View Full Version : Indonesia | Defence and Military Issues [4]
masdwi December 20th, 2010, 03:54 AM mending beli 30 flanker 30 blok 32 mas, biar tetep "bebas aktip" :lol:
iya. itu kan kl kita diminta beli 1 jenis saja. kl bisa beli 2 jenis ya itu ...
bukannya sblm 2014 kita bakal punya 16 Flanker dan 32 F-16 bro .....
Kopassus December 21st, 2010, 02:30 AM Ya, bagus, at least 48 capable fighters and 30-an Hawks Mk 109/209 as back up.
Inlander December 21st, 2010, 04:56 AM ^^ Hawks masih mau dipertahankan ya?? pembelian mahal era akhir 90-an...nyesel kalo baca harganya yang setara Hornet..
masdwi December 21st, 2010, 05:21 AM ^^ Hawks masih mau dipertahankan ya?? pembelian mahal era akhir 90-an...nyesel kalo baca harganya yang setara Hornet..
kalo nggak salah 3 HAwk dapat 2 hornet.
tp mau gimana lagi, sudah kejadian.
Hawk akan diberdayakan mpe usia maksimum. setidaknya untuk melatih pilot2 dalam menjaga kecakapan terbang.
pada saatnya nanti, ( mungkin ) hy ada 2 jenis fighter, Sukhoi T-50 dan KFX ( bila lancar ) disamping skadron latih dan COIN.
typhoonbringer December 21st, 2010, 10:51 PM iya. itu kan kl kita diminta beli 1 jenis saja. kl bisa beli 2 jenis ya itu ...
bukannya sblm 2014 kita bakal punya 16 Flanker dan 32 F-16 bro .....
kalo sesuai rencana sih iya, dikasih LANTIRN gayah :lol:
Inlander December 22nd, 2010, 04:18 AM kalo sesuai rencana sih iya, dikasih LANTIRN gayah :lol:
harapan gw sih ada paket AMRAAM ato HAARM gitu... :lol:
typhoonbringer December 22nd, 2010, 09:47 PM harapan gw sih ada paket AMRAAM ato HAARM gitu... :lol:
wah gile dapet HARM mah serem abis :lol:
bama84 December 23rd, 2010, 04:45 AM AMRAAM buat nembak pesawat, HARM buat nembak sasaran didarat. Dua2nya misil jarak jauh produk AS. Pasti mahallah harganya. Mending bikin sendiri, kalo belum bisa bikin, pake roket saja nembaknya.:lol:
masdwi December 23rd, 2010, 10:55 AM AMRAAM buat nembak pesawat, HARM buat nembak sasaran didarat. Dua2nya misil jarak jauh produk AS. Pasti mahallah harganya. Mending bikin sendiri, kalo belum bisa bikin, pake roket saja nembaknya.:lol:
ya tergantung apa yg ditembak. kalao sekedar roket FFAR atau free fall bomb macam Mk-82 mah kita dah bisa bikin.
Kalau mau BVR tp nggak bisa dapat AMRAAM, ya beli saja Adder buat Flanker :banana:
typhoonbringer December 23rd, 2010, 02:30 PM ya tergantung apa yg ditembak. kalao sekedar roket FFAR atau free fall bomb macam Mk-82 mah kita dah bisa bikin.
Kalau mau BVR tp nggak bisa dapat AMRAAM, ya beli saja Adder buat Flanker :banana:
derby ato meteor :cheers:
masdwi December 27th, 2010, 04:17 AM derby ato meteor :cheers:
buat Falcon kita yah?
apa saja deh, yg penting dapat dan tidak ada IMPLANT ...
Inlander December 27th, 2010, 05:56 AM yah...sama-sama hibahnya sih...gw jadi inget hibah Mirage 2000-5 eks Oman(?)....coba kalo jadi diambil....
typhoonbringer December 28th, 2010, 12:18 AM sebenernya implant gamungkin sampe bisa sabotase lah, nanti pamor penjual turun, kaya rusia sama T-72 nya yang ancur2an pamornya gara2 monkey model, memang ada cerita TNI nemu implant di alutsista mas?
yg ada, coding buat jammingnya dibeli sama pihak musuh, ini yg berat, kaya pas malvinas
Kopassus December 29th, 2010, 03:21 PM Tuesday, December 28, 2010
Sniper Kopaska Lakukan Pengamanan di Bandara Juanda-Surabaya
SURABAYA - Satu tim Sniper Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dilengkapi senjata api laras panjang SG 550 Kaliber 5,56mm, melakukan orientasi lapangan dari ketinggian, saat melakukan pengamanan jelang Tahun Baru 2011 di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Senin (27/12). Bandara Internasional Juanda menyiagakan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara yang terdiri dari Unit K-9 Pomal, Kopaska dan satuan pengamanan bandara, untuk memberi rasa aman dan nyaman pada penumpang, jelang Tahun Baru 2011. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ed/ama/10
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1293450009/peristiwa-tim-sniper-09.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1293450005/peristiwa-tim-sniper-05.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1293450003/peristiwa-tim-sniper-03.jpg
bama84 December 29th, 2010, 03:28 PM ^^
serem amat ada sniper di Bandara:cripes:
Mimihitam December 30th, 2010, 07:13 AM REFLEKSI KEMENTERIAN PERTAHANAN
Menhan: Target 2010 Tercapai
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, target yang ditetapkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada tahun 2010 ini berhasil dicapai.
Target itu sesuai dengan desain Rencana dan Strategi Pertahanan Negara 2010-2014, di antaranya, optimalisasi penggunaan alutsista produksi dalam negeri, pembentukan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), penyusunan draf RUU Revitalisasi Industri Pertahanan dan RUU Keamanan Nasional, serta pemberian tunjangan khusus prajurit TNI yang bertugas di pulau terluar dan perbatasan.
"Memang ada yang belum dicapai beberapa, tetapi apa yang dipatok dalam program pemerintah tercapai semua. Kinerja kita dipantau oleh UKP4. Selain itu, ada beberapa program yang sifatnya multiyears," kata Purnomo dalam jumpa pers Refleksi Kinerja Kementerian Pertahanan 2010, di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (30/12/2010).
Pada tahun pertama kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II, dijelaskan Purnomo, Kemhan bertugas untuk melakukan tiga hal yaitu menjaga kedaulatan, menjaga keutuhan NKRI, dan menjaga keselamatan bangsa. "Kita juga fokus pada kesejahteraan rakyat dan fokus pada ekonomi yang bisa mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat. Tema kita adalah pengelolaan kebijakan pertahanan negara pro kesejahteraan. Pengutamaan kesejahteraan rakyat adalah sisi lain. Kalau kesra meningkat, keamanan meningkat," kata Purnomo.
Dari sisi regulasi, Kementerian Pertahanan telah menyelesaikan dua RUU pada tahun 2010, yaitu RUU Keamanan Nasional dan RUU Revitalisasi Industri Pertahanan. Sementara itu, dalam bidang kerja sama, Kemhan juga mengadakan kerja sama dengan Amerika Serikat dalam hal peningkatan kerja sama pertahanan dan dibukanya hubungan kerja sama yang melibatkan Kopassus.
Selain AS, Kemhan juga menjalin kerja sama dengan Brunei Darussalam, Pakistan, dan Korea Selatan. "Dengan Korea Selatan, kita kerja sama dalam produksi dan pemasaran proyek pengembangan jet tempur KF-X. Ini pesawat terbang generasi 4,5," jelasnya.
Terkait upaya peningkatan kesejahteraan prajurit TNI yang juga ditetapkan menjadi prioritas tahun 2010, pemerintah telah menaikkan tunjangan lauk-pauk dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per hari. Tunjangan remunerasi yang diberlakukan per Juli 2010 juga telah dicairkan pada akhir Desember 2010 dan diberikan secara rapel.
http://nasional.kompas.com/read/2010/12/30/12191531/Menhan.Target.2010.Tercapai.-4
Venantio December 30th, 2010, 04:03 PM Tuesday, December 28, 2010
Sniper Kopaska Lakukan Pengamanan di Bandara Juanda-Surabaya
SURABAYA - Satu tim Sniper Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dilengkapi senjata api laras panjang SG 550 Kaliber 5,56mm, melakukan orientasi lapangan dari ketinggian, saat melakukan pengamanan jelang Tahun Baru 2011 di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Senin (27/12). Bandara Internasional Juanda menyiagakan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara yang terdiri dari Unit K-9 Pomal, Kopaska dan satuan pengamanan bandara, untuk memberi rasa aman dan nyaman pada penumpang, jelang Tahun Baru 2011. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ed/ama/10
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1293450009/peristiwa-tim-sniper-09.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1293450005/peristiwa-tim-sniper-05.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1293450003/peristiwa-tim-sniper-03.jpg
Bingung juga.. kenapa harus pakai sniper untuk pengamanan bandara umum? Rasanya sih bukannya memberi rasa aman tapi kalau sampai penumpang tahu justru merasa serem... Kenapa nggak pake pengamanan atau petugas pengamanan yang umum sebagaimana umumnya bandara yang lain sih?
typhoonbringer December 30th, 2010, 08:25 PM ^^ detterence ke pengacau bro
Kopassus December 31st, 2010, 03:03 AM utk mengusir calo karcis pswt.... :D
Kopassus December 31st, 2010, 03:10 AM yah...sama-sama hibahnya sih...gw jadi inget hibah Mirage 2000-5 eks Oman(?)....coba kalo jadi diambil....
Ah, mungkin maksud km Qatar, Oman cuman punya Hawk 103/203, Jaguar dan sejak 2005 F-16C/D.
typhoonbringer December 31st, 2010, 03:19 AM walah masa calo diusir make SIG :lol:
VRS December 31st, 2010, 08:11 AM is it safe juanda airport surabaya now..?? the sniper on the roof airport..?? any freak criminal will do dangerous thing at there..??
Inlander December 31st, 2010, 12:41 PM Ah, mungkin maksud km Qatar, Oman cuman punya Hawk 103/203, Jaguar dan sejak 2005 F-16C/D.
ah ya...Qatar...thanks!
Kopassus January 2nd, 2011, 03:22 AM Youre welcome!
Friday, December 31, 2010
Satu Helikopter Super Puma Perkuat TNI
BOGOR - Dengan rampungnya pengerjaan satu helikopter NAS-332 Super Puma oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI), diharapkan dapat memperkuat alutsista. Helikopter tersebut diserahkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada Skuadron Udara 8 di Lapangan Udara Atang Sanjaya, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (30/12).
"Super Puma ini diselesaikan oleh putra-putri Indonesia. Ini menunjukkan pendanaan alutsista untuk produksi dalam negeri untuk memperkuat industri pertahanan," tuturnya.
Helikopter Super Puma tidak hanya diperuntukan memenuhi kebutuhan militer. "Heli Super Puma ini transportasi serbaguna. Bisa dipakai mengangkut pasukan, logistik, atau kegiatan lain yang sifatnya operasi militer selain perang," imbuhnya.
http://v-images2.antarafoto.com/rp_pr_1293706209_re_455x292.jpg
Dirjen Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Laksda Susilo (2 kanan) disaksikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kiri), Danlanud Atang Sanjaja Marsekal Muda Sunaryo (2 kiri), Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat (3 kiri) dan Dirut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Budi Santoso (kanan) menantangani surat serah terima Helicopter NAS-332 Super Puma di Lanud Atang Sandjaya, Bogor, Jabar, Kamis (30/12).
Super Puma yang dirampungkan saat ini merupakan helikopter ketujuh dari target sembilan unit. "Saat ini empat sudah digunakan untuk kegiatan SAR, dua untuk VVIP. Dua sisanya akan diselesaikan dalam waktu dekat," tuturnya.
Seluruh helikopter ini dikerjakan oleh PT DI. Dari dua yang sedang dalam tahap penyelesaian, satu helikopter ditargetkan rampung pada akhir 2011 dan satu lagi pada pertengahan 2012.
Sumber : MEDIA_INDONESIA.COM
http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20101230_074732_puma2.jpg
David-80 January 2nd, 2011, 09:28 AM the additional F-16 from the US news update
Sampai saat ini, TNI akan memperoleh hibah pesawat tempur F16 sebanyak 24 buah dari Amerika Serikat. Proses hibah itu hingga saat ini masih dalam proses administrasi.
http://nasional.vivanews.com/news/read/196813-setengah-anggaran-tni-digunakan-untuk-senjata
cheers
typhoonbringer January 2nd, 2011, 08:58 PM masih belum jelas upgrade dari blok 25 nya soalnya, apakah jadi blok 32 ato 52 ato ngarep2 60 :lol:
masdwi January 5th, 2011, 05:08 AM sebenernya implant gamungkin sampe bisa sabotase lah, nanti pamor penjual turun, kaya rusia sama T-72 nya yang ancur2an pamornya gara2 monkey model, memang ada cerita TNI nemu implant di alutsista mas?
yg ada, coding buat jammingnya dibeli sama pihak musuh, ini yg berat, kaya pas malvinas
ini yg kemungkinan besar terjadi.
kemungkinan implant juga ada, terutama untuk alutsista2 yg berkaitan dengan transfer2 data
masih belum jelas upgrade dari blok 25 nya soalnya, apakah jadi blok 32 ato 52 ato ngarep2 60 :lol:
maksimal ke blok 32 bro ...
masalahnya, dikasih AMRAAM kagak? percuman kl hy AGM-65 dan AIM-9 ( kecuali yg 9x )
typhoonbringer January 5th, 2011, 07:20 AM ini yg kemungkinan besar terjadi.
kemungkinan implant juga ada, terutama untuk alutsista2 yg berkaitan dengan transfer2 data
maksimal ke blok 32 bro ...
masalahnya, dikasih AMRAAM kagak? percuman kl hy AGM-65 dan AIM-9 ( kecuali yg 9x )
isunya kan dapet 120 makanya ngebet itu sarang naga dapetin falcon, implant transfer data ya yah selama alutsista beli/rakit diluar resikonya begitu mas, even alutsista rusia pun mungkin aja di susupin macem2
cuma implant2 begitu setau saya ya, cuma sebatas GPS position aja, jadi radarnya US misalnya bisa tau falcon kita dimana aja even diluar jangkauan radar dia lewat coordinate locator, cuma kalo sampe jamming mesinya mati/software eror sih gamungkin, makanya nanti kalo komunikasi di falcon pake suroboyoan aja biar bingung semua pengintipnya :lol:
David-80 January 5th, 2011, 10:48 AM ^^ Btw ngomong2 masalah KFX, sekarang turkey kayaknya bakal ikutan program ini.
http://www.network54.com/Forum/211833/thread/1292245772/last-1292248239/Turkey+looks+to+join+Korea%27s+KFX+indigenous+fighter+program+along+with+Indonesia
Keen to bolster the capabilities of its Air Force, Turkey is interested in developing a new fighter aircraft with South Korea and Indonesia, senior Turkish and South Korean officials have said.
"There have been some preliminary talks about our possible participation in the KF-X program," a senior Turkish procurement official told the Hürriyet Daily News & Economic Review over the weekend. "We are investigating the feasibility and possibilities of this program."
Cheers
typhoonbringer January 5th, 2011, 01:34 PM ^^ Btw ngomong2 masalah KFX, sekarang turkey kayaknya bakal ikutan program ini.
http://www.network54.com/Forum/211833/thread/1292245772/last-1292248239/Turkey+looks+to+join+Korea%27s+KFX+indigenous+fighter+program+along+with+Indonesia
Cheers
iya tapi masih ngga jelas juga, kemungkinan sih ikutan suntik modal karena indo ga nyumbang duit cuma nyumbang engineer IIRC
peseg5 January 5th, 2011, 04:59 PM Bingung juga.. kenapa harus pakai sniper untuk pengamanan bandara umum? Rasanya sih bukannya memberi rasa aman tapi kalau sampai penumpang tahu justru merasa serem... Kenapa nggak pake pengamanan atau petugas pengamanan yang umum sebagaimana umumnya bandara yang lain sih?
Mungkin kalau mereka liat Gayus mendarat, diperintahkan untuk dilumpuhkan dulu di kaki. Biar gak hilir mudik keluar LP.
VRS January 7th, 2011, 02:18 AM police tactic vehicle was run fast on main street...
http://img41.imageshack.us/img41/403/07012011806.jpg (http://img41.imageshack.us/i/07012011806.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Kopassus January 8th, 2011, 05:00 PM Barrakuda...nice pic, thanks for posting!
VRS January 9th, 2011, 02:38 PM yg membawa keseb sepak bola malaysia keluar dari senayan..??
masdwi January 11th, 2011, 06:54 AM Barrakuda...nice pic, thanks for posting!
yup, dan sepertinya sebentar lagi mau ditemani ranpur Arwana, yg mirip Barracuda ...
yg membawa keseb sepak bola malaysia keluar dari senayan..??
ya, benar bro ..
David-80 January 13th, 2011, 07:10 AM U.S. reaffirms maintenance for Indonesian F-16 fleet
09:37, January 05, 2011
The United State has reaffirmed its pledge in securing the service and maintenance works on F-16 fighter jet planes operated by Indonesian air forces, an Indonesian official said on Tuesday.
Speaking on the sidelines of a meeting between Indonesia Air Forces Chief Marshall Imam Sufaat and former commander of U.S. fleet in Asia Pacific region Gen. (ret.) William J. Beggert, Indonesian Air Forces Spokesman Rear Marshall Bambang Samoedro conveyed that U.S. service and maintenance works on Indonesia's F- 16 planes have been resuming well after the U.S. embargo on such services was lifted in November 2005.
"They have been helping us in monitoring and checking the parts of our F-16 fleet in the last three years," Bambang said.
William J. Beggert now is the vice president of Business Development and Aftermarket Sales and Services at Pratt & Whitney.
Bambang said that teams from U.S. jet engine firm Pratt & Whitney came to Indonesia twice a year, checking the airworthiness of those planes.
"The service and maintenance works were conducted exactly the same like it was before the embargo was imposed," Bambang added.
Indonesia now operates 10 F-16 Fighting Falcon produced by U.S. firm General Dynamics. Those planes are stationed in Air Force's third air base located in Madiun, east Java, the Antara news service reported.
The embargo on Indonesia's fighter jet planes were imposed in late 1990s following an allegation of rights abuses committed by Indonesian forces during the referendum in former Indonesian province East Timor.
Source: Xinhua
http://english.peopledaily.com.cn/90001/90777/90852/7250800.html
cheers
Kopassus January 14th, 2011, 03:19 PM 01.07.2011
RENAULT TRUCKS DEFENSE RECEIVE NEW ORDERS FROM INDONESIA
Renault Trucks Defense has signed two contracts with PT PINDAD (Persero) to supply vehicles type Sherpa light Scout and powerpacks kits fitted on the Panser, for the needs of Indonesian Armed Forces.
Renault Trucks Defense will provide to PT Pindad, a state Indonesian company supplier of equipment, the first units of Sherpa Light Scout with hard top cargo. The Indonesian Armed Forces has chosen the Sherpa light as recce vehicles to accompany the armoured Panser 6x6. Renault Trucks Defense will supply 12 units of powerpacks VAB 320 (engine, transmission, cooling system, drop box) to equip the Panser vehicles. Two years ago, Renault Trucks Defense sold 150 powerpacks to PT PINDAD.
Sherpa light scout
Description
The « Sherpa Light » family of 4x4 tactical and light armoured vehicles is designed to provide light forces (infantry, paratroopers, marines, internal security) with the best mobility / payload compromise of its category. In addition to its outstanding on and off-road performances, the Sherpa Light is fully air transportable (A400M / C-130), multirole and ready for being up-armoured (ballistic and mine kits). The Sherpa Light has already been adopted by NATO, France and other countries.
The SHERPA LIGHT SCOUT, available in unarmoured or armoured variants, is ideally suited for tactical missions such as scouting, patrol, convoy escort and command and liaison. It is able to transport up to 4 or 5 soldiers and a roof mounted weapon system.
http://94.100.120.143/1210300001-1210350000/1210313001-1210313100/1210313056_5_sfv2.jpeghttp://94.100.120.145/1210300001-1210350000/1210313101-1210313200/1210313167_5_7DSr.jpeg
Mimihitam January 18th, 2011, 12:14 PM Indonesia Sudah Mampu Buat Kapal Perang
JAKARTA, KOMPAS.com — Cita-cita Pemerintah Indonesia untuk berdaulat dan mandiri dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan semakin terwujud. Pada akhir November lalu putra-putra terbaik bangsa berhasil membuat Kapal Perang RI Banjarmasin-592.
Kandungan lokal pada KRI jenis landing platform deck (LPD) atau berfungsi untuk memobilisasi pergeseran pasukan ini mencapai 40-60 persen. Sementara itu, mesin KRI Banjarmasin-592 didapat dari Amerika Serikat.
"Pelaksanaan pengerjaannya dibuat di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari Dae Sun Shipbuilding," kata Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Laksma Iskandar Sitompul.
Dikatakan, kapal yang diserahkan ke jajaran Markas Komando Lintas Laut Militer pada 22 Desember 2010 ini merupakan wujud keberhasilan TNI AL untuk melaksanakan transfer teknologi kepada industri strategis nasional.
Kelebihan KRI ini dibandingkan dengan kapal sejenis lainnya adalah daya tampungnya. Jika kapal sejenis yang telah ada sebelumnya hanya dapat menampung 3 helikopter, KRI Banjarmasin-592 ini mampu menampung 5 helikopter.
"Tiga helikopter di deck dan dua helikopter di dalam hanggar," kata Komandan KRI Banjarmasin-592 Kolonel Laut Eko Joko Wiyono.
Kapal ini juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, dan 126 awak. Kapal ini bisa juga mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam.
Ketika membawa logistik, kapal ini pun dapat menjalankan fungsi patroli di kawasan yang dilintasinya. Awak kapal KRI Banjarmasin, kata Iskandar, juga dipersenjatai demi melindungi diri. "Perwira di kapal ini memang dipersiapkan untuk melakukan fungsi patroli," kata Iskandar.
Terkait dengan biaya pembuatan, Iskandar mengatakan, KRI Banjarmasin-592, yang diserahkan PT PAL di Surabaya kepada TNI pada November 2010 silam, menelan dana Rp 360 miliar. Anggaran ini diambil dari APBN multiple years selama lima tahun.
Biaya pembuatan ini memang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan pemerintah membeli langsung. Namun, biaya yang lebih mahal tersebut disebabkan lama waktu pembuatan kapal selama tiga tahun. Idealnya, kapal sejenis KRI Banjarmasin, yang dibuat pada 2006-2009, dapat dikerjakan selama dua tahun.
Iskandar mengaku optimistis, ke depan, berbekal pengalaman yang ada, putra-putri bangsa dapat membuat KRI sejenis selama dua tahun sehingga biaya dapat ditekan. TNI berharap, ketika putra-putri terbaik bangsa dapat membuat KRI sejenis KRI Banjarmasin-592 selama dua tahun, akan ada negara-negara yang tertarik memesan kapal perang dari Indonesia.
Saat ini KRI Banda Aceh, kapal sejenis KRI Banjarmasin-592, mulai dikerjakan. Diharapkan, kapal tersebut dapat dirampungkan selama dua tahun. "Harapan TNI, ke depan, semoga kapal-kapal yang tidak pure combatant (hanya difungsikan untuk perang) bisa dibuat putra-putra bangsa secara keseluruhan," kata Iskandar.
KRI Banjarmasin-592 selanjutnya akan berada di bawah koordinasi Markas Komando Lintas Laut Militer.
http://nasional.kompas.com/read/2011/01/16/18514614/Indonesia.Sudah.Mampu.Buat.Kapal.Perang-5
VRS January 18th, 2011, 01:51 PM 01.07.2011
RENAULT TRUCKS DEFENSE RECEIVE NEW ORDERS FROM INDONESIA
Renault Trucks Defense has signed two contracts with PT PINDAD (Persero) to supply vehicles type Sherpa light Scout and powerpacks kits fitted on the Panser, for the needs of Indonesian Armed Forces.
Renault Trucks Defense will provide to PT Pindad, a state Indonesian company supplier of equipment, the first units of Sherpa Light Scout with hard top cargo. The Indonesian Armed Forces has chosen the Sherpa light as recce vehicles to accompany the armoured Panser 6x6. Renault Trucks Defense will supply 12 units of powerpacks VAB 320 (engine, transmission, cooling system, drop box) to equip the Panser vehicles. Two years ago, Renault Trucks Defense sold 150 powerpacks to PT PINDAD.
Sherpa light scout
Description
The « Sherpa Light » family of 4x4 tactical and light armoured vehicles is designed to provide light forces (infantry, paratroopers, marines, internal security) with the best mobility / payload compromise of its category. In addition to its outstanding on and off-road performances, the Sherpa Light is fully air transportable (A400M / C-130), multirole and ready for being up-armoured (ballistic and mine kits). The Sherpa Light has already been adopted by NATO, France and other countries.
The SHERPA LIGHT SCOUT, available in unarmoured or armoured variants, is ideally suited for tactical missions such as scouting, patrol, convoy escort and command and liaison. It is able to transport up to 4 or 5 soldiers and a roof mounted weapon system.
http://94.100.120.143/1210300001-1210350000/1210313001-1210313100/1210313056_5_sfv2.jpeghttp://94.100.120.145/1210300001-1210350000/1210313101-1210313200/1210313167_5_7DSr.jpeg
99 % like humvee...
Kopassus January 19th, 2011, 04:34 AM I understand your reaction,
but if you want to make an armoured jeep, its very difficult to let your vehicle looks completely different than a HMMWV/Humvee. The frontwindow and frontgrille looks already very different.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6f/Hmmwv-036.jpg/800px-Hmmwv-036.jpg
A HMMWV firing a TOW missile.
A lot looks like the HMMWV (like the GAZ 2975 Tigr), but there are also a lot who looks like the Panhard VBL ( Cobra from Otokar or P2 from PT. Sentra Surya Ekajaya).
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/9/98/Greek-Vbl.jpg/800px-Greek-Vbl.jpg
A VBL from the Greek Army
http://www.dmcindonesia.web.id/imgdmc/panser/panser2.jpg
P2 APC/Commando dari PT. Sentra Surya Ekajaya
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a1/GAZ_2975_Tigr.JPG/800px-GAZ_2975_Tigr.JPG
GAZ-2975 "Tigr" at rehearsal of Moscow Victory Parade
A good exception is the Dutch/German Fennek:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/37/Fennek_2.jpg/800px-Fennek_2.jpghttp://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a9/Fennek20070115.jpg/800px-Fennek20070115.jpg
or the MOWAG Eagle
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f6/Mowag_Eeagle.jpg/800px-Mowag_Eeagle.jpg
MOWAG Eagle II
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/47/Bundeswehr_mowag_eagle_IV_front.JPG/800px-Bundeswehr_mowag_eagle_IV_front.JPG
MOWAG Eagle IV
Kopassus January 19th, 2011, 04:52 PM UJI COBA ROKET RM 70 GRAD KE LCU KRI SURABAYA-591
[29-Januari-2010]
Sejumlah prajurit Batalyon Roket-1 Marinir melaksanakan uji coba Roket Multi Laras RM 70 Grad ke dalam Landing Craft Utility (LCU) milik KRI Surabaya-591 di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya, Kamis, (28/01)
Uji coba tersebut dipimpin oleh Komandan Resimen Arteleri-1 Marinir Kolonel Marinir R.B Heraspatty serta disaksikan oleh Kepala Staf Koarmatim Laksma TNI Arief Rudianto, Asops Kaspasmar-1 Kolonel Marinir I Made Wahyu Santoso, Asintel Kaspasmar-1 Kolonel Marinir Edi Juardi, Komandan KRI Surabaya Letkol Laut (P) OC. Budi dan beberapa pejabat dilingkungan Resimen Arteleri-1 Marinir.
Kegiatan diawali dengan mengukur ketinggian pada saat masuk maupun keluar pintu samping KRI Surabaya, setelah di dalam KRI, dilanjutkan dengan mengukur ketinggian dan lebar LCU yang akan digunakan untuk memuat Roket RM 70 Grad serta mengetahui ukuran ketinggian kendaraan saat berada di LCU, setelah Roket RM 70 Grad berada di atas LCU, kemudian LCU keluar dari KRI Surabaya melalui pintu rampa dengan lancar dan LCU melakukan manuver di laut.
Sementara itu Kolonel Marinir R.B Heraspatty mengatakan bahwa uji coba ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, baik saat Roket RM 70 Grad masuk ke KRI, ke LCU maupun saat keluar masuk lewat pintu rampa KRI Surabaya serta manuver di laut.
Dengan demikian, lanjutnya, Roket RM 70 Grad siap untuk digunakan dalam Latihan Pemantapan Terpadu Marinir 2010 dengan dinaikkan LCU milik KRI Surabaya.
[admin]
http://www.marinir.mil.id/images2/UJI%20COBA%20NET.jpg
Kopassus January 29th, 2011, 03:00 AM TNI AL Repowering 6 Kapal Perang
http://4.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TUKkwSv2EBI/AAAAAAAACNg/uuhXTk84-W4/s400/yakhont2.jpg
SURABAYA - Sebanyak 6 kapal perang TNI AL akan di-repowering untuk kurangi beban biaya. Ke-6 kapal itu, diantaranya, kapal tempur buatan Belanda.
Satu diantara kapal yang sudah selesai di-repowering yakni KRI Karel Sasuit Tubun. Sementara KRI Oswald Siahaan dalam proses repowering. Repowering ini dalam upaya memperbarui kapal-kapal TNI AL yang sudah tua dan dianggap tidak layak dipakai beroperasi.
Laksamana Agus Suhartono Panglima TNI AL seperti dilaporkan Suara Surabaya, Jumat (28/01), mengatakan repowering dilakukan pada kapal yang badannya bagus tapi daya dorongnya sudah buruk.
Ini disampaikan Laksamana Agus Suhartono di sela sertijab jabatan komandan Jenderal Akademi TNI dari Letjen Nono Sampurno kepada Marsekal Pertama S Andreas di AAL Surabaya.
Kata Panglima TNI, prioritas repowering adalah kapal-kapal dari Belanda dan Jerman Barat. Untuk kapal-kapal yang dibeli dari Amerika pada tahun70-an akhir tidak digunakan lagi. Panglima TNI mengistilahkan dengan sebutan akan dilepas.
Repowering kapal dilakukan secara bertahap sejak akhir tahun lalu. Dengan repowering, penggunaan BBM pada kapal bisa dihemat. Panglima menambahkan biasanya 1 kapal bisa menghabiskan 50 ton solar, dengan pembaharuan hanya menggunakan 18-20 ton solar.
Repowering kapal ini melibatkan industri perkapalan dalam negeri seperti PT PAL, PT Pindad dan Industri Angkatan Laut. Industri dalam, dinilai Panglima, sudah baik. Selain kapal, sistem kendali persenjataan seperti rudal juga di-repowering. Khusus untuk rudal masih melakukan kerjasama dengan China dan Rusia.
Sumber : SUARASURABAYA.NET
David-80 January 30th, 2011, 01:19 AM TNI AL will also tryout their Yakhont missile.
TNI AL Akan Uji Coba Rudal 'Yakhont'
http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/01/25/brk,20110125-308855,id.html
Selasa, 25 Januari 2011 | 16:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - TNI Angkatan Laut akan melakukan uji coba peluru kendali (rudal) Yakhont buatan Rusia dari kapal perang buatan Indonesia. "Jaraknya jauh sekali, 300 km. Jadi dari Surabaya bisa nembak ke Yogya," kata Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, dalam jumpa pers di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1).
Rudal ini, kata Soeparno, akan dipasang di KRI Oswald Siahaan-354. Persiapan uji coba kini sedang dilakukan. Sasarannya, adalah kapal yang mau dihapus (dibesi tuakan). Itu buatan Amerika, satu kapal," kata dia tanpa merinci nama kapal yang dimaksud. Lokasi uji coba penembakan juga belum diutarakan.
Sasaran uji coba adalah kapal angkut produksi AS yang kini ada di Komandan Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Kapal angkut yang ada di sana, kata Soeparno, umumnya sudah berusia tua karena dibuat pada tahun 1940an. "Sudah ada ijin dari pemerintah AS itu juga untuk dihapus karena sudah tidak layak pakai," kata dia.
Penembakan rudal Yakhont merupakan salah satu upaya TNI AL menyiapkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan sumber daya manusia di lingkungan internalnya. Uji coba ini juga untuk mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis yang berubah cepat dengan memprioritaskan sistem dan manajemen pemeliharaan, perawatan, perbaikan yang efektif untuk mencapai kesiapsiagaan yang optimal.
Yakhont adalah rudal supersonik terbaru yang dimiliki TNI AL. Rudal buatan Rusia itu memiliki dimensi panjang 8,9 meter dan diameter 0,7 meter, jarak tembaknya sejauh 300 kilometer, dan bisa mencapai kecepatan luncur sebesar 2,5 Mach. Satu unit rudal Yakhont ditaksir seharga US$ 1,2 juta.
MAHARDIKA SATRIA HADI
KXSfmA_BO60
cheers
typhoonbringer January 30th, 2011, 09:07 PM rudal mahal ne jangan ampe mleset
Kopassus January 31st, 2011, 05:02 AM TNI AL will also tryout their Yakhont missile.
TNI AL Akan Uji Coba Rudal 'Yakhont'
http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/01/25/brk,20110125-308855,id.html
Selasa, 25 Januari 2011 | 16:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - TNI Angkatan Laut akan melakukan uji coba peluru kendali (rudal) Yakhont buatan Rusia dari kapal perang buatan Indonesia. "Jaraknya jauh sekali, 300 km. Jadi dari Surabaya bisa nembak ke Yogya," kata Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, dalam jumpa pers di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1).
Rudal ini, kata Soeparno, akan dipasang di KRI Oswald Siahaan-354. Persiapan uji coba kini sedang dilakukan. Sasarannya, adalah kapal yang mau dihapus (dibesi tuakan). Itu buatan Amerika, satu kapal," kata dia tanpa merinci nama kapal yang dimaksud. Lokasi uji coba penembakan juga belum diutarakan.
Sasaran uji coba adalah kapal angkut produksi AS yang kini ada di Komandan Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Kapal angkut yang ada di sana, kata Soeparno, umumnya sudah berusia tua karena dibuat pada tahun 1940an. "Sudah ada ijin dari pemerintah AS itu juga untuk dihapus karena sudah tidak layak pakai," kata dia.
Penembakan rudal Yakhont merupakan salah satu upaya TNI AL menyiapkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan sumber daya manusia di lingkungan internalnya. Uji coba ini juga untuk mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis yang berubah cepat dengan memprioritaskan sistem dan manajemen pemeliharaan, perawatan, perbaikan yang efektif untuk mencapai kesiapsiagaan yang optimal.
Yakhont adalah rudal supersonik terbaru yang dimiliki TNI AL. Rudal buatan Rusia itu memiliki dimensi panjang 8,9 meter dan diameter 0,7 meter, jarak tembaknya sejauh 300 kilometer, dan bisa mencapai kecepatan luncur sebesar 2,5 Mach. Satu unit rudal Yakhont ditaksir seharga US$ 1,2 juta.
MAHARDIKA SATRIA HADI
cheers
-Good news, the P800 Oniks (Yakhont) is more capable than the RGM-84 Harpoon/MM38/C802 together.
- KRI Oswald Siahaan-354 buatan Belanda!
- "Sudah ada ijin dari pemerintah AS itu juga untuk dihapus karena sudah tidak layak pakai".-> Minta izin sama negara itu utk menghancurkan barang sendiri?!!? Ya, mungkin kapal ini dulu sumbangan dari AS.
Kopassus January 31st, 2011, 05:04 AM rudal mahal ne jangan ampe mleset
As expensive as the less capable RGM-84L Harpoon Block II
novian January 31st, 2011, 03:41 PM [Mantap] Brak!! Habibie Gebrak Meja Komisi I DPR Saat Bahas Alutsista
Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie diundang rapat dengan Komisi I DPR untuk membahas alat utama sistem persenjataan (alutsista). Brak!! Ahli pesawat terbang itu tiba-tiba menggebrak meja saat menyampaikan pendapatnya.
"Kalau Anda mengimpor gelas (sambil mengangkat gelas), mengimpor meja (sambil menggebrak meja) dan mengimpor mic (sambil menunjuk mic) maka Anda membayar jam kerja orang sana. Bayarlah jam kerja rakyat agar semua bisa mandiri!" ujar Habibie berapi-api di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2011).
Jika industri pertahanan lokal tidak diutamakan, lanjut menristek era Orde Baru ini, maka generasi mendatang akan kasihan. Indonesia tidak bisa selamanya bergantung pada impor alat pertahanan.
"Kita tidak bisa begini, karena awalnya ini (industri pertahanan lokal) adalah perjuangan. Jangan kualat," ucap pria 75 tahun ini.
Dia menyebut, sejak tahun 2002 hingga sekarang, industri pertahanan Indonesia tidak pernah fokus. Habibie menilai, industri pertahanan Indonesia hanya memfokuskan keuntungan per generasi, dan yang dikejar bukan kemandirian tapi hanya keuntungan sesaat.
"Saya menyebutnya ini skenario VOC. Coba bandingkan dengan Amerika. Pembiayaan industri untuk kemandirian. Berbeda dengan kita, pengembangan teknologi tidak maju, karena yang dicari hanya keuntungan dolar Amerika saja. Saya orang tua tapi tidak buta," ucapnya dengan nada tegas.
Habibie menyampaikan, dirinya bersyukur anggota Komisi I telah diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk duduk di kursi Dewan. Hal itu disampaikannya sembari menunjuk ke anggota Komisi I. Dia mengakui, omongannya tidak akan didengar jika tidak bersama dengan DPR.
"Kalau ada yang mau mendirikan lapangan golf di tempat strategis industri, saya akan berdiri, saya akan hadang mati-matian. Ini berkaitan dengan menjaga jam kerja rakyat Indonesia," kata pria yang dijuluki Mr krack ini.
http://www.detiknews..com/read/2011/0...tsista?9911012
===============
mantap...salut buat pak habibie ini...
Mimihitam February 1st, 2011, 10:27 AM Rusia Ajak Indonesia 'Main Perang-perangan'
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Militer Rusia mengajak Indonesia ikut dalam latihan bersamanya dengan Australia yang akan digelar April 2011. Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov saat mengadakan kunjungan kehormatan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, latihan bersama militer Rusia dan Australia sudah lama dilaksanakan. "Dan kami berharap Indonesia bisa ikut serta dalam latihan tersebut," kata Ivanov.
Menanggapi itu, Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkannya secara matang. Dalam pertemuan tertutup tersebut, dibicarakan pula pengadaan alat utama sistem senjata TNI yang diadakan dari Rusia.
Di era 1960-an sebagian besar alat utama sistem senjata diadakan dari Rusia seperti pesawat tempur dan kapal selam. Terakhir Indonesia membeli 10 pesawat tempur jet Sukhoi dan berencana melakukan pembelian enam unit pesawat sejenis secara bertahap.
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/02/01/161731-rusia-ajak-indonesia-main-perangperangan
Inlander February 3rd, 2011, 05:28 AM TNI AL will also tryout their Yakhont missile.
TNI AL Akan Uji Coba Rudal 'Yakhont'
http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/01/25/brk,20110125-308855,id.html
Selasa, 25 Januari 2011 | 16:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - TNI Angkatan Laut akan melakukan uji coba peluru kendali (rudal) Yakhont buatan Rusia dari kapal perang buatan Indonesia. "Jaraknya jauh sekali, 300 km. Jadi dari Surabaya bisa nembak ke Yogya," kata Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, dalam jumpa pers di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1).
Rudal ini, kata Soeparno, akan dipasang di KRI Oswald Siahaan-354. Persiapan uji coba kini sedang dilakukan. Sasarannya, adalah kapal yang mau dihapus (dibesi tuakan). Itu buatan Amerika, satu kapal," kata dia tanpa merinci nama kapal yang dimaksud. Lokasi uji coba penembakan juga belum diutarakan.
Sasaran uji coba adalah kapal angkut produksi AS yang kini ada di Komandan Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Kapal angkut yang ada di sana, kata Soeparno, umumnya sudah berusia tua karena dibuat pada tahun 1940an. "Sudah ada ijin dari pemerintah AS itu juga untuk dihapus karena sudah tidak layak pakai," kata dia.
Penembakan rudal Yakhont merupakan salah satu upaya TNI AL menyiapkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan sumber daya manusia di lingkungan internalnya. Uji coba ini juga untuk mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis yang berubah cepat dengan memprioritaskan sistem dan manajemen pemeliharaan, perawatan, perbaikan yang efektif untuk mencapai kesiapsiagaan yang optimal.
Yakhont adalah rudal supersonik terbaru yang dimiliki TNI AL. Rudal buatan Rusia itu memiliki dimensi panjang 8,9 meter dan diameter 0,7 meter, jarak tembaknya sejauh 300 kilometer, dan bisa mencapai kecepatan luncur sebesar 2,5 Mach. Satu unit rudal Yakhont ditaksir seharga US$ 1,2 juta.
MAHARDIKA SATRIA HADI
KXSfmA_BO60
cheers
harga rudalnya US$ 1.2 juta...lebih mahal 0.2 juta dari C-802 (yang dikasih yakhont cuma satu kapal sementara 5 VS lainnya pake C-802.... kira2 radar dan perangkat sensor lainnya diganti dengan apa??
Kopassus February 3rd, 2011, 04:43 PM Wednesday, February 02, 2011
KSAU : Australia Akan Hibahkan 4 Hercules Kepada TNI AU
http://img204.imageshack.us/img204/7653/20081101raaf81430360042gs6.jpg
C-130H RAAF
YOGYAKARTA - Pemerintah Australia akan memberikan hibah empat pesawat Hercules kepada TNI AU, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Yogyakarta, Rabu (2/2).
"Kepala Angkatan Udara Australia telah melakukan kunjungan ke Indonesia pada 27 Januari 2011, dan mereka siap menyerahkan pesawat tersebut," katanya usai memimpin upacara serah terima jabatan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta.
Menurut dia, dalam kunjungan itu Kepala Angkatan Udara Australia, selain memberikan kuliah kepada taruna AAU, juga melakukan komunikasi dalam rangka realisasi rencana hibah empat pesawat Hercules.
"Proses penyerahan pesawat hibah tersebut tidak akan dilakukan dalam satu waktu, melainkan bertahap hingga 2012. Tahun ini akan diserahkan dua pesawat, kemudian pada 2012 dua pesawat lagi," katanya.
Ia mengatakan, setelah diterima, pesawat Hercules tersebut tidak akan langsung dioperasikan, tetapi harus terlebih dulu masuk depo untuk dilakukan pengecekan.
"Setelah dinyatakan siap untuk pengoperasian, pesawat Hercules tersebut baru diterbangkan untuk mendukung produktivitas kerja TNI AU," kata mantan Gubernur AAU itu.
Menurut dia, pesawat Hercules yang dibutuhkan TNI AU saat ini sebanyak 30 unit. Namun, TNI AU hanya memiliki 21 pesawat Hercules, sehingga masih kurang sembilan pesawat.
"Kekurangan pesawat Hercules itu akan dipenuhi dari hibah dan membeli. Sebanyak 30 pesawat Hercules akan digunakan untuk pesawat tanki sebanyak dua unit, pesawat VIP dua unit, dan pesawat operasional dua batalyon sebanyak 26 unit," katanya.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID
Inlander February 4th, 2011, 07:26 AM Type apa ya??? apakah type H lagi??
typhoonbringer February 6th, 2011, 07:00 PM -Good news, the P800 Oniks (Yakhont) is more capable than the RGM-84 Harpoon/MM38/C802 together.
- KRI Oswald Siahaan-354 buatan Belanda!
- "Sudah ada ijin dari pemerintah AS itu juga untuk dihapus karena sudah tidak layak pakai".-> Minta izin sama negara itu utk menghancurkan barang sendiri?!!? Ya, mungkin kapal ini dulu sumbangan dari AS.
nilai historis om, itu LST pernah ikutan pendaratan di normandia
As expensive as the less capable RGM-84L Harpoon Block II
ga juga sih, rudal barat itu kelebihan nya ada di flight path nya yg serem dan banyak opsi, kalo rudal russia warhead nya gede dan supersonik/hypersonik
David-80 February 10th, 2011, 01:55 PM Indonesia to Develop Military Cooperation with S. Korea
2011-02-10 14:58:56 Xinhua
Indonesia's plane company PT Dirgantara Indonesia will develop a light attack helicopter and military cooperation with South Korea, a top executive said on Thursday.
"We are in cooperation with the Indonesian Army to develop a light attack helicopter that could be used to confront separatist and smugglers," said Budi Santoso, president director of PT Dirgantara Indonesia in a parliamentary hearing. He said that characteristic of the helicopter is different from MI35 that is designed for opened battle in which noise is not important. "The most important element of the light attack helicopter is its low noise while flying. We don't need helicopters like MI35 that its noise could be heard from a distance of 10 kilometers," Santoso said.
He also said that the Defense Ministry and its South Korean counterpart are developing a program named the Korean Fighter Program (KFP). "This is our opportunity to upgrade our skill and to grow new expertise, mainly in engineering," he said.
According to Santoso, general lifetime of a plane is about 20- 30 years.
"However, during the lifetime, we need maybe twice or three times of upgrade on weaponry and avionic system. If we have the expertise, we could upgrade it according to our needs," he said.
source http://english.cri.cn/6966/2011/02/10/2681s619981.htm
cheers
typhoonbringer February 11th, 2011, 01:53 AM yah gajadi mangusta, sales prancis emang payah jualanya :p
Kopassus February 11th, 2011, 04:10 AM yah gajadi mangusta, sales prancis emang payah jualanya :p
A129 Mangusta bukan buatan Agusta dari Itali?
CrazyForID February 14th, 2011, 04:37 PM TNI Terima Tawaran Hibah Pesawat F-16 AS
Senin, 14 Februari 2011 22:20 WIB
F-16 Fighting Falcon
tni.mil.id
Jakarta, (tvOne)
TNI menerima tawaran hibah dua skuadron pesawat tempur F-16A/B "Fighting Falcon" dari Amerika Serikat (AS). "Prosesnya sedang berjalan, sudah ditindaklanjuti juga oleh Kementerian Pertahanan dan saat ini kita menunggu konfirmasi lebih lanjut dari AS tentang persetujuan RI atas hibah tersebut," ujar Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono kepada ANTARA di Jakarta, Senin (14/2).
Agus menuturkan, pertimbangan TNI menerima hibah dua skuadron F-16A/B Fighting Falcon itu dikarenakan lebih efektif dan efisien jika membeli enam pesawat sejenis yang baru. "TNI telah memprogramkan pengadaan enam pesawat F-16 yang baru dari AS pada 2014, yang lebih canggih. Namun, dari segi harga lebih hemat jika kita menerima hibah dua skuadron F-16 tersebut," katanya.
Dari sisi teknologi, lanjut Panglima TNI, ke-24 unit pesawat hibah itu dapat di-"upgrade" disesuaikan dengan teknologi terbaru setara dengan F-16 varian terbaru yakni F-16 C/D Block 52. "Sistem avioniknya kita `up-grade`, termasuk sistem persenjataannya, maka pesawat F-16 yang dihibahkan itu masih sangat `mumpuni` sebagai persenjataan yang memberikan efek tangkal," katanya.
Bahkan, masa pakai pesawat F-16 yang dihibahkan itu masih bisa mencapai 20 hingga 25 tahun lagi. "Jadi, lebih efektif dan efisien kita menerima hibah itu, daripada membeli enam pesawat sejenis yang baru," paparnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro mengatakan, pihaknya berharap dengan hibah itu, TNI segera dapat memenuhi skuadron tempurnya secara maksimal. "Dengan hibah tersebut, maka TNI Angkatan Udara dapat segera mendapat tambahan pesawat tempur, tidak harus menunggu hingga 2014. Ini kan baik untuk memberikan efek tangkal," katanya.
source : http://nasional.tvone.co.id/berita/view/48646/2011/02/14/tni_terima_tawaran_hibah_pesawat_f16_as/
David-80 February 14th, 2011, 06:39 PM ^^ dont forget the link
here is the news in english
Indonesia to accept US fighter plane grant
The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 02/14/2011 9:01 PM | National
The Indonesian military (TNI) has decided to accept a grant of two squadrons of F-16A/B Fighting Falcon fighter planes from the United States, TNI Chief Marshall Agus Suhartono said on Monday. He added that the military has informed the defense ministry of their approval and were currently waiting for confirmation from the US. According to him, accepting the grant was far more practical than buying new ones.
“The TNI has programmed the procurement of six more advanced F-16 fighter planes from the US by 2014. However, from the price perspective, it would be more economical if we accepted the grant of two squadrons of F-16,” he said, as reported by Antara news service.
He added that the two squadrons could be upgraded in the future to match the technology of the latest series of F-16, the F-16 C/D Block 52.
“We will upgrade the avionic system, including the weaponry system,” he said.
source http://www.thejakartapost.com/news/2011/02/14/indonesia-accept-us-fighter-plane-grant.html
cheers
jenaro February 14th, 2011, 10:37 PM Hibah dalam dunia militer itu sebetulnya gimana sih ?
Bener-bener gratis 100% tinggal terima aja ? Atau ada tambahan biaya ini itunya, prasyarat musti upgrade ke mereka, beli senjata ke mereka, dll ?
Ada yang bisa bantu jelaskan ?
Inlander February 15th, 2011, 08:44 AM Hibah dalam dunia militer itu sebetulnya gimana sih ?
Bener-bener gratis 100% tinggal terima aja ? Atau ada tambahan biaya ini itunya, prasyarat musti upgrade ke mereka, beli senjata ke mereka, dll ?
Ada yang bisa bantu jelaskan ?
biasanya kagak ada aturan aneh-aneh karena yang diberi hibah itu negara yang dianggap sehaluan, tapi biasanya yang dihibahkan itu barang stok lama so butuh repowering ato retrofitting..
MARINHO February 15th, 2011, 02:18 PM Is that all the US can offer the F16A/B? Why do we speak about the future. These F16 should be upgraded immediately as in the future the KF-X will take over the role of the F16 right?
^^ dont forget the link
here is the news in english
Indonesia to accept US fighter plane grant
The Indonesian military (TNI) has decided to accept a grant of two squadrons of F-16A/B Fighting Falcon fighter planes from the United States, TNI Chief Marshall Agus Suhartono said on Monday. He added that the military has informed the defense ministry of their approval and were currently waiting for confirmation from the US. According to him, accepting the grant was far more practical than buying new ones.
“The TNI has programmed the procurement of six more advanced F-16 fighter planes from the US by 2014. However, from the price perspective, it would be more economical if we accepted the grant of two squadrons of F-16,” he said, as reported by Antara news service.
He added that the two squadrons could be upgraded in the future to match the technology of the latest series of F-16, the F-16 C/D Block 52.
“We will upgrade the avionic system, including the weaponry system,” he said.
bama84 February 15th, 2011, 11:29 PM why don't we upgrade those F-16 by ourselves ? yes, we can do it. Let our engineer do that job.
Kopassus February 16th, 2011, 04:27 AM why don't we upgrade those F-16 by ourselves ? yes, we can do it. Let our engineer do that job.
This one is still your best comment ever:
Originally Posted by bama84 View Post
We can made the armnaments ourselves. So, we don't need them. Why don't ask the US to teach us how to make F-16 itself so we can produce by ourselves ?
aguuungg February 16th, 2011, 05:20 AM TNI Terima Tawaran Hibah Pesawat F-16 AS
Senin, 14 Februari 2011 22:20 WIB
F-16 Fighting Falcon
tni.mil.id
Jakarta, (tvOne)
TNI menerima tawaran hibah dua skuadron pesawat tempur F-16A/B "Fighting Falcon" dari Amerika Serikat (AS). "Prosesnya sedang berjalan, sudah ditindaklanjuti juga oleh Kementerian Pertahanan dan saat ini kita menunggu konfirmasi lebih lanjut dari AS tentang persetujuan RI atas hibah tersebut," ujar Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono kepada ANTARA di Jakarta, Senin (14/2).
Agus menuturkan, pertimbangan TNI menerima hibah dua skuadron F-16A/B Fighting Falcon itu dikarenakan lebih efektif dan efisien jika membeli enam pesawat sejenis yang baru. "TNI telah memprogramkan pengadaan enam pesawat F-16 yang baru dari AS pada 2014, yang lebih canggih. Namun, dari segi harga lebih hemat jika kita menerima hibah dua skuadron F-16 tersebut," katanya.
Dari sisi teknologi, lanjut Panglima TNI, ke-24 unit pesawat hibah itu dapat di-"upgrade" disesuaikan dengan teknologi terbaru setara dengan F-16 varian terbaru yakni F-16 C/D Block 52. "Sistem avioniknya kita `up-grade`, termasuk sistem persenjataannya, maka pesawat F-16 yang dihibahkan itu masih sangat `mumpuni` sebagai persenjataan yang memberikan efek tangkal," katanya.
Bahkan, masa pakai pesawat F-16 yang dihibahkan itu masih bisa mencapai 20 hingga 25 tahun lagi. "Jadi, lebih efektif dan efisien kita menerima hibah itu, daripada membeli enam pesawat sejenis yang baru," paparnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro mengatakan, pihaknya berharap dengan hibah itu, TNI segera dapat memenuhi skuadron tempurnya secara maksimal. "Dengan hibah tersebut, maka TNI Angkatan Udara dapat segera mendapat tambahan pesawat tempur, tidak harus menunggu hingga 2014. Ini kan baik untuk memberikan efek tangkal," katanya.
source : http://nasional.tvone.co.id/berita/view/48646/2011/02/14/tni_terima_tawaran_hibah_pesawat_f16_as/
trus gimana dengan pesawat2 yang lebih canggih seperti Su-35/KF-X. apakah tetap berjalan kalo udah hibah ini?
typhoonbringer February 17th, 2011, 07:04 PM sapa mo taruhan MBT ma gw :p
This one is still your best comment ever:
*ngakakguling2* coba tak tanya temen orang NTP, bisa repowering mesin F-16 gayah :lol:
trus gimana dengan pesawat2 yang lebih canggih seperti Su-35/KF-X. apakah tetap berjalan kalo udah hibah ini?
tetep, hibah ini buat stop gap
Kopassus February 18th, 2011, 08:54 AM Proses blm beres....
Wednesday, February 16, 2011
Hibah F-16 AS Belum Final
JAKARTA - Proses hibah 24 unit pesawat tempur F-16A/B Block-25 dari pemerintah Amerika Serikat (AS) kepada TNI, belum sampai pada tahap finalisasi. Indonesia masih menunggu konfirmasi AS.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro, dan Kepala Pusat Penerangan Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI I Wayan Midhio, yang disampaikan secara terpisah kepada Suara Karya d Jakarta, Selasa (15/2).
TNI telah menyelesaikan kajian terhadap 24 unit F-16 fighting falcon yang akan dihibahkan itu. Pesawat tempur itu masih memenuhi syarat terbang hingga 5.500 jam atau setara pemakaian minimal 25 tahun.
Bambang menyebutkan, kemampuan 24 unit F-16 hibah AS bersamaan 10 unit F-16 jenis sama milik TNI AU akan ditingkatkan setara dengan F-16 C/D Block-32 dalam rangka mendukung kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang telah ada.
"TNI AU berharap ada penambahan pesawat tempur dalam waktu cepat sehingga memaksimalkan kekuatan tempur udara skuadron F-16 yang telah kita miliki," ujarnya.
Indonesia masih menunggu konfirmasi dari pihak AS. Sementara, TNI AU telah mengirimkan hasil kajian F-16 itu kepada Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan.
Hibah 24 unit F-16 akan memenuhi skuadron tempur TNI AU secara maksimal. "Dengan hibah itu, maka TNI AU dapat mendapat tambahan pesawat tempur untuk memberikan efek tangkal," katanya.
Biaya meningkatkan avionic 24 unit F-16 A/B setara dengan membeli 6 unit F-16C/D Block-52 yang baru, yakni 360 juta dollar AS (estimasi 15 juta dolar/pesawat). Selain persenjataan, kemampuan radar ditingkatkan sehingga pesawat bisa melepaskan tembakan secara akurat sebelum penglihatan kasat mata (vionic visual runs).
Secara teknis, dijelaskan Bambang, Indonesia dan AS belum memutuskan proses dan lokasi up-grade F-16 hasil hibah AS karena harus melalui kesepakatan (memorandum of understanding/MoU). Upgrade menjadi satu paket dengan 10 unit F-16 Blok-OCU 15 milik TNI AU.
Persetujuan DPR
Wayan menyebutkan, Kemhan dalam kapasitas pada level kebijakan mendukung hibah F-16 dari AS. "Pemerintah mendukung keinginan TNI," ujarnya.
Pemerintah sendiri terus membantu perawatan dan pemeliharaan pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara, pascaembargo. Perawatan dan pemeliharaan dilakukan oleh perusahaan Pratt & Whitney, yang rutin datang dua kali setahun melakukan pengecekan terhadap pesawat-pesawat F-16 yang bermarkas di Pangkalan Udara Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.
Sementara itu, Komisi I DPR meminta TNI dan pemerintah teliti menerima hibah F-16A/B Block-25 A. Hasil kajian yang telah dilakukan TNI perlu disampaikan di hadapan Komisi I (DPR)," ujar anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Tantowi Yahya.
Koleganya dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani mengingatkan Kemhan dan TNI tidak terburu-buru menerima hibah dua squadron pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat. Sebab, Kemhan pernah menjanjikan kepada Komisi I DPR untuk tranparan membeberkan hasil kajian terhadap hibah F-16 AS.
"Kalau tak melalui kajian berarti melanggar kesepakatan dengan Komisi I. Kami bisa minta dibatalkan hibah tersebut dengan alasan efisiensi dan efektivitas," ujarnya.
Tantowi mengkhawatirkan hibah F-16 akan menambah ketergantungan Indonesia kepada AS. DPR juga tidak ingin hibah F16 ini mengganggu rencana pembangunan Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF) dari dalam negeri.
Sumber : SUARAKARYA-ONLINE
Friday, February 18, 2011
Heli Bell-412 TNI AL Mendarat Darurat di Situbondo
http://4.bp.blogspot.com/-sUfPkXaTdHw/TV3Fl6ZJP0I/AAAAAAAACOs/ep2VZHGV8nM/s400/bell412-01.jpg
SITUBONDO - Sebuah helikopter dengan nomor lambung NBell-412 milik Skuadron 400 TNI-AL mendarat darurat di lapangan SMA Negeri 1 Suboh, Kabupaten Situbondo, Kamis (17/2). Helikopter tersebut terbang dari Kabupaten Banyuwangi hendak menuju ke Bandara Juanda Surabaya, namun berputar-putar rendah di lapangan SMA Negeri 1 Suboh dan melakukan pendaratan darurat karena diduga mengalami kerusakan mesin.
Seorang saksi mata, Imam Syafii, mengatakan helikopter yang terbang rendah di kawasan sekolah membuat siswa dan masyarakat setempat terkejut. "Banyak siswa dan warga yang keluar rumah untuk melihat helikopter yang mendarat di lapangan SMA Suboh. Kami khawatir helikopter itu jatuh menimpa rumah warga," tuturnya.
Menurut dia, helikopter tersebut berputar-putar rendah di lapangan SMA Suboh, kemudian mendarat secara darurat di sana. "Kegiatan belajar di SMA Negeri 1 Suboh sempat terhenti karena banyak siswa yang berhamburan keluar ruangan kelas untuk melihat pendaratan helikopter milik TNI-AL itu," paparnya.
Helikopter Skuadron 400 TNI AL dengan pilot Kapten Novan dan co-pilot Lettu Akbar tidak bisa berbuat banyak dan menunggu teknisi yang didatangkan dari Surabaya. Beberapa kali mereka mencoba menghidupkan mesin helikopter, namun tidak bisa.
Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait dengan pendaratan darurat itu, pilot dan co-pilot enggan memberikan komentar apapun terkait dengan kerusakan mesin yang menyebabkan helikopter tersebut mendarat darurat. Hingga kini, belum diperoleh keterangan resmi dari TNI-AL tentang kemungkinan adanya kerusakan mesin pesawat, sehingga pilot melakukan pendaratan darurat.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID
Alhamdulillah semua awak selamat dan helicopter tidak damaged...
David-80 February 18th, 2011, 02:21 PM ^^ bro kopassus, jangan lupa link beritanya :)
cheers
David-80 February 21st, 2011, 08:54 AM S. Korean Spies Burgled Indonesia Arms Team’s Room, Chosun Says
By Bomi Lim
Feb. 21 (Bloomberg) -- South Korean spies broke into the hotel room of Indonesian officials visiting Seoul last week to find out what price the Southeast Asian nation may bid for weapons and trainer jets, the Chosun Ilbo newspaper reported.
Three National Intelligence Service agents broke into the Lotte Hotel room in central Seoul on Feb. 16 while the Indonesians were away to meet South Korean President Lee Myung Bak, the nation’s biggest newspaper reported in its main front page news story today. The report cited an unidentified South Korean government official, and didn’t say how the person knew the details of the case.
The presidential office doesn’t publicly comment on intelligence activities, Sohn Jie Ae, a spokeswoman for Lee’s office, said by telephone from Seoul today. An official who answered the phone at the National Intelligence Service’s public relations office in Seoul said the report is groundless, without elaborating. The official wouldn’t give his name, citing agency policy.
Police have been investigating the break-in, which was reported on Feb. 16, 13 hours after the incident happened, Chosun said. The agents were spotted by an Indonesian official, prompting them to return laptop computers they were trying to take away, Chosun said. It was unclear whether the agents had already downloaded computer data into a portable memory device, according to the report.
The Indonesian government is aware of the spy agency’s role in the break-in, the Chosun said on its website, without elaborating. The Indonesian delegates refused to let police investigate their laptops and left the country after agreeing to take no further action, Chosun said.
Michael Tene, a spokesman for the Indonesian foreign ministry, didn’t immediately answer calls and text messages to his mobile telephone.
South Korea wants to sell T-50 trainer jets, tanks, and missiles to Indonesia, Chosun said. It is competing against Russia to sell trainer jets to Indonesia, the report said.
To contact the reporter on this story: Bomi Lim in Seoul at blim30@bloomberg.net
source http://noir.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a6aRicVTQobE
cheers
typhoonbringer February 22nd, 2011, 11:23 PM ^^^ ada yg bilang itu emang pancingan biar indo dapet terms lebih enak, entah bener apa ngga, btw dapet dari si grun
http://i228.photobucket.com/albums/ee18/Dimculun/K1Pussenkav.jpg
sapa tuh yg di kanan kumisan hehehehe
David-80 February 23rd, 2011, 03:17 PM ^^ Itu MBT K2 black panther bro?
k-wx6DLhdBo
cheers
typhoonbringer February 25th, 2011, 10:54 PM ^^ Itu MBT K2 black panther bro?
k-wx6DLhdBo
cheers
yg saya post itu MBT setau saya sih K1A1 ya yg ready production sama ready stock, tapi emang ada bisikan K2 juga dilirik
lagunya bikin pengen senam ya tuk wak tuk wak tuk wak
bama84 February 25th, 2011, 11:10 PM ^^
Tank korea itu desainnya mirip Tank Abram ya. Pindad udah bisa bikin heavy tank belum ya ?:lol:
Inlander February 26th, 2011, 07:03 AM ^^^ ada yg bilang itu emang pancingan biar indo dapet terms lebih enak, entah bener apa ngga, btw dapet dari si grun
http://i228.photobucket.com/albums/ee18/Dimculun/K1Pussenkav.jpg
sapa tuh yg di kanan kumisan hehehehe
sotoshop ya bro.... :lol: perhatiin diameter meriamnya sama perutnya si bapak...
r4d1ty4 February 26th, 2011, 10:47 AM yonkav batal dapet kiai dong nih..AMX hasil retrofitan meriamnya jd gede gt ya..
typhoonbringer February 27th, 2011, 09:17 PM ^^
Tank korea itu desainnya mirip Tank Abram ya. Pindad udah bisa bikin heavy tank belum ya ?:lol:
ini emang satu bapak beda ibu sm abram
sotoshop ya bro.... :lol: perhatiin diameter meriamnya sama perutnya si bapak...
loh supirnya juga sgitu kok bandingin aj :lol:
mungkin aj soto mungkin aj bkn, yg jelas mbt psti dibeli :cheers:
yonkav batal dapet kiai dong nih..AMX hasil retrofitan meriamnya jd gede gt ya..
baca britanya yg bener om :p
Adapun tank baru yang akan diakuisi terdiri dari 65 unit tank tempur utama (main battle tank), 53 tank tempur medium, dan 60 panser kanon medium. Penjajakan masih dilakukan pada tank tempur utama dan medium, sedangkan untuk panser kanon telah dilakukan kerjasama dengan Korea Selatan dengan basis kendaraan 6x6 Blackfox.
sumber : http://defense-studies.blogspot.com/2011/02/pussenkav-ujicoba-amx-13-upgrade.html
mungkin bukan k1a1, tapi ya MBT udah pasti :)
ada lagi berita nih agak basi sih :
New contracts CMI Defence with CSE90 weapon system and LCTS90
At the International Defence Exhibition of Abu Dhabi, the Belgian Company CMI Defence presents its complete full scale Cockerill CT-CV Weapon System (advanced 105 mm) and its new Gun Launched Anti-Tank Guided Missile, The Falarick 105.
Through this state-of-the-art turret , CMI Defence will demonstrate to visitors its innovative approach to their high level of embedded technologies, these weapon systems not only supply the ultimate firepower for light and medium weight armoured vehicles, but also meet constantly changing operational needs thanks to their versatile and permanently evolutive qualities. Thanks to its experience in quality weapon system design and manufacture CMI Defence increases its international reputation through the signing of two new international contracts. By 2013, CMI Defence will deliver 22 new CSE90 systems to Indonesia and 84 new LCTS90 to Saudi Arabia.
Between 2000 and 2003, CMI Defence already delivered 144 LCTS90 weapon systems to Saudi Arabia which are currently being modernized. Saudia Arabia keeps its trust in CMI Defence products through the acquisition of 84 LCTS90 weapon systems that are to be installed on General Dynamics Land Systems Canada (GDLS-C)’s Piranha vehicle.
Blacfox Tarantula 6x6 with CSE-90 Cannon (photo : Asia Today)
Regarding the contract with Indonesia, the CSE90 weapon system will be installed on Doosan’s 6x6 Tarantula (also named Black Fox) built by South Korean company Daewoo International.
The performances of the CMI Defence Weapons systems have been further enhanced by incorporating sub-systems of the latest generation including electro-mechanical drives and modern day/night sight with laser range finder and ballistic computer. Its single stage muzzle brake allows the firing of APFSDS-T ammunition. Secondary armament includes coaxial and pintle-mounted 7.62 mm machine gun and grenade launchers.
All the conception and manufacturing is taking place in CMI Defence’s new facilities in Loncin (Belgium) while integration of the turrets on the Tarantula vehicles will take place in South Korea. First deliveries are expected for 2013.
sumber : http://defense-studies.blogspot.com/2011/02/indonesia-orders-22-cse-90-weapon.html
uda mau jadi ni panser kanon ahihi
aguuungg February 28th, 2011, 05:11 AM Air force jets will be on time
THE Royal Australian Air Force will gets its first two Joint Strike Fighters on time in 2014, despite production delays in the US, their manufacturer Lockheed Martin says.
Company officials said in Canberra yesterday the RAAF should have a squadron of 14 of the fighter bombers by 2018, as planned.
The government says it wants to buy up to 100 multi-role JSFs to replace the retired F-111 bombers and the RAAF's F/A-18 Hornet fighter-bombers.
The first two JSFs, now designated the F-35 Lightning ll, will be used to train Australian pilots and ground crew in the US.
The Lockheed officials revealed yesterday they had fired off another shot in the trans-Atlantic battle for the $3.5 bn contract to supply the Navy's new helicopter that will replace its ageing Seahawks, the marine version of the Black Hawk.
Lockheed Martin has teamed up with US helicopter firm Sikorsky to offer the new MH-60R Seahawk, or ``Romeo'', and is competing with Eurocopter's NH90 NFH, or NATO Frigate Helicopter.
The officials also said they could offer the Australian government a deal in which the American companies would take back the older helicopters no longer needed by the navy or the army. The aircraft could be refurbished and sold to customers who needed helicopters for less demanding roles.
That could be a way for Australia to offset the cost of the new helicopters, the officials said, but it would only apply if the American companies won the contract.
sumber (http://www.theaustralian.com.au/national-affairs/air-force-jets-will-be-on-time/story-fn59niix-1226007836526)
patut diwaspadai
Kopassus March 13th, 2011, 06:13 AM Some nice motorbikes
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0484.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0485.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0486.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0487.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0488.jpg
VRS March 13th, 2011, 11:40 AM wheres the gun position at that motor?
v-sun March 14th, 2011, 11:05 AM 14/03/2011 16:01
Tiga BUMN Didorong Jadi Pelopor Industri Militer
Arief Pratama
INILAH.COM, Bandung - Tiga BUMN harus dimaksimalkan untuk membuat alat utama sistem pertahanan (alutsista) nasional karena tingginya ketergantungan Indonesia terhadap industri militer negara lain saat ini.
Tiga BUMN yang bisa menjadi pelopor industri militer dalam negeri adalah, PT Dirgantara Indonesia (DI), PT PAL Indonesia, dan PT Pindad.
Anggota Komisi 1 DPR RI Tritamtomo mengatakan upaya peningkatan industri militer di Indonesia harus kembali dikembangkan dan diperluas fungsinya guna menghindari ketergantungan dari negara lain.
"Saat ini kami sedang mempersiapkan KKIP (komite kebijakan industri pertahanan) di DPR melalui pembahasan RUU supaya payung hukumnya jelas dalam memberikan dukungan terhadap pembuatan alusista," terang Tritamtomo dalam gathering Technology Society di Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) Jalan Gatot Subroto, Senin (14/3/2011).
Dia menilai tiga BUMN strategis tersebut bisa memproduksi alutsista walaupun saat ini baru sebatas melakukan kawin silang dengan perusahaan industri kemiliteran dengan negara lain.
Sementara itu, Direktur PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan saat ini Pindad sudah memenuhi sekitar 20% alusista TNI sejak 1998.
"Meski pada awal reformasi Indonesia di embargo militer oleh Amerika, namun saat ini kita bisa bangkit dari keterpurukan tersebut. Saat ini kami memproduksi senjata serbu pindad, serta beberapa mortir dan panser angkut militer," terangnya.
Pihaknya juga saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa negara produsen industri militer, seperti Korea Selatan, India, Belgia serta Belanda.
"Kami sudah melakukan kawin silang dengan empat negara. Keempat negara tersebut nantinya akan memberikan ilmu kepada teknisi kita dan mereka akan membeli beberapa komponen produk bagi industri militer mereka. Yang saat ini sudah dilaksanakan, yakni dengan Korea Selatan," papar Andik kepada wartawan. [jul]
http://www.inilah.com/read/detail/1320122/tiga-bumn-didorong-jadi-pelopor-industri-militer/
v-sun March 15th, 2011, 06:24 AM Pindad garap tank tempur ringan 2014
Oleh Yanto Rachmat Iskandar
Published On: 14 March 2011
BANDUNG: PT Pindad akan mengembangkan kendaraan tempur tank ringan mulai 2014, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat.
Dirut Pindad Adik Avianto Soedarsono mengemukakan rencana tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan panser dan tank TNI AD yang saat ini 90% diisi oleh produk asing.
Dia mengemukakan tank ringan itu akan merujuk pada model produk mancanegara saat ini, seperti produk K-21 buatan Doosan DST Korea Selatan dan Turki.
Tank ringan memiliki bobot antara 15 ton - 25 ton dengan dua jenis penggerak kendaraan berupa ban atau rantai. Namun, ada pula tank ringan lainnya yang memiliki bobot 25 ton lebih.
Adik mengatakan harga tank ringan berpenggerak ban sekitar Rp40 miliar, sedangkan yang berpenggerak rantai sekitar Rp50 miliar.
“Kami sedang membahas rencana ini dengan pemerintah, TNI AD, dan pihak-pihak lainnya. Mudah-mudahan rencana pengembangan ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” katanya hari ini.
Adik belum merinci kebutuhan TNI AD akan tank ringan. Menurut dia, pihaknya baru melangkah ke proses persiapan dan studi.
Dia mengemukakan proses persiapan termasuk studi dan pengembangan akan memakan waktu lama. Jika pemerintah sudah menyatakan berkomitmen, katanya, Pindad segera melakukan serangkaian kerja sama business to business dengan industri pertahanan di luar negeri.
Dia optimistis Pindad mampu mengerjakan proyek pengembangan tank ringan tersebut dengan dukungan penuh pemerintah dalam rangka optimalisasi industri kesenjataan strategis, seperti panser dan tank.
Menurut dia, kemampuan perusahaan telah teruji dalam pengadaan Panser Anoa 6x6 yang dipesan Kementerian Pertahanan beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan kekuatan TNI AD yang didasarkan pada kekuatan pokok minimum memang memadai dari sisi kuantitas. Akan tetapi, lanjutnya, kondisi alat pertahanan TNI AD tersebut sangat tidak memadai dari sisi kualitas. "Kondisinya sangat memprihatikan karena anggaran terbatas," ujarnya.
Adik mengatakan salah satu penyebabnya adalah minimnya sokongan anggaran bagi industri pertahanan. Pada kesempatan yang sama, dia mengatakan Pindad segera mengerjakan Panser Anoa Tarantula yang teknologinya diserap dari Doosan DST. Panser ini akan dipersenjatai kanon 90 mm buatan Belgia.
Dia mengemukakan kontrak kerja sama pengadaan kendaraan tempur tersebut sudah dilakukan pada 2009 sebanyak 22 unit. Sebanyak 11 unit built-up akan segera tiba dari Doosan DST, sedangkan sisanya 11 unit dikerjakan oleh Pindad.Pin(er)
http://bisnis.com/industri/manufaktur/16129-pindad-garap-tank-tempur-ringan-2014
typhoonbringer March 25th, 2011, 03:32 PM bad news guys, MBt gajadi dibeli, malah beli RPG :bash:
Widana89 March 26th, 2011, 05:45 PM Some nice motorbikes
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0484.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0485.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0486.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0487.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Photo-0488.jpg
Kereeeeennnn motornya... :okay:
Kopassus March 28th, 2011, 05:53 AM Satelit Telkom-3 dukung Sistem Pertahanan & Keamanan Indonesia
JAKARTA - Satelit Telkom-3 senilai total sekitar 200 juta dollar AS sedang disiapkan di pabrik satelit ISS-Reshetnev, Rusia. Selain untuk keperluan komersial, satelit ini juga dimaksudkan meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur ICT, serta mendukung sistem pertahanan dan keamanan (militer) Indonesia.
”Telkom-3 akan memperkuat jaringan kami untuk mengatasi kebutuhan saluran yang belum terjangkau jaringan teresterial serat optik,” kata Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication Telkom pada sharing session Satelit Telkom 3 dengan para pengguna layanan Satelit Telkom di Jakarta, Kamis (24/3).
Satelit yang akan diluncurkan dengan roket Proton M-breeze itu menggunakan subsistem komunikasi buatan Thales Aleniaspace Perancis. Menurut rencana, Telkom-3 akan diluncurkan akhir tahun 2011. Adapun kapasitasnya setara 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz standar C-band, 8 transponder @54 MHz ext C-band, dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band. Cakupan geografis untuk standar C-band Indonesia dan ASEAN, ext C-band Indonesia dan Malaysia, sedangkan Ku-Band Indonesia.
Sekitar 40-45 persen kapasitasnya (sekitar 20 transponder) akan dikomersialkan, sedangkan sisanya menambah kapasitas seluruh layanan Grup Telkom. Sebelumnya, Telkom mengoperasikan Telkom-2 yang diluncurkan 12 November 2005 dengan roket Ariane-5 milik perusahaan Ariane Space di Kouroue, Guyana, Perancis.
Kerjasama Dengan Lapan
PT Telkom awal tahun 2010 lalu menjalin kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) lewat penandatangan nota kesepahaman di bidang pengembangan dan pemanfaatan teknologi satelit dengan menyertakan personilnya ke Rusia.
Personil Lapan yang dikirim ini dimaksudkan untuk mengikuti program pemanfaatan telemetry tracking and command (TT&C) untuk operasi pengendalian dan pemanfaatan Telkom-3.
Telkom bersama Retshesnev, sejak 2008 membangun satelit Telkom-3 dengan investasi 200 juta dolar AS. Keputusan Telkom mengikutsertakan LAPAN dan program internship Satelit Telkom-3, selain merupakan kontribusi Telkom dalam meningkatkan kemampuan nasional khususnya di bidang penguasaan teknologi satelit dan luar angkasa, sekaligus memberikan manfaat bagi pertahanan nasional.
Sumber : KOMPAS (http://cetak.kompas.com/read/2011/03/25/04342558/kilas.iptek)
PAL besok serahkan kapal perang baru
Oleh Algooth Putranto
Published On: 20 March 2011
JAKARTA: PT PAL Indonesia besok Senin (21/3) akan menyerahkan kapal perang TNI AL jenis Landing Platform Dock 125 meter (LPD 125 meter) bernomor lambung W000240.
Seperti dikutip dari rilis yang diterima Bisnis, serah terima kapal keempat pesanan Kementerian Pertahanan RI ini akan dijadwalkan diserahkan di dermaga Divisi Rekayasa Umum PAL Indonesia di Surabaya.
Serah terima dilakukan secara berantai dari PT PAL kepada Daewoo International Corporation sebagai main contractor kemudian diserahkan Daewoo kepada Kementerian Pertahanan.
Usai serah terima, kapal bernomor W000240 dengan lambung ganda (double bottom) dilengkapi bow thruster pemecah gelombang ini akan bersalin nama menjadi KRI Banda Aceh 593 dengan komandan baru bagi 125 awak kapal.
Kapal telah menjalani uji coba layer untuk menjajal stabilitas, kecepatan hingga uji fungsi seluruh sistem. Pada uji coba tersebut, kecepatan kapal melampaui target 15 knots, karena dalam uji tersebut didapatkan kecepatan 1,2 knots.
Kapal LPD 125 meter W000240 merupakan kapal kedua dari dua kapal yang dipesan Kementerian Pertahanan dan Daewoo kepada PAL Indonesia, dimana kapal pertama LPD dengan lambung W000239 telah diserahkan tahun lalu.
Total LPD 125 meter yang dipesan Kementerian Pertahanan berjumlah empat kapal, dua dibangun di Korea Selatan, sisanya dibangun PAL Indonesia.
Kapal LPD 125 meter W000240 dirancang untuk mampu dipersenjatai oleh senjata 100mm dan dilengkapi ruang CIC (Fire Control System) untuk sistem kendali senjata yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan pembelaan diri dengan komunikasi kapal ke kapal combatan untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan taktis serta tempur untuk pengendalian pendaratan helikopter.
typhoonbringer April 4th, 2011, 11:35 PM another bad news, DI mo bangkrut, stay tune :p
bama84 April 5th, 2011, 04:28 AM ^^
kecil kemungkinan PT DI bangkrut. Bukannya PT DI kemaren dicanangkan menjadi industri strategis masa depan ?
Widana89 April 5th, 2011, 09:45 AM ^^ Mungkin bs saja bangkrut kalau direksinya ttp korup....
Kopassus April 7th, 2011, 06:45 AM ^^
kecil kemungkinan PT DI bangkrut. Bukannya PT DI kemaren dicanangkan menjadi industri strategis masa depan ?
Dengan pesanan Korean coast Guard (4 X CN235 MPA senilai US$ 174,5 Juta), TNI-AU (2 X CN235 MPA), TNI-AL (3 X CN235 MPA), parts and components utk EC725/EC225 Cougar, CN235 Spanyol dan beberapa macam Airbus dan financial back up yg cukup kemungkinan sangat kecil, IPTN tiba2 bangkrut.
typhoonbringer April 8th, 2011, 02:50 PM ^^ masalahnya mereka kebanyakan pegawainya, akhirnya terjadi inefisiensi gaji dan untuk mempensiunkan karyawanya, butuh 15-20 pesawat per tahun, nyatanya kapasitas mereka cuma 4 pesawat per tahun
Kopassus April 11th, 2011, 06:03 AM ^^Sad but thrue....
Hibah F-16 AS Belum Ada Persetujuan
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat, berharap pembenahan alutsista TNI AU bisa terwujud. Salah satu yang saat ini masih dalam proses yakni pengadaan pesawat tempur jenis F-16.
Berita lengkap di http://news.okezone.com/read/2011/04/07/337/443486/ksau-berharap-pengadaan-f-16-segera-terlaksana
Wamenhan Kunjungi Pasukan Kontingen Garuda di Lebanon
LEBANON - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin (2 kiri) didampingi Komandan Indobatt, Letkol Inf Hendy Antariksa (kiri) memeriksa kesiapan personel dan material Indobatt di Markas Indobatt UN POSN 7-1, Lebanon Selatan, Kamis (7/4). Kunjungan ini dalam rangka meninjau secara langsung kegiatan prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. FOTO: ANTARA/Puspen TNI-Sertu Mar Kuwadi/EI/ed/mes/11, Papen Indobatt/Mayor Pasukan Banu Kusworo.
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1302265205/peristiwa-wamenhan-ke-lebanon-05.jpg
http://images.detik.com/content/2011/04/08/464/Wamenhan08.jpg
Kopassus April 11th, 2011, 06:09 AM Sunday, April 10, 2011
Penggantian Pesawat Hawk MK-53 Dipercepat
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara sedang mempercepat penggantian alat utama sistem persenjataan (alutsista), terutama yang berusia 30 tahun atau lebih. Salah satunya adalah dengan mendatangkan pesawat Golden Eagle T-50 buatan Korea Selatan sebagai pengganti pesawat Hawk MK-53 dari Inggris.
Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Imam Sufaat di Jakarta, Sabtu (9/4), mengutarakan, penggantian alutsista itu sudah sesuai dengan instruksi Presiden dan persetujuan DPR. Program ini penting untuk memperkuat sistem pertahanan keamanan negara Indonesia.
”Pembelian T-50 sudah ditetapkan Kementerian Pertahanan. Ada satu skuadron atau 16 pesawat T-50 yang akan didatangkan. Diharapkan tahun 2012 sudah tiba,” katanya seusai upacara peringatan Hari Jadi Ke-65 TNI AU di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Menurut Imam, pesawat T-50 memiliki kemiripan dengan pesawat F-16. Pesawat itu akan dimanfaatkan untuk latihan bagi penerbang. Pelatihan lebih efektif karena biaya operasionalnya lebih murah. Setelah itu, penerbang bisa menggunakan Sukhoi yang lebih mahal biaya operasionalnya.
”Harga totalnya 400 juta dollar (Amerika Serikat) untuk satu skuadron. Itu termasuk pelatihan dan suku cadang,” katanya.
Dalam sambutan pada upacara HUT TNI AU, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan pentingnya memodernisasi alutsista, termasuk untuk TNI AU. Kemajuan industri dan teknologi kedirgantaraan saat ini begitu cepat dan pemanfaatan dirgantara juga kian strategis. Dengan begitu, wilayah udara jadi makin vital sebagai bagian dari kepentingan nasional.
”Betapa vital dan strategisnya peran dan tanggung jawab Angkatan Udara. Apalagi, bila dikaitkan dengan luas wilayah Indonesia,” katanya.
Agus mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan pembangunan TNI AU agar semakin andal, kuat, dan efektif dalam mengawal kedaulatan udara nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya memerhatikan pelanggaran hukum terhadap kedaulatan wilayah udara.
Upacara HUT TNI AU hari Sabtu berlangsung meriah sekitar pukul 08.00-11.00. Selain dihadiri anggota TNI AU, Lanud Halim Perdanakusuma juga dipenuhi ratusan pengunjung, sebagian keluarga anggota TNI AU yang berdatangan sejak pagi. Mereka berhamburan ke tengah lapangan ketika digelar pertunjukan udara.
Puluhan pesawat pun unjuk kebolehan dengan berbagai atraksi. Jupiter Aerobatic Team dengan pesawat KT 1B, misalnya, mempertontonkan 17 jenis manuver. Thunder Aerobatic Team dengan tiga pesawat Sukhoi juga beraksi dengan manuver lain.
Pesawat itu berseliweran dengan suara gemuruh di atas lapangan. Mereka meluncur cepat, menukik, meliuk, berputar, berpencaran, dan melaju beriringan, atau terbang dengan terbalik. Semuanya berjalan dengan cepat, mendebarkan, dan disertai tepuk tangan penonton.
Imam menjelaskan, aerobatik pesawat itu gambaran dari profesionalisme penerbang. Kesuksesan menjalankan berbagai manuver sulit itu mencerminkan keterampilan, kepercayaan, disiplin, dan kerja sama.
http://cetak.kompas.com/read/2011/04/10/03142517/penggantian.persenjataan.dipercepat
Great news, but 2012? I dont believe this....Lets wait and see...
syuhada21 April 11th, 2011, 06:19 AM mungkin maksudnya datang nya ga langsung 16.. di 2012 datang 3 dulu...
btw, kenapa ga beli T/A-50 aja ya ?
Kopassus April 11th, 2011, 06:35 AM Mungkin T-50 dianggap sudah cukup utk mengganti Hawk Mk53. Tapi "The TA-50 variant is a more heavily armed version of the T-50 trainer, intended for lead-in fighter training and light attack roles. The TA-50 is designed to operate as a full-fledged combat platform for precision-guided weapons, air-to-air missiles, and air-to-ground missiles. TA-50 can mount additional utility pods for reconnaissance, targeting assistance, and electronic warfare."
So, with a little more money you have a much more capable aircraft, not only usable for training, but also for operational tasks...
syuhada21 April 11th, 2011, 11:46 AM menurut saya ya.. lebih worth TA-50.. T-50 terkesan cuma buat latihan deh, lebih cocok buat ganti KT-1 wong bee.. ga cocok buat sebagai pesawat tempur..
VRS April 11th, 2011, 04:08 PM read the news= pirate somalia has capture indonesia seaman as hostage, its special force denjaka or pasukan katak will capable for rescue our seaman..??
if not mistake = malaysia special force has do same rescue their seaman at somalia sea...
sc4 April 11th, 2011, 06:19 PM ^^ Yup they did, that was a few months ago....
Kopassus April 13th, 2011, 09:31 AM read the news= pirate somalia has capture indonesia seaman as hostage, its special force denjaka or pasukan katak will capable for rescue our seaman..??
if not mistake = malaysia special force has do same rescue their seaman at somalia sea...
Yes, we are capable to commit anti-terror/anti-piracy operations at sea.
Kopaska and Denjaka are our specialists.
A couple of days ago, some South-Korean SF had also rescued a ship.
see: http://www.bbc.co.uk/news/world-africa-12248096
Rabu, 13/04/2011 13:24 WIB
Menhan Tegaskan RI Akan Borong 1 Skuadron T-50 Korsel
Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - RI berencana membeli jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan (Korsel) untuk menggantikan jet latih Hawk Mk-53 milik TNI AU yang sudah usang. Bila disepakati, pemerintah akan memborong 1 skuadron T-50.
"Jumlahnya, kalau dengan batas anggaran itu, 1 skuadron," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai rapat tentang 'Keketuaan Indonesia dalam Forum ASEAN' di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2011).
Menurut Menhan, hingga kini kontrak pembelian jet latih tersebut belum ditandatangani. Namun, proses penawaran sudah dilakukan sejak tahun 2010 lalu.
"Itu kontraknya belum dibuat. Tetapi memang itu salah satu pertimbangan kita untuk memperkuat skuadron kita," kata mantan Menteri ESDM ini.
Sebelumnya, Presiden Korea Aerospace Industries (KAI), Kim Hong Kyun, mengumumkan telah mendapatkan lampu hijau dari Menhan RI, meski negosiasi harga dan rincian pembelian belum tuntas. Korsel berharap bisa menjual 16 T-50 ke Indonesia dengan nilai US$ 400 juta atau Rp 3,4 triliun, demikian dilansir kantor berita Yonhap.
Pejabat Korsel mengatakan T-50 bisa juga dipakai untuk serangan udara ringan, selain untuk latihan. Korsel berencana membuat T-50 yang lebih dominan untuk versi tempur.
Rencana pembelian pesawat ini sempat tercoreng aksi agen rahasia Korsel yang mencoba membobol dokumen milik delegasi Indonesia, Februari 2011 silam. Meski demikian, kerja sama pertahanan Korsel dan Indonesia sepertinya tidak terpengaruh.
Pada 2008, Korsel membeli 4 pesawat transport dari Indonesia senilai US$ 90 juta atau Rp 774 miliar untuk fungsi patroli laut. Pada Juli 2010, Indonesia dan Korsel juga melakukan kerja sama untuk mengembangkan jet tempur.
http://www.detiknews.com/read/2011/04/13/132446/1615451/10/menhan-tegaskan-ri-akan-borong-1-skuadron-t-50-korsel?h990102mainnews
Mimihitam April 13th, 2011, 09:51 AM Somalia Gives Govt Go-Ahead to Rescue Kidnapped Sailors by Force
Ismira Lutfia | April 13, 2011
Somalian Ambassador to Indonesia says sending Indonesian navy ships to rescue the 20 sailors being held hostage by Somali pirates is an option if negotiations failed.
"Normally, the pirates will negotiate the ransom with ship's owner. There was a case where the initial ransom was $7 million that decreased to $1 million," said Ambassador Mohamud Olow Barow in a press conference at the Somalian Embassy in South Jakarta.
He said that at least 70 percent of piracy cases were settled with the ship's owner paying the ransom although negotiations on an agreed amount could take months.
"There was a case that took 10 months to negotiate," he said.
However, he said some countries eventually resorted to force, deploying navy ship to rescue its hijacked vessels.
"We have given the go-ahead to all countries in the world to deploy their navy ships there," he said.
In the case of the 20 Indonesian sailors held hostage by Somalian pirates, the ambassador said encouraging direct negotiations between the ship's owner PT Samudera Indonesia and the pirates was “the best option.”
"There is no need to have multiple parties negotiating with the pirates since it will only increase their leverage," he said.
"We are ready to help Indonesia," he said, adding that Somalia was indebted to Indonesia because the 1950 Non-Aligned Movement conference in Bandung, West Java, helped spur the African nation to independence.
The Ambassador urged governments to help empower the Somalian navy to counter piracy.
"God willing, one day the world will be free from piracy," he said, adding that pirates plaguing Somalian waters were perpetrators of organized crime and thuggery.
He said it was rare for victims to die, with “99 percent of cases not claiming any lives.”
"They do issue threats but that is just how they work, eventually what they want is money," he said.
If the pirates are seized, they can be prosecuted in the country of the hijacked ship's origin or be extradited to Somalia, the ambassador said.
He confirmed that the Indonesian Foreign Affairs Ministry and the shipping company were in constant communication.
"We are all praying for this to be over soon" Mohamud said.
http://www.thejakartaglobe.com/home/somalia-gives-govt-go-ahead-to-rescue-kidnapped-sailors-by-force/435173
Kopassus April 16th, 2011, 07:12 AM Panglima TNI : Pemerintah Telah Mengirimkan 2 Fregat ke Somalia
JAKARTA - Pemerintah ternyata telah mengirimkan dua kapal fregat beserta 401 tentara untuk membebaskan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan pasukan itu merupakan gabungan dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat.
"Banyak pendapat seolah pemerintah tidak mengambil tindakan, seolah pemerintah merespons sangat lemah," kata Djoko dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (15/4).
MV Sinar Kudus dengan 20 awak kapal dibajak perompak Somalia di Semenanjung Arab pada 16 Maret lalu. Kapal bermuatan nikel senilai Rp 1,4 triliun itu dibajak dalam perjalanan menuju Rotterdam, Belanda. Kapal milik PT Samudra Indonesia dan semua awaknya kini ditawan di dekat pulau yang dikuasai perompak di kawasan pantai Eil, Somalia.
Menurut Djoko, pemerintah Indonesia menerima informasi pembajakan itu pada 17 Maret. Keesokan harinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat dan memerintahkan bawahannya mengutamakan keselamatan awak kapal.
Rapat kembali digelar pada 20 dan 22 Maret, yang menghasilkan dua opsi, yakni pemerintah mendukung negosiasi pemilik kapal dan para perompak atau menyiapkan pasukan khusus untuk menyerbu dan merebut Sinar Kudus. Demi keselamatan awak kapal, kata dia, pemerintah menonjolkan opsi negosiasi dan menyembunyikan opsi penyerbuan.
Djoko mengungkapkan fregat diberangkatkan pada 23 Maret. Anggota pasukan khusus diterbangkan ke Kolombo, Sri Lanka, agar segar dan siap tempur. Mereka dijemput fregat dan bergerak dari Kolombo pada 30 Maret.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan kedua kapal itu terlambat mencegat Sinar Kudus. "Tanggal 2 April, Sinar Kudus lego jangkar merapat ke daratan. Kami berharap ketemu di laut, tapi baru sampai di posisi lego jangkar tanggal 5," ucapnya.
Pasukan khusus menerbangkan helikopter untuk mengecek kondisi, tapi Sinar Kudus berada di dekat daratan di tengah puluhan kapal yang dibajak perompak. Pemerintah akhirnya memutuskan mengedepankan negosiasi dan menempatkan kedua fregat itu di dekat Somalia. Namun, kata Agus, opsi penyerbuan tetap disiapkan sambil menunggu negosiasi. "Saya tidak senang kata gagal, karena operasi belum dijalankan," ujarnya.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menuturkan perairan Somalia adalah cerminan situasi negara yang tak tentu itu. "Tidak jelas siapa pemerintah yang berkuasa," ujarnya. Dalam jumpa pers di Jakarta, Duta Besar Somalia Mohamud Olow Barrow mengatakan angkatan laut negerinya kini praktis lumpuh.
Ia meminta dunia membantu Somalia memerangi perompak yang ditudingnya sebagai mafia. Sejak aksi perompak marak sekitar 2008, hubungan perdagangan Somalia dan Indonesia menjadi seret dan nilainya anjlok hingga 60 persen.
Menurut Staf Khusus Kepresidenan Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, keputusan soal pembebasan Sinar Kudus menunggu hasil pertemuan Marty dan Menteri Luar Negeri Somalia Mohamed Abdullah Omaar di sela konferensi soal pembajakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 18-19 April. "Kita tunggu," ujarnya saat dihubungi kemarin.
Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM
Widana89 April 16th, 2011, 10:00 PM ^^ Seharusnya pemerintah kita tegas menghadapi bajak laut di Somalia... Bila perlu kerahkan semua prajurit terlatih ke Somalia, biar gak rugi punya banyak prajurit TNI tp gk pernah di pakai bertempur... Sudah saatnya TNI kita unjuk gigi jangan kalah ama negeri tentangga...!!!
aguuungg April 17th, 2011, 04:28 AM ^^ Seharusnya pemerintah kita tegas menghadapi bajak laut di Somalia... Bila perlu kerahkan semua prajurit terlatih ke Somalia, biar gak rugi punya banyak prajurit TNI tp gk pernah di pakai bertempur... Sudah saatnya TNI kita unjuk gigi jangan kalah ama negeri tentangga...!!!
lihat situasi dan kondisi mas, kapal tsb telah berada di somalia bukan ditengah laut + menurut data intlejen, perompak tsb bukan dari golongan biasa, ada yang dari investor, orang "intelejen", tentara, dan lain2.
itulah yang jadi masalah, indonesia tidak bisa segegabah itu langsung menyerang, masih inget kan penyerangan amerika dulu? sandera nya tewas semua :)
jadi bukan karena keberanian, tapi yang utama itu "keselamatan" bukan "popularitas"
oh ya masalah negara tetangga, apakah mereka perompaknya sebanyak negara kita ketika itu?
perompak nya cuma 7 loh, sangar berbeda dengan MV sinar kudus perompak nya bahkan lebih banyak dari para sandera.
typhoonbringer April 19th, 2011, 10:33 PM + awak kapal masuk emergency room, jadi tu kapal ditenggelemin pun masih bisa selamet awaknya, sedangkan sinar kudus udah "bocor alus" dimana mana, kapalnya sandar di kolombo (355 dan 353) aja langsung ketauan, ya berat ga ada element of surprise
aguuungg April 20th, 2011, 02:45 AM bagi yang 'ngotot' berpikiran bahwa kita harus memilih opsi militer, baca ini deh
German Elite Troop Abandons Plan to Free Pirate Hostages
The situation room at the German Defense Ministry, on the 5th floor of Berlin's Bendler Block building complex, was built as a place where secret, life-and-death decisions are made. The room is so secure that German Chancellor Angela Merkel once complained that she couldn't even send a text message from it.
Last Wednesday, at approximately 7 p.m., the government's key state secretaries were sitting around the birch conference tables in the situation room, where they had met almost daily for the past three weeks to address a crisis brewing off the coast of Somalia. The officials were there to manage one of the biggest secret operations in postwar German history. Elite members of the GSG-9 police force were on the verge of boarding a German freighter, the Hansa Stavanger, which had been kidnapped by Somali pirates.
A Transall military transport plane awaits GSG-9 elite forces preparing to return home after an aborted mission to free hostages from pirates in Somalia.
The Americans had lent the Germans one of their ships, the USS Boxer, to use as their flagship in the planned attack -- and a fleet of German Navy vessels flanked the enormous helicopter carrier. The ships had been patrolling near the Hansa Stavanger for days, waiting just beyond the horizon to evade detection on the pirates' radar screens.
Speaking in the situation room in Berlin, Interior Ministry State Secretary August Hanning came directly to the point. US National Security Advisor James Jones, he told the group, had called the Chancellery to cancel the operation. The US government, worried that the operation could turn into a suicide mission, was sending the USS Boxer back to the Kenyan port of Mombasa, where the German forces were to disembark. Officials at the German Federal Police headquarters in Potsdam, outside Berlin, concerned about the potential for a bloodbath, had also spoken out against the operation.
"The operation cannot take place," Hanning told the group, noting that the pirates were vigilant and prepared for an attack, and that "the risk is too high."
As a result, the operation ended before it actually began. It has been almost 32 years since the GSG-9 stormed a Lufthansa airliner, the "Landshut," in the Somali capital Mogadishu, freeing hostages from the control of four members of the Popular Front for the Liberation of Palestine, who had hijacked the aircraft. The case of the Hansa Stavanger, this time off the Somali coast, seemed sufficiently symbolic to justify another potentially successful rescue operation, though on a much larger scale. More than 200 members of the elite police force, equipped with helicopters, speedboats and advanced weapons, had been secretly brought, via Kenya, to a location 80 kilometers (50 miles) from the German freighter.
Although the dramatic narrative of the cancelled rescue operation is an example of great resolve on the part of German and American authorities, it also points to deficits. It shows that, in such extreme situations, the German government is essentially incapable of deploying its law enforcement authorities in a purposeful way. And even if the mission had proceeded according to plan and had been successful, it is worth noting that there are parts of Somalia where even Germany's highly sophisticated, elite forces would be ineffective -- places where such operations would be nothing short of a Mission Impossible.
The cancellation of the freighter rescue operation represents a heavy setback for German Interior Minister Wolfgang Schäuble, a Christian Democrat (CDU), and Foreign Minister Frank-Walter Steinmeier, a Social Democrat (SPD). The two ministers were intent on ending this hostage crisis militarily, if at all possible, and they had the backing of Chancellor Merkel, who had asked for regular updates. Schäuble and Steinmeier, weary of the dollar diplomacy of the past few years, were eager to set an important international precedent -- to let the world know that the Germans are no longer willing to pay up when blackmailed by gangsters and terrorists, and that they are capable of a more forceful response.
German citizens have been kidnapped and taken hostage on numerous occasions in various remote parts of the world. Since 2005, a crisis team at the German Foreign Ministry has been called upon to resolve more than 20 such cases, with money exchanging hands in almost every instance.
The government was determined to break this pattern but, as it turned out, it had overestimated its capabilities. What began as an effort to send a signal of strength ended up, in the Stavanger case, as a sign of impotence.
This could have serious consequences. German sailors can now expect to become prime targets for pirates, in contrast to their French or American counterparts, whose governments have not hesitated to use force to rescue their citizens.
The German government's handling of this crisis was not exactly serendipitous. This time it was not the usual political spats within Merkel's Grand Coalition government of conservative Christian Democrats and center-left Social Democrats compounding an already tricky mission, but quarreling among the relevant government agencies. In the end, it was both the qualms of the Federal Police and the new administration in Washington that nixed the operation. There are undoubtedly senior ministry officials in Berlin who are grateful to the Americans for halting an operation that could very well have ended in disaster.
Although there was no shortage of resolve in Berlin, the Germans did lack the means to complete the operation successfully. There is a vast divide between Berlin's sensitivities and the raw reality of African pirates, who care very little about turf wars among German bureaucrats. The case exposes serious deficiencies in the Germany security apparatus.
Although the GSG-9 is constantly being trained for maritime missions, it lacks the logistics for speedy operations beyond German borders. The German military, the Bundeswehr, can provide the logistics, but it in turn lacks a sufficient number of readily deployable special operations forces. There is poor cooperation between the two organizations, while strategists are hampered by legal restrictions. And in some cases the Germans simply lack the necessary equipment. In the case of the Hansa Stavanger, the German government had to borrow aircraft and an American helicopter carrier to transport its close combat experts within range of the freighter. But by the time these preparations were complete, three weeks had already passed since pirates captured the ship on April 4.
On that Saturday, the Somali pirates attacked the Hansa Stavanger at a point far out in the Indian Ocean. For the pirates, the crew of the ship -- owned by the Hamburg-based Leonhardt & Blumberg shipping company -- is even more valuable than its cargo of containers. In addition to Russians, Ukrainians and Filipinos, the crew includes five Germans.
After boarding the ship, the pirates ordered the crew to steer it toward Harardere, a notorious pirate stronghold. At least 17 hijacked ships are currently at anchor off the Somali coast, and about 300 crewmembers are being held hostage.
The first radio transmission arrived in Germany that Saturday morning. By early afternoon the Federal Police, which includes the GSG-9, had developed an organizational structure.
The crisis team met at the Foreign Ministry in Berlin the next morning. It was a Sunday, and yet, for the disaster management experts at the interior and foreign ministries already accustomed to such crises, it was almost business as usual.
But one aspect of that Sunday morning meeting was out of the ordinary. This time, the group was operating on relatively scant information. The pirates had not made contact or issued any ransom demands yet. Nevertheless, there was unanimous agreement within the crisis group that it was time to take matters to a new level. This time, they were determined that no one was going to pay any ransom money -- neither the shipping company nor the federal government. This time, shots would be fired, if it came to that. "This is the litmus test over whether the country is capable of ending this sort of drama without paying a ransom," said one member of the crisis team.
The two men leading the meeting that morning are in the process of making an important change to Germany's security policy. One was Reinhard Silberberg, 55, Steinmeier's state secretary at the Foreign Ministry and the head of the crisis team. A career diplomat, Silberberg has a reputation for being self-confident -- a man who holds a dim view of dropping off sacks of money somewhere in Africa.
The second man was August Hanning, 63. As the former head of the Bundesnachrichtendienst (BND), Germany's foreign intelligence agency, Hanning has experienced many hostage crises. He is the driving force behind the government's policies on security issues, and he is convinced that a tough approach is sometimes necessary.
Hanning and Silberberg have worked together during hostage crises for close to four years. There is a latent tension between the two men that sometimes leads to conflict. Hanning was long convinced that the Foreign Ministry was too weak and too quick to make deals. Silberberg argued that he would support the use of force, but that it was usually the law enforcement agencies that balked when called upon to take part in such action.
They were determined that it would be different this time. On the morning after the hijacking, the state secretaries on the crisis team agreed that Germany would strike back. They also agreed that the GSG-9 would carry out the mission, not the Bundeswehr's KSK Special Forces unit.
negara mana pun kalo keadaan tidak memungkinkan tidak akan memilih opsi militer, itu malah akan membahayakan keselamatan jiwa sandera nya
bama84 April 20th, 2011, 06:56 AM wkwkwkwk....Somalia itu jauh, ndak perlulah opsi militer. Sekarang ini jamannya diplomasi.:D. Gimana kalo sandra ditukar bahan kebutuhan pokok ??
hafis April 20th, 2011, 11:39 AM Baru nemu thread .... :)
maju terus TNI dan POLRI
r4d1ty4 April 20th, 2011, 03:07 PM wkwkwkwk....Somalia itu jauh, ndak perlulah opsi militer. Sekarang ini jamannya diplomasi.:D. Gimana kalo sandra ditukar bahan kebutuhan pokok ??
lha perompaknya minta duit, dikasih sembako tawanan bisa ditembakin
VRS April 21st, 2011, 01:23 AM hmm, bagaimana jk pirate somalia diberikan ceramah n kitab suci agr mereka merasa salah?
aguuungg April 21st, 2011, 03:31 AM hmm, bagaimana jk pirate somalia diberikan ceramah n kitab suci agr mereka merasa salah?
mereka itu masih islam brotherhood kok, mereka taat agama.
tapi mereka melakukan ini hanya "terpaksa"
liat aja kemaren, ga ada yang disakitin kan tawanan kita :)
syuhada21 April 21st, 2011, 02:42 PM bahkan katanya uang tebusan itu dibagiin sama rakyat somalianya sendiri..
bama84 April 21st, 2011, 11:07 PM Parahnya lagi, pemerintah somalia ngga bisa berbuat apa2 sama perompak.:ohno: Mungkinn di Somalia itu berlaku hukum rimba.
VRS April 22nd, 2011, 11:59 AM just now i read the news= korea special force has attact somalia pirate, and set free several sea man include 6 person from indonesia. Another benefit if we can send our sea patrol to somalia sea for several months, so anytime we can cut time for attact pirate.
aguuungg April 22nd, 2011, 02:03 PM just now i read the news= korea special force has attact somalia pirate, and set free several sea man include 6 person from indonesia. Another benefit if we can send our sea patrol to somalia sea for several months, so anytime we can cut time for attact pirate.
ini kapal nya korea kok. tapi ada WNI didalem nya.
beda lagi dgn sinar kudus
Kopassus April 28th, 2011, 01:46 AM Menhan Resmikan Kapal Patroli Cepat Rudal, KRI Clurit
BATAM - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Clurit yang memiliki panjang 40 meter, buatan putera-puteri Indonesia yang akan menambah armada mengamankan perairan Indonesia bagian barat.
"Dengan ini saya resmikan KRI Celurit," kata Menteri dalam upacara persemian KRI Clurit di Pelabuhan Kargo Batu Ampar Batam, Senin (25/4).
Menhan mengatakan KRI Clurit jenis kapal patroli cepat ber-rudal yang dirancang dan dibangun anak bangsa yang bekerja di PT Palindo Marine, Batam. Peluncuran KRI Clurit, kata dia, merupakan jawaban atas rasa tanggungjawab menjaga laut NKRI yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang tinggi.
Apalagi, kata dia, selain memiliki kandungan SDA yang tinggi banyak alur perairan NKRI menjadi alur perdagangan internasional. "Ini sebagai mile stone menuju kemandirian indusri pertahanan," kata Menteri.
Ia mengatakan produksi alutsista tidak akan berhenti pada KCR. Pemerintah akan terus melengkapi persenjataan TNI dengan beberapa kapal perang jenis lain. "Selanjutnya, kita akan buat kapal perusak dan kapal selam" ujarnya.
http://2.bp.blogspot.com/-AtpzqsaIytk/Tbd7aMSgwXI/AAAAAAAACT8/zsQ6FPTeLZg/s400/641%2BKRI%2BClurit.JPG
KRI Clurit-641
TNI AL, kata Menhan membutuhkan kapal yang kuat dan cepat agar mampu hadir dan mengamankan perairan di laut Indonesia yang luas. Dikesempatan yang sama Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan TNI AL saat ini baru memesan dua KCR-40, dan berencana memesan 20 kapal lagi dengan varian berbeda.
KCR-40 akan beroperasi di wilayah Indonesia bagian barat, disesuaikan dengan kondisi geografis yang dikelilingi pulau-pulau dan selat. Kapal pertama yang diproduksi PT Palindo Marine ini dinamakan KRI Clurit, karena seluruh kapal patroli cepat TNI AL mengambil filosofi senjata tradisional nusantara.
http://img.antaranews.com/new/2011/04/small/20110425044212kriclurit250411.jpg
Dari kiri ke kanan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Kadispenal Laksamana Pertama Tri Prasodjo dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Soeparno ketika menjawab pertanyaan wartawan seusai peresmian KRI Clurit di Dermaga Batu Ampar, Batam, Senin (25/4). (FOTO ANTARA/Maha Eka Swasta)
Sumber : ANTARA (http://www.antaranews.com/berita/255701/menhan-resmikan-kri-clurit-buatan-palindo)
r4d1ty4 April 28th, 2011, 03:03 PM mantap..sayang ga jadi pake CIWS..
Kopassus April 29th, 2011, 05:33 AM mantap..sayang ga jadi pake CIWS..
Ya, kurang jelas kapal ini dilengkapi dgn senjata yg mana. Sepertinya di bagian depan ada meriam 20mm.
"Kapal patroli cepat rudal" -> Fast Missile Patrol Boat, jadi sepertinya kapal ini dilengkapi dgn rudal/anti-ship missile, tapi kurang jelas model apa...
Edit:
Ternyata :"It is 44 meters long, 8 meters wide and 3.4 meters high with maximum speed 30 knots and provided by the Chinese C-705 anti-ship missiles"
Designated as the C-705, the missile is a direct development of the C-704, yet externally, the new C-705 missile resembles a miniaturized C-602. Major improvements concentrated in three areas: engine, warhead and guidance. The original rocket engine of the C-704 was replaced with a larger one, increasing the range to 75 km. Developers claimed that the modular design of the new engine had the option to provide a second stage to further increase the range to 170 km, but the second stage was not shown at the airshow.
The warhead is reduced to 110 kg, but the adaption of HVTD-H high explosive directional warhead enabled the missile to effectively neutralize targets size up to 1,500 tons. Several seekers has already been developed for the C-705, including radar, TV and IR. For mid-course guidance, GPS or GLONASS are used, though the sample shown at the 2008 airshow is only compatible with GPS due to export purpose. Developer claimed that domestic Chinese satellite navigational can also be used.
Specifications:
* Warhead: 110 kg
* Range: 75 km, 170 km with 2nd stage added
* Engine: solid rocket
* Seeker: radar, TV, or IR
* Cruise altitude: 12.15 meter (lowest)
* Target size: ships up to 1,500 tons
* Launching platform: aircraft, surface vessels, and land vehicles
* Kill probability: > 95.7%
Kopassus May 1st, 2011, 07:43 AM http://www.spacewar.com/reports/Indonesia_tests_Yakhont_missile_finally_999.html
Indonesia tests Yakhont missile, finally
by Staff Writers
Jakarta (UPI) Apr 28, 2011
Indonesia has test fired a Russian-made Yakhont anti-ship missile during naval exercises in the Indian Ocean, Indonesia's Antara news agency said.
The missile, with a NATO code name SS-N-26, was launched from the Van Speijk Class frigate Oswald Siahaan and took 6 minutes to cover 155 miles and destroy a target vessel.
The successful launch was the first test by Indonesia's navy of its Yakhont missiles, and a long time coming, a senior officer said.
"The target ship was hit and sank," navy spokesman Rear Adm. Iskandar Sitompul said. "We bought these missiles a long time ago and have finally tested them."
Russian observers were present during the firing and drills for preparation for firing.
The Yakhont has a maximum range of around 190 miles when cruising at high altitude. But it will travel at cruise-missile levels -- 15-50 feet -- during the final minutes of its flight before hitting its target, Antara reported.
Yakhont missiles -- the export version of the P-800 Oniks missile produced for Russia's military -- are made by NPO Mashinostroyeniya, a rocket design bureau based in Reutov, Russia. During the cold war NPO produced several major weapons systems, including the SS-19 Intercontinental ballistic missile.
India is NPO's second largest customer after Russia for several missiles including the Yakhont. NPO technicians also helped develop India's indigenous missile the BrahMos.
Indonesia bought an undisclosed number of the Yakhont missiles for $1.2 million each in 2007 to deploy alongside the navy's Harpoon missiles purchased around the same time.
In December 2005, the Indonesian navy announced plans to buy Harpoon missiles from the United States, following the U.S. decision the month before to lift its military embargo on Indonesia.
"The number of the missiles and when it will be bought would still have to be discussed further," Indonesian navy chief of staff, Adm. Slamet Soebijanto told reporters at the time.
Video uji coba penembakan Yakhont dari KRI Oswald Shiahaan.
http://youtu.be/YKGg1faRuxU
bama84 May 1st, 2011, 07:52 PM ^^
so, what kind of missile that we have developed by our own so far ? We can't depend on foreign made missile forever. $ 1.2 million each that's expensive.
Kopassus May 2nd, 2011, 07:39 AM TNI Tembak Mati 4 Perompak Somalia
Hindra Liu | Heru Margianto | Senin, 2 Mei 2011 | 10:59 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda (Laksda) Iskandar Sitompul membenarkan informasi yang menyebutkan bahwa personel TNI menembak empat perompak Somalia ketika hendak membebaskan 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus.
"Betul, (TNI menembak) empat orang. Meninggal," kata Iskandar ketika dihubungi Kompas.com, Senin (2/5/2011).
Namun, Iskandar enggan merinci kronologi penembakan tersebut. Iskandar mengatakan, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono akan memberikan keterangan secara rinci terkait upaya penyelamatan tersebut.
MV Sinar Kudus dibebaskan perompak Somalia setelah uang tebusan senilai lebih dari Rp 40 miliar dibayarkan. TNI mengirim pasukan ke perairan Somalia sejak 23 Maret untuk mengintai Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak sejak 16 Maret.
Iskandar di Jakarta, Minggu (1/5/2011), mengungkapkan, TNI mengirim tiga kapal perang, satu pesawat, satu helikopter dan 800 personel TNI. "Meski akhirnya serbuan militer dibatalkan, KRI dan satuan udara terus membayangi MV Sinar Kudus dan mengumpulkan data tentang bajak laut,” kata dia.
Keputusan mengirim 800-an personel militer diambil setelah Presiden RI memimpin rapat kabinet terbatas pada 18 Maret 2011. Ditetapkanlah satuan tugas (satgas) dengan sandi Duta Samudra I/2011.
http://nasional.kompas.com/read/2011/05/02/10593066/TNI.Tembak.Mati.4.Perompak.Somalia
MV Sinar Kudus akhirnya dibebaskan!! Great news, but this is not the end, now a Singaporean ship is taken hostage together with 13 ABK WNI...
Indonesia-Singapura akan Kerjasama Bebaskan 13 ABK Gemini Asal Indonesia
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Indonesia akan melakukan kerjasama dengan Singapura untuk membebaskan kapal kargo Singapura, MT Gemini yang mengangkut 25 kru, termasuk 13 warga Indonesia.
"Dulu juga begitu, Singapura bukan sekali ini. Kita akan kerjasama dengan Singapura untuk mengatasi ini," ujar Menteri Perhubungan Freddy Numberi.
Hal tersebut dikatakannya usai membuka Rapat Kordinasi Nasional BMKG di Hotel Mercury Ancol, Jakarta Utara, Senin (2/5/2011).
Sayanganya, Freddy tidak menyebutkan rencana detail pembebasan tersebut, apakah akan membebaskan sandera dengan jalur negoisasi tebusan atau menggunakan cara militer.
"Jika masing masing negara terpisah dan tidak bersama ini kan jadi sulit. Kita masuk ke Somalia saja melanggar kedaulatan negara," jelasnya.
Seperti diketahui, kapal tanker MT Gemini yang membawa lebih 28 ribu palm crude oil dari Indonesia ke Mombasa, Kenya, ditangkap penyerang pada Sabtu subuh di perairan Kenya.
Selain berisi kapten dan 3 kru dari Korsel dan 13 WNI, kapal itu juga berisi 3 warga negara Myanmar dan 5 warga China. Saat ini kapal mengarah ke Somalia.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/02/114026/1630186/10/indonesia-singapura-akan-kerjasama-bebaskan-13-abk-gemini-asal-indonesia?n991102605
Kopassus May 2nd, 2011, 07:43 AM ^^
so, what kind of missile that we have developed by our own so far ? We can't depend on foreign made missile forever. $ 1.2 million each that's expensive.
For a anti-ship missile quite cheap, specially if you compare the characteristics/performance to missiles like the Exocet and Harpoon.
Recently India has ordered 24 Harpoons for $170jt! Thats $7jt for each single missile with a shorter range, lower speed and smaller warhead than a Yakhont!!!
Kopassus May 2nd, 2011, 07:45 AM Indonesia should be proud of hostage rescue mission: TNI
The Jakarta Post, Jakarta | Sun, 05/01/2011 9:43 PM | National
A | A | A |
Indonesian military (TNI) spokesperson Rear Adm. Iskandar Sitompul said Sunday that the nation should be proud of the government's work in rescuing the crew of the Sinar Kudus.
"No other nation has succeeded in saving men held hostage at sea in less than 150 days. We managed to do it in 46 days," Iskandar said at a press conference.
He said that as early as March 18 the President had led a Cabinet meeting to discuss rescue options, and that by March 23 navy soldiers had been sent to monitor the ship’s situation.
"We sent three ships, one aircraft and one helicopter," he said.
However, Iskandar said that the government chose not to take military action as it would put the safety of the hostages in danger.
"The Association of Trade Ship Captains and the families of the men preferred to negotiate," he said.
He said, "We recommended Samudera Indonesia carry out the negotiations with the pirates.”
Iskandar said the military helped to escort the ship to the nearest port after the pirates deserted it following the ransom payment by the company.(awd)
Link:http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/01/indonesia-should-be-proud-hostage-rescue-mission-tni.html
So it looks like the Indonesian Navy have shot dead 4 pirates after an amount of ransom money has been paid to the pirates.
See also:
http://nasional.kompas.com/read/2011/05/02/0839123/Kronologi.Satgas.TNI.di.Perairan.Somalia
http://nasional.kompas.com/read/2011/05/02/10593066/TNI.Tembak.Mati.4.Perompak.Somalia
http://www.detiknews.com/read/2011/05/02/114026/1630186/10/indonesia-singapura-akan-kerjasama-bebaskan-13-abk-gemini-asal-indonesia?n991102605
yudibali2008 May 2nd, 2011, 09:13 AM wow, that's very good accomplished from our national's navy squad, well done :okay:
VRS May 2nd, 2011, 04:04 PM hilang 4 juta dollar , diganti dgn 4 nyawa pirate somalia...??
maybe if any ship from indonesia would like pass that sea area, its should guard with our battle ship...
itu perompak somalia hebat= berhasil lepas 1 kapal krn dibayar, mereka dapat kapal lagi utk disandera? padahal banyak patroli kapal di area situ..
typhoonbringer May 9th, 2011, 08:54 PM yakin cuma 4? :p
Kopassus May 12th, 2011, 08:05 AM First i thought these HMMWVs were from a foreign company (Freeport, kaltex, Exxon)...http://7.media.hyves-static.net/1304366782/5/bB1q/0/img1304366782.jpeg
http://2.media.hyves-static.net/1304366833/5/SmZ-/0/img1304366833.jpeg
But then i saw this numberplate;
http://4.media.hyves-static.net/1304366763/5/qx70/0/img1304366763.jpeg
i didnt know we also have these Humvees....
VRS May 12th, 2011, 01:55 PM waow, expensive vehicle army. Its power by 6000cc?
Dazon May 12th, 2011, 02:49 PM First i thought these HMMWVs were from a foreign company (Freeport, kaltex, Exxon)...http://7.media.hyves-static.net/1304366782/5/bB1q/0/img1304366782.jpeg
http://2.media.hyves-static.net/1304366833/5/SmZ-/0/img1304366833.jpeg
But then i saw this numberplate;
http://4.media.hyves-static.net/1304366763/5/qx70/0/img1304366763.jpeg
i didnt know we also have these Humvees....
waw... heavy security defender. its very very rare... vehicle..
typhoonbringer May 15th, 2011, 12:20 AM marinir dari dulu udah punya cuma emang ga pernah diekspos, di kaskus kan pernah ada threadnya 22 HMMWV punya marinir
Kopassus May 15th, 2011, 07:58 AM Marinir Beli Senjata Antiserangan Udara dari Swiss
http://defense-update.com/images/skyguard35ahead.jpg
Oerlikon Contraves/Rheinmetall, jenis senjata artileri pertahanan udara yang dibeli Korps Marinir
JAKARTA - Korps Marinir TNI AL akan menambah tujuh perangkat senjata anti serangan udara baru pada tahun ini. Persenjataan seharga total US$ 15 juta atau Rp 135 miliar itu sebagian bakal dipasang di sekeliling Istana Negara, Jakarta, untuk pengamanan serangan dari udara.
"Sekarang sudah mulai dirakit dan akan dikirim ke sini akhir tahun ini," kata Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal Alfan Baharudin kepada Tempo di kantornya di Kwitang, Jakarta, Jumat (13/5). Senjata berupa kendaraan tempur yang dilengkapi meriam kaliber 35 milimeter ini dibeli dari Swiss, namun perakitannya dilakukan oleh perusahaan di Cina.
Alfan menjelaskan, selain untuk antiserangan udara, senjata ini juga bisa dipergunakan untuk serangan darat. Sebagian senjata akan ditempatkan di Markas Korps Marinir di Kwitang dan Markas Brigadir Infanteri Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan. Semua senjata ini dibeli untuk melengkapi kebutuhan Batalion Artileri Pertahanan Udara Marinir guna mengganti peralatan lama yang sudah tua.
Korps Marinir, kata Alfan, juga akan membeli lagi tambahan kendaraan tempur amfibi BMP3F buatan Rusia sebanyak 54 unit atau setara dengan satu batalion. Dengan penambahan ini, Marinir akan memiliki tiga batalion resimen kavaleri. Tank ini dipesan sejak 2009 dan sudah tiba 17 unit Januari lalu.
Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM (http://defense-update.com/images/skyguard35ahead.jpg)
"Senjata berupa kendaraan tempur yang dilengkapi meriam kaliber 35 milimeter ini dibeli dari Swiss, namun perakitannya dilakukan oleh perusahaan di Cina."-->
I expect it will be the Type 90, the Chinese licensed copy of GDF-002
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/32/Oerlikon_35mm_twin_cannon.jpg
Singapore example of GDF-002
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b8/Japanese_L90_or_GDF-002_35_mm_twin_cannon.jpg/622px-Japanese_L90_or_GDF-002_35_mm_twin_cannon.jpg
Japanese example of GDF-002
Kenapa Indonesia selalu membeli banyak macam2 cheap low-tech air defence systems against low and slow flying targets? Mendingan menabung dulu utk membeli sistem pertahanan udara yg canggih dan efektif.
Hibah F-16 Dijadwalkan Akan Diterima Akhir Tahun 2011
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Marsekal Madya TNI Erris Herryanto mengatakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) saat ini belum mengirim tim ke Amerika Serikat untuk mengecek kondisi pesawat tempur F-16 yang akan di hibahkan AS.
Rencananya, hibah F-16 akan dilakukan pada akhir tahun 2011 ini kepada Pemerintah Indonesia. “Tim belum dikirim, sekarang ini masih proses administrasi,” kata Marsekal Madya TNI Erris Herryanto saat dihubungi Jurnal Nasional, Kamis (12/5).
Erris menjelaskan, secara resmi hingga saat ini tim belum terbentuk. Sedangkan, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro mengatakan TNI AU akan membentuk tim penilai kondisi pesawat tempur tersebut. “Tim akan dibentuk dalam waktu dekat, kemudian berangkat (ke AS) melihat kondisi pesawat,” kata Bambang Samoedro.
Pada kesempatan itu, Bambang belum menyebutkan siapa saja yang masuk dalam tim tersebut. Menurut Bambang, semua kondisi pesawat tersebut dalam kondisi baik.
Pesawat F-16 Lama Akan di Upgrade
Sementara itu Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono usai Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kamis (12/5) mengatakan hibah pesawat F-16 dari Pemerintah AS akan menimbulkan effect deterrence (efek penangkal).
“Hasil kajian TNI AU memang akan menimbulkan effect deterrence. Mengapa demikian, meskipun hibah tapi tipenya dan sistem persenjataannya lebih tinggi dari F-16 yang dimiliki sekarang,” kata Panglima TNI.
Panglima menjelaskan, F-16 yang kita miliki sekarang akan di up-grade sama dengan yang dihibahkan. Dengan demikian, lanjut Panglima TNI, dari segi jumlah dan kemampuan akan menimbulkan effect deterrence yang lebih baik daripada hanya membeli satu yang baru dengan jumlah uang yang sama.
Sumber : JURNAS
VRS May 16th, 2011, 04:04 PM itu bila ada F16/F18 or Euro fighter jet or MIG Rusia, senjata antipesawat tsb mampu utk menembak jatuh ??
Kopassus May 17th, 2011, 05:00 AM About the GDF-002/Type 90 35 mm AAA:
Rate of fire 550 rounds/min (per barrel)
Muzzle velocity 1,175 m/s (3,850 ft/s) (HEI-T)
Effective range Ceiling: 4,000 m (13,123 ft 4 in)
During the Malvinas war, the Argentinas shoot down two British Harriers and damaged one with the Oerlikon 35 mm twin cannon system (Radar guided by the Skyguard) when the Harriers were flying low.
In modern warfare most airstrikes are performed from an altitude out of reach of anti-aircraft guns and other cheap air defence systems like MANSPADS (such as the ZU-23-2 KG, Mistral, Stinger, Igla and Strela systems).
So the GDF-002/Type 90 is almost useless against airstrikes from for example Malaysian MiG-29N, Su-30MKM, Hawk Mk108/208 and Malaysian and Australian F-18s...
Its only usefull in shooting down low and slow flying aircrafts like helicopters.
project.avatar May 19th, 2011, 06:46 PM About the GDF-002/Type 90 35 mm AAA:
Rate of fire 550 rounds/min (per barrel)
Muzzle velocity 1,175 m/s (3,850 ft/s) (HEI-T)
Effective range Ceiling: 4,000 m (13,123 ft 4 in)
During the Malvinas war, the Argentinas shoot down two British Harriers and damaged one with the Oerlikon 35 mm twin cannon system (Radar guided by the Skyguard) when the Harriers were flying low.
In modern warfare most airstrikes are performed from an altitude out of reach of anti-aircraft guns and other cheap air defence systems like MANSPADS (such as the ZU-23-2 KG, Mistral, Stinger, Igla and Strela systems).
So the GDF-002/Type 90 is almost useless against airstrikes from for example Malaysian MiG-29N, Su-30MKM, Hawk Mk108/208 and Malaysian and Australian F-18s...
Its only usefull in shooting down low and slow flying aircrafts like helicopters.
@Kopassus , do you think it is feasible to use CIWS like goalkeeper or palanhx as air defence ?
sigarantang May 20th, 2011, 10:04 AM Good news !! :banana:
Indonesia Pertahankan Gelar Juara Umum di AASAM 2011
Tundukkan Amerika Serikat, Perancis, Australia, Selandia Baru, Belanda, Thailand, Malaysia, dll
Acara kompetisi menembak AASAM (Australian Army Skill at Arms Meeting) ini diselenggarakan pada tanggal 6-22 Mei 2011 di Combined Arms Training Center, Markas Angkatan Darat Australia, di Puckapunyal, Victoria, Australia.
Kompetisi internasional ini diikuti oleh beberapa negara seperti Indonesia, Belanda, Thailand, Papua Nugini, Timor Leste, Kanada, Perancis, Selandia Baru, Brunei Darussalam, Malaysia dan Amerika Serikat.
Pada babak akhir kompetisi, Malaysia menjadi lawan terkuat Indonesia, namun Sersan Satu Poltak Siahaan dan Kopral Dua Woli Hamsan berhasil meraih 7 medali emas, 9 medali perak dan 5 medali perunggu dimana Indonesia mengungguli peserta-peserta dari negara lainnya. Bahkan peserta Indonesia mendapatkan pujian dari beberapa negara peserta lainnya seperti yang dikatakan oleh peserta dari Belanda "Good score! Indonesia have the best score than other countries."
Tahun ini TNI AD mendapat tantangan untuk tidak menggunakan pistol ST1. Walau demikian bukanlah suatu kesulitan bagi TNI AD. Dengan bersenjatakan pistol jenis Browning milik Australia sekalipun, Indonesia tetap unggul dalam kategori ini. Hal ini diamini oleh salah seorang peserta dari Australia yang berujar, "It’s not about the gun, but it’s all about the man behind the gun.". Ini menunjukkan kualitas dari penembak jitu TNI AD.
Kompetisi tahunan ini tidak hanya memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi TNI AD, namun juga dapat memberikan kesempatan bagi tim TNI AD untuk mengukur kemampuan tim dari negara lainnya; seperti yang diungkapakan oleh Woli, pemenang kompetisi dalam kategori perorangan di tahun 2009 dan tahun ini.
Colonel Geoff Stacey yang merupakan salah satu penembak terbaik Australia juga memuji tim dari Indonesia "We all have done very well but Indonesia have done the best out of all. They’ve done very well in the competition and they are very professional."
(Dwiastuty Cahyaningrum/Dispenad)
sumber :
http://www.tandef.net/indonesia-pertahankan-gelar-juara-umum-di-aasam-2011
Kopassus May 21st, 2011, 07:54 AM @Kopassus , do you think it is feasible to use CIWS like goalkeeper or palanhx as air defence ?
As an air defence system on a ship, its perfect. like the CADS-N-1 Kashtan.
As an ADS on land its then better to use systems like the 2K22M1/2S6M1 Tungushka or the Pantsir S1.
Kopassus May 22nd, 2011, 12:54 PM Friday, May 20, 2011
RI-China Akan Gelar Latihan Bersama Pilot Sukhoi
JAKARTA - Pertemuan bilateral antara menteri pertahanan Indonesia dan China di sela-sela ASEAN Defence Ministers Meeting menghasilkan beberapa kesepakatan penting. Salah satunya, RI dan China akan menggelar training bersama untuk para pilot jet tempur Sukhoi.
Hal itu terungkap dari pertemuan antara Wakil Presiden Boediono dan Menhan China Liang Guanglie, Jumat (20/5). Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat itu, Boediono didampingi oleh Menhan RI Purnomo Yusgiantoro.
Deputi Seswapres bidang Politik, Dewi Fortuna Anwar, yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan, Menhan RI memaparkan beberapa poin kesepakatan yang saat bertemu dengan Guanglie kepada Wapres. Kesepakatan-kesepakatan itu akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat.
"Agenda yang akan ditindaklanjuti antara lain meningkatkan pertukaran perwira kedua negara, termasuk dalam lakukan training bersama untuk pilot pesawat tempur sukhoi," ucap peneliti senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu.
RI dan China, lanjutnya, juga akan saling berkunjung ke sekolah militer masing-masing negara untuk bertukar pengalaman. Lalu kedua negara juga akan melakukan coordinated patrol (patroli yang terkoordinasi) untuk keamanan maritim RI-China.
Sementara itu, menurut Dewi, Gunglie menegaskan keinginan China untuk membangun hubungan yang lebih pragmatis dan luas dengan Indonesia, termasuk dalam bidang pertahanan-keamanan. Kesepakatan lain antara RI-China yang disebut Guanglie yakni kunjungan sesama kapal perang dari kedua negara.
Taken from
www.detik.com
Menhan : Penandatanganan MoU Barter CN-235 Dengan T-50 Sudah di Lakukan
JAKARTA - Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia dan Korsel sudah menandatangani kesepakatan barter pembelian pesawat latih tempur T-50 milik Korsel dengan CN-235 milik PT Dirgantara Indonesia untuk kepentingan pengadaan alutsista kedua negara.
"Yang menandatangani nota kesepahaman (MoU) saya sendiri. Sedangkan jumlah barter pembeliannya akan dikaji secara teknis," katanya menanggapi bantahan pihak Korsel soal kesepakatan itu di Jakarta, Sabtu (21/5).
Dia menambahkan bahwa rencana kontrak bisnis pesawat dengan pola barter itu telah dibahas di sela-sela pertemuan antar menhan se-Asean di Bali pekan ini.
Menurut dia, tim dari kedua negara akan menindaklanjuti untuk melakukan pembahasan secara teknis atas kapasitas pembelian yang akan dilakukan oleh masing-masing negara.
Sebelumnya, TNI AU menyatakan telah menyepakati pembelian satu skuadron pesawat T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan. Dan rencananya akan mulai dikirim secara bertahap mulai tahun 2012, pembelian in untuk meningkatkan kemampuan para penerbang matra udara.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan pengadaan pesawat tersebut merupakan salah satu program pengembangan kekuatan TNI Angkatan Udara hingga 2024 berdasarkan kekuatan dasar minimum (minimum essential force).
"Ini merupakan kebijakan dari Presiden guna mempercepat pemenuhan kebutuhan alutsista, khususnya untuk mengganti pesawat-pesawat berusia di atas 30 tahun," ujarnya belum lama ini.
Pesawat latih T-50 rencananya digunakan untuk menggantikan pesawat Hawk MK-53 buatan Inggris. Selain T50, TNI AU juga melakukan pembelian 1 skuadron pesawat serang ringan EMB-314 Super Tucano dari Embraer-Brazil untuk menggantikan pesawat OV-10 Bronco.
Menurut Imam, pengadaan pesawat tersebut sudah masuk dalam anggaran Kementerian Pertahanan. "Proses pengadaan T-50 sudah ditetapkan oleh Kemhan. Proses pengadaan sudah dimulai," tuturnya. Untuk membeli satu skuadron T50, pemerintah harus menyiapkan biaya US$400 juta. Pesawat tersebut rencananya mulai dikirim ke Indonesia pada 2012.
"Normalnya sebenarnya 18 bulan, tapi kami minta perusahaannya untuk mempercepat," kata Imam. Kasau menambahkan bahwa pesawat T50 cocok untuk latihan pilot pesawat Sukhoi dan memiliki kemampuan mirip F-16.
Militer Korea Selatan sebelumnya juga telah membeli CN-235 buatan PT DI untuk kebutuhan patroli, angkut dan surveillance dengan jumlah mencapai belasan unit.
Sumber : BISNIS.COM (http://www.Menhan : Penandatanganan MoU Barter CN-235 Dengan T-50 Sudah di Lakukan JAKARTA - Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia dan Korsel sudah menandatangani kesepakatan barter pembelian pesawat latih tempur T-50 milik Korsel dengan CN-235 milik PT Dirgantara Indonesia untuk kepentingan pengadaan alutsista kedua negara. "Yang menandatangani nota kesepahaman (MoU) saya sendiri. Sedangkan jumlah barter pembeliannya akan dikaji secara teknis," katanya menanggapi bantahan pihak Korsel soal kesepakatan itu di Jakarta, Sabtu (21/5). Dia menambahkan bahwa rencana kontrak bisnis pesawat dengan pola barter itu telah dibahas di sela-sela pertemuan antar menhan se-Asean di Bali pekan ini. Menurut dia, tim dari kedua negara akan menindaklanjuti untuk melakukan pembahasan secara teknis atas kapasitas pembelian yang akan dilakukan oleh masing-masing negara. Sebelumnya, TNI AU menyatakan telah menyepakati pembelian satu skuadron pesawat T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan. Dan rencananya akan mulai dikirim secara bertahap mulai tahun 2012, pembelian in untuk meningkatkan kemampuan para penerbang matra udara. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan pengadaan pesawat tersebut merupakan salah satu program pengembangan kekuatan TNI Angkatan Udara hingga 2024 berdasarkan kekuatan dasar minimum (minimum essential force). "Ini merupakan kebijakan dari Presiden guna mempercepat pemenuhan kebutuhan alutsista, khususnya untuk mengganti pesawat-pesawat berusia di atas 30 tahun," ujarnya belum lama ini. Pesawat latih T-50 rencananya digunakan untuk menggantikan pesawat Hawk MK-53 buatan Inggris. Selain T50, TNI AU juga melakukan pembelian 1 skuadron pesawat serang ringan EMB-314 Super Tucano dari Embraer-Brazil untuk menggantikan pesawat OV-10 Bronco. Menurut Imam, pengadaan pesawat tersebut sudah masuk dalam anggaran Kementerian Pertahanan. "Proses pengadaan T-50 sudah ditetapkan oleh Kemhan. Proses pengadaan sudah dimulai," tuturnya. Untuk membeli satu skuadron T50, pemerintah harus menyiapkan biaya US$400 juta. Pesawat tersebut rencananya mulai dikirim ke Indonesia pada 2012. "Normalnya sebenarnya 18 bulan, tapi kami minta perusahaannya untuk mempercepat," kata Imam. Kasau menambahkan bahwa pesawat T50 cocok untuk latihan pilot pesawat Sukhoi dan memiliki kemampuan mirip F-16. Militer Korea Selatan sebelumnya juga telah membeli CN-235 buatan PT DI untuk kebutuhan patroli, angkut dan surveillance dengan jumlah mencapai belasan unit. Sumber : BISNIS.COM)
Kopassus May 25th, 2011, 06:21 AM Foto Dokumentasi Pembebasan MV Sinar Kudus
JAKARTA - KRI Yos Sudarso-352 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 saat mengawal kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia, menuju Oman, usai pembebasan. Foto-foto yang di release Korps Marinir ini juga menampilkan sebuah sea rider milik Pasukan Khusus Denjaka sedang diturunkan dari KRI Yos Sudarso-352.
Selain itu satgas Penanggulangan Teror TNI berhasil menyergap perahu milik perompak Somalia yang kembali akan merompak kapal MV Sinar Kudus. Satgas Penanggulangan Teror TNI berhasil mengamankan MV Sinar Kudus dari aksi pembajakan lanjutan setelah kapal tersebut dibebaskan para perompak Somalia. FOTO ANTARA/Dok. Kormar/Spt/11
http://v-images2.antarafoto.com/rp_pr_1306148115_re_455x289.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1306148105/peristiwa-persiapan-pembebasan-05.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/rp_pr_1306148126_re_455x286.jpg
Taken from Antara (http://.)
VRS May 25th, 2011, 04:08 PM bravo pirate somalia can have money, also bravo our special force which can success protect our ship from another pirate
David-80 May 25th, 2011, 11:51 PM Indonesia buys $400M of Korean jets
http://joongangdaily.joins.com/article/view.asp?aid=2936726
May 26, 2011
Korea yesterday signed a massive deal with Indonesia to export T-50 trainer jets, the first sale abroad of the country’s supersonic aircraft.
Korea Aerospace Industries agreed with Indonesia’s Defense Ministry to sell 16 T-50 Golden Eagle jets in the $400 million deal. The aircraft will be delivered by the end of 2013, according to the agreement.
Indonesia has been looking to replace its aged fleet of training jets, and Jakarta short-listed the T-50s last year with two other jets from Russia and the Czech Republic. After Korea’s state-run aerospace company was selected as the preferred bidder on April 12, 20 KAI officials in charge of exports have stayed in Indonesia to negotiate the specifics. After 50 days of talks, Indonesia decided on the Korean jets.
The T-50s were jointly developed with U.S.-based Lockheed Martin in a 13-year project that cost 2 trillion won ($1.8 billion).
Yesterday’s deal is seen as a doorway for Korea to export the aircraft to other buyers such as the United States, Israel and Poland. The Lee Myung-bak administration has long strived to make the planes an export industry, but its main obstacle was the jet’s expensive sticker price, roughly $25 million.
A high-profile Indonesian delegation visited Korea in February to discuss defense cooperation, but the trip was marred by an embarrassing break-in at a hotel room of a member of the delegation by Korean agents of some sort. While Seoul denies it, accusations were made that the National Intelligence Service was behind the break-in.
“The successful deal with Indonesia proves the tireless efforts and cooperation among Korea’s government, military and civilian industry,” the Korea Aerospace Industries said. “With this sale, a green light is turned on for Korean arms exports.”
“I am thrilled to conclude the deal ahead of the company’s initial public offering,” said Kim Hong-kyung, president of Korea Aerospace Industries.
Recent media reports said Korea’s jets are in a final round of bidding for a deal with Israel.
By Ser Myo-ja [myoja@joongang.co.kr]
9lYA-lfzfnY
cheers
Kopassus May 29th, 2011, 10:52 AM Dua hari lalu sy ingin post berita yg sama, tapi nga bisa buka situs SCC, kenapa ya?
Memang error di SSC atau masalah internet didalam negri?
Sekarang org lain duluan....
aguuungg June 3rd, 2011, 01:39 PM new radar :)
Indonesia selects ThalesRaytheonSystems to provide a new Master-T radar system
Neuilly-sur-Seine, France, 13 Jul 2005
The Indonesian government has selected ThalesRaytheonSystems to supply a new Air Defense radar system to be interfaced with the existing Command and Control System previously provided by the company.
Under this follow-on contract, ThalesRaytheonSystems will provide the highly mobile 3D Long Range Air Defense Master-T Radar operating in S-band with a range of 440 km.
Incorporating the fully solid state technology common to the Master 3D radar family, the Master-T radar is the ideal solution to meet the most demanding requirements for tactical long range Air Defense Radars today.
The Master-T radar has been designed for optimal detection and tracking of a large number of highly manoeuvrable aircraft, in heavy clutter and harsh Electronic Counter Measure (ECM) environment.
Already in service in Europe, Asia and Africa, and ordered by 7 different countries, the Master-T radar is currently the most advanced in its class.
ThalesRaytheonSystems has been working since the 1970s with the Indonesian Government to install a large scale Air Defense System. As part of this effort, ten long range radars and more than ten Air Command and Control Centers have been either successfully installed or placed on order.
ThalesRaytheonSystems is the worldwide leader in the supply of air defense, battlefield surveillance and coordination systems, ground-based radars and related operation centers. Its annual revenue is approximately 700 million dollars with 1 300 employees.
sumber (http://www.thalesraytheon.com/press-and-media/news-and-press-releases/news-single/period/1304512286///back/54/article/indonesia-selects-thalesraytheonsystems-to-provide-a-new-master-t-radar-system.html)
Pemerintah Beli Tiga Radar Buatan Prancis
JAKARTA--MICOM: Kementerian Pertahanan menargetkan pembelian tiga radar buatan Prancis untuk tahun 2011. Meski begitu, pemenuhan kebutuhan radar sebagai pemantau wilayah perbatasan NKRI masih jauh dari ideal.
Indonesia hingga kini baru memiliki 21 alat deteksi yang tersebar di seluruh batas negara. Padahal, kondisi geografis kepulauan Indonesia membutuhkan setidaknya 41 radar.
Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Marsekal Muda Bonggas S Silaen mengatakan hal itu di Jakarta, Rabu (1/6).
"Tahun ini, kami merencanakan pengadaan kebutuhan tiga radar untuk Jayapura, Manokwari, dan Tual (Maluku Utara)," ujar Bonggas yang ditemui di kantor Kemenhan.
Bonggas menambahkan biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan tiga radar itu mencapai US$114 juta. Saat ini, ketiga alat pemantau tersebut masih dalam proses produksi di Prancis.
Sebagian besar daerah selatan NKRI, kata dia, masih kekurangan alat pemantau seperti radar. Pulau Kalimantan, misalnya, hanya dipantau satu radar yang beroperasi di dekat Pulau Natuna. Pesisir selatan Morotai dan Merauke juga baru memiliki satu alat pemantau.
Militer saat ini terpaksa menggunakan fasilitas radar-radar milik bandara sipil untuk memenuhi kebutuhan pemantauan.
Pada kesempatan yang sama, Kemenhan berencana mengajukan total anggaran bidang pertahanan sebesar Rp55 triliun di dalam pembahasan R-APBN 2011. Jumlah itu naik sekitar Rp11 triliun dari anggaran APBN 2011 yang dipatok pada Rp47 triliun. Sementara pada 2012, Kemenhan membidik penambahan anggaran bidang pertahanan menjadi Rp80 triliun.
"Saat ini, anggaran pertahanan baru mencapai 0,69% dari total produk domestik bruto (PDB). Pada 15 tahun mendatang, diharapkan bisa mencapai 2% dari total PDB kita," tambah Bonggas.
Dengan alokasi anggaran pertahanan di bawah 1% dari total PDB, rasio kesiapan alutsista Indonesia pun hanya mencapai di bawah 30%. Ia mengatakan peningkatan persentase sekitar 1,8%-2,2% dari PDB sekaligus melambungkan kesiapan alutsista menjadi 80-90%. (SZ/OL-3) sumber (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/02/230715/284/1/Pemerintah-Beli-Tiga-Radar-Buatan-Prancis)
Kopassus June 6th, 2011, 06:25 AM Monday, June 06, 2011
Pemerintah Siapkan Dana US$ 1 Milyar Untuk Membeli Kapal Selam
Kapal selam Chang Bogo-class buatan DSME, Korea
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran lebih dari US$ 1 miliar (sekitar Rp 8,6 triliun) untuk membeli kapal selam TNI AL. Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Susilo, mengatakan rencana pembelian kapal selam sudah dianggarkan sejak 2005. Anggarannya, "Tidak lebih dari US$ 2 miliar," kata Susilo kepada Tempo, Minggu (5/6).
Pada 2005, pemerintah hanya menganggarkan US$ 700 juta, dengan asumsi harga kapal selam US$ 350-400 juta per unit. Seiring dengan berjalannya waktu, anggaran pun bertambah.
Untuk tahap awal, akan dipesan dua kapal selam untuk memperkuat armada TN AL. "Tahun ini kami harapkan bisa eksekusi," ujar Susilo. Sebelumnya, KSAL Soeparno, menyebutkan bahwa TNI AL membutuhkan minimal enam kapal selam.
Susilo menambahkan, idealnya TNI AL memiliki sepuluh kapal selam untuk menjaga wilayah laut Indonesia. Tiga unit untuk disiagakan di kawasan timur, tengah, dan barat perairan Indonesia. Tiga lainnya untuk pelatihan. Sisanya, "Cadangan jika kapal lain diperbaiki," kata dia.
Ditanya mengenai harga per-unit, Susilo enggan menyebutkan harga kapal selam yang akan dipesan. Susilo hanya mencontohkan kapal selam Scorpene produk Prancis yang dibeli Malaysia dengan harga 550 juta euro atau sekitar US$ 800 juta. "Tergantung kelengkapannya. Sekarang masih pembahasan teknis," katanya. Kapal selam TNI AL itu bakal dilengkapi senjata, seperti torpedo dan peluru kendali.
Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM (http://.)
Sunday, June 05, 2011
Rusia Mundur Dari Kandidat Pengadaan Kapal Selam TNI AL
JAKARTA - Tim Evaluasi Pengadaan (TEP) Kapal Selam di Kementerian Pertahanan saat ini sudah memasuki tahap memilih satu di antara dua negara produsen yang telah mengajukan penawaran. "Dua negara itu adalah Jerman dan Korea," kata Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno kepada Tempo, Minggu (5/6).
Sebelumnya, ada empat negara yang mengajukan penawaran. Namun, Rusia mundur karena produk kapal selam (Kilo Class) yang ditawarkan tak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan TNI AL. "Mereka menawarkan kapal selam besar," ujar Soeparno. Kapal selam yang dibutuhkan TNI AL, kata dia, tidak terlampau besar dan yang sesuai dengan kondisi perairan Indonesia.
Selain itu, pembelian kapal selam juga disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. "Kalau kapal selam besar, anggarannya tidak mencukupi," ujarnya. Sayangnya, Soeparno enggan menyebut berapa jumlah anggaran yang disiapkan untuk membeli kapal selam itu. Namun, menurut dia, rencana membeli kapal selam sudah dianggarkan sejak tahun 2005 lalu.
Sebelumnya, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Susilo mengatakan bahwa pada tahun ini pemerintah setidaknya akan membeli dua unit kapal selam. "Tahun ini kami harapkan bisa eksekusi," kata Susilo di kantornya, Jakarta, akhir Mei lalu.
Senada dengan Soeparno, Susilo mengatakan pembelian kapal selam disesuaikan dengan anggaran yang tersedia, mengingat mahalnya harga kapal selam. KSAL mengatakan Jerman menawarkan kapal selam jenis U-209 dan U-214. Sedangkan Korea Selatan menawarkan Chang Bogo.
Menurut Soeparno, TNI AL paling tidak membutuhkan sekurang-kurangnya enam buah kapal selam. Saat ini, TNI AL baru memiliki dua kapal selam, yakni KRI Cakra dan KRI Nanggala yang dimiliki sejak tahun 1980-an. "TNI AL butuh empat buah kapal selam lagi," katanya.
Namun, untuk dapat memenuhi jumlah ideal itu masih dibutuhkan waktu yang cukup lama. Pasalnya, setelah dipesan, proses pembuatan kapal selam butuh waktu bertahun-tahun. "Minimal tiga tahun," ujarnya.
Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM (http://.)
The U-209 and Chang Bogo class boats are in fact of the same class as the KRI Cakra 401 class boats (Type-209/1300). That mean that if TNI-AL buy the two new Type 209 from Korsel or Jerman, it will be of a much older design than the brandnew high-tech Scorpene Class boats from Malaysia....
So we have to buy the Type 214, if not we will acquire a less capable boat than our neighbours.
bama84 June 6th, 2011, 11:22 PM that foreign made submarine sucks ! When it got broken down, Does our people know how to fix it ?? How about maintenance ? Why don't we order local made submarine from PT.PAL ? When it broke, it's easy to fix.
r4d1ty4 June 7th, 2011, 08:30 PM that foreign made submarine sucks ! When it got broken down, Does our people know how to fix it ?? How about maintenance ? Why don't we order local made submarine from PT.PAL ? When it broke, it's easy to fix.
lha PT. PAL aja lg terancam bangkrut, gimana mau ngorder?
vindoarga June 9th, 2011, 12:19 AM that foreign made submarine sucks ! When it got broken down, Does our people know how to fix it ?? How about maintenance ? Why don't we order local made submarine from PT.PAL ? When it broke, it's easy to fix.
PT.PAL lg sekarat mas :lol:
Lagipula PT.PAL belum punya teknologi untuk buat subs, jadi gimana mau buat? (Kabar tot dulu tuh, tot submarine ato mini submarine?)
Bikin subs gk "semudah" bikin panser, karena subs punya efek deteren tinggi
bama84 June 19th, 2011, 08:23 PM PT.PAL lg sekarat mas :lol:
Lagipula PT.PAL belum punya teknologi untuk buat subs, jadi gimana mau buat? (Kabar tot dulu tuh, tot submarine ato mini submarine?)
Bikin subs gk "semudah" bikin panser, karena subs punya efek deteren tinggi
belajar dululah teknologinya. Omong2, orang kita udah bisa bikin mesin kapal belum ?
Kopassus June 20th, 2011, 09:44 AM Sunday, June 19, 2011
Melepas Kepulangan KRI Frans Kaisiepo-368
LEBANON - Sejumlah anggota TNI melepas keberangkatan KRI Frans Kaisiepo-368 kembali ke tanah air di Dermaga Beirut, Lebanon, Jumat, (17/6). Selama melaksanakan tugas sebagai peacekeeper di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo-368 telah melakukan tugas sebagai MIO (Maritime Interdiction Operation) sebanyak 18 kali, memeriksa 1.405 kapal, mengajukan inspeksi pemeriksaan kapal sebanyak 170 kali dan total di laut selama 180 hari. FOTO ANTARA/HO-Sertu Marinir Kuwadi/ed/pras/11
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1308374101/peristiwa-pelepasan-kri-frans-kaisiepo-01.jpg
Thursday, June 16, 2011
Farewell KRI Frans Kaisiepo-368 di Lebanon
LEBANON - Menjelang akhir penugasan KRI Frans Kaiseipo-368 pada Kamis (16/6) seluruh unsur yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL melakukan Farewell (perpisahan). Tercatat ada 8 Kapal perang Multinasional yang hadir mmemeriahkan acara perpisahan ini.
Pada kegiatan ini seluruh unsur MTF UNIFIL memberikan salam perpisahan dan penghormatan kepada KRI Frans Kaisiepo-368. Penghormatan ini diberikan tentunya tidak terlepas dari kerja keras, dedikasi dan peran aktif KRI Frans Kaiisepo-368 dalam melaksanakan berbagai latihan di AMO (Area of Maritime Operation) baik dengan LAF-Navy maupun dengan unsur-unsur MTF UNIFIL.
Selanjutnya KRI FKO akan digantikan perannya oleh KRI Sultan Iskandar Muda-366 pada bulan Juli mendatang. Sumber : DISPENAL/Syamsir (http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/16/kri-frans-kaisiepo-368-raih-prestasi-tugas-di-lebanon)
http://i.poskota.co.id/uploads/2011/06/FOTO-05.jpg
http://2.bp.blogspot.com/_4Ulhsnr0_Co/TU_0IrpmqdI/AAAAAAAAUVQ/qoepRpS_7lc/s400/07%2Bkri%2Bfko%2Bmio%2Bcom.jpg
Kopassus June 24th, 2011, 08:36 AM TNI AL Akan Beli Dua Kapal Pemetaan Bawah Laut
JAKARTA - TNI AL akan membeli dua kapal survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut baik untuk kepentingan pertahanan dan militer maupun umum.
"Proses pengadaannya sudah di buka untuk pengadaan dua kapal itu," kata Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Marsetio di Jakarta, Rabu (22/6).
Ditemui usai membuka seminar nasional hidro-oseanografi, ia mengatakan, sudah ada beberapa negara yang menawarkan diri untuk membuat dua kapal tersebut.
"Yang jelas sudah ada. Penambahan kapal survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut itu sangat penting, untuk memaksimalkan kegiatan mendapatkan data hidrografi dan oseanografi," ujarnya.
http://2.bp.blogspot.com/-FPcP5tDClaY/TgKeY-TSdzI/AAAAAAAACXY/waPPqy8ibqQ/s400/932%2BKRI%2BDewa%2BKembar.jpg
Kapal pemetaan dan survey bawah laut TNI AL, KRI Dewa Kembar-932
Saat ini TNI AL mempunyai 1 kapal survey hydro-oseanografi buatan tahun 1960-an eks. kapal Inggris HMS Hydra (Hecla class). Kapal tersebut adalah KRI Dewa Kembar-932 yang hingga kini masih melakukan kegiatan survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut.
Namun dari segi peralatan yang dimiliki kapal ini masih kurang memadai untuk mengetahui secara rinci kondisi, situasi dan apa yang terjadi di wilayah perairan nasional.
"Diharapkan kapal survey terbaru itu nantinya bisa melaksanakan survei dan pemetaan yang berkualitas sesuai standar nasional dan internasional", tambahnya.
Sumber : ANTARA (http://.)
Wednesday, June 22, 2011
Indonesia Dipastikan Terima Hibah 24 Pesawat F-16 Dari AS
JAKARTA - Kementerian Pertahanan memastikan tidak ada lagi masalah soal tawaran hibah 24 pesawat F16-A bekas dari Amerika Serikat (AS). "Sudah tidak ada masalah. DPR-RI sudah ke Kongres Amerika dan mereka sudah menyetujui," ujar Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR, Rabu (22/6).
Ia menegaskan anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk membeli pesawat baru kini dialihkan untuk meng-upgrade 24 pesawat F-16 block 25 ke block 32. Termasuk 10 pesawat yang kini dimiliki Indonesia. "DPR hanya menyarankan untuk kehati-hatian."
Poernomo mengatakan belum tentu pesawat hibah tersebut sudah bisa datang ke Indonesia awal tahun ini. Karena paling tidak dalam satu tahun, upgrading dari pabrikan hanya mampu tiga sampai lima unit. "Bertahap nantinya, setahun paling lima pesawat. Jadi, butuh empat tahunan." ujarnya. "Pembayarannya pun tergantung dari penyelesaian pesawat yang diupgrade," katanya.
Sebelumnya, pengamat militer Jaleswari Pramodhawardani mengatakan ada beberapa hal yang harus dikritisi dalam hibah tersebut. Pertama, pemerintah mesti terlebih dulu memastikan apakah penyediaan suku cadang dan perawatannya satu paket dengan hibah ke-24 F16 bekas. Pemerintah juga diminta untuk memastikan ke-24 armada itu dalam kondisi bagus.
Yang juga harus diperhatikan pemerintah, kata Jaleswari, adalah varian alutsista. Keberagaman alutsista itu tidak menguntungkan Indonesia. Meski banyak hal harus dipertimbangkan sebelum menerima hibah Amerika, Jaleswari tetap menganggap tawaran 24 F16 bekas jauh lebih tepat dibanding pemerintah membeli pesawat tempur baru.
Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM (http://.)
VRS June 25th, 2011, 01:56 AM its F16-A its the first generation of F16 Jet fighter? whats the last generation F16? F16-C??
Kopassus June 25th, 2011, 05:45 AM The F-16E/F Block 60
http://www.f-16.net/modules/Gallery2/gallery2/main.php?g2_view=core.DownloadItem&g2_itemId=180954&g2_serialNumber=3&g2_GALLERYSID=d09d1067b42fa93082f6dd522c8880fe
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5d/Checker-16x16.png
Widana89 July 2nd, 2011, 01:38 PM xZSeSVaXHYw&feature=related
VRS July 3rd, 2011, 12:29 PM based of army quality? or high tech weapon??
Widana89 July 3rd, 2011, 05:46 PM based of army quality? or high tech weapon??
^^Maybe based army quality... Because of TNI weapons still less with Vietnam, Thailand, Malaysia and Singapore...
bama84 July 4th, 2011, 06:15 AM I'm proud with TNI locally made weapon instead of foreign made. In the real war, dependancy on foreign made weapon will bring you totally defeat.
Mimihitam July 5th, 2011, 05:32 PM KL wants to buy RI armored vehicles
The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 07/05/2011 9:45 PM
The Malaysian military has expressed interest in purchasing Indonesian armored vehicles during a meeting here Tuesday between the new Malaysian chief, Gen. Dato' Sri Zulkifeli Bin Mohd Zin, and Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono.
“They didn't specifically discuss weaponry, but touched on the issue of 6x6 armored vehicles. Malaysia wants to purchase them,” Indonesian Military (TNI) Commander Adm. Agus Suhartono said after the meeting at the presidential office in Jakarta.
Malaysia, Agus said, wanted to purchase 6x6 armored vehicles produced by Indonesian state-owned weapons manufacturer PT Pindad, which are also used by the TNI.
Zulkifeli paid Yudhoyono a visit regarding his recent appointment as the new Malaysian military chief, tribunnews.com reported.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/07/05/kl-wants-buy-ri-armored-vehicles.html
VRS July 8th, 2011, 05:08 AM Brimob Vehicle..???
http://img143.imageshack.us/img143/7564/img00213201106261642.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/143/img00213201106261642.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img651.imageshack.us/img651/8380/img00214201106261643.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/651/img00214201106261643.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Kopassus July 15th, 2011, 06:20 AM Brimob Vehicle..???
http://img143.imageshack.us/img143/7564/img00213201106261642.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/143/img00213201106261642.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img651.imageshack.us/img651/8380/img00214201106261643.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/651/img00214201106261643.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Yes, its a Barakuda, made by Korsel, based on the German TM-170 from Thyssen-Henschel (now a subsidiary of Rheinmetall Landsysteme GmbH)
http://img.freebase.com/api/trans/image_thumb/m/079_sb0?maxheight=510&mode=fit&maxwidth=510
Widana89 July 21st, 2011, 07:40 PM Lagi, Prajurit TNI Tewas Ditembak di Papua
Prajurit nahas ini ditembak di kepala dan tewas seketika
VIVAnews - Aksi penembakan dari kelompok yang diduga separatis Papua Merdeka terhadap aparat keamanan kembali terjadi di Kabupaten Puncak Jaya Papua. Kali ini penembakan terjadi di Pintu Angin Kampung Angin Distrik Mulia, Kamis 21 Juli sekitar pukul 09.20 WIT. Korban prajurit TNI ditembak di kepala hingga tewas di tempat.
Dari data yang berhasil dihimpun, penembakan terjadi saat sejumlah personel TNI menggelar patroli pengamanan Bhakti Sosial, yang dijuga dilakukan prajurit TNI. Tiba-tiba sekelompok bersenjata yang jumlahnya 5-10 orang menembaki patroli TNI. Salah seorang prajurit TNI Pratu Lukas Yahya Kafiar dengan NRP 31040414660882, kemudian tertembak di bagian kepala tembus ke belakang, seketika tewas.
Setelah beraksi melakukan penembakan gerombolan bersenjata itu kemudian melarikan diri menuju hutan di sekitar lokasi kejadian.
Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih, Letnan Kolonel Inf Ali H Bogra, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa penembakan itu. ''Benar ada prajurit kami yang ditembak hingga tewas saat melakukan patroli. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,'' ucap dia.
Ali H Bogra enggan menjelaskan kronologi kejadian secara detail. ''Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku, yang diduga keras kelompok separatis bersenjata. Nanti ya saya akan beri keterangan lengkap,'' ujar dia melalui telepon selulernya.
Korban yang sempat di larikan di Rumah Sakit Mulia, saat ini sudah diterbangkan dengan helikopter menuju Markas Kodam Cenderawasih di Jayapura. Rencananya Panglima Kodam Mayor Jenderal Erfi Triassunu akan menerima langsung korban, sebelum kemudian menyerahkan ke pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.
http://nasional.vivanews.com/news/read/234783-lagi--prajurit-tni-tewas-ditembak-di-papua
acoolguyfromnz July 22nd, 2011, 06:25 PM TNI kita masih pakai model pembanguan ala Suharto yg cuma jadi centeng pengusaha asing...
Kopassus July 28th, 2011, 06:39 AM Upacara Penerimaan Medali Perdamaian Indobatt UNIFIL
LEBANON - Prajurit Sector East Military Police Unit (SEMPU) mengikuti upacara defile penerimaan medali perdamaian (Medal Parade) PBB pada hari Kamis (21/7) di lapangan Sudirman, Naqoura HQ.
Sumber: http://www.tni.mil.id/
http://i602.photobucket.com/albums/tt104/vor033/23bcd39b.jpg
http://i602.photobucket.com/albums/tt104/vor033/15ee9a99.jpg
http://i602.photobucket.com/albums/tt104/vor033/8d4c9cc3.jpg
http://i602.photobucket.com/albums/tt104/vor033/e614c43a.jpg
http://i602.photobucket.com/albums/tt104/vor033/cca53198.jpg
http://i602.photobucket.com/albums/tt104/vor033/fff6bd79.jpg
http://i602.photobucket.com/albums/tt104/vor033/9ae89676.jpg
Kopassus July 28th, 2011, 07:10 AM Just wait and see....
Tingkatkan Persenjataan TNI, Kemhan Membuat Beberapa Kapal Selam
Republika – 4 jam yang lalu
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus berupaya meningkatkan kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menargetkan pada 2024 kekuatan pokok minimum (essensial minimum forces) terpenuhi.
"Lima tahun ini kita akan bikin beberapa kapal selam, tapi tak bisa disebutkan jumlahnya," ujarnya dalam pertemuan dengan pimpinan redaksi media massa di Kemhan, Rabu (27/7) malam.
Complete article:
http://id.berita.yahoo.com/tingkatkan-persenjataan-tni-kemhan-membuat-beberapa-kapal-selam-004413828.html
Kopassus July 28th, 2011, 07:53 AM Oya, almost forgotten to post.
Kapal ptroli di pelabuhan Manado.
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC08278.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC08284.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC08285.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC08373.jpg
acoolguyfromnz July 29th, 2011, 04:39 PM Kalau kita punya kemampuan membuat, enak kok negara lain tinggal order dan kita gak perlu takut di boikot negara lain.
David-80 August 1st, 2011, 11:59 AM http://1.bp.blogspot.com/-J-NzLA63gnE/TiVHpTGRcBI/AAAAAAAAATg/4JYVS6MbkPg/s1600/KAI+KFX.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-u00jaXGNULc/TiVHh_h5kJI/AAAAAAAAATc/2Ozv9y5WmzU/s1600/KAI+KFX+1.jpg
August 01, 2011 10:08 AM
South Korea, Indonesia To Launch Partnership For Seoul's Fighter Jet Project
SEOUL, Aug 1 (Bernama) -- South Korea and Indonesia will launch their partnership for Seoul's project to develop new stealth fighter jets this week, South Korea's Yonhap news agency reported, citing local procurement officials on Monday.
According to the Defence Acquisition Program Administration (DAPA), the two countries will mark the beginning of their partnership in an opening ceremony of their new joint research center on Tuesday in Daejeon, some 160 kilometers south of Seoul.
The partnership calls for Indonesia to shoulder 20 percent of early development costs, or USD10 million for South Korea's KF-X project. While, Indonesia will also send some 30 researchers to join about 100 South Korean researchers to work on the joint development project over the next two years.
Last year, the two nations signed a preliminary deal, whereby Indonesia agreed to acquire about 50 KF-X fighters in exchange for picking up costs and jointly producing and marketing new fighter jets. The formal agreement was reached in April this year.
"Since initiating diplomatic ties in 1973, South Korea and Indonesia have maintained friendly ties in many areas," Noh said in a DAPA statement.
"In particular, the KF-X project has been made possible thanks to our consistent exchange and cooperation in the defense industry and defence procurement. It will be a strategic project that will be responsible for the development of defence industries and national security in both countries."
South Korea's Air Force has been pursuing the KF-X project since 2000 to replace its aging F-4/5 fighter jets with locally produced aircraft equipped with stealth capabilities by 2020. A prototype for the homegrown fighter jet will be selected by 2012, Yonhap cited the DAPA.
In May this year, Indonesia agreed to purchase 16 of South Korea's T-50 Golden Eagle trainer jets, marking the first South Korean export of the supersonic jets. Then in July, a South Korean shipbuilder was picked as among the final candidates to export submarines to Indonesia in a project worth about USD1 billion.
-- BERNAMA
source http://www.bernama.com.my/bernama/v5/newsworld.php?id=605265
cheers
typhoonbringer August 1st, 2011, 04:22 PM gambarnya kok jitwenty hahaha
David-80 August 1st, 2011, 05:31 PM ^^ lol, udah diganti, dapet graph nya dari aboutdefence, kayaknya mereka bingung desain nya KA-FX yang mana, soalnya banyak bgt desain2 nya..tapi kayaknya yg gua ganti itu versi final nya
perbandingan nya dari http://hightechnologyzone.blogspot.com/2010/08/5th-generation-jet-fighters-technology_20.html
http://1.bp.blogspot.com/_qn2M0fyLEeo/TG7F1N0IXmI/AAAAAAAAAG8/r_b1ha9wyqw/s400/kfx-201.jpg
cheers
Kopassus August 4th, 2011, 07:54 AM A C130 of the TNI-AU with Gunung Klabat on the background at Sam Ratulangi.
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Penerbangan/DSC08406.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Penerbangan/DSC08407.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Penerbangan/DSC08408.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Penerbangan/DSC08409.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Penerbangan/DSC08410.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Penerbangan/DSC08413.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Penerbangan/DSC08414.jpg
typhoonbringer August 4th, 2011, 02:44 PM ^^ lol, udah diganti, dapet graph nya dari aboutdefence, kayaknya mereka bingung desain nya KA-FX yang mana, soalnya banyak bgt desain2 nya..tapi kayaknya yg gua ganti itu versi final nya
perbandingan nya dari http://hightechnologyzone.blogspot.com/2010/08/5th-generation-jet-fighters-technology_20.html
http://1.bp.blogspot.com/_qn2M0fyLEeo/TG7F1N0IXmI/AAAAAAAAAG8/r_b1ha9wyqw/s400/kfx-201.jpg
cheers
nah ini nyang bener, semenjak penandatanganan MoU maish belum ada kabar nih, cuma berita2 refresh aja ya soalnya gw masih pengen tau, akirnya korsel nombok modal yang kurang, ato kita yang nombok, atao ada negara lain yang ikutan join
positifnya akirnya golden eagle jadi dateng beneran, soalnya situasi di indo sekarang tuh "yang penting dateng dulu" ga usah neko2 mau beli raptor dll, MEF penuhin dulu, baru upgrade pelan2, tapi bukanya kaya jaman tutut ya, beli challenger yang dateng scorpion :bash:
David-80 August 4th, 2011, 06:35 PM aru upgrade pelan2, tapi bukanya kaya jaman tutut ya, beli challenger yang dateng scorpion
really? challenger MBT kan bro? bukan nya MBT ga cocok ya sama medan nya Indonesia? kalo ga salah denger sih dulu yang ditawarin tank dari south korea sebelum Indonesia akhirnya ambil Scorpion CMIIW.
Cheers
VRS August 6th, 2011, 03:57 AM c130 itu bisa dipasang meriam ya.?? shg bisa tembak musuh di darat dari ketinggian??
Kopassus August 6th, 2011, 06:34 AM c130 itu bisa dipasang meriam ya.?? shg bisa tembak musuh di darat dari ketinggian??
Itu AC-130, ada 2 varian: AC-130H Spectre dan AC-130U Spooky, duaduanya hanya dipakai AS.
http://www.fas.org/man/dod-101/sys/ac/ac130_04.jpg
http://www.fas.org/man/dod-101/sys/ac/ac-130-dll.jpg
http://www.fas.org/man/dod-101/sys/ac/ac-130-spectre-44.jpg
The Lockheed AC-130 gunship is a heavily-armed ground-attack aircraft. The basic airframe is manufactured by Lockheed, and Boeing is responsible for the conversion into a gunship and for aircraft support.[1] It is a variant of the C-130 Hercules transport plane. The AC-130A Gunship II superseded the AC-47 Gunship I during the Vietnam War.
The gunship's sole user is the United States Air Force, which uses AC-130H Spectre and AC-130U Spooky variants.[2] The AC-130H "Spectre" is powered by four Allison T56-A-15 turboprops and is armed with two 20 mm M61 Vulcan cannons, one Bofors 40mm autocannon, and one 105 mm M102 cannon. The upgraded AC-130U "Spooky" has a single 25 mm GAU-12 Equalizer in place of the Spectre's twin 20 mm cannons, as well as an improved fire control system and increased capacity for ammunition. It has a standard crew of twelve or thirteen airmen, including five officers (two pilots, a navigator, an electronic warfare officer, and a fire control officer) and enlisted personnel (flight engineer, sensor operators, aerial gunners, and a loadmaster).
BTW, dulu TNI-AU perna memodifikasi 1 C-47 menjadi AC-47.
VRS August 7th, 2011, 01:32 AM ah..ic ..thx for information..
Kopassus August 8th, 2011, 06:48 AM First i only want to make pictures of the beach of Manado, suddenly i saw something around 1 km away, what looks like a warship...that was an Ahmad Yani Class Fregat. So, later after an angkot trip, i saw eventually that it was KRI Oswald Siahaan.....
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08458.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08459.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08462.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08464.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08466.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08467.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08468.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08469.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08472.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08473.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08474.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08475.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08477.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08492.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08493.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/Pemandangan%20dan%20langit/DSC08495.jpg
Gubernur SHS Naik KRI Owa 354 Pantau Perbatasan
Posted by pcp Sangihe, Talaud, Sitaro Minggu, 10 Juli 2011 18:28
MANADO – Kurang beberapa jam lagi, KRI Owa -354 yang membawa rombongan Gubernur Sulawesi Utara menuju Marore, Miangas dan beberapa pulau di kepulauan Talaud segera berangkat dari dermaga kecil belakang Komplek Megamal Jalan Piere Tendean, Manado, Minggu (10/7).
Rombongan Gubernur DR. Sinyo Harry Sarundajang, antara lain, Wakil Ketua DPRD Sulut, Arthur Kotambunan, Asisten Bidang Pemerintahan, Mecky Onibala, dan sejumlah SKPD, serta wartawan.
Direncanakan Senin pagi, KRI Owa 354 merapat di dermaga Pulau Marore. (van)
Kopassus August 8th, 2011, 07:52 AM Monday, August 01, 2011
Australia Hubahkan 4 Herculesnya Kepada TNI AU
YOGYAKARTA - TNI Angkatan Udara dipastikan akan menerima hibah pesawat angkut Hercules dari pemerintah Australia. Hibah pesawat yang diberikan Australia tersebut berjumlah 4 unit. "Tahun ini kami akan mendapat 4 unit pesawat hercules dari Australia. Tinggal menunggu persetujuan parlemen Australia saja,"kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Yogyakarta, Jumat (29/7).
Selain itu, kata KSAU, pada tahun 2012 nanti TNI AU juga akan menambah jumlah pesawat Sukhoi sebanyak 6 unit. Sehingga total TNI AU akan memiliki 1 skuadron Sukhoi.
Lebih lanjut KSAU menjelaskan, TNI AU akan mengadakan penambahan 9 pesawat Hercules untuk menggenapkannya menjadi 2 skadron. Empat unit hibah dari Australia ini merupakan bagian dari rencana penambahan itu. Tapi KSAU tidak menyebutkan dari mana penambahan lima unit sisanya.
Dua skadron pesawat Hercules TNI AU itu akan terdiri dari pesawat tanker, pesawat VIP, dan pesawat operasional untuk mengangkut dua batalyon. Sebelumnya, TNI AU mendapat tawaran hibah pesawat angkut C-130 Hercules dari pemerintah Amerika, Australia, dan Norwegia. Ketiga negara itu menawarkan akan memberikan potongan khusus yang diberikan pada pemerintah Indonesia. Namun yang sudah dipastikan adalah hibah dari Australia.
Sumber : JURNAS (http://www.jurnas.com/news/35835/TNI_AU_Akan_Peroleh_Hibah_Hercules/1/Nasional/Keamanan)
Heli Mi-17 Kodam Cendrawasih Ditembaki OPM
SENTANI - Helikopter Mi-17 Kodam XVII/Cenderawasih, diberondong tembakan oleh orang tak dikenal di sekitar Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, Rabu (4/8), sekitar pukul 14.10 WIT.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Ali H Bogra, di Jayapura, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Mi-17 yang dipiloti Mayor CPN Kandek dan Letnan Satu CPN Fandi, lepas landas dari Bandara Puncak Jaya dengan tujuan Wamena mengevakuasi seorang anggota TNI Yonif 753/AVT, atas nama Pratu Fana S Hadi.
Tamtama ini adalah penembak senapan pada Komando Taktis Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan yang ditembak pihak tak diketahui di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (2/8).
"Dua titik bagian badan helikopter itu berlubang akibat rentetan tembakan dari bawah itu," kata Bogra.
Dua titik itu adalah badan bagian bawah samping kiri roda depan di bawah kursi kopilot, dan di samping kanan dekat mesin pesawat.
"Tembakan kedua ini bahkan menembus badan korban penembakan yang dievakuasi tersebut," katanya.
Tembakan di titik kedua ini mengenai rusuk kiri Hadi. Kondisi korban yang sudah kritis menjadi semakin kritis sehingga membuat nyawanya tidak bisa tertolong lagi dan meninggal dalam penerbangan ke Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya.
Sekitar pukul 02.30 WIT, helikopter itu mendarat di Bandara Wamena. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Wamena, dan pada pukul 16.00 WIT korban dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan helikopter Puma kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Arioko.
Rencananya korban Pratu Hadi akan diterbangkan ke tanah kelahirannya di Kalimantan, Kamis.
Akhir-akhir ini penembakan terhadap anggota TNI di Kabupaten Puncak Jaya terus terjadi. Pada hari pertama masuk puasa juga terjadi penembakan di Kampung Nafri, Kota Jayapura, satu satu orang anggota TNI bersama tiga orang masyarakat sipil tewas di tempat.
Pasukan TNI di Papua Lakukan Pengejaran
JAKARTA - Tak lama setelah penembakan helikopter MI-17 TNI AD di Puncak Jaya, Papua, pada Rabu lalu, aparat TNI ditugaskan melakukan pencarian pelaku penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum gerakan bersenjata di Papua.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Istana Kepresidenan di Jakarta, Kamis (4/8), mengatakan bahwa pengejaran tersebut dilakukan satuan tugas TNI yang beroperasi di kawasan Puncak Jaya, Papua. "Pasukan yang ditugaskan dari unsur kewilayahan TNI di daerah sana, prosedurnya memang seperti itu," ujarnya.
Panglima TNI juga membenarkan pada kejadian penembakan tersebut satu anggota TNI menjadi korban, yaitu Pratu Fana S Hadi, yang sebelumnya telah menjadi korban penembakan dalam peristiwa kekerasan di Puncak Jaya dan akan dievakuasi ke Wamena.
"Jadi memang benar pada saat helikopter MI-17 TNI AD mengevakuasi prajurit kita yang telah kena tembak sebelumnya itu, ditembak lagi oleh kelompok gerakan bersenjata di puncak senyum (puncak jaya wijaya), dan dari berondongan tiga peluru itu ada satu yang tembus dan mengenai anggota yang sedang dievakuasi, akibatnya prajurit ini tewas seketika oleh peluru yang tertembus dari badan heli," tuturnya.
Panglima TNI belum bisa memastikan pelaku penembakan berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) karena menurut dia terdapat banyak gerakan bersenjata di Papua yang beraksi secara terpisah.
"Tidak bisa dikaitkan seperti itu karena kelompok di Papua itu banyak dan ini kelompok sendiri-sendiri yang tidak bisa ada kejadian langsung dikaitkan begitu," ujarnya.
Meski demikian, Agus bisa memastikan aksi penembakan helikopter TNI AD di Puncak Jaya dilakukan oleh kelompok berbeda yang melakukan penembakan di kawasan Abepura pada Senin 1 Agustus 2011. "Kelompoknya berbeda," ujarnya.
Namun dikatakan Panglima kondisi Papua yang kembali bergejolak karena peristiwa kekerasan beruntun ini tidak membuat TNI menambah kekuatan pasukan di provinsi paling timur Indonesia itu. "Di Papua kondisinya memang seperti itu, itu biasa," kata Agus.
Ia pun menduga motivasi kelompok bersenjata menembaki helikopter TNI AD hanya untuk mencari perhatian tanpa tuntutan yang jelas. Menurut Panglima, kelompok bersenjata yang bertebaran di Papua mendapatkan senjata api mereka dari pencurian yang dilakukan dari anggota TNI.
Sumber : ANTARA (http://www.antaranews.com/berita/270217/tni-kejar-penembak-helikopter-di-puncak-jaya)
acoolguyfromnz August 10th, 2011, 08:03 PM @kopasus,
kalau TNI gak mau di tembaki, jangan mau jadi centeng di sana. lepas status centeng mereka di freeport. Cara pemikiran spt itu adalah cara pemikiran org2 afrika sana.
Work smarter. Libatkan rakyat papua jadi mereka merasa di "wong" ke. Kalau di wong ke, mereka sendiri yg akan care.
ardimusica August 11th, 2011, 09:08 AM sbenernya untuk freeport uda diusahakan dilibatkan untuk orang2 pribumi namun sayangnya terkendala sdm..sehingga terpaksa menggunakan sdm dari luar pulau..
mo gmn lagi..
acoolguyfromnz August 15th, 2011, 09:15 PM menurut saya, kita harus melihat ulang TNI, what we want to see them in the future? Dari dulu TNI kita memang top punya.
sigarantang August 17th, 2011, 12:49 PM Dan Monster Udara itu kini Dikerjakan
Posted on 17 August 2011.
Indonesia dan Korsel sudah mendirikan pusat penelitian untuk studi awal pengembangan KF-X, pesawat tempur siluman yang akan diproduksi bersama antara Indonesia dan Korea Selatan, yang terletak di Daejeon, 160 km selatan Seoul. Sekitar 100 ahli dan peneliti dari Korea dan 30 dari Indonesia akan bekerja di tempat itu.
Ahli-ahli tersebut akan bersama melihat dan mengembangkan design pesawat dan teknologi dasar pesawat siluman tersebut. Proyek ini adalah proyek yang telah lama ditunggu oleh kedua Negara, terutama oleh pihak Korsel. Indonesia sendiri baru secara resmi mengumumkan akan ikut serta 20% dalam pembiayaan pembangunan pesawat tersebut pada 14 July lalu (antaranews.com).
Pembuatan KFX akan melalui 3 tahap, yakni pengembangan teknologi yang akan memakan waktu 2 tahun, rekayasa dan perakitan, sebelum akhirnya diproduksi. Produksi akan mencapai 200 unit, dan Indonesia akan mendapatan 50 unit, cukup untuk membuat 3 skuadron pesawat tempur. Diperkirakan, KFX akan siap pada 2018.
Kredit: FlightGlobal.com
source : http://goodnewsfromindonesia.org/2011/08/17/dan-monster-udara-itu-kini-dikerjakan/
acoolguyfromnz August 17th, 2011, 08:32 PM Begitu dong...daripada jadi centeng kan mendingan jadi produsen. Duit banyak, kekuatan militer naik dan gak banyak musuh...
Alinghi August 19th, 2011, 01:10 PM Indonesia plans to deliver weapons and ammunition to the Philippines
19/08/2011 09:53
JAKARTA, August 19 - RIA Novosti, Mikhail Tsyganov. Indonesia has signed with the Philippines, a contract to supply a large consignment of arms and ammunition to its production, including aircraft and helicopter carrier, said on Friday, Indonesian Antara national news with reference to the statement of one of the leaders of the Defense Ministry.
According to the Head of Department of Defense Technology Ministry, Colonel Arif Tofig (Taufik Arief), signed documents include the delivery of the Philippines one of the aircraft CN-235, manufactured by the Indonesian state company PT Dirgantara Indonesia, helicopter-ship dock "TERM", built by another state-owned company PT PAL, and machine guns and ammunition produced by the national company PT Pindad. "The fact that another country interested in the purchase of our weapons, proves the reliability of the Indonesian National Defense Industry," said the colonel.
He added that the first deliveries under the deal will be implemented next month [September]. However, according to Arif, the construction of helicopter [carrier] Indonesian company will cooperate with South Korea's Daewoo.
Source: http://www.ria.ru/world/20110819/419916949.html
====
CN-235 Maritime Patrol Aircraft
http://www.flightglobal.com/assets/getAsset.aspx?ItemID=35447
One of PT-PAL's helicopter carrier design
http://4.bp.blogspot.com/_80_yaznP3lM/TM_Fe5w0KZI/AAAAAAAAAgQ/KvXbFo5VKdw/s1600/KRI+banjarmasin.jpg
One of PT-PAL's LPD design
http://3.bp.blogspot.com/_80_yaznP3lM/TM_FErIqWvI/AAAAAAAAAgM/CQa-BOCejXQ/s1600/LPD_PAL.jpg
Some Machine Guns by PT Pindad
http://2.bp.blogspot.com/_80_yaznP3lM/TPCoJVd7UPI/AAAAAAAAAvE/FnrXGnjh-pU/s1600/SM-3.jpg
David-80 August 19th, 2011, 08:44 PM Here is another news about our UAV that will be stationed in Kalimantan plus news about TNI AU to get 24 f-16C/D and another 6 F-16C/D that will be upgraded to Block 52 and six more SU-27/30
4 Pesawat Tanpa Awak Perkuat Kalimantan
Benny N Joewono | Jumat, 19 Agustus 2011 | 22:49 WIB
SUNGAI RAYA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, empat pesawat tanpa awak akan memperkuat pertahanan Kalimantan dan segera ditempatkan di Pangkalan TNI AU Lanud Supadio pada akhir 2011.
"Pesawat tanpa awak di Pangkalan Udara Supadio Pontianak diarahkan untuk memperkuat kemampuan pemantauan termasuk daerah perbatasan di Kalimantan Barat, bahkan juga dioperasikan untuk pengawasan di pulau Kalimantan," katanya saat berkunjung ke Lanud Supadio Pontianak, Jumat (19/8/2011) sore.
Saat ini proses pembangunan hanggar untuk empat pesawat tersebut sudah delapan puluh persen dikerjakan dan ditargetkan dalam waktu dekat pengerjaannya sudah selesai.
"Karena pengadaan pesawat tanpa awak ini dilakukan oleh Kementerian Pertahanan, kita belum tahu pasti kapan pesawat itu bisa ditempatkan di Lanud Supadio. Namun, kita harapkan akhir 2011 pesawat tersebut sudah ada di sini (Supadio)," tuturnya.
Imam mengatakan, pesawat tanpa awak mempunyai fungsi yang sangat strategis untuk mempertahankan kedaulatan NKRI karena dapat dikendalikan dari jarak jauh.
Selain itu, pesawat tersebut juga dapat dipersenjatai serta dilengkapi dengan peralatan pendeteksi untuk kondisi malam dan siang hari. Dia menyatakan, keberadaan pesawat tanpa awak selain digunakan untuk memperkuat pertahanan NKRI di gatra udara juga bisa berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi berbagai kegiatan ilegal dalam patroli perbatasan, baik laut mupun udara.
Selain itu juga bisa berfungsi untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan yang marak terjadi di wilayah Kalimantan dan pulau lainnya.
"Berdasarkan hasil pertemuan terahir dengan pihak Amerika beberapa waktu lalu, telah disepakati Indonesia akan menerima 24 pesawat tempur F16 bekas dari Amerika Serikat plus enam pesawat cadangan, sehingga totalnya menjadi 30 unit," tuturnya.
Nantinya ke 30 pesawat tempur hibah itu akan di upgrade ke blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhirnya melengkapi jumlah yang ada saat ini 10 unit sehingga menjadi 2 skuadron ( 40 unit) F16.
Dia menambahkan, pada Desember 2010 juga telah dilakukan penandatanganan kontrak pembelian 16 Super Tucano buatan Brazil, lalu April 2011 sudah ada kepastian pengadaan pesawat latih/tempur jenis T-50 buatan Korea Selatan. Kedua Skuadron itu secara bertahap akan mengisi arsenal TNI AU mulai awal tahun depan.
"Pada 2011 juga sudah dipersiapkan tambahan 6 unit Sukhoi lengkap dengan persenjataannya untuk melengkapi jumlah yang ada sekarang sebanyak 10 unit," tuturnya.
Opsi tentang perkuatan pesawat tempur jenis Sukhoi tetap mengental. Setelah lengkap berjumlah satu skuadron (16 unit), akan terus ditambah minmal sampai berjumlah 32 unit dari jenis Su27/30.
"Bahkan petinggi TNI AU sangat berminat dengan Sukhoi SU35 BM minimal 1 skuadron. Untuk memenuhi kriteria minimum essential force (MEF) sampai dengan 2014 TNI AU membutuhkan minimal 10 skuadron tempur," kata Imam.
source http://regional.kompas.com/read/2011/08/19/22492684/4.Pesawat.Tanpa.Awak.Perkuat.Kalimantan
I heard that they UAV is the searcher Mark II from Israel according to this http://indonesiandefense.blogspot.com/2010/08/dpr-dukung-tni-au-beli-pesawat-tanpa.html
http://4.bp.blogspot.com/_4Ulhsnr0_Co/TGCpJ-6u-qI/AAAAAAAAQaA/HbNe68xzIbI/s1600/Searcher+Mark-II.jpg
cheers
David-80 August 19th, 2011, 08:47 PM @Alinghi, head of AFP visited Indonesia couple months ago and he also visited Pindad and PT PAL, so i guess he was finalizing the deal. CMIIW.
If i remember correctly too, top official from Philippines navy were abroad the Makassar class LPD in januari 2011 for a tour, so i guess that news is true.
here is the news in Indonesian about Philippines armed forces purchasing the LPD ships from Indonesia
http://www.mik-news.tk/2011/07/filipina-pesan-tiga-lpd-buatan-pt-pal.html
and here is the news confirming the deal from our Defense minister website
http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=9647
cheers
Kopassus August 20th, 2011, 06:01 AM Many countries over the whole world produce UAV's, there are even UAV projects in our own country, so i dont understand why we have to order UAV specially from this country^^....
Indonesia plans to deliver weapons and ammunition to the Philippines
19/08/2011 09:53
Yes, it looks like its true:
Filipina Pesan Pesawat dan Amunisi dari Indonesia
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/69711/filipina-pesan-pesawat-dan-amunisi-dari-indonesia
sigarantang August 20th, 2011, 10:22 AM dopost :(
sigarantang August 20th, 2011, 10:23 AM Senjata Anti Tank Produksi Pindad Yang Mematikan
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTZQn0XB3cqjdmNDNWm87J8LZOMFibMComDXzwNSaOOi3xZ2lWt
JAKARTA-(IDB) : PT. Pindad (Persero), punya tiga produk Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senapan sniper anti material tank yang berkualitas dunia. Senapan ini bisa menembus baja yang tebalnya 3 sentimeter dari jarak 900 meter.
SPR produksi PT Pindad ada tiga varian, SPR 1, SPR 2 dan SPR 3.
SPR 1 di desain menggunakan munisi kaliber 7,62 mm dengan jarak efektif 900 m.
SPR 2 dengan sistem bolt action dan menggunakan munisi berkaliber 12,7 mm, pada jarak efektif 500 meter mampu menembus berbagai jenis material bahkan baja dengan ketebalan 2 sentimeter mampu di robeknya.
SPR 3 dengan kemampuan yang relatif sama dengan pendahulunya namun lebih kuat dan dapat merobek baja dengan ketebalan 3 sentimeter.
Dari hitungan, produksi SPR-2 harga lebih murah dan fungsi sama hebatnya, apalagi jika dibandingkan Black Arrow M93 yang harganya di atas Rp 1 miliar per pucuk.
Senapan penembak jitu antimaterial, di pasaran harganya rata-rata sangat mahal, sehingga negara-negara pembeli dan dari non- produsen yang keuangannya cekak, biasanya terbatas memiliki.
Sumber : http://indo-defense.blogspot.com/2011/08/senjata-anti-tank-produksi-pindad-yang.html
sigarantang August 20th, 2011, 10:33 AM TNI-AU makin kuat, 30 F-16 Blok 32 dan Enam Sukhoi Segera Hadir
Jumat, 19 Agustus 2011 22:22 WIB
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSckd6XTgqiKyOyoCbX41gQxeVuslSL7IJPC919Gs2WFsrMM6EPkQ
Sungai Raya, Kalimantan Barat (ANTARA News) - Pada tahun-tahun mendatang TNI-AU akan semakin berotot. Penyebabnya, 30 F-16 Fighting Falcon Blok 32 akan hadir sebagaimana enam Sukhoi Su-27 Flanker, lengkap dengan semua persenjataan dan sistem avionikanya.
Apakah ini bisa menjadi batu penanda, mengembalikan kejayaan AURI pada dasawarsa '60-an? Semoga demikian; demikian juga untuk matra laut dan darat TNI secara keseluruhan untuk kemakmuran bangsa.
"Berdasarkan hasil pertemuan terakhir dengan pihak Amerika Serikat beberapa waktu lalu, telah disepakati Indonesia akan menerima 24 pesawat tempur F16 bekas dari negara itu. Plus enam cadangan, sehingga total menjadi 30 unit," tutur Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat.
Sufaat, bekas penerbang tempur A-4 Skyhawk, pada saat menyatakan hal itu berada di Pangkalan Udara TNI-AU Supadio, Sungai Raya, Kalimantan Barat, Jumat. Dia dan rombongan petinggi TNI-AU meninjau kesiapan Supadio menjadi pangkalan empat pesawat intai nirawak (UAV - unmanned aerial vehicle), yang kini sudah mencapai 80 persen dari persyaratan teknis dan nonteknis.
Jika nanti keempat UAV itu dioperasikan --awal tahun depan-- pengawasan dan sistem peringatan dini terhadap pelanggaran udara nasional di Pulau Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia dan perairan internasional di Laut China Selatan, semakin meningkat secara signifikan.
30 F-16 yang dia maksud itu merupakan blok 32. Saat ini, Indonesia memiliki 12 F-16 seri A dan B yang berasal dari blok 15 hasil pengadaan pada dasawarsa '80-an yang ditempatkan di Skuadron Udara 3 di Pangkalan Udara Utama TNI-AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur; itupun dua di antaranya sudah hancur karena kecelakaan non perang.
Nanti ke-30 F-16 Blok 32 hibah Angkatan Udara Amerika Serikat itu akan ditingkatkan ke blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhirnya, di antaranya peluru kendali AIM-9 Sidewinder dan AGM-84 Harpoon buatan McDonnel Douglas.
Seluruh F-16 hibah hasil pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Susilo B Yudhoyono dengan koleganya, Presiden Barak Obama, itu akan elengkapi jumlah yang ada saat ini. Dari semula satu skuadron tempur saja, maka F-16 itu akan dimekarkan menjadi dua skuadron tempur, yang alokasi pangkalannya belum ditentukan secara persis.
Jika dari Barat kehadiran arsenal udara diwakili F-16 dan F-5E Tiger II serta BAE Hawk 109/209, maka Rusia juga punya wakil berupa pesawat tempur strategis, Sukhoi Su-27 dan Su-30 Flanker, yang kelasnya dipahami di atas F-15 Eagle dalam konfigurasi avionik dan persenjataan penuh dan sempurna.
Kehadiran pesawat-pesawat tempur Uni Soviet pada dasawarsa '60-an menjadikan AURI sebagai kekuatan udara paling berotot di belahan selatan dunia. Kekuatan ini juga yang menciutkan nyali Belanda untuk menancapkan kaki kembali di Papua dan menjadikannya sebagai koloninya di Asia Tenggara.
Dalam Operasi Trikora itu, 26 Tupolev Tu-16 Badger memainkan peran sangat penting karena pembom strategis dengan peluru kendali AS-1 Kennel mampu menjangkau seluruh benua Australia dari pangkalannya di Madiun.
Menurut Sufaat, "Pada 2011 juga sudah dipersiapkan tambahan enam unit Sukhoi lengkap dengan persenjataannya untuk melengkapi jumlah yang ada sekarang sebanyak 10 unit," tuturnya. Seluruh Sukhoi yang bisa bermanuver sangat mengerikan itu --salah satunya Pugachev's Cobra-- ditempatkan dalam Skuadron Udara 11 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama Hasanuddin, Makassar.
Opsi menambah dan memperkuat arsenal udara dari keluarga Sukhoi mengental terus. Setelah lengkap berjumlah satu skuadron (16 unit), akan terus ditambah minimal sampai berjumlah 32 unit dari jenis Su-27 dan Su-30.
"Bahkan petinggi TNI-AU sangat berminat dengan Sukhoi Su-35 BM minimal satu skuadron. Untuk memenuhi kriteria kesiapan tempur minimum sampai 2014, TNI-AU memerlukan minimal 10 skuadron tempur," kata Sufaat.
Su-35 BM merupakan tipe terkini Sukhoi sebelum keluar PAK-50 yang diketahui mampu meladeni F-22 Raptor-nya Amerika Serikat dengan segala kecanggihannya.
Sebelum ini, masih ada perkuatan di tubuh TNI-AU, karena pada Desember 2010 dilakukan penandatanganan kontrak pembelian 16 unit EMB-314 Super Tucano buatan Brazil. Pesawat counter insurgency dengan mesin turboprop ini diproyeksikan menggantikan OV-10 Bronco buatan North American Rockwell hasil pengadaan pada 1975.
Empat bulan kemudian, yaitu pada April 2011 sudah ada kepastian pengadaan pesawat latih/tempur taktis ringan T-50 buatan Korea Selatan. Kemenangan T-50 Eagle ini sekaligus mengakhiri persaingan antara Korea Selatan dan Rusia yang menawarkan Yakolev Yak-130 Mitten.
"Mereka ditempatkan ke dalam dua skuadron udara. Mulai awal tahun depan sudah berdatangan ke sini," kata pemimpin puncak ke-18 TNI-AU itu. (*)
Editor: Ade Marboen
source : http://www.antaranews.com/berita/272512/tni-au-makin-kuat-30-f-16-blok-32-dan-enam-sukhoi-hadir-segera
sigarantang August 20th, 2011, 10:39 AM Modernisasi Pesawat TNI-AU
08 Agustus 2011
KEKUATAN alat utama sistem persenjataan di udara Nusantara terus dibenahi, ditambah, bahkan dipermodern,
seiring dengan perencanaan TNI-AU, yang dalam kurun waktu 2005-2024 akan mengganti sejumlah pesawat tempur dan angkut yang berusia 20-30 tahun.
Modernisasi alutista suatu negara, tidak bisa dipungkiri, harus terus dilakukan, meskipun anggaran mungkin menjadi kendala. Apa pun alasannya, modernisasi pesawat terbang harus dilakukan.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Imam Sufaat mengungkapkan, pergantian pesawat memang akan dilakukan mulai dari OV-10 Bronco yang kini telah di-grounded. Hal itu sebagai dampak dari beberapa musibah yang terjadi menimpa putra bangsa yang harus gugur dalam latihan. Pesawat tempur Hawk MK-53, F-5 Tiger, dan F-16 Fighting Falcon juga akan mengalami pergantian.
Sebanyak 16 pesawat tempur taktis OV-10 F Bronco buatan North American Rockwell Amerika Serikat, dengan ciri khasnya memiliki dua ekor, kali pertama datang ke Indonesia tahun 1976, dengan tugas penting, yakni mendukung operasi di daerah Timor Timur.
Kini, pesawat-pesawat itu berada di Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang dan mengakhiri tugasnya di sana. Nasibnya benar-benar berujung di ladang tebu pada Juli tahun lalu setelah terjadi musibah jatuh.
F-16 Fighting Falcon, pesawat tempur berjenis Multirole Fighter(multiperan) yang diproduksi oleh pabrikan Lockheed Martin kini berada di Skuadron Udara 3 Lanud Iswahyudi. Ini salah satu pesawat yang sangat terkenal di dunia, digunakan oleh 25 negara di seluruh dunia. Kini, di Indonesia mulai dibenahi dengan dua pilihan, membeli F-16 baru tapi hanya terjangkau beberapa buah saja. Atau menerima hibah dari pemerintah Amerika sebanyak 24 buah pesawat tempur F-16.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sudah optimis, pesawat hibah tersebut tidak lama lagi akan menginjak di Bumi Pertiwi. Kini, Kementerian Pertahanan juga sedang menyiapkan peralatan untuk melakukan peningkatan kemampuan F16 hibah tersebut.
Pesawat Hawk MK-53 milik Skuadron Udara 15 di Lanud Iswahyudi masuk ke Indonesia pada tanggal 29 September 1980. Masa pakai pesawat tersebut akan habis di tahun 2011. Pesawat buatan Inggris, yang dibeli pada tahun 1978 tersebut, sudah lama menganggur karena mengalami kerusakan mesin. Hebatnya, Skuadron Teknik 042 Iswahyudi berhasil memperbaiki lagi dan menfungsikannya sebagai pesawat tempur.
Super Tucano
Kini, modernisasi pesawat terbang sudah menapak jalan, dengan diawali datangnya pesawat canggih asal Rusia, Sukhoi SU-27 ataupun SU-30, melalui pangkalan udara Iswahyudi Maospati Magetan.
SU-27 Flanker adalah pesawat tempur generasi ke 4, pesawat ini murni pesawat tempur fighter dengan kemampuan serangan udara ke udara yang paling unggul di kelasnya.
Sukhoi Su-27SK / Su-30SK yang dikenal dengan manuver kobranya kini jadi kebanggaan anak bangsa, berada di Skuadron Udara 11 Pangkalan Udara Hasanuddin Makassar.
Dan kebanggaan ini pun akan bertambah lagi di kala Super Tucano EMB-314 pengganti OV-10F Bronco datang dari Brasil. Mengapa pesawat ini jadi begitu menarik dan patut disimak meski masih menggunakan baling-baling (propeller). F-16 dan Hawk MK-53 masih menjadi perbincangan dan perdebatan untuk mengganti dan apa penggantinya. Justru pengganti OV-10 sudah matang, tinggal menunggu kedatangannya.
Berbekal pengalaman Si Kuda Liar yang memiliki prestasi gemilang dalam melakukan pertempuran taktis, perang gerilya di Timor Timur ataupun di Aceh semasa operasi GAM, pesawat ini sangat berperan. Dari pengalaman dan kemampuannya itulah, salah satu keputusan untuk mencari pengganti OV-10F adalah dengan beragam kriteria yang mendekati kemampuan yang dimiliki OV-10.
Kepastian pengganti OV-10 disampaikan Marsekal Pertama TNI Irawan Supomo, Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh waktu itu. Setelah dilakukan serangkaian uji kinerja terhadap beberapa calon pengganti Bronco, sepertinya lebih cocok dengan Super Tucano.
Irawan menuturkan, ada lima jenis pesawat yang dilirik TNI Angkatan Udara sebagai penggantinya. Yakni KO-1 dari Korea, K-8 Karakorum produksi bersarna China dan Pakistan, EMB-314 Super Tucano buatan Brasil, T-6B Texan II (Amerika Serikat) dan Pilatus PC-9 buatan Swiss. “Hanya dua yang diajukan ke Departemen Pertahanan, yaitu Tucano dan KO-1,” katanya waktu itu.
Jenis pilihan pesawat pengganti itu pun berbeda-beda, tapi dari beberapa kriteria pesawat yang diusulkan sebagai pembanding, akhirnya hanya Su (Sukhoi) 25/39, L-159B buatan Cheko, YAK 130, K8P dan KO-1 yang lebih sesuai.
Alih Teknologi
Su 25/39, pesawat Sukhoi buatan Rusia, merupakan pesawat mesin jet ganda untuk dukungan serangan udara jarak pendek. L-159B buatan Cheko merupakan penempur ringan yang dirancang bisa dipergunakan untuk segala fungsi. Pesawat latih berkursi ganda (pengembangan L159A) didesain sebagai pesawat latih lanjut (Advanced and Operational/Lead-In Fighter Training).
L159B dapat dikonfigurasi sesuai spesifikasi kebutuhan negara pemesan. Selain mengadopsi peran pesawat latih jet, pesawat ini dapat diubah fungsi sebagai pesawat tempur ringan, termasuk membawa rudal darat-udara dan udara-udara, juga melakukan misi-misi lain, seperti kombatan, patroli udara dan intai/mata-mata. Pesawat ini menggunakan mesin jet buatan Honeywell/ITEC F124-GA-100 yang disebut-sebut sebagai mesin terbaik dikelasnya.
Calon lainnya adalah M346 buatan Italia, K8P buatan China dan KO1B buatan Korea. TNI-AU sudah tahu karakterisitik pesawat buatan Korea, di antaranya sudah digunakannya K0-1 Wongbee di Skuadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adisucipto, Yogyakarta.
Dari lima jenis pesawat sebagai pembanding, ditinjau dari sisi essential dan kriteria tambahan, ternyata EMB-314 paling unggul dibanding lainnya, seperti Sukhoi 25/39, L159A, YAK 130, K8P dan KO-1. Misalnya dalam kemampuan melaksanakan manuver dengan kecepatan tinggi dan rendah. EM B-314 lolos, sementara Yak 130 gagal. Juga dalam kemampuan melaksanakan operasi malam hari, kemampuan terbang malam tanpa eksternal tangki. Juga mampu membawa senjata, baik berupa bom, roket maupun senapan mesin.
Kriteria lainnya, pesawat dapat digunakan untuk jangka waktu minimal 25 tahun, dukungan operasional dapat dilaksanakan oleh pesawat C-130 Hercules. Mudah dalam suku cadang dan peralatan lainnya.
Hal ini memang tertuang dalam klausul alih teknologi, di mana suku cadang bisa diproduksi di PT Dirgantara Indonesia.
Kini, dengan sudah ditandatangani kontrak pembeliannya, hanya dalam hitungan bulan, langit Nusantara akan dihiasi dengan pesawat tempur taktis Super Tucano EMB 314 buatan Brasil.
Kehebatan dan kekaguman terhadap pesawat ini seperti yang dilontarkan pilot senior TNI AU, Marsda TNI Ganjar Wiranegara yang pernah mencoba kehebatan pesawat ini di Brasil pada tahun 2007 lalu. Meskipun pesawat tidak memiliki radar, avionil Super Tucano mampu menerima data link-nya (send/receive tracks/waypoint), weapon system status, present position transmission, transmit aircraft systems status, operational coordination serta intelligence information tentang targets dan avoidance area.
Bahkan untuk terbang malam, Super Tucano juga telah dilengkapi Night Vision Goggles (NVG) Gen III, di mana external dan internal lights full NVG compatible.
EMB 314 Super Tucano adalah pesawat buatan pabrikan Embraer Brasil. Pesawat ini masuk kategori pesawat antigerilya dan serangan udara-darat. Pada operasionalnya, pesawat ini lebih banyak digunakan untuk membantu pergerakan pasukan darat, terutama infantri, kavaleri dan artileri.
Komandan Skuadron 21 yang lama, Letkol Pnb Fairlyanto juga mengungkapkan keunggulan pesawat buatan Brasil ini. Service life 12.000 hingga 18.000 jam, dapat operasi malam. Bahkan mampu take off dan landing pada landasan minimal 1500 meter.
Kedatangan tim Mabes Angkatan Udara ke Brasilia, termasuk di dalamnya Komandan Skuadron 21 Pangkalan udara Abdulrachman Saleh Malang yang baru, Mayor Pnb James Yanes Singal pada awal Juli lalu mempertegas bahwa EMB-314 adalah yang dipesan pemerintah Indonesia menggantikan OV-10 F Bronco. Kedatangan di sana diartikan sebagai Design Review Meeting (DRM) yang dimaksudkan sebagai penentu akhir sebelum pesawat itu dirakit.
“Artinya, dengan adanya DRM, itu berarti sudh final bahwa pesawat EMB-314 Super Tucano dengan kondisi seperti itulah yang dipesan oleh Indonesia,” kata James Yanes. Memang masih kosongan tanpa amunisi, tapi paling tidak pesawat itu sudah di install untuk pemasangan beragam persenjataan.
Kini, personel sudah disiapkan, baik penerbang, ground crew, dan personel lainnya, untuk pemeliharaan tingkat ringan dan sedang. Bahkan kemampuan bahasa pun sudah diarahkan ke percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris. Tinggal pelaksanaannya pengiriman personel ke Brasil.
Besar harapan KSAU, 9 April 2012 di langit Nusantara akan dihiasi minimal empat pesawat Super Tucano mewarnai ulang tahun TNI-AU.
Ke depan pun, langit Ibu Pertiwi semakin semarak di kala pesawat latih dengan kecepatan supersonik T-50 Golden Eagle buatan KAI (Korea Aerospace Industries) tiba. Pesawat ini sebagai pengganti F-16 dan akrab disebut miniatur dari F-16. Cocok untuk pertempuran langsung terutama Air to Air dan Air to Ground. Pemerintah sudah menandatangani pembelian pesawat total 16 Unit sejak april 2011 dan akan tiba tahun 2013.
Bahkan pesawat Hawk MK-53 juga akan mengalami modernisasi dengan akan digantikannya pesawat ini. Ada empat jenis pesawat yang sudah dicoba, L-159B dari Ceko, Yak 130 dari Rusia, Aermacchi M346 dari Italia, dan Chengdu FTC-2000/JL-9 dari China.
Apa pun jenisnya, pesawat baru tersebut, sepanjang pada kontrak awal ditegaskan ada alih teknologi, tidak menutup kemungkinan PT Dirgantara Indonesia juga akan mumpuni untuk membuat seluruh atau sebagian pesawat tempur yang dimiliki TNI-AU. Mudah-mudahan.(Wihardjono-24).
sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/08/08/155321/18/Modernisasi-Pesawat-TNI-AU
sigarantang August 20th, 2011, 11:11 AM Empat pesawat intai nirawak TNI-AU perkuat Supadio
Jumat, 19 Agustus 2011 21:24 WIB
http://www.dreamcybot.com/bbs/UploadFile/2009-8/200981211184066738.jpg
http://cfile222.uf.daum.net/image/157FDD504D33916411A624
Sungai Raya, Kalimantan Barat (ANTARA News) - Peringatan kepada siapa saja yang mau "main-main" atau curi-curi masuk wilayah udara Indonesia dari kawasan Pulau Kalimantan. Ada empat pesawat intai nirawak berpangkalan di Pangkalan Udara Supadio dalam waktu segera.
Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat, menegaskan, empat pesawat tanpa awak akan memperkuat pertahanan Kalimantan dan segera ditempatkan di Pangkalan TNI AU Lanud Supadio pada akhir 2011.
"Pesawat itu diarahkan memperkuat kemampuan pemantauan. Termasuk perbatasan di Kalimantan Barat, bahkan juga dioperasikan untuk pengawasan di pulau Kalimantan," katanya saat berkunjung ke Lanud Supadio Pontianak, Jumat sore.
Saat ini proses pembangunan hanggar untuk empat pesawat tersebut sudah delapan puluh persen dikerjakan dan ditargetkan dalam waktu dekat pengerjaannya sudah selesai.
Supadio juga menjadi pangkalan bagi Skuadron Udara 1 Elang Khatulistiwa berisikan BAE Hawk 209 buatan Inggris dan Batalion 465 Korps Pasukan Khas TNI-AU.
"Karena pengadaan pesawat tanpa awak ini dilakukan Kementerian Pertahanan, kita belum tahu pasti kapan pesawat itu bisa ditempatkan di Lanud Supadio. Kita harapkan akhir 2011 pesawat tersebut sudah ada di Supadio," kata bekas penerbang tempur itu.
Pucuk pimpinan ke-18 TNI-AU itu mengatakan, pesawat tanpa awak mempunyai fungsi yang sangat strategis untuk mempertahankan kedaulatan NKRI karena dapat dikendalikan dari jarak jauh tanpa resiko kehilangan personel pengawaknya.
Dalam terminologi militer, pesawat intai nirawak itu dikenal dengan nama unmanned aerial vehicle alias UAV.
Secara fungsi, UAV itu bisa berperan sebagai wahana intai, peringatan dini, serang udara-darat, pengebom, hingga monitoring area bencana. UAV bisa dioperasikan pada siang dan malam hari mengandalkan instrumen kendali jarak jauhnya.
Selain bagian penelitian dan pengembangan TNI-AU, ada beberapa instansi sipil lain Indonesia yang telah mampu membuat dan mengoperasikan jenis dan tipe terbatas UAV buatan dalam negeri, yaitu LAPAN dan LIPI serta BPPT.
Masyarakat sipil kita berupa bengkel-bengkel pembuat pesawat terbang swayasa juga diketahui memiliki kemampuan setara dalam merancang, membuat, dan mengoperasikan UAV di Indonesia. Dalam beberapa tipe UAV buatan Indonesia, kerja sama dari pihak-pihak itu juga terjalin.
Bagi angkatan udara negara-negara maju, pengoperasian UAV sudah menjadi keharusan. Amerika Serikat merupakan operator dan produsen terkemuka UAV dengan tipe yang paling menggetarkan, General Atomic MQ-1 Predator dan Northrop Grumman RQ4 Global Hawk.
Karena nilai strategis UAV dari sisi militer dan intelijen, maka CIA juga sering menjadi pihak operator dan pengguna data yang dihasilkan mereka selain militer Amerika Serikat. (*)
Editor: Ade Marboen
source : http://www.antaranews.com/berita/272506/empat-pesawat-intai-nirawak-tni-au-perkuat-supadio
Alinghi August 20th, 2011, 03:41 PM Yes, it looks like its true:
Filipina Pesan Pesawat dan Amunisi dari Indonesia
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/69711/filipina-pesan-pesawat-dan-amunisi-dari-indonesia
@Alinghi, head of AFP visited Indonesia couple months ago and he also visited Pindad and PT PAL, so i guess he was finalizing the deal. CMIIW.
If i remember correctly too, top official from Philippines navy were abroad the Makassar class LPD in januari 2011 for a tour, so i guess that news is true.
here is the news in Indonesian about Philippines armed forces purchasing the LPD ships from Indonesia
http://www.mik-news.tk/2011/07/filipina-pesan-tiga-lpd-buatan-pt-pal.html
and here is the news confirming the deal from our Defense minister website
http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=9647
cheers
thanks for the info! it's good that Indonesia and the Philippines are now cooperating in the defense arena.. it's better to source our defense material from our neighbors in ASEAN to support each other's industries.
I could still remember the time when the TNI-AU was still starting in the jet age, Philippine Air Force pilots were sent to Jakarta to train them in flying fighter jets..
cheers to Phil-Indo friendship :cheers:
drie August 21st, 2011, 06:46 AM Lanud Pekanbaru Perlu Tambahan Skuadron
http://www.riaupos.co.id/berita.php?act=full&id=1906&kat=1
http://www.riaupos.co.id/thumb/imam-sufaat.jpg
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Imam Sufa’at SIp bersama rombongan melakukan kunjungan sekaligus Safari Ramadan ke Lanud Pekanbaru, Sabtu (20/8/2011). Ia menyatakan Lanud Pekanbaru perlu satu Skuadron Udara lagi untuk bisa naik kelas ke type A. (Foto: teguh prihatna/riau pos)
PEKANBARU (RP) - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Imam Sufa’at SIp mengatakan Lanud Pekanbaru perlu satu Skuadron Udara lagi untuk bisa naik kelas ke type A. Saat ini baru ada dua skuadron, udara dan teknik.
Pernyataan ini disampaikan jenderal bintang empat ini, saat melakukan kunjungan kerja dan Safari Ramadan di Lanud Pekabaru bersama dengan rombongan. Imam Sufa’at datang menggunakan pesawat VIP TNI AU, sekira pukul 16.00 WIB disambut langsung oleh Danlanud Pekanbaru Kolonel Pnb Bowo Budiarto beserta jajaran.
‘’Untuk Lanud type A itu, minimum ada dua skuadron udara. Sementara untuk Pekanbaru baru ada satu skuadron, perlu ada satu lagi baru bisa,’’ kata Imam kepada Riau Pos, Sabtu (20/8) di Baseops Pangkalan TNI AU Pekanbaru.
Disebutkan KASAU, kunjungan kerja yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin dalam melihat perkembangan dan kesiapan personil di pangkalan. Kunjungan kerja ini disebutkan diawali dari Pontianak dan juga sempat singgah ke Batam. Sekaligus dalam rangka persiapan pengoperasian pesawat tanpa awak di Pontianak. Dan ditutup dengan berbuka bersama di Hanggar Pesawat Lanud Pekanbaru.
‘’Kunjungan ini juga merupakan safari ramadan ke Lanud Pekanbaru,’’ jelasnya.
Terkait soal perawatan pesawat tempur saat ini disebutkan tidak ada masalah. Meski saat ini intensitas latihan semakin tinggi untuk meningkatkan kemampuan personil. ‘’Sebelumnnya anggaran terbatas dan untuk dua tahun ini sudah cukup baik. Dan dengan kondisi yang ada akan dimaksimalkan secara maksimum untuk melakukan perawatannya supaya tetap baik,’’ katanya lagi
menjawab wartawan.(gus)
acoolguyfromnz August 22nd, 2011, 09:08 PM Love it!
Kopassus August 24th, 2011, 06:33 AM TNI AU-TUDM Rancang Latihan Bersama
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/23/0856076620X310.JPG
Pesawat Hawk 100 TNI AU dan TUDM
PONTIANAK - TNI AU dan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) menyiapkan Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Bersama (Latma) Elang Malindo di Pontianak, Kalimantan Barat.
Siaran pers Dinas Penerangan TNI AU, Selasa (23/8/2011) menyebutkan, rapat Elang Malindo-3 digelar di Pangkalan Udara (Lanud) Supadio. Elang Malindo ke-3 di Lanud Supadio, Pontianak, Sabtu (20/8).
"Sebanyak 15 personel TNI AU dan 10 personel TUDM menetapkan Latma digelar tanggal 24 Oktober mendatang. Kesepakatan ditandatangani kesepakatan bersama oleh Kolonel Pnb Emir Panji, PabanIII/Latihan Sopsau mewakili TNI AU dengan Kolonel Abdul Mutalib bin Abd Wahab mewakili TUDM," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama (Nav) Azman Yunus.
Isi kesepakatan tersebut diantaranya, penetapan waktu, organisasi, tempat dan jenis latihan, Alutsista yang digunakan, personel yang terlibat, serta penyelarasan tata upacara pembukaan dan penutupan Latma Elang Malindo. Rombongan juga meninjau tempat dan fasilitas Latma Elang Malindo (Site Survey).
Azman Yunus meyebutkan, RGB latihan bersama Elang Malindo tersebut, agar tersusun program serta terselenggaranya pelaksanaan Latihan Bersama Elang Malindo dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai rencana.
Indonesia-Malaysia berbagi perbatasan darat di Kalimantan dengan negara bagian Sabah-Sarawak.
Latihan bersama antara kedua angkatan udara merupakan wujud nyata dari persahabatan yang sudah lama terjalin sebagai dua negara yang bertetangga dan kegiatan latihan bersama diharapkan tercipta rasa persaudaraan yang erat diantara kedua Angkatan Udara, khususnya dalam menciptakan keamanan wilayah kawasan secara bersama-sama.
paradyto August 26th, 2011, 08:33 AM Enam Mil Mi-17 perkuat TNI-AD
Jumat, 26 Agustus 2011 11:51 WIB
http://img.antaranews.com/new/2011/08/small/20110826121017mil-17-tni-ad.jpg
Tangerang (ANTARA News) - Apron Skuadron Udara 21 Pusat Penerbangan TNI-AD di Pondok Cabe menjadi saksi peristiwa penting bagi militer Indonesia. Enam unit helikopter Mi-17 V5 Hip buatan Rusia resmi memperkuat sayap udara matra darat TNI.
Penyerahan secara resmi keenam unit helikopter angkut multi peran itu disaksikan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, dan Kepala Staf TNI-AD, Jenderal TNI Pramono Wibowo, dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov.
Pemilihan Mil Mi-17 Hip buatan Kazan, Rusia, melalui perusahaan negara Rusia, Rosoboronexport, itu dilandasi hakekat berbagai operasi yang dilakoni militer Indonesia. Itu adalah operasi militer perang dan operasi militer selain perang. Di Rusia, Mi-17 juga dikenal dengan nama Mi-8 dan diberi nama panggilan Hip oleh NATO.
Geografi Indonesia terdiri atas sekitar 17 ribu pulau, kata Yusgiantoro, sangat memerlukan dukungan moda transportasi; termasuk transportasi militer untuk menjangkau daerah-daerah yang tersebar itu, terutama daerah yang tidak bisa didarati pesawat besar maupun sedang.
"Beragam ancaman non tradisional kini makin tersebar pula. Mulai dari terorisme sampai separatisme yang memerlukan penanganan berupa pengerahan pasukan ke wilayah sasaran dengan cepat," katanya.
Dengan potensi bencana alam yang tidak kurang serius, katanya, eksistensi helikopter berdaya angkut 35 tentara infantri bersenjata lengkap itu juga bisa dialihkan ke dalam misi kemanusiaan, mulai dari pemetaan area bencana hingga evakuasi bahan bantuan hingga manusia dan peralatan yang diperlukan.
Dari sisi kemampuan angkut personel, "kelas" Mi-17 yang juga dikembangkan menjadi Mi-19 untuk komando penyerbuan pasukan, bisa disandingkan dengan Sikorsky CH-53D Sea Stallion. Namun harganya sangat jauh berbeda, dengan perkiraan harga pasaran Mi-17 pada 2010 ada pada kisaran 11 juta dolar Amerika Serikat per unit.
Tercatat Mi-17 ini telah beberapa kali mendarat dan lepas landas dari Bandar Udara Haliwen, Atambua, di NTT. Bandar udara perintis ini hanya belasan kilometer dari garis perbatasan Indonesia dengan Timor Leste (dalam bahasa Indonesia, Timor Timur).
"Jadi, dengan adanya helikopter ini sangat bermanfaat sekali," kata Yusgiantoro.
Dari sisi militer, Suhartono menyatakan, helikopter kelas menengah berat itu bisa digunakan pula untuk pengamanan perbatasan, baik untuk pemantauan, maupun pengerahan pasukan dan logistiknya.
"Helikopter ini juga bisa digunakan sebagai helikopter serbu dan angkut pasukan pada jumlah tertentu misalnya dalam rangka pengamanan perbatasan," katanya.
TNI-AD sendiri memiliki visi yang telah diamini pemeirntah, bahwa kekuatan yang diperlukan Pusat Penerbangan TNI-AD untuk Mi-17 itu adalah 18 unit. "Kami mentargetkan 18 unit Mi-17 yang bermarkas di Skuadron 31 Heli Serbu sehingga satu batalyon pasukan dapat diangkut dalam waktu bersamaan," tuturnya.
Dasar perhitungannya adalah, helikopter legendaris buatan Amerika Serikat, Bell (Bell-205 dan Bell-402) yang dimiliki TNI-AD kurang mumpuni untuk kepentingan penggelaran pasukan infantri ke garis depan palagan. Seluruh Bell itu, diketahui hanya mampu mengangkut maksimal 1/3 kekuatan satu batalion infantri.
"Jadi helikopter ini sangat efektif apalagi TNI Angkatan Darat lebih banyak gelaran kekuatan di daerah perbatasan, daratan dan pegunungan," ujar Pramono.
Ivanov yang produk peralatan perang negaranya sejak beberapa tahun lalu dibeli Indonesia jelas sangat senang dengan penyerahterimaan Mi-17 itu. Mekanisme pembelian seluruh Mil, baik Mi-17 ataupun Mi-35P di tubuh Pusat Penerbangan TNI-AD memakai pinjaman negara Rusia kepada Indonesia.
"Besarannya 56 juta dolar AS dengan persyaratan yang sangat ringan dan menguntungkan Indonesia mengingat Indonesia merupakan mitra yang baik," katanya. (R018)
Editor: Ade Marboen
Source: http://www.antaranews.com/berita/273417/enam-mil-mi-17-perkuat-tni-ad
Kopassus August 26th, 2011, 07:06 PM Good news, that means we have 12 Mi-17V5 and 5 Mi-35Ps.....
Menhan Korsel Awal September Berkunjung Ke Indonesia
SEOUL - Menteri Pertahanan Kim Kwan-jin akan mengunjungi Indonesia awal September mendatang untuk membicarakan kesepakatan ekspor kapal selam bernilai US $ 1 miliar untuk Indonesia, demikian diungkapkan pejabat Menhan Korsel pada Jumat (26/8).
Korea Selatan beberapa bulan terakhir ini gencar meloby penjualan kapal selam diesel-elektriknya ke Indonesia yang berencana menambah armada kapal selam untuk angkatan lautnya.
Rencana kunjungan selama tiga hari dimulai pada 7 September, Kim akan mengadakan pembicaraan dengan Menhan RI, Purnomo Yusgiantoro. "Selama kunjungan nanti ada kemungkinan Galangan Kapal Korea, Daewoo Shipbuilding, akan terpilih sebagai produsen pembuat kapal selam bagi Indonesia," kata pejabat Kementrian Pertahanan Korsel.
Kim rencananya akan didampingi oleh para eksekutif perusahaan dari sembilan kontraktor pertahanan Korea Selatan, termasuk dari Daewoo Shipbuilding.
Pada bulan April lalu, Indonesia juga telah memilih Korea Selatan sebagai penyedia pesawat latih tempur dan kedua belah pihak telah menegosiasikan harga dan rincian kebutuhan lainnya. Hal ini menjadi tonggak keberhasilan Korea Selatan untuk pertama kalinya mengekspor pesawat T-50 Golden Eagle yang diproduksi sendiri oleh pabrikan di dalam negeri.
Sumber : YONHAP
I'm afraid it will be just a newer version of the Type 209......
If they (TNI-AL)plan to buy just two boats, than $1 milyar is way too expensive....
David-80 August 26th, 2011, 07:15 PM Yup we should not buy another 209 type...
S. Korea close to clinching Indonesia submarine deal
2011-08-26 19:51
Defense Minister Kim Kwan-jin is to visit Indonesia early next month to seal a $1 billion deal that would result in South Korea’s first submarine exports.
If the deal is secured, Daewoo Shipbuilding and Marine, which is likely to be chosen as the preferred bidder by the Indonesian government, will sign a memorandum of understanding to sell three 1,400-ton submarines to the Southeast Asian country, ministry officials said.
Kim will accompany nine Korean defense contractors including Daewoo from Sept. 7-9 and hold talks with his Indonesian counterpart Purnomo Yusgiantoro on the country’s modernization project for their naval fleet.
The $1.08 billion submarine acquisition program, regarded as a goldmine for defense contractors, brought about a fierce bidding war in which Daewoo reportedly beat German and French firms.
more http://www.koreaherald.com/national/Detail.jsp?newsMLId=20110826000596
cheers
ardimusica August 26th, 2011, 08:35 PM Berlayar 52 Hari, Dewa Ruci Sandar di Surabaya
SURABAYA | SURYA Online - Setelah melakukan pelayaran muhibah ke sejumlah negara di Asia selama 52 hari, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci akhirnya sandar dengan selamat di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Jumat (26/8/2011),
Kedatangan kapal yang mengangkut Satuan Tugas Kartika Jala Krida itu, disambut Panglima Koarmatim Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto dan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Ade Supandi, didampingi calon penggantinya, Laksamana Pertama TNI Agus Purwoto.
Kapal layar tiang tinggi yang dikomandani Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto dan membawa 85 kadet AAL serta 82 ABK itu telah melakukan pelayaran sejauh 11.453,4 kilometer.
Kapal perang jenis latih itu berlayar melalui rute Surabaya, Bitung (Sulut), Manila (Filipina), Guangzhou (China), Bangkok (Thailand), Batam (Kepri) dan kembali ke Surabaya. “Bagi AAL pelayaran ini menjadi ajang praktik astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut, utamanya untuk kadet tingkat III korps Pelaut, Teknik, Elektronika, dan Suplai,” kata Ade Supandi.
Begitu menginjakkan kakinya di dermaga Ujung surabaya, Komandan Satgas KJK yang juga Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto mendapat kalungan bunga dari Pangarmatim. Sedangkan untuk 85 kadet AAL mendapat kalungan bunga dari ibu asuh mereka, Ny Ade Supandi.
Sementara itu, Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Sadiman melantik 745 siswa Dikmata di Lapangan Sutedi Senoputro, Puslatdiksarmil, Juanda.
Dari 745 orang siswa Dikmata tersebut, 392 orang di antaranya adalah siswa marinir yang akan melanjutkan pendidikan di Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar), 146 siswa korps pelaut yang akan melanjutkan ke Kodikopsla Ujung, dan 107 orang sisanya merupakan siswa Kodikdukum yang akan melanjutkan pendidikan di Kobangdikal. “Kami berharap lulusan Dikmata Kobangdikal akan menjadi prajurit TNI AL yang siap pakai, bermoral, profesional, dan berani,” kata laksamana bintang dua itu.
http://www.surya.co.id/2011/08/26/berlayar-52-hari-dewa-ruci-sandar-di-surabaya
Kopassus August 27th, 2011, 06:00 PM Yup we should not buy another 209 type...
cheers
It looks like our navy will receive again two Type 209, :( after the first two in 1980, 31 years ago! :nuts:
$1,08 billion i way too expensive for just 2 such obsolete subs. These two subs are absolutely not an improvement compared to the 2 Scorpenes from our neighbours...
Video dari serah terima Mi-17V5...
http://vod.kompas.com/read/2011/08/26/233215/Helikopter.MI17.V5.Perkuat.TNI.AD
vindoarga August 28th, 2011, 05:20 AM Turkey, Germany seek submarine sale of $1 bln
A team of Turkish and German companies, as well as Turkey’s procurement office, are jointly looking to sell two HDW-class 209-type diesel submarines to Indonesia in a $1 billion deal, a senior Turkish procurement official said Friday.
“Our package is excellent. We are hopeful and waiting for Indonesia’s decision,” said the official, who spoke on condition of anonymity.
The only competitor for the German-Turkish partnership is South Korea’s Daewoo Shipbuilding and Marine, which emerged as the favorite after French and Russian bidders for the Indonesian Navy’s tender fell off.
Daewoo was expected to bid together with Germany’s Howaldtswerke-Deutsche Werft, or HDW, but later decided to join the competition on its own.
Facing the threat of being left out of the deal, HDW, a subsidiary of ThyssenKrupp Marine Systems, then approached the Undersecretariat for Defense Industries, or SSM, Turkey’s defense procurement agency, to seek the Indonesian contract jointly; at the same time, President Abdullah Gül was paying an official visit to Indonesia in April during which the two countries signed a comprehensive defense industry cooperation agreement. Both Muslim nations, Turkey and Indonesia share close political and cultural ties and are developing their industrial relations.
HDW is also co-manufacturing six modern U 214-type diesel submarines with Turkey for the country’s Navy. Turkey earlier built 14 U 209-type submarines with the German company that Indonesia now wants to buy.
In June HDW sent a letter to SSM, confirming that “SSM is entitled to market and sell HDW class U 209 1,400-tonne submarines to be built in Turkey for the Project of Procurement of Diesel Electric Submarines by the Indonesian Navy.”
A decision on the bid is expected either late this year or in early 2012.
A 2-billion-euro submarine deal between SSM and HDW for the joint manufacture of six U 214 platforms for the Turkish Navy formally took effect July 1.
Sweetening the deal
In an effort to win the bid over their Korean rivals, SSM is reported to be offering sweeteners. In a letter sent to Indonesian Adm. Soeparno, who uses one name like many Indonesians, SSM chief Murad Bayar said, “Our offer includes one or two 209-class submarine leases to the Indonesian Navy as a ‘gap-filler’ solution until your submarines have been built.”
Bayar also pledged a maximum work share for Indonesian defense companies, including the Indonesian national shipyard PT-PAL, in emphasizing HDW’s full support for the Turkish bid.
“A very attractive and advantageous financial package will be included as well,” Bayar said.
“Our Navy and defense companies shall provide full support to your Navy and defense companies for operational and maintenance training, as well as military exercises in the shallow waters of your country,” he said.
“As a well-known worldwide brand and proven technology, 209-Class submarines will increase your country’s industrial capabilities and will bring us a chance to share our knowledge to provide regional peace and stability,” Bayar said.
In a letter to Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono in late July, Gül confirmed and reiterated Turkey’s sweeteners and stated his desire for increased defense industry cooperation.
If the Turkish bid is chosen, the two Class-209 submarines will be built at Turkey’s Gölcük naval shipyard in the northwestern province of Kocaeli by the Turkish company STM under license from HDW.
South Korea optimistic
Despite Turkey’s hard push for the deal, many in the South Korean press are convinced that their country will win the bid. The Korea Times quoted a South Korean industry source as saying that “Indonesia will likely pick Korea as the preferred bidder for its submarine acquisition program, worth $1.08 billion.”
One South Korean official said he was aware of his country’s rivalry in the project with Turkey, but did not comment further.
Despite competing against each other this time, Turkey and South Korea are very close allies, particularly in terms of the defense industry. Turkey is building howitzers under a South Korean license and the two countries are jointly producing basic aircraft trainers for the Turkish Air Force. South Korea’s Korea Aerospace Industries is among the strongest candidates in a bid being offered by Turkey to design, develop and manufacture a fighter aircraft by 2020.
http://www.hurriyetdailynews.com/n.php?n=turkey-germany-seek-submarine-sale-of-1-bln-2011-08-26
alamat mbulet lagi nih :lol:
Kopassus August 28th, 2011, 07:26 AM ^^ Thanks for posting....
Hmmm...who will win the order? Lets wait and see.
Some pics traken from the internet.
http://94.100.120.176/1395850001-1395900000/1395855201-1395855300/1395855232_5_0vLy.jpeg
http://94.100.123.163/1395850001-1395900000/1395855201-1395855300/1395855203_5_xWRN.jpeg
VRS August 28th, 2011, 10:05 AM its the horses are eat bigmac too...??
sigarantang August 28th, 2011, 05:01 PM ^^
:lol: :lol: :lol: :lol:
Kopassus August 29th, 2011, 10:40 AM Menhub Tawarkan Kembali ke Jakarta dengan Kapal Perang
Oleh Hendra Gunawan | TRIBUNnews.com – Sab, 27 Agu 2011
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terus meningkatnya program mudik bareng membuat Menteri Perhubungan Freddy Numberi merasa puas. Selain turut meringankan masyarakat yang akan pulang mudik, program-program yang digalang oleh perusahaan dan pemerintah itu turut menurunkan tingkat kecelakaan.
Kesuksesan juga terjadi pada penyelenggaraan mudik dengan Kapal Perang RI (KRI) Banjarmasin yang mengantarkan sebanyak 700 pemudik dengan sekitar 300 unit motornya dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Mudik dengan menggunakan kapal dianggap sangat aman, karena terbebas dari macet dan karena jalur yang dilalui adalah seputar laut Jawa terbilang aman dari kecelakaan. Karenanya, saat jumlah pemudik yang ikut pun meningkat. Tahun lalu peserta mudik dengan kapal perang tidak lebih dari 100 orang.
Karena puas dengan program itu, Menhub pun menawarkan kepada para pemudik untuk kembali ke Jakarta dengan menumpang kapal perang lagi. "Kita akan sediakan kapal lagi pada H+3 nanti, bapak ibu sekalian dipersilakan untuk ikut lagi, dengan satu syarat yaitu tidak membawa teman untuk mencari kerja ke Jakarta," kata Menhub saat melepas pemudik dengan KRI Banjarmasin di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (27/8/2011).
Bukan hanya dengan kapal, Menhub juga mengimbau kepada perusahaan yang menggelar pelaksanaan mudik bareng untuk meyelenggarakan angkutan arus baliknya. Sejauh ini hanya Astra Honda Motor yang melaksanakan program tersebut.Freddy menjelaskan, program-program mudik bareng ini terbilang cukup efektif.
"Paling tidak arena ada mudik bareng ini bisa mencegah kecelakaan hingga empat persen. Banyak pemudik dengan sepeda mtor yang akhirnya diangkut dengan angkutan gratis," tandasnya.
Wauw, who doesnt want to go home with this modern semi-stealth LPD?
http://94.100.115.106/1268800001-1268850000/1268824901-1268825000/1268824982_5_oP1F.jpeg
typhoonbringer August 29th, 2011, 02:27 PM gw pengen naek LPD dong :lol:
KS mbulet lagi? udah gw duga, wong AL maunya Kilo, ga dikasih ya akirnya minta aneh2, 209 rasa kilo lah, cbg indonesian custom lah dst dst, ujung2nya ya tender maning :lol:
acoolguyfromnz August 30th, 2011, 09:33 PM mentalnya masih mental pengemis dan koruptor....bagaimana indonesia mau maju yah? shame on you TNI
David-80 August 30th, 2011, 10:43 PM mentalnya masih mental pengemis dan koruptor....bagaimana indonesia mau maju yah? shame on you TNI
apa hubungan nya sama diskusi di atas? :weird:
apa cuman mau asal posting supaya post count nya tinggi? :)
cheers
kheay August 30th, 2011, 11:07 PM itu yg naek kuda dr AD nya kamboja y???
keliatan dr sign di baretnya??
baret hitam???dr angkatan darat,kavaleri???
gw pengen naek LPD dong :lol:
KS mbulet lagi? udah gw duga, wong AL maunya Kilo, ga dikasih ya akirnya minta aneh2, 209 rasa kilo lah, cbg indonesian custom lah dst dst, ujung2nya ya tender maning :lol:
wkwkwkwk....terima aj om kalo kita dapetnya 209...itu yg terbaik buat AL kita sekarang....:cheers:
typhoonbringer August 31st, 2011, 01:12 PM paling bagus? jujur sih kalo 209 dapet yang mirip2 dolphin sih oke banget, tapi kalo kilo/amur sih ga nolak
paling bagus sekarang itu memenuhi kebutuhan dulu, ada dulu yang penting, kualitas agak2 kalah sama tetangga selama ga obselote gamasalah, radar masih bolong2, patroli masih senen kamis, nelayan asing masih suka masuk ke perairan maluku
blablanonsense September 6th, 2011, 03:38 AM A foreign assessment of TNI outdated ideology.
Indonesian military, intransigence march in lockstep
By John McBeth
ABOUT a week before East Timor's 1999 referendum, an Indonesian general asked me how I thought the United Nations-administered ballot would turn out. He expressed genuine astonishment when I said I thought it would be a vote for independence.
Five weeks earlier, in a little-known assessment, Rear-Admiral Yoost Mengko, the assistant chief of staff for intelligence, had told military chief General Wiranto that Jakarta would not only lose, but lose badly. The warning was not something anyone wanted to hear.
Rear-Adm Mengko, the former defence attache to Australia, no doubt went against the grain because he had nothing to lose in the twilight of his career. He was outside the all-powerful army hierarchy and a Christian with few prospects of further promotion.
In his book, Military Politics, Islam, And The State In Indonesia, academic Marcus Mietzner discusses how 'decades of manipulated intelligence reporting' misled Gen Wiranto into thinking that for all the brutality, the East Timorese appreciated what Indonesia had done for them.
It is wise to remember this in the context of the recent release of purported Indonesian Special Forces (Kopassus) intelligence reports detailing a picture of a chronically paranoid military hell-bent on preserving Indonesian sovereignty over the troubled Papua province.
None of it - from the network of informants to the long list of perceived enemies - should come as any surprise to those aware of what Dr Mietzner calls 'the deep entrenchment of an officer corps in traditional paradigms of military doctrine and dominance'.
Conflating peaceful political expression with criminal activity, particularly where it relates to territorial integrity, is par for the course for the Indonesian Armed Forces (TNI), whose history is steeped in the struggle for independence and the importance of national unity.
So is the belief, shared by other right-wing diehards, that the Indonesian government should not be seen to be in dialogue with separatist rebels - an attitude that had to be overcome in the years leading to the 2005 Aceh peace agreement.
The military's penchant for blaming outside agitators, as it did with the UN in the East Timor referendum, masks an unwillingness to accept that the government's policies may be at fault.
If the state had involved Papuans in the drafting of the 2001 Special Autonomy Law and had delivered on all of its promises, it would be in a much stronger position to dictate events.
Instead it has sunk into an all-too-familiar shell game, buying off the elites and tamping down opposition. The longer Papua festers, the more the risk of the issue reaching the international stage - the one thing officials are trying to avoid.
Experienced military analysts say part of the military's intransigence stems from its 'everyone is out to get us' mythology, borrowed from World War II Japan, that is ground into new recruits. Until a few years ago, there was even an irrational belief among some Indonesian officers that the Dutch were keen to destabilise their former colony so they could stage a comeback.
Those with little experience of the outside world were the worst. 'They really believed the Pentagon was burning midnight oil planning the destruction of Indonesia,' says one retired United States officer. 'I could never convince the sceptics that it was the last thing anyone in the Pentagon wanted.'
However, when the discourse veered into the US Central Intelligence Agency's (CIA) controversial role in supporting the Permesta rebellion in the 1960s, as it almost always did, the Americans found themselves struggling on shaky ground.
The other problem is the TNI's inability to engage in rational analysis. Even at the Command and Staff College, officers are not taught to think in lateral terms, or to extrapolate from the data before them to see anything but the standard solution.
Those who have seen some of the military's assessments are struck by how simplistic, superficial and sophomoric they are. Despite the quality of some of the raw information, gleaned from a once-pervasive territorial structure, rumour, speculation and conspiracy-mongering all too often take precedence.
With loyalty still the only must-have qualification, only a small handful of bright young officers are selected for civilian universities. Therefore, there is a dearth of staff men who possess the intellectual capacity to make a difference.
Education is not always a guarantee of rational thought. Take the notorious claim by the late Major-General Zen Maulani, then head of the National Intelligence Coordinating Agency, that the 2002 Bali bomb was a micro-nuclear device planted by the CIA.
Maj-Gen Maulani was deadly serious. Yet the devout South Kalimantan Muslim Dayak was an intelligent US-educated officer who had previously served as an adviser to president B.J. Habibie.
Foreign officers formerly stationed in Indonesia say the TNI was more difficult to deal with than the activists and the politicians. As one put it: 'Sometimes I thought they were the only group of people in the world who could reach into a bucket of gold coins and find a lead washer - every time.'
thane.cawdor@gmail.com
http://www.straitstimes.com/print/Review/Others/STIStory_709795.html
Widana89 September 6th, 2011, 05:13 AM ^^ Tadi kaget dengar suara pesawat tempur menggelegar di atas rumahku kirain ada apa, ternyata setelah tak cari beritanya ada latihan gabungan...:bash:
25 Pilot TNI AU-RAAF Berlatih Bersama Di Bali
Kuta ( Berita ) : Sebanyak 25 pilot dari TNI Angkatan Udara dan Royal Australian Air Force melakukan latihan bersama keahlian tempur pesawat di kawasan Bali.
“Pilot yang terlibat dalam latihan tersebut sebanyak 25 orang, terdiri dari 13 pilot dari TNI AU dan 12 orang dariRoyal Australian Air Force (RAAF),” kata Komandan Pangkalan Udara Ngurah Rai Letnan Kolonel Penerbang Sumarto, sebelum latihan dimulai di Kuta, Bali, Senin [05/09].
Dia mengatakan, dalam latihan tersebut TNI AU mengerahkan enam pesawat F-16 sedangkan pihak RAAF mengerahkan sebanyak delapan pesawat F-18.
Puluhan pilot dari kedua negara tersebut, tambah dia, akan berlatih selama empat hari di kawasan udara Pulau Dewata, tepatnya di zona terbang sebelah selatan dan barat Bandar Udara Ngurah Rai.
Nantinya, tambah dia, para pilot akan terbang di kawasan zona terbang itu dalam ketinggian sampai 50.000 kaki.
“Latihan tersebut akan dimulai Selasa (6/9) dan akan berakhir sampai Jumat (9/9) mendatang. Latihan ini dinamakan Elang Ausindo,” ujarnya menjelaskan.
Menurut dia, enam pesawat tempur yang dikerahkan TNI AU dalam latihan tersebut dalam kondisi yang baik dan siap tempur.
Sumarto menjelaskan, latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pilot pewasat tempur dari kedua negara.
Selain itu, ucap dia, tentunya untuk lebih memperat hubungan militer antara angkatan udara dari kedua negara yang bertetanggaan tersebut.
Sumarto mengatakan, bentuk kerja sama militer antara Indonesia dengan negeri Kangguru itu sudah terjalin sejak 30 tahun lalu. Sementara menjelang latihan itu digelar, pesawat-pesawat dari kedua angkatan udara itu sudah tiba di Baseops Lanud Ngurah Rai.
http://beritasore.com/2011/09/05/25-pilot-tni-au-raaf-berlatih-bersama-di-bali/
vindoarga September 6th, 2011, 01:34 PM ^^
kalo di sini (madiun) udah biasa :lol:
Widana89 September 6th, 2011, 05:29 PM ^^
kalo di sini (madiun) udah biasa :lol:
^^ Kalau di Kuta juga udah biasa dekat Pangkalan TNI AU...:lol: tapi aku lagi di Kampung dekat Pura Besakih biasanya jarang ada jet tempur melintasi Pura Besakih itu yang bikin kaget...:D
wawawa September 7th, 2011, 07:12 PM A foreign assessment of TNI outdated ideology.
http://www.straitstimes.com/print/Review/Others/STIStory_709795.html
ini berita tahun kapan nih?
blablanonsense September 8th, 2011, 03:07 AM ^^ baru keluar hari selasa kemarin.
Widana89 September 8th, 2011, 03:52 AM Panglima: Alutsista Laut RI Sejajar Negara Maju
Jurnas.com | INDONESIA merupakan negara Asia yang pertama kali dan satu-satunya yang mengirimkan kapal perang dalam misi perdamaian dunia di Lebanon. Hal ini dapat menjadi bukti kemampuan militer Indonesia yang patut diperhitungkan. “Memiliki makna strategis sebagai negara yang dapat disejajarkan profesionalisme kekuatan militernya dengan negara-negara anggota satgas Maritime Task Force (MTF) UNIFIL lainnya yang hampir seluruhnya adalah negara-negara maju dengan kekuatan militer profesional,” kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono saat melepas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367 di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) di Tanjung Priok Jakarta Utara, Selasa (6/9).
Karena itu, Panglima meminta pada para prajurit untuk melaksanakan tugas ini secara optimal sesuai tugas pokok yang diemban. “Melakukan tugas maritime interdiction operation (MIO) di perairan Lebanon sesuai sektor yang diberikan yaitu di sektor 1. Tugasnya mencegah penyelundupan senjata dan barang-barang lainnya itu tugas utama,” kata Panglima. Disamping itu, kata Panglima, para prajurit juga harus melaksanakan pelatihan kepada Angkatan Laut Lebanon sehingga mereka bisa mampu melakukan penanganan pengamanan di wilayah teritorial mereka.
Pengiriman Satgas MTF melalui KRI Sultan Iskandar Muda-367 ini merupakan Satgas Maritim ketiga oleh TNI ke Lebanon. Sebelumnya diberangkatkan KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Diponegoro-365.
Persyaratan minimal kapal perang yang akan bergabung dalam MTF UNIFIL di antaranya harus mampu mengoperasikan heli, melaksanakan SAR, RAS (pengisian BBM di laut), memiliki fasilitas kesehatan kelas I, dan memiliki combat management system secara realtime.
Selain itu, kapal juga harus mampu melaksanakan self protection, mampu mengidentifikasi kawan/lawan, dilengkapi berbagai persenjataan serta mampu memberikan bantuan kepada Angkatan Laut Lebanon. Semua syarat itu telah dimiliki oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367.
http://www.jurnas.com/news/38686/Panglima:_Alutsista_Laut_RI_Sejajar_Negara_Maju_/1/Nasional/Keamanan
typhoonbringer September 9th, 2011, 05:04 PM ^^ baru keluar hari selasa kemarin.
tapinya source primernya taun 2002 paling baru, well emang ga berubah banyak sih, terutama topi ijo banyak jendralnya yang masih old-school style of warfare, dan kontra modernisasi
tetapi soal irasionalistic tought, wah itu ngga bener, banyak kenalan kok yang perwira muda, mereka pemikiranya progresif tapi ya kebentur pangkat untuk menyumbangkan sesuatu, oke lah dia taruh di report tentang bright officers, tapi ya ga sepenuhnya benar juga kalo semua petinggi TNI itu delusional, seperti yang saya bilang, mayoritas yang baretnya ijo aja yang masih terlena sama dongeng era Orba, KASAL contohnya, ngotot modernisasi KS dan armada penggempur ditambah 1 lagi jadi armada ke 3
keliatan banget, ini report cuma sebagai onani nya mereka aja, mana ada analis dari sana yang mengakui kemampuan AB di asia, AB china aja masih dianggap remeh toh, mereka cuma takut sama jumlah dari angkatan perang china, padahal secara kualitas, ga kalah jauh
wawawa September 9th, 2011, 07:07 PM tapinya source primernya taun 2002 paling baru, well emang ga berubah banyak sih, terutama topi ijo banyak jendralnya yang masih old-school style of warfare, dan kontra modernisasi
tetapi soal irasionalistic tought, wah itu ngga bener, banyak kenalan kok yang perwira muda, mereka pemikiranya progresif tapi ya kebentur pangkat untuk menyumbangkan sesuatu, oke lah dia taruh di report tentang bright officers, tapi ya ga sepenuhnya benar juga kalo semua petinggi TNI itu delusional, seperti yang saya bilang, mayoritas yang baretnya ijo aja yang masih terlena sama dongeng era Orba, KASAL contohnya, ngotot modernisasi KS dan armada penggempur ditambah 1 lagi jadi armada ke 3
keliatan banget, ini report cuma sebagai onani nya mereka aja, mana ada analis dari sana yang mengakui kemampuan AB di asia, AB china aja masih dianggap remeh toh, mereka cuma takut sama jumlah dari angkatan perang china, padahal secara kualitas, ga kalah jauh
setuju, makanya saya tanya berita tahun kapan itu, karena kok agak aneh...:)
yah sekedar having fun mungkin kita bisa baca cerita orang Spore ttg TNI AL yg dia bandingkan dgn Spore Navy... di link aslinya bisa dibaca komentar2 betapa ngamuknya (kayaknya) angggota Spore navy...:)
http://kementah.blogspot.com/2011/05/indonesian-navy-shows-how-it-wins.html
Indonesian Navy's KRI 593 Banda Aceh shows how it wins the "hearts and minds" of Singaporeans
Changi Naval Base, 19 May 2011: We arrived onboard the Indonesian warship unannounced, smack in the middle of their makan siang (lunch) and in a platoon-size group.
Duty personnel aboard KRI 593 Banda Aceh did a headcount and herded the Singaporean NS men to the quarter deck. An officer soon appeared and took charge of the situation immediately.
After some initial probing ("Where is your RSN liaison?"), TNI gunnery officer Captain Marvil realised we were just warship nuts and brought us on a somewhat comprehensive tour of the brand new LPD.
He gave a running commentary in good English of the LCM and two pilot boats in the LPD's tank deck, led the group to the tank deck where he fielded questions from NSmen from Singapore Armed Forces (SAF) Armour units, then up to the galley (yes, the crew were still having lunch), meeting room, wardroom and the bridge.
The KRI Banda Aceh was berthed at Changi Naval Base this past week as part of the Indonesian military's contribution to the IMDEX 2011 naval show (18 to 20 May 2011).
By the end of the visit to Banda Aceh, we had a better idea of the LPD's role in protecting the Indonesian archipelago and in anti-piracy sweeps in the Indian Ocean when paired with a Sigma-class corvette.
The LPD's crew had justifiable reason to be proud of their warship. It was kept spick and span, the hangar deck was hand-polished for an evening reception for the Singaporean Navy and build quality was commendable*. The ship also cherished its pioneer batch and had a plaque engraved with the names of all TNI personnel involved with the ship's construction and ICIT.(*Having been aboard many men-of-war, you soon get to know what a poorly-built ship looks like.)
The officer's apology at the end of the trip was as unexpected as it was sincere. CPT Marvil was sorry for the initial hesitation in welcoming the group and wanted to make amends.
And the Singaporean NSmens' unscripted and near simultaneous responses said it all. His apology triggered a chorus of assurance from his visitors that no apology was necessary. Score one point for the TNI.
Back on Singapore soil, across we went to see the stealth warship our tax dollars helped pay for.
Again, smack in the middle of lunch time and we were told to come back at 1400H. It was a 45-minute wait, which was no big deal.
With time to kill, we asked if we could photograph the Seahawk on the helideck and the answer was no. There was no attempt to compromise, exercise some flexibility or engage the group.
Sure, the ship would be open to visitors 45 minutes later. It was not an arduous wait and visits aboard warships are always a privilege, not a birthright.
As the NSmen gathered for an impromptu conference pierside, along came some VIP visitors who were whisked up the gangway and piped aboard with stiff formality.
At that point in time, almost everyone walked away disappointed as we realised the ship had smoked us.
We would have much preferred a straight and direct answer from the warship's crew - that the ship was closed because VIPs were on the way.
And if the message was late in coming - because VIPs being VIPs tend to show up at awkward moments - then one gets the impression that the 3G-ness of the Republic of Singapore Navy (RSN) does not include keeping the door bitch sentry plugged into the info loop.
One also wonders why the RSN was so unprepared to host visitors throughout IMDEX show times. Would staggered meal times have thrown the ship's duty roster for the day out of whack? If other ships can do so, was it so hard to plan for and execute? If the TNI could exercise some initiative to foreign guests, was it so difficult for the best little navy in the world to show even a smidgen of hospitality?
Sure, we could have waited. But after being brought onto an emotional high by KRI Banda Aceh's warm and friendly welcome, the NSmen were given a sharp reality check by their own navy.
We felt this ship wasn't worth the wait and we trooped off and left Changi Naval Base.
Do not expect NSmen to suffer fools. After 45 years of nation-building, thinking soldiers expect and are entitled to seeing competent and confident officers and ratings in the RSN. Singaporeans will prefer a no bullshit, direct answer rather than an excuse that cannot hold water. Dancing around an issue sinks the Navy's credibility and makes one wonder how the organisation is really run.
With the SAF hardwired with this sort of mindset, it will clearly take more than headline-making calls for the civil service to open up and engage Singaporeans before the SAF walks the talk.
And if the RSN feels enthusiastic visitors are not worth cultivating, it may one day realise belatedly that preaching to the converted is a much preferred option to the hard task of engaging the apathetic.
Why bother wasting tax payers money on expensive public relations campaigns to shore up commitment to defence when straight talk and commonsense would do the job?
And you wonder why the Singapore government's attempts to "engage" Singaporeans (engage = a new buzzword) fail so miserably.
typhoonbringer September 13th, 2011, 02:03 PM ^^ ya kejadian kaya gitu sih manusiawi bro, asla kita jangan sampe jumawa aja :lol:
soal LPD banda aceh emang yang paling lama dibikinnya, ngaret terus (indonesia bangetz) + insiden landing door yang mrotol di LPD Banjarmasin, akirnya musti riset ulang
jadi ya mustinya well built wong ngaretnya 1 taun lebih :lol:
Widana89 September 14th, 2011, 12:22 PM Skadron 31 Angkat Nama Indonesia di Dunia Internasional
JAKARTA, KOMPAS.com - Skadron Udara 31 TNI AU sarat pengalaman misi internasional yang mengangkat nama Indonesia di dunia internasional.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI M. Nurullah saat melantik Letkol (Pnb) Eko Sujatmiko secara sebagai Komandan Skadron Udara 31 di Jakarta, Rabu (14/9/2011) mengatakan, kualitas profesional harus dijaga dengan pengalaman tugas internasional yang dimiliki satuan itu.
"Kita harus menumbuh kembangkan sifat kepedulian dari setiap personel Skadron Udara 31 khususnya terhadap alusista yang dioperasikan", kata Danlanud.
Skadron Udara 31 terlibat misi kemanusiaan bantuan bencana luar negeri seperti Iran, Pakistan, Philipina, Myanmar, China dan lain-lain. Di dalam negeri, Skadron Udara 31 terlibat Operasi Militer Selain Perang (OMSP) diantaranya tsunami di Aceh, Sibolga, gempa bumi di Yogyakarta, Manokwari, Maumere dan Bengkulu.
Untuk menjaga kualitas kesatuan, Danlanud Halim meminta para prajurit menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan suasana negatif, menjaga soliditas satuan dan kerjasama serta koordinasi kelompok yang harmonis, guna mewujudkan suasana kerja yang kondusif sehingga produktivitas kerja meningkat.
Komandan Skadron Udara 31 yang baru, Letkol (Pnb) Eko Sujatmiko adalah Alumni AAU 1994 sebelumnya menjabat Kasi Base Ops Dinas Operasi Lanud Halim Perdanakusuma.
Sedangkan pejabat lama Letkol (Pnb) Iman Handojo, Alumni AAU 1993, akan menempati jabatan baru sebagai Pabandyadalkual Paban VI/Binprofops Sopsau di Mabes TNI AU Cilangkap.
http://nasional.kompas.com/read/2011/09/14/17065032/Skadron.31.Angkat.Nama.Indonesia.di.Dunia.Internasional.
Widana89 September 14th, 2011, 02:03 PM KSAD Australia Kunjungi TNI AD
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Darat Australia Letnan Jenderal David L Morrison AO di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Rabu,(14/9/2011).
Kunjungan Kasad Australia ini dalam rangka silaturahim guna mempererat hubungan kerja sama antar-angkatan darat kedua negara. Selain itu, Letjen David memperkenalkan diri sebagai Kepala Staf Angkatan Darat yang baru.
Pramono Edhie mengatakan, Pemerintah Indonesia memandang Australia sebagai mitra penting dalam menciptakan kawasan yang aman dan damai. Oleh karena itu, TNI AD berkomitmen membangun hubungan dengan AD negara lain, termasuk Australia.
"Selain kerja sama dalam bidang pendidikan dan latihan perlu juga adanya kerja sama pertukaran informasi intelijen," kata Pramono Edhie. Setelah melaksanakan kunjungan kehormatan kepada KSAD David L Morrison, didampingi Mayor Jenderal PW (Gus) Gilmore (Komandan Pasukan Khusus Australia), berkunjung ke Markas Kopassus di Cijantung.
http://nasional.kompas.com/read/2011/09/14/18130176/KSAD.Australia.Kunjungi.TNI.AD
Bungong kaye September 15th, 2011, 07:19 AM katanya indonesia akan mengadakan kapal 6 selam dalm waktu 4 tahun kedepan, ada info ?
Widana89 September 15th, 2011, 07:48 AM katanya indonesia akan mengadakan kapal 6 selam dalm waktu 4 tahun kedepan, ada info ?
^^
Beli Kapal Selam, Pemerintah Anggarkan Rp 8,6 Triliun (http://www.tempo.co/hg/politik/2011/06/06/brk,20110606-338746,id.html)
typhoonbringer September 15th, 2011, 10:02 AM katanya indonesia akan mengadakan kapal 6 selam dalm waktu 4 tahun kedepan, ada info ?
tendernya udah dari 1992, dari jaman pakde harto mau replace 209 ampe sekarang
Kopassus September 20th, 2011, 06:20 AM TNI AL Segera Tambah Tank Amfibi BMP-3F
Antara – 21 jam yang lalu
Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio mengatakan TNI Angkatan Laut segera menambah armada tempurnya yakni tank amfibi BMP-3F dari Rusia hingga menjadi satu batalyon.
"Akan segera kita tambah armadanya hingga menjadi satu kekuatan penuh, sekitar 54 unit," katanya ketika dikonfirmasi ANTARA usai membuka Lomba Pembinaan Satuan Korps Marinir di Markas Komando Brigif-2 Marinir, Cilandak, Jakarta, Senin.
Laksamana Madya Marsetio mengemukakan penambahan tank BMP-3F itu akan dilakukan secara bertahap sesuai rencana srategis TNI Angkatan Laut hingga 2024 dalam kerangka pembangunan kekuatan pokok minimum.
"Tentu kita lakukan bertahap pengadaannya, sesuai rencana strategis TNI Angkatan Laut," katanya.
Wakasal menuturkan Korps Marinir merupakan salah satu komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) selain kapal perang, pesawat udara dan pangkalan TNI Angkatan Laut.
"Karena itu, Korps Marinir juga memerlukan perkuatan baik dari segi personel maupun persenjataan," katanya.
"Pembinaan SDM terus dilakukan baik secara fisik maupun jasmani. Persenjataannya pun perlu terus ditingkatkan. Sehingga prajurit-prajurit marinir siap ditempatkan di mana pun, dalam waktu relatif singkat dalam kondisi apapun," ujar Marsetio.
Korps Marinir Indonesia telah mengoperasikan 17 unit tank amfibi BMP-3F dari Rusia sejak 11 Desember 2010. Kendaraan tempur infantri itu bahkan ikut dikerahkan pada operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus di Somalia pada April 2011. BMP-3F merupakan ranpur terkuat yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia dibandingkan PT-76 dan BVP-2 bahkan lebih mematikan dari tank yang dimiliki Angkatan Darat.
Semula Indonesia pada tahap pertama akan membeli 20 unit tank amfibi BMP-3F dengan anggaran Rp445 miliar pada 2009. Namun karena penyusutan nilai kurs rupiah maka dengan anggaran sebesar itu, Indonesia baru bisa membeli 17 unit.
VRS September 20th, 2011, 07:55 AM this one?
http://img824.imageshack.us/img824/3750/amfibi.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/824/amfibi.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
David-80 September 20th, 2011, 11:18 AM @bro kopassus dont forget the link on your article
cheers
typhoonbringer September 20th, 2011, 12:32 PM lucu juga ya ranpur paling maut se indonesia "cuma" BMP-3F, naek kelas ke MBT kapan ya :lol:
Kopassus September 21st, 2011, 06:32 AM this one?
http://img824.imageshack.us/img824/3750/amfibi.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/824/amfibi.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Exactly.
The BMP-3(F) is not so heavy armoured like a MBT, butit has quite a firepower:
"The BMP-3 is one of the most heavily armed infantry combat vehicles in service, fitted with a low-velocity 2A70 100mm rifled gun, which can fire conventional shells or ATGMs 9M117 (AT-10 Stabber) (40 100mm rounds and 8 ATGMs are carried), a 2A72 30mm dual feed autocannon with 500 rounds and a rate of fire of 350 to 400 RPM, and a 7.62mm PKT machine gun with 2,000 rounds, all mounted coaxially in the turret."
typhoonbringer September 21st, 2011, 10:30 AM it still cant replace the role of a modern MBT though :p but yeah for an IFV BMP-3f has 100 mm cannon which is powerful
VRS September 21st, 2011, 11:30 AM bahan bakar = solar ?
Kopassus September 22nd, 2011, 06:49 AM Yes, it uses a UTD-29M diesel (500 hp) engine
vindoarga September 23rd, 2011, 01:37 AM UAV aja bisa datengin dari "singapore" :lol:
MBT kira2 bisa gk yah :lol: :D
bama84 September 23rd, 2011, 11:12 PM PINDAD kita udah bisa bikin belum ya, yang mirip2 BMP-3F ? :)
kheay September 24th, 2011, 06:15 AM PINDAD kita udah bisa bikin belum ya, yang mirip2 BMP-3F ? :)
kayanya masih on progress...pindad masih mengusahakan dapet tot ifv dari turki klo gak salah....:nuts:
typhoonbringer September 28th, 2011, 09:55 AM lah itu skyhawk juga dari "singapur" :lol:
MBT ya tunggu ganti KASAD dulu soalnya yg sekarang masih RPG-strong :lol:
Kopassus September 29th, 2011, 05:35 AM Nissan Terrano....
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/NissanTerrano.jpg
Kopassus September 29th, 2011, 05:55 AM Some news about our F-16s.
Sunday, September 25, 2011
Polemik Hibah F-16 Amerika
http://i128.photobucket.com/albums/p170/MarkNH/arizona/AMARG03-F-16.jpg
JAKARTA - Kesepahaman antara DPR dan pemerintah dalam pengadaan F-16 masih terus mencari titik temu dari segi teknologi dan pembiayaan. Komisi I DPR, sebagai mitra pemerintah dalam bidang pertahanan dan keamanan nasional, memberikan beberapa persyaratan dan skema pembiayaan. Seperti apa? Berikut saya paparkan polemik sekitar ini.
DPR dan pemerintah telah sepakat bahwa pengadaan F-16 penting bagi TNI untuk meningkatkan performa dan kewibawaan TNI di lingkungan regional. Tertuang dalam rencana pembelian di tahun 2011, telah disepakati alokasi dana untuk pembelian 6 unit F16 baru untuk block 52+, senilai lebih kurang us$ 430juta. Alokasi pembelian armament (senjata) dipersiapkan secara terpisah.
Dalam perkembangannya timbul opsi lain. Hasil komunikasi antara TNI AU dan pemerintah Amerika, secara Goverment to Goverment, pemerintah Amerika menawarkan program hibah F-16 kepada pihak Indonesia. Program hibah ini disampaikan juga oleh Presiden Barrack Obama dalam kunjungan singkatnya ke Indonesia pada 9 November 2010 yang lalu. Hibah F-16 ini telah mendapat persetujuan dari Kongres Amerika, dengan komposisi sbb : maksimal 28 unit F-16 block 25, 2 unit F-16 block 15, dan 28 engine utk F-16 block 25, dengan kondisi “as is where is” (seperti itu, di lokasi itu) alias apa adanya untuk pesawat F-16 yang diparkir di Arizona.
Di Arizona, terdapat sebuah padang luas, tempat dimana Amerika memarkir pesawat-pesawat tempur, baik yang masih digunakan maupun yang tidak digunakan lagi oleh militer Amerika. Padang Arizona memiliki kelembaban yang rendah, sehingga pesawat yang diparkir di sana tidak mengalami korosi/kerusakan akibat humiditas. Kongres Amerika telah memberikan izin 28 unit F-16 untuk Indonesia, sementara Indonesia hanya butuh 24, jadi sudah terdapat titik terang. F-16 yang dimaksud kondisi nya terpakai 4000jam sd 6000jam, sehingga harus dilakukan program Falcon Star agar dapat digunakan hingga 8000jam terbang. Menurut KSAU, rata-rata pesawat akan digunakan 10-20jam/bulan, sehingga pesawat bekas tersebut dapat digunakan selama 12 – 15 tahun.
Karena “as is where is”, berarti delegasi Indonesia harus berangkat ke Arizona akan memilih 24 unit pesawat yang terbaik dari ratusan F-16 yang terdapat di sana.
Complete article at http://www.fayakhun.com/2011/09/polemik-hibah-f-16/
Komisi I DPR Setujui Pembelian F-16 Block 52
JAKARTA – Komisi I Bidang Pertahanan DPR RI menyetujui pembelian 6 unit pesawat tempur baru jenis F-16 Block 52 senilai Rp3,8 triliun. Wakil Ketua Komisi I, Tubagus Hasanuddin, menyatakan bahwa pesawat tempur RI perlu direvitalisasi.
“Meski kita memiliki beberapa skuadron pesawat tempur, tapi pesawat tempur kita memang sudah tua. Harus ada penggantinya. Pesawat kan harus mengikuti perkembangan zaman,” kata Hasanuddin dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Minggu (25/9).
Menurutnya, beberapa jenis pesawat tempur RI sudah harus diperbarui, seperti F-5E Tiger dan Hawk 100/200. Untuk itu, ujar Hasanuddin, DPR dan pemerintah sudah sepakat untuk menganggarkan sejumlah dana.
“Anggaran sudah disiapkan. Kami sudah memprogram pembelian F-16 Block 52. Pesawat sekelas itu sudah cukup canggih,” tutur politisi PDIP itu. Sebelumnya, anggota Komisi I Tjahjo Kumolo menjelaskan, F-16 Block 52 dipilih karena kemampuannya yang memadai. “Kehadirannya memiliki efek getar dan daya tangkal yang cukup,” kata Tjahjo.
Namun, terang Hasanuddin, RI belum langsung memutuskan untuk mendatangkan F-16 Block 52, karena mendadak ada tawaran lain dari Amerika Serikat. “AS tiba-tiba menawarkan hibah pesawat F-16 grounded. Jadi pemerintah dan DPR masih membahas, apakah tetap akan membeli pesawat tempur baru, atau menerima tawaran hibah dari AS itu,” papar Hasanuddin.
Ia sendiri menilai, pembelian pesawat tempur baru lebih banyak manfaat dan keuntungannya bagi RI. Pasalnya, pesawat baru memiliki daya tahan lebih lama ketimbang pesawat grounded. “Pesawat baru bisa 30 tahun umurnya. Tapi pesawat grounded cuma 12 tahun,” kata Hasanuddin.
“Lagipula, pesawat hibah yang ditawarkan AS itu secara terbuka justru disimpan dan ditongkrongkan AS begitu saja seperti rongsokan di Gurun Arizona. Apa kita mau yang seperti itu?” ujar Hasanuddin. Lebih lanjut, ia menyatakan, biaya upgrade pesawat grounded bisa lebih mahal daripada membeli pesawat baru.
Hasanuddin menjelaskan, bila Indonesia menerima tawaran hibah dari AS, maka Indonesia akan mendapatkan 24 unit pesawat grounded. Sementara bila membeli yang baru, Indonesia hanya akan memperoleh 6 pesawat baru. “Tapi pesawat hibah yang mesti diupgrade ini lebih rendah kemampuannya dari Block 52 yang sudah canggih,” kata dia.
Sumber : VIVANEWS.COM (http://d)
Kopassus September 29th, 2011, 05:59 AM Wednesday, September 28, 2011
Latma Elang Malindo 2011 : Operasi Pembebasan Sandera
KUBU RAYA - Sejumlah anggota Tim Aksus Detasemen Bravo (Den Bravo) 90 Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dan Counter Terrorist Unit (CTU) Pasukan Khas Udara (Paskau) Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) melakukan parameter tempur penyergapan saat Simulasi Operasi Pembebasan Sandera di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Selasa (27/9). Simulasi yang diikuti sejumlah anggota Tim Aksus Den Bravo 90 Paskhas TNI AU dan CTU TUDM tersebut, merupakan puncak kegiatan dari Latihan Bersama (Latma) Elang Malindo ke-24.
FOTO ANTARA (http://d)/Jessica Wuysang/ss/AMA/11
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1317129607/peristiwa-latma-pembebasan-sandera-07.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1317129613/peristiwa-latma-pembebasan-sandera-13.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1317129601/peristiwa-kerjasama-elang-malindo-01.jpg
VRS September 29th, 2011, 08:45 AM why so many special force people run in one spot ? imagine when any their foot hit mine or rpg shoot to that spot ?
typhoonbringer September 29th, 2011, 10:24 AM its a tactic to protect the hostage
kheay September 29th, 2011, 04:49 PM Hasanuddin menjelaskan, bila Indonesia menerima tawaran hibah dari AS, maka Indonesia akan mendapatkan 24 unit pesawat grounded. Sementara bila membeli yang baru, Indonesia hanya akan memperoleh 6 pesawat baru. “Tapi pesawat hibah yang mesti diupgrade ini lebih rendah kemampuannya dari Block 52 yang sudah canggih,” kata dia.
walaupun lebih rendah tapi punya 24 pesawat,deterrent nya lebih kerasa dibanding 6...soal kemampuan,g beda jauh kalo senjatanya cuma sidewinder doank...:ohno:
bama84 September 29th, 2011, 09:18 PM wkwkwkw, kita ini cuma jadi korban teknologi AS saja.:lol: lebih baik kita terima yang hibah/gratis saja, juga minta alih teknologi ama paman Sam, minta ajarin cara bikinnya.:lol:
vindoarga October 1st, 2011, 06:06 AM ^^
US agak pelit kalo soal ToT bang, mending Korea aja, toh Korea kebanyakan juga mereka dapetnya dari US :lol:
r4d1ty4 October 2nd, 2011, 06:59 AM walaupun lebih rendah tapi punya 24 pesawat,deterrent nya lebih kerasa dibanding 6...soal kemampuan,g beda jauh kalo senjatanya cuma sidewinder doank...:ohno:
apapun pesawat tempurnya, senjatanya tetap bom P-100 dan FFAR..
typhoonbringer October 3rd, 2011, 12:49 PM senjatanya ngeteng lagi :lol:
keknya bener yg dateng blok 32 semua
VRS October 5th, 2011, 04:28 AM m.inilah.com/read/detail/1781817/hut-tni-ke-66-tak-ada-alutsista-baru-dipamerkan
HUT TNI ke-66, Tak Ada Alutsista Baru Dipamerkan
Oleh: Irvan Ali Fauzi
Rabu, 5 Oktober 2011, 09:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tak ada senjata baru yang dipamerkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke-66.
Dalam upacara peringatan yang dipusatkan di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10/2011), ada delapan jenis alat utama sistem senjata (alutsista) yang dipamerkan. Namun tidak ada satu pun alutsista TNI yang baru.
Delapan jenis alutsista tersebut adalah 4 pucuk peluru kendali (rudal) PORRAD Detasemen Artileri Pertahanan Udara (Denarhanud) Rudal 003/Kodal Jaya, 8 kendaraan taktis (Rantis) ANOA Batalyon Infanteri Mekanis 201/Kodam Jaya, 2 unit Roket Multi Laras 70 Grade Marinir, 4 unit BMP 3-F Marinir, 2 unit HOWITZER Manrinir, 2 unit LVT-7 Marinir, dan 2 unit Radar Portable Paskhas.
Selain itu, dipamerkan juga 3 unit helikopter milik TNI yang terdiri dari Helikopter MI 35 TNI AD, Helikopter Bell TNI AL, dan Helikopter Super Puma TNI AU.
Padahal pada tahun tahun lalu, tercatat atraksi pesawat Sukhoi dan F-16 sempat mewarnai langit Lanud Halim Perdana Kusuma.
Selain dipamerkan 8 jenis alutsista, dalam HUT TNI kali ini, ada juga 6 jenis demonstrasi dari para prajurit TNI. Baik dari TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara.
Sejumlah atraksi digelar seperti keterampilan terjun payung free fall, beladiri Yong Moodo, beladiri MAA, rampak bedug, dan tarian khas Papua. [bar]
.
VRS October 5th, 2011, 04:31 AM m.inilah.com/read/detail/1775960/beli-senjata-tni-perlu-us65-juta
Beli Senjata, TNI Perlu US$6,5 Juta
Oleh: Windi Widia Ningsih
INILAH.COM, Jakarta – Pemerintah diperkirakan membutuhkan dana US$6,5 juta untuk membeli persenjataan atau alat utama sistem pertahanan semesta (alutsista). Untuk memenuhinya, pemerintah akan mencari pinjaman.
Dalam rapat kabinet siang ini, maslaah tersebut menjadi pokok bahasan. Saat ini besarnya dana pinjaman itu masih dihitung, namun diperkirakan sekitar US$6,5 juta. "Kita siang ini memang merapatkan kredit ekspornya saja. Kredit ekspor mana yang akan disetujui Pak Presiden," kata Panglima TNI Agus Suhartono, di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/9/2011).
Pihaknya kini, kata Agus, berupaya mengurangi pinjaman luar negeri. Caranya, dengan memperbanyak pembelian dari dalam negeri. "Jika bisa diadakan di dalam negeri, akan kita alihkan ke dalam negeri. Sedangkan yang belum bisa diproduksi di dalam negeri itu yang akan kita arahkan ke kredit
acoolguyfromnz October 5th, 2011, 01:32 PM @VRS,
kenapa mesti nunggu hibah yah? Kenapa gak bikin sendiri lah pabrik kita punya kok mulai dari senjata, kapal hingga kapal terbang. Tinggal di taruh di mesin photo copy (baca pabrik) semua jadi kok. Copy paste.
aguuungg October 5th, 2011, 03:51 PM @VRS,
kenapa mesti nunggu hibah yah? Kenapa gak bikin sendiri lah pabrik kita punya kok mulai dari senjata, kapal hingga kapal terbang. Tinggal di taruh di mesin photo copy (baca pabrik) semua jadi kok. Copy paste.
nunggu hibah? kapan kita nunggu hibah? yang ada nolak deh :nuts:
bikin sendiri? emang udah sanggup? menyanggupi permintaan konsumer aja susah, mau bikin sendiri :lol:
mau contoh? tuh kasus PT.DI yang menunggak.
emang semudah itu kah menjiplak?emang semua daleman nya bisa dibuat ky bongkar pasang mobil tamiya :nuts: pengen ya kita di cap indonesia sang negara KW2 china. ga malu dibilang begitu? :nuts:
langkah yang diambil pemerintah udah bener kok, percuma duit banyak tapi cuma untuk belanja barang yang biaya perawatan mahal.
mau contoh? tetangga utara noh.
Kopassus October 8th, 2011, 06:14 AM nunggu hibah? kapan kita nunggu hibah? yang ada nolak deh :nuts:
bikin sendiri? emang udah sanggup? menyanggupi permintaan konsumer aja susah, mau bikin sendiri :lol:
mau contoh? tuh kasus PT.DI yang menunggak.
emang semudah itu kah menjiplak?emang semua daleman nya bisa dibuat ky bongkar pasang mobil tamiya :nuts: pengen ya kita di cap indonesia sang negara KW2 china. ga malu dibilang begitu? :nuts:
langkah yang diambil pemerintah udah bener kok, percuma duit banyak tapi cuma untuk belanja barang yang biaya perawatan mahal.
mau contoh? tetangga utara noh.
^^ heheh im agree with you...
Sepertinya pembelian kapal selam Type 209 dari Korsel sudah pasti....
Tiga Kapal Selam TNI dari Korea
Jakarta
| 13:08 Fri, 30 Sep 2011
www.indosmarin.com
Jurnas.com | PENGADAAN tiga kapal selam untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) akan disediakan dari Korea Selatan.
Pengadaan kapal selam yang sempat tertunda 2-3 tahun ini akan dipercepat untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL dalam rangka pengamanan wilayah laut Indonesia. "Pengadaannya kami datangkan dari Korea Selatan," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno usai menghadiri Gelar Hiburan Prajurit dalam rangka HUT TNI yang jatuh pada 5 Oktober di Mabes AL Jakarta, Jumat (30/9).
KSAL menjelaskan, Korea dipilih untuk pengadaan kapal selam ini karena memiliki kemampuan sama dengan Eropa dalam menyediakan kebutuhan kapal selam yang diperlukan TNI AL. "Tapi harganya lebih murah," kata KSAL.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui Sekretaris Jenderal Kemhan Marsekal Madya Eris Herryanto mengatakan, pengadaan kapal selam ini sudah terlambat 2-3 tahun. Karenanya, pengadaan kapal selam ini akan dipercepat dari 30 bulan menjadi hanya 1,5 tahun. Alokasi kapal selam untuk mendukung TNI AL ini berjumlah tiga unit. "Harganya dalam rupiah Rp9,5 triliun untuk tiga unit," kata KSAL.
Penulis: Gema Trisna Yudha
Kopassus October 8th, 2011, 06:19 AM Waktu sy baca judul, sy pikir menteri pertahanan/luar negri Korsel datang ke RI, ternyata dia seorang artis....
Hyun Bin saksikan aksi pasukan elit Denjaka
Kamis, 6 Oktober 2011 12:39 WIB | 7503 Views
Ilustrasi (ANTARA/Eric Ireng)
Jakarta (ANTARA News) - Aktor Korea Selatan Hyun Bin menyaksikan kehandalan pasukan Detasemen Jala Mangkara Korps Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis.
Aktor yang juga model itu datang ke Markas Komando Marinir Cilandak, sekitar pukul 11.00 WIB didampingi Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Young Sun dan disambut Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Alfan Baharuddin.
Setelah beristirahat sejenak dan berganti baju pakaian dinas lapangan Korps Marinir TNI Angkatan Laut, aktor berusia 29 tahun itu langsung menuju fasilitas simulasi Detasemen Jala Mangkara.
Di area latihan itu, aktor yang tengah terkenal dengan drama "Secret Garden" di Indonesia itu, melihat simulasi aksi serbuan terhadap sebuah kapal.
Demo infiltrasi oleh sebuah kapal dilakukan oleh tim Delta dan tim Bravo Denjaka Korps Marinir.
Selama demonstrasi aktor berparas ganteng itu dengan sangat serius menyaksikan seluruh rangkaian serbuan kapal dengan sikap tegak.
Usai menyaksikan serangkaian pernyebuan kapal, aktor Hyun Bin menyaksikan serbuan kilat antiteror yang dilakukan oleh pasukan Denjaka.
Selanjutnya Hyun Bin didampingi Dubes Kim Young Sun, Komandan Korps Marinir Alfan Baharuddin dan Komandan Denjaka Kolonel Suhartono menuju Tank Amfibi BMP-3F Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Setelah menyaksikan kemampuan personel Denjaka dalam mengatasi terorisme, dan menjajal Tank Amfibi BMP-3F, Hyun Bin menuju lapangan tembak untuk melakukan tembakan denhan menggunakan pistol dan senapan.
Aktor Negeri Ginseng itu melakukan tembakan taktis dan reaksi.
(R018)
Editor: Aditia Maruli
http://img843.imageshack.us/img843/910/img106011.jpg
http://img13.imageshack.us/img13/2664/img10631.jpg
http://img594.imageshack.us/img594/8207/img10871.jpg
http://img571.imageshack.us/img571/9860/img10391.jpg
http://www.antaranews.com/berita/278527/hyun-bin-saksikan-aksi-pasukan-elit-denjaka
COPYRIGHT © 2011
VRS October 8th, 2011, 07:18 AM semua pemuda korea hrs masuk wajib militer brp lama?
iwansan77 October 9th, 2011, 01:19 PM semua pemuda korea hrs masuk wajib militer brp lama?
Kalau gak salah 2 tahun...
David-80 October 13th, 2011, 04:39 PM Korea to make $1.1 bil. sub sale to Indonesia
http://img.koreatimes.co.kr/upload/news/111011_p02_korea.jpg
10-11-2011 17:41
By Jung Sung-ki
Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) has begun final-phase negotiations with the Indonesian government over the construction and sale of three 1,300-ton, Type-209 submarines valued at $1.1 billion, the company said Tuesday.
Korea’s biggest arms sale is expected to be completed by November.
Previously, a $400 million deal with Indonesia to sell 16 T-50 Golden Eagle supersonic trainer jets, jointly built by Korea Aerospace Industries and Lockheed Martin of the United States, was the biggest weapons sale.
“We have launched talks to sign a contract with Indonesia’s defense ministry,” the shipbuilder said in a statement.
read more http://www.koreatimes.co.kr/www/news/biz/2011/10/123_96458.html
cheers
typhoonbringer October 14th, 2011, 10:25 AM yakin ini cancel lagi, masih ngidam kilo KASAL nya :D
|
|