View Full Version : Indonesia | Defence and Military Issues [4]
paradyto July 18th, 2010, 03:54 PM continue from Part 2 (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=44821842#post44821842) and Part 3 (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=985236)
telecommunication vehicle...??
http://img443.imageshack.us/img443/7057/photo1772b.jpg (http://img443.imageshack.us/i/photo1772b.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img805.imageshack.us/img805/8162/photo1773.jpg (http://img805.imageshack.us/i/photo1773.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Mobil Komunikasi Polisi (KOMMOB POL), jaga-jaga atau ganti ban neh?
Biasanya dalam latihan teror disebuah gedung, mobil ini juga terlibat dalam latihan tersebut.
David-80 July 22nd, 2010, 04:47 PM US resumes ties with Indonesian special forces
By Daphne Benoit
JAKARTA: The United States said today it would resume ties with Indonesian special forces after a 12-year hiatus, as part of efforts by Washington to reach out to the world's largest Muslim nation.
The announcement, made during a visit by US Defence Secretary Robert Gates to Indonesia, comes as Washington seeks to resume training for the Kopassus unit as part of growing anti-insurgency and intelligence cooperation.
"We will begin a gradual, measured process of working with Kopassus," a senior US defence official said, referring to the elite Indonesian military unit with which Washington suspended ties in 1998.
The decision was made "in light of the progress that Indonesia and its military... has made in terms of reform and professionalisation since the fall of Suharto as well as recent pledges of reform", he said.
The move is controversial as the Kopassus unit has been implicated in human rights abuses, including in East Timor, and some figures in the US Congress have opposed embracing the force before it has accounted for its past.
The United States broke off ties with the Kopassus under a law banning cooperation with foreign troops implicated in rights abuses.
The Indonesian special forces are accused of committing abuses in East Timor and Aceh under then dictator Suharto in the 1990s.
The senior US defence official played down fears that senior figures in the special forces had been implicated in past rights violations.
"Individuals who had been convicted in the past for human rights violations have in the past several months been removed from Kopassus," he said.
The administration of President Barack Obama, who spent part of his childhood in Indonesia, sees the country as an increasingly important player in East Asia and key ally in the Muslim world.
Rights violations
Gates, who arrived from a visit to Seoul, was due to meet President Susilo Bambang Yudhoyono and Defence Minister Purnomo Yusgiantoro later today.
Ernie Bower, a Southeast Asia expert at the Centre for Strategic and International Studies in Washington, said the Obama administration needed to handle its relationship with the Indonesian military carefully.
"I think it's the view of the Indonesian military that without the ability to engage and train Kopassus, the American engagement and normalisation of the military-to-military relationship would be incomplete," he said.
"If you don't have the relationship with the Indonesian military normalised, you can't really participate and be the leading partner in this architecture," he added. "Gates needs to get it right with Indonesia."
However, the Pentagon needs to find an acceptable compromise to seal the deal without encountering too many objections in Washington.
"We've been working for some time both within the US government and with the government of Indonesia to try to figure out how and under what conditions we can pursue reengagement with Kopassus," said one senior US defense official.
He noted improvements made by Jakarta since the end of the Suharto regime.
However, leading voices in Washington such as Democrat Senator Patrick Leahy as well as human rights groups have opposed a normalisation of military ties until Kopassus commanders have faced justice for past rights violations.
"Before resuming military cooperation with the Kopassus, Robert Gates must make sure that there's no senior military officers implicated in the past abuse who hold a structural position in the military," said activist Usman Hamid.
Hamid, a prominent rights activist from the Indonesian Commission for Missing Persons and Victims of Violence (Kontras), said any troops involved in abuses had to face trial.
"Those implicated in the rights violations should be removed from the Indonesian military and... should be tried in a public court or a special human rights crime court."
- AFP
source http://www.freemalaysiatoday.com/fmt-english/world/world-news/8265-us-resumes-ties-with-indonesian-special-forces
cheers
Kopassus July 25th, 2010, 05:53 AM Sampai skrg cuman masih rencana....ya, wait and see aja deh.
http://94.100.122.41/1031250001-1031300000/1031256401-1031256500/1031256447_5_OF37.jpeg
bama84 July 25th, 2010, 09:06 PM ^^
yoi..., kita pasti bisalah bikin sendiri. Go " pesawat tempur lokal" :banana: :lol:
Kopassus July 31st, 2010, 05:49 AM Denjaka
http://94.100.118.193/1038500001-1038550000/1038519001-1038519100/1038519022_5_MXlM.jpeg
VRS August 2nd, 2010, 03:09 AM sorry = how many special anti-terrorist force we have..??
datasemen 88, denjaka, ...
Kopassus August 2nd, 2010, 06:28 AM POLRI: Gegana (Brimob), Densus 88
TNI-AD: Gultor 81 (Kopassus Grup 5). Tapi ada beberapa batalyon Raider yg juga punya satuan (biasanya sebesar 1 peleton) anti-terror.
TNI-AL: Denjaka (Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL). Tapi Kopaska juga mampu melakukan operasi antiteror di laut/anti-pembajak laut.
TNI-AU: Den Bravo 90 (bagian dari Korpaskhasau)
VRS August 2nd, 2010, 07:14 AM POLRI: Gegana (Brimob), Densus 88
TNI-AD: Gultor 81 (Kopassus Grup 5). Tapi ada beberapa batalyon Raider yg juga punya satuan (biasanya sebesar 1 peleton) anti-terror.
TNI-AL: Denjaka (Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL). Tapi Kopaska juga mampu melakukan operasi antiteror di laut/anti-pembajak laut.
TNI-AU: Den Bravo 90 (bagian dari Korpaskhasau)
lovely ....thx for info..
Kopassus August 4th, 2010, 06:23 AM TNI AL Kirim 100 Pasukan ke Lebanon 13 Februari
Selasa, 3 Februari 2009 | 12:54 WIB
KOMPAS/IWAN SETIAWAN
SURABAYA, SELASA — Sebanyak 100 anggota TNI AL akan diberangkatkan sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB ke Lebanon, 13 Februari 2009. Pasukan ini berangkat dengan Kapal Perang RI Diponegoro.
"Pasukan perdamaian ini secara teknis sudah siap dan memenuhi syarat serta akan mengikuti aturan UNIFIL, demikian juga perbekalan dan dukungan dana UNIFIL," tutur Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, Selasa (3/2).
Pagi tadi, Laksamana TNI Tedjo EP membuka Seminar Nasional Maritim bertajuk "Penguasaan dan Rekayasa Teknologi Maritim dalam Rangka Menumbuhkembangkan Sektor Maritim untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Nasional" di Komando Pengembangan Pendidikan TNI AL, Surabaya.
Kontingen Garuda XXVIII ini bertugas selama enam bulan. Pengiriman pasukan dengan kapal perang RI untuk tugas menjaga perdamaian dunia, tambah KSAL, adalah pertama kali dilakukan Indonesia.
David-80 August 4th, 2010, 06:35 PM POLRI: Gegana (Brimob), Densus 88
TNI-AD: Gultor 81 (Kopassus Grup 5). Tapi ada beberapa batalyon Raider yg juga punya satuan (biasanya sebesar 1 peleton) anti-terror.
TNI-AL: Denjaka (Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL). Tapi Kopaska juga mampu melakukan operasi antiteror di laut/anti-pembajak laut.
TNI-AU: Den Bravo 90 (bagian dari Korpaskhasau)
What about banteng raiders? I heard they are more fearsome than kopassus, because during the aceh conflict, CMIIW, they were the one who do the "dirty" jobs for the Army. And it was a success.
Cheers
VRS August 5th, 2010, 02:26 AM banteng raiders...?? is it element of indonesia elite force...??
Kopassus August 5th, 2010, 07:14 AM O,Banteng Raider....Batalyon Infanteri 400/Raider, bagian dari Kodam IV/Diponegoro, adalah sebuah batalyon infanteri Raider yang sebelumnya bernama Yonif 401/Banteng Raider. Memang, waktu konflik Aceh, beberapa batalyon Raider dikirim ke Aceh, karena kapasitas satu yonif Raider sama dengan tiga yonif biasa.
Better trained than normal yonifs but they are not a replacement of Kopassus. You can not compare them (a better trained infantery batalyon) to Kopassus (para-commando/pasukan khusus,operating in smaller units).
Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sepuluh batalyon raider yang diresmikan pada 22 Desember 2003 itu, dibentuk dengan membekukan 8 yonif pemukul Kodam dan 2 yonif Kostrad. Sebagai kekuatan penindak, kekuatan satu batalyon raider (yonif/raider) setara tiga kali lipat kekuatan satu batalyon infanteri (yonif) biasa di TNI.
Setiap batalyon raider terdiri atas 747 personel. Mereka memperoleh pendidikan dan latihan khusus selama enam bulan untuk perang modern, anti-gerilya, dan perang berlarut. Tiap-tiap batalyon ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari helikopter.
50 orang personel diantara 747 orang personel dalam satu batalyon Raiders memiliki kemampuan anti teror dan keahlian-keahlian khusus lainnya. Keahlian tersebut mereka dapatkan setelah mengikuti pendidikan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Grup 3 KOPASSUS) yang bertempat di Batujajar, Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan pasukan raiders.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/9/95/Army_raidersparade1.jpg
http://94.100.124.182/1016600001-1016650000/1016607101-1016607200/1016607184_5_5I3o.jpeg
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/9/91/Logo_Raider.jpg
VRS August 5th, 2010, 07:39 AM fantastic. 1 batalyon setara kemampuan dgn 3 batalyon infantry...
its that the best of the best our elite force army...??
typhoonbringer August 5th, 2010, 10:19 AM raider dan kostrad itu tergabung dalam PPRC, pasukan pemukul reaksi cepat setingkat brigade yang bisa dideploy kemana saja di indonesia dalam waktu 1 jam melalui udara, belum lagi linud2 seluruh indonesia dan marinir, yonif teritorial fungsinya adalah hold the line selama mereka menunggu bantuan dari PPRC ini, tiap tahun "giliran jaga" PPRC dirotasi antar linud dan raider cmiiw
raider sendiri memiliki camo yang berbeda, menggunakan digital camo dari sritex, serta SS-2 V5 raider custom SS, bisa dibilang, raider dan kostrad adalah hard hitter nya TNI-AD, yonif teritorial itu grunt forces, kopassus itu commando unit
Ocean One August 11th, 2010, 05:56 PM Indonesia Siap Kerja Sama Produksi Pesawat Tempur
Rabu, 11 Agustus 2010
http://image.tempointeraktif.com/?id=43751&width=274
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae Young. TEMPO/Subekti
TEMPO Interaktif, Jakarta -Kementerian Pertahanan menyatakan Indonesia siap melakukan kerja sama produksi pesawat tempur dengan pihak Korea Selatan. Hal itu dinyatakan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae Young seusai melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, Rabu (11/8).
Kerjasama pesawat tempur ini, kata Purnomo, merupakan perjanjian yang ditandatangani pada Juli 2010. Menyambung perjanjian sebelumnya yang diteken 2006. "Kemitraan strategis memang jadi salah satu fokusnya," ujarnya.
Purnomo mengatakan proyek kerjasama dalam pembuatan pesawat tempur FSX akan dimulai pada 2012. Diharapkan, kata dia, proyek kedua negara ini bisa menghasilkan sebuah prototipe pesawat tempur pada tahun 2020. "Kami berharap Indonesia bisa menjadi base produksinya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin mengatakan Indonesia akan meminta hak penjualan juga atas pesawat yang di produksi nantinya. Saat ini, kata dia, kedua negara saedang membentuk kelompok kerja untuk terus membahas soal ini. "Ada tim pula yang pergi ke sana melihat awal proses pembuatan pesawat," ujarnya.
Sjafrie mengatakan dalam deklarasi kemitraan strategis antara Indonesia dengan Korea Selatan pada tahun 2006 silam disebut khusus soal pembuatan pesawat. Selain itu kerjasama dibangun untuk melakukan promosi bersama, fasilitasi kerja sama dalam produksi, alih teknologi, serta transfer pengetahuan terkait alat utama sistem persenjataan.
Menanggapi permintaan kerja sama ini, Menteri Pertahanan Korea Selatan HE Kim Tae Young mengatakan sungguh menguntungkan bisa bekerja sama dengan Indonesia dalam hal pembuatan pesawar tempur. Pasalnya, semua bahan baku dan industri pertahanan sudah dimiliki Indonesia, sehingga bisa memperlancar kerjasama pembuatan produk pertahanan ini.
http://tempointeraktif.com/hg/politik/2010/08/11/brk,20100811-270466,id.html
Kopassus August 12th, 2010, 09:01 AM Penjaga Perdamaian
Satgas Garuda Terima Penghargaan
Kamis, 12 Agustus 2010 | 12:29 WIB
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/12/01/212628p.jpg
Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL
Pasukan Konga XIII-B dari Indonesia (baret biru) berkoordinasi di atas tank dengan Komandan Kompi QRF Prancis yang berjaga-jaga di perbatasan Israel-Lebanon.
LEBANON, KOMPAS.com — Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Infanteri Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-D/UNIFIL pada misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan menerima penghargaan dari Komandan Sektor Timur Unifil dan Komandan Kontingen Spanyol Brigadir Jenderal Juan Gomez De Salazar Minguez.
Dalam penghargaan yang diberikan 6 Agustus 2010 kepada Komandan Satgas Letnan Kolonel Inf Andi Perdana Kahar dengan tembusan kepada Komandan Kontingen Indonesia di UNIFIL, Kolonel Inf Restp Widiyantoro itu komandan Sektor Timur UNIFIL menyampaikan penghargaan dan pujian atas kompetensi serta profesionalisme prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL dalam menangani masalah sensitif yang melibatkan LAF (Lebanese Armed Forces) dan IDF (Israeli Defense Forces) pada 3 Agustus 2010.
Dikatakan Brigjen Gomez, insiden tersebut sebenarnya berpotensi mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Namun, penanganan yang tepat oleh pasukan yang berada di tempat kejadian dapat mencegah peningkatan eskalasi. Menurut keterangan tertulis dari Kepala Puspen TNI, Mayjen TNI Aslizar Tanjung, Kamis (12/8/2010), insiden antara LAF dan IDF terjadi secara tiba-tiba dan hanya pasukan yang terlatih dan profesional yang bisa mencegah peningkatan eskalasi.
Sebelumnya diberitakan dalam media cetak lokal Al Mannar bahwa dua prajurit RI meninggalkan medan tempur dengan taksi. Pemberitaan ini, menurut Aslizar Tanjung, merupakan bentuk ketidakpahaman media lokal di Lebanon tentang tugas yang diemban oleh prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon Selatan. "Sebagai peace keepers (penjaga perdamaian), prajurit TNI memiliki tugas pokok memelihara situasi perdamaian dan harus bersifat imparsial (tidak berpihak). Di samping itu dalam menjalankan tugasnya pasukan TNI harus mernatuhi prosedur, hukum, dan ketentuan yang berlaku," tulis Aslizar.
Dalam insiden baku tembak Selasa (3/8/2010) antara LAF dan IDF di perbatasan Lebanon Selatan-Israel, Prajurit TNI yang sedang bertugas menjaga perdamaian di wilayah tersebut melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan oleh PBB. Setelah melalui pelaporan ke komando atas dan melakukan negosiasi dengan pihak yang bertikai, prajurit TNI akhirnya me*****lkan lokasi konflik karena antara LAF dan IDF terjadi saling tembak.
Sesuai prosedur PBB, personel yang menghadapi insiden antara LAF dan IDF telah melakukan dua tindakan. Pertama, memonitor situasi tanpa membahayakan pasukan sendiri dan kedua, jika terjadi kontak tembak, pasukan melaksanakan pengunduran taktis/pemutusan tempur terhadap unit-unit yang terlibat.
Kopassus August 12th, 2010, 09:02 AM RI, South Korea to begin jet fighter production in 2012
The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 08/11/2010 6:18 PM | National
Defense Minister Purnomo Yusgiantoro said Wednesday that Indonesia and South Korea would begin joint preparations for manufacturing new jet fighters in 2012.
Purnomo and his South Korean counterpart, Kim Tae-Young, met in Jakarta earlier in the day.
Cooperation on the jet fighter initiative, which has been dubbed the FSX project, started in 2006.
Purnomo said that the project would be able to build a prototype fighter by 2020.
The initiative is widely seen as a pilot project for Indonesia to revitalize its defense industry.
Kopassus August 12th, 2010, 09:04 AM RI, South Korea to begin jet fighter production in 2012
The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 08/11/2010 6:18 PM | National
Defense Minister Purnomo Yusgiantoro said Wednesday that Indonesia and South Korea would begin joint preparations for manufacturing new jet fighters in 2012.
Purnomo and his South Korean counterpart, Kim Tae-Young, met in Jakarta earlier in the day.
Cooperation on the jet fighter initiative, which has been dubbed the FSX project, started in 2006.
Purnomo said that the project would be able to build a prototype fighter by 2020.
The initiative is widely seen as a pilot project for Indonesia to revitalize its defense industry.
Kopassus August 12th, 2010, 09:05 AM DPR Dukung TNI AU Beli Pesawat Tanpa Awak
JAKARTA - Komisi I DPR mendukung pembentukan skuadron Pesawat Tanpa Awak (UAV) yang akan dibangun TNI AU di Landasan Udara (Lanud) Supadio, Provinsi Kalimantan Barat. Pesawat Tanpa Awak dianggap anggota Dewan sebagai salah satu solusi menjaga perbatasan mengingat adanya tantangan topografi wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
"Kami mendukung adanya skuadron udara pesawat tanpa awak untuk lebih efisien menjaga wilayah perbatasan, khususnya di provinsi Kalimantan Barat," kata Ketua Komisi I DPR RI Kemal Azis Stamboel dalam siaran pers yang diterima Suara Karya di Jakarta, Senin (9/8). Kemal bersama beberapa anggota Komisi I DPR melakukan kunjungan kerja ke Lanud Supadio, Kalimantan Barat.
Komisi I DPR, menurut Kemal, mendukung adanya rencana mendatangkan Pesawat Tanpa Awak guna mendukung kekuatan udara Republik Indonesia di Provinsi Kalbar. Adapun kekuatan Pesawat Tanpa Awak adalah dapat terbang dengan daya jelajah 300 km dan kemampuan terbang selama 24 jam penuh. Melalui Pesawat Tanpa Awak akan memudahkan TNI untuk melakukan pengamatan dan pengawasan di tengah keterbatasan sarana prasarana dan topografi wilayah perbatasan. Guna mengimbangi pengawasan perbatasan, TNI berencana membeli Pesawat Tanpa Awakd alam waktu dekat.
"Dalam kondisi lapangan yang dimiliki Republik Indonesia itu adalah solusi terbaik untuk mengatasi keberadaan infrastruktur," ujar Kemal.
Radar Pemantau
Secara terpisah, Panglima Komando Sektor (Kosek) IV Pertahanan Udara Nasional Biak, Marsma TNI Hadiyan Sumintaadmadja mengatakan, radar pemantau milik TNI Angkatan Udara (AU) yang akan dibangun di Kabupaten Merauke, Papua, dijadwalkan beroperasi tahun 2011 mendatang, guna memantau aktivitas di udara, termasuk penerbangan di perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea. "Sesuai rencana program kerja Kosek IV Hanudnas Biak diharapkan markas satuan Radar Merauke sudah difungsikan tahun 2011, hingga saat ini berbagai persiapan pembangunan fisik sudah dimulai," katanya.
Letak geografis Kabupaten Merauke yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guunea dan Australia menjadi fokus perhatian pembangunan radar pemantau pesawat udara. Selain satuan radar Merauke, pihaknya juga pada tahun 2011-2012 akan membangun markas satuan radar di Timika, Kabupaten Mimika serta radar di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.
Sementara dalam program jangka panjang Kosek IV Hanudnas Biak, dikatakan Hadiyan, pembangunan satuan radar juga akan dilakukan di Sorong, Ambon dan Jayapura. Menyinggung mengenai kasus pelanggaran udara di wilayah Satuan Radar Biak, menurut Marsekal Pertama Hadiyan, hingga tahun 2009 tidak ditemukan satupun kasus pelanggaran udara oleh penerbangan sipil.
Dibandingkan dengan tahun 2008, lanjut Hadiyan, kasus pelanggaran udara yang dimonitor satuan radar Biak kurang lebih 30 kali, semenara selama tahun 2009 tidak ada. "Dampak dari beroperasinya satuan radar di Biak sangat nyata karena bisa mengawasi penerbangan udara yang melintas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.
Sumber : SUARA KARYA ONLINE
sesamee August 12th, 2010, 10:59 AM More Russian fighter jets to arrive in September
The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 08/12/2010 2:21 PM | National
A | A | A |
The Air Force is expecting the arrival of three new Russian fighter jets Sukhoi SU-27SKM on early September.
Air Force chief of staff Vice Marshall Imam Sufaat told Antara news agency that two of the jets would arrive in early September and another in the third week of the month.
Imam said that the jets would arrive in Hasanuddin Air Force Base in Makassar, South Sulawesi to be assembled and tested there.
The jets are among six Sukhoi fighters jets bought in 2007. Three Sukhoi SU-30MK2 fighters already arrived in 2008 and 2009.
The six will bring the total number of Indonesia's Sukhoi fleet to 10.
Russia has provided Indonesia with a US$1 billion-credit scheme to finance this and other military purchases from the European military giant, including 22 helicopters, 20 amphibious tanks and two submarines.
karbol August 12th, 2010, 01:59 PM Penjaga Perdamaian
Satgas Garuda Terima Penghargaan
Kamis, 12 Agustus 2010 | 12:29 WIB
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/12/01/212628p.jpg
Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL
Pasukan Konga XIII-B dari Indonesia (baret biru) berkoordinasi di atas tank dengan Komandan Kompi QRF Prancis yang berjaga-jaga di perbatasan Israel-Lebanon.
LEBANON, KOMPAS.com — Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Infanteri Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-D/UNIFIL pada misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan menerima penghargaan dari Komandan Sektor Timur Unifil dan Komandan Kontingen Spanyol Brigadir Jenderal Juan Gomez De Salazar Minguez.
Dalam penghargaan yang diberikan 6 Agustus 2010 kepada Komandan Satgas Letnan Kolonel Inf Andi Perdana Kahar dengan tembusan kepada Komandan Kontingen Indonesia di UNIFIL, Kolonel Inf Restp Widiyantoro itu komandan Sektor Timur UNIFIL menyampaikan penghargaan dan pujian atas kompetensi serta profesionalisme prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL dalam menangani masalah sensitif yang melibatkan LAF (Lebanese Armed Forces) dan IDF (Israeli Defense Forces) pada 3 Agustus 2010.
Dikatakan Brigjen Gomez, insiden tersebut sebenarnya berpotensi mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Namun, penanganan yang tepat oleh pasukan yang berada di tempat kejadian dapat mencegah peningkatan eskalasi. Menurut keterangan tertulis dari Kepala Puspen TNI, Mayjen TNI Aslizar Tanjung, Kamis (12/8/2010), insiden antara LAF dan IDF terjadi secara tiba-tiba dan hanya pasukan yang terlatih dan profesional yang bisa mencegah peningkatan eskalasi.
Sebelumnya diberitakan dalam media cetak lokal Al Mannar bahwa dua prajurit RI meninggalkan medan tempur dengan taksi. Pemberitaan ini, menurut Aslizar Tanjung, merupakan bentuk ketidakpahaman media lokal di Lebanon tentang tugas yang diemban oleh prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon Selatan. "Sebagai peace keepers (penjaga perdamaian), prajurit TNI memiliki tugas pokok memelihara situasi perdamaian dan harus bersifat imparsial (tidak berpihak). Di samping itu dalam menjalankan tugasnya pasukan TNI harus mernatuhi prosedur, hukum, dan ketentuan yang berlaku," tulis Aslizar.
Dalam insiden baku tembak Selasa (3/8/2010) antara LAF dan IDF di perbatasan Lebanon Selatan-Israel, Prajurit TNI yang sedang bertugas menjaga perdamaian di wilayah tersebut melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan oleh PBB. Setelah melalui pelaporan ke komando atas dan melakukan negosiasi dengan pihak yang bertikai, prajurit TNI akhirnya me*****lkan lokasi konflik karena antara LAF dan IDF terjadi saling tembak.
Sesuai prosedur PBB, personel yang menghadapi insiden antara LAF dan IDF telah melakukan dua tindakan. Pertama, memonitor situasi tanpa membahayakan pasukan sendiri dan kedua, jika terjadi kontak tembak, pasukan melaksanakan pengunduran taktis/pemutusan tempur terhadap unit-unit yang terlibat.
http://img826.imageshack.us/img826/556/indobatt.jpg (http://img826.imageshack.us/i/indobatt.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Kopassus August 12th, 2010, 11:29 PM Thanks Karbol!
Ocean One August 13th, 2010, 05:01 AM Malaysia Awards Djoko Santoso "Panglima Gagah" Medal
Jumat, 13 Agustus 2010
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Malaysia has awarded a "Panglima Gagah Angkatan Tentera" medal of merit to Indonesian Military chief Gen. Djoko Santoso in recognition of his remarkable services in enhancing relations between the two armed forces.
Malaysian Defense Minister Zahid Hamidi conferred the award on Gen. Djoko Santoso here on Thursday in the presence of Malaysian Armed Forces chief Gen. Azizan Arifin and Indonesian Ambassador to Malaysia Da’i Bachtiar. Also present at the conferment ceremony were a number of officials of the Malaysian Defense Ministry.
Gen. Djoko Santoso said: "I am very proud and thankful to the Malaysian government for the award and honor given to me, the Indonesian nation and state as well."
http://english.kompas.com/read/2010/08/13/09250168/Malaysia.Awards.Djoko.Santoso.Panglima.Gagah.Medal-5
Kopassus August 13th, 2010, 05:02 AM Some pics of the KFX project...
http://img716.imageshack.us/img716/2093/kfxy.jpg
http://1.bp.blogspot.com/_En-sxfOkXP8/TAshSYX23EI/AAAAAAAAF-c/7v87BUfC3F8/s400/KFX+1.jpg
Kopassus August 13th, 2010, 05:11 AM More Support for Golden Eagle
More support for Korean T-50 as LIFT candidate to replace Hawk Mk 53. This one from Antara News:
Quote:
Jakarta (ANTARA News) - Air Force Chief of Staff, Marshal Imam Sufaat, said the plane T-50 Golden Eagle made in South Korea, have more potential to replace Hawk Mk-53 aircraft which will be out-of-life in 2011.
"Currently there are three types of planes that pass the selection to replace the Mk-53 T-50 Golden Eagle (South Korea), Yakovlev Yak 130 (Russia) and ALCA Aero L159 (Czech)," he said, when it was confirmed here on Thursday . However, continued the Marshall, there are several considerations to ensure the T-50 as replacement for Mk-53.
"T-50 is South Korea's fourth-generation aircraft with the various benefits of modern day, which is no longer owned by L-159," he said. Meanwhile, 130 is also the potential to replace Yak-53 Mk but the procedures and mechanisms for the purchase of Russia's sometimes very strict.
Not only that, rafter details, there is already an agreement between Indonesia and South Korea to cooperate in the defense industry as co-production of aircraft. "So there are some advantages if we use the T-50. In addition, a fourth-generation aircraft with modern day technology there for continuation toward next fighter(KFX), through such joint production," said Marshall
However, he continued, all possibilities are still discussed in depth. "We continue to ask three kinds of Mk-53 replacement aircraft, to be discussed in depth for the Ministry of Defence decided soon," he added.
( Antara )
Oya, the last Sukhois (3 Su-27SKM) will be delivered next month. (September)
David-80 August 13th, 2010, 06:01 AM Oya, the last Sukhois (3 Su-27SKM) will be delivered next month. (September)
Great news, this time with armament or completely empty?
cheers
Ocean One August 13th, 2010, 05:44 PM TNI-AL Perkuat Pasukan Khususnya
Jumat, 13 Agustus 2010
http://img.antaranews.com/stockphotos/peristiwa/20100813135910-tni-al1.jpg
Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Dankobangdikal), Laksamana Muda TNI Sumartono (2 kiri) memberikan ucapan selamat kepada mantan siswa dari Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) usai upacara penutupan Diktaifib XXXVI dan Dikpaska XXXIII di Kobangdikal Surabaya, Jumat (13/8).
Surabaya (ANTARA News) - TNI Angkatan Laut (AL) memperkuat pasukan khususnya setelah 53 personel pasukan Intai Amfibi (Taifib) dan Pasukan Katak (Paska) menyelesaikan pendidikannya di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal).
Komandan Kobangdikal, Laksamana Muda TNI Sumartono, meluluskan 33 siswa Diktaifib dan 20 siswa Dikspaska di Surabaya, Jumat, yang sebelumnya menjalani pendidikan selama 10 bulan di Komando Pendidikan Operasional Laut Kobangdikal.
"Menjadi seorang prajurit handal berkualifikasi khusus untuk diterjunkan di medan yang khusus, merupakan perjuangan yang sangat berat dan melelahkan, seperti halnya Taifib dan Paska ini," katanya.
Pasukan Taifib baru itu terdiri atas lima orang di berpangkat perwira, 10 bintara, dan 18 sisanya dari strata tamtama. Sementara itu, Paska, tujuh orang di antaranya perwira, empat orang bintara, dan sembilan tamtama.
"Selamat, kalian telah berhasil melewati pendidikan berat ini. Brevet Paska dan Trimedia yang membanggakan itu adalah sesuatu yang tidak semua prajurit bisa mendapatkannya," katanya.
Karena jumlah prajurit pilihan sangat terbatas, Dankobangdikal meminta pasukan khusus itu harus terus mengasah kemampuan dengan berlatih secara berjenjang.
"Asahlah terus kemampuan yang telah dimiliki dengan latihan yang bertingkat dan berlanjut. Jangan malas karena itu biang dari kehancuran organisasi," katanya.
Sebagai seorang pasukan khusus TNI-AL, lanjut jenderal bintang dua itu, harus menghayati tugas pokok dan fungsi pasukan khusus karena tugas yang diberikan adalah amanat yang harus dilaksanakan secara profesional.
Hanya dengan sikap, perilaku disiplin, bermoral, dan profesional TNI-AL akan bergerak maju pada sosok jati diri sejati menuju TNI-AL yang besar, kuat, dan professional.
Pelantikan 53 orang Pasukan Khusus TNI-AL tersebut di Lapangan Laut Seram, Kobangdikal, itu dihadiri Wakil Dankobangdikal Brigjen TNI (Mar) P. Verry Kunto G, Komandan Kodikopsla Laksamana Pertama TNI Totok Permanto, Komandan Kodikmar Kolonel Marinir Purwadi, dan pejabat teras Kobangdikal lainnya.
http://antaranews.com/berita/1281675186/tni-al-perkuat-pasukan-khususnya
Ocean One August 16th, 2010, 11:19 AM Modernisasi persenjataan jadi prioritas
Senin, 16/08/2010
JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan alokasi anggaran yang dikucurkan untuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada 2011 akan diprioritaskan untuk mendukung terlaksananya modernisasi dan peningkatan alat utama sistem persenjataan.
Presiden menjelaskan anggaran tersebut dialokasikan untuk memenuhi sarana dan prasarana dalam rangka menuju pencapaian sasaran serta peningkatan kemampuan TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta kamtibnas.
"Alokasi anggaran pada Kementerian Pertahanan diprioritaskan untuk mendukung terlaksananya modernisasi dan peningkatan alat utama sistem persenjataan," kata Presiden Yudhoyono saat menyampaikan pidato RUU APBN 2011 beserta nota keuangan di Gedung DPR hari ini
Dia mengatakan pemerintah akan menuju pencapaian sasaran yang disebut kekuatan minimum esensial dengan melaksanakan modernisasi dan peningkatan alat utama sistem persenjataan melalui Kementerian Pertahanan.
Sementara itu, prioritas alokasi anggaran bagi kepolisian ditujukan untuk menurunkan gangguan kamtibmas, baik melalui pengembangan langkah strategis maupun pencegahan potensi gangguan keamanan. Anggaran juga digunakan untuk penanggulangan sumber penyebab kejahatan, gangguan
ketertiban, dan konflik di masyarakat.
"Prioritas alokasi anggaran bagi Kepolisian Negara RI ditujukan untuk menurunkan gangguan kamtibmas dan gangguan keamanan," katanya.
http://www.bisnis.com/rapbn2011/1id201075.html
Kopassus August 17th, 2010, 03:53 AM Menhan: Indonesia Bangun Kapal Perang Terbesar
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementrian Pertahanan hari ini melaunching rencana pembangunan kapal perang Perusak Kawal Rudal. Kapal PKR ini merupakan kapal perang tempur terbesar dan pertama yang akan dibuat di Indonesia. "Ini memperkuat kekuatan laut kita dan dengan ini kita memiliki kekuatan yang dapat membuat gentar pihak lain yang mengancam," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam keterangan persnya di kantor Kementerian Pertahanan, Senin (16/8).
Purnomo melanjutkan, pembangunan kapal perang yang akan dimulai pada tahun depan ini dan selesai dikerjakan selama 4 tahun merupakan cara Indonesia untuk mengembangkan dan memperkuat pertahanan negara. "Bisa digunakan untuk berbagai operasi, misal untuk operasi perdamaian," katanya. Di Asean, lanjut Purnomo, hanya Singapura yang memiliki jenis kapal perang tempur sejenis ini.
Menambahkan pernyataan Menhan, Kepala Staff Angkatan Laut, Letnal Jenderal Erris Heriyanto mengatakan, pengunaan kapal PKR ini tergantung dari intensitas permintaan. "Kapal ini tergantung dari permintaan panglima TNI, bisa untuk patroli mengitari Indonesia karena ancaman yang kita hadapi bisa datang dari seluruh perairan," kata Erris. Kapal perang ini juga bisa untuk mengawal kapal-kapal kecil lainnya.
Kapal perang yang memiliki panjang 105 meter dan berat 2400 ton dan juga peralatan perang avionik-elektronik canggih ini akan dibangun oleh PT. PAL selaku industri pertahanan dalam negeri. Sebagai bagian dari alih teknologi, kerjasama ini juga akan dilakukan dengan negara Belanda. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk membangun satu unit kapal perang adalah sebesar $220 juta yang dananya berasal dari APBN.
Kapal perang jenis PKR ini dilengkapi perlengkapan avionik elektronik yang dapat digunakan untuk berbagai misi operasi peperangan seperti elektronika, peperangan anti udara, peperangan anti kapal selam, peperangan anti kapal permukaan dan bantuan tembakan kapal.
Kapal perang ini dilengkapi peralatan antara lain radar untuk mendeteksi kapal selam dan pesawat udara, perlengkapan persenjataan meriam kaliber 76-100mm dan kaliber 20-30mm, peluncur rudal ke udara dan senjata torpedo.
sumber: http://tempointeraktif.com/hg/politi...271710,id.html
Sebenarnya kapal perang sebesar 105 dgn senjata sperti ini cuman fregat, bukan perusak/destroyer.
karbol August 18th, 2010, 11:45 AM http://a.imageshack.us/img251/9921/marinir.jpg (http://img251.imageshack.us/i/marinir.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
paradyto August 19th, 2010, 01:49 AM East Kutai to build airforce base
Wednesday, August 18, 2010 06:41 WIB | Economic & Business
Sangata, E Kalimantan (ANTARA News)- The East Kutai regency administration is planing to build an airport in Sangkima, as a special air force base.
"An East Kutai air force base in East Kutai will be very effective in strengthening air defense in East Kalimantan besides Sepinggan in Balikpapan and Tarakan," East Kutai Regent Isran Noor said Tuesday.
The project is currently still in the planning stage, and the East Kutai regency administration has already written a letter to the Ministry of Forestry for a land agreement deal with the air force.
"The air force has also made an inspection of the location, and fully agree with the project," Isran Noor said.
He added that East Kutai is very strategic as an air force base as it will serve a permanent military training location in Sekrat village, Kaliorang subdistrict. The government has prepared 27 thousand hectares of land.
"A national vital object is in East Kutai and Bontang city, namely the coal minings of PT Kaltim Prima Coal, PT LNG Bontang and PT Pupuk Kalimatan Timur," Isran Noor said after acting as inspector of ceremony at the celebration of the 65th anniversary of Indonesian Independence Day at his office Tuesday afternoon.
Sangkima airport was formerly a Pertamina airport but transferred to the East Kutai regency administration as a regional asset. But cannot be developed yet pending an official permit from the forestry minister.
We have already sent him a letter, but a replay is still being awaited. If a permit has been granted, the construction will be started next year, he said.
Sangkima airport is about 15 kilometers from Sangata, capital of East Kutai regency, in Sangkima village, South Sangata subdistrict, about 1 km from the Lombok Bay recreational center.
"The airport has a 900 meters long runway which may be extended by the regency administration to 2,100 meters," he said.
"We will be directly bordering with Malaysia, so that the regional administration must also be responsible and assist the Military in preparing the defense, security and capacity of our people in defending out territorial integricity.
(*)
Kopassus August 19th, 2010, 06:08 AM Bagus, tempatnya sangat strategis...
Mimihitam August 19th, 2010, 10:02 AM Belajar Ketahanan Nasional, Wapres Simak Tayangan PD II
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Boediono sedang tertarik untuk mempelajari bidang ketahanan nasional. Karenanya, ia mengumpulkan berbagai referensi, termasuk dengan menonton tayangan televisi tentang Perang Dunia II.
"Beberapa waktu lalu, saya menyimak program kalau tidak salah di BBC Knowlegde atau History mengenai sejarah PD. Menarik sekali," kata Boediono saat memberikan pembekalan untuk peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIV Lemhanas di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/8/2010).
Menurut Boediono, salah satu kesimpulan umum dari tayang PD II itu adalah bahwa Amerika Serikat (AS) dapat memenangkan peperangan karena kekuatan ekonomi dan industrinya. Faktor itu tidak disadari oleh lawan-lawan AS pada waktu itu.
"Ini tidak diperkirakan oleh lawannya yang dulunya memproduksi katakanlah sesuatu barang kebutuhan sipil bisa diubah menjadi pabrik tank dan sebagainya. Ini menunjukkan teknologi dan kekuatan industri pada PD II merupakan faktor yang menentukan menang dan tidaknya," imbuh Wapres.
Namun, guru besar UGM ini tidak percaya begitu saja terhadap kesimpulan bahwa kekuatan industri teknologi merupakan penentu utama setiap peperangan. Ia lantas membaca-baca sejarah perang lain, yakni perang Vietnam, yang mencapai puncak pada tahun 1968.
Rupanya, superioritas teknologi tidak berlaku dalam perang Vietnam. Menang tidaknya negara yang bertikai dalam peperangan tersebut lebih ditentukan oleh kuatnya organisasi sosial masyarakatnya.
Boediono lantas membandingkan kedua perang itu dengan revolusi yang terjadi di Indonesia. Selain organisasi sosial dan perang, Indonesia dapat lepas dari penjajahan karena lihai dalam berdiplomasi. Namun, dukungan masyakat tetap menjadi faktor yang menentukan.
"Memang ada kombinasi antara perang dan diplomasi dan lain-lain. Tapi intinya organisasi kita baik untuk tujuan diplomasi, baik untuk tujuan mobilisasi kemampuan seluruh 0enduduk kita untuk mendukung perang itu ternata itu yang menentukan," katanya.
(irw/mad)
http://www.detiknews.com/read/2010/08/19/122309/1423465/10/belajar-ketahanan-nasional-wapres-simak-tayangan-pd-ii
Kopassus August 22nd, 2010, 04:40 PM KRI Dewaruci is now in the Netherlands,visiting the Sail Amsterdam 2010.
This day is the last day, tomorrow it will leave Amsterdam.
Dewaruci
Factsheet
http://d022679-s04.bytecdn.nl//templates/default/images/schepen/tallships/schip_kri-dewaruci-1_bg.jpg
* Length: 63.00 m
* Beam: 10.30 m
* Draught:4.30 m
* Hull: Steel
* Sail area: 1,100 m2
* Year of construction: 1953
* Homeport: Surabaya
* Flag: Indonesia
The keel of the Dewaruci was built by C. Stülcken & Sohn in Hamburg in 1952. The barkentine was ordered by the Indonesian Navy to serve as a training ship. The ship’s full name is the KRI Dewaruci. KRI stands for "Kapalperang Republik Indonesia", meaning "Naval vessel of the Republic of Indonesia". Dewaruci is an Indonesian name describing a legend of the god of the sea. This god represents bravery and courage. A figurehead of the god graces the bow of the Dewaruci.
typhoonbringer August 23rd, 2010, 03:28 PM Great news, this time with armament or completely empty?
cheers
the armament already delivered last year cmiiw, the quantity and type is classified
David-80 August 23rd, 2010, 03:43 PM the armament already delivered last year cmiiw, the quantity and type is classified
Thats really good news, I am waiting news for the Hawk-mk53 replacement.
Katanya sih kandidat terbesar T-50. :cheers:
cheers
skyscrapped August 24th, 2010, 10:05 AM Thats really good news, I am waiting news for the Hawk-mk53 replacement.
Katanya sih kandidat terbesar T-50. :cheers:
cheers
TNI has a new tagline then:
Everything is Korea, Korea is Everything
:lol:
typhoonbringer August 24th, 2010, 04:08 PM Thats really good news, I am waiting news for the Hawk-mk53 replacement.
Katanya sih kandidat terbesar T-50. :cheers:
cheers
TNI has a new tagline then:
Everything is Korea, Korea is Everything
:lol:
hehehe, soal pesawat workhorse emang diplot KFX, tapi masih nyari stop gap fighter buat nunggu KFX, kalo pengganti hawk rekananya masih sikut2an belum ada yg pasti, pokonya taun ini pengganti hawk belum ada nama cmiiw, tapi terawangan saya sih T-50, Yak-130 sama FC-1
yang paling masalah for now sih pal, pindad sama DI mulai menggeliat, pal masih belum ada "pemutihan" manajemen, even kenalan saya yg di kom I udah siapin 300 M buat suntikan ke PAL, tp manajemen pt PAL sendiri yg nolak, syaratnya berat they said, padahal ane baru jalan2 dari sana direksinya pada bawa alphard :bash:
David-80 August 24th, 2010, 04:12 PM ^^ Bro, program yang submarine ada kabar ga? Kilo class yang dulu sempet beredar?
cheers
typhoonbringer August 24th, 2010, 04:24 PM ^^ Bro, program yang submarine ada kabar ga? Kilo class yang dulu sempet beredar?
cheers
pokonya pasti beli, taun ini dah ada yg dateng, jenis dan jumlah rahasia, kalo ane ngemeng tar pas mudik ke indo kena arsenik lagi :lol:
kalo bikin kata temenku yang udah berlumut di PAL sih bisa2 aja, tapi duitnya sama manajemenya ini :D
bama84 August 24th, 2010, 06:30 PM coba baca ini
http://www.redcross.org/museum/history/WW2Canteens.asp
http://www.mil-airfields.de/de/stuttgart-bad-cannstatt-hospital-ahp.htm
http://conflicthealth.com/photo-medevac/
banyak lagi military airfield yang berubah fungsi jadi hospital untuk redcross. btw yang di serang oleh musuh adalah 1, SAM, 2, runway, 3, Army
there is always rules of engagement. You dont bomb: red cross, medivac and civilians.
sekarang balik ke pertanyaan bama, kenapa pesawat harus balik ke hanggar kalo menurut bama tidak aman di hanggar? padahal bama bilang, ide jenderal ga masuk akal dan kurang urgensinya....sekarang kenapa jadi berubah lagi statement nya? la la la :lol:
bisa jawab? :lol:
cheers
bro...bro..sumber yang anda tunjukkan sudah kadaluwarsa, jaman jebot PD II. Sekarang kita hidup di abad 21. Sudah ngga ada hanggar berubah fungsi jadi hospital. :D Musuh bakal mengganggap, hanggar tempat penyimpanan pesawat dan gudang senjata. Jadi harus dihancurkan sekalian sama runwaynya.Gimana, seandainya PD III meletus, ente kebetulan korban perang, masih berani nginep di hanggar ?:lol:
Mungkin ente selama ini melihat bencana alam seperti tsunami, gempa bumi,dll. Banyak pesawat medivac nginep di runway beserta korban. Jadi airfield penuh. Gitu ya ?:lol: Ini situasinya beda man, all out war WW III.
kenapa pesawat mesti balik ke hanggar ? karena pesawat masih lebih aman nginep di hanggar ketimbang nginep di Jalan Tol. Kalo gw jendralnya, gw pastikan military airfield aman dari serangan musuh ketimbang ngurusin keadaan gawat darurat pesawat mendarat di jalan tol:lol:
bama84 August 24th, 2010, 06:33 PM hangar itu jumlahnya pasti < dari jalan tol, pikirin aja mana yg lebih aman
salah, bukan itu jawabannya :lol:
David-80 August 24th, 2010, 07:20 PM bro...bro..sumber yang anda tunjukkan sudah kadaluwarsa,
Udah dibuka belom Link yang ketiga? pasti belom kan,cara nge klik link tau? jangan2 ga tau .....:lol:
diliat baik2....link ke tiga itu tahun berapa perang apa...kalo udah baru deh komen lagi...Oke??
aduh...yang ini gimana sih? kok jawaban nya berkelit2? emang siapa yang bilang pesawatnya mesti nginep?
kenapa pesawat mesti balik ke hanggar ? karena pesawat masih lebih aman nginep di hanggar ketimbang nginep di Jalan Tol.
Musuh bakal mengganggap, hanggar tempat penyimpanan pesawat dan gudang senjata. Jadi harus dihancurkan sekalian sama runwaynya
jadi ga aman dong di hanggar? gimana sih....:lol:
cheers
AceN August 24th, 2010, 08:19 PM ^^ u guys are funny :lol: hahaha..lanjutkan vid :D
bagak August 24th, 2010, 11:25 PM bro...bro..sumber yang anda tunjukkan sudah kadaluwarsa, jaman jebot PD II. Sekarang kita hidup di abad 21. Sudah ngga ada hanggar berubah fungsi jadi hospital. :D Musuh bakal mengganggap, hanggar tempat penyimpanan pesawat dan gudang senjata. Jadi harus dihancurkan sekalian sama runwaynya.Gimana, seandainya PD III meletus, ente kebetulan korban perang, masih berani nginep di hanggar ?:lol:
Mungkin ente selama ini melihat bencana alam seperti tsunami, gempa bumi,dll. Banyak pesawat medivac nginep di runway beserta korban. Jadi airfield penuh. Gitu ya ?:lol: Ini situasinya beda man, all out war WW III.
kenapa pesawat mesti balik ke hanggar ? karena pesawat masih lebih aman nginep di hanggar ketimbang nginep di Jalan Tol. Kalo gw jendralnya, gw pastikan military airfield aman dari serangan musuh ketimbang ngurusin keadaan gawat darurat pesawat mendarat di jalan tol:lol:
contradictive inconsistency .... :bash:
Jadi menurut Bama itu harusnya seperti apa? hayooo coba jelasin ama oom dan tantenya, kan tadi bama ngambek jalan tol ga bole dijadiin landasan darurat... nah sekarang ceritanya bama jendral ya... bama bakal ngelakuin apa kalo perang ama hmmm.... negeri bikini bottom....... lawannya jendral sponge bob.... ayo jelasin...
hihihih berasa ngobrol ama bocah 5 taun....
ncon August 25th, 2010, 05:50 AM OOT but since this is about defense thread...
did anyone saw the news yesterday about HK tourist killed in bus hostage??
I hope that our special team can do a better job than them...
Kopassus August 25th, 2010, 06:17 AM yang paling masalah for now sih pal, pindad sama DI mulai menggeliat, pal masih belum ada "pemutihan" manajemen, even kenalan saya yg di kom I udah siapin 300 M buat suntikan ke PAL, tp manajemen pt PAL sendiri yg nolak, syaratnya berat they said, padahal ane baru jalan2 dari sana direksinya pada bawa alphard :bash:
Silver Bird Taxi....
David-80 August 25th, 2010, 06:23 AM OOT but since this is about defense thread...
did anyone saw the news yesterday about HK tourist killed in bus hostage??
I hope that our special team can do a better job than them...
Yeap, I do hope our police will learn from the mistake they (the manila police) made. I am so sad with the casualties, but as we have to remember, we never know what we will face until the real thing happen. So its easy for us to judge here but not the policeman in the ground.
btw our kopassus did very well when they freed hostages inside Garuda plane at Bangkok in 1981
some reading
http://books.google.com/books?id=lf5TUoHfeM8C&pg=PA284&lpg=PA284&dq=kopassus+garuda+bangkok&source=bl&ots=bByfCLUnzS&sig=AUJwMcp-T7ORSK8ypxuKpVzLz2A&hl=en&ei=x5l0TNnGE8aVccXysZsG&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=4&ved=0CCAQ6AEwAw#v=onepage&q&f=false
and
http://en.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia_Flight_206
cheers
ncon August 25th, 2010, 06:31 AM Yeap, I do hope our police will learn from the mistake they (the manila police) made. I am so sad with the casualties, but as we have to remember, we never know what we will face until the real thing happen. So its easy for us to judge here but not the policeman in the ground.
btw our kopassus did very well when they freed hostages inside Garuda plane at Bangkok in 1981
some reading
http://books.google.com/books?id=lf5TUoHfeM8C&pg=PA284&lpg=PA284&dq=kopassus+garuda+bangkok&source=bl&ots=bByfCLUnzS&sig=AUJwMcp-T7ORSK8ypxuKpVzLz2A&hl=en&ei=x5l0TNnGE8aVccXysZsG&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=4&ved=0CCAQ6AEwAw#v=onepage&q&f=false
and
http://en.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia_Flight_206
cheers
deepest condolences for the tourist :( I hope that our team will learn the mistake from them. :bash:
i didnt know about the hijacked airplaine in BKK
bakalan baca lgsg ini :D
CrazyForID August 25th, 2010, 04:01 PM http://1.1.1.2/bmi/1.bp.blogspot.com/_En-sxfOkXP8/TG_CF3SEfLI/AAAAAAAAGqk/fiyWZdlz-94/s400/Sriti+1_Defense+Studies.JPG
JAKARTA, KOMPAS.com — Sriti, pesawat tanpa awak hasil ciptaan putra Indonesia, diperkenalkan pada R&D Ritech Expo 2010, Sabtu (21/8/2010). Menurut Teguh, salah seorang engineer dari BPPT, Sriti adalah pesawat kelima yang telah dibuat BPPT.
"Ini pengembangan yang kelima, sebelumnya ada Pelatuk, Wulung, Gagak, dan Alap-alap. Namun, walaupun sudah lima pesawat yang diciptakan, baru Sriti yang akan diberdayagunakan oleh pemerintah. Belum ada yang dipakai, baru Sriti ini yang rencananya akan dipakai pemerintah," ujar Armanto, salah seorang engineer lainnya.
Rencananya, pada bulan November nanti Sriti akan digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengawasan zona laut terluar Indonesia. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi lagi penerobosan kapal-kapal asing.
"Kita akan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengawasan laut terluar indonesia," ujar Armanto lebih lanjut.
Sriti berbahan bakar methanol seperti yang dipakai di pesawat aeromodelling. Jarak pengendalian maksimum Srinti adalah 45 km. Pengendalian pesawat menggunakan Ground Control Station (GCS).
http://1.1.1.5/bmi/1.bp.blogspot.com/_En-sxfOkXP8/TG_CHM4TobI/AAAAAAAAGq0/Qh-_KWq_HUQ/s400/Sriti+3_Defense+Studies.JPG
GCS terdiri dari remote control yang digunakan saat lepas landas dan mendarat. Saat di udara, Srinti bergerak autonomus, sesuai titik-titik yang telah ditentukan di komputer. Pergerakan peswat ini menggunakan software Dynamic c# dengan prosesor Rabbit 4000 yang telah dikembangkan oleh tim BPPT.
(Kompas)
Inlander August 25th, 2010, 04:13 PM yah...kita tunggu aja parade militer tanggal 5 Oktober besok... :D
bama84 August 26th, 2010, 02:13 AM Udah dibuka belom Link yang ketiga? pasti belom kan,cara nge klik link tau? jangan2 ga tau .....:lol:
diliat baik2....link ke tiga itu tahun berapa perang apa...kalo udah baru deh komen lagi...Oke??
aduh...yang ini gimana sih? kok jawaban nya berkelit2? emang siapa yang bilang pesawatnya mesti nginep?
jadi ga aman dong di hanggar? gimana sih....:lol:
cheers
udah, udah gw buka. ngga adatuh hanggar berubah jadi military hospital. Yg ada cuma helikopter blackhawk berjejer.
Memang, sebenarnya yang namanya lagi perang ngga ada tempat yg 100% aman. termasuk hanggar(military airfield). yang bisa kita lakukan hanya memperkokoh pengamanan disekitar airfield. Semisal, memasang perisai anti- serangan udara seperti PAC battery / S-300. Jadi military airfield aman dari serangan udara musuh. Nah, kalau sudah aman buat apalagi pesawat militer mendarat darurat di jalan tol...:lol: itu saja, aku cuman pingin tahu strategi militer sang jendral, mengapa beliau sangat kuatir situasi pendaratan darurat.
AceN August 26th, 2010, 04:47 AM ^^ Bama, mandi dulu sana. Biar agak segeran otaknya. Air panasnya udah dingin loh tuh :D ....
bama84 August 26th, 2010, 05:49 AM ^^
Udaaah, udah Cen. Udah mandi Gw. gw mandi 2 X sehari, Pagi ama sore. :D
Elo sendiri gimana ? Udah mandi belon ?:lol:
Ibarat mau perang, disaat jendral musuh sibuk menyiapkan armada tempur, jendral kita malah sibuk dengan strategi pendaratan darurat di Jalan tol.:lol:
Bisa2 kita kalah total dalam pertempuran.
Ingat, kita ini negara besar beda dengan singapur. Daripada strategi pendaratan darurat dijalan tol, lebih baik kita bangun ratusan military airfield buat pendaratan baik darurat maupun normal.:D Ini baru strategi HANKAM yang cerdas.
sesamee August 26th, 2010, 09:45 AM ^^ Udah ah, kagak penting banget...
Indonesia Rancang Kapal Selam
Kamis, 26 Agustus 2010 | 09:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah merasa mapan dalam industri pertahanan untuk matra darat, Indonesia pun merancang industri pertahanan bagi matra laut. Meski belum resmi diluncurkan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia akan membangun kapal selam sendiri. Terlebih setelah PT PAL Surabaya mengembangkan kapal perang jenis fregat kelas La Fayette.
"Kami sebenarnya cukup bisa membangun sendiri industri pertahanan untuk Angkatan Laut. Sekarang Indonesia sudah membangun kapal perang modern sejenis fregat kelas La Fayette seperti yang dimiliki Singapura dan akan selesai dalam waktu empat tahun oleh PT PAL," ujar Purnomo di sela-sela seminar "Pertahanan Nasional Indonesia dalam Perspektif Sosial-Budaya" di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Rabu (25/8/2010).
Menurut Purnomo, keberhasilan membangun kapal perang modern membuat pemerintah cukup percaya diri memperkuat industri pertahanan untuk Angkatan Laut. "Saya katakan bisa enggak dalam waktu dekat ini kita membangun kapal selam. Kita, kan, punya dok yang cukup untuk membangunnya di Surabaya," ujarnya.
Industri pertahanan dalam negeri, lanjut Purnomo, sudah cukup membanggakan, terutama untuk matra darat. Keberhasilan PT Pindad membuat panser dan senapan serbu SS1 dan SS2 merupakan salah satu contoh. Panser buatan Pindad kini sudah diekspor ke negara-negara ASEAN.
Pengamat militer Salim Said mengungkapkan, Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun industri Angkatan Laut sendiri. Menurut dia, sebenarnya sudah sejak dulu Indonesia dapat membuat kapal perang, termasuk kapal selam, sendiri.
Salim mengatakan, pembangunan industri pertahanan TNI Angkatan Laut sudah sangat mendesak. Beberapa insiden di perbatasan laut Indonesia-Malaysia harus menjadi pelajaran, betapa mendesaknya Indonesia memperkuat industri pertahanan bagi matra laut. (BIL)
http://nasional.kompas.com/read/2010/08/26/09512329/Indonesia.Rancang.Kapal.Selam.
typhoonbringer August 26th, 2010, 12:42 PM ^^
Udaaah, udah Cen. Udah mandi Gw. gw mandi 2 X sehari, Pagi ama sore. :D
Elo sendiri gimana ? Udah mandi belon ?:lol:
Ibarat mau perang, disaat jendral musuh sibuk menyiapkan armada tempur, jendral kita malah sibuk dengan strategi pendaratan darurat di Jalan tol.:lol:
Bisa2 kita kalah total dalam pertempuran.
Ingat, kita ini negara besar beda dengan singapur. Daripada strategi pendaratan darurat dijalan tol, lebih baik kita bangun ratusan military airfield buat pendaratan baik darurat maupun normal.:D Ini baru strategi HANKAM yang cerdas.
man gw kan dah bilang, ini namanya gerilya air forces, justru kita memanfaatkan besarnya ruas jalan tol + banyaknya air strip to confuse our attacker/enemy, hangar emang penting, tapi selalu punya plan B, yaitu pendaratan di jalan tol
dari segi biaya jelas lebih murah, why? karena tol tersebut selain bisa didarati pesawat juga bisa didarati tank, mobil, bus, minibus, oplet, dll
lagipula ngapain sibuk mikirin pendaratanya SAAT PERANG? we think about it BEFORE the war happened my friend, better save tthan sorry, kalo terfokus sama strategi konvensional, silahkan google MAGINOT LINE
in short, planning pendaratan di jalan tol itu adalah keharusan, sayang donk dianggurin berapa ratus km itu landing strip :lol:
typhoonbringer August 26th, 2010, 12:45 PM Silver Bird Taxi....
hah, katanya itu mobilnya direksi, mana yg bener yak, armatim loh bukan armabar :ohno:
Kopassus August 26th, 2010, 06:26 PM ^^ Udah ah, kagak penting banget...
Indonesia Rancang Kapal Selam
Kamis, 26 Agustus 2010 | 09:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah merasa mapan dalam industri pertahanan untuk matra darat, Indonesia pun merancang industri pertahanan bagi matra laut. Meski belum resmi diluncurkan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia akan membangun kapal selam sendiri. Terlebih setelah PT PAL Surabaya mengembangkan kapal perang jenis fregat kelas La Fayette.
"Kami sebenarnya cukup bisa membangun sendiri industri pertahanan untuk Angkatan Laut. Sekarang Indonesia sudah membangun kapal perang modern sejenis fregat kelas La Fayette seperti yang dimiliki Singapura dan akan selesai dalam waktu empat tahun oleh PT PAL," ujar Purnomo di sela-sela seminar "Pertahanan Nasional Indonesia dalam Perspektif Sosial-Budaya" di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Rabu (25/8/2010).
Menurut Purnomo, keberhasilan membangun kapal perang modern membuat pemerintah cukup percaya diri memperkuat industri pertahanan untuk Angkatan Laut. "Saya katakan bisa enggak dalam waktu dekat ini kita membangun kapal selam. Kita, kan, punya dok yang cukup untuk membangunnya di Surabaya," ujarnya.
Industri pertahanan dalam negeri, lanjut Purnomo, sudah cukup membanggakan, terutama untuk matra darat. Keberhasilan PT Pindad membuat panser dan senapan serbu SS1 dan SS2 merupakan salah satu contoh. Panser buatan Pindad kini sudah diekspor ke negara-negara ASEAN.
Pengamat militer Salim Said mengungkapkan, Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun industri Angkatan Laut sendiri. Menurut dia, sebenarnya sudah sejak dulu Indonesia dapat membuat kapal perang, termasuk kapal selam, sendiri.
Salim mengatakan, pembangunan industri pertahanan TNI Angkatan Laut sudah sangat mendesak. Beberapa insiden di perbatasan laut Indonesia-Malaysia harus menjadi pelajaran, betapa mendesaknya Indonesia memperkuat industri pertahanan bagi matra laut. (BIL)
http://nasional.kompas.com/read/2010/08/26/09512329/Indonesia.Rancang.Kapal.Selam.
Smells like a menteri, pangamat or wartawan with too much fantasy.....
A good example of 'news' article without real news..:ohno:
Kopassus August 26th, 2010, 06:30 PM Korvet Kelas Sigma V Segera Perkuat TNI AL
http://www.damen.nl/Upload/Resized/Products/_thumbs/thn4_mID_6324_cID_5335_sigma-0005.jpg
Korvet kelas Sigma V 105m
PALU - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengatakan realisasi pembuatan kapal Korvet kelas Sigma V bekerja sama dengan PT PAL akan dipercepat untuk memperkuat sistem pertahanan matra laut.
"Saat ini dalam proses penyelesaian, Insya Allah dalam waktu dekat sudah dapat dioperasikan," kata Panglima Djoko Santoso kepada wartawan di Palu, Jumat malam, usai buka puasa bersama dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulteng dan petinggi TNI setempat.
Panglima mengatakan ketegangan di perairan Indonesia dengan Malaysia belum lama ini, menjadi salah satu alasan utama mempercepat realisasi proyek pembuatan kapal tersebut.
Ia berharap dengan bertambahnya armada penjaga perbatasan khususnya di kawasan perairan, akan menambah semangat anggotanya dalam menjalankan tugas dan menjadi filter Indonesia.
Menurut dia, dalam penyelesaian kasus sengketa yang tejadi di Selat Malaka, sudah ada kerja sama pertahanan antara Indonesia, Malaysia dan Singapura yang akan menyelesaikan setiap masalah melalui dialog. "Masalah akan diselesaikan melalui dialog," katanya.
TNI AL Tidak Tambah Jumlah Kapal Patroli Diperbatasan
Sementara itu Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan TNI AL tidak akan menambah jumlah armada kapal patroli di kawasan perbatasan Indonesia - Malaysia.
"Saat ini di Selat Malaka sudah ada tujuh kapal dan di Selat Singapura ada empat kapal yang dioperasikan setiap hari. Dan saya kira jumlahnya sudah cukup," katanya usai melakukan peletakan batu pertama perumahan nondinas TNI AL `Griya Bahari Indah` di desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu.
Menurut dia, kedua negara perlu mempelajari bersama atau duduk dalam satu meja terkait penentuan batasan wilayah terutama di laut tersebut.
Hingga saat ini belum ada kesepahaman antara dua negara sehingga menyebabkan terjadinya beberapa kali kejadian yang menyebabkan hubungan kedua negara memanas.
Apalagi kejadian penangkapan tujuh nelayan Malaysia oleh kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di perairan Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau pada Minggu lalu (8/8) merupakan wilayah yang belum ada keputusan bersama antardua negara.
Akibatnya, tiga anggota KKP yang mengamankan tujuh nelayan Malaysia justru ditangkap oleh Polisi Malaysia.
Di Sidoarjo, KSAL meresmikan pembangunan 697 unit rumah nondinas TNI AL di Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jatim.
Sumber : ANTARA
Remarkable picture: a Otobreda 76mm Super Rapid in a stealth cupola, 2 x 4 MM40 launcher ans a RAM launcher in front of the helideck! Maybe its isn't the Indonesian version of the SIGMA 10513.
typhoonbringer August 26th, 2010, 09:23 PM Remarkable picture: a Otobreda 76mm Super Rapid in a stealth cupola, 2 x 4 MM40 launcher ans a RAM launcher in front of the helideck! Maybe its isn't the Indonesian version of the SIGMA 10513.
kekny yg 105 m versi maroko, d kaskus sih ktny sigma V mo dibikin ky gini AND made in pal w/ damen supervision
Kopassus August 27th, 2010, 04:42 AM kata anggota Kaskus...... hmmm. lets wait and see....
r4d1ty4 August 27th, 2010, 08:30 PM pemerintah baru "panas" soal alutsista paska insiden demo kmaren ya..gpp deh, justru yg kaya gini2 malah menyejukkan hati..
btw BMP-3 nya Marinir apa kabar ya? kok perasaan dari 2007 mau dateng tp smp skrg barangnya blom nongol?
Inlander August 28th, 2010, 02:39 PM ada sedikit masalah mas...terutama di harga...dulu pas pesen duit yang ada bisa beli 20 biji...masalahnya pasca kontrak harganya keburu naik...so...
typhoonbringer August 28th, 2010, 05:45 PM udah deal kok BMP nya, katanya sih taun ini
Kopassus August 29th, 2010, 04:51 AM Ya...BMP-3F belum datang, TD-2000B dari Cina juga belum....
Mudah2an yg 3 Su-27SKM bln depan datang sesuai rencana.
typhoonbringer August 29th, 2010, 05:44 PM ho oh, soalnya masih dinego2 dan fluktuasi harga, jadinya BMP masih burem bakal dateng 17 ato 20, bahkan ada wacana penambahan opsi mounted ATGM
icikibung August 29th, 2010, 06:18 PM Asian representatives are from Indonesia (Dewa Ruci) & Oman
http://a.imageshack.us/img716/9884/dscn6017.jpg (http://img716.imageshack.us/i/dscn6017.jpg/)
Though Dewa ruci is an old vessel, its existence among other tall ships from world nations in this big event make Indonesian people deserve to be proud.
http://a.imageshack.us/img825/526/dscn6041c.jpg (http://img825.imageshack.us/i/dscn6041c.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
I have detailed pictures of Dewa Ruci, I can share it here if it is allowed by the admin?
David-80 August 29th, 2010, 06:42 PM ^^ Of course its allowed :okay:
thanks for sharing with us
Cheers
bama84 August 29th, 2010, 07:48 PM pemerintah baru "panas" soal alutsista paska insiden demo kmaren ya..gpp deh, justru yg kaya gini2 malah menyejukkan hati..
btw BMP-3 nya Marinir apa kabar ya? kok perasaan dari 2007 mau dateng tp smp skrg barangnya blom nongol?
kalo mau jujur, sebenarnya marinir kita ngga perlu BMP-3. Kitakan sudah punya anoa, fungsinyakan sama yaitu anti infantri dan kendaraan angkut. yang kita perlu itu tank ringan sekelas sheridan/ PT-76. Soalnya tank kita AMX and scorpion udah tua banget boo... juga sebaiknya, tanknya kita bikin sendiri, pesan ke PINDAD.
typhoonbringer August 29th, 2010, 07:52 PM kalo mau jujur, sebenarnya marinir kita ngga perlu BMP-3. Kitakan sudah punya anoa, fungsinyakan sama yaitu anti infantri dan kendaraan angkut. yang kita perlu itu tank ringan sekelas sheridan/ PT-76. Soalnya tank kita AMX and scorpion udah tua banget boo... juga sebaiknya, tanknya kita bikin sendiri, pesan ke PINDAD.
beda bos, BMP itu IFV sedangkan ANOA itu APC, APC lebih ringkih daripada IFV proteksi dari kaliber menengah lebih unggul IFV, belum lagi IFV ada yg bisa dipasangi rangka tambahan dengan mengorbankan daya angkut personil
tank ringan sedang dikembangkan kok bro, join sama kroya, kalo mo beli baru bisa Sprut-SD, tank ringan amfibi buatan russia, meriamnya sama kaya MBT, 125 mm
bama84 August 29th, 2010, 08:14 PM beda bos, BMP itu IFV sedangkan ANOA itu APC, APC lebih ringkih daripada IFV proteksi dari kaliber menengah lebih unggul IFV, belum lagi IFV ada yg bisa dipasangi rangka tambahan dengan mengorbankan daya angkut personil
tank ringan sedang dikembangkan kok bro, join sama kroya, kalo mo beli baru bisa Sprut-SD, tank ringan amfibi buatan russia, meriamnya sama kaya MBT, 125 mm
o iya, bener. IFV(infantry fighting vehicle) beda dg APC(armored personnel carrier). IFV lebih gesit gitu ya ? jangan, jangan beli buatan asing. kapan kita mau pandai bikinnya. kalo pun beli, beli saja satu yang bekas, Bradley/ BMP-3. lalu kita bongkar, sambil belajar kita rancang dan bikin sendiri versi kita. Itu baru strategi briliant.:lol:
typhoonbringer August 29th, 2010, 08:14 PM o iya, bener. IFV(infantry fighting vehicle) beda dg APC(armored personnel carrier). IFV lebih gesit gitu ya ? jangan, jangan beli buatan asing. kapan kita mau pandai bikinnya. kalo pun beli, beli saja satu yang bekas, Bradley/ BMP-3. lalu kita bongkar, sambil belajar kita rancang dan bikin sendiri versi kita. Itu baru strategi briliant.:lol:
harusnya sih 2 taunan lagi dah keluar prototype anoa kanon, IFV berat loh hehehe, reverse engineering itu lama, china aja baru sekarang bisa RE mesin2 Mig-23 nya soviet padahal researchnya dari taun kapan
IFV kalo tracked harusnya lebih gesit, karena beloknya cepet pas posisi statis
biasanya sih, kita punya alutsista belinya selalu ganjil karena yg 1 untuk dikulitin, hanya ya itu, manajemen industri strategisnya yg buruk, PAL aja baru2 ini phk lol
bama84 August 29th, 2010, 11:23 PM ^^
ya iyalah, semua itu dimulai dari research dan itu memakan waktu. Amerika bisa bikin pesawat tempur siluman generasi 5 juga bertahap, dimulai dari pesawat baling2 generasi 1. jadi ibarat belajar silat, ada tahapannya. ngga bisa langsung loncat sabuk hitam. belajar...belajar..., pake otak kita, pake tangan kita..:lol:
Kopassus August 30th, 2010, 05:27 AM kalo mau jujur, sebenarnya marinir kita ngga perlu BMP-3. Kitakan sudah punya anoa, fungsinyakan sama yaitu anti infantri dan kendaraan angkut. yang kita perlu itu tank ringan sekelas sheridan/ PT-76. Soalnya tank kita AMX and scorpion udah tua banget boo... juga sebaiknya, tanknya kita bikin sendiri, pesan ke PINDAD.
AMX-13 memang tua, tapi AMX-10P marine, AMX-10 PAC 90 dan Scorpion 90 lumayan baru, apalagi yg Scorpion 90, baru dibeli tahun 90an brandnew.
Mungkin Indonesia punya rencana utk beli BMP-3F karena utk menggantikan BTR-50 (tracked amphibious APC) dan PT-76 (light amphibious tank) yg tua. Selain itu BMP-3F sebenarnya IFV yg punya kemampuan yg paling hebat di dunia. Selain bersensor canggi, BMP-3F juga dilengkapi dengan meriam 100mm, 30 mm dan 3 senapan mesin 7,62 mm. Armour tebal tapi masih punya kemampuan amfibi sampai sea level 2. Alutsista sehebat ini kita belum bisa membuat. (Anoa juga tidak amphibious, development in progress)
typhoonbringer August 30th, 2010, 12:27 PM yang amfibi ANOA 4x4 kalo gasalah, dibilang paling hebat juga masih saingan sama bradley dan stryker :D
Inlander August 30th, 2010, 02:21 PM tapi stryker ketahuan klemahannya pas di Iraq bro...terlalu tambun dan proteksinya lemah...kalo ANOA 4x4 rasanya lebih pas kalo dibandingkan dengan Condor milik Malaysia..
bama84 August 30th, 2010, 11:18 PM bradley ama stryker udah diuji di medan tempur, anoa apa pernah diuji belum ya ?:lol: jangan2 sekali tembak RPG langsung meledak gitu :lol:
typhoonbringer August 31st, 2010, 08:15 AM mana ada APC tahan RPG mas, bradley sama stryker kan IFV, wajarnya ya ANOA tuh nyerep tembakan sampe 7.62 dan 12.7 mm, tapi 12.7 diatas 100 meter baru bisa ditahan, FYI, RPG moderen itu didesign untuk melumpuhkan MBT, IFV sama APC kena RPG ya wasalam bro
ya stryker emang kelemahanya disitu, banyak yg bilang moving coffin
Kopassus September 1st, 2010, 04:29 PM TNI AL Tangkap Empat Kapal Malaysia
Rabu, 1 September 2010 | 20:00 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com - Personel TNI AL yang berpatroli dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hasanuddin-366 berhasil menangkap sejumlah kapal berbendera Malaysia di perairan Karang Unarang, Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Letkol Laut Yayan Sugiana, di Surabaya, mengatakan, kapal dari negara tetangga itu telah melanggar wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).
Menurut dia, penangkapan itu bermula saat personel TI-AL melakukan patroli keamanan di laut wilayah perbatasan RI-Malaysia dengan menggunakan KRI Hasanuddin yang dikomandani Letkol Laut (P) Retiono Kunto.
Saat melintas di perairan Karang Unarang, KRI Hasanuddin memergoki kapal-kapal ikan asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal.
"Pengamatan lewat radar KRI diketahui ada sejumlah kapal sedang berada di wilayah laut Indonesia dan setelah didekati kapal-kapal tersebut menggunakan bendera Malaysia sedang melakukan pemindahan muatan ikan tangkapan ke kapal penumpang berbendera Malaysia juga," kata Yayan menirukan ucapan Retiono.
Menurut dia, karena melihat posisi kapal-kapal Malaysia tersebut berada di wilayah laut Indonesia, maka tim pemeriksa dari KRI Hasanuddin melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.
Selain ditemukan sejumlah ikan hasil curian, kapal Malaysia itu juga tidak dilengkapi surat izin penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia.
Empat kapal ikan Malaysia yang ditangkap di sekitar Perairan Karang Unarang itu, masing-masing MV Kuba 1 berbobot 32 gross ton (GT) dengan nakhoda Jupri, warga negara Malaysia dan 12 orang ABK berkerwarganegaraan Indonesia serta sejumlah ikan dari berbagai jenis.
Selain itu MV Marikidi dengan nakhoda Irwan (Malaysia) dan 13 orang ABK (Indonesia) serta sejumlah ikan hasil curian; MV 3581 dengan nakhoda Akmal (Malaysia) dan dua orang ABK (Indonesia); dan MV 99 dengan nakhoda Satari (Malaysia) dan dua orang ABK (Indonesia).
"Saat ini keempat kapal Malaysia beserta nakhoda dan sejumlah ABK serta barang bukti diamankan di Lanal (Pangkatan TNI Angkatan Laut) Nunukan, Kaltim, untuk penyidikan lebih lanjut," kata Yayan.
Seharusnya, kapal asing sama sekali tidak bole tangkap ikan di perairan Indonesia.
Kopassus September 1st, 2010, 05:02 PM Tiga Sukhoi Su-27 SKM Tiba 5 September
Presiden Setuju Tambahan 6 Sukhoi
JAKARTA - Tiga pesawat Sukhoi buatan Rusia jenis Su-27SKM direncanakan datang 5 September 2010. Ketiga pesawat itu bakal melengkapi tujuh pesawat sejenis yang telah dimiliki TNI AU.
”Tiga pesawat Sukhoi akan datang bulan September ini. Sudah ada tim yang menjemput ke sana,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat, Selasa (31/8). Dua pesawat akan datang pada 5 September dan satu pesawat lagi akan datang pada 15 September. Pesawat-pesawat baru ini rencananya akan tampil pada HUT TNI tanggal 5 Oktober.
”Jadi, kita sudah punya 10 Sukhoi dan rencananya akan ada tambahan 6 lagi. Presiden sudah menyetujuinya,” kata Imam. Pesawat Sukhoi yang dimiliki Indonesia pertama kali datang tahun 2004. Saat ini pesawat-pesawat yang tergabung di Skuadron 11 tersebut bermarkas di Lapangan Udara Hasanuddin, Makassar. Tiga Sukhoi yang datang akan didampingi pesawat Antonov.
Imam mengakui, tiga pesawat itu belum dilengkapi dengan persenjataan. Menurut dia, pembelian pesawat beda paketnya dengan pembelian persenjataan. ”Tetapi, pasti akan kita persenjatai,” katanya.
Saat ini Litbang TNI AU telah berhasil membuat bom untuk mempersenjatai Sukhoi. Selain itu, juga telah dibuat roket. Namun, untuk kelengkapan berupa peluru kendali belum dapat dibuat. Selama ini pembuatan rudal terhalang penguasaan teknologi seeker alias pencari jejak. Menurut Imam, dengan teknologi Sukhoi yang canggih yang mampu menembak di luar jangkauan visual dan radar lock-on, peluru yang bisa mengakomodasi teknologi itu belum bisa dibuat oleh Indonesia.
http://1.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TH3AzyLWBSI/AAAAAAAAB9U/fOqOapOPIBo/s400/610xfv0.jpg
Berkaitan dengan sistem komunikasi Sukhoi, Imam menyatakan, tiga pesawat yang akan datang tersebut telah disesuaikan dengan sistem yang berlaku di TNI AU. Beberapa tahun lalu, perbedaan sistem komunikasi ini sempat menimbulkan masalah teknis.
Saat ini dua penerbang TNI AU sedang disekolahkan di Rusia untuk pengenalan Sukhoi. Beberapa teknisi Rusia juga akan datang ke Indonesia untuk mendampingi TNI AU.
http://1.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TH3BQMtZPII/AAAAAAAAB9c/PrdNRjDzswA/s200/su-27skm_08_big.jpg
r4d1ty4 September 1st, 2010, 05:18 PM ^^
parsel lebaran dr rusky ya om..klo dari uwak ga ada "bingkisan kecil-kecilan" juga kah?
mungkin dapetnya angpau mentah doang kali ya http://www.darahkubiru.com/forum/images/smilies/kaskus-pidgin/ngacir.gif
K14N September 1st, 2010, 08:12 PM Seharusnya, kapal asing sama sekali tidak bole tangkap ikan di perairan Indonesia.
Tidak apa2 Pak, td Pak Presiden kan bilang kalau nelayan Indonesia juga sering masuk wilayah negara lain, jadi kalau ada yg masuk maling2 mah gpp lah, anggap aja barter :nuts:
typhoonbringer September 1st, 2010, 09:01 PM udah jgn ngomongin si beye lagi sakit ati gw
kaki_langit September 2nd, 2010, 05:37 PM udah jgn ngomongin si beye lagi sakit ati gw
Ini joke yang saat ini sering dibahas di warung kopi .. Apa bedanya Malaysia dengan Indonesia dalam kasus 3 pegawai DKP ? ..
Malaysia - Rakyatnya 'Cemen' .. tapi Pemimpinnya Tegas dan Berani
Indonesia - Rakyatnya Berani dan Militan ..tapi Pemimpinnya 'Cemen' alias 'Banci'
bama84 September 3rd, 2010, 01:06 AM ^^
wakaka...:lol:udah jangan terlalu nyalahin SBY, yang jelas SBY udah menang pemilu kemaren, rakyat juga yang memilihnya. mau ganti pemimpin ? tunggu sampai 2014:soapbox:
btw, soal persenjataan sukhoi, kita sudah bisa bikinnya semisal roket dan bom jatuh. Kita belum bisa bikin misil/peluru kendali terkendala teknolgi pencari panas. Seharusnya litbang TNI melibatkan pihak kampus dalam penelitiannya. jadi semakin banyak pihak yang dilibatkan, tentu semakin mudah jalan keluarnya. kalo litbang meneliti sendiri, ya sulit.
Kopassus September 3rd, 2010, 05:18 AM Uang darimana?
Apalagi prioritasnya gedung DPR baru (Rp 1,6 trilyun = $178jt)
Kopassus September 3rd, 2010, 05:20 AM Pengamat: Militer Perlu Dukung Diplomatik Untuk Malaysia
Antara - 20 menit lalu
Surabaya (ANTARA) - Pengamat hubungan internasional Basis Susilo MA menilai manuver militer perlu mendukung jalur diplomatik untuk menekan Malaysia.
"Untuk menekan Malaysia, saya kira setiap jalur diplomatik perlu didukung manuver militer, tapi bukan perang," katanya kepada ANTARA di Surabaya, Jumat.
Ia mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi tentang sikap pemerintah yang terkesan lunak dalam menghadapi Negeri Jiran, Malaysia.
Menurut dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, manuver militer yang mendukung jalur diplomatik itu sudah biasa.
"China selalu menggunakan manuver militer di kawasan terluar bila menyikapi Taiwan, tapi manuver militer itu tetap bukan untuk perang," tuturnya.
Dekan Fisip Unair itu menyatakan, aksi militer merupakan "show force" dari militer untuk memaksa negara lain supaya "tidak mempermainkan" negara lain.
"Misalnya, kita perlu mendesak Malaysia untuk meminta maaf atas perlakuan tidak manusiawi terhadap petugas DKP. Itu tidak ada kaitannya dengan hukum, tapi etika hubungan internasional," katanya menegaskan.
Ia menilai petugas DKP di perbatasan terluar itu merupakan "wakil" dari Pemerintah Indonesia, karena itu perlakuan terhadap mereka berarti perlakuan terhadap Indonesia.
"Etika itu bergantung kepada sikap dari negara lain terhadap petugas DKP itu. Kalau sampai ada perlakuan tidak manusiawi maka kita berhak menuntut permintaan maaf itu," ucapnya.
Hal itu, akan berbeda dengan perlakuan terhadap nelayan, karena nelayan itu tidak dapat dikatakan mewakili Malaysia.
"Secara substansi, saya kira pidato Presiden Yudhoyono terkait perilaku Malaysia sudah cukup keras, tapi gayanya memang lunak," paparnya.
Namun, katanya, pidato Presiden Yudhoyono untuk menyelesaikan ketegangan dengan menata ulang batas wilayah Indonesia-Malaysia itu saja tidak cukup.
"Masalah batas wilayah saja tidak cukup, sebab kalau main tangkap, ya harus disikapi secara keras melalui manuver-manuver yang bukan untuk perang," katanya menegaskan.
Ia menambahkan pihaknya mengajarkan pentingnya etika hubungan internasional antarnegara di Fisip Unair, termasuk kepada mahasiswa Malaysia yang sedang belajar di Fisip Unair.
typhoonbringer September 3rd, 2010, 08:54 PM lagi diriset kok rudal, kemaren kan dites tuh 10 biji, 1 nyasar ke rumah warga cmiiw
-------------
Komnas HAM Segera Bertemu KSAD Soal Kopassus
TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menjadi salah satu syarat bagi pencairan bantuan Amerika untuk Komando Pasukan Khusus. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komnas HAM, Yoseph Adi Prasetyo dalam rapat kerja membahas anggaran di Komisi Hukum DPR, Jakarta, Jumat (3/9). "Kami dijadikan bagian dari persyaratan tersebut dengan melakukan kerjasama semacam pelatihan Hak Asasi Manusia," ujarnya.
Menurut Yoseph, anggota senat Amerika Patrick Leahy sebelumnya memang mensyaratkan bahwa bantuan Amerika hanya akan diberikan kepada satuan-satuan yang bersih dari pelanggaran hak asasi manusia. Senat dan kedutaan besar Amerika tersebut menghubungi Komnas HAM untuk melakukan reparasi terhadap Kopasus. Oleh karenanya, lanjut dia, pada bulan April 2010 Komnas HAM bertemu Danjen Kopasus untuk membicarakan program pelatihan. "Pada dasarnya semua setuju," ujarnya.
Namun kata Yoseph, dalam pertemuannya Danjen Kopasus tidak bisa membuat keputusan tanpa keputusan dari Kepala Staf Angkatan Darat. Sebab, lanjut dia, kopasus hanya bagian dari pasukan khusus di bawah kendali TNI AD. Oleh karena itu, kata dia, Komnas HAM segera bertemu KSAD untuk membicarakan hal itu.
Seperti diketahui, kata Yoseph, Kopasus dianggap di masa lalu sebagai satuan tempur yang paling banyak melakukan pelanggaran HAM. Dia menyebutkan contoh seperti kasus penghilangan orang 97-98, kasus Trisakti, kasus Semanggi I, kasus Semanggi II, kemudia kasus Tanjung Priok, dan kasus Timor timur. Selama ini, kopasus hanya mendapatkan materi pendidikan hukum humaniter. "Komnas mungkin nanti akan membantu membntuk penguatan cara berpikir prajurit yang berspektif HAM," ujarnya.
sumber: http://tempointeraktif.com/hg/politik/2010/09/03/brk,20100903-276341,id.html
mencret, mangnya SF cuman navy seals doank kali ya :lol:
bama84 September 3rd, 2010, 11:10 PM Uang darimana?
Apalagi prioritasnya gedung DPR baru (Rp 1,6 trilyun = $178jt)
cadangan devisa masih ada U$ 80 bilyon boss...:lol:
Inlander September 4th, 2010, 03:03 PM Tiga Sukhoi Su-27 SKM Tiba 5 September
Presiden Setuju Tambahan 6 Sukhoi
JAKARTA - Tiga pesawat Sukhoi buatan Rusia jenis Su-27SKM direncanakan datang 5 September 2010. Ketiga pesawat itu bakal melengkapi tujuh pesawat sejenis yang telah dimiliki TNI AU.
”Tiga pesawat Sukhoi akan datang bulan September ini. Sudah ada tim yang menjemput ke sana,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat, Selasa (31/8). Dua pesawat akan datang pada 5 September dan satu pesawat lagi akan datang pada 15 September. Pesawat-pesawat baru ini rencananya akan tampil pada HUT TNI tanggal 5 Oktober.
”Jadi, kita sudah punya 10 Sukhoi dan rencananya akan ada tambahan 6 lagi. Presiden sudah menyetujuinya,” kata Imam. Pesawat Sukhoi yang dimiliki Indonesia pertama kali datang tahun 2004. Saat ini pesawat-pesawat yang tergabung di Skuadron 11 tersebut bermarkas di Lapangan Udara Hasanuddin, Makassar. Tiga Sukhoi yang datang akan didampingi pesawat Antonov.
Imam mengakui, tiga pesawat itu belum dilengkapi dengan persenjataan. Menurut dia, pembelian pesawat beda paketnya dengan pembelian persenjataan. ”Tetapi, pasti akan kita persenjatai,” katanya.
Saat ini Litbang TNI AU telah berhasil membuat bom untuk mempersenjatai Sukhoi. Selain itu, juga telah dibuat roket. Namun, untuk kelengkapan berupa peluru kendali belum dapat dibuat. Selama ini pembuatan rudal terhalang penguasaan teknologi seeker alias pencari jejak. Menurut Imam, dengan teknologi Sukhoi yang canggih yang mampu menembak di luar jangkauan visual dan radar lock-on, peluru yang bisa mengakomodasi teknologi itu belum bisa dibuat oleh Indonesia.
http://1.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TH3AzyLWBSI/AAAAAAAAB9U/fOqOapOPIBo/s400/610xfv0.jpg
Berkaitan dengan sistem komunikasi Sukhoi, Imam menyatakan, tiga pesawat yang akan datang tersebut telah disesuaikan dengan sistem yang berlaku di TNI AU. Beberapa tahun lalu, perbedaan sistem komunikasi ini sempat menimbulkan masalah teknis.
Saat ini dua penerbang TNI AU sedang disekolahkan di Rusia untuk pengenalan Sukhoi. Beberapa teknisi Rusia juga akan datang ke Indonesia untuk mendampingi TNI AU.
http://1.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TH3BQMtZPII/AAAAAAAAB9c/PrdNRjDzswA/s200/su-27skm_08_big.jpg
bro..itu gambar kokpitnya kayanya dari 2 sukhoi yang berbeda ya...soalnya di tengah antara dua MFD itu yang versi Indonesia indikatornya masih analog tapi yang gambar bawah udah digital.
typhoonbringer September 4th, 2010, 03:51 PM yg bawah itu kursi kopilot bukan?
Inlander September 4th, 2010, 04:24 PM yg bawah itu kursi kopilot bukan?
bukan...kopilotnya nggak pake windshield..itu kursi pilot bro...
typhoonbringer September 4th, 2010, 05:12 PM bukan...kopilotnya nggak pake windshield..itu kursi pilot bro...
berati emang beda pesawat, warnanya aja biru
Kopassus September 5th, 2010, 09:36 AM bro..itu gambar kokpitnya kayanya dari 2 sukhoi yang berbeda ya...soalnya di tengah antara dua MFD itu yang versi Indonesia indikatornya masih analog tapi yang gambar bawah udah digital.
Katanya, yg foto bawah dari Su-27SKM, dan yg foto atas (foto besar) Su-30MK atau Su-30MK2.
Kopassus September 5th, 2010, 11:56 AM Panser Pindad untuk Malaysia, RI Dapat Proton
http://3.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TIC519ZpOxI/AAAAAAAAB98/pOr--L7WqdY/s400/20100425_062925_alut2.jpg
JAKARTA - Kendati hubungan Indonesia dan Malaysia sedang memanas, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan proses tukar guling Panser produksi PT Pindad dengan kendaraan bermotor Proton dari Malaysia akan tetap berjalan.
"(gejolak hubungan) itu tidak akan berpengaruh pada program tukar guling," kata Staf Ahli Menteri BUMN Ekoputro Adijayanto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/9).
Menurut Eko, selama ini proses tukar guling kedua produk tersebut sudah berjalan secara bertahap. Dengan adanya pernyataan resmi dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono terkait hubungan Indonesia-Malaysia, pihaknya yakin kerjasama ini akan terus berjalanan.
Selain itu, pemerintah juga tidak bisa memutuskan begitu saja kontrak kerjasama yang sudah disahkan kedua pihak.
Seperti diketahui, Menteri Perindustrian MS Hidayat pada Juni lalu mengatakan Indonesia dan Malaysia hampir mencapai kesepakatan kerjasama di bidang pertahanan dan transportasi.
Hidayat mengatakan industri pertahanan dalam negari sedang mendapatkan order panser dari Malaysia dengan total nilai US$80 juta.
Dari total order tersebut, sekitar 25 persen dari investasi tersebut akan dibuat dalam bentuk barter. Salah satu barter yang akan dilakukan adalah tukat menukar panser Pindad dengan Proton Malaysia.
Sumber : VIVANEWS.COM
Once again Proton cars will flooding the Indonesian market. Mungkin TNI/POLRI/DISHUB akan dipaksa untuk menggunakan mobil2 Malaysia ini, biar pemeliharaan dan logostik onderdil lebih rumit dan kurang efisien lagi...
bama84 September 5th, 2010, 08:41 PM ____
bama84 September 5th, 2010, 08:42 PM ^^
gimanasih pemerintah, masa mobil untuk individu ditukar ama panser buat pertahanan negara?:bash:
bagak September 5th, 2010, 11:19 PM Once again Proton cars will flooding the Indonesian market. Mungkin TNI/POLRI/DISHUB akan dipaksa untuk menggunakan mobil2 Malaysia ini, biar pemeliharaan dan logostik onderdil lebih rumit dan kurang efisien lagi...
Dan seperti yang sudah2, 20/30 tahun lagi giliran TNI/Polri yang akan membeli produk2 militer dari malaysia, hmmm sejarah akan terus berulang....:bash:
typhoonbringer September 6th, 2010, 03:52 PM ngga kok cuma sebagian pembayaran aja, emang udah syarat, cuma 20 mobil ini, sisanya hard cash, tapi mereka beli ANOA satu seharga bradley loh wkwkwkwk suharto bgt
Kopassus September 7th, 2010, 05:02 AM http://94.100.118.88/1093500001-1093550000/1093543601-1093543700/1093543678_5_6gu8.jpeg
OPERASI KETUPAT CANDI
OPERASI KETUPAT CANDI. Seorang anggota Brimob Polda Jateng bersiap di atas kendaraan tempur, pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2010, di Mapolda Jateng, di Semarang, Kamis (2/9). Polda Jateng menyiapkan sebanyak 11.759 anggotanya dengan didukung personel dari TNI dan instansi terkait lainnya serta mendirikan 236 pos pengamanan selama Lebaran 2010. ANTARA/R. Rekotomo
Kopassus September 7th, 2010, 06:08 AM Russia to complete delivery of Su fighter jets to Indonesia by mid-September
RIA Novosti
07:31 06/09/2010
JAKARTA, September 6 (RIA Novosti) - Russia will deliver the last of six contracted Su fighter jets to Indonesia on September 7 and 16, an informed source said on Monday.
Under a $300 million contract, signed in 2007, Russia is to complete the delivery of three Su-30MK2 and three Su-27SKM fighters to Jakarta by the end of 2010 in addition to two Su-27SK and two Su-30MK fighters purchased in 2003.
The third Su-30MK2 jet was delivered in January.
Russia's An-124 transport plane will deliver two Su-27SKM planes to the air base in the city of Makassar in Indonesia's South Sulawesi province on Tuesday, the source said. The other Su-27SKM plane will be delivered to the same base five days later.
The planes will be sent to Indonesia earlier than scheduled following a request by the Indonesian military authorities, who would like the aircraft to take part in a military parade dedicated to Armed Forces Day on October 5, he added.
Indonesia earlier said it needed at least one squadron equipped with 16 Sukhoi fighters to replace part of the outdated fleet of U.S. F-16 fighters.
typhoonbringer September 7th, 2010, 04:28 PM mogok gan antonovnya, tentatif baru sampe sini
Kopassus September 8th, 2010, 06:30 AM mogok gan antonovnya, tentatif baru sampe sini
memang... :(
Tuesday, September 07, 2010
Antonov Rusak, Sukhoi Gagal Dikirim Hari Ini
MAKASSAR - Dua pesawat jet tempur jenis Sukhoi dari Rusia batal tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, pagi ini. Pesawat Antonov AN-124-100 milik Rusia yang bakal mengangkut kedua Sukhoi jenis terbaru tersebut dikabarkan mengalami kerusakan.
Rencananya, pesawat Antonov yang mengangkut dua pesawat canggih buatan negeri eks Uni Soviet ini tiba di Makassar sekitar pukul 09.00 Wita. Namun persiapan penyambutan dibatalkan setelah Lanud Sultan Hasanuddin mendapat kabar penerbangan pesawat Antonov batal.
"Informasi yang kami terima, pesawat Antonov batal terbang dari Moscow karena mengalami trouble," kata Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin, Mayor Muliadi.
Dia mengatakan, persiapan penyambutan pesawat Sukhoi telah dilakukan sejak dini. Hanya saja, pembatalan dilakukan tiba-tiba akibat kendala tersebut. "Kedatangan pesawat akan dijawadlkan kembali Kamis (8/9) esok," katanya. "Satu pesawat akan menyusul tanggal 15 September nanti."
Jenis Sukhoi yang akan tiba di Makassar itu adalah SU 27 SKM. Tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan membeli tiga unit Sukhoi yang akan melengkapi tujuh koleksi yang sudah merapat di Skadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin.
Sejak 2003, Indonesia membeli dua Sukhoi jenis SU 30 MK dan dua SU 27 SK. Pada 2007 kembali membeli lagi tiga Sukhoi SU 30 MK2, dan tiga jenis SU 27 SKM. Terakhir, tiga Sukhoi jenis SU 30 MK2 tiba Desember 2008 dan Januari 2009.
Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM
typhoonbringer September 9th, 2010, 08:41 PM haha sabar aja, pasti datang kok :)
David-80 September 10th, 2010, 07:00 PM The Mighty Sukhoi has arrived!
http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=473013&mpage=2
cheers
Kopassus September 11th, 2010, 11:00 AM Thanks for the link David.
Nice Idulfitri present...
Mimihitam September 12th, 2010, 02:43 AM Pengamat Intelijen: Kecurigaan Intelijen Malaysia dapat Informasi Via XL Beralasan
INILAH.COM, Jakarta - Pengamat intelijen AC Manulang menilai kecurigaan dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu Front Rakyat Anti Malaysia (FRAM) dan Gerakan Mahasiswa Pelajar untuk Rakyat (Gempur) terkait ada dugaan pihak intelijen Malaysia mendapatkan informasi melalui XL beralasan.
Hal itu disampaikan AC Manulang saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (11/9). "Kedua LSM dapat memperoleh informasi dari sumber utama. Saya dukung dua LSM tersebut dan memang ada kemungkinan. Apalagi kita belum mempunyai undang-undang intelijen dan undang-undang kerahasiaan negara," ujar AC Manulang.
Menurut Manulang, saat ini intelijen Indonesia kurang maksimal. Intelijen Indonesia dinilai kurang aktif dan tidak memiliki data yang akurat. AC Manulang menyarankan pihak intelijen Indonesia membuat data yang terbaru mengenai Indonesia selama tiga bulan dan enam bulan. Data tersebut langsung disampaikan kepada presiden. "Banyak hal yang tidak diketahui oleh presiden karena kekurangaktifan intelijen. Seharusnya ada laporan langsung yang disampaikan kepada presiden. Jadi bukan dari staf khusus, staf khusus bukan intelijen," tambah Manulang.
Selain itu, AC Manulang menilai intelijen asing memang lebih lihai dalam memperoleh data. Ia mencontohkan asing dapat memperoleh data dari perusahaan di Indonesia dengan merekrut surveyor. Ketika itu, surveyor tersebut membuat survei dengan tema siapa yang cocok menjadi presiden. "Bila intelijen kita buta maka negara kita juga buta," ujar Manulang.
Seperti diketahui, sebelumnya, dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu Front Rakyat Anti Malaysia (FRAM) dan Gerakan Mahasiswa Pelajar untuk Rakyat (Gempur) meminta masyarakat untuk memboikot produk buatan Malaysia. Hal ini terkait XL ada hubungan dengan Malaysia.
"Kami menduga pihak intelijen Malaysia mendapat informasi melalui XL. Oleh karenanya kami mendesak pemerintah untuk segera membekukan perusahaan XL. Saya juga meminta masyarakat untuk memboikot produk
Malaysia sebagai bentuk nasionalisme," ujar Anggota Fram, Munzir, melalui pesan singkatnya, Jumat (10/9).
Sebelumnya FRAM dan Gempur melakukan protes di Kedutaan Besar Malaysia, Petronas dan kantor Axiata Company serta graha XL di kawasan Mega Kuningan.
Terkait rencana permintaan dua LSM untuk boikot produk XL tersebut, Head of Corporate Communication EXCL Febriati Nadira dan Direktur Utama EXCL Hasnul Suhaimi belum menjawab pertanyaan INILAH.COM yang
diajukan lewat pesan singkat.
Axiata Group Berhad (Axiata) adalah sebuah perusahaan investasi dan memiliki saham mayoritas di perusahaan telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Sri Lanka, Bangladesh dan Kamboja dan memeiliki saham strategis yang signifikan di India, Pakistan, Iran, Thailand dan Singapura. Axiata Group Berhad (Axiata), sebelumnya bernama TM International Berhad adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Asia.
Perusahaan ini bergerak dalam bidang telekomunikasi menyediakan berbagai jasa konsultasi melalui anak perusahaan di 10 negara di Asia. Perusahaan ini menyediakan layanan komunikasi selular untuk lebih dari 100 juta pelanggan mobile di Asia. Analisis SWOT yang komprehensif Axiata Group Berhad juga menyediakan analisa mendalam strategis bisnis perusahaan dan operasi. [cms]
http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/09/11/814291/pengamat-intelijen-kecurigaan-intelijen-malaysia-dapat-informasi-via-xl-beralasan/
Kopassus September 14th, 2010, 04:12 AM Dua Perakit Sukhoi Meninggal di Makassar
Republika - Selasa, 14 September
REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR--Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yang tergabung dalam tim garansi (warranty) perakit pesawat Sukhoi meninggal dunia di Makassar. Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna di Makasssar, Senin, membenarkan adanya WNA asal Rusia yang meninggal dunia. "Mengenai kepastian meninggalnya itu belum bisa kita kabarkan karena masih dalam penyelidikan," ujarnya.
Menurut DIA, Kedua warga Rusia itu yakni Alexander dan Voronim. Keduanya merupakan tim "warranty" yang tinggal di mess Lanud Hasanuddin. Kedua warga Rusia yang meninggal itu tiba di Lanud Hasanuddin Makassar sejak Minggu (5/9). Keduanya masuk dalam tim "warranty" yang beranggotakan 12 orang, sedangkan tim lainnya yakni tim "assembly".
Ia mengungkapkan, dirinya mengetahui ada seorang anggota tim warranty yang meninggal dunia, yakni Alexander setelah anggota lainnya naik ke bus menuju Lanud Hasanuddin. Di atas bus itu, anggota yang mengabsen kemudian mengetahui jika salah seorang dari mereka belum naik ke bus sehingga tim lainnya mencarinya di kamar korban.
Setelah diperiksa di kamarnya, ditemukan Alexander meninggal dunia di bawah kolong tempat tidurnya kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa. Sedangkan Voronim meninggal dunia karena terkena serangan jantung setelah tim dokter melakukan pemeriksaan.
Danlanud mengaku jika dirinya sudah berkoordinasi dengan Mabes TNI AU dan juga Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia melaporkan adanya warga Rusia yang meninggal dunia tersebut. Ia juga meminta izin untuk pemeriksaan lebih lanjut (otopsi) kepada Dubes Rusia untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian kedua WNA Rusia tersebut. "Kita sudah koordinasi dengan Kedubes Rusia meminta izin pemeriksaan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," katanya.
Rencananya, lanjut Danlanud, kedua jenazah itu akan dijemput keluarganya dengan menggunakan pesawat Antonov dari Lanud Hasanuddin Makassar menuju Rusia.
Sebelumnya, para tim teknisi dari Rusia ini akan berada di Lanud Hasanuddin Makassar selama satu tahun untuk menyempurnakan pesawat tempur Sukhoi jenis SU-27 SKM dan SU-30 MK 2. Kedua pesawat tempur canggih itu akan memperkuat Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai "home base" kedua pesawat tempur tersebut. Kedua pesawat itu merupakan buatan dari Komsomolsk Amure Arcraft Production Association Rusia.
r4d1ty4 September 14th, 2010, 08:26 PM http://ottorocketz.files.wordpress.com/2008/06/akhirnyadatangjuga.jpg
http://us.images.detik.com/content/2010/09/13/157/Shukoi02.jpg
http://us.images.detik.com/content/2010/09/13/157/Shukoi03.jpg
sumber: Dispenau/detik
VRS September 15th, 2010, 03:29 AM 1 big antonov mampu angkut berapa pesawat tempur..??
Mimihitam September 16th, 2010, 01:08 PM MENHAN : INDONESIA AKAN BANGUN FULL SKUADRON SUKHOI
Jakarta, 15/9/2010 (Kominfo-Newsroom) Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan Indonesia akan membangun Full Skuadron Sukhoi dan F16, disamping membangun skuadron light fighter, guna mengimbangi salah satu Hawk 109.
“Kita akan membangun 1 skuadron sifatnya counter overtent, mengganti OVB10, yang akan digunakan untuk melakukan operasi perbatasan yang mempunyai kemampuan terbang rendah sehingga dapat mengawasan perbatasan lebih efektif,” katanya kepada wartawan di Kemhan Jakarta, Rabu (15/9).
Kemudian Indonesia juga akan membangun skuadron light fighter yang dulu punya hawk 109. Masih efektif kita retrofit di samping akan ditambahkan lagi. “Biasanya kita pakai patroli di Pekan Baru dan Singkawang.”
“Selain itu 3 skuadron skyhawk sudah ada. Harapannya kita bisa tambahkan untuk straghting process. Sehingga full skuadron,” tandasnya.
Menanggapi rencana operasi Pesawat Tempur Sukhoi yang akan dipakai HUT TNI pada 5 Oktober 2010 mendatang, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memastikan kasus kematian tiga teknisi Sukhoi tidak akan mengganggu rencana tersebut.
“Sudah dipastikan dengan Kasau bahwa kasus kematian teknisi tersebut tidak akan mengganggu operasional Sukhoi. Apalagi nanti digunakan pada HUT TNI,” katanya.
Selain itu, timbang terima tiga pesawat tempur Sukhoi dari Rusia ke Indonesia tetap dilaksanakan pada 27 September mendatang di Makassar. “Saya akan ke Makassar menjadi saksi untuk timbang terima Sukhoi dari pihak Rusia ke Indonesia,” ujarnya. (T.Yr)
http://www.bipnewsroom.info/index.php?_language=Indonesia&_mainNo=8&_subNo=5&_cmsType=BERITA%20POLHUKAM&_contentShow=Ascending&_contentType=Content%20News&catid=1&_pageBreak=0&_loginID=&_password=&ews_index.php=&&newsid=66280&_link=loadnews.php
Mimihitam September 16th, 2010, 01:11 PM Densus 88 Polri Didanai AS, Aussie & Belanda
INILAH.COM, Jakarta - Mabes Polri mengakui adanya dukungan dana asing terhadap operasional Datasemen Khusus (Densus) 88 Polri.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Iskandar Hasan mengatakan, dana operasional Polri temasuk Densus 88 berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (Dipa) APBN.
"Dana operasional kita semua dari DIPA APBN," ujar Iskandar di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (15/9).
Iskandar mengakui adanya bantuan negara asing yang diberikan kepada Polri khususnya Densus 88, namun bantuan itu tidak berupa dana tunai untuk operasional Densus.
"Yang didapat itu dalam bentuk paket proyek, baik itu pelatihan maupun pembangunan seperti di Semarang, JCLEC (Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation) membangun komplek itu. Dana itu tidak berupa dukungan dana operasional dana tunai," paparnya.
Negara yang memberi bantuan terhadap Densus 88 Polri, ditambahkannya tidak hanya Australia saja, melainkan ada sejumlah negara lain seperti Belanda dan Amerika Serikat.
Sebelumnya disebut-sebut Pemerintah Australia ingin memeriksa kinerja Densus 88 Polri, karena Pemerintah Australia menyumbang dana jutaan dolar Australia kepada Densus 88 untuk memerangi terorisme. [mah]
http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/09/15/822411/densus-88-polri-didanai-as-aussie-dan-belanda/
Kopassus September 16th, 2010, 04:00 PM 1 big antonov mampu angkut berapa pesawat tempur..??
Maximum dua...
Satu Sukhoi Baru Kembali Perkuat TNI AU
Antara - 29 menit lalu
Jakarta (ANTARA) - Satu pesawat jet tempur Rusia tipe SU-27SKM kembali memperkuat armada tempur TNI Angkatan Udara.
Satu pesawat jet tempur itu tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis malam.
Seperti sembilan pesawat sejenis yang telah tiba sebelumnya, satu pesawat Sukhoi itu pun diberangkatkan dari Rusia menggunakan pesawat angkut Antonov menuju Makassar.
Kedatangan satu pesawat Sukhoi itu disambut beberapa pejabat TNI Angkatan Udara.
Setelah bagian demi bagian pesawat diturunkan dari badan Antonov, langsung dibawa ke skadron teknik untuk dirakit kembali dan diuji terbang.
Sebelumnya, kepada ANTARA Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengungkapkan dengan kedatangan satu unit terakhir pesawat jet tempur Sukhoi itu, kini TNI AU memiliki sepuluh unit pesawat jet tempur buatan Rusia yang terkenal dengan manuver patukan kobra-nya.
Sebelumnya, dua unit Sukhoi sejenis telah tiba di pangkalan udara yang sama pada Jumat (10/9).
Dengan begitu, lanjut Kasau, tujuh pesawat Sukhoi yang baru diharapkan siap tampil pada peringatan HUT ke-65 TNI pada 5 Oktober mendatang, dalam formasi terbang lintas.
Sejak 2003 Indonesia telah memiliki tujuh pesawat tempur Sukhoi yang diadakan dari Rusia. Pada 2003 Indonesia membeli empat Sukhoi jenis SU-30MK dan SU-27SK, masing-masing dua unit.
Indonesia kemudian membeli enam pesawat Sukhoi lagi pada 2007 setelah perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007 mengumumkan penjualan enam pesawat tempur tersebut kepada Indonesia senilai sekitar 300 juta dollar AS atau senilai Rp 2,85 triliun.
Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009.
VRS September 16th, 2010, 04:26 PM next time lain kali = harus bawa teknisi pesawat yg berkualitas,
bukan teknisi pesawat yg tukang mabuk....
smg820 September 17th, 2010, 06:13 AM bukannya sudah ada treads tentang military di warteg Indonesia | Defence and Military Issues kenapa musti buat lagi, salah kamar kalo ditaruh di nusantara....
Ocean One September 17th, 2010, 09:25 AM Indonesia Buys Six More Sukhoi Fighter Planes
Jumat, 17 September 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/08/18/0829105620X310.jpg
Sukhoi fighters and F16 Fighting Falcons of the Indonesian Airforce participate in the anniversary of the Indonesian Airforce in Jakarta on April 9, 2010. The defense forces are celebrating the 64th anniversary of the airforce in Indonesia.
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia will order six more Sukhoi jet fighter planes to form a complete squadron of the Russian-built aircraft, Air Force Chief of Staff Marshal Imam Sufaat said here Friday. The plan to buy the additional Sukhois already had President Susilo Bambang Yudhoyono’s approval, he said.
Ten Sukhoi aircraft the Air Force had already obtained and were now based at its Hasanuddin base in Makassar were not enough to provide maximum protection for Indonesia’s air, sea and land territory, he said. Malaysia had 18 Sukhoi fighter planes, and Singapore had 24 F-15 jet fighters , yet their territories were much smaller than Indonesia’s , Imam said.
Therefore, the Air Force planned to procure six more Sukhoi aircraft , he said. In 2003, Indonesia acquired four Sukhois comprising two SU-30MKs and two SU-27SKs from Russia, and in 2007, six more at a total price of 300 million US dollars.
Later, Indonesia again bought six Sukhois consisting of three SU-30MKs and three SU-27SKMs. The three SU-30MK2s were delivered in December 2008 and January 2009, the three SU-27SKMs on Friday (Sept 10) and on Thursday (Sept 16). The Indonesian Air Force had also sent its own personnel to Russia and China to learn how to fly and maintain the Sukhois.
http://english.kompas.com/read/2010/09/17/13271678/Indonesia.Buys.Six.More.Sukhoi.Fighter.Planes-5
Kopassus September 18th, 2010, 04:31 AM Thanks for posting ilovesskyscraper, and ofcourse: Selamat datang!
Friday, September 17, 2010
Foto : Kedatangan Sukhoi Kamis (16/9) Malam
MAKASSAR - Sebuah pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM serta perlengkapannya diturunkan dari pesawat Antonov milik Rusia setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/9) malam kemarin. Pesawat kargo itu selanjutnya akan kembali ke Rusia membawa tiga jenazah teknisi Sukhoi yang meninggal pada Senin (13/9), di mes Lanud TNI AU Hasanuddin. FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/Spt/10.
http://v-images2.antarafoto.com/rp_pr_1284691510_re_455x251.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1284691501/peristiwa-pesawat-antonov-01.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/rp_pr_1284691519_re_455x234.jpg
VRS September 20th, 2010, 03:50 PM jk soal kemampuan tempur personel army = maybe kita cukup hebat n diakui dunia.
but jk soal peralatan technology army kita ,mungkin harus lebih muktakhir n ditingkatkan kemampuannya...
Kopassus September 21st, 2010, 12:25 PM Kurang dana..... Mas VRS :'(
Daripada memberi Rp 6,7trilyun kepada Century Bank.....
(= $744jt = kira2 15 pswt Sukhoi atau 6700 kali ongkos training satu peleton Tontaipur)
Kopassus September 21st, 2010, 12:26 PM Penangkapan Perampok
IPW: Densus Arogan pada TNI AU
Selasa, 21 September 2010 | 15:58 WIB
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Police Watch mengecam keras tindakan arogan Densus 88 kepada aparat TNI AU di Bandara Polonia Medan. IPW khawatir tindakan arogan itu bisa memicu bentrokan tajam antara aparat TNI, khususnya AU, dengan Polri secara jangka pendek dan konflik berkelanjutan antara aparat tingkat bawah TNI Polri.
Seperti diberitakan, pihak TNI AU keberatan dengan tindakan Densus 88 saat berada di Bandara Polonia Medan. Densus 88 diduga telah melanggar prosedur penerbangan sipil di bandara tersebut.
Hal itu terjadi pada Senin 13 September lalu, di mana personel Densus 88 berjalan kaki memasuki kawasan Bandara Polonia untuk menaiki pesawat carter melalui Pos Golf Bravo yang tidak terbuka bagi sipil.
Para petugas TNI AU ini meminta para anggota Densus 88 masuk melalui terminal keberangkatan atau VIP Room Bandara. Namun, para anggota Densus bersikukuh dengan alasan demi tugas negara. Atas kejadian tersebut, dikabarkan pihak Komandan Pangkalan TNI AU Medan kemudian menyurati Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara memprotes peristiwa itu.
"Densus 88 seharusnya menyadari, secara internasional semua pihak dilarang membawa senjata ke dalam bandara, bagi aparat yang membawa senjata harus melalui pemeriksaan keamanan bandara," kata Koordinator Presidium IPW Neta S Pane dalam siaran persnya ke Tribunnews.com, Selasa (21/9/2010).
Menurut IPW, sebagai penegak hukum, Densus 88 juga harus taat hukum dan tidak arogan dengan mengatasnamakan "Misi Operasi Negara" sebab TNI AU juga mengemban misi mengamankan negara.
IPW juga memprotes kehadiran pejabat BNN dalam operasi Densus 88. Kehadirannya sudah melampaui wewenangnya. Untuk itu, DPR harus memanggil Kapolri dan memprotes arogansi Densus 88 yang bisa merusak kesatuan dan kekompakan TNI Polri selama ini.
David-80 September 21st, 2010, 01:30 PM ^^ No surprise, especially since the separation of POLRI from TNI under dephan.
cheers
Kopassus September 21st, 2010, 04:05 PM Monday, September 20, 2010
7 Sukhoi Bakal Tampil di HUT TNI
JAKARTA - Tujuh pesawat Sukhoi tiga di antaranya baru dari sepuluh pesawat asal Rusia milik Indonesia akan tampil dalam rangka upacara hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia, 5 Oktober mendatang.
Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat, Minggu (19/9). ”Dari tujuh Sukhoi yang akan tampil tanggal 5 Oktober, tiga di antaranya baru,” kata Imam.
Walaupun ada sepuluh pesawat Sukhoi yang kini dimiliki Indonesia, berkaitan dengan jumlah pilot yang sebagian besar masih dilatih di Rusia, hanya tujuh pesawat Sukhoi yang akan melintas di depan hadirin pada 5 Oktober. Sebagai catatan, impian untuk menerbangkan Sukhoi baru ini memang menjadi target TNI untuk perayaan ulang tahunnya pada tahun ini.
Menurut Purnomo, tewasnya tiga teknisi asal Rusia tidak menghambat perakitan Sukhoi. Pasalnya, jumlah tim teknisi yang datang dari Rusia sangat banyak. Oleh karena itu, menurut dia, tidak perlu ada teknisi baru yang didatangkan dari Rusia. ”Semuanya sesuai jadwal dan nanti pas ulang tahun TNI akan dipertontonkan di Halim,” kata Purnomo.
Indonesia kini memiliki sepuluh pesawat Sukhoi sejak kedatangan tiga lagi pesawat Sukhoi SU-27 SKM dari Rusia bulan September ini. Sebelumnya, Indonesia telah memiliki tujuh Sukhoi SU-30 MK dan SU-27 SK. Sempat terjadi kekhawatiran, tewasnya tiga teknisi, yaitu Alexander Poltorak (ahli sistem hidrolik), Sergei Voronin (ahli sistem mesin), dan Victor Safonov (ahli sistem radar), akan menghambat perakitan Sukhoi.
Menurut catatan Kompas, tim personel dari Rusia yang mendampingi kedatangan pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM terdiri atas 3 pilot, 11 orang tim garansi, 12 orang tim perakitan, 1 orang spesialis pesawat, 1 orang spesialis Sukhoi, 9 orang subkontraktor, dan 3 orang perwakilan perusahaan negara Rostechnology.
Insiden tewasnya teknisi Sukhoi itu terjadi sebelum serah terima Sukhoi kepada Pemerintah Indonesia. Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin hanya menjadi tempat perakitan. Serah terima, menurut Purnomo, baru akan dilaksanakan pada 27 September mendatang.
”Dari Rusia diserahterimakan ke Pemerintah Indonesia diwakilkan Kementerian Pertahanan, lalu diserahkan ke Panglima TNI, baru diserahkan kepada TNI AU,” kata Purnomo.
Tes penerbangan
Menurut Imam, saat ini telah dilakukan flight test terhadap salah satu pesawat. Tes tersebut dianggap memuaskan dan kini tinggal menunggu kesiapan untuk dilakukan flight test bagi dua pesawat lainnya.
”Awal minggu ini pasti sudah bisa flight test lagi,” kata Imam. Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro juga memastikan serah terima pesawat tempur jenis Sukhoi dari Rusia ke Indonesia tetap dilaksanakan pada 28 September di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Menhan juga mengungkapkan, penyerahan tiga pesawat Sukhoi tetap dilaksanakan meski tiga orang teknisi pesawat Sukhoi asal Rusia itu meninggal beberapa hari lalu.
Sumber : KOMPAS
rilham2new September 21st, 2010, 04:14 PM Penangkapan Perampok
IPW: Densus Arogan pada TNI AU
Selasa, 21 September 2010 | 15:58 WIB
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Police Watch mengecam keras tindakan arogan Densus 88 kepada aparat TNI AU di Bandara Polonia Medan. IPW khawatir tindakan arogan itu bisa memicu bentrokan tajam antara aparat TNI, khususnya AU, dengan Polri secara jangka pendek dan konflik berkelanjutan antara aparat tingkat bawah TNI Polri.
Seperti diberitakan, pihak TNI AU keberatan dengan tindakan Densus 88 saat berada di Bandara Polonia Medan. Densus 88 diduga telah melanggar prosedur penerbangan sipil di bandara tersebut.
Hal itu terjadi pada Senin 13 September lalu, di mana personel Densus 88 berjalan kaki memasuki kawasan Bandara Polonia untuk menaiki pesawat carter melalui Pos Golf Bravo yang tidak terbuka bagi sipil.
Para petugas TNI AU ini meminta para anggota Densus 88 masuk melalui terminal keberangkatan atau VIP Room Bandara. Namun, para anggota Densus bersikukuh dengan alasan demi tugas negara. Atas kejadian tersebut, dikabarkan pihak Komandan Pangkalan TNI AU Medan kemudian menyurati Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara memprotes peristiwa itu.
"Densus 88 seharusnya menyadari, secara internasional semua pihak dilarang membawa senjata ke dalam bandara, bagi aparat yang membawa senjata harus melalui pemeriksaan keamanan bandara," kata Koordinator Presidium IPW Neta S Pane dalam siaran persnya ke Tribunnews.com, Selasa (21/9/2010).
Menurut IPW, sebagai penegak hukum, Densus 88 juga harus taat hukum dan tidak arogan dengan mengatasnamakan "Misi Operasi Negara" sebab TNI AU juga mengemban misi mengamankan negara.
IPW juga memprotes kehadiran pejabat BNN dalam operasi Densus 88. Kehadirannya sudah melampaui wewenangnya. Untuk itu, DPR harus memanggil Kapolri dan memprotes arogansi Densus 88 yang bisa merusak kesatuan dan kekompakan TNI Polri selama ini.
Ini Densus88 nya yang terlalu ngotot, atau justru karena Pihak Pengamanan TNI-AU di Polonia nya yang (jangan-jangan) terlalu lembek??
Kalau cuman digertak takut, ke depannya bahaya banget nih untuk dunia penerbangan sipil kalau kayak gini. Jadi rawan donk, kalau orang bisa suka-suka hati masuk bandara dengan modal gertak dan seragam doank.
jenaro September 21st, 2010, 06:31 PM ^^
Pihak TNI AU-nya ya jelas nggak berdaya karna hanya berdua, menghadapi 20-an orang yang ngotot sambil pegang senjata. Ditambah lagi disana ada seorang Komjen.
Saya sih bisa bayangin jika menjadi petugas jaga tsb, pasti serba salah juga.
Danlanud-nya sudah hebat karna berani kirim surat protes ke seorang pati bintang 2.
Hanya menurutku salah alamat. Mustinya dikirim ke Kadensus-nya atau Kapolri sekalian, bukan ke Kapolda.
Kalau baca berita hari ini, masalahnya sudah selesai. Pihak TNI AU katanya memakluminya .. ck .. ck ..ck .. terlalu baik.
Kopassus September 22nd, 2010, 03:00 AM TNI Butuh Rp57 Triliun Untuk Alutsista
Antara - Rabu, 22 September
Surabaya (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) membutuhkan dana sedikitnya Rp57 triliun untuk pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
"Kami berharap kondisi keuangan negara bisa memenuhi kebutuhan alutsista, baik untuk pengadaan maupun pemeliharaan, selama lima tahun ke depan," kata Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, di Surabaya, Selasa.
Pada 2010 ini TNI mendapatkan alokasi dana dari APBN untuk kebutuhan alutsista sebesar Rp7 triliun. Pada 2011 dan 2012, diharapkan mendapatkan alokasi dana, masing-masing Rp10 triliun dan Rp11 triliun.
"Harapan kami pada 2011 ada penambahan dana lagi sehingga lima tahun ke depan target pemenuhan dana alutsista sebesar Rp57 triliun bisa tercapai," katanya saat memberikan paparan di PT Pal Indonesia itu.
Dalam program jangka pendek ini, Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan melakukan pengadaan satu unit kapal perang jenis perusak kawal rudal senilai Rp2,2 triliun.
"Memang kalau dibandingkan dengan luas wilayah laut kita yang mencapai 15 juta kilometer persegi, pengadaan satu kapal saja sangat tidak cukup," kata Sekretaris Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) itu.
Operasi keamanan yang dilakukan TNI, jelas dia, sebenarnya bukan hanya untuk peperangan atau pertempuran, melainkan juga untuk menjaga potensi perekonomian nasional seiring dengan makin maraknya pencurian kekayaan negara oleh pihak asing.
"Sebenarnya kita ini butuh empat PKR (perusak kawal rudal), kalau melihat luas daerah maritim. Tapi kembali lagi, harus melihat kemampuan keuangan negara. Oleh sebab itu, prioritaskan saja pembangunan PKR, sedangkan kapal selam, kita pikirkan nanti," katanya.
Sementara itu, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur, Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto, mengatakan, kapal selam merupakan senjata strategis bagi semua negara karena kehadirannya dibutuhkan untuk menangkal serangan pihak asing.
"Kami berharap ada penambahan unsur kapal selam sesuai dengan kemampuan dukungan anggaran dari pemerintah sehingga kekuatan pertahanan negara ini tidak terlalu jauh tertinggal dengan kekuatan negara tetangga," katanya.
Ia mengemukakan satuan kapal selam senantiasa memiliki persiapan dini sebagai garda pertahanan terdepan agar mampu menusuk jauh di wilayah pertahanan musuh.
Kopassus September 24th, 2010, 05:25 AM Russia delivers three Mi-35M helicopters to Indonesia
MOSCOW - Russia has delivered three Mi-35M Hind assault helicopters to Indonesia, a military source said on Thursday (23/9).
Russia signed an agreement with Indonesia in September 2007 to provide a $1 billion credit line to the Southeast Asian country for Russian weapons purchases. Indonesia planned to buy ten Mi-17 transport helicopters, five Mi-35Ms, six Sukhoi fighters and two Kilo-class submarines financed by the credit.
Jakarta became one of Russia's major arms customers in 1999 when the United States tightened an embargo on arms sales to the country over alleged human rights violations.
Washington has since lifted the ban, but Indonesia, the world's most populous Islamic country, continues to turn to Russia for its military hardware imports.
Moscow has already delivered three Su-27SKM fighters to Indonesia as the final part of an August 2007 $300 million deal for six of the Sukhoi fighters.
The agreement followed a 2003 deal on the purchase of four fighter jets by Indonesia from Russia.
The planes will take part in a military parade dedicated to Indonesian Armed Forces Day on October 5.
The Mi-35M is an export version of the Mi-24 Hind that was used extensively in Afghanistan. The Mi-24/35 can be used for transportation, assault and medical evacuation tasks.
RI siapkan US$1,2 miliar untuk proyek KFX
BANDUNG - Pemerintah Indonesia akan menyiapkan dana US$1,2 miliar untuk mendukung kerja sama dengan Korea Selatan dalam pembuatan pesawat Korea Fighter Experimental (KFX).
Budi Santoso, Dirut PT Dirgantara Indonesia, mengatakan proses kerja sama pembuatan pesawat tempur tersebut sudah memasuki tahap negosiasi antara Indonesia dan Korsel.
"Draft perjanjiannyanya sudah selesai dibuat, tinggal detailnya saja. Jika kedua belah pihak sudah setuju, perjanjian segera disepakati," katanya di sela-sela Bandung Air Show dan Creative Expo di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Kamis (23/9) kemarin.
Dalam kerja sama itu, paparnya, Indonesia akan mendanai 20% dari total kebutuhan dana proyek pembuatan pesawat KFX yang mencapai US$6 miliar. Dana itu akan ditanggung oleh kementerian Pertahanan.
Adapun sisa kebutuhan dana sebesar 80%, lanjut Budi, Pemerintah Korsel akan memberikan 60% dari total kebutuhan dana untuk biaya pengembangan proyek atau sekitar US$3,6 miliar, sementara 20% lagi akan disokong oleh Korea Aerospace Industry (KAI).
Budi menuturkan kerja sama itu diharapkan membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan teknologi pembuatan pesawat di masa mendatang.
"Jika selama ini Indonesia hanya sebagai pembeli pesawat, ke depannya harus bisa menguasai teknologi pesawat," katanya.
Dia menilai Indonesia tidak kalah bersaing dengan Korsel dalam industri pesawat terbang. Selama ini, tuturnya, Indonesia sudah banyak menggarap berbagai komponen dan merakit pesawat pesanan luar negeri.
Korsel memilih menjadi subkontraktor karena pemerintahnya ingin menjadikan negara itu sebagai pemimpin di bidang avionic atau elektronika penerbangan daripada membuat pesawat.
Dia menilai Pemerintah Korsel serius dalam proyek pembuatan pesawat itu.
Budi mencontohkan bukti keseriusan Pemerintah Korsel pada saat melakukan riset liquid crystal display (LCD) 10 tahun yang lalu dan hasilnya bisa dilihat saat ini.
"Hampir semua produk LCD di pasaran adalah buatan negara itu," katanya.
Sumber : BISNIS.COM
AceN September 24th, 2010, 06:39 AM ^^ saya meragukan kalimat "Pemerintah Indonesia akan menyiapkan dana US$ 1,2 Milyar" itu.
anggaran ristek kalo ga salah cuma 0,1 % dari APBN, berarti cuma 1 Triliun. Trus yang 9 Triliun mau cari dari mana ?....he he he
David-80 September 24th, 2010, 09:35 AM ^^ Kayaknya dari anggaran pertahanan/ dephan, karena riset nya untuk produksi persenjataan....but still, everything remain to be seen.
Dalam kerja sama itu, paparnya, Indonesia akan mendanai 20% dari total kebutuhan dana proyek pembuatan pesawat KFX yang mencapai US$6 miliar. Dana itu akan ditanggung oleh kementerian Pertahanan.
cheers
karbol September 26th, 2010, 09:55 AM some hi-res pics for your guys wallpaper... :)
http://img245.imageshack.us/img245/5307/parhires.th.jpg (http://img245.imageshack.us/i/parhires.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img547.imageshack.us/img547/3086/sigmahires.th.jpg (http://img547.imageshack.us/i/sigmahires.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
hakz2007 September 28th, 2010, 11:28 AM Govt plans to buy more Sukhoi jet fighters
The government will in the near future purchase at least six more Russian-built Sukhoi jet fighters to form a complete fighter squadron, the defense minister says.
“Our strategic plan for the 2010-2014 period is to buy more Sukhoi fighters so that we could have a squadron of them,” Defense Minister Purnomo Yusgiantoro told reporters after the handing over ceremony of three Sukhoi SU-27 SKM fighters from Russia in Makassar, South Sulawesi, on Monday.
Purnomo said he was upbeat the plan would materialize soon given the country’s robust economy.
“Our state budget has reached more than Rp 1,000 trillion and our GDP is about five times that. I believe we will be able to complete our Sukhoi squadron.”
Alexander Ivanov, the Russian Ambassador to Indonesia said his government was more than ready to provide assistance to Indonesia to complete the existing Sukhoi fleet.
“We expect further cooperation with the Indonesian government regarding its plan to develop the Sukhoi squadron. We will provide any assistance required,” he said.
Three Sukhoi SU-27 SKM fighters were delivered by the manufacturer, Rosoboronexport Russia, to the Ministry of Defense on Monday.
The delivery of the last three fighters completed the purchase of six Sukhoi jet fighters, under an agreement signed by Jakarta and Moscow in 2008.
Indonesia now has 10 Sukhoi fighters and it will need at least six to eight more to form a squadron.
Secretary-general of the Defense Ministry Vice Marshall Eris Haryanto said the government has spent a total of US$ 335 million to purchase the six aircraft.
Air Force Chief of Staff Air Marshall Imam Sufaat said the Russian jet fighter had been able to perform beyond satisfactory level and therefore suited the air force in carrying out its duty to safeguard both the country’s air and land territory.
“The aircraft has been able to perform both air to air and air to ground striking maneuvers satisfactorily. Thus there will be no reason for us to doubt this aircraft to safeguard our country’s territory,” he said.
The newest Sukhoi is equipped with guided missile facilities, which have not been included in most of jet fighters in its class.
However, Imam said that right now none of the newly produced Sukhoi had its own weaponry system in place. “The weaponry system is sold separately from the aircraft. But this will be no problem for us since now we have been able to manufacture almost all of the aircraft’s weaponry systems. We are still in the middle of developing its missile,” he said.
Besides the Sukhoi, Indonesia, which has 43 air bases throughout the country, is also the home for the other two squadrons of jet aircraft, made up of the US F16 jet fighters and British Sky Hawks.http://www.thejakartapost.com/news/2010/09/28/govt-plans-buy-more-sukhoi-jet-fighters.html
David-80 September 28th, 2010, 04:09 PM SAS completes Kopassus training exercise
By Indonesia correspondent Matt Brown
Updated 6 hours 35 minutes ago
Soldiers from Australia's SAS have completed a counter-terrorism training exercise in Bali with Indonesia's controversial special forces unit Kopassus.
The SAS soldiers acted as hostages and joined Kopassus troops as they stormed Bali's international airport. The exercise was modelled on a Mumbai-style hostage crisis.
Despite ongoing concern about human rights abuse, Special Forces commander Major General Tim McOwan says the SAS is training Kopassus because it says it is the best unit to respond to a threat that could claim Australian lives.
"In my experience Kopassus are working assiduously to redress some of their past transgressions," he said.
The commander of Kopassus is pressing for urban warfare training in Australia next year.
Kopassus has a long history of abuse in provinces like Papua, East Timor and Aceh.
As well as that, one Kopassus officer found guilty of involvement in a kidnapping plot and another found guilty of involvement in the murder of a Papuan activist are still serving in the Indonesian armed forces. Major General McOwan says the officers' futures are a matter for the Indonesian government. This is a crucial time for Kopassus both internationally and domestically.
The United States is also looking at following the same path as the SAS and re-engaging with Kopassus.
But the US Congress has insisted on being shown signs of accountability.
The Kopassus's commander says he hopes this Australian exercise will show the US the way.
source http://www.abc.net.au/news/stories/2010/09/28/3024264.htm?section=justin
cheers
David-80 September 28th, 2010, 04:19 PM Kopassus anti-terror unit - detasemen 81
http://www.kopassus.mil.id/tfiles/image/image/1_6182094de5eb2c2e222bbdc4ad6231b2.jpg
http://img43.imageshack.us/img43/7730/610xags.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs050.snc1/4456_103535641024_90027346024_2019865_7023526_n.jpg
cheers
David-80 September 29th, 2010, 04:37 PM KOPASSUS - SAS training pictures, all pictures are from Nyoman Budiana of Antara
http://l.yimg.com/a/i/sea/id/newsroom/635ant_kopasus280910-1.jpg
http://l.yimg.com/a/i/sea/id/newsroom/635ant_kopasus280910-2.jpg
http://l.yimg.com/a/i/sea/id/newsroom/635ant_kopasus280910-4.jpg
http://l.yimg.com/a/i/sea/id/newsroom/635ant_kopasus280910-6.jpg
http://l.yimg.com/a/i/sea/id/newsroom/635ant_kopasus280910-8.jpg
all pictures are from Nyoman Budiana of Antara
cheers
VRS September 30th, 2010, 03:47 PM wonderful pictures.. datasemen 81 by kopassus..??
is it any history about successful counter attack of terrorist by datasemen 81..??
David-80 September 30th, 2010, 04:03 PM ^^
With its headquarters in Cijantung, East Jakarta, KOPASSUS is considered to be an elite force that has traditionally emphasized its small size and its quick-strike potential. It has been involved in numerous military actions in response to internal Indonesian unrest. KOPASSUS units were involved in 1981 in freeing the hostages from the "Woyla," the Garuda Airline plane hijacked by followers of Imran, leader of an Islamic splinter movement in West Java. Imran forced the plane to land at the Don Muang Airport in Thailand. KOPASSUS troops to Thailand and brilliantly overwhelmed the hijackers. Around 90 troops from KOPASSUS were dispatched to Irian Jaya when a rebel group took hostages there have left the province without rescuing the remaining captives in 1996. KOPASSUS members climbed Mount Everest in 1997.
http://www.globalsecurity.org/military/world/indonesia/kopassus.htm
cheers
VRS October 1st, 2010, 04:02 AM thx for information....
Kopassus October 1st, 2010, 04:18 PM Friday, October 01, 2010
TNI AD Tambah 3 Helikopter Serbu Mi-35
SEMARANG - Pihak Rusia telah menyelesaikan tiga perakitan helikopter serbu Mi-35 yang rencana penyerahannya akan dilaksanakan pada awal Oktober ini.
Pesawat ini merupakan realisasi pembelian yang ditandatangani antara pemerintah RI dan Rusia pada September 2007 lewat kredit sebesar $ 1 milyar untuk pembelian senjata dari Rusia. Indonesia berencana menambah sejumlah heli AD sebanyak sepuluh Mi-17, lima Mi-35Ms.
http://i793.photobucket.com/albums/yy220/genjo565/phpdlIGCOPM.jpg
http://i793.photobucket.com/albums/yy220/genjo565/phpTddc7hPM.jpg
http://i793.photobucket.com/albums/yy220/genjo565/phpaJi9MKPM.jpg
http://i793.photobucket.com/albums/yy220/genjo565/php0OiPHtPM.jpg
Kopassus October 3rd, 2010, 03:15 AM TNI AU: Pilot Sukhoi Segera Ditambah
Liputan 6 - Minggu, 3 Oktober
Liputan6.com, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat akan segera menambah pilot Sukhoi. Penambahan ini menyusul adanya tiga pesawat tersebut pada September 2010. "Kita programkan tiap tahun. Dan saat ini ada beberapa pilot yang belajar di Rusia," kata Imam di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (2/10).
Imam menambahkan, selain ke Rusia, TNI AU juga mengirimkan sejumlah pilot dan calon pilot Sukhoi ke Cina. mereka diharapkan bisa meningkatkan kemampuannya melalui simulator
Menurut Imam, idealnya jumlah pilot adalah satu setengah kali jumlah pesawat. Jadi meski telah melakukan pelatihan terhadap beberapa penerbang, termasuk untuk tiga Sukhoi yang baru, TNI AU terus memprogramkan penambahan pilot Sukhoi untuk kepentingan regenerasi.
KSAU menekankan, meski pihaknya mengadakan penambahan setiap tahun, namun seleksi bagi calon pilot Sukhoi sangat ketat. "Antara lain yang bersangkutan harus sudah mengantongi 4.000 jam terbang pesawat tempur. Karena bagaimana pun, pesawat ini kan mahal, jadi harus dikendalikan oleh tangan yang handal dan terampil," kata Imam.
Para calon penerbang Sukhoi itu diseleksi dari beberapa penerbang tempur TNI AU, seperti pilot F-5E Tiger dan F-16 Fighting Falcon. Indonesia pada awal September 2010 telah memperkuat Angkatan Udaranya dengan tambahan tiga Sukhoi SU-27SKM. Dengan kedatangan tiga Sukhoi itu, Indonesia kini telah memiliki 10 unit Sukhoi jenis SU-30MK, SU-27SK, SU-30MK2, dan SU-27SKM (ULF)
Kopassus October 3rd, 2010, 03:29 AM http://l.yimg.com/a/i/sea/id/newsroom/635ant_kopasus280910-2.jpg
Mekanik Garuda (GMF) hebat juga ya......
David-80 October 3rd, 2010, 12:51 PM ^^ anggota GMF yang merangkap jadi pasukan elite lol
btw, ini video nya dari ABC australia
VZWruly6ZLg
cheers
Kopassus October 4th, 2010, 05:42 AM Thanks for posting, typically ABC, a very negative report about our country and special forces, only talking about their dark past and not their incredible capabilities.:bash:
David-80 October 4th, 2010, 01:00 PM Thanks for posting, typically ABC, a very negative report about our country and special forces, only talking about their dark past and not their incredible capabilities.:bash:
One thing i noticed from ABC, they mentioned about the differentiate of Kopassus Gultor 81 and Sandhi Yuda (which they said, very brutal and has human rights problem).....But, Sandhi Yuda is actually the slogan of Kopassus rite? or are they another division? like Gultor 81?
Cheers
Shantika October 4th, 2010, 05:33 PM One thing i noticed from ABC, they mentioned about the differentiate of Kopassus Gultor 81 and Sandhi Yuda (which they said, very brutal and has human rights problem).....But, Sandhi Yuda is actually the slogan of Kopassus rite? or are they another division? like Gultor 81?
Cheers
Sandhi Yuda unit yg lebih khusus lg bro. Kabarnya anggota mereka cm 27 orang..
tipikal aussie selalu memandang remeh orang asia/ indo.. rasanya mereka tak mengenal istilah "jangan remehkan lawanmu". Sok superior..
Moga2 aja mereka ngga kena batu nya karena meremehkan lawan..
David-80 October 4th, 2010, 07:33 PM Sandhi Yuda unit yg lebih khusus lg bro. Kabarnya anggota mereka cm 27 orang..
tipikal aussie selalu memandang remeh orang asia/ indo.. rasanya mereka tak mengenal istilah "jangan remehkan lawanmu". Sok superior..
Moga2 aja mereka ngga kena batu nya karena meremehkan lawan..
Hmm interesting, jadi bisa dibilang, sandhi yudha itu deterrent forces unit nya yah. thanks.
Btw, sebenernya dari SAS nya sih ga ngeremehin kok, itu kan karena media massa disana memang selalu mencari sisi buruknya kopassus, ya, bad news is good news...makanya yang mereka interview selalu Human right activist dsb....
padahal pihak SAS nya sendiri bilang di statement mereka, kalo saat ini unit anti terror yang paling bagus kalo ada kejadian terrorist (within the region), ya Kopassus Gultor 81.
Cheers
David-80 October 5th, 2010, 12:50 AM Meanwhile, the modernization budget for our Armed forces is around $11.50 billion US dollar.
Time to Upgrade Indonesia’s Aging Arsenal: SBY
Camelia Pasandaran & Markus Junianto Sihaloho | October 05, 2010
Jakarta. Speaking on the eve of the 65th anniversary of the Indonesian Armed Forces, President Susilo Bambang Yudhoyono said there was a dire need to modernize the military’s armaments.
“The time has come to allocate more of the budget to the primary weaponry defense system,” Yudhoyono said on Monday before chairing a cabinet meeting on security issues.
Yudhoyono said that for more than a decade the country had to focus on recovering from the crippling 1997-98 Asian financial crisis. But a stable economy and rising revenue meant now was the time to act.
“We’re relatively outdated when compared to other countries, including our neighbors,” he said.
Defense Minister Purnomo Yusgiantoro said Rp 150 trillion ($16.8 billion) would be needed over the next five years to bring the military’s arsenal up to date, but the government could allot only Rp 100 trillion to the effort.
“There is gap of Rp 50 trillion between what we plan to do and the available budget,” Purnomo said. “We have to think about how to close this gap.”
Purnomo said the president had asked that the additional spending “not be a burden to the state budget,” with loans covering the shortfall.
Yudhoyono said improving the military’s arsenal would allow it to maintain national defense and security as well as conduct disaster-relief and peace-keeping operations.
Golkar lawmaker Tantowi Yahya, of the House of Representative’s defense commission, said more than half of the military budget was spent on routine needs, leaving little to buy new equipment.
“The bureaucracy is too fat. The military and the Defense Ministry must be brave enough to cut salary spending by reducing members of the bureaucracy,” he said.
Equally important was to improve soldiers’ welfare and open more opportunities for ethnic minorities to have military careers.
After the cabinet meeting, Yudhoyono said he had ordered the National Police to cooperate with the military and the State Intelligence Agency (BIN) in uncovering terrorist networks.
Bambang Wuryanto, secretary of the Indonesian Democratic Party of Struggle’s (DPI-P) faction in the House, said the military had better capabilities and experience when it came to tackling terrorism but any cooperation with police should have clear guidelines.
Bambang said the police should still lead counterterrorism efforts, while the military could provide intelligence and personnel for operations.
Democrat lawmaker Ramadhan Pohan said the military could be involved in fighting terrorism “but we must ensure the authority to arrest stays with the police.”
The military anniversary will be commemorated today at Halim Perdanakusumah Airbase in East Jakarta, with a parade of soldiers and equipment.
Air Force Chief Marshall Imam Sufaat said the new Sukhoi Russian jet fighters would be on display.
source http://www.thejakartaglobe.com/home/time-to-upgrade-indonesias-aging-arsenal-sby/399671
Cheers
Mimihitam October 5th, 2010, 04:41 AM Indonesia Bangun Kapal Perang Tempur Modern
PT PAL akan bekerja sama dengan perusahaan galangan dari Belanda.
VIVAnews - Pemerintah Indonesia meresmikan pembangunan kapal perang produksi dalam negeri, 'Light Fregat-Perusak Kawal Rudal'. Kapal ini merupakan kapal perang tempur modern pertama yang akan dibuat Indonesia.
"Ini adalah langkah awal industri pertahanan Indonesia untuk maju," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin 16 Agustus 2010.
Meski pembangunan kapal Fregat seperti ini telah dilakukan di tempat lain, namun ini bukti keseriusan Indonesia mempertahankan kedaulatan dan negara kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Purnomo, pembangunan kapal perang ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar US$ 220 juta dengan lama pembangunan selama empat tahun.
Kemenhan akan menyerahkan sepenuhnya pembangunan kapal ini kepada PT PAL selaku industri pertahanan dalam negeri. "Pembangunan diserahkan sepenuhnya pada PT PAL dengan memaksimalkan konten lokal," kata dia.
Menurut dia, kapal PKR ini dibangun di divisi kapal perang. "Dimana manajemen dan organisasi proyek yang meliputi mesin, pengadaan, konstruksi, dan keuangan dikelola secara terpisah dari kegiatan korporasi PT PAL," kata dia.
Dalam pembangunan kapal Fregat ini, kata dia, PT PAL tak akan sendirian, tapi akan bekerja sama dengan perusahaan galangan dari Belanda, Damen-Schelde sebagai pemenang tender pembangunan kapal.
Ada beberapa kesepakatan antara Kemenhan dengan Damen-Schelde, Belanda sebagai pemenang tender. Seperti, hak paten desain kapal perang PKR yang dipersenjatai dengan berbagai jenis rudal menjadi milik bersama Kemenhan dengan pemenang tender.
Kemenhan dan PT PAL juga memiliki hak untuk menjual kapal yang sama ke negara ASEAN dan Asia.
Spesifikasi Kapal PKR
Kapal PKR dirancang untuk bisa digunakan dalam beberapa misi operasi, antara lain peperangan elektronika, peperangan anti udara, peperangan anti kapal selam, peperangan anti kapal permukaan, bantuan tembakan kapal. Kapal perang PKR juga dilengkapi dengan rudal SAM, SSM, dan rudal anti kapal selam.
Kapal tersebut dilengkapi dengan perlengkapan persenjataan diantaranya meriam kaliber 76 sampai 100 mm dan kaliber 20 sampai 30 mm, peluncur rudal ke udara, helipad di deck kapal, dan senjata torpedo serta perlengkapan pendukung lainnya.
Panjang keseluruhan kapal 105 meter, lebar 14 meter, kedalaman 8,8 meter, kecepatan 30/18/14 knot dengan kekuatan mesin utama 4 X 9.240 kekuatan kuda (horse power).
Kapal mampu menampung 100 hingga 120 awak kapal. Kapal ini juga mampu beroperasi hingga batar terluar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, baik sendirian maupun mengawal kapal lainnya. (sj)
• VIVAnews
http://nasional.vivanews.com/news/read/171478-indonesia-akan-bangun-kapal-perang-rudal
Mimihitam October 5th, 2010, 04:43 AM Pabrik Alutsista Akan Dibangun di Surabaya
Dengan demikian, Indonesia tidak akan bergantung alutsista lagi dengan luar negeri.
SURABYA POST - Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Purnomo Yusgiantoro, siap membangun industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam skala besar di Kota Surabaya.
Mantan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) ini tidak menjelaskan, kapan pembangunannya akan dimulai, namun tujuan pembangunan yakni mendorong agar industri alutsista dalam negeri dapat berkembang pesat, sebab dapat meningkatkan pertahanan dan ekonomi dalam negeri.
Ia menjelaskan dengan benyaknya perusahaan yang bergerak di bidang alutsista, maka selain bisa memenuhi kebutuhan latihan militer di Indonesia, juga dapat meningkatkan ekonomi yang kemudian dapat membuka peluang tenaga kerja, khususnya di sejumlah daerah.
"Konkret dorongan pemerintah agar perusahaan alutsista semakin pesat, yakni mempermudah sertifikasi pembuatan senjata dan mendukung munculnya sejumlah perusahaan swasta," katanya.
Dengan banyaknya perusahaan yang memproduksi alutsista, maka Indonesia tidak akan ketergantungan dengan luar negeri dalam hal permasalahan alutsista.
"Tumbuhnya perusahaan yang bergerak di bidang persenjataan dalam negeri, maka kita tidak lagi tergantung dengan luar negeri," tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap tahunnya kebutuhan alutsista di lingkungan TNI AU semakin meningkat, oleh karena itu harus didukung oleh produksi yang cukup. "Kebutuhan semakin meningkat maka sektor industri pertahanan juga harus ditingkatkan," katanya.
Pemilik pabrik PT Sari Bahari, Ricky Hendrik Egam mengatakan, permasalahan perusahaan swasta bidang alutsista yakni sertifikasi. Ia menjelaskan, industri yang digelutinya sejak tahun 1993 ini masih kesulitan mengurus sertifikasi jenis rudal dan roket.
PT Sari Bahari merupakan rekanan dari PT Pindad, dan setiap bulannya mampu memproduksi hingga 100 unit bom P 100 dengan ukuran casing diameter 273 milimeter dengan total berat 125 kilogram.
Bom hasil PT Sari Bahari ini pernah digunakan oleh pesawat Sukhoi SO-27 SK dan pesawat tempur F5 Tiger milik Amerika.
• VIVAnews
http://nasional.vivanews.com/news/read/164442-pabrik-alutsista-akan-dibangun-di-surabaya
Kopassus October 5th, 2010, 05:55 PM Sandhi Yuda unit yg lebih khusus lg bro. Kabarnya anggota mereka cm 27 orang..
tipikal aussie selalu memandang remeh orang asia/ indo.. rasanya mereka tak mengenal istilah "jangan remehkan lawanmu". Sok superior..
Moga2 aja mereka ngga kena batu nya karena meremehkan lawan..
I almost read "Kabarnya orang anggota mereka 27 cm.":lol:
Nick_2 October 5th, 2010, 09:20 PM Lantamal II Padang Tambah Kapal Perang
Selasa, 5 Oktober 2010 | 21:20 WIB
PADANG, KOMPAS.com - Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang akan menambah dua unit kapal perang Republik Indonesia (KRI) dari kelas kondor pada tahun 2011.
Selain itu, pembangunan dermaga tambahan dengan nilai proyek tahap pertama sekitar Rp 12 miliar juga diharapkan bakal segera dimulai.
Komandan Lantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Aswad, Selasa (5/10/2010) mengatakan hal itu usai menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-65 TNI di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang.
"Kita juga mengharapkan anggaran dana dari pemerintah daerah untuk pembangunan dermaga tambahan itu. Sedangkan untuk pengamanan, terutama untuk Kepulauan Mentawai belum ada patroli rutin, namun dari Armabar (Armada RI Kawasan Barat) bisa saja back up kesini dan ditambah lagi tahun depan ada dua KRI yang akan ke sini (Padang), namun saya belum tahu nama KRI tersebut," kata Aswad.
http://regional.kompas.com/read/2010/10/05/21202684/Lantamal.II.Padang.Tambah.Kapal.Perang.
skyscrapped October 6th, 2010, 05:25 AM I lol'd when the anchor said "SASR trains Kopassus"
For God sake, it was a joint exercise. Both SF share their expertise and tactics.
For example, that armor vehicle wall-crashing tactic originally developed by one of Gultor officer. For that purpose, Kopassus made a special order to Pindad in 2002 to build a tactical vehicle with a very thick armor.
dasar vegemite eater...
Kopassus October 6th, 2010, 06:59 AM I lol'd when the anchor said "SASR trains Kopassus"
For God sake, it was a joint exercise. Both SF share their expertise and tactics.
For example, that armor vehicle wall-crashing tactic originally developed by one of Gultor officer. For that purpose, Kopassus made a special order to Pindad in 2002 to build a tactical vehicle with a very thick armor.
dasar vegemite eater...
Ya, tidak hanya Australi melakukan itu, teks di bawa foto2 latihan bersama tentara RI-AS juga selalu " A USMC sergeant show Indonesian soldiers how to...." "US Armed forces trains Indonesian armed forces". US Army officier trains Indonesian commando's how to..." We are always portretted as the murids...
Kopassus October 10th, 2010, 02:20 PM KRI Kalakay Brings Presidential Aid to Wasior
Minggu, 10 Oktober 2010 | 05:13 WIB
Reuters
A villager looks at the wreckage of a car in the flood-affected village of Wasior in Indonesias Papua province October 9, 2010. At least 126 people died, 66 went missing and more than 800 injured after flash floods swept Wasior on Monday, according to data from Indonesias National Disaster Mitigation Agency on Saturday.
SURABAYA, KOMPAS.com - Navy warship KRI Kalakay is carrying at least six tons of basic needs from President Susilo Bambang Yudhoyono to Wasior in the district of Teluk Wondama in West Papua recently hit by flash floods. The ship from the Eastern Fleet Command left Manokwari on Friday night and it is expected the aid would have been able to be distributed Saturday evening.
"The aid has to be sent by sea as the Wasior airstrip is not functioning normally due to the disaster," Eastern Fleet Command spokesman Lt. Col. Yayan Sugiana said here Saturaday.
The aid from the President was sent by plane from Jakarta to Manokwari and it was then shipped by KRI Kalakay from Manokwari to Wasior. The aid includes clothes for children and adults, blankets, instant noodle, biscuits, canned fish, milk and rice.
"Actually the aid totals 30 tons but Kalakay could only take six tons," Yayan said.
The rest 22 tons are still kept at the warehouse waiting to be taken later by KRI Kalakay after returning from Wasior. He said the Eastern Fleet Command had recieved information from Jakarta that two tons of aid still had yet to be sent to Manokwari.
The Command has also sent three other warships to help overcome the impact of the disaster namely KRI Teluk Ende-517, KRI Fatahilah-361 and KRI dr Soeharto-990. KRI dr Soeharto is serving as a floating hospital and has had much experience in carrying out humanitarian missions in a number of places in the country.
KRI Teluk Ende is a landing ship tank type used to carry personnel, aid supplies and other heavy equipment to help post-disaster recovery efforts. KRI dr Soeharso is now preparing to leave the Eastern Fleet Command base while KRI Teluk Ende and KRI Fatahilah have been in the Indonesian eastern region’ waters. Some 124 have been killed, 185 serious injured in the disaster while hundreds more are still missing.
VRS October 11th, 2010, 04:49 AM panser ...
http://img836.imageshack.us/img836/4406/09102010391.jpg (http://img836.imageshack.us/i/09102010391.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img203.imageshack.us/img203/3689/09102010392.jpg (http://img203.imageshack.us/i/09102010392.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Kopassus October 11th, 2010, 04:40 PM Nice pics VRS! Who are those persons in black uniforms with caps? They dont look like anggota TNI-AD, even not BRIMOB.
VRS October 12th, 2010, 02:57 AM he3x.. i didnt ask same question to them...
Kopassus October 12th, 2010, 03:51 AM KRI Kalakay Brings Presidential Aid to Wasior
Minggu, 10 Oktober 2010 | 05:13 WIB
Reuters
A villager looks at the wreckage of a car in the flood-affected village of Wasior in Indonesias Papua province October 9, 2010. At least 126 people died, 66 went missing and more than 800 injured after flash floods swept Wasior on Monday, according to data from Indonesias National Disaster Mitigation Agency on Saturday.
SURABAYA, KOMPAS.com - Navy warship KRI Kalakay is carrying at least six tons of basic needs from President Susilo Bambang Yudhoyono to Wasior in the district of Teluk Wondama in West Papua recently hit by flash floods. The ship from the Eastern Fleet Command left Manokwari on Friday night and it is expected the aid would have been able to be distributed Saturday evening.
"The aid has to be sent by sea as the Wasior airstrip is not functioning normally due to the disaster," Eastern Fleet Command spokesman Lt. Col. Yayan Sugiana said here Saturaday.
The aid from the President was sent by plane from Jakarta to Manokwari and it was then shipped by KRI Kalakay from Manokwari to Wasior. The aid includes clothes for children and adults, blankets, instant noodle, biscuits, canned fish, milk and rice.
"Actually the aid totals 30 tons but Kalakay could only take six tons," Yayan said.
The rest 22 tons are still kept at the warehouse waiting to be taken later by KRI Kalakay after returning from Wasior. He said the Eastern Fleet Command had recieved information from Jakarta that two tons of aid still had yet to be sent to Manokwari.
The Command has also sent three other warships to help overcome the impact of the disaster namely KRI Teluk Ende-517, KRI Fatahilah-361 and KRI dr Soeharto-990. KRI dr Soeharto is serving as a floating hospital and has had much experience in carrying out humanitarian missions in a number of places in the country.
KRI Teluk Ende is a landing ship tank type used to carry personnel, aid supplies and other heavy equipment to help post-disaster recovery efforts. KRI dr Soeharso is now preparing to leave the Eastern Fleet Command base while KRI Teluk Ende and KRI Fatahilah have been in the Indonesian eastern region’ waters. Some 124 have been killed, 185 serious injured in the disaster while hundreds more are still missing.
Ternyata KRI Kalakay 818 Buatan Fasharkan TNI AL Manokwari Papua Barat 2004, memiliki semboyan "lincah cepat mematikan" beroperasi di perairan utara papua jenis patroli cepat Fiber 36 Meter, dengan jumlah awak 23 Orang, dilengkapi meriam 20 mm dan 12,7 mm. Kecepatan max 30 knot
Nick_2 October 16th, 2010, 04:14 PM Lantamal II Padang Tambah Kapal Perang
Selasa, 5 Oktober 2010 | 21:20 WIB
PADANG, KOMPAS.com - Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang akan menambah dua unit kapal perang Republik Indonesia (KRI) dari kelas kondor pada tahun 2011.
Selain itu, pembangunan dermaga tambahan dengan nilai proyek tahap pertama sekitar Rp 12 miliar juga diharapkan bakal segera dimulai.
Komandan Lantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Aswad, Selasa (5/10/2010) mengatakan hal itu usai menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-65 TNI di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang.
"Kita juga mengharapkan anggaran dana dari pemerintah daerah untuk pembangunan dermaga tambahan itu. Sedangkan untuk pengamanan, terutama untuk Kepulauan Mentawai belum ada patroli rutin, namun dari Armabar (Armada RI Kawasan Barat) bisa saja back up kesini dan ditambah lagi tahun depan ada dua KRI yang akan ke sini (Padang), namun saya belum tahu nama KRI tersebut," kata Aswad.
http://regional.kompas.com/read/2010/10/05/21202684/Lantamal.II.Padang.Tambah.Kapal.Perang.
Lanjutan dari berita diatas.. ^^
Padang | Sabtu, 16/10/2010 08:38 WIB
Lantamal II Padang Tambah Dua Kapal Perang
Husnal Hayati - Padang Today
Untuk menjaga perairan Indonesia, Lantamal II Padang mendapatkan tambahan kapal perang sebanyak dua unit. Dua kapal perang yang didatangkan dari Surabaya ini akan sampai tahun 2011 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Aswad, SE. MM beberepa saat lalu (16/10/2010).
Aswad mengatakan, dua jenis kapal perang yang akan diterima Lantamal II ini nantinya adalah KRI Kalabang dan KRI Kalahitam. Keduanya adalah jenis kapal patroli. Jelajah dua kapal perang ini adalah dari Sabang sampai Pulai Enggano.
Menurut Aswad, dengan penambahan dua kapal ini maka personil juga perlu ditambah. Untuk mengatasi ini 80 personil dari Surabaya akan dipindahkan ke Lantamal II. "80 personil ini akan ditempatkan menjadi awak dua kapal perang ini. Satu kapal akan mempunyai 40 orang awak kapal," katanya.
Lantamal akan menyiapkan tempat bersandar kapal, tempat perbaikan perumahaan dan juga tempat rekreasi. (*)
Kopassus October 22nd, 2010, 05:20 AM Menhan Serah Terimakan 3 Heli Mi-35P ke TNI AD
http://images.detik.com/content/2010/10/20/157/Menhan1.jpg
http://images.detik.com/content/2010/10/20/157/Menhan2.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/rp_pr_1287582910_re_455x276.jpg
Foto-foto : DETIK, ANTARA
CIPUTAT - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyerahkan 3 helikopter jenis MI-35P kepada TNI Angkatan Darat di Lapangan Terbang Pusnerbad, Pondok Cabe, Ciputat, Rabu (20/10).
Purnomo dan Dubes Rusia untuk RI, Alexander A Vivanov juga menandatangani berita acara serah terima dan secara simbolis menyiramkan air mawar dan memecahkan kendi ke heli. Acara serah terima ini juga dihadiri Wakil KSAD Letjen Suryo Prabowo, dan sejumlah anggota DPR.
Dikatakan dia, 3 heli ini dibeli setelah adanya tanda tangan antara pemerintah Indonesia dengan Rusia dengan menggunakan fasilitas state credit pemerintahan Rusia sebesar US$ 56.100.000 atau setara dengan Rp 64.515.000.000. Harga itu termasuk pencakupan persenjataan dan amunisi serta pelatihan bagi para calon awak pesawat.
Menurut dia, pesawat buatan Rusia ini akan menambah kekuatan TNI AD. Saat ini, TNI AD sudah mempunyai 11 helikopter generasi baru yang cukup handal. Dengan perincian, 5 buah helikopter MI-35P, 6 buah MI- 17V-5.
bama84 October 22nd, 2010, 06:34 AM ^^
helikopter Mi-35P desainnya biasa aja, gendut gitu.:lol: Ngga sesangar AH-64 Apache.btw nih, kita udah bisa belum ya bikin heli tempur lokal ?
Kopassus October 23rd, 2010, 04:08 AM ^^
helikopter Mi-35P desainnya biasa aja, gendut gitu.:lol: Ngga sesangar AH-64 Apache.btw nih, kita udah bisa belum ya bikin heli tempur lokal ?
Mungkin Mi-24/35 tidak selangsing AH-64
http://www.aerospaceweb.org/aircraft/helicopter-m/mi24/mi24_03.jpg
But its still the mst impressive and intimidating combat helicopter ever build.
Imagine this flying towards you.....
http://www.aerospaceweb.org/aircraft/helicopter-m/mi24/mi24_02.jpg
http://www.lznamest.army.cz/images/galerie/mi24-1/27mi24800.jpg
Kopassus October 23rd, 2010, 04:30 AM Oya sampai skrg IPTN hanya membuat NBO-105 dgn rocketpods dan NB412 dgn rocketpods di samping dan senapan mesin di pintu.
http://thm-a01.yimg.com/nimage/fc1d9a081d7c75a2
http://www.indonesian-aerospace.com/gallery/images/nbell-412_03.jpg
bama84 October 23rd, 2010, 04:51 AM ^^
wuih, ngeri juga ya.:D apalagi heli yang pake sayap, bisa nembak roket ama misil.Juga senapan mesin otomatis. Heli seperti ini biasanya dirancang buat menghancurkan tank. Kita mesti belajar bikin yang begini. Jangan cuma bisa beli ke asing.
Kopassus October 23rd, 2010, 05:44 AM ^^
wuih, ngeri juga ya.:D apalagi heli yang pake sayap, bisa nembak roket ama misil.Juga senapan mesin otomatis. Heli seperti ini biasanya dirancang buat menghancurkan tank. Kita mesti belajar bikin yang begini. Jangan cuma bisa beli ke asing.
Biayanya gede banget, membeli beberapa dari Rusia lebih murah.
Lihat aja ke Itali (A129 Mangusta) dan Afrika Selatan (CSH-2 Rooivalk), ongkos pengembangan dan produksi gedeh, tapi kurang laku.
Something else
Video of torture in Papua could benefit separatists
Hans David Tampubolon, The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 10/21/2010 5:48 PM | National
A National Mandate Party (PAN) politician has urged for an immediate probe into torture allegedly committed by Indonesian Military (TNI) officers against Papuans, unless separatist rebel group in the province will exploit the issue to justify their fight.
“If a serious investigation is not conducted, it will only provide legitimacy to the separatists who have basis of support overseas,” PAN’s Bara Hasibuan told The Jakarta Post on Thursday.
“This kind of situation can also give the separatists an instrument to strengthen their efforts to convince the international communities on their struggle. Their main reason to weaken Indonesia’s position is the fact that there are still a lot of human rights violations in that region [Papua],” he added.
Bara demanded heavy punishment for soldiers who were found guilty for the torture, a video of which circulated through YouTobe earlier this week.
“That’s the only way to prevent the video from being exploited as legitimacy,” he said.
The TNI has said it was still investigating on the validity of the video.
Torturing and suppress your own people is one of the worst crimes you can do as a soldier. So if those men in military uniforms are real Indonesian soldiers and the Papuas were just innocent civillians, the soldiers should be punished heavy.
Selain melanggar HAM bangsa sendiri, ini juga menjelekin citra Indonesia.
If not, we have to find out who these men are and who has filmed and leaked this to youtube.
Kopassus October 23rd, 2010, 05:54 AM Pengabdian KRI Karang Unarang-985 Berakhir
Jumat, 22/10/2010 - 16:13
http://www.pikiran-rakyat.com/ffarm/www/imagecache/470x295watermark/ffarm/www/2010/10/22/kri_0.jpg
DISPENARMABAR
PRAJURIT anak buah kapal KRI Karang Unarang-985 melakukan penghormatan saat penurunan ular-ular perang yang menandai berakhirnya pengabdian KRI Karang Unarang di jajaran TNI AL, pada upacara milliter di dermaga 115 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/10).*
JAKARTA, (PRLM).- Masa pengabdian KRI Karang Unarang-985 berakhir dengan dilaksanakannya penurunan ular-ular perang dalam suatu upacara militer di Dermaga 115 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/10).
Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) dalam amanatnya yang dibacakan Komandan Satuan Kapal Bantu Koarmabar (Dansatbanarmabar) Kolonel Laut (P) Suhartono mengatakan, ular-ular perang merupakan simbol kapal perang yang harus berkibar di tiang gafel, sebagai salah satu tanda dari Kapal Perang Republik Indonesia. Oleh sebab itu, upacara penurunan ular-ular perang melalaui upacara milliter yang dilaksanakan secara sederhana namun khidmat ini, merupakan suatu peristiwa simbolik yang menandakan berakhirnya perjalanan sejarah pengabdian suatu KRI sebgai unsur kekuatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.
Lebih lanjut Pangarmabar mengatakan, KRI Karang Unarang-985 adalah kapal jenis eks Kapal Ferry Cepat (KFC) yang dibangun d iatas galangan kapal Lurseen di Jerman Barat pada tahun 1998. KRI ini masuk jajaran TNI Angkatan Laut sesuai Surat Keputusan Kasal nomor Skep/226/II/2006 tanggal 14 Februari 2006, dan merupakan kapal eks Barito yang dihibahkan dari ASDP ke TNI AL C.q Koarmabar. Kapal ini diproyeksikan menambah kekuatan jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmabar yang mengemban tugas sebagai kapal cepat angkut personel dalam penggelaran pasukan di seluruh wilayah perairan nusantara. Sejak dikukuhkan masuk jajaran Koarmabar pada tanggal 7 April 2006 sampai saat ini, kehadiran KRI Karang Unarang-985 belum dioperasikan secara optimal, namun secara teknis masih layak untuk beroperasi.
Perlu dipahami bahwa Pemimpin TNI/TNI Angkatan Laut sudah mempertimbangkan secara matang terhadap keputusan penghapusan ini, yaitu agar lebih dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan menghibahkannya ke Pemerintah Daerah Kepulauan Sangihe sebagai sarana transportasi laut di wilayah Kepulauan Sangihe.
Hadir pada Upacara terebut Wakil Bupati Kabupaten Sangihe Jabes E. Gaghana, SE, ME, Ketua DPRD Kabupaten Sangihe T.P. Jangkobus, dan Wakil Komandan Satpaskaarmabar Letkol Laut (T) Siswanto. (Mun/A-147)***
bama84 October 23rd, 2010, 11:18 PM Biayanya gede banget, membeli beberapa dari Rusia lebih murah.
Lihat aja ke Itali (A129 Mangusta) dan Afrika Selatan (CSH-2 Rooivalk), ongkos pengembangan dan produksi gedeh, tapi kurang laku.
Bisnis persenjataan ngga sama dengan jual roti, keuntungan dinilai dari barang yang dijual. Sebab ini menyangkut keamanan/pertahanan nasional. Bagaimanapun kita harus bisa bikinnnya, dan itu semua dimulai dari riset. Sebab, bukan apa2,bila cuma bisa beli kalau terjadi perang betulan (all ou war) habislah kita.
David-80 October 24th, 2010, 08:01 AM Bisnis persenjataan ngga sama dengan jual roti, keuntungan dinilai dari barang yang dijual. Sebab ini menyangkut keamanan/pertahanan nasional. Bagaimanapun kita harus bisa bikinnnya, dan itu semua dimulai dari riset. Sebab, bukan apa2,bila cuma bisa beli kalau terjadi perang betulan (all ou war) habislah kita.
Ok, anda pilih
$2-$5 billion dollars for development/research - not including production which i think will cost more than $5 billion USD
yang bisa menguras APBN kita sampe puluhan trilliun rupiah lagi. yang seharusnya untuk kesejahteraan prajurit, edukasi, law enforcement, dan kesehatan. belom lagi keperluan infrastructure....dll...
or
$2-$5 billion dollars to purchase brand new armaments, plus spare parts/arms/after sale service. Ready to use.
Lets be realistic
cheers
bama84 October 24th, 2010, 07:41 PM Ok, anda pilih
$2-$5 billion dollars for development/research - not including production which i think will cost more than $5 billion USD
yang bisa menguras APBN kita sampe puluhan trilliun rupiah lagi. yang seharusnya untuk kesejahteraan prajurit, edukasi, law enforcement, dan kesehatan. belom lagi keperluan infrastructure....dll...
or
$2-$5 billion dollars to purchase brand new armaments, plus spare parts/arms/after sale service. Ready to use.
Lets be realistic
cheers
I'd rather spent $ 5 billion to purchase domestic brand new armnaments and allocate some budget for research,education,healthcare,infrastructure,etc. We simply don't need foreign made weapon for right now.
David-80 October 25th, 2010, 06:22 AM I'd rather spent $ 5 billion to purchase domestic brand new armnaments and allocate some budget for research,education,healthcare,infrastructure,etc. We simply don't need foreign made weapon for right now.
You didn't answer my question, what do you think of the budget for research and development? how you can even buy your own domestic arms if no research/development ? how much the cost for production?
Its like asking, do you like indomie or your own made mie? and your answer is, i want to buy my own mie (without collaborating how much the cost to make your own mie)
Alias...GA NYAMBUNG :lol:
Cheers
bama84 October 25th, 2010, 06:43 AM you didn't read my statement above. "we simply don't need foreign made weapon for right now" otherwise we don't have to buy for right now.I'd rather allocate $ 5 billion from APBN for research and development of local made weaponary.
David-80 October 25th, 2010, 06:53 AM you didn't read my statement above. "we simply don't need foreign made weapon for right now" .
And what that statement has anything to do with my question? there are only option A and option B. Yet you answered me with option C, which is none :lol:
otherwise we don't have to buy for right now.I'd rather allocate $ 5 billion from APBN for research and development of local made weaponary
Ok, now you choose option A, which is spending $5 billion....and the cost of production is how much? you still not answer me.
so we don't buy arms now, we wait until the research and development is finished...which is 2-4 years before even started on production which maybe will take more years.....so if we don't buy any fighters/arms now...and some nuts countries decided to invade us...what happen?
Oh i know, bama84 will go to the frontline and attack all the fighters with his RPG and fighter made by PT BAMA DUNIA FANTASY. rite rite :nuts:
cheers
Sizter85 October 25th, 2010, 02:51 PM Puluhan Pesawat Tempur Digeser ke Kaltim
Senin, 25 Oktober 2010
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Penerjunan pasukan Detasemen Bravo Paskhas, Senin (25/10) dinihari mengawali rangkaian latihan puncak Angkasa Yudha TNI AU di Sangatta, Kaltim. Sesuai strategi, Den Bravo diterjunkan sebagai pasukan pionir menyusup dan mempelajari kekuatan lawan.
Demikian dikemukakan Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Balikpapan, Letkol Pnb Riva Yanto di Base Operasi Sepinggan. Usai Den Bravo, kembali terjun 14 personil pengendali tempur (Dalpur) dari Batalyon 464 Paskhas Malang. Dalpur bertugas untuk membuka jalur komunikasi dan perlindungan pasukan. "Dalpur bertugas membuka komunikasi dengan kolat (komando latihan). Ini sebagai penentu kelanjutan misi latihan," ujar Riva.
Dua penerjunan sengaja dilakukan saat gelap guna menambah kemampuan personil. Setiap pasukan Dalpur dilengkapi dengan sub-machine gun Daewoo, radio, teropong, panel, serta pakaian sipil. "Usai mendarat, mereka langsung ganti pakaian sipil untuk memantau keadaan di sekitar sasaran," tuturnya.
Angkasa Yudha merupakan latihan puncak di jajaran TNI AU. Senin (25/10), beberapa pesawat tempur yang digunakan akan tiba di Bandara Sepinggan. Diantaranya, 10 unit Hawk 100 dari Skadron 1 Pontianak dan Skadron Udara 12 Pekanbaru. Lima unit Hercules, Lima unit F-5E/F Tiger Skadron Udara 14, Lanud Iswahyudi, Madiun. Serta satu Helikopter SAR Super Puma Nas 332. Alutsista ini melengkapi pesawat Casa C212M-200, Fokker 27 dan satu helikopter yang telah digunakan Minggu kemarin.
Selasa (26/10) besok, masing-masing pesawat dijadwalkan melakukan Combat Air Patrol (CAP) di wilayah udara Kaltim. Pesawat yang melakukan CAP termasuk Sukhoi Su-27 SK dan SU-30 serta pesawat F-16 Fighting Falcon dari masing-masing pangkalan. "Selasa (26/10) siang KASAU (Kepala Staf TNI AU) juga akan tiba di Balikpapan untuk menyaksikan langsung latihan ini," ujar Riva.
Puncak latihan akan digelar Rabu (27/10) tepat pukul 08.00 di Sangatta. Seluruh pesawat tempur dijadwalkan melakukan penembakan secara bergantian. "Seharusnya ini skenario serangan fajar. Tetapi sengaja kami gelar pukul 08.00 agar masyarakat dapat menyaksikan juga," kata dia.
Latihan ini, lanjutnya, melibatkan sedikitnya 650 personil. Termasuk petugas Kolat, ground crew pesawat, serta personil Paskhas.
Usai latihan, TNI AU dijadwalkan menggelar Air Static Show di Base Ops Lanud Sepinggan. TNI AU akan memperlihatkan pesawat dan heli yang digunakan dalam latihan Angkasa Yudha 2010 ini. Selain itu, Lanud Balikpapan juga menyiapkan pameran foto dan aksesori TNI AU.
"Melalui latihan ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat Kaltim kemampuan TNI AU. Selain menumbuhkan rasa nasionalisme kami ingin masyarkat merasa bangga memiliki TNI AU," tutur Riva. Ia juga berharap generasi muda Kaltim mau terpanggil untuk bergabung bersama TNI di masa mendatang. (*)
http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/70300
bama84 October 28th, 2010, 02:46 AM And what that statement has anything to do with my question? there are only option A and option B. Yet you answered me with option C, which is none :lol:
Ok, now you choose option A, which is spending $5 billion....and the cost of production is how much? you still not answer me.
so we don't buy arms now, we wait until the research and development is finished...which is 2-4 years before even started on production which maybe will take more years.....so if we don't buy any fighters/arms now...and some nuts countries decided to invade us...what happen?
Oh i know, bama84 will go to the frontline and attack all the fighters with his RPG and fighter made by PT BAMA DUNIA FANTASY. rite rite :nuts:
cheers
I don't think it's gonna happened, if they did we'll fight em' back with our own made weapon. The government should subsidized the cost of production, so don't worry about the amount. Research and development of domestic made weapon is needed, and keep em' go on.
Kopassus October 28th, 2010, 03:08 PM Puluhan Pesawat Tempur Digeser ke Kaltim
Senin, 25 Oktober 2010
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Penerjunan pasukan Detasemen Bravo Paskhas, Senin (25/10) dinihari mengawali rangkaian latihan puncak Angkasa Yudha TNI AU di Sangatta, Kaltim. Sesuai strategi, Den Bravo diterjunkan sebagai pasukan pionir menyusup dan mempelajari kekuatan lawan.
Demikian dikemukakan Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Balikpapan, Letkol Pnb Riva Yanto di Base Operasi Sepinggan. Usai Den Bravo, kembali terjun 14 personil pengendali tempur (Dalpur) dari Batalyon 464 Paskhas Malang. Dalpur bertugas untuk membuka jalur komunikasi dan perlindungan pasukan. "Dalpur bertugas membuka komunikasi dengan kolat (komando latihan). Ini sebagai penentu kelanjutan misi latihan," ujar Riva.
Dua penerjunan sengaja dilakukan saat gelap guna menambah kemampuan personil. Setiap pasukan Dalpur dilengkapi dengan sub-machine gun Daewoo, radio, teropong, panel, serta pakaian sipil. "Usai mendarat, mereka langsung ganti pakaian sipil untuk memantau keadaan di sekitar sasaran," tuturnya.
Angkasa Yudha merupakan latihan puncak di jajaran TNI AU. Senin (25/10), beberapa pesawat tempur yang digunakan akan tiba di Bandara Sepinggan. Diantaranya, 10 unit Hawk 100 dari Skadron 1 Pontianak dan Skadron Udara 12 Pekanbaru. Lima unit Hercules, Lima unit F-5E/F Tiger Skadron Udara 14, Lanud Iswahyudi, Madiun. Serta satu Helikopter SAR Super Puma Nas 332. Alutsista ini melengkapi pesawat Casa C212M-200, Fokker 27 dan satu helikopter yang telah digunakan Minggu kemarin.
Selasa (26/10) besok, masing-masing pesawat dijadwalkan melakukan Combat Air Patrol (CAP) di wilayah udara Kaltim. Pesawat yang melakukan CAP termasuk Sukhoi Su-27 SK dan SU-30 serta pesawat F-16 Fighting Falcon dari masing-masing pangkalan. "Selasa (26/10) siang KASAU (Kepala Staf TNI AU) juga akan tiba di Balikpapan untuk menyaksikan langsung latihan ini," ujar Riva.
Puncak latihan akan digelar Rabu (27/10) tepat pukul 08.00 di Sangatta. Seluruh pesawat tempur dijadwalkan melakukan penembakan secara bergantian. "Seharusnya ini skenario serangan fajar. Tetapi sengaja kami gelar pukul 08.00 agar masyarakat dapat menyaksikan juga," kata dia.
Latihan ini, lanjutnya, melibatkan sedikitnya 650 personil. Termasuk petugas Kolat, ground crew pesawat, serta personil Paskhas.
Usai latihan, TNI AU dijadwalkan menggelar Air Static Show di Base Ops Lanud Sepinggan. TNI AU akan memperlihatkan pesawat dan heli yang digunakan dalam latihan Angkasa Yudha 2010 ini. Selain itu, Lanud Balikpapan juga menyiapkan pameran foto dan aksesori TNI AU.
"Melalui latihan ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat Kaltim kemampuan TNI AU. Selain menumbuhkan rasa nasionalisme kami ingin masyarkat merasa bangga memiliki TNI AU," tutur Riva. Ia juga berharap generasi muda Kaltim mau terpanggil untuk bergabung bersama TNI di masa mendatang. (*)
http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/70300
Ah, yg ini ya?....
Angkasa Yudha 2010
http://www.tni-au.mil.id/sites/default/files/Sukhoi-Hnd.jpg
SANGATTA - Satu flight pesawat tempur Suhkoi SU-27 dan SU-30 MK 2 yang berhome base di Sekadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin dan satu flight pesawat tempur F-16 Figthing Falcon yang berhome base di Skadron Udara 3 Wing 3 Lanud Iswahyudi Rabu (27/10) pukul 08.15 Wita meninggalkan landasan Lanud Sultan Hasanuddin menuju sasaran untuk misi pengeboman di wilayah Sangatta Kalimatan Timur dalam rangkaian latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha 2010.
Latihan Angkasa Yudha 2010 yang berlangsung 26-28 Oktober 2010 tersebut, selain melibatkan pesawat tempur, juga didukung oleh beberapa pesawat angkut Hercules C-130, pesawat Intai Strategis Boeing 737 dan CN-235 MPA serta satu pesawat Air Refueling C-130 KC Tanker dan pesawat Heli SAR.
Sebelum melaksanakan misi penyerangan ke daerah sasaran di wilayah Sangatta, para penerbang terlebih dahulu melaksanakan briefing yang dipimpin oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna sebagai Komandan didampingi Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Mujianto bertindak sebagai Wadan Satlakopsud, disaksikan Tim Wasdal dari Mabes TNI Angkatan Udara.
Kopassus October 28th, 2010, 03:16 PM Aneh, di Pusat Pendidikan Infantri, Cipatat, Jabar, sudah ada peacekeeping center....
http://94.100.118.89/931550001-931600000/931565701-931565800/931565722_5_JCxE.jpeg
Wamenhan Tinjau Pembangunan Peace Keeping Center
BOGOR - Wakil Menteri Pertahanan RI, Letnan Jenderal TNI Sjahfrie Sjamsoedin didampinging Sekretaris Jenderal Kemhan RI , Marsekal Madya TNI Eris Herryanto meninjau secara langsung pembangunan Peace Keeping Center atau Pusat Markas Pasukan Perdamaian (PMPP) yang berlokasi di Desa Sukahati, Citeureup, Bogor, Rabu (26/9).
Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 260 hektar tersebut, rencananya akan dijadikan sebagai lokasi pusat pelatihan prajurit TNI yang akan bertugas sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian Bangsa-Bangsa.
Sebelum peninjauan, Wamenhan berkesempatan memberikan paparan kepada stake holder ataupun pihak yang berwenang dalam proyek pembangunan tersebut. Ditegaskan oleh Wamenhan, ide pembangunan proyek peace keeping center ini berasal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai komitmen Indonesia turut serta mendukung dalam perdamaian dunia.
Dari Peace Keeping Center ini nantinya, diharapkan pasukan yang dikirim bisa memperoleh ilmu serta pelatihan secara terpusat dan profesional sebagai pasukan penjaga perdamaian.
Selain itu juga nantinya lahan yang ada akan digunakan sebagai pusat bantuan kemanusiaan dan penggulangan bencana alam, pusat penanggulangan teror serta sebagai tempat pasukan yang disiapkan (stand by forces) untuk diterjunkan dalam penugasan.
Wamenhan juga berharap agar seluruh pihak yang terkait secara sinergis bekerjasama baik di tataran Kementerian Pertahanan sebagai pemilik proyek, kontraktor yang membangun, pemerintah daerah bogor dalam perijinan, Badan Pertanahan Nasional serta instansi lainnya. Pembangunan ini diharapkan tidak melebarkan jarak dengan masyarakat setempat, tetapi hendaknya dapat mendekatkan diri kepada masyarakat, tegasnya.
Secara umum baik pemerintah Kabupaten Bogor maupun Badan Pertanahan Nasional serta developer akan bekerja dengan baik, sehingga harapan tahun 2014 Peace Keeping Center sudah beroperasi dapat terealisasi.
Kopassus October 28th, 2010, 03:24 PM Thursday, October 28, 2010
400 Marinir Berangkat ke Wasior
SURABAYA - Sebanyak 400 prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satuan Tugas Kemanusiaan berangkat ke Wasior, Papua Barat, dari Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya, Kamis (28/10). Mereka berangkat dengan menggunakan KRI dr Soeharso-990. FOTO : DETIK
http://images.detik.com/content/2010/10/28/473/Marinir4.jpg
http://images.detik.com/content/2010/10/28/473/Marinir8.jpg
http://images.detik.com/content/2010/10/28/473/Marinir9.jpg
Kopassus October 28th, 2010, 03:41 PM And what that statement has anything to do with my question? there are only option A and option B. Yet you answered me with option C, which is none :lol:
Ok, now you choose option A, which is spending $5 billion....and the cost of production is how much? you still not answer me.
so we don't buy arms now, we wait until the research and development is finished...which is 2-4 years before even started on production which maybe will take more years.....so if we don't buy any fighters/arms now...and some nuts countries decided to invade us...what happen?
Oh i know, bama84 will go to the frontline and attack all the fighters with his RPG and fighter made by PT BAMA DUNIA FANTASY. rite rite :nuts:
cheers
I think developing and producing own weapons systems is only practical and economical if there is a high priority demand for it and if we need a quite large amount of it. A good example is transport airplanes (CN235), assault riffles (SS! dan SS2), fast patrol boats (FPB 57) and Armoured Personel Carriers (Anoa).
Also the modification of existent products is economical and practical like CN235-220 -> CN235-220 MPA.
Kopassus October 28th, 2010, 04:33 PM Kata TV One pswt M28 Skytruck dari POLRI jatuh.....
David-80 October 28th, 2010, 08:36 PM Kata TV One pswt M28 Skytruck dari POLRI jatuh.....
Yup, sepulang dari membawa bantuan di Wasior ...R.I.P to our heroes. :(
Cheers
Kopassus October 29th, 2010, 01:56 PM more info...
Pesawat Skytruck POLRI Jatuh di Papua
http://4.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TMo8Hl5VXyI/AAAAAAAACEI/Eva4TCwd7uA/s400/Skytruck-M28.jpg
JAKARTA - Pesawat milik Mabes Polri jatuh di sekitar kawasan Wami, Distrik Wanggar, Papua, Rabu (27/10), yang menewaskan tiga orang awaknya. "Pesawar milik Polri berjenis Skytruck tersebut dibawa lima orang awak yakni AKP Irwan sebagai pilot, Iptu Bayu sebagai co pilot, dan kru Ipda Mohamad Amri, Briptu Hadirianto, dan Briptu Aipul Bahri" kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Kamis (28/10).
Pesawat Skytruck diperkirakan jatuh di daerah Wami, pesawat take-off pada pukul 15.55 WIT setelah sebelumnya mengisi BBM di Nabire, selanjutnya pada pukul 16.30 kehilangan kontak dan belum tiba di Ambon," kata Iskandar. "Jatuhnya pesawat milik Mabes Polri tersebut diperkirakan karena cuaca buruk," tambahnya.
typhoonbringer November 1st, 2010, 01:35 AM Hmm interesting, jadi bisa dibilang, sandhi yudha itu deterrent forces unit nya yah. thanks.
Btw, sebenernya dari SAS nya sih ga ngeremehin kok, itu kan karena media massa disana memang selalu mencari sisi buruknya kopassus, ya, bad news is good news...makanya yang mereka interview selalu Human right activist dsb....
padahal pihak SAS nya sendiri bilang di statement mereka, kalo saat ini unit anti terror yang paling bagus kalo ada kejadian terrorist (within the region), ya Kopassus Gultor 81.
Cheers
setau nubi, sandhi yudha itu unit intel nya kopasus, mirip2 green berrets dimana mereka beroprasi jauh dibelakang garis musuh dan starting insurgency with local helps, juga unit pengintaian jarak jauh
Bisnis persenjataan ngga sama dengan jual roti, keuntungan dinilai dari barang yang dijual. Sebab ini menyangkut keamanan/pertahanan nasional. Bagaimanapun kita harus bisa bikinnnya, dan itu semua dimulai dari riset. Sebab, bukan apa2,bila cuma bisa beli kalau terjadi perang betulan (all ou war) habislah kita.
be realistic dude, bikin senjata sendiri itu ga gampang, liat itu ANOA prototip aja ada 3 fase, berapa taun kita bikinya, dalam perencanaan pertahanan, harus balance antara present and future budgeting
contoh gampang, kenapa kita masih tertarik dengan F-16 dan JF-17 padahal kita sudah invest di KFX? pernah denger apa itu STOP GAP? RnD suatu alutsista paling cepat itu diatas 7 tahun, SS1 keluar setelah berapa tahun kita lisensi FNC?
china saja masih impor mesin AL-31 SATURN kok buat di RE, padahal mereka dah ngembangin WS-10 lebih dari 15 tahun, itu baru perkara mesinya ya
typhoonbringer November 1st, 2010, 01:40 AM Nice pics VRS! Who are those persons in black uniforms with caps? They dont look like anggota TNI-AD, even not BRIMOB.
keknya paspampres brah, kalo ga kavaleri
icikibung November 4th, 2010, 08:19 PM As I promised
http://img84.imageshack.us/img84/4408/dscn6012.jpg (http://img84.imageshack.us/i/dscn6012.jpg/)
http://img441.imageshack.us/img441/1331/dscn6070t.jpg
http://img26.imageshack.us/img26/2623/dscn6067g.jpg
http://img255.imageshack.us/img255/1589/dscn6078i.jpg
http://img525.imageshack.us/img525/3430/dscn6071.jpg
http://img169.imageshack.us/img169/6163/dscn6072l.jpg
icikibung November 4th, 2010, 08:21 PM continue...
http://img248.imageshack.us/img248/7516/dscn6103.jpg
http://img835.imageshack.us/img835/3075/dscn6100.jpg
http://img522.imageshack.us/img522/2413/dscn6097l.jpg
http://img248.imageshack.us/img248/1684/dscn6093r.jpg
http://img248.imageshack.us/img248/2005/dscn6092.jpg
http://img574.imageshack.us/img574/5228/dscn6091.jpg
icikibung November 4th, 2010, 08:26 PM Continue...
http://img502.imageshack.us/img502/7462/dscn6088.jpg
http://img263.imageshack.us/img263/5087/dscn6086g.jpg
http://img263.imageshack.us/img263/9558/dscn6084z.jpg
http://img607.imageshack.us/img607/7039/dscn6083.jpg
http://img510.imageshack.us/img510/6707/dscn6082.jpg
http://img526.imageshack.us/img526/6494/dscn6079.jpg
icikibung November 4th, 2010, 08:29 PM http://img573.imageshack.us/img573/7879/dr001.jpg
http://img408.imageshack.us/img408/369/dr002.jpg
source: www.navy.lk
typhoonbringer November 5th, 2010, 02:29 AM katanya mo dipensiunin ya?
Kopassus November 9th, 2010, 02:21 AM Nice pics icikibung!
TNI AU Beli Dua Unit Pesawat Boeing 737-400
Senin, 08/11/2010 - 16:25
JAKARA, (PRLM).- TNI Angkatan Udara dan PT Garuda Indonesia mengadakan penandatangan nota kesepahaman tentang pengalihan dua unit pesawat Boeing 737- 400, yang ditandatangai oleh Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat dan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, di Mabesau Cilangkap, Senin (8/11).
Penandatanganan nota kesepahaman ini adalah salah satu tahapan dalam mewujudkan proses pembelian 2 unit pesawat Boeing 737-400 dari PT Garuda Indonesia (Persero) kepada pihak TNI Angkatan Udara, selanjutnya akan dilaksanakan proses pengadaan barang/jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu penyusunan dokumen kontrak jual beli.
Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, dalam Rencana Strategis Tahun 2010-2012, TNI Angkatan Udara telah memprogramkan dan menganggarkan untuk meningkatkan kemampuan alutsista agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penangkal, penindak, dan pemulih dalam rangka menegakkan kedaulatan negara di udara yang dilaksanakan salah satunya dengan OMSP.
“TNI Angkatan Udara mengharapkan bahwa kegiatan penyusunan dokumen kontrak pembelian pararel dengan kegiatan pelatihan di bidang pemeliharaan, dan tim teknis, agar supaya pesawat tersebut dapat dioperasikan di TNI Angkatan Udara dengan segera”, ungkapnya.
Sementara itu, Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyatakan, sebagai “national flag carrier” selain menjalankan misi sebagai salah sebagai suatu entitas bisnis, Garuda memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan aspek perekonomian , sosial dan budaya, serta pertahanan dan keamanan negara.
Dikatakan, sejalan dengan peranannya tersebut, maka Garuda Indonesia senantiasa berupaya untuk dapat menjalin kerja sama serta memberikan dukungan bagi berbagai lembaga dan intitusi agar tercipta sinergi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan pada umumnya bagi negara dan bangsa. (Mun/A-147)***
Kopaska TNI AL Latihan Bersama US Navy Seal
Senin, 08/11/2010 - 15:36
http://www.pikiran-rakyat.com/ffarm/www/imagecache/470x295watermark/ffarm/www/2010/11/08/iron.jpg
DISPENARMABAR/"PRLM"
KOMANDAN Guspurlabar Laksamana Pertama TNI Dedy Yulianto saat melaksanakan pemeriksaan pasukan pada upacara pembukaan Latihan Bersama Kopaska TNI AL dan US Navy Seal di Marksa Komando (Mako) Satpaskaarmabar, Pondok Dayung, Senin (8/11).*
JAKARTA, (PRLM).- Flash Iron 11-01 yang merupakan latihan bersama Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan US Navy Seal kembali digelar selama 26 hari mulai dari tanggal 8 November sampai dengan 3 Desember 2010. Upacara pembukaan dilaksanakan di Markas Komando (Mako) Satuan Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Barat (Satpaskaarmabar), Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/11).
Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Marsetio, M.M dalam amanatnya pada upacara pembukaan yang dibacakan Komandan Guspurlabar Laksamana Pertama TNI Dedy Yulianto mengatakan, dihadapkan pada perkembangan dinamika di lapangan yang sangat cepat, dan dikaitkan dengan semakin komplek serta beratnya tugas-tugas yang diemban Kopaska TNI AL, maka pelaksanaan latihan bersama ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Keberhasilan tugas dan latihan bersama ini akan terkait erat dengan semangat, dedikasi, kekompakan dan rasa kebersamaan yang mendalam dari semua prajurit.
Dikatakan Pangarmabar, adapun sasaran yang akan diwujudkan pada latihan kali ini adalah semakin tajam dan mantapnya kadar profesionalisme prajurit Kopaska TNI AL dan US Navy Seal. Oleh karenannya melalui latihan bersama ini akan dilaksanakan uji kemampuan baik baik secara individu maupun tim dan pemantapan standar prosedur operasi khususnya manuvra di lapangan. Jenis dan beban materi latihan telah disusun secara bertahap, berlanjut dan berkesinambungan, agar hasil latihan dapat dijadikan sebagai landasan untuk latihan berikutnya.
Para penyelenggara latihan baik pelaku, pelatih maupun pengawas dan pengendali latihan harus memiliki kesamaan persepsi, rencana latihan jangka panjang serta system dan metode latihan yang tepat bagi Kopaska TNI AL dan US Navy Seal, terutama dalam hal teknik maupun taktik operasi-operasi yang bersifat khusus sesuai fungsi asasinya di bidang Naval Special Warfare. Melalui teknik maupun taktik yang dilatihkan bersama akan terbentuk suatu tim yang solid dan pada saatnya nanti bila diperlukan kehadiran dua tim dalam melaksanakan tugas-tugas bersama, akan mampu melakukannya secara baik, cepat dan benar sesuai protap yang telah ditentukan.
Pangarmabar berharap latihan ini benar-benar dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan hubungan bilateral kedua negara yang sudah terjalin baik selama ini dan sekaligus semakin memantapkan kerjasama antara TNI AL dan US Navy.
Pada latihan bersama ini melibatkan dua tim dari Satpaska Timur, dua tim dari Satpaska Barat dan satu tim dari US Navy Seal. Adapun materi yang akan dilatihkan pada latihan bersama yang terpusat di Pondok Dayung ini adalah OTB (Over The Beach), Military Free Fall, CQC (Close Quarter Combat), Combat Swimmer and Under Water Demolition, Markmen Ship. Sedangkan macam latihan terdiri teknis, taktis dan manuver di lapangan menggunakan metode latihan teori, drill dan praktek di lapangan dengan sifat latihan satu pihak dikendalikan. (Mun/A-147)***
Kopassus November 9th, 2010, 03:07 AM Berharap Hibah F-16 dari Obama
Kompas
Kompas - Selasa, 9 November
KOMPAS.com — Setelah mengunjungi India, Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya ke Indonesia juga. Diukur dari durasi waktu kunjungannya, India tampak lebih penting sehingga ia perlu tiga hari di sana. Ia mungkin merasa tidak perlu berlama, bahkan tidak sampai sehari di Indonesia yang pernah ia tinggali dan turut menentukan masa kecilnya itu.
Obama menempatkan India sebagai mitra dagang terpenting bagi pasar tak terbatas produk-produk AS. Itu sebabnya ia perlu menghadiri konferensi tingkat tinggi perdagangan yang diselenggarakan Indo-US Business Council, Badan Perdagangan Primer India, Federasi Kamar Dagang dan Industri India, serta Konfederasi Industri India.
Selain mencari peluang pasar, Presiden AS ini juga membicarakan masalah keamanan. Ia mendesak India memulai lagi perundingan damai dengan Pakistan demi kepentingan domestik dan keamanan kawasan. Perdamaian kedua negara itu akan sangat membantu AS dalam menuntaskan perang melawan Taliban di Afganistan.
Lain halnya Indonesia, negeri yang pernah Obama tinggali bersama ibu dan ayah tirinya pada saat ia berusia 6-10 tahun. Tampaknya tidak penting bagi AS membicarakan persoalan ekonomi dengan Indonesia. Menurut Gedung Putih, pekan lalu, misi Obama ke Indonesia lebih pada isu-isu politik dan kebudayaan ketimbang ekonomi.
Salah satu isu politik strategis adalah keamanan dan pertahanan wilayah bekas "tanah air"-nya itu. AS menawarkan bantuan mereformasi dan meningkatkan kapabilitas militer Indonesia, terutama pertahanan udara dan maritim. Apakah dalam konteks ini juga masalah keamanan perbatasan dengan Malaysia akan diletakkan?
Terkait dengan pertahanan, kabarnya sudah ada tawaran dari AS untuk menghibahkan F-16 kepada Indonesia. Hibah F-16 dan pembukaan kembali hubungan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat mungkin bakal menjadi agenda penting di bidang pertahanan antara AS dan Indonesia.
F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multiperan yang dikembangkan oleh General Dynamics, yang kemudian diakuisisi oleh Lockheed Martin, AS. Meski pada awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, belakangan telah berevolusi menjadi pesawat multiperan yang tangguh dan amat populer.
Indonesia pernah memiliki 12 unit F-16 blok 15OCU yang terdiri atas delapan F-16A dan empat F-16B. Namun, anggota Komisi I (Hankam dan Luar Negeri) DPR, Fayakhun Andriadi, mengatakan, Indonesia kini hanya memiliki 10 F-16 model A/B atau F-16 generasi pertama. Indonesia hendak mengembangkannya menjadi satu skuadron penuh dengan berencana membeli enam unit F-16 terbaru model C/D.
Munculnya tawaran dari AS untuk menghibahkan F-16 kepada Indonesia patut disikapi dan dicermati. Media dan pejabat Kementerian Pertahanan belum mengungkap kepada publik berapa unit dan model F-16 yang mana yang AS hibahkan kepada Indonesia. Namun, yang pasti AS kini memiliki 24 F-16 C/D yang masih baik dan masih dapat di-retrofit menjadi F-16 C/D terbaru karena AS telah meningkatkan kelas pesawatnya ke F-18.
Menurut Fayakhun, "hibah" yang dimaksud beberapa pihak itu bukan hibah dalam arti sepenuhnya. AS justru menyarankan kita tidak perlu membeli F-16 terbaru. "Lebih baik dana yang dianggarkan untuk pengadaan enam unit F-16 terbaru itu dialihkan untuk membeli 24 F-16 C/D miliknya. AS membantu melakukan retrofit 24 unit itu dan upgrade 10 F-16 A/B milik Indonesia menjadi F-16 generasi terbaru," katanya.
Jika tawaran AS itu diterima, jumlah pesawat F-16 model C/D Indonesia kelak setelah retrofit dan upgrade itu akan menjadi 32 unit atau dua skuadron.
Tentu saja kita bisa mempertimbangkan kembali apakah akan membeli enam unit F-16 terbaru model C/D, yang artinya hanya akan menjadi satu skuadron, atau menerima saja tawaran dari AS. F-16 memang memiliki kemampuan tempur sangat baik. Angkatan Udara AS sudah tidak memakainya, tetapi tetap diproduksi untuk ekspor.
Di balik itu, Indonesia pernah mengalami mimpi buruk. TNI tertekan akibat embargo AS sehingga pesawat angkut andalan logistisnya, C130 Hercules, serta pesawat tempur F-5 Tiger dan F-16 Fighting Falcon kesulitan suku cadang. Kanibalisasi suku cadang atau berburu suku cadang di pasar gelap memperburuk kinerja pesawat kita. (Pascal S Bin Saju)
Kata sumber lain, versi yg ditawar adalah F-16C/D Block 32.
Compared to the F16A/B Block 15 OCU, the Block 32 has these imprvements:
- A more reliable engine
- A Northrop Grumman ESSD (previously known as Westinghouse) AN/APG-68(V) radar, offering increased range, expanded operating modes, improved ECCM capability and sharper resolution.
- MIL STD-1760 data bus/weapons interface allowing the use of AGM-65D Maverick and AIM-120 AMRAAM missiles.
- And much more
Together with the fact that the Block 30/32 can carry the AGM-45 Shrike and the AGM-88A HARM, and like the Block 25, it can carry the AGM-65 Maverick and AIM-120, it means a huge improvement.
But are the US willing t sell us AGM-45s, AGM-88As and AIM-120s, or are we only allowed to buy the aircrafts without better armaments?
"You are only allowed to spend a lot of money, but you have to stay weak"
Such aquisition is useless for us....
Lebih baik tamba Sukhoi yg dilengkapi senjataan, biar tidak bisa kenah embargo....
Kopassus November 9th, 2010, 04:51 AM Dana Kementerian Pertahanan Baru Cair Rp.600 Milyar
JAKARTA - Jatah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk menambah kebutuhan alutsista berupa pinjaman dalam negeri sebesar Rp 800 miliar di tahun 2010 ini baru terealisasi sebesar Rp 600 miliar, atau 75% dari total jatah pinjaman. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan hal itu akhir pekan lalu.
Dana tersebut diperoleh dari pinjaman kepada Bank BNI 46. "Pemerintah memang sedang memprioritaskan pendanaan lewat pinjaman dalam negeri," ujarnya.
Dana Rp 600 miliar tersebut nantinya dipergunakan untuk membeli alutsista dari industri nasional. Salah satunya membeli senjata serbu SS2 untuk TNI AD, perangkat radar dan sonar untuk CN-235 TNI AL, dan heli Super Puma 332 untuk TNI AU.
Sisa jatah Rp 200 miliar yang akan diperoleh dari bank-bank nasional lainnya diharapkan bisa cair sebelum akhir 2010. "saat ini kami sedang sibuk-sibuknya mengusahakan agar dana tersebut bisa cair," tambahnya.
Sumber : KONTAN
Saturday, November 06, 2010
Indonesia Bakal Memproduksi 500 Roket R-Han 122
LAMPUNG - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro mengatakan dalam jangka waktu empat tahun ke depan Indonesia akan memiliki 500 roket sebagai pertahanan nasional.
"Insya Allah nanti pada tahun 2014 paling sedikit ada 500 roket R-Han 122 yang akan masuk dalam jajaran pertahanan kita dan ini merupakan hasil karya anak negeri selama enam tahun," kata Menhan di Waytuba, Waykanan, Lampung, Sabtu (6/11). R-Han 122, lanjut Menhan, berfungsi sebagai senjata yang berdaya ledak optimal dengan sasaran permukaan berdaya jangkau 11 hingga 14 km.
"Selama ini roket yang kita kembangkan telah diaplikasikan untuk kepentingan ilmiah atau sipil, diantaranya penginderaan jarak jauh, penelitian atmosfer, pemantauan cuaca atau peluncuran satelit, diharapkan nantinya roket ini akan dapat digunakan semaksimal mungkin untuk perkembangan teknologi rudal di dalam negeri," ungkapnya disela-sela uji coba peluncuran empat roket R-Han 122 dari Lapangan Dodik Latpur Rindam II/Sriwijaya Km 8 Baturaja.
Peluncuran dilakukan pukul 11.05 oleh Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro. Empat roket yang diluncurkan terdiri dari tiga unit wearhead smoks dan satu unit wearhead live (tajam dan berisi eksposif). Empat roket jatuh sekitar 14 kilometer masuk di lapangan tembak pusat latihan tempur Martapura OKU Timur.
"R-Han adalah hasil kerja keras kita selama enam tahun. Tiga tahun pertama adalah penelitian yang dilakukan oleh intitusi LAPAN, Pindad, PT Dirgantara Indonesia, Kementerian Pertahanan dan Menristek dan pada tiga tahun selanjutnya telah dikolaborasikan," ujarnya.
Kebijakan pembangunan sarana pertahanan, lanjut Menhan, merupakan bagian terpadu dari kebijakan pembangunan kekuatan pertahanan yang dirumuskan dengan mempertimbangkan kondisi geografi, demografi, sumber kekayaan alam buatan maupun kemampuan anggaran negara.
Sumber : ANTARA
arirangboy November 9th, 2010, 06:20 AM Saya koq lebih sreg kalau membeli daripada menerima hibah. Karena kalau menerima hibah, koq ada perasaan "inferior", kurang gagah. Apalagi mendapat hibah dari negara semacam AS, Australia dan Eropa yang sering memberikan kondisionalitas, sehingga terkadang kita mendapatkan embargo hanya karena kinerja aparat kita dipandang melanggar HAM.
Saya setuju dengan ide kalau lebih baik membeli Sukhoi saja dari Rusia atau kapal selam dari Korsel yang tidak macam-macam. Sementara untuk paralatan yang lain bisa diproduksi oleh Pindad, DI dan PAL, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi mereka dan ekonomi nasional pada gilirannya.
Saya sendiri merasa sedikit bangga ketika SBY menyatakan belum membutuhkan bantuan dari asing untuk penanganan bencana Merapi. Dalam hal ini, kita sbg warga Indonesia lebih baik bahu membahu mengumpulkan dana kita sendiri untuk membantu para korban. Kita pun kelihatan lebih gagah dan tidak inferior di mata internasional..... ini pendapat pribadi saya lho...
Kata sumber lain, versi yg ditawar adalah F-16C/D Block 32.
Compared to the F16A/B Block 15 OCU, the Block 32 has these imprvements:
- A more reliable engine
- A Northrop Grumman ESSD (previously known as Westinghouse) AN/APG-68(V) radar, offering increased range, expanded operating modes, improved ECCM capability and sharper resolution.
- MIL STD-1760 data bus/weapons interface allowing the use of AGM-65D Maverick and AIM-120 AMRAAM missiles.
- And much more
Together with the fact that the Block 30/32 can carry the AGM-45 Shrike and the AGM-88A HARM, and like the Block 25, it can carry the AGM-65 Maverick and AIM-120, it means a huge improvement.
But are the US willing t sell us AGM-45s, AGM-88As and AIM-120s, or are we only allowed to buy the aircrafts without better armaments?
"You are only allowed to spend a lot of money, but you have to stay weak"
Such aquisition is useless for us....
Lebih baik tamba Sukhoi yg dilengkapi senjataan, biar tidak bisa kenah embargo....
bama84 November 9th, 2010, 06:25 AM Kata sumber lain, versi yg ditawar adalah F-16C/D Block 32.
Compared to the F16A/B Block 15 OCU, the Block 32 has these imprvements:
- A more reliable engine
- A Northrop Grumman ESSD (previously known as Westinghouse) AN/APG-68(V) radar, offering increased range, expanded operating modes, improved ECCM capability and sharper resolution.
- MIL STD-1760 data bus/weapons interface allowing the use of AGM-65D Maverick and AIM-120 AMRAAM missiles.
- And much more
Together with the fact that the Block 30/32 can carry the AGM-45 Shrike and the AGM-88A HARM, and like the Block 25, it can carry the AGM-65 Maverick and AIM-120, it means a huge improvement.
But are the US willing t sell us AGM-45s, AGM-88As and AIM-120s, or are we only allowed to buy the aircrafts without better armaments?
"You are only allowed to spend a lot of money, but you have to stay weak"
Such aquisition is useless for us....
Lebih baik tamba Sukhoi yg dilengkapi senjataan, biar tidak bisa kenah embargo....
We can made the armnaments ourselves. So, we don't need them. Why don't ask the US to teach us how to make F-16 itself so we can produce by ourselves ?:D
David-80 November 9th, 2010, 02:54 PM We can made the armnaments ourselves. So, we don't need them. Why don't ask the US to teach us how to make F-16 itself so we can produce by ourselves ?:D
:lol: :nuts::nuts::nuts::lol:
Cheers
David-80 November 9th, 2010, 03:13 PM The super tucano is finally confirmed. :cheers:
Indonesia plan to purchase attack aircraft, bombs
Our Bureau
Tue, Nov 9, 2010 09:01 CET
The government of Indonesia is set to sign a number of memorandums of understanding on defense equipment acquisitions involving a number of domestic strategic and defense companies. Defense Minister Purnomo Yusgiantoro said the MoUs would be signed on the opening day of the Indo Defense, which is to be held at the Jakarta International Expo in Kemayoran, Central Jakarta, on Nov. 10-13.
Defense Minister Purnomo said the MoUs included the purchase of two standard squadrons of Super Tucano light attack aircraft to replace the Air Force’s aging OV-10 Broncos. “We will include state aircraft maker PT Dirgantara Indonesia [DI] for maintenance work. We also hope DI can manufacture some of the parts and components,” he said.
Other MoUs to be signed include the purchase of P-100 and P-100L bombs locally made by a Malang in East Java-based private company in cooperation with state arms and munitions maker PT Pindad. The bombs are armaments for the Air Force’s fleet of Russian made Sukhoi Su-27/30 fighters jets.
source http://www.defenseworld.net/go/defensenews.jsp?id=5214
cheers
Kopassus November 10th, 2010, 03:05 AM The super tucano is finally confirmed. :cheers:
Indonesia plan to purchase attack aircraft, bombs
Our Bureau
Tue, Nov 9, 2010 09:01 CET
The government of Indonesia is set to sign a number of memorandums of understanding on defense equipment acquisitions involving a number of domestic strategic and defense companies. Defense Minister Purnomo Yusgiantoro said the MoUs would be signed on the opening day of the Indo Defense, which is to be held at the Jakarta International Expo in Kemayoran, Central Jakarta, on Nov. 10-13.
Defense Minister Purnomo said the MoUs included the purchase of two standard squadrons of Super Tucano light attack aircraft to replace the Air Force’s aging OV-10 Broncos. “We will include state aircraft maker PT Dirgantara Indonesia [DI] for maintenance work. We also hope DI can manufacture some of the parts and components,” he said.
Other MoUs to be signed include the purchase of P-100 and P-100L bombs locally made by a Malang in East Java-based private company in cooperation with state arms and munitions maker PT Pindad. The bombs are armaments for the Air Force’s fleet of Russian made Sukhoi Su-27/30 fighters jets.
source http://www.defenseworld.net/go/defensenews.jsp?id=5214
cheers
We also hope DI can manufacture some of the parts and components,” he said.
We hope....ah....pasti cuman sticker doang "New striping, biar penampilan lebih agresif dan sporty!" Sudah jelas tidak, kalau belih KO-1/produk Korean Aerospace Industries kemungkinan jau lebih besar IPTN bisa membuat onderdil/ melakukan perakitan....
About the P100s for the Sukhois: its still a dumb free fall bomb. Quite difficult t use them fr precision attack or against other fighters...
bama84 November 10th, 2010, 05:16 AM We also hope DI can manufacture some of the parts and components,” he said.
We hope....ah....pasti cuman sticker doang "New striping, biar penampilan lebih agresif dan sporty!" Sudah jelas tidak, kalau belih KO-1/produk Korean Aerospace Industries kemungkinan jau lebih besar IPTN bisa membuat onderdil/ melakukan perakitan....
About the P100s for the Sukhois: its still a dumb free fall bomb. Quite difficult t use them fr precision attack or against other fighters...
The pilot need to be highly trained so that they can used that free fall bomb precisely. What happened if we keep buying that smart foreign made bomb ? When we have used that bomb, they're gone.:lol: We'll be stupid forever without knowing how to make that bomb.:ohno: So, do some research and learn to make that smart bomb.
David-80 November 10th, 2010, 06:07 PM Wow, finally sukhoi nya ga ompong lagi....ada yang tau $54million ini apa aja?
Russia signs $54-mln arms contract with Indonesia
http://en.rian.ru/images/16127/90/161279053.jpg
17:56 10/11/2010
Russia started the first day at an arms show in Jakarta with a contract on the delivery of munitions for Sukhoi-family fighters to Indonesia, worth $54 million, a senior defense official said on Wednesday.
The Indo Defense 2010 Expo & Forum opened on November 10 in Jakarta to host over 400 exhibitors from 38 countries until November 13. Nine Russian defense companies are exhibiting various types of sophisticated weaponry at the biennial arms fair.
"Russia's [arms exporter] Rosoboronexport signed a contract on the delivery of munitions for Su-family fighters in service with the Indonesian armed forces," said Mikhail Pukhov, deputy director of the Federal Service for Military-Technical Cooperation.
Russia recently completed a $300-million contract signed in 2007 on the delivery of three Su-30MK2 and three Su-27SKM fighters to Jakarta in addition to two Su-27SK and two Su-30MK fighters purchased in 2003.
Jakarta became one of Russia's main arms buyers in 1999 when the United States tightened an embargo on arms sales to the country over alleged human rights violations.
Indonesian Defense Minister Purnomo Yusgiantoro said in October that his country would continue buying arms from Russia in the future.
JAKARTA, November 10 (RIA Novosti)
source http://en.rian.ru/mlitary_news/20101110/161278912.html
cheers
r4d1ty4 November 11th, 2010, 11:47 AM mungkin R-27, R-73 (air to air) sm Kh-31P (anti ship)
mudah2an dapet R-77 Amraamski
Kopassus November 11th, 2010, 04:35 PM mungkin R-27, R-73 (air to air) sm Kh-31P (anti ship)
mudah2an dapet R-77 Amraamski
Muda2han......, TNI-AU still keep it classified......
Some indondefencenews.....
Kerjasama Revitalisasi Industri Pertahanan di Tandatangani
JAKARTA - Peresmian pembukaan pameran bidang pertahanan terbesar di Indonesia, Indo Defence, Indo Aerospace, dan Indo Marine 2010, ditandai dengan penandatanganan 23 kesepakatan kerja sama tentang revitalisasi industri pertahanan.
”Ini adalah kerja sama untuk TNI dan Polri,” ungkap Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (10/11) pada pembukaan pameran di Kemayoran, Jakarta. Pameran ini dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Beberapa kerja sama, antara Kementerian Pertahanan dan pihak luar negeri, di antaranya adalah kontrak senilai 142 juta dollar Amerika Serikat untuk pembelian pesawat EMB 346 Super Tucano dengan Embraer, Brasil.
Selain itu ditandatangani pula kontrak dengan Rosoboronexport, untuk pembelian senjata untuk pesawat Sukhoi senilai 54 juta dollar AS.
Kesepakatan lainnya melibatkan kerjasama industri pertahanan dalam negeri dengan Kementerian Pertahanan maupun dengan pengguna langsung dan kalangan industri (Mitra). PT Pindad, misalnya, bekerja sama dengan CV Sari Bahari untuk peledak dan detonator bom Sukhoi P-100L.
Selain itu, juga ada kerja sama dengan TNI AU untuk pengadaan bom BT 250 dan BLP 250. Sedangkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjalin kerja sama dengan industri asing, seperti Eurocopter-Perancis untuk pengembangan helikopter EC-725 Cougar, Superpuma, dan helikopter SAR. PTDI juga berencana menandatangani MoA dengan Korean Aerospace Industries Ltd untuk pemasaran pesawat CN-235 dan T-50 Golden Eagle.
Sementara PT.PAL yang sebelumnya mengadakan kerjasama dengan Damen-Belanda untuk membuat PKR juga menggandeng China Shipbuilding Industry Corporation untuk bekerja sama pengembangan beragam kapal Sipil dan Militer.
http://3.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNtnpFzxFjI/AAAAAAAACGg/HE2kU-z2JSM/s400/IMG_2455b.jpg
Sumber : KOMPAS, Berbagai Sumber Lain
Wednesday, November 10, 2010
Semua Varian Anoa Hadir di Indo-Defence 2010
JAKARTA - Berbeda dengan pagelaran Indo-Defence 2 tahun lalu, kali ini Pindad tidak menampilkan live demo dari Anoa 6x6 yang menjadi produk andalannya. Meskipun di tampilkan agak berlebihan karena jumlah yang didisplay tidak kurang hampir 40 unit, beberapa varian baru tampak ikut ditampilkan di sini. Salah satunya yang terbaru adalah Anoa varian recovery, amfibi dan mortir.
Menurut Humas Pindad, Timbul Sitompul, kedia unit tersebut memang baru kali ini ditampilkan dipublik. "Semua varian Anoa yang kita punya ada disini, termasuk varian mortir yang kita display didalam area pameran.
Khusus untuk Anda pembaca Blog ALutsista, berikut beberapa foto yang diambil langsung dari ajang pameran Indo-Defence 2010, Rabu (10/11) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. ©alutsista
http://2.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNqm_1JaCHI/AAAAAAAACGQ/e53DS8pWHPQ/s400/IMG_2421b.jpg
http://1.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNqh_7NhE0I/AAAAAAAACFY/zgYRscsL0wU/s400/IMG_2425b.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNqh_jAEQgI/AAAAAAAACFQ/kIgBiFKY2fA/s400/IMG_2424b.jpg
Amfibi
http://2.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNqh_U5kEaI/AAAAAAAACFI/ENuYRxZa9AY/s400/IMG_2417b.jpg
90mm gun
http://3.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNqh_cfh4mI/AAAAAAAACFA/31bPCBvY4oE/s400/IMG_2415b.jpg
Recovery
http://4.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNqjQsa9M_I/AAAAAAAACF4/A3EZRXWowPs/s400/IMG_2466b.jpg
?
http://4.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNqjQfs6RfI/AAAAAAAACFw/YM1W-YrkIrY/s400/IMG_2465b.jpg
Ambulans
http://1.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNqldml6ohI/AAAAAAAACGA/Th8n8Vw8J6k/s400/IMG_2504b.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNqm_1t4wPI/AAAAAAAACGY/lvU72PQWEaA/s400/IMG_2505b.jpg
Mortir
Kopassus November 11th, 2010, 04:46 PM Kartika, Landing Hovercraft Utility Buatan Litbang TNI AL
JAKARTA - Bertempat dipelataran display statis depan Hall pameran Indo-Defence 2010, mulai Rabu (10/11) hingga Sabtu (13/11) nanti dipamerkan prototype hovercraft utility karya anak bangsa hasil buatan Balitbang Kemenhan bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Berbeda dengan Landing Craft Air Cushion (LCAC) yang digunakan marinir AS, Kartika menggunakan struktur material sandwich composite pada lambungnya dan jenis skirt pada bantalan craftnya. Ditenagai oleh 2 buah mesin diesel berkekuatan 1550Hp, hovercraft ini ditengarai mampu dipacu hingga kecepatan 40 knot. Muatan maksimum yang bisa diangkut hingga 20 ton. "Sanggup membawa 1 mobil truck 3/4 lho mas!", ungkap petugas yang menjaganya.
http://3.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNvDViOPJEI/AAAAAAAACHY/dBUVyzXp05g/s400/IMG_2427b.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNvGxqXPn9I/AAAAAAAACHg/irwQYT2u4aA/s400/IMG_2431b.jpg
Hovercraft yang diberinama Kartika ini memiliki dimensi panjang 20m, lebar 11m dan tinggi 5,7m. Untuk propeller menggunakan variabel pitch control dengan sistem belt transmision, sedangkan daya angkatnya (lifter) dan pengendalinya memakai sistem centrifugal fan yang terhubung dengan hydraulic motor.
Kedepannya paling tidak kita berharap innovasi yang telah berhasil dibuat anak bangsa ini mampu diwujudkan hingga ketahap produksi, tidak hanya sekedar sukses proyek litbang saja. Smoga!! ©alutsista
http://4.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNvHP7-fYNI/AAAAAAAACHo/jdEYr0wM3JQ/s400/IMG_2435b.jpg
Didesign sama IPTN.....akhirnya jadi juga......
Kapal Patroli Kawal Rudal 105m (PKR Sigma 10514)
JAKARTA - Kapal Patroli Kawal Rudal (PKR) 105m yang pada Agustus lalu dilaunching Menhan Purnomo Yusgiantoro bersama KSAL dan perwakilan Galangan Kapal Belanda, Damen, hingga kini telah memasuki tahap desain konstruksi dan struktur kapal, dijadwalkan tahap ini akan selesai pada akhir tahun 2010 ini. Proses pembangunannya dijadwalkan selesai pada tahun 2014.
Tidak dipungkiri ini merupakan langkah besar Kementrian Pertahanan dalam merevitalisasi Industri pertahanan bidang maritim, PT.PAL. Proyek PKR bisa dibilang merupakan proyek pengganti Korvet nasional yang pernah di cetuskan KSAL lama, Bernard Kent Sondakh. Ide proyek Korvet Nasional muncul setelah adanya larangan negara Jerman kepada Indonesia untuk menggunakan armada kapal perangnya (Korvet Parchim) saat Aceh dalam kondisi Operasi Militer.
Guna mengakomodasi keinginan TNI AL tersebut, dalam prosesnya PT.PAL sempat bermitra dengan shipyard asal Italia untuk mengakuisisi Korvet Commandante Class menjadi basis pembangunan Korvet Nasional lengkap dengan program alih teknologinya. Namun setelah lama tidak ada kejelasan akhirnya bergulir proyek PKR dimana basis pengembangannya mengadopsi modul kapal perang Sigma buatan Damen.
http://2.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNuuaq_ydKI/AAAAAAAACGw/MCz0yxlAJeg/s400/IMG_2548b.jpg
http://2.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNuxJBCkQCI/AAAAAAAACG4/998ZIS76QUk/s400/IMG_2600b.jpg
Sebagaimana kita ketahui program alih teknologi sigma terkendala setelah Damen membatalkan proses pengerjaan kapal tersebut yang sedianya 2 unit di buat di Belanda dan 2 unit di Indonesia. Kemenhanpun akhirnya mengkaji ulang dengan mengundang galangan kapal luar untuk mewujudkan proyek nasional PKR ini, hingga akhirnya kembali Damen yang terpilih sebagai pemenang.
Di ajang Indo-Defence 10-13 November 2010 kali ini PKR 105 mendominasi stand pameran Damen dan PT.PAL lengkap dengan video animasi yang dibuat khusus Damen untuk mempromosikan kapal perang tersebut ke pengunjung. ©alutsista
http://2.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNuxfNiwpaI/AAAAAAAACHI/fzGOTFPqjjI/s400/IMG_2602b.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/TNuxXlfsiLI/AAAAAAAACHA/ux7peCAxwUA/s400/IMG_2601b.jpg
Remarkable, jelas kelihatan di belakang meriam OTO Melara 76mm ada VLS (Vertical Launch System) untuk SAM, di belakang itu ada semacam ASW mortar launcher (seperti Bofors 375 mm mortar launcher di Kelas Fatahillah) dan di atad hangar ada Phalanx!.....
Hm, we will see...
bama84 November 11th, 2010, 05:27 PM itu yang dibawah tank derek, tank ECM(radar/jamming) ya ? bagus2, buatan lokal emang keren. Selanjutnya mesin2 tsb perlu diuji dimedan tempur.
typhoonbringer November 11th, 2010, 07:02 PM Kata sumber lain, versi yg ditawar adalah F-16C/D Block 32.
Compared to the F16A/B Block 15 OCU, the Block 32 has these imprvements:
- A more reliable engine
- A Northrop Grumman ESSD (previously known as Westinghouse) AN/APG-68(V) radar, offering increased range, expanded operating modes, improved ECCM capability and sharper resolution.
- MIL STD-1760 data bus/weapons interface allowing the use of AGM-65D Maverick and AIM-120 AMRAAM missiles.
- And much more
Together with the fact that the Block 30/32 can carry the AGM-45 Shrike and the AGM-88A HARM, and like the Block 25, it can carry the AGM-65 Maverick and AIM-120, it means a huge improvement.
But are the US willing t sell us AGM-45s, AGM-88As and AIM-120s, or are we only allowed to buy the aircrafts without better armaments?
"You are only allowed to spend a lot of money, but you have to stay weak"
Such aquisition is useless for us....
Lebih baik tamba Sukhoi yg dilengkapi senjataan, biar tidak bisa kenah embargo....
kalo kita bisa nego ya dapet juga AMRAAM, kalo gadapet pasang rudal prancis, sekarang bargaining position kita lebih kuat karena kita bisa berpaling ke mana aja sehingga bisa jual mahal ke US, toh F-16 cuma stopgap KFX, 2025 dah pensiun insya allah :lol:
Saya koq lebih sreg kalau membeli daripada menerima hibah. Karena kalau menerima hibah, koq ada perasaan "inferior", kurang gagah. Apalagi mendapat hibah dari negara semacam AS, Australia dan Eropa yang sering memberikan kondisionalitas, sehingga terkadang kita mendapatkan embargo hanya karena kinerja aparat kita dipandang melanggar HAM.
Saya setuju dengan ide kalau lebih baik membeli Sukhoi saja dari Rusia atau kapal selam dari Korsel yang tidak macam-macam. Sementara untuk paralatan yang lain bisa diproduksi oleh Pindad, DI dan PAL, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi mereka dan ekonomi nasional pada gilirannya.
Saya sendiri merasa sedikit bangga ketika SBY menyatakan belum membutuhkan bantuan dari asing untuk penanganan bencana Merapi. Dalam hal ini, kita sbg warga Indonesia lebih baik bahu membahu mengumpulkan dana kita sendiri untuk membantu para korban. Kita pun kelihatan lebih gagah dan tidak inferior di mata internasional..... ini pendapat pribadi saya lho...
yang penting kan kebutuhan terpenuhi, perasaan inferior atau tidak itu kan subyektif, yg pentin tetangga ga macem2 sama kita toh
Didesign sama IPTN.....akhirnya jadi juga......
Remarkable, jelas kelihatan di belakang meriam OTO Melara 76mm ada VLS (Vertical Launch System) untuk SAM, di belakang itu ada semacam ASW mortar launcher (seperti Bofors 375 mm mortar launcher di Kelas Fatahillah) dan di atad hangar ada Phalanx!.....
Hm, we will see...
ASROC? yep itu phalanx, tapi masih bisa berubah jadi goalkeeper ato shtil
itu yang dibawah tank derek, tank ECM(radar/jamming) ya ? bagus2, buatan lokal emang keren. Selanjutnya mesin2 tsb perlu diuji dimedan tempur.
kalo ga ECM, ya logistik atau command variant, buat komandan kompi
Kopassus November 15th, 2010, 05:38 PM Monday, November 15, 2010
Kemenhan Pesan 22 Unit K-21 untuk TNI-AD
JAKARTA - Doosan DST, perusahaan pembuat ranpur asal Korea Selatan, telah memenangkan kontrak pengadaan Infanteri Fighting Vehicle (IFV) K-21 dari Kementrian Pertahanan Indonesia (Kemenhan). K-21 rencananya akan memperkuat unsur tempur TNI-AD.
Kontrak senilai US$ 70 juta digunakan untuk pengadaan 22 unit IFV yang pembayarannya dilakukan tiga tahun ke depan. Kesepakatan itu dicapai sekitar satu minggu lalu setelah perundingan antara Kemenhan dan Daewoo International, perusahaan dagang Doosan DST yang menangani penjualan peralatan militer yang berbasis di Seoul.
Kontrak perjanjian pembelian ini diperoleh melalui kredit ekspor Bank Korea, dimana negara ini telah memproduksi hampir 500 unit K-21. Berdasarkan perjanjian tersebut, sebuah perusahaan Eropa akan bekerjasama dengan Doosan DST untuk memasok turet kanon pada-K 21 seperti yang diinginkan TNI-AD.
Meskipun tidak diungkapkan secara jelas mengenai identitas perusahaan Eropa tersebut, Jane menduga Finmeccanica anak perusahaan dari OTO Melara pernah bertemu Doosan Infracore pada bulan Juni 2008. Dalam siaran persnya OTO Melara pernah mengatakan akan mengkonsentrasikan bisnisnya ke negara-negara di Timur Tengah dan Asia Pasifik.
Kesepakatan ini menegaskan posisi Korea Selatan sebagai pemasok utama angkatan bersenjata Indonesia. Sebelumnya Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) juga tengah me-retrofit kapal selam kelas Cakra 209/1300 dan kedua negara juga sepakat berkolaborasi dalam pengembangan pesawat tempur generasi 4.5, KFX.
Korea Selatan saat ini juga tengah menawarkan mensuply dua kapal selam kelas 209 buatannya (Changbogo Class) untuk TNI AL, sementara Korea Aerospace Industries (KAI) juga dinominasikan sebagai calon kuat pengadaan jet latih T-50 Golden Eagle. Selain itu, kedua negara telah membentuk sebuah program untuk mengembangkan sistem komunikasi militer yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia PT LEN dan Korea Selatan Lig Nex1.
Sumber : JANES.COM
http://www.military-today.com/apc/nifv.jpg
http://94.100.121.73/1159650001-1159700000/1159693701-1159693800/1159693769_5_YOjs.jpeg
Sunday, November 14, 2010
EMB-314 Super Tucano, Pengganti Si Kuda Liar (II)
http://www.patricksaviation.com/files/photos/full/28420_34030.jpg
Cockpit
Keseluruhan kokpit Super Tucano telah menggunakan material kaca (glass cockpit) yang kompatibel untuk penglihatan di malam hari. Pesawat dilengkapi dengan perangkat sistem avionik buatan Elbit Systems Ltd of Haifa, Israel. Perangkat ini termasuk diantaranya : head-up display (HUD), advanced mission computer, sistem navigasi dan dua layar multifungsi liquid crystal ukuran 6in x 8in.
Head-up display dengan area pandang 24° dan advanced weapon delivery system yang terintegrasi lewat data bus MIL-STD-1553B. Pilot Tucano telah dilengkapi dengan sistem kendali HOTAS (hand on throttle and stick). Dimana dalam mengendalikan kemudi, kecepatan dan persenjataan, Pilot cukup meletakkan tangannya di kedua tongkat kendali pesawat. Tongkat kendali throttle (kecepatan) dan stick diambil dari handson.
Kabin Pilot dilindungi pelindung baja kevlar dan telah dilengkapi dengan kursi lontar. Kanopi sistem clamshell, bergantung di bagian depan hingga ke belakang yang diaktifkan secara elektrik, sistem de-icing dan glass-cockpit mampu bertahan hingga kecepatan 300kt serta mampu menahan benturan burung. Selain itu kabin juga telah terinstalasi sistem oksigen generasi terbaru OBOGS buatan Northrop Grumman.
Persenjataan dan Navigasi
Pesawat ini dilengkapi dengan dua central mission computer. Sistem integrasi senjata terkomputerisasi ini berisi perangkat lunak pembidik senjata, manajemen senjata, perencanaan misi dan misi pelatihan. Alalt perekam di pesawat menggunakan post mission analysis.
http://img334.imageshack.us/img334/4531/foto2zn6.jpg
Pesawat memiliki lima cantelan untuk membawa senjata dan beban eksternal dengan berat maksimum 1.500 kg. Senjata internal pesawat berupa senapan mesin 12,7 mm yang terpasang di kedua sayap dengan daya tembak 1.100 peluru per menit. Untuk misi-misi tertentu, Tucano mampu menggotong bom, rudal udara-ke-udara dan rudal udara-ke-permukaan. AU Brasil mempersenjatai pesawatnya dengan rudal udara-ke-udara jarak pendek jenis MAA-1 Piranha dari Orbita dengan sistem pemandu inframerah.
Varian dua tempat duduk Tucano (AT-29) telah dilengkapi dengan kubah FLIR (forward-looking infrared) jenis AN/AAQ-22 SAFIRE di bagian bawah badan pesawat. Sistem thermal imaging Safire dipasok oleh FLIR Systems untuk membidik, navigasi dan melacak sasaran. Sistem ini memungkinkan pesawat untuk melaksanakan pengawasan dan menyerang misi baik siang maupun malam disegala kondisi cuaca.
Untuk perangkat navigasi pesawat telah dilengkapi dengan advanced laser inertial navigation and attack system, a global positioning system (GPS) and a traffic alerting and collision avoidance system (TCAS). Copyright Alutsista
Kemenhan Akan Memproses Hibah Hercules Dari Australia
JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan memproses tahapan hibah pesawat C-130 Hercules dari Australia. "Ya sedang kita proses semua tahapannya, karena meski itu pesawat milik Angkatan Udara Australia tetapi hibah itu harus ada izin dari Kementerian Pertahanan AS," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Jumat (12/11).
Kepada ANTARA, Purnomo mengemukakan, Angkatan Udara Australia berencana akan mengganti pesawat angkut C-130 Herculesnya dari tipe H dengan tipe J.
"Hercules lama sebelum dihibahkan harus dilaporkan dan dikembalikan ke AS (sebagai produsen). Dan ini perlu proses panjang. Setelah selesai, Australia juga masih menunggu pengganti pesawatnya tiba yakni tipe J," ungkap Menhan.
Jika pesawat baru yakni Hercules tipe J belum diterima, kata dia, maka Australia juga belum bisa menghibahkan Hercules lamanya kepada Indonesia.
Populasi Hercules yang dimiliki TNI Angkatan Udara tercatat 21 unit yang kini dioperasikan di Skuadron Udara 31/Halim Perdanakusuma dan Skuadron 32/Abdurahman Saleh. Khusus di Skuadron Udara 32 dari 11 unit Hercules yang dioperasikan, hanya enam yang dinyatakan siap. Sisanya masih menjalani masa pemeliharaan rutin.
Sumber : ANTARA
nangz November 17th, 2010, 10:26 AM ^^^^^^^^
jeroannya si tukino ini lumayan juga:cheers:
sayap balon item di sisi kanan K-21 itu pelampung buat berenang kah?
typhoonbringer November 18th, 2010, 03:50 AM ^^^ keknya iya, good news nih K21, ToT integrasi kanon heavy caliber, bisa dipasang 105 mm juga denger2, even 120 mm
nangz November 18th, 2010, 06:28 AM gw nemu artikel ini (http://defense-studies.blogspot.com/2010/11/bmp-3f-marinir-dijadwalkan-datang.html), wow makin mantab aja armada tempur kita:banana::banana::banana:
17 November 2010
http://1.bp.blogspot.com/_En-sxfOkXP8/TOPHz1HkJFI/AAAAAAAAHbk/oyrEOY_Lnwo/s400/BMP-3F_kr%2Byahoo.bmp
Kendaraan tempur BMP-3F dengan kanon 100mm (photo : krblog)
Dijadwalkan bulan ini (November), sebanyak 17 unit ranpur amfibi BMP-3F pesanan Marinir TNI AL akan berlabuh di Surabaya. Selanjutnya ranpur buatan pabrikan Kurganmashzavod yang berlokasi di Kurgan, Rusia ini akan melaksanakan uji fungsi di Karangpilang, Surabaya.
BMP-3F adalah varian yang didesain khusus untuk beroperasi di laut. Mampu menerjang ombak pada level 2. BMP-3F mampu beroperasi melaksanakan operasi amfibi selama tujuh jam (ben).
(Majalah COMMANDO, Volume VI, Edisi No. 5, Tahun 2010)
@b1 November 18th, 2010, 10:08 AM bagaimana dengan kapal selam baru? Ada beritanya?
Kopassus November 18th, 2010, 05:11 PM gw nemu artikel ini (http://defense-studies.blogspot.com/2010/11/bmp-3f-marinir-dijadwalkan-datang.html), wow makin mantab aja armada tempur kita:banana::banana::banana:
Akhirnya....thanks for posting!
Tentang 2 kapal selam itu Dephan belum ambil keputusan ttg pilih yg mana, ini baru dilakukan tahun depan. Kemudian baru ada perndingan, baru dipesan, kemudian tunggu 5 tahun lagi sampai kapal2 ini datang.....
Hadi November 20th, 2010, 06:42 AM Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama “nyaho” kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.
[IMG]http://img269.imageshack.us/img269/1041/cn235indonesia.jpg
Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.
[IMG]http://img210.imageshack.us/img210/3949/cn235frontal.jpg
Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.
http://img251.imageshack.us/img251/3771/800pxcn23511.jpg
Taken From : Semuadisiniada.com
http://www.ebayman84.co.cc/2010/06/roket-indonesia-getarkan-australia.html
karbol November 20th, 2010, 12:17 PM submariner's creed
http://img98.imageshack.us/img98/7442/creedr.jpg (http://img98.imageshack.us/i/creedr.jpg/)
typhoonbringer November 20th, 2010, 08:07 PM ^^^ hiu kencana :cheers:
TABAH SAMPE AKHIR, harusnya ni slogan dipake sama semua matra deh, tabah sampe akhir nunggu alutsista baru ga dateng2 :lol:
MARINHO November 22nd, 2010, 06:03 AM http://www.thejakartapost.com/files/images2/0perdamaian.main%20story.JPG
Source: Thejakartapost.com
Mimihitam November 23rd, 2010, 10:07 AM Indonesia - Turki Setujui Kerjasama Pembuatan Tank
Jakarta, Javanewsonline.com, 23/11/2010 - Indonesia telah menyetujui tawaran kerja sama negara Turki dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan, diantaranya adalah produksi tank. Namun, masih ada sejumlah hal yang mesti dibicarakan dan disepakati lebih lanjut.
"Kerja samanya sudah, tapi aplikasinya masih dibicarakan seperti apa. Misalnya, kalau dalam bentuk jangka panjang, apakah melakukan produksi bersama atau nantinya akan ada alih teknologi," kata Brigadir Jendral I Wayan Midhio, Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan, di Jakarta, Selasa (23/11).
"Kita berharap bisa melakukan produksi bersama dan ada transfer teknologi," katanya.
Kesepakatan dengan Turki, kata Wayan, telah ditandatangani ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Turki pada Juni lalu. Namun, ia belum mau memberitahukan jenis tank yang ditawarkan Turki kepada Indonesia.
Selain itu, Wayan mengatakan, kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan dalam hal produksi pesawat tempur Korean Fighter Experimental (KFX) saat ini sudah menyepakati mengenai pembiayaan dan hak cipta penjualan. Prototipe dari pesawat KFX, kata dia, pun sudah jadi.
"80 persen biaya dari mereka, 20 persen biaya kita. Namun, beberapa negara lain sudah menawarkan diri untuk terlibat membiayai produksi ini," ujarnya.
Seperti diketahui, KFX merupakan pesawat tempur rancangan Korea Selatan yang memiliki kemampuan tempur melebihi pesawat tempur F-16.
Kerjasama lainnya dengan Korea, kata Wayan, seperti produksi 22 panser Kanon Tarantula, juga telah menyepakati sebanyak 11 unit diproduksi oleh Doosan DST di Korea Selatan dan 11 unit lainnya diproduksi PT Pindad di Indonesia.
Sementara itu, Pengamat Militer dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto mengatakan, saat ini Indonesia mencoba mencari kemitraan yang ideal. Maka dari itu, kata dia, Indonesia membuka semua peluang kerjasama dengan berbagai negara.
Namun dia menegaskan, diantara hubungan kerjasama yang terjalin saat ini semestinya pemerintah sudah bisa memutuskan hendak mengembangkan kerjasama dengan negara mana pada masa mendatang.
"Pilihan Indonesia hanya dua, bergabung dengan China sebagai kekuatan besar di Asia Timur atau mengimbangi kekuatan China dengan bergabung bersama negara-negara di Asean atau Amerika Serikat," katanya. (Ags)
http://javanewsonline.com/index.php?option=com_content&view=article&id=3883:indonesia-turki-setujui-kerjasama-pembuatan-tank&catid=11:berita-terkini&Itemid=12
nangz November 25th, 2010, 04:33 AM BOYOLALI - TNI AU akan memprioritaskan pengadaan pesawat angkut ketimbang pesawat jenis lain. Hal itu dilakukan karena melihat kondisi Indonesia yang rawan bencana.
Pernyataan itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI AU Imam Sufaat seusai melantik 159 perwira pada acara Pelantikan dan Sumpah Perwira TNI AU di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Angkatan ke-13 Tahun 2010 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Selasa (23/11).
“Bila melihat kondisi Indonesia rawan bencana semacam ini, kemungkinan pengadaan pesawat angkut cukup masuk akal. Kemungkinan pesawat itu sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menuturkan hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat dilakukan atas dasar permintaan TNI AU. “Pengadaan pesawat F-16 ini adalah permintaan kami. Karena ada pesawat milik AS yang tidak dipakai. Oleh karena itu, kami mengajukan permintaan. Selain Indonesia, Thailand telah mendapat hibah pesawat itu,” imbuhnya.
Masih menurut Imam, Indonesia mendapat alokasi 30 pesawat. Tetapi, Indonesia mengambil 24 pesawat dan sisanya nanti. Pesawat-pesawat itu akan diletakkan di Madiun.
“Kami meletakkan pesawat di sana (Madiun-red) karena fasilitas dan perawatan sudah tersedia lengkap. Lagi pula bila membuat lokasi baru membutuhkan biaya besar dan itu tidak mungkin,” ujarnya.
Lagipula, bila Indonesia mendapat hibah pesawat itu sangat menguntungkan karena dapat menghemat jutaan dolar. Selain itu, TNI AU pun menyiasati dengan memilih pesawat dengan jam terbang 200 jam. Padahal, maksimal jam terbang sebuah pesawat adalah 4.000 jam.
“Jadi, masih dapat digunakan 5-30 tahun. Kalau kami beli baru harga berkisar US$55 juta-US$60 juta. Pesawat itu bisa langsung dipakai. Tetapi tetap perlu di-update, seperti sistem senjata, navigasi dan lainnya,” pungkasnya.
Sumber : SOLOPOS.COM via alutsista.blogspot.com (http://alutsista.blogspot.com/2010/11/tni-au-tetap-prioritaskan-pesawat.html)
Kopassus November 25th, 2010, 05:11 PM Akhirnya BMP-2F datang...
Thursday, November 25, 2010
TNI AL Pastikan Permusnahan 12 Kapal Perang
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Soeparno, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemusnahan 12 kapal perang di bawah Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) sebagai bagian dari program peremajaan alat utama sistem senjata matra laut..
"Ya kapal-kapal yang mesinnya tidak dapat dioperasikan, kita lakukan over-haul, atau re-powering. Dan jika sama sekali tidak bisa diganti ya kita ganti dengan pengadaan baru," katanya di Jakarta, Kamis (25/11).
Hal ini disampaikan usai serah terima jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), saat ini unsur-unsur yang dimiliki Kolinlamil jumlahnya sangat terbatas dan usianya sudah diatas 20 tahun.
"Karena itu, dalam rangka kekuatan pokok minimum, maka pemenuhan kapal-kapal baru untuk menggantikan kapal-kapal tersebut, akan menjadi prioritas," kata Soeparno.
"Enam kapal LST dan LDP itu sudah berusia rata-rata 64-70 tahun. Kapal ini sudah saatnya diganti," katanya.
Keenam kapal LST itu berada di Komando Lintas Laut Militer Kolinlamil TNI Angkatan Laut. TNI Angkatan Laut (AL) akan mempensiunkan beberapa kapal perangnya yang sudah berusia tua dan tidak laik untuk dioperasikan.
"Kami masih melakukan pemilahan, pengkajian kapal-kapal mana saja yang akan dimusnahkan, yang jelas kapal yang akan dimusnahkan itu buatan tahun 1942," katanya.
Keenam LST itu antara lain KRI Teluk Langsa 501, KRI Teluk Bayur 502, KRI Teluk Kau 504, KRI Teluk Tomini 508, KRI Teluk Ratai 509, KRI Teluk Saleh 510, dan KRI Teluk Bone 511 eks AL Amerika Serikat buatan tahun 1942-1945, di antaranya digunakan dalam operasi amfibi di pantai Normandia saat Perang Dunia ke-2.
Menurut Slamet, enam kapal tua yang akan dimusnahkan masih dapat dioperasikan hingga akhir tahun ini. Mesin kapal masih cukup terawat.
"Karena pertimbangan usia kapal sudah tua, maka harus dipensiunkan. Ini pun sudah menjadi kebijakan TNI Angkatan Laut," ujar Slamet lagi. Keenam LST tersebut akan digantikan kapal sejenis buatan PT PAL.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT PAL Harsusanto mengatakan hingga 2014 PT PAL telah mendapat kontrak dari Departemen Pertahanan dan TNI Angkatan Laut yakni dua kapal selam, dua kapal perusak kawal rudal (PKR), 11 unit KCR-40, tujuh unit kapal angkut tank (AT/LST), 17 unit tank amfibi, dan 25 unit peningkatan kemampuan kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut.
Sumber : ANTARA
Tank BMP-3F Dari Rusia Tiba Jumat Malam
JAKARTA - Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Aflan Baharudin mengatakan 17 unit tank amfibi BMP-3F buatan Rusia akan tiba di Indonesia pada Jumat (26/11) malam.
Dikonfirmasi ANTARA usai menghadiri serah terima jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer di Jakarta, Kamis (25/11), ia mengatakan, ke-17 unit tank amfibi tersebut akan tiba di Dermaga Ujung Surabaya.
"Selain 17 unit tank amfibi, terdapat pula satu ranpur recovery. Seluruhnya diangkut dari Rusia ke Indonesia menggunakan kapal kargo komersial Rusia. Tiba sekitar pukul 19.00 WIB," ujarnya.
Alfan menambahkan, setibanya di Dermaga Ujung Surabaya ke-17 unit tank amfibi itu akan menjalani uji fungsi untuk memastikan seluruh peralatan, perlengkapan tank tersebut beroperasi baik.
"Uji fungsi akan dilaksanakan di Surabaya dan Pusat Latihan Tempur Marinir Karang Tekok, Sitobondo. Usai menjalani uji fungsi dengan sempurna, baru akan akan ada penyerahan secara resmi dari Pemerintah Rusia kepada Indonesia dan TNI serta TNI Angkatan Laut sebagai pengguna," katanya.
Saat ini rata-rata kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) marinir, termasuk kendaraan tempur, sekitar 60 hingga 70 persen.
"Cukup baik, tetapi kan ada beberapa yang sudah sangat tua hingga perlu segera diganti untuk memaksimalkan efek tangkal dan daya tempur kita," katanya.
Dana yang dikucurkan dalam pembelian itu mencapai Rp455 miliar atau 50 juta dolar AS. Awalnya, dengan harga tersebut TNI AL mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena harganya naik.
Korps marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank. Sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Sebagian yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki. Sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan, kata Alfan.
400 tank....maksudnya wartawan bodoh ini pasti 400 kendaraan lapis baja.....
bama84 November 25th, 2010, 10:55 PM ^^
daripada dimusnahkan, kenapa ngga dijual saja kapalnya ? mungkin ada negara lain yang mau beli ??
r4d1ty4 November 26th, 2010, 07:13 AM ^^
daripada dimusnahkan, kenapa ngga dijual saja kapalnya ? mungkin ada negara lain yang mau beli ??
Enam kapal LST dan LDP itu sudah berusia rata-rata 64-70 tahun
Keenam LST itu antara lain KRI Teluk Langsa 501, KRI Teluk Bayur 502, KRI Teluk Kau 504, KRI Teluk Tomini 508, KRI Teluk Ratai 509, KRI Teluk Saleh 510, dan KRI Teluk Bone 511 eks AL Amerika Serikat buatan tahun 1942-1945, di antaranya digunakan dalam operasi amfibi di pantai Normandia saat Perang Dunia ke-2.
negara mana yg mau beli kapal buatan taun segitu
typhoonbringer November 27th, 2010, 09:58 PM ^^ filipin masih make grease gun kekekeke, bmp dah dateng ada yg hoki dapet fotonya? di kaskus rame pada nungguin :lol:
r4d1ty4 November 29th, 2010, 06:33 AM Tank BMP-3F Terbaru Milik Marinir TNI AL
SURABAYA - Danmenkav-1 Marinir, Kolonel Mar Lasmono (2 kanan) menjelaskan kepada sejumlah perwira menengah jajaran Pasmar-1, di atas Tank Amfibi BMP-3F di Resimen Kavaleri-1 Marinir, Karangpilang Surabaya, Senin (29/11). Sebanyak 17 unit Tank Amfibi BMP-3F buatan Rusia tiba Sabtu (27/11) lalu melengkapi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Korps Marinir TNI AL. FOTO ANTARA/Eric Ireng/Koz/hp/10.
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1291002010/peristiwa-tank-amfibi-baru-10.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1291002006/peristiwa-tank-amfibi-baru-06.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1291002301/peristiwa-perlengkapan-tank-amfibi-01.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1291002001/peristiwa-tank-amfibi-baru-01.jpg
Kopassus November 30th, 2010, 04:42 AM Akhirnya datang juga ya. Nice to see the BMP-3F in Korps Marinir colours.
Mimihitam December 1st, 2010, 06:36 AM RI-Singapura Uji Kemampuan Tempur Udara
Jakarta (ANTARA) - TNI Angkatan Udara dan Singapura kembali melakukan uji kemampuan terhadap satuan tempurnya dalam latihan bersama bertajuk "Elang Indopura 16/10".
Juru bicara TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro di Jakarta, Rabu mengatakan, dalam latihan yang berlangsung hingga 10 Desember itu, dilakukan latihan posko dan manuver lapangan.
Manuver lapangan, lanjut Marsekal Pertama Bambang Samoedro , seperti pertempuran udara (dog fight) antara penerbang-penerbang tempur TNI AU dan Angkatan Udara Singapura (RSAF) baik satu lawan satu maupun satu lawan dua di wilayah udara Rembiga Nusa Tenggara Barat.
Dalam "Air Manuver Exercise" (AMX) TNI AU mengerahkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, sedangkan RSAF mengerahkan pesawat jenis F-16 Fighting Falcon Blok D yang berpangkalan di Tindal Air Force Base (AFB) Australia dan F-5 Tiger.
Latihan itu, kata Bambang, bertujuan meningkatkan kemampuan para penerbang tempur dalam melaksanakan operasi udara bersama dan kerja sama kedua negara khususnya kedua angkatan udara.
Selain F-16 TNI Angkatan Udara dan F-16 serta F-5 RSAF, kedua Angkatan Udara juga menyiapkan pesawat lainnya.
TNI Angkatan Udara diantaranya, menyiapkan pesawat F-5 Tiger II dan SU-30 MK sebagai pesawat "escort".
Sedangkan pihak RSAF menyiapkan F-15 SG, serta pesawat angkut C-130 Hercules dan pesawat helikopter SAR SA-330 Puma.
Sebelum pelaksanaan AMX, telah dilaksanakan pula kegiatan "Command Post Exercise" (CPX) selama empat hari di Pangkalan Udara Payalebar Singapura.
http://id.news.yahoo.com/antr/20101201/tpl-ri-singapura-uji-kemampuan-tempur-ud-cc08abe.html
typhoonbringer December 1st, 2010, 09:14 PM set dah itu bmp udah kaya bis malem ada tulisan marinir nya guede banget
David-80 December 5th, 2010, 04:36 PM Who is the winner do you guys think? :)
Indonesia Outlines Procurement Plans
Dec 4, 2010
By Leithen Francis
JAKARTA, Indonesia — Indonesia is planning to place an order for jet trainers and is interested in expanding its fleet of fighters, helicopters and fixed-wing transports.
The country’s defense minister, Purnomo Yusgiantoro, says the three finalists in the jet trainer competition are from South Korea, Russia and the Czech Republic. Industry executives say the types are the Korea Aerospace Industries T-50, Yakovlev Yak-130 and Aero Vodochody L-159, respectively.
Purnomo tells AVIATION WEEK that a decision will be made soon and Indonesia plans to order 16 aircraft, enough for one squadron. “It is already in the final process,” he says, without noting a definite time frame.
“We are looking for aircraft that can be used for training and as a light attack fighter,” he says. “Light fighters are good for intercepting aircraft that cross your territory without giving notice.”
Indonesia needs jet trainers because about half its BAE Hawks are grounded, Purnomo says, noting that the country has had difficulties getting spare parts and equipment for the Hawks. “I stressed to the chairman of BAE, they need to trust us and give us the spares. They promised to improve relations,” he says, adding that if there is no improvement, Indonesia will have to phase out the Hawks.
South Korea could be the front-runner in the jet trainer competition due to the strategic importance Indonesia places on that relationship. “The air force is the end user and they have to make a technical evaluation,” Purnomo says. But once the air force makes a choice, it goes to the armed forces headquarters for approval, and then it goes to the ministry of defense, he says. The ministry “understands what the government’s interest is,” he adds.
Indonesia and South Korea signed a memorandum of understanding in July to develop a new fighter, the KF-X, and the Indonesian state-owned aircraft manufacturer Indonesian Aerospace will be involved . Purnomo says Indonesia wants to start putting KF-X fighters into service with its air force in 2025 and start replacing their Lockheed Martin F-16s.
But in the near term, Lockheed Martin could benefit. “There is budget for brand-new F-16s or used F-16s,” Purnomo says. “With used F-16s we can get more and upgrade it ourselves [with help from overseas], which is attractive to us”. But if Indonesia buys used F-16s, then it has to take into consideration the aircraft’s life-cycle . Indonesia already has F-16 A/B Block 15 aircraft and Purnomo confirms that Indonesia wants these upgraded.
The U.S. no longer has an arms embargo against Indonesia, but there are some technical issues to be ironed out , government officials say. Purnomo says Indonesia can always turn to a non-U.S. company to upgrade the F-16s. “There is Turkey. They have the biggest F-16 fleet after the U.S.,” he says.
Bell Helicopter and Eurocopter recently secured deals thanks to their partnerships with state-owned aircraft maker Indonesian Aerospace, which helps manufacture the helicopters. Purnomo says the country’s army recently signed a firm contract with Indonesian Aerospace for 24 Bell 412EP utility helicopters. He also says the air force is buying more Eurocopter AS332 Super Puma helicopters made by Indonesian Aerospace.
Indonesia also has a future requirement for helicopters to be stationed on its navy’s corvettes and be used for anti-submarine warfare. F our Dutch-built Sigma 9113-class corvettes were purchased recently, and it has a fifth corvette under construction at a shipyard in Surabaya.
Another future procurement will be for additional Sukhoi fighters. Indonesia already has 10 and Purnomo says the country plans to buy six more so it can form a squadron.
In terms of military transports, upgrades to its older-model Lockheed C-130s are on the wish list. The country also hopes to buy more Indonesian Aerospace CN-235s and is looking for a replacement for its aging Fokker F27s, with the EADS CASA CN-295 a possible contender.
source http://www.aviationweek.com/aw/generic/story_generic.jsp?channel=aerospacedaily&id=news/asd/2010/12/06/01.xml&headline=Indonesia%20Outlines%20Procurement%20Plans
cheers
typhoonbringer December 6th, 2010, 02:32 AM T-50 :p
Yak-130 econd place, kalo diweight secara politis, pasti T-50 yg kepilih
David-80 December 6th, 2010, 08:43 AM ^^ T-50 buat preparation ke KFX?
cheers
typhoonbringer December 6th, 2010, 06:56 PM ^^^ kayaknya sih, secara spek sih bagusan yak-130, soalnya T-50 kebagusan buat basic jet trainer, boros bin kagok
Kopassus December 7th, 2010, 05:51 AM T-50
Masa sih, Korsel pesan terus pswt CN235 dari kita, tapi kita beli pswt tempur dari negara lain.
Selain itu, T-50 trainer dan light attack fighter in one. Performance paling bagus, paling mirip F-16 juga.
Tapi kelebihan dari Yak-130: no American parts....
Kopassus December 7th, 2010, 06:00 AM Who is the winner do you guys think? :)
Indonesia Outlines Procurement Plans
In terms of military transports, upgrades to its older-model Lockheed C-130s are on the wish list. The country also hopes to buy more Indonesian Aerospace CN-235s and is looking for a replacement for its aging Fokker F27s, with the EADS CASA CN-295 a possible contender.
source http://www.aviationweek.com/aw/generic/story_generic.jsp?channel=aerospacedaily&id=news/asd/2010/12/06/01.xml&headline=Indonesia%20Outlines%20Procurement%20Plans
cheers
Buying the C295 would be a stupid option....
Kopassus December 7th, 2010, 06:16 AM Friday, December 03, 2010
Indonesia Bangun Industri Bahan Peledak Terbesar Se-Asia
SUBANG - Indonesia membangun kawasan industri bahan berenergi tinggi atau peledak (energetic material center /EMC), untuk memenuhi kebutuhan bahan peledak bagi TNI/Polri.
Pembangunan kawasan di area milik PT Dahana di Kabupaten Subang, seluas 100 hektare itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Subang, Sabtu (4/12).
"Pembangunannya direncanakan selesai pada 2012," kata Menhan dan menambahkan, EMC akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan bahan berenergi tinggi se-Asia Tenggara.
Di lingkungan tersebut juga akan berdiri beberapa pabrik baru, gudang, laboratorium, pusat penelitian, dan fasilitas pendukung lainnya. Saat ini sudah beroperasi beberapa pabrik dan gudang bahan peledak.
"Ada fungsi yang ingin kita kembangkan dari industi bahan peledak militer dan non militer. Karena ini bahan peledak di bawah industi strategis, khususnya untuk amunisi dan propelan. Kita sudah klasifikasi untuk menjadikan area ini sebagai kawasan terpadu industri," tutur Menhan.
Purnomo mengemukakan, selama ini kebutuhan bahan peledak, amunisi dan propelan, masih tinggi.
"Namun, belum bisa dipenuhi secara mandiri, hanya oleh Dahana, beberapa perusahaan dan impor. Jika kawasan ini terbangun, diharapkan kita akan mandiri," katanya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Pembangunan Usaha PT Dahana Harry sampurno, mengemukakan pembangunan kawasan itu tidak bertujuan komersial.
"Tidak ada aspek komersial, misalnya propelan hanya untuk TNI, seperti amunisi PT Pindad, roket PT DI, isinya kita yang buat," ujarnya. Harry menambahkan, "Jika ada kegiatan ekspor impor maka itu menjadi kewenangan Kementerian Pertahanan."
MoA PT.Dahana dan Dislitbang AU
Hari sebelumnya Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro juga menyaksikan penandatanganan kerja sama (MoA) pengembangan bahan peledak antara Dinas Litbang TNI AU dan PT Dahana di Tasikmalaya, Jumat (3/12).
Sekretaris Perusahaan PT Dahana Asep Maskandar, dalam jumpa pers setelah acara itu mengatakan, naskah kerja sama yang penandatanganannya disaksikan Menhan itu terutama untuk penyempurnaan rancangan dan sertifikasi satu jenis bom latih pesawat tempur.
Acara di kantor pusat PT Dahana di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, itu juga dihadiri unsur Muspida Kota Tasikmalaya.
Menurut Asep Maskandar, tujuan kedatangan Menhan tesebut untuk membahas pengembangan industri bahan peledak, terutama dalam kemandirian bahan peledak untuk pertahanan negara.
"PT Dahana merupakan sakah satu industri strategis BUMN, dan juga industri pertahanan, yang diharapkan mendukung program pemerintah dalam revitalisasi `alutsista`," kata Asep.
Kerjasama tersebut, menurut Asep,merupakan tindak lanjut dari MoU antara PT Dahana dan TNI AU yang sudah disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 November 2010 dalam pembukaan pameran "Indodefence 2010" di Jakarta.
Sumber : ANTARA
Monday, December 06, 2010
TNI-AL Uji Coba Tank BMP-3F
SURABAYA - TNI Angkatan Laut berencana menguji coba kemampuan 17 tank amfibi jenis BMP-3F yang baru saja didatangkan dari Rusia untuk melengkapi alutsista tempur Pasukan Marinir.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno kepada wartawan di Surabaya, Senin (6/12), mengatakan, uji coba akan dilakukan di Pusat Latihan Tempur Marinir di Karang Tekok, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini.
"Latihan dan uji coba itu sekaligus sebagai serah terima tank amfibi kepada Pasukan Marinir," katanya usai memimpin upacara peringatan Hari Armada di Koarmatim. Uji coba juga ini untuk memastikan seluruh peralatan dan perlengkapan tank amfibi itu beroperasi dengan baik.
Tank amfibi yang dibeli dari Rusia itu, tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya pada akhir November lalu. Menurut KSAL, pengadaan peralatan tempur baru itu untuk memperkuat alutsista di jajaran TNI AL terutama Marinir.
"Sementara ini jumlah tank amfibi yang dibeli baru 17 unit dan kemungkinan akan ditambah sesuai kebutuhan. Dan alutsista yang lama yang tidak bisa difungsikan lagi, akan diganti dengan baru," katanya.
Laksamana TNI Soeparno menambahkan bahwa pembelian peralatan tempur dari Rusia itu sudah melalui berbagai kajian, termasuk soal harga, kemampuan dan kualitasnya.
Selain tank amfibi, lanjut Soeparno, pihaknya juga sudah merencanakan untuk melakukan pengadaan beberapa alutsista baru, seperti kapal selam, kapal perang dan peralatan tempur lainnya. "Pengadaan itu sudah masuk dalam agenda dan sekarang sedang diproses," katanya.
Sumber : ANTARA
Inlander December 7th, 2010, 06:40 AM btw soal KFX...agak ragu juga soal prospek pesawat ini di dunia dagang pesawat..soalnya dia pake mesin buatan AS (kalo g salah GE F104 pegangan super hornet dan kemungkinan Avionik juga buatan AS), padahal sebagian besar customer produk militer RI adalah negara dunia ketiga...kalo ada negara misal Iran mau pesen KFX..apa AS mau kasih suplai mesin?? hopefully ada negara lain sebagai cadangan buat pasokan mesin ato kalo bisa bikin mesin sendiri...
Kopassus December 7th, 2010, 06:46 AM Memang banyak onderdil buatan AS. Mengekspor ke negara2 seperti Iran, Syria dll pasti mustahil tampa setujuan dari AS. Apalagi kalau RI kena embargo lagi.....
Inlander December 7th, 2010, 07:10 AM nah trus...apa pemerintah sudah mengantisipasi hal ini??
David-80 December 7th, 2010, 09:45 AM ^^ Mungkin KFX dibikin supaya hanya south korea dan Indonesia yang bisa pakai pesawat ini...which means term nya tidak bisa dipake untuk export ke negara lain kecuali dua negara tersebut CMIIW
cheers
typhoonbringer December 7th, 2010, 01:30 PM T-50
Masa sih, Korsel pesan terus pswt CN235 dari kita, tapi kita beli pswt tempur dari negara lain.
Selain itu, T-50 trainer dan light attack fighter in one. Performance paling bagus, paling mirip F-16 juga.
Tapi kelebihan dari Yak-130: no American parts....
bukan itu kelebihan yak, dia maintenance lebih murah, dan mesin nya ga overpower sebagai jet trainer, bayangin aje, banyak peserta didik yg "kaget" pas make hawk dan sering oleng, apalagi dikasih golden eagle yg power thrustnya gila2an, bisa diakalin sih pakai limiter, tapi konsumsi bahan bakar tetep gede
btw soal KFX...agak ragu juga soal prospek pesawat ini di dunia dagang pesawat..soalnya dia pake mesin buatan AS (kalo g salah GE F104 pegangan super hornet dan kemungkinan Avionik juga buatan AS), padahal sebagian besar customer produk militer RI adalah negara dunia ketiga...kalo ada negara misal Iran mau pesen KFX..apa AS mau kasih suplai mesin?? hopefully ada negara lain sebagai cadangan buat pasokan mesin ato kalo bisa bikin mesin sendiri...
nah trus...apa pemerintah sudah mengantisipasi hal ini??
^^ Mungkin KFX dibikin supaya hanya south korea dan Indonesia yang bisa pakai pesawat ini...which means term nya tidak bisa dipake untuk export ke negara lain kecuali dua negara tersebut CMIIW
cheers
gini deh, sebenernya, bargaining chip ada di kita, kalo gaboleh ekspor/embargo, kita udah siap tuh dengan pesawat2 rusia, makanya sekarang terkesan kita logistic nightmare, dengan penempur gado2 2 negara, itu untuk mengatasi kemungkinan embargo sehingga masih bisa bertempur walaupun sudha kehilangan satu kaki
soal mesin, tergantung deal juga, bisa2 aja kok selundupin kemari walaupun masih embargo, contohnya aja F-16 blok 15 kita, mesinya masih bagus karena denger2 diem2 dapet suplai dari negara lain yg punya spare mesin
btw, tomcat itu masih terbang karena partsnya masih disuplai AS, duit kok ditolak, lagian iran masih diperlukan AS biar israel ga terlalu "bandel" :ngacir:
Inlander December 10th, 2010, 09:22 AM ^^ kira2 bisa nggak ya kalo KFX dikasih mesin milik Block 60?? power thrust-nya kegedean nggak ya?? (soalnya kalo pake mesin milik F-35 kan g boleh, sementara mesin milik Hornet g begitu bagus menurut gw)
typhoonbringer December 10th, 2010, 06:41 PM ^^ kira2 bisa nggak ya kalo KFX dikasih mesin milik Block 60?? power thrust-nya kegedean nggak ya?? (soalnya kalo pake mesin milik F-35 kan g boleh, sementara mesin milik Hornet g begitu bagus menurut gw)
bisa2 aja kalo dikasih go sama kongres dan GE, menurut gw sih bagusan make mesin hornet, biarpun twin engine, tapi tetep kelasnya meidum fighter, karena emang peruntukanya buat workhorse
makanya T-50 tuh kurang cocok jadi LIFT karena mesinya kebagusan powernya, bayangin ente baru belajar nyetir mobil langsung dipakein lamborghini tanpa limiter
ceudah December 12th, 2010, 06:29 AM Barusan liat web PT DI, kenapa miskin kali informasi ya?
ada yang tau gk mereka lagi produksi apa aja sekarang? trus pesanan siapa saja?
jangan2 udah mati suri itu perusahaan....
typhoonbringer December 13th, 2010, 02:45 AM memang lagi "bersih-bersih" om, extreme condition demand extreme measures
ceudah December 13th, 2010, 09:08 AM memang lagi "bersih-bersih" om, extreme condition demand extreme measures
maaf, maksudnya gimana? gk ngerti ni...
Kopassus December 13th, 2010, 04:33 PM Barusan liat web PT DI, kenapa miskin kali informasi ya?
ada yang tau gk mereka lagi produksi apa aja sekarang? trus pesanan siapa saja?
jangan2 udah mati suri itu perusahaan....
Ya, situs kurang terawat.
Silahkan mengunjungi ini
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1060129&page=9
dan
http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=505069
Kopassus December 13th, 2010, 04:42 PM Marinir TNI AL Akan Dapat Tambahan Hingga 300 Unit Tank BMP
SITUBONDO – Setelah melewati pengujian (uji fungsi) melalui operasi amfibi, uji penembakan dengan berbagai jarak jangkauan serta bermacam jenis amonisi yang dimiliki yang berlangsung di Pusat Latihan Tempur, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur.
Disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin, Duta Besar Indonesia di Rusia dan Duta Besar Rusia di Indonesia, sebanyak 17 unit tank modern amfibi tipe BMP-3F buatan Rusia yang dibeli Pemerintah Indonesia resmi dimiliki dan melengkapi alut sista Korps Marinir TNI AL.
Uji fungsi ini diintegrasikan dengan Latihan Kesenjataan Terpadu Korps Marinir Wilayah Timur yang tengah berlangsung di tempat yang sama dengan melibatkan 2 kapal perang jenis LST yakni KRI Teluk Banten-516 dan KRI Teluk Penyu-513, 8 tank amfibi PT 76, BTR 50 dan Kapa (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri).
Uji fungsi ke-17 unit tank pasukan pendarat amfibi ini untuk memastikan seluruh peralatan dan perlengkapan serta sistem persenjataan tank tersebut beroperasi dengan baik dan sempurna. Usai uji fungsi dilanjutkan dengan serah terima secara resmi BMP-3F dari Rosoboronexport, Rusia kepada Kementerian Pertahanan RI dan TNI serta Korps Marinir TNI AL sebagai pengguna.
Dengan bertambahnya Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Korps Marinir, termasuk kendaraan tempur akan semakin meningkatkan efek daya tempur dan daya tangkal TNI secara keseluruhan.
Hasil Memuaskan
Tank amfibi BMP-3F yang diproduksi Rusia adalah kendaraan tempur lapis baja yang sangat sempurna baik dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini. Pada uji coba di berbagai medan dan cuaca, tank jenis ini memperlihatkan hasil yang memuaskan. Berbagai amonisi yang digunakan mulai 100 mm, 30 mm, 7,62 mm serta 81 mm granat asap menunjukan akurasi yang sangat tepat dan nyaris sempurna. Jangkauan tembakan sejauh 4000 meter di mana sepuluh sasaran ditempatkan di area Puslatpur berhasil dihancurkan dengan tepat.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang mengenakan kostum doreng khas Korps Marinir ikut mencoba masuk ke dalam kabin tank dan melakukan penembakan berbagai jenis amonisi, juga berhasil menghancurkan sasaran tembak secara akurat dalam jangkauan 4000 meter. ”Saya puas uji fungsi ini berhasil, semoga tank ini menjadi kebanggaan Korps Marinir,” ujarnya.
Kubah tempur tank BMP-3F
Tank amfibi BMP-3F telah mengalami penyempurnaan, khususnya untuk kemampuan manuver di laut dengan penambahan Snorkel (sirkulasi udara saat manuver di laut ruang pasukan tetap normal), perbaikan tameng di kubah untuk menahan ombak dan gelombang air laut agar tank tetap stabil menuju serbuan pantai. Dengan adanya beberapa penyempurnaan, BMP-3F menjadi kendaraan tempur segala medan serta diimbangi dengan manuver dan pertahanan diri yang lebih tangguh.
BMP-3F mengamplikasikan persenjataan baru (artileri, roket dan meriam) dengan sistem kontrol penembakan secara otomatis dan mampu menembak tepat dari segala jenis senjata baik saat manuver/bergerak karena menggunakan pengontrol penembakan otomatis yang berteknologi mutakhir (pola stabilizer sistem teknologi baru). Konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet): meriam, peluncur roket berkaliber 100 mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan mitraliur berkaliber 7,62 mm.
Penggabungan ini memungkinkan prajurit awak tank dapat memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan situasi, kondisi serta medan tempur, tergantung sasaran yang dipilih untuk dihancurkan baik sasaran di darat, laut maupun udara.
BMP-3F berbobot kurang lebih 18,7 ton, panjang 8 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter, kapasitas 10 prajurit yang terdiri dari 3 awak tank dan 7 awak senjata, kecepatan di medan berlumpur 45 km, 70 km di jalan raya, 10 km di air dan mampu berjalan mundur dengan kecepatan 20 km.
Sedangkan kemampuan jelajah 600 km, di lumpur 12 km dan daya jelajah di air 7 jam. Tank BMP-3F memiliki beberapa fitur khusus antara lain konstruksi (chasis) yang memungkinkan untuk dimodernisasi, selain mudah perawatannya dan efisien pemelihanaannya.
Akan Ditambahan Hingga 95 unit
Menurut Menhan Purnomo Yusgiantoro, Tank BMP-3F adalah tank amfibi yang teknologinya paling modern yang dimiliki TNI dan merupakan generasi terakhir yang diproduksi oleh Rusia. Penyerahan ke-17 unit Tank BMP-3F ini merupakan bagian dari Rencana Jangka Panjang Pembangunan Postur TNI untuk memenuhi Kekuatan Pokok TNI.
”Untuk meningkatkan kemampuan kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL, kita masih membutuhkan 95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3K (komando), dan 4 unit tipe BREM-L (recovery). Kebutuhan tersebut akan kita penuhi secara bertahap di waktu-waktu mendatang,” tegasnya. Rencana jangka panjang secara bertahap Marinir TNI AL bakal menambah jenis tank ini hingga 3 kompi (sekitar 300 unit).
Ditambahkan Menhan Purnomo Yusgiantoro ke-17 Tank BMP-3F ini adalah hasil pengadaan melalui State Credit yakni bentuk dana pinjaman (credit fasility) yang dijamin Pemerintah Rusia. Penggunaan fasilitas pinjaman melalui State Credit didasarkan oleh status Rusia yang bukan anggota OECD countries sehingga tidak dapat memberikan pinjaman dalam bentuk Export Credit seperti yang gunakan pada pengadaan alutsista yang lain.
Sumber : POSKOTA.CO.ID
Lets wait and see....
Kopassus December 13th, 2010, 04:45 PM maaf, post ganda...
bama84 December 14th, 2010, 02:30 AM ^^
man, we don't need 300 foreign made tank in here. Where we gonna store them ? 17 I think is enough for training purpose.
ceudah December 14th, 2010, 09:30 AM Ya, situs kurang terawat.
Silahkan mengunjungi ini
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1060129&page=9
dan
http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=505069
makasih atas info nya....
masdwi December 14th, 2010, 01:04 PM ^^
man, we don't need 300 foreign made tank in here. Where we gonna store them ? 17 I think is enough for training purpose.
what??????
saat ini kita saja dah punya lebih dari 400 ranpur buat Marinir. lha selama ini disimpan dimana? kl pesen 300 unit itu untuk mengganti yg dah tua2 ...
Kopassus December 15th, 2010, 04:38 PM Kormar sekarang punya puluhan BTR-50 (tracked APC) dan PT-76 (light amphibious tank) yg umurnya sudah kira2 setengah abad. So its time to replace them. 17 BMP-3F tidak cukup utk negara seluas Eropa/AS dgn tetangga2 yg punya alutsista canggih dalam jumlah banyak.
typhoonbringer December 15th, 2010, 06:53 PM bodrek abis :bash:
1 batalyon tank = 50 an biji kalo di indo :bash:
emangnya satu kompi mekanis itunganya sama kaya kompi infantri :bash:
batch 2 BMP kan nanti ada lagi
bama84 December 15th, 2010, 10:01 PM never buy foreign made armored vehicle in massive quantity without having to know how to make them in your own. Because in real all out war it will be disaster. When they got hit and blown up, they are gone. Better learn
yourselves how to make a tank.
typhoonbringer December 17th, 2010, 04:22 AM ^^idealnya sih begitu
masdwi December 17th, 2010, 07:57 AM ^^idealnya sih begitu
memang, tp tergantung juga kepada siapa kita beli ....
gwe lebih seneng kita beli 60 Flanker ke Rusia daripada beli 150 Block 52 ke Amrik ...
typhoonbringer December 18th, 2010, 01:12 AM memang, tp tergantung juga kepada siapa kita beli ....
gwe lebih seneng kita beli 60 Flanker ke Rusia daripada beli 150 Block 52 ke Amrik ...
mending beli 30 flanker 30 blok 32 mas, biar tetep "bebas aktip" :lol:
|
|