Kris18
July 26th, 2010, 07:38 AM
^^
iya bang :D
iya bang :D
|
View Full Version : Riau Province - Sumatra's Largest and Most Developed Economy - The Land of Indonesian Malays (4th thread) Kris18 July 26th, 2010, 07:38 AM ^^ iya bang :D jendry July 26th, 2010, 11:11 AM Manfaatkan Sampah Organik Dongkrak PAD BANGKINANG,METRORIAU.COM - Untuk dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kampar, Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan Kampar melakukan trobosan dengan memanfaatkan limbah sampah organic untuk diolah kembali menjadi pupuk kompos. Hal ini disampaikan Kadis Pasar, kebersihan dan pertamanan Kabupaten Kampar, Drs Kamaruzzaman saat dikonfirmasi metroriau.com, melalui Kasi Pengolahan dan Pemanfaatan sampah Ahmad Zaki, Senin (26/7). Katanya, pihaknya saat ini sudah menjalan program pemanfaatan dan pengolahan sampah organik tersebut. Program tersebut menurutnya, saat ini telah dilaksanakan dan dipusatkan di kawasan pembuangan air sampah (TPAS) di Kecamatan Bangkinang seberang. ''Dari hasil pengolahan sampah organik dan non organik yang kita lakukan saat ini, kedepan kita harapkan bisa memproduksi pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik yang siap kita pasarkan kepada masyarakat dengan harga terjangkau, yang konsekwensinya dapat mendatangkan PAD Kampar,'' ungkap Zaki. Karena selama ini yang kita lihat banyak sampah hanya untuk dibuang begitu saja di TPAS, tanpa dilakukan pengolahan secara maksimal, kemdian saat ini dan kedepannya sebahagian dari sampah yang tergolong jenis sampah organik sudah dapat termanfaatkan dengan baik. Dan dalam pengolahanya nanti, tehnik pengolahan dilakukan dengan cara memisahkan sampah organik dan non organik untuk diolah menjadi pupuk kompos dengan menggunkan alat mesin kompos yang dimiliki dan yang tersedia di TPAS Bangkinag Seberang sebanyak 2 unit. '''Kedepannya, kita akan membangun tempat pengomposan sampah permanen dengan penambahan mesin pengolahan sampah sebanyak 2 unit lagi, yang akhirnya jumlah mesin pengolah sampah menjadi sebanyak 4 unit yang dapat bekerja maksimal, sehingga sesuai dengan direncanakan, maka tidak akan ada lagi sampah yang tidak dapat diolah dan terbuang begitu saja,'' ujarnya. Kemudian untuk sampah non oraganik, pihaknya berencana akan mengolah sampah tersebut, terutama plastik-plastik, yang selama ini terbuang begitu saja kedepan dapat di daur ulang kembali. ''Kita akan mengajak masyarakat, agar berperan aktif dalam memisahkan sampah organik dan non oraganik dari limbah rumah tangga, sehingga petugas kebersihan dapat dengan mudah memisahkan dan mengolah limbah sampah dari limbah rumah tersebut,''ajak Zaki. Khusus untuk lokasi pembuangan dan pengolahan sampah, Dinas kebersihan telah menyediakan lahan seluas lebih kurang 6 hektare, dan luas lahan pengolahan seluas 1 hektare dengan dibantu armada unit kebersihan sebanyak 8 unit mabil yang beroprasi setiap harinya dan dibantu 1 unit armada khusus pengolah sampah organik. (Aulia) jendry July 26th, 2010, 11:43 AM Forum DAS Riau Selenggarakan Ekspedisi Sungai Siak Pekanbaru, 26/7 (ANTARA)- Forum Daerah Aliran Sungai Riau dan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dalam waktu dekat akan menyelenggarakan ekspedisi Sungai Siak untuk mengetahui dampak sosial masyarakat yang hidup di daerah pinggiran sungai. "Survei sosial ini akan dilakukan di hulu sungai yang terdiri dari Sungai Tapung dan Tapung Hulu yang ada di Kabupaten Kampar. Kemudian, di sungai Tapung Kiri yang ada di Rokan Hulu," ujar Ketua Ekspedisi Sungai Siak, Yeri Badrun, Senin. Ia mengatakan penyelenggaraannya sendiri akan dilakukan pada tanggal 2-7 Agustus mendatang dan melibatkan puluhan anggota forum. "Rencananya dalam ekspedisi ini juga akan menyertakan kuisoner. Tujuannya untuk mendapatkan persepsi masyarakat akan keberadaan sungai," jelasnya. Sutrisna, dari BPDAS mengatakan kegiatan ini dilakukan setiap tahunnya oleh BPDAS bekerjasama dengan Forum DAS. "Tahun lalu, ekspedisi dilakukan di Kabupaten Pelalawan dan Kampar untuk mengetahui penyebab banjir yang terjadi di Sungai Kampar," jelasnya. Pemilihan k, lanjutnya, dikarenakan Sungai Siak merupakan satu-satunya sungai di Riau yang keseluruhan DAS nya ada di Riau. Berbeda dengan tiga sungai besar yang ada di Riau, seperti Indragiri, Rokan, dan Kampar. "Apalagi saat ini Sungai Siak tercemar oleh banyaknya limbah pabrik maupun rumah tangga yang dibuang ke sungai," ujarnya. jendry July 26th, 2010, 12:10 PM Air Terjun Rura Limbat, Obyek Wisata Tersembunyi di Rohul riauterkni.com - Selain sejumlah obyek wisata yang telah dikenal selama ini, ternyata Kabupaten Rohul masih punya tempat menarik yang belum terlirik, namnya Air Terjun Rura Limbat di Bangunpurba. Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Air terjun Rura Limbat (Anak Sungai Ikan Lele), salahsatu obyek wisata di Dusun Langgar Payung, Desa Bangunpurba Timur, Kecamatan Bangunpurba, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), namun keberadaannya belum diketahui oleh khalayak ramai. Karena berada di kaki bukit Barisan, dan sulit dijangkau kendaraan roda dua, dan tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Air terjun Rura Limbat, merupakan tempat pertemuan (muara) antara anak sungai Sungai Rura Limbat dengan Sungai Godang. Lokasinya di sebelah barat kota Pasirpangaraian. Dan hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki dan sepeda motor dari Dusun Langgar Payung. Sekitar 17 kilometer, dengan jarak tempuh sekitar 1 jam dari kota Pasirpangaraian. Sebuah air terjun dengan ketinggian sekitar 5 meter, goa Gunjo (goa landak), puluhan anak air terjun, beningnya air, dan asrinya alam. Sejenak melepaskan kepenatan tinggal di pemukiman padat penduduk dan tingginya polusi udara. Menurut Dahulu Harahap, konon Sungai Rura Limbat merupakan tempat memancing warga Bangunpurba yang dimulai pada sore hari. Sesuai namanya, di obyek wisata ini hanya ditemui satu jenis ikan, yaitu ikan Limbat (lele). Sehingga masyarakat menyebutnya Rura Limbat (Anak Sungai Ikan Lele). Dan ikan lele, hanya keluar mencari makan pada malam hari. Untuk masuk ke lokasi obyek wisata Rura Limbat. Sesampainya di Dusun Langgar Payung, Desa Bangunpurba Timur, Kecamatan Bangunpurba. Kita harus menyeberangi hulu sungai Batang Lubuh (Rokan Kanan) dengan lebar 100 meter dengan menggunakan rakit yang terbuat dari bambu dan kayu, terlebih dahulu. Sesampainya di seberang sungai, kita harus menempuh 5 kilometer perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Melewati kebun kelapa sawit dan kebun karet milik masyarakat setempat. Namun sayang, tidak ada penduduk yang bermukim disana, sehingga terkesan asing untuk kita. Sekitar 2 kilometer, kita bisa hanya bisa melihat tanaman kelapa sawit dan tanaman karet. Namun kita juga harus konsentrasi dengan pandangan ke depan. Karena tidak semua jalan setapak disana, layak dilalui. Apalagi musim penghujan, kita harus berjibaku dengan lumpur dan licinnya kondisi jalan. Sehingga cocok untuk menguji andrenalin kita melawan ganasnya jalan yang turun serta mendaki. Sebelum memasuki obyek wisata Rura Limbat. Sekitar 1 kilometer, kita sudah disuguhi pemandangan alam. Walau hutan tidak perawan lagi, namun masih banyak kita temui pohon-pohon besar nan rindang, tumbuh di kanan-kiri jalan setapak yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki dan sepeda motor. Kicauan burung berbagai jenis, dan teriakan siamang (kokah), memberi isyarat kepada sejenisnya, bahwa ada orang asing yang memasuki wilayahnya. Setibanya di obyek wisata Rura Limbat, istirahat sejenak di pondok yang sengaja dibangun masyarakat dengan dana swadaya kelompok untuk melepaskan lelah dengan melemaskan otot kaki dan tangan, setelah berjuang melawan lumpur dan licinnya jalan. Sebungkus nasi campur dan air putih, sengaja dibawa dari kampung untuk mengisi perut siang itu. Selanjutnya secangkir kopi panas menemani panasnya siang itu dan hangatnya cerita masyakat setempat tentang sejarah Rura Limbat. Selanjutnya melihat goa Gunjo (goa landak) dengan panjang sekitar 10 meter yang gelap dan pengap, terpaksa menggunakan senter untuk menyusurinya. Konon goa itu adalah tempat tinggal landak di daerah itu, apalagi masih kita temui duri landak yang sudah tua, tertinggal di gang-gang kecil yang di goa itu. Namun ada jalan keluar lain, dan terpaksa keluar melalui jalan masuk juga. Turun ke bawah, menyusuri anak sungai Rura Limbat Bangun Purba, melewati air yang dingin, yang berada dibawah kaki Bukit Barisan itu. Serasa berada di obyek wisata Bukit Lawang, salahsatu wisata di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang ramai didatangi wisatawan mancanegara. Batu cadas, dan riak yang terbentuk dari puluhan anak air terjun. Mengusir kejenuhan hidup yang sudah dilalui hari selama ini. Tebing dengan ketinggian sekitar 10 meter, dengan tumbuhan pakis diatasnya, menambah indahnya pemandangan. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah kilometer, sampai juga di air terjun utama dengan ketinggian sekitar 5 meter, dengan kedalaman air dibawahnya sekitar 3 meter. Kita bisa mandi sepuasnya disana, namun kita harus menanggung resikonya. Selain dalam, air juga terasa dingin ditubuh. Rura Limbat cocok untuk kita yang suka keindahan dan kesejukan alam. Namun kondisi jalan yang kurang mendukung, memaksa kita bekerja keras untuk mengalahkan lumpur dan licinnya jalan. Walau pihak Pemkab Rohul sudah meninjau lokasinya, namun kini belum ada aksen yang dilakukan untuk membangun wisata itu.***(zal) jendry July 26th, 2010, 01:09 PM http://i29.tinypic.com/2lk32qg.jpg jendry July 26th, 2010, 01:10 PM ^^ kolam renang itu juga di minas.. jendry July 26th, 2010, 02:16 PM Gubri Pimpin Rombongan Promosi ke Shanghai, China riauterkini.com - Premprov Riau melakukan promosi investasi di Shanghai, China. Rombongan yang terdiri dari belasan pejabat tersebut dipimpin langsung Gubri M Rusli Zainal didampingi istri. Riauterkini-PEKANBARU- Sejak Sabtu (24/7/10) Gubernur Riau M Rusli Zainal tidak berada di tanah air. Didampingi istri, Septina Primawati Rusli, gubernur memimpin rombongan promosi investasi Provinsi Riau ke Shanghai, China. Hanya saja belum ada keterangan resmi ajang promosi apa yang diikuti delegasi Riau di negeri Tirai Bambu tersebut. Keberadaan gubernur di Shanghai dibenarkan Kepala Biro Umum Setdaprov Riau Surya Maulana. "Pak Gubernur memang sedang berada di China, tetapi saya tidak tahu siapa saja yang menyertai kunjungan kerja beliau di sana," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di kantornya, Senin (26/7/10). Surya Maulana kemudian mengatakan, bahwa jadwal kepulangan gubernur paling lambat pada Kamis (29/7/10) pagi. "Paling lambat beliau sudah tiba di sini (Pekanbaru.red) pada Kamis pagi, karena siang itu Pak Gubernur harus membuka Pacu Jalur di Teluk Kuantan," tuturnya. Sementara itu Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau Feizal Qomar Karim sampai saat ini belum menjawab pertanyaan riauterkini yang dikirim melalui SMS.***(mad) jendry July 26th, 2010, 02:42 PM Potensi Riau Peluang Emas Investasi riaupos.com - PEKANBARU (RP)- Sebagai provinsi yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah, Riau menggoda investor untuk berbondong-bondong menanamkan investasinya. Daerah ini memiliki kekayaan alam luar biasa yang belum digunakan secara optimal, seperti perkebunan kelapa sawit dan karet, batubara, perikanan serta pariwisata. Guna mendalami potensi tersebut dan memahami kendala pelaku bisnis di Riau, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS) akan berkunjung ke Kadin Riau, Senin (26/7). Kepada Riau Pos ia mengatakan, potensi tersebut menjadi peluang besar bagi investor dalam negeri untuk mengembangkan sektor industri dan perdagangan di Riau, sekaligus meningkatkan industri pariwisata yang bisa menjadi pelengkap investasi tersebut. ‘’Jangan sampai peluang ini lebih dulu ditangkap oleh investor asing,’’ kata Suryo. Dalam lawatannya kali ini, SBS berharap bisa mendorong pelaku industri Tanah Air untuk menanamkan investasinya di Riau. Selain itu, juga mendorong suksesnya PON XVIII yang Riau menjadi tuan rumahnya tahun 2012. SBS meyakini, peranan pengusaha dalam negeri untuk membangun Riau akan berdampak besar untuk memakmurkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendorong Indonesia sebagai pemain global. Menanggapi soal kabar pencalonan dirinya jadi Ketua Umum Kadin Indonesia, SBS tak membantah. Menurutnya visinya sebagai calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Menuju Indonesia Yang Tangguh. Pria berusia 63 tahun ini memahami harapan dan tuntutan yang sangat besar terhadap peran dan fungsi Kadin agar dapat memberikan perhatian lebih besar kepada perekonomian daerah.(fiz) jendry July 26th, 2010, 03:00 PM http://i31.tinypic.com/21a0hz6.jpg Kris18 July 26th, 2010, 03:18 PM ^^ daerah Pantai Raja??... jendry July 26th, 2010, 04:37 PM ^^ iya kris itu di daerah pantai raja rilham2new July 27th, 2010, 01:13 AM Di sekitaran jalan utama, kah??? jendry July 27th, 2010, 03:57 PM masih di minas http://i25.tinypic.com/2zioftc.jpg http://i28.tinypic.com/2d006l3.jpg jendry July 27th, 2010, 04:04 PM http://i29.tinypic.com/2lk32qg.jpg tambahan.. http://i32.tinypic.com/261297k.jpg http://i26.tinypic.com/vowl4y.jpg jendry July 27th, 2010, 04:05 PM http://i25.tinypic.com/ztgi37.jpg http://i29.tinypic.com/25k7p7l.jpg jendry July 27th, 2010, 04:10 PM gazebo.. http://i25.tinypic.com/x38lfd.jpg Kris18 July 27th, 2010, 06:47 PM ^^ iya kris itu di daerah pantai raja kalau daerah pantai cermin ada tak? :D ehya Jen, jangan lupa foto-foto yg kita hunting tadi :D jendry July 27th, 2010, 06:52 PM ^^ pantai cermin, yang di medan apa yang mau ke petapahan itu pantai cermin ya kris :D ntar lah ya kalau jendry pulang ke petapahan, ambil photo pantai cermin :) ada dong, tapi ntar aja deh perlahan lahan biar masyarakat gak bosen :D berkunjung kesini.. :) jendry July 28th, 2010, 06:28 AM Bengkalis.rohil dan Siak Terdaftar 20 Kabupaten Super Kaya di Indonesia riaubisnis.com - Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Indonesia mendapatkan transfer dana bagi hasil sumber daya alam dari pemerintah pusat dalam jumlah sangat besar. Bahkan, sangat jauh berbeda dibandingkan dengan puluhan kabupaten lainnya. Beberapa kabupatan malah mendapatkan dana bagi hasil triliunan rupiah dari tahun ke tahun. Sebut saja misalnya Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang mendapatkan bagian dana Bagi Hasil Rp 2,5 triliun pada 2009 atau Kabupaten Bengkalis di Riau yang mendapatkan jatah Rp 1,5 triliun. Ini tak sebanding dengan rata-rata kabupaten paling miskin sumber daya alam, kebanyakan di Jawa yang cuma memperoleh ratusan juta rupiah per tahun. Contohnya, seperti Kabupatan Gunung Kidul, Sleman dan Kulon Progo di propinsi Jogjakarta yang masing-masing cuma mendapatkan jatah dana bagi hasil sumber alam, Rp 144-146 jutaan per tahun. Berdasarkan data yang dilansir VIVAnews dari Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009 yang dirilis baru-baru ini, sedikitnya ada 20 kabupaten dan kota yang mendapatkan dana bagi hasil di atas Rp 400 miliar per tahun atau 2.700 kali dibandingkan dengan jatah dari Kabupaten Gunung Kidul. Berita yang dilansir melalui VIVAnews.com, Rabu (28/7/2010), kabupaten kaya raya tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Timur, sebagian lagi tersebar di Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Papua. Kalimantan Timur menjadi pusat lokasi pertambangan batu bara, sedangkan Riau dan Kepulauan Riau menjadi tempat pertambangan minyak dan gas. Dari Papua ada kabupaten Mimika yang mendapatkan jatah Dana Bagi Hasil Rp 440 miliar pada 2009. Wilayah di pegunungan Papua ini mendapatkan dana bagi hasil tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Papua lantaran menjadi tempat pertambangan emas dan tembaga oleh PT Freeport Indonesia. Berikut ini adalah daftar 20 kabupaten yang mendapatkan dana bagi hasil sumber daya alam terbesar di Indonesia. 1. Kab Kutai Kartanegara (Kaltim) Rp 2.566,55 miliar 2. Kab Bengkalis (Riau) Rp 1.519,73 miliar 3. Kab Kutai Timur (Kaltim) Rp 1.059,72 miliar 4. Kab Siak (Riau) Rp 993,20 miliar 5. Kab Rokan Hilir (Riau) Rp 911,07 miliar 6. Kab Musi Banyuasin (Sumsel) Rp 858,45 miliar 7. Kab Kutai Barat (Kaltim) Rp 670,60 miliar 8. Kab Kampar (Kaltim) Rp 679,32 miliar 9. Kab Pasir (Kaltim) Rp 593,64 miliar 10. Kab Berau (Kaltim) Rp 553,26 miliar 11. Kab Bulungan (Kaltim) Rp 482,82 miliar 12. Kota Samarinda (Kaltim) Rp 480,19 miliar 13. Kab Nunukan (Kaltim) Rp 478,34 miliar 14. Kab Panajam Pasir Utara (Kaltim) Rp 477,03 miliar 15. Kota Bontang (Kaltim) Rp 476,83 miliar 16. Kab Malinau (Kaltim) Rp 462,34 miliar 17. Kota Tarakan (Kaltim) Rp 454,55 miliar 18. Kota Balikpapan (Kaltim) Rp 441,60 miliar 19. Kab Natuna (Kep Riau) Rp 440,24 miliar 20. Kab Mimika (Papua) Rp 424,33 miliar Pemerintah memperoleh penerimaan sumber daya alam pada tahun lalu sebesar Rp 138,96 triliun. Itu setara dengan 61 persen dari total Rp 227,06 triliun penerimaan negara bukan pajak. Penerimaan itu berasal dari pendapatan minyak dan gas bumi, pertambangan umum, kehutanan, perikanan dan pertambangan panas bumi. Penerimaan terbesar berasal dari minyak bumi yang mencapai Rp 90 triliun. Dari total penerimaan sumber daya alam, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemerintah membagikan ke daerah dalam bentuk bagi hasil sumber daya alam yang menjadi bagian Pemda. Total yang dibagikan Rp 36,86 triliun. Bagi hasil terbanyak berupa minyak bumi Rp 14,6 triliun, gas bumi Rp 11,5 triliun dan pertambangan umum Rp 7,2 triliun. Penerimaan sumber daya alam 2009 sesungguhnya menurun jauh atau Rp 85 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Itu disebabkan penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia dari US$101 per barel pada 2008 menjadi US$58 per barel pada 2009.(*) rilham2new July 28th, 2010, 06:46 AM ^^ akhirnya ada juga sumber yang terang-terangan membuktikan ..... PEKANBARU ITU BUKAN KOTA MINYAK !!!!! Jadi bagi siapa yang bilang Pekanbaru maju karena ditopang eksplorasi Migas,,, that's just SIMPLY BULLSH*T !!!! Dari sini kita udah bisa lihat kalau Riau ini bukan hanya MIGAS dan SDA yang tidak dapat diperbaharui saja .. Buktikan sendiri dari data di atas, dari 11 kota-kabupaten di Riau, cuman 3 saja yang dapat DBH signifikan :banana: Sudah kubilang kemaren,,, faktor MIGAS itu makin hari makin kecil dalam mempengaruhi perekonomian Riau. Riau punya ketergantungan pada SDA Tidak dapat diperbaharui jelas jauh lebih rendah dari Kaltim .... rilham2new July 28th, 2010, 07:30 AM Bengkalis.rohil dan Siak Terdaftar 20 Kabupaten Super Kaya di Indonesia riaubisnis.com - Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Indonesia mendapatkan transfer dana bagi hasil sumber daya alam dari pemerintah pusat dalam jumlah sangat besar. Bahkan, sangat jauh berbeda dibandingkan dengan puluhan kabupaten lainnya. Beberapa kabupatan malah mendapatkan dana bagi hasil triliunan rupiah dari tahun ke tahun. Sebut saja misalnya Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang mendapatkan bagian dana Bagi Hasil Rp 2,5 triliun pada 2009 atau Kabupaten Bengkalis di Riau yang mendapatkan jatah Rp 1,5 triliun. Ini tak sebanding dengan rata-rata kabupaten paling miskin sumber daya alam, kebanyakan di Jawa yang cuma memperoleh ratusan juta rupiah per tahun. Contohnya, seperti Kabupatan Gunung Kidul, Sleman dan Kulon Progo di propinsi Jogjakarta yang masing-masing cuma mendapatkan jatah dana bagi hasil sumber alam, Rp 144-146 jutaan per tahun. Berdasarkan data yang dilansir VIVAnews dari Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009 yang dirilis baru-baru ini, sedikitnya ada 20 kabupaten dan kota yang mendapatkan dana bagi hasil di atas Rp 400 miliar per tahun atau 2.700 kali dibandingkan dengan jatah dari Kabupaten Gunung Kidul. Berita yang dilansir melalui VIVAnews.com, Rabu (28/7/2010), kabupaten kaya raya tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Timur, sebagian lagi tersebar di Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Papua. Kalimantan Timur menjadi pusat lokasi pertambangan batu bara, sedangkan Riau dan Kepulauan Riau menjadi tempat pertambangan minyak dan gas. Dari Papua ada kabupaten Mimika yang mendapatkan jatah Dana Bagi Hasil Rp 440 miliar pada 2009. Wilayah di pegunungan Papua ini mendapatkan dana bagi hasil tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Papua lantaran menjadi tempat pertambangan emas dan tembaga oleh PT Freeport Indonesia. Berikut ini adalah daftar 20 kabupaten yang mendapatkan dana bagi hasil sumber daya alam terbesar di Indonesia. 1. Kab Kutai Kartanegara (Kaltim) Rp 2.566,55 miliar 2. Kab Bengkalis (Riau) Rp 1.519,73 miliar 3. Kab Kutai Timur (Kaltim) Rp 1.059,72 miliar 4. Kab Siak (Riau) Rp 993,20 miliar 5. Kab Rokan Hilir (Riau) Rp 911,07 miliar 6. Kab Musi Banyuasin (Sumsel) Rp 858,45 miliar 7. Kab Kutai Barat (Kaltim) Rp 670,60 miliar 8. Kab Kampar (Kaltim) Rp 679,32 miliar 9. Kab Pasir (Kaltim) Rp 593,64 miliar 10. Kab Berau (Kaltim) Rp 553,26 miliar 11. Kab Bulungan (Kaltim) Rp 482,82 miliar 12. Kota Samarinda (Kaltim) Rp 480,19 miliar 13. Kab Nunukan (Kaltim) Rp 478,34 miliar 14. Kab Panajam Pasir Utara (Kaltim) Rp 477,03 miliar 15. Kota Bontang (Kaltim) Rp 476,83 miliar 16. Kab Malinau (Kaltim) Rp 462,34 miliar 17. Kota Tarakan (Kaltim) Rp 454,55 miliar 18. Kota Balikpapan (Kaltim) Rp 441,60 miliar 19. Kab Natuna (Kep Riau) Rp 440,24 miliar 20. Kab Mimika (Papua) Rp 424,33 miliar Pemerintah memperoleh penerimaan sumber daya alam pada tahun lalu sebesar Rp 138,96 triliun. Itu setara dengan 61 persen dari total Rp 227,06 triliun penerimaan negara bukan pajak. Penerimaan itu berasal dari pendapatan minyak dan gas bumi, pertambangan umum, kehutanan, perikanan dan pertambangan panas bumi. Penerimaan terbesar berasal dari minyak bumi yang mencapai Rp 90 triliun. Dari total penerimaan sumber daya alam, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemerintah membagikan ke daerah dalam bentuk bagi hasil sumber daya alam yang menjadi bagian Pemda. Total yang dibagikan Rp 36,86 triliun. Bagi hasil terbanyak berupa minyak bumi Rp 14,6 triliun, gas bumi Rp 11,5 triliun dan pertambangan umum Rp 7,2 triliun. Penerimaan sumber daya alam 2009 sesungguhnya menurun jauh atau Rp 85 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Itu disebabkan penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia dari US$101 per barel pada 2008 menjadi US$58 per barel pada 2009.(*) ^^ akhirnya ada juga sumber yang terang-terangan membuktikan ..... PEKANBARU ITU BUKAN KOTA MINYAK !!!!! Jadi bagi siapa yang bilang Pekanbaru maju karena ditopang eksplorasi Migas,,, that's just SIMPLY BULLSH*T !!!! Dari sini kita udah bisa lihat kalau Riau ini bukan hanya MIGAS dan SDA yang tidak dapat diperbaharui saja .. Buktikan sendiri dari data di atas, dari 11 kota-kabupaten di Riau, cuman 3 saja yang dapat DBH signifikan :banana: Sudah kubilang kemaren,,, faktor MIGAS itu makin hari makin kecil dalam mempengaruhi perekonomian Riau. Riau punya ketergantungan pada SDA Tidak dapat diperbaharui jelas jauh lebih rendah dari Kaltim .... Tapi, beda dengan DBH Migas dan Batubara yang pembicaraannya jelas ... Riau yang punya ketergantungan PDRB terhadap sektor ekspor-impor besar, dan juga Kelapa Sawit ... Nah yang itu aku kurang tahu gimana DBH nya .... Cek data berikut http://www.bi.go.id/web/id/Statistik/Sekda/ Pada PULL-DOWN MENU "Indikator Terkini Ekonomi Keuangan Daerah" pilih "Produk Domestik Regional Bruto" .... Kemudian pilih tahun "2007" :) jendry July 28th, 2010, 07:48 AM Menpera Resmikan 3.385 Rumah Anggota Apersi Riau riauterkini.com - Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfi meresmikan 3.385 unit RS dan RSH. Rumah-rumah tersebut hasil bangunan pengembang anggota Apersi Riau 2009-2010. Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kurun waktu 2009-2010 perusahaan pengembang anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Riau menargetkan membangun 6.000 unit rumah sederhana (RS) dan rumah sederahana sehat (RSH). Sejauh ini sudah 3.385 unit RS dan RSH yang berhasil dibangun sekitar 160 anggota Apersi Riau. Peresmian 3.385 unit RS dan RSH bangunan anggota Apersi Riau tersebut dilakukan Menteri Perumahan Rakyat Siharso Monoarfi di Perumahan Pesona Asri di Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Rabu (28/7/10). Dalam peresmian tersebut Menpera didampingi Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit. Peresmian tersebut dilakukan usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Apersi Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru. Rakerda tersebut digelar dalam rangka menyusun program kerja anggota Apersi Riau sepanjang 2010. Menurut Ketua DPD Apersi Riau Herwanto, saat ini pengembang yang menjadi anggota Apersi Riau sekitar 160 perusahaan. Dari jumlah tersebut sekitar 130 masih aktif. Sejauh ini program kerja Apersi Riau berjalan dengan baik. Hal itu bisa dilihat dari realisasi pembangunan RS dan RSH. Dari 6.000 unit yang ditargetkan pada 2010 ini, sudah terbangun sekitar 5.000 unit, 3.385 unit di antaranya yang hari ini diresmikan Menpera. “Kami yakin target membangun 6.000 unit RS dan RSH bisa tercapai tahun ini,” ujar Herwanto kepada riauterkini usai pembukaan Rakerda. Dalam kesempatan itu Herwanto menyambut baik rencana Menpera mengajukan perubahan mekanisme subsidi perumahan. Jika selama ini pola subsidi diberikan untuk cicilan selama 4 tahun, maka ke depan, setelah berubahan, konsumen perumahan RSH akan mendapatkan fasilitas suku bunga rendah selama waktu masa cicilan.***(mad)Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfi meresmikan 3.385 unit RS dan RSH. Rumah-rumah tersebut hasil bangunan pengembang anggota Apersi Riau 2009-2010. Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kurun waktu 2009-2010 perusahaan pengembang anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Riau menargetkan membangun 6.000 unit rumah sederhana (RS) dan rumah sederahana sehat (RSH). Sejauh ini sudah 3.385 unit RS dan RSH yang berhasil dibangun sekitar 160 anggota Apersi Riau. Peresmian 3.385 unit RS dan RSH bangunan anggota Apersi Riau tersebut dilakukan Menteri Perumahan Rakyat Siharso Monoarfi di Perumahan Pesona Asri di Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Rabu (28/7/10). Dalam peresmian tersebut Menpera didampingi Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit. Peresmian tersebut dilakukan usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Apersi Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru. Rakerda tersebut digelar dalam rangka menyusun program kerja anggota Apersi Riau sepanjang 2010. Menurut Ketua DPD Apersi Riau Herwanto, saat ini pengembang yang menjadi anggota Apersi Riau sekitar 160 perusahaan. Dari jumlah tersebut sekitar 130 masih aktif. Sejauh ini program kerja Apersi Riau berjalan dengan baik. Hal itu bisa dilihat dari realisasi pembangunan RS dan RSH. Dari 6.000 unit yang ditargetkan pada 2010 ini, sudah terbangun sekitar 5.000 unit, 3.385 unit di antaranya yang hari ini diresmikan Menpera. “Kami yakin target membangun 6.000 unit RS dan RSH bisa tercapai tahun ini,” ujar Herwanto kepada riauterkini usai pembukaan Rakerda. Dalam kesempatan itu Herwanto menyambut baik rencana Menpera mengajukan perubahan mekanisme subsidi perumahan. Jika selama ini pola subsidi diberikan untuk cicilan selama 4 tahun, maka ke depan, setelah berubahan, konsumen perumahan RSH akan mendapatkan fasilitas suku bunga rendah selama waktu masa cicilan.***(mad) DJ_Archuleta July 28th, 2010, 12:19 PM Bengkalis.rohil dan Siak Terdaftar 20 Kabupaten Super Kaya di Indonesia riaubisnis.com - Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Indonesia mendapatkan transfer dana bagi hasil sumber daya alam dari pemerintah pusat dalam jumlah sangat besar. Bahkan, sangat jauh berbeda dibandingkan dengan puluhan kabupaten lainnya. Beberapa kabupatan malah mendapatkan dana bagi hasil triliunan rupiah dari tahun ke tahun. Sebut saja misalnya Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang mendapatkan bagian dana Bagi Hasil Rp 2,5 triliun pada 2009 atau Kabupaten Bengkalis di Riau yang mendapatkan jatah Rp 1,5 triliun. Ini tak sebanding dengan rata-rata kabupaten paling miskin sumber daya alam, kebanyakan di Jawa yang cuma memperoleh ratusan juta rupiah per tahun. Contohnya, seperti Kabupatan Gunung Kidul, Sleman dan Kulon Progo di propinsi Jogjakarta yang masing-masing cuma mendapatkan jatah dana bagi hasil sumber alam, Rp 144-146 jutaan per tahun. Berdasarkan data yang dilansir VIVAnews dari Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009 yang dirilis baru-baru ini, sedikitnya ada 20 kabupaten dan kota yang mendapatkan dana bagi hasil di atas Rp 400 miliar per tahun atau 2.700 kali dibandingkan dengan jatah dari Kabupaten Gunung Kidul. Berita yang dilansir melalui VIVAnews.com, Rabu (28/7/2010), kabupaten kaya raya tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Timur, sebagian lagi tersebar di Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Papua. Kalimantan Timur menjadi pusat lokasi pertambangan batu bara, sedangkan Riau dan Kepulauan Riau menjadi tempat pertambangan minyak dan gas. Dari Papua ada kabupaten Mimika yang mendapatkan jatah Dana Bagi Hasil Rp 440 miliar pada 2009. Wilayah di pegunungan Papua ini mendapatkan dana bagi hasil tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Papua lantaran menjadi tempat pertambangan emas dan tembaga oleh PT Freeport Indonesia. Berikut ini adalah daftar 20 kabupaten yang mendapatkan dana bagi hasil sumber daya alam terbesar di Indonesia. 1. Kab Kutai Kartanegara (Kaltim) Rp 2.566,55 miliar 2. Kab Bengkalis (Riau) Rp 1.519,73 miliar 3. Kab Kutai Timur (Kaltim) Rp 1.059,72 miliar 4. Kab Siak (Riau) Rp 993,20 miliar 5. Kab Rokan Hilir (Riau) Rp 911,07 miliar 6. Kab Musi Banyuasin (Sumsel) Rp 858,45 miliar 7. Kab Kutai Barat (Kaltim) Rp 670,60 miliar 8. Kab Kampar (Kaltim) Rp 679,32 miliar 9. Kab Pasir (Kaltim) Rp 593,64 miliar 10. Kab Berau (Kaltim) Rp 553,26 miliar 11. Kab Bulungan (Kaltim) Rp 482,82 miliar 12. Kota Samarinda (Kaltim) Rp 480,19 miliar 13. Kab Nunukan (Kaltim) Rp 478,34 miliar 14. Kab Panajam Pasir Utara (Kaltim) Rp 477,03 miliar 15. Kota Bontang (Kaltim) Rp 476,83 miliar 16. Kab Malinau (Kaltim) Rp 462,34 miliar 17. Kota Tarakan (Kaltim) Rp 454,55 miliar 18. Kota Balikpapan (Kaltim) Rp 441,60 miliar 19. Kab Natuna (Kep Riau) Rp 440,24 miliar 20. Kab Mimika (Papua) Rp 424,33 miliar Pemerintah memperoleh penerimaan sumber daya alam pada tahun lalu sebesar Rp 138,96 triliun. Itu setara dengan 61 persen dari total Rp 227,06 triliun penerimaan negara bukan pajak. Penerimaan itu berasal dari pendapatan minyak dan gas bumi, pertambangan umum, kehutanan, perikanan dan pertambangan panas bumi. Penerimaan terbesar berasal dari minyak bumi yang mencapai Rp 90 triliun. Dari total penerimaan sumber daya alam, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemerintah membagikan ke daerah dalam bentuk bagi hasil sumber daya alam yang menjadi bagian Pemda. Total yang dibagikan Rp 36,86 triliun. Bagi hasil terbanyak berupa minyak bumi Rp 14,6 triliun, gas bumi Rp 11,5 triliun dan pertambangan umum Rp 7,2 triliun. Penerimaan sumber daya alam 2009 sesungguhnya menurun jauh atau Rp 85 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Itu disebabkan penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia dari US$101 per barel pada 2008 menjadi US$58 per barel pada 2009.(*) Udah ketauan kan pulau Jawa ternyata gak ada apa2nya.. Justru daerah2 yang kaya dgn SDA hanya ada di luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera... rilham2new July 28th, 2010, 01:31 PM ^^ Tapi Pusat perindustrian, pusat tenaga kelistrikan, pusat hiburan, dan pendapatan negara dari pajak sebagian besar dari sana. Negara ini 80% nya ditopang pajak ... Cuman beberapa daerah cukup spesial memang, karena selain menghasilkan "PERAHAN" juga menghasilkan "PAJAK" .... rilham2new July 28th, 2010, 02:19 PM Ini ada tambahan Jalan yang RIAU BANGET :), itu di Kabupaten Kampar ... Yang ini di Kabupaten Siak Dan kalau gambar di atas itu Kita masih sekitar 130 km lagi menuju Kota Pekanbaru ke arah TIMUR... Kalau gambar yang di bawah ini, kemungkinan besar 120 km meninggalkan Kota Pekanbaru ke arah UTARA Jalan Menuju Siak Sri Indrapura Kecamatan Koto Gasib dan Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak Gambar oleh INDRADRE 1 http://farm5.static.flickr.com/4116/4812403191_2188921c9a_b.jpg 2 http://farm5.static.flickr.com/4139/4813028178_33f36b145d_b.jpg Jalan Menuju Siak Sri Indrapura Kecamatan Koto Gasib dan Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak Gambar oleh VENOTH 1 http://farm5.static.flickr.com/4090/4836839003_fc2ec4975a_b.jpg 2 http://farm5.static.flickr.com/4090/4837452998_30db05b65b_b.jpg rilham2new July 28th, 2010, 02:28 PM Jalan ZAMRUD - SIAK SRI INDRAPURA Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Gambar oleh VENOTH JALAN INI MASIH BARU DILEBARKAN :), bahkan dibangun :) http://farm5.static.flickr.com/4149/4836873899_21abc26001_b.jpg rilham2new July 28th, 2010, 03:36 PM Jalan Nasional Trans-Sumatra ... Rantau Berangin, Kecamatan Bangkinang Barat Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Lokasi : 70 km arah BARAT DAYA Kota Pekanbaru Gambar oleh KEMBAR GROUP http://farm5.static.flickr.com/4109/4837501338_9bf14b9785_b.jpg Gambar oleh VENOTH 1 http://farm5.static.flickr.com/4152/4837496418_e33e56725f_b.jpg 2 http://farm5.static.flickr.com/4112/4836881221_a233ea55ff_b.jpg rilham2new July 28th, 2010, 03:52 PM Jalan Raya Pekanbaru - Telukkuantan Desa Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Lokasi : 15 km arah SELATAN Kota Pekanbaru ... Gambar oleh CHUKWELD http://farm5.static.flickr.com/4112/4837505788_8dea8fdf21_b.jpg ^^ WOww,, bisa lihat Sungai Kampar :D rilham2new July 28th, 2010, 04:06 PM Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah Kecamatan Siak, Kabupaten Siak *jembatan cable-stayed sepanjang 1.2 km ... diresmikan pada tahun 2007 *didanai 100% APBD RIAU + APBD SIAK Gambar oleh VENOTH 1 http://farm5.static.flickr.com/4129/4837487866_017eb37136.jpg 2 http://farm5.static.flickr.com/4104/4837490294_9c4d0051d8_b.jpg jendry July 29th, 2010, 05:52 AM jembatan siak http://i32.tinypic.com/j8pdme.jpg masjid perawang http://i28.tinypic.com/2wnd88z.jpg ruangan di istana siak http://i30.tinypic.com/k1dn9x.jpg jendry July 29th, 2010, 06:01 AM penambangan emas ilegal di japura http://farm5.static.flickr.com/4148/4834941064_6eaa3f9745_b.jpg jendry July 29th, 2010, 06:16 AM kotak-maket-menara-pengeboran-minyak-pertama-di-riau http://farm5.static.flickr.com/4125/4839943926_d6109b53ee.jpg jendry July 29th, 2010, 06:19 AM meriam instana siak http://farm5.static.flickr.com/4104/4839331841_9016de3867.jpg TEMPAT RAJA SIAK BERTAHTA http://farm5.static.flickr.com/4130/4839331767_7ae1e4fe7a.jpg jendry July 29th, 2010, 06:27 AM POHON SIALANG http://farm5.static.flickr.com/4010/4408196273_76c5d84e33.jpgBY. PEKANBARU,RIAU jendry July 29th, 2010, 06:31 AM SONGKET RIAU http://farm5.static.flickr.com/4047/4408902406_ca2187285a.jpg BY.PEKANBARU.RIAU jendry July 29th, 2010, 07:34 AM Idris Laena Luncurkan Buku UMKM riaumandiri.net - JAKARTA-Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG) asal Riau Idris Laena meluncurkan buku berjudul 'Membedah UMKM Indonesia, Sebuah Kajian Tentang Strategi Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah di Indonesia' di Golden Ballroom Hotel Sultan Jakarta kemarin. Idris yang duduk di Komisi VI DPR yang membidangi industri dan perdagangan mengatakan, kondisi UMKM kurang mendapat perhatian serius dan pemerintah . "Menurut saya sangat ironis jika Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang kontribusinya sangat besar terhadap penyerapan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi serta berfungsi pemerataan dan keadilan namun dalam faktanya belum mendapat perhatian yang serius," tulis Idris di bagian awal bukunya. Dalam buku setebal 240 halaman tersebut Idris juga menyerukan bagi para pelaku UMKM untuk mulai mengkonsolidasikan diri dan membentuk Dewan UMKM Indonesia yang menghimpun asosiasi atau gabungan-gabungan UMKM sebagai satu-satunya wadah yang akan memperjuangkan kepentingan pelaku UMKM. Acara peluncuran buku ini dihadiri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan yang juga memberikan kata pengantar dalam buku ini. Selain Syarief, acara tersebut juga dihadiri Ketua F-PG Setya Novanto, Ketua VI Airlangga Hartarto (F-PG), Wakil Ketua Komisi VI dari Demokrat Ja’far Hafsah, Pejabat Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga dan lain-lain.n san,sam jendry July 29th, 2010, 08:05 AM Atlet Atletik BPOC Riau Pecahkan Rekor PEKANBARU,METRORIAU.COM - Dipenghujung kejurnas atletik BPOC Solo, Kamis (29/7) kemarin, atlet andalan Riau, Martin Losu bukan hanya memecahkan rekor di event tersebut. Tahun lalu, rekor catatannya berada di puncak tertinggi pada kejuaraan Asean Paralimpic Game di Kuala Lumpur, Malaysia nomor lari 100 meter. Kali ini, Martin memecahkan rekornas di nomor 100 dan 200 meter. Di 100 m rekor Asean 11,68 dtk, menjdi 11.32 dtk. 200 m dari 23,72 dtk menjadi 23,44 dtk. Martin jug terpilih menjadi atlet terbaik di kejurnas Solo. Riau menempati ururan ke 8 dari 33 propinmsi dgn 3 emas dan 3 perunggu. Ketum BPOC, Jaya Kusuma kepada Metro Riau, saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan pihaknya merasa puas atas perjuangan para atletnya. ''Menjadi atlet terbaik pada kejurnas kali ini tidaklah gampang. Dan itulah yang di dapatkan Riau dari Martin Losu,'' katanya.(Najib) jendry July 29th, 2010, 08:39 AM Pacu Jalur 2010, Baru 75 Perahu Jalur yang Terdaftar riaubisnis.com - Gaung pelaksanaan event pacu jalur nasional 2010, di Kabupaten Kuansing terlihat makin lama makin menurun. Begitu juga dengan 2010 ini. Meski sudah terpasang umbul-umbul di sepanjang ruas jalan menuju Kota Teluk Kuantan, aktivitas pelaksanaan event berskala nasional terlihat minim. Begitu juga dengan para pedagang kaki lima yang biasanya ramai terlihat di sepanjang ruas jalan. Begitu juga, dengan jumlah peserta pacu jalur iven nasional. Hingga H-3 pelaksanaan iven pacu jalur nasional yang sudah mendaftarkan diri ke sekretariat pacu jalur baru 75 jalur. Koordinator Hadiah Pelaksana Pacu Jalur Nasional di Kabupaten Kuansing Eryswan, seperti dikutip riaupos.com, Selasa (27/7/2010) mengatakan, pacu jalur nasional akan memperebutkan hadiah dengan total nilai Rp 200.750.000. Nantinya Juara I selain akan membawa pulang piala bergilir Menteri Pariwisata RI, piala tetap, tonggol juara juga berhak membawa pulang tiga ekor kerbau, dua ekor sapi dan uang tunai Rp 10 juta. Sementara untuk Juara II, piala tetap, tonggol juara, tiga ekor kerbau, satu ekor sapi dan uang tunai Rp10 juta. Juara III, piala tetap, tonggol juara, tiga ekor kerbau dan uang tunai Rp9 juta. Selanjutnya, juara IV mendapatkan hadiah dua ekor kerbau dan satu ekor sapi ditambah uang tunai Rp9 juta. Juara V berhak mendapatkan hadiah berupa dua ekor kerbau dan uang pembinaan Rp6 juta. Selanjutnya juara VI, berhak mendapatkan hadiah berupa satu ekor kerbau dan satu ekor sapi ditambah uang pembinaan Rp5 juta. Juara VII mendapatkan satu ekor kerbau dan uang pembinaan Rp4 juta. Juara VIII berhak mendapatkan satu ekor sapi dan uang pembinaan Rp3 juta. Juara IX berhak mendapatkan hadiah berupa lima ekor kambing dan uang pembinaan Rp2 juta, juara X berhak mendapatkan hadiah berupa empat ekor kambing dan uang pembinaan Rp1 juta yang masing-masing pemenang juga mendapatkan tonggol juara. Selain itu, panitia juga menyiapkan hadiah hiburan bagi jalur yang masuk hari ke IV untuk 10 buah jalur yang masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp1,5 juta. Berikut jalur-jalur yang sudah mendaftarkan diri, yakni Jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar, Jalur Singa Kuantan Desa Sungai Pinang, Jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan, Jalur Bintang Emas Cahaya Intan Desa Tanjung Hulu Kuantan, Jalur Lilitan Akar Bunga Merah Desa Pulau Kopuang Sentajo, Jalur Siluman Buayo Danau Desa Sitorajo Kecamatan Kuantan Tengah. Selanjutnya Jalur Langkah Keramat Darat Putiah, Jalur Upae Shagok Ghimbo Dusun Kecamatan Kuantan Hilir, Jalur Harimau Paing Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuatan Tengah, Jalur Dewa Ruci Arung Samudera Desa Pulau Sipan Kecamatan Inuman, Jalur Pelangi Indah Cahaya Biru Desa Koto Kombu Kecamatan Hulu Kuantan, Jalur Panglimo Olang Putiah Desa Sei Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Sementara Kabupaten Inhu sudah mengirimkan empat jalur perwakilannya. Masing-masing Jalur Selendang Putri Cintai Desa Alang Kepayang, Jalur Garuda Putih Desa Sungai Guntung Kecamatan Rengat Barat. Jalur Beringin Muda Indragiri Desa Danau Baru Kecamatan Rengat Barat, dan Jalur Putri Selayang Pandang Desa Rawa Jadi Rengat. Sementara Kabupaten Indragiri Hilir sudah mengirimkan satu jalurnya yang mengontrak Jalur Rajo Bujang Padang Tanggung Kecamatan Pangean. Selain itu, Jalur Buayo Teso dari Kecamatan Logas Tanah Darat yang didaftarkan langsung Camat Logas Tanah Darat Drs Muradi dan Jalur Tuah Sakti Lubuk Pualian Kecamatan Singingi Hilir yang juga didaftarkan langsung Camat Singingi Hilir Ramli SSos. ”’Walaupun bukan kecamatan yang tinggal di wilayah Sungai Kuantan, kita tetap ikut untuk menyemarakkan tradisi dan budaya pacu jalur yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing,’’ ujar Ramli. (*) jendry July 29th, 2010, 08:39 AM Pacu Jalur 2010, Baru 75 Perahu Jalur yang Terdaftar riaubisnis.com - Gaung pelaksanaan event pacu jalur nasional 2010, di Kabupaten Kuansing terlihat makin lama makin menurun. Begitu juga dengan 2010 ini. Meski sudah terpasang umbul-umbul di sepanjang ruas jalan menuju Kota Teluk Kuantan, aktivitas pelaksanaan event berskala nasional terlihat minim. Begitu juga dengan para pedagang kaki lima yang biasanya ramai terlihat di sepanjang ruas jalan. Begitu juga, dengan jumlah peserta pacu jalur iven nasional. Hingga H-3 pelaksanaan iven pacu jalur nasional yang sudah mendaftarkan diri ke sekretariat pacu jalur baru 75 jalur. Koordinator Hadiah Pelaksana Pacu Jalur Nasional di Kabupaten Kuansing Eryswan, seperti dikutip riaupos.com, Selasa (27/7/2010) mengatakan, pacu jalur nasional akan memperebutkan hadiah dengan total nilai Rp 200.750.000. Nantinya Juara I selain akan membawa pulang piala bergilir Menteri Pariwisata RI, piala tetap, tonggol juara juga berhak membawa pulang tiga ekor kerbau, dua ekor sapi dan uang tunai Rp 10 juta. Sementara untuk Juara II, piala tetap, tonggol juara, tiga ekor kerbau, satu ekor sapi dan uang tunai Rp10 juta. Juara III, piala tetap, tonggol juara, tiga ekor kerbau dan uang tunai Rp9 juta. Selanjutnya, juara IV mendapatkan hadiah dua ekor kerbau dan satu ekor sapi ditambah uang tunai Rp9 juta. Juara V berhak mendapatkan hadiah berupa dua ekor kerbau dan uang pembinaan Rp6 juta. Selanjutnya juara VI, berhak mendapatkan hadiah berupa satu ekor kerbau dan satu ekor sapi ditambah uang pembinaan Rp5 juta. Juara VII mendapatkan satu ekor kerbau dan uang pembinaan Rp4 juta. Juara VIII berhak mendapatkan satu ekor sapi dan uang pembinaan Rp3 juta. Juara IX berhak mendapatkan hadiah berupa lima ekor kambing dan uang pembinaan Rp2 juta, juara X berhak mendapatkan hadiah berupa empat ekor kambing dan uang pembinaan Rp1 juta yang masing-masing pemenang juga mendapatkan tonggol juara. Selain itu, panitia juga menyiapkan hadiah hiburan bagi jalur yang masuk hari ke IV untuk 10 buah jalur yang masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp1,5 juta. Berikut jalur-jalur yang sudah mendaftarkan diri, yakni Jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar, Jalur Singa Kuantan Desa Sungai Pinang, Jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan, Jalur Bintang Emas Cahaya Intan Desa Tanjung Hulu Kuantan, Jalur Lilitan Akar Bunga Merah Desa Pulau Kopuang Sentajo, Jalur Siluman Buayo Danau Desa Sitorajo Kecamatan Kuantan Tengah. Selanjutnya Jalur Langkah Keramat Darat Putiah, Jalur Upae Shagok Ghimbo Dusun Kecamatan Kuantan Hilir, Jalur Harimau Paing Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuatan Tengah, Jalur Dewa Ruci Arung Samudera Desa Pulau Sipan Kecamatan Inuman, Jalur Pelangi Indah Cahaya Biru Desa Koto Kombu Kecamatan Hulu Kuantan, Jalur Panglimo Olang Putiah Desa Sei Alah Kecamatan Hulu Kuantan. Sementara Kabupaten Inhu sudah mengirimkan empat jalur perwakilannya. Masing-masing Jalur Selendang Putri Cintai Desa Alang Kepayang, Jalur Garuda Putih Desa Sungai Guntung Kecamatan Rengat Barat. Jalur Beringin Muda Indragiri Desa Danau Baru Kecamatan Rengat Barat, dan Jalur Putri Selayang Pandang Desa Rawa Jadi Rengat. Sementara Kabupaten Indragiri Hilir sudah mengirimkan satu jalurnya yang mengontrak Jalur Rajo Bujang Padang Tanggung Kecamatan Pangean. Selain itu, Jalur Buayo Teso dari Kecamatan Logas Tanah Darat yang didaftarkan langsung Camat Logas Tanah Darat Drs Muradi dan Jalur Tuah Sakti Lubuk Pualian Kecamatan Singingi Hilir yang juga didaftarkan langsung Camat Singingi Hilir Ramli SSos. ”’Walaupun bukan kecamatan yang tinggal di wilayah Sungai Kuantan, kita tetap ikut untuk menyemarakkan tradisi dan budaya pacu jalur yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing,’’ ujar Ramli. (*) http://i26.tinypic.com/2hqcu2b.jpg http://i31.tinypic.com/33k5751.jpg http://i31.tinypic.com/24wzhb4.jpg jendry July 29th, 2010, 09:05 AM Dua Pecatur Riau Ikuti Kejuaraan Dunia PEKANBARU,METRORIAU.COM - Kehormatan bagi masyarakat Riau kembali di ndapat lewat dunia olahraga catur di tahun 2010 ini. Pasalnya, dua pecatur Riau mendapat kesempatan mengikuti event Kejuaraan Catur Dunia Pelajar ke VI di Turkey, 21 -31 Juli. Fiodas Baskara, pelajar SMP Cendana Rumbai, Pekanbaru bersama Mashuri Rahman (DKI Jakarta) dan Bintang Lazuardi (DI Yogyakarta) dipercaya oleh Kementrian Pendidikan Nasional dan Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) mewakili Indonesia. Mereka terpilih karena ptrestasinya juara pada O2SN tingkat SMP tahun 2009 lalu di Jakarta. Fio, telah melaksanakan Pelatnas sejak 15 Juni lalu di Wisma Catur DKI Tanah Abang Jakarta. Selama pelatnas mereka ditempa oleh pelatih nasional Henri Jamal MN WN dan Syarif Mahmud MN. Tim pelajar Indonesia meninggalkan tanah air menuju Turkey di komandoi oleh Henri Jamal sebagai official dan pelatih, 19 Juli lala. Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Provinsi (Ketum Pengprov) Riau, Ahmad Syah Harrofie kepada metroriau.com, Kamis (29/7) di ruang kerjanya. Lebih jauh dijelaskannya, disamping Fiodas Baskara, pecatur Riau lainnya yakni Baiq Vina Lestari asal Pelalawan juga mendapat kehormatan mewakili Indonesia pada Kejuaraan Dunia Catur Mahasiswa (University Chess Championship) ke XI di Zurich Swiss, 4-12 September mendatang. ''Baiq akan memperkuat tim mahasiswi bersama Irene Suhendar GMW (Universitas Guna Darma Jakarta, red) Evi Lindiawati (STIE Jakarta) dan Kadek Lin MNW (Udayana Bali). Baiq sebagai mahasiswi Universitas Guna Darma Jakarta mendapat kehormatan mewakili Indonesia atas prestasinya sebagai juara pertama pada Kejuaraan Mahasiswi se Indonesia 2008 dan 2010 di Jakarta,'' ujar Ketum Pengprov Percasi Riau itu. Disamping alet catur mahasiswi, Indonesia juga akan mengikutsertakan tim mahasiswa terdiri dari Susanto Megaranto GM (Universitas Guna Darma Jakarta), Pitra Andika MN (STMIK Medan), Tirta Candra MI (STIE Jakarta) dan Surya Wahyudi MN (STIE Jakarta). ''Atas prestasi dua pecatur Riaumewakili Indonesia pada Kejuaraan Catur Dunia Pelajar dan Kejuaraan Dunia Catur Mahasiswa tentunya amat membanggakan Pengprov Percasi Riau dan tentunya masyarakat catur Riau. Mudah - mudahan mereka dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia,'' pungkas Ahmad Syah Harrofie. (Najib) jendry July 29th, 2010, 09:30 AM Riau Jadi Percontohan Nasional Pendidikan Safety Riding riauterkini.com - PEKANBARU-Provinsi Riau akan dijadikan percontohan secara nasional terhadap pendidikan keselamatan berlalu lintas (safety riding). Sebab, Riau telah memulai lebih awal memasukkan kurikulum safety riding ke pelajaran sekolah dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Demikian diungkapkan Kristanto, Head of Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) usai mengikuti kegiatan sosialisasi dan kurikulum pendidikan keselamatan berlalu lintas yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan nasional di auditorium PT Capela Dinamik NUsantara (CDN) selaku main dealer motor Honda Riau Daratan, Senin (26/7) lalu. Dijelaskan, Riau telah lebih dulu diperkenalkan pendidikan safety riding melalui sekolah-sekolah yang dilakukan AHM, mulai dari TK hingga SMA. Selain itu Riau telah siap dengan sarana dan prasarana untuk penyajian materi safety riding bagi para siswa. Kedepan melalui dukungan Ditlantas Polda Riau dan Dinas Pendidikan Riau, materi safety riding dapat disajikan melalui dukungan sarana baru seperti Riau Driving Center milik Polda Riau yang telah diresmikan di Bom Baru, Kecamatan Rumbai Pekanbaru. Tingginya kepedulian Honda terhadap keselamatan pengendara, tidak terlepas dari besarnya kepercayaan masyarakat terhadap produk Honda. Dimana 50 persen lebih masyarakat menggunakan kendaraan untuk operasional mereka dari merek Honda. Ditambahkan, percontohan kurikulum yang akan diberikan kepada para siswa di Riau ini dimulai dengan sosialisasi dan Anev kurikulum pendidikan keselamatan berlalu lintas yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan nasional yang diikuti para Kadisdik kota dan kabupaten se-Riau, para Kasat dan Kanit Lantas di Riau. Sesuai rencana, pada Agustus mendatang, AHM akan memberikan pemahaman materi safety riding kepada para guru-guru se-kota dan kabupaten di Riau.aim* jendry July 29th, 2010, 10:26 AM Tugu Carano Optimis Tuntas Sebelum MTQ TELUKKUANTAN,METRORIAU.COM - Pembangunan tugu Carani di dekat perempatan kawasan sport centre dengan Kompleks Pemda optimis dapat dituntaskan sebelum pelaksanaan MTQ Riau XXIX 10 Oktober mendatang. ''Kalau menjelang pelaksanaan MTQ, Kami kira dapat diselesaikan. Apalagi saat ini rekanan PT. Gerbang Mas yang ditunjuk untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan tugu ini sudah mulai bekerja di lapangan, dan kemajuan mereka cukup signifikan sekali,''ujar Kabid Tata Bangunan dan Permukiman Dinas Cipta Karya Kuansing, Fakhruddin kepada metroriau.com, Kamis (29/7). Hanya saja karena terjadinya pemotongan anggaran karena deficit APBD sebut Fakhruddin, untuk tahun ini hanya pemasangan rangka semata. Padahal kalau semua kebutuhan dana terpenuhi tahun ini, selain rangka juga akan dilakukan pekerjaan penutup rangka sesuai desain yang telah ditetapkan. Namun demikian ujarnya, walaupun dana yang tersedia tahun ini hanya cukup menuntaskan pemasangan rangka semata, tidak akan mengurangi keindahan Tugu Carano untuk melengkapi sejumlah proyek besar yang ada di dekatnya seperti Sport Centre dan Mesjid Agung dan Kompleks Bupati Kuansing. ''Tahun depan kita harapkan tersedia dana untuk melakukan penutupan rangka tersebut, agar pembangunan tugu ini dapat dituntaskan,''ujar Fakhruddin. Sebelumnya beberapa waktu lalu Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Kuansing, Azwan kepada wartawan mengaku pada tahun 2009 fisik pembangunan tugu ini baru mencapai 49 persen. Penghentian pekerjaan terpaksa dilakukan saat itu, karena batas waktu tahun anggaran 2009 sudah berakhir. Salah satu kendala yang terjadi saat itu, menurut Azwan karena rangka yang dipesan rekanan baru datang akhir tahun anggaran 2009. Rangka ini dipesan dari Jakarta dan di indent ( dipesan ) terlebih dahulu sebelum dipasang. ''Saat itu rangka sebenarnya sudah datang, namun terpaksa ditunda pelaksanaannya pada tahun ini ( 2010 ) karena masa kontrak sudah habis. Ini bentuk ketaatn Kita kepada aturan dan hokum yang berlaku,''pungkasnya saat itu. (Idisusianto) rilham2new July 29th, 2010, 01:19 PM Gambar MARET 2010 Progress Pembangunan Jembatan Perawang (1.4 km) Desa Maredan - Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Gambar oleh ENDI SISWOKO Yang dari sisi ini anda mungkin sudah sering lihat :) http://farm5.static.flickr.com/4109/4837509182_81dce65330_b.jpg Kalau dari sisi sini sudah pernah lihat belum ??? :naughty: ... Btw, katanya APPROACHING ROAD ke kawasan Jembatan bukan jalan ini, tapi akan dinaikan dari muka tanah, dengan konstruksi beton berkaki, kayak di Jalan Tol Bandara di Jakarta :) .... Perhatikan pada gambar, sisi jembatan terpotong, dan masih agak tinggi dari badan jalan :) http://farm5.static.flickr.com/4092/4837512066_5b4abaaa44_b.jpg egimasroy July 29th, 2010, 01:31 PM Gambar MARET 2010 Progress Pembangunan Jembatan Perawang (1.4 km) Desa Maredan - Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Gambar oleh ENDI SISWOKO Yang dari sisi ini anda mungkin sudah sering lihat :) http://farm5.static.flickr.com/4109/4837509182_81dce65330_b.jpg Kalau dari sisi sini sudah pernah lihat belum ??? :naughty: ... Btw, katanya APPROACHING ROAD ke kawasan Jembatan bukan jalan ini, tapi akan dinaikan dari muka tanah, dengan konstruksi beton berkaki, kayak di Jalan Tol Bandara di Jakarta :) .... Perhatikan pada gambar, sisi jembatan terpotong, dan masih agak tinggi dari badan jalan :) http://farm5.static.flickr.com/4092/4837512066_5b4abaaa44_b.jpg keren ham. sumpah keren banget. makin banyak aja nih jembatan - jembatan keren dan tentunya MAHAL di Provinsi tercinta ini :D rilham2new July 29th, 2010, 01:45 PM ^^ Tentunya MAHAL yang penting gak perlu nunggu-nunggu APBN buat bangunnya, dan walaupun pakai APBD bukan proyek ecek-ecek :D :) Dan rasanya kita punya beberapa :D Yang lagi U/C juga ada beberapa ... di Rohil ada jembatan Pedamaran juga yang lagi U/C :banana: jendry July 29th, 2010, 01:48 PM ^^ wuahh keren jembatan perawang :) sebagai penopang perekonomian riau :) egimasroy July 29th, 2010, 02:02 PM ^^ Tentunya MAHAL yang penting gak perlu nunggu-nunggu APBN buat bangunnya, dan walaupun pakai APBD bukan proyek ecek-ecek :D :) Dan rasanya kita punya beberapa :D Yang lagi U/C juga ada beberapa ... di Rohil ada jembatan Pedamaran juga yang lagi U/C :banana: pastinya ham. tapi bukan berarti kita gak butuh APBN ham. contohnya aja jembatan siak III dan Siak IV yang sekarang tetap dilanjutkan pembangunanya tapi ya gitu deh. lambat banget. sebenarnya Jembatan siak IV itu adalah Proyek pemerintah pusat. namun entah mengapa dana dari pemerintah pusat gak kunjung turun. ya ini lah resiko sebagai negeri yang di " CAP " daerah KAYA RAYA. enggak di perhatikan kondisis infrastuktur jalan dan jembatan nya. jadinya ya Pemprov dan Pemkab / kot seRiau lah yang berjuang membangun itu semua sendirian. tapi aku salut Lihat Pemkab SIAK yang membangun jembatan Tengku agung sultanah latifah dengan menggunakan APBD Murni kabupaten mereka. benar - benar pengorbanan yang luar biasa untuk kemajuan negeri :okay: rilham2new July 29th, 2010, 05:30 PM pastinya ham. tapi bukan berarti kita gak butuh APBN ham. contohnya aja jembatan siak III dan Siak IV yang sekarang tetap dilanjutkan pembangunanya tapi ya gitu deh. lambat banget. sebenarnya Jembatan siak IV itu adalah Proyek pemerintah pusat. namun entah mengapa dana dari pemerintah pusat gak kunjung turun. ya ini lah resiko sebagai negeri yang di " CAP " daerah KAYA RAYA. enggak di perhatikan kondisis infrastuktur jalan dan jembatan nya. jadinya ya Pemprov dan Pemkab / kot seRiau lah yang berjuang membangun itu semua sendirian. tapi aku salut Lihat Pemkab SIAK yang membangun jembatan Tengku agung sultanah latifah dengan menggunakan APBD Murni kabupaten mereka. benar - benar pengorbanan yang luar biasa untuk kemajuan negeri :okay: Hmm benar sekali, kita tetap butuh APBN. Karena Riau masih bisa digenjot lebih kencang lagi dari hari ini. Jika dan hanya jika infrastruktur di Riau berbasis investasi jangka panjang, mulai dari TOL dan Pembangkit Listrik. Kita bisa menjadi lokasi sumber devisa negara. Hari ini Riau memberikan terbanyak di Sumatra, dalam hal investasi, eksplorasi SDA, dan volume perdagangan ekspor-impor. Mungkin Riau cuman kalah dari sektor perpajakan saja, tapi itu karena jumlah penduduk. Nah, syukurlah di Riau ... hanya gara2 APBN gak mengucur, daerah ini gak serta merta stop membangun mengemis sana-sini, masih ada juga yang bisa dibangun ... walaupun mungkin cuman jembatan2 sepanjang 1-2 km saja. Ohya, proyek Jembatan T.A.S.L di Siak Sri Indrapura itu bukan murni APBD Kabupaten Siak,,, tapi sharing APBD Provinsi Riau dengan APBD Kabupaten Siak :) jendry July 29th, 2010, 06:25 PM Bengkalis.rohil dan Siak Terdaftar 20 Kabupaten Super Kaya di Indonesia riaubisnis.com - Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Indonesia mendapatkan transfer dana bagi hasil sumber daya alam dari pemerintah pusat dalam jumlah sangat besar. Bahkan, sangat jauh berbeda dibandingkan dengan puluhan kabupaten lainnya. Beberapa kabupatan malah mendapatkan dana bagi hasil triliunan rupiah dari tahun ke tahun. Sebut saja misalnya Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang mendapatkan bagian dana Bagi Hasil Rp 2,5 triliun pada 2009 atau Kabupaten Bengkalis di Riau yang mendapatkan jatah Rp 1,5 triliun. Ini tak sebanding dengan rata-rata kabupaten paling miskin sumber daya alam, kebanyakan di Jawa yang cuma memperoleh ratusan juta rupiah per tahun. Contohnya, seperti Kabupatan Gunung Kidul, Sleman dan Kulon Progo di propinsi Jogjakarta yang masing-masing cuma mendapatkan jatah dana bagi hasil sumber alam, Rp 144-146 jutaan per tahun. Berdasarkan data yang dilansir VIVAnews dari Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009 yang dirilis baru-baru ini, sedikitnya ada 20 kabupaten dan kota yang mendapatkan dana bagi hasil di atas Rp 400 miliar per tahun atau 2.700 kali dibandingkan dengan jatah dari Kabupaten Gunung Kidul. Berita yang dilansir melalui VIVAnews.com, Rabu (28/7/2010), kabupaten kaya raya tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Timur, sebagian lagi tersebar di Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Papua. Kalimantan Timur menjadi pusat lokasi pertambangan batu bara, sedangkan Riau dan Kepulauan Riau menjadi tempat pertambangan minyak dan gas. Dari Papua ada kabupaten Mimika yang mendapatkan jatah Dana Bagi Hasil Rp 440 miliar pada 2009. Wilayah di pegunungan Papua ini mendapatkan dana bagi hasil tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Papua lantaran menjadi tempat pertambangan emas dan tembaga oleh PT Freeport Indonesia. Berikut ini adalah daftar 20 kabupaten yang mendapatkan dana bagi hasil sumber daya alam terbesar di Indonesia. 1. Kab Kutai Kartanegara (Kaltim) Rp 2.566,55 miliar 2. Kab Bengkalis (Riau) Rp 1.519,73 miliar 3. Kab Kutai Timur (Kaltim) Rp 1.059,72 miliar 4. Kab Siak (Riau) Rp 993,20 miliar 5. Kab Rokan Hilir (Riau) Rp 911,07 miliar 6. Kab Musi Banyuasin (Sumsel) Rp 858,45 miliar 7. Kab Kutai Barat (Kaltim) Rp 670,60 miliar 8. Kab Kampar (Kaltim) Rp 679,32 miliar 9. Kab Pasir (Kaltim) Rp 593,64 miliar 10. Kab Berau (Kaltim) Rp 553,26 miliar 11. Kab Bulungan (Kaltim) Rp 482,82 miliar 12. Kota Samarinda (Kaltim) Rp 480,19 miliar 13. Kab Nunukan (Kaltim) Rp 478,34 miliar 14. Kab Panajam Pasir Utara (Kaltim) Rp 477,03 miliar 15. Kota Bontang (Kaltim) Rp 476,83 miliar 16. Kab Malinau (Kaltim) Rp 462,34 miliar 17. Kota Tarakan (Kaltim) Rp 454,55 miliar 18. Kota Balikpapan (Kaltim) Rp 441,60 miliar 19. Kab Natuna (Kep Riau) Rp 440,24 miliar 20. Kab Mimika (Papua) Rp 424,33 miliar Pemerintah memperoleh penerimaan sumber daya alam pada tahun lalu sebesar Rp 138,96 triliun. Itu setara dengan 61 persen dari total Rp 227,06 triliun penerimaan negara bukan pajak. Penerimaan itu berasal dari pendapatan minyak dan gas bumi, pertambangan umum, kehutanan, perikanan dan pertambangan panas bumi. Penerimaan terbesar berasal dari minyak bumi yang mencapai Rp 90 triliun. Dari total penerimaan sumber daya alam, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemerintah membagikan ke daerah dalam bentuk bagi hasil sumber daya alam yang menjadi bagian Pemda. Total yang dibagikan Rp 36,86 triliun. Bagi hasil terbanyak berupa minyak bumi Rp 14,6 triliun, gas bumi Rp 11,5 triliun dan pertambangan umum Rp 7,2 triliun. Penerimaan sumber daya alam 2009 sesungguhnya menurun jauh atau Rp 85 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Itu disebabkan penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia dari US$101 per barel pada 2008 menjadi US$58 per barel pada 2009.(*) kabupaten kampar yang dalam list itu katanya adalah kabupaten di kaltim ternyata setelah saya kompirmasi sama bang daru yang juga forumers dari kaltim/samarinda, itu bukan nama kabupaten yang ada di kaltim yang jelas itu kabupaten yang ada di riau tentu nya " jadi kabupaten superkaya di riau ini jelas ada 4 biji. bengkalis,siak,rohil,dan kabupaten kampar " coba aja cek di om google gak bakal nemu yang nama nya kabupaten kampar di kaltim :D ini mungkin kesalahan dalam pengetikan :) jadi harap maklum :) rilham2new July 29th, 2010, 06:41 PM ^^ Berarti 4 dari 10 kabupaten terkaya ada di Riau. Dan 3 dari 5 kabupaten terkaya juga ada di Riau :) Tetapi, di Bengkalis kayaknya belakangan berita pembangunannya agak kurang... Berbanding kabupaten2 lain ada apa, ya?? aku sangat gembira karena Pekanbaru gak masuk dalam LIST,,, habis sudah Pekanbaru dicap banyak pembangunan gara2 kebanyakan SDA :hammer: Padahal nyatanya emang pemerintahnya memang becus ngurusin anggaran di daerah. Pekanbaru malah dibanding daerah di Riau, realisasi anggarannya paling tinggi... Bahkan selalu di angka 90% atau lebih ... jendry July 29th, 2010, 07:11 PM ^^ bengkalis sama dumai itu gak ada pembangunan yang wuah gitu karna kebijakan yang ada itu gak di jalan kan bang, kalau dalam ekonomi gak ada inovasi pemimpinnya dalam hal menarik investor hanya mengandalakan yang udah ada aja gak mampu untuk melakukan hal yang lain,... dumai salah satu yang kurang greget dalam hal menarik investor kedaerah nya padahal perusahaan kelas dunia aada disana, dan juga letaknya gak usah di ragukan lagi, semua investasi disana di merupakan hasil dari promosi investasi dari provinsi bukan daerah yang menarik investor nya, ya walikota nya santai santai aja kerja, "kerja gak kerja investasi juga udah masuk" itu mungkin kata kata yang ada dalam pikiran nya. padahal dengan di bantu oleh pemprov harusnya dumai bisa bersanding dengan pekanbaru kemajuan ekonominya,. ya itu tadi masalah nya pejabatnya cuma mondar - mandir aja dari rumah ke kantor tiap hari tanpa tau apa yang harus dilakukan.. :nuts: rilham2new July 29th, 2010, 07:26 PM ^^ Kalau kulihat memang aku agak sedih dengan Bengkalis dan Dumai, mereka memang pencapaian dan indikator makro ekonomi dan standar hidupnya memang udah tergolong tinggi di Riau, jen. Ya benar memang ada kesan, pemerintahnya nyantai-nyantai aja , tohhh investasi tetap masuk. Gak kayak SIAK yang bener2 gregetan menggejot pembangunan mereka. Padahal kalau lihat di Kantor nya mereka juga gak sibuk2 banget kerjanya :D ... Tapi, pembangunan fisik itu ada dan kelihatan dengan sangat baik. Di Rokan Hulu, juga walau kelihatan nyantai2 kerja kantorannya, tapi pembangunan fisiknya ada dan kelihatan :hammer: Di Pekanbaru sih gak usah ditanya, mungkin pemerintah yang etos kerjanya paling bagus di Riau yaa adanya di Pekanbaru ini .... Itupun masih tidak cukup bagus juga sebenarnya :p~ ,,, mungkin masih lebih baik banding sama Pemerintah2 DKI Jakarta :tongue2: Tapi, di Dumai ... APBD nya cuman Rp 500 - 600 Miliar kalau gak salah .... Kalau gak salah Kepulauan Meranti juga termasuk kecil. jendry July 29th, 2010, 07:42 PM ^^ itu lah ciri pejabat yang gak punya jiwa pemimpin bang walaupun dia di tunjuk sebagai pemimpin, dia gak tau mau ngapain kalau udah jadi pejabat ya melongo:nuts: aja kerja nya :D saya saja sampai sekarang belum pernah dengan daerah itu buat masterplan pembangunan daerah nya yang berasal dari mereka, yang ada juga dari provinisi.. :) itu pula katanya mau di jadikan provinsi riau pesisir yang kemaren ada lagi beritanya di tribun pekanbaru yang mengungkap kan itu nama nya z*F*N *E** yang kalah dalam pemilu legislatif beberapa waktu lalu. bagai orang bisa berfikir singkat macam itu kalau dia terpilih jadi anggota dewan hilang pembicaraan tentang pemekaran nya kalau di kalah muncul lagi, ego nya sangat kuat jadi pemimpin tapi kemapuan tak aada, untuk itu aja bersaing kalah. dari itu Aja orang bisa nilai kalau dia itu gak di percaya sama masyarakat, itu pula yang mengusulkan riau pesisir katanya.. :nuts: tanpa pemekaran daerah itu pasti bisa maju juga asal masyarakat nya gak berpikiran sama aja seperti orang yang di sebutkan diatas itu, mungkin lebih baik memikirkan bagaimana memajukan daerah darimana berpikir bagaimana memekarkan itu jauh lebih efektif daripada ego untuk jadi pemimpin yang hanya bersifat sementara aja, itu pun kalau di pilih sama orang :D rilham2new July 29th, 2010, 07:52 PM ^^ Kurasa karena Bengkalis itu pemimpinnya udah 2 periode, jen... Dulu waktu periode pertama mereka giat,,, tapi pas di periode ke-2 ehhh malah melempem. Beda banget dengan pemimpin Kota Pekanbaru, yang bener2 komit di kedua periode kepemimpinannya. Tenang aja, rakyat Riau ini pinter juga kok menilai pemimpin ... Dulu Syamsurizal terpilih lagi sebagai bupati Bengkalis melalui Pilkada, karena memang di periode 1 banyak banget pembangunannya. Di Rokan Hulu, masyarakatnya juga gak mau milih incumbent ... kalau incumbent nya memang brengsek. Lihat aja tuh buronan Ramlan Zas itu :p ... Kenyataanya, Rohul itu keok dan setengah hati banget pembangunannya di era dia ... Akhirnya pas PILKADA, incumbent gak menang di Rohul. Di Indragiri Hulu, pun masyarakatnya juga ngerti gak mau milih incumbent. Karena memang mereka kecewa dengan kinerja pemimpin mereka. Di Dumai, pun masyarakatnya juga SANGAT PAHAM untuk tidak jatuh ke lubang yang sama dengan memilih incumbent yang itu-itu lagi :tongue2: Masyarakat Riau cukup terdidik untuk memilih pemimpin, kita pernah jatuh ke lubang dalam waktu era orde baru :p, umumnya di Riau pemimpin incumbent yang terpilih lagi karena memang dia punya kerja yang baik pada periode sebelumnya. .... jendry July 29th, 2010, 08:02 PM ^^ dari hal itu juga kita bisa lihat kalau masyarakat riau sangat butuh komitmen dari pemimpinnya, dimana janji yang di buat pemimpin itu sangat sangat di pegang teguh, apakah realisasi nya sesuai dengan janji semula apa bukan, kalau beda tentu masyarakat gak bakal memandang nya lagi di periode yang akan datang.. ya ini juga kehausan masyarakat akan pembangunan dimana mereka hanya butuh pemimpin yang bisa membangun daerah tanpa harus memandang dia itu siapa dan siapa nya... :) rilham2new July 29th, 2010, 08:06 PM ^^ Jujur aku agak ngeri,,, dengan Pemilukada Kota Pekanbaru pada tahun 2011 mendatang, karena Herman Abdullah udah gak bisa dipilih lagi karena udah 2 periode. Kuharap Herman Abdullah terpilih menjadi Bupati yang baik untuk kabupaten lain di Riau ini .... Biar kabupaten lain ngerasain gimana rasanya pernah dipimpin oleh orang2 yang pernah "menangani" kota Pekanbaru :D jendry July 29th, 2010, 08:08 PM ^^ aku malah berharap dia jadi gubernur bang :D :D dengar dengar si katanya mau jadi calon bupati kampar bang, mengabdi di kampung halaman mungkin ya :D LD Kris18 July 30th, 2010, 03:20 AM Tugu Carano Optimis Tuntas Sebelum MTQ TELUKKUANTAN,METRORIAU.COM - Pembangunan tugu Carani di dekat perempatan kawasan sport centre dengan Kompleks Pemda optimis dapat dituntaskan sebelum pelaksanaan MTQ Riau XXIX 10 Oktober mendatang. ''Kalau menjelang pelaksanaan MTQ, Kami kira dapat diselesaikan. Apalagi saat ini rekanan PT. Gerbang Mas yang ditunjuk untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan tugu ini sudah mulai bekerja di lapangan, dan kemajuan mereka cukup signifikan sekali,''ujar Kabid Tata Bangunan dan Permukiman Dinas Cipta Karya Kuansing, Fakhruddin kepada metroriau.com, Kamis (29/7). Hanya saja karena terjadinya pemotongan anggaran karena deficit APBD sebut Fakhruddin, untuk tahun ini hanya pemasangan rangka semata. Padahal kalau semua kebutuhan dana terpenuhi tahun ini, selain rangka juga akan dilakukan pekerjaan penutup rangka sesuai desain yang telah ditetapkan. Namun demikian ujarnya, walaupun dana yang tersedia tahun ini hanya cukup menuntaskan pemasangan rangka semata, tidak akan mengurangi keindahan Tugu Carano untuk melengkapi sejumlah proyek besar yang ada di dekatnya seperti Sport Centre dan Mesjid Agung dan Kompleks Bupati Kuansing. ''Tahun depan kita harapkan tersedia dana untuk melakukan penutupan rangka tersebut, agar pembangunan tugu ini dapat dituntaskan,''ujar Fakhruddin. Sebelumnya beberapa waktu lalu Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Kuansing, Azwan kepada wartawan mengaku pada tahun 2009 fisik pembangunan tugu ini baru mencapai 49 persen. Penghentian pekerjaan terpaksa dilakukan saat itu, karena batas waktu tahun anggaran 2009 sudah berakhir. Salah satu kendala yang terjadi saat itu, menurut Azwan karena rangka yang dipesan rekanan baru datang akhir tahun anggaran 2009. Rangka ini dipesan dari Jakarta dan di indent ( dipesan ) terlebih dahulu sebelum dipasang. ''Saat itu rangka sebenarnya sudah datang, namun terpaksa ditunda pelaksanaannya pada tahun ini ( 2010 ) karena masa kontrak sudah habis. Ini bentuk ketaatn Kita kepada aturan dan hokum yang berlaku,''pungkasnya saat itu. (Idisusianto) Aku dan Om PP udah lihat langsung tugu Carano nya! Sumpah Kereeeeen!!! :okay: :banana: kayak mau bangun menara pakai kerangkat metal baja gitu... aku fikir tadinya itu monumen tugu Sport Centre :lol: wah Pekanbaru aja belum punya yang kayak gitu :nuts: rilham2new July 30th, 2010, 06:43 AM ^^ Semoga ada gambar2nya ya , kris :D jendry July 30th, 2010, 11:18 AM pacu jalur 2010 dari epeper riaupos http://img811.imageshack.us/img811/4379/2010u.jpg (http://img811.imageshack.us/i/2010u.jpg/) http://img245.imageshack.us/img245/4697/38532888.jpg (http://img245.imageshack.us/i/38532888.jpg/) jendry July 30th, 2010, 11:44 AM dari epeper riaupos http://img832.imageshack.us/img832/3211/turap.jpg (http://img832.imageshack.us/i/turap.jpg/) jendry July 30th, 2010, 12:06 PM at kuansing http://img818.imageshack.us/img818/8945/kunsing.jpg (http://img818.imageshack.us/i/kunsing.jpg/) Kris18 July 30th, 2010, 01:34 PM 3.000-an Warga Ramaikan Pawai Pembukaan Pacu Jalur 30 Juli 2010 TELUK KUANTAN (RP)- Dentuman suara meriam, ayunan dayung tangan-tangan kekar si anak pacu, dan gemercik air Batang Kuantan, serta lautan manusia di sepanjang tebing Tepian Narosa, menjadi tanda helat akbar iven nasional Pacu Jalur Kuantan Singingi 2010 telah dimulai. Pembukaan pacu jalur itu seakan tak mengabaikan apapun yang terjadi pada perekonomian. Harga cabai, kebutuhan bahan pokok lainnya, serta Tarif Dasar Listrik (TDL) boleh saja naik, tapi kemeriahan iven pacu jalur yang baru dibuka Kamis (29/7) dan berlangsung hingga 1 Agustus mendatang tak berkurang kemeriahannya. Bahkan pada saat pawai budaya pembukaannya saja, tak kurang dari 3.000-an orang meramaikannya. Belum termasuk tamu undangan dan para penonton yang memadati lapangan Limuno, tempat iven wisata nasional ini dibuka. Pembukaan iven tahunan ini, dihadiri langsung oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP, Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Suedi Husein, Danlanud Pekanbaru Kolonel Pnb Nanang Santoso, Danrem 031/Wirabima Kol Inf Zaedun SSos, Bupati Kuansing H Sukarmis, Wakil Bupati Drs H Mursini Msi, Sekda Drs H Zulkifli Msi, Ketua DPRD Kuansing Muslim SSos dan jajarannya serta para tamu undangan lainnya. Rangkaian acara pembukaan, seperti tahun-tahun sebelumnya dibuka dengan pawai budaya yang melibatkan seluruh kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi. Masing-masing kabupaten menampilkan berbagai ragam budaya yang terdapat di daerah mereka. Misalnya Kecamatan Hulu Kuantan dengan prosesi manjalang mentua, Kecamatan Benai dengan tradisi mengantar anak pancar bersunat rasul, Kecamatan Pangean dengan prosesi turun mandi anak bayi yang diiringi bako baki dan bintang (kue-kue dijambar), dan Kecamatan Kuantan Mudik dengan prosesi mengantar cucuang kemenakan. Selanjutnya, kecamatan Logas Tanah Darat dengan prosesi mengantar anak bako nikah kawin dan penyerahan cenderamata madu lebah kepada Gubernur sebagai kekayaan negeri mereka. Kemudian, Kecamatan Gunung Toar dengan prosesi tombo penganten, Kecamatan Cerenti dengan batobo turun ka ladang, Kecamatan Singingi dengan prosesi tari mendulang emas. Berbagai tampilan budaya yang melibatkan sekitar 3000-an orang tersebut, berkali-kali mendapatkan tepuk tangan dan sunggingan senyum dari panggung kehormatan yang ditempati Gubernur Riau dan tamu undangan lainnya. Itulah sebabnya Datuk Bisai Edyanus Herman Halim SE MM Urang Godang Limo Koto di Tongah yang mewakili pemuka masyarakat menyatakan bahwa kenaikan harga cabai, sembako dan TDL tidak mengurangi kemeriahan iven pacu jalur. Masyarakat Kuantan Singingi, katanya, tetap bersemangat melestarikan tradisi pacu jalur yang sudah berumur seabad lebih itu. Bergeser dari Bulan Agustus Bupati Kuansing H Sukarmis dalam sambutannya menjelaskan bahwa tahun ini, ada sedikit perubahan pelaksanaan iven pacu jalur. Bila biasanya kegiatan itu dilaksanakan pada bulan Agustus sekaligus sebagai momen peringatan Hari Kemerdekaan RI, khusus tahun ini diperingati pada Juli. Hal itu untuk menjalankan ibadah puasa bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada tanggal 11 Agustus. Pergeseran ini, sedikit banyaknya, dari beberapa orang yang Riau Pos wawancarai di antaranya Dedi dan Ida, telah mengurangi jumlah penonton pacu jalur. ‘’Mungkin banyak yang tidak tahu. Apalagi dalam kalender wisata nasional sudah ditetapkan sekitar tanggal 23-an iven ini digelar. Ditambah lagi kurangnya promosi. Tidak ada spanduk ataupun iklan di ibu kota provinsi. Jadi hanya orang Kuansing saja yang tahu. Tak banyak yang dari luar daerah,’’ ujarnya. Sementara itu, Gubernur Riau HM Rusli Zainal berharap, iven pacu jalur yang unik dan tiada duanya di Riau itu bisa menjadi andalan kunjungan wisata. Bahkan dia berharap iven tersebut tidak lagi terlaksana tahunan, tetapi juga harus bisa menjadi iven enam bulanan, tiga bulanan bahkan bulanan, sebelum menuju iven akbar yang dilaksanakan tiap tahun. Rusli menyebutkan pentingnya iven ini bagi Riau. Mengingat sektor pariwisata menjadi program prioritas kedua setelah program industri, perdagangan, dan investasi di Riau. Sekaligus untuk melestarikan nilai-nilai tradisional yang sangat luar biasa, dalam rangka Riau mewujudkan visi Riau 2020 akan datang. Bersamaan dengan itu, Rusli juga menyampaikan pujiannya terhadap pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi. Dari udara dia melihat sejumlah gedung megah telah berdiri, di antaranya stadion/gedung olahraga dan juga sekolah pintar. Jalur Unggulan Masih Merajai Pada hari pertama iven pacu jalur, terlihat jalur-jalur unggulan peraih juara tahun 2009 lalu masih tangguh dari jalur-jalur lainnya. Di antaranya Jalur Putih Mandi Mayang Taurai RAPP Desa Rantau Sialang Kecamatan Kuantan Mudik sebagai peraih juara pacu jalur iven nasional lolos ke putaran hari kedua setelah mengalahkan jalur Penentuan Batang Kuantan, Desa Sawah, Kecamatan Kuantan Tengah yang berlaga di hilir ke-36. Kesuksesan jalur Puti Mandi Mayang Taurai ini juga diikuti pemegang juara II pacu jalur iven nasional tahun 2009 yakni Jalur Toduang Biso Rimbo Piako, Desa Pebaun Hilir, Kecamatan Kuantan Mudik, di hilir ke-16 yang menumbangkan jalur Ular Kumbang Danau Rombo, Desa Pembatang, Kabupaten Tanjung Pinang. Jalur Upae Shagok Ghimbo, Dusun Desa Pasar Baru, Kecamatan Kuantan Hilir peraih juara III pacu jalur iven nasional tahun 2009, juga berhasil lolos setelah mengalahkan lawannya, Jalur Siluman Nago Putiah Desa Pauh Angit Kecamatan Pangean. Selain itu, Jalur Panglimo Sati dari Desa Toar, Kecamatan Gunung Toar yang menjadi jawara pacu jalur rayon III di Kecamatan Pangean. Jalur unggulan lainnya yang berhasil lolos adalah jalur Panglimo Olang Putiah, Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan yang menjadi juara I pacu jalur rayon II, Kecamatan Hulu Kuantan. Jalur Soriak Sarumpun Tolang Batutu, Desa Pulau Binjai, Kecamatan Kuantan Mudik yang menjadi juara III pacu jalur rayon II di Hulu Kuantan. Selanjutnya Batu Lompatan Harimau Kompe, Desa Kinali, Kalo Jengking Tigo Jumbalang, Desa Sungai Manau. Jalur Delima Indah Permata Kuantan Forum Peduli Riau, Desa Saik Kecamatan Kuantan Mudik yang merupakan binaan dari Kepala BKD Riau Drs Said Saqlul Amri MSi, juga Jalur Singa Kuantan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan. Selanjutnya, jalur Lilitan Akar Bunga Merah, Desa Pulau Kopuang Sentajo; Jalur Siluman Buayo Danau, Desa Sitorajo Kari; Jalur Harimau Paing, Desa Pintu Gobang Kari, jalur Keramat Sati Alam Bagontar, Desa Pulau Komang Sentajo; Jalur Pelangi Indah Cahaya Biru Riau Pos, Desa Koro Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan lolos setelah menumbangkan lawannya jalur Jalak Baru, Desa Pengalihan Kecamatan Kuantan Hilir di hilir ke-53. Jalur Keramat Jubah Merah, Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Kuantan tengah juga berhasil lolos. Selain itu, tak ketinggalan Jalur Garuda Putih dari Kabupaten Inhu yang juga berhasil lolos dari jebakan maut. Gubernur Riau HM Rusli Zainal bersama Hj Septina Primawati Rusli MM dan unsur Muspida Riau, Bupati Kuansing H Sukarmis dan istri, Wakil Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi, Sekda Drs H Zulkifli Msi, Ketua DPRD Kuansing Muslim SSos, Wakil Ketua I DPRD Kuansing Sardiyono Amd, Bupati Inhu terpilih Yopi Sugianto, Ketua IKKS Pekanbaru Ir Endrianto Usta MM, Sekum IKKS Pekanbaru M Dunir SAg, H Abu Bakar Sidik SSi dan lainnya.(dac/ndi) pacu jalur 2010 dari epeper riaupos http://img811.imageshack.us/img811/4379/2010u.jpg (http://img811.imageshack.us/i/2010u.jpg/) http://img245.imageshack.us/img245/4697/38532888.jpg (http://img245.imageshack.us/i/38532888.jpg/) Kris18 July 30th, 2010, 01:46 PM Oleh-oleh dari Kuansing mau pamer dikit neeeh ngomong ngomong sekolah di riau.. kuansing punya sekolah pintar yang keren ini saya kasih tunjuk salah satu gedung asrama siswanya aja yaaa... http://i64.photobucket.com/albums/h173/alam_0247/IMG_6514.jpg gak sangka, di tengah-tengah kamung Taluk ada kompleks sekolah yang luar biasa bagusnya, desainnya benar-benar T.O.P :okay: hmmmmm... pada event pacu jalur di teluk kuantan.. lumayan bisa di hibur tari tarian... walau cuma bentar... http://i64.photobucket.com/albums/h173/alam_0247/IMG_6573.jpg Parade malam seni yang dimeriahkan oleh penampilan Tari Bujang Dara Riau yang mengagumkan dan diikuti oleh persembahan tari-tarian dari kabupaten-kota seRiau, provinsi-provinsi tetangga, dan negara sahabat seperti dari Malaysia :) suasana opening ceremony dan pacu di arena tepian norosa akan menyusul kemudian :D jendry July 30th, 2010, 06:22 PM Realisasi KUR di Riau Capai Rp 769 Milyar riauterkini.com - Hingga perJuni 2010 (semester I), realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Riau mencapai Rp 769 milyar. Riauterkini-PEKANBARU-Pemimpin Bank Indonesia (PBI) Pekanbaru, Harri Utomo kepada Riauterkini Jum'at (30/7/10) mengatakan bahwa hingga semester I 2010 (perJuni), realisasi kredit usaha rakyat untuk Riau mencapai Rp 769 milyar. Jumlah tersebut tumbuh dibandingkan dengan tahun 2009 lalu (perDesember) dengan nilai pertumbuhan mencapai 37,8 persen. "Realisasi KUR di Riau hingga semester I 2010 lalu yang direalisasikan oleh 5 bank pemerintah (BUMN) mencapai Rp 769 milyar. Tumbuh sebesar 37,8 persen dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2009 (perDesember) lalu yang hanya sebesar Rp 558 milyar," terangnya. Menurutnya, KUR yang didistribusikan kepada UKM maupun UMKM digunakan sebagai modal kerja untuk menumbuh kembangkan usaha. Sebagai lembaga penjaminannya, pemerintah menggandeng Askrindo dan Jamkrindo. Sementara itu, untuk data di skala nasional tercatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga saat ini telah mencapai Rp5,2 triliun dari target 2010 sebesar Rp 18 triliun. Katanya, hampir semua bank belum menyalurkan KUR sesuai dengan target. Namun, kendala terserapnya KUR itu disebabkan adanya relaksasi kebijakan yang baru terselesaikan pada Maret 2010. ***(H-we) jendry July 30th, 2010, 06:40 PM Dana Pihak Ketiga di Perbankan Riau Rp 34 Trilyun riauterkini.com - Pada semester I 2010, total dana pihak ketiga perbankan di Riau mencapai Rp 34 triliun. Jumlah tersebut tipis dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Riauterkini-PEKANBARU-Pemimpin Bank Indonesia (PBI) Pekanbaru, Harri Utomo kepada Riauterkini Jum'at (30/7/10) mengatakan bahwa jumlah total dana pihak ketiga di perbankan Riau perJuni 2010 mencapai Rp 34,316 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 33,017 triliun. Dari jumlah tersebut menurut Harri, Rp 23,543 triliun dana pihak ketiga (DPK) diantaranya berada di perbankan milik pemerintah (BUMN/BUMD). Sisanya sebesar Rp 10,772 triliun merupakan dana pihak ketiga yang berada di perbankan swasta. "DPK di perbankan BUMN/BUMD berjumlah sebesar Rp 23,543 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan tipis dibandingkan dengan Juni 2009 yang hanya sebesar Rp 23,459 triliun. Sedangkan jumlah DPK di perbankan swasta yang sebesar Rp 10,772 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp 1,160 triliun dibandingkan dengan Juni 2009 yang hanya sebesar Rp 9,612 triliun," terangnya. Disinggung mengenai jenis DPK, untuk di perbankan BUMN/BUMD, tabungan masih menjadi kepercayaan masyarakat. Perjuni 2010 jumlahnya mencapai Rp 10,421 triliun. Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan perJuni 2009 yang hanya sebesar Rp 9, 133 triliun. Giro mencapai Rp 7,622 triliun. Turun dibandingkan dengan perJuni 2009 yang mencapai Rp 8,687 triliun. Sedangkan jenis deposito berjangka hanya sebesar Rp 5,5 triliun atau turun dibandingkan dengan perJuni 2009 yang mencapai Rp 5,64 triliun. Untuk perbankan swasta, tabungan juga masih menjadi kepercayaan masyarakat. Buktinya untuk jenis DPK perbankan swasta perJuni 2010 jumlah dana masyarakat yang masuk mencapai Rp 4,9 triliun. Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan perJuni 2009 yang hanya sebesar Rp 3,95 triliun. "Berbeda dengan di perbankan pemerintah (BUMN/BUMD), di perbankan swasta, setelah jenis DPK tabungan, deposito berjangka masih lebih dipercaya oleh nasabah dibandingkan dengan giro. Jumlahnya mencapai Rp 3,9 triliun atau lebih tinggi sedikit dibandingkan Juni 2009 yang mencapai Rp 3,871 triliun," terangnya. Sedangkan untuk giro, tambah PBI yang baru saja menggantikan PBI lama Wiyoto yang sudah memasuki masa pensiun, perJuni 2010 jumlah giro di perbankan swasta mencapai Rp 1,9 triliun. Jumlah tersebut naik tipois dibandingkan dengan perJuni 2009 yang hanya sebesar Rp 1,79 triliun. ***(H-we) jendry July 30th, 2010, 07:03 PM Lusa, Riau Expo 2010 Dibuka Kepala BKPMN riauterkini.com - Helat akbar Riau Expo 2010 dibuka pada Ahad lusa. Dijadwalkan pembukaan dilakukan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nasional Gita Wirjawan. Riauterkini-PEKANBARU- Dijadwalkan pada Ahad (1/8/10) petang, sekitar pukul 16.00 WIB helat promosi terbesar sepanjang tahun, Riau Expo 2010 akan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nasional (BKPMN) Gita Wirjawan didampingi Gubernur Riau M Rusli Zainal. Kegiatan yang akan berlangsung sampai 9 Agustus tersebut dipusatkan di Bandar Serai, Purna MTQ Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru. "Rencananya pembukaan Riau Expo 2010 dilakukan Kepala BKPMN, Pak Gita Wirjawan pada Minggu sore," ujar Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau Feizal Qomar Karim kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (30/7/10). Dijelaskan Feizal, Riau Expo 2010 merupakan ajang promosi dan perdagangan berbagai komoditas unggulan yang dimiliki Provinsi Riau. Masyarakat luas diundang hadir untuk menyaksikan helat ini secara cuma-cuma. Sementara itu, Presiden Deriktur PT Solindo Duta Convex Chairul Umaiya, selaku pelaksana helat tersebut mengungkapkan persiapan yang telah mendekati maksimal. "Secara umum semua persiapan berjalan sebagaimana di harap. Semua sudah siap untuk pembukaan Riau Expo pada Hari Minggu lusa," ujar Chairul saat dihubungi riauterkini. Dijelaskan Chairul, sebanyak 210 stand yang disediakan telah terpesan seluruhnya. Rinciannya, 50 stand untuk instansi pemerintah, baik di lingkungan Pemprov Riau maupun instanfi vertikal, seperti TNI dan Polri. Kemudian ada 70 stand yang disediakan bagi koperasi dan usaha kecil menangah. Untuk stand ini peserta tidak dipungut biaya. "70 stand untuk koperasi dan UKM memang fasilitas untuk membantu pengembangan sektor ini," jelasnya. Demikian juga dengan 50 stand yang disediakan untuk kepentingan bisnis. Sudah terpesan seluruhnya. Berangkat dari fakta tersebut, Chairul optimis, target Riau Expo 2010 dikunjungi 300 ribu orang bisa dicapai dengan nilai transaksi Rp 5 milyar.***(mad) drie July 30th, 2010, 07:29 PM Oleh-oleh dari Kuansing gak sangka, di tengah-tengah kamung Taluk ada kompleks sekolah yang luar biasa bagusnya, desainnya benar-benar T.O.P :okay: Parade malam seni yang dimeriahkan oleh penampilan Tari Bujang Dara Riau yang mengagumkan dan diikuti oleh persembahan tari-tarian dari kabupaten-kota seRiau, provinsi-provinsi tetangga, dan negara sahabat seperti dari Malaysia :) suasana opening ceremony dan pacu di arena tepian norosa akan menyusul kemudian :D duhh kapan bisa nampil dalam acara ini ya :ohno: drie July 30th, 2010, 07:46 PM Jalan ZAMRUD - SIAK SRI INDRAPURA Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Gambar oleh VENOTH JALAN INI MASIH BARU DILEBARKAN :), bahkan dibangun :) http://farm5.static.flickr.com/4149/4836873899_21abc26001_b.jpg bang ham, mau ralat. ini bukan jalan Zamrud menuju Kota Siak Sri Indrapura, tapi ini jalan Simp. Dayun menuju Siak Sri indrapura. kalu jalan dari Zamrud tetap 1 jalur kok bang. jadi sekarang kalau kita mau ke siak arah dari pekanbaru, gak perlu lagi harus melewati Zamrud, tapi langsung aja berbelok ke arah kiri setibanya di Simp. Dayun. jadi lebih menghemat waktu tempuh sekitar 30 menit. namun jalan ini gak di benar kan truk -truk atau pun BUS lewat. hanya kusus untuk mobil - mobil ukuran sedang hingga kecil dan motor tentunya:lol: rilham2new July 30th, 2010, 08:59 PM bang ham, mau ralat. ini bukan jalan Zamrud menuju Kota Siak Sri Indrapura, tapi ini jalan Simp. Dayun menuju Siak Sri indrapura. kalu jalan dari Zamrud tetap 1 jalur kok bang. jadi sekarang kalau kita mau ke siak arah dari pekanbaru, gak perlu lagi harus melewati Zamrud, tapi langsung aja berbelok ke arah kiri setibanya di Simp. Dayun. jadi lebih menghemat waktu tempuh sekitar 30 menit. namun jalan ini gak di benar kan truk -truk atau pun BUS lewat. hanya kusus untuk mobil - mobil ukuran sedang hingga kecil dan motor tentunya:lol: I see ... thanks untuk infonya :p Zamrud ini kantor BOB yang dulu pernah kemasukan harimau itu, bukan ya ??? :D drie July 31st, 2010, 02:34 AM I see ... thanks untuk infonya :p Zamrud ini kantor BOB yang dulu pernah kemasukan harimau itu, bukan ya ??? :D yup, benar banget bang. gimana gak kemasukan Harimau, kan Zamrud emang masih banyak harimua nya :D, untung lah saat ini Zmarud di duduki oleh BOB jadi nya satwa - satwa yang ada di kawasan tersebut masih dapat terlindungi hingga sekarang :D jendry August 1st, 2010, 09:19 AM maaf yaa.. aku pingin posting di sini.. nih housing estate sekolah pintar kuansing.. ntar guru guru rumah dinasnya di sini... http://i64.photobucket.com/albums/h173/alam_0247/IMG_6667.jpg.. jendry August 1st, 2010, 09:34 AM Bertemu Gubri, ANC International USA Komit Investasi di Riau riauterkini.com - Gubri M Rusli Zainal melakukan pertemuan dengan kelompok pengusaha USA yang tergabung dalam ANC International. Mereka menyatakan komitmen untuk berinvestasi di Riau. Riauterkini-JAKARTA - ANC International Foundation, USA menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi di Provinsi Riau. ANC bahkan menjanjikan sejumlah bantuan untuk pembangunan infrastruktur di Bumi Lancang Kuning. Komitmen tersebut disampaikan langsung CEO ANC International Foundation, USA, Ye Tien/Xi Chen saat diterima Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE, MP, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (31/7/10). Gubri antara lain didampingi anggota DPR RI asal Riau HM Lukman Edy MSi yang juga mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal. Hadir juga sejumlah pengusaha asal negeri jiran Malaysia. ANC menyatakan minatnya untuk membangun sejumlah infrastruktur, seperti jembatan Melaka-Rupat, yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia, jalan tol Dumai-Pekanbaru dan sejumlah proyek lainnya, seperti pembangunan Pulau Rupat sehingga bisa menjadi port city (kota pelabuhan). Gubri menyambut baik komitmen ANC tersebut. Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan jembatan Melaka-Rupat sudah sejak lama digulirkan. Bahkan sudah ada pembicaraan antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia. "Yang ingin kita bangun ini adalah infrastruktur ASEAN. Kalau itu jadi, maka nanti tidak hanya menghubungkan Indonesia-Malaysia, tapi juga Singapura, Thailand dan sampai Bali. Ini luar biasa," ucapnya. Terkait Pulau Rupat, Gubri mengatakan bahwa pulau tersebut masih perawan dan sangat potensial untuk dikembangkan. Begitu juga rencana pembangunan jalan tol Dumai-Pekanbaru akan sangat memacu pembangunan Provinsi Riau. Di sisi lain, Gubri juga mengajak ANC untuk menanamkan investasinya di sektor industri hilir kelapa sawit. Sebab, saat ini ada 2,3 juta hektar kebun kelapa sawit di Riau. "Ini kebun dengan hamparan yang sangat luas yang mungkin tidak dijumpai di tempat lain," ulasnya. Gubri meyakinkan pihak ANC bahwa Riau adalah tempat yang paling tepat untuk berinvestasi. Selain potensi yang sangat luar biasa, Gubri juga menjamin tidak akan ada birokrasi yang berbelit-belit. "Semua potensi kita sudah idle (tersedia). Jadi bukan mimpi lagi. Begitu juga sebagai Gubernur, saya jamin tidak akan ada birokrasi yang berbelit-belit untuk investasi ini. ANC datang pada waktu yang tepat," tegasnya. Sementara itu, CEO ANC International Foundation, USA, Ye Tien/Xi Chen, langsung menjanjikan sejumlah bantuan, antara lain Rp2 miliar untuk membangun infrastruktur seperti jalan dan listrik di Riau, dan Rp3 miliar untuk proyek-proyek perkebunan. Selain itu, ANC juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan garansi dalam jumlah uang yang cukup banyak sebagai bukti keseriusan ANC untuk berinvestasi di Riau. Ye Tien meminta perwakilan dari pihak Pemprov Riau untuk bekerja sama menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, dan paling lambat Kamis (5/8) depan, semuanya sudah selesai. "Saya dalam bekerja memang agak unik," kata Ye dalam bahasa Cina, seraya berharap agar semua proses yang dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.***(rls) rilham2new August 1st, 2010, 09:54 AM ^^ Ugghhh, aku benar2 dukung kalau mereka mau invest di industri hilir sawit.... RIau benar2 sangat membutuhkannya :p Kris18 August 1st, 2010, 07:32 PM Jalan Raya Pekanbaru - Teluk Kuantan (164 km) http://farm5.static.flickr.com/4101/4850169110_a4bf4274e4_b.jpg http://farm5.static.flickr.com/4074/4850167966_4e2a97c41a_b.jpg jalan lurus , dan ga begitu banyak kelokan, kanan kiri pemandangan kebun-kebun, ladang, dan sawit, sungai-sungai dan perbukitan kecil rilham2new August 2nd, 2010, 02:03 AM ^^ Hmm,jadi begitu ya bentuk jalannya kalau kita bergerak ke arah SELATAN dari Kota Pekanbaru :) Kris18 August 2nd, 2010, 03:22 AM yah begitulah bang, tak sama dengan jalan lintas menuju Sumbar dari arah Panam - Bangkinang .. apalagi yang mengarah ke Tanjung Belit, jalan tanah nan sempit, padahal tempat wisata disana sangat menjanjikan :ohno: jendry August 2nd, 2010, 07:01 AM Jalan Raya Pekanbaru - Teluk Kuantan (164 km) http://farm5.static.flickr.com/4101/4850169110_a4bf4274e4_b.jpg http://farm5.static.flickr.com/4074/4850167966_4e2a97c41a_b.jpg jalan lurus , dan ga begitu banyak kelokan, kanan kiri pemandangan kebun-kebun, ladang, dan sawit, sungai-sungai dan perbukitan kecil ini masih di sekitran lipat kain kriss, kalau udah masuk ke daerah kunsing jalan nya banyak tikungann malahan, tapi jalan nya lebih bagus.. kalau udah masuk kuansing itu di kiri kanan jalan itu isi nya kebun karet, kalau kebun sawit itu gak terlalu banyak.. oia penambangan emas ilegal di sungai kuantan masih berlangsun tu sepertinya, maka nya air sungai kuantan itu gak jernih lagi .. jendry August 2nd, 2010, 07:25 AM Realisasi KUR di Riau Rp769 Miliar mediaindonesia.com - PEKANBARU--MI: Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Riau hingga Juni atau Semester I 2010 mencapai Rp769 miliar. Jumlah itu meningkat sebesar 37,8% dari realisasi KUR pada akhir tahun atau Desember 2009 lalu yang hanya sebesar Rp558 miliar. "Realiasi penyaluran KUR di Riau hingga semester I 2010 cukup baik atau tumbuh sebesar 37,8% dibanding 2009. Penyaluran KUR hingga Juni sudah mencapai Rp769 miliar," kata Pemimpin Bank Indonesia (BI) Pekanbaru Hari Utomo, Minggu (1/8). Ia menjelaskan, penyaluran dana KUR itu dilakukan lima bank BUMN yang memiliki cabang di Riau. Meski begitu, penyaluran dana tersebut masih tergolong kecil mengingat program nasional KUR telah diluncurkan pemerintah sejak 2007 lalu. Karena itu, ia berharap agar sektor perbankan terus meningkatkan penyaluran KUR untuk membantu permodalan terutama bagi sektor UMKM yang mendongkrak pertumbuhan sektor riil di daerah. "Kami berharap KUR dapat diserap oleh UKM dan UMKM untuk mendorong pertumbuhan sector riil. Sebagai lembaga penjaminannya, pemerintah sudah menggandeng Askrindo dan Jamkrindo," ujarnya. Menurutnya, realisasi penyaluran KUR secara nasional hingga kini telah mencapai Rp5,2 triliun dari target 2010 sebesar Rp13,5 triliun. Ia mengatakan, hampir semua bank secara nasional belum menyalurkan KUR sesuai dengan plafon target yang ditetapkan. (RK/OL-3) jendry August 2nd, 2010, 07:38 AM Pendayung Riau Berjaya di Lomba Perahu Naga riauterkini.com - PADANG, TRIBUNPEKANBARU.COM - Lima partai final Festival Lomba Dayung Perahu Naga Internasional 2010 di banjir kanal Banda Bakali GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Minggu (1/8/2010) dijuarai para pedayung Riau. Para pedayung Riau yang tergabung dalam Pengprov PODSI Riau menguasai nomor 12 pedayung campuran (putra putri), nomor 22 pedayung putra, nomor 12 pedayung putra, nomor 12 pedayung putri, dan nomor 22 pedayung campuran. Adapun dua nomor lain yakni 22 pedayung putra, dimenangkan oleh para pedayung yang tergabung dalam Pengprov PODSI Sumbar dan nomor 22 pedayung antar bangsa putra yang diadakan khusus untuk melombakan para pedayung dari sejumlah negara, dijuarai oleh para pedayung dari tim Malaysia. (kompas.com) jendry August 2nd, 2010, 07:47 AM Niat Ubah Cangkang Sawit Jadi Listrik kompas.com - PEKANBARU, KOMPAS.com - Kepala Bidang Energi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau, Abdi Haro di Pekanbaru, Senin (2/8/2010) mengatakan pihaknya saat ini melirik cangkang sawit sebagai bahan bakar listrik. Cangkang sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif setelah solar, gas dan air. di Riau terdapat 130 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan luas 1,8 juta hektar, dan dapat dijadikan bio massa. "Namun persoalannya, hingga saat ini pihak PKS masih menutup diri akan hal ini. Alasannya, karena tidak ada titik temu mengenai harga," ujar Abdi. Meski demikian, sejak adanya Peraturan Menteri ESDM No.31 Tahun 2009 tentang Pembelian Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero) Dari Pembangkit Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan Skala Kecil Dan Menengah Atau Kelebihan Tenaga Listrik, tidak ada lagi alasan PKS untuk tidak menjual cangkang sawit tersebut. "Selain penjualan cangkang sawit tersebut, juga PKS mempunyai kewajiban menjual energinya yang berlebih. Dengan demikian, tidak akan ada lagi desa di Riau yang tidak dialiri listrik," tukasnya. Di Riau terdapat 675 desa dengan 641.360 Kepala Keluarga (KK) yang belum dialiri listrik. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ketersedian bahan bakar listrik yang terdiri atas 2 miliar ton batu bara, 377 Million Standard Cubic Feet (MMSCF) dan 716 MW yang bisa dihasilkan dari air. Manajer Perencanaan PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), Yugo Riatmo mengatakan saat ini kebutuhan energi listrik untuk Riau dan Kepri mencapai 292,6 MW. Sedangkan kapasitas yang baru terpasang sebesar 178 MW. "Riau dan Kepri masih mengalami defisit sekitar 114,6 MW. Solusinya dengan pembangunan sejumlah pembangkit dan juga memaksimalkan cadangan mesin yang ada," jelasnya. Ia mempediksi, krisis ini akan berakhir pada 2013, dikarenakan saat ini di Riau sedang dibangun beberapa pembangkit seperti PLTG 20 MW di Peranap maupun PLTG 240 MW di Duri. jendry August 2nd, 2010, 07:49 AM oia untuk kris, maaf photo yang di kuansing kemarin belum boleh di copy sama om pepe karna alasan tertentu.. ntar kalau udah boleh di copy bakal di posting di sini :) Kris18 August 2nd, 2010, 07:55 AM ini masih di sekitran lipat kain kriss, kalau udah masuk ke daerah kunsing jalan nya banyak tikungann malahan, tapi jalan nya lebih bagus.. kalau udah masuk kuansing itu di kiri kanan jalan itu isi nya kebun karet, kalau kebun sawit itu gak terlalu banyak.. oia penambangan emas ilegal di sungai kuantan masih berlangsun tu sepertinya, maka nya air sungai kuantan itu gak jernih lagi .. Ya , ini sejak keluar dari daerah Kubang, inilah nama jalan Raya Pekanbaru - Tlk. Kuantan, oke ditunggu kontribusi buat foto-foto daerah jalan ini, soalnya belum pernah diposting... jendry August 2nd, 2010, 08:24 AM Bank Riau Terima Property & Bank Award tribumpekanbaru.com - PEKANBARU, TRIBUN- Bank Riau menerima anugerah Property & Bank Award untuk prestasi 'Bank Pembangunan Daerah dengan Pelayanan Prima' yang diselenggarakan oleh Majalah Property & Bank. Dalam release yang diterima Tribun, Minggu (1/8), menyebutkan, penghargaan ini diterima oleh Direktur Komersial dan Syariah Bank Riau, Drs H Abdul Aziz MBA, yang diserahkan oleh Ketua Umum REI periode 2007 - 2010, Ir. Teguh Satria, Kamis (29/7) malam lalu di Birawa Asembly Hall Bidakara, Jakarta. Penilaian dilakukan oleh dewan juri tetap seperti Ir Irwan B.Wipranata (Dosen Planologi Untar), Ali Tranghanda (Pengamat Properti) dibantu tim AJPK yang diketuai oleh Prof DR Ir Danisworo Phd (Guru Besar dan Pakar Tata Kota ITB Bandung). Sedangkan untuk menilai sektor perbankan dan keuangan, panitia mengundang Investor Academy, tim penilai independen yang berbasis di Singapura, guna memberikan opini dan penilaian kepada sejumlah perbankan serta memberikan rekomendasi perbankan penerima anugerah. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Adrian Putra, yang juga Wapimred Majalah Property & Bank, tahun ini banyak perbaikan guna peningkatan kualitas penilaian dan acara. Pemimpin Umum/Redaksi Majalah Property & Bank, Indra Utama, menambahkan, ada peningkatan katagori yang diberikan kepada penerima penghargaan pada tahun ini. Secara keseluruhan, panitia dan tim juri memberikan penghargaan kepada 16 penerima di sektor properti, tiga produsen bahan bangunan, dan 14 penerima di sektor perbankan yang salah satunya adalah Bank Riau. Keberhasilan Bank Riau menerima award ini berkat kerjasama dan upaya optimal dari seluruh manajemen PT Bank Riau yang tercermin dari dukungan kuat untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bagi Bank Riau, dengan diterimanya penghargaan ini semakin melengkapkan bukti keberhasilan Bank Riau dalam upayanya meningkatkan kualitas pelayanannya yang gencar dilakukan bebrapa tahun belakangan ini. Sebelumnya, Bank Riau juga mendapatkan penghargaan di bidang service excellence dari Majalah Infobank, yakni terbaik pertama phone handling, terbaik ketiga customer service, dan terbaik keempat performance overall untuk kategori regional bank. (rls) jendry August 2nd, 2010, 08:45 AM Tingkat Investasi di Riau Peringkat 3 Nasional tribunpekanbaru.com - PEKANBARU, TRIBUN - Riau menjadi provinsi ketiga di Indonesia yang memiliki tingkat investasi tertinggi setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Posisi ini naik dua peringkat dibandingkan tahun 2009 yang berada di urutan kelima nasional. Kabar gembira tersebut disampaikan langsung Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Yus'an saat memberikan kata sambutan pembukaan Riau Expo, Minggu (1/8) sore. Di hadapan Gubernur Riau, Rusli Zainal, bupati dan sejumlah pejabat Riau lainnya, Yus'an tampil ke podium tanpa teks menggantikan Kepala BKPM Gita Wirjawan yang rencananya hadir langsung menyaksikan pembukaan. Namun disebabkan harus menemani Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono, Gita digantikan Yus'an. Menurutnya berdasarkan statistik yang diperoleh, selang tahun 1990 hingga 2009, total investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Riau mencapai US$ 5 miliar. Luar biasanya, investasi senilai US $ 3 miliar diperoleh selang waktu 2004 hingga 2009. Sebanyak US$ 2 miliar diantaranya diraih selang 2005 hingga 2009. Sementara, investasi dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terdapat Rp. 21,8 Trilyun. "Angka ini menempatkan Riau berada di tingkat ketiga nasional dalam investasi setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta," katanya. Terjadinya peningkatan peringkat Riau dalam investasi ini merupakan kejutan yang luar biasa. Hal ini diakui sendiri oleh Kepala Badan Promosi dan Pembangunan Daerah Riau, Feizal Qomar Karim. Feizal saat diwawancarai Tribun bahkan mengaku belum tahu kalau Riau naik peringkat diuruta tiga. "Saya hanya tahu kalau kita berada di urutan nomor lima tahun 2009 lalu. Baru tahu tadi kalau sudah naik lagi diurutan ketiga," ujarnya sambil tersenyum. Feizal yang juga Ketua Panitia Riau Expo menyatakan tahun ini, Riau Expo yang digelar keempat kalinya menargetkan kunjungan hingga 360 ribu orang. Target ini menigkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 300 ribu orang. Begitu juga halnya dengan transaksi. Di harapkan tahun ini meningkat 20 persen dari Rp. 5 miliar hingga Rp. 6 miliar. Diakui Feizal, Riau Expo yang bertujuan mempromosikan Riau sebagai pusat investasi, tidak bisa menunjukkan secara langsung peningkatan investasi. Namun, tahun 2009, setidaknya ada investasi sebesar US $ 251,6 juta. Angka fantastis ini berasal dari delapan proyek PMA. Sedangkan untuk PMDN dari empat proyek, bernilai Rp. 3,38 Triyun. "Tahun ini kita akan targetkan bisa melebih angka ini lagi," katanya. (*) rilham2new August 2nd, 2010, 01:00 PM yah begitulah bang, tak sama dengan jalan lintas menuju Sumbar dari arah Panam - Bangkinang .. apalagi yang mengarah ke Tanjung Belit, jalan tanah nan sempit, padahal tempat wisata disana sangat menjanjikan :ohno: Tanjung Belit itu ada di deretan jalan utama, bukan???? Karena dulu tahun 1990-an, rasanya Jalan ke Teluk Kuantan ini udah aspal, Kris ... Malah umur aspal di lintasan Pekanbaru - Telukkuantan itu masih lebih tua, dari lintasan Pekanbaru-Rengat. Dulu orang mau ke Rengat mesti lewat Telukkuantan :) jendry August 2nd, 2010, 03:48 PM Rohil Bangun Kantor Bupati Senilai Rp 86 Milyar riauterkini.com - Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) segera memiliki kantor bupati megah. Proyek prestisius senilai Rp 86 milyar tersebut sangat mirip dengan gedung Capitol di Amerika. Riautrkini-PEKANBARU- Bupati Rokan Hilir (Rohil) Annas Maamun mengungkapkan rencanya pembangunan kantor bupati senilai Rp 86 milyar yang dilakukan secara bertahap, dua tahun dan dimulai pembangunannya pada tahun ini. Diharapkan pada awal 2012 kantor megah berlantai 8 tersebut sudah bisa difungsikan. "Program pembangunan kantor bupati sudah disetujui dimulai tahun ini. Sekarang sedang tender senilai Rp 86 milyar yang dianggarkan dalam waktu dua tahun," ujar Bupati Rohil kepada wartawan usai peresmian anjungan Kabupaten Rohil di arena Riau Expo 2010, Ahad (1/8/10) kemarin. Dipaparkan politisi senior Partai Golkar Rohil tersebut, lokasi pembangunan kantor bupati berada di Bagan Punak, berada di luar Kota Bagansiapi-api. "Sengaja lokasinya di luar Kota Bagan agar bisa menciptakan kawasan pertumbuhan baru," ujarnya. Lebih lanjut Annas mengatakan, dengan memiliki kantor yang megah, nantinya diyakini pelayanan kepada masyarakat Rohil bisa lebih ditingkatkan. Selain itu, kantor bupati tersebut juga diharapkan bisa menjadi lambang kebanggaan daerah Rohil di masa depan. Sebagai data tambahan, berdasarkan maket yang dipajang di Anjungan Rohil, Kantor Bupati Rohil sangat mirip dengan Gedung Capitol di Whasington DC, tempat parlemen Amerika berkantor.***(mad) jendry August 2nd, 2010, 04:11 PM Rusli Zainal, Gubernur Paling Sukses Tumbuhkan Iklim Investasi riauterkini.com - Wakil Menteri Kepala BKMP Yus'an memuji kepemimpinan Gubernur M Rusli Zainal. Menurutnya, di 5 tahun terakhir, Riau menjadi daerah dengan pertumbuhan investasi paling menakjubkan. Riauterkini-PEKANBARU- Wakil Menteri Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Yus'an mengungkapkan data prestasi pertumbuhan nilai investasi Provinsi Riau dalam kurun 5 tahun terakhir. Secara tidak langsung, Yus'an memuji keberhasilan Gubernur Riau menjadikan provinsi ini menjadi salah satu tujuan utama investasi di Indonesia. "Dulu Riau kurang dilirik investor asing dan domestik, tetapi sekarang, Riau menjadi daerah tujuan utama investasi di Indonesia," puji Yus'an dalam pidato sambutan pembukaan Riau Expo 2010 di Bandar Serai, Purna MTQ Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru, Ahad (1/8/10). Dipaparkan Yus'an, terhitung sejak 1990-an hingga saat ini nilai investasi di Provinsi Riau mencapai USD 5 milyar untuk penanaman modal asing (PMA). Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 30 trilyun. Pencapain ini menjadi luar biasa, karena lebih separohnya tumbuh selama 5 tahun terakhir. Lebih lanjut Yus'an merincikan, bahwa dari total USD 5 milyar PMA, sekitar USD 3 milyar masuk ke Riau pada kurun waktu 2004- 2009. Sementara untuk PMDN, dari total Rp 30 trilyun, sekitar Rp 22 trilyun masuk Riau pada 2005-2009. Kurun waktu yang disebutkan Yusman merupakan era kepemimpinan Gubernur Rusli Zainal priode pertama dan awal priode kedua. Berangkat dari fakta tersebut, lanjut Yus'an wajar jika total nilai investasi Provinsi Riau tertinggi di luar Pulau Jawa dan hanya kalah dari DKI Jakarta dan Jawa Barat. Bahkan untuk 7 provinsi yang merupakan Regional Champion, Riau merupakan yang terbaik. "Keberhasilan ini sudah pasti tidak didapat begitu saja, melainkan berawal dari keseriusan dan kerja keras Pemprov Riau dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ketrampilan dalam menawarkan potensi investasi yang ada kepada dunia usaha," puji Yus'an lagi. Menanggapi pujian tersebut, Gubernur Rusli Zainal yang hadir dalam kesempatan tersebut menyikapi dengan bijaksana. "Kita sadar, meskipun saat ini nilai investasi kita sudah bagus, tetapi masih banyak yang harus ditingkatkan," ujarnya menjawab riauterkini. Dikatakan gubernur, investasi di Riau akan terus maju jika ada tiga faktor pendukung yang saling bersinergi. Pertama ketersediaan infrastruktur dan energi, kedua sosialisasi dan promosi investasi yang efesien dan penciptakan iklim investasi yang kondusif. "Karena itu, kepada teman-teman media tolong bantu menciptakan iklim investasi kondusif di daerah kita dengan berita yang positif," pintanya.***(mad) rilham2new August 2nd, 2010, 04:20 PM ^^ Wow PERINGKAT INVESTASI Provinsi Riau di tahun ini meningkat dari peringkat 5 ke peringkat 3 nasional :banana: Bravooo, Riau :) jendry August 2nd, 2010, 04:30 PM bahkan kurun waktu investasi yang masuk pun sangat singkat sekali hanya dalam setengah periode malahan.. :banana: :banana: :banana: untuk investasi asing yang masuk selama kurun waktu sekitar 5 tahun USD $ 5 milyar sedangkan investasi dari dalam negri selama kurun waktu 4 tahun Rp. 22 triliyun... :banana::banana: jendry August 2nd, 2010, 04:56 PM Mentan Riau Punya Potensi Program Siska Sejuta Hektar riauterkini.com - Menteri Pertanian Suswono menghimbau pengembangan sistem intergrasi sapi dan kelapa sawit (Siswa) di Riau. Paling tidak, program ini dikembangkan dilahan sejuta hektar. Riauterkini-PEKANBARU-Menteri Pertanian RI Suswono kepada Riauterkini Senin (2/8/10) mengatakan bahwa Riau memiliki lahan perkebunan sawit hingga mencapai 2 jutaan hektar. Jumlah tersebut sangat berpotensi untuk dikembangkan 'tumpang sari' antara sapi dengan peternakan sawit. Untuk itu, tambahnya dalam sambutannya di Kampus UIN Susqa Panam, Riau diminta untuk mengembangkan siska sejuta hektar. Dengan pengembangan siska sejuta hektar itu, paling tidak ada 2 juta sapi yang bisa dikembangkan di Riau. "Siska adalah integrasi antara perkebunan sawit dengan peternakan sapi. Kebun sawit menyediakan asupan serat dari pelepah daun sawit. Sementara kotoran sapi dan air seni sapi bisa digunakan untuk pupuk bagi tanaman sawit. Perhektar kebun sawit bisa dilakukan siska 2 ekor sapi," terangnya. Informasi Riauterkini menunjukkan bahwa saat ini perkebunan milik PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) yang merupakan anak perusahaan PT Asian Agri Group sudah akan mengembangkan siska petani kebun plasmanya. Polanya dengan mengintegrasikan sapi yang akan didapatkan dari KKPE perbankan di Riau. Kadisnak Riau, Asykardia Patrianov mengatakan bahwa saat ini PT Inti Indosawit Subur sudah akan mengembangkan siska dengan KKPE. Yaitu petani melaksanakan siska dengan bantuan perbankan Riau dari KKPE untuk dikembangkan di kebun plasmanya masing-masing.***(H-we) jendry August 2nd, 2010, 05:04 PM tapal perbatasan, http://img687.imageshack.us/img687/5773/85845175.jpg (http://img687.imageshack.us/i/85845175.jpg/) http://img294.imageshack.us/img294/3293/79252716.jpg (http://img294.imageshack.us/i/79252716.jpg/) jendry August 2nd, 2010, 05:05 PM gedung DPRD provinsi riau. http://img148.imageshack.us/img148/448/71917602.jpg (http://img148.imageshack.us/i/71917602.jpg/) rilham2new August 2nd, 2010, 05:43 PM tapal perbatasan, http://img687.imageshack.us/img687/5773/85845175.jpg (http://img687.imageshack.us/i/85845175.jpg/) http://img294.imageshack.us/img294/3293/79252716.jpg (http://img294.imageshack.us/i/79252716.jpg/) Lokasinya di mana, nih?? yang berbatasan dengan Sumatra Barat, kah??? rilham2new August 2nd, 2010, 06:06 PM bahkan kurun waktu investasi yang masuk pun sangat singkat sekali hanya dalam setengah periode malahan.. :banana: :banana: :banana: untuk investasi asing yang masuk selama kurun waktu sekitar 5 tahun USD $ 5 milyar sedangkan investasi dari dalam negri selama kurun waktu 4 tahun Rp. 22 triliyun... :banana::banana: Artinya tanah ini punya potensi :) rilham2new August 2nd, 2010, 06:06 PM Dari TEMPO INTERAKTIF, katanya Madu Sialang Tesso Nilo udah mulai diekspor ya :), wah mantap :) Manisnya Madu Hijau Senin, 02 Agustus 2010 | 09:44 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Cairan manis berwarna cokelat kehitaman yang agak kental itu mungkin sama manisnya dengan madu yang banyak dijual di pasar. Namun madu Hutan Tesso Nilo dari Pelalawan, Riau, itu memiliki sensasi rasa yang berbeda. Rasa madu hutan yang dihasilkan dari nektar berbagai jenis tumbuhan itu lebih kaya jika dibandingkan dengan madu dari satu jenis tumbuhan. Tak hanya soal rasa, madu Hutan Tesso Nilo ini juga istimewa karena merupakan produk "hijau" dan "adil". Disebut hijau karena madu yang dipanen dengan sistem lestari dan membantu pengelolaan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Madu itu juga diolah secara organik tanpa penambahan bahan kimia lain, dan memperhatikan aspek sanitasi. "Produk ini juga fair karena masyarakat memperoleh keuntungan yang adil lewat sistem distribusi yang memperpendek mata rantai perdagangan," kata Efransjah, Chief Executive Officer (CEO) World Wildlife Fund (WWF) Indonesia dalam peluncuran kampanye Green and Fair Products di Jakarta pekan lalu. "Sistem pemanenan dilakukan secara lestari tanpa mengeksploitasi alam." Untuk memanen madu tersebut, Achmad Wazar dan para petani, yang tergabung dalam Asosiasi Petani Madu Hutan Tesso Nilo (APMTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Pelalawan, Riau, harus memanjat pohon-pohon sialang, yang rata-rata tingginya mencapai 40 meter. Pohon sialang adalah pohon tempat lebah liar Apis dorsata bersarang. Pohon yang biasa dijadikan tempat lebah bersarang adalah Kruing, Kempas, Ara, Kedundung Terap, Jelutung, dan Meranti Batu. Setiap pohon sialang umumnya memiliki 30 hingga 80 sarang lebah. Madu di satu sarang dapat dipanen tiga sampai empat kali dalam setahun. Tak mengherankan bila ada peraturan desa bahkan peraturan bupati setempat yang mengatur perlindungan pohon sialang dan larangan untuk menebang pohon tersebut. Proses pemanenan juga dilakukan secara lestari dan higienis lewat sistem penirisan sarang. Sarang yang telah diris diproses tanpa peremasan dengan tangan dan menggunakan peralatan yang bersih dan bebas pencemaran zat kimia. Kadar air madu hutan itu dikurangi hingga mencapai 18 persen sehingga tahan lama. "Kami juga menerapkan pengawasan mutu internal untuk memastikan keaslian, kemurnian, dan kebersihan produk," kata Achmad Wazar. Selain madu Hutan Tesso Nilo, terdapat tujuh produk hijau dan adil lainnya, yaitu kopi robusta Kuyungarang dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Lampung; madu hutan Gunung Mutis dari Timor, Nusa Tenggara Timur; minyak kayu putih Walabi dari Taman Nasional Wasur di Merauke, Papua; beras Adan Tana Tam dari dataran tinggi Kalimantan; kerajinan patung badak dari sekitar Taman Nasional Ujung Kulon; teh Aloe vera dari Taman Nasional Sebangau; dan kerajinan manik Banuaka dari Taman Nasional Betung Kerihun di Kalimantan Barat. "Pengelolaan sumber daya alam dan pemasaran hasilnya yang lestari adalah bagian penting upaya konservasi keanekaragaman hayati," kata Efransjah. "Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi juga memperoleh kehidupan yang baik." Produk hijau dan adil ini adalah inisiatif WWF Indonesia yang dirintis sejak lima tahun yang lalu sebagai program pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi. Program itu dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam dan pemasaran hasilnya secara lestari. Produk itu diambil atau dibudidayakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan dipasarkan secara adil dengan penentuan harga yang transparan. "WWF Indonesia membantu memfasilitasi produk hijau dan adil ini dengan kualitas yang boleh diadu," kata Nazir Foead, Direktur Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat WWF Indonesia. "Selain proses produksi, kami membantu mereka menjaga kualitas produk dan pengemasan juga kontak pasar termasuk kerja sama dengan retailer besar berskala nasional." Walaupun memiliki rasa yang unggul, Achmad merasa kesulitan memasarkan madu Hutan Tesso Nilo, yang mencapai 40 ton per bulan. "Meski harga madu Hutan Tesso Nilo cukup tinggi di tingkat masyarakat, pemasarannya belum terlalu luas," ujarnya. Darius Khamis, Ketua Koperasi Tana Tam, juga mengeluhkan sulitnya memasarkan beras adan, padi varietas lokal yang dibudidayakan masyarakat Kecamatan Krayan Selatan dan Krayan Induk, Nunukan, Kalimantan Timur. Selama ini beras dengan ciri khas aroma, cita rasa, dan tekstur yang halus itu sulit dijual keluar dari kawasan itu karena lokasi yang terpencil dan satu-satunya alat transportasi yang ada hanyalah pesawat. Harga produk hijau green and fair ini memang sedikit lebih tinggi karena tingkat produktivitas yang tidak setinggi produk biasa dan diolah dengan kriteria hijau. Nazir juga menambahkan, istilah hijau yang mereka pakai lebih menekankan pada proses produksi yang tidak merusak hutan dan penggunaan bahan baku alami yang berkelanjutan, serta tidak memasukkan jejak karbon yaitu jumlah total emisi karbon yang dihasilkan dalam proses tersebut. "Kami lebih menjual keaslian dari daerah tersebut," katanya. "Namun kami menggunakan transportasi yang seefisien mungkin sehingga carbon footprint-nya juga tidak terlalu besar." Kampanye produk hijau dan adil tersebut bertujuan mendorong sikap dan pola konsumsi publik yang ramah lingkungan dan adil. Dengan mengkonsumsi pangan organik atau alami, masyarakat ikut mendukung pelestarian sumber daya alam. "Target utama kampanye ini adalah mengedukasi masyarakat dalam memilih produk yang mereka konsumsi," kata Cristina Eghenter, Senior Adviser Bidang Pengembangan Sosial WWF-Indonesia. "Apakah dengan membeli produk itu mereka merusak alam atau mendukung upaya konservasi." TJANDRA DEWI rilham2new August 2nd, 2010, 06:32 PM Taman Nasional TESSO NILO Kabupaten Pelalawan Gambar oleh JONGPIED http://farm5.static.flickr.com/4119/4853851226_58290eb7a9_b.jpg rilham2new August 2nd, 2010, 06:44 PM Sungai Rokan Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Gambar oleh AHMAD YOEDI http://farm5.static.flickr.com/4079/4853879232_ca2276b187_b.jpg rilham2new August 3rd, 2010, 01:59 AM Pelataran Kantor Bupati Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Gambar oleh AHMAD YOEDI Helipad http://farm5.static.flickr.com/4135/4853888290_c0e3dc3f65_b.jpg Bagian depan http://farm5.static.flickr.com/4078/4853282245_54be3bd91e_b.jpg rilham2new August 3rd, 2010, 02:14 AM Niat Ubah Cangkang Sawit Jadi Listrik kompas.com - PEKANBARU, KOMPAS.com - Kepala Bidang Energi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau, Abdi Haro di Pekanbaru, Senin (2/8/2010) mengatakan pihaknya saat ini melirik cangkang sawit sebagai bahan bakar listrik. Cangkang sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif setelah solar, gas dan air. di Riau terdapat 130 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan luas 1,8 juta hektar, dan dapat dijadikan bio massa. "Namun persoalannya, hingga saat ini pihak PKS masih menutup diri akan hal ini. Alasannya, karena tidak ada titik temu mengenai harga," ujar Abdi. Meski demikian, sejak adanya Peraturan Menteri ESDM No.31 Tahun 2009 tentang Pembelian Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero) Dari Pembangkit Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan Skala Kecil Dan Menengah Atau Kelebihan Tenaga Listrik, tidak ada lagi alasan PKS untuk tidak menjual cangkang sawit tersebut. "Selain penjualan cangkang sawit tersebut, juga PKS mempunyai kewajiban menjual energinya yang berlebih. Dengan demikian, tidak akan ada lagi desa di Riau yang tidak dialiri listrik," tukasnya. Di Riau terdapat 675 desa dengan 641.360 Kepala Keluarga (KK) yang belum dialiri listrik. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ketersedian bahan bakar listrik yang terdiri atas 2 miliar ton batu bara, 377 Million Standard Cubic Feet (MMSCF) dan 716 MW yang bisa dihasilkan dari air. Manajer Perencanaan PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), Yugo Riatmo mengatakan saat ini kebutuhan energi listrik untuk Riau dan Kepri mencapai 292,6 MW. Sedangkan kapasitas yang baru terpasang sebesar 178 MW. "Riau dan Kepri masih mengalami defisit sekitar 114,6 MW. Solusinya dengan pembangunan sejumlah pembangkit dan juga memaksimalkan cadangan mesin yang ada," jelasnya. Ia mempediksi, krisis ini akan berakhir pada 2013, dikarenakan saat ini di Riau sedang dibangun beberapa pembangkit seperti PLTG 20 MW di Peranap maupun PLTG 240 MW di Duri. Aku sangat menantikan kelanjutan program ini........ Harus ada hasilnya, tolong didanai lah riset-risetnya, ini penting untuk keberlanjutan kelistrikan Riau. nowan August 3rd, 2010, 02:37 AM ^^ Sudah dipakai oleh PKS sendiri utk bahan bakar :) Tapi kalau berlebih, bagus juga bahan bakunya (cangkang/tandan) dijual atau langsung listriknya yg dijual ke PLN. Riset-risetnya sudah lumayan banyak dilakukan di universitas2 di Pekanbaru, sampai sisa pembakaran berupa abu sawit pun diteliti untuk dijadikan bahan campuran material konstruksi. Pokoknya mulai dari bibit sampai jadi abu (tanah) lagi, itu sawit sudah diteliti pemanfaatannya :) Penelitian lanjutan (advance) masih tetap diperlukan sih.. Hitung-hitungan ekonomisnya sekarang... :D rilham2new August 3rd, 2010, 03:26 AM ^^ Ohya,,, kira-kira kalau aku mau baca ... ada jurnal online nya gak ya??? Dulu, UR pernah punya Jurnal Natur ..... anja sadiqa August 3rd, 2010, 04:19 AM ohriau melayu kita. drie August 3rd, 2010, 05:05 AM tapal perbatasan, http://img687.imageshack.us/img687/5773/85845175.jpg (http://img687.imageshack.us/i/85845175.jpg/) http://img294.imageshack.us/img294/3293/79252716.jpg (http://img294.imageshack.us/i/79252716.jpg/) Lokasinya di mana, nih?? yang berbatasan dengan Sumatra Barat, kah??? iya bang ham, ini tugu tapal batas Riau yang berbatasan dengan sumbar. Dulunya Para anggota dewan yang luar biasa terhormat gak setuju dibangun tugu tapal batas ini, dengan alasan menghambur - hamburkan anggaran. tapi entah kenapa akhirnya di setujui juga :lol: bangga dengan kata - kata SELAMAT DATANG DI BUMI MELAYU itu :) drie August 3rd, 2010, 06:17 AM ohriau melayu kita. ada apa dengan Riau bang ??" rilham2new August 3rd, 2010, 07:58 AM ini aku lg nonton DAERAH MEMBANGUN di TVRI. Ternyata Kabupaten Kampar dicanangkan sebagai Sentra Perikanan Air Tawar terbesar di Indonesia pada tahun 2015. Pemprov sudah mencanangkan pembangunan Pabrik Patin Filet Jambal. Kapasitas produksi hari ini masih 63-100 ton per hari, masih dapat ditingkatkan sehingga 800 ton per hari. nowan August 3rd, 2010, 08:02 AM ^^ Ohya,,, kira-kira kalau aku mau baca ... ada jurnal online nya gak ya??? Dulu, UR pernah punya Jurnal Natur ..... Malaysia sepertinya sangat maju untuk riset produk/limbah kelapa sawit dan aktif mempublikasikan hasil risetnya. Untuk riset yg dibuat universitas2 di Pekanbaru, hmm.. kurang tahu juga bagaimana menelusuri paper2-nya. Jurnal Natur UR punya edisi online? Mungkin ada di sana, dan saya yakin di tugas2 akhir/skripsi mahasiswa ada yang mengambil topik2 tersebut. Bahan bakunya tersedia banyak. Yang kuliah di UR mungkin bisa membantu.. :) Kalau di dunia maya dengan kata kunci: shell/bunch-palm ash, palm by-product, palm fiber, biomass, etc.., akan banyak ditemukan. rilham2new August 3rd, 2010, 10:08 AM Malaysia sepertinya sangat maju untuk riset produk/limbah kelapa sawit dan aktif mempublikasikan hasil risetnya. Untuk riset yg dibuat universitas2 di Pekanbaru, hmm.. kurang tahu juga bagaimana menelusuri paper2-nya. Jurnal Natur UR punya edisi online? Mungkin ada di sana, dan saya yakin di tugas2 akhir/skripsi mahasiswa ada yang mengambil topik2 tersebut. Bahan bakunya tersedia banyak. Yang kuliah di UR mungkin bisa membantu.. :) Kalau di dunia maya dengan kata kunci: shell/bunch-palm ash, palm by-product, palm fiber, biomass, etc.., akan banyak ditemukan. Ohh, kalau Malaysia sih jelas lebih maju soal riset kelapa sawit ... Beberapa tahun yang lalu, sewaktu mereka mengirim ANGKASAWAN ke stasiun ISS. Kalau gak salah benih sawit termasuk yang dibawa dan diteliti. Sebagai daerah penghasil Sawit terbesar di Indonesia, Riau harusnya menjadi pelopor dalam segala riset tentang sawit di Indonesia ini. :) Di Riau yang stahu aku banyak dibuat Riset pastinya tentang Perikanan Air Tawar, karena kita punya Fakultas Perikanan di UR. AKu harap UR bisa meng-ONLINE kan jurnal2 mereka :) jendry August 3rd, 2010, 12:43 PM Dari TEMPO INTERAKTIF, katanya Madu Sialang Tesso Nilo udah mulai diekspor ya :), wah mantap :) Manisnya Madu Hijau Senin, 02 Agustus 2010 | 09:44 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Cairan manis berwarna cokelat kehitaman yang agak kental itu mungkin sama manisnya dengan madu yang banyak dijual di pasar. Namun madu Hutan Tesso Nilo dari Pelalawan, Riau, itu memiliki sensasi rasa yang berbeda. Rasa madu hutan yang dihasilkan dari nektar berbagai jenis tumbuhan itu lebih kaya jika dibandingkan dengan madu dari satu jenis tumbuhan. Tak hanya soal rasa, madu Hutan Tesso Nilo ini juga istimewa karena merupakan produk "hijau" dan "adil". Disebut hijau karena madu yang dipanen dengan sistem lestari dan membantu pengelolaan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Madu itu juga diolah secara organik tanpa penambahan bahan kimia lain, dan memperhatikan aspek sanitasi. "Produk ini juga fair karena masyarakat memperoleh keuntungan yang adil lewat sistem distribusi yang memperpendek mata rantai perdagangan," kata Efransjah, Chief Executive Officer (CEO) World Wildlife Fund (WWF) Indonesia dalam peluncuran kampanye Green and Fair Products di Jakarta pekan lalu. "Sistem pemanenan dilakukan secara lestari tanpa mengeksploitasi alam." Untuk memanen madu tersebut, Achmad Wazar dan para petani, yang tergabung dalam Asosiasi Petani Madu Hutan Tesso Nilo (APMTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Pelalawan, Riau, harus memanjat pohon-pohon sialang, yang rata-rata tingginya mencapai 40 meter. Pohon sialang adalah pohon tempat lebah liar Apis dorsata bersarang. Pohon yang biasa dijadikan tempat lebah bersarang adalah Kruing, Kempas, Ara, Kedundung Terap, Jelutung, dan Meranti Batu. Setiap pohon sialang umumnya memiliki 30 hingga 80 sarang lebah. Madu di satu sarang dapat dipanen tiga sampai empat kali dalam setahun. Tak mengherankan bila ada peraturan desa bahkan peraturan bupati setempat yang mengatur perlindungan pohon sialang dan larangan untuk menebang pohon tersebut. Proses pemanenan juga dilakukan secara lestari dan higienis lewat sistem penirisan sarang. Sarang yang telah diris diproses tanpa peremasan dengan tangan dan menggunakan peralatan yang bersih dan bebas pencemaran zat kimia. Kadar air madu hutan itu dikurangi hingga mencapai 18 persen sehingga tahan lama. "Kami juga menerapkan pengawasan mutu internal untuk memastikan keaslian, kemurnian, dan kebersihan produk," kata Achmad Wazar. Selain madu Hutan Tesso Nilo, terdapat tujuh produk hijau dan adil lainnya, yaitu kopi robusta Kuyungarang dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Lampung; madu hutan Gunung Mutis dari Timor, Nusa Tenggara Timur; minyak kayu putih Walabi dari Taman Nasional Wasur di Merauke, Papua; beras Adan Tana Tam dari dataran tinggi Kalimantan; kerajinan patung badak dari sekitar Taman Nasional Ujung Kulon; teh Aloe vera dari Taman Nasional Sebangau; dan kerajinan manik Banuaka dari Taman Nasional Betung Kerihun di Kalimantan Barat. "Pengelolaan sumber daya alam dan pemasaran hasilnya yang lestari adalah bagian penting upaya konservasi keanekaragaman hayati," kata Efransjah. "Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi juga memperoleh kehidupan yang baik." Produk hijau dan adil ini adalah inisiatif WWF Indonesia yang dirintis sejak lima tahun yang lalu sebagai program pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi. Program itu dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam dan pemasaran hasilnya secara lestari. Produk itu diambil atau dibudidayakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan dipasarkan secara adil dengan penentuan harga yang transparan. "WWF Indonesia membantu memfasilitasi produk hijau dan adil ini dengan kualitas yang boleh diadu," kata Nazir Foead, Direktur Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat WWF Indonesia. "Selain proses produksi, kami membantu mereka menjaga kualitas produk dan pengemasan juga kontak pasar termasuk kerja sama dengan retailer besar berskala nasional." Walaupun memiliki rasa yang unggul, Achmad merasa kesulitan memasarkan madu Hutan Tesso Nilo, yang mencapai 40 ton per bulan. "Meski harga madu Hutan Tesso Nilo cukup tinggi di tingkat masyarakat, pemasarannya belum terlalu luas," ujarnya. Darius Khamis, Ketua Koperasi Tana Tam, juga mengeluhkan sulitnya memasarkan beras adan, padi varietas lokal yang dibudidayakan masyarakat Kecamatan Krayan Selatan dan Krayan Induk, Nunukan, Kalimantan Timur. Selama ini beras dengan ciri khas aroma, cita rasa, dan tekstur yang halus itu sulit dijual keluar dari kawasan itu karena lokasi yang terpencil dan satu-satunya alat transportasi yang ada hanyalah pesawat. Harga produk hijau green and fair ini memang sedikit lebih tinggi karena tingkat produktivitas yang tidak setinggi produk biasa dan diolah dengan kriteria hijau. Nazir juga menambahkan, istilah hijau yang mereka pakai lebih menekankan pada proses produksi yang tidak merusak hutan dan penggunaan bahan baku alami yang berkelanjutan, serta tidak memasukkan jejak karbon yaitu jumlah total emisi karbon yang dihasilkan dalam proses tersebut. "Kami lebih menjual keaslian dari daerah tersebut," katanya. "Namun kami menggunakan transportasi yang seefisien mungkin sehingga carbon footprint-nya juga tidak terlalu besar." Kampanye produk hijau dan adil tersebut bertujuan mendorong sikap dan pola konsumsi publik yang ramah lingkungan dan adil. Dengan mengkonsumsi pangan organik atau alami, masyarakat ikut mendukung pelestarian sumber daya alam. "Target utama kampanye ini adalah mengedukasi masyarakat dalam memilih produk yang mereka konsumsi," kata Cristina Eghenter, Senior Adviser Bidang Pengembangan Sosial WWF-Indonesia. "Apakah dengan membeli produk itu mereka merusak alam atau mendukung upaya konservasi." TJANDRA DEWI berita ini di surat kabar lokal udah lama di posting, kalau gak salah di ekspor ke malaysia madu dari tesso nilo nya... :) jendry August 3rd, 2010, 12:45 PM ini aku lg nonton DAERAH MEMBANGUN di TVRI. Ternyata Kabupaten Kampar dicanangkan sebagai Sentra Perikanan Air Tawar terbesar di Indonesia pada tahun 2015. Pemprov sudah mencanangkan pembangunan Pabrik Patin Filet Jambal. Kapasitas produksi hari ini masih 63-100 ton per hari, masih dapat ditingkatkan sehingga 800 ton per hari. kalau gak salah kabupaten kampar daerah nomer 3 penghasil ikan air tawar terbesar di indonesia, sekarang ini lagi ada nama nya program sejuta keramba di kabupaten kampar buat meningkat kan hasil ikan air tawar ini. dan juga untuk penyedia bahan baku dari kamparicom nanti :) drie August 3rd, 2010, 12:59 PM Sertifikat Bandara Sudah Dikantongi 30 Juli 2010 65 klik Beritahu Teman Laporan M Fathra Nazrul Islam, Tembilahan mfathranazrulislam@riaupos.com DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indrgairi Hilir telah mengantongi sertifikat Badar Udara (Bandara) Tempuling, yang dikeluarkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan RI sejak dua pekan lalu. Hal ni disampaikan Kepala Dishub Inhil, Drs HM Thaher sebagai upaya percepatan operasional Bandara Tempuling. ‘’Alhamdulillah sertifikat Bandara sudah kita dapatkan, saat ini tingga melakukan proses tahap akhir persyaratan agar Bandara bisa difungsikan,’’ jelas Kadishub saat dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (29/7). Menurut Kasihub, sertifikat itu sudah mejadi salah satu persyaratan penting yang harus dimiliki sebuah Bandara agar bisa beroperasi untuk penerbangan. Dengan telah dimilikinya sertifikat tersebut, lanjutnya, maka Dishub Inhil tinggal melengkapi persyaratan lain berupa kelengkapan fasilitas seperti Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKPPK) dan peralatan navigasi. Terkait pengurusan PKPPK ini, Dishub telah menyiapkan sesuai standar yang ditentukan. Sedangkan untuk peralatan navigasi, masih dalam proses pengadaan yang didanai oleh APBD Provinsi Riau 2010. Diperkirakan Oktober 2010 mendatang, peralatan navigasi ini telah terpasang di Bandara Tempuling. ‘’Kita minta masyarakat bersabar, karena untuk pengurusan operasional suatu bandara memang perlu waktu cukup lama, karena ada persyaratan nasional dan internasional yang harus dipenuhi,’’ harap Thaher yang juga menambahkan[B] saat ini pihaknya tengah melobi managemen Riau Air Lines (RAL) dan Wings untuk membuka penerbangan Tembilahan-Pekanbaru, Tembilahan-Batam dan Tembilahan Jambi.[/(rnl) jendry August 3rd, 2010, 02:26 PM beberapa hari belakangan ini thread kita sepi akan gambar - gambar sepertinya ne, mana kontribusi para forumers yang lain ne.. at kunsing, photo ini di ambil gak jauh dari air terjun guruh gemurai http://i32.tinypic.com/11ae6oz.jpg rilham2new August 3rd, 2010, 02:32 PM ^^ Hamparan lahan datar membentang :) Sungai Rokan Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Gambar oleh AHMAD YOEDI http://farm5.static.flickr.com/4079/4853879232_ca2276b187_b.jpg Ini ada tambahan dari ROHUL Rangkaian Pegunungan Bukit Barisan Kecamatan Rambah , Kabupaten Rokan Hulu Gambar oleh AHMAD YOEDI http://farm5.static.flickr.com/4121/4854036268_495df54c9d_b.jpg ^^ Di belahan Rokan Hulu, Pegunungan Bukit Barisan masuk dalam teritori Riau ... jendry August 3rd, 2010, 02:41 PM ^^ iya itu hamparan nya datar banget, karna di ambil dari atas bukit :D kalau di belakang itu baru hamparan bukit barisan yang di sekitaran kunsing kalau gak salah nama hutan lindung di bukit kamuingambil gambar itu namanya bukit betabuh, di lubuk jambi :) jendry August 3rd, 2010, 02:49 PM Kampar Akan Bangun Pabrik Fillet Ikan Patin tribunpekanbaru.com - Pemkab Kampar pada tahun 2011 akan membangun pabrik fillet (daging tanpa tulang) ikan patin dengan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar. Pembangunan pabrik tersebut, kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Tengku Dahril, guna memenuhi kebutuhan fillet dalam negeri. Tengku Dahril mengatakan, lokasi pembangunan pabrik yang anggarannya diambil dari Dana Alokasi Kusus (DAK) Kabupaten Kampar tahun 2011 ini dipusatkan di Koto Mesjid. "Pembangunan ini atas persetujuan Menteri Kelautan dan Perikanan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau dengan skala rumah tangga," katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (2/8). Ia menjelaskan, bahwa selama ini kebutuhan fillet Indonesia dipasok dari luar negeri yang jumlahnya ratusan ton. Melihat potensi ikan patin di Kampar yang sangat besar, dan peluang pasar yang terbuka di Indonesia, katanya, Dinas Perikanan dan Kelautan Riau bertekad bisa mengambil pasar dalam negeri dengan mendirikan pabrik fillet. "Diharapkan dengan berdirinya pabrik fillet di Koto Mesjid ini akan mampu menghasilkan fillet sebanyak satu ton per hari," katanya. Dia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik fillet nantinya akan dipasok dari panen ikan petani Kampar. Jenis ikan patin yang akan di gunakan untuk bahan baku pembuatan fillet ini adalah jenis patin Siam, yang banyak di hasilkan oleh petani Kampar. "Fillet ini nantinya akan dipasarkan ke seluruh Indonesia dengan harga pasaran saat ini Rp 40.000 per kilogramnya," tambahnya. (antara) jendry August 3rd, 2010, 02:54 PM Muri Nobatkan Yopie Arianto sebagai Bupati Termuda mediaindonesia.com - PEKANBARU--MI: Museum Rekor Indonesia (Muri) menobatkan Yopie Arianto sebagai bupati termuda dengan umur 30 tahun 3 bulan 23 hari. Pemberian penghargaan atas penobatan itu diserahkan oleh perwakilan Muri, J Nardi Muri, bertepatan dengan pelantikan Yopie sebagai Bupati Indragiri Hulu dan wakilnya Harman Harmaini di Pematang Reba, Selasa, (3/8). "Semuanya sudah diatur Yang Maha Kuasa dan tidak lepas dari peran orang tua serta dukungan sahabat. Saat berumur 29 saya diberi kesempatan menjabat sebagai anggota DPRD Riau. Pada usia 30 saya menjadi Bupati Indragiri Hulu," kata Yopie yang juga Ketua DPD II Golkar Indragiri Hulu, Riau. Muri mencatat penobatan itu sekaligus mematahkan rekor bupati termuda yang sebelumnya dipegang Rusdi Masse. Bupati Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan, itu lahir pada 3 Maret 1973 atau lebih tua 7 tahun dari Yopie. Kemenangan Yopie pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Indragiri Hulu yang berlangsung 3 Juni lalu mengejutkan banyak pihak. Awalnya, banyak kalangan yang tidak memperhitungkannya akan menang dalam pertarungan tersebut. Ia dianggap masih terlalu muda dan belum juga menikah saat menyatakan diri maju sebagai bupati. Yopie pun mengaku sempat kesulitan menjawab pertanyaan konstituen pada masa kampanye perihal statusnya yang masih lajang. Namun pertanyaan tersebut akhirnya dijawab dengan menyunting perwira polisi Inspektur Satu (Iptu) Resina pada 16 Mei lalu. (BG/OL-01) rilham2new August 3rd, 2010, 03:05 PM Bendungan Sipogas Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Gambar oleh AHMAD YOEDI dan IRSYADUL HALIM 1 http://farm5.static.flickr.com/4119/4853401897_c64c42a4a1_b.jpg 2 http://farm5.static.flickr.com/4097/4854013746_9c184b3113_b.jpg 3 http://farm5.static.flickr.com/4120/4853409977_b5d72855a7_b.jpg IDRA August 3rd, 2010, 03:23 PM Gambar2 yg bagus .... oh ya ... saya rasa Riau Daratan lebih cocok dengan nama Provinsi Siak Indrapura.. karena memang Kesultanan Siak yg memerintah wilayah ini pada masa lampau .... nama Riau sudah tidak relevan lagi ... karena pusat Kerajaan Riau itu di Tanjung Pinang ...sebagai mana Provinsi Jawa Barat yg akan merubah nama nya menjadi Provinsi Pasundan .... :cheers: sorry OOT ... ^^ jendry August 3rd, 2010, 03:43 PM kalau usulan provinsi riau jadi siak sri indrapura belum pernah terdengar bang, usulan nama riau itu di tambah namanya menjadi riau al munawaroh itu baru ada :) malah belum lama ini di usulkan nama itu oleh salah satu tokoh muda riau yang juga sebagai direktur LSM riau al munawaroh,... :) jendry August 3rd, 2010, 03:45 PM riau punya potensi yang luar biasa bagi investor dalam minggu ini aja udah banyak investor kelas kakap yang menjajaki berinvestasi di bumi lancang kunniing ini, dan sekarang yang mau melihat peluang investasi itu datang dari kedubes singapore untuk indonesia :) Gubri dan Dubes Singapura untuk RI Bahas Investasi riauterkini.com - Gubri M Rusli Zainal menerima kunjungan kehormatan Dubes Singapura untuk Indonesia. Kesempatan tersebut kedua petinggi membahas potensi investasi. Riauterkini-PEKANBARU-Sepulang dari melantik Bupati Inhu, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal langsung melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Singapura di kediaman Gubernur. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Badan Promosi dan Investasi (BPI) Riau, Feisal Omar Karim, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Ramli Walid, Kepala Kesbang Linmas Riau, Zulkarnaen dan beberaka kepala dinas lainnya. Sementara itu, dari pihak Kedutaan Besar Singapura dihadiri langsung oleh Kedubes Singapura untuk Indonesia, As Hok Kumar Mispura. ia didampingi oleh Konsulat Jendral (konjen) Singapura untuk Riau, Gavit Chai. Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai investasi. Gubernur Riau menawarkan kepada pihak Singapura untuk menanamkan investasinya ke Riau untuk bidang yang mungkin bisa dimasuki oleh investasi dari Singapura. Termasuk menawarkan investasi Singapura pada klaster sawit di Dumai maupun Kuala Enok Kabupaten Indragiri Hilir. Menanggapi hal itu, Kedubes Singapura, As Hok Kumar Mispura menyatakan bahwa Singapura sendiri sangat ingin menanamkan investasinya di Riau. Karena mereka melihat potensi Riau sangat besar. Seperti di sektor perkebunan, pertambangan maupun potensi di sektor lainnya. As Hok sendiri dalam pertemuan tersebut juga mempertanyakan mengenai berbagai kendala untuk investasi di Riau. Seperti masalah pada hambatan investasi serta mengenai keterjaminan listrik. Menurutnya dalam pertemuan tersebut, pihak Singapura masih akan mengumpulkan dulu apa saja yang akan dimasuki investasi dari pihak Singapura ke Riau.***(H-we jendry August 3rd, 2010, 04:24 PM Riau-Singapura Jajaki Kerjasama Klaster Industri Hilir Sawit antarariau.com - Pekanbaru, 3/8 (ANTARA) - Provinsi Riau dan Singapura menjajaki kemungkinan kerjasama dalam pembangunan klaster industri hilir kelapa sawit di Kota Dumai dan Kuala Enok. Hal itu terungkap pada kunjungan Duta Besar Singapura Ashok Kumar Mispuri dan Konsulat Singapura di Pekanbaru Gavid Chai, di kediaman Gubernur Riau di Pekanbaru, Selasa. "Peluang investasi untuk Singapura dalam pembangunan klaster industri hilir kelapa sawit di Riau sangat terbuka," kata Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Dalam kesempatan itu Rusli Zainal menjelaskan bahwa klaster industri sawit merupakan "magnet" di Riau karena ditunjang industri hulu berupa perkebunan kelapa sawit yang kini luasnya lebih dari dua juta hektare. Melalui studi pengembangan, pemerintah akan mengkaji pengembangan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) hingga produk turunan ketiga. Untuk produk nonpangan yang berasal dari olahan "fatty alkohol dan fatty acid", keduanya produk turunan kedua, antara lain sabun, lilin, dan kosmetik. Dengan pengembangan industri hilir, Rusli mengatakan nilai tambah produk tak akan hilang karena jika CPO bisa diolah menjadi biodiesel, maka pemasukan perusahaan yang berinvestasi dapat ditingkatkan hingga 300 dolar AS per ton. Artinya, dengan pengembangan industri hilir, perusahaan bisa meningkatkan 60 persen pendapatannya dan efek berantainya pun akan lebih luas. Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi untuk pengembangan klaster industri hilir kelapa sawit di Riau sedikitnya mencapai Rp55 triliun. Investasi itu diperlukan untuk percepatan pembangunan pembangkit listrik, infrastruktur, dan pelabuhan di Dumai dan Kuala Enok itu akan diusahakan melalui skema "public private partnership" (PPP) yang disertai pemberian insentif bunga oleh pemerintah. Jumlah itu terdiri dari Rp30-40 triliun untuk investasi pengembangan kawasan Kuala Enok, dan Dumai sekitar Rp15 triliun. Kota Dumai juga cukup siap menerapkan program itu karena kini industri hilir kelapa sawit sudah dikembangkan oleh PT Wilmar Bioenergi Indonesia dan PT Murini Sam Sam meski sebatas minyak goreng dan biodiesel. Infrastruktur jalan pun sudah terbangun sebagian dari bandara hingga ke lokasi sentra kawasan industri. "Memang hingga kini secara umum kendala investasi di Riau adalah infrastruktur jalan dan listri. Tapi dalam lima tahun kedepan, ketersediaan listrik akan terpenuhi karena di Riau akan dibangun pembangkit listrik berdaya 2x100 megawatt," kata Rusli. Di luar skema PPP, untuk tahap awal, pemerintah pada tahun ini akan mulai melakukan studi pengembangan industri hilir oleokimia dengan menyediakan anggaran Rp1,2 triliun. Rencana ini juga sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2009-2014. Menanggapi paparan gubernur, Duta Besar Singapura Ashok Kumar Mispuri mengatakan akan mencoba mengkaji bidang investasi dari negaranya yang cocok untuk ditanamkan di Riau. "Kemungkinan investasi yang cocok adalah pembangunan air bersih untuk perkotaan, industri pemrosesan dan juga logistik," kata Ashok. rilham2new August 3rd, 2010, 05:24 PM Gambar2 yg bagus .... oh ya ... saya rasa Riau Daratan lebih cocok dengan nama Provinsi Siak Indrapura.. karena memang Kesultanan Siak yg memerintah wilayah ini pada masa lampau .... nama Riau sudah tidak relevan lagi ... karena pusat Kerajaan Riau itu di Tanjung Pinang ...sebagai mana Provinsi Jawa Barat yg akan merubah nama nya menjadi Provinsi Pasundan .... :cheers: sorry OOT ... ^^ Kalau kupikir marker "RIAU" di sini bukan melihat dari segi kerajaan berkuasa, tapi lebih ke kedudukan geografi. Karena kerajaan2 di Sumatra Timur ini memang sebenarnya satu keluarga. Dulu, mereka rata-rata tunduk sama kesultanan yang ada di sana. Lagipula, yang paling relevan sekarang adalah batas-batas provinsi sudah bukan lagi merupakan batas-batas etnisitas atau kerajaan masa lampau. Itu sudah kuno.. Batas-batas provinsi adalah batasan geopolitik modern yang lbih relevan untuk saat ini. Kalau bicara kata "Siak" di Riau dalam konteks kekinian, kita bukan bicara tentang Kesultanannya. Tapi, bicara kepada GEOGRAPHICAL MARKER.. yaitu Sungai Siak. Kalau diubahpun jadi Siak, untuk alasan GEOGRAPHICAL MARKER pun rasanya kurang mewakili, karena Siak bukan sungai terpanjang di Riau. Di tanah Riau hari ini ada beberapa sungai yang cukup signifikan untuk jadi GEOGRAPHICAL MARKER, seperti ROKAN, KAMPAR, SIAK, dan INDRAGIRI... Sungai2 lain yang tidak bermuara ke Selat Melaka seperti Sungai KUANTAN pun punya peranan juga. Dari dulu, semua Sungai ini sudah terkenal punya peranan dalam logistik kerajaan Riau-Lingga... rilham2new August 3rd, 2010, 05:43 PM Bendungan Sipogas Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Gambar oleh AHMAD YOEDI dan IRSYADUL HALIM 1 http://farm5.static.flickr.com/4119/4853401897_c64c42a4a1_b.jpg 2 http://farm5.static.flickr.com/4097/4854013746_9c184b3113_b.jpg 3 http://farm5.static.flickr.com/4120/4853409977_b5d72855a7_b.jpg Kalau mau ke Rohul, bisa nginap di hotel ini :) Hotel Sapadia Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Gambar oleh AHMAD YOEDI http://farm5.static.flickr.com/4138/4853424841_39bf38d323_b.jpg Ada official website nya http://www.sapadiahotel.com/ rilham2new August 3rd, 2010, 06:08 PM ^^ Lanjutan Ini LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU di Rokan Hulu http://farm5.static.flickr.com/4095/4753953820_ea4e420d33_b.jpg YANG INI KEREN BANGET !!! .... Very Big KOMPLEK BINA PRAJA letter sign :) ,,, kayak2 HOLLYWOOD letter sign gitu :p ... cuman lebih kecil aja hahahaha ,,, http://farm5.static.flickr.com/4096/4753952930_16887b0f42_b.jpg ^^ Benar, bahwa lettersign yang ada di Rokan Hulu itu benar-benar baru .... Jangankan LETTERSIGN, bahkan bangunan di atasnya aja benar-benar baru :D Ini foto Lokasi pada AGUSTUS 2008 1 http://images.hanidewi.multiply.com/image/5/photos/350/500x500/30/100-5003.JPG?et=vn%2B%2B4DrZbG4fxyUMf1hL5g&nmid=111553697 2 http://images.hanidewi.multiply.com/image/5/photos/350/500x500/31/100-5004.JPG?et=JP0ULYR6hlMzhRLJfLDI0Q&nmid=111553697 Gambar oleh HANIDEWI Au_tHies August 4th, 2010, 03:31 PM Yg ini foto2 waktu kunjungan ama ayah mu itu am? waw.. jd pengen k sana ^^ jendry August 4th, 2010, 03:55 PM pacu jalur 2010 di taluk kuntan http://i38.tinypic.com/bdo4sz.jpg http://i38.tinypic.com/1073y80.jpg http://i34.tinypic.com/vyuxvk.jpg jendry August 4th, 2010, 04:30 PM tmbahan.. http://i34.tinypic.com/2dwb33l.jpg http://i35.tinypic.com/spf2p0.jpg http://i38.tinypic.com/263k505.jpg rilham2new August 4th, 2010, 04:38 PM Yg ini foto2 waktu kunjungan ama ayah mu itu am? waw.. jd pengen k sana ^^ Yo'i , Res ... Gambarnya masih banyak banget loh di halaman belakang. Tapi kalau males ngecek. Gak papa, aku upload lengkap :D http://www.flickr.com/photos/51878710@N03/tags/kampar/ http://www.flickr.com/photos/51878710@N03/tags/rohul/ http://www.flickr.com/photos/50482716@N06/tags/kampar/ http://www.flickr.com/photos/50482716@N06/tags/rohul/ Banyak LINK nya karena ada 2 account flickr, dan lokasi perjalanan melibatkan Kampar dan Rohul :) Au_tHies August 4th, 2010, 04:45 PM Yo'i , Res ... Gambarnya masih banyak banget loh di halaman belakang. Tapi kalau males ngecek. Gak papa, aku upload lengkap :D http://www.flickr.com/photos/51878710@N03/tags/kampar/ http://www.flickr.com/photos/51878710@N03/tags/rohul/ http://www.flickr.com/photos/50482716@N06/tags/kampar/ http://www.flickr.com/photos/50482716@N06/tags/rohul/ Banyak LINK nya karena ada 2 account flickr, dan lokasi perjalanan melibatkan Kampar dan Rohul :) udah buka semuaaa.. air terjunnya tak ado, pak cik??:ohno: jendry August 4th, 2010, 04:46 PM lagii... http://i37.tinypic.com/2igi1js.jpg http://i37.tinypic.com/dv6u9.jpg http://i34.tinypic.com/ak92du.jpg http://i35.tinypic.com/34o7p85.jpg http://i38.tinypic.com/1073y80.jpg rilham2new August 4th, 2010, 04:47 PM udah buka semuaaa.. air terjunnya tak ado, pak cik??:ohno: ndow lai, dow ...... Aku gak pergi ke sana :D Au_tHies August 4th, 2010, 04:56 PM ndow lai, dow ...... Aku gak pergi ke sana :D tak pe.. bsk lah kita ke sana yee :D Au_tHies August 4th, 2010, 04:58 PM lagii... http://i37.tinypic.com/2igi1js.jpg http://i37.tinypic.com/dv6u9.jpg http://i34.tinypic.com/ak92du.jpg http://i35.tinypic.com/34o7p85.jpg http://i38.tinypic.com/1073y80.jpg mantap fotonya jen,, harap2 bsk pesertanya para penghuni SSC :banana: jendry August 4th, 2010, 05:04 PM ^^ liat jalur yang panjang gitu aja warga ssc pku udah nyerah duluan :D :D rilham2new August 4th, 2010, 05:04 PM tak pe.. bsk lah kita ke sana yee :D Bile-bile boleh lah, sy pegi sane :D, kau nak ikut jugak, ke???? Hmm, kejap ye ... sy fikirkan dulu. ROhul tu jauh, tau .... :D 180 km.... Kene tidur semalam kat Rohul :D. Baru rase best :D. Tp, di Pasir ade rumah saudara-mara. So, tak payah nak risau :D. Banyak bilik pulak tu :p Tapi, kene tido gune kelambu, tak de kipas, tak de AC :D Au_tHies August 4th, 2010, 05:13 PM ^^ liat jalur yang panjang gitu aja warga ssc pku udah nyerah duluan :D :D yaaaaaah,, kok udah nyerah dluan jen?? ditambah deeehh, warga SSC Riau :D jendry August 4th, 2010, 05:19 PM ^^ haha.. :D anak anak SSC pada gak bertenaga semua, waktu jalan jalan ke air terjun guruh gemurai aja pada gak kuat naik tangga air terjunnya, waktu mau pulang nya.. "lagian memang curam banget tangganya, tinggi pula lagi pendakiannya :D :D " jendry August 4th, 2010, 05:20 PM Besok, Seribu Undangan untuk Pelantikan Bupati Bengkalis riauterkini.com - Dijadwalkan Herliyan Saleh dan Suayatno besok dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis priode 2010-2015. Panitia telah menyebar seribu undangan. Riauterkini-BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, dalam hal ini Panitia Pelantikan Bupati Bengkalis, telah menyebarkan sekitar 1.000 undangan untuk acara pelantikan bupati dan wakil bupati Bengkalis periode 2010 - 2015, H Herliyan Saleh dan Drs Suayatno. Sesuai jadwal, acara pelantikan tersebut akan dilaksanakan besok, Kamis 5 Agustus, bertempat di Gedung Cik Puan, Jalan Hangtuah Bengkalis. "Undangan yang kita siapkan sekitar 1000, sudah termasuk VIP dan VVIP. Jumlah ini kita sesuaikan dengan kapasitas Gedung Cik Puan," ujar Kabag Humas Setdakab Bengkalis, Johansyah Syafri kepada wartawan, Rabu (4/8/10) di Bengkalis. Dikatakan, disamping Gubernur dan Wakil Gubernur Riau H Rusli Zainal dan H Mambang Mit, turut diundang unsur Muspida Riau, para bupati/walikota se-Riau, anggota DPRD Propinsi Riau daerah pemilihan Dumai-Bengkalis, dan anggota DPR RI daerah pemilihan Riau. "Seluruh pejabat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan organisasi di Kabupaten Bengkalis juga turut diundang. Secara rinci siapa saja yang diundang bisa ditanyakan ke Sekretaris Dewan," ujar Johan. Menurut rencana, sambung Johan, acara pelantikan akan dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal, dalam suatu sidang paripurna istimewa yang akan dipimpin oleh Ketua DPRD Bengkalis, Indra Gunawan SP.Eng. Johan berharap, mudah-mudahan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut tidak mengalami kendala berarti. Disamping itu, masih menurut Johan, usai pelantikan bupati dan wakil bupati, akan dilanjutkan dengan pelantikan ketua PKK Kabupaten Bengkalis, Hj Romaini Herliyan oleh Ketua TP PKK Propinsi Riau, Hj Septina Primawati Rusli. "Pada malam harinya akan dilanjutkan dengan malam pisah sambut antara bupati dan wakil bupati lama dengan bupati dan wakil bupati baru, juga dengan segenap komponen masyarakat yang diundang," imbuhnya.***(dik) Au_tHies August 4th, 2010, 05:23 PM Bile-bile boleh lah, sy pegi sane :D, kau nak ikut jugak, ke???? Hmm, kejap ye ... sy fikirkan dulu. ROhul tu jauh, tau .... :D 180 km.... Kene tidur semalam kat Rohul :D. Baru rase best :D. Tp, di Pasir ade rumah saudara-mara. So, tak payah nak risau :D. Banyak bilik pulak tu :p Tapi, kene tido gune kelambu, tak de kipas, tak de AC :D Ikoooooooooooooooooooot pak ciiiiiiiiiiiiiiiiiiik!! boleh ke? :banana: tak pe lah pak ciiik, asal ada bantal n selimut, saye lah lelap tidurnye.. ada masjid pon, tak risau lah misal tak de rumah saudara-mara pak cik tu :lol: ajak warga SSC pku juge lah ^^ naaaah,, sekaraaang bile nak kite pegi?? *teteeeup ini masalahnya :bash: jendry August 4th, 2010, 05:28 PM sekian dulu y gambar bedelau nya, besok di sambung lagi, :D :D sungai batang tengah. http://farm5.static.flickr.com/4087/4834329563_4fea1f7d79_b.jpg jendry August 4th, 2010, 06:17 PM Energy Corner Kado Chevron di HUT Riau ke 53 zamrudtv.com - Pekanbaru, Riau---Bersempena HUT Riau ke 53 yang jatuh pada 9 Agustus 2010, Managemen PT Chevron Pasicik Indonesia (CPI), Rabu petang (4/8) memberikan kado istimewa kepada Pemerintah Provinsi Riau. Kado istimewa tersebut diberikan sebagai wujud kontribusi dan komitmen perusahaan minyak terbesar di Indonesia itu terhadap dunia pendidikan di Riau. Kado istimewa menjelang perayaan HUT Riau ke 53 itu berupa Energy Corner (pojok energy) yang khusus ditempatkan di Lantai IV Gedung Pustaka Soeman HS. Dalam penyerahan Energy Corner tersebut turut hadir Gubernur Riau HM Rusli Zainal didampinggi Presiden Direktur PT CPI A Hamid Batubara. Energy Corner merupakan suatu tempat sajian informasi berbasis teknologi elektronik yang ramah penggunaan dengan menggunakan komputer yang terhubung ke internet serta file elektronik lainnya. Fasilitas ini dirancang sebagai sentral layanan, sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat yang ingin mengenal sektor energi. Energy Corner kedepannya diharapkan bisa menjadi salah satu ikon Provinsi Riau sebagai daerah penghasil energi khususnya migas terbesar di Indonesia. (ratih/zamrudtv.com) jendry August 4th, 2010, 06:20 PM PMA Malaysia Peringkat Pertama di Riau zamrudtv.com - Pekanbaru, Riau---Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau, menyatakan nilai investasi Malaysia menduduki peringkat pertama di Riau, kemudian disusul Singapura. Saat ini Pemprov Riau tengah berupaya mendorong investor Singapura untuk kembali berinvestasi di Riau terutama dibidang kluster industri hilir kelapa sawit.Pada tahun 2004 lalu, nilai investasi asal Singapura mencapai U$400 juta dolar Amerika. Terjadinya penurunan investasi ini sangat dirasakan oleh Pemprov Riau. Untuk itu pemrov Riau berharap investor asal Singapura dapat kembali meningkatkan jumlah investasinya di Riau. Menurut Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau Feisal Qomar Karim sepanjang tahun 2009 nilai investasi Singapura di Riau sebesar U$108,4 juta dolar Amerika. Sedangkan Malaysia jumlahnya 3 kali lebih besar ketimbang Singapura. Para investor asing paling tertarik menanamkan modalnya disektor perkebunan, industri makanan, industri kimia dan perdagangan. Hingga saat ini, Riau masih menjadi tujuan utama invetasi, baik lokal maupun investor asing. Pada 2009 lalu Riau berada di rangking ketiga nasional Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Meski demikian bila dibangdingkan pada 2008 lalu, nilai invetasi di Riau menurun sejalan dengan penurunan investasi nasional. (ratih/zamrudtv.com) drie August 5th, 2010, 03:47 AM TNI AU Minta Jalan Tol Dapat Jadi Landasan Pesawat PEKANBARU (RiauPos.com) - Pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai direncanakan tuntas sebelum pelaksanaan PON XVII 2012 mendatang. Namun begitu, untuk sementara diharapkan dapat dikerjakan lurus sejauh tiga kilometer. Hal tersebut diminta langsung oleh Wakil Komandan Sesko AU, Marsekal Pertama Penerbang R Hari Mujiono guna dialihfungsikan menjadi runway pesawat pada saat kondisi genting saat pelaksanaan bela negara. Hal ini diungkapkan di depan Pemprov Riau saat pelaksanaan kegiatan kuliah kerja III perwira siswa Seskoau Angkatan 47 di ruang rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Selasa (3/8). Hal tersebut diharapkan dapat terlaksana dan memerlukan dukungan Pemprov Riau. Dengan begitu, Lanud Pekanbaru bisa dengan lebih lengkap menjaga dan koordinasi dengan pangkalan di Dumai, Rengat dan Rohul. ‘’Kita berharap kepada Pemerintah Provinsi Riau agar hal tersebut bisa memberikan dampak kepada keamanan di Riau. Mengingat pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai belum terlaksana secara keseluruhan, jadi Pemprov Riau dapat membangun ruas jalan lurus sepanjang 3 Kilometer yang akan digunakan untuk pendaratan darurat,’’ jelasnya yang didampingi Sekdaprov Riau, H Wan Syamsir Yus kepada Riau Pos Selasa (3/8) di Pekanbaru. Menurutnya, kemungkinan besar runway tersebut akan digunakan sebagai landasan pesawat jika seluruh pangkalan penuh. Dan dengan panjang tiga kilometer, pesawat tempur diperkirakan mampu landing di jalur darurat tersebut. Dengan begitu tidak ada masalah terkait pendaratan tersebut. ‘’Riau ini daerah strategis, karena itu rentan akan gangguan. Untuk menjaga keamanan dan kestabilan Pemprov Riau perlu dilakukan pengamanan yang sangat strategis. Jadi dengan keberanian Pemprov Riau untuk memberikan kemudahaan dalam run way ini, keamanan dan stabilitas negara bisa terjaga,’’ terangnya.(eko) rilham2new August 5th, 2010, 04:13 AM ^^ Emang beneran jadi dibangun ya, Tol nya ??? :hammer: Ini ada berita dari RIAUBISNIS DPR Janji Tindaklanjuti Krisis Listrik di Riau Wednesday, 04 August 2010 11:31 Meski Riau banyak sumber energi, tapi nyatanya masih banyak masyarakat Riau yang belum menikmati melimpahnya sumber energi. Salah satunya, listrik. Dari PLN, baru 42,69 persen tingkat rasio elektrifikasi di Riau. Artinya masih banyak rumah masyarakat Riau yang belum teraliri listrik. Keadaan ini membuat Gubernur Riau, HM Rusli Zainal pun heran. ”Di Riau banyak potensi sumber energi yang sebenarnya bisa diberdayakan untuk pasokan listrik. Tapi rasio elektrifikasi di Riau malah masih sangat minim,” katanya saat pertemuan dengan 22 anggota Komisi VII DPR RI di kantor Gubernur Riau, Senin malam (2/8/2010). Dari catatan Gubri, terungkap bahwa hanya Kota Pekanbaru dan Dumai saja yang tingkat elektrifikasinya yang tinggi, masing-masing 98 persen di Kota Pekanbaru dan 75 persen di Dumai. Sedangkan kabupaten lainnya masih di bawah 50 persen. “Ini membuktikan, bahwa masyarakat Riau belum menikmati kue pembangunan, padahal kontribusi Riau sangat besar kepada perekonomian nasional. Kami berharap, pemerintah pusat melalui PLN bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya. Apalagi kebutuhan akan listrik terus meningkat, terutama menjelang PON 2012 mendatang,” kata Gubri. Mendengar berbagai keluhan dari orang nomor satu di Riau itu, Zainuddin Amali, ketua rombongan Komisi VII DPR RI berjanji akan menindaklanjutinya. ”Kita coba fasilitasi dengan Menteri ESDM. Tapi memang sangat aneh jika pertumbuhan ekonomi Riau yang pesat tidak didukung dengan energi yang proporsional. Ini harus segera diatasi,” tuturnya. Zainuddin Amali juga meminta Pemprov Riau meningkatkan komunikasinya kepada anggota dewan guna mengatasi masalah minimnya pasokan energi ke Riau. “Karena DPR memiliki fungsi budgeting, ini bisa dimanfaatkan agar porsi anggaran pusat untuk Riau lebih proporsional,” kata anggota Fraksi Partai Golkar ini. Di sisi lain, General Manager PLN Riau-Kepri, Oman Sumantri memaparkan, pihaknya sudah menyiapkan strategi jangka menengah untuk mengatasi krisis listrik di Riau. Di antaranya membangun PLTU 2 X 100 MW di Tenayan, PLTU 2 X 150 MW di Peranap, PLTU di Bengkalis sebesar 2 X 10 MW, serta membangun PLTU skala kecil di Inhu dan Inhil berkapasitas 2 X 7 MW. ”Kami juga akan berencana menyewa genset sesuai dengan kebutuhan, supaya apabila pasokan listrik dari sistem interkoneksi berkurang bisa ditutupi. Tahun ini, PLN akan menyewa genset dengan kapasitas 20 MW,” katanya. Selain itu, katanya, membangun transmisi dan gardu induk di rentang Pekanbaru-Payakumbuh, dan juga dari Peranap ke Pekanbaru serta membangun gardu induk di Pekanbaru berkapasitas 275/150 KVA.(*) Zuprianto | Edited by Parlindungan jendry August 5th, 2010, 05:54 AM ^^ ilang timbul niat bangun jalan tolnya bang, tapi dana untuk pembebesan lahan nya udah di anggarkan kok, mudah mudahan aja jadi. soalnya banyak pihak yang mendukung pembangunannya.. drie August 5th, 2010, 06:03 AM nih ada maket Pelabuhan Buton di Kabupaten Siak, gak tahu nih udah sampai mana pengerjaan nya. moga aja bentar lagi siap ya :D http://img245.imageshack.us/img245/5013/cimg0974b.jpg (http://img245.imageshack.us/i/cimg0974b.jpg/) rilham2new August 5th, 2010, 06:08 AM ^^ Buton punya beberapa pelabuhan. Tapi yang bener2 besar dan mau dibangun itu memang belum ada dibangun-bangun lagi. Soalnya PEMKAB Siak pernah "mencak-mencak" gara-gara Dumai yang justru ditetapkan sebagai Sentra Sawit di Riau Utara ... jendry August 5th, 2010, 06:20 AM Menuju Azam Kota Pendidikan dan Transit Sumatera riaupos.com - INSYA ALLAH, Kamis (5 Agustus 2010) atau bertepatan dengan 24 Sya’ban 1410 Hijriah hari ini, nakhoda (bupati/wakil bupati, red) baru Negeri Junjungan Bengkalis akan dilantik. Pasangan Ir H Herliyan Saleh MSc dan Drs H Suayatno, beberapa waktu lalu telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bengkalis sebagai Bupati/Wakil Bupati Bengkalis terpilih untuk mengemban amanah rakyat jangka waktu lima tahun hadapan (2010-2015). H Herliyan Saleh, dikalangan pemerintahan bukanlah nama yang asing. Sejumlah jabatan sudah pernah diamanahkan kepada dirinya. Sebut saja di antaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Asisten II Setdaprov Riau, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Riau dan sejumlah lainnya. Kepiawaiannya dalam memimpin tidak bisa diragukan, setiap amanah yang dipercayakan kepada dirinya akan diemban dengan baik dan semuanya berjalan dengan sukses. Kini, satu lagi amanah yang dipercayakan masyarakat kepada dirinya. Ia akan menjadi teraju dan nakhoda Kabupaten Bengkalis, kemana haluan hendak di hala kan (roda pemerintahan, red) ada di tangannya. Amanah ini memang dirasakannya cukup berat, akan tetapi tidak ada kata berat di pundak Herliyan, terlebih bila semuanya dikerjakan bersama-sama. Bila pekerjaan berat itu dikerjakan secara bersama-sama, semuanya akan menjadi ringan. ‘’Insya Allah, amanah ini memang terasa berat di pundak saya, namun jika amanah ini kita kerjakan bersama-sama, tidak ada kata berat dalam diri saya. Sekarang, masyarakat Bengkalis, mari kita bersatu padu, membangun negeri tercinta ini ke arah kegemilangan masa depan yang lebih baik,’’ tutur Herliyan Saleh kepada Riau Pos belum lama ini. Herliyan Saleh lahir di sebuah ceruk kampung di Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Lubuk Muda, Siak Kecil pada 25 Maret 1959. Anak pasangan Muhammad Saleh Harun dan Siti Aisyah (almarhum/almarhumah), menyelesaikan sekolah dasarnya di SDN 01 Minas, Kecamatan Mandau (sekarang Kecamatan Minas, Kabupaten Siak) pada tahun 1971. Lalu ia melanjutkan ke SMPN 01 Pekanbaru dan selesai tahun 1974. Kemudian bersekolah di SMAN 1 tahun 1977. Usai menamatkan pendidikan jenjang SLTA, Herliyan Saleh kemudian meneruskan studi ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat dan diwisuda tahun 1982. Usai meraih gelar sarjana, sejak Oktober 1984, ia tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bengkalis. Saat mengabdikan diri sebagai pamong di Bengkalis, Herliyan dipercaya sebagai Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kabupaten Bengkalis, kemudian Sekretaris Bappeda Kabupaten Bengkalis. Tak puas dengan gelar sarjana, Herliyan lalu melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke Amerika Serikat. Ia mengambil pendidikan Master Degree (S2) di Amerika Serikat atas beasiswa USAID (pemerintah Amerika Serikat). Apa yang akan dilakukannya setelah dikukuhkan nanti sebagai bupati? Herliyan mengatakan, sejumlah gagasan sudah ada dalam benaknya. Akan tetap untuk jangka waktu tahun 2010 ini, prioritas yang akan dilakukan adalah sejumlah perencanaan-perencanaan program pembangunan yang akan dilaksanakan. Dalam hematnya, perencanaan ini sangat penting sekali, banyak kagagalan yang terjadi dalam satu proyek, karena tidak direncanakan secara matang. Karena tidak ada perencanaan yang matang pada akhirnya pekerjaan itu gagal, jika pekerjaan gagal yang rugi tetaplah masyarakat, sebab apa, proyek yang dibangun itu diambil dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Setelah perencanaan itu dilakukan secara matang dan mendetail, barulah pekerjaan lapangan dilakukan. Setidaknya pekerjaan lapangan ini akan dilakukan pada 2011 mendatang. Untuk Bengkalis, upaya-upaya percepatan pembangunan itu harus dilakukan dengan secepatnya, karena pembangunan di Bengkalis sudah jauh tertinggal jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Sejumlah program strategis yang dirancang Herliyan dan pasangannya Suayatno adalah jaminan berusaha masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Dalam program ini, ia akan mengalokasikan anggaran Usaha Ekonomi Desa (UED) melalui APBD sebesar Rp5.000.000.000 per desa per kelurahan sebagai dana abadi untuk membantu dan mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat, didukung oleh satu tenaga pendamping per desa atau kelurahan dengan honor sebesar Rp5.000.000 per bulan, didukung alat transportasi sepeda motor, laptop dan internet. Kemudian, jaminan pendidikan, peningkatan mutu dan kesejahteraan guru. Program ini berupa, pembangunan pusat pendidikan di Bengkalis, untuk menjadikan Kota dan Pulau Bengkalis sebagai Pusat Pendidikan terbaik di Indonesia (Bengkalis Center of Excellence and Cyber City). ‘’Khusus untuk pendidikan ini kita rancang sedemikian rupa dan mengambil tenaga-tenaga ahli dengan gelar kesarjanaan doktor dan profesor sudah dipersiapkan dan siap berkiprah di Bengkalis,’’ tutur ayah dari Andriyan Prama Putra (22), Muhammad Firmansyah Putra (16), Putra Lukmanul Hafidz (13) dan Afifah Salsabila Putri (7). Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya sudah merancang akan mendirikan satu universitas, lima politeknik, 10 SMU/SMK unggulan. Sementara jurusan yang akan dibuka adalah jurusan teknologi industri, agrobisnis, bio teknologi dan sebagainya. ‘’Agrobisnis ini muaranya nanti pada industri hilir. Mengapa ini dilakukan, karena selama ini di Indonesia belum ada, padahal pengembangan industri hilir ini sangat diperlukan sekali, apalagi melihat letak geogarfis Bengkalis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga hal ini bisa mendatangkan keuntungan bagi daerah dan masyarakat,’’ tuturnya. Kemudian, pembangunan, rehabilitas dan revitalisasi, serta pengembangan akses pendidikan, peningkatan mutu (kualitas), peningkatan kualitas guru dan kesejahteraan guru serta peningkatan manajemen pendidikan baik pendidikan umum maupun agama, serta sekolah negeri maupun swasta. Jaminan pendidikan bagi anak usia sekolah keluarga miskin untuk mewujudkan semua anak Harus Sekolah (HS). Pendidikan gratis sangat mungkin dilakukan, terlebih bila melihat APBD Bengkalis cukup besar yang mencapai Rp2 triliun lebih. Sedangkan Kabupaten Jimbrana di Provinsi Bali, APBD-nya hanya Rp400 miliar, akan tetapi mereka menerapkan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan sebagainya. ‘’Lihatlah, dengan hanya Rp400 miliar, Jimbrana bisa melakukan pendidikan dan kesehatan gratis, sementara Bengkalis,’’ katanya dengan nada tanya. Untuk pendidikan gratis ini tentu nanti akan dilihat, jika memang kondisi keluarga dan orang tua siswa mampu, tentu mereka tidak perlu mendapatkan pendidikan gratis maupun kesehatan gratis. ‘’Jika semuanya gratis termasuk mereka yang mampu, ini tidak mendidik namanya. Pendidikan dan kesehatan gratis ini akan diberikan kepada mereka yang memang tidak mampu,’’ tutur suami dari Romaini Herliyan Saleh ini. Program lain adalah, pengembangan perpustakaan kecamatan dan desa potensial, pemberian beasiswa berprestasi perguruan tinggi dan beasiswa khusus bagi Suku Sakai/Suku Akit/Suku Laut, peningkatan kualitas guru dan kesejahteraan guru (pendidikan formal, diklat teknis dan fungsional), insentif guru berdasarkan insentif kinerja dan prestasi kerja, dan insentif guru honor berdasarkan upah minimum regional Kabupaten Bengkalis, pemberian insentif transportasi sesuai dengan tingkat kesulitan, dibayarkan tepat waktu dan menggunakan fasilitas perbankan dan Kantor Pos juga menjadi program prioritas yang akan dilaksanakan. Kemudian jaminan kesehatan dan keluarga sejahtera. Program ini dilaksanakan dengan fungsionalisasi RSUD Duri dan optimalisasi RSUD Bengkalis, pembangunan dan pengembangan Puskesmas rawat inap di setiap ibu kota kecamatan dan kawasan strategis. Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Daerah (JPKMD) menuju masyarakat Kabupaten Bengkalis Harus Sehat (HS). Pengadaan ambulance/mobil jenazah untuk setiap desa/kelurahan yang tidak memiliki fasilitas Puskesmas Program strategis lainnya, jaminan akses infrastruktur dasar. Program ini diaplikasikan pada pembangunan dan peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis dan Jalan Lingkar Pulau Rupat, Jalan Poros Bukit Batu-Duri, Jalan Lingkar Kota Duri dan Jalan Lingkar Kecamatan Siak Kecil, Jalan Poros Kecamatan Pinggir, dan Pembangunan Jalan Alternatif pesisir Kecamatan Bukit Batu. Pembangunan Infrastruktur Kawasan Industri Buruk Bakul dan Kawasan Industri Mandau-Pinggir, Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Rupat Utara, Kawasan Pariwisata Selat Baru, Kawasan Sumatra Central Park Duri, dan Kawasan Eco-Tourism Tujuh Tasik Siak Kecil, relokasi Pembangkit Listrik di Duri 2 X 45 MW dan Relokasi Mesin Pembangkit 2 X 14 MW di Duri untuk pelayanan energi listrik pada masyarakat Kecamatan dan Kecamatan Pinggir termasuk industri diluar kebutuhan PT CPI, pembangunan pembangkit Listrik Rupat 2 X 20 MW untuk pelayanan energi listrik pada kawasan pariwisata Rupat Utara, agribisnis Rupat Tengah dan Selatan dan masyarakat pulau Rupat, pembangunan pembangkit di Buruk Bakul 2 X 30 MW untuk pelayanan energi listrik pada kawasan industri dan masyarakat Bukit Batu dan Siak Kecil, dan pembangunan pembangkit listrik 2 X 25 MW di Bengkalis. ‘’Khusus di Kecamatan Mandau, selain sebagai kawasan industri juga akan dikembangkan sebagai kawasan transit Sumatera. Di daerah ini akan dibangun berbagai fasilitas yang bisa membuat masyarakat yang singgah betah tinggal di Duri untuk beberapa hari. Misalnya, fasilitas olahraga yang lengkap, pusat perbelanjaan, kawasan permainan anak-anak, taman-taman anggrek dan sebagainya. Untuk membangun kawasan ini kita akan melakukan pendekatan dengan pihak ketiga. Pemerintah daerah hanya menyiapkan kawasan lahannya saja. Jika pembangunannya dilakukan oleh Pemkab habis anggaran APBD,’’ ucapnya lagi. Program lainnya berupa jaminan pelayanan publik, pembinaan birokrasi dan kelembagaan daerah. Program ini diaplikasikan dengan Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur yang profesional melalui selektif rekruitment, pendidikan formal S2 dan S3, pelatihan setiap tahun bagi PNS melalui diklat struktural, fungsional, dan teknis, peningkatan pelayanan publik yang bebas KKN melalui pembentukan Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) di Kota Bengkalis, Kota Duri, Sungai Pakning dan Batu Panjang, Peningkatan Kesejahteraan Aparatur yang proporsional dan berkeadilan berdasarkan insentif kinerja dan prestasi kerja, Meningkatkan insentif perangkat desa, termasuk Ketua RW/RT Kepala Desa Rp5.000.000 per bulan, Kadus Rp750.000 per bulan, RW Rp600.000 per bulan, RT Rp550.000 per bulan, serta penyesuaian insentif bagi perangkat desa lain dan dana operasional BPD dan LKMD serta P3N. Amanah harus dijalankan, janji wajib ditunaikan. Menyongsong kegemilangan Bengkalis menjadi idaman dan harapan. Dukungan dan peran serta seluruh masyarakat tempatan sangat diharapkan, tunjuk ajar dan nasihat menjadi ingatan. ‘’Satu harapan saya, dukungan masyarakat diperlukan. Mari kita bergandeng tangan membangun Bengkalis. Kita tinggalkan semua pertelagahan, saatnya kita bersatu padu membangun negeri Bengkalis,’’ ujarnya.*** drie August 5th, 2010, 06:20 AM ^^ Buton punya beberapa pelabuhan. Tapi yang bener2 besar dan mau dibangun itu memang belum ada dibangun-bangun lagi. Soalnya PEMKAB Siak pernah "mencak-mencak" gara-gara Dumai yang justru ditetapkan sebagai Sentra Sawit di Riau Utara ... oh gitu ya bang, tapi aku pernah lihat beritanya kok bang di Riau Pos kalau pelabuhan Buton tengah di bangun, peletakan batu pertamanya kalau aku gak salah ingat Pak Gubri ama bupati siak waktu itu :) jendry August 5th, 2010, 06:30 AM ^^ pelabuhan di buton itu juga bakal di bangun kok, kalau gak salah kabupaten siak juga bakal bangun kawasan industri berskala besar di buton tapi bukan dalam bentuk klaster... rilham2new August 5th, 2010, 06:31 AM ^^ Semoga saja benar2 dikerjakan, pakai APBD pun oke-oke sajalah. Karena pengembangan pelabuhan Dumai tidak melibatkan APBD karena pendanaan menjadi tanggung jawab PELINDO 1, jadi Insya Allah pengembangan Pelabuhan Dumai gak akan terlalu membebani anggaran daerah. Dan anggaran daerah bisa difokuskan untuk pengembangan BUTON. jendry August 5th, 2010, 06:44 AM ^^ kyk nya berita di link ini ada sangkut pautnya sama pelabuhan buton.. pada tahun 2007 dilakukan pelelangannya dan di ikuti oleh beberapa perusahaan, nilai proyek ini sendiri lumayan fantastis yaitu 800 milyar. ini linknya http://www.inaport2.co.id/index.php?mod=berita&idx=542 pemancangan tiang pertamanya di lakukan oleh gubernur riau pada 2008 lihat linknya http://www.potretnews.com/ekbis_foto.php?idberitafoto=54 drie August 5th, 2010, 06:47 AM kalau aku tak salah bang ilham pernah posting Progress Jembatan Pedamaran kan bang. waktu itu abang ambil dari e-paper riaupos. udah lama sih. nih ada maket Jembatan Pedamaran :lol: http://img196.imageshack.us/img196/8522/cimg1001d.jpg (http://img196.imageshack.us/i/cimg1001d.jpg/) http://img814.imageshack.us/img814/8348/cimg1003.jpg (http://img814.imageshack.us/i/cimg1003.jpg/) http://img697.imageshack.us/img697/3219/cimg1002i.jpg (http://img697.imageshack.us/i/cimg1002i.jpg/) jendry August 5th, 2010, 06:53 AM kalau aku tak salah bang ilham pernah posting Progress Jembatan Pedamaran kan bang. waktu itu abang ambil dari e-paper riaupos. udah lama sih. nih ada maket Jembatan Pedamaran :lol: http://img196.imageshack.us/img196/8522/cimg1001d.jpg (http://img196.imageshack.us/i/cimg1001d.jpg/) http://img814.imageshack.us/img814/8348/cimg1003.jpg (http://img814.imageshack.us/i/cimg1003.jpg/) http://img697.imageshack.us/img697/3219/cimg1002i.jpg (http://img697.imageshack.us/i/cimg1002i.jpg/) jembatan pedamaran I yang sebelah kanan itu udah lama jadikan drie, yang lagi di bangun itu yang pake cable, keren banget ya jembatan padamaran II nya. oia kira kira panjangnya berepa drie? rilham2new August 5th, 2010, 06:56 AM Keren banget tuh Jembatan Pedamaran nya ,, di Kabupaten Rokan Hilir !!! ^^ kyk nya berita di link ini ada sangkut pautnya sama pelabuhan buton.. pada tahun 2007 dilakukan pelelangannya dan di ikuti oleh beberapa perusahaan, nilai proyek ini sendiri lumayan fantastis yaitu 800 milyar. ini linknya http://www.inaport2.co.id/index.php?mod=berita&idx=542 pemancangan tiang pertamanya di lakukan oleh gubernur riau pada 2008 lihat linknya http://www.potretnews.com/ekbis_foto.php?idberitafoto=54 Ya, ini proyek MULTIYEARS, tapi bukan dibangun sama PELINDO kayaknya. Pemerintah Daerah yang kemungkinan besar akan membangunnya. drie August 5th, 2010, 06:57 AM jembatan pedamaran I yang sebelah kanan itu udah lama jadikan drie, yang lagi di bangun itu yang pake cable, keren banget ya jembatan padamaran II nya. oia kira kira panjangnya berepa drie? jadi jembatan Pedamaran I udah selesai ya. baru tahu aku:lol:, kurang tahu juga panjang berapa bang. tapi kalau dilihat dari maket puanjang banget bang. kalau dilahat - lihat ada 5 pilar di atas jembatan nya :okay: berarti di Provinsi riau nantinya akan memiliki 3 jembatan Cable Stayed yah. 1. Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah 2. Jembatan Pedamaran II 3. Jembatan Siak IV :banana::banana: jendry August 5th, 2010, 07:03 AM iya drie jembatan pedamaran I udah lama selesai :) panjang nya kemungkinan besar lebih dari 1 km tu :) jendry August 5th, 2010, 07:21 AM Kampar Butuh Investasi Rp6,7 T metroriau.com - Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin MM mengatakan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kampar tahun 2010 sebesar 7,2 persen dibutuhkan peluang investasi sebesar Rp6,7 triliun. Dana ini bersumber dari investasi dunia usaha dan masyarakat serta pemerintah. Menurut Bupati, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kampar tahun 2009 sebesar 6,8 persen dan pada tahun 2010 ini Pemkab Kampar menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,2 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dari target pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau yaitu sebesar 8,5 persen. "Untuk mencapai target ini, pemerintah membutuhkan peluang investasi tidak kurang dari Rp6,7 triliun," kata Bupati dalam sambutannya pada acara peresmian Kantor Kas PD BPR Sarimadu Kecamatan Tambang di Danau Bingkuang, Rabu (4/8). Dilanjutkan Bupati, dalam hal ini peranan dunia usaha dan masyarakat mencapai angka Rp4,9 triliun atau setara dengan 70 persen. Sedangkan dari dana pemerintah hanya sebesar 30 persen atau setara dengan Rp1,8 triliun. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kampar ini, pemerintah daerah telah mengambil langkah kebijakan dalam memberikan kemudahan dan fasilitas untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan investasi di daerah ini. Salah satunya berupa pelayanan satu atap. "Pemerintah juga mempunyai komitmen yang dalam mendorong pertumbuhan perbankan di daerah, yang berperan cukup besar dalam memabantu pemerintah dan masyarakat. Di samping keberadaannya sangat diharapkan dapat mendekatkan pelayanan permodalan kepada masyarakat," jelas Bupati. Menyinggung dengan peresmian Kantor Kas PD BPR Sarimadu, Bupati menyampaikan apresiasinya kepada PD BPR Sarimadu dalam mengembangkan diri dan bersaing dengan bank yang ada dengan sistem operasional bank konvensional. Berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2009 tentang penyertaan modal pemerintah daerah kepada PD BPR Sarimadu, pemerintah telah menyertakan modal Rp100 miliar. "Keberadaan PD BPR Sarimadu mampu tumbuh dengan cukup bagus bahkan menjadi BPR terbaik nomor satu di Sumatera dan nomor tiga untuk tingkat nasional. Namun, pihak BPR Sarimadu jangan cepat berpuas diri," kata Bupati. Sebelumnya, Direktur PD BPR Sarimadu, Ir H Safri MSi dalam laporannya menyebutkan, dengan telah diresmikannya Kantor Kas Tambang ini membuat PD BPR Sarimadu telah mempunyai kantor kas sebanyak 10 unit. "Penyebaran kantor kas ini dimaksudkan agar PD BPR Sarimadu dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, terutama dalam memberikan pelayanan bank dalam menghimpun simpanan dan kredit masyarakat," sebutnya. (Aulia) jendry August 5th, 2010, 07:36 AM Dianggarkan Rp 18 Milyar, Penerima Bantuan dan Beasiswa Pemprov Riau Diseleksi riauterkini.com - Pemprov Riau menganggarkan dana Rp 18 milyar untuk bantuan kuliah dan beasiswa. Para penerimaan saat ini tengah diseleksi. Riauterkini-PEKANBARU- Setelah batas waktu penyerahan proposal bantuan kuliah dan beasiswa ditutup 1 Juni lalu, saat ini tim seleksi tengah bertugas untuk menentukan para penerima. Diharapkan pada Oktober mendatang dana bantuan sebesar Rp 18 milyar sudah bisa dibagikan kepada yang berhak menerima. “Sekarang ini kami sedang menyeleksi seluruh proposal yang masuk untuk ditentukan penerimaan bantuan kuliah dan beasiswa serta bantuan penyelesaian studi S2 dan S3,” papar Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setdaprov Riau Mulkan Syarif kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (5/8/10). Dijelaskan Mulkan, pada APBD 2010 telah dianggarkan dana Rp 18 milyar untuk program yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tersebut. Rinciannya, untuk bantuan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu Rp 2,5 milyar. Kemudian untuk beasiswa S2 dan S3 dalam dan luar negeri Rp 12,5 milyar. Selanjutnya untuk bantuan sosial penyelesaian kuliah S2 dan S3 sebesar Rp 3,5 milyar. Ketika ditanya mengenai berapa besar setiap penerima akan mendapatkan bantuan atau beasiswa? Mulkan belum berani menyebutkan angka. “Angkanya baru kita ketahui setelah ditetapkan jumlah penerima. Sekarang belum bisa,” tukasnya. Selain anggaran di atas, Pemprov Riau juga meluncurkan program bantuan untuk bangunan TPA dan MDA Rp 3,5 milyar, kemudian bantuan untuk pondok pesantren Rp 2 milyar dan bantuan honor guru MDA dan TPA Rp 1,5 milyar.***(mad) Kris18 August 5th, 2010, 07:43 AM Spesifikasi data Jembatan Pedamaran I dan Jembatan Pedamaran II ialah sama :) Panjangnya sama-sama 1.2 km kalau ga salah... http://farm5.static.flickr.com/4073/4861861389_9d2b5e8419_b.jpg Ternyata, di tengah sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir itulah Pulau Pedamaran :) jadi menghubungkan dengan Bagan seberang :) http://farm5.static.flickr.com/4115/4862487796_a77f30b1a2_b.jpg jendry August 5th, 2010, 08:10 AM inhil http://farm5.static.flickr.com/4125/4834940370_4bb2b326bc_b.jpg jendry August 5th, 2010, 09:15 AM Dapatkan Jam Tangan dengan Motif Batik di Riau Expo 2010 riaubisnis.com - Tidak ada yang tidak menarik dalam sajian Riau Expo 2010 kali ini. Berbagai produk kreatif hasil karya anak-anak negeri ditampilkan di sini. Salah satu stan pameran dari Pekalongan, Jawa Tengah ini. Stan ini menghadirkan berbagai produk bermotif batik mulai dari pakaian, selendang, hingga jam tangan. Khusus untuk jam tangan, produk ini sebenarnya merupakan olahan tembaga dari barang bekas. Karena dibentuk sebagai jam tangan tangan/arloji maka benda ini berubah menjadi benda bernilai seni tinggi dan berfungsi sebagai penunjuk waktu bagi penggunanya. Namun, bagi Sumitro, pedagang batik ini menjelaskan jam tangan fungsinya saat ini tidak lagi sekadar penunjuk waktu, tetapi juga sarana meletupkan citra diri. “Awal mulanya saya hanya mengfokuskan usaha ini ke arah batik kain saja. Seiring perjalanan waktu, saya kembangkan usaha kerajinan jam tangan etnik dari tembaga dan kuningan,” ujar pengrajin jam tangan etnik yang biasa dipanggil Pak De ini saat ditemui di lokasi Riau Expo 2010, MTQ Pekanbaru, Selasa (3/8/2010). Jam tangan etnik buatannya bisa berbentuk gelang dan juga bisa jadi jam. Sedangkan, tali jam tangan yang biasanya dari kulit, kini berganti menjadi tembaga. Menariknya, tembaga itu ditampilkan dalam motif yang sering dijumpai pada kain batik. Kelebihan produk jam tangan etnik dari tembaga dan kuningan ini adalah tidak dapat luntur dan berubah warna layaknya jam tangan lain. Proses pembuatannya dengan cara dibakar dan dipoles menjadi kunci ketahanan kualitas warnanya. “Untuk rantai atau gelang jam tangan yang terbuat dari tembaga pembuatannya bisa dibakar atau dipoles. Jika ingin hasil yang lebih menarik bisa menambahkan tempelan kain batik maupun serbuk kainnya,” tuturnya. Dia menilai, jam tangan etnik ini cukup digandrungi para kawula muda karena bentuk dan motifnya berbeda dengan jam tangan konvensional. Karena itulah Pak De ini yakin peluang usaha ini masih terbuka lebar. Dalam menjalankan usahanya ia hanya berkeliling dari satu pameran ke pameran lain. ”Kita tidak memilki toko penjualan khusus. Namun kita hanya menjualnya saat ada pameran besar maupun expo seperti ini,” ujarnya. Untuk harga yang ditawarkan, setiap itemnya hanya berkisar Rp 40-60 ribu saja tergantung dari motif serta bahan yang diinginkan. Namun, sangat disayangkan produk-produk ini hanya dikhususkan bagi kaum hawa saja. (*) rilham2new August 5th, 2010, 01:34 PM Spesifikasi data Jembatan Pedamaran I dan Jembatan Pedamaran II ialah sama :) Panjangnya sama-sama 1.2 km kalau ga salah... http://farm5.static.flickr.com/4073/4861861389_9d2b5e8419_b.jpg Ternyata, di tengah sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir itulah Pulau Pedamaran :) jadi menghubungkan dengan Bagan seberang :) http://farm5.static.flickr.com/4115/4862487796_a77f30b1a2_b.jpg Mantap Kris :cheers: ... drie August 6th, 2010, 07:53 AM ada sekolah keren di tengah " KAMPUNG " :D maaf ya saya posting lagi di sini sekolah pintar kuansing tinggal landscapenya/// http://i64.photobucket.com/albums/h173/alam_0247/32470_1486072671997_1239312333_31384683_4592355_n.jpg drie August 6th, 2010, 07:59 AM MARI KITA BERSAMA MEWUJUDKAN KEBANGKITAN MELAYU DI NEGERI TERCINTA :okay: Gurindam 12 Gubahan Raja Ali Haji :) <object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rX6mic6Nx2o&hl=en_US&fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/rX6mic6Nx2o&hl=en_US&fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"></embed></object> jendry August 6th, 2010, 12:29 PM Juara Nasional, Tim Gasing Rohul Wakili Indonesia ke Malaysia riauterkini.com - Prestasi membanggakan ditorehkan tim gasing Rohul. Sebagai juara nasional berhak mewakili Indonesia pada kejuaraan tingkat Asia di Malaysia. Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Setelah meraih juara I, pada ajang lomba gasing tingkat Nasional di Festival Serumpun Sebalai VI, di Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung, 23 hingga 28 Juli 2010 lalu. Empat atlit gasing Rohul yang mewakili tim Riau. Dijadwalkan, akan kembali mengikuti ajang lomba gasing tingkat Asia di Negara Malaysia. Perihal itu disampaikan Bupati Rohul, Drs H Achmad M.Si, melalui Kabag Humas Pemkab Rohul, Drs Yusmar M.Si, sekaligus sebagai Humas KONI Rohul. Kepada wartawan, Yusmar mengatakan, olahraga gasing tergabung dalam Federasi Olahraga Kreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Dan dari cabang gasing itu, nama Rohul kembali dikenal diajang Nasional. Bahkan saat ini, membawa tim Riau. ”Pemkab Rohul sudah komit sejak awal, untuk memajukan dan mempertahankan adat, kesenian daerah dan permainan anak negeri. Sehingga gasing terus kita lestarikan, dengan sering membuat event,” kata Yusmar. Tim gasing yang memenangkan juara I di ajang tingkat Nasional itu, yaitu Muhammad Sobu, Mahadi, Syahrum dan M Nasir, dan ditambah seorang official Mukhtar S.Pd. Keempatnya akan diberangkatkan ke ajang lomba ditingkat Asia di Malaysia.***(zal) jendry August 6th, 2010, 04:24 PM dari pada bengong nunggu hujan reda mending posting photo satu persatu hihi.... baja seharga 86 milyar di tembilahan. http://farm5.static.flickr.com/4076/4862024359_ae00749c8a_b.jpg Soehendy rilham2new August 6th, 2010, 04:37 PM ^^ Pekanbaru lagi hujan, kah??? Di Jakarta lebat banget tadi .... Btw, Jembatan Indragiri, keren juga :cheers: jendry August 6th, 2010, 04:40 PM ^^ iya bang di pekanbaru lagi hujan, diiringi dengan hentakan drum :D :D kira kira jembatan siak III nanti bakal seperti itu juga lah jadi nya, kan juga pakai rangka baja :) aku sebenarnya masih punya koleksi photo photo lagi, tapi flick nya merajuk pula.. grrrrrrrrr... jendry August 7th, 2010, 06:07 AM Terima Gelar Kehormat UKM Pembangunan Pendidikan Riau Bawa Rusli Ke UKM http://i34.tinypic.com/33blcae.jpg photo riauterkini metroriau.com - MALAKA-METRORIAU.COM- Perhatian Rusli pada dunia pendidikan, mendapat apresiasi Universitas Kebangsaan Malaysia dengan menganugrahkan ijazah kehormat Doktor Falsafah. Gelar doktor kehormatan itu diserahkan langsung oleh Raja Negeri Sembilan, Tuanku Muhriz Ibni Almarhum Tuanku Munawir, pada sidang majelis Kovokesyen UKM ke 38, Sabtu, (7/8) siang ini. ''Sejak 40 tahun UKM berdiri akhirnya kita mendapat kehormatan dengan penganugerahan gelar Doktor bidang pendidikan,'' ujar Rusli bangga. Menurut Dekan Fakultas Pendidikan, Prof. Datin. Dr. Siti Rahayah Arifin, Rusli banyak memberi bea siswa pendidikan kepada pelajar Riau. Saat ini lebih dari 300 pelajar Riau yang belajar di UKM. ''Beliau yakin potensi anak Riau, maka beliau banyak memberi kemudahan dengan memberikan bea siswa kepada pelajar Riau untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,'' ujarnya dalam sambutan penganugrahan gelar doktor kepada Rusli. Pada Konvokesyen UKM ke 38 itu menyerahkan ijazah lebih 5 ribu Sarjana Muda, 1500 sarjana dan 233 gelar doktor.(rd) jendry August 7th, 2010, 06:15 AM MASJID RAYA PELALAWAN SEBELUM JADI. http://farm5.static.flickr.com/4140/4862022653_8b3a90418a_b.jpg drie August 7th, 2010, 10:22 AM MASJID RAYA PELALAWAN SEBELUM JADI. http://farm5.static.flickr.com/4140/4862022653_8b3a90418a_b.jpg udah selesai di bangun apa belum tuh ?? drie August 7th, 2010, 12:03 PM di kampung Tanah Merah kampar ada hotel semegah ini, bintang 5 lagi :lol: okupasi hotel labersa http://i64.photobucket.com/albums/h173/alam_0247/IMG_4278.jpg rilham2new August 7th, 2010, 12:26 PM udah selesai di bangun apa belum tuh ?? Kalau gak salah sih udah finishing... udah lama banget... drie August 7th, 2010, 12:30 PM Kalau gak salah sih udah finishing... udah lama banget... wah berarti udah selesai di bangun dong ya. moga aja ada yang mau ambil gambar deh. mungkin orang pangkalan kerinci yang lagi solat tarawih bulan puasa besok :D oya satu lagi Masjid Di ROHUL udah di resmikan penggunaannya. kemarin peresmiannya di siarkan secara langsung oleh RTV, menghadirkan Usztad kondang gitu. MZ gitu lah akhirnya. lupa juga nih namanya siapa :D rilham2new August 7th, 2010, 12:52 PM ^^ Bukan Zainuddin MZ ?? Nanti aku coba cek di Riau Pos, hari ini :D ikhlas001 August 7th, 2010, 02:43 PM tmbahan.. http://i34.tinypic.com/2dwb33l.jpg http://i35.tinypic.com/spf2p0.jpg http://i38.tinypic.com/263k505.jpg dah lama Ikhlas nggak liat Pacu jalur di Taluak Kuantan.. Dulu sempat pernah di ajak Om Ikhlas ke tempat pembuatan sampan/jalurnya malam2.. tepatnya di seberang batang kuantan.. soalnya Om ikhlas panitia lomba juga. hehe Jadi kepengen pergi ke Kuansing lagi.. Mudah2n tahun ini bisa.. ikhlas001 August 7th, 2010, 02:45 PM MASJID RAYA PELALAWAN SEBELUM JADI. http://farm5.static.flickr.com/4140/4862022653_8b3a90418a_b.jpg Masjid2 di Riau ala Timur Tengah semua.. Keren2:banana::banana: drie August 7th, 2010, 03:56 PM dah lama Ikhlas nggak liat Pacu jalur di Taluak Kuantan.. Dulu sempat pernah di ajak Om Ikhlas ke tempat pembuatan sampan/jalurnya malam2.. tepatnya di seberang batang kuantan.. soalnya Om ikhlas panitia lomba juga. hehe Jadi kepengen pergi ke Kuansing lagi.. Mudah2n tahun ini bisa.. yah, coba waktu minggu kmarin iklas ikut ama forumer riau lainya gathering ke taluk, jadi ny qt kan bisa gathering breng tuw klas :), dan mungkin aja kan itu pertama kaliny ada gathering gabungan antar provinsi d SSCI, Ntar klaw iklas ke taluk jangan lupa kasi kabar ya. jendry August 7th, 2010, 04:06 PM udah selesai di bangun apa belum tuh ?? udah lama selesai drie, kan udah pernah aku posting dulu.. jendry August 7th, 2010, 04:08 PM dah lama Ikhlas nggak liat Pacu jalur di Taluak Kuantan.. Dulu sempat pernah di ajak Om Ikhlas ke tempat pembuatan sampan/jalurnya malam2.. tepatnya di seberang batang kuantan.. soalnya Om ikhlas panitia lomba juga. hehe Jadi kepengen pergi ke Kuansing lagi.. Mudah2n tahun ini bisa.. wuah tahun ini udah selesai pacu jalur nya ikhlas, baru tanggal 31 juli kemaren finalnya :) tinggal tunggu tahun depan lagi tuh :) drie August 7th, 2010, 05:52 PM udah lama selesai drie, kan udah pernah aku posting dulu.. oh iya ya ? Boleh minta pict nya gak ? jendry August 7th, 2010, 05:57 PM ntar ya aku cari dulu di halaman belakang, gak ada aku simpan soalnya.. :) jendry August 7th, 2010, 06:01 PM masjid raya pelalawan http://img16.imageshack.us/img16/3261/masjidkerinci1.jpg (http://img16.imageshack.us/i/masjidkerinci1.jpg/) http://img696.imageshack.us/img696/3518/masjidkerinci2.jpg (http://img696.imageshack.us/i/masjidkerinci2.jpg/) http://img294.imageshack.us/img294/2784/masjidkerinci3.jpg (http://img294.imageshack.us/i/masjidkerinci3.jpg/) http://img718.imageshack.us/img718/3226/masjidkerinci4.jpg (http://img718.imageshack.us/i/masjidkerinci4.jpg/) by.ahmad samsu bagio jendry August 7th, 2010, 06:10 PM Ketua Umum APINDO: Riau Jadi Kekuatan Ekonomi Besar di Daerah riauterkini.com - Melihat potensi Riau yang demikian besar, Ketua Umum APINDO Riau, Sofyan Wanandi menyatakan bahwa Riau akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar di daerah. Riauterkini-PEKANBARU-Usai pengukuhan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Riau yang dinahkodai oleh Helfried Sitompul Sabtu (7/8/10), Ketua APINDO Nasional, Sofyan Wanandi mengatakan bahwa Riau memiliki potensi yang cukup membuat Riau menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di skala nasional. Potensi yang dimiliki Riau selain posisi yang strategis, Riau juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Termasuk perkebunan sawit, pulp and paper,batubara dan minyak bumi. Jika itu dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian Riau, akan menjadi energi bagi terbetuknya kekuatan ekonomi Riau di masa mendatang. "Untuk itu, kita harapkan pengurus APINDO Riau masa bakti 2010-2015 yang baru dikukuhkan akan dapat menjadi lokomotif pembangunan di Riau untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Riau. Dalam menjalankan roda organisasi APINDO, pengurus baru ini dapat merangkul semua pengusaha dalam mencapai tujuan APINDO dalam ikut serta membangun perekonomian daerah. Pengurus APINDO yang baru juga diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan pemerintah serta serikat pekerja dalam mencapai pembangunan ekonomi Riau," terangnya. Disinggung mengenai regulasi yang memberatkan pengusaha, Sofyan wanandi mengatakan bahwa APINDO akan ikut serta dalam memperjuangkan adanya perubahan regulasi yang memberatkan pengusaha. Ia juga meminta kepada pemerintah dalam membuat kebijakan jangan menyudutkan pengusaha. Terutama regulasi yang memposisikan pengusaha menjadi 'sapi perah'. "Kalau tidak bisa membantu, pemerintah ya jangan mengganggu pengusaha," terangnya. Mengapa, tandasnya, karena dalam membangun perekonomian, daerah sangat membutuhkan investasi. Selain untuk membangun perekonomian, investasi juga dapat membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran dan mengurangi kemiskinan.***(H-we) rilham2new August 8th, 2010, 12:15 AM ^^ Hari ini juga udah besar kok, Riau gak hanya besar lewat pemasukan MIGAs, tapi juga Non-Migas. Bahkan waktu aku baca di koran BISNIS INDONESIA atau INVESTOR DAILY gitu, pemasukan DJP RIAU-KEPRI ini terbesar kedua setelah DJP SUMUT I. Di Sumatra Utara rupanya ada dua, yaitu SUMUT I dan SUMUT II jendry August 8th, 2010, 10:57 AM masjid raya bangkinang. http://farm5.static.flickr.com/4095/4862640504_3d494036ca_b.jpg jendry August 8th, 2010, 11:42 AM siak. http://farm5.static.flickr.com/4096/4862642800_a743697a1c_b.jpg rilham2new August 8th, 2010, 11:50 AM ^^ Mantap gambarnya, jen. Aku dah pernah shalat zuhur di situ :D... Dan di situ termasuk lokasi ambil air wudhu yang keren karena bersampingan dengan aliran sungai :D jendry August 8th, 2010, 12:00 PM ^^ wuah keren banget tu ada persimpangan sungainya :) ini ada gambar lagi di duri. http://farm5.static.flickr.com/4124/4834940246_b2ca3482c1_b.jpg DJ_Archuleta August 8th, 2010, 12:09 PM sekedar info saja.. Dutch colonial flags used in Indonesia Source: Van Steenbergen. Vlaggen van alle Natien. 1868. Mark Sensen, 15 August 2001 Bali http://www.crwflags.com/fotw/images/i/id_bali.gif Sumatra http://www.crwflags.com/fotw/images/i/id_smtr.gif Siak http://www.crwflags.com/fotw/images/i/id_siak.gif Siak War Flag http://www.crwflags.com/fotw/images/i/id%5Esiak.gif source : http://www.crwflags.com/fotw/flags/id-nlcol.html jendry August 8th, 2010, 12:35 PM ^^ siak udah make merah putih ya bang DJ pada jaman kolonial? rilham2new August 8th, 2010, 12:46 PM Wah selamat :cheers: Riau cuman sampai peringkat 7 di OSN kali ini :cheers:, tahun sebelumnya kita cuman peringkat 10. Ayoooo,,, pacu terus :) -------------Dari Riau Pos OSN Riau Terbaik se-Sumatera 8 Agustus 2010 Laporan Edwir Sulaiman, Pekanbaru Kontingen asal Riau yang berlaga di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang berlangsung di Medan, 1-9 Agustus, meraih peringkat ketujuh nasional, dan terbaik se-Sumatera dengan perolehan empat medali emas, dua medali perak dan enam medali perunggu dari berbagai tingkatan, mulai dari SD hingga SMA. Menurut Kabid SD dan TK Dinas Pendidikan Riau Drs Raja Agustiarman MPd, keberhasilan tim OSN asal Riau ini tentunya sangat membanggakan, karena dari awal tidak diduga sama sekali akan perolehan prestasi ini. ”OSN kali ini peringkat Riau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana tahun sebelumnya hanya meraih peringkat 10 dan sekarang peringkat tujuh. Ini merupakan prestasi yang bagus,” kata Agus di sela-sela menunggu kedatangan tim OSN Riau dari Medan di Bandara SSK II Pekanbaru. Dikatakan Agus, sebelum peserta OSN ini berlaga, Disdik Riau melakukan seleksi di 12 kabupaten/kota, dan hasil dari seleksi ini, 30 peserta yang terdiri dari murid SD enam orang, pelajar SMP sembilan orang dan siswa SMA 23 orang. Ke-30 orang ini, sebelum diberangkatkan dilakukan pembinaan dan pelatihan dari tim OSN yang dibentuk Disdik Riau.(*3/ade) DJ_Archuleta August 8th, 2010, 01:40 PM ^^ siak udah make merah putih ya bang DJ pada jaman kolonial? yaa sepertinya sih begitu ... jendry August 8th, 2010, 04:23 PM Launching Buku Riau Al-Munawwarah, Eloknya Nama Riau Ditambah Al-Munawwarah riauterkini.com - Rusli Efendi gagas bentuk sebuah Riau Darul Quran, mengembalikan Riau ke jati diri Melayu-Islam dengan Launching Buku Riau Al-Munawwarah. Riauterkini-PEKANBARU-Launching buku Riau Al-Munawwarah Menuju Masyarakat Madani Untuk Mewujudkan Visi Riau 2020, karya Rusli Effendi (RE) dinilai sangat sukses. Selain berlangsung lancar, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh tokoh-tokoh, aktivis dan ratusan masyarakat yang memadati ruangan Ball Ruang Hotel Ratu Mayang Pekanbaru, Minggu (8/8/10. Diantaranya yang hadir adalah Gubernur Riau M Rusli Zainal, Wagubri Raja Mambang Mit, Ketua DPRD Riau M Djohar Firdaus dan Anggota DPRD Riau. Dalam sambutanya, RE menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya acara peluncuran buku ini. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap sejumlah tokoh yang telah menorehkan nukilan-nukilan dan responnya dalam buku Riau Al-Munawwarah. Seperti, Menteri Agama RI Suryadharma Ali, Gubernur Riau M Rusli Zainal serta Ketua DPRD Riau M Johar Firdaus. Pada umumnya, nukilan dan komentar dalam buku tersebut menyambut konsep yang dituangkan dalam buku tersebut. yaitu menjadikan nama Riau menjadi Riau Al-Munawwarah yang merujuk pada nama Madinah Almunawwarah, dimana pada masa Rasulullah telah terwujud kehidupan yang madani di kota suci tersebut dan dinilai sejalan dengan visi dan misi Riau 2020 kembali ke jati diri Melayu-Islam. “Ini merupakan gagasan awal untuk terbentuknya sebuah Riau Darul Quran, yakni Riau yang kembali ke jati diri Melayu-Islam yang akan memerikan nuansa bari bagi kehidupan masyarakat Riau kedepan. Karena itu eloknya nama Riau ditambah Almunawwarah," tegasnya kembali atas pemberian nama Riau Ditambah Al-Munawwarah. Sementara itu, Gubenur Riau dan Wakil gubenur dalam sambutanya, sangat menyambut baik dengan diluncurkanya buku Riau Al-Munawwarah Menuju Masyarakat Madani untuk Mewujudkan Visi Riau 2020 ini. Mereka menilai buku ini memberikan harapan bagi Riau untuk memasuki masa depan yang lebih cemerlang.***(tam) jendry August 8th, 2010, 04:31 PM Ditutup Gubri, Pengunjung Riau Expo 2010 Berkisar 350 Ribu riauterkini.com - Helat Riau Expo 2010 berakhr besok, namun seremoni penutupannya dilakukan lebih awal oleh Gubri M Rusli Zainal. Diperkirakan jumlah pengunjung capai 350 ribu orang. Riauterkini-PEKANBARU- Meskipun masih berlangsung sampai besok, Senin (9/8/10), namun seremoni penutupan Riau Expo 2010 dipercepat menjadi, Ahad (8/8/10). Seremoni penutupannya dilakukan langsung oleh Gubernur Riau M Rusli Zainal. Hadir dalam penutupan diarena Riau Expo 2010, Bandar Serai Purna MTQ Pekanbaru, Wakil Gubernur Raja Mambang Mit, Ketua DPRD Riau Johar Firdaus dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Riau, seperti Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau Feizal Qomar Karim selaku penanggung jawab kegiatan akbar ini. Dalam pidato sambutannya, gubernur mengungkapkan kegembiraannya melihat kecenderungan peningkatan animo masyarakat mengikuti dan menyaksikan Riau Expo. Kondisi ini membuktikan, bahwa informasi seputar keberhasilan program dan potensi yang dimiliki Riau sangat dibutuhkan masyarakat. "Setiap tahun pelaksanaan Riau Expo, selalu terjadi peningkatan animo masyarakat, baik peserta maupun kualitas. Ini membuktikan masyarakat membutuhkan kegiatan ini sebagai sarana mendapat informasi berharga," ujar gubernur. Dalam prosesi penutupan, gubernur tak bisa mengikuti sampai akhir, mengingat ada tamu dari Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) dari Melaka, Malaysia yang harus ditemuinya di kediaman dinas. Setelah itu, prosesi dilanjutkan oleh Wagubri. Usai penutupan, Feizal memaparkan, bahwa kegiatan Riau Expo 2010 yang ditaja PT Solindo Duta Convex selaku penenang tender, mengalami meningkatan dari sejumlah asepk, terutama dari aspek jumlah pengunjung dan jumlah transaksi. "Terhitung kemarin saja, jumlah pengunjung sudah mencapai 320 ribu. Belum hari ini dan besok. Saya perkirakan jumlah pengunjung bisa mencapai 350 ribu," ujarnya. Dengan demikian, jumlah ini meningkat dibandingkan kegiatan serupa tahun lalu yang pengunjungnya 300 ribu. Sementara dari transaksi juga meningkat, dari Rp 5 milyar tahun lalu menjadi sekitar Rp 5,8 milyar. "Sampai siang tadi sudah Rp 5,5 milyar. Kalau sampai besok, kemungkinan bisa mencapai Rp 5,8 milyar," demikian penjelasannya.***(mad) Kris18 August 8th, 2010, 06:24 PM Wah selamat :cheers: Riau cuman sampai peringkat 7 di OSN kali ini :cheers:, tahun sebelumnya kita cuman peringkat 10. Ayoooo,,, pacu terus :) -------------Dari Riau Pos OSN Riau Terbaik se-Sumatera 8 Agustus 2010 Laporan Edwir Sulaiman, Pekanbaru Kontingen asal Riau yang berlaga di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang berlangsung di Medan, 1-9 Agustus, meraih peringkat ketujuh nasional, dan terbaik se-Sumatera dengan perolehan empat medali emas, dua medali perak dan enam medali perunggu dari berbagai tingkatan, mulai dari SD hingga SMA. Menurut Kabid SD dan TK Dinas Pendidikan Riau Drs Raja Agustiarman MPd, keberhasilan tim OSN asal Riau ini tentunya sangat membanggakan, karena dari awal tidak diduga sama sekali akan perolehan prestasi ini. ”OSN kali ini peringkat Riau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana tahun sebelumnya hanya meraih peringkat 10 dan sekarang peringkat tujuh. Ini merupakan prestasi yang bagus,” kata Agus di sela-sela menunggu kedatangan tim OSN Riau dari Medan di Bandara SSK II Pekanbaru. Dikatakan Agus, sebelum peserta OSN ini berlaga, Disdik Riau melakukan seleksi di 12 kabupaten/kota, dan hasil dari seleksi ini, 30 peserta yang terdiri dari murid SD enam orang, pelajar SMP sembilan orang dan siswa SMA 23 orang. Ke-30 orang ini, sebelum diberangkatkan dilakukan pembinaan dan pelatihan dari tim OSN yang dibentuk Disdik Riau.(*3/ade) Prestasinya semakin :okay: Kris18 August 8th, 2010, 06:35 PM Kawasan Batu Enam, Bagansiapi-api, Rokan Hilir http://farm5.static.flickr.com/4114/4813643871_59757d69fe_b.jpg Kris18 August 8th, 2010, 06:50 PM Ratio Elektrifikasi di Riau dari Riau Pos edisi cetak 6 Agustus 2010 http://farm5.static.flickr.com/4143/4872454690_39f7a5cc2d_z.jpg rilham2new August 8th, 2010, 07:02 PM ^^ Hahaha, emang parah ratio elektrifikasi di Riau, walaupun faktanya mungkin belum tentu separah itu. Karena pencurian listrik di Riau termasuk fakta "sering". Di Pekanbaru mungkin jarang, tapi di daerah2 yang infranya kurang ... orang SHARING Listrik itu udah biasa :p ... Walaupun cuman sekedar untuk buat lampu saja ... ayra_j August 9th, 2010, 04:06 AM Salam semua! Saya baru ketemu forum ini dan salam perkenalan saya hulurkan. Baru saja selesai posting masjid masjid Riau di http://www.selatanonline.net/v1/modules.php?name=Forums&file=viewtopic&t=181#22076 Kalau salah nama masjid dan tempatnya, tolong bagi tau. Kris18 August 9th, 2010, 07:42 AM SELAMAT HARI JADI PROVINSI RIAU KE-53 SEMOGA BUMI MELAYU LANCANG KUNING SEMAKIN MAJU CEMERLANG GEMILANG DAN TERBILANG DI BUMI PERSADA NUSANTARA DAN SIAP BERSAING SECARA GLOBAL , BERMARWAH DAN BERMARTABAT http://www.riau.go.id/images/bannerHUTRIAU.jpg jendry August 9th, 2010, 08:28 AM Salam semua! Saya baru ketemu forum ini dan salam perkenalan saya hulurkan. Baru saja selesai posting masjid masjid Riau di http://www.selatanonline.net/v1/modules.php?name=Forums&file=viewtopic&t=181#22076 Kalau salah nama masjid dan tempatnya, tolong bagi tau. salam kenal kembali :) saya barusan mengunjungi forum anda, yang tentang masjid riau.. kerenn.. :) di forum ini banyak kok masjid - masjid di riau silahkan saja di posting di forum anda :) rilham2new August 9th, 2010, 09:21 AM Salam semua! Saya baru ketemu forum ini dan salam perkenalan saya hulurkan. Baru saja selesai posting masjid masjid Riau di http://www.selatanonline.net/v1/modules.php?name=Forums&file=viewtopic&t=181#22076 Kalau salah nama masjid dan tempatnya, tolong bagi tau. Terima kasih sudah membuat senarainya. Itu semua mesti daripada Panoramio/Google Earth :) Account KEMBARGROUP, kan? :) rilham2new August 9th, 2010, 09:22 AM SELAMAT HARI JADI PROVINSI RIAU KE-53 SEMOGA BUMI MELAYU LANCANG KUNING SEMAKIN MAJU CEMERLANG GEMILANG DAN TERBILANG DI BUMI PERSADA NUSANTARA DAN SIAP BERSAING SECARA GLOBAL , BERMARWAH DAN BERMARTABAT http://www.riau.go.id/images/bannerHUTRIAU.jpg Selamat Hari Jadi Untuk Provinsi Riau yang ke-53 :cheers: Kris18 August 9th, 2010, 10:15 AM Capai Pertumbuhan Ekonomi 7,2 Persen, Kampar Butuh Rp6,7 Triliun 06 Aug 2010 ad PEKANBARU (RauInfo) -Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kampar tahun 2010 sebesar 7,2 persen, dibutuhkan investasi sebesar Rp 6,7 triliun. Tahun 2009 yang lalu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kampar tercatat sebesar Rp6,8 persen. Pada tahun 2010 ini Pemerintah Kabupaten Kampar telah mentargetkan pertmbuhan perekonomian daerahnya sebesar Rp7,2 persen atau sedikit lebih rendah dari target pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau yait sebesar 8,5 persen. Untuk mencapai itu dibutuhka dana investasi lebih kurang Rp6,7 triliun. Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM di Bangkinang menyebutkan, dana sebesar Rp6,7 triliun itu berasal daru investasi dunia usaha dan masyarakat serta pemerintah daerah sendiri. Pernan dunia usaha dan masyarakat mencapai Rp4,9 triliun atau setara dengan 70 persen. Sedangkan pemerintah hanya Rp1,8 persen. Besarnya peranan dunia usaha dan masyarakat dalam mencapai target pertumbuhan ekonomoi Kampar ini telah membuat pemerintah daerah mengambilk kebijakan dalam memberikan kemudahan dan fasilitas dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha di Kampar.(ad) ayra_j August 9th, 2010, 10:54 AM Terima kasih sudah membuat senarainya. Itu semua mesti daripada Panoramio/Google Earth :) Account KEMBARGROUP, kan? :) Sebagian besarnya dari kembargroup dan selebihnya dari web web lain. Yang pastinya, hati saya senang ketemu foto masjid di seluruh bumi kita, Nusantara!! drie August 9th, 2010, 12:28 PM SELAMAT HARI JADI PROVINSI RIAU KE-53 SEMOGA BUMI MELAYU LANCANG KUNING SEMAKIN MAJU CEMERLANG GEMILANG DAN TERBILANG DI BUMI PERSADA NUSANTARA DAN SIAP BERSAING SECARA GLOBAL , BERMARWAH DAN BERMARTABAT http://www.riau.go.id/images/bannerHUTRIAU.jpg selamt hari jadi Provinsi Riau. Jayalah Riau Gemilang, Cemerlang, dan Terbilang:banana::banana::banana::banana::banana: drie August 9th, 2010, 03:13 PM Catatan Ekonomi Riau dan Pemutaran Dokumenter Pembentukan Provinsi Riau di HUT ke-53 Menuju Welfare Champions, Wan Ghalib Terisak Ceritakan Perjuangan Menuju Welfare Champions, Wan Ghalib Terisak Ceritakan Perjuangan MESIN TIK: Pejuang pembentukan Provinsi Riau Wan Ghalib mendapatkan kado dari RTv berupa mesin tik modern. Pemutaran film dokumenter tentang pembentukan provinsi Riau yang diselenggarakan Rtv, Sabtu (7/8/1010) malam menjadi kado istimewa di HUT Riau ke-53.(CF1/said mufti/riau pos) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menetapkan 7 provinsi sebagai regional champions. Salah satunya adalah Provinsi Riau. BKPM menetapkan dengan berbagai kriteria seperti kesiapan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi yang dimiliki, serta kesiapan daerah dalam melakukan reformasi administrasi investasi. Disisi lain, Wan Ghalib terisak bercerita dalam acara pemutaran film dokumenter perjuangan pembentukan Provinsi Riau. Sebuah kado manis di HUT Riau ke-53. Pada pertengahan Februari lalu, bertempat di Gedung BKPM, Jakarta, para gubernur dari 7 provinsi itu, termasuk Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP menerima penghargaan dari BKPM yang diserahkan langsung oleh Mendagri Gamawan Fauzi dan disaksikan Kepala BKPM Gita Wirjawan. “Saya mengucapkan selamat kepada 7 provinsi yang terpilih sebagai regional champions ini, karena ini ditetapkan melalui seleksi dan penilaian yang sangat selektif dari BKPM,” kata Gamawan saat memberi sambutan. Hanya 7 provinsi dari 33 provinsi yang ada, yang masuk kategori itu. Yakni Riau, Sumsel, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB dan Papua. Kepala BKPM Gita Wirawan menyatakan akan mendukung langkah-langkah yang diambil daerah untuk memacu investasi. Itu pula yang menjadi alasan BKPM memilih 7 daerah untuk menjadi Regional Champions. Mendukung artinya memberi prioritas baik dana maupun promosi ke pasar dunia. Tinggal lagi bagaimana Riau memanfaatkan dukungan ini. Menurut Gubri, HM Rusli Zainal MP, untuk memacu investasi di Provinsi Riau, ada dua program strategis yang sudah disiapkan. Pertama, memaksimalkan Dumai sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Kedua, menjadikan Riau sebagai salah satu cluster industri hilir kelapa sawit di kawasan barat Indonesia, di mana Dumai dan Kuala Enok sudah ditetapkan sebagai kawasan industri hilir kelapa sawit tersebut. “Dua program strategis ini sudah kita siapkan dan kita harapkan benar-benar memberikan added value (nilai tambah) bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” ucap Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP saat menjadi pembicara pada acara dialog khusus atau Prime Interview di Metro Tv, Jakarta, Senin (21/6) malam. Gubri tampil sebagai pembicara bersama Kepala BKPM Gita Wiryawan dengan membahas topik, “Berlomba Menjadi Regional Champions”. Gubri menegaskan soal pentingnya investasi bagi kemajuan suatu daerah. Tidak mungkin suatu negara akan maju tanpa adanya investasi. Gubri pada kesempatan itu juga berharap dukungan dari BKPM untuk membangun rail way atau kereta api di Riau, terutama untuk mengangkut kelapa sawit yang sudah luar biasa perkembangannya di Bumi Lancang Kuning. “Kami sangat berharap pembangunan kereta api ini mendapat dukungan dari BKPM,” harap Gubri lagi. Gubri juga bicara soal potensi Riau. Gubri menyebut contoh betapa luasnya kebun kelapa sawit di Riau. Namun sayangnya belum dikembangkan industri hilirnya. “Ada sekitar 140-an pabrik kelapa sawit di Riau, tapi yang mengembangkan produk turunannya nyaris belum ada. Kita masih jual gelondongan. Betapa ruginya kita. Justru yang menikmati keuntungannya negara lain dengan mengolahnya menjadi berbagai produk, seperti sabun, kosmetik dan lainnya,” terang Gubri memberi contoh. Jemput Bola Upaya menarik investasi ke Riau dilakukan Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal dengan berbagai cara. Melalui kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Gubri pernah melakukan ekspos tentang berbagai potensi investasi Riau di hadapan 48 duta besar negara-negara sahabat. Gubri dalam paparannya mengatakan bahwa Pemprov Riau sudah menerapkan pelayanan terpadu dalam perizinan investasi. Kebijakan ini, mendapat sambutan positif dari dunia usaha karena tidak menyebabkan ekonomi biaya tinggi. “Di Riau tidak ada ekonomi biaya tinggi, kita telah melakukan pelayanan terpadu dan telah mendapatkan sambutan yang baik dari dunia usaha,” kata Rusli. Menurut Rusli, letak geografis Riau sangat strategis sehingga cocok untuk investasi, baik lokal maupun asing. Hal itu bisa dilihat berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dimana Riau selalu menduduki rangking atas untuk tujuan investasi baik PMDN maupun PMA. Dalam kegiatan Updates from the Region ini, Pemprov Riau menawarkan 14 jenis investasi kepada para investor. Antara lain sektor pariwisata, agribisnis, infrastruktur dan industri. Beberapa proyek yang ditawarkan yakni, pembangunan jalan kereta api, terminal kargo, kawasan industri di Dumai, Tanjung Buton dan Tenayan. Dalam Promosi potensi perdagangan tersebut, Dubes Korsel dan Dubes Pakistan menyatakan keinginannya untuk menanamkan investasi ke sektor perkeretaapian dan sektor listrik. Welfare Champions Data lima tahun terakhir, Riau menjadi daerah dengan pertumbuhan investasi paling menakjubkan. Hal ini diungkapkan langsung Wakil Menteri Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Yus’an. “Dulu Riau kurang dilirik investor asing dan domestik, tetapi sekarang, Riau menjadi daerah tujuan utama investasi di Indonesia,:okay:” puji Yus’an dalam pidato sambutan pembukaan Riau Expo 2010 di Bandar Serai, Purna MTQ Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru, Ahad (1/8/10). Terhitung sejak 1990-an hingga saat ini nilai investasi di Provinsi Riau mencapai 5 miliar dolar AS untuk penanaman modal asing (PMA). Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp30 triliun. Pencapaian ini menjadi luar biasa, karena lebih separohnya tumbuh selama 5 tahun terakhir. Rinciannya dari total 5 miliar dolar AS PMA, sekitar 3 miliar dolar AS masuk ke Riau pada kurun waktu 2004- 2009. Sementara untuk PMDN, dari total Rp30 triliun, sekitar Rp22 triliun masuk Riau pada 2005-2009. Berangkat dari fakta tersebut, lanjut Yus’an, wajar jika total nilai investasi Provinsi Riau tertinggi di luar Pulau Jawa dan hanya kalah dari DKI Jakarta dan Jawa Barat. Bahkan untuk 7 provinsi yang merupakan Regional Champions, Riau merupakan yang terbaik. Kerja keras Gubri telah berhasil membawa Riau mencapai prestasi sebagai daerah tujuan investasi yang diperhitungkan. Tugas selanjutnya adalah bagaimana membawa daerah ini juga menjadi juara dalam hal kesejahteraan (Welfare Champions). Dengan kata lain pencapaian Regional Champions mestinya berdampak langsung bagi peningkatan taraf hidup rakyat. Pemutaran Film Dokumenter Wan Ghalib (90) adalah pelaku sejarah dari terbentuknya provinsi Riau hingga saat ini sudah memasuki usia ke 53 tahun, tepatnya 9 Agustus 2010 besok. Menjadi pelaku sejarah, dan merupakan orang yang berjasa dengan perjuangannya yang sempat diragukan. ‘’Setiap kali saya ingat bagaimana perjuangan dulu, saya tak kuasa meneteskan airmata,’’ begitu kata Wan Ghalib saat memberikan sedikit sejarah perjuangannya usai pemutaran film dokumenter detik-detik pembentukan provinsi Riau yang di laksanakan Riau Televisi, Sabtu (7/8) malam di Gedung Juang 45 Pekanbaru. Pemutaran film dokumenter yang terbuka untuk umum ini berlangsung selama 30 menit ini mendapat sambutan hangat dari penonton yang hadir terdiri dari kalangan tokoh masyarakat, civitas akademika dan pelajar. Namun sebelumnya penonton dihibur dengan musik orkestra dengan tembang-tembang Melayu. Tidak banyak yang tahu bagaimana terbentuknya provinsi Riau dan berkembang pesat seperti sekarang ini. Meski begitu, dengan dibuatnya sebuah film dokumenter yang dikumpulkan melalui mozaik-mozaik berupa gambar dan foto bersumber dari pelaku sejarahnya langsung Wan Ghalib yang dilakukan oleh kru RTv berharap kembali mengingatkan generasi muda untuk tetap ingat dan terus memperjuangkannya. General Manager Rtv Sumedi Susanto mengatakan tujuan dari pemutaran film dokumenter selain untuk memperingati hari ulang tahun provinsi Riau yang ke 53. Dan awal pembuatan ini diawali dari produksi program ‘’Sua Tokoh’’. “Jadi salah satu episodenya pernah mewawancarai tokoh pendiri provinsi, Wan Ghalib. Dari wawancara itu, ternyata banyak hal-hal yang belum terangkat ke permukaan dari pembentukan provinsi Riau ini,” ujarnya. Mulai dari situ, Rtv mulai menelusuri beberapa literatur dengan me wawancara keluarga para pendiri. Dari buku-buku dan beberapa arsip. Untuk tidak hanya memperingati HUT Riau dengan hanya acara seremonial. Maka muncullah keinginan dari Rtv untuk menampilkan sesuatu yang berbeda dengan memproduksi film dokumenter. “Azam ini, tentu saja untuk menyebar luaskan informasi awal bagaimana kisah panjang provinsi Riau ini terbentuk. Berbekal semangat untuk menghargai perjuangan para pendiri kami menganggap perlu memproduksi fakta sejarah ini dengan audio visual,” tuturnya .‘’Perjuangan ini tidak bisa dinilai dengan materi, akan tetapi biar allah SWT yang membalaskannya agar provinsi tetap aman dan damai,’’ ujar Wan Ghalib. Sementara CEO Riau Pos Group, H Makmur SE Akt MM sangat memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pelaku sejarah, terutama untuk Wan Ghalib dalam menceritakan detik-detik terbentuknya Provinsi Riau. “Tidak hanya Pak Wan saja yang meneteskan air mata ketika mengingat perjuangannya, namun saya pikir orang dan semua yang menyaksikan dan tingginya rasa cinta terhadap Riau tentu mengalami hal yang sama,” ujar Makmur. Untuk memeriahkan malam pemutaran film dokumenter ini, sepeda ontel yang juga merupakan transportasi tempo dulu juga dipajang di bagian depan podium. Di akhir acara, panitia memberikan kepingan CD film dokumenter itu kepada seluruh penonton yang hadir untuk disebar luaskan kepada yang lain sebagai bukti sejarah.(fiz/gus/rio/hpz) drie August 9th, 2010, 03:43 PM santun kata mari kita wujudkan KEBANGKITAN MELAYU di negeri tercinta budi bahasa seni dan budaya BANGKITLAH MELAYU di negeri tercinta Kejayaan Melayu Harus Ditingkatkan PEKANBARU (RP)- Kejayaan Melayu harus disejajarkan di dunia internasional, terutama yang menyangkut dengan kemajuan ilmu, teknologi juga agama. Tiga hal ini menjadi perekat untuk berazam, dalam memajukan Melayu itu. “Dengan adanya wadah Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), maka ia menjadi pilar pemersatu bagi orang-orang Melayu untuk menunjukkan kebolehan dan kecakapannya dalam berbagai hal, di bidang perdagangan, ekonomi, politik, sosial budaya, pariwisata, teknologi dan lainnya,” kata Gubernur Riau Dr (HC) HM Rusli Zainal SE, MP di saat jamuan makan malam dan ramah-tamah bersama rombongan DMDI dari Melaka, Malaysia di kediaman Gubri, Ahad (8/8) malam. Jamuan makan malam itu dihadiri lebih kurang 50 puluh orang dari rombongan Melaka. Selain menghadiri undangan jamuan makan malam, pemerintah Kerajaan Melaka juga akan mempromosikan obyek wisata yang ada di Melaka, kepada masyarakat Riau. Rusli menyebutkan, sebagai daerah yang memiliki persamaan kultur dan visi untuk memajukan negeri dan generasi Melayu, tentunya tidak bisa sendiri, melainkan harus secara bersama-sama bahu-membahu dalam mewujudkan cita-cita besar ini. “Ini bukan suatu perkara yang mustahil, apalagi yang tak mungkin. Dengan mengoptimalkan kemampuan dan potensi yang ada hal itu bisa terwujud,” kata Rusli di hadapan peserta DMDI. Apa yang dilihat sekarang ini, negara Barat yang muncul dalam teknologi dan memimpin perekonomian dunia, tentunya menjadi spirit kita semua untuk meraih hal itu. “Saat ini dunia Barat yang menjadi leader, namun ke depan kita pula,” ujarnya. Jika dilihat dari segi fisik menurut Rusli, tidak ada perbedaan mendasar, karena semua berasal dari ciptaan Yang Maha Esa. Namun yang melebihkan adalah usaha dan semangat pantang menyerah. Tentunya hal ini harus ditiru, karena banyak hal positif dari keunggulan itu.(*3/eko) jendry August 9th, 2010, 04:20 PM ^^ kapan di putar film dokumenter nya drie, udah gak sabar aku pengen lihat ne.. drie August 9th, 2010, 04:22 PM ^^ kapan di putar film dokumenter nya drie, udah gak sabar aku pengen lihat ne.. malam minggu kemarin bang :D jendry August 9th, 2010, 04:30 PM ^^ itu acara pemutaran sama pejabat tapi drie, yang di rtv nya kemaren juga ya.. drie August 9th, 2010, 04:33 PM ^^ itu acara pemutaran sama pejabat tapi drie, yang di rtv nya kemaren juga ya.. kurang tahu juga lah bang, jarang nonton TV juga akhir2 ni :D jendry August 9th, 2010, 04:45 PM ^^ aku kemaren liat sekilas aja di rtv, itu acaranya masih untuk pejabat gitu kalau di siarankan di rtv nya belum tau kapan apa malam ini ya :D jendry August 9th, 2010, 04:55 PM jembatan siak http://farm5.static.flickr.com/4101/4862022415_27028cd45f_b.jpg Hary Johari Mansu drie August 9th, 2010, 05:04 PM jembatan siak http://farm5.static.flickr.com/4101/4862022415_27028cd45f_b.jpg Hary Johari Mansu keren. sumpah, ini pasti di ambil dari siak seberang, mungkin sekitar kantor kolonial belanda itu. keren banget:banana::banana::banana: jendry August 9th, 2010, 05:12 PM keren. sumpah, ini pasti di ambil dari siak seberang, mungkin sekitar kantor kolonial belanda itu. keren banget:banana::banana::banana: aku gak tau ngambilnya dari mana aku aja belum penah ke siak :D yang pasti gambarnya keren banget, aku si masih punya gambar gambar keren :D tapi sekali kali aja di posting ntar abis stoknya :P drie August 9th, 2010, 05:15 PM aku gak tau ngambilnya dari mana aku aja belum penah ke siak :D yang pasti gambarnya keren banget, aku si masih punya gambar gambar keren :D tapi sekali kali aja di posting ntar abis stoknya :P yup setuju, gak usah banyak - banyak posting. ingat pegangan forumer Riau, Kualitas Vs Kuantitas. tentu pilih yang kualitas kan. buat apa ngejar kuantitas tapi gak ada yang berkualitas. :lol: jadi satu - satu aja posting bang :okay: jendry August 9th, 2010, 05:20 PM ^^ lagian gambarnya juga gak terlalu banyak :D :D rilham2new August 9th, 2010, 06:04 PM yup setuju, gak usah banyak - banyak posting. ingat pegangan forumer Riau, Kualitas Vs Kuantitas. tentu pilih yang kualitas kan. buat apa ngejar kuantitas tapi gak ada yang berkualitas. :lol: jadi satu - satu aja posting bang :okay: belakangan kalian ngomongin kualitas vs kuantitas itu maksudnya apa??? Aku berpikir untuk buat thread lain untuk kabupaten lain di Riau. Menurut kalian perlu atau tidak? Karena jujur prinsip aku, aku malas buat thread kalau isinya nanti cuman asal2an. Dan source gambarnya kurang. Setidaknya baru layak ada thread kalau ada forumer lokal dari kabupaten itu yang join di SSC. aku juga takut buka thread tapi nanti isinya malah berita2 atau pameran kebudayaan, baju adat, rumah adat, atau pemandangan alam. Karena sepengalaman aku, bukan hal2 seperti itu yang orang mau lihat di skyscrapercity. Tapi lebih ke hal2 pembangunan, investasi, infrastruktur, geliat ekonomi lokal, dan sebagainya yang lebih ke pembangunan fisik. dan juga event2 yang lagi hot di kawasan itu. Aku sih sudah berpuas hati dengan satu thread saja yang terpusat,,, tapi tolong kalau memposting gambar tolong sertakan nama kabupaten dan lokasinya. Kalau bisa lengkap dengan nama kecamatan dan desanya. Baru kerasa kualitas thread ini. Letakkan juga nama resminya, yang lazim ada di artikel2 atau media2 lokal. Kalau kita semua sinkron ngasih namanya, kelak kalau mau search thread dan search lewat google pun akan lebih mudah. Kris18 August 10th, 2010, 04:43 AM aku gak tau ngambilnya dari mana aku aja belum penah ke siak :D yang pasti gambarnya keren banget, aku si masih punya gambar gambar keren :D tapi sekali kali aja di posting ntar abis stoknya :P Yg Jembatan Siak ini udah lama dulu aku posting jen :D ...ada satu lagi yang kusave di akun yg satu itu... masih banyak stok kok Jen, tapi kita slowly ajaa :cheers: yup setuju, gak usah banyak - banyak posting. ingat pegangan forumer Riau, Kualitas Vs Kuantitas. tentu pilih yang kualitas kan. buat apa ngejar kuantitas tapi gak ada yang berkualitas. :lol: jadi satu - satu aja posting bang :okay: ga apa-apa banyak-banyak yang penting ada dan udah cukup menjelaskan .. Maksudnya itu, kualitas dulu nah kalau dah bagus barulah diperbanyak ... jendry August 10th, 2010, 06:14 AM belakangan kalian ngomongin kualitas vs kuantitas itu maksudnya apa??? Aku berpikir untuk buat thread lain untuk kabupaten lain di Riau. Menurut kalian perlu atau tidak? Karena jujur prinsip aku, aku malas buat thread kalau isinya nanti cuman asal2an. Dan source gambarnya kurang. Setidaknya baru layak ada thread kalau ada forumer lokal dari kabupaten itu yang join di SSC. aku juga takut buka thread tapi nanti isinya malah berita2 atau pameran kebudayaan, baju adat, rumah adat, atau pemandangan alam. Karena sepengalaman aku, bukan hal2 seperti itu yang orang mau lihat di skyscrapercity. Tapi lebih ke hal2 pembangunan, investasi, infrastruktur, geliat ekonomi lokal, dan sebagainya yang lebih ke pembangunan fisik. dan juga event2 yang lagi hot di kawasan itu. Aku sih sudah berpuas hati dengan satu thread saja yang terpusat,,, tapi tolong kalau memposting gambar tolong sertakan nama kabupaten dan lokasinya. Kalau bisa lengkap dengan nama kecamatan dan desanya. Baru kerasa kualitas thread ini. Letakkan juga nama resminya, yang lazim ada di artikel2 atau media2 lokal. Kalau kita semua sinkron ngasih namanya, kelak kalau mau search thread dan search lewat google pun akan lebih mudah. baiknya gak usah aja dulu buat thread kabupaten kota di riau bang, baiknya di gabung aja dulu di thread ini, kita gak ada kontributor dari daerah soalnya, apalagi buat liput project dsana. masi belum memungkinankan.. kalau gambar gambar budaya, alam dan semacam itu udah banyak di google si. tapi kurang menarik di buat thereadnya.. drie August 10th, 2010, 02:55 PM Riau Bisa Jadi Pusat Ekonomi dan Budaya PEKANBARU (RiauPos.com)- Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yakin Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2020 nanti mampu mewujudkan Negeri Lancang Kuning sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Ini bisa terwujud asal bekerja keras dan ada komitmen tinggi dari seluruh pemangku kepentingan. Hal tersebut disampaikan Mendagri Gamawan Fauzi dalam sambutannya yang dibacakan Kapusdatin Komtel Kemendagri, Budi Arianto dalam video conference di Kantor Kemendagri, Senin (9/8) dengan Gubernur Riau HM Rusli Zainal yang mengikuti rapat paripurna Istimewa di Gedung DPRD Riau, menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Riau ke-53, Senin (9/8). Di Gedung DPRD Riau, hadir anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan Riau, Ketua Menteri Melaka YAB Dato’ Sri Hj Mohd Ali Bin Rustam beserta istri. Selain itu juga dihadiri Gubernur Riau Datuk Setia Amanah Dr (HC) HM Rusli Zainal SE MP beserta Datin Dra Hj Septina Primawati Rusli MM, Wakil Gubernur Mambang Mit dan istri, Muspida Riau, Komandan Pangkalan TNI AU Pekanbaru, Komandan Pangkalan TNI AL Dumai, Ketua Pengadilan Tinggi dan Ketua Pengadilan Agama RI, para anggota DPRD Riau, konsul negara sahabat, serta walikota dan bupati se-Riau. Di Jakarta, diikuti oleh anggota DPD RI Abdul Gaffar Usman, Ketua Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ), Lukman Edy dan tokoh masyarakat Riau di Jakarta, Ridwan Sani. ‘’Melihat perkembangan Riau, saya optimis Riau mampu mewujudkan visi Riau 2020. Dan saya sangat bangga dengan apa yang sudah dilakukan Gubri kepada pembangunan Riau hingga saat ini,’’ ujar Budi. Meski mengaku optimis dan memuji Gubri yang berhasil membangun Riau, Mendagri juga mengatakan semuanya akan mudah tercapai jika Pemprov Riau mampu mengurangi tingkat pengangguran, menggalakkan program pengentasan kemiskinan, menggali potensi ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tidak hanya itu, Pemprov Riau harus bisa menjaga iklim investasi yang kondusif sehingga banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modal ke Riau. Terkait hal tersebut, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal mengaku tidak akan puas dengan hasil yang sudah dicapai saat ini. Namun dia mengakui memang beberapa sektor di Riau sudah cukup maju, terutama terkait potensi SDA dan industri di Riau. Ke depan hal yang sudah dilaksanakan akan dievaluasi untuk mendapatkan langkah selanjutnya dan perbaikan dalam beberapa hal yang dinilai penting. Terutama terkait koordinasi bersama dengan pemerintah pusat terkait budget dan informasi kebijakan. ‘’Semuanya memang bisa tercapai, tapi tidak mungkin hanya saya sendiri. Jadi untuk itu semua elemen masyarakat harus mampu bekerja sama dengan pemerintah untuk kemajuan Riau dan mewujudkan visi Riau 2020 akan datang,’’ terangnya. Langkah visi Riau tahun 2020 itu bisa dicapai jika Pemprov Riau mampu mengurangi tingkat pengangguran, menggalakkan program pengentasan kemiskinan, menggali potensi ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjaga iklim investasi yang kondusif. Mendagri menyambut positif upaya Gubri dalam melakukan video conference dengan pihak Kemendagri. Dengan memanfaatkan Jaringan Komunikasi Pusat dan Daerah (Jarkompusda) itu merupakan langkah positif dalam rangka menjaga optimalisasi infrastruktur jaringan komunikasi pusat dan daerah. ‘’Prinsip optimalisasi sharing infrastruktur komunikasi antara instansi pemerintah dapat terwujud. Ini juga berarti menghemat APBN dan APBD sehingga prinsip efisiensi dan efektifitas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan melalui penerapan E-Government dapat terwujud,’’ ungkap Budi. Pertumbuhan Riau Terus Meningkat Peningkatan tersebut merupakan bentuk kerja keras seluruh elemen masyarakat guna mencapai Riau yang cemerlang, gemilang dan terbilang. Hal ini juga sudah mendapat pengakuan seperti meraih penghargaan regional champion dari pusat, peringkat ketiga dalam pertumbuhan ekonomi dan investasi, penyumbang terbesar CPO sawit dan lain-lainnya. Hak tersebut juga tidak lepas dari peran serta seluruh elemen di Riau, baik swasta maupun pemerintah. Untuk itu, ke depan hal ini harus ditingkatkan untuk mencapai Riau sejahtera. Tidak hanya itu, beberapa program pemprov dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga terus digalakkan. Di antaranya, program pengentasan Kebodohan, Kemiskinan dan penguatan Infrastrukur (K2I), Program Pemberdayaan Desa (PPD), Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK) sudah menjadi percontohan nasional. :okay:Ada juga program pembangunan infrastruktur terutama persiapan PON XVIII 2012 akan datang. ‘’Riau terus berkembang dan semua pencapaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen masyarakat di Riau. Beberapa pengakuan juga sudah ada di Riau baik dari Pusat maupun dari negara lainnya. Namun begitu, ke depan kita tetap melaksanakan program untuk kesejahteraan masyarakat Riau,’’ terang Gubernur Riau, HM Rusli Zainal kepada Riau Pos usai melaksanakan Paripurna Istimewa dalam Rangka HUT Riau ke-53 di kantor DPRD Riau. Selain pencapaian program tersebut, progres pembangunan di Riau juga terbukti dari beberapa data peningkatan data. Di antaranya, angka kemiskinan di Riau turun drastis, tercatat pada tahun 2010 hanya mencapai 8,65 persen dari jumlah penduduk Riau yang mencapai 5,3 juta jiwa. Hal tersebut jauh turun dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 10,63 persen, dan tahun 2009 mencapai 9,48 persen. Sementara itu, angka pengangguran di Riau juga terus menurun, di mana tahun 2004 angka pengangguran mencapai 15,25 persen, sementara data tahun 2009 menurun mencapai 8,56 persen. Hal tersebut berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).:okay: Hal tersebut terbukti mengurangi angka berdasarkan program PPD Riau yang mengucurkan anggaran Rp500 juta per desa/kelurahan. Dan hingga saat ini sudah 501 desa/kelurahan yang mendapatkan alokasi dana usaha yang mencapai Rp235 miliar. Saat ini dana tersebut sudah berkembang menjadi dua kali lipat dan sudah mencapai Rp433 miliar dengan jumlah pemanfaat mencapai 57.306 orang. Tidak hanya itu, Pendapatan Domestik Bruto (PDRB) Riau tanpa migas terus meningkat. Pada tahun 2008 PDRB Riau mencapai Rp149.125,2 miliar dan meningkat menjadi Rp179.169,6 miliar pada tahun 2009. Belum lagi dengan pertambahan jumlah luas pertanian kelapa sawit di Riau yang terus bertumbuh, hingga saat ini luas lahan 2,8 juta hektare dengan luas tanaman mencapai 1,7 juta hektare. ‘’Itu adalah pertumbuhan yang sangat baik untuk Riau, dan kita masih terus melakukan dorongan untuk mengambangkannya lagi untuk mencapai Riau sebagai pusat perekonomian di tingkat nasional,’’ ujarnya. Meski sudah banyak kelebihan yang diraih Riau, namun terkait elektrifikasi Riau masih sangat jauh ketinggalan dibandingkan dengan provinsi lainnya. Buktinya saat ini rasio elektrifikasi di Riau hanya mencapai 42,69 persen yang disuplai melalu sistem interkoneksi 150 KvA. Angka itu masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 66 persen.:ohno: Sementara dari 12 kabupaten hanya 9 kabupaten yang mampu mencapai elektrifikasi 25 persen. Hal tersebut sangat ironi dengan potensi energi Riau yang sangat besar. Terbukti hingga saat ini terdapat potensi batubara sebesar 2 miliar ton, gas bumi mencapai 300 juta standar kubik feet per hari (MMSCFD) serta potensi arus air, matahari, dan angin. ‘’Ini yang menjadi PR kita semua untuk mengatasi masalah tersebut. Namun saya optimis dengan perhatian dan kerjasama seluruh elemen masyarakat hal tersbeut bisa mencapai hasil yang maksimal. Paling tidak Riau ke depan terus membaik dari tahun ke tahun,’’ harapnya. Setingkat Lebih Maju Perkembangan positif ini, menurut Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, menjadikan Riau sudah sejajar dengan provinsi lain di Indonesia, bahkan pada hal-hal tertentu, Riau berada setingkat lebih tinggi dari provinsi lain. Hal ini karena didukung oleh kondisi masyarakat yang kondusif, APBD provinsi dan kabupaten/kota, serta investasi swasta yang terus membaik. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, menurut Johar, pertumbuhan ekonomi Riau tanpa migas meningkat dari tahun ke tahun, yakni 8,59 persen pertahun, walaupun pada tahun 2009 mengalami penurunan yang cukup signifikan, di mana pertumbuhan ekonomi Riau ketika itu hanya 6,44 persen, namun kondisi itu masih lebih baik di Sumatera dan diatas rata-rata pertumbuhan nasional 4,90 persen. Dikatakan, PDRB Riau atas dasar harga konstan berlaku selama periode 2008-2009 menunjukkan peningkatan, baik dengan migas maupun tanpa migas. Konkretnya PDRB Riau dengan migas atas dasar harga konstan sebesar Rp91.085,38 miliar pada tahun 2008 meningkat menjadi Rp93.729,50 miliar pada tahun 2009. Sedangkan PDRB dengan harga konstan tanpa migas Rp42.596,93 miliar pada tahun 2008 meningkat menjadi Rp45.338,40 miliar pada tahun 2009. Dikatakan, dengan data tersebut maka tingkat kemakmuran penduduk Provinsi Riau yang meliputi 11 kabupaten/kota yang kini menjadi 12 telah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Dan juga terlihat pada angka terbaru kemiskinan di Riau yang dikeluarkan oleh BPS dari 10,63 persen tahun 2008 turun menjadi 9,48 persen tahun 2009, bahkan data terakhir bulan Juli 2010 adalah sebesar 8,65 persen. Selain itu, indikasi geliat ekonomi Riau juga dapat dilihat, misalnya dengan meningkat drastisnya jumlah bank di Riau yang dewasa ini telah mencapai 33 buah bank, bahkan Bank Riau yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau, tahun ini telah berekspansi dengan dimulainya pembangunan Menara Dang Merdu Bank Riau yang merupakan kantor utama yang terletak di jantung Pekanbaru.Pada kesempatan tersebut, Johar Firdaus juga mengungkapkan keberhasilan Riau dalam bidang perkebunan, pendidikan dan pemberantasan kebodohan, pembangunan infrastruktur, olahraga dan sektor-sektor lain. Tiga Spirit Momentum HUT Pada kesempatan itu, Abdul Gaffar Usman mengatakan bahwa HUT provinsi Riau ke-53 dengan tema ‘’Kita tingkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan menuju Riau yang bermartabat dan bermarwah,’’ ini memiliki tiga spirit untuk dijadikan momentum. Pertama, HUT Riau bertepatan dengan HUT RI bulan Agustus, ini tentunya mengandung spirit nasionalisme. Kedua, HUT Riau bersamaan dengan HUT Singapura dan Malaysia mengandung spirit internasional. Ketiga, adanya spirit moral dan spiritualisme karena menyongsong bulan yang penuh berkah yakni bulan Ramadan. Disebutkan Ghafar, untuk menyongsong visi Riau tahun 2020 tersebut, HUT Riau ke-53 ini juga bisa menjadi bahan introspeksi, evaluasi atas berbagai kelemahan memprediksi Riau di masa depan untuk menjadikan provinsi ternama di Asia Tenggara. ‘’Sangat berat menjadikan Riau sebagai provinsi ternama di tingkat internasional. Karena itu, harus diangkat dulu di Indonesia,’’ ucap wakil Ketua Komisi IV DPD RI itu. Sementara itu, Ketua PMRJ, Lukman Edy menyatakan bahwa PR Riau ke depan adalah menyelesaikan masalah yang saat ini masih belum tuntas yakni peningkatan kesejahteraan rakyat khususnya di masyarakat Riau di pesisir yang lumayan banyak. Persoalan lainnya adalah mengenai infrastruktur di Riau yang perlu dibenahi untuk memudahkan rakyat dalam memperoleh akses terutama pendidikan dan kesehatan. ‘’Ini adalah PR besar yang harus kita selesaikan bersama,’’ katanya. Gempar Demo Saat sidang paripurna istimewa DPRD Riau digelar, Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (Gempar) yang terdiri dari BEM Unri, BEM UIN, BEM UMRI, BEM Stiker HTP, Aliansi Mahasiswa UIR, KAMMI Riau dan IMM Riau, Senin (9/8) mempertanyakan keberhasilan pembangunan Riau yang kini genap berusia 53 tahun. Menurut Gempar realitas di lapangan menunjukkan pemerintah gagal dalam banyak bidang. Pernyataan ini kemarin disampaikan Gempar saat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD, di saat DPRD Riau melaksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan hari jadi Riau ke 53. Namun, orasi ratusan anggota Gempar tersebut tidak bisa didengar oleh gubernur, DPRD dan Muspida karena Gempar tidak bisa memasuki pekarangan DPRD karena dijaga ketat aparat keamanan. Karena tidak bisa memasuki areal Gedung DPRD Riau, ratusan mahasiswa ini akhirnya menyampaikan orasinya di depan pagar DPRD Riau. Meski sempat ribut karena mahasiswa mendesak masuk, namun bisa diatasi dan massa pun akhirnya hanya bertahan di luar pagar. Pada orasinya, Gempar menilai pemerintah telah gagal melaksanakan program K2I, pemerintah tidak serius dalam melakukan usaha pelestarian alam Riau, pemerintah tidak merealisasikan dana anggaran pendidikan dengan serius dan tepat sasaran, perlindungan HAM dan penegakan hukum di Riau tidak tegas, dan program Jamkesmas tidak terealisasi secara optimal dan merata.(yud/eko/ans) drie August 10th, 2010, 03:03 PM suasana Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau http://img594.imageshack.us/img594/1418/9agust10.jpg (http://img594.imageshack.us/i/9agust10.jpg/) rilham2new August 10th, 2010, 05:19 PM Artikel yang COver Both SIde, melihat pencapaian apa dalam Ulang Tahun Provinsi Riau ke-53 dan juga apa yang masih kurang :). Aku pribadi usaha apapun yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan PDRB pada migas. AKAN SELALU AKU DUKUNG!!! Sekarang sedemikian rupa kita juga harus memikirkan, ekonomi yang jangan terlalu ketergantungan akan SAWIT dan KERTAS sebagai dua komoditas non-migas terlaris di RIau. Harus ada usaha DIVERSIFIKASI, dan usaha2 industri Hilir SAWIT harus digerakkan. Pemerintah harus usaha, pakee ngotot kalau perlu. Karena sangat penting dan signifikan untuk masa depan RIAU ke depannya. Riau Bisa Jadi Pusat Ekonomi dan Budaya PEKANBARU (RiauPos.com)- Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yakin Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2020 nanti mampu mewujudkan Negeri Lancang Kuning sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Ini bisa terwujud asal bekerja keras dan ada komitmen tinggi dari seluruh pemangku kepentingan. Hal tersebut disampaikan Mendagri Gamawan Fauzi dalam sambutannya yang dibacakan Kapusdatin Komtel Kemendagri, Budi Arianto dalam video conference di Kantor Kemendagri, Senin (9/8) dengan Gubernur Riau HM Rusli Zainal yang mengikuti rapat paripurna Istimewa di Gedung DPRD Riau, menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Riau ke-53, Senin (9/8). Di Gedung DPRD Riau, hadir anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan Riau, Ketua Menteri Melaka YAB Dato’ Sri Hj Mohd Ali Bin Rustam beserta istri. Selain itu juga dihadiri Gubernur Riau Datuk Setia Amanah Dr (HC) HM Rusli Zainal SE MP beserta Datin Dra Hj Septina Primawati Rusli MM, Wakil Gubernur Mambang Mit dan istri, Muspida Riau, Komandan Pangkalan TNI AU Pekanbaru, Komandan Pangkalan TNI AL Dumai, Ketua Pengadilan Tinggi dan Ketua Pengadilan Agama RI, para anggota DPRD Riau, konsul negara sahabat, serta walikota dan bupati se-Riau. Di Jakarta, diikuti oleh anggota DPD RI Abdul Gaffar Usman, Ketua Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ), Lukman Edy dan tokoh masyarakat Riau di Jakarta, Ridwan Sani. ‘’Melihat perkembangan Riau, saya optimis Riau mampu mewujudkan visi Riau 2020. Dan saya sangat bangga dengan apa yang sudah dilakukan Gubri kepada pembangunan Riau hingga saat ini,’’ ujar Budi. Meski mengaku optimis dan memuji Gubri yang berhasil membangun Riau, Mendagri juga mengatakan semuanya akan mudah tercapai jika Pemprov Riau mampu mengurangi tingkat pengangguran, menggalakkan program pengentasan kemiskinan, menggali potensi ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tidak hanya itu, Pemprov Riau harus bisa menjaga iklim investasi yang kondusif sehingga banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modal ke Riau. Terkait hal tersebut, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal mengaku tidak akan puas dengan hasil yang sudah dicapai saat ini. Namun dia mengakui memang beberapa sektor di Riau sudah cukup maju, terutama terkait potensi SDA dan industri di Riau. Ke depan hal yang sudah dilaksanakan akan dievaluasi untuk mendapatkan langkah selanjutnya dan perbaikan dalam beberapa hal yang dinilai penting. Terutama terkait koordinasi bersama dengan pemerintah pusat terkait budget dan informasi kebijakan. ‘’Semuanya memang bisa tercapai, tapi tidak mungkin hanya saya sendiri. Jadi untuk itu semua elemen masyarakat harus mampu bekerja sama dengan pemerintah untuk kemajuan Riau dan mewujudkan visi Riau 2020 akan datang,’’ terangnya. Langkah visi Riau tahun 2020 itu bisa dicapai jika Pemprov Riau mampu mengurangi tingkat pengangguran, menggalakkan program pengentasan kemiskinan, menggali potensi ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjaga iklim investasi yang kondusif. Mendagri menyambut positif upaya Gubri dalam melakukan video conference dengan pihak Kemendagri. Dengan memanfaatkan Jaringan Komunikasi Pusat dan Daerah (Jarkompusda) itu merupakan langkah positif dalam rangka menjaga optimalisasi infrastruktur jaringan komunikasi pusat dan daerah. ‘’Prinsip optimalisasi sharing infrastruktur komunikasi antara instansi pemerintah dapat terwujud. Ini juga berarti menghemat APBN dan APBD sehingga prinsip efisiensi dan efektifitas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan melalui penerapan E-Government dapat terwujud,’’ ungkap Budi. Pertumbuhan Riau Terus Meningkat Peningkatan tersebut merupakan bentuk kerja keras seluruh elemen masyarakat guna mencapai Riau yang cemerlang, gemilang dan terbilang. Hal ini juga sudah mendapat pengakuan seperti meraih penghargaan regional champion dari pusat, peringkat ketiga dalam pertumbuhan ekonomi dan investasi, penyumbang terbesar CPO sawit dan lain-lainnya. Hak tersebut juga tidak lepas dari peran serta seluruh elemen di Riau, baik swasta maupun pemerintah. Untuk itu, ke depan hal ini harus ditingkatkan untuk mencapai Riau sejahtera. Tidak hanya itu, beberapa program pemprov dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga terus digalakkan. Di antaranya, program pengentasan Kebodohan, Kemiskinan dan penguatan Infrastrukur (K2I), Program Pemberdayaan Desa (PPD), Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK) sudah menjadi percontohan nasional. :okay:Ada juga program pembangunan infrastruktur terutama persiapan PON XVIII 2012 akan datang. ‘’Riau terus berkembang dan semua pencapaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen masyarakat di Riau. Beberapa pengakuan juga sudah ada di Riau baik dari Pusat maupun dari negara lainnya. Namun begitu, ke depan kita tetap melaksanakan program untuk kesejahteraan masyarakat Riau,’’ terang Gubernur Riau, HM Rusli Zainal kepada Riau Pos usai melaksanakan Paripurna Istimewa dalam Rangka HUT Riau ke-53 di kantor DPRD Riau. Selain pencapaian program tersebut, progres pembangunan di Riau juga terbukti dari beberapa data peningkatan data. Di antaranya, angka kemiskinan di Riau turun drastis, tercatat pada tahun 2010 hanya mencapai 8,65 persen dari jumlah penduduk Riau yang mencapai 5,3 juta jiwa. Hal tersebut jauh turun dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 10,63 persen, dan tahun 2009 mencapai 9,48 persen. Sementara itu, angka pengangguran di Riau juga terus menurun, di mana tahun 2004 angka pengangguran mencapai 15,25 persen, sementara data tahun 2009 menurun mencapai 8,56 persen. Hal tersebut berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).:okay: Hal tersebut terbukti mengurangi angka berdasarkan program PPD Riau yang mengucurkan anggaran Rp500 juta per desa/kelurahan. Dan hingga saat ini sudah 501 desa/kelurahan yang mendapatkan alokasi dana usaha yang mencapai Rp235 miliar. Saat ini dana tersebut sudah berkembang menjadi dua kali lipat dan sudah mencapai Rp433 miliar dengan jumlah pemanfaat mencapai 57.306 orang. Tidak hanya itu, Pendapatan Domestik Bruto (PDRB) Riau tanpa migas terus meningkat. Pada tahun 2008 PDRB Riau mencapai Rp149.125,2 miliar dan meningkat menjadi Rp179.169,6 miliar pada tahun 2009. Belum lagi dengan pertambahan jumlah luas pertanian kelapa sawit di Riau yang terus bertumbuh, hingga saat ini luas lahan 2,8 juta hektare dengan luas tanaman mencapai 1,7 juta hektare. ‘’Itu adalah pertumbuhan yang sangat baik untuk Riau, dan kita masih terus melakukan dorongan untuk mengambangkannya lagi untuk mencapai Riau sebagai pusat perekonomian di tingkat nasional,’’ ujarnya. Meski sudah banyak kelebihan yang diraih Riau, namun terkait elektrifikasi Riau masih sangat jauh ketinggalan dibandingkan dengan provinsi lainnya. Buktinya saat ini rasio elektrifikasi di Riau hanya mencapai 42,69 persen yang disuplai melalu sistem interkoneksi 150 KvA. Angka itu masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 66 persen.:ohno: Sementara dari 12 kabupaten hanya 9 kabupaten yang mampu mencapai elektrifikasi 25 persen. Hal tersebut sangat ironi dengan potensi energi Riau yang sangat besar. Terbukti hingga saat ini terdapat potensi batubara sebesar 2 miliar ton, gas bumi mencapai 300 juta standar kubik feet per hari (MMSCFD) serta potensi arus air, matahari, dan angin. ‘’Ini yang menjadi PR kita semua untuk mengatasi masalah tersebut. Namun saya optimis dengan perhatian dan kerjasama seluruh elemen masyarakat hal tersbeut bisa mencapai hasil yang maksimal. Paling tidak Riau ke depan terus membaik dari tahun ke tahun,’’ harapnya. Setingkat Lebih Maju Perkembangan positif ini, menurut Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, menjadikan Riau sudah sejajar dengan provinsi lain di Indonesia, bahkan pada hal-hal tertentu, Riau berada setingkat lebih tinggi dari provinsi lain. Hal ini karena didukung oleh kondisi masyarakat yang kondusif, APBD provinsi dan kabupaten/kota, serta investasi swasta yang terus membaik. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, menurut Johar, pertumbuhan ekonomi Riau tanpa migas meningkat dari tahun ke tahun, yakni 8,59 persen pertahun, walaupun pada tahun 2009 mengalami penurunan yang cukup signifikan, di mana pertumbuhan ekonomi Riau ketika itu hanya 6,44 persen, namun kondisi itu masih lebih baik di Sumatera dan diatas rata-rata pertumbuhan nasional 4,90 persen. Dikatakan, PDRB Riau atas dasar harga konstan berlaku selama periode 2008-2009 menunjukkan peningkatan, baik dengan migas maupun tanpa migas. Konkretnya PDRB Riau dengan migas atas dasar harga konstan sebesar Rp91.085,38 miliar pada tahun 2008 meningkat menjadi Rp93.729,50 miliar pada tahun 2009. Sedangkan PDRB dengan harga konstan tanpa migas Rp42.596,93 miliar pada tahun 2008 meningkat menjadi Rp45.338,40 miliar pada tahun 2009. Dikatakan, dengan data tersebut maka tingkat kemakmuran penduduk Provinsi Riau yang meliputi 11 kabupaten/kota yang kini menjadi 12 telah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Dan juga terlihat pada angka terbaru kemiskinan di Riau yang dikeluarkan oleh BPS dari 10,63 persen tahun 2008 turun menjadi 9,48 persen tahun 2009, bahkan data terakhir bulan Juli 2010 adalah sebesar 8,65 persen. Selain itu, indikasi geliat ekonomi Riau juga dapat dilihat, misalnya dengan meningkat drastisnya jumlah bank di Riau yang dewasa ini telah mencapai 33 buah bank, bahkan Bank Riau yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau, tahun ini telah berekspansi dengan dimulainya pembangunan Menara Dang Merdu Bank Riau yang merupakan kantor utama yang terletak di jantung Pekanbaru.Pada kesempatan tersebut, Johar Firdaus juga mengungkapkan keberhasilan Riau dalam bidang perkebunan, pendidikan dan pemberantasan kebodohan, pembangunan infrastruktur, olahraga dan sektor-sektor lain. Tiga Spirit Momentum HUT Pada kesempatan itu, Abdul Gaffar Usman mengatakan bahwa HUT provinsi Riau ke-53 dengan tema ‘’Kita tingkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan menuju Riau yang bermartabat dan bermarwah,’’ ini memiliki tiga spirit untuk dijadikan momentum. Pertama, HUT Riau bertepatan dengan HUT RI bulan Agustus, ini tentunya mengandung spirit nasionalisme. Kedua, HUT Riau bersamaan dengan HUT Singapura dan Malaysia mengandung spirit internasional. Ketiga, adanya spirit moral dan spiritualisme karena menyongsong bulan yang penuh berkah yakni bulan Ramadan. Disebutkan Ghafar, untuk menyongsong visi Riau tahun 2020 tersebut, HUT Riau ke-53 ini juga bisa menjadi bahan introspeksi, evaluasi atas berbagai kelemahan memprediksi Riau di masa depan untuk menjadikan provinsi ternama di Asia Tenggara. ‘’Sangat berat menjadikan Riau sebagai provinsi ternama di tingkat internasional. Karena itu, harus diangkat dulu di Indonesia,’’ ucap wakil Ketua Komisi IV DPD RI itu. Sementara itu, Ketua PMRJ, Lukman Edy menyatakan bahwa PR Riau ke depan adalah menyelesaikan masalah yang saat ini masih belum tuntas yakni peningkatan kesejahteraan rakyat khususnya di masyarakat Riau di pesisir yang lumayan banyak. Persoalan lainnya adalah mengenai infrastruktur di Riau yang perlu dibenahi untuk memudahkan rakyat dalam memperoleh akses terutama pendidikan dan kesehatan. ‘’Ini adalah PR besar yang harus kita selesaikan bersama,’’ katanya. Gempar Demo Saat sidang paripurna istimewa DPRD Riau digelar, Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (Gempar) yang terdiri dari BEM Unri, BEM UIN, BEM UMRI, BEM Stiker HTP, Aliansi Mahasiswa UIR, KAMMI Riau dan IMM Riau, Senin (9/8) mempertanyakan keberhasilan pembangunan Riau yang kini genap berusia 53 tahun. Menurut Gempar realitas di lapangan menunjukkan pemerintah gagal dalam banyak bidang. Pernyataan ini kemarin disampaikan Gempar saat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD, di saat DPRD Riau melaksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan hari jadi Riau ke 53. Namun, orasi ratusan anggota Gempar tersebut tidak bisa didengar oleh gubernur, DPRD dan Muspida karena Gempar tidak bisa memasuki pekarangan DPRD karena dijaga ketat aparat keamanan. Karena tidak bisa memasuki areal Gedung DPRD Riau, ratusan mahasiswa ini akhirnya menyampaikan orasinya di depan pagar DPRD Riau. Meski sempat ribut karena mahasiswa mendesak masuk, namun bisa diatasi dan massa pun akhirnya hanya bertahan di luar pagar. Pada orasinya, Gempar menilai pemerintah telah gagal melaksanakan program K2I, pemerintah tidak serius dalam melakukan usaha pelestarian alam Riau, pemerintah tidak merealisasikan dana anggaran pendidikan dengan serius dan tepat sasaran, perlindungan HAM dan penegakan hukum di Riau tidak tegas, dan program Jamkesmas tidak terealisasi secara optimal dan merata.(yud/eko/ans) rilham2new August 12th, 2010, 01:16 AM Jalan Provinsi Menuju Siak Sri Indrapura Kecamatan Koto Gasib dan Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak, Provinsi Riau By INDRA3TURA 1 http://farm4.static.flickr.com/3388/3317912927_c6654344a2_z.jpg?zz=1 2 http://farm4.static.flickr.com/3553/3317912935_6f51549487_z.jpg?zz=1 ^^ COba perhatikan di kiri-kanan jalan tidak ada utilitas apapun, baik itu tiang listrik, tiang telpon, bahkan pipa minyak. nowan August 12th, 2010, 02:52 AM ^^ wow, badai di depan.. seperti dimana? ... Serengeti? :) Selain utilitas perlu diperhatikan juga: kemana hutan tropisnya ya? :) anja sadiqa August 12th, 2010, 04:50 AM Jalan Provinsi Menuju Siak Sri Indrapura Kecamatan Koto Gasib dan Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak, Provinsi Riau By INDRA3TURA 1 http://farm4.static.flickr.com/3388/3317912927_c6654344a2_z.jpg?zz=1 2 http://farm4.static.flickr.com/3553/3317912935_6f51549487_z.jpg?zz=1 ^^ COba perhatikan di kiri-kanan jalan tidak ada utilitas apapun, baik itu tiang listrik, tiang telpon, bahkan pipa minyak. picnya berasa tidak di indongak ? rilham2new August 12th, 2010, 05:10 AM ^^ Kalau di Riau justru banyak yang sperti itu :p ... Cuman mencari yang benar2 datar dan sama sekali gak ada tiang listrik dan utilitas lainnya di kiri-kanan jalan benar2 susah :D ^^ wow, badai di depan.. seperti dimana? ... Serengeti? :) Selain utilitas perlu diperhatikan juga: kemana hutan tropisnya ya? :) Aku kurang tahu ini di mana. Ini daerah yang terkena kebakaran hutan besar-besaran tahun 1997 lalu, dan belum sempat ditanam sampai hari ini. Yang seperti ini bisa kita lihat juga kalau kita lewat Jalan Lintas Timur Sumatra ke arah Rengat. drie August 12th, 2010, 07:56 AM Jalan Provinsi Menuju Siak Sri Indrapura Kecamatan Koto Gasib dan Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak, Provinsi Riau By INDRA3TURA 1 http://farm4.static.flickr.com/3388/3317912927_c6654344a2_z.jpg?zz=1 2 http://farm4.static.flickr.com/3553/3317912935_6f51549487_z.jpg?zz=1 ^^ COba perhatikan di kiri-kanan jalan tidak ada utilitas apapun, baik itu tiang listrik, tiang telpon, bahkan pipa minyak. bang ham. yakin ini jalan di Koto Gasib ?? seingat aku di Koto Gasib udah jadi Hutan Sawit semua bang. memang ada sih, beberapa titik seperti yang ada di atas. namun jalan nya gak sekecil ini :? drie August 12th, 2010, 08:38 AM Pusat Bantu Rp2 M untuk Istana Sayap Riaupos.com-Ditjen Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia menganggarkan dana sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan fasilitas sekitar kompleks Istana Sayap di Pelalawan. Anggaran sebesar itu dikucurkan selama beberapa tahun anggaran, dimulai tahun anggaran 2010 dan berakhir 2014. Proyek ini dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Riau pada Dinas Pekerjaan Umum. Demikian diungkapkan Camat Pelalawan Martias kepada wartawan, baru-baru ini. ‘’Kita sudah diberitahu bahwa pemerintah pusat akan membangun fasilitas luar istana dengan pagu dana Rp2 miliar dan dilaksanakan oleh provinsi. Berarti Istana Sayap di Pelalawan itu sudah mendapatkan perhatian yang cukup baik,’’ jelas Martias. Untuk merealisasikamn rencana tersebt bahkan pemerintah Provinsi Riau telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Menurut kesepakatan tersebut, kata Martias, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap. Setiap tahun akan dilakukan evaluasi tingkat keberhasilannya. Apabila proyek tersebut berhasil, maka pada tahun berikutnya dapat dilanjutkan. Namun bila gagal, kemungkinan tidak dilanjutkan lagi. Dikatakan Marthias, untuk 2010 ini, kompleks Istana Sayap akan mendapatkan tiga fasilitas tambahan melalui program tersebut. Yaitu satu paket pembangunan gapura, satu gazebo di pinggir sungai dan proyek areal parkir istana. ‘’Pembangunan sudah mulai jalan, ada gazebo, gapura dan paving block areal parkir. Kita berharap proyek ini berjalan lancar sehingga evaluasi akhir tahun nanti tidak dianggap gagal,’’ jelasnya. Pembangunan Istana Sayap Pelalawan rampung pada tahun 2006 lalu. Namun karena beberapa kendala seperti musibah banjir. Maka pembukaan istana ini terlambat beberapa tahun berikutnya. Diharapkan dengan adanya bantuan proyek pemeritah pusat kali ini, percepatan kemajuan istana tersebut lebih besar.(nto) rilham2new August 12th, 2010, 11:15 AM bang ham. yakin ini jalan di Koto Gasib ?? seingat aku di Koto Gasib udah jadi Hutan Sawit semua bang. memang ada sih, beberapa titik seperti yang ada di atas. namun jalan nya gak sekecil ini :? Tapi, itu bener di Siak, kan ?? :p Soalnya aku nemunya di Internet dan cukup RUNUT dengan gambar2 di Siak Sri Indrapura. AKu sih kurang tahu titik pastinya, karena ada 2 kecamatan yang mungkin makanya aku tulis dua-duanya. Kris18 August 12th, 2010, 02:25 PM Pusat Bantu Rp2 M untuk Istana Sayap Riaupos.com-Ditjen Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia menganggarkan dana sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan fasilitas sekitar kompleks Istana Sayap di Pelalawan. Anggaran sebesar itu dikucurkan selama beberapa tahun anggaran, dimulai tahun anggaran 2010 dan berakhir 2014. Proyek ini dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Riau pada Dinas Pekerjaan Umum. Demikian diungkapkan Camat Pelalawan Martias kepada wartawan, baru-baru ini. ‘’Kita sudah diberitahu bahwa pemerintah pusat akan membangun fasilitas luar istana dengan pagu dana Rp2 miliar dan dilaksanakan oleh provinsi. Berarti Istana Sayap di Pelalawan itu sudah mendapatkan perhatian yang cukup baik,’’ jelas Martias. Untuk merealisasikamn rencana tersebt bahkan pemerintah Provinsi Riau telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Menurut kesepakatan tersebut, kata Martias, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap. Setiap tahun akan dilakukan evaluasi tingkat keberhasilannya. Apabila proyek tersebut berhasil, maka pada tahun berikutnya dapat dilanjutkan. Namun bila gagal, kemungkinan tidak dilanjutkan lagi. Dikatakan Marthias, untuk 2010 ini, kompleks Istana Sayap akan mendapatkan tiga fasilitas tambahan melalui program tersebut. Yaitu satu paket pembangunan gapura, satu gazebo di pinggir sungai dan proyek areal parkir istana. ‘’Pembangunan sudah mulai jalan, ada gazebo, gapura dan paving block areal parkir. Kita berharap proyek ini berjalan lancar sehingga evaluasi akhir tahun nanti tidak dianggap gagal,’’ jelasnya. Pembangunan Istana Sayap Pelalawan rampung pada tahun 2006 lalu. Namun karena beberapa kendala seperti musibah banjir. Maka pembukaan istana ini terlambat beberapa tahun berikutnya. Diharapkan dengan adanya bantuan proyek pemeritah pusat kali ini, percepatan kemajuan istana tersebut lebih besar.(nto) Aku justru berharap Istana Kesultanan Indragiri yang segera di revitalisasi :bash: , duh bupati Inhu yg mencalonkan diri jadi gubri kemarin itu, sudahlah membangun replika istana itu, udah tak bertanggung jawab pula terhadap perawatannya :ohno: masih lebih baik nasib istana sayap pelalawan dan istana Rokan, dan sangat lebih baik lagi Istana Siak .. jendry August 12th, 2010, 03:13 PM kok dikit update nya ne.. jendry August 12th, 2010, 03:59 PM pulau padang bengkalis http://farm5.static.flickr.com/4110/4834937582_8ee9c7e9d6_b.jpg chow August 12th, 2010, 04:17 PM ^^ WAW indah sekali ;D jarang ada liat pemandangan begini di Riau rilham2new August 12th, 2010, 04:45 PM ^^ Di Pesisir cukup banyak dan gampang banget menemukan pemandangan seperti itu. Tapi, karena kurang promo aja kali. Ini aku ada beberapa koleksi gambar Pulau Bengkalis :D chow August 12th, 2010, 06:50 PM dulu pernah pergi ke Bengkalis dan Selat Panjang tapi jarang liat yang ada bukit2nya :D kalo ada koleksi gambar yang lain share disini dong ham :P drie August 13th, 2010, 07:54 AM Kota Duri http://img94.imageshack.us/img94/3699/duricamp.jpg (http://img94.imageshack.us/i/duricamp.jpg/) http://img651.imageshack.us/img651/9236/helipad.jpg (http://img651.imageshack.us/i/helipad.jpg/) http://img686.imageshack.us/img686/3654/mesjidagungushuluddindu.jpg (http://img686.imageshack.us/i/mesjidagungushuluddindu.jpg/) drie August 13th, 2010, 08:01 AM Lagi http://img707.imageshack.us/img707/2328/duri4.jpg (http://img707.imageshack.us/i/duri4.jpg/) http://img51.imageshack.us/img51/2783/duri5.jpg (http://img51.imageshack.us/i/duri5.jpg/) chow August 13th, 2010, 08:27 AM ^^ Duri ini luasnya sebenarnya berapa sih?? Apakah nyampe setenganya luas pekanbaru drie August 13th, 2010, 08:33 AM ^^ Duri ini luasnya sebenarnya berapa sih?? Apakah nyampe setenganya luas pekanbaru Luas Kota Duri : 937,47 Km² Luas Kota Pekanbaru : 632.26 km² jadi masih lebih luas Kota Duri bang dari pada Pekanbaru, bahkan masih lebih Luas duri ketimbang luas Ibukota Jakarta:lol: chow August 13th, 2010, 08:34 AM waw cukup luas ternyata, kepadatan populainya aja berarti yang kurang... sama seperti Dumai drie August 13th, 2010, 08:39 AM waw cukup luas ternyata, kepadatan populainya aja berarti yang kurang... sama seperti Dumai sepertinya begitu bang, Cuma Duri lebih terlihat padat Karena lebih dari setengah Kota ini kan dijadikan Camp Chevron Duri, makannya Duri lebih terlihat sedikit lebih padat dari dumai, padahal sebenarnya tidak :D rilham2new August 13th, 2010, 08:43 AM waw cukup luas ternyata, kepadatan populainya aja berarti yang kurang... sama seperti Dumai Duri ini secara populasi hampir2 sama seperti Dumai, cuman Dumai masih sedikit lebih besar... Sama-sama di kisaran 200 ribu jiwa. Btw, DUri ini sendiri statusnya masih kota Kecamatan di bawah nama Kecamatan Mandau. rilham2new August 13th, 2010, 08:44 AM Safari Ramadhan Bupati Kampar dalam rangka menyambut Ramadhan BALIMAU KASAI di Sungai Kampar Desa Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar RiauPos 11 Agustus 2010 http://farm5.static.flickr.com/4120/4886961311_46726df2a6_b.jpg rilham2new August 13th, 2010, 08:47 AM Safari Ramadhan Bupati Rokan Hulu dalam rangka menyambut Ramadhan Tradisi POTANG BALIMAU di Sungai BATANG LUBUH Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Riau Pos 11 Agustus 2010 1 http://farm5.static.flickr.com/4120/4887565624_0a79751e64_b.jpg 2 http://farm5.static.flickr.com/4099/4886962581_c54e44459d_z.jpg rilham2new August 13th, 2010, 06:41 PM Peresmian Islamic Center Kabupaten Rokan Hulu & Taussiyah bersama KH Zainuddin MZ Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Riau Pos 10 Agustus 2010 1 http://farm5.static.flickr.com/4114/4887569240_e0f2837a3c_b.jpg 2 http://farm5.static.flickr.com/4114/4887568382_a9bd71223c.jpg 3 http://farm5.static.flickr.com/4094/4887569842_8f184ff97b_b.jpg 4 http://farm5.static.flickr.com/4099/4887570506_731d0860a3_b.jpg 5 http://farm5.static.flickr.com/4122/4887571088_c156e78d63_z.jpg Kris18 August 13th, 2010, 06:53 PM ^^ subhanallah, awesome :eek: |