View Full Version : Indonesia's Songket | The Gold Ceremonial Dress | Images & Issues


Pages : [1] 2

paradyto
July 18th, 2010, 03:23 PM
SONGKET

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5c/Aesan_Gede_Songket_Palembang.jpg/200px-Aesan_Gede_Songket_Palembang.jpg

Songket is a fabric that belongs to the brocade family of textiles. It is hand-woven in silk or cotton, and intricately patterned with gold or silver threads. The metallic threads stand out against the background cloth to create a shimmering effect.

In the weaving process the metallic threads are inserted in between the silk or cotton weft (latitudinal) threads. The term songket comes from the Malay/Indonesian word sungkit, which means "to hook". It has something to do with the method of songket making; to hook and pick a group of threads, and then slip the gold threads in it. The word menyongket means ‘to embroider with gold or silver threads’. Songket is a luxury product traditionally worn during ceremonial occasions as sarong, shoulder cloths or head ties. Tanjak or Songket headdresses were worn at the courts of the Malay Sultanates.

Traditionally Muslim women and adolescent girls wove songket; "some boys and men are also weaving today".[3] Songket as king's dress was also mentioned by Abdullah bin Abdul Kadir writings 1849.

Traditionally-patterned Sumatran textiles embody a system of interpretable emblems.

In Indonesia, songket is produced in Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Lombok and Sumbawa. In Sumatra the famous songket production centers is in Minangkabau, West Sumatra, and Palembang, South Sumatra. In Bali, songket production villages can be found in Klungkung regency, especially at Sidemen and Gelgel village. While in the neighboring island of Lombok, the Sukarara village in Jonggat district, Central Lombok regency, is famous for songket making.

Outside of Indonesia, further production areas include the east coast of the Malay Peninsula and Brunei. Songket weaving is historically associated with areas of Malay settlement, and the production techniques could have been introduced by Arab and Indian merchants. Historically, production was located in politically significant kingdoms because of the high cost of materials; the gold thread used was originally wound with real gold leaf.

bagak
July 21st, 2010, 03:51 AM
Cladding masjid raya sumbar direncanakan juga menggunakan motif songket....


http://img46.imageshack.us/img46/5442/fotoobjekmesjidraya.jpg (http://img46.imageshack.us/i/fotoobjekmesjidraya.jpg/)

paradyto
September 2nd, 2010, 02:39 PM
Cladding masjid raya sumbar direncanakan juga menggunakan motif songket....


http://img46.imageshack.us/img46/5442/fotoobjekmesjidraya.jpg (http://img46.imageshack.us/i/fotoobjekmesjidraya.jpg/)

sekarang underconstruction? wow, menarik juga melihatnya kalau sudah jadi:okay:

paradyto
September 23rd, 2010, 01:29 AM
http://1.bp.blogspot.com/_cnukNq24Xp4/TErtFeYLeDI/AAAAAAAABto/boP9fvQFw74/s1600/19957_1362246895163_1201307426_1092554_7049362_n.jpg

Motif Songket SFC Belum Terdaftar
Wednesday, 22 September 2010

PALEMBANG (SINDO) – Dari 71 motif songket yang dimiliki Provinsi Sumsel, baru 22 motif yang terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara,49 motif lainnya belum terdaftar, termasuk motif Berante Berakam pada seragam resmi Sriwijaya Football Club (SFC). Selain motif Berante Berakam, beberapa motif lain yang belum terdaftar yakni motif Songket Lepus Bintang Berakam, Nago Besaung, Limar Tigo Negeri Tabur Intan, Limar Tigo Negeri Cantik Manis, Lepus Bintang Penuh, Limar Penuh Mawar Berkandang, dan sejumlah motif lain.

Pemerhati dan pencinta songket Palembang,Asnedi, mendesak pemerintah untuk segera mendaftarkan motif-motif songket tersebut. Jika tidak segera terdaftar, dikhawatirkan negara lain akan lebih dahulu mengakui motif-motif tersebut sebagai produk kebudayaan mereka. Dia memaparkan, pada 2004, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel telah mendaftarkan 71 motif songket baik produk batik maupun tenun tradisional ke Ditjen HKI.

Namun, yang diterima hanya 22 motif. ”22 motif songket Palembang yang telah terdaftar dengan nomor C00200402293-2414-35 di antaranya motif yang terdaftar Bungo Intan, Lepus Pulis, Nampan Perak, Limar Beranti,” papar pria yang sering mengurus proses Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) songket tahun 2005–2007.

Pengamat hukum Unsri Prof Dr Joni Emirzon mengharapkan pemerintah segera bergerak cepat mendaftarkan motif songket. Sebab, sangat disayangkan jika sampai motif songket tersebut sampai jatuh ke tangan orang lain dan dipatenkan. Padahal, sudah jelas motif tersebut berasal dari Palembang. (yayan darwansah)

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
October 11th, 2010, 07:45 AM
http://images.detik.com/content/2010/10/11/1001/detik_IMG_1190.jpg

Kalau Medan punya ulos dan Jawa punya batik, Palembang punya songket sebagai kain khas andalan. Tak heran jika kainnya sangat cantik elegan dan harganya cukup mahal. Warisan kebudayaan Indonesia dari selatan Sumatera ini bukan kain sembarang kain, tetapi ratunya kain!

Selasa siang tanggal 4 September 2010, saya dan rekan petualang mengunjungi tempat Zainal Songket yang terletak di Jl. Ki Gede Ing Suro no. 173, Ilir, Palembang. Menurut penduduk sekitar, Zainal Songket tidak hanya menjual produk saja tetapi juga mempunyai alat tenun untuk membuat songket. Namun, karena tempatnya sedang direnovasi, kami pun akhirnya menelusuri daerah lain.

Dari Ilir, mobil kami segera menuju ke bagian Ulu Palembang. Kami akhirnya menemukan rumah seorang ibu yang salah satu pekerjanya masih menenun songket di daerah Naga Swidak. Nina, begitu kak ayu yang sedang asyik menenun songket itu dipanggil. Ia sangat telaten sekali memasukkan setiap benang secara horisontal ke untaian benang vertikal yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu anyaman kain.

Pengerjaan satu kain songket bisa mencapai satu bulan. Songket bukan seperti kain-kain lain yang bisa diproduksi dengan mesin dan memungkinkan adanya penjiplakan motif. Kain ini dikerjakan dengan tangan, selembar demi selembar benang dianyam dan dirapatkan sampai selesai.

"Selain harus teliti, nenun songket itu harus sabar dan pakai hati. Menahan alat songketnya itu kan bisa buat badan pegal-pegal, tapi kalau dilakukan dengan hati senang, pasti hasilnya bagus." kata Kak Nina sambil mengajarkan saya menenun songket.

Harga songket di Palembang berkisar mulai dari Rp. 1.000.000,- sampai ada yang puluhan juta. Yang membuatnya mahal tentu saja kerumitan pembuatannya, motif, dan juga jenis benang yang digunakan. Biasanya, kain songket yang harganya lebih mahal adalah kain yang menggunakan benang emas dan benang sutera.

Menurut Zainal Arifin pemilik Zainal Songket, kain tenun tangan ini merupakan ratunya kain. Keindahan dan kemewahan ragam hias dan desainnnya tak dapat disangkal. Namun, jangan berpikir kalau kain tradisional itu selalu identik dengan kata kuno. Pemakaian kain songket bisa dipadupadankan dengan kebaya klasik ataupun modern. Bahkan sekarang pun, songket bisa ditenun menjadi busana pesta atau pakaian kasual yang bisa dipakai sehari-hari. Dengan cara yang kreatif ini, kain tradisional bisa menjadi tradisi yang lebih mudah diterima semua kalangan.

Jika anda berwisata ke Palembang, janganlah sungkan untuk menawar. Harga songket dari tempat penenunnya langsung bisa jauh lebih murah. Ayo mulailah lestarikan kain tradisional masing-masing daerah, agar budaya Indonesia yang lain juga mempunyai kesempatan yang sama dengan batik! (@lucianancy)

source: http://aci.detik.com/read/2010/10/11/082443/1460823/1001/tenun-songket-palembang-belaga-nian/1

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

james911
October 11th, 2010, 07:48 AM
Hello, dear to the fashion of men and women recommend a good

Replica watches (http://www.good-replica-watch.com)

website: http://www.good-replica-watch.com. This site contains

a variety of high quality replica watches in the world. For

example, Replica Rolex

(http://www.good-replica-watch.com), Replica longines, Replica omega, replica Audemars so. .

. And these watches are from China. Is a senior designer works

out, won the profession's favorite table.
If you want to have your own Replica watches (http://www.good-replica-

watch.com) , if you like

Replica watches (http://www.good-replica-watch.com) ,

to http://www.good-replica-watch.com visit, you will find your

own surprise
We proudly
Replica watches (http://www.good-replica-watch.com)
Replica louis vuitton

watches (http://www.good-replica-watch.com)
Replica Rolex Watches

("http://www.good-replica-watch.com)
such as the supply of a large number of customers choose the

most respected 。

james911
October 11th, 2010, 07:49 AM
Hello, dear to the fashion of men and women recommend a good

Replica watches (http://www.good-replica-watch.com)

website: http://www.good-replica-watch.com. This site contains

a variety of high quality replica watches in the world. For

example, Replica Rolex

(http://www.good-replica-watch.com), Replica longines, Replica omega, replica Audemars so. .

. And these watches are from China. Is a senior designer works

out, won the profession's favorite table.
If you want to have your own Replica watches (http://www.good-replica-

watch.com) , if you like

Replica watches (http://www.good-replica-watch.com) ,

to http://www.good-replica-watch.com visit, you will find your

own surprise
We proudly
Replica watches (http://www.good-replica-watch.com)
Replica louis vuitton

watches (http://www.good-replica-watch.com)
Replica Rolex Watches

("http://www.good-replica-watch.com)
such as the supply of a large number of customers choose the

most respected 。

drie
November 5th, 2010, 12:07 PM
Motif Tenun Songket Siak | Riau

By. riauinfo.com
http://img831.imageshack.us/img831/546/news1948.jpg (http://img831.imageshack.us/i/news1948.jpg/)

http://img130.imageshack.us/img130/5593/2119i.jpg (http://img130.imageshack.us/i/2119i.jpg/)


* Presiden RI menggunakan Baju Teluk Belanga dengan Motif Songket Pucuk Rebung dan ibu negara menggunakan baju kebaya laboh dengan motif Pucuk Rebung bertabur bunga cermai :)

gunny.gunason
November 5th, 2010, 03:43 PM
Yang dipakai SBY itu, seperti baju kebangsaan bangsa melayu, bagus sangat.

Nick_2
November 13th, 2010, 01:57 PM
Kain Songket untuk Michelle Obama

Sabtu, 13 November 2010 | 11:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Perancang muda Auguste Soesastro mendapat kesempatan untuk memberikan busana rancangannya sebagai cinderamata kenegaraan bagi ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama.

Karya Auguste itu diberikan kepada Michelle saat berkunjung ke Indonesia Selasa (9/11) lalu.

Busana rancangan Auguste itu menggunakan kain songket Pandai Sikek Sumatera Barat bermotif Limpapeh (simbol wanita Minang). Kain tenun itu merupakan hasil perajin binaan Rumah Pesona Kain (RPK).

Auguste mengatakan, kain yang digunakan dalam rancangannya itu berbahan organik.

"Selain kain songketnya sendiri digunakan dengan teknik tradisional, saya menggunakan katun berbahan organik dan juga menggunakan teknik potong sedemikian rupa sehingga hampir tidak ada bahan baku kain yang terbuang," kata pria berusia 29 tahun itu.

Karya Auguste juga ditampilkan di depan istri Barack Obama, bersama karya dua desainer Indonesia lain, Sebastian Gunawan, Priyo dan Oktaviano. Auguste mengaku dirinya bangga rancangannya dipercaya oleh istana.

"Rasanya bangga sekali saat Michelle Obama mengucapkan terima kasih," kata Auguste.

Desainer yang yang berbasis di New York, Amerika Serikat itu memiliki rumah mode bernama Kraton. Seluruh busana Kraton diproduksi di New York. Sumber inspirasi utama koleksi Kraton berasal dari seni dan budaya Indonesia.

Dalam ajang Jakarta Fashion Week yang berlangsung 6-12 November 2010 Auguste menampilkan karyanya. Peragaan busana yang bertajuk "'Kromo" ditampilkan Jumat (12/11) di Pacific Place Mall, Jakarta.

"Di Jakarta Fashion Week ini, saya bekerja sama dengan Rumah Pesona Kain menampilkan Kromo. Di mana rancangan busana kali ini saya dedikasikan kepada para perempuan Indonesia yang intelek yang tidak ingin terlalu menonjolkan diri, bercita rasa seni tinggi, dan berpengaruh besar di bidangnya masing-masing," kata Auguste.

Rancangan yang ditampilkan Auguste sederhana, tidak banyak pernak pernik namun tetap terlihat elegan.

http://oase.kompas.com/read/2010/11/13/1103550/Kain.Songket.untuk.Michelle.Obama-5

gunny.gunason
November 14th, 2010, 04:32 AM
ada motifnya untuk songket yang diberikan ke Michele Obama?

paradyto
November 15th, 2010, 02:36 PM
Palembang's Traditional..

http://w3.weddingku.com/traditional/images/Palembangmain.jpg
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

drie
November 15th, 2010, 03:20 PM
Tenun Songket Melayu Pekanbaru Terpanjang di Indonesia



Rekoris : Pemerintah Kota Pekanbaru dan Hj. Evi Meirosa Herman ( Bergelar : Puan Sri Julang Songket Negeri)
Dalam rangka mengembangkan dan melestarikan songket sebagai salah satu produk budaya melayu Riau sekaligus memperingati Hari Ibu, Pemerintah Kota Pekanbaru bekerjasama dengan Hj. Evi Meirosa Herman menyelenggarakan pembuatan tenun songket terpanjang, dengan ukuran panjang 45 meter; lebar 60 cm. Penyerahan piagam berlangsung di Pekanbaru pada 22 Desember 2008.


Pekanbaru ( RP )- Tenun songket Melayu Pekanbaru yang digagas Puan Gemilang Songket Negeri Hj Evi Meiroza Herman kembali mendapatkan rekor dari Musium Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk kedua kalinya, Senin (22/12/2008) malam.

Muri menilai tenun songket Melayu memberikan inspirasi dan motivasi kaum perempuan. “Tenun Songket Melayu Pekanbaru menimbulkan inspirasi kreatif yang dapat dikenakan kepada seluruh negara di dunia,” ungkap Paulus Pangka, Manager Muri, pada acara penganugerahan rekor Muri tersebut di halaman Bandar Serai Pekanbaru, Senin (22/12).

Keberhasilan Tenun Songket Melayu Pekanbaru dicatatkan setelah membuat tenun songket sepanjang 45 meter, sekaligus memperbaharui rekor yang dibuat sebelumnya yaitu tenun songket 17 meter yang juga digagas oleh Ny Hj Evi Meiroza pada tahun 2005 lalu.

Menurut Paulus, kain songket sebelumnya sepanjang 17 meter yang dipajang di Muri, cukup banyak pengunjungnya, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga pembuatannya menjadi sumber inspirasi dan motivasi kaum perempuan.

Banyak wisatawan bertanya, kata Pulus, tentang songket terpanjang ini dan bertanya-tanya dari mana asalnya. Muri selalu menyampaikan, bahwa songket tersebut datangnya dari Pekanbaru.

“Kami berusaha menduniakan tenun songket Melayu Pekanbaru ini, untuk dicintai, dilestarikan dan menjadi sumber informasi,” imbuhnya.

Pada prosesi penyerahan piagam penghargaan rekor Muri tadi malam, Paulus langsung menyerahkan kepada penggagas Tenun Songket Melayu Pekanbaru, Puan Gemilang Songket Negeri, Ny Hj Evi Meiroza Herman. Selain itu Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM juga menerima rekor Muri sebagai penyelenggara songket terpanjang di Indonesia, bahkan di dunia.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru, H Erizal Muluk, unsur Muspida Kota Pekanbaru, 45 anak yatim panti asuhan, anggota BKMR Pekanbaru dan pejabat Pemko lainnya. Prosesi dimulai dengan penampilan atraktif aksi penari Melayu. Penyerahan piagam penghargaan, diberikan Paulus kepada pasangan suami istri ini.

Tenun Songket Melayu Pekanbaru tersebut dibuat sepanjang 45 meter, dengan motif disesuaikan nilai-nilai Islam. Seperti halnya warna yang dibuat sebanyak lima untuk satu warna diartikan sebagai Rukum Islam, enam warna lainnya mencerminkan rukun iman dan sembilan warna menunjukkan sifat Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam.

Hj Evi Meiroza Herman menyebutkan, tenun songket yang diprakarsainya tersebut, tidak hanya mencerminkan kebudayaan Melayu, tapi juga dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam. Ada nilai esensial budaya, dasar dan pedoman selaku umat Islam. “Motif-motif yang indah, kemilau mencerminkan hati nurani yang menggetarkan. Di dalamnya juga terdapat ayat-ayat Al-quran. Semoga kita semua kekal iman dalam menapaki kehidupan dan menapaki tugas mengemban amanah negeri. Semoga dalam gema tasbih, dapat mengangkat marwah negeri,” katanya.

‘’Untuk belajar membuat motif, jujur saya tak segan untuk meminta songket kepada penenun aslinya,’’ ucapnya saat itu. Dengan belajar dan terus belajar itulah, diakuinya telah melahirkan 10 motif baru yang kemudian menjadi inovasi terbaru pada tenun songket dengan gaya dan warna berbeda namun tidak meninggalkan motif aslinya. Dari ke 10 motif baru inilah Evie menggandeng beberapa penenun dari 14 penenun yang sudah ada di Pekanbaru untuk membuat songket dengan warna-warna baru, meski diakuinya itu bukanlah hal yang mudah.

Ceritanya, setiap kuntum bunga yang dihasilkan selalu indah dan mengundang hasrat untuk menyentuh, membeli dan memakainya. ‘’Tidak ada bunga pada tenunannya yang tidak menyenangkan mata yang memandang. Jadi berbeda sekali dengan motif tempo dulu yang selalu menawarkan pilih-pilih selera karena minimnya motif,’’ ucapnya.

Dikatakannya 10 motif songket menjadi andalannya, yaitu siku keluang, dengan artian kepribadian yang memiliki sikap dan tanggung jawab menjadi idaman setiap orang Melayu Riau. Selanjutnya motif siku awan, dengan artian budi pekerti, sopan santun dan kelembutan akhlak menjadi asas tamadun Melayu, pengayoman terhadap masyarakat dengan budi pekerti yang luhur.

Selanjutnya pucuk rebung kaluk pakis bertingkat, melambangkan kemakmuran hidup lahiriyah dan batiniah. Sifat yang penting sesuai dengan ungkapan tahu diri dengan perintah, tahu duduk dan tegaknya, tahu alur dan patutnya. Kemudian motif pucuk rebung bertabur bunga cermai, dalam motif ini melambangkan nilai kasih sayang, hormat menghormati, lemah lembut dan bersih hati menjadi acuan dalam budaya Melayu Riau.

Motif berikutnya yaitu siku tunggal, mencerminkan sikap atau perilaku orang Melayu yang amat mengutamakan persebatian iman atau perpaduan umat baik antar sesama Melayu atau pendatang. Sedangkan motif daun tunggal mata panah tabir bintang, mengandung arti nilai falsafah keluhuran dan kehalusan budi, keakraban dan kedamaian. Begitu juga dengan motif wajik sempurna melambangkan sifat Allah SWT yang maha pemurah.

Dan motif tak kalah menarik di antaranya, kata Evie Mairoza yaitu pucuk rebung bertali, yang melambangkan nilai budaya Melayu yang sangat dipengaruhi nilai-nilai Islam. Tambahnya, setelah menghasilkan beberapa motif songket tersebut dirinya terus mengembangkan kerajinan tenun tersebut. Menurutnya, yang semula di Pekanbaru hanya 14 penenun kemudian jumlahnya terus melonjak di Pekanbaru yaitu menjadi 38 penenun. ‘’Pada umumnya para penenun yang saya gandeng para tenaga muda dan masih bersemangat untuk menenun,’’ jelasnya.

Tak hanya menggandeng kata Evie lagi, tapi pembinaan dan pembiayaan terus diberikan. Namun tidak dilepas begitu saja, sebab setiap ada kesempatan dirinya selalu berkunjung ke tempat penenun tinggal dan menjalankan aktivitasnya. Ternyata dalam karya yang membawa tuah negeri Pekanbaru ini tidak hanya sekadar rangkaian benang dan motif yang ditawarkan Evie. Sebab dalam karyanya tersebut, Evie juga menyampaikan syiar agama melalui tenun songketnya.

‘’Sebagian tenun saya bertuliskan salawat yang disuguhkan kepada masyarakat dengan iringan lagu-lagu islam beriramakan melayu berjudul ’’Riau Kemilau’’,’’ jelasnya. Makanya tak heran jika ada pagelaran baik dalam kota maupun luar kota bahkan manca negara Sanggar Mahratu yang dipimpinnya sendiri menyuguhkan penampilan dan atraksi seni songket beriring salawat dipadu dengan musik dan irama lagu Melayu.

Wali Kota, Drs H Herman Abdullah MM menyampaikan sambutan dan suka cita atas perolehan rekor Muri untuk keduakalinya tersebut. Ia berharap nantinya songket akan dikembangkan lagi, terutama PON ke XVIII nanti dimana pendatang dari luar memperoleh oleh-oleh khas Pekanbaru dengan cara mudah

drie
November 17th, 2010, 06:14 AM
Mangkuk Bermotif Songket Dikembangkan

http://img192.imageshack.us/img192/4414/4bermotif.jpg (http://img192.imageshack.us/i/4bermotif.jpg/)

pekanbaru-pos.com - KOTA—Usaha Ekonomi Kerakyatan (UEK) di Kota Pekanbaru sepertinya akan terus berkembang dan meningkat. Setelah tenun songket berkembang dan menambah jumlah pengusahanya, kini usaha baru yang berbau dengan songket akan segera muncul. Usaha tersebut berbentuk gelas dan mangkuk atau kaca sejenisnya yang dihias dengan bahan khusus dengan motif songket.
Ketua PKK Kota Pekanbaru Hj Evie Meiroza Herman, mengatakan, saat ini usaha tersebut memang belum dikembangkan atau baru akan dikembangkan. Salah satu kendalanya karena tidak adanya pengrajin yang mampu melaksanakan usaha tersebut. Kalau pun ada, bentuk atau motif yang dikembangkan merupakan motof biasa atau bukan motif songket.

‘’Selain mengembangkan usaha warga Pekanbaru, kita juga ingin terus mengangkat nilai-nilai budaya melayu sehingga kian dikenal dan disayangi orang banyak. Kita akan mengambangkan kerajinan gelas, mangkuk atau kaca lainnya yang kemudian dihias dengan motif songket. Kita sudah membawa contohnya yang sengaja kita pesan di Bandung,’’ kata Evie kepada Pekanbaru Pos, akhir pekan lalu usai mengikuti sensus penduduk di rumahnya.

Gelas-gelas kaca dan mangkuk yang sudah dihias dengan motif songket tersebut dipajang Evie di lemari khusus di ruang tamu rumahnya. Gelas-gelas tersebut terkesan begitu mewah dan anggun. Tidak hanya bisa dijadikan hiasan berharga atau pemanis ruangan, gelas-gelas tersebut juga bisa digunakan untuk hantaran bagi pengantin perempuan. Sedangkan mangkuk besar yang juga bermotif songket bisa digunakan untuk tempat nasi kuning saat khatam Alquran pada perhelatan pesta perkawinan.

Mengingat tidak adanya pengrajin yang bisa dimanfaatkan, maka PKK berniat mengirim pengrajin yang sudah mahir untuk belajar lebih mendalam ke Kota Bandung. ‘’Kita akan mengirimkan pengrajin yang sudah ahli ke Bandung. Kenapa yang sudah ahli, supaya belajarnya tidak lama. Biaya belajarnya sangat mahal di Bandung, sehari Rp800 ribu. Selain tidak ada pengrajin, bahan bakunya juga mahal bahkan tidak ada di Pekanbaru,’’ kata Evie lagi.

Menyikapi niat dan tekad Ketua PKK tersebut, Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM, memberikan dukungan. ‘’Inikan untuk pengembangan usaha ekonomi masyarakat, ya harus kita dukung. Soal biaya belajar di Bandung, Pemko siap membantu. Usaha yang seperti ini bisa menjadi ciri khas daerah. Kesannya terlihat mewah, tapi di sana ada unsur budaya dan khas daerah,’’ kata Herman pula.(kun)

paradyto
February 25th, 2011, 11:38 AM
Promosikan Tenun Songket hingga London
Friday, 25 February 2011

Ajang pameran berskala internasional terbukti mampu membawa produk kerajinan asal Indonesia lebih dikenal dunia.Termasuk produk tenun songket hasil usaha kecil dan menengah yang mengundang kekaguman konsumen luar negeri.

SEPERTI saat stan usaha mikro, kecil,dan menengah (UMKM) bernama Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan berpartisipasi dalam ajang Remarkable Indonesia pada Maret-Mei 2010 di London,Inggris. Bertempat di Megastore Harrods Department Store (HDS), pengunjung terpukau dengan keindahan tenun songket hasil karya perajin asal Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

“Sambutan mereka sungguh luar biasa,” ujar Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M Suwondo. Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan merupakan salah satu mitra binaan BNI yang tercakup dalam program unggulan bertajuk Kampoeng BNI.Program unggulan itu di bawah payung besar Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BNI. Pembentukan Kampoeng BNI yang dilakukan sejak 2007 dilandasi spirit pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM), termasuk koperasi.Kampoeng BNI berlandaskan konsep kluster. Sekelompok masyarakat atau perajin dalam satu kawasan diberi pinjaman kredit kemitraan dari BNI dengan tingkat bunga lebih rendah dibandingkan kredit pada umumnya.

“Dengan pinjaman lunak ini, mereka dapat mengembangkan usahanya yang semula masih kecilkecilan hingga menjadi besar dan mandiri,”papar Gatot. Tak sekadar memberi pinjaman modal, BNI juga terus melakukan pendampingan terhadap mitra binaan Kampoeng BNI hingga pada proses akhir pemasaran produk. Selain menyediakan galeri untuk tempat transaksi jual-beli produk, BNI juga mengikutsertakan mitra binaan dalam kegiatan pemeran bertaraf nasional maupun internasional. “Tujuannya agar produk usaha kecil mereka bisa dikenal secara nasional bahkan tidak mustahil akan mendunia,”tandasnya.

Di tingkat nasional, tahun lalu tak kurang 20 ajang pameran di Jakarta dan Surabaya turut dimeriahkan UMKM mitra binaan BNI antara lain Gelar Karya PKBL BUMN di Jakarta Convention Center (JCC) pada 24-28 Maret 2010 yang melibatkan 50 mitra binaan, Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran pada 10 Juni-11 Juli 2010 yang melibatkan 38 mitra binaan, dan PKBL Expo di Surabaya pada 27-31 Oktober 2010 yang melibatkan 20 mitra binaan. Sementara untuk pameran di luar negeri, Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan terbukti mampu unjuk gigi dalam ajang Remarkable Indonesia di London. Upaya agar tenun songket Indonesia lebih diminati asing juga dilakukan dengan melibatkan desainer ternama seperti Chossy Latu dan Oscar Lawalata.

Namun, perajin Indonesia juga diharapkan peka terhadap selera pasar internasional. Tenun songket hasil olahan tangan perajin Sumatera Selatan ini diperagakan dalam acara Jakarta Fashion Week pada 6-14 November 2010 di Pacific Place,Jakarta. Peragaan ini menghadirkan perancangkenamaansepertiOscarLawalata, Chossy Lattu,Era Sukamto, Stephanus Hamy,Denny Wirawan, Luwi Salvadji,Oka Diputra,Tayada, Bubble Girl,dan Priyo Oktaviano. Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan merupakan salah satu ikon program Kampoeng BNI bidang industri kreatif.Pembeli produknya tak hanya warga lokal,tapi juga datang dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Di kampung yang terletak di Kecamatan Indralaya,Kabupaten Ogan Ilir ini tergabung sekitar 250 ibuibu dan remaja putri perajin tenun dengan bantuan modal kerja dari BNI sebesar Rp1,5 miliar.

Secara keseluruhan, program Kampoeng BNI saat ini telah berhasil mengangkat derajat hidup ribuan kepala keluarga dengan berbagai pekerjaan seperti perajin, petani, dan peternak di berbagai daerah.Akhirnya upaya BNI dalam memacu pemberdayaan masyarakat dan mengembangkan ekonomi kerakyatan ini mendapat apresiasi dari sejumlah lembaga berkompeten di Indonesia. Sepanjang 2010, PKBL BNI tercatat meraih setidaknya delapan penghargaan antara lain Platinum Award kategori Pemberdayaan Masyarakat untuk Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan dari Panitia Kesetiakawanan Sosial Nasional pada 3 Oktober yang diserahkan di JCC oleh Wakil Presiden Boediono.

Pada 24 Maret 2010, BNI mendapat anugerah “Pembina PKBL Teladan Nasional 2010” bidang industri kreatif dari Kementerian BUMN di JCC.November 2010,BNI juga dianugerahi penghargaan “Program PKBL Terbaik Nasional 2010” dari Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia (Ippkindo) yang diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan di Balai Kartini,Jakarta. Sementara di penghujung tahun, BNI kembali menyabet CSR for Indonesia Award 2010 untuk kategori CSR Ekonomi Kerakyatan yang diselenggarakan di Hotel Four Seasons,Jakarta. (inda s)

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/383983/38/

drie
February 26th, 2011, 11:00 AM
MELAYU RIAU
http://farm4.static.flickr.com/3457/4000210359_e49ef703d3_b.jpg
by, Sri Maharatu

drie
February 26th, 2011, 11:01 AM
MELAYU RIAU
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs399.snc3/24247_1392845498681_1158468032_1144689_1086778_n.jpg
by. Rilham2new

bagak
February 28th, 2011, 05:26 AM
Songket Dalam Keseharian Masyarakat Minangkabau


By Aldo Cimpago
http://img269.imageshack.us/img269/2901/aldocimpago.jpg (http://img269.imageshack.us/i/aldocimpago.jpg/)
Gerakan jurus "Kucing Siam" dalam Silek Tuo Minangkabau, pesilat dengan ikat kepala Deta ala Agam dari kain jawo (batik) dan songket.


By Ervan Nanggalo
http://img541.imageshack.us/img541/3676/ervannanggalo.jpg (http://img541.imageshack.us/i/ervannanggalo.jpg/)


By Atet Dwi Permana
http://img24.imageshack.us/img24/3058/atetdwipermana.jpg (http://img24.imageshack.us/i/atetdwipermana.jpg/)
Para Datuk Koto Gadang

bagak
February 28th, 2011, 10:18 AM
Dari postingannya Satrial.... Songket have been woven and worn since 2 centuries ago in Minangkabau.....

Model-model ala 1800an... :lol::lol::lol:

http://farm6.static.flickr.com/5019/5481813576_be5bfeb82e_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5256/5481818060_9588707a79_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5220/5481214841_40a4af58cf_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5218/5481212015_f1c2bdf281_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5058/5481189261_c2f5b0910a_z.jpg

drie
March 6th, 2011, 07:23 AM
BAJU MELAYU bermotif Songket Melayu :)

Laki - Laki : Baju Melayu Cekak musang, dengan Tanjak bermotif PUCUK REBUNG, Kain Samping bermotif Pucuk Rebung bertabur Bunga Ceremai

Perempuan : Baju Kurung Kebaya Laboh, Kerudung Bermotif Taburan Bunga Ceremai, Kain Samping bermotif Pucuk Rebung bertabur Bunga Ceremai :)

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196167_199639540064828_100000563492142_688683_6280357_n.jpg

afril
March 6th, 2011, 02:19 PM
Kenali Minangkabau dari Songket nan Memukau

http://i.okezone.com/content/2011/03/01/408/430141/MYQtuoXksi.jpg

SIAPA tak kenal dengan kain songket? Kain khas bumi Minangkabau ini mampu memukau setiap mata yang memandang. Selain warna benang yang indah, tenunannya pun sangat rumit. Sebaiknya, cari tahu cara pembuatannya, bukan sekadar dinikmati.

Diperlukan keahlian tinggi untuk membuat kain songket. Beruntunglah keahlian membuat kain songket ini tak hilang begitu saja, karena masih ada orang Minang yang mewariskannya. Jelas, keahlian ini perlu dilestarikan agar tak lenyap dimakan waktu.

Kini, kita dapat melihat proses pembuatan kain songket di tempat aslinya. Contohnya seperti terdapat di suatu kampung di daerah Padang Panjang. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian menenun songket. Kampung ini dikenal sebagai Pandai Sikek, Kabupaten Tana Datar, Kecamatan Sepuluh Koto, Desa Koto Baru. Lokasi kampung tak sulit ditemui.

Bila Anda datang dari Kota Padang, lokasinya tak jauh setelah melewati Lembah Anai sebelum masuk ke Kota Bukit Tinggi, sekira 15 menit dari Lembah Anai. Pandai Sikek ada di sebelah kiri jalan. Jangan sampai kebablasan, dan perhatikan tanda jalan, sebab kita harus masuk sekira satu kilometer ke dalam.

Setelah itu barulah kita mendapati sejumlah toko penjual kain songket. Adapula yang langsung menenun lengkap dengan alat tenunannya. Tak hanya songket, kerajinan lain khas Minang juga dibuat di kampung ini, seperti mematung, bordir, dan sulaman.

Kain songket terdiri dari tiga jenis, yaitu benang satu, dua, dan empat. Harganya pun jauh berbeda. Benang satu jauh lebih mahal dibanding benang dua dan empat, karena waktu yang diperlukan untuk menenunnya lebih lama. Tak hanya itu, membuat songket jenis benang satu ini diperlukan ketelitian yang tinggi karena dalam proses menenunnya, benang harus helai demi helai. Sedangkan untuk benang dua, kira-kira perlu tiga minggu proses penenunan dan benang empat cukup dua pekan.

Motif kain disebut juga cukie bagi penenun di Pandai Sikek. Artinya, sebuah pola yang mengisi bagian-bagian dari kain. Misalnya, cukie tertentu dipilih untuk badan kain, cukie lainnya untuk kepala kain dan beberapa motif yang lazim dipergunakan. Tapi untuk pola pinggir kain dan beberapa motif lainnya, lazim digunakan biteh yang membatasi antara beberapa motif.

Menurut catatan literatur, di sekitar daerah Padang Panjang dahulu para wanita menenun dan memakai pakaian adat yang ditenun serta dihiasi benang emas. Kain tenun tersebut memiliki motif halus dan punya nama yang spesifik, nama-nama motif itu memang dikenal sampai sekarang di Pandai Sikek meski sebagaian mengalami sedikit modifikasi atau penyederhanaan nama, misalnya Cukie barantai, Cukie bakaluak, Cukie Bungo Tanjung, Cukie kaluak paku, Cukie barayam pucuk rabung, Cukie barayam tali-tali burung, Cukie kaluak, Lintadu bapatah dan Cukie bugis barantai.

Jika diamati dari hasilnya, untuk songket benang satu memang lebih halus dan lentur sedangkan benang dua agak lumayan tetapi sudah hilang kelenturannya, lebih kaku, apalagi yang berbenang empat, terlihat kaku sekali dan tebal. Hal ini disebabkan makin banyak benang yang digunakan makin kaku songket yang dihasilkan. Songket dengan benang empat motif tenunannya jadi besar-besar karena sekali memasukkan benang tenun dirangkap empat helai benang.

Melihat keindahan kain ini sudah sepantasnya budaya menenun dilestarikan. Bukan apa-apa, saat ini muncul keluhan, anak-anak zaman sekarang jarang ada yang mau jadi penenun kain. Kalaupun ada, maunya yang mudah saja dan cepat selesai. Padahal, menenun kain songket harus sabar, teliti, dan tekun. Kalau tidak, maka benang akan putus yang akhirnya bisa menurunkan kualitas kain. Kesabaran inilah yang tidak dipunyai anak muda masa kini.

Tenun songket Pandai Sikek seluruhnya dikerjakan dengan tangan. Alat-alat yang digunakan masih tradisional yang umumnya terbuat dari bahan alam seperti kayu dan bambu. Nyaris tak digunakan bahan logam seperti besi.

Alat utama dinamakan panta. Alat ini adalah sebuah konstruksi kayu berukuran 2 meter x 1,5 meter tempat merentangkan benang yang akan ditenun. Benang dasar yang dinamakan lungsin atau lusi, juga disebut tagak kalau di Pandai Sikek ini adalah cadangan benang yang digulung pada gulungan dan terpasang pada arang babi di bagian yang jauh dari panta.

Wanita yang mengerjakan tenun ini duduk pada semacam bangku di bagian pangkal panta. Di depannya, ada dua buah tiang yang menyangga kayu paso tempat kain yang sudah ditenun akan digulung. Jadi lungsin terentang antara gulungan dengan paso dan di antaranya terdapat satu pasang karok dan satu buah suri tergantung pada tandayan. Di kiri dan kanan penenun digantungkan tempat penyimpan skoci benang pakan dan skoci benang mas. Skoci ini dinamakan turak dan terbuat dari bambu.

Untuk songket jenis benang satu, harganya Rp350 ribu untuk satu selendang belum ditambah kain bawahannya, total bisa satu juta rupiah (minimal). Sedangkan untuk benang dua dilepas dengan harga Rp250 ribu untuk satu helai selendang, untuk lengkapnya (dengan kain bawahan) bisa sampai Rp850 ribu. Lain halnya dengan benang empat, 175 per helai selendang, untuk lengkapnya bisa sampai Rp500 ribu. Benangnya menggunakan benang Makau, jenis benang asli dari India.

Tak hanya itu, hiasan dinding dari kain songket pun tersedia, dengan ukuran panjang 50 cm dan lebar 30 cm, dijual dengan harga Rp110 ribu. Tinggal dilengkapi dengan frame-nya, jadilah hiasan dinding yang cantik. Di sini juga tersedia yang sudah dimasukkan ke dalam frame-nya. Pilihan bisa jatuh kepada gantungan yang terbuat dari ukiran, tinggal tempel di dinding dan masukkan kain songket yang Anda suka. (ftr)(uky)

http://travel.okezone.com/read/2011/03/01/408/430141/kenali-minangkabau-dari-songket-nan-memukau

paradyto
March 7th, 2011, 10:30 AM
Semen Padang FC kalau nggak salah pakai motif songket Padang yah?

bagak
March 7th, 2011, 02:02 PM
^^ wahh gak merhatiin juga tu brow....
-------------------------------------------------------------------------------------

Songket Souvenir from Pandai Sikek - Ranah Minang
West Sumatra


http://img52.imageshack.us/img52/9621/050420091749.jpg (http://img52.imageshack.us/i/050420091749.jpg/)


http://img15.imageshack.us/img15/3441/050420091747.jpg (http://img15.imageshack.us/i/050420091747.jpg/)

See the details and complexity of these craftsmanship masterpieces..... :okay:

Warga jiran suka banget nih ama yang beginian......

drie
March 14th, 2011, 04:47 PM
RAGAM CORAK dan MOTIF SONGKET MELAYU RIAU :okay:
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs003.ash2/33489_1444066634195_1608991106_1034765_5489161_n.jpg
bg Kris minjem fotonya yah.

paradyto
March 15th, 2011, 01:44 AM
Bujang Gadis Riau ya drie? Songket Riau itu identik ya dengan corak "kotak-kotak"?

drie
March 15th, 2011, 04:37 AM
Bujang Gadis Riau ya drie? Songket Riau itu identik ya dengan corak "kotak-kotak"?

bukan bujang gadis bang tapi Bujang Dara Riau bang dyto:D.
Pada dasarnya songeket Melayu Riau itu selalu mengacu kepada corak/motif Tenun Siak, dimana di dalam tenunan Siak itu terdapat macam corak dan ragi Songket, seperti Motif Pucuk Rebung, Itiek Pulang Petang ( ada juga yang menyebut Itik sekawan ), Semut Beriring, Lebah Begantung ( atau Lebah Begayut )kemudian ada juga Motif Taburan Bunga Ceremai, bunga beseluk daun, bunga kembang setaman dan masih ada banyak lagi motif - motif songket melayu riau :)

lalu kenapa ada saat ini ada Corak atau Motif berbentuk Kotak - Kotak seperti kain samping ( pada Bujang ) ataupun Bawahan/Rok ( pada Dara ) ??? ,hal ini lebih kepada pengembangan ragam corak songket itu sendiri bang, atau lebih tepatnya untuk lebih memperkaya khazanah Ragam, Corak/Motif Songket itu sendiri. namun di dalam corak kotak - kotak itu masih terdapat corak - corak/ Motif songket yang aku kata di bagian atas tadi. Biasanya motif - Motif dasar yang di masukkan kedalam Motif Kotak - Kotak itu adalah Motif Pucuk Rebung, atau taburan Bunga Ceremai :)

Motif kotak - Kotak itu mulai di perkenalkan di Riau ketika Istri Walikota Pekanbaru periode 2006 - 2011, ibu Evi Mairoza Herman bergelar Puan Sri Julang Songket, membuat suatu gagasan yaitu Tahun Rentak Budaya Riau Kemilau. Dimana ditahun tersebut selain meciptakan Motif Songket kotak - Kotak yang kalau aku tak salah Motif songket Kotak - Kotak itu di beri nama Motif Songket khas Pekanbaru. juga di baut pula Songket Terpanjang di Indonesia dan mendapat pengakuan dari MURI kala itu. saat ini Songket terpanjang itu di simpang di Istana Asserayah El Hasyimiyah di Kota Siak Sri Indrapura.

sebagai Info tambahan juga bang, kalau songket yang bermotof Kotak - Kotak tersebut hanya Lazim di gunakan untuk sehari - hari. Misal Hari Jumat yang di jadikan hari Berbusana Melayu di Riau, atau ada acara - acara penting di tingkat Kab/kota, Provinsi, maupun kenegaraan yang berlangsung di Prov Riau. tapi jika ada acara Resmi Kerajaan, acara adat, pentabalan Gelar. maka Motif Songket Kotak - Kotak itu tidak Lazim di gunakan :) dan pemakaian Songket juga tidak bisa sembarangan di pakai. Misal kalau lah para Pria masih belum Menikah maka Songket yang di pakai sebagai Kain Samping TIDAK boleh sampai di bawah Lutut. sedangkan bagi Pria yang sudah Menikah maka songket yang di pakai sebagai kain Samping WAJIB memanjangkannya hingga ke bawah Lutut. dan masih banyak lagi aturan - aturan dalam pemakaian songket melayu Riau bang Dyto :)

paradyto
March 15th, 2011, 10:16 AM
Wah, dapat ilmu lagi neh mengenai songket, thanx drie:)
Jujur, Gw tertarik dengan Songket Corak Kotak-kotak, jadi target pengen beli neh:):okay:

drie
March 15th, 2011, 06:41 PM
Wah, dapat ilmu lagi neh mengenai songket, thanx drie:)
Jujur, Gw tertarik dengan Songket Corak Kotak-kotak, jadi target pengen beli neh:):okay:

sama - sama bang dyto :)
wah bang Dyto mau beli yah ?? :D. siap - siap Merogoh Kocek dalam - dalam aja yah bang :D

bagak
March 22nd, 2011, 09:18 AM
Pejuang Songket dari Padang



http://oase.kompas.com/read/2011/03/22/10584797/Pejuang.Songket.dari.Padang


Pasangan Nelvi dan Zulkifli adalah wirausaha mandiri yang tumbuh dari bawah tanpa gemerlap fasilitas apa pun dari pemerintah atau kredit industri perbankan. Setelah berhasil, keduanya berbagi resep kesuksesan, bahkan modal, untuk mencetak sejumlah pengusaha mandiri baru.

Nagari Pandai Sikek tempatnya berasal adalah salah satu penghasil tenun songket di Sumbar selain Nagari Silungkang Duo, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, yang diketahui menjadi muasal penyebaran industri kecil penghasil tenun songket.

Dulu, barang dagangannya kerap ditolak sejumlah toko di Kota Padang. Ia mengibaratkan, tantangan itu seperti cemeti yang melecutnya untuk semakin maju.

Skala bisnis keduanya makin membesar dengan merambah bisnis penganan khas Minangkabau. Sistem bagi hasil yang adil diupayakan pasangan pengusaha ini dengan terlebih dulu membeli semua produk yang ada.

Seleksi pasar yang kemudian menentukan produk mana yang layak diteruskan untuk dijual dan produk mana yang harus menyingkir. Namun, untuk produk yang belum layak, mereka tetap berkenan memberikan masukan agar menjadi lebih baik.

”Dulu, awalnya toko saya hanya berukuran 4 meter x 8 meter (32 meter persegi), sekarang menjadi 250 meter persegi,” tutur Zulkifli.

Tahun 2000, mereka membuka sebuah tempat usaha baru di kawasan Sei Beremas, Kota Padang. Sejumlah karyawan Pertamina yang kerap mampir di toko barunya itu lantas menawari mereka program binaan kewirausahaan.

Kini, mereka mengelola 3 tempat usaha di Kota Padang, 2 tempat usaha di Nagari Pandai Sikek, dan 1 tempat usaha di Kota Bukittinggi. Kejelian memanfaatkan peluang pasar dan menunda kesenangan adalah modal mereka berdua untuk bertahan dalam masa-masa sulit.

Saat industri pariwisata Sumbar dihajar gempa bumi pada 30 September 2009, misalnya, omzet bulanan pada salah satu toko mereka di Kota Padang menurun drastis, dari sekitar Rp 300 juta menjadi hanya sekitar Rp 150 juta per bulan.

”Banyak pedagang yang mengeluh pendapatannya sekarang turun. Bagi kami, itu biasa saja dalam bisnis karena ada pasang surutnya,” ujar Zulkifli.

Rahasia mereka bisa relatif mudah melewati masa-masa sulit ialah menerapkan pola hidup sederhana dan hanya mengonsumsi barang-barang yang benar-benar diperlukan. Silaturahim juga menjadi kunci sukses lain. Tanpa sungkan mereka turun langsung membantu membersihkan sekolah yang tak jauh dari tempat tinggal mereka sekarang.

drie
March 23rd, 2011, 02:34 PM
SONGKET MELAYU RIAU

http://3.bp.blogspot.com/_LlrUC31bbbk/TBmSorIN3WI/AAAAAAAABXM/d-pcR_dxwFA/s1600/36534e61d16e63ddfca3272Nu-39.jpg

http://2.bp.blogspot.com/_LlrUC31bbbk/TBmSpETCUEI/AAAAAAAABXU/rq8ectPyLmo/s1600/36534e61d16e63ddfca327C4q-43.jpg

http://4.bp.blogspot.com/_LlrUC31bbbk/TBmUK7RBAwI/AAAAAAAABXc/ydWt_KEmJos/s1600/Bujang+Dara+Riau.jpg
http://www.krishadiawan.co.cc/2010/06/tenun-songket-melayu-pekanbaru.html

Kris18
March 23rd, 2011, 03:18 PM
^^
Di Riau, ada empat daerah yang mempunyai sentra tenun songket yang dilestarikan keberadaannya sebagai identitas budaya melayu sejak dulu, yaitu SIAK , BUKIT BATU BENGKALIS, INDRAGIRI (TEMBILAHAN), dan PEKANBARU . Selanjutnya di beberapa daerah mulai dikembangkan ragam dan motif songket sesuai dengan kekhasan daerah tersebut, seperti Kuantan Singingi, Kampar, Rokan Hulu, dan Pelalawan.

Balaputradewa
March 26th, 2011, 04:05 PM
Songket Palembang menjadi material pokok dalam pakaian perkawinan dan telah dipergunakan sejak masa kejayaan Sriwijaya.
Berikut 2 jenis pakaian perkawinan adat Palembang.

Busana Aesan Gede
http://img809.imageshack.us/img809/5817/bajuadat.jpg (http://img809.imageshack.us/i/bajuadat.jpg/)

http://img809.imageshack.us/img809/7710/bajuadat2.jpg (http://img809.imageshack.us/i/bajuadat2.jpg/)


Busana Pak Sangko
http://img716.imageshack.us/img716/8991/bajuadat3.jpg (http://img716.imageshack.us/i/bajuadat3.jpg/)

http://img88.imageshack.us/img88/2444/bajuadat4.jpg (http://img88.imageshack.us/i/bajuadat4.jpg/)


Foto merupakan koleksi dan seizin:
Bpk. Sudianto, Staf Humas dan Protokol Kabupaten Muaraenim
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
March 28th, 2011, 03:54 PM
Modifikasi Songket Palembang Oleh Chossy Latu

http://img29.imageshack.us/img29/9027/songket.jpg (http://img29.imageshack.us/i/songket.jpg/)

http://img576.imageshack.us/img576/9453/songket2.jpg (http://img576.imageshack.us/i/songket2.jpg/)

http://img717.imageshack.us/img717/7220/songket3.jpg (http://img717.imageshack.us/i/songket3.jpg/)

http://img232.imageshack.us/img232/7959/songket4.jpg (http://img232.imageshack.us/i/songket4.jpg/)

http://img710.imageshack.us/img710/856/songket5.jpg (http://img710.imageshack.us/i/songket5.jpg/)


Foto merupakan koleksi dan seizin:
Bpk. Sudianto, Staf Humas dan Protokol Kabupaten Muaraenim
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
March 29th, 2011, 01:31 AM
terlihat elegan dan anggun kalau dibuat baju modern^^

drie
March 30th, 2011, 02:50 AM
^^ Keren banget Modifikasi Songket Palembangnya :okay:

drie
March 30th, 2011, 02:51 AM
29 Songket Palembang Jadi Warisan Budaya
http://regional.kompas.com/read/2011/03/30/0546196/29.Songket.Palembang.Jadi.Warisan.Budaya


PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak 22 motif tenun songket Palembang di tetapkan sebagai warisan budaya rakyat Palembang, Sumatera Selatan. Sebanyak 49 motif tradisional lainnya tengah dalam proses.

Pengajuan pengakuan sebagai warisan budaya ini dilakukan untuk melindungi kekhasan seni dan budaya Palembang. Motif-motif tersebut memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya rakyat (folklore ) Palembang dari Kementerian Hukum dan HAM.

Beberapa di antaranya adalah motif bungo intan, lepus pulir, paku berkait, limar berantai, dan nampan emas.

Kepala Bidang Pembinaan Industri Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Palembang, Rosidi Ali, mengatakan, pengajuan sebagai warisan budaya masyarakat tersebut dilakukan sejak tahun 2004.

Motif-motif tersebut merupakan hasil pengembangan masyarakat Palembang sejak ratusan tahun lalu.

"Totalnya ada 71 motif tenun songket yang telah kami ajukan untuk memperoleh pengakuan. Jumlahya masih mungkin bertambah lagi di masa mendatang," katanya di Palembang, Sumatera Selatan.

Menurut Rosidi, pengakuan secara hukum ini penting untuk menjaga kekhasan budaya Palembang dan melindungi melindungi industri kecil yang bergerak di bidang songket . Adanya pengakuan secara hukum salah satunya akan mencegah klaim dari pihak lain.

Saat ini, sebanyak 49 motif lain masih dalam proses pengakuan tersebut. Di antaranya motif bungo ayam, semanggi, jupri, maskot, dan dua warna bunga kayu apui.

Selain di Sumatera Selatan, tenun songket juga berkembang di hampir semua daerah di Sumatera, namun dengan motif yang berbeda-beda.

Industri kecil kerajinan tenun songket Palembang terus mengalami pertumbuhan . Menurut data Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Palembang, saat ini tercatat sekitar 150 pemilik usaha kerajinan tenun songket di Palembang.

Masing-masing pemilik usaha mempunyai perajin upahan rata-rata 5-10 orang. Perajin upahan ini umumnya ibu-ibu rumah tangga di sekitar pemilik usaha songket.

Budayawan dan pemerhati Songket Sumatera Selatan, Ali Hanafiah, mengatakan, pertumbuhan kerajinan songket didukung oleh masih tingginya minat masyarakat Sumatera Selatan terhadap kain songket.

Hal ini didorong pula dengan berkembangnya kain-kain songket dengan harga relatif murah sehingga terjangkau oleh masyarakat banyak. Di masa lalu, kata Ali, kain songket biasanya dihiasi dengan serat emas asli dan digunakan sebagai lambang status sosial bangsawan Kesultanan Palembang.

"Harga kain songket pun menjadi sangat mahal sehingga hanya bisa dimiliki kalangan berada. Tapi sekarang berbeda. Sudah ada pergeseran budaya, sehingga songket bisa juga dimiliki masyarakat umum," ucapnya.

Perajin dan desainer songket asal Palembang, Zainal Abidin, mengatakan, pengakuan terhadap motif-motif tenun songket Palembang tersebut akan memperkuat posisi pengrajin dan pengusaha songket dari klaim dari negara lain.

Tanpa ada perlindungan seperti ini, motif tenun songket Palembang dapat dibuat dan diklaim di negara-negara lain. "Bisa-bisa kita sendiri kalah denan mereka karena modal mereka biasanya besar," tuturnya.

Saat ini, jumlah perajin di Zainal Songket sekitar 150 orang. Selain di Palembang, Zainal juga telah membuka gerai di Jakarta dan sejumlah kota besar di Indonesia. Promosi tenun songket Palembang juga telah dilakukan di sejumlah negara seperti Malaysia, Paris, Jepang, negara-negara tetangga, dan negara-negara Timur Tengah.

tjokro_ragazzo
April 5th, 2011, 03:45 PM
Songket Melayu Sambas

http://melayuonline.com/pict/p4b8f58d87e644.jpg

http://2.bp.blogspot.com/_3nbFMulJF48/TPPT6H6BM5I/AAAAAAAAABY/iv577Z6V5Kw/s1600/normal_Kain+Sambas+Motif+Padang+Tebakarx.jpg

http://www.barryacott.com/indodesign_files/image354.jpg

http://www.barryacott.com/indodesign_files/image356.jpg

http://www.barryacott.com/indodesign_files/image3581.jpg

http://www.barryacott.com/indodesign_files/image360.jpg

tjokro_ragazzo
April 5th, 2011, 03:47 PM
^^

Salah satu rumpun Melayu di pesisir Barat Borneo ini juga memiliki tenun songket yang tidak kalah indahnya...

Nick_2
April 8th, 2011, 09:01 AM
Kain Indonesia Pikat Masyarakat Jenewa

http://oase.kompas.com/read/2011/04/08/11155861/Kain.Indonesia.Pikat.Masyarakat.Jenewa.

Jodhi Yudono | Jodhi Yudono | Jumat, 8 April 2011 | 11:15 WIB

LONDON, KOMPAS.com--Gemuruh tepuk tangan dan pujian memenuhi markas besar International Labour Organization Jenewa seiring berakhirnya peragaan busana dan aksesoris batik, tenun ikat dan songket Indonesia dalam acara United Nations Women`s Guild (UNWG) coffee morning, di Jenewa.

Sekretaris Tiga PTRI Jenewa, Indah Savitri, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Kamis mengatakan, ratusan penonton bergabung dalam organisasi UNWG terkesima dan berdecak kagum menikmati beragam koleksi busana kain tradisional Indonesia.

Sebanyak enam orang istri diplomat dan dua diplomat perempuan Indonesia yang bertugas di PTRI Jenewa tampil elegan dan menawan saat memperagakan berbagai busana tersebut.

Berbagai kain batik Solo, Cirebon, Lasem, dan Pekalongan, maupun tenun ikat Flores, Bali, Ulos Batak, dan Songket Padang serta Palembang dipajang dalam acara tersebut menambah warna-warni kain tradisional Indonesia yang turut.

Dengan iringan lagu Pasir Berantai dan Ampar-ampar Pisang asal Kalimantan Selatan yang berhasil menciptakan suasana dinamis dan penuh kegembiraan.

Antusiasme penonton begitu terasa lewat tepuk tangan dan seruan bravo yang mengiringi acara peragaan busana dari awal hingga selesai.

"Amazing.simply amazing, the vibrant colors and their unique patterns are so beautiful, I want to wear one myself ", seru salah seorang penonton asing mengomentari koleksi pakaian dan tas yang ditampilkan.

Banyak pula penonton yang menyampaikan minat mereka untuk mengoleksi kain, pakaian, dan aksesoris khas Indonesia tersebut.

"Promosi budaya Indonesia ini merupakan kontribusi nyata dan bentuk kecintaan kami kepada tanah air tercinta", ujar Ibu Lista Damayanti Djani, istri Wakil Tetap/Duta Besar RI untuk PBB, WTO dan Organisasi internasional lainnya di Jenewa, dalam sambutan pengantar di awal acara.

Menurut dia, kekayaan budaya Indonesia, termasuk beraneka kain tradisional yang begitu kaya, sangat layak untuk ditampilkan. Hal ini pula yang membuat banyak orang jatuh cinta pada budaya Indonesia.

Acara coffee morning semakin semarak dengan aneka hidangan lezat khas Indonesia seperti siomay bandung, bihun goreng Jawa, dan aneka kue tradisional seperti talam ubi, onde-onde dan lumpia.

Berbagai kerajinan tradisional Indonesia juga diberikan sebagai "door prize" bagi mereka yang beruntung. Kerjasama yang sangat baik dan harmonis dari ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Jenewa juga menjadi kunci kesuksesan acara ini.

Tidak heran jika banyak penonton yang menanyakan kapan acara serupa akan digelar kembali dan menyampaikan penghargaannya Bravo perempuan Indonesia.

drie
April 23rd, 2011, 05:37 AM
Songket Melayu Masuk Mal
source : http://riaupos.co.id/news/2011/04/songket-melayu-masuk-mal/


PEKANBARU (RP) – Tenun atau pakaian songket yang merupakan khazanah masyarakat Melayu sejak zaman silam, tak lagi menjadi pakaian tradisional yang hanya dipakai untuk peristiwa sakral atau penting lainnya.

Kini, songket telah menjadi pakaian yang tetap elegan, menawan dan khas.

‘’Sempena ulang tahun Pekanbaru Pos yang ke-11 ini, kita mempunyai pemikiran untuk terus memasyarakatkan songket hingga ke lapisan paling bawah. Kami pun berupaya memprakarsai songketmasuk ke mal melalui iven Songket Goes to Mall ini. Paling tidak, ketika orang atau tamu mencari songket, khususnya songket Pekanbaru, mereka akan tahu ternyata ada di mal,’’ ungkap Pemimpin Umum Pekanbaru Pos, H Kazzaini Ks.

Di zaman silam, kata Kazzaini tenun songket atau pakaian songket seperti baju, selendang dan kain, lebih banyak dipakai pesta perkawinan atau acara-acara adat lainnya.

Selain proses membuatnya yang memakan waktu lama karena dibuat secara manual, tenun songket yang merupakan simbol kebudayaan melayu juga memiliki falsafah keagamaan yang kental.

Kini, makna songket tidaklah sesempit masa silam. Tenun songket kini banyak dipakai masyarakat luas dalam berbagai kegia tan dengan tanpa menghilangkan makna dan filosofi pada setiap motifnya.

Songket tidak hanya dipakai pada pesta perkawinan atau acara adat Melayu lainnya, tapi sudah dipakai sebagai busana kerja harian berupa blazer dan lain sebagainya.

Motif songket saat ini juga tidak lagi monoton. Upaya pencerahan pada setiap motif dan warnanya terus dilakukan, dengan harapan, songket semakin diminati dan dinilai pas dipakai kapan saja dan di mana saja.

Tak heran, jika songket kini banyak dipakai masyarakat berbagai usia dan berbagai acara. Perlombaan pakaian tenun songket juga banyak digelat Even Organizer dari berbagai kalangan. Ini menunjukkan songket semakin dekat di hati masyarakat.

Mengingat semakin berkembangnya minat akan songket di tengah masyarakat yang juga membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat inilah, Pekanbaru Pos berupaya memprakarsai kemudahan masyarakatdalam mendapatkan songket, salah satunya di mal. (wws)

drie
April 23rd, 2011, 02:21 PM
Menuju Pekanbaru Bertuah, Pekanbaru BerSongket, dan Pekanbaru Menjulang Marwah :okay:

Wako Pekanbaru: 11 Kecamatan Miliki Rumah Industri Songket
source : http://riaubisnis.com/index.php/industry-news/ikm-industry/47-ikm/2958-wako-pekanbaru-pekanbaru-diharapkan-jadi-kota-songket


http://farm5.static.flickr.com/4056/4634596358_e99753ab67_o.jpg
Pict by : Maharatu


Wali Kota Pekanbaru, Herman Abdulah berharap, selain Kota Pekanbaru sebagai Kota Bertuah, juga bisa dijadikan sebagai kota songket. Sebab, pencanangan Kota Pekanbaru sebagai kota yang mampu mempertahankan hasil khasanah Melayu, terutama songket, sudah lama diterapkan.

“Pemerintah Kota Pekanbaru sudah lama membantu mempertahankan bentuk hasil karya Melayu, terutama songket, dengan cara memberdayakan rumah industri songket serta mengenakannya di setiap hari Kamis dan Jumat oleh pegawai,” terang Wali Kota Pekanbaru, Herman Abdullah, kepada wartawan di sela-sela acara pameran songket di halaman kantor Wali Kota Pekanbaru, Kamis (21/4/2011).

Selain itu, kata Herman, dari 12 kecamatan yang ada di Pekanbaru, 11 di antaranya sudah memiliki rumah industri songket. Semuanya dibina dan diberdayakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

“Dari 12 kecamatan, hanya Kecamatan Kota Pekanbaru saja yang belum memiliki home industry songket. Dan kita harapkan, ke depannya, semua kecamatan sudah memiliki home industry songket dengan cara memberikan pelatihan khusus kepada calon tenaga kerja agar paham memproduksi songket,” pinta Herman.

Herman juga memiliki pandangan, untuk memberdayakan rumah industri songket di Kota Pekanbaru, masyarakat yang mencintai hasil karya lokal ini, bisa membelinya. “Songket ini setidaknya dimiliki setiap orang. Kegunaanya bisa saja dapat dikenakan saat ada acara penting ataupun untuk pergi ke pesta,” terangnya.

Sikap menghargai hasil karya kebudayaan Melayu, kata Herman, bisa saja dengan cara memberdayakan dan tetap menggunakannya di tengah-tengah zaman modern saat ini.

“Melalui pameran songket kali ini, Pemko Pekanbaru peduli terhadap nilai-nilai kebudayaan dan peninggalan sejarah untuk terus dikembangkan di tengah masyarakat,” ujarnya.(*)

drie
April 24th, 2011, 01:38 PM
SONGKET MELAYU RIAU
source : http://ipmkry-kb.blogspot.com/2010/03/mengenal-budaya-melayu.html

http://1.bp.blogspot.com/_ykfEIUJbsaw/S1wD_HnMJAI/AAAAAAAAAes/fHol2iJz8o4/songket%20melayu%20pekanbaru%20riau%5B3%5D.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3126/3214446227_c5b2aa9024.jpg

drie
April 24th, 2011, 01:41 PM
Salah Seorang Dara Melayu tengah Menenun Kain Songket Melayu
source : http://seni-art.blogspot.com/2010/01/seni-tenun-songket-melayu-pekanbaru.html


http://4.bp.blogspot.com/_I98vmfXgPnM/S1uG7M9G2XI/AAAAAAAACkI/mDa82af03D4/s1600/songket%2Bmelayu%2Bpekanbaru%2Briau%2B1.JPG

drie
April 24th, 2011, 01:43 PM
RAGAM MOTIF SONGKET MELAYU RIAU
source : http://id.indonesian-craft.com/product/39/tahun/2009/bulan/08/tanggal/04/id/926/


http://id.indonesian-craft.com/images.php/gambar/fileimages/853/

drie
April 24th, 2011, 02:01 PM
SONGKET MELAYU RIAU
source : http://www.madina-sk.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1084:sby-ditabalkan-gelar-adat-melayu-riau&catid=43:seni-a-budaya&Itemid=62

http://4.bp.blogspot.com/_LDFzTostmJY/TLmcY-jFN2I/AAAAAAAAC8A/3puNWiS7ltA/s1600/Pakaian+Melayu+Riau.jpg

^^ Songket di Gunakan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Riau pada saat pentabalan Gelar Adat Melayu Riau kepada Presiden SBY yang bergelar Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara , oleh Gubernur Riau Dato' H.M Rusli Zainal bergelar Setia Amanah wangsa Negeri

RYANDIE
April 24th, 2011, 07:36 PM
Setau saya motif songket di pekanbaru mirip dengan motif songket padang, karena hampir setengah dari warga riau adalah asli minang, termasuk warga "ocu" di riau, nenek moyangnya dari minang, bisa dilihat dari bahasa yang digunakan sehari2...

saya pernah berkunjung k pandai sikek di sumatra barat, disanalah pusat songket disumata barat, juga ada di silungkang, kota sawahlunto...

salut dengan keberagaman budaya indonesia.... ^^

jendry
April 24th, 2011, 08:28 PM
Setau saya motif songket di pekanbaru mirip dengan motif songket padang, karena hampir setengah dari warga riau adalah asli minang, termasuk warga "ocu" di riau, nenek moyangnya dari minang, bisa dilihat dari bahasa yang digunakan sehari2...

saya pernah berkunjung k pandai sikek di sumatra barat, disanalah pusat songket disumata barat, juga ada di silungkang, kota sawahlunto...

salut dengan keberagaman budaya indonesia.... ^^

ya mungkin memang ada kesamaan antara motif padang dengan pekanbaru,..
koleksi songket nenek saya dari dua daerah ini memang seperti itu yang saya lihat begitu juga dengan warna songket kedua daerah ini yang kebanyakan warna nya cerah berbeda dengan batik jawa kebanyakan yang warna nya lebih kegelap - gelapan...

bahasa yang mirip dengan bahasa ocu itu bukan bahasa minang saja, bahasa melayu jambi juga punya kesamaan dengan bahasa ocu apalagi di kampar kiri pedalamannya sangat mirip sekali bahasanya dengan bahasa melayu jambi..
dari riau selatan ini kalau di simak baik - baik hingga ke riau utara bakal tau tingkatan bahasa ini, bahasa melayu muda itu yang berahiran E sedangkan yang tua itu yang O....

dari selatan itu akan tau tingkatan evolusi bahasanya mulai dari bahasa dengan akhiran O yang kental, terus sampai ke E yang kental, tiap daerah itu selalu ada perbedaaan kata dan loghatnya. (antar kampung selalu ada perbedaan)


dan juga pernah mendengar kalau katanya orang minang di riau jumlahnya separuh penduduk riau, apakah yang dikatagorikan orang kampar dan kuasing ke dalam suku minang atau bukan, kalau iya bisa jadi memang segitu...
yang saya tau daerah yang didirikan orang minang di riau itu cuma pangean di kuansing. daerah yang terkenal dengan silat pendekarnya itu..
riau denga jumlah penduduk antara 5 - 6 juta jiwa.


tapi kalau tidak di masukan kedua daerah itu, sangat tidak mungkin, konsentrasi orang minang di riau itu berada di pekanbaru dan duri, di pekanbaru sekitar 25 - 30 persen jumlah yang sangat besar, anggapalah penduduk pekanbaru 1 juta jiwa berarti 300 ribu orang minang di pekanbaru, dan duri itu kota berpenduduk sekitar 250 dibu orang populasi orang minang di sana kurang lebih sama dengan pekanbaru antara 25 - 30 persen, masih jauh dari 2,5 juta jiwa. sedangkan di kabupaten/kota lain orang minang tidak sampai 10 persen tiap daerah...
indikasi ini bisa di lihat dengan mudah ketika pilkada :D
suku pendatang yang jumlahnya terkonsentrasi biasanya bersaing ketat dengan lokal, contohnya ya pekanbaru, karena mereka sudah punya suara cukup mumpuni juga.

pasangan ibu septina(riau), dgn bpk erizal muluk keturunan (minang), berlawanan dengan
bapk, firdaus MT(riau). dgn ayat cahyadi, orang dari (jawa)..


jumlah pendatang yang paling banyak itu di riau itu orang jawa, yang populasinya merata di setiap kabupaten kota di riau, apalagi dengan ada transmigrasi era suharto dulu, jumlah orang jawa di riau semakin membludak..

bahkan wakil bupati/walikota kebanyakan tiap daerah di riau adalah orang jawa.


orang batak, bugis, banjar,melayu palembang,serta chinese, juga punya wilayah konsentrasi sendiri di riau ini, orang batak di setiap pelosok riau ada sama dengan orang jawa, kalau orang bugis itu banyak tersebar di riau pesisir di pekanbaru lumayan banyak tapi tidak signifikan, kalau orang banjar itu terkonsentrasi di tembilahan bahkan bahasa di tembilahan sana selain memakai bahasa melayu juga memakai bahasa banjar.kalau melayu palembang itu udah gak ada bedanya dengan orang riau, jumlahnya cukup banyak juga di pekanbaru. dan daerah lainnya.

kalau chinese itu sangat banyak di daerah pesisir,seperti di bagan siapi - api,panipahan, meranti,bengkalis, dumai, rengat,pekanbaru dan daerah lainnya..

sedangkan suku - suku lainnya jumlah populasinya di riau tidak begitu besar, suku - suku di atas yang cukup mendominasi...

RYANDIE
April 24th, 2011, 08:48 PM
ya mungkin memang ada kesamaan antara motif padang dengan pekanbaru,..
koleksi songket nenek saya dari dua daerah ini memang seperti itu yang saya lihat begitu juga dengan warna songket kedua daerah ini yang kebanyakan warna nya cerah berbeda dengan batik jawa kebanyakan yang warna nya lebih kegelap - gelapan...



tapi kalau tidak di masukan kedua daerah itu, sangat tidak mungkin, konsentrasi orang minang di riau itu berada di pekanbaru dan duri, di pekanbaru sekitar 25 - 30 persen jumlah yang sangat besar, anggapalah penduduk pekanbaru 1 juta jiwa berarti 300 ribu orang minang di pekanbaru,

37,7% dari seluruh penduduk kota Pekanbaru adalah orang minang bro, mungkin saja sekarang sudah mencapai lebih dari 40%... mohon dilihat lagi sumbernya... :)
http://infopekanbaru.wordpress.com/tentang-pekanbaru/

RYANDIE
April 24th, 2011, 08:56 PM
bahasa yang mirip dengan bahasa ocu itu bukan bahasa minang saja, bahasa melayu jambi juga punya kesamaan dengan bahasa ocu apalagi di kampar kiri pedalamannya sangat mirip sekali bahasanya dengan bahasa melayu jambi..
dari riau selatan ini kalau di simak baik - baik hingga ke riau utara bakal tau tingkatan bahasa ini, bahasa melayu muda itu yang berahiran E sedangkan yang tua itu yang O....



sekedar diketaui bro, dahulunya daerah jambi adalah wilayah kerajaan pagaruyung (minangkabau), tahu dengan slogan jambi "sepucuk jambi sembilan lurah"?, itu berasal dari bahasa minang, "sapucuak jambi sambilan lurah". penjelasan ini benar seandainya sahja apa yang dituliskan di wikipedia itu benar, saya hanya coba googling... :cheers:

jendry
April 24th, 2011, 09:02 PM
37,7% dari seluruh penduduk kota Pekanbaru adalah orang minang bro, mungkin saja sekarang sudah mencapai lebih dari 40%... mohon dilihat lagi sumbernya... :)
http://infopekanbaru.wordpress.com/tentang-pekanbaru/

iya bisa saja sekarang sekitar 40 persen, apalagi di daerah sumbar terkena musibah alam beberapa waktu lalu :cheers:

jendry
April 24th, 2011, 09:05 PM
sekedar diketaui bro, dahulunya daerah jambi adalah wilayah kerajaan pagaruyung (minangkabau), tahu dengan slogan jambi "sepucuk jambi sembilan lurah"?, itu berasal dari bahasa minang, "sapucuak jambi sambilan lurah". penjelasan ini benar seandainya sahja apa yang dituliskan di wikipedia itu benar, saya hanya coba googling... :cheers:

hehe, kalau soal ini baiknya orang jambi sendiri yang jawab deh, saya gak ikut - ikutan soal ini, meraka lebih tau, daerah saya cuma di kampar kiri sana.. :cheers:

drie
April 25th, 2011, 06:29 AM
Setau saya motif songket di pekanbaru mirip dengan motif songket padang, karena hampir setengah dari warga riau adalah asli minang, termasuk warga "ocu" di riau, nenek moyangnya dari minang, bisa dilihat dari bahasa yang digunakan sehari2...

saya pernah berkunjung k pandai sikek di sumatra barat, disanalah pusat songket disumata barat, juga ada di silungkang, kota sawahlunto...

salut dengan keberagaman budaya indonesia.... ^^


Mirip memang iya, saya akui itu. tak hanya Songket pekanbaru saja yang mirip dengan Pandai Sikek di Sumaterta barat, Bahkan seluruh Songket Tamadun Melayu di dunia ini pasti mirip. gak peduli apakah songket itu berasal dari SUMBAR, RIAU, KEPRI, SUMSEL, BANGKA, KALBAR, bahkan sampai Semenanjung Malaysia, dan Brunei Darussalam pun PASTI memiliki kemiripan. Bahkan dari segi penamaan saja mirip, atau mungkin Pola Mirip namun Penamaan Berbeda. Contoh kalau di dalam Songket Melayu Riau ada yang namanya Corak PUCUK REBUNG, dalam Corak Songket Minang Kabau juga ada corak dengan nama Pucuk Rebung, namun tentunya disebut dengan Bahasa Minang pula yaitu PUCUAK RABUANG. Apakah kedua Pola ini Mirip ?? yah memang Mirip, namun dalam segi ragi dan detail sama sekali tidak mirip. nah di Kalimantan Barat, tepatnya Kaum Melayu Sambas ada pula Corak Songket yang sangat Mirip dengan Corak songket Pucuk rebung, namun masyarakat Melayu Sambas tidak menggunakan Nama Pucuk rebung sebagai nama salah satu Corak songket tersebut. Melainkan Padang Terbakar

Tapi tunggu dulu, jangan pula pengertian MIRIP di artikan SAMA. kalau seluruh songket dalam Tamadun Melayu se-Dunia ini SAMA, tunggu dulu belum tentu sama. Tiap daerah berbeda pula Ragam-nya. sekalipun dia serumpun, sama - sama melayu. namun belum tentu sama. tiap daerah memiliki kebiasan tersendiri dalam menghasilkan sebuah Karya. :)

Tapi kalau anda katakan Bahwasanya SONGKET Pekanbaru itu Mirip dengan Songket Sumatera barat lantaran di Riau banyak Orang Minang, menurut saya pendapat itu keliru yah. Karena songket sendiri udah ada sejak Zaman kegemilangan Kerajaan Sriwijaya dulu kok. Bahkan kenapa Songket Itu identik dengan warna keemasan. Yah karena melambangkan masa Keemasan kerajaan Sriwijaya dulu. dan RIAU bahkan seluruh daerah Melayu hari ini masuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Jadi gak ada kaitan sama sekali antara Songket pekanbaru Mirip dengan songket Minangkabau karena penduduk Riau ini separuhnya adalah orang Minang itu adalah keliru. Pekanbaru saja pertama kali menjadi sebuah kampung ( alias baru ditempati oleh MANUSIA ) pada saat kerajaan siak memindahkan ibukotanya dari mempura ke Senapelan. dan Songket sudah sangat berkembang kala itu di Siak. jadi salah rasanya kalau ada Pendapat yang mengatakan Songket pekanbaru mirip dengan songket Sumatera barat Lantaran Banyaknya orang Minang di Riau. yang ada Justru Songket Melayu Pekanbaru SANGAT MIRIP dengan Songket SIAK SRI INDRAPURA yah lantaran yang membawa songket itu sampai ke Pekanbaru yah orang siak.


nah untuk Pernyataan anda tentang asal usul Orang Kampar, alangakh lebih baiknya di Bahas di Threa KAMPAR di Sub. NUSANTARA. gak enak rasanya membahas sesuatu yang bukan di tempatnya. Ini Thread yang membahsa SONGKET INDONESIA, jadi cukup membahas yang ada kaitannya dengan Songket Indonesia saja disini. :cheers:

yudibali2008
April 27th, 2011, 09:10 AM
SONGKET MELAYU RIAU
source : http://www.madina-sk.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1084:sby-ditabalkan-gelar-adat-melayu-riau&catid=43:seni-a-budaya&Itemid=62

http://4.bp.blogspot.com/_LDFzTostmJY/TLmcY-jFN2I/AAAAAAAAC8A/3puNWiS7ltA/s1600/Pakaian+Melayu+Riau.jpg

^^ Songket di Gunakan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Riau pada saat pentabalan Gelar Adat Melayu Riau kepada Presiden SBY yang bergelar Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara , oleh Gubernur Riau Dato' H.M Rusli Zainal bergelar Setia Amanah wangsa Negeri


bang, kira2 harga kain Songket berapaan yah? apakah juga ditentukan dengan kualitas tenunannya? trims ya

paradyto
April 27th, 2011, 12:45 PM
http://img163.imageshack.us/img163/6703/magadang.jpg (http://img163.imageshack.us/i/magadang.jpg/)

http://img4.imageshack.us/img4/5418/84900865.jpg (http://img4.imageshack.us/i/84900865.jpg/)

http://2.bp.blogspot.com/_AVoxWhQwFOw/St2nvtHcfXI/AAAAAAAAAE8/MYibXyHveAE/s320/800px-Kol_songket2m.jpg

http://melayuonline.com/pict/p4d92db0a62807.jpg

http://2.bp.blogspot.com/_LANWBYX-mn4/TBzPrdPufnI/AAAAAAAAA-8/Ir6Y6r3UYxE/s1600/SDC13920.JPG

paradyto
April 27th, 2011, 01:04 PM
I like these..

http://images.detik.com/content/2010/10/11/1001/detik_IMG_1190.jpg

http://i00.i.aliimg.com/photo/v0/109676838/Songket_Palembang_by_Tujuh_Saudara.jpg

http://1.bp.blogspot.com/_LANWBYX-mn4/TBzPs6IH1aI/AAAAAAAAA_U/W0BJdwnWmHg/s1600/SDC13929.JPG

drie
April 27th, 2011, 01:35 PM
bang, kira2 harga kain Songket berapaan yah? apakah juga ditentukan dengan kualitas tenunannya? trims ya


Untuk kisaran terendah yang aku ketahui itu sekitaran 1 jutaan bang yudi. Tapi kalau kisaran harga tertinggi bisa sampai Puluhan loh :lol:

Aku kasih contoh Seperti Songket yang di pakai oleh Presiden SBY itu, untuk Kain Sampingnya aja 3 Juta-an, belum Termasuk Baju, Celana, Tanjak dan sebagainya :D

Tentunya bang Yudi, semakin berkualitas hasil tenunan semakin mahal pula lah harga Songket. tak hanya Kualitas tenun yang dilihat, Motif songket yang di tenun ( seberapa tinggi tingakt kerumitan motif ), seberapa banyak penggunaan benang Emas, dan selama apa proses pembuatan Songket tentunya juga dapat mempengaruhi harga sebuah songket tersebut.

Tapi kalau mau songket Murah Meriah yah ada sih, yaitu sobgket buatan Pabrik. Menurut aku sih kurang enak aja kalau di pakai. Terutama kalau Songket Tersebut dijadikan Kain Samping, akan terasa sangat Ringan. Tidak seperti Songket yang di tenun akan terasa berat dan nyaman kalau di pakai :cheers:

drie
April 27th, 2011, 01:37 PM
I like these..

http://1.bp.blogspot.com/_LANWBYX-mn4/TBzPs6IH1aI/AAAAAAAAA_U/W0BJdwnWmHg/s1600/SDC13929.JPG


Aku sangat suka dengan Motif ini :okay:. benar - benar indah dan terkesan Glamour :applause:

jendry
April 27th, 2011, 07:00 PM
ragam songket riau.



http://farm6.static.flickr.com/5069/5661739274_b3ac170e6d_z.jpg







http://farm6.static.flickr.com/5184/5661753624_d8ba982185_z.jpg








http://farm6.static.flickr.com/5188/5661762390_f7e228eaf3_z.jpg









http://farm6.static.flickr.com/5069/5661211789_7918cbe89c_z.jpg

paradyto
April 28th, 2011, 02:19 AM
Aku sangat suka dengan Motif ini :okay:. benar - benar indah dan terkesan Glamour :applause:

^^motif inilah yang biasanya buat hantaran kalau untuk prosesi lamaran pernikahan:) biasanya menjadi syarat, jika mempelai wanitanya orang Palembang atau dua-duanya orang Palembang:)

he he he jadi inget Pak SBY neh:)

http://3.bp.blogspot.com/_hTuzFIrLQ5Q/TMKPyVbNVuI/AAAAAAAAABc/dW50Lc03-jM/s320/Adat+Palembang.jpg

yudibali2008
April 28th, 2011, 02:36 AM
Untuk kisaran terendah yang aku ketahui itu sekitaran 1 jutaan bang yudi. Tapi kalau kisaran harga tertinggi bisa sampai Puluhan loh :lol:

Aku kasih contoh Seperti Songket yang di pakai oleh Presiden SBY itu, untuk Kain Sampingnya aja 3 Juta-an, belum Termasuk Baju, Celana, Tanjak dan sebagainya :D

Tentunya bang Yudi, semakin berkualitas hasil tenunan semakin mahal pula lah harga Songket. tak hanya Kualitas tenun yang dilihat, Motif songket yang di tenun ( seberapa tinggi tingakt kerumitan motif ), seberapa banyak penggunaan benang Emas, dan selama apa proses pembuatan Songket tentunya juga dapat mempengaruhi harga sebuah songket tersebut.

Tapi kalau mau songket Murah Meriah yah ada sih, yaitu sobgket buatan Pabrik. Menurut aku sih kurang enak aja kalau di pakai. Terutama kalau Songket Tersebut dijadikan Kain Samping, akan terasa sangat Ringan. Tidak seperti Songket yang di tenun akan terasa berat dan nyaman kalau di pakai :cheers:


trims info nya bro drie...ternyata Songket bernilai sangat tinggi juga yah...pengen ngoleksi 1 set :)

drie
April 28th, 2011, 02:42 AM
^^motif inilah yang biasanya buat hantaran kalau untuk prosesi lamaran pernikahan:) biasanya menjadi syarat, jika mempelai wanitanya orang Palembang atau dua-duanya orang Palembang:)

he he he jadi inget Pak SBY neh:)

http://3.bp.blogspot.com/_hTuzFIrLQ5Q/TMKPyVbNVuI/AAAAAAAAABc/dW50Lc03-jM/s320/Adat+Palembang.jpg


aku justru ingat Presiden Amerika ( si Bush ) ketika datang ke Indonesia dulu :D. waktu itu Ibu Ani Yudhoyono memamerkan Songket Palembang kepada Laura Bush. dari sana lah aku tau kalau Songket Palembang memiliki Motif Songket yang padat, dan benang emasnya juga banyak.

gak heran kalau Songket Palembang memang Mahal dan pastinya berkesan Glamour :applause:

bagak
April 28th, 2011, 04:41 AM
Kemilau Songket Minang by Rini Suwardy feat Marshanda - Bidakara Wedding Expo 5, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan


http://img198.imageshack.us/img198/528/38352133919420271113168.jpg (http://img198.imageshack.us/i/38352133919420271113168.jpg/)



http://img199.imageshack.us/img199/9719/38352133919416271013168.jpg (http://img199.imageshack.us/i/38352133919416271013168.jpg/)


http://img35.imageshack.us/img35/1722/38352133919408270813168.jpg (http://img35.imageshack.us/i/38352133919408270813168.jpg/)


http://img148.imageshack.us/img148/5953/38352133919412270913168.jpg (http://img148.imageshack.us/i/38352133919412270913168.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img18.imageshack.us/img18/7682/songketminang.jpg (http://img18.imageshack.us/i/songketminang.jpg/)



http://img35.imageshack.us/img35/8097/38033133919292267913168.jpg (http://img35.imageshack.us/i/38033133919292267913168.jpg/)



http://img545.imageshack.us/img545/8062/38033133919304268213168.jpg (http://img545.imageshack.us/i/38033133919304268213168.jpg/)

bagak
April 28th, 2011, 04:48 AM
http://2.bp.blogspot.com/_AVoxWhQwFOw/St2nvtHcfXI/AAAAAAAAAE8/MYibXyHveAE/s320/800px-Kol_songket2m.jpg

Salah satu aturan menyimpan songket.... gak boleh dilipat, harus digulung.....:okay:

drie
April 28th, 2011, 06:54 AM
Ini mesti gambar dari Pekanbaru Expo semalam :D

ragam songket riau.
http://farm6.static.flickr.com/5069/5661739274_b3ac170e6d_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5184/5661753624_d8ba982185_z.jpg

^^ Songket diatas berMotif DANUN TUNGGAL MATA PANAH TABIR BINTANG


http://farm6.static.flickr.com/5188/5661762390_f7e228eaf3_z.jpg


^^ Songket di atas sih aku kurang tau Motif apa, namun secara Pola sepertinya ini Motif SIKU KELUANG



http://farm6.static.flickr.com/5069/5661211789_7918cbe89c_z.jpg

sedangkan pada Songket terakhir ini merupakan Motif WAJIK SEMPURNA

drie
April 28th, 2011, 06:56 AM
Salah satu aturan menyimpan songket.... gak boleh dilipat, harus digulung.....:okay:


yup, kalau dilipat Bisa merusak hasil tenunan dan yang pasti Benang Emasnya juga ikutan Rusak :D

selain di gulung, terkadang Songketpun harus digantung :). Aturan Lain songket gak boleh di cuci :lol:

Nick_2
April 28th, 2011, 04:51 PM
Songket Unggan Digagas sebagai Pakaian Khas Daerah

Rabu, 27 April 2011 00:46

http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4039:songket-unggan-digagas-sebagai-pakaian-khas-daerah&catid=10:rubrik-daerah&Itemid=75

SIJUNJUNG, HALUAN—Me*nyebut nana Unggan, orang akan ingat dengan kesenian tradisional talempong Unggan. Nagari Ung*gan merupakan satu dari 54 nagari di Kabupaten Sijunjung.

Nagari ini berada dalam wilayah Kecamatan Sumpur Kudus. Letaknya berbatasan dengan Balai Tangah, Lintau, Kabupaten Tanah Datar, dan Ampalu Kecamatan Halaban, Limapuluh Kota.

Secara geografis Nagari Unggan kurang me*ngun*tung*kan, karena letaknya jauh dari ibu kabupaten dan terisolasi. Meski jauh dan terisolasi, keharuman namanya tak luput dari sebutannya. Sebut saja seni tradisional Talempong Unggan. Tak hanya seni tradisional, Unggan juga terkenal dengan kerajinan Songket Unggan.

Di nagari ini terdapat 42 kelompok pengrajin songket. Dari 42 kelompok yang aktif secara rutin menggeluti usaha ini hanya 13 kelompok. Untuk meng*gairahkan kerajinan ru*mah tangga itu, Dewan Kera*jinan Nasional Daerah (De*kranas*da) Sijunjung, ber*sama Dinas Koperindag ikut me*lakukan pembinaan.

“Kami bersama Dinas Ko*perindag sebulan sekali turun membina kelompok pengrajin songket Unggan ini,” kata Ketua Dekranasda Sijunjung, Ny. En Yuswir usai me*nghadiri penilaian Posyandu Cantik Manis Nagari Unggan.

Pembinaan diawali dengan membenahi manajemen hingga peningkatan kualitas produk. Hal itu dilakukan agar songket Unggan bisa menjadi produk unggulan Kabupaten Sijunjung yang bisa bersaingan di pasar regional maupun internasional.

Pembinaan yang dilakukan Dekranasda dan Koperindag mulai menampakkan hasil. “Hasilnya sudah lumayan bagus. Saat ikut pameran di tingkat provinsi beberapa waktu lalu, peminat songket Unggan ini cukup banyak,” ujarnya.

Upaya pengembangan terus dilakukan, seiiring adanya keinginan Pemkab menjadikan songket Unggan sebagai pa*kaian khas daerah. “Kita senang, ternyata bupati punya perhatian terhadap hasil ke*rajinan masyarakat yang ada di daerah. Bahkan beliau sudah memberi sinyal untuk men*jadikan songket Unggan se*bagai pakaian khas daerah,” ucapnya. (h/azn)

drie
May 14th, 2011, 08:57 AM
Songket Melayu Riau
source : Hari Kurniawan (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1401076040147.51333.1629717759)

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/60443_1532589447900_1629717759_1320102_1687953_n.jpg
^^ Songket yang juga dapat di Jadikan Tanjak,, Selempang,, Baju,, Celana, dan Kain Samping :okay:


http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182223_1748677449965_1629717759_1715990_5462636_n.jpg
^^ Songket di gunakan pada Kain Samping, dipakai mulai dari Anak Kecil hingga Orang Tua :)

drie
May 20th, 2011, 12:46 PM
Songket Melayu Riau
Sumber NoRak BlUes Muhammad Ihsan (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1371051686260&set=a.1279584759644.2033855.1530800906&type=1)

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/62504_1371051686260_1530800906_30796853_7289076_n.jpg
^^ Motif Daun Tunggal Mata Panah Tabir Bintang, yang di Jadikan Tanjak, Baju ( Kebaya Laboh, dan Teluk Belanga ), Seluar, Rok, dan Kain Samping :okay:

Satrial
May 20th, 2011, 03:14 PM
Apa beda Songket dengan Tenun??

drie
May 20th, 2011, 03:26 PM
Apa beda Songket dengan Tenun??

Setau aku cara Songket itu juga bagian dari Tenun,, makanya sebagian besar orang menyebut Songket dengan tambahan Tenun Songket,,

tapi mungkin ada perbedaan mendetail nya :)

drie
May 21st, 2011, 01:27 PM
Songket Melayu Riau
Penggunaan Songket dalam berbagai Ivent di Provinsi Riau:okay:


http://www.riauterkini.com/gambar/11okt10.JPG
Penandatangan kerjasama Pemprov Riau dan BPKP dalam mensukseskan PON 2012,, Pict by : Riauterkini.com ("]Peresmian Pembukaan MTQ Tingakt Provinsi Riau,, Pict by : Riauterkini.com[/URL]


http://farm5.static.flickr.com/4116/4859198575_8c8057cb9f_z.jpg
[URL="http://farm5.static.flickr.com/4116/4859198575_8c8057cb9f_z.jpg)

http://3.bp.blogspot.com/_G069jnwhAoY/S8MMYDEtBfI/AAAAAAAAATU/FSq_-qPHKK8/s1600/w----ribuan-Masyarakat-8.jpg
Penerbangan Perdana Riau Air ke Bandara Tempuling,, Pict by : KMW1Riau (http://kmw1riau.blogspot.com/2010_04_10_archive.html)

http://img594.imageshack.us/img594/1418/9agust10.jpg
Pada saat Upacara memperingati Hari Jadi Prov. Riau,, Pict by : Riauterkini.com (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=61748303)

Balaputradewa
May 22nd, 2011, 02:54 PM
Busana Songket Bujang Gadis Lahat
Sumatera Selatan

http://img12.imageshack.us/img12/7520/35330145047198842267100.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/12/35330145047198842267100.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

^^ kain songket yang dipakai sbg penutup celana bagian atas pria, biasanya disebut dengan rumpak.
Motif songket pada rumpak tidak penuh seperti pada songket untuk wanita, kepala kain atau tumpal pada rumpak berada di belakang badan. Bagi pria yang telah menikah, rumpak dipakai dari pinggul ke bawah sampai dibawah dengkul, sedangkan pria yang belum menikah, rumpak dipakai menggantung diatas lututnya. Bagi wanita belum menikah, tumpal berada didepan yaitu dari pinggul sampai mata kaki (bila berjalan mata kaki kelihatan), sedangkan wanita yang telah menikah, songket menutup/melebihi mata kaki.

Nick_2
May 24th, 2011, 09:29 AM
Didi Budiardjo Ukir Kenangan Masa Kecil lewat Songket Sambas

Selasa, 24 Mei 2011 - 13:10 wib
Lastri Marselina - Okezone

http://lifestyle.okezone.com/read/2011/05/24/29/460380/didi-budiardjo-ukir-kenangan-masa-kecil-lewat-songket-sambas

MENGANGKAT tema “Juxtapose”, desainer andal Tanah Air Didi Budiardjo mencoba mengukir kenangan indah masa kecil yang dituangkan dalam kain songket Sambas. Dalam pergelaran busana tunggalnya di ajang tahunan Jakarta Fashion & Food Festival 2011, Didi mengangkat pamor songket Sambas agar lebih dikenal luas.

Dalam pengertiannya, “juxtaposisi” berarti menempatkan sesuatu secara berdampingan (side by side). Pada area seni, hal tersebut biasanya dilakukan dengan suatu tujuan untuk mengekspos kualitas-kualitas tertentu atau menciptakan efek tertentu. Khususnya ketika dua elemen secara kontras berhadap-hadapan (wordpress).

Menghadirkan 27 koleksi cantik, Didi mengangkat beraneka kain Nusantara. Mulai dari kain tenun tangan dari Sambas-Kalimantan Barat, Padang, Sumatera Barat, Palembang, hingga Lombok dipadukan dengan organza sutra, taffeta, katun, sutra clogne, brocade, zibeline, satin duchese, katun pique, dan lame matelasse.

Kain tenun Sambas, dijelaskan desainer berkacamata itu memiliki dua unsur motif berbeda seperti China pada motif mawar, dan unsur Islam pada motif geometrik yang membuatnya istimewa.

"Warna-warna yang akan ditampilkan cenderung lebih berani dan mencolok, sesuai dengan warna yang sedang tren saat ini," kata Didi sebelum peragaan bertema “Juxtapose” di Grand Ballroom, Hotel Harris, Senin (23/5/2011) malam.

Pada sekuen pertama, Didi menghadirkan rangkaian dress mini apik dengan sedikit sentuhan Jepang. Beberapa model memeragakan dress yang lengkap dengan luaran yang bermotif menawan. Selanjutnya, Didi memamerkan koleksi busana yang diibaratkan memiliki “dua sisi” - unik sekaligus memukau. Kemudian menutupnya dengan menampilkan lini dress panjang dengan bawahan yang lebar.

Tak hanya kain Sambas saja, Didi juga menghadirkan keistimewaan lain lewat kelima Face Icon terdahulu hingga saat ini, Dominique (2007), Fahrani (2008), Paula Verhoeven (2009), dan Laura Mulyadi (2010), dan Prinka Cassy (2011).

(nsa)

Balaputradewa
June 10th, 2011, 05:43 PM
Busana Songket Bujang Gadis Muara Enim
Sumatera Selatan

http://img705.imageshack.us/img705/2689/bgssc.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/705/bgssc.jpg/)

http://img6.imageshack.us/img6/6783/bgsssc5.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/6/bgsssc5.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Busana Bujang
Baju Telok Belange Belah Buloh, dengan Tanjak songket Ayam Patah Kepak di kepala, Badong melilit di pinggang, Rumpak songket Bunge Pacik menutup pinggang hingga menggantung diatas lutut dan Terompah sebagai alas kaki.

Busana Gadis
Baju Kurong Kembang Ijo, dengan Sanggul Gelung Malang di kepala yang dihiasi dengan Kembang Cempake, Kalung Tapak Jajo menghias leher, dengan Pending Teratai melilit pinggang, kedua tangan dihiasi Gelang Sempuru, berkain Songket Lepus Bintang Berakam dan menggunakan Cenela sebagai alas kaki.

drie
June 11th, 2011, 12:16 PM
^^ oi,, bedelu nya Pict Cik Balaputradewa disana,, kalau cam ni kan sedap nak tengok :okay:

drie
June 16th, 2011, 12:54 PM
Penggunaan Songket dalam Majelis Bujang Dara Siak 2011
Khairurrizan Rusli (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=230727116953072&set=a.186587138033737.66183.100000473572411&type=1&pid=1015128&id=100000473572411)


http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247119_230727116953072_100000473572411_1015128_7413697_n.jpg

drie
June 24th, 2011, 03:31 AM
Tugu Kemilau Songket Terpanjang Melayu Pekanbaru
P E K AN B A R U
Source : Riaupos.com (http://riaupos.co.id/news/2011/06/tugu-songket/)


http://riaupos.co.id/news/wp-content/uploads/2011/06/tugu-songket.jpg

^^ Tugu Songket di perempatan Jalan SM Amin dengan Tuanku Tambusai sudah hampir rampung. Tampak beberapa pekerja sedang melakukan beberapa sentuhan akhir. (foto: Teguh Prihatna/Riau Pos)

drie
July 15th, 2011, 10:10 AM
Songket Melayu Riau
Source : ePaper Riaupos (http://epaper.riaupos.co.id/)


Songket Melayu Riau (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5939598018/sizes/l/in/photostream/)edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/?saved=1)
http://farm7.static.flickr.com/6004/5939598018_cf8076cf30_b.jpg

Songket Melayu Riau (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5939596082/sizes/l/in/photostream/)edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/?saved=1)
http://farm7.static.flickr.com/6009/5939596082_ba3ef224d2_b.jpg

Songket Melayu Riau (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5939041177/sizes/l/in/photostream/)edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/?saved=1)
http://farm7.static.flickr.com/6002/5939041177_616874cba9_b.jpg

da06093
August 6th, 2011, 06:58 AM
songket palembang..

http://kainsongket.net/wp-content/uploads/2011/06/BS-ST-4732.jpg

http://kainsongket.net/wp-content/uploads/2011/02/BSOL-ST-2682.jpg

http://kainsongket.net/wp-content/uploads/2011/02/BS-SJ-3232.jpg

http://kainsongket.net/wp-content/uploads/2011/02/BS-ST-3252.jpg

source : http://kainsongket.net/

selain songket palembang juga punya tenun sewet jumputan n tajung.. :)

paradyto
August 6th, 2011, 07:39 AM
Songket Palembang memang terlihat Mewah:)

drie
August 12th, 2011, 05:39 AM
Songket Melayu Riau
Penggunaan Songket dalam berbagai Ivent di Riau


Malam Penganugrahan FFI 2007

http://farm3.static.flickr.com/2539/4022536620_990a851bdd.jpg

Penganugrahan Gelar Datuk Paduka Yang Mulia Sri Indra Amanah Wangsa Negara

http://farm4.static.flickr.com/3522/3997052831_b728b2683a_o.jpg

Petang Megang

http://i485.photobucket.com/albums/rr217/kubah-senapelan/Mesjid%20Raya%20Nur%20Alam%20Pekanbaru/PetangMegang2008-7.jpg

drie
August 31st, 2011, 05:19 PM
Tugu Kemilau Songket Terpanjang Melayu Pekanbaru
Dhanta Fajri (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2224113531835&set=t.100000040197081&type=1)


http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284280_2224113531835_1517661302_32452799_6405505_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/284883_2224121572036_1517661302_32452812_5710224_n.jpg

drie
September 13th, 2011, 06:57 PM
Songket Melayu Riau
* Dalam Berbagai Acara
Pict : Jendry

Tari Persembahan Daulat Negri

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/321453_250431378329123_100000867898439_684778_30521961_n.jpg

drie
September 29th, 2011, 05:35 AM
Songket Produk Unggulan Tekstil
http://www.riaupos.co.id/berita.php?act=full&id=3435&kat=1



PEKANBARU (RP)- Permintaan songket hasil tenunan menjadi poduk unggulan di bidang tekstil.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Dra Hj El Syabrina MP kepada Riau Pos, Selasa (27/9).

Menurutnya, keberadaan tenunan songket asli Pekanbaru itu masih menjadi produk andalan di pasaran. Jika dilihat dari potensi yang ada, usaha tenunan songket di Pekanbaru masih sangat menjanjikan.

‘’Sekarang usaha tenun songket di Pekanbaru potensinya masih sangat menjanjikan dan ini juga masih menjadi produk unggulan di bidang tekstil. Untuk saat ini di Pekanbaru kita memiliki pengusaha tenun songket sebanyak 38 orang dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 156 orang. Kemarin kita mendapat informasi dari beberapa pengusaha tekstil di Pekanbaru, meminta kepada kita untuk mengumpulkan nama-nama pengusaha untuk pengrajin songket ini guna melaksanakan kerja sama dalam hal penjualan. Salah satunya itu dari Dunia Tekstil yang ada di Jalan Sudirman,’’ ujar El Syabrina.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh beberapa pedagang tekstil di Pekanbaru, banyak pendatang dari luar Provinsi Riau yang berwisata ke Pekanbaru menanyakan di mana mereka bisa memperoleh tenun songket seperti yang terlihat di televisi banyak dipakai oleh masyarakat Pekanbaru.

‘’Berdasarkan permintaan itulah, para pedagang tekstil ini minta kepada kita untuk mencarikan nama-nama pengrajin yang bisa mereka kontrak untuk pembuatan songket,’’ ujarnya.

El Syabrina menyebutkan, kendati belakangan disebutkan terjadi penurunan minat terhadap para pegawai Pemko untuk memakai pakaian seragam songket, menurutnya hal itu tidak akan terlalu memberi pengaruh yang signifikan.

Dia sangat yakin ke depan songket akan tetap diminati oleh banyak orang, karena bagaimanapun tenun songket merupakan warisan budaya Melayu, tentunya tidak akan punah dan terhapus begitu saja.(lim)

tjokro_ragazzo
September 30th, 2011, 10:52 AM
Saya suka dengan adanya thread ini.... mengangkat songket sebagai Budaya Melayu....

Kita serumpun bersama2 mengangkat harkat songket sebagai warisan dunia yang bernilai tinggi...

Saya senang dengan sharing teman2 disini menunjukkan songket dari negeri2 masing2... menunjukkan...bukan menunjuk-nujukkan.... ;)

tjokro_ragazzo
September 30th, 2011, 10:56 AM
Kain Tenun Songket Corak Insang dari Pontianak (tanpa sulam benang emas)

http://www.borneophotography.org/wp-content/uploads/image/berita/2009/oktober/Bujang-dare-Pontianak-2009-3.JPG

jendry
September 30th, 2011, 04:14 PM
Kekayaan Budaya Minangkabau
Revitalisasi Songket Kuno Terhambat Benang Impor




PADANG, KOMPAS.com - Upaya revitalisasi (pembuatan kembali) songket kuno Minangkabau yang dilakukan sejumlah budayawan, seniman, dan penenun di Sumatera Barat, terhambat mahalnya harga benang impor. Padahal dalam setiap motif tenunan kuno itu terkandung makna filosofis yang tersurat, tersirat, dan tersuruk atau tersembunyi tentang kehidupan manusia.

Direktur Studio Songket Erika Rianti, Nanda Wirawan, Jumat (30/9/2011), di Jorong Panca, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, mengatakan, harga benang mahal karena tingginya tarif cukai yang dikenakan.

Studio Songket Erika Rianti yang berada Sumbar adalah satu-satunya lembaga yang melakukan revitalisasi songket kuno Minangkabau.

Nanda mengatakan, besaran cukai impor benang emas dari India itu cukup memberatkan, terutama bagi penenun yang tidak memiliki angka pengenal impor.

"Dulu waktu kami belum punya angka pengenal impor, misalnya saja untuk benang yang harganya Rp 2,8 juta, harus membayar total termasuk jasa kepada pemilik angka pengenal impor sebesar Rp 4,2 juta," katanya.

Menurut Nanda, sejak tahun 2006 Studio Songket Erika Rianti sudah memiliki angka pengenal impor, dan memasukkan langsung benang emas bahan baku itu dari India. Namun tarif cukai dirasakan masih terlalu mahal, mengingat upaya revitalisasi yang relatif sulit dilakukan.

"Seharusnya untuk produk yang memiliki nilai budaya dikurangi atau bahkan dibebaskan dari cukai. Karena para perajin yang menghidupkan aktivitas tenun kurang mendapat perhatian pemerintah," ujar Nanda.

Nanda menambahkan, selain benang emas kini pihaknya juga kesulitan mendapatkan benang sutera yang sebagian besar diperoleh dari produsen di Bandung. Kelangkaan itu membuat dia harus memesan benang sutera setidaknya sejak dua bulan sebelumnya.

Hal itu diperburuk dengan kualitas benang sutera yang makin rendah. Nanda mengatakan, jika sebelumnya hanya membutuhkan dua kali pencelupan warna untuk menghasilkan efek tertentu, kini butuh sedikitnya enam kali proses pencelupan untuk menghasilkan efek sama.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, Afriadi Laudin, pada hari yang sama mengatakan, tarif cukai sepenuhnya menjadi kewenangan Kantor Bea dan Cukai. Namun ia mengatakan siap mendukung permintaan dispensasi atau pengurangan cukai bagi penenun.

http://regional.kompas.com/read/2011/09/30/21051663/Revitalisasi.Songket.Kuno.Terhambat.Benang.Impor

tjokro_ragazzo
September 30th, 2011, 05:18 PM
Songket Melayu Riau
Penggunaan Songket dalam berbagai Ivent di Riau

[
Petang Megang

http://i485.photobucket.com/albums/rr217/kubah-senapelan/Mesjid%20Raya%20Nur%20Alam%20Pekanbaru/PetangMegang2008-7.jpg

waa... petang megang... saya ada video nya.... ;)

Hmmm.... Penenun Songket rata2 di tempat saya adalah generasi tua di pedalaman....

drie
September 30th, 2011, 06:56 PM
waa... petang megang... saya ada video nya.... ;)

Hmmm.... Penenun Songket rata2 di tempat saya adalah generasi tua di pedalaman....


Wahh, ternyata di Pontianak juga ada Petang Megang / Petang Maogang / Potang Balimau yah bang ??? :D

Apa gak ada penenun Songket ini gak ada Penersunya bang ?? Sayang sekali kalau hanya generasi Tua saja,, jangan pula sampai punah lantaran tak ada lagi bujang & dara yang nak buat songket ni..

drie
October 1st, 2011, 05:34 PM
Kain Tenun Songket Corak Insang dari Pontianak (tanpa sulam benang emas)

http://www.borneophotography.org/wp-content/uploads/image/berita/2009/oktober/Bujang-dare-Pontianak-2009-3.JPG


Sepertinya ini Ivent Pemilihan Bujang Dara Pontianak yah ??? :D
bagus juga songketnya tanpa Benang Emas :okay:

drie
October 1st, 2011, 05:37 PM
Songket Melayu Riau
Persiapan Menyambut Tahun Rentak Budaya Riau Kemilau
http://bappeda.pekanbaru.go.id/web/gallery.php?aid=3&pg=1



http://bappeda.pekanbaru.go.id/images/photo/18042010/36534e61d16e63ddfca327vST-56.jpg

http://bappeda.pekanbaru.go.id/images/photo/18042010/36534e61d16e63ddfca327vh6-65.jpg

http://bappeda.pekanbaru.go.id/images/photo/18042010/36534e61d16e63ddfca3275v8-68.jpg

http://bappeda.pekanbaru.go.id/images/photo/18042010/36534e61d16e63ddfca327bBm-51.jpg

http://bappeda.pekanbaru.go.id/images/photo/18042010/36534e61d16e63ddfca327uDE-60.jpg

http://bappeda.pekanbaru.go.id/images/photo/18042010/36534e61d16e63ddfca327SwQ-61.jpg

fahminanda
October 1st, 2011, 06:36 PM
SONGKET MELAYU RIAU - TENUN SIAK

http://farm7.static.flickr.com/6164/6200910902_08737dd6e2_z.jpg

MODEL : FORUMERS SSC PEKANBARU :D

drie
October 2nd, 2011, 04:39 AM
^^ Astaga :bash: :lol:

tjokro_ragazzo
October 3rd, 2011, 09:44 AM
Wahh, ternyata di Pontianak juga ada Petang Megang / Petang Maogang / Potang Balimau yah bang ??? :D

Apa gak ada penenun Songket ini gak ada Penersunya bang ?? Sayang sekali kalau hanya generasi Tua saja,, jangan pula sampai punah lantaran tak ada lagi bujang & dara yang nak buat songket ni..

Bukan... Petang Megang yang di PKU, saya punya video nya... Saya copy dari Kris... Saya suka instrumen lagunya... Joget Mahratu bukan??

Sebenaya kalo di pedalaman, ilmu membuat songket dirutunkan ke generasi mudanya... tp kurang produktif... misalnya satu songket ditempa selama 3 bulan dan untuk dipakai sendiri.... dan tidak sampai ke kota (hanya sedikit)... Satu lembarnya paling murah 3 jutaan...

tjokro_ragazzo
October 3rd, 2011, 09:47 AM
Sepertinya ini Ivent Pemilihan Bujang Dara Pontianak yah ??? :D
bagus juga songketnya tanpa Benang Emas :okay:

iya... ini Bujang Dara Pontianak tahun 2010... Pemenang Pria nya (baju merah) bangsa Al-Qadrie, turunan Raja Pontianak....

Iya... itu tenun Corak Insang yang tanpa benang emas.... Saya punya 2 kain corak insang yg saya buat jadi kemeja resmi untuk dipakai di Hari Jum'at di kantor... ;)
ada juga yg kemeja corak insang benang emas untuk kondangan... :D

tjokro_ragazzo
October 3rd, 2011, 09:59 AM
Kain Songket khas Sambas

http://www.equator-news.com/sites/default/files/images/12092011/kain-songket-sambas.jpg

http://pontianak.tribunnews.com/foto/bank/images/TENUN-SONGKET.jpg

http://www.barryacott.com/indodesign_files/image354.jpg

http://www.barryacott.com/indodesign_files/image356.jpg

http://www.barryacott.com/indodesign_files/image3581.jpg

http://www.barryacott.com/indodesign_files/image360.jpg

Balaputradewa
October 3rd, 2011, 05:28 PM
^^ songket Sambas mirip banget dg Songket "Lepus" Palembang. Apalagi motif tumpal pucuk rebung-nya. Songket Lepus itu songket yg paling tinggi kedudukannya di Palembang dg tenun benang emas yg rapat menutup seluruh kain. Motif dan jenis songket Palembang memiliki makna tertentu sesuai dengan status/kedudukan seseorang. Jadi apakah seorang itu janda, gadis ataupun bersuami dpt dilihat dari motif/warna/jenis songket yg ia pakai. Motif pria-pun beda lagi, yg sudah menikah maupun belum, bahkan ada songket utk kelahiran bayi dan kematian/penutup jenazah.

tjokro_ragazzo
October 10th, 2011, 01:30 PM
Bisa dilihat seperti itu bro...
Cuma saya kurang paham sama tingkatannya...

urix99
October 23rd, 2011, 05:45 PM
ayo,songket pasti bisa :)

paradyto
November 1st, 2011, 02:21 PM
Songket Palembang Diminati Pengunjung Malaysia
Selasa, 01 November 2011 11:18 WIB

http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/songket-palembang-_111101111806-921.jpg

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR-- Songket tradisional Palembang, Sumatera Selatan, yang dipadukan dengan busana kebaya dan busana muslimah, segera di pasarkan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pemilik rumah busana khas Palembang, Tria Gunawan, di Kuala Lumpur, Selasa, mengatakan setelah memamerkan dan memperagakan busana khas Palembang paduan songket dengan kebaya dan baju muslimah, pemilik restoran khas Indonesia di negeri jiran itu langsung tertarik memasarkan produk tersebut.

Source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/11/01/ltyryb-songket-palembang-diminati-pengunjung-malaysia

paradyto
November 9th, 2011, 12:42 PM
Songket, Ratu Kain Indonesia
Rabu, 09 November 2011

PALEMBANG – Songket Palembang jadi kain tenun primadona bagi pencinta kain. Selain pengerjaan yang rumit, bahan baku yang digunakan juga sangat special yakni benang emas. Tak heran harga satu kain songket ada yang mencapai ratusan juta. Hingga saat ini, kawasan yang menjadi sentral kerajinan Palembang terutama tenun songket berada di kawasan Jl Ki Rangga Wirasentiko ataupun sepanjang Jl Ki Gede Ing Suro.

"Harga menentukan kualitas dan bahan songket yang digunakan. Tapi yang paling murah kita jual mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Yang jelas, kain motif Bunga Cino sering jadi favorit karena motifnya yang menarik dan harga yang bervariasi," tutup Eni, salah satu pengrajin songket di Jl Ki Gede Ing Suro, kemarin (6/11)

Source: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=16306:songket-ratu-kain-indonesia&catid=42:news&Itemid=92

paradyto
November 9th, 2011, 01:15 PM
Zainal Songket Kebanjiran Order Seragam LO SEA Games
Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

SEA Games yang diadakan di Palembang ternyata membawa berkah tersendiri bagi Zainal Songket. Pasalnya, dirinya kebanjiran order busana LO atau pemandu kontingen SEA Games.

Walau belum resmi dibuka, “euphoria” Sea Games sudah membuahkan keriuhan. Masyarakat sepertinya tak sabar untuk menyaksikan pesta olahraga tingkat Asia yang diadakan di Palembang, pertengahan November ini.

Source: http://lifestyle.okezone.com/read/2011/11/09/29/526846/zainal-songket-kebanjiran-order-seragam-lo-sea-games

paradyto
November 13th, 2011, 08:17 AM
Tenun Songket akan Didaftarkan ke UNESCO

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu menyatakan akan segera mendaftarkan tenun songket sebagai warisan budaya layaknya batik ke badan PBB UNESCO.

"Memang ada keinginan untuk didaftarkan seperti halnya batik dan kita akan melakukannya," kata Menparekraf Mari Elka Pangestu, di Palembang, Minggu (13/11/2011).

Source: http://palembang.tribunnews.com/2011/11/13/tenun-songkes-akan-didaftarkan-ke-unesco

tjokro_ragazzo
November 13th, 2011, 12:48 PM
^^

What for??

Kalo cuma sebagai kebanggaan, "Asli Indonesia", "Ini punya Indonesia", "Budaya Indonesia" yang diganung-gaungkan oleh org2 buta yg sok tahu, buat apa??

Apa dengan diakui, taraf hidup pengrajin songket meningkat? Atau akan tetap miskin melarat hasil tenunannya dibeli cukong dengan harga murah, kemudian dgn harga selangit...

jendry
November 15th, 2011, 01:56 PM
yang di pakai ibu ani songket kan?


http://media.vivanews.com/images/2011/11/14/131557_ktt-apec-2011.jpg

paradyto
November 15th, 2011, 02:20 PM
he he he Beliau akhir-akhir ini banyak terlibat dengan yang namanya "Songket", memang sedang promosi songket tuh, Songketnya dari Palembang langsung ke Honolulu, belum nanti pas upacara akad nikah anaknya nanti:)

jendry
November 15th, 2011, 02:32 PM
he he he Beliau akhir-akhir ini banyak terlibat dengan yang namanya "Songket", memang sedang promosi songket tuh, Songketnya dari Palembang langsung ke Honolulu, belum nanti pas upacara akad nikah anaknya nanti:)

patut di apresiasi :)
biar songket semakin di kenal di pasar global... :cheers:


beberapa daerah di sumatra memang lagi booming songket sejak tahun 2000 an keatas lah, di daerah saya seluruh pegawai pemerintah di wajibkan memakai songket, pegawai perusahaan swasta juga banyak yang sudah memakai songket. :cheers:

edensor
November 16th, 2011, 11:33 AM
Karena besannya orang sumsel...udah pasti bertebaran songket palembang...:)

he he he Beliau akhir-akhir ini banyak terlibat dengan yang namanya "Songket", memang sedang promosi songket tuh, Songketnya dari Palembang langsung ke Honolulu, belum nanti pas upacara akad nikah anaknya nanti:)

jendry
November 16th, 2011, 03:14 PM
^^ bagus tuh kalau kedua belah pihak nanti memakai songket saat prosesi pernikahan/resepsinya :cheers:

itung'' sebagai ajang promosi songket ke seluruh indonesia

paradyto
November 21st, 2011, 12:28 AM
Songket dan Jumputan Tak Lagi Jadul
Monday, 21 November 2011

Jika disebut kata songket atau jumputan apa yang anda pikirkan? Kain tenun yang indah namun kaku dan hanya cocok digunakan orang tua atau untuk acara-acara resmikah? Jika iya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah,namun kini tidak bisa dikatakan benar.Pasalnya saat ini sudah ada kain songket dan jumputan yang bisa dipakai semua kalangan usia untuk kondisi apapun. Bentuknya juga tak hanya kain panjang,namun sudah menjadi long dressatau busana-busana saat ini. Penasaran? Datang saja ke ke pameran Sriwijaya International Expo,di Dekranasda, Jakabaring.Di sana terdapat belasan stan yang menawarkan songket dan jumputan dengan kreasi modern.

Harganya pun bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta untuk kain dan busana bercorak songket. Salah satu stan yang memperkenalkan kreasi kedua kain ini,adalah stan binaan PT.Bukit Asam. Di stan ini terdapat puluhan lembar kain songket dan jumputan dengan corak yang menarik dan tidak jadul. Saat ditemui kemarin, pengelola stan,Lily Mulyati mengungkapkan di stannya terdapat beragam kreasi busana songket.Yang terbaru kain jumputan,songket dan batik Palembang dengan corak Thailand.

Source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/445216/

paradyto
November 24th, 2011, 06:49 AM
Berbaju Adat Palembang Ibas Nikahi Aliya

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1800099.jpg

INILAH.COM, Jakarta - Edhie Baskoro Yudhoyono diapit kedua orang tuanya Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono, beserta kakaknya Agus Harimurti dan Anissa Pohan memasuki ruang acara akad nikah Istana Cipanas.

Kedatangan calon pengantin pria ini dilakukan secara adat Palembang, Sumatra Selatan, yakni upacara Kandang Adat. Dalam upacara ini dua penari dari calon pengantin wanita dan pria menari di hadapan keluarga calon pengantin dan tamu undangan.

Source: http://nasional.inilah.com/read/detail/1800099/berbaju-adat-palembang-ibas-nikahi-aliya

paradyto
November 24th, 2011, 06:54 AM
Berburu Songket di Pasar 16 Ilir


ADA banyak hal yang bisa memudahkan ingatan masyarakat mengenai Palembang. Salah satunya pasti Jembatan Ampera yang berdiri di atas Sungai Musi. Hingga saat ini jembatan peninggalan Belanda itu masih menjadi trade mark Palembang. Sehingga jika mengingat Jembatan Ampera, memori kita langsung tertuju pada Palembang.

Jika mengingat Palembang dari kuliner, pasti semua akan tertuju pempek, makanan dari bahan dasar ikan laut. Walaupun belum pernah merasakan makanan ini, paling tidak pernah mendengar nama pempek Palembang.

Sebenarnya masih ada satu hal yang bisa memutar memori kita jika langsung mengarah ke Palembang, yaitu kain songket. Sebenarnya rata-rata daerah di pulau Sumatera memproduksi songket, tapi tentunya dengan motif berbeda, sesuai ciri khas masing-masing.

Untuk mengetahui mengenai kain songket ini, penulis pun menghimpu informasi dari masyarakat. Setelah mendapat informasi, penulis pun memutuskan menuju Pasar 16 Ilir Palembang, yang letaknya persis di pinggir Sungai Musi dekat Jembatan Ampera.

Bisa dibilang Pasar 16 Ilir Palembang sebagai salah satu sentra sonket. Hampir semua kios memajang kain songket berbagai variasi dan corak di kios mereka yang rata-rata berukuran 2x3 meter itu. Dan selama pelaksanaan SEA Games XXVI/2011 di Palembang, Pasar 16 Ilir banyak dkunjungi masyarakat dari luar daerah.

Songket Palembang ada yag dibuat langsung oleh pengrajin, ada pula yang diproduksi masal oleh pabrik. Namun kain songket hasil tangan perajin lebih banyak digemari, karena hasilnya lebib baik dan halus serta nyaman saat dipakai.

Karena bajan dasarnya sutra maka kualitasnya lebih bagus, harganya pun lebih mahal. Penulis pun dibuat terkaget-kaget saat menanyakan harga kain songket buatan tangan. Bandrol yang tertera berkisar Rp 650 ribu hingga Rp 1,5 juta. Harga ini lebih murah dibandingkan dengan kain songket sutra yang dijual di pameran atau butik mencapai Rp 1 juta-Rp 2 juta. Bahkan ada juga kain songket yang dijual di atas Rp 2 juta. Sedangkan harga kain songket hasil pabrikan terbilang lebih rumah berkisar Rp 75 ribu hingga Rp 250 ribu.

Selain songket ada juka topi tanjak yang dibuat khas untuk laki-laki. Topi tanjak ini dijual dari mulai harga Rp 75 ribu. Jadi bagi anda yang menyukai kain songket, maka pasar 16 Ilir bisa menjadi alternatif tempat untk berburu kain songket. (andri ridwan f./"GM")**


Source: http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20111118102949&idkolom=olahraga

gunny.gunason
November 24th, 2011, 07:39 AM
sungguh anggon.

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2011/11/24/buku_nikah.jpg

Source (http://www.tribunnews.com/2011/11/24/akad-nikah-ibas-aliya-di-cipanas-foto)

paradyto
November 30th, 2011, 08:36 AM
Syahrini Pakai Songket Palembang

INILAH.COM, Jakarta - Ingin menghargai kebudayaan Indonesia, Syahrini pakai songket Palembang saat menemani David Beckham makan malam di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/11) malam.

Penyanyi asal Sukabumi, Syahrini senang bukan kepalang. Pasalnya, setelah menyambut kedatangan pemain bintang tim LA Galaxy, David Beckham kemarin (28/11), pada hari kedua ini Syahrini mendapat kesempatan duduk satu meja makan malam berdua.

Source: http://artis.inilah.com/read/detail/1802129/syahrini-pakai-songket-palembang

bagak
December 14th, 2011, 01:44 AM
Songket Masjid Raya Sumbar



http://img706.imageshack.us/img706/3644/2masjidrayasumbar.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/706/2masjidrayasumbar.jpg/)


http://img805.imageshack.us/img805/2065/picture2qi.png (http://imageshack.us/photo/my-images/805/picture2qi.png/)


http://img256.imageshack.us/img256/4009/picture1vcy.png (http://imageshack.us/photo/my-images/256/picture1vcy.png/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Budi_anduk
December 14th, 2011, 02:02 AM
^^ wuuih keren bagak

paradyto
December 14th, 2011, 03:43 AM
keren banget!:okay:

Balaputradewa
December 17th, 2011, 12:33 AM
Busana Songket Bujang Gadis Muara Enim

http://img94.imageshack.us/img94/5606/arungjeramj.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/94/arungjeramj.jpg/)

http://img842.imageshack.us/img842/4332/songketc.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/842/songketc.jpg/)

http://img846.imageshack.us/img846/9453/songket2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/846/songket2.jpg/)
Tanjak meribang

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
December 29th, 2011, 11:56 AM
Songket Palembang di Tahun 1829

http://img840.imageshack.us/img840/6983/collectietropenmuseumdr.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/840/collectietropenmuseumdr.jpg/)
Photo koleksi Tropen Museum - Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

^^ sepertinya 3 gadis kecil ini anak dari petinggi atau kaum bangsawan pada masa itu.

paradyto
December 29th, 2011, 03:42 PM
^^Songket mereka masih ada nggak ya sekarang ini?:)

Budi_anduk
December 29th, 2011, 04:02 PM
^^ mahkota di kepala 3 gadis unik. btw, apa ya namanya?

urix99
December 30th, 2011, 06:53 AM
^^

What for??

Kalo cuma sebagai kebanggaan, "Asli Indonesia", "Ini punya Indonesia", "Budaya Indonesia" yang diganung-gaungkan oleh org2 buta yg sok tahu, buat apa??

Apa dengan diakui, taraf hidup pengrajin songket meningkat? Atau akan tetap miskin melarat hasil tenunannya dibeli cukong dengan harga murah, kemudian dgn harga selangit...


setuju sangat.hampir tak pernah ada penghargaan terhadap pengrajin asli,pengrajin asli seakan akan dijadikan sapi perah. Digaji gak seberapa tapi hasilnya dijual selangit oleh mereka yg mengatakan dirinya designer.
Memang miris,tapi itulah yg terjadi.

urix99
December 30th, 2011, 07:31 AM
^^

What for??

Kalo cuma sebagai kebanggaan, "Asli Indonesia", "Ini punya Indonesia", "Budaya Indonesia" yang diganung-gaungkan oleh org2 buta yg sok tahu, buat apa??

Apa dengan diakui, taraf hidup pengrajin songket meningkat? Atau akan tetap miskin melarat hasil tenunannya dibeli cukong dengan harga murah, kemudian dgn harga selangit...


setuju sangat.hampir tak pernah ada penghargaan terhadap pengrajin asli,pengrajin asli seakan akan dijadikan sapi perah. Digaji gak seberapa tapi hasilnya dijual selangit oleh mereka yg mengatakan dirinya designer.
Memang miris,tapi itulah yg terjadi.

paradyto
December 30th, 2011, 07:34 AM
setuju sangat.hampir tak pernah ada penghargaan terhadap pengrajin asli,pengrajin asli seakan akan dijadikan sapi perah. Digaji gak seberapa tapi hasilnya dijual selangit oleh mereka yg mengatakan dirinya designer.
Memang miris,tapi itulah yg terjadi.

penghargaan seperti apa ya? Gw kira peran dari pemerintah daerah juga sangat menentukan untuk kesejahteraan daripada pengrajin asli itu sendiri.

urix99
December 30th, 2011, 07:46 AM
yah banyak macamnya,seperti halnya penghargaan2 yg telah diberikan kepada mereka2 yg dikatakan berprestasi didunia masing2,seperti penghargaan dalam dunia olah raga.

paradyto
December 30th, 2011, 11:15 AM
yah banyak macamnya,seperti halnya penghargaan2 yg telah diberikan kepada mereka2 yg dikatakan berprestasi didunia masing2,seperti penghargaan dalam dunia olah raga.

^^he he he di Palembang, tiap tahun ada tuh penghargaan seni, dan bahkan untuk para pengusaha kecil, apalagi yang asli pembuat songket, sebagai ekonomi masyarakatnya di daerah Tangga Buntung.

kenali budaya sendiri, mendukung dan memajukan hasil yang sangat berharga dari daerah sendiri, itu lebih baik.

cheers

Budi_anduk
December 31st, 2011, 03:47 PM
Biar semangat di tahun yang baru, saye persembahkan lagu dari Riau dg judul "Tenun Siak"

NiuNR6fbY0s

Balaputradewa
January 1st, 2012, 06:43 AM
Mela Idol dengan 'Songket Tawur Bungo Cino'

Songket Tawur memiliki motif tidak serapat atau sebanyak Songket Lepus. Songket ini memperlihatkan figur/motif yang menyebar, seolah-olah ditabur secara merata namun teratur. Dikarenakan jumlah figur terbilang jarang maka badan kain terlihat menyisakan ruang kosong. Songket Tawur ini memadukan benang emas, benang sutera dan benang katun.

Nah pada songket yang digunakan Mela Idol dibawah ini jelas menggunakan Songket Tawur 'bermotif' Bungo Cino, yaitu bunga kecil seperti 'MELA'ti yang ditenun dengan benang emas diatas motif bunga lain yang terbuat dari benang sutera. Songket ini biasanya digunakan perempuan Palembang keturunan Cina.


http://img194.imageshack.us/img194/5373/mela3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/194/mela3.jpg/)

http://img856.imageshack.us/img856/4246/melav.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/856/melav.jpg/)

http://img706.imageshack.us/img706/4803/mela2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/706/mela2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
January 1st, 2012, 06:46 AM
^^terlihat elegant dipakai mela:okay:

paradyto
January 1st, 2012, 07:19 AM
http://img337.imageshack.us/img337/5071/natcos.jpg

Indonesia raih "best costum award" di Malaysia

Kualalumpur (ANTARA News) - Indonesia meraih penghargaan "best national costum" dalam ajang final Miss Tourism International (MTI) ke-15 2011 di Kualalumpur.

General Manajer El John Pageants, Vera Damayanti di sela acara tersebut Sabtu malam mengatakan, Indonesia yang diwakili Putri Pariwisata Indonesia 2011, Melissa Putri Latar, mengenakan kostum bernuansa adat Sumatera Selatan.


source: http://www.antaranews.com/berita/290962/indonesia-raih-best-costum-award-di-malaysia

Balaputradewa
January 1st, 2012, 07:23 AM
Songket Palembang di Tahun 1829

http://img840.imageshack.us/img840/6983/collectietropenmuseumdr.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/840/collectietropenmuseumdr.jpg/)
Photo koleksi Tropen Museum - Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

^^ sepertinya 3 gadis kecil ini anak dari petinggi atau kaum bangsawan pada masa itu.


^^Songket mereka masih ada nggak ya sekarang ini?:)

^^ kalaupun ada pasti harganya mahal sekali ya mas, bisa puluhan juta. Makin tua songket, makin mahal harganya. :)


^^ mahkota di kepala 3 gadis unik. btw, apa ya namanya?

^^ iya, itu namanya Mahkota Aesan Pak Sangko, digunakan oleh bangsawan diluar dinding keraton yang biasanya digunakan keluarga pembesar (datu, pesirah dan demang). Sedangkan untuk kerabat raja/bangsawan didalam keraton, perempuannya menggunakan Mahkota Aesan Gede.

Mahkota Aesan Pak Sangko ini terbuat dari bahan logam lapisan emas 22 karat berbentuk setengah lingkaran dengan lima lengkungan pada bagian puncak dan tiga lengkungan pada bagian bawah dan ditempatkan persis menempel pada dahi. Mahkota ini bewarna emas yang dihiasi beragam ornamen, yaitu burung hong, sarang burung (koncer), sundur bermata intan, ragam hias ukiran naga, kelopak bunga melati dan lempengan uang kepeng. Bagian pinggir diberi hiasan pekatu polos, juntaian rantai emas panjang/pendek yang ujungnya diberi hiasan berbentuk biji ketimun. (The Ancient Heritage of Sriwijaya, 150:2010)

Kalo dilihat pada gambar diatas, gadis yang ditengah pastilah berkedudukan paling tinggi dari kedua gadis lainnya, karena di belakang mahkotanya menggunakan hiasan tajuk beringin yang bermakna mengayomi. Berikutnya gadis disebelah kanan menggunakan hiasan kembang cempako dan yang terakhir berkedudukan paling bawah adalah gadis di sebelah kiri yang menggunakan hiasan kembang keter-keter.

Balaputradewa
January 5th, 2012, 03:17 AM
Pakaian Adat Songket Palembang

http://img213.imageshack.us/img213/9159/akbid.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/213/akbid.jpg/)

http://img207.imageshack.us/img207/6982/akbid2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/207/akbid2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
January 6th, 2012, 03:28 AM
Songket Palembang pada Prosesi Cukur Bayi

Penggunaan Songket pada masyarakat Palembang digunakan pada semua siklus kehidupan, mulai dari kelahiran sampai dengan kematian. Pada upacara cukur rambut bayi atau marhaban tubuh bayi dibungkus songket singkep berukuran 35 x 40 cm dengan ragam hias geometrik dan motif flora. Sebagai alas bayi, disiapkan kain songket berjumlah 7 lembar disusun bertumpuk. Beralaskan kain tersebut, bayi digendong saudara laki-laki dari pihak ibu dengan kain songket krebong, yaitu selendang songket bermotif Lepus Bungo Berakam yang menjadi simbol penawar malapetaka dan harapan cemerlang. Songket ini diberikan oleh orangtua ayah si bayi.


http://img171.imageshack.us/img171/8595/marhaban.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/171/marhaban.jpg/)

http://img195.imageshack.us/img195/2488/marhaban2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/195/marhaban2.jpg/)

http://img403.imageshack.us/img403/3184/marhaban3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/403/marhaban3.jpg/)

http://img109.imageshack.us/img109/2281/marhaban4.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/109/marhaban4.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

tjokro_ragazzo
January 10th, 2012, 11:45 AM
Songket Sambas Tampil di Pameran Jakarta 2012
Selasa, 26 Juli 2011 15:12 WIB

http://pontianak.tribunnews.com/foto/bank/images/TENUN-SONGKET.jpg

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, H Syaiful Djamil mengungkapkan stand Kabupaten Sambas akan ambil bagian dengan menampilkan tenun songket Sambas pada pameran Inacraft di Jakarta, April 2012 mendatang.

"Tenun songket Sambas merupakan unggulan Sambas yang sangat bernilai. Motifnya beraneka ragam, di antaranya pucuk rebung, padang tebakar, serta variatif juga kaya," ujar H Syaiful Djamil, Selasa (26/7/2011).

Dikatakan, stan tenun songket Sambas bergabung dengan stand Kalbar. "Kita juga akan melakukan upaya pengembangan tenun songket Sambas pada 2012 mendatang. Sehingga tenun Songket Sambas tidak hanya nilai budaya saja, tapi juga aspek ekonomis, aspek tenaga kerja, produksi dan keterampilan masyarakat," katanya.

Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Stefanus Akim
Sumber : Tribun Pontianak

http://pontianak.tribunnews.com/2011/07/26/songket-sambas-tampil-di-pameran-jakarta-2012

tjokro_ragazzo
January 10th, 2012, 11:47 AM
Tenun Masuk Muatan Lokal
Jumat, 7 Oktober 2011 13:11 WIB


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Nurpinarto mengatakan tenun songket Sambas masuk pada pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah.

"Kita masukkan muatan lokal tenun Sambas pada jenjang pendidikan SD, SMP terutama pada beberapa sekolah rintisan," ujar Nurpinarto kepada Tribun, Jumat (7/10/2011).

Dikatakan, pihaknya saat ini masih merancang silabus dan kurikulum yang akan digunakan nantinya.

"Makanya para guru diberikan pembekalan bagaimana menenun, sehingga nantinya bisa diterapkan terhadap para siswanya," katanya.

Muatan lokal tidak hanya tenun, namun juga bisa tergantung kondisi wilayah masing-masing.

"Kalau di Sejangkung misalnya bisa saja berupa anyam-anyaman, dan kalau di Pemangkat bisa saja muatan lokalnya tentang budidaya perikanan," ujarnya.

Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Nina Soraya
Sumber : Tribun Pontianak

http://pontianak.tribunnews.com/2011/10/07/tenun-masuk-muatan-lokal

Kris18
January 11th, 2012, 06:04 PM
^^
Nah itu baru namanya salah satu usaha untuk melestarikan tenun songket :okay:

tjokro_ragazzo
January 13th, 2012, 02:44 PM
sebuah lagu Kain Songket yang popular di Malaysia, nyanyian Rokiah Wanda dan Hamzah Dolmat.

Pemuda pemudi kalau berkain songket
Alangkah indah berseri bertambah cantik
Alangkah indah berseri bertambah cantik
Kainlah songket tenun melayu
Mula asalnya dari terangganu

Oh abang yang manis 2x
Oh Nona yang lawa 2x
Pakai la kain songket 2x
Pakaian budaya 2x

Kain songket pakaian anak melayu
Tapi dsayang tak boleh pakai selalu 2x
Kerana jemu mata memandang
tidak seperti batik basahan

Berbagailah macam boleh digayakan 2x
Setiap hari jikalau berjalan 2x

Sungguh banyak dipakai masa hari raya
Miskin kaya kecil besar tua muda 2x
Apa lagi yang lelaki tua
Dia berjalan dengan kaki tiga
Tersenyum pula sambil ketawa 2x
Sayang sedikit giginya dua 2x

Pemuda pemudi kalau berkain songket
Alangkah indah berseri bertambah cantik 2
Kainlah songket tenun melayu
Mula asalnya dari terangganu
Oh abang yang manis 2x
Oh Nona yang lawa 2x
Pakai la kain songket 2x
Pakaian budaya 2x

tjokro_ragazzo
January 13th, 2012, 02:45 PM
^^
Nah itu baru namanya salah satu usaha untuk melestarikan tenun songket :okay:

Memang seharusnya encik. :)

Songket jangan sampai hilang.

Balaputradewa
January 18th, 2012, 05:11 AM
Busana Songket di HUT Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Sumatra Selatan

http://img849.imageshack.us/img849/9453/songket2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/849/songket2.jpg/)

http://img714.imageshack.us/img714/9027/songket.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/714/songket.jpg/)

http://img249.imageshack.us/img249/7220/songket3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/249/songket3.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
January 18th, 2012, 06:22 AM
Kuku yang meruncing itu memang adat Sriwijaya ya?

Balaputradewa
January 18th, 2012, 07:49 AM
Kuku yang meruncing itu memang adat Sriwijaya ya?

^^ iya mas, kuku tangan atau disebut dengan 'tanggai' tersebut merupakan ciri khas adat Palembang yang berasal dari masa ke-emasan Sriwijaya. Tanggai ini biasanya terbuat dari tembaga yang dilapisi emas/warna keemasan dan diberi hiasan manik biji mentimun. Dipakai oleh perempuan sebagai penambah kesan anggun dan kelentikkan jemari. Tanggai juga lazim digunakan di Siam (Thailand) dan Champa (Kamboja). Adat Jambi dan Lampung juga menggunakannya, kalau di Lampung disebut dengan cangget.




http://img714.imageshack.us/img714/9027/songket.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/714/songket.jpg/)

^^ nah dalam adat Palembang, seringkali kita jumpai sikap tangan seperti ini. Ini disebut dengan mudra dharma cakra wairocana, yaitu sikap tangan Buddha perlambang dari gerak memutar roda dharma. Ini menunjukkan keseimbangan kosmos dan sentralisasi/pusat poros dari semua penjuru mata angin. Tentunya berkaitan dg Sriwijaya yang dahulunya menempatkan Palembang sebagai pusat kosmos kerajaan, dengan Puncak Mahameru (Bukit Siguntang) yang dikelililingi 7 samudra dan 7 pegunungan. Bagian paling luar terdapat 5 benua di 4 penjuru mata angin, paling selatan adalah Jambudwipa. Hal tersebut diabadikan dg bentuk air mancur Masjid Agung SMB II Palembang.


Sikap tangan (mudra) dharma cakra wairocana lainnya,


http://img213.imageshack.us/img213/9159/akbid.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/213/akbid.jpg/)


http://img842.imageshack.us/img842/4332/songketc.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/842/songketc.jpg/)

Kris18
January 20th, 2012, 05:44 AM
^^
Pengantin adat melayu Riau juga memakai tanggai, mak cik ku nikah dengan adat melayu Bengkalis dan Selat Panjang juga memakai tanggai :cheers: tapi tanggai tidak melengkung begitu.



Kebaya songket Melayu Riau (http://4.bp.blogspot.com/_NnK3IWTb7Ig/SwGx7cuHRuI/AAAAAAAAAVY/Llyo74KYPnQ/s1600/httpilhambonda.com.jpg)

http://4.bp.blogspot.com/_NnK3IWTb7Ig/SwGx7cuHRuI/AAAAAAAAAVY/Llyo74KYPnQ/s1600/httpilhambonda.com.jpg

Kris18
January 20th, 2012, 05:57 AM
Busana songket dan tenun songket melayu Riau pada acara seremonial


Gubernur Riau, HM Rusli Zainal dan Raffi Achmad (http://farm8.staticflickr.com/7001/6729246561_6114f3b607_z.jpg)
http://farm8.staticflickr.com/7001/6729246561_6114f3b607_z.jpg



Aktor kawakan Dedy Mizwar (http://farm8.staticflickr.com/7152/6729246443_438b5ab572_z.jpg)
http://farm8.staticflickr.com/7152/6729246443_438b5ab572_z.jpg



Selendang kuning yang digunakan oleh Raam Punjabi juga motif klasik Siak (http://www.flickr.com/photos/73623392@N08/6729246511/sizes/z/in/photostream/)
http://farm8.staticflickr.com/7001/6729246511_8c5892be7b_z.jpg

Kris18
January 20th, 2012, 06:02 AM
Penyanyi Rossa dengan Busana Songket Pekanbaru (http://farm8.staticflickr.com/7021/6729245721_c8ce1a3dcd_b.jpg)

http://farm8.staticflickr.com/7021/6729245721_c8ce1a3dcd_b.jpg

drie
January 20th, 2012, 09:54 AM
^^ Cantik :okay:

Budi_anduk
January 20th, 2012, 10:13 AM
^^ ya cantik semua wanita yg ada dalam gambar di atas. :D

Balaputradewa
January 21st, 2012, 04:30 AM
Penggunaan Songket Palembang di Masa Lalu

http://img706.imageshack.us/img706/6686/imageproxyasp.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/706/imageproxyasp.jpg/)

http://img834.imageshack.us/img834/2524/22760219734557030786314.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/834/22760219734557030786314.jpg/)

http://img80.imageshack.us/img80/7097/eengroepmeisjesinfeestk.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/80/eengroepmeisjesinfeestk.jpg/)

http://img40.imageshack.us/img40/3493/eenweefsterachtereenwee.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/40/eenweefsterachtereenwee.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
January 21st, 2012, 04:48 AM
Penggunaan Songket Palembang Pada Adat Berkawin

http://img407.imageshack.us/img407/9027/songket.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/407/songket.jpg/)

http://img830.imageshack.us/img830/9453/songket2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/830/songket2.jpg/)

http://img542.imageshack.us/img542/7220/songket3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/542/songket3.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
January 21st, 2012, 05:21 AM
Penggunaan Songket Palembang di Masa Lalu

http://img706.imageshack.us/img706/6686/imageproxyasp.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/706/imageproxyasp.jpg/)

http://img834.imageshack.us/img834/2524/22760219734557030786314.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/834/22760219734557030786314.jpg/)

http://img80.imageshack.us/img80/7097/eengroepmeisjesinfeestk.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/80/eengroepmeisjesinfeestk.jpg/)

http://img40.imageshack.us/img40/3493/eenweefsterachtereenwee.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/40/eenweefsterachtereenwee.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

wuih, dapat dari mana nih foto2 lama:okay:

Balaputradewa
January 21st, 2012, 06:02 AM
^^ di Palembang Tempo Doeloe (http://palembangtempodulu.multiply.com) mas :)

da06093
January 21st, 2012, 06:29 AM
^^ nggak nyangka kalo dulu songket itu jadi pakaian sehari2.. sekarang malah jadi barang mewah.. :lol:

Aizura2011
January 22nd, 2012, 09:18 AM
Busana Teluk Belanga dipadu songket melayu Pekanbaru :)

Model : KRIS HADIAWAN

link (http://www.facebook.com/kris.hadiawan)
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/400117_2839583201237_1608991106_2444647_551769528_n.jpg


Dara Riau (http://www.flickr.com/photos/73623392@N08/6729246201/sizes/z/in/photostream/)
http://farm8.staticflickr.com/7033/6729246201_f8e89d7d12_z.jpg

Budi_anduk
January 22nd, 2012, 09:24 AM
^^ foto pertama dg nama Kris hadiawan keren mukanya natural :D

Kris18
January 22nd, 2012, 05:37 PM
^^ nggak nyangka kalo dulu songket itu jadi pakaian sehari2.. sekarang malah jadi barang mewah.. :lol:

zaman dulu, songket hanya terbatas pada kalangan kerajaan dan bangsawan dan juga digunakan pada acara-acara adat :)

dari dulu hingga saat ini songket memang menjadi benda yg mewah :cheers:

Balaputradewa
January 23rd, 2012, 08:22 AM
^^ benar sekali kris, dahulunya tiada boleh sembarang orang memakai songket. Hanya boleh digunakan oleh zuriat kerajaan, pun-dipakai pada waktu/acara tertentu ataupun untuk menari, tidak dipakai sebagai pakaian sehari-hari.

http://img88.imageshack.us/img88/4273/palembangdjadoel.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/88/palembangdjadoel.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
January 23rd, 2012, 08:30 AM
Songket Sambas
Digunakan oleh HRH. Pangeran Ratu Muhammad Tarhan Winata Kesuma

http://img201.imageshack.us/img201/7013/rajah3.jpg (http://img201.imageshack.us/i/rajah3.jpg/)

http://img121.imageshack.us/img121/3843/raja4.jpg (http://img121.imageshack.us/i/raja4.jpg/)

http://img818.imageshack.us/img818/6581/p1360333.jpg (http://img818.imageshack.us/i/p1360333.jpg/)

Maxtini
January 23rd, 2012, 06:19 PM
Penggunaan Songket Palembang Pada Adat Berkawin

http://img407.imageshack.us/img407/9027/songket.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/407/songket.jpg/)

http://img830.imageshack.us/img830/9453/songket2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/830/songket2.jpg/)

http://img542.imageshack.us/img542/7220/songket3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/542/songket3.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Loh~ koq busana cowok dan ceweknya sama? Apa memang begitu model pakaian adatnya?

tjokro_ragazzo
January 24th, 2012, 12:53 PM
Songket Sambas
Digunakan oleh HRH. Pangeran Ratu Muhammad Tarhan Winata Kesuma

http://img201.imageshack.us/img201/7013/rajah3.jpg (http://img201.imageshack.us/i/rajah3.jpg/)

http://img121.imageshack.us/img121/3843/raja4.jpg (http://img121.imageshack.us/i/raja4.jpg/)

http://img818.imageshack.us/img818/6581/p1360333.jpg (http://img818.imageshack.us/i/p1360333.jpg/)

Songket Sambas rata2 memang di atas 1 juta rupiah. Keluarga saya cuma puya satu songket, yang diwariskan turun-temurun ke anak tertua, atau ke dua (ibu saya bungsu). Harganya 500 ribu, tahun 60-70an kalo ga salah. klasik sekali. udah ga pernah dipakai, hanya disimpan karena nilai historis.

saya sendiri hanya melihat sekilas waktu kecil. dan skrg udah lupa -.-"

tjokro_ragazzo
January 24th, 2012, 12:55 PM
Busana Teluk Belanga dipadu songket melayu Pekanbaru :)

Model : KRIS HADIAWAN

link (http://www.facebook.com/kris.hadiawan)
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/400117_2839583201237_1608991106_2444647_551769528_n.jpg



Saye macam kenal pon. Macam pernah jumpa. :lol::lol:

tjokro_ragazzo
January 24th, 2012, 12:57 PM
zaman dulu, songket hanya terbatas pada kalangan kerajaan dan bangsawan dan juga digunakan pada acara-acara adat :)

dari dulu hingga saat ini songket memang menjadi benda yg mewah :cheers:

dan sebagai pakaian sehari2, masyarakat Melayu menggunakan tenun ikat atau biasa disebut songket tanpa benang emas.

paradyto
January 25th, 2012, 12:50 AM
Tarian Gending Sriwijaya di SEAG 2011..

http://www.dpr.go.id/images/ckuploaded/files/GUR_SEA%20Games3.jpg

Balaputradewa
January 26th, 2012, 05:06 AM
http://img830.imageshack.us/img830/9453/songket2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/830/songket2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Loh~ koq busana cowok dan ceweknya sama? Apa memang begitu model pakaian adatnya?

iya itu busana Aesan Gede. Dalam adat Palembang, terdapat 2 busana 'kebesaran' yaitu Aesan Gede dan Aesan Pak Sangko. Aesan Pak Sangko digunakan oleh bangsawan diluar dinding keraton yang biasanya digunakan keluarga pembesar (datu, pesirah dan demang), sedangkan untuk kerabat raja/bangsawan didalam keraton, menggunakan Aesan Gede.

Untuk mahkota Aesan Gede pria berupa peci (sejenis kopiah) yang dibungkus dengan mahkota seperti pada perempuan. Mahkota tersebut terbuat dari emas 22 karat berhiaskan motif sulur, kembang cempako telok, bros serta sundur bertabur intan. Jadi kalo diliat dari mahkota bentuknya mirip tetapi sebenarnya berbeda, pun-hiasan kembang cempako-nya juga tidak sama karena sesuai dengan filosofi tertentu.

Jadi kalau diurutkan, Busana Aesan Gede tersebut sebagai berikut:


Mahkota Aesan Gede
Terate, hiasan yang menutupi dada dan pundak yang digunakan pengantin laki-laki maupun perempuan. Terate ini berbentuk lingkaran bersudut lima berhiaskan motif bunga melati bersepuh emas. Hiasan ini melambangkan kesucian dan kemegahan. Bagian tepinya terdapat pekatu berbentuk bintang serta rantai dan juntaian lempengan emas berbentuk biji ketimun.
Kalung Tapak Jajo, dikenal juga Kebo Munggah yang terbuat dari emas 24 karat memiliki lempengan bersusun tiga. Pantang digunakan laki-laki atau perempuan yang belum menikah. Bila belum menikah hanya boleh memakai kalung yang terdiri dari 2 atau 1 susun lempengan.
Selendang Sawit, berjumlah dua buah yang menyilang dari bahu kiri ke pinggang sebelah kanan dan dari bahu kanan ke pinggang sebelah kiri. Selandang Sawit terbuat dari emas 22 karat dengan ragam hias sulur dan ditengahnya terdapat aksen intan.
Pending, yaitu ikat pinggang pengantin perempuan dan laki-laki berbentuk lempengan emas berukuran 6 cm x 9 cm terbuat dari emas 20 karat. Kepala pending disebut badong yang diukir ragam hias daun, bunga, naga dan burung hong.
Keris, digunakan oleh pengantin pria keturunan raja/bangsawan yang diselipkan dipinggang depan sebelah kanan dengan gagang dihadapkan keluar. Sarung keris ini terbuat dari emas 20 karat. Bila rakyat, menyematkan keris dibagian belakang tubuh sebagai tanda penghormatan pada atasan.
Gelang Kepala Ulo, gelang berbentuk ular naga bersisik dan berpulir yang terbuat dari emas 24 karat juga taburan berlian. Gelang ini hanya digunakan pengantin perempuan pada lengan.
Gelang Kecak, terbuat dari emas 24 karat berbentuk mata berukuran besar yang dihiasi pekatu polos dan persis ditengah kecak ada 2 tumpukan lingkaran berhias emas. Gelang kecak digunakan pada pangkal lengan yang digunakan oleh laki-laki maupun perempuan.
Gelang Sempuru dan Gelang Kanu.
Saputangan Segi Tigo, hanya boleh digunakan bangsawan yang terbuat dari beludru merah yang salah satu sisinya bertabur kelopak bunga melatu dari emas. Pada pinggirnya terdapat rantai dan juntaian bandul serta lempengan logam berbentuk wajik. Pada Aesan Gede Pria menggunakan saputangan pada jari tengah sebelah kanan, Aesan Pak Sangko Pria menggunakannya pada jari telunjuk sebelah kiri. Sedangkan perempuan pada kedua adat tesebut memakai pada kelingking sebelah kanan.


^^ sebenarnya masih banyak lagi sampai ke songket, baik jenis maupun motif, gelang kaki (kepala nago, burung hong dll), sandal/terompah (cenela), celana hingga kutang yang nanti dibedakan lagi antara kutang angkinan dan kutang jadam. Cuma tentunya akan semakin rumit karena memiliki makna dan filosofi tertentu :)


Mahkota Aesan Gede Pria

http://img607.imageshack.us/img607/4324/aesan.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/607/aesan.jpg/)

http://img714.imageshack.us/img714/8677/aesan2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/714/aesan2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
January 26th, 2012, 05:21 AM
^^ ini busana Aesan Gede dan Aesan Pak Sangko

Songket Palembang menjadi material pokok dalam pakaian perkawinan dan telah dipergunakan sejak masa kejayaan Sriwijaya.
Berikut 2 jenis pakaian perkawinan adat Palembang.

Busana Aesan Gede
http://img809.imageshack.us/img809/5817/bajuadat.jpg (http://img809.imageshack.us/i/bajuadat.jpg/)

http://img809.imageshack.us/img809/7710/bajuadat2.jpg (http://img809.imageshack.us/i/bajuadat2.jpg/)


Busana Aesan Pak Sangko
http://img716.imageshack.us/img716/8991/bajuadat3.jpg (http://img716.imageshack.us/i/bajuadat3.jpg/)

http://img88.imageshack.us/img88/2444/bajuadat4.jpg (http://img88.imageshack.us/i/bajuadat4.jpg/)


Foto merupakan koleksi dan seizin:
Bpk. Sudianto, Staf Humas dan Protokol Kabupaten Muaraenim
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
January 28th, 2012, 01:44 PM
Galeri Songket Palembang
Terminal VVIP Bandara Int'l Sultan Mahmud Badaruddin II

http://img829.imageshack.us/img829/7959/songket4.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/829/songket4.jpg/)

http://img685.imageshack.us/img685/9453/songket2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/685/songket2.jpg/)

http://img193.imageshack.us/img193/7220/songket3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/193/songket3.jpg/)

http://img651.imageshack.us/img651/9027/songket.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/651/songket.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Budi_anduk
January 28th, 2012, 01:46 PM
^^ lukisan yang indah

Balaputradewa
January 28th, 2012, 02:02 PM
bukan lukisan, itu songket asli :)

Budi_anduk
January 28th, 2012, 04:58 PM
^^ haha ane lagi oot

paradyto
February 2nd, 2012, 04:16 PM
songket neh:okay:

Penyerahan Surat-Surat Kepercayaan Duta Besar Retno Marsudi kepada Ratu Beatrix

http://img804.imageshack.us/img804/9097/forumdef.png

http://www.id.indonesia.nl/images/stories/2012/01/credential_dubes_ri_belanda_02.JPG

http://www.id.indonesia.nl/images/stories/2012/01/credential_dubes_ri_belanda_04.JPG

Kris18
February 3rd, 2012, 02:21 PM
^^wah dresscodenya busana songket Palembang ya?

Songket Bali

1 (http://3.bp.blogspot.com/_K8zIjtpesBw/TT1ryvO9AiI/AAAAAAAABsc/sdoZ24hjxsE/s1600/kain%2Btenun%2Bsongket01.jpg)
http://3.bp.blogspot.com/_K8zIjtpesBw/TT1ryvO9AiI/AAAAAAAABsc/sdoZ24hjxsE/s1600/kain%2Btenun%2Bsongket01.jpg


1 (http://farm5.static.flickr.com/4063/4681219668_4826a49740.jpg)
http://farm5.static.flickr.com/4063/4681219668_4826a49740.jpg


3 (http://blog.baliwww.com/wp-content/photos/textile11.jpg)
http://blog.baliwww.com/wp-content/photos/textile11.jpg



4 (http://www.pra-wedding.com/wp-content/uploads/2011/08/bali-wedding-dress.jpg)
http://www.pra-wedding.com/wp-content/uploads/2011/08/bali-wedding-dress.jpg

Kris18
February 3rd, 2012, 02:22 PM
Masih , Songket Bali

1 (http://indokain.com/various/bali/balisarpen1med.jpg)
http://indokain.com/various/bali/balisarpen1med.jpg



2 (http://www.indonesiastylespotter.com/wp-content/uploads/2011/08/Indonesia-style-spotter-traditional-bali-songket-cloth-potong-gigi-mepandes-street-look-fashion-uluwatu-tanah-lot-photographer-2011-2012-2013-2014-2015-2016-2017-close-look-body.jpg)
http://www.indonesiastylespotter.com/wp-content/uploads/2011/08/Indonesia-style-spotter-traditional-bali-songket-cloth-potong-gigi-mepandes-street-look-fashion-uluwatu-tanah-lot-photographer-2011-2012-2013-2014-2015-2016-2017-close-look-body.jpg


Tradisi tenun songket sampai ke Bali yaa

paradyto
February 3rd, 2012, 05:13 PM
^^Gw jadi inget, Tari Pendet itu pakai Songket juga:okay:

Balaputradewa
February 6th, 2012, 09:04 AM
Songket Palembang Percantik Terminal VVIP Bandara Int'l SMB II

http://img256.imageshack.us/img256/1472/smb3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/256/smb3.jpg/)

http://img220.imageshack.us/img220/526/smbp.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/220/smbp.jpg/)

http://img696.imageshack.us/img696/8779/smb2g.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/696/smb2g.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

sherif_claude
February 14th, 2012, 05:07 AM
sorry

sherif_claude
February 14th, 2012, 05:19 AM
^^

What for??

Kalo cuma sebagai kebanggaan, "Asli Indonesia", "Ini punya Indonesia", "Budaya Indonesia" yang diganung-gaungkan oleh org2 buta yg sok tahu, buat apa??

Apa dengan diakui, taraf hidup pengrajin songket meningkat? Atau akan tetap miskin melarat hasil tenunannya dibeli cukong dengan harga murah, kemudian dgn harga selangit...
^^

setau saya tidak pernah tau dan dengar kalau ada penenun songket yang hidupnya melarat!!!



wikipedia songket
http://id.wikipedia.org/wiki/Songket

http://tenunpusako.com/id/beranda/galeri

http://thearoengbinangproject.com/2011/04/wisata-rumah-tenun-pusako-pandai-sikek/




Revitalisasi Songket Lama Minangkabau
Penulis: Bernhard Bart
Pengantar: Edy Utama
Penerbit: Studio Songket ErikaRianti Padang, 2006

Salah satu kekayaan tradisi di Minangkabau adalah corak tenun songket. Beragam rupa corak songket berkembang dengan baik di tengah masyarakat tradisi Minangkabau. Beberapa nagari di Minangkabau memiliki kekayaan corak dan rupa songket dan merupakan karya seni yang sangat kaya kadar filosofi, ajaran, dan nilai-nilai kehidupan.

Beberapa peneliti pernah mencatat, sekitar 90 lebih ragam corak pada kain songket lama Minangkabau telah muncul di ranah Minang. Namun, saat ini, corak-corak tersebut sudah jarang ditemui. Kalau pun ada, hanya sebagian saja dan terbatas pada corak-corak sederhana. Itu pun sudah dimodifikasi sesuai dengan kehendak pasar dan massif. Bentuk dan coraknya tidak berkembang. Sementara, beberapa corak lainnya hampir hilang terkubur oleh zaman, bahkan tidak dikenal lagi oleh para penenun masa kini.

Corak songket Minangkabau yang telah langka (bahkan nyaris punah) itu, kini direvilatisasi oleh Bernhard Bart, 59 tahun, seorang arsitek berkebangsaan Swiss. Dia 10 tahun terakhir sangat intens meneliti corak-corak songket lama Minangkabau.

"Bagi saya, melihat sehelai kain songket tidaklah sekadar mengamati selembar kain yang ditenun dengan ribuan helai benang. Memandang sehelai kain songket, saya dapat melihat sebuah dinamika dalam proses kehidupan yang kompleks dan beragam."

Kalimat itu ditulis Bernhard Bart, 59 tahun, dalam introduksi buku Revitalisasi Songket Lama Minangkabau yang diterbitkan Studio Songket ErikaRianti Padang. Bernhard Bart adalah seorang warga Swiss, 10 tahun terakhir melakukan penelitian songket lama Minangkabau. Buku ini membentangkan secara luas dan detail perjalanan dan upaya Bart merevitalisasi motif-motif lama songket yang pernah berkembang di Minangkabau pada abad-19 hingga awal abad-20.

Songket sebuah nama dari bahasa Melayu untuk kain brocade yang ditenun di Indonesia dan Malaysia. Hingga Perang Dunia II, kain itu dikenal dengan nama kain makau. Tenun songket adalah seni kerajinan yang cukup tua di Nusantara dan masih bertahan hingga sekarang. Di Sumatra Barat, ada beberapa sentra tenun yang tetap produktif menghasilkan kain songket Minangkabau. Bertahannya produksi tenun ini, karena masih ada konsumen yang membutuhkan. Selain itu, faktor yang membuat tenun songket masih eksis karena masyarakat Minangkabau hingga kini masih kuat mempertahankan adat dan budayanya: kain songket menjadi properti yang wajib dalam setiap pelaksanaan upacara adat.

Namun demikian, kain songket Minangkabau yang beredar di pasaran pada saat sekarang ini hadir dengan motif sederhana, dikerjakan dengan mudah dan cepat karena pasar menjadi target utama. Sebaliknya, jarang ditemui kain songket Minangkabau yang ditenun dan dikerjakan dengan menabur motif lama yang unik dan cerdas, yang setiap motif memiliki makna mendalam menyangkut filosofi hidup.

Songket Minangkabau yang pernah ditenun oleh para penenun masa lalu, dapat disebut sebagai karya seni yang berkualitas tinggi. Motifnya unik, rumit, dan kaya makna. Songket lama Minangkabau memang sudah langka dan sulit ditemukan di pasaran. Jika ingin menemukannya, tentu bukan di toko-toko souvenir yang menjual busana adat, melainkan di toko-toko antik, museum, atau pada beberapa keluarga yang masih menyimpan kain songket lama sebagai warisan. Salah satu sumber yang memungkinkan untuk melihat kembali kain songket lama Minangkabau, yakni di Negeri Belanda, baik kain yang dikoleksi oleh museum maupun koleksi perorangan. Itupun jika belum rusak akibat situasi Perang Dunia II. Karena kekuasaan kolonial Belanda mempunyai kemungkinan untuk mengoleksi kain yang benar-benar tua di Indonesia. Kain songket lama yang masih bisa ditemukan pada beberapa keluarga telah berusia sekitar 100-150 tahun.

Buku Reviltalisasi Songket Lama Minangkabau, selain ditulis Bernhard Bart sebagai penulis utama, juga diperkaya oleh beberapa penulis, yaitu Rifky Effendy (kurator seni rupa), Alda Wimar (budayawan), Suwati Kartiwa (peneliti songket), Jupriani (dosen seni rupa UNP), Nasrul Azwar (aktivis budaya), dan diberi pengantar oleh Edy Utama (pengamat budaya Minangkabau).

Kain songket lama-yang nyaris jadi barang langka-di dalamnya terbaca perjalanan peradaban dan kehidupan masyarakat Minangkabau. Melalui motifnya yang begitu beragam, tergambar makna dan pesan-pesan adat, moral, nilai-nilai kemanusiaan. Semua itu yang bersumber dari filosofi alam terkembang jadikan guru. Motif-motif tersebut terukir kuat, rapi, dan memperlihatkan tingkat kerumitan yang sulit dikerjakan oleh tukang tenun masa kini.

Pada awalnya, tahun 1996, Bernhard Bart terpesona memandang kain songket basa hitam dari Nagari Tanjung dan Koto Gadang yang dihiasi corak dan motif yang penuh dengan nilai kearifan adat Minangkabau. Kain basa hitam, saat itu hanya ditenun Hj. Rohani, satu-satunya penenun perempuan yang bisa menenun dengan teknik yang benar, yaitu sisinya kain dibalik, yang bagus ke bawah. Galibnya corak lama songket Minangkabau "tempo dahoeloe" memang ditenun dengan teknik seperti ini.

Setelah mengenal lebih dekat kain songket basa hitam pun ingin menemui penenunnya, Hj. Rohani, saat itu berusia 76 tahun. Dalam tradisi Minangkabau, kain songket basa hitam yang digunakan untuk tangkuluak (penutup kepala) oleh perempuan dan selendang oleh laki-laki (penghulu).

Latar pendidikan Bernhard Bart memang bukan berangkat untuk mendalami tenun songket, keahliannya di bidang arsitektur. Akan tetapi, karena kegemarannya berkeliling dunia dan berkunjung ke situs-situs sejarah dan sentra-sentra kerajinan rakyat di pelosok Nusantara ini-terutama kerajinan menenun-"memaksa" dirinya sejenak meninggalkan dunia arsitektur.

Bernhard menyadari, sepintas, tampaknya, hasil seni tenun dan arsitektur jauh berbeda, tetapi pada sisi cara bekerjanya hampir sama. Seorang arsitek, katanya, harus tahu tentang statik, teknik atau fungsi listrik, air, saluran, mutu bahan bangunan, aturan pemerintah, pengaruh warna kepada orang, mencari solusi yang harmonis di antara lingkungan, gedung, dan masyarakat yang tinggal/bekerja di dalam gedung itu.

"Saya hanya bisa berhasil dengan baik, kalau saya mendapat sebuah solusi yang optimal (tak pernah mungkin maksimal, selalu ada kompromi) bersama orang yang ingin membangun gedung. Hampir sama dengan seni tenun. Saya harus tahu fungsi alat tenun, seperti ATBM, alat tenun gedogang, sistem dobi, pelengkapan atau penambahan alat tenun (karok, sisir, turak, dan lain-lain), teknik tenun (ikat, songket, tapestry weaving dan lain-lain), mutu bahan (sutra ulat, katun, rami, polyester, benang makau, dan lain-lain)," paparnya.

Selain yang bersifat teknis tadi, tambahnya, kita harus memahami dengan baik sisi filosofi Minangkabau yang sangat berkait dengan adatnya. Kain songket ditenun sesuai dengan aturan fungsi dan tujuan penggunaannya (deta, selendang, sarung, ikek pinggang, dan lain-lain). Juga, ada corak yang spesifik atau unik dalam kain songket, misalnya, corak kepala kain ("tumpal-dobel", pucuak-rabuang timba baliak) hanya untuk selembar sarung, tak pernah untuk selendang. Semua ini harus diteliti/diperiksa sebelum menggambar kain songket Minangkabau dengan corak lama, yang nanti ditenun dengan tehnik yang dipakai penenun-penenun Minangkabau ratusan tahun sebelum masa kini. Semua memiliki kandungan filosofi.

Kini, Bernhard Bart telah menikmati hasil jerih payahnya. Paling tidak, untuk saat kini, lebih 1000 corak songket Minang telah dikembangkannya, dari yang paling sederhana (hanya 2 baris yang berbeda) sampai corak yang sangat rumit dengan 110 baris dan lebar sampai 260 "gigi" sisir tenun. Katanya, yang sebesar 260 "gigi" hanya ditemukan di dalam kain songket Koto Gadang yang sangat khas.

"Saya telah mencoba mendesain sendiri alat tenun yang bisa dipergunakan oleh penenun di Sumatra Barat, dan membuatnya dengan bantuan seorang tukang kayu yang cukup ahli. Beberapa alat tenun telah saya buat dan alat itu pun kini telah menghasilkan beberapa lembar replika kain songket lama. Sekarang, saya sudah punya mesin tenun sesuai dengan desain saya, dan juga mesin untuk menggintir benang dari sutra tunggal yang cukup kuat untuk losen dan pakan," ujar Bernhard Bart.

Pada awal penelitiannya, Bernhard Bart sudah mempunyai rencana untuk menghidupkan kembali corak lama songket Minangkabau. Jika tidak dilakukan semenjak sekarang, kekhawatiran punahnya tradisi menenun motif lama Minang akan terbukti. Dia melihat, kain tenun songket yang beredar di Sumatra Barat saat ini, motif-motifnya terasa membosankan karena sudah masuk dalam industri yang massif. Tidak ada perkembangan corak lagi. Komposisi kain tetap (statis), selalu sama: pinggir kiri-kanan lebar, di antaranya banyak pengulangan baris bercorak kecil. Tentu tidak jadi masalah jika dipakai untuk sarung atau selendang, karena pinggirnya harus sama lebar. Yang divariasikan dan selalu dikembangkan pada kain songket di pasaran saat ini adalah kain dengan warna yang kerap menggunakan warna tren pada masa kini. Hampir tidak terlihat warna yang menjadi tradisi Minangkabau, misalnya merah terang, merah hati, biru tua (indigo), kuning, coklat, dan lain sebagainya. Banyak hal harus diteliti lebih dulu untuk menenun kain songket seperti yang ditenun 100 tahun yang lalu.

Kehadiran buku Revitalisasi Songket Lama Minangkabau, paling tidak telah mengisi khasanah referensi tentang songket Minangkabau yang selama ini diisi Fables Cloths of Minangkabau (1991) karya John Summerfield, terbitan Santa Barbara of Art. Selain ditulis dalam bahasa Indonesia, buku Revitalisasi Songket Lama Minangkabau juga akan diterbitkan dalam bahasa Inggris.***
Reputation :banana::banana::banana:


Kilau Pesona Songket Minangkabau
Mungkin selama ini kita hanya mengenal kebudayaan Minang dari Rumah Gadang atau makanan khasnya - Rendang, tapi ternyata daerah yang terletak di Barat Sumatera ini mempunyai kebudayaan lain yang tidak kalah pentingnya untuk dijaga, yaitu songket.




“Songket Minangkabau merupakan songket terhalus yang pernah saya temui di dunia”. Itulah yang dikatakan Bernhard Bart, Peneliti Songket Minangkabau asal Switzerland, saat diwawancarai tentang songket Minangkabau oleh Tabloid Ibadah di acara Pameran Revitalisasi Songket Minangkabau, Bentara Budaya, Sabtu Siang (03/12).


Ia juga menyebutkan, dari hasil penelitiannya selama 10 tahun di sejumlah negara dan kota-kota penghasil songket di Indonesia, songket Minang merupakan songket yang sangat kaya dengan motif-motif bermakna simbolik dan filosofis.



”Jika kita perhatikan produk-produk budaya Minangkabau yang dihasilkan sekitar 100 tahun lalu, seperti hasil kerajinan songket, Minangkabau memang memiliki kualitas yang patut dibanggakan. Minangkabau pernah mencapai suatu fase perkembangan yang mampu menciptakan karya budaya yang kualitasnya melewati zaman penciptaannya,” Jelasnya.


Selain itu, saat ditanya mengenai sejarah keberadaan songket, Pria berumur 58 tahun ini tidak bisa memastikan sejak kapan songket Minangkabau ditemukan, “Tidak bisa dipastikan kapan, karena kain yang paling tua saja mungkin sudah berumur sekitar 200 tahun”. Terangnya. Sedangkan sejarah dari songket Minangkabau sendiri berasal dari kerajaan Sriwijaya yang kemudian dikembangkan melalui kerajaan Melayu sampai akhirnya masuk ke ranah Minang.

sherif_claude
February 14th, 2012, 05:45 AM
Tenun songket canduang kab. Agam tersimpan di museum tekstil dunia california AS

http://melayuonline.com/ind/news/read/5713/songket-canduang-tersimpan-di-museum-california


Songket Minang kuno padang magek yang sudah punah tersimpan di fowler muesum los angeles AS

http://www.facebook.com/note.php?note_id=122389767825198

paradyto
February 16th, 2012, 12:26 AM
Songket Palembang Maju Berkat Mitra Binaan

Jakarta - Usaha pembuatan dan pemasaran kain songket palembang yang dimiliki kakak beradik Rusnani dan Ruliawati semakin maju, setelah menjadi Program Mitra Binaan, berupa bantuan modal dari sebuah BUMN.

Rusnani dan Ruliawati menjalankan usaha kain tenun ini secara turun temurun. Songket palembang mulai berdiri sejak 1981, dan menjadi mitra binaan bank Mandiri sejak 2008.

Ruliawati, ketika ditemui Gatranews di arena Pameran Kain Tradisional Unggulan Nusantara yang dikelola Adi Wastra Indonesia, di JCC, Rabu (15/2), mengatakan, kegiatan ini membantunya dalam memasarkan songket palembang. “Yah, lumayan lah dari segi penjualan, pengunjungnya juga banyak, ini udah kedua kalinya kami pameran di sini,” ujar Ruliawati, di Jakarta, Rabu (15/2).

Ajang pameran menjadi sarana bagi produsen songket palembang ini untuk mempublikasikan produknya ke masyarakat luas. Pasalnya, songket palembang tidak memiliki galeri khusus. Selama ini mereka menjual kain songket ke toko dan Pasar 16 Ilir di Palembang. Selain itu, ada pembeli yang memesan langsung ke rumahnya.

Proses satu kain songket membutuhkan waktu seminggu sampai sebulan, tergantung kerumitan dan detail motif. Harga kain songket bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 15 juta.

Permintaan songket meningkat bila menjelang Hari Natal dan Peringatan HUT RI. Hal ini dikarenakan peminat utama berasal dari Medan. “Orang Palembang justru hanya menggunakan bila ada acara pernikahan,” ujar Ruliawati.

“Songket palembang memiliki karakter yang khas. Warna kain songket didominasi merah, biru, dan warna cerah lainnya. Namun, tidak jarang ada pelanggan yang memesan langsung sesuai warna kesukaannya,” ujar Rusnani.

“Motif songket palembang juga bernuansa kembang yang terlihat lebih cantik dan manis, berbeda dengan motif Jambi yang bernuansa burung dan motif lainnya,” ujar Rusliawati menambahkan.

Kain songket palembang menggunakan benang berwarna emas, perak dan tembaga. Ruliawati mengaku sudah tidak menggunakan benang asli seperti jaman neneknya dulu. “Sekarang benang yang asli sudah tidak ada, kalaupun ada harganya mahal, biasanya saya memesan dari Singapura,“ ungkapnya. [WS]

source: http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/8735-songket-palembang-maju-berkat-mitra-binaan

sherif_claude
February 17th, 2012, 02:06 PM
Songket Silungkang

http://info.indotoplist.com/?YldWdWRUMWtaWFJoYVd3bWFXNW1iMTlwWkQweU1qZz0=

http://songketsilungkang.com/songket-silungkang-ss4d/

Tenunan songket dari Pattani hingga Silungkang

Sabtu, 27 Agustus 2011 - 22:29:25 WIB
Tenunan dan Songket Dari Pattani Hingga Silungkang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: pariwisata - Dibaca: 592 kali

Pattani adalah sebuah negeri yang berada di negara tetangga Indonesia yaitu Thailand. Sedangkan Silungkang adalah sebuah negeri yang berada di Kota Sawahlunto yang berjulukan Kota Mutiara Hitam di Sumatera Barat, Indonesia. Lantas di mana korelasi atau hubungan antara kedua daerah ini? Jawabannya adalah tenun dan songket. Kemudian, bagaimana ceritanya hingga ada hubungan demikian?
Sejak dulunya, semasa Thailand belum merdeka, Negeri Pattani sudah terkenal dengan batiknya. Batik tersebut diproduksi oleh tangan-tangan cekatan para petenun hampir di seluruh pelosok negeri itu. Kemudian batik tersebut disulap menjadi songket yang beranekaragam motif, ukuran dan model. Hingga dengan batik itu, nama Pattani dikenal orang di seluruh penjuru Thailand hingga pelosok.

http://www.silungkang.com/berita-110-tenunan-dan-songket-dari-pattani-hingga-silungkang.html


Songket Pandai sikek untuk michelle obama

Perancang muda Auguste Soesastro mendapat kesempatan untuk memberikan busana rancangannya sebagai cinderamata kenegaraan bagi Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama.

Busana rancangan Auguste itu menggunakan kain songket Pandai Sikek Sumatera Barat bermotif Limpapeh (simbol wanita Minang). Kain tenun itu merupakan hasil perajin binaan Rumah Pesona Kain (RPK). Kain yang digunakan dalam rancangannya itu berbahan organik.

http://matanews.com/2010/11/13/kain-songket-untuk-michelle-obama/

sherif_claude
February 17th, 2012, 02:49 PM
Beauty of the songket minangkabau

http://img412.imageshack.us/img412/589/kawiny.jpg

http:///img52.imageshack.us/img52/2796/rayani.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/12788335.jpg

tjokro_ragazzo
February 28th, 2012, 05:29 PM
^^

setau saya tidak pernah tau dan dengar kalau ada penenun songket yang hidupnya melarat!!!



wikipedia songket
http://id.wikipedia.org/wiki/Songket

http://tenunpusako.com/id/beranda/galeri

http://thearoengbinangproject.com/2011/04/wisata-rumah-tenun-pusako-pandai-sikek/


[SIZE="4"][COLOR="DarkRed"] :banana::banana::banana:

:)

setahu anda. sebanyak apa Anda tahu? Data yang anda sajikan semua dari Minangkabau. tidak dapat mencerminkan keseluruhan Songket Indonesia.

Yang akan didaftarkan Songket Indonesia kan? Bukan Songket Minangkabau saja? Kalau begitu, tidak bisa didasari dengan data seperti itu saja.

daerah lain? Anda pernah mengunjungi pengrajin songket kalimantan barat? sudah liat dengan mata kepala anda sendiri? saya sudah dan mengalami sendiri.

Balaputradewa
March 6th, 2012, 09:49 AM
Songket, Jumputan dan Angkinan Palembang

http://img52.imageshack.us/img52/628/dian2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/52/dian2.jpg/)

http://img560.imageshack.us/img560/5206/dians2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/560/dians2.jpg/)

http://img59.imageshack.us/img59/5532/dians.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/59/dians.jpg/)

http://img651.imageshack.us/img651/3796/fotodokumentasisaatlama.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/651/fotodokumentasisaatlama.jpg/)

http://img594.imageshack.us/img594/3796/fotodokumentasisaatlama.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/594/fotodokumentasisaatlama.jpg/)

http://img829.imageshack.us/img829/8480/46216659576561e96832.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/829/46216659576561e96832.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

sherif_claude
March 16th, 2012, 03:34 PM
:)

setahu anda. sebanyak apa Anda tahu? Data yang anda sajikan semua dari Minangkabau. tidak dapat mencerminkan keseluruhan Songket Indonesia.

Yang akan didaftarkan Songket Indonesia kan? Bukan Songket Minangkabau saja? Kalau begitu, tidak bisa didasari dengan data seperti itu saja.

daerah lain? Anda pernah mengunjungi pengrajin songket kalimantan barat? sudah liat dengan mata kepala anda sendiri? saya sudah dan mengalami sendiri.

^^
Saya memang tidak banyak tau tentang songket termasuk songket minangkabau sendiri karena saya baru sadar dan menjadi pecinta songket baru2 ini setelah melihat kualitas songket berkualitas yang di produksi di banyak daerah di indonesia, termasuk hasil kerajinan songket minangkabau yang konon merupakan salah satu hasil kerajinan tenun terbaik di dunia,, Berita yang saya copy paste kan ke thread ini hanyalah sebagai pemberitahuan saja terhadap berita yang saya dapat yang mungkin banyak orang yang belum mengetahui, semua itu bukan untuk menjadi perbandingan dan tidak ada hubungannya dengan statement yang saya keluarkan.

karena menurut saya kain songket adalah barang yang sangat mempunyai nilai tinggi, aneh saja mendengar ada pengrajin songket di indonesia yang anda bilang hidupnya "melarat" saya juga kurang paham pengertian "melarat" menurut anda, prihatin sekali saya mendengarnya, yang saya tahu di minangkabau memang kehidupan penjual songket lebih waah dari pada pengrajinnya sendiri, tapi sebelumnya saya tidak pernah mendengar pengrajin songket di minangkabau ataupun di daerah penghasil songket lainnya di indonesia yang hidupnya sampai 'melarat", saya memang tidak mendatanya satu persatu tapi sekali lagi saya memang tidak pernah mendengar, kalau memang benar apa yang anda beri tahukan baru kali ini saya mendengarnya dan berarti saya baru tau.

saya pernah dengar adanya kesenjangan sosial antara pengrajin songket dan penjual songket di daerah pandai sikek tanah datar sumbar, tapi sekarang standar harga kain tenun dari pengrajin ke pedagang di nagari pandai sikek telah di atur melalui perwana (peraturan wali nagari) setempat.

tjokro_ragazzo
March 18th, 2012, 02:51 PM
^^
Saya memang tidak banyak tau tentang songket termasuk songket minangkabau sendiri karena saya baru sadar dan menjadi pecinta songket baru2 ini setelah melihat kualitas songket berkualitas yang di produksi di banyak daerah di indonesia, termasuk hasil kerajinan songket minangkabau yang konon merupakan salah satu hasil kerajinan tenun terbaik di dunia,, Berita yang saya copy paste kan ke thread ini hanyalah sebagai pemberitahuan saja terhadap berita yang saya dapat yang mungkin banyak orang yang belum mengetahui, semua itu bukan untuk menjadi perbandingan dan tidak ada hubungannya dengan stagment yang saya keluarkan.

karena menurut saya kain songket adalah barang yang sangat mempunyai nilai tinggi, aneh saja mendengar ada pengrajin songket di indonesia yang anda bilang hidupnya "melarat" saya juga kurang paham pengertian "melarat" menurut anda, prihatin sekali saya mendengarnya, yang saya tahu di minangkabau memang kehidupan penjual songket lebih waah dari pada pengrajinnya sendiri, tapi sebelumnya saya tidak pernah mendengar pengrajin songket di minangkabau ataupun di daerah penghasil songket lainnya di indonesia yang hidupnya sampai 'melarat", saya memang tidak mendatanya satu persatu tapi sekali lagi saya memang tidak pernah mendengar, kalau memang benar apa yang anda beri tahukan baru kali ini saya mendengarnya dan berarti saya baru tau.

saya pernah dengar adanya kesenjangan sosial antara pengrajin songket dan penjual songket di daerah pandai sikek tanah datar sumbar, tapi sekarang standar harga kain tenun dari pengrajin ke pedagang di nagari pandai sikek telah di atur melalui perwana (peraturan wali nagari) setempat.

"setau saya tidak pernah tau dan dengar kalau ada penenun songket yang hidupnya melarat!!!"

^^

from here... do you really understand every words came out from your own mouth? I don't think you do understand. ;)

dari statement Anda, seolah Anda sudah mengerti Semua industri songket. but..... come on Sir... :)

sherif_claude
March 18th, 2012, 03:49 PM
"setau saya tidak pernah tau dan dengar kalau ada penenun songket yang hidupnya melarat!!!"

^^

from here... do you really understand every words came out from your own mouth? I don't think you do understand. ;)

dari statement Anda, seolah Anda sudah mengerti Semua industri songket. but..... come on Sir... :)
^^

amin..... semoga saya segera mengerti tentang semua industri songket di indonesia karena saya tertarik berbisnis jual beli kain tenun.

tjokro_ragazzo
March 19th, 2012, 08:26 AM
^^

Good. :)

Salah satu PR dari kerajinan songket maupun tenun (dan pernah terjadi juga pada Batik), adalah para tengkulak yang mengambil kerajinan dr perajin dengan harga sangat rendah, dan menjualnya dengan sangat mahal.

Alhasil, kerajinan yang sangat mahal itu tidak dirasakan hasilnya secara finansial oleh pengrajin, yang justru menghasilkan dengan tangan emas mereka.

Sukses ya bisnis nya. :)

Balaputradewa
March 19th, 2012, 11:53 AM
Songket Palembang di Pernikahan Ibas dan Alya

http://img641.imageshack.us/img641/1930/photophotoresepsipernik.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/641/photophotoresepsipernik.jpg/)

http://img820.imageshack.us/img820/1930/photophotoresepsipernik.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/820/photophotoresepsipernik.jpg/)

http://img72.imageshack.us/img72/1930/photophotoresepsipernik.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/72/photophotoresepsipernik.jpg/)

http://img88.imageshack.us/img88/7199/1utama241111pernikahani.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/88/1utama241111pernikahani.jpg/)

http://img593.imageshack.us/img593/6093/istana2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/593/istana2.jpg/)

http://img594.imageshack.us/img594/5584/istana.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/594/istana.jpg/)

http://img41.imageshack.us/img41/2711/resepsi.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/41/resepsi.jpg/)

http://img62.imageshack.us/img62/1296/istana3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/62/istana3.jpg/)

http://img837.imageshack.us/img837/1194/istana4.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/837/istana4.jpg/)

http://img406.imageshack.us/img406/5066/istana5.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/406/istana5.jpg/)

http://img256.imageshack.us/img256/9656/istana6.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/256/istana6.jpg/)

Sumber foto: Majalah Istana - Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
March 19th, 2012, 12:04 PM
Keren banget!!:okay:
Bala, pernah tahu nggak, pakaian pernikahan adat Palembang yang paling mewah selama ini pernikahan siapa ya?
Jujur, takjub Gw kalau lihat pernikahan dengan adat Palembang:okay:

edensor
March 19th, 2012, 12:42 PM
^^ warna merah emasnya itu memang berkesan wah banget...
memang pantas songket jadinya ratunya kain

sherif_claude
March 19th, 2012, 03:50 PM
^^

Good. :)

Salah satu PR dari kerajinan songket maupun tenun (dan pernah terjadi juga pada Batik), adalah para tengkulak yang mengambil kerajinan dr perajin dengan harga sangat rendah, dan menjualnya dengan sangat mahal.

Alhasil, kerajinan yang sangat mahal itu tidak dirasakan hasilnya secara finansial oleh pengrajin, yang justru menghasilkan dengan tangan emas mereka.

Sukses ya bisnis nya. :)
^^
pendapat anda ada betulnya juga, tapi alangkah baiknya fikiran anda tidak monoton dan sempit untuk memvonis sesuatu hal.

sherif_claude
March 19th, 2012, 04:00 PM
http://mklh-aisyiyah-sumut.blogspot.com/2010/06/budaya-pesona-kebaya-songket-minang.html

http://www.griyawisata.com/batik-a-tenun/ulos/artikel/woow-cantiknya-kain-songket-minang


ASAL USUL RUMAH TENUN PUSAKO PANDAI SIKEK

http://thearoengbinangproject.com/photoworks/sumbar/pusako/pusako_01.jpg

Menurut cerita Ibu Hj Sanuar, (82 th), beliau mempunyai dua orang nenek yang dikenal sebagai Inyiak Upiak Gadang dan Inyik Upiak Ketek. Kakek beliau dari garis keturunan ibu ada dua orang pula, yaitu Sutan Diateh dan Haji Abdul Rahman. Keluarga Hj. Sanuar sudah lama bermukim di Jorong Baruh Nagari Pandai Sikek, diperkirakan sudah sejak sekitar 250 tahun yang lalu karena Nenek Rubiah Kayo adalah nenek kesembilan dari Ibu Sanuar, dan beliaulah nenek yang pertama turun dari Tanjuang ke Baruah.

Inyiak Upiak Gadang ini adalah seorang penenun kain songket yang ahli. Ketika masih kanak-kanak, Ibu Sanuar sering mendengar ibu dan ayahnya bercerita tentang kain-kain tenunan nenek Upiak Gadang ini. Pada waktu itu zaman penjajahan Belanda, tetapi kedaan tidak bergolak, relatif damai. Belanda menyokong ekonomi dan pendidikan serta berupaya memajukan kebudayaan rakyat Minangkabau. Pernah Belanda menyelenggarakan suatu Pekan Budaya di Padang Panjang, yang pesertanya termasuk para ahli ukir dan tenun dari Pandai Sikek dan tentu saja juga perajin tenun dari Batipuah, Pitalah, Padang Magek, Sungayang dan tempat-tampat lain di sekitar Padang Panjang. Kain tenunan inyiak Upiak terpilih sebagai salah satu yang terbaik dan dibeli oleh orang Belanda seharga enam rupiah mas.

SELANJUTNYA....
http://tenunpusako.com/id/pustaka/sejarah-rumah-tenun-pusako

tjokro_ragazzo
March 19th, 2012, 05:49 PM
^^
pendapat anda ada betulnya juga, tapi alangkah baiknya fikiran anda tidak monoton dan sempit untuk memvonis sesuatu hal.

monoton. sempit. idealis.... mungkin. tapi itulah kenyataan yang ada di depan mata.

ahhhh... I know where it's going bro. I can get your perspective.
It's ok. you're a businessman... I do really understand that...

so.. you go on....

Kris18
March 20th, 2012, 09:32 AM
^^ I agree with you ..

Songket Riau Koleksi Ibu Rahmi Hatta

http://3.bp.blogspot.com/-Q-Mh_9ut7MU/ThCqLiiOgtI/AAAAAAAAAzM/h9-W6caKvmE/s1600/Optimized-songketRiau.png


Secara khusus saya lama berdiri pada koleksi kain songket beliau yang berasal dari Riau. Saya mengamati corak songket yang banyak dipengaruhi kebudayaan Persia, Cina, dan India itu. Secara corak, Songket Riau banyak menunjukkan persamaan dengan daerah yang berdekatan secara geografis, misalnya Palembang, dimana di masa lampau Palembang merupakan kerajaan Sriwijaya yang besar dan tersohor.

Berbagai motif yang ada menunjukkan hubungan dengan adat istiadat petatah-petitih-pantun melayu Riau, yang memang kain songket Riau ini merupakan salah satu khasanah Kesultanan Melayu Riau: Kesultanan Siak Sri Indrapura, Kerajaan Riau-Lingga, Kerajaan Indragiri, dan Kerajaan Pelalawan. Memang menarik melihat kejayaan negeri kita di masa lalu, semoga kita dapat bangkit dan menjalani masa depan negeri ini dengan lebih baik. Read More (http://lily-kasim.blogspot.com/2011/07/songket-riau-koleksi-ibu-rahmi-hatta.html)

sherif_claude
March 20th, 2012, 04:52 PM
monoton. sempit. idealis.... mungkin. tapi itulah kenyataan yang ada di depan mata.

ahhhh... I know where it's going bro. I can get your perspective.
It's ok. you're a businessman... I do really understand that...

so.. you go on....
^^
sebenarnya saya malas untuk menjawab tapi saya cuma manegaskan supaya lain kali anda hati2 dengan perkataan anda! saya doakan semoga fikiran anda lebih terbuka.

tjokro_ragazzo
March 21st, 2012, 04:18 AM
^^

aduh bro kalau malas ga perlu di jawab juga... don't need your answer though.

perkataan yang mana? perkataan yang berdasarkan fakta bahwa banyak pengrajin songket yang melarat dan anda patahkan dengan argumentasi asumsi sempit?

siapa yg sempit skrg dengan hanya melihat Songket dari Songket Minangkabau saja?? Think bro... Think.... No offense....

Kris18
March 22nd, 2012, 02:35 PM
Motif Songket Riau pada ornamen dinding dan meja ruang paripurna DPRD Provinsi Riau

1 (http://www.riauterkini.com/gambar/hut7.JPG)
http://www.riauterkini.com/gambar/hut7.JPG


Motif Songket Siak pada Ruang Rapat Kerja Bupati Siak

http://riausidik.com/foto_berita/80Rakor%20Siak.jpg

sherif_claude
March 23rd, 2012, 06:27 AM
^^

aduh bro kalau malas ga perlu di jawab juga... don't need your answer though.

perkataan yang mana? perkataan yang berdasarkan fakta bahwa banyak pengrajin songket yang melarat dan anda patahkan dengan argumentasi asumsi sempit?

siapa yg sempit skrg dengan hanya melihat Songket dari Songket Minangkabau saja?? Think bro... Think.... No offense....

^^
kenapa banyak pengrajin songket yang melarat menurut anda...???
menurut saya apa pun jenis pekerjaan yang kita kerjakan kalau di lakukan dengan profesional pasti pasti dan pasti di bayar mahal, sekarang giliran saya yang bertanya apakah anda sudah berkeliling ke seluruh daerah penghasil songket di indonesia...???

jangan dengan mudahnya anda menganggap pedagang atau para induk semang itu sebagai tengkulak. dengan hanya melihat keadaan segelintir orang anda memvonis semuanaya bernasib sama, menurut saya pemikiran seperti ini bukan pemikiran seorang yang idealis, terjebak dalam pribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga.

sherif_claude
March 23rd, 2012, 06:38 AM
Kilau Pesona Songket Minangkabau

Mungkin selama ini kita hanya mengenal kebudayaan Minang dari Rumah Gadang atau makanan khasnya - Rendang, tapi ternyata daerah yang terletak di Barat Sumatera ini mempunyai kebudayaan lain yang tidak kalah pentingnya untuk dijaga, yaitu songket.




“Songket Minangkabau merupakan songket terhalus yang pernah saya temui di dunia”. Itulah yang dikatakan Bernhard Bart, Peneliti Songket Minangkabau asal Switzerland, saat diwawancarai tentang songket Minangkabau oleh Tabloid Ibadah di acara Pameran Revitalisasi Songket Minangkabau, Bentara Budaya, Sabtu Siang (03/12).


Ia juga menyebutkan, dari hasil penelitiannya selama 10 tahun di sejumlah negara dan kota-kota penghasil songket di Indonesia, songket Minang merupakan songket yang sangat kaya dengan motif-motif bermakna simbolik dan filosofis.



”Jika kita perhatikan produk-produk budaya Minangkabau yang dihasilkan sekitar 100 tahun lalu, seperti hasil kerajinan songket, Minangkabau memang memiliki kualitas yang patut dibanggakan. Minangkabau pernah mencapai suatu fase perkembangan yang mampu menciptakan karya budaya yang kualitasnya melewati zaman penciptaannya,” Jelasnya.


Selain itu, saat ditanya mengenai sejarah keberadaan songket, Pria berumur 58 tahun ini tidak bisa memastikan sejak kapan songket Minangkabau ditemukan, “Tidak bisa dipastikan kapan, karena kain yang paling tua saja mungkin sudah berumur sekitar 200 tahun”. Terangnya. Sedangkan sejarah dari songket Minangkabau sendiri berasal dari kerajaan Sriwijaya yang kemudian dikembangkan melalui kerajaan Melayu sampai akhirnya masuk ke ranah Minang.



Asal Mula dan Latar Belakang Songket



Kata songket sendiri sebenarnya berasal dari istilah sungkit dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, yang berarti "mengait" atau "mencungkil". Hal ini berkaitan dengan metode pembuatannya, mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun, dan kemudian menyelipkan benang emas. Selain itu, kata songket juga mungkin berasal dari kata songka, songkok khas Palembang yang dipercaya pertama kalinya untuk kebiasaan menenun dengan benang emas dimulai. Istilah menyongket berarti ‘menenun dengan benang emas dan perak’. Songket adalah kain tenun mewah yang biasanya dikenakan saat kenduri, perayaan atau pesta. Songket dapat dikenakan melilit tubuh seperti sarung, disampirkan di bahu, atau sebagai destar atau tanjak, hiasan ikat kepala. Menurut tradisi, kain songket hanya boleh ditenun oleh anak dara atau gadis remaja, akan tetapi kini kaum lelaki pun turut menenun songket. (wikipedia.com.)

Latar belakang mengenai songket Minangkabau ini pun unik, karena orang-orang Minang pada jaman dahulu tidak bisa menulis dan akhirnya mereka mengekspresikan perasaan mereka ke dalam songket sehingga masing-masing songket punya arti dan makna yang berbeda-beda.


Adakah Dampak Krisis Eropa Terhadap Kerajinan Songket?


Jika pada jaman dahulu, bahan songket didapat dari India, Persia ataupun China, kini bahan songket didapat dari Prancis.


Kemudian, saat ditanya mengenai ada atau tidaknya dampak langsung dari krisis Eropa terhadap kerajinan songket, Pria yang merupakan salah satu pemilik studio songket ErikaRianti di Kabupaten Agam ini menjawab, “Tidak ada dampak ataupun pengaruh terhadap songket”. Karena meski benang emas yang dipakai untuk menenun songket memang berasal dari Prancis, tetapi bahan songket tidak harus dibuat atau ditenun dengan emas dan perak tetapi juga bisa dari bahan lain, sutra misalnya.


Terakhir, ia berpesan, jika ingin budaya songket ini tetap hidup, orang Minang sendiri yang harus menjaga budayanya. Selain itu, ia juga berharap songket Minang ini tidak diproduksi secara massal sehingga makna dari songket itu sendiri tetap terjaga. “Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga harus terus menghargai dan mendukung warisan leluhur ini”. Tutupnya sambil tersenyum. (SLM)

Posted by Sarah Larasati Mantovani at 02:57

http://jilbabkujiwaku.blogspot.com/2011/12/normal-0-microsoftinternetexplorer4.html

paradyto
March 23rd, 2012, 08:24 AM
http://farm7.staticflickr.com/6110/6345210827_e5eb4bca62_b.jpg

by antoinetonee
source: http://www.flickr.com/photos/60058855@N03/6345210827/in/photostream/

tjokro_ragazzo
March 23rd, 2012, 08:32 AM
^^
kenapa banyak pengrajin songket yang melarat menurut anda...???
menurut saya apa pun jenis pekerjaan yang kita kerjakan kalau di lakukan dengan profesional pasti pasti dan pasti di bayar mahal, sekarang giliran saya yang bertanya apakah anda sudah berkeliling ke seluruh daerah penghasil songket di indonesia...???

really?? :lol::lol:

skrg saya tau yang sebenarnya berpikiran sempit siapa. bagai katak dalam tempurung. ;)

learn the life bro... you'll get what is it as economic system. some memang paid really wonderful, some just as the victim of economic system.

jangan dengan mudahnya anda menganggap pedagang atau para induk semang itu sebagai tengkulak. dengan hanya melihat keadaan segelintir orang anda memvonis semuanaya bernasib sama, menurut saya pemikiran seperti ini bukan pemikiran seorang yang idealis, terjebak dalam pribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga.

Seberapa banyak sih pengrajin songket yang perofessional menurut Anda? Banyak diantara mereka ibu2 yang tidak dapat mengenyam bangku pendidikan tinggi, seenaknya dipermainkan tengkulak dan mereka tdk dapat berkata apa-apa.

anda juga jangan dengan mudahnya menganggap bisnis songket bergelimang harta hanya dengan melihat kasus songket minangkabau yang mungkin memang sukses.

wah..... pemutarbalikan kata yang sangat menarik dari anda.... kita lihat bro, siapa yang lebih ahli dalam bersilat lidah... ;)
silahkan anda berpikir dari sisi bisnis dan ekonomis.

lebih dari itu, songket yang skrg muncul sebagai komoditas ekspor, bagi para ibu-ibu tua di perkampungan, menenun songket adalah kepuasan batin dalam meneruskan tradisi leluhur.

tjokro_ragazzo
March 23rd, 2012, 08:35 AM
^^
kenapa banyak pengrajin songket yang melarat menurut anda...???
menurut saya apa pun jenis pekerjaan yang kita kerjakan kalau di lakukan dengan profesional pasti pasti dan pasti di bayar mahal, sekarang giliran saya yang bertanya apakah anda sudah berkeliling ke seluruh daerah penghasil songket di indonesia...???

jangan dengan mudahnya anda menganggap pedagang atau para induk semang itu sebagai tengkulak. dengan hanya melihat keadaan segelintir orang anda memvonis semuanaya bernasib sama, menurut saya pemikiran seperti ini bukan pemikiran seorang yang idealis, terjebak dalam pribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga.

btw katanya males jawab tapi masih dilanjutin. :lol::lol::lol:

you're pathetic bro... :nuts:

novian
March 23rd, 2012, 11:23 AM
hmm klo yg ini gmn??
http://www.china-cart.com/bookpic/200911/20091117214920.jpg

drie
March 23rd, 2012, 11:29 AM
Motif Songket Riau pada ornamen dinding dan meja ruang paripurna DPRD Provinsi Riau

1 (http://www.riauterkini.com/gambar/hut7.JPG)
http://www.riauterkini.com/gambar/hut7.JPG


Motif Songket Siak pada Ruang Rapat Kerja Bupati Siak

http://riausidik.com/foto_berita/80Rakor%20Siak.jpg

Eksterior Gedung Lancang Kuning inipun banyak terdapat motif - motof songket Melayu Riau :okay:

drie
March 23rd, 2012, 11:33 AM
Tugu Kemilau Songket Terpanjang Melayu Pekanbaru
Wan Amri (http://www.facebook.com/media/set/?set=fp.1765024015.100003001672362&type=1)
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/419682_263755830374480_100002201958806_594184_1304835998_n.jpg

Bujang dan Dara Melayu
Wan Amri (http://www.facebook.com/media/set/?set=fp.1765024015.100003001672362&type=1)
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/421958_365381803482093_100000308289416_1163527_1878963204_n.jpg

Dato' Seri H.M. Rusli Zainal
Seputar Riau.com (http://seputarriau.com/index.php?com=isi_utama&id_news=71)
http://seputarriau.com/berita/Rusli%20Zainal%20Datuk%20Seri.JPG

drie
March 23rd, 2012, 01:15 PM
Songket Melayu
Sumber : http://puakmelayu.blogspot.com/2010/10/tengok-tengoklah-2.html

Tengku Ryo Riezqan Bergelar Tengku Merdangga Diraja

http://3.bp.blogspot.com/_B8luQ6_4JZg/TK4U6ephPrI/AAAAAAAAAds/8az_LSZ0BME/s1600/37920_1596956571280_1456958190_1521265_7767574_n.jpg

novian
March 23rd, 2012, 11:29 PM
Motif Songket pada Interior Gedung Daerah Kep.Riau
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/390624_256617414399978_100001551654075_782112_1543082741_n.jpg

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/381416_256618907733162_100001551654075_782123_690823183_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/379882_238547356206984_100001551654075_724995_569126402_n.jpg

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/299676_238547406206979_100001551654075_724996_519001458_n.jpg

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/296873_202830826445304_100001551654075_595277_3617116_n.jpg

novian
March 23rd, 2012, 11:51 PM
Gubernur Kep.Riau
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/229055_167595469968840_100001551654075_429683_2786197_n.jpg

drie
March 24th, 2012, 03:33 AM
Gubernur Kep.Riau
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/229055_167595469968840_100001551654075_429683_2786197_n.jpg


Ini foto saat pentabalan gelar adat "Datok Setia Amanah" kah bang Novian ??? Cantik yah songketnya :okay:

Kris18
March 24th, 2012, 06:48 AM
Cantik sekali motifnya, bahkan karpet nya pun juga ada ornamen songketnya .

Jadi ingat di rumah dinas gubernur Riau juga banyak benda-benda yang berornamen songket, seperti Jam berdiri, sofa, dan lain-lain.


Motif Songket pada Interior Gedung Daerah Kep.Riau
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/390624_256617414399978_100001551654075_782112_1543082741_n.jpg

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/381416_256618907733162_100001551654075_782123_690823183_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/379882_238547356206984_100001551654075_724995_569126402_n.jpg

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/299676_238547406206979_100001551654075_724996_519001458_n.jpg

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/296873_202830826445304_100001551654075_595277_3617116_n.jpg

Kris18
March 24th, 2012, 06:52 AM
Motif Songket Riau pada Rumah dan Musholla Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (Melayuonline.com), Yogyakarta

Sumber : http://tutinonka.wordpress.com/2008/08/08/balai-melayu-melabuh-rindu-di-rantau/

http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/08/img_0256.jpg


http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/08/img_0257.jpg


http://tutinonka.files.wordpress.com/2008/08/img_0286.jpg

sherif_claude
March 24th, 2012, 07:28 AM
really?? :lol::lol:

skrg saya tau yang sebenarnya berpikiran sempit siapa. bagai katak dalam tempurung. ;)

learn the life bro... you'll get what is it as economic system. some memang paid really wonderful, some just as the victim of economic system.



Seberapa banyak sih pengrajin songket yang perofessional menurut Anda? Banyak diantara mereka ibu2 yang tidak dapat mengenyam bangku pendidikan tinggi, seenaknya dipermainkan tengkulak dan mereka tdk dapat berkata apa-apa.

anda juga jangan dengan mudahnya menganggap bisnis songket bergelimang harta hanya dengan melihat kasus songket minangkabau yang mungkin memang sukses.

wah..... pemutarbalikan kata yang sangat menarik dari anda.... kita lihat bro, siapa yang lebih ahli dalam bersilat lidah... ;)
silahkan anda berpikir dari sisi bisnis dan ekonomis.

lebih dari itu, songket yang skrg muncul sebagai komoditas ekspor, bagi para ibu-ibu tua di perkampungan, menenun songket adalah kepuasan batin dalam meneruskan tradisi leluhur.
^^

profesional dalam bekerja tidak harus berlatar belakang pendidikan tinggi, anda tau berapa banyaknya pengusaha atau saudagar minang yang sukses sekalipun awal karir mereka tidak di bekali dengan pendidikan formal yang tinggi bahkan ada yang tak tamat SD, orang yang terampil dan profesional dalam kerajinan tangan tidak harus berasal dari kalangan berpendidikan tinggi atau yang berfikiran maju seperti kebanyakan orang kota, intinya kita harus mencintai atau bekerja berdasarkan minat dan bakat agar bisa menjadi seseorang yang profesional dalam bekerja, cukup banyak tukang cukur rambut di atas dunia ini yang berpenghasilan lebih dari pada penghasilan seorang dokter, itu karena mereka bekerja dengan profesional tentunya di latar belakangi minat dan bakat mereka, begitu pula dengan pengrajin songket dari berbagai daerah di indonesia ini sangat banyak yang bekerja profesional, mereka yang ahli maka hasil buah tangan mereka akan di bayar mahal, tapi banyak juga yang bekerja belum profesional mungkin mereka baru mencoba atau idenya terbatas hal ini juga bayak terjadi pada pengrajin songket di minangkabau, tidak selalu orang di dunia ini berfikiran sama, saya juga mempunyai side job sebagai seorang pengrajin tapi bukan pengrajin songket ketika bekerja belum profesional saya terima saja mau di bayar berapa terhadap hasil karya saya.

drie
March 25th, 2012, 05:57 PM
Pengukuhan Kepengurusan Lembaga Adat Melayu Riau
Masa Khidmat 2012-2017.


Songket Melayu Riau (http://www.panoramio.com/photo/69091449) Pict : edri fernanda (http://www.panoramio.com/user/6292441?show=all)
http://static.panoramio.com/photos/original/69091449.jpg


Songket Melayu Riau (http://www.panoramio.com/photo/69091467) Pict : edri fernanda (http://www.panoramio.com/user/6292441?show=all)
http://static.panoramio.com/photos/original/69091467.jpg


Songket Melayu Riau (http://www.panoramio.com/photo/69091594) Pict : edri fernanda (http://www.panoramio.com/user/6292441?show=all)
http://static.panoramio.com/photos/original/69091594.jpg

drie
March 25th, 2012, 05:59 PM
Pengukuhan Kepengurusan Lembaga Adat Melayu Riau
Masa Khidmat 2012-2017.


Songket Melayu Riau (http://www.panoramio.com/photo/69091618) Pict : edri fernanda (http://www.panoramio.com/user/6292441?show=all)
http://static.panoramio.com/photos/original/69091618.jpg

Songket Melayu Riau (http://www.panoramio.com/photo/69091642) Pict : edri fernanda (http://www.panoramio.com/user/6292441?show=all)
http://static.panoramio.com/photos/original/69091642.jpg

Songket Melayu Riau (http://www.panoramio.com/photo/69091676) Pict : edri fernanda (http://www.panoramio.com/user/6292441?show=all)
http://static.panoramio.com/photos/original/69091676.jpg

tjokro_ragazzo
March 26th, 2012, 04:10 AM
^^

profesional dalam bekerja tidak harus berlatar belakang pendidikan tinggi, anda tau berapa banyaknya pengusaha atau saudagar minang yang sukses sekalipun awal karir mereka tidak di bekali dengan pendidikan formal yang tinggi bahkan ada yang tak tamat SD, orang yang terampil dan profesional dalam kerajinan tangan tidak harus berasal dari kalangan berpendidikan tinggi atau yang berfikiran maju seperti kebanyakan orang kota, intinya kita harus mencintai atau bekerja berdasarkan minat dan bakat agar bisa menjadi seseorang yang profesional dalam bekerja, cukup banyak tukang cukur rambut di atas dunia ini yang berpenghasilan lebih dari pada penghasilan seorang dokter, itu karena mereka bekerja dengan profesional tentunya di latar belakangi minat dan bakat mereka, begitu pula dengan pengrajin songket dari berbagai daerah di indonesia ini sangat banyak yang bekerja profesional, mereka yang ahli maka hasil buah tangan mereka akan di bayar mahal, tapi banyak juga yang bekerja belum profesional mungkin mereka baru mencoba atau idenya terbatas hal ini juga bayak terjadi pada pengrajin songket di minangkabau, tidak selalu orang di dunia ini berfikiran sama, saya juga mempunyai side job sebagai seorang pengrajin tapi bukan pengrajin songket ketika bekerja belum profesional saya terima saja mau di bayar berapa terhadap hasil karya saya.

again.... case anda hanya minang...

siapa yang sempit skrg???

di dunia luar, banyak yang professional, karya bagus, dibayar dgn tidak pantas.... banyak....

tjokro_ragazzo
March 26th, 2012, 04:12 AM
Pengukuhan Kepengurusan Lembaga Adat Melayu Riau
Masa Khidmat 2012-2017.


Songket Melayu Riau (http://www.panoramio.com/photo/69091449) Pict : edri fernanda (http://www.panoramio.com/user/6292441?show=all)
http://static.panoramio.com/photos/original/69091449.jpg


Songket Melayu Riau (http://www.panoramio.com/photo/69091467) Pict : edri fernanda (http://www.panoramio.com/user/6292441?show=all)
http://static.panoramio.com/photos/original/69091467.jpg


Songket Melayu Riau (http://www.panoramio.com/photo/69091594) Pict : edri fernanda (http://www.panoramio.com/user/6292441?show=all)
http://static.panoramio.com/photos/original/69091594.jpg

ini baru mantap....
ini masuk acara resmi kan?

drie
March 26th, 2012, 01:41 PM
ini baru mantap....
ini masuk acara resmi kan?

Yup, ini adalah acara resmi, selain dihadiri para tetua adat negeri Riau, acara inipun dihadiri oleh Pejabat Tinggi se Provinsi Riau dan Tokoh adat se Pulau Suamtera dalam naungan Lembaga Adat Rumpun Melayu se-Sumatera serta jemputan dari Malaysia dan Singapura :) :cheers2:

tjokro_ragazzo
March 26th, 2012, 03:30 PM
^^

Ooo macam di Kalimantan (khususnya Kalbar) ade MABM.... Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar....

Ade bbrp acara resmi pun menggunakan songket...

sherif_claude
March 27th, 2012, 03:26 PM
again.... case anda hanya minang...

siapa yang sempit skrg???

di dunia luar, banyak yang professional, karya bagus, dibayar dgn tidak pantas.... banyak....
^^

okelah saya akui anda sangat pintar bersilat lidah.

Padang (ANTARA News) - Kain tenun tradisional Songket Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), disebut sebagai salah satu tenun terbaik di dunia, namun sudah sangat langka dan ada tersimpang di Museum Tekstil di California, Amerika Serikat, Belanda dan para kolektor.

Pernyataan itu, disampaikan peneliti sekaligus kolektor kain tenun tradisional dunia asal Swiss Ben Hard, kata Direktur Biro Perjalanan Wisata "Sumatera and Beyond", Ridwan Tulus kepada ANTARA di Padang, Minggu.

Hal itu disampaikannya, saat mendampingi 15 wisatawan juga kolektor kain tenun tradisional dunia dari Amerika Serikat (AS) ke Canduang, Agam, untuk mengunjungi daerah asal songket Canduang.

Ke-15 kolektor AS itu datang ke Sumbar untuk mengunjungi lokasi pembuatan tenun tradisional Minangkabau dalam paket wisata "10 days from west to north textile tour Sumatra" digelar "Sumatra and Beyond", 27 Agustus hingga 5 September 2008 di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

ia mengatakan, informasi dari salah seorang kolektor AS itu, yakni Mary Conners asal California menyebutkan di museum tekstil dunia di California tersimpan songket Canduang, sehingga dirinya dan 14 kolektor lainnya tertarik mengunjungi Canduang.

Menurut para kolektor itu, tambahnya, songket Canduang sudah sangat langka dan termasuk yang terbaik di dunia, karena memeliki motif bercerita dan sangat sulit dalam pembuatannya.

Atas informasi ini, kata Ridwan, Sumatra and Beyond optimis paket wisata "10 days from west to north textile tour Sumatra" akan sangat menarik bagi kolektor dunia untuk mengunjungi Sumbar.

"Ini potensi wisata luar biasa yang selama ini belum tergarap dan calon wisatawannya cukup banyak, terutama dari AS dan Eropa berupa para kolektor yang merupakan kalangan ekonomi papan atas," tambahnya.(*)

sherif_claude
March 27th, 2012, 03:36 PM
Penulis: Bernhard Bart
Pengantar: Edy Utama
Penerbit: Studio Songket ErikaRianti Padang, 2006

Salah satu kekayaan tradisi di Minangkabau adalah corak tenun songket. Beragam rupa corak songket berkembang dengan baik di tengah masyarakat tradisi Minangkabau. Beberapa nagari di Minangkabau memiliki kekayaan corak dan rupa songket dan merupakan karya seni yang sangat kaya kadar filosofi, ajaran, dan nilai-nilai kehidupan.

Beberapa peneliti pernah mencatat, sekitar 90 lebih ragam corak pada kain songket lama Minangkabau telah muncul di ranah Minang. Namun, saat ini, corak-corak tersebut sudah jarang ditemui. Kalau pun ada, hanya sebagian saja dan terbatas pada corak-corak sederhana. Itu pun sudah dimodifikasi sesuai dengan kehendak pasar dan massif. Bentuk dan coraknya tidak berkembang. Sementara, beberapa corak lainnya hampir hilang terkubur oleh zaman, bahkan tidak dikenal lagi oleh para penenun masa kini.

Corak songket Minangkabau yang telah langka (bahkan nyaris punah) itu, kini direvilatisasi oleh Bernhard Bart, 59 tahun, seorang arsitek berkebangsaan Swiss. Dia 10 tahun terakhir sangat intens meneliti corak-corak songket lama Minangkabau.

"Bagi saya, melihat sehelai kain songket tidaklah sekadar mengamati selembar kain yang ditenun dengan ribuan helai benang. Memandang sehelai kain songket, saya dapat melihat sebuah dinamika dalam proses kehidupan yang kompleks dan beragam."

Kalimat itu ditulis Bernhard Bart, 59 tahun, dalam introduksi buku Revitalisasi Songket Lama Minangkabau yang diterbitkan Studio Songket ErikaRianti Padang. Bernhard Bart adalah seorang warga Swiss, 10 tahun terakhir melakukan penelitian songket lama Minangkabau. Buku ini membentangkan secara luas dan detail perjalanan dan upaya Bart merevitalisasi motif-motif lama songket yang pernah berkembang di Minangkabau pada abad-19 hingga awal abad-20.

Songket sebuah nama dari bahasa Melayu untuk kain brocade yang ditenun di Indonesia dan Malaysia. Hingga Perang Dunia II, kain itu dikenal dengan nama kain makau. Tenun songket adalah seni kerajinan yang cukup tua di Nusantara dan masih bertahan hingga sekarang. Di Sumatra Barat, ada beberapa sentra tenun yang tetap produktif menghasilkan kain songket Minangkabau. Bertahannya produksi tenun ini, karena masih ada konsumen yang membutuhkan. Selain itu, faktor yang membuat tenun songket masih eksis karena masyarakat Minangkabau hingga kini masih kuat mempertahankan adat dan budayanya: kain songket menjadi properti yang wajib dalam setiap pelaksanaan upacara adat.

Namun demikian, kain songket Minangkabau yang beredar di pasaran pada saat sekarang ini hadir dengan motif sederhana, dikerjakan dengan mudah dan cepat karena pasar menjadi target utama. Sebaliknya, jarang ditemui kain songket Minangkabau yang ditenun dan dikerjakan dengan menabur motif lama yang unik dan cerdas, yang setiap motif memiliki makna mendalam menyangkut filosofi hidup.

Songket Minangkabau yang pernah ditenun oleh para penenun masa lalu, dapat disebut sebagai karya seni yang berkualitas tinggi. Motifnya unik, rumit, dan kaya makna. Songket lama Minangkabau memang sudah langka dan sulit ditemukan di pasaran. Jika ingin menemukannya, tentu bukan di toko-toko souvenir yang menjual busana adat, melainkan di toko-toko antik, museum, atau pada beberapa keluarga yang masih menyimpan kain songket lama sebagai warisan. Salah satu sumber yang memungkinkan untuk melihat kembali kain songket lama Minangkabau, yakni di Negeri Belanda, baik kain yang dikoleksi oleh museum maupun koleksi perorangan. Itupun jika belum rusak akibat situasi Perang Dunia II. Karena kekuasaan kolonial Belanda mempunyai kemungkinan untuk mengoleksi kain yang benar-benar tua di Indonesia. Kain songket lama yang masih bisa ditemukan pada beberapa keluarga telah berusia sekitar 100-150 tahun.

Buku Reviltalisasi Songket Lama Minangkabau, selain ditulis Bernhard Bart sebagai penulis utama, juga diperkaya oleh beberapa penulis, yaitu Rifky Effendy (kurator seni rupa), Alda Wimar (budayawan), Suwati Kartiwa (peneliti songket), Jupriani (dosen seni rupa UNP), Nasrul Azwar (aktivis budaya), dan diberi pengantar oleh Edy Utama (pengamat budaya Minangkabau).

Kain songket lama-yang nyaris jadi barang langka-di dalamnya terbaca perjalanan peradaban dan kehidupan masyarakat Minangkabau. Melalui motifnya yang begitu beragam, tergambar makna dan pesan-pesan adat, moral, nilai-nilai kemanusiaan. Semua itu yang bersumber dari filosofi alam terkembang jadikan guru. Motif-motif tersebut terukir kuat, rapi, dan memperlihatkan tingkat kerumitan yang sulit dikerjakan oleh tukang tenun masa kini.

Pada awalnya, tahun 1996, Bernhard Bart terpesona memandang kain songket basa hitam dari Nagari Tanjung dan Koto Gadang yang dihiasi corak dan motif yang penuh dengan nilai kearifan adat Minangkabau. Kain basa hitam, saat itu hanya ditenun Hj. Rohani, satu-satunya penenun perempuan yang bisa menenun dengan teknik yang benar, yaitu sisinya kain dibalik, yang bagus ke bawah. Galibnya corak lama songket Minangkabau "tempo dahoeloe" memang ditenun dengan teknik seperti ini.

Setelah mengenal lebih dekat kain songket basa hitam pun ingin menemui penenunnya, Hj. Rohani, saat itu berusia 76 tahun. Dalam tradisi Minangkabau, kain songket basa hitam yang digunakan untuk tangkuluak (penutup kepala) oleh perempuan dan selendang oleh laki-laki (penghulu).

Latar pendidikan Bernhard Bart memang bukan berangkat untuk mendalami tenun songket, keahliannya di bidang arsitektur. Akan tetapi, karena kegemarannya berkeliling dunia dan berkunjung ke situs-situs sejarah dan sentra-sentra kerajinan rakyat di pelosok Nusantara ini-terutama kerajinan menenun-"memaksa" dirinya sejenak meninggalkan dunia arsitektur.

Bernhard menyadari, sepintas, tampaknya, hasil seni tenun dan arsitektur jauh berbeda, tetapi pada sisi cara bekerjanya hampir sama. Seorang arsitek, katanya, harus tahu tentang statik, teknik atau fungsi listrik, air, saluran, mutu bahan bangunan, aturan pemerintah, pengaruh warna kepada orang, mencari solusi yang harmonis di antara lingkungan, gedung, dan masyarakat yang tinggal/bekerja di dalam gedung itu.

"Saya hanya bisa berhasil dengan baik, kalau saya mendapat sebuah solusi yang optimal (tak pernah mungkin maksimal, selalu ada kompromi) bersama orang yang ingin membangun gedung. Hampir sama dengan seni tenun. Saya harus tahu fungsi alat tenun, seperti ATBM, alat tenun gedogang, sistem dobi, pelengkapan atau penambahan alat tenun (karok, sisir, turak, dan lain-lain), teknik tenun (ikat, songket, tapestry weaving dan lain-lain), mutu bahan (sutra ulat, katun, rami, polyester, benang makau, dan lain-lain)," paparnya.

Selain yang bersifat teknis tadi, tambahnya, kita harus memahami dengan baik sisi filosofi Minangkabau yang sangat berkait dengan adatnya. Kain songket ditenun sesuai dengan aturan fungsi dan tujuan penggunaannya (deta, selendang, sarung, ikek pinggang, dan lain-lain). Juga, ada corak yang spesifik atau unik dalam kain songket, misalnya, corak kepala kain ("tumpal-dobel", pucuak-rabuang timba baliak) hanya untuk selembar sarung, tak pernah untuk selendang. Semua ini harus diteliti/diperiksa sebelum menggambar kain songket Minangkabau dengan corak lama, yang nanti ditenun dengan tehnik yang dipakai penenun-penenun Minangkabau ratusan tahun sebelum masa kini. Semua memiliki kandungan filosofi.

Kini, Bernhard Bart telah menikmati hasil jerih payahnya. Paling tidak, untuk saat kini, lebih 1000 corak songket Minang telah dikembangkannya, dari yang paling sederhana (hanya 2 baris yang berbeda) sampai corak yang sangat rumit dengan 110 baris dan lebar sampai 260 "gigi" sisir tenun. Katanya, yang sebesar 260 "gigi" hanya ditemukan di dalam kain songket Koto Gadang yang sangat khas.

"Saya telah mencoba mendesain sendiri alat tenun yang bisa dipergunakan oleh penenun di Sumatra Barat, dan membuatnya dengan bantuan seorang tukang kayu yang cukup ahli. Beberapa alat tenun telah saya buat dan alat itu pun kini telah menghasilkan beberapa lembar replika kain songket lama. Sekarang, saya sudah punya mesin tenun sesuai dengan desain saya, dan juga mesin untuk menggintir benang dari sutra tunggal yang cukup kuat untuk losen dan pakan," ujar Bernhard Bart.

Pada awal penelitiannya, Bernhard Bart sudah mempunyai rencana untuk menghidupkan kembali corak lama songket Minangkabau. Jika tidak dilakukan semenjak sekarang, kekhawatiran punahnya tradisi menenun motif lama Minang akan terbukti. Dia melihat, kain tenun songket yang beredar di Sumatra Barat saat ini, motif-motifnya terasa membosankan karena sudah masuk dalam industri yang massif. Tidak ada perkembangan corak lagi. Komposisi kain tetap (statis), selalu sama: pinggir kiri-kanan lebar, di antaranya banyak pengulangan baris bercorak kecil. Tentu tidak jadi masalah jika dipakai untuk sarung atau selendang, karena pinggirnya harus sama lebar. Yang divariasikan dan selalu dikembangkan pada kain songket di pasaran saat ini adalah kain dengan warna yang kerap menggunakan warna tren pada masa kini. Hampir tidak terlihat warna yang menjadi tradisi Minangkabau, misalnya merah terang, merah hati, biru tua (indigo), kuning, coklat, dan lain sebagainya. Banyak hal harus diteliti lebih dulu untuk menenun kain songket seperti yang ditenun 100 tahun yang lalu.

Kehadiran buku Revitalisasi Songket Lama Minangkabau, paling tidak telah mengisi khasanah referensi tentang songket Minangkabau yang selama ini diisi Fables Cloths of Minangkabau (1991) karya John Summerfield, terbitan Santa Barbara of Art. Selain ditulis dalam bahasa Indonesia, buku Revitalisasi Songket Lama Minangkabau juga akan diterbitkan dalam bahasa Inggris.***
Reputation


http://www.minangforum.com/Thread-Revitalisasi-Songket-Lama-Minangkabau

sherif_claude
March 27th, 2012, 04:16 PM
TEMPO.CO, - Ingin memiliki tenunan songket khas Minang? Pergilah ke Pandai Sikek, nagari di kaki Gunung Singgalang yang terletak tak jauh setelah Kota Padang Panjang menuju Bukittinggi. Tenunan Pandai Sikek buatan tangan ini sangat indah dengan beragam motif dan warna.

Di Pandai Sikek saat ini terdapat puluhan rumah tenun dengan ratusan penenun yang umumnya perempuan muda. Rata-rata dalam satu bulan seorang penenun bisa menghasilkan selembar kain (untuk sarung) atau selendang dengan motif paling sederhana. Pandai Sikek adalah daerah yang masuk daftar kunjungan wisata ke Sumatera Barat untuk berbelanja.

Selain membeli songket, Anda juga bisa melihat langsung proses pembuatan tenunan yang masih menggunakan alat tenun tradisional di rumah-rumah. Anda pun bisa menyaksikan proses pembuatan tenunan songket Pandai Sikek dari helai demi helai benang untuk membuat selembar kain yang indah. Ini tentu pemandangan yang unik dan langka, mengingat di zaman pabrikasi saat ini masih ada pembuatan kain dengan menggunakan keterampilan tangan dan alat sederhana.

Dulunya pembuatan kain tenun ini berkaitan dengan penyediaan pakaian untuk upacara adat, seperti melantik penghulu, pesta perkawinan.

Pandai Sikek merupakan satu dari tujuh nagari di Minangkabau yang masyarakatnya secara turun-temurun sejak ratusan tahun terkenal sebagai perajin tenun. Nagari lain adalah Pitalah dan Sungayang, Silungkang, Kotogadang, Koto nan Ampek, dan Kubang.

Namun sekarang hanya tinggal Silungkang, Kubang, dan Pandai Sikek yang masih terdapat penenun. Dari ketiga itu hanya Pandai Sikeklah yang lebih maju dalam melanjutkan tradisi menenun dengan tetap mewariskan kemahiran menenun kepada warganya, sehingga banyak penduduknya tetap menjadi penenun.

Selain itu, tenunan songketnya pun memiliki kehalusan dan keberagaman motif yang jauh lebih tinggi dan banyak. Jenis motif tenunan songket Pandai Sikek yang jumlahnya lebih 200 itu rata-rata memiliki arti yang berkaitan dengan filosofi adat Minangkabau, seperti motif pinggir “itiak pulang patang” (itik pulang petang) yang mengiaskan orang Minang seiya-sekata atau bersatu.

Di Pandai Sikek puluhan rumah tenunan songket menjual songket buatan tangan itu. Salah satunya adalah Rumah Tenun Pusako yang berbentuk rumah gadang milik Hajah Sanuar yang termasuk paling awal merintis bisnis penjualan songket di Pandai Sikek.

Songket dari Rumah Tenun Pusako sangat indah dengan beragam motif dan warna. Selain mempertahankan songket dengan warna tradisional, warna songket yang dijual juga mengikuti tren mode seperti merah menyala, biru, krem, dan kecokelatan. Harga songket mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 10 juta per set, terdiri dari kain songket dan selendang.

Harga lebih ditentukan oleh kerumitan pengerjaan motif yang banyak menggali motif lama serta tergantung pada kain. “Songket paling mahal terbuat dari sutra asli dengan motif kuno Minangkabau, pengerjaannya lebih rumit karena di atas kain sutra, tapi lebih ringan dikenakan, ini yang membuatnya lebih mahal,” kata Adyan Anwar, pemilik usaha songket Rumah Tenun Pusako.

Selain Rumah Tenun Pusako yang khusus menjual songket tenunan, masih ada toko-toko lainnya yang tidak hanya menjual songket, tapi juga kain bordir dan kain sulaman khas Minang. Salah satunya di toko milik Erma Yulnita. Erma memiliki 30 perajin tenun di Pandai Sikek yang bekerja untuknya.

Songket yang ia jual juga dibanderol cukup terjangkau, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 7 juta per lembar. Harga songket di Pandai Sikek sangat tergantung pada kain, benang, serta kerumitan pengerjaannya. Semakin halus tentu semakin mahal. Harga masih bisa ditawar dan bisa berkurang paling banyak 10 persen.

jangan takut tertipu berbelanja di Pandai Sikek karena ini usaha rumahan dan pemilik songket sangat mengandalkan kedatangan wisatawan ke tempatnya. Membeli atau tidak, Anda tetap dilayani dengan ramah. Bahkan di atas meja beranda selalu tersedia minuman gelas dan aneka makanan kecil khas Sumatera Barat seperti rakik maco, gelamai, keripik, hingga kue sagun yang bisa dimakan sambil menonton cara pembuatan songket di semua rumah tenun. Semua cemilan itu gratis.

FEBRIANTI

http://www.tempo.co/read/news/2011/12/17/198372216/Belanja-Tenunan-Songket-di-Pandai-Sikek

Sejarah Tenun Pandai Sikek

oleh: Adyan Anwar



Kalau menyebut Pandai Sikek, tentu ingat songket. Pandai Sikek sudah identik dengan songket. Orang Pandai Sikek sendiri tidak menyebutnya songket tetapi tenun, sebab yang dimaksud adalah benang katun dan benang mas yang ditenun dengan tangan, diatas alat yang bernama panta sehingga menjadi kain, kain balapak atau kain bacatua yang dipakai pai baralek, yaitu pada pesta perkawinan.

Bagi orang Minangkabau, yang menyebut diri mereka sebagai orang yang beradat, kain tenun adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari upacara-upacara adat istiadat, mulai dari yang dipakai sebagai sarung dan selendang, sebagai tingkuluk dan tokah bagi perempuan, dan sebagai sisamping, salempang dan cawek bajambua bagi laki-laki.

Kain tenun juga diberikan sebagai tando pada upacara adat pertunagan dan pada waktu kusuik ka disalasaikan-karuah ka dipajaniah. Selain itu kain-kain tenun yang menjadi koleksi suatu kaum akan dipajang pada seutas tali yang direntangkan diantara tiang-tiang utama rumah yang baru melaksanakan upacara batagak rumah gadang.

SEJARAH

Tidak ada sejarah yang pasti tentang kapan tenun songket mulai dikembangkan di Minangkabau atau di Pandai Sikek. Akan tetapi kepandaian menenun tetuntulah sudah dibawa oleh nenek moyang kita bangsa Austronesia atau yang disebut juga Malayo-Polynesia, dari Tanah Asal, ketika terjadi migrasi besar-besaran penduduk dari daratan Asia ke arah selatan dan tumur beberapa ribu tahun yang lalu, bersamaan dengan segala kepandaian yang esensial untuk kehidupan, seperti kepandaian becocok tanam, kepandaian membuat dan menggunakan alat-alat pertanian dan pertukangan dan senjata, dan sebagainya. Sesuai dengan fitrah manusia, kepandaian dasar pertukangan tentu mengalami pengkayaan estetika sehingga menjadi apa yang sekarang dikenal dengan istilah kerajinan, dan kemudian menjadi seni. Hal ini sejalan dengan perkembangan di bidang ekpresi lainnya seperti seni gerak, seni suara dan seni pementasan. Sebagai warisan demikian, tenun bisa dikatakan sama umurnya dengan stelsel matrilinial orang Minang, terukaan sawah di Luhak nan Tigo, dan budaya lisan Kato Pusako pepatah petitih.

Di sini juga kita menemukan kesamaan rumpun Austronesia pada kain tenun Sumatra pada umumnya dengan seluruh kain tenun Nusantara hingga ke Sumba dan Timor, juga dengan tenunan La Na di Thailand utara dan Laos. Rumpun ini akan memecah nanti di lihat dari segi kahalusan motif setelah masuknya kebudayaan India dan Cina dari utara. Akan tetapi kesamaannya beretahan di segi peralatan tenun dan teknik bertenun.

Beberapa ratus tahun yang lalu, di hulu sungai Batanghari, yang disebut Sungai Dareh, berkembang suatu pemukiman dan pusat perdagangan yang makmur. Penduduk dari daerah yang sekarang disebut Alam Surambi Sungai Pagu, dan dari daerah-daerah yang lebih ke utara lagi, datang ke tempat ini untuk menjual hasil-hasil alam berupa rempah-rempah dan emas. Daerah ini dikunjungi pula oleh pedagang-pedagang yang datang dari seberang laut, dari India dan Cina. Kaum wanita di daerah ini memakai pakaian yang lebih cantik bagi ukuran masa itu, istilah sekarang: lebih fashionable.

Daerah ini kemudian terkenal dengan nama kerajaan Darmasyraya. Inilah cikla-bakal kebudayaan Melayu. Bertahun-tahun daerah ini menjadi titik pertemuan ekonomi dan budaya antara kebudayaan-kebudayan yang sudah lebih kaya dan maju di utara, Cina, Mongol dan India, dengan budaya lokal. Dalam kurun beberapa puluh tahun itu, atau mungkin sampai dua ratus tahun, setalah mengalami pergantian raja-raja dan penguasa, penduduknya menyerap banyak ilmu dan teknologi dari bangsa asing, disamping kemajuan bidang ekonomi dan politik yang memperkaya dan meningkatkan mutu kebudayaan lokal. Diantara kemajuan yang dialami adalah dalam bidang pakaian dan teknik bertenun, beserta pengkayaan corak motif dan bahan-bahan yang dapat dipergunakan.

Kalau sebelumnya, sesuai dengan perkembangan masyarakat, orang membuat pakaian dari benang yang dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di tempat pemukiman mereka, seperti serat kulit pohon, dengan perkembangan perdagangan orang-orang India memperkenalkan bahan dari serat kapas dan linen, juga benang yang disalut dengan lempengan emas tipis. Pedagang Cina membawa benang sutra yang berasal dari kepompong ulat sutra, juga benang yang dibungkus dengan emas kertas kemudian dikenal dengan nama emas prada sehingga bisa diperkirakan bahwa pedangang India pun banyak memperdagangkan bahan tersbut.

Pada tahun 1347 Adityawarman memindahkan pusat kerajaan dan kebudayaan Melayu dari Darmasyraya ke Pagaruruyung, dan kawasan di sekitar gunung Merapi dan Gunung Singgalang yang pada waktu itu terdiri dari Luhak nan Tigo dan Rantaunya yang Tujuh Jurai, menjadi terkenal sebagai Alam Minangkabau, dengan beberapa pusat pemerintahan yang tersebar di Pariangan, Sungai Tarok, Limo Kaum, Pagaruryung, Batipuh, Sumanik, Saruaso, Buo, Biaro, Payakumbuh, dan lain-lain.

Alam Minangkabau dengan falsafah alam yang dianut masyrakatnya, alur dan patut serta alam takambang jadi guru, sangat memberi peluang bagi tumbuh dan berkembangya kebudayaan dan kesenian dengan pengkayaan dari unsur-unsur budaya asing. Susunan masyarakat yang bersuku-suku eksogami dan, yang lebih utama lagi, aturan sumando manyumando, telah mengeliminir konflik antar kelompok sehingga kedamaian dapat terwujud dalam jangka waktu yang panjang dan memberi kesempatan bagi anak nagari untuk memperlajari dan memperhalus ilmu-ilmu dan keterampilan termasuk keterampilan bertenun.

Daerah Batipuh, sebagai salah satu pusat pemerintahan, kedudukan Tuan Gadang Batipuh sebagai Harimau Campo Koto Piliang, dapat diduga menjadi salah satu daerah yang amat penting pada masa kejayaan Minangkabau dahulu, bersama daerah-daerah lain yang tersebut diatas. Sejalan dengan keadaan itu, masyarakatnya tentu mandapat kesempatan yang lebih banyak pula untuk melakukan kegiatan ekonomi dan budaya termasuk keterampilan tenun sehingga mutu dan corak kain tenun semakin tinggi dan halus. Gadis-gadis menenun kain sarung dan tingkuluk dengan benang emas untuk dipakai ketika mereka menikah, dan perempuan lainnya menenun kain untuk dijual.

Adat istiadat di Minangkabau mendorong kegiatan bertenun ini lebih jauh lagi karena pada setiap kesempatan upacara adat, kain tenun selalu wajib dipakai dan dihadirkan. Kata-kata adat dinukilkan di dalam nama-nama motif sehingga menjadi buah bibir dan diucapkan setiap saat. Kain tenun menjadi pakaian raja-raja, datuk-datuk dan puti-puti. Dimasa inilah, dimasa kejayaan Turki Usmani dan Asia Tengah, pada puncak kebesaran Dinasti Mongol di India ketika Sultan Akbar, 1556-1605 sangat memajukan seni dan ilmu pengetahuan, pada masa kejayaan Dinasti Ming dan Manchu di Cina: ketika itu pertukaran perdangangan dan budaya sedang sangat pesat dan melibatkan Minangkabau sebagai suatu kawasan yang menjadi lintasan perdagangan dan juga negri yang mempunyai komoditi dagang yang penting yaitu rempah-rempah dan emas, seni menenun kain dangan sutra dan benang emas di Sumatra, bersamaan dengan suji dan sulaman pun mencapai puncak kemajuannya dan menemukan ciri khasnya tersendiri.

Hampir semua pelosok Minangkabau, dari Luhak sampai ke rantau, mempunyai pusat-pusat kerajinan tenun, suji dan sulaman. Masing-masih mengembangkan corak dan ciri-cirinya sendiri, hal yang sangat dikuasai oleh para pedagang barang antik dan kolektor. Beberapa nagari yang terkenal sekali dengan kain tenununya dan sangat produktif pada masa itu adalah Koto Gadang, Sungayang, dan Pitalah di Batipuh, dan nagari yang melanjutkan tradisi warisan menenun hari ini adalah nagari yang termasuk Batipuh Sapuluh Koto juga yaitu Pandai Sikek.

Motif-motif kain tenun Pandai Sikek selalu diambil dari contoh kain-kain tua yang masih tersimpan dengan baik dan sering dipakai sebagai pakain pada upacara-upacara adat dan untuk fungsi lain dalam lingkup upacara adat, misalnya sebagai "tando," dan dipajang juga pada waktu batagak rumah.

Motif-motif tenun Pandai Sikek diyakini sebagai motif asli pada kain-kain tenunan perempuan-perempuan Pandai Sikek pada zaman lampau, yang namanya sebagian masih diingat oleh beberapa orang tua yang hidup sekarang. Diantara mereka adalah:

Sari Bentan, Namun, Salamah di Baruah;

Nuriah, Ipah, Pasah, Nyiah dan Jalisah di Tanjung.

Ada kira-kira sepuluh orang master tenun di Pandai Sikek pada zaman atau generasi nama-nama diatas, kira-kira seratus tahun yang lalu. Ada juga beberapa wanita Pandai Sikek zaman dahulu yang dikenal dengan nama julukan yang berhubungan dengan peralatan tenun. Misalnya, dikenal

Inyiak Makau di Tanjuang,

Inyiak Suri di Koto Tinggi,

Inyiak Banang, dan Inyiak Karok.

Disamping itu, Pandai Sikek, sebagai "center of excellece" di bidang tenun songket waktu itu, tentu wanita-wanitanya ada mengerjakan tenun pesanan dari daerah-daerah lain seperti dari Pitalah di Batipuah, Koto Gadang di Agam dan dari Sungayang dengan corak benang dan motif yang spesifik dengan daerah tersebut, dan dikenal sampai sekarang sebagai motif-motif Sungayang, motif Koto Gadang dan lain-lain.



8 Februari 2003

http://www.angelfire.com/id/pusako/songket.htm

tjokro_ragazzo
March 28th, 2012, 07:53 AM
^^

okelah saya akui anda sangat pintar bersilat lidah.

:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

saya anggap sebagai pujian. ya setidaknya level bersilat lidah saya jauh di atas Anda..... :lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:

mau saya kumpulin statement2 Anda yang justru menunjukkan siapa yg sebenarnya bersilat lidah dalam diskusi kita???
:) how poor you are....

Balaputradewa
March 28th, 2012, 11:04 AM
^^ :lol: sudahlah bro

Pameran dan Fashion Show Kain Songket Palembang
Canberra Institute of Technology, Australia

http://img651.imageshack.us/img651/649/songkett.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/651/songkett.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

^^ hehe kayaknya ada Asri Welas tuh..

kheay
March 28th, 2012, 12:10 PM
dia kan emg aslinya model om...hehehe

sherif_claude
March 28th, 2012, 03:14 PM
wah..... pemutarbalikan kata yang sangat menarik dari anda.... kita lihat bro, siapa yang lebih ahli dalam bersilat lidah... ;)
silahkan anda berpikir dari sisi bisnis dan ekonomis.
^^

okelah saya akui anda sangat pintar bersilat lidah.

kenapa banyak pengrajin songket yang melarat menurut anda...???
menurut saya apa pun jenis pekerjaan yang kita kerjakan kalau di lakukan dengan profesional pasti pasti dan pasti di bayar mahal, sekarang giliran saya yang bertanya apakah anda sudah berkeliling ke seluruh daerah penghasil songket di indonesia...???
^^
jadi bingung dengan kedua jawaban ini.
really?? :lol::lol:


di dunia luar, banyak yang professional, karya bagus, dibayar dgn tidak pantas.... banyak....
:nuts::nuts::nuts::nuts::nuts::nuts:

tjokro_ragazzo
March 28th, 2012, 03:31 PM
get a life bro.... :)
seriously... you really need a job....

sherif_claude
March 28th, 2012, 03:37 PM
PANDAI SIKEK

Diposkan oleh quyat | Minggu, 25 Juli 2010
Pandai Sikek kalau diBahasa Indonesiakan mungkin artinya pinter nyisir yah..??

Weekend saya kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Kebetulan ada teman saya yang pulang kampung, kita sama-sama suka traveling dengan model backpack jadi saya semakin semangat untuk menikmati weekend ini bersamanya. Biasanya saya sering males keluar menikmati alam kalau gak ada teman, ntar malah keliatan kayak turis oon di kampung sendiri. Tapi saat ini kita nggak backpack karna tujuannya dekat dengan rumah, ntar malah keliatan oon.

Setelah mempertimbangkan beberapa alternatif antara ke Puncak Lawang, Maninjau atau Pandai Sikek, akhirnya kita putuskan tujuannya Pandai Sikek aja. Keputusan itu dipertimbangkan dengan expection mendapatkan pemandangan kampung yang tradisional dan sukur-sukur ketemu “bidadari”. Teman saya terinspirasi dengan film KCB, hehe..

Sebelumnya kita udah tau kalau Pandai Sikek ini adalah daerah yang tersohor dengan kerajinan tradisional tenun-menenun dan juga ukiran tradisional Minang. Tapi meskipun begitu bisa dikatakan kami belum pernah melihat tempat ini secara langsung, padahal jarak tempat kami dengan tempat ini cukup dekat. Mungkin karna kesadarannya baru timbul beberapa waktu belakangan ini.

Siip, semua perlengkapan siap dan kita berangkat, cuaca juga sangat mendukung, langit biru cerah tapi udaranya masih tetap dingin khas udara pegunungan. Hmm.. kita dengan tidak ragu menghirup dalam-dalam udara yang bener-bener segar belum terkontaminasi polusi seperti di kota-kota. Baru memasuki daerah lokasi tujuan kita langsung disambut dengan pemandangan pembuka, tanpa pikir panjang kitapun langsung memanfaatkan moment ini poto-poto tentunya. Di pinggir jalan ada plang yang bertuliskan “Pusako Minang” dalam hati saya menyetujui tulisan tersebut.

Lanjut beberapa meter dari situ kita mulai memasuki perkampungan yang bersih, rapi dan terlihat kesibukan masyarakatnya yang berlalu lalang. Kita melihat ada beberapa rumah bagonjong dan juga rumah-rumah biasa atau juga malah ada yang seperti toko di dalamnya banyak koleksi tenun mulai dari yang tradisional sampai yang udah dimodifikasi dan dengan inovasi, dan kreatifitas menciptakan suatu karya perpaduan antara tradisional tapi tetap modern. Juga mulai dari harga yang ekonomis sampe yang muahal. Saya penasaran memangnya apa yang membuat kain selendang dengan motif kembang yang cantik ini harganya begitu mahal..?? ternyata proses pembuatannya yang hand made, WOW.. trus satu selendang itu biasanya dapat diselesaikan dalam satu bulan. Waah pantes.. Disebelah beberapa rumah tenun saya sekilas melihat seperti kedai kopi, ternyata bukan dan itu adalah seperti bengkel ukiran tradisonal Minang yang sedang dikerjakan oleh beberapa orang.

Ada satu tempat yang begitu spesial dimata saya, namanya Rumah Tenun Pusako, dari jalan rumah ini terlihat seperti rumah adat bagonjong khas minang, di depannya ada kolam yang ditumbuhi bunga teratai. Rasanya sudah jarang sekali akhir-akhir ini saya melihat kolam yang ditumbuhi teratai. Indah sekali melihatnya, setelah kita ambil poto, akhirnya kita putuskan untuk mengunjungi rumah ini, meskipun kita nggak mau beli apa-apa kita hanya mau minta poto dan melihat-lihat. Untunglah pemiliknya sangat baik dan waktu itu sedang ada pembeli dan rantau sepertinya sehingga kamipun gak jadi perhatian utama jadi bebas deh ambil poto.

Puas mengagumi rumah tenun pusako kamipun melanjutkan berharap menemukan yang lebih hebat lagi, tapi ternyata sudah habis. Melihat semua itu saya terfikir potensi sehebat ini kok gak begitu terekspose yah..?? saya jadi teringat kalau di malaysia ini pasti sudah jadi icon tersendiri nih.. kayak Istana Meranti di Negri Sembilan yang struktur bangunannya sama dengan Rumah Bagonjong khas Minang yang pembangunannya tanpa menggunakan paku. Sementara kita punya potensi sebesar ini kok hanya begini aja..??

Terus berjalan menyusuri jalan diantara dua gunung ini akhirnya kita sampai di penghujung kampung, sepertinya sudah memasuki pinggang gunung Singgalang. Jalan yang mendaki dan menurun curam. Saat melihat ke belakang ternyata ada pemandangan yang spektakuler, kita berenti sejenak untuk menikmati tapi masih penasaran kayaknya kalau semakin tinggi pasti lebih seru. Akhirnya kami lanjut lagi mendaki sampai batas aspal dan rasanya udah mencapai batas awan, waaah seruu.. udara dingin padahal tengah hari, pemandangan dahsyat. Dari situ terlihat danau Singkarak dan gunung Merapi berdiri gagah dengan puncaknya ditutupi awan.

Rasanya nyaman sekali disini, hijau, langit cerah biru dengan awan putih, udara bersih sejuk.. pastinya tak lupa kita poto-poto. Dan ternyata disebelah kanan kami ada tempat pengilangan tebu menjadi gula secara tradisional yang menggunakan tenaga kerbau. Tapi sayang waktu itu mereka sedang tidak bekerja padahal pengen sekali melihatnya.

Masuk waktu Zuhur akhirnya kita turun lagi dan sekarang menuju ke Padang Panjang dengan niat wisata kuliner. Sebelumnya kita shalat Zuhur dulu di mesjid yang indah yang ada di pinggir jalan Bukittinggi-Padang ini. Saya suka shalat disini, rasanya nyaman aja dan juga banyak ikhwan dan akhwat.. hehehe..

Niatnya wisata kuliner tapi kita malah kebingungan di Padang Panjang mau kemana, akhir Cuma makan siang abis itu balik ke Bukittinggi. Kembali muter-muter gak nentu, akhirnya kita nyari makanan khas lagi, saya pesan es tebak aja sih tapi Haris teman saya pesan “Ampiang Dadiah”. Sebenarnya saya juga kepengan nyobain tapi rasa geli mengalahkan rasa penasaran saya untuk nyobain makanan ini. Dadiah itu adalah makanan tradisional yang bisa dibilang khas Bukittinggi juga, terbuat dari susu kerbau yang difermentasikan dalam bambu dan biasa di makan dengan ampiang (emping).

Bingung mau kemana lagi akhirnya kita pulang. Meskipun capek seharian jalan tapi seruu.. saya masih penasaran dengan Maninjau atau Painan, yang berminat bergabung berpetualang dengan saya hayuuk..


http://quyat-ramsus.blogspot.com/2010/07/pandai-sikek.html


http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/228524_2059394689677_1388955789_2449599_1246310_n.jpg


Nagari (desa) Pandai sikek (kanan tengah) di kaki gunung singgalang di tetapkan sebagai nagari (desa) wisata karena rata2 perempuan dewasa di nagari ini adalah pengrajin songket.

drie
March 28th, 2012, 06:52 PM
Kain Tenun Songket Melayu Riau
Sumber : http://travel.detik.com/readfoto/2010/12/10/092548/1515563/1026/3/kain-tenun-songket-riau

http://images.detik.com/customthumb/2010/12/10/1026/detik_DSC_7504.JPG?w=600

http://images.detik.com/customthumb/2010/12/10/1026/detik_songket.jpg?w=600

http://images.detik.com/customthumb/2010/12/10/1026/detik_Copy_of_DSC_7498.JPG?w=600

http://images.detik.com/customthumb/2010/12/10/1026/detik_DSC_7500.JPG?w=600

Kris18
March 30th, 2012, 05:54 AM
Tenun Songket Melayu Batubara, Sumatera Utara

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/07/07/43588/songket_batubara/

http://matanews.com/wp-content/uploads/songket-batu-bara.jpg


http://www.medanbisnisdaily.com/functs/viewthumb.php?id=songket_batubara_729.gif&w=545

Kris18
March 30th, 2012, 06:02 AM
Songket Bali

Sumber :http://col.lacma.org/mwebcgi/mweb.exe?request=record;id=11692;type=101


http://www.sriagungbali.com/wp-content/uploads/2011/12/DSC05267.jpg


http://col.lacma.org/MWEBimages/c_t08_mm/full/M45_3_171.jpg

Balaputradewa
March 30th, 2012, 06:28 AM
Songket Palembang

http://img24.imageshack.us/img24/5715/606palembangjessicaiska.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/24/606palembangjessicaiska.jpg/)

http://img215.imageshack.us/img215/4089/20110622052739iejessica.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/215/20110622052739iejessica.jpg/)

http://img854.imageshack.us/img854/6625/20110622052814iesongket.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/854/20110622052814iesongket.jpg/)

http://img195.imageshack.us/img195/4888/606palembangsalahsatumo.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/195/606palembangsalahsatumo.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Satrial
March 30th, 2012, 02:51 PM
Busana pernikahan adat Minangkabau ala selebritis (including songket) ^^

Pernikahan penyanyi Nindy & Aska

http://klimg.com/kapanlagi.com/g/resepsi_pernikahan_nindy_dan_aska/p/resepsi_pernikhan_nindy-20111211-006-uji.jpg

Pernikahan Marshanda & Ben Kasyafani

http://klimg.com/kapanlagi.com/g/marshanda_-_ben_kasyafani_adakan_resepsi_di_gedung_bidhakara/resepsi_pernikahan_marshanda_dan_ben_kasyafani-20110404-017-acat.jpg

Pernikahan Melly Zamri

http://klimg.com/kapanlagi.com/g/melly_zamri_-_fery_winaldi_damanik/p/melly_z-20100410-021-budi.jpg

Pernikahan Bunga Citra Lestari & Ashraf Sinclair


http://klimg.com/kapanlagi.com/g/resepsi_pernikahan_bunga_citra_lestari_dan_ashraf_sinclair/p/malam_resepsi_bunga_citra_lestari_dan_ashraf_sinclair_di_golden_ballroom_hotel_sultan-20081110-017-anang.jpg

Pernikahan Zaskia Sungkar & Irwansyah

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1297032.jpg

Penyanyi Kristina memakai baju pengantin Minang saat pembukaan "Body Secret" milik Fifie Buntaran

http://images.detik.com/content/2011/11/11/431/Gaun-Kristina-3.jpg

Pernikahan Nirina Zubir & Ernest "Coklat"


http://klimg.com/kapanlagi.com/g/nirina_zubir_-_ernest_cokelat_persiapan_pra_nikah/p/nirina_zubir_ernest_malam_bainai-20090404-008-hendra.jpg

sherif_claude
March 30th, 2012, 03:22 PM
Wong Silungkang Akui Tenun Songket dari Malaysia
coba



Oleh YASIR AMRI

BERIKUT contoh artikel yang ditulis media massa di Silungkang yang isinya seakan-akan kain songket berasal atau merupakan produk kebudayaan Malaysia. Artikel yang berjudul “Tenun Songket Meniti Sejarah” di Tabloid Suara Silungkang, edisi Kelima November 2007, tampaknya harus menjadi perhatian sejarawan dan budayawan Palembang. Berikut kutipan artikel tersebut:

Tenun Songket Meniti Sejarah

Tenun Songket merupakan seni budaya spesifik dibelahan benua Asia yang berasal dari daratan negeri Cina, keberadaannya lebih kurang sejak 1000 tahun yang lalu. Dalam kisah perjalanan yang cukup panjang. Tenun Songket setelah itu hadir di Negeri Siam (Thailand), kemudian menyebar ke beberapa negara bagian di Semenanjung Negeri Jiran Malaysia. Seperti ke Selangor, Kelantan, Trengganu dan Brunai Darussalam kemudian menyeberang ke pulau Andalas yaitu ke Silungkang, Siak dan Palembang. Yang mana Songket Silungkang berasal dari Negara Bagian Selangor, sedangkan Songket Pandai Sikek berasal dari Silungkang dan Songket Payakumbuh berasal dari Pandai Sikek. Yang membawa ilmu songket dari Selangor ke Silungkang yaitu Baginda Ali asal Kampung Dalimo Singkek beserta hulubalang beliau yang diperkirakan pada abad ke 16 dan lebih kurang sudah sejak 400 tahun yang lalu.

Pada tahun 1910 Songket Silungkang telah berkiprah di gelanggang Internasional pada Pekan Raya Ekonomi yang berlangsung di Brussel ibukota Belgia. Yang mendemonstrasikan cara bertenun pada waktu itu yaitu Ande BAENSAH dari Kampung Malayu, dan dikala itu hanya dua daerah penghasil Songket dari Indonesia yang ikut didalam Pekan Raya Ekonomi tersebut yaitu Silungkang dan Bali. Seperti Songket Bali itu sendiri berasal dari Negeri Sungai Gangga India. Di tahun 1920, Ismail, Kampung Dalimo Godang, adik dari Ongku Palo pergi merantau kenegeri Indo Cina, seperti Vietnam, Birma dan Laos yang membawa barang dagangan berupa kain Songket, kain Batik, kain Lurik serta kain sarung Bugis dari Makasar.

Kemudian menyusul pada tahun 1921 yaitu Muhammad Yasin kampung Panai Empat Rumah pergi merantau ke Calcutta sebuah kota yang terletak diujung pantai timur India, membawa barang dagangan yang sejenis dengan barang dagang yang dibawa Ismail ke Indo China. Apa kata Om Frans dari Maluku, bagi kami orang Maluku belum bisa dibilang Dehafe (Elite) apabila salah satu keluarga disana belum menyimpan sekurang-kurangnya 20 helai kain Songket tenunan Silungkang. Begitu juga pakaian adat perkawinan di Minahasa Sulawesi Utara, seperti penganten wanitanya juga memakai kain Songket tenunan Silungkang, yang mana warga dari kedua daerah tersebut sangat bangga sekali memakai kain Songket tenunan Silungkang, sebagaimana bangganya masyarakat Minangkabau memaki kain sarung Bugis dari Makasar.
Di era tahun 50-an, Abidin kampung Dalimo Godang berdagang kain Songket dengan mempergunakan jasa Pos dan mengirimkan dengan pos paket ke berbagai kota di Indonesia, antara lain : Padang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Makasar.
Masih pada era yang sama, Songket Silungkang hadir sebagai peserta di arena Pasar Malam dibeberapa kota besar di pulau Jawa, seperti pasar malam Gambir di Jakarta, pasar malam Andir di Bandung, pasar malam Simpang Lima di Semarang, pasar malam Alun-Alun di Yogyakarta, pasar malam Yand Mart di Surabaya.

Pada tahun 1974 diruangan Bali Room Hotel Indonesia Jakarta diadakan pameran Industri Kecil yang diselenggarakan oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) pimpinan DR. Dewi Motik Pramono.
Dari sekian banyak hasil kerajinan industri kecil dari seluruh Nusantara yang dipamerkan pada waktu itu, merasa kagum dan bangga akan Nagari Silungkang, setelah melihat didalam sebuah kotak kaca, disana tersimpan sehelai kain Songket karya anak nagari yang telah berumur 234 tahun pada waktu itu, warna dasar merah hati ayam yang memakai benang Mokou Bulek Soriang tak sudah, bermotif Pucuk Rebung, yang mana kain Songket tersebut bukanlah milik kolektor, tetapi milik sebuah Museum di Den Haag Negeri Belanda.

Informasi dari seorang sarjana asal Koto Anau Solok, di era tahun 1990-an pernah mengikuti bidang studi di Canada, ibu kost dari sarjana tersebut menyimpan lima helai kain Songket tenunan Silungkang. Memang sudah selayaknya kampung Batu Manonggou dijadikan sebagai kawasan penghasil Songket di Nagari Silungkang, karena hampir disetiap rumah disana memiliki alat tenun (palantai) untuk memproduksi kain Songket sebagai Home Industri, istimewanya lagi bukan kaum wanitanya saja yang pandai bertenun Songket, tetapi kaum prianya juga mahir bertenun Songket.

Di masa lampau jika ada tamu yang berkunjung ke Silungkang untuk melihat bagaimana cara bertenun Songket, mereka diajak ke bawah rumah, karena disanalah diletakkan alat tenun, sekarang ini sudah ada dua show room kain Songket yang terletak ditepi jalan lintas Sumatera, lebih tepatnya dibawah kampung batu Manongou, disana juga tersedia alat tenun untuk mendemontrasikan cara bertenun Songket. Keunggulan dari kain Songket Silungkang selama ini, jika dipakai akan terlihat indah cemerlang, Songket Silungkang bukan saja berjaya di Bumi Merah Putih ini, bahkan juga berkibar dibeberapa negara Eropa seperti Belanda, Inggris, Perancis, Swiss dan Belgia bahkan ada diantara ibu rumah tangga disana yang mengoleksi kain tenun Songket Silungkang yang telah berumur antara 100 hingga 200 tahun. Bahkan di Nagari Silungkang sendiri Songket yang seumur itu sudah sangat sulit untuk ditemui.

Begitulah kisah perjalanan sejarah ilmu bertenun songket yang datangnya dari daratan negeri Cina. (SS/DAPESA).

http://www.beritamusi.com/berita/2009-08/wong-silungkang-akui-tenun-songket-dari-malaysia/

sherif_claude
March 30th, 2012, 03:30 PM
SILUNGKANG

Pendahuluan
Silungkang adalah sebuah desa di Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung, Sumatera Barat, Indonesia. Desa kecil yang luasnya sekitar 4800 hektar ini penduduknya sebagian besar bermatapencaharian dalam bidang pertanian (padi dan palawija). Dahulu, hasil pertaniannya tidak hanya dipasarkan di daerah sekitarnya saja, tetapi juga ke provinsi lain, malahan sampai ke Pahang (Malaysia). Konon, ketika memasarkan hasil-hasil pertanian ke daerah Pahang (sekitar abad ke-19), mereka tertarik pada tenun songket yang ada di sana. Oleh karena itu, ketika pulang ke daerahnya (Silungkang), mereka membawanya.

Terdorong untuk mencari penghasilan lain yang lebih besar dari pertanian, mereka tertarik juga untuk membuat tenun songket sendiri. Untuk itu, mereka mulai mempelajari proses pembuatannya mulai dari alat tenun, benang, konstruksi tenunan sampai proses pewarnaannya. Demikian, sehingga akhirnya mereka dapat membuat kain songket yang kemudian dikenal sebagai Songket Silungkang.

Dewasa ini pengrajin tenun Songket Silungkang tidak hanya memproduksi satu jenis songket tertentu, seperti sarung dan atau kain saja. Akan tetapi, sudah merambah ke produk jenis lain, seperti: gambar dinding, taplak meja, permadani bergambar, baju wanita, sprey, baju kursi, bantal permadani, selendang, serber, kain lap dapur, sapu tangan, bahan kemeja (“hemd”), tussor (bahan tenun diagonal), dan taplak meja polos.

Peralatan dan Bahan
Peralatan tenun songket Silungkang sama dengan tenun Pandai Sikek. Peralatan itu pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua, yakni peralatan pokok dan tambahan. Keduanya terbuat dari kayu dan bambu. Peralatan pokok adalah seperangkat alat tenun itu sendiri yang oleh mereka disebut sebagai “panta”. Seperangkat alat yang berukuran 2 x 1,5 meter ini terdiri atas gulungan (suatu alat yang digunakan untuk menggulung benang dasar tenunan), sisia (suatu alat yang digunakan untuk merentang dan memperoleh benang tenunan), pancukia (suatu alat yang digunakan untuk membuat motif songket, dan turak (suatu alat yang digunakan untuk memasukkan benang lain ke benang dasar). Panta tersebut ditempatkan pada suatu tempat yang disebut pamedangan (tempat khusus untuk menenun songket), di depannya diberi dua buah tiang yang berfungsi sebagai penyangga kayu paso. Gunanya adalah untuk menggulung kain yang sudah ditenun. Sedangkan, yang dimaksud dengan peralatan tambahan adalah alat bantu yang digunakan sebelum dan sesudah proses pembuatan songket. Alat tersebut adalah penggulung benang yang disebut ani dan alat penggulung kain hasil tenunan yang berbentuk kayu bulat dengan panjang sekitar 1 meter dan berdiameter 5 cm.

Bahan dasar kain tenun songket adalah benang tenun yang disebut benang lusi atau lungsin. Benang tersebut satuan ukurannya disebut palu. Sedangkan, hiasannya (songketnya) menggunakan benang makao atau benang pakan. Benang tersebut satuan ukurannya disebut pak. Benang lusi dan makao itu pada dasarnya berbeda, baik warna, ukuran maupun bahan seratnya. Perbedaan inilah yang menyebabkan ragam hias kain songket terlihat menonjol dan dapat segera terlihat karena berbeda dengan tenun latarnya. Di Silungkang dan Pandai Sikek tenunan dasar atau latar biasanya berwarna merah tua (merah vermillion), hijau tua, atau biru tua.

Motif ragam hias Songket Silungkang selain dibentuk dengan benang mas, juga dengan benang berwarna lainnya. Oleh sebab itu, terdapat dua macam kain songket yaitu: (1) kain songket dengan ragam hias yang dibentuk oleh benang mas; dan (2) kain songket dengan ragam hias yang dibentuk bukan dari benang yang berwarna emas. Kain songket yang motifnya dibuat dengan benang mas pemasarannya relatif terbatas karena harganya mahal dan pemakaiannya hanya pada saat ada peristiwa-peristiwa atau kegiatan-kegiatan tertentu, seperti: perkawinan, batagak gala (penobatan penghulu), dan penyambutan tamu-tamu penting. Sedangkan, kain songket jenis kedua yang motifnya tidak dibuat dengan benang mas adalah untuk memenuhi pasaran yang lebih luas karena jenis ini tidak hanya untuk busana tradisional, tetapi juga untuk bahan kemeja, selendang, taplak meja dan hiasan dinding.

Sebagai catatan, pada masa lalu pewarnaan benang lusi dilakukan secara tradisional. Caranya, sebelum diberi warna, benang harus dibersihkan dari kotoran-kotoran dan unsur-unsur lain yang akan menghalangi masuknya zat pewarna. Kemudian, benang diberi zat pemutih (soda abu). Zat itu dapat diperoleh dengan mudah di toko-toko kimia atau apotek. Setelah itu, benang itu dibagi menjadi beberapa bagian yang kemudian dicelup dengan warna yang diperlukan. Proses selanjutnya adalah mencelupkan benang tersebut ke air panas (mendidih) yang telah diberi zat pewarna tertentu (sesuai selera atau pesanan), kemudian dijemur. Saat ini proses pewarnaan dengan cara-cara tersebut sudah jarang dilakukan sebab penenun dapat langsung membeli benang-warna yang telah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik tekstil.

Teknik Pembuatan Tenun Songket
Pembuatan tenun songket pada dasarnya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah menenun kain dasar dengan konstruksi tenunan rata atau polos. Tahap kedua adalah menenun bagian ragam hias yang merupakan bagian tambahan dari benang pakan. Masyarakat Amerika dan Eropa menyebut cara menenun seperti ini sebagai “inlay weaving system”. Pada tahap pertama benang-benang yang akan dijadikan kain dasar dihubungkan ke paso. Posisi benang yang membujur ini oleh masyarakat Silungkang disebut “benang tagak”. Setelah itu, benang-benang tersebut direnggangkan dengan alat yang disebut palapah.

Pada waktu memasukkan benang-benang yang arahnya melintang, benang tagak direnggangkan lagi dengan palapah. Pemasukkan benang-benang yang arahnya melintang ini menjadi relatif mudah karena masih dibantu dengan alat yang disebut pancukia. Setelah itu, pengrajin menggerakkan karok dengan menginjak salah satu tijak-panta untuk memisahkan benang sedemikian rupa, sehingga ketika benang pakan yang digulung pada kasali yang terdapat dalam skoci atau turak dapat dimasukkan dengan mudah, baik dari arah kiri ke kanan (melewati seluruh bidang karok) maupun dari kanan ke kiri (secara bergantian). Benang yang posisinya melintang itu ketika dirapatkan dengan karok yang bersuri akan membentuk kain dasar.

Tahap kedua adalah pembuatan ragam hias dengan benang makao (benang mas atau benang yang berwarna lain). Ragam hias tenun diciptakan dengan teknik menenun yang dikenal dengan teknik pakan tambahan atau suplementary weft. Caranya agak rumit karena untuk memasukkannya ke dalam kain dasar harus melalui perhitungan yang teliti. Dalam hal ini bagian-bagian yang menggunakan benang lusi ditentukan dengan alat yang disebut pancukie yang terbuat dari bambu. Konon, pekerjaan ini memakan waktu yang cukup lama karena benang makao itu harus dihitung satu persatu dari pinggir kanan kain hingga pinggir kiri menurut hitungan tertentu sesuai dengan contoh motif yang akan dibuat. Setelah jalur benang makao itu dibuat dengan pancukie, maka ruang untuk meletakkan turak itu diperbesar dengan alat yang disebut palapah. Selanjutnya, benang tersebut dirapatkan satu demi satu, sehingga membentuk ragam hias yang diinginkan.

Sebenarnya lama dan tidaknya pembuatan suatu tenun songket, selain bergantung pada jenis tenunan yang dibuat dan ukurannya, juga kehalusan dan kerumitan motif songketnya. Semakin halus dan rumit motif songketnya, akan semakin lama pengerjaannya. Pembuatan sarung dan atau kain misalnya, bisa memerlukan waktu kurang lebih satu bulan. Bahkan, seringkali lebih dari satu bulan karena setiap harinya seorang pengrajin rata-rata hanya dapat menyelesaikan kain sepanjang 5--10 sentimeter.

Sebagai catatan, kain songket tidak boleh dilipat, tetapi harus digulung dengan kayu bulat yang berdiameter 5 cm. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga agar bentuk motifnya tetap bagus dan benang mas-nya tidak putus, sehingga songketnya tetap dalam keadaan baik dan rapi.

Motif Ragam Hias Tenun Songket Silungkang
Kekayaan alam Minangkabau sangat mempengaruhi terciptanya ragam hias dengan pola-pola yang mengagumkan. Sekalipun ragam hiasnya tercipta dari alat yang sederhana dan proses kerja yang terbatas, namun tenunannya merupakan karya seni yang amat tinggi nilainya. Jadi, songket bukanlah hanya sekedar kain, melainkan telah menjadi suatu bentuk seni yang diangkat dari hasil cipta, rasa dan karsa penenunnya. Motif-motif ragam hias biasanya diberi nama tumbuh-tumbuhan, binatang ataupun benda-benda yang ada di alam sekitar.

Beberapa nama ragam hias dari Nagari Silungkang antara lain adalah: Bungo Malur, Pucuak Ranggo Patai, Kudo-Kudo, Pucuak Jawa, Pucuak Kelapa, Tigo belah, Kain Balapak Gadang, Bungo Kunyik, Kaluak Paku, Bungo Ambacang, Barantai, Sisiak dan lain-lain. Sedangkan untuk hiasan tepi kain terdapat beberapa nama motif seperti Bungo Tanjung, Lintahu Bapatah, Itiak Pulang Patang, Bareh Diatua, Ula Gerang dan lain-lain. Melihat bentuk ragam hiasnya, kelihatan bahwa ragam hias songket dari Silungkang terkesan lebih sederhana bila dibandingkan dengan ragam hias dari Pandai Sikek. Ragam hias Pandai Sikek kelihatan lebih rumit-rumit dan bervariasi.

Selain bersifat menghias, ragam hias kain songket tersebut juga memiliki makna. Salah satu contohnya adalah bentuk ragam hias yang tekenal yaitu “pucuak rabuang”. Rebung dianggap sebagai tumbuhan yang sejak kecil sudah berguna bagi masyarakat. Sewaktu rebung masih kecil dapat digunakan untuk bahan sayuran. Ketika telah tumbuh besar dan menjadi bambu pun masih tetap berguna, yaitu sebagai bahan bangunan dan lain sebagainya. Orang yang memakai motif ini tentulah diharapkan akan berguna pula bagi masyarakatnya (seperti bambu yang sangat berguna bagi manusia).

Nilai Budaya
Tenun Songket Silungkang, jika dicermati secara seksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu antara lain: kesakralan, keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran.

Nilai kesakralan tercermin dari pemakaiannya yang umumnya hanya digunakan pada peristiwa-peristiwa atau kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan upacara, seperti perkawinan, upacara batagak gala (penobatan penghulu) dan lain sebagainya. Nilai keindahan tercermin dari motif ragam hiasnya yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah tenun songket yang bagus. (gufron)

http://uun-halimah.blogspot.com/2008/04/tenun-songket-silungkang-provinsi.html

Nagari Silungkang kota Sawahlunto salah satu dari sekian daerah penghasil songket di minangkabau

http://images.zoelchan.multiply.com/image/4/photos/7/500x500/20/silungkang2.jpg?et=5wYAzDoSzr68%2Bnq5lmL89A&nmid=120124663

http://lh5.ggpht.com/--vlT9xRv0Rk/Ta0GdNybvKI/AAAAAAAAAUc/R7O453aqbKQ/Songket%252520ande%252520Daramah%252520%2525283%252529.JPG

sherif_claude
April 13th, 2012, 04:44 PM
Berita lama, sorry klu re-post

http://pelaminanminang.com/wp-content/uploads/2010/03/artis-marshanda-tampil-cantik-dengan-baju-pakaian-adat-minang-kabau.jpg

Marshanda Tergila-gila Songket Minang

KOMPAS.com — Lahir dan besar di rantau (Jakarta), serta belum bisa bahasa Minang, tak membuat Marshanda, yang pada 10 Agustus nanti genap berusia 21 tahun, lupa kampung halamannya di Bukittinggi, Sumatera Barat. Sebagai gadis Minang, Marshanda mengaku baru dua kali pulang kampung.

Marshanda

“Tidak disangka, alam ranah Minangkabau luar biasa rancak, elok. Bahkan, ketika berkunjung ke Pandai Sikek, salah satu sentra produksi songket, aku kagum dengan tenunan songket. Membuatnya penuh ketelitian, kesabaran, dan rajin. Aku sempat coba. Oleh perajinnya, butuh waktu satu hingga dua bulan untuk selesaikan satu songket. Hasilnya, sungguh luar biasa indah. Halus dan motifnya sangat filosofis,” ujarnya, Sabtu (19/6/2010) lalu di Jakarta.

Mengaku tergila-gila dengan songket minang, Marshanda baru mengoleksi tiga songket. “Aku bangga jadi ikon songket minang. Hanya dengan cara ini, aku bisa berbuat untuk kampung halaman. Mempromosikan songket agar bisa lebih menasional dan mendunia,” tandasnya. “Aku akan pakai songket dalam acara-cara spesial,” lanjutnya.

Ketika desainer Riny Suwardy menampilkan rancangan kebaya pengantin berbahan songket minang dalam tajuk “Kemilau Songket Padang”, Sabtu (19/6/2010) di Bidakara Wedding Expo 5, Marshanda, yang pernah main film Kalau Cinta Jangan Cengeng ini, dipercaya menjadi model.

“Ternyata, di tangan perancang Riny Suwardy, songket bisa menjadi lebih ringan. Simpel, elegan, dan glamor, serta tetap menonjolkan keanggunan pemakainya, termasuk dipakai remaja,” ungkap Marshanda.

Atas kepedulian dan kecintaannya kepada songket yang menjadi salah satu kekayaan khasanah budaya bangsa Indonesia, Marshanda, seusai menampilkan busana kebaya songket, mendapat penghargaan berupa Bidakara Award.

“Marshanda adalah remaja yang peduli dengan khasanah budaya bangsa, khususnya songket. Bidakara Award 2010 pantas untuk Marshanda,” kata General Manager Hotel Bumi Karsa Bidakara Jakarta Made Setiary.

Source: http://entertainment.kompas.com/read/2010/06/21/22092983/Marshanda.Tergila-gila.Songket.Minang-5




Ternyata tenun Minangkabau punya arti sendiri

Tak hanya batik yang setiap motifnya punya makna berbeda. Tenun dari Sumatera Barat atau songket dengan kekayaan motifnya ternyata juga memiliki arti dan nilai kebersamaan tersendiri.

"Keterampilan menenun bagi masyarakat Indonesia merupakan sebuah warisan yang perlu dipertahankan dan disosialisasikan, karena ini merupakan kekuatan budaya, kreativitas, dan seni dalam kehidupan bermasyarakat," ungkap perancang Samuel Wattimena, saat pagelaran busana "Pagelaran Tenun Unggan Sumatera Barat Kabupaten Sijunjung" di KOI Cafe & Gallery, Kemang, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam perkembangannya terjadi proses akulturasi budaya dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, terutama sejak masuknya pengaruh Islam ke kota tersebut. Hal ini berpengaruh pada motif-motif tenun yang mengadaptasi motif-motif alam dan ragam hias dari Timur Tengah seperti Arab, Mesir, dan Siria. Sejak dahulu, unsur adat ini identik dengan alam karena alam dianggap sebagai sumber pokok dan penting bagi umat manusia yang telah memengaruhi perajin mengolah motif pada kain tenun songket ini.

Kenyataan ini ternyata membentuk suatu filosofi dalam berbagai motif kain tenun Sumatera Barat. Contohnya adalah sebagai berikut:

1. Pucuk rabuang. Motif ini memiliki makna bahwa hidup seseorang harus berguna sepanjang waktu. Motif ini bercerita bahwa hidup harus mencontoh falsafah bambu, dimana bambu selalu berguna sejak muda (rebung) untuk dimakan, dan saat tua (bambu) sebagai lantai rumah atau bahan bangunan. Motif rebung ini juga mengibaratkan bahwa tanaman ini berguna sepanjang hidupnya dan semua bagiannya memiliki banyak kegunaan.

2. Itiak pulang patang. Motif ini memiliki makna bahwa hidup dalam masyarakat haruslah seiya sekata, seiring sejalan dan mematuhi peraturan yang berlaku. Motif ini ingin mengajak masyarakat untuk bisa hidup bersama dan menggambarkan kerukunan masyarakat Minangkabau yang hidup dalam tatanan kegotongroyongan yang solid.

3. Kaluak paku. Motif ini memiliki makna bahwa kita sebagai manusia haruslah mawas diri sejak kecil, dan perlu belajar sejak dini mulai dari keluarga. Pendidikan dalam keluarga menjadi bekal utama untuk menjalankan kehidupan di masyarakat. Setelah dewasa kita harus bergaul ke tengah masyarakat, sehingga bekal hidup dari keluarga bisa menjadikan diri lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Uniknya, motif ini juga memiliki makna lainnya, yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat yang ada disekitarnya.

4. Sajamba makan. Motif ini digunakan sebagai lambang kebersamaan dalam menikmati keberhasilan.

5. Tirai. seperti yang diketahui tirai merupakan hiasan dari kain yang diletakkan pada dinding, pintu, dan lainnya, yang berfungsi untuk menambah keindahan dan suasana yang semarak. Motif ini menggambarkan keindahan, lambang kemewahan dalam upacara adat Minangkabau.

6. Saluak laka. Motif ini memiliki memiliki arti lambang kekerabatan. Hal ini akan memberi makna dalam kehidupan masyarakat, bahwa kekuatan akan terjalin dari kesatuan yang saling terikat sehingga akan terwujud kekuatan bersama dalam menghadapi bermacam masalah.

7. Unggan seribu bukit. Ini merupakan motif terbaru yang diprakarsai oleh Samuel Wattimena yang bekerjasama dengan perajin tenun di Unggan, dan Dekranasda Sumatera Barat. Kerajinan tenun unggan ini merupakan perpaduan teknik bertenun dari pandai sikek dengan silungkang. Motif ini memiliki arti kekompakan dalam kerjasama, kegigihan dalam berusaha, dan sifat ingin maju seseorang.
(dat15/kompas)

www.femina.co.id

http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=226672:ternyata-tenun-minangkabau-punya-arti-sendiri&catid=54:gaya-hidup&Itemid=84

sherif_claude
April 14th, 2012, 05:21 PM
PANDEKA SILEK HARIMAU MINAGKABAU DENGAN SONGKET DAN BATIKNYA

http://www.greenpeace.org/seasia/id/ReSizes/ImageGalleryLarge/Global/seasia/Indonesia/image/Belantara-Budaya/silat%20harimau%204.jpg

http://3.bp.blogspot.com/_TjzWdhveSPE/THtOLA5J61I/AAAAAAAAAB4/9XN9mFfnzPg/s640/DSC_5321.JPG

Pandeka silek tuo dengan songketnya

http://internationalsilatfederation.com/images/special/bapak3.jpg

Budi_anduk
April 24th, 2012, 02:38 PM
Songket Riau
by. PeterS (http://www.flickr.com/photos/petergs/7103955817/sizes/l/in/set-72157629877614995/)

http://farm9.staticflickr.com/8159/7103955817_221eebd67b_b.jpg

^^ cantik ya he he (kain + yg pegangin kainnya) :D

sepul
April 25th, 2012, 06:22 PM
I'm from Terengganu on the East Coast of Malay peninsular, and we're famous in the country with our songket :)

Balaputradewa
April 29th, 2012, 09:38 AM
Songket Bujang Gadis Sumatera Selatan

http://img26.imageshack.us/img26/9453/songket2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/26/songket2.jpg/)

http://img840.imageshack.us/img840/7959/songket4.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/840/songket4.jpg/)

http://img444.imageshack.us/img444/856/songket5.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/444/songket5.jpg/)

http://img20.imageshack.us/img20/9027/songket.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/20/songket.jpg/)

http://img860.imageshack.us/img860/7220/songket3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/860/songket3.jpg/)

http://img135.imageshack.us/img135/2306/songket6.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/135/songket6.jpg/)

http://img692.imageshack.us/img692/8777/songket7.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/692/songket7.jpg/)
Photo by MRB Ridwan Photograpers - Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

tjokro_ragazzo
April 29th, 2012, 02:54 PM
^^

satu hal yang menarik dari ajang beginian, tentunya......ditampilkannya seni tradisional warisan sejarah.

aar ada kelanjutannya, bukan sekadar atribut tampilan lenggak-lenggok.

Balaputradewa
April 29th, 2012, 06:36 PM
^^ yup bener sekali bro, disini kami wajib mengetahui semua yg dipakai dari ujung rambut hingga ujung telapak kaki, termasuk semua jenis dan motif songket Palembang, bahkan filosofi yg ada didalam semua atribut tsb. Seperti kenapa si Gadis ini harus memakai Antingan/giwang Bulan Bintang Sebuku, sedangkan Gadis satunya menggunakan Giwang Buah Sarangan, menggunakan Kalung Tapak Jajo bukan Kalung Kebo Munggah, si Bujang menggunakan Tanjak Ayam Patah Kepak sedangkan Bujang satunya tidak boleh menggunakannya. Kenapa hiasan tumpal songket Bujang dipakai dibelakang sedangkan Gadis dipakai pada bagian depan. Jadi ibarat kato kamek ni, 'Wong tuo yang ngajarke, budak mudo yang ngelestarike' ;)

sherif_claude
April 30th, 2012, 07:05 AM
Songket di Minangkabau

http://www.sulita.net/wp-content/uploads/2010/12/Bundo-Kanduang-Bararak-Bungo-Siriah1.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs091.ash2/37868_1352234854558_1491995908_30778485_7535487_n.jpg

http://img487.imageshack.us/img487/1245/cb021060410e4db.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs091.ash2/37909_1352236534600_1491995908_30778492_2742459_n.jpg

http://www.ayofoto.com/images/article/651/walikota%20sawahlunto%20c.jpg

sherif_claude
May 13th, 2012, 03:40 PM
KOK SEPI...???

sherif_claude
May 13th, 2012, 03:41 PM
Sabana rancak
songket vs batik
http://www.faceofindonesia.com/sites/default/files/imagecache/wide/300107/pc027750.jpg

Mati karancak an ciek surang

http://www.faceofindonesia.com/sites/default/files/imagecache/wide/300247/datuak29w_resize.jpg

Balaputradewa
May 20th, 2012, 06:10 AM
Busana Songket di HUT Provinsi Sumatera Selatan
15 Mei 2012

http://img689.imageshack.us/img689/4301/hut2b.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/689/hut2b.jpg/)
Gubernur Alex Noerdin tidak mengenakan songket, melainkan Baju Telok Belango Belah Buloh

http://img220.imageshack.us/img220/3026/huttd.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/220/huttd.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
May 25th, 2012, 11:29 AM
Dian Sastro Akan Pamer Gaun di Cannes

INILAH.COM, Jakarta - Dian Sastro akan tampil maksimal di acara Festival Film Cannes di Prancis. Dian menyiapkan gaun khusus untuk hadir di red carpet dan acara-acara lainnya.

Akan ada tiga gaun istimewa yang dikenakan Dian, dari tiga desainer ternama di Indonesia. Desainer tersebut adalah Sebastian Gunawan, Eddy Betty dan Didit Hadi Prasetyo.

"Jadi di sana bukan saja pamer kebolehan dari aku, tapi dari sisi desainer dan karya seninya juga karya-karya budaya Indonesia bisa banget kita tampilkan diajang-ajang seperti ini," ujar Dia, sesaat sebelum keberangkatannya ke Prancis, Kamis (24/5) malam

Dari tiga desainer tersebut, Dian akan mengenakan pakaian yang mencirikan adat budaya Indonesia. Eddy Betty akan menonjolkan kebaya, Sebastian Gunawan akan memamerkan pakaian khas Bali, sedangkan Didit Hadi Prasetyo akan menampilkan kain khas Palembang.

"Eddy Betty mempersiapkan baju yang sangat bagus banget. Nanti akan terlihat international banget di red carpet tapi dia sebenarnya mengambil inspirasi dari kebaya karena indonesia jago banget dengan ini. Dia akan membuat sebuah gaun yang desainya ini dari aplikasi kebaya," jelas Dian.

"Sebastian Gunawan itu menampilkan baju yang dekorasinya menampilkan kain ikat Bali. Di situ juga akan ditunjukkan bahwa ikat tenun Bali kita sesuatu yang harus diperhatikan, karena nggak ada yang punya loh di negara lain," sambung Dian.

"Lalu Didit Hadi Prasetyo satu desainer yang saya gemari juga dia akan membuat gaun dengan bahan dasar Songket Palembang. Jadi dia akan membuat gaun tapi bahan dasarnya songket yang dibuat oleh penenun-penenun dari Palembang," jelas Dian.

source: http://artis.inilah.com/read/detail/1864848/dian-sastro-akan-pamer-gaun-di-cannes

sherif_claude
May 25th, 2012, 05:43 PM
http://img689.imageshack.us/img689/4301/hut2b.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/689/hut2b.jpg/)
Gubernur Alex Noerdin tidak mengenakan songket, melainkan Baju Telok Belango Belah Buloh
^^
ternyata orang palembang juga pakai kain bugis....
di minangkabau selain songket dan batik kain bugis biasa di pakai sebagai kain kebesaran yang biasa di pakai oleh pejabat dan pemangku adat, yang biasa di selempangkan ke leher, di lilit ke kepala dan di pinggang.

Balaputradewa
May 29th, 2012, 10:23 AM
Busana Songket Bujang Gadis Ogan Ilir

http://farm8.staticflickr.com/7082/7293445970_b220713c72.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7293445970/)
[/url]

http://farm8.staticflickr.com/7217/7293446124_1b526bff2e.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7293445970/)
[url=http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7293446124/]

Balaputradewa
May 29th, 2012, 10:24 AM
Busana Tari Gending Sriwijaya
http://farm9.staticflickr.com/8144/7293434930_1244ebb8eb_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7293434930/)
[/url]

Busana Tari Sedulang Setudung
http://farm8.staticflickr.com/7233/7293435390_53a317c8c8_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7293434930/)
[url=http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7293435390/]

paradyto
May 29th, 2012, 11:42 AM
^^Bank SumselBabel? nice pics Bala:okay:

paradyto
August 7th, 2012, 04:53 PM
Sumsel Akan Gelar Festival Songket

http://assets.kompas.com/data/photo/2010/06/20/1937271620X310.jpg

PALEMBANG, KOMPAS.com--Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menggelar festival songket di Palembang pada 2013 untuk mempromosikan tenun tradisional dari seluruh Indonesia.

Pergelaran tersebut pertama kali dilaksanakan dan diharapkan berjalan sukses, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Toni Panggarbesi kepada wartawan di Palembang, Selasa.

Menurut dia, pagelaran itu juga untuk mempromosikan hasil usaha tenun tradisional Sumsel berbahan dasar benang sutra dan benang emas.

Sementara peserta yang akan diundang dalam festival itu, menurut dia, adalah daerah penghasil songket di seluruh Indonesia.

Bahkan, peserta luar negeri juga akan diundang supaya lebih meriah karena festival tersebut juga untuk mempromosikan kerajinan songket masing-masing daerah sehingga produk tersebut semakin dicintai.

source: http://oase.kompas.com/read/2012/08/07/17175140/Sumsel.Akan.Gelar.Festival.Songket

Balaputradewa
August 7th, 2012, 07:12 PM
^^ semoga festival ini bisa menjadi agenda tahunan Sumsel :)

Balaputradewa
August 13th, 2012, 06:59 PM
http://img11.imageshack.us/img11/32/04tasyariau.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/11/04tasyariau.jpg/)

http://img571.imageshack.us/img571/2163/06ragelsumateraselatan.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/571/06ragelsumateraselatan.jpg/)

http://img825.imageshack.us/img825/7550/07ririnbangkabelitung.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/825/07ririnbangkabelitung.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)