2. Suramadu (cable stayed sudah banyak terpasang, semakin terlihat bentuk jembatannya. Jalan akses sisi Surabaya mulai tahap finishing, lampu, separator, dll)
3. Pedestrian Pemuda (tahap pengecoran, sebagian sudag selesai)
4. Pedestrian Urip Sumoharjo (tinggal finishing, sudah terpasang keramik)
5. Pedestrian Raya Darmo (masih tetap pada tahap penggalian dan pemasangan box culvert)
6. Aston tower (tetap jalan, lantai demi lantai jalan terus)
7. Hotel Liberty (diam seribu bahasa, kurang terlihat perubahan progress, belum ada kabar lebih lanjut)
8. Cosmopolis apartment (walaupun lambat progressnya, tetapi tetap jalan)
9. Dll/Dst (Mungkin rekan lain bisa menambah)

sorry no pic, lupa bawa kamera, setelah lebaran saya usahakan update foto proyek2 di Surabaya, pasti progressnya sudah banyak berubah. Lebaran sementara saya bantu hunting berita proyek surabaya saja.

MinImaX
September 24th, 2008, 04:03 PM
Ganti Nama, Perkuat Brand
SURABAYA - Setelah 14 tahun menggunakan nama CitraRaya, akhirnya PT Ciputra Surya Tbk resmi mengganti brand salah satu proyek property mereka menjadi Citraland. Perubahan ini disampaikan oleh Agung Krisprimandoyo marketing manager PT Ciputra Surya Tbk, dalam sosialisasi pada wartawan kemarin (23/9).

Agung memaparkan, bahwa nama Citraland sebenarnya sempat digunakannya saat tahun pertama berada di Surabaya. ''Tepatnya pada tahun 1993 silam,'' ungkap Agung. Namun, lanjut dia, nama tersebut akhirnya berganti karena aturan dari pemerintah yang menganjurkan nama lebih Indonesia. ''Saat itu kita akhirnya mengubah nama Citraland menjadi CitraRaya,'' jelasnya.

Selama ini, muncul perbedaan persepsi di kalangan masyarakat antara Citraland dan CitraRaya. Karena itu, setiap tahun pihaknya selalu menganalisa nama yang tepat untuk real estate di kawasan Surabaya Barat tersebut. ''Dan akhirnya kami menetapkan nama Citraland,'' sambung Agung. .

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa perubahan nama ini dilakukan demi memperkuat brand. ''Setidaknya agar tidak ada perbedaan persepsi lagi di kalangan masyarakat,'' ungkapnya. Agung juga mengatakan bahwa perubahan nama ini tentunya diikuti dengan berbagai harapan baru. ''Salah satunya adalah melonjaknya jumlah sales,'' tuturnya.

Dari data yang ada, penjualan properti sejak tahun lalu berkisar pada angka Rp 250 miliar. Dan tahun depan, seiring perubahan nama, Agung berharap angka penjualannya akan naik sebanyak 20 persen. (uan/bas)

Sumber: Jawa Pos

sbyctzn
September 24th, 2008, 06:34 PM
Terlepas dari maraknya berbagai pembangunan di Surabaya, saya mencatat ada tiga nilai minus yang dibuat oleh Pemkot, diantaranya:

1. Besi penutup saluran drainase pedestrian Basra dan Tunjungan yang banyak hilang dicuri orang tak bertanggung jawab. Pemkot seharusnya bisa mengantisipasi dan segera memperbaiki. Pemandangan pedestrian yang sebelumnya tertata rapi dan teratur menjadi tidak enak dipandang mata. Melihat desain pedestrian baru di jalan Sudirman yang saya rasa penutup besi saluran drainase pedestrian sudah cukup kuat, sehingga layak untuk diterapkan di pedestrian lama Basra dan Tunjungan. Namun yang terjadi hingga sampai saat ini lubang yang penutupnya hilang tersebut ditutup ala kadarnya justru oleh orang selain dari pihak pemkot dengan kayu, paving, dll untuk menghindari terjadinya kecelakaan karena terperosok lubang.

2. Di sepanjang pinggir Kalimas mulai terlihat lagi sampah dari para warga. Keadaan tersebut tentunya sangat kontradiktif dengan rencana pemkot untuk merevitalisasi Kalimas. Pemkot seharusnya secara berkala tetap membersihkan dan mewadahi dengan memberikan tempat sampah yang banyak dan layak dipinggir Kalimas.

3. Public Sphere seperti taman Bungkul, taman Sulawesi, taman lansia, dll sudah mulai terlihat juga kerusakan di lantai maupun fasilitasnya. Akhirnya yang dirugikan adalah pengunjung. Dengan keterpaksaan pengunjung tetap menikmati satu-satunya tempat untuk menikmati waktu di ruang terbuka.

Mungkin ketiga nilai minus yang mulai muncul itu hanya segelintir dari banyak kekurangan, yang belum terpikirkan di kepala saya.

Dari ketiga hal tersebut pula, dapat disimpulkan bahwa Pemkot masih lemah dalam hal perawatan hasil pembangunan. Sangat disayangkan jika pembangunan yang bisa mempercantik kota justru menjadi rusak dan malah memperjelek pemandangan kota.
Sekali lagi "Merawat lebih sulit dibandingkan dengan Membuat".
Hanya kalimat itu yang perlu dicamkan sungguh-sungguh oleh Pemkot.

Bagaimana pendapat anda?

Ebek21
September 24th, 2008, 06:50 PM
^^ Pendapat saya ? Setuju sekali. Itu adalah penyakit kronis yang susah disembuhkan di Indonesia. Dalam hal perawatan selalu lemah sekali, apalagi proyek2 pemerintah. Nggak tahu apa saja yg dikerjakan orang2 pemerintah itu. Kerusakan di depan mata dibiarkan saja.

Hmm, kadang memiriskan hati juga lihatnya. Jalan tol dan jalan propinsi vital hancur gara2 lumpur Lapindo saja, mereka alon2 asal kelakon dlm memperbaiki/merelokasi, apalagi hanya sekedar besi penutup saluran air yang hilang.

teddybear
September 24th, 2008, 09:51 PM
^Salah satu faktor (disamping korupsi) kenapa pemkot enggan memberbaiki dan menyediakan fasilitas karena mental beberapa rakyat yang mencuri, merusak dan tidak tanggung jawab. Dan ternyata masih begitu, meski katanya mental Surabaya udah berubah, lebih disiplin.
Dan masih saja ada yg membuang sampah di kali. Kebangetan memang. Bener mimpi deh kalo bisa menyamai Singapore.

yudz83
September 25th, 2008, 12:16 AM
^^

agree :)

sbyctzn
September 25th, 2008, 05:23 AM
Sempat terbesit juga mental semua pihak di Surabaya (Pemerintah, Masyarakat, dll) sudah mulai berubah. Namun sungguh sangat miris melihat kerusakan tersebut akhir-akhir ini. Hati ini sebenarnya sudah tergerak untuk ingin segera memperbaiki masalah tersebut. Namun apa dikata, sebagai orang yang tidak memiliki otoritas di Surabaya hanya bisa meratapi keadaan tersebut. Sangat disayangkan memang keadaan tersebut, ditengah gencarnya berbagai pembangunan di Surabaya. Namun menurut pendapat saya juga, saya masih optimis hal tersebut bisa berubah. Tidak perlu muluk-muluk menyamai kota lain. Cukup bisa merawat diri sendiri saja sudah hebat. Sungguh sangat malu ketika saya menjumpai semua kemirisan hal diatas. Nah sedikit intermezo diatas sengaja saya post, agar semua tahu ternyata ada nilai minus di kota tercinta kita ini. Walaupun benar memang perubahan yang luar biasa terjadi di Surabaya. Namun entah kenapa hal kecil seperti itu dibiarkan. Entah karena Pemkot sengaja karena perubahan besar sudah terlihat di Kota ini, ataukah karena memang belum mengetahuinya. Terlepas dari itu semua saya memberikan aplaus kepada pemerintah kota (walikota), karena perubahan sudah terjadi di Surabaya. Namun dengan segera hal-hal kecil seperti itu harus diperhatikan.

Orang yang mengakui kelemahannya adalah lebih mulia dibandingkan orang yang diam seribu bahasa meratapi keunggulannya.

Tanpa pengakuan kelemahan, yang ada hanya seperti katak dalam tempurung, menertawai diri sendiri

SPARKLING SURABAYA!!!

iwe
September 25th, 2008, 08:22 AM
harusnya dipasang kamera, yang curi & buang sampah sembarangan itu langsung ditangkap, trus disuruh kerja sosial pake baju yang ada tulisannya apa gitu... semacam hukuman psikologis gitu biar jera

klo cuman dipenjara sih keenakan buat mereka (malahan enak kan dikasih makan, ga perlu nyuri2 buat cari makan)...

Ampelio
September 25th, 2008, 08:36 AM
^^...bonek-mania masih eksis dan senantiasa melekat erat dengan image Persebaya dan Kota Surabaya ...potensi atau kontra-produktif bagi Surabaya?

Hadi
September 25th, 2008, 09:44 AM
I have some information about LJ Meridien Hotel, that information say it building will be build 27 floor. I Think it will be a high rise building

sbyctzn
September 25th, 2008, 10:23 AM
^^...bonek-mania masih eksis dan senantiasa melekat erat dengan image Persebaya dan Kota Surabaya ...potensi atau kontra-produktif bagi Surabaya?

Potensi menurut saya, jika bisa memanfaatkannya dan mengelolanya dengan baik. justru akan mendatangkan pendapatan untuk pemkot.

sbyctzn
September 25th, 2008, 10:25 AM
I have some information about LJ Meridien Hotel, that information say it building will be build 27 floor. I Think it will be a high rise building

dapat info darimana hadi? bisa disertakan artikel atau lainya untuk dipost disini? thanks!!

sbyctzn
September 25th, 2008, 10:26 AM
harusnya dipasang kamera, yang curi & buang sampah sembarangan itu langsung ditangkap, trus disuruh kerja sosial pake baju yang ada tulisannya apa gitu... semacam hukuman psikologis gitu biar jera

klo cuman dipenjara sih keenakan buat mereka (malahan enak kan dikasih makan, ga perlu nyuri2 buat cari makan)...

setuju!!!

yudz83
September 25th, 2008, 10:41 AM
^^

he he.. kameranya sendiri yg bakal dicuri.. org perekonomian kita gap si kaya dan si miskin gede banget kok.. n sayangnya banyak yg si miskin ato low middle class tuh.. :lol:

ANTHONY @ SURABAYA
September 25th, 2008, 10:51 AM
I have some information about LJ Meridien Hotel, that information say it building will be build 27 floor. I Think it will be a high rise building

Brarti akan tambah pondasi dong? krn pondasi awal hanya dirancang untuk separohnya. Kalo bener, wah..... VIVA Meridien........:banana:

why_pp3
September 25th, 2008, 11:16 AM
yang akan di bangun itu LJ meridien ato meritus hotel ??? atau Meritus sudah ganti nama jadi Meridien ??

ANTHONY @ SURABAYA
September 25th, 2008, 11:47 AM
harusnya dipasang kamera, yang curi & buang sampah sembarangan itu langsung ditangkap, trus disuruh kerja sosial pake baju yang ada tulisannya apa gitu... semacam hukuman psikologis gitu biar jera

klo cuman dipenjara sih keenakan buat mereka (malahan enak kan dikasih makan, ga perlu nyuri2 buat cari makan)...

Sebetulnya sih tinggal kemauan dari pemerintah kota aja. Masih menempel di ingatan beberapa puluh tahun yang lalu, aku kurang ingat pasti, pada masa walikota siapa wkt itu, bagi setiap orang yg tertangkap membuang sampah sembarangan, akan didenda. Bahkan disiapkan hot line bagi pelapor yg melihat tindakan tersebut. MEMANG HARUS KERAS! spt d SINGAPORE pun diberlakukan denda yg istimewa besarnya. Tapi apa positifnya? Masyarakat menjadi terbiasa hidup bersih............Bukannya spt d indonesia, yg diperbanyak justru PASUKAN KUNING..................Maaf! apa mungkin kurang tingginya faktor pendidikan bagi masyarakatnya.

ANTHONY @ SURABAYA
September 25th, 2008, 11:52 AM
yang akan di bangun itu LJ meridien ato meritus hotel ??? atau Meritus sudah ganti nama jadi Meridien ??

Kedua nama tersebut, beda proyek. Satu proyek bekas Ramayana Hotel. Yg lain hotel milik Kompas Grup

SORRY, I WAS WRONG GIVING THE INFORMATION ABOVE. NOW I'M PRETTY CONFUSED ABOUT THOSE TWO NAMES. PLEASE IGNORE THOSE. APOLOGIZE..................^^:nuts:

ANTHONY @ SURABAYA
September 25th, 2008, 12:00 PM
^^...bonek-mania masih eksis dan senantiasa melekat erat dengan image Persebaya dan Kota Surabaya ...potensi atau kontra-produktif bagi Surabaya?

Satu lagi borok peninggalan Periode Walikota Sunarto, mencanagkan BONDO NEKAD utk para supporternya, yg dibawah sadar 'menghalalkan' tindakan anarkis. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.......................:ohno:

sbyctzn
September 25th, 2008, 01:19 PM
Yang pasti semuanya ada di Walikota.
Secara garis besar, periode saat ini keadaan kota Surabaya itu terbaik sepanjang sejarah.
Tinggal membenahi sedikit yang masih kurang disana-sini, walaupun kecil.

Ada yang punya info Hotel Meridien?
Berita, Artikel, Rendering, atau yang lain?
Please post here!!

sbyctzn
September 25th, 2008, 01:32 PM
@anthony:
walaupun nasi sudah menjadi bubur, tinggal buburnya saja yang diolah, kalau yang mengolah pandai, maka buburnya bisa jadi bubur ayam yang enak. semua orang suka, malah menguntungkan bisa menghasilkan uang.
Nah persis seperti Hooligan.
Perubahan radikal yang dilakukan pemerintah membawa keuntungan besar.
Sepanjang pengamatan saya di lapangan sebelum Ramadhan, yang dinamakan "BONDO NEKAT" sudah banyak berubah.
Semenjak insiden yang sempat merugikan berbagai pihak, terutama ANTV yang rugi besar, mereka sudah mulai berubah. Hal tersebut ditunjukkan saat timnya mengalami kekalahan dengan tim asal bojonegoro, namun kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi. Dan banyak perubahan yang sudah terjadi jika melihat langsung di lapangan.
Jadi justru sekarang tinggal bagaiman action Pemkot.
Yang sudah biarlah sudah, sekarang saatnya memanfaatkan dan mengelola yang sudah jadi.

SPARKLING SURABAYA!!!

sbyctzn
September 25th, 2008, 01:37 PM
Semua yang ada di Surabaya itu adalah aset yang potensial untuk dimanfaatkan. Jadi sudah seharusnya kita semua mengelola dan menjaganya.

PEACE!!

Ebek21
September 25th, 2008, 02:54 PM
Walah ditinggal sakdino, wes akeh postingan, tak pikir akeh updatean, eh dadakno mbahas bonek...

OOT dikit, sedikit nostalgia ya, aku dulu supporter berat Persebaya dan Niac Mitra, terutama tahun 86-91an, jamane Putu Yasa, Rae Bawa, Syamsul Arifin, Mustaqiem, Yongky Kastanya, Budi Johanis, Seger Sutrisno (Persebaya); dan Benny van Breukelen, Jaya Hartono, Hanafing, Eduard Mangilomi, M. Alhadad, Freddy Mulli (Niac Mitra). Aku juga beberapa kali datang ke Gelora 10 November liat pertandingan mereka, bahkan aku juga hadir di pertandingan terakhir Niac Mitra sebelum jadi almarhum. Biasanya sih dengarin siaran langsung di Radio Gelora (bener gak ya namanya ?), yg bawain siaran langsung namanya Pak Koesnandar (masih dia nggak ya yg siaran?).

Itu dulu sebelum jamannya bonek didengang dengungkan dgn bangganya oleh Cak Narto dan (sedikit banyak) Jawapos.

Setelah bonek merajalela di jamane Cak Narto (seng ngaku2 turunan Sawunggaling), senang berubah jadi benci. Aku sudah gak pernah lagi lihat dan dengerin Persebaya main. Apalagi mikir ke Stadion Tambaksari, amit2 aja. Mungkin itu juga sebabnya pembangunan Sby jalan di tempat di tahun 1995-2000. Imagenya sudah kadung babak belur di seluruh Indonesia (sopo seng mau investasi ndek kota gak aman ?)

Skrg jamane Bambang DH, sudah jarang terdengar bonek lagi. Hal yg bagus. Persebaya bisa juara kok tanpa bonek. Buktinya thn 1987, jamane Purnomo Kasidi jadi walikota juga gak pake bonek2an. Lalu tahun 2004, jamane Bambang DH, Persebaya juga juara lagi tanpa bonek.

Singkirkan jauh2 bonek dr Surabaya, dan jgn pernah hidupkan lagi bonek2 edan itu.

Ebek21
September 25th, 2008, 02:55 PM
Jadi hotel Meridien dan Meritus itu berbeda ? Dimana letaknya bakal Hotel Meridien ? Info, please.

teddybear
September 25th, 2008, 03:28 PM
^Ebek mulai dengan bahasa Surabaya? Ntar yang nggak ngerti jawa nggak ngerti lho! Well, Surabaya does not have Meridien Hotel.

Hadi: Where the 27 floor Meridien Hotel will be built or this is a wrong info about the Meritus Hotel?

Ebek21
September 25th, 2008, 04:19 PM
^^ Haha, it's only a chit-chat about bonek in Sby. I myself strongly suggest all of us here to use English as much as possible, as I believe this thread is read not only by Indonesian residing in Indonesia or abroad, but also by many foreigners who are interested in Sby. You see, it's kind of relief if we see people write in English when you take a look at other country's thread, while we don't understand their native language. At least, by doing this, we can make a small contribution for our beloved city hehe..

sbyctzn
September 25th, 2008, 04:26 PM
Bonek mau tidak mau sudah melekat dengan nama Surabaya. Tidak bisa dihapus atau disingkirkan. Yang perlu dilakukan adalah pembenahan. Hanya itu.
Sama seperti korupsi, tidak akan mungkin dihapus, maka yang dapat dilakukan adalah membenahi dengan segenap tenaga.
Implikasinya ada di nama baik kota Surabaya, jadi mau tidak mau harus dibenahi, bukan dihapus atau disingkirkan.
Sulit untuk dihapus atau disingkirkan, karena sudah mendarah bumi.

Ok! Back to Topic!! Stop from here, talk about that!

@teddybear:
tidak apa-apa lagi kalau pakai bahasa suroboyoan, ini kan thread memang thread Surabaya, enak didengar, lebih dekat sesama wong Suroboyo.

Ayo siapa yang punya info hotel Meridian?
Post disini. Penasaran!

Atau jangan2 benar kata teddybear, kalau itu salah info yang sebenarnya untuk Meritus?
Kalau benar 27 lantai bukan untuk Meridian tapi Meritus, wah bakal bagus.

Tapi kalau Meritus berubah jadi 27 lantai, apa nanti bakal tidak lucu desainnya? Karena kan lahannya sempit. Jadi seperti tiang lampu. 27 lantai itu tinggi lho, lebih tinggi dari Graha Pena.
Tapi menurut saya pasti yang betul Hotel Meridian, karena terlalu sempit lahan Meritus untuk jadi 27 lantai.

sbyctzn
September 25th, 2008, 04:44 PM
@ebek:
Wah my english is not good in grammar, bagaimana ya,
nanti malah ditertawakan foreigners lain kalau kacau.
Ok deh, sedikit2 saya usahakan ikut tuntutan jaman.
Thanks all.

Hadi
September 25th, 2008, 05:15 PM
dapat info darimana hadi? bisa disertakan artikel atau lainya untuk dipost disini? thanks!!

emm ada di majalah Construction. Itu banyak memuat proyek yang lagi dan sedang dan akan ditenderkan. Saya baca disitu. Mungkin besok saya positing. Aku heran kok katanya 15 floor cuman ini 27 floor. Spesific Building Detailnya itu juga ada.

sbyctzn
September 25th, 2008, 11:17 PM
@Hadi:
Wah boleh juga itu kalau di scan, supaya rekan-rekan lain bisa tau rendering detail bangunannya. Sama artikelnya juga boleh. Btw majalah construction apa ya yang kamu baca?
Thanks Hadi!

Ebek21
September 26th, 2008, 03:26 AM
Kucuri Proyek Suramadu Rp 50 M

SURABAYA - Kontraktor yang menggarap pembangunan jembatan Suramadu akan lebih leluasa mengejar target penyelesaian. Ini setelah para kontraktor yang tergabung dalam Consortium of Indonesia Contractor (CIC) resmi mendapatkan kucuran kredit dari Bank Jatim senilai Rp 50 miliar kemarin (25/9). Kredit tersebut akan berlangsung selama enam bulan.

''Kredit antara Bank Jatim dengan CIC terhitung sejak 25 September 2008 hingga 25 Maret 2009,'' ujar Direktur Utama Bank Jatim Muljanto kemarin (25/9).

Muljanto mengatakan, bahwa salah satu faktor pendukung kesepakatan kredit tersebut adalah, proyek Suramadu dinilai mampu memacu pertumbuhan ekonomi regional. Dan jaminan atas kredit tersebut adalah piutang fidusia. Yakni, pinjaman yang menggunakan aset usaha

Sebelumnya, proyek pembangunan jembatan Suramadu yang digarap PT Adhikarya, PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan PT Wijaya Karya itu sempat tersendat akibat kekurangan. Hal ini menyebabkan proses penyambungan bentang tengah dengan approach bridge tidak berjalan lancar.

Di sisi lain, Bank Jatim berharap penyaluran kredit untuk Suramadu ini dapat mengurangi alokasi kredit yang belum terserap yang mencapai Rp 968 miliar. ''Dari kredit sindikasi sebesar Rp1,6 triliun, saat ini debet yang disalurkan sebesar Rp700 miliar," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pjs Gubernur Jatim Setia Purwaka juga memaparkan tentang kendala pembangunan Suramadu. "Pertama, kebutuhan dana untuk menyambung bentang tengah sehingga dibutuhkan tambahan dana,'' jelasnya. Sementara yang kedua adalah pembebasan tanah untuk akses jalan menuju jembatan. ''Baik di sisi Surabaya maupun di sisi Madura,'' ujarnya. Kendala itulah yang menjadi salah satu landasan Pemprov Jatim untuk menggandeng Bank Jatim.

Sementara, Direktur Umum PT Hutama Karya Subagyono, menyatakan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan injeksi dana dari Bank Jatim. Menurutnya, injeksi itu sangat mendukung dalam menyelesaikan proyek tepat waktu.

Taken from Jawapos, Sep 26, 2008

ANTHONY @ SURABAYA
September 26th, 2008, 04:17 AM
Ya bener sih, Ebek21, kalo kita posting mending pake bahasa inggris, sekalian promosi ato 'pamer' Surabaya ke dunia internasional nih. Tp kalo pas ada yg 'berbau' negativ, mending pake bahasa kita sendiri, jadi biar tampak baeknya aja di mata internasional.

ANTHONY @ SURABAYA
September 26th, 2008, 04:29 AM
@ebek:
Wah my english is not good in grammar, bagaimana ya,
nanti malah ditertawakan foreigners lain kalau kacau.
Ok deh, sedikit2 saya usahakan ikut tuntutan jaman.
Thanks all.

Ngk apa toh mereka ngk tau kita, dan lagi mereka akan lebih nyesel kalo toh ternyata mereka ngk ngerti apa yg kita tulis. Ini kan forum internasional juga. Gw jg jointnya ngk d indo. Gw ada temen bule jg, suka buka2 forum ini, cuma dia demen ama gambar2 postingan, dan sesekali nanyain artinya k gw.....

Ebek21
September 26th, 2008, 05:35 AM
If any of us here has a chance to pass through these gates in Tg. Perak Port, please take some pictures of the newly-renovated passenger terminals. We are eager to know what they looks like after renovation. If Star Cruise really come to Sby in the near future, these terminal will become very important as it will give their passenger a first glimpse of Sby.

Tiga Terminal Penumpang di Pelabuhan Perak Direvitalisasi

Tahap I menelan dana Rp. 1,2 miliar diharapkan selesai akhir 2008

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan segera melakukan proses revitalisasi fasilitas tiga terminal penumpang yang dikelolanya di Pelabuhan Tanjung Perak Surtabaya yang terdiri atas Gapura Tengah (GT), Gapura Surya (GS) dan Gapura Nusantara (GN).

Proyek revitalisasi itu dilakukan secara bertahap dengan masa waktu pengerjaan ditaksir mencapai dua tahun yang dimulai Agustus 2008 ini dan diharapkan tuntas pada 2009.

Pada tahap I akan dikerjakan revitalisasi dua dermaga yaitu Gapura Tengah (GT), Gapura Surya (GS) yang dikerjakan dari Agustus-Desember 2008 dengan nilai proyek Rp1,2 miliar. Tahap II akan dikerjakan untuk Gapura Nusantara pada 2009 dimana alokasi anggaran biayanya akan dibahas pada September 2008.

General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Ahmad Baroto menyatakan, pihaknya telah mematangkan proyek revitalisasi tiga terminal penumpang di Pelabuhan Perak itu. Proyek itu dinilai penting karena diharapkan akan memberikan peningkatan prose pelayanan dengan mengedepankan unsur kenyaman bagi pengguna jasa.

"Pada tahap awal proyek revitalisasi itu akan menelan dana Rp1,2 miliar untuk dua terminal [GT dan GS]. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan serta membuat kenyamanan bagi penumpang. Proyek itu diharapkan dapat dimulai bulan ini [Agustus 2008] secara bertahap, harapanya sebelum hari raya Idul Fitri, ada yang selesai. Harapanya yang selesai duluan yaitu Gapura Tengah," kata Baroto kepada pers, akhir pekan lalu.

Baroto menerangkan proyek revitalisasi terminal penumpang itu akan dimulai dari Gapura Tengah, berlanjut ke Gapura Surya dan yang paling akhir Gapura Nuasantara.

"Proyek GT dan GS diharapkan tuntas tahun ini [2008], khusus GN akan dibenahi pada 2009. Untuk pembenahan GT yang berada di antara GS dan GN sengaja dilakukan paling awal dengan taksiran biaya Rp 200 juta, sedangkan untuk GS ditaksir akan menelan dana Rp1 miliar. Proyek untuk GN sedang masih ditaksir anggaran proyeknya, proses pembahasannya akan dilakukan pada bulan depan [September 2008]. Kemungkin bisa berkisar antara Rp 1-Rp 1,5 miliar dan itu masih dikalkulasi lagi," ungkapnya.

Dia menjelaskan rencananya ketiga terminal penumpang itu pasca proyek revitalisasi akan menjadi fasilitas terminal penumpang yang terintegrasi.
"Bila selesai maka nantinya ketiga gapura itu akan disebut Terminal Penumpang Kapal Laut Tanjung Perak. Proyek itu sebenarnya sudah lama dirancang, namun baru bisa dilaksanakan pada tahun ini karena terkait proses pendanaan," tegasnya.

Dari pantauan Warta Gafeksi, kondisi ketiga terminal penumpang itu memang memerlukan proses perbaikan, termasuk penambahan sejumlah fasilitas pendukung. Setidaknya dengan program revitalisasi itu fasilitas layanan bagi penumpang angkutan laut itu dapat setara dengan kondisi fasilitas penumpang bagi angkutan udara.

Beberapa fasilitas yang kini layak diberikan yaitu ruang tunggu yang repesentatif termasuk kemungkinan memberikan penambahan fasilitas ruang ber-AC yang lebih representatif. Diperlukan juga peralatan deteksi barang bawaan bagi penumpang sehingga kemungkinan terjadi adanya kebakaran di atas kapal dapat diminimalisir. Meski peralatan itu ada namun kini belum banyak digunakan dan sering disalah gunakan.

Pada konteks lain dirasa perlu melakukan kerjasama dengan sejumlah lembaga perbankan untuk memasang fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM).
Mohammad Zakaria Ahmad, penumpang kapal jurusan Banjarmasin mengungkapkan sejumlah fasilitas tersebut (ruang ber-AC, ATM dll) memang kini sudah sangat dibutuhkan di kawasan terminal Penumpang Tanjung Perak.
"Jangan bedakan kami penumpang angkutan laut dengan penumpang angkutan udara, apa kami ini dianggap hanya dari kalangan kelas tidak mampu saja sehingga kelengkapan fasilitas penunjang seperti ATM, ruang ber-AC yang lebih nyaman sengaja tidak diberikan. Alat pendingan [AC] memang sudah ada, namun perlu diperbanyak sehingga akan lebih membuat penumpang nyaman. Begitu pula alat deteksi barang seharusnya difungsikan seperti layaknya di bandara Juanda, namun disini [Pelabuhan Tanjung Perak] banyak tidak digunakan, padahal alat itu sangat vital. Jangan sampai ketika terjadi kecelakaan laut baru semua teriak-teriak," ungkap Zakaria yang merupakan pengguna loyalis moda transportasi laut itu.
Namun Zakaria menyadari untuk memberikan kenyamanan tersebut, perlu alokasi dana besar. Sedangkan penumpang moda laut merupakan masyarakat dari kalangan ekonomi menengah bawah.

"Ini memang butuh good will dari Pelindo maupun otoritas kepelabuhanan serta pemerintah. Semestinya ini juga menjadi tanggung jawab pemerintah, minimal pemerintah melalui Departemen Perhubungan dapat mulai menganggarkan perbaikan skala layanan di pelabuhan laut secara nasional khususnya di terminal penumpang," tegasnya.

Taken from Warta Gafeksi, August 2008

Ebek21
September 26th, 2008, 05:47 AM
@ebek:
Wah my english is not good in grammar, bagaimana ya,
nanti malah ditertawakan foreigners lain kalau kacau.
Ok deh, sedikit2 saya usahakan ikut tuntutan jaman.
Thanks all.

Nggak apa-apa kacau2 dikit, namanya juga disini kita saling belajar. Kita gak bisa bantu menata kota, gak bisa bantu mempercepat pembangunan kota, yg bisa kita lakukan ya hanya membantu mempromosikan kota ini ke seluruh dunia, salah satunya yg paling efektif ya lewat forum ini karena forum ini adalah forum internasional dan disinilah pusatnya orang2 yg haus informasi tentang urban development.

iwe
September 26th, 2008, 06:42 AM
i will go to waterplace pakuwon tomorrow to check the show unit.. hopefully can bring some photos :D

Ebek21
September 26th, 2008, 09:59 AM
Intermezzo, got info from Lamong Bay Project. Just posted a question in Pelindo 3 website and here is the answer :

Q: Dengan hormat, saya mau bertanya, kapan pembangunan proyek Lamong Bay dimulai ? Surabaya benar2 butuh perluasan pelabuhan container karena sudah hampir full capacity sekarang. Kalau tidak segera dimulai, nanti akan terjadi congestion di Perak dan di TPS. Terima kasih atas jawabannya.

A: Terima kasih atas perhatian Saudara terhadap arus kapal dan barang di Pelabuhan Tg Perak, Mengenai pembangunan akan segera dilaksanakan setelah seluruh perijinan didapat, saat ini kami masih menunggu perijinan pembangunan dg pola kerjasama dari Kementrian BUMN.

Salut for their quick reply. Their website should be a model for the other SOE's.

gantengscool
September 26th, 2008, 10:01 AM
.

Jumat, 26/09/2008 12:58 WIB.
Lagi-lagi Penyelesaian Jembatan Suramadu Kembali Molor.
detikSurabaya.



http://img112.imageshack.us/img112/1771/jembatansuracovse8.jpg (http://imageshack.us)


Detiksurabaya Surabaya - Kabar tidak sedap kembali menerpa pembangunan Jembatan Suramadu. Penyelesaian jembatan yang ditarget selesai bulan September kembali terancam molor.

Target penyelesaian 2,45% hanya bisa terealisasi 0,95%. Padahal pengerjaan proyek jembatan tersebut tersisa 176 hari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Pemprov Jatim Supaad mengungkapkan, ada beberapa hal yang mempengaruhi pembangunan Suramadu. Diantaranya masalah dana.

Untuk masalah dana ini, kata Supaad, beberapa waktu lalu pimpro mendapat pinjaman dari Bank Jatim sebesar Rp 50 miliar. Pinjaman dari Bank Jatim ini sebagai dana talangan menunggu pinjaman dari Cina sebesar U$ 68,93 juta.

"Meski masalah pendanaan sudah terselesaikan, namun tingkat kepercayaan vendor pada CIC (Consorsium of Indonesia Contractor) sedikit berkurang bisa mempengaruhi penyelesaian. Namun ini akan kita rebut kembali," kata Supaad dihadapan penjabat Gubernur Jatim Setya Purwaka di Jembatan Suramadu di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, Jumat (26/9/2008).

Supaad mengatakan, pinjaman dari Cina akan cair pada pertengahan Oktober mendatang. Menurut jadwal, pinjaman itu turun pada September. Tetapi karena di China ada libur seperti Indonesia dan masih ada beberapa berkas yang harus dipenuhi, maka ditunda hingga 15 September.

"Dana ini akan cair, setelah Concorsium of Cina Contractor (CCC) menyerahkan jaminan, maka dana bulan Oktober akan cair," tambahnya.

Sementara itu Penjabat Gubernur Jatim meminta pimpro jembatan sepanjang 5,4 KM tersebut untuk menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal. Jadwal yang ditetapkan jembatan akan diselesaikan pada Maret 2009.

Setya meminta para pekerja untuk memperhitungkan faktor cuaca. "Saya harap bisa lebih cepat. Karena presiden tanya, apa Maret bisa selesai?" tandasnya.



.

sbyctzn
September 26th, 2008, 01:22 PM
Good news,
I hope all transportation terminal (Airport, Seaport, Train Station, and Bus Station) will have service same like in Airport, now Purabaya (Bus Station) i think better than before, now service same with old Juanda Airport service, (i read a blog indonesian people from other province, that comment about Purabaya Bus Station like Airport, "GR juga").
And i thinks that right, now Purabaya Bus Station have great change. All "calo" not distrurbing passanger. They all just offer destination to passanger in back yellow line. In Waiting Room now more comfort. Toilet also more clean, but you must pay one thousand Rupiahs for toilet. Hehehe... No Problem. And i hope it will same in Terminal Penumpang Kapal Laut Tanjung Perak (TPKLTP) (Tanjung Perak Seaport) and Gubeng Train Station have good service. I hope TPKLTP (very long long name :-) ) will be like seaport in Batam, and Gubeng Train Station will be like Gambir Train Station after Renovation and Revitalitation project two that terminal have done.

About Suramadu Bridge,
i think it will be done in right time.
Because President want her name recorded in "monument plaque Suramadu Bridge" formality before Election in 2009. Hehehe...
So dont worry!
Especially SBY from Jatim!!

Hello Hadi!
How about Meridien Rendering and Article from magazine?

Ampelio
September 27th, 2008, 06:09 AM
"Jembatan SBY" ? what a nice initial name ...represents both the president and the city :okay:

Ebek21
September 27th, 2008, 12:11 PM
No recent news about construction in Sby. I guess it's because of the upcoming Idul Fitri holiday. After the holiday, I hope all the construction work will run again at higher pace, especially the near-finished Cito, Waterplace, Adhiwangsa. And I'm really anticipating the commencement of construction of the new Gempol-Pandaan and Gempol-Pasuruan tollroads. They said earlier that both projects would kick off in second half of this year.

sbyctzn
September 27th, 2008, 02:45 PM
Nice post view, if all posted comment in english. I will keep working for do posting english comment. I hope all friend here start post a comment in english. Now im agree with you all. Thanks.

@Ampelio:
sorry, what are you talking about "Jembatan SBY"?

@Ebek:
Yeah, that right, all commercial project stop until Idul Fitri holiday. But Suramadu Bridge project look keep running. I think they (consorcium) start to chase the target progress, after they have been injected a fund from Jatim Bank. And about toll road Gempol-Pandaan and Gempol-Pasuruan would kick off in second half of this year, you hear from?

Ebek21
September 27th, 2008, 04:44 PM
Here is the news mentioning that construction of Gempol-Pasuruan tollroad will be started in second half of 2008. Regarding Gempol-Pandaan tollroad, it has been posted twice (if I remember correctly) in this thread, just check again in previous pages.

Konstruksi Tiga Ruas Tol PT Jasa Marga Mulai 2008

Inilah.com, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk menargetkan pembangunan konstruksi tiga ruas jalan tol akan dimulai 2008 yang diawali tol Bogor Ring Road serta dilanjutkan dua ruas lainnya.

"Tol Bogor Ring Road ruas Sentul Selatan - Kedung Halang empat kilometer akan dimulai triwulan I tahun 2008," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans S Sunito di Jakarta, Senin, saat malam pergantian tahun di Gerbang Tol Pondok Gede Timur.

Konstruksi juga akan dimulai tol Semarang-Solo pada ruas Semarang-Ungaran (11 kilometer) dan tol Gempol-Pasuruan khususnya ruas Gempol-Rembang (12 kilometer). "Masing-masing akan dilaksanakan semester II tahun 2008," kata Frans.

Ia mengatakan, saat ini kontraktor dan konsultan pengawas tiga ruas tol sudah ditetapkan pemenangnya setelah melalui proses tender diharapkan pembebasan tanah sudah dimulai.

Frans juga menjelaskan, dari hasil IPO 12 November 2007 PT Jasa Marga Tbk mendapat dana Rp3,5 triliun yang dipergunakan memperkuat penyertaan modal tiga ruas tol yang saat ini dalam proses pembebasan tanah.

Ia mengemukakan, guna membangun tiga ruas tol telah dibentuk tiga perusahaan patungan meliputi PT Marga Sarana Jabar (Bogor Ring Road), PT Trans Marga Jateng (Semarang-Solo), dan PT Trans Marga Jatim Pasuruan (Gempol-Pasuruan).

Dalam perusahaan patungan ini PT Jasa Marga Tbk menjadi pemegang saham mayoritas berkisar 55-60%. Saat ini perkembangan ketiga ruas ini tengah dalam proses pembebasan tanah.

"Kami perkirakan fisik akan dapat dilaksanakan untuk Bogor Ring Road tahap satu pada triwulan pertama, sedangkan dua ruas lainnya Semarang-Solo dan Gempol-Pasuruan pada semester kedua," ujarnya.

Perseroan, kata Frans, juga telah memenangi tender dua ruas tol bagian dari JORR tahap dua meliputi Serpong-Kunciran 11,2 kilometer, serta Kunciran-Cengkareng 15,2 kilometer. Kedua ruas merupakan jalan tol menuju bandara.

Guna membangun lima ruas tol dibutuhkan investasi Rp4,8 triliun, namun dalam hal ini porsi PT. Jasa Marga sebagai mayoritas sebesar Rp2,8 triliun (60%). Dalam tahun 2008 ini PT Jasa Marga Tbk akan menempatkan Rp1,1 triliun sebagai investasi awal.

Taken from Inilah.com, January 2008

And just now I found a news in Radar Bromo today, mentioning that they have started paying the land compensation to the landlord whose land will be used for these projects. It has just started the first batch of compensation for Gempol-Pasuruan tollroad, while it now enter the last phase of compensation for Gempol-Pandaan tollroad. So at least we may expect that construction of Gempol-Pandaan tollroad will begin soon.

Rencana Pembangunan Tol Gempol - Pasuruan

BEJI - Rencana pembangunan tol Gempol-Pasuruan kini memasuki tahap pembayaran ganti rugi. Kemarin, Panitia Pembebasan Lahan (P2T) mulai menyerahkan uang ganti rugi itu kepada para pemilik lahan di wilayah Kecamatan Beji.

Sebagai tahap pertama kemarin, pembayaran dilakukan kepada 32 warga. Masing-masing berasal dari Desa Gunung Sari, 12 orang dan Desa Beji/Kecamatan Beji, sebanyak 20 orang. Nilainya mencapai Rp 1,9 M untuk luas lahan sekitar 0,84 hektare.

Asisten I Pemkab Pasuruan HM Soeharto yang juga wakil ketua P2T menyatakan, pembayaran ganti itu merupakan tahap pertama dari tiga tahapan pembebasan lahan. "Ini yang tahap pertama," katanya di sela kegiatan yang berlangsung di kantor kecamatan Beji itu.

Kepada semua yang hadir, lelaki yang dikenal suka humor ini juga sempat meminta maaf. Pasalnya, semula, kegiatan itu direncanakan digelar Rabu lalu. Namun, karena ketatnya prosedur verifikasi akhirnya baru bisa digelar kemarin. Berikutnya, proses pembayaran selanjutnya akan digelar setelah lebaran.

Perlu diketahui, ruas tol Gempol-Pasuruan yang bakal dibangun diperkirakan sepanjang 34,14 Km. Tol tersebut melintasi 34 desa di sejumlah kecamatan. Diantaranya Kecamatan Beji, Bangil, Rembang, Kraton, Pohjentrek, Gondang Wetan, Rejoso dan berakhir Kecamatan Grati.

Menurut Soeharto, proses pembebasan lahan itu sendiri akan dilakukan dalam tiga sesi. Sesi pertama, dilakukan terhadap beberapa desa di kecamatan Gempol, Beji dan Rembang, serta sebagian Kraton. "Makanya, ini pembayaran perdana di sesi pertama," katanya.

Sesi kedua, meliputi beberapa desa di kecamatan Kraton dan Pohjentrek. Sementara sesi terakhir dilakukan terhadap para pemilik lahan di wilayah kecamatan Gondang Wetan, Rejoso dan Grati. Cukup luas.

Sementara ini, proses pembebasan lahan itu dikonsentrasikan pada sesi pertama. Yakni, untuk ruas tol sepanjang 13,9 kilometer. Yang harus dibebaskan luas tanah mencapai 134,72 Ha, dengan jumlah persil 1614 dan 450 bangunan.

Dahlia Supardiono, salah satu warga penerima ganti rugi kemarin menyambut gembira. "Paling tidak, ini bisa buat tambahan modal," ujar wanita 55 tahun.

Pemilik rumah makan nasi punel "Dahlia" di Desa Beji itu mendapat ganti rugi sebesar Rp 21 juta. Itu untuk ganti rugi tanahnya seluas 60 meter yang berupa lahan kering.

Sementara itu, berbeda dengan ruas tol Gempol-Pasuruan (Gempas) yang baru dimulai, proses pembebasan lahan untuk ruas tol Gempol-Pandaan (Gempa) sudah memasuki tahap akhir. Bahkan, hingga saat ini, proses pembebasan lahan itu sudah mencapai 73 persen. Dengan nilai ganti rugi mencapai Rp 109 M.

Menurut Soeharto, sisa tanah yang belum dibebaskan itu meliputi tanah aset desa, fasilitas umum, seperti musala, jalan kabupaten yang totalnya mencapai 25,9 hektare. Diakuinya, proses pembebasan lahan tersebut lebih sulit dibanding proses pembebasan atas lahan pribadi. "Mekanismenya memang rumit," katanya.

Sebut saja untuk jalan kabupaten atau kas desa. Selain harus mendapat izin dari bupati, pihaknya harus mendapat persetujuan dari kalangan dewan. Belum pembebasan lahan musala wakaf, proses pengurusannya harus melalui pemerintah pusat.

Kendati demikian, dirinya menargetkan proses pembebasan lahan itu bisa tuntas akhir tahun ini. "Dengan demikian, pembangunan konstruksinya bisa dimulai awal tahun depan," katanya.

Taken from Radar Bromo, Sep 27, 2008

Ebek21
September 27th, 2008, 04:59 PM
Imagine that this year we have six tollroads project at the same time in the whole directions of Surabaya.

Inner city (airport direction) : Waru-Juanda toll road (already finished, inaugurated April 2008)
To the north (sea) : Suramadu toll bridge (almost finished)
To the west : Surabaya-Mojokerto and Mojokerto-Kertosono toll roads (both are under construction)
To the south : Gempol-Pandaan toll road (starting very soon)
To the east : Gempol-Pasuruan toll road (starting soon)

Well done for Pemprov Jatim, however, please speed up the work !!

sbyctzn
September 27th, 2008, 07:16 PM
Good news. Thanks Ebek.
And i think project nearly completed are Suramadu Toll Bridge and Sumokerto Toll Road.

After Suramadu Toll Bridge completed, i hope all manufacture, warehouse, etc industry not grow up in Surabaya that can substitude in Bangkalan. So Surabaya just handle Hi-Tech Industry. Like in PC Games "Sim City series". Hehehe....
Just my dream in future.

iwe
September 28th, 2008, 05:34 AM
posted some photos at waterplace topic :D

Ebek21
September 28th, 2008, 05:57 AM
^^ And I put tags in all Surabaya-related threads. Check it out :)

AceN
September 28th, 2008, 09:14 AM
^^ is there any news related to Juanda Airport Rail Link ?

Ebek21
September 28th, 2008, 09:46 AM
^^ No news yet, maybe after holiday we may hear more detailed info about the rail link proposed by SNCF.

Meanwhile I got this map of the future Gempol-Pasuruan toll road from Jasa Marga website.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/TolGempas.jpg

AceN
September 28th, 2008, 12:35 PM
^^ isn't it Surabaya MRT which is proposed by SNCF ?

Ebek21
September 29th, 2008, 11:43 AM
^^ No, not only Sby area, but the whole Gerbang Kertasusila region, including railway to Juanda airport.

Ampelio
September 29th, 2008, 11:55 AM
@Ampelio:
sorry, what are you talking about "Jembatan SBY"?


^^nothing serious..:) "SBY"? Im just referring to your previous words here :
About Suramadu Bridge,
i think it will be done in right time.
Because President want her name recorded in "monument plaque Suramadu Bridge" formality before Election in 2009. Hehehe...
So dont worry!
Especially SBY from Jatim!!

sbyctzn
September 29th, 2008, 06:36 PM
Hehehe...
I just comment, Suramadu Bridge will be done in march 2009.
Because if not done, name of "Susilo Bambang Yudhoyono" not recorded in plaque except if he will be president again.
All functionary in Indonesia just want popular, and want her name always remember in history. Especially Suramadu Bridge is most fenomenal project in Indonesia, so not amazed if many functionary want her name recorded in history.

Ebek21
September 30th, 2008, 04:01 AM
Renovasi Gedung Eks Mitra Molor

SURABAYA - Beberapa proyek pemkot tahun ini masuk dalam dokumen pelaksanaan anggaran lanjutan (DAPL) tahun depan. Praktis, pembangunan proyek-proyek itu molor dari jadwal yang ditetapkan. Di antaranya, renovasi eks gedung bioskop Mitra, renovasi RSD Soewandhi, beberapa kantor kelurahan, dan proyek sekolah.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini mengatakan, pengalihan proyek tersebut membuat APBD 2008 setelah perubahan anggaran keuangan (PAK) menurun. Dari Rp 3,025 triliun (APBD murni) menjadi Rp 2,8 triliun (setelah PAK). "Ketimbang diselesaikan tahun ini, kayaknya nggak mungkin. Karena itu, kami alihkan tahun depan," terangnya.

Salah satu proyek yang molor tersebut adalah renovasi gedung bekas bioskop Mitra. "Perencanaannya belum selesai," tuturnya. Dengan demikian, lanjut Risma, pihaknya berharap beberapa dinas yang proyeknya masuk DAPL segera mematangkan perencanaan dan melelang. Sehingga, begitu masuk tahun anggaran 2009, proyek-proyek itu segera direalisasikan.

Padahal, eks gedung Mitra sudah diambil alih dari PT Wedu selaku pengelolanya. Rencana awal, begitu detail engineering design (DED) gedung itu kelar, segera dilakukan renovasi. Rencananya, peruntukan gedung Mitra dibagi-bagi.

Dalam plan dinas tata kota dan permukiman (DTKP), renovasi tersebut meliputi perluasan gedung sisi timur Balai Pemuda. Sebagai galeri seni, perluasan gedung bakal dilengkapi dengan beberapa ruang, seperti lobi dan ruang pamer, hall utama, ruang diskusi, ruang persiapan dan manajemen, serta toilet.

Sementara itu, eks bioskop Mitra akan disulap menjadi empat lantai. Tujuannya, tempat tersebut digunakan untuk sentra beragam konser akustik. Termasuk, pembangunan gedung teater mini yang akan dilengkapi dengan beberapa ruang. Di antaranya, teras kedatangan, lobi dan ruang resepsionis, ruang VIP, serta hall utama pergelaran.

Namun, Risma berharap renovasi itu dilengkapi dengan pembangunan civic center. Yakni, tempat warga bertemu dan belajar kesenian serta kebudayaan. Civic center diharapkan bisa menjadi ikon kawasan tersebut.

Risma menjelaskan, pembangunan civic center dapat dilakukan tanpa mengubah bangunan cagar budaya yang ada.

Taken from Jawapos, Sep 30, 2008

ANTHONY @ SURABAYA
October 3rd, 2008, 02:28 PM
It's been so quiet in Hari raya holiday right?
Must be very quiet in Surabaya aswell.
So Happy Idul Fitri for all who celebrating.

Looking forward to read the next Surabaya news................:soon:

sbyctzn
October 4th, 2008, 08:22 AM
So quiet this forum, also Surabaya must be quiet too.
For a moment enjoying country road in village,
now in village.
Happy holiday,
Happy idul fitri,
sorry for all,
keep posting!!

sbyctzn
October 4th, 2008, 09:15 AM
<BAD NEWS>

Found progress news about Frontage Road in Jawa Pos,
I'm pessimist it will be realized this year.

Tinggalkan Polemik Tanah IAIN
PEMBANGUNAN frontage road
Untuk mengurai biang kemacetan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani terancam molor, terutama di sisi timur. Penyebabnya masih sama, belum ada titik temu antara pemkot dengan IAIN Sunan Ampel terkait dengan ganti rugi pembebasan tanah. Negosiasi kedua pihak masih buntu. IAIN meminta ganti rugi pembebasan tanah berupa ruilslah (tukar guling), sedangkan pemkot bersikukuh dengan pembayaran tunai.

Sempat ada harapan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Yakni, berkonsultasi langsung dengan Menteri Agama Maftuh Basyuni. Tapi, rencana itu tak kunjung terealisasi sampai sekarang. ''Kami sudah mengirimkan surat kepada menteri agama. Tapi, kami justru diminta menyelesaikan sendiri masalah itu dengan IAIN,'' jelas Kepala Bappeko Tri Rismaharini.

Karena tak kunjung terselesaikan, pemkot mulai kehilangan kesabaran. Jika tidak ada titik temu dalam waktu dekat, pemkot akan meminggirkan pembebasan lahan di lokasi tersebut dan berkonsentrasi penuh untuk pengerjaan di kawasan lain.

''Terus terang, kami frustrasi dalam mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi, show must go on. Kami harus menyelesaikan pembangunan di sisi lain,'' tegas wanita yang akrab disapa Risma itu.

Dia juga mulai mencoba mencari beberapa alternatif seandainya penyelesaian di depan IAIN itu tetap tak menemukan titik temu. ''Salah satunya adalah membangun jalan layang tepat di atas rel kereta api. Itu memungkinkan. Tapi, biayanya pasti lebih mahal,'' ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Sri Mulyono menuturkan, pada 2008 ini, pembangunan frontage road lebih diprioritaskan di kawasan selatan. Mulai depan Korem Bhaskara Jaya 084 hingga Jemursari. Selanjutnya disambung ke kawasan Jemursari hingga Margorejo.

Pembebasan lahan IAIN itu terus dikoordinasikan agar bisa dilanjutkan ke arah utara ketika frontage road Korem Bhaskara Jaya 084 hingga ke Jemursari selesai. ''Tapi, kalau memang belum ada titik temu, sementara kami tinggal dulu. Kami konsentrasi mengerjakan lahan yang sudah siap dulu saja,'' katanya.

Disinggung soal anggaran untuk pembebasan lahan pada 2009, Sri belum bisa memastikan. Dia menyatakan dana tersebut masih diutak-atik. ''Angka pastinya belum ketemu, masih digodok. Kalau sudah selesai, baru diajukan ke tim anggaran pemkot,'' ujarnya.

Untuk sisa pembangunan frontage road tahun ini, Sri mengaku mengajukan tambahan anggaran lewat perubahan anggaran keuangan (PAK). Jumlah yang disiapkan tetap Rp 10 miliar. Dana tersebut untuk dua keperluan, yakni pembebasan lahan sekaligus pembangunan fisik.

<Jawapos, Oct 4th, 2008>

Hadi
October 7th, 2008, 03:43 PM
i got the information of L.J Meridien Hotel, Surabaya but i can't up load because imageshack have a problem... Any one know other hosting web??

Hadi
October 7th, 2008, 05:18 PM
Ini Spesifikasinya, dihalam kedua ditulis bakal 27 floor.
berarti berbeda dengan yang ditulis dikoran yang akan dibangun 15 lantai. Mana yang benar ya?

http://img55.imageshack.us/img55/7162/hotelljmeridiensurabayasv6.jpg (http://imageshack.us)

http://img147.imageshack.us/img147/4299/hotelljmeridiensurabayawt0.jpg (http://imageshack.us)

teddybear
October 8th, 2008, 03:16 AM
^Biasa kalo spesifikasi salah di majalah atau koran. Kita tunggu saja ntar selesai jadi berapa lantai. Tapi koq jumlah kontraknya dengan Wika kecil kalo 27 lantai? Cuman 63 milyar? Apa ini juga salah kutip lagi?

Hadi
October 8th, 2008, 02:48 PM
emm paling bener tanya ma kontraktornya yang terdaftar dimajalah itu heuheuheuheuh ya i hope 27 floor bagus sekali nantinya

Hadi
October 8th, 2008, 02:48 PM
edited

sbyctzn
October 8th, 2008, 04:11 PM
thanks Hadi for your info

glitz_boy
October 8th, 2008, 04:31 PM
hmmm ... tat structural engineer project director's name sounds like one of my senior .... hmmm ...

teddybear
October 8th, 2008, 09:17 PM
^Coba deh yang di Surabaya memberanikan diri telpon ke structural engineer office atau ke pemilik Marcelino Kawilarang, dan tanya langsung deh. Who knows juga dapat renderingnya sekalian!

magali
October 9th, 2008, 12:44 PM
http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1030609.jpg

http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1030607.jpg

Hadi
October 9th, 2008, 02:53 PM
http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/surabaya/P1030607.jpg[/QUOTE]

iya ini ada perubahan konstruksi, dimana hotel yang tinggi itu tak jadi dibangun ya??? aduh sayang sekali:ohno:

ANTHONY @ SURABAYA
October 10th, 2008, 02:31 AM
why is so difficult to get the design of MERITUS Hotel? Seem they hide something important behind. For that such big project normally we can easily get the design attached on the contractor board.
If the building would be 20 or more floor, in my opinion there would be additional pilings or structure on that site. What do you think?

teddybear
October 10th, 2008, 02:58 AM
Hmm, mungkin saja ada perubahan. Ya susah juga nih menebak nebak karena perusahaan Indonesia bungkam seribu bahasa, nggak ada press release adanya perubahan design. Rencana rahasia, rendering pun nggak ada. Bisa jadi gedung yang dibelakang itu parkir mobil. Sedang atap yg melengkung itu mungkin convention hall nya dan gedung utama yg bundar itu mall nya.

glitz_boy
October 11th, 2008, 09:46 AM
ato kena cancel lage ... coz of the economic problem?

glitz_boy
October 11th, 2008, 09:47 AM
btw, di sby kena effect dr economic crisis ga yah ...? skg usd udah 10k lebih ya?

magali
October 11th, 2008, 03:29 PM
btw, di sby kena effect dr economic crisis ga yah ...? skg usd udah 10k lebih ya?

-------------
dampaknya pasti ada, apalagi basis ekonomi jawatimur adalah industri manufaktur. paling tidak sektor ini (yang orientasi ekspor) pasti terkena pengaruh. belum lagi kebijakan bi yang menaikan suku bunga bi rate menjadi 9,25% (untuk meredam laju inflasi) akan mendorong bank menaikan suku bunga kredit.

ancaman saat ini adal melemahnya pasar ekspor akibat krisis keuangan global serta tingginya suku bunga kredit yang akan meningkatkan kredit bermasalah.

Ebek21
October 11th, 2008, 06:47 PM
Progress on Suramadu Bridge as per early October 2008

Frontal view
http://i335.photobucket.com/albums/m447/suramadu/suramadu-september08-2.jpg

View from Surabaya 1
http://i335.photobucket.com/albums/m447/suramadu/suramadu-september08-3.jpg

View from Surabaya 2
http://i335.photobucket.com/albums/m447/suramadu/suramadu-september08-5.jpg

View from Madura 1
http://i335.photobucket.com/albums/m447/suramadu/suramadu-september08.jpg

View from Madura 2
http://i335.photobucket.com/albums/m447/suramadu/suramadu-september08-4.jpg

Taken from Suramadu thread
http://i36.tinypic.com/15f3ce0.jpg

Ebek21
October 11th, 2008, 06:59 PM
Minta Toko Nam Dibongkar

Untuk Proyek Pedestrian Embong Malang

SURABAYA - Pemkot ngotot akan membongkar lahan Toko Nam di Jl Embong Malang demi proyek pedestrian. Sebab, setelah melalui penelitian ditemukan bahwa Toko Nam merupakan bagian dari cagar budaya dengan klasifikasi C, yang bisa diubah peruntukannya. Karena itu, pemkot meminta tim cagar budaya agar mengkaji persoalan tersebut.

Wakil Wali Kota Arif Afandi mengatakan, pembongkaran Toko Nam itu untuk kepentingan publik. Dia menyebut, saat ini pengerjaan proyek pedestrian di sisi barat Embong Malang selebar 6,40 meter. Namun, proyek itu mandek dan hanya terealisasi 2,7 meter di titik Toko Nam. ''Tentu saja, secara estetika jadi kurang bagus. Karena itu, bangunan depan Toko Nam bisa disesuaikan dengan proyek pedestrian itu,'' terangnya kemarin.

Arif mengatakan, langkah menyesuaikan lahan bangunan dengan mengikuti proyek pedestrian telah ditunjukkan PT Pakuwon Jati terhadap bangunan yang berada di sebelah selatan SOGO. PT Pakuwon Jati rela meminjamkan lahannya kepada pemkot. ''Padahal tanpa kompensasi apa pun,'' cetus Arif.

Model kerja sama itu, kata Arif, adalah pinjam-pakai. Status lahan tetap milik PT Pakuwon Jati, namun dipinjamkan ke pemkot untuk membangun pedestrian. ''Kami pun berharap tim cagar budaya bersedia mengevaluasi Toko Nam supaya pemkot bisa membongkarnya. Sebab Toko Nam hanya masuk klasifikasi C cagar budaya,'' terangnya.

Arif menambahkan, jika masuk klasifikasi C, maka peruntukan cagar budaya bisa diubah. ''Fungsinya hanya sebagai supporting cagar budaya utama,'' sebutnya. Yang tidak dapat diutak-atik adalah cagar budaya klasifikasi A. Misalnya, Hotel Oranye (kini Hotel Mandarin Oriental Majapahit).

Karena itu, pemkot meminta agar Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) berkirim surat ke tim cagar budaya dan pemilik persil Toko Nam untuk meminta izin pembongkaran lahan yang dipakai untuk proyek pedestrian. ''Tim cagar budaya harus mengeluarkan rekomendasi klasifikasi Toko Nam. Apa pun hasilnya,'' jelas alumnus Fisipol UGM itu.

Di Toko Nam itu nantinya akan ada tetenger yang merupakan bagian dari cagar budaya. Jika tim cagar budaya menyetujui pembongkaran Toko Nam, keinginan pemkot merealisasikan pedestrian selebar 6,4 meter akan terwujud. ''Kita menginginkan kawasan itu menjadi ikon kota ini,'' ungkapnya.

Bila kendala di sisi barat Jalan Embong Malang selesai, pemkot akan memulai untuk sisi utara. Yakni, dengan menentukan titik nol pembangunan pedestrian di sisi tersebut. Nantinya, pemkot juga akan menyurati pemilik persil di kawasan lain yang lahannya akan dipakai untuk pedestrian. ''Yang harus distabilo kebijakan ini untuk kepentingan umum dan kota,'' tuturnya.

Kepala DBMP Sri Mulyono mengatakan segera mengirim surat izin pembongkaran kepada tim cagar budaya. ''Karena sebenarnya proyek pedestrian di sisi barat hampir rampung. Hanya kurang yang di ujung Toko Nam itu,'' ujarnya.

Taken from Jawapos, Oct 11, 2008

Ebek21
October 11th, 2008, 07:18 PM
Sisi Barat A Yani Digusur 16 M

Surabaya- Jalan A Yani, Surabaya, bakal dilengkapi frontage road di sisi timur dan baratnya untuk memecah kepadatan lalu lintas. Frontage road sisi barat disiapi dana Rp 45 miliar untuk pembebasan tanahnya, dianggarkan dalam APBD Surabaya 2009. Panjang jalan ini diperkirakan 5-6 km dan lebarnya sekitar 16 meter dari tepi Jl A Yani yang sekarang.

Ada 80 bangunan milik kantor dan warga yang bakal kena gusur. Jumlah lahan dan bangunan tersebut yang harus dibebaskan itu tergolong tidak banyak karena kantor-kantor pemerintah sudah banyak yang memberikan ruas lahan untuk kepentingan frontage road tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Ir Tri Rismaharini, Kamis (9/10) pagi tadi, mengatakan, pemkot sudah membahas masalah ini sejak tiga bulan terakhir. Pembahasan ini dilakukan menyusul akan selesainya pembangunan frontage road sisi timur Jl A Yani, mulai Wonokromo-Waru, pada akhir 2008.

“Kita sudah berancang-ancang frontage road Jemursari-Bundaran Waru bisa kita mulai akhir 2008 ini dan awal 2009, frontage road itu selesai. Pada saat bersamaan kita buatkan detail engeniring design (DED) frontage road yang sisi barat A Yani, sehingga pada pertengahan 2009 pelaksanaan pembangunannya bisa dimulai,” jelasnya.

Pelaksanaan pembangunan FR di sisi barat Jl A Yani diperkirakan tidak sesulit membangun frontage road sisi timur Jl A Yani. Sebab, jumlah bangunan rumah milik warga tidak sebanyak yang berada di sisi timur.

Selain itu, dukungan pelaksanaan pembangunan frontage road sisi barat dari instansi pemerintah sangat besar. Terbukti sudah banyak instansi pemerintah yang kantornya di sisi barat sudah mengosongkan tanahnya dari bangunan fisik. “Sudah banyak instansi pemerintah yang mendukung kami, bahkan di depan Polda sudah siap dipakai FR, mudah-mudahan pelaskanaannya tidak ada kendala yang berarti,” terangnya.

Panjang FR sisi barat yang dibangun belum dihitung secara rinci, namun panjangnya diperkirakan mencapai sekitar 5-6 km. Sedangkan lebarnya sekitar 16 meter dari tepi Jl A Yani yang sekarang.

Lahan yang akan dikepras terkait dengan pembangunan FR ini, katanya, terbanyak di sisi selatan dan utara gedung Dolog Jatim. Jumlah bangunan di sana sekitar 60 unit rumah, sedangkan bangunan yang berada di sisi utara kantor Kejaksaan Tinggi Jatim jumlahnya sekitar 20 unit. Total jumlah bangunan yang bakal tergusur sekitar 80 unit.

Khusus bangunan yang berada di sekitar bundaran Jemursari designnya masih akan dimatangkan. Karena ada rencana pengepasan bangunan di bundaran tersebut. Mengingat jalur itu akan diluruskan dari arah selatan ke utara. “Semua masalah terkait dengan pembebasan tanah masih akan kita akomodir termasuk yang di sekitar bundaran Jemursari itu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Sri Mulyono mengatakan, memang ada rencana membangun frontage road sisi barat Jl A Yani. Bahkan, masalah ini sudah ada pembicaraan khusus. Namun, masalah detilnya, pihaknya belum mengetahui secara pasti, karena masih digodok di Bappeko.

Namun, jika program pembangunan frontage road sisi barat A Yani betul-betul dilaksanakan pihaknya sudah siap membangunnya. “Kami siap membangunnya, apalagi sebagaian lahannya sudah ada yang siap dibebaskan, sehingga pelaksanaannya tidak akan lebih mudah,” ujar Sri Mulyono.

Menurut dia, proses yang paling menghambat dalam pembangunan jalan adalah pembebasan lahannya. Pembebasan lahan membutuhkan waktu yang lama untuk negoisasi dan penyediaan anggarannya. “Syukur kalau anggarannya sudah disiapkan dalam APBD 2009, berarti pelaksanaan pembangunannya tidak terlalu lama lagi bisa diwujudkan,” jelasnya.

Tentang pembangunan frontage road Jemursari-bundaran Waru, segera dilaksanakan. Ini menyusul belum selesainya pembebasan lahan milik IAIN Sunan Ampel. Pembebasan lahan di sana masih alot karena IAIN meminta agar diberi lahan baru untuk pengembangan kampusnya, sementara pemkot berharap agar ganti rugi atas tanah itu bisa diganti dengan uang. "Kalau menunggu pembebasan lahan di IAIN yang belum ada titik temu mungkin terlalu lama, sehingga untuk sementara ini rencana pembangunan frontage road Margorejo-Jemursari kami tinggal dulu. Kita akan konsentrasi mengerjakan lahan yang sudah siap dulu saja,” katanya.

Pembangunan frontage road Jemursai-Bundaran Waru sudah ada jalur yang menuju ke sana. Cuma masih diperlukan sejumlah lahan untuk pelebarannya dan adanya sejumlah lahan milik warga yang harus dibebaskan.

Khusus pembebasan lahan di sana tidak terlalu banyak sehingga pelaksanaan pembangunan frontage road itu dimungkinkan sangat mudah. “Yang perlu dibebaskan mungkin tinggal 30%-nya sehingga lebih mudah,” ujarnya.

Disinggung soal anggaran untuk pembebasan lahan, Sri belum bisa memastikan. Dia menyatakan dana tersebut masih dirancang dan angka pastinya belum ketemu. “Masih digodok, kalau sudah selesai baru diajukan ke tim anggaran pemkot,” terangnya.

Untuk sisa pembangunan frontage road tahun ini, Sri mengaku mengajukan tambahan anggaran lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Jumlah yang disiapkan sekitar Rp 10 miliar. Dana tersebut untuk dua keperluan, yakni pembebasan lahan sekaligus pembangunan fisik.

Taken from Surabaya Post, Oct 11, 2008

sbyctzn
October 12th, 2008, 02:52 PM
Update progress GBT (Gelora Bung Tomo)
Terlihat sudah ada aktivitas pemasangan tiang pancang.


http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/1-2.jpg


http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/2-2.jpg

Ebek21
October 12th, 2008, 05:40 PM
^^ Thanks for the update pictures of GBT, sbyctzn.

I hope any project that has been started in Sby can be finished on time. Don't let them get stalled, especially the project that has been stalled before, like the LJ Meritus Hotel. It's very unlucky for the owner if they start the work only to be cancelled once again, it's becoming déjà vu.

teddybear
October 12th, 2008, 06:21 PM
^Ternyata lokasi Gelora Bung Tomo termasuk dekat Pakuwon dan Adhiwangsa! Asal bonek2x tidak merusak saja kalo pertandingan kalah. Koq sekarang rasanya tidak pernah dengar kabar bonek lagi.

LJ Meritus, semoga jalan kali ini. Semoga krisis finansial tidak berpengaruh besar. Tapi kalo Rp merosot terus, wah, gua pikir semua proyek bisa macet lagi.

Ebek21
October 13th, 2008, 03:42 AM
Tidar bangun 1.600 unit Rusunami

SURABAYA: PT Tidar Mega Development siapkan investasi Rp 225 miliar untuk membangun rumah susun sederhana milik (rusunami) Tidar Cosmo Park di Surabaya. Tidar Cosmo Park yang berlokasi di pusat kota Surabaya merupakan apartemen bersubsidi atau rusunami pertama yang dibangun di ibu kota Provinsi Jawa Timur itu.

Tiga menara 16 lantai dengan 1.600 unit apartemen, akan dibangun di lahan 1 hektare di Jalan Tidar-Surabaya yang berjarak tempuh 5 menit menuju pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza.

Dirut PT Tidar Mega Development Lukman Purnomosidi optimistis apartemen tersebut laku di masyarakat kelas menengah Surabaya sebab segmen tersebut sangat membutuhkan hunian di tengah kota dengan harga terjangkau.

"Saat ini kelas menengah Surabaya banyak yang tinggal di daerah satelit Surabaya seperti Sidoarjo dan Gresik. Akibatnya, mereka harus menanggung biaya transportasi yang bisa jadi melampaui biaya cicilan rumah mereka, belum lagi kemacetan yang timbul," jelas Lukman kepada Bisnis, pekan ini.

Menurut dia, pembangunan Tidar Cosmo Park (TCP) merupakan bagian dari program 1.000 menara yang dicanangkan Kementerian Negara Perumahan Rakyat, sehingga nantinya konsumen dapat menikmati sejumlah subsidi saat membeli unit apartemen itu.

Lukman menjelaskan dokumen IMB (izin mendirikan bangunan) dan Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) sudah dalam tahap akhir. Diperkirakan sebelum akhir tahun, proyek sudah dapat dimulai.

Taken from Bisnis Indonesia, Oct 13, 2008

Ebek21
October 13th, 2008, 03:47 AM
This is not a good news, I think. To establish a joint company between two SOEs is very time-consuming, and time is very crucial especially at this moment. Seems like the Sumo toll roads cannot resume work very soon.

Jasa Marga tak bisa perbesar saham

JAKARTA: Pemerintah tidak memberikan izin kepada PT Jasa Marga Tbk untuk memperbesar porsi sahamnya pada proyek jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Menteri PU Djoko Kirmanto meminta Jasa Marga dan PT Wijaya Karya Tbk membentuk perusahaan patungan untuk menguasai jumlah kepemilikan saham PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) yang dikelola keluarga pengusaha Moeladi yang kini memegang konsesi Surabaya-Mojokerto.

"Ternyata Wika [PT Wijaya Karya] sudah menanamkan sebagian modalnya kepada keluarga Moeladi. Sekarang setelah ayahnya meninggal, anak-anak yang meneruskannya tidak tahu soal itu, lalu berencana menjual sahamnya ke Jasa Marga," kata Menteri PU Djoko Kirmanto, akhir pekan lalu.

Kontrak proyek tol Sumo sepanjang 37 km dipegang perusahaan patungan MNA, yang terdiri dari Jasa Marga sebesar 16%, keluarga Moeladi sebesar 51% dan tiga perusahaan lain menjadi minoritas.

Taken from Bisnis Indonesia, Oct 13, 2008

Ebek21
October 13th, 2008, 03:54 AM
Other projects may experience financial crisis, but somehow I feel very certain that this megaproject will goes smooth and can be finished on time.

Anggaran Proyek Suramadu Akan Tuntas

SURABAYA - Setelah terkatung-katung, penyelesaian kekurangan anggaran pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) menemui titik terang. Tambahan anggaran itu dijadwalkan cair 20 Oktober mendatang.

Kepastian tersebut muncul setelah Bank Exim of China selaku pemberi pinjaman segera menandatangani pencairan dana talangan itu dengan pemerintah pusat dan pelaksana proyek Suramadu. "Investor sudah memverifikasi seluruh dokumen pendukung. Tinggal pencairannya. Rencananya 20 Oktober 2008," kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional V A.G. Ismail kemarin (12/10).

Dengan kepastian itu, seluruh permasalahan seputar anggaran tambahan untuk Suramadu sudah tuntas. Apalagi, awal pekan lalu pelaksana proyek Suramadu mendapatkan kucuran dana awal dari Bank Jatim senilai Rp 50 miliar. Dana tersebut digunakan untuk menormalkan posisi cashflow seluruh konsorsium proyek Suramadu yang selama ini telah kehabisan dana.

Sesuai dengan rencana, Bank Exim of China akan mengucurkan dana pinjaman luar negeri (additional loan) senilai USD 68,93 juta. Dana itu dipakai untuk menutup kebutuhan pembangunan konstruksi.

Kepastian cairnya dana talangan tersebut membuat pelaksana berani pasang estimasi penyelesaian proyek Suramadu. Approach bridge ditarget sudah bisa digarap pekan ketiga bulan ini. "Kami harap semua fondasi sudah selesai," tutur Ismail. Sedangkan pemasangan cable stay ditarget tuntas akhir Desember.

Meski demikian, pelaksana proyek masih belum berani pasang target soal penyelesaian di sisi Madura. Mereka hanya menjanjikan seluruh proyek di sisi itu tuntas akhir Februari. Hal tersebut bisa dimaklumi karena pembebasan lahan untuk keperluan akses di sana belum tuntas. "Tapi, kami tetap menargetkan semua sudah kelar April," papar pria asal Semarang itu.

Ismail mengakui, sampai saat ini belum banyak kemajuan untuk pembebasan lahan akses Suramadu. Di sisi Madura, masih ada 13 bidang tanah seluas 3,2 hektare yang belum dilepaskan oleh pemiliknya. Demikian juga di Surabaya, masih ada enam bidang lahan yang belum bisa dibeli. "Sebenarnya, seluruh anggaran untuk pembebasan sudah tersedia. Tapi, masih ada beberapa proses yang harus diselesaikan dulu," ucap mantan kepala Balai Besar Jalan Nasional V Sumatera itu.

Taken from Jawapos, Oct 13, 2008

Ebek21
October 13th, 2008, 04:20 AM
Another facelift project of Surabaya downtown area.

Jadi Pusat Kuliner, Trotoar Gubeng Dikeramik

SURABAYA - Kawasan Jl Raya Gubeng yang dipenuhi rumah makan mewah segera ditata menjadi tempat wisata kuliner. Jalan sepanjang satu kilometer itu tahun depan bakal dilengkapi trotoar lebar. Supaya pemburu kuliner bisa nyaman berjalan di kawasan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Binamarga dan Pematusan Pemkot Surabaya Sri Mulyono, trotoar di Gubeng ini bakal menjadi yang terbaik. Pembangunananya juga diikuti perbaikan selokan, sehingga ancaman banjir setiap musim penghujan tidak menghantui.

“Proyek trotoar di Jl Gubeng itu berbarengan dengan pembangunan trotoar di Raya Darmo sisi barat, tahun depan,” kata Sri Mulyono, Minggu (12/10).

Trotoar itu berkonstruksi benton. Permukaanya dilapisi keramik. Penerangan jalan juga diperbaiki. Kelak mobil tidak bisa seenaknya parkir di atas trotoar, seperti selama ini. Setiap bangunan dan rumah makan wajib menyediakan lahan parkir sendiri.

Secara keseluruhan pada 2008 ini, Dinas Bina Marga dan Pematusan mengalokasikan anggaran Rp 40 miliar untuk perbaikan saluran, trotoar, dan jalan se-Surabaya.

Untuk pembangunan trotoar yang sedang berlangsung yakni Jl Pemuda, Raya Darmo sisi barat, depan FK Unair Jl Prof Dr Moestopo, Jl Panglima Sudirman, Jl Embong Malang, Jl Urip Sumoharjo, Jl Blauran, Jl Kranggan dan Jl Yos Sudarso,
Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi mengatakan perbaikan trotoar sekaligus saluran menjadi prioritas penataan kota. “Semua jalur utama dilengkapi trotoar agar para pejalan kaki bisa nyaman,” katanya.

Pemkot Surabaya, kata Arif, juga sedang melobi pemilik bangunan di jalur utama agar merelakan sebagian garis sepadan persilnya untuk fasilitas umum ini.

Taken from Surya, Oct 13, 2008

sbyctzn
October 13th, 2008, 08:46 AM
^Ternyata lokasi Gelora Bung Tomo termasuk dekat Pakuwon dan Adhiwangsa! Asal bonek2x tidak merusak saja kalo pertandingan kalah. Koq sekarang rasanya tidak pernah dengar kabar bonek lagi.

LJ Meritus, semoga jalan kali ini. Semoga krisis finansial tidak berpengaruh besar. Tapi kalo Rp merosot terus, wah, gua pikir semua proyek bisa macet lagi.

yeah, thats project is near from adhiwangsa and waterplace apartment. thats project i hope can done in right time.

sbyctzn
October 13th, 2008, 08:49 AM
Another facelift project of Surabaya downtown area.

Jadi Pusat Kuliner, Trotoar Gubeng Dikeramik

SURABAYA - Kawasan Jl Raya Gubeng yang dipenuhi rumah makan mewah segera ditata menjadi tempat wisata kuliner. Jalan sepanjang satu kilometer itu tahun depan bakal dilengkapi trotoar lebar. Supaya pemburu kuliner bisa nyaman berjalan di kawasan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Binamarga dan Pematusan Pemkot Surabaya Sri Mulyono, trotoar di Gubeng ini bakal menjadi yang terbaik. Pembangunananya juga diikuti perbaikan selokan, sehingga ancaman banjir setiap musim penghujan tidak menghantui.

“Proyek trotoar di Jl Gubeng itu berbarengan dengan pembangunan trotoar di Raya Darmo sisi barat, tahun depan,” kata Sri Mulyono, Minggu (12/10).

Trotoar itu berkonstruksi benton. Permukaanya dilapisi keramik. Penerangan jalan juga diperbaiki. Kelak mobil tidak bisa seenaknya parkir di atas trotoar, seperti selama ini. Setiap bangunan dan rumah makan wajib menyediakan lahan parkir sendiri.

Secara keseluruhan pada 2008 ini, Dinas Bina Marga dan Pematusan mengalokasikan anggaran Rp 40 miliar untuk perbaikan saluran, trotoar, dan jalan se-Surabaya.

Untuk pembangunan trotoar yang sedang berlangsung yakni Jl Pemuda, Raya Darmo sisi barat, depan FK Unair Jl Prof Dr Moestopo, Jl Panglima Sudirman, Jl Embong Malang, Jl Urip Sumoharjo, Jl Blauran, Jl Kranggan dan Jl Yos Sudarso,
Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi mengatakan perbaikan trotoar sekaligus saluran menjadi prioritas penataan kota. “Semua jalur utama dilengkapi trotoar agar para pejalan kaki bisa nyaman,” katanya.

Pemkot Surabaya, kata Arif, juga sedang melobi pemilik bangunan di jalur utama agar merelakan sebagian garis sepadan persilnya untuk fasilitas umum ini.

Taken from Surya, Oct 13, 2008

good news!!!!!! thanks ebek, Surabaya will have many pedestrian. great!!!!!!
:banana:

Ebek21
October 13th, 2008, 11:08 AM
Jl. Banyuurip Meniru Sukses Wiyung

Surabaya - Kemacetan lalu lintas di Jl Banyuurip bakal diurai dengan membangun jalan di atas box culvert atau gorong-gorong saluran mulai awal 2009. Cara yang sama ini sudah dilakukan Pemkot Surabaya untuk mengatasi kepadatan kendaraan di Jl. Wiyung.

Pembangunan gorong-gorong di saluran Banyuurip dimulai dari pertigaan Jl Banyuurip-Pasar Kembang. Tahap pertama dibangun box culvert 850 meter dengan lebar 8 meter. Dana yang disediakan sekitar Rp 42,5 miliar dalam APBD Surabaya 2009. Pengadaan detail engineering desain (DED) sudah dilakukan lewat perubahan keuangan (PAK) APBD Surabaya 2008.

Langkah ini dipilih Pemkot setelah cara serupa di Jl Raya Wiyung dinilai berhasil. Pembangunan jalan di atas box culvert Kali Makmur Wiyung panjangnya 750 meter dengan dana APBD sekitar Rp 21 miliar dalam jangka waktu 2003-2006.

"Sekarang ini lalu lintas di Jl Banyuurip sering macet hampir setiap hari. Nah, kita menginginkan agar keruwetan lalu lintas itu segera terurai. Satu-satunya dengan memasang box culvert di saluran air karena pelebaran jalan dengan membebaskan lahan biayanya jauh lebih tinggi," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Pemkot, Ir Sri Mulyono, Senin (13/10).

Menurutnya, langkah ini diambil setelah dilakukan kajian dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama soal sumber dana. Dana pemasangan box culvert bisa dijangkau dengan APBD Surabaya, kalau pembebasan lahan sangat sulit direalisasikan menggusur ratusan rumah warga.

Bandingkan saja, membangun box culvert sepanjang 850 meter dengan lebar 8 meter hanya dibutuhkan Rp 42,5 miliar, sedangkan pembebasan lahan dan bangunan rumah warga bisa mencapai Rp 200 miliar.

"Mana Rp 200 miliar itu baru untuk pembebasan lahan dan ganti rugi bangunan rumahnya, belum pembangunan fisik jalan rayanya. Kalau dengan fisik jalannya bisa mencapai Rp 250 miliar lebih," terangnya.

Pertimbangan kedua, saluran Banyuurip semula saluran irigasi yang kini berfungsi sebagai pematusan sebab sawahnya sudah menjadi permukiman. Untuk menjadi saluran drainase, saluran itu harus dikeruk dan dilebarkan agar menampung luberan air hujan dan meneruskan air hujan ke Kali Lamong di Tandes dan Margomulyo.

"Akhirnya kita putuskan saluran Banyuurip kita pasang box culvert seperti di Kali Makmur Wiyung. Rencana ini sebagai langkah terbaik dan sangat mudah dan cepat untuk diwujudkan dibanding dengan membebaskan lahan yang waktu pembangunannya sulit diprediksi kapan bisa selesai," jelasnya.

Terkait dengan ini Sri Mulyono lantas mencontohkan pembebasan lahan untuk frontage road (FO) di Jl A Yani dan pembangunan jalan untuk lingkar timur dalam Surabaya. Pembebasan lahan di sana sampai sekarang belum tuntas meski pembangunannya sudah digagas bertahun-tahun lalu.

Dihubungi terpisah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Ir Tri Rismaharini membenarkan adanya rencana pemasangan box culvert di saluran Banyuurip. Menurutnya, pemkot sudah membahas masalah ini sejak tiga bulan terakhir. Pembahasan ini menyusul selesainya pembangunan jalan box culvert di atas Kali Makmur Wiyung.

"Pembangunan box culvert di atas Kali Makmur banyak yang menganggap telah sukses, sehingga pemkot berani melanjutkan pembangunan serupa di atas saluran Banyuurip," katanya.

Risma menambahkan, pemasangan box culvert adalah langkah yang bagus untuk kawasan itu. Selain, lokasinya memadai sekaligus untuk kelancaran lalu lintas serta saluran drainase di kawasan itu. Sebab, dengan dibangun box culvert sangat mungkin akan mengurai arus lalu lintas yang hampir setiap hari crowded dan mengurangi banjir di kawasan sana.

Setelah pemasangan box colvert di bagian atasnya akan diaspal dan dibuat jalan raya. Dengan demikian Jl Banyuurip di sisi timur akan menjadi jalan kembar. Nantinya, jalan di sana akan dibuat dua arah, yakni arah barat dan timur.

Jika pemasangan box culvert sepanjang 850 meter itu sukses akan dilanjutkan lagi dengan pemasangan yang sama sempai sekitar 1,5 kilometer lagi. Cuma, untuk tahap berikutnya menunggu pemasangan box culvert tahap pertama selesai.

Taken from Surabaya Post, Oct 13, 2008

Trip2Java
October 13th, 2008, 11:19 AM
Hmm..
ternyata GBT gak dibangun ditempat yang udik2 amat * dibaca pinggiran*
masiy keliatan tuh lingkungan wilayah metronya ( adhiwangsa )

sbyctzn
October 13th, 2008, 02:33 PM
I believe, West Surabaya that near with Gresik in GBT district (not Residence District like Waterplace etc) will grow up, especially in that district will have Lamong Bay, West Hospital, and Kalianak Road will be Avenue Road (now in under construction, i'm forget it to take that picture). Previously that district call by people like in Village, but in few time will change after GBT, Lamong Bay, West Hospital, and Kalianak Avenue finished. Especially that district so near with Central Residence District (Citraland, Waterplace, and many more), wew... I can imagine that district will grow fast.
How about your opinion?

And about Suramadu Bridge, i'm salute with Bank Exim of China, in global economy crisis, they keep consistant give a loan to this project.

All project in Surabaya is moving again.
1. GCS (activity in that project start)
2. Aston Twin Tower (same as GCS)
3. Meritus Hotel (same as GCS, and i think more than GCS, so busy in that place of project)
4. Graha Bukopin (just seen a few people, looks in finishing process)
5. Adhiwangsa (same as Graha Bukopin, but more busy, now in finishing process)
6. Trillium (i see from Pemuda Road, now start injection pile process or what the name? I dont know in English, :-) )
7. Metropolis Apartment (i think that finished)
etc

good news if we know that activity back in activity, not influence with global economy crisis.

ANTHONY @ SURABAYA
October 14th, 2008, 02:13 AM
Good. Some project starts their activities, Trillium with their piling works, the others busy with their finishing work.
Anyone knows about the latest design of THE GRAND CITY SURABAYA? Or still refer to the first design? And how about THE AMERICA CONSULATE new building project? House Of WISMILAK? Referring to the latest H O WISMILAK that i got from the previous page of this forum, showed that the new building been built 'copying' the existed building in front. If i were the architect i would like to make a simple clean design to support, such as a massive high tech glass building behind the exist building.

sbyctzn
October 14th, 2008, 03:32 AM
Until now i dont know where location the new America Consulate Building. Somebody can tell me where that building location from GWALK? Or where is the location in Citraland District?
I'm plan someday to take picture. And want to know how the progress that project.

About GCS, this is has been discussed in last page, i think the design is change. The hotel construction now move from in front of main building to in middle of main building.
Until now no body know how the new design, they never show to public the new design.

Ebek21
October 14th, 2008, 03:43 AM
This is the best news you can expect at this moment. Finally they resume the construction of MERR artery road. With this MERR get built and connected with the previous section, it looks like we add another Ahmad Yani Street (in slightly smaller scale) in Eastern Surabaya, which will trigger development in that region. Juanda Airport and Suramadu will be directly connected, no need to pass through the downtown.

And to be underlined, this is central government's project, just like Suramadu, not the one from municipal or provincial government.

MERR II C Segera Dibangun

SURABAYA - Realisasi penambahan jalan di Surabaya memasuki babak baru. Middle east ring road (MERR) II C dari Rungkut Madya hingga Jembatan MERR di Kedung Baruk akan segera dibangun. Kemarin (13/10) sosialisasi pembangunan proyek itu dilakukan pemerintah pusat di hadapan kepala proyek pembangunan jalan dan jembatan metropolitan Surabaya I, warga, lurah, dan camat Rungkut.

Kepala pejabat pembuat komitmen pembangunan jembatan dan jalan metropolitan Surabaya Maruntung Staalianto mengatakan, secara keseluruhan proyek MERR II C meliputi kawasan Pondok Candra hingga perempatan Jl Arif Rahman Hakim (ARH). Total panjang jalan MERR II C adalah 6,4 kilometer.

Untuk tahap awal, pengerjaan proyek akan dimulai dari Jl Rungkut Madya hingga Jl ARH. Panjang proyek itu 4,6 kilometer. Proyek sepanjang itu dianggarkan Rp 91 miliar. Hanya, kata Staalianto, lahannya baru tersedia 3,2 kilometer. Dengan begitu, pembangunan baru bisa dikerjakan dari Rungkut Madya hingga Jembatan MERR II C. ''Itu pun lahan yang siap kita gunakan baru 1,3 kilometer,'' ujarnya.

Dikatakan, lahan sepanjang 3,2 kilometer itu belum benar-benar bebas hambatan karena terhalang rumah warga. ''Untuk kendala pembebasan lahan, yang menangani tim pembebasan tanah dari pemkot,'' terangnya.

Jika pembebasan lahan terkendala, praktis pihaknya hanya bisa mengerjakan jalan 1,3 kilometer. Rinciannya, mulai YKP (Rungkut Madya) sepanjang 500 meter, Kedung Asem (200 meter), Pondok Nirwana (500 meter), dan Jembatan MERR sisi timur (95 meter).

Ada tiga kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Yakni, PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Wijaya Karya (Wika), dan Kartika Bhakti Nusantara (KBR). Proyek MERR II C mulai Rungkut Madya hingga Jl ARH dijadwalkan selesai pada Desember 2009.

Taken from Jawapos, Oct 14, 2008

Ebek21
October 14th, 2008, 03:52 AM
@sbyctzn : Just ask people there where is Gedung Senam Citraraya (or they rename it Citraland now) or where is main entrance of Taman Puspa Raya cluster. The construction site is in front of those two sites that I mentioned.

Regarding GCS, as discussed in its respective thread, the project will be built in two phases, the first one is for the mall, convention center, and the parking building. They will start building the 24-storey hotel in the second phase, which is still unknown when to start.

So no change in the design of GCS.

Ebek21
October 14th, 2008, 04:09 AM
Wow, it's getting hot here. These two SOEs want a big portion of ownership in the Surabaya-Mojokerto toll road project. It proves that this Sumo section is very lucrative. But honestly, I hope this conflict will end soon, as it will do harm for the completion of the project itself.

Wijaya Karya tetap ingin beli saham Nujyasumo

JAKARTA: PT Wijaya Karya Tbk tetap berminat membeli sebagian saham proyek tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang dikuasai PT Marga Nujyasumo Agung jika ada izin dari Menteri Pekerjaan Umum.
Direktur Operasi I PT Wijaya Karya (Wika) Budiharto mengatakan perusahaan tetap berkeinginan membeli saham proyek tol tersebut karena sudah masuk dalam rencana bisnis.

Perusahaan juga sudah mengalokasikan anggarannya untuk membeli saham proyek tol Sumo dengan investasi Rp2,23 triliun itu. "Kami siap saja jika diperbolehkan membeli saham itu," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko kirmanto menyatakan tidak akan memberikan izin kepada PT Jasa Marga Tbk untuk memperbesar porsi sahamnya pada proyek tol Sumo.

Menteri PU meminta Jasa Marga dan Wika membentuk perusahaan patungan untuk menguasai jumlah kepemilikan saham PT Marga Nujyasumo Agung yang dikuasai PT Moeladi sebesar 36,5%.

"Ternyata Wika sudah menanamkan sebagian modalnya kepada keluarga Moeladi. Sekarang setelah ayahnya meninggal, anak-anak yang meneruskannya tidak tahu soal itu, lalu berencana menjual sahamnya ke Jasa Marga," kata Djoko. (Bisnis, 13 Okt.)

Kontrak proyek tol Sumo sepanjang 37 km dipegang perusahaan patungan Marga Nujyasumo Agung yang terdiri dari PT Moeladi yang menguasai 36,5% saham, Jasa Marga 16%, Dressa Cipta 20%, Kaliurang Daya Cipta 15%, dan Induco Matra 12,5%.

Nujyasumo kemudian kesulitan modal dan menawarkan sebagian sahamnya kepada Wika. Beberapa waktu kemudian Jasa Marga juga ditawari. Pada pertengahan Agustus lalu, Jasa Marga secara resmi menandatangani perjanjian rencana pembelian saham Nujyasumo.

Sebelum transaksi, Jasa Marga melakukan uji tuntas selama sebulan sambil menunggu izin dari Menteri PU.

Djoko mengatakan pihaknya akan menghormati perjanjian yang dilakukan keluarga Moeladi dengan Wika sebelumnya, tetapi juga tidak akan mengabaikan proses pembelian saham yang sedang dilakukan Jasa Marga.

Sebagai jalan tengah, Wika dan Jasa Marga diminta membentuk perusahaan patungan untuk menguasai saham tol Sumo itu.

Taken from Bisnis Indonesia, Oct 14, 2008

sbyctzn
October 14th, 2008, 04:53 AM
Yeah, thanks Ebek for your info about America Consulate Building.

Also good news hear Wika very want to buy share a Sumo Toll Road. I hope this project keep running, and fast completed.
Also with MERR project, thats good news. And about GCS,
i just hear that news about they build in two phase, if they will build in two phase, so then what the big construction above main building? Is that a Parking Building (i hear somebody tell about it in last post)?
As long as, when i always cross in road front of that project, i seen in front of East Convention Building have a space that very potentialy to build a Hotel Building same as first design. But i think the design is change. Big Construction abote main Building is not in first design.
Ok that all my opinion about GCS.
How about you?

Ebek21
October 14th, 2008, 09:03 AM
Hey, got info from Surabaya Post today that they will build another bridge right on the eastern side of the current MERR Bridge on the Kali Wonokromo. So they will become twin bridges. Therefore, after the second bridge have been built, the current bridge will serve for south-to-north direction, while the new bridge is for north-to-south direction. The construction for this new bridge is scheduled to start at the end of this year.

tsagitto
October 14th, 2008, 09:35 AM
rekan, ada yang tau ngga update informasi Graha Sampoerna Office di Jalan Kertajaya Indah Timur (north side of mega galaxy shophouses dan close with SMP 19) karena kelihatanya bakal lebih dari 10 lantai, 1 bulan lalu pekerjan baru pada pengurukan

Saya berharap gedung ini nantinya punya tampilan yang tidak ndesani.....hehehe

Ebek21
October 14th, 2008, 09:47 AM
^^ Graha Sampoerna Office ? Never heard before. Where is its precise location ? Can you spot it on the Google Earth ? Any rendering or more detail info maybe ? If this building will have more than 10 floors, that's good. Eastern Surabaya also need some highrises to catch up with the other parts of Surabaya.

sbyctzn
October 14th, 2008, 02:20 PM
@Tsagitto and Ebek:
I know where building what you mean, that building in beside Galaxy Ruko and in font of Graha Sinar Galaxy. Near with RCTI Junction and RS Haji. I have don't know before this project will be high rise building.
Now this project in injecting pile progress,
busy activity in there.
I hope so in this district will grow up fast like in West Surabaya, Central Residence District.

@Tsagitto:
Where come from you got information about this building (Graha Sampoerna)?
Are you have that design/DED?

Wow shocked news, i hope so it will be more than 10 storey or even more than 20 storey.

Yeah... This is picture i have update for you all.

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/daridepan.jpg
Front View

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/dariselatan.jpg
South view, from Arif Rahman Hakim Road.

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/dariutara.jpg
North view, from RCTI Junction.

http://i413.photobucket.com/albums/pp215/sbyctzn/dekatdenganRSHaji.jpg
Looks, we can see the RS Haji from this project, in fact are near.

iwe
October 14th, 2008, 03:53 PM
i went to plaza surabaya today, and it is a mid-segment mall... lower than tunjungan plaza....

the plan was lunch at jade imperial, but it seems that jade is already replaced by solaria ugh...

iwe
October 14th, 2008, 03:54 PM
from car park of wisma bii at jalan pemuda
this office building is somehow weird, the car park is very2 small (but tall), the elevator at car park is the worst!, and from car park to main building (~20 stories)... only connected BY 1 small door (80cm-1 meter).....

http://farm4.static.flickr.com/3169/2941619882_e7db6dee41_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2941619882/)

sahid updated their exterior

http://farm4.static.flickr.com/3034/2940772283_0dd062638f_o.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/2940772283/)

Fir3blaze
October 14th, 2008, 04:02 PM
Wah, keren kalo graha Sampoerna diatas 10 storeys. Daerah timur masih belum banyak skyscrapers, jadi semakin tinggi semakin bagus, bisa jadi icon disana.

Ebek21
October 14th, 2008, 04:41 PM
Thanks sbyctzn, now I know the location of Graha Sampoerna. Actually, that buidling is located at Jl. Kertajaya Indah Timur, which is also a part of MERR (previously known as MERR II B, if I'm not wrong). This is exactly what we expect from a new artery road, full pack of highrise building along the street. Let's hope this Graha Sampoerna will become the pioneer in the Eastern Sby region.

@iwe : Yeah, I've been to the parking building of BII tower too. It's not a nice place to park a car. The parking slope is quite steep there.
And it's very disappointing news that Jade Imperial in Delta has been replaced by Solaria.

teddybear
October 14th, 2008, 09:38 PM
Finally Surabaya will have Sampoerna Office building, not just only Jakarta! But, why is it not located in downtown/city centre? I think putting it in the city center will make the skyline better! I think Sampoerna building will look glassy or modern.

i went to plaza surabaya today, and it is a mid-segment mall... lower than tunjungan plaza....

the plan was lunch at jade imperial, but it seems that jade is already replaced by solaria ugh...

iwe can you please clarify what you said? Isn't it Plaza Surabaya has been around for years and you've never been there?

Please somebody have the photos of the construction progress of the Meritus Hotel and Trillium. Thanks!

Ebek21
October 15th, 2008, 03:25 AM
Good news from frontage road project. Finally IAIN are willing to negotiate. Otherwise, they will be blamed for the slow progress of government's attempt to reduce heavy traffic jam in Ahmad Yani St.

IAIN Tawarkan 3 Opsi

Pembebasan Tanah untuk Frontage Road

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/29446large.jpg

SURABAYA - IAIN Sunan Ampel, Surabaya, masih menolak lahan di depan kampusnya dibebaskan oleh pemkot dengan sistem ganti rugi tunai. Mereka kini menawarkan tiga opsi baru.

Rektor IAIN Sunan Ampel Prof Nur Syam memaparkan tiga opsi itu. Pertama, pihaknya meminta ruilslag alias tukar guling. Lahan pengganti yang diincar adalah tanah di sebelah kampus IAIN yang kini dipakai sebagai tempat parkir Jatim Expo. "Tapi, tampaknya sudah tidak mungkin," ujarnya.

Tawaran kedua, IAIN berharap pemkot bersedia mendirikan bangunan fisik untuk pengembangan pendidikan kampus. Nur mengatakan bahwa pihaknya kini berencana mengembangkan kampus.

Tawaran ketiga, jika berupa uang, ganti rugi dari pemkot itu hendaknya tidak digolongkan sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP) khusus yang masuk ke kas negara (Depag). Sebaliknya, PNBP khusus tersebut menjadi PNBP fungsional yang bisa dialihkan ke IAIN untuk membangun fasilitas pendidikan. "Kalau itu memungkinkan, bisa jadi kami akan menerima," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, pembangunan frontage road di ruas Margorejo-Jemursari terganjal sikap IAIN yang meminta tanahnya dibebaskan dengan skema tukar guling. Pemkot lebih sreg dengan ganti rugi berupa uang tunai, seperti yang diberikan kepada pemilik bangunan lain.

Meski demikian, Nur tidak ingin IAIN dianggap menghambat pembangunan frontage road. Karena itu, dia sudah menyurati DPRD Surabaya. IAIN meminta dewan menjembatani pertemuan dengan pemkot. Dia menyatakan sudah mengirim surat tersebut Senin (13/10). "Kami berharap segera ada pertemuan antara kami dengan pemkot yang difasilitasi oleh dewan," terangnya.

Nur menjelaskan, sejatinya IAIN tidak ingin menghambat pembangunan proyek yang digadang-gadang bisa memecahkan kemacetan di Jalan Ahmad Yani tersebut. "Kami tidak ingin dituding menghambat proyek itu seperti kabar selama ini," ujarnya. Sebab, menurut dia, proyek jalan tersebut merupakan kepentingan bersama. Karena itu, pihaknya mendesak supaya dewan segera memfasilitasi mereka.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf menyatakan belum menerima surat dari IAIN. "Namun, intinya, kami siap memfasilitasi. Segera kami panmuskan," tegasnya.

Yang pasti, Musyafak berpendapat bahwa proyek frontage road sangat mendesak. "Kecelakaan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani sering terjadi. Volume kendaraan sudah demikian tinggi. Frontage road bisa mengurangi tingkat kemacetan," ungkapnya.

Dia menawarkan, solusi yang bisa ditempuh adalah upaya ganti rugi tunai. Depag bisa menerima ganti rugi dari pemkot. Kemudian, dana ganti rugi itu dapat dialihkan kepada IAIN. "Sebenarnya, kesepakatan tersebut bisa diambil oleh Depag. Toh, itu ditujukan untuk kepentingan pengembangan pendidikan IAIN," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono mengatakan sudah menunjuk tim appraisal untuk menghitung nilai jual objek pajak (NJOP) di kawasan yang bakal terkena pembangunan frontage. Yakni, PT Sucofindo. Berdasar penghitungan PT Sucofindo, NJOP untuk kawasan Margorejo sebesar Rp 5 juta per meter persegi. Sedangkan rumah yang menghadap rel sebelum Jatim Expo sebesar Rp 3,3 juta per meter persegi.

Taken from Jawapos, Oct 15, 2008

Ebek21
October 15th, 2008, 03:33 AM
Shocking news here. I remember this situation has been occured in Jakarta one year ago when one of the building in Central Jakarta (sorry, forget the name, Sarinah maybe ?) almost collapsed ? Sorry forget the detail.

Tambah Boezem Mini

MENJELANG musim penghujan, pemkot memperbanyak pembangunan boezem-boezem mini. Selain menampung air hujan, boezem tersebut bisa dimanfaatkan saat kemarau.

Terkait hal itu, Kepala Bappeko Tri Rismaharini dan Kepala Bidang Pematusan Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Hendro Gunawan kemarin meninjau pembangunan boezem mini yang saat ini baru ada di tiga lokasi. Yakni, di Dukuh Kupang Barat, Dukuh Kupang Timur, dan Darmo Permai. Satu lokasi dibangun masing-masing dua boezem.

Setiap boezem memiliki luas 480 meter persegi. Boezem itu dilengkapi sumur resapan dengan kedalaman 2 meter. Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun boezem di tiap lokasi sekitar Rp 47 juta. ''Kami akan terus perbanyak. Karena itu, survei ini kami lakukan,'' terang Risma.

Dia mengatakan, boezem mini itu akan menampung air hujan sehingga tidak langsung mengalir ke jalanan. Selain itu, air hujan tersebut bisa dimanfaatkan ketika musim kemarau.

Di samping itu, kata Risma, boezem tersebut sangat penting untuk mengurangi interusi air laut. ''Saat ini air laut sudah meresap dan menembus pusat kota. Di beberapa titik sumur yang kami gali airnya sudah terasa asin,'' jelas alumnus ITS itu. Terutama, di kawasan Surabaya Pusat, seperti Jalan Panglima Sudirman.

Risma khawatir, jika hal itu dibiarkan, air laut bisa mengeroposi fondasi gedung-gedung bertingkat di Surabaya. ''Efek jangka panjangnya sungguh luar biasa. Bukan tidak mungkin gedung-gedung akan ambruk,'' tuturnya.

Taken from Jawapos, Oct 15, 2008

Ebek21
October 15th, 2008, 03:38 AM
Pandaan-Malang toll road project will be tendered in December 2008.

Tender 8 proyek tol dibuka Desember

JAKARTA: Pemerintah akan melakukan tender proyek pembangunan delapan ruas jalan tol di Jawa dan Sumatra senilai Rp 18,64 triliun pada Desember tahun ini.

Deputi Sarana-Prasarana Kementerian Negara PPN/Bappenas Dedy S. Priatna menyebutkan panjang kedelapan ruas jalan tol itu mencapai 282,6 km dengan mencakup empat jalan tol yang ditender ulang pada Batch IV.

"Empat ruas pada Batch IV ditender ulang karena pada tender sebelumnya investor sedikit. Empat ruas lain yang akan ditender adalah yang memerlukan dukungan dan jaminan dari pemerintah," ujarnya, akhir pekan lalu.

Bila diperinci, empat ruas jalan tol yang ditender ulang mencakup Pandaan-Malang (Jawa Timur), Medan-Binjai (Sumatra Utara), Palembang-Indralaya (Sumatra Selatan), dan Tegineneng-Babatan (Lampung).

Adapun, empat ruas tol lainnya adalah Cileunyi-Sumedang - Dawuan, Sukabumi-Ciranjang, Pasir Koja-Soreang (ketiganya di Jawa Barat), Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Sumut).

Konstruksi kedelapan ruas jalan tol tersebut diharapkan dapat dimulai sebelum akhir tahun depan di mana pihak pelaksana proyeknya adalah Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Sebelum tender tersebut dilakukan, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan melakukan penjajakan pasar (market sounding) pemba-ngunan delapan ruas jalan tol tersebut pada 29 Oktober.

Penjajakan pasar harus dilakukan karena menjadi prasyarat penarikan pinjaman program dari Bank Dunia, Infrastructure Development Loan II, dan Infrastructure Reform Sector Development Program (IRSDP) dari Bank Pembangunan Asia (ADB) senilai US$400 juta.

Penjajakan pasar dilakukan dengan harapan dapat menarik lebih banyak investor sesuai dengan amanat Peraturan Presiden No. 67/2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.

Dalam pelaksanaan penjajakan pasar tersebut, Bappenas akan memakai dana Project Development Facility (PDF) berupa hibah kepada BPJT senilai US$200.000.

Tunggu jaminan

Ketika dikonfirmasi, Kepala BPJT Nurdin Manurung mengungkapkan saat ini pihaknya menunggu kepastian dari Departemen Keuangan untuk memberikan jaminan land capping (dana talangan) untuk pembebasan tanah pada empat ruas jalan tol pertama.

"Kalau kepastian jaminan itu belum ada, kita belum dapat melakukan tender, termasuk juga penyelesaian revisi Perpres No.67/2005," ujarnya, kemarin.

Menurut Nurdin, empat ruas jalan tol yang mencakup Pandaan-Malang, Medan-Binjai,
Palembang-Indralaya, dan Tegineneng-Babatan merupakan proyek yang paling siap untuk ditenderkan pada Desember 2008.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Fatchur Rochman mengatakan investor saat ini fokus mengerjakan proyek-proyek yang sedang digarap, sehingga belum melirik proyek baru yang ditawarkan.

Investasi jalan tol dibutuhkan kesiapan modal yang tidak sedikit sehingga investor harus berpikir cermat dalam menyikapi proyek baru yang ditawarkan apalagi dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Menurut dia, dukungan pemerintah terhadap investasi jalan tol sudah semakin baik. Pemerintah tinggal mengimplementasikan kebijakan yang sudah dikeluarkan itu agar berjalan lancar.

"Sebenarnya dukungan pemerintah terhadap investasi jalan tol sudah baik seperti dana talangan dan land capping untuk pembebasan tanah, hanya implementasi di lapangan perlu di-tingkatkan, "katanya kepada Bisnis kemarin.

Taken from Bisnis Indonesia, Oct 15, 2008

teddybear
October 15th, 2008, 04:42 AM
Risma khawatir, jika hal itu dibiarkan, air laut bisa mengeroposi fondasi gedung-gedung bertingkat di Surabaya. ''Efek jangka panjangnya sungguh luar biasa. Bukan tidak mungkin gedung-gedung akan ambruk,'' tuturnya.

Wow. Sea water causes corotion on the steel foundation and pillars. Scary if the building suddenly collapse!

teddybear
October 15th, 2008, 07:20 AM
Here is update on Trillium by iwe. As I've thought, it is right beside NISP Building, and it looks like the plot of land is pretty big. Not sure what kind of buildings were there before, anybody remember? And it's pretty lucky to have them agree to be bought out by this developer.

http://farm4.static.flickr.com/3177/2941619112_6a7d7ddc46_o.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3203/2940770779_d603586e9a_o.jpg

sbyctzn
October 15th, 2008, 10:52 AM
Why IAIN make confused, angry, etc pemkot, are they want make show publicity in mass media, are this project only for pemkot? So no. Why they not willing to give land for frontage road. They not think in long term planning. In future, I think, big implication is bad for the IAIN, if the traffic in A. Yani is , there is nobody student want to study there because of traffic jam in there. And i think until now, that land in front of IAIN in not in use. Just grass every where, just like dead land.
I just not like with IAIN attitude, is that they are campus in (i'm sorry before) religion ideology? Why stay make difficult for public facility?
Weww... I not understand with they want.

Ebek21
October 16th, 2008, 03:25 AM
First Radisson, the Hilton, then Mandarin Oriental, and now Hyatt. Now only Shangri-La, Sheraton, and JW Marriot left :ohno:

Jaringan hotel asing tinggalkan Surabaya

SURABAYA: Tidak tercapainya target penjualan kamar hotel berbintang untuk wisatawan asing telah mendorong beberapa jaringan hotel internasional untuk hengkang dari Surabaya. Para pemilik properti bersangkutan lebih memilih mengganti nama hotelnya dengan brand lokal.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Yulianto Soechebu mengatakan fenomena seperti itu sudah dimulai sejak lima tahun terakhir. Setidaknya sudah ada beberapa hotel di Surabaya yang memilih memutus kontrak dengan jaringan hotel internasional.

Beberapa di antaranya adalah Hotel Hilton, yang eks-hotelnya sekarang berganti nama menjadi Hotel Singgasana, Mandarin Hotel menjadi Hotel Majapahit, Hotel Radisson menjadi Surabaya Plaza Hotel.

"Saat ini kabarnya Hyatt Regency Surabaya juga akan hengkang dan eks-hotelnya akan berganti dengan brand lokal," papar Yulianto kepada Bisnis, pekan ini.

Hotel bersangkutan disebut-sebut akan berubah nama menjadi Hotel Bumi.

Prima Soemarso, Public Relation Manager Hyatt Regency Surabaya, membenarkan kontrak jaringan hotel internasional tersebut akan berakhir pada 31 Oktober 2008. Namun, keputusan secara resminya akan disampaikan langsung oleh pihak manajemen pada awal November 2008.

Yulianto mengatakan secara umum ada dua pemicu yang mendorong pemilik properti hotel berbintang di Surabaya cenderung menghentikan kontrak dengan jaringan manajemen hotel internasional atau hotel management chain.

"Salah satunya adalah kegagalan dari pengelola [manajemen] untuk mendatangkan wisatawan asing melalui jaringan hotel bersangkutan di luar negeri."

Tak capai target

Menurut dia, sejak peristiwa Bom Bali, kedatangan wisatawan asing secara langsung dari luar negeri ke Surabaya, yang di bawa oleh jaringan manajemen internasional agak tersendat, bahkan beberapa di antaranya tidak dapat mencapai target sama sekali. Yang memberatkan kerja sama tersebut, adalah kesepakatan sistem marketing fee serta pembagian laba (profit sharing).

Namun, tambah Yulianto, tidak menutup kemungkinan pemutusan kontrak dengan jaringan hotel chain itu karena faktor kedua, yakni sistem alih teknologinya berhasil. Artinya kualitas manajemen lokal tidak kalah baik dengan asing.

Lebih jauh dia menjelaskan akhir-akhir ini wisatawan asing yang membanjiri Surabaya lebih banyak berasal dari limpahan Bali dan para eksekutif asing yang tinggal di Surabaya maupun Jakarta. Akibatnya tidak sedikit jaringan hotel internasional ini yang pada akhirnya mengandalkan wisatawan lokal sehingga 'bertabrakan' dengan hotel lokal.

"Kalau itu yang terjadi buat apa bersikeras melanjutkan kontrak dengan jaringan hotel asing, kalau wisatawan yang diburu, toh turis domestik," tuturnya.

Taken from Bisnis Indonesia, Oct 16, 2008

teddybear
October 16th, 2008, 04:52 AM
Bad news. Last time there was news that the trend of tourists going to Surabaya is going up. That is why we have additional hotel like Meritus, Oval Hotel, etc. Now the article says the other way. Confusing. But recession is coming so this is worrying if trend will go down.

iwe
October 16th, 2008, 05:35 AM
@teddy
last time i went to plaza surabaya is 7 years ago.. :D

tsagitto
October 16th, 2008, 05:41 AM
@sbyctzn
Saya mendapat info ini dari kolega saya yang bekerja di Sadhana arifnusa PT yang (katanya) masih ada hubungan kerjasama dengan Sampoerna

menurut info yang saya dengar penanggung jawab proyek ini adalah bapak Budi Sampoerna (are u ever heard this person before?)

untuk info DED nya saya belum dapet

teddybear
October 16th, 2008, 06:59 AM
^Yg pasti salah satu pemilik Sampoerna sebelum dijual ke Phillip Morris.

sbyctzn
October 16th, 2008, 09:09 AM
---

Ebek21
October 16th, 2008, 03:45 PM
Seriously, I doubt this project can ever be realized, especially at this time of global economic crisis. But let's hope for the best.

Dibangun dengan investasi Rp 585 miliar

Proyek PIA ditarget BEP 10 tahun

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan target break event point (BEP) maksimal 10 tahun kepada PT Jatim Grha Utama, BUMD yang diserahi membangun dan mengelola proyek Pasar Induk Agribis (PIA) dengan investasi Rp 585 miliar.

BUMD Jatim itu diharapkan dapat memperloleh pendapatan dari pengelolaan PIA sebesar Rp 966,97 miliar.

Proses pembangunan proyek PIA sendiri tengah dikerjakan oleh PT JGU dengan taksiran total investasi sebesar Rp 585 miliar.

Pejabat Gubernur Jatim Setya Purwaka menyatakan proyek PIA sangat penting bagi perekonomian Jatim yang dikenal sebagai provinsi agribis terkemuka nasional.

"Pada proses pengelolaan proyek PIA kelak diasumsikan memberi pendapatan untuk JGU sebesar Rp 966,97 miliar. Dengan investasi pembangunan sebesar Rp 585 miliar diharapkan JGU mampu melakukan pengelolaan PIA hingga dapat meraih BEP pada tahun ke-10," kata Setya pada Rapat Paripurna DPRD Jatim, kemarin.

Pada rapat paripurna itu, Pj Gubernur Jatim membacakan Nota Jawaban Eksekutif terkait pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah tentang PT JGU dan Pengelolaan Energi Panas Bumi.

Dari cacatan Bisnis, proyek PIA akan dibangun di atas lahan sekitar 50 hektare yang berlokasi di Desa Jemundo, Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo.

Proyek pasar induk yang rencananya terbesar di Indonesia itu akan dikerjakan selama tiga tahun dan diharapkan bisa beroperasi pada 2011. Kalau BEP ditergetkan pada tahun ke-10, maka PT JGU mesti dapat merealisasikannya pada 2021.

Proyek PIA sendiri merupakan integrasi dari beberapa pasar yang terdiri 4.500 stan. Jumlah stan itu akan terbagi dalam 12 unit los pasar untuk beras, palawija, perikanan, daging, sayuran, buah, bunga dan tanaman hias.

Rencananya di lokasi proyek PIA juga dilengkapi lima unit menara kembar rumah susun sewa (rusunawa) berkapasitas 500 unit. Sumber pembiayaan rusunawa berasal dari Departemen Pekerjaaan Umum (DPU), dan untuk tahap I akan dibangun dua menara yang pengerjaannya dimulai Oktober 2008.

Direktur Utama PT JGU Erlangga Satriagung berupaya keras merealisasikan beban target BEP yang diberikan Pemprov Jatim itu.

"InsyaAllah beban BEP pada tahun ke-10 akan dapat dicapai, tetapi ini kembali masih menunggu proses revisi Perda PT JGU disyahkan," ujar Erlangga kepada Bisnis, kemarin.

Serap 30.000 naker

Setya mengemukakan proyek PIA diharapkan dapat menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 30.000 orang.

"Selain penting bagi kalangan petani, PIA juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Bila telah beroperasi efek berantainya diharapkan dapat menyerap sekitar 100.000 orang," ungkapnya.

Menurut dia proyek PIA, selain menjadi pasar induk terintegrasi terbesar di Indonesia, diharapkan juga menjadi pusat pendidikan dan latihan sektor agribis yang dilengkapi taman wisata agro serta bangunan Agro Education Centre (AEC).

Taken from Bisnis Indonesia, Oct 16, 2008

Ebek21
October 16th, 2008, 04:25 PM
Artist's illustration of the new Balai Pemuda

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BP1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BP2.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BP3.jpg

Taken from Gapura, October 2008 edition

sbyctzn
October 16th, 2008, 05:30 PM
Update small development city, sory if this is have posted before:

1. Two new megatron in Surabaya.
One above in roof top Royal Plasa, and two in kedungdoro road near with Blauran Junction.
Now Surabaya have 4 Megatron, Basra, Royal, Kertajaya, and Kedungdoro.

2. Digital Counter in JPO that count people cross JPO in per month.
More than 15 JPO have been placed Digital Counter.
Seem like in that JPO have a sensor, if any people cross that JPO, that Digital Counter will change. So we can know how many people cross that JPO in that month.
Once day i waiting in near One of JPO that placed Digital Counter, and somebody cross that JPO, and then that counter change (plus one count).
That Digital Counter have been placed in JPO 1-2 month ago, i'm forget it to post here.

Err.. I forget to take pic, sorry i dont bring digicam.
Next week i plan to take pic.

Ebek21
October 17th, 2008, 03:31 AM
Finally they will resume the construction work of this vital toll road.

Proyek Sumo dilanjutkan bulan depan

JAKARTA: PT Jasa Marga Tbk menjamin pembebasan tanah dan konstruksi tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) dapat dilanjutkan pada awal November 2008 setelah proses akuisisi rampung pada akhir bulan ini.

Dirut Jasa Marga Frans Satyaki Sunito mengatakan hasil uji tuntas (due diligence) akuisisi saham PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) selaku pemegang saham proyek tol Sumo sudah rampung. Saham Nujyasumo juga akan dikuasai secara bersama oleh Jasa Marga dan PT Wijaya Karya Tbk.

"Due diligince sudah selesai, kami sedang membahas bersama dengan MNA. Jasa Marga, dan Wika akan bersama-sama menanamkan modalnya di sana," katanya di DPR kemarin.

Jasa Marga bersama Wika akan mengendalikan 70% saham Nujyasumo. Dirut Wika Bintang Perbowo mengatakan uji tuntas telah selesai, tetapi, porsi saham antara Wika dan Jasa Marga masih dibahas.

Taken from Bisnis Indonesia, Oct 17, 2008

Hadi
October 17th, 2008, 09:22 AM
Artist's illustration of the new Balai Pemuda

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BP1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BP2.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/BP3.jpg

Taken from Gapura, October 2008 edition

traditional style ya

Hadi
October 17th, 2008, 09:24 AM
oya pa kabar pendestrian??? ada up date ga??

Ebek21
October 17th, 2008, 03:47 PM
Progress on Suramadu access road (Surabaya side)

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/cowek1.jpg
Some lands have not been cleared. Some houses not yet demolished still exist at some points.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/cowek2.jpg
Many "rombong" are still there, exploiting the empty, undone space.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/cowek4.jpg
Working days and nights to finish the project.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/cowek5.jpg
Previously very narrow Kedung Cowek road has been broadened now.

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/cowek6.jpg
The main lane is concreted, while the side lane only use asphalt.

Taken from Detik Surabaya, Oct 17, 2008

Ebek21
October 18th, 2008, 04:23 AM
Road above the sea using structure of a bridge ? I don't really understand, but it seems a very interesting concept to me.

Jalan Kenjeran Dibenahi

SURABAYA - Pesatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Surabaya Utara diimbangi pemkot dengan membenahi infrastruktur. Salah satunya, perbaikan dan peningkatan jalan di kawasan Kenjeran untuk mendukung akses Suramadu.

Rencana peningkatan jalan itu telah dibahas Bappeko bersama Dinas Bina Marga dan Pematusan, Kecamatan Kenjeran, dan beberapa institusi lain. Kepala Bappeko Tri Rismaharini menyatakan, kawasan Surabaya Utara sejatinya sangat berpotensi untuk dikembangkan. Sebab, dengan adanya Jembatan Suramadu, roda perekonomian akan bergerak ke kawasan tersebut.

Karena itu, pihaknya berancang-ancang memperluas beberapa jalan di sana. Di antaranya, perbaikan jalan di persimpangan Kenjeran menuju Sukolilo Lor. Tujuannya, memudahkan kendaraan bermanuver atau berbelok. ''Terutama kendaraan yang melaju dari Jalan Kenjeran sisi utara yang akan menuju Sukolilo Lor,'' jelasnya (lihat grafis).

Yang paling penting, kata Risma, pemkot juga akan membangun jalan baru di tepi Pantai Kenjeran. Lokasi yang akan dibangun adalah Jalan Tambak Deres hingga Sukolilo Lor (pangkal jalan) dan THP Kenjeran (ujung jalan). ''Jalan itu akan dibangun di tepi Kenjeran dengan konstruksi jembatan. Istilahnya, jalan di atas laut,'' tutur mantan kepala Balitbang itu.

Dia menjelaskan, saat ini lalu lintas yang akan menuju THP Kenjeran berasal dari dua arah. Yaitu, dari arah utara dan selatan melewati Jalan Sukolilo Lor, Jalan Tambak Deres, serta Jalan Kenjeran pantai yang lebarnya relatif sempit, 4-5 meter.

Rencananya, pemkot membangun jalan baru dengan konstruksi jembatan yang menghubungkan Jalan Tambak Deres dengan THP Kenjeran. Panjangnya 400 meter dengan lebar 4 meter. ''Fungsinya, menambah kapasitas jalan dan membagi arus lalu lintas yang akan menuju THP Kenjeran,'' tuturnya. Intinya, kata Risma, jalan tersebut dibangun untuk membagi arus lalu lintas di kawasan itu.

Taken from Jawapos, Oct 18, 2008

Ebek21
October 18th, 2008, 07:27 AM
Grup Khazanah Garap RS di Surabaya Proyek Joint Venture Rp 20 M

SURABAYA - Pantai Holding Berhad (Pantai), perusahaan asal Malaysia di bawah kelompok usaha Khazanah Nasional Berhad, akan membangun rumah rakit pusat pelayanan diagnosa bertaraf internasional di Surabaya. Investasi yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 20 miliar. Presiden Direktur Bethany Care Indonesia Ferry Sangeroki mengungkapkan, pembangunan rumah sakit dilakukan dengan pola joint venture antara Pantai dengan Bethany melalui PT Bethany Karya Medika.

“Bethany merupakan partner pertama Pantai di luar Malaysia,” kata Ferry, usai penandatanganan kerja sama antara kedua pihak di Graha Bethany Surabaya, Jumat (17/10).

Khazanah Nasional Berhad adalah pemegang saham Bank Lippo dan Bank Niaga di Indonesia, yang kemudian merger dengan nama Bank CIMB-Niaga. Sementara Pantai masuk Indonesia dengan nama Pantai Diagnostics Indonesia.

Menurut Ferry, investasi tersebut lebih banyak digunakan untuk modal kerja karena lahan dan bangunan yang akan digunakan telah tersedia, yaitu lahan milik Gereja Bethany di Nginden Surabaya. Jika investasi turut memperhitungkan lahan dan bangunan, nilai proyek tersebut bisa berkisar Rp 80 miliar hingga Rp 90 miliar.

“Investasi itu lebih pada working capital (modal kerja), karena gedung sudah punya Bethany sehingga tidak dihitung,” ujar Ferry.
Komisaris Utama Pantai Holdings Berhad Tan Sri Datuk Mohamed Khatib mengatakan, kerja sama ini merupakan peristiwa penting dalam investasi di bidang medis Pantai di Indonesia karena merupakan yang pertama di luar Malaysia.
Oleh sebab itu, manajemen yang profesional pada tahap awal masih disediakan pihak RS Pantai dari Malaysia. Tahap selanjutnya, kerja sama akan berlanjut pada investasi RS di berbagai kota di Indonesia.

Taken from Surya, Oct 18, 2008

Ebek21
October 18th, 2008, 03:18 PM
Jalan Kembar Kenjeran Ditarget Tuntas Maret

Surabaya - Pelebaran Jl Kenjeran menjadi jalan kembar yang digagas presiden era Megawati Soekarnoputri tak kunjung tuntas, bahkan cenderung molor dari rencana semula. Kini, Pemkot membuat target baru yakni menuntaskan pembebasan lahan dan pembangunan fisik jalan pada akhir Maret 2009.

Sebelumnya, karena digagas Megawati, Pemkot menargetkan proyek itu tuntas akhir 2007, namun sampai akhir 2008 tidak terealisasi. "Ya, memang proyek itu belum klir sampai sekarang dan target kami selalu mundur terus," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya Ir Sri Mulyono di Surabaya, Sabtu (18/10).

Jalan kembar di Kenjeran sisi barat yang dikerjakan sejak 2003 terganjal dua rumah yang belum terbebaskan, yakni rumah Ny Sundari dan Fanani. Menurut catatan Pemkot, kedua rumah itu berdiri di tanah aset pemkot. Namun, Ny Sundari tetap minta ganti rugi tanah.

Akhirnya Pemkot menerapkan Perpres 35/2006 untuk menyelesaikan kasus Ny Sundari. Yakni menitipkan uang konsinyasi Rp 117 juta ke pengadilan untuk ganti rugi bangunan rumah milik Ny Sundari, di luar uang muka ganti rugi bangunan Rp 10 juta yang diberikan pada 2004.

Sementara untuk kasus Fanani, yang bersangkutan minta tambahan uang ganti rugi bangunan. Pemkot awalnya telah memberi ganti rugi kepada Fanani pada 2004, namun yang bersangkutan minta tambahan. Meski demikian, Fanani mengakui tanahnya berada di aset Pemkot. Untuk kasus ini, Pemkot juga menyerahkan ke pengadilan.

Sedangkan Jl Kenjeran dari Makam Rangkah sampai sekitar 50 meter ke arah timur masih belum selesai. Beberapa warga enggan pindah karena ganti ruginya belum jelas. Pemkot mengklaim tanah di kawasan itu merupakan tanah surat ijo yang secara resmi milik Pemkot.

Sri Mulyono mengakui, penyebab mundurnya realisasi pembangunan proyek bagian itu adalah pembebasan lahan. Warga meminta ganti rugi bangunan dan tanahnya sekitar Rp 6 juta per meter persegi, sedangkan kemampuan Pemkot Rp 2 juta per meter persegi.

Walikota Surabaya Bambang DH mengatakan, ada lima rumah yang masih bertahan. Pemkot sudah melakukan pendekatan, ternyata tidak ada titik temu. Terakhir Pemkot telah menyelesaikan syarat administrasi untuk diselesaikan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. "Kita sudah berkoordinasi dengan PN, dan pihak PN menyatakan bersedia menjalankan konsinyasi," tambahnya.

Tentang anggaran, lanjutnya, pria kelahiran Pacitan ini menyatakan, pemkot sudah menyiapkan dana untuk pembebasan lima lahan di sana. Yakni, meliputi lima rumah, makam dan sekolah dasar. "Ada lima bangunan milik warga yang menolak dibebaskan," ujarnya.

Taken from Surabaya Post, Oct 18, 2008

AceN
October 18th, 2008, 10:49 PM
Pakuwon Extention Surabaya

http://www.airmasasri.com/file/project/pakuwon_extention_surabaya_1.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/pakuwon_extention_surabaya_2.jpg

teddybear
October 19th, 2008, 03:40 AM
^Wow. Where is this Pakuwon project located in Surabaya? East Surabaya or West, I suspect, it won't be in the center of Surabaya. But I am waiting on what will be built on the plot of land next to Tunjungan Plaza!

Ebek21
October 19th, 2008, 05:02 AM
I just read a news that mentioning two new hotels in Surabaya named The V3 and The Oval. Both of them will be 3-star hotels and supposed to open in immediate future. We know already about The Oval, but no information about The V3 before. Anybody know where is the location ? And as usual, pics are welcomed.

Ebek21
October 19th, 2008, 07:21 AM
^Wow. Where is this Pakuwon project located in Surabaya? East Surabaya or West, I suspect, it won't be in the center of Surabaya. But I am waiting on what will be built on the plot of land next to Tunjungan Plaza!

My guess, it will be built in the east. Their representative (director or something) has mentioned in several occasions that they are eyeing the market potential in eastern region once Suramadu and MERR has been completed. And there are huge empty land in their Pakuwon City estate in East Sby waiting for the next development. You also can see that the building are not very high, which is typical in eastern region.

But east or west is okay for me :)

Ebek21
October 19th, 2008, 08:24 AM
The first step into Surabaya Regional Rail Transport System (SRRTS).

Segera Dibangun KA Bandara

Surabaya - PT Kereta Api Indonesia (PT KA) merancang transportasi ke Bandar Udara Juanda dari Stasiun Gubeng. Kereta api bandara eksekutif ini diharapkan menjadi alternatif transportasi mengatasi kemacetan jalan menuju Bandara Juanda.

"Targetnya tahun depan KA Bandara itu bisa dioperasikan," kata Dirut PT KA Ronny Wahyudi saat berkunjung ke kantor Harian Sore Surabaya Post, Senin (6/10) siang tadi.

Ikut mendampingi kunjungan ini adalah Direktur Pengembangan Usaha PT KA, Julison Arifin, Kadaop VIII Surabaya, Mulianta Sinulingga, Kahumas Daop VIII, Sugeng Priyono, dan penasehat komunikasi direksi, Aqua Dwipayana. Rombongan diterima Pemimpin Perusahaan Surabaya Post, Erfandi Putra dan Redpel Sugeng Purwanto.

Ronny Wahyudi menjelaskan, untuk mewujudkan rancangan itu pihaknya terus memantapkan negosiasi kerjasama dengan PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Juanda dan TNI AL yang tanahnya bakal dipakai untuk landasan rel. Selain dua pihak ini juga menunggu kesiapan Pemkot Surabaya dan Pemprop Jatim yang mempunyai cita-cita mengoperasikan kereta komuter mengelilingi kota Surabaya.

Direktur Pengembangan Usaha PT KA, Julison Arifin, menambahkan, KA Bandara menggunakan infrastruktur rel yang sudah ada yaitu mulai dari Stasiun Gubeng hingga Stasiun Sawotratap Waru. Baru dari stasiun ini ke Bandara Juanda dibangun rel baru panjangnya sekitar 3,5 km. "Hubungan kami dengan PT Angkasa Pura I sudah baik sehingga jalur ini sudah disetujui. Tinggal kini menemui lagi Walikota Surabaya, Gubernur Jatim, dan TNI AL," sambungnya.

Julison menegaskan KA Bandara ini termasuk kelas eksekutif sesuai dengan karakter penumpang pesawat terbang. Karena itu gerbongnya didesain nyaman, bersih, tepat waktu, aman dari copet, dan ber-AC. Karena jadwal perjalanan harus on time dan cepat maka kereta ini tak banyak berhenti di shelter. Konsekuensinya tarif kereta ini jadi lebih mahal.

"Saya masih belum tahu berapa tarifnya nanti tapi bakal lebih murah dibandingkan ongkos taksi jika seseorang berangkat dari Gubeng ke Bandara dengan segala kemacetannya," katanya. "Misalnya kalau naik taksi saja ongkosnya Rp 100 ribu maka kalau tarif kereta ini Rp 50 ribu saya pikir sudah murah sekali," tuturnya.

Dijelaskan, pengoperasian KA Bandara menjadi satu paket dengan pengembangan kereta model elevated (layang) di wilayah Gerbang Kertosusila yang diteken Pemprop Jatim dengan Menteri Perhubungan 5 Agustus lalu. Karena itu cepat tidaknya realisasi operasional KA Bandara ini tergantung kesiapan masing-masing kab/kota dan ketersediaan anggaran pemerintah pusat.

Selain KA Bandara, Daop VIII Surabaya juga mengoperasikan kereta rel diesel elektrik (KRDE) Surabaya-Mojokerto. Kereta ini merupakan pengembangan dari KRD yang selama ini sudah beroperasi.

Menurut Kadaop VIII, Mulianta Sinulingga, KRDE nanti tanpa lokomotif. Mesin dieselnya diletakkan di bawah gerbong. Kelebihan sistem elektrik ini kereta tidak perlu langsir untuk ganti lokomotif tapi langsung bisa jalan. Masinis hanya perlu pindah tempat saja.

Sekadar mengingatkan pemprop dan Dephub telah sepakat mengembangkan kereta sebagai angkutan massal di wilayah Gerbangkertosusila. Kereta memiliki banyak kelebihan karena kecepatan tinggi, daya tampung banyak dan bebas polusi dan cocok diterapkan di kawasan Gerbangkertosusila yang selama ini menjadi daerah berkembang dan dibelit kemacetan lalulintas. Sedangkan model kereta yang disiapkan model elevated (layang) karena minim risiko sosial karena tak banyak butuh pembebasan lahan.

Selanjutnya pemprop merangkul kabupaten/kota yang dilalui proyek terkait komitmen bersama menyangkut pendanaan dan penyediaan lahan. Sebab skenario pendanaan proyek ini komposisinya 35% pemerintah (rinciannya pusat 15%, pemprop 15% dan kab/kota 5%). Sisanya berasal dari pinjaman lunak.

Selain menyiapkan KA Bandara kata Yulison, PT KA juga siap mengoperasikan KRD Sumo (Surabaya-Mojokerto) akhir tahun ini. KRD masih relevan diterapkan dalam sistem tranportasi kereta karena fleksibel dioperasikan. Bagi penumpang bisa menjadi alternatif sarana tranportasi moda darat di tengah ancaman kemacetan yang kian parah di sekitar kawasan Mojokerto.

Taken from Surabaya Post, Oct 6, 2008

glitz_boy
October 19th, 2008, 01:52 PM
Wow! that pakuwon design is blatantly copying Zaha Hadid's masterpiece called Signature Tower @ Dubai Business Bay!

sbyctzn
October 19th, 2008, 03:19 PM
Wow nice project from gov. I'm interest with Jembatan Road (or whatever they call) and Airport Railroad.
About Jembatan Road, this project location is street that i have take picture before, in waterfront road that i suggest to build Playing Arena like Ancol, Dufan, etc that view is straight to the Suramadu Brigde. (sorry i can't post pic that location, coz i'm posting from mobile phone, you can find in page before, tomorrow i can online from pc).
Suramadu Bridge is truly "BABON" (Mother) all project in Surabaya, he3x.

About Airport Railroad, anybody know? are construction will be in elevated railway or just conventional and are that Airport Railroad project including "City Check In" in Gubeng Station?
Or if don't know, how about your prediction about that project?
I think "City Check In" is nice facility, and must be there.

Ebek21
October 19th, 2008, 04:25 PM
:okay:

TB Gramedia Terbesar Diresmikan

SURABAYA - Membuka empat toko buku di daerah Surabaya, ternyata masih kurang bagi Toko Buku (TB) Gramedia. Setelah TB Gramedia Manyar, TB Gramedia Plaza Tunjungan, TB Gramedia Royal Plaza dan TB Gramedia Plaza Surabaya, sejak awal Oktober 2008 ini, TB Gramedia Surabaya Expo, di lantai I Gedung Gramedia Expo Jl Basuki Rahmat menjadi yang terbaru. Grand Launching TB Gramedia Surabaya Expo, Sabtu (18/10) pagi, diresmikan oleh Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono. Hadir dalam acara itu CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo dan Direktur Utama PT Gramedia Asri Media Petrus Waworuntu.

“Dengan meningkatkanya toko buku di Surabaya, bisa memicu peningkatan minat membaca bagi masyarakat kota Surabaya. Apalagi toko bukunya lengkap dan nyaman serta mudah dicapai,” kata Bambang.

CEO Kompas Agung Adiprasetyo mengungkapkan TB Gramedia Surabaya Expo ini merupakan TB Gramedia paling besar di Jatim dan Indonesia Bagian Timur lantaran menempati lahan seluas 3.000 m2.

“Saat didirikan 1960an TB Gramedia ini dulunya hanya toko buku kecil. Setelah tahun 1970 berkembang dan secara resmi menjadi TB Gramedia yang terus berkembang menjadi seperti sekarang ini,” tutur Agung.
Dalam acara grand launching tersebut Direktur Utama PT Gramedia Asri Media Petrus Waworuntu memberikan bantuan buku kepada perpustakaan binaan Badan Perencaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya secara simbolis.

Taken from Surya, Oct 19, 2008

Ebek21
October 20th, 2008, 03:48 AM
Taman Bundaran Dolog Dikepras untuk Pelebaran Jalan

PEMBANGUNAN frontage road sisi barat dimulai kemarin. Ditandai dengan pengukuran lahan Taman Dolog yang akan dikepras untuk pelebaran jalan itu.

Pengukuran tersebut, menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Surabaya, Hidayat Syah, untuk mengetahui berapa luas lahan yang akan dikepras. Luas keprasan itu akan memengaruhi pengerjaan taman yang saat ini masih dalam proses awal. "Kami ingin tahu persis posisinya bagaimana," katanya.

Dia khawatir, jika pengukuran tak dilakukan segera, akan mengganggu proses pembangunan. Sebab, jika bangunan sudah jadi dan ternyata memakan bangunan taman, biayanya semakin banyak.

Hidayat mengakui, kelambanan pengukuran itu yang selama ini menghambat pengerjaan taman. Selama lebar lahan dan bentuk keprasannya belum diketahui, pihaknya belum berani melanjutkan pengerjaan taman. "Sia-sia saja kalau sudah dibangun diubah lagi," ujarnya.

Lahan taman tersebut akan dipotong empat meter. Memakan rencana jalan yang akan dibangun di dekat kolam di tengah taman. Meski demikian, trotoar di sekitar taman tetap akan dibangun.

Meski pembangunan taman tersendat, target penyelesaian akhir tahun tetap bisa dicapai. Seesuai jadwal, taman tersebut bisa dibuka untuk umum sebelum 2009.

Secara terpisah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini menjelaskan, pemotongan lahan itu seharusnya tidak menjadi kendala pembangunan taman. Sebab, pengukurannya sudah dilaksanakan sejak lama. "Itu sudah diukur sejak dulu kok.

Meski luas taman dikurangi, tapi tidak mengganggu fisik pembangunan taman. Sebab, pelebaran jalan hanya ditujukan untuk pembangunan U-Turn (putaran balik) dari arah utara yang berputar menuju tengah kota.

Taken from Jawapos, Oct 20, 2008

ANTHONY @ SURABAYA
October 20th, 2008, 12:55 PM
GOOD JOB! I just not quiet familiar with that area.
If they do 'pengeprasan', would it be followed by the other 'pengeprasan' for some residential along that road? Or just that park?

Ebek21
October 20th, 2008, 05:08 PM
Update on Adhiwangsa and Waterplace

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/14583141.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/14583208.jpg

qidam
October 20th, 2008, 06:47 PM
it looks really big :)

anno_malay
October 21st, 2008, 04:20 AM
Update on Adhiwangsa and Waterplace

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/14583141.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/14583208.jpg

itu gambar 2...:banana::banana::banana::banana::banana:

kayak lukisannnnnnnn

sbyctzn
October 21st, 2008, 11:14 AM
Pakuwon Extention Surabaya

http://www.airmasasri.com/file/project/pakuwon_extention_surabaya_1.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/pakuwon_extention_surabaya_2.jpg

wow great.
where you get it Design acen?
it like Ciputra World.
big superblock.

:banana::banana::banana::banana::banana:

Ebek21
October 21st, 2008, 11:20 AM
Construction of "plengsengan" in Keputran area, northern side of Sulawesi Bridge.

This is not a prestigious project but it does make that area neater and also reduce the overwhelming eyesore there.

http://farm4.static.flickr.com/3150/2960360697_4a6ba2302d_o.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3066/2961202220_5087b33814_o.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3273/2961202274_922823aa90_o.jpg

Taken from Suara Surabaya, Oct 21, 2008

Ebek21
October 21st, 2008, 11:29 AM
Thirty years man..what have we done during the past 30 years ? Sleeping ? Come on, Pemkot !!

Keruk Boezem Morokrembangan, Bersihkan Sampah Berusia 30 Tahun

http://farm4.static.flickr.com/3047/2961202086_bdbf171ecb_o.jpg

SURABAYA- Seolah berlomba dengan musim hujan yang segera tiba, para pekerja ngebut menyelesaikan proyek boezem Morokrembangan. Proyek bantuan pemerintah pusat ke Dinas Permukiman Pemprov Jatim itu diharapkan bisa menjadi solusi, mengatasi banjir di kawasan Surabaya Utara.

Jika proyek itu kelar, rencana operasionalnya akan diserahkan ke Pemkot Surabaya. Kemarin, pekerja mengeruk boezem peninggalan Belanda tersebut hingga kedalaman 1,5 meter. Mereka mengeruk sampah yang bertahun-tahun mengendap di dasar boezem itu dengan alat berat.

Maklum saja, sekitar 30 tahun boezem itu tak dikeruk. Hasil kerja mesin itu segera saja menjadi bukit sampah. Kepala bidang pematusan Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Hendro Gunawan mengatakan, sejatinya tumpukan sampah yang diangkut pemkot dari pengerukan itu sudah mulai berkurang.

Namun, volume sampahnya tetap tinggi. ''Karena itu, kami berharap peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar,'' ujarnya. Asal tahu saja, tumpukan sampah yang diangkut pemkot kurang lebih 200 truk tiap bulan.

Selain mengeruk sampah, para pekerja juga membangun plengsengan di sekitar bozeem tersebut. Beberapa saluran di kawasan Surabaya Utara dan Timur juga diperbaiki. Di wilayah utara, saat ini pemprov bersama pemkot menggarap saringan otomatis (automatic screen) di beberapa saluran yang berhubungan dengan Boezem Morokrembangan.

Antara lain, di sungai Greges, Pesapen, dan Salatiga. Dengan pemasangan tiga screen itu, pemkot berharap aliran sampah ke Boezem Morokrembangan bisa berkurang secara drastis.

Hendro mengatakan, saat ini pihaknya terus mengordinasikan pelaksanaan proyek tersebut bersama pemprov. Antisipasi banjir, kata dia, harus dilakukan sedini mungkin. ''Jika proyek itu kelar, dapat menampung air dalam jumlah besar sehingga tidak meluber ke jalanan,'' lanjutnya.

Boezem juga dapat menampung air hujan yang bisa dimanfaatkan pada musim kemarau. Karena itu, saat ini pemkot juga ngebut mengerjakan beberapa proyeknya sendiri. Seperti, Boezeem Wonorejo di Kecamatan Rungkut. Boezem itu di-deadline kelar akhir tahun ini. ''Begitu musim hujan tiba, boezem itu langsung bisa dimanfaatkan. Apalagi, Surabaya Timur cepat sekali tergenang air karena tipografinya yang rendah,'' katanya.

Taken from Jawapos, Oct 21, 2008

Ebek21
October 21st, 2008, 11:36 AM
Another breakthrough idea from Bappeko, hope it could be realized soon.

Gagas Sentra Parkir Gedung

SURABAYA - Bappeko memiliki ide baru untuk menyelesaikan kesemrawutan parkir di kota ini. Instansi pimpinan Tri Rismaharini itu menggagas pembangunan gedung-gedung baru untuk sentra parkir kendaraan.

Kepala Bappeko Tri Rismaharini menyatakan pihaknya sudah mendapatkan lokasi yang strategis untuk dijadikan gedung parkir. Lahan yang diincar, antara lain, di Jalan Urip Sumoharjo dan Kertajaya. Menurut dia, pembangunan gedung parkir tersebut direalisasikan tahun depan. Saat ini pihaknya sedang menyurvei kawasan mana lagi yang layak didirikan gedung parkir.

Sesuai perencanaan, gedung parkir itu dibangun lima lantai. Dengan begitu, parkir mobil maupun motor tidak akan meluber lagi di jalanan. Apalagi, saat ini semakin banyak tempat parkir baru. ''Secara estetika, parkir yang semrawut di jalan tidak sedap dipandang mata,'' terangnya.

Untuk menghemat lahan yang terbatas, nanti gedung dibangun menggunakan sistem hidrolis. ''Motor bisa diangkat ke atas memakai sistem hidrolis. Dengan begitu, bisa menghemat tempat,'' jelasnya.

Sementara itu, unit pelayanan terpadu satu atap (UPTSA) Surabaya Timur mencatat, tahun ini terdapat 54 tempat parkir baru. UPTSA merupakan instansi pemkot yang melayani izin penyelenggaraan tempat parkir khusus di halaman dan gedung yang dikelola dinas pajak. Sementara itu, pengelolaan parkir di jalanan dikelola dinas perhubungan (dishub).

Taken from Jawapos, Oct 21, 2008

MinImaX
October 21st, 2008, 11:38 AM
http://www.airmasasri.com/file/project/pakuwon_extention_surabaya_2.jpg

http://www.airmasasri.com/file/project/pakuwon03.jpg

based on these pics, i think pakuwon extension will be built next to supermall pakuwon indah.
perhaps pic #2 is the early rendering of pakuwon trade center.

ANTHONY @ SURABAYA
October 21st, 2008, 02:22 PM
My opinion, it would be a very brilliant idea to build a central parking building at AHMAD YANI rd to accommodate people who are living out of the city(Gerbangkertasusila) and work within CBD. They could park their vehicle, took train to their workplace. So the urban traffic issue could be minimized. The concept must be well organized and designed with the Surabaya urban traffic and railway project. Why not? I've heard that some of mainly train station in CBD (Gubeng) will soon be redeveloped to be a nice public facilities.
And this is the time to think 'out of the box'. It's sound too complicated and costly too much.
it's true. But nothing to lose to think a step ahead.
That is the real urban life goes. :nuts:

For instant:
*City of tomorrow or Giant Hypermarket, Ahmad Yani (have the biggest land to redevelop into) will be the central park plus (merged to shopping center),
*built a premium train station or train shelter in front of the area, or merged into the parking building.
*Built a CITY CIRCLE TRAIN RAILWAY(on the ground or even elevated railway) via the CBD, plus the premium spot station within, such as Royal Plaza, Zoo, Darmo rd, Bank Jatim, Tunjungan Plaza, JW Marriot, BG Junction, Tugu Pahlawan, ......., Hotel Majapahit, Balai Pemuda, Bambu runcing, Gd Dharmala, BCA, ....., back to Giant hypermarket or even linked to the airport.
*Next stage, consider to other area out of CBD.

Those plan need to be well organized with all of those building management to create a nice well linked and comfort public system and off course to minimize cost. :lol::):lol::):):banana::banana:

Ebek21
October 21st, 2008, 04:26 PM
About Airport Railroad, anybody know? are construction will be in elevated railway or just conventional and are that Airport Railroad project including "City Check In" in Gubeng Station?
Or if don't know, how about your prediction about that project?
I think "City Check In" is nice facility, and must be there.

I predict they will build elevated railway to the airport, and that city check-in facility must be available somewhere in the downtown.

GOOD JOB! I just not quiet familiar with that area.
If they do 'pengeprasan', would it be followed by the other 'pengeprasan' for some residential along that road? Or just that park?

Of course, so Bundaran Dolog will be no longer called Bundaran. Eventually it will be an ordinary park island in the middle of the street (without people living up there).

teddybear
October 21st, 2008, 09:31 PM
Sesuai perencanaan, gedung parkir itu dibangun lima lantai.

Tanggung sekali, cuman 5 tingkat. Why is it not at least 10 floors?

Ebek21
October 22nd, 2008, 03:47 AM
Next year Pemkot will do the pedestrian work along Rajawali Street ? It's a nice choice, Rajawali Street is considered important for this city to start promoting a heritage tourism.

Wali Kota Tegur Kepala DBMP

Gara-gara Pedestrian Embong Malang Tidak Rapi

http://farm4.static.flickr.com/3236/2963185934_492a61d5c6_o.jpg

SURABAYA - Gara-gara proyek pedestrian di Jalan Embong Malang yang tidak rapi, Wali Kota Bambang D.H. menegur Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Sri Mulyono. Pejabat tertinggi di Surabaya itu meminta agar proyek tersebut ditata ulang.

''Lantai pedestrian itu kurang rapi dan banyak yang menceng. Padahal, berkali-kali saya minta pembangunan pedestrian tidak dilakukan semaunya. Saya minta Pak Sri Mulyono menegur kontraktornya,'' tegas Bambang saat ditemui wartawan seusai menanam pohon bersama Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) di kawasan itu kemarin (21/10).

Dia menyatakan, sudah sepatutnya pembangunan pedestrian di Jalan Embong Malang lebih bagus dibanding kawasan lain. Sebab, kawasan itu merupakan jalan protokol. Apalagi, pemilihan warna lantainya saja pernah diperdebatkan bersama dinas-dinas di pemkot. ''Ya harus lebih bagus dong. Mestinya tidak asal-asalan,'' ujarnya.

Pembangunan pedestrian di Jl Embong Malang juga akan memangkas sebagian lahan eks Toko Nam. Karena itu, pemkot meminta agar bangunan cagar budaya tersebut digeser agak ke belakang.

Selain membangun pedestrian di Embong Malang, pemkot akan membangun pedestrian di Raya Gubeng, Rajawali, serta Raya Darmo sisi timur. Karena itu, pemkot sudah menganggarkan dananya dalam APBD 2009.

Bambang juga sempat menyoroti lambannya pembangunan pedestrian di Raya Darmo sisi barat. ''Saya sudah menanyakan hal itu. Ternyata, banyak utilitas yang mengganggu di sana, sehingga pembangunannya molor,'' tutur pria asli Pacitan itu.

Dalam waktu dekat, pihaknya meminta kontraktor memperbaiki pedestrian di Raya Darmo. ''Diharapkan, jangan sampai badan jalan di sana menjadi rusak,'' tegasnya.

Taken from Jawapos, Oct 22, 2008

teddybear
October 22nd, 2008, 07:53 AM
it does make that area neater and also reduce the overwhelming eyesore there

Bagus deh, soalnya memang PARAH... Kenapa setengah2x nggak dibongkar saja tuh Keputran?

sbyctzn
October 22nd, 2008, 08:18 AM
Yeah Ebek,
hopelyfull airport railway will be constructed in elevated.
And it must be have "city check in" in downtown station, like Gubeng Station.

About "Parking Building", i'm pesimist this project will be realistic.
Why some of pemkot project is just bullshit?
Like Arena Ketabang, etc. Until now i dont see a activity in project location.
I so stuck if think about that project.
Are they (pemkot) just concretated in Pedestrian?
I think they not must be concencrated in one project.

Like Hospital in Kertajaya, that i forget it what the kind of Hospital, until now i never see where the location project.
I just see small land that have been demoslish from old building, now that closed by "seng", no activity there, and i'm not sure that land will be Hospital.

Why why why....

I have dream someday pemkot will give attention in all road that aspalt is broken, i have dream all road in Surabaya is smooth.

sbyctzn
October 22nd, 2008, 08:20 AM
At least, Surabaya will be Pedestrian City.
Good job Pemkot!