View Full Version : PIDIE ( BUMI EMPING MELINJO )


anja sadiqa
June 21st, 2010, 06:54 AM
Kabupaten Pidi adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Aceh, Namun anehnya Kabupaten Pidi tidak mencantumkan nama aceh diawal sebutan daerahnya. Kabupaten Pidi terletak di belahan pantai timur aceh tepatnya pada ruas jalan Banda Aceh Medan dengan Batas-batas Timur dengan Pidi Jaya ( Hasil Pemekaran dari Kabupaten Pidi ), Barat dengan Aceh Besar, Selatan dengan Aceh Jaya dan Aceh Barat dan Utara dengan Selat Malaka. Kabupaten Pidi dengan Ibukota Sigli terkenal dengan Emping melinjo ( Kerupuk Meulieng ), disamping itu Kabupaten Pidi juga terkenal karena dari asal muasal pemberontakan Aceh Merdeka dimana Alm. T. Hasan Ditiro pertama sekali mendeklarasikan perjuangannya digunung Pidi.:bash:

anja sadiqa
June 21st, 2010, 07:27 AM
http://img31.imageshack.us/img31/6892/foto025fo.jpg

KANTOR BANK BPD ACEH TEPAT DI PUSAT KOTA ATAU DISAMPING BUNDARAN MESJID BESAR SIGLI

anja sadiqa
June 21st, 2010, 07:33 AM
http://img266.imageshack.us/img266/2536/foto000g.jpg

BANK BNI SIGLI

anja sadiqa
June 21st, 2010, 08:23 AM
Mon, Jun 21st 2010, 13:05
12 Iblis Terkurung di Tubuh Wanita Korban Santet
* Lima Berhasil Dikeluarkan
Pidie
SIGLI - Seorang perempuan bernama Nurul Ilmi (30), penduduk Kemukiman Langga, Kecamatan Sakti, Pidie dilaporkan telah empat tahun lebih sakit akibat pengaruh 12 iblis yang terkurung di tubuhnya. Iblis itu sendiri dimasukkan oleh seorang dukun berinisial Is (57), sebagaimana pengakuan sang dukun dalam surat pernyataan kepada Imum Mukim Langga, T Sulaiman Bugis. Is berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Suami Nurul Ilmi bernama Ismail Yusuf secara khusus mendatangi Biro Serambi/Prohaba di Sigli, Minggu (20/6). Ismail mengatakan, istrinya sudah empat tahun lebih sakit akibat diguna-guna oleh Is yang juga warga setempat. Kini Is sudah menghilang dari kampung.

Sebelum menghilang, Is membuat surat pernyataan/pengakuan yang ikut ditandatangani Imum Mukim Langga T Sulaiman Bugis. Dalam surat tersebut Is mengaku melakukan santet terhadap Nurul Ilmi dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan itu. Namun kenyataannya, Nurul Ilmi masih tetap diganggu makhluk halus tersebut. Ismail Yusuf mengatakan, sebenarnya dia tak percaya dengan santet. tetapi ketika membawa istrinya berobat secara medis yang mengalami keluhan sakit perut hingga mengeluarkan darah kotor, ternyata hasil pemeriksaan dokter tidak ada gejala apapun di dalam perut istrinya. “Anehnya istri saya sering sakit perut yang luar biasa,” tutur Ismail.

Berobat ke ‘ahli’
Dari pengobatan secara medis, Nurul Ilmi dibawa ke orang ahli yang pandai mengusir makhlus halus. Alhasil, dari beberapa orang ahli yang mengobati istrinya terungkap, Nurul terkena guna-guna oleh dukun kampung. “Iblis yang menguasai istri saya mengatakan yang menyantet adalah Is,” ungkap Ismail. Menurut anjuran para ahli, iblis itu harus dikeluarkan oleh Is selaku orang yang memasukkannya.

Atas anjuran itu, pada 17 Juni 2010, Ismail menjemput Is di rumahnya. Pada hari itu, Is mengambil bungkusan di dalam tanah yang diduga dia yang menanam sebagai persyaratan santet. Masyarakat nyaris saja menghabisi Is ketika melihat kenyataan tersebut. Untung saja anggota Polsek Sakti cepat berada di lokasi. “Is langsung diamankan. Namun kini dia sudah tak ada lagi di kampung. Sebelum menghilang, Is sempat membuat surat pernyataan yang disampaikan kepada Imum Mukim Langga, T Sulaiman Bugis,” ujar Ismail sambil memperlihatkan surat pernyataan kepada wartawan.

Tujuh iblis lagi
Menurut Ismail, berdasarkan keterangan orang ahli yang mengobati istrinya, ada 12 iblis yang dimasukkan oleh penyantet ke tubuh Nurul. Dari jumlah itu, lima di antaranya sudah berhasil diusir, sedangkan sisanya hanya mampu dilakukan oleh Is. Sayangnya, kini Is sudah menghilang dari kampung. Meski demikian Ismail tetap berharap agar Is bisa kembali untuk mengobati istrinya. Ismail mengatakan, jika Is takut pulang ke kampung karena emosi masyarakat, maka tak masalah kalau pun harus minta pengamanan di Mapolsek Sakti. “Biar saya yang membawa istri saya ke Mapolsek. Yang penting iblis itu bisa diusir semuanya, dan dia bisa sembuh,” ujar Ismail penuh harap.(naz)

Balaputradewa
June 21st, 2010, 09:26 AM
wkkk lucu bener julukan-nya "Bumi Emping Melinjo" :bash: gak ada positioning lain yah??

Bala cuma sekedar kasih masukkan aja nih :), perlu diketahui bahwa:

Terdapat kesalahan tulis, nama yang benar adalah Kabupaten Pidie.
Sekarang tidak ada lagi istilah Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II, termasuk Kotamadya. Sudah ditinggalkan sejak 11 tahun lalu (UU No.22 Tahun 1999), yang dipakai saat ini adalah istilah Provinsi, Kabupaten dan Kota.
Kalo pake kata2 "Bumi" sebaiknya diikuti branding yg prestisius, agung n elegan. Seperti Bumi Sriwijaya, Bumi Lancang Kuning, Bumi Ruwa Jurai, Bumi Flobamora dan Bumi Cendrawasih. Bisa diambil dari motto/prinsip daerah, kejayaan masa lalu, tokoh/pahlawan dan sesuatu yg monumental dll.
Kalo mau pake "Emping Melinjo" mungkin lebih tepatnya menggunakan kata "kota atau kabupaten". Seperti Kota Pempek (bukan Bumi Pempek), Kota Gudeg (bukan Bumi Gudeg), Kota Batik (bukan Bumi Batik) Kota Udang (bukan Bumi Udang) dan Kabupaten Lada.
Penggunaan "quote" ditujukan untuk mengutip suatu hal dari sumber lain, jadi kayaknya kurang tepat kalau digunakan sebagai media informasi/judul gambar.

anja sadiqa
June 23rd, 2010, 08:37 AM
Mon, Jun 21st 2010, 10:53
Pabrik Rotan Beroperasi Akhir Tahun Ini
Ekonomi | Bisnis
SIGLI - Pabrik Rotan di Desa Bambi Peunayong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Pemerintah Kabupaten Pidie akan melibatkan penyertaan modal pihak ketiga untuk mewujudkan rencana tersebut. Wakil Bupati Pidie, Nazir Adam, mengatakan, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk penyertaan modal awal menghidupkan industri rotan tersebut. “Kita inginkan setelah launching, pabrik rotan terus berjalan dan jangan sampai terhenti karena itu membutuhkan dana modal awal lagi,” katanya di Sigli, Minggu (20/6).

Ia mengharapkan, adanya pabrik rotan di Pidie dapat menjadi pemasukan pendapatan untuk daerah. Tentunya untuk menampung ratusan tenaga kerja di Pidie dan menjadi denyut peningkatan ekonomi masyarakat Pidie khususnya. Cuma kendalanya dana dari daerah minim sehingga perlu penyertaan modal dari pihal lain. “Nantinya akan ditempatkan salah seorang penanggungjawab di pabrik rotan tersebut di bawah kewenangan Pemkab Pidie. Sehingga dapat dipantau langsung kemajuannya. Sedangkan bahan baku rotan dipastikan melimpah dari sejumlah hutan di Pidie,” katanya.

Sebelumnya Kepala Disperindagkop Kabupaten Pidie, H Said Mulyadi SE, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelatihan tenaga teknis industri rotan yang dipersiapkan dari Cirebon. Pelatihan berlangsung dari tanggal 13-17 April di pusatpengembangan industri rotan Pidie di bawah bimbingan tenaga teknis dari Departemen Perindustrian. Ke-25 tenaga teknis yang dilatih tersebut nantinya akan ditempatkan di pusat pengembangan industri mebel rotan terbesar di Aceh. Industri tersebut akan segera dioperasikan pada bulan ini dan diharapkan mampu menampung ratusan tenaga kerja setempat.

“Kita sudah mempersiapkan tenaga teknis agar nantinya dapat mengoperasikan industri mebel tersebut,” sebut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pidie, Said Mulyadi, SE, Minggu. Katanya, pusat pengembangan industri mebel rotan yang dibangun di Pidie dimulai sejak tahun 2007 yang menyedot anggaran sekitar Rp 3 Miliar dari APBA dan mesinnya bantuan langsung dari Departemen Perindustrian. Sejauh ini pihaknya masih terkendala biaya operasional, sedangkan secara teknis sudah siap seluruhnya mulai dari kapasitas mesin produksi hingga bahan baku. “Tinggal biaya operasional yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pusat industri mebel rotan tersebut. Dananya sudah diajukan ke Pemkab provinsi senilai Rp 500 juta,” sebut dia.(aya)

anja sadiqa
June 23rd, 2010, 08:38 AM
^^Mon, Jun 21st 2010, 10:53
Pabrik Rotan Beroperasi Akhir Tahun Ini
Ekonomi | Bisnis
SIGLI - Pabrik Rotan di Desa Bambi Peunayong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Pemerintah Kabupaten Pidie akan melibatkan penyertaan modal pihak ketiga untuk mewujudkan rencana tersebut. Wakil Bupati Pidie, Nazir Adam, mengatakan, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk penyertaan modal awal menghidupkan industri rotan tersebut. “Kita inginkan setelah launching, pabrik rotan terus berjalan dan jangan sampai terhenti karena itu membutuhkan dana modal awal lagi,” katanya di Sigli, Minggu (20/6).

Ia mengharapkan, adanya pabrik rotan di Pidie dapat menjadi pemasukan pendapatan untuk daerah. Tentunya untuk menampung ratusan tenaga kerja di Pidie dan menjadi denyut peningkatan ekonomi masyarakat Pidie khususnya. Cuma kendalanya dana dari daerah minim sehingga perlu penyertaan modal dari pihal lain. “Nantinya akan ditempatkan salah seorang penanggungjawab di pabrik rotan tersebut di bawah kewenangan Pemkab Pidie. Sehingga dapat dipantau langsung kemajuannya. Sedangkan bahan baku rotan dipastikan melimpah dari sejumlah hutan di Pidie,” katanya.

Sebelumnya Kepala Disperindagkop Kabupaten Pidie, H Said Mulyadi SE, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelatihan tenaga teknis industri rotan yang dipersiapkan dari Cirebon. Pelatihan berlangsung dari tanggal 13-17 April di pusatpengembangan industri rotan Pidie di bawah bimbingan tenaga teknis dari Departemen Perindustrian. Ke-25 tenaga teknis yang dilatih tersebut nantinya akan ditempatkan di pusat pengembangan industri mebel rotan terbesar di Aceh. Industri tersebut akan segera dioperasikan pada bulan ini dan diharapkan mampu menampung ratusan tenaga kerja setempat.

“Kita sudah mempersiapkan tenaga teknis agar nantinya dapat mengoperasikan industri mebel tersebut,” sebut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pidie, Said Mulyadi, SE, Minggu. Katanya, pusat pengembangan industri mebel rotan yang dibangun di Pidie dimulai sejak tahun 2007 yang menyedot anggaran sekitar Rp 3 Miliar dari APBA dan mesinnya bantuan langsung dari Departemen Perindustrian. Sejauh ini pihaknya masih terkendala biaya operasional, sedangkan secara teknis sudah siap seluruhnya mulai dari kapasitas mesin produksi hingga bahan baku. “Tinggal biaya operasional yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pusat industri mebel rotan tersebut. Dananya sudah diajukan ke Pemkab provinsi senilai Rp 500 juta,” sebut dia.(aya)

Val_project
June 24th, 2010, 08:31 AM
aceh makin eksis... :thumb:
tp kok Pidi? Bukannya Pidie ya? Hehe... Setiap manusia pasti punya kesalahan kecil dan besar....

Val_project
June 24th, 2010, 08:33 AM
http://img31.imageshack.us/img31/6892/foto025fo.jpg



wow! BANK BPD nya keren! Di Langsa mah kecil... Ditunggu pic2 sigli lainnya... :D

anja sadiqa
June 25th, 2010, 06:08 AM
http://img340.imageshack.us/img340/4154/foto0002am.jpg

KUBURAN MASSAL TSUNAMI PIDIE.

anja sadiqa
June 25th, 2010, 06:10 AM
aceh makin eksis... :thumb:
tp kok Pidi? Bukannya Pidie ya? Hehe... Setiap manusia pasti punya kesalahan kecil dan besar....
__________________
iya benar s x val, seharusnya pidie.... bukan pidi. dengan demikian kesalahan sudah diralat.

anja sadiqa
July 1st, 2010, 05:13 AM
http://www.serambinews.com/files/photos/medium/5536885845f5a40f3443ef266820ab4778680fc1.jpg
Fri, Jun 25th 2010, 08:55
Lintasan Beureunuen-Meulaboh Amblas
* Arus Transportasi Terancam Lumpuh
Pidie


Badan jalan nasional lintasan Beurenun-Meulaboh di kawasan Lhok Riman, Kecamatan Mane, Pidie, ambruk ke sungai. Meski sudah diberi rambu, namun kondisi tersebut sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas terutama pada malam hari. Foto direkam, Kamis (24/6) SERAMBI/M NAZAR
SIGLI - Sepanjang 20 meter badan jalan provinsi di lintasan Beureunuen-Meulaboh di kawasan Krueng Meriam (Pidie), amblas sejak seminggu terakhir. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan arus lalu lintas di jalur tengah itu terancam lumpuh total, karena badan hanya tinggal sekitar dua meter. Konon lagi, kondisi tanah di pinggir jalan gembur dan mudah runtuh. Pantauan Serambi, Rabu (23/6), di sekitar jalan amblas selebar sekitar tiga meter itu telah dipasangi police line untuk menghindari kecelakaan.

Selain jalan amblas, beberapa titik juga ditemukan tumpukan tanah bercampur batu besar di badan jalan persisnya di lokasi Sungai Krueng Meriam. Tumpukan tanah tersebut berasal dari longsoran tebing di pinggir jalan. Camat Tangse, Drs Jafaruddin, kepada Serambi, Kamis (24/6) mengatakan, akibat curah hujan tinggi di kawasan pergunungan tersebut selama sepekan ini menyebabkan tebing jalan dihantam air sungai yang meluap. “Pengguna jalan sangat resah saat melintasi jalan tersebut. Karena sudah tiga meter badan jalan amblas ke Sungai Krueng Meriam itu,” kata Jafaruddin.Ia meminta Pemerintah Aceh segera memperbaiki badan jalan Beureunuen-Meulaboh yang telah amblas tersebut. “Karena jika tidak, lambat laun korban akan jatuh di jalan amblas itu,” tuturnya.

Rawan patah
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Musdi Isbah, yang dihubungi Serambi, Kamis (24/6) menjelaskan, pihaknya sudah tiga tahun menangani pembangunan jalan provinsi tersebut, yang panjangnya 50 kilometer dengan total anggaran Rp 74 miliar bersumber dari Work Bank. Jalan tersebut dikerjakan sejak tahun 2007 dalam bentuk aspal hotmix, dimulai dari Kecamatan Keumala. “Kendati pembangunan jalan itu berasal dari Work Bank, tapi saat pencairan dana itu tetap menggunakan sistem di Indonesia. Artinya lanjutan pembangunan jalan itu harus menunggu proses DIPA. Tapi, sekarang ini proses pencairan dana sudah turun dan kita sudah bisa melanjutkan pengaspalan kembali jalan tersebut,” kata Musdi.

Dikatakan, berdasarkan hasil survei di jalan Beurenuen-Meulabah pada tanggal 5 Mei 2009, teridentifikasi jalan tersebut rawan patah akibat kondisi tanah di pinggir jalan itu gembur. “Makanya, kami berusaha melobi pihak pendonor, agar bisa dibangun tanggul tebing sebagai penahan jalan tersebut. Karena jika jalan diaspal tanpa adanya pengaman jalan, sewaktu-waktu jalan tersebut bisa amblas. Apalagi jalan itu sering dilewati kendaraan berukuran besar. Untuk itu, perlu dibangun tanggul di pinggir jalan. Kalau tidak pengaspalan jalan akan sia-sia,” kata Musdi. Ia mengharapkan arus transportasi di jalur tersebut tidak boleh lumpuh dan masyarakat harus aman melintasi lintasan tersebut.(naz)

Balaputradewa
July 1st, 2010, 08:37 AM
aceh makin eksis... :thumb:
tp kok Pidi? Bukannya Pidie ya? Hehe... Setiap manusia pasti punya kesalahan kecil dan besar....
__________________
iya benar s x val, seharusnya pidie.... bukan pidi. dengan demikian kesalahan sudah diralat.

Diusulkan aja ke moderator utk diperbaiki namanya.. "Pidie (Bumi Emping Melinjo)". Apa ada usulan atau tambahan lain?

yudibali2008
July 1st, 2010, 03:29 PM
^^yup, moga2 momod bisa bantu perbaiki judulnya. Sptnya, julukan Bumi Emping Melinjo bagus juga. Jadi, apakah Pidie memang penghasil emping melinjo terbesar di Indonesia?

anja sadiqa
July 2nd, 2010, 05:12 AM
^^yup, moga2 momod bisa bantu perbaiki judulnya. Sptnya, julukan Bumi Emping Melinjo bagus juga. Jadi, apakah Pidie memang penghasil emping melinjo terbesar di Indonesia?

kalo terbesar di indonesia gw tk berani jamin, karena ampe saat ini belum ada penelitian untuk itu, tp kalo se aceh ya, karena hampir di seluruh kabupaten Pidie menghasilkan emping melinjo, produksinya bahkan dikirimkan ke medan dan juga di ekspor k malasyia.:lol:

anja sadiqa
July 2nd, 2010, 05:26 AM
Diusulkan aja ke moderator utk diperbaiki namanya.. "Pidie (Bumi Emping Melinjo)". Apa ada usulan atau tambahan lain?

ok deh diralat aha m'bah momod pidi jadi pidie, biar tidak terjadi star war berkelanjutan. hhehehe.:storm:

anja sadiqa
July 13th, 2010, 06:02 AM
Tue, Jul 13th 2010, 09:58
Pemkab Komit Bangun Lahan Sentral Sayuran
Ekonomi | Bisnis
SIGLI–Pemkab Pidie menyatakan komitmennya untuk membangun lahan sentral sayuran seluas 400 hektar di Panton Rasi, Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Pidie, dengan plot dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2010 sebesar Rp 1 miliar.Wakil bupati Pidie Nazir Adam SE MM kepada Serambi, Sabtu (10/7) ...

anja sadiqa
July 20th, 2010, 05:32 AM
http://img31.imageshack.us/img31/4007/mesiumtsunamisigli.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-19

MESIUM TSUNAMI SIGLI KABUPATEN PIDI

anja sadiqa
July 20th, 2010, 07:23 AM
ue, Jul 20th 2010, 11:23
Krueng Tangse Meluap
Jalan Beureunuen-Meulaboh Rusak
Utama
SIGLI - Hujan deras dalam tiga hari terakhir menyebabkan Krueng (Sungai) Tangse, Pidie, meluap. Akibatnya, tiga titik jalan Beureunuen-Meulaboh, tepatnya di Desa Blang Dot, Dusun Kulu Krueng, dan Desa Krueng Meriam, Kecamatan Tangse, rusak karena amblas. Rahmawati (35), warga Desa Blang Dot, kepada Serambi, Minggu (18/7) mengatakan, rusaknya ruas jalan Beureunuen-Meulaboh itu disebabkan meluapnya air Krueng Tangse pada Jumat (16/7) lalu.

Menurutnya, air sungai tak leluasa mengalir karena tersumbat oleh pepohonan yang tumbang dari kawasan gunung. Luapan air sungai itu juga merendam rumah penduduk yang terletak di pinggir Krueng Tangse. Meski dalam peristiwa itu tak ada korban jiwa, kata Rahmawati, tapi banyak ternak piaraan masyarakat yang mati karena terseret air bah. “Air sungai tersebut hanya beberapa jam saja meluap. Tapi, setelah air sungai surut, kami perhatikan beberapa titik jalan yang dekat dengan sungai telah amblas, akibat erosi,” tutur Rahmawati.

Camat Tangse, Drs Jafaruddin yang dihubungi Serambi, Senin (19/7) menjelaskan, hujan yang mengguyur daerah pegunungan Tangse dan sekitarnya itu, telah menyebabkan tiga titik jalan nasional amblas. Ketiga titik jalan itu tersebar di Desa Blang Dot, Dusun Kulu Krueng, dan Desa Krueng Meriam. “Selebihnya ada juga jalan yang amblas, tapi sudah termasuk di dalam Kecamatan Mane,” kata Jafaruddin.

Menurut Jafaruddin, amblasnya bibir jalan Beureunuen-Meulaboh itu, otomatis menimbulkan kerawanan bagi pengguna jalan dalam berlalu lintas, mengingat kendaraan sulit melintas karena badan jalan telah menyempit. Untuk itu, pengguna jalan harus ekstra hati-hati melintasi jalan tersebut demi menghindari jatuhnya korban jiwa. “Saat ini di lintasan Beureunuen-Meulaboh banyak titik jalan yang rusak dan belum diperbaiki. Jalan tersebut juga rawan longsor, lebih-lebih di kawasan Desa Krueng Meriam,” ujar Jafaruddin. (naz)

anja sadiqa
July 26th, 2010, 07:29 AM
Fri, Jul 23rd 2010, 09:31
Breakwater Laweueng Butuh Dana Rp 15 M
Pidie
SIGLI-Untuk membangun tanggul pemecah ombak (breakwater) di pantai Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Pidie membutuhkan dana sebesar Rp 15 miliar. Namun, pembangunan tanggul itu tidak dapat dilakukan setengah-setengah karena dikhawatirkan bisa mengakibatkan persoalan baru bagi masyarakat di desa sekitarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Pidie, Ir Syamsurizal mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan hal ini ke pemerintah provinsi, cuma karena dana dibutuhkan besar kemungkinan tidak dapat diplot sekaligus. “Kita perkirakan membutuhkan dana sampai Rp 15 miliar untuk breakwater di Ujung Pie,” katanya kepada Serambi, Rabu (21/7).

Kendati begitu, Pemerintah Aceh juga mengucurkan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2010 sebesar Rp 2,3 miliar, dan dari Otsus Rp 17,5 miliar. Namun, diprioritaskan di antaranya untuk pembuatan saluran irigasi yang juga dinilai mendesak. Sehingga proyek dalam jumlah besar itu diharapkan dapat diplotkan pada tahun mendatang.

“Saluran irigasi sekarang ini yang memerlukan bantuan segera di tiga kecamatan, yaitu Glumpang Baro, Kembang Tanjung, Simpang Tiga, dan sebagian kecil Kecamatan Pidie. Cuma karena anggaran terbatas tidak dapat dikerjakan sekaligus, apalagi plot dari APBK Pidie juga minim,” ujar Syamsurizal, didampingi Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas SDA Pidie, Musallamini ST dan Kamaruddin Kasie Perencanaan setempat. Persoalan irigasi, tambah Syamsurizal, juga menjadi prioritasnya di tahun 2010. “Kita harapkan pembuatan irigasi untuk meningkatkan produktivitas petani yang selama ini sering mengeluhkan masalah kekurangan air,” katanya. (aya)

anja sadiqa
August 12th, 2010, 04:44 AM
MUSALLA DEKAT PENDAPA BUPATI KAB.PIDIE
IMG]http://a.imageshack.us/img693/7881/musalladipendopopidi.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-08-11[/IMG]

anja sadiqa
September 25th, 2010, 04:32 AM
Thu, Sep 23rd 2010, 10:07
Jalan Laweueng-Krueng Raya Rampung 90 Persen
* Telan Dana Rp 27 Miliar
Pidie
SIGLI - Proyek multiyears tahun 2008-2010 jalan tembus dari Laweueng (Pidie) ke Krueng Raya (Aceh Besar) menghabiskan dana APBN sebesar Rp 27 miliar hingga kini rampung 90 persen. Direncanakan akhir bulan depan selesai dan diserahterimakan. PPTK (pejabat pelaksana teknis kegiatan) Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Aceh, Ir Hamdani kepada Serambi, Rabu kemarin mengaku, proyek multiyears yang didanai APBN 2008 ini hampir rampung. “Kita perkirakan akhir bulan depan tuntas seluruhnya,” katanya via telepon.

Ia menyebutkan, rekanan pelaksana proyek tersebut adalah CV Hananan dan konsultan sekarang yakni PT Mega Karya Nusantara yang berdomisi di Banda Aceh. Hingga kini rekanan bersangkutan sedang menyelesaikan finishing ruas jalan yang diperkirakan sepanjang puluhan kilometer.

Terkait adanya ‘lubang maut’ yang berada di Desa Papeun, Kecamatan Muara Tiga, Pidie atau persis di jalan baru itu sempat menewaskan satu korban yang melintas dengan sepeda motor dalam bulan puasa lalu, Hamdani mengaku ini kelalaian dari pihak pengawas.

Menurut dia, sebetulnya sebelum lubang maut itu ada rambu-rambu, namun pada saat menjelang Lebaran dilaporkan rambu tersebut telah hilang. Dan pada hari ke empat Idul Fitri sudah dipasang kembali. “Soal kematian warga di sana sudah diselesaikan oleh rekanan secara damai,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Pidie, Ir Anwar Ishak ditemui Serambi , Rabu kemarin mengaku, jalan tembus Laweung-Krueng Raya itu adalah proyek multiyears yang ditender serta dikerjakan oleh pihak provinsi. “Sejauh ini kita memang ada berkoordinasi termasuk pemakaian alat-alat berat yang dibutuhkan mereka, namun status proyek belum diserahterimakan,” kata Anwar.

Diakui, dari laporan pihaknya mengetahui adanya gorong-gorong di sana yang dibuat, namun di atas badan jalan terdapat lubang karena pekerjaannya belum selesai. “Bisa jadi rambu yang dipakai tidak diawasi sehingga hilang dan akibatnya jatuh korban yang melintas,” terangnya.

Untuk itu, diimbau masyarakat senantiasa waspada jika melalui ruas jalan baru yang belum rampung seluruhnya. “Bisa jadi ini bukan saja kelalaian pihak rekanan melainkan juga karena perbuatan orang iseng sehingga mengakibatkan cidera orang lain,” tuturnya.

Laporan diterima Serambi, seorang warga di Muara Tiga mengaku pancangan rambu yang diletakkan di lokasi dinilai tidak maksimal sehingga bagi masyarakat yang belum pernah melintas tidak jelas melihat adanya tanda bahaya. Untuk itu diharapkan dinas terkait supaya mengawasi dan menyelesaikan proyek jalan Negara ini dengan maksimal.

“Bahkan seorang khatib asal Laweueng, Muara Tiga yang pada saat hari raya Idul Fitri yang hendak membaca khutbah ke Lampanah, Aceh Besar menglami kecelakaan di lubang maut tersebut, sehingga ia batal menuju Masjid di Lampanah untuk berkhutbah shalat Id,” lapor Marzuki, seorang warga di sana.(aya)

Bungong kaye
October 11th, 2010, 06:17 AM
Sun, Oct 10th 2010, 09:37
Dikti Hibahkan Rp 1 Miliar untuk Unigha
Pidie
SIGLI - Rektor Unigha Sigli, DR Hasballah Saad MS mengatakan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional menghibahkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk merehab gedung Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Pidie.

“Proses tanda tangan sudah kami lakukan tanggal 22 September 2010 di Jakarta,” kata Hasballah kepada Serambi, Selasa (5/10). Kecuali itu, lanjutnya, pihak Dikti juga membantu dana pelatihan psikologi sebesar Rp 125 terhadap tokoh mahasiwa. Pelatihan tersebut bertujuan untuk membentuk mereka, supaya kritis, objektif, kreaktif dan inovatif.

Ditambahkannya, pihak Kopertis juga akan memperpanjang izin terhadap tiga pogram studi di Unigha. Yakni, PPKN (S1), akutansi (D3) dan Manajemen (D3). Sedangkan tiga prodi lagi, Bimbingan Konsling (S1), Pendidikan Sejarah (S1) dan Tehnik Komputer (D3), lanjutnya, sedang proses perpanjangan izin dari Kopertis di Medan (Sumatera Utara). “Saat ini kita sedang merevisi proposal perpanjangan izin yang diminta Kopertis,” tambahnya.(naz)

paradyto
October 11th, 2010, 06:20 AM
Bumi emping Melinjo??? he he he wah gawat nih kalau orang yang masuk ke daerah ini punya asam urat yang tinggi he he he... Nice Thread:okay:

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

Bungong kaye
October 11th, 2010, 06:32 AM
kalo tidak salah gue Kab.Pidie itu memang peghasil emping melinjo, hmpir sebagian desa di pidi punya industri emping meilnjo. hasilnya bahkan sudah di eksport ke luar negeri dan juga dipasarkan ke medan. asam urat ?????????? ada kuah pliek ue untuk penagkalnya.

Bungong kaye
December 23rd, 2010, 04:45 AM
Sat, Dec 18th 2010, 08:43
Bangunan Empat Lantai di Sigli tak Berizin
Pidie
SIGLI - Kepala Seksi Penataan Ruang Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pidie, TM Yusuf mengatakan, bangunan berlantai empat yang didirikan di Jalan Iskandar Muda, Kota Sigli, Pidie, tak memiliki izin apapun. Dalam waktu dekat pihaknya akan mengirim surat pembongkaran kepada pemiliknya. “Yang jelas pembangunan lantai tambahan empat itu, tak berizin sama sekali termasuk tanpa ijeksi sondir sehingga akan berdampak korban jiwa jika ambruk,” kata TM Yusuf kepada Serambi, Jumat (17/12).

Sebelumnya, sejumlah warga di Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie mengaku sangat resah dengan bangunan berlantai empat tersebut. Ismunandar (52) seorang warga setempat kepada Serambi, Jumat (17/12) mengatakan, ia bukannya iri terhadap pembangunan gedung berlantai empat tersebut, akan tetapi ia khawatir bangunan ituakan rubuh dan menimpa penduduk sekitarnya. “Karena kekuatan fondasi hanya mampu menampung beban tiga lantai maka tak patut sama sekali bangunan tersebut diteruskan hingga empat lantai,” ungkapnya. Yang paling mengkhawatirkan, timpal Lukman alias Apok, jika bangunan itu rubuh akan memakan korban jiwa. Betapa tidak, dirinya bersama keluarga kini menempati salah satu pintu toko yang berdampingan dengan bangunan lantai empat itu. “Agar tidak menimbulkan korban jiwa, kami sangat berharap Pemerintah Pidie menertibkannya,” ujar Apok.(c43) Cetak Berbagi di Facebook List Berita Halaman Depan

anja sadiqa
February 3rd, 2011, 10:12 AM
Tue, Feb 1st 2011, 08:28
Kilang Padi Rp 5 M belum Beraktivitas
Pidie
SIGLI-Bangunan plus pengadaan mesin kilang padi modern yang menguras dana sekitar Rp 5 miliar lebih di Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, dilaporkan belum beraktivitas. Pasalnya, kilang padi di bawah kendali Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi itu, telah habis masa kontrak dengan rekanan yang mengelola kilang padi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Pidie, Ir Syarkawi, yang dihubungi Serambi, Senin (31/1) mengatakan, tidak beraktivitasnya kilang padi modern tersebut karena terkait kontrak kerja dengan pihak ketiga yang telah berakhir. Sehingga Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh, saat ini sedang menempuh sambungan kontra kerja, untuk masa kerja ke depan.

Hal itu dimaksukan agar kilang padi yang dibangun di atas tanah milik Pemkab itu bisa berproduksi kembali, untuk menggiling padi. Apalagi, katanya, saat ini musim panen padi telah bergulir sebagian di kecamatan di Pidie. “Seperti di Glumpang Baro dan sebagian di di Glumpang Tiga. Dan, kecamatan ini panen lebih awal,” kata Syarkawi

Seperti diberitakan sebelumnya, kilang padi senilai Rp 5 miliar lebih itu selesai dibangun pada 2005. Setelah diresmikan, kilang padai tersebut sempat dikelola Pemkab Pidie. Namun, di tengah pengelolaannya, ternyata Pemkab tidak mampu melakukan operasional secara optimal, lantaran hasil produksi gabah tidak mencapai target dari lima ton per jam.

Alhasil, Dinas Pertanian Pidie terpaksa mengundang teknisi dari Thailand dan Sumatera Utara untuk memperbaiki mesin tersebut. Anehnya, setelah memperbaiki kilang padi tersebut, Dinas Pertanian , meng-KSO-kan (kerja sama operasional) melalui pihak ketiga. Sejak itu pula, jatah PAD Pidie setahun lebih tidak pernah diberikan. Padahal, mesin tersebut terletak di wilayah hukum Pidie.(naz/c43)

anja sadiqa
April 4th, 2011, 03:59 PM
Fri, Apr 1st 2011, 10:05
Tangse Butuh Rumah dan Infrastruktur Ekonomi
* Wagub Minta Bantuan Menkokesra dan BNPB
Pidie
BANDA ACEH - Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar mengatakan, rumah dan infrastruktur ekonomi sangat dibutuhkan masyarakat yang terkena dampak musibah banjir bandang di Tangse, Pidie beberapa waktu lalu. Kebutuhan itu telah disampaikan kepada Meneg BUMN Mustafa Abubakar yang datang beberapa waktu lalu. Bahkan hal yang sama juga disampaikan kepada Menkokesra Agung Laksono yang dijadwalkan datang ke Tangse, Sabtu (2/4).

Menurut Nazar, tiga hari lalu Agung Laksono menelepon dirinya untuk memberikan kepastian datang ke Tangse. Bahkan dirinya meminta kepada Menkokesra agar pembangunan perumahan dan kepentingan ekonomi termasuk sektor pengairan di kawasan itu harus diprioritaskan.

Apalagi, rumah-rumah masyarakat, sebut Wagub Muhammad Nazar, memang hilang total dibawa banjir dan ada yang rusak berat. “Insya Allah pada Sabtu (2/4) lusa, Menkokesra Agung Laksono juga akan melihat langsung dampak banjir di Tangse,” ujar Wagub.

Di sisi lain, kata Wagub, sungai dan irigasi perlu perbaikan cepat untuk menjamin kelanjutan produktivitas perberasan dan pertanian serta peluang ekonomi lainnya di kawasan itu. Bahkan Menkokesra berjanji ikut serta membantu masyarakat yang terkena korban banjir untuk mengurangi beban Pemerintah Aceh. “Kita berharap rencana kedatangan Menkokesra bisa membantu berbagai kebutuhan yang diperlukan masyarakat di Tangse,” harap Muhammad Nazar.(hd)

ardindonesia
April 6th, 2011, 08:25 AM
^^ thread yg menarik, cuma tolong picture yang menggambarkan Pidie diperbanyak. Terutama fasilitas untuk masyarakatnya, pasar, Rumah sakit, Stadion, Jalan-jalan dll....thanks :)

acoolguyfromnz
April 6th, 2011, 09:43 AM
Setuju Ardindonesia...

Bungong kaye
April 7th, 2011, 12:00 PM
Owkey, kmi formers aceh kan lakukannya..thanx...

ardindonesia
April 7th, 2011, 05:55 PM
^^ thanks bang, kita tunggu postingan picture-nya tentang daerah pidie. Seperti thread daerah sigli kan lumayan postingan gambarnya, sehingga kita yg jauh dari aceh pun bisa mengetahui perkembangan daerah ini :cheers:

anja sadiqa
April 11th, 2011, 05:25 AM
http://static.panoramio.com/photos/original/8221031.jpg

mesjid Sigli

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/15897270.jpg
BPD lagi

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/16971660.jpg

Mesjid Padang Tiji

ardindonesia
April 11th, 2011, 07:57 AM
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/15897270.jpg
BPD lagi

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/16971660.jpg

Mesjid Padang Tiji
cakep gambarnya, gedung BPD -nya mantap walau bank daerah tapi lebih wah dari gedung bank2 nasional maupun bank asing.
Bangunan Masjid yg dibawah (nomor 3) unik, hanya terdiri satu kubah langsung nyambung kebawah/tanah, kalau bangunan ini besar dan cat dindingnya bagus pasti bisa jadi icon masjid di aceh selain masjid raya banda aceh :)

anja sadiqa
April 12th, 2011, 05:15 AM
^^ thanks bang, kita tunggu postingan picture-nya tentang daerah pidie. Seperti thread daerah sigli kan lumayan postingan gambarnya, sehingga kita yg jauh dari aceh pun bisa mengetahui perkembangan daerah ini :cheers:

kita kebetulan tidak sedang di sigli sekarang.:ohno::ohno::ohno::ohno:

Bungong kaye
April 25th, 2011, 06:23 AM
Sun, Apr 17th 2011, 09:27
Jalan Nasional di Sigli Rusak
Pidie

Ruas jalan nasional di kawasan Gampong Meunasah Peukan, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, rusak parah. Foto direkam Sabtu (16/4). SERAMBI/M NAZAR
SIGLI - Beberapa titik badan jalan nasional di kawasan Desa Meunasah Peukan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, telah lama rusak akibat aspal terkelupas. Kondisi itu, mengurangi kenyamanan masyarakat yang melintasi di jalur yang menghubungkan Banda Aceh-Medan tersebut.

Rahmad I, warga pekan Sigli kepada Serambi, Sabtu (16/4) mengatakan, kerusakan jalan nasional sepanjang itu telah berlangsung lama, namun belum ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaikinya. Kerusakan badan jalan itu, selain mengurangi kenyamanan juga menimbulkan kecelakaan lalulintas.

“Tingkat kerusakan jalan tersebut memang sudah sangat parah,” kata Rahmad dibenarkan warga lainnya. Dikatakan, sedianya pemerintah tidak mengulur-ngulurkan waktu untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Karena lintasan itu merupakan jalur padat yang menghubungkan Banda Aceh-Medan (Sumatera Utara).

Jika terlambat ditangani, kata Rahmad, dikhawatirkan dilokasi itu bisa terjadi kecelakaan lalulintas. “Jadi sebelum makan korban, saya rasa tidak salah pemerintah mempercepat proses memperbaikan jalan nasional itu,”tegas Rahmat.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pidie, Ir Anwar Ishak, kepada Serambi kemarin menjelaskan, rusaknya sebagian jalan nasional di kawasan Pidie, bisa mengganggu kelancaran arus tranportasi. “Itu bukan wewenang Pemkab untuk memperbaikinya, kita hanya berharap proses perbaikan jalan itu dipercepat demi kelancaran arus lalulintas,”pungkas Anwar Ishak.(naz)
http://aceh.tribunnews.com/files/photos/medium/689b2136e5668aedb05b4a07cd0d14355fe8c65e.jpg

anja sadiqa
April 28th, 2011, 08:01 AM
Fri, Apr 22nd 2011, 13:58
Wacana Komisi VII DPR-RI
Tangse Jadi Pilot Proyek Gampung Mandiri
Pidie
SIGLI - Kecamatan Tangse, Pidie pascabencana banjir bandang diwacanakan sebagai pilot proyek daerah mandiri energi. Karena, amatan sementara kondisi alam Tangse masih sangat subur dan sangatlah tepat untuk dikembangkan sumber energi bahan bakar nabati (Etanol) serta mikro pembangkit listrik surya, kata Ketua Komisi VII DPR-RI, Teuku Riefky Harsya dalam sela-sela kunjungannya ke wilayah itu, Kamis (21/4) petang.

Riefki, asal Aceh yang juga anggota komisi yang membidangi energi, sumber daya mineral, ristek, dan lingkungan hidup DPR-RI, berjanji akan mendukung program tersebut. "Kita turut membawa dua tim ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Deputi Komunikasi dan Pemberdayaan masyarakat, Teddy Mahendra dan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan, Djadjang Sukarna," ujarnya kepada Serambinews.com.

Menurutnya, masih banyak lahan persawahan yang berada didataran lebih tinggi dari permukaan sungai selama ini hanya sebagai lahan tadah hujan. Maka bisa dimanfaatkan listrik dengan mengubah sebagai energi pembangkit arus untuk pengairan air pada saluran irigasi.

"Bila pilot projek tersebut diwujudkan nantinya, maka diprediksikan pengolahan areal perswahan bagi warga Tangse bisa digarap dalam setahun dua kali," ujar Riefki

Pada kesempatan itu, anggota DPR-RI dari fraksi Demokrat ini menyerahkan bantuan pohon Trembesi serta sejumlah bantuan berupa dana dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 17,2 juta yang ditujukan kepada 12 gampong, 12 ahli waris korban yang meninggal dunia, 12 mukim dan Keusyik serta Rp 10 juta untuk mesjid dan dana PKK Baitul Quswa. (Idris)

Editor: Ampuh Devayan

anja sadiqa
May 10th, 2011, 04:56 AM
http://aceh.tribunnews.com/files/photos/xlarge/f2cd8d96b8942ab3a5558af04d2afc475cf67d65.jpg

Mandikan Gajah
Tarmizy Harva - Pidie

Seorang pawang gajah memandikan gajah di sebuah krueng di kawasan Geumpang, Pidie, 5 Mei 2009. TARMIZY HARVA

anja sadiqa
May 11th, 2011, 05:04 AM
http://aceh.tribunnews.com/files/photos/xlarge/cb02c729c71547909bc58a49c7449a16e31c13db.jpg
Sejumlah warga menikmati keindahan pantai di kawasan Kuala Pidie, Kota Sigli, Minggu (20/6). Kawasan itu merupakan salah satu objek wisata di Kota Sigli. SERAMBI/ ISKANDAR USMAN

Bungong kaye
May 19th, 2011, 06:26 AM
LOGO KABUPATEN PIDIE

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/9/9c/Lambang_Kabupaten_Pidie.png
http://acehfotografer.net/data/media/19/CSC_0127.JPG
http://123.108.97.74/~ropem/wp-content/uploads/2009/12/sigli1.JPG

anja sadiqa
May 23rd, 2011, 10:19 AM
Sat, Apr 4th 2009, 08:45
Wajah Kota Sigli Kian Semeraut
SIGLI - Wajah Kota Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie kini kian semeraut. Selain toko-toko yang baru selesai dibangun bentuknya berbeda dari yang pernah dibangun sebelumnya, juga angkutan kota jenis labi-labi mengambil penumpang pada titik yang telah dilarang. Akibatnya ruas jalan menjadi sempit, sehingga sering terjadi kemacetan arus lalulintas. Anehnya, pemerintah daerah ‘buang badan’ dengan kondisi kota saat ini.

Lebih dari itu, ketika musim hujan, ruas jalan menjadi langganan tergenangnya air. Sehingga menyulitkan pengguna jalan melintasi jalan tersebut. Faktor tidak berfungsinya drainase juga menjadi salah satu penyebab air bertahan di atas ruas jalan. Pun demikian, pemerintah daerah terkesan tak peduli dengan kondisi wajah Kota Sigli yang carut marut saat ini.

Asnawi Ali, seorang warga Kota Sigli, kepada Serambi, Jumat (3/4) menuturkan, seharusnya pemerintah daerah sudah saatnya menata kembali Kota Sigli ke arah yang lebih indah.

“Saya rasa yang pertama dilakukan pemerintah memperbaiki ruas jalan Kota Sigli yang dipenuhi lobang. Selanjutnya perbaikan drainase, agar air tidak tergenang di atas jalan. Karena wajah kota semeraut, kondisi jalan rusak bisa membahayakan pengguna jalan dan rawan terjadinya kecelakaan,” kata Asnawi menjelaskan. (nr)

* Cetak
* Berbagi di Facebook
* List Berita
* Halaman Depan

anja sadiqa
May 24th, 2011, 05:50 AM
Sudut pertokoan nagan Raya
http://1.bp.blogspot.com/_XLOpi2JEQmo/TLG79efEmxI/AAAAAAAACjc/3R14kKNYYIg/s1600/aliff+hallan.JPG
http://3.bp.blogspot.com/_XLOpi2JEQmo/TLG8n_AIZLI/AAAAAAAACjs/q9AgwZZp5uI/s1600/DSC01520.JPG

Bungong kaye
June 7th, 2011, 04:52 AM
Tue, May 31st 2011, 09:03
Emping di Pidie Rp 35.000/Kg
Ekonomi | Bisnis
SIGLI - Harga emping melinjo di Kabupaten Pidie sejak sepekan terakhir mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp 28.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi menyusul naiknya harga biji melinjo yang sekarang berada di kisaran Rp 13.000 per bambu.

“Emping jenis biasa Rp 35.000 sekilo, sedangkan jenis super Rp 40.000,” kata seorang pedagang emping di Beureunuen, Dedy, kepada Serambi, Senin (30/5).

Permintaan emping melinjo menurutnya cukup tinggi. Kerupuk meulinjo lebih dominan dibeli oleh masyarakat yang transit saat menuju Banda Aceh dan Medan.(naz)

Bungong kaye
June 15th, 2011, 07:09 AM
kODIM PIDIE
http://rindamiskandarmuda.mil.id/wp-content/uploads/2009/05/img_3118.jpg

KOTA SIGLI DARI UDARA

http://multiply.com/mu/acehloencinta/image/2/photos/11/500x500/17/Sigli-Aceh-pidie.jpg?et=E8D9iFVidweNSOj48KYgDw&nmid=111784989

http://aceh.tribunnews.com/files/photos/xlarge/083b6e6bab2ca057678a9ffadaec41cf53692cbc.jpg

Sudut Kota Sigli

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/199753_149738161757409_149738051757420_321056_3122460_n.jpg

Bungong kaye
November 19th, 2011, 06:29 AM
apa kabar pembangunan pusat pemerintahan PIJAY ?

Bungong kaye
December 20th, 2011, 09:23 AM
Mesjid Raya Sigli

http://4.bp.blogspot.com/_ttog97k089w/THXIZMMkmwI/AAAAAAAABVE/Y2brwIujaAg/s1600/M.Raya+Sigli+-+Aceh+Pidie.JPG

http://2.bp.blogspot.com/_XLOpi2JEQmo/TLG8II2uYNI/AAAAAAAACjk/j9lVcv_ONn0/s1600/DSC01521.JPG

ceudah
December 24th, 2011, 02:01 AM
apa kabar pembangunan pusat pemerintahan PIJAY ?

kalo dari kabar, pijay termasuk daerah pemekarang yg bagus perkembangannya. cm gk ada yg upload foto. lon tuan juga sedang tak di nanggroe...:D

anja sadiqa
December 24th, 2011, 04:17 AM
Cedah emang sekarang lagi naik gunung lagi yah ? aduh jangan aceh sekarang kan sudah damai.....

anja sadiqa
December 24th, 2011, 07:21 AM
Maket Jalan Layang menuju pusat pemerintahan Pidi Jaya Aceh

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/s320x320/25803_418962791288_393446021288_5135355_2803458_n.jpg

http://serambinews.net/files/photos/xlarge/4e0d23ccc3203841ef3b0f260f042612b1fea9de.jpg

Bungong kaye
June 23rd, 2012, 06:40 AM
Jalan Layang Pidie jaya

http://2.bp.blogspot.com/-vfC_qymyIQs/TxWNl7FaREI/AAAAAAAABT8/WWOAqwzjSMQ/s640/jem.editjpg
Ruas dua jalur Jalan Layang merupakan icon Kabupaten Pidie Jaya ,panjang, berkisar 400 meter yang diprediksikan siap tahun 2012 (Foto/DOC;Aceh News,Hasballah).
http://www.acehnews.web.id/2012/01/jembatan-layang-merupakan-icon.html

http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110809_121144_2.jpg

Bungong kaye
June 28th, 2012, 09:31 AM
Bank Aceh Sigli

http://www.acehfotografer.net/data/media/19/CSC_0127.JPG

anja sadiqa
July 31st, 2012, 05:53 AM
sawah dan air terjun pidie

http://farm4.staticflickr.com/3261/2860757592_900b37aeff_z.jpg?zz=1

http://baabanews.files.wordpress.com/2011/03/lhokgop3.jpg

anja sadiqa
September 1st, 2012, 05:33 AM
Jalan di sigli

http://img198.imageshack.us/img198/6463/foto2175.jpg

terminal sigli

http://img844.imageshack.us/img844/7338/foto2176.jpg