View Full Version : [BANDA ACEH] Project & Development
anja sadiqa June 28th, 2010, 08:42 AM SELAMAT DATANG DI THREAD BANDA ACEH PROJECTS AND DEVELOPMENT
^^
MULIA WAREEH RANUP LAMPUAN
MULIA RAKAN MAMEH SUARA
:lol:
ASAI NANGROE BAK RIMBA TUHAN
UTEUN BEURALEUN HANA MANUSIA
TEUKA ENDATU MEUSOSAH PAYAH
RIMBA LE GEUCAH GEU ILAH ILAH DAYA
anja sadiqa June 29th, 2010, 06:54 AM http://www.serambinews.com/files/photos/xlarge/e1e0b98d699b3c19d8e027cf2b8ad5306b07ad07.jpg
Pasang Lantai Jembatan
M Anshar - Kutaraja
Pekerja melakukan pemasangan lantai jembatan yang menguhungkan Jalan T Nyak Makam, Pango Raya dengan Jalan Banda Aceh-Medan di Gampong Tanjung, Aceh Besar, Senin (28/6). Jembatan selebar 29 meter itu ditargetkan rampung akhir tahun ini. SERAMBI/M ANSHAR
anja sadiqa June 29th, 2010, 07:25 AM http://img291.imageshack.us/img291/9653/mg9019.jpg
GEDUNG MPU DI kAWASAN LAMPEUNEURUET RING ROAD SELATAN BANDA ACEH[/U][/U][/B]
anja sadiqa June 29th, 2010, 07:43 AM [IMG]http://img267.imageshack.us/img267/1506/mg9029.jpg
[/IMG
GEDUNG KEJATI BANDA ACEH YANG BARU DIRESMIKAN KEMARIN TANGGAL 28 JUNI 2010 DI JALAN T.M. HASAN
anja sadiqa June 29th, 2010, 07:45 AM http://img267.imageshack.us/img267/1506/mg9029.jpg
anja sadiqa July 1st, 2010, 04:22 AM hai, mana forumers ssc koq tidak nongol 1 pun ?
anja sadiqa July 1st, 2010, 05:39 AM YANG TERLEWAT
http://www.serambinews.com/files/photos/xlarge/fffb9a7164ed14498248499694514d0730653a93.jpgMESIN LISTRIK
Kutaraja
Pekerja melakukan bongkar muat sejumlah kontainer berisikan mesin pembangkit listrik di Gardu Induk PLN, Jalan Soekarno - Hatta, Banda Aceh, Jumat (11/9). Mesin listrik berkapasitas 30 Mega Watt (MW) yang dipersiapkan untuk mengatasi krisis listrik di kawasan Banda Aceh itu akan dioperasikan pada 20 Juni mendatang. SERAMBI/M ANSHAR
anja sadiqa July 1st, 2010, 05:45 AM http://www.serambinews.com/files/photos/medium/a6b7d6ce10fe830353d4cc9f6e7b07aecb7188a0.jpgTue, Jun 29th 2010, 12:08
Jaksa Agung Resmikan Kantor Baru Kejati
Penanganan Korupsi Harus Terukur
* Kasus CT-Scan RSUZA Akan Didalami
Utama
Kepala Kejaksaan Agung Hendarman Supanji (tengah) bersama Kajati Aceh Halili Toha (kanan) dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (kiri) serta Kapolda Aceh Irjen Pol Fajar Prihantoro (dua dari kiri) menekan tombol tanda peresmian pemakain Gedung Kejaksaan Tinggi Aceh, di Jalan Mr Muhammad Hasan, Batoh, Banda Aceh, Senin (28/6). SERAMBI/BUDI FATRIA
BANDA ACEH - Kepala Kejaksaan Agung RI, Hendarman Supandji, mengatakan mulai tahun ini setiap kasus korupsi yang ditangani kejaksaan tinggi (Kejati) dan kejaksan negeri (Kejari), harus dilakukan berdasarkan SOP (standard operating procedure) agar penanganannya terukur dan jelas status hukumnya.
“Ukuran pekerjaanya itu adalah waktu. Misalnya butuh waktu seminggu untuk proses penyelidikan hingga mengumpulkan barang bukti. Kalau tidak selesai tambah waktu satu minggu. Kalau tidak selesai lihat apa masalahnya. Jangan digantung, jadi ada kepastian hukumnya,” kata Hendarman kepada wartawan seusai meresmikan pemakaian Gedung Kantor Kejati Aceh yang baru, di Jalan Dr Mr TM Hasan, Banda Aceh, Senin (28/6).
Prosesi peresmian Gedung Kantor Kejati Aceh yang baru itu, kemarin, antara lain tampak turut dihadiri pula Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapolda Aceh Irjen Pol Fajar Prihantoro, dan Kajati Aceh Halili Toha.
Komplek Gedung Kantor Kejati Aceh yang baru itu dibangun atas bantuan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pada 2007 lalu. Gedung kantor yang juga dilengkapi sejumlah rumah dinas kejaksaan ini, dibangun di atas lahan seluas sekitar 4 hektare dengan menelan biaya sekitar Rp 40 miliar.
Menurut Hendarman, fakta yang terjadi selama ini ditemukan ada kasus korupsi yang ditangani kejaksaan tidak jelas status hukumnya dan memakan waktu lama. “Kalau yang dulu kan tidak. Pokoknya cari alat bukti, waktunya sampai ketemu. Sekarang harus bisa dihitung. Kalau tidak selesai tambah seminggu. Kalau memang juga tidak selesai, berhenti,” tegasnya.
Selain itu, kata Hendarman, Kejagung juga akan melihat jumlah beban kerja yang dilakukan masing-masing kejaksaan dalam menangani kasus yang dilaporkan. Ia juga menegaskan kepada jajaran kejaksaan di Aceh agar menjaga integritas lembaga. “Karena tanpa integritas dan krediblitas maka penegakan hukum hanya akan sia-sia,” katanya.
Dia menambahkan, Kejagung juga akan merampingkan struktur organisasi kejaksaan. Saat ini ada 9.930 jabatan struktural di jajaran kejaksaan yang secara bertahap akan dikurangi. “Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari reformasi birokrasi institusi kejaksaan. Hal ini juga dilakukan agar Kejaksaan tidak terkesan berorientasi pada kekuasan,” sebutnya.
Kasus CT-Scan
Dalam kesempatan tersebut, Kajagung Hendarman Supandji juga menegaskan bahwa pihaknya akan meng-cross check kembali, terkait penanganan kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan alat pemindai MRI (magnetic resonance imaging) tahun 2009 di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Sebelumnya Tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyatakan telah menemukan indikasi awal adanya penyimpangan dalam proyek pengadaan alat pemindai senilai Rp 39 miliar itu. MRI adalah alat pemindai (scan) yang mengandalkan magnet sangat kuat untuk mendapatkan gambaran (pencitraan) dari dalam tubuh/otak seseorang.
Indikasi awal tentang potensi penyimpangan dalam pengadaan alat medis canggih itu mencuat setelah Tim Jampidsus dari Kejaksaan Agung mengumpul data dan keterangan tahap awal untuk mengusut kasus dugaan korupsi dalam proyek tersebut. Pengumpulan data dan pemeriksaan sejumlah orang yang terkait dengan proyek tersebut dimulai sejak 4 Mei lalu di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Meskipun ada ditemukan indikasi awal, tapi belum tentu temuan itu sebagai indikasi telah terjadi tindak pidana korupsi. “Akan kita cek lagi, sejauh mana sudah perkembangannya,” ujarnya.
Sebelumnya kepada Serambi, Asisten Tindak Pidana Khusus (Asintel) Kejati Aceh, H Pathor Rahman SH mengatakan, tahap awal pengusutan kasus ini sudah selesai dilakukan oleh tim dari Kejaksaan Agung RI. “Tim ini memintai keterangan dari sepuluh orang yang terkait dalam pengadaan MRI untuk RSUZA tersebut,” ungkap Pathor didampingi Ketua Tim Pidsus dari Kejaksaan Agung, Bambang Eko SH dan anggotanya Taufik Kurniawan SH.(sar/sup)
anja sadiqa July 1st, 2010, 06:36 AM Thu, Jul 1st 2010, 11:23
Pemerintah Anggarkan Rp 350 M untuk PT KKA
* Alokasi KUR bagi UKM di Aceh Rp 400 M
Utama
LHOKSUKON - Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 350 miliar sebagai langkah revitalisasi, guna menghidupkan kembali pabrik kertas PT Kertas Kraft Aceh (KKA) di Aceh Utara. Selama 2010 ini, pemerintah juga mengalokasikan dana kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 400 miliar bagi peningkatan usaha kecil dan menengah (UKM) di Aceh.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI (Bidang Ekonomi dan Industri) DPR RI, Ir H Muhammad Azhari SH MH, dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Rabu (30/6). “Untuk menghidupkan kembali PT KKA, pemerintah telah membentuk tim terpadu sejak empat bulan lalu dan telah menganggarkan pula dana sebesar Rp 350 miliar,” katanya kepada Serambi, di Wisma Lilawangsa, Lhokseumawe, kemarin.
Dia menilai, revitalisasi industri di Aceh Utara mendesak dilakukan dengan menghidupkan kembali industri-industri raksasa yang sebelumnya beroperasi di daerah itu. “Multi efek dari hidupnya industri-industri raksasa itu sangat menguntungkan masyarakat di daerah tersebut,” kata Muhammad Azhari.
Karena itu, sebut Anggota Komisi VI DPR RI itu, pihaknya kini terus mengawasi agar PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina segera mengubah fasilitas PT Arun NGL menjadi terminal penerima gas, sehingga proses operasional pabrik kertas PT KKA atau produksi pupuk PT PIM, misalnya, bisa terjamin pasokan gasnya. “Ini sangat mendesak dilakukan,” terang Azhari.
Saat disinggung tentang upaya menghidupkan kembali PT KKA, Muhammad Azhari menyebutkan, pemerintah telah membentuk tim terpadu sejak empat bulan lalu, yang terdiri dari perwakilan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Pemda Aceh, Pemda Aceh Utara, dan PT Tusam Lestari. “Pemerintah juga telah menganggarkan dana sebesar Rp 350 miliar untuk menghidupkan perusahaan itu,” katanya.
Karena itu, dia bersama anggota Komisi VI DPR RI lainnya mengaku terus memonitor kerja tim terpadu tersebut dan mendesak agar PT KKA bisa segera beroperasi kembali. “Tinggal lagi sekarang ini masalah bahan baku, kayu pinus. Karena Aceh ada moratorium logging. Kini, tim penghidupan PT KKA sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh terkait bagaimana menyiasati bahan baku,” ujar Muhammad Azhari.
drie July 1st, 2010, 02:26 PM http://img291.imageshack.us/img291/9653/mg9019.jpg
THE PADE HOTEL **** DI kAWASAN LAMPEUNEURUET RING ROAD SELATAN BANDA ACEH[/U]
ini Hotel ya, ? mirip masjid ya. terasa banget serambi mekah nya:)
jendry July 1st, 2010, 04:42 PM wow banda aceh :banana::banana:
update terus bang tentang project & development banda aceh :)
maju terus sumatra :banana::banana:
anja sadiqa July 2nd, 2010, 04:01 AM ini Hotel ya, ? mirip masjid ya. terasa banget serambi mekah nya:)
ya bener s x drie, banyak bangunan di Aceh yang berasitektur kaya' mesjid dan juga rumah tradisional rakyat aceh. bahkan kantor pemerintahanpun juga demikian seperti Kantor Bupati Aceh Barat dan Kantor Bupati Bireun.:yes:
anja sadiqa July 2nd, 2010, 04:05 AM wow banda aceh :banana::banana:
update terus bang tentang project & development banda aceh :)
maju terus sumatra :banana::banana:
oh ya tentu saja.....
kedepan anja kan terus on di thread banda aceh P & D.
drie July 2nd, 2010, 08:09 AM ya bener s x drie, banyak bangunan di Aceh yang berasitektur kaya' mesjid dan juga rumah tradisional rakyat aceh. bahkan kantor pemerintahanpun juga demikian seperti Kantor Bupati Aceh Barat dan Kantor Bupati Bireun.:yes:
oya, sekarang di aceh sedang di bangun apa aja anja ??:cheers:
anja sadiqa July 3rd, 2010, 04:29 AM oya, sekarang di aceh sedang di bangun apa aja anja ??:cheers:
Buaaannyak drie, diantarnya pembangunan High Way Banda Aceh-Calang sejauh ratusan KM yang dibiayai oleh USAID, Pembangunan Pelabuhan Samudera Lampulo dan Pembangunan Perpustakaan Besar... pokoke yu wet ja ok. coalnya anja gak jauh dari Banda Aceh kira2 240 KM yaitu di Nagan Raya..mudah2han ja da tugas kantor ke BNA biar diirimkan Up To Datenya.
anja sadiqa July 3rd, 2010, 05:37 AM http://img571.imageshack.us/img571/8087/mg9036.jpg
anja sadiqa July 3rd, 2010, 05:52 AM http://img35.imageshack.us/img35/1081/mg9043.jpg
Rumah Tradisional Rakyat Aceh. Meskipun Banda Aceh terus maju namun ada sebahagian Rakyatnya yang masih membangun rumah dengan arsitektur aceh tulen.
Rivadh July 4th, 2010, 03:56 AM ^^ Rumahnya unik.. apa nama rumah adatnya??
drie July 4th, 2010, 12:36 PM Buaaannyak drie, diantarnya pembangunan High Way Banda Aceh-Calang sejauh ratusan KM yang dibiayai oleh USAID, Pembangunan Pelabuhan Samudera Lampulo dan Pembangunan Perpustakaan Besar... pokoke yu wet ja ok. coalnya anja gak jauh dari Banda Aceh kira2 240 KM yaitu di Nagan Raya..mudah2han ja da tugas kantor ke BNA biar diirimkan Up To Datenya.
wah, mantap kalau begitu. maju terus buat aceh, aku yakin banget kalau aceh mampu untuk maju. Pembangunan Perpustakaan Besar, mantap :okay:, setidak nya pemerintah NAD juga memperhatikan Infrastruktur bagi tercipta nya masyarakat gemar membaca di NAD.
drie July 4th, 2010, 12:38 PM ^^ Rumahnya unik.. apa nama rumah adatnya??
iya, Rumah nya unik banget, bagus dong berarti masyarakat aceh tetap mempertahankan budaya mereka:)
anja sadiqa July 7th, 2010, 05:22 AM ^^ Rumahnya unik.. apa nama rumah adatnya??
namanya " RUMOEH ATJEH ". Tapi itu Rumoeh Atjeh Aceh Besar. Tiap Kabupaten mempunyai RUMOEH ATJEH sendiri yang berbeda satu lainnya. Kalo mau tau, datang aja Taman Mininya Aceh ( Taman Ratu Safiatuddin ) yang ada di seputaran Lamprit berdekatan dengan Kantor Gubernur Aceh.
:lol:
Don KingKong July 7th, 2010, 08:14 AM :cheers:Congrazt buat project development aceh
anja sadiqa July 8th, 2010, 04:26 AM Wed, Jul 7th 2010, 11:17
USAID belum Tetapkan Rekanan Pelaksana
* Kelanjutan Jalan Section IV Diragukan
Utama
BANDA ACEH - Hingga 6 Juli kemarin, pihak USAID (lembaga donor Amerika Serikat) belum juga menetapkan atau menunjuk kontraktor yang akan menjadi pelaksana pembangunan kembali ruas jalan Section IV Banda Aceh-Calang sepanjang 13 kilometer (km), yang sebelumnya telah dijanjikan akan diumumkan pada awal bulan ini.
“Dalam rapat dua pekan lalu di Bappenas, kelanjutan pembangunan kembali ruas jalan section IV itu dipertanyakan Ketua Bappenas kepada USAID. Perwakilan USAID di Jakarta yang hadir dalam pertemuan itu, Roy Ventura menyatakan, Kantor Pusat USAID di Washington DC sampai kini belum memilih salah satu dari tiga/empat kontraktor yang diajukan untuk melanjutkan pembangunan ruas jalan itu,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh, Dr Muhyan Yunan kepada Serambi saat ditanya tentang kelanjutan pembangunan ruas jalan section IV itu, Selasa (6/7) pagi.
Kontraktor yang diajukan Perwakilan USAID di Jakarta untuk melanjutkan pembangunan kembali ruas jalan section IV itu, sebut Kadis BMCK Aceh, antara lain Samgyong (kontraktor asal Korea Selatan) dan PT Hutama Karya. Dua kontraktor itu kini sedang mengerjakan ruas jalan Lamno-Calang. Selain itu adalah PT Jaya Konstruksi (Jakon), pendatang baru, serta satu kontraktor lainnya.
Paket proyek kelanjutan pekerjaan section IV itu, ungkap Muhyan, telah dilelang Perwakilan USAID Indonesia di Banda Aceh pada Februari 2010. Dalam acara lelang itu, Perwakilan USAID Indonesia, Roy Ventura menyatakan, pemenang tender proyek section IV itu akan diumumkan kepada masyarakat Aceh paling lambat awal Juli 2010.
Kini, masa pengumuman yang dijanjikan itu sudah jatuh tempo. Tapi Kantor Pusat USAID di Washington DC belum juga menetapkan atau menunjuk satu dari tiga/empat kontraktor yang telah diajukan. Malah USAID Perwakilan Indonesia di Jakarta yang ditanya Bappenas belum bisa menjawab siapa kontraktor yang akan melanjutkan pekerjaan section IV dan kapan pekerjaannya dimulai?
Akibat belum dikerjakannya ruas jalan section IV sepanjang 13 km bersama empat buah jembatannya, termasuk Jembatan Lambeuso, Lamno sepanjang 100 meter lebih, arus transportasi dari Banda Aceh-Meulaboh, khususnya kendaraan pribadi dan penumpang terpaksa harus menggunakan rakit penyeberangan.
Untuk mengatasi kemacetan suplai barang dan kebutuhan pokok rakyat ke Calang dan Meulaboh, kata Muhyan, Pemerintah Aceh telah memperbaiki jembatan bailey yang dibangun TNI pada masa tanggap darurat tsunami empat tahun lalu di Desa Lamdurian, Lamno. Meski jembatan Lamdurian itu telah diperbaiki, tapi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dan penumpang umum, masih suka menggunakan rakit melalui Sungai Lambeuso. Alasannya, karena jika melalui Jembatan Bailey Lamdurian, jarak tempuh masuk ke dalam mencapai 8 km, sementara menggunakan rakit di Sungai Lambeuso, cukup menunggu giliran selama 5-10 menit, sudah bisa menyeberangi Sungai Lambeuso.
Ruas jalan section IV Calang-Banda Aceh itu, kata Muhyan, sudah pernah dikerjakan rekanan USAID, PT Wijaya Karya (Wika) tiga tahun lalu, termasuk pembangunan jembatan baja Lambeuso. Bahkan waktu itu jembatan baja yang dibangun sudah sepanjang 60 meter berada di atas Sungai Lambeuso, dari panjang sungai 120 m.
Tapi karena pihak USAID saat itu menilai pekerjaan section IV itu kurang nyaman dan banyak hambatannya, pada bulan Februari 2008 lalu, pelaksanaannya dihentikan sementara, sampai kini. Keinginan pihak Amerika untuk melanjutkan kembali pembangunan ruas jalan section IV itu memang ada, tapi karena pelaksanaannya dinilai masyarakat terlalu lama, maka masyarakat dan anggota DPRA tak sabar menunggunya.
Bahkan, para pimpinan dan anggota DPRA pernah meminta supaya USAID menghibahkan jembatan bajanya di Lambeuso kepada Pemerintah Indonesia dan Aceh, agar pembangunan jembatan Lambeuso yang telah berjalan 50 persen itu bisa dilanjutkan kembali dengan sumber dana APBN dan APBA. “Tapi karena pihak USAID menyatakan tetap akan melanjutkan pembangunannya, maka Bappenas, Kemenetrian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Aceh, tidak mengalokasikan anggaran kelanjutan pembangunan jembatan Lambeuso tersebut,” ujar Muhyan.
Akibat kelambanan pembangunan kembali ruas jalan section IV itu, kata Muhyan, dinasnya terus menjadi sasaran hujatan masyarakat. Padahal, upaya untuk mempercepat kelanjutan pembangunan jembatan Lambeuso itu sudah dilakukan pihaknya sejak tahun lalu. Tapi karena USAID belum menghibahkan jembatan baja Lambeuso yang telah diadakannya, maka pembangunan kembali jembatan itu sampai kini belum bisa dilakukan.
Untuk mempercepat pelaksanaan kembali pembangunan ruas jalan section IV itu, termasuk pembangunan jembatan baja Lambeuso, Lamno, menurut Muhyan Yunan, pihaknya terus mempertanyakan kepada Perwakilan USAID di Jakarta yaitu Roy Ventura. “Setiap ditanya, Pak Roy Ventura menjawab bahwa USAID pasti melanjutkan pembangunan ruas jalan section IV itu. Tapi kapan dilakukan, sepertinya kita harus banyak bersabar lagi,” tukas Muhyan. (her)
anja sadiqa July 9th, 2010, 06:57 AM Telkomsel Banda Aceh
[IMG]http://img38.imageshack.us/img38/3980/mg9061h.jpg[/IMG
anja sadiqa July 9th, 2010, 07:03 AM Fri, Jul 9th 2010, 11:06
Sebulan Setelah Diberlakukan
Sudah 105 WNA Urus VoA di SIM
Kutaraja
BANDA ACEH - Layanan visa kedatangan (visa on arrival/VoA) yang telah diberlakukan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, sejak tanggal 8 Juni lalu, telah melayani 105 warga negara asing (WNA) yang berkunjung ke Aceh. Jumlah ini masih sedikit dibanding dengan bandara internasional lainnya di Indonesia yang juga memiliki fasilitas VoA.
Kepala Kantor Imigrasi Banda Aceh, Wilmar Sayuti kepada Serambi Kamis (8/7), menyebutkan, ke-105 WNA yang mengurus VoA di Bandara SIM itu berasal dari 25 negara. Sementara jumlah negara yang masuk pelayanan VoA pada Bandara Internasional di Indonesia adalah 64 negara. Wilmar menyebutkan, para WNA berkunjung ke Aceh dan telah mendapat VoA dalam sebulan pelayanan fasilitas ini didominasi oleh Cina dan Inggris (masing-masing 15 orang), Australia (13 orang), dan Amerika Serikat (10 orang).
“Negar-negara lain masih di bawah 10 orang, paling sedikit satu orang. Fasilitas VoA sangat memberi kemudahan kepada WNA yang berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Banda Aceh dalam rangka kunjungan sosial budaya, wisata, negoisasi usaha, dan tugas pemerintahan,” kata Wilmar. Dikatakannya, syarat untuk mendapat VoA itu sangat mudah, yakni memiliki paspor minimal masih berlaku enam bulan dan tidak termasuk WNA dalam daftar cegah tangkal. Sedangkan pembayarannya 25 US Dollar pada petugas BRI di Bandara SIM yang telah disiapkan. “Uang itu sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sedangkan izin kunjungan itu diberikan selama 30 hari dan dapat diperpanjang sebulan di setiap Kantor Imigrasi di Indonesia,” jelas Wilmar.
Wilmar menyebutkan jumlah WNA berkunjung ke Aceh sejak sebulan diberlakukan VoA masih sedikit dibanding dengan kedatangan WNA melalui Bandara Internasional lainnya di Indonesia, termasuk dengan Bandara Internasional Polonia, Medan, Sumut. “Pelayanan VoA di Bandara Polonia seminggu lebih lambat dibanding di Bandara SIM, namun pelayanan VoA di Bandara Polonia jelas lebih banyak karena rute penerbangan ke luar negeri di Bandara Polonia lebih banyak ketimbang lewat Bandara SIM. Di Bandara SIM, rute penerbangan ke dan dari luar negeri hanya Kuala Lumpur dan Penang, Malaysia,” ungkap Wilmar.
Karena itu, Wilmar berharap Pemerintah Aceh memanfaatkan kemudahan fasilitas VoA dengan mempromosikan Aceh ke luar negeri, sehingga banyak wisatawan masuk Aceh dalam rangka wisata, seminar, dan kegiatan lain yang bersifat internasional. Untuk tiga bulan pertama, minimal dalam sebulan ada 300 WNA mendapat fasilitas VoA di Bandara SIM.
“Salah satu instansi yang paling berperan mempromosikan Aceh adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh. Tidak hanya mempromosikan Sabang, tapi Aceh juga harus bisa mengundang wisatawan dengan berbagai keajaiban tsunami, seperti PLTD Apung, Makam Syiah Kuala, dan berbagai tempat lainnya,” kata Wilmar.
Lelaki asli Padang, Sumbar ini optimis keajaiban tsunami itu bisa dipromosikan menjadi objek wisata menakjubkan, seperti halnya piramid yang telah menjadi objek wisata bertahun-tahun di Mesir. “Kalau promosinya sudah berhasil, nanti Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi, dan Telematika (Dishubkomintel) tinggal memikirkan untuk menambah rute penerbangan ke dan dari luar negeri lewat Bandara SIM,” demikian Wilmar
drie July 10th, 2010, 06:50 AM Telkomsel Banda Aceh
[IMG]http://img38.imageshack.us/img38/3980/mg9061h.jpg[/IMG
sumpah, ini gedung mirip banget sama yang di Pekanbaru, cuma bedanya di atas Tulisan Telkomsel yang paling tinggi itu ada Selembayung nya. selebihnya Sama:banana::banana:
anja sadiqa July 12th, 2010, 04:02 AM sumpah, ini gedung mirip banget sama yang di Pekanbaru, cuma bedanya di atas Tulisan Telkomsel yang paling tinggi itu ada Selembayung nya. selebihnya Sama:banana::banana:
daaan mungkin dengan yang di Telanaipura Jambi:ohno::ohno: juga ya Drie ?
drie July 12th, 2010, 10:10 AM daaan mungkin dengan yang di Telanaipura Jambi:ohno::ohno: juga ya Drie ?
ya bisa jadi, tapi kalau aku lihat ini yang paling mirip dengan yang di Pekanbaru
anja sadiqa July 13th, 2010, 05:55 AM Mon, Jul 12th 2010, 11:43
DPRA Kecewa terhadap Kinerja Sangyong
* 33 Km Jalan Lamno belum Teraspal
Utama
BANDA ACEH - Komisi D DPRA yang membidangi pembangunan jalan dan jembatan, Jumat (10/7) lalu meninjau pembangunan jalan Lamno-Calang section F yang dikerjakan kontraktor Sangyong dari Korea Selatan. Komisi D sangat kecewa terhadap kinerja kontraktor tersebut yang dinilai lamban.
Kekecewaan komisi D muncul karena sudah dua tahun lebih pembangunan ruas jalan Km 110-153 Calang-Lamno dikerjakan Sangyong, tapi mereka baru mengaspal sepanjang 10 kilometer (km). Ini artinya, 33 km lagi badan jalan belum diaspal oleh kontraktor asal Korsel ini dari 43 km yang ditargetkan untuk diaspal.
Ketua Komisi D DPRA, Ir Jufri Hasanuddin mengatakan, pihaknya berkunjung ke lokasi proyek pembangunan Calang-Lamno tersebut atas perintah Ketua DPRA, Drs Hasbi Abdullah. Hal itu ia sampaikan langsung di lokasi proyek Km 110 jalan Calang-Lamno saat bertemu pihak Sangyong selaku kontraktor pelaksana serta Parson, pihak konsultan pengawas proyek jalan Banda Aceh-Calang.
Dalam kunjungan lapang itu, Jufri Hasanuddin didampingi Sekretaris Komisi D DPRA, Adly Tjalok, dan dua anggota, masing-masing Muslim Usman dan Ali Murtala. Menurut Jufri, Pimpinan DPRA menugaskan Komisi D untuk melihat ke lapangan perkembangan pembangunan badan jalan dan pengaspalan jalan Banda Aceh-Calang yang dikerjakan Sangyong. Soalnya, para pengguna jalan menyatakan sangat kesulitan saat melintas di Km 110-Km 143 yang pengaspalan badan jalannya menjadi tanggung jawab Sangyong.
Berdasarkan amatan Serambi, badan jalan di lokasi tersebut berlumpur saat hujan dan sulit dilintasi kendaraan roda dua dan empat, baik milik pribadi maupun mobil penumpang umum. Bahkan truk-truk barang dan penumpang umum banyak terperangkap di badan jalan yang berlumpur itu sampai berjam-jam.
Sebaliknya, pada musim kemarau, badan jalan berdebu, sehingga sangat mengganggu penduduk di sekitar Km 110-143 Calang-Lamno. Kondisi badan jalan Km 110-143 itu, menurut Ali Murtala dan Muslim Usman, sangat berbeda dengan kondisi jalan Km 60-100 yang pembangunannya dikerjakan PT Hutama Karya selaku mitra kerja Sangyong.
Kinerja PT Hutama Karya, menurut penilaian kedua anggota dewan itu, lebih baik, karena badan jalan yang belum diaspal hanya tinggal sekitar 3 km lagi dan semuanya sudah ditutupi dengan pasir dan batu kerikil. Sementara di Km 110-143 (sepanjang 33 km), badan jalannya belum ditaburi pasir dan kerikil. Akibatnya, pada waktu musim hujan banyak kendaraan umum dan pribadi yang tersangkut, karena badan jalan masih berlumpur.
Manajer Konstruksi Sangyong, Mr Wee, didampingi pejabat Humasnya, Tarigan, dan pengawas dari Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh, Samsul, mengatakan saat ini pihaknya sedang mengaspal badan jalan yang kondisinya sudah siap untuk diaspal. Misalnya, untuk Km 153-143 arah Calang-Lamno.
Sering longsor
Wee menambahkan, setelah pembangunan seluruh jembatan di lintasan Km 153-110 selesai bulan ini, maka pekerjaan difokuskan pada pengerasan badan jalan yang dilanjutkan dengan pekerjaan pengaspalan badan jalan. Begitupun, menurutnya, kendala untuk pengaspalan badan jalan baru yang telah dibuka dan dibuat, adalah seringnya terjadi tanah longsor pada bukit yang telah dibelah.
Selain itu, masih ada lima titik lokasi lagi tanah masyarakat yang perlu dibebaskan, karena faktor terjadi longsor, perlu pengerukan tanah masyarakat 3-10 meter ke samping kiri dan kanan. Salah seorang perwakilan dari Parson yang hadir di lokasi proyek mengatakan, kendala yang dihadapi Sangyong untuk meningkatkan kinerja lapangannya adalah karena mobilisasi atau pengerahan alat kerjanya jauh di bawah volume atau beban kerja di lapangan. Jumlah alat kerja dan buruh yang dikerahkan di lapangan sedikit, berbeda dengan PT Hutama Karya lebih banyak, sehingga mereka kerja lebih cepat.
Berdasarkan kontrak kerjanya, Sangyong harus menyelesaikan seluruh borongan pekerjaannya pada Juli 2010. Tapi karena tidak selesai atau masih ada 15 persen lagi yang belum dikerjakannya, ia minta tambah waktu kerja. “Pihak USAID selaku pemilik proyek atau pemberi hibah, menambah sampai Maret 2011 mendatang,” ujar seorang konsultan pengawas dari Parson.
Menyikapi tambahan waktu kerja yang diberikan USAID kepada Sangyong sampai Maret 2011, Ketua Komisi D DPRA, Jufri Hasanuddin dan Sekretaris Komisi D, Adly Tjalok mengingatkan, tambahan waktu yang diberikan USAID kepada Sangyong itu hendaknya tidak dijadikan perusahaan dari Korsel itu untuk kembali meperlambat pengaspalan badan jalan Km 110-143 arah Lamno-Calang.
“Kita berharap sebelum Lebaran Idul Fitri tahun ini atau 11-12 September 2010 mendatang, 33 km badan jalan yang belum diaspal itu hendaknya bisa dituntaskan Sangyong, supaya masyarakat Aceh yang ingin mudik atau Lebaran di kampung halamannya di pantai barat dan selatan Aceh, tidak tersangkut di lokasi badan jalan pada Km 110- 143 yang masih berlumpur itu,” ujar Jufri yang berasal dari Labuhan Haji. (her)
anja sadiqa July 14th, 2010, 08:18 AM Daftar Hotel berbintang di Banda Aceh
1. Hotel Hermes Palace **** ( 6 f )
2. De Pade Hotel***( 3 f )
3. Grand Nangroe***( 5 f )
4. Oasis Hotel *** ( 4 f )
5. Hotel Sultan *** ( 5 f )
6. Hotel Cakradonya * ( 4 f )
7. Hotel Rasa Mala * ( 5 f )
8. Hotel Medan * ( 5 f )
9. Hotel Kuala Raja * ( 3 f )
10.Hotel Madina * ( 3 f )
anja sadiqa July 15th, 2010, 04:18 AM http://img822.imageshack.us/img822/808/hermes.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-14
Hotel Hermes Palace Banda Aceh satu-satunya hotel bintang 4
http://img19.imageshack.us/img19/5324/hermeslagi.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-15
sekali lagi Hotel Hermes
http://img269.imageshack.us/img269/2149/hermes2w.jpg
By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-18
anja sadiqa July 15th, 2010, 04:22 AM http://img534.imageshack.us/img534/2641/hoteldiana.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-14
Hotel Madina
anja sadiqa July 15th, 2010, 04:25 AM http://img94.imageshack.us/img94/4592/depd.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-14
Interior De Pade Hotel
anja sadiqa July 15th, 2010, 04:38 AM http://img155.imageshack.us/img155/715/sim1.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-14
http://img6.imageshack.us/img6/5566/sim2h.jpg
By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-14
New International Airport Sultan Iskandar Muda
http://img831.imageshack.us/img831/4844/simm.jpg
By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-18
pict gw ambil dari erwin agency.
anja sadiqa July 15th, 2010, 07:24 AM http://www.serambinews.com/files/photos/xlarge/cff896d642078a4119a65d45874f0243e8e68d2d.jpg
Thu, Jul 15th 2010, 11:57
Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar:
Status Otsus Aceh jangan Digantung
Utama
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Pusat Akbar Tanjung (dua dari kanan) didampingi Ketua Wantim Partai Golkar Kota Banda Aceh Muntasir Hamid berdialog tentang pelaksanaan UUPA dengan Ketua Partai Golkar Aceh yang juga Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda dan Ketua Komisi A Adnan Beuransyah di ruang Wakil Ketua DPRA, Rabu (14/7). SERAMBI/HERIANTO
BANDA ACEH - Pemerintah pusat harus menyerahkan sepenuhnya kewenangan otonomi khusus (otsus) bagi Provinsi Aceh, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Jangan ada lagi aturan hukum yang masih bersifat abu-abu, semuanya harus jelas dan terang-benderang. Demikian pula soal kewenangan otsus, termasuk peraturan yang menyertainya, jangan ada yang dihambat atau digantung.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung, dalam pertemuan dengan pimpinan dan sejumlah anggota DPRA, di Gedung DPRA, di Banda Aceh, Rabu (14/7). “Kewenangan dari status otsus itu perlu diperjelas agar kesepakatan damai yang telah berjalan, bisa berlangsung abadi dan tidak sampai menimbulkan gejolak kembali pada generasi berikutnya,” kata Akbar Tandjung.
Pertemuan yang khusus mendiskusikan tentang implementasi dan pelaksanaan otsus Aceh dalam kerangka UUPA itu, antara lain dihadiri Wakil Ketua I DPRA Amir Helmi, Ketua Komisi A DPRA Adnan Beuransyah, Sekretaris Komisi D DPRA Adli Tjalok, anggota Komisi C DPRA Anwar dan sejumlah anggota DPRA lainnya, yang tampak mengikuti diskusi ini dengan tekun.
Sedangkan dari Partai Golkar masing-masing tampak Ketua DPD I Partai Golkar Aceh yang juga Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh Zuriat Suparjo, Ketua Harian Partai Golkar Aceh Zamzami, dan Ketua DPD II Partai Golkar Banda Aceh Muntasir Hamid.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang satu jam itu, Akbar Tandjung mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Banda Aceh dimaksudkan untuk memberikan materi pendidikan diklat kader HMI tingkat nasional yang dilaksanakan di Kota Banda Aceh. “Selain itu, saya juga ingin bertemu dengan para kader partai Golkar di DPRA untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan UUPA di Aceh pascadamai,” ujarnya.
Menurut Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar yang pernah menduduki beberapa pos menteri pada masa Orde Baru itu, beberapa kewenangan otsus yang diberikan pemerintah pusat kepada Aceh telah berjalan dengan baik dan sukses. “Misalnya kewenangan pembentukan partai lokal sudah berjalan, bahkan partai lokal yaitu Partai Aceh mendominasi anggota legislatif di sejumlah kabupaten/kota sampai provinsi, pada pemilu legislatif 2009 lalu,” kata Akbar Tandjung.
“Begitu juga dengan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Calon bupati/walikota dan gubernur tidak hanya boleh dari partai politik, tapi juga dari unsur independen. Ini juga sudah berjalan baik. Banyak mantan anggota GAM yang berhasil menjadi bupati, bahkan gubernur melalui calon independen. Contohnya Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar yang sedang berkuasa sekarang ini dari unsur independen,” imbuh Akbar Tandjung.
Lakukan pendekatan
Terkait dengan belum adanya Wakil Ketua III DPRA, Akbar Tandjung menyarankan agar Pimpinan dan anggota DPRA terus melakukan pendekatan informal maupun formal dengan Menteri Hukum dan HAM maupun Mendagri, supaya posisi Wakil Ketua III yang kosong selama sembilan bulan karena tolak tarik UUPA dengan UU Nomor 27/2009, bisa diisi pada bulan depan. “Aturan hukum yang masih abu-babu, perlu diperjelas. Kalau tidak bisa, katakan dengan tegas, dan beri alasan yang jelas dengan dasar hukum yang jelas pula, supaya bisa diterima orang banyak dan kita terus tidak berada dalam kondisi menggantung, ke atas tidak, apa lagi ke bawah,” tegasnya.
Akbar mengatakan, salah satu tugas anggota legislatif itu adalah melakukan pengawasan. Laksanakan tugas pengawasan itu dengan proporsional dan profesional, agar apa yang menjadi cita-cita rakyat yaitu bebas KKN, kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian yang sesungguhnya bisa dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Misalnya, penyerahan kewenangan pertanahan yang belum diserahkan pemerintah pusat kepada Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota. Karena itu merupakan perintah UU, maka presiden dan para kabinetnya harus melaksanakan dengan segera dan tidak boleh mengulur-ulur waktu. Ini menjadi tugas DPR RI dan DPRA untuk mengawasi apakah produk hukum yang dihasilkan oleh anggota legislatif di tingkat nasional itu sudah berjalan dengan baik apa belum di Aceh?
Seperti yang disampaikan Ketua Komisi A, Adnan Beuransyah, bahwa dalam UUPA hanya ada enam kewenangan yang berada pada pemerintah pusat, yaitu politik luar negeri, pertahanan, keamanan yustisi, moneter dan fiscal nasional dan urusan tertentu dalam bidang agama. Selain dari enam kewenangan itu, harusnya Pemerintah Aceh bisa melaksanakannya secara mandiri dengan berkoordinasi kepada pemerintah pusat sebagai induknya.
Untuk itu, selaku Dewan Pembina DPP Golkar Pusat, Akbar Tanjung mengatakan, masalah yang dihadapi Pemerintah Aceh dan anggota DPRA dalam mengimplementasi kewenangan yang terdapat dalam UUPA, akan disampaikannya kepada Ketua DPP Partai Golkar Ir Aburizal Bakrie dan Fraksi Partai Golkar di DPR RI, supaya kewenangan yang belum diserahkan segera diserahkan pemerintah pusat.(her)
join_zulfian July 16th, 2010, 04:44 AM http://img155.imageshack.us/img155/715/sim1.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-14
http://img6.imageshack.us/img6/5566/sim2h.jpg
By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-14
New International Airport Sultan Iskandar Muda
cantik ya bandaranya:) rasa2 di timur tengah
anja sadiqa July 16th, 2010, 07:34 AM cantik ya bandaranya:) rasa2 di timur tengah
Katanya sih Bandara SIM akan dijadikan Bandara Transit untuk penerbangan Jemaah Haji dari Indonesia. Run Waynya saja sudah 3000 meter.bentuknya mungkin disesuaikan dengan sebuatn aceh yang serambi mekah.:banana:
anja sadiqa July 16th, 2010, 10:06 AM KANTOR PERBANKAN DI BANDA ACEH
BANK BNI YANG BARU
http://img571.imageshack.us/img571/4791/bnibuilding.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-16
anja sadiqa July 16th, 2010, 10:09 AM BANDA ACEH FROM AIR
http://img6.imageshack.us/img6/157/bnafromair.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-16
join_zulfian July 16th, 2010, 11:41 AM ^^cantik sekali bro, seperti kota2 di eropa:)
sijorok` July 17th, 2010, 04:29 AM katanya bangunan di aceh gak boleh lebih tinggi daripada menara mesjid yah?
anja sadiqa July 19th, 2010, 04:19 AM ^^cantik sekali bro, seperti kota2 di eropa:)
ya bener se x, Kota BNA disamping cantik juga bersih sekarang ini sehingga tidak mengherankan kembali meraih adipura Tahun 2010 ini. dan 1 lagi Kota Banda Aceh sekarang ini berubah sampai 300 derjat, Tsunami sepertinya benar2 menjadi hikmah.:okay::badnews:
anja sadiqa July 19th, 2010, 04:21 AM katanya bangunan di aceh gak boleh lebih tinggi daripada menara mesjid yah?
setahu GW yang tidak boleh itu disekitar Mesjid Raya Baiturrahman, kalo jauh dari sana GW kira tidak ada larangan, wong di mekah saja bisa..!!!!!!!!!!!!:ohno:
anja sadiqa July 20th, 2010, 05:38 AM http://img838.imageshack.us/img838/6025/hotelgrandnangroe.jpg
hotel Grand Nangroe reinkarnasi dari Hotel Kuala Tripa (7 F ) yang roboh saat Tsunami
a.maartin July 20th, 2010, 05:53 AM http://img838.imageshack.us/img838/6025/hotelgrandnangroe.jpg
hotel Grand Nangroe reinkarnasi dari Hotel Kuala Tripa (7 F ) yang roboh saat Tsunami
^^Mantap bro design nya, minimalis, kaya sudut. Tapi sayang kaca jendelanya terlalu terang ya, jadi keliatan gordennya. Request dong interior bandara SIM, belum pernah dipost kayaknya...
Met kenal ya ...
anja sadiqa July 20th, 2010, 07:27 AM Tue, Jul 20th 2010, 11:09
Kepala Bappeda Aceh:
Keberatan 7 Daerah Masih Bisa Diterima
* Penyusunan RTRW Libatkan Tiga Kementerian
Utama
BANDA ACEH - Kepala Bappeda Aceh, Ir Iskandar MSc menilai wajar apabila ada bupati/wali kota di Aceh yang belum mau menandatangani kesepakatan finalisasi tentang kawasan lindung, karena merasa areal budidayanya masih minim atau bahkan jadi lebih minim sebagaimana diplot di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA) 2010-2030 yang akan dibahas DPRA.
“Itu hal yang wajar dan sesungguhnya masih bisa didiskusikan ulang dengan masing-masing kepala daerah bersangkutan untuk mengakomodir apa yang menjadi inti keberatannya,” kata Iskandar menjawab Serambi, Senin (19/7) kemarin melalui telepon selularnya. Pernyataan Iskandar itu merespons sikap tujuh dari 23 bupati/wali kota se-Aceh yang sampai Minggu (18/7) lalu belum bersedia menandatangani dokumen RTRWA 2010–2030 yang disusun Bappeda Aceh. Ketujuh daerah yang menolak tersebut adalah Aceh Besar, Bener Meriah, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Kota Subulussalam.
Alasan mereka belum meneken kesepakatan dokumen RTRWA 2010–2030 yang disusun Bappeda Aceh itu pada umumnya karena pembagian wilayah hutan daerahnya dengan wilayah untuk budidaya masyarakatnya belum sesuai dengan permintaan yang disampaikan sebelumnya. Contohnya, Pemkab Aceh Barat Daya mengusulk agar areal permukiman dan pertanian untuk budidaya diberikan di atas 20 persen dari luas total wilayahnya. Tapi dalam dokumen RTRWA yang dibuat Bappeda Aceh, luas areal untuk permukiman dan lahan pertanian yang diberikan kurang dari 20 persen dari luas wilayah Abdya.
Karena kurang dari 20 persen, Bupati Abdya Akmal Ibrahim menolak untuk meneken dokumen RTRWA 2010-2030 yang dibuat Bappeda Aceh itu. Merespons penolakan tersebut, Kepala Bappeda Aceh menerangkan bahwa tahapan penyusunan dokumen RTRWA 2010-2030 melibatkan tiga kementerian yang satu sama lain saling terkait, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Menteri Dalam Negeri. Pembuatan RTRW provinsi, kata Iskandar, haruslah dimulai dari penuntasan kawasan lindung di kabupaten/kota. Untuk masalah ini leading sector-nya adalah Kementerian Kehutanan.
Karena itu, menurut Iskandar, sebuah provinsi harus membuat RTRW-nya masing-masing minimal untuk jangka waktu 20 tahun ke depan. Dasar pembuatannya adalah UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang Nasional dan PP 26 Tahun 2008 tentang hal yang sama. Daerah yang ingin membuat RTRW-nya haruslah memedomani aturan di atas yang melibatkan tiga kementerian.
Keterlibatan Kementerian Kehutanan dalam proses pembuatan RTRW provinsi, kata Iskandar, terkait dengan masalah kawasan lindung yang berfungsi untuk melindungi kelangsungan hidup manusia, satwa, flora, dan fauna. Di antaranya hutan lindung, kawasan gambut, daerah resapan air, dan lainnya.
Jadi, untuk mengetahui berapa luas areal kawasan lindung suatu daerah, diperlukan peta topografi dan citra satelit. Tujuan utamanya adalah untuk memotret kawasan lindung guna mengetahui jumlah areal yang sesungguhnya. Tugas masalah ini ada pada Kementerian Kehutanan. “Jadi, jika ada daerah yang keberatan dengan areal budidayanya masih sedikit, sehingga bisa menghambat pelaksanaan program pengentasan kemiskinan masyarakat, masalah itu bisa diajukan kepada pemerintah provinsi yang sedang menyusun dan membuat dokumen RTRW atau langsung menyampaikan kepada Kementerian Kehutanan untuk dijadikan bahan dalam peninjauan lapangan,” ujar Iskandar.
Data kawasan lindung kabupaten/kota yang dimiliki Bappeda Aceh saat ini, kata Iskandar, dibuat dari berbagai dokumen yang ada. Jadi, bukan asal bikin. Perhitungannya juga dilakukan secara cermat berdasarkan perintah Pasal 55 PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Tata Ruang Nasional. Misalnya, kawasan hutan dengan faktor kemiringan lereng, jenis tanah, dan intensitas hujan yang sangat tinggi, jika digarap atau diubah fungsinya menjadi lahan budi daya masyarakat, itu bisa membahayakan masyarakat penggarap. Bagaimanapun, kawasan gambut lebih tepat untuk daerah resapan air.
Begitu juga dengan kawasan sempadan pantai, sungai, kawasan sekitar danau, waduk, dan ruang terbuka hijau. Jika penilaian (scoring) kondisi topografi lahannya dinilai rawan bencana, maka kawasan itu masuk dalam kawasan lindung dan tidak boleh digarap masyarakat untuk lahan budidaya karena bisa membahayakan dirinya.
Tapi sebaliknya, jika lokasinya dinilai tidak terlalu berbahaya dan masyarakat sudah mengusahakannya sejak dulu, maka kawasan lindung itu bisa dikeluarkan menjadi kawasan permukiman penduduk dan budidaya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Bupati Abdya, Akmal Ibrahim memprotes, ungkap Kasubit Tata Ruang Bappeda Aceh, Dedi, karena areal budidayanya baru sekitar 11,39 persen atau 21.432,68 ha dari total luas wilayahnya 188.205,04 ha.
Aceh Tenggara tidak protes, karena lahan budidayanya kalau dilihat dari persentase memang di bawah Abdya (baru 6,78 persen), tapi karena wilayahnya lebih luas dari Abdya (mencapai 416.962,53 ha), sehingga areal budi dayanya mencapai 28.281 ha. Ini lebih luas dari Abdya. Berbeda dengan Bener Meriah. Areal budidayanya sudah mencapai 30,33 persen atau 57.757, 21 ha dari total luas daerahnya 190.400,56 ha, tapi bupatinya tetap saja belum meneken kesepakatan RTRW Aceh 2010-2030 untuk substansi kehutanan.
Aceh Tamiang begitu juga, areal budidayanya telah mencapai 52,79 persen atau 113.347,16 ha dari luas total wilayahnya 214.699,02 ha. Nagan Raya areal budidayanya sudah mencapai 27,96 persen atau 99.124,92 ha dari luas wilayahnya 354.491,05 ha. Aceh Besar lahan budidayanya lebih luas lagi, yakni sudah mencapai 47.25 persen atau 136.808,43 ha dari luas wilayahnya 289.564,12 ha.
Aceh Tengah juga demikian. Areal budidayanya sudah mencapai 118.278,70 ha, dari luas total wilayahnya 545.404,31 ha. Tapi bupatinya belum juga meneken kesepakatan RTRW substansi kehutanan. Kota Subulussalam juga seperti itu. Areal budidayanya sudah mencapai 35,44 persen atau 41.672 ha, dari luas wilayahnya 117.570,56 ha.
Sekretaris Bappeda, dr Warqah Helmi mengatakan, Bappeda dan Tim Penyusun RTRW dari Pemerintah Aceh masih membuka diri terhadap kiritikan, saran, dan usul. “Karena, sebelum Raqan RTRWA 2010-2030 itu ditetapkan menjadi qanun oleh DPRA, Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat akan meninjau kembali ke masing-masing daerah yang bupati/wali kotanya belum menerima luas lahan budidayanya yang terdapat dalam dokumen RTRW Aceh 2010-2030,” demikian Warqah. (her)
anja sadiqa July 20th, 2010, 07:33 AM ^^Mantap bro design nya, minimalis, kaya sudut. Tapi sayang kaca jendelanya terlalu terang ya, jadi keliatan gordennya. Request dong interior bandara SIM, belum pernah dipost kayaknya...
Met kenal ya ...
of course kenal kembali marrrtiin, ya mungkin saja sengaja dibuat seperti itu biar ada kombinasi warnanya dengan warna luarnya. interior SIM yu wait aja, yang jelas up to date BNA selalu kita share.
anja sadiqa July 23rd, 2010, 03:41 AM Thu, Jul 22nd 2010, 16:27
Mahasiswa Pertanyakan Realisasi Gedung Baru IAIN
* Kontrak Kerja Tinggal Setahun Lagi
Kutaraja
BANDA ACEH - Pembangunan gedung baru IAIN Ar-Raniry hingga kini belum jelas kapan dilaksanakan. Padahal kontrak kerjanya tinggal setahun lagi. Para mahasiswa akhirnya menjadi tak sabar dan berdelegasi ke Biro Rektor IAIN Ar-Raniry untuk menanyakan masalah tersebut, Selasa (20/7).
Kedatangan puluhan mahasiswa yang terdiri perwakilan Presiden Mahasiswa (Presma), BEM semua Fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) itu sidambut langsung oleh Rektor IAIN, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA yang didampingi Purek dan para dekan masing-masing fakultas.
Mahasiswa mempertanyakan telatnya pembangunan gedung baru yang didanai Islamic Development Bank (IDB) sebesar Rp 390 miliar itu. Acara pertemuan sempat tegang, namun akhirnya bisa diatasi setelah para utusan itu mendapat jawaban yang diinginkan soal ketelatan pembangunan gedung baru IAIN dimaksud.
“Sudah setengah semester kami belajar di kampus yang berpecar-pencar. Banyak masalah yang kami hadapi saat itu, tetapi kami terima karena kepindahan kami juga beralasan, sebab gedung IAIN akan dibangun,” kata Presiden Mahasiswa IAIN, Heri Mauliza kepada Serambi, Rabu kemarin.
Namun nyatanya, gedung yang direncanakan akan dibangun tersebut sampai sekarang tak kunjung ada perubahan. Apalagi terhembus kabar di luar kalau pembangunan gedung itu batal dilaksanakan. Kedatangan mahasiswa, kata Heri, adalah untuk meminta penjelasan soal isu yang berkembang tersebut.
Heri mengatakan, mahasiswa akan terus mendesak pihak rektorat IAIN untuk sesegera mungkin mengupayakan pembangunan tersebut agar segera terlaksana. “Kalau tidak dibangun juga, kami akan boikot aktifitas akademik. Sebab sudah terlalu lama waktunya, kami juga sudah satu semester numpang di gedung-gedung sekolah, ruko, dan kampus lain,” tandas Heri lagi.
Sementara itu Rektor IAIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, kepada Serambi menjelaskan bahwa apa yang dirasakan mahasiswa juga turut dirasakan dirinya, purek, dekan, dan para dosen. Mereka kata Farid juga jenggah dengan keterlambatan proses pembangunan gedung baru tersebut.
“Persoalan keterlambatan gedung karena pihak IDB yang selama ini yang mengambil keputusan belum memberi jawaban lagi kepada kita soal siapa pemenang tender. Padahal kita sudah mengirim hasil lelang yang sudah dikeluarkan media kepada pihak mereka satu bulan lalu,” kata Farid.
Pihak IDB dikatakanya sudah membuat kontrak dengan IAIN selama lima tahun yang terhitung sejak 2007 hingga 2011. Namun hingga menginjak 2010 ini, proses kontrak baru berjalan pada pembuatan gambar desain gedung hingga hasil pemenang lelang yang sudah dikirimkan IAIN ke IDB di Jeddah.
Sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan jawaban untuk pengumuman pemenang tender dan kapan dimulai pelaksanaan pembangunan gedung baru, sementara kontrak hanya tinggal setahun lebih lagi. “Dua hari sekali kita selalu melakukan konfirmasi ke pihak IDB di Jeddah lewat email maupun phone, tapi belum juga ada jawaban,” ungkap Rektor IAIN tersebut.(c47)
anja sadiqa July 23rd, 2010, 03:54 AM http://www.serambinews.com/files/photos/xlarge/f7a5105c44ca21ba73fab94e233e5a57ccd24684.jpg
Sejumlah pengendara nekat melintas di samping tumpukan batu longsor di jalan yang dibangun oleh USAID di kawasan Leupung, Aceh Besar, Minggu (18/7). Tidak ada rambu-rambu larangan melintas bagi pengendara di jalan yang belum selesai dikerjakan sangat membahayakan bagi pengendara yang nekat menerobos jalan tersebut. SERAMBI/BUDI FATRIA
IPTC
anja sadiqa July 23rd, 2010, 04:05 AM GEDUNG POLITEKNIK BANTUAN USAID
http://img22.imageshack.us/img22/4112/lgguv.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-22
Pasca Tsunami banyak sekolah-sekolah yang dibangun oleh NGO luar negeri dengan arsitektur yang sangat cantik salah satunya adalah Politeknik ini, disamping Politeknik bantuan USAID juga ada juga Bilingual School bantuan Turki dan juga Politeknik bantuan Venezuella.
anja sadiqa July 23rd, 2010, 05:06 AM RUSUNAWA BANDA ACEH
http://www.serambinews.com/files/photos/xlarge/904b5454fc04947b855582225eb0103dba7eed45.jpg
anja sadiqa July 26th, 2010, 04:20 AM http://img819.imageshack.us/img819/1453/pembangunanjalanusaid.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-25
http://img21.imageshack.us/img21/8500/highwaycalangbna.jpg
By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-19
http://img838.imageshack.us/img838/1262/lgjambtan.jpg
By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-25
progress pembangunan jalan Banda Aceh - Calang yang didanai oleh USAID ( Thank EA )
anja sadiqa July 26th, 2010, 04:23 AM http://img155.imageshack.us/img155/715/sim1.jpg
Bandara International Sultan Iskandar Muda Banda Aceh
yudibali2008 July 28th, 2010, 03:04 AM katanya bangunan di aceh gak boleh lebih tinggi daripada menara mesjid yah?
klo di Bali nggak boleh tinggi dari Pura, sptnya, di Aceh gpp deh :)
aprillio July 28th, 2010, 04:01 AM mau nanya nih...di banda aceh udh ada mall (pusat perbelanjaan) yg cukup besar blm?trus apa ada proyek2 pusat perbelanjaan di banda aceh?thanks infonya...kalo bisa pic-nya cheers
anja sadiqa July 28th, 2010, 04:47 AM klo di Bali nggak boleh tinggi dari Pura, sptnya, di Aceh gpp deh :)
tapi koq ada yang membangkang di bali ? soalnya Grand Bali Beach itukan lebih tinggi dari pura, di aceh sampai saat ini belum ada yang lebih tinggi dari menara mesjid Baiturrahman( mesjid Raya ). GW pikir tidaklah kita pada posisi membandingkan antara mayoritas dengan minoritas karena jelas minoritas akan kalah. yup lanjutkan.YB.:banana::banana::banana::banana:
anja sadiqa July 28th, 2010, 04:54 AM mau nanya nih...di banda aceh udh ada mall (pusat perbelanjaan) yg cukup besar blm?trus apa ada proyek2 pusat perbelanjaan di banda aceh?thanks infonya...kalo bisa pic-nya cheers
belumada investor yang masuk ke Banda Aceh padahal sebenarnya Masyarakat Banda Aceh cukup konsumtif. sethu GW kemarin ada calon investor yang mau menanamkan modalnya membangun Mall di Banda Aceh tapi terkendala listrik mudah2an setelah PLTU Nagan Raya selesai dengan kapasitas 110 x 2 MW tidak lagi menjadi kendala.:runaway::runaway::runaway::runaway:
anja sadiqa July 30th, 2010, 05:30 AM HOTEL LAGI
http://a.imageshack.us/img837/8982/hoteloasis.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-29
HOTEL OASIS BANDA ACEH
anja sadiqa July 31st, 2010, 10:50 AM http://www.serambinews.com/files/photos/xlarge/987a4ec309efe97af73b21f5cb3ddca38ec49be5.jpg
Sat, Jul 31st 2010, 10:44
Hermes Palace Mall Mulai Buka
* Tahap Awal Baru untuk Wahana Bermain
Ekonomi | Bisnis
Wali Kota Banda Aceh Mawardi Nurdin (kiri) dan pengusaha nasional Hermes Thamrin (kanan) menjajal kedasyatan MaxRider 4 Dimensi di Hermes Happy Land lantai II Hermes Palace Mall (eks Buerawe Shoping Center) yang mulai resmi dibuka Jumat (30/7). Permainan ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.SERAMBI/YOCERIZAL
BANDA ACEH - Pusat perbelanjaan Hermes Palace Mall mulai dibuka, yang ditandai dengan soft launching oleh Walikota Banda Aceh, Mawardi Nurdin, Jumat (30/7). Namun tahap awal, mall pertama dan satu-satuya di Aceh ini baru menyediakan fasilitas wahana permainan anak ‘Hermes Happy Land’. Pemilik usaha tersebut, Hermes Thamrin, kepada wartawan menjelaskan, pusat perbelanjaan yang berlokasi di bekas tapak Beurawe Shoping Center ini akan dibuka secara besar-besaran beberapa bulan ke depan. “Saat ini yang paling ready baru Hermes Happy Land,” katanya didampingi Walikota Mawardi saat ngobrol santai di Hotel Hermes Palace kemarin.
Hermes Happy Land berada di lantai II Hermes Palace Mall dengan luas area 2.000 meter persegi. Wahana permainan anak ini dilengkapi dengan berbagai permainan baru, salah satunya wahana simulator 4 dimensi MaxRider. Juga ada wahana permainan 1.000 bola dan 32 permainan di game zones dengan 25 jenis mainan berbeda. “MaxRider 4 dimensi ini bisa saya katakan adalah yang pertama diIndonesia,” sebut Hermes Thamrin. Dengan diresmikannya Hermes Happy Land dan Hermes Palace Mall dalam waktu dekat ini, pihaknya mengharapkan Aceh khususnya Banda Aceh akan semakin berkembang. Sebab menurut dia, salah satu indikator kemajuan sebuah kota terletak pada pusat perbelanjaan yang modern.
“Sama seperti halnya saat mendirikan Hermes Palace Hotel sempat tahun lalu. Tujuan kami membangun Hermes Palace Mall adalah untuk memperkenalkan Aceh kepada investor luar,” tambahnya. Mall satu ini akan dibuat berbeda dengan mall-mall di kota lain, sebab Hermes Palace Mall nantinya akan menjadi pusat pertokoan, supermarket buah segar, food-mall, restauran, dan lain-lain. “Saya tidak cari untung, tidak cari duit. Saya ingin membantu seperti saya buat hotel ini (Hermes Palace). Dengan mall ini, tidak ada UKM yang tersaingi, jadi tidak ada persaingan,” tandasnya.
Hermes Thamrin menyebutkan, dengan kondisi saat ini yang masih buka terbatas, sudah ada 200 tenaga kerja yang terserap. Dan bila Hermes Palace Mall benar-benar beroperasi penuh nanti, dia perkirakan bakal mampu menyerap sekitar 1.000 lebih pekerja. Hermes Palace Mall adalah salah satu proyek yang dimiliki oleh PT Hermes Realty Indonesia (HRI). Pengelolaannya nanti akan ditangani oleh PT Grahamandiri Management Terpatu (GMT), sebuah perusahaan property management profesional yang telah berpengalaman di bidangnya.
Walikota Banda Aceh, Mawardi Nurdin, menyambut baikpembukaan Hermes Happy Land tersebut. Namun dia berharap, Hermes bisa membuka investasi di sektor lainnya di Banda Aceh, misalnya objek wisata Ulee Lheue. “Meskipun Aceh sudah aman, tetapi investor tetap merasa belum aman. Jadi kita harap ini bisa menambah kepercayaan investor,” ucap Mawardi.(yos)
anja sadiqa August 2nd, 2010, 07:51 AM RUMAH SAKIT UMUM ZAINAL ABIDIN BANDA ACEH SAAT KONTRUKSI
http://a.imageshack.us/img836/6797/hpirselesai.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-08-01
jendry August 2nd, 2010, 07:59 AM ^^ ada pic hermas palace mal nya gak ?
anja sadiqa August 3rd, 2010, 04:05 AM nanti di post'a ya, alnya lagi tidak di BNA sekarng.
anja sadiqa August 3rd, 2010, 05:13 AM Rumoh aceh yang sebenarnya
http://a.imageshack.us/img843/6440/acehtradsionalhouse.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-08-02
exda August 3rd, 2010, 08:02 AM wow...gila.pasca tragedi tsunami aceh bener2 berubah total.cepet banget rekonstruksinya.bener2 pengelolaan provinsi yang top...
bama84 August 3rd, 2010, 06:54 PM eh lucu juga ya, ada tanda " no lemon" di pagar hotel. Apasih maksudnya ?:)
HOTEL LAGI
http://a.imageshack.us/img837/8982/hoteloasis.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-07-29
HOTEL OASIS BANDA ACEH
anja sadiqa August 4th, 2010, 04:18 AM eits,,,,, yang ada tanda no lemon itu bukan merupakan bagian hotel tapi kalo tidak salah itu halaman depan PLTD Banda Aceh. dekat banget soalnya bahkan halaman depan Oasis Hotel Banda itu sangat sempit malah.....
anja sadiqa August 5th, 2010, 06:37 AM Wed, Aug 4th 2010, 15:39
Pengusaha Turki Berminat Investasi di Aceh
* Selesai Lebaran ke Banda Aceh
Nusantara
ISTANBUL - Pengusaha Turki yang tergabung dalam Federasi Pengusaha Ankara (ANFED) dan grup usaha di Istanbul, Hitay Yatirim Holding A.S, menyatakan kesediaannya berinvestasi di Aceh dalam bidang geothermal, hydro power, insfrastruktur, kebudayaan dan pariwisata. Dijadwalkan para pengusaha Turki itu bertandang ke Banda Aceh dan bertemu Gubernur Irwandi Yusuf pada bulan September mendatang.
Kesediaan pengusaha Turki berinvestasi di Aceh diutarakan dalam suatu jamuan antara dengan delegasi pemerintah Aceh terdiri dari Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh Ir Anwar Muhammad, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Marwan Sufi, dan sejumlah anggota DPRA di Ankara dan Istanbul pada 28 dan 30 Juli lalu. Jamuan dengan pengusaha itu difasilitasi Perwakilan Pemerintah RI atau Kedubes RI di Ankara.
Anwar Muhammad menyatakan gembira bahwa pertemuan dengan para pengusaha Turki tersebut mendapat respon yang sangat baik. “Mereka menyatakan minat berinvestasi dalam bidang infrastruktur, geothermal, hidyro power, pariwisata dan kebudayaan. Mereka sudah menyatakan ke Aceh selepas Idul Fitri nanti dan bertemu dengan Gubernur Aceh,” sebut Anwar Sanusi kepada Serambi di Istanbul.
Pertemuan di Ankara dihadiri 50 pengusaha dari berbagai bidfang usaha. Sedang di Istanbul langsung dihadiri pimpinan holding Hitay Yatirim, Remzi Caner Yilmaz yang juga konsul jenderal kehormatan Indonesia di Istanbul. Grup usaha Hitay adalah pengusaha terkenal di Istanbul yang melakukan penandatanganan kesepakatan investasi beberapa waktu lalu saat kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Anwar Muhammad mengatakan, untuk bidang pariwisata, para pengusaha Turki menjatuhkan pilihan ke Sabang. “Mereka menaruh minat dalam bidang resort di Sabang,” katannya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Marwan Sufi menyebutkan khusus bidang kebudayaan dan pariwisata telah dicapai beberapa kesamaan pandangan. “Kerjasama kebudayaan akan bermakna sangat luas, termasuk kesenian dan situs-situs bersejarah. Bahwa Aceh dan Turki pernah terjalin suatu kerjasama pada masa lalu,” sebut Marwan Sufi.
Turki merupakan salah satu kawasan yang sangat maju dalam bidang pariwisata. Arus kunjungan ke negara mencapai 30 juta orang per tahun. Salah satu kota wisata terpenting Turki adalah Istanbul yang dulu menjadi ibukota Kesultaan Osmaniah. Selama diistanbul, delegasi pemerintah Aceh melakukan kunjungan ke berbagai tempat wisata seperti Selat Bosphorus, Istana Top Kappi, Masjid Biru, Ayasofia, bangunan tua bekas gereja dan masjid yang kini jadi museum dan lain-lain.(fik)
anja sadiqa August 12th, 2010, 04:05 AM gedung BRI 6 f
http://a.imageshack.us/img267/9864/brin.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-08-11
anja sadiqa August 14th, 2010, 04:44 AM Banda Aceh dari udara
http://a.imageshack.us/img261/6180/bnadariudara.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-08-13
anja sadiqa August 23rd, 2010, 05:40 AM HOTEL SULTAN
http://a.imageshack.us/img691/1055/hotelsultan.jpg
anja sadiqa August 24th, 2010, 05:15 AM http://a.imageshack.us/img153/5951/bnanight2.jpg
Banda Aceh malam hari
anja sadiqa August 24th, 2010, 05:24 AM Mon, Aug 23rd 2010, 11:51
Penjualan Sepmor Naik 30 Persen
Ekonomi | Bisnis
BANDA ACEH - Menjelang Lebaran Idul Fitri 1431 Hijriah yang tinggal dua minggu lagi, permintaan sepeda motor di Banda Aceh mengalami peningkatan. Laporan dari sejumlah diler, rata-rata peningkatan yang terjadi sebesar 20 hingga 30 persen.
Untuk Honda misalnya. Kepala Penjualan PT Capella Dinamik Nusantara menyebutkan kalau ditempatnya terjadi daftar indent yang panjang. Permintaan tertinggi terjadi pada Honda Matic seperti Vario Techno, New Vario, Honda Beat, dan yang terbanyak adalah Scoopy Uniquely Happy.
“Dibandingkan bulan sebelumnya terjadi peningkatan sebesar 30 persen. Kami akan berusaha memenuhi semuanya sebelum lebaran ini,” katanya kepada Serambi kemarin. Peningkatan permintaan ini juga terjadi pada Honda Supra X 125 dan Revo.
Peningkatan penjualan juga terjadi pada sepeda motor produk Yamaha. Supervisor Istana Yamaha, Agus, menyebutkan, rata-rata pihaknya bisa menjual 10 unit sepeda motor setiap hari, atau terjadi peningkatan sebesar 20 persen bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Sepmor yang paling diminati tetap Yamaha jenis matic dan juga Jupiter Z. Untuk jenis ini malah harus indent tiga hingga empat hari karena stok terbatas,” sebutnya.
Agus menyebutkan, pembelian saat ini lebih didominasi dengan cara kredit dari pada tunai. Perbandingan mencapai 65:35. Tidak jauh berbeda dengan Honda, menyambut Lebaran Idul Fitri ini Yamaha juga memberi kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan kredit sepeda motor.(ami)
anja sadiqa August 26th, 2010, 05:13 AM Wed, Aug 25th 2010, 11:15
Hasil Kajian Unsyiah
Ibu Kota Provinsi Aceh Perlu Segera Dikembangkan
* Penduduk Banda Aceh Sudah Padat
Utama
BANDA ACEH - Agar tetap layak sebagai ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh yang penduduknya saat ini sudah padat, sementara luasnya hanya 61,35 km2, perlu segera diperluas dan dikembangkan, terutama ke wilayah yang memungkinkan di Kabupaten Aceh Besar. Ini dilakukan demi memenuhi tuntutan masyarakat, sekaligus untuk menghadapi globalisasi dalam segala bidang.
Kesimpulan itu dilontarkan Pusat Kajian dan Pengembangan Bisnis Ekonomi, Sosial, dan Teknik Universitas Syiah Kuala (PKP-BEST Unsyiah) berdasarkan hasil penelitian lembaga itu pada tahun 2009. Survei itu bertajuk Kajian Pengembangan Ibu Kota Provinsi Aceh. “Dalam salah satu poin laporan akhirnya disimpul dan disarankan bahwa perluasan wilayah ibu kota Provinsi Aceh perlu segera dilakukan untuk memenuhi tuntutan masyarakat, sekaligus menghadapi globalisasi dalam segala bidang,” kata Direktur PKP-BEST Unsyiah, Drs Fachrurrazi Zamzami MBA kepada Serambi di Banda Aceh, Senin (23/8).
Namun, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, kata Fachrurrazi, pemerintah Provinsi Aceh perlu segera meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana, maupun fasilitas, umumnya fasilitas kesehatan, pendidikan, air bersih, dan listrik yang lebih baik untuk wilayah calon pengembangan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat yang berada di wilayah pengembangan baru ibu kota Provinsi Aceh nantinya tidak merasa dikecewakan.
Menurut Fachrurrazi, hasil penelitian timnya terhadap Rencana Pengembangan Wilayah Ibu Kota Provinsi Aceh itu telah disampaikannya kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, akhir tahun lalu. Gubernur Irwandi Yusuf yang dimintai Serambi tanggapannya usai buka puasa bersama wartawan di Hotel Hermes Palace, Senin (23/8) mengatakan, dasar pemikiran pengembangan wilayah ibu kota Provinsi Aceh itu adalah karena tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman.
Untuk memastikan hal itu dan memperkuat argumentasi ilmiah kenapa Pemerintah Aceh sampai merasa perlu mengembangkan wilayah ibu kota provinsinya, maka dilakukanlah studi. Risetnya dipercayakan kepada PKP-BEST Unsyiah yang diketuai Drs Fachrurrazi Zamzami MBA, mantan pembantu rektor II Unsyiah.
Dari hasil penelitian yang dilakukan PKP-BEST Unsyiah itu, sebut Irwandi, ternyata 83,5 persen responden menyatakan, lima tahun pascatsunami penduduk di ibu kota Provinsi Aceh, yakni di Kota Banda Aceh, sudah sangat padat. Malah 78,5 responden menyatakan wilayah ibu kota Provinsi Aceh saat ini cenderung sempit. Akibatnya, 87 persen responden menyatakan lalu lintas di Kota Banda Aceh cenderung semrawut, karena banyaknya pengguna jalan dan juga disebabkan terbatasnya ruas jalan alternatif.
Kecuali itu, sebanyak 72 persen responden menyatakan bahwa keberadaan kantor-kantor pemerintah dan fasilitas umum (sekolah, rumah sakit, dan lain-lain) yang letaknya saling berdekatan merupakan salah satu penyebab terjadinya kemacetan di kota ini.
Irwandi menyebutkan, riset tersebut juga mengakomodasi tanggapan berdasarkan hasil wawancara 24 keuchik di wilayah Kabupaten Aceh Besar yang akan menjadi wilayah baru pengembangan ibu kota Provinsi Aceh. Tak terkecuali pendapat sejumlah akademisi Unsyiah dan IAIN Ar-Raniry, termasuk tokoh masyarakat yang berdomisili di Aceh Besar. Di antaranya, Prof Dr Jakfar Ahmad MA, Prof Dr Jamaluddin Ahmad MA, Prof Dr Rusjdi Ali Muhamad, Dr Faisal A Rani SH MHum, Eddi Nur Ilyas SH MH, mantan bupati Aceh Besar Drs Sanusi Wahab, dan Drs Zaini Azis, mantan Ketua Kadin Aceh Dahlan Sulaiman, politisi H Karimun Usman, Drs Munir Azis, dan lain-lain.
Perlu diperluas
Dari sisi pelayanan pemerintahan dan pelayanan umum kepada masyarakat, ungkap Irwandi, sebanyak 74 responden menyatakan letak kantor-kantor Pemerintah Aceh Besar jauh dan sulit dijangkau, sehingga responden menyatakan, masih mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi.
Kecuali itu, 52 persen responden menyatakan pelayanan yang diberikan Pemerintah Aceh Besar belum baik dan sebanyak 71 persen menyatakan prasarana dan sarana yang disediakan juga belum memadai. Oleh karena itu, menurut Irwandi, mayoritas responden menyatakan ibu kota Provinsi Aceh yang terletak di Banda Aceh yang luasnya 61,35 km2, dinilai masih belum memadai, sehingga perlu diperluas lagi wilayahnya.
Sekda Aceh, Husni Bahri TOB didampingi Kepala Biro Pemerintahan Setda Aceh, Ali Alfata MM mengatakan, untuk membicarakan kembali rencana pengembangan wilayah ibu kota Provinsi Aceh itu, pada 26 Agustus 2010 akan dilaksanakan pertemuan antara Pemerintah Aceh dan Muspidanya dengan Pemkab Aceh Besar, dan Pemko Banda Aceh, termasuk anggota Muspida Plus dari masing-masing daerah.
Sekda berharap, pertemuan itu akan memberikan hasil positif bagi masyarakat, sehingga pelaksanaan pengembangan wilayah ibu kota Provinsi Aceh bisa segera dilaksanakan. Selain itu, Pemerintah Aceh pada penyusunan RAPBA 2011 nanti dapat pula memasukkan anggaran untuk pembangunan berbagai fasilitas umum di daerah wilayah pengembangan barunya. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, agar setelah masuk ke dalam wilayah ibu kota Provinsi Aceh yang baru, mereka menjadi lebih sejahtera dan bahagia.
Ibu kota Provinsi Aceh yang berpusat di Banda Aceh terakhir kali dikembangkan pada tahun 1983 dari dua kecamatan menjadi empat kecamatan. Setelah pemekaran kecamatan tahun 1999/2000, kini jumlahnya menjadi sembilan kecamatan. Setelah 27 tahun berselang, tidak pernah ada perluasan wilayah, dan kini mulai dipandang perlu dilakukan lagi perluasan, mengingat pesatnya pertambahan penduduk dan jumlah kendaraaan, sehingga sudah sangat layak wilayah ibu kota Provinsi Aceh yang luas hanya 61,36 km2, diperluas mencapai ratusan km lagi.
Ke selatan dan timur
Usul rencana perluasan wilayah ibu kota Provinsi Aceh itu, ungkap Sekda Aceh, didukung pula oleh hasil penilitian JICA, Jepang. Mereka menyarankan agar pengembangan wilayah ibu kota Aceh diarahkan ke selatan dan timur, Aceh Besar, yang meliputi 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar.
Yakni, Ingin Jaya, Blangbintang, Kuta Baro, Darussalam, Krueng Barona Jaya, Peukan Bada, Darul Imarah, Darul Kamal, Baitussalam, sebagian atau 25 persen wilayah kecamatan Kuta Makmur, 50 persen wilayah Kecamatan Lhoknga, dan 20 persen wilayah Kecamatan Masjid Raya. Total arealnya menjadi sekitar 474,25 km2, memiliki 34 mukim, 259 gampong, dan 147.473 orang penduduk. (her)
anja sadiqa August 26th, 2010, 07:21 AM http://www.serambinews.com/files/photos/medium/035ebbff311eaacfa675940d1819ae74fe248d48.jpg
Thu, Aug 26th 2010, 11:11
Materi RPP Sabang Akhirnya Disetujui
* Tinggal Tunggu Pengesahan Saja
Utama
Walikota Sabang H Munawarliza Zainal, yang juga Anggota Dewan Kawasan Sabang (DKS) sedang membubuhkan paraf pada dokumen persetujuan RPP Sabang, di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (25/8). Tim Aceh dalam rapat finaliasi itu terdiri dari H Munawarliza Zainal, Makmur Ibrahim, Nasruddin Daud, dua oarang Staf Ahli Gubernur Aceh, Mawardi Ismail dan M Jafar.SERAMBI/FIKAR W.EDA
JAKARTA - Pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Kawasan Sabang atau yang lebih dikenal dengan RPP Sabang, akhirnya seluruhnya disetujui. Ini ditandai dengan dibubuhkannya paraf seluruh anggota Tim Aceh dan Tim Kementerian Keuangan dalam pembahasan finalisasi materi RPP di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/8).
Rapat berlangsung di ruang rapat Biro Hukum Kenterian Keuangan Gedung Juanda I Lantai 14, sejak pukul 13.30 WIB dan berakhir sore hari menjelang berbuka puasa untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tim Aceh terdiri dari Walikota Sabang H Munawarliza Zainal, Kepala Biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh Makmur Ibrahim, Wakil Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Nasruddin Daud, dua Staf Ahli Gubernur Aceh, Mawardi Ismail dan M Jafar.
Dari Kementerian Keuangan hadir Kepala Biro Hukum Achmad Sofyan, Direktur Teknis Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Heris Kristiono, Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Suryo Utomo, Kasubdit BMN IIB Direktorat BMN II Ditjen Kekayaan Negara Tri W, Kasubdit Kebijakan BLU Direktorat PPK BLU Ditjen Perbendaharaan Sudiraso.
Rapat berjalan dalam suasana sangat akrab dan sangat cair. Tanpa membuang-buang banyak waktu, seluruh materi yang selama ini menjadi keberatan Kemenkeu akhirnya disetujui nyaris tanpa debat berarti. “Sebagai tanda bahwa kita sudah sepakat, masing-masing kita akan membubuhkan paraf pada tiap lembar dokumen,” kata Kepala Biro Hukum Kementerian Keuangan, Achmad Sofyan yang mengendalikan jalannya rapat siang itu.
Walikota Sabang H Munawarliza Zainal memuji jalannya rapat yang dinilainya sangat proporsional dan berkualitas. “Kita bersyukur sore ini (kemarin-red) semua materi berhasil disepakati. Dengan begitu maka selesailah seluruh rangkaian proses pembahasan RPP. Kita tinggal menunggu RPP ini ditandatangani Presiden,” kata Munawarliza yang mengenakan kemeja lengan panjang abu-abu.
Dia mengharapkan RPP Sabang itu dalam waktu tidak terlalu lama sudah harus disahkan Pemerintah. Masyarakat sudah sangat lama menunggu terbitnya PP ini. “Tanpa PP, Sabang akan sulit dikembangkan,” kata Munawarliza yang juga anggota Dewan Kawasan Sabang (DKS). Munawarliza menyatakan Sabang merupakan sebuah kawasan yang sangat potensial apabila dikembangkan dengan baik. “Dengan adanya pelimpahan kewenangan kepada DKS, Sabang akan sangat mudah dikelola,” kata Munawarliza.
Mawardi Ismail menyatakan sangat lega setelah lebih dua tahun membahas materi RPP Sabang. “Seluruh konsep yang diajukan Tim Aceh disetujui sepenuhnya. Inilah yang membahagiakan. Karena kita tidak ingin bergeser sedikitpun dari UUPA dan UU No.37/2000 tentang Sabang,” kata Mawardi Ismail yang juga terlibat dalam pembahasan UUPA.
Pantas dicatat
Perasaan serupa dirasakan M Jafar. “Hasil hari ini merupakan sejarah yang pantas dicatat. Ini tentu saja berkat dukungan semua pihak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung,” komentar Jafar yang bertindak sebagai juru bicara Tim Aceh.
Pembahasan meliputi 10 materi yang selama ini dipersoalkan oleh pihak Kementerian Keuangan. Pasal-pasal itu meliputi: konsideran menimbang; penjelasan pasal 3 tentang kegiatan pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke Kawasan Sabang; kewenangan pengelolaan aset dan tata cara pelimpahannya; kelembagaan BPKS, struktur organiasi dan pengaturan status BPKS; pengendalian dan pendataan ekspor dan impor; biaya pelaksanaan pengusahaan Kawasan Sabang; pengelolaan keuangan BPKS; penetapan pola keuangan BPKS; lampiran bidang pertambangan dan energi sub bidang b, Minyak dan Gas Bumi; lampiran bidang penanaman modal dan lain-lain.
“Ada beberapa hal yang diubah tapi itu hanya redaksional saja. Sebagian besar isinya tetap sebagaimana usulan Tim Aceh,” kata M Jafar. Kecuali pasal yang mengatur tentang pengelolaan aset, dihapus dari materi RPP, karena aset yang dikelola seperti pelabuhan sudah diserahkan oleh PT Pelindo kepada Pemerintah Aceh. “Pasal mengenai pengelolaan aset kita sepakat dihapus mengingat objek yang diatur sudah tidak ada lagi,” tambah Mawardi Ismail.
Lapor Gubernur
Kepala Biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh, Makmur Ibrahim menyatakan Tim Aceh segera melaporkan hasil rapat tersebut kepada Gubernur Irwandi Yusuf. “Kami hadir ke forum ini atas perintah gubernur dan kami akan melaporkan hasilnya,” sebut Makmur dalam raut bahagia sesaat setelah meninggalkan Kantor Kementerian Keuangan.
Makmur mengatakan Tim Aceh sebelum berangkat ke jakarta mendapat pengarahan dari Gubernur Aceh untuk tidak mundur dari materi usulan yang sudah disampaikan sebelumnya. “Kami memang diminta agar tetap mempertahankan seluruh materi harus sesuai dengan UUPA dan UU No 37 tentang Sabang,” tambah Makmur Ibrahim.
RPP Sabang sempat menjadi isu sentral di Aceh menyusul langkah anulirasi materi RPP oleh Kementerian Keuangan. Pemerintah dan masyarakat Aceh kemudian melayangkan protes keras dan menumpahkan kekecewaannya.
Wagub Aceh Muhammad Nazar melaporkan perasaan kecewa rakyat Aceh itu kepada Presiden SBY di sela-sela acara Peringatan HUT Pramuka ke-49 di Cibubur Jakarta. Presiden dalam waktu singkat langsung merespon laporan tersebut dan memerintahkan menteri terakit menuntaskannya.(fik)
blangpadang1610 August 26th, 2010, 12:30 PM http://img291.imageshack.us/img291/9653/mg9019.jpg
THE PADE HOTEL **** DI kAWASAN LAMPEUNEURUET RING ROAD SELATAN BANDA ACEH[/U]
bang maap ralat setau saya itu bukan the Pade hotel
nanti saya post foto the pade hotel.. thanks
blangpadang1610 August 26th, 2010, 12:33 PM THE PADE HOTEL
"The First Boutique Hotel In Aceh"
The Pade Hotel is located in the Nanggroe Aceh Darussalam,
a place which is called 'the new town' located in the higher ground of the city
of Banda Aceh and is the perfect retreat for both corporate travelers and sightseers.
The Pade hotel sets out to impress you with not only with its grand
architecture design, taking its inspiration from the Middle East but also
with is customized service and traditional hospitality.
http://www.thepade.com/images/gallery/garden_big.jpg
http://www.thepade.com/images/gallery/garden%20restoran%20big.JPG
http://www.thepade.com/images/gallery/front_view_big.jpg
http://www.thepade.com/images/gallery/Lobby%20big.JPG
anja sadiqa August 27th, 2010, 04:47 AM iya benar banget Blang, kemarin kita salah posting. itu bangunan sampingnya,karena picnya di Brangkas GW dekat2 maka salah pilih. Thank. Oke kita lanjutkan aja Tread ini, nanti GW ralat lag.
fahminanda September 3rd, 2010, 05:38 AM Request gedung2 tinggi di Aceh dong ?
anja sadiqa September 3rd, 2010, 06:56 AM Bangunan Tinggi di Banda Aceh saat ini.
1. Menara Mesjid Raya Baiturrahman
2. Gedung BRI 7 F
3. Hotel Hermes Palace 6 F
4. Hotel Grand Nangroe 5 F
5. Hotel Sultan 5 F
6. Bukopin 5 F
7. Hotel Medan 5 F
8. Hotel Rasa Mala 5 F
9. Gedung Arsip 5 F
10.Unknow Building di Jalan Daud Bereuh 5 F
11.Rusunawa 5 F
Yang lain kebanyakan 4 lantai dan 3 lantai. sebenarnya sudah ada Bangunan yang berketinggian 7 lantai tetapi sdah roboh waktu Gempa dulu.
fahminanda September 3rd, 2010, 06:01 PM ^^
TQ bro :)
Val_project September 4th, 2010, 12:24 AM wah selamat!! Thread Banda Aceh P&D di sticky!:banana:
Terus berjuang bang anja! Biarpun sendirian tapi sangat berkontribusi besar untuk banda aceh...Semoga aceh tambah maju lagi:okay:
anja sadiqa September 6th, 2010, 05:11 AM val kmana aja nih ? di Padang ya ? Bantuin dong, tuch Langsa sudah kedip2, Aceh Province juga hampir lampu kuning ?
anja sadiqa September 17th, 2010, 04:03 AM http://www.serambinews.com/files/photos/medium/6f313c81b9e48d7c3ddd13fb5cc26407a1b4d8df.jpg
Thu, Sep 16th 2010, 11:16
Sangyong Lanjutkan Proyek Section IV Lamno–Calang
* Gubernur: Jembatan Lambeuso Harus Diprioritaskan
Utama
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf didampingi Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman meninjau lokasi pembangunan pelabuhan Calang di Lhok Kubu, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Rabu (15/9).SERAMBI/SA'DUL BAHRI
CALANG – Setelah dua tahun terlantar, pembangunan proyek jalan Section IV Lamno–Calang sepanjang 13 KM, mulai bulan depan akan dilanjutkan kembali oleh Sangyong. “Informasi ini kita terima dari pihak USAID di Banda Aceh,” kata Kadis Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh, Muhyan Yunan, yang mendamping Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat meninjau rakit Lambeuso, di Lamno, Aceh Jaya, Rabu (15/9).
Muhyan mengatakan, panjang jalan Banda Aceh–Calang yang akan dibangun oleh USAID sekitar 150 KM. Dari panjang jalan tersebut, sekitar 70 persen sudah selesai dibangun dan kini tinggal 30 persen lagi, termasuk pekerjaan Section IV sepanjang 13 KM yang dihentikan sementara pekerjaannya sejak Februari 2008 lalu oleh USAID selaku penyandang dana, karena dinilai kondisinya saat itu kurang nyaman.
Akibat penyetopan pekerjaan section IV itu, pembangunan jembatan kerangka baja Lambeuso ikut terhenti, karena jembatan itu masuk dalam paket pekerjaan section IV. Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Jaya mendesak agar USAID segera melanjutkan kembali pekerjaan jalan section IV itu, dengan maksud supaya pembangunan jembatan kerangka baja Lambeuso, Lamno bisa dilanjutkan, dan jalur pantai barat Selatan Aceh bebas rakit.
Tak tahan lagi
Sementara itu, menyikapi keluhan masyarakat itu terhadap kondisi badan jalan yang telah rusak parah, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf didampingi Wakil Bupati Aceh Jaya, Zamzami A Rani mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mengharapkan pihak USAID segera melanjutkan pembangunan jalan Section IV Lamno–Calang. “Masyarakat pantai Barat–Selatan Aceh sudah tidak tahan lagi, harus naik rakit terus menerus selama lima tahun,” katanya.
Untuk kenyamanan pelaksanaan kelanjutan pembangunan kembali ruas jalan section IV tersebut, kata gubernur, Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Aceh Jaya dan masyarakat Lamno telah menjamin tidak akan ada gangguan lagi. Bahkan, beberapa persil tanah yang sebelumnya masih menjadi sengketa keluarga dan menjadi penghalang bagi kontraktor dalam bekerja, sekarang sudah dituntaskan oleh Pemkab Aceh Jaya. “Jadi proses pembangunannya, termasuk jembatan Lambeuso sudah bisa dilanjutkan kembali,” ujarnya.
Gubernur Irwandi Yusuf juga berharap kepada Sangyong yang memenangkan pekerjaan jalan Section IV, untuk memprioritaskan pembangunan dua jembatan rangka baja itu, supaya masyarakat pantai Barat–Selatan Aceh bisa bebas rakit. “Ini sangat mereka harapkan, dan jika dua jembatan rangka baja itu selesai dibangun, akan membawa dampak langsung bagi percepatan pembangunan ekonomi masyarakat di pantai–Barat Selatan Aceh,” katanya.
Usai melakukan kunjungan ke lokasi rakit Lambeuso, Gubernur Irwandi Yusuf yang didampingi Kepala Biro Hukum dan Humas Setda Aceh Makmur Ibrahim, Kepala RSJ Syarifuddin, Kepala Biro Isra Setda Aceh Bukahri, Kabid Perhubungan Darat Dishubkomintel Aceh Ir Sanusi dan Kadis BMCK Aceh Muhyan Yunan, juga meninjau pembangunan pelabuhan di Calang, Aceh Jaya.(her/c45)
Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.
Bungong kaye September 18th, 2010, 04:34 AM Fri, Sep 17th 2010, 15:16
Pembangunan Gedung IAIN Akan Dimulai Oktober
Kutaraja
BANDA ACEH - Setelah tiga tahun terkatung-katung sejak penandatanganan MoU antara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry dan Islamic Development Bank (IDB), baru diperoleh kepastian pembangunan dan rehab gedung lembaga pendidikan itu akan dimulai Oktober mendatang. Ditargetkan, pembangunan 40 persen gedung baru dan 60 persen rehab, selesai dilakukan selama 16 sampai 18 bulan.
Hal itu dikatakan Rektor IAIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, usai acara wisuda 623 lulusan S3, S2, S1, dan Diploma III tahun akademik 2009-2010, di halaman gedung biro rekrot setempat, Kamis (16/9) kemarin. “Oktober 2012 kita harapkan pembangunan dan rehab gedung sudah tuntas dikerjakan,” katanya.
Menurut Farid, keterlambatan pembangunan dan rehab gedung IAIN Ar-Raniry akibat lambatnya pihak IDB membuat keputusan. Mulai dari desain bangunan hingga pemilihan gambar-gambar desain bagunan, serta proses tendernya. Semua proses itu menghabiskan waktu sekira tiga tahun.
Pihaknya mengaku lega karena keputusan pemenang tender sudah dikeluarkan pihak IDB di Jeddah. Sekarang, katanya, tinggal tunggu waktu penggugatan berakhir yaitu Senin (20/9) dari para kontraktor yang melakukan penawaran. Setelah surat keputusan dikirimkan kepada empat perusahaan kontraktor yang melakukan penawaran, pihak IDB di Jeddah dua minggu lalu sudah mengirimkan nama pemenangnya dan sudah menyurati para kontraktor.
“Batas waktu penggugatan Senin (20/9). Setelah itu maka kita akan duduk rapat dengan para kontraktor membuat kesepakatan dan memberitahukan secara lisan siapa yang memenangkan tender tersebut. Empat kontraktor yang melakukan penawaran itu semuanya dari perusahaan BUMN,” kata Farid.
Sebagaimana diinformasikan, dana yang dianggarkan dari IDB itu sebesar Rp 390 miliar untuk pembangunan dan rehab gedung IAIN Ar-Raniry. Kini jumlah itu sudah turun menjadi Rp 350 miliar. Kata Farid, ini disebabkan kurs dollar yang tidak stabil. “Angka itu bisa saja turun lagi atau naik, jadi tergantung kurs pada saat itu. Dulu kita hitung Rp 390 miliar, karena kurs dollar pada waktu itu capai Rp 10.000. Jadi saya rasa makin cepat pelaksanaanya semakin bagus,” pungkasnya. (c47)
ilmoe September 18th, 2010, 05:34 AM ^^ ada pic hermas palace mal nya gak ?
ini saya punya.....
http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20100918103321_IMG_1888_4c943301abfdf-t.jpg (http://upload.kapanlagi.com/h/20100918103321_IMG_1888_4c943301abfdf.jpg)
http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20100918103321_IMG_1889_4c943301b835e-t.jpg (http://upload.kapanlagi.com/h/20100918103321_IMG_1889_4c943301b835e.jpg)
http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20100918103321_IMG_1894_4c943301c2080-t.jpg (http://upload.kapanlagi.com/h/20100918103321_IMG_1894_4c943301c2080.jpg)
anja sadiqa September 20th, 2010, 04:56 AM Ilmoe, napa kecil x picnya, coba di resize byar lebig gress.. came on to attack on BNA P&D.......Where are you pos ? in BNA ? Good.
DJ_Archuleta September 20th, 2010, 03:31 PM saya bantu nampilin gambarnya ...
http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20100918103321_IMG_1888_4c943301abfdf.jpg
http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20100918103321_IMG_1889_4c943301b835e.jpg
http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20100918103321_IMG_1894_4c943301c2080.jpg
:cheers::cheers:
Bungong kaye September 23rd, 2010, 04:30 AM bang anja ada picnya kantor Walkot baru yang katanya 4 f dengan arsitektur modern itu ?
Erran September 24th, 2010, 05:56 AM Kerennz . . . :okay::okay::okay:
Kota Banda Aceh bisa jadi pusat pendidikan agama Islam di Indonesia tu . . .
Suasananya dah mirip banget kayak kota2 University di Timur Tengah.
Ayo, keep moving, Serambi Mekkah!!
anja sadiqa September 24th, 2010, 06:05 AM kita harapkan demikian, thank.
Bungong kaye October 2nd, 2010, 05:18 AM http://www.serambinews.com/files/photos/medium/9a0c75e0fcd0ce9c042b190a47bce6a3aaf11a73.jpgFri, Oct 1st 2010, 11:18
Dirut PLN:
PLTA Peusangan Sedang Ditender
* Bahan Bakar PLTU Suak Puntong Dikaji Ulang
Aceh Barat
Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan saat meninjau ruangan mesin pembangkit listrik di PLTD Apung, Banda Aceh, Kamis (30/9). Mesin listrik di PLTD Apung tersebut dalam tahap pembongkaran yang sebagian sudah dipindahkan ke Luengbata. SERAMBI/BEDU
BANDA ACEH - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan, dengan kapasitas 86 MW, kini sedang dalam proses tender dan pemenangnya akan diumumkan akhir bulan Oktober 2010 ini. Sedangkan batubara yang akan digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suak Puntong, di Nagan Raya, akan dikaji ulang.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Dahlan Iskan, menjawab wartawan ketika meninjau Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung, di Punge Blangcut, Banda Aceh, Kamis (30/9). Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Dahlan juga meninjau lokasi pembangunan PLTU Suak Puntong, di Nagan Raya.
Dikatakannya, proyek pembangunan PLTA Peusangan di Takengon, Aceh Tengah, yang berkapasitas 86 MW, saat ini dalam proses tender yang diikuti oleh dua perusahaan dari Jepang dan Korea. “Pemenang tender akan diumumkan akhir November tahun ini. Sedangkan PLTU Suak Puntong di Nagan Raya, akan dibangun dua tahun lagi, kira-kira pada 2012 nanti,” katanya.
Menurut Dahlan, dengan jaringan listrik interkoneksi Aceh-Sumut, serta jaringan lokal Aceh, kebutuhan arus listrik di daerah ini sudah teratasi. Sedangkan usulan penambahan 50 MW yang diajukan Pemerintah Aceh, hanya untuk penambahan pasokan guna mengantisipasi permintaan yang terus meningkat.
Kemarin, Dahlan dari Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar tiba di PLTD Apung sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah setengah jam di lokasi yang sudah menjadi objek wisata tsunami itu, Dahlan menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi PLN Aceh dan selanjutnya bertolak ke Nagan Raya untuk melihat lokasi pembangunan PLTU berkapasitas 200 MW yang akan menggunakan bahan bakar batubara.
Melebihi standar
Di Nagan Raya, Dirut PLN itu mengatakan, bahan bakar batu bara yang nantinya akan digunakan untuk PLTU Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, kemungkinan tak akan bisa digunakan batu bara yang ada di Aceh. “Pasalnya, kadar kalori batu bara yang terdapat di wilayah ini tak terlalu tinggi dan tingkat kekerasannya melebihi standar yang telah ditentukan,” kata Dahlan Iskan.
Menurutnya, untuk menggunakan bahan bakar utama demi kelancaran pasokan listrik saat akan dioperasikan nantinya, pihak PLN tak mungkin mendatangkan batu bara yang berasal dari luar Aceh yakni dari Kalimantan Timur. Dikarenakan jarak untuk mengangkut batu bara dari Kalimantan Timur ke Meulaboh itu jaraknya sama dengan mengangkut batu bara dari Kalimantan Timur ke Seoul, Korea Selatan.
Bahkan secara gamblang, Dahlan menyatakan pihak PLN saat ini sedang memikirkan apakah lebih baik menggunakan batu bara Aceh dari pada mendatangkan dari Kalimantan Timur. Dan kalaupun nantinya memakai batu bara yang ada di Aceh khususnya di sekitar Kota Meulaboh, pihaknya tentunya harus melihat hambatan apa saja yang ditemukan.
“Untuk meyakinkan dan mendapatkan hasil yang maksimal terkait dengan kualitas batu bara yang ada di Aceh, katanya, pihaknya saat ini telah melakukan kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB), guna melakukan penelitian di Aceh, untuk mendapatkan kadar batu bara yang standar di wilayah ini,” kata Dahlan yang kemarin kembali bertolak ke Jakarta.(sal/edi)
Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.
sbyctzn October 2nd, 2010, 05:33 AM Wah lama nggak kunjungin aceh, udah disticky ya?
Selamat!
Btw infrastruktur jalan raya aceh makin mantab ya...
Semua jalan2 raya aceh sudah mulus semua....
Hari ini lihat program acaranya PU di tvone... Yang membahas secara tuntas infrastruktur jalan aceh.
Baru bisa lihat secara menyeluruh...
Bungong kaye October 5th, 2010, 04:17 AM ya tentu, setelah tsunami aceh memang bgai dsulap bahkan ngiri tuch daerah tetangga, soalnya kalo udah masuk ke SUMUT jalannya minta ampun.
anja sadiqa October 7th, 2010, 04:24 AM wow, keren tuch ide di signaturenya bungong, rutenya darimana saja ?
anja sadiqa October 9th, 2010, 06:49 AM http://img716.imageshack.us/img716/8036/fmipa.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-10-08
FAKULTAS FMIPA UNSYIAH
anja sadiqa October 9th, 2010, 06:59 AM http://img829.imageshack.us/img829/8785/fromtiongkokhome.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-10-08
FROM TIONGKOK HOMES
anja sadiqa October 12th, 2010, 07:39 AM Sun, Oct 10th 2010, 13:50
Kopi Aceh Diminati Warga Tunisia
* La Generale Alimentaire Siap Jadi Distributor
Ekonomi | Bisnis
LONDON - Kopi Aceh ternyata cukup mendapat tempat di hati masyarakat Tunisia. Terlihat dari ramainya pengunjung yang mencicipi kopi Aceh di stand pameran Indonesia pada International Food Processing Industry and Services (SIIAS 2010) yang berlangsung di kota Hammamet, kota wisata utama di Tunisia.
Hal ini menarik minat perusahaan Tunisia, La Generale Alimentaire (GA). Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Tunis, Boy Dharmawan, Sabtu (9/10), mengatakan bahwa Direktur Utama GA, Khaled Karma, menawarkan proposal untuk menjadi distributor kopi Aceh di Tunisia.
Untuk mengkonkretkan rencana tersebut, Karma akan melakukan kunjungan ke Indonesia terutama ke produsen kopi PT Sari Makmur Tunggal Mandiri. Selain itu akan mengundang KBRI Tunis melihat langsung potensi perusahaan GA dan pabrik kopi di Tunis.
Sebagai pemasok kopi terbesar di Tunisia dengan porsi 60 persen, GA dianggap sebagai raja kopi di Tunisia. Setiap orang di Tunisia mengenal produk kopi GA, yaitu Cafe Bondin dan Cafe Ben Yedder. Kalau di Indonesia dengan pangsa 60 persen, GA mungkin sudah terkena peraturan antimonopoli.
Salah satu anak perusahaan dari konglomerat Tunisia Ben Yedder, kopi merupakan industri inti atau pokok dari holding company dengan 25 perusahaan. Perusahaan yang memproduksi dan menjual 14.000 ton kopi per tahun tersebut berdiri sejak tahun 1888. Kini perusahan milik Ben Yadder tersebut merambah pada berbagai bidang industri seperti makanan, minuman, asuransi, perbankan, peralatan mesin dan kafe.
Direktur Utama Khaled Karma mengutarakan, dari kopi yang diimpor 60 persen adalah kopi robusta sedangkan sisanya 40 persen arabika. Tahun 2001, Tunisia pernah mengimpor kopi robusta dari Indonesia, namun kemudian impor dihentikan karena kualitasnya dianggap kalah bersaing. Kopi robusta umumnya diimpor dari Brasil karena dianggap memiliki kualitas yang relatif stabil dan memiliki daya saing tinggi.
Untuk itu, Karma mengharapkan, jika pengusaha Indonesia ingin merebut pasar di Tunisia, maka jangan berspekulasi dengan kualitas. Ia juga menegaskan perusahaannya siap menjalin kerja sama dengan pengusaha Indonesia yang ingin menembus pasar di Tunisia khususnya untuk produk kopi karena kopi Indonesia memiliki rasa yang cocok dengan lidah Tunisia. Namun ia tidak menutup kemungkinan untuk menjadi ditributor produk pertanian lainnya seperti teh, coklat dan minyak sawit.
Menurut Boy Dharmawan, kebijakan KBRI melakukan jemput bola dengan melakukan kunjungan langsung ke berbagai perusahaan di Tunisia. Ini merupakan salah satu misi yang digalakkan KBRI Tunis.
Dharmawan mengatakan bahwa untuk menggalakkan promosi ekspor, KBRI Tunis telah memiliki ruang pamer yang memamerkan berbagai produk pertanian Indonesia seperti produk kopi, coklat, minyak sawit, teh, rempah-rempah. Hal ini diperoleh dari berbagai sumber seperti Kementerian Pertanian , PTP Nusantara XII, dan beberapa pelaku usaha Indonesia.(ant)
cutlie October 18th, 2010, 11:20 PM Pasar Aceh yang dibangun kembali oleh JICA pasca tsunami
http://farm5.static.flickr.com/4089/5094845240_8021875dc7.jpg
Tampak dalam
http://farm5.static.flickr.com/4145/5094245837_c590ab9701.jpg
Val_project October 19th, 2010, 03:37 AM orang yang baru pertama kali ke Banda Aceh hampir semuanya pasti takkan percaya kalau daerah itu dulu nya pernah luluh lantak diterjang gelombang tsunami terdahsyat abad ini!
B.Aceh setelah musibah itu benar2 berkembang dengan pesat!! Bantuan2 yang diberikan oleh donator benar2 dipergunakan dgn baik utk pembangunan kota ke arah yg lebih modern.
Semoga saudara2 kita yang menengah kebawah juga dapat merasakan perkembangan yang didapat ini.amin
anja sadiqa October 19th, 2010, 06:51 AM well come in BNA, selamat bergabung dan saling share di threasd ni.
anja sadiqa October 19th, 2010, 06:57 AM http://img35.imageshack.us/img35/1916/sultanoman.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-10-18
Mesjid Almakmur lingke yang dibangun kembali dg bantuan sultan oman
Erran October 19th, 2010, 08:10 AM ^^
Di belakang Mesjid (samping kanan pic) kaya ada crane, buat proyek apa ya?
anja sadiqa October 19th, 2010, 08:30 AM kalo ngak salah itu pembangunan hotel madina.
anja sadiqa October 19th, 2010, 08:31 AM kalongak salah pembangunan hotel madina
anja sadiqa October 19th, 2010, 08:32 AM pembangunan hotel madina.
anja sadiqa October 21st, 2010, 04:24 AM Visit Banda Aceh Year 2011 Diluncurkan
Laporan wartawan KOMPAS Yurnaldi
Selasa, 19 Oktober 2010 | 21:06 WIB
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Jero Wacik
JAKARTA, KOMPAS.com - Luluh lantak dihantam gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter yang disusul tsunami, 26 Desember 2004 lalu, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, sekarang sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelum kejadian gempa dan tsunami. Bahkan, sejak 2007, Banda Aceh meraih sejumlah prestasi membanggakan. Menjadikan pariwisata dan kebudayaan sebagai sektor unggulan, Selasa (19/10) di Jakarta, diluncurkan Banda Aceh sebagai destinasi wisata unggulan, Visit Banda Aceh Year 2011.
"Dengan citra sebagai Kota Serambi Mekkah, Kota Banda Aceh menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan yang dapat diandalkan. Karena mampu menggerakkan sektor ekonomi yang menciptakan dampak multiganda untuk kesejahteraan masyarakat," kata Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin.
Kota Banda Aceh berusia lebih 805 tahun dan dulunya merupakan ibu kota Kerajaan Aceh Darussalam kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara . Peninggalan-peninggalan masa lalu, merupakan hal menarik untuk dikunjungi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Mawardy Nurdin menjelaskan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banda Aceh, sudah ada banyak agenda yang disiapkan, antara lain Banda Aceh Festival, Festival Geulayang Tunang, Putroe Phang Art, dan Music Weekend Show.
Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengatakan, pascakonflik dan tsunami Aceh, tak lagi dirasakan sebagai malapetaka. Sebaliknya, menjadi tantangan dan peluang untuk mencapai kemajuan masa depan Aceh yang lebih gemilang.
"Disadari industri pariwisata di belahan dunia mana pun telah berkembang pesat. Perkembangan dunia pariwisara berdampak pada peningkatan penerimaan devisa negara, memperluas kes empatan berusaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Aceh melalui paradigma baru pembangunan Aceh, memandang perlu mendukung percepatan ekonomi Aceh, salah satunya melalui sektor pariwisata," ungkapnya.
Menurut Muhammad Nazar, Sektor Pariwisata Aceh mengalami kemajuan pesat, antara lain karena dikenalnya Aceh ke panggung dunia. Melalui kampanye promosi pariwisata dan pencanangan Visit Banda Aceh Year 2011 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, hari ini Aceh dan utamanya masyarakat Kota Banda Aceh mencatat sejarah dalam konteks kebangkitan pariwisata.
"Visit Banda Aceh Year 2011 sesuatu yang amat strategis untuk menarik wisatawan berkunjung ke Banda Aceh. Inisiatif brilian ini membanggakan sekali. Kerja keras dan membangun kemitraan perlu terus dilakukan untuk mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai Bandar Wisata Islami," tandasnya.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, Banda Aceh merupakan salah satu destinasi unggulan. Lima hal yang membuatnya unggul adalah keindahan alam yang memesona, budaya yang unik dan luar biasa, masyarakat Aceh yang sangat terbuka dan ramah, kuliner yang khas dan menggoda selera, dan value, nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
"Karena 92,67 persen masyarakat Aceh pilih Susilo Bambang Yudhoyono jadi Presiden, saya diperintah Presiden untuk memberikan perhatian lebih. Dan saya juga telah perintahkan masing- masing direktur jenderal untuk menggarap film Iskandar Muda, memberikan perhatian ke museum-museum di Aceh, termasuk seni-budaya Aceh. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sudah mengusulkan Tari Saman ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda," tandas Jero Wacik.
anja sadiqa October 27th, 2010, 04:32 AM duhhhhhhh, sepi banget thread ini.lonely.
Bungong kaye October 28th, 2010, 04:17 PM very lonely,this thrd. came on !!!!!!!!!!!!!!!
skyscrapped October 30th, 2010, 12:25 PM Benar-benar berubah Aceh!!! Dalam 8 tahun perubahannya benar-benar total.
Masih inget dulu ke Banda Aceh suasananya ngga semeriah sekarang. Jadi pengen balik lagi...
Apalagi bandaranya: MUANTABS!
Bungong kaye November 3rd, 2010, 05:52 AM iya dong, berkat Donatur asing dan juga rakyat aceh sendiri melalui lahirnya UUPA
hafis November 3rd, 2010, 03:27 PM kalo ngak salah itu pembangunan hotel madina.
berapa lantaikah, yang akan di bangun ??
:cheers:
anja sadiqa November 5th, 2010, 05:33 AM sepertinya tidak terlalu tinggi.mungkin 3 to 4 lantai.
anja sadiqa November 9th, 2010, 07:15 AM KANTOR WALIKOTA BANDA ACEH ( NEW BUILDING ) CREDIT INUT SSI
http://img835.imageshack.us/img835/3117/balaikotabna.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-11-08
fahminanda November 10th, 2010, 04:22 AM ^^
Bangunannya unik ya..
Val_project November 10th, 2010, 04:34 AM KANTOR WALIKOTA BANDA ACEH ( NEW BUILDING ) CREDIT INUT SSI
http://img835.imageshack.us/img835/3117/balaikotabna.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-11-08
gak nyangka ternyata kantor walkot nya dibangun yang baru... Bangunannya kayak robot gitu:lol:, futuristic bgt.
Tapi jadi kayak bangunan mall:bash:
anja sadiqa November 11th, 2010, 03:53 AM ada beberapa hal lg yang mau dibangun di banda aceh yakni pustaka, Pelabuhan Perikanan dan IAIN tapi kayaknya yang lg U/c cuma IAIN, ngak tau napa ?
MARINHO November 12th, 2010, 10:39 AM So when are they going to launch this spaceship?:lol:
KANTOR WALIKOTA BANDA ACEH ( NEW BUILDING ) CREDIT INUT SSI
http://img835.imageshack.us/img835/3117/balaikotabna.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-11-08
Val_project November 12th, 2010, 11:30 AM So when are they going to launch this spaceship?:lol:
LOL!:lol:
anja sadiqa November 15th, 2010, 07:01 AM http://img832.imageshack.us/img832/4948/gerbangtamansriratu.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-11-14
GERBANG TAMAN RATU SAFIATUDDIN
anja sadiqa November 22nd, 2010, 04:06 AM ada yang tahu pembangunan rumah wali nangroe ngak ?
anja sadiqa November 22nd, 2010, 07:01 AM Mon, Nov 22nd 2010, 11:42
Aceh Job Fair Sediakan 1.000 Lowongan Kerja
* Diikuti 25 Perusahaan Nasional
Ekonomi | Bisnis
BANDA ACEH - Tidak kurang dari 25 perusahaan nasional akan berpartisipasi dalam kegiatan Aceh Job Fair (bursa kerja) 2010. Diperkirakan lowongan kerja yang akan dibuka mencapai seribuan lebih. Acara kegiatan berlangsung di IT Learning Center Banda Aceh, berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (24-26/11).
“Aceh Job Fair 2010 menawarkan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan dengan rentang kualifikasi SMA, SMK, D3 dan S1. Calon pekerja cukup datang dan membawa daftar riwayat hidup, tidak ada pungutan biaya apa pun,” kata Ketua Panitia, Poppy Amalia, dalam siaran persnya kepada Serambi, Minggu (21/11).
Selain perusahaan-perusahaan ‘raksasa’ nasional, sebut Poppy, acara juga akan diikuti kalangan perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), sejumlah universitas dan lembaga pendidikan, maskapai penerbangan, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dan juga Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi).
Poppy memperkirakan bursa lowongan kerja ini akan diikuti sekira 2.000 pencari kerja dari seluruh Aceh. Ia sendiri menargetkan 20 hingga 25 persen peserta yang hadir akan mengisi posisi-posisi yang sudah disediakan perusahaan-perusahaan peserta bursa kerja tersebut. Peserta juga akan mendapatkan workshop softskill gratis seputar peningkatan sumber daya manusia, termasuk pembenahan sikap, ‘klinik’ membuat surat lamaran kerja, dan persiapan menghadapi psikotes.
“Angka (penerimaan tenaga kerja) mungkin bertambah, tergantung kebutuhan perusahaan dan kesiapan pencari kerja,” ujar Poppy. “Peluang memperoleh pekerjaan cukup besar karena dalam event ini, pencari kerja dan pihak perusahaan akan berjumpa langsung. Ada 200 lowongan di PLN, lowongan pekerjaan untuk menjadi pramugari haji, dan banyak lagi,” tambah Direktur Biro Psikologi Psikodinamika ini.
Rutin digelar
Job Fair itu sendiri merupakan rangkaian dari acara Aceh Bussiness International Summit 2010. Kepala Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh, Anwar Muhammad, selaku Ketua Pelaksana Aceh Summit 2010 secara terpisah menjelaskan, bursa kerja ini merupakan yang pertama sekali digelar di Aceh.
“Untuk Aceh ini yang pertama. Kalau di daerah lain sudah sering. Jika berhasil, job fair ini akan rutin kita gelar setiap tahun,” kata Anwar. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh agar memanfaatkan forum bursa kerja tersebut, dan kepada dunia usaha diharapkannya dapat memanfaatkan forum dimaksud untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja.
Selain bursa tenaga kerja, di hari yang sama juga akan dilaksanakan kegiatan entrepreuneur expo. Poppy menjelaskan, dalam acara tersebut, panitia akan memberi gambaran seputar dunia usaha untuk para calon pengusaha.
“Jiwa entrepreuneur akan kami kembalikan sebagaimana saudagar-saudagar Aceh dulu, dengan memotivasi peserta untuk menembus dunia usaha yang semakin kompetitif,” ujar Poppy.
Di samping itu kata Anwar, dalam kegiatan entrepreuneur expo, panitia juga akan mempertemukan pihak dunia usaha dengan kalangan perbankan. “Selama ini masyarakat tidak tahu kalau di perbankan ada paket-paket pemberdayaaan ekonomi. Nah dalam pertemuan nantinya masyarakat bisa tahu,” demikian Anwar.(yos)
bama84 December 1st, 2010, 01:41 AM KANTOR WALIKOTA BANDA ACEH ( NEW BUILDING ) CREDIT INUT SSI
http://img835.imageshack.us/img835/3117/balaikotabna.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-11-08
Disainnya unik dan modern. Ndak pernah liat gedung kayak gitu di Indon sebelumnya. Teruskan !!:lol:
anja sadiqa December 1st, 2010, 03:21 AM ya, sepertinya memang ada pergeseran model bangunan pasca Tsunami di Aceh.
anja sadiqa December 7th, 2010, 05:22 AM MESJID BITAI BANDA ACEH PASCA REKON
http://img51.imageshack.us/img51/8074/bitai.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-06
anja sadiqa December 13th, 2010, 04:00 AM Geliat pembangunan di Banda Aceh sepertinya masih akan terus terjadi, hal ini dapat dilihat dari beberapa proyek yang sedang dan akan dibangun di Banda Aceh kedepan. lewat sentuhan tangan Mawardi sang wali kota dengan illiza sang wakil wali kota Banda Aceh sepertinya memang mau mengejar ketertingglannya. berikut informasi terbaru tentang pembangunan Kota yang sempat luluh lantak karena gempa dan Tsunami.
Gedung PLN Banda Aceh setelah di rehabilitasi, namun sayang sepertinya masih trauma dengan gempa, padahal sebelum gempa besar jumlah lantainya 5 tapi sekarang cuma 3 lantai.
http://img258.imageshack.us/img258/8128/foto0512.jpg
By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-12
[URL=http://img542.imageshack.us/
ValdomakmuR December 13th, 2010, 11:08 PM salut banget ama banda aceh . desain bangunannya keren , bukan bangunan umum di indonesia . kalo mau liat desain keren2 kayaknya kudu ke banda aceh
anja sadiqa December 14th, 2010, 04:11 AM http://img542.imageshack.us/img542/9164/foto0511001.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-13
anja sadiqa December 14th, 2010, 05:21 AM JALAN TEUKU NYAK ARIEF DI KAWASAN LAMPRIT (Pic diambil dari atas jembatan penyeberangan )
http://img804.imageshack.us/img804/7035/foto0589.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-13
anja sadiqa December 14th, 2010, 05:22 AM JALAN TEUKU NYAK ARIEF DI KAWASAN LAMPRIT (Pic diambil dari atas jembatan penyeberangan )
http://img337.imageshack.us/img337/82/foto0587p.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-16
anja sadiqa December 14th, 2010, 05:29 AM Perkantoran dan pertokoan di Lampriet
http://img560.imageshack.us/img560/6295/foto0515.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-16
anja sadiqa December 14th, 2010, 05:39 AM Hotel Kuala Raja
http://img88.imageshack.us/img88/1439/foto0524z.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-16
anja sadiqa December 14th, 2010, 05:40 AM salah satu hotel di jalan T. Nyak Arief
http://img713.imageshack.us/img713/6531/foto0526i.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-13
anja sadiqa December 17th, 2010, 05:14 AM ada yang tau cara cari rendering ngak ? soalnya Meligo wali Nangroe yang akan dibangun di Banda Aceh bagus banget.
anja sadiqa December 17th, 2010, 05:16 AM setidaknya ada 8 proyek yang sedang dan akan dibangun di Banda Aceh saat ini :
1. Pembangunan Pasar Aceh modern lanjutan ( u/c )
2. Pembangunan Parkir bertingkat ( u/c )
3. Pembangunan Gedung DPRK Banda Aceh ( u/c )
4. Pembangunan Gedung Hukum dan HAM(u/c )
5. Pembangunan Hotel Aceh
6. Pembangunan Gedung di Eks Geunta Plaza
7. Pembangunan Kampus IAIN ( u/c )
8. Pembangunan Meligo Wali Nangroe ( u/c )
anja sadiqa December 20th, 2010, 05:23 AM UN KNOW PROJEC DI LAMPRIT KAYAKNYA HOTEL
DARI SAMPING
http://img530.imageshack.us/img530/2994/foto0527o.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
DARI BELAKANG
http://img337.imageshack.us/img337/7027/foto0563m.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
DARI DEPAN
http://img208.imageshack.us/img208/3899/foto0566b.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
DARI ARAH TIMUR
http://img249.imageshack.us/img249/56/foto0583n.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
DARI JEMBATAN PENYEBERANGAN
http://img831.imageshack.us/img831/2279/foto0586j.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
anja sadiqa December 22nd, 2010, 03:18 AM WN Harus Orang yang Sangat Kenal Aceh
Ulama Aceh Abu Tumin disaksikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Malik Mahmud, dan Ketua DPRA Hasbi Abdullah melakukan peletakkan batu pertama pembangunan Meuligo Wali Nanggroe di Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (16/12). SERAMBI/BEDU SAINI
BANDA ACEH - Meski draf Rancangan Qanun Lembaga Wali Nanggroe (Raqan LWN) masih memunculkan pro-kontra namun tak menyurutkan pembicaraan soal sosok maupun kriteria sang wali. Bahkan, Gubernur Irwandi Yusuf mengingatkan agar pemimpin lembaga tertinggi adat ini harus orang yang sangat mengenal Aceh secara lengkap.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Irwandi Yusuf ketika berpidato pada acara peletakan batu pertama pembangunan Meuligoe Wali Nanggroe di kawasan Lampeunuruet, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (16/12). Menurutnya, WN bukan hanya sekadar orang tua yang duduk manis sambil melihat-lihat apa yang terjadi di Aceh, tapi harus bergulat dengan berbagai masalah adat dan budaya.
“Kami katakan tidak mudah sebab adat Aceh tak hanya milik satu komunitas saja, tapi banyak komunitas di wilayah kita dengan adat dan budaya beragam. Makanya Wali Nanggroe haruslah orang yang bisa mengenal Aceh secara lengkap, tidak sepenggal-sepenggal,” tegas Irwandi.
Irwandi juga mengingatkan, dengan tugas yang banyak, WN harus fokus untuk kerja berkaitan dengan adat dan budaya, seperti tercantum dalam UU Pemerintah Aceh (UUPA) dan naskah MoU Helsinki. Sedangkan urusan politik dan pemerintahan tetap diserahkan kepada eksekutif dibantu legislatif.
“Dengan demikian terlihat jelas ada pemisahan dan pembagian kekuasaan. Sehingga ketika ada yang salah, kita dengan mudah tahu di mana letak kesalahan dan cara memperbaikinya,” kata Gubernur Aceh.
Gubernur berharap Raqan LWN yang sedang dibahas di DPRA berjalan mulus dan cepat selesai. Selanjutnya, setelah qanun itu disahkan, secara bersama mencari figur yang cocok guna menduduki posisi WN. “Kami mengimbau seluruh masyarakat Aceh mendukung misi penguatan adat dan budaya yang akan dijalankan Wali Nanggroe, sehingga kebersamaan kita semakin meningkat. Dengan persatuan dan kebersamaan yang tinggi, program pembangunan pasti berjalan lancar dan adat kita terpelihara dengan baik hingga akhir zaman,” harap Irwandi.
Dikatakannya, dalam menjalankan peran sebagai simbol adat, sewajarnya WN mendapat fasilitas memadai, salah satunya Meuligoe Wali Nanggroe yang akan dimulai pembangunannya dan ditargetkan siap dalam dua tahun. “Insya Allah di sinilah nantinya Wali Nanggroe akan berkantor dan membimbing pelaksanaan kehidupan adat Aceh. Dengan hadirnya lembaga ini, kami berharap rakyat Aceh semakin bersatu padu membangun daerah ini,” tambah Irwandi.
Momen bersejarah
Juru runding GAM yang menetap di Singapura, Malik Mahmud juga diberi kesempatan menyampaikan sambutan pada acara tersebut. Malik menyambut baik pembangunan Meuligoe Wali Nanggroe dengan menyatakan bangunan itu sebagai sebuah momen bersejarah.
Menurut Malik, sebagai sebuah bangunan fisik akan bercerita banyak hal, mulai konflik, penderitaan, dan diakhiri perdamaian setelah melewati gelombang sejarah yang panjang dan melelahkan. Meuligoe juga sebuah barang mati yang sesungguhnya hidup, karena menjadi monumen perdamaian abadi Pemerintah Indonesia dengan GAM, sebagai perwujudan dari realisasi MoU Helsinki. “Bangunan meuligoe ini juga memberi makna penting tentang pengakuan keunikan Aceh dalam keluarga besar bangsa Indonesia. Oleh para founding father-nya telah meletakkan dalam persatuan bhinneka tunggal ika,” kata Malik dalam sambutan tertulisnya.
Malik menambahkan, institusi WN sangat sentral di masa lampau, namun perang kolonial yang panjang telah membuat lembaga ini tertimbun dalam tumpukan sejarah, meski dicatat dan tersimpan di berbagai perpustakaan luar negeri.
12,9 hektare
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Khairiwas menjelaskan, meuligo akan berdiri di atas lahan milik Pemerintah Aceh seluas 12,9 hektare. Awalnya di lahan itu rencananya akan dibangun Islamic Center, bahkan sebelah barat gedung itu sudah berdiri bangunan beton untuk Islamic Center.
“Tapi berdasarkan rapat bersama bahwa di Banda Aceh sudah ada IAIN Ar-Raniry serta banyak pesantren, Islamic Center tak dilanjutkan pembangunannya. Meski begitu, bangunan yang telah dibangun itu tidak sia-sia, tapi dilanjutkan untuk perkantoran Wali Nanggroe,” sebut Khairiwas.
Mengenai anggaran biaya untuk pembangunan Meuligoe Wali tersebut, Serambi sudah berupaya menanyakan kepada Khairiwas yang dihubungi beberapa saat seusai acara. Namun Khairiwas mengaku tak ingat berapa biaya yang akan dihabiskan untuk itu, tetapi menurutnya Meuligoe Wali dibangun dengan sistem tahun jamak (multiyears) untuk masa dua tahun.
Sumber-sumber menyebutkan, anggaran untuk pembangunan Meuligoe Wali akan menyerap anggaran sekitar Rp 25 miliar tetapi belum ada yang mengkonfirmasikan dari mana sumber dana untuk itu. Khairiwas yang ditanyai soal dana malam mengarahkan Serambi menanyakan kepada salah seorang pejabat Dinas BMCK Aceh.
Peletakan batu pertama pembangunan Meuligoe Wali dilakukan masing-masing oleh Gubernur Irwandi Yusuf, Malik Mahmud, dan Ketua DPRA Hasbi Abdullah. Sedangkan acara adat peusijuek dilakukan oleh perwakilan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) bersama ulama Aceh Abu Tumin.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh menjelaskan maket pembangunan Meuligoe Wali. Menurutnya, rencana ke depan meuligoe tersebut masuk dalam jalan lingkar Banda Aceh yang menghubungkan, antara lain ke terminal bus dan Kantor Gubernur.
Prosesi peletakan batu pertama Meuligoe Wali berlangsung sekitar dua jam dimulai pukul 10.30 WIB. Selain dihadiri warga dari berbagai wilayah Aceh, juga para bupati/wali kota serta Unsur Muspida dari Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.(sal- ngutip : serambinews.com )
Bungong kaye December 23rd, 2010, 05:05 AM nih gw dapat masterplan pembangunan Meuligo Wali Nangroe aceh dari Harian serambi
http://www.serambinews.com/files/photos/xlarge/82edde7a6c1f9cba64843ced1338220d793f9c67.jpg
anja sadiqa December 25th, 2010, 11:18 AM wowww, kyak istna negra aja yah !!!!! bagaimana sekarang udah pada mulai kontruksinya belon ?
ceudah December 28th, 2010, 05:13 PM gedung WN itu buat siapa si? maaf, cuma nanya, bener2 gk tau
ceudah December 28th, 2010, 05:15 PM very lonely,this thrd. came on !!!!!!!!!!!!!!!
saya ikutan gabung ya, biasa cuma maen2 di warteg, rupanya ada juga threat khusus banda aceh...:D
anja sadiqa December 29th, 2010, 05:23 AM saya ikutan gabung ya, biasa cuma maen2 di warteg, rupanya ada juga threat khusus banda aceh...:D
of course, pliz your next on. ini emang thread kita. oya, maslah siapa yang akan menduduki istana WN tersebut memang belum jelas karena dengar2 qanun tentang WN saja belum kelar.:bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie::bowtie:
anja sadiqa December 29th, 2010, 06:12 AM Mesjid Al-makmur lamprit.pasca renovasi
http://img691.imageshack.us/img691/2711/foto0568e.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-28
interiornya
http://img146.imageshack.us/img146/1866/foto0569.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at
2010-12-28
kubahnya
http://img718.imageshack.us/img718/4969/foto0574g.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-28
liatlah permadaninya
http://img413.imageshack.us/img413/610/foto0570.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-28
bagian timur
http://img29.imageshack.us/img29/1425/foto0576.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-28
Bagian utara
http://img573.imageshack.us/img573/45/foto0571.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-28
Bagian selatan
http://img600.imageshack.us/img600/8086/foto0572.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-28
pintu masuk
http://img217.imageshack.us/img217/4254/foto0582.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-28
anja sadiqa December 29th, 2010, 06:24 AM Wed, Dec 29th 2010, 10:39
DIPA Aceh Rp 15,2 T
* Presiden: Ini Lumayan Besar
Utama
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Boediono menyerahkan dokumen DIPA Aceh 2011 kepada Gubernur Irwandi Yusuf di Istana Negara, Selasa (28/12). FOTO/SETNEG
JAKARTA - Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2011 untuk Provinsi Aceh berjumlah Rp 15,2 triliun atau meningkat dari 2010 sebesar Rp 14,5 triliun. “Ini lumayan besar,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika menyerahkan DIPA tersebut kepada Gubernur Irwandi Yusuf di Istana Negara, Selasa (28/12).
Selain untuk para gubernur se-Indonesia, Presiden juga menyerahkan DIPA proyek kepada pimpinan lembaga dan menteri selaku pengguna anggaran. DIPA untuk Aceh tahun ini terdiri atas dana alokasi umum (DAU) Rp 8,4 triliun atau naik dari tahun lalu sebesar Rp 6,992 triliun, dana alokasi khusus (DAK) Rp 912,6 miliar naik dari Rp 812,758 miliar (2010), dana otsus Rp 4,5 triliun naik dari Rp 3,8 triliun (2010).
Gubernur Irwandi kepada Serambi menjelaskan, DIPA Aceh yang langsung dikelola oleh pemerintah provinsi Rp 5,504 triliun. Sisanya dikelola oleh masing-masing kabupaten/kota serta lembaga dan departemen terkait.
Pemerintah Aceh, kata Irwandi masih menitikberatkan pembangunan bidang infrastruktur jalan dan pengairan. “Kebutuhan Aceh akan pembangunan infrastruktur masih cukup besar. Mobilitas barang dan jasa akan terganggu apabila tidak didukung infrastruktur jalan yang baik dan memadai. Begitu juga bidang pengairan yang masih sangat dibutuhkan dalam meningkatkan produksi pertanian,” ujar Irwandi didampingi Sekda Aceh, T Setia Budi.
Dijadwalkan DIPA Aceh akan diserahkan kepada bupati/walikota dan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), Kamis (30/12) di Banda Aceh. “Kita segera serahkan kepada daerah-daerah dan satuan pengguana anggaran untuk segera diimplementasikan,” kata Gubernur Irwandi.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, penyerahan DIPA kali ini dilakukan di ujung tahun. Biasanya DIPA diserahkan Presiden pada awal tahun. Atas perubahan jadwal itu, Presiden SBY dalam sambutannya mengharapkan agar sejak hari pertama tahun 2011 seluruh satuan kerja dapat memulai kegiatan untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. “Saya ingin mengingatkan kembali bahwa faktor ketepatan waktu sangat mutlak untuk kita perhatikan,” ujar Presiden.
Ia juga mengingatkan jangan sampai ada kegiatan dalam DIPA yang tidak rampung selama 2011 mendatang. “Saya berharap sungguh dilaksanakan tepat waktu dan dapat diselesaikan secara menyeluruh dan sempurna pada tahun anggaran itu juga,” tegas Kepala Negara.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menambahkan, percepatan penyerahan DIPA ini sebagai komitmen menyediakan dana untuk membiayai kegiatan pemerintahan sejak hari kerja pertama tahun anggaran 2011. Dengan demikian, rencana kegiatan kementerian dan lembaga untuk tahun anggaran 2011 dapat dilaksanakan lebih awal.(fik)
anja sadiqa December 29th, 2010, 06:26 AM Wed, Dec 29th 2010, 12:19
Kondisi Ekonomi Aceh Mendukung Investasi
Ekonomi | Bisnis
BANDA ACEH - Kondisi ekonomi Aceh akhir-akhir ini cukup mendukung tumbuhnya iklim investasi, baik itu investasi besar maupun investasi kecil. Begitupun, Pemerintah Aceh harus punya arah bisnis yang jelas. Jangan hanya memikirkan investasi besar sehingga mengabaikan investai kecil atau lokal.
Demikian dipaparkan Pemimpin BI Banda Aceh, Mahdi Muhammad, Selasa (28/12) selaku pembicara pada acara Konferensi Upaya Peningkatan Iklim Bisnis Investasi Aceh, yang digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. Konferensi tersebut mengadirkan pembicara dari sejumlah instansi.
Menurut Mahdi, salah satu yang dapat mempengaruhi investasi adalah faktor inflasi. Hingga November 2010, inflasi Aceh tanpak mulai membaik yakni 4,26 persen, bahkan diprediksikan akan mengalami kemajuan yakni 40 persen pada tahun depan. Kondisi ini sudah lebih baik dari sebelumya yang capai 12 persen, atau lebih baik dari inflasi nasional.
“Dari segi perbankan, perkembangan kredit juga sudah lebih baik. Jika tahun 2006 hanya Rp 5 triliun, tahun 2010 sudah capai Rp 15 triliun. Selain itu 78,7 persen dana juga disalurkan untuk pembiayaan. Namun ada sedikit masalah dalam input dana masyarakat, karena jumlah warga yang menabung masih relatif rendah,” katanya.
Dikatakan, prospektif investasi ke depan cukup banyak, termasuk dari segi usaha mikro dan kecil. Dengan demikian, investasi harus dimaknai secara komprehensif tanpa mengabaikan yang mikro. Investasi mikro dinilai penting untuk mendukung yang makro. Misalnya, ternyata sektor pertanian meliputi 28 persen dari seluruh sektor di Aceh, 60 persen pekerja juga di sektor pertanian. Namun kredit hanya 3 persen.
“Faktanya saat ini, akses dari sektor pertanian ke pasar saja masih sulit. Ini sebab pasar tak punya pasokan kontinyu. Ke depan kita mendorong Bank Pemerintah untuk meningkatkan fungsi intermediasi sehingga menjadi pemain utama membantu ekonomi Aceh,” katanya.
Investor asing
Sementara itu Guru Besar IAIN, Prof Dr Yusni Saby mengatakan, untuk mengundang investor asing, masih banyak kendala yang menyebabkan investor luar masuk ke Aceh antara belum adanya kenyamanan yang mereka rasakan. Tak hanya faktor keamanan, listrik, intimidasi, perizinan yang menyebankan mereka tak nyaman tapi adanya miscommunication antara pemerintah dengan investor. Ini disebabkan sejumlah elemen di Aceh belum kompak.
“Ini harus disiasati untuk mereformasi sikap, mulai dari provinsi hingga ke kabupaten. Semua harus kompak, semua dilibatkan seperti pelaku bisnis, Kadin dan sebagainya. Pada dasaranya akan lebih baik jika investor berhubungan langsung dengan pelaku bisnis, sementara pemerintah mendukungnya,” kata Yusni.
Menurut Prof Ibrahim Abdullah, investasi juga dipengaruhi faktor persepsi masyarakat luar, terutama dari kebudayaan dan sikap masyarakat Aceh. “Harus ada citra baik dari masyarakat sehingga dikenang orang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Investasi dan Informasi Aceh, Anwar Muhamamd, yang membacakan pidato Gubernur Irwandi Yusuf, mengatakan, sebenarnya investasi di Aceh mengalami kemajuan. Hal ini didukung adanya Qanun Nomor 5 Tahun 2009, selanjutnya akan terbit regulasi Pengalihan Kewenangan Pusat. “Hingga kini ada 60 investor komit menanam modal senilai 50 miliar dolar. Enam di antaranya sudah mulai merealisasikannya senilai sebesar 10 miliar dolar. Jadi tak benar jika investasi kita nihil. Pemerintah akan mendukung para pengusaha, sementara badan kami akan memberi informasi seluas-luasnya mendukung investasi di Aceh,” katanya.(gun)
ceudah December 30th, 2010, 09:35 AM ^^ dengan banyak uang, smoga bisa berguna untuk rakyat..
oia, ada info parkiran terpadu di pusat kota kapan selesai? trus siapa yg akan mengelola?
anja sadiqa December 31st, 2010, 05:18 AM kemarin lewat situ kelihatannya masih 2 lantai dan pengerjaanya juga adem kayaknya, yang lgi u/c justeru pusat pasar extention pasar aceh yang sudah duluan siap, ceudah pasti posnya di BNA kan ? bantuin dong upload foto2 terkini yah ?
anja sadiqa December 31st, 2010, 05:24 AM New hospital RSUZA ( pic dari lantai 4 hotel Madina )
http://img132.imageshack.us/img132/739/foto0550u.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-30
Bungong kaye January 1st, 2011, 06:41 AM bang anja katanya meligo WN udah mulai kontruksi ya ?
anja sadiqa January 3rd, 2011, 04:38 AM ya, letaknya di sekitar lampeunurut tepatnya di tapak bangunan yang sebelumnya direncanakan mau dibangun islamic center.
ceudah January 3rd, 2011, 04:55 PM kemarin lewat situ kelihatannya masih 2 lantai dan pengerjaanya juga adem kayaknya, yang lgi u/c justeru pusat pasar extention pasar aceh yang sudah duluan siap, ceudah pasti posnya di BNA kan ? bantuin dong upload foto2 terkini yah ?
Ya, sekarang sedang di Banda Aceh, tp minggu depan udah harus balik jkt...
oia, saya lupa cara upload foto :D
anja sadiqa January 4th, 2011, 05:41 AM PAKEK IMAGE SHACK AJA TO ADA JUGA YANG PAKEK FLIKR TPI SAYA SERING PAKEK YANG PERTAMA. WADUH KASIAN SEKALI KALO INFO TERBARU NGAK BISA DI SHARE SESAMA FORUMERS LAIN DI SELURUH INDONESIA.
anja sadiqa January 4th, 2011, 05:47 AM SISI LAIN LAMPRIT
http://img441.imageshack.us/img441/9130/foto0544.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2011-01-03
anja sadiqa January 4th, 2011, 06:43 AM KANTOR BPK BANDA ACEH
http://img152.imageshack.us/img152/1115/foto0823.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2011-01-03
anja sadiqa January 4th, 2011, 08:11 AM Tue, Jan 4th 2011, 10:51
Bangun Sabang Butuh Rp 47 T
* PP Pelimpahan Kewenangan Disahkan
Utama
BPKS
Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani (kanan) bersama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wali Kota Sabang Munawarliza dan Bupati Aceh Besar Bukhari M Daud memperlihatkan salinan Peraturan Pemerintah (PP) No 83 tahun 2010 tentang pelimpahan kewenangan pemerintah kepada Dewan Kawasan Sabang (DKS) yang telah ditantatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 Desember 2010 lalu, dalam konferensi pers di Kantor Guibernur Aceh, Senin (3/1). SERAMBI/M ANSHAR
BANDA ACEH - Membangun kawasan Sabang secara total, paling sedikit membutuhkan dana sebesar Rp 47 triliun. Dana sebesar ini, tentu, tidak akan mampu ditanggung oleh APBN atau APBA. Karena itu, para investor dari dalam maupun luar negeri, dipersilahkan masuk dan menanamkan modalnya di Sabang. Hal itu disampaikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, saat memberikan keterangan pers tentang pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 83 Tahun 2010 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemerintah kepada Dewan Kawasan Sabang (DKS), sebagai aturan pelaksana Undang-undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang, di ruang kerjanya, Senin (3/1).
Gubernur Irwandi Yusuf dalam kapasitasnya sebagai Ketua DKS, pada jumpa pers kemarin turut didamping Wali Kota Sabang Munawarliza dan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud selaku anggota DKS, Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani, Tim Advokasi RPP Sabang Mawardi Ismail SH dan Jafar SH, serta Kepala Biro Hukmas Setda Aceh Makmur Ibrahim. Menurut Gubernur Irwandi Yusuf, setelah penantian panjang masyarakat Aceh selama sekitar 10 tahun, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani PP tentang pelimpahan kewenangan kepada DKS itu pada 20 Desember 2010 lalu. “Ini sebagai aturan pelaksana dari UU tentang Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang, di mana BPKS dinyatakan sebagai pelaksana di lapangan,” katanya.
PP tersebut, kata Gubernur Irwandi Yusuf, sekaligus menandai era baru bagi Aceh dalam soal perdagangan internasional, karena kawasan Sabang akan menjadi daerah bebas tata niaga atau yang dikenal sebagai kawasan pelabuhan bebas (free port). “Tapi, soal keluar masuk barang dari dan ke kawasan Sabang, ke daerah pabean lainnya dalam wilayah Indonesia, masih berlaku peraturan perundang-undangan lain,” ujarnya.
Format perizinan
PP tersebut memuat rincian kewenangan pemerintah yang dilimpahkan kepada DKS, antara lain bidang perdagangan, perindustrian, pertambangan dan energi, minyak dan gas bumi, penataan ruang, pariwisata serta penanaman modal. “Karena itu, saya minta Ketua BPKS untuk segera membuat format perizinan yang akan diajukan kepada DKS,” kata Gubernur Irwandi Yusuf. Menyangkut dengan jumlah nilai barang tentengan yang diperboleh keluar dari Sabang ke daerah daratan Aceh, Gubernur Irwandi berjanji akan memperjuangkan lebih besar nilainya. “Kalau menurut aturan yang ada sekarang sekitar 750 dollar, tetapi kita akan minta dispensasi lebih besar lagi dari pemerintah pusat antara 1.000 - 1.200 dollar per orang,” katanya.
Gubernur juga sudah meminta pengusaha Aceh supaya dapat segera membentuk sebuah konsorsium dalam rangka menyongsong akan masuknya investasi besar-besaran ke Sabang pascalahirnya PP tersebut. “Untuk membangun kawasan Sabang secara total akan membutuh dana sebesar Rp 47 triliun. Ini tidak mampu dengan dana APBN atau APBA, tapi dibutuhkan masuknya investor dalam maupun luar negeri,” ujarnya. Ditambahkannya, saat ini sudah ada beberapa investor besar dari luar negeri yang akan berniat masuk ke Sabang seperti, Darmen Spion dari Belanda dan Dubai Port dari Dubai. “Perusahaan dari Darmen sendiri akan berinvestasi dalam bidang pembangunan galangan kapal nonmiliter alias untuk kebutuhan sipil di Sabang. Sedangkan Dubai Port belum memastikan di bidang apa mereka akan berinvestasi,” pungkas Gubernur Irwandi Yusuf.
Pelabuhan kontainer
Sementara itu, Ketua BPKS Ruslan Abdul Gani berjanji pada 2012 pelabuhan Hub Port di Teluk Sabang yang panjangnya sekitar 423 akan bisa difungsikan sebagai pelabuhan kontainer dan penumpang. Karena saat ini sudah siap dibangun sekitar 100 meter sedangkan sisanya 323 meter lagi direncanakan akan siap dikerjakan 2011. “Teluk Sabang ini akan kita kaji ulang sebagai kontainer dan lebih cocok Balohan,” kata Ruslan. Sedangkan Walikota Sabang Munawarliza mengatakan, terkait pembangunan sektor pariwisata Sabang secara bertahap sedang dilakukan pembenanan dan promosi ke dunia luar. “Satu perusahaan wisata yang punya kapal pesiar untuk membawa turis keliling dunia, kini sudah memasukkan Sabang dalam agendanya sebagai daerah rutin yang akan dikunjungi,” ujar Munawarliza.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda secara terpisah mengatakan menyambut gembira atas disahkannya PP tersebut. Ia mengharapkan agar Pemerintah Aceh dan BPKS dapat mewujudkan kawasan Sabang menjadi ‘lokomotif’ ekonomi Aceh. “Peluang ini harus cepat ditindaklanjuti dengan membuat berbagai terobosan, agar nantinya Sabang bisa menjadi lokomotif ekonomi bagi Aceh,” pungkasnya.(sup)
Satrial January 12th, 2011, 09:16 AM KANTOR BPK BANDA ACEH
http://img152.imageshack.us/img152/1115/foto0823.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2011-01-03
Gedung BPK se Indonesia emang didesain sama ya?
Gedung BPK Provinsi Aceh mirip nih sama yg di padang.... ^^
http://a.imagehost.org/0922/BPK.jpg (http://a.imagehost.org/view/0922/BPK)
IDRA January 13th, 2011, 08:04 AM New hospital RSUZA ( pic dari lantai 4 hotel Madina )
http://img132.imageshack.us/img132/739/foto0550u.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-30
Design gedung2 di aceh bagus ....
VIAN JKT January 13th, 2011, 08:19 AM Tue, Jan 4th 2011, 10:51
Bangun Sabang Butuh Rp 47 T
* PP Pelimpahan Kewenangan Disahkan
Utama
BPKS
Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani (kanan) bersama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wali Kota Sabang Munawarliza dan Bupati Aceh Besar Bukhari M Daud memperlihatkan salinan Peraturan Pemerintah (PP) No 83 tahun 2010 tentang pelimpahan kewenangan pemerintah kepada Dewan Kawasan Sabang (DKS) yang telah ditantatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 Desember 2010 lalu, dalam konferensi pers di Kantor Guibernur Aceh, Senin (3/1). SERAMBI/M ANSHAR
BANDA ACEH - Membangun kawasan Sabang secara total, paling sedikit membutuhkan dana sebesar Rp 47 triliun. Dana sebesar ini, tentu, tidak akan mampu ditanggung oleh APBN atau APBA. Karena itu, para investor dari dalam maupun luar negeri, dipersilahkan masuk dan menanamkan modalnya di Sabang. Hal itu disampaikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, saat memberikan keterangan pers tentang pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 83 Tahun 2010 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemerintah kepada Dewan Kawasan Sabang (DKS), sebagai aturan pelaksana Undang-undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang, di ruang kerjanya, Senin (3/1).
Gubernur Irwandi Yusuf dalam kapasitasnya sebagai Ketua DKS, pada jumpa pers kemarin turut didamping Wali Kota Sabang Munawarliza dan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud selaku anggota DKS, Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani, Tim Advokasi RPP Sabang Mawardi Ismail SH dan Jafar SH, serta Kepala Biro Hukmas Setda Aceh Makmur Ibrahim. Menurut Gubernur Irwandi Yusuf, setelah penantian panjang masyarakat Aceh selama sekitar 10 tahun, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani PP tentang pelimpahan kewenangan kepada DKS itu pada 20 Desember 2010 lalu. Ini sebagai aturan pelaksana dari UU tentang Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang, di mana BPKS dinyatakan sebagai pelaksana di lapangan, katanya.
PP tersebut, kata Gubernur Irwandi Yusuf, sekaligus menandai era baru bagi Aceh dalam soal perdagangan internasional, karena kawasan Sabang akan menjadi daerah bebas tata niaga atau yang dikenal sebagai kawasan pelabuhan bebas (free port). Tapi, soal keluar masuk barang dari dan ke kawasan Sabang, ke daerah pabean lainnya dalam wilayah Indonesia, masih berlaku peraturan perundang-undangan lain, ujarnya.
Format perizinan
PP tersebut memuat rincian kewenangan pemerintah yang dilimpahkan kepada DKS, antara lain bidang perdagangan, perindustrian, pertambangan dan energi, minyak dan gas bumi, penataan ruang, pariwisata serta penanaman modal. Karena itu, saya minta Ketua BPKS untuk segera membuat format perizinan yang akan diajukan kepada DKS, kata Gubernur Irwandi Yusuf. Menyangkut dengan jumlah nilai barang tentengan yang diperboleh keluar dari Sabang ke daerah daratan Aceh, Gubernur Irwandi berjanji akan memperjuangkan lebih besar nilainya. Kalau menurut aturan yang ada sekarang sekitar 750 dollar, tetapi kita akan minta dispensasi lebih besar lagi dari pemerintah pusat antara 1.000 - 1.200 dollar per orang, katanya.
Gubernur juga sudah meminta pengusaha Aceh supaya dapat segera membentuk sebuah konsorsium dalam rangka menyongsong akan masuknya investasi besar-besaran ke Sabang pascalahirnya PP tersebut. Untuk membangun kawasan Sabang secara total akan membutuh dana sebesar Rp 47 triliun. Ini tidak mampu dengan dana APBN atau APBA, tapi dibutuhkan masuknya investor dalam maupun luar negeri, ujarnya. Ditambahkannya, saat ini sudah ada beberapa investor besar dari luar negeri yang akan berniat masuk ke Sabang seperti, Darmen Spion dari Belanda dan Dubai Port dari Dubai. Perusahaan dari Darmen sendiri akan berinvestasi dalam bidang pembangunan galangan kapal nonmiliter alias untuk kebutuhan sipil di Sabang. Sedangkan Dubai Port belum memastikan di bidang apa mereka akan berinvestasi, pungkas Gubernur Irwandi Yusuf.
Pelabuhan kontainer
Sementara itu, Ketua BPKS Ruslan Abdul Gani berjanji pada 2012 pelabuhan Hub Port di Teluk Sabang yang panjangnya sekitar 423 akan bisa difungsikan sebagai pelabuhan kontainer dan penumpang. Karena saat ini sudah siap dibangun sekitar 100 meter sedangkan sisanya 323 meter lagi direncanakan akan siap dikerjakan 2011. Teluk Sabang ini akan kita kaji ulang sebagai kontainer dan lebih cocok Balohan, kata Ruslan. Sedangkan Walikota Sabang Munawarliza mengatakan, terkait pembangunan sektor pariwisata Sabang secara bertahap sedang dilakukan pembenanan dan promosi ke dunia luar. Satu perusahaan wisata yang punya kapal pesiar untuk membawa turis keliling dunia, kini sudah memasukkan Sabang dalam agendanya sebagai daerah rutin yang akan dikunjungi, ujar Munawarliza.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda secara terpisah mengatakan menyambut gembira atas disahkannya PP tersebut. Ia mengharapkan agar Pemerintah Aceh dan BPKS dapat mewujudkan kawasan Sabang menjadi lokomotif ekonomi Aceh. Peluang ini harus cepat ditindaklanjuti dengan membuat berbagai terobosan, agar nantinya Sabang bisa menjadi lokomotif ekonomi bagi Aceh, pungkasnya.(sup)
MOGA PEMBANGUNAN DI SABANG DAPAT TERLAKSANA DENGAN CEPAT ......:cheers::cheers::cheers::cheers::cheers:
aguuungg January 17th, 2011, 04:52 AM ternyata bener kalo ad yg ngomong yang sukses adalah orang yang berasal dari cobaan
salam kenal ya, aku pendatang baru . hehe
Bungong kaye January 17th, 2011, 05:42 AM Kunjungan Duta Besar Perancis ke Lokasi Proyek Rehabilitasi Sistem Drainase senilai 50 Miliar USD, di Banda Aceh
Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Y.M. Bapak Philippe Zeller, akan mengunjungi proyek rehabilitasi dan perbaikan sistem drainase kota Banda Aceh yang sedang berjalan, pada tanggal 12 Januari. Didampingi oleh Direktur Badan Perancis untuk Pembangunan (AFD) untuk Indonesia, Bapak Vincent Rousset, Bapak Zeller akan bertemu dengan Drh. Irwandi Yusuf, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, dan Ir. Mawardy Nurdin, Walikota Banda Aceh. Pada kesempatan tersebut, akan dilaksanakan upacara peletakan batu pertama fasilitas gedung baru.
Proyek senilai 36.8 juta euro (setara dengan 50 juta USD) yang didanai bersama oleh AFD melalui pinjaman sangat lunak jangka panjang dan oleh Pemerintah Indonesia ini akan menunjang penyelesaian rehabilitasi dan perbaikan sistem drainase utama Banda Aceh. Proyek tersebut melengkapi proyek pembangunan prasarana perkotaan dan perumahan di wilayah tersebut, menyusul terjadinya bencana tsunami pada bulan Desember 2004 lalu, dengan dibiayai oleh Pemerintah Indonesia, donor internasional maupun bilateral, juga sejumlah LSM. Lebih dari 100.000 penduduk yang menjadi korban banjir berkala akan mendapatkan keuntungan langsung dari implementasi proyek itu.
Proyek tersebut mencakup pembangunan 75,1 km saluran air, dua stasiun pompa dan dua pompa bergerak, 24,7 hektar area penampungan air larian sementara (retention basins) dan fasilitas bangunan infrastruktur drainase primer dan sekunder di lima zona hidrolik kota, yang mencakup 70% wilayah kota Banda Aceh.
Pembangunan dimulai pada tahun 2010 dan diharapkan akan tuntas pada akhir tahun 2011. Setelah melalui tender internasional dan proses seleksi, pekerjaan diawasi oleh konsultan terkemuka Perancis, Egis BCEOM, dan dilaksanakan oleh empat kontraktor Indonesia (PT ADHI KARYA, PT WASKITA KARYA, PT PEMBANGUNAN PERUMAHAN, PT BRANTAS ABIPRAYA). Proyek tersebut secara langsung melibatkan 1200 pekerja.
Kementerian Pekerjaan Umum merupakan badan pelaksana proyek. Setelah selesai, prasarana akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh yang akan bertanggungjawab atas operasi dan pemeliharaan sistem drainase tersebut.
Badan Perancis untuk Pembangunan (AFD) adalah bank pembangunan milik negara yang telah berdiri sejak lebih dari enam puluh tahun lalu, guna membantu pembangunan di Negara-negara Selatan, dalam kerangka bantuan pembangunan resmi Pemerintah Perancis. AFD aktif di lebih dari 70 negara dan mendanai proyek-proyek yang bertujuan mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta melindungi barang-barang publik global.
Pada tahun 2009, komitmen AFD di seluruh dunia mencapai 6,2 miliar euro. 2,4 miliar euro di antaranya dicurahkan untuk mengatasi perubahan iklim. Pada tahun 2009, efisiensi energi dan proyek mitigasi dampak perubahan cuaca yang dibiayai oleh AFD memberikan kontribusi langsung pada pengurangan CO2, setara dengan 4,8 juta ton.
Di Indonesia, AFD diserahi wewenang untuk menangani bantuan Pemerintah Perancis bagi rekonstruksi daerah yang terkena tsunami, melalui pinjaman lunak, sedangkan Kementerian Keuangan Perancis memberikan bantuan teknis dalam bentuk hibah.
AFD mendukung strategi Pemeringah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, melalui berbagai bantuan pinjaman dan keahlian. Bantuan tersebut ditujukan bagi berbagai kegiatan di sektor energi (efisiensi energi, energi terbarukan, pembangkit listrik cogeneration, biomassa), kehutanan, pelestarian keanekaragaman hayati, baik melalui Pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta.
Bungong kaye January 17th, 2011, 05:45 AM BANDA ACEH - Kalangan DPR Aceh (DPRA) optimistis pembangunan ruas jalan Banda Aceh-Calang (Aceh Jaya) yang didanai lembaga pembangunan luar negeri Amerika Serikat (USAID) bisa tuntas akhir 2011.
"Secara pribadi saya optimistis USAID bisa menyelesaikan pembangunan ruas jalan Banda Aceh-Calang seperti disampaikan Duta Besar (Dubes) AS untuk RI, Scot Marciel," kata Wakil Ketua DPRA bidang pembangunan, Sulaiman Abda di Banda Aceh.
Hal itu disampaikan menanggapi pernyataan Dubes AS di Jakarta, Scot Marciel, terkait kelanjutan pembangunan ruas jalan pesisir barat provinsi tersebut. Sulaiman Abda mengharapkan komitmen yang disampaikan Dubes itu agar betul-betul dilaksanakan oleh USAID dan para rekanan dari proyek bantuan AS tersebut.
"Saya yakin apa yang disampaikan Dubes itu bisa memacu dan dilaksanakan di lapangan, sehingga masyarakat di pesisir pantai barat dan selatan Aceh bisa segera menerima manfaat dari bantuan tersebut," kata dia, siang ini.
Politisi Partai Golkar Aceh itu juga menyatakan dengan selesaikan pembangunan ruas jalan, terutama pada seksi IV dan jembatan di kawasan Lambeuso, Kecamatan Jaya Lamno, transportasi darat kepesisir barat dan selatan Aceh bisa kembali lancar.
Karena, tambahnya, poros jalan tersebut saat ini menjadi penting dan strategis sebagai urat nadi lalu lintas orang dan barat untuk pemerataan pembangunan Aceh.
"Selama ini, masyarakat pesisir barat dan selatan mengalami kesulitan dan masalah besar akibat dari tidak lancarnya transportasi darat tersebut," kata dia. Anggaran untuk membangun kembali ruas jalan dan jembatan lintas barat yang rusak akibat tsunami 26 Desember 2004 itu diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun.
Pembangunan ruas jalan yang didanai USAID dari Banda Aceh hingga ke Calang, ibukota kabupaten Aceh Jaya itu sepanjang sekitar 150 kilometer. Jika ruas jalan Banda Aceh-Calang itu selesai tepat waktu, maka tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tapi juga akan menjadi salah satu daya tarik bagi investor yang berkeinginan berinvestasi di Aceh, apalagi potensi alam cukup besar di pesisir barat dan selatan provinsi ini.
vin_andi10 January 19th, 2011, 08:42 AM numpang nanya ya mas, MWN itu arsitek sm kontraktornya siapa ya?
Bungong kaye January 21st, 2011, 04:47 AM waduh kalo itu kurang tau juga yah, soalnya belum pernah ke lok proyeknya bro.
Bungong kaye January 21st, 2011, 04:52 AM Fri, Jan 21st 2011, 09:43
MDF Diminta Lanjutkan Program Pembangunan Aceh
* Kegiatan Berakhir Juni 2012
Kutaraja
BANDA ACEH - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta pihak Multi Donor Fund (MDF) agar melanjutkan program bantuan dana hibah dan pinjaman lunaknya kepada pemerintah RI untuk Aceh.
“Bantuan MDF itu sangat membantu dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh menjadi positif,” kata Irwandi Yusuf dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Asisten II Setda Aceh, T Said Mustafa pada acara Launcing Laporan Program dan Kegiatan MDF selama enam tahun dalam melaksanakan rehab rekon pascatsunami Aceh, di Aula Bappeda Aceh, Kamis (20/1).
MDF adalah lembaga multi donor yang dibentuk untuk membantu pemulihan kembali Aceh dan Nias pascatsunami 2004. Lembaga ini dipelopori oleh Komisi Eropa, Negeri Belanda, Bank Dunia, Norwegia, Swedia, Bank Pembangunan Asia, Kanada, Jerman, Selandia Baru, Inggris Raya, Denmark, Finlandia, USAID, dan Irlandia.
Irwandi mengungkapkan, bantuan manajemen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diberikan MDF melalui program Economic Development Financing Facility (EDFF) untuk Aceh, sangat membantu masyarakat Aceh untuk memperbaiki mutu produksi hasil perkebunan, perikanan, dan peternakan.
Menurut Irwandi, bantuan pelatihan peningkatan mutu kakao, kopi, ternak, dan komoditi lainnya yang dilakukan melalui program EDFF, cukup berhasil. Buktinya bisa dilihat dari pertumbuhan PDRB Aceh dari nonmigas Aceh pada triwulan III 2010 terus naik dan tumbuh sebesar 6,20 persen. Program EDFF juga memberikan dampak langsung pada pendapatan petani, peternak, dan nelayan yang akhirnya akan mengurangi jumlah penduduk miskin di Aceh menjadi 20,98 persen.
Pemerintah Aceh, kata Irwandi Yusuf, sangat menyadari MDF serta donor lainnya tidak akan selamanya di Aceh, dan mandatnya akan berakhir Juni 2012 mendatang, sejalan dengan jadual target penyelesaian ruas jalan Tenom-Meulaboh sepanjang 50 Km yang sumber dana pembangunan fisiknya berasal dari pinjaman lunak MDF sebesar Rp 320 miliar.
Terkait dengan sisa waktu masa tugas MDF yang masih ada sekitar 1,15 tahun lagi itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menunjuk Bappeda Aceh untuk membentuk sebuah Aceh Donor Coordinator Forum (AFDC) yaitu sebuah forum koordinasi yang berfungsi untuk mengkoordinasi kegiatan pembangunan.
Manejer MDF, Shamina Khan dalam sambutannya mengatakan, acara launching laporan program MDF di Aula Bappeda Aceh kemarin adalah untuk melaporkan kepada publik, bahwa dari 649,26 juta dolar AS dana bantuan yang diperoleh MDF dari donaturnya, sebesar 499,66 juta dolas AS atau senilai Rp 4,496 triliun, telah disalurkan kepada enam bidang yang menjadi fokus kegiatan MDF.
Anggaran sebesar itu, kata Shamina, telah digunakan untuk enam bidang kegiatan. Untuk infrastruktur dan transport terbesar mencapai 35 persen, kemudian perbaikan lingkungan dan perumahan 32 persen, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas pemerintahan, lingkungan hidup, masing-masing 9 persen dan perbaikan air minum dan lainnya 6 persen.
Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Stefen Koeberle mengatakan, kunci keberhasilan MDF dalam melaksanakan rekontruksinya di Aceh dan Nias, karena kepemimpinan Indonesia yang kuat. Pada awalnya peran ini dimainkan BRR NAD-Nias, kemudian dilanjutkan oleh Bappenas yang dibantu Pemerintah Aceh bersama perangkat SKPA nya, antara lain Bappeda, Dinas BMCK, Dinas Pengairan dan lainnya.
Perwakilan dari Bappenas Dr Supra Yoga Hadi mengatakan, program dan aset yang telah dibuat MDF di Aceh, harus dilanjutkan dan dipelihara dengan baik oleh Pemerintah Aceh bersama masyarakatnya. Pasalnya, untuk membangun jalan, jembatan, irigasi, penyulingan air minum, dan pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Aceh, MDF telah mengeluarkan dana mencapai Rp 4,4 triliun. Ini merupakan anggaran yang sangat besar untuk pelaksanaan rehab rekon bencana alam yang pernah dilakukan MDF di dunia.
“Untuk itu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh wajib melanjutkan program yang telah dibuat MDF serta memelihara aset yang telah dibuat untuk masa pakai yang lebih lama lagi bagi kemakmuran rakyat,” ujarnya.(her)
* Cetak
* Berbagi di Faceboo
anja sadiqa January 23rd, 2011, 07:23 AM Sat, Jan 22nd 2011, 11:12
Kristina Kagumi Kemajuan Kota Banda Aceh
Kutaraja
BANDA ACEH - Penyanyi dangdut Kristina mengaku kagum dan terkejut menyaksikan kemajuan pembangunan yang signifikan di Kota Banda Aceh, setelah enam tahun bencana gempa dan tsunami. “Saya sangat terkejut melihat perubahan terutama sektor infrastruktur, saat ini jalannya lebar dan bagus serta bangunan bandara yang sangat indah,” katanya di Banda Aceh, Jumat (21/1).
Selain menyaksikan perkembangan infrastruktur, mantan istri Anggota DPR-RI Al Amin Nur Nasution itu juga mengagumi konsistensi masyarakat dalam pelaksanaan syariat Islam. “Aceh daerah yang memberlakukan syariat Islam. Ini sebuah aturan yang baik dan harus dijalankan oleh umat muslim, tentu kita harus mendukungnya,” kata pelantun lagu jatuh bangun ini. Selain itu, penyanyi Dangdut Terbaik 2004 ini juga mendukung program Visit Banda Aceh Year 2011 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banda Aceh. “Ini sebuah program promosi yang baik bagi perkembangan pariwisata di Aceh,” kata Kristina.
Menurutnya, Aceh memiliki keanekaragaman adat dan budaya, alam yang indah, dan wiata kuliner yang menggugah selera. Selama berada di Banda Aceh, ia bersama rekannya Cut Mini telah menikmati aneka makanan khas Aceh seperti mie Aceh dan ayam tangkap. “Mie Aceh dan ayam tangkap enak sekali, rasanya gurih dan bumbunya khas banget,” kata artis kelahiran Pemalang, Provinsi Jawa Tengah itu.(ant)
teluk January 23rd, 2011, 12:01 PM Bagi hasil migas Aceh masih dikaji
22 January 2011
BANDA ACEH: Kementerian Keuangan mengkaji usulan Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mengenai komposisi bagi hasil minyak dan gas lepas pantai Aceh dengan pemerintah pusat.
Gubernur Irwandi Yusuf mengatakan bagi hasil minyak dan gas lepas pantai atau di atas 12 mil-200 mil laut di perairan Aceh masih dipertimbangkan oleh Kementerian Keuangan.
"Kemenkeu masih mempertimbangkan permintaan Pemerintah Aceh agar bagi hasil migas itu bisa sama dengan di bawah 12 mil perairan laut," katanya didampingi Karo Hukum dan Humas Sekda Provinsi Aceh Makmur di Banda Aceh, kemarin, seperti dikutip Antara.
Hal itu disampaikan Irwandi mengutip hasil pertemuan dengan Menkeu Agus Martowardojo di Jakarta, belum lama ini.
Dalam pertemuan itu, dia meminta agar bagi hasil migas dialokasikan sebesar 70% untuk Aceh dan 30% bagi pemerintah pusat.
"Bahkan, Menkeu meminta waktu hingga 1 bulan ke depan untuk memberi kepastian terhadap permintaan Gubernur Aceh. Menkeu perlu berkoordinasi dengan beberapa kementerian terkait," kata Makmur.
Gubernur Aceh dan Menkeu juga membicarakan finalisasi Rancangan Peraturan Pemerintah terkait dengan migas Aceh.
"Gubernur juga menyampaikan kepada Menkeu agar selayaknya pemerintah pusat memenuhi harapan masyarakat Aceh mengingat sumber migas Aceh di bawah 12 mil laut telah habis dieksploitasi pada masa lalu," katanya.
Selain itu, Aceh berwenang mengelola sumber daya alam yang berada di sekitar laut Aceh sesuai ketentuan UU Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.
Dia mengatakan pemerintah Aceh membutuhkan dana cukup besar untuk pembangunan di bidang ekonomi dan infrastruktur yang hancur akibat konflik berkepanjangan serta tsunami 26 Desember 2004. (spr)
anja sadiqa January 24th, 2011, 08:01 AM Itu kbar yg menjanjikan, slmat brgbung d thread kota endatu kami
teluk January 24th, 2011, 01:31 PM Itu kbar yg menjanjikan, slmat brgbung d thread kota endatu kami
salam knal ya w forumer lampung.....tp saat ne d jakarta...:cheers:
Bungong kaye January 24th, 2011, 04:15 PM Slam knal kmbli, kami dsni menunggu anda untk menjad tamu istmewa kmi. Sudah prnah k aceh?
teluk January 25th, 2011, 04:20 AM Slam knal kmbli, kami dsni menunggu anda untk menjad tamu istmewa kmi. Sudah prnah k aceh?
belum....pengennya sih ..:)
bgamana perkembangan kota banda aceh sekarang???:cheers:
nova aja January 27th, 2011, 12:42 PM http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/27/1642215620X310.jpg
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh akan menggelar pawai budaya bertajuk Kutaraja Art Carnival atau pawai budaya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Reza Fahlevi di Banda Aceh, Kamis (27/1/2011) mengatakan, pagelaran pawai budaya itu merupakan rangkaian kegiatan menyambut Visit Banda Aceh Year 2011.
"Pawai budaya ini akan diramaikan ratusan pelaku seni yang tergabung dalam sejumlah sanggar, para 'geuchik' (kepala desa), pejabat dan masyarakat umum. Pawai ini digelar Sabtu (29/1/2011)," katanya.
Ia mengatakan, peserta pawai budaya ini akan menampilkan berbagai atraksi, seperti tarian, musik khas Aceh hingga penampilan kesenian debus. "Sedikitnya, 30 sanggar yang ada di Kota Banda Aceh sudah memastikan keikutsertaannya. Mereka antusias menyambut Kutaraja Art Carnival ini," katanya.
Kutaraja Art Carnival akan mengambil rute dari lapangan Blang Padang, menuju ruas jalan depan pendapa Gubernur Aceh hingga sisi selatan Masjid Raya Baiturrahman. Selanjutnya peserta pawai melintas di ruas jalan depan Balai Kota Banda Aceh dan berakhir di Taman Sari. Di depan kantor wali kota ini mereka diwajibkan beratraksi.
Peserta pawai budaya ini akan dinilai oleh tim juri yang khusus didatangkan dari Jakarta. Penilaian ini dilakukan untuk menentukan juara pawai budaya. "Total hadiah yang diberikan kepada peserta terbaik mencapai Rp 38 juta dengan rincian juara pertama mendapat Rp 5 juta, kedua Rp 3 juta dan ketiga Rp 2 juta," sebutnya.
Selain itu, lanjut Reza, hadiah juga diberikan kepada peserta terbaik keempat hingga 10 dengan hadiah Rp 1,5 juta dan lima juara favorit masing-masing Rp 1 juta. "Kutaraja Art Carvinal ini merupakan kegiatan pembuka Visit Banda Aceh Year 2011. Pawai budaya ini menandakan kesiapan masyarakat menyambut wisatawan dalam dan luar negeri," tambah Reza Fahlevi.
Bungong kaye January 27th, 2011, 01:10 PM belum....pengennya sih ..:)
bgamana perkembangan kota banda aceh sekarang???:cheers:
pasca tsunami bna emang bnyak s x brubah, mgkn 300..drjat x ya...infrast dbngun dg modern dsana.bna mau bnyak acra nih, smpena Vbay 2011.boat nova,trus ramaikan thread ini ya, lok nov ja dmana? Mga ja bna.
nova aja January 27th, 2011, 01:49 PM pasca tsunami bna emang bnyak s x brubah, mgkn 300..drjat x ya...infrast dbngun dg modern dsana.bna mau bnyak acra nih, smpena Vbay 2011.boat nova,trus ramaikan thread ini ya, lok nov ja dmana? Mga ja bna.
dulu waktu tsunami nove pernah ke aceh tp gak lama.....:)nova juga sama kayak teluk orang lampung..nova mahasiswa di bandar lampung...:)
Don KingKong January 29th, 2011, 11:39 AM Minggu kemarin pergi ke aceh (rantau kuala simpang) via medan terkesan sama jalannya ya mulusss, lebarrr mantap deh....
Val_project January 29th, 2011, 12:08 PM Minggu kemarin pergi ke aceh (rantau kuala simpang) via medan terkesan sama jalannya ya mulusss, lebarrr mantap deh....
sampai ke kota lhokseumawe pun jalannya masih mulus. Pemda memanfaatkan dana bantuan tsunami yang melimpah untuk memperbaiki segala infrastruktur. Kota Langsa saja saat ini tak ada satu jalanpun yang tak di aspal bahkan sampai ke pelosok desa:banana:
yudibali2008 January 30th, 2011, 03:41 AM Fantastik kalau Museum ini jadi dibangun, semoga design ini akan disetujui dan segera dibangun di Aceh :cheers:
Museum Tsunami Aceh - Rumoh Aceh
http://i53.tinypic.com/23iv0j9.png
http://i53.tinypic.com/vy1pxt.png
http://i55.tinypic.com/28ckknk.png
http://i55.tinypic.com/fp9zy0.png
http://i56.tinypic.com/2i8ak4w.png
http://i54.tinypic.com/hvwdx1.png
http://www.urbane.co.id
Val_project January 30th, 2011, 06:17 AM Fantastik kalau Museum ini jadi dibangun, semoga design ini akan disetujui dan segera dibangun di Aceh :cheers:
Museum Tsunami Aceh - Rumoh Aceh
http://i53.tinypic.com/23iv0j9.png
http://i53.tinypic.com/vy1pxt.png
http://i55.tinypic.com/28ckknk.png
http://i55.tinypic.com/fp9zy0.png
http://i56.tinypic.com/2i8ak4w.png
http://i54.tinypic.com/hvwdx1.png
http://www.urbane.co.id
bro. Sudah dibangun lho:banana:
Dan sama persis dgn render. Ayo datang langsung ke Banda Aceh:cheers:
anja sadiqa January 30th, 2011, 08:07 AM Mesuim Tsunami Aceh sedang ada pekerjaan kayaknya
http://img340.imageshack.us/img340/7343/foto0739.jpg
anja sadiqa January 30th, 2011, 08:37 AM Sun, Jan 30th 2011, 09:47
Pawai Budaya Meriahkan Peluncuran VBAY 2001
Utama
Tari rapai geleng dimainkan secara massal pada malam grand launching Visit Banda Aceh Year 2011 di depan Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (29/1) malam. SERAMBI/M ANSHAR
BANDA ACEH - Peluncuran atau grand lounching Visit Banda Aceh Year (VBAY) 2011 dengan tema “Peumulia Jamee Adat Geutanyoe”, Sabtu (29/1) pagi hingga malam tadi, dimeriahkan pula dengan serangkaian hiburan berupa pentas musik dan pawai budaya.
Ratusan peserta yang terdiri dari anak sekolah, 30 sanggar seni, kepala SKPK di lingkungan Pemko Banda Aceh, dan para keuchik, kemarin, dengan pakaian adat nusantara, mengikuti pawai budaya. Mereka berjalan kaki mulai dari Blangpadang menuju Simpang Jam, melintasi Jalan Tgk Abu Lam U dan finish di Taman Sari, depan Balai Kota Banda Aceh.
Tak lama tiba di Taman Sari, hujan deras pun mengguyur taman jantung kota itu yang sudah dipenuhi ratusan masyarakat dari Kota Banda Aceh dan sekitarnya yang ingin menyaksikan atraksi budaya, drumband, parade putroe bungong, Agam Inong Kota Banda Aceh, barongsai, debus, Rapai Geleng, musik etnik Aceh, Rafli, Teuku Wisnu, dan Nova Eliza.
Ketua pelaksana acara yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh, Drs Reza Fahlevi MSi, mengatakan rangkaian kegiatan dalam ranka menyambut dan memeriahkan VBAY 2011 tersebut sudah dimulai sejak awal Januari ini. “Kita membuat aneka lomba dengan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 38 juta,” katanya kepada Serambi, di sela-sela acara pawai budaya, kemarin.
Dikatakannya, kesuksesan pawai budaya Sabtu (29/1) kemarin, juga menandakan bahwa masyarakat Kota Banda Aceh telah siap menyambut wisatawan dalam maupun luar negeri yang akan mengunjungi objek-objek wisata di Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh yang telah melabelkan dirinya sebagai Bandar Wisata Islami Indonesia.
Sementara itu, Kabag Humas Pemko Banda Aceh yang ditemui Serambi di Taman Sari menyebutkan, kemeriahan pelaksanaan grand lounching VBAY 2011, sudah dimulai Jumat (28/1), menghadirkan pentas musik Aceh, Sabtu (29/1), pawai budaya, dan Minggu (30/1) diakhiri dengan Fun Bike, yang dimulai pukul 07.00 WIB dari Blang Padang, Ulee Lheue, Sp Rima, Braden, Lamlom, dan finish di Lampuuk.
“Pada pentas musik Aceh Jumat (28/1) dua hari lalu, pukul 16.00 WIB-23.00 WIB di Taman Sari, menampilkan kreativitas dan karya dari grup-grup band indie di Aceh, seperti Micro 51, Aceh Musik Session, X-Box, Panteue Community, dan Seuramoe Reggae,” sebut Mahdi.
Ditambahkan Mahdi, Sabtu malam, pukul 20.0 WIB di depan Balai Kota, Wali Kota, Mawardy Nurdin, dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saling berbalas pantun Aceh, sebelum membuka acara puncak Grand Launching VBAY 2011.
Kemudian acara diisi dengan, rapai geleng massal, penampilan Koda, Rafli, Moritza, Liza Aulia, puisi wisata, dan tarian guel. Kegiatan yang dikemas secara spektakuler dan kolosal ini juga turut dihadiri binta sinetron Indonesia asal Aceh, Teuku Wisnu dan Nova Eliza, sebagai bintang tamu.
“Pemeran Farel dalam sinetron Cinta Fitri ini akan bersilaturrahmi dengan warga Kota Banda Aceh. Ini adalah momentum Teuku Wisnu dan Nova Eliza bersua dengan masyarakat Banda Aceh setelah sekian lama tak pulang ke Aceh, tanah endatu mereka,” kata Mahdi. (c47)
Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.
yudibali2008 January 30th, 2011, 09:09 AM bro. Sudah dibangun lho:banana:
Dan sama persis dgn render. Ayo datang langsung ke Banda Aceh:cheers:
oh ya?? wow....mantab banget.....tentu, kalau ada rejeki dan waktu, saya ingin sekali berkunjung ke Banda Aceh :)....bro, kalau sempat, photo2 project progress dari Museum ini ya? terima kasih, salam...
Bungong kaye February 2nd, 2011, 12:30 PM B.anja taungak progres pmbngnan cmpus iain bru oleh idb.
anja sadiqa February 3rd, 2011, 10:04 AM maket kampus IAIN yang baru
[URL=http://img201.imageshack.us
anja sadiqa February 3rd, 2011, 10:08 AM Wed, Feb 2nd 2011, 11:12
Polisi Bongkar Paksa Pagar Jalan USAID
* Sangyong Didesak Perbaiki Jembatan Kartika
Utama
Jalan yang tengah dibangun dengan dana bantuan USAID di Desa Crakmong, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, Senin (31/1) hingga pukul 14.00 WIB masih dipagar warga akibat belum tuntasnya ganti rugi tanah. Namun sekitar pukul 18.00 WIB, aparat kepolisian bersama Koramil, Camat, dan Unsur Muspika Aceh Jaya membongkar paksa seluruh halang rintang yang dipasang warga di jalan itu. SERAMBI/SA'DUL BAHRI
CALANG - Aksi nekat seorang warga memagar badan jalan USAID (lintas Calang-Banda Aceh) karena mengklaim tanah tersebut sebagai miliknya yang belum tuntas ganti rugi dilawan oleh polisi dengan membongkar paksa pagar tersebut. Pemagaran badan jalan sebagai bentuk protes dilakukan Zakaria, warga Pulo Raya, Kecamatan Sampoiniet. Titik pemagaran di kawasan Desa Crakmong, tepatnya di Km 105, juga dalam wilayah Kecamatan Sampoiniet.
Menurut informasi yang diterima Serambi, setelah sempat terpasang selama dua hari, akhirnya pada Senin (31/1) sore sekitar pukul 18.15 WIB, polisi beraksi. Pagar berupa tiang pancang dengan rentangan kawat duri itu dibakar dan dimusnahkan hingga tak tersisa.
Kapolres Aceh Jaya, AKBP Drs Galih Sayudo mengatakan, proses pembongkaran berjalan tanpa hambatan. Selanjutnya dalam waktu dekat polisi akan memanggil pemilik tanah atau yang bersengketa serta pihak terkait lainnya untuk dimintai keterangan guna menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Wakil Bupati Aceh Jaya, Zamzami A Rani kepada Serambi, Selasa (1/2) membenarkan pagar di badan jalan USAID, kawasan Desa Crakmong sudah dibongkar oleh aparat kepolisian bersama unsur Muspika di Sampoiniet, Senin (31/1). Pembongkaran ini dilakukan agar proses pengerjaan jalan oleh USAID tidak terganggu sedangkan penyelesaian sengketa diserahkan ke pengadilan.
Dalam penjelasan tambahannya kepada Serambi FM, kemarin, Zamzami mengatakan, kasus pemagaran badan jalan di Crakmong itu dikarenakan sengketa kepemilikan. Padahal, kata Zamzami, pihak pemerintah sudah membayar ganti rugi dengan mempedomani dasar surat yang dikeluarkan tim pembebasan tanah, baik tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. “Ternyata muncul bukti-bukti lainnya yang tak mungkin diselesaikan di tingkat kecamatan atau kabupaten. Agar proses pembangunan tak terkendala, kita arahkan penyelesaiannya ke pengadilan saja,” ujar Zamzami.
Ketua Badan Pengurus Masyarakat Transparansi Peduli Aceh Jaya (Mataradja), T Asrizal kepada Serambi mendesak pihak kepolisian segera menuntaskan persoalan ganti rugi tanah yang sudah masuk ke ranah hukum. “Jika tidak segera diselesaikan dipastikan akan semakin memperlambat proses penyelasaian proyek jalan USAID tersebut,” ujar Asrizal.
Asrizal juga mengingatkan semua pihak yang bersengketa agar lebih arif dalam bertindak dan senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat banyak namun bukan berarti menghilangkan hak seseorang.
Jembatan Kartika
Terkait dengan rusaknya kembali jembatan Kartika di Desa Lamdurian, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, menurut Kadis Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh, Muhyan Yunan disebabkan muatan truk yang melintas sudah melebihi kapasitas atau daya tahan lantai dan tulang jembatan.
“BMCK sudah pernah memperbaiki lantai jembatan dan menambah enam pilar besi baja sebagai penyangganya. Tapi karena tulang jembatannya sudah tua, ketika dilintasi truk-truk overtonase, balok besi bajanya patah,” kata Muhyan Yunan, menjawab Serambi, Selasa (1/2).
Menurut Muhyan, pihaknya sudah melaporkan hal itu kepada Sangyong dan rekanannya bersama Zidam IM untuk secepatnya memperbaiki jembatan Lamdurian agar arus transportasi barang ke pantai barat kembali lancar.
Wakil Ketua DPRA Bidang Infrastruktur, Drs H Sulaiman Abda mengatakan, perbaikan jembatan Lamdurian tahun lalu menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar. Daya tahan jembatan tersebut hanya 20-30 ton. Ternyata banyak truk yang melintas berbobot hingga di atas 40 ton. “Wajar saja rusak lagi,” kata Sulaiman.
Sulaiman berharap perbaikan jembatan itu bisa segera dilakukan. “Pihak Sangyong selaku kontraktor yang mengerjakan proyek jalan USAID juga diharapkan bisa secepatnya menanggulangi masalah ini,” demikian Sulaiman.(c45/nas/her)
http://aceh.tribunnews.com/files/photos/xlarge/e5a300d3239873c185cb9864dbc45b62e640ac80.jpg
anja sadiqa February 3rd, 2011, 10:28 AM Rumah Dinas Anggota DPRA
http://aceh.tribunnews.com/files/photos/xlarge/e4167a81ff53da088c359f3c8bd17056ee37411b.jpg
ilmoe February 5th, 2011, 07:36 AM UN KNOW PROJEC DI LAMPRIT KAYAKNYA HOTEL
DARI SAMPING
http://img530.imageshack.us/img530/2994/foto0527o.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
DARI BELAKANG
http://img337.imageshack.us/img337/7027/foto0563m.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
DARI DEPAN
http://img208.imageshack.us/img208/3899/foto0566b.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
DARI ARAH TIMUR
http://img249.imageshack.us/img249/56/foto0583n.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
DARI JEMBATAN PENYEBERANGAN
http://img831.imageshack.us/img831/2279/foto0586j.jpg By nagan (http://profile.imageshack.us/user/nagan) at 2010-12-19
dengar2 sih ini emang mau bangun hotel, masih grupnya medinah hotel, kalo ndak salah namanya mecca hotel.....
Bungong kaye February 6th, 2011, 07:43 AM dengar2 sih ini emang mau bangun hotel, masih grupnya medinah hotel, kalo ndak salah namanya mecca hotel.....
dan mungkin bkal lagi ada Nabawi hotel lagi yah? hehehe... Medina Hotel koq Musalalnya dekat toilet ? trus tp wudhunya juga tuch, byar orang ngebayanginnnya kata Medina gitu......:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:
anja sadiqa February 7th, 2011, 04:46 AM ya tapi kayaknya lama banget progressnya, liat tuch sudah pada bersemak pagar pengamanya.
Bungong kaye February 9th, 2011, 04:51 AM Bang anja napa yah orang BNA ngak suka forum ini ?
anja sadiqa February 9th, 2011, 07:54 AM Wed, Feb 9th 2011, 09:59
Dubes Italia Tinjau Proyek Pelabuhan Lampulo
* Janji Akan Lanjutkan Bantuan
Kutaraja
BANDA ACEH - Duta Besar (Dubes) Italia untuk Indonesia Roberto Palmieri, berjanji akan kembali membantu pembangunan Aceh di tahun mendatang sebagaimana yang telah dilakukan selama ini. Hal ini disampaikannya saat pertemuan dengan Pejabat Pemerintah Aceh yang diwakili Asisten II Setda Aceh T Said Mustafa di ruang kerja Gubernur Aceh, Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (8/2).
Rombongan Dubes Italia tiba di Aceh kemarin pagi guna memantau proyek pembangunan Pelabuhan Perikanan Lampulo, Banda Aceh. Pembangunan pelabuhan ini diperkirakan menelan dana sekira Rp 451 miliar. Hingga kini telah terealisasi sebesar Rp 195 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 99,33 miliar merupakan bantuan Pemerintah Italia melalui program Dept Swap (penghapusan utang Italia kepada Indonesia).
“Saya melihat, beberapa tahun terakhir banyak kemajuan di Aceh. Kami senang Aceh mengalami kemajuan pesat pascatsunami. Karena itu kami memutuskan akan kembali bekerjasama membantu Aceh di tahun mendatang. Namun mungkin tak lagi fokus di Banda Aceh saja,” kata Roberto Palmieri.
Saat pertemuan dengan Asisten II dan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dubes Italia menandatangani prasasti yang nantinya akan dipajang di Pelabuhan Perikanan Lampulo, Banda Aceh, sebagai bukti Italia telah membantu pembangunan pelabuhan itu. Said Mustafa menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Italia karena telah membantu Aceh. Usai melihat pembangunan pelabuhan Lampulo, Dubes bersama rombongan kembali ke Jakarta kemarin sore.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Ir Razali MSi mengatakan, Pelabuhan Lampulo merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Aceh dan merupakan UPTD dari DKP Aceh. Pemerintah Aceh menggagas pelabuhan yang terletak di lahan seluas 50 hektare ini menjadi pelabuhan ikan samudra yang strategis.
Dikatakan, pembangunan Pelabuhan Lampulo dilaksanakan bertahap. Sebelumnya proyek ini masuk dalam blueprint BRR yang dilanjutkan oleh BKRA. Kini sebagian sarana pendukung telah tersedia seperti pemecah ombak dan akses jalan, pagar keliling TPI, dermaga, gedung TPI, sumur bor, dan sejumlah fasilitas lainya.
Meski demikian, lanjut Razali, proyek ini masih butuh banyak biaya yakni sekira Rp 200 miliar lebih lagi, khususnya untuk fasilitas operasional. Guna menyiasati kelanjutannya, Pemerintah Aceh berharap sisanya akan dibantu Pusat melalui dana APBN. Seiring itu Pemerintah Italia diharapkan juga kembali membantu.
“Kita berharap Pemerintah Italia masih mau melanjutkan program bantuannya. Jika dana memadai, kemungkinan pelabuhan samudera ini akan beroperasi secara maksimal di tahun 2013, dan ini akan menjadi salah satu pelabuhan ikan strategis di kawasan barat Indonesia,” kata Razali. (gun)
Cetak Berbagi di Facebook List Berita Halaman Depan
Bungong kaye February 10th, 2011, 05:40 AM Progres Pembangunan Pasar Aceh tradisional Modern.
http://img573.imageshack.us/img573/4901/copyoffoto0750.jpg (http://img573.imageshack.us/i/copyoffoto0750.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Gedung Parkir bertingkat yang sudah memasuki lantai 2
http://img842.imageshack.us/img842/5710/copyoffoto0754.jpg (http://img842.imageshack.us/i/copyoffoto0754.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Gedung BPKP
http://img545.imageshack.us/img545/1337/foto0824.jpg (http://img545.imageshack.us/i/foto0824.jpg/)
anja sadiqa February 11th, 2011, 03:53 AM Sekali lagi tentang Kantor Walikota Banda Aceh.
http://img23.imageshack.us/img23/1464/foto0735.jpg (http://img23.imageshack.us/i/foto0735.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Dari Jauh
http://img51.imageshack.us/img51/2306/foto0728n.jpg (http://img51.imageshack.us/i/foto0728n.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
eurico February 11th, 2011, 03:57 AM ^^ keren papan namanya ada huruf arab nya, apakah tiap papan nama kantor2 di Aceh ada huruf arabnya juga?
ilmoe February 12th, 2011, 08:00 AM dengar2 2011 akan ada progres pembangunan 2 hotel di kawasan Prov Aceh, katanya 1 resort dan 1 hotel bintang lima, yg resort masih grupnya The Pade Hotel akan dibangun di kawasan pantai Gapang, Weh Island. Sedangkan hotel bintang lima, info nya masih abu2...katanya daerah Darussalam, tp gak tau grupnya apa....kalo ada yg punya info dan rendernya mohon di share ya.. :D
anja sadiqa February 14th, 2011, 03:17 AM ^^ keren papan namanya ada huruf arab nya, apakah tiap papan nama kantor2 di Aceh ada huruf arabnya juga?
ya, sejak adanya otonomi khusus di aceh memana setiap papan nama diimbau untuk menggunakan juga dalam huruf arab jawo.:banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana:
anja sadiqa February 14th, 2011, 03:19 AM dengar2 2011 akan ada progres pembangunan 2 hotel di kawasan Prov Aceh, katanya 1 resort dan 1 hotel bintang lima, yg resort masih grupnya The Pade Hotel akan dibangun di kawasan pantai Gapang, Weh Island. Sedangkan hotel bintang lima, info nya masih abu2...katanya daerah Darussalam, tp gak tau grupnya apa....kalo ada yg punya info dan rendernya mohon di share ya.. :D
Woww. yang ditunggu-tunggu akhirnya bakal ada juga di Banda Aceh mudah-mudahan High Rise pertama ya. Oya, dapat kabar darimana ilmoe biyar kita cari rendernya sama-sama.:ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno:
Bungong kaye February 14th, 2011, 04:06 AM salah satu wilayah perkembangan baru Neusu Aceh
http://img263.imageshack.us/img263/3470/foto0783.jpg (http://img263.imageshack.us/i/foto0783.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
anja sadiqa February 16th, 2011, 04:40 AM Pusat Pasar Aceh
http://img208.imageshack.us/img208/2627/foto0745.jpg (http://img208.imageshack.us/i/foto0745.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img413.imageshack.us/img413/1306/foto0749v.jpg (http://img413.imageshack.us/i/foto0749v.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Dari luar
http://img688.imageshack.us/img688/1324/foto0751l.jpg (http://img688.imageshack.us/i/foto0751l.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Bungong kaye February 16th, 2011, 06:18 AM Pembangunan Kampus IAIN baru Banda Aceh
Master Plan
http://img34.imageshack.us/img34/4993/masterplanx.jpg (http://img34.imageshack.us/i/masterplanx.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
anja sadiqa February 21st, 2011, 03:50 AM dengar2 sih ini emang mau bangun hotel, masih grupnya medinah hotel, kalo ndak salah namanya mecca hotel.....
ternyata gedung ini liat kemarin sudah lantai ke tujuh mudah2an ja ada lantai selanjutnya.:tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd::tiasd:
anja sadiqa February 21st, 2011, 03:52 AM [QUOTE=Bungong kaye;72349855]Progres Pembangunan Pasar Aceh tradisional Modern.
http://img573.imageshack.us/img573/4901/copyoffoto0750.jpg (http://img573.imageshack.us/i/copyoffoto0750.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
pembangunannya juga sangat pesat, kemarin liat sudah lant
ai ke 3:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:
anja sadiqa February 21st, 2011, 06:36 AM http://img823.imageshack.us/img823/3571/9a76ce4d8b99cc8e80d1975.jpg (http://img823.imageshack.us/i/9a76ce4d8b99cc8e80d1975.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Puluhan kendaraan berhenti di lampu pengatur lalulintas di kawasan Jalan T Nyak Arif, Banda Aceh, Sabtu (19/2). Dalam lima tahun terakhir, jumlah kendaraan pribadi dan sepeda motor di Kota Banda Aceh meningkat tajam hingga menyebabkan lalu lintas di daerah ini sangat padat, bahkan sering mengalami kemacetan pada jam-jam sibuk.SERAMBI/BUDI FATRIA
anja sadiqa February 21st, 2011, 06:42 AM http://img526.imageshack.us/img526/9912/64c18183ce402e8bf11fded.jpg (http://img526.imageshack.us/i/64c18183ce402e8bf11fded.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
PASANG LAMPU JALAN
Kutaraja
Pekerja memasang lampu jalan di Jalan T Nyak Makam, kawasan simpang BPKP, Banda Aceh, Jumat (11/2). Selain lampu jalan, kawasan simpang BPKP masih membutuhkan lampu pengatur lalu lintas yang saat ini belum efektif, karena masih berpedoman pada lampu pengatur lalu lintas sebelum dibukanya jalan baru di kawasan Pango Raya. Sehingga sering terjadi kesemrawutan di persimpangan tersebut. SERAMBI/M ANSHAR
Bungong kaye February 21st, 2011, 07:59 AM http://img215.imageshack.us/img215/9599/foto0811j.jpg (http://img215.imageshack.us/i/foto0811j.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img690.imageshack.us/img690/1483/foto0813q.jpg (http://img690.imageshack.us/i/foto0813q.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Gedung FKIP Bantuan USAID
anja sadiqa February 22nd, 2011, 04:06 AM http://img208.imageshack.us/img208/3106/img0314ar.jpg (http://img208.imageshack.us/i/img0314ar.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img511.imageshack.us/img511/4530/img0315a.jpg (http://img511.imageshack.us/i/img0315a.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http:
//img507.imageshack.us/img507/5447/img0321a.jpg (http://img507.imageshack.us/i/img0321a.jpg/) Uploaded with
ImageShack.us (http://imageshack.us)
http:
//img254.imageshack.us/img254/4152/img0323a.jpg (http://img254.imageshack.us/i/img0323a.jpg/) Uploaded with
ImageShack.us (http://imageshack.us)
Pembangunan Jalan Lintas Barat Aceh Bantuan USAID
anja sadiqa February 23rd, 2011, 03:53 AM ternyata Meuligo Wali Nangroe masih adem2 saja tak ada kegiatan di lok proyek gw liat.
anja sadiqa February 23rd, 2011, 04:24 AM Rendering Gedung Biro Rektor IAIN Banda Aceh yang dubangun IDB yang baru, karang lagi kon agan.
http://img833.imageshack.us/img833/1039/birorektor.jpg (http://img833.imageshack.us/i/birorektor.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img59.imageshack.us/img59
Gedung Student Center
[IMG][URL=http://img59.imageshack.us/i/studentcentert.jpg/][IMG]http://img59.imageshack.us/img59/1382/studentcentert.jpg (http://img59.imageshack.us/i/studentcentert.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Bungong kaye February 28th, 2011, 04:44 AM http://img607.imageshack.us/img607/4850/foto0629.jpg (http://img607.imageshack.us/i/foto0629.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Depkumham Banda Aceh
anja sadiqa March 1st, 2011, 04:35 AM Rusunawa Banda Aceh
http://img20.imageshack.us/img20/9633/foto0657.jpg (http://img20.imageshack.us/i/foto0657.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img291.imageshack.us/img291/4598/foto0658x.jpg (http://img291.imageshack.us/i/foto0658x.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img291.imageshack.us/img291/4598/foto0658x.jpg (http://img291.imageshack.us/i/foto0658x.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
anja sadiqa March 2nd, 2011, 03:35 AM kAWASAN pANTE rIEK bANDA aCEH ( relokasi korban tsunami )
http://img189.imageshack.us/img189/5002/panteriek.jpg (http://img189.imageshack.us/i/panteriek.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
anja sadiqa March 2nd, 2011, 04:23 AM http://img683.imageshack.us/img683/3067/slago.jpg (http://img683.imageshack.us/i/slago.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Stadion Harapan Bangsa
anja sadiqa March 4th, 2011, 02:52 AM Bang anja hari ini ada pelelangan proyek pemerintah di harian serambi Indonesia, mudah-mudahan ada banyak proyek baru ya di Banda Aceh ?
anja sadiqa March 7th, 2011, 04:29 AM Kedai Kopi atau kerennya Café di Kota Banda Aceh
ditulis oleh : Novrizal
Foto: Novrizal
Dengan makin menjamurnya Kedai Kopi atau Café di kota Banda Aceh membuat saya menjadi ingin sedikit memberikan informasi mengenai Kedai – Kedai kopi yang tersebar di penjuru Kota Banda Aceh.
Daftar kedai kopi yang mempunyai istem jaringan Wi-Fi ada banyak dan kali ini hanya beberapa yang saya tuliskan, bukan karena yang tidak tertulis tempatnya tidak nyaman tetapi karena saya belum mendapatkan fotonya atau saya belum singgah (jadi bagaimana dikomentari?), jadi nanti setelah semua kedai kopi terfoto maka akan saya tambahkan datanya.
Wisata kedai kopi yang pertama adalah:
Coffe Bay
1. 1. Bay Café atau Coffee Bay terletak di jalan Iskandar Muda menuju arah Ulheu Lheu dari kota Banda Aceh. Disini tersedia bermacam minuman terutama standart kedai kopi yaitu kopi, sanger, kopi susu, teh tarik, soda badak dan lain sebagainya.
Mereka juga menyediakan makanan seperti Mie Aceh , dan nasi putih ayam penyet. Menu lainnya dapat langsung mencoba di Bay Café.
Situasinya sangat nyaman dengan angina laut dan pemandangan indah muara Ulheu Lheu.
2. 2. Chek Yukee. Terletak di pinggir kali Aceh atau juga terkenal dengan jalan pinggir kali Aceh. Sudah lama eksis dengan konsumen semua umur. Chek Yukee mempunyai lokasi dengan pemandangan sungai Krueng Aceh yang sangat terkenal. Mempunyai lahan parker yang luas dan saat ini telah diperbesar sampai 5 pintu toko.
five corner cafe
3. 3. Five Corner. Terletak pada lokasi Bundaran simpang lima. Mempunyai pemandangan langsung pada bundaran simpang lima. Lebih didominasi oleh para penikmat kopi dan sebagai tempat berjumpa yang strategis karena terletak di lokasi yang strategis.
4. 4. The helsinski Café. Terletak lokasi cukup strategis pada bundaran simpang lima disebelah Pizza Hut tepatnya jalan Tgk Daud beureueh. Disini sering diadakan konser music. Tersedia Wi-Fi
5. 5. Yellow Café. Lokasi bersebelahan dengan the Helsinski Café. Café baru di tahun 2010 dan mempunyai pengunjung yang tidak kalah dengan the Helsinski Café. Tersedia Wi-Fi
6. 6. The Tower Café. Terletak dilokasi sangat strategis pada jantung kota Banda Aceh tepatnya di lokasi Taman Sari jalan Tgk Ujung Rimba. Mempunyai tempat yang luas dan tersedia wi-fi. Disini juga tersedia menu makanan Ayam Penyet.
Black and White
7. Black and White Café. Terletak di jalan Teuku Umar tepatnya setelah Imperial Kitchen jika berangkat dari arah Mesjid Raya menuju Lhoknga. Black and White Café pertama yang menampilkan foto-foto artistic. Sebelumnya dilokasi ini pernah berdiri Pizza House dan sekarang telah berganti Kedai Kopi (CW Café lebih dikenal dikalangan anak muda).
8. 8. Dhapu Kupi. Terletak dilokasi strategis yaitu simpang Surabaya. Dhapu Kupi menyediakan Mie Aceh dan terkenal dengan Mie Midi. Dhapu Kupi menyediakan tempat luas bagi penikmat Kopi, dan mempunyai ruang shalat yang luas (menurut saya). Lokasi Dhapu Kupi adalah pada ruas jalan baru yang menuju wilayah Lampeuneurut . tersedia wi-fi . mereka juga menyediakan cendra mata khas Dhapu Kupi, dari korek api, baju, stiker dan lainnya. Pemasaran yang bagus.
9. Black Jack Café. Terletak di jalan Tgk Ujong Rimba Taman Sari. Satu jalan dengan Tower Café. BJ Café menempati bangunan lama (belanda) dan mempunyai lokasi unik karena bangunan tersebut adalah bangunan panggung. Tersedia wi-fi.
ring road cafe
19. Ring Road Café. Café baru yang banyak didatangi oleh penikmat kopi dan kuliner disebabkan mempunyai layanan yang baik dan cepat serta café ini masih tergolong baru. Mempunyai tempat parker yang luas dan lokasi strategis di dekat terminal angkutan umum yang baru yaitu jalan elak dari simpang Surabaya menuju Lampeunerut. Disini juga tersedia Mie Aceh (Mie Midi cabang). Wi-fi tersedia.
11. Solong. Saya menyebutkan the Master Coffe Shop. Ini kedai Kopi yang sudah cukup lama eksis. Mempunyai beberapa cabang. Solong (saya sebutkan the first) terletak di lokasi simpang tujuh Ulee Kareng. Mempunyai tempat yang luas. Mereka juga menjual dan menyediakan bubuk kopi sebagai oleh-oleh dan untuk diminum sendiri di rumah. Solong mempunyai pelanggan tetap dan dengan dibuka cabang Solong tetap eksis di Kota Banda Aceh dari persaingan antar Kedai Kopi.
12. Solong II. Terletak di jalan lingkar Soekarno Hatta. Berdekatan dengan Hotel The Pade. Solong II juga menjual bubuk kopi karena mereka cabang Solong.
13. Solong III terletak pada simpang Lamreung (jika saya tidak salah sabut) karena baru sekali saya ngopi disini. Lokasi tepatnya jalan lingkar baru dari arah simpang Surabaya menuju Lampeuneurut. Disini tersedia wi-fi.
14. Classic Café. Terletak di jalan lingkar baru (atau terkenal dengan ring road). Pada saat awal disini menampilkan live music, jumat Malam. Tetapi saat ini saya tidak tahu apakah masih ada. Untuk café baru sangat menarik disainnya dan kursinya diatur sehingga menjadi seperti Café sebenarnya.
Untuk Café lainnya akan saya tambahkan sekaligus setelah hunting foto semua Café di Banda Aceh tersedia. And See U Soon.
anja sadiqa March 11th, 2011, 05:22 AM eh, sepi banget thread ini. ,mana yang laen ?
Bungong kaye March 22nd, 2011, 05:16 AM Mon, Mar 21st 2011, 09:37
Puluhan Sumur di Surien Kering
* Diduga Akibat Pembangunan Kanal
Kutaraja
BANDA ACEH - Puluhan sumur milik masyarakat Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, dilaporkan kering. Kondisi yang tak lazim ditemui oleh masyarakat di gampong itu, sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Masyarakat menduga, hal ini disebabkan pembangunan kanal (selokan besar untuk mengantisipasi banjir) di kawasan gampong tersebut.
Informasi yang dihimpun Serambi, puluhan sumur warga yang kering berada tidak jauh dari lokasi pembangunan kanal. Mayoritasnya berada di Dusun Glumpang dan Dusun Teungoh. Menurut warga setempat, sumur menjadi kering karena air mengalir ke kanal, karena kanal tersebut lebih dalam dari sumur-sumur milik warga.
“Air sumur kering sampai ke dasar tanah seperti saat ini, tidak pernah kami alami, baik sebelum atau sesudah tsunami. Musim kemaraupun, sumur tidak kering seperti ini. Baru sekarang kami lihat selama dibangun kanal itu,” kata Ani (45), warga Surien, Minggu (20/3) sore.
Menurut ibu rumah tangga itu, pengerukan tanah pada pengerjaan kanal tersebut lebih dalam dibandingkan kedalaman sumur warga di dua dusun tersebut. Menurut Ani, rata-rata kedalaman sumur warga hanya empat hingga lima meter. “Karena penggalian di kanal lebih dalam, sehingga air di sumur warga yang lebih dangkal kanal itu langsung terserap,” kata Ani menduga.
Ia menyebutkan, kondisi itu telah disampaikan pada anggota DPRK Banda Aceh, aparat Gampong Surien serta petugas pengerjaan kanal. “Kami tidak ada rencana menghambat pengerjaan itu sedikit pun. Tapi, minimal kami masyarakat kecil yang terkena imbas dari pengerjaan itu juga perlu diperhatikan,” sebut Ani.
Ia menambahkan setelah beberapa warga setempat menyampaikan kondisi tersebut ke bagian pengerjaan proyek itu, mereka telah beberapa kali mendapatkan distribusi air dari PDAM. Tapi, menurutnya itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan minum dan masak. “Kalau untuk mandi terpaksa mencari ke rumah-rumah warga,” kata Ani dan berharap persoalan itu segera dicarikan solusinya.
Sementara itu, Keuchik Surien, Syahril Amin yang ditanyai persoalan tersebut mengaku sudah menerima keluhan warganya. Bahkan, sumur di rumahnya juga kering. “Kondisi ini memang tidak pernah kami alami. Dari permasalahan ini kami dan seluruh warga berharap bisa dicarikan solusinya. Minimal pendistribusian air yang mulai dilakukan bisa digunakan beberapa hari oleh warga, misalnya dengan diupayakan penyediaan semacam galon fiber besar, untuk stok kebutuhan air bagi warga yang membutuhkannya,” pinta Syahril.(mir)
anja sadiqa March 22nd, 2011, 05:48 AM http://img856.imageshack.us/img856/3170/unknowncemetry.jpg (http://img856.imageshack.us/i/unknowncemetry.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Kuburan Massal Tsunami Aceh
masaguseka28 March 22nd, 2011, 06:33 PM salam kenal saya eka forumer dr palembang, melihat thread ini sepertinya Banda Aceh bener2 sudah bangkit dan berkembang pesat ya skrg, apalagi melihat kemajuan infrastruktur nya, teman2 saya yang baru pulang dr Banda Aceh usai menghadiri Musyawarah Nasional Asian Law Students Association di FH-Unsyiah juga bilang kalau Banda Aceh sudah lebih baik dan lebih megah dari dulu, jd kepingin mampir ke sana, good job Aceh, teruslah membangun hidup Sumatera! :okay:
kalau boleh request saya pengen lihat kampus Unsyiah secara lengkap thanks sebelumnya sahabat-sahabat forumer aceh ;)
anja sadiqa March 23rd, 2011, 06:20 AM kenal kembali, silakan bergabung bersama kami. oya, masaus dan eka kami tunggu di Banda Aceh. Kita makan mie kepiting khas aceh plus kopi Ulka nanti di sana.
Bungong kaye March 25th, 2011, 01:47 AM Sepertinya hotel di lamprit bakal menjadi hotel yg besar mengingat lantainya trus brtambh tinggi, krang ja sdah lantai 7,it kah yg kan jd htel *5 prtama d banda aceh?
masaguseka28 March 25th, 2011, 07:21 AM kenal kembali, silakan bergabung bersama kami. oya, masaus dan eka kami tunggu di Banda Aceh. Kita makan mie kepiting khas aceh plus kopi Ulka nanti di sana.
amin trima kasih, doakan saja saya ada waktu dan rejeki lebih bwt jalan-jalan ke sana, temenin saya ya kalo jalan2 kesana bro anja hehe.. pnasaran juga sm rasa kopi acehnya yg legendaris itu :)
keep posting Aceh forumer, goodluck bwt perkembangan pembangunan di Banda Aceh dan sekitarnya :okay:
Bungong kaye March 26th, 2011, 04:50 AM xalo bungong justru mau ngajakin makan mie kepiting khas aceh di ule lhe seafood resto.
Bungong kaye March 26th, 2011, 04:54 AM Thu, Mar 24th 2011, 10:02
Pemko Gelar Musrenbang
Kutaraja
BANDA ACEH - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banda Aceh menggelar Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Kota (RKPK) Banda Aceh 2012, di Aula Balai Kota Banda Aceh, Rabu (23/3). Tujuannya, mencari masukan rancangan awal RKPK Banda Aceh yang memuat prioritas pembangunan kota, pagu indikatif pendanaan SKPK, dan rancangan alokasi dana gampong.
Musrenbang dibuka Wali Kota Banda Aceh, Mawardy Nurdin dan dihadiri unsur DPRK, kepala SKPK, Kepala Bagian, Camat, BUMN/BUMD, LSM, dan unsur-unsur perwakilan perempuan.
Mawardy mengatakan, musrenbang mempunyai peranan dan fungsi yang penting dan strategis dalam rangka mesinkronisasikan visi dan misi dengan program kegiatan pembangunan Kota Banda Aceh. Ia berharap, peserta musrenbang, dapat menghasilkan sebuah rancangan perencanaan yang benar-benar tepat sasaran dan tepat guna dalam Perencanaan Pembangunan Kota Banda Aceh ke depan.
“Output yang diharapkan dari pelaksanaan musrenbang hari ini yaitu kesepakatan tetang rumusan yang menjadi masukan utama untuk pemutakhiran rancangan RKPK Banda Aceh dan rancangan kerja SKPK kita dalam bentuk dokumen RKPK 2012,” ucapnya.
Imum mukim
Secara terpisah, kemarin, Wali Kota melantik Imum Mukim Tgk Dianjong periode 2011-2015, Drs Mukhtar Tawi, mengantikan Fadil Karim. Pelantikan berlangsung di Masjid Tgk Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja. Pada kesempatan itu, Mawardy meminta perangkat gampong dapat menghidupkan kembali pengajian, agar masyarakat terhindar dari bahaya pendangkalan aqidah.(c47)
DJ_Archuleta March 26th, 2011, 04:50 PM Salam kenal forumer2 Aceh, saya salah satu forumer dari Batam. Teman saya yang lulusan planologi bilang kalo tata kota di Indonesia ga karuan
cuma skrg yg dah bagus tata kotanya NAD pasca tsunami, bahkan bisa dibilang lebih baik dari JKT yang makin amburadul.. Good Job Aceh! :okay:
Hidup Sumatera!!
anja sadiqa March 26th, 2011, 05:15 PM Thank.atas pujiannya, memang perubahan tata kota banda luar biasa, tp perubhan it jga brpngaruh thd lif stile masy dsana.
anja sadiqa March 28th, 2011, 07:24 AM http://aceh.tribunnews.com/files/photos/medium/87f5abce248b8418bd08e8d3741975d29d60a9f6.jpg
Mon, Mar 28th 2011, 10:31
Format APBK-APBA Sangat Berbahaya
* Membuat Belanja yang Tinggi untuk Tujuan Politis
Utama
Perkiraan Perbandingan Belanja APBK dengan Penerimaan dari Pusat 201
BANDA ACEH - Kondisi keuangan kabupaten/kota termasuk provinsi yang tercermin dalam APBK maupun APBA dinilai oleh para pakar ekonomi sangat berbahaya karena tidak sesuai antara kebutuhan yang telah direncanakan dengan kemampuan penerimaan daerah.
Ekonom dari Unsyiah, Dr Nazamuddin mengatakan, untuk mengatasi krisis keuangan daerah, eksekutif dan legislatif harus melakukan rasionalisasi dalam menyusun belanja pembangunan. Maksudnya, kata Nazamuddin, usulan besaran belanja harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang bisa dicapai pada akhir tahun. Nazamuddin menawarkan solusi antara lain efisienkan penggunaan belanja rutin pegawai, operasional kantor, dan belanja dewan.
Menurut Nazamuddin, kemampuan PAD terhadap pendapatan dan belanja daerah juga sangat kecil, berkisar 2,5-10 persen atau jauh di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai 20 persen.
Terjadinya krisis keuangan di kabupaten/kota selama ini, kata Nazamuddin karena legislatif dan eksekutifnya terlalu bernapsu membuat belanja yang tinggi untuk tujuan politis, tapi kemampuan penerimaan PAD sangat rendah, termasuk provinsi.
Nazamuddin mencontohkan format APBA 2011. Menurutnya, jika dibanding dengan penerimaan dari pusat tahun ini yang hanya Rp 5,5 triliun, idealnya RAPBA 2011 cukup pada besaran Rp 6,8 triliun. Ini dimaksudkan agar selisih antara belanja dengan penerimaan bisa ditutupi dengan PAD, Silpa tahun lalu atau sisa tender dan penerimaan sah lainnya. “Kalau selisihnya terlalu jauh, akan menyulitkan penyusunan RAPBA tahun berikutnya. Tapi kalau penerimaan sumber lokalnya bisa mencapai target dan dapat menutupi selisih penerimaan tersebut, silakan,” tandasnya.
Dililit utang
Penilaian yang lebih kurang sama disampaikan pakar Akutansi Fakultas Ekonomi Unsyiah, Dr Hasan Basri. Menurutnya, usulan belanja pembangunan yang disahkan DPRK pada 2011 ini umumnya belum mencerminkan kemampuan penerimaan keuangan daerahnya masing-masing. “Akibatnya banyak usulan program baru yang telah disahkan dalam APBK tidak bisa dilaksanakan, karena kondisi keuangan dalam posisi bahaya, seperti terlilit utang uang bank dan banyak proyek yang telah dikerjakan rekanan belum terbayar,” kata Hasan Basri kepada Serambi, Minggu (27/3).
Terkait dengan kondisi keuangan di kabupaten/kota, Pakar Akutansi Fakultas Ekonomi Unsyiah, Dr Hasan Basri mencontohkan Kabupaten Bireuen dan Pemko Langsa yang hingga kini belum mengesahkan RAPBK 2011, karena keuangan daerah bermasalah.
Pemkab Bireuen, kata Hasan terlilit utang proyek dengan pihak rekanan dan masyarakatnya sebesar Rp 30 miliar. Bupati dan Ketua DPRK Bireuen menyampaikan laporan tunggakan proyek APBK 2008-2010 kepada gubernur dengan harapan pihak provinsi bisa membantu.
Kondisi serupa juga dihadapi Pemko Langsa yang juga belum mengesahkan RAPBK 2011. Pemko Langsa tahun ini juga harus membayar utang yang telah jatuh tempo Rp 21,8 miliar ke Bank BPD Aceh. Wali Kota Langsa juga minta bantu gubernur. “Kalau kita hitung dari tahun lalu, sudah tiga daerah yang mengalami masalah keuangan sangat parah dan minta pemerintah provinsi menalangi krisis keuangan tersebut, yaitu Pemkab Aceh Utara, Pemkab Bireuen, dan Pemko Langsa,” ujar Hasan Basri.
Menurut jebolan University Sain Malaysia itu, berdasarkan analisa pihaknya, kesulitan keuangan yang sama bisa terjadi pada 20 kabupaten/kota lain. Sebab, kata Hasan Basri, antara belanja yang diusul dalam APBK 2011 dengan sumber penerimaan dari pusat seperti DAU, DAK, DBH Pajak, DBH Migas, dana penyesuaian dan penerimaan lainnya yang sah terjadi selisih yang sangat jauh. Contohnya, Aceh Utara menetapkan belanja pembangunan 2011 mencapai Rp 1,073 triliun, sedangkan penerimaan dari pusat cuma Rp 691,3 miliar atau terjadi selisih Rp 382,5 miliar
Seharusnya, kata Hasan, selisih ini harus dicari atau ditutupi dengan sumber pendapatan asli daerah (PAD), Silpa, dan sumber penerimaan sah lainnya. Format APBK Aceh Timur juga menunjukkan kemiripan. Belanja pembangunan diusul Rp 700,703 miliar sedangkan penerimaan dari pusat Rp 606,872 miliar atau terjadi selisih Rp 93,8 miliar.
Data dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (DPKKA), kemampuan penerimaan PAD Aceh Timur 2010 hanya Rp 9,3 miliar. “Kalau realisasi PAD-nya hanya sebesar itu, tahun depan daerah ini bakal mengalami kesulitan keuangan yang lebih parah lagi,” ujar Hasan Basri. Fakta yang terjadi saat ini, lanjut Hasan Basri, target PAD dibengkakkan tiap tahun untuk tujuan politis, sedangkan realisasinya jauh di bawah target.(her)
acoolguyfromnz March 31st, 2011, 10:03 AM Kok bisa belanja lebih?
Bungong kaye April 1st, 2011, 07:34 AM Itlah yg jd tanda? Mgkn mau pilkada x ya?
ceudah April 2nd, 2011, 04:20 AM Salam kenal forumer2 Aceh, saya salah satu forumer dari Batam. Teman saya yang lulusan planologi bilang kalo tata kota di Indonesia ga karuan
cuma skrg yg dah bagus tata kotanya NAD pasca tsunami, bahkan bisa dibilang lebih baik dari JKT yang makin amburadul.. Good Job Aceh! :okay:
Hidup Sumatera!!
makasih atas pujiannya...mohon masukan lagi biar kami bisa lebih baik...:D
ceudah April 2nd, 2011, 04:32 AM Melihat kemacetan yang makin parah pada jam2 tertentu di beberapa titik di banda Aceh, sudah saatnya jalan lingkar Banda Aceh di Bangun...(dr doeloe cuma ada maketnya doank)..
atau jangan2 pembebasan tanah sudah di mulai tp tdk dibikin heboh biar harga tanah gk naek?
satu lagi, Trans kutaraja apa jadi beroperasi tahun 2011 ini? kami sangat berharap agar pengganti robur ini lebih manusiawi, tidak seperti damri saat ini.
anja sadiqa April 2nd, 2011, 06:11 AM Melihat kemacetan yang makin parah pada jam2 tertentu di beberapa titik di banda Aceh, sudah saatnya jalan lingkar Banda Aceh di Bangun...(dr doeloe cuma ada maketnya doank)..
atau jangan2 pembebasan tanah sudah di mulai tp tdk dibikin heboh biar harga tanah gk naek?
satu lagi, Trans kutaraja apa jadi beroperasi tahun 2011 ini? kami sangat berharap agar pengganti robur ini lebih manusiawi, tidak seperti damri saat ini.
ole2a mana ceudah? Kan sdah lma mnigalkan thread ni.. Upload foto trbru dong ttg bna?
Bungong kaye April 4th, 2011, 10:43 AM Melihat kemacetan yang makin parah pada jam2 tertentu di beberapa titik di banda Aceh, sudah saatnya jalan lingkar Banda Aceh di Bangun...(dr doeloe cuma ada maketnya doank)..
atau jangan2 pembebasan tanah sudah di mulai tp tdk dibikin heboh biar harga tanah gk naek?
satu lagi, Trans kutaraja apa jadi beroperasi tahun 2011 ini? kami sangat berharap agar pengganti robur ini lebih manusiawi, tidak seperti damri saat ini.
wow ide bgus, mskpun sdah trlmbat.
ceudah April 4th, 2011, 03:15 PM ole2a mana ceudah? Kan sdah lma mnigalkan thread ni.. Upload foto trbru dong ttg bna?
itulah masalahnya, saia lagi tidak di Banda Aceh...sedang di negeri orang :D
anja sadiqa April 4th, 2011, 03:49 PM un, Apr 3rd 2011, 09:37
Sejumlah Bangunan Akan Direvitaslisasi
Kutaraja
Bangunan tua di Jalan Tgk Daud Bereueh, Simpang Lima, Banda Aceh akan direvitalisasi Pemko Banda Aceh untuk dijadikan pusat informasi wisata dan galeri/museum kecil yang memamerkan barang-barang seni bersejarah. Foto direkam Sabtu (2/4). SERAMBI/SANIAH LS
BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh tahun ini akan melakukan revitaslisasi sejumlah bangunan dan kawasan yang memiliki nilai sejarah di kota tersebut. Salah satunya, Rumah Residen di kawasan Simpang Lima, akan dijadikan pusat informasi wisata dan museum mini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Reza Fahlevi kepada Serambi, Sabtu (2/4) menyebutkan, revitalisasi Rumah Residen tersebut diperkirakan menelan dana sebesar Rp 900 juta yang bersumber dari dana Otsus dan Migas.
“Tempat itu akan kita jadikan pusat informasi wisata dan galeri atau museum kecil yang memamerkan barang-barang seni dan besejarah. Kita juga menyiapkan pelaminan Aceh agar para turis bisa berfoto menggunakan pakaian adat Aceh di tempat itu,” kata Reza.
Selain itu, sambung Reza, Pemko juga akan merevitalisasi dan mempertahankan kawasan Peunayong sebagai kota tua di Banda Aceh. Program ini diperkirakan menghabiskan dana lebih besar, yakni sekitar Rp 2 miliar. “Tahun ini akan dilakukan penataan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menuturkan, di kawasan Peunayong yang masih terlihat toko-toko tua di Jalan Ahmad Yani, akan direvitalisasi sehingga benar-benar terkesan seperti kota tua yang ramai dan megah.
Reza mengatakan, gagasan itu sudah lama direncanakan Pemko Banda Aceh, dan baru tahun ini akan direalisasikan. Selain di Peunayong dan Rumah Residen, katanya lagi, Pemko Banda Aceh secara bertahap juga berencana merevitalisasi bangunan-bangunan tua lainnya.
“Semoga dengan ditata kembali bangunan-bangunan tua itu, akan menambah objek wisata di Kota Banda Aceh yang akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” harapnya.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Bappeda Kota Banda Aceh, Ir Bahagia Dipl SE, mengatakan dana yang diplotkan program kegiatan tahun 2011 untuk sektor pariwisata sebesar sekitar Rp 16 miliar. Dana itu bersumber dari APBK, Otsus, dan Migas.(c47)
Bungong kaye April 5th, 2011, 08:51 AM itulah masalahnya, saia lagi tidak di Banda Aceh...sedang di negeri orang :D
ai thing yu sur in malay?itis alright?
acoolguyfromnz April 5th, 2011, 09:20 AM Saya senang sekarang org sudah mulai sadar betapa penting tata kota. Tata kota itu ibarat mendesign interior dan exterior sebuah restaurant atau tempat dagang agar menarik pembeli.
Potensi besar sekali karena Aceh dekat dgn Singapura dan Malaysia. Tinggal benefit dan suasana spt apa yg bisa di tawarkan ke Malaysia dan Singapura yg tdk bisa mereka temui di tempat lain.
Kalau mau jadi pusat kajian Islam, tentu Aceh harus lebih baik sistem pendidikan Islamnya dari pada timur tengah. Kalau gak bisa lebih baik, sulit utk mencuri porsi ekonomi timur tengah.
So show us your dream, Aceh....
anja sadiqa April 6th, 2011, 02:08 PM Saya senang sekarang org sudah mulai sadar betapa penting tata kota. Tata kota itu ibarat mendesign interior dan exterior sebuah restaurant atau tempat dagang agar menarik pembeli.
Potensi besar sekali karena Aceh dekat dgn Singapura dan Malaysia. Tinggal benefit dan suasana spt apa yg bisa di tawarkan ke Malaysia dan Singapura yg tdk bisa mereka temui di tempat lain.
Kalau mau jadi pusat kajian Islam, tentu Aceh harus lebih baik sistem pendidikan Islamnya dari pada timur tengah. Kalau gak bisa lebih baik, sulit utk mencuri porsi ekonomi timur tengah.
So show us your dream, Aceh....
sya kra kta smua stuju dg hal itu, tp sprtnya pmerntah msh krg tgas ttg tata kota, shngga pmbngnan swtu kota brjlan apa adanya.
acoolguyfromnz April 6th, 2011, 06:45 PM Tinggal cari org yg tepat, punya kemampuan dan tentu bertangan dingin.
Aceh kedepan harus mencari strategy bisnis yg wow yg membeddakan aceh dgn daerah2 lain. Kalau mau berkembang Aceh itu harus spt kelola spt signature food yg di buat top chef sebuah hotel ternama yakni harus ada faktor appearance (tata kota, sarana transportasi, infrastruktur), taste yg unique (specialisasi aceh dalam business strategy e.g kota finance di asia, atau kota garmen di asia dsb yg tdk di temui di tempat lain), service (skill dan kreatifitasan penduduknya di upgrade) serta more fun. That's what we call "creating future demand"
Kalau tdk berbeda, sulit buat Aceh utk mendapatkan porsi ekonomi yg besar. Faktor fun dalam kreatifitasan dalam hal positif juga perlu rakyat jadi lebih produktif.
Tata kota yg baik dgn banyak botany garden tentu bisa mengurangi masalah di kemudian hari spt kebakaran, atau naiknya angka kriminal dan tentu menaikkan produktifitasan penduduknya.
Just my 2 cent.
anja sadiqa April 7th, 2011, 06:05 AM Harian serambi indonesia hari ini memberitakan tt recana pemko BNA untuk membagun 3 Fly Over di BNA yakni di Simpag Surabaya, Darussalam, dan Simpang jambo Tape kalo gak salah. dan ini mendeak kranya ya ?
Bungong kaye April 8th, 2011, 06:37 AM ini yah beritanya !!!!!!
Thu, Apr 7th 2011, 10:19
Pemko Butuh Rp 450 M Bangun Fly Over
Kutaraja
BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh sudah lama merencanakan pembangunan tiga fly over (jembatan/jalan layang) untuk meminimalisir menghindari kemacetan lalulintas. Namun, hingga tahun ini rencana tersebut belum juga terwujud, karena dana yang dibutuhkan sebesar Rp 450 miliar belum tersedia.
Pelaksana Harian (Plh) Kadis Bina Marga dan Cipta Karya Kota Banda Aceh, Ir Jalaluddin MM, kepada Serambi Rabu (6/4) menyebutkan, tiga fly over yang direncanakan yaitu di Simpang Surabaya, Simpang Jambo Tape, dan Simpang Rukoh, Darussalam. “Meski hingga kini belum ada dana, tapi pembangunan tiga flay over itu dinilai mendesak untuk dapat direalisasikan,” kata Jalaluddin.
Ia menyebutkan, untuk mempercepat proses pembangunan fly over tersebut, Pemko Banda Aceh sudah mengusulkan ke Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat agar mendapat perhatian serius. Ia menambahkan, saat ini yang paling mendesak adalah pembangunan fly over di Simpang Surabaya. Untuk rencana ini, kata Jalaluddin, pihaknya sudah mendapat dukung legislatif.
Ketua Komisi C DPRK Banda Aceh, Muhammad Nasir Arfan misalnya. Ia menyatakan dukungannya agar pembangunan fly over itu segera diwujudkan. “Tapi karena dana yang dibutuhkan banyak, kami berharap bantuan pemerintah provinsi dan pusat,” ujarnya.
Kecuali itu, Nasir Arfan juga mengatakan pihaknya bersama eksekutif terus berupaya memperluas lapangan kerja demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga terus mengawasi dan memantau agar pembangunan Pasar Aceh bisa rampung dan bisa dimanfaatkan akhir 2011.(awi)
anja sadiqa April 11th, 2011, 05:31 AM http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/15948159.jpg
Tsunami Disaster Building BNA
anja sadiqa April 12th, 2011, 05:07 AM Pemprov usulkan kota mandiri
Warta
WASPADA ONLINE
BANDA ACEH - Pemerintah Aceh mengajukan kepada Pemerintah Pusat guna mendukung dibentuknya kota kecil mandiri. Menurut Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar usulan tersebut berguna mempercepat kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
"Kami berharap program kota kecil mandiri dari daerah padat penduduk ke daerah yang belum ada penduduk dapat diwujudkan oleh Pemerintah Pusat bersama Pemerintah daerah," katanya di Banda Aceh, sore ini.
Nazar mengatakan, pihaknya mengusulkan sekitar tujuh kabupaten/kota di kawasan tengah-tenggara, utara dan barat-selatan untuk dibangun kota kecil mandiri yang diajukan melalui dana APBN.
"Kami telah mengajukan kabupaten/kota yang memiliki lahan untuk dibangun sebuah kota kecil yang jaraknya jauh dari daerah padat penduduk," katanya.
Dijelaskannya, kehadiran kota kecil mandiri tersebut akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menyusul adanya ketersediaan lapangan kerja saat kota tersebut berkembang.
"Pemerintah daerah bersama Balai Latihan Kerja (BLK) juga akan melatih ketrampilan masyarakat agar bisa mandiri sehingga angka pengangguran dapat terus menurun di masa mendatang," katanya.
Pihaknya berharap dengan kunjungan anggota Komisi IX DPR tersebut dapat mewujudkan program kota kecil mandiri, sehingga upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat di Aceh dapat terlaksana.
Sementara itu, Ketua rombongan Komisi IX DPR Irgan Chairul Mahfiz mengatakan pihaknya akan berupaya untuk memperjuangkan program tersebut sehingga bisa dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia.
"Kami bersama dengan kementerian terkait akan berusaha untuk mewujudkan program kota kecil mandiri itu," demikian Irgan.
ilmoe April 12th, 2011, 11:35 AM Woww. yang ditunggu-tunggu akhirnya bakal ada juga di Banda Aceh mudah-mudahan High Rise pertama ya. Oya, dapat kabar darimana ilmoe biyar kita cari rendernya sama-sama.:ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno::ohno:
infonya dari teman ane, hotelier banda aceh, dia pun katanya masih dengar2 aja.... :banana:
Bungong kaye April 12th, 2011, 04:00 PM infonya dari teman ane, hotelier banda aceh, dia pun katanya masih dengar2 aja.... :banana:
mgkn hotel yg d lamprit itu ngak? Coalnya kmrn liat udah+lg lantainya, udah lantai k 7 trmsuk basment, tp yg heran ngak pakk crane.
Bungong kaye April 13th, 2011, 05:26 AM http://img821.imageshack.us/img821/451/foto1127.jpg (http://img821.imageshack.us/i/foto1127.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
progres pembangunan pusat pasar aceh
Bungong kaye April 13th, 2011, 05:39 AM http://img832.imageshack.us/img832/5559/foto1159n.jpg (http://img832.imageshack.us/i/foto1159n.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Progres pembangunan jalan Banda Aceh - Calang bantuan USAID
Bungong kaye April 13th, 2011, 06:54 AM Jembatan Menuju Bandara SIM ( Silatan Iskandar Muda )
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/217386_106766376075144_100002253475749_76855_7986020_n.jpg
Foto oleh Erwin Agency
anja sadiqa April 13th, 2011, 06:59 PM Nice pic.
Bungong kaye April 15th, 2011, 09:29 AM Itu pic gw ambl dr erwin agency
anja sadiqa April 17th, 2011, 01:58 PM http://img832.imageshack.us/img832/5559/foto1159n.jpg (http://img832.imageshack.us/i/foto1159n.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Progres pembangunan jalan Banda Aceh - Calang bantuan USAID
jalan belum siap dkrjakan, tp dblakang sdah rusak lg.
Bungong kaye April 18th, 2011, 04:57 AM HARI INI ADA BERITA BARU DI HARIAN SERAMBI INDONESIA TENTANG RANCANGAN PEMBANGUNAN MEGA PROYEK YANG DIUSULKAN OLEH wAGUB YAITU SENILAI 10 TRILYUN
anja sadiqa April 18th, 2011, 07:19 AM Mon, Apr 18th 2011, 10:42
Raker Master Plan MP3EI di Istana Bogor
Aceh Usulkan Mega Proyek Rp 10 T
* Ingin Bebas dari Ketergantungan pada Sumut
Utama
JAKARTA - Aceh mengusulkan empat item mega proyek senilai Rp 10 triliun dalam master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia atau MP3EI. Usulan tersebut disampaikan pada rapat kerja lanjutan MP3EI yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Senin (18/4).
Usulan itu dimaksudkan sekaligus untuk membebaskan Aceh dari ketergantungan dengan Medan (Sumatera Utara). Empat item yang diusulkan itu meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan perikanan yang akan didanai dari hulu hingga ke hilir, termasuk industri prosesing serta pemasaran produk-produknya.
Demikian disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar menjawab Serambi di Jakarta, Minggu (17/4), sehubungan dengan proposal Aceh yang akan disampaikan dalam rapat kerja pembahasan MP3EI. “Usulan kita mencapai Rp 10 triliun. Agar pertumbuhan dan partisipasi masyarakat serta dunia usaha terjadi secara masif,” ujar Muhammad Nazar, yang mengakui telah mengkoordinasikan usulan tersebut dengan seluruh Kepala SKPA.
Realisasi MP3EI dimulai 2011 ini, sumber pembiayaan berasal dari dana investasi BUMN strategis dan kalangan swasta besar. “Dengan terwujudnya usulan ini, Aceh akan mampu membebaskan diri dari ketergantungan kepada Medan seperti yang selama ini terjadi,” tukas Wagub Muhammad Nazar.
Dalam raker itu, Wagub mengajukan tujuh mega program untuk dimasukkan dalam MP3EI. Di antaranya Aceh sebagai lumbung pangan nasional dalam implementasi yang menyeluruh seperti sektor industri pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan perikanan. Usulan lainnya adalah revitalisasi industri strategis milik negara maupun swasta yang ada di pantai utara, PIM, KKA, AAF, Aromatic, reutilisasi kilang LNG Arun, mobilisasi dana dan investasi untuk kawasan Pelabuhan Bebas Sabang, pembangunan jembatan penghubung Pulo Aceh dengan Banda Aceh, mobilisasi dana dan investasi untuk KAPET (Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu) serta pembangunan highway Banda Aceh hingga perbatasan Sumut. Sedangkan ke pantai Barat Selatan sudah diarahkan pembangunan jalan dan jembatan dengan dana donor asing dan APBN, seperti halnya jalan lintas tengah.
Usulan itu langsung direspon oleh Presiden SBY pada pidato penutupan raker, dengan prioritas memasukkan Aceh sebagai lumbung pangan nasional dalam arti menyeluruh. Sedangkan usulan-usulan lain diakomodir melalui skema ekonomi lain.
Menindaklanjuti masuknya Aceh dalam MP3EI itu Wagub Nazar melakukan langkah-langkah persiapan bersama para kepala SKPA, dan telah melaporkannya kepada Gubernur Irwandi. “Menko Prekonomian juga secara rutin saling berkoordinasi dengan saya untuk mem-back up penyiapan yang diperlukan. Terutama hal-hal yang perlu disampaikan kembali dalam raker lanjutan hari ini,” kata Wagub Nazar.(fik)
anja sadiqa April 20th, 2011, 05:36 AM Tue, Apr 19th 2011, 10:38
Siswa Modal Bangsa Tembus Universitas Tekemuka di AS
Kutaraja
BANDA ACEH - Siswa kelas III SMA Modal Bangsa, Muhammad Sauki Mufhti (18), dikabarkan lulus tes masuk salah satu universitas terkemuka di Amerika Serikat (AS), yaitu Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kabar lulusnya Sauki yang saat ini sedang mengikuti ujian nasional (UN) 2011, disampaikan Kepala SMA Modal Bangsa, Drs Yusnaidi MPd, Senin (18/4).
Hal itu dikatakan Yusnaidi kepada Wakil Ketua II DPR Aceh, Drs H Sulaiman Abda, saat meninjau pelaksanaan UN di sekolah tersebut. Menurut Yusnaidi, Sauki adalah satu dari 87 siswa kelas III SMA Modal Bangsa yang diusulkan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi (PT) di berbagai PT/universitas terkemuka di dalam dan luar negeri. “Dari jumlah yang diusulkan, baru MIT yang sudah mengumumkan hasil tes mahasiswa baru,” kata Yusnaidi.
Khusus untuk PT di dalam negeri, tambah Yusnaidi, hasil tes mahasiswa baru yang masuk melalui jalur undangan, baru diumumkan setelah pengumuman hasil UN SMA/sederajat, sesuai dengan kebijakan yang diterapkan secara nasional. Hal ini juga bertujuan agar tidak mengganggu psikologis siswa yang sedang mengikuti UN. Sebab, banyak siswa yang setelah mengetahui ia lulus tes universitas, tapi kemudian tidak lulus UN.
Sementara Sauki yang sudah mengetahui dirinya lulus di MIT Amerika Serikat, kata Yusnaidi, karena dia sudah mengikuti tes pada 22 Januari 2011 lalu di Penang, Malaysia, dan pengumuman kelulusannya telah disampikan ke SMA Modal Bangsa, bulan lalu. Namun, kata Yusnaidi, Sauki kepada pihak sekolah mengaku keluarganya tak punya cukup uang untuk membiayai studinya ke Amerika Serikat.
Menyikapi laporan Yusnaidi, Sulaiman Abda meminta pihak SMA Modal Bangsa harus segera mengajukan beasiswa S1 untuk Muhammad Sauki Mufti ke Komisi Beasiswa Aceh (KBA), untuk jatah ke PT di luar negeri.
DPRA, kata Sulaiman Abda, dalam RAPBA 2011 yang telah disahkan Jumat lalu, telah mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk beasiswa untuk jenjang S1, S2, dan S3, yang berprestasi dan ingin melanjutkan studinya ke PT dalam dan luar negeri.” Program ini terus dilaksanakan, dengan maksud untuk meningkatkan sumber daya manusia Aceh sebagai modal pembangunan masa depan,” ujarnya.(her)
|
|