David-80
May 24th, 2004, 07:58 AM
lets post surabaya city construction and pictures here :D
cheers
cheers
|
View Full Version : [SURABAYA] Projects & Development Pages :
[1]
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
David-80 May 24th, 2004, 07:58 AM lets post surabaya city construction and pictures here :D cheers SeeMacau May 24th, 2004, 11:51 AM i find it very difficult to find pics of Surabaya online .. used to have abou 10 - 20 pics But no more now since i format my comp ... JAG2 May 25th, 2004, 09:19 PM that is a very good idea guys, I ve been here a couple of times ,years ago, I think much has been changed since I visited last time 2000 nov. teddybear May 29th, 2004, 05:54 PM Here is the article about the plan for Gold Center or Empire Palace in Surabaya. It's 11 stories, "low" hi-rise. Sorry the article is in Indonesian: Dibangun, Gold Center Terbesar di Indonesia SURABAYA - Surabaya semakin identik dengan bisnis emas. Setelah dikukuhkan sebagai Gold City akhir tahun lalu, Surabaya dalam waktu dekat akan memiliki pusat perdagangan logam mulia (gold center) terbesar di tanah air. Ambisi besar itu direalisasikan PT Blauran Cahayamulia dengan membangun Gold Center and Boutique Mall The Empire Palace. Bangunan 11 lantai yang berdiri di atas lahan 1 hektare itu terletak di kawasan Blauran, kawasan perdagangan emas tradisional yang dikenal berpuluh-puluh tahun di Surabaya. Menurut Trisulowati, president director PT Blauran Cahayamulia, gold center terbesar di Indonesia memang sepantasnya dibangun di Surabaya. "Sebab Jatim adalah daerah penyumbang perdagangan terbesar di Indonesia. Dari total pasar emas nasional 45 ton, 70 persen diperdagangkan di Surabaya," ujarnya saat memperkenalkan proyeknya kemarin. Dalam The Empire Palace, ada tiga lantai sekaligus yang dikhususkan untuk perdagangan emas dan permata. Di tempat tersebut terdapat 150 stan ukuran 20 meter persegi (m2) sampai 40 m2 yang ditawarkan di harga perdana Rp 600 juta-Rp 1 miliar. Agar pengguna lantai khusus perdagangan emas dan permata lebih nyaman, juga disediakan lift eksklusif. "Pada lift ini akan diterapkan password, dan bersifat membership," jelas Trisulowati yang akrab dipanggil Chin-chin itu. Sedangkan untuk keamanan, developer menyediakan dealing room yang digunakan negoisasi seller dan buyer untuk emas dalam jumlah besar. Investasi yang disiapkan oleh The Empire Palace yang dibangun mulai 24 Juni nanti mencapai Rp 500 miliar, dan ditargetkan serah terima akan dilakukan Desember 2005. Selain pusat perdagangan emas, The Empire Palace juga berambisi menjadi pusat perdagangan sepatu, bridal, dan tekstil. "Produk-produk itu kami fasilitasi sebab masih terkait dengan emas dan perhiasan," jelasnya. Khusus untuk lantai lower ground (LG) akan disiapkan untuk supermarket dengan luas 3.000 m2. Sebelum diluncurkan 10-13 Juni nanti, The Empire Palace sudah mencetak penjualan 10 persen dari stan yang ditawarkan. "Kami memang memasang harga paling rendah sampai sebelum launch nanti. Dan harga terus meningkat sesuai perkembangan konstruksi," katanya. (kim) teddybear May 29th, 2004, 05:56 PM Here is the link to Surabaya construction thread on this forum: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=99889 macgyver June 1st, 2004, 05:47 AM Features - May 31, 2004 Surabaya has always been known as a trading city. Indian, Chinese and Arab merchants brought their goods to the city by the Kalimas River. Then some of these traders decided to form their own communities and settled in areas close to the river. They lived in harmony with the indigenous residents and many married locals. This acculturation led to the establishment of the Arabic settlement area in Ampel and in Pecinan (Chinatown). Today, Surabaya has developed into an industrial and trading hub. In 2003, the city's average economic growth was 4.8 percent, and this year that figure is expected to rise to 5.5 percent. Projected figures for 2005, 2006 and 2007 are 6.5 percent, 7.6 percent and 8.2 percent, respectively. The period between 2003 and 2004 were witness to the bright prospects for trading in the city, with shopping centers and retail shops mushrooming. Some of the new shopping centers are Maspion Square, Pakuwon Trade Center, Supermal Pakuwon Indah, Sungkono Trade Center, Darmo Trade Center (DTC) and Carrrefour Hypermarket in Golden City. Some of the older shopping centers include Tunjungan Plaza, Jembatan Merah Plaza and Surabaya Plaza. New office buildings were also put up in 2003 and 2004, such as Graha Wonokoyo and Menara Standard Chartered. Older office compounds include Plaza Bumi Mandiri, Plaza BRI and Wisma Dharmala Surabaya. Ray White property consultant Edy Suwanto said the large number of malls and shopping centers in Surabaya indicated that the prospects for the property business in Surabaya were bright. "Highway facilities and the construction of the Suramadu (bridge connecting Surabaya and Madura) greatly support the retail business in Surabaya," he said. In his opinion, the presence of a large number of shopping centers also indicates the stronger purchasing power of the community. Eighty percent of the some 1,000 units in the six-floor DTC, which occupies 45,000 square meters of land and will be opened for operation on Oct. 31, 2004, have been sold. Each unit costs between Rp 80 million and Rp 900 million. "This shows that the market for trade centers is still bright in Surabaya. Please note that the buyers have come from as far away as Ujung Pandang and places in Kalimantan," he said. Unfortunately, the intensified construction of shopping centers and industrial buildings has led to the demolition of many cultural sites and increased pollution in the city. In 1998, the number of motorized vehicles in the city stood at 923,633 and in 2000/2001 that figure was down to 909,131. However, in 2002/2003, the figure rose by some 50 percent from the previous year. This increase in the number of motorized vehicles has led to an imbalance between the condition of the roads and the number of vehicles on these roads. Data compiled by the Surabaya traffic and highway service shows that every day 11,370 motorized vehicles pass along Jl. A. Yani, the city's main street. This means about 3,000 motorized vehicles each hour or 50 every minute pass along the street. However, the street was designed to accommodate no more than 10,164 motorized vehicles a day. Similarly, Jl. Wonokromo, which also can accommodate 10,164 motorized vehicles a day, sees 11,126 motorized vehicles pass along it every day. As a result, pollution has become a major problem for Surabaya. A report on the results of air pollution measurements in the city found that the city's air can be considered good only for 27 to 51 days of the year. This means that most of the time (83 percent of the year), Surabaya residents breathe polluted air. Most (some 70 percent) of this pollution comes from motorized vehicles. Only 30 percent of the pollution is attributed to industrial and household activities. Despite the pollution, Surabaya residents believe the city is a good place to live, earn a living and invest. A survey of consumer expectations conducted by Bank Indonesia backs up this statement. Between March 2003 and March 2004, the consumer confidence index was at 91 points, the consumer expectations index stood at 95 points and the economic condition index had passed 87 points. http://www.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?fileid=20040531.Q02 SeeMacau June 1st, 2004, 12:21 PM Any recent pics or any update projects coming up in Surabaya ?? teddybear June 11th, 2004, 05:16 PM More on the 11 storey Gold Center in Surabaya (sorry, the news is in Indonesian). Could not find rendering yet, but only photo in the news: http://www.jawapos.com/images/1086883851b SURABAYA - Proyek besar untuk mewujudkan pusat perdagangan emas dan permata (gold center) terbesar di Indonesia yang berlokasi di Surabaya, semakin mendekati kenyataan. Keyakinan itu muncul karena Dewan Emas Dunia (world gold council/WGC) mendukung sepenuhnya pembangunan The Empire Palace, Golden and Boutique Mall. Bahkan agar menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, beberapa agenda kegiatan kelas dunia yang digelar WGC direncanakan digelar di bangunan 11 lantai yang peletakan batu pertamanya dilakukan 24 Juni nanti di kawasan perdagangan emas Blauran itu. Menurut Leo Hadi Loe, Konsultan WGC, Indonesia saat ini sedang berlomba dengan Malaysia untuk menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kompleks gold center."Sebab di Asia, saat ini baru Dubai, China, dan Hongkong yang memiliki gold center. Sedangkan Thailand lebih dikenal sebagai pusat perhiasan," ujarnya di sela launching The Empire Palace, Golden and Boutique Mall di Hotel JW Marriot, kemarin. Didukung oleh popularitas Surabaya sebagai daerah lokasi industri emas terbesar, The Empire Palace diyakini akan masuk dalam agenda kunjungan pedagang dan investor emas diseluruh dunia anggota WGC."Karena itu even pameran besar tahunan, fashion show, dan seminar dari pakar tentang emas dan perhiasan, telah kami agendakan di The Empire Palace," jelas Leo. Dukungan WGC itu disambut antusias oleh Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI). Menurut Jeffrey Thumewa, ketua APEPI, selama ini hasil emas dari tambang di Indonesia lebih banyak diekspor ke pabrik emas di China dan Hongkong."Hanya PT Aneka Tambang yang menyuplai pabrik emas dalam negeri, " jelasnya. Keberadaan The Empire Palace, diharapkan Jeffrey, akan menggairahkan pasar domestik. Sebab dengan terpusatnya buyer dan seller di satu tempat, tidak perlu ke luar negeri untuk mencapai . Dibangun dengan investasi Rp 500 miliar, The Empire Palace dijadwalkan selesai dibangun Desember 2005. Menurut Trisulowati, president director PT Blauran Cahayamulia, developer proyek, The Empire Palace akan menyediakan 150 stan ukuran 20 meter persegi (m2) sampai 40 m2. Seluruh industri emas besar di Jatim, menurut dia, sudah mengambil stan di bangunan 11 lantai itu. (iw) teddybear June 26th, 2004, 02:09 AM Another mid-rise project for Surabaya, Surabaya Design Center (14 floor). It is not a big building, but rather pretty small (occupy 3,000+ meter square). News is in Indonesian: Lamicitra Bangun Pusat Elektronik dan Desain SURABAYA - PT Lamicitra Nusantara Tbk berencana membangun dua proyek properti, yakni pusat perdagangan elektronik yang diberi nama Hi-Tech Centre Surabaya (HTC Surabaya) dan high rise building Surabaya Design Centre (SDC) mulai akhir tahun ini. Proyek itu akan melengkapi aset properti Lamicitra yang sudah beroperasi, yaitu Jembatan Merah Plaza (JMP) I, II dan III (sedang dibangun), Hotel Tunjungan, dan Darmo Hill Real Estate. Dijelaskan oleh Priyo Setiabudi, direktur PT Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI), HTC Surabaya akan dibangun empat lantai di lahan seluas 4.000 meter persegi. Lokasinya di bekas Toko Sarinah, Jl Tunjungan, Surabaya. Sedangkan SDC akan dibangun di Jl Basuki Rahmat, Surabaya (bekas kantor Perum Damri), menempati lahan seluas 3.780 meter persegi dan berlantai 14."Proyek ini kami publikasikan setelah disetujuinya rencana perseroan melakukan pembelian sebagian saham dua perusahaan pemilik masing-masing lahan proyek," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Tunjungan, kemarin. Kedua perusahaan itu adalah PT Persada Alam Nusantara (PAN), pemilik lahan bekas Toko Sarinah. Lamicitra membeli 54,5 persen dari total saham PAN. Sedangkan terhadap PT Penta Persada Pertiwi (PPP) sebagai pemilik lahan eks kantor Perum Damri, Lamicitra membeli 75 persen saham. Saat ditanyakan berapa nilai investasi yang disiapkan untuk dua proyek tersebut, Priyo menolak untuk membeberkannya."Kami hanya bisa sebuta jadwalnya, HTC Surabaya akan dibangun usai Pemilu nanti, setelah itu menyusul SDC," kelitnya. Sementara itu, RUPS juga mengesahkan hasil laporan keuangan tahun 2003 perseroan yang menunjukkan bahwa perseroan di tahun itu berhasil membukukan pendapatan Rp 58 miliar. Jumlah itu naik 73,6 persen dari capaian tahun 2002 yang hanya Rp 33,4 miliar. Kenaikan itu dipicu pendapatan di sektor real estate yang naik drastis hingga 1.134 persen menjadi Rp 27,9 miliar. Tahun 2002, pendapatan dari sektor real estate hanya sekitar Rp 2,2 miliar. Sedangkan laba bersih kenaikannya cukup tipis, hanya 6,8 persen. Laba bersih tahun 2002 tercatat Rp 1,2 miliar, naik menjadi Rp 1,3 miliar di tahun 2003. "Untuk kinerja 2003, perseroan tidak membagi dividen. Kami akan menggunakan laba usaha untuk memperkuat struktur permodalan," imbuhnya. (ali) teddybear June 26th, 2004, 02:15 AM There are 3 toll roads on plan, here is one of them. Sorry, no pictures so far, just news. Will appreciate any pictures posted whenever you find them. News is mostly in Indonesian... SURABAYA - Setelah sempat molor dari jadual, proyek tol Surabaya-Mojokerto akhirnya jadi dimulai. Jumat, 2 Juli 2004 nanti, tol sepanjang 37,25 kilometer itu akan resmi dimulai dengan ditandai pemancangan tiang pertama oleh Presiden Megawati di Bundaran Waru. Menurut Direktur Utama PT Jatim Marga Utama (JMU) Bambang Kusbandono, investor tol ini, semua persiapan teknis yang dilakukan JMU sejak bertahun-tahun untuk memulai proyek ini sudah tidak ada masalah. Karena itulah, ia menyatakan kesiapannya memulai proyek ini. "Kebetulan pada hari yang sama presiden akan meresmikan pemasangan tiang tengah Suramadu. Begitu mendengar kedatangan presiden, maka sekalian kita lakukan juga pemancangan tiang pertama tol Surabaya-Mojokerto," katanya. Pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto itu nanti akan dibagi dalam empat tahap. Yakni Mojokerto-Krian 20 km, Krian-Driyorejo 5,75 km, Driyorejo-Lakarsantri 5,60 km, dan Lakarsantri-Surabaya (Waru) 5, 90 km. Secara keseluruhan tol ini akan memiliki 2 x 3 lajur, yang masing-masing lajur selebar 3,60 meter. Jalur tol ini berada di dataran rendah yang merupakan perbatasan antara pegunungan kapur utara dengan delta sungai Brantas. Saat ini kawasan yang bakal dilalui jalur tol ini sebagian besar berupa sawah dan perumahan. Disamping itu, jalur tol ini nanti juga dipastikan akan memotong beberapa sungai, jalan raya, dan jalan desa. Menurut Bambang, terkait proyek tol ini, nantinya akan ada lahan seluas 417,37 hektar yang akan dibebaskan. Lahan ini berada di kelurahan Kebraon, Balas Klumprik, Wiyung, dan Sumur Welut (Surabaya). Lantas Sepanjang dan Tarik (Sidoarjo). Di Gresik ada 12 kelurahan yang lahannya akan dibebaskan untuk tol ini. Sementara di Mojokerto berada di kelurahan Parengan, Jetis, dan Ngabar. Lahan tersebut saat ini dimiliki oleh 955 KK (kepala keluarga). Sementara pembebasan lahan di sawah total luasnya mencapai 162,56 hektar. (sup) Medan01 June 26th, 2004, 02:19 AM I think Surabaya should also consider monorail or subway soon. The traffic in the city is getting more and more congested. sanhen June 26th, 2004, 04:30 AM Yeah, All the street there is one way. I hate that! David-80 June 26th, 2004, 10:49 AM They are considering subway last time i read from reuters, but monorail should be better :D cheers Medan01 June 26th, 2004, 03:51 PM The first line they build should be from town all the the way to Waru and Juanda airport. teddybear July 1st, 2004, 01:51 AM Finally, they continue a stalled apartment project in Surabaya: Investor Hongkong Suntik Rp 225 M Untuk Lanjutkan Proyek Apartemen Crystal Garden SURABAYA - Setelah mangkrak hampir tujuh tahun, pembangunan Apartemen Crystal Garden di Jl Embong Malang Surabaya akhirnya bisa dilanjutkan. Kepastian itu didapat setelah pemilik gedung di sebelah go skate itu, yakni PT Mas Murni Indonesia Tbk sukses menggandeng pemodal asal Hongkong, PT Brentfild Investment Limited. Dengan suntikan modal Rp 225 miliar dari financial company itu, Mas Murni optimistis apartemen yang terhenti pembangunannya setelah tahap konstruksi itu akan selesai akhir 2005 nanti. Menurut Direktur PT Mas Murni Indonesia Tbk Soedarsono, hubungan Brentfild dengan perusahaannya sudah cukup lama."Brentfild terkait dengan Mas Murni karena sejak BPPN dibubarkan, telah menangani utang pokok Mas Murni sebesar USD 25 juta dan Rp 55 miliar," jelasnya usai RUPS kemarin. Posisi utang terakhir Mas Murni yang ditangani BPPN Rp 585 miliar, yang kini dialihkan dan ditangani Brentfild. Soedarsono menguraikan, untuk melanjutkan pembangunan proyek Apartemen Crystal Garden diperkirakan menelan tambahan dana Rp 220 miliar. Sementara, pembangunan kerangka konstruksi yang dilakukan sejak 1997 lalu telah menghabiskan dana Rp 135 miliar. Soedarsono menuturkan, konsep pembangunan kembali Crystal Garden tetap seperti rencana semula, yaitu terdiri dari 24 lantai. Dimana lantai 1 hingga 7 untuk pusat perbelanjaan, lantai 8 - 24 untuk apartemen. "Dari 138 unit yang tersedia saat ini sudah terjual 48 unit. Sisanya ditargetkan terjual akhir 2004 ini," katanya. Saat ini Mas Murni tengah melakukan settlement agreement dengan Brentfild, yang diharapkan selesai triwulan ketiga 2004 Mengenai kinerja perseroan, tahun 2003 lalu pengelola Hotel Garden Palace Surabaya itu berhasil merealisasikan kenaikan pendapatan sebesar 13 persen menjadi Rp 35,45 miliar. Mas Murni juga mencatat kenaikan laba bersih perseroan dari Rp 15 miliar menjadi Rp 95,15 miliar pada akhir tahun buku 2003. "Peningkatan disebabkan peningkatan penjualan kamar yang meningkat 9 persen dari Rp 12,3 miliar pada tahun 2002, menjadi Rp 13,4 miliar dengan tingkat okupansi rata-rata 55 persen. Selain itu, pendapatan dari divisi makanan dan minuman juga meningkat sekitar 17 persen, dari Rp 17 miliar menjadi Rp 20 miliar." (noe) David-80 July 1st, 2004, 04:27 AM so crystal garden with set new record for the tallest building in Surabaya afterwards? 24th floor is it? cheers teddybear July 1st, 2004, 04:42 AM David, No, the tallest bldg. in Sby, I believe, is Puri Matahari Apartment or Taman Beverly Apartment, which is around 28-30 floors. They are in the western Surabaya, built in the late 1990s. I am surprise crystal garden with 24 floor. I recalled I counted the floor was about 27 when they still underconstruction. I might be wrong !? David-80 July 1st, 2004, 04:47 AM Maybe the reporter got it wrong, you know these days, not too many reporters are good in reporting such news, especially in aviatin and skyscrapers. :lol: cheers teddybear July 1st, 2004, 08:48 AM Surprise that I found the picture! Here is rendering of Crystal Garden Apt., in Surabaya: (edited-picture is shown in David's posting) David-80 July 1st, 2004, 08:56 AM Geocities disable link so here it is http://img10.exs.cx/img10/9161/cga.jpg cheers Mahaputra July 1st, 2004, 04:05 PM wowwww... coool design.. too bad it's not that tall it'll look cool if it's like 300m tall ehehe teddybear July 2nd, 2004, 02:34 AM The Crystal Garden Apartment is the unfinished building in this picture: http://img31.exs.cx/img31/7233/Surabaya3.jpg There are still development potential on Embong Malang. Next to Crystal Garden is Go Skate Building that, imo, is time to be torned down and built a new hi-rise :) The SDC building will be on Basuki Rahmat which is appear on the background. David-80 July 2nd, 2004, 09:14 AM seems the building have more than 25 floors. i guess it should be reach 28-30 floors by the time it finish. cheers teddybear July 5th, 2004, 03:09 AM More news on Toll Road at the middle city of Surabaya. Also picture of traffic at the Ahmat Yani Road: http://www.jawapos.com/images/1088957068b SURABAYA - Konsep lama tol tengah kota ternyata mengalami revisi di beberapa bagian. "Rute lama itu telah direvisi menjadi rute baru," ujar Joko Eko Suprastowo, dirut PT MJT. Perbedaan antara rute lama dan rute baru itu berada di sepanjang Aloha hingga Wonokromo. Dalam konsep lama, jalan tol dari Aloha sampai Wonokromo dalam kondisi datar. Jalan tol akan dibangun elevated (layang, Red.) mulai Wonokromo sampai Perak. Komposisi konstruksi diperkirakan 70 persen layang dan 30 persen datar. Setelah melalui berbagai pertimbangan, konsep ini direvisi. Konsep terbaru, konstruksi jalan tol akan elevated sejak Aloha hingga Perak. Hal ini, menurut Joko, dilakukan untuk mencegah dampak lalu lintas yang mungkin terjadi di kawasan Jl Ahmad Yani, selama proses pembangunan berlangsung. Perubahan konstruksi ini secara otomatis membuat aspek finansial ikut direvisi. Investasi yang semula diprediksi sebesar Rp 3,2 triliun, dipastikan bakal meningkat. Penjelasan Joko ini dilengkapi Toto Saptaji, salah seorang direktur PT MJT. Menurut dia, konsep baru ini telah disepakati oleh pihak Departemen Kimpraswil (pemukiman dan prasarana wilayah). "Sejauh ini, konsep elevated itu telah pasti, kecil kemungkinan akan berubah," ujarnya. Sebagaimana diberitakan, Menteri Kimpraswil Sunarno mengaku telah menyetujui rute lama tol tengah kota. "Ya, masalah desain atau rute tol itu sudah diserahkan ke Jakarta dan sudah kita putuskan. Yang dipakai adalah rute yang lama," katanya. Rute lama yang dimaksud Sunarno adalah sejak Aloha, konstruksi tol ini sudah elevated sampai A Yani. Tiang penyangga tol, rencananya, akan berada di median jalan. Bagaimana dengan jalur hijau yang ada di tengah jalan? Dalam konsep investor, jalur hijau ini akan direlokasi ke kiri dan kanan jalan. Di pertigaan Wonokromo, rute tol berbelok ke kanan memotong rel kereta api. Rutenya akan mengikuti rel kereta api sampai daerah Gubeng. Tol akan dibangun di atas jalan KA. Selanjutnya, tol lurus melewati Jalan Sidotopo menuju Kenjeran. Di Jalan Sidotopo, jalan tol mulai turun. Pemilihan rute di atas rel itu dilakukan untuk meminimalisir tanah yang akan dibebaskan. Sebab, lahan di kawasan rel KA --yang akan ketempatan tiang penyangga tol- adalah milik PT KAI. Meski demikian, bukan berarti pembebasan tanah akan berjalan mudah. Sebab, berdasar data PT KA daop 8, hingga kini masih terdapat sekitar 4.000 KK yang menghuni kawasan sekitar rel KA mulai Aloha hingga Perak. Humas PT KA daop 8 Sudarsono saat dikonfirmasi wartawan kemarin enggan menjelaskan masalah ini. "Kami tidak tahu secara pasti mengenai rencana pembangunan tol tengah kota. Mungkin sudah di handle PT KAI di Jakarta," katanya. Namun, Sudarsono optimistis bahwa kebijakan PT KA tidak akan jauh berbeda dengan Depkimpraswil. "Saya yakin Kimpraswil sudah memperhitungkan untung ruginya. Karena itu, saya rasa cukup satu suara dari Kimpraswil saja," tandas pria ramah ini. (oni) teddybear July 9th, 2004, 03:09 AM Another toll road plan for Surabaya... with this, there will be 3 or 4 toll roads to be built. First is the toll road to Juanda airport via east, toll road to airport via the middle of the city, toll road to Mojokerto, and now this toll road (or this is part of the other toll road, I'm not sure): Tol Waru-Banyu Urip Ditambah Dua Lajur Menelan Dana Rp 40 M, Sudah Mulai Ditenderkan SURABAYA - Satu per satu ruas jalan tol mulai diperlebar terkait makin tingginya volume kendaraan yang lalu lalang. Untuk kali pertama, PT Jasa Marga memprioritaskan ruas jalan yang dianggap sudah tidak bisa ditolelir lagi kepadatannya. Salah satunya adalah ruas jalan tol Waru - Banyu Urip. Ruas jalan sepanjang 9 kilometer itu bakal ditambah dua lajur. Masing- masing satu lajur ke arah Surabaya dan satu lajur ke arah Malang. "Paling lambat tiga bulan lagi sudah dimulai konstruksinya. Sebab, saat ini masih dalam proses tender. Kita menginginkan percepatan karena ruas ini sangat-sangat tinggi volumenya," kata Kepala Cabang PT Jasa Marga Surabaya - Gempol Ir Budi Pramono, kemarin. Pramono menjelaskan, dari hasil evaluasi yang dilakukan tiap hari, ruas Waru - Banyu Urip memang rentan macet akibat volume kendaraan yang sangat tinggi. Kemacetan itu terjadi bukan hanya di jam-jam sibuk, tetapi hampir setiap saat. Sekarang ini ruas jalan tersebut hanya terdiri dari dua lajur, dari dan ke Surabaya. Satu lajurnya seluas 3,5 meter. Dengan hanya dua lajur, berarti total lebar jalan hanya 7 meter. Padahal, ruas jalan Waru - Banyu Urip ini paling padat. Bisa dibayangkan betapa macetnya ruas tol ini bila tidak segera dilakukan pelebaran. Menurut Pramono, lebar lajur yang bakal ditambahkan nanti juga berkisar 3,5 meter. "Berarti nanti masing-masing arah ada tiga lajur. Dua lajur lama dan satu lajur tambahan. Dengan begitu kita harapkan kamacetan bisa dihindari," kata alumnus ITS ini. Dari kalkulasi sementara yang telah dilakukan Jasa Marga, proyek pelebaran jalan ini membutuhkan investasi senilai Rp 40 M. Untuk itu, Jasa Marga diam-diam sudah melakukan proses tender. "Di antaranya kita menyusun dokumennya, mendesain teknisnya hingga melakukan persiapan-persiapan yang lain," ujarnya, Pihaknya memasang target proses tender memakan waktu paling lama tiga bulan. Dengan begitu, paling tidak awal September 2004 ini konstruksi bisa langsung dimulai. Proyek pelebaran ini diperkirakan memakan waktu enam bulan. Dengan begitu, pada triwulan pertama 2005 pelebaran sudah rampung. (sup) Yamauchi August 8th, 2004, 02:38 AM I was in an area of Surabaya they are referring to as "the Singapore of Surabaya." I forgot the real name. No real high-rise development, but there are shopping centers, malls, and mansions going up for kilometers around. It's where the main city dump was (we visited the trash people there, the whole dump will be dozed and developed within 2 years). Amazing to see what is going on there. teddybear August 8th, 2004, 08:25 AM Thanks, Yamauchi for your comment. But I do not know what area of Surabaya you are talking about... how long you visited Surabaya? I heard from my friend that the traffic is getting worse. I read that the population during the day is about 4.5 million. teddybear August 14th, 2004, 12:22 AM http://www.jawapos.com/images/1092416101b Wajah Darmo Bakal Berubah Bila Tol Tengah Kota Direalisasikan SURABAYA - Jika proyek tol tengah kota Aloha-Perak benar-benar direalisasikan, wajah beberapa kawasan yang dilalui tol itu tentu saja bakal berubah. Salah satunya adalah kawasan di sekitar Jl Raya Darmo dan Wonokromo. Di sebelah Timur Jembatan Mayangkara, akan ada lintasan tol yang akan menuju ke arah Perak. Di lintasan tol itu, akan dibuat ramp out (jalan keluar) yang akan menuju ke Raya Darmo dan Jl Adityawarman. Posisi ramp out itu berada di atas kawasan Jagir. "Jadi, kalau orang ingin ke Raya Darmo dari Aloha lewat tol, akan jauh lebih cepat. Begitu juga jika akan ke Jl Adityawarman," kata Joko Eko Suprastowo, Direktur Utama PT Margaraya Jawa Tol (MJT, investor tol tengah kota) kepada Jawa Pos, kemarin. Seperti diketahui, rute tol layang ini akan dimulai dari Aloha, lurus ke Wonokromo melalui Jl Ahmad Yani. Sebelum Wonokromo, tol akan berbelok ke kanan dan memotong rel kereta api. Lalu, rutenya akan mengikuti arah rel KA sampai daerah Gubeng dan lurus sampai akhir tol di kawasan Perak, tepatnya di Jl Sarwajala. Penjelasan Joko dilengkapi Toto Saptaji, Direktur PT MJT. Menurut dia, konsep ramp out yang mengarah ke Darmo dan Adityawarman ini termasuk baru. Sebelumnya, ramp out dirancang akan dibikin di sekitar pertigaan Jl Ahmad Yani dan Jl Jemursari. "Setelah melalui beberapa kajian, kami putuskan menggesernya di Raya Darmo dan Adityawarman," katanya. Alasannya, ke dua jalan itu memiliki median jalan yang lebih lebar dibanding kawasan Jemursari. "Dari kajian transportasi, itu akan memudahkan kendaraan keluar dari tol," ujarnya. Untuk mendukung rencana ini, akan dilakukan beberapa rekayasa jalan di kawasan Darmo dan Adityawarman. Misalnya, penambahan jalan baru dan penyesuaian jalur hijau. Rekayasa semacam ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kemacetan di kawasan ramp out. "Kami akan berupaya supaya tidak terjadi kemacetan. Sebab, kalau jalan tol itu justru membuat macet, tidak akan ada kendaraan yang mau melewatinya. Dampaknya, kami pasti rugi," katanya. Rekayasa ini membuat kawasan Darmo dan Adityawarman bakal mengalami perombakan. Salah satunya menimpa jalur hijau di sepanjang Jl Raya Darmo. Jalur hijau yang kini banyak dihiasi reklame itu akan dihilangkan dan diganti ruas jalan baru."Memang, akan ada beberapa penyesuaian di Darmo dan Jl Adityawarman. Tapi, penyesuaian itu belum final. Dan kami masih bersedia menerima masukan dari berbagai pihak," katanya. Selain di Darmo dan Adityawarman, tol tengah kota juga memiliki beberapa ramp out dan ramp in. Yaitu di kawasan Menanggal, Ahmad Yani, Ngagel, Gubeng, Dharmahusada, dan Sidotopo. Sebagaimana diberitakan, rencana pembangunan jalan tol tengah kota Aloha - Perak semakin dikonkretkan. Untuk kesekian kalinya, PT MJT mempresentasikan konsepnya di hadapan Wali Kota Bambang D.H. serta para pejabat pemkot Kamis lalu. Hanya, hingga kini pemkot belum memberikan jawaban konkret terhadap rencana tersebut. (oni) Fir3blaze September 1st, 2004, 10:24 AM I was in an area of Surabaya they are referring to as "the Singapore of Surabaya." I forgot the real name. No real high-rise development, but there are shopping centers, malls, and mansions going up for kilometers around. It's where the main city dump was (we visited the trash people there, the whole dump will be dozed and developed within 2 years). Amazing to see what is going on there. I think that the area Yamauchi meant is the Ciputra estate in Surabaya. I think two years back they were trying to create a Singapore styled estate, complete with miniature statues of Sir Raffles and Merlion. Near the city dump? hmm... now that i don't know. Actually Surabaya is currently having a LOT of construction projects in progress...around 3-4 Toll Roads and tens of shopping centres (including Trade Centers - that's what they call the market nowadays-), most of which are completing in 2005-2007. One project to lookout is the Suramadu bridge, connecting Surabaya and the island of Madura (www.suramadu.com) Btw guys, if you guys have any Surabaya pics, do post em here,k? :) David-80 September 1st, 2004, 04:11 PM I am in surabaya right now for 3 days, I am amazed that actually the train serving between Surabaya and Sidoharjo is driverless train (automatic computerized) Nice! :okay: forumers, want some oleh2 from surabaya maybe? :lol: cheers sanhen September 1st, 2004, 05:06 PM I dont think its driveless.. the pic that I have show there's a driver on the cab. Maybe the driver is too short and hidden behind the dashboard hehehe. Or maybe another ghost train.... re. oleh2: BRING IT ON hehehehe Yamauchi September 1st, 2004, 09:10 PM I think that the area Yamauchi meant is the Ciputra estate in Surabaya. I think two years back they were trying to create a Singapore styled estate, complete with miniature statues of Sir Raffles and Merlion. Near the city dump? hmm... now that i don't know. Actually Surabaya is currently having a LOT of construction projects in progress...around 3-4 Toll Roads and tens of shopping centres (including Trade Centers - that's what they call the market nowadays-), most of which are completing in 2005-2007. One project to lookout is the Suramadu bridge, connecting Surabaya and the island of Madura (www.suramadu.com) Btw guys, if you guys have any Surabaya pics, do post em here,k? :)Thanks for the information. It is not near the city dump, it was a former dump. I have no clue when it was moved, probably quite a few years ago. Fir3blaze September 1st, 2004, 10:34 PM @Yamauchi, no problem dude, just sharing some info. Yeah, i agree with Sanhen, the train is not supposed to be driverless. David-80 September 2nd, 2004, 04:28 PM Are you sure, because i was on it and it was driverless. Too bad i didnt bring my camera. cheers tata September 2nd, 2004, 04:36 PM Sanhen and David, Is it the train youre talking about (found them in net)? http://img85.exs.cx/img85/5866/komuter3.jpg http://img80.exs.cx/img80/6546/komuter4.jpg http://img81.exs.cx/img81/641/komuter7.jpg http://img72.exs.cx/img72/903/komuter5.jpg sanhen September 2nd, 2004, 04:58 PM Pretty sure. Because if driveless Indo railway enthusiast mailing list udah ribut2 hahaha. Afaik, the train is only old train that being renovated with new 'face'. Maybe the driver is hidden or I dunno... But I'll be happy to be wrong on this case hehehehe Imagine driveless train in Indonesia, how cool is that (minus that Ghost train from Bogor to Jakarta hehehe). Fir3blaze September 2nd, 2004, 05:00 PM If you guys are talking about the KRL Surabaya-Sidoarjo, those should be the right pics. (notice the Ahmad Yani road on the left of the 1st pic). David, I've never actually seen the trains running on those tracks before, but the current service is supposedly an "embryo" of future LRT services, i read that in an online newspaper somewhere. I dunno, perhaps they are trying out the new train sets (computerized?)? I dunno if that would be possible tho. Just a side comment, it's sad that the govt didnt want to support local industry by using the KRL-I set. I think that train looks presentable enough. Btw, i found this website about old Surabaya pic, u may want to look at em. :) http://www.petra.ac.id/surabaya-memory/gallery/directory/list.php?album=albums/thumbs sanhen September 2nd, 2004, 10:43 PM Yupe, an embryo that is. Regarding government does not support KRL-I.. that because the goverment dont have enough money to buy. If they buy from INKA they have too pay either cash, or a hard to get loan. If they buy from Japan etc, they can pay in credit, or Japan government will give a sweeter for the deal. What Indonesian Railway need is a new law that allows private sector to invest. The current law does not allow any private sector. teddybear September 3rd, 2004, 02:39 AM "What Indonesian Railway need is a new law that allows private sector to invest. The current law does not allow any private sector." It's a way to corrupt... Oh, is there any fresh pictures? Please post... thanks. SeeMacau September 3rd, 2004, 12:38 PM It's very very hard to find pics of Surabaya online .. :) David-80 September 3rd, 2004, 05:33 PM Hmm, the train doesnt look the same, it does look like the one PT INKA has, remember when they tried the train on Jabotabek route and it got stucked fir3blaze, the train was started from Gubeng station, not from Pasar Turi. when you accross the bridge there were railway there, i was waiting from there. It was pretty cool tho, but the officer said it still on trial and its should be ready after the election cost me none and surprised no one seems interested to try it at that time or maybe lack of information? can you double check if INKA has driveless? because i saw INKA 34782ak (this number could be wrong, but something like it) on the train. cheers sanhen September 4th, 2004, 01:13 AM @railway regulations maybe it'll be corrupt, i dunno. but this no private investment regulations is the one that caused there is no railways in kalimantan, papua etc.. @driveless train: ok, I will check with railway mailing list guys. If this is true, I'll be very happy :) passion4architecture September 5th, 2004, 10:08 AM The City Mall Surabaya [formerly Surabaya Trade Center], currently u/c http://img85.exs.cx/img85/6538/TheCityMall_Surabaya1.jpg Yamauchi September 10th, 2004, 05:08 AM Well, it's practically nothing. Just a picture from my window at the Grand Kalimas Hotel in Surabaya. It's across the street from that Madurese shrine for the Yemeni prophet. http://img29.exs.cx/img29/2992/surabaya.jpg teddybear September 10th, 2004, 05:59 AM I know the area of that photo, Yamauchi. The big low rise building on the left is Jembatan Merah Plaza. The red one on the right, that is new and I do not know what is that. Hotel Ibis can be seen appear between the two. On the far background there is the Gudang Garam office building (about 8 stories on the right) and the other one probably the government of East Java Administrative Building. You took this picture from the Northern part of Surabaya toward the sea to Madura Island. But the view on the picture is toward South. teddybear September 15th, 2004, 06:57 PM I tried to get the rendering of Tunjungan Galeria which is jointly developed by Keppel Land of Singapore and another unnamed business group.... but no luck. Anybody can please post. Here is the description on their website: Galleria Tunjungan Location : Surabaya, Indonesia Description : Commercial/Retail Complex Located in Surabaya CBD Modelled after the successful Bugis Junction mixed development in Singapore, with its glass-covered shopping streets In Surabaya, Indonesia, the Group is jointly developing an upmarket retail and commercial complex. To be named Galleria Tunjungan, the project occupies a 23,384 sm site in the heart of the Central Business District of Surabaya, next to the historic Majapahit Hotel and at the convergence of four of the busiest main thoroughfares - Jalan Tunjungan, Jalan Embong Malang, Jalan Basuki Rakhmat and Jalan Remuda. Fir3blaze September 16th, 2004, 05:34 AM Okie...more info on the Galleria Tunjungan project. The project is developed by: PT Sentral Tanjungan Perkasa land :30 yrs lease with another 20 yrs option Estimated completion date: 2007 i got those from keppel's report to shareholder 2003 more info on http://www.kepcorp.com/kcl_eAR/2003/download/pdf/corporateinfo.pdf teddybear September 16th, 2004, 04:18 PM Thanks Fir3blaze, though still no picture. I think should be PT Sentral Tunjungan Perkasa. Are you in Surabaya? If you have Sby picture, can you please post? Fir3blaze September 17th, 2004, 02:46 AM You're welcome :) Oops, i guess i put some misleading info in my profile. My family live in Surabaya, but I'm currently in Singapore for my studies. NB: If anyone can sponsor me some digicam, I can take lotsa pics of this city :jk: Fir3blaze September 17th, 2004, 03:18 AM Hmmm...lemme try postin some pics here (my first time tryin,hope it works) :) Below're some pics of this place called "kya kya kembang jepun" in Surabaya, the word "kya kya" is from chinese dialect, meaning "to walk". It's basically an eating place set up in Surabaya's old chinatown area (kembang jepun). Ony opens at night, and quite cool experience. I went there once myself, near their opening date almost 2 years back. http://www.kya-kya.com/Kya-kya1.jpg http://www.kya-kya.com/Kya-kya3.jpg http://www.kya-kya.com/Kya-kya5.jpg Medan01 September 17th, 2004, 03:36 AM Kya Kya is a Hokkien / Medanese Dialect. We, Medanese, take pride of creating this idea of eating and chatting. The orignial Kya Kya is Kesawan Square in Medan -also in the old Chinatown area. It is good to know that Kya Kya is just as successful as Kesawan Square. :) Mahaputra September 17th, 2004, 04:43 AM yepp... kya kya does mean jalan jalan in hokkien.. but from the looks of it, Kya Kya is much bigger and looks more entertaining than Kesawan Square.. I've been to Kesawan Square.. and it's alright from my opinion.. just like to look at the old buildings there... and especially cause my mom used to live there when she was a kid.. medan01, u remember that there's a blue mansion thingy owned by some rich fella..?? I cant remember his name.. is it cong api.?? teddybear September 17th, 2004, 06:10 AM Hey, thanks again blaze! This is the first time I see the what kya kya look like. I just heard it from other people. But does it look like that with the decoration every night, or is it just one time celebration event? I'm glad that the Indonesian is more open to accept the Chinese culture, though I believe discrimination is still widespread. Fir3blaze September 17th, 2004, 06:38 AM The lights are 'on' (or at least supposed to be) every night, which was meant to provide extra lighting and improve on ambience. Have anyone went kya kya recently?cos i only went there once (and that's a long while back).I just hope the place don't fall into disrepair Medan01 September 17th, 2004, 06:53 AM It is the house of Tjong A Fie, the first mayor of Medan. Kya Kya should be bigger because Surabaya is almost twice the size of Medan. FIR, I am sure Kya Kya is still rocking - no worries of it falling apart since I know it is constantly featured on TV. I heard the same concept is now being planned for Padang and Palembang as well. I would post picts of Kesawan Square tonight on the Medan site - Kesawan Square now also have free Karaoke stations. Fir3blaze September 17th, 2004, 07:05 AM Cool...this's the kinda news that im waiting for :) It'd be interesting to see this concept developed in other cities, can be chinese, can be other local cultures. Mahaputra September 17th, 2004, 08:50 AM yup, thats the one Tjong A fie.. ehehhe I went to Kesawan at the start of the year... was at medan for like 2 weeks David-80 September 17th, 2004, 02:21 PM I went to kya kya once in surabaya, there is this noodle house with the yummie ifumi..yummmm..:lol: Man...Melbourne chinatown got eaten by Kya kya Surabaya I heard the same concept is now being planned for Padang and Palembang as well. In Bandung and Semarang as well, there one planned in Manado too. I was in Semarang after going back from Surabaya and i went to Sam poo Kong temple, beside the temple there is this construction for kya kya semarang. cheers sanhen September 17th, 2004, 02:34 PM Last time in Bogor, We have two city centre. One is completely Chinatown, can be said that. During Cap Go Me (about 2 weeks after chinese new year.. I think..) They close TWO MAIN STREET. 40 Barongsay on the street! - sanhen teddybear September 18th, 2004, 02:35 AM Does this mean that other cities try to follow? Is it always crowded like in those pix? Look at the fireworks, it is so lame... better spend money to eat than burn it on fireworks, probably... Medan01 September 18th, 2004, 02:37 AM Does this mean that other cities try to follow? Is it always crowded like in those pix? Look at the fireworks, it is so lame... better spend money to eat than burn it on fireworks, probably... That was because it was during the opening ceremony. I am sure that place is now a very comfortable place to eat and chat with friends now. :) Yamauchi September 18th, 2004, 03:21 AM That is absolutely hilarious. I sang karaoke in front of a bunch of Chinese-Indonesians in the place of those pictures. It was on a Saturday night. No one clapped, either. David-80 September 18th, 2004, 06:00 AM LOL, thats funny Yamauchi maybe they are too busy walking. cheers sanhen September 18th, 2004, 06:27 AM hahahaha nobody clapped? but did they stop to watch you? Yamauchi September 18th, 2004, 07:20 PM It is a rather large place, and it wasn't packed like that. A band was playing and there were a few hundred seats in front of it where people ate and whatnot, so people had to listen. Well, it's embarrassing to think about. SeeMacau October 10th, 2004, 11:59 AM http://img10.exs.cx/img10/921/182155612juvURq_ph.jpg Mahaputra October 11th, 2004, 02:14 AM hey.. that's a pretty nice pic of surabaya... good job asiaboyz teddybear October 19th, 2004, 11:47 PM From Jawapos Today (Oct 20, 2004) - in Indonesian: Surabaya Barat Menuju Pusat Perekonomian Kota Berkembang Pesat di Tengah Keterbatasan Infrastruktur Surabaya barat memang fenomenal. Dalam dua tahun terakhir perkembangannya sungguh luar biasa. Sayang, infrastruktur jalan yang menghubungkan daerah ini dengan kawasan lain masih belum sepadan. ---------- EMPAT atau lima tahun lalu, Surabaya Barat bisa ditempuh tidak lebih dari 30 menit dari pusat Kota Surabaya. Tapi kini, paling cepat kita baru bisa mencapai kawasan itu dalam waktu 45 menit. Apalagi kalau mau ke kawasan Jl Lontar atau sekitarnya. Dalam kondisi normal saja kita membutuhkan waktu sekitar satu jam. Ya. Kawasan yang dulunya hanyalah perbukitan datar itu berkembang teramat pesat. Surabaya Barat kini sudah menjadi sentra bisnis baru Surabaya. Banyak orang berduit berlomba membeli dan membangun ruko, kantor, rumah dan tanah, di kawasan itu. Sementara infrastruktur jalan yang ada hampir tidak berubah dari empat tahun lalu. Memang bukan hal aneh kalau Surabaya Barat kini memiliki magnet yang cukup kuat bagi masyarakat. Sejumlah pengembang besar mampu menyulap kawasan tersebut menjadi ikon baru pusat ekonomi di Surabaya. Lahan yang dulunya hanya digunakan untuk bisnis pemukiman, kini menjadi pusat segala macam bidang perekonomian. Lihat saja apa yang dilakukan Pakuwon Grup, yang memiliki lahan sekitar 400 hektar di Surabaya Barat. Dengan bendera PT Pakuwon Permai, saat ini mereka telah mengembangkan Central Bussiness Distric (CBD) yang di dalamnya terdapat Supermall Pakuwon Indah (SPI) dengan luas 90.000 meter persegi, Pakuwon Trade Center (PTC) di atas lahan seluas 60.000 meter persegi, dan City Walk (20.000 meter persegi). Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Pakuwon juga merencanakan akan membangun hotel/ resort bintang empat dan apartemen di kawasan CBD. Tengok juga pengembang besar lainya, yaitu Ciputra Group. Dengan bendera PT Ciputra Surya, perusahaan tersebut memiliki ijin lokasi untuk mengembangkan komplek perumahan CitraRaya kurang lebih 2000 hektar di Surabaya Barat. "Saat ini yang telah terdeveloped kurang lebih 800 hektar. Itu meliputi residensial, fasilitas golf, sekolah, rumah ibadah, serta infrastruktur lainnya. Total tingkat hunian sekarang kurang lebih 2.500 kepala keluarga," kata D. Agung Krisprimandoyo, Marketing Manager PT Ciputra Surya. Di komplek CitraRaya, dalam beberapa bulan. Saat ini, pengembang besar itu juga sedang mengebut pembangunan Waterpark. Dengan investasi sekitar Rp 50 miliar, Waterpark ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia. Jadwal secara fisik proyek ini akan selesai Mei 2005. CitraRaya juga akan membanguan kawasan rekreasi seluas 30 hektar dalam bentuk Dreamland, Fantasy Walk, area komersil dan hotel. Agak sedikit ke Timur, kita akan bisa melihat Golden City Mall (GoCi) yang dikembangkan oleh PT Pakis Megah Indah. Total luas lahannya mencapai 3,2 hektar dengan luas bangunan 4,7 hektar. Investasi yang digunakan membanguan mall itu mencapai Rp 80 miliar. Disana, warga metropolis bisa mendapati Hypermarket Carrefour, tempat belanja kebutuhan rumah tangga yang menawarkan harga miring. Ribuan item keperluan rumah tangga bisa dibeli disana. Sejumlah proyek besar lain juga telah dibangun oleh beberapa pengembang. Seperti Sungkono Plasa and Tower (SPT) di Jl Mayjen Sungkono yang dikembangkan PT Equator Paradise. Pendek kata, Surabaya Barat saat ini adalah ladang baru untuk mengumpulkan pundi-pundi keuntungan bagi perusahaan bermodal besar. Dengan makin padatnya permukiman serta banyaknya pusat perbelanjaan disana, otomatis, makin banyak masyarakat Surabaya "berlalu lalang" ke sana tiap hari. "Rata-rata terdapat 6.500 mobil dan 4.000 sepeda motor diparkir di tempat kami setiap hari," kata Sutandi Purnomosidi, General Manager SPI dan PTC. Sedangkan di GoCi, jumlah pengunjung rata-rata tiap hari diperkirakan mencapai 12 ribu orang. Itu belum pada hari Sabtu, Minggu atau hari libur. Akses Jalan Belum Memadai Semua perusahaan yang memiliki bisnis di Surabaya Barat menilai sejauh ini Pemkot Surabaya belum all out dalam menunjang perkembangan Surabaya Barat yang demikian pesat. Akses jalan menuju kesana, masih menjadi kendala utama. "Meski kami membidik konsumen dari kasawan sekitar, namun pasar kami juga masyarakat yang bertempat di luar Surabaya Barat," kara Sutandi Purnomosidi, GM SPI dan PTC. Menurut dia, wali kota Surabaya sebenarnya pernah berjanji akan segera membenahi jalan dari arah kota (Jl Mayjen Sungkono dan HR. Muhammad) agar akses ke Surabaya Barat makin lancar. "Ternyata sampai menjelang beliau langser, janji itu belum direalisasi," katanya. Hal senada juga diungkapkan D. Agung Krisprimandoyo. "Meski Pemkot sudah mulai mencoba memperbaiki infrastruktur, namun beberapa ruas jalan masih belum lurus. Artinya masih ada beberapa lahan yang belum bebas sehingga mengganggu jaringan jalan. Misalnya Jl HR. Muhammad," paparnya. Berkembangnya Surabaya Barat sendiri sebenarnya juga memiliki dampak yang sangat luas. Bukan hanya bagi pengembang saja, tapi juga bagi masyarakat umum. Misalnya di kawasan Central Bussiness Distric (CBD) Pakuwon. Saat ini tidak kurang dari 5000 karyawan yang bekerja. Belum efek bagi warga sekitar. Mereka kini mendapat sumber penghasilan baru dengan menyewakan sebagian kamar rumahnya untuk kos-kosan para karyawan. Tiap bulannya, mereka bisa mendapat paling tidak Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu untuk satu kamar. "Kami juga mengharapkan para anggota Dewan baru turut memperhatikan persoalan ini." Tegas Sutandi.(m. ali mahrus) teddybear October 19th, 2004, 11:57 PM I found some pictures of Pakuwon Supermall, but not the whole rendering: http://img18.exs.cx/img18/4351/SupermallPakuwon3.jpg http://img97.exs.cx/img97/5696/SupermallPakuwon.jpg http://img18.exs.cx/img18/266/SupermallPakuwon4.jpg Inside: http://img18.exs.cx/img18/4919/SupermallPakuwon2.jpg http://img18.exs.cx/img18/9934/SupermallPakuwon5.jpg Pakuwon Golf Center (also in Western Surabaya): http://img18.exs.cx/img18/8797/PakuwonGolf.jpg Somewhere in Western Surabaya (I'm not sure exactly. Maklum, jarang pulang, jadi tidak tahu perkembangan baru): http://img18.exs.cx/img18/9724/SurabayaBarat1.jpg http://img18.exs.cx/img18/2300/SurabayaBarat2.jpg mus90 October 30th, 2004, 05:56 AM If nebody has pictures of pasar ampel please send it. It's one of my favourite pasars becasue of its arab style. PS: How do u post pictures staright from your computer, for example posting a picture from My Documents folder???? teddybear November 1st, 2004, 03:51 AM mus90, You can't post picture from your My Documents folder. You have to find internet photo host. Imageshack.us is a good one. mus90 November 1st, 2004, 03:03 PM Thnx teddybear for the help. I really apreciate it :) Neways here are some pictures of Gubeng Train Station in Surabaya i took wen I went there. http://img64.exs.cx/img64/8043/Gubeng1.jpg http://img64.exs.cx/img64/874/Gubeng2.jpg http://img64.exs.cx/img64/4027/Gubeng3.jpg Fir3blaze November 1st, 2004, 03:23 PM Hi Mus90, Nice pics u got there. Anyway, I'm also quite interested to see how ampel area looks like? I heard they've turned it into a tourist destination. Fir3blaze November 13th, 2004, 05:10 AM Taken from www.jawapos.co.id Gold Center Diminati Produsen Emas Global SURABAYA - Potensi perdagangan emas di Surabaya yang akan disatukan dalam Gold Center and Boutique Mall The Empire Palace mengundang minat pedagang emas manca negara. Sejak ditawarkan Juni lalu, tercatat sudah 10 persen dari 150 stan yang disediakan oleh PT Blauran Cahayamulia selaku developer Gold Center, dibeli oleh pedagang emas dari luar negeri. Menurut Trisulowati, president director PT Blauran Cahayamulia, ketertarikan pelaku bisnis emas global itu disebabkan oleh keberadaan The Empire Palace, yang menjadi Gold Center pertama dan yang terbesar satu-satunya di Indonesia."Mereka yakin potensi bisnis emas di Indonesia akan terpusat di Surabaya dengan adanya Gold Center dan itu menjanjikan peluang keuntungan yang besar," jelasnya kemarin. Investor yang telah membeli stan itu antara lain dari Malaysia, Hongkong, dan Singapura. Dengan dana Rp 500 miliar, Blauran Cahayamulia membangun Gold Center and Boutique Mall The Empire Palace di atas lahan 1 hektar dan berlokasi tepat di sentra perdagangan emas tradisional Blauran. Saat ini bangunan Gold Center yang didesain terdiri atas 11 lantai, sudah menyelesaikan tahap pondasi."Kami jadwalkan akhir 2005 nanti seluruh kegiatan konstruksi selesai, dan awal 2006 kami mulai beroperasi," terang Trisulowati. Mengingat perannya yang strategis, pembangunan Gold Center mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Badan Emas Dunia (World Gold Council)."Menteri Perindustrian dan Gubernur telah menyatakan dukungannya, sedangkan APEPI (Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia) dan WGC akan mensupport penuh," sebut Gideon Sidharta, ketua APEPI Jatim. Dukungan pengusaha lokal itu sudah terwujud dengan kesediaan 10 pabrikan emas terbesar di Indonesia untuk membuka stan."Mereka akan menampilkan secara periodik desain terbaru produknya," jelas Gideon. Sementara kalangan menengah terlayani dengan disediakannya area khusus bagi pedagang emas dan perhiasan untuk kelas menengah dengan harga terjangkau."Kami mengajak pedagang emas di Blauran, Pucang, dan Kapasan untuk bergabung, sehingga Gold enter untuk semua kalangan," tegas Trisulowati. Alvin November 18th, 2004, 05:24 PM Kamis, 18/11/2004 15:27 WIB Pengusaha emas Asean gabung di proyek Gold Center oleh : Bambang Sutejo SURABAYA (Bisnis): Sedikitnya 10 pengusaha perhiasan emas dan permata Asean dan 12 perusahaan emas lokal akan bergabung dalam proyek pusat perbelanjaan perhiasan emas dan permata (Gold Center) The Empire Palace yang kini dibangun di kawasan Blauran Surabaya. Trisulowati, presdir PT Blauran Cahayamulia (Blauran), mengatakan 22 perusahaan tersebut merupakan bagian dari sekitar 100 perusahaan yang sudah mamastikan ikut. "Dari total 130 outlet yang nantinya dibangun hingga kini sudah sekitar 100 outlet yang laku, diantaranya dibeli oleh 10 dari industri perhiasan emas permata Asean dan 12 perusahaan lokal," kata Trisulowati (Chinchin) di Surabaya hari ini. Gold Center The Empire Palace yang merupakan pusat perbelanjaan emas terbesar di Indonesia tersebut saat ini dibangun PT Blauran dengan investasi Rp500 miliar. Peletakan batu pertama proyek strata title yang dibangun di atas lahan seluas 10.000 m2 dngan 11 lantai tersebut dilakukan pada 24 Juni lalu. Dijadwalkan proyek tersebut selesai pada akhir 2005 dan dioperasikan pada awal 2006. "Hingga kini semua tahapan pelaksanaan berjalan sesuai jadwal. Di mana saat ini konstruksi basement hampir rampung. Pokoknya awal 2006 dioperasikan." Gold Center The Empire Palace, kata dia, sengaja dibangun di kawasan Blauran, sebuah kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan perhiasan emas dan permata di Surabaya. teddybear November 24th, 2004, 10:58 PM http://search.jawapos.com/images/1101224627b SURABAYA - Pengerjaan tol Waru-Juanda di sisi barat bundaran Waru langsung dikebut. Kemarin, setelah arus lalu lintas dari arah barat (Mojokerto) dialihkan ke jalan pengganti, sejumlah alat berat langsung didatangkan ke jalan lama (lokasi) yang sudah ditutup total. Di antara alat berat itu adalah crane dan escavator. Alat-alat ini langsung digunakan para pekerja untuk memulai membangun konstruksi ruas tol yang sempat diliburkan sejak beberapa hari menjelang Lebaran lalu. "Karena sesuai jadwal, pembangunan konstruksi di tol di sisi paling barat harus selesai tahun ini. Karena itu begitu ruas jalan kita alihkan, kita langsung bekerja," kata Pimpro tol Waru-Juanda Ir Zulmarlyan saat memantau pengalihan arus lalu lintas, kemarin. Sesuai rencana, tinggal satu tiang penyanggah (pier) yang akan diselesaikan di flyover bundaran Waru tersebut. Yakni di ruas tol paling ujung sisi barat. Di lokasi bekas jalan lama itu nantinya akan digunakan untuk pintu keluar tol, jika kelak tol ke arah Juanda sudah bisa difungsikan. Jadi, di sisi barat bundaran Waru nanti ada empat lajur jalan. Dua lajur dari arah barat (Mojokerto) terbagi dua. Satu lajur ke arah Surabaya lewat jalan non-tol (arteri), satunya lagi langsung naik flyover tol ke arah Juanda. Sedangkan dua lajur dari arah timur juga terbagi dua. Satu lajur dari arah flyover adalah exit tol, satunya lagi lajur non-tol (arteri) dari arah Sidoarjo ke Mojokerto. "Jadi dua lajur flyover di sisi barat itu nanti untuk masuk dan keluar tol. Kan terbagi dua arah. Satu ke arah timur, satunya ke arah barat," tambah Zulmarlyan. Sementara itu, meski sebelumnya sudah disosialisasikan, pengalihan arus lalu lintas ke jalan yang baru kemarin sempat diwarnai kemacetan. Pihak tol sendiri meyakini kemacetan kemarin bukan disebabkan pengalihan ruas jalan, namun karena kondisi kendaraan memang padat. "Sebelum dialihkan ke jalan yang baru saja sudah macet kalau pada jam-jam sibuk. Buktinya di luar jam sibuk tidak ada kemacetan. Karena lebar jalan maupun jumlah ruasnya tidak ada yang berubah dengan jalan yang lama," katanya. Jalan baru itu sebenarnya sudah selesai pada bulan Ramadan lalu. Namun karena pengerjaan konstruksi tol sendiri diliburkan pada hari raya, pihak pekerja tol masih menutup ruas jalan baru tersebut. Berdasarkan kesepakatan dengan Jasa Marga, ukuran jalan pengganti itu sama persis dengan ruas jalan yang lama. Yakni terdiri dari dua lajur, masing-masing lebarnya empat meter. Dengan begitu, diharapkan pengalihan arus lalu lintas ke jalan yang baru itu tidak berpengaruh pada kepadatan arus lalu lintas. (sup) teddybear January 15th, 2005, 01:46 AM Anybody has the rendering of Royal Plaza, planned on Ahamat Yani, Surabaya? Sabtu, 15 Jan 2005, Royal Plaza Target Sold Out Tahun Ini SURABAYA - Para pengembang properti komersial menepis prediksi pengamat bahwa segmen ini telah mengalami oversupply. Grup Pakuwon misalnya tetap optimistis dengan segmen properti komersial yang dibuktikan dengan pembangunan Royal Plaza. "Ini merupakan bukti bahwa properti komersial di Surabaya belum memasuki tahap jenuh. Kami baru pre-launch besok (hari ini, Red.), namun hingga saat ini yang terjual sudah lebih 250 unit," ujar Sutandi Purnomosidi, perwakilan Pakuwon Group, holding dari PT Dwijaya Manunggal selaku developer Royal Plaza ketika ditemui di Surabaya kemarin. Oleh karena itu, Sutandi optimistis bahwa aset properti tersebut dapat terjual habis (sold out) dalam tahun ini. "Kami berharap tahun ini sudah dapat selesai proses penjualannya," paparnya. Menurut Sutandi, Royal Plaza merupakan pusat perbelanjaan yang membidik segmen menengah atas. "SES- nya (Sosio Economic Scale, Red.) B plus, namun kami akan mix dengan anchor tenant yang sudah dikenal, seperti Matahari, Hypermart Matahari, Gramedia dan Cinema," jelasnya. Dibangun diatas tanah seluas 4,4 hektare, Royal Plaza memiliki luas bangunan 90 ribu meter persegi. "Kalau dihitung secara kasar per meter persegi investasi sebesar USD 500, maka nilai investasi secara keseluruhan mencapai Rp 450 miliar. Sementara dari jumlah tersebut leasible area-nya 55 ribu meter persegi. Kami berharap pada September 2006 sudah dapat selesai pembangunannya," terangnya. Sementara terkait dengan kekhawatiran berbagai pihak, bahwa pembangunan pusat perbelanjaan tersebut akan memperpadat lalu lintas di Jalan A. Yani, Sutandi mengaku bahwa salah satu solusi yang dikembangkan adalah pelebaran jalan hingga 20 meter. "Untuk teknis operasionalnya sedang dikaji lebih dalam, tapi dalam perencanaan awal hal ini telah dibahas," ungkapnya. Sutandi optimistis bahwa Royal Plaza dapat meraih rata-rata pengunjung hingga 100 ribu per hari. "Ini diharapkan memang lebih crowded dari Tunjungan Plaza dengan pengunjung 60 ribu per hari. Selain pengunjung dari Surabaya, kami juga membidik 1,2 juta warga Sidoarjo," tandasnya.(iw) Fir3blaze January 15th, 2005, 12:03 PM Hi Teddy, I just read about the Royal Plaza project this morning. I also found some related pics on suarasurabaya.net http://img131.exs.cx/img131/7156/kk19364clip29ug.jpg http://img131.exs.cx/img131/8460/kk19364clip32he.jpg For the compete news, click on the following hyperlink http://www.suarasurabaya.net/v05/ekonomibisnis/?id=a51dfb6e5d63d09788d8075c2926242a19364 teddybear January 16th, 2005, 04:32 AM I count it is about 8 floors. Typical Pakuwon Plaza is about 8 - 10 floors. Thanks for the info, fireblaze. Here is a glance of what Royal Plaza look like: http://www.jawapos.com/images/1105978228b OPTX January 19th, 2005, 06:30 AM Monorail for surabaya ---- From www.surabaya.go.id : 09-12-2004 10:49:26 INVESTOR INCAR MONORAIL MELINTAS SURABAYA-GRESIK-SIDOARJO Rencana monorail di Surabaya tampaknya bakal terealisasi. Investor yang tertarik dengan rencana monorail ini sudah memaparkan ke Gubernur Jatim dan saat ini dalam pengkajian Pemprop. Dr.MUKLAS UDIN Asisten II Sekkota Surabaya Rabu (08/12), mengatakan, Pemprop Jawa Timur meminta respon dari Pemkot Surabaya terkait dengan rencana ini. Bahkan juga Pemkab Gresik dan Sidoarjo, karena monorail yang diinginkan investor tidak hanya melintas di Surabaya tapi juga di dua kota tersebut. Pemkot Surabaya, kata MUKLAS, dan meminta investor membuat stasiun monorail melewati pusat ekonomi seperti Pasar Turi, pemerintahan (kantor Gubernur) dan pendidikan di Surabaya. Konsekuensinya, ada lahan yang dibebaskan atau dengan cara lainnya. Mengenai desain monorail, menurut MUKLAS, investor menawarkan beberapa alternatif yakni monorail dibangun di atas rel yang sudah ada (fly over )dan double track atau jalur kereta api baru. Termasuk satu jalur tambahan ke Juanda yang tanahnya sudah dibebaskan. MUKLAS mengatakan dalam paparan di hadapan Gubernur, investor mengklaim sudah melakukan studi untuk pembangunan monorail di tiga kota. Hanya saja mengenai soal pembiayaan, belum ada pembicaraan. Untuk itu, teknis dan model pembiayaan harus dipikirkan karena melibatkan 3 kota dan Pemprop Jatim. === From www.suarasurabaya.net 03 Januari 2005, 10:23:35, Laporan Noer Soetantini Investor Monorail Diminta Sediakan Dana Jaminan Guna menghindari perilaku broker, 3 investor monorail yang telah presentasi di Pemkot Surabaya diminta menyediakan dana untuk jaminan. Menurut Drs.BAMBANG DH,MPd Walikota Surabaya, jaminan ini akan menjadi milik Pemkot Surabaya, jika investor tidak berhasil merealisasikan proyeknya. Pada suarasurabaya.net, Senin (03/01), Walikota mengatakan, selama ini banyak investor yang mengantongi ijin prinsip tapi sulit merealisasikan proyek yang ditawarkan. Akibatnya, ijin prinsip bisa disalahgunakan untuk mencari dana dari pihak lain. “Kita tidak ingin hal ini terjadi di Surabaya. Tiga investor monorail kita berlakukan hal tersebut, sehingga ijin prinsip yang dikeluarkan Pemkot Surabaya tidak bisa dipermainkan investor. Kalau memang tidak berhasil merealisasikan proyeknya, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk perbaikan sarana dan prasarana yang ada di Surabaya,”kata Walikota. Ketiga investor, kata Walikota, dua berasal dari Jakarta dan satu investor dari luar negeri. Mereka sudah paparkan tentang monorail yang melewati Surabaya, sedangkan satu investor lainnya belum memberikan gambaran detil tentang proyeknya. Proyek monorail ini, menurut Walikota, diharapkan segera bisa direalisasikan mengingat biaya konstruksinya murah dan tidak memerlukan pembebasan lahan. “Saat dihadapan Gubernur, monorail ini hanya butuh lahan untuk tempat penyanggahnya saja. Ini lebih mudah dibandingkan rencana tol tengah Waru-Perak yang butuh pembebasan lahan. Meski demikian, ijin prinsip yang akan dimiliki investor kita perketat dengan dana sebagai jaminan,”paparnya. == Fir3blaze January 19th, 2005, 07:26 AM Monorail for surabaya Mengenai desain monorail, menurut MUKLAS, investor menawarkan beberapa alternatif yakni monorail dibangun di atas rel yang sudah ada (fly over )dan double track atau jalur kereta api baru. Termasuk satu jalur tambahan ke Juanda yang tanahnya sudah dibebaskan. Wow..that means that Surabaya will also get a railway link to the airport! :) I sure hope that this project comes true... David-80 January 19th, 2005, 01:41 PM Thats good and not a surprise news for me, since there is surabaya airport vision for 2006. Now, they should start the monorail project because the new airport is almost done! cheers OPTX January 20th, 2005, 06:45 AM This picture was taken from Gubenur Suryo street (Central Surabaya) in January 2003. http://img133.exs.cx/img133/4375/surabayasuryo1ax.jpg == :) Yamauchi January 20th, 2005, 12:51 PM Nice picture, almost looks like a Japanese city. Also, OPTX, you live in Malang? Awesome place. teddybear January 20th, 2005, 08:37 PM OPTX, Thanks for posting picture. I'd like to see the oustide look of SOGO in Embong Malang. Also Standard Chartered Bldg in Basuki Rahmat. May Jend Sungkono and other part of Surabaya where there are new buildings/development. Please post if you have and thanks. Fir3blaze January 21st, 2005, 06:40 AM Teddy, I don't have those pics u requested.. Btw, I have a few pics of Surabaya shopping malls, taken recently. Enjoy :) *Inside Tunjungan Plaza 3* http://img61.exs.cx/img61/3001/dscf00109kt.jpg *Inside Supermal Pakuwon* http://img61.exs.cx/img61/4644/dscn05058fl.jpg teddybear January 21st, 2005, 08:40 AM Pakuwon's mall/plaza is always pack. They try to utilize every space to create revenue. Design is not elegant... Let me summarize it in javanese: nyumpeki! teddybear February 2nd, 2005, 10:01 AM http://www.jawapos.com/images/1107272704b SURABAYA - Pembangunan Pasar Tambahrejo menjadi Kapas Krampung Commercial Center (KKCC) terus dikebut. Setelah para pedagang bersedia pindah ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Bronggalan, proses pemancangan pun mulai dilakukan, kemarin. Rencananya, sebanyak 1.700 tiang pancang bakal dipakai dalam proyek ini. "Kami sudah melakukan land clearing (pembersihan lahan, Red.). Karena itu, kita mulai melakukan pemancangan," ujar Direktur Teknik PD Pasar Ir Rahmad Kurnia kepada Jawa Pos. Menurut alumnus ITB ini, pihaknya sudah menyiapkan 1.700 tiang pancang yang panjangnya masing-masing sekitar 12 meter. Dia menjelaskan, untuk menahan beban bangunan KKCC, kedalaman pemancangannya mencapai 24 meter. "Karena satu tiang pancang panjangnya 12 meter, berarti satu titik akan ditancapkan dua tiang," katanya. Proses pemancangan ini diharapkan rampung minggu ketiga bulan ini. "Kami sudah mendatangkan empat mesin pancang untuk mempercepat pekerjaan," tuturnya. Dia optimistis pembangunan lantai satu dan dua bisa diselesaikan November ini. Dua lantai itu nantinya diperuntukkan khusus pedagang pasar tradisional yang kini menghuni TPS. "Kami tidak akan menelantarkan pedagang asli," tegas Rahmad. Pembangunan KKCC dipastikan menambah panjang deretan pusat perbelanjaan dan pertokoan modern yang dibangun di tahun ini. Berdasarkan catatan, terdapat sebanyak 17 pusat perbelanjaan modern yang sedang dan akan dibangun secara bersamaan tahun ini. Selain KKCC, ada International Trade Center (ITC) di Jl Gembong, The City Mall (TCM) di Ngagel, Darmo Trade Center (DTC) di Wonokromo, Stasiun Semut, dan lain-lain. Kondisi ini diprediksi bakal membuat mall dan pasar-pasar semi modern milik PD Pasar bersaing ketat. Pada akhirnya, hanya beberapa saja yang bisa survive. PD Pasar juga menyadari hal ini. Karena itu, Dirut PD Pasar Nartiyan Adhana menginginkan adanya regulasi yang mengatur mengenai jumlah mall di Surabaya. Dia tidak ingin pasar-pasar tradisionalnya mati digenjet maraknya mall-mall modern. Eddi Suwanto, perwakilan KKCC, juga menyadari kondisi ini. "Saya sudah melakukan penghitungan. Memang ada sekitar 17 mall yang dibangun bersamaan tahun ini," katanya. Menurut bos Ray White Kertajaya ini, diperlukan adanya pengaturan waktu dalam pembangunan mall dan pasar-pasar semi modern. "Kalau tidak, bisa terjadi oversupply," katanya. "Hanya mall yang berada di lokasi strategis yang bisa bertahan," sambung Eddi berpromosi. (oni) OPTX February 2nd, 2005, 06:48 PM http://img119.exs.cx/img119/9805/surabaya01.jpg http://img119.exs.cx/img119/4557/surabaya02.jpg http://img83.exs.cx/img83/7233/Surabaya3.jpg http://img185.exs.cx/img185/1724/surabayacen3nv.jpg http://img82.exs.cx/img82/6526/Somerset-surabaya.jpg JW Marriott http://img112.exs.cx/img112/4111/marriot_surabaya.jpg Graha pena http://img89.exs.cx/img89/271/Graha-Pena-sby.jpg Wisma BII http://img112.exs.cx/img112/9937/wisma-bii-surabaya.jpg Graha Family http://img112.exs.cx/img112/2415/graha_famili.jpg Premier Apartment http://img89.exs.cx/img89/2052/premier-sby.jpg Puncak marina (2 towers) http://img112.exs.cx/img112/5564/puncak_marina.gif http://img15.exs.cx/img15/4247/surabaya_jl-irianbarat.jpg http://img17.exs.cx/img17/6605/surabaya_malam_01.jpg http://img120.exs.cx/img120/6817/surabaya_darmo.jpg http://img120.exs.cx/img120/9681/pasar_tunjungan.jpg == :) teddybear February 2nd, 2005, 08:06 PM Thanks for posting OPTX, though many of those I have seen it from the internet. Embong Malang is a contrast, the left side you see new development but the right side is still lots of small, old shops as shown on the last photo. Fir3blaze February 5th, 2005, 06:35 AM OPTX, Thanks for posting picture. I'd like to see the oustide look of SOGO in Embong Malang. Also Standard Chartered Bldg in Basuki Rahmat. May Jend Sungkono and other part of Surabaya where there are new buildings/development. Please post if you have and thanks. Teddy, here's a close-up pic of SOGO. we can't see much, but its better than nothin, right? :) http://img216.exs.cx/img216/5833/tp7fm.jpg teddybear February 5th, 2005, 07:21 AM oh thanks fireblaze. It looks quite nice, though can't see the right side of it. How many floors is it? I remember I saw the original design before the crisis, they plan a 4 star hotel on top of it. But apparently they might cancel that idea now. Wonder what is the fate with Toko Nam next to Plaza Tunjungan? That might be difficult for other development since it is positioned inside the PT Superblock. I also notice that there is still empty land on the right side of Sogo. If I remember correctly, next after PT is the Go Skate Building... which by now looks like a rundown building. This superblock can still be developed further, since there are still bldgs and lands around it that can be developed. teddybear February 5th, 2005, 09:04 AM Finally, I got the rendering of Standard Chartered bldg for Surabaya after searching the internet. I believe it's about 9 or 10 stories :(. I hope it is more than just 10 stories. But then I got more, I got the rendering of Citibank bldg. It is not a hi rise bldg., but I guess it is situated along Basuki Rahmat, next to the ex Bank Pacific Bldg. Here is the site: http://www.geocities.com/bambangwidojoko/commercial2.htm Citibank Bldg: http://img225.exs.cx/img225/8991/citibank10pc.th.jpg (http://img225.exs.cx/my.php?loc=img225&image=citibank10pc.jpg) http://img225.exs.cx/img225/9330/citibank20sn.jpg http://img225.exs.cx/img225/2716/citibank32gt.jpg Standard Chartered Bldg (I think it is planned on Basuki Rahmat also): http://img225.exs.cx/img225/369/stanchartbuilding13nx.jpg http://img225.exs.cx/img225/9056/stanchartbuilding25rj.jpg Fir3blaze February 5th, 2005, 01:09 PM That Citibank building used to be a car/motorcycle showroom a few years back. As for the Standard Chartered one, i don't recall seeing it. Teddy, Sogo is i think 6-7 storeys high. It is as high as the rest of TP. TP already have Sheraton, right? so i dont think they'll build another hotel there. The site for the new toko nam (i think they're calling it Nam square or sth) is still empty the last time i saw it. I personally don't foresee it being built, since Toko Nam is kinda closed down since a few years ago. And yeah,i agree with you. Go skate should go to pave away for newer buildings. Next to go skate is the stalled apartment project (crystal sth..) teddybear February 5th, 2005, 06:26 PM You are right, fireblaze, on the Citibank Bldg. After I looked at it carefully, I could see that the building was already there around 1997. It is just across the ex Bank Pacific. The final bldg. does not look like the rendering (the first photo - I just left it in thumbnail). The original plan for Sogo (it was called PT IV before) include a 4 star hotel on top of it. I think the foundation is constructed to include a hotel - but crisis strucked and they just cancelled the hotel. Tunjungan Superblock still has empty land there, so probably we might still have PT V, who knows? Here is another one, the planned Pasar Tambah Rejo (is it at Kapas Krampung, so it is named Kapas Krampung Commercial Center now?): http://img225.exs.cx/img225/9662/surabayatambahrejo3ua.jpg Did I hear that the owner of toko Nam bankrupt? Now, on Jl. Tunjungan, next to Mandarin Hotel, there was another plot of land, and they planned to build Galeria Tunjungan. It might still just empty land there. I saw the description on Keppel Land of Singapore before, but could not find it now, and no rendering. They said they are going to build something like Bugis Junction. I talked to a family member who used to own Hotel Ramayana, which was torned down, then they tried to build Hotel Holiday Inn on Basuki Rahmat. But the project stalled, and not sure what the site is becoming now? fireblaze, where are you? I am planning to visit Surabaya this year. I will try to go around, try to bare the hot humid weather and see the development in Surabaya though I doubt it changes so much!? Fir3blaze February 6th, 2005, 07:17 AM Well, if the foundation were made to support a hotel, does that mean that they might eventually build it one day? I personally would not have a problem if they do build TP V. :) The Holiday Inn site is still left half completed. Are they going to continue building it or selling it to prospective investors? Btw Teddy, how long have you been away from surabaya? I'm studying in Singapore now. So yeah, i get to go back Surabaya once or twice a year. :) teddybear February 6th, 2005, 08:10 AM I have been away about more than 5 years. Do not know if they are going to build hotel on top of TP IV. Business prospect has changed since then, don't you think so? Sad to see many projects in the city still stalled since the crisis, including the Holiday Inn. After talking with my friend, I found out that they also own big empty plot of land on Jl. Pemuda, next to Bank BNI Bldg. There are many 'lahan tidur' or empty land left undeveloped in the city. One of the most aggressive developer now is Pakuwon. Not surprise to see PT V. Well, actually... they are also in good position to gobble/buy more land next to it. They can buy more on Embong Malang up to Go Skate, or buy more kampung2x behind PT, or buy the bldg next to PT I on Basuki Rahmat (last time I heard of protest from people live in kampung next to it, because they tried to close the alley that connects the kampung with Basuki Rahmat). Did I heard that toko Nam is dead because of PT? I remembered the last time I visited there long time ago, not much visitors. Because people like to visit PT more than just a much smaller department store, don't you think? So, yeah it might also be difficult to sell toko Nam empty land to developer because it is not big, and because of PT around it. IMO, Pakuwon can push them to sell the land to them... they are positioned as such. They can build another PT and integrate with existing one! Fir3blaze February 13th, 2005, 08:43 PM Yeah, it's sad to see stalled projects remain unfinished. There were reports saying that crystal mas apartment (the unfinished building next to go skate) is sold to a new investor, but there have been no news since. Long time ago, before the crisis, i heard that Maspion was thinking to buy land from the kampungs across the street from TP to make a shopping mall. I think that's shelved too. I don't really know the story, but I think Toko Nam also closed down not only due to competition from Tunjungan Plaza. Remember they used to have smaller outlets, like the Nam permai along Mayjend. Sungkono? It closed down too. (Now renamed Vida), so i guess TP wasn't their sole problem. You know next to TP (and next to where toko nam used to stand) there's this hotel tunjungan. I don't think it's owned by Pakuwon and I'm unsure how it's doing. Maybe pakuwon would consider gobbling up the whole place and build a superblock! :D Just a general comment on Surabaya buildings, i think developers need to follow the worldwide trend. What we have so far looks soo 90s. teddybear February 14th, 2005, 02:13 AM fireblaze, That Hotel Tunjungan, is owned by one member of Soeharto. I forgot... but I think Tommy. Mbak Tutut own Jembatan Merah Plaza. About Toko Nam again. There are several factors contribute to its demise. PT is one, cause people find more inside than just visiting a department store stand alone. That is the start of plaza trend instead of stand alone store or department store. Isn't that the whole bldg that is currently Vida actually built by owner of Toko Nam? At that time, Western Surabaya is still not as developed as now. So, Vida is not successful because, IMO, the location is not convenient - it is too far from the city center. Then also, the trend of plaza starts. I think one factor that made many envisioned projects not realized in Surabaya is the ransom the investor has to pay to corrupt local government: be the city mayor or governor. That is the case my friend told me with the stalled project of Holiday Inn - the mayor want a big sum of money. I read that many foreign investors cancel their plan to invest because they found out they still have to provide ransom. This is not good, considering that China emerges as big competitor for investment. Yeah, I do not see any oustanding architecture in Surabaya. Not surprise to see Maspion shelved the plan. Because if it does, it has to buy lands that are very fractioned (kampung2x) this is another headache. Also, I think I saw a sacred cemetery inside that kampung across PT? Mosque, sacred cemetery, or military cemetary are very difficult to be moved out. sanhen February 15th, 2005, 07:43 AM A lot of Surabaya pics here... construction, events, and such. http://www.suarasurabaya.net/v05/potretkelanakota/ http://www.suarasurabaya.net/v05/potretkelanakota/arsip/ Anyone willing to post the pics here? I am bit busy lately. Fir3blaze February 15th, 2005, 07:16 PM @ Teddy, I agree with you, especially on the part that its hard to move out cemetery, mosque, and kampungs. That would be one area that developers need to look into. (the same problem faced by investors building toll roads and other infrastructure projects). I found a pic of the Standard Chartered building. Apparently it was completed in 2002. I got it from a site by this company called tata mulia. http://www.tatamulia.co.id/Data%20Project%20List/Office/Standard_Chartered.jpg http://www.tatamulia.co.id/Data%20Project%20List/Office/Standard_Chartered.jpg teddybear February 16th, 2005, 07:50 AM Wow, thanks fireblaze! Do not know how you got that StandChart Bldg from the internet! That is a beautiful bldg! Now that is not 90s style ;) David-80 February 16th, 2005, 01:23 PM Very futuristic and modern, I love it! cheers teddybear February 17th, 2005, 12:48 AM http://www.jawapos.com/images/1108565585b Ditarget Setahun Selesai SURABAYA - Pembangunan gedung bertaraf internasional, Jatim Expo, di bekas pabrik kulit Wonocolo diharapkan cepat selesai. Karena itu, seusai peletakan batu pertama yang akan dilakukan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu pagi ini, pekerja langsung all out menggarap gedung senilai Rp 40 miliar tersebut. Jika sebelumnya ada kekhawatiran pengerjaan gedung oleh PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim ini molor dari target, kemarin ditegaskan bahwa pengerjaan gedung ini bisa lebih cepat lagi, hanya satu tahun. "Bahkan, kita bisa menyelesaikan Jatim Expo hanya sepuluh bulan. Asal, dananya tidak tersendat. Termasuk, merampungkan lahan parkir di eks pabrik kulit Wonocolo di sebelah selatan," kata ketua tim perencana Setya Budianto. Menurut Budi, gedung yang dirancang berlantai dua itu nantinya berdiri di atas lahan sekitar 1,6 hektare, yakni eks pabrik kulit Wonocolo sebelah utara. Namun, yang dimanfaatkan hanya sekitar 30 persen. Lantai satu akan digunakan untuk ruang pameran yang luasnya mencapai 6.800 meter persegi. Lantai ini dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat bersih dan rapi. "Segala prasarana pelengkap bangunan, seperti mesin AC, toilet, dan gudang, kami tempatkan di basemen. Jadi, lantai satu benar-benar bersih dan rapi. Cocok untuk ruang pameran atau pertemuan lain," katanya. Bagian atap juga dibersihkan dari tetek bengek kerangka konstruksi. Dengan begitu, gedung ini berbeda dari kebanyakan. Biasanya kerangka konstruksi atap berada di bawah atapnya. Itu membuat interior terlihat ribet dan kurang rapi. Nah, konstruksi atap gedung Jatim Expo ini justru berada di bagian atas atapnya. "Jadi tidak kelihatan dari dalam," katanya. Sedangkan lantai dua, lanjut Budi, dirancang berbentuk balkon yang cukup untuk didirikan stan-stan kecil. Gedung Jatim Expo ini juga dilengkapi berbagai sarana penunjang. Misalnya, telepon umum, gen-set, listrik berdaya 1 juta watt, dan beberapa AC. Selain itu, gedung ini juga dilengkapi internet center dan restauran atau café. "Fasilitas internet kami pasang untuk memudahkan pengusaha dari luar negeri berhubungan dengan perusahaannya. Misalnya, di Jatim Expo ada pameran internasional. Nah, peserta dari luar negeri bisa berhubungan langsung dengan perusahaan asalnya dengan memanfaatkan fasilitas internet ini," paparnya. Gedung ini juga akan dilengkapi fasilitas parkir yang dapat menampung sekitar 400 sepeda motor dan 300 mobil. Lahan parkir ini terletak di eks pabrik kulit Wonocolo sebelah selatan. Agar tidak mengganggu arus lalu lintas Jl A Yani, nantinya akan dibuat frontage road antara Giant Hypermarket hingga IAIN Sunan Ampel. Jatim Expo dirancang mampu menampung berbagai kegiatan besar, semisal pameran berskala internasional, konser musik, olahraga, resepsi, dan atraksi-atraksi yang membutuhkan lahan luas. "Kita minta doa warga Jatim, agar pembangunan gedung ini tidak ada kendala sehingga bisa selesai satu tahun," kata Budi. (sup) Fir3blaze February 17th, 2005, 02:32 AM That's a good news! I can't really see the rendering in the picture, but i think it looks reasonable. Fir3blaze February 17th, 2005, 02:35 AM taken from jawapos.co.id Kamis, 17 Feb 2005, Tambah 15 Halte Baru SURABAYA-Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya akan segera menambah 15 halte baru. Halte-halte ini akan dibangun di tempat-tempat strategis agar memudahkan penumpang angkutan umum maupun bus kota dalam menggunakan fasilitas tersebut. Diantaranya Halte ini akan dibangun di Jalan Semarang, Jalan Dupak (dua halte), Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Raya Prapen, Jalan HR Muhammad (dua halte), Jalan Kupang Barat, Jalan Raya Mastrip (dua halte), dan Jalan A. Yani. "Satu halte membutuhkan dana Rp 25 Juta," ujar Kasubdin Lalu Lintas Dishub Surabaya, Agus Haris. Menurutnya, sebenarnya tahun 2004 Dishub telah merencanakan pembangunan 26 halte. Sebanyak 19 halte, pembangunan diserahkan kepada PT Starindo dan 7 halte digarap JJ Promotion. Namun, menurut Agus Haris, Starindo baru bisa membangun 8 halte. Itupun yang 4 halte menyimpang, karena tidak sesuai dengan titik yang disediakan. Sedangkan, tujuh jatah JJ Promotion sudah diselesaikan semua. Mengapa Dishub tidak menindak pembangunan halte yang menyimpang dari izin? Agus mengatakan, Dishub tidak memiliki kewenangan untuk membokar. "Yang bertugas membongkar adalah Dispol PP," tegasnya. Ditambahkan, pada tahun 2004, dishub juga telah membangun halte sendiri, yakni di Jalan Jemur Sari, Prapen, dan Kusuma Bangsa." Rencananya tahun 2005 akan membangun satu halte lagi," kata pria berkacamata ini. Dijelaskan, pihaknya hanya bisa membangun satu halte karena kesulitan dana. Oleh karena itu, pihaknya akan terbantu jika ada pihak ketiga yang mau diajak kerja sama dalam pembangunan halte. "Rekanan tersebut tidak hanya membangun halte, tetapi juga mengelola. Mereka akan mendapat kompensasi untuk mengelola iklan di halte tersebut," jelasnya. Sementara itu, Petugas Bagian Pajak PT Starindo, Noddy ketika dikonfirmasi melalui teleponnya membenarkan tahun 2005 akan dibangun 15 halte. Akan tetapi, dia belum mengetahui kapan pembangunan itu akan dilaksanakan."Nanti mas, kepastiaan akan saya tanyakan kepada atasan," ujarnya. (yog) Fir3blaze February 18th, 2005, 03:50 AM Jumat, 18 Feb 2005, Menteri Perdagangan Sambut Antusias http://www.jawapos.co.id/images/1108661661b SURABAYA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sangat antusias menyambut pembangunan gedung pameran bertaraf internasional: Jatim Expo, di bekas pabrik Kulit Wonocolo. Bahkan, Mari juga optimis, Jatim Expo tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan Surabaya saja, tapi juga Indonesia bagian Timur. "Posisi Surabaya sangat strategis. Sejak dulu dikenal sebagai gerbang untuk daerah Indonesia bagian Timur," kata Mari saat acara peletakan batu pertama pembangunan Jatim Expo di kawasan Jl A Yani, kemarin. "Pembangunan Jatim Expo ini juga kita harapkan menjadi gedung yang memfasilitasi perkembangan perdagangan di daerah Indonesia Timur," imbuhnya. Menurut dia, kebutuhan pameran dan promosi produk-produk unggulan sangat dibutuhkan dalam perdagangan. "Tidak hanya untuk produk-produk yang berorientasi ekspor. Produk yang berskala lokal dan domestik juga membutuhkan tempat yang layak untuk promosi," terangnya. Mantan Peneliti CSIS ini juga mengemukakan pentingnya optimalisasi fungsi dan kualitas pelayanan. "Jadi, bukan hanya asal dalam bentuk fisik berdiri, namun pemerintah provinsi bersama pengusaha harus mengoptimalkan gedung pameran ini dengan even-even yang berskala nasional dan internasional," terangnya. Direktur Utama PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim Dahlan Iskan mengatakan, pihaknya memang telah lama berusaha merealisasikan keinginan warga Surabaya maupun Jatim untuk memiliki gedung pusat pameran megah bertaraf internasional. "Rencana pembangunan gedung ini sebenarnya telah dicanangkan sejak tahun lalu. Namun, baru bisa dilakukan pada tahun ini. Kami berharap, pimpinan proyek dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu," tegasnya. Menurut Dahlan, gedung senilai Rp 40 miliar itu dibangun dari gedung dan lahan bekas pabrik kulit Wonocolo, yang juga aset PT PWU. Pembangunan proyek ini dilakukan, karena sudah cukup lama lahan dan gedung pabrik kulit tersebut mangkrak, sehingga PWU dipercaya mengelola aset Pemprov Jatim tersebut. Dari kalangan pengusaha, juga menyambut antusias berdirinya gedung pameran bertaraf internasional itu. Alasannya, para pengusaha selama ini masih kesulitan mencari tempat pameran bertaraf internasional. Padahal, Jatim mempunyai ribuan potensi aneka produk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang perlu disosialisasikan. "Padahal, untuk terus menerus mempromosikan aneka produk potensial dan hasil UKM itu, butuh tempat strategis seperti gedung Jatim Expo ini," kata Ketua Kadin Jatim Erlangga Satriagung. "Gedung seperti Jatim Expo ini selain lebih efisien, juga bisa jadi arena promosi secara rutin bagi pengusaha UKM," lanjutnya. Sementara itu, Pimpro Jatim Expo Meithy Mukti mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal. "Dari perencanaan yang kami hitung bisa selesai dalam 12 bulan. Namun, kami berharap dalam jangka waktu 10 bulan bisa selesai," ujarnya. Menurutnya, kapasitas gedung dua lantai yang menempati lahan 10.000 meter persegi itu diharapkan mampu menampung sedikitnya 8.000 pengunjung. Area parkir kendaraan diperkirakan mampu menampung 700 unit kendaraan roda empat dan dua. Gedung setinggi 15 meter tersebut juga dilengkapi dengan lahan storage seluas 350 meter persegi. Untuk service & kitchen disediakan lahan seluas 400 meter persegi. Acara peletakan batu pertama tersebut ditutup dengan toast tokoh-tokoh penting dan pejabat Muspida Jatim dan Kota Surabaya yang dipimpin Dahlan Iskan. Di antaranya mantan Gubernur Jatim H.M. Noer, Trimarjono, Erlangga Satriagung, Wakil Ketua DPRD Jatim Ridwan Hisyam, dan Sekkota Surabaya Soekamto Hadi.(iw/sup) ---------------------------------------------------------- Seems like there's a change of figure compared to the previous article by the same newspaper. teddybear February 18th, 2005, 11:03 AM Golden City Mall, recently built, Carrefour is the main anchor: http://www.tatamulia.co.id/Data%20Project%20List/Mall/Golden_City_Mall.jpg David-80 February 18th, 2005, 04:47 PM Carrefour is becoming like wallmart in the US, they are everywhere in Indonesia. cheers Fir3blaze February 23rd, 2005, 04:03 PM Looks like the public transportation plans for Surabaya is set in place. It amazes me that the French government is actually willing to provide grants for projects undertaken by private companies. ----------------------------------------------------------------------- 23 Februari 2005, 19:19:45, Laporan Noer Soetantini Prancis Beri Grant 1 Juta US$ Penataan Monorail di Jatim ssnet| Pemerintah Prancis melalui pusat memberikan grant 1 juta US$ untuk penataan monorail 3 koridor di Jawa Timur. Grant ini digunakan untuk studi kelayakan, sarana dan prasarana. Hal ini disampaikan Ir.HARY SOEGIRI, MBA Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Timur. Pada suarasurabaya.net, Rabu (23/02), HARY berharap, Memorandum of Understanding (MoU) dengan Prancis bisa keluar 2005. Saat ini, Pemerintah Prancis masih mengkaji apakah nantinya monorail di Jawa Timur bisa dibuat subway (bawah tanah) atau elevated. “Termasuk jenis armadanya, apakah monorail, LRT (Light Rapid Transport) atau MRT (Mass Rapid Transport). Merekalah yang menangani studinya sedangkan kompleksitas permasalahan di wilayah yang bakal dilewati menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat. Prinsipnya, Prancis dan pusat melakukan kajian teknisnya dan cukup detil,”papar HARY. Menurut HARY, sebelum digelar Infrastructure Indonesia Summit 2005, perencanaan difokuskan pada pembangunan monorail. Sekarang, ada investor yang mau membangun komuter. Keinginan investor komuter itu, kata HARY, tetap akan ditampung sambil menunggu kajian Pemerintah Prancis selesai. Sebab, jika kajian memungkinan dengan jenis komuter, dana yang digunakan semula bisa dialihkan untuk pembangunan lainnya. Pembangunan monorail di 3 koridor ini meliputi koridor utara Surabaya-Lamongan, koridor barat Surabaya-Mojokerto dan koridor Malang Raya (Kepanjen-Malang). Menanggapi rencana pembangunan monorail Gubeng-Pasar Turi, HARY mengatakan, sampai saat ini masih menunggu kajian dari Pemkot Surabaya. Pasalnya, lahan yang digunakan harus jelas milik siapa dan banyak bangunan yang harus dibebaskan. Menurut HARY, pembebasan lahan bisa dilakukan memungkinkan untuk double track. Sebaliknya, jika pembebasan lahan sulit dilakukan kemungkinan besar dibuat elevated. Panjang lintasan antara 1,5 sampai 2 km. Biaya pembebasan lahan diserahkan sepenuhnya ke Pemkot Surabaya. teddybear February 28th, 2005, 08:23 AM Darmo Trade Center construction is finished? http://www.jawapos.com/images/1109519691b Senin, 28 Feb 2005, Wali Kota Tekan DTC soal Amdal SURABAYA - Wali Kota Bambang D.H. meminta PD Pasar menyelesaikan seluruh rekomendasi Amdal Lalin (analisa dampak lalu lintas) sebelum gedung DTC (Darmo Trade Center) benar-benar dioperasikan, Juni mendatang. "Saya sudah berpesan kepada Dirut PD Pasar supaya memenuhi semua ketentuan dalam Amdal Lalin DTC. Itu semua harus diselesaikan sebelum DTC dioperasikan," ujar Bambang. Pernyataan itu diungkapkannya seusai meresmikan DTC, kemarin. Tujuan penyusunan amdal lalin, kata Bambang, adalah demi optimalisasi DTC sendiri. "Jadi, sebenarnya tujuan penyusunan amdal lalin itu ya untuk optimalisasi DTC," katanya. Dalam setiap pembangunan gedung-gedung baru, Bambang mengaku selalu meminta agar masalah amdal lalin diselesaikan sesuai jadwal. "Saya juga selalu meminta agar sistem drainase diselesaikan sebelum gedung dioperasionalkan," tandasnya. Sebagaimana diberitakan, belum semua rekomendasi amdal lalin yang dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) dipenuhi PD Pasar dan PT Arwinto Intan Wijaya, investor DTC. Ada sepuluh rekomendasi lalin yang dibuat Dishub. Hingga kini, PD Pasar baru berencana menyelesaikan rekomendasi pertama, yaitu pelebaran Jalan Raya Wonokromo sisi Timur selebar tiga meter, diluruskan dengan jembatan Wonokromo sampai jalan akses masuk DTC. Rencana ini membuat puluhan rumah warga di sekitar DTC harus dikepras. PD Pasar optimistis, rencana ini berjalan lancar, mengingat status tanah warga hanyalah menyewa pada pemkot, atau yang dikenal dengan istilah surat ijo. Mengenai ganti rugi, PD Pasar mengaku hanya menghitung bangunan. Dikonfirmasi mengenai masalah ganti rugi, wali kota mengakui adanya perbedaan antara pemkot dan warga. Namun, pemkot dan investor menempuh cara baru untuk meluluhkan sikap warga. Yaitu, menawari masuk DTC dengan berbagai kemudahan. "Warga yang terkena proyek pelebaran jalan akan mendapat prioritas masuk DTC," kata Bambang. Ketua DPC PDIP Surabaya ini menolak jika pelebaran jalan itu dianggap kebijakan yang menyengsarakan rakyat kecil. "Justru kita lakukan itu demi pedagang Pasar Wonokromo yang tergolong rakyat kecil. Jumlahnya bahkan mencapai ribuan," katanya. Sementara itu, Dirut PD Pasar Nartiyan Adhana meminta agar acara peresmian kemarin tidak dianggap sebagai hari pembukaan DTC. "Peresmian ini hanya menandakan bahwa pembangunan fisiknya sudah selesai. Jadi, bukan dimulainya operasional DTC lho ya. Pembukaan DTC akan dilaksanakan dalam soft opening sebelum Juni ini," tandas dosen Pasca Sarjana Unair ini. Dia juga optimistis, pelebaran jalan akses DTC dan rekomendasi amdal lainnya bisa diselesaikan sesuai jadwal. "Insya Allah, sebelum soft opening, kita sudah menyelesaikan pelebaran jalan itu," tandasnya.(oni) Fir3blaze February 28th, 2005, 08:47 AM From what I've read so far, seems like the construction is complete. However, the building won't be operated til June. teddybear March 31st, 2005, 06:51 AM Wijaya Shopping Center is Revived... But I doubt it will be spectacular project.. Might be just another trade center like one: http://www.jawapos.com/images/1112198854b Wijaya Dikebut SURABAYA - Kesibukan para pekerja bangunan berlangsung sepanjang hari di bekas lahan pertokoan Wijaya di Jalan Bubutan yang terbakar pada 1996. Tampaknya, diam-diam pusat perbelanjaan ini segera dioperasikan. Paling tidak, sampai kemarin proyek tersebut dikerjakan siang malam. Di depan lokasi tersebut terdapat baliho besar tertera nama PT ACSET Indonusa sebagai kontraktornya. Sayang, tak ada gambar jadi bangunan itu. Dari keterangan beberapa orang, diketahui bahwa pusat perbelanjaan tersebut mulai dikebut penggarapannya sejak empat bulan lalu. Sekarang memasuki pembuatan lantai tiga. Foto ini diambil pukul 22.30 Senin. Saat itu para pekerja sedang sibuk membuat landasan lantai tiga. Mereka bekerja diterangi lampu-lampu besar. "Kita harus menyelesaikan bangunan ini sesuai waktunya," kata salah satu pekerja. Namun, dia tidak bersedia menjelaskan lebih detail tentang pusat perbelanjaan baru itu. "Lebih baik tanya ke Pak Maharso (pimpinan proyek, Red) saja," katanya. Sayang, orang yang dimaksud sulit dihubungi. Bila pusat perbelanjaan ini selesai, tentu akan meramaikan wilayah Surabaya Utara. Termasuk menghidupkan kembali daerah Blauran yang nyaris mati. (ai/oq/jeo) Fir3blaze March 31st, 2005, 04:29 PM Hey! Wijaya shopping center is the one that was on fire, right? Not too bad, at least there's a new building there. Should be near that gold center under construction near Blauran too! :D PS: I know its most likely not going to be impressive, but until the final plans are shown, we can still hope, right? :) teddybear April 1st, 2005, 02:37 AM http://www.jawapos.com/images/1112282729b Bakal Jadi BG Junction Eks Pertokoan Wijaya SURABAYA - Kejayaan dan kemegahan bekas komplek pertokoan Wijaya di Jl Bubutan yang pernah terkenal di tahun 1980-an bisa jadi akan terulang kembali. Dalam waktu dekat, di lahan yang sama bakal berdiri bangunan pertokoan modern yang jauh lebih megah dan mewah. "Menurut data kami, lahan eks pertokoan Wijaya akan dibangun menjadi bangunan baru bernama Golden Junction. Investornya bernama PT Sentral Supel Perkasa," ujar Kasubdin Perizinan Bangunan Dinas Bangunan Ir Julianty Subandhiny MSi kepada Jawa Pos, kemarin. Menurut pejabat perempuan ini, bangunan yang kini sedang dalam proses pengerjaan itu bakal didirikan delapan lantai. "Ada juga basement yang direncanakan sebagai tempat parkir kendaraan," katanya. Seluruh lantai rencananya akan dimanfaatkan sebagai mall dan trade center. Ada juga food court dan gerai-gerai lain seperti lazimnya bangunan supermall di kota ini. Dalam gambar desain yang diterima Jawa Pos dari Kadis Bangunan Ngatiadji, tampak bentuk gedung yang megah dan lux, Di bagian atas bangunan terdapat tulisan besar BG Junction. Sayang, Julianty tak mau menjelaskan secara konkret konstruksi BG Junction. "Wah saya lupa Mas," kilahnya. Entah mengapa, ketika dikonfirmasi Jawa Pos di ruangannya, dia terkesan menghindar, seperti ada yang ditutupi. Sekedar diketahui, di era tahun 1970-1980-an, pertokoan Wijaya menjadi satu satu-satunya pusat bisnis terbesar di Surabaya. Setiap malam Minggu, kawasan ini menjadi jujugan seluruh warga kota. maklum, segala fasilitas hiburan berada di sana. Ada bioskop, arena bowling, biliar, hingga diskotik. Namun, masa-masa kejayaan itu sirna ketika kebakaran besar melanda pertokoan Wijaya sekitar tahun 1996. Namun, jika BG Junction benar-benar terwujud, masa-masa kejayaan itu bisa kembali legi. Menurut informasi yang dihimpun koran ini, BG Junction dibangun patungan antara investor Indonesia dengan Singapura. "Salah seorang perwakilannya di Singapura bernama Stanley," ujar seorang pengusaha yang tak mau ditulis namanya. Sayang, ketika dikonfirmasi Jawa Pos sekitar pukul 15.00 kemarin, Stanley tak mau memberikan komentar dengan alasan masih sibuk. Tadi malam, Jawa Pos kembali menghubungi Stanley melalui selulernya. Namun, dia kembali enggan memberikan penjelasan. "Ya, saya tahu. Kawasan di sana memiliki nilai sejarah bagi warga. Tapi, biar nanti orang saya yang memberikan penjelasan konkret," kelitnya. (oni) Fir3blaze April 1st, 2005, 04:19 AM That's good news. I saw the model in jawapos.co.id. Looks not bad. :) Fir3blaze April 1st, 2005, 05:02 PM The BG junction ( used to be Bubutan Golden Junction), is actually 80% owned by Keppel Land (Singapore). I got the news from here http://www.keppelland.com.sg/ar2003/Er_02_s.asp teddybear April 2nd, 2005, 10:10 PM Seems Singaporean investors are pushing more aggressively into Indonesian market. But last time I heard that Keppel Land also going to build Galeria Tunjungan, which is next to Hotel Mandarin Tunjungan?? Here is Darmo Trade Center has been finished: http://www.jawapos.com/images/1112459091b SURABAYA - Darmo Trade Center (DTC) yang berdiri di lahan eks Pasar Wonokromo, membuat beda pemandangan di kawasan yang dulu kumuh itu. Dengan warna cat yang cukup ngejreng dan model bangunan modern, DTC setidaknya bisa membuat orang yang melintas menolehnya. Tapi, bukan berarti DTC berdiri tanpa tantangan. Di dekat DTC, ada Hypermarket Giant. Juga tak lama lagi, berdiri sebuah tempat perbelanjaan yang tak kalah megah bernama Royal Plaza. Sekarang ini proyek tersebut dalam proses pembangunan. Yang menarik, Royal Plaza dibangun di atas lahan bekas tempat penampungan sementara para pedagang Pasar Wonokromo, sebelum masuk ke DTC. Lahan tersebut berada di kawasan Ketintang. Mampukah DTC tetap menjadi daya tarik bagi warga metropolis? Jika nanti DTC benar-benar sudah dibuka, mampukah DTC menjadi tempat belanja yang nyaman? Bagaimana dengan arus lalu-lintas dan juga kawasan di sekitarnya yang sampai sekarang masih terdapat bagian yang kumuh? Direktur Administasi Keuangan dan Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya, Achmad Ganis Poernomo, mengaku pesimistis DTC bisa bertahan di tengah gempuran plaza dan hypermarket yang marak bermunculan di Surabaya. Dia menganalogikan persaingan antara plaza-hypermarket dan DTC itu bak pertandingan tinju antara Mike Tyson dengan Ellyas Pical. "Sudah pasti DTC kalah. Karena kelasnya memang kalah," ucap Ganis ketika dikonfirmasi koran ini, kemarin. Menurut dia, jika kondisi ini dibiarkan, DTC akan ditinggalkan pedagang yang terus merugi karena kalah bersaing. "Kami selaku PD Pasar tidak merasakan efeknya secara langsung. Karena kami hanya menyediakan tempat. Tapi, pedagang yang bakal mati," tegasnya dengan nada tinggi. Ganis mengungkapkan, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan kondisi ini. PD Pasar akan terus mengusulkan kepada dewan dan pemkot untuk membuat regulasi yang mengatur pembangunan hypermarket dan plaza. "Konsepnya, pembangunan hypermarket dan plaza harus terpusat. Bukan menyebar seperti sekarang ini," tandasnya. Usulan regulasi itu, kata Ganis, sebetulnya sudah dilontarkan di hadapan dewan dan pemkot, dua tahun silam. Namun hingga saat ini usulan itu belum ditindaklanjuti. Ganis menambahkan, semakin banyak hypermarket dan plaza yang berdiri di dekat DTC akan membikin masalah kemacetan semakin parah. "Sekarang saja sudah macet. Apalagi nanti kalau ada plaza dan hypermarket baru," pungkasnya. (fid) teddybear April 2nd, 2005, 10:12 PM Proposal for Monorail in Surabaya: Minggu, 03 Apr 2005, Presentasi, Serius Garap Monorail di Surabaya PT Indonesia Transit Central di DPRD Jatim SURABAYA - Kepadatan jalur transportasi di Surabaya, mengundang minat PT Indonesia Transit Central (ITC) untuk berinvestasi di bidang pembangunan dan pengembangan transportasi massal berupa monorail. Kemarin, tim ITC itu menggelar presentasi di depan jajaran pimpinan DPRD Jatim untuk menyatakan minatnya serta menjelaskan konsep transportasi massal yang dimaksudnya. "Kami memang jauh hari sudah meminta waktu untuk menyatakan minat investasi kami ini kepada DPRD Jatim. Harapannya, biar diteruskan kepada pemerintah daerah setempat. Dan, respon dewan tadi bagus," kata Presiden Direktur ITC Ruslan Diwiryo, ditemui usai presentasi di ruang pimpinan dewan, kemarin. Dia mengatakan, sebetulnya pertemuan dengan dewan itu untuk menindaklanjuti pertemuan dengan Gubernur Jatim pada 30 November tahun lalu. Ruslan berharap, beberapa pertemuan yang telah dilakukan itu dapat dicapai suatu kesepakatan dan dituangkan dalam nota kesepakatan bersama (MoU). "Sebab, kesepakatan itu akan menjadi dasar bersama untuk mewujudkan dan melanjutkan studi yang lebih mendalam terkait pengembangan teknologi mass-transit di Surabaya ini," jelasnya. Menurut Ruslan, berdasarkan pengamatannya, dalam waktu sekitar 5 tahun lagi, Surabaya diprediksikan akan mengalami blocking. Ini tidak lain karena pesatnya pertumbuhan kendaraan di kota ini. Di lain pihak, pertumbuhan itu tidak diimbangi dengan perkembangan infrastruktur berupa pembukaan jalur-jalur baru. "Nah, sebelum blocking atau mengalami titik jenuh itu, maka tentu harus ada langkah-langkah atau solusi," jelasnya. Dia mengatakan, keuntungan mass-transit berupa monorail bagi warga kota ini tidak perlu diragukan lagi. Salah satunya, tidak ada conflict-point. Sebut saja dengan masyarakat atau para pemilik lahan. Sebab, jelas Ruslan, pembangunan dan pengembangan monorail berada di atas, sehingga relatif tidak banyak memakan lokasi. "Berbeda dengan jalan tol atau subway. Memang, keberadaan monorail itu tidak mungkin bisa nantinya menyelesaikan 100 persen persoalan. Tetapi, apa kemudian berdiam saja tanpa ada upaya," tukasnya bernada tanya. Lebih jauh Ruslan mengungkapkan, segmentasi angkutan monorail yang bakal dikembangkan tersebut memang nantinya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas. Ini tidak lain tujuannya untuk mengurangi penggunaan kendaraan atau mobil pribadi di jalan raya. Setiap gerbong, setidaknya bisa menampung sekitar 70-80 orang. "Proses pembangunan monorail mulai dari studi kelayakan sampai bisa dioperasikan, saya perkirakan sekitar lima tahun," katanya. Berapa total investasi untuk proyek mass-transit ini? Menurut Ruslan, setiap kilometer diperkirakan kebutuhan anggarannya mencapai USD 20 juta. Sehingga, kata dia, berapa panjang yang diinginkan kota ini tinggal mengalikan saja. "Dan perlu diketahui, anggarannya itu semuanya dari swasta. Bahkan, dalam kurun waktu tertentu sesuai kesepakatan, bisa menjadi aset pemda. Dan bisa juga menambah PAD. Misalnya, dari reklame yang dapat dipasang di jalur-jalur monorail," papar Ruslan. Anggota Komisi D (Pembangunan) DPRD Jatim Edy Wahyudi menyatakan bahwa konsep monorail itu perlu direspon sebagai salah satu upaya mengurangi kepadatan kendaraan di Surabaya. Sebab, selain dananya ditanggung investor, proses pembangunan dan pengembangannya relatif cepat ketimbang jalan tol. Bahkan, dia mengharapkan ke depan tidak hanya Surabaya saja, tetapi juga bisa menjangkau Sidoarjo, Gresik atau kawasan Gerbang Kertasusila. "Karena itu, dalam waktu dekat, kemungkinan besar kami akan menjajaki studi banding. Misalnya ke Malaysia dan Singapura yang sudah lama mengembangkan.," jelasnya.(hud) Fir3blaze April 3rd, 2005, 12:35 AM Yes Teddy, and Keppel still seems to go ahead with Galeria Tunjungan. They just said that its on hold. Anyway, good news, the waru - dupak toll is getting expanded by one lane. :D It's time. Minggu, 03 Apr 2005, Tol Waru-Dupak Diperlebar SURABAYA - Kemacetan rutin di ruas tol arah Dupak-Waru bakal bisa dikurangi. PT Jasa Marga cabang Gempol yang belakangan sering menerima keluhan pengguna jalan akibat kemacetan itu akhirnya berinisiatif menambah satu lajur. Humas PT Jasa Marga cabang Gempol M. Effendi mengatakan, penambahan lajur Dupak-Waru sudah resmi dimulai dan akan dipercepat pengerjaannya. Sebab, kemacetan di kawasan itu dianggap cukup parah, terlebih pada jam-jam sibuk. "Untuk sementara memang hanya satu lajur. Itu saja sudah menelan investasi sekitar Rp 40 miliar," katanya. Mengapa hanya satu lajur? Menurut Effendi, itu disebabkan faktor kebutuhan yang sudah terlalu mendesak. Artinya, yang paling memungkinkan untuk dikerjakan dalam waktu cepat hanyalah satu lajur. Sebab, untuk yang satu ini Jasa Marga tidak perlu membebaskan lahan umum karena lahan tol sendiri masih cukup. Selain itu, dengan hanya menambah satu lajur Jasa Marga juga tidak perlu mengubah struktur jembatan overpass yang membentang antara Depak-Waru. "Di situ kan ada satu jembatan. Nah, kalau hanya menambah satu lajur, tidak perlu mengubah strukturnya," katanya. (sup) teddybear April 6th, 2005, 09:54 PM The amount of investment for eks Wijaya shopping center is 500 Billion Rp (Less than 50 Million US$): Rabu, 06 Apr 2005, Keppel Land Garap Eks Pertokoan Wijaya SURABAYA - Terjawab sudah teka-teki tentang siapa investor yang akan membangun eks pertokoan Wijaya. Adalah Keppel Land, perusahaan properti asal Singapura yang tertarik untuk membangun bekas kompleks pertokoan yang pernah terkenal di era tahun 1980-an ini. Pusat perbelanjaan ini hancur akibat kebakaran hebat di tahun 1996. Menurut Presiden Direktur Keppel Land, Lim Beng Sin, perusahaannya sudah memulai investasi di Surabaya sejak tahun 1997. "Pembebasan tanahnya sudah mulai dilakukan tahun itu. Namun, karena berbagai kondisi baru bisa terealisasi pengerjaannya sekarang" ujarnya kemarin. Investasi yang ditanamkan untuk membangun tanah seluas 2,7 hektar ini sebesar Rp 500 miliar. Dana ini tergolong besar untuk kategori direct investing. "Oleh sebab itu, kami cukup berhati-hati dan terus melihat opportunity yang ada," jelasnya. Pembanguanan pusat perbelanjaan di daerah Bubutan ini diharapkan selesai pada pertengahan tahun 2006. Keppel Land sendiri sebenarnya telah 8 tahun berinvestasi di Indonesia. Jakarta dan Jogjakarta adalah kota-kota yang telah dirambah oleh perusahaan yang tergabung dalam Keppel Group ini. Mengenai alasan memilih Surabaya, Lim mengatakan bahwa Surabaya adalah pintu gerbang untuk Indonesia bagian timur. Sehingga, sangat strategis untuk berinvestasi. Selain Singapura dan Indonesia, secara global, Keppel Land sudah menancapkan kukunya di Singapura, China, Hongkong, Thailand, Vietnam, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, South Korea, Australia, and Myanmar. Keppel Land adalah anak perusahaan dari Keppel Group. Selain properti, Keppel Group juga bergerak di bidang offshore and marine, dan infrastruktur. Untuk offshore and marine, Keppel Group banyak bergerak di bidang shipyard (galangan kapal). "Untuk sketor ini, kami sudah ada di Amerika, Brazil, Azerbeijan, Belanda, Singapura, dan Timur Tengah. Prinsip kami adalah near market, near customer" tandasnya. Januari lalu, Keppel Group juga mengikuti Infrastruktur Summit. Targetnya, selain properti juga berancang-ancang di bisnis power plant (pembangkit listrik).(sof/faq) ncon April 7th, 2005, 03:01 PM here some more pic that i took last year june 2004: http://img.photobucket.com/albums/v702/encon/DSC00021.jpg http://img.photobucket.com/albums/v702/encon/DSC00029.jpg teddybear April 9th, 2005, 05:01 PM Another mall or trade mall is coming, I believe the location is at Jagir Wonokromo, close to Darmo Trade Center that is just opened: Sabtu, 09 Apr 2005, Grosir Wonokromo Jadi Sentra Otomotif SURABAYA - Pusat Grosir Wonokromo, pusat dagang dan perbelanjaan yang dikembangkan PT Duta Pertiwi Tbk, akan menjadi sentra otomotif dan teknik baru di Surabaya. Dalam proyek seluas 2,5 hektar dengan nilai investasi Rp 150 miliar ini, 50 persen lahannya akan dimanfaatkan untuk perdagangan suku cadang, aksesoris, serta bengkel otomotif. "Kami memberikan porsi 50 persen dari total space gedung untuk otomotif dan teknik. Hal ini kami lakukan agar Pusat Grosir Wonokromo memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan mal lainnya," kata General Manager Pusat Grosir Wonokromo, Christine N. Tanjungan di Surabaya, kemarin. Sisa space akan ditawarkan untuk sektor ritel seperti fashion, elektronik, hingga food court. Lebih lanjut, Christine mengatakan bahwa Pusat Grosir Wonokromo akan ditawarkan sebanyak 1.500 kios dengan pembagian zoning yang berbeda untuk setiap produk. "Meski kami menitikberatkan pada kios teknik dan spare part otomotif, namun sektor lainnya juga mendapatkan porsi. Sehingga kami harapkan pusat grosir menjadi pilihan baru dalam berbelanja," tuturnya. Saat ini, Pusat Grosir Wonokromo telah terjual 40 persen dari seluruh total penawaran kios. Harga per kios yang ditawarkan berkisar antara Rp 150 juta- Rp 300 juta untuk kios seluas 7,5 meter persegi-12 meter persegi. Pengembang menyediakan in-house kredit selama 3 tahun atau fasilitas kredit melalui BII selama 10 tahun. Untuk kios grosir kami harapkan dapat diserahkan kepada pemilik pada Desember 2005. Sedangkan untuk kios otomotif dan teknik ditargetkan selesai pada Februari 2006. "Kami optimistis penjualan kios Pusat Grosir Wonokromo dapat terserap pasar mengingat lokasi yang strategis meskipun terdapat beberapa kendala yang tidak dapat kami atasi sendiri dan membutuhkan bantuan pemkot," jelasnya. Di antaranya adalah akses jalan yang harus diperlebar seperti RTRK (Rencana Tata Ruang Kota) Surabaya yaitu 2 lajur jalan. "Selain itu, pembenahan lingkungan di sekitar Jagir Wonokromo harus dipercantik serta akses jalan yang mudah. Kami optimitis jika pemerintah dan swasta bahu membahu mengatasi itu, pasti wilayah Wonokromo akan semakin strategis di mata investor," bebernya. (faq) teddybear April 9th, 2005, 10:48 PM This is a picture what I found of Mangga Dua Surabaya, which is part of the Wonokromo Grosir Project above: http://img193.exs.cx/img193/7440/manggaduasby13aj.jpg Fir3blaze April 10th, 2005, 10:44 AM Wait, teddy, is that a rendering or the place is built already? Looks more like a ruko complex than a trade center to me. teddybear April 10th, 2005, 07:29 PM The ruko has been built since around 1998. The trade center, as I remember, is planned within the same complex, and part of the whole project. I used to have the rendering but I could not find it anymore. The project is called Mangga Dua Surabaya, by Duta Pertiwi (Sinar Mas Group). teddybear April 29th, 2005, 11:55 PM Sabtu, 30 Apr 2005, Bangun Pusat Grosir, Lamicitra Inves Rp 300 M SURABAYA - Meski dinilai sudah mulai jenuh, properti komersial tetap tumbuh subur di Surabaya. Kali ini, giliran PT Lamicitra Nusantara Tbk yang bakal membangun Grosir Stasiun Pasar Turi. Direktur PT Lamicitra Nusantara Oedjang Ongkowidjojo mengaku tetap optimismis proyek properti yang akan dimulai bulan depan itu bisa terserap pasar. "Lokasi yang strategis cukup menentukan penjualannya. Kita tetap optimistis karena lokasinya berada di pusat Kota Surabaya, dan secara historis sudah dikenal sebagai tempat belanja grosir," papar Oedjang Ongkowidjojo di sela-sela acara product knowledge broker property di Surabaya kemarin. Dia mengatakan, proyek Grosir Stasiun Pasar Turi akan dibuat sepuluh lantai. Lima lantai sebagai lokasi perbelanjaan dan sebagian besar lantai lainnya untuk parkir. "Saat ini sudah terjual 30 persen dari 2.000 kios yang ditawarkan," ungkapnya. Dengan investasi Rp 300 miliar di lahan seluas 10 ribu hektare, harga per kios ditawarkan antara Rp 130 juta-Rp 290 juta. Dia menargetkan, sampai akhir tahun bisa terjual sampai 60 persen. Sedangkan pembangunannya diperkirakan selesai September 2006. Sementara itu, Edy Suwanto, principal broker property Ray White Kertajaya menilai, pembangunan properti ritel memang sudah oversupply. Karena itu, sebagai broker properti pihaknya harus berhati-hati untuk menentukan proyek mana yang dapat dipasarkan. "Sebagai agen properti, kita tidak mau sembarangan melakukan pemasaran," ujar Edy. Dia mengatakan, untuk melakukan pemasaran harus tahu kualitas developer yang melakukan pembangunan. Saat ini, rata-rata ada 2.000-an stan dalam satu mal yang sudah dan sedang dibangun di 20 lokasi. Sehingga, ada sekitar 40 ribu kios yang ditawarkan. "Kalau rata-rata harganya Rp 250 juta, berarti jumlahnya sudah Rp 10 triliun. Ini melebihi APBD," tuturnya. Jumlah tersebut tidak mungkin dicapai dalam waktu satu tahun. (erm) teddybear May 18th, 2005, 12:23 AM SURABAYA - Ditekennya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum cukup membuat optimistis para investor jalan tol. Salah satunya adalah PT Citra Margatama Surabaya (CMS) yang sedang menggarap tol Waru-Juanda. Lantaran pembebasan lahannya belum beres, proyek jalan tol sepanjang 12,2 Km dengan biaya investasi Rp 800 miliar itu hingga kini belum juga kelar. Padahal, flyover yang berada di atas Bundaran Waru itu sudah dua bulan lalu selesai. Dengan begitu, flyover yang didesain untuk ramp out (pintu keluar) dan ramp in (pintu masuk) tol itu hingga kini belum bisa difungsikan alias hanya jadi pajangan. "Ini yang membuat kami sedih. Padahal, berbulan-bulan kami bekerja keras merampungkan flyover itu agar selesai sesuai jadwal. Eh, hingga sekarang lahannya belum beres. Makanya, kita berharap perpres pengadaan tanah itu segera direalisasikan," kata Direktur Teknik PT CMS Budi Utomo, kemarin. Berdasarkan perpres itu, pemerintah punya kewenangan mencabut hak atas tanah warga bila yang bersangkutan bersikeras tidak mau menjual tanahnya untuk kepentingan umum setelah tidak dicapai kesepakatan dalam musyawarah. Pencabutan hak atas tanah tersebut tercantum dalam Pasal 3 Perpres Nomor 36/2005. "Pencabutan hak atas tanah itu jalan terakhir bila belum tercapai kesepakatan setelah terjadi musyawarah," ujar Budi. Bila hal itu terjadi, tanah tersebut akan dinilai panitia independen yang telah ditunjuk pemerintah. Kelak, uang hasil ganti rugi atas tanah itu akan dititipkan ke pengadilan negeri untuk diberikan kepada pemilik tanah. "Proyeknya tetap jalan terus. Pemerintah tinggal menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan setempat," ungkapnya. Budi menambahkan, hingga sekarang lahan yang belum berhasil dibebaskan di antaranya berlokasi di Kelurahan Kertomenanggal, Wadung Asri dan Berbek. "Kalau tidak juga dibebaskan, mana mungkin selesai tahun 2006 sesuai target," ungkapnya. (sup) teddybear June 12th, 2005, 01:10 AM http://www.jawapos.com/images/1118504703b Dilengkapi 11 Belalai dan Supermarket SURABAYA --Satu tahun lagi masyarakat pengguna jasa penerbangan bisa menikmati Bandara Juanda yang "baru" dengan fasilitas modern. Penumpang bakal dijamin tidak lagi kepanasan dan kehujanan karena akan ada 11 garbarata (belalai) yang menghubungkan ruang tunggu penumpang sampai masuk pesawat. Dari 11 tersebut, dua di antaranya bisa digunakan untuk dua pesawat, karena dibikin bercabang ke pintu sebelah kiri dan kanan. Dengan demikian, dari 11 garbarata itu penumpang bisa masuk untuk 13 pesawat. Semua peralatan pendukung untuk pembuatan garbarata saat ini telah dipasang dan tinggal menunggu pengoperasiannya. Dalam perencanaan, bandara yang baru nanti juga dilengkapi dengan supermarket yang akan menjual souvenir, oleh-oleh, dan aneka barang lainnya. Bandara baru tersebut mampu menampung parkir 18 pesawat, dan setiap tempat parkirnya dilengkapi dengan pipa di bawah tanah untuk pengisian bahan bakar. Dengan demikian, tidak perlu lagi menggunakan mobil tanki seperti sekarang. "Begitu pesawat parkir, tinggal langsung menarik selang dari bawah tanah untuk mengisi bahan bakar," kata Ir Nafhan Syahroni MSc, pimpinan proyek peningkatan dan pembangunan prasarana Bandar Udara Jawa Timur, kemarin. Kini pembangunan bandara baru yang letaknya di sebelah utara Bandara Internasional Juanda itu sudah rampung. Proyek sedang mengerjakan sarana pendukungnya, seperti nafigasi dan lainnya. "Kalau sarana fisik sudah rampung, tinggal peralatan nafigasi yang segera dipasang," kata Nafhan. Uji coba peralatan tersebut dijadwalkan akhir tahun ini, sehingga pada Mei 2006 mendatang, Departemen Perhubungan akan menyerahkan proyek triliunan rupiah --pinjaman lunak dari Jepang-- itu kepada PT Angkasa Pura, pengelola bandara. Untuk menuju ke bandara, nantinya ada dua jalan. Yang pertama melalui jalan tol Waru-Juanda yang sekarang dalam proses pembangunannya, dan kedua melalui jalan alternatif. Yakni dari SPBU Sedati, belok ke timur. Jalan alternatif itulah yang sekarang sedang dikebut oleh proyek Juanda. Sawah-sawah yang akan dilalui menuju ke bandara sedang dibebaskan. Untuk mengakses ke jalan alternatif bisa melalui Wadungasri, yang sekarang sudah juga dipakai menuju ke Juanda. Panjangnya sekitar 4,5 km dari Jalan Sedati. "Untuk sementara, kami kebut jalan alternatif sambil menunggu jalan tol. Mudah-mudahan, begitu bandara baru selesai, jalan tolnya juga rampung," tuturnya. Lantas untuk apa bandara yang lama? Nafhan mengaku tidak tahu, karena semua yang menangani pihak Angkasapura. "Saya tidak tahu, apakah diserahkan kembali ke TNI Angkatan Laut atau juga tetap dioperasikan seperti sekarang," tandasnya. (din) Fir3blaze June 15th, 2005, 01:22 PM *Taken from www.jawapos.co.id* Rabu, 15 Juni 2005, Diseriusi, Pedestrian Di Jl Basuki Rahmad Siapkan Dana Tambahan Rp 4,2 M SURABAYA - Pemkot tampaknya cukup serius menggarap pilot project pedestrian di Jl Basuki Rahmad serta Jl Tunjungan. Setelah mengkonkretkan rencana ini dalam forum work shop transportasi, kemarin, pemkot langsung menyusun skenario masterplan-nya. Bahkan, institusi pimpinan Penjabat Wali Kota Chusnul Arifien Damuri ini telah menyiapkan dana tambahan sebesar USD 442 ribu (sekitar Rp 4,2 miliar dengan asumsi USD 1 setara dengan Rp 9.500). "Kami sudah menyiapkan dana sebesar itu dalam APBD tahun ini," ujar Kasubbid Perhubungan Bappeko Uji Wiyono, kemarin. Dana sebesar itu dipergunakan untuk studi perencanaan awal masterplan transportasi dan fasilitas kendaraan tidak bermotor di Jl Basuki Rahmad-Tunjungan. "Dana itu juga dipakai untuk penyusunan DED (detail engineering design)," ungkapnya. Duit sebesar itu belum termasuk biaya pelaksanaan awal proyek yang diperkirakan menghabiskan USD 531.300 (sekitar Rp 5 miliar). Sebagaimana diberitakan, dalam waktu dekat, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Tunjungan bakal berubah. Di sepanjang dua jalan ini akan dibangun sebuah pedestrian, yang merupakan jalur khusus bagi pengendara kendaraan tidak bermotor (KTB) serta pejalan kaki. Pedestrian ini akan dibangun persis di sisi kanan dan kiri badan jalan. Antara badan jalan dengan pedestrian akan dibatasi dengan tanaman hijau. Trotoar yang sudah ada di sepanjang jalan ini akan dikepras. Lebar pedestrian diperkirakan sekitar 4 meter. Proyek ini digagas pemkot bersama GTZ - SUTP (The German Technical Cooperation - Sustainable Urban Transport Project). Untuk tahap awal, pembangunan pedestrian direncanakan sepanjang 1.600 meter. Pendanaan proyek ini dibantu oleh GEF (Global Environment Facilities), salah satu lembaga milik Bank Dunia. Secara garis besar, program ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan kendaraan tidak bermotor untuk perjalanan-perjalanan pendek. Selain menghemat biaya, proyek ini juga diminati karena ramah lingkungan. Selain pedestrian, diperlukan beberapa perbaikan sarana dan prasarana pendukung. Ini, misalnya, penyediaan tempat penyeberangan jalan, serta penyediaan jalur khusus sepeda. Selain itu, di beberapa tempat perlu dilakukan perubahan jalan satu arah menjadi dua arah untuk memperpendek jarak perjalanan. Lebih lanjut Uji menjelaskan, pemkot kini sedang merevisi desain pedestrian tersebut. Dalam konsep sebelumnya, desain proyek ini lebih condong ke arah trotoar. Padahal, pedestrian memiliki nilai dan fungsi lebih dibanding trotoar biasa. "Pedestrian memiliki syarat-syarat teknis yang tidak terdapat pada trotoar. Misalnya, soal lebar konstruksi dan persyaratan bebas hambatan," katanya. "Intinya, pedestrian harus bisa dipergunakan secara nyaman dan bebas hambatan oleh pejalan kaki serta pengendara kendaraan tidak bermotor," katanya. Jika segala persiapan beres, Uji menyatakan, bahwa proyek ini bakal ditenderkan sekitar awal Agustus tahun ini. "Karena proses tender memakan waktu 28 hari, berarti akhir Agustus, proyek ini bisa dikerjakan," katanya.(oni) David-80 June 15th, 2005, 02:21 PM Lantas untuk apa bandara yang lama? Nafhan mengaku tidak tahu, karena semua yang menangani pihak Angkasapura. "Saya tidak tahu, apakah diserahkan kembali ke TNI Angkatan Laut atau juga tetap dioperasikan seperti sekarang," tandasnya. Demolish and build a new three star hotel (more into transit hotel), thats what i read in the blue print. cheers Fir3blaze June 15th, 2005, 10:53 PM Hmm...3 star hotel isnt a bad idea. I personally think that the terminal now currently being built isnt going to be big enough in the near future. Hope they have space for an extension. Oh, an airport railway link would be nice as well. David-80 June 16th, 2005, 02:54 PM Railway is also on the book of planning, But where the main station will be, that still a question. From Waru to Juanda, that will need a long double track railway system. Yeah I agree, 3 star hotel is good enough for Juanda, Since i dont think Juanda is a hub anymore. Makassar International airport is the next hub for East Indonesia (strategic location and the kalla connection :P ) cheers David-80 June 16th, 2005, 02:57 PM personally think that the terminal now currently being built isnt going to be big enough in the near future Actually, its big enough, Almost as big as NAIA terminal 3 Manila. The room for expansion is still open for let say...10 - 20 years from now. cheers tata June 16th, 2005, 08:29 PM Actually, its big enough, Almost as big as NAIA terminal 3 Manila. The room for expansion is still open for let say...10 - 20 years from now. cheers Have they secured the land? Fir3blaze June 17th, 2005, 02:34 AM Why i'm worried about the capacity is that the currently built terminal has annual capacity for 6 million pax a year, which is the number of pax for Juanda in 2004 (if i remember correctly). about the space, im afraid they may not have secured the land yet. They are still struggling to free land for an exit to the new terminal, right? ncon June 17th, 2005, 05:33 AM hey guys will be go to surabaya today ! till 19 june will take some pics if possible going to attend my cousin's soft opening restaurant at supermall Fir3blaze June 17th, 2005, 01:42 PM Have fun encon! Wish your cousin all the best with his restaurant (and take a pic of it for us here). Will be waiting for ur pics! :) David-80 June 17th, 2005, 04:57 PM Yeah, they havent secured the land yet. I dont think it would be a big problem in the future since there is this new regulation from the president to clear any property or land for public use construction site. cheers Fir3blaze June 19th, 2005, 03:15 AM Yeah, the new law seems promising, just hope that its not overused to oppress those with legitimate reason not to sell their land. Anyway, anyone remember of e-Square mall in Surabaya? (Previously named The City Mall and Trade Center Mall). Has it been opened? I forgotten about it for some time and suddenly remembered that it was scheduled for opening sometime early this year. Fir3blaze June 30th, 2005, 11:39 PM Taken from www.jawapos.co.id Jumat, 01 Juli 2005, Rampung, Desain PKL untuk Ampel SURABAYA - Penataan kembali pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Ampel, segera direalisasikan. Sebab, konsep dan desain bangunannya sudah rampung. Desain tersebut disusun konsultan pemkot dari ITS, Haryo Sulistiarso. Menurut dia, desain baru tersebut masih mengadopsi dari konsep sebelumnya. "Jadi, nantinya bangunan yang sudah ada akan lebih diopotimalkan. Tidak akan banyak mengalami perubahan," katanya. Dia lantas memaparkan sekilas konsep terbaru PKL Ampel. "Gedung PKL yang dulu tertutup, kita ubah menjadi agak terbuka," katanya. Selain itu, tempat penurunan penumpang bus disediakan khusus dekat lokasi gedung penampungan PKL. Nantinya, para penumpang bus yang akan menuju komplek makam Sunan Ampel "dipaksa" melewati gedung PKL tersebut. "Jadi, begitu turun dari bus, peziarah pasti melewati tempat dagangan para PKL," katanya. Pemkot memagari tempat penurunan penumpang untuk menghindari penumpang yang tak mau melewati gedung PKL. "Jadi, sifatnya setengah dipaksa. Tapi, dipaksanya dalam tanda petik lho ya," paparnya. Menurut rencana, pengelolaan PKL Ampel bakal diserahkan kepada Dinas Pariwisata. "Kemungkinan, setelah bangunannya selesai, kewenangan pemeliharaan dan pengelolaan PKL Ampel diserahkan kepada Disparta (Dinas Pariwisata, Red)," ujar Haryo. Sementara itu, Kepala Disparta, Muhtadi, mengaku lebih senang jika pihaknya dilibatkan dalam penanganan PKL Ampel dari awal. "Ini kan konsep terbaru. Akan lebih bagus kalau dari awal Dinas Pariwisata dilibatkan," katanya. Nantinya, lanjut Muhtadi, Disparta akan membentuk UPTD (unit pelaksana teknis daerah) yang khusus mengelola kawasan Ampel. "Tentunya, pembentukan UPTD itu akan ditetapkan melalui peraturan daerah," katanya. UPTD akan bertugas memberikan pelayanan terbaik kepada para peziarah. "Kenyamanan dan keamanan para peziarah akan menjadi perhatian utama kami," ujar mantan Kadispenkot ini. Meski demikian, Muhtadi menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah yang dipimpin Iskandar. "Pembinaan usahanya tetap berada pada Dinas Koperasi. Kita hanya menangani pembinaan dari sisi tempat usahanya," tandas mantan cawawali PKB ini. Sebelumnya, Kabag Perekonomian Rudi Haryono menyatakan bahwa pembangunan bangunan sentra PKL Ampel akan dibantu Kimpraswil (Pemukiman dan Prasarana Wilayah). "APBD Surabaya tidak mengalokasikan anggaran untuk itu. Jadi, kita berharap dana bantuan Kimpraswil segera turun," pungkas Rudi. (oni) teddybear July 6th, 2005, 02:11 AM Siap Dibangun, City of Tomorrow http://www.jawapos.com/images/1120582350b SURABAYA - Surabaya bakal ketambahan satu lagi bangunan untuk pusat perbelanjaan plus. Kali ini berlokasi di dekat gedung Graha Pangeran, Jl A. Yani. Di sana ada lapangan yang biasa dipergunakan untuk sepak bola, di sanalah nanti pusat perbelanjaan baru itu akan dibangun. Kemarin, billboard yang berisi gambar maket pusat perbelanjaan bernama City of Tomorrow itu mulai dipasang di dekat Graha Pangeran. Menurut rencana, bangunan itu nanti terdiri dari enam tower. "Luas lahan keseluruhan mencapai 2,6 hektare," kata Oscar Tenata, Product Manager PT Lippo Karawaci Tbk, pengembang City Of Tomorrow. Bangunan yang bersebelahan dengan Graha Pangeran ini nantinya akan dikonsep seperti sebuah kawasan dengan fasilitas lengkap. Pengunjung akan mendapati bangunan yang komplet dengan berbagai sarana dan prasarana. Antara lain ada kawasan entertainment, trade center dan mall. Juga ada kawasan untuk hunian. Khusus untuk kawasan hunian, di dalamnya akan dibangun hotel dan kondominium. Untuk kawasan perbelanjaan, konsepnya akan dibikin seperti hypermarket. Oscar mengatakan, dengan fasilitas yang lengkap dan lokasi yang strategis, pihaknya optimistis dapat bersaing dengan mall-mall yang sudah ada. Setiap orang yang akan memasuki gerbang Surabaya dari arah Selatan, bisa dipastikan akan tertuju pada kawasan ini. Diharapkan, kawasan ini bisa menjadi salah satu sumber pariwisata Jatim.(nic) XxRyoChanxX July 6th, 2005, 06:57 AM cool!!! this is good news.. Fir3blaze July 6th, 2005, 01:42 PM OMG!!!! :runaway: This is wild, man! like nothing I've ever expected. Cheers Teddy, at least Surabaya is getting its decent share of new skyscrapers. :cheers: Blue_Sky July 6th, 2005, 01:57 PM Yeah i hope other Indonesian cities can make a beautiful skyline also.... teddybear July 9th, 2005, 09:36 AM Folks, Got the news from my sister that Pakuwon right now is selling out 2 hi-rise apartments in Western Surabaya and is planning to put more on the market. Detail and rendering could not be found in the internet. Once I have it or please who has it post it here. Thanks! Blue_Sky July 14th, 2005, 11:27 AM Man...Melbourne chinatown got eaten by Kya kya Surabaya cheers This the pic that i found I hope u can enjoy http://i16.photobucket.com/albums/b3/dave_win/P2260174.jpg http://i16.photobucket.com/albums/b3/dave_win/em1hidup18.jpg Alvin July 14th, 2005, 11:41 AM http://img203.imageshack.us/img203/44/cityoftomorrow6kb.jpg teddybear July 14th, 2005, 10:35 PM I approximate could be about 30 or more stories (Graha Pangeran is about 13-14 floors), but anybody knows exactly how many floors... since it says the tallest... Alvin July 15th, 2005, 02:49 AM Peluang Bisnis Bisnis properti Surabaya menggeliat ke selatan Selepas krisis, bisnis properti pun menggeliat kembali. Begitu juga di Surabaya. Setelah kawasan utara ibu kota Jawa Timur itu mengalami maraknya bisnis properti, kini giliran selatan dirambah. Perkembangan dan prospek usaha di Surabaya sulit dipisahkan dari kondisi ekonomi nasional secara makro. Sebagai kota dengan basis ekonomi/bisnis terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya bisa merasakan langsung efek setiap perubahan indikator ekonomi yang terjadi. Namun tidak jarang pergerakan ekonomi kota ini berjalan lebih maju dari pergerakan ekonomi nasional. Cepatnya pergerakan ekonomi-bisnis di Surabaya, tidak bisa dipungkiri telah diikuti oleh tumbuhnya sektor properti. Aneka ragam properti banyak dibangun di Surabaya. Indikator seperti ini umum terjadi di kota-kota besar di negara maju, yakni pertumbuhan sektor industri dan jasa selalu diikuti tumbuhnya sektor properti. Berdasarkan data Bank Indonesia, outstanding kredit properti di Jawa Timur yang nota bene 80%-nya beredar di Surabaya tercatat Rp4,39 triliun pada akhir triwulan I/2005 atau meningkat 46,38% dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, proyek-proyek properti komersial di Surabaya (ruko, plaza/mal, pusat perdagangan/perbelanjaan, perkantoran) sedikitnya tercatat 1,8 juta m2 pada 2003-2004, termasuk proyek-proyek baru 2004 seperti Pasar Atum Shopping Complex, Royal Plaza di Ketintang, Kembang Jepun Trade Centre, Kapas Kerampung Commercial Center, dan ITC Mega Grosir di Kapas Kerampung, dan Darmo Trade Centre. Data properti itu belum termasuk jenis properti apartemen, real estat, hotel, dan restoran, pergudangan, serta industrial estate. Sedangkan pada 2005 ini ada sederet proyek komersial yang akan dibangun di Surabaya, di antaranya Jembatan Merah Plaza III, Sungkono Trade Centre di Jl. HR. Muhammad, Hi Tech Mall di Jl. Basuki Rachmat, Apartemen Waterplace di sebelah Supermall Pakuwon. Bahkan Grup Lippo akan membangun Superblok dengan nama City of Tomorrow di Kawasan Waru, Surabaya Selatan seluas 17.000m2. Berbagai properti komersial akan dibangun menyatu di situ, mulai dari hotel, mal, perkantoran, dan apartemen. Sedangkan 'BUMN' Singapura yakni Keppel melalui PT Keppel Land membangun shopping experience dengan nama proyek BG Junction di bekas lahan Wijaya Centre. Data itu belum data ruko modern yang akan dibangun pada 2005. Itulah Surabaya yang terus menggeliat pertumbuhan bisnisnya. Pemerintah Kota Surabaya sendiri tidak pernah berhenti mengembangkan dan menata potensi ekonomi di wilayahnya. Pusat-pusat industri baru di wilayah utara, misalnya, terus dikembangkan hingga connecting dengan areal Pelabuhan Tanjung Perak. Keluar-masuknya barang industri dari dan ke Surabaya menjadi lebih mudah. Kawasan pergudangan dan industrial estate juga tumbuh di wilayah utara, mulai dari kawasan Kalianak, Gregres, Morokrembangan, hingga Krembangan Utara. Bahkan Pemkot Surabaya tengah mengupayakan lokasi bagi pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak agar tetap di kawasan utara Surabaya, meski Pemprov Jatim setengah menghalangi. Jika pengembangan pelabuhan itu jadi di Teluk Lamong, maka bisa dipastikan pertumbuhan industri di kawasan utara kota itu semakin marak, khususnya kawasan Osowilangun. Wilayah barat Surabaya juga telah berkembang pesat sebagai pusat komersial kedua, setelah kawasan komersial (CBD/central business district) tengah kota, yakni segi tiga emas Jl. Embong Malang dan Jl. Tunjungan, Jl. PB. Sudirman, dan Jl. Basuki Rachmat. Mungkin masyarakat Surabaya pada 1970-an tidak pernah membayangkan bahwa Surabaya Barat bakal tumbuh berkembang seperti sekarang. Siapa pun bisa menyaksikan maraknya pergerakan bisnis di Surabaya Barat, setelah sejumlah perumahan mewah dibangun di sana, seperti Villa Bukit Emas, Bukit Darmo Golf, Kota Baru CitraRaya, Graha Family, Adi Istana, dan Pakuwan Indah. Sejumlah proyek skala besar ada di Surtabaya Barat. Mulai dari hotel berbintang, perkantoran, mall/plaza, apartemen, kondominium, dan puluhan proyek ruko berkelas. Simbol-simbol bisnis utama pun tersedia. Seperti departement store, supermarket, food court, caf?, sektor keuangan, dan jasa lainnya. Bahkan sekolah bertaraf internasional juga tersedia. Perkembangan Surabaya Barat itu tidak terlepas dari kebijakan Pemkot Surabaya, yakni ketika pada 1970-an berani memberi izin lokasi bagi tiga pengembang milik Dharmala Group, yakni PT Darmo Permai, PT Darmo Satelite Town, dan PT Pembangunan Darmo Grande yang mendapat izin pembebasan lahan seluas 650 ha pada 1972, sebagai cikal-bakal Surabaya Barat. Sedangkan kawasan timur Surabaya, perkembangannya relatif lebih lamban dibandingkan kawasan lainnya. Karena luas wilayah ini relatif sempit, dan berbatasan langsung dengan laut. Maka itu di kawasan ini pertumbuhannya lebih terkonsentrasi ke sektor pendidikan. Puluhan perguruan tinggi dan aneka pendidikan lain ada di sana. Meski ada beberapa lokasi perumahan mewah, sulit dikembangkan lagi di Surabaya Barat karena terbatasnya lahan. Surabaya Selatan Pemerintah Kota Surabaya nampaknya menyadari potensi kawasan selatan Surabaya, sehingga kini mulai menata kawasan itu sebagai bakal pusat komersial baru. Potensi kawasan itu tidak terlepas dari lokasinya yang berdekatan dengan bandara internasional Juanda, dan pintu utama bagi arus lalu lintas dari dan ke Surabaya dari seluruh kota di Jatim bagian timur dan selatan. Potensi bisnis di kawasan selatan Surabaya ini sebenarnya tumbuh sejak lama karena lokasinya terkait langsung dengan pusat-pusat industri di kawasan Waru. Meski Waru merupakan secara administratif merupakan bagian paling barat dari Kabupaten Sidoarjo, setiap orang akan mengatakan Waru adalah bagian dari Surabaya Selatan. Bandara Juanda sendiri sebenarnya juga bagian dari Sidoarjo. Surabaya Selatan sebagai kawasan komersial sebenarnya sudah terbentuk dengan berdirinya pusat-pusat perbelanjaan dan perkantoran, seperti Maspion Square yang ditempati Giant Hypermarket di Jl. Achmad Yani, serta Plaza Marina di Jl Margorejo. Belum lama ini Pemkot Surabaya juga telah mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi kepada Grup Pakuwon di Jl. Ketintang, Surabaya Selatan, untuk plaza dengan nama Royal Plaza. Proyeknya phisiknya sudah dalam pengerjaan. Di sepanjang Jl. Achmad Yani hingga ke Waru, selain ada Giant Hypermarket, juga ada Alfa Supermarket dan pusat perkulakan Makro. Aneka industri juga ada di sepanjang jalan itu. Terminal bis Bungur Asih yang setiap hari mencatat puluhan ribu orang (penumpang) keluar-masuk Surabaya, juga berlokasi di sana. Dari sektor perkantoran, di Jl. Achmad Yani juga berdiri Gedung Graha Pena berlantai 26 milik Grup Jawa Pos dengan tingkat hunian lumayan tinggi. Di seberang jalan gedung itu, masih di Jl. Achmad Yani, sedang dalam pengerjaan proyek properti prestisius milik Pemprov Jatim, yakni gedung Jatim Expo sebagai fasilitas modern untuk exhibition centre. Dahlan Iskan, penanggungjawab proyek Jatim Expo, mengatakan Jatim Expo dirancang untuk menampung berbagai kegiatan besar, seperti pameran berskala internasional, konser musik, olahraga, resepsi, maupun atraksi yang membutuhkan lahan luas. Kapasitas gedung akan mampu menampung 8.000 pengunjung. "Mudah-mudahan pengerjaan proyek ini selesai sesuai jadwal," kata Dahlan kepada Bisnis belum lama ini. Di ujung Jl. Achmad Yani, tepatnya di Bundaran Waru, juga berdiri megah gedung perkantoran Graha Pangeran milik Grup Samator. Tingkat hunian gedung dengan icon Bank BNI 46 itu cukup tinggi dengan berbagai sektor usaha di dalamnya. Di Graha Pangeran juga terdapat Kantor Wilayah Bank BNI 46 yang wilayah kerjanya hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat. Tepat di samping kiri gedung Graha Pangeran, kini juga dalam pengerjaan mega proyek superblok milik Grup Lippo dengan nama proyek City of Tomorrow. Berbagai fasilitas komersial dibangun menyatu di lokasi seluas 17.000 m2 tersebut. Mulai dari hotel, mal, perkantoran, hunian apartemen 375 unit, hingga convention & exibition hall. Sementara hotel di City of Tomorrow itu akan diberi nama The Aryaduta Regency Surabaya. Di sepanjang Jl. Achmad Yani juga terdapat tiga kampus perguruan tinggi dengan jumlah puluhan ribu mahasiswa, sehingga ikut meramaikan suasana pusat-pusat komersial kawasan tersebut, yakni kampus IAIN Sunan Ampel, Universitas Bhayangkara, dan Universitas Petra. Infrastruktur tersedia Arif Arianto, pemerhati masalah properti di Surabaya, memperkirakan pertumbuhan Surabaya Selatan sebagai kawasan komersial akan lebih cepat dari kawasan lainnya, karena infrastrukturnya lebih tersedia dan kawasan itu sudah menyambung dengan Sidoarjo. "Maraknya pertumbuhan real estat di Sidoarjo yang bahkan lebih cepat dari Surabaya, akan berdampak positif terhadap percepatan pertumbuhan bisnis Kawasan Waru dan Surabaya Selatan. Para penghuni perumahan mewah di Sidoarjo dan Surabaya Selatan tidak perlu lagi masuk ke tengah Kota Surabaya untuk berbelanja, karena di Waru dan sekitar bundaran Waru Jl. Achmad Yani kini sudah dan bakal tersedia pusat-pusat perbelanjaan yang tidak kalah mewahnya," katanya kepada Bisnis. Menurut dia, meski di tengah kota banyak pusat perbelanjaan, namun kecenderungan orang akan memilih lokasi paling dekat. Terlebih lagi kapasitas perbelanjaan tangah kota juga terbatas dibanding jumlah penduduk Surabaya dan sekitarnya. Dia mencontohkan beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, serta Thailand. Di Singapura, satu pusat perbelanjaan melayani sekitar 63.000 orang, di Malaysia 108.000 orang, serta Thailand melayani 170.000 orang. Sementara di Indonesia, seperti di Jakarta dan Surabaya, satu pusat perbelanjaan harus melayani 372.000 hingga 400.000 orang. Padahal, katanya, daya beli masyarakat Surabaya relatif tinggi sehingga memungkinkan pusat-pusat komersial tumbuh cepat. Indikator daya beli masyarakat Surabaya bisa dilihat dari tingkat atau strata ekonominya. Menurut data statistik Kota Surabaya, sampai Th 2003, jumlah warga yang tergolong sangat miskin mencapai 11.206 jiwa (0,46%) serta miskin 72.915 (1,9%) dari total penduduk yang hampir mencapai 4 juta jiwa. Artinya, hampir 97% penduduk kota ini tergolong mampu. Lokasi Surabaya Selatan yang dekat dengan Sidoarjo dan Surabaya Timur ini, memungkinkan pertumbuhan komersial daerah Waru dan sekitarnya lebih cepat. Karena jumlah penduduk bisa datang dari berbagai penjuru. Sedangkan aneka ragam industri yang ada di Rungkut dan Waru juga memudahkan bagi pengelola perbelanjaan untuk menawarkan kepada calon tenant dengan aneka barang dagangan, karena suplai barang dagangan cukup dari industri yang ada di sekitar lokasi itu juga. Contohnya, tidak jauh dari Waru terdapat pabrik Maspion I dengan aneka produk peralatan rumah-tangga. Di sekitar itu juga banyak terdapat industri makanan olahan, garmen, dan barang kebutuhan keseharian lainnya. Begitu pula dengan produksi bahan -bahan pangan agribisnis dan agro industrinya, karena pintu tol ke arah Malang dan Pasuruan (kedua daerah penghasil sayur-mayur dan hortikutura terbesar di Jatim) juga berada di Waru. Pendeknya, Surabaya Selatan dan Waru, dalam jangka pendek, diperkirakan bakal tumbuh cepat sebagai kawasan komersial baru di Surabaya. Bahkan pertumbuhannya bisa lebih cepat dari kawasan lain di Surabaya S. Ardiansyah & Luthfil Hakim teddybear July 17th, 2005, 02:02 AM termasuk proyek-proyek baru 2004 seperti Pasar Atum Shopping Complex, Royal Plaza di Ketintang, Kembang Jepun Trade Centre, Kapas Kerampung Commercial Center, dan ITC Mega Grosir di Kapas Kerampung, dan Darmo Trade Centre. Data properti itu belum termasuk jenis properti apartemen, real estat, hotel, dan restoran, pergudangan, serta industrial estate. Sedangkan pada 2005 ini ada sederet proyek komersial yang akan dibangun di Surabaya, di antaranya Jembatan Merah Plaza III, Sungkono Trade Centre di Jl. HR. Muhammad, Hi Tech Mall di Jl. Basuki Rachmat, Apartemen Waterplace di sebelah Supermall Pakuwon. According to the news I heard, Apartemen Waterplace has been launched and successful - even they start to sell the third tower (?). Here is the rendering posted by OPTX on another thread: http://img307.echo.cx/img307/104/waterplacesurabaya13py.jpg I never heard about Hi Tech Mall in Basuki Rahmat - Good news but looking for rendering again. Here is Sungkono Trade Mall that I found: (http://img326.imageshack.us/my.php?image=surabaya109ho.png) Also would like to see ITC Pusat Grosir Kapas Krampung. Some projects not mentioned above is Trade Center in Ngagel, and Galaxy Mall 2. Here is rendering on Galaxy Mall2, but I heard they even not starting yet... it might get cancelled :( [img]http://www.cadizinternational.com/image_retail_pro/galaxy1.jpg David-80 July 18th, 2005, 03:12 PM I thought Galaxy mall 2 construction is starting already? Anyway, I think Galaxy mall is the only exclusive mall in Surabaya, the place is reminded me of Plasa senayan. Yet, looking from the area and where it stands, Galaxy mall is indeed for high-class consumers. cheers Fir3blaze July 23rd, 2005, 10:27 AM One more condominium project for Surabaya. This one’s titled The Adhiwangsa. Sorry for the low quality pics. http://img218.imageshack.us/img218/7895/ta19jh.jpg (http://www.imageshack.us) http://img218.imageshack.us/img218/5651/ta26if.jpg (http://www.imageshack.us) Last pic, showing the the project location, relative to nearby places like the Pakuwon Supermall. http://img218.imageshack.us/img218/1862/ta34gt.jpg (http://www.imageshack.us) Blue_Sky July 23rd, 2005, 10:48 AM I hope thoese project can change Surabaya face from this http://i16.photobucket.com/albums/b3/dave_win/Surabaya/567_Surabaya.jpg http://i16.photobucket.com/albums/b3/dave_win/Surabaya/566_Surabaya.jpg Into this http://www.sgtfretsurfer.com/Grilled-Sarlacc/s/i/coruscant_bg.jpg http://homepage.mac.com/wntermute/swreference/pix/SWWW/Coruscant.jpg http://homepage.mac.com/wntermute/swreference/pix/SWWW/Coruscant2.jpg Which one u prefer??? SeeMacau July 23rd, 2005, 11:21 AM The Adhiwangsa looks pretty tall, how tall is it? teddybear July 23rd, 2005, 03:51 PM This is good news. If that rendering can be the indication... I count the tallest one is about 35 floors. So the overall height is about close to 38 floors. This might set new height for Surabaya. I just think this is the answer from Dharmala Group to compete with the Waterplace Apt developed by Pakuwon. The development in the Western part of Surabaya indeed gathers speed now. Thanks fireblaze for posting. You must have scanned it from a brochure... your family might be interested in buying one the unit there? Where does your family live in Surabaya, by the way? I will have a chance to look all of these since I will visit Surabaya this year folk. But I might not be able to go around talking photos since my schedule seems pretty tight. :( Fir3blaze July 23rd, 2005, 07:43 PM @Blue_Sky, well, those projects are the first steps into the future. But i think it will take another 300-500 years for us to get into the future like in "Star Wars" :) @teddy, I just got here in Surabaya a few days back. Will be here for a while longer, but my schedule's pretty packed as well. I will try to take some more pics but no promise. Yes, Adhiwangsa seems to be an answer to Pakuwon's Water Palace, but in my personal opinion this project have better designs than Water Palace. Btw, I took a pic of the news ad with my digital camera, then transferred it into my comp before putting it online. :) David-80 July 23rd, 2005, 09:34 PM Yo fireblaze, Have you been to JATIM PARK? I am interested to visit it someday, many told me its the copy of ANCOL mixed with Taman Mini. If you have any chance, please take some pictures from that amusement park. :) cheers teddybear July 23rd, 2005, 11:59 PM fireblaze, since you are in Surabaya now and if possible, I'd like to know the status of Galaxy Mall2, like David also ask. Then also: the city mall in Ngagel, BG Junction, Gold Center close to Blauran, Hi Tech Mall in Basuki Rahmat (?), Crystal Apartment in Embong Malang, the stalled projects in Basuki Rahmat. Thanks and appreciate your posting and replies. I myself will have opportunity to see later this year. Fir3blaze July 24th, 2005, 06:41 AM Wow, that's quite a bit of requests. Teddy and David, I'll try my best to take those pics, but like i said earlier, no promise. I think i should be able to get some shot of BG junction and other projects in the vicinity, but about Jatim Park, er, that's kinda far away from Surabaya, it's located something like where Puncak is to Jakarta, so I think pictures are unlikely. If I can get more info about the place from my relatives n friends i will let you guys know. :) teddybear July 24th, 2005, 09:00 AM Well fireblaze, I am not asking pictures. But news regarding their status (but with pictures will be better for sure). It's fine. I do not want you to feel the obligation. Just have fun and enjoy your time in Sby with your family! teddybear July 25th, 2005, 03:15 PM Another Trade Mall craze in Sby, Buthan Trade Mall. I doubt all these trade malls could survive eventually... No rendering yet. This also shows that Surabaya has 'hidden' projects that can surprise us. Disulap Jadi Mal Sepuluh Lantai http://www.jawapos.com/images/1122220420b SURABAYA - Seperti apa nanti pusat perbelanjaan yang segera dibangun di lahan bekas RS Mardi Santoso di Jl Bubutan itu? Menurut rencana, pusat perbelanjaan yang akan diberi nama Buthan Trade Mall (BTM) itu dibangun sepuluh lantai, dengan total investasi diperkirakan antara Rp 300 miliar sampai Rp 350 miliar. "Khusus untuk mal nanti ada tujuh lantai. Ada juga lantai untuk lahan parkir," ujar Direktur Utama PT Bubutan Indah Megah, Leonardus Hartono, yang akan mengerjakan proyek tersebut. Nantinya, BTM akan menyajikan barang-barang teknik, elektronik, bangunan, furniture, handphone, dan lain-lain. "Ada juga hypermarket dan food court-nya lho," imbuh Hartono. Menurut dia, pihaknya kini sedang berupaya melengkapi segala perizinan yang dibutuhkan. "Kami sudah memiliki izin zoning, amdal banjir, dan amdal lalin. Permohonan IMB (Izin Mendirikan Bangunan)-nya sudah kami ajukan, dan sedang diproses," beber Hartono sambil menunjukkan berkas-berkas perizinannya. "Kami taat hukum. Sebelum semua persyaratan terpenuhi, proyek ini tidak akan kita mulai," imbuhnya. Sesuai gambar zoning, pembangunan mal tersebut juga bakal disertai pelebaran Jalan Penghela, Jl Pengenal, dan Jl Bubutan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemacetan yang mungkin terjadi saat mal beroperasi nanti. Hartono mengakui, banyak pihak mempertanyakan nasib gedung eks RS Mardi Santoso sebagai bangunan cagar budaya. "Kami tidak akan membongkarnya. Justru kami berkomitmen untuk memperbaiki bangunan itu sesuai bentuk aslinya," katanya. Nantinya, eks R.S. Mardi Santoso bakal disulap menjadi restoran. Sebelum digarap investor, kondisi bangunan eks R.S. Mardi Santoso tergolong memprihatinkan. Banyak tembok yang sudah ambruk dengan sendirinya. Rumput ilalang juga tampak menutupi sebagian tembok bangunan. Pembangunan mal ini mendapat kawalan ketat dari tim cagar budaya Surabaya, serta para pejabat pemkot. "Jangan sampai mal itu merusak lingkungan cagar budaya," ujar anggota tim cagar budaya, Ir Suhardi. "Kami akan mengawal ketat pembangunan. Kalau sampai ada kabar bahwa bangunan Mardi Santoso dibongkar, kami akan bertindak," imbuhnya.(oni) ncon July 25th, 2005, 03:55 PM 19 june 2005 : http://i9.photobucket.com/albums/a57/encon11/DSC01421.jpg http://i9.photobucket.com/albums/a57/encon11/DSC01420.jpg http://i9.photobucket.com/albums/a57/encon11/DSC01418.jpg http://i9.photobucket.com/albums/a57/encon11/DSC01416.jpg http://i9.photobucket.com/albums/a57/encon11/DSC01417.jpg the main street: http://i9.photobucket.com/albums/a57/encon11/DSC01419.jpg they said this apartment is the most classy in surabaya: http://i9.photobucket.com/albums/a57/encon11/DSC01411.jpg teddybear July 26th, 2005, 01:43 AM Thanks Encon for posting the current photos of Sby. I believe you have taken these photos from Mariott Hotel. Photo#1: I believe the 2 constructions are: BG Juction (which is the farther one) and the closer one is Gold Center (The Empire Palace). Gudang Garam Office Bldg is in the background. Bhutan Trade Mall should be a little bit father than BG Junction. Photo#2: There seems to be a stalled construction and I do not know what it is. Photo#3: General view Photo#4: Embong Malang. The stalled construction should be Crystal Garden Apt. No activities spotted yet :( Photo#5: Tunjungan Plaza Superblock. There is still empty land, and not sure what Pakuwon will build there. Photo#6: Embong Malang again. I wish the other side of this street will be developed also. Photo#7: Puri Matahari, an apartment by one of the owner of Gudang Garam. Yes, I agree it is the best apartment. But the Adhiwangsa might challenge it. teddybear July 26th, 2005, 08:29 AM I found a good rendering of BG Junction by Keppel Land: http://www.keppelland.com.sg/img/com/indonesia/pic_bgjunction.jpg The interior is cool, check it out at the website: http://www.bgjunction.com/index.asp ncon July 26th, 2005, 08:41 AM Thanks Encon for posting the current photos of Sby. I believe you have taken these photos from Mariott Hotel. Photo#1: I believe the 2 constructions are: BG Juction (which is the farther one) and the closer one is Gold Center (The Empire Palace). Gudang Garam Office Bldg is in the background. Bhutan Trade Mall should be a little bit father than BG Junction. Photo#2: There seems to be a stalled construction and I do not know what it is. Photo#3: General view Photo#4: Embong Malang. The stalled construction should be Crystal Garden Apt. No activities spotted yet :( Photo#5: Tunjungan Plaza Superblock. There is still empty land, and not sure what Pakuwon will build there. Photo#6: Embong Malang again. I wish the other side of this street will be developed also. Photo#7: Puri Matahari, an apartment by one of the owner of Gudang Garam. Yes, I agree it is the best apartment. But the Adhiwangsa might challenge it. thanks for explaining i'm not good at surabaya cos seldom go there :) rhz July 26th, 2005, 09:48 AM can;t believe Surabaya is the 2nd largest city in our country.. where are the tall buildings??? sanhen July 26th, 2005, 10:03 AM can;t believe Surabaya is the 2nd largest city in our country.. where are the tall buildings??? Jakarta sucks all of it. Not until the goverment build better infrastructure for Surabaya, we wont see much tall office building, apartment for executives etc etc. Highway is not adequate.. need more highspeed lane connecting to outlying cities so people can work in surabaya. Communication is more expensive than Jakarta. Railway is not adequate for heavy cargo. Industry need port and cargo terminal already too full. Inner city streets is too damn full. Jams everywhere, how you suppose to do business? And I think the airport is so close to the city? Preventing high rise? Maybe not until Suramadu finished we wont see any property boom in Surabaya. Suramadu will practically increase Surabaya land mass.. more space for cargo and industry. sanhen July 26th, 2005, 10:04 AM thanks for explaining i'm not good at surabaya cos seldom go there :) OMG Encon. Your post count that high already :eek2: ncon July 26th, 2005, 10:13 AM can;t believe Surabaya is the 2nd largest city in our country.. where are the tall buildings??? yes surabaya need more tall building at least half of jakarta maybe 10 years from now ;) ncon July 26th, 2005, 10:14 AM OMG Encon. Your post count that high already :eek2: hehehehe :D beat you and tata :D i fast foward like The Peak Construction :rofl: teddybear July 26th, 2005, 10:16 AM sanhen, Your explanation might be right. But forgot to mention that Indonesia is centralized. The money, and the government centralized in Jkt. Sby is more conservative and the streets not as jammed as Jkt which explain why Apt is possible. So, that I think explain this. Not because the airport is too close. But centralization. The money, opportunities, government, are mostly there. Also Sby street is also too small... the land size is segmented into small portions! sanhen July 26th, 2005, 11:45 AM Yes. Those are one of the cause as well. Bloody centralization. Fir3blaze July 26th, 2005, 12:31 PM Nice update guys! Anyway, the stalled construction seen in encon's second pic is where batik keris used to stand (it burned down). Before Batik Keris the place was occupied by a building called Aurora. Oh, and about Bhutan Trade Mall, any idea why it's called that? I mean Bhutan souns similar to Bubutan, where the project is located, but Bhutan is the name of a country, right? Maybe we have some investors from there? :) tata July 26th, 2005, 06:17 PM hehehehe :D beat you and tata :D Hehehe I knew it Con ;) Well. Thanks for pictures of Surabaya, however it looks flat to me... ncon July 27th, 2005, 08:16 AM somehow for me surabaya more organized than jakarta more peaceful and cleaner David-80 July 27th, 2005, 02:47 PM Surabaya has skylines, the standard of a skyline is 12+ floor above. The reason why not too many apartments and tall office tower is because of the slow demand from this market. If there is high demand, i think they will build it right away. But its changing now, as expected, the office and apartment demand are increasingly high, because Surabaya is becoming a city with traffic jam lately. cheers teddybear July 30th, 2005, 05:05 AM Petualangan Samudera ala Sinbad: http://www.jawapos.com/images/1122653737b SURABAYA -Petualangan ala Sinbad yang melintasi tujuh samudera segera bisa dinikmati warga metropolis di Ciputra Waterpark (CW). Tempat wisata air yang akan dibuka untuk umum pada 5 Agustus nanti itu berada di lahan seluas 5 hektare. Meski baru dibuka pekan depan, sudah seminggu ini CW menggelar trial opening untuk undangan serta warga di kompleks perumahan CitraRaya. "Mereka tak hanya bermain dengan air, tetapi menikmati petualangan di air," ujar Marketing Manager CitraRaya Agung Kris Primandoyo, kemarin. Para pengunjung pun tampak terpuaskan oleh berbagai permainan yang ada. Suara teriakan kegembiraan terdengar saat pengunjung meniti air dengan perahu karet. Atau saat mereka meluncur dari menara air setinggi 15 meter. "Tema khas di sini adalah petualangan Sinbad," kata Agung. Misalnya di Roc Tower, pengunjung bisa berseluncur dari menara air setinggi 15 meter. Lalu Sinbad Playground, tempat orang bisa menikmati aneka permainan air. "Di sini juga ada guyuran air dari drum raksasa berisi 5 ribu galon air," sambungnya. Selain orang dewasa, anak-anak juga bisa berpetualang di dunianya. Misalnya di Marina Lagoon dan Chimera Pool yang dibangun khusus untuk anak-anak. Aneka wahana wisata itu dibangun di lokasi seluas 5 hektare. Menurut Agung, saat ini CW menjadi waterpark terbesar di Indonesia. "Skalanya tak hanya kota, tetapi bisa ke regional bahkan nasional," ungkapnya. Nantinya, pengunjung bisa menikmati seluruh wahana itu hanya dengan membayar tiket masuk Rp 50 ribu. "Itu untuk weekend. Kalau weekday, harganya hanya separuhnya," tandas Agung.(dos) sanhen July 30th, 2005, 05:24 AM Hey Thats nice I love waterpark Got my skin burned there all the time hehehe teddybear August 2nd, 2005, 02:32 AM Renovasi Plaza Surabaya Rp 20 M SURABAYA - Bermunculannya mal baru, membuat pengelola pusat perbelanjaan lama tidak tinggal diam. Salah satunya seperti yang dilakukan manajemen Plaza Surabaya yang saat ini melakukan renovasi total gedung di kawasan jalan Pemuda. Coordinator of Sales PT Bayu Beringin Lestari, pengelola Plaza Surabaya, Jenny Chandra untuk renovasi itu dianggarkan dana Rp 15 miliar -Rp 20 miliar. "Biayanya memang cukup banyak dan akan dilakukan secara bertahap untuk intern A, intern B, dan renovasi total untuk lantai 5," jelasnya saat ditemui kemarin di Surabaya. Renovasi per bagian mal diperkirakan menelan biaya Rp 4-5 miliar. "Di lantai lima akan dibangun ruang pertemuan, karena Plaza Surabaya belum memiliki convention hall," jelasnya. Diperkirakan dari luas seluruh lantai lima 7.000 meter persegi, convention hall menempati area 4.000 sampai 4.500 meterpersegi. Sedangkan untuk intern A dan B akan ditambah tenant baru dan memperluas atriumnya. "Direncanakan akan masuk Brad talk dan Bossini," ungkapnya. Saat ini total jumlah tenant sebanyak 185 unit. Jenny mengakui renovasi ini dilakukan untuk menghadapi persaingan mal yang akan terjadi pada tiga tahun kedepan. "Memang kita melakukan renovasi ini tidak buru-buru, tapi bertahap, saat ini sedang berlangsung internal A," jelasnya. Plaza yang sudah berdiri sejak tahun 1988 dan di take over sejak 1991 ini memang sudah berancang-ancang untuk tetap bertahan dalam bisnis properti dan fashion. "Segmen kita menengah sedikit keatas, untuk mempertahankan pasar mau tidak mau harus berbenah," tuturnya. Meski demikian Jenny mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pembangunan gedung baru. "Saat ini Plaza Surabaya sudah bebas utang, renovasi disesuaikan dengan kondisi keuangan," ungkapnya. (erm) David-80 August 2nd, 2005, 02:47 PM Plaza Surabaya is formerly known as Delta Plaza right? I've heard many spooky stories from that shopping centre. cheers teddybear August 2nd, 2005, 04:16 PM Right, It is Delta Plaza before. Spooky stories? There are spooky stories before, right. But, I went there many times... nothing is spooky imo. Gosh, I do not understand why Indonesia people are just so easy believing ghost stories?? teddybear August 3rd, 2005, 01:25 AM More News About Mall... Where the hell is Hi-Tech Mall in Surabaya?? It said that it exists already, so this is disappointing that Hi-Tech Mall seems to be an existing one being renamed?? Never know such mall exists! Upaya Mal dan Trade Center Menghadapi Pesaing-Pesaing Baru Kucurkan Dana Miliaran untuk Renovasi dan Gedung Baru Menghadapi kompetitor baru, mal dan trade centre yang lebih dahulu beroperasi mulai "mempercantik" diri. Caranya, masing-masing melakukan renovasi dan memilih kriteria untuk gerai-gerai yang masuk. Meskipun mal dan trade centre baru, baik yang sudah beroperasi maupun yang sedang dibangun, menjanjikan tampil lebih megah, para pemain lama tetap tidak mau kehilangan momen, apalagi kehilangan pasar mereka. Tahun ini, Hi-Tech Mall dan Mal Galaxy mulai berbenah untuk melengkapi fasilitas bangunannya. Hi-Tech Mal memulai renovasi untuk membuat ruang pameran khusus IT dan komputer. Di area seluas 8.000 meter persegi, akan dibangun empat ruang pameran. Masing-masing luasnya 2.000 ribu meter persegi. Menurut Ruddy Sukamto, asisten general manager Sasana Boga, pengelola Hi-Tech Mall, dari penggabungan empat ruangan itu bisa dijadikan convention hall,. "Kami juga menyiapkan ruang pamer yang pembangunannya sedang berlangsung," tukasnya. Total area Hi-Tech Mall sendiri mencapai 97 ribu meterpersegi. Ruddy menambahkan, selain pembangunan gedung, perbaikan fasilitas juga dilakukan. "Untuk tenant, pendingin ruangannya mulai dibenahi," ungkapnya. Disamping itu interior dalam seperti lantai dan dinding juga mulai diganti. "Bangunan ini sudah lama menjadi pusat perbelanjaan di kota Surabaya, sudah waktunya diganti," ucapnya. Dana yang tersedia untuk pembenahan ini mencapai Rp 20 miliar. "Kita targetkan pembangunan selesai awal 2006," jelasnya. Sementara penambahan gerai juga akan dilakukan. Saat ini jumlahnya sebanyak 800 unit. Pembangunan gerai direncanakan mulai Februari tahun depan dengan penambahan jumlah menjadi 1.000 unit. Luasnya bervariasi antara 12 meter persegi sampai 500 meter persegi. "Jumlah tenant wating list yang ingin masuk Hi-Tech Mall cukup banyak. Nantinya akan dilakukan seleksi, karena untuk perdagangan komputer kita ingin yang berkualitas," urai Ruddy. Hal itu untuk merubah citra, yang sebelumnya dikenal sebagai pedagang amatiran dengan rakitan yang buruk, menjadi perdagangan komputer yang lebih berkualitas. Jadi segmen pasar menjadi semakin jelas. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh pengelola Mal Galaxy. Dengan jumlah tenant yang mencapai 200, dinilai sudah tidak mampu lagi menampung yang baru. Salah satu pemilik dan pengelola Mal Galaxy Harry Wijaya mengatakan pembangunan gedung dua Mal Galaxy sedang berlangsung. Hal ini salah satunya untuk menampung tenant baru yang akan masuk ke Mall segmen menengah ke atas ini. "Sebagai pengelola kita mempunyai kelebihan untuk memilih tenant yang sesuai dengan segmen pasar kita," tuturnya. Bangunan baru nanti direncanakan memiliki luas 100 ribu meter persegi. Bangunan ini akan lebih luas dari bangunan lama yang luasnya 70 ribu meter persegi. "Menghadapi kompetitor baru, membuat Galaxy harus fokus pada segmentasi khusus," papar Harry. Rencana ke depan, Mal Galaxy akan dibuat lebih nyaman dan eksklusif.(erm) teddybear August 3rd, 2005, 01:29 AM And more property news: Booming Properti di Surabaya Masih Berlanjut SURABAYA - Pangsa pasar properti di Surabaya disebut oleh pengembang properti terutama perumahan masih sangat besar. Harun Hajadi, managing director PT Ciputra Surya Tbk, menyatakan di antara beberapa ibukota propinsi di Indonesia, Surabaya pasar yang yang sangat menjanjikan. "Surabaya memang masih kalah dengan Jakarta. Tetapi itu hanya masalah di Jakarta ada lebih banyak penduduk saja," katanya. Harun menambahkan pihaknya optimistis perumahan yang dikembangkan oleh Ciputra Group di Surabaya akan semakin berkembang. "Mungkin butuh waktu sekitar 15 tahun untuk tumbuh pesat, namun itu tidak menjadi masalah bagi kami," imbuhnya. Misalnya untuk kawasan CitraRaya yang berslogan The Singapore of Surabaya sampai saat ini baru terbangun 600 hektar dari 1.000 ribu hektar yang tersedia. Untuk semester pertama 2005 terjual 800 unit rumah. Targetnya sampai akhir tahun 2.000 unit rumah akan terjual. Lakunya kawasan hunian yang mereka bangun tidak lepas dari fasilitas yang disertakan dalam setiap kawasan. Seperti CitraRaya yang merupakan salah satu dari 22 kota yang sudah dibangun oleh Ciputra Group itu, dilengkapi dengan fasilitas waterpark yang lengkap. "Selama suku bunga masih seperti sekarang, pasar properti masih bagus. Namun bila bunga sudah melesat, saya tidak yakin," ungkapnya. Diakui Harun, memang ada beberapa segmen hunian yang dibangun Ciputra Surya sudah oversuplay, seperti apartemen di Jakarta. Namun perumahan masih sangat bagus. Ciputra Surya sendiri masih belum tertarik untuk ikut-ikut membangun apartemen di Surabaya. "Marginnya masih belum menarik," akunya. Diakui memang ada plot namun rencana belum ada. Sampai semester pertama ini kinerja perusahaan, disebutkan Harun, naik 30 persen. Diharapkan memasuki semester kedua nanti, angka pertumbuhan mencapai 30 persen. Sekarang selain proyek Taman Dayu The City of Festival yang diluncurkan pekan lalu, Ciputra Surya baru meluncurkan proyek properti di Lampung. Sedangkan proyek lain di luar negeri seperti di Vietnam dan India masih terus dikembangkan. Untuk proyek di India, pihaknya merencanakan untuk me-relaunch pada kwartal ketiga tahun ini.(tia) David-80 August 3rd, 2005, 03:26 PM Teddy, the spooky stories i heard is not about Ghost, but its merely because the place is so huge, many got lost in that mall. LOL cheers teddybear August 3rd, 2005, 06:51 PM Hmm.. actually, Tunjungan Plaza (TP) is the biggest plaza/mall in Surabaya. But it has easy layout for people not to get lost. Surabaya Plaza (SP), is not so big, but the layout could confuse people. TP's layout is open with stores lined up on the sides. But SP is kind of like a "maze." Speaking about TP, it is very successful indeed. It starts with building TP I in the late 80s. Then it built TP II, III, and IV. I notice they still have pretty big empty land adjacent to TP IV and Sheraton. Wonder if when are they gonna build TP V? Wonder if they starts gobble up the adjacent neighborhood to make a bigger Tunjungan Superblock? Fir3blaze August 5th, 2005, 09:44 AM Teddy, the spooky stories i heard is not about Ghost, but its merely because the place is so huge, many got lost in that mall. LOL cheers Lol...that one's funny. I heard the spooky part is that because that area used to house a hospital, where obviously many people die there. So, they say that the souls of those who died still roams the area. Anyway, I was out of town for almost a week (no, not lost in a mall), and didn't have the chance to log online. Teddy, the so-called Hi-tech mall is what used to be called THR (Taman Hiburan Rakyat - or sth like that), the one next to taman remaja. In recent years the place is full of computer hardware & software seller, so they repositioned the mall and call it Hi-tech mall instead. teddybear August 8th, 2005, 01:27 PM Thanks fireblaze. So, it's disappointing that actually THR is the one. teddybear August 17th, 2005, 05:27 AM Bad news on Cito (City of Tomorrow) project: SURABAYA - Rencana pembangunan pusat perbelanjaan plus bernama City of Tomorrow (Cito) yang berlokasi di sekitar bundaran Waru dekat gedung Graha Pangeran, tampaknya tidak akan berjalan mulus. Sebab, belakangan diketahui, desain proyek tersebut ternyata berbenturan dengan pengembangan proyek tol di Surabaya. Ini terungkap saat instansi yang terkait dengan masalah perhubungan menggelar rapat khusus untuk menyikapi proyek yang salah satunya berupa mall 40 lantai tersebut. Di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, PT Jasa Marga dan kepolisian. "Setelah kami pelajari, proyek itu (Cito, Red) memang berbenturan dengan rencana pengembangan tol di Surabaya. Sebab, di atas bundaran Waru nantinya akan ada beberapa ruas tol," kata Kepala PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol Ir Bachriansyah, kemarin. "Selain itu, hasil rapat tersebut juga mengkhawatirkan arus lalu-lintas di pintu masuk Surabaya itu akan bertambah crowded bila bangunan itu berdiri," imbuhnya. Seperti diberitakan, Cito yang akan dibangun PT Lippo Karawaci, Tbk itu akan menempati lahan seluas 3 hektare yang sebelumnya berupa dua lapangan sepak bola. Menurut rencana, bangunan itu nanti terdiri dari enam tower dan dikonsep seperti sebuah kawasan dengan fasilitas lengkap. Misalnya saja kawasan entertainment, trade center, mall dan kawasan hunian berupa hotel dan kondominium 40 lantai. Untuk kawasan perbelanjaan, konsepnya akan dibikin layaknya hypermarket seperti yang sudah berdiri di Surabaya. Menurut Bachriansyah, sejak kali pertama mendengar rencana pembangunan Cito tersebut, pihaknya langsung tergerak untuk melihat desainnya. Sebab, yang dia tahu, di sekitar bundaran Waru itu sudah dirancang desain tol simpang susun, sebagai bagian dari pengembangan proyek infrastruktur di Surabaya maupun di Jatim. Dia juga sudah membicarakan masalah ini dengan sejumlah direksi PT Jasa Marga. Dan, ternyata kekhawatiran adanya benturan antara rencana pengembangan tol dengan Cito ternyata terbukti. "Ada satu ruas jalan tol nantinya, yang akan mengenai proyek itu (Cito), kalau proyek itu jadi berdiri," katanya. Dipaparkan, di atas bundaran Waru nanti akan ada tol simpang susun. Ini merupakan konsekuensi dari proyek tol Waru - Juanda yang sekarang sudah berdiri flyover, juga rencana pembangunan tol tengah kota (Aloha-Perak). Dalam desain tersebut, antara tol Waru - Juanda dengan tol tengah kota akan dibuat interkoneksi atau saling berhubungan. "Artinya pengendara dari tol Waru - Juanda bisa langsung masuk tol tengah kota. Atau sebaliknya. Pengendara dari tol tengah kota bisa langsung masuk tol Waru - Juanda. Termasuk pengendara dari jalur arteri (jalan non tol) bisa masuk di jalan tol," katanya. Karena itulah, di atas bundaran Waru nantinya akan tampak ruas tol yang melingkar-lingkar saling berhubungan. "Nah, salah satu ruas tol itu nanti bisa mengenai pembangunan City of Tomorrow. Kalau bangunan itu (Cito) sudah berdiri, bagaimana? Makanya, sebelum berdiri, kita sampaikan hal ini," sambung Bachriansyah. PT Jasa Marga sendiri menyadari bahwa Cito membangun di atas lahannya sendiri. Meski demikian, aspek yang menyangkut kepentingan umum seperti pembangunan tol juga tidak bisa diabaikan. Karena itulah, secara khusus, Jasa Marga akan mengajak pengembang Cito untuk membicarakan masalah ini. "Misalnya saja, bagaimana nanti kalau desainnya sedikit diubah," ujarnya. Bagaimana tanggapan pengembang Cito? Humas Manager PT Lippo Karawaci Tbk Paulus Pandiangan ketika dikonfirmasi menyatakan keberatan memberi pernyataan. Alasannya, karena kapasitasnya sebagai selling agent. "Bila bertemu dengan kasus seperti ini, yang patut dimintai konfirmasi adalah PT Surya Mitra Maju sebagai developer," jelasnya. Namun, dia mengaku, sebelumnya mendapatkan informasi kalau pemerintah daerah sempat mengeluarkan larangan pembangunan Cito. "Saya memang sempat mendengar larangan itu. Tapi, kami belum menerima surat larangan itu secara resmi," kata Paulus. (sup/nic) --------- I still hope Cito will be built. The tower is 40 floors high! And the reason is so ridiculous if Cito could not be built. After all, the land is belong to Lippo Karawaci... why they could not built anything there?? This is so fishy... and why building big projects in Sby is just difficult to go ahead!! Come on! David-80 August 17th, 2005, 09:03 AM I think Cito will still get built....you know how developer should deal with the city administration right. Now, speaking about the the concern of PT Jasa Marga, i think the flyover will be finish before cito is finished, so nothing to be worried about. Because the interexchange connection between waru and juanda needs to be finish by next year, before the airport terminal 2 opening. cheers teddybear August 20th, 2005, 08:49 AM http://www.jawapos.com/images/1124478217b Proyek Cito Tunggu Desain Tol Waru SURABAYA - Kelanjutan proyek pembangunan pusat perbelanjaan plus City of Tomorrow (Cito) yang dihentikan sementara menunggu desain interchange (persimpangan) tol di Bundaran Waru diteken Menteri Pekerjaan Umum (PU). Selama desain tersebut belum diteken Menteri PU, Cito tidak boleh dilanjutkan. Sebab, proyek itu terkait dengan penyesuaian desain interchange tol yang melingkar-lingkar di kawasan itu. "Sekarang desain interchange tol Waru itu sudah dikirim ke Menteri PU. Mungkin ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Setelah dianggap final, baru diteken Menteri dan sudah resmi menjadi bagian dari rencana pengembangan proyek tol," kata Kepala Dinas Permukiman Pemprov Jatim Chaerul Djaelani, kemarin. "Jadi, kalau ada proyek yang lokasinya berdekatan dengan desain tersebut, ya harus menyesuaikan," tambahnya. Seperti diberitakan, desain Cito yang dibangun PT Lippo Karawaci Tbk ternyata diketahui berbenturan dengan rencana pengembangan proyek di Surabaya dan Jatim, terutama interchange tol Waru. Karena itulah, pekerjaan awal Cito seperti pembangunan kantor pemasaran dan land clearing terpaksa dihentikan sementara oleh gubernur Jatim. Berdasarkan desain interchange tol Waru, di atas bundaran Waru terdapat lingkaran ruas tol yang saling menyambung. Dan itu merupakan konsekuensi dari proyek tol Waru-Juanda yang sekarang sudah berdiri flyover. Juga rencana pembangunan tol tengah kota Aloha-Perak. Dalam desain tersebut, antara tol Waru-Juanda dan tol tengah kota dibuat interkoneksi atau saling berhubungan. Artinya, pengendara dari tol Waru-Juanda bisa langsung masuk tol tengah kota atau sebaliknya. Termasuk pengendara dari jalur arteri (jalan non-tol) bisa masuk di jalan tol. Menurut Chaerul, saat ini desain interchange tersebut masih dibahas di Departemen Pekerjaan Umum. Segala yang menyangkut teknis dan persiapan proyek tol tersebut dibeber dengan melibatkan pakar lalu lintas dan tata kota. "Jadi memang tidak main-main. Semuanya dipersiapkan dengan matang," katanya. Desain itu sebenarnya sudah melalui beberapa tahap perbaikan. Sebab, dalam desain yang kali pertama dibuat ternyata "menabrak" gedung Graha Pangeran. "Kalau bangunannya sudah berdiri seperti itu kan susah. Makanya, mumpung (Cito) belum berdiri, dibahas dulu bersama-sama untuk mencari solusinya," katanya. Lantas kapan desain interchange tol selesai? "Kita perkirakan dalam waktu cepat. Kalau sudah selesai, kita langsung ke Jakarta untuk mengambil desain tersebut," ujarnya. Proses selanjutnya, tambah Chaerul, desain Cito akan menyesuakan desain tol. Misalnya soal jarak antara Cito dan tol. Kalau sudah disepakati, pembangunan Cito tentu tidak lagi menjadi ancaman terhadap rencana pengembangan tol di kemudian hari. "Karena sudah ada desainnya, sehingga kalaupun Cito sudah berdiri, pembangunan tol tidak akan terganggu. Sekarang ya harus menunggu desain tol diteken Menteri dulu," katanya. (sup) Fir3blaze August 23rd, 2005, 06:20 AM Read this guys....missing Aluminum pieces from the construction site, on the Madura side :P taken from www.jawapos.co.id Selasa, 23 Agt 2005, Terus Usut Pencurian Alumunium di Suramadu SURABAYA - Pelaksana proyek nasional Jembatan Suramadu (Surabaya - Madura) kini terus menyelidiki kembali konstruksi jembatan yang sudah berdiri di sisi Madura. Ini karena ada kekhawatiran, kontruksi yang sudah berdiri sejak tiga bulan lalu itu goyah akibat alumunium anodanya hilang dicuri. Untuk menyelidiki kekuatan kontruksi tersebut, kemarin, Pimpro Induk Suramadu Ir A.G Ismail resmi menyurati empat kontraktor BUMN Suramadu yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan proyek yang investasinya mencapai Rp 3 triliun tersebut. Empat BUMN itu adalah Waskita Karya, Adi Karya, Hutama Karya dan Wijaya Karya. "Kita memang sudah menyampaikannya ke kontraktor, untuk segera turun tangan. Selain menyelidiki kembali konstruksi yang sudah berdiri, kita juga berharap agar secepatnya alumunium anodanya diganti, agar tidak berpengaruh pada kontruksi," kata Ismail. Pencurian alumunium anoda ini diperkirakan terjadi seminggu lalu, dan sudah dilaporkan ke Polres Bangkalan. Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, sedikitnya 71 batang alumunium anoda seharga Rp 640 juta hilang. Menurut Ismail, lempengan aluminium anoda yang hilang ada pada tiga tiang penyangga (PIIR). Yakni, PIIR 86, 87, dan 88. Untuk PIIR 86 hilang sebanyak 2 buah, di PIIR 87 sebanyak 34 buah dan di PIIR 88 hilang 35 buah. Diduga kuat, pelaku berhasil mencopot alumunium itu dengan cara menyelam ke dalam air laut menggunakan las listrik air. Sebab, lempengan aluminium yang berfungsi sebagai penahan karat itu posisinya berada di bawah dengan kedalaman 1,5 meter di bawah permukaan air surut terendah. "Beberapa kali saya mengungkapkan kekhawatiran hilangnya barang-barang konstruksi. Makanya saya selalu menekankan kepada petugas penjaga, baik di sisi Surabaya dan Madura agar selalu waspada. Terbukti sekarang yang hilang di sisi Madura," kata Ismail. "Kalau sudah seperti itu, kan gawat. Sementara kita menunggu dana cair untuk melanjutkan pekerjaan baru, tapi pekerjaan yang sudah selesai ternyata bermasalah. Padahal, kita juga bersiap-siap memulai proyek bentang tengah," ujarnya. Ditambahkan, sebenarnya dari segi finansial, hilangnya alumunium anoda itu tidak terlalu berpengaruh. Sebab, semua pekerjaan Suramadu diasuransikan. Sehingga, dalam waktu dekat barang-barang yang hilang itu akan diganti oleh asuransi. "Empat BUMN itu yang bertanggung jawab terhadap asuransinya. Karena itu, dari segi finansial tidak masalah. Tapi, dampaknya itu yang berbahaya terhadap kekuatan konstruksi yang sudah berdiri. Padahal kita sudah berancang-ancang menunggu cairnya dana APBN," katanya. Saat ini, lanjut dia, pihaknya masih menunggu pencairan dana susulan dari pusat sebesar Rp 150 miliar dari perubahan APBN. Kalau dana tersebut sudah cair, maka pembangunan bentang pinggir -baik sisi Surabaya maupun Madura- bisa dikerjakan kembali. Saat ini, dari total bentang sisi Surabaya sebanyak 36 bentang, baru selesai 17 bentang. Sedangkan sisi Madura, dari 45 bentang, juga baru rampung 17 bentang. "Kita tunggu saja semoga pemerintah pusat tetap berkomitmen pada Suramadu," tambahnya.(sup) sanhen August 23rd, 2005, 07:46 AM Gelo.. sinting... kalo jembatan rubuh ada yg mati sapa yg tanggung jawab! teddybear August 23rd, 2005, 08:13 AM heartless thieves! I do not want to cross this bridge, the strength and engineer is doubted. SeeMacau August 23rd, 2005, 11:53 AM ÔőĂ´˛»ÔÚŃ˝ macgyver August 23rd, 2005, 12:51 PM Yeah ... Specialization of Maduranese when doing business :-) Besi Bekas ... he he he .....and they are very good at running besi bekas business. Maybe they thought that it is already a scrap ...and they are willing to clean it up :-) macgyver August 23rd, 2005, 04:49 PM hehehehe :D beat you and tata :D i fast foward like The Peak Construction :rofl: Con balap david tuh ... kayaknya bentar lagi kebalap tuh ... :-) Nanti gw dukung elu jadi moderator dech ...... Ha ha ha Blue_Sky August 23rd, 2005, 05:12 PM Con balap david tuh ... kayaknya bentar lagi kebalap tuh ... :-) Nanti gw dukung elu jadi moderator dech ...... Ha ha ha lol :lol: ncon August 24th, 2005, 06:13 AM Con balap david tuh ... kayaknya bentar lagi kebalap tuh ... :-) Nanti gw dukung elu jadi moderator dech ...... Ha ha ha di coba deh!:D wonkcerbon August 25th, 2005, 02:14 PM Gelo.. sinting... kalo jembatan rubuh ada yg mati sapa yg tanggung jawab! maling di Indonesia emang kebangetan,Inget 'gak Rel kereta aja di Colong :bash: sanhen August 25th, 2005, 10:33 PM gelooo.. encon udah 1500+ post.... wah maling di indo bukan kebangeten, tapi sakti2... ngga cuman rel, masa lokomotif lagi ditaruh di depot bisa curi bodynya, hebat kan! kebayang tuh berapa kilogram beratnya. ncon August 26th, 2005, 05:56 AM gelooo.. encon udah 1500+ post.... wah maling di indo bukan kebangeten, tapi sakti2... ngga cuman rel, masa lokomotif lagi ditaruh di depot bisa curi bodynya, hebat kan! kebayang tuh berapa kilogram beratnya. itu namanya pencurinya professional :D apa aja di curi ! teddybear October 12th, 2005, 10:41 AM Hi, Just visiting Surabaya for 2 weeks and see several developments. But sorry I did not take any pictures :( There are new malls/shopping centers under construction and also lots of new Ruko. The Western part of Surabaya has seen rapid changes with new housing, rukos, malls and apartments. Just the list what I have seen: Galaxy Mall 2 > Under contruction, they work around the clock till at night City Trade Mall at Jl. Ngagel > Under construction, now at either 7/8 floor Auto Mall, Mangga Dua Surabaya > Under construction Pasar Atom Mall > Under construction ITC Grosir at Jl. Gembong > Under construction Royal Plaza at Jl. Ahmad Yani > Under construction Cito > they built kinda office on the site Unknown office building behind Maspion Bank at Basuki Rahmat > almost finish BG Junction Shopping Center > Under construction Gold Center at Blauran > Under construction Unknown office building next to BII > almost finish (about 8-10 floors) New rukos at Graha Family > Under construction Kapas Krampung Trade Center > ?? Not Sure New buildings: Wisma Wonokoyo at Darmo > looks cool Unknown office building at Basuki Rahmat > just looks fine Darmo Trade Center ex Pasar Wonokromo > finish There are more developments but smaller scale, and I am not sure if they build hi-rise on the sites... XxRyoChanxX October 12th, 2005, 11:11 PM wow...good for surabaya Fir3blaze October 13th, 2005, 05:17 AM Hi, Just visiting Surabaya for 2 weeks and see several developments. But sorry I did not take any pictures :( There are new malls/shopping centers under construction and also lots of new Ruko. The Western part of Surabaya has seen rapid changes with new housing, rukos, malls and apartments. Just the list what I have seen: Galaxy Mall 2 > Under contruction, they work around the clock till at night City Trade Mall at Jl. Ngagel > Under construction, now at either 7/8 floor Auto Mall, Mangga Dua Surabaya > Under construction Pasar Atom Mall > Under construction ITC Grosir at Jl. Gembong > Under construction Royal Plaza at Jl. Ahmad Yani > Under construction Cito > they built kinda office on the site Unknown office building behind Maspion Bank at Basuki Rahmat > almost finish BG Junction Shopping Center > Under construction Gold Center at Blauran > Under construction Unknown office building next to BII > almost finish (about 8-10 floors) New rukos at Graha Family > Under construction Kapas Krampung Trade Center > ?? Not Sure New buildings: Wisma Wonokoyo at Darmo > looks cool Unknown office building at Basuki Rahmat > just looks fine Darmo Trade Center ex Pasar Wonokromo > finish There are more developments but smaller scale, and I am not sure if they build hi-rise on the sites... Thanks for the updates Teddy. Cool to hear that Galaxy Mall 2 started construction already. OPTX October 13th, 2005, 09:11 AM Agung Podomoro Group plan to build mall / apartment in Surabaya : http://www.panangian.com/redirect.php?link=article&&kid=&aid=1135&PSA_ID=d038a8e13a83281698ffd48c1bac0c95 PT. Adhibaladika Agung, the developer of Adhiwangsa Apartment (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=107188&page=8) , is planning to build a 3 km fly over in West Surabaya : http://216.109.125.130/search/cache?p=%22Lambat+Reaksi+Pemkot+atasi+Kemacetan%22&prssweb=Search&ei=UTF-8&fl=0&u=www.radio-scfm.com/scfm/menu/news.asp&w=%22lambat+reaksi+pemkot+atasi+kemacetan%22&d=SKOxWGFULetE&icp=1&.intl=us Metro Shops will be apartment : http://www.suarasurabaya.net/v05/ekonomibisnis/?id=51d1ebc8fd2830192fc5360014b3501d200522301 Project : V House Apartment I just found the interior : http://www.realistic8.com/interior.htm == teddybear October 13th, 2005, 11:56 AM I just copy and paste it here.. thanks OPTX: 11 July 2005: Apartemen Bakal Marak di Surabaya JAKARTA-Perkembangan Kota Surabaya menjadi kota metropolitan kedua setelah Jakarta sangat pesat. Pembangunan properti di kota ini sangat cepat, hampir menyamai Jakarta sebagai ibukota negara. Bisnis properti di Surabaya benar-benar menakjubkan. Pembangunan pusat belanja di ibukota propinsi Jawa Timur ini seperti tak mau berhenti. Begitu juga pembangunan tempat tinggal atau perumahan. Kawasan-kawasan baru terus bermunculan dengan konsep yang sangat bagus. Sedangkan untuk apartemen, diprediksi akan marak dua hingga tiga tahun ke depan. "Kebutuhan apartemen pada tahun ini memang masih belum kelihatan. Namun dalam dua-tiga tahun mendatang, kebutuhan ini akan meningkat pesat seiring bertambahnya keinginan masyarakat untuk memilih bertempat tinggal yang dekat dengan pusat kota dan tempat kerja," kata CEO PT Griya Emas Sejati, Paulus Heriyanto, yang dikutip dari Surabaya Post. Dikatakan, salah satu anak perusahaan Agung Podomoro Grup ini berencana akan ekspansi ke Surabaya melalui pembangunan mal atau apartemen. Saat ini pihaknya masih mencari lahan yang tepat dengan fasilitas yang bagus untuk pembangunan apartemen di Surabaya. Diperkirakan dibutuhkan lahan seluas 3-5 hektare. Menurut Paulus, minat masyarakat Surabaya terhadap kepemilikan apartemen cukup tinggi. Buktinya, kepemilikan apartemen di Jakarta, rata-rata kepemilikan masyarakat Surabaya tertinggi kedua setelah Jakarta. Komposisi kepemilikan apartemen biasanya 80% masyarakat Jakarta dan 20% masyarakat luar Jakarta. Kepemilikan masyarakat Surabaya sekitar 80% dari 20% kepemilikan di luar Jakarta. ----- Lambat Reaksi Pemkot atasi Kemacetan Para pengembang di kawasan Surabaya Barat mengeluhkan kelambanan pemkot Surabaya dalam mengatasi terjadinya kemacetan di bundaran satelit-Hr Muhammad sehingga mengganggu proses pembangunan dan pengembangan Central Business District (CBD) dikawasan Surabaya barat.Hal tsb diungkapkan Brasada Chandra-direktur PT. Adi Baladika saat pemancangan tiang perdana proyek apartemen Adiwangsa, hari ini.Ditegaskan Brasada pihak Bukit Darmo sendiri berencana membangun fly over khusus sepanjang 3 km dg lebar 12 meter diujung tol satelit Bhrasada menambahkan fly over diujung tol satelit tsb nantinya juga bisa dilewati masyarakat umum untuk menekan traffic jam di kawasan bundaran satelit. ----- Pertokoan Metro Bakal Jadi Apartemen ssnet| Pertokoan Metro Jl.Tunjungan yang terkenal di tahun 75-an, bakal diubah jadi apartemen. Menurut M.WALUYO General Manager Hotel Inna Simpang Surabaya, apartemen akan dibangun oleh PT Simpang Lonceng pemilik Metro. Pada suarasurabaya.net, Selasa (10/05), WALUYO mengatakan, informasi ini diperoleh pihaknya setelah investor menghubungi manajemen Inna Simpang tentang blue print dari Inna Simpang. “Mereka menginformasikan akan membangun apartemen di eks pertokoan Metro. Investor ingin melihat bule print untuk kemungkinan akses masuk penghuni apartemen ke Inna Simpang,”ujarnya. WALUYO mengatakan tahun ini investor sudah kali ketiga meredesain apartemen. Pihak investor menginginkan jika apartemen sudah dibangun bisa memanfaatkan layanan Food and Beverage Inna Simpang. Karena mereka tidak mungkin bangun restoran. Pihak investor, kata WALUYO, juga ingin mensinergikan dengan rencana pembangunan supermal yang ada di sebelah utara Metro. “Kalau di seberang jalan ada kelompok Pakuwon, maka di Simpang akan ada apartemen, supermal didukung keberadaan Inna Simpang,”tukasnya. Sinerginya rencana tersebut, tambah WALUYO, bisa memecah kepadatan yang selama ini berada di Plasa Tunjungan. “Untuk detilnya, saya tidak tahu banyak. Yang jelas, Metro akan diubah jadi apartemen,”tegas WALUYO. Foto : Pertokoan Metro gulung tikar akibat kalah bersaing dengan kehadiran mal dan Trade Center bakal diubah jadi apartemen. Foto by : TITIN suarasurabaya.net ------ teddybear October 15th, 2005, 12:31 AM Found the Progress of E-Square: http://www.e2surabaya.com/Content/Image_Read.asp?ImageFile=TbEvent\6104.jpg teddybear October 17th, 2005, 12:30 AM Monorel Masuk RTRW Jatim http://www.jawapos.com/images/1129486107b SURABAYA - Rencana pembangunan monorel kian dikonkretkan. Perkembangan terbaru, sistem tranportasi masal itu akan dimasukkan dalam Perda (peraturan daerah) RTRW (rencana tata ruang wilayah) Jatim tahun 2005-2020. Ini diungkapkan Ketua Pansus RTRW DPRD Jatim, Edy Wahyudi kepada Jawa Pos, kemarin. Menurutnya, monorel termasuk salah satu konsep transportasi masa depan yang perlu segera direalisasikan di Jatim, terutama di Surabaya. "Kondisi lalu lintas di Surabaya sudah sedemikian macetnya. Pertumbuhan kendaraan tidak diimbangi dengan pertambahan ruas jalan," ujar Edy. Untuk tahap awal, papar Edy, sistem monorel harus diterapkan di Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Ketiga kota tersebut akan terintegerasi dalasm satu kesatuan sistem transportasi monorel. "Karena melibatkan tiga kota, maka pengaturannya akan ditangani pemprov bersama DPRD Jatim," jelasnya. Lebih lanjut Edy menjelaskan, Raperda RTRW Jatim memang tidak menyebutkan secara spesifik mengenai monorel. Sebab, perincian seperti itu akan tertulis dalam RTRK (rencana teknis ruang kota) masing-masing kabupaten/kota. RTRW hanya akan merekomendasikan pembangunan sistem angkutan umum yang bisa bersinergi dengan lingkungan. "Tentu saja, monorel termasuk salah satu yang kita rekomendasikan dalam RTRW itu," ucapnya. Ini artinya, monorel bakal menjadi proyek yang harus direalisasikan oleh pemprov bersama pemkot/pemkab terkait. Sebagaimana diberitakan, pemkot Surabaya berupaya mencari solusi ampuh untuk mengatasi problema kemacetan lalu lintas. Kali ini, rencana yang dimatangkan adalah monorel. Secara umum, Bappeko bersama Bappeprov rampung menyusun konsep dan sistem transportasi masal ini. Kini, pemkot sedang mencari investor yang sanggup membiayai dan menjalankan proyek tersebut. Menurut Kepala Bappeko Surabaya Tri Siswanto, dalam waktu dekat pihaknya akan meneken MoU (memorandum of understanding) dengan investor monorel, Bappeprov, serta PT KA. Proyek monorel diyakini mampu menekan angka kemacetan di jalan raya. Sebab, dengan konsep yang tepat, para pemakai kendaraan pribadi lambat laun akan pindah ke monorel. Dari aspek konstruksi, pembangunan monorel juga relatif mudah. Sebab, proyek ini tidak membutuhkan pembebasan tanah yang sangat besar. "Dibandingkan sistem trasportasi lainnya, monorel terbilang lebih mudah direalisasikan, karena pembebasan tanahnya hanya sedikit," ujar Edy. Beberapa waktu lalu, pemprov dan Komisi D (pembangunan) DPRD Jatim pernah kedatangan investor dari Jakarta yang mengaku sanggup menggarap monorel. Bahkan, investor itu sudah mempresentasikan konsepnya. "Waktu itu saya juga ikut menghadiri presentasi. Dari paparan investor, tampaknya monorel memang cukup realistis," ungkapnya. Waktu itu, papar Edy, investor menjelaskan bahwa kebutuhan lahan untuk pembangunan tiang pancang hanya sekitar 2 x 2 meter. "Jadi, kebutuhan tanahnya relatif sedikit," kata Edy. Sayang, dia mengaku lupa nama investor monorel tersebut. "Saat ini, kita meminta investor itu melakukan kajian-kajian yang lebih mendalam lagi," paparnya. Pansus RTRW berjanji akan menyosialisasikan konsep-konsep baru yang terdapat dalam RTRW, terutama mengenai monorel. Mereka akan mengundang perwakilan kota dan kabupaten, pengusaha transportasi, pengembang, serta pihak terkait lainnya. "Sosialisasi akan kita tekankan kepada pihak-pihak yang nantinya bakal terkena dampak pemberlakuan RTRW Jatim," katanya. Politisi asal Partai Golkar ini memiliki target untuk menyelesaikan Perda RTRW pada 5 Desember tahun ini. "Namun, kalau memang ada sesuatu hal yang mengharuskan pengesahan ditunda, ya bisa kita perpanjang," ujarnya. Pansus tidak ingin terburu-buru mengesahkan raperda RTRW. "RTRW adalah acuan yang sangat penting. Kita tidak ingin terlalu terburu-buru. Pembahasan harus dilakukan secara hati-hati dan melibatkan semua pihak terkait," tandasnya. (oni) JAG2 October 17th, 2005, 10:07 AM In English ?? briefly , please ? it sounds good . Fir3blaze October 17th, 2005, 11:10 AM In short, it says that a monorail system is included in the planned RTRW (some kind of development masterplan) for East Java. The planned system will cover 3 cities, Surabaya, Sidoarjo, and Lamongan. An investor from Jakarta has reportedly showed their interest in the project. tata October 17th, 2005, 11:37 AM good news. Jakarta needs competitor, I mean if Surabaya materializes their monorail before Jakarta can actually operate its monorail then I'm sure Jakarta is doing whatever needed to safe face. JAG2 October 17th, 2005, 03:17 PM Thanks for the short translation. Its a bit weird that an investor frm Jakarta wants to put money in this project and 'not 'in Jakarta . cOcO_cHaneL October 18th, 2005, 12:13 PM ^^ surabaya's economy's growing fast too though.. Blue_Sky October 18th, 2005, 01:34 PM Thanks for the short translation. Its a bit weird that an investor frm Jakarta wants to put money in this project and 'not 'in Jakarta . Good question jag.. Mybe coz they already have investor for the one in Jakarta Mybe the one that want invest in Surabaya is the one who lost the tender in Jakarta hehehe tata October 18th, 2005, 05:39 PM Good question jag.. Mybe coz they already have investor for the one in Jakarta Mybe the one that want invest in Surabaya is the one who lost the tender in Jakarta hehehe you're talking about Omnico? Blue_Sky November 2nd, 2005, 06:40 AM 1. The Empire Palace http://www.jawapos.com/images/1086883851b 2. Hi-Tech Centre Surabaya 3. Surabaya Design Centre 4. Highway project Surabaya-Mojokerto 5. Crystal Garden Apartement http://img10.exs.cx/img10/9161/cga.jpg 6. Aloha-Perak Highway project http://www.jawapos.com/images/1092416101b 7. The City Mall Surabaya http://img85.exs.cx/img85/6538/TheCityMall_Surabaya1.jpg 8. Galleria Tunjungan 9. Waru-Juanda Highway project http://search.jawapos.com/images/1101224627b 10. Royal Plaza http://img131.exs.cx/img131/7156/kk19364clip29ug.jpg http://img131.exs.cx/img131/8460/kk19364clip32he.jpg http://www.jawapos.com/images/1105978228b 11. Kapas Krampung Commercial Center http://www.jawapos.com/images/1107272704b http://img225.exs.cx/img225/9662/surabayatambahrejo3ua.jpg 12. Jatim Expo http://www.jawapos.com/images/1108565585b http://www.jawapos.co.id/images/1108661661b 14. Wijaya Shopping Center http://www.jawapos.com/images/1112198854b http://www.jawapos.com/images/1112282729b 15. Pusat Grosir Wonokromo http://img193.exs.cx/img193/7440/manggaduasby13aj.jpg 16. Pusat Grosir Stasiun Pasar Turi 17. Juanda Internasional Airport http://www.jawapos.com/images/1118504703b 18. City of Tomorrow http://www.jawapos.com/images/1120582350b http://img203.imageshack.us/img203/44/cityoftomorrow6kb.jpg 19. Waterplace Apartement http://img307.echo.cx/img307/104/waterplacesurabaya13py.jpg 20. The Adhiwangsa http://img218.imageshack.us/img218/7895/ta19jh.jpg (http://www.imageshack.us) http://img218.imageshack.us/img218/5651/ta26if.jpg (http://www.imageshack.us) http://img218.imageshack.us/img218/1862/ta34gt.jpg (http://www.imageshack.us) 21. Buthan Trade Mall http://www.jawapos.com/images/1122220420b 22. BG Junction http://www.keppelland.com.sg/img/com/indonesia/pic_bgjunction.jpg 23. E-Square http://www.e2surabaya.com/Content/Image_Read.asp?ImageFile=TbEvent\6104.jpg 24. Suramadu Bridge http://img160.exs.cx/img160/4431/suramadu5dw.jpg Surabaya side http://www.suramadu.com/v2/images/stories/Progress/erialsby2004.jpg Madura side http://www.suramadu.com/v2/images/stories/Progress/erialmdr2004.jpg firmanhadi November 2nd, 2005, 07:22 AM Man, all these new apartments and malls, but no office building project? This ain't right. sanhen November 2nd, 2005, 12:54 PM Hmm I think usually the chains is like that isnt it? Start from residence.. commercial.. and then office... Blue_Sky November 2nd, 2005, 03:12 PM But Balikpapan Having a 3 major offices along with the residence and commercial teddybear November 2nd, 2005, 04:28 PM Blue_Sky: correction... Wijaya Shopping Center (14) and BG Junction (22) is the same project. Also add: (25) Galaxy Mall2, (26) ITC Grosir, (27) Pasar Atom Mall, (28) Unknown project in Tunjungan. Change Pusat Grosir Mangga Dua to Mangga Dua Mall, because that is what u/c right now.. the mall. Another trade mall, Darmo Trade Mall, was recently completed. I saw a big land cleared up in the center of the city, on Basuki Rahmat.. that could be the Hi Tech Mall. There are also smaller/unknown/potential projects, as well as low rise 8-10 stories office buildings. But Surabaya needs big office buildings. They said the demand is still low, that is why it does not take off yet. Blue_Sky November 2nd, 2005, 04:36 PM ^^ Feel free to update teddybear I just want to have a list from Surabaya Maybe you can update it more accurate since u know Surabaya better than me :) teddybear November 2nd, 2005, 05:29 PM 1. The Empire Palace - u/c 2. Hi-Tech Mall - ? 3. Surabaya Design Centre - ? 4. Highway project Surabaya-Mojokerto - ? 5. Crystal Garden Apartement - stalled 6. Aloha-Perak Highway project - ? 7. E-Square (The City Mall) - top out? 8. Galleria Tunjungan - not yet started 9. Waru-Juanda Highway project - u/c 10. Royal Plaza - u/c 11. Kapas Krampung Commercial Center - u/c 12. Jatim Expo - ? 14. BG Junction (ex Wijaya Shopping Center) - u/c 15. Mangga Dua Mall - u/c 16. Pusat Grosir Stasiun Pasar Turi - ? 17. Juanda Internasional Airport - u/c 18. City of Tomorrow - ? 19. Waterplace Apartement - u/c 20. The Adhiwangsa Apartment - u/c 21. Buthan Trade Mall - u/c 22. Pasar Atom Mall - u/c 23. Galaxy Mall 2 - u/c 24. ITC Grosir -u/c 25. Suramadu Bridge - u/c 26. Unknown project in Tunjungan - u/c 27. Unknown project Behind Maspion Bank on Basuki Rahmat - u/c 28. Unknown office in front of Surabaya Mall - u/c 29. Sungkono Trade Mall on HR Muhammad - ? Recently Finished (within 3 years): - Pakuwon Supermall & PTC - Tunjungan Plaza IV - Graha Wonokoyo - Wisma Stand Chart - Unknown office on Basuki Rahmat - Ciputra Water Park - Graha SA - Unknown hospital on Dharmawangsa - yet the opening is stalled Stalled: - 10-12 storey hotel by Ometraco Group in Basuki Rahmat - Holiday Inn Hotel in Basuki Rahmat - Nam Square henry tan November 2nd, 2005, 06:51 PM Guys! there will be a mixed use development project at Gubeng area with 97,000 sm (4 storeys) retail area and 24 storeys hotel teddybear November 3rd, 2005, 01:06 AM henry_tan: please let us know where that project exactly located in Gubeng, and if possible the rendering? This is great additional to Sby skyline. But Sby needs something with 40-50 storeys. firmanhadi November 3rd, 2005, 03:08 AM Hmm I think usually the chains is like that isnt it? Start from residence.. commercial.. and then office... Well, office buildings and industrial spaces are places of productions and are therefore the true measure of economic activities. Fir3blaze November 3rd, 2005, 09:45 AM The Sungkono trade center is under construction, but it's progressing very slowly. cOcO_cHaneL November 4th, 2005, 07:09 AM woww i lovee that crystal garden apartment project!!! swimming up there would b nice~~~ go surabayaaaa OPTX November 13th, 2005, 07:57 AM 1. The Empire Palace - u/c 2. Hi-Tech Mall - ? 3. Surabaya Design Centre - ? 4. Highway project Surabaya-Mojokerto - ? 5. Crystal Garden Apartement - stalled 6. Aloha-Perak Highway project - ? 7. E-Square (The City Mall) - top out? 8. Galleria Tunjungan - not yet started 9. Waru-Juanda Highway project - u/c 10. Royal Plaza - u/c 11. Kapas Krampung Commercial Center - u/c 12. Jatim Expo - ? 14. BG Junction (ex Wijaya Shopping Center) - u/c 15. Mangga Dua Mall - u/c 16. Pusat Grosir Stasiun Pasar Turi - ? 17. Juanda Internasional Airport - u/c 18. City of Tomorrow - ? 19. Waterplace Apartement - u/c 20. The Adhiwangsa Apartment - u/c 21. Buthan Trade Mall - u/c 22. Pasar Atom Mall - u/c 23. Galaxy Mall 2 - u/c 24. ITC Grosir -u/c 25. Suramadu Bridge - u/c 26. Unknown project in Tunjungan - u/c 27. Unknown project Behind Maspion Bank on Basuki Rahmat - u/c 28. Unknown office in front of Surabaya Mall - u/c 29. Sungkono Trade Mall on HR Muhammad - ? 30. Graha Suryainti (Office / about 20F) on HR Muhammad - u/c ? 31. Paradiso Mall & Apartment - Proposed 32. Perak-Waru II Highway (23km) - Proposed 33. Adistana Apartment (16F & 27F) == OPTX November 13th, 2005, 05:17 PM Taken from http://www.pt-pp.com/berita/new_projects_info.shtml Released : 12 Okt 2005 - 12:00 WIB 8. Adistana Apartment Surabaya (Rp. 83.600.000.000) The apartment is consist 2 tower building. The Tower A has a total of 25,587.87 m2 and consist 2 level basement existing and 16 stories. For Tower C has a total of 38,507.18 m2 and also consist 2 level basement existing and 27 stories. The building has 2 VVIP rooms, 3 VIP rooms and 162 standard rooms. We have to complete the project in 14 month. === Fir3blaze November 13th, 2005, 05:36 PM Taken from http://www.pt-pp.com/berita/new_projects_info.shtml Released : 12 Okt 2005 - 12:00 WIB 8. Adistana Apartment Surabaya (Rp. 83.600.000.000) The apartment is consist 2 tower building. The Tower A has a total of 25,587.87 m2 and consist 2 level basement existing and 16 stories. For Tower C has a total of 38,507.18 m2 and also consist 2 level basement existing and 27 stories. The building has 2 VVIP rooms, 3 VIP rooms and 162 standard rooms. We have to complete the project in 14 month. === Tower A and C, where's B? :D :D :D Well, doesn't matter, maybe B is an 'unlucky' alphabet. OPTX, do you know where this project is situated? It's good news that Surabaya will get another 20++ storeys apartment. Fir3blaze November 13th, 2005, 10:23 PM Taken from www.jawapos.co.id Senin, 14 Nov 2005, November, Superblok CITO Mulai Dibangun SURABAYA - Proyek superblok City of Tomorrow (CITO) di Bundaran Waru, Surabaya Selatan, akan dimulai pembangunannya paling lambat akhir bulan ini. Komitmen itu ditandai dengan ground breaking atau pemancangan tiang pertama di lahan seluas 2,6 hektar. Menurut Chief of Retail Marketing PT Lippo Karawaci Tbk, Ninik P. Nathan, kepastian jadwal tiang pancang pada bulan ini merupakan bukti bahwa Lippo tidak pernah surut niatnya untuk ikut mengembangkan Surabaya bagian selatan. Kawasan tersebut belakangan ini semakin ramai dan prospektif dengan bertambahnya industri maupun jasa perdagangan. "Bila dibandingkan dengan kondisi di Surabaya bagian barat, kawasan Surabaya bagian selatan agaknya masih memerlukan lebih banyak lagi para investor agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi bisnis yang diinginkan," ujarnya kemarin. CITO berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Surabaya, akan meliputi mal dan pusat perbelanjaan yang dilengkapi gedung perkantoran modern plus hotel dan apartemen dengan standar internasional. Direncanakan, mal akan menghadirkan 1.700 unit toko dan diisi oleh anchor tenant perusahaan ritel nasional seperti Hypermart dan Matahari Department Store. Selain itu pusat rekreasi anak-anak Timezone dan Cinema 21 (4 plex) juga menjadi salah satu penyewa utama. Sedangkan di office park akan hadir enam menara perkantoran dengan desain futuristik, yaitu Paris Tower, London Tower, Chicago Tower, New York Tower, Zurich Tower, dan Tokyo Tower. "Kehadiran office park didorong keinginan untuk memenuhi kebutuhan para kalangan industri maupun pebisnis akan adanya gedung perkantoran modern guna mendukung perkembangan bisnis mereka," tegas Ninik. Sementara itu hotel dan kondominium bintang lima di superblok CITO dipastikan akan dikelola oleh The Aryaduta Regency. "Kami juga menyampaikan apresiasi atas bentuk dukungan nyata yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya terhadap pengembangan iklim investasi yang kondusif di Surabaya," tambah Ninik.Dukungan itu diharapkan dapat memacu para investor untuk lebih bergiat lagi melakukan investasi guna pengembangan Surabaya sebagai kota industri dan perdagangan yang prospektif di masa mendatang.(aan) Blue_Sky November 14th, 2005, 03:35 AM How many tower will Cito have?? And how tall?? looks like a massive project Alvin November 14th, 2005, 03:39 AM Taken from www.jawapos.co.id Sedangkan di office park akan hadir enam menara perkantoran dengan desain futuristik, yaitu Paris Tower, London Tower, Chicago Tower, New York Tower, Zurich Tower, dan Tokyo Tower. ) Where's the Jakarta Tower? :lol: teddybear November 14th, 2005, 03:51 AM It is good to see more hi-rise projects. @fireblaze, Adistana Apt is located on the corner of Jl. Ngagel, right besides E2 Mall. I believe I saw it appear on the background on one of the photos at the e2surabaya website. It is good to see this project continued but I do not think it has nice design. @OPTX, Do you know where Paradiso Mall will be located if it will be realized? Good to see Surya Inti Permata Headquarter but people who work in the property know that the boss, Henry Gunawan is a bastard guy. Fir3blaze November 14th, 2005, 06:13 AM @ teddy, Thanks! yeah, now I remember, it's the abandoned apartments. I previously thought that the Singaporean investor for E2 acquired that project. @Alvin, Hehe.The Jakarta tower will be 558m tall...*oops*...no, it's not going to be built. :D teddybear November 15th, 2005, 05:34 AM Well seems that the E2 Developer indeed acquired Adistana... it's the same developer, PT UE ASSA, the one that build E2. Oh, how many malls Surabaya is going to have? 1. Tunjungan Plaza I, II, III, IV - built 2. Surabaya Plaza (Delta Plaza) - built 3. Galaxy Mall I, II - built, u/c 4. Royal Plaza - u/c 5. Pasar Atom, Pasar Atom Mall - built, u/c 6. Pakuwon Supermall & PTC - built 7. E2 - u/c 8. BG Junction - u/c 9. Golden City Mall (just a small one, mostly Carrefour) - built 10. ITC Grosir - u/c 11. Sungkono Trade Mall - u/c 12. Hi-Tech Mall - ? 13. Paradiso Mall - Proposed 14. Mangga Dua Mall - u/c 15. Auto Mall - ? 16. Jembatan Merah Plaza - built 17. Ciputra Mall - plan ? I even heard years ago that Pakuwon plan to build huge mall in East Surabaya. And this still not include Darmo Trade Mall and Kapas Krampung Commercial Center. But these last two basically are modified "pasar traditional" - still, the picture shows inside are not bad. teddybear November 15th, 2005, 06:03 AM Found the original Plan for Surabaya Delta Plaza on the internet. Beringin Group fail to realize their huge plan, and Salim Group take over. The phase II is unbuilt, and now they even put Radisson Hotel there: http://www.pladesco.com/model02.jpg http://www.pladesco.com/model01.jpg PHASE I SHOPPING CENTER 50,000M2 SHOPHOUSE 18,000M2 SHOWROOM 12,000M2 RECREATION CLUB 3,000M2 CARPARK 9,000M2 -------------------------------------------------------------------------------- PHASE II FIVE STAR HOTEL 45,000M2 OFFICE BUILDING 18,000M2 APARTMENTS 8,800M2 TOTAL LAND AREA 7.5Ha Here is the website: http://www.pladesco.com/16-sc-sb.htm indistad November 15th, 2005, 04:07 PM The above project's design looks really old. Like it comes from the 80s.. teddybear November 15th, 2005, 05:24 PM Indeed... They have been designed in late 80s I believe. Phase I has been built years ago. teddybear November 16th, 2005, 01:24 AM An Article from Surabaya Post: Selasa 13/07/2005 Booming Apartemen Tunggu Waktu ‘Booming’ pembangunan apartemen di Surabaya tinggal menunggu waktu. Sebagian pengembang besar sudah membangun dan sebagian lainnya merencanakan bahkan ada yang memasuki tahapan akhir, baik berupa rancangan desain maupun finishing. Sudah saatnya Surabaya menggeliat dengan apartemen. Kapankah kondisi ini terjadi? - - - - - Berinvestasi di sektor properti ibarat membeli ayam yang siap bertelur, bukan membeli ayam yang perlu dipelihara sejak kecil dan dirawat dengan susah payah dengan mengeluarkan biaya besar dan resiko kematian. Investasi di sektor ini tak perlu menunggu waktu lama untuk mendapatkan perolehan hasil yang jauh lebih besar. Investor beli produk, tak lama kemudian investor bisa menikmatinya. Pembangunan properti, terutama perumahan, saat ini terpusat di kawasan Surabaya Barat. Beberapa pengembang besar ekspansi untuk mengembangkan kawasan ini sejak tahun 1990-an. Para pengembang ini berlomba membangun perumahan dengan bidikan kalangan menengah atas. Tercatat perumahan menengah atas di Surabaya Barat yang dibangun seperti perumahan Bukit Darmo Golf, Graha Family, Dian Istana, Pakuwon Indah, Citra Raya, Wisata Bukit Mas, The Prambanan, dan pemain lama Darmo Hill. Uniknya, harga yang ditawarkan relatif sama, antara Rp 750 juta hingga Rp 2 miliar sehingga masing-masing pengembang memperebutkan ‘kue’ yang sama. Contoh, Citra Raya mengeluarkan ‘Woodland’, Wisata Bukit Mas mengeluarkan ‘Wisata Bukit Mas II, pemain baru ‘The Prambanan’ mengeluarkan ‘The Syailendra’. Namun era pembangunan perumahan menengah atas saat ini mulai beralih. Pasalnya, perolehan omset pengembang properti di kawasan Surabaya Barat untuk penjualan perumahan menengah mewah dalam semester I tahun ini turun dari kisaran Rp 15 miliar – Rp 20 miliar/bulan menjadi Rp 9 miliar/bulan atau turun sekitar 30% dibanding periode sebelumnya. Pasalnya, pada periode ini banyak pengembang yang mengeluarkan produk perumahan dalam waktu bersamaan. “Persaingan menjadi ketat. Konsumen mempunyai banyak pilihan dengan banyaknya produk yang ditawarkan masing-masing pengembang. Dampaknya, mau tak mau penjualan agak turun. Namun kami juga menyiasati dengan strategi lain untuk mencapai target,” kata Asisten Manager Promosi Wisata Bukit Mas, Lis Setijanawati. Menyiasati kondisi ini dan sambil membaca peluang pasar dalam lima tahun ke depan, beberapa pengembang besar sudah berancang-ancang membangun apartemen. Kondisi di kawasan ini sangat memungkinkan untuk pembangunan apartemen. Fasilitas-fasilitas umum seperti pusat hiburan, pusat perbelanjaan, tempat pendidikan, pertokoan, perkantoran mulai tumbuh dan berkembang. Sehingga memungkinkan untuk perkembangan apartemen. Wakil Ketua DPD REI Jatim, Richard Adisastra mengatakan, di kawasan lainnya, seperti Surabaya Timur, pembangunan apartemen belum memungkinkan. Fasilitas umum masih terpencar dan tak terfokus pada satu wilayah. Selain itu, kondisi lainnya seperti kondisi tanah yang labil masih belum memungkinkan untuk pembangunan properti bertingkat. Kondisi lainnya, tanah di kawasan itu sudah padat dan sulit menemukan lahan yang kosong. Sebab kawasan itu sudah penuh dibangun perumahan. Pertumbuhan apartemen di Surabaya diperkirakan akan ‘booming’ pada lima tahun mendatang atau sekitar tahun 2010. Hal ini terlihat dari indikasi padatnya perumahan dan kebutuhan masyarakat akan tempat hunian yang dekat dengan pusat hiburan dan tempat kerja. Saat ini para pekerja di Surabaya kebanyakan bukan bertempat tinggal di Surabaya, namun di sekitar Surabaya, seperti Sidoarjo dan Gresik. Sehingga tak mengherankan jika jalan yang menghubungkan Surabaya-Sidoarjo dan Surabaya-Gresik akan macet dalam lima tahun mendatang. Ditambah dengan pertambahan penduduk yang selalu meningkat, pembangunan apartemen dirasakan kalangan pekerja merupakan salah satu solusi untuk menghindari kemacetan. Apartemen di Surabaya sudah ada sekitar tahun 1980. Saat ini tercatat ada 8 apartemen yang beroperasi di Surabaya, yakni Apartemen Graha Residen, Puri Darmo, Paragon, Somerset, Novotel, Sheraton, JW Marriott, dan Puri Matahari. Apartemen-apartemen ini tersebar, ada yang di kawasan Surabaya Pusat, Surabaya Selatan, dan Surabaya Barat. Para pengembang besar yang saat ini sedang serius menggarap apartemen, tercatat antara lain Dharmala Grup yang akan merenovasi dan membangun ulang apartemen Graha Residen, Pakuwon Grup yang saat ini mengembangkan apartemen Water Palace di kawasan perumahan Pakuwon Indah, PT Adibaladika yang sedang menyusun konsep apartemen di kawasan perumahan Bukit Darmo Golf, PT Gudang Garam Tbk yang konsentrasi akan menambah bangunan baru di apartemen Puri Matahari. Di kawasan Surabaya Selatan tercatat Lippo Grup sedang mengembangkan mal sekaligus apartemen di bundaran tol Waru, yakni City of Tomorrow. Keyakinan para pengembang besar ini terlihat dari optimisnya mereka membaca peluang pasar. Dirut PT Grand Interwisata, Amandus Anastasius Aloysius Adelie mengatakan, pembangunan apartemen di kawasan Surabaya Barat bergerak hampir secara bersamaan. Pasalnya, masing-masing pengembang membaca dan menangkap peluang yang terjadi di Surabaya dalam lima tahun mendatang memang ke arah pembangunan apartemen. Pembangunan secara bersamaan ini, menurutnya, tak akan mengganggu pasar yang akan digarap. Justru semakin banyak pengembang yang menawarkan produk, masyarakat diuntungkan dengan banyak pilihan yang ditawarkan. Sementara, para pengembang juga pasti meningkatkan kualitas disamping memperhitungkan harga jual yang kompetitif. “Jika para pengemabng bergerak secara bersamaan, kondisi ini justru sangat positif bagi pertumbuhan pembangunan apartemen. Sebab para pengembang akan berlomba memberikan yang terbaik bagi calon konsumen,” kata Adelie. Harga jual apartemen yang dipatok diperkirakan sekitar Rp 400 juta – Rp 500 juta/unit. Namun para pemilik akan menikmati hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan bunga deposito. Pemilik apartemen minimal memperoleh keuntungan dari kenaikan harga apartemen dan harga tanah sekitar 10% per tahun. Pemilik juga tidak perlu repot menangani perawatannya, biasanya para pengembang sudah menyediakan jasa layanan bahkan jasa untuk disewakan kepada orang lain. henry tan November 16th, 2005, 10:36 AM henry_tan: please let us know where that project exactly located in Gubeng, and if possible the rendering? This is great additional to Sby skyline. But Sby needs something with 40-50 storeys. teddy, i dont really know where is the exact site in Gubeng... but here is what i got.. http://img284.imageshack.us/img284/456/tan02renderingsbremix0vb.jpg teddybear November 16th, 2005, 05:13 PM ^thanks Henry! But what the site say, if you find this in the internet (please post the link or article if you have)? David-80 November 18th, 2005, 02:19 PM Can anybody find information about a new penthouse being built right now in Surabaya? I saw their ads on Jawapos, it showed two block of towers. I forgot the name, i think its florencia or something. The rendering also showed a nice mock of dining and family room. Please if you have Jawapos today, 18-11-2005 can you please scan the newspaper page with the ads for us.(its at 2nd page, half page) cheers teddybear November 18th, 2005, 03:33 PM The Adhiwangsa Golfview? @David: Are you in Jkt/Melbourne but reading Jawapos? Somehow I feel Surabaya is about to have another boom in the construction of hi-rise apartments... David-80 November 18th, 2005, 06:37 PM I was reading my friend's newspaper when he just arrived in Jakarta this morning. I saw the ads on the second page. Damn, I couldnt find the article until now, they will show the mock at dharmala building today. I am sure its not the golf view, this rendering showed two monsters tower just like mediterania residences in Jakarta. Yeah Surabaya is now booming, i can sure you that. Almost many ads in kompas and other newspaper showed a new apartment or high-rise residences being launched in Surabaya. cheers sanhen November 18th, 2005, 07:42 PM Surabaya.. oh surabaya.. oh surabaya... kota kenangan.. kota kenangan.. tak kan kulupa hehehe.. (sorry lagi error.........) XxRyoChanxX November 18th, 2005, 11:53 PM how many buildings are under construction right now? ncon November 19th, 2005, 05:10 PM Reposting :D Name : The Adhiwangsa Golfview Residences Status : Under Construction Tower : 3 ( 2 apartments, 1 hotel ) Floors : 37 (apartment) Units : 600 Location : Jl. Bukit Darmo Boulevard , West Surabaya Developer : PT. Adhibaladika Agung Web : www.adhiwangsa.com http://img181.imageshack.us/img181/8018/homeadhiwangsa027yy.jpg Blue_Sky November 19th, 2005, 05:15 PM Surabaya.. oh surabaya.. oh surabaya... kota kenangan.. kota kenangan.. tak kan kulupa hehehe.. (sorry lagi error.........) Yes same with you My worst memory in my whole life is in there :(:( |