View Full Version : [MEDAN] Projects & Development


Pages : 1 2 3 4 5 6 7 [8] 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

laba-laba
February 8th, 2010, 09:42 AM
ini denger kabarnya mao dibangun office tower.. yang punya group hermes juga.

wow keren.... brapa lantai ? ude ada renderingnya lom ?

Tapi sepertinya proyek di lahan bekas bangunan tua di depan hsbc itu sudah di pagarin dengan pagar besi bukan seng. jadi sepertinya proyek itu tertunda.

kalau 2 proyek itu aja jadi mangkin buat rapid building di daerah itu. apa lagi kalau proyek superblock nya .

di lahan kosong inilah proyek office tower hermes punya mau dibangun.
gambar crystall square
http://images.medanphoto.multiply.com/image/18/photos/31/600x600/11/crystal1.jpg?et=d9RTaMYev1GHI1Q%2CbLU5hA&nmid=53639857

Ampelio
February 10th, 2010, 10:35 PM
Kota kembar kota Medan kali Bandung yah.......di Medan banyak bangunan peninggalan kolonial bedanya mungkin Medan udah punya gedung lebih dari 25 lantai dan kemungkinan kalau bandara Kuala Namu selesai pembangunanya bakal melejit pesat dan ex bandara Polonia bakalan seperi ex bandara Kemayoran jadi kota baru dengan sejumlah gedung menjulang.

^^Ada betulnya juga, Medan dan Bandung adalah sama2 kota tempo doeleoe yang (sebetulnya:D) ...di desain sangat indah dengan arsitektur kolonial Belanda berkualitas tinggi :okay:

...sayangnya, yg terjadi kemudian di kedua "kota indah" tsb adalah "horrible":

1. Jumlah penduduk membengkak luar biasa membikin area urban sangat padat dan tidak diimbangi daya dukung serta tata kota yg bagus dan bervisi kedepan. Tidak ada konsep "Greater Medan" atau "Greater Bandung" yg betul2 matang. :ohno:
2. Saat kota2 besar lain belum ada/banyak plaza dan shopping mall, di era 80-90an Bandung dan Medan sudah lebih dulu booming ...yg walaupun akhirnya hidup-mati, tapi sampai skrgbikin macet jalan2 di tengah kota yg memang relatif kecil2 untuk ukuran kota metropolitan.
3. Bandara (saat ini) sama2 ditengah kota dan ...ofcourse selalu bikin masalah :nuts:
4. Kedua kota memiliki suplai SDM2 nasional yg handal dan berlimpah ...yg anehnya justru banyak ber-kiprah diluar kota. ....istilahnya: kebanyakan "orang pintar" malah gak bikin kota-nya jadi pintar. (siapa yg meragukan kualitas ITB-ers dan Medan lawyers connection?)
5. ...akibat dari 1-4 : pembangunan dan pemeliharaan fasilitas publik dan infrastruktur kedua kota ini terkesan agak terabaikan bbrp tahun blkg-an ini.... banyak jalan berlubang dan sudut 2kota yg kotor :bash:

Bedanya? Bandung terletak di dataran tinggi dan berhawa sejuk, Medan di dekat pesisir dan puanass :lol:

laba-laba
February 11th, 2010, 04:20 AM
Medan Mega Trade Center.
Rendering terbaru. Tetapi belum tau kapan teralisasi.
Tapi 1000 Ruko sudah selesai dikerjakan dan sudah lebih dari 50% terjual.

hotel
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/31/600x600/23/mmtc-hotel.jpg?et=DRbuEeSKzGiuZ91m7K2Ngw&nmid=53639857

ITC Mall
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/31/600x600/24/mmtc-mall.jpg?et=O7eFX7UT3fWl49J6lfIUyQ&nmid=53639857

exibishion hall and waterboom
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/31/600x600/22/mmtc.jpg?et=Q2vrQuEBKm5L5lD%2C1qqSPQ&nmid=53639857


source : http://medanphoto.multiply.com/photos/album/31

gussinyo
February 11th, 2010, 07:27 AM
kok gak muncul gambarnya?

inside_us
February 12th, 2010, 06:17 PM
hidup MEdan

bbq
February 13th, 2010, 06:22 AM
TNI AU Usulkan Polonia Jadi Pangkalan Militer

Posted in Medan Kita by Redaksi on Februari 13th, 2010

Medan (SIB)
TNI Angkatan Udara (AU) mengusulkan kepada Pemprov Sumut agar Bandara Polonia tetap dijadikan sebagai pangkalan militer.
Usulan itu disampaikan Asisten Perencanaan KSAU, Marsekal Muda TNI Erry Biatmoko ketika bertemu Gubernur Sumut, Syamsul Arifin di Medan, Kamis.
Gubernur mengatakan, TNI AU mengharapkan pihaknya tidak memindahkan pangkalan udara yang ada selama ini seiring perpindahan Bandara Polonia ke Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang.
TNI AU mengharapkan lapangan di Bandara Polonia Medan dapat dijadikan lapangan militer cadangan di bagian Sumatera Bagin Utara (Sumbagut).
Namun usulan itu masih dalam tahap konsep di jajaran Mabes TNI AU. “Masih dalam tahap dialog,” kata Syamsul.
Meski demikian, kata Gubernur, Pemprov Sumut belum dapat memberikan jawaban atas usulan TNI AU tersebut.
Namun pihaknya akan mengupayakan untuk memberikan solusi berupa mencari lokasi lain yang dapat dijadikan pangkalan militer TNI AU.
Hal itu disebabkan Bandara Polonia dinilai tidak layak menjadi pangkalan militer karena berada di tengah kota.
Ketika ditanyakan tentang kemungkinan untuk “menggandengkan” Bandara Internasional Kuala Namu dengan pangkalan AU itu, Syamsul Arifin menyatakan hal itu tidak diperbolehkan.
“Itu tidak boleh,” kata mantan bupati Langkat tersebut. (Ant/o)

Sumber: www.hariansib.com

Bad news or trully madly deeply bad news? Any comment?

laba-laba
February 14th, 2010, 03:40 PM
TNI AU Usulkan Polonia Jadi Pangkalan Militer

Posted in Medan Kita by Redaksi on Februari 13th, 2010

Medan (SIB)
TNI Angkatan Udara (AU) mengusulkan kepada Pemprov Sumut agar Bandara Polonia tetap dijadikan sebagai pangkalan militer.
Usulan itu disampaikan Asisten Perencanaan KSAU, Marsekal Muda TNI Erry Biatmoko ketika bertemu Gubernur Sumut, Syamsul Arifin di Medan, Kamis.
Gubernur mengatakan, TNI AU mengharapkan pihaknya tidak memindahkan pangkalan udara yang ada selama ini seiring perpindahan Bandara Polonia ke Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang.
TNI AU mengharapkan lapangan di Bandara Polonia Medan dapat dijadikan lapangan militer cadangan di bagian Sumatera Bagin Utara (Sumbagut).
Namun usulan itu masih dalam tahap konsep di jajaran Mabes TNI AU. “Masih dalam tahap dialog,” kata Syamsul.
Meski demikian, kata Gubernur, Pemprov Sumut belum dapat memberikan jawaban atas usulan TNI AU tersebut.
Namun pihaknya akan mengupayakan untuk memberikan solusi berupa mencari lokasi lain yang dapat dijadikan pangkalan militer TNI AU.
Hal itu disebabkan Bandara Polonia dinilai tidak layak menjadi pangkalan militer karena berada di tengah kota.
Ketika ditanyakan tentang kemungkinan untuk “menggandengkan” Bandara Internasional Kuala Namu dengan pangkalan AU itu, Syamsul Arifin menyatakan hal itu tidak diperbolehkan.
“Itu tidak boleh,” kata mantan bupati Langkat tersebut. (Ant/o)

Sumber: www.hariansib.com

Bad news or trully madly deeply bad news? Any comment?


no komen ahh.. atutt....

puzzless
February 15th, 2010, 02:39 AM
TNI AU Usulkan Polonia Jadi Pangkalan Militer

Posted in Medan Kita by Redaksi on Februari 13th, 2010

Medan (SIB)
TNI Angkatan Udara (AU) mengusulkan kepada Pemprov Sumut agar Bandara Polonia tetap dijadikan sebagai pangkalan militer.
Usulan itu disampaikan Asisten Perencanaan KSAU, Marsekal Muda TNI Erry Biatmoko ketika bertemu Gubernur Sumut, Syamsul Arifin di Medan, Kamis.
Gubernur mengatakan, TNI AU mengharapkan pihaknya tidak memindahkan pangkalan udara yang ada selama ini seiring perpindahan Bandara Polonia ke Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang.
TNI AU mengharapkan lapangan di Bandara Polonia Medan dapat dijadikan lapangan militer cadangan di bagian Sumatera Bagin Utara (Sumbagut).
Namun usulan itu masih dalam tahap konsep di jajaran Mabes TNI AU. “Masih dalam tahap dialog,” kata Syamsul.
Meski demikian, kata Gubernur, Pemprov Sumut belum dapat memberikan jawaban atas usulan TNI AU tersebut.
Namun pihaknya akan mengupayakan untuk memberikan solusi berupa mencari lokasi lain yang dapat dijadikan pangkalan militer TNI AU.
Hal itu disebabkan Bandara Polonia dinilai tidak layak menjadi pangkalan militer karena berada di tengah kota.
Ketika ditanyakan tentang kemungkinan untuk “menggandengkan” Bandara Internasional Kuala Namu dengan pangkalan AU itu, Syamsul Arifin menyatakan hal itu tidak diperbolehkan.
“Itu tidak boleh,” kata mantan bupati Langkat tersebut. (Ant/o)

Sumber: www.hariansib.com

Bad news or trully madly deeply bad news? Any comment?

haiiiihhh cape de :ohno:
ga ngerti kali tuh kenapa polonia mau dipindahkan?
rasanya pingin di :bash::bash:

Aucostar
February 21st, 2010, 12:50 PM
ini thread ud bener mau mati
hahahahaaaa....
gara2 kuala namu nihhh....
gk ad proyek2 baru laagiiiii
ckckckkkkkkkkk

laba-laba
February 22nd, 2010, 03:59 AM
ini thread ud bener mau mati
hahahahaaaa....
gara2 kuala namu nihhh....
gk ad proyek2 baru laagiiiii
ckckckkkkkkkkk

makanya kita pilih Wakota medan yang pro ama pembangunan :)

Aucostar
February 22nd, 2010, 07:57 AM
^^^
moga2 ad wakota yg berjuang kyk abdillah :)

Dewi Melayu
February 25th, 2010, 10:36 AM
Bekas bandara Polonia mau dibangun CBD baru di Medan yang ada beberapa gedung termasuk gedung 100 lantai (Kompas November 2009) itu gimana kabarnya?

c00lridge
February 25th, 2010, 02:35 PM
Proyek Vihara di Taman Lumbini, Brastagi
http://i841.photobucket.com/albums/zz333/akaotan/ptxt6.jpg?t=1267104833

c00lridge
February 25th, 2010, 02:43 PM
from Kompas.com
http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/17/3693997p.jpg

Perjalanan dengan Kereta Api Medan-Belawan Hanya 45 Menit
Rabu, 17 Februari 2010 | 03:38 WIB

Oleh AUFRIDA WISMI

Fasya, bocah laki-laki kelas V SD Negeri 106162 di Jalan Pancing, Medan, Sumatera Utara, kegirangan saat diperbolehkan naik kereta api Sri Lelawangsa dalam perjalanan perdana untuk rute Medan-Belawan, Selasa (16/2). Masih mengenakan celana merah, seragam sekolah, Fasya mondar-mandir di dalam kereta baru itu.

”Saya senang,” kata Fasya yang naik kereta bersama kakeknya, Tengku Idham (56), warga Glugur Barat, Medan.

Sebelumnya, Idham melihat ada banyak papan bunga di depan Stasiun KA Medan. Selepas menjemput Fasya pulang sekolah, Idham mampir ke stasiun dan kebetulan kereta yang diluncurkan akan berangkat perdana ke Belawan.

Kakek dan cucu itu langsung bergabung bersama wartawan dan tim wakil menteri yang meresmikan kereta komuter tersebut.

Seperti Fasya, banyak warga Medan dan sekitarnya menyatakan gembira dengan diluncurkannya kereta api komuter Medan-Tebing Tinggi dan Binjai-Medan-Belawan. Kereta akan memudahkan warga Medan dan sekitarnya pergi-pulang ke/dari Medan.

”Yang penting bersama-sama bisa menjaga dan memelihara, baik masyarakat maupun PT KA, supaya kereta tetap bagus terjaga dan bisa beroperasi kontinu,” tutur Idham.

Bahari (40), warga Jalan Gaharu, yang naik kereta bersama anaknya, Muhammad Chandra (5), juga mengungkapkan hal yang sama.

”Kami berharap semua pihak bisa menjaga kereta ini,” tutur Bahari, yang berupaya naik kereta setelah anaknya, Chandra, bersikeras naik kereta setelah melihat ada kereta baru yang melintas di belakang rumah saat uji coba lintasan. ”Apalagi kereta ke Belawan selama ini belum pernah ada. Maka, mari dijaga bersama. Kalau keretanya cantik, warga Medan juga yang senang,” ujar Bahari.

Idham bercerita, dulu pernah ada kereta komuter tahun 1980-an yang melayani Tebing Tinggi-Medan. Namun, kereta yang diandalkan kaum pekerja itu hanya bertahan tiga tahun. Maka, beroperasinya kereta baru ini diharapkan akan mempermudah mobilisasi warga Medan, terutama kaum pekerjanya.

Warga juga berharap jangan banyak pedagang asongan berada di kereta api, itu akan membuat kereta kumuh dan membuat penumpang tidak nyaman.

Dalam perjalanan perdana kemarin, Medan-Belawan ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit.

Tak berhenti

Catatan Kompas menunjukkan, kereta berangkat dari stasiun Medan pukul 15.40 dan sampai di Belawan pukul 16.25. Laju KA pelan dengan peluit yang tak henti-hentinya dibunyikan. Kereta tidak berhenti di setiap stasiun, yakni Stasiun Pulu Brayan, Titi Papan, dan Labuhan, tetapi hanya berhenti di Stasiun Belawan.

Sepanjang jalan Medan-Belawan, warga yang tinggal di pinggir rel (bahkan ada di beberapa titik yang sangat dekat dengan rel), terutama anak-anak, tak henti bersorak-sorak dan melambaikan tangan ke arah kereta api. Banyak orangtua yang juga tertegun melihat kereta melintas.

”Selama ini kereta yang lewat selalu kereta barang dan sudah butut. Ini ada kereta bagus lewat, maka langsung mendapat perhatian warga,” tutur Idham.

Apalagi jika kereta api terkoneksi dengan Pelabuhan Belawan.

Penumpang akan senang naik kereta api menuju Belawan, terutama saat KM Kelud berlayar dari Pelabuhan Belawan hari Selasa dan saat KM Kelud merapat hari Sabtu.

Sayangnya, saat peluncuran perdana KA Sri Lelawangsa kemarin, tanda-tanda sulitnya pemeliharaan sudah terlihat. Air keran di toilet kereta nomor dua, misalnya, sangat kotor. Meskipun ada stiker tertempel ”Terima Kasih untuk Tidak Merokok” di dalam kereta, tetap saja banyak penumpang yang merokok. Begitu perjalanan perdana berakhir, sampah langsung terlihat di lantai gerbong meskipun tempat sampah sudah disediakan.

Dari dalam kereta, rumah-rumah kayu penduduk dan nelayan dengan mudah terlihat berdiri di atas rawa-rawa. Pemandangan kawasan pinggiran Kota Medan tergambar jelas, banyak warga masih hidup jauh dari sejahtera.

Perlu pembenahan

Peneliti Laboratorium Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno, yang turut serta dalam perjalanan perdana itu mengatakan, kereta Sri Lelawangsa jurusan Medan-Belawan perlu banyak pembenahan, terutama karena lintasannya yang dekat dengan rumah penduduk dan persaingan dengan transportasi angkutan kota. Lintasan ini berbeda dengan lintasan Medan-Binjai yang relatif lebih tertata.

Satu kereta

Menurut Djoko, sejatinya Sumut hanya akan menerima satu set kereta api, satu kereta api yang lain akan diberikan kepada Sumatera Barat. Namun, karena Sumbar terkena gempa, kereta dialihkan ke Sumut. ”Sumatera Barat akan menerima kereta yang lain,” tutur Djoko.

Meski begitu, warga Medan dan sekitarnya gembira dengan peluncuran kereta baru ini. Mereka berharap kereta dapat memenuhi kebutuhan warga akan transportasi massal yang murah, nyaman, dan ramah lingkungan.

c00lridge
February 25th, 2010, 02:45 PM
Berita di atas aku masukkan ke Project and Construction karena belum beroperasional keretanya. masih tahap percobaan. Kalo salah thread, tolong moderator pindah yah.

Aucostar
February 25th, 2010, 10:10 PM
Proyek Vihara di Taman Lumbini, Brastagi
http://i841.photobucket.com/albums/zz333/akaotan/ptxt6.jpg?t=1267104833

kyk d klenteng2 d thailand bngnan ny
:)

Taditisa
February 26th, 2010, 01:16 AM
Bekas bandara Polonia mau dibangun CBD baru di Medan yang ada beberapa gedung termasuk gedung 100 lantai (Kompas November 2009) itu gimana kabarnya?

Maksudnya 100 lantai horizontal kaleeee. hahahahaha:lol:

laba-laba
February 27th, 2010, 03:00 AM
ini denger kabarnya mao dibangun office tower.. yang punya group hermes juga.

aku bayangkan kalau pihak hermes membeli juga proyek crystal square yang terbengkalai dan meng intergrasikan dengan proyek barunya pasti mantap sekali !! bisa menjadi segitiga emas :)

bamz..
February 27th, 2010, 06:03 PM
Bekas bandara Polonia mau dibangun CBD baru di Medan yang ada beberapa gedung termasuk gedung 100 lantai (Kompas November 2009) itu gimana kabarnya?

lebay hahayyy ..

ruperdo
February 27th, 2010, 06:54 PM
^^ :rofl:

v-sun
February 28th, 2010, 03:20 AM
^^ kalo di Bandung ada Allegro Altura tower tingginya 600 meter, udah ada renderingnya, tapi kayaknya lebay juga :lol:
mudah2an di Medan gak lebay

michael2088
February 28th, 2010, 03:31 PM
aku bayangkan kalau pihak hermes membeli juga proyek crystal square yang terbengkalai dan meng intergrasikan dengan proyek barunya pasti mantap sekali !! bisa menjadi segitiga emas :)


Setau aku crystal square uda dijual ke group Lippo dan sekarang kabarnya mereka lagi beresin office space yang uda sempat ke jual oleh pengembang yang dulu.
kalo bener itu jadi kenyataan.. mantap kali lah bang. tp gak ada yg mustahil, bisa aja mereka joint venture Hermes - Lippo haha.

laba-laba
March 1st, 2010, 07:22 AM
Setau aku crystal square uda dijual ke group Lippo dan sekarang kabarnya mereka lagi beresin office space yang uda sempat ke jual oleh pengembang yang dulu.
kalo bener itu jadi kenyataan.. mantap kali lah bang. tp gak ada yg mustahil, bisa aja mereka joint venture Hermes - Lippo haha.

udah tau gak rencana lippo selanjutnya ?

rilham2new
March 6th, 2010, 09:53 AM
EDITED ..... rupanya orangnya udah di BAN ..

inside_us
March 6th, 2010, 06:23 PM
mana ne kabar terbaru dari medan

bbq
March 8th, 2010, 04:05 AM
Komuter ini bener2 luar biasa! Ketika ia (dengan anggunnya) melewati perlintasannya di jalan Mandala pagi ini, cukup mendapat perhatian dari masyarakat maupun pengguna jalan di sekitarnya (mungkin karena sesuatu yang baru). Semoga komuter ini bisa dijadikan alternatif transportasi bagi kota Medan & sekitarnya (yang dilayani) sehingga dapat mengurai kemacetan. Juga kedepannya agar lebih ditingkatkan baik jumlah set KA-nya maupun fasilitasnya.

from Kompas.com
http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/17/3693997p.jpg

Perjalanan dengan Kereta Api Medan-Belawan Hanya 45 Menit
Rabu, 17 Februari 2010 | 03:38 WIB

Oleh AUFRIDA WISMI

Fasya, bocah laki-laki kelas V SD Negeri 106162 di Jalan Pancing, Medan, Sumatera Utara, kegirangan saat diperbolehkan naik kereta api Sri Lelawangsa dalam perjalanan perdana untuk rute Medan-Belawan, Selasa (16/2). Masih mengenakan celana merah, seragam sekolah, Fasya mondar-mandir di dalam kereta baru itu.

”Saya senang,” kata Fasya yang naik kereta bersama kakeknya, Tengku Idham (56), warga Glugur Barat, Medan.

Sebelumnya, Idham melihat ada banyak papan bunga di depan Stasiun KA Medan. Selepas menjemput Fasya pulang sekolah, Idham mampir ke stasiun dan kebetulan kereta yang diluncurkan akan berangkat perdana ke Belawan.

Kakek dan cucu itu langsung bergabung bersama wartawan dan tim wakil menteri yang meresmikan kereta komuter tersebut.

Seperti Fasya, banyak warga Medan dan sekitarnya menyatakan gembira dengan diluncurkannya kereta api komuter Medan-Tebing Tinggi dan Binjai-Medan-Belawan. Kereta akan memudahkan warga Medan dan sekitarnya pergi-pulang ke/dari Medan.

”Yang penting bersama-sama bisa menjaga dan memelihara, baik masyarakat maupun PT KA, supaya kereta tetap bagus terjaga dan bisa beroperasi kontinu,” tutur Idham.

Bahari (40), warga Jalan Gaharu, yang naik kereta bersama anaknya, Muhammad Chandra (5), juga mengungkapkan hal yang sama.

”Kami berharap semua pihak bisa menjaga kereta ini,” tutur Bahari, yang berupaya naik kereta setelah anaknya, Chandra, bersikeras naik kereta setelah melihat ada kereta baru yang melintas di belakang rumah saat uji coba lintasan. ”Apalagi kereta ke Belawan selama ini belum pernah ada. Maka, mari dijaga bersama. Kalau keretanya cantik, warga Medan juga yang senang,” ujar Bahari.

Idham bercerita, dulu pernah ada kereta komuter tahun 1980-an yang melayani Tebing Tinggi-Medan. Namun, kereta yang diandalkan kaum pekerja itu hanya bertahan tiga tahun. Maka, beroperasinya kereta baru ini diharapkan akan mempermudah mobilisasi warga Medan, terutama kaum pekerjanya.

Warga juga berharap jangan banyak pedagang asongan berada di kereta api, itu akan membuat kereta kumuh dan membuat penumpang tidak nyaman.

Dalam perjalanan perdana kemarin, Medan-Belawan ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit.

Tak berhenti

Catatan Kompas menunjukkan, kereta berangkat dari stasiun Medan pukul 15.40 dan sampai di Belawan pukul 16.25. Laju KA pelan dengan peluit yang tak henti-hentinya dibunyikan. Kereta tidak berhenti di setiap stasiun, yakni Stasiun Pulu Brayan, Titi Papan, dan Labuhan, tetapi hanya berhenti di Stasiun Belawan.

Sepanjang jalan Medan-Belawan, warga yang tinggal di pinggir rel (bahkan ada di beberapa titik yang sangat dekat dengan rel), terutama anak-anak, tak henti bersorak-sorak dan melambaikan tangan ke arah kereta api. Banyak orangtua yang juga tertegun melihat kereta melintas.

”Selama ini kereta yang lewat selalu kereta barang dan sudah butut. Ini ada kereta bagus lewat, maka langsung mendapat perhatian warga,” tutur Idham.

Apalagi jika kereta api terkoneksi dengan Pelabuhan Belawan.

Penumpang akan senang naik kereta api menuju Belawan, terutama saat KM Kelud berlayar dari Pelabuhan Belawan hari Selasa dan saat KM Kelud merapat hari Sabtu.

Sayangnya, saat peluncuran perdana KA Sri Lelawangsa kemarin, tanda-tanda sulitnya pemeliharaan sudah terlihat. Air keran di toilet kereta nomor dua, misalnya, sangat kotor. Meskipun ada stiker tertempel ”Terima Kasih untuk Tidak Merokok” di dalam kereta, tetap saja banyak penumpang yang merokok. Begitu perjalanan perdana berakhir, sampah langsung terlihat di lantai gerbong meskipun tempat sampah sudah disediakan.

Dari dalam kereta, rumah-rumah kayu penduduk dan nelayan dengan mudah terlihat berdiri di atas rawa-rawa. Pemandangan kawasan pinggiran Kota Medan tergambar jelas, banyak warga masih hidup jauh dari sejahtera.

Perlu pembenahan

Peneliti Laboratorium Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno, yang turut serta dalam perjalanan perdana itu mengatakan, kereta Sri Lelawangsa jurusan Medan-Belawan perlu banyak pembenahan, terutama karena lintasannya yang dekat dengan rumah penduduk dan persaingan dengan transportasi angkutan kota. Lintasan ini berbeda dengan lintasan Medan-Binjai yang relatif lebih tertata.

Satu kereta

Menurut Djoko, sejatinya Sumut hanya akan menerima satu set kereta api, satu kereta api yang lain akan diberikan kepada Sumatera Barat. Namun, karena Sumbar terkena gempa, kereta dialihkan ke Sumut. ”Sumatera Barat akan menerima kereta yang lain,” tutur Djoko.

Meski begitu, warga Medan dan sekitarnya gembira dengan peluncuran kereta baru ini. Mereka berharap kereta dapat memenuhi kebutuhan warga akan transportasi massal yang murah, nyaman, dan ramah lingkungan.

laba-laba
March 8th, 2010, 05:07 AM
goodnews...

aku ingin rencana buat new CBD di belawan cepat terwujud !! :) Aku dambakan medan punya CBD seperti Singapura :)

laba-laba
March 8th, 2010, 08:34 AM
EDITED ..... rupanya orangnya udah di BAN ..

hahahaha...

aku aja tadi bingung baca isi nya Lam... heheh

gak nyambung gitu loh :)

rilham2new
March 8th, 2010, 08:36 AM
^^ iya postingannya ilang ... aku jarang nge-quote soalnya ... kalau cuman selisih atas-bawah doang.

laba-laba
March 8th, 2010, 09:09 AM
<b>Kerja Sama PD Perhotelan Diragukan</b>
Rabu 24 Februari 2010 — Admin

>> nida, medan
Kelanjutan kerja sama Perusahaan Daerah (PD) Perhotelan dengan swasta untuk membangun Crystal Squere di lahan eks Hotel Dirga Surya hingga kini belum jelas. Lahan yang terletak di Jalan Imam Bonjol itu merupakan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dikelola PD Perhotela semakin kabur.
Setelah perusahaan pertama PT Cakrawala Dekatama melanggar perjanjian atau wan prestasi, kini PD Perhotelan menjalin kerja sama dengan perusahaan baru yakni, PT Artha Sarana Makmur dan PT Prima Karya Makmur.
Namun, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut yang menangangi badan usaha milik daerah meragukan kerja sama baru ini. Anggota Dewan khawatir, perusahaan baru ini pun tidak memiliki profil yang baik, sehingga pembangunan Crystal Squere tidak terlaksana.
"Kita susah menerima apapun yang dijelaskan PD Perhotelan melihat pengalaman yang lalu. Dulu juga insya Allah dan sekarang juga melibatkan Allah," tegas anggota Komisi C DPRD Sumut Hidayatullah saat rapat kerja dengan Direktur Utama PD Perhotelan Ruslan Hasyim di gedung DPRD Sumut di Medan, kemarin.
Hidayatullah mengatakan hal ini menanggapi penjelasan Ruslan yang berusah meyakinkan Dewan bahwa pembangunan pusat perbelanjaan dan hotel yang sudah terbengkalai selama lima tahun itu diperkirakan bisa selesai 2012 dan beroperasi.
Namun, Hidayatullah mengingatkan agar DPRD Sumut tegas terhadap PD Perhotelan sebagai pihak yang mewakili Pemprov Sumut dalam kerja sama itu. Hal terpenting adalah aset tidak terjual sebagaimana terjadi pada aset yang kini menjadi Hotel Grand Angkasa. Apalagi, menurut Hidayatullah, aset tersebut ternyata telah diagunkan oleh PT Cakrawala ke Bank Bukopin. Kondisi ini pula yang menimbulkan keyakinan bahwa PT Cakrawala Dekatama sebenarnya tidak memiliki komitmen yang baik untuk mengembangkan Crystal Squere.
"Jadi profil perusahaannya harus jelas. Jangan-jangan lari lagi dia. Akhirnya kita juga yang menanggung," ujar Hidayatullah.
Anggota Komisi C DPRD Sumut Effendi Napitupulu juga mempertanyakan kenapa PD Perhotelan bisa percaya PT Cakrawala Dekatama yang berdiri pada 2003 langsu bisa bekerja sama dengan PD Perhotelan untuk mengembangkan bisnis strategis. Dia malah meragukan kinerja PD Perhotelan di bawah kepemimpinan Ruslan dan menangkap kesan, badan usaha milik Pemprov Sumut ini dikelola sendiri. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini pun menyesalkan keputusan Ruslan untuk menghadiri undangan rapat komisi C setelah dua kali tertunda harus terlebih dahulu melapor ke Sekrtetaris Daerah Sumut RE Nainggolan.
Ruslan mengakui, ketelambatan pembangunan ini disebabkan ketidakprofesionalan PT Cakrawalan Dekatama. Namun dia tidak menjelaskan latar belakang kenapa PD Perhotelan mempercayai perusahaan itu. Menurutnya, akibat ketidaksanggupan PT Cakrawala Dekatama melanjutkan perjanjian, maka PT Artha Sarana Makmur dan PT Prima Karya Makmur masuk sebagai pemilik saham mayoritas.
Sejauh ini, jelas Ruslan, Gubernur Sumut Syamul Arifin belum menandatangani perubahan perjanjian kerja sama dengan kedua perusahaan itu karena masih menunggu kajian dari ahli hukum. Namun berdasarkan usulan PD Perhotelan, dalam perjanjian itu akan diatur <b>denda Rp1,8 juta per tahun jika proyek tidak bisa selesai pada 2012.</b> ***

source : http://www.inimedanbung.com/node/6288

==================

Rp. 1.8 jt/pertahun dendanya ? sedikit amat !!

laba-laba
March 9th, 2010, 03:05 AM
Pembangunan Fly Over Djamin Ginting Tunggu Kerja Konsultan Cetak Email
Medan, (Analisa)

Pembangunan fly over (jembatan layang) di kawasan Djamin Ginting masih menunggu hasil kerja konsultan khususnya soal besaran biaya pembebasan lahan.

"Kita masih menunggu hasil kajian ulang konsultan, berapa nilai yang pantas sebagai pembayaran pembebasan lahan. Pertengahan Maret 2010 ini akan dilakukan pertemuan kepada warga dan merupakan pertemuan terakhir,"kata panitia pembebasan lahan fly over Djamin Ginting, Thomas Sinuhaji kepada wartawan di Kantornya, Jalan AH Nasution Medan, Senin (8/3).

Dia mengatakan, pembebasan lahan ini mencapai 652M2 dengan 111 kepala keluarga. Sedang fly over yang dibangun panjangnya 1 km, dengan lebar 40 meter.

Sementara dana yang tersedia dari APBD Provinsi sebesar Rp10 miliar. Tapi, katanya dana tersebut belum digunakan karena hingga kini belum ada kesepakatan.

Pada pertemuan pertama, lanjutnya masih masyarakat menuntut pembebasan lahan per meternya mencapai Rp3juta. Sedangkan, pemerintah menawarkan Rp1,8 juta.

Tuntutan ini, katanya bukan tuntutan masyarakat melainkan tuntutan perorangan sehingga perlu dilakukan musyawarah lanjutnya.

Untuk itu, semuanya diserahkan kepada konsultan sesuai dengan hasil kajian. Saat ini, lanjutnya kerja konsultan sedangkan melihat luas tanah yang terkena, nilai jual beli masyarakat di sekitar, dan harga jual di pasaran. "Apabila ada tuntutan masyarakat yang melebihi bisa diketahui darimana dasarnya. Di Sumut soal ganti rugi pembebasan lahan termasuk cepat," ujarnya.

Dia menambahkan, pembebasan bisa dimulai tahun 2010 apabila ada kesepakatan pemerintah dan warga sehingga bisa disiapkan SK ganti rugi. "Apabila sudah 70 persen pembayaran, Pemerintah Pusat sudah bisa melakukan lelang. Jadi tidak ada masalah,"katanya.

Selain fly over Djamin Ginting, pemerintah juga merencanakan pembangunan fly over persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Pondok kepala serta membangun under pass di kawasan persimpangan Jalan Brigjen Katamso-Jalan Tri Tura.

Langganan Macet

Pantauan Analisa di persimpangan Jalan Djamin Ginting-Jalan Ngumbang Surbakti merupakan daerah langganan macet setiap pagi dan sore.

Warga menilai pembangunan fly over merupakan solusi tepat untuk menghindari kemacetan seperti di persimpangan Amplas. "Kita senang adanya rencana pembangunan fly over sehingga kemacetan yang kerap terjadi bisa dikurangi," kata warga setempat. (maf)

source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=47061:pembangunan-fly-over-djamin-ginting-tunggu-kerja-konsultan&catid=31:umum&Itemid=143

aedee
March 9th, 2010, 07:43 AM
Pembangunan Fly Over Djamin Ginting Tunggu Kerja Konsultan Cetak Email
Medan, (Analisa)


Dia mengatakan, pembebasan lahan ini mencapai 652M2 dengan 111 kepala keluarga. Sedang fly over yang dibangun panjangnya 1 km, dengan lebar 40 meter.



source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=47061:pembangunan-fly-over-djamin-ginting-tunggu-kerja-konsultan&catid=31:umum&Itemid=143


Sepanjang 1 km ya?
Panjang juga tuh...
Kira-kira fly over-nya melintang di jalan Jamin Ginting atau di Jalan AH Nasution?
Kalo yang di Amplas berapa ya panjangnya?
Maklum udah gak tinggal di Medan lagi, ada info?

v-sun
March 9th, 2010, 12:36 PM
Pembangunan Kota Medan Butuh Sentuhan Rahudman-Eldin
Medan, (Analisa)

Pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Medan, Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin masih dibutuhkan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan di kota ini. Karena terbukti, kinerja Rahudman saat menjabat walikota Medan dan Dzulmi Eldin sebagai Sekda sudah terbukti berbuat bagus membangun Medan.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, Ferdinand L Tobing, SE kepada wartawan di gedung dewan, Kamis (4/3) terkait figur Rahudman-Eldin. Menurut Ferdinand, pasangan ini memiliki etos kerja yang tegas dan bijaksana.

Dikatakan Ferdinand, kinerja Rahudman saat Pj Walikota Medan sekira 6 bulan, telah banyak melakukan perubahan menuju Kota Medan ke arah lebih baik. Rahudman telah membuktikan kerja siang malam menata pedagang kakilima, drainase dan badan jalan, khusunya pembangunan infrastruktur.

"Sosok Rahudman yang bijak, berani, tegas dan kerja keras serta bertanggungjawab sangat tepat memimpin Kota Medan yang memiliki masyarakat heterogen", kata Ferdinand.

Menurutnya, Rahudman-Eldin sudah banyak berbuat untuk Kota Medan. Melakukan perubahan demi kepentingan masyarakat. Pasangan ini juga tidak mengabaikan adanya kekurangan, namun mereka bertekat melanjutkan dan berbuat untuk kepentingan bersama.

"Lihat saja, perkembangan kota tetap dipantau dan langsung ‘jemput bola’. Terjun ke lapangan bersama SKPD dan bekerja menurut skala prioritas", tambah Ferdinand juga Wakil Ketua DPD Golkar Medan.

Ditambahkan Ferdinand, sifat Rahudman komunikatif kepada siapa saja. Sifat nasionalisme sangat tinggi. "Tidak membeda-bedakan suku, agama, etnis maupun golongan dan memiliki rasa sosial yang tinggi", sebut Ferdinand.

Kepiawaian Rahudman-Eldin menata kota dan struktur pemerintahan Pemko Medan tidak diragukan lagi, karena pasangan ini merupakan birokrasi murni yang memulai karir dari bawah.

Ditambahkan, masalah pro kontra terkait pencalonan Rahudman-Eldin, hal yang lumrah dan merupakan dinamika politik. Namun, kepada warga Medan kiranya tidak saling menjelekkan, tapi diharapkan dapat berkompetisi dengan sehat. Sehingga dapat memperbaiki kekurangan masing masing dan bukan menjelek-jelekkan lawan.

Kader Golkar ini juga yakin, Rahudman-Eldin dipercaya warga Medan. Dan sekarang ini banyak golongan dan tokoh agama, masyarakat maupun ormas serta elemen lainnya memberikan dukungan.

"Golkar dan saya sendiri tetap mengawal pansus Pilkada DPRD Medan demi memenangkan pasangan Rahudman-Eldin", ujar Ferdinan. (sug)

c00lridge
March 9th, 2010, 12:56 PM
Komuter ini bener2 luar biasa! Ketika ia (dengan anggunnya) melewati perlintasannya di jalan Mandala pagi ini, cukup mendapat perhatian dari masyarakat maupun pengguna jalan di sekitarnya (mungkin karena sesuatu yang baru). Semoga komuter ini bisa dijadikan alternatif transportasi bagi kota Medan & sekitarnya (yang dilayani) sehingga dapat mengurai kemacetan. Juga kedepannya agar lebih ditingkatkan baik jumlah set KA-nya maupun fasilitasnya.

Yang benar? Kereta ini uda mulai beroperasi? :banana:
Mau dong foto fotonya....:)

c00lridge
March 9th, 2010, 12:59 PM
goodnews...

aku ingin rencana buat new CBD di belawan cepat terwujud !! :) Aku dambakan medan punya CBD seperti Singapura :)

mas laba-laba, emang ada yah rencana CBD buat belawan? Kayaknya ga mungkin deh.
Rasanya dari dulu dulu yang ga pernah mengalami perkembangan itu daerah Medan Utara dan Belawan. Coba kalo airportnya dibangun di Belawan, kan lebih bagus tuh, jalan tol uda tersedia, pelabuhan dekat, juga dekat laut hingga ga ada masalah KKOP lagi.

laba-laba
March 10th, 2010, 02:26 AM
mas laba-laba, emang ada yah rencana CBD buat belawan? Kayaknya ga mungkin deh.
Rasanya dari dulu dulu yang ga pernah mengalami perkembangan itu daerah Medan Utara dan Belawan. Coba kalo airportnya dibangun di Belawan, kan lebih bagus tuh, jalan tol uda tersedia, pelabuhan dekat, juga dekat laut hingga ga ada masalah KKOP lagi.

dimasa abdilah sudah ada wacana tersebut. ada kok news nya. coba aja obok2 di thread ini...
Karena dia ingin mengembangkan daerah utara. ada wacana dia juga untuk memindahkan daerah administrasi kota medan ke utara.

Belawan cantik bila ada highrise. seperti balikpapan, makasar, singapura...

DanangSuthoWijoyo
March 10th, 2010, 08:14 AM
Sri Lelawangsa Menjadi Ajang Tamasya


Sri Lelawangsa yang kulitnya mulus mengilat dan baunya yang harum sangat menarik. Sri siap melayani penumpang yang hendak menaikinya. Siang itu, Selasa (9/3), Sri hendak berangkat ke Binjai mengantar penumpang yang jumlahnya hanya sepersepuluh dari 240 kursi yang ada.

Sri Lelawangsa adalah kereta diesel atau komuter yang baru beroperasi empat hari. PT Kereta Api (KA) Divisi Regional I Sumatera Utara menyediakan tiga jurusan transportasi massal antarkota itu, yakni Medan-Binjai, Medan-Belawan, dan Medan-Tebing Tinggi. Sejauh ini mayoritas penumpangnya adalah warga yang sekadar ingin menikmati sensasi menaiki kereta baru yang bertarif Rp 3.000 untuk sekali jalan itu.

”Mumpung masih sepi dan murah. Tidak apa-apalah kalau kami jalan-jalan naik kereta,” kata Majiko (27), warga Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia. Saat itu Majiko bersama anak, keponakan, dan empat tetangganya sedang berada di salah satu gerbong menunggu Sri berangkat ke Binjai. Mereka berniat menikmati pemandangan sepanjang jalur rel kereta yang dilalui Sri.

Yang paling menarik bagi Linda (29), tetangga Majiko, dia bisa sepuasnya jalan-jalan dari gerbong satu ke gerbong lainnya saat komuter berjalan. Itu karena saking lowongnya gerbong kereta.

Sri juga menarik perhatian sejumlah pelajar dari Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Binjai. Mereka adalah Meylita (16), Almira Tammy (16), dan enam teman lainnya. Mereka sengaja naik Sri bolak-balik dari Binjai ke Medan dan kembali lagi ke Binjai. ”Ramai-ramai kami pulang sekolah langsung naik komuter. Tamasya, tamasya,” kata Almira sembari senyum ceria.

Perihal operasionalisasi Sri memang belum banyak warga yang tahu sehingga sepi penumpang. Pada hari pertama beroperasi, Sri hanya ditumpangi 60 orang, hari kedua 229 orang, dan hari ketiga 277 orang untuk 16 kali jalan di tiga jurusan berbeda. Padahal, idealnya Sri mampu menangkut 3.840 orang dalam sehari.

Penyebab utamanya adalah minimnya promosi oleh PT KA.

”Selama ini saya pakai kereta (sepeda motor) untuk pergi pulang dari Tebing ke Medan. Waktu sore memang macet. Kalau tahu ada komuter, saya lebih milih itu,” kata Siswanto (35), petugas keamanan hotel.

Wakil Kepala Stasiun Besar Kota Medan Hutabarat mengatakan, promosi Sri memang tidak begitu gencar. PT KA hanya mengiklannya di media cetak. Jika media promosi untuk Sri ditambah, ia yakin Sri makin diburu warga. (MHF)
------------------------------------------------------------------------
^^ penegn nyoba nih.....:banana:

rilham2new
March 10th, 2010, 02:38 PM
^^ Wah, cuman sampai Tebing Tinggi ya??? Tapi, lumayan lah Tebingtinggi lumayan jauh :D

Rupanya Tebingtinggi dihitung kawasan Metropolitan Medan juga, padahal jaraknya udah lumayan jauh, hehehe. .... Lubuk Pakam yang stahu aku agak deketan sama Medan (di luar Binjai, Belawan, dan Deli Tua tentunya :D)

Medan-Tebingtinggi, dengan Medan-Tanjungpura saja rasanay masih lebih jauh ke Tebingtinggi ...

rilham2new
March 10th, 2010, 02:41 PM
mas laba-laba, emang ada yah rencana CBD buat belawan? Kayaknya ga mungkin deh.
Rasanya dari dulu dulu yang ga pernah mengalami perkembangan itu daerah Medan Utara dan Belawan. Coba kalo airportnya dibangun di Belawan, kan lebih bagus tuh, jalan tol uda tersedia, pelabuhan dekat, juga dekat laut hingga ga ada masalah KKOP lagi.

Tanah kosong untuk bangun airport skala besar di kawasan lintasan Medan-Belawan agak susah, apalagi banyak perkebunan sawit milik perusahaan ataupun Perkebunan Inti Rakyat di kawasan2 itu ...

c00lridge
March 10th, 2010, 06:57 PM
^^ Wah, cuman sampai Tebing Tinggi ya??? Tapi, lumayan lah Tebingtinggi lumayan jauh :D

Rupanya Tebingtinggi dihitung kawasan Metropolitan Medan juga, padahal jaraknya udah lumayan jauh, hehehe. .... Lubuk Pakam yang stahu aku agak deketan sama Medan (di luar Binjai, Belawan, dan Deli Tua tentunya :D)

Medan-Tebingtinggi, dengan Medan-Tanjungpura saja rasanay masih lebih jauh ke Tebingtinggi ...

Dari dulu kereta api ke Tebing Tinggi uda beroperasi, seingat aku waktu kecil pernah nyobain naik ke sana.
Tapi heran juga, ada yg setiap hari pulang balik Medan-Tebing Tinggi. Kan uda jauh banget

Binjai itu tingkat kotamadaya sendiri dan ga termasuk wilayah Metropolitan Medan, tapi banyak yg commute Medan-Binjai. Kalo Belawan, masih termasuk kota Medan. Tebing Tinggi sih uda pasti bukan masuk Medan

c00lridge
March 10th, 2010, 07:03 PM
Tanah kosong untuk bangun airport skala besar di kawasan lintasan Medan-Belawan agak susah, apalagi banyak perkebunan sawit milik perusahaan ataupun Perkebunan Inti Rakyat di kawasan2 itu ...

http://img411.imageshack.us/img411/6248/belawan.jpg

Dari gambar di atas yg aku lingkari, keliatan ada beberapa lahan gede di sekitar jalan tol Medan-Belawan. Apalagi yg bagian kanan, kosong melompong.

Kalo masalah perkebunan, aku kurang tahu juga, tapi bukannya kalo perkebunan itu lebih mudah pembebasan lahannya?
Anyway, Kuala Namu juga uda setengah jadi.

c00lridge
March 10th, 2010, 07:09 PM
Gambar dari Kompas.

Kereta api Sri Lelawangsa
http://img82.imageshack.us/img82/8358/0807531p.jpg

rilham2new
March 10th, 2010, 11:46 PM
http://img411.imageshack.us/img411/6248/belawan.jpg

Dari gambar di atas yg aku lingkari, keliatan ada beberapa lahan gede di sekitar jalan tol Medan-Belawan. Apalagi yg bagian kanan, kosong melompong.

Kalo masalah perkebunan, aku kurang tahu juga, tapi bukannya kalo perkebunan itu lebih mudah pembebasan lahannya?
Anyway, Kuala Namu juga uda setengah jadi.

Luas lahan yang dilingkar itu sangat kecil berbanding dengan luasan lahan Kuala Namu sekarang... Lagipula banyak sungai dan di situ kelihatannya gak ada pemukiman ..

Bisa jadi di situ kawasannya rawa-rawa.

Perkebunan bisa jadi lebih mudah , kalau yang punya masyarakat..... Yang susahnya kalau yang punya perusahaan... Soalnya, mereka mengerti cara menggigit balik pemerintah lewat jalur2 khusus kalau mereka dikasih harga ganti rugi rendah ...

laba-laba
March 15th, 2010, 04:19 AM
Hermes hotel maret 2010
lagi ngerjain lantai 9.

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/19/600x600/95/hermesmaret.jpg?et=FlwmNuQU8quPv5Dn08eXYg&nmid=51229036

Wilz
March 16th, 2010, 11:36 AM
oh ya.. cuma gw ngga habis pikir aja.. market di kota Medan yg begitu besar, kenapa ya ngga ada theatre XXI / Premier (yg ada cuma theatre21), blitz juga ngga ada di Medan.

trus plaza medan fair & cambridge yg begitu mewah, kenapa ngga ada bioskop ya???

cocoknya tuh bioskop yg di sun diganti jadi The Premier, yg di cambridge buka XXI, dan yg di plaza medan fair buat theatre 21.

DJ_Archuleta
March 16th, 2010, 03:55 PM
Gubernur Kepri: Sumatera Harus Jadi Satu Kesatuan


Gubernur Kepri: Sumatera Harus Jadi Satu Kesatuan


Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ismeth Abdullah mengatakan, Sumatra harus menjadi satu kesatuan dalam berbagai bidang, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan hingga menjadi satu kesatuan sebagai "center of excellent" (pusat keunggulan).

"Kita harus berpikir Sumatra, jangan lagi berfikir sektoral dan mementingkan provinsi masing-masing," katanya ketika menerima kunjungan jurnalistik wartawan unit Pemprovsu ke Provinsi Kepri dipimpin Kepala Dinas Kominfo Sumut H Eddy Syofian MAP di Batam.

Ismeth Abdullah yang juga Koordinator Forum Gubernur se-Sumatra itu mengaku sangat berharap provinsi-provinsi di Sumatra bersedia berjuang bersama-sama dalam mengejar ketertinggalan dari daerah lain, khususnya dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

"Kita harus bersedia dan mau berjuang bersama-sama, apalagi dalam kondisi otonomi daerah yang masih setengah hati seperti sekarang ini. Kita harus bangkit dan maju bersama," ujarnya sembari memberikan apresiasi atas kepemimpinan Gubsu Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE yang dinilainya punya komitmen tinggi terhadap kemajuan Sumatera.

Menurut dia, APBD se-Sumatra jika dikumpulkan menjadi satu bisa mencapai angka Rp100 triliun, belum lagi jika melihat PDRB-nya. Semua itu merupakan sebuah potensi besar sekaligus kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk maju bersama.

Menurutnya, Provinsi-provinsi di Sumatra juga harus bisa kompak dalam memperjuangkan segala hal, termasuk dalam memperjuangkan bagi hasil di sektor perkebunan.

"Kita jangan berjuang sendiri-sendiri. Kita harus kompak, karena kalau tidak kita akan lemah dan tidak akan digubris," katanya. Dikatakannya, banyak hal yang bisa diperjuangkan bersama. Selain bagi hasil sektor perkebunan, ia juga menunjuk sektor perikanan dan kelautan sebagai sektor yang harus diperjuangkan bersama.

"Di sektor perikanan kita tahu daerah hanya boleh mengeluarkan izin untuk kapal-kapal berukuran maksimal 30 GRT, sementara di atas itu izin hanya boleh dikeluarkan pusat. Ini juga bisa kita perjuangkan bersama," katanya.

laba-laba
March 17th, 2010, 10:43 AM
oh ya.. cuma gw ngga habis pikir aja.. market di kota Medan yg begitu besar, kenapa ya ngga ada theatre XXI / Premier (yg ada cuma theatre21), blitz juga ngga ada di Medan.

trus plaza medan fair & cambridge yg begitu mewah, kenapa ngga ada bioskop ya???

cocoknya tuh bioskop yg di sun diganti jadi The Premier, yg di cambridge buka XXI, dan yg di plaza medan fair buat theatre 21.

kayaknya sih, yang punya cambridge gak mau terlalu crowed itu citysquare nya... jadi gak perlu ada bioskop.

kalo XXI mungkin ada di DeliGrandCity nantinya...

gussinyo
March 17th, 2010, 11:32 AM
ada pict pelabuhan Belawan ?

Wilz
March 18th, 2010, 11:58 AM
kayaknya sih, yang punya cambridge gak mau terlalu crowed itu citysquare nya... jadi gak perlu ada bioskop.

kalo XXI mungkin ada di DeliGrandCity nantinya...

deli grand city belum jelas kabarnya gimana.. haiz... cape deh..

medan-visi
March 18th, 2010, 12:05 PM
deli grand city belum jelas kabarnya gimana.. haiz... cape deh..

==========================================================

masalah grand city terkendala sebagai berikut :
1. tiang pancang yang direncanakan untuk pembangunan deli grand city, tertahan di bea cukai belawan.
2. belum adanya kesepakatan antara management yang lama dengan baru, mengenai solusi biaya ganti rugi atau tarif baru untuk pemilik kios yang lama untuk menempati kios baru.

saat ini sudah terjual 70% unit dari satu tower yang berjumlah 30 lantai, pemasaran tower ke dua dan ke tiga dan ke 4, masih di tutup, menunggu optimalisasi penjualan 1 tower secara utuh.

management jkt bertanggung jwb atas management mall, sedangkan management medan bertanggung jawab atas pemasaran condominium. saat ini tenant dari mall tidakmengalami kendala, yang di tunggu adalah pembeli kondominium, kalo perjualan terealisasi secepatnya, dipasti kan pembangunan mall dan condo dalam di lakukan dalam tahap yang sama

Balaputradewa
March 20th, 2010, 05:27 AM
sayang sekali banyak proyek Kota Medan harus terkendala berbagai masalah perizinan n peraturan de el el.. yg di Ring Road juga ada bangunan tinggi gk selesai2.. :ohno:

rilham2new
March 20th, 2010, 06:13 AM
^^ Bala di Medan, ya :D ... Update foto2 donk hehehe ... Thanx untuk yang di thread Nusantara hehehe...

laba-laba
March 20th, 2010, 07:18 AM
Balaputradewa betul itu..
banyak yg ngadat2. apa lagi yang highrise building.. pada nunggu kualanamu slesai.

poto2 dung ya.. aku gak banyak waktu lagi buat foto2... :)

Balaputradewa
March 21st, 2010, 12:52 PM
ada bbrapa proyek lagi yg masih jalan..pembangunan RS USU 6 lantai tepat didepan pintu 1 trus extention Kantor DPRD..


^^ Bala di Medan, ya :D ... Update foto2 donk hehehe ... Thanx untuk yang di thread Nusantara hehehe...

Yoi bos..skrg Bala ud jadi anak Medan hehe :D

laba-laba
March 21st, 2010, 12:57 PM
ada bbrapa proyek lagi yg masih jalan..pembangunan RS USU 6 lantai tepat didepan pintu 1 trus extention Kantor DPRD..


Yoi bos..skrg Bala ud jadi anak Medan hehe :D

kemaren bala dimana ?

tiap hari aku lewatin USU, aku rasa ntar aja deh di poto kalo udah ada yg nongol dari tanah hehehehe...

Balaputradewa
March 21st, 2010, 01:09 PM
^^ iya ud keliatan 2 crane lagi sibuk bangun..

Balaputradewa
March 24th, 2010, 03:29 PM
Extention Gedung DPRD Sumut

http://img176.imageshack.us/img176/9059/dprd.jpg (http://img176.imageshack.us/i/dprd.jpg/)

http://img12.imageshack.us/img12/5224/dprd2.jpg (http://img12.imageshack.us/i/dprd2.jpg/)

http://img192.imageshack.us/img192/7757/dprd3.jpg (http://img192.imageshack.us/i/dprd3.jpg/)

http://img413.imageshack.us/img413/5500/dprd4.jpg (http://img413.imageshack.us/i/dprd4.jpg/)

Balaputradewa
March 24th, 2010, 03:32 PM
Proyek RS Universitas Sumatra Utara > 6 Lantai

http://img30.imageshack.us/img30/4206/rsusu.jpg (http://img30.imageshack.us/i/rsusu.jpg/)

http://img210.imageshack.us/img210/6397/rsusu2.jpg (http://img210.imageshack.us/i/rsusu2.jpg/)

laba-laba
March 25th, 2010, 06:59 AM
thanks Balaputradewa.

Sekarang proyek2 di kota medan ndak banyak lagi... Pasti ada aja masalah yang timbul :)

coba ambil foto di depan Medan Plaza, ada lowrise hotel 6 tingkat. Lom pernah di poto, trus ada hotel bintang rendah sebelah western hotel di jl. gatot subroto.

cupur
March 25th, 2010, 09:10 AM
adakah studi mengenai pembangunan Medan Mega Trade Center?

c00lridge
March 25th, 2010, 03:30 PM
great update Balaputradewa. Keep the photos coming, thank you!

Medan Mega Trade Center yg di pancing itu yah? Rukonya kayaknya uda jadi semua, tinggal nunggu hotel.

Balaputradewa
March 25th, 2010, 03:47 PM
thanks Balaputradewa.

Sekarang proyek2 di kota medan ndak banyak lagi... Pasti ada aja masalah yang timbul :)

coba ambil foto di depan Medan Plaza, ada lowrise hotel 6 tingkat. Lom pernah di poto, trus ada hotel bintang rendah sebelah western hotel di jl. gatot subroto.

yang ini bukan?? yang depan Bank Kesawan..sori Bala belum terlalu hafal nama2 jalan di Medan :D


http://img688.imageshack.us/img688/840/proyek.jpg (http://img688.imageshack.us/i/proyek.jpg/)

http://img268.imageshack.us/img268/2280/proyek2.jpg (http://img268.imageshack.us/i/proyek2.jpg/)

laba-laba
March 26th, 2010, 03:49 AM
yang ini bukan?? yang depan Bank Kesawan..sori Bala belum terlalu hafal nama2 jalan di Medan :D


http://img688.imageshack.us/img688/840/proyek.jpg (http://img688.imageshack.us/i/proyek.jpg/)

http://img268.imageshack.us/img268/2280/proyek2.jpg (http://img268.imageshack.us/i/proyek2.jpg/)

Yap itu dia...
thanks ambil fotonya dari sisi yang lain..

emang Bala dulunya dimana sebelum di medan ?

rilham2new
March 26th, 2010, 04:58 AM
yang ini bukan?? yang depan Bank Kesawan..sori Bala belum terlalu hafal nama2 jalan di Medan :D


http://img688.imageshack.us/img688/840/proyek.jpg (http://img688.imageshack.us/i/proyek.jpg/)

http://img268.imageshack.us/img268/2280/proyek2.jpg (http://img268.imageshack.us/i/proyek2.jpg/)

Wah ini lokasinya lumayan kritis, mepet2 sama bangunan di sebelahnya... Kira2 ini parkiran mobilnya di sebelah mana, ya :D ??

laba-laba
March 26th, 2010, 05:30 AM
Wah ini lokasinya lumayan kritis, mepet2 sama bangunan di sebelahnya... Kira2 ini parkiran mobilnya di sebelah mana, ya :D ??

posisi lain diambil januari maren
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/19/600x600/94/DSC01472-resize.jpg?et=KBiR4XBWhFXD23SZCaL2FA&nmid=51229036

yang pasti basement ama di pinggir jalan lah.. kekeke...

sama seperti ini juga
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/8/medan-unknownbuilding.jpg?et=L2j2mYZ%2BETGQBu%2BJFiOo1g&nmid=119631823

dan beberapa hotel lainnya seperti Citiinn hotel :)

laba-laba
March 26th, 2010, 05:31 AM
adakah studi mengenai pembangunan Medan Mega Trade Center?

Medan Mega Trade Center.
Rendering terbaru. Tetapi belum tau kapan teralisasi.
Tapi 1000 Ruko sudah selesai dikerjakan dan sudah lebih dari 50% terjual.

hotel
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/31/600x600/23/mmtc-hotel.jpg?et=DRbuEeSKzGiuZ91m7K2Ngw&nmid=53639857

ITC Mall
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/31/600x600/24/mmtc-mall.jpg?et=O7eFX7UT3fWl49J6lfIUyQ&nmid=53639857

exibishion hall and waterboom
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/31/600x600/22/mmtc.jpg?et=Q2vrQuEBKm5L5lD%2C1qqSPQ&nmid=53639857


source : http://medanphoto.multiply.com/photos/album/31

seperti itu...

Balaputradewa
March 26th, 2010, 08:05 AM
Yap itu dia...
thanks ambil fotonya dari sisi yang lain..

emang Bala dulunya dimana sebelum di medan ?


wah pindah-pindah bang.. terakhir di Sabang :)



Wah ini lokasinya lumayan kritis, mepet2 sama bangunan di sebelahnya... Kira2 ini parkiran mobilnya di sebelah mana, ya :D ??

tapi kmaren Bala tanya..katanya gedung didepannya mau diratain..hopefully :cheers:

laba-laba
March 26th, 2010, 08:16 AM
wah pindah-pindah bang.. terakhir di Sabang :)





tapi kmaren Bala tanya..katanya gedung didepannya mau diratain..hopefully :cheers:

http://hbarchiteam.com/slide/im/hermes_1.jpg

Dari maketnya keliatan ada gedung disebelahnya. kemungkinan gedung parkir ? kecil banget tapinya ? ehehe

edited : ehhh ? di depannya ? gedung sinar mas ? buat apa diratain ?

Balaputradewa
March 26th, 2010, 08:50 AM
^^ wkk sori bukan didepannya, maksudnya disebelahnya..itu sih kata pekerja dsana :dunno:

bbq
March 26th, 2010, 05:51 PM
Iseng-iseng keliling Grand Palladium sambil tungguin temen, eh malah ketemu maket awal Grand Palladium ... Sayang banget gak sepenuhnya terealisasi, berikut gambar2nya:

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/R3JhbmQgUGFsbGFkaXVtICgwMSkuanBn.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/R3JhbmQgUGFsbGFkaXVtICgwMikuanBn.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/R3JhbmQgUGFsbGFkaXVtICgwMykuanBn.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/R3JhbmQgUGFsbGFkaXVtICgwNCkuanBn.jpg

bbq
March 26th, 2010, 05:57 PM
http://hbarchiteam.com/slide/im/hermes_1.jpg

Dari maketnya keliatan ada gedung disebelahnya. kemungkinan gedung parkir ? kecil banget tapinya ? ehehe

edited : ehhh ? di depannya ? gedung sinar mas ? buat apa diratain ?

Keren banget renderingnya, can't to see the real one ... Progress Hermes termasuk cepet, ud mulai menjulang.

laba-laba
March 27th, 2010, 04:29 AM
grandpaladium yg sekarang lebih gede dari pada design yg lama.

Design yg lama untuk hotel tidak menyeluruh keseluruh bangunan, Hanya ada 1 tower itu doang..
Nah desgin yg baru sekrang, Hotel 3 lantai menyeluruh ke seluruh bangunan mall nya..

Balaputradewa
March 27th, 2010, 01:42 PM
Gak sengaja ketemu ini..kalo ini proyek apa bang?? Disamping Gedung BII..

http://img684.imageshack.us/img684/8762/medanz.jpg (http://img684.imageshack.us/i/medanz.jpg/)

Balaputradewa
March 28th, 2010, 06:02 AM
Proyek Perumahan di Kawasan Polonia

http://img176.imageshack.us/img176/2623/polonia.jpg (http://img176.imageshack.us/i/polonia.jpg/)

http://img169.imageshack.us/img169/1739/polonia2.jpg (http://img169.imageshack.us/i/polonia2.jpg/)

http://img18.imageshack.us/img18/7215/polonia3f.jpg (http://img18.imageshack.us/i/polonia3f.jpg/)

laba-laba
March 28th, 2010, 04:27 PM
Gak sengaja ketemu ini..kalo ini proyek apa bang?? Disamping Gedung BII..

http://img684.imageshack.us/img684/8762/medanz.jpg (http://img684.imageshack.us/i/medanz.jpg/)

proyek ngadat. dimulai taon 2003..
sekarang sudah beralih ke pengembang yang baru.

http://images.medanphoto.multiply.com/image/18/photos/31/600x600/11/crystal1.jpg?et=d9RTaMYev1GHI1Q%2CbLU5hA&nmid=53639857

Balaputradewa
March 29th, 2010, 10:53 AM
^^ tapi yg penting kan skrg ud progres lagi :)

laba-laba
March 30th, 2010, 03:59 AM
^^ tapi yg penting kan skrg ud progres lagi :)

blom juga..
masih banyak masalah ntuh bangunan dan proyek...

Balaputradewa
March 30th, 2010, 04:35 PM
Kemaren lewat Marelan, eh nemu gedung ini..sori bad quality, pake hp :D

http://img401.imageshack.us/img401/1693/marm.jpg (http://img401.imageshack.us/i/marm.jpg/)

http://img402.imageshack.us/img402/6836/mar2f.jpg (http://img402.imageshack.us/i/mar2f.jpg/)

http://img704.imageshack.us/img704/3695/mar3.jpg (http://img704.imageshack.us/i/mar3.jpg/)

laba-laba
March 31st, 2010, 06:35 AM
@Balaputradewa, proyek lama buanget itu.. mungkin masalah financial.
tapi kadang2 masih terus berlanjut proyek itu, biarpun sedikit banget progressnya ...

MegaBliz
March 31st, 2010, 10:42 AM
http://hbarchiteam.com/slide/im/hermes_1.jpg

Dari maketnya keliatan ada gedung disebelahnya. kemungkinan gedung parkir ? kecil banget tapinya ? ehehe

edited : ehhh ? di depannya ? gedung sinar mas ? buat apa diratain ?

Ini bangunan untuk mall & hotel atau apa yaa?, saya harap Medan membangun terus gedung menjulang sehingga menjadi Surabayanya Sumatra sekaligus menjadikan ikonnya Indonesia di wilayah ujung barat Indonesia

Aucostar
March 31st, 2010, 07:21 PM
^^
bgnan ini namany Hermes Palace Hotel....
Medan memang dari dulu memang sudah jadi ikon sejak Zaman Belanda di P.Sumatra. Jangan lupa Parijs Van Sumatra. :)

Tunggu Kuala Namu slesai dulu dan anda akan kagum.
Just wait and see.

c00lridge
March 31st, 2010, 11:15 PM
^^ Paris Van Sumatra :lol:

Boleh tuh developer Paris Van Java Bandung bangun PVS(Paris Van Sumatra) di Medan dgn konsep yg sama

MegaBliz
April 1st, 2010, 12:09 AM
^^
bgnan ini namany Hermes Palace Hotel....
Medan memang dari dulu memang sudah jadi ikon sejak Zaman Belanda di P.Sumatra. Jangan lupa Parijs Van Sumatra. :)

Tunggu Kuala Namu slesai dulu dan anda akan kagum.
Just wait and see.

Just wait nya..............jangan lama-lama :)

Aucostar
April 1st, 2010, 01:05 AM
^^
Coolridge....
aku jg mikir hal yg sama... :)
Klo di pikir2, Medan dan Bandung lumayan mirip sih...

^^
Megabliz
ahhahahaa
yah jgn ngomong k aku donk :D
aku jg pngn cepat slesai.....
aku d sini cm bisa berdoa dan airportny cepat slesai...
Biar penerbagan amrik - Medan terbuka.....

:)

MegaBliz
April 1st, 2010, 05:02 AM
^^
Coolridge....
aku jg mikir hal yg sama... :)
Klo di pikir2, Medan dan Bandung lumayan mirip sih...

^^
Megabliz
ahhahahaa
yah jgn ngomong k aku donk :D
aku jg pngn cepat slesai.....
aku d sini cm bisa berdoa dan airportny cepat slesai...
Biar penerbagan amrik - Medan terbuka.....

:)

Apa masih ada kendala untuk Kuala Namu nya?
Medan kan banyak proyek prestisius yang besar-besar seperti Delly City, Cristal Square, Taman Medan Square.........dan masih banyak kalau enggak salah dan yang paling keren Delly City dengan office yang menjulang ......... dan untuk Kuala Namu ada investor asingnya enggak yang terlibat.

Aucostar pernah ke Bandung kah? naik travel nya Laba-Laba aja (salah satu unit bisnis Laba-Laba) kali untuk orang Medan gratis :lol:

laba-laba
April 1st, 2010, 06:06 AM
Apa masih ada kendala untuk Kuala Namu nya?
Medan kan banyak proyek prestisius yang besar-besar seperti Delly City, Cristal Square, Taman Medan Square.........dan masih banyak kalau enggak salah dan yang paling keren Delly City dengan office yang menjulang ......... dan untuk Kuala Namu ada investor asingnya enggak yang terlibat.

Aucostar pernah ke Bandung kah? naik travel nya Laba-Laba aja (salah satu unit bisnis Laba-Laba) kali untuk orang Medan gratis :lol:

masalahnya DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT.... DUIT....

Aucostar
April 1st, 2010, 08:10 AM
Apa masih ada kendala untuk Kuala Namu nya?
Medan kan banyak proyek prestisius yang besar-besar seperti Delly City, Cristal Square, Taman Medan Square.........dan masih banyak kalau enggak salah dan yang paling keren Delly City dengan office yang menjulang ......... dan untuk Kuala Namu ada investor asingnya enggak yang terlibat.

Aucostar pernah ke Bandung kah? naik travel nya Laba-Laba aja (salah satu unit bisnis Laba-Laba) kali untuk orang Medan gratis :lol:

kuala namu msh kurang pembiayaanny krg lbh Rp 1 tril tp kykny ud mulai d kucurin lg pembiayaan... :)
Deli City, Crystal Square, dll..... menurut aku sih mrk mau tunggu kuala namu slesai dl.... br d lanjutkan... tau laaa KKOP brisik...

iy, aku prnh ke bandung... :) ahhahahahaa
Abang Laba2 bs gulung tikar tarrrr
:D

MegaBliz
April 2nd, 2010, 12:17 AM
kuala namu msh kurang pembiayaanny krg lbh Rp 1 tril tp kykny ud mulai d kucurin lg pembiayaan... :)
Deli City, Crystal Square, dll..... menurut aku sih mrk mau tunggu kuala namu slesai dl.... br d lanjutkan... tau laaa KKOP brisik...

iy, aku prnh ke bandung... :) ahhahahahaa
Abang Laba2 bs gulung tikar tarrrr
:D

Bandara merupakan infrastruktur paling penting sebagai pintu gerbang sekaligus image bagi warga asing/luar apalagi Polonia sudah lama menjadi bandara international ................ Kuala Namu nantinya diharapkan designnya lebih futuristik, modern dan elegan..........jangan seperti bandara Juanda bangunan barunya tidak menarik hanya berbentuk kotak memanjang begitu juga dengan Terminal III di bandara Sukarno-Hatta kotak melengkung memanjang ...........kesannya tidak menarik, tidak elegan masih mendingan bandara/terminal baru Makassar.

Balaputradewa
April 2nd, 2010, 07:00 AM
^^ mudah2an Kuala Namu menjadi Bandara ter-:okay: di Indonesia.. sudah saatnya !!

Balaputradewa
April 2nd, 2010, 03:43 PM
^^
Coolridge....
aku jg mikir hal yg sama... :)
Klo di pikir2, Medan dan Bandung lumayan mirip sih...:)

Kesawan Medan mirip2 Braga Bandung :D

Balaputradewa
April 2nd, 2010, 03:49 PM
Patung Tertinggi di Dunia > Patung Nabi Nuh
Bukit Anugerah, Tapanuli Tengah

http://img706.imageshack.us/img706/1336/patung.jpg (http://img706.imageshack.us/i/patung.jpg/)

http://img263.imageshack.us/img263/8210/patung2.jpg (http://img263.imageshack.us/i/patung2.jpg/)

Taditisa
April 3rd, 2010, 04:49 AM
Ayo medan ..... trussss berkembang

rasarya
April 3rd, 2010, 07:37 AM
Patung Tertinggi di Dunia > Patung Nabi Nuh
Bukit Anugerah, Tapanuli Tengah

http://img706.imageshack.us/img706/1336/patung.jpg (http://img706.imageshack.us/i/patung.jpg/)


ini patung aja apa bersama gedung? gedung apa ya?

Balaputradewa
April 3rd, 2010, 11:05 AM
^^ dilengkapi dg Hotel Bintang 5 n concention centre

"Patung Nabi Nuh yang akan dibangun tersebut, tingginya 80 meter, sebagai patung figur, lebih tinggi dari patung Liberty di USA dan akan merupakan patung tertinggi di dunia. Ukuran kepala patung saja, tinggi 20 meter, lebar wajah 10 meter, telapak tangan 5 meter, di atas telapak tangan tersebut puluhan orang bisa berdiri. Naik turun di dalam patung ini bisa dengan lift"

unity
April 3rd, 2010, 11:27 AM
Kalo gak salah beritanya soal pembangunan patung + hotel ini dah lama deh...
Ini udah masuk tahap konstruksi atau masih proposal??

Balaputradewa
April 3rd, 2010, 12:03 PM
^^ iya peletakan batu pertamanya aja ud di tahun 2007, tapi krn ada beberapa masalah, seperti penolakan dari umat islam jadi proyek ini sempat terhenti..tapi Bala dpt konfirmasi dari salah satu pegawai Pemkab Tapteng, katanya proyek ini tetap akan dilanjutkan atas kesepakatan semua elemen di Tapteng :)

AceN
April 5th, 2010, 06:46 AM
^^ beneran ini dibangun bal ? kok Nabi Nuh ya patungnya ? just curious :D

Btw, jangan lupa cek update Kuala Namu !!

Mimihitam
April 5th, 2010, 09:58 AM
Berita lama soal patung nabi nuh

Patung Tertinggi di Dunia akan Dibangun di Tapteng
Posted in Berita Utama by Redaksi on April 12th, 2007
Medan (SIB)
Seniman besar dari Bali Nyoman Nuarta dengan Bupati Tapanuli Tengah Drs Tuani Lumbantobing meyakinkantokoh masyarakat DR GM Panggabean, bahwa pembangunan patung tertinggi di dunia, yaitu patung Nabi Nuh, di Bukit Anugerah dekat Puncak GM Panggabean di Tapteng, sungguh-sungguh akan mulai dibangun tahun ini. Patung setinggi 80 meter itu, yang akan dilengkapi dengan Hotel berbintang dan berbagai fasilitas lainnya, akan menelan biaya Rp 450 miliar.
LUAR BIASA
Patung Nabi Nuh yang akan dibangun tersebut, tingginya 80 meter, sebagai patung figur, lebih tinggi dari patung Liberty di USA dan akan merupakan patung tertinggi di dunia. Ukuran kepala patung saja, tinggi 20 meter, lebar wajah 10 meter, telapak tangan 5 meter, di atas telapak tangan tersebut puluhan orang bisa berdiri. Naik turun di dalam patung ini bisa dengan lift.
Hotelnya juga sangat wah, berbentuk perahu, diibaratkan seperti “perahu Nabi Nuh”, lengkap dengan fasilitas kolam renang dll. Akan ada juga danau buatan dan taman hewan di mana berbagai jenis hewan dibiarkan bebas.
Pokoknya, luar biasalah.
AKAN MEROBAH TOTAL
Proyek wisata Rp 450 miliar itu, menurut Nyoman Nuarta, akan merobah total pariwisata di Tapanuli bahkan Sumatera Utara dan Sumatera. Direncanakan sedemikian rupa, kelak akan bersinergi dengan obyek wisata Danau Toba/Samosir, Nias dan Sumbar.
Direncanakan peletakan batu pertama akan dilakukan tgl 24 Agustus 2007 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dirangkaikan dengan HUT Kabupaten Tapanuli Tengah.
Hal itu diterangkan Pak Nyoman dan Pak Tuani kepada Pak GM, Rabu (11/4) dari pukul 09.00 – 11.00 WIB, sebelum mereka pergi menghadap kepada Gubernur Sum-Utara Drs Rudolf Pardede.
Kedatangan mereka kepada Pak GM, menurut Nyoman untuk “sowan” dan mohon dukungan, demi suksesnya pembangunan proyek wisata tersebut.
Oleh Nyoman dijelaskan, untuk proyek ini, tak ada uang pemerintah. Pak Nyoman juga berjanji untuk membuat master plan Puncak GM Panggabean yang letaknya bertetangga dengan Bukit Anugerah, agar bisa bersinergi.
MENDUKUNG
Pendek cerita, setelah mendengar semua uraian dari Pak Nyoman dan Pak Tuani Lumbantobing, DR GM Panggabean spontan mengatakan, mendukung, dan semoga Tuhan memberkati.
Tidak ada alasan untuk tidak mendukung, kata Pak GM. Proyek ini akan membawa kemajuan yang luar biasa kelak kepada pembangunan Tapanuli yang akan menjadi propinsi. Juga saya percaya kepada Pak Tuani, percaya pada Pak Nyoman, dan tak ada uang pemerintah untuk proyek ini. Maka saya mendukung, tegas Pak GM.
Dia pun, mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Tuani yang tidak henti-hentinya mencari ide-ide baru untuk membuat Tapanuli maju dengan rencana-rencana proyek yang spektakuler dan berwawasan jauh ke depan, juga mengucapkan terimakasih kepada Pak Nyoman Nuarta, yang berkenan membangun proyek wisata yang hebat itu di Tapanuli Tengah.
Pada kesempatan itu, oleh Pak Nyoman Nuarta diserahkan replika patung Nabi Nuh kepada Pak GM.
menjadi “ikon” pariwisata
Selanjutnya wartawan SIB melaporkan, pembangunan patung figur tertinggi di dunia Patung Nabi Nuh setinggi 80 meter yang terintegrasi dengan Hotel bertaraf internasional bintang 5 di Bukit Anugerah Bonan Dolok Tapanuli Tengah akan menjadi “ikon” pariwisata bukan saja di Sumut tapi mendunia. Pembangunan kawasan wisata yang memadukan potensi laut dan pulau ini dipersiapkan secara “wah” dengan biaya sedikitnya mencapai Rp450 miliar. Patung Nabi Nuh yang tingginya hampir dua kali dari Patung Liberty di AS akan dijadikan simbol wisata multireligi yang diharapkan menjadi pesona dunia.
Pembangunan hotel dan patung tertinggi di dunia ini dipersiapkan secara sangat matang dengan memperhatikan sedetail mungkin struktur tanah Bukit Anugerah, guncangan gempa bahkan kekuatan tiupan angin yang menerpa patung. Keseluruhan hitungan matematis dilakukan untuk mempersiapkan daya tahan hotel dan patung tersebut untuk limit sedikitnya 500 tahun.
Hotel berlantai 7 dibangun dengan konsep berkelas dunia namun mampu menampung pangsa pasar wisatawan menengah. Di sini dipersiapkan hunian dan fasilitas yang memang untuk standard VIP, namun dipersiapkan juga hunian dan fasilitas untuk kelas di bawahnya. Dengan konsep ini maka pusat wisata Bukit Anugerah mampu “menyenangkan” wisatawan berkelas dari mancanegara maupun dalam negeri, juga mampu dijangkau oleh wisatawan lokal dan menengah.
Untuk pembangunan hotel diperkirakan membutuhkan waktu 1 tahun, sedangkan untuk pembuatan Patung Nabi Nuh baru bisa dirampungkan dalam kurun 3 tahun.
“Peletakan batu pertama pembangunan hotelnya akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 24 Agustus 2007, tepat pada acara peringatan HUT Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Bupati Tapanuli Tengah Drs Tuani Lumbantobing bersama Nyoman Nuarta, seniman Bali yang juga usahawan Pariwisata Pelaksana Pembangunan Hotel dan Patung Nabi Nuh Bukit Anugerah pada pertemuan dengan DR GM Panggabean, Rabu (11/4) di kediaman Pak GM Medan. Ikut dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Partai Demokrat Tapanuli Tengah GM Windu Panggabean dan Van Cuson Sianturi.
Dikatakan Tuani Lumbantobing, dengan masa pekerjaan 1 tahun maka diharapkan pembangunan hotel bisa dirampungkan pada 2008. Dan saat itu diharapkan pula Presiden RI bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya bisa bersama-sama meresmikan Kawasan Wisata Multireligi yang menjadi pesona dunia. Diharapkan keberadaan Patung Nabi Nuh bisa menjadi perlambang persaudaraan dunia dan didengungkannya slogan “Kita Semua Bersaudara”.
“Kita impikan nantinya saat peresmian, Bapak Presiden RI bisa mengundang pemimpin-pemimpin negara lainnya untuk hadir menyaksikan Patung Nabi Nuh dan mendeklarasikan slogan ‘Kita Semua Bersaudara’,” kata Tuani Tobing. Namun saat diresmikan, patung Nabi Nuh masih akan dalam bentuk setengah badan atau kepalanya saja karena pembuatan Patung membutuhkan waktu 3 tahun lebih lama dari hotel yang hanya butuh waktu 1 tahun.
Pembangunan hotel dan Patung Nabi Nuh serta pengembangan konsep “ekowisata” di Tapanuli Tengah dikonsep dan sekaligus pula dikerjakan oleh Nyoman Nuarta, seniman Bali yang juga pengusaha pariwisata pemilik PT Siluet Nyoman Nuarta. Nyoman Nuarta dikenal bertangan dingin dalam mengembangkan usaha pariwisata. Salah satunya adalah keberhasilannya membangun kawasan wisata Garuda Wisata Kencana (GWK) mengubah sebuah kawasan kumuh bekas pertambangan kapur di Bali yang kini menjadi pusat wisata yang banyak menyita perhatian turis asing.
Menurut Nyoman Nuarta, ia tertarik dan mau menanamkan investasi pembangunan hotel dan Patung Nabi Nuh karena melihat potensi yang luar biasa dari daerah Tapanuli Tengah. Daerah ini menurutnya sangat cocok dengan trend wisata dunia karena memiliki potensi laut dan pulau. Di sini terdapat pantai yang luar biasa, laut yang jernih dan bersih, terdapat pulau-pulau yang alami serta pegunungan yang berisikan hutan-hutan hijau.
Kondisi alam seperti itu, kata Nyoman Nuarta berdasarkan survei ternyata sangat diminati oleh wisatawan mancanegara. Maka, katanya ketika Bupati Tuani Tobing memintanya melakukan investasi mengembangkan wisata di Tapteng, ia tertarik apalagi memiliki spesifik potensi wisata religi.
Untuk mengembangkan menjadi wisata religi berkelas dunia, Nyoman Nuarta mengatakan, pembangunan Patung Nabi Nuh dilakukannya dengan sangat penuh perhitungan. Ia tidak ingin pembangunan patung ini justru bermasalah di belakang hari. Untuk itu, ia melakukan berbagai tahapan dan penelitian secara berhati-hati termasuk melakukan perhitungan terhadap kemungkinan terjadinya gempa, kekuatan struktur tanah dan kekuatan angin.
“Kita tidak bisa menyepelekan kekuatan angin yang bisa mengganggu kekokohan patung yang tingginya sampai 80 meter. Makanya kita akan melakukan penelitian dengan meminta bantuan seorang ahli dari Melbourne Australia,” kata Nyoman Nuarta.
Untuk ketahanan terhadap gempa, bangunan hotel dan patung dipersiapkan mampu menahan guncangan gempa sampai berskala 7 richter.
Selain itu, sejumlah bahan baku seperti lempengan tembaga untuk bahan pembuatan patung akan didatangkan dari luar negeri. Ini dilakukan untuk menjaga kualitas patung.
Patung Nabi Nuh menjadi patung figur tertinggi di dunia dengan total ketinggian 80 meter, terdiri dari 60 meter tubuh patung dan 20 meter dasar patung. Untuk luas kepala patungnya terdiri 20 meter tinggi dan 10 meter lebar.
Patung Nabi Nuh dibangun dalam posisi berdiri penuh/tegak dengan tangan terentang dan jemari terbuka yang menggambarkan persaudaraan. Satu jemari patungnya saja akan mampu menampung puluhan orang. Sementara untuk mencapai ketinggian patung dari dasar patung hingga ke setiap ruangan di tubuh patung, hingga ke puncak patung dapat dilalui dengan lift.
Di dalam tubuh patung dibuat pula ruangan khusus sebagai salah satu penguat pesona wisata religi dunia dengan adanya nuansa kental dari 6 agama terbesar di dunia.
Dijelaskan Nyoman, Patung Nabi Nuh akan dibuat berwarna Hijau karena dinilai sangat cocok dengan suasana alami lingkungan. “Dengan warna Hijau itu maka Patungnya nanti akan semakin hidup karena diwarnai lagi dengan kehijauan alam sekitar,” paparnya.
Hotel yang dibangun berbentuk Perahu Nabi Nuh dibangun 200 meter di atas permukaan laut. Dari lokasi ini akan disinergikan dengan Pulau Mursala (Mansalar island) dengan dilengkapi transportasi berupa taksi air dan pesawat air. Bahkan akan dibuat pula monorel yang menghubungkan Bukit Anugerah ke Pulau Mursala. Monorel ini dipersiapkan untuk bisa mengangkut 25 orang.
Sebagai hotel berkelas dunia, Nyoman menyebut hotel ini dilengkapi dengan fasilitas komplit. Terdapat restoran dengan kualitas bintang 5 standard internasional, home theatre, convention berdaya tampung 1.000 orang, kolam renang, business center, cottages dan fasilitas lainnya. Keseluruhan areal hotel dan patung tersebut mencapai luas 4 Ha.
Menurut Nyoman, investasi pembangunan kawasan wisata multireligi ini tidaklah sulit direalisir karena potensinya sangat jelas. Ia sangat optimis akan sangat banyak pemilik modal yang bakal ikut, atau ia sendiri sangat optimis pihak perbankan akan mendukung pengembangan bisnis tersebut.
Apalagi dalam pemasaran hotel nantinya akan dikembangkan dengan konsep strata tytle. Artinya, siapa saja boleh ikut memiliki kamar-kamar hotel tentunya dengan tetap mengikuti ketentuan yang diberlakukan perusahaan.
“Kita optimis saat lounching nanti paling tidak akan terjual cepat 125 kamar,” ungkap Nyoman.
Di luar pembangunan hotel dan patung juga dikembangkan konsep wisata laut dan pulau. Di sinilah peran Pemkab Tapanuli Tengah dibutuhkan karena diperlukan lahan yang cukup luas. Diperkirakan untuk mendukung pengembangan wisata ini dibutuhkan sekitar 800 Ha lahan yang di antaranya akan dibuat menjadi lokasi danau buatan, taman safari, camping ground dan lainnya.
Pak GM dalam pertemuan tersebut terlihat sangat kagum dengan konsep yang akan dijalankan Nyoman Nuarta. Pak GM sangat berharap pembangunan hotel dan Patung Nabi Nuh bisa berjalan dengan baik karena diyakininya hal itu bisa mengangkat daerah Tapanuli Tengah, bahkan menjadi kebanggaan Indonesia. (A2/R1/c)

http://hariansib.com/?p=667

Balaputradewa
April 5th, 2010, 06:26 PM
^^ beneran ini dibangun bal ? kok Nabi Nuh ya patungnya ? just curious :D

Btw, jangan lupa cek update Kuala Namu !!

Iya..sempet bingung juga kmaren.. waktu pertama liat dikirain ni patung Yesus..dipikiran Bala, pasti ni proyek mo ngalah2in Patung Yesus di Rio ato di Dili..eh gak tau-nya Patung Nabi Nuh :D
Pas Bala tanya2 apa pegawai Pemkab-nya, dia juga gak bisa memberi jawaban yg jelas :bash:

laba-laba
April 6th, 2010, 03:29 AM
tadi malam ada 2 tronton bawa pakubumi gede2 yg bisa disambung... melewati ringroad gagak hitam menuju kearah setiabudi...
mo dibawa kemana ya ?

Taditisa
April 6th, 2010, 07:43 AM
tadi malam ada 2 tronton bawa pakubumi gede2 yg bisa disambung... melewati ringroad gagak hitam menuju kearah setiabudi...
mo dibawa kemana ya ?

Mungkin untuk pembangunan Gereja GBI bung laba-laba.
Kabarnya kapasitas 7000 orang, dan bentuknya kawasan ada gereja dan komplek pelengkapnya.

Posisinya Di SIMALINGKAR deket2 Kebun binatang

AceN
April 7th, 2010, 07:31 AM
Iya..sempet bingung juga kmaren.. waktu pertama liat dikirain ni patung Yesus..dipikiran Bala, pasti ni proyek mo ngalah2in Patung Yesus di Rio ato di Dili..eh gak tau-nya Patung Nabi Nuh :D
Pas Bala tanya2 apa pegawai Pemkab-nya, dia juga gak bisa memberi jawaban yg jelas :bash:
Ahahhaha..thanks bal :D

Taditisa
April 7th, 2010, 05:57 PM
Thread (BUng Laba-laba juga gak apa) yang tau proses perijinan bangunan di Medan
Mohon info nya, syarat dan berapa lama proses ijin tersebut.
Terimakasih sebelumnya

laba-laba
April 8th, 2010, 04:31 AM
Sumut Akan Bangun 17 Dermaga Coastal Marine
Medan, (Analisa)

Direncanakan mulai 2011, Sumut akan membangun tahap pertama 17 Dermaga Coastel Marine (pelayaran menyusur pantai) di sepanjang pantai timur.

Pembangunan tersebut akan dilakukan tiga tahap hingga 2013. Tujuannya, untuk menggairahkan wisata bahari di kawasan pesisir pantai timur juga membuka akses masyarakat pantai yang selama ini terisolir.

"Dari 30 pembangunan dermaga Coastel Marine yang kita ajukan ke Dirjen Perhubungan Laut, yang saat ini sudah mendapat rekomendasi itu ada 17 dermaga yang akan mulai dibangun 2011 nanti," ujar Drs Naruddin Dalimunthe MSP Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, kemarin.

Naruddin menyebutkan, pembangunan ini sudah tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah (RPJM) Dishub Sumut sejak tahun 2008 lalu. Dari rekomendasi yang sudah dikeluarkan Dirjen Perhubungan Laut, pihaknya menyebutkan bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk melakukan studi pembangunan. "Saat ini UGM sudah memiliki detail engineering desaign untuk pembangunan 17 dermaga," ujar Naruddin.

Menyinggung anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan dermaga, Naruddin menyebutkan secara keseluruhan anggaran pembangunan bersumber dari APBN selama tiga tahap mulai tahun 2011 hingga 2013. Dermaga yang dibangun ini tentu saja berkonsep modern dan dilengkapi dengan peralatan navigasi lengkap. Pembangunannya akan dilakukan mulai dari Pangkalan Brandan (Langkat) hingga ke ujung Labuhan Batu Selatan (Riau).

"Dengan berdirinya 17 dermaga itu, tentunya bisa menghubungkan kabupaten/kota yang berada di daerah khususnya pantai. Selain itu juga untuk mensinergikan dengan pembangunan Bandara Kuala Namu," beber Naruddin.

Dijelaskannya, 17 dermaga ini nantinya akan mempermudah para wisatawan untuk melakukan boarding pass secara langsung melalui kabupaten/kota tempat di mana dirinya berada ke bandara Kuala Namu. Selain itu, dermaga modern yang dibangun di sepanjang kawasan pantai ini tentu saja akan menghidupkan wisata bahari (industry wisata), seperti di kawasan Pulau Berhala, nantinya akan dijadikan sebagai objek wisata internasional.

Di sana akan dihidupkan kebudayaan Melayu dan dibangun dengan aksen ornament Melayu sehingga kawasan ini nantinya akan disebut sebagai Kampung Melayu Tempo Dulu. "Kawasan Pulau Berhala ini nantinya akan kita buka akses seluasnya, sehingga turis internasional bisa dapat menemukan sebuah Kampung Melayu di sana," terangnya.

Dengan berdirinya, dermaga modern di sepanjang pantai timur, maka akan membuka akses masyarakat pantai yang selama ini terisolir, menggairahkan perekonomian bagi masyarakat di kawasan pantai.

Bahkan, 17 dermaga ini juga diyakini mampu menjadi benteng ke depan agar kawasan perairan Sumut di sepanjang pantai timur kepemilikannya tidak dicaplok atau diklaim oleh bangsa lain. Sebab, dengan berdirinya dermaga modern maka pantai tersebut nantinya akan dikelola secara professional oleh bangsa Indonesia khususnya pemerintahan Sumut melalui Dinas Pariwista dan Kebudayaan Sumut.

Naruddin sendiri optimistis pelayanan dengan menyusur pantai timur akan lebih banyak peminatnya dari pada menggunakan jalan darat. Sebab, perjalanan menyusur pantai tentu saja lebih nyaman, murah, cepat juga santai.

"Jika dermaga-dermaga ini sudah berdiri, tentu saja mekanisme pasar akan berjalan. Orang pasti akan memilih menyusur pantai dari pada menggunakan jalan darat yang rawan kecelakaan dan macet. Apalagi, kapal-kapalnya nanti kita desain seperti berada di dalam pesawat yang memiliki fasilitas AC dan sebagainya sehingga tentu lebih nyaman," papar Naruddin. (mc)

source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=50403:sumut-akan-bangun-17-dermaga-coastal-marine&catid=31:umum&Itemid=30

gussinyo
April 8th, 2010, 10:50 AM
08/04/2010 - 15:15

PLN Bakal Gugat Gubernur Sumut
Makarius Paru

Dahlan Iskan
(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta - PT PLN (Persero) sedikit gerah dengan lambatnya perizinan tanah pembangunan PLTA Asahan III oleh Gubernur Sumatera Utara. PLN pun berencana menggugat sang Gubernur.
"Kalau dalam bulan ini Gubernur belum juga megeluarkan izin tanah untuk pembangunan Asahan III maka PLN akan menuntut Gubernur," kata Direktur Utama PLN (Persero), Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis (8/4).
Dia melanjutkan padahal PLN sudah lama ajukan izin lokasi hingga 12 kali. Namun sampai sekarang izin tak kunjung dikeluarkan Gubernur. "PLN sudah menghabiskan dana hampir RP100 miliar. Tetapi izin belum juga keluar," katanya. [san/cms]

c00lridge
April 8th, 2010, 11:37 AM
^^
Ini gimana sih Gubernur Sumut?
Kok mau bangun PLN malah ditunda tunda. :ohno:

medan-visi
April 8th, 2010, 06:27 PM
Satu Proyek Raksasa Lagi GAGAL. Proyek Toba Dream, Proyek PMA dari perusahaan korea yang akan menjadi kan pulau samosir menjadi komoditas INTERNATIONAL,

Proyek kawasan hutan Tele**
MESKI terkesan lamban dan kurang tegas; sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, akhirnya mengeluarkan pernyataan bersama menolak alih fungsi kawasan hutan Tele jadi kebun bunga dan agrowisata. Tapi ironisnya, gergaji mesin dan alat-alat berat milik investor asal Korsel masih terus menggasak hutan alam di tepi Danau Toba itu.Penolakan tersebut dituangkan dalam sebuah surat pernyataan, yang ditandatangani oleh 14 dari 25 anggota DPRD Samosir. Di antara 11 anggota dewan yang tidak ikut meneken surat pernyataan tersebut, termasuk di dalamnya Ketua DPRD Samosir Jhony Naibaho, dan dua wakil ketua yaitu Drs Abad Sinaga dan Ir.Oloan Simbolon.

Munculnya suara penolakan dari para anggota dewan itu, membersitkan sepercik harapan bagi para pecinta lingkungan, khususnya kalangan masyarakat Batak yang cinta Danau Toba. Penolakan itu diharapkan bakal memicu perlawanan yang lebih kuat terhadap kebijakan Bupati Samosir Mangindar Simbolon, yang tanpa persetujuan DPRD telah mengeluarkan izin alih fungsi areal seluas 2.250 hektare di kawasan hutan Tele.

Kawasan hutan Tele adalah sisa-sisa Hutan Tano Batak, yang hingga tahun 70-an merupakan habitat harimau Sumatera dan sejumlah satwa langka lainnya. Akibat penebangan liar oleh penduduk, yang marak pada dekade 60 sampai 70-an, banyak harimau terbunuh dan sisanya “mengungsi” ke hutan Dairi.

Hutan Tele merupakan tempat bersejarah, dan bahkan dianggap sakral oleh masyarakat Batak. Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII menjadikan hutan Tele sebagai basis perang gerilya, selama bertahun-tahun, melawan penjajah Belanda.

Berikut ini kutipan lengkap surat pernyataan itu, yang dikirimkan salah seorang penandatangan Marlon Simbolon kepada arranger Viky Sianipar :

Kami yang bertanda tangan di bawah ini, masing-masing anggota DPRD Kabupaten Samosir masa bhakti 2004-2009, berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, UU Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Lingkungan Hidup, dan UU Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, bahwa dengan ini kami :

1. Tidak setuju atau menolak penanaman Modal Asing yang dilakukan oleh PT. EJS AGRO MULIA LESTARI dengan penanaman tanaman hias/Holtikultura pada kawasan Hutan Tele di Desa Partungkot Naginjang seluas 2.250 Ha sesuai dengan surat ijin prinsip yang diterbitkan oleh Bupati Samosir Nomor : 503/6353/Ekon/2007 tanggal 6 Nopember 2007, Keputusan Bupati Samosir Nomor : 320 tahun 2007 tentang pemberian ijin lokasi usaha Agribisnis/Tanaman hias/Holtikultura kepada PT. EJS AGRO MULIA LESTARI seluas 2.250 Ha dan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Pemkab Samosir dengan PT. EJS AGRO MULIA LESTARI Nomor :

500/2555/Ekon/V/2008

—————————— Tanggal 7 Mei 2008

38../EJS-AML/V/2008

2. Menolak sepenuhnya alih fungsi kawasan Hutan Tele yang berada di Desa Partungkot Naginjang untuk dijadikan sebagai areal penanaman tanaman hias/Agrowisata seluas 2.250 Ha dengan alasan : Kawasan Hutan tersebut adalah Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba dan Hulu Sungai yang mengalir ke Kecamatan Sianjur Mula-Mula dan Kecamatan Harian yang berfungsi mengairi persawahan Masyarakat ribuan hektare dan pembangkit tenaga listrik Hidromini Boho.

3. Menolak sepenuhnya alih fungsi kawasan hutan Tele yang berada di Desa Partungkot Naginjang untuk dijadikan sebagai areal penanaman tanaman hias/Agrowisata seluas 2.250 Ha dengan alasan : bahwa hutan berfungsi untuk mencegah pemanasan global karena Indonesia merupakan paru-paru Dunia sesuai dengan Konferensi Climate Change di Bali.

Demikian surat pernyataan ini kami perbuat dan kami tanda tangani dengan penuh kesadaran dalam kapasitas kami sebagai anggota DPRD maupun sebagai warga masyarakat untuk dapat dipergunakan sesuai dengan keperluannya.

Pangururan, Juni 2008


Yang Membuat Pernyataan :



1.Marlon Simbolon ( Anggota), Tanda Tangan (T)
2.Drs.Lundak Sagala ( Anggota), T
3.Drs.S.Ganda Tambunan (Anggota), T
4.Ir.Sanni Togatorop (Anggota), T
5.Jatorus Sagala (Anggota), T
6.Rosinta Sitanggang (Anggota), T
7.Tumpak Situmorang (Anggota), T
8.Edipolo Hutabalian (Anggota), T
9.Nasib Simbolon (Anggota), Tidak Tanda Tangan (TT)
10.DR Poltak Sinaga, Msi (Anggota), TT
11.Lindon Sihombing (Anggota), TT
12.Drs. Sabar Sitohang ( Anggota), T
13.Marko. P.Sihotang (Anggota), T
14.Tuaman Sagala ( Anggota), TT
15.Marojahan Sitinjak (Anggota), T
16.Drs. Parulian Situmorang (Anggota), T
17.Beston Sinaga (Anggota), T
18.Ir.Tahi Sitanggang (Anggota), TT
19.Bisman Lumbantungkup (Anggota), T
20.Rahman Gultom (Anggota), TT
21.Ir.Tunggul Habeahan (Anggota), TT
22.Jonny Sihotang (Anggota), TT
23.Ir.Oloan Simbolon (Wakil Ketua), TT
24.Drs.Abad Sinaga (Wakil Ketua), TT
25.Johny Naibaho (Ketua), TT
**sumber foto : Gorga Art Photography

medan-visi
April 8th, 2010, 06:30 PM
Obyek Wisata Agro Akan Dibangun di Sumut
Sebuah investor asing asal Korea akan membangung perkebunan bunga/tanaman hias dan hortikultura di Sumut sekaligus menjadi salah satu obyek wisata agro yang menarik. Menurut Direktur PMA PT EJS Agro Mulia Lestari, Lee Myoung Su mengatakan, perkebunan bunga itu dibangun di atas lahan seluas 2.250 hektare dan mencapai 70 species.

Lahannya terletak di Dusun Hariarapintu Desa Partungkot Naginjang Kecamatan Harian Kabupaten Samosir. Dana investasi yang ditanamkan untuk proyek ini mencapai Rp 2 triliun dan terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama berbiaya Rp. 100 sampai Rp. 200 milliar untuk pembangunan kantor dan pembukaan lahan, persiapan pembibitan dan perekrutan tenaga kerja yang dididik terlebih dahulu, dengan teknologi dapat mencapai kualitas ekspor.

Untuk ini PMA bersangkutan juga akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan guna menopang keberadaan usahanya. Kehadiran PT EJS Agro Mulia Lestari diharapkan dapat memperkecil jumlah pengangguran di Sumut, dengan prioritas perekrutan tenaga kerja putra daerah setempat dan sekitarnya. Disamping itu, pola plasma juga diterapkan untuk mengangkat derajat ekonomi masyarakat dengan patokan harga disesuaikan harga pasar.

Lebih jauh Mr. Lee mengatakan, dalam satu tahun dari perkebunan ini diharapkan dapat diekspor sebanyak 100 kontainer ke Italia, Perancis, Amerika Serikat, Jepang dan Korea. Di lahan yang sama, juga dibangun kawasan wisata agro sehingga pengunjung bisa memilih dan memetik hasil tanaman sendiri dipandu tenaga ahli.

Sumber : Analisa Medan

medan-visi
April 8th, 2010, 06:39 PM
46 Tanggapan - tanggapan
Lidya Hutagaol, di/pada Mei 27, 2008 pada 10:53 am Dikatakan: r
Masih bisa join gak?
Gimana caranya?

mauliate

suhunan situmorang, di/pada Mei 28, 2008 pada 9:12 am Dikatakan: r
@ Lae Miduk, sebenarnya saya sangat tertarik dengan program yg kalian gagas ini dan sebelumnya sudah berencana akan mengikutinya. Tetapi, saya jadi lemas karena berita yang saya copy paste di bawah ini dari website-nya Pemkab Samosir (samosir online). Artinya, Bupati Samosir, yang ahli kehutanan itu, tetap menyerahkan hutan di Partungkot Naginjang, Tele (persisnya di atas kampung Harianboho-Sihotang-Tamba-Rassang Bosi) untuk digarap PT EJS AGRO MULIA LESTARI. Meski dipoles-poles Pemda, tak bisa disembunyikan bahwa dengan persetujuan pejabat nomor satu di Samosir tersebut, akibatnya: kawasan hutan yang selama ini menyangga air dan menjadi sumber utama sungai-sungai yang turun ke kampung-kampung di atasnya dan akhirnya bermuara ke Danau Toba, akan dibabat demi suksesnya bisnis PT EJS.

Dengan ngototnya Bupati Samosir meneruskan maksud pengusaha Korea ini, yang pasti dampak negatifnya akan merusak ekosistem dan Danau Toba, apakah masih menarik dan perlu mengikuti acara bertajuk ‘Earth Society Tour Danau Toba’ , di mana salah satu agenda/acaranya adalah: ‘Malam Wisata dengan Bupati Ir Mangindar Simbolon’, yang dijadwalkan tgl.15 Juli? Apa lagi yang kita harapkan dari pertemuan dengan seorang pemimpin (malam wisata) yang seharusnya di garda depan menjaga keselamatan ekosistem Danau Toba, nyatanya malah—atas nama pembangunan, peningkatan PAD—merusak alam (hutan heterogen) yang pemulihannya belum tentu bisa dilakukan 100 tahun?

Ai au do nasala memahami persoalan on?

“PT. EJS AGRO MULIA LESTARI”, Selamat Datang Di Kabupaten Samosir.
Pangururan, 28 Maret 2008.
Diusia yang relatif muda, Kabupaten Samosir pantas bersyukur karena untuk pertama kalinya ada investor asing yang benar-benar serius menanamkan modalnya, yakni PT. EJS Agro Mulia Lestari. Peresmian kantor perusahaan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2008, dihadiri oleh Bupati/Wakil Bupati Samosir dan unsur pimpinan daerah Kabupaten Samosir.
PT. EJS Agro Mulia Lestari yang beralamat di Dusun Hariara Pintu Desa Partukko Naginjang Kecamatan Harian merupakan milik Warga Korea yang nantinya akan mengembangkan Holticultura dan tanaman hias yang berkwalitas ekspor diatas lahan 2050 Ha. Perusahaan tersebut telah mendapat izin lokasi dari Bupati Samosir dengan Surat Keputusan (SK) Nomor : 320 Tahun 2007. Perusahaan tersebut akan mulai beroperasi setelah keluarnya izin Hak Guna Usaha (HGU) yang saat ini masih dalam proses serta perizinan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan yang berinvestasi senilai Rp. 100 Milyar tersebut, nantinya diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sekitar 3000 orang dan memprioritaskan putra daerah. Hal ini jelas dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi pengangguran.

Pada rapat pematangan lokasi yang melibatkan lintas sektoral dan dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Kabupaten Samosir bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Samosir, Rabu 13 Pebruari 2008 disimpulkan bahwa lokasi PT. EJS Agro Mulia Lestari berada dikawasan Areal Pemanfaatan Lain (APL).

APL merupakan istilah kehutanan yang dalam pengertiannya dapat dimanfaatkan diluar kepentingan kehutanan. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor :923/KPTS/UM/12/1982 tanggal 27 Desember 1982 tentang Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) dan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 44/Hut-II/2005 tanggal 16 Pebruari 2005 Tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Propinsi Sumatera Utara, Kawasan APL tersebut memiliki luasan 5000 Ha berbatasan dengan Kawasan Register 41, 80 dan 82. Sementara Enclave Lintong dalam hal ini sebidang hamparan yang diakui sebagai hak ulayat Marga Situmorang berada di Kawasan Register 41, artinya lokasi yang akan dikelola oleh PT. EJS Agro Mulia Lestari berada diluar Kawasan Register 41.

Pada areal APL tersebut saat ini ditumbuhi kayu hutan sekunder, oleh sebab itu nantinya PT. EJS tidak serta-merta sesuka hati dapat menebang pohon pada kawasan tersebut, tetapi harus seizin pemerintah yang akan diatur sedemikian rupa sehingga tetap menjamin keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.

Dari hasil pantauan dilapangan hingga saat ini dilokasi belum ditemui ada kegiatan penebangan kayu. Meskipun ada pembukaan jalan sepanjang 100 meter dari jalan protokol hanya semata-mata untuk penanaman bunga secara simbolis pada saat peresmian.

Salam dari Bona Pasogit.

Rondang br Siallagan, di/pada Mei 28, 2008 pada 2:09 pm Dikatakan: r
Saya dari seberang hanya bisa mengatakan;” Semoga
lancar dan sukses”..

Sitohang Par Bintan, di/pada Mei 29, 2008 pada 1:03 am Dikatakan: r
@Lae Miduk Hutabarat

Ini program yang sangat bagus.

Tolong saya diupdate mengenai detil rencana ini karena saya berminat ikut sebagai peserta. Info persyaratan peserta mohon lae kirim ke email saya sitohangpm@yahoo.com

Semoga sukses.

Horas,

Foreigners, di/pada Mei 29, 2008 pada 5:02 am Dikatakan: r
Gw heran aja lihat orang yang diatas, yang selalu sok ppahlawan pemebela hutan…

Kenapa esih ente selalu over negatif thingking terhadap niat baik pemerintah ente dalam menggagas kemajuan daerah ente,,,,,,,,,…??

Toh Si Bupati tidak melanggar perundang2 undang yang berlaku kok……

Kalo ente nggak setuju iya silahkan anda bawa ke Pengadilan……

KEnapa nggak anda kasih kesempatan ke Pemda Samosir dulu, untuk membuktikan keputusannya adalah tepat dalam membangun kabupatennya?

Typikal orang indoensia, selalu negatif thinking,,,,,,,kayak ente.,……………………………..

Inget, hutan tele dibabat dan menjadikannya kebon bunga belum tentu membuat danau toba kering.

Analisa yang terlalu dangkal dan masih perlu diperdebatkan.

Pembabatan Huta bukan satu-satunya penyebab pemanasan Global my frend……………….!!!!

Gw dukung tuh langkah bupati, membuat terobosan baru, dalam menarik invvestasi kedaeeah TOBASA.

Good Luck……………….!!!!

hh, di/pada Mei 29, 2008 pada 6:37 am Dikatakan: r
Foreigners, pembabatan hutan memang bukan satu-satunya penyebab pemansan global my friend…..!!!!!!!! Tetapi mengertikan anda, disamping merontokkan ekosistem, bahwa hilangnya pohon pohon itu akan sangat, sangat mempercepat pemanasan global itu?

Selama teknologi untuk menangkap zat CO2 dari udara dan cara menyimpannya yang aman belum di temukan (kalaupun berhasil ditemukan, ongkosnya akan sangat mahal, jauh lebih besar dari keuntungan dari membabat hutan itu), maka pohon pohon itulah yag memegang peranan untuk menangkap CO2 itu dan sekaligus melepas O2 yang sangat kita butuhkan itu.

Bila suhu permukaan bumi ini semakin tinggi, dapatkah anda bayangkan apa yang akan terjadi?

Saya ada dapat brosur yang bunyinya seperti kini my friend, “We can have a strong economy while protecting the environment. The economy and the environment are not mututally exclusive. It’s not about choosing the environment or the economy. If we’re going to tackle climate change, it has to be both.”

Satu hal lagi my friend, sekalipun ekonomi yang kuat itu belum di dapatkan oleh Kabupaten Samosir oleh karena mempertahankan keberadaan HUTAN yang sangat dibutuhkan itu, masyarakat kabupaten Samosir akan menerima kenyataan itu, akan dengan sabar menerima keadaan itu, menunggu adanya terobosan ekomi dari sumber yang lain yang ramah lingkungan.

GW juga mendukung tuh langkah bupati yang membuat terobosan baru dalam menarik investasi ke Samosir, tetapi tidak investasi untuk pembabatan hutan Tele itu, my friend.

Perlu kita memandang jauh ke depan my friend, besar kemungkinan hanya pohon-pohon itulah yang di incer oleh investor yang bernama Lestari itu, dan itu tidak akan berhenti sebatas 2050 (2500?) hektar saja. Kalau memang tujuannya murni untuk berkebun bunga, mengapa harus di Hutan Tele yang sudah pasti akan menambah ongkos produksi?

Charlie M. Sianipar, di/pada Mei 29, 2008 pada 7:56 am Dikatakan: r
Kenapa lagi si Foraigners ini, selalu menyerang orang lain.
Ai ise do hamu Foraigners? Halus bahen …

Marudut Pasaribu, di/pada Mei 29, 2008 pada 9:43 am Dikatakan: r
@Foreigners

Bung…Lae Suhunan mungkin tidak sepintar anda berbicara tentang pemanasan global. Dia cuma menggugat kebijakan bupati semata-mata karena dia sangat dekat secara emosional dengan samosir tempat dia lahir dan dibesarkan. Menurut ceritanya dan menurut para pakar lingkungan, dulunya di samosir itu ada 173 (koreksi kalau salah) sungai yang mengalir, tetapi sekarang hanya tinggal 17 saja (koreksi juga kalau salah).

Anda boleh saja setuju dengan kebijakan bupati itu, tapi rasanya Lae Suhunan boleh juga dong untuk tidak setuju….bertindak sebagai oposisi juga dibenarkan di negara ini dan sangat diperlukan supaya ada check and balance.

Mengenai kebijakan bupati yang tidak melanggar peraturan, bukan itu permasalahannya. Sangat naif kalau hanya melihat persoalan pembabatan hutan hanya dari sisi peraturan. Banyak hal di dunia ini yang tidak boleh kita lakukan walaupun tidak dilarang secara “hitam putih”. Misalnya: Melecehkan orang di internet tidak diatur dalam undang-undang, tapi ada etika dan moral yang melarangnya.

Horas

suhunan situmorang, di/pada Mei 29, 2008 pada 1:34 pm Dikatakan: r
@ Foreigners

Sebenarnya, saya rada malas menanggapi anda, terutama karena tak juga mau menyebut identitas anda yang sesungguhnya, walau itu hak anda. Padahal, saya sangat senang melihat orang yang mau menampilkan identitas aslinya, apa adanya, sebab itulah ajaran leluhur manusia Batak: sitedak rupa siboto goar, sebagaimana ada ditulis di blog ini. Saya pun tak ingin bila blog tanobatak ini akhirnya jadi wadah orang-orang picik yang tak beritikad baik sebagai ajang pelampiasan kebencian atau arena hujat-menghujat pribadi, agama, ras, sebagaimana di blog lain; apalagi saya tahu persis karakter dan misi Lae Naipospos pengasuh blog ini yang seratus persen berbuat demi revitalisasi adat-budaya, falsafah atau kearifan lokal, dan alam Tano Batak yang permai.

Bila anda jeli memerhatikan, blog ini amat kaya, peduli, bahkan sangat cinta terhadap segala sesuatu menyangkut habatahon dan alam Bonapasogit, sekaligus mengkritisinya. Tulisan-tulisan yang dimuat di blog ini pun, sepegamatan saya, lebih dominan menyangkut habatahon (dalam berbagai aspek, termasuk puisi dan prosa) dan alam, serta menghindari tulisan atau tanggapan yang provokatif atau kontroversial, hingga terasa sejuk dibaca.

Menurut saya, di situlah keunggulan blog ini dibanding blog sejenis. Itu pula yang menyebabkan mengapa saya lebih suka “nongkrong” di “lapo” ini ketimbang di “lapo” lain, kendati sama-sama menawarkan aroma Batak. Saya suka cara para penulis artikel (kontributor) menyampaikan pendapat mereka, demikian halnya para penanggap, yang umumnya: santun, serius, sesekali jenaka. Yang membuat saya lebih suka lagi ialah, perbedaan di antara para Batak pengunjung blog ini, terutama mengenai agama-kepercayaan, akhirnya tereduksi oleh ikatan yang amat kuat sebagai sesama manusia Batak (mangkuling mudar), daripada menonjolkan perbedaan masing-masing.

Memang, sebagaimana pernah dikatakan Lae Naipospos kepada saya, sering juga masuk tanggapan-tanggapan ke blog ini berisi kata-kata kasar, menghina, tak berbobot, dan akhirnya harus dibuang karena komentar sampah seperti itu dianggap tak layak menghiasi halaman blog yang teduh ini—dan itu hak beliau sebagai pemilik blog. Umumnya mereka itu orang-orang Batak yang sangat fanatik terhadap agama-keyakinannya, yang menganggap adat-istiadat dan budaya Batak sebagai produk kesesatan belaka (bid’ah).

Jujur, saya kecewa kepada anda (bila benar anda Batak), karena selain identitas anda yang tak jelas, sebetulnya saya sangat mengharapkan tanggapan yang kritis dari anda, terutama masalah pembabatan hutan Tele, bukan cuma semburan kata-kata sinis dan penuh tudingan tak bermutu. Mengapa? Saya begitu yakin bahwa anda sebetulnya seorang yang berpendidikan lumayan tinggi, bermukim di kota atau negara maju, hingga nama virtual anda pun foreigners. Bukan Jahoras, Jaultop, atau Jamaittan, misalnya. Andai anda berpikir kritis dan argumentatif memahami sikap saya dan kawan-kawan (komunitas Forum Pusuk Buhit, Tobadream) atas keputusan Bupati Samosir menyangkut Hutan Tele, “perdebatan” kita di blog ini akan dapat mencerdaskan, setidaknya memberi pandangan baru yang bermakna bagi kemajuan Batak dan Bonapasogit.

Tak usah pun harus ilmiah, tetapi seandainya anda tanggapi keberatan dan perlawanan saya dengan argumen-argumen yang logis dan tidak dimulai dengan kata-kata bermuat konfrontasi, maka kesan atas tanggapan anda tak akan terkesan: antipati atau luap kebencian belaka terhadap seseorang yang bernama Suhunan Situmorang!

Okelah, itu hak anda, kendati saya sayangkan. Namun, andaikan anda sempat berkenalan dengan saya yang cuma manusia Batak biasa (bukan pejabat, bukan pengusaha, bukan politisi, bukan selebriti, apalagi berambisi jadi pahlawan seperti tuduhan anda) hingga anda pun tahu kelemahan-kekurangan saya, bisa jadi persepsi anda terhadap diri saya tak seperti sekarang, walau tak mustahil akan semakin membenci, dan itu pun hak anda sepenuhnya.

Tetapi ketahuilah saudara: saya memang pengagum dan pendamba (munculnya) manusia-manusia Batak yang bangga dengan identitas dan dirinya sebagai Batak namun tak jadi chauvinis, rendah hati dan terbuka bersahabat dengan tulus dengan etnis/bangsa dan agama-kepercayaan lain, tidak memalukan Bangso Batak karena ulah dan perbuatannya, mau memikirkan dan peduli kesusahan orang lain, mencintai alam Tano Batak dan segala penghuninya tanpa vested-interest, lebih suka menebarkan benih kedamaian ketimbang konfrontasi, dan karena karya dan prestasinya (di berbagai bidang), akan mengharumkan nama Batak.

Nyatanya, dengan mengamati komentar-komentar anda di blog ini, khususnya mengenai kasus Hutan Tele juga cerpen saya ‘Keputusan Merlin’, keinginan menemukan manusia Batak yang berpikir kritis dan bersikap elegan itu, tak tercapai—walau tak harus saya ratapi. Baiklah, silakan membenci saya sampai kapan pun, kalau itu memang akan memuaskan diri anda.

Tetapi, bila anda masih manusia Batak yang sepenuh hati mencintai alam Tano Batak, sesekali tengoklah kondisi riil di sana. Jelajahilah wilayah Parlilitan-Barus, Dolok Sanggul-Tele, Samosir, Dairi, Parmonangan, Habinsaran, bahkan sampai Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Lihatlah betapa hancur alamnya karena kawasan hutan sudah dua puluh tahunan dibabat PT TPL (dahulu IIU) selain para pembalak lainnya, dan sampai detik ini masih terus dengan ganasnya mereka cincang pohon-pohon yang sudah puluhan atau ratusan tahun usianya itu. Tengoklah betapa orang-orang rakus itu dengan enteng dan tanpa merasa berdosa kepada Debata, Sang Pencipta dan pemilik Alam Semesta, meluluhlantakkan hutan alam (heterogen) dan tumbuhan lainnya yang bernilai ekonomis seperti rotan.

Bila anda tahu pohon kemenyan yang amat langka dan hanya cocok tumbuh di wilayah Tapanuli itu, yang harganya terbilang mahal dan selama puluhan atau ratusan tahun menjadi sumber mata pencaharian penduduk Humbahas, Samosir, Tapanuli, Dairi, terus-menerus disikat TPL—walau penduduk, antara lain warga Pollung, Hutagalung, dll, melawan keras sambil menangis-nangis karena mata pencaharian mereka, para manusia Batak yang hidup dalam impitan kemiskinan itu, diporakporandakan mesin pemotong kayu dan alat berat milik perusahaan yang sejak semula saham-sahamnya sudah listing di New York Stock Exchange.

Tahukah anda siapa penikmat utama hasil usaha PT TPL itu? Tahukah anda siapa-siapa saja pemegang saham utamanya setelah Tuan Sukanto Tanoto menjualnya? Pihak asing, saudara! Dan, para bankir serta lembaga keuangan raksasa dunia itu tidak pernah mau tahu kemiskinan, derita, dan kesusahan saudara-saudara kami yang bermukim di Bonapasogit, tidak peduli bila suatu saat alam Tano Batak akan menjadi gurun pasir dan kemolekan Danau Toba tinggal kenangan!

Mungkin anda bekerja di salah satu perusahaan asing atau domestik yang demi profit tak peduli keselamatan lingkungan hidup yang diberikan Sang Khalik secara cuma-cuma, dan anda mendapat gaji dan fasilitas yang menyenangkan. Silakan anda nikmati sebab itu hak anda sebagai hasil kerja keras anda. Namun, anda pun tak usah sisnistik (bukan kritis!) melihat orang-orang yang mau peduli atau meratapi bahaya kehancuran ekosistem, terutama kampung halamannya.

Barangkali pula anda kira saya ini terlalu mendramatisasi atau mengada-ada soal kehancuran hutan Tele. Untuk membuktikannya, silakan saksikan video ini (semoga bisa kau lihat):


hasil rekaman kawan-kawan kami (sebagian non-Batak) minggu lalu; orang-orang yang turut peduli dan amat sedih melihat keganasan para penjarah hutan milik Debata yang diberikan kepada manusia-manusia Batak dan Indonesia, bahkan dunia. Lokasi pengambilan gambar video tersebut di kawasan hutan Tele, cuma lima kilometer jaraknya dari lokasi yang diserahkan Bupati Samosir untuk dibabat PT EJS dari Korea untuk sebuah proyek kebun bunga itu! Setelah menonton video tersebut, barangkali anda akan menganggap biasa-biasa saja; siapa pula yang bisa memaksa nurani anda agar ikut sedih atau turut prihatin?

Tetapi sekali lagi, saya bukan tak mendukung langkah Pemkab Samosir untuk memajukan daerah tersebut. Itulah impian saya dan ratusan ribu warga Samosir. Tak ada pula untungnya bagi saya (dan kawan-kawan) menyusahkan Bupati Samosir dan Pemkab dengan menentang rencana pembabatan hutan di kawasan Partungkot Naginjang (ada juga yang menyebut: Partungkoan Naginjang) Tele itu. Memang betul “saran” anda, bila kami tak puas karena bupati tetap ngotot, kami akan melawan lewat jalur hukum, dan itu sudah kami siapkan. Namun, agar tak terkesan bahwa niat kami cuma ambisi pribadi-pribadi yang tak suka pada Bupati Samosir (apa pula dasar dan alasannya?), dalam dua bulan terakhir ini kami (teman-teman par Samosir, melalui Forum Pusuk Buhit), terus menyebarkan berita buruk ini ke pengurus kumpulan marga yang berasal dari desa Harianboho, Sihotang, Tamba, Rassang Bosi, Sabulan, selain Urat-Palipi, Pangururan, Simanindo, di Jakarta-Medan. Kami (Komunitas Tobadream) juga sudah sepakat bertemu dengan tim dari Conservation International Inonesia, Communication for Northern Sumatra Corridor (NSC) untuk membicarakan langkah-langkah penyelamatan hutan Tele dan hutan di seluruh kawasan Danau Toba—yang ternyata, juga mereka pantau.

Apakah selama ini saya dapatkan keuntungan dari secuil-cuil gerakan peduli alam dan budaya Batak, juga sedikit memerhatikan saudara-saudara yang berdiam di Bonapasogit, yang saya dan teman-teman lakukan? Tidak, saudara. Malah, uangku yang tak seberapa banyak itu jadi sering keluar. Oya, agar tak anda pikir bahwa saya dan teman-teman hanya mengumbar omong doang, salah satu contoh kecil, bulan lalu, anak-anak Samosir yang kuliah di ITB dan Unimed Medan sudah melaksanakan program pelatihan dan test terhadap 500 siswa SMA di Samosir untuk menyiapkan UMPTN. Kami dukung sepenuhnya, walau dana harus patungan, dengan cara mengedarkan durung-durung ke sesama kawan Tobadreamers. Penggagasnya, seorang Batak keren (istilah kami untuk orang Batak yang mau peduli ke Bonapasogit), mahasiswa ITB jurusan geologi, penuh idealisme dan dedikasi ke Samosir, namanya: Raja Sondang Simarmata. Ia juga salah satu penentang keras rencana Bupati Samosir, apalagi dosen geologi di kampusnya sudah mengingatkan betapa bahayanya tindakan pembabatan hutan Tele tersebut.

Kami pun tak berharap banyak akan berhasil menghadang keinginan Bupati Samosir, apalagi kami sadar amat banyak orang Batak di Jakarta dan kota-kota lain yang diharapkan peduli kampung halaman, sejenis dengan anda: tak peduli melihat semakin rusaknya ekosistem di seluruh wilayah Tano Batak, dan cenderung sisnistik menanggapi sesuatu yg tak berasal atau tak menguntungkan diri atau kelompoknya. Tetapi, kalaupun akhirnya Bupati Samosir dan PT EJS dimenangkan hakim di pengadilan, setidaknya sudah ada pertanggungjawaban kami kelak kepada keturunan kami, dan yang terutama adalah kepada Debata na di Banua Ginjang.

Jadi, keliru besarlah tuduhanmu itu, saudara: saya ingin jadi pahlawan . Cita-cita atau ambisi untuk diriku, sederhana kok: bagaimana caranya agar ketiga anakku kelak menjadi orang-orang yang rendah hati, berguna tak hanya pada diri dan keluarganya, mamboto uhum dohot adat, semoga maranak-marboru, dapotan jampalan nalomak, tidak suka membenci yang akibatnya jadi dibenci orang-orang, takut berbuat salah kepada Debata; dan ketika hari tua saya dan istri tidak harus ketergantungan pada mereka atau siapapun. Ambisi lainnya? Masih ada, sayangnya istri saya masih emoh, mungkin karena profesi notarisnya membuat ia merasa lebih enak tetap bermukim di Jakarta dan Jawa Barat yang kian sumpek dan beringas ini. Saya ingin secepatnya kembali bermukim di Bonapasogit, di bumi Samosir yang kupuja itu, sambil bertani, memelihara kerbau, sapi, ayam, menulis-nulis cerpen, novel, juga esai-esai tentang Batak; tetapi kalau bisa, saat sepuh, tak sakit-sakitan karena tak ingin menyusahkan anak-anak, selain takut mengalami penderitaan panjang seperti inongni si Merlin  Sangat sederhana kan ambisi saya? Apalagi tak pernah tergiur ikut peserta Pilkada atau Pilcaleg.

Kita boleh berseberangan sikap dan pikiran, termasuk tak menyukai tulisan saya, tetapi tak usahlah langsung dilampiaskan dengan membunyikan terompet bernada “perang,” sebab kesannya sangat tak intelek. Dan kalau pun anda memang tak peduli nasib atau masa depan Danau Toba serta alam Bonapasogit, tak usah harus sinistik dan lantas memusuhi orang-orang yang mau mempedulikannya—yang sama sekali tak bermaksud dan tak berminat jadi pahlawan.

Oya, sebagai tambahan, via email, gagasan dan ajakan mengikuti tour Danau Toba dan berakhir di Huta Tinggi, Lagu Boti, untuk mengikuti acara ‘Sipaha Lima’ ini, sudah lama disampaikan Lae Miduk Hutabarat kepada kami.

Horas…

* Mauliatema tu Lae Naipospos, alana nunga dilehon “lapo” Partungkoan on hupakke mansai ganjang laho patuduhon pandapot dohot sikaphu. (Ai aha do tahe bahasa Batakni sikap, Lae?)

suhunan situmorang, di/pada Mei 29, 2008 pada 1:53 pm Dikatakan: r
Mari kita lihat pembabatan hutan Tele


hh, di/pada Mei 29, 2008 pada 4:07 pm Dikatakan: r
@Foreigners,
“Kenapa nggak anda kasih kesempatan ke Pemda Samosir dulu, untuk membuktikan keputusannya adalah tepat dalam membangun kabupatennya?”
-Bagaimana ya cara terbaik menjelaskannya sama anda? Begini saja kawan, karena di balik rencana ini, ada bahaya mengintai.
“Toh Si Bupati tidak melanggar perundang2 undang yang berlaku kok……”
-Peraturan itu perlu juga di tinjau frend, karena peraturan itu mengartikan bahwa hutan Tele itu adalah ‘areal non hutan.’ Hah? Hutan Tele yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air untuk Danau Toba adalah areal non hutan?

Saya ada pertanyaan nih, my best friend. Tolong jawab ya.
Sekiranya di lokasi rencana berkebun PT. EJS Argo Mulia Lestari ini tidak ada pohon sama sekali, apakah EJS akan memilih lokasi itu? Sekiranya secara tiba tiba pohon pohon yang ada di Hutan Tele itu tiba tiba hilang, apakah EJS masih akan meneruskan rencana itu? Kalau ya, mengapa bukan bupati beserta masyarakat saja yang menebang pohon pohon itu, menjualnya sebagian ke TPL atau perusahaan timber lainnya, sebagian lagi di pergunakan untuk membangun rumah rumah yang lebih bagus? Hal itu akan langsung di nikmati oleh masyarakat.

Typical/average orang serakah memang…..kayak ente. Parahnya, positive thinkingpun dinilai negative thinking.

Tao Lobutala, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:27 am Dikatakan: r
Oopss.. kita jangan berpolemik disini, gak ada manfaatnya.

Salut untuk Miduk Hutabarat cs, jangan kecil hati kalo ada orang macam Foreigners itu, justru itu jadi tantangan untuk terus bergerak.

Biarpun Bupati terus dengan programnya, justru Tour D’Toba harus dijalankan secara periodik dengan berbagai bentuk untuk menggalang perhatian dan kepedulian masyarakat. Sekaligus Tour D’Toba mengawasi Bupati cs .

Justru disinilah peran masyarakat itu, kalau Tour D’Toba terus dijalankan, maka itulah sesungguhnya Masyarakat Madani yang ditunggu.

Mudah-mudahan Lae Suhunan Situmorang bertambah semangat, jalan terus dengan Tour D’Toba, bikin macam-macam kegiatannya, bisa di danau dengan perahu, kano dll. Bisa didarat dengan sepeda, mobil atau bahkan jalan kaki alias Gerak jalan massal di tepian Danau Toba.

Kalau dipersiapkan dengan matang, saya yakin banyak yang akan mendukung.

Horas,
Togar Silaban.

Eliakim Sitorus, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:43 am Dikatakan: r
Saya mengimpikan, seandianya bisa, kawan-kawan pencinta D.T di mana pun berada yang tidak bisa ikutan program kali ini, turut juga mendukung secara finansil. Bagaimana ya?. Tahun berikutnya bergilir peserta, kami yang sudah ikutan sebelumnya mendukung finansil dan saran konkrit. Saya tak tahu apakah comittee/organizers sudah berfikir bagaimana cara menanggulangi dana, walaupun prinsipnya SWADAYA MURNI. hehehe…tetap butuh suntikan dana dari kawan lain, asal jangan mengikat apalagi mendikte.
-
*** Horas lae, kapan ke Bitan memenuhi undangan lae Sitohang ?

indra1082, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:56 am Dikatakan: r
Kapan ya aku ada waktu keliling Indonesia…
-
*** Datang saja kapan ada waktu, jangan sampai lupa Indonesia

Sitohang Par Bintan, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:59 am Dikatakan: r
@ Lae Naipospos tentang “foreigner”,

Tradisi orang Batak kesempatan berbicara di partungkoan itu merupakan bagian dari parjambaron atau hak. Dan orang batak kalau diberi kesempatan berbicara orang harus menampakkan jati dirinya.

Saya mengajak kita menerapkan tradisi yang baik itu di partungkoan ini: hanya mereka yang mau membuka jati dirinya yang berhak berbicara di majelis ini.

Mari kita junjung kebebasan berpendapat yang bertanggungjawab. Kalau foreigner merasa pendapatnya baik seharusnya dia berani membuka jati dirinya.

Saya masih sependapatn dengan pepatah lama yang mengatakan “berani karena benar…”

batuhapur, di/pada Mei 30, 2008 pada 4:05 am Dikatakan: r
Horas…

saya sangat setuju dan sepaham apa yang diutarakan oleh amang Suhunan Sirtumorang..

memang bagus ada acara tersebut, tapi seolah-olah kita tutup mata dan pura-pura tak tau masalah apa yang sedang kita hadapi saat ini.bukankah saat ini kita sedang mengahadapi para perusak lingkungan Samosir, yang dapat dukungan penuh dari seorang Bupati samosir??

Sepertinya kita tidak serus dalam menaggapi dan merespon setiap permasalahan saat ini.

@ Foreigner
Pernah gak anda ke samosir?? ke tele�?? tau gak daerah samosir itu gimana..??? tau gak wilayah itu semua kebanyakan batu

Kalau seandainya gak ada pohon lagi krn sudah habis ditebang, dan diganti dengan Bunga�. mampukah akar bungan ini segabai resapan air?

sendainya terjadi jujan lebat dan terjadi longsor, batu2 tersebut akan runtuh dan berguling menabrak dan mannghancurkan kampung2 dibawahnya.

okelah anda ga punya saudara di dekat situ, sehingga anda ga peduli,??

tapi yang membuat gw paling penasaran, apa yang membuat anda lebih bersemangat ??

saya juga sekarang ini bekerja di perusahaan Plywood. bahan baku Log. jadi saya tau nilai 100 M itu dibandingkan dengan hutan seluas 2250 hektar nilai ekonomisnya aja kita udah rugi, belum lagi ekologisnya.

mauliate

larisnaibaho, di/pada Mei 30, 2008 pada 4:54 am Dikatakan: r
Gabe mulak ma oto huhilala au manjaha hata ni si Foreigners on. Ai halak aha do puang ho. Ai diattusi ho do akka na pinandok mi?

Ai dang pola iba loja marsiajar, anggo holan hutan i do babatan laho manarik inverstor. Na ideot pe diboto do i. Manang tabaen ma debat umum bah. Hadirhon ma Bupati dohot ahli lingkungan hidup dohot hita sude. Unang sembunyi-sembunyi, ate!

Sahat Ngln, di/pada Mei 30, 2008 pada 7:55 am Dikatakan: r
Pernah aku baca satu kalimat ‘Pengembangan pariwisata(ekonomi) bukan(tidak) harus menumbangkan pohon di hutan, merubah alam sekitar!’. Kupikirkan kembali..ada benarnya. Mudah saja untuk menumbangkan pohon di hutan dalam kedipan mata, tetapi itu bukan solusi yg terbaik dan masih ada cara lain yg dapat dilakukan.

Tentunya kita sangat berterimakasih atas upaya Pemkab Samosir yg bersusah-payah utk menarik investor masuk guna meningkatkan ekonomi disana. Tetapi jika investasi tersebut akan mendatangkan bencana dan dampak dari semuanya malahan membuat Pemkab juga rakyat menjadi sengsara, buat apa??.

Ataukah memang Pemkab Samosir sudah kehabisan akal/ide sehingga perlu utk membabat dan mengorbankan hutan Tele?.

@ lae Miduk,
Horas lae, kalau memang memungkinkan aku juga mau ikut bah. semoga.

@ lae Foreigner,
Siapa yg tidak senang kalau kampungnya maju?.
Tentunya semua orang suka, tetapi kalau ternyata pemerintah membuat rencana yg membuat ‘bom waktu’ bencana, apa kita diam saja?.

Semoga proyek ini bukan proyek tangisan di masa 5-15 tahun mendatang. Allahualam..Dang huboto…only GOD knows.

Horas!!

tanobatak, di/pada Mei 30, 2008 pada 10:24 am Dikatakan: r
Horas kepada semua penanggap halaman ini.

Seperti yang dikatakan lae Suhunan, blog ini akan berusaha menuntun sikap kita untuk lebih santun walau setajam apapun kita memberikan komentar. Memang partungkoan adalah ajang dialog seperti direncanakan semula. Ini sepadan dengan pantun leluhur “Purpar pande dorpi mantat tu dimposna” Memang dialog yang cenderung gaduh sudah lajim ditemukan sejak dulu tapi harus ada output yang diperoleh dan bermakna.
kami mempertimbangkan komentar Foreigners yang agak tendensius mengarah kepada seseorang. karena kami nilai masih dalam ambang batas, dan pantas untuk ditanggapi.

@ Lae Sitohang Parbintan.
Himbauan agar kita semua jujur mengungkapkan identitas memang sudah saya paparkan dalam SITEDAK RUPA SIBOTO GOAR. Penegasan akan penerapannya sudah saya uraikan di TOPIK 2008. Penerepannya sudah dimulai di NONANG, namun masih ada “dongan” dekat kita yang belum terbuka.
Tapi dengan semakin meningkatnya respon kepada blog ini maka sejak bulan depan akan saya hapus semua komentar yang tidak jelas identitasnya dan menerapkan meloloskan komentar yang isinya tidak menghujat, menghina dan yang menganggap blog ini milik agama tertentu. Syarat yang akan kami berlakukan adalah :
1. Nama lengkap dan jelas.
2. Nama pendek dengan menyertakan blog pribadi yang dalam blog itu dapat dilihat identitasnya yang jelas.
3. Nama blog dengan menyebutkan nama identitas pemiliknya dengan jelas.

Semoga tidak ada yang kecewa bila komentarnya tidak dimasukkan dengan persyaratan yang kami buat.

@ Lae Suhunan
lHata batak ni “sikap” hurang apala pas huboto. Husungkun pe amanta Bonar Siahaan

Bonar Siahaan, di/pada Mei 30, 2008 pada 11:39 am Dikatakan: r
Saran untuk amanta Suhunan.
Komentar dari foreigners nggakusalah ditanggapi, sebab makin ditanggapi makin senanglah dia. Saya telah lihat komentarnya, dan kesimpulan saya bahwa dia adalah seorang manusia yang senang “manjuiti”, dan setelah yang “di juiti nya” pusing dia akan tertawa maka untuk apa amanta Suhunan sudi menanggapinya dengan langsung? Biarkan teman-teman lain yang menanggapi lebih baik terfokus kepada apa yang diperjuangkan.
Selamat berjuang dan semoga berhasil.

Eh lupa sadikiiit hata batak ni sikap nahuboto �hadirion� do.

Miduk Hutabarat, di/pada Mei 30, 2008 pada 11:46 am Dikatakan: r
Horas Tu Hita Sude;

Mengenai Tour D Toba 14-17 juli 08, masih gagasan perdana. Karenanya masih terbatas yg bisa dilakukan; misalnya, hanya untuk 1 kapal, maks 4o orang. Jatah jakarta 10, medan, 20, dan 1o kota lainnya.

Tour D Toba kali ini, senangnya dengan swadaya, dan sembari keliling, kita akan mematangkan acara ini untuk ke depannya. Sembari, melalui blog ini, dan milist terbatas, segala ide-ide dan masukan akan kita tampung

motivasinya untuk bangkitnya kepedulian kita terhadap danau toba, cuman kita hanya inisiator saja, semoga ke depan akan terlembaga. Tetapi mencoba membangun kerjasama diantara pomparan tetea bulan isombaon itu. supa ada satu aktivitas yang benar-benar dilakukan oleh Pomparan Si Raja Batak Teta Bulan Isombaon di Tano batak

Kita harus Bangkit kan kembali apa yg pernah disampaikan oleh Jong Sumatrabond 1911 : ” Maluku Masa Lalu, Jawa Masa Kini dan Sumatra Masa Depan

Boleh saja kita tampung yang mau ikut ; titik berangkat dari Medan. Tapi kita sharing bersama, bagaimana mengatasinya.

Memang lewat blog ini, kita coba dulu gimana respon dari kita semua, jika besar, kami akan bicarakan lagi bersama.

Mari Membangun Masa Depan Sumatra !

Miduk Hutabarat
di bagian barat nusantara indonesia

horas Lae Suhunan S, ikkon dohot do Lae, malam bersama dengan Pak Bupati, di rapat Kami minggu lalu memang ngak jadi. Karena belum waktunya kita berdialog dengan pejabat setempat. Tolong sampaikan kepada toba dream, supaya di respon. Karena hanya Lae Charly yg merespon. Juga diberitau kepada Oppung Tigor S dan Itok Dolorosa S ya.

Horas, Ito Lydia Hutagaol : Prempuan Batak Pemecah sunyi ! Ada hasrat tuk mengenal Mu ito ..

Tu Appara Silaban, Lae Sihotang Parbinta,

Tu Abang, Eliakim, usul bisa di catat, intinya gimana kita semua enak ..dan bisa semangat membangun sumatra sumut dan Tapanuli

Perlu La Kita Pikirkan OTORITA DANAU TOBA !

Horas……

foreigner, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:36 pm Dikatakan: r
buat ente2 semua, saya kira adalah sungguh mengherankan kenapa panas dengan komentar gw,…bebas toh gw mengkritik anda terutama mr Si Tumorang. Lah dia juga mnegkritik pemda nya sendir, masa sih dia nggak bisa gw kritik.

Beranti dia juga arogan donk, tidak berkepala dingin. So funny……………!!

Nggak bermental pemimpin dan tidak bijak donk kalo begitu karakternya. So apa bedanya dengan yang lain…………………:D

Inget, kritik gw khan nggak pake kata kasar, dan bukan ngajak berantem.

So gw mengkritik cara dia aja yang menurut gw sangat lucu kayak LSM kebanyakan di Indonesia. Berani teriak tapi nggak bisa jadi rekanan pemerintah untuk memajuka sendiri daerahnya.

So sebelom mengkrtik, tolong ente2 instropeksi. Pantas nggak di kritik dan pantas nggak ente mengkritik orang kalo anda sendiri cendrung panas dan tidak bisa berbeda pendapat.

Sory, gw bukan pendukung Pemda, dan gw nggak benci ama yangdiatas. Gw nggak kenal dia, dan gw bukan provokator.

Gw cuman orang asing yang menilai sesuatu lebih fair…

Sekali lagi gw bilang penebangan hutan tele tidak akan membuat Danau Toba gersang dan hancur. Itu masih kesimpulan yang sangat mentah dan perlu peerlu diperdebatkan.

GW ADALAH ORANG BODOH YANG PERLU PENCERAHAN……………..

pahala panjaitan, di/pada Mei 31, 2008 pada 1:27 am Dikatakan: r
Pertama-tama yang jelas dari Polemik ini Pihak Korea yang selalu diuntungkan.

Sehebat apapun program yang disampaikan Pihak Korea tetap merusak lingkungan dan kita lihatlah hasilnya atau anak cucu kita nanti yang akan merasakannya.

Saya belum pernah melihat program-program seperti ini di Indonesia yang bisa memperbaiki kondisi lingkungan yang sudah dieksploitasi.

Program tanaman bunga itu hanya sebagai kamuplase saja tetapi kemungkinan ada sesuatu dibelakang program tersebut entah programnya bersifat positif atau bersifat negatif.

Marilah kita pelihara, kita perbaiki kembali kondisi alam di Tapanuli yang sudah rusak selama ini.

Sebagai orang Batak kita harus tunjukkan jati diri kita bahwa kita adalah orang batak dimanapun berada tunjukkan nama dan marga jangan jadi bunglon ini bukan sikap orang batak

Karena sekali kita jadi sifat bunglon untuk selamanya sifat yang begini akan menjadi bagian hidup kita dan saya belum pernah melihat orang batak yang tidak mau menunjukkan jati dirinya.

Maaf terlalu keras / pedas kata-kata saya ini dan inilah sikap orang batak yang tegas dan terbuka walaupun saya sudah 40 tahun merantau.

Horassss………. jala gabe.

Sitohang Par Bintan, di/pada Mei 31, 2008 pada 2:18 am Dikatakan: r
Apakah arti investasi Rp.100 milyar untuk lahan 2,050 ha?

Mari kita gunakan matematika sederhana saja untuk memahaminya.

Luas lahan 2,050 ha = 20,500,000m2 (1 ha= 20,000m2)

Uang investor yang ditanamkan/ m2 lahan = Rp. 100,000,000,000/20,500,000 = Rp. 4,878 (empat ribu delapan ratus tujuh puluh delapan rupiah). Haruskah kita menggandeng investor luar untuk investasi Rp. 4,878/ m2 lahan di bona pasogit kita yang malang ini?

Perlu juga kita sadari kalau investor sering menyamarkan pengertian niilai investasi dengan perkiraan total budget untuk periode tertentu.

Nilai investasi adalah jumlah uang yang disuntik oleh pengusaha (modal sendiri) atau hutang diluar cash yang diperoleh dari hasil operasi. Cash yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan tidak boleh disebut investasi.

Ilustrasinya: bisa saja tahun pertama si pengusaha menyuntik uang Rp. 1 milyar, tetapi dia membuat anggaran belanja tahun tersebut Rp. 20 milyar. Caranya adalah:

1. Modal sendiri Rp. 100,000,000
2. Pinjaman pd pihak ketiga Rp. 900,000,000
3. Proyeksi penjualan th I Rp. 19,000,000,000
Total Rp. 20,000,000,000

Dalam hal ini yang disebut nilai investasi adalah Rp. Rp. 1 milyar, bukan Rp. 20 milyar. Tapi yang muncul di koran biasanya disebtukan pengusaha tersebut akan menanamkan investasi Rp. 20,000,000,000 karena masyarakat awam hanya akan terpesona dengan nilai Rp. 20 milyar.

Realistiskah budget plan seperti diilustrasikan di atas?

Jawabannya untuk industri tertentu, ya.

Lahan 2,050 hutan Tele adalah lahan hutan sekunder yang sudah memberikan hasil bagi investornya bahkan sebelum investor tersebut beroperasi, yaitu stok kayu ratusan ribu ton yang segera bisa menjadi uang puluhan milyar rupiah….

Mari kita lihat bagaimana rencana anggaran investor korea ini untuk 5 tahun ke depan.

Ini hanya dari sisi persoalan investasi, belum menyangkut masalah bahaya ekologi yang akan ditimbulkan oleh pembabatan hutan tersebut.

Petrus Marulak Sitohang

hh, di/pada Mei 31, 2008 pada 4:00 am Dikatakan: r
@Foreigners, anda tidak bodoh. Anda hanya buta, tidak dapat melihat keserakahan yang ada dibalik proyek tersebut.

Radja M Nadeak, di/pada Juni 2, 2008 pada 8:54 am Dikatakan: r
bah,… nga habis hape di tabai….!! aha be dohononta??
adong do hita (punguan) na rutinitas na mambahas jala memperjuangkon on dijakarta on? molo boi baen hamu jo boa2 amang asa dohot iba manghihuti.

mauliate
Radja M Nadeak

Miduk Hutabarat, di/pada Juni 3, 2008 pada 8:56 am Dikatakan: r
Sattabi tu hita sude,
adong na ketinggalan

Pertama;
Tujuan Tour D Toba sembari melakukan assesment, melalui minat peserta yg ikut. Dan akan kita rangkum, kemudian untuk kita bicarakan tindak lanjutnya.

Kedua,
aku kelupaan mendelate acara tgl 15 Juli – malam bersama Bupati-, itu memang sudah di batalkan oleh rapat terakhir ii\nisiator, 20 Mei 2008, mengingat pertimbangan supaya kita bebas dulu dengan pihak yang berkepentingan. Walaupun tujuan awalnya, kita mau tukar pikiran ttg pengembangan parawisata samosir 2010.

Ketiga,
Perlu kuberitaukan buat amang M. naipospos, supaya ada tambahan Mewakili Inisiator, Miduk Hutabrat, karena kita memang sharing dalam mendiskusikan keinganan kita itu

Tak masalah
Tour D Toba ini jadi membicarakan masalah Penebangan Hutan Tele, dapat menjadi indikator tentang apa saja isue mendesak yg perlu kita sikapi

imajo tusi
mauliate tu hita sude

miduk hutabarat
di bagian barat nusantara indonesia

bangkitlah Bang Batak….; Bangkitlah Indonesia
Jayalah negri inii

Miduk Hutabarat, di/pada Juni 5, 2008 pada 11:51 am Dikatakan: r
Buat Lae Sitohang Prbintan, dan Lidya, besok jumat, 06 Juni panitia akan rapat, sekaligus membawa respon yg ada dari kita semua. Apakah jika sudah lebih, tapi tetap akan di akomodasi . Akan segera diberitahukan

Menurut laporan yg kuterima, melalui Kom 03 Juni 2008, memberitahukan bahwa Pesta Danau Toba jai undur, ke 14-16 Juli 2008

Kemudian melalui waspada hari ini 05 juni 2008, Panitia Pesta Danau Toba, mencatut nama kegiatan Kita ; Tour D Toba 2008

Esok panitia akan membawa ke rapat, bagaimana sikap kita kepada sesama warga indonesia ini

Tak terbiasa membangun sikap hormat atas hak cipta sesama

mohon di maklumi
miduk hutabarat
medan
bagian barat nusantara indonesia

Charlie M. Sianipar, di/pada Juni 5, 2008 pada 4:39 pm Dikatakan: r
Beta borhat,
Ajak orang asing i asa ditanda ibana Hutan Tele
dohot Samosir i …

Charlie M. Sianipar, di/pada Juni 5, 2008 pada 4:49 pm Dikatakan: r
@ TanoBatak :
“Syarat yang akan kami berlakukan adalah :
1. Nama lengkap dan jelas.
2. Nama pendek dengan menyertakan blog pribadi yang dalam blog itu dapat dilihat identitasnya yang jelas.
3. Nama blog dengan menyebutkan nama identitas pemiliknya dengan jelas.”

Molo halak hita do denggan ma dibahen margana. Unang nidok Lae, hape dongan tubu.

Sitohang Par Bintan, di/pada Juni 6, 2008 pada 7:48 am Dikatakan: r
@ Miduk Ht Barat

Terimakasih lae. Kami tunggu.

@ Charlie Sianipar

Toho do i lae….
Muse pe marganta i do umbahen halak batak tampil beda “man”…

partalitoruan, di/pada Juni 10, 2008 pada 10:05 am Dikatakan: r
Agoiii amang, naeng dohot do nian au tulang.Amang jo tahe, dohot jo au.
@Ito/uda/bapatua/ompung Miduk Hutabarat,
Hutabarat nomor piga do hamu?
Au, Desy Hutabarat, Partalitoruan nomor 17 sian Pagar Sinondi do au
Horas

Alonso Finn Manik, di/pada Juni 12, 2008 pada 9:13 am Dikatakan: r
Pak Miduk….dosenku yang menurutku unik…..
Acara seperti ini menurut saya kecil manfaatnya…..hanya sekedar refreshing aja…dan hasilnya lagi-lagi kita dapat menduga, paling-paling akan keluar komentar ” Indah sekali tetapi kok ga bisa dimanfaatin ya…cck..ckkk”

Kami sekarang ada program ” School Forestry” ..anak-anak SMA yang baru masuk Asrama Yayasan Soposurung wajib menanam 10 pohon di satu pegunungan di Balige…..

Kemudian kami punya rencana untuk membangun septic tank untuk digunakan oleh masyarakat yang tinggal di tepi danau……tujuannya supaya air danau bersih……

hanya sekedar masukan aja Pak…..no offence….

miduk hutabarat, di/pada Juni 21, 2008 pada 9:20 am Dikatakan: r
Hai Namboru Desy,,udah kuliat foto Namboruku…he hee
aku partalitorun par pagarsinondi juga, no. 18.. gimana apa ngak mau ikutan ? Masih bisa jatah 5 orang lagi

Hai Alonso…aku dengar pernikahan Kamu dari Andre..met menikmatinya.

Mengenai tanggapanMu, makasih ya, untuk memberi kewaspadaan : tahun lalu, aku kordinator napak tilas dan penghijaun ; 100 tahun gugurnya pahlawan nasional sisingamangaraja xii ; 15.000 bibit kami bawa ke Bakkara, Samosir ; sosor tolong, siallagan, pangurruan tele , doloksangggul dan pak pak bharat

tahun ini, kami sedang mau menyiapkan inventori situs2 Sisingamangaraja XII dan Tour D Toba, untuk mencari langkah tepat yang harus dilakukan

Salut buat Program Kamu, apalagi sekarang dan besok Polri nanam sejuta pohon katanya di Samosir, maunya terus semakin banyak ya, biar sembuh bonapasogit kita itu

tapi aku akan hati hati Lonso, umurku sudah 38 tahun :

Harap Hati-hati
Sebab
sekali berarti
sudah itu mati ..

miduk hutabarat
nusantara indonesia
bagian barat/medan

Bungaran Simanjuntak, di/pada Juni 29, 2008 pada 9:58 pm Dikatakan: r
Sayang sekali ya tak ada yg mengenal foreigners ini. Dan sayang sekali dia ini hanya bicara tanpa pernah kita tahu orangnya seperti apa dan apa yang sudah dia lakukan. Apakah dengan menggantikan hutan tele menjadi kebun bunga sebanding dengan kerusakan danau toba yg diakibatkan proyek tersebut? Apakah tidak ada lahan lain lagi di Kab Samosir di jadikan lahan untuk proyek tersebut?

Sebagai orang yang juga memiliki blog dan memelihara beberapa website batak saya juga sering menemukan komentar-komentar yang asbun seperti foreigners ini. Entah jelmaan seperti apa mereka mereka ini kita tidak tahu, mereka hanya berani berkomentar di balik nama yang asal-asalan mereka buat (menurut saya orangnya juga “asal ma mangolu”), tanpa bertanggungjawab dengan apa yang di katakan.

Untuk amang Miduk Hutabarat, Suhunan Situmorang, Monang Naipospos, dll. Saya ucapkan salut dengan kampanye2 melalui dunia internet ini. Saya yakin akan semakin banyak muncul orang yang sadar lingkungan dan akan semakin banyak orang orang seperti amang yang peduli dengan pelestarian Danau Toba.

Harapan saya kedepan semua pihak semakin sadar perlu satu pemahaman yang sama tentang pelestarian Danau Toba dimana pemerintah jangan semudah membalikkan tangan memberikan ijin membabat hutan di sekitar Danau Toba sementara orang lain mati-matian kampanye pelestarian lingkungan disana. Sia-sia semuanya itu jika tidak dari sekarang di tutup semua perijinan pembabatan hutan di sekitar Danau Toba. Sia sia Sutanto menanam sejuta pohon di Samosir sedangkan dalam 1hari PT TPL membabat berpuluh2 hektar hutan di daerah Tapanuli

horas ma di hita sude

Menuliskan komentar di blog orang lain

midian sefnat sihombing, di/pada Juli 2, 2008 pada 4:39 pm Dikatakan: r
Adapun kegiatan Earth Society Tour D Toba tahun ini bertujuan untuk membangun rasa cinta terhadap kawasan Danau Toba.

Melalui kegiatan Tour D Toba, Komunitas Earth Society dapat melihat dan merasakan secara dekat tentang kondisi Danau Toba yang terjadi sekarang ini.

Melalui kegiatan Tour D Toba, Komunitas Earth Society melakukan inventarisasi permasalahan yang tengah terjadi pada ekosistem Danau Toba.

Melalui kegiatan Tour D Toba, Komunitas Earth Society mulai merintis jalan alternatif bagi pengembangan parawisata alternatif di kawasan Danau Toba.

HORAS…..mohon maaf sebelumnya apabila ada yg merasa tersinggung dgn informasi ini.

“PELATIHAN PEMBUATAN MOTIF TENUN IKAT DGN MEMGGUNAKAN ZAT PEWARNA KIMIA YG DILAKUKAN PEMKAB.SAMOSIR tgl 24-06 sd 4-07-08
apabila nantinya bisa menjadi skala industri yg nantinya akan membantu peningkatan ekonomi para perajin berakibat tercemarnya air Danau Toba.
Keberatan sudah kami sampaikan secara ketemu langsung dgn Bupati Mangindar Simbolon dan pejabat terkait Kadisperindagkop J.Limbong dgn beberapa alasan dan akibatnya. Jg dgn memberikan solusi yg tepat pelatihan2 jenis apa saja yg tepat u pengembahan ulos(sbg ahli) saat ini.Saat itu jg ketepatan ada saksi yg menyaksikan/mendengarkan
bersama dlm ruang dinas Bupati tsb al:Lae Robert Simanjuntak(Toba Leuser),Bpk.Siahaan(Kepala RS.Pangururan).
Mohon semua teman2 Earth Society,Toba Dream
atau siapapun yg perduli dgn Danau Toba agar mengetahuinya.Inikan bentuk keperduliaan kita…..

Strategi kedua adalah menyangkut metoda pengamatan. Metoda pengamatan yang dilakukan, lewat perjalanan keliling dari air dan darat. Mengingat air adalah komponen terbesar dan merupakan komponen dasar dari keseluruhan mata rantai ekosistem yang ada. Maka yang pertamasekali dilakukan Earth Society tahun ini adalah melakukan perjalanan lewat air.

Strategi kedua adalah menyangkut metoda pengamatan. Metoda pengamatan yang dilakukan, lewat perjalanan keliling dari air dan darat. Mengingat air adalah komponen terbesar dan merupakan komponen dasar dari keseluruhan mata rantai ekosistem yang ada. Maka yang pertamasekali dilakukan Earth Society tahun ini adalah melakukan perjalanan lewat air.

Strategi kedua adalah menyangkut metoda pengamatan. Metoda pengamatan yang dilakukan, lewat perjalanan keliling dari air dan darat. Mengingat air adalah komponen terbesar dan merupakan komponen dasar dari keseluruhan mata rantai ekosistem yang ada. Maka yang pertamasekali dilakukan Earth Society tahun ini adalah melakukan perjalanan lewat air.

miduk hutabarat, di/pada Juli 5, 2008 pada 11:01 am Dikatakan: r
Tu sude akka dongan na naeng bergabung di tour d toba 14-17 juli 2008; pahitca otik mandaftar, nga jenek be tikkki ,

sekaligus mamareng pesta danau toba hita
dungi ta ida ma aha na boi sibaenonta tu jolo

horas

miduk hutabarat

miduk hutabarat, di/pada Juli 11, 2008 pada 11:13 am Dikatakan: r
Acara TOUR D TOBA EARTH SOCIETY

Horas…Horas…Horas !

Datanglah Pada :
Hari : Sabtu, 12 Juli 2008
Jam : 10-12 WIB
Tempat : Toba Leuser Jl. Singamangaraja 132 Medan
Acara : Performance Arc Tour D Toba 14 – 17 Juli 2008

orasi, pembacaan puisi dan pentas suarasaama

sekaligus persipan acara keberangkatan kita
Senen, 14 Juli 2008
Pukul 08.30 WIB
Kumpul di Jl. Singamangaraja 132 A Medan

Mauliate
Horasssssssssssss……………………….

Bangkitlah Manusia Semesta Raya Danau Toba !

Miduk Hutabarat
Mewakili Inisiator

Charlie M. Sianipar, di/pada Juli 13, 2008 pada 4:23 pm Dikatakan: r
Siap untuk berangkat.
Lagi packing BackPack.

HORAS

Lidya Hutagaol, di/pada Juli 14, 2008 pada 9:57 am Dikatakan: r
beh!
tabo nai puang,,,
seandainya aku bisa… (

Poltak Simanjuntak, di/pada September 12, 2008 pada 9:02 am Dikatakan: r
Kapan lagi kegiatan serupa. Mau juga ikutan bah…

miduk Hutabarat, di/pada Oktober 12, 2008 pada 2:00 pm Dikatakan: r
rencananya, minimal akan ada tiap tahun. jika demandnya ada, akan kita organize juga, enam bulanan, atau kwartal atau tiga bulanan.

sedang dipikirkan dan dilihat peluangnya

mauliate
Miduk Hutabarat
Mewakili Inisiator

Adonia Sihotang, di/pada Februari 13, 2009 pada 7:10 pm Dikatakan: r
Dung hutonton video Hutan Tele di http://www.yutube.com tung mansai lungun situtu huhilala.

Tole hita sude melakukan sesuatu supaya Ramba Partungkot Naginjang unang ditabai.

Hotas

Adonia Sihotang

miduk hutabarat, di/pada April 25, 2009 pada 11:44 am Dikatakan: r
Tu sude Hita Batak na Adong di luat Portibion ..
Saat ini, sedang dipersiapkan rencana Tour D Toba 2009, yang rencananya akan di lakukan 2 sesi

Juli 2009
Agustus 2009

Siapkan waktu, perlengkapan dan amunisi untuk kita berjalan menikmati bersama dan berbuat bersama

Horas
Miduk Hutabarat

miduk hutabarat, di/pada September 8, 2009 pada 11:36 pm Dikatakan: r
Buat Kawan- Kawan Sebangsa Setanah Air/SSA :

Dalam rangka menggairahkan keparawisataan Danau Toba, Kami dari Komunitas ES telah menggelar event Tour D Toba Juli 2008 dan Juli 2009.

Mengingat Pesta Danau Toba/PDT 2009 akan berlangsung pada tanggal 07-11 Oktober 2009, maka tahun ini Komunitas ES akan menggelar kembali event Tour D Toba Gelombang II ; 09-11 Oktober 2009. Sekaligus mengikuti acara penutupan Pesta Danau Toba 2009 di Parapat.

Bagi yang ingin menikmati sajian khas gelar event Tour D Toba oleh Komunitas ES, silakan mendafatarkan dirinya mulai sat ini; by phone ke secretariat maupun by email.

Korfirmasi peserta dari Sumut mulai dari, 01 September – Senin, 05 OKtober 2009
Tiap peserta dikenakan biaya Rp. 1. 250.000/orang, (Sejuta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah per orang)
Biaya tersebut meliputi; marchandise, akomodasi dan transport serta restribusi.
Bagi peserta yang akan ikut, dimohon untuk mentransper lunas, mulai dari tanggal, Senen, 07 September – 05 Oktober – 2009

No Rekening Panitia
106- 00 – 0533579 -2
Bank MANDIRI
K.K Medan Sisingamangaraja
P.T TOBA LEUSER

Kesekretariatan Tour D Toba
Jln. : Sisingamangaraja 132 A Medan 2012
Phone: +61–7331 555–(734 5957)
Fax. : +61–733 1927

Kontak Person
Christin S : Mb.Phone + 61 – 0811 603416
Miduk H : Mb.Phone + 61 – 0812 6002350

SINOPSIS PERJALANAN TOUR D TOBA
( 09-11 Oktober 2009 )

Rangkaian Acara : 07- 09 Oktober 2009
• Louncing TOUR D TOBA 09
Pada, Hari Rabu, 07 Oktober 2009
Pukul 11.00 – 12.30 WIB
Sekretariat Jln. Sisingamangaraja No 132.A Medan

• Keberangkatan Gelombang II
Pada hari, Jumat, 09 oktober 2009
Pukul : 08.00 WIB
Sekretariat Jln. Sisingamangaraja No 132.A Medan

Damai Bagi Bumi Semesta Alam Raya Danau Toba

Jumat, 09 Oktober 2009
• 13.00 Check In di Carolina Hotel
• 13,00- 14.00 Istrahat
• 14.00 – 18.30 Eksplorasi sisi selatan Tao Toba : Muara Binanga Lhom dan Bakkara
• 18.30 – 19.30 Mandi istrahat
• 19.30 – 20.00 Makan Malam bersama
• 20.00-22.30 Malam Gairah – Suka di Tuk Tuk
• 22.30 – 06.00 Istrahat

Sabtu, 10 Oktober
• 07.00 – 09 Breakfast di Toledo Hotel
• 09,00- 13.30 Eksplorasi sisi utara Tao Toba : Pulau Tao dan Simanindo
• 13.30 – 14.30 Makan siang di Silalahi
• 14.30 – 18.30 Eksplorasi sisi barat Tao Toba : Desa Sitio Tio
• 18.30 – 20.00 Mandi Belerang di Lereng Pusuk Buhit
• 20.00- 24.00 Malam Gairah – Suka di atas Kapal di Taa Toba
• 00.30 – 07.30 Istrahat

Minggu, 11 Oktober

• 07.30 – 09.00 Breakfast Saulina Hotel
• 09,00 – 13.30 Eksplorasi sisi utara Pulau Samosir : Pulau Tao dan Simanindo Sidabutar
• 13.30 – 14.30 Makan siang bersama di Tomok
• 14.30 – 15.30 Eksplorasi wisata di Tomok
• 15.30 – 16.30 Eksplorasi suasana di Panggung Penutupan Pesta Danau Toba
• 16.30 – 20.00 Menikmati Panggung Utama PDT 2009 dan persiapan pulang
• 20.00 – 24.00 Pulang ke Medan

Kontributor Acara
• Puisi : Idris Pasaribu|Thompson HsIJones Gultom
• Musik : Komunitas ES : Irwansyah Harahap IMark RannerI Marsius Sihotang
• MC : Rawalpen Saragih Miduk Hutabarat|

Daftar Calon Peserta :

1. Christin Simanjuntak
2. Efendi Naibaho (Politisi, Medan )
3. Eliakim Sitorus ( Aktivis Humanitarian, Medan )
4. Hennita Purba ( Guru, Medan )
5. Janersen girsang ( Penulis, Medan )
6. Leo Sitorus ( Pemkab Tobasa)
7. Lita Tarulaselej
8. Mark renner
9. Parlin Maniuruk ( Politisi, Sumut)
10. Parlindungan Purba ( Poiltisi, DPD asal Sumut)
11. Parlindungan Siallagan ( Deputy GM Perum Perumnas Sumut )
12. Tohap Simamora ( Pegiat Radio Komunitas,Haranggaol )
13.
Jumlah Target Peserta : 35 orang

Logistik A : Properti Perorangan
No Nama Satuan/buah Keterangan
1 T-Shirt o2 buah Panitia
2 Topi 01 Idem
3 Tas 01 Idem
4 Pin 02 Idem
5 Gelang 2 Idem
Sarung dan Ulos 01 Bawa sendiri

Logistik B : Property Kelompok
No Nama Satuan/buah Keterangan
1 Buklet & Poster 10 Bahan sosialissi
2 Spanduk 2 Idem
3 Banner 2 Idem
4 Bendera 3 Idem
5 Panji Panji 6 Idem

Catatan
1. Siapkan dan bawa pakaian renang anda masing-masing !
2. Jaket dll

Inisiator 2009 & Jejaring
• Jhon Robert Simanjuntak
• Miduk Hutabarat
• Thompson Hs
Penutup
Perjalanan Tour D Toba oleh Komunitas ES ini di kemas dengan menampilkan berbagai pertujukan seni budaya dan spontanitas mengketapel biji2an ke tebing-tebing sisi danau oleh peserta tour dalam rangka menikmati suasana selama dalam perjalanan di atas kapal.

Demikianlah yang perlu disampaikan, selamat bertemu di event TDT 2009 tahun ini .
Hai Manusia Semesta Tao Toba, berkaryalah di Bumi Nusantara Indonesia !
dan akan nyatalah.

Miduk Hutabarat
Mewakili Tim Organisir TDT 09

savethetao (earth Society), di/pada November 21, 2009 pada 5:24 pm Dikatakan: r
Horas…..
Sedang dibuat blog Save The Tao (Earth Society)…jadi isinya masih sedikit..tolong berikan masukannya dan saran-sarannya…
sorry…lupa…..akan digelar juga Tour D Toba Tahap 3 pada tanggal 18/20 Desember 2009….informasi lengkapnya hub,,…sekretariat…jl. Sm Raja No 132 A atau kunjungi…blog savethetao…(www.savethetao.org)

Mauliate

Tinggalkan Balasan
Klik di sini untuk membatalkan balasan.
Nama (wajib)

E-mail (tidak akan dipublikasikan) (wajib)

Situs web






Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.

Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.

Apakah Propinsi Tapanuli mampu mendorong peningkatan ekonomi rakyat di Bona Pasogit?
A. Sangat Mendukung
B. Mendukung
C. Tidak Mendukung
D. Biasa Saja
E. Ragu-ragu

View Results
Polldaddy.comQuo Vadis Danau Toba. Apa menurut anda perlu dibentuk Lembaga Otorita untuk pelestarian Danau Toba?
Sangat setuju
Setuju
Kurang setuju
Tidak setuju
Bentuk lain
Ragu-ragu

View Results
Polldaddy.comKomentar Terbaru
MANAN MANURUNG on MONUMEN PERANG DI PORSEA
sumurung manurung on RUMA GORGA BATAK
freddy pasaribu on Sepintas Sejarah Sisingam…
TESSA KEVLIN JOHANNE… on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
Mangundus Silaen S.H on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
Drs.Abdurochman Pane… on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
Tessa Siahaan on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
patuan simanjuntak on KAPAN ULOS BATAK MENJADI KEBAN…
patuan simanjuntak on SONGON BONANG DI PANSOPAN
fernando sinambela on Sepintas Sejarah Sisingam…
Dita S on SONGON BONANG DI PANSOPAN
hafiz on PENTAS SENI BATAK DI TANJ…
Jimmi Hutabarat on UPAYA BERJODOH NAPOSO BAT…
aridas on DARI PARSAMBILAN HINGGA S…
Ibrahim Nst on RUMA GORGA BATAK



Blog pada WordPress.com. Tema: Digg 3 Column oleh WP Designer

medan-visi
April 8th, 2010, 06:48 PM
46 Tanggapan - tanggapan
Lidya Hutagaol, di/pada Mei 27, 2008 pada 10:53 am Dikatakan: r
Masih bisa join gak?
Gimana caranya?

mauliate

suhunan situmorang, di/pada Mei 28, 2008 pada 9:12 am Dikatakan: r
@ Lae Miduk, sebenarnya saya sangat tertarik dengan program yg kalian gagas ini dan sebelumnya sudah berencana akan mengikutinya. Tetapi, saya jadi lemas karena berita yang saya copy paste di bawah ini dari website-nya Pemkab Samosir (samosir online). Artinya, Bupati Samosir, yang ahli kehutanan itu, tetap menyerahkan hutan di Partungkot Naginjang, Tele (persisnya di atas kampung Harianboho-Sihotang-Tamba-Rassang Bosi) untuk digarap PT EJS AGRO MULIA LESTARI. Meski dipoles-poles Pemda, tak bisa disembunyikan bahwa dengan persetujuan pejabat nomor satu di Samosir tersebut, akibatnya: kawasan hutan yang selama ini menyangga air dan menjadi sumber utama sungai-sungai yang turun ke kampung-kampung di atasnya dan akhirnya bermuara ke Danau Toba, akan dibabat demi suksesnya bisnis PT EJS.

Dengan ngototnya Bupati Samosir meneruskan maksud pengusaha Korea ini, yang pasti dampak negatifnya akan merusak ekosistem dan Danau Toba, apakah masih menarik dan perlu mengikuti acara bertajuk ‘Earth Society Tour Danau Toba’ , di mana salah satu agenda/acaranya adalah: ‘Malam Wisata dengan Bupati Ir Mangindar Simbolon’, yang dijadwalkan tgl.15 Juli? Apa lagi yang kita harapkan dari pertemuan dengan seorang pemimpin (malam wisata) yang seharusnya di garda depan menjaga keselamatan ekosistem Danau Toba, nyatanya malah—atas nama pembangunan, peningkatan PAD—merusak alam (hutan heterogen) yang pemulihannya belum tentu bisa dilakukan 100 tahun?

Ai au do nasala memahami persoalan on?

“PT. EJS AGRO MULIA LESTARI”, Selamat Datang Di Kabupaten Samosir.
Pangururan, 28 Maret 2008.
Diusia yang relatif muda, Kabupaten Samosir pantas bersyukur karena untuk pertama kalinya ada investor asing yang benar-benar serius menanamkan modalnya, yakni PT. EJS Agro Mulia Lestari. Peresmian kantor perusahaan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2008, dihadiri oleh Bupati/Wakil Bupati Samosir dan unsur pimpinan daerah Kabupaten Samosir.
PT. EJS Agro Mulia Lestari yang beralamat di Dusun Hariara Pintu Desa Partukko Naginjang Kecamatan Harian merupakan milik Warga Korea yang nantinya akan mengembangkan Holticultura dan tanaman hias yang berkwalitas ekspor diatas lahan 2050 Ha. Perusahaan tersebut telah mendapat izin lokasi dari Bupati Samosir dengan Surat Keputusan (SK) Nomor : 320 Tahun 2007. Perusahaan tersebut akan mulai beroperasi setelah keluarnya izin Hak Guna Usaha (HGU) yang saat ini masih dalam proses serta perizinan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan yang berinvestasi senilai Rp. 100 Milyar tersebut, nantinya diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sekitar 3000 orang dan memprioritaskan putra daerah. Hal ini jelas dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi pengangguran.

Pada rapat pematangan lokasi yang melibatkan lintas sektoral dan dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Kabupaten Samosir bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Samosir, Rabu 13 Pebruari 2008 disimpulkan bahwa lokasi PT. EJS Agro Mulia Lestari berada dikawasan Areal Pemanfaatan Lain (APL).

APL merupakan istilah kehutanan yang dalam pengertiannya dapat dimanfaatkan diluar kepentingan kehutanan. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor :923/KPTS/UM/12/1982 tanggal 27 Desember 1982 tentang Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) dan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 44/Hut-II/2005 tanggal 16 Pebruari 2005 Tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Propinsi Sumatera Utara, Kawasan APL tersebut memiliki luasan 5000 Ha berbatasan dengan Kawasan Register 41, 80 dan 82. Sementara Enclave Lintong dalam hal ini sebidang hamparan yang diakui sebagai hak ulayat Marga Situmorang berada di Kawasan Register 41, artinya lokasi yang akan dikelola oleh PT. EJS Agro Mulia Lestari berada diluar Kawasan Register 41.

Pada areal APL tersebut saat ini ditumbuhi kayu hutan sekunder, oleh sebab itu nantinya PT. EJS tidak serta-merta sesuka hati dapat menebang pohon pada kawasan tersebut, tetapi harus seizin pemerintah yang akan diatur sedemikian rupa sehingga tetap menjamin keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.

Dari hasil pantauan dilapangan hingga saat ini dilokasi belum ditemui ada kegiatan penebangan kayu. Meskipun ada pembukaan jalan sepanjang 100 meter dari jalan protokol hanya semata-mata untuk penanaman bunga secara simbolis pada saat peresmian.

Salam dari Bona Pasogit.

Rondang br Siallagan, di/pada Mei 28, 2008 pada 2:09 pm Dikatakan: r
Saya dari seberang hanya bisa mengatakan;” Semoga
lancar dan sukses”..

Sitohang Par Bintan, di/pada Mei 29, 2008 pada 1:03 am Dikatakan: r
@Lae Miduk Hutabarat

Ini program yang sangat bagus.

Tolong saya diupdate mengenai detil rencana ini karena saya berminat ikut sebagai peserta. Info persyaratan peserta mohon lae kirim ke email saya sitohangpm@yahoo.com

Semoga sukses.

Horas,

Foreigners, di/pada Mei 29, 2008 pada 5:02 am Dikatakan: r
Gw heran aja lihat orang yang diatas, yang selalu sok ppahlawan pemebela hutan…

Kenapa esih ente selalu over negatif thingking terhadap niat baik pemerintah ente dalam menggagas kemajuan daerah ente,,,,,,,,,…??

Toh Si Bupati tidak melanggar perundang2 undang yang berlaku kok……

Kalo ente nggak setuju iya silahkan anda bawa ke Pengadilan……

KEnapa nggak anda kasih kesempatan ke Pemda Samosir dulu, untuk membuktikan keputusannya adalah tepat dalam membangun kabupatennya?

Typikal orang indoensia, selalu negatif thinking,,,,,,,kayak ente.,……………………………..

Inget, hutan tele dibabat dan menjadikannya kebon bunga belum tentu membuat danau toba kering.

Analisa yang terlalu dangkal dan masih perlu diperdebatkan.

Pembabatan Huta bukan satu-satunya penyebab pemanasan Global my frend……………….!!!!

Gw dukung tuh langkah bupati, membuat terobosan baru, dalam menarik invvestasi kedaeeah TOBASA.

Good Luck……………….!!!!

hh, di/pada Mei 29, 2008 pada 6:37 am Dikatakan: r
Foreigners, pembabatan hutan memang bukan satu-satunya penyebab pemansan global my friend…..!!!!!!!! Tetapi mengertikan anda, disamping merontokkan ekosistem, bahwa hilangnya pohon pohon itu akan sangat, sangat mempercepat pemanasan global itu?

Selama teknologi untuk menangkap zat CO2 dari udara dan cara menyimpannya yang aman belum di temukan (kalaupun berhasil ditemukan, ongkosnya akan sangat mahal, jauh lebih besar dari keuntungan dari membabat hutan itu), maka pohon pohon itulah yag memegang peranan untuk menangkap CO2 itu dan sekaligus melepas O2 yang sangat kita butuhkan itu.

Bila suhu permukaan bumi ini semakin tinggi, dapatkah anda bayangkan apa yang akan terjadi?

Saya ada dapat brosur yang bunyinya seperti kini my friend, “We can have a strong economy while protecting the environment. The economy and the environment are not mututally exclusive. It’s not about choosing the environment or the economy. If we’re going to tackle climate change, it has to be both.”

Satu hal lagi my friend, sekalipun ekonomi yang kuat itu belum di dapatkan oleh Kabupaten Samosir oleh karena mempertahankan keberadaan HUTAN yang sangat dibutuhkan itu, masyarakat kabupaten Samosir akan menerima kenyataan itu, akan dengan sabar menerima keadaan itu, menunggu adanya terobosan ekomi dari sumber yang lain yang ramah lingkungan.

GW juga mendukung tuh langkah bupati yang membuat terobosan baru dalam menarik investasi ke Samosir, tetapi tidak investasi untuk pembabatan hutan Tele itu, my friend.

Perlu kita memandang jauh ke depan my friend, besar kemungkinan hanya pohon-pohon itulah yang di incer oleh investor yang bernama Lestari itu, dan itu tidak akan berhenti sebatas 2050 (2500?) hektar saja. Kalau memang tujuannya murni untuk berkebun bunga, mengapa harus di Hutan Tele yang sudah pasti akan menambah ongkos produksi?

Charlie M. Sianipar, di/pada Mei 29, 2008 pada 7:56 am Dikatakan: r
Kenapa lagi si Foraigners ini, selalu menyerang orang lain.
Ai ise do hamu Foraigners? Halus bahen …

Marudut Pasaribu, di/pada Mei 29, 2008 pada 9:43 am Dikatakan: r
@Foreigners

Bung…Lae Suhunan mungkin tidak sepintar anda berbicara tentang pemanasan global. Dia cuma menggugat kebijakan bupati semata-mata karena dia sangat dekat secara emosional dengan samosir tempat dia lahir dan dibesarkan. Menurut ceritanya dan menurut para pakar lingkungan, dulunya di samosir itu ada 173 (koreksi kalau salah) sungai yang mengalir, tetapi sekarang hanya tinggal 17 saja (koreksi juga kalau salah).

Anda boleh saja setuju dengan kebijakan bupati itu, tapi rasanya Lae Suhunan boleh juga dong untuk tidak setuju….bertindak sebagai oposisi juga dibenarkan di negara ini dan sangat diperlukan supaya ada check and balance.

Mengenai kebijakan bupati yang tidak melanggar peraturan, bukan itu permasalahannya. Sangat naif kalau hanya melihat persoalan pembabatan hutan hanya dari sisi peraturan. Banyak hal di dunia ini yang tidak boleh kita lakukan walaupun tidak dilarang secara “hitam putih”. Misalnya: Melecehkan orang di internet tidak diatur dalam undang-undang, tapi ada etika dan moral yang melarangnya.

Horas

suhunan situmorang, di/pada Mei 29, 2008 pada 1:34 pm Dikatakan: r
@ Foreigners

Sebenarnya, saya rada malas menanggapi anda, terutama karena tak juga mau menyebut identitas anda yang sesungguhnya, walau itu hak anda. Padahal, saya sangat senang melihat orang yang mau menampilkan identitas aslinya, apa adanya, sebab itulah ajaran leluhur manusia Batak: sitedak rupa siboto goar, sebagaimana ada ditulis di blog ini. Saya pun tak ingin bila blog tanobatak ini akhirnya jadi wadah orang-orang picik yang tak beritikad baik sebagai ajang pelampiasan kebencian atau arena hujat-menghujat pribadi, agama, ras, sebagaimana di blog lain; apalagi saya tahu persis karakter dan misi Lae Naipospos pengasuh blog ini yang seratus persen berbuat demi revitalisasi adat-budaya, falsafah atau kearifan lokal, dan alam Tano Batak yang permai.

Bila anda jeli memerhatikan, blog ini amat kaya, peduli, bahkan sangat cinta terhadap segala sesuatu menyangkut habatahon dan alam Bonapasogit, sekaligus mengkritisinya. Tulisan-tulisan yang dimuat di blog ini pun, sepegamatan saya, lebih dominan menyangkut habatahon (dalam berbagai aspek, termasuk puisi dan prosa) dan alam, serta menghindari tulisan atau tanggapan yang provokatif atau kontroversial, hingga terasa sejuk dibaca.

Menurut saya, di situlah keunggulan blog ini dibanding blog sejenis. Itu pula yang menyebabkan mengapa saya lebih suka “nongkrong” di “lapo” ini ketimbang di “lapo” lain, kendati sama-sama menawarkan aroma Batak. Saya suka cara para penulis artikel (kontributor) menyampaikan pendapat mereka, demikian halnya para penanggap, yang umumnya: santun, serius, sesekali jenaka. Yang membuat saya lebih suka lagi ialah, perbedaan di antara para Batak pengunjung blog ini, terutama mengenai agama-kepercayaan, akhirnya tereduksi oleh ikatan yang amat kuat sebagai sesama manusia Batak (mangkuling mudar), daripada menonjolkan perbedaan masing-masing.

Memang, sebagaimana pernah dikatakan Lae Naipospos kepada saya, sering juga masuk tanggapan-tanggapan ke blog ini berisi kata-kata kasar, menghina, tak berbobot, dan akhirnya harus dibuang karena komentar sampah seperti itu dianggap tak layak menghiasi halaman blog yang teduh ini—dan itu hak beliau sebagai pemilik blog. Umumnya mereka itu orang-orang Batak yang sangat fanatik terhadap agama-keyakinannya, yang menganggap adat-istiadat dan budaya Batak sebagai produk kesesatan belaka (bid’ah).

Jujur, saya kecewa kepada anda (bila benar anda Batak), karena selain identitas anda yang tak jelas, sebetulnya saya sangat mengharapkan tanggapan yang kritis dari anda, terutama masalah pembabatan hutan Tele, bukan cuma semburan kata-kata sinis dan penuh tudingan tak bermutu. Mengapa? Saya begitu yakin bahwa anda sebetulnya seorang yang berpendidikan lumayan tinggi, bermukim di kota atau negara maju, hingga nama virtual anda pun foreigners. Bukan Jahoras, Jaultop, atau Jamaittan, misalnya. Andai anda berpikir kritis dan argumentatif memahami sikap saya dan kawan-kawan (komunitas Forum Pusuk Buhit, Tobadream) atas keputusan Bupati Samosir menyangkut Hutan Tele, “perdebatan” kita di blog ini akan dapat mencerdaskan, setidaknya memberi pandangan baru yang bermakna bagi kemajuan Batak dan Bonapasogit.

Tak usah pun harus ilmiah, tetapi seandainya anda tanggapi keberatan dan perlawanan saya dengan argumen-argumen yang logis dan tidak dimulai dengan kata-kata bermuat konfrontasi, maka kesan atas tanggapan anda tak akan terkesan: antipati atau luap kebencian belaka terhadap seseorang yang bernama Suhunan Situmorang!

Okelah, itu hak anda, kendati saya sayangkan. Namun, andaikan anda sempat berkenalan dengan saya yang cuma manusia Batak biasa (bukan pejabat, bukan pengusaha, bukan politisi, bukan selebriti, apalagi berambisi jadi pahlawan seperti tuduhan anda) hingga anda pun tahu kelemahan-kekurangan saya, bisa jadi persepsi anda terhadap diri saya tak seperti sekarang, walau tak mustahil akan semakin membenci, dan itu pun hak anda sepenuhnya.

Tetapi ketahuilah saudara: saya memang pengagum dan pendamba (munculnya) manusia-manusia Batak yang bangga dengan identitas dan dirinya sebagai Batak namun tak jadi chauvinis, rendah hati dan terbuka bersahabat dengan tulus dengan etnis/bangsa dan agama-kepercayaan lain, tidak memalukan Bangso Batak karena ulah dan perbuatannya, mau memikirkan dan peduli kesusahan orang lain, mencintai alam Tano Batak dan segala penghuninya tanpa vested-interest, lebih suka menebarkan benih kedamaian ketimbang konfrontasi, dan karena karya dan prestasinya (di berbagai bidang), akan mengharumkan nama Batak.

Nyatanya, dengan mengamati komentar-komentar anda di blog ini, khususnya mengenai kasus Hutan Tele juga cerpen saya ‘Keputusan Merlin’, keinginan menemukan manusia Batak yang berpikir kritis dan bersikap elegan itu, tak tercapai—walau tak harus saya ratapi. Baiklah, silakan membenci saya sampai kapan pun, kalau itu memang akan memuaskan diri anda.

Tetapi, bila anda masih manusia Batak yang sepenuh hati mencintai alam Tano Batak, sesekali tengoklah kondisi riil di sana. Jelajahilah wilayah Parlilitan-Barus, Dolok Sanggul-Tele, Samosir, Dairi, Parmonangan, Habinsaran, bahkan sampai Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Lihatlah betapa hancur alamnya karena kawasan hutan sudah dua puluh tahunan dibabat PT TPL (dahulu IIU) selain para pembalak lainnya, dan sampai detik ini masih terus dengan ganasnya mereka cincang pohon-pohon yang sudah puluhan atau ratusan tahun usianya itu. Tengoklah betapa orang-orang rakus itu dengan enteng dan tanpa merasa berdosa kepada Debata, Sang Pencipta dan pemilik Alam Semesta, meluluhlantakkan hutan alam (heterogen) dan tumbuhan lainnya yang bernilai ekonomis seperti rotan.

Bila anda tahu pohon kemenyan yang amat langka dan hanya cocok tumbuh di wilayah Tapanuli itu, yang harganya terbilang mahal dan selama puluhan atau ratusan tahun menjadi sumber mata pencaharian penduduk Humbahas, Samosir, Tapanuli, Dairi, terus-menerus disikat TPL—walau penduduk, antara lain warga Pollung, Hutagalung, dll, melawan keras sambil menangis-nangis karena mata pencaharian mereka, para manusia Batak yang hidup dalam impitan kemiskinan itu, diporakporandakan mesin pemotong kayu dan alat berat milik perusahaan yang sejak semula saham-sahamnya sudah listing di New York Stock Exchange.

Tahukah anda siapa penikmat utama hasil usaha PT TPL itu? Tahukah anda siapa-siapa saja pemegang saham utamanya setelah Tuan Sukanto Tanoto menjualnya? Pihak asing, saudara! Dan, para bankir serta lembaga keuangan raksasa dunia itu tidak pernah mau tahu kemiskinan, derita, dan kesusahan saudara-saudara kami yang bermukim di Bonapasogit, tidak peduli bila suatu saat alam Tano Batak akan menjadi gurun pasir dan kemolekan Danau Toba tinggal kenangan!

Mungkin anda bekerja di salah satu perusahaan asing atau domestik yang demi profit tak peduli keselamatan lingkungan hidup yang diberikan Sang Khalik secara cuma-cuma, dan anda mendapat gaji dan fasilitas yang menyenangkan. Silakan anda nikmati sebab itu hak anda sebagai hasil kerja keras anda. Namun, anda pun tak usah sisnistik (bukan kritis!) melihat orang-orang yang mau peduli atau meratapi bahaya kehancuran ekosistem, terutama kampung halamannya.

Barangkali pula anda kira saya ini terlalu mendramatisasi atau mengada-ada soal kehancuran hutan Tele. Untuk membuktikannya, silakan saksikan video ini (semoga bisa kau lihat):


hasil rekaman kawan-kawan kami (sebagian non-Batak) minggu lalu; orang-orang yang turut peduli dan amat sedih melihat keganasan para penjarah hutan milik Debata yang diberikan kepada manusia-manusia Batak dan Indonesia, bahkan dunia. Lokasi pengambilan gambar video tersebut di kawasan hutan Tele, cuma lima kilometer jaraknya dari lokasi yang diserahkan Bupati Samosir untuk dibabat PT EJS dari Korea untuk sebuah proyek kebun bunga itu! Setelah menonton video tersebut, barangkali anda akan menganggap biasa-biasa saja; siapa pula yang bisa memaksa nurani anda agar ikut sedih atau turut prihatin?

Tetapi sekali lagi, saya bukan tak mendukung langkah Pemkab Samosir untuk memajukan daerah tersebut. Itulah impian saya dan ratusan ribu warga Samosir. Tak ada pula untungnya bagi saya (dan kawan-kawan) menyusahkan Bupati Samosir dan Pemkab dengan menentang rencana pembabatan hutan di kawasan Partungkot Naginjang (ada juga yang menyebut: Partungkoan Naginjang) Tele itu. Memang betul “saran” anda, bila kami tak puas karena bupati tetap ngotot, kami akan melawan lewat jalur hukum, dan itu sudah kami siapkan. Namun, agar tak terkesan bahwa niat kami cuma ambisi pribadi-pribadi yang tak suka pada Bupati Samosir (apa pula dasar dan alasannya?), dalam dua bulan terakhir ini kami (teman-teman par Samosir, melalui Forum Pusuk Buhit), terus menyebarkan berita buruk ini ke pengurus kumpulan marga yang berasal dari desa Harianboho, Sihotang, Tamba, Rassang Bosi, Sabulan, selain Urat-Palipi, Pangururan, Simanindo, di Jakarta-Medan. Kami (Komunitas Tobadream) juga sudah sepakat bertemu dengan tim dari Conservation International Inonesia, Communication for Northern Sumatra Corridor (NSC) untuk membicarakan langkah-langkah penyelamatan hutan Tele dan hutan di seluruh kawasan Danau Toba—yang ternyata, juga mereka pantau.

Apakah selama ini saya dapatkan keuntungan dari secuil-cuil gerakan peduli alam dan budaya Batak, juga sedikit memerhatikan saudara-saudara yang berdiam di Bonapasogit, yang saya dan teman-teman lakukan? Tidak, saudara. Malah, uangku yang tak seberapa banyak itu jadi sering keluar. Oya, agar tak anda pikir bahwa saya dan teman-teman hanya mengumbar omong doang, salah satu contoh kecil, bulan lalu, anak-anak Samosir yang kuliah di ITB dan Unimed Medan sudah melaksanakan program pelatihan dan test terhadap 500 siswa SMA di Samosir untuk menyiapkan UMPTN. Kami dukung sepenuhnya, walau dana harus patungan, dengan cara mengedarkan durung-durung ke sesama kawan Tobadreamers. Penggagasnya, seorang Batak keren (istilah kami untuk orang Batak yang mau peduli ke Bonapasogit), mahasiswa ITB jurusan geologi, penuh idealisme dan dedikasi ke Samosir, namanya: Raja Sondang Simarmata. Ia juga salah satu penentang keras rencana Bupati Samosir, apalagi dosen geologi di kampusnya sudah mengingatkan betapa bahayanya tindakan pembabatan hutan Tele tersebut.

Kami pun tak berharap banyak akan berhasil menghadang keinginan Bupati Samosir, apalagi kami sadar amat banyak orang Batak di Jakarta dan kota-kota lain yang diharapkan peduli kampung halaman, sejenis dengan anda: tak peduli melihat semakin rusaknya ekosistem di seluruh wilayah Tano Batak, dan cenderung sisnistik menanggapi sesuatu yg tak berasal atau tak menguntungkan diri atau kelompoknya. Tetapi, kalaupun akhirnya Bupati Samosir dan PT EJS dimenangkan hakim di pengadilan, setidaknya sudah ada pertanggungjawaban kami kelak kepada keturunan kami, dan yang terutama adalah kepada Debata na di Banua Ginjang.

Jadi, keliru besarlah tuduhanmu itu, saudara: saya ingin jadi pahlawan . Cita-cita atau ambisi untuk diriku, sederhana kok: bagaimana caranya agar ketiga anakku kelak menjadi orang-orang yang rendah hati, berguna tak hanya pada diri dan keluarganya, mamboto uhum dohot adat, semoga maranak-marboru, dapotan jampalan nalomak, tidak suka membenci yang akibatnya jadi dibenci orang-orang, takut berbuat salah kepada Debata; dan ketika hari tua saya dan istri tidak harus ketergantungan pada mereka atau siapapun. Ambisi lainnya? Masih ada, sayangnya istri saya masih emoh, mungkin karena profesi notarisnya membuat ia merasa lebih enak tetap bermukim di Jakarta dan Jawa Barat yang kian sumpek dan beringas ini. Saya ingin secepatnya kembali bermukim di Bonapasogit, di bumi Samosir yang kupuja itu, sambil bertani, memelihara kerbau, sapi, ayam, menulis-nulis cerpen, novel, juga esai-esai tentang Batak; tetapi kalau bisa, saat sepuh, tak sakit-sakitan karena tak ingin menyusahkan anak-anak, selain takut mengalami penderitaan panjang seperti inongni si Merlin  Sangat sederhana kan ambisi saya? Apalagi tak pernah tergiur ikut peserta Pilkada atau Pilcaleg.

Kita boleh berseberangan sikap dan pikiran, termasuk tak menyukai tulisan saya, tetapi tak usahlah langsung dilampiaskan dengan membunyikan terompet bernada “perang,” sebab kesannya sangat tak intelek. Dan kalau pun anda memang tak peduli nasib atau masa depan Danau Toba serta alam Bonapasogit, tak usah harus sinistik dan lantas memusuhi orang-orang yang mau mempedulikannya—yang sama sekali tak bermaksud dan tak berminat jadi pahlawan.

Oya, sebagai tambahan, via email, gagasan dan ajakan mengikuti tour Danau Toba dan berakhir di Huta Tinggi, Lagu Boti, untuk mengikuti acara ‘Sipaha Lima’ ini, sudah lama disampaikan Lae Miduk Hutabarat kepada kami.

Horas…

* Mauliatema tu Lae Naipospos, alana nunga dilehon “lapo” Partungkoan on hupakke mansai ganjang laho patuduhon pandapot dohot sikaphu. (Ai aha do tahe bahasa Batakni sikap, Lae?)

suhunan situmorang, di/pada Mei 29, 2008 pada 1:53 pm Dikatakan: r
Mari kita lihat pembabatan hutan Tele


hh, di/pada Mei 29, 2008 pada 4:07 pm Dikatakan: r
@Foreigners,
“Kenapa nggak anda kasih kesempatan ke Pemda Samosir dulu, untuk membuktikan keputusannya adalah tepat dalam membangun kabupatennya?”
-Bagaimana ya cara terbaik menjelaskannya sama anda? Begini saja kawan, karena di balik rencana ini, ada bahaya mengintai.
“Toh Si Bupati tidak melanggar perundang2 undang yang berlaku kok……”
-Peraturan itu perlu juga di tinjau frend, karena peraturan itu mengartikan bahwa hutan Tele itu adalah ‘areal non hutan.’ Hah? Hutan Tele yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air untuk Danau Toba adalah areal non hutan?

Saya ada pertanyaan nih, my best friend. Tolong jawab ya.
Sekiranya di lokasi rencana berkebun PT. EJS Argo Mulia Lestari ini tidak ada pohon sama sekali, apakah EJS akan memilih lokasi itu? Sekiranya secara tiba tiba pohon pohon yang ada di Hutan Tele itu tiba tiba hilang, apakah EJS masih akan meneruskan rencana itu? Kalau ya, mengapa bukan bupati beserta masyarakat saja yang menebang pohon pohon itu, menjualnya sebagian ke TPL atau perusahaan timber lainnya, sebagian lagi di pergunakan untuk membangun rumah rumah yang lebih bagus? Hal itu akan langsung di nikmati oleh masyarakat.

Typical/average orang serakah memang…..kayak ente. Parahnya, positive thinkingpun dinilai negative thinking.

Tao Lobutala, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:27 am Dikatakan: r
Oopss.. kita jangan berpolemik disini, gak ada manfaatnya.

Salut untuk Miduk Hutabarat cs, jangan kecil hati kalo ada orang macam Foreigners itu, justru itu jadi tantangan untuk terus bergerak.

Biarpun Bupati terus dengan programnya, justru Tour D’Toba harus dijalankan secara periodik dengan berbagai bentuk untuk menggalang perhatian dan kepedulian masyarakat. Sekaligus Tour D’Toba mengawasi Bupati cs .

Justru disinilah peran masyarakat itu, kalau Tour D’Toba terus dijalankan, maka itulah sesungguhnya Masyarakat Madani yang ditunggu.

Mudah-mudahan Lae Suhunan Situmorang bertambah semangat, jalan terus dengan Tour D’Toba, bikin macam-macam kegiatannya, bisa di danau dengan perahu, kano dll. Bisa didarat dengan sepeda, mobil atau bahkan jalan kaki alias Gerak jalan massal di tepian Danau Toba.

Kalau dipersiapkan dengan matang, saya yakin banyak yang akan mendukung.

Horas,
Togar Silaban.

Eliakim Sitorus, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:43 am Dikatakan: r
Saya mengimpikan, seandianya bisa, kawan-kawan pencinta D.T di mana pun berada yang tidak bisa ikutan program kali ini, turut juga mendukung secara finansil. Bagaimana ya?. Tahun berikutnya bergilir peserta, kami yang sudah ikutan sebelumnya mendukung finansil dan saran konkrit. Saya tak tahu apakah comittee/organizers sudah berfikir bagaimana cara menanggulangi dana, walaupun prinsipnya SWADAYA MURNI. hehehe…tetap butuh suntikan dana dari kawan lain, asal jangan mengikat apalagi mendikte.
-
*** Horas lae, kapan ke Bitan memenuhi undangan lae Sitohang ?

indra1082, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:56 am Dikatakan: r
Kapan ya aku ada waktu keliling Indonesia…
-
*** Datang saja kapan ada waktu, jangan sampai lupa Indonesia

Sitohang Par Bintan, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:59 am Dikatakan: r
@ Lae Naipospos tentang “foreigner”,

Tradisi orang Batak kesempatan berbicara di partungkoan itu merupakan bagian dari parjambaron atau hak. Dan orang batak kalau diberi kesempatan berbicara orang harus menampakkan jati dirinya.

Saya mengajak kita menerapkan tradisi yang baik itu di partungkoan ini: hanya mereka yang mau membuka jati dirinya yang berhak berbicara di majelis ini.

Mari kita junjung kebebasan berpendapat yang bertanggungjawab. Kalau foreigner merasa pendapatnya baik seharusnya dia berani membuka jati dirinya.

Saya masih sependapatn dengan pepatah lama yang mengatakan “berani karena benar…”

batuhapur, di/pada Mei 30, 2008 pada 4:05 am Dikatakan: r
Horas…

saya sangat setuju dan sepaham apa yang diutarakan oleh amang Suhunan Sirtumorang..

memang bagus ada acara tersebut, tapi seolah-olah kita tutup mata dan pura-pura tak tau masalah apa yang sedang kita hadapi saat ini.bukankah saat ini kita sedang mengahadapi para perusak lingkungan Samosir, yang dapat dukungan penuh dari seorang Bupati samosir??

Sepertinya kita tidak serus dalam menaggapi dan merespon setiap permasalahan saat ini.

@ Foreigner
Pernah gak anda ke samosir?? ke tele�?? tau gak daerah samosir itu gimana..??? tau gak wilayah itu semua kebanyakan batu

Kalau seandainya gak ada pohon lagi krn sudah habis ditebang, dan diganti dengan Bunga�. mampukah akar bungan ini segabai resapan air?

sendainya terjadi jujan lebat dan terjadi longsor, batu2 tersebut akan runtuh dan berguling menabrak dan mannghancurkan kampung2 dibawahnya.

okelah anda ga punya saudara di dekat situ, sehingga anda ga peduli,??

tapi yang membuat gw paling penasaran, apa yang membuat anda lebih bersemangat ??

saya juga sekarang ini bekerja di perusahaan Plywood. bahan baku Log. jadi saya tau nilai 100 M itu dibandingkan dengan hutan seluas 2250 hektar nilai ekonomisnya aja kita udah rugi, belum lagi ekologisnya.

mauliate

larisnaibaho, di/pada Mei 30, 2008 pada 4:54 am Dikatakan: r
Gabe mulak ma oto huhilala au manjaha hata ni si Foreigners on. Ai halak aha do puang ho. Ai diattusi ho do akka na pinandok mi?

Ai dang pola iba loja marsiajar, anggo holan hutan i do babatan laho manarik inverstor. Na ideot pe diboto do i. Manang tabaen ma debat umum bah. Hadirhon ma Bupati dohot ahli lingkungan hidup dohot hita sude. Unang sembunyi-sembunyi, ate!

Sahat Ngln, di/pada Mei 30, 2008 pada 7:55 am Dikatakan: r
Pernah aku baca satu kalimat ‘Pengembangan pariwisata(ekonomi) bukan(tidak) harus menumbangkan pohon di hutan, merubah alam sekitar!’. Kupikirkan kembali..ada benarnya. Mudah saja untuk menumbangkan pohon di hutan dalam kedipan mata, tetapi itu bukan solusi yg terbaik dan masih ada cara lain yg dapat dilakukan.

Tentunya kita sangat berterimakasih atas upaya Pemkab Samosir yg bersusah-payah utk menarik investor masuk guna meningkatkan ekonomi disana. Tetapi jika investasi tersebut akan mendatangkan bencana dan dampak dari semuanya malahan membuat Pemkab juga rakyat menjadi sengsara, buat apa??.

Ataukah memang Pemkab Samosir sudah kehabisan akal/ide sehingga perlu utk membabat dan mengorbankan hutan Tele?.

@ lae Miduk,
Horas lae, kalau memang memungkinkan aku juga mau ikut bah. semoga.

@ lae Foreigner,
Siapa yg tidak senang kalau kampungnya maju?.
Tentunya semua orang suka, tetapi kalau ternyata pemerintah membuat rencana yg membuat ‘bom waktu’ bencana, apa kita diam saja?.

Semoga proyek ini bukan proyek tangisan di masa 5-15 tahun mendatang. Allahualam..Dang huboto…only GOD knows.

Horas!!

tanobatak, di/pada Mei 30, 2008 pada 10:24 am Dikatakan: r
Horas kepada semua penanggap halaman ini.

Seperti yang dikatakan lae Suhunan, blog ini akan berusaha menuntun sikap kita untuk lebih santun walau setajam apapun kita memberikan komentar. Memang partungkoan adalah ajang dialog seperti direncanakan semula. Ini sepadan dengan pantun leluhur “Purpar pande dorpi mantat tu dimposna” Memang dialog yang cenderung gaduh sudah lajim ditemukan sejak dulu tapi harus ada output yang diperoleh dan bermakna.
kami mempertimbangkan komentar Foreigners yang agak tendensius mengarah kepada seseorang. karena kami nilai masih dalam ambang batas, dan pantas untuk ditanggapi.

@ Lae Sitohang Parbintan.
Himbauan agar kita semua jujur mengungkapkan identitas memang sudah saya paparkan dalam SITEDAK RUPA SIBOTO GOAR. Penegasan akan penerapannya sudah saya uraikan di TOPIK 2008. Penerepannya sudah dimulai di NONANG, namun masih ada “dongan” dekat kita yang belum terbuka.
Tapi dengan semakin meningkatnya respon kepada blog ini maka sejak bulan depan akan saya hapus semua komentar yang tidak jelas identitasnya dan menerapkan meloloskan komentar yang isinya tidak menghujat, menghina dan yang menganggap blog ini milik agama tertentu. Syarat yang akan kami berlakukan adalah :
1. Nama lengkap dan jelas.
2. Nama pendek dengan menyertakan blog pribadi yang dalam blog itu dapat dilihat identitasnya yang jelas.
3. Nama blog dengan menyebutkan nama identitas pemiliknya dengan jelas.

Semoga tidak ada yang kecewa bila komentarnya tidak dimasukkan dengan persyaratan yang kami buat.

@ Lae Suhunan
lHata batak ni “sikap” hurang apala pas huboto. Husungkun pe amanta Bonar Siahaan

Bonar Siahaan, di/pada Mei 30, 2008 pada 11:39 am Dikatakan: r
Saran untuk amanta Suhunan.
Komentar dari foreigners nggakusalah ditanggapi, sebab makin ditanggapi makin senanglah dia. Saya telah lihat komentarnya, dan kesimpulan saya bahwa dia adalah seorang manusia yang senang “manjuiti”, dan setelah yang “di juiti nya” pusing dia akan tertawa maka untuk apa amanta Suhunan sudi menanggapinya dengan langsung? Biarkan teman-teman lain yang menanggapi lebih baik terfokus kepada apa yang diperjuangkan.
Selamat berjuang dan semoga berhasil.

Eh lupa sadikiiit hata batak ni sikap nahuboto �hadirion� do.

Miduk Hutabarat, di/pada Mei 30, 2008 pada 11:46 am Dikatakan: r
Horas Tu Hita Sude;

Mengenai Tour D Toba 14-17 juli 08, masih gagasan perdana. Karenanya masih terbatas yg bisa dilakukan; misalnya, hanya untuk 1 kapal, maks 4o orang. Jatah jakarta 10, medan, 20, dan 1o kota lainnya.

Tour D Toba kali ini, senangnya dengan swadaya, dan sembari keliling, kita akan mematangkan acara ini untuk ke depannya. Sembari, melalui blog ini, dan milist terbatas, segala ide-ide dan masukan akan kita tampung

motivasinya untuk bangkitnya kepedulian kita terhadap danau toba, cuman kita hanya inisiator saja, semoga ke depan akan terlembaga. Tetapi mencoba membangun kerjasama diantara pomparan tetea bulan isombaon itu. supa ada satu aktivitas yang benar-benar dilakukan oleh Pomparan Si Raja Batak Teta Bulan Isombaon di Tano batak

Kita harus Bangkit kan kembali apa yg pernah disampaikan oleh Jong Sumatrabond 1911 : ” Maluku Masa Lalu, Jawa Masa Kini dan Sumatra Masa Depan

Boleh saja kita tampung yang mau ikut ; titik berangkat dari Medan. Tapi kita sharing bersama, bagaimana mengatasinya.

Memang lewat blog ini, kita coba dulu gimana respon dari kita semua, jika besar, kami akan bicarakan lagi bersama.

Mari Membangun Masa Depan Sumatra !

Miduk Hutabarat
di bagian barat nusantara indonesia

horas Lae Suhunan S, ikkon dohot do Lae, malam bersama dengan Pak Bupati, di rapat Kami minggu lalu memang ngak jadi. Karena belum waktunya kita berdialog dengan pejabat setempat. Tolong sampaikan kepada toba dream, supaya di respon. Karena hanya Lae Charly yg merespon. Juga diberitau kepada Oppung Tigor S dan Itok Dolorosa S ya.

Horas, Ito Lydia Hutagaol : Prempuan Batak Pemecah sunyi ! Ada hasrat tuk mengenal Mu ito ..

Tu Appara Silaban, Lae Sihotang Parbinta,

Tu Abang, Eliakim, usul bisa di catat, intinya gimana kita semua enak ..dan bisa semangat membangun sumatra sumut dan Tapanuli

Perlu La Kita Pikirkan OTORITA DANAU TOBA !

Horas……

foreigner, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:36 pm Dikatakan: r
buat ente2 semua, saya kira adalah sungguh mengherankan kenapa panas dengan komentar gw,…bebas toh gw mengkritik anda terutama mr Si Tumorang. Lah dia juga mnegkritik pemda nya sendir, masa sih dia nggak bisa gw kritik.

Beranti dia juga arogan donk, tidak berkepala dingin. So funny……………!!

Nggak bermental pemimpin dan tidak bijak donk kalo begitu karakternya. So apa bedanya dengan yang lain…………………:D

Inget, kritik gw khan nggak pake kata kasar, dan bukan ngajak berantem.

So gw mengkritik cara dia aja yang menurut gw sangat lucu kayak LSM kebanyakan di Indonesia. Berani teriak tapi nggak bisa jadi rekanan pemerintah untuk memajuka sendiri daerahnya.

So sebelom mengkrtik, tolong ente2 instropeksi. Pantas nggak di kritik dan pantas nggak ente mengkritik orang kalo anda sendiri cendrung panas dan tidak bisa berbeda pendapat.

Sory, gw bukan pendukung Pemda, dan gw nggak benci ama yangdiatas. Gw nggak kenal dia, dan gw bukan provokator.

Gw cuman orang asing yang menilai sesuatu lebih fair…

Sekali lagi gw bilang penebangan hutan tele tidak akan membuat Danau Toba gersang dan hancur. Itu masih kesimpulan yang sangat mentah dan perlu peerlu diperdebatkan.

GW ADALAH ORANG BODOH YANG PERLU PENCERAHAN……………..

pahala panjaitan, di/pada Mei 31, 2008 pada 1:27 am Dikatakan: r
Pertama-tama yang jelas dari Polemik ini Pihak Korea yang selalu diuntungkan.

Sehebat apapun program yang disampaikan Pihak Korea tetap merusak lingkungan dan kita lihatlah hasilnya atau anak cucu kita nanti yang akan merasakannya.

Saya belum pernah melihat program-program seperti ini di Indonesia yang bisa memperbaiki kondisi lingkungan yang sudah dieksploitasi.

Program tanaman bunga itu hanya sebagai kamuplase saja tetapi kemungkinan ada sesuatu dibelakang program tersebut entah programnya bersifat positif atau bersifat negatif.

Marilah kita pelihara, kita perbaiki kembali kondisi alam di Tapanuli yang sudah rusak selama ini.

Sebagai orang Batak kita harus tunjukkan jati diri kita bahwa kita adalah orang batak dimanapun berada tunjukkan nama dan marga jangan jadi bunglon ini bukan sikap orang batak

Karena sekali kita jadi sifat bunglon untuk selamanya sifat yang begini akan menjadi bagian hidup kita dan saya belum pernah melihat orang batak yang tidak mau menunjukkan jati dirinya.

Maaf terlalu keras / pedas kata-kata saya ini dan inilah sikap orang batak yang tegas dan terbuka walaupun saya sudah 40 tahun merantau.

Horassss………. jala gabe.

Sitohang Par Bintan, di/pada Mei 31, 2008 pada 2:18 am Dikatakan: r
Apakah arti investasi Rp.100 milyar untuk lahan 2,050 ha?

Mari kita gunakan matematika sederhana saja untuk memahaminya.

Luas lahan 2,050 ha = 20,500,000m2 (1 ha= 20,000m2)

Uang investor yang ditanamkan/ m2 lahan = Rp. 100,000,000,000/20,500,000 = Rp. 4,878 (empat ribu delapan ratus tujuh puluh delapan rupiah). Haruskah kita menggandeng investor luar untuk investasi Rp. 4,878/ m2 lahan di bona pasogit kita yang malang ini?

Perlu juga kita sadari kalau investor sering menyamarkan pengertian niilai investasi dengan perkiraan total budget untuk periode tertentu.

Nilai investasi adalah jumlah uang yang disuntik oleh pengusaha (modal sendiri) atau hutang diluar cash yang diperoleh dari hasil operasi. Cash yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan tidak boleh disebut investasi.

Ilustrasinya: bisa saja tahun pertama si pengusaha menyuntik uang Rp. 1 milyar, tetapi dia membuat anggaran belanja tahun tersebut Rp. 20 milyar. Caranya adalah:

1. Modal sendiri Rp. 100,000,000
2. Pinjaman pd pihak ketiga Rp. 900,000,000
3. Proyeksi penjualan th I Rp. 19,000,000,000
Total Rp. 20,000,000,000

Dalam hal ini yang disebut nilai investasi adalah Rp. Rp. 1 milyar, bukan Rp. 20 milyar. Tapi yang muncul di koran biasanya disebtukan pengusaha tersebut akan menanamkan investasi Rp. 20,000,000,000 karena masyarakat awam hanya akan terpesona dengan nilai Rp. 20 milyar.

Realistiskah budget plan seperti diilustrasikan di atas?

Jawabannya untuk industri tertentu, ya.

Lahan 2,050 hutan Tele adalah lahan hutan sekunder yang sudah memberikan hasil bagi investornya bahkan sebelum investor tersebut beroperasi, yaitu stok kayu ratusan ribu ton yang segera bisa menjadi uang puluhan milyar rupiah….

Mari kita lihat bagaimana rencana anggaran investor korea ini untuk 5 tahun ke depan.

Ini hanya dari sisi persoalan investasi, belum menyangkut masalah bahaya ekologi yang akan ditimbulkan oleh pembabatan hutan tersebut.

Petrus Marulak Sitohang

hh, di/pada Mei 31, 2008 pada 4:00 am Dikatakan: r
@Foreigners, anda tidak bodoh. Anda hanya buta, tidak dapat melihat keserakahan yang ada dibalik proyek tersebut.

Radja M Nadeak, di/pada Juni 2, 2008 pada 8:54 am Dikatakan: r
bah,… nga habis hape di tabai….!! aha be dohononta??
adong do hita (punguan) na rutinitas na mambahas jala memperjuangkon on dijakarta on? molo boi baen hamu jo boa2 amang asa dohot iba manghihuti.

mauliate
Radja M Nadeak

Miduk Hutabarat, di/pada Juni 3, 2008 pada 8:56 am Dikatakan: r
Sattabi tu hita sude,
adong na ketinggalan

Pertama;
Tujuan Tour D Toba sembari melakukan assesment, melalui minat peserta yg ikut. Dan akan kita rangkum, kemudian untuk kita bicarakan tindak lanjutnya.

Kedua,
aku kelupaan mendelate acara tgl 15 Juli – malam bersama Bupati-, itu memang sudah di batalkan oleh rapat terakhir ii\nisiator, 20 Mei 2008, mengingat pertimbangan supaya kita bebas dulu dengan pihak yang berkepentingan. Walaupun tujuan awalnya, kita mau tukar pikiran ttg pengembangan parawisata samosir 2010.

Ketiga,
Perlu kuberitaukan buat amang M. naipospos, supaya ada tambahan Mewakili Inisiator, Miduk Hutabrat, karena kita memang sharing dalam mendiskusikan keinganan kita itu

Tak masalah
Tour D Toba ini jadi membicarakan masalah Penebangan Hutan Tele, dapat menjadi indikator tentang apa saja isue mendesak yg perlu kita sikapi

imajo tusi
mauliate tu hita sude

miduk hutabarat
di bagian barat nusantara indonesia

bangkitlah Bang Batak….; Bangkitlah Indonesia
Jayalah negri inii

Miduk Hutabarat, di/pada Juni 5, 2008 pada 11:51 am Dikatakan: r
Buat Lae Sitohang Prbintan, dan Lidya, besok jumat, 06 Juni panitia akan rapat, sekaligus membawa respon yg ada dari kita semua. Apakah jika sudah lebih, tapi tetap akan di akomodasi . Akan segera diberitahukan

Menurut laporan yg kuterima, melalui Kom 03 Juni 2008, memberitahukan bahwa Pesta Danau Toba jai undur, ke 14-16 Juli 2008

Kemudian melalui waspada hari ini 05 juni 2008, Panitia Pesta Danau Toba, mencatut nama kegiatan Kita ; Tour D Toba 2008

Esok panitia akan membawa ke rapat, bagaimana sikap kita kepada sesama warga indonesia ini

Tak terbiasa membangun sikap hormat atas hak cipta sesama

mohon di maklumi
miduk hutabarat
medan
bagian barat nusantara indonesia

Charlie M. Sianipar, di/pada Juni 5, 2008 pada 4:39 pm Dikatakan: r
Beta borhat,
Ajak orang asing i asa ditanda ibana Hutan Tele
dohot Samosir i …

Charlie M. Sianipar, di/pada Juni 5, 2008 pada 4:49 pm Dikatakan: r
@ TanoBatak :
“Syarat yang akan kami berlakukan adalah :
1. Nama lengkap dan jelas.
2. Nama pendek dengan menyertakan blog pribadi yang dalam blog itu dapat dilihat identitasnya yang jelas.
3. Nama blog dengan menyebutkan nama identitas pemiliknya dengan jelas.”

Molo halak hita do denggan ma dibahen margana. Unang nidok Lae, hape dongan tubu.

Sitohang Par Bintan, di/pada Juni 6, 2008 pada 7:48 am Dikatakan: r
@ Miduk Ht Barat

Terimakasih lae. Kami tunggu.

@ Charlie Sianipar

Toho do i lae….
Muse pe marganta i do umbahen halak batak tampil beda “man”…

partalitoruan, di/pada Juni 10, 2008 pada 10:05 am Dikatakan: r
Agoiii amang, naeng dohot do nian au tulang.Amang jo tahe, dohot jo au.
@Ito/uda/bapatua/ompung Miduk Hutabarat,
Hutabarat nomor piga do hamu?
Au, Desy Hutabarat, Partalitoruan nomor 17 sian Pagar Sinondi do au
Horas

Alonso Finn Manik, di/pada Juni 12, 2008 pada 9:13 am Dikatakan: r
Pak Miduk….dosenku yang menurutku unik…..
Acara seperti ini menurut saya kecil manfaatnya…..hanya sekedar refreshing aja…dan hasilnya lagi-lagi kita dapat menduga, paling-paling akan keluar komentar ” Indah sekali tetapi kok ga bisa dimanfaatin ya…cck..ckkk”

Kami sekarang ada program ” School Forestry” ..anak-anak SMA yang baru masuk Asrama Yayasan Soposurung wajib menanam 10 pohon di satu pegunungan di Balige…..

Kemudian kami punya rencana untuk membangun septic tank untuk digunakan oleh masyarakat yang tinggal di tepi danau……tujuannya supaya air danau bersih……

hanya sekedar masukan aja Pak…..no offence….

miduk hutabarat, di/pada Juni 21, 2008 pada 9:20 am Dikatakan: r
Hai Namboru Desy,,udah kuliat foto Namboruku…he hee
aku partalitorun par pagarsinondi juga, no. 18.. gimana apa ngak mau ikutan ? Masih bisa jatah 5 orang lagi

Hai Alonso…aku dengar pernikahan Kamu dari Andre..met menikmatinya.

Mengenai tanggapanMu, makasih ya, untuk memberi kewaspadaan : tahun lalu, aku kordinator napak tilas dan penghijaun ; 100 tahun gugurnya pahlawan nasional sisingamangaraja xii ; 15.000 bibit kami bawa ke Bakkara, Samosir ; sosor tolong, siallagan, pangurruan tele , doloksangggul dan pak pak bharat

tahun ini, kami sedang mau menyiapkan inventori situs2 Sisingamangaraja XII dan Tour D Toba, untuk mencari langkah tepat yang harus dilakukan

Salut buat Program Kamu, apalagi sekarang dan besok Polri nanam sejuta pohon katanya di Samosir, maunya terus semakin banyak ya, biar sembuh bonapasogit kita itu

tapi aku akan hati hati Lonso, umurku sudah 38 tahun :

Harap Hati-hati
Sebab
sekali berarti
sudah itu mati ..

miduk hutabarat
nusantara indonesia
bagian barat/medan

Bungaran Simanjuntak, di/pada Juni 29, 2008 pada 9:58 pm Dikatakan: r
Sayang sekali ya tak ada yg mengenal foreigners ini. Dan sayang sekali dia ini hanya bicara tanpa pernah kita tahu orangnya seperti apa dan apa yang sudah dia lakukan. Apakah dengan menggantikan hutan tele menjadi kebun bunga sebanding dengan kerusakan danau toba yg diakibatkan proyek tersebut? Apakah tidak ada lahan lain lagi di Kab Samosir di jadikan lahan untuk proyek tersebut?

Sebagai orang yang juga memiliki blog dan memelihara beberapa website batak saya juga sering menemukan komentar-komentar yang asbun seperti foreigners ini. Entah jelmaan seperti apa mereka mereka ini kita tidak tahu, mereka hanya berani berkomentar di balik nama yang asal-asalan mereka buat (menurut saya orangnya juga “asal ma mangolu”), tanpa bertanggungjawab dengan apa yang di katakan.

Untuk amang Miduk Hutabarat, Suhunan Situmorang, Monang Naipospos, dll. Saya ucapkan salut dengan kampanye2 melalui dunia internet ini. Saya yakin akan semakin banyak muncul orang yang sadar lingkungan dan akan semakin banyak orang orang seperti amang yang peduli dengan pelestarian Danau Toba.

Harapan saya kedepan semua pihak semakin sadar perlu satu pemahaman yang sama tentang pelestarian Danau Toba dimana pemerintah jangan semudah membalikkan tangan memberikan ijin membabat hutan di sekitar Danau Toba sementara orang lain mati-matian kampanye pelestarian lingkungan disana. Sia-sia semuanya itu jika tidak dari sekarang di tutup semua perijinan pembabatan hutan di sekitar Danau Toba. Sia sia Sutanto menanam sejuta pohon di Samosir sedangkan dalam 1hari PT TPL membabat berpuluh2 hektar hutan di daerah Tapanuli

horas ma di hita sude

Menuliskan komentar di blog orang lain

midian sefnat sihombing, di/pada Juli 2, 2008 pada 4:39 pm Dikatakan: r
Adapun kegiatan Earth Society Tour D Toba tahun ini bertujuan untuk membangun rasa cinta terhadap kawasan Danau Toba.

Melalui kegiatan Tour D Toba, Komunitas Earth Society dapat melihat dan merasakan secara dekat tentang kondisi Danau Toba yang terjadi sekarang ini.

Melalui kegiatan Tour D Toba, Komunitas Earth Society melakukan inventarisasi permasalahan yang tengah terjadi pada ekosistem Danau Toba.

Melalui kegiatan Tour D Toba, Komunitas Earth Society mulai merintis jalan alternatif bagi pengembangan parawisata alternatif di kawasan Danau Toba.

HORAS…..mohon maaf sebelumnya apabila ada yg merasa tersinggung dgn informasi ini.

“PELATIHAN PEMBUATAN MOTIF TENUN IKAT DGN MEMGGUNAKAN ZAT PEWARNA KIMIA YG DILAKUKAN PEMKAB.SAMOSIR tgl 24-06 sd 4-07-08
apabila nantinya bisa menjadi skala industri yg nantinya akan membantu peningkatan ekonomi para perajin berakibat tercemarnya air Danau Toba.
Keberatan sudah kami sampaikan secara ketemu langsung dgn Bupati Mangindar Simbolon dan pejabat terkait Kadisperindagkop J.Limbong dgn beberapa alasan dan akibatnya. Jg dgn memberikan solusi yg tepat pelatihan2 jenis apa saja yg tepat u pengembahan ulos(sbg ahli) saat ini.Saat itu jg ketepatan ada saksi yg menyaksikan/mendengarkan
bersama dlm ruang dinas Bupati tsb al:Lae Robert Simanjuntak(Toba Leuser),Bpk.Siahaan(Kepala RS.Pangururan).
Mohon semua teman2 Earth Society,Toba Dream
atau siapapun yg perduli dgn Danau Toba agar mengetahuinya.Inikan bentuk keperduliaan kita…..

Strategi kedua adalah menyangkut metoda pengamatan. Metoda pengamatan yang dilakukan, lewat perjalanan keliling dari air dan darat. Mengingat air adalah komponen terbesar dan merupakan komponen dasar dari keseluruhan mata rantai ekosistem yang ada. Maka yang pertamasekali dilakukan Earth Society tahun ini adalah melakukan perjalanan lewat air.

Strategi kedua adalah menyangkut metoda pengamatan. Metoda pengamatan yang dilakukan, lewat perjalanan keliling dari air dan darat. Mengingat air adalah komponen terbesar dan merupakan komponen dasar dari keseluruhan mata rantai ekosistem yang ada. Maka yang pertamasekali dilakukan Earth Society tahun ini adalah melakukan perjalanan lewat air.

Strategi kedua adalah menyangkut metoda pengamatan. Metoda pengamatan yang dilakukan, lewat perjalanan keliling dari air dan darat. Mengingat air adalah komponen terbesar dan merupakan komponen dasar dari keseluruhan mata rantai ekosistem yang ada. Maka yang pertamasekali dilakukan Earth Society tahun ini adalah melakukan perjalanan lewat air.

miduk hutabarat, di/pada Juli 5, 2008 pada 11:01 am Dikatakan: r
Tu sude akka dongan na naeng bergabung di tour d toba 14-17 juli 2008; pahitca otik mandaftar, nga jenek be tikkki ,

sekaligus mamareng pesta danau toba hita
dungi ta ida ma aha na boi sibaenonta tu jolo

horas

miduk hutabarat

miduk hutabarat, di/pada Juli 11, 2008 pada 11:13 am Dikatakan: r
Acara TOUR D TOBA EARTH SOCIETY

Horas…Horas…Horas !

Datanglah Pada :
Hari : Sabtu, 12 Juli 2008
Jam : 10-12 WIB
Tempat : Toba Leuser Jl. Singamangaraja 132 Medan
Acara : Performance Arc Tour D Toba 14 – 17 Juli 2008

orasi, pembacaan puisi dan pentas suarasaama

sekaligus persipan acara keberangkatan kita
Senen, 14 Juli 2008
Pukul 08.30 WIB
Kumpul di Jl. Singamangaraja 132 A Medan

Mauliate
Horasssssssssssss……………………….

Bangkitlah Manusia Semesta Raya Danau Toba !

Miduk Hutabarat
Mewakili Inisiator

Charlie M. Sianipar, di/pada Juli 13, 2008 pada 4:23 pm Dikatakan: r
Siap untuk berangkat.
Lagi packing BackPack.

HORAS

Lidya Hutagaol, di/pada Juli 14, 2008 pada 9:57 am Dikatakan: r
beh!
tabo nai puang,,,
seandainya aku bisa… (

Poltak Simanjuntak, di/pada September 12, 2008 pada 9:02 am Dikatakan: r
Kapan lagi kegiatan serupa. Mau juga ikutan bah…

miduk Hutabarat, di/pada Oktober 12, 2008 pada 2:00 pm Dikatakan: r
rencananya, minimal akan ada tiap tahun. jika demandnya ada, akan kita organize juga, enam bulanan, atau kwartal atau tiga bulanan.

sedang dipikirkan dan dilihat peluangnya

mauliate
Miduk Hutabarat
Mewakili Inisiator

Adonia Sihotang, di/pada Februari 13, 2009 pada 7:10 pm Dikatakan: r
Dung hutonton video Hutan Tele di http://www.yutube.com tung mansai lungun situtu huhilala.

Tole hita sude melakukan sesuatu supaya Ramba Partungkot Naginjang unang ditabai.

Hotas

Adonia Sihotang

miduk hutabarat, di/pada April 25, 2009 pada 11:44 am Dikatakan: r
Tu sude Hita Batak na Adong di luat Portibion ..
Saat ini, sedang dipersiapkan rencana Tour D Toba 2009, yang rencananya akan di lakukan 2 sesi

Juli 2009
Agustus 2009

Siapkan waktu, perlengkapan dan amunisi untuk kita berjalan menikmati bersama dan berbuat bersama

Horas
Miduk Hutabarat

miduk hutabarat, di/pada September 8, 2009 pada 11:36 pm Dikatakan: r
Buat Kawan- Kawan Sebangsa Setanah Air/SSA :

Dalam rangka menggairahkan keparawisataan Danau Toba, Kami dari Komunitas ES telah menggelar event Tour D Toba Juli 2008 dan Juli 2009.

Mengingat Pesta Danau Toba/PDT 2009 akan berlangsung pada tanggal 07-11 Oktober 2009, maka tahun ini Komunitas ES akan menggelar kembali event Tour D Toba Gelombang II ; 09-11 Oktober 2009. Sekaligus mengikuti acara penutupan Pesta Danau Toba 2009 di Parapat.

Bagi yang ingin menikmati sajian khas gelar event Tour D Toba oleh Komunitas ES, silakan mendafatarkan dirinya mulai sat ini; by phone ke secretariat maupun by email.

Korfirmasi peserta dari Sumut mulai dari, 01 September – Senin, 05 OKtober 2009
Tiap peserta dikenakan biaya Rp. 1. 250.000/orang, (Sejuta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah per orang)
Biaya tersebut meliputi; marchandise, akomodasi dan transport serta restribusi.
Bagi peserta yang akan ikut, dimohon untuk mentransper lunas, mulai dari tanggal, Senen, 07 September – 05 Oktober – 2009

No Rekening Panitia
106- 00 – 0533579 -2
Bank MANDIRI
K.K Medan Sisingamangaraja
P.T TOBA LEUSER

Kesekretariatan Tour D Toba
Jln. : Sisingamangaraja 132 A Medan 2012
Phone: +61–7331 555–(734 5957)
Fax. : +61–733 1927

Kontak Person
Christin S : Mb.Phone + 61 – 0811 603416
Miduk H : Mb.Phone + 61 – 0812 6002350

SINOPSIS PERJALANAN TOUR D TOBA
( 09-11 Oktober 2009 )

Rangkaian Acara : 07- 09 Oktober 2009
• Louncing TOUR D TOBA 09
Pada, Hari Rabu, 07 Oktober 2009
Pukul 11.00 – 12.30 WIB
Sekretariat Jln. Sisingamangaraja No 132.A Medan

• Keberangkatan Gelombang II
Pada hari, Jumat, 09 oktober 2009
Pukul : 08.00 WIB
Sekretariat Jln. Sisingamangaraja No 132.A Medan

Damai Bagi Bumi Semesta Alam Raya Danau Toba

Jumat, 09 Oktober 2009
• 13.00 Check In di Carolina Hotel
• 13,00- 14.00 Istrahat
• 14.00 – 18.30 Eksplorasi sisi selatan Tao Toba : Muara Binanga Lhom dan Bakkara
• 18.30 – 19.30 Mandi istrahat
• 19.30 – 20.00 Makan Malam bersama
• 20.00-22.30 Malam Gairah – Suka di Tuk Tuk
• 22.30 – 06.00 Istrahat

Sabtu, 10 Oktober
• 07.00 – 09 Breakfast di Toledo Hotel
• 09,00- 13.30 Eksplorasi sisi utara Tao Toba : Pulau Tao dan Simanindo
• 13.30 – 14.30 Makan siang di Silalahi
• 14.30 – 18.30 Eksplorasi sisi barat Tao Toba : Desa Sitio Tio
• 18.30 – 20.00 Mandi Belerang di Lereng Pusuk Buhit
• 20.00- 24.00 Malam Gairah – Suka di atas Kapal di Taa Toba
• 00.30 – 07.30 Istrahat

Minggu, 11 Oktober

• 07.30 – 09.00 Breakfast Saulina Hotel
• 09,00 – 13.30 Eksplorasi sisi utara Pulau Samosir : Pulau Tao dan Simanindo Sidabutar
• 13.30 – 14.30 Makan siang bersama di Tomok
• 14.30 – 15.30 Eksplorasi wisata di Tomok
• 15.30 – 16.30 Eksplorasi suasana di Panggung Penutupan Pesta Danau Toba
• 16.30 – 20.00 Menikmati Panggung Utama PDT 2009 dan persiapan pulang
• 20.00 – 24.00 Pulang ke Medan

Kontributor Acara
• Puisi : Idris Pasaribu|Thompson HsIJones Gultom
• Musik : Komunitas ES : Irwansyah Harahap IMark RannerI Marsius Sihotang
• MC : Rawalpen Saragih Miduk Hutabarat|

Daftar Calon Peserta :

1. Christin Simanjuntak
2. Efendi Naibaho (Politisi, Medan )
3. Eliakim Sitorus ( Aktivis Humanitarian, Medan )
4. Hennita Purba ( Guru, Medan )
5. Janersen girsang ( Penulis, Medan )
6. Leo Sitorus ( Pemkab Tobasa)
7. Lita Tarulaselej
8. Mark renner
9. Parlin Maniuruk ( Politisi, Sumut)
10. Parlindungan Purba ( Poiltisi, DPD asal Sumut)
11. Parlindungan Siallagan ( Deputy GM Perum Perumnas Sumut )
12. Tohap Simamora ( Pegiat Radio Komunitas,Haranggaol )
13.
Jumlah Target Peserta : 35 orang

Logistik A : Properti Perorangan
No Nama Satuan/buah Keterangan
1 T-Shirt o2 buah Panitia
2 Topi 01 Idem
3 Tas 01 Idem
4 Pin 02 Idem
5 Gelang 2 Idem
Sarung dan Ulos 01 Bawa sendiri

Logistik B : Property Kelompok
No Nama Satuan/buah Keterangan
1 Buklet & Poster 10 Bahan sosialissi
2 Spanduk 2 Idem
3 Banner 2 Idem
4 Bendera 3 Idem
5 Panji Panji 6 Idem

Catatan
1. Siapkan dan bawa pakaian renang anda masing-masing !
2. Jaket dll

Inisiator 2009 & Jejaring
• Jhon Robert Simanjuntak
• Miduk Hutabarat
• Thompson Hs
Penutup
Perjalanan Tour D Toba oleh Komunitas ES ini di kemas dengan menampilkan berbagai pertujukan seni budaya dan spontanitas mengketapel biji2an ke tebing-tebing sisi danau oleh peserta tour dalam rangka menikmati suasana selama dalam perjalanan di atas kapal.

Demikianlah yang perlu disampaikan, selamat bertemu di event TDT 2009 tahun ini .
Hai Manusia Semesta Tao Toba, berkaryalah di Bumi Nusantara Indonesia !
dan akan nyatalah.

Miduk Hutabarat
Mewakili Tim Organisir TDT 09

savethetao (earth Society), di/pada November 21, 2009 pada 5:24 pm Dikatakan: r
Horas…..
Sedang dibuat blog Save The Tao (Earth Society)…jadi isinya masih sedikit..tolong berikan masukannya dan saran-sarannya…
sorry…lupa…..akan digelar juga Tour D Toba Tahap 3 pada tanggal 18/20 Desember 2009….informasi lengkapnya hub,,…sekretariat…jl. Sm Raja No 132 A atau kunjungi…blog savethetao…(www.savethetao.org)

Mauliate

Tinggalkan Balasan
Klik di sini untuk membatalkan balasan.
Nama (wajib)

E-mail (tidak akan dipublikasikan) (wajib)

Situs web






Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.

Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.

Apakah Propinsi Tapanuli mampu mendorong peningkatan ekonomi rakyat di Bona Pasogit?
A. Sangat Mendukung
B. Mendukung
C. Tidak Mendukung
D. Biasa Saja
E. Ragu-ragu

View Results
Polldaddy.comQuo Vadis Danau Toba. Apa menurut anda perlu dibentuk Lembaga Otorita untuk pelestarian Danau Toba?
Sangat setuju
Setuju
Kurang setuju
Tidak setuju
Bentuk lain
Ragu-ragu

View Results
Polldaddy.comKomentar Terbaru
MANAN MANURUNG on MONUMEN PERANG DI PORSEA
sumurung manurung on RUMA GORGA BATAK
freddy pasaribu on Sepintas Sejarah Sisingam…
TESSA KEVLIN JOHANNE… on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
Mangundus Silaen S.H on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
Drs.Abdurochman Pane… on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
Tessa Siahaan on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
patuan simanjuntak on KAPAN ULOS BATAK MENJADI KEBAN…
patuan simanjuntak on SONGON BONANG DI PANSOPAN
fernando sinambela on Sepintas Sejarah Sisingam…
Dita S on SONGON BONANG DI PANSOPAN
hafiz on PENTAS SENI BATAK DI TANJ…
Jimmi Hutabarat on UPAYA BERJODOH NAPOSO BAT…
aridas on DARI PARSAMBILAN HINGGA S…
Ibrahim Nst on RUMA GORGA BATAK



Blog pada WordPress.com. Tema: Digg 3 Column oleh WP Designer

MegaBliz
April 9th, 2010, 09:06 AM
46 Tanggapan - tanggapan
Lidya Hutagaol, di/pada Mei 27, 2008 pada 10:53 am Dikatakan: r
Masih bisa join gak?
Gimana caranya?

mauliate

suhunan situmorang, di/pada Mei 28, 2008 pada 9:12 am Dikatakan: r
@ Lae Miduk, sebenarnya saya sangat tertarik dengan program yg kalian gagas ini dan sebelumnya sudah berencana akan mengikutinya. Tetapi, saya jadi lemas karena berita yang saya copy paste di bawah ini dari website-nya Pemkab Samosir (samosir online). Artinya, Bupati Samosir, yang ahli kehutanan itu, tetap menyerahkan hutan di Partungkot Naginjang, Tele (persisnya di atas kampung Harianboho-Sihotang-Tamba-Rassang Bosi) untuk digarap PT EJS AGRO MULIA LESTARI. Meski dipoles-poles Pemda, tak bisa disembunyikan bahwa dengan persetujuan pejabat nomor satu di Samosir tersebut, akibatnya: kawasan hutan yang selama ini menyangga air dan menjadi sumber utama sungai-sungai yang turun ke kampung-kampung di atasnya dan akhirnya bermuara ke Danau Toba, akan dibabat demi suksesnya bisnis PT EJS.

Dengan ngototnya Bupati Samosir meneruskan maksud pengusaha Korea ini, yang pasti dampak negatifnya akan merusak ekosistem dan Danau Toba, apakah masih menarik dan perlu mengikuti acara bertajuk ‘Earth Society Tour Danau Toba’ , di mana salah satu agenda/acaranya adalah: ‘Malam Wisata dengan Bupati Ir Mangindar Simbolon’, yang dijadwalkan tgl.15 Juli? Apa lagi yang kita harapkan dari pertemuan dengan seorang pemimpin (malam wisata) yang seharusnya di garda depan menjaga keselamatan ekosistem Danau Toba, nyatanya malah—atas nama pembangunan, peningkatan PAD—merusak alam (hutan heterogen) yang pemulihannya belum tentu bisa dilakukan 100 tahun?

Ai au do nasala memahami persoalan on?

“PT. EJS AGRO MULIA LESTARI”, Selamat Datang Di Kabupaten Samosir.
Pangururan, 28 Maret 2008.
Diusia yang relatif muda, Kabupaten Samosir pantas bersyukur karena untuk pertama kalinya ada investor asing yang benar-benar serius menanamkan modalnya, yakni PT. EJS Agro Mulia Lestari. Peresmian kantor perusahaan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2008, dihadiri oleh Bupati/Wakil Bupati Samosir dan unsur pimpinan daerah Kabupaten Samosir.
PT. EJS Agro Mulia Lestari yang beralamat di Dusun Hariara Pintu Desa Partukko Naginjang Kecamatan Harian merupakan milik Warga Korea yang nantinya akan mengembangkan Holticultura dan tanaman hias yang berkwalitas ekspor diatas lahan 2050 Ha. Perusahaan tersebut telah mendapat izin lokasi dari Bupati Samosir dengan Surat Keputusan (SK) Nomor : 320 Tahun 2007. Perusahaan tersebut akan mulai beroperasi setelah keluarnya izin Hak Guna Usaha (HGU) yang saat ini masih dalam proses serta perizinan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan yang berinvestasi senilai Rp. 100 Milyar tersebut, nantinya diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sekitar 3000 orang dan memprioritaskan putra daerah. Hal ini jelas dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi pengangguran.

Pada rapat pematangan lokasi yang melibatkan lintas sektoral dan dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Kabupaten Samosir bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Samosir, Rabu 13 Pebruari 2008 disimpulkan bahwa lokasi PT. EJS Agro Mulia Lestari berada dikawasan Areal Pemanfaatan Lain (APL).

APL merupakan istilah kehutanan yang dalam pengertiannya dapat dimanfaatkan diluar kepentingan kehutanan. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor :923/KPTS/UM/12/1982 tanggal 27 Desember 1982 tentang Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) dan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 44/Hut-II/2005 tanggal 16 Pebruari 2005 Tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Propinsi Sumatera Utara, Kawasan APL tersebut memiliki luasan 5000 Ha berbatasan dengan Kawasan Register 41, 80 dan 82. Sementara Enclave Lintong dalam hal ini sebidang hamparan yang diakui sebagai hak ulayat Marga Situmorang berada di Kawasan Register 41, artinya lokasi yang akan dikelola oleh PT. EJS Agro Mulia Lestari berada diluar Kawasan Register 41.

Pada areal APL tersebut saat ini ditumbuhi kayu hutan sekunder, oleh sebab itu nantinya PT. EJS tidak serta-merta sesuka hati dapat menebang pohon pada kawasan tersebut, tetapi harus seizin pemerintah yang akan diatur sedemikian rupa sehingga tetap menjamin keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.

Dari hasil pantauan dilapangan hingga saat ini dilokasi belum ditemui ada kegiatan penebangan kayu. Meskipun ada pembukaan jalan sepanjang 100 meter dari jalan protokol hanya semata-mata untuk penanaman bunga secara simbolis pada saat peresmian.

Salam dari Bona Pasogit.

Rondang br Siallagan, di/pada Mei 28, 2008 pada 2:09 pm Dikatakan: r
Saya dari seberang hanya bisa mengatakan;” Semoga
lancar dan sukses”..

Sitohang Par Bintan, di/pada Mei 29, 2008 pada 1:03 am Dikatakan: r
@Lae Miduk Hutabarat

Ini program yang sangat bagus.

Tolong saya diupdate mengenai detil rencana ini karena saya berminat ikut sebagai peserta. Info persyaratan peserta mohon lae kirim ke email saya sitohangpm@yahoo.com

Semoga sukses.

Horas,

Foreigners, di/pada Mei 29, 2008 pada 5:02 am Dikatakan: r
Gw heran aja lihat orang yang diatas, yang selalu sok ppahlawan pemebela hutan…

Kenapa esih ente selalu over negatif thingking terhadap niat baik pemerintah ente dalam menggagas kemajuan daerah ente,,,,,,,,,…??

Toh Si Bupati tidak melanggar perundang2 undang yang berlaku kok……

Kalo ente nggak setuju iya silahkan anda bawa ke Pengadilan……

KEnapa nggak anda kasih kesempatan ke Pemda Samosir dulu, untuk membuktikan keputusannya adalah tepat dalam membangun kabupatennya?

Typikal orang indoensia, selalu negatif thinking,,,,,,,kayak ente.,……………………………..

Inget, hutan tele dibabat dan menjadikannya kebon bunga belum tentu membuat danau toba kering.

Analisa yang terlalu dangkal dan masih perlu diperdebatkan.

Pembabatan Huta bukan satu-satunya penyebab pemanasan Global my frend……………….!!!!

Gw dukung tuh langkah bupati, membuat terobosan baru, dalam menarik invvestasi kedaeeah TOBASA.

Good Luck……………….!!!!

hh, di/pada Mei 29, 2008 pada 6:37 am Dikatakan: r
Foreigners, pembabatan hutan memang bukan satu-satunya penyebab pemansan global my friend…..!!!!!!!! Tetapi mengertikan anda, disamping merontokkan ekosistem, bahwa hilangnya pohon pohon itu akan sangat, sangat mempercepat pemanasan global itu?

Selama teknologi untuk menangkap zat CO2 dari udara dan cara menyimpannya yang aman belum di temukan (kalaupun berhasil ditemukan, ongkosnya akan sangat mahal, jauh lebih besar dari keuntungan dari membabat hutan itu), maka pohon pohon itulah yag memegang peranan untuk menangkap CO2 itu dan sekaligus melepas O2 yang sangat kita butuhkan itu.

Bila suhu permukaan bumi ini semakin tinggi, dapatkah anda bayangkan apa yang akan terjadi?

Saya ada dapat brosur yang bunyinya seperti kini my friend, “We can have a strong economy while protecting the environment. The economy and the environment are not mututally exclusive. It’s not about choosing the environment or the economy. If we’re going to tackle climate change, it has to be both.”

Satu hal lagi my friend, sekalipun ekonomi yang kuat itu belum di dapatkan oleh Kabupaten Samosir oleh karena mempertahankan keberadaan HUTAN yang sangat dibutuhkan itu, masyarakat kabupaten Samosir akan menerima kenyataan itu, akan dengan sabar menerima keadaan itu, menunggu adanya terobosan ekomi dari sumber yang lain yang ramah lingkungan.

GW juga mendukung tuh langkah bupati yang membuat terobosan baru dalam menarik investasi ke Samosir, tetapi tidak investasi untuk pembabatan hutan Tele itu, my friend.

Perlu kita memandang jauh ke depan my friend, besar kemungkinan hanya pohon-pohon itulah yang di incer oleh investor yang bernama Lestari itu, dan itu tidak akan berhenti sebatas 2050 (2500?) hektar saja. Kalau memang tujuannya murni untuk berkebun bunga, mengapa harus di Hutan Tele yang sudah pasti akan menambah ongkos produksi?

Charlie M. Sianipar, di/pada Mei 29, 2008 pada 7:56 am Dikatakan: r
Kenapa lagi si Foraigners ini, selalu menyerang orang lain.
Ai ise do hamu Foraigners? Halus bahen …

Marudut Pasaribu, di/pada Mei 29, 2008 pada 9:43 am Dikatakan: r
@Foreigners

Bung…Lae Suhunan mungkin tidak sepintar anda berbicara tentang pemanasan global. Dia cuma menggugat kebijakan bupati semata-mata karena dia sangat dekat secara emosional dengan samosir tempat dia lahir dan dibesarkan. Menurut ceritanya dan menurut para pakar lingkungan, dulunya di samosir itu ada 173 (koreksi kalau salah) sungai yang mengalir, tetapi sekarang hanya tinggal 17 saja (koreksi juga kalau salah).

Anda boleh saja setuju dengan kebijakan bupati itu, tapi rasanya Lae Suhunan boleh juga dong untuk tidak setuju….bertindak sebagai oposisi juga dibenarkan di negara ini dan sangat diperlukan supaya ada check and balance.

Mengenai kebijakan bupati yang tidak melanggar peraturan, bukan itu permasalahannya. Sangat naif kalau hanya melihat persoalan pembabatan hutan hanya dari sisi peraturan. Banyak hal di dunia ini yang tidak boleh kita lakukan walaupun tidak dilarang secara “hitam putih”. Misalnya: Melecehkan orang di internet tidak diatur dalam undang-undang, tapi ada etika dan moral yang melarangnya.

Horas

suhunan situmorang, di/pada Mei 29, 2008 pada 1:34 pm Dikatakan: r
@ Foreigners

Sebenarnya, saya rada malas menanggapi anda, terutama karena tak juga mau menyebut identitas anda yang sesungguhnya, walau itu hak anda. Padahal, saya sangat senang melihat orang yang mau menampilkan identitas aslinya, apa adanya, sebab itulah ajaran leluhur manusia Batak: sitedak rupa siboto goar, sebagaimana ada ditulis di blog ini. Saya pun tak ingin bila blog tanobatak ini akhirnya jadi wadah orang-orang picik yang tak beritikad baik sebagai ajang pelampiasan kebencian atau arena hujat-menghujat pribadi, agama, ras, sebagaimana di blog lain; apalagi saya tahu persis karakter dan misi Lae Naipospos pengasuh blog ini yang seratus persen berbuat demi revitalisasi adat-budaya, falsafah atau kearifan lokal, dan alam Tano Batak yang permai.

Bila anda jeli memerhatikan, blog ini amat kaya, peduli, bahkan sangat cinta terhadap segala sesuatu menyangkut habatahon dan alam Bonapasogit, sekaligus mengkritisinya. Tulisan-tulisan yang dimuat di blog ini pun, sepegamatan saya, lebih dominan menyangkut habatahon (dalam berbagai aspek, termasuk puisi dan prosa) dan alam, serta menghindari tulisan atau tanggapan yang provokatif atau kontroversial, hingga terasa sejuk dibaca.

Menurut saya, di situlah keunggulan blog ini dibanding blog sejenis. Itu pula yang menyebabkan mengapa saya lebih suka “nongkrong” di “lapo” ini ketimbang di “lapo” lain, kendati sama-sama menawarkan aroma Batak. Saya suka cara para penulis artikel (kontributor) menyampaikan pendapat mereka, demikian halnya para penanggap, yang umumnya: santun, serius, sesekali jenaka. Yang membuat saya lebih suka lagi ialah, perbedaan di antara para Batak pengunjung blog ini, terutama mengenai agama-kepercayaan, akhirnya tereduksi oleh ikatan yang amat kuat sebagai sesama manusia Batak (mangkuling mudar), daripada menonjolkan perbedaan masing-masing.

Memang, sebagaimana pernah dikatakan Lae Naipospos kepada saya, sering juga masuk tanggapan-tanggapan ke blog ini berisi kata-kata kasar, menghina, tak berbobot, dan akhirnya harus dibuang karena komentar sampah seperti itu dianggap tak layak menghiasi halaman blog yang teduh ini—dan itu hak beliau sebagai pemilik blog. Umumnya mereka itu orang-orang Batak yang sangat fanatik terhadap agama-keyakinannya, yang menganggap adat-istiadat dan budaya Batak sebagai produk kesesatan belaka (bid’ah).

Jujur, saya kecewa kepada anda (bila benar anda Batak), karena selain identitas anda yang tak jelas, sebetulnya saya sangat mengharapkan tanggapan yang kritis dari anda, terutama masalah pembabatan hutan Tele, bukan cuma semburan kata-kata sinis dan penuh tudingan tak bermutu. Mengapa? Saya begitu yakin bahwa anda sebetulnya seorang yang berpendidikan lumayan tinggi, bermukim di kota atau negara maju, hingga nama virtual anda pun foreigners. Bukan Jahoras, Jaultop, atau Jamaittan, misalnya. Andai anda berpikir kritis dan argumentatif memahami sikap saya dan kawan-kawan (komunitas Forum Pusuk Buhit, Tobadream) atas keputusan Bupati Samosir menyangkut Hutan Tele, “perdebatan” kita di blog ini akan dapat mencerdaskan, setidaknya memberi pandangan baru yang bermakna bagi kemajuan Batak dan Bonapasogit.

Tak usah pun harus ilmiah, tetapi seandainya anda tanggapi keberatan dan perlawanan saya dengan argumen-argumen yang logis dan tidak dimulai dengan kata-kata bermuat konfrontasi, maka kesan atas tanggapan anda tak akan terkesan: antipati atau luap kebencian belaka terhadap seseorang yang bernama Suhunan Situmorang!

Okelah, itu hak anda, kendati saya sayangkan. Namun, andaikan anda sempat berkenalan dengan saya yang cuma manusia Batak biasa (bukan pejabat, bukan pengusaha, bukan politisi, bukan selebriti, apalagi berambisi jadi pahlawan seperti tuduhan anda) hingga anda pun tahu kelemahan-kekurangan saya, bisa jadi persepsi anda terhadap diri saya tak seperti sekarang, walau tak mustahil akan semakin membenci, dan itu pun hak anda sepenuhnya.

Tetapi ketahuilah saudara: saya memang pengagum dan pendamba (munculnya) manusia-manusia Batak yang bangga dengan identitas dan dirinya sebagai Batak namun tak jadi chauvinis, rendah hati dan terbuka bersahabat dengan tulus dengan etnis/bangsa dan agama-kepercayaan lain, tidak memalukan Bangso Batak karena ulah dan perbuatannya, mau memikirkan dan peduli kesusahan orang lain, mencintai alam Tano Batak dan segala penghuninya tanpa vested-interest, lebih suka menebarkan benih kedamaian ketimbang konfrontasi, dan karena karya dan prestasinya (di berbagai bidang), akan mengharumkan nama Batak.

Nyatanya, dengan mengamati komentar-komentar anda di blog ini, khususnya mengenai kasus Hutan Tele juga cerpen saya ‘Keputusan Merlin’, keinginan menemukan manusia Batak yang berpikir kritis dan bersikap elegan itu, tak tercapai—walau tak harus saya ratapi. Baiklah, silakan membenci saya sampai kapan pun, kalau itu memang akan memuaskan diri anda.

Tetapi, bila anda masih manusia Batak yang sepenuh hati mencintai alam Tano Batak, sesekali tengoklah kondisi riil di sana. Jelajahilah wilayah Parlilitan-Barus, Dolok Sanggul-Tele, Samosir, Dairi, Parmonangan, Habinsaran, bahkan sampai Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Lihatlah betapa hancur alamnya karena kawasan hutan sudah dua puluh tahunan dibabat PT TPL (dahulu IIU) selain para pembalak lainnya, dan sampai detik ini masih terus dengan ganasnya mereka cincang pohon-pohon yang sudah puluhan atau ratusan tahun usianya itu. Tengoklah betapa orang-orang rakus itu dengan enteng dan tanpa merasa berdosa kepada Debata, Sang Pencipta dan pemilik Alam Semesta, meluluhlantakkan hutan alam (heterogen) dan tumbuhan lainnya yang bernilai ekonomis seperti rotan.

Bila anda tahu pohon kemenyan yang amat langka dan hanya cocok tumbuh di wilayah Tapanuli itu, yang harganya terbilang mahal dan selama puluhan atau ratusan tahun menjadi sumber mata pencaharian penduduk Humbahas, Samosir, Tapanuli, Dairi, terus-menerus disikat TPL—walau penduduk, antara lain warga Pollung, Hutagalung, dll, melawan keras sambil menangis-nangis karena mata pencaharian mereka, para manusia Batak yang hidup dalam impitan kemiskinan itu, diporakporandakan mesin pemotong kayu dan alat berat milik perusahaan yang sejak semula saham-sahamnya sudah listing di New York Stock Exchange.

Tahukah anda siapa penikmat utama hasil usaha PT TPL itu? Tahukah anda siapa-siapa saja pemegang saham utamanya setelah Tuan Sukanto Tanoto menjualnya? Pihak asing, saudara! Dan, para bankir serta lembaga keuangan raksasa dunia itu tidak pernah mau tahu kemiskinan, derita, dan kesusahan saudara-saudara kami yang bermukim di Bonapasogit, tidak peduli bila suatu saat alam Tano Batak akan menjadi gurun pasir dan kemolekan Danau Toba tinggal kenangan!

Mungkin anda bekerja di salah satu perusahaan asing atau domestik yang demi profit tak peduli keselamatan lingkungan hidup yang diberikan Sang Khalik secara cuma-cuma, dan anda mendapat gaji dan fasilitas yang menyenangkan. Silakan anda nikmati sebab itu hak anda sebagai hasil kerja keras anda. Namun, anda pun tak usah sisnistik (bukan kritis!) melihat orang-orang yang mau peduli atau meratapi bahaya kehancuran ekosistem, terutama kampung halamannya.

Barangkali pula anda kira saya ini terlalu mendramatisasi atau mengada-ada soal kehancuran hutan Tele. Untuk membuktikannya, silakan saksikan video ini (semoga bisa kau lihat):


hasil rekaman kawan-kawan kami (sebagian non-Batak) minggu lalu; orang-orang yang turut peduli dan amat sedih melihat keganasan para penjarah hutan milik Debata yang diberikan kepada manusia-manusia Batak dan Indonesia, bahkan dunia. Lokasi pengambilan gambar video tersebut di kawasan hutan Tele, cuma lima kilometer jaraknya dari lokasi yang diserahkan Bupati Samosir untuk dibabat PT EJS dari Korea untuk sebuah proyek kebun bunga itu! Setelah menonton video tersebut, barangkali anda akan menganggap biasa-biasa saja; siapa pula yang bisa memaksa nurani anda agar ikut sedih atau turut prihatin?

Tetapi sekali lagi, saya bukan tak mendukung langkah Pemkab Samosir untuk memajukan daerah tersebut. Itulah impian saya dan ratusan ribu warga Samosir. Tak ada pula untungnya bagi saya (dan kawan-kawan) menyusahkan Bupati Samosir dan Pemkab dengan menentang rencana pembabatan hutan di kawasan Partungkot Naginjang (ada juga yang menyebut: Partungkoan Naginjang) Tele itu. Memang betul “saran” anda, bila kami tak puas karena bupati tetap ngotot, kami akan melawan lewat jalur hukum, dan itu sudah kami siapkan. Namun, agar tak terkesan bahwa niat kami cuma ambisi pribadi-pribadi yang tak suka pada Bupati Samosir (apa pula dasar dan alasannya?), dalam dua bulan terakhir ini kami (teman-teman par Samosir, melalui Forum Pusuk Buhit), terus menyebarkan berita buruk ini ke pengurus kumpulan marga yang berasal dari desa Harianboho, Sihotang, Tamba, Rassang Bosi, Sabulan, selain Urat-Palipi, Pangururan, Simanindo, di Jakarta-Medan. Kami (Komunitas Tobadream) juga sudah sepakat bertemu dengan tim dari Conservation International Inonesia, Communication for Northern Sumatra Corridor (NSC) untuk membicarakan langkah-langkah penyelamatan hutan Tele dan hutan di seluruh kawasan Danau Toba—yang ternyata, juga mereka pantau.

Apakah selama ini saya dapatkan keuntungan dari secuil-cuil gerakan peduli alam dan budaya Batak, juga sedikit memerhatikan saudara-saudara yang berdiam di Bonapasogit, yang saya dan teman-teman lakukan? Tidak, saudara. Malah, uangku yang tak seberapa banyak itu jadi sering keluar. Oya, agar tak anda pikir bahwa saya dan teman-teman hanya mengumbar omong doang, salah satu contoh kecil, bulan lalu, anak-anak Samosir yang kuliah di ITB dan Unimed Medan sudah melaksanakan program pelatihan dan test terhadap 500 siswa SMA di Samosir untuk menyiapkan UMPTN. Kami dukung sepenuhnya, walau dana harus patungan, dengan cara mengedarkan durung-durung ke sesama kawan Tobadreamers. Penggagasnya, seorang Batak keren (istilah kami untuk orang Batak yang mau peduli ke Bonapasogit), mahasiswa ITB jurusan geologi, penuh idealisme dan dedikasi ke Samosir, namanya: Raja Sondang Simarmata. Ia juga salah satu penentang keras rencana Bupati Samosir, apalagi dosen geologi di kampusnya sudah mengingatkan betapa bahayanya tindakan pembabatan hutan Tele tersebut.

Kami pun tak berharap banyak akan berhasil menghadang keinginan Bupati Samosir, apalagi kami sadar amat banyak orang Batak di Jakarta dan kota-kota lain yang diharapkan peduli kampung halaman, sejenis dengan anda: tak peduli melihat semakin rusaknya ekosistem di seluruh wilayah Tano Batak, dan cenderung sisnistik menanggapi sesuatu yg tak berasal atau tak menguntungkan diri atau kelompoknya. Tetapi, kalaupun akhirnya Bupati Samosir dan PT EJS dimenangkan hakim di pengadilan, setidaknya sudah ada pertanggungjawaban kami kelak kepada keturunan kami, dan yang terutama adalah kepada Debata na di Banua Ginjang.

Jadi, keliru besarlah tuduhanmu itu, saudara: saya ingin jadi pahlawan . Cita-cita atau ambisi untuk diriku, sederhana kok: bagaimana caranya agar ketiga anakku kelak menjadi orang-orang yang rendah hati, berguna tak hanya pada diri dan keluarganya, mamboto uhum dohot adat, semoga maranak-marboru, dapotan jampalan nalomak, tidak suka membenci yang akibatnya jadi dibenci orang-orang, takut berbuat salah kepada Debata; dan ketika hari tua saya dan istri tidak harus ketergantungan pada mereka atau siapapun. Ambisi lainnya? Masih ada, sayangnya istri saya masih emoh, mungkin karena profesi notarisnya membuat ia merasa lebih enak tetap bermukim di Jakarta dan Jawa Barat yang kian sumpek dan beringas ini. Saya ingin secepatnya kembali bermukim di Bonapasogit, di bumi Samosir yang kupuja itu, sambil bertani, memelihara kerbau, sapi, ayam, menulis-nulis cerpen, novel, juga esai-esai tentang Batak; tetapi kalau bisa, saat sepuh, tak sakit-sakitan karena tak ingin menyusahkan anak-anak, selain takut mengalami penderitaan panjang seperti inongni si Merlin  Sangat sederhana kan ambisi saya? Apalagi tak pernah tergiur ikut peserta Pilkada atau Pilcaleg.

Kita boleh berseberangan sikap dan pikiran, termasuk tak menyukai tulisan saya, tetapi tak usahlah langsung dilampiaskan dengan membunyikan terompet bernada “perang,” sebab kesannya sangat tak intelek. Dan kalau pun anda memang tak peduli nasib atau masa depan Danau Toba serta alam Bonapasogit, tak usah harus sinistik dan lantas memusuhi orang-orang yang mau mempedulikannya—yang sama sekali tak bermaksud dan tak berminat jadi pahlawan.

Oya, sebagai tambahan, via email, gagasan dan ajakan mengikuti tour Danau Toba dan berakhir di Huta Tinggi, Lagu Boti, untuk mengikuti acara ‘Sipaha Lima’ ini, sudah lama disampaikan Lae Miduk Hutabarat kepada kami.

Horas…

* Mauliatema tu Lae Naipospos, alana nunga dilehon “lapo” Partungkoan on hupakke mansai ganjang laho patuduhon pandapot dohot sikaphu. (Ai aha do tahe bahasa Batakni sikap, Lae?)

suhunan situmorang, di/pada Mei 29, 2008 pada 1:53 pm Dikatakan: r
Mari kita lihat pembabatan hutan Tele


hh, di/pada Mei 29, 2008 pada 4:07 pm Dikatakan: r
@Foreigners,
“Kenapa nggak anda kasih kesempatan ke Pemda Samosir dulu, untuk membuktikan keputusannya adalah tepat dalam membangun kabupatennya?”
-Bagaimana ya cara terbaik menjelaskannya sama anda? Begini saja kawan, karena di balik rencana ini, ada bahaya mengintai.
“Toh Si Bupati tidak melanggar perundang2 undang yang berlaku kok……”
-Peraturan itu perlu juga di tinjau frend, karena peraturan itu mengartikan bahwa hutan Tele itu adalah ‘areal non hutan.’ Hah? Hutan Tele yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air untuk Danau Toba adalah areal non hutan?

Saya ada pertanyaan nih, my best friend. Tolong jawab ya.
Sekiranya di lokasi rencana berkebun PT. EJS Argo Mulia Lestari ini tidak ada pohon sama sekali, apakah EJS akan memilih lokasi itu? Sekiranya secara tiba tiba pohon pohon yang ada di Hutan Tele itu tiba tiba hilang, apakah EJS masih akan meneruskan rencana itu? Kalau ya, mengapa bukan bupati beserta masyarakat saja yang menebang pohon pohon itu, menjualnya sebagian ke TPL atau perusahaan timber lainnya, sebagian lagi di pergunakan untuk membangun rumah rumah yang lebih bagus? Hal itu akan langsung di nikmati oleh masyarakat.

Typical/average orang serakah memang…..kayak ente. Parahnya, positive thinkingpun dinilai negative thinking.

Tao Lobutala, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:27 am Dikatakan: r
Oopss.. kita jangan berpolemik disini, gak ada manfaatnya.

Salut untuk Miduk Hutabarat cs, jangan kecil hati kalo ada orang macam Foreigners itu, justru itu jadi tantangan untuk terus bergerak.

Biarpun Bupati terus dengan programnya, justru Tour D’Toba harus dijalankan secara periodik dengan berbagai bentuk untuk menggalang perhatian dan kepedulian masyarakat. Sekaligus Tour D’Toba mengawasi Bupati cs .

Justru disinilah peran masyarakat itu, kalau Tour D’Toba terus dijalankan, maka itulah sesungguhnya Masyarakat Madani yang ditunggu.

Mudah-mudahan Lae Suhunan Situmorang bertambah semangat, jalan terus dengan Tour D’Toba, bikin macam-macam kegiatannya, bisa di danau dengan perahu, kano dll. Bisa didarat dengan sepeda, mobil atau bahkan jalan kaki alias Gerak jalan massal di tepian Danau Toba.

Kalau dipersiapkan dengan matang, saya yakin banyak yang akan mendukung.

Horas,
Togar Silaban.

Eliakim Sitorus, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:43 am Dikatakan: r
Saya mengimpikan, seandianya bisa, kawan-kawan pencinta D.T di mana pun berada yang tidak bisa ikutan program kali ini, turut juga mendukung secara finansil. Bagaimana ya?. Tahun berikutnya bergilir peserta, kami yang sudah ikutan sebelumnya mendukung finansil dan saran konkrit. Saya tak tahu apakah comittee/organizers sudah berfikir bagaimana cara menanggulangi dana, walaupun prinsipnya SWADAYA MURNI. hehehe…tetap butuh suntikan dana dari kawan lain, asal jangan mengikat apalagi mendikte.
-
*** Horas lae, kapan ke Bitan memenuhi undangan lae Sitohang ?

indra1082, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:56 am Dikatakan: r
Kapan ya aku ada waktu keliling Indonesia…
-
*** Datang saja kapan ada waktu, jangan sampai lupa Indonesia

Sitohang Par Bintan, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:59 am Dikatakan: r
@ Lae Naipospos tentang “foreigner”,

Tradisi orang Batak kesempatan berbicara di partungkoan itu merupakan bagian dari parjambaron atau hak. Dan orang batak kalau diberi kesempatan berbicara orang harus menampakkan jati dirinya.

Saya mengajak kita menerapkan tradisi yang baik itu di partungkoan ini: hanya mereka yang mau membuka jati dirinya yang berhak berbicara di majelis ini.

Mari kita junjung kebebasan berpendapat yang bertanggungjawab. Kalau foreigner merasa pendapatnya baik seharusnya dia berani membuka jati dirinya.

Saya masih sependapatn dengan pepatah lama yang mengatakan “berani karena benar…”

batuhapur, di/pada Mei 30, 2008 pada 4:05 am Dikatakan: r
Horas…

saya sangat setuju dan sepaham apa yang diutarakan oleh amang Suhunan Sirtumorang..

memang bagus ada acara tersebut, tapi seolah-olah kita tutup mata dan pura-pura tak tau masalah apa yang sedang kita hadapi saat ini.bukankah saat ini kita sedang mengahadapi para perusak lingkungan Samosir, yang dapat dukungan penuh dari seorang Bupati samosir??

Sepertinya kita tidak serus dalam menaggapi dan merespon setiap permasalahan saat ini.

@ Foreigner
Pernah gak anda ke samosir?? ke tele�?? tau gak daerah samosir itu gimana..??? tau gak wilayah itu semua kebanyakan batu

Kalau seandainya gak ada pohon lagi krn sudah habis ditebang, dan diganti dengan Bunga�. mampukah akar bungan ini segabai resapan air?

sendainya terjadi jujan lebat dan terjadi longsor, batu2 tersebut akan runtuh dan berguling menabrak dan mannghancurkan kampung2 dibawahnya.

okelah anda ga punya saudara di dekat situ, sehingga anda ga peduli,??

tapi yang membuat gw paling penasaran, apa yang membuat anda lebih bersemangat ??

saya juga sekarang ini bekerja di perusahaan Plywood. bahan baku Log. jadi saya tau nilai 100 M itu dibandingkan dengan hutan seluas 2250 hektar nilai ekonomisnya aja kita udah rugi, belum lagi ekologisnya.

mauliate

larisnaibaho, di/pada Mei 30, 2008 pada 4:54 am Dikatakan: r
Gabe mulak ma oto huhilala au manjaha hata ni si Foreigners on. Ai halak aha do puang ho. Ai diattusi ho do akka na pinandok mi?

Ai dang pola iba loja marsiajar, anggo holan hutan i do babatan laho manarik inverstor. Na ideot pe diboto do i. Manang tabaen ma debat umum bah. Hadirhon ma Bupati dohot ahli lingkungan hidup dohot hita sude. Unang sembunyi-sembunyi, ate!

Sahat Ngln, di/pada Mei 30, 2008 pada 7:55 am Dikatakan: r
Pernah aku baca satu kalimat ‘Pengembangan pariwisata(ekonomi) bukan(tidak) harus menumbangkan pohon di hutan, merubah alam sekitar!’. Kupikirkan kembali..ada benarnya. Mudah saja untuk menumbangkan pohon di hutan dalam kedipan mata, tetapi itu bukan solusi yg terbaik dan masih ada cara lain yg dapat dilakukan.

Tentunya kita sangat berterimakasih atas upaya Pemkab Samosir yg bersusah-payah utk menarik investor masuk guna meningkatkan ekonomi disana. Tetapi jika investasi tersebut akan mendatangkan bencana dan dampak dari semuanya malahan membuat Pemkab juga rakyat menjadi sengsara, buat apa??.

Ataukah memang Pemkab Samosir sudah kehabisan akal/ide sehingga perlu utk membabat dan mengorbankan hutan Tele?.

@ lae Miduk,
Horas lae, kalau memang memungkinkan aku juga mau ikut bah. semoga.

@ lae Foreigner,
Siapa yg tidak senang kalau kampungnya maju?.
Tentunya semua orang suka, tetapi kalau ternyata pemerintah membuat rencana yg membuat ‘bom waktu’ bencana, apa kita diam saja?.

Semoga proyek ini bukan proyek tangisan di masa 5-15 tahun mendatang. Allahualam..Dang huboto…only GOD knows.

Horas!!

tanobatak, di/pada Mei 30, 2008 pada 10:24 am Dikatakan: r
Horas kepada semua penanggap halaman ini.

Seperti yang dikatakan lae Suhunan, blog ini akan berusaha menuntun sikap kita untuk lebih santun walau setajam apapun kita memberikan komentar. Memang partungkoan adalah ajang dialog seperti direncanakan semula. Ini sepadan dengan pantun leluhur “Purpar pande dorpi mantat tu dimposna” Memang dialog yang cenderung gaduh sudah lajim ditemukan sejak dulu tapi harus ada output yang diperoleh dan bermakna.
kami mempertimbangkan komentar Foreigners yang agak tendensius mengarah kepada seseorang. karena kami nilai masih dalam ambang batas, dan pantas untuk ditanggapi.

@ Lae Sitohang Parbintan.
Himbauan agar kita semua jujur mengungkapkan identitas memang sudah saya paparkan dalam SITEDAK RUPA SIBOTO GOAR. Penegasan akan penerapannya sudah saya uraikan di TOPIK 2008. Penerepannya sudah dimulai di NONANG, namun masih ada “dongan” dekat kita yang belum terbuka.
Tapi dengan semakin meningkatnya respon kepada blog ini maka sejak bulan depan akan saya hapus semua komentar yang tidak jelas identitasnya dan menerapkan meloloskan komentar yang isinya tidak menghujat, menghina dan yang menganggap blog ini milik agama tertentu. Syarat yang akan kami berlakukan adalah :
1. Nama lengkap dan jelas.
2. Nama pendek dengan menyertakan blog pribadi yang dalam blog itu dapat dilihat identitasnya yang jelas.
3. Nama blog dengan menyebutkan nama identitas pemiliknya dengan jelas.

Semoga tidak ada yang kecewa bila komentarnya tidak dimasukkan dengan persyaratan yang kami buat.

@ Lae Suhunan
lHata batak ni “sikap” hurang apala pas huboto. Husungkun pe amanta Bonar Siahaan

Bonar Siahaan, di/pada Mei 30, 2008 pada 11:39 am Dikatakan: r
Saran untuk amanta Suhunan.
Komentar dari foreigners nggakusalah ditanggapi, sebab makin ditanggapi makin senanglah dia. Saya telah lihat komentarnya, dan kesimpulan saya bahwa dia adalah seorang manusia yang senang “manjuiti”, dan setelah yang “di juiti nya” pusing dia akan tertawa maka untuk apa amanta Suhunan sudi menanggapinya dengan langsung? Biarkan teman-teman lain yang menanggapi lebih baik terfokus kepada apa yang diperjuangkan.
Selamat berjuang dan semoga berhasil.

Eh lupa sadikiiit hata batak ni sikap nahuboto �hadirion� do.

Miduk Hutabarat, di/pada Mei 30, 2008 pada 11:46 am Dikatakan: r
Horas Tu Hita Sude;

Mengenai Tour D Toba 14-17 juli 08, masih gagasan perdana. Karenanya masih terbatas yg bisa dilakukan; misalnya, hanya untuk 1 kapal, maks 4o orang. Jatah jakarta 10, medan, 20, dan 1o kota lainnya.

Tour D Toba kali ini, senangnya dengan swadaya, dan sembari keliling, kita akan mematangkan acara ini untuk ke depannya. Sembari, melalui blog ini, dan milist terbatas, segala ide-ide dan masukan akan kita tampung

motivasinya untuk bangkitnya kepedulian kita terhadap danau toba, cuman kita hanya inisiator saja, semoga ke depan akan terlembaga. Tetapi mencoba membangun kerjasama diantara pomparan tetea bulan isombaon itu. supa ada satu aktivitas yang benar-benar dilakukan oleh Pomparan Si Raja Batak Teta Bulan Isombaon di Tano batak

Kita harus Bangkit kan kembali apa yg pernah disampaikan oleh Jong Sumatrabond 1911 : ” Maluku Masa Lalu, Jawa Masa Kini dan Sumatra Masa Depan

Boleh saja kita tampung yang mau ikut ; titik berangkat dari Medan. Tapi kita sharing bersama, bagaimana mengatasinya.

Memang lewat blog ini, kita coba dulu gimana respon dari kita semua, jika besar, kami akan bicarakan lagi bersama.

Mari Membangun Masa Depan Sumatra !

Miduk Hutabarat
di bagian barat nusantara indonesia

horas Lae Suhunan S, ikkon dohot do Lae, malam bersama dengan Pak Bupati, di rapat Kami minggu lalu memang ngak jadi. Karena belum waktunya kita berdialog dengan pejabat setempat. Tolong sampaikan kepada toba dream, supaya di respon. Karena hanya Lae Charly yg merespon. Juga diberitau kepada Oppung Tigor S dan Itok Dolorosa S ya.

Horas, Ito Lydia Hutagaol : Prempuan Batak Pemecah sunyi ! Ada hasrat tuk mengenal Mu ito ..

Tu Appara Silaban, Lae Sihotang Parbinta,

Tu Abang, Eliakim, usul bisa di catat, intinya gimana kita semua enak ..dan bisa semangat membangun sumatra sumut dan Tapanuli

Perlu La Kita Pikirkan OTORITA DANAU TOBA !

Horas……

foreigner, di/pada Mei 30, 2008 pada 3:36 pm Dikatakan: r
buat ente2 semua, saya kira adalah sungguh mengherankan kenapa panas dengan komentar gw,…bebas toh gw mengkritik anda terutama mr Si Tumorang. Lah dia juga mnegkritik pemda nya sendir, masa sih dia nggak bisa gw kritik.

Beranti dia juga arogan donk, tidak berkepala dingin. So funny……………!!

Nggak bermental pemimpin dan tidak bijak donk kalo begitu karakternya. So apa bedanya dengan yang lain…………………:D

Inget, kritik gw khan nggak pake kata kasar, dan bukan ngajak berantem.

So gw mengkritik cara dia aja yang menurut gw sangat lucu kayak LSM kebanyakan di Indonesia. Berani teriak tapi nggak bisa jadi rekanan pemerintah untuk memajuka sendiri daerahnya.

So sebelom mengkrtik, tolong ente2 instropeksi. Pantas nggak di kritik dan pantas nggak ente mengkritik orang kalo anda sendiri cendrung panas dan tidak bisa berbeda pendapat.

Sory, gw bukan pendukung Pemda, dan gw nggak benci ama yangdiatas. Gw nggak kenal dia, dan gw bukan provokator.

Gw cuman orang asing yang menilai sesuatu lebih fair…

Sekali lagi gw bilang penebangan hutan tele tidak akan membuat Danau Toba gersang dan hancur. Itu masih kesimpulan yang sangat mentah dan perlu peerlu diperdebatkan.

GW ADALAH ORANG BODOH YANG PERLU PENCERAHAN……………..

pahala panjaitan, di/pada Mei 31, 2008 pada 1:27 am Dikatakan: r
Pertama-tama yang jelas dari Polemik ini Pihak Korea yang selalu diuntungkan.

Sehebat apapun program yang disampaikan Pihak Korea tetap merusak lingkungan dan kita lihatlah hasilnya atau anak cucu kita nanti yang akan merasakannya.

Saya belum pernah melihat program-program seperti ini di Indonesia yang bisa memperbaiki kondisi lingkungan yang sudah dieksploitasi.

Program tanaman bunga itu hanya sebagai kamuplase saja tetapi kemungkinan ada sesuatu dibelakang program tersebut entah programnya bersifat positif atau bersifat negatif.

Marilah kita pelihara, kita perbaiki kembali kondisi alam di Tapanuli yang sudah rusak selama ini.

Sebagai orang Batak kita harus tunjukkan jati diri kita bahwa kita adalah orang batak dimanapun berada tunjukkan nama dan marga jangan jadi bunglon ini bukan sikap orang batak

Karena sekali kita jadi sifat bunglon untuk selamanya sifat yang begini akan menjadi bagian hidup kita dan saya belum pernah melihat orang batak yang tidak mau menunjukkan jati dirinya.

Maaf terlalu keras / pedas kata-kata saya ini dan inilah sikap orang batak yang tegas dan terbuka walaupun saya sudah 40 tahun merantau.

Horassss………. jala gabe.

Sitohang Par Bintan, di/pada Mei 31, 2008 pada 2:18 am Dikatakan: r
Apakah arti investasi Rp.100 milyar untuk lahan 2,050 ha?

Mari kita gunakan matematika sederhana saja untuk memahaminya.

Luas lahan 2,050 ha = 20,500,000m2 (1 ha= 20,000m2)

Uang investor yang ditanamkan/ m2 lahan = Rp. 100,000,000,000/20,500,000 = Rp. 4,878 (empat ribu delapan ratus tujuh puluh delapan rupiah). Haruskah kita menggandeng investor luar untuk investasi Rp. 4,878/ m2 lahan di bona pasogit kita yang malang ini?

Perlu juga kita sadari kalau investor sering menyamarkan pengertian niilai investasi dengan perkiraan total budget untuk periode tertentu.

Nilai investasi adalah jumlah uang yang disuntik oleh pengusaha (modal sendiri) atau hutang diluar cash yang diperoleh dari hasil operasi. Cash yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan tidak boleh disebut investasi.

Ilustrasinya: bisa saja tahun pertama si pengusaha menyuntik uang Rp. 1 milyar, tetapi dia membuat anggaran belanja tahun tersebut Rp. 20 milyar. Caranya adalah:

1. Modal sendiri Rp. 100,000,000
2. Pinjaman pd pihak ketiga Rp. 900,000,000
3. Proyeksi penjualan th I Rp. 19,000,000,000
Total Rp. 20,000,000,000

Dalam hal ini yang disebut nilai investasi adalah Rp. Rp. 1 milyar, bukan Rp. 20 milyar. Tapi yang muncul di koran biasanya disebtukan pengusaha tersebut akan menanamkan investasi Rp. 20,000,000,000 karena masyarakat awam hanya akan terpesona dengan nilai Rp. 20 milyar.

Realistiskah budget plan seperti diilustrasikan di atas?

Jawabannya untuk industri tertentu, ya.

Lahan 2,050 hutan Tele adalah lahan hutan sekunder yang sudah memberikan hasil bagi investornya bahkan sebelum investor tersebut beroperasi, yaitu stok kayu ratusan ribu ton yang segera bisa menjadi uang puluhan milyar rupiah….

Mari kita lihat bagaimana rencana anggaran investor korea ini untuk 5 tahun ke depan.

Ini hanya dari sisi persoalan investasi, belum menyangkut masalah bahaya ekologi yang akan ditimbulkan oleh pembabatan hutan tersebut.

Petrus Marulak Sitohang

hh, di/pada Mei 31, 2008 pada 4:00 am Dikatakan: r
@Foreigners, anda tidak bodoh. Anda hanya buta, tidak dapat melihat keserakahan yang ada dibalik proyek tersebut.

Radja M Nadeak, di/pada Juni 2, 2008 pada 8:54 am Dikatakan: r
bah,… nga habis hape di tabai….!! aha be dohononta??
adong do hita (punguan) na rutinitas na mambahas jala memperjuangkon on dijakarta on? molo boi baen hamu jo boa2 amang asa dohot iba manghihuti.

mauliate
Radja M Nadeak

Miduk Hutabarat, di/pada Juni 3, 2008 pada 8:56 am Dikatakan: r
Sattabi tu hita sude,
adong na ketinggalan

Pertama;
Tujuan Tour D Toba sembari melakukan assesment, melalui minat peserta yg ikut. Dan akan kita rangkum, kemudian untuk kita bicarakan tindak lanjutnya.

Kedua,
aku kelupaan mendelate acara tgl 15 Juli – malam bersama Bupati-, itu memang sudah di batalkan oleh rapat terakhir ii\nisiator, 20 Mei 2008, mengingat pertimbangan supaya kita bebas dulu dengan pihak yang berkepentingan. Walaupun tujuan awalnya, kita mau tukar pikiran ttg pengembangan parawisata samosir 2010.

Ketiga,
Perlu kuberitaukan buat amang M. naipospos, supaya ada tambahan Mewakili Inisiator, Miduk Hutabrat, karena kita memang sharing dalam mendiskusikan keinganan kita itu

Tak masalah
Tour D Toba ini jadi membicarakan masalah Penebangan Hutan Tele, dapat menjadi indikator tentang apa saja isue mendesak yg perlu kita sikapi

imajo tusi
mauliate tu hita sude

miduk hutabarat
di bagian barat nusantara indonesia

bangkitlah Bang Batak….; Bangkitlah Indonesia
Jayalah negri inii

Miduk Hutabarat, di/pada Juni 5, 2008 pada 11:51 am Dikatakan: r
Buat Lae Sitohang Prbintan, dan Lidya, besok jumat, 06 Juni panitia akan rapat, sekaligus membawa respon yg ada dari kita semua. Apakah jika sudah lebih, tapi tetap akan di akomodasi . Akan segera diberitahukan

Menurut laporan yg kuterima, melalui Kom 03 Juni 2008, memberitahukan bahwa Pesta Danau Toba jai undur, ke 14-16 Juli 2008

Kemudian melalui waspada hari ini 05 juni 2008, Panitia Pesta Danau Toba, mencatut nama kegiatan Kita ; Tour D Toba 2008

Esok panitia akan membawa ke rapat, bagaimana sikap kita kepada sesama warga indonesia ini

Tak terbiasa membangun sikap hormat atas hak cipta sesama

mohon di maklumi
miduk hutabarat
medan
bagian barat nusantara indonesia

Charlie M. Sianipar, di/pada Juni 5, 2008 pada 4:39 pm Dikatakan: r
Beta borhat,
Ajak orang asing i asa ditanda ibana Hutan Tele
dohot Samosir i …

Charlie M. Sianipar, di/pada Juni 5, 2008 pada 4:49 pm Dikatakan: r
@ TanoBatak :
“Syarat yang akan kami berlakukan adalah :
1. Nama lengkap dan jelas.
2. Nama pendek dengan menyertakan blog pribadi yang dalam blog itu dapat dilihat identitasnya yang jelas.
3. Nama blog dengan menyebutkan nama identitas pemiliknya dengan jelas.”

Molo halak hita do denggan ma dibahen margana. Unang nidok Lae, hape dongan tubu.

Sitohang Par Bintan, di/pada Juni 6, 2008 pada 7:48 am Dikatakan: r
@ Miduk Ht Barat

Terimakasih lae. Kami tunggu.

@ Charlie Sianipar

Toho do i lae….
Muse pe marganta i do umbahen halak batak tampil beda “man”…

partalitoruan, di/pada Juni 10, 2008 pada 10:05 am Dikatakan: r
Agoiii amang, naeng dohot do nian au tulang.Amang jo tahe, dohot jo au.
@Ito/uda/bapatua/ompung Miduk Hutabarat,
Hutabarat nomor piga do hamu?
Au, Desy Hutabarat, Partalitoruan nomor 17 sian Pagar Sinondi do au
Horas

Alonso Finn Manik, di/pada Juni 12, 2008 pada 9:13 am Dikatakan: r
Pak Miduk….dosenku yang menurutku unik…..
Acara seperti ini menurut saya kecil manfaatnya…..hanya sekedar refreshing aja…dan hasilnya lagi-lagi kita dapat menduga, paling-paling akan keluar komentar ” Indah sekali tetapi kok ga bisa dimanfaatin ya…cck..ckkk”

Kami sekarang ada program ” School Forestry” ..anak-anak SMA yang baru masuk Asrama Yayasan Soposurung wajib menanam 10 pohon di satu pegunungan di Balige…..

Kemudian kami punya rencana untuk membangun septic tank untuk digunakan oleh masyarakat yang tinggal di tepi danau……tujuannya supaya air danau bersih……

hanya sekedar masukan aja Pak…..no offence….

miduk hutabarat, di/pada Juni 21, 2008 pada 9:20 am Dikatakan: r
Hai Namboru Desy,,udah kuliat foto Namboruku…he hee
aku partalitorun par pagarsinondi juga, no. 18.. gimana apa ngak mau ikutan ? Masih bisa jatah 5 orang lagi

Hai Alonso…aku dengar pernikahan Kamu dari Andre..met menikmatinya.

Mengenai tanggapanMu, makasih ya, untuk memberi kewaspadaan : tahun lalu, aku kordinator napak tilas dan penghijaun ; 100 tahun gugurnya pahlawan nasional sisingamangaraja xii ; 15.000 bibit kami bawa ke Bakkara, Samosir ; sosor tolong, siallagan, pangurruan tele , doloksangggul dan pak pak bharat

tahun ini, kami sedang mau menyiapkan inventori situs2 Sisingamangaraja XII dan Tour D Toba, untuk mencari langkah tepat yang harus dilakukan

Salut buat Program Kamu, apalagi sekarang dan besok Polri nanam sejuta pohon katanya di Samosir, maunya terus semakin banyak ya, biar sembuh bonapasogit kita itu

tapi aku akan hati hati Lonso, umurku sudah 38 tahun :

Harap Hati-hati
Sebab
sekali berarti
sudah itu mati ..

miduk hutabarat
nusantara indonesia
bagian barat/medan

Bungaran Simanjuntak, di/pada Juni 29, 2008 pada 9:58 pm Dikatakan: r
Sayang sekali ya tak ada yg mengenal foreigners ini. Dan sayang sekali dia ini hanya bicara tanpa pernah kita tahu orangnya seperti apa dan apa yang sudah dia lakukan. Apakah dengan menggantikan hutan tele menjadi kebun bunga sebanding dengan kerusakan danau toba yg diakibatkan proyek tersebut? Apakah tidak ada lahan lain lagi di Kab Samosir di jadikan lahan untuk proyek tersebut?

Sebagai orang yang juga memiliki blog dan memelihara beberapa website batak saya juga sering menemukan komentar-komentar yang asbun seperti foreigners ini. Entah jelmaan seperti apa mereka mereka ini kita tidak tahu, mereka hanya berani berkomentar di balik nama yang asal-asalan mereka buat (menurut saya orangnya juga “asal ma mangolu”), tanpa bertanggungjawab dengan apa yang di katakan.

Untuk amang Miduk Hutabarat, Suhunan Situmorang, Monang Naipospos, dll. Saya ucapkan salut dengan kampanye2 melalui dunia internet ini. Saya yakin akan semakin banyak muncul orang yang sadar lingkungan dan akan semakin banyak orang orang seperti amang yang peduli dengan pelestarian Danau Toba.

Harapan saya kedepan semua pihak semakin sadar perlu satu pemahaman yang sama tentang pelestarian Danau Toba dimana pemerintah jangan semudah membalikkan tangan memberikan ijin membabat hutan di sekitar Danau Toba sementara orang lain mati-matian kampanye pelestarian lingkungan disana. Sia-sia semuanya itu jika tidak dari sekarang di tutup semua perijinan pembabatan hutan di sekitar Danau Toba. Sia sia Sutanto menanam sejuta pohon di Samosir sedangkan dalam 1hari PT TPL membabat berpuluh2 hektar hutan di daerah Tapanuli

horas ma di hita sude

Menuliskan komentar di blog orang lain

midian sefnat sihombing, di/pada Juli 2, 2008 pada 4:39 pm Dikatakan: r
Adapun kegiatan Earth Society Tour D Toba tahun ini bertujuan untuk membangun rasa cinta terhadap kawasan Danau Toba.

Melalui kegiatan Tour D Toba, Komunitas Earth Society dapat melihat dan merasakan secara dekat tentang kondisi Danau Toba yang terjadi sekarang ini.

Melalui kegiatan Tour D Toba, Komunitas Earth Society melakukan inventarisasi permasalahan yang tengah terjadi pada ekosistem Danau Toba.

Melalui kegiatan Tour D Toba, Komunitas Earth Society mulai merintis jalan alternatif bagi pengembangan parawisata alternatif di kawasan Danau Toba.

HORAS…..mohon maaf sebelumnya apabila ada yg merasa tersinggung dgn informasi ini.

“PELATIHAN PEMBUATAN MOTIF TENUN IKAT DGN MEMGGUNAKAN ZAT PEWARNA KIMIA YG DILAKUKAN PEMKAB.SAMOSIR tgl 24-06 sd 4-07-08
apabila nantinya bisa menjadi skala industri yg nantinya akan membantu peningkatan ekonomi para perajin berakibat tercemarnya air Danau Toba.
Keberatan sudah kami sampaikan secara ketemu langsung dgn Bupati Mangindar Simbolon dan pejabat terkait Kadisperindagkop J.Limbong dgn beberapa alasan dan akibatnya. Jg dgn memberikan solusi yg tepat pelatihan2 jenis apa saja yg tepat u pengembahan ulos(sbg ahli) saat ini.Saat itu jg ketepatan ada saksi yg menyaksikan/mendengarkan
bersama dlm ruang dinas Bupati tsb al:Lae Robert Simanjuntak(Toba Leuser),Bpk.Siahaan(Kepala RS.Pangururan).
Mohon semua teman2 Earth Society,Toba Dream
atau siapapun yg perduli dgn Danau Toba agar mengetahuinya.Inikan bentuk keperduliaan kita…..

Strategi kedua adalah menyangkut metoda pengamatan. Metoda pengamatan yang dilakukan, lewat perjalanan keliling dari air dan darat. Mengingat air adalah komponen terbesar dan merupakan komponen dasar dari keseluruhan mata rantai ekosistem yang ada. Maka yang pertamasekali dilakukan Earth Society tahun ini adalah melakukan perjalanan lewat air.

Strategi kedua adalah menyangkut metoda pengamatan. Metoda pengamatan yang dilakukan, lewat perjalanan keliling dari air dan darat. Mengingat air adalah komponen terbesar dan merupakan komponen dasar dari keseluruhan mata rantai ekosistem yang ada. Maka yang pertamasekali dilakukan Earth Society tahun ini adalah melakukan perjalanan lewat air.

Strategi kedua adalah menyangkut metoda pengamatan. Metoda pengamatan yang dilakukan, lewat perjalanan keliling dari air dan darat. Mengingat air adalah komponen terbesar dan merupakan komponen dasar dari keseluruhan mata rantai ekosistem yang ada. Maka yang pertamasekali dilakukan Earth Society tahun ini adalah melakukan perjalanan lewat air.

miduk hutabarat, di/pada Juli 5, 2008 pada 11:01 am Dikatakan: r
Tu sude akka dongan na naeng bergabung di tour d toba 14-17 juli 2008; pahitca otik mandaftar, nga jenek be tikkki ,

sekaligus mamareng pesta danau toba hita
dungi ta ida ma aha na boi sibaenonta tu jolo

horas

miduk hutabarat

miduk hutabarat, di/pada Juli 11, 2008 pada 11:13 am Dikatakan: r
Acara TOUR D TOBA EARTH SOCIETY

Horas…Horas…Horas !

Datanglah Pada :
Hari : Sabtu, 12 Juli 2008
Jam : 10-12 WIB
Tempat : Toba Leuser Jl. Singamangaraja 132 Medan
Acara : Performance Arc Tour D Toba 14 – 17 Juli 2008

orasi, pembacaan puisi dan pentas suarasaama

sekaligus persipan acara keberangkatan kita
Senen, 14 Juli 2008
Pukul 08.30 WIB
Kumpul di Jl. Singamangaraja 132 A Medan

Mauliate
Horasssssssssssss……………………….

Bangkitlah Manusia Semesta Raya Danau Toba !

Miduk Hutabarat
Mewakili Inisiator

Charlie M. Sianipar, di/pada Juli 13, 2008 pada 4:23 pm Dikatakan: r
Siap untuk berangkat.
Lagi packing BackPack.

HORAS

Lidya Hutagaol, di/pada Juli 14, 2008 pada 9:57 am Dikatakan: r
beh!
tabo nai puang,,,
seandainya aku bisa… (

Poltak Simanjuntak, di/pada September 12, 2008 pada 9:02 am Dikatakan: r
Kapan lagi kegiatan serupa. Mau juga ikutan bah…

miduk Hutabarat, di/pada Oktober 12, 2008 pada 2:00 pm Dikatakan: r
rencananya, minimal akan ada tiap tahun. jika demandnya ada, akan kita organize juga, enam bulanan, atau kwartal atau tiga bulanan.

sedang dipikirkan dan dilihat peluangnya

mauliate
Miduk Hutabarat
Mewakili Inisiator

Adonia Sihotang, di/pada Februari 13, 2009 pada 7:10 pm Dikatakan: r
Dung hutonton video Hutan Tele di http://www.yutube.com tung mansai lungun situtu huhilala.

Tole hita sude melakukan sesuatu supaya Ramba Partungkot Naginjang unang ditabai.

Hotas

Adonia Sihotang

miduk hutabarat, di/pada April 25, 2009 pada 11:44 am Dikatakan: r
Tu sude Hita Batak na Adong di luat Portibion ..
Saat ini, sedang dipersiapkan rencana Tour D Toba 2009, yang rencananya akan di lakukan 2 sesi

Juli 2009
Agustus 2009

Siapkan waktu, perlengkapan dan amunisi untuk kita berjalan menikmati bersama dan berbuat bersama

Horas
Miduk Hutabarat

miduk hutabarat, di/pada September 8, 2009 pada 11:36 pm Dikatakan: r
Buat Kawan- Kawan Sebangsa Setanah Air/SSA :

Dalam rangka menggairahkan keparawisataan Danau Toba, Kami dari Komunitas ES telah menggelar event Tour D Toba Juli 2008 dan Juli 2009.

Mengingat Pesta Danau Toba/PDT 2009 akan berlangsung pada tanggal 07-11 Oktober 2009, maka tahun ini Komunitas ES akan menggelar kembali event Tour D Toba Gelombang II ; 09-11 Oktober 2009. Sekaligus mengikuti acara penutupan Pesta Danau Toba 2009 di Parapat.

Bagi yang ingin menikmati sajian khas gelar event Tour D Toba oleh Komunitas ES, silakan mendafatarkan dirinya mulai sat ini; by phone ke secretariat maupun by email.

Korfirmasi peserta dari Sumut mulai dari, 01 September – Senin, 05 OKtober 2009
Tiap peserta dikenakan biaya Rp. 1. 250.000/orang, (Sejuta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah per orang)
Biaya tersebut meliputi; marchandise, akomodasi dan transport serta restribusi.
Bagi peserta yang akan ikut, dimohon untuk mentransper lunas, mulai dari tanggal, Senen, 07 September – 05 Oktober – 2009

No Rekening Panitia
106- 00 – 0533579 -2
Bank MANDIRI
K.K Medan Sisingamangaraja
P.T TOBA LEUSER

Kesekretariatan Tour D Toba
Jln. : Sisingamangaraja 132 A Medan 2012
Phone: +61–7331 555–(734 5957)
Fax. : +61–733 1927

Kontak Person
Christin S : Mb.Phone + 61 – 0811 603416
Miduk H : Mb.Phone + 61 – 0812 6002350

SINOPSIS PERJALANAN TOUR D TOBA
( 09-11 Oktober 2009 )

Rangkaian Acara : 07- 09 Oktober 2009
• Louncing TOUR D TOBA 09
Pada, Hari Rabu, 07 Oktober 2009
Pukul 11.00 – 12.30 WIB
Sekretariat Jln. Sisingamangaraja No 132.A Medan

• Keberangkatan Gelombang II
Pada hari, Jumat, 09 oktober 2009
Pukul : 08.00 WIB
Sekretariat Jln. Sisingamangaraja No 132.A Medan

Damai Bagi Bumi Semesta Alam Raya Danau Toba

Jumat, 09 Oktober 2009
• 13.00 Check In di Carolina Hotel
• 13,00- 14.00 Istrahat
• 14.00 – 18.30 Eksplorasi sisi selatan Tao Toba : Muara Binanga Lhom dan Bakkara
• 18.30 – 19.30 Mandi istrahat
• 19.30 – 20.00 Makan Malam bersama
• 20.00-22.30 Malam Gairah – Suka di Tuk Tuk
• 22.30 – 06.00 Istrahat

Sabtu, 10 Oktober
• 07.00 – 09 Breakfast di Toledo Hotel
• 09,00- 13.30 Eksplorasi sisi utara Tao Toba : Pulau Tao dan Simanindo
• 13.30 – 14.30 Makan siang di Silalahi
• 14.30 – 18.30 Eksplorasi sisi barat Tao Toba : Desa Sitio Tio
• 18.30 – 20.00 Mandi Belerang di Lereng Pusuk Buhit
• 20.00- 24.00 Malam Gairah – Suka di atas Kapal di Taa Toba
• 00.30 – 07.30 Istrahat

Minggu, 11 Oktober

• 07.30 – 09.00 Breakfast Saulina Hotel
• 09,00 – 13.30 Eksplorasi sisi utara Pulau Samosir : Pulau Tao dan Simanindo Sidabutar
• 13.30 – 14.30 Makan siang bersama di Tomok
• 14.30 – 15.30 Eksplorasi wisata di Tomok
• 15.30 – 16.30 Eksplorasi suasana di Panggung Penutupan Pesta Danau Toba
• 16.30 – 20.00 Menikmati Panggung Utama PDT 2009 dan persiapan pulang
• 20.00 – 24.00 Pulang ke Medan

Kontributor Acara
• Puisi : Idris Pasaribu|Thompson HsIJones Gultom
• Musik : Komunitas ES : Irwansyah Harahap IMark RannerI Marsius Sihotang
• MC : Rawalpen Saragih Miduk Hutabarat|

Daftar Calon Peserta :

1. Christin Simanjuntak
2. Efendi Naibaho (Politisi, Medan )
3. Eliakim Sitorus ( Aktivis Humanitarian, Medan )
4. Hennita Purba ( Guru, Medan )
5. Janersen girsang ( Penulis, Medan )
6. Leo Sitorus ( Pemkab Tobasa)
7. Lita Tarulaselej
8. Mark renner
9. Parlin Maniuruk ( Politisi, Sumut)
10. Parlindungan Purba ( Poiltisi, DPD asal Sumut)
11. Parlindungan Siallagan ( Deputy GM Perum Perumnas Sumut )
12. Tohap Simamora ( Pegiat Radio Komunitas,Haranggaol )
13.
Jumlah Target Peserta : 35 orang

Logistik A : Properti Perorangan
No Nama Satuan/buah Keterangan
1 T-Shirt o2 buah Panitia
2 Topi 01 Idem
3 Tas 01 Idem
4 Pin 02 Idem
5 Gelang 2 Idem
Sarung dan Ulos 01 Bawa sendiri

Logistik B : Property Kelompok
No Nama Satuan/buah Keterangan
1 Buklet & Poster 10 Bahan sosialissi
2 Spanduk 2 Idem
3 Banner 2 Idem
4 Bendera 3 Idem
5 Panji Panji 6 Idem

Catatan
1. Siapkan dan bawa pakaian renang anda masing-masing !
2. Jaket dll

Inisiator 2009 & Jejaring
• Jhon Robert Simanjuntak
• Miduk Hutabarat
• Thompson Hs
Penutup
Perjalanan Tour D Toba oleh Komunitas ES ini di kemas dengan menampilkan berbagai pertujukan seni budaya dan spontanitas mengketapel biji2an ke tebing-tebing sisi danau oleh peserta tour dalam rangka menikmati suasana selama dalam perjalanan di atas kapal.

Demikianlah yang perlu disampaikan, selamat bertemu di event TDT 2009 tahun ini .
Hai Manusia Semesta Tao Toba, berkaryalah di Bumi Nusantara Indonesia !
dan akan nyatalah.

Miduk Hutabarat
Mewakili Tim Organisir TDT 09

savethetao (earth Society), di/pada November 21, 2009 pada 5:24 pm Dikatakan: r
Horas…..
Sedang dibuat blog Save The Tao (Earth Society)…jadi isinya masih sedikit..tolong berikan masukannya dan saran-sarannya…
sorry…lupa…..akan digelar juga Tour D Toba Tahap 3 pada tanggal 18/20 Desember 2009….informasi lengkapnya hub,,…sekretariat…jl. Sm Raja No 132 A atau kunjungi…blog savethetao…(www.savethetao.org)

Mauliate

Tinggalkan Balasan
Klik di sini untuk membatalkan balasan.
Nama (wajib)

E-mail (tidak akan dipublikasikan) (wajib)

Situs web






Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.

Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.

Apakah Propinsi Tapanuli mampu mendorong peningkatan ekonomi rakyat di Bona Pasogit?
A. Sangat Mendukung
B. Mendukung
C. Tidak Mendukung
D. Biasa Saja
E. Ragu-ragu

View Results
Polldaddy.comQuo Vadis Danau Toba. Apa menurut anda perlu dibentuk Lembaga Otorita untuk pelestarian Danau Toba?
Sangat setuju
Setuju
Kurang setuju
Tidak setuju
Bentuk lain
Ragu-ragu

View Results
Polldaddy.comKomentar Terbaru
MANAN MANURUNG on MONUMEN PERANG DI PORSEA
sumurung manurung on RUMA GORGA BATAK
freddy pasaribu on Sepintas Sejarah Sisingam…
TESSA KEVLIN JOHANNE… on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
Mangundus Silaen S.H on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
Drs.Abdurochman Pane… on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
Tessa Siahaan on SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TOBA…
patuan simanjuntak on KAPAN ULOS BATAK MENJADI KEBAN…
patuan simanjuntak on SONGON BONANG DI PANSOPAN
fernando sinambela on Sepintas Sejarah Sisingam…
Dita S on SONGON BONANG DI PANSOPAN
hafiz on PENTAS SENI BATAK DI TANJ…
Jimmi Hutabarat on UPAYA BERJODOH NAPOSO BAT…
aridas on DARI PARSAMBILAN HINGGA S…
Ibrahim Nst on RUMA GORGA BATAK

Blog pada WordPress.com. Tema: Digg 3 Column oleh WP Designer

Rasa prihatin saya terhadap penggundulan hutan di daerah danau Toba dan pulau Samosir sudah lama sebenarnya. Sangat sedih sekali kalau alam Sumatra khususnya Sumatra Utara dengan Danau Toba yang sangat terkenal alam sekitarnya semakin rusak. Saya pernah baca artikel tentang rusaknya alam sekitar Danau Toba dan pulau Samosir. Di luar negeri justru alam seperti Danau Toba dipelihara baik-baik bahkan di Korea Sendiri alamnya betul-betul dipelihara demi kelesatarian dan masa depan negaranya secara ekosistem.
Dinegeri ini orang seringkali berpikir tidak bijak dan pendek serta tidak berpikir kedepan yang sangat jauh demi anak cucu, bangsa dan budaya. Orang luar berpikir sederhana saja bagaimana bisa mendapatkan untung yang sebesar-besarnya tanpa peduli dengan lingkungan tempat dimana ia cari keuntungan karena mereka merasa bukan rumahnya/tempat tinggalnya sendiri. Banyak pelaku bisnis yang seperti itu dari luar terutama Cina, Korea, Australia, India.
Jarang pelaku bisnis yang mau berpikir tentang lingkungan yang penting bagaimana modal kembali dan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Alam Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua kini banyak yang telah rusak karena diekplorasi secara besar-besaran dan kerakusan para pemodal. Sedih rasanya dan kecewa dan apalagi kalau bukan tangan-tangan pejabat yang seharusnya bertanggungjawab terhadap kehidupan dan kesejahtraan manusia, alam secara adil dan bijak telah ditinggal jauh-jauh demi segepok tumpukan uang yang menggiurkan. Sudah banyak contoh dinegeri ini yang tidak pernah surut dari itu semua. Mau dibawa kemanakah negeri ini ???

medan-visi
April 9th, 2010, 02:26 PM
Rasa prihatin saya terhadap penggundulan hutan di daerah danau Toba dan pulau Samosir sudah lama sebenarnya. Sangat sedih sekali kalau alam Sumatra khususnya Sumatra Utara dengan Danau Toba yang sangat terkenal alam sekitarnya semakin rusak. Saya pernah baca artikel tentang rusaknya alam sekitar Danau Toba dan pulau Samosir. Di luar negeri justru alam seperti Danau Toba dipelihara baik-baik bahkan di Korea Sendiri alamnya betul-betul dipelihara demi kelesatarian dan masa depan negaranya secara ekosistem.
Dinegeri ini orang seringkali berpikir tidak bijak dan pendek serta tidak berpikir kedepan yang sangat jauh demi anak cucu, bangsa dan budaya. Orang luar berpikir sederhana saja bagaimana bisa mendapatkan untung yang sebesar-besarnya tanpa peduli dengan lingkungan tempat dimana ia cari keuntungan karena mereka merasa bukan rumahnya/tempat tinggalnya sendiri. Banyak pelaku bisnis yang seperti itu dari luar terutama Cina, Korea, Australia, India.
Jarang pelaku bisnis yang mau berpikir tentang lingkungan yang penting bagaimana modal kembali dan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Alam Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua kini banyak yang telah rusak karena diekplorasi secara besar-besaran dan kerakusan para pemodal. Sedih rasanya dan kecewa dan apalagi kalau bukan tangan-tangan pejabat yang seharusnya bertanggungjawab terhadap kehidupan dan kesejahtraan manusia, alam secara adil dan bijak telah ditinggal jauh-jauh demi segepok tumpukan uang yang menggiurkan. Sudah banyak contoh dinegeri ini yang tidak pernah surut dari itu semua. Mau dibawa kemanakah negeri ini ???

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Bung, saya gak sependapat dengan pandangan kamu, konsep investasi Korea di pulau samosir adalah hal yang positif yang patut di syukuri, karena tidak semua 2.000 ha lahan di samosir akan di babat habis, namun di design sedemikian rupa, yang terdiri dari lahan tanaman bunga hias, lahan penghijauan, lahan fasilitas umum berupa Hotel, Resort, Fund Land dan Institusi pendidikan atau yang pastinya Pusat Research terhadap ekosistem di daerah samosir.

Ingat Negara kita Indonesia terkenal dengan negera yang aneh, kenapa? Karena negara kita yang cukup kaya, namun rakyatnya yang sangat miskin, Aneh bukan? Negara kita dapat di ibaratkan seorang yang mati kelaparan, dengan sejumlah makanan dan minuman yang berada di sekitarnya ? aneh bukan kenapa bisa mati kelaparan sedangkan di sekitarnya masih terdapat makanan dalam jumlah yang besar?

Begitulah dengan Prilaku bangsa kami yang terkenal egois, ada sumber kekayaan yang luar biasa yang dapat di kelolah dengan baek, namun bangsa kita sendiri tidak mampu dan tidak memiliki VISI untuk mengelolahnya, dan ada pihak ketiga yang mau membantu mengelolahnya, namun mereka tetap tidak mau. alangkah egoisnya? makanya tidak heran rakyat kita semua miskin, diatas tanah yang kaya raya.

Siapa yang harus disalahkan atas nasib bangsa kita? mau salahkan Tuhan? saya rasa Tuhan telah memberikan bangsa kita Kekayaan yang luar biasa, namun kita yang tidak mau mengelolahnya, anggap saja kita tidak mampu, namun ada penolong kita yang mau membantu kita untuk mengelolahnya, itupun kita juga gak mau, kerena kita sendiri terlalu bernegatif thingking terhadap para Investor.

Lihat nasip Danau Toba, yang peradabannya telah di tingalkan, begitu sepi, kunjungan wisatawan yang semakin turun dari tahun ke tahun, tidak terawat, pembuangan sampah dimana2, itulah yang di sebut dengan kerusakan lingkungan hidup. Saat ini ada Investor yang hendak mengangkat martabat Danau Toba agar dunia luar, manca negara, semua akan mengenal Danau Toba sebagai daerah produksen bunga yang berorientasi eksport untuk dunia.

Apa yang akan kita dapatkan dari Investasi Korea?
1. Daerah kita akan di promosikan, bukan sebatas Indonesia, namun seluruh
dunia.
2. Menjadi daerah tujuan wisata, karena merupakan daerah kunjungan
wisata, secara otomatis akan menaikan taraf hidup masyarakat setempat.
artinya masyarakat cukup jual nasi goreng saja pun bisa laku, jual apa saja
juga bisa laku, jual air Aqua saja bisa dpt keuntungan 2 x LIPAT, dan apa
saja yang di jual selalu laku karena ada pembeli, karena daerah itu padat
di kunjungi. Rumah penduduk juga bisa disewakan untuk pengunjung
seperti halnya pulau bali.
3. Investasi Korea, akan menyerap 2.000 tenaga kerja, Coba pikirkan, 2.000
putra putri daerah yang akan di serap, artinya akan terjadi perbaekan
ekonomi untuk 2.000 rumah tangga. dan mengurangi 2.000 penganguran
yang selama ini terjadi di daerah terpencil samosir.
4. Negara kita Indonesia juga akan memperoleh penerimaan DEVISA melalui
perdagangan ekport bunga Tulip.
5. Karena meningkatnya jumlah wisata di Danau toba, ikut memicu minat
Investor lainnya untuk pembangunan JALAN TOL Medan - tebing Tinggi,
Tebing Tinggi - Pematang Siantar. Saat ini proyek Tol di derah tersebut
tidak diminati oleh para Investor, karena pemakai jalan medan - siantar
sangat rendah, sehingga di butuhkan Tingkat balek modal yang cukup lama.
6. Dengan tingginya minat wisata di danau toba, ikut memicu pembangunan
Hotel di kota medan secara tidak langsung.


Dampak penolakan INVESTOR KOREA oleh masyarakat setempat :
1. Danau toba akan sepi, hanya sebatas kenangan di masa jaya.
2. tidak ada perbaekan ekonomi di daerah setempat.
3. perbaekan infrastruktur jalanan Medan - Perapat tidak menjadi prioritas.
4. Indonesia / SUMUT akan di kenal Country RISK untuk skala investasi, karena izin yang di terbitkan, tidak mampu memberi kenyaman, dan tidak bisa di jadikan pegangan. siapa yang mau investasi lagi,,,,,,jangan2 uda investasi, bisa rugi karena adanya penghentian operational. LIHAT negara China, Afrika Selatan, pemerintah selalu menjanjikan iklim investasi yang kondusif. bener2 pemerintah yang berdaulat dan berotoriter, dan berkomitment.
5. dampak PROYEK DANAU TOBA akan memberi image negatif pengusaha KOREA untuk proyek selanjutnya, bgt juga dengan investor manca negara lainnya.

BERI pandangan positip pada bangsa negara kami,,,,,jangan mati miskin diatas negara yang kaya ini, tapi eksplorasikan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

MegaBliz
April 9th, 2010, 03:25 PM
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Bung, saya gak sependapat dengan pandangan kamu, konsep investasi Korea di pulau samosir adalah hal yang positif yang patut di syukuri, karena tidak semua 2.000 ha lahan di samosir akan di babat habis, namun di design sedemikian rupa, yang terdiri dari lahan tanaman bunga hias, lahan penghijauan, lahan fasilitas umum berupa Hotel, Resort, Fund Land dan Institusi pendidikan atau yang pastinya Pusat Research terhadap ekosistem di daerah samosir.

Ingat Negara kita Indonesia terkenal dengan negera yang aneh, kenapa? Karena negara kita yang cukup kaya, namun rakyatnya yang sangat miskin, Aneh bukan? Negara kita dapat di ibaratkan seorang yang mati kelaparan, dengan sejumlah makanan dan minuman yang berada di sekitarnya ? aneh bukan kenapa bisa mati kelaparan sedangkan di sekitarnya masih terdapat makanan dalam jumlah yang besar?

Begitulah dengan Prilaku bangsa kami yang terkenal egois, ada sumber kekayaan yang luar biasa yang dapat di kelolah dengan baek, namun bangsa kita sendiri tidak mampu dan tidak memiliki VISI untuk mengelolahnya, dan ada pihak ketiga yang mau membantu mengelolahnya, namun mereka tetap tidak mau. alangkah egoisnya? makanya tidak heran rakyat kita semua miskin, diatas tanah yang kaya raya.

Siapa yang harus disalahkan atas nasib bangsa kita? mau salahkan Tuhan? saya rasa Tuhan telah memberikan bangsa kita Kekayaan yang luar biasa, namun kita yang tidak mau mengelolahnya, anggap saja kita tidak mampu, namun ada penolong kita yang mau membantu kita untuk mengelolahnya, itupun kita juga gak mau, kerena kita sendiri terlalu bernegatif thingking terhadap para Investor.

Lihat nasip Danau Toba, yang peradabannya telah di tingalkan, begitu sepi, kunjungan wisatawan yang semakin turun dari tahun ke tahun, tidak terawat, pembuangan sampah dimana2, itulah yang di sebut dengan kerusakan lingkungan hidup. Saat ini ada Investor yang hendak mengangkat martabat Danau Toba agar dunia luar, manca negara, semua akan mengenal Danau Toba sebagai daerah produksen bunga yang berorientasi eksport untuk dunia.

Apa yang akan kita dapatkan dari Investasi Korea?
1. Daerah kita akan di promosikan, bukan sebatas Indonesia, namun seluruh
dunia.
2. Menjadi daerah tujuan wisata, karena merupakan daerah kunjungan
wisata, secara otomatis akan menaikan taraf hidup masyarakat setempat.
artinya masyarakat cukup jual nasi goreng saja pun bisa laku, jual apa saja
juga bisa laku, jual air Aqua saja bisa dpt keuntungan 2 x LIPAT, dan apa
saja yang di jual selalu laku karena ada pembeli, karena daerah itu padat
di kunjungi. Rumah penduduk juga bisa disewakan untuk pengunjung
seperti halnya pulau bali.
3. Investasi Korea, akan menyerap 2.000 tenaga kerja, Coba pikirkan, 2.000
putra putri daerah yang akan di serap, artinya akan terjadi perbaekan
ekonomi untuk 2.000 rumah tangga. dan mengurangi 2.000 penganguran
yang selama ini terjadi di daerah terpencil samosir.
4. Negara kita Indonesia juga akan memperoleh penerimaan DEVISA melalui
perdagangan ekport bunga Tulip.
5. Karena meningkatnya jumlah wisata di Danau toba, ikut memicu minat
Investor lainnya untuk pembangunan JALAN TOL Medan - tebing Tinggi,
Tebing Tinggi - Pematang Siantar. Saat ini proyek Tol di derah tersebut
tidak diminati oleh para Investor, karena pemakai jalan medan - siantar
sangat rendah, sehingga di butuhkan Tingkat balek modal yang cukup lama.
6. Dengan tingginya minat wisata di danau toba, ikut memicu pembangunan
Hotel di kota medan secara tidak langsung.


Dampak penolakan INVESTOR KOREA oleh masyarakat setempat :
1. Danau toba akan sepi, hanya sebatas kenangan di masa jaya.
2. tidak ada perbaekan ekonomi di daerah setempat.
3. perbaekan infrastruktur jalanan Medan - Perapat tidak menjadi prioritas.
4. Indonesia / SUMUT akan di kenal Country RISK untuk skala investasi, karena izin yang di terbitkan, tidak mampu memberi kenyaman, dan tidak bisa di jadikan pegangan. siapa yang mau investasi lagi,,,,,,jangan2 uda investasi, bisa rugi karena adanya penghentian operational. LIHAT negara China, Afrika Selatan, pemerintah selalu menjanjikan iklim investasi yang kondusif. bener2 pemerintah yang berdaulat dan berotoriter, dan berkomitment.
5. dampak PROYEK DANAU TOBA akan memberi image negatif pengusaha KOREA untuk proyek selanjutnya, bgt juga dengan investor manca negara lainnya.

BERI pandangan positip pada bangsa negara kami,,,,,jangan mati miskin diatas negara yang kaya ini, tapi eksplorasikan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Biasanya awal janji para pengusaha seperti itu dengan konsep yang bagus dan sekilas menggambarkan keuntungan yang menjanjikan dengan segala proposal/konsep yang wah........yaa mudah-mudahan kalau jadinya lebih baik buat masyarakat Sumatra Utara serta alamnya jadi lebih baik dan demikian juga untuk masyarakat Indonesia umumnya yaa setuju aja..........sayangnya yang udah-udah kalau saya perhatikan kekayaan alam kita yang melimpah nyatanya setelah diolah dengan konsep yang luar biasa puluhan tahun toh justru utang negara ratusan milyaran dolar :nuts:, kemiskinan dan kelaparan dimana-mana :bash: Lihat kenyataan dengan alam Kalimantan dan Papua apakah betul berubah setelah lebih dari puluhan tahun dieksploitasi ? apa yang ada sekarang hutan sudah habis, bumi Kalimantan bagaikan borok menganga dimana-mana jika dilihat dari pesawat begitu juga dengan bumi Papua dan NTT.....hik..hik..hik menyedihkan :cry::cry:.....banyak mahasiswa yang pergi PKL ke bumi Kalimantan setelah melihat Kalimantan untuk pertama kalinya dikiranya hutannya masih lebat ....... eeh enggak tahunya hanya dipinggir jalan rayanya aja yang rimbun, awalnya untuk pertama kali saya ke Kalimantan punya pikiran yang sama dengan banyak orang dan begitu naik pesawat....wuiihh minta ampun. Mudah-mudahan pulau Sumatra tidak senasib dengan pulau Kalimantan.........sebenarnya cemas juga sih seperti lahan ex Indahkiat Pulp di Sumatra saja sudah berantakan tidak utuh seperti semula.......hik..hik..hik :cry::cry: photo-photonya pernah lihat dimajalah dan surat kabar.

rilham2new
April 9th, 2010, 03:43 PM
^^ Riau yang luasnya provinsinya setara dengan Jawa Barat + Jawa Tengah + DKI ... Memang hutannya udah tinggal 40% ...

Tapi yang dibuka itu bukan ilegal .... Itu sebagian besar legal, karena memang dikasih restu sama Departemen Kehutanan Pusat...

Indah Kiat semuanya itu kan udah bagi2 HPH dari zaman Orde Baru. Jadi memang gak bisa seenak-enaknya aja dicabut. Soalnya, nanti bisa gak kondusif sama dunia usaha.

Masa' pemerintah yang kasih izin, pemerintah juga yang cabut..... Padahal dulu boleh, sekarang tidak boleh. Jadi yang udah terlanjur yang dibiarin aja. Pikirin aja cara ngerawat yang tersisa. Sekarang hutan Riau terbakar udah bukan karena sengaja dibakar lagi, tapi karena lahan gambutnya udah terekspos langsung matahari jadi bisa terjadi percikan api kapan saja....

Sebenarnya di Sumatra, sepanjang Lintas Timur, udah susah ngliat hutan tropis.... Apalagi di Lampung :p .... Di Riau masih ada dikit di selatan 200 km pertama sebelum Kota Pekanbaru. Tapi 200 km setelah Kota Pekanbaru menuju ke perbatasan Sumatra utara udah ZERO TROPICAL forrest kalau dari tepi jalan. Di Sumatra Utara, mulai dari Perbatasan SUMUT-RIAU sampe ke Perbatasan Aceh bener2 udah ZERO banget lah Hutan Primer nya ....

Yang masih agak kerawat itu kawasan Pantai Barat, tapi itu juga karena geografi di sana susah ...... Parahnya sekarang provinsi2 barat Sumatra ikut2an buka lahan sawit, coba aja cek beberapa Kabupaten di Aceh dan Sumatra Barat yang belakangan gencar2 buka hutan untuk dikonversi jadi Sawit.

Kalau Hutan Sumatra sih gak usah diharapin lagi, memang udah HOPELESS ... kehancuran hutan primer di Sumatra seperti yang pernah terjadi di Jawa karena pertanian sekitar 100 tahun yang lalu akan terjadi juga di Sumatra, mungkin dalam 20-30 tahun yang akan datang :) ....

Kalau dari dulu adil pemerataan dan perimbangan APBn untuk pembangunan, dan infrastruktur juga gak bakalan deh ada jalan pintas kayak gini...

Karena kalau kasus di Riau, dari ketergantungan Minyak Bumi, sekarang udah ketergantungan Sawit udah akut... Minyak Bumi anjlok terus produksinya, tapi perekonomian Riau gak anjlok, malah melejit terus ... Gara2 udah ada pengganti sih :p~ ... Terus kalau gak ada pengganti, dulu2 Minyak Riau yang dihabiskan itu gak dipake buat memajukan Riau sendiri ... Malah dipake buat memajukan daerah orang ... Sekarang giliran bisa memajukan tanah sendiri ... Muncul deh dalih2 lain ...

medan-visi
April 9th, 2010, 04:11 PM
Biasanya awal janji para pengusaha seperti itu dengan konsep yang bagus dan sekilas menggambarkan keuntungan yang menjanjikan dengan segala proposal/konsep yang wah........yaa mudah-mudahan kalau jadinya lebih baik buat masyarakat Sumatra Utara serta alamnya jadi lebih baik dan demikian juga untuk masyarakat Indonesia umumnya yaa setuju aja..........sayangnya yang udah-udah kalau saya perhatikan kekayaan alam kita yang melimpah nyatanya setelah diolah dengan konsep yang luar biasa puluhan tahun toh justru utang negara ratusan milyaran dolar :nuts:, kemiskinan dan kelaparan dimana-mana :bash: Lihat kenyataan dengan alam Kalimantan dan Papua apakah betul berubah setelah lebih dari puluhan tahun dieksploitasi ? apa yang ada sekarang hutan sudah habis, bumi Kalimantan bagaikan borok menganga dimana-mana jika dilihat dari pesawat begitu juga dengan bumi Papua dan NTT.....hik..hik..hik menyedihkan :cry::cry:.....banyak mahasiswa yang pergi PKL ke bumi Kalimantan setelah melihat Kalimantan untuk pertama kalinya dikiranya hutannya masih lebat ....... eeh enggak tahunya hanya dipinggir jalan rayanya aja yang rimbun, awalnya untuk pertama kali saya ke Kalimantan punya pikiran yang sama dengan banyak orang dan begitu naik pesawat....wuiihh minta ampun. Mudah-mudahan pulau Sumatra tidak senasib dengan pulau Kalimantan.........sebenarnya cemas juga sih seperti lahan ex Indahkiat Pulp di Sumatra saja sudah berantakan tidak utuh seperti semula.......hik..hik..hik :cry::cry: photo-photonya pernah lihat dimajalah dan surat kabar.

====================================================================

Harus di lihat dulu, izin pengelolaannya untuk industri apa, kalo diperuntukan untuk industri kertas, industri berat, mungkin akan berakibat fatal, namun proyek ini adalah proyek Horticulture, yang memiliki fungsi yang sinergis dengan lingkungan alam di di DAnau Toba.

kita contohkan saja, Proyek Simalem Resort, bagaimana dampakanya terhadap lingkungan sekitarnya? bukankah Proyek Horticulture yang di realisasikan oleh Proyek Simalem semakin memberi dampak yang positip? disana ada di bangun pusat Reserch tanaman Markisa, Strawbery, Jeruk, dan sejumlah tanaman2. semua di tata dalam sistematis tanamon yang lebih terorganisir, dan menjadikan object simalem sebagai wisata Agro di daerah setempat.

yudibali2008
April 11th, 2010, 12:25 PM
mental pejabat kita masih mental "uang" jadi susah utk melindungi hutan2 Indonesia. Hukum dibuat, ya utk dilanggar juga. :( Diluar negerikan dah sangat mengerti penting nya hutan dan penghijauan, dan lagian hukumannya sangat besar kalau ketahuan melanggar...kalau di Indonesia, yah gitu deh, masih bisa ketawa-ketiwi yg ngebabat hutan

joeylen
April 12th, 2010, 07:57 AM
Biasanya awal janji para pengusaha seperti itu dengan konsep yang bagus dan sekilas menggambarkan keuntungan yang menjanjikan dengan segala proposal/konsep yang wah........yaa mudah-mudahan kalau jadinya lebih baik buat masyarakat Sumatra Utara serta alamnya jadi lebih baik dan demikian juga untuk masyarakat Indonesia umumnya yaa setuju aja..........sayangnya yang udah-udah kalau saya perhatikan kekayaan alam kita yang melimpah nyatanya setelah diolah dengan konsep yang luar biasa puluhan tahun toh justru utang negara ratusan milyaran dolar :nuts:, kemiskinan dan kelaparan dimana-mana :bash: Lihat kenyataan dengan alam Kalimantan dan Papua apakah betul berubah setelah lebih dari puluhan tahun dieksploitasi ? apa yang ada sekarang hutan sudah habis, bumi Kalimantan bagaikan borok menganga dimana-mana jika dilihat dari pesawat begitu juga dengan bumi Papua dan NTT.....hik..hik..hik menyedihkan :cry::cry:.....banyak mahasiswa yang pergi PKL ke bumi Kalimantan setelah melihat Kalimantan untuk pertama kalinya dikiranya hutannya masih lebat ....... eeh enggak tahunya hanya dipinggir jalan rayanya aja yang rimbun, awalnya untuk pertama kali saya ke Kalimantan punya pikiran yang sama dengan banyak orang dan begitu naik pesawat....wuiihh minta ampun. Mudah-mudahan pulau Sumatra tidak senasib dengan pulau Kalimantan.........sebenarnya cemas juga sih seperti lahan ex Indahkiat Pulp di Sumatra saja sudah berantakan tidak utuh seperti semula.......hik..hik..hik :cry::cry: photo-photonya pernah lihat dimajalah dan surat kabar.
yang membbuat kalimantan menjadi habis hutannya yah pemerintahan zaman dulu lah...tetap saja masyrakat sekitar hutan gak sejahtera....yang sejahtera yah cukong - cukong kayu itu lah...
-------------------------------

aedee
April 12th, 2010, 12:55 PM
Please back to the topic of Medan Project & Development... please.
Just about Medan City.....
Thanks bro and sista...

:) :)

bbq
April 12th, 2010, 04:50 PM
Please back to the topic of Medan Project & Development... please.
Just about Medan City.....
Thanks bro and sista...

:) :)

Yup, betul itu. Atau gini aj saran gw, gimana kalo dibuat forum North Sumatera (Project & Development) yang terdiri dari beberapa sub-forum khusus Medan & sekitarnya, atau daerah2 lainnya yang berada dalam lingkup provinsi Sumatera Utara. Jadi isi & kontennya jelas & bercampur. Segitu aj saran dari gw ... ^^

AceN
April 15th, 2010, 12:48 PM
Crystal Square

1.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/Rendering/crystalsquare1.jpg

2.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/Rendering/crystalsquare2.jpg

---------

status proyek ini apa om laba2 ?

laba-laba
April 15th, 2010, 01:15 PM
acen

wow... new rendering yah..
keren2... :)

moga2 terlaksan segera.,.

sekarang madek total. tapi satpam ada yg jaga ..

laba-laba
April 16th, 2010, 03:20 AM
Kok Aryaduta regensy yah ?

apa ini cuman maket2 para pelajar arsitek ???

Kalo crystall square sekarang sudah dimiliki oleh pengembang baru. Jadi proses sekarang adalah mengurusi hal hukum nya.
Mudah2an mereka cepat merealisasi bangunan yg belum di bangun.

Aucostar
April 16th, 2010, 06:26 AM
^^

Ini info yg saya dpt dr website arsitekny.....
kyk ini final renderingny
tp anehny year of completionny 2009....
mungkin di tunda sampe kuala namu slesai kali yaaaa.......

To achieve this, a bridge is proposed to connect the office tower on Plot 1 to the existing Grand Palladium through the upper ground floor. A pedestrian walkway was then conceived underneath the Benteng field to link the basement of the office tower to the rest of the development at Plot 2. This extensive walkway was further developed as a subterranean mall, offering a unique shopping experience. A continuous sheltered walkway is also designed around the perimeter of the field.

Natural lighting was introduced to the basement by means of skylight punctuating intermediate points along the entire stretch of the field. As there is a significant historical notion attached to the field, it is necessary that visual continuity to the field be made throughout the planning. Hence the design of a viewing deck at the office tower and a generous opening at the facade were made in consideration.

AceN
April 16th, 2010, 11:15 AM
acen

wow... new rendering yah..
keren2... :)

moga2 terlaksan segera.,.

sekarang madek total. tapi satpam ada yg jaga ..

Kok Aryaduta regensy yah ?

apa ini cuman maket2 para pelajar arsitek ???

Kalo crystall square sekarang sudah dimiliki oleh pengembang baru. Jadi proses sekarang adalah mengurusi hal hukum nya.
Mudah2an mereka cepat merealisasi bangunan yg belum di bangun.

Ga kok om, ini dari DP Architect :) .. udah ga dipegang Lippo lagi ya ?

joeylen
April 16th, 2010, 12:02 PM
Crystal Square

1.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/Rendering/crystalsquare1.jpg

2.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/Rendering/crystalsquare2.jpg

---------

status proyek ini apa om laba2 ?

WOW KEREEEEN BANGETZ...

laba-laba
April 17th, 2010, 05:32 AM
sudah aku posting sebelumnya di sini.

<b>Kerja Sama PD Perhotelan Diragukan</b>
Rabu 24 Februari 2010 — Admin

>> nida, medan
Kelanjutan kerja sama Perusahaan Daerah (PD) Perhotelan dengan swasta untuk membangun Crystal Squere di lahan eks Hotel Dirga Surya hingga kini belum jelas. Lahan yang terletak di Jalan Imam Bonjol itu merupakan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dikelola PD Perhotela semakin kabur.
Setelah perusahaan pertama PT Cakrawala Dekatama melanggar perjanjian atau wan prestasi, kini PD Perhotelan menjalin kerja sama dengan perusahaan baru yakni, PT Artha Sarana Makmur dan PT Prima Karya Makmur.
Namun, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut yang menangangi badan usaha milik daerah meragukan kerja sama baru ini. Anggota Dewan khawatir, perusahaan baru ini pun tidak memiliki profil yang baik, sehingga pembangunan Crystal Squere tidak terlaksana.
"Kita susah menerima apapun yang dijelaskan PD Perhotelan melihat pengalaman yang lalu. Dulu juga insya Allah dan sekarang juga melibatkan Allah," tegas anggota Komisi C DPRD Sumut Hidayatullah saat rapat kerja dengan Direktur Utama PD Perhotelan Ruslan Hasyim di gedung DPRD Sumut di Medan, kemarin.
Hidayatullah mengatakan hal ini menanggapi penjelasan Ruslan yang berusah meyakinkan Dewan bahwa pembangunan pusat perbelanjaan dan hotel yang sudah terbengkalai selama lima tahun itu diperkirakan bisa selesai 2012 dan beroperasi.
Namun, Hidayatullah mengingatkan agar DPRD Sumut tegas terhadap PD Perhotelan sebagai pihak yang mewakili Pemprov Sumut dalam kerja sama itu. Hal terpenting adalah aset tidak terjual sebagaimana terjadi pada aset yang kini menjadi Hotel Grand Angkasa. Apalagi, menurut Hidayatullah, aset tersebut ternyata telah diagunkan oleh PT Cakrawala ke Bank Bukopin. Kondisi ini pula yang menimbulkan keyakinan bahwa PT Cakrawala Dekatama sebenarnya tidak memiliki komitmen yang baik untuk mengembangkan Crystal Squere.
"Jadi profil perusahaannya harus jelas. Jangan-jangan lari lagi dia. Akhirnya kita juga yang menanggung," ujar Hidayatullah.
Anggota Komisi C DPRD Sumut Effendi Napitupulu juga mempertanyakan kenapa PD Perhotelan bisa percaya PT Cakrawala Dekatama yang berdiri pada 2003 langsu bisa bekerja sama dengan PD Perhotelan untuk mengembangkan bisnis strategis. Dia malah meragukan kinerja PD Perhotelan di bawah kepemimpinan Ruslan dan menangkap kesan, badan usaha milik Pemprov Sumut ini dikelola sendiri. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini pun menyesalkan keputusan Ruslan untuk menghadiri undangan rapat komisi C setelah dua kali tertunda harus terlebih dahulu melapor ke Sekrtetaris Daerah Sumut RE Nainggolan.
Ruslan mengakui, ketelambatan pembangunan ini disebabkan ketidakprofesionalan PT Cakrawalan Dekatama. Namun dia tidak menjelaskan latar belakang kenapa PD Perhotelan mempercayai perusahaan itu. Menurutnya, akibat ketidaksanggupan PT Cakrawala Dekatama melanjutkan perjanjian, maka PT Artha Sarana Makmur dan PT Prima Karya Makmur masuk sebagai pemilik saham mayoritas.
Sejauh ini, jelas Ruslan, Gubernur Sumut Syamul Arifin belum menandatangani perubahan perjanjian kerja sama dengan kedua perusahaan itu karena masih menunggu kajian dari ahli hukum. Namun berdasarkan usulan PD Perhotelan, dalam perjanjian itu akan diatur <b>denda Rp1,8 juta per tahun jika proyek tidak bisa selesai pada 2012.</b> ***

source : http://www.inimedanbung.com/node/6288

==================

Rp. 1.8 jt/pertahun dendanya ? sedikit amat !!

rey_zone
April 19th, 2010, 05:50 PM
halo kawan2..
ane masih baru di sini. :banana:

mau nanya,
ada yang tau mengenai perkembangan proyek RS USU ndak?

rencananya mw Kerja Praktek di sono... penting banget nih.

Balaputradewa
April 19th, 2010, 06:44 PM
wow renderingnya keren cen..thanx yah Bala baru liat nih :cheers:
Moga-moga aja terlaksana :)


halo kawan2..
ane masih baru di sini. :banana:

mau nanya,
ada yang tau mengenai perkembangan proyek RS USU ndak?

rencananya mw Kerja Praktek di sono... penting banget nih.

Halo rey_zone..salam kenal n selamat bergabung yaw :)
Bala pernah post progres RS USU tuh di page sebelah. Nih progres beberapa minggu lalu..

Proyek RS Universitas Sumatra Utara > 6 Lantai

http://img30.imageshack.us/img30/4206/rsusu.jpg (http://img30.imageshack.us/i/rsusu.jpg/)

http://img210.imageshack.us/img210/6397/rsusu2.jpg (http://img210.imageshack.us/i/rsusu2.jpg/)

rey_zone
April 20th, 2010, 03:58 AM
salam kenal juga ^_^

iya... kemarin tuh juga pernah baca di sini tapi nge-googling juga nemu berita bahwa si proyek itu tuh ga berjalan lagi... Makanya mau nanya2 dulu ama yang di sini siapa tahu ada yang pernah ngeliat jalannya proyek..

Tapi dah nanya juga ke keluarga di sana, ternyata proyeknya sedang melaksanakan pengerjaan pondasi .... :)

Balaputradewa
April 20th, 2010, 07:21 AM
^^ yoi proyeknya lagi jalan tuh..disekelilingnya ud di tutup pagar tinggi, aktivitas pekerja keliatan n crane-nya juga ud muter2 :D Emang skrg dimana mas? KP jurusan apa nih ?

DJ_Archuleta
April 22nd, 2010, 04:45 PM
laba-laba, di Medan ada projek pemeliharaan gedung2 tua? Sperti shophouses2 yg catnya luntur, terus dicat ulang dan ditata kembali?

rey_zone
April 22nd, 2010, 07:02 PM
^^ yoi proyeknya lagi jalan tuh..disekelilingnya ud di tutup pagar tinggi, aktivitas pekerja keliatan n crane-nya juga ud muter2 :D Emang skrg dimana mas? KP jurusan apa nih ?

sekarang masih kuliah di bandung. Saya jurusan teknik sipil tingkat 3.

laba-laba
April 23rd, 2010, 03:08 AM
laba-laba, di Medan ada projek pemeliharaan gedung2 tua? Sperti shophouses2 yg catnya luntur, terus dicat ulang dan ditata kembali?

Pas masa abdilah dulu ada peraturan. gak tau itu perda ato apa.

jadi shophouse di daerah tertentu sudah diatur warna2 nya. Dan per 1 ato 2 taon harus di cet ulang lagi.
tapi gak tau sekarang napa gak diterapkan trus...

DJ_Archuleta
April 23rd, 2010, 04:43 AM
Pas masa abdilah dulu ada peraturan. gak tau itu perda ato apa.

jadi shophouse di daerah tertentu sudah diatur warna2 nya. Dan per 1 ato 2 taon harus di cet ulang lagi.
tapi gak tau sekarang napa gak diterapkan trus...

ooh jadi skrg udah gak diterapkan lagi, sayang bgt ya,, kalo masih diterapkan mungkin Medan bisa ngikutin Penang/Melaka yg udah ditetapkan sbagai Unesco's Heritage :ohno:

Taditisa
April 23rd, 2010, 11:13 AM
sekarang masih kuliah di bandung. Saya jurusan teknik sipil tingkat 3.

Wah jauh bener kerja Prakteknya ke Medan??
Di jakarta khan banyak tuh, Kabarnya Agung Podomoro lagi buat banyak tower (Bangunan Tinggi)

laba-laba
April 26th, 2010, 04:20 AM
Lahan kosong di sebelah Univ Nomensen sudah di clearing lagi.
moga2 proyek gede ada di sana..
ada sih beberapa kemungkinan.. tapi wait and see aja.. :)

laba-laba
April 26th, 2010, 06:38 AM
Lahan kosong di sebelah Univ Nomensen sudah di clearing lagi.
moga2 proyek gede ada di sana..
ada sih beberapa kemungkinan.. tapi wait and see aja.. :)


mudah2an ini

http://hbarchiteam.com/slide/im/mcentral_2.jpg

rilham2new
April 26th, 2010, 06:40 AM
^^ aHH,,, GILaaa keren kali, bang :D

laba-laba
April 26th, 2010, 06:49 AM
jaraknya 500m dari BGTOWer Ham.. mangkin mantap aja nanti daerah situ ya..

aku liad pun banyak lahan2 kosong juga udah di pagari daerah2 sana.. Mudah2an lancar2 aja...

rey_zone
April 26th, 2010, 09:52 AM
Wah jauh bener kerja Prakteknya ke Medan??
Di jakarta khan banyak tuh, Kabarnya Agung Podomoro lagi buat banyak tower (Bangunan Tinggi)

hehehe...

sebenarnya mw sekalian pulang kampung aja hahaha...

saya asalnya dari medan soalnya :D

kalo di jakarta , dah panas abis trus ga dekat ama keluarga, trus KP nya 2 bulan hahaha... banyak lah.... :p

rey_zone
April 26th, 2010, 09:53 AM
Lahan kosong di sebelah Univ Nomensen sudah di clearing lagi.
moga2 proyek gede ada di sana..
ada sih beberapa kemungkinan.. tapi wait and see aja.. :)

kata partner KP saya, yang disebelah nomensen katanya mw ekstension si nomensennya... mw ada 10 lantai katanya....

tapi ndak tau emang bener yang lagi dikosongin itu atau gedung yang sudah ada dikembangkan. Tadinya sempat mw KP di proyek nomensen itu karna kontraktornya orang dalam hahahaha :banana:

laba-laba
April 26th, 2010, 10:19 AM
kata partner KP saya, yang disebelah nomensen katanya mw ekstension si nomensennya... mw ada 10 lantai katanya....

tapi ndak tau emang bener yang lagi dikosongin itu atau gedung yang sudah ada dikembangkan. Tadinya sempat mw KP di proyek nomensen itu karna kontraktornya orang dalam hahahaha :banana:

kalo yg extention itu dibelakang nomensen. Lagi dibangun dan sudah masuk ke lantai 4.

Ini lahan di seberang nomensen. Gede x uiii lahannya. Yang aku rasa 1 taon lalu sudah dimulai pengerjaannnya, tetapi terhenti.

MegaBliz
April 26th, 2010, 05:40 PM
Di Harian Suara Pembaharuan sore ini 26 April 2010 diberitakan Para Group akan bangun Trans Studio di Medan, hanya saja tidak disebutkan kapan akan dibangun dan berapa luas area yg dibutuhkan. Dikomplek ini juga rencananya akan ada Mall, Hotel dan Perkantoran.

laba-laba
April 27th, 2010, 11:16 AM
Di Harian Suara Pembaharuan sore ini 26 April 2010 diberitakan Para Group akan bangun Trans Studio di Medan, hanya saja tidak disebutkan kapan akan dibangun dan berapa luas area yg dibutuhkan. Dikomplek ini juga rencananya akan ada Mall, Hotel dan Perkantoran.

sep deh... mudah2an gak di pinggir2 amat dibangun

azkaaisyah
April 28th, 2010, 09:49 AM
mudah2an ini

http://hbarchiteam.com/slide/im/mcentral_2.jpg

ini yang design dari HB Architeam.. tapi sepertinya proyek ini hold deh..

laba-laba
April 28th, 2010, 12:54 PM
ini yang design dari HB Architeam.. tapi sepertinya proyek ini hold deh..

mudah2an disana proyek gede ya...
kantor hbA itu satu blok ama t4 kerja ku :)

twenty-first-floor
April 29th, 2010, 03:25 AM
dapet info Times Books Store udah siap buka di Medan Fair n Sun Plaza Medan..
pembukaannya besok sabtu.. di kota Medan, toko buku impor yang udah ada apa aja ya?

:cheers:

laba-laba
April 29th, 2010, 03:52 AM
proyek ini lagi dikerjakan, keseluruhan tampilan bangunan sudah 80%

Rumah Sakit Martha Friska
http://hbarchiteam.com/slide/im/martha_1.jpg

di kawasan kompleks mutatuli indah. Tapi diseberang sungainya..

medan-visi
April 29th, 2010, 01:47 PM
mudah2an ini

http://hbarchiteam.com/slide/im/mcentral_2.jpg

====================================================================

sebagai informasi saja,,,,,gambar ini hanya mimpi belaka,,,,,yang pastinya, lahan yang di sebut2 akan dibangun mall dll, saat ini sedang dalam penawaran ke comsumen, dalam hal ini, consumen di tawarkan atas pembelian komplek pertokoan,,,dan termasuk juga dalam kawasan vetaran juga akan di bangun komplek pertokoan.

MegaBliz
April 30th, 2010, 12:21 AM
proyek ini lagi dikerjakan, keseluruhan tampilan bangunan sudah 80%

http://hbarchiteam.com/slide/im/martha_1.jpg

di kawasan kompleks mutatuli indah. Tapi diseberang sungainya..

waah.....bangunannya asyik juga designnya, sangat menarik. Ini diperuntukan untuk rumah sakit kah, kalau dilihat dari logonya seperti lambang cross palang merah.

MegaBliz
April 30th, 2010, 12:34 AM
====================================================================

sebagai informasi saja,,,,,gambar ini hanya mimpi belaka,,,,,yang pastinya, lahan yang di sebut2 akan dibangun mall dll, saat ini sedang dalam penawaran ke comsumen, dalam hal ini, consumen di tawarkan atas pembelian komplek pertokoan,,,dan termasuk juga dalam kawasan vetaran juga akan di bangun komplek pertokoan.

sayang sekali kalau dibangun pertokoan lebih baik dibangun Medan Central Park seperti design di atas. Medan Central Park punya prospek bagus dengan konsep yang berbeda dengan pusat belanja yang lain disamping luas, terbuka serta design bangunanya secara keseluruhan sangat menarik dan elegan. Untuk masyarakat Medan konsep ini sangat diperlukan sebagai tempat wisata belanja buat keluarga dan rekreasi. Sangat disayangkan kalau jadi pertokoan lebih baik konsep Medan Central Park yang harus dikembangkan dan segera diwujudkan. Apalagi kalau kawasan disekitarnya dibuat lebih hijau rimbun akan membuat suasana lebih sejuk dan indah.

laba-laba
April 30th, 2010, 03:21 AM
waah.....bangunannya asyik juga designnya, sangat menarik. Ini diperuntukan untuk rumah sakit kah, kalau dilihat dari logonya seperti lambang cross palang merah.

yap. lupa aku menyebutnya dengan Rumah sakit... :) hehehhe

rilham2new
April 30th, 2010, 05:13 AM
dapet info Times Books Store udah siap buka di Medan Fair n Sun Plaza Medan..
pembukaannya besok sabtu.. di kota Medan, toko buku impor yang udah ada apa aja ya?

:cheers:

Di Medan udah ada SOGO Dept. Store .... Biasanya SOGO udah include sama Books Kinnokuniya ... Tapi gak tahu kalau di Medan...

pelancong netral
April 30th, 2010, 05:53 AM
Gw pelancong dari Jakarta, belum pernah ke Paragon Semarang atau Plaza Ambarukmo (Amplas) Yogya kira kira bagus mana ?
1. Luas nya gw cari di internet hampir sama 100.000 M persegi
2. Tinggi nya menang Paragon diatas 10 lantai, amplas 8 lantai
3. Bentuk desainnya menang Paragon karena unik, Amplas biasa aja
gimana ?



Banyak kota Jateng-DIY yang dilebih-lebihkan, meugikan warga Makassar, jangan salah aku bukan orang Makassar aku orang Jakarta yang netral menurutku Makassar lebih besar dari Solo-Semarang-Yogyakarta digabungkan!!!

Lihat aja awal tahun 2010 views thread Semarang lebih sedikit 3000 views dibandingkan thread Makassar tapi pertengahan tahun 2010 views Semarang mulai menyusul hingga tinggal selisih 2000 views, 1000 views, 500 views dan akhirnya imbang!!

Setelah ada pemisahan thread Jawa dengan non Jawa akhirnya thread Semarang malah berbalik unggul dari thread Makassar dan semakin melebar selisihnya sampai 7000an views.... !!!



Ada keberpihakan moderator terhadap kota kota di Jawa, padahal kita tahu Semarang itu kecil sekali dibandingkan Makassar ??


Masak banyak yang bilang Semarang lebih besar dari Makassar ? itu bullshit Semarang itu kecil sekali hanya punya 12 gedung diatas 10 lantai, kalah dari Makassar yang punya 17 gedung diatas 10 lantai.... Gedung tertinggi di Makassar itu 26 lantai, Semarang baru 17 lantai Hotel Gumaya (aku pernah check Hotel Gumaya itu 17 lantai bukan 15 lantai tapi tetap aja kalah 10 lantai dari gedung tertinggi Makassar!!)


Makassar punya trans studio taman hiburan terbesar di dunia, KFC terbesar di dunia dan bandara internasional terbesar di asia tenggara. Ini berati Makassar lebih hebat dari Medan!!!


Mohon pertimbangkan Makassar, jangan picik!!!


Orang terkaya di Indonesia ? Bugis!! Jusuf Kalla dan Aksa Mahmud mengalahkan orang Jawa, Melayu, Sunda, Batak dsb

Orang terpandai di Indonesia ? BJ Habibie !! dan dia Bugis!!!! mengalahkan orang Jawa,Melayu, Sunda, Batak dsb

Andai Indonesia pilih Jusuf Kalla pasti NKRI lebih maju!!! jangan pikirkan masalah etnis. Aku bukan orang Bugis loh, aku orang Batak dan aku akui Bugis itu hebat, Makassar itu hebat!!!


Ayo ramai ramai lihat thread Makassar agar views nya bisa naik diatas Semarang yang jorok, kuno dan kecil

pelancong netral
April 30th, 2010, 05:54 AM
Di Medan udah ada SOGO Dept. Store .... Biasanya SOGO udah include sama Books Kinnokuniya ... Tapi gak tahu kalau di Medan...

Rilham sok ngasih data HDI di Signature nya bullshit LU!!!:lol::lol::nuts::nuts:

Prestasi Bugis vs Melayu bagus mana ? taruhan:bash::banana::banana:

rilham2new
April 30th, 2010, 06:08 AM
^^ hahaha HDI itu, kan angka rata-rata... Bukan melihat prestasi yang mencolok, iya kan???? :)

medan-visi
April 30th, 2010, 06:12 AM
sayang sekali kalau dibangun pertokoan lebih baik dibangun Medan Central Park seperti design di atas. Medan Central Park punya prospek bagus dengan konsep yang berbeda dengan pusat belanja yang lain disamping luas, terbuka serta design bangunanya secara keseluruhan sangat menarik dan elegan. Untuk masyarakat Medan konsep ini sangat diperlukan sebagai tempat wisata belanja buat keluarga dan rekreasi. Sangat disayangkan kalau jadi pertokoan lebih baik konsep Medan Central Park yang harus dikembangkan dan segera diwujudkan. Apalagi kalau kawasan disekitarnya dibuat lebih hijau rimbun akan membuat suasana lebih sejuk dan indah.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

problemnya, pembangunan gedung atau mall, harus bermasalah dengan pihak DPRD, pihak bandara, dan masyaakat setempat, kalo bangun ruko tingkat kesulitan juga tidak begitu tinggi dari segi perizinan, dan respon masyarakat juga tinggi

MegaBliz
April 30th, 2010, 07:56 AM
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

problemnya, pembangunan gedung atau mall, harus bermasalah dengan pihak DPRD, pihak bandara, dan masyaakat setempat, kalo bangun ruko tingkat kesulitan juga tidak begitu tinggi dari segi perizinan, dan respon masyarakat juga tinggi

betul juga sih...........seandainya Medan Central Park bisa terwujud sesuai dengan designnya akan memberikan warna tersendiri untuk Medan dan ada tujuan tersendiri bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Medan akan terasa berbeda dengan terwujudnya Medan Central Park ketimbang ruko-ruko. Mudah-mudahan sebagai gantinya Trans Studio Medan (menurut Bp. Chaerul Tanjung selaku CEO Para Group yang berencana akan bangun Trans Studio di Medan) akan menjadi pusat hiburan baru bagi masyarakat Sumatra Utara dan sekitarnya begitupun bagi wisatawan. Saya ingin melihat Medan sebagai kota terdepan di wilayah Indonesia Barat dapat mewakili citra pembangunan/kemajuan Indonesia melalui perwujudan kota metropolitan yang tidak kalah dengan kota-kota besar lainya di Asia. Setidaknya tidak kalah dengan kota-kota yang ada di Malaysia. Sayapun ingin melihat kota Jayapura cepat atau lambat bisa menjadi kota metropilitan yang maju yang memberikan kemakmuran untuk warganya.

laba-laba
April 30th, 2010, 08:52 AM
aku sering liad paku bumi yg gede2 di bawa ke arah jl. jamin ginting...

UMD
April 30th, 2010, 11:06 AM
Banyak kota Jateng-DIY yang dilebih-lebihkan, meugikan warga Makassar, jangan salah aku bukan orang Makassar aku orang Jakarta yang netral menurutku Makassar lebih besar dari Solo-Semarang-Yogyakarta digabungkan!!!


Apa hubungannya kemajuan pembangunan di Jateng dengan kerugian warga Makassar? Mengapa aku curiga yah bahwa anda ini di sini hanya mau memecah belah kerukunan di forum ini?



Ada keberpihakan moderator terhadap kota kota di Jawa, padahal kita tahu Semarang itu kecil sekali dibandingkan Makassar ??


Semarang dan Makassar punya thread masing masing. Jadi mengapa anda sewot?



Masak banyak yang bilang Semarang lebih besar dari Makassar ? itu bullshit Semarang itu kecil sekali hanya punya 12 gedung diatas 10 lantai, kalah dari Makassar yang punya 17 gedung diatas 10 lantai.... Gedung tertinggi di Makassar itu 26 lantai, Semarang baru 17 lantai Hotel Gumaya (aku pernah check Hotel Gumaya itu 17 lantai bukan 15 lantai tapi tetap aja kalah 10 lantai dari gedung tertinggi Makassar!!)


Besar kecilnya suatu kota bukan dari jumlah gedung tinggi.


Makassar punya trans studio taman hiburan terbesar di dunia, KFC terbesar di dunia dan bandara internasional terbesar di asia tenggara. Ini berati Makassar lebih hebat dari Medan!!!


Taman hiburan terbesar di dunia? Bandara terbesar di Asia Tenggara ada di Makassar?:ohno::bash:

Anda dapat informasi ini dari siapa? Siapapun yang memberikan informasi ngaco ini ke anda, dialah pembual paling besar di dunia...:lol:



Mohon pertimbangkan Makassar, jangan picik!!!


Orang terkaya di Indonesia ? Bugis!! Jusuf Kalla dan Aksa Mahmud mengalahkan orang Jawa, Melayu, Sunda, Batak dsb

Orang terpandai di Indonesia ? BJ Habibie !! dan dia Bugis!!!! mengalahkan orang Jawa,Melayu, Sunda, Batak dsb

Andai Indonesia pilih Jusuf Kalla pasti NKRI lebih maju!!! jangan pikirkan masalah etnis. Aku bukan orang Bugis loh, aku orang Batak dan aku akui Bugis itu hebat, Makassar itu hebat!!!


Yang picik di sini siapa? Dari awal posting anda sampai sekarang, anda cuma bisa menjelek jelekan kota lain dan mengagungkan Makassar. Lagi pula kenapa harus memecah belah antar suku bangsa di Indonesia?



Ayo ramai ramai lihat thread Makassar agar views nya bisa naik diatas Semarang yang jorok, kuno dan kecil

:bash: Ini thread Medan bukan Makassar, jadi kalau anda orang yang netral dan tau aturan, tolong jangan bajak thread ini.

medan-visi
April 30th, 2010, 11:45 AM
Apa hubungannya kemajuan pembangunan di Jateng dengan kerugian warga Makassar? Mengapa aku curiga yah bahwa anda ini di sini hanya mau memecah belah kerukunan di forum ini?




Semarang dan Makassar punya thread masing masing. Jadi mengapa anda sewot?




Besar kecilnya suatu kota bukan dari jumlah gedung tinggi.



Taman hiburan terbesar di dunia? Bandara terbesar di Asia Tenggara ada di Makassar?:ohno::bash:

Anda dapat informasi ini dari siapa? Siapapun yang memberikan informasi ngaco ini ke anda, dialah pembual paling besar di dunia...:lol:




Yang picik di sini siapa? Dari awal posting anda sampai sekarang, anda cuma bisa menjelek jelekan kota lain dan mengagungkan Makassar. Lagi pula kenapa harus memecah belah antar suku bangsa di Indonesia?




:bash: Ini thread Medan bukan Makassar, jadi kalau anda orang yang netral dan tau aturan, tolong jangan bajak thread ini.

jangan berbuat curang, dengan mengatas namakan org batak, jelas2 kamu org bugis, makanya dari ujung kaki sampai ke ujung rambut kamu besar2kan makasar. dan kalaupun skrg makasar byk hiburan, sebenarnya itu merupakan rasa iba dan simpati yang di kembalikan kepada masyarakat makasar yang selama itu haus akan hiburan bila di bandingkan dengan kota lain.
jadi dengan demikian, jangan seperti kacang lupa kulit. bandara udara makasar blm ada apa2nya, dan bukan terbesar di asia tenggara, jangan malu2in Indonesia dengan pernyataan ini.

arif doank
April 30th, 2010, 04:56 PM
jangan berbuat curang, dengan mengatas namakan org batak, jelas2 kamu org bugis, makanya dari ujung kaki sampai ke ujung rambut kamu besar2kan makasar. dan kalaupun skrg makasar byk hiburan, sebenarnya itu merupakan rasa iba dan simpati yang di kembalikan kepada masyarakat makasar yang selama itu haus akan hiburan bila di bandingkan dengan kota lain.
jadi dengan demikian, jangan seperti kacang lupa kulit. bandara udara makasar blm ada apa2nya, dan bukan terbesar di asia tenggara, jangan malu2in Indonesia dengan pernyataan ini.

jangan terpancing provokasi bodoh seperti itu broo.. dia cuma orang yang ingin menguji kita.... tidak perlu ditanggapi serius!

lagian kemajuan suatu kota adalah kebanggaan kita bersama.. gw aja yang bukan orang batak ataupun melayu medan tapi gw tetap merasa bangga akan kemajuan kota medan:)

MegaBliz
May 1st, 2010, 12:46 AM
Gw pelancong dari Jakarta, belum pernah ke Paragon Semarang atau Plaza Ambarukmo (Amplas) Yogya kira kira bagus mana ?
1. Luas nya gw cari di internet hampir sama 100.000 M persegi
2. Tinggi nya menang Paragon diatas 10 lantai, amplas 8 lantai
3. Bentuk desainnya menang Paragon karena unik, Amplas biasa aja
gimana ?

Banyak kota Jateng-DIY yang dilebih-lebihkan, meugikan warga Makassar, jangan salah aku bukan orang Makassar aku orang Jakarta yang netral menurutku Makassar lebih besar dari Solo-Semarang-Yogyakarta digabungkan!!!

Lihat aja awal tahun 2010 views thread Semarang lebih sedikit 3000 views dibandingkan thread Makassar tapi pertengahan tahun 2010 views Semarang mulai menyusul hingga tinggal selisih 2000 views, 1000 views, 500 views dan akhirnya imbang!!

Setelah ada pemisahan thread Jawa dengan non Jawa akhirnya thread Semarang malah berbalik unggul dari thread Makassar dan semakin melebar selisihnya sampai 7000an views.... !!!

Ada keberpihakan moderator terhadap kota kota di Jawa, padahal kita tahu Semarang itu kecil sekali dibandingkan Makassar ??

Masak banyak yang bilang Semarang lebih besar dari Makassar ? itu bullshit Semarang itu kecil sekali hanya punya 12 gedung diatas 10 lantai, kalah dari Makassar yang punya 17 gedung diatas 10 lantai.... Gedung tertinggi di Makassar itu 26 lantai, Semarang baru 17 lantai Hotel Gumaya (aku pernah check Hotel Gumaya itu 17 lantai bukan 15 lantai tapi tetap aja kalah 10 lantai dari gedung tertinggi Makassar!!)

Makassar punya trans studio taman hiburan terbesar di dunia, KFC terbesar di dunia dan bandara internasional terbesar di asia tenggara. Ini berati Makassar lebih hebat dari Medan!!!

Mohon pertimbangkan Makassar, jangan picik!!!

Orang terkaya di Indonesia ? Bugis!! Jusuf Kalla dan Aksa Mahmud mengalahkan orang Jawa, Melayu, Sunda, Batak dsb

Orang terpandai di Indonesia ? BJ Habibie !! dan dia Bugis!!!! mengalahkan orang Jawa,Melayu, Sunda, Batak dsb

Andai Indonesia pilih Jusuf Kalla pasti NKRI lebih maju!!! jangan pikirkan masalah etnis. Aku bukan orang Bugis loh, aku orang Batak dan aku akui Bugis itu hebat, Makassar itu hebat!!!

Ayo ramai ramai lihat thread Makassar agar views nya bisa naik diatas Semarang yang jorok, kuno dan kecil

Waaw ternyata Makssar lebih besar dari Garut (Jabar) yaah :lol:, Makassar punya gedung lantai 26 sementara Garut enggak punya dong. Sy pelancong dari Canada banyak turunan Arabnya ada sedikit turunan dari Jepang besar di German sekolah di Russia dan tinggal pp antara Tokyo dan Indonesia.

Iyaa deehh saya akui kalau Makassar lebih kecil dari New York :lol:

panic everyday
May 2nd, 2010, 04:27 PM
Waaw ternyata Makssar lebih besar dari Garut (Jabar) yaah :lol:, Makassar punya gedung lantai 26 sementara Garut enggak punya dong. Sy pelancong dari Canada banyak turunan Arabnya ada sedikit turunan dari Jepang besar di German sekolah di Russia dan tinggal pp antara Tokyo dan Indonesia.

Iyaa deehh saya akui kalau Makassar lebih kecil dari New York :lol:

^^
hahahahaha lucu ya

DJ_Archuleta
May 2nd, 2010, 06:20 PM
Di Medan ada proyek gedung tinggi lagi yg masih dalam tahap U/C??

laba-laba
May 2nd, 2010, 06:27 PM
Di Medan ada proyek gedung tinggi lagi yg masih dalam tahap U/C??

nop. On Hold semua.

yang tertinggi sekarang lagi di bangun Hermes hotel 14 lantai sesuai IMB nya.

Wilz
May 3rd, 2010, 11:21 AM
^^ ada donk bro... Kuala Namu kan project juga... project besar malah.. :D

laba-laba
May 3rd, 2010, 03:14 PM
^^ ada donk bro... Kuala Namu kan project juga... project besar malah.. :D

dia tanya gedung tinggi om :)

MegaBliz
May 4th, 2010, 12:42 AM
Rekan-rekan, mau tanya Bandara International Kuala Namu ke Medan jaraknya berapa kilometer yah? ada enggak sekitar 60 km an, kemungkinan besar dibuat jalan tol juga kan dari Medan ke Kuala Namu.

Salam

MegaBliz
May 4th, 2010, 02:55 AM
Mau tanya lagi "Hillpark Theme Park Greenhill Medan" berapa jaraknya dari pusat kota Medan. Sepertinya "Hillpark Theme Park Greenhill" bakal terus diperluas yaa (lihat dari photo yang saya liat di Medan Ku tanah yang dibelakangnya sedang diratakan).

"Hillpark Theme Park Greenhill" sepertinya akan menjadi Ancol nya Medan hanya bedanya tidak dipinggir pantai kan.

Wilz
May 4th, 2010, 05:48 AM
^^ kalo mau harep HillPark jadi kayak Ancol (mungkin maksud anda Dufan) saya rasa masih jauh banget..
pengusaha yg investasi di Medan kesannya kurang greget.. tanggung2.. proyeknya ngga pernah yg mega2 proyek.. padahal di Medan pasarnya cukup bagus, jumlah penduduk Kota Medan malah imbang dengan penduduk Kuala Lumpur, cuma mungkin daya belinya aja yg agak beda hehehehe..

hildalexander
May 9th, 2010, 05:12 PM
Ada proyek baru di Jl Setiabudi, Boulevard Epicentrum namanya... siapa pengembangnya ya? tak terdeteksi nih... mohon info

laba-laba
May 10th, 2010, 03:15 AM
Ada proyek baru di Jl Setiabudi, Boulevard Epicentrum namanya... siapa pengembangnya ya? tak terdeteksi nih... mohon info

tepatnya di jl. Dr mansyur.. sepertinya kompleks ruko juga. udah land clearing, Rendering sudah ada di areal tersebut. Mungkin nanti bisa aku cari infonya...

Ohy a. Tanah luas sebelah nomensen itu akan di bangun "JATI JUNCTION"
one stop market modren. Food and store..
no highrise building.

Taditisa
May 10th, 2010, 05:15 AM
aku sering liad paku bumi yg gede2 di bawa ke arah jl. jamin ginting...

Yang gw tau ada proyek di Daerah simalingkar "Sumatra Resor" lokasinya di dalam bekas hotel tersebut akan di bangun Gereja GBI, Kabarnya Kapasitas 7Ribu, saat ini sedang pemancangan.

hildalexander
May 10th, 2010, 10:41 AM
tepatnya di jl. Dr mansyur.. sepertinya kompleks ruko juga. udah land clearing, Rendering sudah ada di areal tersebut. Mungkin nanti bisa aku cari infonya...

Ohy a. Tanah luas sebelah nomensen itu akan di bangun "JATI JUNCTION"
one stop market modren. Food and store..
no highrise building.

bang laba-laba, terima kasih banyak atas bantuannya ya...

oya di tengah kota juga ada lahan idle yang sudah dipagari seng warna biru. lumayan luas lahannya....akan dibangun apakah itu?

YB_Murty
May 11th, 2010, 02:40 AM
Halo medan... saya dari semarang.

Wah Medan hebat, sudah mulai melangkah menuju Metropolitan di wilayah barat. Dan saya berharap 10 tahun ke depan sudah dapat menghabisi Kuala Lumpur... Kenapa tidak?
Saya sudah berkunjung ke medan bulan Agustus tahun lalu, dan sempat menikmati medan dari ketinggian 20 lantai dari tempat saya menginap di Swiss Bell- Medan... wow... serasa hampir sendirian di ketinggian itu, tapi terlihat kejauhan beberapa teman pencakar langit lainnya yang mulai bermunculan. Memanglah Polonia, yang menyebabkan gedung2 Medan tidak seperti Jakarta, tapi sebentar lagi pasti akan bermunculan bagai jamur di musim hujan.

Dan tentu saja Kualanamu.... wwoooowwww keren banget, 60 km di luar Medan, dengan begitu Medan bisa punya kesempatan dibangun Quartet Tower menyaingi KL. Saya memang sempatkan juga mengunjungi Kualanamu Project dan sempet meninjau masterplan-nya,... sip banget, apa lagi akan dibangun rail road seperti KL-KLIA (Jakarta-CGK belom ada loh-masih direncanakan-duluan mana sih?). Ke depan Kualanamu punya 2 Runway dengan track lebih dari 3000m,... Bayangkan, betapa iritnya kalo penerbangan internasional ke barat ga perlu lagi nambah BBM di KLIA atau Bangkok, cukup transit di Medan sembari nambah penumpang dan muatan trus take off ke Mumbai atau Dubai dan Eropa... mengirit devisa kan?..
Dan juga Belawan... saya kira sudah tak perlu tunggu waktu lama lagi, sikat habis saja pelabuhan container Malaysia (Port Klang-kabarnya dikembangkan terus hingga berkekuatan 100 G Crane), kenapa tidak? pokoknya untuk wilayah Barat, kita serahkan Medan untuk menghabisi KL dan Malaysia, dan Wilayah Tengah (Riau kepulauan dengan Batam sebagai generatornya dapet jatahnya menghabisi Singapore,... awas saingan ketatnya adalah Johor-malaysia). Dan urusan Timur Surabaya dan Makasar mencegat Australia dan Pasifik.
Kalo sudah gitu kerjaan Jakarta jadi Enteng untuk bersaing dengan Hongkong, Beijing, Taipeh, Seoul dan Tokio... Dan semarang, kotaku tercinta tinggal duduk manis, cukup membangun real estate yang ditengahnya kombinasi antara lapangan golf-bandara-pelabuhan kapal pesiar dan Rumah super mewah. Tiap rumah punya aproon dan hanggar yang berisi jet pribadi. dari apron ada taxi way berkelok2 diantara lapangan golf menuju runway. Di tengah real estate itu ada kolam pelabuhan yang berisi kapal dan perahu pesiar mewah, dan tentu saja ada sungai yang cukup lebar yang menghubungkan kolam pelabuhan dan laut lepas.... hahahaha.... semua pulau kan terarungi lewat darat, laut dan udara,.. ga pake antri tiket di loket, ga pakai check in, ga pake jadwal telat... semua cepat dan nyaman..... Gludaaakkk... jatuh dari tempat tidur nih...
But Horas Medan, selamat dan sukses, Maju terus benahi Kota dan menjadi terdepan di wilayah Barat.:banana::banana::banana:

laba-laba
May 11th, 2010, 03:23 AM
bang laba-laba, terima kasih banyak atas bantuannya ya...

oya di tengah kota juga ada lahan idle yang sudah dipagari seng warna biru. lumayan luas lahannya....akan dibangun apakah itu?

uhm.. yang di depan crystall squre itu ya ? kurang tau juga. Ada yang bilang pihak Hermes untuk membangun Officebuilding. Karena daerah tersebut diperuntukan office/hotel/apartement.
Mudah2an highrise yang nunggu kualanamu slesai.
Kalau didaerah2 tersebut ada 2 lahan yang on hold. Satu milik Santika Hotel ( seberang grand paladium) satu nya lagi tersangkut masalah warisan bangunan tua yang dipugar untuk membangun hotel tersebut.

ehh emang mbak hilda lagi dmn ni ?

laba-laba
May 11th, 2010, 03:45 AM
Halo medan... saya dari semarang.

Wah Medan hebat, sudah mulai melangkah menuju Metropolitan di wilayah barat. Dan saya berharap 10 tahun ke depan sudah dapat menghabisi Kuala Lumpur... Kenapa tidak?
Saya sudah berkunjung ke medan bulan Agustus tahun lalu, dan sempat menikmati medan dari ketinggian 20 lantai dari tempat saya menginap di Swiss Bell- Medan... wow... serasa hampir sendirian di ketinggian itu, tapi terlihat kejauhan beberapa teman pencakar langit lainnya yang mulai bermunculan. Memanglah Polonia, yang menyebabkan gedung2 Medan tidak seperti Jakarta, tapi sebentar lagi pasti akan bermunculan bagai jamur di musim hujan.

Dan tentu saja Kualanamu.... wwoooowwww keren banget, 60 km di luar Medan, dengan begitu Medan bisa punya kesempatan dibangun Quartet Tower menyaingi KL. Saya memang sempatkan juga mengunjungi Kualanamu Project dan sempet meninjau masterplan-nya,... sip banget, apa lagi akan dibangun rail road seperti KL-KLIA (Jakarta-CGK belom ada loh-masih direncanakan-duluan mana sih?). Ke depan Kualanamu punya 2 Runway dengan track lebih dari 3000m,... Bayangkan, betapa iritnya kalo penerbangan internasional ke barat ga perlu lagi nambah BBM di KLIA atau Bangkok, cukup transit di Medan sembari nambah penumpang dan muatan trus take off ke Mumbai atau Dubai dan Eropa... mengirit devisa kan?..
Dan juga Belawan... saya kira sudah tak perlu tunggu waktu lama lagi, sikat habis saja pelabuhan container Malaysia (Port Klang-kabarnya dikembangkan terus hingga berkekuatan 100 G Crane), kenapa tidak? pokoknya untuk wilayah Barat, kita serahkan Medan untuk menghabisi KL dan Malaysia, dan Wilayah Tengah (Riau kepulauan dengan Batam sebagai generatornya dapet jatahnya menghabisi Singapore,... awas saingan ketatnya adalah Johor-malaysia). Dan urusan Timur Surabaya dan Makasar mencegat Australia dan Pasifik.
Kalo sudah gitu kerjaan Jakarta jadi Enteng untuk bersaing dengan Hongkong, Beijing, Taipeh, Seoul dan Tokio... Dan semarang, kotaku tercinta tinggal duduk manis, cukup membangun real estate yang ditengahnya kombinasi antara lapangan golf-bandara-pelabuhan kapal pesiar dan Rumah super mewah. Tiap rumah punya aproon dan hanggar yang berisi jet pribadi. dari apron ada taxi way berkelok2 diantara lapangan golf menuju runway. Di tengah real estate itu ada kolam pelabuhan yang berisi kapal dan perahu pesiar mewah, dan tentu saja ada sungai yang cukup lebar yang menghubungkan kolam pelabuhan dan laut lepas.... hahahaha.... semua pulau kan terarungi lewat darat, laut dan udara,.. ga pake antri tiket di loket, ga pakai check in, ga pake jadwal telat... semua cepat dan nyaman..... Gludaaakkk... jatuh dari tempat tidur nih...
But Horas Medan, selamat dan sukses, Maju terus benahi Kota dan menjadi terdepan di wilayah Barat.:banana::banana::banana:


Wow, terima kasih atas review tentang kota medannya. Di tunggu foto-foto nya yaa..

Kalau saya menilai seandainya KualaNamu selesai 10 tahun lalu. Bagaimana sudah bentuk kota medan sekarang. Kemungkinan lebih maju dari sekarang itu pasti bisa. Tapi yah gimana ya, life must go on...

Untuk mengalahkan KL kita butuh SDM dan SDA yang gede. Kalau 2 itu terpenuhi, bisa aja kita awalnya menyamai KL, setelah itu mendahului KL
AMIN...

hildalexander
May 11th, 2010, 05:47 AM
uhm.. yang di depan crystall squre itu ya ? kurang tau juga. Ada yang bilang pihak Hermes untuk membangun Officebuilding. Karena daerah tersebut diperuntukan office/hotel/apartement.
Mudah2an highrise yang nunggu kualanamu slesai.
Kalau didaerah2 tersebut ada 2 lahan yang on hold. Satu milik Santika Hotel ( seberang grand paladium) satu nya lagi tersangkut masalah warisan bangunan tua yang dipugar untuk membangun hotel tersebut.

ehh emang mbak hilda lagi dmn ni ?

kebetulan minggu lalu traveling ke Medan, Langsa, Kuala Simpang, Lhokseumawe, Banda, Sabang, Penang, S'pore. Saya shoot property2 baru, eksisting, dan idle....dalm format video.

Oya, konsep Merdeka Walknya bagus sekali, lebih efektif mentrigger partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan fungsi public corner....two thumbs up

laba-laba
May 11th, 2010, 06:08 AM
kebetulan minggu lalu traveling ke Medan, Langsa, Kuala Simpang, Lhokseumawe, Banda, Sabang, Penang, S'pore. Saya shoot property2 baru, eksisting, dan idle....dalm format video.

Oya, konsep Merdeka Walknya bagus sekali, lebih efektif mentrigger partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan fungsi public corner....two thumbs up

yahh bukanya hubungin anakmuda nya disini... hehehe

pengkonsep merdeka walk sekarang lg di bui. Dan banyak juga yg protes ama keberadaan merdeka walk oleh2 para mantan pejuang karena merubah masa lalu penuh sejarang..

cerita2 lagi la tentang medan :)

YB_Murty
May 11th, 2010, 12:04 PM
Wow, terima kasih atas review tentang kota medannya. Di tunggu foto-foto nya yaa..

Kalau saya menilai seandainya KualaNamu selesai 10 tahun lalu. Bagaimana sudah bentuk kota medan sekarang. Kemungkinan lebih maju dari sekarang itu pasti bisa. Tapi yah gimana ya, life must go on...

Untuk mengalahkan KL kita butuh SDM dan SDA yang gede. Kalau 2 itu terpenuhi, bisa aja kita awalnya menyamai KL, setelah itu mendahului KL
AMIN...

Yang kurang apa sih... lha wong dulu aja kita lebih di depan kok dibanding KL. Soekarno Hatta saja lebih dulu dai KLIA, ekonomi dan SDM kita juga dulunya lebih unggul. Jadi Jelaslah SDM kita sudah ada, SDA apalagi... masalahnya kita semua pernah terpuruk akibat resesi ekonomi 1998 dan kita memang parah banget ketika itu.... tapi jangan lupa peristiwa 1998 itu merupakan perubahan yang bersifat menyeluruh dari A sampai Z. Lihat India, terus terang saya sangat keder sejak 1970an... Gandhi punya pengaruh luar biasa dan menjadikan India walau pelan tapi pasti.... dan sekarang? jangan tanya lagi. Andai negeri kita sabar dan tabah kayak India, pasti kita sekarang sudah sejajar dengan Jepang dan kita tak begitu terpuruk di 1998. Ekonomi kita sebenarnya kuat sekali, lihatlah berapa banyakkah uang yang telah dicetak BI? saya tebak pasti jumlah lembarnya sama dengan jenis uang yang dicetak Amerika. Bedanya nilai uang mereka lebih tinggi dari kita ribuan kali, padahal awalnya pernah sama,... artinya yang kita alami sekarang adalah posisi tawar kita yang masih rendah dibanding Amerika dan Eropa serta Asia Timur (Jepang). Lalu apakah yang bisa menaikan nilai Tawar? Jawabnya sebenarnya mudah: Ketika kita bisa punya pengaruh dan peranan di tingkat internasional, maka posisi mata uang kita akan naik. Peranan itu diberbagai bidang.
Ingin sekali suatu ketika, gaji kita semua tak pernah naik lagi, tapi APBN selalu naik dan harga2 secara rupiah selalu turun dan disitulah kemakmuran kita.

laba-laba
May 11th, 2010, 12:33 PM
Yang kurang apa sih... lha wong dulu aja kita lebih di depan kok dibanding KL. Soekarno Hatta saja lebih dulu dai KLIA, ekonomi dan SDM kita juga dulunya lebih unggul. Jadi Jelaslah SDM kita sudah ada, SDA apalagi... masalahnya kita semua pernah terpuruk akibat resesi ekonomi 1998 dan kita memang parah banget ketika itu.... tapi jangan lupa peristiwa 1998 itu merupakan perubahan yang bersifat menyeluruh dari A sampai Z. Lihat India, terus terang saya sangat keder sejak 1970an... Gandhi punya pengaruh luar biasa dan menjadikan India walau pelan tapi pasti.... dan sekarang? jangan tanya lagi. Andai negeri kita sabar dan tabah kayak India, pasti kita sekarang sudah sejajar dengan Jepang dan kita tak begitu terpuruk di 1998. Ekonomi kita sebenarnya kuat sekali, lihatlah berapa banyakkah uang yang telah dicetak BI? saya tebak pasti jumlah lembarnya sama dengan jenis uang yang dicetak Amerika. Bedanya nilai uang mereka lebih tinggi dari kita ribuan kali, padahal awalnya pernah sama,... artinya yang kita alami sekarang adalah posisi tawar kita yang masih rendah dibanding Amerika dan Eropa serta Asia Timur (Jepang). Lalu apakah yang bisa menaikan nilai Tawar? Jawabnya sebenarnya mudah: Ketika kita bisa punya pengaruh dan peranan di tingkat internasional, maka posisi mata uang kita akan naik. Peranan itu diberbagai bidang.
Ingin sekali suatu ketika, gaji kita semua tak pernah naik lagi, tapi APBN selalu naik dan harga2 secara rupiah selalu turun dan disitulah kemakmuran kita.

betul itu semua kok om..
tapi ingat masih ada jakarta yg menjadi prioritas pembangunan, dan kota2 lainnya di jawa...

medan-visi
May 11th, 2010, 06:39 PM
Yang kurang apa sih... lha wong dulu aja kita lebih di depan kok dibanding KL. Soekarno Hatta saja lebih dulu dai KLIA, ekonomi dan SDM kita juga dulunya lebih unggul. Jadi Jelaslah SDM kita sudah ada, SDA apalagi... masalahnya kita semua pernah terpuruk akibat resesi ekonomi 1998 dan kita memang parah banget ketika itu.... tapi jangan lupa peristiwa 1998 itu merupakan perubahan yang bersifat menyeluruh dari A sampai Z. Lihat India, terus terang saya sangat keder sejak 1970an... Gandhi punya pengaruh luar biasa dan menjadikan India walau pelan tapi pasti.... dan sekarang? jangan tanya lagi. Andai negeri kita sabar dan tabah kayak India, pasti kita sekarang sudah sejajar dengan Jepang dan kita tak begitu terpuruk di 1998. Ekonomi kita sebenarnya kuat sekali, lihatlah berapa banyakkah uang yang telah dicetak BI? saya tebak pasti jumlah lembarnya sama dengan jenis uang yang dicetak Amerika. Bedanya nilai uang mereka lebih tinggi dari kita ribuan kali, padahal awalnya pernah sama,... artinya yang kita alami sekarang adalah posisi tawar kita yang masih rendah dibanding Amerika dan Eropa serta Asia Timur (Jepang). Lalu apakah yang bisa menaikan nilai Tawar? Jawabnya sebenarnya mudah: Ketika kita bisa punya pengaruh dan peranan di tingkat internasional, maka posisi mata uang kita akan naik. Peranan itu diberbagai bidang.
Ingin sekali suatu ketika, gaji kita semua tak pernah naik lagi, tapi APBN selalu naik dan harga2 secara rupiah selalu turun dan disitulah kemakmuran kita.

__________________________________________________________________________________

Indonesia bukan kurang SDM, bangsa indonesia juga gak kalah cerdas dengan bangsa lain. Problemnya, bangsa indonesia blm mampu berlapang dada, itulah problemnya, karena setiap ada pembangunan, selalu saja ada pro dan kontra. Memang pro dan kontra adalah hal2 yang wajar, namun yang bikin Indonesia gak bisa maju adalah sikap kontranya yang berlebihan, sifat inilah yang selalu menghambat para pahlawan pembangunan. Dulu Penjajahan Belanda dan Jepang adalah penjajah yang selalu menghalangi kebebasan dan kemerdekaan kita, Zaman skrg, sifat kontra dari bangsa kita sendiri yang tanpa mereka sadari telah mengambil posisi dan sikap sebagai penjajah yang telah menghambat pahlawan2 pembangunan yang ada di negara kita ini, di kota kita ini (Medan).

Saya contohkan saja, kontra yang terbesar atas pembangunan JW Marriot, Cambrige, Aston city hall, Paladium, Royal Resident apartement, Merdeka walk, system BOT Plaza Medan Fair, dll, semua itu datang dari Pihak DPRD, yang menentang dan mempersulit dan selalu bikin pusing para investor 2.

pertanyaannya, siapkah pahlawan pembangunan saat ini?
Siapakah penjajah yang selalu mengikat kebebasan dan kemerdekaan kemajuan suatu daerah ?

medan-visi
May 12th, 2010, 05:33 AM
__________________________________________________________________________________

Indonesia bukan kurang SDM, bangsa indonesia juga gak kalah cerdas dengan bangsa lain. Problemnya, bangsa indonesia blm mampu berlapang dada, itulah problemnya, karena setiap ada pembangunan, selalu saja ada pro dan kontra. Memang pro dan kontra adalah hal2 yang wajar, namun yang bikin Indonesia gak bisa maju adalah sikap kontranya yang berlebihan, sifat inilah yang selalu menghambat para pahlawan pembangunan. Dulu Penjajahan Belanda dan Jepang adalah penjajah yang selalu menghalangi kebebasan dan kemerdekaan kita, Zaman skrg, sifat kontra dari bangsa kita sendiri yang tanpa mereka sadari telah mengambil posisi dan sikap sebagai penjajah yang telah menghambat pahlawan2 pembangunan yang ada di negara kita ini, di kota kita ini (Medan).

Saya contohkan saja, kontra yang terbesar atas pembangunan JW Marriot, Cambrige, Aston city hall, Paladium, Royal Resident apartement, Merdeka walk, system BOT Plaza Medan Fair, dll, semua itu datang dari Pihak DPRD, yang menentang dan mempersulit dan selalu bikin pusing para investor 2.

pertanyaannya, siapkah pahlawan pembangunan saat ini?
Siapakah penjajah yang selalu mengikat kebebasan dan kemerdekaan kemajuan suatu daerah ?

===================================================================

Contoh terbaru :)

Analisa, rabu 12 Mei 2010,
PLTA ASAHAN I TAK BEROPERASI SEBELUM AMDAL KELUAR.

Pihak DPR menginstruksikan pemberhentian pengoperasian PLTA ASAHAN I, yang mengakibatkan dilematis dari pihak pengelolah PLTA I, PT. Bajra Daya Swana, karena pihak PT. Bajra Daya Swana dlm pengurusan amdal juga di persulit selama ini, sedangkan DPR juga menginstruksikan perhentian operasi PLTA I Tersebut.

Komentar :
Seharusnya DPR mempermudah dan serta mempertanyaakan, kenapa proses pengurusan AMDAL di persulit, apalgi ini adalah proyek untuk khalayak ramai, dimana saat ini Sumut sangat tergantung akan pasokan listrik. dan bukan malah memberi instruksi perberhentian pengoperasian.

Inilah yang saya maksud dengan sikap penjajah, yang senantiasa menjajah kebebasan untuk maju, kebebasan untuk menjadi lebih baek, untuk kemajuan suatu daerah maupun suatu kota. :bash:

MegaBliz
May 12th, 2010, 06:01 AM
===================================================================

Contoh terbaru :)

Analisa, rabu 12 Mei 2010,
PLTA ASAHAN I TAK BEROPERASI SEBELUM AMDAL KELUAR.

Pihak DPR menginstruksikan pemberhentian pengoperasian PLTA ASAHAN I, yang mengakibatkan dilematis dari pihak pengelolah PLTA I, PT. Bajra Daya Swana, karena pihak PT. Bajra Daya Swana dlm pengurusan amdal juga di persulit selama ini, sedangkan DPR juga menginstruksikan perhentian operasi PLTA I Tersebut.

Komentar :
Seharusnya DPR mempermudah dan serta mempertanyaakan, kenapa proses pengurusan AMDAL di persulit, apalgi ini adalah proyek untuk khalayak ramai, dimana saat ini Sumut sangat tergantung akan pasokan listrik. dan bukan malah memberi instruksi perberhentian pengoperasian.

Inilah yang saya maksud dengan sikap penjajah, yang senantiasa menjajah kebebasan untuk maju, kebebasan untuk menjadi lebih baek, untuk kemajuan suatu daerah maupun suatu kota. :bash:

lha namanya aja DPR = "Dewan Persulit Rakyat" ditempat lain DPR = "Dewan Pengumpul Rupiah" .......... kalau AMDAL = "Asal Masuk Duit Akan Lancar" begitulah bro jadi jangan heran :lol:

rilham2new
May 12th, 2010, 06:05 AM
__________________________________________________________________________________

Indonesia bukan kurang SDM, bangsa indonesia juga gak kalah cerdas dengan bangsa lain. Problemnya, bangsa indonesia blm mampu berlapang dada, itulah problemnya, karena setiap ada pembangunan, selalu saja ada pro dan kontra. Memang pro dan kontra adalah hal2 yang wajar, namun yang bikin Indonesia gak bisa maju adalah sikap kontranya yang berlebihan, sifat inilah yang selalu menghambat para pahlawan pembangunan. Dulu Penjajahan Belanda dan Jepang adalah penjajah yang selalu menghalangi kebebasan dan kemerdekaan kita, Zaman skrg, sifat kontra dari bangsa kita sendiri yang tanpa mereka sadari telah mengambil posisi dan sikap sebagai penjajah yang telah menghambat pahlawan2 pembangunan yang ada di negara kita ini, di kota kita ini (Medan).


sangat2 setuju

Rilhamnew
May 12th, 2010, 03:17 PM
Medan kalah jauh dari Bandung, sekarang di Bandung ada pembangunan 10 gedung tinggi hotel dan apartemen diatas 10 lantai, Medan hanya ada pembangunan 5 gedung itupun macet semua!!! Cewek Bandung itu cantik jelita kulit putih bersih seksi, cewek Medan ? udah bangkotan semua hahahaha

Mimihitam
May 12th, 2010, 03:20 PM
Medan kalah jauh dari Bandung, sekarang di Bandung ada pembangunan 10 gedung tinggi hotel dan apartemen diatas 10 lantai, Medan hanya ada pembangunan 5 gedung itupun macet semua!!! Cewek Bandung itu cantik jelita kulit putih bersih seksi, cewek Medan ? udah bangkotan semua hahahaha

Wew kok menyaru jadi bang rilham sekarang :D gak cape-cape mas?

Balaputradewa
May 12th, 2010, 03:49 PM
BTW..hari ini kan Pilwakot Medan nih..:banana: siapapun pemenangnya, mudah2an bakal membawa Kota Medan lebih berkualitas kedepannya !! :)

ninno98
May 13th, 2010, 08:04 AM
Medan kalah jauh dari Bandung, sekarang di Bandung ada pembangunan 10 gedung tinggi hotel dan apartemen diatas 10 lantai, Medan hanya ada pembangunan 5 gedung itupun macet semua!!! Cewek Bandung itu cantik jelita kulit putih bersih seksi, cewek Medan ? udah bangkotan semua hahahaha

Sorry OOT...dah muak soalnya

Mau saran nih...bisa nggak pak moderator menelusuri identitas nih orang...kalo cuman di banned dia bisa bikin account lagi....

di forum sebelah ada kok kasus penipuan jual beli yang bisa ditelusuri sampai ketemu siapa orangnya ini contoh linknya http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2806032, bahkan ada kasus penipuan sampai moderator forum tersebut menemui sang penipu untuk menyelesaikan kasusnya atau akan dibawa kepengadilan dengan memakai UU IT (ngikutin kasus ini kayak detektif conan deh...)

seandainya moderator jago IT bisa tuh dicari biang keroknya trus ntar kita hajar aja rame2 aja biar kapok trus suruh minta maaf ke forum semarang, solo, pekanbaru, medan bandung dll

DJ_Archuleta
May 15th, 2010, 03:50 PM
Isuzu Sales Operation - Medan

http://farm4.static.flickr.com/3158/2930876933_46600f7e57_o.jpg

Status: Proposal

Dibangun di atas site memanjang ke belakang, bangunan ini mewadahi fungsi terintegrasi sebagai showroom, kantor perwakilan cabang, dan bengkel. Dan juga sebagai lokasi penyimpanan untuk unit-unit mobil yang belum terjual, alias sebagai storage.
Dengan fungsi sebanyak ini (dan lahan yang tidak cukup luas), maka diputuskan untuk menempatkan unit storage di lantai dua, di bagian belakang kantor. Mobil-mobil dinaikkan ke lantai dua menggunakan lift mobil.
Gubahan massa didasarkan pada bentuk "S" dari logo Isuzu... karena dari semua huruf yang ada, hanya huruf ini yang cukup playable. Kalau pakai huruf U, bentuk akhirnya tidak akan jauh dari yang sudah-sudah. Kurang unik. Apalagi kalau pakai "I"...
Massa dasar ini kemudian diolah dengan paduan olahan geometris atap pelana khas bangunan tradisional Indonesia, memberikan kesan futuristik, tapi tetap down to earth.
Gubahan massa ini diaplikasikan pada area showroom, untuk menarik perhatian khalayak ramai.
Pemilihan warna merah juga didasarkan pada corporate image dari Isuzu.

http://arch-ranggapanji.blogdrive.com/

laba-laba
May 17th, 2010, 05:11 AM
hermes hotel (right ) and leaf hotel ( left)
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/19/600x600/97/hermes-lief.jpg?et=YEanVlzBdrlq9FcKvhdfAw&nmid=51229036

laba-laba
May 17th, 2010, 05:24 AM
tepatnya di jl. Dr mansyur.. sepertinya kompleks ruko juga. udah land clearing, Rendering sudah ada di areal tersebut. Mungkin nanti bisa aku cari infonya...

Ohy a. Tanah luas sebelah nomensen itu akan di bangun "JATI JUNCTION"
one stop market modren. Food and store..
no highrise building.

ini gambarnya

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/17/jatijuntion.jpg?et=rdTAB3EELFOHEJ6tqr%2CL1w&nmid=119631823

lahannya
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/18/jatijuntion2.jpg?et=OhJf6TlP%2BO%2CRWYXt5OKKqQ&nmid=119631823

sayang gak ada highrise

Ampelio
May 17th, 2010, 08:25 AM
^^Iya, sayang gak ada highrise-nya... padahal B&G tower perlu "temen" tuh yg paling gak sama tingginya supaya gak lama2 nongol sendirian.

laba-laba
May 17th, 2010, 09:37 AM
^^Iya, sayang gak ada highrise-nya... padahal B&G tower perlu "temen" tuh yg paling gak sama tingginya supaya gak lama2 nongol sendirian.

mudah2an DGC secepatnya nemanin BGTower

hildalexander
May 17th, 2010, 10:00 AM
^^ Jati Junction itu lifestyle center khusus F n B ya Bang Laba2?

laba-laba
May 17th, 2010, 10:13 AM
^^ Jati Junction itu lifestyle center khusus F n B ya Bang Laba2?

F n B itu apa ?

abel77
May 17th, 2010, 12:08 PM
F n B itu apa ?

F & B : Food & Beverage (Makanan dan Minuman)
kaya di Citos gitu bang Laba-laba

medan-visi
May 17th, 2010, 06:09 PM
ini gambarnya

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/17/jatijuntion.jpg?et=rdTAB3EELFOHEJ6tqr%2CL1w&nmid=119631823

lahannya
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/18/jatijuntion2.jpg?et=OhJf6TlP%2BO%2CRWYXt5OKKqQ&nmid=119631823

sayang gak ada highrise

========================================================================

lebih sayang lagi kalo uda bangun gedung tinggi, tetapi tar DPRD minta di rubuhkan, jadi jangan heran, kalo investor medan uda pada ambil posisi aman saja, cukup bangun ruko. habis DPRD tidak pernah mau dukung pembangunan, tetapi selalu mempersulit pembangunan.

laba-laba
May 18th, 2010, 03:39 AM
kata partner KP saya, yang disebelah nomensen katanya mw ekstension si nomensennya... mw ada 10 lantai katanya....

tapi ndak tau emang bener yang lagi dikosongin itu atau gedung yang sudah ada dikembangkan. Tadinya sempat mw KP di proyek nomensen itu karna kontraktornya orang dalam hahahaha :banana:

Gambarnya ini
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/19/nomensen.jpg?et=zrChAND8jb78l0AzMR6mqg&nmid=119631823

ohh ya.. cuman 6 lantai saja, bukan 10 lantai.

laba-laba
May 21st, 2010, 03:27 AM
Maren rencana ku mau jepret Plank AMDAL Polonia center. ehhh tadi pagi aku liad ude gak ada... hahahahaha

Aucostar
May 21st, 2010, 05:24 AM
Highway Sepanjang 90 KM Akan Dibangun di Sumut
Medan, (Analisa)

Jalan bebas hambatan atau Highway akan dibangun di Sumatera Utara sepanjang lebih kurang 90 kilometer melintasi tiga wilayah Kabupaten meliputi Deli Serdang, Tanah Karo dan Simalungun.

Demikian dikatakan anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba SH MM kepada wartawan di Bandara Polonia Medan, Rabu (19/5) sesaat akan bertolak ke Jakarta bersama rombongan dari Pemprovsu dan elemen masyarakat untuk bertemu Menteri PU Joko Kirmanto di Jakarta.

Menurutnya, realisasi pembangunan highway itu mulai dianggarkan Departemen Pekerjaan Umum (PU) dalam APBN 2010 untuk detail engineering design atau detail desain teknik. Pembangunan higway yang rencana anggarannya secara multi years itu sebagai jalan poros membuka akses ekonomi pertanian dan pariwisata daerah di kawasan dataran tinggi Danau Toba.

"Kita bersama-sama dengan Bappeda Provsu akan bertemu dengan Menteri PU di Jakarta hari ini. Waktu pertemuan dengan Menteri di Kantor DPD RI beberapa bulan lalu kita sudah menyampaikan rencana ini dalam rangka mensukseskan Pesta Danau Toba dan arus kunjungan wisatawan di kawasan Danau Toba di masa-masa mendatang," kata Parlindungan.

Lebih lanjut dikatakan Parlindungan Purba, visibility study untuk rencana highway itu sudah dibuat pemerintah pusat, kemudian disusul dengan pembuatan detail engineering desain yang dianggarkan dalam APBN 2010.

Jalan highway itu nantinya akan melalui kawasan seluas 2000 meter persegi yang di dalamnya merupakan daerah yang selama ini menjadi kantong-kantong produksi pertanian.

Selama daerah ini terisolir karena akses jalan yang digunakan moda angkutan penumpang maupun barang selama ini tidak melintasi daerah itu baik melalui jalan negara Medan-Tebing Tinggi- Siantar - Parapat maupun jalan lingkar Medan-Kabanjahe-Merek-Parapat

"Kalau ini jadi, banyak multiplier effectnya. Satu sisi bisa mengurai kemacetan akibat penumpukan di jalan lintas Medan-TebingTinggi-Siantar dan Medan-Kabanjahe-Merek. Kemudian, higway itu bisa melintasi wilayah pedalaman di tiga kabupaten yang dilalui itu sehingga aspek ekonomi bisa terbuka. Kemudian highway itu nanti untuk jalan pariwisata. Karena bisa mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Medan menuju Parapat menjadi 1,5 jam dari kondisi saat ini lebih kurang 3 jam," katanya.

"Kita berharap, pemerintah dalam hal ini Departemen PU segera menyiapkan anggaran agar cepat terealisasi. Bisa saja proyeknya dianggarkan secara multi years dua atau tiga tahun yang penting akan ada akses jalan pariwisata dan pertanian yang lebih cepat dan nyaman," katanya. (msm)

Balaputradewa
May 23rd, 2010, 05:54 PM
^^ sudah seharusnya..mengingat kondisi sekarang ud mendesak, selalu macet dan padat apalagi weekend atau hari2 libur :bash:

laba-laba
May 27th, 2010, 11:21 AM
Maren rencana ku mau jepret Plank AMDAL Polonia center. ehhh tadi pagi aku liad ude gak ada... hahahahaha

hari ini lagi dibuat pagar balenho.. ( apa sih namanya ya )

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/20/mongonsidi.jpg?et=4wAyPpI%2C8QQ50DbvHGnBlQ&nmid=119631823

laba-laba
May 27th, 2010, 12:00 PM
proyek ini lagi dikerjakan, keseluruhan tampilan bangunan sudah 80%

Rumah Sakit Martha Friska
http://hbarchiteam.com/slide/im/martha_1.jpg

di kawasan kompleks mutatuli indah. Tapi diseberang sungainya..

ini progress nya
http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/21/DSCN0214.jpg?et=9ohFWVqFmOr02gxaHpyz9g&nmid=119631823

Dewi Melayu
May 27th, 2010, 04:26 PM
Maaf, bisa minta list 7 gedung tertinggi di Medan dan berapa lantainya? atau email ke : dewimelayu@yahoo.co.id

laba-laba
May 29th, 2010, 03:50 AM
hari ini lagi dibuat pagar balenho.. ( apa sih namanya ya )

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/20/mongonsidi.jpg?et=4wAyPpI%2C8QQ50DbvHGnBlQ&nmid=119631823

namanya " HERMES PLACE" POLONIA.

The first and the biggest lifestyle mall in medan. north sumatra.

ude ada rendering di lokasi. Tadi pagi aku ambil fotonya, tapi error, ntar siang lagi.. sabar2 ya...


no highrise building... karena sebelahan dengan bandara Polonia.

Rencana awal lahan ini untuk Polonia Center, apartement, hotel, officebuilding and mall

anja sadiqa
May 29th, 2010, 05:30 AM
GW LAG BARU JA PULANG DARI MEDAN, TP NDAK LAMA DISANA KARENA ADA KEPRLUAN KANTOR, GW LIAT MANG BANYAK CRANE2 DI MEDAN YANG LAGI ON AIR. KY' RADIO JA YA

laba-laba
June 1st, 2010, 05:14 AM
HERMES PLACE POLONIA

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/22/hermesplacepolonia2.jpg?et=m4UonOLLfISSf4Fahvwnwg&nmid=119631823

Cuman poto ini doang yang tersisa. besok2 mo coba potoin lagi.


website nya www.hermesplacepolonia.com underconstruction

Aucostar
June 1st, 2010, 11:48 AM
^^
wah ad XXI :)
d daerah dkt mana bgn poloniany?

laba-laba
June 1st, 2010, 05:31 PM
^^
wah ad XXI :)
d daerah dkt mana bgn poloniany?

jln mongonsidi.
Ujung jalan mongonsidi ini masuk ke kawasan polonia...
hermes ini yang punya cambridge apartement dan hermes hotel.

blangpadang1610
June 1st, 2010, 06:03 PM
bang.. hermes palace itu nama hotel di banda aceh.. yang punya nya sama nih kayaknya.. trus dia juga bikin hotel lagi yah di medan.. namanya juga hermes palace..

blangpadang1610
June 1st, 2010, 06:05 PM
HERMES PLACE POLONIA

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/22/hermesplacepolonia2.jpg?et=m4UonOLLfISSf4Fahvwnwg&nmid=119631823

Cuman poto ini doang yang tersisa. besok2 mo coba potoin lagi.


website nya www.hermesplacepolonia.com underconstruction

bang laba.. hermes palace itu nama hotel di banda aceh.. yang punya nya sama nih kayaknya.. trus dia juga bikin hotel lagi yah di medan.. namanya juga hermes palace..

laba-laba
June 1st, 2010, 08:08 PM
bang laba.. hermes palace itu nama hotel di banda aceh.. yang punya nya sama nih kayaknya.. trus dia juga bikin hotel lagi yah di medan.. namanya juga hermes palace..

yap.. itu hermes palace di banda aceh. Dibangun bebarengan dengan cambridge apartement.

Yang di medan ini hermes place...

next project nya di medan membuat office building...

Aucostar
June 2nd, 2010, 02:40 AM
^^
saya coba buka websiteny kok gk bs ya?

Aucostar
June 2nd, 2010, 02:41 AM
dp

laba-laba
June 2nd, 2010, 03:30 AM
^^
saya coba buka websiteny kok gk bs ya?

iya lom siap kalik, dan harus pakek "www".
tuh webdesigner nya oon juga, domain tanpa www ndak di aliaskan juga...

Kayaknya ampir sama dengan jati junction itu. Tapi disini ada permainan air, convention hall, dll...

SuaraRakyat
June 3rd, 2010, 08:30 AM
Ada foto terbaru buat interior grand aston yang di merdeka walk ga?




_________________________________________________________________
For a quick movie review, click here:
http://movgoers.blogspot.com/

bbq
June 3rd, 2010, 07:05 PM
Dari hasil Googling "Hermes Place Medan" ketemu foto-foto berikut. Kayaknya ini rendering awalnya (tahun 2009).
Sekedar info: lahan proyek ini berbentuk trapesium diliat dari Google Maps.

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwNC5qcGc.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwMy5qcGc.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwMl8wLmpwZw.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwMV8wLmpwZw.jpg

Sumber: www.designinternational.com/hermes-place?type=sector&bc=Mixed%20Use&id=10

Dazon
June 3rd, 2010, 07:47 PM
http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwMy5qcGc.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwMl8wLmpwZw.jpg


Great pedestrian, great spot to hangout!

twenty-first-floor
June 4th, 2010, 02:59 AM
Dari hasil Googling "Hermes Place Medan" ketemu foto-foto berikut. Kayaknya ini rendering awalnya (tahun 2009).
Sekedar info: lahan proyek ini berbentuk trapesium diliat dari Google Maps.

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwNC5qcGc.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwMy5qcGc.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwMl8wLmpwZw.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/aGVybWVzXzAwMV8wLmpwZw.jpg

Sumber: www.designinternational.com/hermes-place?type=sector&bc=Mixed%20Use&id=10

yg ini keren banget!:cheers:

tp klo rendering akhirnya malah jd kyk yg di bawah ini?

HERMES PLACE POLONIA

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/22/hermesplacepolonia2.jpg?et=m4UonOLLfISSf4Fahvwnwg&nmid=119631823

website nya www.hermesplacepolonia.com underconstruction

:ohno::ohno::ohno:

laba-laba
June 4th, 2010, 03:34 AM
Rencana awal mereka membangun mixedused , apartement, hotel, office, mall..

Karena dilarang ama ADBAN Polonia bangun tinggi2, yah mereka merubah strategi kurasa..

Apa boleh buat laa...

Aucostar
June 4th, 2010, 10:37 PM
^^
y elaaa jd mkn jelek... semoga pake rendering yg 2009....
:)

Balaputradewa
June 5th, 2010, 09:58 AM
perasaan rendering 2009-nya juga gak tinggi2 amat-kan dibandingin JW Marriot?? tapi mungkin karena letaknya di Polonia kali ya jadi bermasalah :(

Wilz
June 7th, 2010, 03:38 PM
Halo medan... saya dari semarang.

Wah Medan hebat, sudah mulai melangkah menuju Metropolitan di wilayah barat. Dan saya berharap 10 tahun ke depan sudah dapat menghabisi Kuala Lumpur... Kenapa tidak?
Saya sudah berkunjung ke medan bulan Agustus tahun lalu, dan sempat menikmati medan dari ketinggian 20 lantai dari tempat saya menginap di Swiss Bell- Medan... wow... serasa hampir sendirian di ketinggian itu, tapi terlihat kejauhan beberapa teman pencakar langit lainnya yang mulai bermunculan. Memanglah Polonia, yang menyebabkan gedung2 Medan tidak seperti Jakarta, tapi sebentar lagi pasti akan bermunculan bagai jamur di musim hujan.

Dan tentu saja Kualanamu.... wwoooowwww keren banget, 60 km di luar Medan, dengan begitu Medan bisa punya kesempatan dibangun Quartet Tower menyaingi KL. Saya memang sempatkan juga mengunjungi Kualanamu Project dan sempet meninjau masterplan-nya,... sip banget, apa lagi akan dibangun rail road seperti KL-KLIA (Jakarta-CGK belom ada loh-masih direncanakan-duluan mana sih?). Ke depan Kualanamu punya 2 Runway dengan track lebih dari 3000m,... Bayangkan, betapa iritnya kalo penerbangan internasional ke barat ga perlu lagi nambah BBM di KLIA atau Bangkok, cukup transit di Medan sembari nambah penumpang dan muatan trus take off ke Mumbai atau Dubai dan Eropa... mengirit devisa kan?..
Dan juga Belawan... saya kira sudah tak perlu tunggu waktu lama lagi, sikat habis saja pelabuhan container Malaysia (Port Klang-kabarnya dikembangkan terus hingga berkekuatan 100 G Crane), kenapa tidak? pokoknya untuk wilayah Barat, kita serahkan Medan untuk menghabisi KL dan Malaysia, dan Wilayah Tengah (Riau kepulauan dengan Batam sebagai generatornya dapet jatahnya menghabisi Singapore,... awas saingan ketatnya adalah Johor-malaysia). Dan urusan Timur Surabaya dan Makasar mencegat Australia dan Pasifik.
Kalo sudah gitu kerjaan Jakarta jadi Enteng untuk bersaing dengan Hongkong, Beijing, Taipeh, Seoul dan Tokio... Dan semarang, kotaku tercinta tinggal duduk manis, cukup membangun real estate yang ditengahnya kombinasi antara lapangan golf-bandara-pelabuhan kapal pesiar dan Rumah super mewah. Tiap rumah punya aproon dan hanggar yang berisi jet pribadi. dari apron ada taxi way berkelok2 diantara lapangan golf menuju runway. Di tengah real estate itu ada kolam pelabuhan yang berisi kapal dan perahu pesiar mewah, dan tentu saja ada sungai yang cukup lebar yang menghubungkan kolam pelabuhan dan laut lepas.... hahahaha.... semua pulau kan terarungi lewat darat, laut dan udara,.. ga pake antri tiket di loket, ga pakai check in, ga pake jadwal telat... semua cepat dan nyaman..... Gludaaakkk... jatuh dari tempat tidur nih...
But Horas Medan, selamat dan sukses, Maju terus benahi Kota dan menjadi terdepan di wilayah Barat.:banana::banana::banana:

Yang kurang apa sih... lha wong dulu aja kita lebih di depan kok dibanding KL. Soekarno Hatta saja lebih dulu dai KLIA, ekonomi dan SDM kita juga dulunya lebih unggul. Jadi Jelaslah SDM kita sudah ada, SDA apalagi... masalahnya kita semua pernah terpuruk akibat resesi ekonomi 1998 dan kita memang parah banget ketika itu.... tapi jangan lupa peristiwa 1998 itu merupakan perubahan yang bersifat menyeluruh dari A sampai Z. Lihat India, terus terang saya sangat keder sejak 1970an... Gandhi punya pengaruh luar biasa dan menjadikan India walau pelan tapi pasti.... dan sekarang? jangan tanya lagi. Andai negeri kita sabar dan tabah kayak India, pasti kita sekarang sudah sejajar dengan Jepang dan kita tak begitu terpuruk di 1998. Ekonomi kita sebenarnya kuat sekali, lihatlah berapa banyakkah uang yang telah dicetak BI? saya tebak pasti jumlah lembarnya sama dengan jenis uang yang dicetak Amerika. Bedanya nilai uang mereka lebih tinggi dari kita ribuan kali, padahal awalnya pernah sama,... artinya yang kita alami sekarang adalah posisi tawar kita yang masih rendah dibanding Amerika dan Eropa serta Asia Timur (Jepang). Lalu apakah yang bisa menaikan nilai Tawar? Jawabnya sebenarnya mudah: Ketika kita bisa punya pengaruh dan peranan di tingkat internasional, maka posisi mata uang kita akan naik. Peranan itu diberbagai bidang.
Ingin sekali suatu ketika, gaji kita semua tak pernah naik lagi, tapi APBN selalu naik dan harga2 secara rupiah selalu turun dan disitulah kemakmuran kita.

saya suka analisa anda.. :cheers:

tapi kita perlu realistis, negara kita dilanda krisis multidimensi..
sangat susah mengubah paradigma sebuah negara di mata dunia internasional..
sejauh ini saya melihat, yg berhasil melakukan ini hanyalah China, tapi taukah kita kalau china sudah habis dana dan tenaga yg sangat sangat banyak hingga mereka bisa mencapai posisi sekarang ini, dulu china sebuah negara yg terisolasi, sekarang bisa menjelma menjadi negara yg sangat unggul di bidang pariwisata, militer, perdagangan, olahraga, pendidikan, perindustrian, bahkan sudah masuk di bidang antariksa..

tapi tidak dapat dipungkiri, indonesia punya peluang menuju kesana, indonesia salah satu anggota G20 (yg notabene 20 negara paling 'kaya' di dunia) malaysia, thailand, bahkan singapura saja tidak masuk..

selain itu, pasar domestik di indo juga cukup besar.. sensus penduduk tahun 2010 ini saya rasa hasilnya tidak akan di bawah 300 juta jiwa..

saya rasa, jika indonesia mau melangkah lebih cepat, benahi dulu pejabat2 kita, saya sungguh prihatin, dari atas hingga ke bawah, semuanya kerjanya amburadul.. dan satu hal lagi, saya tidak begitu yakin kalau generasi yg akan datang kerjanya bisa lebih baik..

walaupun begitu, negara yg kita cintai ini, walaupun pelan, sudah menuju ke arah yg lebih baik..

laba-laba
June 9th, 2010, 06:30 AM
CBD POLONIA

Project by Multatuli Group

di iklankan di koran analisa tgl 9-5-2010 beserta lowongan kerja untuk proyek tersebut.

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/31/1200x1200/25/mulatuligroup.jpg?et=weYjbkA9ErWrUNCdB5nnpA&nmid=53639857

nb. baru liad dalam undangannya, dan judulnya di undangan itu CBD POLONIA :)

twenty-first-floor
June 10th, 2010, 03:41 AM
Unknow Project by Multatuli Group

di iklankan di koran analisa tgl 9-5-2010 beserta lowongan kerja untuk proyek tersebut.

http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/31/1200x1200/25/mulatuligroup.jpg?et=weYjbkA9ErWrUNCdB5nnpA&nmid=53639857

mungkin ga sih itu rendering cuma untuk 'ajang penarik perhatian' aja?

bagunan yg garis-garis di sebelah pojok kiri bawah, itu kayak gudang-gudang atau komplek pabrik, masa mau langsung dibangun di samping area komersial yang isinya mall, apartemen highrise, hotel.. ga nyambung aja..
just my tought tough.. :cheers:

laba-laba
June 10th, 2010, 10:52 AM
mungkin ga sih itu rendering cuma untuk 'ajang penarik perhatian' aja?

bagunan yg garis-garis di sebelah pojok kiri bawah, itu kayak gudang-gudang atau komplek pabrik, masa mau langsung dibangun di samping area komersial yang isinya mall, apartemen highrise, hotel.. ga nyambung aja..
just my tought tough.. :cheers:

namanya CBD POLONIA

:) brarti masih lama :) kekeke but great news :)

Wilz
June 11th, 2010, 08:29 AM
^^ pertama liat iklan itu, kaget juga.. semoga aja jadi dibangun..
soalnya iklan setengah halaman di analisa habis puluhan juta lho..
moso ada org kurang kerjaan yg buang2 duit puluhan juta.. :)

laba-laba
June 11th, 2010, 09:11 AM
^^ pertama liat iklan itu, kaget juga.. semoga aja jadi dibangun..
soalnya iklan setengah halaman di analisa habis puluhan juta lho..
moso ada org kurang kerjaan yg buang2 duit puluhan juta.. :)

di kantor ku terlihat undangan bergambarkan maket tersebut.
berjudul CBD POLONIA....
gak sempat maren bukanya :) ada si bos sih hehehehe...

yang penting sudah ada yg ber niat bersungguh2 dengan proyek CBD di ex polonia.

inside_us
June 11th, 2010, 01:25 PM
good job for Medan...go terus...

michael2088
June 11th, 2010, 07:21 PM
mungkin ga sih itu rendering cuma untuk 'ajang penarik perhatian' aja?

bagunan yg garis-garis di sebelah pojok kiri bawah, itu kayak gudang-gudang atau komplek pabrik, masa mau langsung dibangun di samping area komersial yang isinya mall, apartemen highrise, hotel.. ga nyambung aja..
just my tought tough.. :cheers:

td siang mampir ke launching nya, jadi nah yg garis 2 pojok kiri bawah itu deretan ruko2, yg bakalan dibangun duluan. lokasinya terletak dideket wongsolo. yg rendering sebelah kanan itu airport polonia cuma ilustrasi aja.

laba-laba
June 12th, 2010, 04:14 AM
sayang benar areal ex polonia di bangun ruko :bash:

Aucostar
June 12th, 2010, 06:28 AM
^^
iya.... =.=
itu sama aja dngn boong...
sia2 bandara polonia dipindah...

Wilz
June 14th, 2010, 08:36 AM
^^
hahaha.. ujung2nya ruko juga... cape deh...
pengusaha property di medan apa ngga bisa bangun gedung lain selain ruko ya??? haiz...

blinkblink
June 14th, 2010, 10:35 AM
^^
hahaha.. ujung2nya ruko juga... cape deh...
pengusaha property di medan apa ngga bisa bangun gedung lain selain ruko ya??? haiz...

:lol: mirip orang korea kalo lagi marah atau jengkel

medan-visi
June 14th, 2010, 04:44 PM
:lol: mirip orang korea kalo lagi marah atau jengkel

=====================================================================

Pembangunan Gedung di Medan selalu di persulit oleh Pejabat setempat, Oleh DPRD, selalu saja ada masalah, kalo bangun ruko, biasanya gampang terjual, harga tinggi, tingkat kesulitan rendah..


Bang laba2, hermes place itu di jalan mana percisnya?

Sebagai informasi baru, Medan bakalan ada tambahan Hotel berlantai 12, di jalan Iman bonjol, simpang maulana lubis, depan lapangan Benteng.

lahan tersebut sudah di pagarin dan sudah di pasang IMB dengan ketinggian 12 lantai, dgn 3 lantai basement

laba-laba
June 15th, 2010, 03:15 AM
=====================================================================

Pembangunan Gedung di Medan selalu di persulit oleh Pejabat setempat, Oleh DPRD, selalu saja ada masalah, kalo bangun ruko, biasanya gampang terjual, harga tinggi, tingkat kesulitan rendah..


Bang laba2, hermes place itu di jalan mana percisnya?

Sebagai informasi baru, Medan bakalan ada tambahan Hotel berlantai 12, di jalan Iman bonjol, simpang maulana lubis, depan lapangan Benteng.

lahan tersebut sudah di pagarin dan sudah di pasang IMB dengan ketinggian 12 lantai, dgn 3 lantai basement

Hermes place itu di jalan mongonsidi, pas sekali di depan komplek Masdulhak.

Yap. Lahan untuk peruntukan Hotel Santika sudah di pagari dan sudah ada IMB nya di peruntukan untuk hotel setinggi 12 lantai. Kita lihat saja nanti nama hotelnya apa.

oh ya. untuk gedung Ex Harian analisa sudah mulai di kerjakan. Dibangun penambahan gedung setinggi 6 lantai. Crane nya udah mulai naik.

medan-visi
June 15th, 2010, 06:23 AM
Hermes place itu di jalan mongonsidi, pas sekali di depan komplek Masdulhak.

Yap. Lahan untuk peruntukan Hotel Santika sudah di pagari dan sudah ada IMB nya di peruntukan untuk hotel setinggi 12 lantai. Kita lihat saja nanti nama hotelnya apa.

oh ya. untuk gedung Ex Harian analisa sudah mulai di kerjakan. Dibangun penambahan gedung setinggi 6 lantai. Crane nya udah mulai naik.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Bang laba2, ex gedung analisa itu di bangun 6 lantai atau dari ex. lima lantai gedung lama di topping up 6 lantai lagi?

laba-laba
June 15th, 2010, 06:25 AM
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Bang laba2, ex gedung analisa itu di bangun 6 lantai atau dari ex. lima lantai gedung lama di topping up 6 lantai lagi?

kurang tau, kalo di topping lagi gak kuat seperti bangunan lama.
ada lahan kosong disebelah gedung lama. mungkin akan di bangun di situ.
keliatan gedung lama tidak di robohkan kan...

laba-laba
June 16th, 2010, 08:50 AM
ini analisa


http://images.medanphoto.multiply.com/image/1/photos/50/600x600/23/analisa.jpg?et=rQNUqZQbeVrk7C86B5OtgA&nmid=119631823

crane nya pun imut amat .... hahahahaha
keliatan lahan kosong disebelahnya. ude di kerok dan banyak pekerja di situ..

azkaaisyah
June 16th, 2010, 10:45 AM
boss, ane mau tanya nih.. katanya di Jalan Iskandarmuda No 39 A, Medan, ada rencana mau dibangun Universitas Pelita Bangsa.. ada yang tau boss.. progressnya dilapangan... thanks
Bravo Medan

:banana::cheers:

bang.idan
June 16th, 2010, 11:01 AM
yg ini keren banget!:cheers:

tp klo rendering akhirnya malah jd kyk yg di bawah ini?



:ohno::ohno::ohno:

^^
info dari kontraktor yg di hermes hotel, untuk di polonia tahap awal pak hermes mau bangun water boom dl..

azkaaisyah
June 16th, 2010, 11:13 AM
^^
info dari kontraktor yg di hermes hotel, untuk di polonia tahap awal pak hermes mau bangun water boom dl..

rencananya mau dibangun dimana boss lokasinya untuk water boom?

Makin megah aja nih medan.. bravo medan..:banana:

azkaaisyah
June 16th, 2010, 11:15 AM
Hermes place itu di jalan mongonsidi, pas sekali di depan komplek Masdulhak.

Yap. Lahan untuk peruntukan Hotel Santika sudah di pagari dan sudah ada IMB nya di peruntukan untuk hotel setinggi 12 lantai. Kita lihat saja nanti nama hotelnya apa.

oh ya. untuk gedung Ex Harian analisa sudah mulai di kerjakan. Dibangun penambahan gedung setinggi 6 lantai. Crane nya udah mulai naik.

boss.. untuk gedung ex harian analisa mau dibikin apa boss... jadi gedung apa sekarang?

thanks

laba-laba
June 16th, 2010, 11:15 AM
rencananya mau dibangun dimana boss lokasinya untuk water boom?

Makin megah aja nih medan.. bravo medan..:banana:

di Hermes Place Polonia itu... di mongonsidi.

Besok2 aku sempatin deh ambil poto gambar 3d maketnya di pagarnya...
keren sihh gambarnya...

laba-laba
June 16th, 2010, 11:20 AM
boss.. untuk gedung ex harian analisa mau dibikin apa boss... jadi gedung apa sekarang?

thanks

Gedung yg di bangun sekarang adalah benar2 gedung Ex Analisa yang di renovasi oleh pihak Analisa juga.
Sekarang mereka lagi menempati gedung Ex Bank ntah hapa lupa... ( dah lama kali ).
Ntah gak tau mau di bangun ato ndak..

bbq
June 16th, 2010, 04:01 PM
bung laba-laba, hari Selasa kemarin baca koran "Analisa" ada berita bahwa Perumnas bakal bangun 4 tower rusunami masin-masing berlantai 16 di kawasan kompleks Asia Mega Mas awal tahun 2011 yah? lokasinya di lahan rusun yang sekarang kabarnya, jadi rusun yang lama bakal dirobohkan. sekarang ini sedang diurus ijinnya juga sedang disosialisasikan kepada penghuni rusun di sana (untuk relokasi mereka) yah?

mohon konfirmasinya ... thank's

azkaaisyah
June 18th, 2010, 06:09 AM
Gedung yg di bangun sekarang adalah benar2 gedung Ex Analisa yang di renovasi oleh pihak Analisa juga.
Sekarang mereka lagi menempati gedung Ex Bank ntah hapa lupa... ( dah lama kali ).
Ntah gak tau mau di bangun ato ndak..

thank bang laba laba.. boleh tau ngga yah siapa yg design dan bangun gedung itu yah.. ???:cheers:

inside_us
June 19th, 2010, 10:08 AM
kapan lagi ya Medan membangun gedung bertingkat di atas 20 lantai