View Full Version : [INDONESIA] Airports and Aviation News, -PART IX-


Pages : 1 [2] 3 4 5

dunks86
May 16th, 2010, 07:40 PM
BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK SEGERA RAMPUNG

check this link http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=474883&page=2

Sizter85
May 17th, 2010, 04:02 AM
^^ Mandala dan Air asia?? :nuts:
Mereka kan di terminal 3 yang bisa dibilang LCCT nya indonesia (Walaupun LCCT tapi paling manusiawi diantara LCCT lain)

Manusiawi ?? maksudnya haha :lol: ya ya gw tau maksudnya,.. gw sendiri pernah ngerasain 'tersiksanya' (lebhay :on) bila harus departed via LCCT(esp.LCCT KUL), hny seminimal mungkin fasilitas yg kita dapat, tapi nampaknya tetap budget terminal di changi yg akan mnjadi jawaranya dan lbh 'manusiawi' tentunya :lol:,.. heran dh SIN memang benar2 TOP dlm segi pelayanan publik :okay:

Sizter85
May 17th, 2010, 04:04 AM
BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK SEGERA RAMPUNG

check this link http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=474883&page=2

Nice :okay: thanks sudah berbagi info, Kira2 kapan akan beroperasi ??

dunks86
May 17th, 2010, 04:31 AM
Nice :okay: thanks sudah berbagi info, Kira2 kapan akan beroperasi ??

yup,welcome...

Direncanakan, peresmian BIL sedang dijadwalkan bisa dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Juli 2010 mendatang. Kemungkinan bersamaan dengan dilakukannya ground breaking proyek wisata Mandalika Resort seluas 1.250 hektar di selatan Lombok Tengah. Sedangkan operasional BIL dimulai Oktober 2010.

liat dari artikelnya si optimis tu ^^

Sizter85
May 17th, 2010, 04:43 AM
^^

Kurang lbh 2 Bulan lagi :D kita akan merayakan 'pesta' tersebut dan baru bs merasakan-nya skitar 4 bulanan kedepan, terima kasih infonya :banana:

Sizter85
May 17th, 2010, 01:17 PM
Senin, 17/05/2010 16:00:38 WIB
Batavia Air minati penerbangan haji
Oleh: Hendra Wibawa

JAKARTA (Bisnis.com): Maskapai Batavia Air menyampaikan minat turut serta melayani penerbangan jemaah haji pada tahun ini untuk menekan ongkos naik haji (ONH).

Presiden Direktur PT Metro Batavia Yudiawan Tansari mengatakan minat itu menyusul keinginan Kementerian Agama menender pengangkutan jemaah haji mulai tahun ini. "Kalau diberikan kesempatan kami siapkan pesawat Airbus A330-200 atau Boeing 777," katanya kepada Bisnis.com.

Dia menjelaskan pihaknya akan menyiapkan sedikitnya dua pesawat lagi berbadan lebar (wide body) jenis A330-200 atau B777. Yudiawan melanjutkan pihaknya menyiapkan investasi khusus untuk masuk dalam penerbangan haji sebesar US$1 juta per bulan guna menyewa dua unit pesawat wide body.

"Keinginan kami melayani penerbangan haji adalah membantu meringankan biaya haji," ucap dia.

Sampai dengan saat ini, Yudiawan menceritakan biaya haji relatif masih mahal karena pelayanan angkut haji dilakukan satu maskapai Indonesia yakni Garuda Indonesia dan satu maskapai Arab Saudi, Saudi Arabian Airlines. Padahal, Arab Saudi dan Indonesia telah menandatangani kesepakatan penerbangan kedua negara bisa dilakukan banyak maskapai.

Yudiawan juga menyampaikan maskapainya memastikan membuka rute penerbangan langsung Jakarta-Jeddah Arab Saudi mulai 23 Mei menggunakan pesawat Airbus A330-200. Saat ini, pihaknya telah menyiapkan dua pesawat A330-200 yang disewa dari Amerika Serikat untuk mendukung operasi rute internasional itu.

"Misi kami adalah melayani penerbangan ke Jeddah Arab Saudi dengan tarif relatif lebih murah," katanya. Dia memaparkan pihaknya akan menerbangi rute Jeddah satu kali per hari dengan rincian rute Jakarta-Jeddah lima kali per minggu dan Jakarta-Jeddah-Riyadh dua kali per minggu.

Yudiawan menerangkan pihaknya akan memberikan layanan layaknya maskapai full service untuk rute Jakarta-Jeddah dengan memberikan fasilitas makan berat, hiburan dalam pesawat (entertainment), koran dan lain-lain.

Untuk langkah awal, dia menjelaskan pihaknya akan membidik penumpang dari dan ke Jeddah dari pekerja Indonesia di Arab Saudi, pebisnis dan perjalanan umrah.

Yudiawan mengungkapkan pihaknya telah melalui proses audit yang dilakukan langsung oleh Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) selama delapan bulan. "Artinya, layanan penerbangan ke Arab Saudi tak hanya nafsu saja tetapi juga safety," kata Yudiawan.

Dengan diperolehnya izin kepada Batavia Air, GACA telah mengeluarkan izin terbang kepada sebanyak tiga maskapai. Selain Batavia, maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air telah lebih dulu terbang ke Jeddah. (mrp)

desta28
May 17th, 2010, 04:19 PM
Lion dan Batavia Dinilai Belum Siap Layani Angkutan Haji
Tribunnews.com - Senin, 17 Mei 2010 19:41 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dan PT Metro Batavia (Batavia Air) belum siap melayani angkutan haji 2010.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay, ketidaksiapan dua maskapai itu bisa dilihat dari keterbatasan armada yang digunakan untuk melayani rute Jakarta-Riyadh-Jeddah saat ini.

"Lion dan Batavia masing-masing menggunakan dua pesawat untuk melayani penerbangan reguler. Kalau mau ikut menerbangkan haji, jangan sampai regulernya terganggu. Mereka mungkin bisa melakukannya kalau menyewa pesawat khusus haji atau melakukan kerjasama dengan maskapai lain. Kalau bisa seperti itu silahkan saja," kata Herry, di Jakarta, Senin (17/5/2010).

Herry mengatakan, jumlah penumpang alias jemaah yang diterbangkan ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tidak sedikit. Menurutnya, setiap tahun Pemerintah Arab Saudi menyediakan kuota setidaknya 230.000-an jemaah dari Indonesia, termasuk yang menggunakan fasilitas ONH Plus.

Sementara jumlah jemaah haji reguler tahun ini diperkirakan 191.174 orang. Karena itu dibutuhkan maskapai yang benar-benar siap melayani angkutan haji.(*)

Editor : Juang_Naibaho

desta28
May 17th, 2010, 04:21 PM
Tarif Penerbangan Haji Tahun 2010 Rp 16,7 Juta per Jemaah
Tribunnews.com - Senin, 17 Mei 2010 14:17 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan tarif penerbangan haji tahun ini mencapai Rp 16,7 juta per jamaah haji (1.754 dolar AS).

Asumsi ini diperoleh dari biaya penerbangan rata-rata per jamaah 2010 mencapai 1.595 dolar AS (Rp 15,2 juta). Lalu ditambah margin keuntungan 10 persen oleh maskapai penerbangan hingga menjadi 1.754 dolar AS.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengasumsikan biaya penerbangan itu didapatkan dari olahan data Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia dengan memperhitungkan perkembangan harga avtur serta margin keuntungan maskapai.

"Jamaah haji tahun ini akan menggunakan pesawat jenis Boeing dan Airbus dengan masing-masing pesawat memiliki kapasitas bervariasi antara 250-455 penumpang," kata Freddy dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (17/5/2010).

Dijadwalkan sejumlah pesawat ini akan melayani 191.174 total jamaah haji tahun di 11 embarkasi pemberangkatan jamaah diantaranya Batam, Jakarta, dan berbagai kota lainnya.

Sebelumnya Kementerian Agama menyebutkan biaya penerbangan haji tahun ini diestimasi mencapai 1.787 dolar AS atau Rp 17 juta.

Nilai tukar ongkos naik haji (ONH) tahun ini ditetapkan Rp 9.500 per dolar AS atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu Rp 12.500 per dolar AS. Ini menjadi masalah karena nilai tukar rupiah terus merengsek naik sehingga dikhawatirkan ONH bisa lebih naik lagi.

ONH sendiri tahun ini naik 133 dolar AS menjadi 3.577 dolar AS atau Rp 34 juta dari tahun lalu 3.444 dolar AS.

GARUDA 777
May 17th, 2010, 04:27 PM
Presiden Direktur PT Metro Batavia Yudiawan Tansari mengatakan minat itu menyusul keinginan Kementerian Agama menender pengangkutan jemaah haji mulai tahun ini. "Kalau diberikan kesempatan kami siapkan pesawat Airbus A330-200 atau Boeing 777," katanya kepada Bisnis.com.

Boeing 777 aja deh, Batavia. Keren banget tuh. Habis musim haji, terus dijadikan armada sendiri deh :okay:.

greatstyo
May 17th, 2010, 08:03 PM
ada yang ikutan rebutan tiket gratisnya AirAsia nggak?

ane udah dapet tuh SUB-CGK-SUB & CGK-JOG-CGK :D

yudibali2008
May 17th, 2010, 10:38 PM
Manusiawi ?? maksudnya haha :lol: ya ya gw tau maksudnya,.. gw sendiri pernah ngerasain 'tersiksanya' (lebhay :on) bila harus departed via LCCT(esp.LCCT KUL), hny seminimal mungkin fasilitas yg kita dapat, tapi nampaknya tetap budget terminal di changi yg akan mnjadi jawaranya dan lbh 'manusiawi' tentunya :lol:,.. heran dh SIN memang benar2 TOP dlm segi pelayanan publik :okay:


emang Singapore top banget utk hal2 service publik, saya mendambakan layanan spt itu ada juga di Indonesia (utk semua fasilitas publik :D) hope MODE: ON




ada yang ikutan rebutan tiket gratisnya AirAsia nggak?

ane udah dapet tuh SUB-CGK-SUB & CGK-JOG-CGK :D

wah selamat ya :)

rilham2new
May 18th, 2010, 04:55 PM
ada yang ikutan rebutan tiket gratisnya AirAsia nggak?

ane udah dapet tuh SUB-CGK-SUB & CGK-JOG-CGK :D

Sayang ya ... Air Asia kenapa gak coba melayani rute yang jauh kayak Jakarta - Banda Aceh, atau Jakarta - Manado, atau Jakarta - Jayapura...

Padahal peminatnya besar, dan harga tiket di rute itu sudah didominasi (kartel kayaknya) sama pemain lama dengan harga "cukup mahal"

Beda banget dengan rute Jakarta - Medan, Jakarta - Surabaya ... rute2 gemuk banyak pilihan harga tiket bersaing pula :D

Mimihitam
May 23rd, 2010, 03:01 PM
Minggu, Batavia Mulai Terbang ke Jeddah

JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan penerbangan Batavia Air akan melakukan penerbangan perdana ke Jeddah, Arab Saudi, Minggu (23/5/2010), menggunakan pesawat berbadan lebar, Airbus A330-200. Rombongan penerbangan perdana ini akan berangkat pukul 10.00 WIB dari Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penerbangan ke tanah suci umat Muslim ini merupakan upaya serius Batavia Air melebarkan sayapnya ke dunia internasional.

Siaran pers Batavia kepada Kompas.com, Sabtu (22/5/2010), menyebutkan, pesawat direncanakan mendarat pukul 16.45 waktu setempat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Batavia Air akan terbang nonstop Jakarta-Jeddah-Jakarta setiap hari dan Jakarta-Jeddah-Riyadh dua kali seminggu setiap Senin dan Rabu.
”Penerbangan ke tanah suci umat Muslim ini merupakan upaya serius Batavia Air dalam melebarkan sayapnya ke dunia internasional. Pangsa pasar yang kami bidik adalah umat Muslim yang akan beribadah umrah serta para TKI yang akan bekerja di Arab Saudi. Pangsa pasar yang sangat besar ini belum semuanya digarap oleh maskapai lain yang terlebih dahulu melayani rute ini,” kata Eddy Haryanto, Public Relations Manager Batavia Air.

Dalam rombongan terbang perdana ini juga ikut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, pejabat dari Kementerian Perhubungan, pejabat Kementerian Agama RI, dan beberapa mitra kerja Batavia Air.

Saat ini Batavia Air mengoperasikan lebih dari 170 penerbangan setiap harinya dan melayani 39 kota tujuan di seluruh Indonesia, serta Guangzhou (China), Kuching (Malaysia), Singapura, dan Jeddah (Arab Saudi). Batavia Air mempunyai 39 armada pesawat yang terdiri dari Boeing 737-300, Boeing 737-400, Airbus A-319, Airbus A-320, dan Airbus A330. (*)

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/05/22/11013218/Minggu.Batavia.Mulai.Terbang.ke.Jeddah

greatstyo
May 23rd, 2010, 04:23 PM
^^

selamat buat batavia atas penerbangan pertama ke jeddah.. mudah2an sukses dan bisa bersaing dengan GA dan JT :okay:

btw jadwal penerbangannnya antara GA, JT, dan 7P berdekatan ya:nuts:

Ocean One
May 27th, 2010, 09:32 AM
Indonesia 'Kuliti' Potensi Timteng
Jasa Pengiriman barang dan eksportir juga berlomba perkuat penetrasi di Timur Tengah.
Kamis, 27 Mei 2010

SURABAYA POST - Pasca maskapai nasional menyerbu langit Timur Tengah (Timteng), pelaku usaha lain juga tengah bersiap memperkuat ekspansi bisnisnya ke kawasan tersebut. Bahkan eksportir optimis tahun ini bisa menggenjot kinerjanya antara 20%-25% ke negeri Seribu Padang Pasir itu.

"Selama ini Timteng, khususnya Jeddah hanya kami lalui sebagai transit pengiriman barang ke Eropa. Dengan makin banyaknya maskapai melayani rute ini, kami juga berharap diberi jatah kargo," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia (Gafeksi) Cabang Bandara Juanda Surabaya, Sigit Pramudya, saat dihubungi, Kamis 27 Mei 2010.

Pemberian kuota khusus untuk kargo tersebut, menurut Sigit, diharapkan dapat mengatrol kinerja pengiriman barang internasional dari Juanda yang saat ini rata-rata sekitar 900 hingga 1.000 ton per bulan.

Dari alokasi volume pengiriman internasional tersebut, Sigit menjelaskan, sebagian besar masih didominasi pengiriman barang dengan tujuan Eropa dan Amerika.

"Hampir separuh lebih tujuannya ke Eropa dan Amerika. Bahkan pengiriman ke Jeddah selama ini biasanya hanya untuk transit barang yang akan dikirim ke Eropa," jelasnya.

Gafeksi berencana mengajukan jatah kargo dari maskapai yang memiliki rute ke Jeddah kepada Direktur Angkutan Udara di Jakarta.

Sementara itu, Ketua Komite Timteng, Kadin Indonesia, Fachry Thaeb, juga berharap ekspor ke wilayah Timteng ke depan dapat ditingkatkan sekitar 20%-25% dari kinerja ekspor yang telah ada selama ini. ”Potensi dunia usaha dan bisnis kita di Timur Tengah sangat bagus. Targetnya ekspor ke depan bisa kita tingkatkan lagi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Ambar Tjahyono. Menurutnya pasar Timteng memang sangat potensial bagi produk Indonesia, namun Indonesia kurang mempromosikan produknya di pasar itu.

"Berdasarkan data Departemen Perdagangan, misalnya, sekitar 60% ekspor kita terserap oleh negara-negara tujuan ekspor baru, seperti China, India, Korea, Taiwan, negara-negara ASEAN dan Timteng. Ini harus makin digalakkan," ujarnya.

Menurutnya, saat ini pelaku usaha Indonesia kurang serius dalam menggarap potensi yang ada di negara-negara tujuan ekspor baru, karena terlalu terfokus pada tujuan konvensional seperti Eropa dan Amerika. Sudut pandang ini yang menurut Ambar perlu diubah untuk semakin meningkatkan ekspor Indonesia secara umum.

"Cina saja punya china village di Timteng, jadi kalau mau beli apapun tinggal datang ke situ dan bisa dapat semua yang diperlukan. Kita juga harus seperti itu," tegasnya.

Ocean One
May 27th, 2010, 10:05 AM
WINGS FLYING SCHOOL
Satu Lagi Sekolah Pilot di Indonesia
Kamis, 27 Mei 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/27/0900488620X310.jpg

Kapten Pilot Mayor Ery Siswanto (kiri) dan Co Pilot Letnan Satu Tegar di pesawat Casa NC-212 milik TNI Angkatan Laut dengan rute penerbangan

Batam-Jakarta, Selasa (16/9). Pesawat jenis ini telah diproduksi di Indonesia oleh PT. Dirgantara Indonesia sebagai satu-satunya perusahaan pesawat yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya di Spanyol.

CIREBON, KOMPAS.com — Satu lagi sekolah pilot berdiri di Indonesia, yaitu Wings Flying School (WFS). Sesuai namanya, sekolah ini memang didirikan oleh manajemen Wings Airline, anak perusahaan Lion Air. WFS berlokasi di Bandara Cakrabhuwana, Cirebon serta dilengkapi dengan hanggar dan asrama siswa.

Kamis (27/05/2010) sekitar pukul 10.00, WFS akan diresmikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh Direktur DKUPPU Yurlis Hasibuan.

Untuk tahap awal, WFS menggunakan sebuah pesawat jenis Cessna C-172P sebagai pesawat latih. Lama waktu pendidikan di WFS hingga siswa mendapat lisensi pilot komersial diperkirakan antara 12 dan 18 bulan.

"Siswa yang telah lulus nanti untuk sementara akan langsung dipekerjakan di Wings Air atau Lion Air," ujar Direktur Umum Wings Air Edward Sirait. Menurt Edward, dua maskapai penerbangan ini masih memerlukan banyak pilot terkait pemesanan ratusan pesawat Boeing B737-900ER dan puluhan pesawat ATR 72-500.

Ocean One
May 28th, 2010, 06:23 PM
Batavia Incar Dili, Hongkong dan Perth
Jumat, 28 Mei 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/28/2239378620X310.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Jeddah, Batavia Air kini mengincar pasar Dili Timor Leste, Bangkok Thailand, Hongkong dan Perth Australia.

Untuk Dili, Direktur Niaga Batavia Air Hasudungan Pandiangan menargetkan pertengahan Juni ini izin terbang sudah turun. "Saya targetkan pertengahan Juni, kami sudah apply dari pertengahan Januari," katanya.

Menurut Hasudungan, berdasarkan survei pihaknya, pasar Dili cukup potensial. "Gateway-nya lewat Denpasar, tapi marketnya itu ada yang ke Jakarta, dan yang paling banyak ke Surabaya. Orang Timur Leste banyak yang sekolah ke Surabaya, belum family visit, pengusaha. Kami sudah sudah survei kok," terangnya.

Selama ini, sebut dia, penerbangan Dili- Indonesia banyak yang terbang dulu ke Singapura bahkan ke Darwin, baru ke Indonesia. "Kalau kami ada di situ, kami yakin bisa melayani secara langsung," ujar pria berkacamata yang pernah 23 tahun lebih berlabuh di Garuda ini,

Setelah Dili. lanjut dia, Batavia juga mengincar Bangkok dan Hongkong. "Bulan Juli, pesawatnya 320. Jakarta-Hongkong via Bangkok. Perth juga dalam waktu dekat," tambah dia.

Untuk diketahu, pada 23 Mei 2010, Batavia Air dengan pesawat Airbus 320-200 telah melakukan penerbangan pertama ke Jeddah.

Ocean One
May 28th, 2010, 06:49 PM
Maskapai Penerbangan Murah di Indonesia Berprospek Cerah
Kamis, 27 Mei 2010


TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Tengku Burhanuddin menilai maskapai penerbangan berbiaya rendah atau Low Cost Carriers (LCC) di Indonesia berprospek cerah.

Sebelumnya, Frost and Sullivan memprediksi pasar LCC di Asia Pasifik akan meningkat pesat di masa mendatang. ke depan. Hal ini terutama dipicu oleh peningkatan ekonomi.

Total jumlah penumpang LCC di Asia Pasifik pada 2012 diprediksi mencapai 217 juta orang. Angka ini naik dari 116 juta orang pada 2008.

"Sejak 2002-2003, banyak maskapai baru yang bisa memasang tarif lebih rendah. Perkembangannya luar biasa," ujar Tengku ketika ditemui Tempo di kantornya, hari ini.

Menurut dia, maskapai berani memasang tarif rendah karena menggunakan armada baru yang lebih efisien dari segi penggunaan bahan bakar. Saat ini, 60-70 persen penerbangan di Indonesia dikuasai armada baru.

Pada 2009, tercatat penumpang LCC di Indonesia sejumlah 34 juta orang. Nilai ini diharapkan meningkat 10-15 persen tahun ini, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

sasamakan
May 29th, 2010, 10:09 AM
^^ Kapan nih ada penerbangan murah ke India, padahal faktornya cukup besar loh :D

desta28
May 30th, 2010, 07:05 AM
Batavia Incar Dili, Hongkong, dan
Perth
Sabtu, 29 Mei 2010 06:50 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Maskapai Batavia Air kembali
akan memperluas rute
penerbangannya. Setelah
Jeddah, Batavia Air kini
mengincar pasar Dili (Timor Leste), Bangkok
(Thailand), Hongkong, dan Perth (Australia).
Khusus Dili, Direktur Niaga Batavia Air
Hasudungan Pandiangan menargetkan,
pertengahan Juni ini izin terbang sudah
turun. "Saya targetkan pertengahan Juni,
kami sudah apply dari pertengahan Januari,"
katanya.
Hasudungan mengatakan, berdasarkan
survei pihaknya, pasar Dili cukup potensial.
"Gateway-nya lewat Denpasar, tapi
marketnya itu ada yang ke Jakarta, dan yang
paling banyak ke Surabaya. Orang Timur
Leste banyak yang sekolah ke Surabaya,
belum family visit, pengusaha. Kami sudah
survei kok," terangnya.
Selama ini, sebut dia, penerbangan Dili-
Indonesia banyak yang terbang dulu ke
Singapura bahkan ke Darwin, baru ke
Indonesia. "Kalau kami ada di situ, kami
yakin bisa melayani secara langsung," ujar
pria berkacamata yang pernah 23 tahun
lebih berlabuh di Garuda ini,
Setelah Dili. lanjut Hasudungan, Batavia juga
mengincar pasar Bangkok dan Hongkong.
"Bulan Juli, pesawatnya 320. Jakarta-
Hongkong via Bangkok. Perth juga dalam
waktu dekat," tambah dia.
Untuk diketahui, pada 23 Mei 2010, Batavia
Air dengan pesawat Airbus 330-200 telah
melakukan penerbangan pertama ke
Jeddah.

desta28
May 30th, 2010, 09:54 AM
Batavia Air Tambah 13 Pesawat
JAKARTA, KOMPAS.com -

Seiring dengan pembukaan
beberapa rute penerbangan
baru, PT Metro Batavia
(Batavia Air) tahun ini bakal
menambah 13 pesawat.
"Total 13 pesawat. Bertahap, sekarang
yang sudah masuk dua. Nanti 330 satu
unit," kata Direktur Niaga Batavia Air
Hasudungan Pandiangan.
Menurutnya, pesawat yang sudah masuk
adalah dua unit Airbus 320. Adapun
pesawat yang akan datang adalah tiga unit
A320, satu unit A330, empat unit Boeing
737-400, serta tiga unit ATR72-500.
Setelah meluncurkan rute Jakarta Jeddah
yang terbang perdana 23 Mei 2010 ini,
HAsudungan menyebutkan, Batavia juga
mengincar beberapa rute internasional
lainnya, seperti Dili Timor Leste, Bangkok
Thailand, Hongkong dan Perth Australia.
Sementara untuk rute domestik adalah
Merauke dan Ternate.
Untuk saat ini, Batavia Air mengoperasikan
lebih dari 170 penerbangan setiap harinya
dan melayani 39 kota tujuan di seluruh
Indonesia, serta Guangzhou (China),
Kuching (Malaysia), Singapura, dan Jeddah
(Arab Saudi). Batavia Air mempunyai 39
armada pesawat yang terdiri dari Boeing
737-300, Boeing 737-400, Airbus A-319,
Airbus A-320, dan Airbus A330.

DJ_Archuleta
May 30th, 2010, 12:17 PM
Hang Nadim, Jadi Bandara Perintis Pemberantasan Narkoba


Batam (BCZ) Bandara Hang Nadim bersama dengan Bandara Soekarno-Hatta, Banten dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar menjadi pilot project program zero tolerance terhadap narkoba (Program Pemberantasan Narkoba Tanpa Pandang Bulu).

Ketiga bandara ini didaulat sebagai pelaksana pertama program pemberantasan narkoba. Hal ini kemudian akan disusul oleh sejumlah bandar laut terutama yang melayani penyebrangan internasional.

Program zero toleransi terhadap narkoba ini merupakan kerjasama Polri dengan sejumlah instansi terkait. Di antaranya yaitu Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Bea Cukai, Dirjen Imigrasi, Dirjen Pemasyarakatan, serta PT Angkasa Pura I dan II selaku penyedia jasa kebandarudaraan.

VRS
May 31st, 2010, 12:43 PM
sdgkan bandara indonesia yg lain boleh melakukan transaksi narkoba dgn pandang bulu..??

Sizter85
May 31st, 2010, 12:55 PM
Ramai-ramai “Go International”
Senin, 31 Mei 2010

Meski kebijakan Open Sky Policy baru akan diterapkan lima tahun lagi, tapi perusahaan penerbangan dalam negeri mulai melakukan “pemanasan".Maskapai mulai berlomba meningkatkan pelayanan dengan membuka rute-rute baru. Tak hanya rute domestik, mereka juga berebut pasar internasional.

Maskapai plat merah, juga tak mau ketinggalan. Buktinya, per Selasa (1/6) besok, misalnya, Garuda Indonesia akan terbang langsung ke Amsterdam via Dubai. ”Dengan pesawat baru Airbus 330-200 bernomor penerbangan GA88, kami akan tiba perdana di Bandara Schiphol, Amsterdam pada 2 Juni 2010 dengan membawa dua jenis layanan, yaitu 36 penumpang kelas bisnis dan 186 penumpang kelas ekonomi,” ujar Senior General Manager Europe & Middle-East Garuda, Iswandi Said di Bandara Schiphol, Amsterdam, pekan lalu. Untuk memperkuat layanan, penerbangan yang sempat ditutup sejak 2004 ini dilengkapi fasilitas layar-sentuh individual LCD di semua kelas, sistem inflight entertaintment dengan Audio & Video on Demand (AVOD) yang menyediakan 25 film, 250 audio dan 25 video games.

Bila plat merah berbenah, maskapai swasta tak mau tinggal diam. Mereka juga sibuk mempersiapkan berbagai penerbangan dengan jalur internasional. “Per 25 Mei kemarin kami sudah mulai terbang ke Jeddah, Arab Saudi. Ini adalah komitmen Batavia untuk juga memperkuat kinerja di rute internasional setelah cukup lama kuat di rute domestik,” ujar Manajer Humas Batavia Air, Edi Haryanto. Pembukaan rute baru tersebut, dipilih karena melihat makin besarnya potensi penumpang Indonesia yang melakukan sejumlah perjalanan ke kota-kota besar di dunia, terutama Timur Tengah. Untuk tujuan Jeddah sendiri, selain diperkuat oleh kebutuhan penerbangan rohani seperti umroh, demand perjalanan bisnis juga turut memberi peranan yang signifikan. “Ke depan dalam waktu dekat kita juga perkuat rute internsional kita dengan rute Bangkok, Seoul, Hongkong da Tokyo. Ini salah satu diantara persiapan kami menjelang diberlakukannya Open Sky Policy,” jelasnya.

Sementara, peluang paling dekat, dengan menerbangi jeddah Batavia berharap bisa menjadi salah satu maskapai angkutan haji. Ini seiring dengan rencana pemerintah membuka kesempatan angkutan haji bagi maskapai swasta. “Dua hari setelah rapat dengar pendapat di Komisi VIII DPR, 19 Mei lalu, kami langsung menyampaikan permohonan agar dapat berpartisipasi dalam musim haji tahun 2010 ini dengan mulai mengangkut sebanyak 20.000 sampai 30.000 orang. Ini adalah bagian dari persiapan kami dalam hal liberalisasi dunia penerbangan,” ujar Direktur Komersial Batavia Air Hasudungan Pandiangan, pekan lalu.

Hal senada diungkapkan Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Trisia Megawati. “Terbaru kami akan mulai masuk di rute Singapura, Hong Kong dan Macau melalui Jakarta dan Balikpapan. Selain itu kami sedang bersiap juga untuk penerbangan-penerbangan internasional lainnya. Hal ini menurut kami langkah strategis dalam rangka liberalisasi dunia penerbangan,” ujarnya.

Menurut Trisia, mulai masuknya maskapai dalam negeri ke sejumlah rute penerbangan internasional terutama negara besar merupakan sebuah keharusan dalam perkembangan dunia penerbangan. Hal ini, untuk mengimbangi mulai banyaknya maskapai asing yang masuk pada rute penerbangan Indonesia. “Ini sudah tuntutan di dunia penerbangan. Kami selaku maskapai tidak akan bisa menolak dan memang seharusnya menolak. Ini tantangan,” tukasnya.

Perilaku makin banyaknya maskapai Indonesia masuk ke rute internasional, disadari pula oleh District Manager Malaysia Airlines Surabaya Suzanna Shamsuddin. “Itu sudah tak bisa terelakkan. Atas alasan yang sama juga kami datang ke Indonesia. Maskapai Indonesia juga harus secepatnya melakukan hal yang sama untuk tetap bisa bersaing,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Suzanna meyakini akan makin banyak lagi maskapai asing yang akan masuk pada rute penerbangan Indonesia. Tak hanya sebagai konsekuensi diberlakukannya OSP, langkah tersebut disebut Suzanna sebagai dampak dari besarnya potensi pasar di Indonesia. Sebagai salah satu negara berpenduduk terbesar di dunia, pasar Indonesia adalah pasar yang menjadi incaran banyak negara di berbagai sektor usaha, termasuk penerbangan. “Penduduk Indonesia sendiri sudah berapa. Belum lagi wisatawan asing yang mau ke Bali atau semacamnya. Dari sana tentu bisa kita bayangkan berapa banyak potensi penerbangan yang ditawarkan oleh Indonesia,” urainya.tsa

sasamakan
May 31st, 2010, 02:01 PM
^^ Tinggal nunggu si Lion Air juga nih, mau ikut apa enggak :D
Batavia yang "Begitu" aja mau ikut :D

nowan
June 2nd, 2010, 08:41 AM
Apakah sudah ada maskapai di Indonesia (LCC terutama) yang menggunakan iPad sebagai sarana hiburan selama penerbangan? Kalau disewakan Rp 50 ribu untuk penerbangan kira-kira 2 jam, laris gak yah? :) Dua bulan mungkin bisa balik modal :D

tollfreak
June 3rd, 2010, 06:57 AM
^^ Jetstar sedang melakukan trial dengan mengunakan iPad sebagai IFE di sebagian rute-rute domestiknya di Australia. iPad disewakan seharga A$10 (~Rp 80,000) .

sesamee
June 3rd, 2010, 07:48 PM
PT DI & Xian Aircraft kembangakan N-235 baru

Oleh: Firman Hidranto

AMSTERDAM (Bisnis.com): PT Dirgantara Indonesia dan Xian Aircraft akan mengembangkan N-235 New Generation jenis pengangkut penumpang dan kargo sebagai bagian negosiasi lanjutan penyelesaian pembelian 15 unit MA 60 yang sempat menjadi sengketa Indonesia dan China.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan kerja sama industri pesawat kedua negara itu untuk mengembangkan jenis pesawat menengah dengan kapasitas 30 tempat duduk – 50 tempat duduk “Tercapainya kesepakatan itu merupakan bagian dari negosiasi penyelesaian pembelian pesawat MA-60 buatan Xian Aircraft untuk memenuhi kebutuhan PT Merpati Nusantara Airline. Dari negosiasi itu, pemerintah bisa melakukan penghematan US$90 juta,” ujarnya hari ini.

Menurut dia, rencana pengembangan N-235 New Generation antara PTDI dan Xian Aircraft itu meliputi riset dan pengembangan (R&D), desain pesawat hingga produksi pesawat. Nantinya, lanjutnya, produksi dari industry dirgantara Indonesia dan China itu juga memenuhi pasar kelas 30-50 tempat duduk di kawasan Asia, juga memenuhi kebutuhan dalam negeri terutama MNA.

Berkaitan dengan hasil negosiasi dengan Xian Aircraft, Mustafa mengemukakan itu tidak terlepas dari etikad kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah pembelian pesawat tersebut.
Kasus ini berawal dari ketika Merpati berencana membeli 15 unit pesawat dari Xian Aircraft, namun dibatalkan karena diduga terjadi penggelembungan (mark up) harga, dan ketidakjelasan spesifikasi pesawat yang akan dipesan.

Kontrak kerja sama dilakukan pada 7 Juni 2006. Dua dari 15 pesawat pesanan telah tiba di Jakarta pada 6 September 2006, tetapi sampai sekarang Merpati belum mengambil 13 pesawat lainnya.

Belakangan, harga pesawat yang ditawarkan senilai US$15 juta per unit dinilai terlalu mahal, dari harga normal pesawat sejenis yakni sekitar US$11 juta. Bahkan, ketika ada transaksi pembelian MA-60 disebut-sebut merupakan bagian dalam klausul perjanjian program pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt antara pemerintah Indonesia dan China.

“Yang jelas, kita telah menyelesaikan negosiasi itu. Bahkan, PTDI dan Xian Aircraft bisa bekerja sama untuk mengembangkan pesawat jenis menengah, termasuk yang dipesan oleh MNA tersebut,” ujar Mustafa.

Sebelumnya, MNA pada tahun ini dipastikan mengoperasikan sebanyak 15 unit pesawat MA-60 produksi Xian Aircraft setelah rencana itu sempat tertunda sejak tahun lalu. “Kondisi keuangan Merpati hingga Mei masih cukup parah, sehingga dia menyambut baik kepastian datangnya armada baru Xian MA-60 itu, guna mempertajam penetrasi di pasar penerbangan,” kata Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo.

Adapun, saat ini jumlah armada Merpati yang aktif sebanyak sembilan unit pesawat jet (termasuk dua unit MA-60) dan delapan unit pesawat baling-baling. Mulai Juli, sebanyak tiga unit MA-60 akan datang, Agustus dan September juga tiga unit, dan pada Oktober ada empat unit.

“Untuk operasi di rute mana saja, akan kami bahas lebih lanjut. Yang jelas, salah satu cara mendongkrak kinerja Merpati adalah dengan pengadaan armada," katanya. (mrp)

(Bisnis Indonesia)

MARINHO
June 4th, 2010, 08:38 AM
There is a fully developed N250 which could be produced in a couple of years. But instead a wholly new aircraft is going to be developed?

Or is this N235 partly based on the N250?

Ocean One
June 4th, 2010, 04:01 PM
Jumat, 04/06/2010
Batavia Air bidik angkut 50.000 jamaah haji

JAKARTA (Bisnis.com): Maskapai penerbangan Batavia Air menyiapkan enam pesawat berbadan lebar untuk melayani penerbangan haji tahun ini dengan target mengangkut 30.000 jamaah-50.000 jamaah.

Presiden Direktur Batavia Air Yudiawan Tansari mengatakan keenam pesawat itu rata-rata berusia muda yakni 10 tahun hingga 15 tahun atau lebih muda dari syarat Kementerian Agama maksimal 20 tahun.
"Kalau diberikan kesempatan kami akan ikut tender penerbangan haji dengan mengoperasikan enam pesawat itu pada tahun ini," katanya kepada Bisnis.com.

Saat ini, menurut dia, pihaknya telah memasukkan dua pesawat berbadan lebar Airbus A330-200 sedangkan empat pesawat lain akan masuk dalam waktu dekat ini. Empat pesawat lain, tambah dia, berjenis A330-200 sebanyak dua unit, sedangkan dua pesawat lain jenis Boeing 777 atau Boeing 747-400 dengan usia maksimal 15 tahun.

Yudiawan menambahkan Batavia Air telah menyampaikan secara resmi penawaran harga tiket penerbangan haji dengan patokan tarif sebesar US$1.520 per jamaah.

Harga itu lebih rendah dari yang diajukan Garuda Indonesia sebesar US$1.779. Selama ini, hanya Garuda dan Saudi Arabian Airlines yang menjadi operator penerbangan haji asal Indonesia. "Hari ini [kemarin] kami sudah sampaikan ke DPR. Mereka sedang mempelajari dan akan memperjuangkan agar tarif penerbangan haji turun," ujar Yudiawan.

Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Komisi VIII DPR pada 3 Juni lalu menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan PT. Metro Batavia (Batavia Air) untuk meminta masukan rincian komponen biaya penerbangan haji tahun ini.

Batavia Air bersedia mengangkut jamaah haji dari embarkasi Jakarta dan embarkasi lain.
Sesuai surat yang disampaikan kepada Menteri Agama Suryadharma Ali pada 21 Mei 2010, manajemen Batavia menyediakan armada BB777-300 dan Airbus A330-200 untuk angkutan haji.

fcaesarn
June 5th, 2010, 05:08 AM
ada kabar, salah satu airlines nasional mau beli Sukhoi Superjet, walaupun gossipnya dah dari 2008 lalu, tetapi bar dapet info kalo confirm udh mau beli, belum tau persisnya kapan. karena keunggulan superjet bisa take off dan landing dirunway yang pendek serta BEP dengan 80 peumpang saja. Kita tunggu saja.

fajri
June 5th, 2010, 09:08 AM
^^
Dapat info dari wikipedia,, yang mau beli tu kartika airlines (5 December 2008),, 30 unit S.Superjet 100-95, EIS (gag tau ni apaan) tahun 2011 (pengguna pertama di asia tenggara..)

Sizter85
June 6th, 2010, 11:10 AM
Rute Eksklusif Dicabut, Merpati Siap Bersaing dengan Maskapai Lain
Minggu, 06 Juni 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah mencabut rute eksklusif PT Merpati Nusantara Airlines. “Regulator dari Kementerian Perhubungan sudah menetapkan tidak ada lagi hak eksklusif bagi Merpati untuk terbang di rute-rute tertentu,” kata Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Said Didu di Jakarta, Sabtu (5/6).

Said mengatakan, pencabutan hak istimewa itu ditandai dengan pembukaan beberapa rute baru PT Garuda Indonesia di wilayah timur Indonesia. Ia menyatakan pencabutan itu tidak untuk menghambat laju Merpati yang menjadi “adik kandung” Garuda. Menurut Said, Merpati harus kreatif menghadapi persaingan ketat antarmaskapai penerbangan sesuai dengan rencana bisnis yang dibuat bersama pemerintah.

Problem Merpati selama ini, ujar Said, adalah kelebihan penumpang tapi kekurangan pesawat. Pemerintah lalu membantu memberikan 15 pesawat. Perusahaan Pengelola Aset juga memberikan suntikan dana Rp 310 miliar. “Merpati harus bisa bersaing secara sehat. Jangan berharap lagi ada uluran tangan dari siapa pun.”

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony Tjitrokusumo optimistis bisa bersaing dengan Garuda dan maskapai lain yang terbang di rute yang sama. “Rute itu ada karena ada kapasitas occupancy-nya dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara," kata Sardjono kepada Tempo, Sabtu.

Ia mengatakan, 30-40 persen pendapatan Merpati diperoleh dari pelayanan di rute-rute tersebut. Namun ia juga telah membuat terobosan untuk mengoptimalkan pendapatan dan menghemat biaya operasional. Misalnya, ia telah menghentikan pengoperasian dua pesawat Fokker 100 sehingga menghemat US$ 23 miliar. Menurut Sardjono, setelah pabrik Fokker di Belanda ditutup, tentu Merpati kesulitan mendapatkan suku cadang.

Dia juga telah mendapat persetujuan dari vendor untuk mengurangi harga sewa dua tipe Boeing 737. Biaya sewa untuk pesawat jenis Boeing 737-400 menjadi US$ 115 per bulan dari sebelumnya US$ 132 per bulan. Untuk Boeing tipe lainnya, dari US$ 120 ribu per bulan turun menjadi US$ 98 ribu per bulan.

Saat ini kondisi keuangan Merpati terpuruk. Total utang perseroan mencapai Rp 1,6 triliun dengan total aset Rp 1 triliun. Pada tahun ini Merpati membutuhkan dana sekitar Rp 799,8 miliar untuk operasionalisasi dan restrukturisasi utang.

sasamakan
June 6th, 2010, 01:19 PM
^^ Merpati merpati, tengok dong kakakmu itu :ohno:
Gue pengen lihat lagi merpati bisa terbang ke Singapore atau KL seperti dulu

David-80
June 6th, 2010, 04:11 PM
^^ merpati masih terbang ke KL kok....

cheers

Ocean One
June 6th, 2010, 04:49 PM
Merpati Bermimpi Layani Rute Makassar-Ambon Lagi
Minggu, 06 Juni 2010


TEMPO Interaktif, Makassar - Direktur Niaga Merpati Airlines, Toni Aulia Achmad, mengatakan perusahaannya akan membuka kembali jalur penerbangan rute Makassar-Ambon. "Saat ini kami masih sulit. Kami perlu melakukan pembenahan manajemen. Bisa bulanan atau tahunan baru buka lagi. Kami masih mengkaji dengan kondisi yang ada," kata dia kepada Tempo, Minggu (6/6).

Menurut dia, Merpati selama ini menjadi satu-satunya maskapai penerbangan yang pernah melayani jalur Makassar-Ambon. "Sekitar delapan tahun lalu, saat kerusuhan Ambon terjadi. Kami adalah satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan ke sana," ucapnya.

Ditutupnya rute penerbangan Makassar-Ambon, kata dia, tidak lepas dari situasi krisis yang terjadi dua tahun lalu. "Kami tutup dulu untuk sementara. Tapi tidak selamanya, sebab okupasi penerbangan ke sana kami akui juga terus meningkat," jelasnya. Sekitar 16 pesawat Merpati saat ini melayani rute penerbangan dari dan keluar Makassar terdiri dari 12 pesawat Boeing, 3 Cassa dan 3 pesawat Twin.

"Kami berencana menambah 15 pesawat MA-60, dua pesawat di antaranya akan ditempatkan di Makassar untuk penerbangan ke arah timur," tambahnya. Dari 16 pesawat yang ada, hampir setengahnya adalah pesawat sewaan. "Kami memang saat ini masih dalam pembenahan. Terutama manajemen."

Sebelumnya, maskapai Garuda membuka rute penerbangan transit Makassar dari Jakarta menuju Ambon. Manager Penjualan dan Pelayanan Merpati Makassar, Julius, mengatakan terbukanya rute baru tersebut dinilai tidak masalah. "Garuda itu kan sudah seperti kakak kandung kami," kata dia.
Julius juga mengungkapkan, menutup penerbangan untuk rute Makassar-Ambon karena terbatasnya jumlah pesawat yang dimiliki Merpati.

Selain Garuda yang baru saja membuka rute baru ini adalah Lion Airlines "Dulu juga ada Mandala, tapi setahun terakhir sudah tutup. Yang ada sekarang Lion dan Batavia."

Ocean One
June 6th, 2010, 04:51 PM
Double news...:nuts::nuts::nuts:

Thx yudi buat himbauannya...:cheers:

yudibali2008
June 6th, 2010, 05:01 PM
^^beritanya double :)

Sizter85
June 7th, 2010, 12:02 AM
AirAsia Tetap Layani Penerbangan di Bandung
Minggu, 06/06/2010

BANDUNG, (PRLM).- Warga Bandung tidak perlu khawatir gagal terbang dari Bandara Husein Sastranegara, jika permintaan AirAsia terhadap penebalan landasan (overlay) tersebut , baik itu oleh Pemprov Jabar maupun PT Angkasa Pura (AP) II , tidak kunjung dilakukan sampai November 2010. PT Indonesia AirAsia akan tetap melayani penumpang dengan, menggunakan jenis pesawat Boeing 737-300.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif AirAsia Tony Fernandes kepada "PRLM" melalui media sosial Twitter, Minggu (6/6). Saat itu, "PRLM" menanyakan apakah AirAsia akan menghentikan operasi penerbangan dari Bandung sehubungan dengan rencana maskapai tersebut mengganti jenis pesawat Boeing 737 menjadi AirBus A320. "Tidak, AirAsia akan akan tetap beroperasi dari Bandara Husein dengan pesawat 737-300 sampai penebalan landasan dilakukan," katanya.
Namun, Tony mengharapkan Pemprov Jabar atau pihak AP II dapat segera melaksanakan overlay. Pasalnya, landasan yang ada saat ini tidak bisa didarati pesawat berjenis Airbus A320 yang berbadan lebih besar dari Boeing 737. "Kami tetap berharap, penebalan landasan segera dilakukan pada tahun ini," ujarnya.

Sebelumnya kepada sejumlah media (1/6), Direktur Pemasaran dan Distribusi mengatakan, penerbangan AirAsia ke Bandung dari Kuala Lumpur, Denpasar, Medan, dan Singapura setelah November 2010 terancam ditutup menyusul berakhirnya kontrak sewa pesawat itu dengan lessor. Akan tetapi, sebelum tanggal tersebut, dia memastikan penerbangan dari dan ke Bandung akan berjalan seperti biasanya, dengan menggunakan Boeing 737-300.

"Kalau AP II tidak mau investasi Rp 60 miliar, sebaiknya Pemprov Jabar yang membiayainya. Karena kalau sampai penerbangan kami ke Bandung ditutup dengan alasan tidak bisa didarati Airbus A320, yang rugi tentu masyarakat Bandung," ujar Widijastoro.

Sementara itu, kemarin (5/6), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengharapkan proses overlay (penebalan) landasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung segera dilakukan. Dengan demikian, hal itu bisa mengefektifkan minat beberapa penerbangan asing yang akan membuka jalur penerbangan langsung ke Bandung untuk pengembangan pariwisata Jabar.

"Rencana awalnya, overlay dilakukan Mei lalu. Tetapi, terus tertunda. Kami mengharapkan segera ada tender ulang, sehingga paling tidak bulan Oktober bisa selesai," ujarnya saat toping off Grand Royal Panghegar Apartment Bandung, Sabtu (5/6).

Warga Bandung mengharapkan pemerintah segera melakukan overlay tersebut sehinnga tidak merusak rencana perjalanan yang sudah dibuat. Hartini,warga Buah Batu menuturkan, dia dan keluarganya sudah membeli tiket AirAsia, untuk penerbangan dari Bandung ke Malaysia pada Maret 2011. (A-133/A-147)***

sasamakan
June 7th, 2010, 07:15 AM
^^ merpati masih terbang ke KL kok....

cheers

Oh masih toh :lol:
Via mana?? Kok ga kedengeran sih??

sasamakan
June 7th, 2010, 11:26 AM
Citilink Bersaing Bidik Pasar Wisata
Senin, 7 Juni 2010 | 15:49 WIB

DENPASAR, KOMPAS - Citilink, sebuah anak perusahaan penerbangan Garuda Indonesia, secara resmi membuka penerbangan perdana Jakarta-Denpasar mulai 4 Juni 2010.
Target penumpang diperkirakan mencapai 80 persen. Apalagi, kami juga bermitra dengan perusahaan lokal untuk menjaring penumpang

Penerbangan perdana yang disambut antusias ini sekaligus ditujukan untuk membidik pasar tujuan wisata favorit dunia yang sangat potensial.

Wakil Presiden Citilink, Karen Item dalam jumpa pers di Denpasar, Bali, Jumat (4/6/2010), mengatakan, ”Persaingan bisnis penerbangan memang semakin ketat. Namun, strategi yang kami terapkan juga perlu diimbangi dengan penyediaan pilot yang memadai.”

Sampai saat ini Citilink memiliki lima pesawat. Diharapkan tahun ini akan bertambah menjadi delapan pesawat sehingga rute-rute potensial dapat ditambah frekuensi penerbangannya.

”Target penumpang diperkirakan mencapai 80 persen. Apalagi, kami juga bermitra dengan perusahaan lokal untuk menjaring penumpang. Soal tarif, kami tetap akan me-manage disparitas harga antara Citilink dan Garuda,” kata Karen.

Mahendra, Direktur PT Cipta Prima International, mengatakan, sebagai mitra lokal, pihaknya berperan semacam perwakilan Citilink di Bali sehingga Citilink dapat menjadi salah satu alternatif penerbangan.

Jumlah wisatawan asing yang masuk ke Bali, Januari-April 2010, sebanyak 745.075 orang, naik 10,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009 sebanyak 676.336 orang. Penerbangan ke Bali ini menggunakan Boeing 737-300. (OSA)

greatstyo
June 7th, 2010, 02:35 PM
Oh masih toh :lol:
Via mana?? Kok ga kedengeran sih??

dari surabaya:)

Ocean One
June 8th, 2010, 04:59 AM
Selasa, 08 Juni 2010
Hingga Saat Ini, 11 Maskapai Belum Kantongi SIUP


JAKARTA. Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menerbitkan Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) bagi 11 maskapai yang mengajukan izin.

Sebelas maskapai itu adalah FireFly, Fly Cargo, Megantara Air, Jatayu Airlines, North Aceh Air, Sultra Air, Phoenix, Love Air Services, Bee Air Charter, Spirit Global Service dan Life Air.

Direktur Angkutan Udara Tri S Sunoko mengatakan, pemegang sahamnya belum juga menyampaikan rencana pengembangan bisnis dan bank guarantee.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin secara tegas meminta maskapai asing yang mau berkompetisi di Indonesia untuk menghormati ketentuan perundangan yang ada.

Selain itu, “Kalau bisa jangan memakai nama asing, karena mereka kan beroperasi di Indonesia jadi harus menghormati Indonesia,” kata Tengku. Ia menyebut Mandala Airlines yang meskipun sebagian sahamnya dimiliki perusahaan asing tetap menggunakan nama Indonesia.

Ocean One
June 8th, 2010, 04:59 AM
Selasa, 08 Juni 2010
Tiga Maskapai Belum Laporkan Jenis Layanan


JAKARTA. Sampai Senin (7/6) kemarin, masih ada tiga maskapai berjadwal yang belum melaporkan jenis layanannya kepada pemerintah; yaitu PT Travel Express Aviation Services, PT Riau Airlines (RAL), dan PT Indonesia Air Transport (IAT).

Sementara dua maskapai lain yaitu PT Indonesia AirAsia dan PT Dirgantara Air Service yang sebelumnya diberitakan belum melaporkan jenis layanan, sudah mengajukannya akhir pekan lalu untuk jenis layanan minimum atau no frill.

"Sesuai surat yang disampaikan AirAsia tetap di no frill, bukan medium," jelas Direktur Angkutan Udara Kemenhub Tri S Sunoko.

Pernyataan Tri tersebut diamini oleh Direktur Pemasaran dan Distribusi Indonesia AirAsia Widijastoro Nugroho. Sebelumnya AirAsia memang mengajukan diri untuk memberi layanan jenis medium. "Tapi setelah kami bertemu Pak Tri, diberitahu bahwa layanan yang kami berikan belum cukup untuk masuk medium. Jadi kami propose untuk yang no frill," tandasnya.

Sementara Direktur Niaga PT Travel Express Aviation Services Harry Priyono mengakui jika sampai saat ini maskapainya belum mengajukan laporan atas jenis layanan medium yang akan berikan maskapainya.

"Tetapi saya rasa besok sudah bisa kami kirim laporan ke Kementerian Perhubungan. Hari ini kami akan finalisasi laporan tersebut, termasuk daftar tarifnya. Karena kami harus menghitung tarif sesuai aturan terbaru yaitu 90% untuk layanan medium," jelas Harry.

blangpadang1610
June 8th, 2010, 07:15 AM
Tue, Jun 8th 2010, 11:46
Bandara SIM Layani ‘Visa on Arrival’ (Sultan iskandar muda)
* Aceh Jadi Masuk ke Indonesia di Wilayah Barat
Utama
BANDA ACEH - Aceh kembali mencatat sejarah baru, sebagai salah satu pintu masuk di wilayah barat Indonesia, menyusul mulai diberlakukannya visa saat kedatangan atau Visa on Arrival (VoA) bagi warga asing di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (8/6) hari ini.

Demikian keterangan Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM Aceh, Bambang Widodo kepada Serambi, Senin (7/6) kemarin. “Besok (hari ini-red), visa saat kedatangan mulai kita operasikan di Bandara SIM,” katanya.

Bambang mengakui, pemberlakukan VoA ini merupakan penantian panjang bagi masyarakat Aceh yang sudah menunggu sejak tujuh bulan lalu, tepatnya sejak terbit Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-05.GR.06 tahun 2009. “Keterlambatan pengoperasian VoA ini bukanlah disengaja, akan tetapi lebih banyak disebabkan faktor teknis dan kesiapan berbagai pihak,” ujarnya.

Di antaranya, sebut Bambang, soal persiapan peralatan keimigrasian border control management yang online dengan tempat pemeriksaan imigrasi atau Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia, termasuk persiapan sumber daya manusia (SDM).

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah mendukung pemberlakukan VoA ini seperti, dinas perhubungan, dan PT Angkasa Pura,” kata Bambang Widodo yang dua hari lagi akan segera meninggalkan Aceh dan bertugas di Medan sebagai Kadiv Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM Sumatera Utara.

Dijelaskan, visa saat kedatangan ini merupakan visa kedatangan atas kuasa Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM yang diberikan kepada warga asing pada saat tiba di wilayah Indonesia. “Dengan diberlakukan VoA di bandara SIM, warga asing yang datang dan masuk lewat SIM tidak perlu lagi menghubungi perwakilan Indonesia untuk memohon visa masuk ke Indonesia. Tapi, cukup menunjukkan paspor, langsung diberikan visa oleh petugas Imigrasi di Bandara SIM,” katanya.

Saling menguntungkan
Dikatakan, visa kunjungan saat kedatangan ini diberikan kepada warga negara asing bagi mereka ingin mengadakan kunjungan dalam rangka wisata, sosial budaya, usaha, atau tugas pemerintahan dengan mempertimbangkan azas manfaat saling menguntungkan dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.

Dijelaskan, berdasarkan peraturan yang dikeluarkan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-01.GR.01.06 tahun 2010, warga negara asing (WNA) yang memperoleh fasilitas pelayanan VoA sebanyak 64 negara. “Di luar 64 negara itu tidak dilayani di Bandara SIM,” katanya. Sedangkan persyaratannya masa berlalu paspor kebangsaan warga asing tersebut minimal 6 bulan, tidak terdapat dalam daftar penangkalan atau cekal masuk ke Indonesia dan membayar penerimaan negara bukan pajak sebanyak 25 dollar Amerika Serikat sesuai peraturan yang berlaku.

Adapun visa saat kedatangan itu diberikan dalam jangka waktu 30 hari, dan kemudian dapat diperpanjang izin keimigrasiannya paling lama 30 hari, serta tidak dapat dialih status menjadi izin keimigrasian orang lain, misalnya izin tinggal sementara. “Pemberlakukan VoA di Aceh ini merupakan bukti serius pemerintah SBY. Karena setelah pemasangan peralatan pendukung VoA ini di Bandara SIM merupakan yang ketiga dilakukan setelah Bandara Soekarno Hatta di Jakarta dan Bandara Ngurah Rai di Bali,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bambang juga menyampaikan pesan Menteri Hukum dan HAM Patralis Akbar SH kepada masyarakat Aceh dengan adanya VoA ini diharapkan bisa memicu kehadiran wisatawan asing, para investor, atau pelaku bisnis lainnya di bumi Iskandar Muda ini. “Pak Menteri Patralis Akbar berharap masyarakat dan pemerintah Aceh dapat memanfaatkan fasilitas VoA ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya,” katanya.(sup)

Ocean One
June 8th, 2010, 07:20 AM
Landasan Pacu Bandara Pangkalpinang Diperpanjang
Senin, 7/6/2010

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung memperpanjang landasan pacu Bandara Depati Amir Pangkalpinang dari 2.250 meter menjadi 2.600 meter sehingga bisa didarati pesawat berbadan besar.

"Pembangunan landasan pacu Bandara Depati Amir tersebut sudah mulai dilakukan pihak ketiga dan diperkirakan selesai pada akhir 2010," kata Kepala Dinas Perhubungan Babel M Ilyas di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan, landasan saat ini sudah setara dengan landasan bandara di Yogjakarta yang bisa didarati pesawat Boeing 737-400. "engan landasan sepanjang 2.600 meter, Bandara Depati Amir bisa didarati pesawat Air Bus berbadan lebar," ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Perhubungan memprioritaskan pengembangan Bandara Depati Amir karena terletak di ibukota provinsi. "ami akan memprioritaskan pengembangan Bandara Depati Amir, namun bukan berarti Bandara HAS Hanandjuddin Tanjungpandang tidak diperhatikan," katanya.

Menurut dia, pengembangan Bandara Depati Amir Pangkalpinang menjadi tangung jawab PT Angkasa Pura II, sedangkan Bandara HAS Hanandjuddin Tanjungpandan tanggung jawab Departemen Perhubungan Udara.
"Dinas Perhubungan akan memfasilitasi pengembangan kedua bandara di Babel sehingga pengembangan kedua bandara tersebut bisa berjalan dengan baik dan cepat," ujarnya.

Ilyas mengatakan, hingga 2008 fasilitas Bandara Depati Amir jauh tertinggal dari Bandara HAS Hanandjuddin.
"Untuk itu Dishub Babel memprioritaskan pengembangan Bandara Depati Amir secara bertahap, kemudian mengembangkan Bandara HAS Hanadjuddin," katanya.

David-80
June 8th, 2010, 01:20 PM
Selain itu, “Kalau bisa jangan memakai nama asing, karena mereka kan beroperasi di Indonesia jadi harus menghormati Indonesia,” kata Tengku.

What the Maksud? :nuts:

Cheers

ruperdo
June 9th, 2010, 02:53 PM
Upaya Pemkab Kerinci Operasikan Bandara Depati Parbo
Jambi Barat
Ditulis oleh Wirdianto, Sungaipenuh
Selasa, 08 Juni 2010
Gagas Kerjasama dengan Merpati, Libatkan Pemkot

Pesawat Riau Air Lines (RAL) tak lagi mendarat di Bandara Depati Parbo, Kerinci. Upaya untuk mengaktifkan bandara itu, terus dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan menyurati empat maskapai penerbangan.

Pasca diputuskannya rute penerbangan Jambi-Kerinci oleh manajemen Riau Air Lines (RAL) terhitung 12 Mei 2010 lalu, Pemkab Kerinci mulai menjajaki beberapa maskapai penerbangan lain, seperti Merpati Air Lines, Susi Air Lines, Wing Air Lines, dan Sartika Air Lines. Dari empat penerbangan yang dijajaki Pemkab Kerinci, baru Merpati Air Lines yang menanggapi permohonan Pemkab Kerinci. Hal itu disampaikan Sekda Kerinci, Dasra MTP pada saat memimpin rapat di ruang utama Kantor Bupati Kerinci, Senin (7/6), yang juga dihadiri oleh Pemerintah Kota dalam hal ini Wali Kota Sungaipenuh, Hasvia. MTP.

Menurut Sekda, dalam surat tanggapan yang disampaikan oleh pihak Merpati ke Pemkab Kerinci Nomor MNA/D6/1448/KS 2/2010 tertanggal 3 Juni 2010, perihal kerjasama penerbangan. Dan sekarang ini merupakan jawaban dari surat yang disampaikan oleh Bupati Kerinci nomor 551/961/Dishubkominfo-2010, tertanggal 12 Mei 2010 perihal permohonan membuka rute penerbangan Jambi-Kerinci. “Merpati sangat menghargai dan berterima kasih atas penawaran Pemkab Kerinci,” imbuh Dasra.

Untuk memenuhi kerjasama operasi (KSO) dengan Pemkab Kerinci untuk menerbangi di seputar wilayah dari dan ke Kerinci, Merpati harus menempatkan 1 (satu) buah pesawat jenis MA60 kapasitas 56 seat (tempat duduk) yang utilisasi-nya (pengoperasiannya) sepenuhnya dapat ditentukan oleh Pemkab Kerinci, dan untuk memenuhi skala ekonomi maka utilitas pesawat per hari block time ditetapkan minimum sebesar 6 (enam) jam.

Pola kerjasama operasi (KSO) yang ditawarkan oleh Merpati adalah dengan pola Long Term Charter dengan Total Opening Cost (TOC) per jam sebelum termasuk PPN 10 persen sebesar Rp 27 Juta, tetapi nantinya seluruh hasil penerbangan (revenue) akan menjadi milik Pemkab Kerinci.

“Adapun kebutuhan pembiayaan atau dana operasional perbulan (30 hari) yang harus disiapkan oleh Pemkab Kerinci adalah Rp 27 Juta dikali enam jam dikali 30 hari sama dengan Rp 4,86 miliar, ditambah PPn 10 persen Rp 486 juta sehingga total biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemkab Kerinci adalah Rp 5,346 miliar,” jelas Dasra.

Dikatakan Sekda, Merpati menawarkan beberapa pilihan kerjasama. Di antaranya adalah sistem block seat, dan sistem long term charter. Sistem block seat, kata Sekda, misalnya kapasitas pesawat 56 orang penumpang, Merpati tahu batas minimal adalah 40 penumpang. Jika penumpang nantinya kurang dari 40, maka Pemkab Kerinci harus mensubsidi kekurangan tersebut, dan bila lebih dari 40 penumpang maka hasil dibagi dua (revenue).

Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemkab kerinci akan mencoba menjalin hubungan dengan Pemkot Sungaipenuh, karena Pemkab Kerinci dan Pemkot Kerinci tidak bisa dipisahkan. ’’Ya, jika lapter (lapangan terbang) beroperasi, bukan hanya Kerinci yang mendapat anugerah, tapi Kota Sungai Penuh juga mendapatkannya,’’ tutur Sekda.

Apalagi, tambah Sekda, biaya operasional untuk mengaktifkan kembali penerbangan cukup tinggi, jika tidak ada kerjasama pemkot maka cost (biaya) tersebut mustahil akan bisa dipenuhi Pemkab Kerinci.

Sementara itu Wali Kota Sungaipenuh Hasvia MTP yang juga sempat hadir menyambut baik ajakan kerjasama yang ditawarkan Pemkab Kerinci dalam usaha mengoperasikan kembali Lapangan terbang Depati Parbo pascapemberhentian penerbangan oleh Pihak RAL.

Namun, Hasvia menawarkan beberapa sistem, adapun sistem tersebut, menurut wako (wali kota), adalah dengan mengupayakan keterlibatan bersama daerah-daerah lain yang juga membutuhkan penerbangan pesawat terbang, seperti daerah Muko-muko, Natuna, Riau, Bengkalis, Batam dan daerah-daerah lainnya.

Sehingga, menurut wali kota, dana yang akan dikeluarkan untuk pengaktifan lapter tidak terlalu membengkak, dan bisa ditanggung bersama. “Kalau kita sebenarnya tidak ada masalah, yang jelas apapun bentuk kerjasama Pemkot Sungaipenuh siap, termasuk membeli pesawat terbang tapi alangkah lebih baik bersama-sama sehingga cost yang dikeluarkan tidak terlalu besar,’’ urai wako sambil meninggalkan wartawan. (*)

Sizter85
June 10th, 2010, 12:15 AM
Merpati Jadi Umpan untuk Garuda

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah mempercepat strategi menjadikan PT Merpati Nusantara Airlines sebagai maskapai komuter sebelum 2012. Hal tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya menyelamatkan maskapai penerbangan pelat merah it dari kebangkrutan.

"Merpati memang diarahkan menjadi maskapai komuter. Pembahasannya sudah ada sejak lama. Rencana binis juga sudah ada," kata Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi, Sahala Lumban Gaol, kepada Tempo, Selasa (8/6).

Merpati dinilai mampu meraih pasar di rute antarkabupaten dan provinsi yang jarak tempuhnya pendek. Nantinya, diharapkan Merpati dapat menjadi pesawat pengumpan (feeder) untuk "kakaknya" sesama perusahaan perusahaan milik negara, Garuda Indonesia Airlines.

Sahala menuturkan, Merpati akan menggunakan pesawat jenis propeller dari Cina dengan kapasitas 50 dan 30 tempat duduk. Ia pun optimistis Merpati mampu bersaing dengan maskapai swasta yang juga sudah membuka rute serupa, seperti Susi Air.

Sebelumnya, maskapai Garuda membuka rute transit Makassar dari Jakarta menuju Ambon. Tadinya jalur itu dikuasai Merpati, yang terpaksa menutup rute tersebut karena terbatasnya jumlah pesawat yang mereka miliki. Selain Garuda, Lion Air pun saat ini sudah membuka penerbangan langsung dari Makassar ke Ambon.

sasamakan
June 10th, 2010, 06:43 AM
^^ Pengen cepet2 lihat merpati kembali tumbuh :)
Kondisinya sekarang seperti airline yang ga jelas kabarnya gimana

Ocean One
June 11th, 2010, 04:56 PM
Indonesia Bakal Kurangi B737-200
Jumat, 11 Juni 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia secara bertahap akan mengurangi penggunaan pesawat jenis B737-200, menyusul komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi gas buang sampai 26 persen pada 2020.

"Meski hanya 13 dari 300 lebih pesawat, secara alami jenis pesawat ini akan terkurangi secara alami," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi kepada pers usai membuka Rapat Umum Anggota INACA 2010 di Bandung, Jumat (11/6/2010), yang bertemakan "New Approach Toward Green Aviation".

Freddy tidak menolak pernyataan bahwa jenis pesawat tersebut boros bahan bakar dengan tingkat kebisingan yang lumayan tinggi sehingga bisa dikatakan tidak ramah lingkungan.

Namun, Freddy menggaris bawahi dengan populasi yang relatif sedikit di Indonesia, kontribusinya tidak signifikan bagi upaya perbaikan kualitas lingkungan dunia penerbangan. "Sepuluh pesawat dari 300 lebih pesawat, tak berarti. Namun, kita komit bahwa gerakan go green ini harus diterapkan secara bertahap," katanya.

Untuk itu, tegasnya, pihaknya mendukung upaya maskapai nasional yang telah menerapkan pencampuran bahan bakar bio pada bahan bakar pesawat sebanyak lima persen sejak 2009. "Ini contoh komitmen kita," katanya.

Komitmen lingkungan ini, tambah Freddy, juga sejalan dengan strategi pembangunan Indonesia ke depan yakni pro kemiskinan, pro pertumbuhan, pro pembukaan lapangan kerja serta pro lingkungan.

Siap grounded

Menanggapi hal itu, Direktur Niaga Sriwijaya Air, Toto Nursatyo sebagai salah satu dari maskapai berjadwal yang masih mengoperasikan pesawat jenis B737-200, menyatakan kesiapannya untuk menghentikan operasi pesawat itu. "Kita siap grounded, jika memang ada regulasi baru pemerintah yang melarang jenis pesawat ini," katanya

Yang jelas, kata Toto, regulasi yang ada masih membolehkan pesawat ini dioperasikan. "Pembatasan pesawat di Indonesia maksimum 30 tahun atau 70 ribu cycle," katanya.

Kemudian, tegasnya, 13 pesawat yang dioperasikan maskapainya masih belum termasuk dalam regulasi itu.

Kendati begitu, tambahnya, pihaknya berencana mengeluarkan pesawat jenis B737-200 dari jajaran armada Sriwijaya Air mulai tahun depan secara bertahap. "Di dunia, populasi pesawat ini masih ada sekitar 1.200 pesawat dan masih dioperasikan," katanya.

Ocean One
June 11th, 2010, 05:01 PM
Emirsyah Satar Pimpin Kembali INACA
Jumat, 11 Juni 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/01/25/0448411p.jpg

BANDUNG, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) 2010-2012 dalam Rapat Umum Anggota 2010 organisasi perusahaan penerbangan domestik itu.
Kepentingan kita satu yakni agar kemampuan penerbangan domestik tangguh dalam persaingan domestik, regional dan internasional.

Tidak hanya itu, kata Emirsyah kepada pers di Bandung, Jumat (11/6/2010) malam, Tengku Burhanuddin juga terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal INACA.

Pendatang baru untuk pengurus harian adalah Ketua Bidang Penerbangan Berjadwal, Syafril Nasution yang juga CEO PT Indonesia Air Transport Tbk dan Ketua Bidang Penerbangan Tidak Berjadwal (carter) Bayu Sutanto yang juga Dirut PT Aviastar Mandiri.

Pada RUA 2010 ini, disepakati untuk menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi karena sebanyak 16 perusahaan penerbangan carter yang sebelumnya tergabung dalam Asosiasi Penerbangan Carter (IACA), bergabung ke INACA.

Selain itu, RUA juga mengusulkan dan memberi masukan kepada pemerintah dan pihak terkait sebanyak 12 item. Salah satunya adalah perlunya pemerintah melindungi pasar penerbangan domestik yang dalam 10 tahun terakhir tumbuh signifikan, agar tidak dinikmati penerbangan asing, khususnya saat open sky 2015-2010.

"Kepentingan kita satu yakni agar kemampuan penerbangan domestik tangguh dalam persaingan domestik, regional dan internasional," kata Emirsyah.

Jam operasional

Usulan lain yang cukup mendesak adalah perlunya pemerintah segera meningkatkan kapasitas bandara dan sarana pendukung lainnya seperti penambahan jam operasional bandara. "Sejumlah bandara di Indonesia timur perlu ditambah jam operasionalnya. Jangan hanya buka mulai jam 6 pagi dan tutup jam 6 sore," katanya.

Perlunya tambahan jam operasional itu, tambah Emirsyah Satar, agar utilisasi pesawat rata-rata meningkat, misalnya untuk jenis pesawat berbadan sempit bisa 12 jam per hari. "Jika hanya buka 12 jam per hari bandaranya, mana mungkin utilisasi itu bisa tercapai," katanya.

Menanggapi 12 item usulan perbaikan dari pengurus baru INACA 2010-2012 itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti S. Gumay, mengatakan, semua itu tantangan bersama. "Ini bukan masalah, tetapi tantangan kita semua. Semuanya akan kita tampung dan segera dicarikan jalan keluar," kata Herry.

Ocean One
June 11th, 2010, 05:33 PM
Merpati Airlines to Open East Kalimantan Route
Jumat, 11 Juni 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/10/20/201648p.JPG

MAMUJU, KOMPAS.com - The West Sulawesi administration confirmed that Merpati Airlines will be flying over Mamuju- Balikpapan, East Kalimantan, to serve the people in the area.

"We have asked Merpati to immediately open the new Mamuju-Balikpapan-Makassar route," W Sulawesi Governor Anwar Adnan Saleh said here Thursday.

"We will also ask Merpati to change its flight schedule and start the Mamuju-Makassar flight to step up public service, by not waiting waiting for arrival of the plane, but the plane waiting for the passengers," he said.

Ocean One
June 11th, 2010, 05:38 PM
Penerbangan Indonesia Diminta Garap Potensi Turis Malaysia
Kamis, 10 Juni 2010

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Penerbangan Indonesia diminta menggarap potensi turis Malaysia untuk menunjang aktivitas promosi wisata ke negeri jiran ini yang tiap tahun sebanyak sembilan kali promosi, apalagi AirAsia telah menutup beberapa rute penerbangannya ke Indonesia.

"Kami melakukan promosi ke Malaysia tahun lalu hingga sembilan kali, tahun ini juga diharapkan sebanyak itu. Oleh sebab itu, penerbangan nasional agar serius mendukung promosi ke Malaysia dengan membuka penerbangan ke Kuala Lumpur," kata Sekditjen pemasaran pariwisata Noviendi Makalam di Kuala Lumpur, Kamis.

Usai melakukan promosi dan bertemu dengan wakil agen perjalanan wisata Malaysia, Noviendi mengatakan hal itu terkait dengan penghentian penerbangan AirAsia ke beberapa wisata Indonesia pada tahun ini, misalkan rute Kuala Lumpur - Manado dan Kuala Lumpur - Palembang dengan alasan komersial.

Bahkan AirAsia akan juga menutup penerbangan Kuala Lumpur - Makassar namun berkat lobi pemerintah setempat AirAsia hanya mengurangi penerbangannya dari setiap hari menjadi tiga kali penerbangan dalam seminggu.

"Kami minta penerbangan nasional menggarap potensi turis Malaysia ke Indonesia. Target turis Malaysia ke Indonesia tahun ini adalah 1,4 juta orang. Oleh karena itu, kami minta dukungan penerbangan nasional untuk mengisi rute-rute penerbangan yang ditutup oleh AirAsia seperti Kuala Lumpur - Manado dan Kuala Lumpur - Palembang," katanya.

Penerbangan Kuala Lumpur - Lombok juga punya potensi besar karena rakyat Malaysia sering mengeluh sulitnya dapatkan makanan halal di Bali maka yang berpotensi menggantikannya adalah Lombok. Apalagi mayoritas penduduk Lombok adalah muslim.

Potensi pasar angkutan penumpang antara Indonesia - Malaysia cukup besar. Tahun 2009, turis Malaysia ke Indonesia sekitar 1,1 juta sedangkan turis Indonesia ke Malaysia sekitar 2,4 juta.

Namun warga Indonesia yang tinggal di Malaysia sering mengeluh atas biaya yang tinggi jika menggunakan penerbangan dari Indonesia ke Malaysia. Di samping itu, semua penerbangan nasional, apalagi Garuda menetapkan harga tiketnya dipatok dalam dolar AS.

Harga tiket penerbangan Kuala Lumpur - Jakarta seringkali lebih murah dibandingkan Jakarta - Kuala Lumpur, misalkan menggunakan penerbangan KLM ke Jakarta dapat Rp900.000 (pp), naik MAS dapat Rp850.000 (pp), sedangkan menggunakan penerbangan nasional dari Jakarta ke Kuala Lumpur tarifnya sekitar 220 dolar AS.

greatstyo
June 11th, 2010, 05:42 PM
Indonesia Bakal Kurangi B737-200


sayang sekali kalo pesawat langka ini akan digrounded dalam waktu dekat:ohno:

wedskyosho
June 15th, 2010, 06:45 AM
Didpt dr salah satu newspaper free disingapore.. Great mandala..

http://img815.imageshack.us/img815/4462/scan001.jpg (http://img815.imageshack.us/i/scan001.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Ocean One
June 15th, 2010, 05:22 PM
Proses Izin Maskapai Baru Jalan Terus
Selasa, 15 Juni 2010

http://image.tempointeraktif.com/?id=37398&width=274

Pesawat Garuda Indonesia di bandara Soekarno Hatta.

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Tri S. Sunoko, mengatakan pihaknya masih akan melanjutkan proses beberapa maskapai baru yang mengajukan permohonan Surat Izin Usaha Penerbangan. Namun, ia mengaku akan lebih selektif dalam proses.

Maskapai yang mengajukan permohonan Surat Izin harus memberikan rencana bisnis untuk lima tahun ke depan, termasuk di dalamnya rute yang akan dilayani. Rute ini masih dapat diatur, tergantung kesepakatan Kementerian Perhubungan dengan maskapai yang bersangkutan.

Untuk maskapai berjadwal, pada tahun pertama beroperasi harus memiliki setidaknya sepuluh armada pesawat, dengan rincian lima milik sendiri dan lima menguasai (sewa). Hal itu diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Kebutuhan maskapai penerbangan saat ini sebenarnya cukup banyak. Terutama untuk wilayah Indonesia timur dan rute komuter yang belum terjangkau oleh maskapai yang sudah ada. "Kalau rute itu tidak terjangkau, pertumbuhan yang kita harapkan tidak akan tercapai," ujar Tri kepada Tempo, Selasa (15/6).

Tapi, Tri belum dapat menjelaskan lebih rinci jumlah permohonan yang sedang diproses, maupun perkembangan prosesnya. Berdasarkan data dari Masyarakat Transportasi Indonesia, jumlah Surat Izin yang diterbitkan Kementerian pada 2003-2008 berkisar antara 31-33 per tahun.

Sebelumnya, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) pekan lalu meminta pemerintah menyetop pemberian izin maskapai baru terkait keterbatasan kapasitas bandara. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan akan mempertimbangkan masukan tersebut. Namun, ia mengatakan tak akan mematikan pertumbuhan maskapai dalam negeri.

Ocean One
June 15th, 2010, 05:25 PM
Pemerintah Percepat Akses Jalan ke BIL
Selasa, 15 Juni 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah segera mempercepat pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL), Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dan perluasan Bandara Ngurah Rai, Bali. Kepastian percepatan pembangunan infrastruktur tersebut diperoleh Wakil Presiden Boediono saat memimpin rapat terbatas khusus mengenai pembangunan dan perluasan bandara di dua pulau di timur Pulau Jawa itu di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (15/6/2010) sore.

Rapat dihadiri antara lain oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Gubernur NTB Zainul Majdi dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. Demikian disampaikan Juru Bicara Wapres, yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa Yopie Hidayat, dalam keterangan pers, seusai rapat.

Hambatan akses jalan dari Kota Mataram menuju BIL dan Pantai Kuta di Lombok Selatan, seperti masalah klasik soal tanah dan perizinan sudah dipangkas. Gubernur NTB menjanjikan masalah tanah akan selesai segera. "Menteri PU Djoko Kirmanto menjanjikan akhir tahun ini, bandara dan akses jalan bebas hambatan satu jalur selebar tujuh meter dan sepanjang 37,9 kilometer itu juga akan diselesaikan," tandas Yopie Hidayat.

Pembangunan jalan akses Mataram ke BIL dan Pantai Kuta akan memakan biaya patungan antara APBN senilai Rp 679 miliar dan Rp 150 miliar APBD Provinsi NTB.

Adapun, mengenai pembangunan bandaranya sendiri, tambah Yopie sebenarnya tidak ada masalah. Pasalnya, penyelesaiannya sudah mencapai 95 persen. "Jadi, tinggal sentuhan akhir saja, di luar masalah akses tanah sehingga akhir tahun diharapkan sudah operasional," lanjut Yopie.

Saat Wapres masih dijabat Jusuf Kalla, pembangunan BIL sudah dimulai. Waktu itu, pembangunan bandara dikaitkan dengan pembangunan kawasan wisata Nusa Dua di Pulau Bali, yang akan dibangun investor Emirat Arab, Emmar di Pantai Kuta, Lombok Selatan. Namun, kelanjutan pembangunan kawasan wisata itu disebut-sebut berhenti karena Emmar urung berinvestasi.

"Saya belum tahu kelanjutan proyek wisata Emaar tersebut. Coba cek ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, meskipun kawasaan tersebut jadi atau tidak dibangun, pemerintah akan tetap menyiapkan infrastruktur jalannya," papar Yopie.

sasamakan
June 16th, 2010, 12:05 PM
Invitation for Free from mandala :cheers:

Salam Hangat dari Mandala!

Di usianya yang ke-41 tahun, Mandala Airlines selalu berusaha menampilkan inovasi-inovasi terbaru dalam dunia penerbangan Indonesia. Salah satu inovasi terbaru Mandala saat ini adalah pelayanan penjualan online fly ’n shop - home delivery pertama di Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Mandala dan Mitra Angkasa. Mandala Fly ’N Shop (www.flynshop.mandalaair.com) merupakan layanan in-flight shop dalam seluruh penerbangan Mandala yang menawarkan lebih dari 120 item barang-barang eksklusif Mandala.

Bagi teman-teman yang tergabung di Group Facebook Mandala yang kebetulan ada di Jakarta ataupun kebetulan sedang berada di Jakarta pada hari launching ini, kami mengundang untuk menghadiri launching tersebut. Acara peluncuran website Mandala Fly ‘N Shop tersebut yang diadakan pada:

Hari/tanggal : Senin, 21 Juni 2010
Jam : 10.30-13.00
Tempat : Manchester United Café Bar
Graha Mataram, Podium Sarinah Lt. 2, Jl. MH Thamrin No. 11, Jakarta

Kesempatan ini juga dapat menjadi ajang kita untuk bertemu dan berbagi cerita. Juga, jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan doorprize menarik pada acara ini seperti tiket Mandala dan berbagai produk yang dijual di website Mandala Fly 'N Shop. Acara ini GRATIS dan disediakan juga Free Lunch, namun harus melakukan RSVP terlebih dahulu.

Untuk RSVP silakan hubungi Nadia di 021 566 5434 ext. 616 atau email ke public.relations@mandalaair.com.

Terima kasih atas perhatian dan dukungannya......

GARUDA 777
June 16th, 2010, 03:09 PM
Indonesia Bakal Kurangi B737-200
Jumat, 11 Juni 2010

Setuju, setuju, setuju (UpinIpin mode: ON) :okay:.

Balaputradewa
June 17th, 2010, 06:59 PM
http://img28.imageshack.us/img28/3918/bandar.jpg (http://img28.imageshack.us/i/bandar.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

ruperdo
June 17th, 2010, 07:05 PM
^^ bengkulu bukan??

dalam sehari, total ad berapa penerbangan ya kira2?

Balaputradewa
June 18th, 2010, 04:07 AM
5 penerbangan, 2x Lion, masing2 1x Sriwijaya, Batavia dan Mandala..

Sizter85
June 18th, 2010, 09:58 AM
Permintaan Kemenbudpar
Runway Bandara Bandung Agar Ditebalkan
Jakarta, 18 Juni 2010 14:12

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) meminta otoritas dan pemangku kepentingan agar segera melakukan overlay (penebalan landasan) Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

"Kami harapkan dilakukan pelapisan landasan pacu untuk meningkatkan daya tahan landasan pacu Bandara Bandung, sehingga bisa didarati pesawat yang lebih besar," kata Direktur Promosi Luar Negeri Kemenbudpar, I Gde Pitana, di Jakarta, Jumat (18/6).

Ia mengatakan, pihaknya segera menyurati sejumlah pemangku kepentingan yang terkait agar hal itu menjadi pertimbangan tersendiri. Pernyataan itu disampaikan mengingat Bandung merupakan kota tujuan wisata utama bagi turis asal Malaysia.

"Maskapai Air Asia terbang tiga kali sehari dari Kuala Lumpur ke Bandung," katanya. Mulai Oktober 2010 maskapai itu terancam tidak akan lagi mendarati Bandara Bandung karena alasan teknis.

"Mulai Oktober 2010 mereka akan menggunakan pesawat baru yang lebih lebar dan menurut perhitungan teknis runway Bandung tidak mampu menumpu pesawat jenis itu," katanya.

Pihaknya sangat menyayangkan bila tidak ada tindak lanjut untuk mengakomodasi kepentingan itu mengingat selama ini Malaysia menjadi negara kontributor terbesar dalam jumlah wisman ke Indonesia.

"Kami mengambil langkah dengan menulis surat kepada pihak-pihak terkait," katanya.

Pitana berpendapat, tindak lanjut perlu diambil untuk mengelola pasar turis Malaysia yang memilih Bandung sebagai tujuan wisata.

PT Indonesia Air Asia terancam menghentikan operasi penerbangan ke Bandung dari Kuala Lumpur, Denpasar, Medan, dan Singapura setelah pada November 2010 kontrak sewa pesawat dengan "lessor" berakhir.

Maskapai itu berencana mengganti pesawat yang selama ini digunakan yakni jenis Boeing 737 menjadi AirBus A320.

PT Angkasa Pura II atau Pemprov Jabar sebagai pemangku kepentingan terkait setidaknya harus berinvestasi Rp60 miliar untuk membiayai overlay Bandara Husein Sastranegara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2010, turis asal Malaysia ke Indonesia mencapai 369.696 turis selama periode Januari-April 2010. Jumlah itu merupakan jumlah turis terbesar dari seluruh negara pasar wisata Indonesia.

Urutan kedua kontrubutor wisman terbesar ditempati Singapura kemudian Australia, China, dan Jepang. [TMA, Ant]

Sizter85
June 18th, 2010, 10:37 AM
Quoted from World-forum :

Al-Wafeer Air flies INDONESIA

Saudi Arabia carrier, Al-Wafeer launched JAKARTA-JEDDAH route at June13, 2010. The Airline is operating 2 Weekly(6,7day) and using Boeing 747-400

sasamakan
June 18th, 2010, 10:54 AM
^^ Itu airlines charter khsus haji atau umrah ya??

K14N
June 18th, 2010, 05:35 PM
Setelah menutup rute2 domestiknya dan tinggal nyisain rute Jakarta ke MES, JOG, SUB, dan DPS, akhirnya per 1 Oktober 2010, Indonesia AirAsia tutup rute CGK-SUB dan CGK-MES...

Kira2 gantinya rute internasional kemana ya? Ada yg tau ga infonya?
Mudah2an buka CGK-HKG seperti yg sudah banyak didengang-dengungkan...

ruperdo
June 18th, 2010, 06:03 PM
^^ alasannya ap ya? bukanny CGk-SUB, CGK-MES it termasuk rute gemuk y?

sasamakan
June 19th, 2010, 03:35 AM
^^ Iya CGK-SUB kan salah satu rute tergemuk kan, kok ditutup oleh mereka. Kalo gantinya rute int, semoga aja diganti CGK-HKG atau CGK-ICN hehehehe :D

novian
June 19th, 2010, 04:07 AM
Hang Nadim Siap Jadi Pendaratan Pesawat Berbadan Lebar


HANG NADIM (BP) – Bandara Hang Nadim Batam siap menjadi bandara alternatif untuk pendaratan darurat pesawat-pesawat berbadan lebar seperti Airbus terbaru tipe A380. Hal tersebut dibenarkan Kepala Keselamatan Penerbangan Bandara Hang Nadim Batam, Elvi Amir, Senin (7/6).


”Meski belum lengkap semua, namun 90 persen kita siap menampung jalur alternatif pesawat berbadan lebar,” ujar Tevi, sapaan akrab Elvi Amir.


Menurutnya, belum lama ini pihak maskapai Qatar Airways Australia dan Emirates Airways United Emirat Arab (UEA) telah mensurvei ke Hang Nadim. Kedua perusahaan maskapai terbesar di dunia ini mengaku tertarik dengan kondisi Hang Nadim.


”Kebetulan, kedua maskapai ini mempunyai rute penerbangan dari Australia ke Singapura. Selama ini bila di Changi Airport Singapura mengalami cuaca buruk maupun jalur udaranya penuh, bandara kita yang dipercaya menjadi alternatif,” beber Tevi.


Tevi menambahkan, pihaknya masih akan membenahi fasilitas yang menjadi catatan dari hasil survei kedua maskapai ternama di dunia itu. Di antara yang perlu pembenahan adalah bagian parkir area hingga landasan.
”Bandara kita ini menjadi yang ketiga di tanah air dipercaya disinggahi pesawat super besar seperti A380,” tukas Tevi. (cr3)

Sizter85
June 19th, 2010, 05:36 AM
^^

Khan management QZ/Ind Airasia sdh 'koar2' jauh2 hari klo kedepan-nya mereka akan lbh konsentrasi ke rute regional daripada domestik, sayang banget padahal rute2 domestik tsb benar2 berpotensi :ohno:

^^ Itu airlines charter khsus haji atau umrah ya??

Oh bukan itu adalah salah satu airlines asal negri Arab sana yg sengaja membuka schedule regulernya ke Indonesia tiap 2 kali sepekan,... tp mmg sh mereka 'membidik' market umroh dan haji di Ind yg bgtu menjanjikan :)

sasamakan
June 19th, 2010, 05:45 AM
^^ Iya ya sayang banget, mereka menutup rute domestik yang gemuk :ohno:

al wafeer itu kok seperti kurang kedengeran ya beritanya? websitenya juga ga jelas. Pelayanan yang diberikan itu seperti apakah?

K14N
June 19th, 2010, 12:42 PM
^^

Khan management QZ/Ind Airasia sdh 'koar2' jauh2 hari klo kedepan-nya mereka akan lbh konsentrasi ke rute regional daripada domestik, sayang banget padahal rute2 domestik tsb benar2 berpotensi :ohno:

Sizter tau ga gantinya rute kemana?

Dulu yg pernah beredar desas-desus ke HKG, BWN, sama MNL ya, jadinya yg mana ya... Malah katanya mau ada Bali-Phuket, cuma ga tau yg handle QZ apa FD

Kayaknya bentar lg CGK-JOG juga akan ditutup deh, paling Bali aja yg disisain...

sasamakan
June 19th, 2010, 01:29 PM
saya malah berharap QZ buka rute ini :cheers:

DPS-HKG
CGK-HKG
MES-MAA
DPS-HKT
CGK-BOM

semoga aja salah satunya terwujud :D

Balaputradewa
June 19th, 2010, 04:44 PM
Operasional Perdana Bandara Silampari
Lubuklinggau - Jakarta

http://img534.imageshack.us/img534/171/30327140333005562016034.jpg (http://img534.imageshack.us/i/30327140333005562016034.jpg/)

http://img820.imageshack.us/img820/6584/picture002m.jpg (http://img820.imageshack.us/i/picture002m.jpg/)

http://img294.imageshack.us/img294/7347/picture001jk.jpg (http://img294.imageshack.us/i/picture001jk.jpg/)

http://img638.imageshack.us/img638/8354/bandarasilampari.jpg (http://img638.imageshack.us/i/bandarasilampari.jpg/)
Photo by: www.citrafm.co.id - Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img149.imageshack.us/img149/60/dsc0397copyresize.jpg (http://img149.imageshack.us/i/dsc0397copyresize.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

greatstyo
June 19th, 2010, 04:51 PM
Kayaknya bentar lg CGK-JOG juga akan ditutup deh, paling Bali aja yg disisain...

untuk rute yang satu ini kayaknya nggak deh karena rute CGK-JOG ini buat nyambung JOG-SIN. kalo CGK-JOG ditutup otomatis rute JOG-SIN juga ditutup, nggak mungkin kan kalo satu pesawat cuma mau dipake JOG-SIN seharian :D

kalo dikurangin jadi sehari sekali sih masih mungkin, kalo ditutup gw rasa nggak.. :D

DJ_Archuleta
June 20th, 2010, 08:11 AM
Merpati Terancam Dilikuidasi


Jakarta (BCZ) Nasib maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) di ujung tanduk. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengancam melikuidasi perusahaan pelat merah tersebut jika kinerjanya tidak kunjung membaik. Karena itu, pemerintah meminta direksi baru bekerja lebih keras.

”Saya harap Pak Jhony (Dirut MNA Sardjono Jhony Tjitrokusumo) bisa menyelesaikan masalah-masalah di Merpati sehingga Merpati bisa hidup lebih lanjut. Mungkin kita tempuh cara terakhir likuidasi,” ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar di hadapan direksi 16 BUMN kemarin (18/6).

Menurut dia, Jhony pasti bisa menyelamatkan Merpati dari keterpurukan yang sedang dihadapi. Apalagi, usia Jhony masih muda dan sudah berpengalaman di sektor penerbangan. ”Beliau masih sangat muda, tapi sudah jadi penerbang senior,” ungkapnya.

Jhony juga pernah diambil maskapai penerbangan asing karena maskapai Indonesia kalah berkompetisi. Mustafa menyamakan Jhony dengan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan yang dinilai berhasil merombak PLN secara cepat. ”Hampir sama dengan Pak Dahlan di PLN. Kita seperti dikirimi malaikat,” ujarnya.

Pada 26 Mei 2010, menteri BUMN selaku kuasa pemegang saham melantik anggota direksi baru Merpati Airlines, yaitu Direktur Utama Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Wakil Direktur Utama Adi Gunawan, Direktur Operasi Capt Asep Eka Nugraha, Direktur Keuangan Farid Lutfi, Direktur Niaga Tony Aulia Achmad, dan Direktur Teknik Wisudo. ”Kami percayakan kepada mereka untuk menyelamatkan Merpati dari keterpurukan,” kata Mustafa. (wir/c5/kim)

sasamakan
June 20th, 2010, 09:07 AM
^^ Tugas berat banget buat merpati nih :ohno:

1. Perbaiki website yang gajelas itu nasibnya
2. Perbaharui dan Perbaiki armada
3. Peningkatan pelayanan
4. Keluar dari list skytrax bintang 2, minimal bisa masuk bintang 3

Kasihan banget emang nih maskapai, semoga aja kedepannya Merpati bisa salah satu alternatif dari airlines yang ada seperti Lion dan Batavia

ruperdo
June 20th, 2010, 09:18 AM
penasaran dgn durasi tempuh DPS - JOG, apa benar flight durationny cuma 10 menit???

soalny dari forum sebelah (IF), ad yg post trip report DPS - JOG,

ETD : 0700LT , ETA : 0710LT

beneran 10 menit?? :nuts::nuts:

sasamakan
June 20th, 2010, 10:47 AM
^^ Bandung-Jakarta naik pesawat aja 25 menit, masa jogja bali 10 menit, cepat sekali :nuts:
Zona waktu berbeda kali :D, kan denpasar 1 jam lebih awal daripada jogja :D

ruperdo
June 20th, 2010, 12:05 PM
^^ nah makanya bingung.. kalo beda zona waktu seharusny taruh WIB ato WITA.. mgkin typo kali..

kalo beneran cuma 10 menit sih, pesawatnya baru take off langsung mau landing lagi.. :lol:
ga sempet bagi meal malahan.. :lol:

greatstyo
June 20th, 2010, 04:17 PM
penasaran dgn durasi tempuh DPS - JOG, apa benar flight durationny cuma 10 menit???

soalny dari forum sebelah (IF), ad yg post trip report DPS - JOG,

ETD : 0700LT , ETA : 0710LT

beneran 10 menit?? :nuts::nuts:


^^ nah makanya bingung.. kalo beda zona waktu seharusny taruh WIB ato WITA.. mgkin typo kali..

kalo beneran cuma 10 menit sih, pesawatnya baru take off langsung mau landing lagi.. :lol:
ga sempet bagi meal malahan.. :lol:

sepertinya malah bro yang nggak ngerti dengan tulisan tersebut. di dunia penerbangan nggak ada bahasanya WIB, WITA, ataupun WIT. itu kan udah ditulis ETD : 0700LT , ETA : 0710LT, maksudnya Local Time:lol:

ruperdo
June 20th, 2010, 04:29 PM
^^ pardon me. :)

DJ_Archuleta
June 21st, 2010, 03:16 PM
Hang Nadim alternative landing port for A380s


BATAM, Riau Islands: Qantas Airlines of Australia and Emirates airlines of Dubai will make Hang Nadim International Airport in Batam their alternative landing port for their Airbus A380s in case of emergency, says a local authority.

Elfi Amir said that in the event the fleet could not land at Changi Airport in Singapore, Hang Nadim would be the alternative over Kuala Lumpur or Jakarta because of its close distance. - JP

bkz010019
June 22nd, 2010, 02:56 AM
Dikutip dari http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/39194/Aviastar-Bakal-Ladeni-Asean-Open-Sky-2015

AVIASTAR BAKAL LADENI ASEAN OPEN SKY 2015

JAKARTA. PT Aviastar Mandiri juga menyatakan siap memanfaatkan Open Sky untuk menambah jumlah penumpangnya. Caranya, dengan beralih dari status maskapai carter atau tidak berjadwal menjadi maskapai berjadwal.

Dalam rancangan kebijakan Open Sky, maskapai asing hanya diperbolehkan terbang point to point dan mengangkut penumpang dari satu bandara di luar negeri menuju bandara yang dibuka untuk melayani kebijakan Open Sky di negara lainnya. Pemerintah Indonesia sendiri hanya akan membuka lima bandara dari 26 bandara internasional yang ada yaitu Soekarno Hatta-Tangerang, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Bali, Polonia-Medan dan Hasanuddin-Makassar.

Sebutlah jika Cathay Pacific melayani penerbangan dari Bandara Internasional Hongkong menuju Soekarno Hatta, maka maskapai tersebut tidak boleh dengan sengaja terbang ke Bandara Husein Sastranegara, Bandung untuk mengangkut penumpang dari sana.

Tetapi kebijakan Open Sky tidak melarang maskapai asing untuk membuat kerjasama hub and spoke dengan maskapai nasional. Gampangnya, hub and spoke adalah kerjasama untuk mengumpulkan penumpang dari daerah sekitar menggunakan pesawat milik maskapai pengumpan ke bandara utama.

Saat ini Aviastar memiliki tiga daerah yang menjadi fokus utama layanannya, yaitu Kalimantan, Kepulauan Riau dan Papua.

Setidaknya ada 13 rute di Kalimantan yang dilayani, antara lain Balikpapan-Banjarmasin, Balikpapan-Melak, Balikpapan-Tanjung Bara, Balikpapan-Palangkaraya, dan Balikpapan-Tarakan.

18 rute di Papua seperti Jayapura-Wamena, Timika-Nabire, Nabire-Biak, Manokwari-Biak.

Serta tujuh rute di Kepulauan Riau seperti Batam-Medan, Batam-Pekanbaru, Batam-Jambi.

"Kami akan membuka sampai 100 rute pengumpan dalam lima tahun ke depan. Dengan menambah jaringan di Nusa Tenggara Timur dan pulau lain yang belum dilayani maskapai nasional. Karena itulah kami mengajukan izin sebagai maskapai berjadwal," kata Presiden Direktur Aviastar Bayu Sutanto.

Bayu mahfum, jika ingin naik kelas menjadi maskapai berjadwal maka Aviastar harus mengoperasikan minimal sepuluh pesawat dengan lima diantaranya berstatus milik. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1/2009 tentang Penerbangan. Saat ini Aviastar baru mengoperasikan enam pesawat dengan lima diantaranya sudah berstatus milik, yaitu empat BAE 146 dan empat DHC-6 Twin Otter.

"Menambah jaringan jelas harus diikuti dengan menambah alat produksi. Rencananya kami mau mengadakan Boeing 737-400 dua unit, dua pesawat ATR dan dua BAe-146. Kebutuhan investasinya sekitar US$ 5 juta sampai US$ 7 juta, karena kami hanya akan membeli dua pesawat lagi dan sisanya cukup sewa," jelas Bayu.

Ocean One
June 22nd, 2010, 08:00 AM
Mandala Targetkan Empat Juta Penumpang Tahun Ini
Senin, 21 Juni 2010


Mandala Targetkan Empat Juta Penumpang Tahun Ini
Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan swasta nasional, Mandala Airlines, menargetkan mampu mengangkut penumpang sebanyak empat juta orang pada tahun ini.

"Jika tahun lalu, kami hanya bisa 3,4 juta orang maka tahun ini 4 juta, seiring dengan kedatangan tiga pesawat A-320 tahun ini," kata Presiden Direktur Mandala Airlines, Diono Nurjadin kepada pers di sela-sela Peluncuran "Fly `n Shop Home Delivery" di Jakarta, Senin.

Diono mengakui, dengan tiga pesawat tambahan hingga akhir tahun ini maka total pesawat yang dioperasikan maskapai ini menjadi 10 buah.

Orang nomor satu di Mandala ini mengakui, tiga pesawat itu memang tidak baru, tetapi umur pembuatannya relatif muda.

"Pesawat pesanan baru kami baru mulai datang mulai tahun depan. Pada 2011, enam pesawat kami jadwalkan datang bertahap tahun depan. Pesawat itu merupakan bagian dari 25 pesawat A-320 pesanan kami," katanya.

Diono juga mengatakan, pihaknya kini bersiap menambah frekuensi penerbangan dalam rangka menghadapi datangnya musim ramai mulai liburan sekolah bulan ini.

"Kami mulai bersiap, mulai penambahan frekuensi hingga evaluasi sejumlah rute untuk optimalisasi," katanya.

Terkait dengan peluncuran layanan belanja secara "online" barang-barang ekslusif Mandala Airlines tersebut, Diono mengatakan, hal itu merupakan pertama kali di Indonesia.

"Di luar negeri, hal ini sudah biasa," katanya.

Diono juga mengatakan, belanja "online" barang-barang Mandala tersebut, selain untuk meningkatkan pendapatan, juga untuk pencitraan.

"Itu otomatis karena pemesan barang-barang itu tidak hanya dipesan oleh mereka yang terbang, tetapi konsumen lain juga bisa," katanya.

Diono menyatakan bahwa dia berharap dapat meningkatkan penjualan barang-barang eksklusif sebanyak 120 item tersebut hingga 15 persen.

"Dalam situasi musim sepi penumpang, pendapatan dari barang-barang eksklusif ini mencapai Rp600 juta per bulan," katanya.

Siaran pers Mandala menyebutkan, portal penjualan "online" itu adalah http://flynshop.mandalaair.com

Mandala hingga saat ini mengoperasikan tujuh pesawat jenis A320 dan A319 dan melayani 19 kota tujuan di Indonesia termasuk, sejumlah kota tujuan regional.

Dengan kondisi itu, setiap harinya maskapai ini menyediakan 110 kali frekuensi penerbangan dan 550.000 kursi penerbangan per bulan.

Ocean One
June 22nd, 2010, 02:30 PM
Lion Air, Batavia, dan AirAsia Diusulkan Terbang ke Eropa
Selasa, 22 Juni 2010


TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim dari Kementerian Perhubungan bertolak ke Brussels, Belgia, untuk mengajukan usulan pencabutan larangan terbang tiga maskapai dalam negeri ke Uni Eropa. Ketiga maskapai antara lain Lion Air, Batavia Air, dan Indonesia Air Asia.

Di Brussels, tim akan melakukan pertemuan dengan Komisi Keselamatan Penerbangan Uni Eropa. Pertemuan ini bukan yang pertama kalinya antara kedua belah pihak. Sebelumnya, Komisi sempat datang ke Indonesia untuk melakukan pembahasan hal yang sama.

"Hasilnya baru keluar dua pekan lagi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bhakti, melalui layanan pesan singkatnya kepada Tempo, Selasa (22/6). Herry ikut serta dalam tim yang berangkat ke Brussels.

Uni Eropa memberlakukan larangan terbang bagi maskapai Indonesia sejak Juli 2007 akibat berbagai masalah keselamatan dalam dunia penerbangan Tanah Air. Per 1 Juni, Garuda Indonesia menjadi maskapai Indonesia pertama yang kembali terbang ke Uni Eropa dengan meluncurkan rute baru, Jakarta-Amsterdam (Belanda).

Ocean One
June 22nd, 2010, 02:32 PM
Indonesia-Australia Berencana Genjot Frekuensi Penerbangan
Selasa, 22 Juni 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - Indonesia dan Australia berniat meningkatkan frekuensi penerbangan antara kedua negara. Selama ini jumlah penerbangan Indonesia dan Australia sudah hampir mencapai batas maksimum sehingga perlu dilakukan pembahasan ulang.

Hal tersebut terungkap saat Menteri Perhubungan Freddy Numberi menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer di kantornya, Selasa (22/6). Saat ini frekuensi penerbangan Indonesia-Australia mencapai 118 kali per pekan.

"Itu sudah mendekati batas maksimum berdasarkan perjanjian yang ada sekarang," ujar Farmer yang ditemui usai kunjungan. Angka ini, menurut Farmer, menunjukkan pertumbuhan dalam bisnis perjalanan dan pariwisata.

Farmer merasa perlu merenegosiasi perjanjian bilateral yang baru untuk meningkatkan frekuensi penerbangan maksimum yang diizinkan. "Itu yang diinginkan masyarakat," katanya. Pembahasan perjanjian bilateral ini akan dilangsungkan di Sydney, Australia, Juli mendatang.

Selain meningkatkan frekuensi penerbangan, pemerintah Indonesia dan Australia juga berencana meningkatkan kerjasama dalam bidang keamanan bandar udara, terutama di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten; serta Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Menurut Farmer, pemerintah Indonesia dan Australia memiliki sejarah yang kuat terutama dalam bidang keamanan transportasi, baik udara, laut, maupun darat. "Perkembangannya sangat positif tiga tahun ini," tuturnya.

Namun, Farmer mengatakan tidak akan ada perjanjian langit terbuka (open sky) antara kedua negara. "Tidak akan ada. Itu tidak ada dalam agenda," katanya. Menurut dia, yang diagendakan hanyalah meneruskan kerjasama yang sudah berlangsung.

Ocean One
June 22nd, 2010, 02:34 PM
Antisipasi Liburan, Mandala Pesan Tiga Pesawat Lagi
Selasa, 22 Juni 2010

http://image.tempointeraktif.com/?id=22254&width=274

TEMPO Interaktif, Jakarta - Maskapai penerbangan PT Mandala Airlines akan menambah sedikitnya tiga unit Airbus A320 hingga akhir tahun ini. Penambahan pesawat itu dilakukan untuk mengantisipasi puncak padat penumpang (peak season), termasuk menyambut datangnya liburan sekolah dan Lebaran mendatang.

"Persiapan kami lakukan dalam bentuk penambahan destinasi ke kota tujuan tertentu, serta penambahan kapasitas dengan cara mendatangkan pesawat untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang lebih besar," kata Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin di Jakarta, Senin (21/6).

Seperti halnya dengan pesawat Mandala lain, tiga pesawat yang akan didatangkan merupakan pesawat sewa. Meski demikian, tiga pesawat baru tersebut dipastikan berusia muda. "Kami sekarang sewa pesawat. Jadi Airbus itu sewa. Tapi pesawatnya cukup relatif muda. Dan kami hanya menggunakan Airbus saja," tuturnya.

Diono mengatakan, dengan penambahan tiga unit baru itu secara keseluruhan Mandala telah mendatangkan sepuluh unit sepanjang tahun ini. Kapasitas tiap pesawat yang dimiliki Mandala sebesar 180 tempat duduk. Jumlah kursi yang ditawarkan sebanyak 550 ribu per bulan.

Rencananya, Mandala akan membeli 25 pesawat baru yang mulai didatangkan tahun depan. Hal itu termasuk langkah penyesuaian yang diambil Mandala terhadap Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009. Berdasarkan peraturan itu, tiap maskapai penerbangan di Indonesia harus mengoperasikan 10 unit pesawat, 5 unit di antaranya berstatus hak milik maskapai.

"Kami sudah pesan 25 pesawat, dan itu peraturannya berlaku pada 2012. Jadi kami sudah menyesuaikan pesawat yang akan dibeli nanti dengan kebutuhan yang ada dalam peraturan tersebut. Tahun depan minimal ada penambahan enam pesawat," tutur Diono.

Sizter85
June 22nd, 2010, 02:43 PM
Lion Air, Batavia, dan AirAsia Diusulkan Terbang ke Eropa
Selasa, 22 Juni 2010

.

^^

Arghh,... LI*N di proyeksikan akan ke EU :bash::bash: 'Merinding' gw bayangin-nya, Pak Minister mesti lihat dahulu 'track record' carrier tsb sebelum ambil tindakan :ohno:

@ Ocean One :

Mandala punya 'site' sendiri lho, kesian TS-nya entar sdh bikin thread khusus klo gk 'diisi' dg update news :D
ini thread Mandala : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1079685

Terima kasih

blangpadang1610
June 24th, 2010, 03:39 AM
PELITA AIR

http://www.pelita-air.com/v1/components/com_joomgallery/img_originals/fixed_wing_aircraft_3/fixed_20090416_1213491204.jpg
RJ 85


http://www.pelita-air.com/v1/components/com_joomgallery/img_originals/fixed_wing_aircraft_3/fixed_wing_20090415_1769088873.jpg
Fokker-28 PK-PJY

source: www.pelita-air.com

greatstyo
June 24th, 2010, 10:13 AM
^^^^^^

wow.. TOP!! :okay:

masih beroperasikah pesawat2 tersebut?

Wicak_15
June 24th, 2010, 10:26 AM
Breaking news

Dua Pesawat Bersenggolan di Langit Bali

VIVAnews - Dua pesawat bersenggolan di atas Lapangan Udara Ngurah Rai, Bali. Salah satu pesawat diketahui jatuh.

Data yang diterima VIVAnews, kejadian ini terjadi pada Kamis 24 Juni 2010 siang. Saat kejadian, sedang berlangsung Terbang Gembira yang diikuti Panglima Kodam Udayana. Acara ini juga memperkenalkan pesawat latih KT-1 Wong Bee.

Belum didapat informasi apakah penumpang pesawat cidera dalam kejadian ini, namun sebuah ambulans meraung-raung meninggalkan Bandara menuju arah rumah sakit. Diketahui ada dua orang yang terjun menggunakan payung.

sasamakan
June 24th, 2010, 10:34 AM
^^ Demi tuhan baru aja gua sampe di Jakarta habis terbang dari Ngurah Rai denpasar :D
Tiba2 lihat berita begini yaampun :ohno:

sasamakan
June 24th, 2010, 10:50 AM
Maaf salah post

Ocean One
June 24th, 2010, 04:47 PM
^^

Arghh,... LI*N di proyeksikan akan ke EU :bash::bash: 'Merinding' gw bayangin-nya, Pak Minister mesti lihat dahulu 'track record' carrier tsb sebelum ambil tindakan :ohno:

@ Ocean One :

Mandala punya 'site' sendiri lho, kesian TS-nya entar sdh bikin thread khusus klo gk 'diisi' dg update news :D
ini thread Mandala : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1079685

Terima kasih


Iya siz saya baru nyadar, sorry and thx ya dah ngingatin...:cheers:


Batavia Air Pensiunkan Boeing 737-200
Kamis, 24 Juni 2010

http://image.tempointeraktif.com/?id=25991&width=274

TEMPO Interaktif, Jakarta - Batavia Air baru-baru ini melakukan peremajaan armada pesawat dengan memensiunkan pesawat jenis Boeing 737-200 mulai 18 Mei lalu, dan berencana menambah sejumlah armada baru. Boeing 737-200 merupakan jenis pesawat pertama yang dioperasikan Batavia.

"Boeing 737-200 telah berusia sekitar 30 tahunan, sehingga sudah layak untuk dibebastugaskan. Pesawat jenis ini juga boros dalam konsumsi bahan bakar sehingga tidak efisien," kata pihak Batavia Air dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo.

Selain itu, Batavia juga berniat menambah empat unit pesawat dalam waktu dekat dengan rincian satu unit berbadan lebar Airbus A 330-200 dan tiga jenis Airbus A 320.

Peremajaan armada pesawat ini, menurut Batavia, merupakan upaya memenuhi persyaratan Uni Eropa agar bisa terbang di wilayah Eropa. Batavia kini telah mengantongi izin terbang dari otoritas penerbangan Malaysia, Singapura, Cina, dan Arab Saudi.

Saat ini Batavia mengoperasikan 36 unit pesawat dengan rincian dua pesawat berbadan lebar Airbus A330-200, 7 tipe Airbus A 320, 2 tipe Airbus A 319, 15 tipe Boeing 737-300, dan 10 tipe Boeing 737-400. Armada yang ada digunakan untuk melayani 170 penerbangan tiap hari untuk 39 kota tujuan di Indonesia dan 4 rute internasional.

Ocean One
June 24th, 2010, 04:56 PM
Tiga Maskapai Bakal Bebas Terbangi Eropa
Kamis, 24 Juni 2010 .

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/05/1402533620X310.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com — Tim dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sukses meyakinkan Air Safety Committee European Commision agar mencabut larangan terbang ke Eropa untuk PT Metro Batavia, PT Lion Mentari Airlines, dan PT Indonesia AirAsia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay yang memimpin delegasi Kemenhub ke Brussels, Belgia, mengaku telah mempresentasikan perkembangan keamanan dan keselamatan penerbangan Indonesia kepada Komisi pada hari Selasa (22/6/2010) lalu; termasuk mengajukan tiga maskapai tersebut agar diperbolehkan terbang ke Eropa.

Hasilnya, "Respons mereka sangat positif terhadap presentasi pencabutan larangan terbang bagi tiga maskapai yang kami anggap paling siap. Kami harap bisa segera dikabulkan," kata Herry melalui sambungan telepon kepada wartawan, Kamis (24/6/2010).

Menurut Herry, lancarnya penerbangan kembali pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) ke Amsterdam, Belanda, pada 1 Juni 2010 lalu menjadi bekal pemerintah pede mendesak Komisi menerbitkan pencabutan larangan terbang bagi maskapai lainnya.

Komisi Uni Eropa memberlakukan larangan terbang bagi seluruh maskapai Indonesia sejak Juli 2007. Pada Juli 2009 lalu Garuda Indonesia, PT Mandala Airlines, PT Premi Air, dan PT Air Fast Indonesia sudah mendapatkan izin untuk terbang ke sana. Namun, tercatat baru Garuda Indonesia yang sudah memanfaatkan izin tersebut dengan terbang ke Amsterdam.

Selain harus memiliki rekam jejak yang baik dalam urusan keselamatan penerbangan. Maskapai yang boleh terbang ke Eropa harus memenuhi syarat ANNEX 6 International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 121 dan 135. Selain itu, pesawat milik maskapai harus dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan modern, seperti pintu tahan peluru (bulletproof cockpit door), alat sensor antitabrakan pesawat (TCAS), pendeteksi cuaca dan ketinggian, Ground Proximity Warning System (GPWS), alat sensor pegunungan, dan beberapa alat lain.

greatstyo
June 24th, 2010, 04:56 PM
beruntung udah pernah naik B732-nya batavia :D

hmm.. jadi kalo diliat arahnya fleet batavia nantinya cuma ada A320-series dan B737 classic untuk narrow body. kenapa nggak all boeing atau all airbus ya? :D

sasamakan
June 24th, 2010, 06:07 PM
Oh no si Lion bakal diterbangkan ke eropa, semoga aja servisnya dicambuk gituh :ohno:

greatstyo
June 24th, 2010, 06:20 PM
Oh no si Lion bakal diterbangkan ke eropa, semoga aja servisnya dicambuk gituh :ohno:

halah.. kok tebakan gw dalam waktu 10 tahun ke depan lion belum terbang ke eropa :horse:

berita di atas itu kan hanya untuk mencabut ban eropa terhadap JT, Y6, dan QZ. sedangkan untuk terbang kesananya ya nggak tau kapan:lol:

Sizter85
June 24th, 2010, 06:30 PM
^^

Tapi sepertinya untuk mencabut BAN dari EU tsb, menurutku saat ini juga masih merupakan hal yang(maav) berlebihan, sebaiknya JT 'bercermin dl, dan memperbaiki management-nya.. yg suka ngawur di 'lapangan' IMO

greatstyo
June 24th, 2010, 06:39 PM
^^

Tapi sepertinya untuk mencabut BAN dari EU tsb, menurutku saat ini juga masih merupakan hal yang(maav) berlebihan, sebaiknya JT 'bercermin dl, dan memperbaiki management-nya.. yg suka ngawur di 'lapangan' IMO

bener banget :okay:
kalo QZ sih gw setuju banget, tapi kalo JT:ohno:

Sizter85
June 24th, 2010, 07:03 PM
^^

Ya jangan hanya dg 'naik daun'-nya ekspansi yg gila2an, terus bs menjadi tolak ukur kalau maskapai X sdh pantas lepas BAN dar EU, sebaiknya pak MENHUB harus sering sidak dh khususnya di terminal 1,... Silahkan menikmati suasana dan kondisi terminal 1 dg ke amburadulan-nya.. Lalu dpt berpikir sejenak.. bagaimana bila tim audit dari EU datang :D

sasamakan
June 24th, 2010, 07:32 PM
^^ Lebih tepatnya 1A biar bisa melihat secara langsung seperti apa petugas-petugas disana :nuts:
Seumur2 memang JT ini lebih fokus ke banyak penerbangan dibandingkan dengan pelayanan mereka yang menurut saya terlalu, bahkan sangat sangat jelek. maskapai Ryanair di eropa saja yang banyak disumpah serapah orang eropa aja kabarnya masih lebih baik dibandingkan si JT ini, apalagi kalo misalnya tim UE nya sendiri yang langsung sidak dan menilai, langsung balik kali :nuts:

netsurfe
June 25th, 2010, 04:21 AM
halah.. kok tebakan gw dalam waktu 10 tahun ke depan lion belum terbang ke eropa :horse:

berita di atas itu kan hanya untuk mencabut ban eropa terhadap JT, Y6, dan QZ. sedangkan untuk terbang kesananya ya nggak tau kapan:lol:

^^

Tapi sepertinya untuk mencabut BAN dari EU tsb, menurutku saat ini juga masih merupakan hal yang(maav) berlebihan, sebaiknya JT 'bercermin dl, dan memperbaiki management-nya.. yg suka ngawur di 'lapangan' IMO


Setuju banget. Ban boleh dicabut, mereka juga belon tentu terbang kesana (baik karena emang tidak mau seperti Mandala atau alasan laen).

Lagipula, pihak EU kan juga gak goblok dan bisa bikin konklusi sendiri. Menhub bisa presentasi ini itu, tetap keputusan di pihak EU juga.

blangpadang1610
June 25th, 2010, 08:18 AM
^^^^^^

wow.. TOP!! :okay:

masih beroperasikah pesawat2 tersebut?

masi masih banget.. masi sering terbang ke pekan baru..

rilham2new
June 25th, 2010, 08:21 AM
masi masih banget.. masi sering terbang ke pekan baru..

Yang sering terbang ke Pekanbaru (PKU) dan Dumai (DUM) itu, bukan yang RJ85 sama Fokker 28 ...

Tapi yang Cassa212 sama Fokker100 (PK-PJN)

Ini PELITA AIR Casa212 (PK-PCS) di Bandara Sultan Syarif Kasim II - Pekanbaru, Riau *gambar oleh VIRGANTARA masih sangat baru, kira-kira antara Mei-Juni 2010
http://i446.photobucket.com/albums/qq188/virgantara/Pekanbaru%20Mei%202010/DSC_0345_e.jpg

Ini PELITA AIR Fokker100 (PK-PJN) di Bandara Sultan Syarif Kasim II - Pekanbaru, Riau *gambar oleh VIRGANTARA, masih sangat baru juga ..
1
http://i446.photobucket.com/albums/qq188/virgantara/Pekanbaru%20Mei%202010/DSC_0594_e.jpg
2
http://i446.photobucket.com/albums/qq188/virgantara/Pekanbaru%20Mei%202010/DSC_0603_e.jpg

DJ_Archuleta
June 25th, 2010, 10:00 AM
2 Bandara RI layak didarati pesawat Airbus A380


JAKARTA (Bisnis.com): Kementerian Perhubungan menilai Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Ngurah Rai Bali layak didarati pesawat super jumbo Airbus A380.
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay mengatakan dua bandara itu memiliki landas pacu (runway) dengan ukuran memadai untuk pesawat berbadan lebar A380.

"Bandaranya layak untuk didarati karena runway sudah cukup panjang," katanya hari ini.

Saat ini, kata dia, kedua bandara itu telah ditetapkan sebagai alternate aerodrome untuk pesawat A380 milik Singapore Airlines dan Qantas.

Kedua maskapai itu, tambah dia, telah menetapkan Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai jadi bandara alternatif jika pesawat A380 terpaksa mendarat dengan alasan keselamatan.

Namun, Herry menerangkan fasilitas terminal di kedua bandara itu tak cukup memadai untuk melayani pesawat super jumbo A380.

"Kalau dipaksakan bisa tapi pelayanan untuk pesawat itu akan sangat lama dengan infrastruktur terminal yang ada," tuturnya.

Herry mengungkapkan pabrikan pesawat Airbus telah menawari maskapai Garuda Indonesia untuk membeli pesawat super jumbo A380.

Airbus beralasan Garuda bisa menggunakan pesawat itu untuk melayani angkutan jamaah haji ke Arab Saudi dengan tingkat efisiensi cukup tinggi.

Herry mengemukakan bahwa pesawat double deck itu bisa mengangkut sekitar 700 jamaah haji dalam satu kali penerbangan.(er)

DJ_Archuleta
June 25th, 2010, 10:01 AM
RAL segera buka rute Medan-Penang


MEDAN (Bisnis.com): Maskapai Riau Airlines (RAL) akan meramaikan rute Medan-Penang yang rencananya dibuka tahun ini.

Direktur Komersil RAL, Raza Revan Menzano mengatakan penerbangan akan menggunakan pesawat Smol Jet untuk rute pendek.

"Membuka rute Medan-Penang ini sudah direncanakan jauh sebelumnya karena adanya hubungan historis antara kedua negara," kata Direktur Komersil RAL, Raza Revan Menzano di Bandara Polonia.

Menzano menjelaskan, selain hubungan historis antara pulau Sumatra dengan jumlah penduduk 70 juta jiwa dan Malaysia 20 juta jiwa penduduk, juga karena
banyaknya minat untuk memeriksaan kesehatan ke Penang, Malaysia dan banyak hal lain yang menjadi faktor masyarakat.

"Rencananya akhir tahun ini. Begitu armada Boeing 737-500 yang dijadwalkan pada 23 Juli 2010 tiba yang pertama, rute Medan-Penang akan segera juga dibuka dengan menggunakan pesawat Fokker atau Smol Jet dialihkan untuk rute ini," jelasnya.

Menurut Menzano, RAL yakin dapat mengimbangi maskapai lain jika memberikan pelayanan yang baik. Saat ini manajemen telah dibenahi dengan tiga program yakni on time performance (kerja tepat waktu) saat push back, service axcellence (pelayanan prima) dan intensive onliner (memberikan program bonus) kepada travel yang aktif memberikan support kepadabperusahaan.

Dia menambahkan, maskapai yang didirikan pada tahun 2002� milik BUMD Riau ini telah menerbangi 24 kota tujuan baik dalam maupun luar negeri menggunakan lima armada pesawatbFokker-50. Selama ini RAL dikatakan sebagai penerbangan perintis, tetapi sebenarnya jika dikonsep untuk menjadi penerbangan komersilbharus diimbangi dengan tipe pesawat yang cocok.

"Sumatra Utara memiliki beberapa bandara seperti Polonia Medan, Silangit, Sibolga, Nias dan bandara di Tello. Untuk ke daerah itu tidak ada yang bisa masuk pesawat boeing," tambahnya.

Ocean One
June 25th, 2010, 06:11 PM
RAL ada thread khususnya loh om DJ?? Neh dia >> http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1025721&page=11
Sory, cuma sekedar ngingatin...:cheers:



Batavia Siap Terbangi Langit Eropa
Jumat, 25 Juni 2010


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Metro Batavia atau Batavia Air lega mendengar kabar respon positif dari Komisi Eropa untuk pencabutan larangan terbang ke kawasan Eropa.

"Dengan dicabutnya larangan terbang, kami menjadi lebih fleksibel untuk mengembangkan sayap ke rute regional maupun internasional. Perwakilan Batavia juga mendampingi delegasi Kemenhub menuju Brussels," jelas Public Relations Manager Batavia Air Eddy Haryanto.

Sebagai tahap awal untuk menindaklanjuti bakal terbitnya izin untuk terbang ke Eropa, sejak 18 Mei 2010 Batavia telah melakukan phase out seluruh pesawat Boeing 737-200.

Pesawat jenis itu diistirahatkan karena telah berumur 30 tahunan disamping boros mengkonsumsi avtur sehingga tidak lagi efisien. "Selain untuk meremajakan pesawat, tidak lagi menggunakan Boeing 737-200 juga untuk memenuhi persyaratan UE agar bisa terbang ke wilayah Eropa," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sukses meyakinkan Air Safety Committe European Commision agar mencabut larangan terbang ke Eropa untuk PT Metro Batavia, PT Lion Mentari Airlines dan PT Indonesia AirAsia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay yang memimpin delegasi Kemenhub ke Brussels, Belgia mengaku telah mempresentasikan perkembangan keamanan dan keselamatan penerbangan Indonesia kepada Komisi pada hari Selasa (22/6) lalu; termasuk mengajukan tiga maskapai tersebut agar diperbolehkan terbang ke Eropa.

Menurut Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Yurlis Hasibuan, keputusan dicabut atau tidaknya larangan terbang bagi tiga maskapai nasional lainnya akan terbit dua Minggu setelah presentasi.

greatstyo
June 26th, 2010, 02:44 AM
^^
emang udah positif dicabut dari ban EU? kok pede amat sepertinya

Kopassus
June 26th, 2010, 05:01 AM
RAL ada thread khususnya loh om DJ?? Neh dia >> http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1025721&page=11
Sory, cuma sekedar ngingatin...:cheers:



Batavia Siap Terbangi Langit Eropa
Jumat, 25 Juni 2010


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Metro Batavia atau Batavia Air lega mendengar kabar respon positif dari Komisi Eropa untuk pencabutan larangan terbang ke kawasan Eropa.

Sebagai tahap awal untuk menindaklanjuti bakal terbitnya izin untuk terbang ke Eropa, sejak 18 Mei 2010 Batavia telah melakukan phase out seluruh pesawat Boeing 737-200.

Pesawat jenis itu diistirahatkan karena telah berumur 30 tahunan disamping boros mengkonsumsi avtur sehingga tidak lagi efisien. "Selain untuk meremajakan pesawat, tidak lagi menggunakan Boeing 737-200 juga untuk memenuhi persyaratan UE agar bisa terbang ke wilayah Eropa," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sukses meyakinkan Air Safety Committe European Commision agar mencabut larangan terbang ke Eropa untuk PT Metro Batavia, PT Lion Mentari Airlines dan PT Indonesia AirAsia.
.

Wooo...terbang ke Eropa sama B732....

kolak
June 26th, 2010, 11:35 AM
^^ terbang ke Eropa deng B732? bukannya disitu dibailang "tidak akan menggunakan B732 adalah salah satu syarat agar bisa lolos ke UE" ?

CMIIW

GARUDA 777
June 26th, 2010, 12:35 PM
^^

Bukan ke Eropa menggunakan B732, bro. Tapi maksudnya tidak lagi menggunakan armada itu untuk memenuhi persyaratan EU agar bisa mendapatkan ijin terbang ke sana. Kalo OK, pastinya armada A332 nya yg akan dikerahkan ke sana. Setuju banget nih, jangan jadikan Indonesia sebagai limpahan armada2 tua B732 :okay:.

Sizter85
June 27th, 2010, 10:42 AM
Australia Minta Tambah Jatah Hak Angkut Penumpang Pesawat

JAKARTA. Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer menyambangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk secara khusus meminta revisi Air Service Agreement yang berlaku untuk kedua negara.

Tujuan dari revisi perjanjian tersebut menurutnya karena selama tiga tahun terakhir, wisatawan maupun pebisnis asal kedua negara semakin banyak yang saling silang mengunjungi negara tetangganya.:okay:

"Saat ini ada 150 penerbangan seminggu untuk rute Indonesia-Australia maupun Australia-Indonesia. Karena tingginya pertumbuhan penumpang tiga tahun belakangan, sudah saatnya diperbaharui perjanjiannya," kata Bill, Rabu (23/6)

Ia berharap, Pemerintah Indonesia bersedia untuk segera melakukan pembahasan teknisnya bulan depan.

Sampai saat ini Pulau Bali merupakan tujuan wisata favorit warga Australia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang 2009 lalu jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai sebanyak 2.384.819 orang atau naik 14,56% dibandingkan 2008 sebanyak 2.081.786 orang.

Sementara, sampai kuartal I 2010 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk lewat Ngurah Rai sebanyak 560.845 orang atau naik 14,89% dibanding periode yang sama 2009 sebanyak 488.147 orang.


Gentur Putro Jati

http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/39313/Australia-Minta-Tambah-Jatah-Hak-Angkut-Penumpang-Pesawat

K14N
June 28th, 2010, 09:36 AM
Iseng nanya2 dengan petugas counter AirAsia, ternyata confirmed bahwa rute internasional baru yg akan mereka buka dalam waktu dekat ini adalah Denpasar-Darwin.

Jadi ga ada rute baru dari Jakarta donk ya... :ohno:

greatstyo
June 28th, 2010, 10:36 AM
Iseng nanya2 dengan petugas counter AirAsia, ternyata confirmed bahwa rute internasional baru yg akan mereka buka dalam waktu dekat ini adalah Denpasar-Darwin.

Jadi ga ada rute baru dari Jakarta donk ya... :ohno:

mungkin nanti kalo armada barunya sudah datang lagi. kira2 rute internasional mana ya yang potensial untuk digarap airasia? CGK-HKG, CGK-MFM, MES-MAA, SUB-SIN? untuk SUB-SIN sih katanya udah apply dari dulu tapi ijinnya nggak pernah keluar, bahkan mandala yang sebelumnya mau buka SUB-SIN pun nggak jadi kan, diganti sama CGK-SIN..:bash:

tollfreak
June 28th, 2010, 12:44 PM
Airbus 320 Segera Bisa Mendarat di Bandung
Thai Airlines dan Malaysian Airlines mengajukan izin membuka penerbangan langsung.
SENIN, 28 JUNI 2010, 14:22 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews - Lapisan landasan Bandara Husein Sastranegara akan dipertebal, dari 37 mm menjadi 52 mm agar pesawat berbadan lebar dapat mendarat. Saat ini baru pesawat sejenis Boeing 737 saja yang dapat mendarat di Bandara Husein Sastranegara.

"Rencananya setelah di-overlay pesawat sejenis Airbus 320 dapat mendarat di Husein," ujar Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dicky di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, 28 Juni 2010.

Dicky menjelaskan banyak maskapai asing dan lokal yang siap masuk ke Bandung namun fasilitas Bandara belum memadai.

Padahal, maskapai seperti Thai Airlines dan Malaysian Airlines telah mengajukan izin membuka penerbangan langsung dari Bangkok dan Kuala Lumpur.

Menurut Dicky, bandara Husein Sastranegara nantinya akan memiliki posisi strategis di Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat tidak perlu lagi ke Bandara Soekarno Hatta untuk berpergian.

Dengan meningkatnya kapasitas Bandara Husein Sastranegara Ia memperkirakan kapasitas penerbangan dapat ditambah dari 10 flight perhari menjadi 19 flight perhari. "Saat ini kapasitas Husein baru 1,2 juta orang per tahun, akan ditingkatkan menjadi 2,5 juta orang,"ujarnya.

Sementara itu terkait rencana tersebut, Komandan Lanud Husein Sastranegara, Kolonel Penerbang Asep Adang Supriyadi akan menggelar latihan antiteror pada Rabu, 30 Juni 2010 esok. Latihan anti teror dilaksanakan untuk mengantisipasi perkembangan bandara dan kota Bandung yang pesat.

Ia menjelaskan dengan akan meningkatnya jumlah penerbangan di bandara Husein maka potensi akan terjadinya serangan teroris terhadap Bandara Husein Sastranegara semakin meningkat.

Latihan antiteror yang akan digelar mempunyai skenario pembajakan pesawat. Pesawat komersial dibajak oleh teroris, lalu sesaat setelah mendarat pasukan khusus detasemen Bravo akan menerobos ke dalam pesawat lalu melumpuhkan para teroris.

"Potensi pembajakan pesawat semakin tinggi sehingga TNI AU harus siap menghadapi ancaman teroris,"ujarnya.

Sizter85
June 29th, 2010, 12:52 PM
^^

Good news :okay:, nantinya bukan cmn akan menjadi alternatif airport saja buat warga JABAR yg ingin berpergian, otomatis dpt mengurangi 'beban' SHIA juga yg makin lama makin padet populasinya.. saat ini Husein Sastranegara hny dijadikan alternatif gateway buat warganya(prop.JABAR) utk berpergian keluar kota karena minimnya pilhan destinasi dan carrier yg beroperasi disitu.

Anw, terus kapan mulai konstruksi nh ??

unity
June 29th, 2010, 05:25 PM
Kayaknya impian Kertajati Aerocity International Airport makin jauh deh...
:ohno:

Sizter85
July 1st, 2010, 03:59 PM
Kamis, 01/07/2010
2 Maskapai penerbangan bebas dari airline ban UE

JAKARTA (Bisnis.com): Uni Eropa (UE) akan mengeluarkan dua maskapai Indonesia dari daftar larangan terbang (airlines ban) ke wilayah udara Eropa pekan depan.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengatakan kedua maskapai itu yakni PT Metro Batavia (Batavia Air) dan Indonesia AirAsia (IAA).

"Secara formal akan diumumkan UE dalam websitenya dua pekan setelah sidang Komite Keselamatan Penerbangan UE," katanya sebelum bedah kasus Eksaminasi Putusan Perkara No. 25/KPPU-I/2010 di Fakultas Hukum UI, hari ini.

Dia menyatakan Tim Ditjen Perhubungan Udara telah bertemu dengan Komite Keselamatan Penerbangan UE di Brussels Belgia pada 22 Juni lalu.

Menurut Herry, Komite Keselamatan Penerbangan UE memberikan pernyataan informal jika dua dari tiga maskapai akan dikeluarkan dari daftar airlines ban. Satu maskapai yang belum bisa dikeluarkan dari daftar ialah PT Lion Mentari Airlines (Lion Air).

"UE meminta penjelasan lagi karena Lion Air pertumbuhan penumpang dan pesawat sangat cepat," tuturnya.

Herry menyatakan perwakilan Lion Air yang dihadirkan dalam sidang Komite Keselamatan Penerbangan di Brussels tidak bisa memberikan penjelasan lengkap bagaimana antisipasi Lion Air menghadapi pertumbuhan yang tinggi.

"Mungkin Lion Air akan diajukan lagi di sidang Komite Keselamatan Penerbangan UE."

Indonesia secara resmi mengajukan tiga maskapai lagi keluar dari daftar airlines ban UE pada sidang Komisi Eropa pada Juni 2010. Ketiga maskapai itu yakni Batavia Air, Lion Air dan Indonesia AirAsia.

Pada Juli 2009, empat maskapai Indonesia telah keluar dari daftar larangan terbang yakni Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast dan Premiair. Pada 30 Maret lalu, UE memperpanjang larangan terbang kepada 47 maskapai Indonesia ke wilayah udara Eropa.(fh)

gatotkaca
July 1st, 2010, 06:07 PM
Airbus 320 Segera Bisa Mendarat di Bandung
Thai Airlines dan Malaysian Airlines mengajukan izin membuka penerbangan langsung.

Dicky menjelaskan banyak maskapai asing dan lokal yang siap masuk ke Bandung namun fasilitas Bandara belum memadai.

Padahal, maskapai seperti Thai Airlines dan Malaysian Airlines telah mengajukan izin membuka penerbangan langsung dari Bangkok dan Kuala Lumpur.


ehmm, bukannya ga seneng bisa ngurangin beban SHIA, tapi kok nya, kedengerannya sayang ya, knapa ga nunggu open sky aja seh

lagipula kok kita kakyaknya gampang seh ngobral bandara, padahal buat maskapai kita, mau buka ato nambah rute k negara tetangga aje susah nya minta ampun. belom soal yg lion air mo buka cabang di 2 negara itu:bash:, 1001 alasan dibuat biar ga bisa menuhin syarat yg mreka minta

greatstyo
July 1st, 2010, 06:38 PM
Kamis, 01/07/2010
2 Maskapai penerbangan bebas dari airline ban UE

JAKARTA (Bisnis.com): Uni Eropa (UE) akan mengeluarkan dua maskapai Indonesia dari daftar larangan terbang (airlines ban) ke wilayah udara Eropa pekan depan.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengatakan kedua maskapai itu yakni PT Metro Batavia (Batavia Air) dan Indonesia AirAsia (IAA).

"Secara formal akan diumumkan UE dalam websitenya dua pekan setelah sidang Komite Keselamatan Penerbangan UE," katanya sebelum bedah kasus Eksaminasi Putusan Perkara No. 25/KPPU-I/2010 di Fakultas Hukum UI, hari ini.

Dia menyatakan Tim Ditjen Perhubungan Udara telah bertemu dengan Komite Keselamatan Penerbangan UE di Brussels Belgia pada 22 Juni lalu.

Menurut Herry, Komite Keselamatan Penerbangan UE memberikan pernyataan informal jika dua dari tiga maskapai akan dikeluarkan dari daftar airlines ban. Satu maskapai yang belum bisa dikeluarkan dari daftar ialah PT Lion Mentari Airlines (Lion Air).

"UE meminta penjelasan lagi karena Lion Air pertumbuhan penumpang dan pesawat sangat cepat," tuturnya.

Herry menyatakan perwakilan Lion Air yang dihadirkan dalam sidang Komite Keselamatan Penerbangan di Brussels tidak bisa memberikan penjelasan lengkap bagaimana antisipasi Lion Air menghadapi pertumbuhan yang tinggi.

"Mungkin Lion Air akan diajukan lagi di sidang Komite Keselamatan Penerbangan UE."

Indonesia secara resmi mengajukan tiga maskapai lagi keluar dari daftar airlines ban UE pada sidang Komisi Eropa pada Juni 2010. Ketiga maskapai itu yakni Batavia Air, Lion Air dan Indonesia AirAsia.

Pada Juli 2009, empat maskapai Indonesia telah keluar dari daftar larangan terbang yakni Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast dan Premiair. Pada 30 Maret lalu, UE memperpanjang larangan terbang kepada 47 maskapai Indonesia ke wilayah udara Eropa.(fh)

meskipun belum resmi tapi kok saya sangat yakin QZ bakal lolos dari ban EU :okay:
bakal panas aja neh JT kalo misal Y6 dan QZ beneran lolos dan JT sendiri yang nggak lolos.. kompor meleduk:lol:

K14N
July 1st, 2010, 08:27 PM
^^ bener2 meleduk memang... td baca di running text metro tv, Indonesia AirAsia dan Batavia Air sdh resmi dicabut ban-nya ke eropa...

Lion Air gagal sendiri....:nuts:

Dua Maskapai Boleh Terbang ke Eropa
Kamis, 01 Juli 2010 18:27 WIB
Penulis : Ririn Radiawati Kusumua

Dua Maskapai Boleh Terbang ke Eropa


JAKARTA--MI: Dua maskapai penerbangan nusantara kini telah mendapatkan izin untuk terbang ke Eropa. Kedua maskapai tersebut antara lain Air Asia Indonesia dan Batavia Air.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti. Dia mengatakan, untuk pengajuan kepada Air Saving Comitee di bawah naungan Uni Eropa, Indonesia telah mengajukan tiga maskapai, yaitu Lion Air, Air Asia Indonesia, dan Batavia Air. Namun, yang disetujui hanya dua maskapai.

"Dua minggu lagi terbit judgement untuk ketiga maskapai tersebut," ujar dia saat ditemui di Gedung Pascasarjana Hukum UI, Kamis (1/7).

Dia mengatakan, kegagalan Lion Air karena tidak memuaskan dalam menjawab pertanyaan Komite tersebut. "Lion Air itu berkembang dengan cepat. Tapi dia tidak bisa menjawab dengan bagus pertanyaaan mereka (Komite)," ujar dia.

Namun, pengajuan Lion Air tidak hanya berhenti pada tahun ini saja. Herry mengaku, tahun depan Tanah Air masih mengajukan Lion Air untuk mengajukan izin terbang di Eropa. (Rrn/OL-5)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/01/152826/21/2/Dua-Maskapai-Boleh-Terbang-ke-Eropa

sasamakan
July 2nd, 2010, 04:44 AM
^^ :lol:
Memang sepertinya ini akan jadi cambuk yang sangat menyakitkan buat JT :banana:

blablanonsense
July 2nd, 2010, 04:55 AM
ehmm, bukannya ga seneng bisa ngurangin beban SHIA, tapi kok nya, kedengerannya sayang ya, knapa ga nunggu open sky aja seh

lagipula kok kita kakyaknya gampang seh ngobral bandara, padahal buat maskapai kita, mau buka ato nambah rute k negara tetangga aje susah nya minta ampun. belom soal yg lion air mo buka cabang di 2 negara itu:bash:, 1001 alasan dibuat biar ga bisa menuhin syarat yg mreka minta

Peraturan open sky itu seperti apa sih? Saya kog jadi bingung. Soalnya yang saya tahu open sky itu tidak berhubungan dengan pembukaan rute dari negara asal carrier.
Lagian, bukannya ngobral, tapi memang penerbangan ke bandung lagi bagus2nya. :cheers:

netsurfe
July 2nd, 2010, 05:01 AM
lagipula kok kita kakyaknya gampang seh ngobral bandara, padahal buat maskapai kita, mau buka ato nambah rute k negara tetangga aje susah nya minta ampun. belom soal yg lion air mo buka cabang di 2 negara itu:bash:, 1001 alasan dibuat biar ga bisa menuhin syarat yg mreka minta


Susah buat lion kan bukan berarti susah buat airlines Indo yang lain.
Kalo cuman susah buat singa, mesti ditanya, kenapa susahnya kok cuman buat singa doank.

greatstyo
July 2nd, 2010, 05:07 AM
Susah buat lion kan bukan berarti susah buat airlines Indo yang lain.
Kalo cuman susah buat singa, mesti ditanya, kenapa susahnya kok cuman buat singa doank.

bener banget!! :okay:

sayangnya belum ada maskapai kita yang seagresif JT dengan mendatangkan ratusan pesawat baru. nggak kebayang deh itu ratusan pesawat kalo dateng semua mau ditaruh dimana, nggak mungkin kan kalo mau dipake domestik aja..:nuts:

rencana lion untuk membuat lion australia ataupun di negara2 asia tenggara gagal semua oiii..:lol:

Sizter85
July 3rd, 2010, 12:51 AM
^^

Intinya JT belum SIAP donk memaksimalkan 'serbuan' armada2 barunya yg akan berdatangan :D

nowan
July 3rd, 2010, 01:13 AM
http://www.upgradetravelbetter.com/wp-content/uploads/2009/07/standing-seats.jpg

Adakah maskapai di Indonesia yang tertarik dengan ini? Bagaimana "Singa" :naughty: :)

aksjiah
July 3rd, 2010, 01:26 AM
http://www.upgradetravelbetter.com/wp-content/uploads/2009/07/standing-seats.jpg

Adakah maskapai di Indonesia yang tertarik dengan ini? Bagaimana "Singa" :naughty: :)

wah kalo yg kayak begini bener2 udah ngga manusiawi nih.. si Ryan pernah ada rencana mo bikin yg beginian.. tp kayaknya ngga ada kelanjutan deh. dgn pelayanan yg skrg aja pax udah mencak2... apalagi berdiri :bash:

tomkris
July 3rd, 2010, 04:32 AM
http://img3.imageshack.us/img3/5654/02072010248.jpg (http://img3.imageshack.us/i/02072010248.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

dari harian Kedaulatan Rakyat

greatstyo
July 3rd, 2010, 05:54 AM
^^
wow ini mantab sekali :okay:
head to head langsung dengan merpati..

saya ingin sekali mencoba terbang dengan express air, tapi agak susah juga ya buat dapetin tiketnya karena belum online.

GARUDA 777
July 3rd, 2010, 09:17 AM
http://www.upgradetravelbetter.com/wp-content/uploads/2009/07/standing-seats.jpg

Adakah maskapai di Indonesia yang tertarik dengan ini? Bagaimana "Singa" :naughty: :)

Mudah2an nggak lah. Ryanair memang sudah berencana untuk mengaplikasikannya dengan harga 5 Pound/pax. Actually, gw sih gak bakalan heran kalo si Singa saat ini bisa jadi sedang mendiskusikan ide brilian (bagi mereka lo :lol:) ini dalam manajemennya. Secara sekarang aja ER nya udah kayak Metro Mini :nuts:.

mouRINHO
July 3rd, 2010, 09:41 AM
sorry kalo repost...

Malaysia Airlines Buka Kembali Rute Tawau-Tarakan

TARAKAN, TRIBUNKALTIM.co.id - Dalam meningkatkan kunjungan wisatawan antara Sabah, Tawau dan Kota Tarakan, Malaysia Airlines (MAS) Wings berencana dalam tahun ini akan membuka kembali jalur penerbangan Tawau-Tarakan.

Rencananya untuk jalur penerbangan Tawau-Tarakan ini, MAS Wings akan menggunakan pesawat Avions de Transport Regional (ATR) 72. Pesawat ART 72 ini memiliki kapasitas 68 seat, dimana enam seat diantaranya kelas bisnis.

Head Of Bussiness Development dan Charters, MAS Wings, Zamani Maran, mengungkapkan, untuk merealisasikan jalur penerbangan ini, pihaknya masih mengumpulkan data industri di Tarakan, mulai dari wisata, hotel, travel dan perkembangan perekonimian di Tarakan.

"Kami akan melengkapi data-data ini sampai tiga atau bulan kedepan. Setelah data semua terkumpul dan respon pemerintah Sabah, Tawau dan Tarakan setuju, kita secepatnya langsung membuka jalur penerbangan ini," ucapnya. (*)

satu peluang bisnis yg diambil maskapai asing.... :ohno:

greatstyo
July 3rd, 2010, 10:11 AM
tarakan sepertinya udah mulai banyak yang mengincar ya.. selain maskapai domestik yang mulai banyak menambah penerbangannya ke tarakan sekarang maskapai asing sudah melirik tarakan :okay:

Sizter85
July 4th, 2010, 11:15 AM
^^

Menjelang pemekaran wilayah KALTIM menjadi KALTARA, Juwata TRK makin agresif 'unjuk gigi' :okay:

Nantinya JUWATA diharapkan bisa lepas dari 'bayang-bayang' Sepinggan sbg feeder-nya dan head to head, Wow keren :banana:

bkz010019
July 6th, 2010, 11:50 AM
http://www.antaranews.com/berita/1278387501/malaysia-airlines-buka-penerbangan-ke-bandung

Malaysia Airlines Buka Penerbangan ke Bandung

Selasa, 6 Juli 2010 10:38 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | Dibaca 524 kali

Bandung (ANTARA News) - Maskapai Malaysia Airlines akan membuka penerbangan ke Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, setiap hari mulai 16 Juli 2010.

"Pembukaan rute baru ini merupakan upaya memperluas jaringan di Indonesia dengan menambah kapasitas, frekuensi dan memperkenalkan pesawat terbaru untuk rute itu," kaya manajer area Malaysia Airlines Roslan Ismail, di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung, Selasa.

Penerbangan pertama dari Bandara Husein akan dilakukan 16 Juli dengan rute Bandung-Kualalumpur dengan pesawat Boeing 737-400.

Tujuan pembukaan rute baru ke Bandung itu, kata Roslan, untuk meningkatkan pangsa pasar antara Indonesia dan Malaysia, selain itu meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang terbang bersama Malaysia Airlines ke berbagai destinasi seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, China, Australia, Inggris, dan ke beberapa negara Eropa.

Khusus untuk jalur Bandung-Kualalumpur, Malaysia Airlines menawarkan harga promosi mulai dari 49 dolar AS hingga akhir Juli untuk sekali jalan.


"Kami percaya akan memberikan pelayanan yang sangat berarti bagi para pelanggan dengan melayani rute ini plus 20 kilogram bagasi tanpa biaya," kata Roslan.

Dia mengatakan, Bandung akan menjadi tujuan keenam yang dilayani penerbangan nasional Malaysia setelah Jakarta, Bali, Medan, Surabaya dan Yogyakarta.

Malaysia Airlines akan menghubungkan Jakarta 38 kali, Surabaya tujuh kali sepekan, Yogyakarta tiga kali, Denpasar 21 kali, Medan 12 kali dan Bandung tujuh kali per pekan.

"Malaysia Airlines tak hanya mengangkut wisatawan dari Kota Bandung saja, namun mendatangkan wisatawan dari mancanegara," kata Roslan.

Masuknya maskapai penerbangan Malaysia ke Bandung itu, makin meramaikan trafik penerbangan dari Kualalumpur, yang saat ini telah beroperasi Air Asia dengan tiga kali penerbangan sehari.

"Kami punya market tersendiri dan beda dengan pasar maskapai penerbangan yang telah ada di jalur itu. Bandung kota potensial untuk penerbangan kami sehingga wisatawan mancanegara bisa langsung ke Bandung," kata Distrik Sales Manager Malaysia Airlines Pintoko Rama Susanto.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara Bandung menyambut baik pembukaan rute Malaysia Airlines ke Bandung. Menurut Mulya kehadiran maskapai penerbangan itu dipastikan meningkatkan jumlah penumpang ke Kota Kembang.

"Maskapai penerbangan itu cukup terkemuka di Asia Tenggara dan memiliki jaringan pasar di luar negeri yang kuat, baik Australia, Eropa, Timur Tengah maupun negara lainnya. Penumpang mereka yang hendak ke Bandung tak perlu lagi transit di Bandara Soekarno Hatta sehingga menghemat waktu," kata Mulya Abdi.

Selain Malaysia Airlines, Avia Star juga akan membuka rute rute baru Bandung-Palembang dan Bandung-Pekanbaru mulai 10 Juli dengan pesawat ATR.

Dengan bertambahnya rute Bandung-Kualalumpur, saat ini Bandara Husein melayani lima penerbangan internasional dan tujuh penerbangan domestik.
(S033/A024)

Sizter85
July 6th, 2010, 12:05 PM
^^

Kabarnya AVIA Star bukan menggunakan jenis ATR untuk melayani destinasi di BDO, Avia emg pny fleet type ATR ya :naughty:

greatstyo
July 6th, 2010, 12:29 PM
^^
sepertinya memang nggak punya ATR, sering liat Aviastar di DPS pake BAe 146 :)

desta28
July 7th, 2010, 05:48 AM
AirAsia Rencanakan Terbang ke Eropa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lolos dari blacklist penerbangan Uni Eropa, Indonesia AirAsia (IAA) dan Batavia langsung merencanakan terbang ke Eropa. Maskapai yang berinduk di Kuala Lumpur, Malaysia, tersebut bakal mengikuti jejak AirAsia X yang lebih dahulu terbang ke London, Inggris.

Marketing Manager IAA Andy Adrian mengatakan, rencana tersebut bakal dilakukan beberapa tahun mendatang terkait dengan ketersediaan armada. Saat ini pihaknya masih memperbaiki jaringan regional lebih dahulu.

"Saat ini kami belum memiliki pesawat berbadan lebar, sehingga tidak mungkin terbang ke sana. Tetapi itu akan menjadi rencana kami pada beberapa tahun ke depan," kata Andy di Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Armada yang dimiliki IAA saat ini adalah jenis narrow body yaitu Airbus A320 yang hanya bisa terbang maksimal enam jam. Sementara, untuk terbang ke Eropa butuh pesawat wide body sekelas A330 yang mampu menjangkau penerbangan belasan jam.

Sebelumnya, Presiden Direktur Batavia Yudiawan Tansari mengatakan, pihaknya berencana terbang ke Eropa paling cepat pada 2013 mendatang. Setidaknya pada tahun ini, Batavia akan mengurusi perizinan terbang ke benua biru tersebut. Kota yang rencananya bakal disinggahi adalah Roma dan London.(*)

Sizter85
July 7th, 2010, 04:32 PM
Rabu, 07/07/2010 12:51 WIB
Runway Berlubang, Sejumlah Jadwal Penerbangan di Bandara Ternate Dibatalkan

Ternate - Landasan pacu Bandara Sultan Baabullah, Ternate, Maluku Utara, mengalami kerusakan. Kondisi ini memaksa sejumlah penerbangan yang menggunakan pesawat jenis Boeing tidak bisa take off. Akibatnya, ratusan calon penumpang terlantar.

Informasi yang dihimpun detikcom, terdapat sejumlah lubang di landasan pacu atau runway Bandara Sultan Baabullah. Kondisi ini membuat jarak landasan pacu yang bisa digunakan tidak maksimal.

"Hanya pesawat jenis Cassa yang bisa take off. Sedangkan pesawat jenis Boeing tidak bisa," kata seorang petugas bandara yang menolak disebutkan namanya, Rabu (7/7/2010).

Kondisi ini menyebabkan sejumlah maskapai, seperti Garuda, Sriwijaya, Batavia dan Merpati yang menggunakan pesawat jenis Boeing terpaksa menunda penerbangan. Bahkan untuk Garuda, Sriwijaya dan Merpati, telah memastikan membatalkan jadwal penerbangan jurusan Manado, Makassar dan Jakarta.

Sedangkan penerbangan Batavia hingga kini belum ada kepastian akan dibatalkan. Akibatnya, ratusan calon penumpang maskapai tersebut terkatung-katung di bandara. Dalam sehari, memang ada 3 penerbangan Batavia melalui Bandara Sultan Baabullah dengan jurusan Manado dan Makassar.

"Saya masih menunggu kepastian, jadi berangkat atau tidak. Semoga pengelola Batavia segera memutuskan," kata Umar, salah satu calon penumpang Batavia dengan tujuan Makassar.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pengelola Bandara Sultan Baabullah mengenai kondisi ini. Para wartawan yang hendak ke lokasi dilarang masuk.

Kadis Perhubungan Malut, Umar Haji Hasan, yang juga salah satu calon penumpang Batavia Airlines, mengatakan akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait masalah ini. "Kita akan panggil pihak terkait untuk mengecek kerusakan yang terjadi di landasan pacu," ujar Umar.

(djo/asy)

bkz010019
July 9th, 2010, 04:20 AM
Dari : http://metronews.fajar.co.id/read/98106/61/penerbangan-internasional-bisa-lebih-sering

Penerbangan Internasional Bisa Lebih Sering
Konsorsium Lailahaillallah Kerja Sama Batavia Air

MAKASSAR -- Penerbangan langsung untuk pertamakalinya dari Makassar ke Jeddah dilakoni rombongan umrah Konsorsium Lailahaillallah periode Juli ini. Hal ini sekaligus menjadi jalan pembuka untuk penerbangan berikutnya.

General Manajer Konsorsium Lailahaillallah, Dien Triwati Ande mengatakan, penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah kembali dilakukan pada Agustus mendatang.

Dien menjelaskan, sudah ada sekira 300 jemaah yang mendaftar. "Maskapai penerbangan memang hanya mau melayani rute langsung ini jika sampai kuota 300 orang," katanya, Kamis 8 Juli.

Ke depan, lanjut Dien, penerbangan langsung ini bisa rutin dilakukan. "Makanya dengan segala kerendahan hati, kami mengajak biro penyelenggara haji dan umrah lainnya untuk bekerja sama," tuturnya.

Dien menambahkan, jika pesawat rute internasional sudah bolak-balik dari luar negeri dan Makassar, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga bisa dimaksimalkan sesuai kualitasnya sebagai bandara internasional.

Konsorsium Lailahaillallah bekerja sama dengan Batavia Air, memprakarsai penerbangan Makassar-Jeddah yang dilakukan Rabu, 7 Juli lalu. Penerbangan ini menggunakan pesawat Batavia jenis Airbus 330.

"Banyak jemaah yang mengatakan bahwa mengapa tidak dari dulu penerbangan langsung seperti ini dilakukan. Ini soal kenyamanan. Jemaah tidak perlu transit lagi. Lagipula, pesawatnya nyaman," jelas Dien. (zul)

GARUDA 777
July 9th, 2010, 03:24 PM
AirAsia Rencanakan Terbang ke Eropa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lolos dari blacklist penerbangan Uni Eropa, Indonesia AirAsia (IAA) dan Batavia langsung merencanakan terbang ke Eropa. Maskapai yang berinduk di Kuala Lumpur, Malaysia, tersebut bakal mengikuti jejak AirAsia X yang lebih dahulu terbang ke London, Inggris.

Asyik, ke Eropa tidak harus via KL lagi dengan AirAsia X, tapi bisa langsung dgn IAA :banana: :okay:.

Ocean One
July 9th, 2010, 05:06 PM
Jumat, 09/07/2010
Maskapai wajib punya 5 pesawat pada akhir 2011


JAKARTA (Bisnis.com): Kementerian Perhubungan menetapkan batas waktu hingga 31 Desember 2011 bagi maskapai berjadwal yang beroperasi agar memiliki minimal 5 pesawat.

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Kemenhub Yurlis Hasibuan mengatakan penetapan itu mengacu pada Undang-Undang (UU) No.1/2009 tentang Penerbangan.

"Tidak ada tambahan waktu lagi bagi maskapai berjadwal yang belum memiliki 5 pesawat," katanya hari ini.

Dia menyatakan maskapai berjadwal yang tidak bisa memenuhi persyaratan itu terpaksa turun status menjadi maskapai carter atau dicabut sertifikat operator penerbangan (air operator certificate/AOC).

Yurlis menambahkan pihaknya juga akan memaksa maskapai berjadwal yang belum memiliki 5 pesawat untuk merger atau akuisisi.

"Itu konsekuensi dari UU No. 1/2009. Tak ada kompromi untuk masalah hukum. Yang ada Go atau No Go," tuturnya.

Dalam UU No.1/2009 Pasal 118, maskapai berjadwal diwajibkan mengoperasikan sedikitnya 10 pesawat dengan lima unit berstatus milik dan lima sisanya dikuasai.

Maskapai yang mengoperasikan pesawat seluruhnya sewa masih memiliki waktu untuk menyesuaikan jumlah pesawat berstatus milik.

Sampai saat ini, sejumlah maskapai berjadwal masih mengoperasikan pesawat sewa bukan pesawat milik.

Maskapai itu antara lain, Indonesia AirAsia, Mandala Airlines, Kartika Airlines dan Riau Airlines.

Dengan batas waktu 31 Desember 2011, maskapai itu hanya memiliki waktu 18 bulan lagi untuk membeli 5 pesawat. (wiw)

sasamakan
July 10th, 2010, 04:28 AM
^^ Bukannya Kartika Airlines lagi mesen pesawat ya :ohno:
Terus si QZ sama RI, kenapa ga beli aja ya??

carloanggrio
July 11th, 2010, 08:07 AM
^^ Bukannya Kartika Airlines lagi mesen pesawat ya :ohno:
Terus si QZ sama RI, kenapa ga beli aja ya??

kalo ngeliat dari fb nya QZ katanya bakal dateng banyak penghuni / pesawat baru ditahun ini salah satunya PK-AXL yang baru datang ..
katanya QZ akan membuka banyak rute internasionalnya mungkin ini karena atas penutupan rute domestiknya yg banyak..

kalo RI bukannya dia sudah pesan pesawat baru ya??

greatstyo
July 11th, 2010, 08:12 AM
^^
yupzz katanya 25 A320 pesanan RI akan datang mulai tahun depan. untuk tahun ini katanya RI nyewa tambahan 4 pesawat A320, tapi belum ada yang dateng ya?

tollfreak
July 12th, 2010, 07:19 AM
Desember, Bandara Husein Siap Tampung Airbus
MINGGU, 11 JULI 2010 | 19:31 WIB
Dibaca 189 kali

TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA

BANDUNG, TRIBUN - Kepala PT Angkasa Pura II, Mulya Abdi, mengutarakan, dalam beberapa waktu mendatang, frekuensi penerbangan dari dan ke Bandung mengalami peningkatan. Itu terjadi karena sejumlah maskapai segera membuka rute penerbangannya dari dan ke Bandung.

Menurutnya, tidak sedikit maskapai yang menggunakan pesawat berbadan besar, seperti Boeing dan Airbus. Karena itu, pihaknya siap menerima rute penerbangan maskapai yang menggunakan pesawat berbadan besar dan lebar. Penyebabnya, beber Mulya, pihaknya melakukan overlay landasan. "Landasan yang sudah ter-overlay itu siap beroperasi 1 Desember tahun ini," katanya.

Tidak itu saja, imbuh Mulya, pihaknya pun memperluas apron hingga 4,3 hektare. "Harapannya, bandara ini dapat menampung lebih banyak pesawat berbadan besar, seperti Boeing dan Airbus," pungkasnya.

Soal maskapai mana saja yang segera membuka rute penerbangan dari dan ke Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara, Mulya mengiyakannya. Disebutkan, ada beberapa maskapai yang siap membuka rute penerbangan dari dan ke Bandung. "Antara lain, Garuda dan Citilink," ujarnya. (*)

sasamakan
July 12th, 2010, 12:06 PM
^^ Mungkin kalo bandung bisa jadi alternatif bandara, gua bisa milih terbang dari bandung neh :D

Sizter85
July 12th, 2010, 05:00 PM
Senin, 12/07/2010 20:30:20 WIB
AirAsia segera buka rute Denpasar-Darwin

JAKARTA (Bisnis.com): Maskapai Indonesia AirAsia (IAA) segera membuka rute penerbangan langsung Denpasar-Darwin, Australia mulai Oktober 2010 untuk mengambil-alih rute yang ditinggalkan Garuda Indonesia.

Presiden Direktur IAA Dharmadi mengatakan pembukaan rute itu akan dilayani minimal empat kali per minggu dengan mengoperasikan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi.

"Dengan pesawat A320 kami akan terbangi Denpasar-Darwin mulai Oktober tahun ini," katanya hari ini.

Dia menyatakan pihaknya memilih rute Denpasar-Darwin karena bisa diterbangi pesawat A320. Rute Denpasar-Darwin memiliki waktu tempuh 2 jam sedangkan pesawatnya bisa terbang nonstop 5 jam.

Sampai saat ini, Dharmadi menjelaskan pihaknya tengah memproses pembukaan rute Denpasar-Darwin kepada otoritas penerbangan sipil Indonesia dan Civil Aviation Safety Authority (CASA) Australia setelah sukses melayani rute Denpasar-Perth.

"Selain Garuda, Indonesia AirAsia adalah maskapai yang diizinkan ke Australia. Kami memiliki hak terbang ke Darwin," tutur dia.

Dia melanjutkan pembukaan layanan penerbangan Denpasar-Darwin akan memposisikan maskapainya bersaing langsung dengan maskapai Jetstar Australia yang melayani rute itu dengan pesawat A320.

Sejauh ini, Dharmadi menerangkan rute Denpasar-Perth yang dilayani dua kali per hari mencatat tingkat isian pesawat (load factor) di atas 90% dengan umumnya turis asal Australia.

Sampai akhir tahun ini, IAA berencana mengganti seluruh pesawatnya dengan pesawat jenis A320 dengan target mengangkut 4 juta penumpang sepanjang tahun ini.

Dharmadi memaparkan pihaknya akan mengoperasikan 14 unit pesawat A320 dari saat ini hanya 11 pesawat. Tiga pesawat A320 akan datang pada September dan November mendatang. Tahun lalu, maskapai penerbangan yang 49% sahamnya dimiliki AirAsia Berhad Malaysia berhasil mengangkut 3,5 juta orang.(fh)

greatstyo
July 12th, 2010, 06:25 PM
^^
TOP banget :okay:
sudah gw duga DPS-DRW jadi rute QZ berikutnya, ini seiring dengan ditutupnya rute CGK-SUB dan CGK-MES. gw yakin bakal ada rute internasional lain yang siap diterbangi oleh QZ pada tahun ini..

gatotkaca
July 13th, 2010, 12:39 AM
^^
TOP banget :okay:
sudah gw duga DPS-DRW jadi rute QZ berikutnya, ini seiring dengan ditutupnya rute CGK-SUB dan CGK-MES. gw yakin bakal ada rute internasional lain yang siap diterbangi oleh QZ pada tahun ini..

lha dia tutup yg k SUB ama k MES, tapi barusan iseng buka situsnya AA masih bisa kok tanggal 15 juli, mang rencananya kapan mo ditutup om?

greatstyo
July 13th, 2010, 03:30 AM
^^
ditutup per 1 Oktober 2010

desta28
July 13th, 2010, 04:40 AM
Rabu, 19 Mei 2010 , 14:57:00
Pemerintah Diminta Batasi Frekuensi Terbang Air Asia

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemhub) oleh DPR diminta membatasi frekuensi penerbangan maskapai Air Asia di Indonesia. Meski berlabel Indonesia, Air Asia dinilai sebagai maskapai penerbangan asing yang harus diawasi dan diperketat izin-izinnya.

"Kenapa Air Asia yang milik Malaysia bisa bebas di Indonesia? Kok penerbangan kita tidak bisa ke Malaysia?" ujar Ketua Komisi V DPR RI, Yasti Mokoagow, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kemhub, Rabu (19/5).

Yasti meminta agar Kemhub frekuensi penerbangan Air Asia itu dibatasi, hingga ada pembicaraan lebih lanjut. Disebutkannya, jika ada Air Asia (ke) Indonesia, Garuda Indonesia-Malaysia mustinya juga harus bisa. "Jangan enaknya di Malaysia, nggak enaknya di kita dong," kritiknya.

Pernyataan pedas juga diungkapkan oleh Michael Watimena. "Kalau ada wartawan di sini, tolong dicatat. Air Asia itu binatang macam apa, yang wara-wiri di bumi pertiwi kita dan mendapat protection dari pemerintah? Apa sih hebatnya Air Asia itu?" ketus anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Papua Barat ini.

Michael pun mendesak agar pemerintah memperketat izin penerbangan Air Asia. Meski saham Indonesia ada di maskapai tersebut, namun bagi Michael, unsur Malaysia-nya masih tetap kuat. "Kalau mau fair, maskapai penerbangan kita juga harusnya bisa masuk Malaysia. Bukannya malah dipersulit," tegasnya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemhub, Herry Bakti mengatakan, posisi (saham) Air Asia saat ini 51 persen adalah milik Indonesia, sementara Malaysia 49 persen. Soal permintaan anggota DPR agar perjanjian kerjasama dengan Malaysia ditinjau lagi, Herry mengatakan akan diamati lagi.

"Untuk Air Asia, saya usulkan dibahas kembali di pertemuan lain. Perlu diketahui, Air Asia Indonesia lebih banyak melayani rute internasional daripada domestik. Rute domestik yang dilayani Air Asia hanya 7 (tujuh) saja," terangnya. (esy/jpnn)

David-80
July 13th, 2010, 04:56 AM
Pernyataan pedas juga diungkapkan oleh Michael Watimena. "Kalau ada wartawan di sini, tolong dicatat. Air Asia itu binatang macam apa, yang wara-wiri di bumi pertiwi kita dan mendapat protection dari pemerintah? Apa sih hebatnya Air Asia itu?" ketus anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Papua Barat ini.

Seorang wakil rakyat kok bicara nya kayak gini...hebat banget..

cheers

Balaputradewa
July 13th, 2010, 05:36 AM
^^ haha iya..minta "dicatat" lagi.. :ohno:

carloanggrio
July 13th, 2010, 05:49 AM
memang perkataannya agak ketus ..
tapi melihat inti masalahnya bener juga apa yg dikatakan/diusulkan oleh anggota DPR tsb..
kalo mau fair ya maskapai indonesia juga harus boleh menerbangi jalur domestik malaysia..
toh di jalur domestik kita sendiri masih banyak airlines yang mampu melayaninya ..

greatstyo
July 13th, 2010, 05:55 AM
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemhub) oleh DPR diminta membatasi frekuensi penerbangan maskapai Air Asia di Indonesia. Meski berlabel Indonesia, Air Asia dinilai sebagai maskapai penerbangan asing yang harus diawasi dan diperketat izin-izinnya.

kalo semua syarat2 yang harus dipenuhi sudah beres semua kenapa harus dipersulit? airasia bisa buka rute ke aussie karena lolos auditnya CASA, sedangkan maskapai XXXX yang dari dulu ngajuin gagal terus kalo diaudit.
masa' dari pihak aussie saja mengijinkan malah dari pihak indonesia mempersulit? ini maskapai punya indonesia juga kok.

"Kenapa Air Asia yang milik Malaysia bisa bebas di Indonesia? Kok penerbangan kita tidak bisa ke Malaysia?" ujar Ketua Komisi V DPR RI, Yasti Mokoagow, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kemhub, Rabu (19/5).

sebenernya bisa kok kalo bisa memenuhi syarat2 yang ada disana, masing2 negara kan punya undang2 sendiri yang berbeda dengan negara lainnya. jadi jangan disamakan lah peraturan yang ada di indonesia dengan di malayasia masalah pembentukan badan hukum.

Yasti meminta agar Kemhub frekuensi penerbangan Air Asia itu dibatasi, hingga ada pembicaraan lebih lanjut. Disebutkannya, jika ada Air Asia (ke) Indonesia, Garuda Indonesia-Malaysia mustinya juga harus bisa. "Jangan enaknya di Malaysia, nggak enaknya di kita dong," kritiknya.

bisa sih bisa, masalahnya mau nggak Garuda bikin Garuda Indonesia-Malaysia? ada maskapai yang mau bikin maskapai XXXX Malaysia tapi nggak bisa memenuhi syarat disana gimana dong? mau bikin di australia juga ditolak karena permasalahan standar keselamatan.

Pernyataan pedas juga diungkapkan oleh Michael Watimena. "Kalau ada wartawan di sini, tolong dicatat. Air Asia itu binatang macam apa, yang wara-wiri di bumi pertiwi kita dan mendapat protection dari pemerintah? Apa sih hebatnya Air Asia itu?" ketus anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Papua Barat ini.


udah ketauan kok yang binatang siapa..
hebatnya airasia? rutenya nggak dipunyai oleh maskapai lain dalam negeri, websitenya bagus, zero accident tahun 2009 dan mudah2an tahun 2010 juga (nggak kayak maskapai XXXX yang punya indonesia sendiri tapi banyak incident dan accident), pelayanannya cukup bagus menurut saya untuk maskapai LCC.


harusnya itu pemerintah ngelindungin maskapai yang punya standar keselamatan tinggi, eh malah mau nendang maskapai yang safety recordnya bagus. apakah maskapai XXXX yang punya standar keselamatan yang rendah yang harus dilindungi? harusnya itu maskapai XXXX tuh yang ditendang:bash:

atau jangan2 ini adalah sebuah titipan maskapai XXXX kepada anggota DPR agar lawan2nya nggak bisa berkembang?:ohno:

alamobulava
July 13th, 2010, 07:41 AM
Ada kabar dari Kertajati...

VIVAnews - Pembebasan lahan bakal Bandara Kertajati yang digagas Pemprov Jawa Barat diharapkan tuntas tahun ini. Pemprov Jabar menargetkan pada 2012 nanti pekerjaan konstruksi bandara sudah dapat dimulai. Untuk membebaskan lahan ini butuh dana sebesar Rp 165 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dicky Satomi mengungkapkan, dana yang tersedia untuk pembebasan lahan seluas 530 hektar itu baru sebesar Rp 50 miliar.

“Awal 2010 ini sudah disiapkan dana Rp 50 miliar, baru cair 10 persennya. Sisanya di triwulan kedua,” ujar Dikcy disela-sela Rapat Kerja Bupati dan Walikota se-Jawa Barat di Hotel Horison,Bandung, Selasa, 13 Maret 2010.

Menurutnya, sisa dana Rp 115 miliar dapat diajukan melalui APBD Perubahan. Jika sesuai dengan rencana maka tahun 2011 Pemprov Jabar sudah dapat melakukan pertemuan dengan para investor untuk membangun bandara. Setelah itu pada 2012 pembangunan bandara sudah bisa dimulai. “Yang penting lahannya dulu kita siapkan agar bargaining kita kuat ke investor,” ujarnya.

Menurutnya sudah banyak investor yang tertarik dalam pembangunan Bandara Kertajati, salah satunya dari China. “China bersedia masuk untuk investasi. Kan mereka sudah berinvestasi dalam pembangunan waduk Jatigede,” ucapnya.

Menurutnya bandara Kertajati terletak di Majalengka dan akan menjadi bandara sekelas internasional dengan luas lahan sebesar 1.800 hektar. Bandara ini nantinya akan terpadu dengan kota mandiri Aeroscity dengan total luas lahan 5.300 hektar. Dengan pembangunan ini diharapkan dapat membangun perekonomian Jawa Barat bagian timur.

“Bandara ini untuk mengembangkan perekonomian Jawa Barat bagian timur. Selain itu diharapkan dapat mengurangi kepadatan Bandung,” ujarnya.

Link (http://bisnis.vivanews.com/news/read/143712-pembebasan_lahan_bandara_kertajati_rp165_m)
Kabar baik buat Jawa Barat :D

sasamakan
July 13th, 2010, 11:53 AM
^^ Dasar wakil rakyat macam apa itu dia :ohno:
Udah jelas safety nya bagus, malah dicerca. Makanya maskapai dalam negeri benahin juga dong

Sizter85
July 13th, 2010, 12:03 PM
^^

Sepertinya beliau (anggota komisi V DPR Pusat dari Papua) tsb, mesti diberi 'pencerahan' lebih lagi ttg dunia aviasi sebelum 'angkat' bicara dpn publik bhkan published,..:ohno:

Sikap Nasionalis mmg perlu, tetapi kita pun juga harus melihat reality yg ada, jng yg 'Low' di lindungi, dan memusuhi yg berprestasi.. justru pemerintah seharusnya bisa memanfaatkanya dg mempelajari cara kerja maskapai 'berprestasi' tsb agar dapat diterapkan ke tubuh maskapai yg 'Low' ini :cheers:

sasamakan
July 13th, 2010, 12:42 PM
^^ Tau, malah yang "binatang" yang dilindungi, dasar gila :ohno:
Yang jelek2 milik sendiri dibanggakan, yang bagus milik orang lain dicerca

greatstyo
July 13th, 2010, 01:38 PM
^^ Tau, malah yang "binatang" yang dilindungi, dasar gila :ohno:
Yang jelek2 milik sendiri dibanggakan, yang bagus milik orang lain dicerca

bukan milik orang lain juga kok, kan 51% sahamnya punya orang indonesia:bash:

sasamakan
July 13th, 2010, 04:38 PM
bukan milik orang lain juga kok, kan 51% sahamnya punya orang indonesia:bash:
Nah itu dia, kalo menurut saya sih ada kompornya disini :banana::banana:

David-80
July 14th, 2010, 12:59 AM
bukan milik orang lain juga kok, kan 51% sahamnya punya orang indonesia:bash:

selain itu, SDM nya juga orang Indonesia semua, kan bagus buat lapangan kerja kita...

kalo mau fair ya maskapai indonesia juga harus boleh menerbangi jalur domestik malaysia..
toh di jalur domestik kita sendiri masih banyak airlines yang mampu melayaninya ..

Boleh2 aja kok, tapi persyaratan safetynya terpenuhi ga? market ada ga main di domestik malaysia?

cheers

greatstyo
July 14th, 2010, 04:24 AM
selain itu, SDM nya juga orang Indonesia semua, kan bagus buat lapangan kerja kita...

Boleh2 aja kok, tapi persyaratan safetynya terpenuhi ga? market ada ga main di domestik malaysia?

cheers

ya ini lah broo, mereka nggak berpikir realistis. banyak maskapai asing yang ingin masuk ke indonesia ya karena pasarnya masih tinggi. sedangkan di malaysia seberapa sih pasarnya? ntar udah buka disana malah bangkrut lagi..:nuts:

VRS
July 15th, 2010, 02:58 AM
diajak dulu ketua komisi V DPR papua tsb naik air asia...., agar dia bisa merasakan kelebihan maskapai tsb dgn budget yg seadanya, mungkin selama ini dia tak pernah naik air asia...
selepas naik air asia, nak pasti dia berubah

Kopassus
July 15th, 2010, 04:52 AM
diajak dulu ketua komisi V DPR papua tsb naik air asia...., agar dia bisa merasakan kelebihan maskapai tsb dgn budget yg seadanya, mungkin selama ini dia tak pernah naik air asia...
selepas naik air asia, nak pasti dia berubah

Pemeliharaan AA bagus, tapi layanan pelanggan jelek sekali, nga bole bawa makanan sendiri, bayar utk koper..
Selalu 2 jam terlambat juga....

greatstyo
July 15th, 2010, 04:58 AM
Pemeliharaan AA bagus, tapi layanan pelanggan jelek sekali, nga bole bawa makanan sendiri, bayar utk koper..
Selalu 2 jam terlambat juga....

selalu? saya pikir tidak, karena setiap saya menggunakan jasa AirAsia selalu ontime kok. jadwal bisa kacau semua dong kalo selalu delay 2 jam setiap penerbangan. :)

kalo untuk nggak boleh bawa makanan sama bayar untuk bagasi itu memang strateginya LCC. LCC diluar negeri juga begitu, Ryan Air malah jauh lebih parah dibanding AirAsia, check in aja harus bayar:nuts:

Kopassus
July 15th, 2010, 07:55 AM
selalu? saya pikir tidak, karena setiap saya menggunakan jasa AirAsia selalu ontime kok. jadwal bisa kacau semua dong kalo selalu delay 2 jam setiap penerbangan. :)

kalo untuk nggak boleh bawa makanan sama bayar untuk bagasi itu memang strateginya LCC. LCC diluar negeri juga begitu, Ryan Air malah jauh lebih parah dibanding AirAsia, check in aja harus bayar:nuts:

Check in harus bayar....
Nanti juga harus bayar sewa trolley:weird:

tollfreak
July 15th, 2010, 11:51 AM
selalu? saya pikir tidak, karena setiap saya menggunakan jasa AirAsia selalu ontime kok. jadwal bisa kacau semua dong kalo selalu delay 2 jam setiap penerbangan. :)

kalo untuk nggak boleh bawa makanan sama bayar untuk bagasi itu memang strateginya LCC. LCC diluar negeri juga begitu, Ryan Air malah jauh lebih parah dibanding AirAsia, check in aja harus bayar:nuts:

Jangankan LCC di luar negeri, full service carrier di US kyk delta sm American aja charge untuk baggage. Baggage Charge AA (Rp 30,000-CMIIW kl udah berubah) juga lebih murah ketimbang jetstar ($10)

Sizter85
July 15th, 2010, 01:48 PM
Kamis, 15/07/2010 12:58:04 WIB
Jetstar Airways ingin pacu penerbangan ke Bali
Oleh: Hendra Wibawa

JAKARTA (Bisnis.com): Dua maskapai penerbangan Australia tertarik untuk menambah frekuensi penerbangan ke Bali guna merebut pasar penerbangan turis asal negara itu.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay mengatakan kedua maskapai itu adalah Jetstar Airways, operator penerbangan bertarif murah Australia, dan satu maskapai lainnya.

"Pihak Australia ada dua maskapai yang berminat tambah [frekuensi penerbangan] ke Bali. Salah satunya Jetstar, untuk satunya saya lupa namanya," katanya hari ini.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Bisnis.com menyebutkan maskapai lain yang berminat itu adalah Virgin Blue, grup maskapai penerbangan Australia.

Menurut Herry, penambahan frekuensi penerbangan maskapai Australia itu sebagai kompensasi keinginan dari dua maskapai Indonesia, yakni Lion Air dan Sriwijaya Air, terbang ke Austrlia mulai tahun ini.

Selama ini, kata Herry, dua maskapai Indonesia yakni Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia telah melayani penerbangan ke Australia dari Denpasar dan Jakarta.

Dia mengungkapkan pihaknya telah menugaskan Direktur Angkutan Udara Kemenhub Tri S. Sunoko untuk melakukan negosiasi membahas perjanjian angkutan udara Indonesia-Australia mulai 14 Juli hingga 16 Juli 2010.

"Kita tunggu saja hasilnya, tidak patut kalau belum ada kesepakatan kita membukanya," ujar Herry.(er)

sasamakan
July 15th, 2010, 01:51 PM
^^ SJ dan JT??? Serius tuh??

Sizter85
July 15th, 2010, 01:54 PM
^^Klau JT kn mmg sdh berambisi dari dl ingin buka pelayanan kesana,.. klo SJ gw malah br denger skrg :cheers:

gatotkaca
July 15th, 2010, 02:02 PM
^^
sama, mang sj mo kesana, bukannya dia mau di domestik dan asean dulu

Ocean One
July 16th, 2010, 02:55 PM
PT Angkasapura II Investasi Rp 6 Triliun Tahun Depan
Jum'at, 16 Juli 2010


TEMPO Interaktif, Bandung -PT Angkasapura II Persero menyiapkan dana investasi buat pembangunan bandara III Soekarno-Hatta Tanggerang, Banten sebesar Rp 6 triliun. Investasi sebesar ini untuk mengejar tambahan kapasitas penumpang sebanyak 20 juta penumpang. "Kita akan mengejar pertumbuhan kapasitas," kata Eddie Haryoto, Direktur Utama PT Angkasa Pura II di Bandung, Jawa Barat hari ini.

Pada tahun ini Angkasapura II melakukan investasi Rp 3 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 1,4 triliun untuk pengembangan bandara Kualanamu Medan. Sisanya untuk pengembangan bandara Tanjungpinang, Pontianak, Pekanbaru dan Bandung.

"Pertumuhan penumpang sudah melebihi 100 ribu, ini melampaui dibandingkan bandara negara ASEAN," ujarnya. Sehingga Angkasapura II berkejaran antara pertumbuhan penumpang dengan kapasitas penumpang.

Ocean One
July 16th, 2010, 03:30 PM
Malaysia Airlines Terbang Perdana Ke Bandung
Jum'at, 16 Juli 2010


TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur -Malaysia Airlines, maskapai penerbangan plat merah Malaysia, memulai penerbangan perdananya ke Bandung hari ini. Boeing B737-800 yang digunakan dalam penerbanagan perdana ini lepas landas dari Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pukul 01.30 waktu Malaysia.

Selanjutnya, pesawat yang membawa 144 penumpang termasuk Menteri Transportasi Malaysia, Kong Cho Ha ini dijadwalkan mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung pukul 02.30 Waktu Indonesia Barat.

CEO Malaysia Airlines, Azmil Zahruddin menyatakan, Bandung merupakan salah satu target perusahaannya untuk memperluas tujuan lainnya di Indonesia. "Kami ingin menambah frekuensi dan kapasitas penerbangan," ujarnya. "Selain juga memperkenalkan beberapa tujuan baru ke Indonesia."

Untuk tahun ini saja, Malaysia Airlines telah membuka dua jalur penerbangan baru. Awal tahun lalu, ujarnya, maskapai negeri jiran itu membuka penerbangan ke pusat eksplorasi minyak Dammam di Arab Saudi. "Bandung adalah tujuan kami yang kedua tahun ini. Dan kami masih berencana untuk membuka jalur tujuan baru lainnya," kata DIrektur Malaysia Airlines, Munir Majid.

Adapun Kong Cho Ha menyatakan optimistisnya atas rute baru ini. Permintaan penerbangan Malaysia-Indonesia selalu tinggi. Tahun lalu saja Malaysia Airlines telah membawa 800.000 penumpang dari dan ke Indonesia. "Saya sangat bergembira dengan langkah Malaysia Airlines membuka penerbangan ke Bandung" kata Kong Cho Ha yang juga turut serta dalam penerbangan perdana ini.

Sebelum ke Bandung, Malaysia Airlines juga telah membuka penerbangan ke beberapa kota besar Indonesia diantaranya Jakarta, Denpasar, Medan, Surabaya dan Yogyakarta.

Sizter85
July 16th, 2010, 03:38 PM
^^

B737-800.. Is it true ?? Bukannya 737-400,.. r/w Husein apa sdh capable melayani jenis NG :naughty:

Ocean One
July 16th, 2010, 03:49 PM
Adi Sucipto Susul Soeta dan Ngurah Rai
Jumat, 16 Juli 2010


JAKARTA, KOMPAS.com — Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta akan segera menyusul Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, untuk memiliki izin restitusi turis asing.

Direktur Perpajakan I yang membidangi PPN, Suryo Utomo, mengatakan bahwa mereka sudah menerima proposal dari Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. "Sudah kami terima dan Dirjen Pajak sedang mempertimbangkannya," ungkapnya di Kantor Ditjen Pajak, Jumat (16/7/2010).

Bandara Adi Sucipto juga tertarik setelah Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai memberlakukan pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) bagi turis asing yang bertransaksi minimal Rp 5 juta di ritel tertentu di Jakarta dan Bali. Turis tinggal membawa bukti belanja dan barang yang akan dibawa pulang ke negeri asalnya di bandara. Setelah itu, sistem online yang menghubungkan bandara dan peritel tertentu yang menjadi tujuan belanja turis tersebut akan memberikan konfirmasi. Jika sesuai, maka pihak bandara akan mengembalikan pajak si turis.

Sejak April hingga 28 Juni 2010, total permohonan restitusi yang diajukan mencapai 156 permohonan senilai Rp 128 juta. Namun, yang baru direalisasikan oleh Ditjen Pajak sebesar Rp 70 juta. Total pengembalian terbanyak terjadi di Bali, dan bertambah dari bulan ke bulan.

greatstyo
July 16th, 2010, 09:04 PM
^^

B737-800.. Is it true ?? Bukannya 737-400,.. r/w Husein apa sdh capable melayani jenis NG :naughty:

yupzz emang 737-400, seperti biasa jurnalisnya ngawur..:rofl:

Kopassus
July 17th, 2010, 04:31 PM
yupzz emang 737-400, seperti biasa jurnalisnya ngawur..:rofl:

I dont understand why they never check what they have written.:ohno:
As far as i know MAS has only a couple (3?) of 738s...

GARUDA 777
July 17th, 2010, 06:22 PM
Boeing B737-800 yang digunakan dalam penerbanagan perdana ini lepas landas dari Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pukul 01.30 waktu Malaysia.

Selanjutnya, pesawat yang membawa 144 penumpang termasuk Menteri Transportasi Malaysia, Kong Cho Ha ini dijadwalkan mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung pukul 02.30 Waktu Indonesia Barat.

Ini satu lagi ngawurnya, kasih jam gak dikasih keterangan. Udah kaget aja tadi bayangin MH mau terbang dinihari ke BDO. Apa susahnya sih tulis 13:30 & 14:30 atau AM & PM? :nuts:

GARUDA 777
July 17th, 2010, 08:55 PM
Kamis, 15/07/2010 22:11 WIB
Batavia Air Mendarat Darurat
Penumpang Sempat Panik Dengar Dua Ledakan di Udara

Pesawat Batavia Air jurusan Pekanbaru-Jakarta mendarat darurat di Bandara Sultan Syarif Kasim. Penumpang sempat panik karena mendengar dua kali ledakan di bagian sayap pesawat beberapa saat setelah tinggal landas.

"Pada saat take off mesin terdengar kasar, sekitar lima menit terdengar ledakan cukup kuat, penumpang berteriak panik. Penumpang makin panik karena lima belas menit kemudian terdengar ledakan lagi di sayap sebelah kiri dan terlihat mengeluarkan api," ujar salah seorang penumpang yang juga PNS Kemendiknas, Amir Husein (46) saat ditemui detikcom di bandara Sultan Syarif Khasyim, Pekanbaru, Riau, Kamis (15/7/2010).

Amir menyampaikan Pilot tidak menjelaskan terkait ledakan tersebut. Pilot hanya menyampaikan bahwa ada gangguan teknis dan oleh karenanya harus dilakukan pendaratan darurat.

"Pilot menyampaikan akan dilakukan pendaratan darurat di Pekanbaru dan oleh karena itu harus menghabiskan bahan bakar dengan berputar-putar selama dua jam. Kita mutar-mutar sekitar dua jam dari pukul 18.45 WIB sampai pukul 20.45 WIB," papar Amir.

Amir menyanpaikan selama dua jam berputar di udara penumpang prores kepanasan. Sebab AC pesawat tidak dinyalakan.

"Namun pada saat mendarat berjalan lancar, semua penumpang tepuk tangan," terangnya.

Isak Tangis Keluarga

Pantauan detikcom di bandara Sutan Syarif Khasyim para penumpang pesawat disambut isak tangis keluarga. Sebagian besar penumpang memang berasal dari Riau.

"Keluarga panik karena mendapat kabar pesawat meledak," terang Amir.

Keluarga penumpang pun langsung menyambut dengan pelukan. 180 penumpang pesawat dengan keluarganya saat ini sedang menunggu jadwal penerbangan pengganti di depan loket Batavia Air setempat.(van/gah)
__________________________________________________________________________

Aircraft involved was its A320-200. Bisa jadi bird strike, tapi jadi seram mau recommend airline ini ke adik saya yg mau pulang ke Bali minggu depan :ohno:. Mudah2an A330-200 nya tidak akan sering mengalami insiden.

Go Ahead Eagles
July 18th, 2010, 10:56 AM
Seperti ini kah kejadiannya. Sorry kalau videonya OOT. Tapi kalau dibaca dari beritanya spertinya kejadiannya persis sama. Malang benar nasib si burung.
uYNpB-8_BSo

GARUDA 777
July 18th, 2010, 11:52 AM
^^

Betul, sepertinya memang mirip dengan yg ini. Untung saja tidak masuk ke kedua mesin. Kalo iya kan ending nya akan seperti US Airways yg nyemplung ke Hudson River. Nah, kalo di Pekanbaru yg ada langsung menghantam tanah, secara mencari sungai di kegelapan malam akan jauh lebih sulit. Untung Allah SWT masih melindungi penerbangan Batavia Air tsb, yg masih mampu berputar2 hampir 2 jam sebelum landing dengan selamat.

carloanggrio
July 18th, 2010, 01:05 PM
tapi kalo yang di dalam videonya itu gara2 seekor burung deh yang msk ke mesin pesawatnya ..

sasamakan
July 18th, 2010, 02:02 PM
^^ Ya mungkin aja kalo kasus pada batavia ada burung yang masuk, serem juga ya cuma gara2burung doang :ohno:

kapatabang
July 19th, 2010, 11:30 PM
http://www.flightglobal.com/articles/2010/07/19/344782/farnborough-kartika-intends-to-build-160-strong-fleet.html

:cheers:

Sizter85
July 20th, 2010, 03:19 AM
Ditawarkan 4.000 Kursi ke Australia
Selasa, 20 Juli 2010

JAKARTA, Tribun - Otoritas Penerbangan RI menawarkan kepada maskapai nasional untuk membuka atau menambah rute penerbangan ke Australia.

Lembaga ini menawarkan potensi pasar 4.000 kursi penerbangan tambahan untuk tujuan Negeri Kanguru.
Direktur Angkutan Udara, Kementerian Perhubungan, Tri S Sunoko, mengatakan, sesuai perjanjian bilateral RI-Australia, maskapai Indonesia diperbolehkan menambah penerbangan sebanyak 4.000 kursi.
Sesuai kesepakatan dalam perundingan yang dilakukan 14-15 Juli 2010, kedua negara menyepakati penambahan jumlah kursi penerbangan dari 10.800 kursi menjadi 14.800 kursi per pekan.
"Maskapai dipersilakan untuk mendaftar dulu ke Kemenhub untuk diseleksi," kata Tri di Jakarta, Senin (19/7).
Menurutnya, maskapai yang akan diseleksi adalah yang telah memenuhi Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 129 mengenai keselamatan dan armada penerbangan.
"Pemerintah juga akan melihat manajemen perusahaannya. Yang jelas, yang aman dan baik manajemennya yang diperbolehkan ke Australia," tegasnya.
Selama ini, Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia telah menggunakan jatah 10.800 kursi untuk menerbangi Australia.
Kemungkinannya, 4.000 kursi tambahan itu akan diperebutkan antara Lion Air, Batavia Air, Sriwijaya Air, dan Mandala.
Sementara dengan sistem resiprokal, maskapai asal Australia juga mendapatkan jatah dengan jumlah kursi yang sama.
Tiga maskapai Australia telah terbang ke Indonesia yaitu Qantas, Pacific Blue, dan Jetstar. Rute-rute yang paling diminati penumpang adalah Denpasar ke berbagai kota di Australia.(Tribunnews/ewa)

Diperebutkan Batavia dan Sriwijaya
Manajer Humas Batavia Air, Eddy Haryanto, mengatakan, Batavia kemungkinan bakal menggunakan kesempatan melayani rute Denpasar-Perth (Australia).
"Kemungkinan tercepat adalah penerbangan Denpasar-Perth karena penerbangannya tidak lama sehingga bisa menggunakan pesawat Airbus A320," katanya.
Sriwijaya Air juga mengincar rute yang sama. Juru bicara Sriwijaya Air, Hanna Simatupang, mengatakan, pihaknya telah mengusulkan melayani penerbangan Denpasar-Perth sejak tahun lalu, tetapi belum mendapat tanggapan dari pemerintah.
Sriwijaya Air telah menyiapkan pesawat Boeing 737-400 untuk dioperasikan melayani penerbangan internasional tersebut.
"Kwartal IV nanti pesawat Boeing 737-500 diproyeksikan. Nantinya akan dioperasikan ke Australian," ujar Hanna.(Tribunnews/ewa)

nowan
July 20th, 2010, 04:01 AM
http://www.flightglobal.com/articles/2010/07/19/344782/farnborough-kartika-intends-to-build-160-strong-fleet.html

:cheers:

Yang 30 unit sudah firm order ya.. wow, rebutan parkir dengan Lion ntar :)
Pertengahan 2012 direncanakan sudah dpt dioperasikan.

Kopassus
July 20th, 2010, 09:56 AM
http://www.flightglobal.com/articles/2010/07/19/344782/farnborough-kartika-intends-to-build-160-strong-fleet.html

:cheers:

from Kompas:
Kartika Airlines Pesan 30 Jet Sukhoi
Selasa, 20 Juli 2010 | 12:10 WIB
KOMPAS/ SOELASTRI SOEKIRNO


JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai Kartika Airlines memastikan pemesanan 30 unit pesawat Sukhoi SuperJet 100 (SSJ-100) buatan Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC). Sejalan dengan itu, dilakukan penandatangan Customer Support Agreement dengan Powerjet untuk pemeliharaan mesin SaM146.

Ke-30 pesawat Sukhoi itu, akan dikirimkan mulai pertengahan 2012 hingga tahun 2014. Tiap pesawat didesain berkapasitas 98 kursi penumpang. Demikian siara pers Kartika Airlines, Selasa (20/7/2010), yang dikirim dari Inggris.

Spesifikasi dari The SSJ-100, dinilai Kartika Airlines sangat tepat. CEO Kartika Airlines, Mulia, mengatakan, pasar Indonesia sangat terbuka luas untuk pesawat berpenumpang 100 orang.

PT Dirgantara Indonesia (DI) akan pula dilibatkan oleh Kartika Airlines untuk pemeliharaan dan perawatan bagi pesawat-pesawat baru Kartika Airlines.


Hebat juga ya,a 2nd class low budget carrier with a couple of old 732s can afford to buy a complete hypermodern fleet.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/76/Superjet-100-95-RA-97003-UUBW.jpg/800px-Superjet-100-95-RA-97003-UUBW.jpg

Aeroflot juga pesan 30 SSJ-100,Malev Hungarian 15+15 options.

ruperdo
July 20th, 2010, 03:46 PM
Warga Hadang Pendaratan Pesawat
Selasa, 20 Juli 2010


JAMBI, TRIBUN - Sebanyak 20 warga menghalau pesawat yang hendak landing di Bandara Sultan Thaha Jambi. Pilot pesawat dari maskapai Lion yang hendak mendarat memutuskan terbang kembali karena melihat warga menduduki landas pacu, Senin (19/7).
Aksi berbahaya yang dilakukan warga RT 13 Kelurahan Talang Bakung Kota Jambi dengan duduk di landas pacu lantaran warga kesal terhadap pihak Bandara Sultan Thaha. Pihak bandara belum juga menjawab tuntutan mereka untuk membuat drainase atau saluran di sekitar tempat perluasan landas pacu untuk mencegah banjir.
Sekitar satu jam dimulai sekitar pukul 09.00 mereka melakukan aksi duduk tepat di jalur landas pesawat tanpa rasa takut. Sebuah pesawat Lion yang hendak turun terpaksa naik lagi sebelum akhirnya berhasil mendarat . Aksi tersebut dilakukan warga supaya pihak bandara segera merespon tuntutan mereka. Petugas bandara yang melihat aksi tersebut akhirnya menemui warga dan melakukan pembicaraan mengenai banjir yang meluap ke rumah mereka.
"Setiap kali hujan rumah warga terkena banjir. Sudah lama kami mengadu tapi tidak ada tindak lanjut," kata Rustamanto, warga RT 13.

Banjir tersebut, menurut Rustam disebabkan tiga hal. Pertama karena perluasan bandara yang tidak disertai pembuatan saluran air. Kedua penimbunan saluran air yang sebelumnya telah ada disana oleh PT VOC dengan tanah, dan yang ketiga rusaknya pipa air di dalam tanah. Akibatnya rumah warga RT 13 di kawasan timur bandara, sepanjang kiri-kanan Jalan Lingkar Selatan tergenang air hingga sebatas lutut.

"Akibatnya air selalu masuk rumah kami kalau hujan," kata Anto, yang juga warga.

Janji-janji
Kemarin warga telah mendatangi PT VOC dan meminta supaya perusahaan yang bergerak di alat berat tersebut membuat saluran air. Hasilnya, pihak perusahaan menjanjikan akan membuat saluran air seminggu terhitung mulai hari Senin.

"Perusahaan yang buat saluran air, untuk pemeliharaannya warga kan bisa kerja bakti," kata Anto. Kepada Tribun warga mengatakan Senin depan akan menunggu hasilnya, kalau tidak warga akan menutup pintu gerbang gudang PT VOC.
GM Angkasa Pura II Basuki Mardiyanto yang kemarin digantikan pejabat baru Abioso ketika ditanya Tribun mengenai aksi warga tersebut belum bisa memberi keterangan lebih lanjut.
"Nanti akan dievaluasi lagi, apa benar air banjir tersebut disebabkan karena perluasan bandara," jelasnya. Dirinya mengatakan selebihnya nanti bisa melakukan kontak dengan GM yang yang baru.
Banjir di RT 13 ada terdiri dari dua bagian, di sebelah barat jalan dan di sebelah timur jalan lingkar. Dalam penjelasannya, Rustam menjelaskan, kalau rumah warga di sebelah barat jalan banjir disebabkan perluasan bandara yang tidak ada salurannya. Sedangkan banjir di sebelah timur jalan lingkar, disebabkan saluran air yang sebelumnya ada ditimbun tanah oleh PT VOC.

Hujan yang cukup lama dini hari kemarin (19/7) membuat air meluap sampai bibir jalan lingkar. Selain menggenangi rumah warga sampai sebatas lutut kaki, banjir sejak dinihari membuat kemacetan yang cukup panjang, sekitar 2,5 kilometer dari belakang bandara sampai dengan Simpang Ahok.

Dalam pantauan Tribun, truk, mobil pribadi sampai dengan sepeda motor terpaksa harus berjalan perlahan. Kendaraan harus berhati-hati karena banyaknya lubang serta jalan yang licin, kendaraan berjalan dengan memilih jalan yang tidak digenangi air. Pagi sekitar pukul 09.00, di depan kamera Tribun, seorang pengendara sepeda motor masuk ke dalam lubang yang dalamnya selutut. (sud/day)

:wallbash::wallbash: sinting..

ruperdo
July 20th, 2010, 03:48 PM
Infrastruktur Bandara Prioritas GM Baru



JAMBI - Perbaikan infrastruktur Bandara Sultan Thaha Jambi menjadi prioritas Abisono, selaku General Manager yang baru Angkasa Pura II menggantikan M Basuki Mardiyanto yang dipercaya memimpin Bandara Iskandar Muda Aceh. "Pimpinan yang lama sudah memberikan landasan yang kuat dalam mengembangkan Bandara Sultan Thaha Jambi. Berbagai fasilitas penunjang sudag didirikan demi kepuasan konsumen,"pungkas Abisono disela-sela serah terima jabatan di kantor Bandara Sultan Thaha Jambi. Abisono juga menambahkan selain fasilitas yang sudah memadai seperti perluasan bandara, pembangunan terminal baru, dan fasilitas lainnya, pihaknya akan tetap membangun insfrastruktur bandara. "Kami ingin mempersingkat waktu masyarakat yang melakukan penerbangan keluar, tidak harus transit ke Jakarta, tapi langsung ke tempat tujuan. Tapi hal ini harus memerlukan dukungan dari semua pihak agar misi kami dapat tercapai,"ujarnya.

Sementara itu selain pergantian General Manager, juga ada pergantian Kadiv ADCOM Saylani menggantikan Zulhisni, dan Yudho Ariyanto, sebagai Junior Manager Komersial menggantikan Indah Wijayanti. Turut hadir dalam perkenalan pimpinan baru Angkasapura II Bandara Sultan Thaha Jambi, jajaran manageriala PT Angkasapura II Bandara Sultan Thaha Jambi, pimpinan Maskapai penerbangan, pimpinan perbankan dan tamu undangan lainny.

David-80
July 20th, 2010, 04:24 PM
Warga Hadang Pendaratan Pesawat
Selasa, 20 Juli 2010

Ga abis pikir dengan pola pikir mereka, kalo ada pesawat yang mau emergency landing, dengan membawa nyawa lebih dari 100 orang dan terjadi apa2...gimana ya pertanggungjawaban mereka sebagai warga yang meng DEMO itu? boleh sih demo...tapi kan bisa dengan cara lain...

cheers

rilham2new
July 20th, 2010, 07:21 PM
from Kompas:


Hebat juga ya,a 2nd class low budget carrier with a couple of old 732s can afford to buy a complete hypermodern fleet.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/76/Superjet-100-95-RA-97003-UUBW.jpg/800px-Superjet-100-95-RA-97003-UUBW.jpg

Aeroflot juga pesan 30 SSJ-100,Malev Hungarian 15+15 options.

OMG, Sukhoi SuperJet itu kayak gitu ya :D

Keren juga :D

sasamakan
July 21st, 2010, 11:39 AM
Warga Hadang Pendaratan Pesawat
Selasa, 20 Juli 2010


JAMBI, TRIBUN - Sebanyak 20 warga menghalau pesawat yang hendak landing di Bandara Sultan Thaha Jambi. Pilot pesawat dari maskapai Lion yang hendak mendarat memutuskan terbang kembali karena melihat warga menduduki landas pacu, Senin (19/7).
Aksi berbahaya yang dilakukan warga RT 13 Kelurahan Talang Bakung Kota Jambi dengan duduk di landas pacu lantaran warga kesal terhadap pihak Bandara Sultan Thaha. Pihak bandara belum juga menjawab tuntutan mereka untuk membuat drainase atau saluran di sekitar tempat perluasan landas pacu untuk mencegah banjir.
Sekitar satu jam dimulai sekitar pukul 09.00 mereka melakukan aksi duduk tepat di jalur landas pesawat tanpa rasa takut. Sebuah pesawat Lion yang hendak turun terpaksa naik lagi sebelum akhirnya berhasil mendarat . Aksi tersebut dilakukan warga supaya pihak bandara segera merespon tuntutan mereka. Petugas bandara yang melihat aksi tersebut akhirnya menemui warga dan melakukan pembicaraan mengenai banjir yang meluap ke rumah mereka.
"Setiap kali hujan rumah warga terkena banjir. Sudah lama kami mengadu tapi tidak ada tindak lanjut," kata Rustamanto, warga RT 13.

Banjir tersebut, menurut Rustam disebabkan tiga hal. Pertama karena perluasan bandara yang tidak disertai pembuatan saluran air. Kedua penimbunan saluran air yang sebelumnya telah ada disana oleh PT VOC dengan tanah, dan yang ketiga rusaknya pipa air di dalam tanah. Akibatnya rumah warga RT 13 di kawasan timur bandara, sepanjang kiri-kanan Jalan Lingkar Selatan tergenang air hingga sebatas lutut.

"Akibatnya air selalu masuk rumah kami kalau hujan," kata Anto, yang juga warga.

Janji-janji
Kemarin warga telah mendatangi PT VOC dan meminta supaya perusahaan yang bergerak di alat berat tersebut membuat saluran air. Hasilnya, pihak perusahaan menjanjikan akan membuat saluran air seminggu terhitung mulai hari Senin.

"Perusahaan yang buat saluran air, untuk pemeliharaannya warga kan bisa kerja bakti," kata Anto. Kepada Tribun warga mengatakan Senin depan akan menunggu hasilnya, kalau tidak warga akan menutup pintu gerbang gudang PT VOC.
GM Angkasa Pura II Basuki Mardiyanto yang kemarin digantikan pejabat baru Abioso ketika ditanya Tribun mengenai aksi warga tersebut belum bisa memberi keterangan lebih lanjut.
"Nanti akan dievaluasi lagi, apa benar air banjir tersebut disebabkan karena perluasan bandara," jelasnya. Dirinya mengatakan selebihnya nanti bisa melakukan kontak dengan GM yang yang baru.
Banjir di RT 13 ada terdiri dari dua bagian, di sebelah barat jalan dan di sebelah timur jalan lingkar. Dalam penjelasannya, Rustam menjelaskan, kalau rumah warga di sebelah barat jalan banjir disebabkan perluasan bandara yang tidak ada salurannya. Sedangkan banjir di sebelah timur jalan lingkar, disebabkan saluran air yang sebelumnya ada ditimbun tanah oleh PT VOC.

Hujan yang cukup lama dini hari kemarin (19/7) membuat air meluap sampai bibir jalan lingkar. Selain menggenangi rumah warga sampai sebatas lutut kaki, banjir sejak dinihari membuat kemacetan yang cukup panjang, sekitar 2,5 kilometer dari belakang bandara sampai dengan Simpang Ahok.

Dalam pantauan Tribun, truk, mobil pribadi sampai dengan sepeda motor terpaksa harus berjalan perlahan. Kendaraan harus berhati-hati karena banyaknya lubang serta jalan yang licin, kendaraan berjalan dengan memilih jalan yang tidak digenangi air. Pagi sekitar pukul 09.00, di depan kamera Tribun, seorang pengendara sepeda motor masuk ke dalam lubang yang dalamnya selutut. (sud/day)

:wallbash::wallbash: sinting..

Inilah yang saya benci :bash:
Kalo misalnya ada apa2 gimana, ga mikir banget sih itu nyawa orang ga bisa dimanin-mainin

sasamakan
July 21st, 2010, 01:29 PM
Wow Air Asia rencananya akan terbang ke Seoul, Pihak QZ yang memberitahu seperti itu :D
Tapi belom tahu apakah QZ atau AK yang akan mengoperasikannya :(

gatotkaca
July 21st, 2010, 02:06 PM
^^
mudah2an QZ, jadi biar makin berkembang maskapai negara kita

sasamakan
July 21st, 2010, 02:10 PM
^^ Saya juga berharap begitu :D
Dan setelah saya lihat Update dari AK sepertinya belom ada kabar mengenai rute ke Seoul ini :D
Yang update hal ini hanya QZ, ya semoga saja memang QZ, QZ, dan QZ. I love this airline so much :D

gatotkaca
July 21st, 2010, 03:50 PM
^^
btw info dr QZ tu internal info ato ada statement resmi om sasamakan?

sasamakan
July 21st, 2010, 04:16 PM
^^ Iya internal, kemarin sempet diberitahu Linknya oleh Air Asia mengenai rute-rute internasional baru yang akan segera dibuka, tetapi saya lupa alamat link tersebut dan saya hanya sepintas membaca "Seoul" pada judul tersebut

greatstyo
July 21st, 2010, 04:43 PM
udah agak lama juga sih, mungkin sekitar 3 minggu yang lalu dikasih tau sama orang QZ bahwa AirAsia akan membuka rute Tokyo dan Seoul. ketika saya tanya balik, operated by QZ atau D7? katanya masih "rahasia".. jadi penasaran juga saya, mudah2an sih ini gebrakan QZ tahun ini dengan membuka rute tersebut plus dengan widebody aircraft.. :D

gatotkaca
July 21st, 2010, 04:49 PM
udah agak lama juga sih, mungkin sekitar 3 minggu yang lalu dikasih tau sama orang QZ bahwa AirAsia akan membuka rute Tokyo dan Seoul. ketika saya tanya balik, operated by QZ atau D7? katanya masih "rahasia".. jadi penasaran juga saya, mudah2an sih ini gebrakan QZ tahun ini dengan membuka rute tersebut plus dengan widebody aircraft.. :D

kalo D7, brarti malaysia punya donk, yah ga seru ah, harus transit dulu kalo mau kesana:ohno:

sasamakan
July 21st, 2010, 04:59 PM
^^ TOKYO?? Waw :D
Hebat sekali Air Asia kali ini, kalo untuk rute Internasionalnya ternyata Maladewa dan Iran juga jadi destinasi berikutnya si AK

Mimihitam
July 21st, 2010, 05:33 PM
KEKURANGAN PESAWAT "WIDE BODY"
Indonesia Minim Penerbangan Luar Negeri

JAKARTA, KOMPAS.com — Terbatasnya jumlah pesawat berbadan lebar (wide body) yang dimiliki maskapai nasional menyebabkan penerbangan internasional masih sangat terbatas.

Tidak seperti yang terjadi pada maskapai di negara tetangga, yaitu Singapura dan Malaysia, yang telah menerbangi sebagian besar negara-negara di dunia.

Maskapai asal Indonesia hanya bisa menjangkau beberapa negara. Masuknya Garuda Indonesia membuka penerbangan ke Belanda diharapkan menjadi pembuka maskapai Indonesia untuk masuk ke negara-negara Eropa lainnya pada masa mendatang.

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Tri S Sunoko mengatakan, terbatasnya penerbangan internasional tersebut disebabkan oleh sedikitnya pesawat berbadan lebar yang dimiliki oleh maskapai nasional.

Saat ini baru Garuda yang memiliki pesawat wide body paling banyak, yaitu tujuh unit, yang terdiri dari empat Airbus A330 dan tiga unit Boeing 747/400.

Sementara Batavia Air mengoperasikan dua Airbus A330, sedangkan Lion Air kini mengandalkan dua unit Boeing 747/400.

"Rata-rata pesawat mereka dioperasikan untuk penerbangan ke Arab untuk memenuhi permintaan penerbangan ke Arab Saudi sehingga untuk penerbangan ke negara lainnya masih kurang," kata Tri Sunoko di Jakarta, Rabu (21/7/2010).

Padahal, jelasnya, sejauh ini Pemerintah RI telah melakukan perjanjian penerbangan dengan sebanyak 71 negara di dunia.

Dari 71 negara tersebut baru terealisasi penerbangan pada 22 negara. Ke-22 negara tersebut adalah Turki, Rusia, Vietnam, Filipina, Kuwait, UAE, Yaman, Qatar, Brunei, Korsel, Jepang, Macau, Jerman, Belanda, Thailand, Arab Saudi, Hongkong, RRC, Taipei, Australia, Malaysia, dan Singapura.

Disebutkannya, dari 22 negara tersebut saja masih ada maskapai asal Indonesia yang belum menerbangi. Dengan demikian, maka penerbangan hanya dilakukan oleh maskapai dari negara lain.

"Seperti dari Qatar, sudah ada Qatar Air yang masuk ke Indonesia, sementara belum ada maskapai Indonesia yang masuk ke Qatar sehingga keuntungannya ditangguk oleh maskapai asal Qatar," ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi pada Turki, Rusia, Kuwait, Yaman, dan Jerman, yang maskapainya telah menerbangi langit Indonesia.

Diharapkan, dengan semakin ekspansifnya maskapai asal Indonesia, negara-negara yang belum diterbangi tersebut akhirnya bisa diterbangi pada masa mendatang.

"Ada maskapai yang akan mendatangkan Airbus dan Boeing ukuran besar. Mereka sudah saatnya berekspansi ke negara-negara yang sudah menjalin kerja sama dengan kita," ucapnya.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/07/21/18514172/Indonesia.Minim.Penerbangan.Luar.Negeri

Mimihitam
July 21st, 2010, 05:34 PM
Lima Maskapai Berebut 4.000 Kursi

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak lima maskapai penerbangan memperebutkan jatah tambahan penerbangan ke Australia.

Mereka memperebutkan 4.000 kursi penerbangan yang dibuka oleh otoritas penerbangan Australia.

Kelima maskapai tersebut adalah Batavia Airlines, Sriwijaya Air, Mandala Airlines, Lion Air, dan Indonesia AirAsia (IAA).

Selain IAA yang sebelumnya telah terbang ke Australia dan hanya mengajukan penambahan frekuensi, empat maskapai lainnya baru mengusulkan pembukaan rute penerbangan ke Negeri Kanguru tersebut.

"Mereka baru mengajukannya pekan ini. Jadi, saat ini masih dalam proses," kata Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Tri S Sunoko di Jakarta, Rabu (21/7/2010).

Mengingat begitu besarnya permintaan maskapai untuk terbang ke Australia, pemerintah menurut Tri akan bersifat adil. Siapa pun akan diberi kesempatan sepanjang memenuhi syarat keselamatan penerbangan.

Menurutnya, otoritas penerbangan akan memeriksa maskpai yang mengajukan usulan tersebut dengan standar Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 129, yaitu akan melalui pemeriksaan kelaikan keselamatan, manajemen perusahaan, operasional, dan persiapan penunjangnya.

Bila prosedur tersebut telah dilalui, maka otoritas penerbangan Australia bakal memeriksa pesawat yang akan dioperasikan ke negeri itu sesuai dengan standar yang ada di negeri itu.

Dia menjelaskan, proses pemeriksaan akan selesai dalam beberapa bulan sehingga pembukaan rute baru tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, perjanjian penerbangan RI-Australia menyepakati penambahan kursi penerbangan ke Australia sebanyak 4.000 kursi per pekan.

Sebelumnya maskapai asal Indonesia telah terbang ke Australia dengan 10.800 kursi. Dengan penambahan tersebut, berarti maskapai Indonesia bisa menerbangkan 14.800 penumpang per pekan.

Secara terpisah, Direktur Niaga Batavia Air Hasudungan Pandiangan mengklaim bahwa pihaknya telah mendapatkan izin terbang ke Australia secara lisan.

Bahkan, maskapai ini telah merencanakan pembukaan rute pertamanya ke negeri tersebut. "Kami secara lisan sudah dapat izin," kata Hasudungan saat dihubungi wartawan.

Dia menyebutkan, pihaknya akan menerbangi Denpasar-Perth dengan pesawat Airbus A320 dalam waktu dekat ini. Adapun penerbangan Denpasar-Sydney dan Denpasar-Melbourne direncanakan menggunakan Airbus A330.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/07/21/18410563/Lima.Maskapai.Berebut.4.000.Kursi

K14N
July 21st, 2010, 08:17 PM
udah agak lama juga sih, mungkin sekitar 3 minggu yang lalu dikasih tau sama orang QZ bahwa AirAsia akan membuka rute Tokyo dan Seoul. ketika saya tanya balik, operated by QZ atau D7? katanya masih "rahasia".. jadi penasaran juga saya, mudah2an sih ini gebrakan QZ tahun ini dengan membuka rute tersebut plus dengan widebody aircraft.. :D

Ini sudah pasti oleh D7, jadi tidak usah banyak berharap sama QZ untuk rute jauh2... Rute2 baru D7 diantaranya ke Seoul, Tokyo, Teheran, Male.

Sementara rute baru QZ yg confirmed baru DPS-DRW aja... ke HKG aja ga buka2 dr CGK

bkz010019
July 23rd, 2010, 06:19 AM
AirAsia Increases Frequencies for Hari Raya

AirAsia is increasing its flight frequencies for selected cities throughout the festive season of Hari Raya between 3 September and 17 September 2010.

The destinations included for the additional flights are Kuala Terengganu (from 3x daily to 9x daily), Kota Bharu (from 6x daily to 12x daily), Langkawi (from 7x daily to 11x daily), Solo (from once daily to 5x daily), Yogyakarta (from once daily to 3x daily), Medan (from 4x daily to 6x daily) and Surabaya (from 4x daily to 8x daily).

Kathleen Tan, Regional Head of Commercial, AirAsia said, “With the additional flights, it will be more convenient for our guests to travel safely and comfortably back to their hometowns and celebrate Hari Raya with their family and loved ones. We hope that by planning and announcing the additional flights earlier, our guests will be able to beat the usual ‘balik kampung’ rush. We have also decided to add frequencies for four Indonesian routes to facilitate the Indonesian workforce in Malaysia to return to their families for Hari Raya. Furthermore, with the Hari Raya break, guests can also take advantage of these additional flights and AirAsia’s low fares for a relaxing break from work.”

Source : http://www.asiatraveltips.com/news10/227-AirAsia.shtml

bkz010019
July 23rd, 2010, 06:27 AM
Cathay Pasific nambah lagi 4x frekuensi penerbangan dr Hongkong - Jkt. Sebelumnya 14x menjadi 18x (terhitung tanggal 02 September 2010)

Dari: http://www.centreforaviation.com/profiles/airlines/cathay-pacific

greatstyo
July 23rd, 2010, 08:58 AM
Cathay Pasific nambah lagi 4x frekuensi penerbangan dr Hongkong - Jkt. Sebelumnya 14x menjadi 18x (terhitung tanggal 02 September 2010)

Dari: http://www.centreforaviation.com/profiles/airlines/cathay-pacific

wow segitu ramainya kah penumpang CX untuk rute ini? bahkan lumayan sering pake A340 atau B77W ke CGK

Sizter85
July 23rd, 2010, 12:19 PM
^^Mudah-mudahan bukan hanya seasonal penambahan frek-nya :D

bkz010019
July 23rd, 2010, 12:51 PM
^^Mudah-mudahan bukan hanya seasonal penambahan frek-nya :D

Mungkin menjelang hari raya dan bulan puasa kaleee (yg jatuh sekitar bln September)... sama halnya dengan Air Asia.... :) Jadi mereka minta nambah 4x lagi... Berharap sih tetap seterusnya 18x...

Tapi pesawat airbus-nya cukup banyak juga yaaa....
http://www.centreforaviation.com/images/profiles/cathay-pacific/1631-340x
Dari : http://www.centreforaviation.com/profiles/airlines/cathay-pacific

Sizter85
July 23rd, 2010, 12:55 PM
Iya,.. CX/Cathay kn emg menyasar rute mid and long haul jd semua fleet mereka wide body semua, klo utk rute2 regionalnya CX memiliki Dragon Air yg akan meng cover semua, sama halnya dg SQ dan Silk Air, Mungkin kurang lebih bgtcu hehe :D

bkz010019
July 23rd, 2010, 01:14 PM
Iya,.. CX/Cathay kn emg menyasar rute mid and long haul jd semua fleet mereka wide body semua, klo utk rute2 regionalnya CX memiliki Dragon Air yg akan meng cover semua, sama halnya dg SQ dan Silk Air, Mungkin kurang lebih bgtcu hehe :D

Thx deh pencerahannya....

GARUDA 777
July 23rd, 2010, 02:05 PM
wow segitu ramainya kah penumpang CX untuk rute ini? bahkan lumayan sering pake A340 atau B77W ke CGK

Kayaknya kasus Juanda di cincai aja tuh demi mendulang ikan sebanyak2nya. Alih2 menuntut, ini malah menambah frekuensi (walaupun memang hanya sektor HKG-CGK). Dipikir2 stupid juga kan, wong avtur di CGK sama SUB sama aja kok :nuts:. Gw sih tetap interest & looking forward sama hasil investigas mereka tuh.

Ocean One
July 23rd, 2010, 06:45 PM
Jumat, 23/07/2010
Bandara Ahmad Yani dipertahankan


SEMARANG (Bisnis.com): Pemkot Semarang memilih mempertahankan Bandara Ahmad Yani, sebab keberadaannya masih dibutuhkan warga Kota Semarang, sehingga pembangunan gedung di tengah kota diharapkan tidak melebihi batas ketinggian 45 m.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Walikota Semarang Sukawi Sutarip berkali-kali melempar wacana pemindahan bandara ke luar kota. Pasalnya, keberadaan bandara di dalam kota dipandang mengganggu aktivitas pembangunan di pusat kota.

Namun, Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengemukakan keberadaan bandara masih diperlukan sehingga yang dibutuhkan sekarang adalah optimalisasi fungsi bandara. “Kita tidak perlu buru-buru menanggapi bahwa bandara harus pindah. Bagaimanapun, kota masih memerlukan itu. Kita perlu persamakan persepsi lagi,” katanya, hari ini.

Dengan keputusan itu, lanjutnya, Pemkot siap menerima konsekuensi yang ada sekarang ini, termasuk soal pembangunan gedung bertingkat yang harus menyesuaikan peraturan. Seperti diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 35/2008 tentang Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan [KKOP] Bandara Ahmad Yani, tinggi bangunan yang masuk area operasi circling dan missed approach tidak boleh lebih dari 45 m.

“Kalau menurut peraturan, bangunan tidak boleh melebihi batas ketinggian, kami siap menaati. Semua izin mendirikan bangunan tidak boleh melanggar ketentuan,” tegasnya.

Hendi, panggilan akrabnya, tidak menampik bahwa sebagai kota metropolitan, Kota Semarang tidak bisa menghindar dari kebutuhan membangun gedung bertingkat. Namun, karena letak bandara dekat dengan pusat kota, perlu ada batasan ketinggian tertentu bagi bangunan di sekitarnya agar tidak mengganggu pergerakan pesawat udara.

Seperti diketahui, UU No 1/2009 tentang Penerbangan sudah mengatur batas ketinggian pada KKOP, kecuali merupakan fasilitas yang mutlak diperlukan untuk operasi penerbangan. Selain itu, juga dilarang membuat halangan (obstacle) dan/atau melakukan kegiatan lain di KKOP yang dapat membahayakan keselamatan.

Terkait adanya sejumlah bangunan yang melanggar batas ketinggian, seperti Hotel Novotel, gedung Unaki dan Paragon City Mall, Hendi akan mengumpulkan satuan kerja perangkat daerah [SKPD] terkait untuk membicarakan masalah itu. “Bagaimanapun bangunan itu sudah telanjur berdiri dan mendapatkan pengesahan dari Pemkot. Saya harus koordinasi dulu dengan dinas-dinas. Saat ini saya belum bisa menyimpulkan sikap apa yang nanti diambil,” jelasnya.

Ocean One
July 23rd, 2010, 06:48 PM
Jumat, 23/07/2010
AirAsia tambah penerbangan di 4 rute


JAKARTA (Bisnis.com): Maskapai Indonesia AirAsia akan menambah frekuensi penerbangan ke empat rute domestik dan satu rute internasional menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Dharmadi, Presiden Direktur Indonesia Air Asia, mengatakan penambahan frekuensi rute di Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Denpasar, Jakarta–Surabaya, Bandung–Denpasar dan Jakarta-Singapura. “Permintaan pasar Indonesia akan penerbangan ke Bali, Jogja, Surabaya dan Singapura sangat besar untuk bulan September mendatang," katanya dalam siaran pers hari ini.

Dia menyatakan pihaknya menambah frekuensi guna mengakomodasikan tingkat pemesanan tiket yang melambung tinggi terlihat dari load factor telah mendekati hampir 100% sejak Juni lalu.

Dharmadi merinci penambahan frekuensi yakni Jakarta – Jogja (dari 2 kali menjadi 4 kali per hari), Jakarta – Denpasar (dari 5 kali menjadi 7 kali per hari), Jakarta – Surabaya (dari 1 kali per hari menjadi 3 kali per hari) dan Bandung – Denpasar (dari sehari sekali menjadi 2 kali per hari).

Untuk penerbangan internasional dari Jakarta ke Singapura yang semula hanya 6 kali per hari dinaikkan menjadi 7 kali per hari. "Kebijakan penambahan frekuensi diterapkan mulai 7 September 2010 hingga 19 September 2010," tegas dia.

Dharmadi menegaskan slogan AirAsia Now Everyone Can Fly merupakan komitmen AirAsia untuk senantiasa menawarkan tiket penerbangan dengan harga rendah, tanpa menomorduakan keselamatan penumpang. “Kami berharap dengan bertambahnya frekuensi penerbangan pada periode tersebut, semakin banyak pula impian yang terealisasikan. Baik itu impian untuk berkumpul bersama keluarga besar di hari suci Idul Fitri maupun impian untuk pergi berlibur.”

Banyaknya masyarakat Indonesia yang merantau di negeri jiran, mendorong Malaysia AirAsia untuk turut menambah penerbangan ke sejumlah destinasi di tanah air, diantaranya Solo, Yogyakarta, Surabaya dan Medan.

Indonesia AirAsia melayani 7 rute domestik dan 15 rute internasional, dengan total 294 penerbangan setiap minggunya. Armada Indonesia AirAsia terdiri dari 11 pesawat Airbus A 320 dan 4 pesawat Boeing 737 yang secara bertahap akan digantikan dengan Airbus A-320.

DJ_Archuleta
July 24th, 2010, 07:37 AM
AIRSHOW: Airbus Announces $1.15B Order From Indonesia's Garuda


FARNBOROUGH, England (Dow Jones)--Indonesian airline Garuda Wednesday ordered six Airbus A330-200 aircraft valued at $1.15 billion at list prices.

It is the first direct order that Garuda has placed with Airbus, a unit of European Aeronautic Defence & Space Co. NV (EAD.FR), since 1989. However, Garuda has four leased A330-200 aircraft and six A330-300s.

The new planes, due for delivery in the fourth quarter of 2012, will be powered by Rolls-Royce PLC (RR.LN) Trent 700 engines.

DJ_Archuleta
July 24th, 2010, 11:27 AM
Kuala Namu & Soekarno Hatta akan saingi Changi
Oleh: Hendra Wibawa

JAKARTA (Bisnis.com): Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Kuala Namu Medan diproyeksikan menjadi pesaing utama Bandara Changi Singapura dan Bandara Kuala Lumpur Malaysia saat kebijakan liberalisasi penerbangan Asean pada 2015.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Tri Suriadjie Sunoko mengatakan kedua bandara itu akan diperbesar untuk melayani seluruh potensi penerbangan internasional sejak kebijakan langit terbuka (open sky) Asean.

"Kedua bandara itu akan kami genjot supaya bisa bersaing dengan bandara Singapura dan Malaysia," katanya seusai pelantikan dewan komisaris dan direksi AP I, AP II serta PT Kereta Api, hari ini.

Dia memaparkan pihaknya akan mengandalkan kedua bandara itu sebagai pengumpul (hub) layanan penumpang dan kargo di Asean. Saat ini, AP II dengan pemerintah tengah merampungkan pembangunan Bandara Kuala Namu yang memiliki potensi sebagai hub Asean karena lokasinya sangat strategis. "Bandara itu ditargetkan selesai 2012, sehingga pada 2015 Kuala Namu akan jadi andalan untuk open sky Asean," tutur Tri.(msb)

Sizter85
July 25th, 2010, 02:38 AM
^^Great,.. head to head dr letak geografisnya, Kualanamu vs KLIA, Changi vs SHIA >> Ngaruh gak sii :nuts:

KualaNamu kira-kira akronim namanya gmn nanti yg tepat ya ? apa gk kepanjangan nama KUALANAMU

sasamakan
July 25th, 2010, 03:04 AM
Apa jangan2 nanti kependekan kuala namu jadi KLMIA atau KLNIA :D atau MIA (Medan International Airport :D)

ruperdo
July 26th, 2010, 06:43 PM
Menara Bandara Miliki Lift
Senin, 26 Juli 2010


MUARO BUNGO, TRIBUN - Pembangunan menara Bandar Udara Muara Bungo, dipastikan selesai dibangun akhir tahun ini. Menara setinggi 28 meter itu nantinya akan menggunakan lift.

Aan, kontraktor pembangunan menara Bandara Muara Bungo mengatakan, untuk melengkapi semua fasilitas menara, biaya yang dipergunakan dalam pembangunannya lebih kurang Rp 5 miliar. "Di menara ini nantinya akan menggunakan lift," kata Aan.

Ia mengatakan, lokasi pembangunan menara terletak di sisi kanan terminal bandara, lebih kurang jaraknya 100 meter, pembangunannya sesuai dengan gambar yang telah dibuat sebelumnya.

"Ya, letak menaranya memang di sini sesuai desain, dengan kontruksi beton dan baja," ujar Aan, menjawab pertanyaan bupati saat itu.
Aan memastikan, pembangunan menara akan selesai, dan bisa dipergunakan pada Desember 2010 mendatang.

Pantaun Tribun di lokasi pembangunan menara, konstruksi bangunan telah berdiri, dengan tiang-tiang besar. Direncanakan menara tersebut terdiri dari enam lantai. Secara keseluruhan menara tersebut berfungsi sebagai pengawasan dan pengendalian lalu lintas pesawat di bandara tersebut. Sedangkan pembangunan lift seperti yang diungkapkan kontraktor belum dilakukan.

Sementara itu, Zulfikar Achmad pada kunjungan tersebut mengatakan, pembangunan bandara ini termasuk dalam mega proyek multi years, yang akan selesai pada Juli 2011 mendatang. Selain menara, dan terminal, pekerja saat ini juga telah melakukan penimbunan untuk landasan pacu.

Katanya, pembangunan Bandara Muaro Bungo dibiayai APBN dan APBD Bungo sebanyak tiga kali tahun anggaran. Sementara bantuan dari APBD Provinsi Jambi hingga saat ini belum pernah diterima. Untuk itu Pemkab menyambut baik tentang adanya keinginan perovinsi untuk membantu.

Kata Zulfikar, bantuan pembangunan dari APBN pada tahun ini sebesar Rp 40 miliar. Sementara secara keseluruhan, bandara ini akan menyedot dana hingga Rp 545 miliar. Dari dana ini, Rp 45 miliar akan diperuntukan bagi pembangunan terminal. Sisanya untuk landasan pesawat, dan lainnya.(pit)

Ocean One
July 27th, 2010, 04:19 PM
Pemerintah: Tarif Penerbangan Selama Lebaran Tetap
Selasa, 27 Juli 2010

http://image.tempointeraktif.com/?id=23136&width=274

TEMPO Interaktif, Jakarta -Pemerintah memastikan tarif angkutan udara selama masa Lebaran tahun ini tidak mengalami perubahan. "Tidak ada," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti ketika hari ini ditanya mengenai kemungkinan penerapan tuslah untuk angkutan udara, maupun penyesuaian tarif selama Lebaran.

Menurut Herry, tarif angkutan udara tetap berdasarkan tarif batas atas yang diberlakukan sejak 1 Juni lalu. Aturan soal tarif batas atas tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 26 Tahun 2010.

Berdasarkan peraturan tersebut, tarif sebanyak 16 maskapai niaga berjadwal yang ada ditentukan berdasarkan jenis layanannya. Maskapai penerbangan dengan jenis layanan full service atau maksimum diperkenankan mengenakan tarif sesuai tarif batas atas, sedangkan maskapai dengan jenis layanan medium serta no frills atau minimum hanya diperkenankan menerapkan masing-masing 90 dan 85 persennya.

Herry menambahkan, pihaknya telah terus berkoordinasi dengan maskapai-maskapai penerbangan mengenai penyelenggaraan angkutan Lebaran. Selama penyelenggaraan angkutan Lebaran yang dihitung sejak H-2 hingga H+2, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 24 bandara di 24 provinsi, serta 261 armada pesawat dengan kapasitas 1,97 juta penumpang. Angka ini meningkat 15,20 persen dibanding 1,71 juta penumpang tahun lalu.

Ocean One
July 27th, 2010, 04:42 PM
Selasa, 27/07/2010
Batavia Air bidik penerbangan ke Roma pada 2011


JAKARTA (Bisnis.com): Maskapai Batavia Air telah berancang-ancang membuka layanan penerbangan Eropa dengan membidik rute penerbangan Roma, Italia dengan kota transit Bangkok Thailand paling cepat tahun depan.

Public Relations Manager Batavia Air Eddy Haryanto menyatakan sampai dengan saat ini maskapainya tengah mempelajari potensi penumpang dari dan ke Roma Italia melalui kota transit Bangkok.

"Rute Roma bisa dilayani mulai tahun depan atau tahun depannya lagi. Saat ini, direksi masih mengkaji secara cermat," katanya hari ini.

Dia mengungkapkan rute Roma melalui Bangkok pernah mencatat sejarah dengan jumlah penumpang cukup besar saat dilayani maskapai Garuda sebelum krisis ekonomi 1998.

Saat itu, Eddy memaparkan arus penumpang umumnya berasal dari kalangan wisatawan Italia yang ingin berlibur ke Bangkok dan Pulau Bali.

Dia melanjutkan pihaknya masih memperhitungkan kota keberangkatan rute ke Roma yakni antara Jakarta dan Denpasar.

"Bisa saja Denpasar-Bangkok-Roma atau Jakarta-Denpasar-Bangkok-Roma," ujarnya.

Dia juga menjelaskan pihaknya menyiapkan pesawat berbadan lebar (wide body) jenis Airbus A330-200 berkapasitas 222 kursi untuk melayani rute Roma Italia itu. Batavia telah mengoperasikan 2 unit pesawat A330-200 untuk melayani rute Jakarta-Jeddah dan Jakarta-Jeddah-Riyadh Arab Saudi.

"Tambahan 1 pesawat A330-200 akan tiba pada bulan depan sehingga kami akan mengoperasikan 3 pesawat A330-200 ke Arab Saudi," tegas Eddy.

Selain kota Roma, Batavia juga membidik kota Amsterdam, Belanda yang saat ini masih dipelajari maskapai milik Yudiawan Tansari itu.

Ocean One
July 27th, 2010, 04:47 PM
Pembaruan Perjanjian Udara, Singapura ‘Dijatah’ Lima Bandara
27/07/2010


JAKARTA, INVESTOR DAILY; Pemerintah hanya bersedia membuka lima bandara di Tanah Air untuk penerbangan maskapai milik Singapura. Kelima bandara itu adalah Soekarno Hatta Jakarta, Kuala Namu Medan, Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, dan Hasanuddin Makassar, yang juga bandara untuk menghadapi liberalisasi penerbangan Asia Tenggara pada 2015.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bhakti Singayudha Gumay mengatakan, pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat untuk memperbarui perjanjian bilateral di sektor transportasi udara (air agreement) yang terakhir diperbarui tahun 2009.

Terkait kesepakatan itu, diselenggarakan working group yang melibatkan dirjen udara kedua negara, baru-baru ini. Working group sebatas penyampaian keinginan masing-masing negara. “Singapura maunya liberalisasi penuh, semua kota di Indonesia dibuka. Namun, kami saat ini hanya menyepakati lima kota (bandara) saja, yang juga untuk open sky Asean 2015," kata Herry di Jakarta, akhir pekan lalu.

Herry Bhakti mengatakan, sikap itu diambil karena pemerintah Indonesia sadar betul tentang kemampuan maskapai nasional. Setiap kebijakan di sektor udara sudah seharusnya memberikan dampak positif bagi maskapai nasional. Karena itu, kebijakan yang berpotensi merugikan maskapai nasional harus dihindari.

Pembukaan seluruh bandara di Tanah Air dikhawatirkan menjadi lahan empuk bagi maskapai asing untuk mengeruk keuntungan.

sasamakan
July 27th, 2010, 04:49 PM
Good job Y6 or 7P :D

Ocean One
July 27th, 2010, 06:01 PM
Selasa, 27 Juli 2010
Janji Pemerintah: Imigrasi di Bandara Beres 45 Menit


JAKARTA. Akhirnya, pemerintah sadar juga bahwa “kemacetan” di jalur pengurusan administrasi imigrasi yang ada di berbagai bandara maupun pelabuhan kita sudah sangat akut. Untuk mengatasi persoalan ini, Selasa (27/7), wakil presiden (wapres) menggelar rapat khusus di istana wapres.

Kuntoro Mangkusuboroto Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) mengakui, selama ini, pengurusan imigrasi bagi orang yang baru dating dari luar negeri di bandara atau pelabuhan memang memakan waktu lama. Akibatnya, antrean sangat panjang dan para pendatang itu harus menunggu lama. "Ada yang menunggu sampai 2,5 jam," kata Kuntoro usai rapat.

Menurut Kuntoro, dalam rapat itu, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Keuangan, dan jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi telah sepakat untuk mempercepat pengurusan imigrasi. Salah satu caranya adalah dengan menambah konter dan peralatan pengurusan imigrasi di bandara dan pelabuhan. Targetnya, pengurusan administrasi imigrasi bisa beres paling lama 45 menit.

Namun, hingga kini, belum jelas kapan rencana tersebut akan terealisasi

Ocean One
July 27th, 2010, 06:03 PM
Tinggal Lima Maskapai, Maskapai Kargo Kalah Bersaing
26/07/2010


JAKARTA, INVESTOR DAILY
Maskapai nasional khusus angkutan kargo (freighter) semakin kalah bersaing dengan maskapai penumpang yang juga mengangkut kargo (maskapai kombinasi), akibatnya mereka tidak sanggup memanfaatkan potensi besar angkutan kargo udara di Tanah Air.

Di Indonesia kini hanya tersisa lima maskapai freighter, yakni Cardig Air dan Republic Express/RPX Group (maskapai berjadwal), serta Tri MG, Manunggal Air, dan Asia Link Cargo Express (maskapai tidak berjadwal). Sebelumnya, ada maskapai Megantara Air Services namun sudah bangkrut.

Kepala Subdit Angkutan Udara Domestik Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hemi Pamuraharjo, mengatakan, potensi angkutan kargo di Indonesia terbilang sangat besar. Sayangnya, maskapai freighter nasional cenderung tak bisa memanfaatkannya, karena tarifnya kalah bersaing dengan maskapai kombinasi. Tarif kargo yang dikenakan maskapai kombinasi jauh lebih murah ketimbang maskapai freighter, karena tarif kargo maskapai kombinasi disubsidi oleh tarif penumpang.

"Jumlah maskapai freighter sedikit, itu pun sulit agar bisa bertahan lama. Sejauh ini belum ada investor yang mengajukan izin pengoperasian maskapai freighter," kata Hemi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Kemenhub, volume kargo udara yang direalisasikan maskapai kombinasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada 2002 hanya 960.532 ton, pada 2008 meningkat menjadi 3.957.186 ton dan tahun 2009 naik menjadi 16.454.212 ton.

Kemenhub memperkirakan, volume kargo udara yang bisa diangkut maskapai freighter nasional tahun ini naik 10% dibanding tahun 2009 yang mencapai 391.667 ton, atau naik 15,8% dibanding realisasi 2008 sebanyak 338.236 ton.

Hemi mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait dengan kondisi maskapai freighter yang cenderung kurang beruntung tersebut. Kemenhub pernah mengkaji pembatasan volume angkutan kargo maskapai kombinasi, menyusul keluhan maskapai freighter.

Ocean One
July 28th, 2010, 04:40 PM
Embraer: Permintaan Pesawat Jet RI Naik 6%
Jumlah pesawat jet 30-120 penumpang akan naik dari 4.285 pada 2009 menjadi 7.780 di 2029.
Rabu, 28 Juli 2010

http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/04/14/69100_pesawat_king_air_300_225.jpg

VIVAnews - Perusahaan manufaktur serta eksportir pesawat jet komersial terkemuka dari Brasil, Embraer, memperkirakan pertumbuhan permintaan perjalanan di industri penerbangan di Indonesia sekitar enam persen per tahun.

Bahkan, untuk beberapa negara, pertumbuhan permintaan akan ditopang kebutuhan domestik. Hal tersebut sebagai bentuk adanya liberalisasi atas permintaan perjalanan udara dan pertumbuhan pasar.

Pada kondisi tersebut, pertumbuhan pesawat angkutan diperkirakan sekitar 575 unit, atau merepresentasikan pertumbuhan delapan persen untuk penerbangan global bagi pesawat berkapasitas 30-120 tempat duduk dalam 20 tahun mendatang.

"Khusus untuk Indonesia, dengan mempertimbangkan kondisi permintaan penumpang domestik, pertumbuhan optimistis sebesar 15 persen dalam dua tahun terakhir. Ini merupakan potensi yang besar untuk pasar berkapasitas 30-120 tempat duduk," kata Vice President Sales, Marketing, and Customer Support, Airline Market for Embraer Asia Pasifik, Alex Glock, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 28 Juli 2010.

Alex Glock, dalam keterangannya menyatakan Embraer telah mengumumkan dalam 20 tahun mendatang, industri penerbangan komersial 30-120 tempat duduk masih menjanjikan.

Embraer memperkirakan jumlah armada pesawat jet kapasitas 30 hingga 120 penumpang di dunia akan meningkat dari 4.285 pesawat pada 2009 menjadi 7.780 pesawat pada 2029.

Pada masa ini, 51 persen dari pengiriman pesawat baru (3.495 unit) akan digunakan untuk mendukung tingkat pertumbuhan. Sedangkan 49 persen (3.380 unit) akan dibutuhkan sebagai pengganti armada yang telah menua. Pada 2029, sekitar 21 persen dari armada saat ini (905 unit) masih akan tetap beroperasi.

Ocean One
July 28th, 2010, 05:38 PM
Bandara Adisutjipto Tambah Jadwal Penerbangan
Rabu, 28 Juli 2010


Yogyakarta (ANTARA News) - Bandara Adisutjipto Yogyakarta menambah penerbangan dari sejumlah maskapai untuk melayani penumpang mudik lebaran 2010, kata Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Halendra YW, Rabu.

Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan sejumlah penerbangan tambahan, terkait dengan arus mudik lebaran 2010.

Penambahan penerbangan tersebut di antaranya pada maskapai Air Asia untuk rute Kuala Lumpur-Yogyakarta, karena menjelang lebaran biasanya banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) mudik ke Indonesia.

"Selain penambahan penerbangan dengan rute tersebut, kami juga menambah penerbangan untuk tujuan Makasar PP serta ke Balikpapan dengan maskapai Lion Air," katanya.

Menurut dia, daya tampung Bandara Adisutjipto sangat terbatas, khususnya area parkir pesawat.

Halendra mengatakan banyak maskapai ingin menambah penerbangannya, namun pihak Bandara Adisutjipto hanya bisa memberi jatah waktu untuk pagi hari, karena daya tampung area parkir pesawat saat ini sudah sangat padat.

Ia mengatakan, selain penambahan penerbangan, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah posko untuk pengamanan selama arus mudik 2010.

"Pengawasan tertutup juga kami tingkatkan untuk memberi rasa aman kepada para calon penumpang maupun penumpang yang baru datang di bandara ini," katanya.

sasamakan
July 31st, 2010, 02:23 PM
Mandala Airlines dan Indonesia Air Asia Turunkan Kelas Layanan

Jakarta - Mandala Airlines dan Indonesia Air Asia menurunkan kelas pelayanan. Kedua maskapai itu yang tadinya bermain di medium service menjadi no frill service atau low cost carrier (LCC).

"Mandala dari medium service menjadi no frill service," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bhakti di Lokakarya Media Massa Kemenhub di Hotel Horison, Jl Pelajar Pejuang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (31/7/2010).

Selain Mandala, Indonesia Air Asia juga mengambil langkah serupa. Kedua maskapai itu resmi bermain di layanan LCC pada awal Juli 2010.

Dengan demikian, selain Mandala dan Indonesia Air Asia ada Lion Air, Wings Air, Travira Air di kelas layanan LCC. Dan hanya Garuda Indonesia yang melayani penerbangan full service, sisanya berada pada pelayanan medium.

Sementara Kasubdit Angkutan Udara Berjadwal Ditjen Hubud Kemenhub Hemi Pamuraharjo mengatakan kebijakan maskapai ini didasari alasan kinerja perusahaan.

Full service merupakan layanan penerbangan penuh, meliputi bagasi maksimal 20 kg, makanan, minuman, hiburan, dan koran. Memiliki kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi dengan jarak tempat duduk lebih dari 31 inchi.

Sedangkan pelayanan medium, meliputi bagasi maksimal 20 kg, tersedia makanan dan minuman namun tidak ada hiburan dan koran. Memiliki kelas ekonomi dan jarak tempat duduk kurang dari 31 inchi.

Sedangkan no frill atau LCC tidak ada layanan seperti yang diberikan dua kelas layanan di atas.

tollfreak
July 31st, 2010, 03:14 PM
^^ bukannya AirAsia dari awal memang udah menobatkan dirinya sebagai LCC ya?

Sizter85
August 1st, 2010, 06:16 PM
^^Sama gw jg bingung :nuts:

========================================

Batavia Air Buka Rute Denpasar-Perth 26 Agustus

INILAH.COM, Jakarta - PT Metro Batavia (Batavia Air) berencana membuka rute penerbangan Denpasar-Perth yang dimulai pada 26 Agustus 2010 mendatang.

"Pemerintah sudah mengizinkan kami terbang satu hari sekali, Denpasar-Perth, tinggal menunggu kepastian dari Australia," kata Direktur Niaga Batavia Pandiangan Hasudungan di Jakarta, Rabu, (21/7).

Hasudungan melanjutkan, saat ini maskapainya tinggal menunggu izin dari otoritas penerbangan Negeri Kangguru. Karena Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah memberikan izinya.

Izin untuk terbang setiap hari, menurutnya akan dilakukan setelah Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melakukan perundingan bilateral. Hasilnya, maskapai dari masing-masing negara bisa memanfaatkan tambahan sebanyak 4.000 kursi penumpang per minggu, dari 10.800 kursi menjadi 14.800 kursi. [hid]


http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/07/21/679411/batavia--air-buka-rute-denpasar-perth-26-agustus/

rilham2new
August 1st, 2010, 07:30 PM
Statistik Lalulintas Angkutan Udara di Bandara-bandara Jaringan Angkasa Pura II
Sumber: Dari ANGKASA PURA II ANNUAL-REPORT ..


Dulu aku dah pernah posting yang tahun 2007, sekarang ini yang data tahun 2008

http://farm3.static.flickr.com/2684/4018881925_4979e51606_o.jpg

Seperti biasa, Pekanbaru masih airport Angkasa Pura II tersibuk nomor 2 di tanah Sumatra, setelah Medan :D ...

Berhubung saya baik, supaya result ini juga keluar di GOOGLE TExt Search, maka akan saya tolong ketikkan.... Soalnya gambar tidak akan keluar di GOOGLE Search (kecuali memang ingin cari pake IMAGE Search).

Note: RED indicates negative changes from previous year .....

Airport, Location || Passenger Movement || Changes in Percentage comparing to previous year
Sukarno-Hatta , Tangerang - 32,240,936 (-0.69%)
Polonia, Medan - 4,816,900 (-3.75%)
Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru - 1,834,311 (-0.27%)
SM Badaruddin II, Palembang - 1,611,206 (-2.94%)
Minangkabau, Padang - 1,653,401 (-5,68%)
Supadio, Pontianak - 1,390,622 (+0.88%)
Halim Perdanakusuma, Jakarta - 213,991 (+26.22%)
Depati Amir, Pangkalpinang - 791,356 (+7.89%)
Sultan Thaha, Jambi - 670,366 (-4.79%)
Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh - 568,653 (+3.38%)
Husein Sastranegara, Bandung - 359,260 (-0.44%)
Raja Haji Fisabilillah, Bintan - 130,943 (+201.57%)
Total: 46,281,245 (-0.80%)

Masih ingat postingan "KONTROVERSI" saya tahun lalu :D ... Kali ini saya kembali dengan data yang sama :) .... Cuman untuk lalu lintas pergerakan udara tahun 2009 yang lalu. Sebelum saya mulai, mesti saya tegaskan bahwa SAYA BELUM PUNYA DATA UNTUK ANGKASA PURA I, setidaknya sampai dengan 1 Agustus 2010.

Sumber : ANGKASA PURA II 2009 Annual Report
http://farm5.static.flickr.com/4117/4849949370_05086335f5_b.jpg

AKu agak kecewa dengan keseriusan AP II dalam menyusun ANNUAL REPORT yang beberapa datanya berantakan dan tidak rapi. Contohnya angka-angka yang tidak diberi tanda titik untuk mengetahui besaran dengan mudah. Kemudian tidak hanya itu, datanya terbalik-balik, terutama tentang perbandingan data trafik bandara tahun 2008/2009. Di sana data tahun 2008 nya benar, tapi tahun 2009 nya tertukar-tukar antara satu sama lain. DAN PARAHNYA, PERSENTASE perubahan pun sangat jelas dibuat dengan perhitungan Excel. Karena PERSENTASE itupun ngaco juga, seiring dengan terbalik-baliknya susunan ROW. Saya curiga masih banyak data2 yang terbalik-balik.

Saya sudah mencoba menghitung ulang dengan kalkulator, terbukti tahun ini hanya HALIM PERDANAKUSUMA saja yang pertumbuhannya negatif (dengan berbekalkan data trafik tahun lalu).

Anehnya kalau mengikuti data Angkasa Pura II yang ada di Annual Report, ada 3 bandara yang pertumbuhannya negatif, belum lagi ada keanehan di data lalu lintas pesawat, makanya saya langsung cross check ke tabel-tabel lain, baru terlihat logisnya.

----------

Statistik Angkutan Udara Secara Total 2009 - Perbandingan 2008/2009
Air Transportation Statistics Total Year 2009 - 2008/2009 Comparison
Screen Capture
http://farm5.static.flickr.com/4121/4849412151_b46bbca918_b.jpg
^^ Data 2008 resmi ... Untuk tabel perbandingan, bagi yang sempat membaca 2009 ANNUAL REPORT Angkasa Pura II yang di bawah ini. Ada kesalahan di sana, mulai dari persentase. Sampai data tahun 2009 yang terbalik-balik susunannya.
http://farm5.static.flickr.com/4136/4849340901_2e1d304bff_b.jpg

CORRECTED TEXT VERSION
NOTE: Any Airport with negative changes from year-to-year base is highlighted in RED

* Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten) :
37,143,719 (+15.21%)
* Polonia (Medan, Sumut) :
4,956,341 (+2.89%)
* Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru, Riau):
1,977,884 (+7.83%)
* Supadio (Pontianak, Kalbar):
1,581,931 (+13.76%)
* Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang, Sumsel)
1,810,822 (+12.39%)
* Minangkabau (Padang, Sumbar)
1,843,808 (+11.52%)
* Husein Sastranegara (Bandung, Jabar)
527,647 (+46.87%)
* Halim Perdanakusuma (Jakarta)
191,262 (-10.33%)
* Sultan Thaha (Jambi)
805,136 (+20.10%)
* Depati Amir (Pangkalpinang, Kepulauan Babel)
959,179 (+21.20%)
* Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang, Kepulauan Riau)
155,937 (+19.09%)
* Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh, NAD)
574,692 (+1.06%)
TOTAL :
52,530,020 (+13.50%)

Kopassus
August 2nd, 2010, 06:11 AM
Thanks for the overviews!

Ocean One
August 2nd, 2010, 09:34 AM
Hanya Garuda yang Full Service
Enam Maskapai Berbiaya Rendah
Senin, 2 Agustus 2010


BANDUNG , KOMPAS.com — Enam maskapai penerbangan telah mengidentifikasi diri dalam kelompok pelayanan penerbangan berbiaya rendah. Dengan demikian, enam maskapai tersebut hanya dapat menetapkan tarif maksimal 85 persen dari tarif jarak maksimum.

Ketentuan tersebut ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2010 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Enam maskapai yang masuk kelompok penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier) adalah Lion Air, Wings Air, Indonesia AirAsia, Dirgantara Air Service, Travia Air, dan Mandala Airlines.

”Keputusan Menteri Perhubungan No 26/2010 telah diputuskan pada April 2010, tetapi maskapai-maskapai baru pada minggu lalu menetapkan pilihannya secara lengkap,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti, Sabtu (31/7/2010) di Bandung, dalam ”Lokakarya Transportasi Mudik”, yang diselenggarakan Forum Wartawan Kementerian Perhubungan.

Keputusan Menteri Perhubungan No 26/2010 menegaskan, maskapai yang berada dalam kelompok layanan full service (pelayanan penuh) boleh menetapkan tarif 100 persen dari tarif jarak maksimum. Adapun kelompok medium service 90 persen dari tarif jarak maksimum, dan no frill service atau berbiaya rendah 85 persen dari tarif jarak maksimum.

Untuk penerbangan Jakarta-Yogyakarta (509 kilometer), misalnya, Garuda yang masuk dalam penerbangan full service boleh menetapkan tarif kelas ekonomi Rp 967.000, sedangkan Mandala Air dan AirAsia tiket termahal yang boleh dijual seharga Rp 821.950. Untuk kelas bisnis, harga ditetapkan sesuai mekanisme pasar.

Untuk penerbangan dalam negeri, hanya Garuda Indonesia yang masuk dalam kelompok full service.

Di kelompok medium service, ada Merpati Nusantara Air, Batavia Air, Sriwijaya Air, Kartika Air, Kalstar Aviation, Trigana Air Service, Riau Air, Indonesia Air Transport, dan Express Air.

Menurut Audrey Progastama Petriny, Corporate Communications Manager Indonesia AirAsia, Grup AirAsia, memang memilih jalur penerbangan berbiaya rendah. ”AirAsia, Thai AirAsia, ataupun Indonesia AirAsia memang diarahkan sebagai maskapai berbiaya rendah,” katanya.

AirAsia X sebagai maskapai penerbangan jarak jauh, yaitu Kuala Lumpur-London, sebenarnya diposisikan sebagai maskapai berbiaya rendah. Namun, dengan alasan kenyamanan, untuk penerbangan jarak jauh juga dijual kursi kelas premium.

Adapun Corporate Communications Mandala Air Chrysanthi Tarigan menyatakan, Mandala memang memilih layanan no frill. ”Setelah pembukaan rute baru, termasuk rute ke regional, seperti Makau dan Hongkong, manajemen memutuskan Mandala Air masuk dalam kelompok no frill,” katanya.

ruperdo
August 2nd, 2010, 07:32 PM
Melihat Bandara Depati Parbo Yang Kembali Aktif
Sehari Mendarat Dua Kali, Ongkos Ekonomis

Pemerintah Kerinci dan Sungaipenuh serta masyarakat sudah kembali tersenyum. Pasalnya, pasca pemutusan kontrak dengan Riau Lines, kini Susi Airlines bakal mendarat kembali di Lapter Depati Parbo.
KINI penerbangan dengan rute Jambi menuju Kerinci kembali aktif. Pasalnya, kemarin (1/8), dilakukan memorandum of understanding (MoU) antara pihak Susi Airlines dengan Pemkab Kerinci dan Pemerintah Kota Sungaipenuh.

Selain itu, Pihak Susi Airlines juga langsung melakukan penerbangan dengan menjemput orang nomor satu di Kerinci dan Kota Sungaipenuh. Hal ini, untuk mencoba melakukan penerbangan dari Bandara Depati Parbo Kerinci menuju Bandara Muko-muko, Bengkulu.

Ketika mendarat di Lapangan Depati Prabo pukul 13.15, Presiden Dorektur Susi Airlines Susi Pudjiastuti mengaku pihaknya telah melakukan MoU (nota kesepahaman).

“Itu sudah dilakukan, namun nanti akan ditindaklanjuti dengan kontrak kerjasamanya,” sebutnya, ketika turun dari pesawat berpenumpang delapan orang, kemarin (1/8).

Menurut dia, penerbangan akan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu hari. Sedangkan untuk ketentuan lainnya, akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak Pemkab Kerinci dan Kota Sungaipenuh.

Bagaimana dengan sistem kontraknya, kata dia bahwa tidak menggunakan sistem penanaman saham, seperti yang dilakukan dengan Pihak Riau Airlines beberapa waktu yang lalu. Namun, yang akan ditindaklanjuti nantinya, yakni dengan menggunakan sistem pembayaran beli tiket.

“Pembayaran nantinya akan disesuaikan dengan harga tiket, kan satu kali berangkat dikalikan saja dengan harga sekitar Rp 650 ribu per penumpang,” tegas Susi yang mengaku pihaknya telah memiliki 37 unit pesawat.

Terpisah, Bupati Kerinci Murasman menyebutkan, bahwa Pemkab Kerinci akan menjalani kontrak dengan Susi Airlines untuk selama tiga bulan.

“Kita berharap tidak ada lagi hambatan, apalagi kondisi cuaca dan udara tidak mempengaruhi penerbangan Susi airlines yang sangat canggih ini,’’ tegas Murasman.

Sementara itu, Wali Kota Sungaipenuh Hasvia, mengaku bahwa dirinya akan memberlakukan subsidi silang untuk warga Miskin.

“Kalau ke Jambi, pejabat SPPD untuk bensinnya juga sekitar Rp 600 ribu, jadi nantinya akan kita lakukan subsidi silang untuk membantu warga yang tidak mampu agar bisa menikmati perjalanan udara,’’ katanya. (*)

c00lridge
August 3rd, 2010, 12:18 PM
Indonesia AirAsia Bantah Bangkrut

Selasa, 3 Agustus 2010 | 15:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Audrey Progastama P, Manager Corporate Communication Indonesia AirAsia, menegaskan bahwa maskapai Indonesia AirAsia tidak dalam posisi bangkrut. Ia menyampaikan hal ini walaupun rute Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Medan ditutup per 1 Oktober 2010.

"Kami ingin meluruskan informasi yang kini beredar di masyarakat tentang Indonesia AirAsia," kata Audrey, Selasa (3/8/2010) di Jakarta.

Audrey menegaskan, penutupan dua rute itu terkait perubahan strategi bisnis Indonesia AirAsia. "Fokus kami tahun ini adalah pada pengembangan rute penerbangan internasional, bukan lagi rute domestik. Oleh sebab itu, pesawat yang semula digunakan untuk dua rute itu dipindahkan untuk rute Surabaya-Singapura, Surabaya-Bangkok, Surabaya-Kuala Lumpur, Medan-Singapura, Medan-Kuala Lumpur, dan Medan-Hongkong/Macau," kata Audrey.

Audrey juga mengatakan, tidak benar bahwa tiket yang terlanjur dipesan tidak dapat diuangkan kembali. "Tiket yang telah penumpang beli dapat diuangkan kembali. Namun, itu tergantung metode pembayaran yang digunakan. Jika penumpang menggunakan kartu kredit, maka biaya yang telah dikeluarkan kami kembalikan juga melalui kartu kredit," kata dia.

Sementara itu, jika penumpang menggunakan sistem pembayaran debit, maka uang dikembalikan melalui rekening bank penumpang tersebut. Begitu juga jika penumpang membayar tunai di salah satu konter penjualan, maka penumpang akan menerima uang tunai.

Penumpang juga dapat memilih pengembalian uang dalam bentuk credit shell, yaitu kredit tersebut ditambahkan ke akun AirAsia penumpang yang bersangkutan. Selanjutnya, dana tersebut dapat digunakan untuk membeli tiket penerbangan AirAsia yang lain.

Audrey menambahkan, performa Indonesia AirAsia pada kuartal II tahun 2010 ini sangat positif. Load factor-nya mencapai 75 persen dengan jumlah penumpang sebanyak 947.786 orang atau meningkat 9,8 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu.

c00lridge
August 3rd, 2010, 12:21 PM
Air Asia kok bisa tutup dua jalur yg cukup ramai di Indonesia, Apa karena ada penetapan harga maximum yah dari pemerintah?
Btw, gw liat dari comment facebook, Air asia Indonesia itu the most profitable company in Air Asia group.

Medan-Hongkong/Macau kayaknya juga berita baru. Kapan yah direct flightnya?

sasamakan
August 3rd, 2010, 04:37 PM
^^ Justru penutupan rute QZ itu karena QZ pengen main di sektor yang saingannya belom banya, dan rute internasional itu rute paling menguntungkan buat QZ

Sizter85
August 5th, 2010, 03:57 PM
Kamis, 05/08/2010 15:55:49 WIB
AP I revitalisasi 13 bandara
Oleh: Dewi Astuti

KUTA, Bali (Bisnis.com): PT Angkasa Pura I (persero) akan menambah kapasitas 13 bandara kelolaannya, dengan prioritas dimulai dari perluasan kapasitas Bandara Ngurah Rai (Bali) dengan nilai investasi Rp2 triliun.

Tommy Soetomo, Direktur Utama PT. Angkasa Pura (AP) I, mengatakan bandara yang berada di bawah naungan AP I mengalami kekurangan kapasitas. Pertumbuhan penumpang terus meningkat, sedangkan kapasitas yang telah tersedia saat ini stagnan.

"Harus ada kebijakan yang mendorong perusahaan untuk mengembangkan bandara. Hampir semua masalah bandara adalah kurang cepat menampung akselerasi penumpang," tuturnya, hari ini.

AP I mengelola 13 bandara di kawasan Tengah dan Timur Indonesia, yaitu Ngurah Rai (Bali), Juanda (Surabaya), Sultan Hasanuddin (Makasar), Sepinggan (Balikpapan), Frans Kaisiepo (Biak), Sam Ratulangi ( Manado), Syamsudin Noor (Banjarmasin).

Bandara lainnya adalah Ahmad Yani (Semarang), Adi Sucipto (Yogyakarta), Adisumarmo (Solo), Selaparang (Mataram), Pattimura (Ambon), dan bandara El Tari (Kupang).

Dia menjelaskan prioritasi pengembangan kapasitas bandara dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama dianggap prioritas utama karena bandara sudah mengalami overload (kelebihan penumpang). Klaster ini mendapatkan penanganan segera yaitu terdiri dari Ngurah Rai (Bali), Sepinggan (Balikpapan), Hassanudin (Makasar), Juanda (Surabaya), dan Adi Sucipto (Yogyakarta).

Klaster kedua terdiri dari sisa 8 bandara kelolaan AP I yang dianggap dapat tumbuh segera namun belum menjadi prioritas pengembangan kapasitas dalam waktu cepat.

Bandara Ngurah Rai di Bali mendapat prioritas pertama penambahan kapasitas karena sudah overload dan merupakan destinasi utama pariwisata Indonesia. AP I mencatat jumlah penumpang yang datang ke bandara ini per tahun sekitar 9 juta.

Rinciannya, 4,6 juta penumpang di terminal domestik dengan kapasitas 14.000m2, dan 5 juta penumpang pada terminal internasional dengan kapasitas 68.000 m2.

Terminal domestik akan diperluas menjadi 68.000 m2 dengan dipindahkan ke terminal internasional yang ada saat ini, sedangkan luas terminal internasional yang tadinya 68.000 m2 akan ditambah menjadi 126.000 m2 dengan mengambil lokasi baru di sekitarnya.

"Mudah-mudahan bisa dilaksanakan 2,5 tahun. Biaya proyek mungkin Rp2 triliun. Separuh dana akan diambil dari kas perusahaan dan sisanya dari pinjaman bank. Izin gubernur sudah dapat, tinggal menunggu persetujuan pemegang saham."

Selain penambahan kapasitas, bandara Ngurah Rai juga akan dilengkapi dengan perbaikan sistem keselamatan (safety) untuk menjamin keamanan misalnya keamanan bagasi. Setelah dikembangkan, kapasitas baru bandara Ngurah Rai diperkirakan akan mampu menampung sekitar 12 juta penumpang per tahun.

Bandara Ngurah Rai saat ini beroperasi 24 jam dengan luas runway 3000m x 45m, arron 214.500m2 dan kapasitas 38 pesawat. (sut)

rilham2new
August 8th, 2010, 12:26 PM
CORRECTED TEXT VERSION
NOTE: Any Airport with negative changes from year-to-year base is highlighted in RED

* Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten) :
37,143,719 (+15.21%)
* Polonia (Medan, Sumut) :
4,956,341 (+2.89%)
* Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru, Riau):
1,977,884 (+7.83%)
* Supadio (Pontianak, Kalbar):
1,581,931 (+13.76%)
* Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang, Sumsel)
1,810,822 (+12.39%)
* Minangkabau (Padang, Sumbar)
1,843,808 (+11.52%)
* Husein Sastranegara (Bandung, Jabar)
527,647 (+46.87%)
* Halim Perdanakusuma (Jakarta)
191,262 (-10.33%)
* Sultan Thaha (Jambi)
805,136 (+20.10%)
* Depati Amir (Pangkalpinang, Kepulauan Babel)
959,179 (+21.20%)
* Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang, Kepulauan Riau)
155,937 (+19.09%)
* Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh, NAD)
574,692 (+1.06%)
TOTAL :
52,530,020 (+13.50%)


Nih ada data PENDAMPING dari data di atas ...

Periode 2009
7 Bandara Angkasa Pura II Merugi
Namun, dari total 12 bandara, Angkasa Pura II mampu meraih laba Rp 1,18 triliun.

Rabu, 10 Februari 2010, 13:07 WIB
Arinto Tri Wibowo, Syahid Latif


VIVAnews - Sebanyak tujuh dari 12 bandar udara (bandara) di bawah PT Angkasa Pura II ternyata masih mengalami rugi bersih sepanjang 2009.

Namun, jumlah tersebut lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak delapan bandara.

Berdasarkan data pada materi rapat dengar pendapat Deputi bidang Logistik dan Pariwisata Kementerian BUMN dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu 10 Februari 2010 menunjukkan Angkasa Pura II mampu meraih laba bersih Rp 1,18 triliun dari 12 bandara yang berada dalam kewenangannya.

Namun, jika menilik dari pencapaian kinerja masing-masing bandara, hanya lima bandara yang mampu memperoleh laba bersih. Sementara itu, sisanya mengalami rugi bersih sepanjang 2009.

Di antara bandara yang memperoleh laba bersih itu adalah bandara Internasional Soekarno-Hatta yang mampu mengumpulkan laba bersih terbesar Rp 1,46 triliun.

Selanjutnya bandara Polonia Medan senilai Rp 32,39 miliar, Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Rp 15,85 miliar, Husein Sastranegara Bandung Rp 6,51 miliar, dan Bandara Supadio Pontianak Rp 4,64 miliar.

Sebagai catatan, bandara Husein Sastranegara menjadi satu-satunya perusahaan yang berhasil meningkatkan kinerja perusaaan dari pencapaian rugi bersih 2008 senilai Rp 1,81 miliar menjadi untung Rp 6,51 miliar.

Sementara itu, untuk bandara yang merugi, kerugian terbesar terjadi di bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang yang mencatat rugi bersih tahun lalu senilai Rp 37,36 miliar, diikuti Sultan Mahmud Badaruddin Palembang Rp 32,35 miliar, dan Halim Perdanakusumah Jakarta Rp 16,94 miliar.

Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh juga rugi Rp 8,89 miliar, Depati Amir Pangkal Pinang Rp 6,74 miliar, Sutan Thaha Jambi Rp 6,44 miliar, dan Raha Haji Fisabilillah Tanjung Pinang Rp 5,67 miliar.

Lima bandara yang merugi tersebut sudah mengalami kerugian sejak 2007. Sementara itu, bandara Sutan Thaha dan Depati Amir sempat meraih laba pada 2007.

-----

Mari kita REKAP :)

Laba BANDARA dalam Jaringan Angkasa Pura II
*RED menandakan LABA NEGATIF
Diurutkan mulai dari yang paling untung, sampai yang paling rugi...

* Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten)
+ Rp 1.46 trilyun

* Polonia (Medan, Sumut)
+ Rp 32.39 milyar

* Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru, Riau)
+Rp 15.85 milyar

* Husein Sastranegara (Bandung, Jabar)
+Rp 6.51 milyar

* Supadio (Pontianak, Kalbar)
+Rp 4.64 milyar

* Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang, Kepri)
-Rp 5.67 milyar

* Sultan Thaha (Jambi)
-Rp 6.44 milyar

* Depati Amir (Pangkalpinang, Kepulauan Babel)
-Rp 6.74 milyar

* Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh, NAD)
-Rp 8.89 milyar

* Halim Perdanakusuma (Jakarta)
-Rp 16.94 miliar

* Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang, Sumsel)
-Rp 32.35 miliar

* Minangkabau (Padang, Sumbar)
-Rp 37.36 miliar

--------

Bisnis bandara adalah pelayanan, jadi memang gak bisa berekspektasi dapat untung cepat-cepat, apalagi baru awal proses peningkatan kapasitas terminal.

Rasanya saya sudah dapat melihat, begitu Kuala Namu selesai dan dioperasikan, kemungkinan besar bandara dengan kerugian terbesar akan jatuh pada Kuala Namu pada 5 tahun awal pengoperasiannya.... Begitu juga dengan terminal baru bandara SSK II, klihatannya nanti di tahun2 awal akan merugi.

Untungnya akan selalu ada airport tercinta Soekarno-Hatta yang selalu siap nombokin kerugian bandara lain :D

Sizter85
August 8th, 2010, 02:29 PM
^^Report untuk bandara2 AP 1 sekalian dong :D

Sizter85
August 8th, 2010, 02:36 PM
Citilink tambah penerbangan Jakarta-Medan
Oleh: Tularji

JAKARTA (Bisnis.com): Maskapai penerbangan Citilink, anak usaha Garuda Indonesia, menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta—Medan dan Surabaya—Banjarmasin menyusul meningkatnya permintaan.

Karin E. Item, Vice President Citilink Garuda Indonesia, mengatakan strategi menambah frekuensi penerbangan di sejumlah kota itu akan dioptimalkan seiring turus meningkatkan load factor (tingkat isian) pesawat.

Menurut dia, penambahan frekuensi penerbangan ini dilakukan bukan untuk menghadapi Lebaran, tetapi antisipasi pertumbuhan demand. "Ini untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang," katanya kepada Bisnis.com hari ini.

Dia menjelaskan maskapainya sudah melakukan penambahan frekuensi penerbangan di sejumlah rute yakni Jakarta—Medan dari dua kali sehari menjadi tiga kali sehari dan Surabaya—Banjarmasin dari dua kali menjadi tiga kali sehari.

Selama 2010, katanya, Citilink menargetkan seluruh rute yang diterbangi Citilink bisa ditingkatkan menjadi tiga kali sehari. "Itu target kami sesuai dengan ketersediaan armada yang ada," tegasnya.

Di sisi lain, perseroannya mengincar sejumlah rute strategis yang ditargetkan akan diterbangi pada semester II tahun ini. Rute itu adalah Jakarta—Pekanbaru, Jakarta—Padang dan Jakarta—Banjarmasin.

Karin menambahkan penambahan rute baru tersebut tergantung ketersediaan pesawat.

"Ada lima rute yang sebelumnya kami incar selama semester II 2010, dua rute telah dibuka yakni Jakarta—Balikpapan dan Jakarta Denpasar. Sisanya menunggu armada." (yn)

Sizter85
August 9th, 2010, 04:39 PM
ANA To Launch Narita-Jakarta and Narita-Manila Routes

TOKYO August 6, 2010 - ANA announced its decision to launch two new international routes from Narita next year, resuming the Narita-Jakarta route from January 2011, and inaugurating the Narita-Manila route in March 2011.....

A/C : B767-300ER


http://www.ana.co.jp/eng/aboutana/press/2010/100806.html

sasamakan
August 9th, 2010, 06:29 PM
^^ Syukurlah ANA akan balik ke CGK :banana:

Sizter85
August 9th, 2010, 06:48 PM
^^Berharap schedul-nya gak sore2 hari,.. di jam2 segitu lagi padet-padetnya T2 tuh :D

ruperdo
August 10th, 2010, 11:50 AM
Salah Memutar, Merpati Tak Bisa Kembali

JAYAPURA, KOMPAS.com — Pesawat Merpati Boeing 737-300 PK-MDC yang mendarat di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Selasa (10/8/2010), diduga salah posisi memutar di ujung landasan sehingga tidak bisa kembali ke apron.

Pesawat yang membawa penumpang dari Jakarta-Makassar itu diturunkan di ujung landasan. "Pesawat mendarat mulus saja. Tetapi saya lihat, kok, tidak berhenti di tempat putaran. Malah terus jalan ke ujung landasan sehingga tidak bisa memutar," ujar Yohanis Sampe, warga Manokwari yang sedang mengantar anaknya berangkat ke Jayapura, Selasa pagi.

Lebih lanjut, ia menghitung jarak roda ban pesawat depan berada pada jarak 6 meter dari ujung landasan. Sedangkan moncong pesawat berada di atas landasan.

Jika pesawat tidak berhenti beberapa saat, badan pesawat bisa tergelincir ke parit ujung landasan. "Kami kecewa keamanan penerbangan Merpati terlalu rendah. Apa pilot mengantuk atau asyik ngobrol sehingga bisa kelewatan tempat memutar," ujarnya.

Ia mengatakan, pesawat itu tiba di Rendani sekitar pukul 06.30. Karena pesawat berhenti di ujung landasan pacu, para petugas terpaksa membawa tangga turun penumpang ke ujung landasan juga.

Kini badan pesawat seberat berton-ton sedang didorong petugas dibantu puluhan masyarakat ke arah apron tanpa alat.

:ohno::ohno:

sasamakan
August 10th, 2010, 01:17 PM
^^ Merpati ini, saya bingung mau bilang apa ke maskapai ini, kaya mau merubah kualitas kaya ogah2an, merugi terus, dibantu pemerintah ga sih sebenernya ini maskapai??