View Full Version : West Sumatra, Land Of The Minangs (2nd Thread)
sherif_claude April 12th, 2011, 07:10 PM ^^ pertumbuhan 7% baru akan ditargetkan tercapai pada tahun 2015? Apa tidak salah tuh? Atau saya yang salah memahami kalimat beritanya?
Dengan kapasitas pelabuhan teluk bayur yang akan naik signifikan, proses perlebaran dan penambahan jalan raya yg sedang berlangsung, pembangunan pembangkit listrik baru yg sedang u/c, dan juga dengan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sumbar, rasa-rasanya pertumbuhan 7% harusnya sudah bisa dicapai pada tahun 2012. Karena juga melihat fakta bahwa wilayah Sumbar, khususnya kota Padang dan Pariaman sedang gencar-gencarnya melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi sehabis gempa. Tidakkah itu akan meningkatkan konsumsi material dan bahan bangunan? dan juga mengurangi pengangguran?
Kelihatannya Sumbar memang butuh investor-investor raksasa agar bisa mencapai pertumbuhan, katakanlah diatas 8% per tahun. Sebab kalau kita melihat kenyataan di lapangan, kualitas infrastruktur dan ketersediaan energi di wilayah Sumbar tergolong sebagai salah satu yg paling baik di Indonesia, tetapi apa daya... kita benar-benar miskin sumber daya alam terutama minyak dan gas bumi. Sedangkan kita semua tahu bahwa hampir keseluruhan investor besar itu bermain di bidang mining dan perkebunan (sedangkan sektor perkebunan (swasta) sangat susah berkembang disini karena pasti tersandung masalah tanah adat).
Saya sekarang bisa mengerti mengapa Pemprov Sumbar lebih memilih untuk mengoptimalisasi industri pariwisata dan pertanian. Tetapi saya harap pemprov juga jangan lupa untuk merevitalisasi kawasan industri yg ada di kota Padang, kalau bisa pemprov harus putar otak bagaimana caranya supaya para investor raksasa berdatangan ke Sumbar ini dan bisa menjadikannya sebagai salah satu pusat industri, khususnya industri manukfaktur. Karena kualitas infrastruktur dan ketersediaan energi di wilayah Sumbar sudah lebih dari cukup, dimana dua poin itu sangat dibutuhkan bagi perkembangan kegiatan industri tersebut. :cheers:
^^
Betul sekali bro....
tapi industri pariwisata juga sangat menjanjikan lho,,
banyak kalangan menilai pada th 2020 mendatang industri pariwisata berpeluang menjadi industri terbesar di dunia, mengalahkan industri retail dan IT yang telah banyak melahirkan orang2 terkaya di dunia.
tinggal bagaimana kita sebagai generasi muda yang di lahirkan di daerah yang sangat kaya sekali potensi pariwisatanya, daerah yang sangat berkepribadian dalam kebudayaannya yang menjaadi daya tarik untuk bisa menarik orang berwisata ke sini, untuk dapat menjual keunikan2 dan keramah tamahan yang kita miliki.:nocrook:
Mehome April 12th, 2011, 07:26 PM ^^ setubuh bro, hehehe :lol: :cheers:
2011, Sumbar Berpeluang Raih WTP
Padang Ekspres • Selasa, 12/04/2011 11:01
Kepala BPK perwakilan Sumbar, Betty Ratna Nuraeni mengungkapkan, pekerjaan rumah (PR) pemprov Sumbar menyelesaikan problema pencatatan aset dan administrasi keuangan masih ada. Setidaknya, lima pencatatan aset dinilai masih belum duduk, yakni PT Balairung, dua kasus di Padang Industry Park, GOR Agus Salim kini ditempati BNI, Lahan di Tunggul Hitam.
”Kalau lima kasus ini bisa diselesaikan, bisa saja Sumbar menyandang wajar tanpa pengecualian. Tapi, ternyata masih ada belum terselesaikan soal kasus,” tegas Betty dalam jamuan kunjungan rombongan anggota DPR RI Komisi XI, di auditorium Gubenuran, Senin (11/4).
Lebih lanjut Betty, ada baiknya pemprov menerima tawaran BPK agar dua kasus, yakni lahan di Tunggul Hitam dan GOR ditukargulingkan. (???)
Namun, tentu harus dirundingkan dulu dengan DPRD Sumbar. Sementara kasus PT Balairung sebaiknya aset diserahkan ke Balairung. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengungkapkan, pihaknya telah berupaya menyelesaikan persoalan pencatatan aset dan administrasi keuangan selama 7 bulan kepemimpinannya. Alhasil, meski belum tuntas menyelesaikan kesalahan pencatatan, namun Irwan telah menyelesaikan 18 kasus dalam waktu satu semester.
”Kita bertahap dululah. Kalau emang sekarang belum bisa WTP, setidaknya tahun ini kita sudah WDP (wajar dengan pengecualian, red). Itu kan prestasi cukup bagus, dari disclaimer jadi WDP nantinya,” tutur Irwan.
Lebih lanjut Irwan menguraikan, aset pemprov di GOR ditaksir bernilai Rp1,2 miliar dengan luas tanah 33,804 meter persegi. Kasus ini sudah menahun, tepatnya 24 tahun lalu. Tapi baru terkuak 2009 lalu. Pemprov telah berupaya melakukan koordinasi dengan BNI agar melepas tanah itu yang kini sudah dipindah-pakai ke pihak lain. Pemprov juga telah berkoordinasi dengan DPRD agar memberikan izin tukar guling ataupun penghapusan aset bermasalah.
Sementara itu, Ketua Komisi XI, Emir Moeis mengungkapkan, harapannya terkait perubahan nilai aset dan keuangan pemprov Sumbar dari BPK. Jika tahun 2009 lalu berstatus disclaimer, maka tahun 2011 nanti diharapkan bisa WTP sesuai harapan mantan anggota DPR RI Komisi X, Irwan Prayitno. ”Saya optimistis hal ini bisa dicapai Sumbar, jika memang kinerja pejabatnya terus digenjot,” tutupnya.
http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=149
^^
tukar guling tanah di tunggul hitam dan GOR? memangnya mau dijadikan apa disana? ada yg tahu?
aset pemprov di GOR seluas 3 hektar hanya bernilai Rp. 1,2 miliar? mahalan satu ruko di pondok dong? Rp. 1,2 triliun maksudnya kali? :nuts:
sherif_claude April 12th, 2011, 07:33 PM Pembangunan Pembangkit Listrik di Sumbar Masih Terbuka
Selasa, 12 April 2011 14:46 WIB
PADANG--MICOM: Pembangunan pembangkit listrik di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) masih terbuka lebar karena terdapat 500 titik sungai yang berpotensi dikembangkan dan hingga kini baru sekitar 50 titik yang telah digarap untuk mikrohidro.
"Kita punya potensi untuk pembangkit listrik tergantung pengembangannya dan minat dari pihak penanam modal. Sumbar juga memiliki potensi panas bumi," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Selasa (12/4).
Menurut Irwan, Sumbar sudah menjadi daerah pengekspor listrik ke provinsi-provinsi tetangga selama ini, karena adanya PLTA Obilin, PTLA Danau Maninjau dan PLTA/PLTU lainnya. :banana::banana:
Selain itu, saat ini, sedang dalam tahap pengerjaan PLTU Teluk Sirih berdaya 2x112 megawatt (MW) di Bungus Teluk Kabung Padang. Bahkan, pembangkit satu ini diperkirakan sudah bisa beroperasi pada penghujung tahun ini.
Setelah beroperasi nanti, pembangkit listrik berbahan bakar batubara itu, akan termasuk dalam sistem interkoneksi se-Sumatra.
Selain itu, kata gubernur, proses eksplorasi proyek giothermal (energi panas bumi) di Kabupaten Solok Selatan, sudah berjalan yang diperkirakan mampu menghasilkan 1.000 megawatt listrik.
Jika nantinya sudah beroperasi beberapa tahun mendatang pembangkit listrik panas bumi itu, tentu akan dapat menyuplai setidaknya empat provinsi, Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu. :ohno: (-pendapat saya- kalau bisa listrik yg dihasilkan itu dioptimalkan untuk pengembangan sektor industri manufaktur kita, jadi dengan keterjaminan ketersediaan listrik yang melimpah, maka diharapkan bisa menjadi semacam gula-gula bagi investor tersebut untuk datang. Semoga usul saya didengar pak Irwan)
Ke depan, kata Irwan, sektor kelistrikan Sumbar dan provinsi tetangga sudah bisa dikatakan aman dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun industri.
Menyinggung soal potensi Pebmangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar, gubernur mengatakan, potensinya mungkin ada di Mentawai, tapi memang belum mengarah kesana. Jadi, masih terbuka peluang bagi pengembangan pembangkit listrik di
wilayah Sumbar dengan potensi yang ada, tentu pemerintah daerah akan memberi kemudahan dalam setiap prosesnya.
Gubernur juga menyampaikan, beberapa penanam modal sudah melirik potensi pengembangan PLTA di Sumbar, di antaranya ada di Kabupaten Dharmasraya yang akan memanfaatkan potensi sungai Batanghari. (Ant/OL-13)
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/12/217307/126/101/Pembangunan-Pembangkit-Listrik-di-Sumbar-Masih-Terbuka
^^
kalau gak salah dengar beritanya titik panas bumi di sumbar itu bukan di solsel saja, tapi sumbar mempunyai sekitar 16 titik energi panas bumi yang sangat baik di kembangkan menjadi sumber tenaga listrik.
yaa sumber tenaga listrik yang murah meriah, anugerah yang di sediakan oleh alam yang di lalui cincin api tidak butuh batu bara, minyak bumi, dan bahan bakar lainnya.
Nick_2 April 13th, 2011, 02:38 PM Bang Nick, tadi saya cari-cari berita ini di internet, tetapi tahunnya beda, bukan 2011, malah 2012 :bash:
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2012 Ditargetkan 6,50 Persen
(Berita Daerah-Sumatera) Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan pemerintah Provinsi Sumbar menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2012 sebesar 6,50 persen sesuai yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembanguna Jangka Mengah Daerah (RPJMD).
"Kita optimistis target tersebut bisa tercapai, tentunya membutuhkan kerja keras semua pihak," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dalam pembukaan Musrenbangda di Padang.
http://beritadaerah.com/berita/sumatra/37669
kesimpulannya pertumbuhan 6,5% untuk dua tahun berturut-turut? :nuts:
seingat saya pas jamannya pak Gamawan, pertumbuhan ekonomi Sumbar selalu diatas rata-rata nasional. Sekarang? :ohno::bash:
^^ tahun 2010 PE sumbar 5.93%, bisa berkemungkinan tahun 2011 PE Sumbar 6.50 %.
Nick_2 April 13th, 2011, 02:40 PM 4 Tokoh Sumbar Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=67222
Rabu, 13/04/2011 09:47 WIB
padangmedia.com - PADANG - Pemerintah Sumatera Barat (Sumbar) pada tahun 2011 ini akan mengusulkan empat tokoh Sumbar untuk menjadi Pahlawan Nasional. Mereka adalah Buya Hamka, Rahmah El Yunusiyah, Mr. Assaat dan Tuanku Rao.
"Ke empat tokoh tersebut, pada tahun 2011 ini akan kita ajukan sebagai pahlawan nasional. Kini kita tengah menyiapkan semua berkasnya," jelas Kepala Dinas Sosial Sumbar, Kafrawi Bachtiar, saat ditemui wartawan, Selasa (12/04).
Dikatakannya, keempat tokoh tersebut merupakan tokoh yang amat berpengaruh dalam pergerakan nasional. Mereka adalah tokoh Sumbar yang layak dijadikan Pahlawan Nasional.
Buya Hamka, yang bernama lengkap Haji Abdul Malik Karim Amrullah lahir di Desa Kampung Molek, Maninjau tahun 1908. Dikenal sebagai salah satu tokoh politik nasional. Selain itu ia juga dikenal sebagai penulis dan juga sastrawan besar. Karyanya antara lain Tafsir Al-Azhar yang merupakan karya Monumentalnya. Juga Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnnya Kapal Van Der Wijk.
Lalu, Rahmah El Yunusiyah lahir pada 20 Desember 1900 di Bukit Surungan Padangpanjang dan wafat tahun 1969. Semasa hidupnya, Rahmah telah berhasil memberikan pendidikan pada kaum perempuan melalui Diniyah School Putri.Rahmah juga terus belajar menambah wawasan dan kemahiran. Sekitar tahun 1931,dirinya mengikuti kursus ilmu kebidanan di RSU Kayu Tanam dan mendapat ijin dari dokter untuk membuka praktek. Rahmah juga belajar ilmu kesehatan dan pertolongan pertama pada kecelakaan(P3K) serta belajar gimastik dari seorang guru Belanda.
Tokoh Sumbar lainnya, Mr Asaat merupakan tokoh kelahiran Dusun Pincuran Landai, Kanagarian Kubang Putih, Banuhampu, Agam, 18 September 1904. Mr Asaat pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) sejak 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950. Selama menjabat presiden, Mr Asaat menandatangi statuta pendirian Universitas Gadjah Mada. Namanya kembali mencuat saat ia bergabung dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Hal itu membuatnya dihukum 4 tahun dengan dakwaan makar. Mr Asaat menghembuskan napas terakhir tahun 1976 di Jakarta.
Sedangkan Tuanku Rao, lahir pada 1790 dan wafat 1833 M. Setelah merampungkan pelajaran ke-Islaman di Surau Tuanku Nan Tuo, Koto Tuo, Agam (1908), Tuanku Rao medalami ilmu agama (liyatafaqqahu fi- Addin) pada Imam Bonjol dan tamat dengan menyandang prediket thayyib jiddan (sangat memuaskan), beliau dianugerahi gelar Pakiah (Faqih) Moehammad.
Sejak 1816, Tuanku Rao dibantu kemenakannya, Bagindo Suman dan Kali Alam asal Pakantan, Mandahiling Natal/Madina, Tapanuli Selatan, mengembangkan visi-misi Paderi ke Langung, Muaro Sitabu, Muaro Bangku, Koto Rajo, Silayang, hingga ke Rokan, Riau. Pada 11 Januari 1833, aktor gerakan dan perang Paderi itu melakukan serangan dan perlawanan serentak menentang Belanda yang telah menanamkan perjuangannya ke pedalaman Minangkabau.
Namun, kata Kafrawi, hanya tiga dari empat tokoh tersebut yang bisa diproses untuk diajukan sebagai pahlawan nasional yaitu Rahmah El Yunusiyah, Mr. Assaat dan Tuanku Rao. Sedangkan Hamka saat ini masih menunggu kelengkapan data biogarafi dan sejarah perjuangannya.
“Tiga tokoh ini tengah diproses usulannya untuk jadi pahlawan nasional,” papar Kafrawi.(dodo)
urix99 April 14th, 2011, 08:59 AM ijin simpan foto2 ko yo sanak.....suko bana liek hasil photografi sanak ko,,hehe
:banana:
Nick_2 April 14th, 2011, 01:08 PM ^^ salamaik bagabuang sanak.. :banana:
Nick_2 April 14th, 2011, 01:20 PM Kampus III Unand Direncanakan di Dharmasraya
Kamis, 14 April 2011 00:57
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=3585:kampus-iii-unand-direncanakan-di-dharmasraya&catid=10:rubrik-daerah&Itemid=75
DHARMASRAYA, HALUAN — Kampus III Universitas Andalas direncanakan berdiri di Dharmasraya. Kerjasama antara Pemkab dan pihak Unand untuk mewujudkan hal ini sudah dilakukan.
Sekda Pemkab Dharmasraya Busra saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pembangunan kependudukan dan keluarga berencana, Selasa (12/4) di aula kantor bupati mengatakan, kampus III Unand yang akan didirikan di Dharmasraya untuk jurusan Politeknik Pertanian.
“Hal ini akan sangat mendukung pengembangan potensi pertanian di daerah ini.
Dengan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada, Dharmasraya dapat terus berpacu untuk untuk lebih maju lagi.
Dikatakannya, Bupati Dharmasraya Adi Gunawan juga telah melakukan pertemuan khusus dengan Rektor Unand Musliar Kasim membicarakan lebih lanjut pembukaan Kampus III Unand di daerah tersebut. (h/fma)
sherif_claude April 14th, 2011, 06:06 PM JAKARTA - Rosihan Anwar meninggal dunia pagi tadi. Salah seorang cucu Rosihan membenarkan bahwa tokoh pers nasional itu meninggal dunia sebelum dibawa ke RS MMC.
“Sempat dirawat di RS Medistra dua bulan terakhir. Operasinya bypass jantung (di RS Harapan Kita). Memang di rumah (anfal) meninggalnya," ujar sang cucu yang tak mau menyebutkan namanya kepada wartawan, Kamis (14/4/2011).
H. Rosihan Anwar lahir di Kubang Nan Dua, Solok, Sumatera Barat, 10 Mei 1922. Dia juga dikenal sebagai sejarawan, sastrawan, bahkan budayawan.
Rosihan memulai karier jurnalistiknya sejak berumur 20 tahun, dan telah menulis 21 judul buku dan ratusan artikel di hampir semua Koran dan majalahdi Indonesia dan di beberapa penerbitan asing.
http://i.okezone.com/content/2011/04/14/337/445846/i7bl4Pxw15.jpg
SBY Ngaku Pernah Dikritik Rosihan Anwar
K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Kamis, 14 April 2011 15:10 wib
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memiliki pengalaman pribadi dengan mendiang Rosihan Anwar. SBY mengaku di suatu waktu pernah mendapatkan kritik langsung dari wartawan senior tersebut.
“Beliau tetap kritis, saya kenal beliau beberapa kali terhadap saya juga kritis, tapi kami bersahabat dan saya masih ingat ketika dalam beberapa dialog beliau hadir yang terakhir kali di istana negara, beliau menyampaikan pandangan-pandangan yang kritis tapi juga penuh tanggung jawab dan niat baik," kata SBY di rumah duka di Jalan Surabaya Nomor 13, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2011).
Menurut SBY, Indonesia telah kehilangan salah satu tokoh besar dan tokoh segala zaman sekelas Rosihan Anwar. "Kita kenal beliau bukan hanya sekedar wartawan tapi juga sastrawan, budayawan, dan juga tokoh film," tuturnya.
SBY menuturkan, banyak yang dilakukan oleh Rosihan untuk negeri ini. "Dia pelaku sejarah, baik zaman penjajahan era Presiden Sukarno, era Presiden Soeharto, sampai era reformasi," tutupnya.
Sebagaimana diketahui, Rosihan meninggal dunia sekira pukul 08.15 WIB di Rumah Sakit MMC Jakarta dalam usia 88 tahun. Rosihan meninggal akibat sakit sesak nafas yang dideritanya sejak lama. Rencananya, Rosihan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Seperti yang dikutip Wikipedia, Rosihan telah hidup dalam multi-zaman. Di masa perjuangan, dia pernah disekap oleh penjajah Belanda di Bukit Duri, Jakarta Selatan. Kemudian di masa Presiden Soekarno koran miliknya, Pedoman pada 1961 ditutup oleh rezim saat itu.
Namun di masa peralihan pemerintah Orde Baru, Rosihan mendapat anugerah sebagai wartawan sejak sebelum Revolusi Indonesia dengan mendapatkan anugerah Bintang Mahaputra III, bersama tokoh pers Jakob Oetama. Sayangnya rezim Orde Baru ini pun menutup Pedoman pada tahun 1974-kurang dari setahun setelah Presiden Soeharto mengalungkan bintang itu di leher para penerimanya.(teb)
sherif_claude April 14th, 2011, 06:22 PM Batas Sumbar-Jambi Tuntas
Kamis, 14 April 2011 02:32
PADANG, HALUAN — Batas wilayah Sumbar dengan provinsi tetangga Jambi telah tuntas, setelah Pemkab Tebo mengakui keterlanjurannya membuat gerbang memasuki wilayah Sumbar di Kabupaten Dharmasyara.
Sementara batas wilayah Sungai Rumbai (Kabupaten Dharmasraya)-Muaro Bungo sudah tak ada masalah sehingga pembangunan gerbang per*bata*sannya tengah dikerjakan. Di*ren*canakan batas gerbang wilayah ini rampung pada 2012 mendatang. Sedangkan pemba*ngunan gerbang batas dengan Tebo baru akan dimulai pada tahun yang sama.
“Pembangunan gerbang Dhar**masraya-Muaro Bungo diren*canakan selesai 2012 men*datang. Sekarang dalam proses tender, sedangkan Jambi sudah selesai tendernya. Mereka sedang me*nung*gu kita selesai tender karena kita sepakat akan mulai pem*bangu*nannya seren*tak,” terang Kepala Biro Pe*me*rintahan dan Kepen*du*dukan, Facril Mu*rad kepada wa*r*ta*wan di Padang, Rabu (13/4).
Pembangunan gerbang Dhar**masraya-Muaro Bungo tersebut dianggarkan melalui dana APBD Sumbar tahun 2011 sebesar Rp200 juta. Sedangkan gerbang batas wila*yah dengan Tebo, masih me*nung*gu dana APBN 2012.
Sebelumnya, soal batas wi*layah Sumbar dengan Jam*bi di Kabu*paten Tebo ini pernah menim*bulkan masalah setelah Pemkab Tebo mem*bangun tugu selamat datang masuk ke wilayah Sumbar sejauh 300 meter. Na*mun keke*liruan ini te*lah diakui pemerintah se*tempat.
Kesepakatannya, Pemprov Sumbar akan membangun tugu perbatasan wilayah pada titik nol derjat. Pembangunan ger*bang itu direncanakan akan dilaksanakan tahun 2012 mendatang. Sementara gerbang yang terlanjur dibangun Pem*kab Tebo, tetap dibiarkan mengingat pembangunannya dibiayai oleh negara.
“Yang pasti, Pemprov Jam*bi sudah mengakui kalau pem*bangunan tapal batas yang mereka bangun, berada di wilayah kita. Tapi karena sudah terlanjur dibangun dibiarkan saja. Dan kita akan mem*bangunnya pada koor*dinat titik nol yang sebenarnya,” terang Fachril.
Disebutkannya, tapal batas yang dibangun pemerintah Jambi itu akan dijadikan mo*numen kekeliruan. Karena pem*bangu*nannya dilakukan atas kekeliruan pemerintah Jambi yang me*ngangangap wilayah tersebut wilayah mere*ka. (h/vie/ze)
sherif_claude April 14th, 2011, 06:27 PM Maninjau yang Kian Risau
Ditulis oleh Teguh
Kamis, 14 April 2011 02:49
Danau Maninjau terletak di kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam dengan jarak sekitar 140 kilometer dari Kota Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi dan 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.
Danau itu berada pada ketinggian 461,50 meter dari permukaan laut, luas 99,5 km, kedalaman maksimum 495 meter. Saat ini merupakan danau terluas ke sebelas di Indonesia.
Danau yang bagaikan sebuah belanga besar dikelilingi oleh tebing curam. Menurut legenda rakyat Bujang Sembilan yang dipercayai masyarakat sekitarnya, danau itu berasal dari bekas letusan Gunung Sitinjau beribu-ribu tahun lalu.
Danau Maninjau merupakan sumber air bagi Batang Sri Antokan yang mengalir melewati Kecamatan Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara yang kemudian bermuara ke Sa*mudra Indonesia.
Air Batang Sri Antokan selain digunakan untuk keperluan pertanian dan perikanan sejak tahun 1980 digunakan oleh PLN sebagai pem*bangkit tenaga listrik di daerah Muko Muko.
Karena keindahan alamnya yang menakjubkan, Danau Maninjau dengan sendirinya menjadi objek wisata utama di Kabupaten Agam dan cukup dikenal di luar negeri. Sekitar tahun 1980-an, Danau Maninjau ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
Sebagai objek wisata di danau itu tersedia fasilitas untuk berenang, memancing, sepeda air, juga ada ho*tel, penginapan sederhana atau home stay dan area tempat peristi*ra*hatan. Di kitaran danau terdapat pa*norama alam dengan peman*dangan mem*pesona seperti Puncak Lawang, Bu*kit Sakura, Ambun Tanai, Ambun Pa*gi dan beberapa titik di Kelok 44.
Masih di pinggiran danau, tepat*nya di Tanah Sirah, Nagari Sungai Batang didirikan Museum Buya Hamka yang dilengkapi dengan pustaka dan benda-benda peninggalan sastrawan dan ulama besar tersebut. Museum Buya Hamka termasuk objek wisata sejarah menarik di Maninjau.
Sebagai peninggalan budaya, di Maninjau terdapat sejumlah masjid tua dengan arsitek unik dan kesenian tambua tansa bernuansa magis.
Tetapi sejak 2 dasawarsa terakhir, dunia pariwisata Maninjau melorot cukup tajam. Danau Maninjau seolah beralih dari daerah wisata ke tempat usaha budi daya ikan keramba, dan usaha itu terus mengalami perkem*bangan, sehingga jumlah keramba yang ada sekarang mencapai belasan ribu unit. Jenis ikan yang dibudi*dayakan adalah nila dan majalaya.
Sementara ikan asli dan khas danau Maninjau adalah rinuak, barau, kailan panjang dan pensi, masih tampak di seputaran danau. Ikan khas tersebut menjadi jualan masyarakat kepada wisatawan yang berkunjung, namun populasinya kian menciut akibat air danau yang kurang kondusif.
Terkait dengan kondisi air danau yang tidak lagi kondusif, bencana pengotoran air danau yang menim*pa petani ikan semakin sering terjadi. Tahun 2010 silam tidak kurang 3 kali bencana besar yang menengge*lam*kan ratusan ribu ton ikan keramba masyarakat. Kerugian miliaran rupiah. Dalam pekan ini bencana itu datang lagi membuat petani ikan di 7 nagari merugi miliaran rupiah lagi.
Seringnya muncul bencana itu menurut hasil penelitian yang dilakukan sejumlah lembaga ilmiah termasuk LIPI, disebabkan oleh jumlah keramba yang melebihi kemampuan daya tampung danau. Berdasarkan hasil penelitian idealnya jumlah keramba seribuan unit, itupun harus ditempatkan pada zona tertentu.
Cuma untuk melaksanakan rekomendasi lembaga ilmiah tersebut, pemerintah daerah kewalahan karena masyarakat enggan mengurangi keramba mereka. Dengan alasan usaha keramba lebih menguntungkan dibandingkan usaha lain, sehingga Perbub Agam tentang pengaturan dan zonasi keramba yang dikeluar*kan Bupati Aristo Munandar tidak menpan.
Sementara menurut bupati Agam sekarang Indra Catri, kondisi lingkungan danau Maninjau memang telah parah, semakin merisaukan, harus segera dilakukan rehabilitasi dan pelestarian.
Kata Bupati, idealnya peman*faatan Danau Maninjau untuk usaha ikan keramba hanya 20 persen, dan 80 persen untuk usaha lain terutama pariwisata. Sementara kenyataan sekarang malah usaha keramba yang 80 persen. Untuk itu, secara perlahan perlu dilakukan upaya membalikkan kondisi dengan merubah mind set dan mengajak masyarakat beralih dari usaha ikan keramba ke usaha pariwisata.
Tetapi itupun tidak mudah. Pe*merintah harus bekerja keras mem*bangun infrastruktur pariwisata dan faktor penunjang lainnya untuk memperbesar arus pengunjung sehingga masyarakat merasakan bahwa pari*wisata lebih menguntung*kan daripada usaha ikan keramba. (h/kas)
Manassa April 15th, 2011, 10:24 AM ^^ dulu..bukan barang sulit menemukan para turis/bule yang santai di cafe cafe atau berseppeda di sekitaran danau maninjau..tapi kini..:ohno:..tinggal ketegasan pemerintah daerah saja untuk menertibkan masalah keramba ini karena menyangkut mata pencaharian mereka pula..kalau dari kejauhan danau ini sungguh luar biasa indahnya, tapi kalo dah mendekati danaunya..selamat menikmati pesona keramba warga yang bikin air danau jadi keruh..
http://4.bp.blogspot.com/_eOzIR5HDRtg/S5mhRikWF2I/AAAAAAAAAAM/beyYnDOlvxA/s1600/kelok-kelok.jpg
http://danau-manijau.blogspot.com/
Manassa April 15th, 2011, 10:31 AM 2011, Sumbar Berpeluang Raih WTP
Padang Ekspres • Selasa, 12/04/2011 11:01
Kepala BPK perwakilan Sumbar, Betty Ratna Nuraeni mengungkapkan, pekerjaan rumah (PR) pemprov Sumbar menyelesaikan problema pencatatan aset dan administrasi keuangan masih ada. Setidaknya, lima pencatatan aset dinilai masih belum duduk, yakni PT Balairung, dua kasus di Padang Industry Park, GOR Agus Salim kini ditempati BNI, Lahan di Tunggul Hitam.
”Kalau lima kasus ini bisa diselesaikan, bisa saja Sumbar menyandang wajar tanpa pengecualian. Tapi, ternyata masih ada belum terselesaikan soal kasus,” tegas Betty dalam jamuan kunjungan rombongan anggota DPR RI Komisi XI, di auditorium Gubenuran, Senin (11/4).
Lebih lanjut Betty, ada baiknya pemprov menerima tawaran BPK agar dua kasus, yakni lahan di Tunggul Hitam dan GOR ditukargulingkan. (???)
Namun, tentu harus dirundingkan dulu dengan DPRD Sumbar. Sementara kasus PT Balairung sebaiknya aset diserahkan ke Balairung. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengungkapkan, pihaknya telah berupaya menyelesaikan persoalan pencatatan aset dan administrasi keuangan selama 7 bulan kepemimpinannya. Alhasil, meski belum tuntas menyelesaikan kesalahan pencatatan, namun Irwan telah menyelesaikan 18 kasus dalam waktu satu semester.
”Kita bertahap dululah. Kalau emang sekarang belum bisa WTP, setidaknya tahun ini kita sudah WDP (wajar dengan pengecualian, red). Itu kan prestasi cukup bagus, dari disclaimer jadi WDP nantinya,” tutur Irwan.
Lebih lanjut Irwan menguraikan, aset pemprov di GOR ditaksir bernilai Rp1,2 miliar dengan luas tanah 33,804 meter persegi. Kasus ini sudah menahun, tepatnya 24 tahun lalu. Tapi baru terkuak 2009 lalu. Pemprov telah berupaya melakukan koordinasi dengan BNI agar melepas tanah itu yang kini sudah dipindah-pakai ke pihak lain. Pemprov juga telah berkoordinasi dengan DPRD agar memberikan izin tukar guling ataupun penghapusan aset bermasalah.
Sementara itu, Ketua Komisi XI, Emir Moeis mengungkapkan, harapannya terkait perubahan nilai aset dan keuangan pemprov Sumbar dari BPK. Jika tahun 2009 lalu berstatus disclaimer, maka tahun 2011 nanti diharapkan bisa WTP sesuai harapan mantan anggota DPR RI Komisi X, Irwan Prayitno. ”Saya optimistis hal ini bisa dicapai Sumbar, jika memang kinerja pejabatnya terus digenjot,” tutupnya.
http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=149
^^
tukar guling tanah di tunggul hitam dan GOR? memangnya mau dijadikan apa disana? ada yg tahu?
aset pemprov di GOR seluas 3 hektar hanya bernilai Rp. 1,2 miliar? mahalan satu ruko di pondok dong? Rp. 1,2 triliun maksudnya kali? :nuts:
^^ yang bener aje dink..masak nilai tanah dan bangunan di gor cuma 1,2 M, perhitungan tahun berapa yang dijadikan dasar, ngak mungkin bangetlah NJOP daerah sana segitoh..wartawannya salah ketik nih...:D..
Moga tahun ini laporan keuangan pemprop. sumbar meningkat kualitasnya dari tahun sebelumnya menjadi wdp..ya samalah ngak usah tinggi2 dululah jadi wtp, masih ada sedikit masalah aset yang harus dituntaskan kejelasannya ..:cheers:
sherif_claude April 15th, 2011, 04:23 PM Maninjau yang Kian Risau
Ditulis oleh Teguh
Kamis, 14 April 2011 02:49
Danau Maninjau terletak di kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam dengan jarak sekitar 140 kilometer dari Kota Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi dan 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.
Danau itu berada pada ketinggian 461,50 meter dari permukaan laut, luas 99,5 km, kedalaman maksimum 495 meter. Saat ini merupakan danau terluas ke sebelas di Indonesia.
Danau yang bagaikan sebuah belanga besar dikelilingi oleh tebing curam. Menurut legenda rakyat Bujang Sembilan yang dipercayai masyarakat sekitarnya, danau itu berasal dari bekas letusan Gunung Sitinjau beribu-ribu tahun lalu.
Danau Maninjau merupakan sumber air bagi Batang Sri Antokan yang mengalir melewati Kecamatan Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara yang kemudian bermuara ke Sa*mudra Indonesia.
Air Batang Sri Antokan selain digunakan untuk keperluan pertanian dan perikanan sejak tahun 1980 digunakan oleh PLN sebagai pem*bangkit tenaga listrik di daerah Muko Muko.
Karena keindahan alamnya yang menakjubkan, Danau Maninjau dengan sendirinya menjadi objek wisata utama di Kabupaten Agam dan cukup dikenal di luar negeri. Sekitar tahun 1980-an, Danau Maninjau ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
Sebagai objek wisata di danau itu tersedia fasilitas untuk berenang, memancing, sepeda air, juga ada ho*tel, penginapan sederhana atau home stay dan area tempat peristi*ra*hatan. Di kitaran danau terdapat pa*norama alam dengan peman*dangan mem*pesona seperti Puncak Lawang, Bu*kit Sakura, Ambun Tanai, Ambun Pa*gi dan beberapa titik di Kelok 44.
Masih di pinggiran danau, tepat*nya di Tanah Sirah, Nagari Sungai Batang didirikan Museum Buya Hamka yang dilengkapi dengan pustaka dan benda-benda peninggalan sastrawan dan ulama besar tersebut. Museum Buya Hamka termasuk objek wisata sejarah menarik di Maninjau.
Sebagai peninggalan budaya, di Maninjau terdapat sejumlah masjid tua dengan arsitek unik dan kesenian tambua tansa bernuansa magis.
Tetapi sejak 2 dasawarsa terakhir, dunia pariwisata Maninjau melorot cukup tajam. Danau Maninjau seolah beralih dari daerah wisata ke tempat usaha budi daya ikan keramba, dan usaha itu terus mengalami perkem*bangan, sehingga jumlah keramba yang ada sekarang mencapai belasan ribu unit. Jenis ikan yang dibudi*dayakan adalah nila dan majalaya.
Sementara ikan asli dan khas danau Maninjau adalah rinuak, barau, kailan panjang dan pensi, masih tampak di seputaran danau. Ikan khas tersebut menjadi jualan masyarakat kepada wisatawan yang berkunjung, namun populasinya kian menciut akibat air danau yang kurang kondusif.
Terkait dengan kondisi air danau yang tidak lagi kondusif, bencana pengotoran air danau yang menim*pa petani ikan semakin sering terjadi. Tahun 2010 silam tidak kurang 3 kali bencana besar yang menengge*lam*kan ratusan ribu ton ikan keramba masyarakat. Kerugian miliaran rupiah. Dalam pekan ini bencana itu datang lagi membuat petani ikan di 7 nagari merugi miliaran rupiah lagi.
Seringnya muncul bencana itu menurut hasil penelitian yang dilakukan sejumlah lembaga ilmiah termasuk LIPI, disebabkan oleh jumlah keramba yang melebihi kemampuan daya tampung danau. Berdasarkan hasil penelitian idealnya jumlah keramba seribuan unit, itupun harus ditempatkan pada zona tertentu.
Cuma untuk melaksanakan rekomendasi lembaga ilmiah tersebut, pemerintah daerah kewalahan karena masyarakat enggan mengurangi keramba mereka. Dengan alasan usaha keramba lebih menguntungkan dibandingkan usaha lain, sehingga Perbub Agam tentang pengaturan dan zonasi keramba yang dikeluar*kan Bupati Aristo Munandar tidak menpan.
Sementara menurut bupati Agam sekarang Indra Catri, kondisi lingkungan danau Maninjau memang telah parah, semakin merisaukan, harus segera dilakukan rehabilitasi dan pelestarian.
Kata Bupati, idealnya peman*faatan Danau Maninjau untuk usaha ikan keramba hanya 20 persen, dan 80 persen untuk usaha lain terutama pariwisata. Sementara kenyataan sekarang malah usaha keramba yang 80 persen. Untuk itu, secara perlahan perlu dilakukan upaya membalikkan kondisi dengan merubah mind set dan mengajak masyarakat beralih dari usaha ikan keramba ke usaha pariwisata.
Tetapi itupun tidak mudah. Pe*merintah harus bekerja keras mem*bangun infrastruktur pariwisata dan faktor penunjang lainnya untuk memperbesar arus pengunjung sehingga masyarakat merasakan bahwa pari*wisata lebih menguntung*kan daripada usaha ikan keramba. (h/kas)
^^
Itulah kakobeh urang wak ko, kalau bausaho tu ikut-ikutan,,,,
mari kita ambil hikmah dari semua musibah yang sering menimpa peternak ikan keramba di danau maninjau, kalau tidak adanya musibah itu mungkin semua permukaan danau maninjau sudah di tutupi keramba....:cripes::omg:
Val_project April 15th, 2011, 04:47 PM ^^ dulu..bukan barang sulit menemukan para turis/bule yang santai di cafe cafe atau berseppeda di sekitaran danau maninjau..tapi kini..:ohno:..tinggal ketegasan pemerintah daerah saja untuk menertibkan masalah keramba ini karena menyangkut mata pencaharian mereka pula..kalau dari kejauhan danau ini sungguh luar biasa indahnya, tapi kalo dah mendekati danaunya..selamat menikmati pesona keramba warga yang bikin air danau jadi keruh..
http://4.bp.blogspot.com/_eOzIR5HDRtg/S5mhRikWF2I/AAAAAAAAAAM/beyYnDOlvxA/s1600/kelok-kelok.jpg
http://danau-manijau.blogspot.com/
ngomong2 tantang maninjau, dalam perjalanan saya balik ke Padang saya pamer sok tau kalau pemandangan dibawah ini adalah danau toba sama orang yang duduk di sebelah... eh dia nyeletuk dan menjelaskan kalau itu adalah Danau Maninjau. malunya:hammer:...
nih saya fotoin...
http://img703.imageshack.us/img703/1016/dsc01017v.jpg
http://img19.imageshack.us/img19/8352/dsc01018aw.jpg
http://img135.imageshack.us/img135/5606/dsc01019c.jpg
http://img812.imageshack.us/img812/6514/dsc01020em.jpg
sherif_claude April 15th, 2011, 06:15 PM Jumat, 15 April 2011
Persiapan TdS Makin Mantap
Solok, Singgalang
Helat akbar Tour de Singkarak (TdS) 2011 dijadwalkan berlangsung tanggal 6 -12 Juni 2011 nanti, menempuh rute melalui 12 kabupaten /kota di Sumbar. Pada etape terakhir yang merupakan puncak dari rangkaian iven internasional itu, kKbupaten Solok bakal mendapat porsi perhatian lebih oleh peserta balap sepeda tersebut.
Sekaitan dengan itu, panitia pelaksana TdS Kabupaten Solok meningkatkan intensitas kesepahaman dan ko munikasi antar panitia dalam rapat di Operation Room Setda setempat, Senin (11/4), yang dipimpin oleh ketua TdS Kab. Solok Drs. Desra Ediwan.
Desra Ediwan yang juga Wakil Bupati Solok itu menyebutkan TdS diikuti 15 tim dari luar negeri dan 10 tim dari dalam negeri dengam memperebutkan hadiah berupa uang senilai Rp700 juta rupiah yang sudah disediakan panitia pusat .
“Kita panitia Kab. Solok mengupayakan memberikan bonus disamping dan menyertai acara penutupan pada etape VII-B TdS 2011 di Dermaga Singkarak,”kata Desra.
Sementara itu, Sekretaris Umum TSD 2011 Kabupaten Solok Jasman, ,menyebutkan panitia secepatnya me nyiapkan sarana dan prasarana pada acara penutupan yang nantinya di matchingkan (digabung) dengan kegiatan festival danau kembar. Untuk itu persiapan pengaturan lalu lintas untuk menampilkan keamanan dan kenyamanan kegiatan.
Untuk kelancaran kegiatan TDS Kab. Solok, Bupati Solok Syamsu Rahim, melalui surat keputusannya nomor 556-119-2011 tanggal 28 Maret 2011 menetapkan panitia pelaksana yang terdiri dari atas ketua Umum Wakil Bupati Solok Desra Ediwan, Ketua I, II, III, IV dan Ketua V Kasdim 0309 Solok, Wakapolres Solok, Wakapolresta Solok, dan Sekda Asrizal. Sedangkan sekretaris umum dipercaya kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kab. Solok Jasman, Wakil Sekretaris I dan II Erizal (Sekretaris Dispudbar) dan Eni Suryani, serta Bendahara Yulia Yenita Sari,
Kepanitiaan TDS dilengkapi dengan beberapa seksi antra lain seksi acara tamu, tempat dan perlengkapan ,seksi keamanan dan seksi komunikasi/dokumentasi dan ,publikasi serta seksi kesehatan, konsumsi dan seksi dana.
Sekum TDS Jasman menyebutkan, selama balap sepeda berlangsung di Sumbar, tempo dua hari, 11 dan 12 Juni kegiatan balap berlangsung di kawasan abupaten dan Kota Solok. Terutama Kabupaten Solok, jalur etape VII-A diawali dari Kota Padang Panjang, terus ke Singkarak, naik ke Nagari Aripan-Pulau Belibis Kota Solok, simpang Sigege, terus ke ruas Jalan Panyakalan-Kubang Duo-Sungai nanam dan finish di Convention Hall Danau Diatas Alahan Panjang.
“Disini kita penyambut pembalap dengan kegiatan festival danau kembar yang menampilkan berbagai agenda kebudayaan dan permaianan anak nagari,”terang Jasman.
Pada etape berikutnya yakni VII-B, dilakukan star menuju kawasan kebun The Kayu Jao, simpang Lubuk Selasih-Kayu Aro, salayo dan solok untuk seterusnya ke Singkarak melewati Sumani.
“Di dermaga Singkarak finish terakhir sebagai acara puncak dengan penyerahan hadiah dan disuguhi dengan berbagai atraksi kesenian dan hiburan,” paparnya.
Kegiatan TDS menjadi salah satu tantangan bagi daerah Kabupaten solok untuk lebih menjanjikan penyelenggaraan yang aman dan nyaman. Oleh karenanya, kepolisian Solok memastikan menerjunkan sebanyak 591 personil ke amanan. (402)
sherif_claude April 15th, 2011, 06:34 PM Rabu, 13 April 2011
HINGGA FEBRUARI 2011
Nilai Ekspor Sumbar Meningkat
Padang-Singgalang
Mulai membaiknya perekonomian global dari badai krisis yang menerpa pada tahun 2009 lalu, ikut berdampak positif bagi kinerja ekspor Sumbar.
Hal tersebut terbukti dari terus meningkatnya nilai ekspor komoditi non migas Sumbar dari mulai tahun 2010.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, nilai ekspor Sumbar periode Februari 2011 senilai USD 254,094,9 ribu. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 6,73 persen, jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Januari 2011, yang hanya sebesar USD238. 073,0 ribu.
Secara kumulatif, total nilai ekspor Sumbar periode Januari-Februari tahun 2011 berjumlah USD492.167,9 ribu. Total nilai ekspor tahun 2011 tersebut, mengalami peningkatan yang sangat signifikan atau naik sebesar 84,42 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010, dengan nilai ekspor sebesar USD 266.874,3 ribu.
Mayoritas barang ekspor Sumbar berasal dari komoditi non migas, antara lain lemak dan minyak nabati, karet dan barang dari karet, bahan bakar mineral, kakao, biji kerak dan abu logam, ampas atau sisa industri makanan, biji-bijian berminyak, berbagai produk kimia, minyak atsiri, kosmetik dan wangi-wangian, serta kopi, teh dan rempah-rempah.
Dari komoditi tersebut, penyumbang yang paling besar adalah lemak dan minyak nabati senilai USD 146.220,8 ribu, diikuti oleh barang-barang karet dan produk turunannya senilai USD70,293,2 ribu dan disusul oleh bahan bakar mineral senilai USD10.068,4 ribu.
Sedangkan negara tujuan ekspor Sumbar adalah Amerika Serikat, India, Singapura, Malaysia, China, Bangladesh, Belanda, New Zealand, Italia dan Yunani.
Untuk saat ini, negara tujuan ekspor Sumbar yang paling potensial adalah Amerika Serikat, dengan nilai eks por sebsar USD64.886,0 ribu, atau sekitar 23,21 persen dari totasl nilai ekspor Sumbar, disusul India senilai USD52.504,8 ribu dan Singapura senilai USD47.028,0 ribu.
Selain tiga negara tersebut, bila dilihat dari total nilai ekspor Sumbar periode Februari 2011 ke Malaysia, juga mengalami peningkatan yang cukup tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2010 USD13.828,9 ribu, men jadi USD96.958,3 ribu, atau naik sebesar 601,13 persen.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, Afriadi Laudin, mengatakan, total target nilai ekspor Sumbar pada tahun 2011 ini, naik menjadi USD2,5 miliar atau bahkan mencapai USD3 miliar dari total nilai ekspor tahun 2010 yang hanya sebesar USD2,1 miliar.
“Jadi, kalau tidak ada gangguan, setiap tahun akan terjadi kenaikan nilai ekspor kita. Targetnya USD2,5 hingga USD3 miliar,” ujar Afriadi saat ditemui Singgalang usai acara Rapat Koordinasi PKBL- BUMN dengan UMKM di Hotel Basko, Padang, Selasa (12/4).
Untuk mengejar target tersebut, jelas Afriadi, pihaknya akan selalu berusaha melakukan upaya peningkatan produksi barang, pembinaan mutu barang, pengawasan diversifikasi produk, pelayanan dan pengembangan pasar mancanegara.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan temu usaha guna membuka peluang pasar luar negeri, pelatihan design bagi produk yang memiliki potensi ekspor, melakukan sosialisasi kerjasama Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) dan Asean-India Free Trade Agree ment (AIFTA). “Kita juga akan lakukan pembinaan teknis, agar dunia usaha dan aparatur terkait, mengerti akan kebutuhan perdagangan,” tuturnya. (ted)
Nick_2 April 15th, 2011, 07:02 PM @Val_Project : Nice Pict bro..
Mizzle Kembali Sponsori Road Race di Sumatera
http://www.sumbaronline.com/berita-3950-mizzle-kembali-sponsori-road-race-di-sumatera-.html
http://i53.tinypic.com/hs41me.jpg
Jumat, 15 April 2011 - 16:33:18 WIB |
PADANG, SO--Setelah sukses tahun 2010 lalu, produsen ban Mizzle kembali menggelar rangkaian kejuaraan balap motor (road race) di Sumatera yang dibuat serial. Bedanya, tahun 2011 ini dibuat dengan sistem region yang dibagi ke dalam 2 wilayah, yakni wilayah barat dan selatan.
"Region 1 merupakan wilayah Sumatera bagian barat dan Region 2 akan bermain di wilayah Sumatera bagian selatan," ungkap Ronald Suherman, Advertising and Promotion Manager PT Banteng Pratama Rubber (BPR) yang menjadi produsen ban Mizzle di Indonesia melalui keterangan resminya.
Tahun 2011 ini judul event berganti menjadi "Mizzle Sumatera Racing Championship 2011". Seri pertama di Region 1 telah siap digelar pada Sabtu dan Minggu, 7-8 Mei 2011 di Sirkuit Non Permanen (NP) GOR H Ilyas Yakub, Painan. "Sumbar mendapat kesempatan pertama membuka serial balap ini," ujar Ronald.
Sesuai rencana, balap adu kebut roda dua ini bakal digelar sebanyak 6 seri. Artinya, masing-masing region akan kebagian sebanyak 3 putaran.
Bagi para roadracer, Panitia Pelaksana telah menyediakan sebanyak 10 kelas perlombaan yang bisa diikuti. Mulai dari kelas Bebek 125cc 4 Langkah Tune-Up Terbuka, Bebek 110cc 4 Langkah Tune-Up Terbuka, Bebek 125cc 4 Langkah Tune-Up Pemula Terbuka, Bebek 110cc 4 Langkah Tune-Up Pemula Terbuka, Bebek 125cc 4 Langkah Standar Pemula Terbuka, One Make Race (OMR) Matic 130cc Tune-Up Terbuka, OMR Matic 130cc Standar Pemula Terbuka, Bebek 125cc 2 Langkah Standar Pemula Terbuka, serta dua kelas untuk pembalap pemula lokal Pesisir Selatan yakni OMR Matic 130cc Tune-Up Pemula Pessel dan Bebek 125cc 4 Langkah Tune-Up Pemula Pessel.
Syarat dan ketentuan yang harus diikuti peserta, antara lain; peserta diwajibkan menggunakan minimal 1 buah ban Mizzle, boleh di depan atau di belakang. "Yang lebih bagus tentunya menggunakan satu merek ban pada kedua roda motor," saran Ronald.
Nah, menariknya tahun ini produk helm Kyt ikut mendukung balapan. Sebagai kompensasinya, Juara 1 di kelas MP1 dan MP2 akan mendapat bonus Rp 1 juta dan juara 1 di kelas lainnya dapat angpao tambahan Rp 500 ribu jika menggunakan helm Kyt saat balapan. Selain itu, Juara 1 sampai dengan 3 di setiap kelas akan mendapatkan 1 buah helm Kyt sebagai hadiah.
Untuk informasi lebih lengkap, panitia membuka sekretariat buat pendaftaran di Hotel Andini, Jl Dr Moh Hatta, Painan atau bisa kontak Defri Nasli di ponsel 085274211344.
Diharapkan dengan sistem region ini, balapan akan berlangsung lebih seru lagi dan akan lebih banyak diikuti pembalap lokal sebagai pembibitan.
Dilaporkan: Noverry
Nick_2 April 16th, 2011, 06:07 PM Kab. Tanah Datar | Sabtu, 16/04/2011 16:37 WIB
Ratusan Fotografer Mancanegara Abadikan Pacu Jawi
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/kab-tanah-datar/d/9/161167/ratusan-fotografer-mancanegara-abadikan-pacu-jawi.html
http://i52.tinypic.com/1il6as.jpg
Tanahdatar, (ANTARA) - Ratusan Fotografer Mancanegara dari Belanda, Australia, Singapura dan wartawan media cetak dan elektronik mengabadikan alek Pacu Jawi di hamparan sawah Bonai Nagari III Koto Kecamatan Rambatan, Sabtu (16/4).
Iven pacu jawi ini juga dihadiri ribuan masyarakat penggemar dan pecandu olahraga Pacu Jawi se-Tanahdatar, Kepala Disbudparpora Tanahdatar Alfian Jamrah, Koordinator Komunitas Kemilau Indonesia Photography Dodi Sandradi, Ketua Persatuan Olahraga Pacu Jawi (Porwi) Khairul Fahmi dan Camat Rambatan Erizanur.
Sejak pagi, para fotografer dan wartawan sudah mengabadikan jawi-jawi terbaik yang dibawa pemiliknya dari empat kecamatan yang memiliki tradisi pacu jawi yakni Kecamatan Sungai Tarab, Limo Kaum, Pariangan dan Rambatan.
Kadis Budparpora Alfian Jamrah mengatakan alek pacu jawi ini sangat penting untuk melestarikan budaya dan tradisi masyarakat agar tidak punah serta menyatukan anak nagari dalam meningkatkan sektor pariwisata di Luak Nan Tuo.
"Alek pacu jawi ini mempunyai dampak positif bagi perekonomian dan sosial budaya masyarakat yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," tuturnya.
Iven pacu jawi dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat. Saat itu masyarakat dapat menggelar berbagai jenis makanan dan minuman.
"Disamping itu, bagi peternak jawi juga dapat meningkatkan kesejahteraannya. Setiap jawi pacuan akan punya nilai jual yang tinggi dibanding jawi biasa," terangnya.
Alek Pacu Jawi saat ini tak lagi milik orang Tanahdatar saja, tapi sudah mendunia. Pihaknya berharap masyarakat dapat mempertahankan tradisi seperti ini dan tidak terpengaruh dengan budaya asing.
Ketua Porwi Khairul Fahmi mengatakan kegiatan pacu jawi telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan menjadi sarana hiburan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Pada kegiatan ini dipadukan dengan tradisi masyarakat berupa arak-arakan pembawa dulang dan jawi-jawi terbaik yang didandani suntiang dan pakaian.
Selain pacu jawi, masyarakat juga dihibur kesenian tradisi anak nagari yakni talempong pacik, tari piring diatas piring dan hiburan rekreasi bagi anak-anak.
Koordinator Komunitas Kemilau Indonesia Photography Dodi Sandradi menyebut kegiatan pacu jawi di Kabupaten Tanahdatar sangat natural dan lebih dramatis untuk dunia fotografi bila dibandingkan kegiatan serupa di daerah lain. (fan)
Nick_2 April 16th, 2011, 08:05 PM Atraksi Seni Budaya Bakal Meriahkan Festifal Langkisau IX
http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=67287
Sabtu, 16/04/2011 23:01 WIB
padangmedia.com - PAINAN- Berbagai ragam atraksi seni budaya tradisional Pesisir Selatan kembali bakal memeriahkan agenda pariwisata seni budaya tahunan kabupaten Pesisir Selatan yaitu Festival Langkisau. Pada Festival ke sembilan ini, ragam seni budaya itu akan dikemas secara apik dengan penampilan yang lebih menarik dari tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pemuda Olahraga kebudayaan Dan Pariwisata (Dispokbudpar) kabupaten Pesisir Selatan Armaini kepada padangmedia.com, Sabtu (16/4) menjelaskan belajar dari pengalaman tahun sebelumnya masih banyak atraksi seni dan budaya daerah yang tidak sempat diperkenalkan.
" Untuk itu tahun ini agenda atraksi seni budaya akan diupayakan semeriah mungkin dan dapat menampilkan lebih banyak lagi kebudayaan daerah," kata Armaini.
Menurut Armaini kemungkinan Festival Langkisau IX akan digelar pada bulan Juli mendatang namun jadwal pastinya saat ini masih dalam pembahasan, termasuk pembentukan panitia.
" Kita akan berupaya bagaimana seni budaya Pesisir Selatan dapat tampil lebih banyak lagi pada ajang tahunan daerah ini sehingga semakin dikenal dan menarik perhatian," ungkapnya.
Ia menambahkan selama ini masih banyak seni budaya asli daerah yang belum dikenal secara luas, karena selain akibat kehilangan generasi juga karena ditampilkan untuk waktu tertentu saja.
" Potensi ini yang mestinya digali untuk menyemarakkan dunia pariwisata dan seni daerah sehingga menambah daya tarik bagi penikmat pariwisata yang datang berkunjung," ulasnya.
Diantara ragam atraksi seni budaya yang dipastikan bakal tampil pada ajang Festival Langkisau IX nanti adalah Seni Randai dan Pencak, Tari-tarian serta beberapa ritual adat yang masih dilakoni dan menjadi tradisi oleh sebagian masyarakat kabupaten Pesisir Selatan. (feb)
afril April 17th, 2011, 08:49 AM Moga tahun ini laporan keuangan pemprop. sumbar meningkat kualitasnya dari tahun sebelumnya menjadi wdp..ya samalah ngak usah tinggi2 dululah jadi wtp, masih ada sedikit masalah aset yang harus dituntaskan kejelasannya ..:cheers:
yang penting kualitas pelaporan keuangan pemprov sumbar tahun ini harus ada peningkatan dari tahun sebelumnya..minimal wdp lah..memang aset selalu menjadi catatan khusus bpk dan mempunyai porsi yang besar untuk penilaian/opini lk pemerintah.,.bukan hanya pemprov saja tapi juga semua kota dan kabupaten di sumbar, tahu lalu cuma kab. tanah datar yang mendapat opini WTP dari BPK di lingkungan pemko/pemkab di sumbar..
Kab. Tanah Datar | Sabtu, 16/04/2011 16:37 WIB
Ratusan Fotografer Mancanegara Abadikan Pacu Jawi
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/kab-tanah-datar/d/9/161167/ratusan-fotografer-mancanegara-abadikan-pacu-jawi.html
http://i52.tinypic.com/1il6as.jpg
Tanahdatar, (ANTARA) - Ratusan Fotografer Mancanegara dari Belanda, Australia, Singapura dan wartawan media cetak dan elektronik mengabadikan alek Pacu Jawi di hamparan sawah Bonai Nagari III Koto Kecamatan Rambatan, Sabtu (16/4).
nice..bisa sekalian promosi , manatau saja dimuat di majalah travel di negara mereka..include semuanya maksudnya kali ya ratusan fotografer itu mulai dari local. nasional and mancanegara fotografer
afril April 18th, 2011, 07:41 AM Penampil Terbaik - PUTRI KOPI Indonesia 2011
http://www.faceofindonesia.com/sites/default/files/imagecache/wide/300107/best_cultural_night.jpg
Pada malam CULTURAL NIGHT Putri Kopi 2011, 15 April lalu di Gedung Sapta Pesona Kemenbudpar, terpilih 3 orang Penampil Terbaik. Dari semua propinsi yang ikut, Sumatera Selatan menyabet dua posisi: Juara 1 dan Juara 3. Sumatera Barat menduduki posisi Juara 2. Selamat buat SumSel dan SumBar
http://www.faceofindonesia.com/nofrins/photo/1448/penampil-terbaik-putri-kopi-indonesia-2011
putri kopi ini baru pertama kali diselenggarakan tahun 2011 ini, penjelasan mengenai apa itu putri kopi klik disini (http://www.putrikopiindonesia.com/index.php/19-sample-data-articles/putri-kopi/70-pemilihan-putri-kopi-indonesia-2011.html)
Satrial April 19th, 2011, 12:07 PM [just share info] :
Radio Sushi FM Padang, dengan tagline "groovy, trendy & smart", adalah Radio swasta terbaik
di Sumatra Barat melalui keputusan depkominfo, dan juga radio pertama di Sumbar yang bisa di
dengar via live streaming sejak 2007. Hampir keseluruhan dari gedung kantornya memakai warna
khas Sumatra barat, yaitu hitam merah kuning, bahkan sampai ke bahan pelapis kedap suara
di ruang siaran..... ^^
http://farm6.static.flickr.com/5301/5633805967_0225c3dd66_z.jpg
Val_project April 19th, 2011, 12:47 PM Proyek Pembangunan Masjid Agung Al-Muhsinin
Kota Solok
http://img837.imageshack.us/img837/3081/masw.jpg (http://img837.imageshack.us/i/masw.jpg/)
http://img844.imageshack.us/img844/2860/mas2.jpg (http://img844.imageshack.us/i/mas2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
masjid yang ini
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/17165_314647205184_314547645184_5101639_2049781_n.jpg
udah hampir jadi lho...
http://img545.imageshack.us/img545/1161/dsc00967d.jpg
http://img31.imageshack.us/img31/8284/dsc00966jb.jpg
oleh2 saat saya ke solok minggu kemarin.
tapi cuman bisa ngambil bagian belakang masjid, karna tepat dibelakang masjid ini rumah saudara saya.
Kalau bukan dari foto, masjid ini keliatan sangan MUEGAH kali lho!
Btw, maaf angle fotonya kurang pas ya:bash:
Nick_2 April 19th, 2011, 04:11 PM Peresmian Centra Pelatihan Olahraga SOINA Sumbar
Sumbar, Selasa 19 April 2011
http://rripadang.co.id/?p=4709
Dalam upaya membina anak anak berkebutuhan khusus atau cacat mental dan dalam rangka ditetapkannya Sumatera Barat sebagai pusat pelatihan SOINA, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan baik untuk mengalokasikan anggran maupun bantuan sarana dan prasarana pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Asisten Satu Bidang Pemerintahan Asnol Amri pagi tadi (Selasa/19/04) seusai peresmian Central Pelatihan Olahraga Spesial Olimpic Indonesia SOINA Sumata Barat di Lapangan Imam Bonjol Padang.
Dikatakan selain mengalokasikan anggaran tahun ini sebesar 100 juta rupiah, pemerintah Provinsi juga akan memberikan bantuan sarana prasarana untuk kegiatan fisisk sesuai kebutuhan, disamping melakukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se Sumatera Barat.
Sementara itu Ketua SOINA Sumatera Barat Mai Rawita Marlis Rahman mengatakan ditunjuknya Sumatera Barat sebagai tempat pelatihan anak anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam SOINA tersebut, karena Sumatera Barat telah meraih berbagai prestasi. SOINA di Sumatera Barat berdiri sejak tahun 1989 hingga sekarang, telah mencatat sejumlah prestasi di bidang olah raga baik di tingkat Daerah, Nasional dan maupun Internasional.
Diantara prestasi yang diperoleh SOINA Sumatera Barat, selalu juara pada Porda dan Porwil di tingkat Sumatera, dan tahun 2009 lalu meraih medali emas. Tahun ini SOINA Sumatera Barat juga akan mengirim 2 orang atlit untuk mengikuti olimpiade ke Athena Yunani pada cabang Tennis Meja.
Menurut Mai Rawita Marlis Rahman terkait dengan persiapan Sumatera Barat yang ditunjuk sebagai tempat pelatihan SOINA se Indonesia, akan melaksanakan pelatihan secara rutin dan bekerja sama dengan pelatih yang ada di daerah ini. Selain itu untuk mencari bibit dari anak berkebutuhan khusus atau anak yang memiliki keterbelakangan mental baik pada bidang olahraga maupun bidang Seni, pada 19 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat telah dibentuk pengurus SOINA.(Nani Darlis/Ddk)
ikhlas001 April 19th, 2011, 05:27 PM masjid yang ini
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/17165_314647205184_314547645184_5101639_2049781_n.jpg
udah hampir jadi lho...
http://img545.imageshack.us/img545/1161/dsc00967d.jpg
oleh2 saat saya ke solok minggu kemarin.
tapi cuman bisa ngambil bagian belakang masjid. tepat dibelakang masjid ini rumah saudara saya yg di solok. maaf angle fotonya kurang pas ya:bash:
wah. lokasi persisnya dimana ya Uda Val..
kampuang awak di Solok juo mah.. hahaha.. lah lamo indak ka Solok a..
biasonyo waktu masih zaman sekolah lai juo lah acok ka Solok, tapi akhir2 lah jarang. :lol:
afril April 21st, 2011, 12:34 AM Kab. Tanah Datar | Sabtu, 16/04/2011 16:37 WIB
Ratusan Fotografer Mancanegara Abadikan Pacu Jawi
^^ pacu jawi (sapi) | kab. tanah datar sumatera barat
http://farm6.static.flickr.com/5102/5631740736_e4143a067c_b.jpg
http://www.flickr.com/photos/46202369@N02/5631740736/sizes/l/
http://farm6.static.flickr.com/5188/5631740074_a5e49d6413_b.jpg
http://www.flickr.com/photos/46202369@N02/5631740074/sizes/l/in/photostream/
http://farm6.static.flickr.com/5305/5631739420_f212b85443_b.jpg
http://www.flickr.com/photos/46202369@N02/5631739420/sizes/l/in/photostream/
foto oleh : sijanto (http://www.flickr.com/photos/46202369@N02/)
nahdan April 21st, 2011, 03:33 AM Dalam Rangka Hari Kartini, tulisan bapak Emil Salim di halaman 7 Kompas Kamis 21 April 2011
sorry... attacment nya kepotong, mbacanya dari atas terus ke bagian potongan yang di bawah...
selamat merenungi... semangat buat kaum wanita...:cheers:
http://i56.tinypic.com/k4beaw.jpg
http://i51.tinypic.com/rr09s6.jpg
nahdan April 21st, 2011, 03:52 AM jemur kayu manis dulu...
di daerah malalak...
http://i53.tinypic.com/4puss3.jpg
Nick_2 April 21st, 2011, 07:28 PM Rasuna Said: Pejuang Hak Politik Perempuan
Oleh Famega Syavira Putri | Yahoo News – Sen, 18 Apr 2011 12.32 WIB
http://id.berita.yahoo.com/rasuna-said--pejuang-hak-politik-perempuan.html
Dari depan sebuah pusat perbelanjaan di sudut paling ramai Jakarta, arca perempuan itu memandang ke arah jalan yang disebut menggunakan namanya. Ribuan anak muda melewatinya setiap hari, tahukah mereka siapa dia?
Ini cerita 70 tahun yang lalu. Perempuan itu, HR Rasuna Said, masih berusia 21 tahun dan dalam usia semuda itu dia berorasi di depan ribuan orang, meneriakkan kemerdekaan. Sebuah kegiatan yang dapat membuatnya diganjar penjara oleh pemerintah Belanda.
“Pintu menuju kemerdekaan sudah terbuka, dan kami berharap kalian mengabarkannya kepada seluruh kawan dan kenalan. Kami semua punya satu tujuan. Memperjuangkan hak kami, yakni membentuk Indonesia yang merdeka dan bebas dari jajahan asing,” kata Rasuna dalam sebuah aksi menentang penjajahan. Ketegasan Rasuna harus dibayar mahal. Bersama rekannya, Rasimah Ismail, dia ditangkap dan dipenjarakan di Semarang.
Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah sosok pendidik, wartawan dan politisi ulung. Dia lahir dari keluarga keturunan bangsawan Minang di Maninjau, Sumatera Barat pada 14 September 1910.
Pendidikan Rasuna kecil dimulai di pesantren Ar Rasyidiyah sebagai satu-satunya murid perempuan. Saat kelas 5, dia mulai mengajar untuk anak-anak dari kelas lebih rendah. Berpindah-pindah guru, Rasuna terus belajar, juga belajar teknik pidato. Pidato Rasuna dikenal “laksana petir di siang hari”.
Rasuna masih berusia 16 tahun saat bergabung di organisasi politik pertamanya, Sarekat Rakyat — sebuah organisasi yang juga dimotori Tan Malaka. Dia juga tak melupakan gairah pertamanya: mengajar.
Rasuna mendirikan sekolah “Menjesal” di Sumatera Barat, sekolah kelas rendah di Padang dan sekolah khusus putri di Bukittinggi. Para murid di sekolahnya diajarkan pentingnya kesadaran politik rakyat.
Dari Sarekat Rakyat, Rasuna berpindah ke Persatuan Muslimin Indonesia (Permi), yang tumbuh dengan cepat di Sumatera Barat dengan 10 ribu anggota di 160 cabang. Partai ini populer karena tak takut mengawinkan politik dan agama. Rasuna menjadi salah satu tokoh perempuan paling menonjol di sini. Secara blak-blakan dia mengajak rakyat menuju perjuangan Indonesia merdeka.
Rasuna juga menemukan minat baru — menjadi wartawan — dan menerbitkan majalah Menara Putri. Gaya penulisannya blak-blakan dengan semboyan “Ini dadaku, mana dadamu.”
Majalah ini menyebarkan ide mengenai perempuan dan segala permasalahannya. Dia meyakinkan pembaca, perempuan punya peran yang sama dalam penjuangan kemerdekaan. Perempuan juga punya hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Perempuan juga berhak mendapatkan pendidikan, jaminan ekonomi dan memiliki tempat dalam dunia politik.
Karier politik membawa Rasuna hijrah ke Jakarta. Setelah proklamasi kemerdekaan, Rasuna menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera Barat. Dia juga anggota Dewan Pertimbangan Agung yang memberikan saran pada Presiden Soekarno.
Rasuna Said meninggal pada 2 November 1965 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata.
Dia dikenang sebagai aktivis perempuan pertama yang memperjuangkan hak-hak politik perempuan. Menurutnya, politik bukan hanya milik laki-laki. Politik tak bisa dipisahkan dari peran serta perempuan.
Dari 140 orang yang diberi gelar pahlawan negara, hanya 10 perempuan yang ada dalam daftar. Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah satunya.
Sumber:
Encyclopedia of Women & Islamic Cultures: Family, Law and Politics, Suad Joseph, 2005
Rebellion to integration: West Sumatra and The Indonesian Polity 1926-1998, Audrey Kahin, 1999
Ulama Perempuan Indonesia, Editor Jajat Burhanudin, 2002
Nick_2 April 21st, 2011, 07:31 PM Istana Salinduang Bulan
http://i51.tinypic.com/258cby0.jpg
Foto: Antara Sumbar/ Arif Pribadi
Istana Pagaruyuang
http://i54.tinypic.com/qohate.jpg
Foto: Antara Sumbar
Mehome April 22nd, 2011, 08:15 AM Kelok Sembilan Tuntas 2012
http://www.padang-today.com/up/berita/21042011234400KELOKSEMBILAN.jpg
Proyek pembanguan fly over (jembatan layang) Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, diyakini Wakil Ketua Komisi V DPR RI Mulyadi, bakal tuntas tahun 2012 mendatang. Mengingat tahun ini DPR telah menyetujui penambahan dana buat pembangunan megaproyek tersebut senilai Rp85 miliar.
"Dengan adanya penambahan dana tersebut, kita berharap proyek fly over Kelok Sembilan, sudah tuntas tahun 2012. Sehingga bisa diresmikan oleh Presiden SBY," kata Mulyadi didampingi Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (21/4) siang.
Mulyadi yang merupakan anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI dari Sumbar II (Bukittinggi, Agam Payakumbuh, 50 kota Pasaman, Pasaman Barat, Pariaman, Padang Pariaman). mengatakan, pembangunan fly over Kelok Sembilan sudah berlangsung lama. Bahkan telah menyita waktu selama hampir tujuh tahun. Namun, pembangunan belum tuntas karena dana yang muncul sedikit.
"Dalam APBD Perubahan 2010, dana lanjutan pembangunan fly over Kelok Sembilan yang tersedia baru Rp40 miliar. Makanya, kita sebagai putra Sumbar yang dipercaya sebagai pimpinan Komisi V DPR RI, mengusulkan lagi anggaran sebesar Rp85 miliar pada APBN 2011," jelas Mulyadi.
Diakui Mulyadi, dana sebesar Rp85 miliar yang ada sekarang, baru cukup untuk lanjutan pembangunan bagian atas fly over Kelok Sembilan. Sedangkan untuk pembangunan dua jembatan pada bagian bawah, diperkirakan butuh dana sebesar Rp150 miliar lagi.
"Inilah yang akan kita usulkan pada tahun 2012 mendatang.
Saya sudah membicarakan ini dengan Menteri PU dan jajarannya. Mereka sepakat, menyelesaikan dulu pembangunan dengan anggaran tahun 2011," ujar pengurus Harian Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jakarta ini.
Banjir Proyek
Selain keciprat dana lanjutan pembangunan fly over Kelok Sembilan. Menurut Mulyadi, tahun ini Sumbar juga kebagian sejumlah proyek infrastruktur berskala besar. Untuk pembangunan jalan dan jembatan saja, DPR sudah menyetujui anggaran sebesar Rp950 Miliar.:banana::cheers:
"Jumlah ini sebagaimana disampaikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, sudah tergolong besar. Sebab tahun sebelumnya, dana pembangunan ataupun perbaikan infrastruktur jalan di Sumbar hanya sekitar Rp300 miliar," :banana:kata pria kelahiran Bukittinggi, 13 Februarui 1963 ini.
Dia menjelaskan, dana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebesar Rp950 miliar itu akan ditebar di berbagai kabupaten/kota. Untuk Kabupaten Padangpariaman dan Agam, kebagian dana lanjutan pembangunan Jalan Sicincik-Malalak sebesar Rp 60 miliar dan jalan Duku-Sicincin sebesar Rp20 miliar.
Sedangkan untuk Kota Padang, keciprat dana pembangunan jalan Alai-By Pas sebesar Rp10 miliar. "Jalan ini merupakan jalur evakuasi tsunami. Sebab, Padang memang dinyatakan rawan bencana gempa dan tsunami," papar Mulyadi yang memiliki latarbelakang konsultan infrastruktur.
Selanjutnya, Komisi V DPR bersama pemerintah juga mengucurkan dana sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan jalan lingkar Ngarai Sianok. "Sekarang, pembangunan ini masih dalam tahap konsolidasi tanah, saya sudah hubungi Bupati Agam Indra Catri," ucap Mulyadi.
Sementara untuk Kabupaten Pasaman Barat, dikatakan Mulyadi, tahun ini akan keciprat dana sebesar Rp35 miliar. Dana sebanyak itu direncanakan untuk pembangunan pelabuhan laut Aiabangih. "Kalau jadi, kita akan rekomendasikan itu sebagai pelabuhan laut terbesar di pantai barat Sumatera," ucapnya. :banana:
Selain itu, pemerintah pusat juga mengucurkan dana untuk perluasaan landasan pacu Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Menurut Wagub Sumbar Muslim Kasim, panjang landasan pacu BIM masih kurag 250 meter. Untuk penambahan panjangnya, butuh dana pembebasan tanah.
"Dana pembebasan tanah itulah yang kita anggarkan sebesar Rp20 Miliar tahun 2011 ini. Sedangkan untuk pembangunan box culvert-nya, dianggarkan tahun berikutnya," imbuh insinyur teknik lingkungan ini.
Meski keciprat banyak proyek besar pada tahun 2011, menurut Mulyadi perjuangan masyarakat Sumbar belum berakhir. "Perjuangan kita malah jauh lebih berat. Anggaran yang sudah ada, jangan disalahgunakan. Untuk itu kita minta LSM, media massa, dan masyarakat supaya betul-betul mengawasi spek proyek-proyek besar yang akan diberikan," imbuh Mulyadi.
http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=27577
---------------------
jujur saja, saya lebih SANGAT menyukai berita-berita yang seperti ini daripada berita dibangunnya satu dua gedung tinggi. Hehehe.. tapi apa boleh buat, ini forum judulnya juga skyscrapercity, jadi ya.... :nuts:
tapi memang benar, saya suka sekali membaca berita ini, pemprov Sumbar harus memantabkan dulu kondisi infrastruktur di provinsi ini, dan harus selalu menjamin ketersediaan energinya. Kalau semua infranstruktur yang dibutuhkan untuk menunjang pembangunan tersedia, dan keterjaminan ketersediaan energi dipenuhi oleh pemprov, yakin deh... itu investasi, terutama dari bidang industri manufaktur dan padat modal pasti akan berbondong-bondong masuk. :banana::cheers:
Mehome April 22nd, 2011, 08:51 AM Jalan Povinsi di Sumbar Tergolong Mantap
PADANG: Ruas jalan provinsi (dibiayai pemerintah provinsi) di Sumatera Barat yang dalam kondisi mantap hingga akhir periode I pelaksanaan pembangunan jangka menengah daerah (PJMD) 2006-2010 meningkat menjadi 86,81 persen setelah sempat turun drastis pada 2008.
Hingga akhir 2009 kondisi jalan provinsi meningkat menjadi 86,81 persen dari total panjang ruas jalan provinsi 1.153,87 kilometer (KM), kata Irwan Prayitno dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode II 2011-2015 Sumbar di Padang.
Ia menjelaskan, sebelum periode I pelaksanaan PJMD 2006-2010 atau pada 2005 ruas jalan provinsi di Sumbar baru mencapai 80,91 persen dari total panjang 1.153,87 KM.
Jalan provinsi itu mengalami fluktuasi dalam pelaksanaan PJMD Sumbar, yakni pada 2006 menurun menjadi sebesar 79,86 persen dan pada 2007 dapat ditingkatkan menjadi 81,69 persen.
“Dampak beberapa kali bencana alam di provinsi ini, membuat jalan provinsi menurun drastis menjadi 71,19 persen,” tambahnya. :ohno:
Pada 2009 hingga akhir PJMD periode II jalan provinsi di Sumbar naik secara signifikan menjadi 86,91 persen dari total 1.153,87 KM, katanya.
Menurut dia, meski jalan provinsi saat ini telah cukup memadai, namun yang lebih penting adalah meningkatkan kemampuan daya dukung atau kelas jalan agar bisa mendukung peningkatan volume pergerakan orang dan barang yang kondisinya melebihi kemampuan jalan yang ada.
Sementara itu, dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan, Pemprov Sumbar diharapkan pada lima masalah yang harus dituntaskan.
Lima masalah itu yakni pertama, rendahnya daya dukung dan kapasitas jalan dan jembatan salah satu terlihat dari kejadian runtuhnya ruas jembatan di Kabupaten Pesisir Selatan karena dilalui kendaraan dengan berat melebihi kapasitas.
Kelas jalan maksimal di Sumbar adalah IIA dengan beban sumbu gardan yang diizinkan hanya delapan ton. Kondisi ini tidak sejalan dengan peningkatan kemampuan kendaraan yang ada dan naiknya volume produksi dan pengangkutan dari dunia industri, pertanian dan perkebunan.
Hasil industri semen dan CPO dari perkebunan sawit mendominasi angkutan barang di Sumbar yang sudah seharusnya didukung kemampuan dan kapasitas jalan dan jembatan yang memadai di daerah ini, katanya.
Masalah kedua dihadapi Sumbar yakni, rendahnya kesadaran pengguna jalan terutama pengendaraan angkutan barang, yang memuat kendaraannya dengan beban melebihi beban diizinkan yang diperburuk rendahnya pengawasan dari satuan kerja di jembatan timbangan.
Kondisi itu menyebabkan banyaknya kendaraan angkutan barang yang melebihi beban diizinkan pada jalan tetap beroperasi melaluinya.
Masalah ketiga, seringnya terjadi bencana alam seperti banjir dan longsor yang merusak badan jalan dan jembatan. Selain itu, Sumbar masuk daerah beresiko bencana gempa bumi yang tinggi.
Seringnya bencana alam membuat biaya pembangunan dan pemeliharaan jalan jembatan di Sumbar relatif tinggi. Biaya semakin tinggi untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan karena faktor topografis daerah Sumbar yang bergelombang dan berbukit-bukit.
Masalah ke empat, belum terpadunya penanganan sistem jaringan jalan kabupaten, kota, provinsi dan jalan nasional. Sistem penanganan jalan dibebankan pada amsing-masing wilayah administrasi dilalui jalan yang justru belum terpadu antardaerah.
Untuk itu sistim penanganan jalan yang hirarki perlu direvisi agar kekhawatiran yang menghambat penanganan dan pemeliharaan jalan dan jembatan dapat dihindari, tambahnya. :cheers:
http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/04/jalan-povinsi-di-sumbar-tergolong-mantap/
afril April 23rd, 2011, 05:41 AM Istana Pagaruyuang
http://i54.tinypic.com/qohate.jpg
Foto: Antara Sumbar
^^ masih belum selesai ya interiornya..keliatan pintu dan jendelanya masih ditutup atau belum dibuka buat umum..
Kelok Sembilan Tuntas 2012
http://www.padang-today.com/up/berita/21042011234400KELOKSEMBILAN.jpg
Banjir Proyek
Selain keciprat dana lanjutan pembangunan fly over Kelok Sembilan. Menurut Mulyadi, tahun ini Sumbar juga kebagian sejumlah proyek infrastruktur berskala besar. Untuk pembangunan jalan dan jembatan saja, DPR sudah menyetujui anggaran sebesar Rp950 Miliar.:banana::cheers:
---------------------
jujur saja, saya lebih SANGAT menyukai berita-berita yang seperti ini daripada berita dibangunnya satu dua gedung tinggi. Hehehe.. tapi apa boleh buat, ini forum judulnya juga skyscrapercity, jadi ya.... :nuts:
tapi memang benar, saya suka sekali membaca berita ini, pemprov Sumbar harus memantabkan dulu kondisi infrastruktur di provinsi ini, dan harus selalu menjamin ketersediaan energinya. Kalau semua infranstruktur yang dibutuhkan untuk menunjang pembangunan tersedia, dan keterjaminan ketersediaan energi dipenuhi oleh pemprov, yakin deh... itu investasi, terutama dari bidang industri manufaktur dan padat modal pasti akan berbondong-bondong masuk. :banana::cheers:
^^ suai uda mehome..nice info and good job for anggota dewan..moga saja dana yang telah dialokasikan tersebut dapat digunakan semaksimal mungkin dan jangan sampai disalahgunakan..btw bahasanya lucu aja "keciprat"
sherif_claude April 23rd, 2011, 04:53 PM Rasuna Said: Pejuang Hak Politik Perempuan
Oleh Famega Syavira Putri | Yahoo News – Sen, 18 Apr 2011 12.32 WIB
http://id.berita.yahoo.com/rasuna-said--pejuang-hak-politik-perempuan.html
Dari depan sebuah pusat perbelanjaan di sudut paling ramai Jakarta, arca perempuan itu memandang ke arah jalan yang disebut menggunakan namanya. Ribuan anak muda melewatinya setiap hari, tahukah mereka siapa dia?
Ini cerita 70 tahun yang lalu. Perempuan itu, HR Rasuna Said, masih berusia 21 tahun dan dalam usia semuda itu dia berorasi di depan ribuan orang, meneriakkan kemerdekaan. Sebuah kegiatan yang dapat membuatnya diganjar penjara oleh pemerintah Belanda.
“Pintu menuju kemerdekaan sudah terbuka, dan kami berharap kalian mengabarkannya kepada seluruh kawan dan kenalan. Kami semua punya satu tujuan. Memperjuangkan hak kami, yakni membentuk Indonesia yang merdeka dan bebas dari jajahan asing,” kata Rasuna dalam sebuah aksi menentang penjajahan. Ketegasan Rasuna harus dibayar mahal. Bersama rekannya, Rasimah Ismail, dia ditangkap dan dipenjarakan di Semarang.
Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah sosok pendidik, wartawan dan politisi ulung. Dia lahir dari keluarga keturunan bangsawan Minang di Maninjau, Sumatera Barat pada 14 September 1910.
Pendidikan Rasuna kecil dimulai di pesantren Ar Rasyidiyah sebagai satu-satunya murid perempuan. Saat kelas 5, dia mulai mengajar untuk anak-anak dari kelas lebih rendah. Berpindah-pindah guru, Rasuna terus belajar, juga belajar teknik pidato. Pidato Rasuna dikenal “laksana petir di siang hari”.
Rasuna masih berusia 16 tahun saat bergabung di organisasi politik pertamanya, Sarekat Rakyat — sebuah organisasi yang juga dimotori Tan Malaka. Dia juga tak melupakan gairah pertamanya: mengajar.
Rasuna mendirikan sekolah “Menjesal” di Sumatera Barat, sekolah kelas rendah di Padang dan sekolah khusus putri di Bukittinggi. Para murid di sekolahnya diajarkan pentingnya kesadaran politik rakyat.
Dari Sarekat Rakyat, Rasuna berpindah ke Persatuan Muslimin Indonesia (Permi), yang tumbuh dengan cepat di Sumatera Barat dengan 10 ribu anggota di 160 cabang. Partai ini populer karena tak takut mengawinkan politik dan agama. Rasuna menjadi salah satu tokoh perempuan paling menonjol di sini. Secara blak-blakan dia mengajak rakyat menuju perjuangan Indonesia merdeka.
Rasuna juga menemukan minat baru — menjadi wartawan — dan menerbitkan majalah Menara Putri. Gaya penulisannya blak-blakan dengan semboyan “Ini dadaku, mana dadamu.”
Majalah ini menyebarkan ide mengenai perempuan dan segala permasalahannya. Dia meyakinkan pembaca, perempuan punya peran yang sama dalam penjuangan kemerdekaan. Perempuan juga punya hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Perempuan juga berhak mendapatkan pendidikan, jaminan ekonomi dan memiliki tempat dalam dunia politik.
Karier politik membawa Rasuna hijrah ke Jakarta. Setelah proklamasi kemerdekaan, Rasuna menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera Barat. Dia juga anggota Dewan Pertimbangan Agung yang memberikan saran pada Presiden Soekarno.
Rasuna Said meninggal pada 2 November 1965 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata.
Dia dikenang sebagai aktivis perempuan pertama yang memperjuangkan hak-hak politik perempuan. Menurutnya, politik bukan hanya milik laki-laki. Politik tak bisa dipisahkan dari peran serta perempuan.
Dari 140 orang yang diberi gelar pahlawan negara, hanya 10 perempuan yang ada dalam daftar. Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah satunya.
Sumber:
Encyclopedia of Women & Islamic Cultures: Family, Law and Politics, Suad Joseph, 2005
Rebellion to integration: West Sumatra and The Indonesian Polity 1926-1998, Audrey Kahin, 1999
Ulama Perempuan Indonesia, Editor Jajat Burhanudin, 2002
^^
Kita tunggu nama-nama perempuan minang lainnya seperti: Rohana kudus, Siti Mnggopoh, dan Rahmah EL yunusiah masuk dalam daftar pahlawan national di Indonesia.
Nick_2 April 23rd, 2011, 07:31 PM ^^
Kita tunggu nama-nama perempuan minang lainnya seperti: Rohana kudus, Siti Mnggopoh, dan Rahmah EL yunusiah masuk dalam daftar pahlawan national di Indonesia.
^^ amin..
dan satu lagi sosok pahlawan yang dilupakan pemerintah pusat yaitu Mr. Syafrudin Prawiranegara
Syafruddin Pencetus Independensi BI
Penghalangan Pahlawan, Dicurigai Agenda PKI?
Padang Ekspres Berita Pemerintahan Sabtu, 23/04/2011 - 09:08 WIB Fajar Rillah Vesky
http://padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=27608
Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjudin dan mantan Ketua Tim Pengawas Bank Indonesia Regional Sumut-NAD Iramady Irdja menilai, sosok Mr Syafrudin Prawiranegara layak dijadikan sebagai pahlawan nasional. Kendati Syafrudin terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) 1958-1961 tapi jasanya untuk bangsa dan negara sangat besar.
"Syafrudin tidak hanya menyelamatkan republik dari gempuran Agresi II Belanda, dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) tahun 1948-1949. Jauh sebelum itu, beliau merupakan orang pertama yang meletakkan pondasi independensi Bank Indonesia," kata Aslim Tadjudin dan Iramady Irdja kepada Padang Ekspres Jum'at (22/4) siang.
Aslim Tadjudin dan Iramady Irdja adalah dua dari sepuluh tokoh yang diagendakan tampil sebagai pembicara dalam Seminar Satu Abad Mr Syafrudin Prawiranegara di auditorium, Politeknik Pertanian Unand, Tanjungpati, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu(23/4) ini.
Seminar digelar Yayasan Peduli Peristiwa PDRI bersama Panitia Nasional Satu Abad Mr Syafrudin Prawiranegara dibawah pimpinan Wakil Ketua DPD RI Am Fatwa. Seminar di auditorium Politeknik Pertanian Unand ini, merupakan lanjutan dari seminar yang dibuka Mendagri Gamawan Fauzi di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Minggu (3/4) lalu.
Menurut Aslim Tadjudin yang asli putra Kabupaten Limapuluh Kota, Mr Syafrudin Prawiranegara telah meletakkan pondasi bagi independensi bank sentral dari pemerintah. Syafrudin juga menyusun konsep kemandirian bank sentral dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter.
"Sjafruddin menyatakan betapa pentingnya pemisahan Bank Sentral dari pemerintah. Pemisahan tersebut dimaksudkan agar bank sentralmemiliki wewenang untuk bekerja secara otonom dalam melaksanakan tugas, sebagaimana diamanatkan undang-undang. Apabila kekuatan politik diberikan ruang untuk menguasai sistem keuangan, maka hal tersebut akan membahayakan proses sirkulasi keuangan nasional," ujar Aslim Tadjudin.
Masih menurut Aslim, ketika Mr Syafrudin Prawiranegara menjabat sebagai Menteri Keuangan untuk kedua kalinya dalam Kabinet Hatta II, beliau dihadapkan pada tiga persoalan besar. Yaitu, tekanan inflasi yang mulai mengkhawatirkan, kas pemerintah yang minim, dan masih berlakunya “uang merah” atau uang NICA dan uang De Javasche Bank, sementara Oang Republik Indonesia (OERI) sudah diterbitkan.
Untuk mengatasi ketiga persoalan diatas, uang merah/uang NICA dan uang De Javasche Bank dengan nilai minimum 5 dipotong menjadi dua bagian. Guntingan bagian kiri uang tersebut ditetapkan masih sah sebagai alat pembayaran, namun nilainya menjadi setengah dari nilai semula dan harus ditukarkan dengan uang kertas baru.
Sedangkan guntingan uang bagian kanan dinyatakan tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah semenjak 10 Maret 1950, namun dapat ditukar dengan obligasi negara sebesar setengah dari nilai semula dan akan dibayar 40 tahun kemudian dengan bunga 3 persen pertahun.
"Kebijakan yang populer dengan sebutan Gunting Sjafruddin ini juga berlaku bagi simpanan di bank, namun tidak berlaku bagi uang pecahan dengan nilai 2,50 ke bawah," kata Aslim Tadjudin yang dikenal peduli dengan persoalan Sumbar.
Dikatakan Aslim, meski kebijakan "Gunting Syafruddin" memberi dampak yang kurang nyaman pada awalnya. Namun kebijakan ini mampu membersihkan sistem moneter, mengurangi jumlah uang yang beredar, menurunkan harga barang-barang kebutuhan, dan menambah kas pemerintah, dengan pinjaman wajib yang diperkirakan mencapai Rp 1,5 Miliar.
Menariknya lagi, kata Aslim Tadjudin, ketika menetapkan kebijakan "Gunting Syafruddin", sosok Syafrudin juga memberikan pelajarab bagi banyak orang, terutama pemangku jabatan di pemerintahan. "Beliau sangat berhati-hati menjaga kerahasiaan rencana pemberlakuan kebijakan pemotongan uang yang ditandatanganinya, bahkan kepada istri dan anak-anaknya sendiri sekalipun, " kata Aslim.
Sehingga tajamnya “Gunting Sjafruddin” tidak hanya mengejutkan rakyat Indonesia namun juga keluarganya sendiri. "Hal tersebut setidaknya memberi teladan bagi kita, agar tidak memanfaatkan posisi sebagai pejabat negara untuk mengambil keuntungan pribadi maupun keluarga," imbuh Aslim.
Layak Dicurigai PKI
Sementara itu, Iramady Irdja menilai sosok Syafrudin sebagai seorang tokoh ekonomi liberal yang kemudian berpindah menjadi tokoh ekonomi kerakyatan atau Syariah.
"Awalnya adalah tokoh ekonomi liberal. Sedangkan ekonom Soemitro (bapak Prabawo Subianto) adalah ekonom kerakyatan atau syariah. Namun pada masa Orde Baru berkuasa, konsep ekonomi kerakyatan dan ekonomi syariah justru lebih diterapkan oleh Syafrudin. Sedangkan Soemitro cenderung beraliran liberal," kata Iramady.
Menurut Iramady Irdja pula, Syafrudin adalan tokoh yang tidan setuju dengan prinsip eskploitasi dalam perbankan. Menuruitnya, bunga dan laba dalam bank, asal dengan akad yang juru dan ikhals bukan riba namun halal. Sedangkan laba yang melebihi kewajaran adalah riba.
Iramady Irdja juga meyakini, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang digagas Mr Syafrudin Prawiranegara bersama sejumlah pejuang, bukanlah pengkhianatan terhadap bangsa. Tetapi bentuk koreksi terhadap pemerintah Orde Lama yang terpengaruh oleh antek-antek Partai Komunis Indonesi (PKI).
"Para era PRRI, militer disusupi oleh PKI. Sehingga kebijakan pemerintah Orde Lama diwarna oleh PKI., Apabila saat ini pengakuan terhadap Syafrudin Prawiranegara masih dihambat oleh pihak-pihak tertentu, kiranya layak dicurigai bagian dari agenda PKI pula," kata tokoh Sumbar Iramady Irdja.[]
Nick_2 April 24th, 2011, 06:48 PM Kelezatan Sate Padang Mak Syukur
I Made Asdhiana | Minggu, 24 April 2011 | 08:28 WIB
http://travel.kompas.com/read/2011/04/24/08283570/Kelezatan.Sate.Padang.Mak.Syukur
KOMPAS.com - Kami sudah dapat info dari teman Pak Alam, katanya ada sate padang yang harus doyanmakan.com cobain, namanya sate Padang Mak Syukur. Nah karena kita belum berwisata kuliner ke daerah Padang maka kita cobain yang di Jakarta saja dulu ya, soalnya sate padang yang satu ini ada sudah ada 10 cabang di Jakarta. Dan Sate Padang Mak Syukur sebagian besar memilih lokasi di mal.
Kita cobain yang di MOI (Mal of Indonesia) lantai I di Kelapa Gading yuuk, karena MOI itu cukup besar, kami cari lokasi Sate Padang Mak Syukur harus tanya beberapa kali sama satpam mal. Yuuup.... akhirnya ketemu juga, ternyata tempatnya cukup besar dan berada lokasi yang cukup strategis, karena berada di pojok. Nuasa tempatnya didominasi dengan warna Hijau dengan ikon siluet orang yang kami tebak adalah perintis Sate Padang ini. Siapakah dia?
Menurut info yang kami dapat perintis sate ini adalah Bapak Syukur Sutan Rajo Endah yang mula usahanya sekitar tahun 1941. Dan pada tahun 1984, usaha tersebut dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Syafril Syukur. Di kota Padangnya sendiri berlokasi di tepi jalan besar Padang Panjang Sumatera Barat dan selalu ramai sama pelanggan setianya.
Kami langsung pesan 1 porsi sate padang dan 1 porsi soto padang. Untuk Porsi untuk sate padangnya cukup banyak lho, dengan ketupat di potong-potong lalu satenya diberi bumbu khas sate padang yang masih panas, dagingnya besar-besar dan empuk. Mantaaaaaaabs banget...dengan lahap makan sate padangnya, dan sambil juga nyicipin soto padangnya. Ukuran mangkok soto padang yang di gunakan di sini tergolong lebih besar, dibanding dengan penjual soto padang pada umumnya yang lebih kecil. Soto padangnya enak, dagingnya terasa kress...kress kalau digigit, dan empuk. Apalagi ditambah dengan sambelnya, tambah nikmat...(Yudi)
Sumber :www.doyanmakan.comShare209
bagak April 25th, 2011, 06:12 AM Kabupaten Dharmasraya - Sumbar
http://i56.tinypic.com/21j60z9.jpg
http://images.detik.com/content/2011/04/11/1026/travel_cimg3361.jpg
http://images.detik.com/content/2011/04/11/1026/travel_cimg3366.jpg
Nick_2 April 25th, 2011, 08:13 AM Gubernur Jabar Tantang Gonjong Limo
Senin, 25 April 2011 01:32
FESTIVAL BUDAYA MINANG MERIAH
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=3972:gubernur-jabar-tantang-gonjong-limo&catid=4:nasional&Itemid=78
BANDUNG, HALUAN — Mayarakat Minang perantau yang ada di Jawa Barat, sesungguhnya masyarakat Jawa Barat asal Minang. Demikian dikemukakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada gelar Festival Budaya Minang*kabau dalam puncak acara 50 Tahun Gonjong Limo Bandung di Gedung New Majestic Jalan Braga, Bandung Sabtu (23/4).
“Awan tinggi berarak petang, tanda malam mulai menjelang. Senang berte*mu hadirin yang datang, ternyata bapak ibu pemuda gadis perantauan Minang,” kata Gubernur Jabar mengawali pidatonya.
Ia mengatakan, penduduk Jawa Barat paling besar di Indonesia. Pada Mei 2010 berjumlah 43.021.826 orang atau 10 kali lipat penduduk Sumatera Barat. Jika orang terus berdatangan ke Jawa Barat pasti akan semakin sempit. Tetapi jika orang yang berpindah itu orang yang berguna seperti orang Minang tidak masalah, tidak akan menjadi sempit.
“Masyarakat Minang ke Jawa Barat begitu banyak dan begitu juga sebaliknya masyarakat Jawa Barat banyak juga yang ada ke ranah Minang. “Saya ke Sumatera Barat disambut oleh paguyuban Pasun*dan. Begitu juga pejabat Sumatera Barat yang datang ke daerah Bandung dan sekitarnya disambut oleh PKM, Gon*jong Limo, dan organisasi lainnnya, itulah kehidupan” tutur gubernur.
Tentang seni budaya gubernur mengatakan, perpaduan budaya secara natural pasti akan terjadi, apalagi direkayasa dengan baik lebih dari sekedar natural. Jadi sekarang kalau ada festival minangkabau, sudah mulai ada perpa*duan. Sebab yang menyanyikan lagu-lagu Minang itu gadis-gadis asli Jawa Barat.
Gubernur meminta kepada panitia gonjong limo untuk menyelenggarakan festival festival Sunda-Minang. “Jadi yang pertama kita tampilkan budaya asli Minang dan asli Sunda, lalu selanjutnya menampilkan kolaborasi kedua budaya, misalnya tari merak dengan tari piring. Saya rasa akan hadir sendratari baru dan kreasi baru yang akan memper*satukan kita,” katanya.
Ia menambahkan, adakalanya kita bertemu dalam perbedaan politik, perbedaan etnik, tapi bila kita melakukan pendekatan melalui budaya biasanya perbedaan itu hilang dan kita bisa tersenyum bersama ketika melihat tampilan budaya atau kehidupan bernuan*sa kebudayaan.
Semenetra itu Sekda Sumbar Mahmuda Revai, SH minta maaf pada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan pada warga gonjong limo Bandung atas ketidakhadiran Gebernur Sumbar, karena Gubernur sumbar berada di Malaysia, begitu pula Wagub Sumbar Muslim Kasim tengah berada di Bali.
Nampak hadir Wakil Bupati Lima*puluh Kota, Wakil Walikota Payakumbuh dan dan ninik mamak dari Payakumbuh. Nampak pula hadir ketua Perhimpunan Keluarga Minang Jawa Barat Dr. T. Agoestina, Sp.OG, M.kes bundo kanduang masyarakat Minang Jawa Barat.
Festival Minangkabau yang dime*riahkan dengan randai, salaung, main kim, lomba manatiang piriang cukup mendapat perhatian dari masyarakat Minang Bandung dan masyarakat Jawa Barat sendiri hingga penonton tumpah ruah hingga ke jalan Braga. Panitia juga menyediakan dua monitor tv yang bisa terlihat dari luar gedung. (h/dj)
bagak April 25th, 2011, 10:01 AM ^^
http://1.bp.blogspot.com/_MGb8eZYHxXw/TTujpaJG2VI/AAAAAAAAAIM/WVNpDlA4dtI/s1600/logo1.jpg
Mehome April 25th, 2011, 11:20 AM Wah! Daerah Terbaik Tak Satupun dari Sumatra
BOGOR: Pemerintah menetapkan 23 daerah yang terdiri dari 3 provinsi, 10 kabupaten, dan 10 kota sebagai daerah dengan kinerja terbaik secara nasional, sesuai hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah (EKPPD) 2009.
Pengumuman 23 daerah berkinerja terbaik ini dilaksanakan dalam peringatan Hari Otonomi Daerah XV yang berlangsung di halaman Balai kota Bogor, Senin 25 April 2011, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Mendagri Gamawan Fauzi, dan sejumlah gubernur, serta bupati dan wali kota.
Tiga provinsi yang mendapat peringkat tertinggi secara nasional sesuai hasil evaluasi kinerja, berturut-turut yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah.
Kemudian 10 kabupaten dengan peringkat tertinggi secara nasional yakni Jombang, Bojonegoro, Sragen, Pacitan, Boalemo, Enrekang, Buleleng, Luwu Utara, Karanganyar, dan Kulonprogo.
Sedangkan 10 kota dengan peringkat kinerja terbaik yakni Surakarta, Semarang, Banjar, Yogyakarya, Cimahi, Sawahlunto, Probolinggo, Mojokerto, Sukabumi, dan Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Gamawan sekaligus menyerahkan Keputusan Mendagri tentang hasil pemeringkatan tersebut kepada gubernur, bupati, dan wali kota yang bersangkutan.
Sementara itu, Wakil Presiden Boediono menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah daerah yang berhasil memperoleh peringkat terbaik dalam kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerahnya.
“Selamat pada tiga gubernur, 10 bupati, dan 10 wali kota. Ini adalah suatu pengakuan dari kinerja dari bapak dan ibu sekalian dalam melayani masyarakat,” katanya.
Wapres menuturkan penghargaan terhadap daerah yang berprestasi ini sangat penting. Untuk itu, Wapres meminta agar evaluasi dan pemeringkatan ini dilakukan terus setiap tahunnya, semakin dipertajam, dan ditingkatkan gaungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyinggung tentang insentif yang bisa didapatkan daerah karena prestasinya. Ia meminta Mendagri dan Menteri Keuangan untuk memikirkan kemungkinan adanya insentif bagi daerah tersebut.
Sementara, untuk daerah yang belum berprestasi, Wapres meminta agar daerah-daerah tersebut terus didorong untuk menjadi lebih baik dan mengukir prestasi.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ini dihadiri sejumlah kepala daerah a.l. Gubernur Sulawesi Utara S.H. Sarundajang, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Y. Limpo, dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Selain itu juga, hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Yusuf Effendi.
Turut hadir bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota dari daerah yang mendapat peringkat tertinggi dari hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. (ant)
http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/04/wah-daerah-terbaik-tak-satupun-dari-sumatra/
wah Sawahlunto bukannya kota di Sumatra? :nuts:
afril April 25th, 2011, 11:44 AM ^^ untung saja ada sawahlunto yang menyelamatkan muka sumbar, and the only one from sumatra region..:okay:, dikira di daerah jawa kali sawahlunto sama media di atas..:D
Mehome April 25th, 2011, 01:31 PM mungkin gara-gara namanya "sawahlunto" jadi dikira daerah jawa... hahahaha coba aja kalau namanya sawahlunta :nuts:
Nick_2 April 25th, 2011, 02:54 PM IPMM se-Bogor Raya Gelar "Presentasi" 2011
Minggu, 24 April 2011 00:02 WIB | 1378 Views
http://www.antaranews.com/berita/255513/ipmm-se-bogor-raya-gelar-presentasi-2011
Bogor (ANTARA News) - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Minang se-Bogor Raya, Sabtu, menggelar kegiatan bertajuk "Pergelaran Seni Tradisi dan Prestasi" (Presentasi) Sumatera Barat 2011 dipusatkan di GedungGraha Widya Wisuda Institut Pertanian Bogor (GWW-IPB).
Kegiatan yang dibuka pembina IPMM se-Bogor Raya Aziz Darwis itu, diselenggarakan pelajar dan mahasiswa Minang, yang digerakkan oleh mahasiswa IPB asal Sumbar.
Salah satu pembina IPMM se-Bogor Raya J Indra Chaniago, peneliti di Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB menjelaskan, kegiatan Presentasi itu, mempersembahkan berbagai kegiatan, baik yang
sifatnya akademik seperti seminar, juga menampilkan berbagai penampilan seni dan budaya dari Sumbar.
Di antara penampilan seni-budaya, adalah pengenalan "Sanggar Sarumpun", perkenalan calon "uda" dan "uni", peragaan busana peserta calon "uda" dan "uni", pameran kuliner, pemutaran "movie maker" tentang pariwisata dan budaya, penampilan randai, tari, karawitan, dan acara puncaknya pada malam hari adalah panggung budaya.
Sementara itu, dalam sesi seminar, ditampilkan dua narasumber yakni cendekiawan Sumbar yang juga dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan IPB Ricky Avenzora yang berbicara seputar potensi wisata, dan Dr Errizal Jamak, dari Badan Litbang Pertanian, yang membahas komoditas unggulan pertanian daerah berjuluk "Ranah Minang" itu.
Dalam paparannya, Ricky Avenzora menyatakan bahwa belum optimalnya potensi pariwisata di Sumbar, bukan disebabkan oleh kurangnya kegiatan kepariwisataan berskala internasional, namun lebih pada visi dan misi dari pemerintah daerah yang belum jelas, dan juga belum adilnya dukungan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Budaya dan Pariwisata terhadap semua daerah.
"Jika dibandingkan Bali, potensi wisata di Sumbar sebenarnya juga tidak kalah. Ada sekurangnya 400 `nagari`, yang berarti ada 400 budaya yang berbeda, dan itu adalah keragaman yang kaya," katanya.
Sementara itu, Errizal Jamak menyatakan bahwa Sumbar memiliki komoditas pertanian unggulan yakni tanaman gambir, di mana 90 persen produksi di Indonesia dipasok dari provinsi itu.
"Komoditas gambir ini perlu dipikirkan bersama bagaimana meningkatkan nilai tambahnya, sehingga akan memberikan kesejahteraan yang baik buat petani," katanya.
Dalam acara sesi tanya-jawab, selain bertanya tentang topik pariwasata dan pertanian, mahasiswa yang hadir juga mengusung bagaimana memperjuangkan terwujudnya asrama mahasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Sumbar di Bogor, kepada Pemprov yang kini dipimpin Gubenur Irwan Prayitno.
Atas aspirasi itu, Errizal mengatakan bahwa hasil-hasil seminar tersebut, akan menjadi masukan dari IPMM dan lembaga Gebu Minang se-Bogor Raya untuk dibawa langsung kepada Pemprov Sumbar, sekaligus
"menagih" kepada pimpinan daerah untuk terealisasinya asrama mahasiswa dimaksud.(*)
(T.A035/R010)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011
Nick_2 April 25th, 2011, 03:21 PM mungkin gara-gara namanya "sawahlunto" jadi dikira daerah jawa... hahahaha coba aja kalau namanya sawahlunta :nuts:
^^^^
Senin, 25/04/2011 14:21 WIB
Ini Dia 23 Provinsi & Kabupaten dengan Kinerja Terbaik
Irwan Nugroho - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2011/04/25/142105/1624719/10/ini-dia-23-provinsi-kabupaten-dengan-kinerja-terbaik
Bogor - Sebanyak 23 pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, menyabet perhargaan sebagai pemda dengan kinerja terbaik. Mana saja daerah itu? Apakah pemda di mana Anda tinggal termasuk di antaranya?
Ke-23 Pemda dengan kinerja terbaik itu dihasilkan dari evaluasi yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sepanjang tahun 2010. Evaluasi didasarkan atas laporan kinerja Pemda seluruh Indonesia tahun 2009.
Pengumuman hasil evaluasi dilakukan oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan dalam acara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XV Tahun 2011 di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Senin (25/4/2011).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Boediono, Mendagri Gamawan Fauzi, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, gubernur dan bupati yang daerahnya terpilih sebagai berkinerja bagus.
"Evaluasi ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah No 6/2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah," kata Djohermansyah.
Dalam jumpa pers setelah pengumuman berlangsung, Djohermansyah menambahkan, evaluasi dilakukan dengan memakai 173 indikator. Indikator-indikator itu antara lain, penyusunan APBD tepat waktu, laporan keuangan daerah wajar tanpa pengecualian, pelayanan publik, peningkatan daya saing, serta dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Menurutnya, dari 33 provinsi, 398 Kabupaten dan 93 kota, hampir seluruhnya terkategori tinggi. Ia menyebut 4 provinsi yang mendapatkan nilai sedang dan berada di urutan terendah, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua, dan Aceh.
"Untuk yang rendah apakah ada pinalty? Sementara ini tidak. Dengan diumumkan ke publik akan jadi disinsentif bagi daerah," kata Djohermansyah.
Berikut daerah-daerah yang memperoleh predikat terbaik dalam hal kinerjanya:
Provinsi
1. Sulawesi Utara
2. Sulawesi Selatan
3. Jawa Tengah
Kabupaten
1. Jombang
2. Bojonegoro
3. Sragen
4. Pacitan
5. Boalemo
6. Enrekang
7. Buleleng
8. Luwu Utara
9. Karanganyar
10. Kulonprogo
Kota
1. Surakarta
2. Semarang
3. Banjar
4. Yogyakarta
5. Cimahi
6. Sawahlunto
7. Probolinggo
8. Mojokerto
9. Sukabumi
10. Bogor
(irw/nwk)
sherif_claude April 25th, 2011, 04:20 PM [QUOTE=bagak;76635967]Kabupaten Dharmasraya - Sumbar
http://i56.tinypic.com/21j60z9.jpg
Sempat tidak percaya waktu saya ke Dharmasraya dan tau bangunan di atas adalah kantor Bupati Dharmasraya kesannya sangat sederhana dan (maaf) murah sekali untuk status sebuah daerah yang banyak orang menyebut nyebut sebagai daerah petro dolar, untug saja bangunannya bagonjong.
Nick_2 April 25th, 2011, 04:23 PM Sjafruddin Prawiranegara
3 Provinsi Ajukan Pak Sjaf Jadi Pahlawan
Didit Putra Erlangga Rahardjo | A. Wisnubrata | Senin, 25 April 2011 | 12:21 WIB
http://nasional.kompas.com/read/2011/04/25/12213161/3.Provinsi.Ajukan.Pak.Sjaf.Jadi.Pahlawan
BANDUNG, KOMPAS.com - Tiga pemerintah provinsi yakni Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Barat, tahun 2011 mengajukan Sjafruddin Prawiranegara sebagai pahlawan nasional. Usulan tersebut pernah dilakukan Pemprov Jabar dua kali sebelumnya yakni 2007 dan 2009 tapi selalu kandas.
"Tahun ini, dengan usulan tiga daerah semoga bisa diloloskan," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Senin (25/4/2011).
Tiga daerah yang mengusulkan itu terkait asal Sjafruddin yang merupakan keturunan dari bangsawan Pagaruyung dan Banten. Saat itu, Banten masih termasuk wilayah Jawa Barat. Sosok Sjafruddin dianggap menonjol karena perannya dalam masa pemerintahan darurat Indonesia.
Pada periode 48-49 ketika Sukarno dan Hatta ditawan Belanda, Sjafruddin yang saat itu menjabat sebagai menteri sedang berada di Bukittinggi. Di sana, dia langsung mendirikan pemerintahan darurat dan berhenti hingga Sukarno kembali menjabat.
Secara hukum tata negara, ujar guru besar ilmu hukum UI, Jimly Asshidiqie, berujar bahwa Sjafruddin sebetulnya bisa disebut sebagai Presiden RI ke dua. Apa yang dilakukan dengan memimpin pemerintahan darurat adalah memastikan agar negara tidak berhenti.
Salah satu peristiwa yang disebut sebagai penghambat penganugerahan Sjafruddin sebagai pahlawan nasional adalah keterlibatannya dalam gerakan PRRI. Keterlibatannya itu disebut sebagai noda hitam dalam sejarah hidupnya.
Hanya saja, Sejarawan UI, Muhamamd Iskandar, berpendapat bahwa Sjafruddin tidak bisa disebut memberontak karena dia sebelumnya sudah memberitahu Sukarno mengenai keputusannya itu sebulan sebelum proklamasi PRRI. Keberatan Sjafruddin bergabung dengan PRRI adalah terhadap keputusan pemerintah nasionalisasi perusahaan asing serta iklim politik yang tidak lagi demokratis.
Ahli hukum dari Universitas Padjadjaran, Indra Perwira menegaskan bahwa pemerintah telah memberikan amnesti dan abolisi kepada Sjafruddin terkait seluruh keterlibatan di PRRI. Secara hukum, Sjafruddin sudah tidak lagi memiliki cacat.
afril April 26th, 2011, 09:33 AM Sempat tidak percaya waktu saya ke Dharmasraya dan tau bangunan di atas adalah kantor Bupati Dharmasraya kesannya sangat sederhana dan (maaf) murah sekali untuk status sebuah daerah yang banyak orang menyebut nyebut sebagai daerah petro dolar, untug saja bangunannya bagonjong.
walaupun sederhana, tapi prestasinya dulu (di bawah), mudah2an kedepannya kantor bupati dharmasraya bakalan extention yang lebih megah..
^^^^
Senin, 25/04/2011 14:21 WIB
Ini Dia 23 Provinsi & Kabupaten dengan Kinerja Terbaik
Dharmasraya Peringkat 1 Nasional
KABUPATEN PEMEKARAN
Kabupaten Dharmasraya menempati peringkat atau rangking pertama secara nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah otonom hasil pemekaran tahun 1999 sampai 2009 dari 164 kabupaten hasil pemekaran.
JAKARTA, HALUAN — Penetapan peringkat dan rangking tersebut berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor 120 – 277 Tahun 2011 yang diumumkan Dirjen Oto*nomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan dalam peringatan Hari Otonomi Daerah, di Bogor, Senin (25/4) dan dihadiri Wapres Boediono dan Mendagri Gamawan Fauzi.
Dharmasraya menempati rangking satu karena persentase dalam mening*katkan kesejahteran rayat mencapai 20,59 persen dari standar yang ditetapkan 30 persen. Kemudian good governace 19,28 persen (standar 25 persen), pelayanan publik 9,64 persen (standar 25 persen) dan daya saing 9,92 persen (standar 20 persen), total 59,43 persen.
Sedangkan Pasaman Barat rang*king 31 dengan capaian kesejah*teraan rakyat 20,93%, good governace 8,47%, pelayanan publik 11,11% dan daya saing 5,51% dengan nilai total 46,02%. Kemudian Solok Selatan menempati rangking 33 dengan capai kesejahteraan rakyat 18,81%, good governance 10,36%, pelayanan publik10,05% dan daya saing 6,36% dengan total 45,57%. Mentawai pada ranking 102 dengan capai kese*jahteraan masyarakat 13,67%, good governance 11,48%, pelayanan publik6,69% dan daya saing 0,96% dengan total 33,16%.
Kemudian Kota Pariaman yang merupakan satu-satu kota hasil pemekaran di Sumbar menempati rangking 27 dari 34 kota hasil pemekaran dari tahun 1999 sam*pai 2009.
Capaian kota Pariaman di bidang kesejahteraan masyarakat 17,32%, good governance5,48%, pelayanan publik 8,56% dan daya saing 3 % dengan total 34,36 %.
Sumbar Rangking 8
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menempati peringkat atau rangking delapan tingkat nasional dalam kinerja penyelenggaraan pemerin*tahan daerah terhadap laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2009 (not bad). Waktu itu gubernur masih dipegang Gamawan Fauzi.
Sedangkan Kota Sawahlunto merupakan satu-satu dari kabupaten dan kota di Sumatera yang masuk 10 besar dalam penilaian serupa, yaitu menempati peringkat enam dari seluruh kota se Indonesia.
Penetapan peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerin*tahan daerah tahun 2009 itu dituang*kan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 – 276 Tahun 2011.
Meski berada pada peringkat delapan, Sumbar tidak memperoleh penghargaan. Sebab provinsi yang menerima penghargaan hanya yang masuk tiga besar, yaitu Sulawesi Utara peringkat pertama dan Sulawe*si Selatan dan Jawa Tengah menem*pati peringkat kedua dan ketiga. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Mendagri Gamawan Fauzi kepada masing-masing gubernur.
............................................
Hal yang cukup menarik dari penilaian kinerja pemerintahan kabupaten di Sumbar tahun 2009 tersebut, terlihat bahwa dua kabupa*ten hasil dari pemekaran menempati posisi yang lebih baik dari kabupaten induknya, seperti Pasaman Barat jauh meninggalkan Pasaman dan Dhar*mas*raya juga meninggalkan induknya Kabupaten Sijunjung. (h/sam)
http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4024:dharmasraya-peringkat-1-nasional&catid=4:nasional&Itemid=78
Val_project April 26th, 2011, 01:11 PM ^^ untung saja ada sawahlunto yang menyelamatkan muka sumbar, and the only one from sumatra region..:okay:, dikira di daerah jawa kali sawahlunto sama media di atas..:D
Banjar itu kalau gak salah kota di Jawa Barat kan? kalau kayak gni malah gak ada satupun daerah yang mewakili pulau Kalimantan ya? Keliru tuh medianya
afril April 27th, 2011, 09:32 AM ^^ yup, kota banjar di jabar, kalo kab. banjar di kalsel ..:)
-----------------
lembah anai, streetscapes
http://farm6.static.flickr.com/5309/5649276623_69ac8da269_b.jpg
angge adrian (http://www.flickr.com/photos/58832208@N08/5649276623/sizes/l/)
http://farm5.static.flickr.com/4049/4377314135_b42b1cbb71_z.jpg?zz=1
warlock (http://www.flickr.com/photos/23431216@N06/4377314135/sizes/z/)
http://farm4.static.flickr.com/3561/3765701936_9c2fa8d001_z.jpg?zz=1
sektor dua (http://www.flickr.com/photos/sektordua/3765701936/sizes/z/)
http://farm4.static.flickr.com/3023/2854838571_b545064c48_z.jpg?zz=1
gasitech (http://www.flickr.com/photos/gasitech/2854838571/sizes/z/)
http://farm4.static.flickr.com/3037/2913891533_12bbdbd185_z.jpg?zz=1
riky kurniawan (http://farm4.static.flickr.com/3037/2913891533_12bbdbd185_z.jpg?zz=1)
Mehome April 27th, 2011, 11:07 AM Dulu Sumbar Sentra Peternakan Kuda
Rabu, 27 April 2011 03:12
Kuda memungkinkan dijadikan bisnis, setelah fungsinya sebagai alat transportasi dulunya digantikan mesin-mesin canggih. Namun, perlu upaya serius untuk mengop*timalkannya, sebab, kuda belum akan ber*kembang biak di masa awal perka*winannya.
Di Sumatera Barat, populasi kuda menga*lami penurunan signifikan. Dekade 60-an, populasi kuda 1 juta ekor. Pada 1998, hanya tinggal 6.268 ekor. Jumlah itu menurun lagi pada 2005, tinggal hanya 4.783 ekor.
Kuda yang berkembang di Sumbar terdiri atas empat jenis, yaitu kuda padang manga*teh, kuda batak, kuda agam, dan kuda gayo. Dari empat jenis tersebut, yang terbanyak dan relatif lebih baik adalah kuda batak.
Kuda ini bercirikan tubuh serasi, sifat tidak terlalu binal, tenaga kuat dengan ukuran tinggi pundak untuk kuda jantan 1,25 -1,50 meter.
Dalam disertasi John Hendri di Ruang Seminar Gedung E Univer*sitas Andalas Selasa (26/4) diketahui, 20 tahun yang lalu, Sumbar adalah sentral peternakan kuda terbesar di Asia Tenggara yang pusatnya di Padang Mangateh Kabupaten 50 Kota. Dan, melalui Bantuan Presiden (Banpres), Sumbar mendapatkan bantuan pada 1968, 1974, 1976, 1977, 1981, 1983, dan 1989.
Namun, dekade 90-an hingga 2000, perhatian terhadap kuda, terutama dari pemerintah, nyaris tidak ada. “Saya kira alasannya karena perubahan fungsi. Dulunya kuda sebagai alat transportasi, kini transportasi telah berganti mobil atau motor,” tutur Pembantu Rektor III Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok ini.
Masih Memungkinkan
Dalam reproduksi, kuda bukan jenis binatang yang mudah berkem*bang biak. Menurut John, kuda lebih sering mengalami majir (keguguran) dibandingkan spesies hewan lainnya.
Data dari Dinas Peternakan, lebih kurang 25 persen dari kuda-kuda betina turunan throughhbred yang dipelihara tidak bisa bunting dalam satu musim kawin.
“Namun, bukan tidak ada cara. Pemeliharaan yang baik dan teratur memungkinkan pemeliharaan per*kem*bangbiakan,” ujar John. Dan, yang telebih dahulu ditentukan adalah induk kuda, untuk meng*hasilkan anak kuda yang baik.
Menurut John, kuda yang baik diternakkan lalu dijadikan bisnis adalah kuda throughhbred.
“Mengenalinya mudah. Kuda jenis ini biasanya dijadikan kuda pacu. Pemenang adalah kuda yang terbaik itu,” sambungnya.
Di Sumbar, kuda throughhbred merupakan perkawinan kuda betina lokal dengan pejantan throughhbred murni yang didatangkan dari Australia.
Pemeliharaan
Mengetahui siklus perkembangan kuda bisa menjadi cara untuk mengembangkan produksinya. Menu*rut John, yang penting diketahui itu fisiologi reproduksi ternak kuda. Fisiologi ini terdiri dari masa pubertas, siklus birahi, lama birahi, lama bunting, umur kawin pertama, umur beranak pertama, dan jarak beranak.
Kuda memasuki masa pubertas selama 15-24 bulan, siklus birahinya 21-22 hari, dan lama birahi 24-144 jam. “Setelah ini, pada umur kawin pertama yang penting diketahui yaitu umur yang tepat melakukan perka*winan pertama. Ini merupakan kunci keberhasilannya,” tutur John.
Menurut John, kuda betina akan cepat beranak apabila dikawinkan segera setelah terlihat gejala birahi. “Untuk tujuan beranak itu, kuda yang baik semakin pendek jarak beranak semakin tinggi produktivitasnya,” urai John.
Lalu, kenapa kuda mudah meng*alami majir? John memprediksi, bagi peternak, faktor kesehatan kuda sering tidak dipahami. Seekor kuda yang tampak secara fisik belum tentu sehat secara fisiologis.
Ditambahkan John, beberapa fak*tor yang menyebabkan kemajiran ada*lah penyakit infeksi, cacat pada alat kelamin, ketidakseimbangan hor*monal, dan faktor nutrisi dan psi*kologi. “Dan, yang paling banyak ter*jadi karena infeksi. Banyak kuda be*tina yang di dalam saluran repro*duk*sinya terdapat kuman,” tutur John.
Maka, mengetahui masa-masa itu dan penyakitnya, lebih memudahkan untuk melakukan tindakan selan*jutnya. John menggaransi, bila memerhatikan itu, kuda akan menja*di ‘lahan’ bisnis yang baik. Meski kuda tidak lagi dijadikan alat trans*portasi, tapi di banyak daerah olahraga pacu kuda masih semarak. (h/adk)
Sumber (http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4071:dulu-sumbar-sentra-peternakan-kuda&catid=21:khas&Itemid=91)
Mehome April 27th, 2011, 11:09 AM Investasi Nonfasilitas akan Didata
Rabu, 27 April 2011 00:50
PADANG, HALUAN — Untuk mengetahui perkembangan ekonomi masyarakat pada tiap daerah, Peme*rintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan pemerintah kabupaten/ kota bekerjasama untuk melakukan in*ventarisir investasi nonfasilitas yang berbadan hukum atau rumah tangga.
Kepala Badan Koordinasi Pe*nana*man Modal Daerah (BKPMD) Sumbar, Masrul Zein di Padang, Selasa (26/4) mengatakan, selain mengetahui kemajuan roda per*ekonomian, pemerintah juga terbantu untuk menganalisa investasi mereka.
“Sehingga tidak menutup ke*mungkinan untuk memberikan suntikan modal kepada pengusaha-pengusaha kecil,” Kata Masrul.
Seperti, pengusaha-pengusaha rumah makan (ampera), pedagang yang keliling yang menggunakan kendaraan, atau pun peternak.
Ia juga mengemukan, pada tahun 2010 lalu, pihak BKPMD Sumbar telah mendata 3 kabupaten/ kota yang didanai dari APBD Provinsi.
Di antaranya, Kota Padang Pan*jang dan Sawahlunto, serta Kabupaten Pasaman. Sedangkan pada tahun 2011 ini, ada sebanyak 6 daerah yang akan didata yakni Kota Batusang*kar, Bukittinggi dan Payakumbuh. Selan*jutnya Ka*bupaten Dha*ma*s*raya, dan Padang Pariaman, dan Solok Selatan.
Seperti daerah Pasaman, se*kitar 70 persen dikuasai pe*dagang besar, dan minimal dari jasa pendidikan.
“Sekitar 200 UKM menguasai Pasaman, dengan modal atau investasi sekitar Rp250-Rp500 juta untuk satu UKM,” ujar Kepala Bidang Peren*canaan BKPMD Sumbar, Ollyandes yang juga hadir pada kesempatan itu.
Ia juga melanjutkan, jika ada ditemukannya usaha warga yang tergolong sukses dan besar, maka akan dimasukan pada usaha berba*dan hukum.
BKPMD Sumbar mulai akhir bulan ini telah menerapkan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), untuk memudahkan biro*krasi dengan memangkas semua birokrasi yang dianggap mem*beratkan guna mempercepat realisasi investasi di wilayah ini.
PTSP merupakan kegiatan pelak*sanaan suatu perizinan dan non perizinan yang proses pengelolaannya dimulai dari tahap permohonan hingga terbitnya dokumen yang dilakukan dalam satu tempat.
“PTSP ini akan diresmikan oleh Kepala Badan Koordinasi Pena*naman Modal (BKPM) Pusat, Gita Wirjawan pada hari Jumat (29/4) di kantor BKPMD Sumbar,” ucap Masrul. (h/mce)
Sumber (http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4044:investasi-nonfasilitas-akan-didata-&catid=5:ekbis&Itemid=77)
Mehome April 27th, 2011, 11:10 AM Kadin Sumbar : Operasionalkan Kembali Stasiun Terminal Agro
Rabu, 27 April 2011 00:51
PADANG, HALUAN — Itikad Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar maupun pemerintah daerah untuk mengekspor hasil agrobisnis seperti sayur-sayuran ke luar daerah akan dapat terealisasi jika Stasiun Terminal Agro (STA) dioperasionalkan kembali.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat, Chairil Anwar kepada Haluan, Senin (25/4).
Menurutnya, STA yang dinilai berpotensi untuk menghasilkan berbagai sayur-sayuran dengan kualitas bagus yakni STA Baso di Agam dan STA Koto Baru Tanah Datar.
“Untuk STA Agam diperkira*kan telah 4 tahun lebih tak diopera*sionalkan oleh pemerintah, begitu juga dengan STA Tanah Datar sekitar 7 tahun,” kata Chairil Anwar.
Ia juga mengatakan, satu STA itu bisa memproduksi lebih dari 11 item atau jenis sayur-sayuran.
“Diantaranya, kubis, kentang, brokoli, bunga kol, dan ubi jalar. Lalu juga ada sawit, tomat, dan sebagainya,” ujarnya lagi.
Ia juga mengatakan, sayur-sayuran yang ada di STA ketika masih ditangani oleh pemerintah dulu, sempat diawasi dalam proses penanamannya seperti pemberian pertisida, hinga memasuki musim panen.Sehingga wajar saja, jika komoditi-komoditi tersebut dinilai berkualitas.
Tidak hanya itu saja, untuk menembus pasar internasional seperti mengekspor ke Singapura, peme*rintah mesti memenuhi persyaratan atau mendapatkan sertifikat ekspor sayur dari negara terkait.
“Untuk mendapatkan sertifikat itu, kita mesti memenuhi beberapa persyaratan. Seperti jumlah mini*mal ekspor,” ulasnya lagi.
Dulu kita sanggup mengirim sayur sekitar 20 ton sekali tiga hari.
Dilihat dari hasil produksi atau pun pemasarannya, Pemprov Sumbar dianjurkan fokus dalam merebut pasar regional ketimbang pasar internasinal.
“Merebut pasar internasional itu sangat sulit, apalagi setelah keluarnya beberapa persyaratan yang terbilang rumit untuk dipenu*hi,” tuturnya lagi.
Lagi pula, tingkat kualitas sayur yang dikirim ke luar negeri itu jauh lebih tinggi ketimbang sayur untuk luar provinsi. Seperti Pakanbaru, Medan, atau Batam.
“Selanjutnya, ongkos opera*sional yang terbilang besar,” ucapnya. (h/mce)
Sumber (http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4045:kadin-sumbar--operasionalkan-kembali-stasiun-terminal-agro&catid=5:ekbis&Itemid=77)
badabua April 28th, 2011, 07:43 AM http://i550.photobucket.com/albums/ii410/pituluik/2804201109320328042011092452Kelok-sembilan.jpg
5 Tim Luar Siap ikuti TdS 2011
Padang Ekspres
Tour De Singkarak 2011
Panitia pusat Tour de Singkarak (TdS) 2011, menyebutkan, 15 tim luar negeri sudah mengkomfirmasikan keikutsertaan mereka. Selain itu, iven balap sepeda tahunan Sumbar yang sudah masuk agenda PB PASI juga diikuti sejumlah tim dari dalam negeri. Jumlah peserta itu jauh meningkat dibanding TdS 2010 lalu yang hanya diikuti 11 tim mancanegara.
”Hal terbaru yang bisa kami sampaikan ke publik, selain 15 tim luar negeri sudah menyatakan siap ikut, tiga tim lagi sedang dalam proses dan tiga tim luar negeri lainnya dalam daftar tunggu (waiting list),” ungkap Panitia pusat TdS 2011, Raseno Arya kepada Padang Ekspres, di sela-sela rapat koordinasi persiapan TdS dengan sejumlah instansi terkait di Hotel Padang, kemarin.
Menilik bertambahnya tim sepeda manca negara yang ikut TdS tahun ini, kata Raseno, menunjukan mulai tingginya animo negara-negara luar meramaikan balap sepeda wisata yang diselenggarakan di Sumbar ini.
Sejatinya, iven internasional yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, serta bekerja sama dengan PB dan Pengrov PASI Sumbar, di ranah Minang tak lain menandingi Tour de Langkawi, Malaysia. “Secara ekonomi, iven TdS memberikan banyak peningkatan ekonomi masyarakat tempat acara dilangsungkan. Sedangkan di sisi lain, upaya kami memperkenalkan objek wisata Sumbar kepada para tamu asing,” lanjut Raseno.
Benahi Rute Balapan
Sejumlah daerah yang menjadi lintasan TdS, mulai melakukan berbagai pembenahan. Kota Pariaman misalnya, membenahi rute yang bakal dilalui pebalap. ”Dua rute yang akan dilalui pembalap sudah kami benahi. Sebelumnya memang ada beberapa titik yang diyakini bakal menggangu kelancaraan peserta, misalnya di kawasan Jati dan lainnya, namun kini sudah kami atasi,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Ridwan.
Sedangkan di Tanahdatar, pemkab setempat pun melakukan pembenahan dan persiapan yang sama. Menurut kabid kesenian Dinas Pariwisata Tanahdatar, Afdel, pembenahan yang paling difokuskan untuk iven itu dilakukan di kawasan Istano Pagaruyuang. ”Salah satu persiapan yang dilakukan adalah prosesi makan bajamba dalam Istano Pagaruyuang,” terang Afdel.
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-15-Tim-Luar-Siap-ikuti-TdS-2011
Mehome April 28th, 2011, 12:44 PM Teluk Tapang Hemat Biaya Angkut 50 Persen
Kamis, 28 April 2011
Padang, Singgalang
Jika Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Barat selesai, maka Teluk Bayur akan ditinggal. Sekaligus terjadi penghematan biaya transportasi CPO dari Rp900 ribu/ton/km menjadi Rp460 ribu saja, atau turun 50 persen jika dibawa ke Teluk Bayur, Padang.
Pelabuhan di atas lahan seluas 116 hektare itu, dipakai untuk pengangkut CPO sebanyak 519.375 ton/tahun, milik 13 pabrik kelapa sawit (PKS) di Pasbar dan Madina. Karena itu, langkah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV yang akan berinvestasi di sana, perlu mendapatkan apresiasi, karena hal tersebut sesuatu yang positif. Diharapkan hal tersebut dapat diikuti investor lain.
“Kita perlu apresiasi apa yang dilakukan PTPN IV (bukan PTPN VI seperti berita kemarin) dan diharapkan dapat diikuti investor lain dalam berbagai bidang lainnya,” kata anggota Komisi II DPRD Sumbar, Zulkenedi Said menjawab Singgalang, Selasa (27/4).
Agar investor terus datang dan berinvestasi di daerah ini dia meminta pemerintah daerah setempat dapat memberikan kemudahan. Jangan lagi menerapkan birokrasi yang berbelit.
“Beri kemudahan dengan birokrasi yang tidak berbelit, sehingga investor senang berinvestasi di sana,” sebutnya.
Di samping itu, investor diminta untuk dapat melibatkan masyarakat. Salah satunya dengan menjadikan aset masyarakat semisal penggunaan lahan dan sebagainya sebagai saham.
“Kalau ganti rugi, lah diganti pulo mako rugi (sudah diganti jadi rugi), maka kami harapkan dijadikan sebagai saham bagi masyarakat, sehingga manfaatnya bagi mereka menjadi jangka panjang,” sarannya.
Akan halnya Pelabuhan Teluk Tapang disampaikannya dibangun dengan dana dari APBD Provinsi. Zulkenedi menyebutkan dananya lebih Rp20 miliar. Pembangunan tersebut tidak terlepas dari upaya mengefisiensi penggunaan jalan raya.
“Pembangunan pelabuhan ini sebagai pelabuhan alternatif setelah Teluk Bayur. Kami berharap, pelabuhan ini bisa menjadi pelabuhan penyangga ekspor impor di daerah ini, tidak hanya di Pasaman Barat,” ujar pria asal Pasaman Barat itu.
Selain efisiensi penggunaan jalan raya oleh truk bermuatan CPO, kehadiran pelabuhan tersebut juga diharapkan mampu memberikan multiplier effect terhadap ekonomi masyarakat setempat. Hadirnya pelabuhan bisa meningkatkan ekonomi mereka dengan bekerja sebagai pekerja di pelabuhan dan bertumbuhnya berbagai usaha di sekitar pelabuhan.
500 ribu ton lebih
Senada dengan Zulkenedi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat, Mardani dan Kabag Humas, Hasiholan H., juga menyatakan, kehadiran pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) bisa menarik minat perusahaan perkebunan lainnya untuk menanamkan investasi seperti yang akan dilakukan PTPN IV. Dengan adanya pembangunan tengki timbun akan mampu menampung seluruh produk CPO yang ada 10 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan menghasilkan CPO 519.375 ton/tahun di Pasbar dan 3 PKS Madina Provinsi Sumatra Utara.
“Di samping itu PTPN IV juga akan membangun gudang cargo tempat penimbunan limbah padat sawit (dry cargo). Limbah padat ini adalah makanan ternak di Eropa, sebelum diberangkatkan akan ditimbun dulu di pelabunan atau mamasukkan ke dalam petikemas,” kata Hasiholan.
Seperti yang dikatakan Pimpinan PTPN IV, Amir Saripuddin sewaktu bertemu dengan Bupati Pasbar, di areal pelabuhan PTPN IV juga akan dibangun pabrik produk hilir kelapa sawit, sehingga nantinya yang di ekspor bukan lagi CPO tapi sudah menjadi produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat seperti minyak goreng, sabun dan lainnya.:cheers:
Menurut Mardani, dengan adanya pelabuhan teluk tapang terjadinya pengurangan biaya transportasi angkutan CPO Rp900.000/ton menjadi Rp460.000/ton/km akibat pengurangan jarak tempuh Pasbar ke Teluk Bayur menjadi ke Teluk Tapang yakni sepanjang rata-rata 140 km.
Proses seleksi pelabuhan laut oleh pihak Departemen Perhubungan pada 2007 memutuskan, lokasi Teluk Tapang di Kecamatan Sungai Beremas dinyatakan lebih layak dijadikan Pelabuhan Laut yang diharapkan mampu melayani kebutuhan masyarakat melalui koridor pantai barat Pulau Sumatra.
Secara keseluruhan dana yang dibutuhkan untuk membangun pelabuhan Teluk Tapang Rp191.917.572. 000. Telah terealisasi Rp28.840.000.000. Sehingga masih dibutuhkan dana sebesar Rp163.077.572.000.
Untuk menunjang proses pembangunan dan pengoperasian dermaga pada tahap awal sekarang telah selesai dibuat Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan jalan Bungo Tanjung Teluk Tapang sepanjang 43,5 Km. Ini baru untuk 1 jalur 2 lajur, lebar badan jalan 12 m.
Sesuai perencanaan awal tersebut, diperlukan biaya pembangunan Rp159.870.000.000 yang terdiri dari pembangunan jalan Rp151.200.000.000 dan pembangunan jembatan dan bangunan penunjang Rp 8.610.000.000.
Dikatakan Mardani, pembangunan pelabuhan laut di Teluk Tapang memerlukan pembebasan lahan seluas 116 hektare dari pengajuan pinjam pakai seluas 155 hektare untuk pembangunan prasarana darat pelabuhan. Namun pembebasan ini memerlukan izin pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan karena berada pada kawasan hutan lindung dan hutan produktif.
Awalnya masyarakat Pasbar mengajukan permohonan kepada gubernur Sumbar untuk membangun pelabuhan laut di Pasbar. Sebagai wujud permohonan tersebut pada 2006 dilakukan studi. Pada 2007 dilakukan penyusunan master plan oleh Dinas Perhubungan Sumbar. Dibuat Detail Engineering Design (DED) dengan dana Rp158.000.000. Kemudian penyusunan Amdal pada 2008 dengan anggaran dari APBD Rp425.000.000. (104/212)
Sumber (http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=5967)
-----------
yang merasa lagi punya banyak duit, siap-siap buat beli tanah di kota simpang empat, disana memang lagi dahsyat pembangunannya, hanya underrated aja karena kotanya jauh dan jarang dimuat di media massa :cheers:
Mehome April 28th, 2011, 12:47 PM Di Sektor Irigasi, Sumbar Diperhatikan Pusat
Sejumlah irigasi berskala besar dibangun di Sumbar sejak 2004 hingga sekarang. Pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan petani ini mampu menopang produksi padi hingga menjadikan Sumbar, salah satu provinsi penopang pangan nasional. Suatu bukti, pusat peduli.
“Yang sangat sensasional adalah pembangunan daerah irigasi Batang Hari (Dharmasraya). Dibangun mulai 2001 dan berlanjut 2012 kepada perluasan areal sawah dan pembinaan kelompok tani. Semua bersumber dari loan (pinjaman luar negeri). Juga sudah ditinjau Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sekaligus panen padi di sana,” terang Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar H. Ali Musri kepada Singgalang, Senin (25/4) di Padang.
Menurut dia, pembangunan megaproyek itu menelan dana Rp452 miliar lebih. Tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik bendungan irigasi, tapi juga, pencetakan sawah, pelatihan petani hingga peralatan pendukung. Nuasanya memberdayaan petani dan pengembangan wilayah pedesaan diutamakan disamping meningkatkan hasil produksi padi.
Dalam konteks penyangga pangan nasional, proyek strategis lain yang dibangun adalah irigasi Panti Rao (Pasaman), mulai 2004 s./d 2008 dengan biaya Rp132 miliar. Juga loan dengan tujuan utama meningkatkan produksi padi sekaligus mem berdayaan petani sekitar. Tak hanya petani, masyarakat lain juga butuh air di areal tersebut.
Sejalan dengan itu, dibangun pula irigasi Batang Tongar (Pasaman Barat) yang didanai loan sebesar Rp60 miliar. Mulai 2004 s.d 2008. Masih loan juga irigasi Batang Anai (Kabupaten Padang Pariaman) juga dimulai 2009 hingga 2013 mendatang dengan alokasi sebesar Rp215 miliar lebih. Selain, meningkatkan produksi, intensitas tanam, menambah areal juga meningkatkan pendapatan petani di sekitar Batang Anai.
Itu loan, dari APBN banyak juga yang disedot demi Sumbar. Misalnya irigasi Batang Sinamar (Tanah Datar) dengan dana Rp223 miliar lebih dan sejumlah irigasi lain. Masyarakat sekitar sangat mendambakan irigasi agar persawahan mereka bisa diairi dengan lancar dan daerah mereka memberikan kontribusi besar dalam produksi padi Sumbar.
Proyek strategis lain yang didanai APBD Sumbar dan dikerjakan multiyears, antara lain pengendalian banjir Batang Lembang (Kab. Solok), pengendalian banjir Batang Tiku (Agam), pengendalian abrasi pantai (Kab. Padang Pariaman), pengendalian banjir Batang Gasan (Kab. Padang Pariaman), pengendalian banjir Batang Bayang dan Surantih (Pessel). Semua untuk pengamanan kawasan pemukiman, pertanian dan transportasi.:cheers:
Masih dana APBD, sejumlah proyek besar dengan alokasi dana besar pula dialokasikan pada beberapa lokasi sesuai kondisi dan juga sistim multiyears. Antara lain rehab irigasi Batang Surantih (Pessel) dengan dana Rp39,5 miliar, pengendalian Batang Tiku-Antokan (Agam) dengan dana Rp40 miliar, pengendalian Batang Mangor (Padang Pariaman) dengan daan Rp24 miliar lebih, pengendalian Batang Lembang (Kab. Solok) dengan dana Rp25 miliar dan sejumlah proyek strategis lain.
Sumber (http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=5891)
Nick_2 April 28th, 2011, 04:47 PM Jumlah Tuna di Perairan Sumbar Melonjak Pascagempa
Kamis, 28 April 2011 01:17
http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4086:jumlah-tuna-di-perairan-sumbar-melonjak-pascagempa-&catid=5:ekbis&Itemid=77
PADANG, HALUAN—Sete*lah mengalami kemunduran se*lama enam tahun terakhir, ta*hun ini produksi dan ekspor ikan tuna Sumatera Barat di*targetkan mengalami pening*ka*tan.
“Hal ini tak lepas dari peran beberapa pengusaha baru yang mulai menambah armada penangkap ikan di Sumbar,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri pada Haluan, Rabu ( 27/4).
Dikatakannya, jumlah ikan tuna yang beredar di perairan Sumatera Barat sempat meng*hilang pascagempa 29 Sep*tember 2009 lalu, namun kini telah muncul kembali bahkan jumlahnya melonjak cukup tinggi.
“Peningkatan jumlah ikan tuna ini akan menjadi awal kenaikan kembali ekspor ikan tuna dari Pantai Barat Sumate*ra dalam kurun lima tahun terakhir,” terangnya.
Tahun 2006 pencapaian ekspor tuna pantai barat Sumatera mencapai 747 ton, lalu kemudian turun drastis pada tahun 2007 hanya tujuh ton.
Walaupun mengalami pe*ningkatan menjadi 346 ton pada 2008, dan 721 ton pada 2009 jumlah ekspor kembali menurun pada 2010 hanya 699 ton.
Dengan pencapaian ekspor yang tidak stabil ini, penca*paian nilai produksi ekspor tuna juga mengalami peru*bahan yang cukup drastis dari tahun ke tahun.
Di tahun terbaik, 2006, nilai produksi mencapai Rp69 miliar dan turun tajam pada 2007 menjadi hanya Rp558 juta.
Nilai produksi ekspor kembali meningkat tiga tahun berikutnya, namun hanya men*capai Rp49 miliar.
Untuk tahun ini dengan target peningkatan pencapaian ekspor kunjungan kapal pe*rikanan juga diperkirankan meningkat hingga 4.800 trip. (h/cw16)
badabua April 29th, 2011, 08:50 AM GELAR AKSI MENTAWAI TERSENYUM 2011, Istri-istri Menteri KIB II Hari Ini ke Mentawai
padangmedia.com - PADANG - Para istri Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Bersatu (SIKIB), siang ini, Jum'at (29/04), akan berangkat dengan KM Lawit ke Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kedatangan para istri menteri tersebut dalam rangka aksi "Mentawai Tersenyum 2011".
"Ini merupakan bentuk kepedulian SIKIB dalam korban Tsunami Mentawai. Dalam Aksi ini SIKIB juga bekerjasama dengan Yayasan Pandang Ke Timur dan Nasi Putih Production. Juga didukung Kementerian Perhubungan RI," jelas Ketua SIKIB, Silvy Agung Laksono, saat bertemu media di VIP ROOM Bandara Internasional Minangkabau, Ketaping, Padang Pariaman.
Dikatakan Silvy, kegiatan ini akan berisi beberapa kegiatan yang berpusat di Sikakap selama dua hari yaitu 29-30 April 2011.
Kegiatannya antara lain pengobatan gratis berupa pemeriksaan kesehatan gigi, umum dan kulit. Ada pula penyuluhan KB serta bahaya HIV/AIDS kepada para remaja di Mentawai. Juga kegiatan hiburan.
Tak hanya itu, untuk membangkit semangat masyarakat juga digelar pelatihan masyarakat mandiri. Salah satunya pelatihan untuk pemanfaatan Sumber Daya Lokal berupa bahan pangan. Pangan tersebut nantinya diharapkan bisa jadi komoditi untuk membantu ekonomi di Mentawai Pasca Tsunami.
"Kita juga membawa bantuan berupa alat masak, komputer, motor tempel, buku serta peralatan sekolah," ujarnya.
Sementara, Ketua Yayasan Pandang Ke Timur, Ani Freddy Numberi dalam kesempatan itu berharap agar masyarakat Mentawai bisa bersemangat lagi. Sehingga bisa membangun kehidupan di masa rehabilitasi dan rekonstruksi nanti.
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan SIKIB ke Mentawai. Apalagi para istri menteri tersebut harus naik kapal ke Mentawai. "Semoga selamat sampai tujuan," ucapnya.
Dalam kegiatan itu juga turut hadir Erna Witoelar serta Ketua Nasi Putih Production, Tino Kawilarang.
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-GELAR-AKSI-MENTAWAI-TERSENYUM-2011-Istri-istri-Menteri-KIB-II-Hari-Ini-ke-Mentawai
Manassa April 30th, 2011, 07:34 AM Di Sektor Irigasi, Sumbar Diperhatikan Pusat
^^keren..memang sudah sewajarnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional prop. sumbar mendapatkan perhatian khusus untuk bidang yang satu ini..:okay:
-------------
http://i55.tinypic.com/rcvara.jpg
yang satu ini saya suka sekali dengan official media promotion/bannernya..totally minang..
http://www.21cineplex.com/images/film/film25351b.jpg
http://www.21cineplex.com/images/film/film25351b.jpg
ditunggu..masih lama tayangnya..lebaran a.k.a akhir agustus nanti..
Nick_2 April 30th, 2011, 06:46 PM Naskah Melayu Tertua Ada di Kerinci
Ulfan Rahmad
30/04/2011 20:18
http://berita.liputan6.com/sosbud/201104/332131/naskah_melayu_tertua_ada_di_kerinci
Liputan6.com, Jambi: Budayawan Jambi Nukman SS mengatakan, seorang ahli filologi dari Hawaiy University Amerika Serikat Uli Kozok dalam risetnya menyimpulkan naskah melayu tertua di dunia ada di Kerinci. "Dalam kesimpulan dari riset yang dilakukannya di tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Belanda, filolog Dr Uli Kozok menyimpulkan bahwa naskah Melayu tertua ada di Kerinci, tepatnya di Desa Tanjung Tanah," kata Nukman SS, Sabtu (30/4).
Naskah tersebut, kata Nukman, ternyata jauh lebih tua 200 tahun dibanding dengan naskah surat Raja Ternate yang sebelumnya dinyatakan sebagai naskah melayu tertua di dunia. Naskah kitab undang-undang Tanjung Tanah diperkirakan dikeluarkan pada abad 14.
Menurut Nukman, kesimpulan Uli Kozok tersebut juga didasari atas uji radio karbon yang dilakukan pihaknya di Wellington, Selandia Baru, atas sampel bahan kertas Daluang (samakan kulit kayu) yang digunakan untuk penulisan naskah itu. "Uli Kozok dari hasil uji radio karbon yang sangat akurat prediksinya itu menegaskan kalau Daluang yang digunakan untuk media penulisan naskah tersebut bisa dipastikan ditebang pada rentang waktu antara abad 12 hingga 13," katanya.
Dari usia itulah, menurut Nukman, dapat diprediksikan penulisan naskah itu pun berkisar tidak jauh dari abad itu, maksimal pada abad ke 14 naskah itu telah dibuat. Sesuai catatan sejarah pula, kalau pada masa itu Kerajaan Melayu yang beribukota di Darmasyaraya (sebuah kabupaten pemekaran Sumbar, tetangga dekat kabupaten Kerinci) diperintah oleh Raja Adityawarman, itu sedang pada masa puncak kejayaannya.
Prediksi umur naskah Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah juga berdasarkan pada analisa jenis aksara yang digunakan. Meskipun diketahui Kerinci sudah memiliki aksara sendiri yakni, aksara Incoung, namun empunya yang menuliskan kitab tersebut menggunakan aksara pasca-Pallawa, bukan aksara Pallawa dan bukan pula aksara Jawa kuno.
"Karena itu, Uli Kozok menyimpulkan naskah tersebut pasti dikeluarkan oleh pihak kerajaan yakni raja Adityawarman, yang tengah gencarnya membangun imej pemerintahannya sendiri mengingat pada masa itu adalah era mulai melemahnya pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha besar di Pulau Jawa," katanya.
Aksara Incoung, meskipun telah menjadi aksara asli yang sudah digunakan secara umum oleh masyarakat Kerinci masa itu, namun bagi pihak kerajaan aksara itu dianggap aksaranya kaum Sudra atau rakyat jelata. Orang luar Kerinci menyebut aksara itu sebagai Surat Ulu yang artinya aksara dari pedalaman sebagaimana posisi Kerinci sendiri yang memang berada di pedalaman Bukit Barisan.
"Oleh karena itu, menurut Uli Kozok penggunaan aksara itu tidak terlepas dari politik Adityawarman sendiri yang sangat terobsesi untuk membangun kerajaannya sendiri yang mandiri hingga mampu melepaskan diri dari pengaruh kerajaan besar di Jawa, maka dia menggunakan aksara sendiri yang berakar dari aksara Pallawa dan Jawa, daerah yang sebelumnya menjadi tempat tinggalnya dan menimba ilmu," kata Nukman.(Ant/ULF)
Mehome May 2nd, 2011, 08:40 AM ^^
http://1.bp.blogspot.com/_MGb8eZYHxXw/TTujpaJG2VI/AAAAAAAAAIM/WVNpDlA4dtI/s1600/logo1.jpg
ni gambar-gambar acara Gonjong Limo di Bandung kemaren uda, dari FB
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/217307_1998946135958_1312667422_2290834_1825429_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/222011_1998947535993_1312667422_2290838_8197010_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/221888_1998948536018_1312667422_2290841_5202535_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/222236_1998948296012_1312667422_2290840_3047166_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/222312_1998934575669_1312667422_2290800_3671521_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/229680_1998938175759_1312667422_2290811_4641176_n.jpg :cheers:
Nick_2 May 2nd, 2011, 01:45 PM ^^ nice pict bro mehome..
Nick_2 May 2nd, 2011, 01:47 PM SUMBAR MAJU SELANGKAH
Pendidikan Karakter Dicanangkan Secara Nasional
Senin, 02/05/2011 13:37 WIB
http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=67541
padangmedia.com - PADANG - Sumatera Barat (Sumbar) dalam hal pendidikan karakter telah maju selangkah. Daerah ini telah mencanangkan pendidikan berkarakter sejak tahun 2010 lalu. Sementara secara nasional, pendidikan berkarakter baru dicanangkan hari ini, Senin (02/05) bertepatan dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2011.
"Pendidikan berkarakter telah dicanangkan sejak tahun lalu di Sumbar. Dengan adanya pencanangan secara nasional, berarti program pendidikan berkarakter punya kesempatan untuk didukung oleh Pemerintah Pusat," jelas Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, kepada padangmedia.com usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hardiknas 2011 di Kantor Gubernur Sumbar.
Dikatakan Irwan, untuk menjalankan program pendidikan berkarakter di Sumbar, saat ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sumbar tengah menyusun metode pendidikan berkarakter untuk diterapkan di 19 sekolah model pendidikan berkarakter. Sekolah tersebut berada di masing-masing kabupaten/kota.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Syamsurizal, mengatakan bahwa pendidikan berkarakter di Sumbar akan diterapkan pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN).
Guna menyukseskan pelaksaannnya, sekolah model yang terpilih akan diberi bantuan senilai 55 juta rupiah sebagai dana pelaksanaan kegiatan pengembangan karakter peserta didik.
Nantinya, kata Syamsurizal, ada beberapa aspek yang dikembangkan dalam program pendidikan berkarakter tersebut yaitu bidang akademik, bidang spiritual dan bidang emosional.
Sementara, untuk penyelenggaraannya tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumbar. Di tiap daerah, saat ini baru terdapat satu sekolah yang berkesempatan untuk menjalankan program ini.
Sekolah penyelenggara pendidikan berkarakter ialah SMAN 1 Padang, SMAN 1 Padang Panjang, SMAN 2 Pariaman, SMAN 1 Bukittinggi, SMAN 1 Payakumbuh, SMAN 1 Solok, SMAN 1 Sawahlunto, SMAN 1 Lubuk Alung Padang Pariaman, SMAN 3 Batusangkar Tanah Datar, SMAN 1 Gunung Talang Kabupaten Solok, SMAN 1 Sijunjung, SMAN 2 Painan Pesisir Selatan, SMAN 1 Suliki Limapuluh Kota, SMAN 1 Pasaman Barat, SMAN 1 Lubuk Sikaping Pasaman, SMAN 1 Pulau Punjung Dharmasraya, SMAN 1 Solok Selatan, SMAN 1 Lubuk Basung Agam dan SMAN 2 Sipora Kepulauan Mentawai. (dodo)
Manassa May 3rd, 2011, 10:39 AM ini belum ada yang post kan..:cheers:
Potensi PLTA di Sumbar Masih Besar
http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/04/potensi-plta-di-sumbar-masih-besar/
PADANG: Pembangunan pembangkit listrik di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) masih terbuka lebar karena terdapat 500 titik sungai yang berpotensi dikembangkan dan hingga kini baru sekitar 50 titik yang telah digarap untuk mikrohidro.:cheers:
“Kami punya potensi untuk pembangkit listrik tergantung pengembangannya dan minat dari pihak penanam modal. Sumbar juga memiliki potensi panas bumi,”:cheers: kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Padang, Selasa 12 April 2011.
Menurut gubernur, Sumbar sudah menjadi daerah “pengekspor” listrik ke provinsi-provinsi tetangga selama ini, karena adanya PLTA Obilin, PTLA Danau Maninjau, dan PLTA/PLTU lainnya.
Selain itu, saat ini sedang dalam tahap pengerjaan PLTU Teluk Sirih berdaya 2×112 megawatt (MW) di Bungus Teluk Kabung Padang. Bahkan, pembangkit satu ini diperkirakan sudah bisa beroperasi pada penghujung tahun ini.:banana:
Setelah beroperasi nanti, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara itu, akan termasuk dalam sistem interkoneksi se-Sumatra.
Selain itu, kata gubernur, proses eksplorasi proyek giothermal (energi panas bumi) di Kabupaten Solok Selatan, sudah berjalan yang diperkirakan mampu menghasilkan 1.000 megawatt listrik.:cheers:
Jika nantinya sudah beroperasi beberapa tahun mendatang pembangkit listrik panas bumi itu, tentu akan dapat menyuplai setidaknya empat provinsi, Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu.
Ke depan itu, katanya, sektor kelistrikan Sumbar dan provinsi tentangga sudah bisa dikatakan aman dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun industri.
Menyinggung soal potensi Pemangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar, gubernur mengatakan, potensinya mungkin ada di Mentawai, tapi memang belum mengarah kesana.
Jadi, masih terbuka peluang bagi pengembangan pembangkit listrik di wilayah Sumbar dengan potensi yang ada, tentu pemerintah daerah akan memberi kemudahan dalam setiap prosesnya.
Gubernur juga menyampaikan, beberapa penanam modal sudah melirik potensi pengembangan PLTA di Sumbar, di antaranya ada di Kabupaten Dharmasraya yang akan memanfaatkan potensi sungai Batanghari. (ant)
Nick_2 May 3rd, 2011, 04:56 PM Propinsi | Selasa, 03/05/2011 08:06 WIB
"Law Center" Sumbar Berhasil Tekan Jumlah Tahanan
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/163739/law-center-sumbar-berhasil-tekan-jumlah-tahanan.html
Jakarta, (ANTARA) - Kinerja Pusat Layanan Informasi Hukum dan Hak Asasi Manusia atau dikenal dengan "Law and Human Right Center" Sumatera Barat (Sumbar) dianggap berhasil menekan jumlah tahanan di daerah tersebut.
"Jadi yang sudah dievaluasi (Law and Human Right Center, red.) Sumatera Barat, di sana tingkat tahanan jauh menurun," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar, di Jakarta, Selasa.
Hingga saat ini, katanya, baru satu tempat itu yang sudah dievaluasi kinerjanya karena lainnya masih cukup banyak yang belum diresmikan.
Hingga Senin (2/5), jumlah "Law and Human Right Center" yang diresmikan mencapai 20 dari 33 unit yang rencananya diselesaikan pada 2011.
"Jadi kita mengharapkan dapat melakukan pendekatan 'restoracy justice' melalui pihak korban. Jika tidak berkenan tidak jadi persoalan," katanya.
Ia mengatakan, berbagai antisipasi dilakukan termasuk mengundang tokoh masyarat untuk berbagai kasus tertentu.
Selain itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga menghubungan kepolisian dan Kejaksaan Agung sehingga mereka tidak memiliki masalah terlalu panjang dan lama.
"Salah satu contoh konkretnya adalah tidak ada lagi tahanan yang telah diputus tetapi tidak memiliki ekstra vonis," katanya.
Ia mengatakan, berbagai kasus kecil hendaknya dapat dipecahkan dengan jalan damai kekeluargaan.
"Kalau kasus yang tidak ada korbannya seperti contohnya judi dengan taruhan tidak terlalu besar," katanya.
Contoh lain yang Patrialis berasal dari PAN itu berikan yakni kasus narkoba, kasus kredit, dan kasus dagang yang dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
"Tapi kalau berkaitan dengan nyawa tentu tidak diberikan. Bahaya," katanya. (*)
Nick_2 May 3rd, 2011, 05:05 PM Propinsi | Selasa, 03/05/2011 06:59 WIB
Sumbar Lampaui Target Pembangunan Kebudayaan
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/163723/sumbar-lampaui-target-pembangunan-kebudayaan.html
Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, selama periode pelaksanaan pembangunan jangka menengah daerah (PJMD) periode I 2005-2010 dapat melampaui beberapa target dalam pembangunan bidang kebudayaan.
Dalam menghadapi beberapa permasalahn bidang kebudayaan, Sumbar tetap mampu melampui beberapa target pembangunan bidang ini dalam periode PJMD 2005-2010, kata dalam rancangan rencana PJMD periode II 2011-2015 seperti dilaporkan di Padang, Selasa.
Dua target tersebut yakni, pengembangan lembaga seni budaya di Sumbar yang ditargetkan sebanyak 446 unit selama PJMD I dapat direalisasikan jauh lebih banyak yakni 510 unit.
Kemudian, pembinaan bidang seni budaya di Sumbar selama PJMD I dapat direalisasikan 37 kegiatan dari 35 yang ditargetkan selama lima tahun periode ini.
Meski demikian, Pemprov Sumbar minimal masih menghadapi enam permasalahan yang timbul dan sasaran yang belum tercapai dalam bidang pembangunan kebudayaan selama 2005-2010.
Permasalahan tersebut meliputi, belum optimalnya pengembangan seni dan budaya, belum optimalnya budaya di tengah kehidupan masyarakat Sumbar, belum optimalnya pewarisan dan pelestarian budaya di tengah masyarakat.
Selain itu belum optimalnya pemanfaatan, peran dan fungsi pemangku dan lembaga masyarakat adat dalam penanaman nilai nilai adat dan budaya Minangkabau, serta belum tersedianya rencana induk pengembangan kebudayaan dan standar pelayanan minimal kesenian sebagai arah dan tahapan pengembangan kebudayaan Minangkabau.
Permasalahan lainnya berupa belum optimalnya apresiasi dan kebanggaan terhadap budaya daerah bagi generasi muda di Sumbar.
Sehubungan dengan itu, untuk mendorong percepatan pencapaian tujuan pembangunan kebudayaan di Sumbar, maka diperlukan gerakan terpadu untuk meningkatkan nilai-nilai seni dan budaya berdasarkan falsafah "Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah", katanya. (*)
afril May 4th, 2011, 05:43 AM yang satu ini saya suka sekali dengan official media promotion/bannernya..totally minang..
http://www.21cineplex.com/images/film/film25351b.jpg
http://www.21cineplex.com/images/film/film25351b.jpg
ditunggu..masih lama tayangnya..lebaran a.k.a akhir agustus nanti..
trailer.., ngak tau juga apa ini rilis-an resmi dari MD, tapi sepertinya belum, karena yang di video ini baru yang shootx di sumbar, belum ada gambaran ka'bahnya..Harapannya saya supaya soundtrack film ini bisa memasukkan instrumen minangkabau, walaupun lagunya berbahasa indo..:cheers:
1S7TirD85Ag
afril May 4th, 2011, 03:07 PM Kunjungan Wisman pada Maret Mencapai 3.420 Orang
Padang, (ANTARA) - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sumbar selama Maret 2011 mencapai 3.420 orang, mengalami peningkatan sebesar 29,25 persen dibanding Februari.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, pada Februari jumlah wisman ke Sumbar sebanyak 2.646 orang.
"Dibandingkan dengan Maret 2010, wisman pada Maret 2011 mengalami peningkatan sebesar 45,53 persen," kata Kepala BPS Sumbar kepada antara-sumbar.com, di kantornya, Senin (2/5).
Sedangkan untuk tingkat penghuni kamar (TPK) hotel berbintang, kata Muchsin, di Sumbar pada Maret mencapai rata-rata 44,63 persen, mengalami peningkatan sebesar 4,26 poin dibanding TPK Februari sebesar 40,37.
Untuk TPK akomodasi lainnya mencapai rata-rata 34,08 persen, naik sebesar 0,36 poin dibanding Februari sebesar 33,72 persen.
Muchsin menyebutkan, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Maret tercatat 1,50 hari, turun 0,08 hari dibanding Februari 1,58 hari.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada akomodasi lainnya tercatat selama 1,28 hari, naik 0,07 hari dibanding Februari 1,21 hari.
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/163643/kunjungan-wisman-pada-maret-mencapai-3-420-orang.html
http://img402.imageshack.us/img402/4336/unledaux.jpg
-------------
^^ semoga trend positip ini terus berlanjut..:cheers:
sherif_claude May 4th, 2011, 04:41 PM http:////3.bp.blogspot.com/_ru0uOysjqHs/SdHWSS4SYpI/AAAAAAAAAEY/WVaxt-aTqk4/s400/BYG+SANI+4.JPG
Air terjun Bayang sani tingkat pertama.
Air terjun Bayang Sani indah terletak di kampung Koto Baru kecamatan Bayang.Air terjun dengan ketinggian hampir 80 puluh meter ini memang sudah sangat terkenal sejak dahulunya.Pada zaman penjajahan belanda, air terjun Bayang Sani ini menjadi tempat mandi-mandinya mener-mener dan nona-nona belanda.Saking takjubnya mener dan nona belanda tersebut pada air terjun ini maka diberilah nama air terjun ini dengan nama WELL COME atau air terjun selamat datang.
Dahulunya air terjun yang mirip dengan ekor kuda ini selalu disebut oleh masyarakat dengan nama well come baru pada dekade tahun 80-an nama well come itu diganti dengan nama Bayang Sani.
Air terjun Bayang Sani ini menjadi icon wisata air terjun di kabupaten Pesisir Selatan.Dapat dibilang air terjun Bayang Sani ini air terjun yang terbesar di kabupaten Pesisir Selatan.Air terjun Bayang Sani terdiri dari beberapa tingkat,menurut penduduk sekitar ada sekitar lima buah air terjun.Tetapi yang dapat dijangkau hanya sampai pada air terjun tingkat kedua.
Air terjun Bayang sani tingkat pertama adalah air terjun yang menyambut para wisatawan saat baru sampai di lokasi.
Pada air terjun tingkat pertama ini ketinggiannya hampir 80 meter,terdiri dari tiga cabang air terjun yang meliuk-liuk diatas bebatuan cadas tempat air itu mengalir.Dibawah air terjun ini ada lubuk yang telah dibuatkan kolamnya untuk tempat mandi-mandi.Disini juga telah dilengkapi dengan tempat ganti pakaian,toilet dan tempat sembahyang.
Disekitar air terjun Bayang Sani tingkat pertama ini banyak orang berjualan,berbagai makanan atau kue-kue banyak di jual disini.Pada intinya air terjun tingkat pertama inilah yang paling banyak dikunjungi orang untuk tujuan wisata.
Air terjun Bayang Sani tingkat kedua adalah sebuah air terjun yang terletak kira-kira 400 meter di atas air terjun Bayang Sani tingkat pertama.
Untuk samapai di air terjun tingkat kedua ini wisatawan harus berjalan kaki mendaki bukit yang terletak di samping air terjun bayang sani tingkat pertama sejauh lebih kurang 400 meter,perjalanan meyusuri perkebunan karet penduduk.
Air terjun bayang sani tingkat kedua ini berdiri tegak dengan ketinggian kira-kira 25 meter.Air terjunnya hanya satu tidak terbagi seperti air terjun bayang sani tingkat pertama.
Udara disekitar air terjun tingkat kedua ini agak lembab,karena hampir seluruh lokasi air terjun tertutup oleh dedaunan tumbuhan hutan yang rimbun.
Pada air terjun ini air dilubuknya berwarna kehijauan pertanda dalam,yang indah pada air terjun ini adalah dilubuknya yang dalam itu terdapat batu-batu besar yang menyembul ke permukaan seperti pulau-pulau ditengah lautan.
sherif_claude May 4th, 2011, 04:49 PM http://2.bp.blogspot.com/_tf6M7mSapd0/TFZj8t7vNAI/AAAAAAAAAH0/R72aYdNUprU/s400/lok.JPG
Lokomotif uap Muaro Sijunjung
LOK UAP MUARO, SISA JALUR MAUT KERETA API SIJUNJUNG- PEKANBARU
MENYUSUR kawasan yang rusak diguncang gempa Sumatra Barat akhir 30 September lalu, maka jalur transportasi tak akan luput dari pantauan. Jalur transportasi tertua di Sumatera Barat, sama seperti di Jawa, tak lain adalah jalur kereta api. Sebelum menengok jalur kereta api yang melintas di Padang, ada baiknya kita menjenguk jalur yang agak berbeda, baik dari sisi kesulitan kawasan maupun dari proses pembangunan.
Jika semua jalur kereta api dibangun oleh Belanda, maka untuk jalur ini dibangun di masa pendudukan Jepang. Jalur mati ini tak lain adalah jalur Muaro Sijunjung - Pekanbaru. Yang menarik di kawasan hutan Sumatera ini tak lain adalah sisa lok uap zaman Jepang yang hingga kini masih teronggok di kawasan Muaro Sijunjung. Berdiri sendiri dengan kondisi yang sudah tak lengkap dan karatan, lok uap yang dari rodanya samar-samar terlihat angka 1904 itu sengaja ditempatkan di pinggir jalan kecil di antara hutan sebagai benda cagar budaya.
Untuk tiba ke lokasi, bukan hal yang mudah karena harus melewati jalanan sempit di antara hutan, sungai lebar, dan tebing-tebing. Jarak dari Sawahlunto ke Sijunjung sekitar 15 km tapi harus melalui jalan berkelok yang curam dan sulit dilalui. Rupanya kisah lok uap ini merupakan kisah penindasan puluhan ribu Romusha yang dipaksa bekerja oleh Jepang. Lok uap ini di masa Jepang pernah jadi lok yang menarik kereta di jalur Muaro - Pekanbaru.
Jalur kereta api Muaro-Pekanbaru (Logas), menurut pecinta sejarah kereta api, Tjahjono Rahardjo, selesai dibangun pada 15 Agustus 1945. Jalur yang kini sudah tak lagi terlihat bekasnya itu juga merupakan kuburan massal sekitar 50.000 romusha. Jalur Muaro - Pekanbaru merupakan bagian dari jalur yang direncanakan pemerintah Belanda untuk menghubungkan pantai timur dan barat Sumatera. "Tapi hambatannya sangat berat; banyak terowongan, viaduk dan jembatan harus dibangun. Karena belum dianggap layak, rencana itu tersimpan saja di arsip Nederlandsche-Indische Staatsspoorwegen (Perusahaan Negara Kereta Api Hindia Belanda).
Tahun 1942, ketika Jepang menduduki Indonesia, mereka menemukan rencana itu. Jalur rel itu akan membuat jalur transportasi yang menghindari Padang dan Samudera India yang dijaga ketat kapal perang Sekutu. "Jalur itu memperpanjang jaringan Staatsspoorwegen ter Sumatra Weskust (SSS) sepanjang 215 ke pelabuhan Pekanbaru," begitu tulis Tjahjono.
Material kereta api yaitu rel, lokomotif, dan gerbong didatangkan dari tempat lain termasuk beberapa lokomotif bekas Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) dan Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS).
Dalam referensi lain disebutkan, sebagian besar trayek Muaro-Pekanbaru sepanjang 220 km mengikuti jalur yang dirancang Staatsspoorwegen (SS) pada dasawarsa 1920-an, yang karena krisis ekonomi batal dibangun. Jalur rancangan ini memiliki tanjakan maksimum satu persen. Sekitar 85 persen jalur yang dibangun Jepang mengikuti rencana ini, namun tanjakan maksimum menjadi dua persen.
Perihal jalur kereta api maut, sejarah mencatat, Jepang menorehkan kisah kejam tak hanya di jalur Muaro Sijunjung – Pekanbaru, tapi juga di Banten Selatan di jalur Saketi – Bayah. Sebelumnya, Jepang sudah membuka jalur kematian dari Thailand ke Burma. Sebuah jalur kereta api yang juga sudah direncanakan oleh pemerintah Inggris, namun karena kondisi alam yang berat maka rencana itu dikesampingkan. Jepanglah yang kemudian mengacak-acak dokumen Belanda dan Inggris dan menemukan rencana jalur tersebut untuk kemudian mewujudkannya melalui tangan, darah, dan nyawa para romusha yang tak hanya terdiri atas bangsa Indonesia tapi juga Australia, Inggris, Amerika, dan Belanda.
Jadi selama Perang Dunia II (1938-1945) Jepang membangun tiga jalur kereta api di dua wilayah di Asia Tenggara yaitu jalur Thailand-Burma, Muaro Sijunjung-Pekanbaru, dan jalur Saketi-Bayah. Jepang menggunakan tahanan yang dipaksa kerja dan seperti dikirim ke neraka karena puluhan ribu jiwa melayang dalam proyek pembangunan jalur kereta api tersebut. Jalur kereta api di dua wilayah Indonesia itu tak lagi bersisa, seperti juga tragedi kekejaman Jepang yang seakan terlupakan.
Meski lok uap ini dijadikan cagar budaya, sayangnya lebih banyak orang yang tak tahu akan keberadaannya. Bahkan banyak orang tak tahu ada jalur kereta api Muaro Sijunjung-Pekanbaru. Lokasi cagar budaya berupa sisa lok uap di Muaro juga jadi salah satu kendala, yaitu di hutan Sumatera, meski panoramanya indah, dengan jalanan di sepanjang aliran sungai Batang Kuantan, tapi tak ada penanda yang menunjukkan arah lokasi.
Lokasi lok uap sisa jalur maut Sumatera itu ada di Jorong Silukah Nagari Durian Gadang Kecamatan Sijunjung. Lokomotif uap itu ditemukan masyarakat Silukah pada tahun 1980 saat pembuatan jalan darat dari Silokek ke Durian Gadang dan terus ke Tapus.
Selain di Silukah, jalur kereta api itu juga melewati Silokek, di mana romusha yang baru didatangkan dari Jawa, diturunkan di daerah Ngalau Cigak Nagari Silokek. Di sepanjang jalur Silukah-Silokek inilah terdapat kuburan masal dari ribuan bahkan puluhan ribu romusha. Silokek kini jadi tempat wisata karena pemandangannya.
Sumber: http://www.kompas.com
sherif_claude May 4th, 2011, 04:55 PM Indahnya Panorama Bukit Pulai
http://3.bp.blogspot.com/_IOf0Pcde2_Y/SoPKohaHqvI/AAAAAAAAA7E/7RMq9AjH0rM/s320/P8240381.JPG
http://4.bp.blogspot.com/_IOf0Pcde2_Y/SoPKc8MzFJI/AAAAAAAAA60/D2K5vvXz2BM/s320/P8240379.JPG
Jika anda bepergian melalui jalan darat dari arah Painan menuju Batang Kapas,anda akan melewati sebuah bukit yang jalannya banyak berkelok-kelok dan mendaki,itulah Bukit Pulai.
Disamping jalannya mendaki dan berkelok-kelok yang banyak ditakuti oleh sopir-sopir yang belum terbiasa melewatinya,bukit Pulai ini juga memiliki panorama alam yang indah.
Dari Bukit Pulai ini kita dapat memandang keindahan samudera Indonesia,keindahan pantai Teluk Betung dan Sungai Nipah,dari pinggir jalan kita bebas memandang perahu-perahu nelayan yang tertambat di pinggir pantai Kampung Teluk Betung.
Dari Bukit Pulai ini juga dapat disaksikan indahnya pemandangan matahari yang akan terbenam di batas cakrawala.Rona jingga mentari yang akan tenggelam itu semakin indah dilihat dari ketinggian Bukit Pulai ini.
Di Bukit Pulai ini jika anda ingin beristirahat dalam perjalanan telah ada beberapa buah kedai yang menawarkan pemandangan yang indah kearah kampung Teluk Betung.Anda dapat menikmati keindahan alam laut Teluk Betung sambil menyantap makananan yang anda pesan.
Nah,sekarang jika anda bepergian ke Kabupaten Pesisir Selatan,yang kebetulan melewati Bukit Pulai tidak ada salahnya anda juga menikmati keindahan panoramanya.
Nick_2 May 4th, 2011, 05:23 PM trailer.., ngak tau juga apa ini rilis-an resmi dari MD, tapi sepertinya belum, karena yang di video ini baru yang shootx di sumbar, belum ada gambaran ka'bahnya..Harapannya saya supaya soundtrack film ini bisa memasukkan instrumen minangkabau, walaupun lagunya berbahasa indo..:cheers:
1S7TirD85Ag
^^ Mantap :banana2: satu lagi film yang shotingnya di sumbar
Dibuat Film,Penulis 'Negeri 5 Menara' Terharu
"Awalnya tidak menyangka novel ini bisa sukses dan menembus best seller."
Rabu, 4 Mei 2011, 17:10 WIBMaya Sofia, Beno Junianto
http://showbiz.vivanews.com/news/read/218442-dibuat-film-penulis--negeri-5-menara--terharu
VIVAnews - Novel 'Negeri 5 Menara' akan segera dibuat film dalam waktu dekat. Saat ini pihak produser tengah melakukan casting untuk mencari orang yang cocok memerankan tokoh di dalam film tersebut. Sang penulis novel 'Negeri 5 Menara' Ahmad Fuadi merasa terharu dan tidak menyangka novelnya bisa sesukses seperti sekarang.
"Awalnya tidak menyangka novel ini bisa sukses dan menembus best seller. Lalu beberapa PH menawarkan kerjasama untuk membuat film nasional ini. Namun pihak Million Pictures yang sejalan dengan saya dalam rencana mengembangkan film ini," ujar Ahmad kepada VIVAnews.com saat ditemui di Kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu 4 Mei 2011.
Novel 'Negeri 5 Menara' sukses menembus lebih dari 170.000 eksemplar dengan cetakan hingga 10 kali. Sementara itu Produser Million Pictures Salman Aristo mengungkapkan, pihaknya masih berkeliling daerah untuk mencari pemeran Alif Fikri Chaniago, Raja Lubis, Said Jufri, Dulmajid, Atang, dan Baso Salahuddin.
"Masih mencari talent yang terbaik. Di daerah-daerah kita cari enam orang anak-anak yang fresh dengan beberapa latar belakang, Sunda, Madura, Surabaya, Padang, Gowa, Sulawesi, Aceh," ungkap Salman.
Menurut Salman, syuting film 'Negeri 5 Menara' rencananya akan dilakukan di beberapa lokasi, seperti Surabaya, Padang dan London.
Film berjudul Negeri 5 Menara ini menceritakan tentang enam orang anak di kehidupan pesantren dengan latar belakang keluarga yang sangat sederhana. Mereka semua memiliki impian untuk sukses dan bersekolah di negeri orang. (eh)
• VIVAnews
Nick_2 May 4th, 2011, 08:01 PM Festival Langkisau IX Direncanakan Akhir Juni 2011
Rabu, 04/05/2011 19:30 WIB
http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=67587
padangmedia.com - PAINAN- Pemerintah kabupaten Pesisir Selatan merencanakan akan menggelar Festival Langkisau (FL) ke IX pada akhir Juni 2011 mendatang. Saat ini persiapan festival tengah dalam proses pembentukan Panitia.
Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata (Dispokbudpar) kabupaten Pesisir Selatan Beriskhan menyebutkan pelaksanaan FL IX tahun ini direncanakan lebih awal dari tahun lalu.
" Dari beberapa kali pertemuan sudah dimatangkan mempercepat pelaksanaan, dan disepekati penyelenggaraan dilaksanakan tanggal 21 sampai 28 Juni 2011 dan saat ini dalam proses pembentukan panitia," katanya, Rabu (4/5).
Menurut Beriskhan agenda FL IX ini hampir sama dengan tahun lalu yang antara lain akan diramaikan oleh Lomba Paralayang, Renang Samudera, Selaju Sampan dan Mangaik (Menangkap) Ikan Mungkuih serta Fun Bike. Selain itu juga akan diwarnai dengan Pekan Budaya yang diantaranya akan diisi oleh Lomba Lagu Minang, pagelaran kesenian tradisional dan seni kreasi.
" Yang tak kalah pentingnya tahun ini akan kembali diadakan Pemilihan Duta Wisata Pesisir Selatan yang pada tahun lalu ditiadakan," jelasnya.
Pemilihan Duta Wisata menurut Beriskhan adalah penggantian nama dari sebelumnya Pemilihan Uda-Uni. Beriskhan menambahkan tahun ini kegiatan festival juga akan dimeriahkan dengan acara Pameran dan Bazaar disamping beberapa event keolahragaan yang juga tengah dimatangkan untuk diselenggarakan dalam mengisi FL IX mendatang.
Festival Langkisau merupakan agenda pariwisata tahunan kabupaten Pesisir Selatan yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2003. (feb)
Nick_2 May 4th, 2011, 08:12 PM Atlet Tiba, Liga Paralayang KTM 2011, Besok Dibuka
Rabu, 04 Mei 2011 - 22:10:12 WIB | hit 21
http://www.sumbaronline.com/berita-4345-atlet-tiba-liga-paralayang-ktm-2011-besok-dibuka.html
PADANG, SO--Besok, pembukaan Liga Paralayang KTM 2011 di Puncak Lawang Kecamatan Matur dan Bayur Kecamatan Tanjung Raya akan dibuka resmi, dan diperkirakan 200 atlit nasional akan unjuk kepandaian diatas sebuah Danau yang sangat indah yaitu Danau Maninjau.
Dan, hari ini, Rabu (4/5), pesawat Hercules A-1308 milik TNI AU sudah mulai terdengar 'meraung' menandakan pesawat besar tersebut sudah dekat dan akan landing di Bandara Lanud Tabing Padang, tepat pukul 14.30 Wib membawa para "petarung" yang sudah biasa melayang di udara dengan parasut sekitar 80 atlit dari berbagai propinsi.
Pantauan www.sumbaronline.com dilokasi terlihat penyambutan sangat sederhana tapi cukup memikat rombongan dengan dihibur alunan bunyi tambua tansa milik Dinas Pariwisata Kabupaten Agam yang berirama nyaring dan merdu, sehingga garangnya hari termakan oleh alunan dari pukulan para penabuh.
Dilokasi penyambutan Bandara Lanud Tabing Padang terlihat Danlanud Padang Letkol. Penerbang Awang Kurniawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Syafirman, SH, Kepala Dinas Pariwisata Padang, Kepala Dinas Pariwisata Agam Drs. Jabanur, Kepala Dinas Kominfo Agam Drs. Eryanson, Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga Agam Misran, M.Pd bersiap-siap menyambut rombongan beserta Ketua Paralayang Indonesia Joko Bisowarno sekaligus mendapat kalungan bunga dari Danlanud Padang.
"Selamat Datang di Provinsi Sumatera barat untuk rombongan para atlit paralayang yang akan bertanding di Puncak Lawang Kabupaten Agam dari tanggal 5-8 Mei 2011," ucap Danlanud Awang Kurniawan pada saat memberikan kata sambutan.
Pada kesempatan itu, Bupati Agam diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Syafirman, SH mengatakan, dihadapan rombongan bahwa daerah Kabupaten Agam memiliki daya tarik yang sangat memukau termasuk salah satunya Danau Maninjau dengan kemilaunya akan membuat para wisatawan yang datang berkunjung menjadi jatuh cinta.
Kita berharap kegiatan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya, sehingga event Paralayang di Kabupaten Agam bisa lebih bergaung lagi dikancah Nasional maupun internasional seperti tahun-tahun sebelumnya dengan kegiatan Fun Fly Puncak Lawang bisa menyedot perhatian penerjun internasional untuk mencoba kesejukan udara dan tantangan terbang di atas Kemilau Danau Maninjau.
Dilaporkan : wdp
bagak May 5th, 2011, 04:22 AM ^^ Selingi dengan gambar bro, kalau bisa hehehehe...........
Paralayang Puncak Lawang Sumbar
https://lh6.googleusercontent.com/_Xn0iWfYsNnY/TYbRz7hokEI/AAAAAAAAAdE/fWYJbbyWKmM/s640/paralayang.jpg
https://lh4.googleusercontent.com/_Xn0iWfYsNnY/TYbR0Lf12eI/AAAAAAAAAdI/DbX4OcwrswU/s640/1.jpg
http://kfk.kompas.com/image/preview/aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMzAwNTQ3NTgyX3dYVnB1bzdLLmpwZw%3D%3D.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_ZTD_LRdkqAI/S_0gt4W9wUI/AAAAAAAAAag/6uzG8eB3BMo/s400/100_0246.JPG
http://1.bp.blogspot.com/_ZTD_LRdkqAI/S_0gtqenmBI/AAAAAAAAAaY/Y6aQ0ekZ9P4/s400/100_0267.JPG
http://2.bp.blogspot.com/_ZTD_LRdkqAI/S_0gtbahrRI/AAAAAAAAAaQ/9YvU_GZszec/s400/100_0268.JPG
http://2.bp.blogspot.com/_ZTD_LRdkqAI/S_0dAxv_eNI/AAAAAAAAAZA/9baNkndesAQ/s400/100_0206.JPG
http://4.bp.blogspot.com/_ZTD_LRdkqAI/S_0dAZC_XlI/AAAAAAAAAY4/stz-X2mqF8o/s400/100_0202.JPG
http://3.bp.blogspot.com/_ZTD_LRdkqAI/S_0dALH7lyI/AAAAAAAAAYw/f2RNLa8p6Mg/s400/100_0201.JPG
Nick_2 May 5th, 2011, 03:03 PM [QUOTE=bagak;77213505]^^ Selingi dengan gambar bro, kalau bisa hehehehe...........
[CENTER]Paralayang Puncak Lawang Sumbar
QUOTE]
^^ Mantap bro..:banana:. koleksi gambarnya nggak banyak bro, paling gambar2 lama :).
Rektor Seluruh Indonesia Mengawal RI
Rifa Nadia NurfuadahKamis, 05 Mei 2011 11:09 wib
Ketua Majelis rektor indonesia di pimpin oleh bpk. Musliar Kasim (rektor unand) :okay:
JAKARTA - Pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN)/pemerintah dan koordinator koordinasi perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia (Kopertis) satu suara dalam menyikapi gerakan radikal yang marak menyusupi kampus.
Para pimpinan PTN dan perguruan tinggi swasta (PTS) semalam melakukan pertemuan tertutup dan merumuskan pernyataan sikap mengenai isu tersebut. Draft pernyataan sikap para pimpinan perguruan tinggi seluruh Indonesia itu dibacakan oleh Ketua Majelis Rektor Indonesia Musliar Kasim.
"Para pemimpin perguruan tinggi di Indonesia bertekad mengawal empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia (RI) tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia," kata Musliar di gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Jakarta, Selasa (4/5/2011) malam.
Musliar menyatakan, para pemimpin perguruan tinggi di Indonesia mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia dalam mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.
"Kami juga melaksanakan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai landasan hukum untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Musliar mengimbuhkan.
Rektor Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatra Barat, itu menambahkan, para pimpinan perguruan tinggi juga berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui satu sistem pendidikan nasional.
"Para pimpinan perguruan tinggi seluruh Indonesia juga menerima keniscayaan Bhineka Tunggal Ika dan mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya menandaskan.(rfa)
http://kampus.okezone.com/read/2011/05/05/373/453543/rektor-seluruh-indonesia-mengawal-ri
Nick_2 May 5th, 2011, 03:11 PM Aceh, Sumbar Hentikan Pengiriman TKI PLRT ke LN
Kamis, 5 Mei 2011 19:27 WIB | 67 Views
http://www.antaranews.com/berita/257274/aceh-sumbar-hentikan-pengiriman-tki-plrt-ke-ln
Padang (ANTARA News) - Dua provinsi di Indonesia telah melakukan penghentiaan untuk pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di luar negeri.
"Provinsi yang tidak mengirimkan TKI PLRT ke luar negeri yakni, Aceh dan Sumbar," kata Anggota Komisi IX DPR-RI Zulmiar Yanri usai peresmian Gedung Baru PT.ASKES Cabang, Padang, Kamis (5/5).
Menurutnya, permasalahan TKI di luar negeri, seluruhnya didominasi sektor informal yang merupakan tenaga kerja rendah keahlian.
"Sudah saatnya kita menghentikan pengiriman TKI informal atau para pembantu rumah tangga ke luar negeri," katanya.
Dia menambahkan, alangkah baiknya Perusahaan Tenaga Kerja Indonesi (PJTKI) mengirimkan TKI ke luar negeri bekerja sektor formal.
"Masih banyak perusahaan yang ada di luar negeri mempekerjakan sektor formal, seperi negara Malaysia, Singapura," katanya.
Ada sekitar 80 persen permasalah yang dihadapi tenaga kerja Indonesi (TKI) berasal dari dalam negeri sendiri, lanjut Zulmiar Yanri dimana persoalan mulai dari prose rekrutmen calon tenaga kerja, yang dinilai tidak sesuai dengan undang-undang. PTKIS ini diduga ada memalsukan identitas diri TKI agar bisa berangkat bekerja ke luar negeri.
"Ini sudah menyalahi aturan perudang-undangan tentang ketenagakerajaan dimana diduga telah memalsukan identitas diri dari TKI yang mau berangkat ke laur negeri," kata Zulmiar Yanri.
Dia mengatakan, Pemerintah seharusnya memperketat dalam pengirim TKI yang dilakukan PJTKI untuk bekerja ke luar negeri.
"Hal ini dilakukan untuk memberikan perlindungan dalam penempatan TKI yang akan bekerja ke luar negeri," katanya.
Menurutnya, sebelum pengiriman TKI ke luar negeri yang dilakukan oleh PJTKI, ada baiknya diberikan pelatihan.
"Jika pelatihannya baik maka TKI yang dihasilkan baik. Jika pelatihan tidak baik, maka kualitas TKI juga menjadi tidak baik, di antaranya berada di balai-balai latihan kerja (BLK) karena praktik yang tidak baik," katanya.
Dia menambahkan, saat ini Komisi IX DPR RI membahas Revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 mengenai penempatan dan perlindungan TKI ke luar negeri.
"Selama ini undang-undang tersebut lebih menitikberatkan pada masalah pengiriman TKI, bukan pada perlindungan," katanya. (ANT/K004)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011
Nick_2 May 6th, 2011, 01:43 PM Indoprix 2011 Seri 2 Disponsori Ban IRC
Posted by Yusuf Arief on May 6, 2011 //
http://www.dapurpacu.com/indoprix-2011-seri-2-disponsori-ban-irc/
JAKARTA [DP] — PT Gajah Tunggal Tbk produsen ban sepeda motor IRC kembali menunjukan komitmentnya dalam memajukan dunia otomotif Indonesia, dengan menjadi sponsor utama pada gelaran Indoprix 2011 seri 2. Ajang balap bergengsi ini akan dilangsungkan besok (7/5) di sirkuit Kenjeran, Surabaya.
Di Indoprix 2011 seri 2, IRC menurunkan ban balap IRC RAZZO 166 dan RAZZO 221 sebagai ban balap resmi, yang akan dipakai oleh para pebalap motor papan atas Indonesia untuk berlaga di sirkuit Kenjeran yang terkenal dengan cuaca panas menyengat.
Arijanto Notorahardjo selaku GM Marketing PT Gajah Tunggal Tbk berharap dengan penyempurnaan yang telah dilakukan terhadap produk-produk IRC khususnya Razzo 166 dan Razzo 221 yang tahun lalu terbukti mampu mengantarkan Denny Triyugo memecahkan rekor lap tercepat di Kenjeran, tahun ini tentunya diharapkan akan mampu memecahkan rekor baru kembali.
Ajang supremasi balap motor yang paling tertinggi di Indonesia ini akan mempertandingkan 2 kelas yaitu IP 110cc dan IP 125 cc. Indoprix 2011 seri 2 akan diikuti oleh para pebalap motor nasional yang akan diuji kemampuannya selama 18 putaran dengan menggunakan ban IRC.
Pebalap Hadi Wijaya dari team Kawasaki IRC Manual Tech, Rafid Topan dari team Yamaha Yamalube Tunggal Jaya, dan Florianus Roy dari team Yamaha Federal Oil Yonk Jaya yang merajai podium Indoprix 2011 seri 1 yang telah digelar di sirkuit Sentul, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
IRC telah menjadi sponsor utama Indoprix sejak tahun 2008, dan memanfaatkan ajang balap motor sebagai laboratorium untuk melakukan riset performa produk-produknya agar selalu menjadi yang terbaik dan menjadi pilihan para pebalap nasional.
Tidak hanya melalui ajang Indoprix, IRC juga melakukan pembinaan terhadap pebalap-pebalap muda roda dua lewat ajang kejuaraan daerah dan roadrace dengan titik konsentrasi terbesar di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatra Barat, Jawa Timur dan Jawa Barat. Diharapkan, pebalap-pebalap muda ini dapat mengikuti jejak senior mereka untuk tampil di ajang Indoprix. [DP]
Nick_2 May 6th, 2011, 05:01 PM http://i56.tinypic.com/316447s.jpg
http://i54.tinypic.com/21156kg.jpg
Foto Antara Sumbar/Arif Pribadi/11
Nick_2 May 6th, 2011, 05:14 PM http://i55.tinypic.com/dwvzhi.jpg
http://i53.tinypic.com/330tysp.jpg
http://i54.tinypic.com/hti4d1.jpg
Foto Antara Sumbar/Arif Pribadi/11
sherif_claude May 8th, 2011, 04:38 PM dp---
sherif_claude May 8th, 2011, 04:39 PM Touring ke Ranah Minang
Padang Ekspres • Minggu, 08/05/2011 09:54 WIB •
Setidaknya, touring di ranah Minang ini menghadirkan dua nuansa yang berbeda. Yaitu, nuansa laut dan pantai yang bisa dilewati di sepanjang pesisir pantai barat Sumatera. Dan, nuansa alam pegunungan serta lembah yang menawarkan keindahan menakjubkan. Masing-masingnya memiliki keunikan masing-masing dengan fasilitas jalan yang sangat memadai.
Jika para bikers dan komunitasnya ingin menikmati touring dengan nuansa laut, bisa dimulai dari mana saja, karena memiliki pintu masuk yang cukup banyak ke daerah pesisir pantai tersebut. Jika ingin sedikit lebih ekstrim bikers bisa memutar ke pantai Airmanis, yang terkenal dengan batu Malin Kundang. Jalan menuju pantai ini penuh dengan tanjakan dan turunan yang menguji nyali para bikers. Tujuan berikutnya tentu saja pantai Padang, tempat para bikers biasa nongkrong. Jika ingin terus menyusuri laut ini perjalanan bisa diarahkan ke Pariaman hingga Pasaman Barat.
Jika ingin menyaksikan keindahan alam pegunungan dan lembah, hampir-hampir semua jalan provinsi dan jalan nasional melewati perbukitan dan lembah. Sementara itu, danau Singkarak juga tak kalah hebat menawarkan tempat menarik sebagai tujuan touring. Kemudian danau Diatas dan Dibawah yang berada di kaki Gunung Talang juga sering sebagai tujuan menjajal jalanan di Sumbar. Temperatur udara yang dingin seperti di sini, seperti kawasan puncak Jawa Barat, memberi suasana lain dalam perjalanan.
Tujuan yang tidak boleh terlewatkan tentu saja kota wisata Bukittinggi. Kota yang terkenal dengan ikon jam gadangnya ini, sering menjadi titik berkumpul bagi komunitas motor dari manapun jika mengadakan touring di Sumbar. Maka tak jarang para bikers ini saling bertemu dan berkenalan di kota tempat lahir proklamator, Bung Hatta, ini. (*)
sherif_claude May 8th, 2011, 04:44 PM Mahasiswa Asing di ISI Padangpanjang
Belajar Budaya Minangkabau dengan Serba Terbatas
http://padangekspres.co.id/up/berita/08052011084214bg-kw.gif
Padang Ekspres • Minggu, 08/05/2011 08:37 WIB • Gusriyono • 77 klik
Randai: Mahasiswa asing program dharmasiswa di ISI Padangpanjang bermain randai
Jarang yang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini menyulitkan bagi mahasiswa atau orang dari luar negeri yang ingin belajar tentang Minangkabau memperoleh informasi yang diinginkannya.
Lagu Simarantang, sebagai pengantar legaran randai, terdengar dinyanyikan dengan bahasa Minang yang tidak lurus (tidak fasih). Sembilan anak randai balega memainkan gerakan silat yang menjadi gerakan dasar pertunjukan randai; sebuah pertunjukan teater rakyat di Minangkabau. Seperti halnya randai, selain cerita, juga dipertunjukan tari dan musik tradisi Minangkabau. Pertunjukan malam itu, tanpa cerita, hanya mempertontonkan tari piring, dendang saluang dan rabab, silek, serta melukis.
Ada yang berbeda pada pertunjukan randai di Laga-Laga Taman Budaya Sumbar, Senin (2/5) lalu. Pada malam itu, randai dimainkan bukan oleh anak nagari Minangkabau. Tapi, oleh anak luar negeri, yakni 8 mahasiswa dari berbagai Negara di dunia dikomandoi oleh M Arif Anas, dosen Karawitan ISI Padangpanjang. Sebut saja, Oliwia (Polandia), Kristyna Cilkova (Republik Ceko), Chaikampanat dan Kritsada Jintapracha (Thailand), Jackie An (Amerika Serikat), Dao Thi Ngoc Trang (Vietnam), Rita Deiola (Italia), dan Nicolson Thomas (Grenada).
Sebagaimana temanya, Dunia dalam Randai, Satahun di Ranah Minang, pertunjukan randai ini merupakan karya akhir mereka setelah setahun menimba ilmu di ISI Padangpanjang dalam program dharmasiswa. Menyaksikan pertunjukan randai dari “pemain asing”, cukup menghibur. Apalagi, tapuak galembong mereka, nyaris tidak ada bedanya dengan anak randai asli. Bahkan mengundang tepuk tangan, juga pujian karena mampu mengapresiasi produk budaya Minangkabau. “Di sini, tak ada sekat, batas negara luruh oleh kekuatan seni,” kata Mahdi Bahar, Rektor ISI Padangpanjang.
Budayawan Wisran Hadi menilai pertunjukan itu sesungguhnya relatif menarik, karena dimainkan oleh orang bukan Minangkabau. Hanya saja, randai yang mestinya bisa bebas, kurang terlihat kenakalannya. Kenapa misalnya, kata Wisran, tidak juga agak sedikit menggunakan bahasa “kampung” asal para pemainnya. Seperti, ada satu atau dua, masuk kata-kata dalam bahasa Polandia, Thailand atau Vietnam.
Keterbatasan Informasi
Dari pengakuan mahasiswa ini, banyak hal menarik dari kebudayaan yang terkenal dengan sistem material dan demokrasinya ini. “Seperti lagu kampuang nan jauah di mato, pada lirik panduduaknyo nan suko bagotongroyong, saya sangat mengagumi itu di sini. Spirit atau semangat individu untuk bersama-sama menghadapi berbagai kondisi dan situasi yang terjadi. Ini inspirasi yang kuat bagi saya, bagaimana orang Minang rela membantu dengan penuh kebersamaan,” kata Jackie, tamatan psikologi di Seattle University, Amerika Serikat, yang kini sudah mampu berdendang dan berabab.
Konsep demokrasi yang dilandasi dengan semangat gotong royong tersebut, juga tertuang dalam berkesenian. Yang membedakannya dengan Amerika, sebagai negara demokrasi, meski pun perbedaan pendapat sangat dihargai, namun dalam kehidupan mereka sangat individual.
Lain halnya dengan Oliwia, tamatan program studi Budaya dan Bahasa Asia, University of Warsaw. Dia tertarik dengan perpaduan konsep agama dan adat dalam kebudayaan Minangkabau. “Di satu sisi, orang Minang memegang teguh agamanya, agama Islam. Namun di sisi lain, mereka juga percaya pada hal gaib, seperti hantu, takhayul, dan sebagainya. Ini konsep yang menarik sekali, apalagi adat dan agama itu menyatu dalam filosofi hidup orang Minang,” tuturnya.
Begitu juga yang dialami Trang, yang telah menamatkan studinya di jurusan Ketimuran, Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora, Ho Chi Minh, Vietnam. Katanya, di Vietnam tidak ada dokumentasi tentang kebudayaan Minangkabau.
“Kalau kebudayaan Jawa dan Bali banyak. Makanya, saya sangat tertarik untuk mendokumentasikan kebudayaan Minangkabau ini dan mengenalkannya di Vietnam,” katanya.
Trang tertarik dengan sistem matrilineal, yang sangat menghargai kaum wanita, dan budaya merantau, yang mengajarkan kehidupan pada laki-laki. Ketertarikan tersebut, membuat mahasiswa Vietnam pertama yang belajar tentang Minangkabau ini berencana akan melanjutkan beasiswa belajar ke Sumbar lagi.
“Mungkin nanti arahnya ke penelitian budaya,” tukasnya.
Meskipun, kebudayaan Minangkabau sangat menarik bagi mereka. Disayangkan, tidak ada informasi yang cukup tentang itu, baik melalui buku-buku atau pun melalui situs-situs di internet. Begitu juga dalam belajar, bahasa pengantar di ISI Padangpanjang juga masih menjadi kendala. Artinya, walau mereka mesti menggunakan bahasa Minang, namun harus ada bahasa Inggris sebagai pengantar substansi materi untuk dijadikan pintu masuk ke materi ajar.
“Bahkan, ada beberapa kuliah tentang sejarah Minangkabau, sejarah Silek, dan lain-lain, yang cukup bagus, tapi kami tidak bisa mengikuti karena dosennya memakai bahasa Indonesia, kadang sesama mahasiswa di sini, berbahasa Minang, tidak berbahasa Inggris,” ungkap Kristyna, yang pernah kuliah di Faculty of Fine Arts (seni murni), University of Technology, Brno, Republik Ceko. Baginya, sebagai mahasiswa asing, ISI mestinya juga menyediakan dosen yang mengajarkan Bahasa Indonesia untuk mereka, yang nantinya memudahkan mereka berkomunikasi. “Sayangnya, dosen bahasa Indonesia juga tidak ada di sini,” kata Kristyna.
Seluruh mahasiswa tersebut mengeluhkan hal ini. Mereka mengaku lebih banyak mengenal kebudayaan Jawa dan Bali, tapi hampir tidak begitu tahu tentang kebudayaan Minangkabau sebelumnya. Sehingga ketika mereka memilih ISI Padangpanjang, dalam program beasiswa ini, justru menjadi bingung. Informasi tentang ISI dan kota Padangpanjang sangat sedikit.
“Tidak terlalu banyak buku dan informasi tentang Minangkabau. Berbeda dengan informasi tentang kebudayaan Jawa dan Bali. Pemerintah Indonesia lebih fokus pada Jawa dan Bali saja, sementara ada banyak kebudayaan menarik di Indonesia, seperti Minangkabau, Aceh, Flores, dan seterusnya,” kata Oliwia.
Rita Deiola, yang sebelumnya pernah belajar di DAMS (Drama, Art, Music Studies) di Bologna, Italia, juga mengeluhkan hal yang sama. Rita punya ketakutan tersendiri ketika lulus di ISI Padangpanjang. Dia tidak mau ke Padangpanjang mulanya. Pasalnya, Rita beranggapan, Padangpanjang, daerah yang tidak ada populasi. Jauh dari kehidupan.
“Bahkan, sampai di Jakarta, saya masih menolak ke sini. Karena tidak ada informasi tentang Padangpanjang. Tidak ada website yang bisa saya akses. Begitu juga tentang Minangkabau, tidak ada informasi dalam bahasa Inggris, yang bisa saya mengerti,” ungkap wanita yang menekuni dance therapy ini.
Program dharmasiswa ini, akan berakhir Agustus mendatang. Mereka berharap, ISI lebih baik lagi dalam mengemas informasi tentang perguruan tingginya, termasuk tentang kota dan kebudayaannya dengan bahasa Inggris, sehingga memudahkan orang mengenal kebudayaan Minangkabau. Terutama dalam hal ini, menyediakan website yang representatif. (***)
sherif_claude May 8th, 2011, 05:00 PM Nareh, Padangpariaman
Melirik Potensi Desa Nareh Hilir Pariaman Utara, Kaum ibu hidup dari upah menyulam
Kab. Padang Pariaman Wisata Alam Oleh : Zikriniati ZN 195 klik
Nareh Hilir merupakan satu diantara 17 desa yang berada di kawasan Kecamatan Pariaman Utara. Kawasan dengan luas 1780 km persegi ini memiliki penduduk 1.477 jiwa, berada di kawasan sentra inudstri sulaman.
Di Pariaman, ada empat desa yang menjadi sentra sulaman benang emas yang berada di Kecamatan Pariaman Utara, diantaranya Manggung, Nareh, Nareh Hilia dan Balai Nareh. Sebagian besar, kaum perempuannya menyulam untuk menambah penghasilan keluarga.
Namun mereka bukanlah pemilik usaha sulaman, tetapi mengambil upah dari sulaman tersebut. Data terakhir, dari 370 KK, hanya 12 KK yang memiliki usaha sulaman kategori menengah, memiliki showroom sulaman benang emas.
Pemilik usaha inilah yang memberikan job kepada kaum ibu untuk membuat sulaman benang emas dan bordiran benang emas. Kerajinan sulaman emas ini menurut informasi tetua adat sudah ada sejak tahun 1938. Meski demikian, taraf kehidupan sebagia besar warga di desa yang memiliki dua dusun ini berada di bawah garis kemiskinan. Setidaknya 160 KK dari 370 KK merupakan warga miskin yang menerima bantuan beras miskin setiap bulannya.
“Bagaimana tidak miskin, upah menyulam untuk satu ikat benang emas berkisar Rp 6000 hingga 7000. Maksimal setiap harinya, warga hanya bisa menyelesaikan tiga ikat benang emas, berarti penghaslan Rp 18ribu perhari. Penghasilan segitu hanya cukup untuk makan satu hari, apalagi sebagian besar warga memiliki empat hingga lima orang anak, tentu beban mereka makin berat. Sedangkan suaminya hanya nelayan, yang kadang melaut kadang tidak”ujar Sekretaris Desa Naras Hilir Yelfira kemarin.
Apalagi pasca gempa, banyak warga yang rumahnya rusak berat, sehingga mereka tidak memiliki tempat untuk menyulam. Bagi perempuan yang belum berkeluarga, merantau ke Malaysia merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan hidup di kampung.
Kondisi kontras terlihat di sepanjang jalan Nareh, ruko-ruko baru bermunculan yang dijadikan sebagai showroom. Di dalamnya berbagai produk hasil sulaman benang emas, mulai dari pakaian pengantin, kerajinan tangan hingga pelaminan. Pemasaran produk tersebut mulai dari Bukittinggi, hingga Malaysia dan Singapura. Tidak ayal, jika pengusaha tersebut memiliki penghidupan yang layak, sangat berbeda dengan kaum yang mengerjakan sulaman tersebut. []
sherif_claude May 8th, 2011, 05:08 PM Kecamatan IV Jurai
Tambang Nagari Andalan Balanda Penghasil Emas Di Zaman Dulu
Kab. Pesisir Selatan Wisata Alam Oleh : Yoni Safrizal 478 klik
http://www.padang-today.com/up/wisata/07042011094201TAMBANG.JPG
Tambang
Tambang merupakan salah satu nagari yang terdapat di kecamatan IV Jurai yang berbatasan langsung dengan hutan TNKS. Secara tofografi nagari ini memang beragam, sebab terdiri dari daratan, perbukitan dan Lembah yang dilalui alur sungai yang dikenal dengan sungai Batang Salido.
Nagari Tambang ini sebelah utaranya berbatasan dengan kabupaten Solok, sebelah selatan dengan nagari Salido, sebelah barat dengan nagari Lumpo dan bagian timurnya berbatasan dengan kecamatan Batang Kapas.
Kemunculan nagari Tambang ini tidaklah terjadi begitu saja, tapi melalui aturan dan proses sejarah yang alami dengan pepatah adat "Kok ketek Nan Balingka Tanah Gadang dan Balingka Aua" (Balingka adat).
Di nagari ini terdapat 5 suku yang terdiri dari Caniago, Melayu, Tanjung dan Jambak. Masing-masing suku ini memiliki pandan pakuburan, basasok bajarami, basawah baladang, dan baranak bakamanakan.
Menurut sejarahnya, asal masyarakat ini dari kampuang Pancuang Taba, Ngalau Gadang dan Limau Limau. Mereka yang terdiri dari 14 orang yang berasal dari 5 suku secara berkeluarga ini, berjalan kaki menuruni bukit menuju arah selatan dari Pacuang Taba kecamatan Bayang Utara. Sesampai di bukit Ganduang Kuciang mereka menurun kearah bawah sungai batang Salido, yang merupakan tetangga sebelah utara nagari ini. Dari sinilah rombongan itu "membilah" arah yang akan mereka tuju sebagai mana nagari Tambang saat ini.
Seiring dengan kembalinya kepada sistem pemerintahan nagari pada tahun 2002 lalu, Tambang yang memiliki 4.984 jiwa penduduk yang terdiri dari 2.463 pria dan 2.521 wanita ini, terus berupaya menggali potensi dan kekayaan yang dimiliki. Sebab dengan luas wilayah mencapai 15.000 hektar itu, nagari Tambang memang menyimpan berbagai potensi yang bisa dijadikan sumber penghidupan bagi masyarakatnya.
"Namun sampai saat ini, secara umum kehidupan ekonomi masyarakatnya masih tergolong miskin sebab dari 1.280 kepala keluarga yang ada, sebanyak 985 adalah miskin," ungkap wali nagari Tambang,Syamsir Datuak Rajo Mangkuto, kepada Padang Ekspres kemarin.
Dijelaskanya, pada zaman penjajahan Belanda, nagari ini memang menjadi salah satu basis kekuatan untuk mendatangkan penghasilan bagi pemerintahan kolonial. Sebab di nagari ini memang menyimpan kandungan emas. Oleh pemerintah Kolonial Belanda, potensi ini mereka garap, sehingga saat itu berdirilah pusat penambangan emas di nagari ini.
Berkat kehadiran tambang emas itu, sehingga masyarakat mulai mengenal nagari ini dengan sebutan Tambang yang di abadikan menjadi sebuah nama nagari. Namun tidak ada kejelasan pasti dari saksi sejarah yang hidup, kapan Tambang emas ini mulai dibuka dan kapan pula tidak difungsikan. "Yang mereka tahu, di nagari ini dulunya berdiri sebuah tambang emas yang dikelolah oleh Belanda," jelasnya.
Sampai saat ini masih terlihat goa bekas penambangan itu. Oleh masyarakat lokasi goa bekas tambang emas ini diberi nama dengan bukit Tambang. Lokasinya persis berada di pinggir jalan sebelah kiri sekitar 1 kilometer menuju perumahan masyarakat, atau sekitar 5 kilometer dari simpang kampuang Bungo Pasang kecamatan IV Jurai.
Dijelaskanya, walau nagari ini sangat dikenal memiliki kekayaan kandungan emas, namun tidak satupun masyarakat di kampung ini yang bekerja sebagai penambang emas. Secara umum masyarakat di kampung ini hanya bekerja sebagai petani penggarap lahan. Ini memang disebabkan karena pada zaman itu, masyarakat "pribumi" memang tidak diberi kesempatan untuk mendekati lokasi penambangan oleh tentara Belanda.
Kalaupun ada masyarakat yang dipaksa bekerja "rodi", oleh Belanda waktu itu, aksesnya tertutup untuk berkomunikasi dengan masyarakat luar. Jelas saja tidak banyak data dan informasi secara berantai atau turun temurun yang bisa diceritakan kepada anak dan cucunya saat itu.
Karena tidak adanya transper pengetahuan, sehingga setelah ditinggalkan Belanda, lokasi tambang itu juga terabaikan, bahkan hingga saat ini.
"Konon cetrita, goa tambang yang saat ini masih terlihat kokoh di pinggir jalan ini bisa tembus hingga ke kecamatan Batang Kapas. Namun tidak satupun masyarakat yang berani menyelusuri kebenaran cerita ini karena takut diterkam ular besar di dalam goa," ungkap tokoh masyarakat setempat, Ramlan Djam, kepada Padang Ekspres kemarin.
Lebih jauh dijelaskan, di nagari Tambang ini pada zaman penjajahan Belanda dulu juga berdiri sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Kehadiran pembangkit sumber enirgi listik yang dikenal dengan PLTA Salido Ketek ini, dijadikan sebagai pusat pembangkit listik kebutuna PT Seman di Indaruang kota Padang. Sekarang bekas tiang pangantar kabel menuju PT Semen Indarung padang itu masih terlihat menembus kawasan hutan.
Ini merupakan potensi yang tidak tergarap saat ini, sehingga tidak mampu memberikan perubahan dan pendapatan pada nagari Tambang yang saat ini masih mengandalkan bantuan dari pemerintah melalui Dana Alokasi Umum Nagari (DAUN) yang bersumber dari APBD.
"Selain itu, potensi lahan yang memiliki luas 15 ribu hektar itu juga tidak tergarap maksimal karena keterbatasan modal, sehingga tidaklah mengherankan jumlah kk miskin masih mendominasi di nagari ini," tutupnya. []
urix99 May 8th, 2011, 07:57 PM kapan wk baliak ka kampuang yok.taragak. . .ado ndak kwan2 nan tingga di sungai jariang.post yo foto2nyo kwan.wk dkaltim ko hehe
afril May 9th, 2011, 02:37 PM ^^ Pulanglah lebaran nanti uda, lah manunggu mande di kampuang..:D
sungai jariang itu yang dekat padang luar bukittinggi ya bro? apa maksudnya sungai jariang yang itu?, kalo forumer sumbar setau saya ngak ada yang berdomisili disana, kebanyakan di padang, lebih banyak lagi yang di luar sumbar..kalo foto bisalah di googling kalo nemu...:D
Nick_2 May 9th, 2011, 07:05 PM DARI TIGA PROPINSI DI INDONESIA
Sumbar Terima KUPS dari Kementerian Pertanian
Senin, 09/05/2011 21:54 WIB
http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=67653
padangmedia.com - PADANG- Pemerintah Republik Indonesia bersama bank pelaksana Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) menyalurkan KUP senilai 53,88 Miliar Rupiah. KUPS itu diberikan kepada 21 pelaku usaha di Tiga daerah yaitu Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut) dan Jawa Timur (Jatim ).
"Dengan nilai tersebut penyaluran KUPS kali ini sama dengan 4.544 ekor sapi," jelas Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kementerian Pertanian, Prabowo Respatio Catur Roso, usai penandatangan Akad KUPS bersama perbankan dan Pemerintah Sumbar di Auditorium Sumbar, Senin (09/05).
Dikatakannya, KUPS tersebut diberikan kepada 21 pelaku usaha yang terdiri dari 2 Koperasi dan 19 Kelompok Peternak. Sebanyak 1 koperasi da 6 kelompok tani mendapat KUPS dengan Bank Nagari senilai 4,31 Miliar Rupiah. Lalu 5 kelompok tani mendapat KUPS dari Bank Sumut. Serta 1 koperasi dan 7 kelompok tani mendapat KUPS dengan Bank Jatim senilai 40,87 MIliar Rupiah.
"Kemudian 1 kelompok mendapat KUPS dengan Bank BNI senilai 845 Juta Rupiah," terang Prabowo.
Selain itu, kata Prabowo, realisasi KUPS sejak 2009 hingga April 2011 ini ialah 227,16 Miliar rupiah di seluruh Indonesia.
Diakuinya, jumlah tersebut masih kecil dari target. Oleh sebab itu, diharapkan realisasinya bisa meningkat di masa mendatang. Dengan bantuan beberapa pihak perbankan terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang ada diseluruh Indonesia.
Saat ini sudah ada tujuh BPD yang ikut KUPS yaitu Bank DIY, Bank Jateng, Bank Nagari, BanK Sumut, Bank Bali dan Bank NTB. Serta empat Bank Nasional yang ikut membantu penyaluran KUPS yaitu Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank Bukopin.
"Sebelas bank inilah yang ditunjuk oleh Kementrian Keuangan untuk menyalurkan KUPS.
Semoga jumlah ini bertambah," ujarnya. (dodo)
Nick_2 May 9th, 2011, 07:15 PM Berwisata ke Kota Painan
Natalia Olivia
07/05/2011 06:17
http://i54.tinypic.com/14ig3v5.jpg
Liputan6.com, Pesisir Selatan: Kota Painan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, menawarkan berjuta pesona yang mampu memikat wisatawan lokal dan mancanegara. Kota kecil berjarak 77 kilometer selatan Kota Padang, Sumbar, ini memang belum banyak dikenal para pelancong. Padahal kota ini kaya beragam kebudayaan unik dan kuliner yang menggugah selera.
Satu kebudayaan yang menarik perhatian yakni tarian rantak kudo. Tarian bak gerakan hentakan kaki kuda ini berkembang di daerah pesisir Minangkabau, Sumbar. Tarian ini kerap ditampilkan di sebuah panggung tradisional di atas laut di Kota Painan.
Kesenian yang tak kalah menarik yakni tarian lukah gilo. Tarian tradisional bersifat magis ini sudah ada turun temurun sejak ratusan tahun silam. Sayang kesenian ini hampir punah karena tak ada generasi muda yang melestarikan.
Tapi hati-hati. Karena tak sembarang orang bisa mempelajarinya. Masyarakat percaya ada roh halus di dalam lukah atau keranjang penangkap ikan ini.
Kawasan wisata lain yang memikat mata yaitu Pulau Penyu. Lokasinya berjarak 30 menit dari Kota Painan. Konon di pulau kecil ini setiap malam didatangi penyu-penyu untuk bertelur. Nantinya setelah menetas, penyu-penyu akan berkeliling ke seluruh dunia sebelum akhirnya kembali lagi ke Pulau Penyu untuk bertelur.
Ingin mencoba memacu adrenalin, maka olahraga paralayang menjadi andalan pariwisata Kota Painan. Tak cuma terbang perlu diasah keterampilannya. Tapi melipat paralayang pun harus belajar. Para peserta yang hendak terbang bertolak dari puncak Langkisau, titik pemberangkatan para penerbang paralayang.
Bila lelah sudah menyelimuti tubuh dan perut keroncongan, maka menu rendang lokan menjadi menu yang cocok. Rendang kerang atau tiram ini adalah masakan khas Kota Painan. Tertarik wisata ke Kota Painan?(AIS)
http://berita.liputan6.com/daerah/201105/333136/berwisata_ke_kota_painan
nahdan May 10th, 2011, 05:55 AM http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4559:tour-de-singkarak-2011-kebanjiran-peminat-asing&catid=8:olahraga&Itemid=76
Tour de Singkarak 2011 Kebanjiran Peminat Asing
Selasa, 10 May 2011 02:23
JAKARTA, HALUAN — Gen*derang pelaksanaan Tour de Singkarak 2011 akan mulai ditabuh oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Jumat (20/5) malam.
Tapi, menurut Kasubdit Pro*mosi Wilayah I, Direktorat Pemasaran Dalam Negeri, Ditjen Pemasaran, Kementerian Kebu*dayaan dan Pariwisata, Raseno Arya, SE, MM, sejak beberapa bulan terakhir pihak penye*lenggara bersama PB ISSI sudah kebanjiran peserta asing.
Untuk TdS ke-3 tahun ini, kata Raseno, pihaknya sudah menda*patkan tim pesaing untuk Azad University dan Tabriz Petroche*mical Cycling Team dari Iran, yaitu Trengganu Pro Asia Cycling Team dari Malaysia, Plan B Racing Team dari Australia dan Global Cyclingi Team dari Belanda.
“Tour de Singkarak ini makin seru lagi dengan mendaftarnya tim-tim baru yang mampu me*nyai*ngi tim Iran yang selama ini mendominasi,” kata Raseno.
Menurut dia, secara kese*luruhan pihak Kembudpar bersa*ma PB ISSI tetap mem*perta*hankan 15 tim asing yang ikut berlaga di ajang TdS 2011. Team-team itu terdiri dari Azad dan Tabriz dari iran, Team Fuji-Cycling Time.com dari China Taipe, Trengganu dari Malaysia, Gian Kenda Cycling team dari China Taipe, Plan B dari Austra*lia, Team Campuran (CCN Colos*si) yang dipimpin Lex Nederlof dari Belanda, Holly Brother Cycling Team dari China, Global dari Belanda, 7 Eleven-Rts Racing By Road Bike dari Philipina, Eddy Holand Bicycle Service dari Australia, Aisan Racing Team dari Jepang, Le Tua dari Malaysia, Action Cycling Team dari China Taipe dan Camel dari Hongkong.
Sementara, dari tim dalam negeri terdiri dari Araya Indo*nesia dari Sidoarjo, Custom Cycling Club dari Jakarta, Poly*gon Sweet Nice dari Surabaya, Putra Perjuangan dari bandung, United Bike Kencana Team dari Malang, Tirta Cycling Team dari Solo, Binong Baru Passel dari Cirebon, DKI Jakarta dari Jakar*ta, Prima Utama dan Prima Muda dari pelatnas Sea Games dan Pengda Provinsi Sumbar.
Dari negara asing yang ikut antri, adalah Team dari Perancis dan Korea Selatan. Tetapi, karena standar jalan yang ada di Sumatra Barat belum memungkinkan, maka Budpar dan PB ISSI tetap dengan 25 tim peserta saja.
Raseno menjelaskan, dari 170 perserta asing pada TdS 2011 ini (5 pembalap dan 3 official), berasal dari 15 negara, yaitu Jepang, China, iran, Indonesia, Philipina, Australia, malaysia, Netherland, Inggris, Taipe, New Zeland, Ireland, Rusia, Kirgistan dan Spanyol.
Penyelenggaraan TdS tahun ini mulai melibatkan ASO (Ama*u*ry Sport Organisation) sebagai tim konsultan. ASO adalah pihak yang menyelenggarakan Tour de France. “Ini tujuannya untuk meningkatkan klas perlombaan. Saat ini TdS baru pada kategori 2,2 dan masih di bawah Lang*kawi,” kata Raseno.
Kesiapan Daerah
Menjelang launching TdS pekan depan, pihak Kembudpar yang masih menjadi penyandang modal utama, akan memastikan kembali kesiapan daerah-daerah yang akan dilalui oleh Tour de Singkarak yang juga bertujuan untuk mempro*mosikan pariwisata tersebut.
“Kami akan lihat sekali lagi persiapan daerah-daerah, terutama infrastrukturnya. Kalau tak siap, bisa jadi ada jalur yang akan kita potong,” tegas Raseno.
Dalam launching nanti, Kota Gelamai Payakumbuh akan berpartisipasi menampilkan tim keseniannya di Jakarta. (h/sal)
Nick_2 May 10th, 2011, 02:44 PM Selasa, 10 Mei 2011
EKONOMI SUMBAR MEMBAIK
Kredit Tembus Rp25,1 Triliun
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=6160
PADANG - SINGGALANG Dalam triwulan I/2011 penyaluran kredit di Sumbar tembus Rp25,1 triliun. Sebanyak 60,9 persen diserap untuk kredit bukan lapangan usaha. Ini terdistribusi untuk pembiayaan kendaraan (83,8), rumah tinggal (82,2) dan sektor lainnya (53,3).
Sepanjang tahun ini perbankan memprediksi kredit akan tumbuh 25 sampai 30 persen. Hal itu, ditopang berjalannya rehab rekon pascagempa 2009, membaiknya kondisi ekonomi secara makro dan pelaku usaha berpacu melakukan ekspansi. Pemerintah diminta memerbaiki iklan investasi terus-menerus.
Pengelola Bisnis Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Wilayah Padang, Adrimar, mengatakan, penyaluran kredit BNI pada triwulan pertama 2011 ini tumbuh 23,96 persen menjadi Rp1,160 triliun, dari Rp935,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun ini, ia optimis, penyaluran kredit perseroan akan meningkat menjadi 30 persen, dengan nominal minimum Rp1,505 triliun. Hal tersebut mengingat masih luasnya sektor yang akan dibiayai BNI 46 pada tahun ini.
Bahkan, saat ini perseroan tengah menyalurkan kredit pada perorangan maupun kelompok-kelompok usaha pertanian dan peternakan.
“Apalagi sedang berlangsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa 2009, dan adanya program pemberdayaan petani dan satu petani satu sapi yang digulirkan pemerintah,” kata Adrimar pada Singgalang di kantornya, Jalan Dobi (8/5).
Tumbuh
Data Bank Indonesia (BI) Padang, menunjukkan total penyaluran kredit pada triwulan pertama 2011 ini (data hingga akhir Maret), tumbuh 30,6 persen menjadi Rp25,1 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang Rp20,2 triliun.
Dari dua kriteria penyaluran kredit yang dibagi BI antara lain kredit lapangan usaha dan kredit pada bukan lapangan usaha.
Kredit bukan lapangan usaha (konsumsi) yang masih mendominasi pertumbuhan, persentasenya 60,9 persen. Secara persentase, penopang utama pertumbuhan kredit pada kriteria ini ada pada sektor rumah toko dan rumah kantor yang tumbuh 138,5 persen.
Dari 60, 9 persen kredit bukan modal usaha, terbagi untuk pembiayaan kendaraan bermotor tumbuh 83,8 persen, rumah tinggal 82,2 persen, sektor lainnya 53,3 persen. Sedangkan kredit untuk flat dan apartemen mengalami penurunan sebesar -43,5 persen.
Kredit untuk lapangan usaha, sektor penunjang pertumbuhan yang paling utama, listrik, gas dan air bersih 753,7 persen, pertambangan dan penggalian 322,0 persen, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan 38,4 persen, industri pengolahan 24,8 persen, dan jasa-jasa tumbuh 17,0 persen.
Dorong investasi
Bagian Sistem Pembayaran BI Padang, Syamsul, di tempat terpisah mengatakan, pertumbuhan kredit di Sumbar pada periode ini cukup menggembirakan, melebihi pertumbuhan kredit secara nasional, yang sebesar 21 persen. Bahkan komposisi kredit pada sektor investasi dan dan modal kerja pada periode ini mencapai 52,8 persen.
Ke depan, lanjutnya, diharapkan perbankan untuk lebih banyak menyalurkan kredit pada sektor investasi dan modal kerja yang dinilainya pada periode ini tumbuh cukup bagus. Pada periode ini, kredit modal kerja tumbuh 9,4 persen dibanding tahun lalu. Kredit investasi tumbuh 16,9 persen.
“Kita harap hingga akhir tahun ini masing-masing naik 5 persen, dari total 26,3 persen, menjadi 31,3 persen. Tapi itu juga tergantung dari iklim investasi yang diciptakan pemerintah Provinsi Sumbar,” ungkapnya pada Singgalang.
Berdasarkan hasil survei BI, secara nasional pada triwulan pertama tahun ini, mengindikasikan permintaan kredit baru meningkat dibanding permintaan pada triwulan IV 2010. Permintaan itu terjadi terutama pada bank-bank besar.
Sedangkan persepsi positif terhadap kondisi ekonomi yang cukup bagus pada triwulan pertama, turut mendorong perbankan berani menyalurkan kredit pada sektor investasi. Selain itu, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang berada di level 6,75 persen cukup positif bagi kalangan pengusaha. (ted)
drie May 12th, 2011, 04:46 AM Lima pabrik CPO baru segera berdiri di Sumbar
Oleh Tusrisep on May 11th, 2011
source : Bisnis-Kepri (http://www.bisnis-kepri.com/index.php/2011/05/lima-pabrik-cpo-baru-segera-berdiri-di-sumbar/)
PADANG (BisnisKepri.com): Sebanyak lima pabrik minyak sawit mentah (CPO) segera berdiri di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat, berlokasi di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pancung Soal dan Lunang Silaut.
“Kalau tidak ada aral melintang, 2012 Lima pabrik baru CPO bakal berdiri di Pessel, dua diantaranya berkapasitas produksi 2×60 ton/jam,” kata Bupati Pessel Nasrul Abit.
Nasrul mengatakan, berdirinya ke lima pabrik baru dengan dana ratusan miliar tersebut membuktikan iklim investasi mulai menggeliat di kabupaten ujung selatan Sumbar ini.
“Dan, dari Lima izin dikeluarkan, tiga diantaranya sudah memulai pembangunan,” katanya.
Ke tiga pabrik tadi; 1 unit milik PT Incasi Raya (rencana bangun 2 pabrik) dengan kapasitas produksi 2 x 60 ton/jam, 1 unit milik PT Agrisinal di Lunang Silaut berkapasitas 40 ton/jam, dan 1 unit Pabrik berlokasi di Linggo Sari Baganti kapasitas 40 ton/jam.
Sedang dua pabrik lainnya, dijadwalkan pembangunannya pada pertengahan tahun ini, yang salah satunya adalah PT Sapta Medan, dengan investasi mencapai Rp80 miliar untuk pabrik berkapasitas produksi 40 ton/jam .
“Kalau semuanya berjalan lancar, di tahun 2012 Kabupaten Pessel dijadwalkan memiliki Lima Pabrik CPO yang siap menampung hasil panen petani setempat,” katanya.
Sebelumnya, Pessel memiliki satu unit pabrik CPO milik PT Incasi Raya di Muaro Sakai, Inderapura, Kecamatan Pancung Soal dengan kapasitas pengolahan CPO 40 ton/jam.
Pessel merupakan salah satu sentra produksi kelapa sawit di Sumbar, dengan luas kebun mencapai 70.000 hektare.
Lahan tersebut dikelola PT Incasi Raya 12.279 hektare, PT Sukses Jaya Wood (10.000 hektare), PT CCI (13.250 hektare), PT SBJ (7.070 hektare), PT SAK (4.900 hektare) dan PT SJAL (5.500 hektare).
Selain itu, juga ada lahan yang dikelola masyarakat (kebun rakyat) setempat seluas 968,5 hektare dengan produksi mencapai 6,5 ton per hektare per tahun. Harga TBS di Pessel masih bertahan di kisaran Rp1.100/kg
urix99 May 12th, 2011, 05:21 AM ^^ Pulanglah lebaran nanti uda, lah manunggu mande di kampuang..:D
sungai jariang itu yang dekat padang luar bukittinggi ya bro? apa maksudnya sungai jariang yang itu?, kalo forumer sumbar setau saya ngak ada yang berdomisili disana, kebanyakan di padang, lebih banyak lagi yang di luar sumbar..kalo foto bisalah di googling kalo nemu...:D
sungai jariang itu di kab agam kwan,sinannyo pariaman,tapi jauah ,,, :D
rumah wak tu disimpang tigo jalan ka pasamanlah
bagak May 12th, 2011, 09:51 AM Mahasiswa Asing di ISI Padangpanjang
Belajar Budaya Minangkabau dengan Serba Terbatas
http://padangekspres.co.id/up/berita/08052011084214bg-kw.gif
Padang Ekspres • Minggu, 08/05/2011 08:37 WIB • Gusriyono • 77 klik
Randai: Mahasiswa asing program dharmasiswa di ISI Padangpanjang bermain randai
http://i56.tinypic.com/11h4b4g.jpg
http://i51.tinypic.com/2cy3z44.jpg
By Huda Putra
afril May 12th, 2011, 12:43 PM ^^ senang liat orang asing belajar budaya daerah..
sungai jariang itu di kab agam kwan,sinannyo pariaman,tapi jauah ,,, :D
rumah wak tu disimpang tigo jalan ka pasamanlah
okelah uda...welcome & keep posting..:)
sherif_claude May 12th, 2011, 04:53 PM Kamis, 12 Mei 2011
Sumbar Negeri Seribu Rempah
Padang - Singgalang
Eksportir berharap Sumatra Barat dicanangkan gubernur sebagai ‘Negeri Seribu Rempah’. Hal itu melihat begitu bagusnya prospek rempah-rempah kualitas ekspor Sumatra Barat, di pasaran internasional.
Untuk sekarang saja, kenaikan harga beberapa komoditi hampir mencapai 100 persen. Cengkeh contohnya, dari semula harga Rp50.000/kg, naik menjadi Rp90.000/kg.
“Petani cengkeh saat ini bisa berbahagia, karena naik nya benar-benar fantastis. Sebab kenaikan ini, dikarenakan banyaknya gagal panen di beberapa daerah penghasil cengkeh. Saya memprediksikan harga bisa naik lagi menjadi Rp100. 000/kg,” kata Ramal Saleh,
Eksportir Sumbar kepada Singgalang, Rabu (11/5).
Dikatakannya, Sumbar dulu pernah menduduki posisi dua untuk provinsi penghasil cengkeh. Namun karena sudah banyak yang ditebang, akhirnya predikat itu lepas ke provinsi lain.
“Biji pala juga naik cukup tinggi, yakni dari level Rp 125.000/kg menjadi Rp150. 000kg. Harga bunga juga naik, dari Rp180.000/kg menjadi Rp220.000/kg,” tambahnya.
Tingginya harga komoditi yang satu ini, juga bisa jadi andalan Sumbar di masa datang. Harganya juga bisa menyeimbangi harga coklat, karenanya layak untuk dibudidayakan kembali.
“Segeralah jadikan Sumbar sebagai daerah sentra pala, dengan gerakan sejuta penanaman pala. Makin banyak komoditi rempah Sumbar, maka makin sejahteralah petani. Bahkan hasilnya juga bisa melebihi harga sawit, karena ini rempah dunia. Tanpa rempah-rempah ini, negara Eropa susah menghangatkan diri di musim dingin,” katanya.
Komoditi lainnya yang juga naik adalah gambir. Harganya sekarang Rp22. 000/kg, dari harga sebelumnya Rp19-20.000/kg. Harga gambir disebut stabil kala sudah mencapai angka Rp25. 000/kg.
Sementara harga pinang turun dari harga Rp12.000/kg jadi Rp7.500. Turunnya harga karena berhentinya pesanan oleh negara India. Sedangkan gardamungu juga turun dari Rp54.000/kg menjadi Rp50.000/kg. Untuk kulit manis saat ini masih stabil. Kulit manis kualitas AA seharga Rp11.000/kg, AAA seharga Rp9.000/kg, A seharga Rp8.000kg, KA seharga Rp7500/kg dan KB seharga Rp6.500/kg. (109)
sherif_claude May 12th, 2011, 04:57 PM Kamis, 12 Mei 2011
Bank Syariah Sumbar Lampaui Posisi Nasional
Padang, Singgalang
Sejumlah bankir di Sumbar memprediksi aset perbankan syariah di Sumbar akan terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Keyakinan ini muncul mengingat masih banyaknya ruang untuk mengembangkan lini bisnis syariah. Selain itu, juga karena adanya komitmen yang kuat dari perbankan syariah di sini untuk membuka kantor cabang di seluruh kabupaten/kota di Sumbar.
Berdasarkan data BI, pada periode triwulan pertama 2011 ini, aset perbankan Syariah di Sumbar tumbuh 64 persen dari Rp1,3 triliun triwulan 2010, menjadi Rp2,1 triliun pada triwulan pertama ini. Pertumbuhan aset perbankan syariah di Sumbar ini tercatat lebih besar dari pertumbuhan aset perbankan syariah secara nasional yang 46,89 persen.
Saat ini di Sumbar terdapat enam bank syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, Bank Bukopin Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, Bank Danamon Syariah serta dua bank yang memiliki unit usaha syariah seperti Bank Nagari Syariah dan BRI Syariah.
Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia (BI) Padang, Apep Mokhamad K.N, memprediksi, hingga akhir 2011 ini, aset secara keseluruhan perbankan syariah di Sumbar akan tumbuh 25 persen. Hal tersebut didasarkan atas rencana kerja perbankan syariah di Sumbar.
“BI akan tetap mendukung perkembangan perbankan syariah di Sumbar ini,” demikian dikatakan Apep saat ditanyai Singgalang soal proyeksi perkembangan aset perbankan syariah di Sumbar.
Syariah BN
Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Head Group Pengembangan Usaha Syariah Bank Pembangunan Daerah (Bank Nagari), Devvyzal, menyebutkan, pada triwulan pertama ini aset Unit Usaha Syariah Bank Nagari melesak tajam hingga di atas 400 persen, dari Rp72 miliar menjadi Rp338 miliar.
Bahkan, hingga akhir tahun, bank milik pemerintah Sumbar ini menargetkan aset Unit Usaha Syariah Bank Nagari Syraiah mencapai Rp615 miliar atau meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp279 miliar.pada tahun sebelumnya. “Itu melihat dana yang masuk dan pembiayaan dari Unit Usaha Syariah Bank nagari ini,” ungkapnya pada Singgalang, Rabu (11/5).
Dijelaskan Devvy, untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan terus memperluas jaringan Unit Usaha Syariah di Sumbar. Bahkan ia mengaku, dalam tahun ini akan membuka kantor cabang di Kota Pariaman dan dan Darmasraya. “Sebelumnya kita juga telah membuka layanan syariah di seluruh banag Bank Nagari yang ada,” tutur Devvy.
Sedangkan, Funding Officer Bank Mega Syariah Padang, Melki Hamdani, optimis, hingga akhir 2011 ini, petumbuhan aset Bank Mega Syariah akan meningkat 60 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk mengejar pertumbuhan tersebut, pihaknya tengah melakukan berbagai upaya seperti fokus pada giro, tabungan dan layanan akademik yang bakal dijadikan sebagai strategi jitu untuk mengambangkan aset perseroan.
Dijelaskan Melki, dari tiga program tersebut, yang akan menjadi program unggulan perseroan adalah program layanan akademik. Ia yakin, dengan dibukanya layanan akademik pada 2011 ini, akan memberikan kontribusi 70 persen pada pertumbuhan aset.
“Sebab, pada bank syariah lain, belum ada layanan akademik ini. Pada layanan ini kami bekerjasama dengan pihak universitas dalam membayar uang perkuliahan dan kemudahan transaksi keuangan kampus,” ujar Melki.
Adapun Branch Manager BNI Syariah Padang, Utep triatna, mengatakan, pada kuartal pertama 2011 ini, aset perseroan tumbuh 10,7 persen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga akhir tahun ini, ia menargetkan, aset perseroan akan tumbuh 50,49 persen.
“Target itu kita dasarkan dari pertumbuhan dana pihak ketiga yang masuk dan pembiayaan yang kami kucurkan,” ujarnya. (ted)
drie May 12th, 2011, 05:42 PM Gubernur Riau Terima Gelar Kehormatan Adat Minang
source : RiauPlus (http://riauplus.com/sosial/1310-gubri-terima-gelar-kehormatan-adat-minang.html)
PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan istrinya Septina Primawati Rusli, mendapat gelar kehormatan Sangsako Adat dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat. Gelar serupa juga pernah diberikan kepada Presiden SBY, mantan Wakil Presiden Yusfu Kalla dan Taufik Kiemas.
Diberikanya gelar itu kepada Gubri, karena dianggap memiliki perhatian besar kepada perantau minang."Kami menilai Gubri Rusli Zainal mempunyai perhatian khusus, terhadap perantau Minang di Pekanbaru. Serta cepat tanggapnya beliau dengan apa yang terjadi di Minang Kabau,''ungkap Ketua Umum LKAAM, M. Sayuti Dt. Rajo Panguli, Jumat (29/4).
Dikatakannya, saat ini LKAAM akan bertemu dengan lembaga adat melayu (LAM) Riau dan Gubri, untuk membicarakan hal tersbut. Pemberian gelar itu telah disepakati oleh pucuk pimpinan LKAAM melalui rapat pengurus harian, dilanjutkan dengan rapat pleno pengurus lengkap serta rapat dengan ketua LKAAM Kabupaten dan Kota Se-Sumatra Barat.
"Hasil rapat tersebut memutuskan dan menyetujui, pemberian gelar sangsako kepada Gubri HM Rusli Zainal. Lembaga adat dari pucuk sampai ke urek telah sepakat,''tegasnya lagi.
Menurut Sayuti, pemberian gelar itu berdasarkan usulan dari Ikatan keluarga Minang Riau (IKMR)Provinsi Riau, melalui surat dari nomor 051/Rekom/IKMR-Prov.Riau/I/2011 tertanggal 29 January 2011, yang merekomendasikan pemberian gelar kepada Gubri, yang ditandatangani Ketua IKMR H Basrizal Koto.
"Gelar tersebut selayaknya diberikan atas dedikasi dan perhatian serta peran Rusli Zainal, selaku Gubernur Riau dalam pembangunan Sumbar pasca gempa. Namun nama gelar apa yang akan diberikan, belum ditentukan. Kita tinggal mencari gelar saja,'' jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan Sayuti, pemberian gelar ini direncanakan di Istana Baso Pagaruyung, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Kemungkinan penyerahan gelar itu dilakukan Oktober mendatang, usai renovasi Istana Pagaruyung selesai. M. Nur Zein
Nick_2 May 13th, 2011, 01:41 PM Hendro Wibowo Pimpin Keluarga Mahasiswa Minang UGM
Rabu, 11 Mei 2011 16:44 wib
http://i55.tinypic.com/6ejhhf.jpg
Logo Forkommi UGM
http://kampus.okezone.com/read/2011/05/11/373/455943/hendro-wibowo-pimpin-keluarga-mahasiswa-minang-ugm
YOGYAKARTA - Kelompok mahasiswa dengan basis daerah dapat menjadi pemersatu para mahasiswa rantau. Salah satunya ditunjukkan Forum Komunikasi Mahasiswa Minang (Forkommi) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kelompok mahasiswa Minang di UGM tersebut baru-baru ini menghelat musyawarah besar (mubes) tahunan.
Tahun ini, Forkommi UGM mengusung tema "Saciok bak ayam, sadancing bak basi; Ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun; barek samo dipikua, ringan samo dijijiang." Tema tersebut dapat dimaknai sebagai suatu harapan bersama untuk mencapai kemufakatan lewat kesatuan dan kebersamaan.
Selain menandai pergantian kepengurusan, mubes juga menjadi agenda Forkommi UGM merumuskan kembali tata gerak organisasi yang secara formal tertuang di anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) maupun GBHK Forkommi UGM.
Mubes Forkommi UGM 2011 memilih Hendro Wibowo sebagai Ketua Umum periode 2011-2012. Mahasiswa Teknik UGM angkatan 2009 asal Kota Padang ini diharapkan mampu membawa nama organisasi menjadi lebih baik lewat berbagai program yang dia tawarkan dalam visi-misinya.
"Soliditas internal dan pengabdian akan kampung halaman adalah poin penting yang harus diwujudkan sebagai representasi mahasiswa perantauan, dan Hendro memiliki kapabilitas untuk mewujudkan semuanya," tutur salah satu peserta musyawarah sesaat setelah terpilih ketua baru.
Berita kiriman Vandy Yoga Swara - Mahasiwa Minang UGM(//rfa)
Nick_2 May 13th, 2011, 01:51 PM Geliat Rekaman Pop Minang
Rabu, 11 Mei 2011 | 18:00 WIB
http://www.tempointeraktif.com/hg/musik/2011/05/11/brk,20110511-333869,id.html
TEMPO Interaktif, Padang - Belakangan ini, industri rekaman di Ranah Minang, Sumatera Barat, boleh dibilang kian bergairah. Puluhan studio rekaman menjamur. Sejumlah produser rekaman bermunculan. Album-album pop Minang membanjiri pasar dan sebagian besar meledak.
Berikut ini catatan fenomena semaraknya industri rekaman di Ranah Minang:
*****
http://i55.tinypic.com/14awqcn.jpg
Sepintas, rumah berlantai dua dengan pekaranganya yang cukup luas di pinggir Sungai di Jalan Banda Bakali 17, Padang, Sumatera Barat itu seperti rumah biasa karena tak ada papan namanya. Namun ternyata di situlah letak Studio Rekaman Sinar Padang Record, salah satu studio rekaman terkenal di sana yang ikut mendorong kian bergairahnya industri rekaman lokal.
Studio milik Haji Yuskal itu mulai beroperasi sejak 1990-an. Sinar Padang Record telah melahirkan ratusan album dan penyanyi Minang. Banyak penyanyi terkenal Minang yang lahir dari tangan Yuskal sebagai produser, di antaranya Edi Cotok, Ajo Andre, Susi, Zalmin, Yan Juned, Anroy, Ucok Sumbara, dan Zalmon. “Album yang paling meledak adalah album Kasiek Tujuh Muaro, yang dinyanyikan Zalmon, mencapai 200 ribu kopi,” kata Yuskal.
Saat ini, studio Sinar Padang tak hanya digunakan untuk rekaman album Minang, tetapi juga kerap disewa produser daerah lain, seperti dari Sumatera Utara dan Jambi. “Mungkin karena di sini lebih murah, saya menyewakan untuk sekali rekaman sekitar Rp 2,5 juta, pembuatan rekaman album bisa hingga 10 hari,” ujar Yuskal. Sinar Padang juga pernah merekam album penyanyi Ibu Kota seperti Obbie Messakh dan Edi Silitonga.
Beberapa tahun belakangan ini, industri rekaman di Ranah Minang memang semarak. Saat ini setidaknya ada lebih dari 26 produser rekaman lagu-lagu pop Minang dan beberapa di antaranya memiliki studio rekaman sendiri. Studio-studio rekaman tersebut bahkan banyak disewa oleh para produser dari Jambi, Riau, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Selain studio yang dimiliki sendiri oleh produser rekaman seperti Yuskal, di Sumatera Barat ada sejumlah studio sewaan yang lebih sederhana. Misalnya, Delta Studio milik Jonpy di Aur Atas, Bukittinggi. Studio yang berdiri pada 2004 dengan modal tak sampai Rp 80 juta itu berada di rumah Jonpy dengan menggunakan tiga ruangan: ruang vokal yang kedap suara seluas 2 x 3 meter, ruang peralatan dan ruang operator 3 x 4 meter, serta ruang tunggu. “Studio ini dibuat mengikuti perkembangan, karena sekarang untuk rekaman cukup dengan komputer,” kata Jonpy. “Peralatan canggih bukan jaminan, karena yang paling penting adalah operator yang menjalankan.”
Begitulah. Bila menengok sejarah, awal perkembangan industri lagu pop Minang modern tak dimulai di Sumatera Barat, tapi di Jakarta pada 1950-an dengan kehadiran Orkes Gumarang pimpinan Asbon Masjid. Gumarang didirikan pada 1953 oleh sekelompok perantau Minang di Jakarta yang notabene adalah pemusik. Gumarang pertama kali dipimpin oleh Anwar Anief, dan beberapa bulan kemudian diserahkan kepada Alidir. Lalu, pada 1955 dialihkan kepada Asbon.
Gumarang terkenal setelah piringan hitam album Ayam den Lapeh, yang dilantunkan Nurseha, meledak di pasar pada 1957. Nurseha, gadis manis asal Bukittinggi yang menamatkan SMP di Bandung, Jawa Barat. Dia kemudian bekerja sebagai wartawati dan penyiar radio di Jakarta.
Setelah Gumarang, pada 1961 muncul grup musik lainnya, Kumbang Cari, yang dipimpin Nuskan Syarif – yang sebelumnya juga anggota Gumarang. Kumbang Cari mencuat oleh kehadiran Elly Kasim dengan suaranya yang khas. Lagu Bareh Solok ciptaan Nuskan melejit bersama lagu-lagu pop Minang modern lainnya melalui suara Elly.
Pada era 1970-an, bisnis rekaman mulai beralih dari Jakarta ke Sumatera Barat diawali oleh grup musik Lime Stone milik PT Semen Padang. Lime Stone mencuat dengan lagu-lagu gamad sarunai aceh yang dinyanyikan Yan Juned. Saat itu lagu gamad pun naik daun di Ranah Minang, bersanding dengan lagu pop Minang modern.
Para era 1970 ini sudah ada tiga produser rekaman lagu-lagu pop Minang, yakni Edo Record, Ganto Minang, dan Tanama Record. Lalu pada era 1980-an industri rekaman lagu pop Minang sempat terhenti.
Tahun 1990-an dianggap sebagai awal kebangkitan lagu Minang ketika penyanyi Zalmon meroket dengan lagu hit-nya Kasiak 7 Muaro ciptaan Agus Taher. Puncaknya, Zalmon dengan lagunya Nan Tido Manahan Hati ciptaan Agus Taher menyabet penghargaan HDX di Jakarta pada 1995 mengalahkan album Sunda milik Nia Daniati. Lalu, pada 1996 Melati dengan tembang Bugih Lamo ciptaan Tarun Yusuf mengikuti jejak sukses Zalmon.
Dampak semaraknya lagu dan penyanyi Minang itu diikuti dengan menjamurnya industri rekaman di sana. Menurut Yuskal, produser dan pemilik studio Sinar Padang Record, yang membuat industri rekaman di Sumatera Barat tetap bertahan dan terus bergairah karena skalanya relatif kecil, biaya pembuatan album bisa lebih murah. “Kalau di Jakarta bisa sampai ratusan juta membuat satu album, sehingga tidak bisa bertahan apalagi menghadapi pembajakan,” katanya.
Hal senada diungkapkan Suryadi, dosen dan peneliti di Jurusan Asia Tenggara dan Oceania, Universitas Leiden, Belanda. Salah satu faktor yang membuat industri rekaman di Sumatera Barat tetap bergairah karena tergolong kepada industri berskala kecil. “Tipe industri seperti ini biasanya lebih tahan banting, lebih tahan menghadapi goncangan resesi ekonomi, tidak seperti industri berskala menengah dan besar,” ujar Suryadi, yang kini sedang menulis disertasi mengenai industri rekaman Sumatera Barat.
Selain itu, Suryadi menambahkan, faktor perantau juga berpengaruh. Secara psikologis, perantau Minang, yang jumlahnya kira-kira separuh dari keseluruhan jumlah orang Minang, tentu selalu ingat kampung. Mereka ada di mana-mana di Indonesia, bahkan juga di negara tentangga seperti Malaysia dan Singapura. Untuk memenuhi nostalgia dan perasaan keminangan mereka adalah musik Minang. Jadi, musik Minang adalah salah satu unsur budaya yang membantu. Ini sesuatu yang wajar yang juga terjadi pada etnis lain,” kata Suryadi menjelaskan.
FEBRIANTI
afril May 14th, 2011, 12:24 PM TOUR DE SINGKARAK 2011
http://www.tourdesingkarak.com/images/header.jpg
Afr6BAstDkE
Rute TDS 2011
http://www.tourdesingkarak.com/images/stages.jpg
Race summary
http://www.tourdesingkarak.com/images/route.jpg
www.tourdesingkarak.com
drie May 16th, 2011, 06:55 AM Rusli Zainal Diberi Gelar Tuanku Rajo Nan Sati
Source : Riaupos (http://riaupos.co.id/news/2011/05/rusli-diberi-gelar-tuanku-rajo-nan-sati/)
PEKANBARU (RP)- Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP bersama istri dianugerahi gelar Sangsako dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang (LKAAM) Sumatera Barat di Balai Lembaga Adat Melayu Riau, Ahad (15/5).
Gubri diberi gelar Tuanku Rajo Nan Sati dan Septina Primawati Rusli diberi gelar Puti Reno Wulan.
Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Dt Rajo Panghulu usai prosesi mengantar gelar adat itu mengatakan, gelar Sangsako adat ini merupakan gelar yang tertinggi di Minangkabau. ‘’Dengan pemberian gelar ini, tentu akan lebih mempererat hubungan adat budaya Minang dan Melayu,’’ tegasnya.
Sayuti menerangkan, gelar Tuanku Rajo Nan Sati untuk Gubri bermakna, seorang yang tertinggi jabatannya dan terhormat untuk pemimpin yang sakti, bertuah dan amanah. Sedang Puti Reno Wulan yang dianugerahkan ke Septina bermakna sanjungan pada wanita yang tertinggi, yang mewarnai dan menerangi alam jagad raya ini.
Nantinya, gelar ini akan mulai melekat setelah dikukuhkan (dilewakan) melalui upacara adat Minang di Istana Baso Pagaruyung beberapa bulan mendatang.
Prosesi pemberian gelar dilakukan melalui upacara adat yang dihadiri pengurus LAM Riau dan LKAAM Riau Di antaranya Ketua Umum LKAAM Drs M Sayuti Dt Rajo Panghulu MPd, Ketua LAM Riau HM Azaly Johan, Dr (HC) Tenas Effendy, Drs H Mohd Adnan, Prof Dr Suwardi MS, H Ahmad Bebas, Ketua IKMR H Basrizal Koto, Mukhniarti Basko, Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, sejumlah kepala badan/dinas di lingkungan Pemprov Riau dan ninik mamak tokoh masyarakat Minang.
Pemberian gelar kehormatan itu dilakukan setelah proses pembahasan mengenai kepatutan dan kelayakan sesuai jasa dan keutamaan penerima gelar yakni Gubri HM Rusli Zainal dan istri Hj Septina Primawati. Selanjutnya LAM Riau minta persetujuan Gubri HM Rusli dan istri tentang gelar adat bersangkutan.
Sedang tahapan akhir berupa Ketua Umum LKAAM Sumbar menyerahkan gelar adat pada orangtua adat Minangkabau Ir H Azwar Anas Datuk Rajo Sulaiman yang selanjutnya menyampaikan tanda gelar itu ke Gubri HM Rusli Zainal SE MP. Sementara Ketua Bundo Kanduang Sumbar memberi tanda gelar ke Hj Septina Primawati Rusli.
Ketua LAM Riau H Azaly Johan mengatakan, gelar kehormatan itu layak diterima Gubri atas apa yang telah dilakukannya terhadap warga keturunan Minang di Riau. Ini diharapkan jadi perekat dalam mempererat kebersamaan dan persaudaraan antara masyarakat Minang dan Melayu.
‘’Gubri menganggap warga Minang bukan pendatang, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Mereka semua telah menyatu,’’ ujar Azaly yang juga mengucapkan terima kasih karena kelayakan pemberian gelar bukan bersifat instan tapi telah dikaji cukup lama. Ketua Umum LKAAM Sumbar Sayuti Dt Panghulu berharap, melalui pemberian gelar itu, hubungan antara Sumbar dan Riau yang kini telah baik jadi makin erat.
‘’Karena Melayu dan Minang memiliki kesamaan dalam menjalankan panji-panji keislaman. Inilah yang idealnya dapat terus kita bina bersama,’’ tuturnya.
Tuanku Rajo Nan Sati mengucapkan terima kasihnya ke LKAAM Sumbar dan seluruh ninik mamak, bundo kanduang, serta Azwar Anas Dt Rajo Sulaiman. Gelar yang diberi merupakan anugerah yang akan jadi amanah dalam mengembangkan masyarakat dan sejarah budaya.
‘’Kami mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas pemberian gelar kehormatan ini, baik saya maupun istri. Ini akan jadi simbol kekeluargaan penyatuan dua budaya karena pada dasarnya satu asal muasal, satu keturunan Nabi Adam dengan tetap berpegang pada syariat islam,’’ ujar pemimpin kelahiran Inhil itu.
Gelar adat ini diberi atas dedikasi Gubri dan istri terhadap masyarakat Minang di Riau. Antara lain karena cepat tanggap terhadap bencana di Sumbar, seperti saat kebakaran Istana Pagaruyung. Saat itu, Gubri langsung mengantar bantuan Rp1 miliar.
Begitu juga saat gempa Padang dan tsunami di Mentawai. Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) menegaskan Gubri, wajar diberi gelar kehormatan Sangsako sebagai mamak (paman) orang Minang di Riau. Gelar yang sama juga pernah diberi ke Presiden SBY, Hamengku Buwono, Mendagri Amir Mahmud.
Sementara untuk tingkat Kepala Daerah diberi ke Gubernur Jambi, Gubernur Sumatera Selatan dan menyusul Gubernur Riau. Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Dt Rajo Panghulu menegaskan, gelar yang diberi melekat selamanya, hingga akhir hayat. Meski jabatan Gubernur Riau tak lagi diemban HM Rusli Zainal.
‘’Itu istilahnya di Minang, tak ilang kuciang tak ilang ngeong. Artinya, kalau yang bersangkutan tiada lagi, gelar itu kembali ke peti bunyian di Minang. Selagi yang bersangkutan masih hidup, gelar tetap melekat di dirinya,’’ jelas Sayuti.(rio)
Nick_2 May 16th, 2011, 12:59 PM Keindahan Hamparan Pasir Danau Singkarak
Minggu, 15 Mei 2011 - 13:31 wib
Pasha Ernowo - Okezone
http://travel.okezone.com/read/2011/05/13/408/456948/keindahan-hamparan-pasir-danau-singkarak
BERKUNJUNG ke Sumatera Barat belum lengkap rasanya tanpa menyempatkan ke Danau Singkarak. Daerah dengan hamparan pasir yang landai mengundang Anda untuk bercumbu dengan riaknya air danau yang terasa dingin menjilat jemari lembut Anda. Benar-benar pesona yang tidak akan terlupakan.
Anda layangkan pandangan ke arah jalan raya, terlihat jajaran pohon yang menghijau di sepanjang pinggiran danau. Di samping indah, Danau Singkarak juga cocok digunakan sebagai tempat olahraga (sport tourism) seperti di darat bisa untuk jalan santai, jogging, ataupun senam.
Di danau untuk olahraga berenang, fishing, dayung dan olahraga udara, seperti paragliding, terjun bebas, parasailing, atau paralayang yang melayang di udara bebas dengan pemandangan yang indah.
Selain pemandangan yang indah, Danau Singkarak juga memiliki keistimewaan yang lebih dibandingkan danau lainnya di dunia. Berbagai jenis ikan hidup pada danau air tawar itu.
Setidaknya, saat ini ada 19 jenis ikan, seperti ikan asang, piyek, balingka, baung, dan ikan sasau, yang konon dapat mencapai ukuran berat hingga 8 kilogram. Juga ada spesies ikan langka yang mungkin hanya satu-satunya di dunia. Spesies ini bernama ikan bilih (Mystacoleucus Padangensis).
Ikan bilih hanya ada satu-satunya di Danau Singkarak. Ikan yang terkenal gurih ini akan menjadi oleh-oleh tidak terlupakan. Bagi warga sekitar, ikan ini menjadi sumber mata pencarian.
Namun karena ikannya makin langka, harganya pun lumayan bervariasi. Para nelayan di Danau Singkarak, ikan itu dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram. Akan tetapi, kalau sudah masuk ke pasar, harganya meningkat menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Bila sudah lelah bercumbu dengan air danau dan lapar datang, Anda tidak akan kesulitan mencari makan-makan khas danau Singkarak, baik itu pangek sasau yang terkenal enak, maupun goreng bilih yang tersedia di warung-warung makan di sekitar Danau Singkarak.
Tetapi bila Anda membawa bekal dari rumah, tinggal membentangkan tikar dan menikmati makanan tentu akan terasa lebih nikmat, makan di pinggir danau berair jernih ditemani ikan-ikan bilih yang berenang sesuka hati serta riak-riak kecil air.
Bagi Anda yang membawa anak-anak untuk berwisata ke Danau Singkarak disarankan tidak berhenti di sepanjang jalan di pinggir danau, tetapi mengunjugi objek wisata Tanjung Mutiara yang terdapat di Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan. Tanpa mengurangi keindahan alam yang memesona, Anda dan keluarga dapat bermain air dengan tenang dan nyaman.
Sementara bagi penyuka olahraga sepeda, dapat mengelilingi Danau Singkarak sambil menikmati keindahan pemandangan yang begitu memesona; hamparan sawah, nyiur melambai, nelayan dan kesibukannya mencari ikan, dapat Anda saksikan di sepanjang jalan yang melingkari danau tersebut.
Untuk mencapai danau seluas 129.70 kilometer persegi ini sangatlah mudah, baik dengan mengunakan angkutan umum maupun pribadi. Dari bandara internasional Minangkabau hanya ditempuh waktu dua jam perjalanan dan tarif angkutan sebesar Rp35 ribu. Harga yang cukup murah untuk suatu keindahan tiada tara persembahan wisata alam Tanah Datar.
(ftr)
afril May 18th, 2011, 10:03 AM Tingkat Hunian Hotel Sumbar 90 Persen
SELAMA CUTI BERSAMA
PADANG,HALUAN— Selama musim libur cuti bersama atau empat hari terakhir, tingkat hunian hotel atau occupancy rate di Sumatera Barat diper*kirakan mencapai 90 persen lebih dari sekitar 3.000 persediaan kamar.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumbar, Maulana Yusran yang dihubungi Haluan, Selasa (17/5) mengatakan, tingkat hunian meningkat sekitar 20 hingga 30 persen ketimbang hari biasa yang hanya 70 persen.
“Puncak hunian terjadi pada hari Sabtu (14/5) dan Minggu (15/5) hingga berlanjut pada akhir libur ini atau Selasa,” ujarnya.
Untuk kunjungan lokasi wisata, para wisatawan domestik atau pun asing cenderung lebih cenderung ke Kota Bukitinggi dan Padang.
Hal tersebut terbukti dari tingginya pesanan kamar ke Bukittingi. “Mayoritas mereka memilih Bukittinggi, ada pun kamar penuh, secara otomatis mereka akan menunjuk Padang sebagai tempat berlibur,” katanya lagi.
Di Bukittinggi, jumlah kamar yang tersedia hanya sekitar 1.300 an kamar hunian. Sedangkan di Padang, di*perkirakan jumlah kamar sekitar 1.500 an. Pada akhir tahun ini direncanakan meningkat hingga berjumlah sekitar 1.800 kamar.
“Hitungan kamar tersebut telah termasuk jumlah kamar yang ada di hotel-hotel kecil atau pun wisma. Dan sebagai antisipasi melimbahnya penghuni, maka jumlah hotel atau pun kamar akan ditambah,” tutur Maulana.
Banyaknya kunjungan tersebut, ia tidak menapik bahwa adanya permainan oleh pihak hotel atau wisma tertentu untuk melakukan permainan harga hunian kamar.
“Ini industri pasar bebas yang menerapkan hukum ekonomi,yakni semakin tinggi permintaan, maka akan semakin tinggi pula harganya. Namun, jika ada pihak hotel yang melakukan hal tersebut, secara otomatis telah merusak citra hotelnya sendiri,” tuturnya lagi.
Kecurangan yang dilakukan pihak hotel dengan adanya pem*bohongan publik tentang harga hunian, lebih cenderung dilakukan oleh pihak wisma hingga hotel bintang dua.Sikap yang mencoreng citra PHRI ini, kata Maulana, pihak PHRI telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait untuk dilakukan teguran atau pun tindakan kepada pihak hotel ter*sebut.(h/mce)
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4804:tingkat-hunian-hotel-sumbar-90-persen&catid=5:ekbis&Itemid=77
Satrial May 18th, 2011, 10:18 AM Tingkat Hunian Hotel Sumbar 90 Persen
SELAMA CUTI BERSAMA
PADANG,HALUAN— Selama musim libur cuti bersama atau empat hari terakhir, tingkat hunian hotel atau occupancy rate di Sumatera Barat diper*kirakan mencapai 90 persen lebih dari sekitar 3.000 persediaan kamar.
Alhamdulillah.... ^^
Satrial May 18th, 2011, 10:25 AM Rusli Zainal Diberi Gelar Tuanku Rajo Nan Sati
Source : Riaupos (http://riaupos.co.id/news/2011/05/rusli-diberi-gelar-tuanku-rajo-nan-sati/)
PEKANBARU (RP)- Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP bersama istri dianugerahi gelar Sangsako dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang (LKAAM) Sumatera Barat di Balai Lembaga Adat Melayu Riau, Ahad (15/5).
Gubri diberi gelar Tuanku Rajo Nan Sati dan Septina Primawati Rusli diberi gelar Puti Reno Wulan.
Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Dt Rajo Panghulu usai prosesi mengantar gelar adat itu mengatakan, gelar Sangsako adat ini merupakan gelar yang tertinggi di Minangkabau. ‘’Dengan pemberian gelar ini, tentu akan lebih mempererat hubungan adat budaya Minang dan Melayu,’’ tegasnya.
Sayuti menerangkan, gelar Tuanku Rajo Nan Sati untuk Gubri bermakna, seorang yang tertinggi jabatannya dan terhormat untuk pemimpin yang sakti, bertuah dan amanah. Sedang Puti Reno Wulan yang dianugerahkan ke Septina bermakna sanjungan pada wanita yang tertinggi, yang mewarnai dan menerangi alam jagad raya ini.
Nantinya, gelar ini akan mulai melekat setelah dikukuhkan (dilewakan) melalui upacara adat Minang di Istana Baso Pagaruyung beberapa bulan mendatang.
Sementara untuk tingkat Kepala Daerah diberi ke Gubernur Jambi, Gubernur Sumatera Selatan dan menyusul Gubernur Riau. Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Dt Rajo Panghulu menegaskan, gelar yang diberi melekat selamanya, hingga akhir hayat. Meski jabatan Gubernur Riau tak lagi diemban HM Rusli Zainal.
‘’Itu istilahnya di Minang, tak ilang kuciang tak ilang ngeong. Artinya, kalau yang bersangkutan tiada lagi, gelar itu kembali ke peti bunyian di Minang. Selagi yang bersangkutan masih hidup, gelar tetap melekat di dirinya,’’ jelas Sayuti.(rio)
Semoga Hubungan kekeluargaan antara Minang dan Melayu semakin erat, begitupun dengan forumernya.... :)
bagak May 18th, 2011, 11:28 AM Orang Minang Terkenal Taat Prinsip
http://oase.kompas.com/read/2011/05/18/15314682/Orang.Minang.Terkenal.Taat.Prinsip
Antropolog Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Hj Chalida Fachruddin mengatakan, orang Minang terkenal sebagai penganut Islam yang taat dengan prinsip keturunannya menganut sistem matrilineal.
"Unsur tersebut berfungsi sebagai roda yang menggerakkan dan mengatur kehidupan sosial orang Minang di daerahnya," katanya di Medan, Selasa,pada Panel Diskusi "Melestarikan Nilai-Nilai Budaya Minangkabau Melalui Pendidikan Informal Menghadapi Perubahan Sosial Dalam Pembentukan Karakter Bangsa.
Kegiatan panel diskusi itu digelar dalam memperingati 50 Tahun Yayasan Bundo Kanduang-Tuanku Imam Bonjol Medan.
Chalida mengatakan, Agama Islam berorientasi sistem patrilineal dan orang Minang mengukuhkan bahwa "Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah".
Bagi para pakar ilmu sosial (dalam dan luar negeri) melihat fenomena ini merupakan suatu yang kontraversial, sehingga sampai saat ini menarik untuk bahan kajian dan penelitian.
Bahkan, menurut Alfian & Dewi Fortuna Anwar sistem matrilineal membuat Minangkabau unik karena sistem ini langka dan satu-satunya etnik yang menggunakannya sampai saat ini di Indonesa, sementara ada satu etnik di India.
Selain sebagai penganut Islam dan sistem matrilineal yang telah disebutkan di atas, ada satu lagi yang menjadi kekhasan orang Minang yaitu budaya merantau, walaupun ada etnik lain di Indonesia yang juga mempunyai budaya merantau seperti orang Bugis, orang Banjar, orang Batak, dan orang Madura.
"Orang Minang merantau erat kaitannya dengan sistem matrilineal yang terjalin dalam sistem sosialnya,"kata Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU) itu.
Sistem matrilineal
Dia mengatakan, sistem matrilineal adalah prinsip keturunan yang menyelusuri secara ekslusif melalui garis ibu untuk menentukan keanggotaannya.
Ciri-ciri dari sistem matrilineal yang menjadi adat bagi orang Minangkabau yaitu, garis keturunan diperhitungkan menurut garis ibu, sehingga seorang anak adalah anggota/sasuku dengan ibu dan semua kerabat ibunya yang membentuk kelompok-kelompok keturunan yang disebut badunsanak (berfamili).
"Kelompok keturunan ini bertingkat sesuai dengan jarak dan hubungan keturunan seseorang dengan yang lain.Kelompok keturunan yang paling besar adalah suku, dibawahnya payuang, kemudian paruik, rumah gadang sampai kelompok yang terkecil disebut samande," katanya.
Perkawinan harus dengan lain suku atau exogami matrilineal dan exogami matrilokal.
Selanjutnya dia menjelaskan, Sistem matrilineal dengan sistem kehidupan yang komunal, seperti yang dianut orang Minangkabau, menempatkan perkawinan menjadi persoalan dan urusan kaum kerabat, mulai dari mencari pasangan, membuat persetujuan,pertunangan dan perkawinan, bahkan sampai kepada segala urusan akibat perkawinan itu.
Perkawinan bukanlah masalah sepasang insan untuk membentuk keluarga atau rumah tangganya saja, tetapi merupakan urusan bersama keluarga besar atau orang banyak.
"Falsafah Minangkabau telah menjadikan semua orang hidup bersama-sama, maka rumah tangga menjadi urusan bersama, sehingga masalah pribadi dalam hubungan suami istri tidak terlepas dari masalah bersama," kata Chalida.
----------------------------------------
Ada yang bilang bahwa budaya matrilinial minangkabau berasal dari budaya hindu :lol: hindu dari HONGKONG....!!! ini tipikal orang2 sok tau yang berusaha menutup kenyataan dengan pembelaan yang dibuat2 :lol: FYI di India cuma ada 2 ethnik minoritas yang menganut sistem matrilinial i.e. Meghalaya dan Khasi jadi yang ngemeng kalo india=hindu menganut matrilinial belajar lagi yah...
Ada teman yang tanya, orang minang itu penganut Islam yang taat, tapi kenapa budaya minang yang matrilinial bisa sejalan dengan Islam?
Saya jawab: Nabi Muhammad SAW pernah ditanya, siapa orang yang harus kuhormati ya Rassul? dan nabi menjawab, 1. Ibumu, 2. Ibumu, 3. Ibumu, 4. Ayahmu.....
drie May 18th, 2011, 01:08 PM Semoga Hubungan kekeluargaan antara Minang dan Melayu semakin erat, begitupun dengan forumernya.... :)
Amiiin,, semoga yah bang Oky,, masa tetangga saling berantem, apa kata Duna,, ya gak bang Oky :D
nah untuk yang aku Bold,, perlahan namun pasti kita sudah saling membina hubungan yang baik kok,, mulai menepis hal - hal yang gak bakalan membuat kita maju,, nah maka dari itu mari kita doakan agar acara Bulan juni nanti bisa berjalan dengan Lancar :lol:
Mehome May 18th, 2011, 01:46 PM Orang Minang Terkenal Taat Prinsip
http://oase.kompas.com/read/2011/05/18/15314682/Orang.Minang.Terkenal.Taat.Prinsip
Antropolog Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Hj Chalida Fachruddin mengatakan, orang Minang terkenal sebagai penganut Islam yang taat dengan prinsip keturunannya menganut sistem matrilineal.
"Unsur tersebut berfungsi sebagai roda yang menggerakkan dan mengatur kehidupan sosial orang Minang di daerahnya," katanya di Medan, Selasa,pada Panel Diskusi "Melestarikan Nilai-Nilai Budaya Minangkabau Melalui Pendidikan Informal Menghadapi Perubahan Sosial Dalam Pembentukan Karakter Bangsa.
Kegiatan panel diskusi itu digelar dalam memperingati 50 Tahun Yayasan Bundo Kanduang-Tuanku Imam Bonjol Medan.
Chalida mengatakan, Agama Islam berorientasi sistem patrilineal dan orang Minang mengukuhkan bahwa "Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah".
Bagi para pakar ilmu sosial (dalam dan luar negeri) melihat fenomena ini merupakan suatu yang kontraversial, sehingga sampai saat ini menarik untuk bahan kajian dan penelitian.
Bahkan, menurut Alfian & Dewi Fortuna Anwar sistem matrilineal membuat Minangkabau unik karena sistem ini langka dan satu-satunya etnik yang menggunakannya sampai saat ini di Indonesa, sementara ada satu etnik di India.
Selain sebagai penganut Islam dan sistem matrilineal yang telah disebutkan di atas, ada satu lagi yang menjadi kekhasan orang Minang yaitu budaya merantau, walaupun ada etnik lain di Indonesia yang juga mempunyai budaya merantau seperti orang Bugis, orang Banjar, orang Batak, dan orang Madura.
"Orang Minang merantau erat kaitannya dengan sistem matrilineal yang terjalin dalam sistem sosialnya,"kata Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU) itu.
Sistem matrilineal
Dia mengatakan, sistem matrilineal adalah prinsip keturunan yang menyelusuri secara ekslusif melalui garis ibu untuk menentukan keanggotaannya.
Ciri-ciri dari sistem matrilineal yang menjadi adat bagi orang Minangkabau yaitu, garis keturunan diperhitungkan menurut garis ibu, sehingga seorang anak adalah anggota/sasuku dengan ibu dan semua kerabat ibunya yang membentuk kelompok-kelompok keturunan yang disebut badunsanak (berfamili).
"Kelompok keturunan ini bertingkat sesuai dengan jarak dan hubungan keturunan seseorang dengan yang lain.Kelompok keturunan yang paling besar adalah suku, dibawahnya payuang, kemudian paruik, rumah gadang sampai kelompok yang terkecil disebut samande," katanya.
Perkawinan harus dengan lain suku atau exogami matrilineal dan exogami matrilokal.
Selanjutnya dia menjelaskan, Sistem matrilineal dengan sistem kehidupan yang komunal, seperti yang dianut orang Minangkabau, menempatkan perkawinan menjadi persoalan dan urusan kaum kerabat, mulai dari mencari pasangan, membuat persetujuan,pertunangan dan perkawinan, bahkan sampai kepada segala urusan akibat perkawinan itu.
Perkawinan bukanlah masalah sepasang insan untuk membentuk keluarga atau rumah tangganya saja, tetapi merupakan urusan bersama keluarga besar atau orang banyak.
"Falsafah Minangkabau telah menjadikan semua orang hidup bersama-sama, maka rumah tangga menjadi urusan bersama, sehingga masalah pribadi dalam hubungan suami istri tidak terlepas dari masalah bersama," kata Chalida.
----------------------------------------
Ada yang bilang bahwa budaya matrilinial minangkabau berasal dari budaya hindu :lol: hindu dari HONGKONG....!!! ini tipikal orang2 sok tau yang berusaha menutup kenyataan dengan pembelaan yang dibuat2 :lol: FYI di India cuma ada 2 ethnik minoritas yang menganut sistem matrilinial i.e. Meghalaya dan Khasi jadi yang ngemeng kalo india=hindu menganut matrilinial belajar lagi yah...
Ada teman yang tanya, orang minang itu penganut Islam yang taat, tapi kenapa budaya minang yang matrilinial bisa sejalan dengan Islam?
Saya jawab: Nabi Muhammad SAW pernah ditanya, siapa orang yang harus kuhormati ya Rassul? dan nabi menjawab, 1. Ibumu, 2. Ibumu, 3. Ibumu, 4. Ayahmu.....
ngomong-ngomong soal taat prinsip, pada jaman kolonial wilayah Sumatra Barat adalah wilayah yang palking rendah tingkat kriminalitasnya, tapi sorry, saya nggak bisa kasih link buat sumber, ini saya baca di salah satu bukunya Rosihan Anwar :cheers:
afril May 18th, 2011, 05:25 PM Semoga Hubungan kekeluargaan antara Minang dan Melayu semakin erat, begitupun dengan forumernya.... :)
Amiiin,, semoga yah bang Oky,, masa tetangga saling berantem, apa kata Duna,, ya gak bang Oky :D
nah untuk yang aku Bold,, perlahan namun pasti kita sudah saling membina hubungan yang baik kok,, mulai menepis hal - hal yang gak bakalan membuat kita maju,, nah maka dari itu mari kita doakan agar acara Bulan juni nanti bisa berjalan dengan Lancar :lol:
:okay: suai..cie….bulan juni mau ngapain tuh…:D :D
fahminanda May 19th, 2011, 03:56 AM ^^
Ada deh...tunggu kabar selanjutnya :):banana:
bagak May 20th, 2011, 02:40 AM Gn. Singgalang
http://www.faceofindonesia.com/sites/default/files/imagecache/wide/300247/4xccc_resize.jpg
Erison J. Kambari
Nick_2 May 20th, 2011, 06:55 PM 225 Pembalap Ikut Tour de Singkarak 2011
Olahraga / / Jumat, 20 Mei 2011 10:17 WIB
http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/olahraga/2011/05/20/52168/225-Pembalap-Ikut-Tour-de-Singkarak
Metrotvnews.com, Padang: Sebanyak 225 pembalap sepeda dari luar dan dalam negeri bakal adu cepat di Tour de Singkarak (TdS) 2011, pada 6-12 Juni.
"Ada 225 pembalap yang berasal dari luar dan dalam negeri ikut berpartisipasi dalam TdS 2011 ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Barat Burhasman Bur di Padang, Jumat (20/5).
Ia menjelaskan, ke 225 pembalap tersebut tergabung dalam 15 tim dari luar negeri dan 10 tim dari Indonesia.
Dikatakannya, untuk tim luar negeri yang sudah memastikan ikut dalam TdS ke 3 ini yakni, Malaysia, Jepang, Australia, Belanda, Taiwan, China Taipei, Philipina, dan Iran.
Sementara itu, tim dalam negeri berasal dari Tim Araya Indonesia, Customs Cycling Klub, Polygon Sweet Nice, Putra Perjuangan, Tirta Cycling Team, BBC Pessel, United Bike Kencana, Nugens ISSI Jakarta, Pengprov ISSI Sumbar, Prima Utama, dan Prima Muda Indonesia.
Lebih lanjut Burhasman mengatakan, dibandingkan dengan penyelenggaraan TdS 2009 dan 2010, TdS 2011 disamping pesertanya lebih banyak, rute yang dilalui juga lebih panjang yakni 760,3 kilometer.
Selain itu, katanya, TdS 2011 ini kan melalui 12 dari 19 kabupaten/kota yang ada di Sumbar.
Dikatakannya, dari 12 daerah tersebut lima di antaranya Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten 50 Kota.
Sementara tujuh Kota yang dilalui yakni Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kota Payokumbuh, dan Kota Padang Panjang.
Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan TdS 2010 lalu hanya melibatkan 10 kabupaten/kota minus Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota.
Ia mengharapkan, pada TdS 2011 ini semua daerah yang dilalui pembalap bisa menjadi tuan rumah, yang baik sehingga bisa menimbulkan kesan positif terhadap perserta dan pengunjung yang ingin menyaksikan even tahunan tersebut.
"Acara ini merupakan kesempatan Sumbar untuk bisa mempromosikan pariwisata Sumbar terhadap dunia luar, dan kedepan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar," katanya.(Ant/RIZ)
Mehome May 20th, 2011, 08:17 PM Sumbar Tambah Waktu Siswa di Sekolah
PADANG: Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan, sistem pendidikan di sekolah-sekolah daerah itu akan mengalami perubahan, antara lain dengan menambah lamanya waktu siswa berada di sekolah.
“Perlu perubahan sistem pendidikan di setiap sekolah dengan menerapkan sistem ‘full day school’, di mana anak didik berada di sekolah dari pagi hingga pukul 16.00 WIB,” katanya di Padang, Kamis 19 Mei 2011.
Selama ini waktu anak didik berada di sekolah dari pagi hari (pukul 07.30 WIB hingga siang pukul 13.00 WIB). Lama waktu siswa berada di sekolah itu perlu ditambah menjadi hingga pukul 16.00 WIB atau pulang setelah waktu Shalat Ashar.
Menurut dia, tambahan jam waktu belajar itu diisi dengan pengajaran pengetahuan tentang kepribadian, agama, sosial budaya, dan penambahan wawasan nasionalisme (kebangsaan).
Jika perlu, kata Gubernur, juga mulai diberlakukan di sekolah yang mengadakan asrama, untuk murid diinapkan sehingga bisa mendapat pelajaran dan pengetahuan tentang kemandirian mandiri dan tahu dengan berprilaku budi pekerti.
Ia mengatakan, proses pendidikan berkarakter seperti itu, perlu diberikan model-model guru dalam memberi pelajaran sebagai percontohan.
Untuk itu Sumbar akan mentargetkan masing-masing kabupaten dan kota memiliki minimal satu sekolah percontohan pendidikan berkarakter yang akan akan difasilitasi untuk kesuksesan program ini, tambahnya.
Pada bagian lain, Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, Sumbar menargetkan sebanyak 69 lembaga pendidikan di daerah ini untuk tingkat SMP, SMA, SMK dan SMA bersertifikat ISO 1900-2000 telah melaksanakan rintisan sekolah berstandar internasional pada 2011.
Jumlah sekolah yang telah menyelenggarakan RSBI itu meningkat dari tahun 2010 yang terealisasi 57 sekolah.
Ia memberikan rincian, target lembaga pendidikan yang melaksanakan RSBI pada 2011 itu meliputi untuk tingkat SMP sebanyak tiga sekolah, SMA (22 sekolah), SMK (22 sekolah) dan SMA bersertifikat ISO 1900-2000 sebanyak 22 sekolah.
Sedangkan pada 2010, lembaga pendidikan yang telah melaksanakan RSBI masing-masing untuk SMP sebanyak dua sekolah, SMA (17 sekolah), SMK (17 sekolah) dan SMA bersertifikat ISO 1900-2000 sebanyak 21 sekolah. (ant)
Sumber (http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/05/sumbar-tambah-waktu-siswa-di-sekolah/)
-------------------------------------------------------
berita baik atau buruk? :nuts:
afril May 21st, 2011, 10:50 AM ^^ tergantung sudut pandangx..kalo bagi siswa sebagian besar yakin dan percaya menjadi berita buruk karena harus menambah jam pelajaran dan lama di sekolah..bagi pemerintah terutama dilihat dari alasan dilaksanakannya pelajaran tambahan ini bisa jadi berita buruk berdasar dari evaluasi yang mungkin menjadi landasan keluar wacana ini..
------------------------
http://www.faceofindonesia.com/nofrins/photo/4114/prelaunching-tour-de-singkarak-2011 (by nofrins napilus)
http://www.faceofindonesia.com/sites/default/files/imagecache/wide/300107/p5206372.jpg
Prelaunching TOUR de SINGKARAK 2011
Jumat 20 Mei 2011, jam 19.30-21.30 telah dilakukan Prelaunching TOUR de SINGKARAK 2011 di Ruang Susilo Sudarman Gedung Sapta Pesona Jakarta. Tour de Singkarak akan diadakan 6 - 12 Juni 2011 dg rute yang lebih panjang dg rute baru ke Lembah Harau. Detilnya silahkan buka www.tourdesingkarak.com.
Menteri-Menteri lain gak bisa hadir krn ikut HARDIKNAS bersama Presiden. Satu info penting buat kawan-kawan fotografer, DR. Sapta Nirwandar, Dirjen Pemasaran yg juga Chairman for TdS meminta tolong agar LOMBA FOTO TdS 2011 diadakan lagi. Tp krn saat ini dana terbatas, beliau mohon agar hadiahnya tidak sebesar tahun lalu. Ini beliau lakukan krn apresiasi dg kawan-kawan fotografer yang hadir ke Sumbar tahun lalu. Dukungan media fotografi ini sangat luar biasa dampaknya untk publikasi TdS ini dan Pariwisata Indonesia. Dalam bbrp hari ini segera kita siapkan dan umumkan segera. Mohon kesabarannya. Baiknya booking aja Tiket, Hotel dan Kendaraan anda dari sekarang...
Info detil TdS 2011, bisa dilihat di www.tourdesingkarak.com dan info lomba foto, stlh seminggu ini, bisa dilihat nanti di www.photowinners.org.
detil foto prelaunching TDS 2011 bisa di cek disini..http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150238653009047.368607.666199046
bagak May 21st, 2011, 08:06 PM ^^
TdS Promosikan Pariwisata Sumbar
http://travel.kompas.com/read/2011/05/21/17233678/TdS.Promosikan.Pariwisata.Sumbar
JAKARTA, KOMPAS.com - Tour de Singkarak (TdS) bukan sekadar turnamen olahraga balap sepeda. Namun juga sarana ampuh untuk mempromosikan pariwisata Sumatera Barat.
"Tour de Singkarak tidak hanya sport, tapi juga promosi alam, kultur, dan masyarakat Minangkabau. Bahkan ada orang dari Tour de France yang bilang ke saya, Sumatera Barat itu pemandangannya seperti Swiss, bedanya tidak ada salju," kata Dirjen Pemasaran Kembudpar, Sapta Nirwandar dalam acara peluncuran TdS 2011 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
TdS 2011 akan berlangsung pada 6-12 Juni mendatang. Salah satu keunikan TDS adalah Kelok 44. Sapta menuturkan Kelok 44 hanya ada di Sumbar dan satu-satunya di dunia. "Orang yang pernah bersepeda di sana bilang, kelok 44 ini tikungan paling menantang, bahkan more than the challenge," ungkapnya.
Ia berharap tikungan ini bisa terkenal dan ada yang mau mencoba betapa tajamnya Kelok 44. Kelok 44 ini terletak di Kabupaten Agam. Sapta menambahkan peserta yang bisa melewati kelok ini akan diberikan hadiah khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Agam.
"Peserta akan lihat budaya Minangkabau, warisan turun-temurun, ini nantinya bisa menjadi daya tarik mereka ke Indonesia. Belum lagi kuliner yang sangat menjanjikan dan menantang. Siapa coba yang tidak pernah merasakan masakan Padang," tuturnya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan potensi wisata yang dimiliki Sumbar harus dipromosikan karena hasil dari pariwisata akan memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat setempat. "Banyak yang datang ke Sumbar bilang ke saya, bukan main indahnya Sumbar. Di Sumbar ada gunung, sungai, hutan, danau. Lengkap wisata alamnya," katanya.
Sementara itu, Menbudpar Jero Wacik menyebutkan bahwa TdS 2011 harus didokumentasikan dari udara. "Tahun-tahun lalu kamera hanya dari samping-samping. Tahun ini saya minta harus ada gambar dari helikopter. Karena pasti indah kalau dari atas," katanya. Ia menambahkan dokumentasi tersebut bisa menjadi alat promosi untuk TdS tahun-tahun berikutnya.
TdS merupakan acara kelas internasional yang akan diliput media nasional maupun asing. Penyelenggaraannya pun bekerja sama dengan AS0 yang biasa menangani turnamen kelas dunia seperti Tour de France.
"Kualitas Tour de Singkarak berpeluang menjadi event sekelas Tour de France. ASO mau berkerja sama dengan kita untuk meningkatkan kualitas pertandingan, rute, dan promosi. Ini satu-satunya turnamen di Asia yang bekerja sama dengan AS0," jelas Sapta.
TdS 2011 akan melombakan 7 etape dengan jarak total 739,3 km. Peserta yang berpartisipasi berjumlah 15 tim dari berbagai negara. TdS 2011 melibatkan 12 kabupaten dan kota di Sumbar. Kabupaten dan kota yang terlibat antara lain Pemkot Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Limapuluh Kota.
TdS 2011 diluncurkan oleh Menbudpar Jero Wacik, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Dirjen Pemasaran Sapta Nirwandar. Hadir pula dalam acara peluncuran, bupati dan wakil bupati setiap kabupaten dan kota yang terlibat.
Nick_2 May 22nd, 2011, 08:53 AM ^^
Tour de Singkarak Disejajarkan Perancis
Yurnaldi | Marcus Suprihadi | Kamis, 28 Oktober 2010 | 20:03 WIB
KOMPAS/YURNALDI
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua kali digelar, Tour de Singkarak di ranah Minangkabau, Sumatera Barat, ternyata menarik perhatian Amaury Sport Organization atau ASO. General Manager ASO Baptiste Kern, Kamis (28/10/2010), bertemu Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, diwakili Direktur Sarana Promosi Direktorat Jenderal Pemasaran Esthy Reko Astuti, untuk menjajaki kerja sama. Bahkan, Baptiste juga mengunjungi rute yang dilewati para pebalap sepeda di ajang Tour de Singkarak tersebut.
ASO membidik Tour de Singkarak untuk dapat mendorong percepatan promosi Tour de Singkarak 2011 agar menjadi sebuah pergelaran yang jauh lebih besar di mata dunia. "Kelak, secara bertahap, Tour de Singkarak akan dapat disejajarkan dan sebesar Tour de France," kata Baptiste Kern.
Selama ini, ASO dinilai sukses membawa Tour de France, Rally Paris-Dakar, dan Paris Marathun, sebagai olahraga berskala internasional yang bisa menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke negara penyelenggara.
Menurut Kern, Tour de Singkarak diharapkan kelak menjadi pertandingan sepeda utama skala internasional yang dapat mempromosikan budaya dan destinasi yang kaya dengan keindahan alam dalam rangka pembangunan dan pencapaian target pariwisata Indonesia.
Esthy Reko Astuti mengatakan, penjajakan ASO secepatnya akan ditindaklanjuti dalam nota kesepahaman (MoU). Keinginan ASO untuk membesarkan pergelaran tahunan Tour de Singkarak sejalan dengan keinginan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, bahkan juga pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, yang menginginkan sekali industri pariwisatanya bangkit untuk membangkitkan perekonomian warga.
"Bahkan itu juga menjadi keinginan Pengurus Besar ISSI untuk mendorong dan lebih memajukan balap sepeda di Indonesia, sembari mengangkat pariwisata dan citra Indonesia di dunia," tandasnya.
Esthy menjelaskan, Tour de Singkarak patut dilanjutkan lebih jauh untuk lebih menjadikan tidak hanya sekadar pergelaran olahraga tingkat dunia, tetapi sebagai sarana untuk turut mendukung turisme olahraga yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara serta memperluas pengembangan pariwisata di destinasi Indonesia lainnya.
Kerja sama dengan ASO, kata Direktur Sarana Promosi Ditjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata itu, dinilai sangat strategis mengingat ASO memiliki daftar panjang dalam mendukung kesuksesan pergelaran olahraga kelas dunia. Diharapkan, kita dapat memanfaatkan keahliannya secara maksimal untuk mendukung pencapaian tujuan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata membesarkan Tour de Singkarak sebagai sebuah wisata olahraga. Hal ini juga menjadi sebuah upaya untuk turut mempromosikan destinasi yang kaya akan seni, budaya, dan sebagainya.
Sondi dari PB ISSI mengatakan, Tour de Singkarak tidak mengejar target banyaknya negara peserta, tetapi bagaimana pergelaran balap sepeda ini dikenal dunia karena kualitasnya. Peserta sangat mengagumi alam Sumatera Barat di sepanjang rute yang dilewati.
"Kelok 44 bagi peserta Tour de Singkarak sangat unik dan menantang. Cuma masalahnya, penginapan belum memadai. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat perlu menyiapkan hotel yang memungkinkan peserta menginap dengan nyaman," katanya.
Menurut Sondi, kemungkinan ada penambahan rute pada Tour de Singkarak 2011 ke Lintau, Kabupaten Tanahdatar. Ini akan dibicarakan lebih lanjut. ASO juga akan berkonsentrasi mengundang tim balap sepeda profesional kenamaan untuk berpartisipasi pada Tour de Singkarak 2011.
Sebagai sebuah pergelaran berskala internasional, Tour de Singkarak diharapkan dapat membawa misi pemasaran daerah wisata Indonesia di mata dunia.
http://travel.kompas.com/read/2010/10/28/20031574/Tour.de.Singkarak.Disejajarkan.Perancis
sherif_claude May 22nd, 2011, 06:28 PM TdS Promosikan Pariwisata Sumbar
http://travel.kompas.com/read/2011/05/21/17233678/TdS.Promosikan.Pariwisata.Sumbar
JAKARTA, KOMPAS.com - Tour de Singkarak (TdS) bukan sekadar turnamen olahraga balap sepeda. Namun juga sarana ampuh untuk mempromosikan pariwisata Sumatera Barat.
"Tour de Singkarak tidak hanya sport, tapi juga promosi alam, kultur, dan masyarakat Minangkabau. Bahkan ada orang dari Tour de France yang bilang ke saya, Sumatera Barat itu pemandangannya seperti Swiss, bedanya tidak ada salju," kata Dirjen Pemasaran Kembudpar, Sapta Nirwandar dalam acara peluncuran TdS 2011 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
TdS 2011 akan berlangsung pada 6-12 Juni mendatang. Salah satu keunikan TDS adalah Kelok 44. Sapta menuturkan Kelok 44 hanya ada di Sumbar dan satu-satunya di dunia. "Orang yang pernah bersepeda di sana bilang, kelok 44 ini tikungan paling menantang, bahkan more than the challenge," ungkapnya.
Ia berharap tikungan ini bisa terkenal dan ada yang mau mencoba betapa tajamnya Kelok 44. Kelok 44 ini terletak di Kabupaten Agam. Sapta menambahkan peserta yang bisa melewati kelok ini akan diberikan hadiah khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Agam.
"Peserta akan lihat budaya Minangkabau, warisan turun-temurun, ini nantinya bisa menjadi daya tarik mereka ke Indonesia. Belum lagi kuliner yang sangat menjanjikan dan menantang. Siapa coba yang tidak pernah merasakan masakan Padang," tuturnya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan potensi wisata yang dimiliki Sumbar harus dipromosikan karena hasil dari pariwisata akan memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat setempat. "Banyak yang datang ke Sumbar bilang ke saya, bukan main indahnya Sumbar. Di Sumbar ada gunung, sungai, hutan, danau. Lengkap wisata alamnya," katanya.
Sementara itu, Menbudpar Jero Wacik menyebutkan bahwa TdS 2011 harus didokumentasikan dari udara. "Tahun-tahun lalu kamera hanya dari samping-samping. Tahun ini saya minta harus ada gambar dari helikopter. Karena pasti indah kalau dari atas," katanya. Ia menambahkan dokumentasi tersebut bisa menjadi alat promosi untuk TdS tahun-tahun berikutnya.
TdS merupakan acara kelas internasional yang akan diliput media nasional maupun asing. Penyelenggaraannya pun bekerja sama dengan AS0 yang biasa menangani turnamen kelas dunia seperti Tour de France.
"Kualitas Tour de Singkarak berpeluang menjadi event sekelas Tour de France. ASO mau berkerja sama dengan kita untuk meningkatkan kualitas pertandingan, rute, dan promosi. Ini satu-satunya turnamen di Asia yang bekerja sama dengan AS0," jelas Sapta.
TdS 2011 akan melombakan 7 etape dengan jarak total 739,3 km. Peserta yang berpartisipasi berjumlah 15 tim dari berbagai negara. TdS 2011 melibatkan 12 kabupaten dan kota di Sumbar. Kabupaten dan kota yang terlibat antara lain Pemkot Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Limapuluh Kota.
TdS 2011 diluncurkan oleh Menbudpar Jero Wacik, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Dirjen Pemasaran Sapta Nirwandar. Hadir pula dalam acara peluncuran, bupati dan wakil bupati setiap kabupaten dan kota yang terlibat.
^^
Dan sekarang aroma TDS pun sudah terasa di mana telah banyak perbaikan jalan yang akan di tempuh oleh para peserta TDS.
Satrial May 23rd, 2011, 04:58 AM Da Bagak sama Da Sherif postingannya sama... hahhaaa...... :okay:
afril May 23rd, 2011, 06:08 AM ^^ kayaknya bro sherif cuma mengkomentari postx da bagak..cuma lupa ngasih tanda kutipan saja..:), oki request donk banner/billboard TDS 2011 yang ada di kota Padang..(kalo ada)..:)
sherif_claude May 23rd, 2011, 04:41 PM ^^ kayaknya bro sherif cuma mengkomentari postx da bagak..cuma lupa ngasih tanda kutipan saja..:), oki request donk banner/billboard TDS 2011 yang ada di kota Padang..(kalo ada)..:)
^^
Iya tuh..
sorry yaa...
Nick_2 May 25th, 2011, 02:43 PM Tari Jefri Andi Usman
Kisah Alam dan Perempuan Minang
Rabu, 25 Mei 2011 | 13:40 WIB
http://www.tempointeraktif.com/hg/panggung/2011/05/25/brk,20110525-336653,id.html
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tubuh lelaki itu terus menggeliat pada sebuah bidang. Sesekali, ia bergelayut hingga akhirnya kakinya menyentuh tanah. Tubuhnya terus bergerak, melangkah perlahan meninggalkan bidang itu. Dia pun bersimpuh, kepalanya menengadah ke atas, tertunduk, dan membenamkan mukanya ke tanah. Bidang itu terus bersuara krek... krek...krek.... Bagai mesin waktu yang terus bergerak, berputar dalam kehidupan. Sebuah harmoni gerak dan suara.
Itulah sepenggal pementasan tari kontemporer karya koreografer Jefri Andi Usman dan Tabusai Dance Company di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu malam, 21 Mei 2011. Lewat karya bertajuk Phase, yang terdiri atas dua babak (Tanah Merah dan Padusi), Jefri menampilkan perubahan peradaban, ketika manusia tak lagi menghargai alam, yang menjadi sumber kehidupan. Plus pergeseran peranan dan nilai wanita. "Menceritakan sebuah hubungan manusia dengan alam, juga manusia dengan manusia. Komplet antara tradisi, perempuan, dan modernitas," kata Jefri.
Hubungan manusia dengan alam digambarkan Jefri pada babak pertama, Tanah Merah. Alumnus Institut Kesenian Jakarta ini menampilkan salah satu babak kehidupan manusia, saat manusia mencoba mendekatkan diri dengan alam, menghargai alam, dan ikut merasakan sakitnya alam. Antara sadar dan tidak sadar, alam mulai menjauh dari kehidupannya. Bumi telah rusak. Tak ada air, tanah, dan udara yang bersih. Semua kotor akibat ulah buruk manusia.
Jefri menggambarkannya melalui tujuh pohon yang meranggas, tak ada dedaunan hijau yang menghiasinya. Hanya tersisa batang. Juga saat beberapa kali tubuhnya terpelanting, yang menggambarkan sakitnya alam akibat ulah manusia.
Tak hanya itu, pergeseran tradisi juga telah membuat manusia mulai melupakan ritus ritual. Sebuah upacara yang menghubungkan manusia dengan segala kekuatan yang tak terbatas yang bisa menyatukan dengan alam. Upacara terhadap angin, air, api, dan tanah. Panggung pun berubah menjadi merah. Seolah menggambarkan tanah berubah menjadi merah berlumur darah. "Inilah yang terjadi sekarang. Akibat modernitas, manusia sering melupakan ritus ritual," ujar Jefri.
Berbeda dengan babak pertama, yang lebih mengedepankan penyatuan antara jiwa dan energi sang koreografer terhadap alam, pada babak kedua teknik gerak tari lebih terlihat. Gerakan-gerakan yang lebih energetik, yang sering terlihat pada tarian Minang, yang menjadi konsep dasar pementasannya, lebih kental. Mulai dari musik tradisi Minang, kain perca khas Minang yang biasa menghiasi pesta, hingga wanita dengan busana adat Minang menjadi sajian berbeda pada babak kedua, yang bertajuk Padusi. Dalam bahasa Minang, padusi berarti perempuan.
Pergeseran nilai feminisme di ranah Minang akibat perubahan zaman dan modernitas menjadi inti pementasan yang pernah dimainkan pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 39 tahun lalu, ini. Seorang wanita berbusana merah khas Minang mengenakan sunting di rambutnya, yang satu per satu dilepas dan dilempar ke arah kain perca. Saat wanita itu menyembur kain dengan air minuman kaleng dari mulutnya, hal itu menggambarkan pemberontakan kaum Hawa di Minang.
Demikian juga saat privasi kaum perempuan yang sudah mulai bercampur dengan kaum Adam, Jefri melukiskannya dengan permainan lighting. Bias cahaya yang semula terdiri atas kotak, satu menerangi wanita dan satu menerangi pria, akhirnya melebur menjadi satu dan membawa kedua penari, yakni Davit dan Maria Bernadeth, berada dalam satu cahaya. "Cahaya yang terkotak-kotak itu simbol dari ruang privasi antara wanita dan pria, yang akhirnya harus bersatu saat menjalin sebuah hubungan suami-istri," Jefri menjelaskan.
Penampilan babak kedua terlihat lebih energetik. Selama satu jam, Jefri menampilkan pementasan yang menggambarkan perjalanan dari satu fase ke fase berikutnya, saat manusia tak lagi menghargai alam serta meninggalkan tradisi karena tuntutan dan tergerus modernitas.
SURYANI IKA SARI
Nick_2 May 25th, 2011, 05:47 PM Balap
25 Mei 2011 | 18:32 wib
Dipinjam Sementara dari Pelatnas
Warseno Bakal Perkuat TCT di Singkarak
Solo, CyberNews. Pembalap Pelatnas Prima Warseno bakal kembali memperkuat klubnya, Tirta Cycling Team (TCT) Solo pada Tour de Singkarak 2011 di Sumatera Barat, 6-12 Juni mendatang. Atlet asal Karanganyar itu berencana pulang ke Kota Bengawan, Sabtu (28/5) untuk selanjutnya bergabung dalam latihan persiapan dengan awak TCT lainnya.
"Awak Pelatnas diturunkan bergantian ke beberapa event. Pada Tour de Singkarak saya tak diberangkatkan Pelatnas, karena sebelumnya telah diterjunkan ke ajang balap sepeda di Kalbar. Jadi saya bisa membela TCT nanti," kata Warseno, Rabu (25/5).
Dia mengungkapkan, Pelatnas Prima akan menurunkan sepuluh orang yang terbagi dalam dua tim di Singkarak. Para atlet lain yang tidak masuk dua tim tersebut, diizinkan bergabung dengan klubnya masing-masing untuk turut beradu kebut di ajang itu. "Jadi sama saja, kiprah kami dalam tur nanti tetap dipantau para pelatih Pelatnas," tambah atlet berusia 25 tahun tersebut.
Pelatih TCT Solo Agus Sadiyanto menambahkan, bergabungnya kembali Warseno akan menambah kekuatan timnya. Kini ada empat pembalap Kota Bengwan yang telah dibesutnya dan disiapkan untuk bertarung dalam tur berjarak tempuh total 760 km itu. Mereka adalah Yuli Haryanto, Galih Wardana, Jonata Pungki dan Wawan Santoso.
"Saat Lomba Customs Cycling (LCC) seri I di Temanggung, 13-15 Mei lalu, secara lisan saya memang telah bicara kepada pelatih Pelatnas Prima untuk meminjam Warseno guna membela klub dalam Tour de Singkarak nanti," ungkapnya.
Tour yang terbagi dalam tujuh etape tersebut merupakan salah satu ajang balap sepeda yang cukup bergengsi di Tanah Air. Arena adu kebut yang sudah masuk kalender Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) itu lebih banyak melewati rute rolling (bergelombang) dan tanjakan.
Maka program latihan para pembalap TCT disesuaikan dengan rute dan jadwal lomba. Khusus jalur tanjakan, awak tim Kota Bengawan ditempa dalam program intensif tiga kali seminggu melalui berbagai rute di dearah lereng Gunung Lawu dan Merapi-Merbabu.
(Setyo Wiyono/CN26)
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/sport/2011/05/25/10302
ikhlas001 May 25th, 2011, 06:10 PM Turis asing bermain2 di tengah sawah.
:)
OJ66HPdVG78&NR
afril May 27th, 2011, 05:01 AM June 2011..Tourism Event..
http://farm3.static.flickr.com/2296/5785391525_893f9991b5_b.jpg
http://www.minangkabautourism.info/agenda-pariwisata-2011.html
Nick_2 May 27th, 2011, 07:50 PM E-BISNIS
Jum'at, 27 Mei 2011 , 14:38:00
Ikan Kerapu asal Padang Tembus Pasar Hongkong
http://www.jpnn.com/read/2011/05/27/93335/Ikan-Kerapu-asal-Padang-Tembus-Pasar-Hongkong-
PAINAN- Pengembangan budidaya ikan kerapu akan meningkatkan ekonomi masyarakat karena harganya di tingkat internasional sangat menjanjikan. Saat ini harganya mencapai Rp140 ribu per kilogram. Meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp100 ribu per kilogram.
Hal itu diungkapkan Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri kepada Padang Ekspres (JPNN Grup), usai panen ikan kerapu macan yang dikembangkan PT Bimantara Citra Jakarta (BCJ) di Kawasan Mandeh Carocok Tarusan.
"Penen perdana ikan kerapu jenis macan yang dikembangkan PT BCJ di kawasan parairan laut Carocok Mandeh ini akan dipasarkan ke Hongkong," ujarnya.
Meningkatnya harga jual ikan kerapu, ternyata menambah motivasi masyarakat mengembangkannya. Ini dibuktikan dengan telah berkembangnya kelompok budi daya di kawasan Mandeh.
"Saat ini terdapat empat kolompok budi daya ikan kerapu yang dikelola masyarakat secara berkelompok di perairan ini. Jenis ikan kerapu yang dikembangkan bukan saja kerapu macan, tapi juga jenis bebek yang harganya jauh lebih tinggi, yakni Rp250 ribu per kilogram," jelasnya.
Jenis kerapu yang dipanen kemarin adalah jenis macan dengan 8 lubang kerambah. Hasil panennya mencapai 749 kilogram dengan harga Rp120 ribu per kilogram. Khusus untuk jenis kerapu macan ini, petani memang sudah bisa melakukan panen pada usia tujuh bulan. Beda dengan jenis bebek, yang masa panennya setelah berusia 2 tahun.
"Sekarang memang baru satu pengusaha yang melakukan investasi budi daya ikan kerapau di Pessel. Pengusaha PT Bimantara Citra Jakarta (BCJ) ini memulai investasinya Agustus 2010 lalu dengan melakukan penyebaran bibit ikan jenis kerapu macan dan bebek dengan jumlah kerambah jaring apung sebanyak 28 lobang. Karena potensi pengembangan sangat besar, sehingga tebuka peluang untuk pengusaha lainya yang berminat. Disamping juga dari masyarakat sendiri," harap Yosmeri.
Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Editiawarman berharap potensi besar yang dimiliki oleh kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bisa digarap secara maksimal.
"Potensi ini bukan saja terdapat di perairan kawasan Mandeh Carocok Tarusan, tapi juga di Sungai Bungin Batang Kapas dan Sungai Nipah Painan. Luas lahan yang bisa dikembangkan mencapai ribuan hektar," terangnya.
Dengan dipanenya ikan kerapu yang dikembangkan oleh PT BCJ ini, maka bisa menambah semangat dan motifasi masyarakat nelayan lainya. Sebab dengan harga jual yang memiliki nilai ekonomi tinggi itu. Otomatis akan memberikan dampak positif dalah hal perbaikan ekonomi. Terutama masyarakat nelayan.
Sulit Dapatkan Pakan Ikan
Dengan semakin berkembangnya usaha masyarakat kelompok budi daya ikan kerapu di kabupaten Pessel, ternyata berdampak terhadap ketersediaan konsumsi pakan.
"Saat ini kami mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan kerapu di daerah ini. Jelas saja berdampak dalam hal pengembangan," ungkap Mawardi, ketua kelompok budi daya kerapu Jala Sena di kawasan Mandeh.
Biasanya ketersediaan pakan untuk konsumsi ikan kerapu ini mudah didapat di pelabuhan carocok dan pasar-pasar tardisional lainya. Sebab sisa ikan yang dikenal dengan rucah ini banyak dijual oleh pedagang ikan yang bisa dijadikan sebagai konsumsi ikan kerapu.
"Harga satu kilogram rucah ini sekarang telah mencapai harga Rp5 ribu. Harga ini dinilai cukup mahal. Walau mahal untuk mendapatkanya juga susah. Dari itu kami berharap agar keluhan ini mendapat solusi dari pemerintah," harapnya.
Ditambahkanya, pada kelompok budidaya Jala Sena ini, terhimpun sebanyak 14 kepala keluarga. Usaha yang sudah dirintis sejak sembilan tahun lalu ini, sekarang memang telah menunjukan kemajuan. Terutama sekali dengan telah meningkatnya harga penjualan di pasaran yang sudah menembus pasar Internasional.
"Namun untuk lebih dikembangkan lagi, tentu memerlukan jaminan makananya. Sebab jika ini terabaikan usaha ini akan sulit berkembang," tutupnya. (yo)
Nick_2 May 27th, 2011, 08:15 PM Sumbar Luncurkan Program Gemar Mengaji
Jumat, 27 Mei 2011 23:19 WIB |
http://www.antaranews.com/berita/260565/sumbar-luncurkan-program-gemar-mengaji
Padang (ANTARA News)- Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat meluncurkan program Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemar Mengaji) bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat khususnya umat Islam terhadap Al Quran.
"Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji merupakan salah satu program Kementerian Agama untuk membudayakan membaca Al Quran setelah shalat Magrib di kalangan masyarakat," kata Direktur Penerangan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Ahmad Jauhari di Padang, Jumat.
Ia menyampaikan hal tersebut usai peluncuran Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji tingkat Sumatera Barat yang digelar di Asrama Haji Tabing Padang dihadiri jajaran Kementerian Agama se-Sumbar serta Kepala Madrasah dan Pondok Pesantren yang ada di daerah itu.
Dikatakannya, program tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang agamais.
"Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang terdepan dalam meluncurkan program Gemar Mengaji, dimana pencanangan program ini merupakan yang keempat setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten," kata dia.
Ia mengatakan, program ini ditargetkan akan diluncurkan di seluruh daerah di Indonesia sebagai langkah untuk membentuk karakter bangsa.
Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Darwas mengatakan, program ini sejalan dengan Gerakan Kembali ke Surau yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
"Program Gemar Mengaji akan menumbuhkan pemahaman terhadap nilai-nilai Al Quran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.
Direncanakan untuk lebih menyosialisasikan program ini akan digelar pencanangan di seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.
Guna merealisasikannya, Kementerian Agama akan meminta seluruh madrasah dan Pondok Pesantren di daerah yang jumlahnya mencapai 1.000 madrasah, membiasakan muridnya membaca Al Quran 5-10 menit setiap hari selepas Maghrib.
Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Biro Bina Sosial, Abdul Gafar mengatakan, pemerintah provinsi mendukung penuh program ini.
Ia mengimbau kepada para bupati/wali kota untuk mendukung program ini sehingga setiap habis Maghrib di Sumbar akan diisi dengan kegiatan membaca Al Quran. (*)
(T.KR-IWY/Z002)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011
Nick_2 May 27th, 2011, 08:24 PM Ekspedisi Bukit Barisan Temukan Hewan Langka
Jumat, 27 Mei 2011 23:53 WIB |
http://www.antaranews.com/berita/260574/ekspedisi-bukit-barisan-temukan-hewan-langka
Agam, Sumbar (ANTARA News) - Tim Ekspedisi Bukit Barisan (EBB) menemukan beberapa spesies hewan langka yang hidup di sepanjang hutan Bukit Barisan.
"Tim Ekspedisi yang melakukan penelitian dan penjelajahan sepanjang hutan Bukit Barisan menemukan beberapa hewan langka," kata Wakasad TNI-AD, Letjen TNI-AD, Budiman Sudarsono di Agam, Jumat.
Menurutnya, spesies hewan langka yang ditemukan oleh Tim EBB yakni sepasang burung Ciung-Mungkal Sumatera alias Cochoa Beccani Salvadori 1879 pada kawasan Gunung Singgalang serta Kucing Golden Cat atau Kucing Emas di pada kawasan hutan di sekitar Lampung.
"Selanjutnya penemuan cacing merah di kawasan hutan Bengkulu dimana dalam satu hari bisa menyuburkan tanah, masih banyak lagi hewan langka yang belum diketahui nama,"katanya.
Dia menambahkan, Tim EBB selaian menemukan spesies hewan langka juga menemukan flora langka di sepanjang hutan kawasan Bukit Barisan.
Di antara yang ditemukan itu adalah Begonia Hirtellia (tumbuhan herba berukuran kecil yang daunnya dapat dimakan), Begonia Multangula (tumbuhan herba yang memiliki batang bertubuh halus), Bulbophyillium SP (sejenis anggrek tropis yang langka)," katanya.
"Tim EBB juga menemukan flora-fauna unik lainnya seperti Macodes Jamaica, Macodes Petola, Melastoma Velutinosum, Melhotoria Marginata, Nepenthes Singalana, Nephelium Tenuifolium, Paphiopedilum, Spathoglottis, Urophyllum, Abroscopus Superciliaris atau sejenis burung berbulu kekuningan," katanya.
Dia mengatakan, kondisi hutan perbukitan Bukit Barisan rawan terhadap bencana alam, yakni tanah longsor, serta banjir,
"Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim Ekpedisi Bukit Barisan, kondisi hutan sudah banyak yang gundul akibat pembalakan liar," katanya.
Menurutnya, khusus untuk di Sumbar, Tim Ekspedisi Bukit Barisan ada beberapa kawasan hutan yang ditemukan bekas pembalakan liar.
"Untuk di Sumbar daerah yang paling banyak aksi pembalakan liar yakni di Solok, Agam dan Padang Pariaman," katanya.
Dia menambahkan, untuk mencegah terjadinya bencana alam di sepanjang Bukit Barisan, pihaknya telah melakukan penanam pohon.
"Pohon yang ditanam oleh Tim Ekspedisi Bukit Barisan yakni pohon mahoni di sepanjang hutan Bukit Barisan," katanya.
Tim Ekspedisi Bukit Barisan melakukan penjelajahan di Gunung Leuser (Aceh), Sinabung (Sumut), Singgalang (Sumbar), Kerinci (Jambi), Seublat (Bengkulu), Dempo (Sulsel) dan Tanggamus (Lampung).
Para peneliti berasal dari LIPI, ITB, UI, Undip dan UGM. Selain itu dilibatkan juga organisasi pecinta alam Wanadri dan PMI. Sedangkan personel TNI yang dilibatkan berasal dari Kopassus dan Kostrad sejumlah 447 orang. Total ada 762 orang yang mengikuti ekspedisi selama 6 bulan ini.
Komandan Sub Korwil Tim Ekspedisi Bukit Barisan, Sumbar dibawah Komando Mayor Inf Benny Rahadian Chaniago. Tim Ekspedisi telah melakukan penelitian di daerah Agam, Solok, Padangpanjang dan Kabupaten Padangpariaman.(*)
(T.KR-ZON/B013)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011
Nick_2 May 27th, 2011, 08:56 PM Seleksi Tunas Garuda Mencari Bakat
Wah! Ada Seleksi untuk Tanding di Arsenal
Glori K. Wadrian | Jumat, 27 Mei 2011 | 14:50 WIB
http://bola.kompas.com/read/2011/05/27/14502094/Wah.Ada.Seleksi.untuk.Tanding.di.Arsenal
Seleksi Tunas Garuda Mencari Bakat tahap II yang berlangsung di Pelambang, Jumat (27/5/2011) disambut antusias oleh para calon atlet muda di Sumatera.
PALEMBANG, KOMPAS.com — Badai yang tengah mendera tubuh PSSI terbukti tak menyurutkan niat bibit-bibit muda pesepak bola nasional untuk ambil bagian dalam proses Seleksi Tunas Garuda Mencari Bakat.
Setidaknya, antusiasme itu dapat dilihat dalam proses seleksi yang sudah berlangsung di Bandung, pekan lalu. Dalam proses seleksi di Kota Kembang yang diperuntukkan bagi remaja 14-16 tahun itu, hadir 1.167 bibit muda sepak bola nasional.
Hari ini, Jumat (27/5/2011), proses seleksi serupa berlangsung di Kota Palembang. Seleksi digelar di Lapangan Hatta, Palembang, 27-29 Mei 2011, terbagi atas tahapan pendaftaran tanggal 27 Mei 2011 dan seleksi tanggal 28-29 Mei 2011. Acara ini diikuti calon atlet muda dari Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Bandung dan Palembang adalah dua kota pertama dari sembilan kota yang akan disasar dalam kegiatan yang digagas Partai Demokrat ini. Tujuh kota lainnya adalah Makassar, Jayapura, Semarang, Malang, Medan, Balikpapan, dan Jakarta.
Berdasarkan keterangan Ketua Panitia Seleksi Tunas Garuda Mencari Bakat Rizky Kusuma, dari tiap kota akan dipilih empat peserta terbaik yang berhak mengikuti seleksi nasional Tunas Garuda di Jakarta pada 18 September-1 Oktober 2011.
Nah, dari 36 peserta seleksi nasional tersebut akan disaring menjadi 18 orang. Mereka berhak mendapatkan pelatihan sepak bola intensif, termasuk mendapatkan kesempatan bertanding di Arsenal, London. Semoga...
Nick_2 May 27th, 2011, 09:17 PM 11 Finalis Terbaik Sport Competition Dapat Privilege Khusus
Jum'at, 27 Mei 2011 - 15:19 wib
Dwi Indah Nurcahyani - Okezone
http://lifestyle.okezone.com/read/2011/05/27/195/461760/11-finalis-terbaik-sport-competition-dapat-privilege-khusus
SETELAH melewati 3 hari yang mengisolasi dirinya dari alat komunikasi, untuk sejenak sebagian finalis Miss Indonesia 2011 mendapatkan “privilege” dari panitia. Apa bentuk kejutannya?
Masa karantina dilalui dengan ketiadaan alat komunikasi dan keberadaan orangtua serta orang tercinta. Meski tak mudah untuk melaluinya, para finalis melewatinya dengan penuh semangat. Walau sesekali bayang-bayang untuk memainkan BlackBerry atau bercengkerama dengan orang tercinta membayangi, hal tersebut berusaha ditepis para finalis.
Dan dengan sedikit kesabaran, sebanyak 11 finalis pun boleh bernafas lega sejenak. Usai melewatkan sesi “Sport Competition” di Waterbom Jakarta di kawasan Pantai Indah Kapuk, Kamis (26/7) kemarin, di mana mengetengahkan tantangan voli air, futsal dan lari estafet, para finalis terbaik pilihan chaperon mendapatkan privilege khusus.
"Ada 11 finalis yang menurut pengamatan kami terlihat aktif dan lincah menjalani sesi sport competition. Namun, untuk pemenang utama yang memegang nilai akumulasi tertinggi baru besok diketahui namanya. Kami memberikan ‘privilege’ khusus, yakni kesempatan menelepon bebas selama 1 jam tadi malam. Setelah 1 jam, HP finalis kami kumpulkan kembali," ujar Ritchie, Leader of Chaperon.
Ritchie pun menjabarkan, sebanyak 11 finalis yang berhasil mendapatkan “privilege” tersebut adalah finalis asal Jawa Barat (Nita Sofiani), Kalimantan Timur (Afina Dewi Maraya), Nusa Tenggara Barat (Ni Made Aripiasari), Kepulauan Riau (Astari Aslam), Sulawesi Utara (Lidia Stephanie Thendeano), Sumatera Barat (Wira Wiguna), Kalimantan Tengah (Madhina Nur Muthia), Kalimantan Barat (Kayla Natalia Haman), Jambi (Nety Riana Sari), DIY (Merah Putri), dan Papua Barat (Amanda Roberta).
(tty)
afril May 28th, 2011, 04:58 AM Bank Nagari Syariah Lampaui Nasional
Unit Syariah Bank Nagari pada akhir Desember 2010, memiliki posisi aset syariah tercatat sebanyak Rp280 miliar. Namun pertumbuhan aset naik signifikan mencapai 335 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp64 miliar. Sementara, persentase pertumbuhan aset 335 persen tersebut tertinggi di Asia Tenggara. Pada tahun ini target pertumbuhan aset syariah Bank Nagari 120 persen atau menjadi Rp615 miliar.
Sedangkan posisi dana pihak ketiga (DPK) Unit Syariah pada tahun 2010 Rp161 miliar dan pada 2011 ditargetkan Rp278 miliar atau tumbuh 72 persen. Posisi pembiayaan yang diberikan pada 2010 Rp265 miliar, sebelumnya hanya Rp58 miliar. Target pembiayaan 2011 Rp607 miliar.
Sedangkan laba pada 2010 Rp3,4 miliar, naik signifikan dari posisi tahun 2009 yang rugi Rp1,4 miliar. Tahun 2011 perolehan laba ditargetkan capai Rp7,5 miliar. Sedangkan jumlah kantor cabang ada dua yakni Padang dan Payakumbuh. Kantor cabang pembantu empat unit. Pada tahun ini akan ditambah lagi dua capem dan delapan office channeling.
“Dengan jumlah nasabah 21.400 pada posisi akhir 2010 dan ditargetkan bertambah jadi 36 ribu pada akhir 2011. Sedangkan tenaga untuk syariah saat ini baru sekitar 55 orang dan akan ditambah secara bertahap nantinya,” kata Direktur Unit Syariah Bank Nagari, Indra Wardhana.
Untuk menggenjot pertumbuhan syariah menurutnya setiap cabang yang tidak memiliki kepedulian pada usaha syariah dan lebih banyak menyalurkan kredit konsumtif ketimbang kredit produktif, diwanti-wanti akan distop kreditnya.
“Selain itu jumlah modal disetor atau jumlah kekayaan bank yang sudah dipisahkan, untuk bisa spin off setidaknya harus Rp500 miliar. Pada 2010 modal disetor baru Rp150 miliar, dan 2011 sekitar Rp250 miliar,” terangnya.
Saat ini, Unit Syariah Bank Nagari memiliki produk pendanaan, berupa deposito, tabungan Sikoci Syariah, tabungan Haji Tahari Mabrur, Giro Wadiah dan TabunganKu. Sementara, untuk pembiayaan, berupa Murabahah Plus, murabahah Modal Kerja, Murabahah Investasi Pembiayaan Musyarakah, pembiayaan Mudharabah, Rahn (Gadai Syariah), Ijarah, Istishna, Pembiayaan Koperasi, dan Pembiayaan Musyarakah serta Mutanaqisah (kemitraan). (*)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=4872
afril May 28th, 2011, 05:09 AM Bagi yang pengen ikutan lomba photo..
KULINER MINANGKABAU 2011
Description:
Tema: JELAJAH WISATA KULINER SUMATERA BARAT
KELAS LOMBA: 3
HADIAH
o Juara Pertama: Trophy Gubernur + Rp.2,5Jt + Sertifikat
o Juara Kedua: Trophy Wkl Gubernur + Rp.2,0Jt + Sertifikat
o Juara Ketiga: Trophy Kadisbudpar + Rp.1,5Jt + Sertifikat
o Juara Favorit: 3 foto @ Rp.500rb + Sertifikat
JURI
1. Prita Wardhani (Disbudpar Prov. Sumbar)
2. Makarios Soekojo (PhotoWinners.Org)
3. Marchellinus Lesmana (Jalansutra)
http://i52.tinypic.com/357lmv8.jpg
KETENTUAN
- Terbuka untuk umum, baik amatir, profesional maupun wartawan.
- Tidak ada biaya pendaftaran/keikutsertaan.
- Foto diposting ke situs lomba foto: www.photowinners.org.
- Setiap peserta bisa mengirimkan maksimum 10 buah foto dengan sisi terpanjang minimum 750 pixels dan maksimum 1024 pixels, file minimum 400 Kb dan maksimum 1 Mb.
- Foto merupakan variasi Produk, Tatanan, Cara Menghidang ataupun Proses dari Makanan & Minuman yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Bukan diluar Provinsi Sumatera Barat walaupun kemungkinan produk tersebut juga ada diluar Sumatera Barat.
- Foto harus diambil di LOKASI Umum (Rumah Makan, Cafe, Kantin, Warung, dll.), bukan di Studio.
- Saat pengambilan foto dilokasi, diperbolehkan menggunakan pencahayaan tambahan. Tetapi tidak merubah lingkungan obyek secara ekstrim. Agar keunikan obyek dan suasananya tidak hilang. Ini dimaksudkan agar ketika nantinya dikunjungi oleh wisatawan, lokasi obyek sesuai seperti yang difoto.
- Setiap foto harus dilengkapi Judul dan Deskripsi singkat tentang obyek plus alamat lokasi obyek.
- Foto merupakan file/karya asli, dibuktikan dengan Data EXIF. Perbaikan foto hanya diizinkan untuk memperbaiki warna, kontras, ketajaman, cropping dan sejenisnya.
- Batas akhir posting foto: 24 Juli 2011 jam 24.00. Usahakan posting tidak mendekati tanggal penutupan untuk menghindari kesulitan antrian posting foto.
- Panitia berhak menggunakan foto-foto pemenang untuk keperluan publikasi dan promosi pariwisata oleh Disbudpar Provinsi Sumatera Barat.
- Untuk foto yang tidak menang tetapi akan dimanfaatkan untuk kepentingan promosi Pariwisata Sumatera Barat, akan diadakan pembicaraan lebih lanjut dengan pemilik foto.
- Karya dan Obyek yang terkandung didalam foto merupakan tanggung jawab peserta lomba. Pihak penyelengara tidak melayani segala bentuk tuntutan dari pihak manapun sehubungan dengan foto yang dilombakan.
- Panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang memasukkan foto-foto yang dianggap mengandung unsur SARA.
- Keputusan Juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
PENGUMUMAN
- Akan ditentukan setelah akhir Juli dan diumumkan melalui situs ini dan situs-situs pendukung.
- Waktu dan tempat penyerahan hadiah, akan ditentukan kemudian.
http://www.photowinners.org/kuliner-minangkabau-2011
afril May 30th, 2011, 04:24 AM June 2011..Tourism Event..
http://farm3.static.flickr.com/2296/5785391525_893f9991b5_b.jpg
http://www.minangkabautourism.info/agenda-pariwisata-2011.html
tambahan..
13 - 18 juni 2011 ( Mentawai Surfing Championship (http://travelinginparadise.blogspot....ship-2011.html) )
22 - 26 juni 2011 ( Minang Aero Sport di Padang )
afril May 30th, 2011, 08:41 AM Road To Tour De Singkarak 2011
di CFD Sudirman Jkt..29 Mei 2011
http://img577.imageshack.us/img577/8873/tds1.jpg
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img848.imageshack.us/img848/6528/tds2.jpg
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img20.imageshack.us/img20/2322/tds3.jpg
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
ada lucky draw juga sepeda, tv lcd, handphone dll..
http://img821.imageshack.us/img821/3237/tds4.jpg
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img855.imageshack.us/img855/2540/tds5.jpg
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
by nofrins - facebook (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150246995209047.371108.666199046)
afril May 31st, 2011, 06:17 AM dp
badabua June 1st, 2011, 09:34 AM Lomba Foto TOUR de SINGKARAK, 6-26 Juni 2011
http://i401.photobucket.com/albums/pp94/uwan_88/23kx120.jpg
Description: International Photo Contest of Tour de Singakarak 2011
KELAS LOMBA: 2
KATEGORI
1. The TOUR de SINGKARAK: semua foto-foto yang terkait dengan pembalap, suasana balapan, pembalap dengan latar belakang landscape, atraksi khusus, penyerahan penghargaan, dll.
2. The CULTURE of MINANGKABAU: semua foto-foto terkait dengan keunikan budaya dan human interest yang diambil selama acara ini berlangsung: Kesenian, Musik, Penyanyi, Seremonial, Aksi dan Reaksi Masyarakat, Kuliner, dll. Tidak termasuk foto-foto "Culture" diluar acara/lokasi Tour de Singkarak.
HADIAH per Kategori
o Juara Pertama: Rp.7jt + Trophy + Sertifikat
o Juara Kedua: Rp.5jt + Trophy + Sertifikat
o Juara Ketiga: Rp.3jt + Trophy + Sertifikat
o Juara Favorit: 5 foto @ Rp.1jt + Sertifikat
JURI
1. DR. Sapta Nirwandar (Dirjen Pemasaran, DEPBUDPAR)
2. Arbain Rambey (Senior Fotografer, KOMPAS)
3. Makarios Soekojo (Senior Fotografer, PWO)
Agenda detil, silahkan lihat di www.tourdesingkarak.com.
KETENTUAN
o Tidak ada biaya, pendaftaran gratis di
www.photowinners.org. Yang sudah jadi member di situs ini sebelumnya, tinggal klik Join untuk Lomba Foto ini.
o Terbuka untuk umum, amatir atau profesional, Indonesia ataupun Internasional.
o Pemotretan dilakukan selama acara Tour de Singkarak 2011 sejak mulai malam pembukaan 6 Juni 2011 hingga penutupan 12 Juni 2010.
o Setiap peserta bisa mengirimkan maksimum 10 buah foto per kategori.
o Ukuran foto: sisi terpanjang max.1024 pixels, file min.400 Kb dan maks.800 Kb dengan format JPEG, tanpa bingkai dan tanda air.
o Foto yang dikirimkan merupakan karya asli. Perbaikan foto hanya untuk memperbaiki warna, kontras, ketajaman dan cropping.
o Foto diposting ke situs: www.photowinners.org.
o Foto paling lambat bisa diposting pada 26 Juni 2011 jam 24.00. Usahakan posting tidak mendekati tanggal penutupan untuk MENGHINDARI KESULITAN ANTRIAN posting foto.
o Setelah pengumuman, para finalis akan dihubungi dan diminta mengirimkan copy file asli nya dalam format JPEG untuk promosi/pameran pariwisata oleh Kemenbudpar.
o Panitia berhak menggunakan foto-foto pemenang untuk keperluan publikasi dan promosi pariwisata oleh Kemenbudpar dan instansi terkait.
o Untuk foto yang tidak menang tetapi akan dimanfaatkan untuk kepentingan pihak panitia dan promosi Pariwisata, akan diadakan pembicaraan lebih lanjut dengan pemilik foto.
o Karya dan obyek yang terkandung didalam foto merupakan tanggung jawab peserta lomba.
o Pihak penyelengara tidak melayani segala bentuk tuntutan dari pihak manapun sehubungan dengan foto yang dilombakan.
o Panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang memasukkan foto-foto yang dianggap mengandung unsur Pornografi dan SARA.
o Keputusan Juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
PENGUMUMAN
- Akan ditentukan kemudian melalui situs ini dan media partners.
234x140 pixels
600x100 pixels
CATATAN:
Silahkan info, poster, peta dan banners diatas ini di download atau copy bebas dan diteruskan ke Facebook, Twitter, Blog, situs, milis, dll. dan tolong link ke http://photowinners.org/tour-de-singkarak-2011. Terima kasih
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-Lomba-Foto-TOUR-de-SINGKARAK-6-26-Juni-2011
Nick_2 June 1st, 2011, 01:46 PM Rabu, 01/06/2011 17:46 WIB
Tour de Singkarak Siap Digelar
Samsul Hadi - detiksport
http://www.detiksport.com/read/2011/06/01/174620/1652116/82/tour-de-singkarak-siap-digelar
Padang - Ajang balap sepeda tahunan di Sumatera Barat, Tour de Singkarak (TdS), akan kembali digelar. Kegiatan yang juga dilabeli tourism sport tersebut tahun ini akan melalui dua jalur baru berlatar belakang objek wisata alam.
TdS 2011 akan diselenggarapan pada 6-12 Juni. Para peserta akan melahap tujuh etape yang berjarak total 739,3 km melewati 12 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, atau dua daerah lebih banyak dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
"Ada dua Kota dan Kabupaten baru yang dilewati untuk balapan tahun ini, yaitu Payakumbuh dan Sawahlunto. Itu tidak dilalui tahun lalu," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sumatera Barat Burhasman Boer kepada detik.com melalui sambungan telepon seluler, Rabu (1/6/2011).
Burhasman menambahkan, sebelum melintasi daerah Payakumbuh - Sawahlunto yang merupakan etape kelima, para pembalap akan finish pada etape keempat di Lembah Harau yang masuk wilayah Kabupaten Bukittinggi. Lokasi itu juga baru dibandingkan TdS tahun sebelumnya.
"Sesuai tujuan awal, Tour de Singkarak 2011 memang untuk membantu membangkitkan perekonomian Sumatera Barat, salah satunya dengan menunjukkan lokasi-lokasi baru objek wisata alam. Kami ingin kegiatan ini sebagai awal bangkitnya pariwisata di Sumbar pasca gempa bumi 2009," sambung Burhasman tegas.
Hingga H-5 pelaksanaan TdS 2011, Burhasman juga menegaskan seluruh persiapan sudah selesai dilakukan. "Secara umum kami sudah siap. Persiapan yang meliputi teknis dan non teknis semuanya sudah disiapkan dengan sangat matang," tandasnya.
TdS 2011 akan diikuti oleh 234 pebalap dari 15 tim/negara yang meliputi Jepang, China, Iran, Indonesia, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Inggris, China Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kyrgistan dan Spanyol. Khusus peserta dari dalam negeri akan terbagi dalam 10 tim, yang meliputi sejumlah klub profesional dan tim nasional balap sepeda.
Ke-234 pembalap tersebut akan bertarung menaklukkan 7 etape, yaitu kawasan Kota Padang sebagai pembuka, Padang-Sicincin-Pariaman (etape II); Pariaman-Bukittinggi (III); Bukittinggi-Lembah Harau (IV); Payakumbuh-Sawahlunto (V); Sawahlunto-Istana Basa Pagaruyung (VI A); Istana Basa Pagaruyung-Padang Panjang (VI B); Padang Panjang-Danau Kembar (VII A); dan Danau KeVII B).
Daftar Peserta TdS 2011 dari Luar Negeri:
1. Azad University – Iran
2. Tabriz Petrochemical Cycling Team – Iran
3. CCN Colossi – berbagai Negara
4. Giant Kenda Cycling Team – Taipei
5. 7 Eleven – Filipina
6. Aisan Racing Team – Jepang
7. Action Cycling Team – Taipei
8. Plan B Racing Team – Australia
9. Holy Brother Cycling Team – RRC
10. Global Cycling Team – Belanda
11. Trenggganu Pro Asia Cycling Team – Malaysia
12. Team Fuji – Taipei
13. Eddy Hollands Bicycle Services – Australia
14. Le Tua – Malaysia
15. Hongkong
Daftar Peserta TdS 2011 dari Dalam Negeri:
1. Araya Indonesia – Sidoarjo
2. Custom Cycling Club – Jakarta
3. Polygon Sweet Nice – Surabaya
4. Putra Perjuangan – Bandung
5. United Bike Kencana Team – Malang
6. Tirta Cycling Team – Solo
7. Binong Baru Passel – Cirebon
8. DKI Jakarta – Jakarta
9. Pengda ISSI Prov. Sumbar
10. Prima Utama – Pelatnas SEA Games
( a2s / krs )
sherif_claude June 1st, 2011, 05:35 PM dp
Nick_2 June 2nd, 2011, 08:03 AM Papua Barat Belajar Penanganan Bencana dari Sumbar
Rabu, 01/06/2011 15:30 WIB
http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=68009
padangmedia.com - PADANG - Pemerintah Papua Barat tertarik untuk belajar tentang manajemen kebencanaan dari Pemerintah Sumatera Barat (Sumbar). Sebab, Sumbar termasuk salah satu provinsi yang sukses dalam menangani bencana pada 2009 lalu.
Apalagi, Sumbar termasuk salah satu propinsi yang mampu melaksanakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi gempa pada 2009 lalu serta punya koordinasi lembaga kebencanaan yang baik dan punya sistem pencatatan data kedaruratan bencana. Penanganan seperti itu bahkan mendapat penghargaan dari BNPB.
"Kita tertarik untuk mempelajari sistem penanggulangan bencana dari Sumbar. Sebab, Papua Barat juga merupakan tempat rawan bencana," terang Wakil Ketua Komisi C DPRD Papua Barat, M Sanusi Rahaningmas, saat bertemu dengan Sekretaris Daerah Sumbar, Rabu (01/06).
Dikatakan Sanusi, salah satu kabupaten yang saat ini masih dalam upaya rehabilitasi ialah Kabupaten Wasior pasca bencana banjir bandang 2009 lalu.
"Selain penanggulangan bencana, Papua Barat juga berencana bekerjasama dalam bidang konservasi Sumber Daya Hutan dan Laut," ujar Politisi PKB tersebut.
Dalam Kesempatan itu, Sekretaris Daerah Sumbar, Ali Asmar, mengatakan bahwa Sumbar menyambut baik hal itu sehingga kerjasama dua pihak ini bisa berjalan dengan baik.
"Semoga kerjasama ini bisa dilaksanakan," ujar Ali.
Komisi C DPRD Papua Barat mendatangi Sumbar dalam rangka Kunjungan Kerja. Turut hadir dalam pertemuan tersebut 11 anggota Komisi C DPRD Papua Barat.(dodo)
afril June 3rd, 2011, 01:29 AM PULAU MARAK : the paradise in the south
Pulau Marak merupakan ulayat warga Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pulau seluas kurang lebih seribu hektar dengan pantainya yang landai,pasir putih,lautnya masih bersih sehingga terlihat hamparan terumbu karang dibawahnya,tenang dan sepi..alamnya betul-betul masih perawan, karena memang tidak berpenghuni
Untuk sampai ke Pulau Marak, dari Muara Padang dengan speed boat menempuh 1,5 jam perjalanan kearah selatan..sepanjang perjalanan kiat akan disuguhi pemandangan yang tidak kalah indahnya dari gugusan pulau lain yang terhampar sepanjang pantai barat Sumatera
Berbagai aktifitas bahari bisa dilakukan disini, memancing, snorkling, menyelam, atau sekedar berenang saja..
Keunikan lain dari pulau ini adalah terdapatnya Beberapa spesies siamang dan Ungko/Owa-owa gibbon (Hylobates spp) kini terancam punah 4 spesies owa-owa yang hidup di Pulau Sumatra adalah: Owa-owa bertangan putih (H. lar), Owa-owa Agile (H. agilis), Owa-owa Klossi (H. klossi)Siamang (Symphalangus karena dipedalaman pulau ini juga terdapat loksai penangkaran spesies langka ini yang dimotori oleh Kalaweit Sumatra, bekerja sama dengan Yayasan Etho Passion, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat.
Kawasan yang disebut sebagai Surga Di Selatan (the paradise in the south)
http://multiply.com/mu/ade1827/image/1/photos/32/500x500/36/Pulau-Marak.JPG?et=JMnrGOGPi7wOLJeEilSn9g&nmid=220498069
http://multiply.com/mu/ade1827/image/2/photos/32/500x500/43/pmarak.JPG?et=jzrmEA5qUA%2CG5Ru9pYIKqg&nmid=220498069
http://multiply.com/mu/ade1827/image/2/photos/32/500x500/38/BIGvam-south-marak.jpg.jpg?et=RsU72xXyJeQAxv7%2CGRYkFg&nmid=220498069
http://multiply.com/mu/ade1827/image/2/photos/32/500x500/41/page15-1016-full.jpg?et=%2CjhmS%2C71PlkyCiufcEWLig&nmid=220498069
http://multiply.com/mu/ade1827/image/2/photos/32/500x500/7/pulau-marakmp1.JPG?et=LqUJnB1T6tW4O1s1hQ5%2BGA&nmid=220498069
http://multiply.com/mu/ade1827/image/1/photos/32/500x500/5/Padang-Pulau-Heaven-046mp.jpg?et=JvFgBEcvfwOUAXYHuX6%2BbQ&nmid=220498069
http://multiply.com/mu/ade1827/image/1/photos/32/500x500/2/Padang-Pulau-Heaven-087fb.jpg?et=ugMd0cqLh6bvrNIuj2MRuQ&nmid=220498069
http://multiply.com/mu/ade1827/image/2/photos/32/500x500/46/n727913961-1548120-6156656.jpg?et=dnQI6knSH1tWCTm1yYl0RQ&nmid=220498069
SUMBER (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7585830)
sherif_claude June 3rd, 2011, 06:52 PM ^^
pulau marak ini masuk ke dalam kawasan Mande yaa....?
sherif_claude June 3rd, 2011, 07:12 PM TERAPI GARRA RUFA
http:////www.harianhaluan.com/images/stories/Berita2/290511/water.jpg
SAWAHLUNTO, HALUAN — Belum memiliki rencana berlibur akhir pekan ini?. Barangkali informasi berikut sangat berguna. Obyek wisata air Water Boom Muara Kalaban, Sawahlunto memanjakan pengunjung dengan terapi ikan untuk relaksasi sekaligus kesehatan kulit.
Untuk mencapai lokasi water boom ini begitu mudah. Betapa tidak, kawasan wisata air itu berada di ruas Lintas Sumatera, sekitar 100 kilometer dari Kota Padang, 30 kilometer dari Kota Solok, atau sekitar 35 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
PASAMAN BARAT, HALUAN-Keindahan obyek wisata air terjun Susu Nan Tongga di Gunung Talamau Pasaman Barat membuat setiap orang takjup dan kagum. Tetapi belum terkelola dan tertata dengan baik, jika dikelola, dipastikan akan memancing wisatawan berkunjung ke sana dan berdampak juga pada pemasukan bagi daerah maupun masyarakat sekitarnya
Pasaman Barat sebagai tanah mekar yang sejak dulu di kenal dengan perkebunan kelapa sawit, sebenarnya juga memiliki banyak obyek wisata yang indah dan mempersona yang kecantikannya masih terpendam, serta belum terpublikasi secara luas.
http:////www.harianhaluan.com/images/stories/Berita2/080511/terjun.jpg
-------------------------------------------------------------------------------------------------
PESSEL, HALUAN — Berbicara objek wisata, Pesisir Selatan termasuk daerah yang memiliki banyak objek. Mulai dari wisata bahari hingga wisata alam. Dari sekian banyak yang sudah tersohor misal kawasan Mandeh, jembatan akar, dan air terjun Bayang Sani. Belakangan mulai disebut sebut pula objek “baru” air terjun Lumpo nan mempesona.
Lumpo, sebuah nagari di Keca*matan IV Jurai, Pesisir Selatan. Sebuah nagari yang masih terisolir (tak ada signal), di sini terdapat air terjun yang belum terlalu banyak dikenal. Air terjunnya sangat menarik dan indah, namun karena berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Air terjun di Lumpo tidak begitu dikenal luas.
http:////www.harianhaluan.com/images/stories/Berita2/150511/air.jpg
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=39&Itemid=165
afril June 4th, 2011, 02:02 AM TERAPI GARRA RUFA
http:////www.harianhaluan.com/images/stories/Berita2/290511/water.jpg
kayak tari kecak aja tuh..
^^
pulau marak ini masuk ke dalam kawasan Mande yaa....?
^^ masih bro...
Kawasan mandeh memiliki beberapa buah pulau kecil, antara lain Pulau Cubadak, Pulau Marak, Bintangor Gadang, Bintangor Ketek, Pulau Setan Gadang dan Pulua Setan Ketek, Pulau Sironjong Gadang, Sironjong Ketek dan lainnya.
Nick_2 June 4th, 2011, 07:41 PM Tour de Singkarak Diwarnai Lomba Foto
Sabtu, 04 Juni 2011 | 11:37 WIB
http://www.tempointeraktif.com/hg/olahraga_lain/2011/06/04/brk,20110604-338557,id.html
TEMPO Interaktif, Padang — Dua lomba foto akan ikut memeriahkan acara balap sepeda internasional Tour de Singkarak III yang digelar 6-12 Juni 2011 di Sumatra Barat. Lomba foto pertama adalah lomba foto Tour de Singkarak yang diselenggarakan Kementerian Budaya dan Pariwisata.
Sedangkan lomba foto lainnya adalah lomba foto kuliner Minagkabau yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisaa Provinsi Sumatra Barat
Koordinator Lomba Foto Tour de Singkarak, Yulnofrins Napilus, Sabtu 4 Juni 2011, mengatakan untuk lomba foto Tour de Singkarak dengan total hadiah Rp 40 juta ini ada dua kategori yang dilombakan yaitu kategori The Tour de Singkarak yang terkait dengan pembalap, suasana balapan, pembalap dengan latar belakang landscape, dan atraksi khusus.
Sedangkan kategori kedua The Culture of Minangkabau yang terkait dengan keunikan budaya dan human interest yang diambil selama acara berlangsung seperti kesenian, musik, penyanyi, seremonial, aksi dan reaksi masyarakat.
Dia mengatakan lomba foto juga boleh diikuti warga negara asing karena nanti ada banyak fotografer yang akan mengabadikan Tour de Singkarak. "Tahun ini kemungkinan agak sedikit fotografer dari luar Sumatra Barat. Keputusan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk Lomba Foto TdS ini sangat terlambat. Kemungkinan peserta dari luar kota akan menurun dibanding tahun lalu karena mereka sebagian juga akan kesulitan mengajukan cuti dadakan,” kata Yulnofrin.
Foto yang ikut dilombakan adalah foto yang diambil selama Tour de Singkarak pada 6-12 Juni 2011. Sedangkan batas akhir postingan foto pada 26 Juni pukul 24.00 WIB.
Foto-foto yang dilombakan akan digunakan untuk promosi oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Pemenang pertama akan mendapatkan hadiah Rp 7 juta, trofi, dan sertifikat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Pemenang kedua mendapat Rp 5 juta, trofi, dan sertifikat. Pemenang ketiga memperoleh Rp 3 juta, trofi, dan sertifikat. Dan lima pemenang favorit masing-masing Rp 1 juta dan memperoleh trofi dan sertifikat.
Sedangkan lomba foto Kuliner Minagkabau batas akhir pengiriman pada 24 Juli pukul 24.00 WIB. Lomba foto ini dengan total hadiah Rp 8,5 juta ditambah dengan trofi gubernur. Foto kuliner Minang ini harus diambil di Sumatra Barat di rumah makan, warung, atau lokasi umum. Tidak diperbolehkan hasil foto yang dibuat di studio foto.
FEBRIANTI
Nick_2 June 4th, 2011, 08:16 PM ^^
Jumat, 03/06/2011 18:57 WIB
Tour de Singkarak
Balap Sepeda Plus Kesenian Sumbar
Samsul Hadi - detiksport
http://www.detiksport.com/read/2011/06/03/185721/1652818/82/balap-sepeda-plus-kesenian-sumbar
Padang - Event balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2011 disambut antusias oleh masyarakat setempat. Untuk menyemarakkannya, 12 Kota/Kabupaten yang akan dilalui bahkan sudah mempersiapkan kesenian daerah masing-masing.
Kota Padang yang menjadi lokasi pembukaan sekaligus start, saat ini tengah mempersiapkan pekan budaya. Sementara di Kota Pariaman yang akan menjadi persinggahan akhir di etape II telah menyiapkan Rumah Tabuik untuk menggelar kesenian menyambut kedatangan pembalap.
"Semuanya berdasarkan kesepakatan mereka masing-masing. Mereka memang sangat antusias dengan balapan tahun ini, karena memang event ini juga memiliki tujuan promosi wisata," terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Burhasman Boer kepada detiksport, Jumat (3/6/2011).
Masih di Kota Pariaman, Burhasman menambahkan, saat keberangkatan etape III pembalap akan diiringi dengan tradisi monyet memanjat pohon kelapa di sepanjang jalur yang dilalui.
Sambutan kesenian daerah juga tengah dipersiapkan oleh Kabupaten Tanah Datar, yang merupakan lokasi finis untuk etape VI. Keseluruhan pembalap akan dipersilakan menikmati makan basamba atau bersama di Istana Basa Pagaruyung, yang di saat bersamaan juga disuguhkan kesenian Talempong Pacik, Cimuntu, kesenian tradisional dari Sungayang Andaleh Baruh Bukik, Gandang Tabuah dan Tari Gelombang.
"Pokoknya di 12 daerah itu akan ada kesenian berbeda yang ditampilkan," tandas Burhasman.
TdS 2011 akan diikuti oleh 234 pebalap dari 15 tim/negara yang meliputi Jepang, China, Iran, Indonesia, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Inggris, China Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kyrgistan dan Spanyol. Khusus peserta dari dalam negeri akan terbagi dalam 10 tim, yang meliputi sejumlah klub profesional dan tim nasional balap sepeda.
Ke-234 pembalap tersebut akan bertarung menaklukkan 7 etape, yaitu kawasan Kota Padang sebagai pembuka, Padang-Sicincin-Pariaman (etape II); Pariaman-Bukittinggi (III); Bukittinggi-Lembah Harau (IV); Payakumbuh-Sawahlunto (V); Sawahlunto-Istana Basa Pagaruyung (VI A); Istana Basa Pagaruyung-Padang Panjang (VI B); Padang Panjang-Danau Kembar (VII A); dan Danau KeVII B).
Nick_2 June 4th, 2011, 08:34 PM Semangat Rendang dalam Pendakian Everest
Jum'at, 03 Juni 2011 | 14:07 WIB
http://www.tempointeraktif.com/hg/perjalanan/2011/06/03/brk,20110603-338437,id.html
TEMPO Interaktif, Bandung - Daging rendang punya andil dalam kesuksesan tim pendaki Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Universitas Parahyangan (ISSEMU) ke Gunung Everest pada 20 Mei 2011 lalu. Makanan khas daerah Sumatera Barat itu menjadi makanan favorit yang memompa semangat empat anggota tim hingga sanggup meraih puncak tertinggi dunia yang berada pada ketinggian 8.848 meter dari permukaan laut.
“Dalam pendakian ini, jadwal makan rendang merupakan yang paling ditunggu-tunggu,” kata anggota tim Janatan Ginting saat tiba di Bandung, kemarin malam.
Menu itu terasa mewah karena santapan sehari-hari biasanya makanan favorit orang Nepal, yaitu dalbat, hasil olahan sherpa mereka. Makanan itu berupa nasi, sayur kacang, dan kari ayam. Selingannya makanan Jepang sesuai selera pemandu mereka, Hiroyuki Kuraoka.
Bekal daging rendang itu merupakan bikinan Lineke Rustam, ibunda ketua tim pendakian, Sofyan Arief Fesa. Semula, kata Lineke, anaknya minta dibawakan daging rendang sebanyak tiga kilogram, bawang goreng dua kilogram, bawang putih goreng satu kilogram, kering tempe dua kilogram, dan kering kentang dua kilogram. Namun, makanan yang bisa dibawa hanya separuh bobot. “Ternyata kelebihan muatan di pesawat, jadi harus dikurangi,” ujar perempuan berusia 55 tahun itu.
Daging rendang dimasak selama tiga-empat hari hingga berwarna hitam dan tak bersantan agar tahan lama di cuaca dingin. “Kalau mau makan tinggal dipanaskan, rasanya enak banget,” kata Janatan. Karena jumlahnya terbatas, acara makan daging rendang itu diatur hanya lima kali selama dua bulan lebih mereka berada di Gunung Everest.
Pendaki Jepang dan Sherpa yang ikut mencicipi daging rendang itu memuji rasanya. Sementara pendaki lain, kata Janatan, sempat heran karena rendang bisa tahan lama hingga enam bulan di suhu dingin dan rasanya tetap terjaga.
Akan tetapi, daging rendang yang selalu menemani pendakian tim dari puncak pertama itu sempat jadi masalah ketika ingin dibawa ke Gunung Aconcagua, Argentina. Bagian karantina bandara sempat menahan makanan itu yang dibungkus plastik. “Sejak itu saya selalu bungkus rendangnya dengan aluminium foil supaya tidak terdeteksi,” kata Lineke. Sisa bekal pendakian Everest yang masih disimpan di dalam kulkas, sudah ia siapkan untuk dibawa tim ke puncak gunung terakhir, Denali.
ANWAR SISWADI
Nick_2 June 4th, 2011, 08:57 PM Rantau Berbisik di STSI Kenalkan Tanah Minang
Iman HerdianaJum'at, 03 Juni 2011 18:29 wib
http://kampus.okezone.com/read/2011/06/03/373/464318/rantau-berbisik-di-stsi-kenalkan-tanah-minang
BANDUNG- Tanah Minang dikenal dengan semangat merantaunya yang tinggi. Semangat rantau ini dituangkan koreografer Ery Mefri lewat sajian dance teater yang dibawakan Nan Jombang Dance Company berjudul Rantau Berbisik.
Tari modern ini disajikan di Gedung Kesenian Sunan Ambu Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/6/2011). Pertunjukkan ini merupakan bagian pentas keliling Nan Jombang Dance Company di tiga kota di Indonesia.
Di atas panggung, tari disajikan satu penari laki-laki dan empat penari perempuan. Lima penari tersebut adalah Angga Djamar, Rio Indra Wahyudi, Gebby Delsa Wahyuni, Intani Eby, dan Maulidya Oktarina. Mereka berpakaian serba merah di bawah penerangan panggung warna merah.
Tarian dibuka lantunan perempuan yang memelas. Seorang lelaki bertelanjang dada naik ke atas meja makan yang berada di atas panggung. Dia diiringi tiga perempuan yang menuju rak perabotan memasak. Musik disajikan dari dentingan piring, sendok, dan baki.
Dalam suatu adegan, empat penari terpaku di atas meja. Seorang penari perempuan memasuki panggung. Dia disorot lampu bulat panggung yang muncul dari langit-langit. Saat adegan inilah ada jarak antara penari perempuan yang baru datang itu dan para penari yang terpaku di atas meja makan.
Jarak tersebut simbol dari dunia rantau. Sementara peralatan dapur dan meja makan menandakan sesuatu yang khas dari Tanah Minang, yaitu Masakan Padang yang menyebar di mana-mana di penjuru dunia, bukan hanya Indonesia.
Koreografer Ery Mefri menyebutkan, pementasan di STSI adalah pentas yang ke-16 bagi Nan Jombang Dance Company dalam lakon tari Rantau Berbisik.
Juni ini, kata Ery, pihaknya melakukan pentas di tiga kota. Pertama di Bandung (STSI), selanjutnya Taman Budaya Lampung, dan Taman Budaya Bengkulu.
Tari Rantau Berbisik sebelumnya juga pernah pentas di enam negara dan di 10 kota, yakni di Esplanade Teater Singapura (2009), Metropolitan Arts Space Building Tokyo Jepang (Maret 2010), Clark Pampanga Philipina (Maret 2010), tour Australia di Darwin, Cairns, Brishbane, Adelaide (Agustus-September 2010), dan Berlin, Jerman (September 2011).
"Pentas di STSI saya merasa pentas dunia. Terima kasik kepada STSI yang mau beri ruang pentas bagi kami. Itu utang kami. Maka kami undang STSI supaya mau pentas di Padang. Tapi setelah lima tahun lalu kami undang, kenapa STSI ga mau mentas di sana," ungkap Ery, dalam sambutannya.
Dia menjelaskan, tarian Rantau Berbisik menggambarkan pengalaman orang rantau di mana ada tangisan, rindu, penderitaan. "Orang Minang biasanya tak kembali ke Minang setelah merantau. Seperti di Bandung ini, yang dianggap sebagai kampung halaman kami," pungkasnya.(rfa)
Nick_2 June 4th, 2011, 09:33 PM Pertumbuhan Ternak Sumbar di Atas Rata-Rata Nasional
PadangKini.com | Jumat, 03/06/2011, 22:22 WIB
http://www.padangkini.com/index.php?mod=berita&id=6889
PADANG--Menteri Pertanian Suswono mengatakan, pertumbuhan ternak di Provinsi Sumatera Barat yang mencapai 31,6 persen dari PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) lebiih baik dari rata-rata nasional yang baru mencapai 28,4 persen.
Sedangkan konsumsi daging masyarakat Sumbar termasuk tertinggi di Indonesia. Di Sumbar konsumsi daging 7,3 kg per orang per tahun. Sedangkan konsumsi daging penduduk Indoensia rata-rata baru 2 kg per orang per tahun.
Menteri menyampaikan hal itu dalam pidato pembukaan acara Livestock Expo 2011 di Lapangan Merdeka Kota Solok, Jumat (3/6/2011). Livestock merupakan acara yang digelar Pemprov Sumbar bersama pemerintah kota dan kabupaten di Sumbar untuk mendorong pertumbuhan indutri peternakan menuju Swasembada Daging Indonesia 2014.
Dikatakan Menteri, konsumsi daging penduduk Indonesia masih jauh dari Negara berkembang yang sudah maju. Misalnya Malaysia, penduduknya mengkonsumsi daging 30 kg per orang per tahun. Sedangkan konsumsi daging penduduk di negara-negara maju antara 50 kg hingga 100 kg per orang per tahun.
"Karena itu kita dapat mengira tingkat kualiatas kemampuan dan kecerdasan masyarakat kita yang masih rendah terkait dengan rendahnya konsumsi daging, sebab daging merupakan protein yang baik dalam meningkatkan kualitas pemikiran dan kemajuan , serta daya juang untuk berusaha dan bekerja dalam produksi," katanya seperti dikutip siaran pers Humas Pemprov Sumbar.
Program satu petani satu sapi di Sumbar, kata Suswono, merupakan program yang perlu didorong seluruh komponen masyarakat Sumbar. Karena sangat baik dalam meningkatkan potesi peternakan di daerah ini,sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
"Dari sejarah kita melihat masyarakat Sumbar merupakan orang-orang yang mau berkerja keras, memiliki kemampuan pemikiran yang baik dalam mengisi keberlangsungan pembangunan di daerah ini, mudah -mudah masyarakat Sumbar mampu bangkit dan memperlihatkan potensi peternakan yang lebih baik lagi dimasa mendatang," katanya.
Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, pelaksaan Livestock Expo 2011 ajang informasi, pameran promosi untuk saling bersinergi dalam memajukan industri peternakan di Sumbar.
Banyak program yang dilakukan pemerintah bersama pihak perbankan, seperti KUR dan KUPS yang tentunya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dalam meningkatkan produktivitas sehari-hari dalam berusaha," ujarnya.
Ditambahkannya, jika ada dua ekor sapi di lahan 1 ha kebun sawit maka jumlah perkembangan sapi di Sumbar yang memiliki lahan kebun sawit 350 ribu ha bisa 700 ribu ekor.
"Sektor peternakan merupakan salah satu potensi terbaik di Sumbar yang dapat cepat memulihkan dan mensejahterakan masyarakat Sumbar, terutama pasca gempa 30 September 2009," katanya. (pkc)
Nick_2 June 4th, 2011, 09:42 PM Sabtu, 04 Juni 2011
Nilai Ekspor Meningkat
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=6603
Padang - Singgalang
Nilai ekspor Sumbar April 2011 mencapai 341.404,4 dolar USA atau mengalami peningkatan sebesar 127,20 persen dibanding ekspor Maret 2011. Secara kumulatif ekspor Sumbar Januari-April 2011 mencapai 983.889,1 dolar USA atau naik sebesar 72,38 persen dibanding periode yang sama tahun 2010.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/6). Disebutkan, golongan barang ekspor pada April 2011 paling besar adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 176.523,3 dolar USA, diikuti oleh golongan karet dan barang dari karet sebesar 133.970,5 dolar USA.
Negara tujuan ekspor non migas April 2011 terbesar ke negara Amerika Serikat sebesar 124.227,8 dolar USA, disusul ke India sebesar 92.854,1 dolar USA dan ke negara Cina sebesar 42.094,7 dolar USA.
Disebutkan, secara kumulatif ekspor Sumbar April 2011 terbesar adalah negara Amerika Serikat sebesar 32,99 persen, India sebesar 20,73 persen dan Malaysia sebesar 13,33 persen.
Pelabuhan muat terbesar ekspor Sumbar Teluk Bayur. Selama periode Januari-April 2011 telah mampu mengekspor sebesar 982.648,3 dolar USA. Sedangkan dari Bandara Internasional Mi nangkabau sebesar 1.240,8 dolar USA.
Impor
Nilai impor Sumbar April 2011 mencapai 82.256 dolar USA atau mengalami penurunan sebesar 0,76 persen dibanding impor Maret 2011 yang tercatat sebesar 82. 889,2 dolar USA.
Secara kumulatif nilai impor Sumbar Januari-April 2011 mencapai 286.295,1 dolar USA atau mengalami kenaikan sebesar 46,85 per sen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010. Golongan barang im por pada April 2011 paling besar adalah golongan bahan ba kar mineral sebesar 75. 841,8 dolar USA, diikuti golongan dari pupuk sebesar 2.605,8 dolar USA dan ker tas/karton sebesar 1.503,3 dolar USA dan golongan mesin-mesin pesawat mekanik sebesar 1.042,4 dolar USA. Negara pemasok impor April 2011 terbesar Singa pura sebesar 75.841,8 dolar USA, disusul Rusia sebesar 1.493,4 dolar USA dan dari Norwegia sebesar 1.390,8 dolar USA.
Selama periode Januari-April 2011 negara pemasok impor terbesar ditempati Singapura sebesar 85,58 persen dan Rusia sebesar 1,43 persen. Pelabuhan bong kar terbesar impor Sumbar, pelabuhan laut Teluk Bayur. Selama Januari-April 2011 tercatat sebesar 286.286,2 dolar USA. Sedangkan dari pelabuhan udara Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebesar 7000 dolar USA. (103)
afril June 5th, 2011, 04:49 AM sundul dulu sebelum opening dan race besok (day 1-kota padang)
sedikit foto tds 2010
di kelok 44-danau maninjau
http://www.tourdesingkarak.com/data/gallery/1305811806thumb.jpg
crossing..jam gadang-bukittinggi
http://www.tourdesingkarak.com/data/gallery/1305811689thumb.jpg
melintasi persawahan di tepi danau singkarak-kab. solok/kab. tanah datar
http://www.tourdesingkarak.com/data/gallery/1305811561thumb.JPG
diantara persawahan-danau maninjau
http://www.tourdesingkarak.com/data/gallery/1305811745thumb.jpg
melintasi perumahan penduduk..(perkiraan saya di kab. tanah datar)
http://www.tourdesingkarak.com/data/gallery/1305811600thumb.jpg
i'm pertamax guys..:cheers: (sepertinya di pantai gandoriah-kota pariaman)
http://www.tourdesingkarak.com/data/gallery/1305811643thumb.jpg
sumber (http://www.tourdesingkarak.com/gallery/index.php)
Nick_2 June 5th, 2011, 09:26 AM Minggu, 05/06/2011 06:13 WIB
Tour de Singkarak
KA Legendaris 'Mak Itam' Semarakkan Tour de Singkarak
Samsul Hadi - detiksport
http://www.detiksport.com/read/2011/06/05/061305/1653232/82/ka-legendaris-mak-itam-semarakkan-tour-de-singkarak
Padang - Tourism sport bukan sekadar label yang menempel pada Tour de Singkarak 2011. Selain melintasi 12 Kota/Kabupaten dengan later belakang panorama alam indah, kereta api legendaris 'Mak Itam' juga akan meramaikan evet tersebut.
Mak Itam adalah satu di antara dua kereta api tertua di Indonesia, dibuat tahun 1965 kereta tersebut masih menggunakan lokomotif uap berbahan bakar batu bara. Kereta tersebut saat ini dioperasikan di Kabupaten Sawahlunto, setelah sebelumnya didatangkan dari Ambarawa, Jawa Tengah, pertengahan tahun 2009 silam.
"Ini disiapkan khusus untuk mengangkut pembalap saat akan start di Silungkang. Nanti akan ada dua ratusan pembalap yang akan menaikinya," terang Kepala Bagian Humas PT.KAI Divisi Regional II Sumatera Barat Syafrial Romeo, saat ditemui wartawan di Padang, Sabtu (4/6/2011).
Syafrial menambahkan, sejak didatangkan dari Ambarawa, selama ini Mak Itam dijadikan kereta wisata dengan rute perjalanan Kota Sawahlunto- Muara Kalaban. "Tidak setiap hari kereta ini dioperasikan. Dan untuk menyemarakkan Tour de Singkarak, kami sudah menyiapkannya," sambungnya.
Untuk lebih menambah aroma khas Minagkabau, dalam perjalanan Mak Itam mengantarkan dua ratusan pembalap, petugas yang ikut di dalamnya akan mengenakan pakaian adat. Kesenian daerah juga akan dimainkan sebagai pengiring perjalanan.
Tak cukup sampai menjadi sarana transportasi pembalap menuju lokasi start, Mak Itam juga akan dipamerkan di lokasi finish Tour de Singkarak. Untuk mencapai lokasi tersebut, Mak Itam akan menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer dari Sawahlunto menuju Dermaga Danau Singkarak.
TdS 2011 akan diikuti oleh 234 pebalap dari 15 tim/negara yang meliputi Jepang, China, Iran, Indonesia, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Inggris, China Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kyrgistan dan Spanyol. Khusus peserta dari dalam negeri akan terbagi dalam 10 tim, yang meliputi sejumlah klub profesional dan tim nasional balap sepeda.
Seluruh 234 pembalap tersebut akan bertarung menaklukkan 7 etape, yaitu kawasan Kota Padang sebagai pembuka, Padang-Sicincin-Pariaman (etape II); Pariaman-Bukittinggi (III); Bukittinggi-Lembah Harau (IV); Payakumbuh-Sawahlunto (V); Sawahlunto-Istana Basa Pagaruyung (VI A); Istana Basa Pagaruyung-Padang Panjang (VI B); Padang Panjang-Danau Kembar (VII A); dan Danau KeVII B).
( din / nar )
drie June 5th, 2011, 01:02 PM dari Kab. Limapuluh Kota
Jembatan Kelok Sembilan
source : Ulil Fadli (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1398748648813.2052524.1235179049)
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/254838_1844731238099_1235179049_31870727_3373416_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/252536_1844735798213_1235179049_31870761_7619995_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/246680_1844732638134_1235179049_31870737_3443717_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/249232_1844733678160_1235179049_31870747_3888214_n.jpg
^^ Nanti kalau jembatan ini udah selesai, bisa juga dijadikan salah satu rute Tour de Singkarak :D
afril June 6th, 2011, 06:18 AM ^^ gambarnya kinclong banget..:)
----------------
welcome party TDS 2011..
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/gubernur-sumatera-barat-irwan-prayitno-tour-de-singkarak-2011-201106060049382602.JPG
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/suasana-di-dalam-gedung-welcome-party-tour-de-singkarak-2011-201106060049017303.JPG
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/jamuan-makan-malam-para-peserta-tour-de-singkarak-2011-201106060049173681.JPG
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/pebalap-aisan-racing-team-berfoto-bersama-salah-satu-puteri-suma-201106060050114625.JPG
Sumber (http://sepeda.sportku.com/berita/news/actual/5922-welcome-party-tour-de-singkarak-2011)
----------
denger semalam di live reportnya metro tv tim juara tahun lalu Tabriz Petrochemical - IRAN mengundurkan diri menjelang bergulirnya TDS 2011 ini karena salah satu pembalapnya mengalami kecelakaan...sayang memang..
ini dia updatenya
Tour de Singkarak 2011
Juara Bertahan Absen
Padang - Tour de Singkarak (TdS) 2011 dipastikan akan melahirkan juara baru. Tabriz Petrochemical, tim penyandang gelar juara bertahan asal Iran, dengan pembalap andalannya Ghader Mizbani Iranagh yang merupakan juara individual, dipastikan absen dalam ajang balap sepeda tahunan di Sumatera Barat ini.
Tabriz Petrochemical secara resmi mengajukan pembatalan keikutsertaan dalam TdS 2011 pada tanggal 3 Juni lalu. Satu tim lain yang juga mengundurkan diri adalah Giant Cycling Team asal Singapura. Dengan mundurnya dua tim tersebut, jumlah peserta asing dalam TdS 2011 hanya menyisakan 13 tim.
"Mereka mundur di detik-detik akhir verifikasi peserta," ungkap Direktur Jendral Pemasaran Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI Sapta Nirwendar, saat ditemui wartawan seusai Team Manager Meeting di Best Western Premier Basko Hotel, Padang, Minggu (5/6/2011).
Sapta menambahkan, kedua tim tersebut mengajukan pengunduran diri dengan alasan berbeda, meski dia tak dapat menyebutkannya secara pasti. Tabriz diakuinya mundur karena alasan teknis, sementara Giant batal tampil karena alasan yang tidak disampaikan secara terperinci.
"Tabriz mundur dengan alasan teknis. Salah seorang pembalapanya katanya kecelakaan," sambungnya tegas..........
http://www.detiksport.com/read/2011/06/06/012558/1653611/82/juara-bertahan-absen?s99110169
Hari ini pembukaan jam 13.00 di taman budaya dan race Etape I kota Padang pukul 15.00 WIB
http://padangekspres.co.id/up/berita/03062011091424TDS.jpg
http://tourdesingkarak.com/data/general_image/1305985131pic.jpg
Nick_2 June 6th, 2011, 07:01 PM ^^
TdS Kalahkah Iven Malaysia
Padang Ekspres Berita Olah Raga
Senin, 06/06/2011 - 09:46 WIB RPG
http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=28933
Iven balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) yang mulai digelar hari ini (6/6) hingga 12 Juni mendatang, diharapkan bisa memperkenalkan pariwisata Sumatera Barat di mata dunia internasional. Apalagi, dalam iven yang diikuti 225 pebalap dari 17 negara ini, hadir wartawan dari berbagai negara yang meliput sekaligus mempromosikan keindahan alam Sumbar ke dunia.
”Dari liputan mereka bisa mengenalkan Sumbar dan menggaet wisatawan dalam dan luar negeri berkunjung ke Sumbar. Selain itu, peserta TdS juga bercerita dari mulut ke mulut tentang keelokan alam Sumbar,” ujar Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar usai acara makan malam bersama seluruh pihak yang terlibat dalam TdS di Aula Gubernuran tadi malam (5/6).
Pria kelahiran Tanjung Karang, Lampung 13 Mei 1954 ini, menambahkan, kualitas pelaksanaan TdS III ini terus dibenahi, mulai dari fasilitas jalan, sarana dan prasarana umum, hingga sarana pendukung pariwisata. Tahun ini jumlah negara peserta TdS bertambah menjadi 17 negara dari sebelumnya 13 negara. ”Rute yang ditempuh juga bertambah menjadi 739,3 km dengan melewati 12 kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” ujarnya.
Doktor jebolan Universitas Paris IX-Dauphine ini meyakini multiplier effect pelaksanaan TdS terhadap ekonomi Sumbar semakin meningkat setiap tahun.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, pemda Sumbar all out (totalitas) mempersiapkan TdS, terutama pemkab dan pemko yang dilalui pebalap. Gubernur berharap iven ini bisa menunjang pariwisata Sumbar dengan moto ”Menuju Sumbar menjadi Tujuan Wisata Dunia”.
Irwan juga menyatakan kesiapannya jika pemerintah pusat melepas penyelenggaraan TdS ke Sumbar. ”Kita siap, akan kita pasamoan dengan pemerintah kabupaten kota,” ujar putra Kuranji ini.
Selain keindahan alam, peserta TdS disuguhkan atraksi kesenian di Istana Pagaruyung dan di setiap daerah yang dilalui. Pada jamuan makan malam itu, seluruh pebalap, official, dan panitia dimanjakan hiburan dan makanan khas Minang.
Pada TdS III ini, lokomotif uap ”Mak Itam” ambil bagian saat lomba berlangsung di stage VI Sawahlunto-Tanahdatar pada Sabtu (11/6). PT KAI Sumbar akan menjadikan sirene kereta api uap untuk penanda start di lapangan sepakbola Cinto Mani Silungkang. Sebelumnya, pebalap diangkut dengan gerbongnya menuju garis start.
Belasan Miliar Berputar
Bagi perekonomian daerah, ajang balap sepeda internasional ini diyakini bakal berdampak besar pada perputaran uang di Sumbar. Estimasi tersebut, menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, Maulana Yusran, bisa dihitung dari jumlah dana yang digelontorkan pusat untuk kegiatan ini, kemudian belanja peserta dan official, wartawan dari berbagai negara serta wisatawan yang menyaksikan iven akbar ini.
”Jadi, gelaran TdS ini konon mampu mengalahkan iven Tour de Langkawi di Malaysia. Untuk sewa hotel saja misalnya, bagi 234 pebalap plus ofisial, rata-rata rate kamar berkisar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per kamar. Kalikan saja selama 10 hari,” ungkap Maulana usai launching Direct Promotion terkait TdS 2011 di Hotel Basko, akhir pekan lalu.
Dalam menyambut iven TdS ini, PHRI menyiapkan sekitar 300 kamar kategori berbintang. Aspek lainnya dari penyewaan kendaraan panitia. ”Selama TdS, 150 unit kendaraan dari berbagai jenis kami kontrak. Ini untuk akomodasi ofisial, panitia dan wartawan peliput hingga 12 Juni mendatang,” ujar Kasubid Pemasaran Kemenbupar, Raseno Arya.
Para pemenang tiap etape, disediakan dana Rp750 juta. ”Jadi dapat dibayangkan, begitu besarnya biaya di TdS. Tahun ini, kami dari kementerian saja menggelontorkan dana ke Sumbar sekitar Rp4 miliar,” bebernya.
Jalan Utama Ditutup
Selama pelaksanaan TdS, semua jalur ditutup. Pada etape pertama di Padang, Senin (6/6), penutupan jalur dimulai pukul 14.00 sampai pukul 16.30. Etape 1 start dan finish di Jalan Samudera, di pelataran parkir Taman Budaya.
Etape II dari Padang-Pariaman, Selasa (7/6). Penutupan jalan dimulai dari pukul 08.00 sampai 10.00. ”Di etape II, hanya sistem buka tutup jalur,” ujar Waka Polresta Padang, AKBP Wisnu Handoko.
Jalur menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) salah satu yang ditutup etape II. ”Dalam jadwalnya, rute di fly over Duku ditutup untuk umum antara pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB,” jelas Wisnu.
Selama etape I, jalur kendaraan Tabing-Pasar Raya dialihkan ke Tunggulhitam, Jati, M Yamin. Untuk mengamankan pelaksanaan TdS, aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Padang mengerahkan 771 personel pada etape I. Untuk etape kedua, 885 personel aparat dikerahkan. (a/kd)
[ Red/Revdi Iwan Syahputra ]
Nick_2 June 6th, 2011, 07:19 PM Disambut di Bandara BIM Kemarin
http://www.padang.go.id/v2/content/view/4402/1/
30 Peserta PPSA XVII Lemhanas RI Studi Strategis ke Sumbar Seminggu
Sebanyak 30 peserta PPSA XVII Lemhanas RI melakukan studi strategis dalam negeri (SSDN) ke Kota Padang, Kab. Tanah Datar dan Kota Bukittinggi. Mereka mendarat, Minggu kemarin (5/6), di Bandara BIM, dan disambut dengan tari pasambahan/ tari gelombang serta disuguhi sirih dalam carano. Sebagai ungkapan rasa senang dan bangga masyarakar Minang oleh dara- dara manis Minangkabau.
Dalam rombongan tersebut selain Walikota Padang DR. H. Fauzi Bahar, M. Si (peserta- Red), juga terdiri dari, Prof. DR. Ir. Budi Susilo Soepanji D.E.A Gubernur Lembahanas RI, Mayjen TNI Tony SB Hoesodo, Isti Anggarawati, SH, M, Pd, Ipda Pol. Rudi Supriadi, Drs. H. Syamsu Aman, Sy. A. M. Si, Mayjen TNI (Purn) Baharudin, SE, Mayjen TNI (Purn) E. Imam Maksudi,.
Mayjen TNI (Purn) Mulya Setiawan, S.Ip, M. Sc, Ir.Kurdinanto Sarah, M.Sc, Edwinanto, SE, Brigjen TNI Pandu Wibowo, SE, Prof. DR. Hj. Ani, M. Hasan, M. Pd, DR. H. Fauzi Bahar, M. Si, Dyah N.K. Miakhijani, SH. MBA, Brigjen TNI Ibnu Darmawan, Brigjen TNI. H. BambangGandhi, Laksma TNI Asep Burhanuddin, Laksma TNI Toto Permanto, Marsda TNI. Ir Moh. Amien Syahbudiono, M. Sc, Marsma TNI Teddy Sutedjo.P, Marsma TNI Drs. Sugiyanto, MM, Brigjen Pol. Drs. Muhammad Tito Karnavian, MA,
Bahar Buasan, ST, Nizam Burhanuddin, SH, MH, Dr. Andi Eka Sakya, M. Eng, Prof. DR. Wahyono, SH, MS, Dr. Yusherman, SE, MM, Muhammad Rahmad, S. ag, MM, H. Imam Prasetyo Moelyadi, SE. Dengan pimpinan rombongan Drs. H. Syamsu Aman SY. A. M. Si.
Di Bandara BIM hadir Muspida Provinsi Sumbar, Muspida Padang, pimpinan SKPD dan aparat pemerintah setempat. Malam harinya rombongan dijamu makam malam di Palanta Kediaman Walikota Padang. Disuguhkan masakan khas Minang dan berbagai atraksi kesenian tradisional dan hiburan lainnya.
Di daerah ini selama seminggu sampai (10/6). Senin sampai Rabu rombongan akan mengunjungi sekaligus melakukan dialog dengan berbagai komponen masyarakat, birokrat, TNI/ Polri, akademisi, pengelola perusahaan besar di Padang, anggota DPRD Sumbar/ Kota Padang, pemuka adat, OKP, Ormas, dan aparat daerah. Antara lain dengan jajaran Pemda Provinsi Sumbar di gubernuran, jajaran Polda Sumbar, anggota DPRD Prov. Sumbar dan Kota Padang, PT Semen Padang, dan aparat Kab. Tanah Datar dan Kota Bukittinggi.
Khusus Kamis dan Jumat rombongan melakukan kunjungan ke Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi dan Padang Panjang.
Menurut Pimpinan rombongan Syamsu Aman SY, AM, dipilihnya Kota Padang dan beberapa daerah di Sumbar dalam studi strategis ini, karena dinilai daerah yang paling aman. Untuk itu para siswa Lemhanas ingin mendapatkan input- input dan trick- trick yang dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat.
Lemhanas RI berharap benih- benih teroris dan ajaran sesat jangan sampai berkembang di daerah Sumatera Barat. Sehingga daerah ini bisa dijadikan percontohan di tingkat nasional dalam penangkalan benih- benih teroris dan ajaran sesat. (Rel)
afril June 7th, 2011, 02:33 AM Post di thread ini saja ya...foto2 TDS 2011
pembukaan oleh Menbudpar..
Penyambutan Pembukaan Tour de Singkarak 2011
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/a-20110606190155-6607.JPG
Penampilan Barongsai - Pembukaan Tour de Singkarak 2011
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/ff-20110606190156-2881.JPG
Tarian Rantak Sadagam - Pembukaan Tour de Singkarak 2011
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/efs-20110606190156-7012.JPG
Team Polygon Sweet Nice - Pembukaan Tour de Singkarak 2011
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/hy-20110606190156-4247.JPG
Jero Wacik memberikan kata sambutan - Pembukaan Tour de Singkarak 2011
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/na-20110606190156-2520.JPG
sportku.com (http://sepeda.sportku.com/berita/news/actual/5938-tour-de-singkarak-2011-resmi-dibuka-oleh-menteri-kebudayaan-dan-pariwisata-jero-wacik)
afril June 7th, 2011, 02:36 AM result race I
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/y-20110606210323-9924.JPG
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/i-20110606210323-6997.JPG
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/g-20110606210323-3838.JPG
http://cdn.sportku.com/uploads/article-images/u-20110606210323-6845.JPG
SPORTKU.COM (http://sepeda.sportku.com/berita/news/race-result/5942-tim-indonesia-dominasi-juara-etape-1-tour-de-singkarak-2011)
sherif_claude June 7th, 2011, 03:38 PM Selasa, 07 Juni 2011
Kembali Bersepeda
SAYA tercenung ketika ketua koperasi Hounan Kagawa Jepang, Ootsuka Masaihiro menyampaikan kesannya tentang Sumatra Barat setelah ia berkunjung ke daerah ini untuk pertamakalinya.
“Di sini terlalu banyak sepeda motor dan mobil,” ujarnya spontan. Nampaknya ia memberikan kesan terhadap kendaraan bermotor yang ramai lalu-lalang, berdesak-desakan memadati jalan-jalan di seantero Sumatra Barat. Jalan-jalan selalu padat, bahkan macet di sejumlah tempat.
“Hal ini perlu diperhitungkan lagi, apakah merupakan sebuah pemborosan,” ujarnya.
“Tapi tahukah Anda, hampir semua kendaraan itu adalah buatan Jepang, kan meguntungkan bagi negara Anda,” ujar saya sambil berseloroh. Tawanya langung tersembur ketika hal itu disampaikan. “Di satu sisi memang meguntungkan Jepang, tapi kasihan juga jika merugikan masyarakat,” imbuhnya
Jika dicermati memang terlihat perbedaan menyolok antara Sumatra Barat dan Provinsi Kagawa, Jepang Barat, tempat koperasi Hounan Kagawa berada. Di Kagawa, meski kepadatan penduduknya hampir dua kali lipat penduduk Sumatra Barat, tapi tak terlihat antrean panjang kendaraan di jalanan. Lalu-lintas berjalan lancar bahkan jalanan terlihat lengang.
Setelah diamati, ada dua kata kunci yang membuat hal itu bisa terjadi, yaitu, berhemat dan disiplin. Masyarakat Kagawa, juga masyarakat Jepang umumnya, berhemat dalam melakukan perjalanan dan penggunaan kendaraan.
Bisa dipastikan setiap keluarga di Jepang memiliki minimal satu mobil. Tapi tak sembarangan dan tidak setiap saat mobil itu mereka gunakan. Umumnya hanya sekali seminggu saja atau untuk keperluan yang sangat mendesak saja mobil itu mereka pergunakan. Untuk perjalanan ke kantor, tempat kerja atau sekolah, mereka menggunakan angkutan umum atau sepeda.
Di Jepang tak ada anak ke sekolah diantar jemput orang tuanya. Mereka dilatih mandiri, berangkat dan pulang sekolah secara mandiri menggunakan sepeda. Kakak kelas mereka bertugas membantu sampai mereka bisa mandiri. Begitu juga di kantor-kantor dan perusahaan. Halaman parkir dipenuhi oleh sepeda, hampir cuma dalam hitungan jari saja mobil terlihat parkir di halaman kantor, perusahaan maupun sekolah.
Di saat jam kerja berlangsung nyaris tak terlihat lagi kendaraan lalu-lalang di jalanan, mereka seperti tenggelam dalam pekerjaan dan aktivitas masing-masing. Mereka disiplin dalam berlalu lintas, juga disiplin dalam bekerja. Tidak heran jika mereka bisa memetik buah upaya berhemat dan disiplin itu, yaitu nyaman di jalanan, bisa bekerja dengan tenang dan mendapat hasil optimal. Jepang telah menjelma menjadi negara kaya dan maju.
Tanpa sadar kita ikut menyumbang untuk pembangunan negeri Jepang yang megah itu, melalui jutaan kendaraan bermotor atau produk elektronik lainnya yang kita beli kepada mereka. Kita atau merekakah yang lebih kaya?
Di Jepang pengguna sepeda sangat dihargai, bahkan dianggap pahlawan. Mereka dianggap pahlawan karena telah berjasa terhadap negara. Pengguna sepeda berjasa kepada negara karena berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas. Pengguna sepeda juga juga berjasa kepada negara karena dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang makin mahal dan langka. Tak hanya itu, pengguna sepeda juga telah berjasa dalam upaya mengurangi pencemaran lingkungan.
Pada tahap awal, jika upaya kembali bersepeda ini dilakukan satu orang saja, tentu belum berarti apa-apa. Namun jika gerakan ini dilakukan secara massal, ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan orang, tentu gerakan ini akan menimbulkan dampak yang dahsyat! Suatu saat kita tak perlu lagi beteriak-teriak karena alasan BBM langka.
Di Sumatra Barat, gerakan kembali bersepeda adalah pilihan yang paling cocok, baik untuki kesehatan, maupun terhadap upaya penyelamatan lingkungan.
Catatan kesehatan telah lama membuktikan, masyarakat Sumatra Barat sangat rentan terhadap penyakit stroke, hipertensi, diabetes, asam urat, jantung koroner dan sejenisnya. Solusi terbaik dan paling aman, bersepeda.
Gerakan bersepeda bisa dimulai dari siswa, pelajar, atau karyawan yang jarak tempuh perjalanannya tidak terlalu jauh. Jika hal ini bisa dilaksanakan, maka ini sebuah perubahan yang luar biasa, karena ada ratusan ribu bahkan jutaan siswa, pelajar dan karyawan di Sumatera Barat yang bisa ikut berkontribusi.
Mari kita jadikan momen Tour de Singkarak (TdS) dan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang jatuh pada 6 Juni sebagai titik balik untuk kembali bersepeda.
Selamat bersepeda! (*)
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=6636
sherif_claude June 7th, 2011, 03:48 PM Minggu, 05/06/2011 06:13 WIB
Tour de Singkarak
KA Legendaris 'Mak Itam' Semarakkan Tour de Singkarak
Samsul Hadi - detiksport
http://www.detiksport.com/read/2011/06/05/061305/1653232/82/ka-legendaris-mak-itam-semarakkan-tour-de-singkarak
Padang - Tourism sport bukan sekadar label yang menempel pada Tour de Singkarak 2011. Selain melintasi 12 Kota/Kabupaten dengan later belakang panorama alam indah, kereta api legendaris 'Mak Itam' juga akan meramaikan evet tersebut.
Mak Itam adalah satu di antara dua kereta api tertua di Indonesia, dibuat tahun 1965 kereta tersebut masih menggunakan lokomotif uap berbahan bakar batu bara. Kereta tersebut saat ini dioperasikan di Kabupaten Sawahlunto, setelah sebelumnya didatangkan dari Ambarawa, Jawa Tengah, pertengahan tahun 2009 silam.
"Ini disiapkan khusus untuk mengangkut pembalap saat akan start di Silungkang. Nanti akan ada dua ratusan pembalap yang akan menaikinya," terang Kepala Bagian Humas PT.KAI Divisi Regional II Sumatera Barat Syafrial Romeo, saat ditemui wartawan di Padang, Sabtu (4/6/2011).
Syafrial menambahkan, sejak didatangkan dari Ambarawa, selama ini Mak Itam dijadikan kereta wisata dengan rute perjalanan Kota Sawahlunto- Muara Kalaban. "Tidak setiap hari kereta ini dioperasikan. Dan untuk menyemarakkan Tour de Singkarak, kami sudah menyiapkannya," sambungnya.
Untuk lebih menambah aroma khas Minagkabau, dalam perjalanan Mak Itam mengantarkan dua ratusan pembalap, petugas yang ikut di dalamnya akan mengenakan pakaian adat. Kesenian daerah juga akan dimainkan sebagai pengiring perjalanan.
Tak cukup sampai menjadi sarana transportasi pembalap menuju lokasi start, Mak Itam juga akan dipamerkan di lokasi finish Tour de Singkarak. Untuk mencapai lokasi tersebut, Mak Itam akan menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer dari Sawahlunto menuju Dermaga Danau Singkarak.
TdS 2011 akan diikuti oleh 234 pebalap dari 15 tim/negara yang meliputi Jepang, China, Iran, Indonesia, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Inggris, China Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kyrgistan dan Spanyol. Khusus peserta dari dalam negeri akan terbagi dalam 10 tim, yang meliputi sejumlah klub profesional dan tim nasional balap sepeda.
Seluruh 234 pembalap tersebut akan bertarung menaklukkan 7 etape, yaitu kawasan Kota Padang sebagai pembuka, Padang-Sicincin-Pariaman (etape II); Pariaman-Bukittinggi (III); Bukittinggi-Lembah Harau (IV); Payakumbuh-Sawahlunto (V); Sawahlunto-Istana Basa Pagaruyung (VI A); Istana Basa Pagaruyung-Padang Panjang (VI B); Padang Panjang-Danau Kembar (VII A); dan Danau KeVII B).
( din / nar )
^^
Maaf mau koreksi sedikit mengenai Mak itam pada berita di atas.
Mak itam itu berasal dari sawahlunto yang di datangkan Belanda, yang di bawa ke musium kereta api di ambarawa karena musium kereta api di indonesia hanya ada di ambarawa saat itu, setelah sawahlunto mempunyai musium kereta api sendiri mak itam kembali di pulangkan ke sawah lunto.
jarak dari kota Sawah lunto ke dermaga singkarak bukan 10 km tapi puluhan kilometer.
Nick_2 June 8th, 2011, 12:51 PM Rabu, 08 Juni 2011 - 09:05:07 WIB
Sumbar Raih 5 Penghargaan LH dari Presiden SBY
http://kliksumbar.com/berita-987-sumbar-raih-5-penghargaan-lh-dari-presiden-sby.html
Jakarta, KlikSumbar
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno serta beberapa bupati dan walikota di Sumatera Barat pada hari Selasa ( 7/06) di Istana Negara Jakarta, menerima penghargaan lingkungan dari Presiden Republik Indonesia dalam acara Peringatan Hari Lingkungan Se Dunia. Hadir dalam kesempatan tersebut Ibu Ani Bambang Yudhoyono, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Duta Besar dan undangan.
Tahun ini, Indonesia mengambil tema "Hutan Penyangga Kehidupan" yang mempunyai makna bahwa hutan memiliki esensi sebagai penyangga keseimbangan lingkungan hidupnya. Dalam acara itu, Presiden juga menyerahkan penghargaan Kalpataru dan Adipura.
Tema tersebut menekankan pentingnya hutan yang berfungsi memberikan layanan bagi kehidupan. Hutan memiliki nilai keberlanjutan dan menegaskan keterkaitan antara kualitas kehidupan manusia dan kelestarian ekosistem hutan.
Kabid Peningkatan Kapasitas Informasi Lingkungan Bapedalda Prov. Sumbar, Ir. Siti Aisyah, MSi menyampaikan, momen Hari Lingkungan Hidup Se Dunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni biasanya diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup.
Lima penghargaan lingkungan yang diterima Sumatera Barat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional 2011 adalah Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Prov Terbaik Nomor 1 diterima Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, SLHD Kabupaten Terbaik No.1 diterima Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit, SLHD Kota Terbaik No.2 diterima oleh Walikota Padang Fauzi Bahar, Kalpataru kategori Perintis diterima oleh Maramis Asid dari Pasaman Barat dan Piala Adipura diterima oleh Walikota Solok Irzal Ilyas.
Nick_2 June 8th, 2011, 01:16 PM Danau Kembar Ditargetkan Jadi daerah Tujuan Wisatawan
Padang Ekspres Rabu, 08/06/2011 - 10:41 WIB Ilham Safutra
http://padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=28993
Kawasan Danau Kembar, Kabupaten Solok ditargetkan menjadi salah-satu daerah tujuan para wisatawan, sebab pesona alamnya tak kalah menarik dibanding sekian banyak objek wisata lainnya di Sumatera Barat (Sumbar). Danau Kembar juga tergolong unik dan ajaib, dimana letak antara Danau Dibawah dan Danau Diatas hanya berjarak 300 meter.
Hal ini ditegaskan Bupati Solok, Syamsu Rahim dalam acara pembukaan Pestival Danau Kembar (FDK) Tahun 2011 di Convention Hall Alahan Panjang, Senin (6/6) kemarin. FDK adalah sebuah pergelaran wisata dan budaya yang sengaja diangkat Pemerintah Kabupaten Solok bersamaan dengan Event Tour de Singkarak guna menggairahkan dunia pariwisata di bumi markisa itu. Pelaksanaannya bakal berlangsung hingga 12 Juni mendatang.
Menurut rencana selama FDK tersebut akan turut dimeriahkan oleh berbagai pergelaran seni dan budaya, diantaranya pertunjukan tari tradisional khas Kabupaten Solok, pacu biduak tradisional ala nelayan, festival baju kuruang basiba, eksebisi para layang, pawai budaya, festival makanan kuliner khas Solok, festival burung berkicau dan lain sebagainya.
“Kita sengaja menggelar kegiatan FDK ini bersamaan dengan TDS, tujuannya untuk mempromosikan pada masyarakat dunia bahwasanya di Kabupaten Solok juga ada sebuah kawasan wisata yang tak kalah menarik yaitu Danau Kembar, ujarnya. (mg9)
sherif_claude June 12th, 2011, 06:17 PM Sabtu, 11 Juni 2011
STAGE V
http:////www.hariansinggalang.co.id/masuak/foto_berita/866101lunto.jpg
Sejumlah pebalap beradu kecepatan di kawasan Tanah Datar pada stage V Tour de Singkarak (TdS), Jumat (10/6). Stage V sejauh 79 kilometer, kembali diborong pebalap Azad University Iran. (antara)
afril June 13th, 2011, 03:10 AM Sejumlah pebalap beradu kecepatan di kawasan Tanah Datar pada stage V Tour de Singkarak (TdS), Jumat (10/6). Stage V sejauh 79 kilometer, kembali diborong pebalap Azad University Iran. (antara)
^^ bisa juga post disini thread TDS 2010 - 2011 (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1143991&page=7) :)
afril June 14th, 2011, 12:58 AM Hutan SumBar terbaik di Sumatera
Selasa, 14 Juni 2011 01:21
PASAMAN, HALUAN — Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan apresiasi kepada Sumatera Barat yang kondisi hutannya dinilai terbaik di Sumatera, karena kerusakannya sedikit.
“Hutan di Sumbar terbaik di Sumatera karena kerusakannya masih sedikit, berkat kesadaran masyarakat tinggi dalam melestarikan lingkungan,” kata Zulkifli Hasan di Pasaman Sumatera Barat, Senin (14/6), usai membuka rapat koordinasi pemerintah provinsi dengan bupati/wali kota se-Sumbar.
Penilaian tersebut disampaikan Zulkifli setelah melakukan pengamatan dari udara melalui helikopter dalam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau Padang menuju Kabupaten Pasaman.
Ia mengatakan hutan di Sumbar sangat indah karena dikelilingi bukit barisan dan merupakan hutan alam yang terjaga dengan baik.
“Berdasarkan pengamatan dari udara belum ditemukan banyak kerusakan dan hanya dibeberapa titik saja terlihat ada penebangan,” lanjut dia.
Dikatakan, selain kondisi hutan yang masih terjaga budaya menanam masyarakat Sumbar juga tinggi tidak kalah dengan masyarakat yang berada di Pulau Jawa.
“Hal ini perlu dijaga oleh pemerintah setempat dan masyarakat karena hutan merupakan aset yang sangat strategis,” katanya.
Ia menyebutkan pada 1999-2002 laju deforestasi (kerusakan hutan) secara nasional mencapai empat juta hektare per tahun.
“Pada 2011 angka tersebut berhasil ditekan, dan tinggal 600 ribu hektare deforestasi saat ini,” katanya.
Menurut dia, pemerintah saat ini sedang memprogramkan penanaman 1,3 miliar bibit pohon di seluruh daerah di Tanah Air untuk mengembalikan fungsi hutan. (ant) (haluan (http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5719:hutan-sumbar-terbaik-di-sumatra&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71))
^^ semoga saja hutan di sumbar tetap terjaga..:cheers:
badabua June 15th, 2011, 09:18 AM ==== Nan Tacelak di Tour de Singkarak 2011 ====
http://i621.photobucket.com/albums/tt294/barebehtebeh/kamex.jpg
http://i621.photobucket.com/albums/tt294/barebehtebeh/kamex1.jpg
http://i621.photobucket.com/albums/tt294/barebehtebeh/kamex6.jpg
http://i621.photobucket.com/albums/tt294/barebehtebeh/kamex5.jpg
http://i621.photobucket.com/albums/tt294/barebehtebeh/kamex3.jpg
http://i621.photobucket.com/albums/tt294/barebehtebeh/kamex4.jpg
http://i621.photobucket.com/albums/tt294/barebehtebeh/kamex2.jpg
disadur (http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=3194465273&p=1)
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-Nan-tacelak-di-Tour-de-Singkarak-2011?pid=48567#pid48567
badabua June 16th, 2011, 07:49 AM Padang Pariaman Terima Piagam Kebudayaan
Padangpariaman, SitinjauNews – Terpilihnya Kabupaten Padang Pariaman, sebagai penerima Piagam Penghargaan Kebudayaan dari Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) Tahun 2011, tidak terlepas atas kesungguhan dan kerja keras, Bupati Ali Mukhni, sebagai pemimpin daerah ini.
Demikian diungkapkan Kabid Seni Budaya, Dinas Pariwisata Seni Budaya Kabupaten Padang Pariaman, Asdi, S.Pd kepada SitinjauNews, Rabu (15/6/2011) di Pariaman.
Dikatakan, Piagam Penghargaan Kebudyaan itu, langsung diserahkan Ketua LKNI kepada Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, Selasa (7/6/2011) di Pandopo Wali Kota Pariaman, bersaan dengan jamuan makan malam Atlit Tour De Singkarak 2011.
Menurut Asdi, dari sekian banyak kabupaten/kota di Sumatera Barat, hanya kabupaten Padang Pariaman yang menerima Piagam Penghargaan tersebut, ini adalah merupakan penghormatan kepada daerah. Alasannya, karena Padang Pariaman, rajin menggelar Seni Budaya, sejak dari bawah sampai ketingkat nasional.
“Group Seni Budaya Padang Pariaman, pada Tahun 2010, tampil di Istana Negara dihadapan Presiden RI SBY dan Kabinet Bersatu Jilid II dengan membawakan, kesenian Minang asal Padang Pariaman, seperti, insturumen Talempong, Saluang, Bansi, Serunai dan Pupuik Batang Padi,” ujar Asdi.
Lebih jauh disampaikan Asdi, permainan kesenian itu, juga diiringi dengan nyanyian lagu klasik minang, misalnya, ayam den lapeh, ngarai sianok dan minangkabau serta lagu lainnya. Pembinaan terhadap group seni budaya di daerah selalu digalakan, seperti indang, rabab galuak, tari piriang di atas pencahan kaca.
“Kita berharap kepercayaan ini, bisa dipertahankan dan ditingkatkan setiap tahunnya,” tukuk Asdi
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-Padang-Pariaman-Terima-Piagam-Kebudayaan?pid=48591#pid48591
afril June 17th, 2011, 03:29 PM Premprov Sumbar Siap Bersinergi dengan Pelaku Pariwisata
PADANG- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, pemerintah provinsi ke depan siap bersinergi dengan pelaku pariwisata dalam membangun dan pengembangan potensi wisata.
"Upaya pengembangan potensi pariwisata yang dimiliki memang membutuhkan sinergitas berbagai komponen di daerah, sehingga bisa memberikan perhatian secara bersama-sama termasuk masyarakat," kata Gubernur pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) III DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, di Padang, Kamis (16/6).
Selain itu, tentunya dibutuhkan dukungan infrastruktur dan transportasi, sehingga pengunjung bisa merasa nyaman datang ke Sumbar.
Untuk itu gubernur berharap pengurus PHRI ke depan yang terpilih sangat diminta untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya menyatukan konsep dan persepsi ke depannya.
Menyinggung rencana pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), gubernur mengatakan, tentunya sangat mendukung dan tidak akan tumpang tindih dengan program pemerintah daerah.
Menurut gubernur, kehadiran BPPD bisa bersinergi dengan berbagai pihak terkait dalam mendorong promosi pariwisata Sumatera Barat.
Ketua Umum PHRI Pusat, Yanti Sukamdani menilai, Sumbar berpotensi mengembangkan sektor pariwisata di masa mendatang dengan dukungan keelokan alamnya.
Upaya ini, tentu diharapkan pemerintah daerah memberikan dukungan dan kemudahan terhadap pendirian sarana-prasarana penunjang, termasuk kemudahan dalam pendirian hotel dan restoran.
"Ke depan sektor pariwisata harus bisa menjadi industri, sehingga bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di daerah. Buktinya pajak hotel dan restoran saja 2010 di Sumbar sudah capai Rp19 miliar dari 95 hotel dan masa mendatang bisa lebih besar lagi," kata Yanti.
Selain Musda III PHRI Sumatera Barat, juga digelar Seminar bertema "Pemantapan Jaringan Promosi Pariwisata Daerah untuk Membangun Pariwisata Indonesia" dengan pembicara, Dirjen Pemasaran Kemenbudpar, Sapta Nirwandar, Ketum PHRI Yanti Sukamdani, Penasehat PHRI, Aim Zein.(ant/hrb)
investor.co.id/tourism (http://www.investor.co.id/home/premprov-sumbar-siap-bersinergi-dengan-pelaku-pariwisata/14191)
-------------------
^^ moga saja pembentukan BPPD dapat memberikan kontribusi positif nantinya untuk pariwisata Sumbar, bukan hanya untuk menghabis2kan anggaran sementara hasilnya nihil..semoga..
afril June 17th, 2011, 11:59 PM November, Kelok 9 Diresmikan Presiden
dari Kab. Limapuluh Kota
Jembatan Kelok Sembilan
source : Ulil Fadli (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1398748648813.2052524.1235179049)
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/246680_1844732638134_1235179049_31870737_3443717_n.jpg
Lima bulan lagi, jalan layang Kelok 9 siap dibangun. Pembangunan infrastuktur jalan ini akan membuat hubungan Sumbar-Riau makin lancar.
PADANG, HALUAN — Jalan layang Kelok 9 akan dibuka untuk umum pada akhir November mendatang. Seluruh kendaraan dapat melintas di jalan yang megah ini, setelah peresmian pemakaiannya oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat bersamaan, orang nomor satu di Indonesia ini juga direncanakan akan meresmikan pengoperasian PLTU Teluk Sirih dan Fly Over Duku. Selanjutnya juga dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama perluasan dermaga Teluk Bayur Padang, peleta*kan batu pertama pembangunan jalur Kereta Api Short Cut Padang-Solok serta jalur Kereta Api Duku-BIM.
Asisten III Administrasi Pem*bangunan H.Mahmuda Rivai di*dampingi Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau Setdaprov Sumbar, Suhermanto Raza, saat meninjau pembangunan Jalan Layang Kelok 9 Jumat (17/6) menga*takan, sebelum diresmikan pema*kaian*nya, Wakil Gubernur Sumbar juga akan meninjau kesiapan Kelok 9.
Menurut Pejabat Pembuat Ko*mit*men (PPK) Pembangunan Jalan Layang Kelok 9, Ir.Dahler,MSc didampingi Kepala Proyek Kelok 9, Ir.Loli Hendro, Konsultan Supervisi, Widiarso dan Senior Instrukur, Syafran Mulia, pem*bangunan jalan Kelok 9 tahap I direncanakan selesai akhir November 2011 ini. Jalan yang meng*hubung*kan Sumbar dengan Riau tersebut terdiri dari 6 jembatan sepanjang 970 meter serta jalan penghubung sepanjang 5.000 meter.
Namun untuk tahap I ini, jemba*tan yang telah selesai dan dapat digunakan adalah jembatan nomor 3, 4, 5 dan 6 arah ke Pekanbaru. Pembangunan jalan layang ini hingga diresmikan nanti menghabiskan dana sebesar Rp313 miliar. Sedangkan dana yang sudah terealisasi hingga 2010 mencapai Rp252,9 miliar atau sudah 80 persen.
Tahun 2011 ini, dialokasikan dana sebesar Rp60 miliar atau 20 persen pekerjaan fisik, diantaranya untuk pembangunan PC-Box sepanjang 55 meter, arc bridge 90 meter, land scape, pembangunan aspal jalan penghubung sepanjang 2500 meter, pelengkap jalan dan jembatan serta lampu penerangan jalan.
Sedangkan jembatan 1 dan 2 yang berada di dekat Lubuk Bangku, akan dikerjakan pada tahap 2 yang dimulai tahun 2012-2013 dengan anggaran sebesar Rp200 miliar. Tenaga kerja yang terlibat dalam proyek ini sebanyak 200 orang.
“Pekerjaan tahap I sudah menca*pai 80 persen, direncanakan pada akhir November ini bisa tuntas 100 persen. Nanti akan dilanjutkan dengan tahap I untuk jembatan 1 dan 2 yang diperkirakan selesai akhir 2013. Dan Januari 2014 dipastikan sudah tuntas seluruhnya,” terang Dahler.
Karena belum semua jembatan dapat diselesaikan, maka pengguna jalan nantinya langsung masuk ke jalan baru pada KM 146.500 setelah Lubuk Bangku yang terhubung dengan jembatan 3 dan seterusnya hingga jembatan 6 pada KM 147.560.
“Saat ini kita sedang mengerjakan jembatan ke-empat. Pembangunannya lebih sulit dibanding jembatan lainnya. Ketinggiannya jembatan ini mencapai 90 meter dari tanah,” jelas Dahler.
Dari pantauan lapangan, pekerjaan paling berat memang menghu*bungkan antar jembatan, terutama jembatan 3 dan jembatan 4. Para pekerja harus berhati-hati karena tingginya jembatan dari tanah. Jalan yang sudah ada sekarang masih berupa coran kasar, masih akan dilapis agar lebih nyaman.
Sementara untuk perkuatan tebing jalan, ditanam tanaman alami setempat seperti tanaman sejenis benalu, sakek. Diharapkan dengan tanaman ini dapat mengikat tanah dan tidak mudah longsor.
Proyek jalan dengan lebar 15 meter dan melintas hutan suaka ini, dikerjakan Waskita Karya, Adhi Karya dan Hutama Karya dan JO. Awal pertama kali dikerjakan tahun 2003-2007.
Dinding pengaman jalan 1,5 meter
Untuk pengamanan para pe*ngendara, jalan ini dilengkapi dinding pengaman setinggi 1,5 meter dari dasar jalan. Sebab ruas jalan ini terutama pada jembatan nomor 4 tingginya dari tanah mencapai 90 meter dan kecepatan pengendara nanti akan diatur. Penggunaan jalan ini nantinya juga akan diatur, lengkap dengan rambu-rambunya.
Pengguna juga jalan dilarang berhenti di sepanjang Jalan Layang Kelok 9. Ini penting dilakukan Karen akawasan Kelok 9 adalah kawasan hutan Suaka Alam. Dikha*watirkan pengedara yang berhenti di ruas jalan ini akan mengotori lingkungan sekitar atau bahkan membahayakan hutan dengan membuang puntung rokok yang menyebabkan kebakaran.
Untuk kawasan jalan Kelok 9 yang lama, akan disulap menjadi kawasan wisata dengan penyediaan taman bunga. Namun untuk itu diperlukan izin dari Kementerian Kehutanan mengingat kawasan di Kelok 9 merupakan kawasan Hutan Suaka Alam. Sedangkan rest area akan dibangun di kawasan Lubuk Bangku dan di Hulu Aia.
“Kita rencanakan rest area itu terdapat di kawasan Lubuk Bangku dan Hulu Aia. Pengguna jalan bisa menikmati pemandangan alam yang indah. Karena kawasan ini akan disulap menjadi kawasan wisata lengkap dengan taman bunganya,” papar Dahler. (h/vie)
sumber : harianhaluan (http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5897:november-kelok-9-diresmikan-presiden-&catid=1:haluan-padang&Itemid=70)
^^ semoga selesai sesuai target :)
Mehome June 18th, 2011, 04:28 AM Lima bulan lagi, jalan layang Kelok 9 siap dibangun. Pembangunan infrastuktur jalan ini akan membuat hubungan Sumbar-Riau makin lancar.
siap dibangun? Maksudnya selesai dibangun kali ya? :nuts:
Saat bersamaan, orang nomor satu di Indonesia ini juga direncanakan akan meresmikan pengoperasian PLTU Teluk Sirih dan Fly Over Duku. Selanjutnya juga dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama perluasan dermaga Teluk Bayur Padang, peleta*kan batu pertama pembangunan jalur Kereta Api Short Cut Padang-Solok serta jalur Kereta Api Duku-BIM.
waduh saya bingung, bukannya fly over duku sudah diresmikan dari tahun 2009 kemaren? Hmmm berarti pada akhir november mendatang bakalan banyak realisasi dari proyek-proyek infrastruktur? :cheers:
pem*bangunan jalan Kelok 9 tahap I direncanakan selesai akhir November 2011 ini. Jalan yang meng*hubung*kan Sumbar dengan Riau tersebut terdiri dari 6 jembatan sepanjang 970 meter serta jalan penghubung sepanjang 5.000 meter.
ada berapa tahap pembangunan jembatan ini? keren! :banana:
Pengguna juga jalan dilarang berhenti di sepanjang Jalan Layang Kelok 9. Ini penting dilakukan Karen akawasan Kelok 9 adalah kawasan hutan Suaka Alam. Dikha*watirkan pengedara yang berhenti di ruas jalan ini akan mengotori lingkungan sekitar atau bahkan membahayakan hutan dengan membuang puntung rokok yang menyebabkan kebakaran.
Mantab! :cheers:
Thanks beritanya bro Afril
badabua June 18th, 2011, 04:42 AM Ukiran Motif Sulur, Warisan Budaya Minang
http://i725.photobucket.com/albums/ww253/mangango/medium_1ukiran.jpg
Agam, MNC -- Nagari Kamang Hilir yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dikenal sebagai desa sentra ukiran dan industri kecil mebel. Itu terlihat dari antusias warganya yang tetap memelihara ukiran bermotif sulur, warisan budaya leluhur mereka.
Saat ditemui di Agam, belum lama ini, perajin ukiran Sulur, motif bunga, tengah menekuni berbagai jenis motif ukiran pada sekujur bagian rumah gadang yang meliputi daun jendela, dinding, pembatas atap, dan bagian bawah rumah. Cara membuatnya biasanya diukir menggunakan pisau khusus dengan bahan dari kay jati yang sudah diproses. Untuk tintanya, digunakan kemiri yang sudah dihanguskan.
Salah seorang tetua nagari lainnya, Syafnis Bagindo Maralam, yang mencoba menerangkan makna motif ukiran pada salah satu rumah gadang di nagari itu hanya mengatakan bahwa motif ukiran mengambil contoh dari apa yang terdapat di alam. "Seperti ini, mungkin maksudnya agar pertalian kekerabatan jangan terputus," katanya, seraya menujuk motif ukiran berupa sulur yang saling menjalin.
Menurutnya, perajin membutuhkan waktu sekitar empat atau lima hari untuk menghasilkan satu lembar ukiran lontar, tergantung dari tingkat kerumitannya. Menurutnya, meski harganya cukup mahal yaitu sekitar Rp 100 ribu per satu gulungan, ukiran daun lontar tetap diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-Ukiran-Motif-Sulur-Warisan-Budaya-Minang
afril June 18th, 2011, 03:09 PM siap dibangun? Maksudnya selesai dibangun kali ya? :nuts:
hehe..ya bro ambigu sebenernya..lebih tepatnya selesai dibangun/siap digunakan..thank's..:)
waduh saya bingung, bukannya fly over duku sudah diresmikan dari tahun 2009 kemaren? Hmmm berarti pada akhir november mendatang bakalan banyak realisasi dari proyek-proyek infrastruktur? :cheers:
menurut infonya sih begitu, mudah2an..FO Duku diresmikan tahun 2009 kurang tau juga..:)
ada berapa tahap pembangunan jembatan ini? keren! :banana:
kata berita di atas ada dua, tahap I (jalan dan jembatan3,4,5 & 6) yang tampak di gambar/samping kelok 9 sekarang..tahap II untuk jembatan I dan II (di lubuk bangku) yang entah seperti apa mungkin bisa diliat di videonya kali ya..atau ada yang yang mendetail di bawah, silahkan di mari :cheers:
drie June 18th, 2011, 03:16 PM ^^ Nih ada Pictnya lagi, tapi sory kekecilan :D
http://harianhaluan.com/images/stories/Berita2/180611/kelok.jpg
http://harianhaluan.com/
hafis June 18th, 2011, 03:41 PM sumbar pariwisatanya, top markotop deh . . .
Suasananya yg sejuk dan penduduk lokal yg ramah" menjadi daya tarik. .
Di bukittingginy kalw siangny aja sejuk , apa lagy subuh ma malamny brrrr
Kontras bgt ma pekanbaru, yang panas terik
:)
afril June 19th, 2011, 12:54 AM ^^ terimakasih hafis..jangan bosen berkunjung ke Sumbar..:)
drie: thank's pictnya..:)
---------------------
puncak singgalang dan tandikat dari puncak merapi
http://faceofindonesia.com/sites/default/files/imagecache/wide/300362/merapi2_0.jpg
Puncak Gunung singgalang yang sangat gagah dengan ketinggian lebih dari 2877 mdpl tampak begitu jelas dari puncak merapi (2891 mdpl). Letak kedua gunung yang saling berhadapan sehingga dijuluki "tri arga" (merapi, singgalang dan tandikat. pada pagi hari bayangan gunung merapi ini akan bertemu dengan gunung singgalang di satu titik dan pemandangan itu hanya diperoleh jika hari cerah dan tidak kabut --West Sumatra-Indonesia--
foto : linda pluto (faceofindonesia (http://faceofindonesia.com/lindapluto/photo/4560/puncak-singgalang-dan-tandikat-dari-puncak-merapi))
badabua June 19th, 2011, 09:00 AM http://i53.tinypic.com/24zyrg9.jpg
Pessel Gelar Festival Langkisau IX Selama Delapan Hari
Pessel, MNC -- Untuk melestarikan seni budaya Minang dan mendongkrak sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tahun ini akan menggelar Festival Langkisau IX. Kegiatan yang dikordinir warga dan tokoh masyarakat Painan ini akan berlangsung selama 8 hari mulai Selasa (21/6) hingga Selasa (28/6).
Bupati Pessel Nasrul Abit menjelaskan, festival langkisau merupakan program unggulan Pessel bertujuan mempertahankan dan mempromosikan seni budaya minang. Juga sebagai upaya peningkatan destinasi wisatawan di Pesisir Selatan
"Dalam festival ini akan ada pemilihan diuta pariwisat langkisau. Dijamin atraksinya bakal seru dan menegangkan, karena itu ayo mari kita saksikan bersama-sama acaranya," kata Nasrul Abit, Jumat (17/6).
Selain pemilihan Duta Wisata Pessel, festival juga akan dimeriahkan dengan pertunjukkan seni tari minang dan rabab, bazaar murah yang menjual berbagai produk dan aneka makanan khas pesir selatan, tarian etnik nusantara hingga tarian etnik mancanegara. Rangkaian acara ini diharapkan dapat menyedot wisatawan domestic maupun wisatawan mancanegara yang sudah lama menantikan atraksi etnis daerah khususnya seni dan budaya minang.
"Festival langkisau diharapkan mampu menjadikan seni budaya minang sebagai ikon budaya Sumatera Barat yang harus kita dukung bersama," timpal Nasrul.
Dengan berbagai festival seni dan budaya daerah khususnya budaya minang yang kini digencarkan Pemprov Sumbar termasuk Pemkab Pessel, cita-cita sebagai kota pusat budaya nasional dan internasional juga kota tujuan wisata kelak dapat terwujud.
Untuk menyemarakan festival langkisau IX ada 11 ivent yang digelar Pemkab Pessel antara lain Lomba Paralayang, Renang Samudera, Selaju Sampan di teluk painan, Memancing ikan 'Mungkuih' di Batang Palangai Balai Selasa, Fun Bike dengan star kawasan puncak panorama Mandeh Koto XI tarusan dengan finis kota Painan.
Sedangkan untuk enam iven lainya seperti pemilihan Duta Wisata, Lagu Pop Minang, Festival Randai, Festival Tari Kreasi, lomba lagu Qasidah dan paket seni delapan kabupaten kota yang ikut, akan dipusatkan pada pentas utama yang terdapat di Gor H Ilyas Yakub Painan.
Festival Palang Pintu dinilai sebagai bentuk komitmen yang tinggi dari pemuda Pessel untuk menjunjung tinggi warisan dan nilai-nilai kebudayaan Minangkabau. Karenanya, acara tersebut patut diberi apresiasi tinggi.
"Selain bisa menjadi ajang silaturahmi antar masyakarat, festival ini juga dapat menjadi media pembelajaran bagi siapa pun tentang beragam kebudayaan Minang yang religius, terbuka, dan egaliter," pungkasnya.
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-Pessel-Gelar-Festival-Langkisau-IX-Selama-Delapan-Hari
afril June 20th, 2011, 10:03 AM Perkebunan Teh di Kabupaten Solok Selatan
http://www.faceofindonesia.com/sites/default/files/imagecache/wide/300195/fo_7662.jpg
http://www.faceofindonesia.com/sites/default/files/imagecache/wide/300195/fo_7788.jpg
foto : Aldo Cimpago
Sumber : FaceofIndonesia (http://www.faceofindonesia.com/sumbar)
sherif_claude June 22nd, 2011, 04:59 PM BUKIT LANGKISAU : Surga di Selatan
Diposkan oleh Berry_Devanda di Sabtu, Juni 27, 2009 . Sabtu, 27 Juni 2009
Label: Travelling
Bukit Langkisau (Langkisau Hill) terletak di kota Painan. Painan adalah ibukota Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, kurang lebih 77 km arah selatan kota Padang, Ibukota Provinsi Sumatera Barat. Perjalanan dari kota Padang menuju Painan dapat ditempuh dengan transportasi darat. Moda transportasi darat yang tersedia adalah bus ukuran sedang dengan ongkos Rp. 10.000,-. Kemudian, juga ada bus ukuran kecil (jumlah penumpang lebih kurang 12 orang) dengan ongkos Rp. 15.000,-. Selain itu, para pelancong juga dapat menggunakan taksi atau bus pariwisata yang di carter dari padang.
http://4.bp.blogspot.com/_ykX5szqEPF4/S0K034-0HYI/AAAAAAAAAXo/r_ZfEOfJLLE/s320/SDC10841.JPG
Bus sedang yang melayani jurusan Padang-Painan akan berhenti di terminal sago yang berjarak 5 km dari kota Painan. Untuk melanjutkan perjalanan ke kota painan, para pelancong dapat menggunakan angkutan kota (angkot). Layanan transportasi Padang-Painan yang resmi, pada umumnya dimulai pada jam 06.30 pagi dan berakhir pada jam 18. 30. Sedangkan layanan transportasi Painan-Padang, pada umumnya dimulai jam 05.00 dan berakhir pada pukul 18.30.
Bukit langkisau memiliki pemandangan yang luar biasa. Menaiki bukit langkisau, berarti dengan sengaja menghadapkan diri pada ciptaan Tuhan yang sangat Indah dan menyejukan hati. Disebelah utara terhampar jalan lintas padang –painan, sebelah selatan terlihat jelas kota Painan dikurung oleh hamparan bukit, sebelah barat terhampar laut Hindia yang menyatu dengan langit ditambah gugusan pulau kecil yang masih bagian dari kabupaten pesisir selatan. Sebelah timur, berdiri berderetan bukit-bukit yang merupakan gugusan bukit barisan.
http://1.bp.blogspot.com/_ykX5szqEPF4/S0K5UPlAaoI/AAAAAAAAAXw/4NdSFLkP4LQ/s320/SDC10836.JPG
Beberapa aktivitas di Bukit Langkisau dapat dilakukan oleh para pelancong. Diantaranya, paralayang. Paralayang adalah kegiatan adventure yang penuh tantangan. Klub paralayang kota painan melakukan latihan teratur di bukit ini. Pendaratannya dilakukan dipantai salido. Salido terletak sebelah utara kota Painan, Posisinya berada antara Sago (terminal) dan Kota Painan.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tahu betul bahwa bukit ini merupakan potensi pariwisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diadakan kegiatan-kegiatan yang mampu mengundang masyarakat luas ke kota Painan khususnya Bukit Langkisau. Salah satunya dengan kegiatan Festival Langkisau yang diadakan setiap tahun sekali.
Jika anda telah puas dengan pemandangan di bukit Langkisau, anda bisa kembali turun dan berjalan ke arah barat, maka anda akan mendapatkan suguhan pantai nan indah, Pantai Cerocok. Di tempat ini sangat mengasyikan dan dijamin akan meredakan ketegangan urat syaraf anda.
http://1.bp.blogspot.com/_ykX5szqEPF4/S0K7Qf8bGqI/AAAAAAAAAX4/H5PstUHvCJk/s320/SDC10861.JPG
Silahkan packing barang-barang anda dan bersiap melakukan petualangan ke kota Painan dan Bukit Langkisau.
http://www.berrydevanda.info/2009/06/langkisau-hill-paradise-in-south.html
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://gemapessel.com/wp-content/uploads/2011/06/mahfudchatting1.jpg 11 Even di Festival Langkisau
Sumber: padangekspress.co.id
Painan, Padek—Festival Langkisau IX Kabupaten Pessel yang rencananya dibuka Ketua DPD RI Irman Gusman, 21 Juni nanti akan dimeriahkan 11 iven. Dari 11 iven tersebut, dua di antaranya iven baru. Yakni pemilihan duta wisata dan lomba fotografer.
“Untuk lomba fotografer, yang akan dinilai foto yang berkaitan keindahan alam kawasan wisata Mandeh, Pantai Carocok, Bukit Langkisau dan suasana kegiatan Festival Langkisau,” ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dispokbudpar) Pessel, Iqbal Ramadipayana didampingi Kabid Pariwisata, Beriskhan kepada Padang Ekspres di ruang kerjanya, kemarin (30/5).
Kini panitia telah mematangkan persiapan lokasi-lokasi yang akan dijadikan sebagai pusat lomba 11 iven tersebut. Kepanitiaan ini melibatkan sejumlah SKPD terkait.
Khusus untuk lomba fotografer, juga akan ikut fotografer mancanegara. Panitia juga menyediakan hadiah uang tunai, piagam dan tropi untuk masing-masing pemenang iven Festival Langkisau. Hadiahnya mencapai Rp100 juta.
Khusus pemenang lomba fotografer, panitia akan menjadikan hasil karyanya sebagai pajangan foto promosi daerah. Sehingga pemenang akan memiliki rasa kebanggaan tersendiri pula nantinya.
Festival Langkisau IX ini akan berakhir 28 Juni. “Kami juga akan menampilkan kesenian daerah lainnya. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menyukseskan acara ini. Terutama bagi penyedia jasa penginapan agar dapat memberikan pelayanan yang baik,” tutupnya. (yo)
http://gemapessel.com/?p=101
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://padang-today.com/up/berita/ty.jpg
Kab. Pesisir Selatan
Festival Langkisau 2010 Ajang Promosi Wisata Daerah
Paralayang Langkisau: Paralayang di Pesisir Selatan paralayang pasisie alah banyFestival Langkisau tahun 2010 kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang akan digelar selama sembilan hari dari tanggal 28 Juli hingga 5 Agustus nanti, akan menampilkan 11 bentuk agenda pertandingan.
Sebelas kegiatan lomba yang akan di gelar itu, akan di tempatkan pada lima lokasi yang terdiri dari, lapangan parkir pantai carocok Painan, Puncak Langkisau, Teluk Painan, batang sungai Palangai Balai Selasa kecamatan IV Jurai dan pentas utama yang direncanakan pada bundaran tugu ikan samping kantor dinas Pendidikan.
Sama dengan tahun sebelumnya, kegiatan dilombakan pada Festival Langkisau tahun ini erat kaitanya dengan wisata kebaharian, sebab semua bentuk lomba itu, seperti, sepaktakrau, terbang layang, renang samudera, selaju sampan dan lainya itu semuanya memiliki latar dengan keindahan pesisir pantai.
"Sedangkan lomba mengait ikan Mungkui yang ditempatkan di batang Palangai Balai Selasa kecamatan Sutera itu, termasuk salah satu lomba yang unik dan sudah yang ke dua kalinya itu juga dilaksanakan pada tahun ini, sebab cukup digemari oleh masyarakat baik dalam daerah mupun dari luar,"ungkap Sabrul, Kabag Humas kantor bupati Pesisir Selatan (Pessel).
Selain sebelas kegiatan lomba, pada festival langkisau itu juga akan ditampilkan pawai budaya yang berasal dari 24 nagari dari 76 nagari yang ada di Pesisir Selatan (Pessel). Sedangkan untuk menyemarakan kegiatan ini, setiap hari akan ada pergelaran Band pada pentas utama yang ditunjang oleh hiburan lainya seperti festival tari kreasi dan festival tari tradisi, lomba lagu pop minang, randai dan paket seni lainya.
Pada tahun ini, kita memang berharap pelaksanaan Festival langkisau ini bisa berjalan lancar dan sukses, tetunya juga disertai dengan semakin tingginya tingkat kunjungan dari masyarakat baik dari dalam maupun luar daerah. "Bahkan bisa dari luar negeri, sebab kegiatan yang telah teragenda setiap akhir Juni hingga Agustus ini, memang bertujuan untuk mengenalkan pariwisata kabupaten Pesisir Selatan kepada semua masyarakat baik dalam maupun luar negeri," harapnya.
Pembukaan Fesival Langkisau yang akan ditempatkan di lapangan parkir pantai Carocok painan tanggal 28 Juli itu, direncanakan akan dibuka oleh, Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI. []
http://padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=18750
http://www.pesisirselatan.go.id/foto/2010/07/27/2707100834_galery-festival-langkisau1.jpg
http://www.pesisirselatan.go.id/foto/2010/07/27/2707100833_galery-festival-langkisau-2.jpg
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel
Puncak Langkisau
Oleh: Rifkadejavu
Senin, 28 Juni 2010 | 21:10:00 WIB
Sumatera Barat memang memiliki objek wisata yang kompleks, mulai dari laut, pegunungan, danau, air terjun dan lainnya. Hal ini cukup sulit ditemukan didaerah lain, karena anugrah geografis inilah kita bisa menikmati keindahan alam di beberapa daerah di Sumatera Barat.
Salah satu Objek wisata yang cukup diandalkan adalah “Puncak Langkisau†yang berada di Daerah Painan-Pesisir Selatan-Sumatera Barat. Lokasi ini bisa dijangkau dari Pusat Kota Painan, sekitar 4 Km. Akses ke lokasi ini pun melewati lokasi wisata unggulan lainnya di Pesisir Selatan yaitu “Pantai Carocokâ€. Dengan dikelilingi oleh Lautan di sisi baratnya, bisa terbayang indahnya hamparan biru laut yang bisa kita nikmati. Seperti terlihat pada gambar diatas, dan di sebelah timur akan terhampar indahnya susunan pemukiman penduduk seperti pada gambar di bawah ini.
http://gi53.photobucket.com/groups/g49/B8VL4O1QGW/Puncaklangkisau4.jpg
Puncak Langkisau ini oleh pemerintah setempat mulai dikembangkan dan akan dijadikan salah satu ikon terbaru objek wisata daerah Pesisir Selatan. Sehingga di Puncak langkisau ini sedang dikembangkan salah satu cabang olah raga yang menantang/ekstreem yaitu olah raga “Para layang†dengan menggandeng Federasi Aero Sport Indonesia sebagi penguat eksistensi lokasi ini.
http://gi53.photobucket.com/groups/g49/B8VL4O1QGW/Puncaklangkisau3.jpg
Dilokasi ini juga terdapat beberapa vila-vila mewah, dan tidak tertutup kemungkinan akan didirikan fasilitas penginapan/hotel yang bisa digunakan oleh para pengunjung atau turis. Seperti vila yang terlihat dibawah ini, keindahan alam ditambah dengan keasrian rumah tersebut menambah kharismatik lokasi puncak langkisau ini.
http://gi53.photobucket.com/groups/g49/B8VL4O1QGW/Puncaklangkisau5.jpg
Pesisir Selatan memiliki beberapa objek wisata yang telah terkenal sampai ke manca negara, seperti jembatan akar di Bayang Sani, Pulau Cubadak, Pulau Cingkuak, Pantai Carocok, Mandeh Resort dan banyak lagi yang lainnya. Semua objek wisata ini sedang berbenah diri untuk menyikapi tantangan dunia pariwisata kedepan. Pemerintah beserta masyarakat sudah mulai bersinergi untuk mengembangkan dan mengeksploitasi keungulan pariwisata di daerah ini.
http://gi53.photobucket.com/groups/g49/B8VL4O1QGW/PuncakLangkisau2.jpg
Selain dijadikan objek wisata, Puncak langkisau juga dijadikan salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan bencana tsunami yang pada saat ini sering di isukan oleh beberapa ahli. Dari pusat kota terdapat beberapa penunjuk jalan yang bertuliskan “jalur evakuasi†yang mengarah ke Puncak Langkisau ini. Isu tsunami telah menjadi isu utama dikawasan bibir pantai yang mengitari kawsan Sumatera Barat, semua penduduk dan masyarakat yang tinggal di bibir pantai telah diberikan pengetahuan secara dini tanda-tanda akan terjadinya tsunami, sehingga jalur evakuasi ini sangat membantu moril dan psikologi masyarakat.
Masih banyak lagi objek wisata yang akan kita bahas di artikel selanjutnya, karena saya merasa sangat beruntung sekali bisa menjadi salah satu penduduk yang terlahir di bumi yang kaya akan wisata alamnya.
http://www.pesisirselatan.go.id/index.php?mod=artikel&id=5
sherif_claude June 22nd, 2011, 05:23 PM Artikel
Melihat Kawasan Wisata Mandeh dari Dekat
print send pdf
Oleh: JUNISMAN, SH
Kamis, 12 Agustus 2010 | 02:29:00 WIB
Melihat Kawasan Wisata Mandeh dari Dekat http://www.pesisirselatan.go.id/foto/2010/08/16/med_1608100338_kawasan-mandeh--foto-utama-.jpg
Melihat Kawasan Wisata Mandeh dari Dekat: Kawasan Mandeh. Sekilas, nama itu membawa pikiran kita kepada arti dari Mandeh itu. Yang mana Mandeh adalah sebuah kata dari bahasa Minang yang..Â
Kawasan Mandeh. Sekilas, nama itu membawa pikiran kita kepada arti dari Mandeh itu. Yang mana Mandeh adalah sebuah kata dari bahasa Minang yang artinya Ibu. Namun lain, kawasan Mandeh disini adalah salah satu kawasan wisata di Pesisir Selatan yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Kawasan itu berbatasan langsung dengan Kota Padang yang jaraknya sekitar 56 kilometer dari Ibu Provinsi Sumatera Barat tersebut. Waktu tempuh sekitar 56 menit dengan menaiki mobil. Luas kawasannya 18.000 hektar. Kawasan ini memiliki keindahan yang berlebihan. Sehingga kawasan ini terkenal ditingkat Nasional bahkan Internasional.
Lokasi itu disebut sebagai Kawasan Wisata Mandeh karena salah satu kampung yang ada dikawasan itu bernama Kampung Mandeh, yang terletak dibagian tengah Teluk Carocok Tarusan. Teluk itu cukup landai dan tidak berombak karena disekitarnya terdapat beberapa pulau kecil diantaranya, Pulau Traju, Pulau Setan Kecil, Sironjong besar dan kecil dan Pulau Cubadak.
Beberapa Pulau kecil yang ada disana tidak kalah indahnya dengan objek wisata lainnya ditingkat Internasioanl. Salah satunya Pulau Cubadak. Investasi asing dari Italy sudah mengembangkan daerah itu sebagai resort wisata atau yang lebih dikenal dengan Cubadak Paradise.
Bahkan kawasan Mandeh telah menjadi destinasi utama kebijakan sektor Pariwisata kebaharian yang dimasukan kedalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) bersama Biak Bunaken.
Keberadaan pulau-pulau kecil di kawasan Mandeh ini tak ubahnya bak hiasan yang terpasang pada seorang gadis cantik. Sedangkan di Selatannya ada sebuah tanjung yang meliuk tak ubahnya seperti kail, sehingga teluk itu bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dengan riak-riaknya yang takhenti-henti bernyanyi. Kawasan ini juga sangat berpotensi untuk daerah pengembangan wisata bagi para investor untuk menanamkan investasinya
Disisi Utara kawasan Mandeh dilingkari Pulau Bintangor, Pulau Pagang, Pulau Marak yang berdampingan Pulau Sikuai Island di Kota Padang. Disepanjang pantai dari Kampung Sungai Pisang sampai ke Kampung Carocok memiliki kawasan yang cukup landai dan berpasir putih dan dihiasi dengan pohon pelindung seperti kelapa, Waru, Nangka dan sebagainya.
Objek Wisata yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan ini, tidaklah mengada-ada kiranya bila kawasan ini dijuluki dengan The Paradise in The South atau surga di Selatan, maksudnya di Selatan Provinsi Sumatera Barat. Di alam kawasan Mandeh yang indah terpancang (tertancap) kedamaian yang tidak terkira. Di Kawasan ini terdapat sebuah teluk dengan pantainya yang landai dan tidak berombak, ungkap Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Selatan, Yunasri menceritakan keindahan alam kawasan Mandeh kepada pesisirselatan.go.id belum lama ini.
Tujuh Kampung dari 3 Nagari yang ada dikawasan itu merupakan kawasan pengembangan wisata yaitu Kampung Mudiak Air, Simpang Carocok, Pulau Karam, Sungai Nyalo, Sungai Tawar, Sungai Pinang dan Teluk Raya. Penduduk disekitar kawasan Mandeh terkenal dengan keramahannya dan cepat berbaur dengan masyarakat pendatang bahkan suka membantu.
Yunasri mengaku, potensi wisata yang dimiliki Pesisir Selatan sangat banyak dan indah. Namun selama ini belum terkelola secara professional. Karena tenaga handal yang diharapkan untuk memacu perkembangan pariwisata tidak dimiliki Kabupaten itu.
Objek wisata alam dan bahari yang sangat berpotensi untuk dikembangkan hanya mengendap, tidak kunjung maju dan perkembangannyapun masih terbilang lamban. Selain itu yang menjadikan kendala untuk lajunya perkembangan wisata di Kabupaten itu termasuk Kawasan Wisata Mandeh tidak lain adalah masih minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki.
Menurutnya, Pariwisata adalah jasa yang harus dijual kepada sipembeli dengan maksud untuk kepuasan bathinnya. Bila orang-orang yang mengurusnya tidak professional maka para sipembeli tidak akan pernah membelinya bahkan melirik sekalipun. Begitu sebaliknya, jika pelayanannya baik dengan diurus oleh orang-orang yang professional, dengan sendidrinya para pembeli jasa itu akan merasakan kepuasan tersebut sehingga kedepannya mereka (wisatawan) akan kembali datang ketempat itu.
Dalam pengelolaan Pariwisata didaerah ini, Pemerintah melalui Dinas Pariwisata Seni dan Budaya akan merobah cara dari yang sebelumnya. Pemerintah akan melakukan kerjasama (Sharing) dengan masyarakat setempat. Sehingga keterpaduan antara pemerintah dengan masyarakat dalam mengelola objek wisata disana ada. Dengan keterpaduan itu, antara masyarakat dengan Pemerintah juga akan tercipta saling menguntungkan. Beberapa orang pemuda setempat (Kawasan wisata) direncanakan diberikan pelatihan pemandu wisata.
http://www.pesisirselatan.go.id/index.php?mod=artikel&id=6
sherif_claude June 22nd, 2011, 05:42 PM Artikel
Indahnya Pesisir Selatan
Oleh: JUNISMAN, SH
Selasa, 17 Agustus 2010 | 04:18:00 WIB
Indahnya Pesisir Selatan
http://www.pesisirselatan.go.id/foto/2010/08/17/med_1708100418_teluk-painan--foto-artikel-.jpg
Indahnya Pesisir Selatan: Pesisir Selatan sangat kaya potensi wisata. Garis pantai yang panjang menghidangkan keindahan yang nyaris tiada duanya di dunia. Lautan luas..Â
Pesisir Selatan sangat kaya potensi wisata. Garis pantai yang panjang menghidangkan keindahan yang nyaris tiada duanya di dunia. Lautan luas yang dimiliki, menyuguhkan pulau-pulau kecil yang menyimpan keindahan tiadatara. Riak-riak ombak yang tidak henti bernyanyi menghampiri landai pantai. Pokoknya keindahan itu tidak akan mengecewakan, bahkan kebetahanpun akan muncul bagi setiap pengunjungnya bila tempat itu dikelola dengan apik (baik) sebagai objek wisata.
Semua itu, selama ini bukan tidak pernah dikunjungi Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Nusantara (Wisnu), tetapi angkanya baru sekedar pelepas tanya. Kunjungan wisata masih berskala kecil,.belum bisa menghidupkan ekonomi masyarakat. Kontribusi terhadap masyarakat setempat belum begitu nyata. Mengapa itu terjadi ? banyak hal yang membuat begitu, mulai dari masih minimnya sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki, sampai pada belum optimalnya promosi.
Jika dilihat dari kunjungan wisata kedaerah ini, meski terjadi peningkatan dari tahun ketahunnya, namun angka itu masih terbilang kecil. Sehingga pengembangan wisata di Kabupaten ini masih terbilang slow (lambat). Sejak beberapa tahun terakhir pergeseran angkanya ketangga naik sudah mulai agak besar. Sesuai data Dinas Pariwisata Seni dan Budaya kabupaten setempat, tahun 2007, kunjungan wisata baik Nusantara ataupun Mancanegara sebanyak 51.116 jiwa, naik dari tahun sebelumnya (2006) yang hanya 30.246 jiwa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan angkanya masih jauh dari potensi yang dimiliki.
Mengingat hal itu, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata Seni dan Budaya sejak awal tahun ini tengah gencar-gencar menjual potensi yang dimiliki tersebut keberbagai penjuru. Berbagai media sampai pada guide difasilitasi untuk mempromosikan pariwisata didaerah itu. Hampir setiap hari Dinas tersebut dengan Bidang promosi di dinasnya menjalani hari-harinya dengan berbagai kegiatan Pariwisata.
Mereka seakan tidak pernah lagi mengenal waktu senggang atau istirahat dari kegiatan. Hanya saja kegiatan itu belum banyak mengarah pada fisik atau infrastruktur penunjang pariwisata, semuanya lebih terprogram pada promosi. Misalkan, atraksi dan ivent-ivent penting lainnya seringkali diadakan. Tidak saja di Kabupaten itu, sampai keluar daerah terus diikuti. Ini tidak lain demi pencapaian target kunjungan.
Belum lama ini promosi melalaui tayangan Televisi (TV), kemudian dalam waktu yang belum lama juga, paling tidak tahun 2008 lalu telah hadir lagi sejumlah guide se Sumatera ke kabupaten ini, juga dalam rangka memprosikan Pariwisata di daerah itu. Dari kunjungan para Guide itu diharapkan mampu mengangkat taraf kunjungan wisata Pesisir Selatan kedepannya dengan promosi wisata yang akan dilakukan kemata calon Wisman.
Dengan terjadinya peningkatan kunjungan wisata diharapkan berdampak posistif pada perekonomian masyarakat Kabupaten itu, sesuai dengan tujuannya untuk mempromosikan Pariwisata daerah itu ke Mancanegara demi peningkatan angka kunjungan wisata.
Banyak kalangan dari masyarakat Pesisir Selatan mengatakan, kedatangan guide itu sangat baik demi majunya Pariwisata di daerah ini. Jika perlu jalin hubungan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait dengan Guide itu. Tidak ada ruginya, memberikan reward (bonus) kepada mereka (guide) yang berhasil menarik kunjungan wisata terbanyak ke daerah ini. Bertambahnya angka kunjungan wisata ke Pesisir Selatan merupakan sebagian dari hasil usaha mereka dalam mempromosikan Pariwisata daerah ini ke mata dunia. Maka itu, pantas saja diberikan bonus kepada mereka yang berjasa.
Potensi wisata yang dimiliki Pesisir Selatan memang sangat luas dan melimpah. Namun selama ini belum terkelola secara professional. Karena, selain belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk pemancing kunjungan wisata, tenaga handal yang diharapkan untuk memacu perkembangan pariwisata itu juga belum dimiliki Kabupaten tersebut. Objek wisata alam dan bahari yang sangat berpotensi untuk dikembangkan, hanya mengendap, tidak kunjung maju dan perkembangannyapun belum terlihat. Meski ada, namun belum begitu dahsyat.
Perkembangan Pariwisata Pesisir Selatan berjalan, tapi slow (lambat). Ini dapat dilihat pada akses Pariwisata yang masih terbatas. Infrastruktur penunjang Pariwisata yang dimiliki Kabupaten ini masih belum memadai. Sehingga pengunjung wisata belum merasakan adanya ketenangan. Sedangkan konsep promosi dari dinas terkait selama ini juga masih belum menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini. Maka itu untuk memperlaju jalan tersebut, semuanya terlebih dahulu harus dibenahi. Dinas Pariwisata kedepannya agar melakukan grand designs. Tradisi daerah harus ditampilkan dan nyali harus diperkuat.
Kesenian-kesenian tradisional juga tidak kalah daya tariknya bagi wisatawan untuk berkunjung kedaerah wisata. Selama ini, hal tersebut juga nyaris tertinggalkan sehingga tidak muncul dipermukaan. Ini juga harus dibangkitkan dan digalakkan kembali, seperti Rabab Pasisie, lukah gilo dan kesenian tradisional Pessel lainnya.*
http://www.pesisirselatan.go.id/index.php?mod=artikel&id=7
sherif_claude June 22nd, 2011, 06:11 PM AIE ANGEK COTTAGE DAN RUMAH BUDAYA FADLI ZON
PADANGPANJANG, KOMPAS.com–Fadli Zon ingin menjadikan kantong kebudayaan baru di Sumatera Barat (Sumbar) melalui keberadaan Rumah Budaya di Nagari Aia Angek, Kecamatan X Koto Tanahdatar, Sumbar. “Keberadaan rumah budaya ini nantinya akan mengorbitkan kebudayaan dan kesenian Minang, agar bisa lebih dikenal masyarakat luas, baik nasional maupun internasinal,” kata Fadli Zon di Aia Angek, berjarak 65 km dari Kota Padang saat peresmian “Rumah Budaya Fadli Zon”, yang prosesinya berlangsung hingga Sabtu malam itu.
Lokasi Rumah Budaya Fadli Zon, berada di kawasan ruas jalan utama menghubungkan Kota Padang – Bukittinggi. Keberadaan bangunan mengandung nilai sejarah itu, menarik banyak perhatian dan menambah koleksi bangunan bersejarah di Minangkabau.
Sumatera Barat, satu daerah di Indonesia yang memiliki banyak koleksi bangunan bersejarah, selain terpusat di Kota Padangpanjang, juga Kabupaten Tanah Datar, yang banyak menyimpan benda peninggalan bernilai sejarah. Ia mengatakan, untuk bisa menjadi kantong kebudayaan baru di Sumbar ini, Rumah Budaya yang berdiri di atas lahan seluas 4.700 M2 tersebut, saat ini sudah memiliki beberapa koleksi unsur kebudayaan Minang.
Rumah Budaya itu ramai dikunjungi hingga malam hari, karena memamerkan benda-benda kuno dari kebudayaan Minang tempo dulu, yang menjadi daya tarik para wisatawan lokal yang menghabiskan masa libur panjang kali ini. Selain memamerkan benda-benda ciri khas Minang tempo dulu, di Rumah Budaya juga akan digelar berbagai kesenian budaya Minang seperti, saluang, tari, randai, rabab dan lainnya.
Kesenian itu, akan dilakukan melalui pembentukan sanggar seni dan pementasannya, dengan jadwal latihan ditentukan kemudian. “Melalui pameran benda-benda budaya dan pementasan kesenian Minang diharapkan menjadi salah satu upaya pelestarian kebudayaan dan kesenian Minangkabau,” katanya. Dalam Rumah Budaya tersimpan sejumlah koleksi benda-benda kuno bernilai tinggi, khususnya yang terkait dengan benda kebudayaan Minangkabau tempo dulu.
“Koleksi budaya saat ini antara lain, keris luk sembilan asal Pagaruyuang yang dibuat pada abad 18, setrika pakaian dari bara, songket lama, seribu koleksi buku bertema Minang, dan sejumlah lukisan kuno dan fosil kerbau berusia dua juta tahun,” tambahnya. Keberadaan Rumah Budaya Fadli Zon di Aie Angek, menjadi “darah” baru bagi pengembangan sektor kepariwisataan di Sumbar.
Di kawasan rumah budaya juga terdapat, rumah puisi Taufik Ismail, Aie Angek Cottage yang menjadi alternatif hunian keluarga dan penginapan eksklusif yang memiliki 22 kamar yang diapit Gunung Marapi, Singgalang dan Tandikek serta sarat dengan nuansa budaya Minangkabau. Sementara, rumah budaya tersebut diresmikan oleh Taufik Ismail yang dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan para sastrawan dari Indonesia dan Singapura dan Malaysia seperti Suratman Markasan, Siti Zainun, dan undangan lainnya.
http://fadlizon.com/rumah-budaya-fadli-zon-di-sumbar/
http://fadlizon.com/wp-content/themes/fadlizon/images/aieangekcottage.jpg
http://www.aieangekcottage.com/images/aieangek/f-Infinity-Swimming-Pool-2.jpg
Descreet and private outdoor infinity swimming pool is perfect solution for your family afternoon time. Pool water is from 60m deep well sourced from neighbouring Mount Merapi famous for its heeling hot springs. As for your relaxation there are two available gazebos, and selection of fresh juices and cocktails.
http://aieangekcottage.com/images/aie-angek-cottage-front-image-6.jpg
http://aieangekcottage.com/images/aie-angek-cottage-front-image-4.jpg
http://aieangekcottage.com/images/aie-angek-cottage-front-image-1.jpg
http://aieangekcottage.com/images/aie-angek-cottage-front-image-3.jpg
http://aieangekcottage.com/images/aie-angek-cottage-front-image-5.jpg
http://aieangekcottage.com/images/aie-angek-cottage-front-image-2.jpg
http://www.antara-sumbar.com/id/foto/fotoutama/antara_040611201444_rumah_budaya.jpg
sherif_claude June 22nd, 2011, 06:28 PM RUMAH PUISI TAUFIQ ISMAIL
Taufik Ismail
DUA GUNUNG KEPADAKU BICARA
Kepada Singgalang bertanya aku
Wahai gunung masa kanakku di lututmu kampung ibuku
Kenapa indahmu dari dahulu tak habis-habis jadi rinduku
kepada Merapi berkata aku
Wahai gunung masa bayiku di telapakmu kampung ayahku
Kenapa gagahmu dari dahulu tak habis-habis dari ingatanku
Kedua gunung tentu saja
Cuaca dingin bahasanya
Kabut putih kosa katanya
Rintik hujan ungkapnnya
Senyap biru bisikannya
Kepada dua gunung kuulang tanya
Berjawab lewa desahan jutaan daun rimba raya
Bergema begitu indahnya lewat margasatwa
Ombak nyanyian insekta betapa merdunya
Bertanyalah pada Yang Di Atas Sana
( Idul Adha, Senin, 8 Desember 2008. Nagari Aie Angek, di seberang Nagari Pandai Sikek)
Decak kagum keluar dari bibirku saat membaca puisi karya sang maestro Taufik Ismail yang terpampang di dinding luar sebuah ruangan di kompleks Rumah Puisi.
Sampai detik ini aku masih mengagumi sosok Taufik Ismail dengan mahakaryanya yang membuatku merinding ketika membacanya. Karena alasan itu pula aku menyempatkan diri untuk singgah ke Rumah Puisi Taufik Ismail, padahal sudah setahun lebih bangunan itu berdiri, namun baru kali ini aku bisa menapakinya.
Rumah Puisi ini terletak di Jl. Raya Padangpanjang-Bukittinggi, Km. 6, Nagari Aie Angek Kec. X Koto, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat, tepatnya di kaki gunung Merapi, berseberangan dengan daerahku yaitu Nagari Pandai Sikek yang terletak di kaki gunung Singgalang. Jaraknya cukup dekat dari tempat aku tinggal, sekitar limabelas menit perjalanan dengan kendaraan. Berada si sana kita akan di suguhi pemandangan indah dari kedua lereng gunung, Sejauh mata memandang terlhat hamparan sawah dan ladang yang luas.Selain bisa menikmati puisi dan
karya sastra, di sini kita juga di suguhi pemandangan alam yang memikat. Serta taman bunga yang indah terbentang di halamannya, menggelitik mata siapa saja yang memandang.
Ketika aku berkunjung, tak satupun pengunjung lain yang datang. pengunjung hanya kami berdua yaitu aku dan Nina. Selebihnya para karyawan yang bertugas menjaga dan merawat lingkungan Rumah Puisi, serta terdapat beberapa orang pekerja bangunan yang sibuk menyelesaikan pembangunan komplek tersebut. Memang kawasan itu belum selesai seratus persen, masih ada beberapa bangunan yang masih berada dalam proses penyelesaian. Namun gedung utamanya telah lebih dulu siap dan dapat dikunjungi. Sebuah ruangan yang lumayan besar, di dalamnya terdapat aula, ruang baca, dan perpustakaan koleksi karya Taufik Ismail serta koleksi buku sastra lainnya. Namun sayang aku tidak dapat masuk ke dalam untuk membaca koleksi buku di sana. Aku nggak tau kenapa hari ini Rumah puisi tutup, padahal bukan hari libur. Tapi it's ok, toh aku masih bisa menikmatinya dari luar, mungkin rumah puisi menginginkan aku berulang kali mengunjunginya. Yeah, next time I'll be there. I love this place.
http://4.bp.blogspot.com/_zWFMJQtFJsY/S8wqpnOvYZI/AAAAAAAAAFo/LfDy8WJA_Ik/s400/P4190026.JPG
http:////3.bp.blogspot.com/_zWFMJQtFJsY/S8wujFY00OI/AAAAAAAAAGQ/w38UOXkgmyo/s400/P4190117.JPG
http://4.bp.blogspot.com/_zWFMJQtFJsY/S8wqrY6EPiI/AAAAAAAAAGA/mqHJgCH22vw/s400/P4190070.JPG
http://1.bp.blogspot.com/_zWFMJQtFJsY/S8wqruacD4I/AAAAAAAAAGI/k8_MXpq-Z8M/s400/P4190099.JPG
http://2.bp.blogspot.com/_zWFMJQtFJsY/S8wqq7bYH9I/AAAAAAAAAF4/UQ2KVBbtEXQ/s400/P4190067.JPG
http://3.bp.blogspot.com/_zWFMJQtFJsY/S8wqqblHWQI/AAAAAAAAAFw/AbteCGkc_0A/s400/P4190040.JPG
"Di poskan oleh PIPIT"
pipit-lestari.blogspot.com
sherif_claude June 23rd, 2011, 03:47 PM Tag Archive: Juwita
Di Pertemuan kaki Gunung Merapi dan Gunung Singgalang
Filed under: Minangkabauku, Perjalanan, Travelling by duniajuwita —
27 Februari 2011
Saat Tuhan Mengizinkanku membaca Bait demi Bait Puisi Sajah Panjang karya Taufiq Ismail yang etrtulis di Dinding mushalla, Sekitar enam meter dari Rumah Puisi
http://duniajuwita.files.wordpress.com/2011/05/cimg5196.jpg
Rumah Puisi Taufiq Ismail
Yach, sebelum kepergianku ke kota Jakarta, Alhamdulillah aku diberikan kesempatan oleh Allah untuk menginjakkan kaki di Rumah Puisi Aie Angek. Rumah Puisi yang berlokasi antara dua gunung Merapi dan SInggalang ini memang sangat indah seperti novelnya Muhammad Subhan “Rinai Kabut Singgalang”.
Benar disini setiap saat kita bisa menikmati pemandangan Rinai Kabut Singgalang. Udara dingin disertai rinai telah mengundang kabut datang menutupi Gunung Singgalang dan benar setelah merasakan sendiri kedahsyatannya aku juga jatuh cinta pada Rinai Kabut Singgalang. Barangkali setiap orang yang menginjakkan kaki disana juga akan merasakan hal yang sama . Mungkin saja.
Aku semakin jatuh cinta dengan negeri Minangku. Aku jatuh cinta pada Gunung Singgalang seperti aku pernah jatuh cinta pada Gunung Merapi.
http://duniajuwita.files.wordpress.com/2011/05/cimg5311-copy.jpg?w=225&h=300
Saat Tuhan Mengizinkanku Mengabadikan Diri di depan gerbang menuju Rumah Puisi . Aku berdiri di tiga Tongak dengan tiga simbol warna Minangkabau Merah hitam dan Kuning yang di Tinggak merah bertuliskan Denga Pusis,Aku, karya Taufiq Ismail
Rumah Puisi bukan berarti semuanya hanya berhubungan dengan puisi tetapi lebih dari itu. Di Rumah Puisi kita bisa menemukan 7500 buku koleksi karya sastra. Di Rumah Puisi kita bisa berdiskusi tentang karya sastra, puisi, cerpen. Di Rumah puisi ternyata kita bisa menemukan energi yang sangat besar untuk terus membaca, menulis dan berkarya.
Rumah puisi akan membuka mata kita terutama orang awam sastra akan kedahsyatan mencintai sastra. Kedahsyatan memahami karya sastra. Aku berharap ketika Tuhan memberikan kesempatan berkunjung ke negeri Minangku maka sempatkanlah sejenak menghirup udara Rinai Kabut Singgalang serta menginjakkan kaki di Rumah Puisi Taufiq Ismail. Insyallah tak akan menyesal.
Thanks for discuss Muhammad Subhan. Semoga suatu saat Tuhan mempertemukan kita lagi.
sherif_claude June 23rd, 2011, 04:03 PM Rumah Puisi Taufiq Ismail
Rumah Puisi pembangunannya dimulai, 20 Februari 2008, dengan modal pertama dari perolehan hadiah sastra Habibie Award 2007, sekitar Rp200 juta setelah dipotong pajak. Lokasinya di kaki Gunung Merapi dan Gunung Singgalang, di Nagari Aia Angek, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat. Lokasinya antara Kota Padangpanjang dan Kota Bukittinggi, yang dikelilingi keindahan alam yang menawan.
Apabila seluruh gerakan itu memancar dari ibukota ke 164 kota seluruh Indonesia, maka menjadi cita-citanya mencoba menghimpun kegiatan tersebut di sebuah titik lokasi, diberi nama RUMAH PUISI, tanpa menghentikan atau mengganti kegiatan yang sudah terselenggara sejak 1998 hingga kini. Dengan modal awal 7000 judul buku, yang kelak diharapkan bertambah terus.
Di RUMAH PUISI kegiatan akan berlangsung sebagai berikut:
Pelatihan guru Bahasa dan Sastra Indonesia
Kegiatan membaca dan berlatih menulis siswa Sanggar Sastra
Kegiatan apresiasi sastrawan Indonesia dan MInangkabau
Akses buku-buku perpustakaan
Sastrawan Tamu dari daerah lain diundang bermukim 15 hari - 1 bulan
Interaksi antar sastrawan dengan guru dan siswa
Interaksi antar sastrawan
Nama RUMAH PUISI tidak bermakna bahwa kegiatannya semata-mata berkaitan dengan persajakan saja. Dia merangkum seluruh aktivitas yang bersangkutan dengan literatur dan literasi, karya sastra, pembacaan dan latihan penulisannya, dengan warna keindahan puitik sebagai intinya. Sesungguhnya seluruh karya sastra, yaitu sajak, cerita pendek, novel, drama dan esai - semuanya pasti memiliki keindahan puitiknya masing-masing yang khas. Demikianlah istilah puisi menjadi kata sifat bersama dan payung dari seluruh karya sastra.Dalam komplek rumah puisi ini juga ada penginapan yaitu Aie Angek Cottage. Aie Angek Cottage adalah sebuah hotel di kaki Gunung Singgalang dan Gunung Merapi. Berada di sebuah bukit kecil di komplek Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Rumah Budaya Fadli Zon. Pemandangan alamnya sangat menakjubkan, Nagari Aie Angek , Jl. Raya Padang Panjang -
Bukittinggi KM 6, Sumatera Barat - Indonesia.
Telp. (0752) 498400
http://4.bp.blogspot.com/_8jA3HNGU4UY/TUiuCSJEibI/AAAAAAAAACU/i6h5UKKgrbA/s320/DSC02619.JPG
http://1.bp.blogspot.com/_8jA3HNGU4UY/TUiuKGWdjQI/AAAAAAAAACc/t8yBu8dU-ns/s320/DSC02625.JPG
http://4.bp.blogspot.com/_8jA3HNGU4UY/TUiupYg3h5I/AAAAAAAAADA/tMH10fLnUSY/s320/DSC02617.JPG
http://4.bp.blogspot.com/_8jA3HNGU4UY/TUiuspLdT0I/AAAAAAAAADE/pQQn17MPtDw/s320/DSC02618.JPG
Rumah puisi ini dibuka mulai pukul 10.00-16.30 setiap harinya. Saran saya lebih baik datang lebih pagi karena dijamin anda akan betah berada di rumah puisi dengan pemandangan yang benar-benar menakjubkan ini.
dari blok kikiciku amanda
kikicikuamanda.blogspot.com
sherif_claude June 24th, 2011, 06:02 PM dp
sherif_claude June 24th, 2011, 06:03 PM Minang Saisuak : Pedati dan Lumbuang Bapereang
http://i725.photobucket.com/albums/ww253/mangango/suryadi-minang-saisuak-11-pedati-dan-lumbuang-bapereang.jpg
PEDATI dan LUMBUNG BAPEREANG adalah lambang kemakmuran Minangkabau masa lampau, seperti dapat dikesan pada foto tua ini. Lumbung padi (rangkiang), baik ‘sibayau-bayau’maupun ‘sitangka lapa’ selalu penuh dengan gabah sepanjang tahun, sementara pedati hilir mudik melintasi nagari-nagari membawa berbagai macam hasil bumi. Lihat dinding lumbung padi yang kelihatan agak membuncit dalam foto ini, pertanda di dalamnya penuh sesak dengan bulir padi “makanan urang tigo luhak”. Foto ini dibuat oleh C. Nieuwenhuis tahun 1900 di daerah Batipuah, Tanah Datar, salah satu daerah subur di dataran tinggi Minangabau. Sama seperti kendaraan truk sekarang, pedati zaman dulu juga dihiasi dengan berbagai aksesori, terutama sekali apa yang disebut ‘padati ka darek’.
Tukang pedati pada umumnya pintar dalam seni bela diri alias pendekar. Mereka tampil dengan pakaian parewa yang khas, dengan baju bauba, celana galembong, deta (destar), cincin akiak besar di jari dan belati tajam tersisip di pinggang. Kini, di tengah deru mesin berbagai jenis motor modern yang membawa polusi, rasanya kita rindu mendengarkan kembali laguah lagah bunyi pedati yang ditarik oleh kerbau lokoh. Bunyi gentanya yang mendayu-dayu terkadang membuat hati terhiba, seperti rindu yang tak tahu hendak kemana dikatakan. Dan lampu lantera-nya yang bersinar temeram menjadi pertanda bagi orang lalu di malam hari.
Tak salah sekebat pantun Minang menggambarkan: “Ambiak api pasang lantera / Tariak kabau pasang padati / Pacik umanaik di nan tingga / Salamaik sajo pulang pai” (naskah Cod.Or.5954A, Perpustakaan Universitas Leiden)
sumber : http://niadilova.blogdetik.com/?p=474
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Minang Saisuak #06 : Sabuang Ayam
http://niadilova.blogdetik.com/files/2010/07/suryadi-minang-saisuak-sabuang-ayam.jpg
TRADISI SABUANG AYAM boleh dibilang sudah hapus di Minangkabau. Adalah Kaum Padri pada paroh pertama abad ke-19 yang melarang kebiasaan adu jago pakai taji ini, sebab identik dengan judi dan menyiksa binatang. Pelakunya dianggap berdosa dan kalau mati akan masuk neraka. Namun demikian, lama kemudian tradisi sabung ayam masih ditemukan di Minangkabau. “Oerang Polici [di Padang yang bernama si Rehim] bersama dengan 4 temannja soedah menangkap 12 oerang jang asig menjaboeng ajam di Belantoeng, di belakang roemah kornel kepala bala tantra di Pasisir Pertja Barat. Si Rehim terdjatoeh, dan ajam jang di bawag nya meranggoet ranggoet tadji, se hingga oerang itoe loeka tangannja. Sampeij se karang loeka itoe beloem baig”, demikian laporan koran Bentara Melajoe, Thn I, Selasa, 12 Juni 1877.
Foto ini menggambarkan sekelompok lelaki Minang sedang asyik menonton ayam balago. ‘Hanengevecht op Sumatra’s Weskust’, demikian judul foto ini, yang berasal dari kartu pos tua bertarikh 1905. Di kiri bawah tertulis ‘Groet van Sumatra’s Westkust’ (Salam dari Sumatra Barat). Agaknya ini adalah salah satu kartu pos klasik yang mempromosikan parawisata Minangkabau pada awal abad ke-20. Tidak ada informasi di daerah mana foto ini diambil. Namun, jika kita amati pakaian para penonton sabung ayam ini, ada kesan foto ini di ambil di daerah yang agak dingin di darek. Dalam foto ini kelihatan para lelaki memakai semacam sarung yang diselimutkan ke tubuh untuk menahan hawa dingin. Yang duduk mencangkung di tengah mungkin janang. Sementara dua orang yang maju agak ke depan di kiri dan kanan mungkin si pemilik ayam. Di latar belakang ada semacam pondok yang berfungsi seperti gelanggang, tapi mungkin juga pondok-pondok bekas pasar mingguan. Dalam foto ini tidak tampak adanya tanda-tanda judi (taruhan), dan tidak kelihatan pula Dang Tuanku, anak Bundo Kanduang yang suka pergi ke gelanggang sabung ayam rajo-rajo itu, sehingga sampai lupa tunangannya, Puti Bungsu, sudah direbut oleh Raja Imbang Jayo, anak Tiang Bungkuak, di ranah Sikalawi, sebagaimana diceritakan dalam kaba Cindua Mato yang terkenal itu. (Sumber foto: KITLV Leiden). Suryadi – Leiden, Belanda.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Minang Saisuak #07 : Mak Itam
suryadi-minang-saisuak-mak-itam
http://niadilova.blogdetik.com/files/2010/07/suryadi-minang-saisuak-mak-itam.jpg
KERETA API adalah moda transportasi yang murah, cukup ramah lingkungan dan bersifat massal. Karena itulah banyak negara di dunia mengembangkan sistem perkeretaapian. Tapi di Indonesia justru sebaliknya: konon panjang jalan kereta api di negara kita ini sekarang lebih pendek dibanding zaman Belanda dulu. Di Minangkabau kereta api sudah diperkenalkan sejak akhir abad ke-19. Pada tahun 1891 Pemerintah Kolonial Belanda mulai membangun jalan kereta api dari Sawah Lunto ke Padang. Boleh dikatakan untuk wilayah pulau Sumatra, Sumatra Baratlah yang memiliki jalur jalan kereta api yang terbaik. Pemerintah kolonial Belanda kemudian membangun jalur jalan kereta yang menghubungkan kota-kota di darek dan di pantai, sejauh Naras di utara Pariaman dan Payakumbuh di luhak 50 Koto.
Kali ini kami sajikan foto ‘Mak Itam’ – sebutan orang Minang kepada lokomotif kereta api karena warnanya yang hitam – yang pernah dipakai di Sumatra Barat di zaman kolonial. Foto yang semula tercatat sebagai koleksi F. H. J. Bal ini dibuat tahun 1935. Di tahun 1960an dan 1970an pernah ada sebutan ‘kuretapi Ganefo’ untuk jenis kereta api yang ditarik oleh lokomotif seperti ini. Lihatlah berapa kekarnya ‘Mak Itam’ kita ini. Generasi tua Minangkabau yang masih hidup sekarang tentu masih ingat bau ‘Mak Itam’ yang khas karena memakai energi batubara yang diambil dari perut bumi Sawah Lunto. Lokomotif ini menarik rangkaian gerbong, melintasi desa-desa Minangkabau nan permai, terlihat fantastis dari kejauhan. Dulu banyak orang ingin sekali melihat ruang masinis lokomotif kereta api dan berkenalan dengan masinisnya, seperti keinginan orang untuk melihat cockpit pesawat terbang sekarang. Pada masa itu banyak orang merasa bangga dan senang melihat lokomotif ‘Mak Itam’ yang terkesan gagah dan kuat itu, sama seperti yang sekarang dirasakan Nofrins Napilus. Baru-baru ini penggagas Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS) itu memulangkan salah satu ‘Mak Itam’ yang lama ‘merantau’ ke Jawa untuk menggiatkan wisata kereta api di Sumatra Barat. Kini di Sumatra Barat tampak adanya keinginan untuk mengembangkan lagi moda transportasi kereta api. Ini mengingatkan saya pada bunyi satu iklan di Belanda: ‘Mari naik kereta api, jangan beli mobil.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Apakah lokomotif tua di atas adalah "mak itam" yang masih bisa kita tumpangi di Sawah lunto sekarang..???
http://newpopart.files.wordpress.com/2009/12/dscn3116ee.jpg
http://matanews.com/wp-content/uploads/Mak-Itam1.jpg
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Minang Saisuak #49 - Musyawarah Para Penghulu
http://niadilova.blogdetik.com/files/2011/05/minang-saisuak-musyawarah-para-penghulu.jpg
minang-saisuak-musyawarah-para-penghulu
MUSYAWARAH PENGHULU di Minangkabau zaman saisuak adalah sebuah acara nagari yang meriah. Acara itu adalah ajang untuk ‘bermain pedang’ dengan kata-kata bersayap (‘bersilat lidah’) yang dikemas dalam tradisi pasambahan.
Rubrik ‘Minang Saisuak’ Singgalang Minggu kali ini menampilkan foto klasik sebuah rapat kaum penghulu di awal abad ke-20. Judul foto ini adalah: “Vergadering van pangoloe’s, Soematra” (Rapat para penghulu di Sumatra [Barat]). Tidak disebutkan di nagari mana foto ini diambil, tapi sangat mungkin di darek. Foto ini (ukuran 14 x 23,5 cm.) dibuat tahun 1911 oleh mat kodak Jean Demmeni dan diproduksi dengan memakai teknik fotolithografie. Tercatat foto ini terakhir dikoleksi oleh Algemeene Nederlandsche Wielrijdersbond Toeristenbond voor Nederland yang berkantor ’s-Gravenhage (Den Haag).
Dalam foto ini terlihat kaum penghulu, lengkap dengan pakaian adatnya, duduk dalam formasi dua baris yang saling berhadapan. Di bagian belakang kelihatan seorang penghulu berpakaian putih, yang sepertinya punya posisi sosial yang lebih tinggi, sebab pakaiannya sendiri berbeda warnanya dan ia juga duduk di kursi. Sangat mungkin orang itu adalah seorang tuanku laras atau pejabat pribumi bentukan Belanda. Dengan demikian, dapat diduga bahwa rapat para penghulu yang diabadikan dalam foto ini mungkin terkait dengan satu kebijakan yang dijalankan oleh penjajah Belanda satu nagari atau kelarasan.
Di bagian belakang kelihatan balairuang atau balerong (balai adat) yang cenderung agak bercorak bodi Chaniago.Di situlah akan diuji apakah seorang penghulu memang ‘tahu di bayang kato sampai’ supaya ia tidak sampai ‘dikabek kato’. Penghulu yang ‘buluih luambek’nya akan kalah dalam batin dan mungkin akan membuat malu anak-kemenakan dan kaumnya.
Musyawarah kaum penghulu dalam tradisi pasambahan memang berbeda dengan rapat anggota DPR(D) sekarang dimana banyak urat leher tegang atau sebagian anggotanya tertidur dan yang lainnya asyik memencet-mencet BlackBerry.
badabua June 25th, 2011, 08:12 AM Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji “Menggaung” di Piaman
http://i56.tinypic.com/2rbyx6w.jpg
Pariaman, MarawaNews.Com------Prosesi khatam Al-Qur’an merupakan sebuah tahapan dalam mencetak generasi muda yang Qur’ani, serta dapat diharapkan sebagai generasi yang dapat membawa perubahan ke arah lebih baik pada masa mendatang.
Demikian Bupatipadangpiaman, Drs. H. Ali Mukhni yang dibacakan Kabag Kesra, Drs. Karmaini saat Khatam al-Qur’an terpadu dan Launching Gemar Mengaji Kecamatan Ampekkoto Kampuangdalam, Senin (20/6).
Dikatakan, semua santeri yang telah berhasil menamatkan Al-Qur’an yang dirayakan melalui prosesi Khataman Al-Qur’an, hendaknya mengembangkan diri dengan terus belajar serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.
“Selain Khataman Al-Qur’an, hari ini kita juga melaksanakan Launching GEMMAR Mengaji atau Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji yang mulai bergaung di mana-mana. Kalau boleh ditambahkan, sebenarnya lebih tepat disebut dengan Gerakan Masyarakat Maghrib (kembali) Mengaji,” tukuk Karmaini.
Sebab, budaya mengaji saat maghrib sudah mengakar jauh di Indonesia, bahkan kenangan masa kecil pasti mengantarkan suasana setelah maghrib adalah waktu khusus yang penuh kekhusyukan. Digunakan untuk mengaji baik di langgar atau mushola maupun rumah. Para orang tua pun bersemangat dalam mengajarkan baca Qur’an kepada anak-anaknya yang masih belia.
“Sebenarnya gerakan ini menghidupkan kembali. Mengingat di zaman ini banyak hal yang menyibukkan para orang tua dan anak-anak sehingga tak secara khusus mengalokasikan waktu untuk mengaji. Kami berharap agar program ini dapat dijalankan oleh masyarakat di seluruh Kampuangdalam, serta Padangpiaman umumnya secara rutin. Tentunya kegiatan ini tidak canggung lagi untuk dilaksanakan karena kita semua sudah biasa melakukannya sejak dulu,” ulang Karmaini.
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-Gerakan-Masyarakat-Magrib-Mengaji-%E2%80%9CMenggaung%E2%80%9D-di-Piaman?pid=48859#pid48859
badabua June 28th, 2011, 08:27 AM Budayawan Wisran Hadi Meninggal Dunia
http://i488.photobucket.com/albums/rr242/kampiun/wisranhadi.jpg
padangmedia.com - PADANG - Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah budayawan Sumatra Barat Wisran Hadi dalam usianya yang ke-66 tahun, Selasa (28/6) sekitar pukul 07.30 WIB.
Almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka di wisma Indah Lapai, Padang, 07.30 WIB. Ia merupakan seniman, budayawan, tokoh masyarakat yang banyak meninggalkan karya besar.
Tidak hanya Sumatra Barat, Indonesia juga kehilangan putra terbaiknya. Ia banyak mendapatkan penghargaan sastra dari dalam dan luar negeri. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Wisran Hadi sempat jatuh sakit saat menghadiri acara di Pangeran's Beach.
Menurut istri almarhum, Raudah Thaib kepada Padangmedia beberawapa waktu lalu pernah mengatakan, Wisran Hadi memiliki riwayat sakit jantung. Namun, beberapa waktu lalu, sakit jantungnya pernah kambuh saat berdiskusi soal minimnya anggaran untuk kesenian di Sumbar. Selamat jalan Pak Wisran Hadi.
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-Budayawan-Wisran-Hadi-Meninggal-Dunia?pid=48935#pid48935
badabua June 29th, 2011, 09:04 AM Ramaikan Kembali Masjid dengan Mengaji
Pasbar, Padek—Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar, Darwas meluncurkan program Gerakan Masyarakat Maghrib (Gemmar) Mengaji di Kantor Kemenag Pasbar, akhir pekan lalu. Program ini salah satu program pemerintah melalui Kementerian Agama untuk membudayakan kembali membaca Al-Quran setelah shalat Magrib di kalangan masyarakat.
“Saat ini, kita sudah sangat jarang mendengar anak-anak yang mengaji usai shalat Magrib. Melalui program ini, kami berharap masjid, mushalla, surau akan kembali ramai dengan suara lantunan ayat suci Al-Quran,” jelas Darwas.
Agar program ini dapat berjalan dengan baik, Darwas meminta dukungan semua pihak. “Program ini, dibuat guna memperbaiki akhlak umat. Dengan adanya anak-anak kembali mengaji usai Magrib, kita berharap pemahaman agama anak-anak akan semakin meningkat,” tuturnya.
Terpisah, Bupati Pasbar, Baharuddin R menilai program Gemmar Mengaji ini sangat relevan dengan program pandai baca tulis Al-Quran yang diluncurkan Pemkab Pasbar. Ini juga diperkuat dengan diberlakukannya Perda No7 tahun 2009 tentang Pandai Baca Tulis Ayat Al-Quran.
Kepala Kantor Kemenang Pasbar, Nahruddin Lubis menambahkan, program ini juga sebagai salah satu upaya untuk menciptakan generasi muda Islami yang mencintai Al-Quran, serta mampu memahami dan memaknai nilai-nilai agama yang terkandung di dalamnya. Sehingga, ke depan diharapkan akan lahir generasi muda yang berakhlakul kharimah.
Dikatakan Bupati, perkembangan zaman yang semakin kompleks saat ini, diperlukan pegangan yang dapat menuntun umat di muka bumi ini, agar tidak terjerumus ke hal-hal yang sesat dan dilarang agama.
”Generasi muda sebagai penerus bangsa harus dibekali pemahaman tentang Al-Quran. Tidak hanya membacanya, tapi juga harus dipahami makna yang terkandung dalam Al-Quran tersebut. Kita akan dukung program ini, karena sejalan dengan visi misi membangun Pasbar di atas tadah agama untuk kesejahteraan umat dan akhirat,” pungkas bupati.
sumber : http://www.minangforum.com/Thread-Ramaikan-Kembali-Masjid-dengan-Mengaji
Mehome June 30th, 2011, 02:32 PM Artikel
Indahnya Pesisir Selatan
Oleh: JUNISMAN, SH
Selasa, 17 Agustus 2010 | 04:18:00 WIB
Indahnya Pesisir Selatan
http://www.pesisirselatan.go.id/foto/2010/08/17/med_1708100418_teluk-painan--foto-artikel-.jpg
Indahnya Pesisir Selatan: Pesisir Selatan sangat kaya potensi wisata. Garis pantai yang panjang menghidangkan keindahan yang nyaris tiada duanya di dunia. Lautan luas..Â
http://www.pesisirselatan.go.id/index.php?mod=artikel&id=7
di kabupaten Pesisir Selatan banyak sekali terdapat danau-danau kecil berbentuk tapal kuda, hanya saja danau-danau tersebut terletak di pedalaman dan jauh dari peradaban manusia. Seandainya infrastruktur di daerah Pesisir Selatan dibangun besar-besaran pasti akan bagus bagi perkembangan pariwisata di daerah ini. :cheers:
Mehome June 30th, 2011, 02:34 PM Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji “Menggaung” di Piaman
ngomong-ngomong soal "menggaung", ada nama daerah Gaung di Padang. ada yg tahu sejarah daerah Gaung sehingga dinamakan Gaung? hehehe :)
Mehome June 30th, 2011, 02:43 PM PLN Sumbar Jaring 30 Ribu Pelanggan Baru
Padang (ANTARA News) - PLN Wilayah Sumatera Barat hingga Juni 2011 berhasil menuntaskan penyambungan listrik bagi sekitar 30.200 pelanggan baru, yang selama ini masuk daftar tunggu.
Pencapaian itu melampaui target PLN Sumbar dalam program sehari sejuta sambungan tahun ini sebanyak 21 ribu pelanggan, kata GM PLN Wilayah Sumbar, Juni Winardi kepada pers di Padang, Selasa. Langkah PLN ini, kata Judi, untuk mengatasi daftar tunggu permintaan sambungan listrik yang sudah mengular panjang akibat berbagai kendala, seperti terbatasnya pasokan listrik.
Kebijakan tersebut sekaligus merupakan strategi PLN dalam mengatasi banyaknya keluhan pelanggan akan sulitnya permintaan sambungan listrik, tingginya biaya penyambungan dan tidak adanya kepastian. Listrik pelanggan baru itu, lanjut Judi akan serentak menyala pada 17 Juni mendatang bersamaan dengan pencanangan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (Grasss) tahap 2.
Pencanangan Grasss tahap 2 di PLN Sumatera Barat dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh, pada tanggal 17 Juni 2011.
Program tahap 2 ini merupakan kelanjutan Grasss pertama pada Oktober 2010. Pada saat itu PLN Wilayah Sumatera Barat menargetkan penyambungan 17 ribu pelanggan, dan realisasinya berhasil menyambung sejumlah 18.700 pelanggan. Untuk mendukung gerakan penyambungan listrik yang berarti pertambahan jumlah pelanggan ini, PLN di Sumatera Barat mengupayakan penambahan pembangkit baik PLTU maupun mesin diesel.
"Saat ini sedang dibangun PLTU Teluk Sirih di Bungus berkapasitas 2x112 Mega Watt yag dijadwalkan beroperasi pada 2012," katanya.
PLN Sumbar juga melakukan perluasan jaringan distribusi baik jaringan tegangan maupun tegangan rendah penguatan gardu induk dari GI Padang Luar - GH Jirek sepanjang 9,4 km dan penambahan 234 gardu distribusi. Semua upaya tersebut, menurut Judi, diharapkan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di provinsi Sumbar dari 70 persen pada 2010 menjadi 75 persen pada akhir 2011.
Menurut Kepala PLN Cabang Padang, Musthofa pemilihan tempat pencanangan Grasss 2 di Sungai Penuh terkait banyaknya pelanggan daftar tunggu di kota tersebut.
"Sebagian besar warga Sungai Penuh bahkan sudah masuk daftar tunggu PLN selama 2-3 tahun. Bahkan ada beberapa yang sudah menunggu selama belasan tahun," katanya.
link (http://www.antaranews.com/berita/263072/pln-sumbar-jaring-30-ribu-pelanggan-baru)
----------------------------------
angka rasio elektrifikasi di Sumbar mungkin memang sudah berada diatas rata-rata nasional, tetapi saya masih berharap agar rasio elektrifikasi yang tinggi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi perkembangan kegiatan industri di provinsi ini :)
Daftar Rasio Elektrifikasi 2011 di masing-masing Wilayah:
Indonesia Timur
Kalimantan Timur (66%), Kalimantan Selatan (70,5%), Kalimantan Tengah (50,7%), Maluku (58,4%), Maluku Utara (48,2%), Sulawesi Selatan (69,4%), Sulawesi Tengah (45,5%), Sulawesi Barat (33,3%), Sulawesi Utara (73,5%), Sulawesi Tengah (59,4%), Gorontalo (66,7%), Papua (30,6%), Papua Barat (42,6%), Nusa Tenggara Timur (26%), Nusa Tenggara Barat (31,9%).
Indonesia Barat
Aceh (85%), Sumatera Utara (76%), Sumatera Barat (72%) :cheers:, Riau (44%), Kepulauan Riau (55%), Sumatera Selatan (46%), Jambi (51%), Bengkulu (55%), Lampung (52%), Kalimantan Barat (57,5%), Bangka Belitung (52%).
Bali dan Jawa
Bali (64,2%), Jawa Timur (73,43%), Jawa Tengah (74,54%), DI Yogyakarta (75,84%), Jawa Barat (67,81%), Banten (74,21%), DKI Jakarta (92,82%).:banana:
Sumber (http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?category=18&newsnr=3960)
sherif_claude June 30th, 2011, 05:14 PM RAKYAT SUMBAR
Sumbar Targetkan 1.000 Ton Tuna
Padang Ekspres • Kamis, 30/06/2011 09:27 WIB •
http://padangekspres.co.id/up/berita/30062011092934tuna.gif
POTENSIAL: Para pekerja PT SAMU Bungus sedang mengolah tuna segar. Tahun ini sum
Padang, Padek—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar menargetkan ekspor 1.000 ton ikan tuna pada tahun ini. Tahun lalu, Sumbar hanya mampu mengirim 700 ton.
Untuk mendukung peningkatan produksi itu, DKP menambah unit kapal untuk penangkapan dan memberdayakan mantan mahasiswa sekolah pelayaran.
”Dengan adanya penambahan kapal itu, kita bisa memberdayakan alumni sekolah pelayaran yang saat ini bekerja di luar keahlian mereka. Kalau dihitung, tahun ini saja tercatat 150 mahasiswa pelayaran yang bekerja tidak sesuai keahlian mereka itu,” ujar Kepala DKP Sumbar Yosmeri kepada Padang Ekspres, kemarin (29/6).
Pemberdayaan alumni pelayaran itu, kata Yosmeri, untuk membantu mereka menyerap teknologi dari investor asing sehingga kompetensinya meningkat.
Apalagi, saat ini dibutuhkan tenaga ahli yang bisa menangkap ikan tuna terutama putra daerah, sehingga nantinya mereka bisa membantu pemerintah mencapai target tersebut.
Selain itu, lanjut Yosmeri, tidak hanya mantan mahasiswa perikanan yang akan terlibat menyukseskan peningkatan ekspor tuna itu. Nantinya, DKP Sumbar juga akan bekerja sama dengan nelayan setempat. ”Mereka nantinya akan menjadi awak kapal yang akan diberikan pemerintah pusat. Rencananya, Sumbar akan manerima bantuan kapal tahun depan sebanyak 10 unit,” jelasnya.
Daerah Sumbar yang memiliki sumber ikan tuna di Selat Mentawai. Selama ini, diekspor ke Jepang dan Amerika. Karena semakin tingginya permintaan, akibatnya beberapa investor dari Jepang berencana berinvestasi di Sumbar, dengan menyediakan kapal-kapal ikan penangkapan tuna.
Menurut Yosmeri, kendala yang dihadapi saat ini adalah sulitnya budidaya bandeng yang merupakan umpan untuk ikan tuna. Kebutuhan umpan setiap bulannya mencapai satu juta ekor per bulan.
Yang bisa diusahakan pemerintah Sumbar baru 50 ribu ekor. ”Untuk menyiasati hal itu, Pak Wagub telah memerintahkan budidaya benih bandeng secara swasembada, dan tidak perlu tergantung dari daerah Jawa. Nantinya di beberapa tempat, pembudidayaan banding akan segera dilakukan,” paparnya.
Terkendala BBM
Untuk mencapai target, diakui Yosmeri, masih ada beberapa kendala. Di antaranya, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Seharusnya, depot pengisian BBM bagi nelayan harus ada dua unit di kawasan Bungus Teluk Kabung. Kini, baru satu unit depot pengisian BBM untuk nelayan.
”Terkait persoalan tersebut, kami telah koordinasi dengan Pertamina pusat, namun mereka belum juga melakukan pembangunan untuk depot yang akan diperuntukan bagi nelayan tersebut.
Rencananya, persoalan itu akan dibicarakan kembali dengan Pertamina Padang, karena telah ada perintah tegas Pertamina pusat untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) itu,” jelas Yosmeri.
Supaya target bisa tercapai, ungkap Yosmeri, beberapa aspek perlu diperhatikan secara khusus, yakni persoalan keamanan, BBM, dan transportasi. ”Paling kendala utama saat ini adalah masalah BBM,” tegasnya. (kd)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=7293
Satrial July 9th, 2011, 02:24 PM Ternyata salah satu Drama seri di TV3 Malaysia yang berjudul "Sijundai", terinspirasi dari cerita rakyat Minangkabau..... :cheers:
http://img803.imageshack.us/img803/6205/unledfoe.jpg
sherif_claude July 10th, 2011, 07:54 PM Gubernur Irwan tidak Raun-raun
Oleh : ST ZAILI ASRIL
Wartawan Padang Ekspres
Padang Ekspres • Kamis, 07/07/2011 11:05 WIB • 166 klik
ST ZAILI ASRIL
Pada Harian Pagi Padang Ekspres, edisi Selasa (6/7), pada halaman Rakyat Sumbar, ada berita yang mengabarkan Gubernur Sumatera Barat Prof Dr H Irwan Prayitno Dt Rajo Bandaro Psi MSc akan berkunjung ke Amerika Serikat (AS), memenuhi undangan, antara lain, Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di AS. Mungkin tidak semua kita membaca, pada alenia pertama, disebutkan kata ”raun-raun” menganalogikan kunjungan Gubernur ke AS tersebut.
Rupanya, sebagian dari yang membaca berita tersebut, bertanya kepada Gubernur, apakah beliau akan pergi ”raun-raun” ke AS. Tentu saja Gubernur Irwan sangat kaget, karena ia merasa pergi ke AS dalam rangka menjalankan tugas. Saya harus menyadari bahwa rupanya Harian Pagi Padang Ekspres—sebagai surat kabar harian quality paper yang sejak semula diperjuangkan menjadi koran referensi/inspirasi/mendorong perubahan di Sumatera Barat—memang berpengaruh sangat kuat dan berdampak sangat luas!
Membaca berita dimaksud kembali—selain kelemahan teknis jurnalistik, saya merasa ada yang kurang atau ada fungsi yang tidak berperan sebagaimana mestinya: fungsi/peranan pejabat hubungan masyarakat dalam menjelaskan materi informasi (dan memberi latar belakang dan materi informasi pokok). Saya merasa ada kekurangan informasi yang memadai menjadi penyebab keterputusan informasi secara utuh/baik.
Karena itu—terlepas dari ketakberperanan fungsi kepala biro hubungan masyarakat (dan protokol) secara baik (terlebih masa era otonomi daerah), sungguh saya merasa bersalah dan amat menyesal dan menyesalkan berita yang dalam tubuh berita menggambarkan Gubernur Sumatera Barat ”raun-raun” berkaitan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Terlebih kemudian, saya menerima keberatan dari Gubernur Irwan Prayitno sendiri yang secara sangat halus (Jawani) mengritik pemberitaan Harian Pagi Padang Ekspres yang menggambarkan materi yang sama.
Dalam penjelasannya melalui short message system (SMS) kepada saya, Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan bahwa rencana kunjungan ke AS—sebagaimana kunjungan sebelumnya ke Jepang dan Jerman—bukanlah tanpa maksud dan tujuan serta latar belakang. Apalagi, seperti kunjungan ke AS, adalah demi memenuhi undangan Kedubes RI di AS. Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk AS, Dino Patti Djalal PhD, adalah seorang Minang.
Sesungguhnya, kunjungan Gubernur Irwan Prayitno ke AS, pertama untuk keperluan investasi di Provinsi Sumatera Barat, memenuhi undangan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kedua, keperluan bagi pendidikan di Provinsi Sumatera Barat, memenuhi undangan dan menindaklanjuti kesepakatan Gubernur Sumatera Barat dengan Dubes AS di Jakarta, Scot Marciel. Ketiga, memenuhi harapan masyarakat Sumatera Barat di AS, memenuhi undangan Dubes Dino Pati Djalal PhD.
Secara getir, Gubernur Irwan menyatakan, betapa ia terkejut dan mengucap astaghfirullah ketika ada yang bertanya kepadanya: apakah ia pergi ”raun-raun” ke AS. Ia pun pergi ke AS dengan naik kelas ekonomi—walaupun ia dapat memanfaatkan fasilitas business class (sebagaimana layak jatah sebagai gubernur)—untuk lama penerbangan 20 jam—alangkah penat dan tidak selesa. Istri Prof Irwan pun berangkat mendampingi suaminya dengan menggunakan dana pribadi.
Sebagai seorang wartawan yang sudah memulai karir profesional sejak tahun 1979—tanpa terputus (selama 14 tahun di antaranya di Harian Pagi Kompas Jakarta), dan masih selalu dan terus belajar, berita yang menyebutkan Gubernur Sumatera Barat ”raun-raun” itu memang tidak dapat dibenarkan. Karena itu, saya—sebagai penerbit (Direktur Utama PT Padang Intermedia Pers) sudah meminta Pemimpin Redaksi Harian Pagi Padang Ekspres Montosori untuk menertibkan. Saya menyampaikan hal-hal teknis jurnalistik dan mengulangi kembali visi/misi surat kabar Harian Pagi Padang Ekspres.
Bagi saya—paling tidak sejauh berkaitan dengan berita yang dimasalahkan, memberitakan haruslah objektif—berdasarkan/sesuai fakta dan keterangan yang jelas, tidak bercampur antara fakta dan opini (pendapat dan penilaian wartawan: bila wartawan beropini, maka ia dapat menulis artikel), tidak perlu didramatisir (dramatisir—bukan dramatisasi—menggambarkan ketidakpercayaan wartawan/redaksi yang seakan tanpa dramatisir dianggap masih kurang mendapat perhatian), dan apalagi Padang Ekspres termasuk surat kabar harian kategori quality paper dan berpengaruh kuat di daerah ini. (*)
http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=606
sherif_claude July 10th, 2011, 07:58 PM Mengenang Pengembalian Mandat PDRI
VII Koto Talago, Basis PDRI nan Terlupakan
MUSEUM PDRI: Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo berkunjung ke Museum PDRI Padangj
”Kami tidak tahu bagaimana nasib Republik Indonesia kalau PDRI tidak ada. Kami pun tidak tahu, bagaimana nasib Republik kalau Sjafruddin tidak bersedia mengembalikan mandat PDRI”
Itulah kalimat yang ditulis mantan Wakil Perdana Menteri Indonesia Laksamana Madya Tituler Dr J Leimena, dalam sebuah buku sejarah yang tersimpan rapi di Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) kawasan Padangjopang, Nagari VII Koto Talago, Guguak, Limapuluh Kota.
Museum PDRI Padangjopang sendiri berada di samping rumah Kak Jawa. Rumah yang pada tanggal 6 Juli 1949 dijadikan sebagai tempat pertemuan, antara “Delegasi Bangka” pimpinan Muhammad Natsir, Dr J Leimena, Dr Halim, dan Agus Yaman, dengan Mr Syafrudin Prawiranegara dan tokoh-tokoh pejuang PDRI.
Waktu itu, para pejuang PDRI yang sudah 18 bulan berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari gempuran Agresi II Belanda, masih galau di ujung bimbang.
Mereka merasa, perjuangan panjang yang dilakukan sejak Desember 1948, mulai dari Bukittinggi, Payakumbuh, Halaban, Kotototinggi, Lipekkain, Bangkinang, Kiliranjao, Pulaupunjuang, Abaisangir, Bidaralam, Sumpur Kudus, hingga berakhir di Padangjopang, seperti terbuang percuma.
Bagaimana tidak? Tanpa memberi rambu-rambu, Presiden Soekarno yang sebelumnya ditawan Belanda bersama Wakil Presiden Muhammad Hatta di pulau Bangka, telah mengutus Mr Muhammad Roem untuk berunding dengan pemerintah Belanda yang diwakili Dr Jan Herman van Roijen.
Para pejuang PDRI merasa, perundingan Roem dengan Roijen yang berlangsung 7 Mei 1949, seolah-olah “menghilangkan” peranan mereka dalam menghalau agresi Belanda. Lantaran itu pula, sebagai pejuang PDRI yang sebelumnya telah menggelar Musyawarah Besar di Sumpur Kudus, Sijunjung, merasa keberatan mengembalikan mandat pembentukan PDRI kepada Soekarno-Hatta.
Untung saja, Bung Hatta yang babako ke Batuhampar, tokoh arif-bijaksana. Pak Hatta menugaskan Muhammad Natsir, Dr J Leimena, Dr Halim, dan Agus Yaman, untuk menemui para pejuang PDRI yang sudah berada di Padangjopang, Nagari VII Koto Talago, Limapuluh Kota.
Pertemuan di Padangjopang itu sampai sekarang masih dikenang oleh Ismael Hasan, mantan anggota MPR dari Partai Persatuan Pembangunan. Ismael Hasan waktu itu bertugas sebagai notulen rapat. Selain Ismael Hasan juga hadir Bupati Militer J Sutan Mangkuto dan Anwar ZA, mantan Sekkab yang mertua akademisi Dewi Fortuna Anwar.
Setelah pertemuan digelar, Mr Syafrudin Prawiranegara, Presiden 207 Hari dalam Novel Akmal Nasery Basral, akhirnya bersedia ikut dengan Muhammad Nasir dan utusan delegasi Bangka, untuk bertolak ke Yogyakarta guna mengembalikan mandat PDRI.
Sebelum berangkat ke Jogyakarta atau 7 Juli 1949, Mr Syafrudin Prawiranegara dan Muhammad Natsir sempat menggelar rapat umum di Kotokociak, Nagari VII Koto Talago. Waktu itu, berderai air mata masyarakat mendengar pidato para tokoh.
Terlupakan
Kini, sejarah bangsa di Padangjopang dan Kotokociak, Nagari Guguak VII Koto Talago, seperti terlupakan begitu saja. “Tidak banyak lagi, kawan-kawan kami generasi muda yang mengenal sejarah PDRI,” kata Putra Satria Veri, tokoh muda VII Koto Talago kepada Padang Ekspres.
“Ya, sejarah PDRI di Padangjopang dan Kotokociak memang kerap terlupakan. Padahal, PDRI mata rantai perjuangan bangsa. Tak akan ada NKRI jika tidak ada PDRI,” ujar Ronald Achyar, tokoh muda lainnya pada suatu ketika.
Agar sejarah PDRI bangsa di Padangjopang dan Kotokociak, tidak tercecer begitu saja. Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo Datuak Sori Marajo, datang ke Museum PDRI di Padangjopang, Kamis (7/7) lalu.
Saat berada di Museum PDRI, Alis menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat. Seorang tokoh perempuan, Lela Rosma, berharap ke Alis Marajo agar dapat menjadikan Padangjopang sebagai daerah tujuan wisata sejarah, adat dan alam.
Tidak itu saja, Lela Rosama meminta kawasan Pokan Sinayan, gerbang masuk Padangjopang dapata dibenahi. Kemudian Lela berharap pemkab membangun miniatur sepeda pada sebuah tempat di Guguak.
“Miniatur ini penting dibuat untuk mengenang, di tempat itu dulunya Dr Leimena dan Pak Natsir bersepeda menjemput Mr Syafrudin Prawiranegara. Sehingga generasi muda kita tahu dengan sejarah,” ucap Lela.
Alis Marajo mengapresiasi keinginan masyarakat tersebut. Alis berharap segala keinginan itu dapat diapungkan kembali dalam diskusi tentang peristiwa penyerahan mandat PDRI pada tahun 1949 yang akan digelar Pemkab Limapuluh Kota bersama Pemnag VII Koto Talago.
“Kalau bisa, libatkan para perantau,” ujar Alis. (***)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=7957
sherif_claude July 10th, 2011, 08:02 PM Lomba Malamang di Festival Siti Nurbaya 2011
Tradisi Kuliner Unik Minangkabau
http://padangekspres.co.id/up/berita/10072011093011malamang.gif
Bakar Lamang: Seorang peserta sedang membakar lamang, di Pantai Padang.
Malamang, tradisi khas Minangkabau sebagai makanan kaya gizi dan sarat nilai moral. Tradisi ini sering dilaksanakan tatkala ada acara penting seperti Maulid Nabi, pengangkatan penghulu, Lebaran, pernikahan, dan acara besar lainnya. Untuk mempertahankan tradisi malamang inilah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Padang mengadakan lomba tersebut. Bagaimana euforia lomba malamang tersebut?
Sejak pagi kemarin (9/7), Pantai Padang dipenuhi asap dari proses pemanggangan lemang. Ratusan ibu-ibu sibuk memanggang lemang, sementara lainnya sibuk menggiling cabai dalam gilingan batu, serta membuat jus pinang. Asap lemang dan aroma bawang dan cabai memenuhi udara dan memedihkan mata pengunjung. Lemang terbuat dari beras ketan yang dimasukkan dalam buluh bambu yang telah dialasi dengan daun pisang, kemudian disiram dengan santan yang telah diberi garam. Lalu, dipanggang dengan kayu bakar selama empat jam. Kegiatan membuat lemang itu disebut malamang.
Untuk malamang, tidak bisa dilakukan seorang diri. Malamang membutuhkan beberapa orang untuk membuatnya. Misalnya, untuk malamang diperlukan orang untuk mencari bambu sebagai tempat adonan, mencari kayu bakar guna memanggang lamang. Kemudian, mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat lamang seperti beras ketan, santan, dan juga daun pisang, serta orang yang mempersiapkan adonan dan memasukkan adonan lamang ke dalam bambu.
Kalau hanya seorang saja, tentu pekerjaan terasa berat. Bahkan, tidak mungkin. Makanya, saat malamang dibutuhkan beberapa orang yang mampu saling bekerja sama dari awal hingga akhir pembuatan lamang. Dengan saling kerja sama antar-kelompok, maka malamang akan terasa mudah dan menyenangkan.
Yuliana, 50, peserta dari Rimbodata, kepada Padang Ekspres mengatakan pagi-pagi ia dan kelompoknya sudah datang ke lokasi acara dengan membawa buluh bambu, daun pisang, hingga kayu memanggang lemang. ”Kami membuat tiga macam lemang, lemang ketan, lemang pisang, dan lemang labu,” katanya.
Yuliana menjelaskan, biasanya lemang ini hanya dibuat saat menyambut puasa, Lebaran, Maulid Nabi dan 100 hari kematian. Bahkan, untuk menjaga tali silaturahmi dengan mertua, karena lemang menjadi makanan hantaran.
”Lemang biasanya disajikan atau dihidangkan untuk disantap dengan tapai sipuluik, juga terbuat dari beras ketan hitam atau beras ketan merah. Tetapi, yang banyak digunakan beras ketan hitam,” ungkap Yuliana seraya menyiapkan 10 batang lemang.
Nani, 40, peserta dari Rimbokaluang, menambahkan biaya membuat lemang tidaklah sedikit. Biasanya, setiap keluarga akan membuat hingga 50 batang lemang. Bahkan, ada lebih dari 100 batang. Untuk membuat 50 batang lemang, kira-kira dibutuhkan 150 liter beras ketan, dan 100 butir kelapa. Seandainya 1 liter beras ketan harganya Rp8.000, dan harga satu butir kelapa Rp 1.000, maka setidaknya dibutuhkan dana Rp1.300.000.
”Meskipun dana sebesar itu dikeluarkan masyarakat, namun kebahagiaan dan kepuasan hati menikmati lemang buatan sendiri sudah cukup membayar semua biaya dan kepenatan saat membuat lemang. Inilah bukti kuatnya hubungan adat dan agama bagi masyarakat Minangkabau,” ungkap Nani.
Nani mengatakan, di sinilah letak kelebihan dalam tradisi malamang. Malamang dapat memupuk rasa kerja sama dan kebersamaan sesama anggota masyarakat di Minangkabau. ”Namun, kondisi itu saat ini tak ditemukan lagi. Saat ini tidak banyak lagi generasi muda mahir membuat lemang. Apalagi membuat lemang tidak mudah,” ungkapnya.
Ternyata, lomba malamang, kukur kelapa, dan manggiliang lado menyedot perhatian ribuan warga Padang, termasuk turis asing. Misalnya, turis asing asal Jerman, Claudia, Bergbauer, dan Angelika Reinhard. ”Kegiatan ini tradisi unik. Apalagi, di negara kami tak menemukan tradisi ini. Ini seharusnya dikemas lebih menarik lagi. Sehingga, mengundang perhatian turis asing lainnya untuk berkunjung ke Padang,” kata Claudia saat diwawancarai.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, festival ini menampilkan tradisi yang mulai ditinggalkan. ”Kalau dulu setiap menyambut Ramadhan, Lebaran dan Maulid Nabi membuat lemang itu wajib. Kalau sekarang sudah mulai ditinggalkan, diganti dengan kue, nanti lama-lama orang tidak tahu lagi cara membuat lemang,” katanya.
Ia mengatakan, festival ini sudah acara tahunan dalam kalender wisata Kota Padang dan sudah yang keempat kalinya. Untuk lomba membuat lemang ini tersedia hadiah seekor sapi. ”Selain itu, festival ini juga untuk menarik wisatawan agar kembali mau berkunjung ke Padang setelah peristiwa gempa 30 September dua tahun lalu,” kata Mahyeldi.
Tradisi malamang tetap perlu dipertahankan dan dilestarikan sebagai bagian dari budaya Minangkabau. Bukan tidak mungkin tradisi ini tinggal nama dan sejarah saja. Mengingat lamang juga sudah menglobal keluar Sumbar hingga ke mancanegara, pematenan lamang sebagai makanan khas Minangkabau perlu dilakukan agar nasibnya tidak seperti rendang dan masakan khas Minang lainnya, yang kabarnya telah dipatenkan di negeri orang. Semoga tradisi malamang ini dapat terus dilestarikan dan dipertahankan oleh masyarakat Minangkabau. (***)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=8004
sherif_claude July 10th, 2011, 08:17 PM Pulau Keong yang Menakjubkan
Ditulis oleh Teguh
Minggu, 10 Juli 2011 02:09
http://www.harianhaluan.com/images/stories/Berita3/100711/keong.jpg
PESISIR SELATAN, HALUAN-Tuhan menciptakan alam ini sangat indah dan menakjubkan. Khusus di Batang Kapas, Pesisir Selatan tepatnya di depan Bukit Pulai ada pulau yang bentuknya sangat unik. Keunikan terlihat ketika berdiri di Pantai Sungai Nipah.
Layangkan pandangan agak keselatan, tepat di depan ujung Bukit Pulai siapapun akan melihat keajaiban alam. Keajaiban itu adalah sebuah pulau mirip keong (molusca) sedang berjalan. Mungkin jaraknya dari pinggir Pasir Sungai Nipah sekitar 3 hingga 4 Km saja.
Tak banyak pengguna jalan atau mereka yang singgah di bibir pantai Sungai Nipah menyadari bahwa di depannya ada pulau yang sangat menarik untuk di lihat. Bahkan masyarakat Pesisir Selatan sendiri juga banyak tidak tahu.
Masyarakat di sekitar daerah ini justeru menamakan pulau tersebut dengan Pulau Batu Nago. Bukan Pulau Keong atau sejenisnya. Pulau ini terdiri dari batu karang. Dari kejauhan terlihat mirip sekali dengan keong yang sedang melata.
Cangkang keong berada di bagian barat dan kepalanya tampak terjulur menghadap timur, dan nyaris mencium sebuah karang yang semakin dekat ke ujung Bukit Pulai. Di bagian kepalanya juga tampak seperti dilengkapi dengan aksesoris menyerupai antena keong.
Bagi masyarakat nelayan, pulau ini tidak memiliki arti besar selain seonggok karang besar, dan pada bagian ujung baratnya ditumbuhi pepohonan kelapa dan tumbuhan pantai nan rimbun lainnya. Namun akan lain halnya bagi mereka yang suka dengan sesuatu yang unik, pulau ini justeru menjadi sesuatu hal yang menarik.
Oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, pulau mirip keong berjalan ini memang belum dikelola untuk tujuan kepariwisataan. Hanya saja keberadaan pulau itu telah menambah daya tarik dan daya dukung kawasan yang ada di sekitar Sungai Nipah.
Bahkan, sejumlah pengembang wisata telah berhasil menjadikan beberapa tempat di kawasan ini sebagai pusat wisata keluarga, misalnya panorama Bukit Ransam, Pasir Sungai Nipah. Paling tidak ada tiga titik yang telah dikembangkan untuk tujuan wisata keluarga disini. Ketiga kawasan wisata ini selain mengandalkan keelokan pasir dan air laut yang bersih juga mengan*dalkan pemandangan Pulau Keong tersebut.
Bila anda berkesempatan ke lewat di kawasan ini, yang jaraknya sekitar 6 Km dari Kota Painan, maka akan merasa takjub melihat ciptaan Yang Maha Kuasa tersebut. Silahkan mencoba.(haridman kambang)
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=6594:pulau-keong-yang-menakjubkan&catid=39:lancong&Itemid=153
Mehome July 11th, 2011, 06:52 PM daripada sepi ya....
Perkebunan teh di gunung Talang
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/261366_1806290168331_1572218038_31425793_4443603_n.jpg
Jembatan akar, Painan
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/268988_10150245234167410_806967409_7299807_3280300_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/181701_198464993505647_100000264426011_713985_3041019_n.jpg
by Alex Iskandar D. (http://www.facebook.com/profile.php?id=1572218038)
Suasana jalan raya di kawasan Pauah, Pariaman
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/230152_1368050778171_1738749113_604499_4934678_n.jpg
sherif_claude July 11th, 2011, 08:57 PM Kerja Sama Sister Province Sumbar-Bavaria Jerman Terwujud
Kucurkan Dana Eksplorasi Geothermal, Tunggu Pendamping di APBD
Padang Ekspres • Senin, 11/07/2011 12:14 WIB • (adv) • 30 klik
http://padangekspres.co.id/up/berita/11072011121629Bavarian02.gif
GARAP PANAS BUMI: Pemimpin Delegasi Bavaria, Katja Hessel menerima draft propors
Sebagai tindak lanjut kunjungan Gubernur bersama rombongan ke Jerman pada 5 November 2010 lalu, pemerintah Jerman, khususnya dari Negara Bavaria, langsung merespons dengan melakukan pertemuan bidang ekonomi di Hotel Mulya, kawasan Senayan, Jakarta, pada Senin 4 Juli 2011.
Dalam kesempatan itu, pihak Bavaria menyatakan komitmennya untuk mengalokasikan bantuan dana guna mengeksplorasi potensi sumberdaya energi panas bumi yang ramah lingkungan di Sumbar. Syaratnya hanya satu, pemerintah provinsi diharapkan terlebih dahulu mengalokasikan anggaran pendamping di APBD Provinsi.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai rapat dengan delegasi ekonomi Negara Bagian Bavaria itu mengatakan, apabila di APBD Sumbar sudah dicantumkan anggaran eksplorasi, maka pemerintah Jerman melalui negara bagiannya Bavaria segera memberikan bantuan.
Delegasi Bavaria berjumlah 22 orang dipimpin Sekretaris Negara pada Kementerian Negara Bagian Bavaria, untuk Ekonomi, Prasarana, Lalu-lintas dan Teknologi, Katja Hessel. Turut dalam rombongan itu sejumlah pengusaha Eropa yang bermarkas di Bavaria yang telah memperlihatkan keinginan untuk berinvestasi ke Sumbar. Selain itu, juga hadir dua anggota DPR negara bagian Bavaria yakni Otmar Bernhard dari Partai CSU dan Martin Runge dari Partai Bundis 90.
”Mereka semua tadi berkomitmen untuk mendorong pemerintah Jerman dan negara Bagian Bavaria segera merealisasikan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumbar melalui mekanisme G to G (government to government),” kata Irwan yang ketika itu didampingi Kepala Biro Pembangunan dan Kerja Sama Rantau, Suhermanto Raza dan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sumbar, Marzuki Mahdi.
Dalam rapat dengan delegasi Bavaria, Gubernur Sumbar juga menugaskan Kepala Biro Pembangunan dan Kerjasama Rantau serta Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral, untuk lebih intensif membicarakan teknis rencana kerja sama ini dengan Armin Schwimmbeck selaku Kepala Bagian Perdagangan Luar Negeri Asia Pasifik pada Kementerian Bavaria untuk Ekonomi, Prasarana, Lalu-lintas dan Teknologi.
”Terutama soal kerja sama optimalisasi potensi geothermal yang terdapat di Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Agam, Solok, Tanahdatar dan Solok Selatan yang memiliki potensi sekitar 1.656 MWe,” pinta Irwan.
Dijelaskannya, ketertarikan investor Bavaria terhadap geothermal karena Sumbar merupakan satu-satunya provinsi terkaya di Indonesia yang memiliki sumber energi geothermal. “52 persen sumber panas bumi dunia ada di Indonesia. Dari jumlah tersebut seperempatnya ada di Sumbar,” ungkap Irwan.
Potensi itulah yang membuat Jerman sangat serius dalam mengoptimalisasi potensi geothermal karena di Jerman sendiri sumber energi nuklir sudah dihentikan menyusul kecelakaan nuklir pascagempa dan tsunami yang terjadi di Jepang. ”Jerman dengan seluruh negara bagiannya sudah berkomitmen untuk meninggalkan sumber energi nuklir dan beralih ke program green energi yang kini mewabah di seluruh kawasan Eropa. Pihak Jerman menginginkan Sumbar masuk dalam agenda green energi ini,” urainya.
Sementara Katja Hessel menegaskan bahwa pemilik perusahaan asal Bavaria yang ikut serta bersama mereka adalah para profesional yang dapat memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Indonesia umumnya dan Sumbar khususnya.
”Perusahaan-perusahaan kami bergerak pada sektor konstruksi mesin dan instalasi, prasarana dan perencanaan bangunan serta lingkungan hidup dengan teknologi terkini penuh inovasi,” kata Hessel. Pihaknya akan mengintensifkan hubungan ekonomi ini. ”Khusus terhadap Sumbar, kami sudah bersepakat segera merealisasikan Provinsi Kembar (sister province) Sumbar-Bavaria,” tukasnya.
(adv)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=8035
sherif_claude July 11th, 2011, 09:02 PM Investor Jerman Bakal Kucurkan Rp 10 Triliun
Jerman Siap Garap Kawasan Mandeh
Padang Ekspres • Senin, 11/07/2011 12:13 WIB • (adv) • 52 klik
Perjalanan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ke Munchen, Jerman yang sempat diwarnai kontroversi pada November 2010 lalu, bakal berbuah manis. Ini setelah masuknya investasi Jerman ke Sumbar, sepertinya sudah di depan mata. Berbagai kerja sama bidang pariwisata, teknologi dan pertanian serta pengembangan energi terbarukan berhasil mendapatkan respons positif dari pemerintah Jerman.
Setidaknya hal itu bisa terlihat dari kunjungan balasan pengusaha sekaligus konsultan investor dari Negara Bagian Bavaria Jerman Mr. Gerhard Merkel yang melakukan kunjungan balasan ke Sumbar pada 7 hingga 10 Maret 2011 lalu. Kunjungan mereka didampingi staf Dubes RI untuk Jerman. Selain melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Muslim Kasim dan satuan kerja perangkat daerah terkait kerjasama di lingkungan Pemprov, mereka juga berkunjung ke Kabupaten Pesisir Selatan.
Mr Gerhard Merkel menyebutkan, kunjungan balasan ini adalah kesempatan untuk mengetahui lebih detail dan melihat langsung berbagai potensi yang telah ditawarkan gubernur Sumbar saat berkunjung ke Jerman November lalu.
”Kunjungan ini merupakan tindakan untuk memperjelas peluang kerja sama yang akan kita lakukan dengan Sumbar, terutama dalam bidang manajemen pengelolaan penggunaan listrik dengan energi geothermal yang amat bermanfaat bagi kebutuhan listrik di Sumbar,” katanya. ”Secara umum, kita siap membantu, hal-hal apa yang amat produktif dalam pengembangan pembangunan di daerah ini,” tambah Gerhard Merkel yang sejak 1996 memprakarsai, mengembangkan investasi proyek internasional bidang energi, pariwisata dan kesehatan.
Didampingi Wakil Bupati Pessel, rombongan itu mengunjungi objek wisata Mandeh, salah satu potensi pariwisata potensial yang ditawarkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat kunjungan ke Jerman November 2010.
Pada kesempatan itu, Mr. Gerhard Merkel terkagum-kagum dengan potensi Mandeh yang dinilainya belum tergarap oleh pemerintah daerah dan mereka tertarik untuk berinvestasi di sana. Dari sana, mereka kemudian berkunjung ke Pulau Cubadak melihat. Setelah itu ke panorama Bukit Langkisau di Painan, yang selama ini dikenal dan banyak diminati para pecinta terbang layang.
Rombongan pun mengunjungi potensi investasi pariwisata lainnya yang ditawarkan gubernur saat ke Jerman. Mereka ke Kota Padangpanjang melihat objek wisata Lembah Anai dan Anai Resort di Kabupaten Padangpariaman. Kedua potensi yang belum dikembangkan secara optimal itu, mereka lihat sebagai daya tarik yang potensial dikembangkan. Misalnya, membangun kereta gantung untuk menikmati keindahan alam dari udara.
Dalam paparannya, Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerja Dama Rantau, Suhermanto Raza menyebutkan, hasil dari kunjungan itu mereka tindaklanjuti lagi dengan melakukan pertemuan dengan Gubernur Irwan Prayitno di Jakarta pada 4 Juli lalu.
”Artinya, mereka tidak hanya berkunjung saja. Buktinya, pada 4 Juli lalu mereka datang lagi dengan delegasi dalam jumlah besar, termasuk pejabat pemerintah Bavaria, Negara bagian terbesar di Jerman dan pengusaha Bavaria guna menindaklanjuti kerjasama ekonomi dengan gubernur,” jelasnya.
Untuk Pessel, kata Suhermanto, mereka sangat tertarik dengan potensi kawasan Mandeh yang ada di Carocok Kecamatan Koto XI, Tarusan. Bahkan, mereka sudah punya plan dan maket untuk pengembangan objek tersebut menjadi kawasan wisata terbesar di Sumbar dengan investasi sekitar Rp10 triliun. ”Kawasan itu bakal dikembangkan menjadi objek wisata berwawasan lingkungan dengan konsep di Negara Arab, karena mempertimbangkan kearifan lokal masyarakat Minangkabau yang mayoritas beragama Islam,” beber Suhermanto, pejabat yang mendampingi gubernur selama kunjungan ke Jerman.
Selain kesiapan lahan dan feasibility study, syarat yang mereka sampaikan adalah agar pemerintah daerah segera memperbaiki infrastruktur jalan dari Padang ke Pessel yang saat ini banyak rusak parah. ”Masalah infrastruktur jalan ini, menjadi catatan penting bagi kita di Sumbar dalam pengembangan wisata. Kita telah berkoordinasi dengan dinas terkait baik di provinsi maupun di kabupaten Pessel, agar bisa menindaklanjutinya dengan memperbaiki infrastruktur jalan untuk akses ke objek wisata,” papar Suhermanto.
Selain Mandeh, mereka pun tertarik pengembangan objek wisata Danau Kembar di Kabupaten Solok. Bentuk kerjasamanya, pemerintah daerah menyiapkan lahan, sedangkan mereka diberikan kemudahan dalam membangun penginapan, taman dan resort hingga memasarkannya ke Eropa. ”Dengan begitu ditargetkan potensi pariwisata daerah tergarap maksimal, dikenal luas masyarakat Eropa dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar,” katanya.
Saat ke Sumbar, rombongan itu juga mengunjungi potensi panas bumi (geothermal) dan mikrohidro di Kabupaten Solok yang akan dikembangkan untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif bidang kelistrikan di Sumbar.
Di Sumbar ada 16 lokasi dengan potensi 1.656 Mwe tersebar di Kabupaten Solok, Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Agam, Tanahdatar dan Solok Selatan. ”Bahkan untuk eksplorasi ini, mereka telah menyiapkan dana. Respons mereka tentu saja kita tindaklanjuti dengan DPRD, untuk menyiapkan dana eksplorasi pendamping di APBD. Sebab, itu syarat dari mereka sebelum mengucurkan dana eksplorasi,” jelas Suhermanto, pejabat pemprov yang mendampingi gubernur selama ke Jerman.
Kerja sama lainnya yang ditawarkan ke Jerman adalah pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Dosen dan guru-guru SMK serta instruktur balai latihan kerja diberikan kesempatan mengikuti program S2 dan S3 dan magang di Jerman.
Setelah kunjungan delegasi itu, pada 18 Maret 2011 Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Norbert Baas pun ke Sumbar bertemu Gubernur Irwan Prayitno guna menindaklanjuti prospek kerja sama yang bakal disepakati. ”Ini sebuah keinginan besar Jerman dalam merealisasikan kerjasama yang dibicarakan di Bavaria, November 2010 lalu,” kata Irwan Prayitno. (adv)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=8034
[ Red/Redaksi_ILS ]
sherif_claude July 11th, 2011, 09:09 PM Pessel Sediakan 600 Hektare Lahan
Padang Ekspres • Senin, 11/07/2011 12:12 WIB • (adv) • 15 klik
Rencana investor Jerman berinvestasi di Kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, akan menjadi peluang terbesar bagi Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Agar minat investor yang akan berinvestasi itu tidak lari di daerah itu, pemerintah daerah diminta mempersiapkan infrastruktur, baik jalan maupun lahan yang akan dikembangkan. Sebab para investor tersebut membutuhkan lahan seluas 600 hektare. Di lahan tersebut akan dibangun berbagai sarana penunjang dengan nilai investasi sebesar Rp10 triliun.
Bupati Pessel Nasrul Abit mengaku siap bertarung agar rencana investasi itu tidak keluar dari Pessel. ”Saat ini pemerintah daerah memang telah memiliki lahan di kawasan Mandeh itu seluas 24 hektare. Lahan ini merupakan lahan yang sudah dibebaskan pemerintah daerah seiring dibukanya kawasan itu menjadi kawasan unggulan di bagian barat Sumatera. Bahkan sekarang sudah masuk pula dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (Ripnas),” jelasnya.
Terkait pembangunan infrastruktur seperti jalan penghubung antara Kota Padang dengan kawasan Mandeh melalui jalur lintas Barat melewati Koto XI Tarusan, kata Nasrul Abit, sekarang sudah dimulai. Bahkan pada tahun 2012 pelebaran jalan akan mencapai 12 meter. ”Sebab jalan tersebut merupakan salah satu sarana penting yang tidak bisa dikesampingkan,” katanya.
Ditambahkannya, sekarang pemerintah daerah memang sedang melakukan upaya bersama Pemprov Sumbar dan Kota Padang untuk menembus jalan lingkar yang menghubungkan Mandeh dengan Kota Padang melalui Nagari Sungai Pisang. ”Ini sudah dilakukan sejak tahun 2007 melalui dukungan dua daerah antara Pesisir Selatan dan Kota Padang,” katanya.
Pekan lalu, kata Nasrul Abit, pihaknya bersama pemerintah provinsi juga sudah membicarakan persoalan itu di Padang. Terutama kesiapan lahan yang mencapai 600 hektare itu sebagaimana permintaan investor. ”Agar permintaan itu terpenuhi, maka pemerintah daerah akan melakukan usulan melalui anggaran APBD. Apa salahnya kita menyediakan lahan melalui anggaran APBD jika nilai investasinya mencapai Rp10 triliun,” ujarnya.
Ditambahkanya, sektor pariwisata merupakan salah satu unggulan yang dimiliki Pessel, di samping sektor lain. Agar sektor ini berkembang, maka campur tangan pihak swasta sangat dibutuhkan. ”Sebab dengan hanya mengandalkan kemampuan keuangan dearah, semua itu akan sulit dicapai,” tuturnya. (adv)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=8033
sherif_claude July 11th, 2011, 09:12 PM Laporan Perjalanan Jurnalistik ke Tokyo (2)
Kesenian Minang jadi Pertunjukan Utama
Padang Ekspres • Senin, 11/07/2011 11:35 WIB • sukri umar
http://padangekspres.co.id/up/berita/11072011121238tari-minang-di-tokyo.gif
TARI GELOMBANG: Pembukaan festival Indonesia di Jepang, didahului penampilan gan
Tim kesenian dari Sumatera Barat diwakili ISI Padangpanjang benar-benar mendapat kehormatan dalam festival Indonesia di Tokyo Jepang, 8-9 Juli 2011 ini. Dalam penampilan perdananya sejak iven itu digelar oleh KBRI Indonesia di Tokyo, tim dari Sumatera mendapat kehormatan tampil pertama.
Sama halnya dengan Indonesia, Jepang juga menerapkan libur kantor pada Sabtu dan Minggu. Waktu liburan memang tak disia-siakan oleh masyarakat yang terkenal dengan disiplin dan kerja kerasnya itu. Berbeda dengan jam-jam kantor, di hari libur suasana jalan-jalan di Kota Jepang lebih padat dan ramai. Pada umumnya, bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki mobil, mereka memilih ke luar rumah menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan di hari hari biasa untuk kerja ke kantor, mereka cenderung menggunakan transportasi umum.
Pilihan menggunakan kendaraan umum sangat tepat, selain menghemat biaya untuk bayar tol dan beli BBM, aturan parkir kendaraan di Jepang sangat ketat dan terbatas. Di sisi lain transportasi di negara itu sudah sangat lengkap, baik kereta api maupun jalur bus. Seluruh pengguna jalan, mulai pejalan kaki, sepeda, sepeda motor, dan mobil sangat dijaga keselamatan mereka.
Jalan-jalan untuk pejalan kaki, pengendara sepeda sudah disediakan khusus, terpisah dengan jalur kendaraan bermotor. Tak ada kerisauan dan kekhawatiran ada pejalan kaki atau pendayung sepeda yang ditabrak kendaran. Meski hanya menggunakan sepeda, jangan coba-coba parkir sembarangan. Bila itu dilakukan, akan ada secarik kertas denda yang diselipkan di sepeda.
Rata-rata pengguna sepeda adalah pelajar, anak-anak dan orangtua. Tetapi ada pula sebagian remaja dan ABG. Tak ada kerisihan ataupun rasa malu bagi mereka bersepeda hilir mudik melintasi jalan-jalan di kota Tokyo. Jalur jalan sepeda sama mulusnya dengan jalan tol, diaspal dan dipagari besi agar tak berisiko bagi jalan bus.
Suasana ramai dengan pejalan kaki, bersepeda atau sekadar lari-lari pagi juga terasa Sabtu pagi di Taman Yoyogi, Tokyo Jepang. Salahsatu taman utama, penuh pepohonan dan beragam sarana olahraga. Letaknya di jantung kota Tokyo. Dari KBRI dibutuhkan perjalanan sekitar 8 km, dengan tarif tol 730 Yen atau sekitar Rp70 ribu.
Sejak pukul 8 pagi waktu Jepang, taman sudah penuh pengunjung. Ada yang berolahraga, jalan kaki, bersepeda, dan ada juga yang menyaksikan panitia dari staf Kedubes dan EO setempat merampungkan persiapan festival. Di tengah arena taman, pemerintah kota Tokyo menyediakan satu panggung utama, dengan luas sekitar 20 x 20 meter untuk berbagai pertunjukan. Indonesia juga memanfaatkan taman itu untuk iven tahunan Festival Indonesia.
Tahun ini, ISI Padangpanjang mendapat bagian untuk tampil. Dalam penampilan perdananya, ISI mendapat kesempatan tampil pertama. Sejumlah pergelaran tari, musik dan vokal dipersembahkan tim ISI Padangpanjang untuk ribuan pengunjung yang hadir.
Sebelum acara dibuka Dubes Indonesia untuk Jepang, M Lutfi, tim ISI menampilkan gandang tasa dan tari gelombang. Tepuk tangan tak henti-hentinya diberikan pengunjung, baik warga Indonesia yang bekerja di Jepang maupun warga asli sana. Selanjutnya, tari pasambahan dibawakan anak-anak Indonesia di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).
Selain kesenian Minang dan Melayu, dalam festival dua hari itu juga ditampilkan tim kesenian dari Karang Asem Bali, kelompok band Chancuter dan artis Rio Febrian. Murid-murid SRIT, mulai dari SD sampai siswa SMA juga menampilkan berbagai kesenian tanah air. Selama sebulan murid yang umumnya anak para diplomat dan staf di KBRI itu digembleng khusus oleh pelatih yang didatangkan dari ISI Padangpanjang, S Loravianti.
Suasana di Taman Yoyogi semakin ramai ketika siang. Puluhan stand terpasang menyuguhkan produk-produk Indonesia. Mulai dari kuliner, pakaian dan pernak-pernik nusantara. Sayangnya, tak satupun ditempati dari Sumbar. “Produk-produk dari Sumbar tak ada. Kita sudah memberitahu sejak tahun lalu, tapi mungkin ada pertimbangan lain,” ujar Atase Pendidikan Indonesia di Jepang, Prof Edison Munaf yang menggawangi tim kesenian dari ISI Padangpanjang. (***)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=8032
sherif_claude July 11th, 2011, 09:19 PM Syafruddin, Presiden defacto dan dejure
Gamawan: Biar Bangsa Ini Menentukan
Padang Ekspres • Senin, 04/04/2011 13:13 WIB • (mon/frv) • 220 klik
Bukittinggi, Padek—Istana Bung Hatta, Bukittinggi, tempat diadakannya Seminar “Satu Abad Mr. Syafruddin Prawiranegara”, kemarin (3/5) penuh sesak. Ini setidaknya menandakan perjuangan rakyat Sumbar menuntut pengakuan terhadap Syafruddin Prawiranegara, sebagai pahlawan nasional, masih menggebu-gebu. Hanya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan, soal pengakuan pada Syafruddin sebagai pahlawan nasional dan sebagai Presiden ke-2 RI, biar ditentukan oleh bangsa ini.
”Sejarawan dan tokoh-tokoh sudah banyak yang menulis ya (tentang Syafruddin Prawiranegara). Bahkan Pak Simulie (Alm. Kamardi Rais Dt P Simulie /wartawan dan Ketua LKAAM Sumbar), pernah mengakui dan menulis Mr.Mohammad Assad (Presiden Republik Indonesia Serikat) sebagai presiden. Sehingga SBY adalah presiden ke-8. Ini boleh kita rujuk. Boleh-boleh saja. Tapi terserah bangsa inilah menetapkannya,” kata Gamawan ketika diwawancarai wartawan usai membuka seminar.
Sebelumnya, Ketua Panitia Satu Abad Syafruddin Prawiranegara, AM Fatwa menyatakan tak ada alasan untuk tak menjadikan Syafruddin sebagai pahlawan nasional, dan diakui sebagai Presiden ke-2 RI.
Sebab, menurut AM Fatwa, Syafruddin sebagai Ketua PDRI, adalah presiden RI secara defacto dan dejure. Ia menyayangkan Keputusan Presiden (Kepres) No. 28 tahun 2006 tentang Hari Bela Negara (Pembentukan PDRI/19 Desember 1948), yang menyebutkan bahwa PDRI hanya untuk mengisi kekosongan dalam rangka bela negara. Ini menurut AM Fatwa, pemerintah memperlakukan PDRI hanya semata-mata bersifat administratif, sebagaimana jika presiden ke luar negeri.
”Padahal PDRI adalah suatu tindakan yang heroik. Kalau hanya seperti itu (administratif), Djuanda juga pernah menggantikan presiden. PDRI itu lahir untuk menyambung eksistensi NKRI, yang oleh kolonial Belanda dianggap telah lenyap, karena Ibukota Yokyakarta mereka kuasai, dan pemimpin bangsa ini mereka tawan,” tutur AM Fatwa. “Ada Keppres tentang HBN, semestinya ada pula Keppres (Pahlawan Nasional) untuk Syafruddin Prawiranegara,” tegas mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Putra Syafruddin, Farid Prawiranegara, di depan Mendagri mengharapkan ada pelurusan sejarah tentang PDRI, dan PRRI (Pemerintah Revolusioner Repuplik Indonesia). Farid menolak bapaknya, Syafruddin dinilai sebagai pengkhianat. Sebab, kata Farid, yang diperjuangkan oleh Syafruddin adalah ketidakadilan bagi daerah oleh pusat. Sekaligus sebagai bentuk koreksi. “Mengapa Yogyakarta yang jelas-jelas minta referendum dibiarkan saja. Tapi waktu PRRI, pusat langsung mengirim tentara,” sindir Farid.
Teladan Syafruddin
Gamawan Fauzi ketika menyampaikan sambutan berikutnya, tak menanggapi pernyataan AM Fatwa maupun Farid Prawiranegara. Mendagri lebih banyak bicara tentang teladan yang bisa dicontoh dari sosok Syafruddin. Dengan sedikit bercanda, Gamawan mengaku kesulitan memosisikan dirinya dalam seminar tersebut. “Saya sempat ragu-ragu menghadiri acara ini. Apakah Saya akan bisa objektif,” kata Gamawan.
Mantan Gubernur Sumbar, dan Bupati Solok, ini tak menyinggung tentang pahlawan nasional yang diperjuangkan untuk Syafruddin dalam sambutannya. Ini tentu saja terkait dengan posisinya sekarang sebagai Mendagri. Namun, ketika menjabat sebagai bupati, dan gubernur Sumbar, Gamawan termasuk salah satu motor pendukung, bersama tokoh Sumbar St Zaili Asril (Padang Ekspres), dan sejumlah sejarawan seperti Taufik Abdullah, Mestika Zed, dan Gusti Asnan. Setidaknya, atas kontribusinya, 19 Desember (1948) Pembentukan PDRI, telah ditetapkan sebagai Hari Bela Negara (HBN), melalui Keputusan Presiden (Kepres) No.28 Tahun 2006 tentang HBN.
”Pak Moerdiono (mantan Mensesneg), dan Pak Soesilo Soedarman (mantan Mengkopolhukam), tak pernah menyebut kata PDRI, padahal ia hadir pada acara seminar PDRI. Kita harus objektif pula,” kata Gamawan. Maksud Gamawan tentu saja, bahwa PDRI baru diakui pemerintah pusat, sejak masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada kesempatan itu, Gamawan lebih banyak menyampaikan sindiran-sindiran terhadap perilaku aparat pemerintah, dan sebagian warga yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai kepahlawanan Syafruddin Prawiranegara. “Saya ingin mengutip dialog antara Pak Syafruddin dengan Teuku Mohammad Hasan (Komisariat Pemerintah Pusat untuk Sumatera) dari novel ‘Presiden Prawiranegara (Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia)’. Mereka berdua saling menolak mandat menjadi ketua PDRI. Pak Syaf menyatakan sebaiknya Pak Teuku yang jadi ketua, karena Teuku lebih tua. Tapi Teuku menolak, karena menurutnya Pak Syaf yang cocok, karena ‘orang’ kabinet. Akhirnya Pak Syaf menerima dengan berat hati,” tutur Gamawan.
Mendagri melanjutkan, bila itu terjadi sekarang, pasti semua orang akan berebut jadi ketua. “Bahkan mengeluarkan uang yang banyak pun kita mau,” kata Gamawan. Tentu, ia sedang menyindir perilaku banyak orang ketika berebut jabatan. Pilkada adalah contoh nyatanya. Setiap orang rela mengeluarkan banyak uang untuk menjadi kepala daerah. Sementara itu, yang ditolak Syafruddin dan Teuku adalah jabatan ketua PDRI, yang notabene adalah presiden.
Dalam perjuangannya Syafruddin dan Teuku bergerilya dari hutan ke hutan bersama pasukan, dan masyarakat. Jelas tak ada biaya waktu itu. “Kalau sekarang, kita tugas selalu ada uang jalannya. Padalah waktu itu, Pak Syaf tak pernah ada SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas),” ujar Gamawan. Syafruddin juga dikenal ikhlas. Ini dibuktikan dengan penyerahan kembali mandat kepada Soekarno-Hatta, 13 Juli 1949. Padahal, waktu itu pemerintah pusat belum mempersoalkan hal itu. “Kalau Saya, mungkin akan berpikir dulu menyerahkannya,” ujar Gamawan.
Hal lain yang bisa ditauladani masa perjuangan Syafruddin, kata Gamawan, adalah sikap masyarakat yang tak mempersoalkan asal Syafruddin. Syafruddin yang lahir 28 Februari 1991 berasal dari Jawa Barat, dan masih keturunan Sultan Banten, berjuang dan menyatu dengan rakyat di Sumbar. “Kalau sekarang, pasti kita bertanya, Bapak orang mana? Pariaman, ya di Pariaman saja. Bukittinggi ya di Bukittinggi saja,” ujar Gamawan. Yang disindir Gamawan, adalah perilaku primordial (kedaerahan) yang berlebihan, terutama dalam pilkada. Bahkan kadangkala tak jarang dapat mengganggu negara kesatuan (NKRI).
”Kalau ada yang menonjolkan kedaerahan, apalagi untuk berpisah dengan NKRI, sebaiknya jangan dilakukan. Karena itu sudah melawan arus sejarah,” tegas Gamawan. Terkait dengan inilah, lanjut Gamawan pentingnya seminar tersebut. “Banyak nilai-nilai Pak Syaf, yang mesti kita teladani. Terutama generasi muda. Ia bekerja dengan berani, ikhlas, jujur, dan sunggung-sungguh,” kata Gamawan.
Lebih jauh ia menyebutkan pemerintah benar-benar telah memperhatikan sejarah PDRI. Pada 19 Desember 2012 mendatang, Menhankam Purnomo Yusgiantoro telah berjanji akan memperingati Hari Bela Negara, secara besar-besaran di Sumbar. Ini sekaligus akan diikuti dengan pembangunan tugu, dan monumen serta tentang PDRI. Bukti-bukti sejarah yang rusak juga akan direhab. ”Kita akan bangun seperti monumen Yogya.”
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berjanji akan meneruskan perjuangan menjadikan Syafruddin sebagai pahlawan nasional, dan diakui sebagai Presiden ke-2 RI. Sebab, menurut Irwan, Syafruddin bukan plt (pelaksana tugas), tapi ia adalah presiden. “Kalau Saya hitung, beliau presiden pada usia yang sangat muda, yakni 37 tahun. Beliau tegas, kritis, dan idealis,” ujar Irwan. Ia juga berharap, kegiatan seminar tentang sejarah, seperti PDRI mesti ada transfer knowledge. “Saya melihat yang hadir lebih banyak yang tua. Semestinya yang banyak adalah generasi muda. Supaya ada transfer ke generasi muda,” harap Irwan.
Masuk Kurikulum
Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal, menyebutkan sejarah PDRI telah masuk kurikulum. Saat ini Kemendiknas sedang menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hanya, kata Fasli, banyak hal sebetulnya yang bisa dilakukan untuk terus menyosialisasikan PDRI. Ia mengusulkan, ada lomba karya tulis dan visualisasi (digital) tingkat guru, siswa, mahasiswa, dan umum. Fasli juga mengusulkan, di kantor pemerintah, kampus, sekolah, ada corner-corner yang menyediakan informasi tentang PDRI.
”Monumen dan tugu juga penting. Tapi lengkapi dengan informasi, tulisan dan visual. Ini akan membuat monumen hidup. Siapa yang akan datang ke Sumbar akan punya referensi tentang PDRI. Semua akan jadi rujukan,” ujar Fasli. Selain itu, kata Fasli, saksi-saksi sejarah atau narasumber, juga perlu diberi wawasan. Bila semua itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, ia yakin Sumbar benar-benar akan dianggap sebagai salah satu pilar sejarah, selain Jakarta, dan Yogyakarta. “Kita akan dianggap sunggung-sungguh membangun karakter bangsa,” ujar Fasli.
Pada seminar tersebut, tampil sebagai pembicara Fadli Zon (tokoh muda Sumbar), Mestika Zed (Sejarawan UNP), Nina Herlina Lubis (Sejarawan Unpad), dan Ismael Hassan (pelaku sejarah). Hadir pada seminar yang juga diisi dengan lantunan suara Grup Musik Bimbo, dan sajak oleh Taufiq Ismail tersebut, anak-anak Syafruddin Prawiranegara, bupati/wali kota, rektor, saksi sejarah, veteran, guru, dan peminat sejarah. (mon/frv)
sherif_claude July 11th, 2011, 09:28 PM Monumen PDRI Bakal Dibangun di Sungai Siriah
Selasa, 12 Juli 2011 02:02
SEI.SIRIAH, HALUAN — Kepala Bappeda Lima Puluh Kota, H Novian Burano meninjau lokasi rencana Proyek Nasional Pembangunan Monumen PDRI di Sei. Siriah Koto Tinggi. Dalam kegiatan ini Novian didampingi oleh Kadis Pertanian, Kadis Peternakan, Bagian Humas dan Protokoler Lima Puluh Kota serta beberapa orang pemuka masyarakat Nagari Koto Tinggi lainnya.
Masyarakat Lima Puluh Kota pada umumnya, khususnya masyarakat Nagari Koto Tinggi patut bersyukur dengan akan dibangunnya Monumen PDRI yang salah satu lokasinya di Koto Tinggi ini, kata Novian. Pemerintah pusat memberikan instruksi untuk lokasi monumen PDRI ini harus disediakan lahan paling kurang 100 hektare, tambahnya.
Camat Gunuang Omeh, Irwandi, SH beserta perangkat Nagari Koto Tinggi menyambut baik tawaran ini. "Jangankan 100 hektare, 200 hektare atau berapa hektar pun yang diperlukan pemerintah pusat untuk membangun monumen ini, bersama masyarakat Koto Tinggi, kami akan menyiapkannya," tantang Irwandi. Hal ini juga diperkuat oleh Taufik Daulay, salah seorang pemuka masyarakat Koto Tinggi.
Ungkapan Irwandi bukan hanya isapan jempol belaka. Bersama Wali Nagari, Bamus dan LAN Koto Tinggi sudah disepakati bahkan sudah ditandatangani surat kesediaan penyerahan lahan seluas tidak kurang dari 120 hektare dari kaum suku Sipisang, Pitopang dan Kuti Anyia.
"Kita harus dukung rencana pemerintah ini. Kalau monumen ini jadi dibangun nantinya, tentu akan mengangkat taraf hidup masyarakat Koto Tinggi," lanjut Irwandi. Menurut Novian, selain monumen, nantinya juga akan dibangun sarana pendukung, seperti jalan raya, penginapan, tempat wisata sejarah dan budaya, wisata alam, wisata kuliner khas daerah dan sarana pendukung lainnya. "Mari kita sama-sama berdoa, semoga proyek nasional di daerah Lima Puluh Kota ini cepat direalisasikan oleh pemerintah pusat," tambah Novian. (h/mus)
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=6644:monumen-pdri-bakal-dibangun-di-sungai-siriah&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71
sherif_claude July 11th, 2011, 09:34 PM Dua Tahun Lagi, Jalan Nasional di Sumbar Naik Kelas
Senin, 11 Juli 2011 03:33
PADANG, HALUAN –– Dinas Prasa*rana Jalan Tata Ruang dan Pemu*kiman (Prasjal Tarkim) Sumbar berkomitmen, akan meningkatkan struktur jalan di Sumbar seiring dengan diberlakukannya penertiban muatan kendaraan yang melebihi tonase. Semula kelas jalan nasional Sumbar termasuk kelas IIIA diting*katkan menjadi jalan kelas II.
Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Ir.Suprapto kepada Haluan Sabtu (9/7), di Padang mengatakan, sesuai dengan strukturnya maka jalan nasional di Sumbar termasuk kategori kelas IIIA dengan Mua*tan Sum*bu Terberat (MST) yang diizin*kan hanya sebesar 8 ton. Artinya, berat kendaraan dalam keadaan kosong dan berat barang yang diizinkan untuk melintas di jalan ini maksimal 20 ton.
Sejalan dengan penertiban tonase kendaraan yang efektif mulai diber*lakukan sejak 1 Juli lalu, instansi yang dipimpinnya akan me*ngim*bangi dengan peningkatan kualitas jalan raya. Secara bertahap, struktur jalan nasional akan ditingkatkan menjadi jalan kelas II atau dengan MST 10 ton.
Bila ruas jalan nasional di Sum*bar sudah masuk kategori jalan kelas II, maka tentunya akan dise*suaikan Jenis Berat yang Diizinkan (JBI) masing-masing kendaraan. Untuk saat ini, prioritas yang dikerjakan adalah sepanjang ruas jalan Sumbar batas Jambi menuju Kota Padang.
“Dengan upaya ini, nantinya kendaraan berat dapat melintas di ruas jalan nasional Sumbar dengan membawa muatan lebih banyak tetapi tidak melanggar aturan, karena telah sesuai dengan kelas jalan,” terang Suprapto.
Peningkatan struktur jalan nasio*nal ini dilakukan secara bertahap, dan ditargetkan tuntas dalam waktu 2 tahun atau selesai 2013. Tahun anggaran 2011 ini, Sumbar mendapat alokasi dana sekitar Rp160 miliar. Dana ini digunakan untuk pening*katan struktur jalan pada beberapa titik, yang panjangnya mencapai 40 km, dimulai dari Lubuk Begalung.
Selanjutnya pada 2012, Sumbar dapat lagi alokasi dana dari APBN sebesar Rp350 miliar, untuk melan*jutkan peningkatan struktur jalan ini. Dan terakhir pada 2013, ditargetkan alokasi dana untuk Sumbar sebesar Rp700 miliar. Pada tahun ini, pekerjaan dilanjutkan untuk pening*katan struktur jalan di perbatasan Bengkulu, Sumut dan Riau.
“Kita targetkan pada 2013 peker*jaan peningkatan struktur jalan ini dapat dituntaskan, sehingga seluruh jalan nasional itu sudah termasuk kategori jalan kelas II,” terangnya.
Secara umum, data yang direlis Dinas Prasjal Tarkim Sumbar menye*butkan, dari panjang jalan nasional 1.212,89 km, sepanjang 212,95 km mengalami rusak berat dan sekitar 210,41 km rusak ringan. Sedangkan jalan yang kondisinya baik dan nyaman untuk dilalui hanya sekitar 541,69 km. Sedangkan jalan provinsi yang panjangnya mencapai 1.153,94 km, yang kondisinya cukup baik hanya 87,73 km, sedikit dibawahnya atau kondisi sedang 915,52 km. Sementara yang mengalami keru*sakan sepanjang 156,14 km, dian*taranya 89,57 km mengalami rusak berat dan rusak ringan 66,57 km.
Penanganan jalan Padang hingga batas Jambi khususnya untuk rekons*truksi, memang telah lama tidak diperoleh anggaran, terhitung sejak 2008. Saat itu, Pemprov Sumbar hanya mendapatkan alokasi dana sebesar Rp94,2 miliar untuk pem*bangunan jalan dan jembatan.
Sedangkan pada 2009, Sumbar memperoleh alokasi dana sebesar Rp91,8 miliar dan pada 2010 sebesar Rp50,9 miliar yang digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan serta preservasi jalan dan jembatan.
“Baru pada 2011 ini kita men*dapatkan alokasi dana untuk pele*baran jalan, rekonstruksi jalan, pemeliharaan berkala jembatan dan peme*liharaan rutin jalan dan jem*batan dengan dana Rp150,6 miliar,” terang Suprapto.
Kepastian alokasi dana setiap tahunnya untuk peningkatan struktur jalan nasional di Sumbar ini, telah diperoleh dari Kementrian Pekerjaan Umum, yang disampaikan langsung Direktur Jendral Bina Marga. (h/vie)
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=6628:dua-tahun-lagi-jalan-nasional-di-sumbar-naik-kelas&catid=1:haluan-padang&Itemid=70
Mehome July 11th, 2011, 09:38 PM Kerja Sama Sister Province Sumbar-Bavaria Jerman Terwujud
... Pihaknya akan mengintensifkan hubungan ekonomi ini. ”Khusus terhadap Sumbar, kami sudah bersepakat segera merealisasikan Provinsi Kembar (sister province) Sumbar-Bavaria,” tukasnya.
(adv)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=8035
OMG! ini serius? setahu saya Bavaria itu negara bagian terkaya di Jerman! mengapa bisa ada kesepakatan sister province ya antara Sumbar dgn Bavaria? wah saya nggak ngerti nih urusan yang beginian. kalau benar ikut bangga aja deh :P
sherif_claude July 11th, 2011, 09:39 PM Orang Minang Sulit Bekerja Sama
Senin, 11 Juli 2011 03:37
GUBERNUR DI AMERIKA
WASHINGTON DC, HALUAN — Gubernur Provinsi Sumatera Irwan Prayitno mengemukakan bahwa sampai sekarang, orang Minang masih unggul dalam dalam mem*bangun kebersamaan dan berinteraksi sosial di mana-mana, termasuk perhatiannya untuk nagari masing-masing di kampung halaman. Namun sebalik*nya, orang Minang juga paling dikenal sebagai masyarakat yang susah bekerja sama dalam konteks bisnis dan politik.
“Untuk hal-hal yang bersifat sosial, orang Minang sulit ditandingi. Mudah ber*interkasi dengan siapapun dan mem*bangun kebersamaan. Tetapi un*t*uk bekerja sama dalam urusan bisnis dan politik, orang Minang ini paling terkenal pula susahnya,” kata Irwan saat mengadakan pertemuan dengan Masyarakat Minang Union States of Amerika (USA) di Washington DC, Jumat (8/7) petang atau Sabtu petang waktu Indonesia.
Kontributor Haluan di Washing*ton DC, Amerika Serikat, Dutamar*din Umar yang juga penggiat milis rantaunet.com, melaporkan, perte*muan orang nomor satu di Sumatera Barat dengan masyarakat Minang USA yang dipimpin Malik Abdullah itu, berasal dari tujuh negara bagian, yaitu dari Massachusetts, New York, Tennese, Virginia, West Virginia, Maryland dan Washington DC.
Dalam pertemuan itu, Gubernur yang didampingi Ny Nevi Zuairina Irwan itu menggambarkan bagaimana ia merasakan menjadi pemimpin di Sumatra Barat tersebut. Kata Guber*nur, bila berhasil memimpin Ranah Minang, maka seseorang itu akan mampu mengurus dunia.
“Saya begitu bangga menjadi Gubernur Sumbar karena berarti juga menjadi gubernur orang Minang di seluruh dunia. Di mana-mana saya selalu mendapat sambutan yang hangat sehingga seperti berada di kampung sendiri,” jelasnya.
Namun, hal yang sangat meng*herankan dia, adalah soal sulitnya orang Minang mengembangkan kerja sama dalam konteks bisnis dan politik. Padahal, kata Irwan, dengan keberadaan orang Minang di mana-mana itu di seluruh penjuru dunia ini, merupakan sebuah potensi besar bila mampu melakukan kerja sama untuk kegiatan bisnis maupun politik.
Selain mengurai berbagai pro*gram yang akan dilakukannya dalam memimpin Sumatera Barat selama lebih kurang empat tahun ke depan, Irwan juga menyinggung sifat-sifat orang Minang yang berbau negatif seperti “pancimeeh”, “paota” dan “ceke”. Tetapi, kata Gubernur, sifat-sifat demikian harus disikapi dengan positif. “Pancimeeh harus disikapi sebagai daya kritis yang kuat dari orang Minang. Begitu juga paota sebagai sikap yang diplomatis dan komunikatis, sedang ceke harus dilihat sebagai hemat dan kalkulatif,” ujarnya.
Pertemuan gubernur dengan masyarakat Minang USA itu berlang*sung cukup hangat. Baik masyarakat Minang maupun Gubernur saling berbagi cerita. Semua pertanyaan yang disampaikan oleh perantau Minang USA dijawab dengan baik dan lugas oleh Gubernur Irwan. Pertemuan ini diakhiri dengan shalat magrib yang langsung diimami oleh Irwan Prayitno.
Bukan Meresmikan RMP
Pada kesempatan itu, Gubernur Irwan yang datang ke Amerika atas undangan Duta Besar Dinno Pati Djalal untuk bertemu dengan kala*ngan pengusaha Amerika dan meng*hadiri Festival Indonesia 2011, juga meluruskan kedatangannya ke Ame*rika untuk meresmikan sebuah Rumah Makan Padang (RMP) di Washington, tetapi hanya untuk memastikan rencana kerjasama waralaba antara rumah makan Seder*hana dan Lamun Ombak dengan pengusaha di Amerika tersebut.
Tentang rencana waralaba itu, sejumlah perantau Minang USA menilai hal itu akan sulit mendapat izin karena dalam sistem rumah makan Padang, hidangan yang sudah dihidangkan kepada tamu akan ditarik kembali (yang tidak dimakan) dan selanjutnya dihidangkan ke tamu lainnya. Sementara di AS, model demikian tidak diperkenankan.
Pada Sabtu (Minggu-red), Guber*nur ikut hadir di Festival Indonesia yang menampilkan permainan angklung yang dimainkan oleh 5000 orang. Menurut Nur Evi Rahmawati, Third Secretary Press and Infor*mationi KBRI Washington DC kepada Haluan, permainan angklung di Monumen Ground itu diharapam akan masuk “The Guinnes Book World Record”. (h/sal/eko)
Mehome July 11th, 2011, 09:42 PM Pessel Sediakan 600 Hektare Lahan
Padang Ekspres • Senin, 11/07/2011 12:12 WIB • (adv) • 15 klik
Di lahan tersebut akan dibangun berbagai sarana penunjang dengan nilai investasi sebesar Rp10 triliun.
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=8033
10 T R I L I U N ! ! ??? #%@$%
its crazy man!!! :banana::banana:
semoga bukan wartawannya yg salah ketik, soalnya 10 T itu kebanyakan untuk kabupaten seperti Pessel. Nilai investasi itu bahkan hampir 20 kali lipat dari APBD Pessel :nuts:
sherif_claude July 11th, 2011, 09:44 PM OMG! ini serius? setahu saya Bavaria itu negara bagian terkaya di Jerman! mengapa bisa ada kesepakatan sister province ya antara Sumbar dgn Bavaria? wah saya nggak ngerti nih urusan yang beginian. kalau benar ikut bangga aja deh :P
^^
doakan sajalah semoga semuanya berjalan dengan lancar,,
ini semua kan buah dari kunjungan gubernur pada november th lalu yg banyak mandapatkan hujatan dan sumpah serapah.
Mehome July 11th, 2011, 09:49 PM ^^
doakan sajalah semoga semuanya berjalan dengan lancar,,
ini semua kan buah dari kunjungan gubernur pada november th lalu yg banyak mandapatkan hujatan dan sumpah serapah.
tadi iseng-iseng google, ternyata kemiripan Minangkabau dgn Jerman itu banyak lo.. salah satunya kemiripan warna bendera :D
Bendera Jerman
http://www.germany-map.org/images/germany-flag.gif
Bendera Minangkabau
http://wapedia.mobi/thumb/cc86505/id/fixed/450/287/Flag_of_Pagaruyung.jpg?format=jpg
Bendera Minangkabau dikibarkan di even sekelas piala dunia.. eh maksud saya bendera Jerman :lol:
http://alfisyukrina.files.wordpress.com/2010/06/2.jpg
sherif_claude July 11th, 2011, 09:49 PM 10 T R I L I U N ! ! ??? #%@$%
its crazy man!!! :banana::banana:
semoga bukan wartawannya yg salah ketik, soalnya 10 T itu kebanyakan untuk kabupaten seperti Pessel. Nilai investasi itu bahkan hampir 20 kali lipat dari APBD Pessel :nuts:
^^
tidak ada yang tak mungkin kan....?
berapapun investasinya gak masalah, yang penting realisasinya....
mungkin juga 10 t itu untuk investasi keseluruhan di sumbar...
tapi bisa jadi juga untuk kawasan mande yg persiapan lahannya 600 ha.
sherif_claude July 11th, 2011, 09:51 PM tadi iseng-iseng google, ternyata kemiripan Minangkabau dgn Jerman itu banyak lo.. salah satunya kemiripan warna bendera :D
Bendera Jerman
http://www.germany-map.org/images/germany-flag.gif
Bendera Minangkabau
http://wapedia.mobi/thumb/cc86505/id/fixed/450/287/Flag_of_Pagaruyung.jpg?format=jpg
Bendera Minangkabau dikibarkan di even sekelas piala dunia.. eh maksud saya bendera Jerman :lol:
http://alfisyukrina.files.wordpress.com/2010/06/2.jpg
^^
bukan bendera minang kabau kali bro...
tapi warna kebesaran minangkabau...
nanti SBY protes lho...
hehehehe......
Nick_2 July 13th, 2011, 09:32 PM Teh Talua Serasa Kakao
I Made Asdhiana | Selasa, 12 Juli 2011 | 09:35 WIB
Dibaca: 2349Komentar: 1| Share:
KOMPAS/INGKI RINALDI
Oleh: Ingki Rinaldi
http://travel.kompas.com/read/2011/07/12/09353698/Teh.Talua.Serasa.Kakao
Kuning telur ayam kampung diaduk bersama larutan teh bercampur gula pasir dan susu kental manis dengan seduhan air mendidih. Itulah teh talua’ dari ranah Minang yang kata orang punya sensasi rasa menantang!
Talua’ tentu bermaksud telur. Minuman jenis ini umum ditemukan di kedai-kedai di ranah Minang. Biasanya minuman ini dinikmati sebagai pembuka hari atau penutup hari sekalipun ada pula yang menikmatinya sepanjang hari.
Sebagian besar pengelola kedai kerap menambahkan irisan jeruk nipis yang bisa diperas sendiri oleh calon pembeli. Ini berguna menangkal efek amis yang berasal dari kuning telur. Namun, yang tak lazim, di salah satu kedai di Jalan M Yamin, Kota Padang, Sumatera Barat, minuman itu sama sekali tidak berasa amis telur. Padahal, tidak ada irisan jeruk nipis diberikan.
Tidak hanya itu, sensasi rasanya pun mirip cokelat panas. Jika berpatokan hanya pada indera pencecap, memang ada kemungkinan kita akan tersesat menentukan bahan dasar minuman itu. Malgorzata Drewa, salah seorang turis asal Polandia, sangat percaya bahwa minuman yang sedang dinikmatinya adalah bubuk cokelat yang diseduh air panas bersama gula. Itu sebelum ia diberi tahu bahwa kuning telur ayam kampung adalah bahan utamanya. Padahal, tak ada sedikit pun bubuk cokelat yang ditaburkan di sana.
Kunci cita rasa minuman itu ternyata ada pada bahan-bahan dengan kualitas terbaik yang digunakan. Bahkan, untuk telur ayam kampung, ada standar ketat yang diberlakukan, misalnya, tak boleh ada telur ”dingin” yang digunakan. Artinya, jika telur sudah lebih dari tiga hari, itu sudah masuk hitungan kedaluwarsa. Tidak bisa dipakai karena kuning telur yang nyaris rusak dan tidak utuh lagi. Telur yang seperti itu juga cenderung telah berbau hingga sangat terlarang untuk dipergunakan. Teh bubuk dan susu kental manis yang dipakai juga dipilih dengan saksama. Pantang untuk pakai kualitas nomor dua.
”Tapi, yang paling penting, air yang digunakan harus mendidih. Air yang menggelegak,” kata Irvan (29), salah seorang pengelola kedai itu.
Lidi pengaduk
Proses pembuatan teh talua’ didahului dengan menakar gula pasir ke dalam gelas. Cukup satu sendok makan penuh yang kemudian ditambah satu bagian kuning telur ayam kampung. Campuran itu lantas dikocok dengan pengaduk tradisional yang terbuat dari jalinan batang-batang lidi. Tidak ada batasan khusus soal berapa buah lidi yang mesti digunakan
”Tidak boleh pakai sendok karena tidak akan rata, juga tidak boleh pakai mixer karena akan terlalu cepat mengembang. Diaduk pakai jalinan lidi lebih bagus karena lebih merata dan mengembang perlahan,” ujar Irvan.
Sekitar tiga menit lamanya campuran kuning telur dan gula diaduk- aduk. Tanda kedua bahan itu menjadi senyawa adalah ketika sudah tampak laksana adonan yang mulai mengembang. Selanjutnya, bubuk teh ditakar dalam penyaring. Penggunaan teh celup juga terlarang karena rasa yang diinginkan niscaya tak akan diperoleh. Bahkan, bubuk teh yang dipergunakan masih diseleksi lagi. Karena partikel-partikel kecil yang mirip serbuk halus biasanya justru dibuang.
Serbuk halus teh ini tak bisa dipakai karena bisa mengacaukan rasa. Karena itu, sejak awal serbuk halus disingkirkan dengan siraman air panas. Setelah benar-benar hanya bagian bubuk teh terbaik tersisa, air mendidih diseduh perlahan di atas saringan. Cairan berwarna coklat pekat mengucur di bawah saringan dan langsung bercampur dengan adonan kuning telur dan gula.
Namun, air yang masih menggelegak itu tak bisa diseduh sekaligus. Mesti satu-satu dengan jumlah sedikit demi sedikit. Air pekat warna coklat kemudian menempati dasar gelas. Adonan kuning telur dan gula pasir terangkat naik menjadi buih. Segera gelas itu didominasi warna coklat pekat dan buih putih cenderung krem.
Terakhir, susu kental manis ditambahkan di atasnya. Ini membuat tiga lapisan bahan minuman yang terlihat dari permukaan gelas. Putih susu kental manis di bagian dasar. Coklat pekat di bagian tengah. Putih cenderung krem berbuih di bagian atas.
Karena teh talua’ berbahan dasar kuning telur ayam kampung, ia dipercaya kaya pula akan protein. Karena itulah, minuman jenis ini pun diyakini penikmatnya mempunyai efek meningkatkan energi dan vitalitas. Wah... mantap!
Nick_2 July 13th, 2011, 09:34 PM Rasa Indonesia Mira Lesmana
Ekonomi - / Jumat, 8 Juli 2011 17:00 WIB
http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/ekonomi/2011/07/08/57185/Rasa-Indonesia-Mira-Lesmana-
SUTRADARA sekaligus penata artistik pertunjukan Musikal Laskar Pelangi, Mira Lesmana cukup sulit menggarap pertunjukan tersebut. Ia mengaku mengatur 150 orang termasuk musisi, pemain selama total 9 bulan perlu menyesuaikan dengan karater mereka masing-masing.
Dijumpai saat jumpa pers di Teater Jakarta, Jumat (8/7), Mira juga mengatakan pertunjukan secara live memang terdapat kesulitan tersendiri.
"Anak-anak yang bermain dalam pentas ini juga harus pandai menjaga stamina dan vokal, untungnya para orangtua pemain juga mendukung dengan ikut melarang mereka mengonsumsi makanan berminyak dan minuman dingin," ujar pencipta lirik lagu Ekspresi, Gemilang dan lagu-lagu dalam film Petualangan Sherina.
Mira juga bercerita kekagumannya pada pertunjukan musikal sudah dimulai sejak remaja.
"Pada usia 16 tahun, saya sudah terekspos dengan musikal, kebetulan saat itu saya di Australia dan sering menyaksikan pertunjukan musikal di Sydney National Theater. Selanjutnya saat saya menghadiri festifal film di berbagai negara, saya juga mencari pertunjukan musikal di negara setempat. Indonesia juga tidak kalah loh, kita juga punya sendratari dan wayang orang yang mengkolaborasikan gerak, menyanyi dan musik," papar dia.
Menemukan Hartati sebagai seorang koreografer jempolan yang menggarap sisi koreografi di negeri ini rupanya merupakan sebuah peruntungan.
"Saya sudah lama kenal Hartati karena sama-sama kuliah di IKJ. Saya dan Hartati rupanya satu visi yang ingin memperkaya Laskar Pelangi ini dengan konten lokal. Dia kuat tradisi Melayu Minang, sehingga dari sisi gerak, pertunjukan ini menjadi khas rasa Indonesia," pungkas Mira. (MI/ICH)
Nick_2 July 13th, 2011, 09:35 PM NUSANTARA - SUMBAR
Minggu, 10 Juli 2011 , 14:01:00
Mantan Dirut PLN Pimpin Gebu Minang
http://www.jpnn.com/read/2011/07/10/97664/Mantan-Dirut-PLN-Pimpin-Gebu-Minang-
PADANG PANJANG - Musyawarah Besar (Mubes) V Gebu Minang yang berakhir hari ini di Kota Padang Panjang, akhirnya menetapkan Ermansyah Jamin sebagai Ketua Gebu (Ketum) Minang periode 2011-2016 menggantikan Asril H Tandjung. Mantan Direktur Utama PT PLN itu terpilih menjadi Ketua Gebu Minang secara aklamasi, dua pesaingnya yaitu Syahruddin Ismail dan M Rafik tersisih pada pemilihan yang digelar Minggu (10/7) dini hari tadi.
Syahruddin dari Gebu Minang Sumatera Selatan dan M Rafik dari Persatuan Pemuda Pemudi Indonesia, memutuskan menghentikan langkahnya untuk menjadi Ketua Umum Gebu Minang karena tersandung persyaratan untuk jadi ketua umum, yakni syarat tentang domisili dan aktivitasnya di luar Jakarta. Selain itu, keduanta juga tidak menyanggupi untuk menyediakan infrastruktur Sekretariat Gebu Minang selama lima tahun mendatang.
Setelah terpilih secara aklamasi jadi Ketum Gebu Minang, peserta Mubes juga memberikan kepercayaan pada Ermansyah Jamin untuk segera menetapkan 4 anggota formatur dengan melengkapi susunan anggota pengurus Gebu Minang.
Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal saat menyampaikan sambutan pada penutupan Mubes Gebu Minang, mengingatkan bahwa Gebu Minang adalah rumah bersama. "Sebagai rumah bersama, Gebu Minang harus selalu ada dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Penghuninya boleh saja silih berganti," ucap Fasli.
Selain itu, Fasli juga Nmenyampaikan apresiasinya kepada mantan Ketum Gebu Minang Asril Tanjung, karena telah membawa Gebu Minang saat Indonesia tengah melangsungkan transisi ke arah demokrasi. "Kita pantas memberikan penghargaan dan mengucapkan terima kasih pada Pak Asril Tanjung yang telah menyelamatkan Gebu Minang dimasa transisi demokrasi Indonesia," tegas Fasli Jalal yang mantan Ketum Gebu Minang.(fas/jpnn)
sherif_claude July 15th, 2011, 09:49 PM UNTUK DI RENUNGKAN
Inar, Harimau Betina yang Menangis
Iggoy el Fitra
http://www.hariansinggalang.co.id/masuak/foto_berita/595822rimau2%20oke.jpg
Bau getah dan tanah, daun-daun basah sehabis hujan semalaman, menyebar dibawa angin. Tidak ada derik ranting ketika jalan setapak itu dilalui orang, selain bunyi kaki ke tanah yang becek.
Beberapa menit lagi, malam akan menyungkup hutan itu, tapi orang-orang masih berkumpul di Rimba Pandawa Lima guna melepas kepergian seekor “Raja Hutan”. Harimau!
“Jangan menangis. Kau akan dipindahkan sekarang. Ayo pindah!” ujar seorang dari dua tetua masyarakat sekaligus pamuncak adat dalam bahasa Minang kepada si harimau. Orang- orang yang berada di sana, terpaku. Yang lain berdiri bulunya. Orangtua itu sedang bercakap-cakap dengan si raja hutan. Sebuah kejadian yang seolah menyerat waktu lampau ke masa kini.
Dua lelaki tua itu mengitari kandang, sambil berceloteh. Ada bau sangit bercampur bau busuk di dalamnya.
Mereka mengintip dari balik celah-celah kandang, sementara yang diintipnya menjawab dengan mengangguk-anggukan kepala serupa kucing pa-tuh dengan majikannya, namun matanya berlinang.
“Kucing belang” itu menangis. Dipalingkan wajahnya dari orang-orang yang mengamatinya secara seksama dari balik kandang. “Inar”, demikian warga memanggil harimau sumatra (panthera tigris
sumatrae) berjenis kelamin betina yang berusia sekitar lima tahun.
Resah
Beberapa bulan lalu, Inar jadi perbincangan warga Desa Tarok, Nagari Kepala Hilalang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, karena sering memangsa ternak warga.
Enam bulan terakhir, warga pun geram, ingin menangkap Inar dan memberikan peringatan karena bersalah telah memakan hewan ternak, serta anjing-anjing liar di sekitar hutan rimba Pandawa Lima.
Tidak tanggung-tanggung, warga bergotong-royong membangun perangkap harimau yang diletakkan di dekat rumah-rumah penduduk. “Inar memang sering terlihat di dekat kebun karet dan sawit ini,” ujar Gambuih, 37, warga setempat yang juga merasa kehilangan hewan ternaknya.
Namun perangkap tersebut tidak juga membuahkan hasil, maka warga pun memindahkan perangkap ke dalam hutan supaya Inar tidak takut mendekat.
Perangkap dibuat warga dari batang-batang pohon karet, yang dipotong menyerupai pasak kemudian dipancangkan ke dalam tanah.
Sementara penghubungnya tidak menggunakan paku, namun cukup diikat menggunakan kulit kayu dan rotan. Perangkap itu berukuran 90 x 200 sentimeter, cukup untuk membuat Inar memutar-mutarkan badannya.
Masuk perangkap
Akhirnya, Inar pun ditangkap warga pada Sabtu (9/7) dinihari. Inar masuk perangkap itu telah membuat geger warga sekampung.
Pada Selasa (12/7), malam Inar berhasil dievakuasi dengan cara dihalau, lalu kandang besi itu diangkat delapan orang melewati lereng hingga ke mobil BKSDA, kemudian Inar langsung dibawa ke lokasi Konservasi Harimau di Kebun Binatang Bukittinggi untuk dirawat dan dikarantina.
Bau hutan semakin menyengat. Air matanya menetes lagi.
Di dalam perangkap, diikatkan seekor kambing, dan hingga menjelang dievakuasi, bangkai kambing itu masih berada di dalamnya karena menurut warga Inar tidak suka diberi makan, melainkan harus berburu. Adalah harga diri bagi si pemburu di rimba raya itu. Ia harus bekerja untuk mendapatkan makanan.
Memang, menurut warga, baru kali ini harimau masuk perangkap, karena harimau itu juga sudah mulai memangsa ternak warga.
Terakhir, harimau sumatra juga ditangkap warga pada 1981 di kawasan hutan Bukit Gadang, tak jauh dari Pandawa Lima.
Meskipun Inar telah bersalah, namun masyarakat tidak melampiaskan amarah. Mereka menaruh hormat pada si raja hutan itu. Rasa hormat itu, menjadi kisah dari generasi ke generasi.
Seorang warga sekaligus sanak-saudara dengan tungganai/pawang adat masyarakat setempat, Rifai Marlaut mengatakan, Inar telah berada bersama masyarakat selama empat hari sejak ditangkap.
Barangkali, menurutnya, hal itulah yang membuat Inar menangis saat akan dievakuasi. Inar merasa sudah memiliki hubungan batin dengan masyarakat. Bisa juga hatinya luka, karena diperangkap manusia. Siapa tahu, di belantara sana, ia punya anak, punya kekasih, atau sesuatu. Hatinya bisa luka karena “rumahnya” hari demi hari diolah manusia.
“Untuk memindahkannya pun, Inar tidak boleh dibius, karena masyarakat melarangnya sebab akan menyakitinya,” kata Rifai. Masyarakat juga terguncang. Tidak seorang pun dari mereka yang tega mencinderai “Inyiak”, sebutan terhormat untuk harimau yang diberikan orang Minang. Inyiak adalah kompas bagi perimba, sekaligus lampu mengatur “lalulintas” bagi warga yang hendak ke rimba. Inyiak tidak pernah marah, kecuali ia disakiti, entah oleh siapa dan oleh apa.
Air mata Inar pun terus berlinang, namun Inar tidak bisa berbicara.
Sepengetahuan Rifai, Inar memiliki ayah yakni seekor harimau sumatra dan satu ekor lagi saudaranya. “Bisa jadi karena ia akan berpisah dengan keluarganya di sini,” kata Rifai.
Mimpi pawang
Kekecewaan keluarga Inar, yakni dua ekor harimau lainnya, ditunjukkan lewat mimpi yang dialami pawang.
Akibatnya, salah seorang pawang harimau, Ucok, 18, kerasukan ketika akan mengevakuasi Inar. Ucok tiba-tiba kesal seperti seolah-olah kerasukan saat kandang besi dengan kandang perangkap akan dihubungkan untuk memindahkan harimau.
Warga yang ramai ingin melihat harimau dari dekat, tiba-tiba ketakutan melihat kejadian itu dan memilih untuk turun ke desa, demikian pula dengan para dokter hewan dari Dinas Peternakan.
Ucok kemudian dibawa pemuda setempat ke rumahnya untuk kemudian dirawat dan dizikirkan bersama-sama.
Tokoh Pemuda setempat, Asriwal Pangeran mengaku, perihal syarat-syarat dan kompensasi Rp15 juta agar dibawanya harimau sudah dipenuhi pihak terkait.
Sebelumnya, dana yang diminta Rp8 juta, kemudian menjadi Rp10 juta, dan akhirnya keputusan Rp15 juta, tapi jumlah itu tidak sebanding dengan perjuangan warga selama ini, kata Pangeran. “Sudah ada pernyataan di atas kertas, harimau ini sudah kami serahkan kepada pihak BKSDA,” ujarnya.
Persoalan lainnya yang membuat harimau tidak bisa dievakuasi, katanya, bukan menjadi tanggungjawab pemuda lagi.
Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bersama pihak Kebun Binatang, dan juga dari Kementerian Kehutanan terpaksa berembuk kembali bersama para tetua masyarakat.
“Tadi kita sudah mau memindahkan, tapi karena ada insiden ini, terpaksa ditunda dulu sementara. Kita berencana hari ini juga harimau dievakuasi,” sebut Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar Candra Putra.
Dikatakannya, pihaknya akan menghampiri Tetua Tungganai (pimpinan pawang) untuk mendapatkan izin memindahkan harimau.
Sebelumnya, cara tersebut gagal karena insiden kerasukan salah seorang pawang harimau.
Setelah mendapatkan izin dari pimpinan, barulah evakuasi dilakukan kembali dibantu para pemuda setempat. Inar pun pergi dengan mata berlinang.
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=7352
Satrial July 17th, 2011, 10:21 AM hey, dimana da Bagak ? ga ada kabar ?
Nick_2 July 18th, 2011, 06:56 PM Impor Terbesar Sumbar dari Singapura
Ekonomi - / Minggu, 17 Juli 2011 15:32 WIB
http://www.metrotvnews.com/metromain/newscat/ekonomi/2011/07/17/58130/Impor-Terbesar-Sumbar-dari-Singapura
Metrotvnews.com, Padang: Total impor Sumatra Barat selama Mei 2011, terbesar berasal dari Singapura, tercatat mencapai US$ 75,63. Urutan kedua datang dari Korea.
"Impor dari Korea sebesar US$ 3,04 juta lebih," kata Kepala BPS Sumbar Muchsin dalam keterangannya di Padang, Ahad (17/7).
Muchsin menyebutkan, Swedia adalah negara asal impor terbesar ketiga yang tercatat mencapai 2,6 juta dolar AS. Menyusul China dengan 1 juta dolar AS dan Rusia 610.800 dolar AS.
Muchsin mengatakan, selama periode Januari-Mei 2011 total impor dari Singapura menduduki tempat teratas sebesar 86,46 persen atau 320,64 juta dolar AS lebih. Rusia menempati tempat kedua sebesar 1,27 persen, sedangkan impor dari negara-negara lain di bawah 1 persen.
Pelabuhan Kegiatan impor Sumbar selama Mei 2011 berasal dari pelabuhan bongkar Teluk Bayur yang tercatat sebesar 84,57 juta dolar AS lebih. "Sedangkan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tidak ada sama sekali," kata Muchsin.
Ia menambahkan, secara kumulatif Januari-Mei 2011 tercatat impor sebesar 370,85 juta dolar AS berasal dari pelabuhan bongkar Teluk Bayur (99,998 persen).(Ant/ICH)
Nick_2 July 20th, 2011, 07:58 PM Sumbar Simpan Geotermal 1.656 MW
K30-11 | Glori K. Wadrianto | Selasa, 19 Juli 2011 | 21:22 WIB
http://regional.kompas.com/read/2011/07/19/21224797/Sumbar.Simpan.Geotermal.1.656.MW
PADANG, KOMPAS.com — Sumatera Barat yang berada pada jalur vulkanik aktif (ring of fire) menyimpan potensi panas bumi (geotermal) besar, mencapai 1.656 megawatt (MW).
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menjelaskan, potensi itu tersebar di 17 titik pada tujuh kabupaten, yaitu Pasaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Agam, Solok, dan Solok Selatan. "Untuk mengoptimalkan pengembangan potensi tersebut, biaya yang dibutuhkan sangat besar. Mencapai 3 juta dollar AS per MW," ujar Irwan, Selasa (19/7/2011).
Namun, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah berupaya dengan melakukan penjajakan kerja sama dengan investor Jerman dan Amerika Serikat. Hasilnya, pihak Jerman melalui negara bagian Bavaria siap membantu melalui kerja sama pembangunan pembangkit listrik panas bumi di Sumatera Barat.
"Ini juga nantinya tak terlepas dari kajian menyeluruh berupa feasibility study dan dukungan dari Kepala Bappenas," ujarnya.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, Sumatera Barat bisa mengoptimalkan potensi panas bumi. Denagn demikian, kata Irwan, diharapkan daerah ini menjadi lumbung energi hijau di Indonesia. Diharapkan cara itu mampu meminimalisasi penggunaan BBM dan batubara untuk kebutuhan energi. "Jika ini terwujud, tidak saja Sumatera yang akan mendapat pasokan listrik, Pulau Jawa juga akan bisa menikmatinya," harapnya.
Mehome July 25th, 2011, 04:37 PM Pemda Sumbar Diminta Waspadai Calo Anggaran Pasar Tradisional
Padang (ANTARA News) - Komisi VI DPR RI meminta kepada Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk mewaspadai adanya calo anggaran terkait dana pengembangan pasar tradisional di Sumatera Barat.
Hal itu dikatakan oleh anggota Komisi VI DPR RI Lukman Edy usai mendengarkan paparan dari Bupati dan Walikota se Sumatera Barat di kantor Gubernur Sumatera Barat, Padang, Senin. Ia mengatakan, dari paparan Bupati dan Walikota dalam audensi dengan Komisi VI DPR RI, ada indikasi adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan ketidaktahuan pemerintah daerah Kabupaten/Kota soal pengajuan anggaran untuk pasar tradisional.
"Saya meminta kepada Pemda Sumbar untuk mewaspadai calo-calo yang akan memanfaatkan penyaluran dana pengembangan pasar tradisional karena para bupati dan walikota sepertinya diarahkan untuk menyampaikan proposal yang terkesan berbelit-belit," kata Lukman Edy usai audensi.
Terkait pasar tradisional itu sendiri, Lukman mengatakan, Sumatera Barat membutuhkan banyak pasar tradisional karena masyarakat Sumbar sendiri adalah pedagang.
"Pengembangan pasar tradisional sangat diperlukan karena untuk mengantisipasi masuknya ritel-ritel besar yang bisa mematikan pasar tradisional yang sangat efektif meningkatkan taraf kesejehteraan masyarakat," kata anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa itu.
Ia menambahkan, ada keluhan dari bupati dan walikota se-Sumbar soal tidak jelasnya prioritas pemerintah pusat dalam mengalokasikan dana untuk pengembangan pasar tradisional.
"Padahal pemerintah daerah tingkat II di Sumatera Barat sudah sejak tiga tahun tak dapat dana alokasi pasar.:nuts: Mereka sudah ajukan ke pemerintah pusat. Padahal ada komitmen besar di Sumbar untuk revitalisasi pasar tradisional untuk antisipasi ritel-ritel besar," kata mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal tersebut.
Komisi VI DPR RI, kata dia, akan mempertanyakan kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu soal komitmen pemerintah tersebut, utamanya untuk Provinsi Sumbar.
"Seharusnya Kementerian Perdagangan agar pahami betul komitmen tersebut dalam rangka meningkatkan produktivitas sebab masyarakat Sumbar selalu dekat dengan pasar dan pedagang," ujar dia.
Untuk tahun 2011 sebanyak 30 pasar tradisonal di Sumbar yang sudah mengajukan proposal anggaran untuk pasar tradisional belum terpenuhi sama sekali. Anggota Komisi VI DPR Lili Asdjudireja menambahkan, pengembangan pasar tradisional di Sumatera Barat harus terus ditingkatkan.
"Masyarakat Sumbar adalah pedagang. Kita harus kembangkan pasar tradisional tapi bernuansa modern. Jangan sampai masuk ritel-ritel besar. Jangan sampai seperti di DKI Jakarta dimana pasar tradisionalnya mati," kata Lili.:booze:
Antara (http://www.antaranews.com/berita/268750/pemda-sumbar-diminta-waspadai-calo-anggaran-pasar-tradisional)
asiiikk... dengan kata lain sampai kapan pun sumatra barat telah menutup pintu bagi carrefour, hypermart, giant, dll... mudah-mudahan tidak untuk sogo/metro, jusco, ranch market atau harrods, karena pasar mereka jelas berbeda *saking stresnya dgn peraturan ini jadi mari kita menghayal!! :horse:
Manassa July 28th, 2011, 08:01 AM ^^ dan statement yang sering orang bilang "sumbar masih bantuak itu ka bantuak itu juo", bakalan terus berlanjut dah...
sherif_claude July 28th, 2011, 01:42 PM Eksploitasi Tambang Dalam Bisa 20 Tahun
PT BA dan PT TSE Jalin Kerja Sama
Padang Ekspres • Kamis, 28/07/2011 09:43 WIB •
http://padangekspres.co.id/up/berita/28072011094724penandatanganan-kerjasama-PT-BA.gif
Jalin Kerja Sama: Penandatanganan kerja sama PT Bukit Asam dengan PT Time Surya
Sawahlunto, Padek—Penantian panjang warga Kota Sawahlunto menikmati kembali tambang batu bara, kemarin terjawab. Komoditas primadona pada era 1990-an itu, akan kembali berproduksi dengan melakukan eksploitasi pada tambang bawah tanah atau tambang dalam.
Itu terwujud menyusul penandatanganan kerja sama antara PT Bukit Asam dengan PT Time Surya Energi (TSE) di Sawah Luwung, desa Rantih, kecamatan Talawi, Sawahlunto, kemarin (27/7).
Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan Direktur Pengembangan Usaha PT BA Heri Supriyanto, Direktur PT TSE M Sholeh dan Wali Kota Sawahlunto Amran Nur. Hadir menyaksikan penandatanganan itu, Direktur Operasional PT BA Milawarma, Ketua DPRD Sawahlunto Ali Yusuf, Wakil Wali Kota Erizal Ridwan, GM PT BA Unit Produksi Ombilin (UPO) Sawahlunto Harun Al-Rasyid, kepala SKPD, ninik mamak desa setempat serta segenap jajaran karyawan PT BA UPO Sawahlunto.
Milawarma menyebutkan, kerja sama eksploitasi batu bara pada tambang bawah tanah di wilayah izin kuasa pertambangan (IUP) PT BA, yaitu pada tambang bawah tanah Ombilin I, II dan III dalam jangka waktu 20 tahun.
”Secara geologi cadangan batu bara di perut bumi Sawahlunto mencapai 100 juta ton. Namun, secara ekonomis atau layak untuk ditambang hanya di atas 20 juta ton. Jika tingkat produksi bisa dihasilkan maksimum 1 juta ton per tahun, insya Allah penambangan batu bara di Sawahlunto bisa dilaksanakan hingga 20 tahun,” ujar Milawarma kepada Padang Ekspres, usai penandatanganan naskah kerja sama.
Untuk tahap awal pelaksanaan kerja sama, kata Milawarma, berbagai peralatan tambang termasuk sarana dan prasarana tambang dievaluasi dan dibenahi. Penambangan tambang bawah tanah biayanya juga cukup besar, dan memerlukan kajian panjang.
”Kita juga tidak hanya ingin mencapai target produksi, tapi keselamatan pekerja juga diutamakan. Oleh sebab itu, tahap awal kerja sama dengan PT TSE ini, kita benahi dahulu seluruh peralatan tambangnya. Nah, pada tahapan selanjutnya, kita harapkan produksi mampu mencapai 500.000 ton/tahun ataupun jika maksimal mampu berproduksi sekitar 1 juta ton per tahun,” jelas Milawarma.
Soal kompensasi bagi masyarakat dan daerah, jelas Milawarma, di samping royalti, juga berupa pajak retribusi. Sedangkan di bidang sosial, sebagai perusahan BUMN akan mengembangkan program kemitraan bina lingkungan (PKBL) atau corporate social responsibility (CSR).
Sementara itu, Heri Supriyanto saat membacakan sambutan tertulis Direktur Utama PT BA Sukrisno, mengharapkan dukungan semua pihak agar eksploitasi batu bara berlangsung sukses.
Wali Kota Sawahlunto, Amran Nur mengatakan, berhenti berproduksinya PT BA Unit Pertambangan Ombilin sejak 8 tahun lalu, cukup mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat setempat.
”Ekonomi masyarakat Sawahlunto tahun 2003, menunjukkan titik terendah minus 5 persen. Namun, secara bertahap, Pemko menggalakkan program ekonomi kerakyatan, peternakan dan program kepariwisataan, sehingga sejak 2006, ekonomi masyarakat mulai menggeliat kembali. Kunjungan wisatawan meningkat, bahkan tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Sawahlunto sudah menembus 6 persen,” jelas Amran Nur.
Diakui Amran Nur, sejak berhentinya produksi batu bara Ombilin Sawahlunto, cukup banyak usaha yang telah dilakukan untuk menggaet investor. ”Namun, usaha itu berkali-kali pula gagal dan saya hampir putus asa olehnya,” ujar Amran Nur.
Melalui berbagai program ekonomi kerakyatan, jumlah penduduk miskin di Sawahlunto bisa ditekan. ”Saat ini jumlah penduduk miskin tinggal 2,42 persen, nomor dua terendah di Indonesia, setelah Denpasar, Bali. Income per kapita warga Sawahlunto tahun 2013 ditargetkan mencapai Rp 25 juta per tahun. Nah, dengan kembali beroperasinya kembali tambang batu bara nantinya, tentu saja income per kaita warga dapat ditingkatkan lagi,” tuturnya. (hy/adv)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=9342
sherif_claude August 3rd, 2011, 08:46 AM Rabu, 03 Agustus 2011
SATU-SATUNYA DARI INDONESIA
Rendang Masakan Terenak di Dunia
Sawir Pribadi
http://www.hariansinggalang.co.id/masuak/foto_berita/502075rendang.jpg
Rendang atau randang, masakan urang awak, satu dari 50 jenis masakan paling enak di dunia. Racikan tangan mandeh-mandeh kita itu, mewakili Indonesia di dunia.
Rendang berada pada posisi ke-11 dari 50 daftar makanan terenak di dunia yang dipublikasikan televisi berita CNN. Urutan tersebut berdasar poling yang mereka lakukan di situs jejaring sosial.
Tapi rendang itu tak kunjung dipatenkan juga oleh Pemprov Sumbar. Dulu dijanjikan, setelah itu, tak diurus lagi. Entah kalau pers tak diberitahu.
Rendang adalah milik orang Minang, baik yang berada di kampung halaman atau di rantau. Tak peduli rantaunya di mana. Termasuk di Malaysia. Karena itu, di Malaysia juga ditemukan berbagai jenis rendang dan jangan marah. Jangankan rendang, rumah gadang juga ada di sana.
Rendang mengalahkan kelezatan Kebab Turki, Lasagna Italia, Fajitas Meksiko, atau Pho Vietnam. Namun, rendang dinyatakan kalah enak dibandingkan Penang Assam Laksa Malaysia, Tom Yam Goong Thailand, Peking Duck China, atau Sushi Jepang.
Di Indonesia, rendang tak hanya menjadi favorit saat bersantap di restoran padang yang menjamur di pelosok negeri. Rendang juga menjadi bekal favorit saat bepergian jauh, seperti ketika naik haji. Ini karena rendang termasuk makanan yang cukup awet atau tahan lama.
Berikut daftar 50 makanan terenak di dunia, seperti dikutip vivanews dari laman cnngo.com:
1. Massaman curry, Thailand
2. Neapolitan pizza, Italy
3. Chocolate, Mexico
4. Sushi, Japan
5. Peking duck, China
6. Hamburger, Germany
7. Penang assam laksa, Malaysia
8. Tom yum goong, Thailand
9. Ice cream, United States
10. Chicken muamba, Gabon
11. Rendang, Indonesia
12. Shepherd’s pie, Britain
13. Corn on the cob, global
14. Donuts, United States
15. Kalua pig, United States
16. Egg tart, Hong Kong
17. Lobster, global
18. Kebab, Iran
19. Nam tok moo, Thailand
20. Arepas, Venezuela
21. Croissant, France
22. Brownie and vanilla ice cream, global
23. Lasagna, Italy
24. Champ, Ireland
25. Butter garlic crab, India
26. Fajitas, Mexico
27. Montreal-style smoked meat, Canada
28. Pho, Vietnam
29. Ohmi-gyu beef steak, Japan
30. Goi cuon (summer roll), Vietnam
31. Parma ham, Italy
32. Ankimo, Japan
33. Fish ‘n’ chips, Britain
34. Maple syrup, Canada
35. Chili crab, Singapore
36. Texas barbecue pork, United States
37. Chicken parm, Australia
38. French toast, Hong Kong
39. Ketchup, United States
40. Marzipan, Germany
41. Stinky tofu, Southeast Asia
42. Buttered toast with Marmite, Britain
43. Tacos, Mexico
44. Poutine, Canada
45. Chicken rice, Singapore
46. Som tam, Thailand
47. Seafood paella, Spain
48. Potato chips, United States
49. Masala dosa, India
50. Buttered popcorn, United States
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=7654
ardindonesia August 3rd, 2011, 09:04 AM ^^ lomak bana redang iko bang....:drool:
sherif_claude August 3rd, 2011, 09:33 AM Orang Minangkabau
keturunan
Bangsa Yahudi????????????????????????????????????
Percaya gak,klo ternyata orang Minang sebenarnya adalah keturunan Yahudi???
Nah…
Gue dapat artikel menarik yang gue dapatkan dari milis interfaith Indonesia
milisnya sendiri klo gue lihat sih seperti dibuat untuk pro Yahudi gitu..
Apalagi artikel yang ditulis umumnya dari pentolan JIL (jaringan Islam Liberal) yang pikirannya cukup nyeleneh…
Makanya gue juga gak terlalu sering meyakini tulisan di milis…
Walaupun Hoax atau tidak..tapi artikel ini cukup menarik untuk disimak apalagi buat kita2 dari suku Minang..
Nah..artikelnya sendiri ditulis oleh Sayheart Bougart dalam bahasa Inggris..
Gue menyempatkan diri untuk mengartikannya dalam bahasa Indonesia..
Mudah2an bisa menjadi bahan analisa bersama.,….
Donwload tulisan asli dalam bahasa Inggris di sini
B'nai Jacob (MInagkabau), The lost Jews Tribe from West Sumatera??
B'nai Jacob (Minangkabau), Suku Yahudi yang hilang dari Sumatera Barat??
Hampir semua orang Minang percaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari dataran tinggi di Sumatera yang dipimpin oleh Raja Alexander Agung atau Izkandar Zulkarnain..
Menurut Sejarah Kristen, raja tersebut hidup dari zaman 356 SM sampai 323 SM
Dia juga dikenal sebagai Raja Alexander III dari Macedonia, seorang pemimpin militer yang paling berhasil sepanjang zaman dan dianggap tidak bisa dikalahkan dalam setiap pertempuran. Di zamannya, dia sudah menguasai kebanyakan daerah yang sudah dikenal.
Ayahnya adalah Philip II yang menyatukan kebanyakan kota2 di dataran utama Yunani dalam kepemerintahan Macedonian dalam sebuah Negara federasi yang disebut Persatuan Corinth (League of Corinth)
Raja Alexander menguasai daerah2 termasuk Anatolia,Syria,Phoenicia,Judea,Gaza,Mesir
Bactria,Mesopotamia (Irak),dan dia memperluas batas2 imperiumnya sejauh Punjab,India.
Menurut AlQuran, Zulkarnain juga sempat mengunjungi China dan membantu membangun Tembok Besar China
Alexander menyatukan banyak suku2 asing ke dalam kesatuan tentaranya, yang akhirnya membuat para cendikiawan menganggap dia sebagai seorang Bapak Penyatuan. Dia juga
Mendorong pernikahan antara tentaranya dengan suku2 asing tersebut,dan dia sendiri juga menikahi 2 putri dari suku2 asing tersebut
Daerah paling terpopular yang pernah ia kuasai adalah Alexandria (Mesir) atau dalam bahasa arab Iskandariyah,dinamai sesuai namanya.
Al Quran menyebutkan Raja Alexander dalam beberapa ayat antara lain Al Kahfi 83-89
Diantara tentaranya, ada beberapa suku Yahudi yang ikut yang dikenal sebagai B’nai Jacob (Anak dari Nabi Yakub)
Hari ini,para keturunannya menyebut dirinya sebagai orang Minangkabau, yang didapat dari kata2 generasi mereka sebelumnya “Bainang Ka Yakubu” atau aslinya B’nai Yakub
(sesuai lidah generasi pertama)
Selama kunjungan Alexander ke Asia Timur,Pernikahan besar2an antara tentara Alexander dan suku asli Asia timur terjadi sesuai perintah Alexander,karena China adalah tempat yang sangat damai untuk beristirahat,dan tentu saja,karena raja tidak membawa wanita di dalam tim tentaranya.
Dan hasilnya, pria dari suku Yahudi B’nai Yakub menikah dengan wanita2 dari suku di China dan membawa kebudayaan dari masing2 adat.
Dari Cina, Raja melanjutkan berlayar ke Laut Cina Selatan dan memutari Selat Malaka menuju pantai barat Sumatera
Beberapa keluarga percampuran Yahudi-China tersebut memutuskan untuk menetap, yang lain mengambil rute lain ke India dari jalur Nepal
Ketika mereka sampai diantara pulau Siberut dan dataran utma Sumatera mereka dapat Melihat puncak Gunung Merapi.
Jika anda pergi naik Speedboat dari Pelabuhan Ikan Padang,Muara dan pergi ke Pulau Siberut, sekitar 2 jam setelah meninggalkan pulau utama, dengan cuaca yang baik,anda akan bisa melihat Gunung merapi nun jauh disana. Kelihatan mistik. Sekitar 4 jam dengan boat dari Padang ke Pulau Siberut.
Merapi adalah sebutan sekarang,kata ini diturunkan dari kata “Marave”, bahasa Aram yang berarti “tempat yang paling tinggi”
(ada lagu daerah yang terkenal yang diambil dari cerita kuno yang mengatakan “Sajak
Gunuang Marapi sagadang talua itiak.” Yang berarti “sejak Gunung Merapi sebesar telur itik)
Bahasa Aram adalah bahasa Ibu dari Bahasa Arab dan Ibrani.Bahasa ini dipercaya sebagai bahasa yang dipakai Nabi Ibrahim A.S dan dan tidak diragukan lagi begitu juga dipakai Raja Alexander juga.
Di dekat Gunung Merapi, Raja menemukan tempat yang sesuai untuk mengakhiri perjalanan. Dia meminta tentaranya yang menikah untuk memulai membuat tempat yang lebih permanent.
Dalam istilah kuno orang Minang, Kata yang berarti memulai untuk membuat tempat perlindungan adalah “taruko” yang ternyata berakar dari bahasa Aram “tarukh” atau “tarack” dan bahasa Ibrani.
Alexander kemudian wafat disana dengan damai dan dikuburkan di pemakaman mewah bernama Pariangan (Taman Pharaoh)
Hari ini,pengunjung dapat dengan mudah menemukan kuburan sepanjang 7 meter disana dan itu diyakini sebagai tempat peristirahatan raja (saya pernah mengunjungi tempat itu tapi tidak memiliki kesempatan untuk secara tepat mengukurnya)
Salah satu istri Alexander Boendo Kendon (bahasa Aram yang berarti isteri yang tercinta) melahirnkanseorang anak satun2nya yang bernama Than Kendon (bahasa Aram yang berarti Anak tercinta) atau sekarang lebih dikenal sebagai Dang Tuanku
Sebelum wafat, Alexander mewariskan satu set peraturan yang disebut Tamvo Alam (bahasa Aram yang berarti Kitab Pengakuan”) yang menjelaskan adat2 untuk rakyatnya
(Hari ini,orang Minang masih bersandar kepada buku petunjuk tersebut untuk memecahkan masalah dan kompleksitas yang terjadi di komunitas mereka)
Kitab yang sekarang disebut “tambo” menyebutkan aturan2 tertentu yang sangat tegas
Mengenai matrilinear yang juga sangat umum dipakai oleh bangsa yahudi sekarang
Aturan Matrilinear sekarang disebut sebagai Ad Tho’t,Bahasa aram untuk “kepatuhan” atau Adat.
Adat mengatur bahwa, seluruh barang termasuk harta warisan tidk terbatas hanya tanah saja,rumah dan sawah hanya boleh diberikan kepada wanita saja
Catatan:
Islam datag ke dataran Minangkabau kira2 pada abad ke 13 dang mendapatkan tentangan keras dari Kaum Adat. Ketika Ajaran wahabi datang, pada abad ke 18, sebuah kompromi terjadi antara agama dan adat Minangkabau dan dikenal sebagai Adat Basandi Syara’,Syara’ Basandi Kitabullah (adat bersendi Syariat Islam,Syariat Islam bersendi Al Quran)
Sistem Matrilinear masih menyisakan jejak2nya sampai Sekarang.Bahkan Sheikh Minangkabauwi, seoran ulama kelahiran Sumatera Barat memutuskan untuk menetap dan menjadi imam di masjidil haram di mekkah ketimbang kembali ke kampong halamannya untuk menunjukkan ketidaksukaanya terhadap system yang dia sebut kafir.
Untuk menjaga dan menyakinkan Adat benar2 menjadi pola2 perilaku Kaumnya, raja Alexander menunjuk penasehatnya yang bernama Raphael (Perpatih) dari suku B’nai Yakub dan Tun Gong (Tumenggung) dari suku China
Rafael memimpin dan menjaga kepentingan keluarga Carta (Koto) dan Phillip (Piliang) sedangkan Tun Gong memimpin keluarga Bong Ti (Bodi) dan Chan Yah Goh (Chaniago).
Setelah itu,semua keturunan Perpatih dan Tumenggung dianugrahi gelar “Datuk” yang berasal dari nama “Dan Tuanku” yang meninggal di usianya yang cukup muda
Dilihat dari kesamaan dengan atribut bangsa Yahudi seperti aturan warisan berdasarkan matrilinear dan karakternya yang berbeda dengan rata2 orang Indonesia kebanyakan, Seorang dari suku Minang tidak jarang diprediksikan sebagai “Bngsa Yahudi Indonesia”
Tapi sayang,kerabatnya di Israel mungkin tidak terlalu senang mendapat berita ini karena
Fakta menyebutkan bahwa semua orang Minang adalah umat Muslim:applause::applause::applause:
Jakarta 30 February 2009
Sayheart Bougart
http://willysuryawan.blogspot.com/2009/01/orang-minang-bangsa-yahudi.html
^^
menurut tulisan di atas di sebutkan juga iskandar zulkarnainan menikahi istri tercinta yg di sebut dengan bundo kanduang
apakah semua tentaranya yang kawin dengan keturunn china itu keturunan yahudi..????
lombok August 4th, 2011, 08:32 AM Thank's untuk infonya....:banana:, ada aslinya yang dari bahasa inggris ? dari
Sayheart Bougart
sherif_claude August 4th, 2011, 06:27 PM Thank's untuk infonya....:banana:, ada aslinya yang dari bahasa inggris ? dari
Sayheart Bougart
^^
klik aja link yang ada di atas.
Manassa August 8th, 2011, 09:55 AM Expedition Metro TV "Kemah Kebangsaan Gunung Singgalang"
link video : http://www.metrotvnews.com/lifestyle/newsprograms/2011/06/11/9010/Kemah-Kebangsaan-Gunung-Singgalang
keren ada air terjunnya yang belum banyak terexpose..
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/228791_114204481997296_100002232330747_141350_1639999_n.jpg
di Youtube..
yzQPqeVva2E
PART 2
fgmeYcj3A6Y
PART 3
I8PprwBNKMo
PART 4
9GapoTsIzu0
Manassa August 8th, 2011, 10:13 AM ^^ tetangganya Mount Singgalang yang kemaren "batuk batuk" Gunung Marapi Sumbar
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/284514_2260188634253_1534530809_32480540_5596084_n.jpg
Semburan abu Marapi di aia angek cottage
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284624_10150387973699942_711884941_10686632_7220529_n.jpg
sumber (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6528873&page=22)
nahdan August 16th, 2011, 02:07 AM http://www.detiknews.com/read/2011/08/16/035636/1704373/10/orang-rusia-tak-percaya-tari-piring-asli?9922032
Laporan dari Trieste
Orang Rusia Tak Percaya Tari Piring Asli :bash:
Eddi Santosa - detikNews
Orang Rusia Tak Percaya Tari Piring Asli
dok. Kemlu RI Trieste - Ini pengalaman unik para mahasiswa dari grup Nusantara Arts Forum (NAF) Jakarta tentang Tari Piring saat mereka bertemu tim dari Rusia. Piring pun dipecahkan. Brak!
Ceritanya NAF sedang mempromosikan budaya Nusantara selama dua pekan di Italia. Saat menampilkan Tari Piring di Xenia Folklore Festival edisi ke-21 di Mormanno, Calabria, mereka mendapati kenyataan bahwa tim Rusia tidak percaya.
"Tadinya saya pikir mereka memakai piring tiruan, tetapi saat piring-piring dipecahkan pada akhir pertunjukan, saya sangat terperangah. Wow! Tari Piring benar-benar unik dan luarbiasa," ujar peserta dari Rusia.
Tim Italia menilai itu musykil. Bagaimana mungkin piring-piring diayun dalam gerakan-gerakan tari sangat cepat dan tidak terlepas dari tangan, demikian Kordinator Fungsi Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa dalam keterangan pers kepada detikcom, Senin (15/8/2011).
Xenia Folklore Festival diikuti oleh tim Indonesia, Rusia, Italia, Serbia serta Kroasia dan berlangsung selama tiga malam (11-14/8/2011). Indonesia diwakili NAF berkekuatan 17 mahasiswa dari UI, Binus, UPH dan London School, ditambah 4 siswa SMA Presiden Jakarta.
Sebelumnya NAF di bawah pimpinan Tanti Hori telah tampil di Capaccio-paestum (2/8/2011) dan di Trieste dalam kemasan Malam Budaya Indonesia (29/7/2011). Misi kebudayaan ini bekerjasama dengan KBRI Roma, Konsul Kehormatan RI di Italia dan 3 walikota setempat.
Sejumlah tarian Nusantara yang ditampikan NAF dengan diiringi musik hidup antara lain Tari Janger (Bali), Tari Pergaulan (Betawi), Tari Pasembahan (Sumsel) Tari Enggan dan Bambu (Kaltim), Tari Dol, Tari Kipas, Tari Piring dan Tari Indang (Sumbar).
Pariwisata
Dipandu Kepala Dinas Pariwisata Capaccio-paestum dan Konsul Kehormatan RI di Napoli, Giuseppe Testa, KUAI Priyo Iswanto mengatakan meskipun Indonesia dan Italia secara geografis berjauhan, namun dengan saling mengenal melalui budaya, maka akan tercipta kedekatan di antara masyarakat kedua negara.
Dengan demikian pertukaran kunjungan masyarakat, termasuk wisatawan Indonesia dan Italia diharapkan akan semakin meningkat pada tahun-tahun akan datang, ujar KUAI di hadapan sekitar 1300 penonton warga setempat.
Selama di Capaccio-paestum, rombongan NAF mendapat kehormatan tampil di Teater dei Tempio, kawasan pariwisata arkeologi peninggalan Yunani terbesar di era kekuasaan Yunani Raya pada akhir abad ke-6 Sebelum Masehi (SM) atau 2.700 tahun silam.
Sementara itu di Trieste, NAF berkat dukungan walikota setempat dapat tampil di Castello san di Giusto, sebuah benteng peninggalan Romawi abad ke-12 di atas puncak bukit tertinggi di kota Trieste, menghadap ke laut Adriatik, sekitar 750 km sebelah utara Roma.
Perdagangan dan Investasi
Konsul kehormatan RI di Trieste, Vincenzo Sandalj selaku tuan rumah mengatakan, bahwa kunjungan wisman Italia ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini meningkat.
Diharapkan peningkatan ini juga akan memacu hubungan perdagangan Italia dan Indonesia di tahun-tahun mendatang, ujar Sandalj, seraya menegaskan siap memfasilitasi kegiatan ekspor impor Indonesia-Italia melalui pelabuhan Trieste, salah satu terbesar di wilayah utara Italia.
Di samping kalangan pemerintah, pengusaha dan biro perjalanan wisata yang tampak hadir pada Malam Budaya Indonesia di Trieste, masyarakat Indonesia juga berdatangan dari daerah-daerah sekitar, termasuk dari Genoa.
Kunjungan misi seni budaya dari Indonesia mendapat sambutan cukup luas dari pemda dan asosiasi-asosiasi kebudayaan di Italia. Mereka bersedia menjadi mitra dalam penyelenggaran pentas budaya Indonesia terutama di musim panas pada Mei-Agustus setiap tahun.
Kerjasama ini diharapkan akan meningkatkan hubungan dan saling pengertian antara masyarakat Italia dan Indonesia, yang juga akan mendorong peningkatan kerjasama pariwisata, perdagangan dan investasi.
(es/es)
nahdan August 16th, 2011, 02:23 AM Nuansa Rumah Gadang di Lobby Utama, Lobby Barat dan Lobby Timur Plaza Mandiri (Bank Mandiri), Jl. Jend. Gatot Subroto, Semanggi-Jakarta...
Sepertinya untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan
http://i54.tinypic.com/2yn019f.jpg
http://i55.tinypic.com/v8oexk.jpg
nahdan August 16th, 2011, 03:03 AM http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/179866/simarasok-juara-i-lomba-desa-tingkat-nasional.html
Propinsi | Senin, 15/08/2011 23:54 WIB
Simarasok Juara I Lomba Desa Tingkat Nasional
Padang, (ANTARA) - Nagari Simarasok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, meraih juara I lomba desa berprestasi tingkat nasional yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan Mendagri nomor 441.14 tertanggal 12 Agustus 2011.
"Sumbar kembali raih prestasi tingkat nasional setelah terpilihnya Simarasok sebagai desa berprestasi 2011. Tahun sebelumnya Kelurahan Pondok peringkat I tingkat nasional kategori kelurahan berprestasi," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar Irvan Khairul Ananda ketika dikonfirmasi dari Padang, Senin.
Pengumuman pemenang lomba desa dan kelurahan berprestasi tingkat nasional itu berlangsung pada acara temu karya nasional juara desa dan kelurahan di Convention Hall Hotel Mercure Ancol Jakarta pada 15 Agustus 2011.
Irvan menyebutkan, berdasarkan SK Mendagri tersebut juara II diraih Desa Kutuh Kabupaten Badung (Bali), sedangkan juara III diperoleh Desa Ponjong Kabupaten Gunung Kidul (DIY).
Semantara itu, juara I kategori kelurahan diraih Palebon Kabupaten Semarang (Jateng), juara II Kelurahan Tapura Tarnate (Maluku Utara) dan juara III diperoleh Kelurahan Sindang Sari, Bogor, Jawa Barat.
Khusuh dalam penilaian desa, katanya, nagari Simarasok menyingkirkan lima desa lainnya yang lolos pada enam besar dari penilaian tim nasional.
Keenam desa lolos enam besar itu meliputi Desa Giri Marto Kabupaten Wonogiri (Jateng), Desa Kutuh Kabupaten Badung (Bali), Desa Marga Cinta Kabupaten Konawe Selatan (Sultra).
Selanjutnya, Desa Ponjong Kabupaten Gunung Kidul (DIY), Desa Tanjung Padang, Kabupaten Donggala (Sulteng).
Pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dalam sambutannya pada temu karya nasional itu, kata Irvan, perlu untuk memperkuat tataran pedesaan agar mampu melayani masyarakat lebih baik dan mempercepat kesejahteraan ke depan.
Selain itu, harus dievaluasi desa dan kelurahan yang sebelumnya telah meraih prestasi tingkat nasional, bagaimana masyarakatnya mempertahankan apa yang sudah baik dan jangan sampai merosot.
"Pesan Mendagri itu, tentu akan disampaikan kepada pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar, terutama bagi yang sudah pernah meraih juara I nasional," kata Irvan.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ketika diminta tanggapannya mengatakan, indikator mengantarkan Nagari Simarasok lolos peringkat I tingkat nasional, karena telah mampu memanfaatkan sumber daya manusia di rantau.
Simarasok memiliki empat tenaga ahli dengan gelar doktor, tiga di antaranya dosen di Universitas Andalas Padang.
Fakta itu, kata gubernur, membuktikan keseriusan pemerintah di Simarasok membangun nagarinya untuk menuju kesejahteraan masyarakatnya.
Selain itu, Nagari Simarasok merupakan satu-satunya nagari yang sudah memiliki atau membuat foto udara tiga dimensi melalui pemotretan secara detail yang terukur.
Kemudian nagari ini juga memiliki program nagari siaga dalam rangka mewujudkan mesyarakat yang sehat, peduli dan tanggap terhadap masalah masyarakat.
"Banyak terobosan yang dikembangkan Nagari Simarasok, dan hendaknya ke depan bisa dicontoh nagari dan kelurahan lain di Sumbar," katanya. (*/jno)
Nick_2 August 19th, 2011, 09:18 PM Di Bawah Lindungan Ka'bah Muncul Lagi
Jodhi Yudono | Jumat, 19 Agustus 2011 | 22:12 WIB
http://oase.kompas.com/read/2011/08/19/22125139/Di.Bawah.Lindungan.Kabah.Muncul.Lagi
JAKARTA, KOMPAS.com--Masyarakat pencinta film nasional kembali bisa menikmati film "Di Bawah Lindungan Ka’bah" (DBLK) versi terbaru yang mulai ditayangkan Jumat di bioskop-bioskop nasional.
MD Entertaiment membuat Film bernuansa islami itu dengan mengambil latar belakang kota Padang, Sumatra Barat.
Film ini diangkat dari novel terkenal karya Buya Hamka dan pernah diproduksi tahun 1981 dengan sutradara Asrul Sani dengan menampilkan Cok Simbara dan Camelia Malik.
DBLK versi Asrul Sani itu menuai sukses di seluruh bioskop di Indonesia. Versi terbaru film Di Bawah Lindungan Ka’bah versi terbaru itu diproduseri Oleh Dhamoo Punjabi Manoj Punjabi dan disutradarai oleh Hanny R Saputra dengan menampilkan Laudya Cintya Bella (Zainab) dan Herjunot Ali(Hamid).
Film ini juga didukung oleh pemain legendaris tanah air seperti Didi Petet (Haji Ja?far), Widyawati (Nyonya Jafar), Jenny Rachman (Ibu kandung Hamid).
DBLK menceritakan tentang Kesetiaan dan pengorbanan cinta seorang pemuda bernama Hamid yang lahir dari keluarga tidak mampu dan hanya dibesarkan oleh seorang ibu. Hamid bisa menyelesaikan pendidikannya di perguruan Thawalib, sebuah insitusi pendidikan agama Islam yang terkenal di era awal abad 20-an.
Anak sulung Haji Ja?far Zainab (Laudya Cintya Bella) jatuh hati terhadap Hamid, perasaan yang sama dirasakan oleh Hamid. Namun karena perbedaan ekonomi dan dibayangi utang budi, Ibu Hamid melarang anaknya berharap memiliki Zainab.
Hamid berjuang pergi ke Mekah demi Zainab sementara Zainab berjuang mempertahankan cintanya demi Hamid.
Film yang mengambil latar belakang kota Padang, Sumatra Barat, itu disesuaikan dengan novel aslinya pada tahun 1920 dengan setting rumah dan suasana perkampungan Minang yang ditata apik.
Sutradara Hanny mengaku mengalami kesulitan dalam pembuatan setting suasana tahun 1920. "Untuk mendapatkan nuansa tahun 1920’an banyak hal yang harus dibuat agar kesannya bisa terasa pada masa itu," kata Hanny.
Hanny meminta agar dibuatkan surau yang digunakan untuk shalat dan berkumpul masyarakat kala itu. "Itu kita bangun di lokasi syuting di Daerah Gonjong Seribu, Kabupaten Solok Selatan. Dibuat sangat detil, setelah itu dihibahkan ke penduduk sekitar," kata Hanny.
Dia juga membuat setting perkampungan yang benar-benar menggambarkan perkampungan di kota Padang waktu itu.
Hanny juga berharap film ini menjadi sajian untuk Masyarakat dan sekaligus Film keluarga menjelang Idul Fitri dan dapat diambil Hikmahnya.
"Film ini adalah film romantis yang juga mengangkat tentang budaya dan agama. Semoga penonton yang menyaksikan film ini, bisa menangkapnya sebagai suatu yang utuh untuk kemudian membawa sesuatu untuk dibawa pulang," kata Hanny.
---------------------------
Film ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah’ Targetkan 7 Juta Penonton
Jumat, 19 Agustus 2011 - 14:10 WIB
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/19/film-di-bawah-lindungan-kabah-targetkan-7-juta-penonton
MENGISI libur Lebaran, MD Entertainment menyuguhkan film religi fenomenal dan legendaris, ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah’. Film yang diangkat dari novel terkenal karya Buya Hamka ini, pernah diproduksi tahun 1981, dengan sutradara Asrul Sani, diperankan oleh Cok Simbara dan Camelia Malik. Dan sukses dalam penayangannya di seluruh bioskop di Indonesia.
Untuk mengulang sukses tersebut, Manoj Punjabi produser MD Entertainment rela mengeluarkan dana sebesar Rp25 miliar, serta persiapan syuting selama 2 tahun. Maka tak berlebihan pula jika Manoj mentargetkan 7 juta penonton.
Demi meraih ambisi itu, film ini melibatkan orang-orang yang andal dalam bidangnya. Hanny R Saputra, sutradara spesialis drama romantis menguras air mata; didapuk menggarap film tetsebut. Dan Titien Wattimena berduet dengan Armantono menulis skenarionya.
Keseriusan penggarapan film ini juga diperlihatkan dengan penggunaan teknologi animasi CGI untuk keperluan gambar yang baik. Sementara untuk penataan kostum agar sesuai dengan masyarakat Minang saat itu, ditangani oleh desainer ternama Samuel Wattimena.
Lokasi syuting di daerah Gonjong Seribu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Set sebuah mesjid dibangun di pinggir sungai, dilengkapi kincir air yang cukup besar.
Mengambil latar tahun 1920, film ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah’ tampil memanjakan mata dengan suasana perkampungan dan budaya Minang yang sangat kental. Maka, penonton dibawa ke alam tahun 1920-an.
KESETIAAN CINTA
Hamid (Herjunot Ali) adalah pemuda dari keluarga miskin yang beruntung. Lahir dari keluarga tidak mampu dan hanya dibesarkan oleh seorang ibu, Hamid akhirnya bisa menyelesaikan pendidikannya di perguruan Thawalib, sebuah insitusi pendidikan agama Islam yang terkenal di era 20′an. Sebuah pencapaian yang sangat didambakan setiap pemuda asal Padang kala itu.
Keberhasilan Hamid tidak lepas dari jasa baik Haji Ja’far (Didi Petet) yang membiayai seluruh kebutuhan Hamid. Ibu kandung Hamid (Jenny Rachman) yang telah mengabdi sekian lama pada keluarga Haji Ja’far tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya, karena anak satu-satunya berhasil menyelesaikan pendidikan di Thawalib.
Drama dimulai saat anak sulung Haji Ja’far Zainab (Laudya Cintya Bella) jatuh hati terhadap Hamid, perasaan yang sama pun sebenarnya dirasakan oleh Hamid. Namun karena perbedaan kasta dan dibayangi utang budi, Ibu Hamid melarang anaknya untuk berharap memiliki Zainab.
Apalagi Zainab dijodohkan dengan Arifin (Ajun Perwira), putra Pak Rustam (Leroy Osmani), kerabat jauh Haji Ja’far yang dianggap lebih setara status sosialnya.
Hamid dan Zainab yang saling jatuh cinta, berbagi impian yang sama, yaitu tiap manusia bebas untuk mencintai dan dicintai, dan impian untuk menunaikan ibadah haji.
Hamid pun melakukan segalanya demi Zainab. Demi mewujudkan cinta mereka. Melewati berbagai halangan yang ingin memisahkan mereka, mencoba membuka satu persatu belenggu yang mengatasnamakan adat.
Bahkan ketika keinginannya untuk meminang Zainab pupus, keinginannya untuk mewujudkan impiannya dan impian Zainab pergi ke Ka’bah tetap diperjuangkannya. Ya, Hamid berjuang pergi ke Mekah demi Zainab. Dan Zainab berjuang mempertahankan cintanya demi Hamid. (Anggara/b)
dye_artalent August 20th, 2011, 02:43 AM Melihat proses persiapan dan pembuatan film yang memakan waktu cukup panjang, didukung orang2 film yang profesional, bintang bersinar, dana yang 'wah' untuk ukuran film nasional, setting alam dan budaya minang yang memukau, soundtracknya melly goeslaw, dan nama buya hamka yang melegenda...., bukan tidak mungkin 'Di Bawah Lindungan Kabah' akan box office...amieen. jadi gak sabar pengen nonton.
sherif_claude August 22nd, 2011, 05:06 PM Melihat proses persiapan dan pembuatan film yang memakan waktu cukup panjang, didukung orang2 film yang profesional, bintang bersinar, dana yang 'wah' untuk ukuran film nasional, setting alam dan budaya minang yang memukau, soundtracknya melly goeslaw, dan nama buya hamka yang melegenda...., bukan tidak mungkin 'Di Bawah Lindungan Kabah' akan box office...amieen. jadi gak sabar pengen nonton.
^^
Amiiien....
katanya juga film indonesia termahal di 2011 yaa..???
afril August 25th, 2011, 11:53 PM jadi gak sabar pengen nonton.
wah kemaren dah nonton..jangan ampe kebawa suasana..ntar usap2 saputangan..mf oot..
Manassa September 2nd, 2011, 05:47 AM ^^ yang jelas yang paling ane ngak demen ada beberapa produk (iklan) yang terlalu dipaksakan dalam film ini..walaupun bagaimanapun film ini mengangkat latar budaya minang, aransemen musiknya bagi ane sangat bagus... Tapi pesimis dengan target MD untuk jumlah penontonnya..
afril September 5th, 2011, 10:21 AM ^^ biasalah bos..namanya juga sponsor..walaupun maksa banget..film lain juga biasa kayak gitu koq..:)
afril September 5th, 2011, 10:25 AM hari rayo report..
Non-BA Mulai Bergerak Meninggalkan Sumbar
KEMACETAN H+5 LEBARAN
PADANG, HALUAN — Jalur Bukittinggi-Pekanbaru via Pa*yakumbuh padat merayap, Minggu (4/9). Akibatnya, para pengendara roda dua dan roda empat tidak bisa berjalan kencang dan terpaksa bersabar berjalan pelan untuk mencapai tujuan. Peningkatan volume kendaraan itu mayoritas berasal dari nomor polisi luar Sumbar seperti plat BM dari Pekanbaru, BH dari Jambi dan B dari Jakarta.
Dari pantauan Haluan di lapa*ngan, jalur terpadat terjadi di jalur Bukittinggi-Payakumbuh dan kawasan Kelok 9. Di wilayah tersebut, kendaraan roda empat mendominasi, karena pengendara roda dua kebanyakan tidak saba*ran, sehingga saling menyelip dian*tara padatnya kendaraan roda empat.
Dari sejumlah keterangan yang dihimpun, ada bebarapa faktor yang membuat volume kendaraan me*ningkat pada hari Minggu kemarin. Faktor pertama dise*babkan oleh banyaknya perantau Minang yang kembali ke tempat usaha atau tempat kerjanya di beberapa daerah luar Sumbar, terutama di Pe*kanbaru, setelah menikmati liburan Lebaran selama seminggu di kampungnya masing-masing.
“Saya sekeluarga akan kembali ke Pekanbaru Riau. Kami tidak sen*diri, tapi rombongan. Kami sengaja mengumpulkan beberapa perantau Minang di Pekanbaru untuk kembali ke Pekanbaru secara bersama-sama. Ada yang memakai mobil pribadi, ada juga yang rental,” ujar Robi, salahseorang
perantau Minang asal Payakumbuh, yang sehari-hari berjualan pakaian di Pekanbaru.
Robi juga melaporkan ke Haluan, bahwa ia membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk sampai ke Pekanbaru, dari Payakumbuh. Kepadatan kenda*raan membuat Ia tidak bisa melaju kendaraan, dan terpaksa berhenti beberapa kali untuk beristirahat. Padahal diwaktu normal, hanya dibutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 jam saja.
Sementara itu, faktor hujan intensitas sedang yang mengguyur jalur Bukittinggi-Pekanbaru dari siang hingga sore juga menjadi kendala dan membuat pengendara ekstra hati-hati agar selamat sampai ke tujuan.
Untuk arah Payakumbuh-Bu*kitting*gi, kepadatan juga terjadi selama beberapa jam, yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga sore. Kepadatan ini dipicu membludaknya penumpang yang menuju Kota Bukittinggi dan Kota Padang. Bahkan pemilik travel kewalahan melayani penumpang.
Kepadatan ini disebabkan oleh faktor hari kerja para pegawai negeri maupun swasta yang dimulai Senin (5/9) ini. Selain itu, mulainya jadwal perkuliahan perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Padang pada Senin ini membuat para mahasiswa kembali berduyun-duyun ke Kota Padang.
Untuk Kota Bukittinggi sendiri, kepadatan arus terjadi di kawasan Aur Kuning dan Padang Lua. Tapi sejumlah travel telah mengantisipasi kemacetan tersebut, dengan melintasi jalan-alternatif via Sungai Puar – Batu Palano – Kotobaru. “Kondisi jaloannya lumayan bagus, tetapi jalannya kecil dan bahu jalannya cukup tajam bisa mengancam kesela*matan ban. Sebaiknya Pemda Agam mengupayakan perbaikan bahu jalan di lintas alternatif ini agar kese*lamatan jalan dan keselamatan kendaraan juga terjamin,” kata Feri (38) yang mengalami pecah ban di kawasan Sungai Puar.
Selain itu, kepadatan arus juga terjadi di kawasan Lembah Anai Kabupaten Tanah Datar. Tapi kepa*datan arus di tempat ini bukan disebabkan oleh faktor arus balik, tetapi lebih didominasi oleh banyak*nya warga yang berkunjung dan berliburan menikmati sisa-sisa lebaran ke air terjun Lembah Anai, dan memarkirkan mobilnya di bibir jalan.
Kepadatan arus juga terjadi di kawasan Sicincin. Namun merayap*nya kendaraan di sekitar kawasan ini disebabkan oleh pasar tumpah yang membludak, sehingga meng*hambat lajunya kendaraan dari dua arah. (h/wan)
harianhaluan (http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8200:non-ba-mulai-bergerak-meninggalkan-sumbar&catid=1:haluan-padang&Itemid=70)
Padang Panjang Nyaris Meletus
Padang Panjang, Singgalang
Selain ucapan selamat Lebaran dan mohon maaf lahir bathin, istilah yang terbilang paling populer sejak Rabu (31/3) hingga Ahad (4/9) di jalur Padang-Bukittinggi, macet total dan padat merayap. Kota Padang Panjang yang berada di antara kedua kota besar Sumbar tersebut, nyaris meletus.
Bila selama ini kemacetan hanya melanda Bukittinggi, kini sudah meluber ke mana-mana. Para pengguna jalan di berbagai kota mengeluhkan betapa semrawutnya sistem lalu lintas di negeri ini.
Padang Panjang yang sejak tiga tahun belakangan jadi sasaran untuk berlebaran, untuk Idul Fitri 1432 H benar-benar macet total. Kendaraan yang melewati jalur-jalur utama kota berjuluk Serambi Mekkah itu benar-benar tak bisa bergerak.
“Dari air terjun Lembah Anai menuju pusat kota yang jaraknya hanya belasan kilometer, dibutuhkan waktu tiga hingga empat jam. Kondisi serupa juga ditemukan di jalur Padang Panjang-Bukittinggi,” kata Memet, seorang petugas Bantuan Komunikasi Radio Antar Penduduk Indonesia (Bankom RAPI) Kota Padang Panjang, di sela-sela aktifitasnya memberi informasi kepada pengguna jalan raya di berbagai ruas di Sumbar.
Tiap sebentar para petugas bankom memberi kabar kalau jalan-jalan utama dalam kota Padang Panjang macet total. Saat kemacetan dalam kota sudah bisa diurai, kemacetan malah berpindah ke ruas lain, terutama sejak dari Lembah Anai hingga Kota Bukittinggi.
Kemacetan biasanya dimulai sejak siang hingga tengah malam. Puncaknya, Minggu (4/9), saat semua kendaraan merayap dan hampir tak bisa bergerak menuju Padang. Sementara sepanjang Sabtu (3/9), macet dan padat merayap terjadi di ruas Padang Panjang-Bukittinggi.
Ribuan kendaraan bernopol Riau terlihat memadati jalan raya untuk kembali ke Pekanbaru dan kota-kota lainnya di provinsi tetangga itu.
Rektor Univesitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Shofwan Karim Elha, mengaku, selama tiga hari lebaran, jalur Padang-Padang Panjang yang hanya berjarak sekitar 70 kilometer, harus ditempuh dengan waktu secepat-cepatnya tiga jam.
Nyaris meletus
Sementara itu, banyak peminat dari berbagai kota untuk melakukan aktifitas lebaran dan berwisata ke Padang Panjang, bermuara pada penuh sesaknya kota kecil di jantung Sumatra Barat.
Kawasan Minang Fantasi (Mifan) yang jadi magnet pengunjung ke Padang panjang, nyaris tak mampu lagi menampung kunjungan manusia. Areal parkir yang disediakan tak sanggup menampung kendaraan.
Akibatnya, parkir pun meluber ke mana-mana. Jalur alternatif yang disediakan untuk kendaraan keluar dari Mifan pun jadi lahan parkir dan menjadi titik kemacetan baru.
Upaya petugas mengarahkan kendaraan yang keluar dari Mifan agar melewati daerah Sungai Andok-Tanah Hitam-Koto Panjang nampaknya gagal, karena jalur tersebut membuat para pengunjung terhindar dari kawasan pasar Padang Panjang dan melahirkan titik kemacetan baru di perempatan Pesantren Serambi Mekkah dan di daerah Bak Air Bukitsurungan.
Sementara di jalur keluar yang biasa dilewati kendaraan dari Mifan, Mifan-Kampung Manggis dan samping Bioskop Karya, ratusan kendaraan terjebak macet total hampir setiap saat, terutama dari siang hingga senja.
“Padang Panjang memetik keuntungan besar dari hadirnya wahana wisata keluarga Mifan. Sayangnya, pengelolaan arus lalulintas yang tidak profesional, melahirkan kemacetan yang melelahkan. Tambahan pula, Padang Panjang tidak memiliki hotel yang representatif dan memadai, sehingga pengunjung Mifan harus kembali ke Bukittinggi untuk menginap. Inilah salah satu pemicu parahnya kemacetan Padang Panjang-Bukittinggi itu,” ujar Ali Ibrahim Ritonga, seorang pengunjung Mifan asal Sumatra Utara. (006)
hariansinggalang (http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=8138)
afril September 5th, 2011, 10:56 AM OffRoad di Harau ???
http://img827.imageshack.us/img827/7674/img3293j.jpg
http://img9.imageshack.us/img9/3417/img3294xu.jpg
http://img607.imageshack.us/img607/1361/img3298i.jpg
sherif_claude September 9th, 2011, 02:58 PM Survei CNN: Rendang Terlezat di Dunia
Nasi goreng berada di urutan kedua. Sate juga masuk jajaran kuliner top dunia, urutan 14
Rabu, 7 September 2011, 15:43 WIB
Elin Yunita Kristanti
Rendang (NCC by kitchen craft)
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/08/02/118571_rendang_300_225.jpg
VIVAnews -- Dua hidangan khas Indonesia, rendang dan nasi goreng, untuk saat ini masuk dalam jajaran teratas daftar makanan paling lezat di dunia. Ini berdasarkan survei para pemerhati stasiun berita CNN, yang dimuat di laman CNNGo. Survei itu dihimpun melalui akun CNN di laman jejaring sosial Facebook.
Kepopuleran rendang, yang ada di urutan pertama, disusul nasi goreng mengalahkan Massaman curry asal Thailand yang sebelumnya ditasbihkan jadi makanan paling enak di muka Bumi.
Fakta ini juga diamini awak CNN. "Setelah menjaring lebih dari 35.000 suara, makanan paling enak di dunia bukan Massaman curry, yang kami sarankan, tapi hidangan daging berbumbu yang pedas dari Sumatera Barat," demikian hasil survei yang dimuat situs CNN, 7 September 2011.
Makanan asal Indonesia lainnya, sate, juga masuk dalam daftar. Di urutan 14. Meski menjadi raja, jumlah makanan Indonesia kalah dengan asal Thailand -- yang genjar mempromosikan wisata, termasuk kuliner, dengan dukungan maksimal dari pemerintah.
Berikut daftar 50 makanan paling lezat di dunia versi pembaca CNN:
1. Rendang, Indonesia
2. Nasi Goreng, Indonesia
3. Sushi, Jepang
4. Tim yam goong, Thailand
5. Pad thai, Thailand
6. Som tan (salad pepaya), Thailand
7. Dim sum, Hong Kong
8. Ramen, Jepang
9. Peking duck, China
10. Massaman curry, Thailand
11. Lasagna, Italia
12. Kinchi, Korea
13. Chicken rice, Singapura
14. Sate, Indonesia
15. Ice cream, AS
16. Kebab, Turki
17. Gelato, Italia
18. Croissant, Prancis
19. Green curry, Thailand
20. pho, Vietnam
21. Fish 'n' chips, Inggris
22. Egg tart, Hong Kong
23. Bulgogi, Korea
24. Fried rice, Thailand
25. Chocolate, Meksiko
26. Penang assam laksa, Malaysia
27. Tacos, Meksiko
28. Barbeque pork, Hong Kong
29. Chili crab, Singapura
30. Cheeseburger, AS
31. Fried rice, AS
32. Lobster, Global
33. Seafood paella, Spanyol
34. Shrimp dumpling, Hong Kong
35. Neapolitan Pizza, Italia
36. Moo nam tok, Thailand
37. Potato chips, AS
38. Warm brownie and vanilla ice cream, Global
39. Masala dosa, India
40. Bibimbap, Korea
41. Galbi, Korea
42. Hamburger, Jerman
43. Fajitas, Meksiko
44. Laksa, Singapura
45. Roti prata, Singapura
46. Sirup Maple, Kanada
47. Fettucini alfredo, Italia
48. Parma Ham, Italia
49. Lechon, Filipina
50. Goi cuon, Vietnam
afril September 10th, 2011, 12:24 AM ^^ hanya bisa mengucapkan selamat buat Rendang, Nasi Goreng dan Sate..:)
afril September 19th, 2011, 10:31 AM Pilubang Resort Syariah, Nagari Pilubang-Kab. 50 Kota-Sumbar
http://img854.imageshack.us/img854/1554/img3379ft.jpg
salah satu aturan dari 33 larangan..
http://img98.imageshack.us/img98/3787/img3387g.jpg
http://img534.imageshack.us/img534/2557/img3395po.jpg
sama dengan lembah harau pemandangan tebing, air terjun.
http://img15.imageshack.us/img15/4124/img2604x.jpg
http://img508.imageshack.us/img508/3213/img2615f.jpg
Mehome September 23rd, 2011, 10:32 AM Sumbar Akan Dijadikan "Cyber Province" (http://regional.kompas.com/read/2011/09/22/20321559/Sumbar.Akan.Dijadikan.Cyber.Province.)
22 September 2011
http://mitratravelindo.com/images/galeri/kota_padang.jpg
PADANG, KOMPAS.com — Sumatera Barat tengah disiapkan sebagai provinsi yang memiliki keunggulan di bidang pengembangan teknologi informasi. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Kamis (22/9/2011) di Kota Padang, mengatakan Sumbar akan dijadikan sebagai cyber province.
”Saat ini konsepnya sudah disusun dari Universitas Andalas dan akan melibatkan kerja sama antara universitas, sejumlah perusahaan, dan Pemerintah Provinsi Sumbar,” kata Tifatul seusai menghadiri pengukuhan Prof Dr Marlina sebagai Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Fakultas Farmasi, Universitas Andalas, Padang.
Tifatul mengatakan, hal itu juga akan menaikkan tingkatan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi di Sumbar. Ini akan menjadi industri otak dengan sangat sedikit sekali polusi. Ia menambahkan, konsep itu menjadikan pemerintah sebagai regulator, universitas sebagai inkubator, dan perusahaan sebagai operator. Jika digarap dengan serius, Sumbar akan menjadi lembah silikon (silicon valley) Indonesia seperti yang ada di San Francisco, Amerika Serikat, sebagai pusat perusahan komputer dan semikonduktor.:cheers:
Selain itu, sejumlah wilayah kabupaten/kota di Sumbar juga akan disiapkan akan menjadi titik-titik kota pintar. Masing-masing akan terhubung dengan jaringan kabel serat optik berkecepatan tinggi.:banana:
Disinggung mengenai kemampuan inovasi bangsa yang semakin tidak dimanfaatkan dalam beberapa tahun belakangan, Tifatul mengatakan ia sudah berupaya meretasnya dengan jalan mempertemukan dunia usaha dan kalangan inovator. Dari sejumlah kalangan pengusaha dan inovator teknologi yang dipertemukan dengan sejumlah peluang itu, telah tercipta sejumlah wirausahawan baru di bidang teknologi informasi.
afril September 28th, 2011, 02:40 AM ^^ semoga..:okay:
makasih ikhlas..akhirnya muncul juga banner dari Sumbar...:okay:
btw...bangunan bagonjong itu apa ya? resto kah?
http://www.skyscrapercity.com/images/headers/28.jpg
anno_malay September 28th, 2011, 03:56 AM selamat utk SUMBAR utk banner hari ini yo...good job ikhlas
dye_artalent September 29th, 2011, 07:30 AM makasih ikhlas..akhirnya muncul juga banner dari Sumbar...:okay:
btw...bangunan bagonjong itu apa ya? resto kah?
http://www.skyscrapercity.com/images/headers/28.jpg[/QUOTE]
^^^^:banana:
Bangunan bagonjong tersebut adalah sebuah Convention Centre yang berada di dalam kawasan Alahan Panjang/Danau Kembar Resort, disebelah kiri gambar terdapat beberapa bangunan villa yang disewakan untuk umum.
faiz arsyad September 29th, 2011, 02:11 PM makasih ikhlas..akhirnya muncul juga banner dari Sumbar...:okay:
btw...bangunan bagonjong itu apa ya? resto kah?
http://www.skyscrapercity.com/images/headers/28.jpg
^^^^:banana:
Bangunan bagonjong tersebut adalah sebuah Convention Centre yang berada di dalam kawasan Alahan Panjang/Danau Kembar Resort, disebelah kiri gambar terdapat beberapa bangunan villa yang disewakan untuk umum.[/QUOTE]
salamaik buek da ikhlas...
foto danau diatehnyo masuak di banner SSC.....perfect dah!!!:okay:
ikhlas001 September 30th, 2011, 02:29 AM ^^ semoga..:okay:
makasih ikhlas..akhirnya muncul juga banner dari Sumbar...:okay:
btw...bangunan bagonjong itu apa ya? resto kah?
http://www.skyscrapercity.com/images/headers/28.jpg
selamat utk SUMBAR utk banner hari ini yo...good job ikhlas
makasih ikhlas..akhirnya muncul juga banner dari Sumbar...:okay:
btw...bangunan bagonjong itu apa ya? resto kah?
http://www.skyscrapercity.com/images/headers/28.jpg
^^^^:banana:
Bangunan bagonjong tersebut adalah sebuah Convention Centre yang berada di dalam kawasan Alahan Panjang/Danau Kembar Resort, disebelah kiri gambar terdapat beberapa bangunan villa yang disewakan untuk umum.[/QUOTE]
salamaik buek da ikhlas...
foto danau diatehnyo masuak di banner SSC.....perfect dah!!!:okay:
haha..
makasih..
cuman iseng2, ternyata lolos seleksi juga.. padahal jatah Indonesia buat bulan ini nggak ada lagi, karna sudah ada Semarang dan Bandung yang jadi banner sebelumnya..
afril October 4th, 2011, 03:59 AM ^^ ini juga keren untuk diajukan jadi banner bbrp bulan kedepan..:D
kalo ijin dari empunya foto, biar nanti saya pm si uda..tapi kayaknya setuju2 aja tuh, kan intinya untuk promosiin juga..
ini keren nih, tapi gantian dulu dong. disimpen aja dulu :cheers:
http://farm7.static.flickr.com/6176/6191541474_fe1413f727_b.jpg
wah jadi keren gini ya..
nggak kepikiran sebelumnya.. hehe
thanks edri dan CrazyForID, cropingnya mantaff..
tapi, foto ini apa perlu ijin dari sang fotographer ya??
---------------
Taman wisata pulau Belibis Kota Solok
http://faceofindonesia.com/sites/default/files/imagecache/wide/300514/dsc03853.jpg
foto : restu face of indonesia (http://faceofindonesia.com/restu/photo/5038/sendiri-di-taman-wisata)
^^ bagus juga ya, bersih dan hijau..ada wahana apa saja di pulau belibis ini ?? (anyone knows)
|
|