View Full Version : PALEMBANG | Tanjung Api – Api (TAA) | Port | U/C | the international port of South Sumatra


paradyto
October 11th, 2010, 10:51 AM
let's start to talk about this megaproject; progress, images, and issued^^

Investor Minat Bangun Pelabuhan Internasional Tanjung Api-Api

Tahapan pembangunan mega proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Api Api melangkah ke babak baru dengan dilaksanakannya penandatanganan Memory of Agreement (MOA) atau Nota Persetujuan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan para investor.

Penandatanganan MOA yang melibatkan sejumlah investor yang tergabung dalam suatu konsorsium ini dipastikan akan dilaksanakan kurang dari 2 minggu kedepan dengan nilai investasi sebesar 70 triliun rupiah
lebih.

Investor yang turut andil dalam investasi ini sebagaian besar berasal dari luar negeri yang cukup terkenal, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Sumatera Selatan Permana kepada RRI mengatakan, beberapa
nama investor asing yang siap menandatangani MOA nanti diantaranya Rask Al Khaima/ Nalco/ FNG/ Concorde/ dan sebuah perusahaan investasi dari China.

Selanjutnya Permana menambahkan setelah penandatangan MOA baru akan diketahui jelas darimana titik pergerakan pembangunan proyek Selain pelabuhan mega proyek ini juga meliputi pembangunan pembangkit dengan kapasitas 5 X 250Mw, jalur kereta api ganda dan pabrik aluminum. (Rian Apridhani/AF)

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
October 11th, 2010, 10:54 AM
Tanjung Api-api Jadi Kawasan Ekonomi Khusus lnvestor Asing Banjiri Sumsel
04 Oct 2010
Nasional Rakyat Merdeka

OTONOMI daerah yang lahir sebagai bentuk upaya pemenuhan Kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas manajemen penyelenggaraan Pemerintahan, sudah seharusnya menjadikan momentum untuk melakukan revitalisasi pemerintahan.

Sebab, didalamnya terdapat ruang yang luas bagi pemerintah daerah untuk melakukan inovasi dan terobosan-terobosan kreatif dalam peningkatan kualitas pelayanan public, sekaligus percepatan perwujudan kesejahteraan rakyat.

Pada bagian lain Gubernur Sumsel H Alex Noerdin juga menyampaikan berbagai Program dan Potensi Sumatera Selatan diantaranya yang sangat signifikan adalah batubara dengan ca-danganan 22.24 mi.liar lon atausetara dengan 48.45 persen cadangan nasional tetapi yang baru diproduksi hanya 9,5 juta ton atau 9,3 Persen produksi Nasional kemudian potensi panas Bumi diperkirakan mencapai 1,335 MW yang merupakan terbesar kedua didunia setelah Amerika.

Disamping itu Sumsel juga memiliki potensi pertanian dan per-kebunanan yang luas seperti Pencetakan Sawah untuk padi. Kelapa Sawit dan karet serta komoditas perkebunan lainya.Oleh karena itu menurutnya keunggulan potensi yang dimiliki ini akan terus dikelola secara baik, sistematis dan berkeseinambungan sehingga kedepan diharapkan dapal menempatkan Sumatera Selatan menjadi daerah terdepan dalam upaya mendukung Indonesia memainkan peranan pentingpada percaturan ekonomi Internasional.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin juga menyampaikan program pembangunan yang tengah dilaksanakan didaerahnya diantaranya adalah Pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Api-api yang telah dicanangkan oleh pemerintah Pusat menjadi kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Selain Pembangunan Pelabuhan ditempat ini juga dibangun berbagai Pabrik dari Hilir hingga Hulu yang kesemuanya ini nanti akan menyerap 100.000 lebih tenaga kerja dari berbagai tingkatan pendidikan.

Geliat pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-api tampaknya semakin meningkat. Ini karena megaproyek pembangunan rel kereta api yang mengangkutbatubara milik PT Bukit Asam (PTBA) ke Tanjung Api-api segera terealisasi.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin telah menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan investor dari India untuk membangun kawasan rel KA dari Tanjungenim ke TAA, di Jakarta beberapa waktu lalu. Nilai proyek infrastruktur ini diperkirakan sebesar 1,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16 triliun.

Penandatanganan HoA oleh Gubernur Sumsel dengan (PTBA) dan investor PT Adani Global disaksikan yakni Kepala BKPM. Gita Wiryawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Menteri Perhubungan Freddy Numbery.

Kesepakatan kerjasama itu guna membangun jalan KA angkutan batubara 270 kilometer, dari Muara Tanjungenim ke Tanjung Carat (TAA), dan pembangunan coal terminal (terminal barubara) di TAA. Penandatanganan dilakukan Alex Noerdin (mewakili Pemprov Sumsel), Presdir PT BA Soeknsno dan Presedir PT Adani Global. Ganesha Vara-darazan.

Total in\ estasi pada proyek ini sebesar 1.6 mi I iar dolar AS dengan kapasitas coal terminal sebesar 50 juta ion i.thun, di mana 34 juta tonnya di supply dari PT Bukit Asam. "Investasi ini amal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan." kata Alex Noerdin usai acara.

Selain proyek TAA dan coal terminal, ke depan pengembangan proyek TAA juga mencakup pembangunan pelabuhan TAA dan kawasan industri. Besaraninvestasi untuk pelabuhan diperkirakan Rp 8 triliun dan untuk pembangunan kawasan industri TAA diperkirakan sebesar Rp 54,271 triliun. "Mereka sudah survei untuk pembangunan. Jalur melewati tiga Kabupaten, Muara Enim, Lahat, dan Banyuasin," jelasnya.

Pembangunan jalan KA dan coal terminal, serta pengembangan kawasan TAA secara keseluruhan, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumsel. "Pembangunan memakan waktu 36-48 bulan, hingga fasilitas baru ini akan siap beroperasi pada 2013. Dampak pembangunan ini, diperkirakan proyek pembangunan ini akan membuka sekitar 100 ribu lapangan pekerjaan," kata Alex lagi.

Dijelaskan, Sumsel merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada awal tahun ini untuk membantu pemerintah daerah siap mengakselarasi investasi.

"Proyek ini bukan hanya untuk Sumsel tapi juga nasional. Hal ini menjadi contoh proyek besar yang akan direalisasikan bagi daerah lain." papar Alex yang mengaku ke Jakarta membawa "pasukan" pejabat dari Sumsel yang terkait proyek itu. Seperti Bupati Lahat Aswari Rifai, Wakil Bupati Muaraenim, H Nurul Aman, dan Bupati Muba Pahri Azhari. Juga ikut hadir Ketua DPRD Sumsel. Wasista Bambang Utoyo, Kepala BPKM Sumsel. Permana. Kepala Bappeda Yohanes Toruan dan Ketua Pokja Komisi VI DPR. Dodi Reza Alex. (Tim RM)

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

SaboKingking
October 11th, 2010, 01:36 PM
Nalco incar pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-api

Kamis, 07/10/2010 15:33:00 WIB
Oleh: Tularji

PALEMBANG: National Aluminium Company Ltd (Nalco), perusahan negara India yang mengelola tambang aluminium, berminat membangun pelabuhan khusus di Tanjung Api-api, Sumatra Selatan.

Pembangunan pelabuhan khusus tersebut sejalan dengan rencana perusahaan itu yang akan berinvestasi di industri pengolahan alumina bersama dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel Sarimuda mengatakan pembangunan pelabuhan khusus untuk produk milik Nalco akan dilakukan setelah perusahaan itu selesai membangun PLTU dan industri pengolahan aluminium.

Dia menjelaskan pelabuhan tersebut disiapkan untuk kepentingan sendiri. "Itu pelabuhan khusus dan investasinya sejalan dengan pembangunan industri pengolahan alumina," katanya hari ini.

Alumina merupakan bahan baku yang digunakan untuk industri pengolahan aluminium ingot (batangan). Industri alumina membutuhkan kepastian pasokan bauksit. Untuk setiap 4 ton bauksit akan menghasilkan sekitar 2 ton alumina. Setiap 2 ton alumina akan menghasilkan 1 ton aluminium ingot.

Untuk tahap awal, Nalco akan menyelesaikan pembangunan pabrik peleburan aluminium. Namun, belum adanya kepastian pasokan batu bara dan sarana pengangkutan darat dari lokasi tambang ke pabrik oleh Pemprov Sumsel membuat rencana investasi Nalco selama 2 tahun belakangan terkatung-katung.

Padahal, pemerintah Indonesia, yang diwakili Pemprov Sumsel dan Nalco telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sejak 2008. Megaproyek senilai US$3,2 miliar ini rencananya berkapasitas hingga 500.000 ton aluminium dan akan dibangun di Tanjung Api-api, Sumsel. (arh)

paradyto
October 11th, 2010, 04:52 PM
Pembangunan Jalur Kereta Api di Tanjung Api-api

http://www.newsflashjakarta.com/images/stories/nasional/BKPM.jpg

Jakarta (NewsFlash) - Tampaknya pembangunan infrastruktur di Indonesia menunjukkan kemajuan yang cukup menggembirakan khususnya di bidang perindustrian. Hal ini ditunjukkan segera direalisasikan oleh pemerintah dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) pembangunan jalan kereta api angkutan batubara sepanjang 270 km dari Tanjung enim ke Tanjung Carat (Tanjung Api-api) dan pembangunan Coal Terminal di Tanjung Api-api, Sumatera Selatan.

Jumlah investasi proyek ini adalah sebesar US$ 1,6 Milyar dengan kapasitas coal terminal sebssar 50 juta ton per tahun, di mana 34 juta ton nya disuplai dari PT Bukit Asam. “Investasi ini amat penting untuk mendorong perumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan”, ungkap Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan.

"Proyek ini bukan hanya untuk Sumatera Selatan tapi juga nasional. Hal ini menjadi contoh proyek besar yang akan direalisasikan bagi daerah lain”, tambahnya.

Meskipun HoA proyek ini telah ditandatangani namun menurut Menteri Perindustrian, MS Hidayat, pembangunan fisik jalur kereta api baru akan dimulai sekitar 3-6 bulan lagi. “Hal ini disebabkan karena masih akan ada perumusan agreement pelaksanaan HoA”, tambahnya.

Sumatera Selatan merupakan salah satu dari tujuh provinsi regional champions yang diumumkan oleh BKPM awal tahun ini, dengan tujuan membantu Pemerintah Daerah untuk mengakselerasikan investasi di daerah masing-masing.

Melalui program tersebut, BKPM memberikan pelatihan, exposure ke forum dan media internasional, serta memberikan fasilitas yang dibutuhkan secara intensif dengan para calon investor, termasuk juga membantu pengemasan proyek yang ditawarkan.

Belum lama ini BKPM dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan menandatangani MoU percepatan program public private partnership (PPP) yang bertujuan untuk menyederhanakan proses penanaman modal bagi calon investor terutama dibidang infrastruktur.

Pendanaan akan dilakukan sepenuhnya oleh PT Adani Global, sedangkan Bukit Asam akan menyuplai produksi batu bara yang akan diangkut dengan kapasitas 34 juta per ton, dari total kapasitas coal terminal sebesar 50 juta per tahun," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, saat penandatanganan head of agreement proyek tersebut.

Selama ini produksi batubara Sumatera Selatan baru sekitar 11 juta ton. Angka ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan Kalimantan yang sudah 260 juta ton.

Presdir PT Adani Global, Ganeshan V. menuturkan untuk tahap awal nilai investasi pembangunan rel kereta Tanjung Enim ke Tanjung Carat diperkirakan mencapai US$1,65 miliar, tetapi tidak menutup kemungkinan investasi yang lebih besar lagi.

Dia menjelaskan dalam proyek tersebut Pemerintah Daerah memiliki andil 2%, selebihnya milik Adani. "Share kepemilikan saham untuk Adani mencapai 98%."

Adani Global merupakan kelompok usaha asal India yang bergerak di bidang perkembangan infrastruktur dan perdagangan yang berdiri sejak 1988. Hinggasaati ini Adani Global telah memiliki cabang perusahaan dibeberapa Negara seperti , Singapura, Dubai, Mauritius, Virginia dan salah satunya di Indonesia.

Proyek pembangunan rel kereta api angkutan batubara ini akan melewati tiga kabupaten, yaitu Tanjung Enim, Lahat dan Banyuasin. Waktu pengerjaan pembangunan rel kereta api direncanakan akan memakan waktu selama 36-40 bulan dan dapat digunakan pada tahun 2013.

“Pembangunan jalur kereta dan coal terminal ini akan membuka sekitar 100 ribu lapangan kerja”, ungkap mantan Bupati Musi Banyuasin ini, Alex Noerdin.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Soekrisno menuturkan perseroan akan menyediakan kapasitas produksi sebesar 30 juta-35 juta ton. Selain itu, perseroan juga akan menyediakan batu bara sebesar 22,7 juta ton dan Trans Pacific sebesar 25 juta ton. Penyediaan kapasitas batu bara akan dilakukan secara bertahap. "Dengan proyek ini tidak membuat proyek lain terhenti," ujar Soekrisno.

Menurut Menteri Perhubungan, Freddy Numberi, nantinya PT Kereta Api (PT KA) akan ikut mengawasi operasional kereta. Selain itu, PT KA akan menawarkan lokomotif kereta yang telah ada untuk dioperasikan Adani Global. Jalur rel kereta sebagian telah ada, namun lainnya akan dibangun baru.
Pembangunan jalur kereta api dan coal terminal ini juga akan mendorong realisasi pabrik peleburan alumunium yang merupakan kerjasama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan National Alumunium Company Ltd (Nalco). Pabrik peleburan alumunium ini merupakan mega proyek senilai US$ 3,2 Miliar dengan kapasitas hingga 500.000 ton per tahun.

“Penandatanganan ini merupakan salah satu wujud kerjasama pemerintah dan swasta dalam membangun infrastruktur di daerah. Saya sangat senang karena salah satu dari provinsi regional championship berhasil mewujudkan rencanan pembangunan rel kereta api yang sudah lama tertunda”, ujar Gita Wijawan, Kepala BKPM.

Rama Narada

source: http://www.newsflashjakarta.com/laporan-utama/pembangunan-jalur-kereta-api-di-tanjung-api-api.html

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
October 11th, 2010, 04:58 PM
Sumsel siapkan pelabuhan feri baru ke Tanjung Api-api
Kamis, 07/10/2010 15:10:48 WIB
Oleh: Tularji

PALEMBANG: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan menyiapkan fasilitas baru pengganti pelabuhan penyeberangan dari Palembang ke Tanjung Api-api yang ditargetkan beroperasi mulai tahun depan.

Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Provinsi Sumsel Sarimuda mengatakan pembangunan pelabuhan penyeberangan tersebut untuk meningkatkan mobilisasi masyarakat dari Sumsel ke Bangka Belitung.

“Sekarang sedang dibangun dengan menggunakan dana APBN [Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara]. Tetapi siapa yang akan mengoperasikan, apakah Pemprov Sumsel atau PT ASDP Indonesia Ferry, belum diputuskan,” katanya, hari ini.

Dia menjelaskan kondisi pelabuhan penyeberangan di Palembang saat ini sudah tidak memadai dalam mengantisipasi tuntutan pengguna jasa maupun masyarakat di sekitar aliran sungai terutama soal kecepatan menyeberang.

Menurut dia, operasional pelabuhan tersebut akan memangkas waktu tempuh kapal penyeberangan dari Sumsel ke Muntok, Bangka Belitung dari rata-rata 10 jam menjadi hanya 3 jam. “Ada waktu 7 jam yang bisa dipersingkat,” ujarnya.

Saat ini, kapal penyeberangan yang melayani Palembang—Muntok tidak bisa beroperasi dengan kecepatan penuh guna menghindari ancaman abrasi di sekitar aliran sungai yang sekarang sudah dikeluhkan masyarakat.

Lintas penyeberangan Palembang—Muntok yang menghubungkan Sumatra Selatan ke Bangka Belitung dilayani oleh empat kapal penyeberangan dengan waktu tempuh berkisar antara 9 jam—10 jam. “Tahun depan sudah kami operasikan,” tandasnya. (arh)

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

rilham2new
October 12th, 2010, 08:34 AM
Sub Forum Project & Development yang ini kayaknya bukan untuk Projek Infrastruktur.

Itulah kenapa thread Airport dan projek2 Venue Olahraga lokasinya ada di Sub Forum yang lain. Hmm, aku juga agak kurang ngerti sih pembagian pastinya.

gunny.gunason
October 15th, 2010, 02:56 PM
Ni juga jadi perhatian pembangunan Palembang menjadi Kota Internasional, tak sabarlah menunggu port ni jadi

kemasslolii
October 17th, 2010, 11:06 AM
cepetan jadi deh :)

David-80
October 20th, 2010, 02:45 PM
paradyto, ada usul dari Ilham untuk dipindah ke infrastructure, gimana dengan dyto, sebagai TS nya? saya tunggu ya :okay:

cheers

David-80
October 22nd, 2010, 04:23 PM
Hmm on second thought, karena thread ini berhubungan dengan projects dan port nya juga masih U/C, jadi thread ini stay di sub forum ini.

Ok keep posting folks.


Cheers

paradyto
October 22nd, 2010, 04:33 PM
Hmm on second thought, karena thread ini berhubungan dengan projects dan port nya juga masih U/C, jadi thread ini stay di sub forum ini.

Ok keep posting folks.


Cheers

sip, thanx David:)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

aa coy
November 2nd, 2010, 02:54 PM
Investor India Investasikan Rp2 T
:okay:
PALEMBANG (SINDO) – Investor asal India semakin tertarik menginvestasikan modalnya ke wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Setelah PT Adani Global dipastikan membangun rel kereta api double track Tanjung Enim-Tanjung Api-Api (TAA),kemarin giliran perusahaan India di bawah bakal membangun pabrik pupuk senilai Rp2 triliun di TAA. Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Sumsel Permana mengatakan, rombongan investor sudah tiba di Palembang kemarin pagi. ”Rombongan dipimpin Sh Manoj Priya selaku Direktur Technical Rashtriya Chemicals and Fertilizers Limitid PSU Under Departemen of Fertilers.Lalu rombongan langsung dibawa menuju ke Tanjung Enim atau PTBA untuk melihat stok bahan baku batubara di sana untuk dijadikan pasokan di pabrik pupuk yang mereka bangun nanti,” ungkap Permana pada Seminar HUT Emas UNSRI Ke-50 di Hotel Aryaduta Palembang kemarin. Permana menambahkan, hasil survei mereka dari lapangan nanti akan dibahas di India, kemudian baru dapat diketahui.

“Paling lambat tahun depan apakah jadi membangun pabrik pupuk di TAA. Kalau mereka setuju kembali akan kita lakukan head of agreement (HoA),” ujarnya sembari menambahkan nilai investasi yang akan dikeluarkan untuk membangun pabrik sekitar Rp 2 triliun. Mudah-mudahan, sambung Permana, investor setuju membangun pabrik pupuk di TAA dengan bekerja sama dengan PT Pupuk Sriwijaya. ”Yang jelas saat ini kita harapkan sarana infrastruktur transportasi yang menghubungkan ke TAA selesai sehingga minat kalangan investor asing untuk membangun pabrik di Sumsel semakin banyak,”katanya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sumsel Sarimuda mengatakan berdasarkan informasi terakhir yang diterima pihaknya, investor PT Adani Global akan membangun rel kereta api double track dari Tanjung Enim ke kawasan TAA.

“Saat ini mereka masih melakukan pendataan di lapangan guna menentukan titik-titik koordinat untuk mendukung rel double trackini,”ungkap Sarimuda. Sejauh ini proses lapangan yang dilakukan PT Adani tidak ada masalah.Apabila selesai akan segera dilaporkan kepada Dishubkominfo Sumsel. ”Sekarang sedang proses pembuatan amdal dan menunggu izin prinsip dari Departemen Perhubungan. Termasuk izin penggunaan hutan dan izin pembangunan. Semuanya sekarang masih dalam proses,” kata Sarimuda. (ade satia pratama)

gunny.gunason
November 3rd, 2010, 07:30 AM
Setelah PT Adani Global dipastikan membangun rel kereta api double track Tanjung Enim-Tanjung Api-Api (TAA),kemarin giliran perusahaan India di bawah bakal membangun pabrik pupuk senilai Rp2 triliun di TAA.

Double tracknya sudah mulai ya? Apakah jalan lingkar timur akan melewati Mariana? berarti TAA bisa tembus ke Plaju juga ya^^

gunny.gunason
December 20th, 2010, 12:11 PM
di bandara ada billboad besar mengenai dukungan pembangunan train track, bolehlah neh

paradyto
December 20th, 2010, 03:59 PM
di bandara ada billboad besar mengenai dukungan pembangunan train track, bolehlah neh

benar, itu bentuk dukungan dari pemerintah, Gw kehilangan progressnya neh:)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

aa coy
February 8th, 2011, 01:37 PM
Bangun Fly Over di Kawasan TAA :okay:
Sriwijaya Post - Selasa, 8 Februari 2011 17:39 WIB

PALEMBANG, SRIPOKU.COM - Terkait akses menuju kawasan cold terminal tersebut, Eddy mengatakan saat ini Pemprov Sumsel mencoba mengajukan izin pinjam lahan hutan mangrove kepada Menteri Kehutanan RI di Jakarta.

Di kawasan hutan mangrove akan dibangun jembatan layang (fly over) sehingga dengan konsep ini, kawasan hutan mangrove tidak akan rusak dan hutan alam tetap terlindungi. "Kalau membangun jalan darat, maka sudah pasti akan melakukan penimpunan hutan magrove. Kita carikan alternatif dengan fly over sehingga hutan mangrove tetap terlindungi," katanya.
Saat ditanya investasi dan panjang fly over yang akan dibangun? Eddy mengatakan pemerintah akan melihat industri berat yang akan memanfaatkan kawasan reklamasi. "Dari sanalah, kita akan rame-rame membangun jembatan layang. Soal panjang disesuaikan kebutuhan, bisa 10-15 kilometer." :)

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Robert mengatakan, semula PT Adani ingin mengakut 70 ribu ton, tetapi melihat hasil FS-nya, pengangkutan batubara bisa 170 ribu ton. Sementara cold terminal yang dibangun bisa menampung 50 juta ton per tahun. Namun, target eksploitasi batubara yang ditargetkan Pemprov Sumsel 100 juta ton per tahun. "PT Adani sudah terikat kontrak dengan PTBA, ia akan membangun rel KA dan cold terminal dengan investasi 1,6 juta dolar Amerika," jelasnya.

aa coy
February 8th, 2011, 01:40 PM
PT Adani Diberi Waktu 36 Bulan
Sriwijaya Post - Selasa, 8 Februari 2011 17:31 WIB

PALEMBANG, SRIPOKU.COM - PT Adani yang kini sudah menyelesaikan feasibility studies (FS) membangunan rel Kereta Api (KA) double track sepanjang 270 Km dan cold terminal di Tanjung Api-Api (TAA), diberi waktu selama 36 untuk menyelesaikan dua proyek besar itu. Jika batas waktu yang diberikan ternyata belum juga dipenuhi, PT Adani akan diklaim PT Bukitasam karena sudah terikat kontrak.

Asisten II Setdaprov Sumsel Ir H Edy Hermanto, MM usai memimpin rapat pembangunan kawasan TAA di ruang Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (8/2) kepada wartawan mengatakan, PT Adani sudah membuat FS selama enam bulan. Awal Maret, pembangunan rel KA diawali pembebasan lahan sudah jalan. "PT Adani diberikan waktu paling cepat 36 bulan atau paling lambat 46 bulan," papar Eddy Hermanto. Terkait hasil FS tersebut, saat ini Pemprov Sumsel akan mereklamasi kawasan ujung TAA seluas 2000 haktare, dekat dengan Tanjung Carat. Kawasan reklamasi tersebut diperuntukan bagi industri berat, seperti PT Adani yang akan membangun pabrik aluminiun dan PT Pusri. :okay:

Selain dua industri besar ini yang sudah pasti, ungkap Eddy Hermanto, pada 9 Maret mendatang, akan ada investor dari Turki dan Yordania yang juga ingin meninjau kawasan TAA. "Lahan reklamasi 200 ha ini akan diplot untuk industri besar yang di TAA," jelasnya. PT Adani dengan FS-nya, ternyata tertarik di kawasan Ujung TAA karena alur sungainya dalam karena Adani ingin mengangkut batubara sebanyak 170 ribu ton sehingga sangat tidak mungkin di lokasi atau areal lain. Reklamasi yang dilakukan dengan melakukan pengerukan dan memperbaiki alur sungai karena antara Ujung TAA dengan Tanjung Carat akan dibuat kanal dengan lebar 200-300 meter.

iyos
February 9th, 2011, 09:00 AM
Pembangunan TAA Terancam Molor
Tuesday, 08 February 2011

PALEMBANG (SINDO) – Target Pemprov Sumsel tahun 2011 ini membangun kawasan pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) bakal terhambat. Pasalnya, izin penggunaan kawasan hutan lindung hingga kemarin belum turun dari Menteri Kehutanan RI.


Hal ini terungkap dari penjelasan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Sigit Wibowo dalam rapat koordinasi pembangunan TAA di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel kemarin. Sigit menjelaskan, Pemprov Sumsel melalui Dinas Kehutanan sudah mengajukan izin penggunakan lahan kawasan hutan lindung di wilayah lokasi pembangunan TAA sejak tahun 2008.Namun demikian, kata dia, sampai sekarang izin yang diinginkan tidak kunjung turun dari Menteri Kehutanan RI.

”Kami tidak tahu apa penyebabnya. Padahal seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk melengkapi administrasi sudah semuanya dipenuhi, tetapi sampai sekarang belum turun,” jelasnya dihadapan pimpinan rapat Asisten II Bidang Ekonomi,Keuangan dan Pembangunan Eddy Hermanto. Adapun usulan penggunaan lahan yang disampaikan seluas 600 hektare,namun yang baru disetujui hanya 34 hektare dengan peruntukkan 20 hektare sebagai kawasan umum dan 14 hektare kawasan industri.

”Yang lama saja belum turun. Apalagi untuk izin yang baru akan kita ajukan lagi nanti.Tapi yang jelas kami akan terus menunggu dan melakukan kordinasi agar hutan lindung Air Terang dan di kawasan dekat pembangunan TAA semuanya dapat turun dalam waktu dekat ini,”katanya.

Menanggapi hal ini, pimpinan rapat Asisten II Eddy Hermanto meminta Kadishut beserta jajarannya terus mengurus perizinan penggunakan kawasan hutan. ”Saya minta Kadishut harus teliti dan serius mengurusi masalah perizinan ini. Jangan sampai kita semua menjadi korban. Kalau bisa izinnya itu satu saja dan jangan dipecah-pecah sehingga kalau ke luar bersamaan,”ungkap Edy. (ade satia pratama)

SaboKingking
February 10th, 2011, 04:46 AM
http://i51.tinypic.com/3130sqq.jpg

gunny.gunason
February 14th, 2011, 01:49 AM
Train Rel tak lewat Indralaya ya. Kalau lewat daerah sekayu muba, pasti banyak bridge-nye.

Don KingKong
February 14th, 2011, 05:10 PM
^^ iya betul, setidaknya 2 sungai besar, sungai rambang dan sungai modong

paradyto
February 15th, 2011, 04:26 AM
http://i51.tinypic.com/3130sqq.jpg

sesuai dengan pertemuan tidak sengaja Gw sama orang survey jalur Rel KA di Musi Banyuasin:) Bisa-bisa nantinya Sekayu ada Stasiun Kereta api neh^^

lombok
February 17th, 2011, 04:12 PM
Ogan Permata Palembang Bangun Mal di Perumahan


Kamis, 17 Februari 2011 | 18:24 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Grup PT Sekawan Kontrindo yang membangun perumahan Ogan Permata Indah, dalam waktu dekat membangun pusat perbelanjaan di kawasan perumahan yang berlokasi di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

"Pusat perbelanjaan ini akan melengkapi fasilitas lain yang sudah dibangun lebih dulu, yaitu gedung pertemuan dan waterboom," kata Hendarmin, Direktur PT Sekawan Kontrindo kepada Kompas.com, pekan lalu di Palembang.

Grup pengembang ini membangun proyek perumahan Ogan Permata Indah sejak tahun 1997 lalu di lahan seluas 120 hektar. Tahap pertama, pengembang ini membangun RSS, setelah itu rumah sederhana, dan sejak tahun 2007 lalu, mulai membangun rumah menengah atas. Dari 120 hektar, tinggal 70 hektar lahan yang masih kosong.

Kawasan Jakabaring saat ini makin ramai. Terutama setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan akan memindahkan seluruh kantor pemerintahan ke Jakabaring. Berbagai kompleks perumahan dibangun.

Tahun 2004 dibangun perumahan khusus PNS. Ketika PON digelar di Palembang tahun 2004, atlet dari berbagai provinsi diberi tempat tinggal di rumah-rumah tipe 36.

Menurut Hendarmin, pihaknya mulai membangun rumah-rumah kelas atas di klaster Cendana sebanyak 55 unit. Harga rumah antara Rp 600 juta dan Rp 1 miliar. "Rumah-rumah ini pun habis terjual," kata generasi kedua perusahaan Sekawan Kontrindo ini.

Pembeli rumah di Ogan Permata Indah sebagian besar orang Palembang sendiri, selebihnya orang luar Palembang.

Perusahaan ini awalnya perusahaan kontraktor terbesar di Sumatera Selatan, yang kemudian mengembangkan usaha lain ke bisnis perkebunan, supplier, dan properti.

Larisnya penjualan rumah di Jakabaring sebagai dampak tingginya harga komoditas alam mulai karet sampai sawit. Banyak petani karet dan sawit yang membeli rumah di Jakabaring. Mereka menyekolahkan anak-anak mereka di perguruan tinggi yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakabaring.

Sampai awal tahun 2011, jumlah penduduk perumahan Ogan Permata Indah tercatat 2.000 keluarga, belum termasuk 1.000 keluarga PNS. Di kawasan Jakabaring terdapat pula danau aset pemprov seluas 10 hektar. Danau ini menjadi tempat wisata pada setiap akhir pekan. Sayangnya tidak dikelola dengan baik.

Hendarmin berharap pemerintah membuat citra Jakabaring menjadi lebih baik, tidak lagi sebagai tempat jin buang anak.

Hendarmin berpendapat prospek properti di Kota Palembang sangat bagus. "Selama harga komoditas alam tetap tinggi, dan dukungan suku bunga yang relatif rendah, sekitar 8,8 persen, pembelian rumah tetap tinggi," kata alumnus SMA Xaverius I Palembang lulusan tahun 1994. (KSP)

Xdoni
February 17th, 2011, 04:38 PM
Salah kamar nih lombok.

paradyto
February 24th, 2011, 06:10 PM
Siap Berinvestasi di TAA
Kamis, 24 Februari 2011

http://www.sumeks.co.id/images/stories/24-02-2011/eko1.jpg

Pada 24 Desember 2010 lalu, PT Pupuk Sriwidjaja berulang tahun yang ke -5. Ibarat manusia, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang kini sedang matang-matangnya. Namun, dengan keberadaan sejumlah pabrik pupuk lain di Indonesia, usia keemasan dan restrukturisasi ini bisa dikatakan sebagai titik penentuan. Semakin maju dan berkembang atau malah sebaliknya.

---------------------

Kesempatan PT Pupuk Sriwijaya untuk semakin besar sedang terbuka lebar dengan keberadaan Tanjung Api-Api (TAA). Pemerintah pusat telah menetapkan areal ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tak tanggung-tanggung, pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan telah mengalokasikan lahan untuk Pusri membangun pabrik barunya di kawasan ini.

Perusahaan pupuk yang membawa nama besar kerajaan Sriwijaya ini sendiri punya komitmen untuk ikut menyukseskan pembangunan Sumatera Selatan. Direktur tama (Dirut) PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Drs Eko Sunarko bahkan telah mendapatkan penjelasan langsung dari Gubernur Sumatera Selatan, Ir H Alex Noerdin seputar pengembangan kawasan TAA.

“Pak Gubernur menjelaskan hasil dari pertemuan selama dua hari di Bogor. Salah satunya bahwa TAA ini sudah menjadi kawasan ekonomi khusus. Menjadi tempat untuk mengembangkan industri di sana dan kita (Pusri, red) diberikan alokasi lahan untuk bangun pabrik baru NPK,”bebernya.

Selain Pusri, memang sudah ada sejumlah pabrik dan industri yang akan dibangun di kawasan TAA ini. Misalnya saja dari PT Nalco akan membangun pabrik pengolahan alumunium terbesar kedua di dunia. Kemudian pabrik lain berbasis bahan kimia, pengolahan produk dari karet dimana Sumatera Selatan punya potensi besar karet alamnya serta rencana investasi lain.

8 Februari lalu, calon investor Jordan Phosphate Mining Company (JPMC) datang ke PAlembang dan telah melakukan pembicaraan serius untuk melakukan detail engineering design (DED) dan membangun pabrik NPK di kawasan TAA. Rencananya, pabrik ini akan dibangun secara join, hanya saja belum ditentukan berapa besar dana, sharing dan lainnya.

Jika JPMC membangun pabrik phosphate, maka PT Pupuk Sriwidjaja Palembang akan membangun pabrik ureanya. Sehingga tinggal pabrik K untuk menjadikan pabrik baru di TAA ini sebuah pabrik terintegrated. “Kita siap, tinggal tunggu perkembangannya dan kesiapan dari kawasan TAA. Mohon dukungan semua agar Pusri bisa segera membangun di sana. Semua untuk pengembangan Sumatera Selatan juga,”bebernya.

Untuk pabrik baru, Eko mengatakan pihaknya fokus di kawasan TAA, seperti yang telah disiapkan lahannya oleh pemprov Sumsel. Meski ada rencana juga untuk mengembangkan Tanjung Carat (daerah terluar dari TAA), tapi pada lokasi yang disiapkan pemerintah punya kedalaman sekitar 24 meter. Menurutnya, kedalaman itu sudah lebih dari yang diharapkan. Tidak seperti di alur Musi yang hanya mampu dilayari kapal 5000 GT.

“Dengan 18 meter saja, sudah bisa masuk Panamex 40 ribu GT. Ini akan mendukung pengembangan industri Pusri lebih bagus ke depannya. Makanya harus dilaksanakan,”tegas Eko. Pabrik lama yang ada saat ini tetap akan beroperasional dengan bahan baku gas. Kontrak dengan Pertamina akan berakhir 2012 mendatang. Suplai saat ini rata-rata 92 persen. Sedang dilakukan pembicaraan perpanjangan pembelian gas.

Namun, belum ada kesepakatan, utamanya soal harga jual beli. “Untuk harga belum deal, tapi kita optimis bisa dicapai nantinya harga saling menguntungkan. Kita cari win-win solution lah,”pungkasnya. Pabrik baru di TAA akan dioperasionalkan dengan bahan baku batubara. Ada proses gasifikasi, hingga kemudian pupuk menjadi amoniak dan turunannya.(martha)

source:
http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=13554:siap-berinvestasi-di-taa&catid=125:head-news

Arestullah
February 24th, 2011, 06:55 PM
Siap Berinvestasi di TAA
Kamis, 24 Februari 2011

semoga bisa terlaksana dengan baik dan lancar hingga bisa membawa dampak yang lebih besar lagi bagi kemajuan Sumsel dan menjadikan Sumsel sebagai propinsi pusat industri di Indonesia...

paradyto
February 25th, 2011, 09:25 AM
Dampaknya sangat besar, apalagi makin marak yang namanya macet di penyeberangan Bakauheni - Merak, pengalaman Gw sampai saat ini banyak project yang tertunda:)

Besar buat kemajuan Sumatera Bagian Selatan!:okay:

kheay
February 26th, 2011, 01:31 AM
yg sy bingungkan nanti fungsinya gimana ini,krn disekitar pelabuhan sndr ad beberapa pelabuhan barang swasta,n pelabuhan batubara yg beroperasi...blm lg yg ad dipalembang sendr ky pelabuhan boom baru,tus yg di dkt boom baru maupun kertapati...apa mesti dipusatkan di TAA y?:ohno:

Arestullah
February 26th, 2011, 02:12 AM
yg sy bingungkan nanti fungsinya gimana ini,krn disekitar pelabuhan sndr ad beberapa pelabuhan barang swasta,n pelabuhan batubara yg beroperasi...blm lg yg ad dipalembang sendr ky pelabuhan boom baru,tus yg di dkt boom baru maupun kertapati...apa mesti dipusatkan di TAA y?:ohno:

kalau untuk boom baru aku denger emang dipindahkan ke TAA. Tapi kalau kertapati, dan dll. itu kan pelabuhan penyebrangan..., jadi insya Allah akan tetap sesuai fungsinya di sungai musi

kheay
February 27th, 2011, 08:24 AM
mksd sy pelabuhan batubarany yg di kertapati n pelabuhan penyebrangan ferry di sekitar gandus...
lagian lokasi menuju TAA itu sangat sangat jauh dan luas baget daerahnya...
dan dsana jg ud berdiri bbrp pabrik,dan jg beberapa bagian ud dipatok n mulai ditimbun

Arestullah
February 28th, 2011, 03:47 AM
ow, menurut pendengeran aku sih kalo pelabuhan penyebrangan mereka nggak dipindah karena sekalian buat memudahkan masyarakat Palembang untuk bepergian, misal ke Bangka. Tapi kalo tujuan berbeda yang secara luas kemungkinan langsung dari TAA, karna itu pelabuhan samudera, termasuk terminal batubaranya...

paradyto
March 6th, 2011, 09:33 AM
Juli, Operasional Dermaga TAA
Sriwijaya Post - Minggu, 6 Maret 2011 14:25 WIB

PALEMBANG, SRIPOKU.COM - Dermaga penyeberangan Palembang-Mentok (Babel) yang dibangun di kawasan Tanjung Api-Api (TAA), direncanakan Juli 2011 ini bakal dioperasikan. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Infokom Sumsel menunggu pembangunan akses jalan utama sepanjang 3,4 km oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga yang kini sedang proses pengerasan. Jika rencana ini terwujud maka perlayaran ke Bangka hanya ditempuh 2-3 jam saja.

Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, Sabtu (5/3/2011) mengatakan, jika dermaga penyeberangan TAA sudah operasi, maka secara otomatis kapal-kapal angkutan barang dan penumpang di 35 Ilir akan digeser ke TAA. "Jarak Tanjung Api-api ke Bangka hanya dilalui beberapa jam saja," katanya, seraya menambahkan kalau izin lintasan dari Kementerian Perhubungan sudah turun, sedangkan izin angkutan penumpang tujuan dermaga penyeberangan TAA sudah dikeluarkan.

Setelah dibukanya jalur perintis dari Terminal Alang-alang Lebar (Albar) ke TAA dengan tiga unit bus milik Perum Damri (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia) kapasitas 24 tempat duduk maka operasional dermaga penyeberangan sudah bisa dilakukan di pertengahan 2011.

Sementara itu, Kadishub dan Infokom Sumsel Ir H Sarimuda MT menilai secara ekonomis dermaga penyeberangan TAA lebih menguntungkan bagi penumpang dan truk barang, dibanding di Dermaga 35 Ilir, khususnya waktu penyebarangan. Kapal ferry (roro) mulai dari muara Sungai Musi menuju pelabuhan 35 Ilir, butuh waktu 5-6 jam sehingga kapal terlalu lama di perlintasan Sungai Musi. Jika kapal memasuki Sungai Musi dengan kecepatan tinggi, warga di pinggiran sungai akan ribut protes karena rumah mereka terganggu gelombang.

Sementara jika di dermaga TAA, kapal bisa langsung menyeberang ke laut dan menuju Mentok sehingga tidak ada hambatan. "Perjalan darat dari Palembang ke dermaga TAA hanya butuh waktu 90 menit,” ungkap Sarimuda.

source: http://palembang.tribunnews.com/view/61936/juli_operasional_dermaga_taa_

kheay
March 6th, 2011, 01:54 PM
bgslah klo gt...kyny udh bisa beroperasi,tp sy gk tw apa akses menuju ke pleabuhan udh bagus y???
terakhir sy kesana ada bbrp kilometer lg jalan yg belum dicor...trus jg klo udh full beroperasi,kayanya jalanny perlu dilebarin lg...

gunny.gunason
March 8th, 2011, 09:23 AM
Feasibility study-nya sudah selesai yang dilakukan oleh PT. Andani Sumatera Selatan dan PT. Servo, sekarang proses legal feasibility dan economic feasibility.

Panjang Double track untuk rel kereta api bertambah, dari rekaan semula 270 km menjadi 293 km.

Dan ada juge pembuatan jalan khusus angkutan batubara pada tahap I panjangnye 116 km dari Lahat ke Ulu Musi Palembang. Tahap II nye dari Ulu Musi ke TAA sepanjang 90 km. Jadi cem jalan umum untuk angkutan batubara sahaje:)

Arestullah
March 8th, 2011, 12:57 PM
bakal double ongkos ya kalo mau ke Bangka setelah semua beroperasi (bus perintis DAMRI dan kapalnya)...
But it's OK, jalan2 juga tuh keluar Palembang naek DAMRI ke TAA http://statics.plurk.com/db4c4a7d141fdcaca4d4b11f8fb360db.gif

SaboKingking
March 23rd, 2011, 12:54 PM
TAA Diresmikan Agustus 2011

Sriwijaya Post - Rabu, 23 Maret 2011 17:19 WIB

PALEMBANG, SRIPOKU.COM - Kalau tidak halangan Pelabuhan Tanjung Api-api akan diresmikan Agustus 2011 mendatang.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan dan KomunikasiInformatika Sumsel Ir H Sarimuda, MT usai manyampaikan materinya dalam acara Dialog Interaktif Curah Persona Tebar Solusi yang diadakan KAPAKKN Palembang di Bukit Golf Resto & Resto Cafe, Rabu (23/3/2011) pagi.

"Insyaallah Pelabuhan TAA akan diresmikan Agustus 2011. Dengan di resmikan TAA pelabuhan 35 Ilir akan dipindahkan ke sana. Sedangkan pengembangan pelabuhan peti kemas Boom Baru, akan dimulai tahun 2012," katanya.
Zainal Piliang; Editor: Vanda Rosetiati


sumber : http://palembang.tribunnews.com/view/63433/taa_diresmikan_agustus_2011

paradyto
March 23rd, 2011, 04:56 PM
Great News!! thanx SabiKinKing:)

retroisme
March 23rd, 2011, 07:31 PM
Itu bukan Pelabuhan Samudera ya? asik deh bisa ke bangka lebih deket. ( ya ga sih?)

Arestullah
March 23rd, 2011, 07:49 PM
^^ Padahal dulu mau dibangun jadi pelabuhan samudera ya? Semoga aja secara bertahap pembangunannya bakal terus dilanjutin sesuai rencana

masaguseka28
March 23rd, 2011, 07:59 PM
anyway kereta double-track sama Jalan Tol yg akses langsung ke sana itu mulai jalan konstruksinya kapan ya? jadi nggak tuh?
ada yg punya pic terbaru TAA?

valencia2010
March 24th, 2011, 04:00 AM
Alhamdulillah....sekaranglah Provinsi Sumatera Selatan dapat menikmati arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Setelah sekian lama menunggu Anugrah dari Allah SWT. Semoga dengan terwujudnya pembangunan TAA dapat membawa kemajuan Kota Palembang sebagai Kota Tercinta. Salam dari Wong Kito Galo di peranatauan.

Arestullah
March 24th, 2011, 05:49 AM
^^ kalau rel double track sekarang lagi kontruksi masagus, tapi jalan tol gak tau kapan. Kabarnya pemerintah daerah akan ngedahuluin tol Indralaya-Palembang dan Palembang-Pangkalan Balai, tapi bagi aku Musi III harus nomor satu...

retroisme
March 24th, 2011, 06:32 AM
Kalau bukan pelabuhan samudera, apa beda nya dengan pelabuhan boom baru? cuma pindah doang ya?

SaboKingking
March 24th, 2011, 07:42 AM
^^

planning awal


Tanjung Api‑Api dengan luas wilayah 97.196.825 kilometer persegi berdasarkan planning akan dibagi beberapa titik kawasan sesuai pemanfaatan lahan. Terdiri sub kawasan A memiliki luas lahan 13 ribu Ha diarahkan untuk pelabuhan laut, kawasan perindustrian dan lokasi penunjang lainnya. Sub kawasan B yang luasnya diperkirakan 9.324,35 Ha untuk kawasan penunjang produksi dan utilitas. Titik kawasan yang ketiga adalah sub kawasan C seluas empat ribu hektare berfungsi sebagai kawasan penunjang.
Direktur Utama Badan Pengelola dan Pengembangan Kawasan Tanjung Api‑Api Kabupaten Banyuasin, Sofyan Rebuin mengemukakan, sesuai rencana pembangunan kawasan pelabuhan Tanjung Api‑Api yang semula seluas 600 Ha, ternyata setelah dilakukan kembali perhitungan ulang dibutuhkan lahan mencapai 1.000 Ha (hanya 8,09%). Sementara untuk mengakomodir kawasan industri dan pergudangan berada di kawasan Hutan Lindung di Pantai Air Telang diperlukan lahan 12.360 Ha.

Dalam Peta Rencana Lokasi Pelabuhan Tanjung Api‑Api telah disiapkan beberapa pembangunan. Antara lain pelabuhan/terminal general kargo mencapai 80 Ha, pelabuhan laut sekitar 91 Ha, pelabuhan penyebrangan sekitar 21 Ha, pelabuhan 1 stock pile batubara sekitar 80 Ha, pelabuhan peti kemas seluas 80 Ha, pelabuhan /terminal curah cair (CPOIBBM/Migas/Pupuk/semen) di atas lahan sekitar 85 Ha.



yang agustus itu hanya untuk pelabuhan penyeberangan palembang-bangka
sama halnya merak-banten, yang laen masih tahap u/c

untuk kereta double track ke TAA
ini berita terakhir

Double Track Jadi 293 Km

Selasa, 08 Maret 2011 15:06

PALEMBANG, Situs Hukum - Pimpinan dari PT Adani Sumatera Selatan dan PT Servo memaparkan progres pembangunan jalur genda Kereta Api alias double track dan jalan khusus untuk truk batu bara di hadapan Gubernur sumsel Ir H Alex Noerdin dan jajaran, kemarin. Paparan berlangsung di ruang rapat Bina Praja, selama kurang lebih dua jam. Usai paparan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, di atas kertas laporan kedua investor tersebut bagus. "Kita dari pemerintah provinsi memang mendorong itu. Semakin cepat semakin bagus", ujarnya.
Seperti rencana awal, Adani akan menyelesaikan pembangunan double track tersebut dalam waktu 3-4 tahun ke depan. Memang ada lahan di ujung dekat kawasan TAA (Tanjung Api-Api) yang akan coba dipinjam pakaikan kepada pemerintah pusat. Dan pinjam pakai itu, kata Alex, ada prosedurnya sendiri.
"Sebagian Adani sudah mendapat izin, yang lain sudah diajukan. Tinggal menunggu keluarnya perizinan tersebut", ucapnya. Pengajuan pinjam pakai kawasan hutan lindung di TAA tidak perlu izin dari DPRD Sumsel. Beda dengan alih fungsi lahan seperti terdahulu, yang memang secara prosedur perlu persetujuan dewan.
"Target konstruksi fisik mulai Agustus. Mudah-mudahan bisa segera jalan agar pelabuhan TAA terwujud", cetus Alex. Untuk jalan khusus angkutan batu bara yang dibangun PT Servo, tahap pertamanya dari Lahat ke Ulu Sungai Musi akan selesai Agustus, paling lambat September 2011.
"Setelah itu selesai, akhir tahun kita akan tutup jalan umum yang selama ini di lalui. Pokoknya, selesai atau belum Servo kita tutup sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat", tegasnya. Direktur PT Adani Sumsel, Ganesha V mengatakan pihaknya telah menyelesaikan fasibility study (FS).
Saat ini sedang berupaya menyelesaikan legal feasibility dan setelah itu economic feasibility. "Setelah itu kita akan ada perjanjian definitive dengan PTBA, baru mulai kerja", ungkapnya. Perlu adanya izin pinjam pakai kawasan hutan lindung di TAA menurut Ganesha tidak menjadi masalah.
Dijelaskannya, sesuai UU N0 41 Tahun 2009, untuk jalur KA diperbolehkan melewati hutan lindung, tentunya dengan aturan-aturan tertentu dan sesuai prosedur. "Kita akan ikuti prosedur itu. Setelah dapatkan baru kita mulai konstruksi fisiknya", tuturnya.
Untuk diketahui, PT Adani Sumsel merupakan badan khusus hasil kerja sama PT Adanbi Global asal India dengan BUMD milik pemprov Sumsel, PD Pertambangan dan Energi (PDPDE). Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Iskandar Syamwell mengungkapkan, PT Adani belum melaksanakan konstruksi fisik dan masih berkutat dengan penyelesaian berbagai administrasi yang diperlukan.
Namun, kata Iskandar, dalam paparan itu sudah diketahui titik-titik yang akan dilalui. "Untuk double tracknya tidak lagi 270 Km, tapi jadi 293 Km karena mungkin memutari tambang batu bara di Lahat itu", ujarnya. Yang jadi kendala ada di ujung kawasan TAA. Di sana mau tidak mau harus masuk kawasan hutan lindung.
"Dari pemprov Sumsel menyarankan untuk dilakukan pinjam pakai. Kalau dulu kan alih fungsi, tapi tidak boleh. Itulah yang kemudian jadi masalah. Dari kami juga mengusulkan pinjam pakai", bebernya. Diharapkan, karena pinjam pakai ini dari pemprov Sumsel ke pemerintah pusat, bisa lebih cepat dan mudah untuk keluar izinnya.
Yang perlu dipinjam pakai pada kawasan hutan lindung untuk jarak sepanjang 24 Km. Lahan yang diperlukan hanya seluas untuk jalan KA tersebut. Walaupun dari Adani akan bangun rel gantung, tetap diperlukan izin pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan. "Relnya memang gantung, tapi kan pengerjaan tiangnya di lahan hutan lindung. Jadi tetap perlu izin itu", imbuh Iskandar.
Walau nanti harus membuka sedikit wilayah hutan lindung, namun mungkin akan sebanding dengan pendapatan yang akan diperoleh kalau Adani berhasil mengeluarkan 100 juta ton batu bara setiap tahunnya. Bagaimana dengan PT Servo? Dikatakan Iskandar Syamwell, meski akan segera menyelesaikan 116 Km dari 228 Km jalan khusus batu bara, tapi Servo juga masih akan melakukan pembebasan lahan.
Diketahui, pembangunan jalan khusus angkutan batu bara ini dilakukan dua tahap. Tahap pertama untuk pembebasan lahannya sudah mencapai 90 persen, yakni dari Lahat hingga ke Ulu Sungai Musi. Sedangkan tahap dari Ulu Musi ke Banyuasin (TAA) sepanjang 90 Km yang juga bertahap dibebaskan.
Paling tidak ada 50 jembatan yang perlu dibangun. Jalur khusus ini juga berlintasan dengan rel KA, jalan umum dan pipa gas. "Kata mereka dalam paparan tadi, Agustus sudah bisa running angkutan di sana", katanya.
Diakuinya, DPRD Sumsel juga berharap jalan khusus angkutan batu bara ini bisa segera selesai sehingga perda batu bara bisa segera diterapkan. (46)
Sumber : Palembang, Sumatera Ekspres.

sumber : http://www.situshukum.com/bisnis-investasi/double-track-jadi-293-km.shkm



untuk jalan tol sendiri sampe sekarang belum ada kabarnya
karena diprioritaskan tol tol patungraya (indralaya - palembang - betung)
menurutku belum terlalu mendesak tol ke TAA.... karena jalan ke sana udah mirip tol (jalannya bagus, sepi dan relatif lurus jalannya)

masaguseka28
March 24th, 2011, 12:06 PM
^^ thanks mas SaboKingKing bwt info nya.. really really appreciate kalo ada yg punya gambar updates terakhir di lapangan :cheers:

Arestullah
March 24th, 2011, 06:16 PM
^^ makasi bang sabokingking atas share-nya...

paradyto
March 28th, 2011, 12:24 PM
di daerah Prabumulih, akses ke TAA...

http://img228.imageshack.us/img228/2518/taa1q.jpg (http://img228.imageshack.us/i/taa1q.jpg/)

http://img3.imageshack.us/img3/9279/taa2f.jpg (http://img3.imageshack.us/i/taa2f.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Arestullah
March 29th, 2011, 05:14 AM
Oh..., jadi yang itu jalan buat ke pel. TAA. Baru tau ni bang. Thanks atas share-nya...

iyos
March 30th, 2011, 03:36 AM
berati dah mulai pembangunan double tracknya, mgkin msh pembebasan lahan ya bg dyto?
mantab nih:banana:

paradyto
March 30th, 2011, 06:09 AM
berati dah mulai pembangunan double tracknya, mgkin msh pembebasan lahan ya bg dyto?
mantab nih:banana:

^^yup, termasuk survey jalur yang melewati Musi Banyuasin juga sudah final:)

aa coy
March 30th, 2011, 07:49 AM
Fasilitas Tambahan TAA Sedot Rp25 M :)
Wednesday, 30 March 2011
PALEMBANG– Pembangunan fasilitas atau paket tambahan pada proyek Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) pada 2011 diperkirakan menghabiskan dana APBD sekitar Rp25 miliar.

Karena besarnya dana yang dibutuhkan tersebut, DPRD Sumsel meminta fasilitas tambahan itu harus dibangun sesuai perencanaan yang ada. Fasilitas tambahan tersebut meliputi pembangunan koridor penghubung dan landscape pelabuhan senilai Rp2.925.288.850, pembangunan jalan keluar-masuk di pelabuhan penyeberangan senilai Rp3.457.077.800,pengadaan jembatan timbang Rp2.208.710.950, pengadaan mekanikal dan elektrikal Rp1.348.470.400, pembangunan jalan akses penyeberangan feri ke pelabuhan seki-tar Rp2 miliar, dan jalan utama sepanjang 9,44 km senilai Rp14 miliar.

“Jadi, dari sejumlah fasilitas tambahan yang akan dibangun tersebut dikerjakan Dinas PU BM dan Dishub Kominfo Sumsel,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel Yudha Rinaldi. Menurut dia, berbagai fasilitas tambahan tersebut memang sengaja dibangun agar Pelabuhan TAA dapat beroperasi dengan layak. Seperti jalan keluar masuk TAA sepanjang 9,44 km, nantinya jalan ini akan menjadi jalan utama menuju Pelabuhan TAA. Fasilitas tambahan Pelabuhan TAA itu ditargetkan selesai pada 2011 ini sesuai anggaran yang sudah diproyeksikan.

“Jika memungkinkan,pembangunannya harus selesai sebelum pelaksanaan SEA Games, November 2011.Apalagi, mengingat launching Pelabuhan TAA akan dilakukan pada Agustus 2011,” tukas politikus PDI Perjuangan ini. Yudha juga menyebutkan, mengenai pembangunan Dermaga TAA yang katanya sudah selesai,pihaknya hingga kini belummenerimalaporanresminya.

Sebelumnya,KepalaDishubkominfo Sumsel H Sarimuda menyatakan, pihaknya akan meresmikan dermaga dan pelabuhan laut TAA pada Agustus mendatang.“Pak Gubernur telah memerintahkan Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel untuk mempercepat perbaikan jalan di TAA,yang kondisinya rusaksekitar1km. Jikaaksesjalan tersebut selesai, dermaga dan pelabuhan dapat segera dioperasikan pada 2012,”katanya.

Selain mempercepat pembangunan, beroperasinya Dermaga dan Pelabuhan TAA membuat pihaknya akan melakukan relokasi Pelabuhan Penyeberangan 35 Ilir Palembang. Dengan begitu, fungsi Pelabuhan TAA dapat berjalan baik.Terlebih, dengan lokasi yang sangat strategis sehingga pengembangan transportasi Sumsel dapat lebih maju. retno palupi

SaboKingking
April 4th, 2011, 05:10 AM
http://i56.tinypic.com/2a6koau.jpg

http://i52.tinypic.com/1zz41l4.jpg

http://i54.tinypic.com/2418mys.jpg

http://i54.tinypic.com/35avu4o.jpg

:cheers:

iyos
April 4th, 2011, 05:14 AM
http://i56.tinypic.com/2a6koau.jpg

http://i52.tinypic.com/1zz41l4.jpg

http://i54.tinypic.com/2418mys.jpg

http://i54.tinypic.com/35avu4o.jpg

:cheers:

btw gedung apa tuh bang sabo? apa gedung terminal penyeberangan feri TAA - Mentok ya? (kayaknya jauh dr dermaga ya)

Btw apa baru itu fasilitas disana? sry banyak nanya, abs penasaran sih:lol:

SaboKingking
April 4th, 2011, 05:19 AM
http://i54.tinypic.com/29nvub6.jpg

http://i53.tinypic.com/2lsh62s.jpg

http://i55.tinypic.com/wuq7w3.jpg

http://i55.tinypic.com/vdk66s.jpg

SaboKingking
April 4th, 2011, 05:27 AM
btw gedung apa tuh bang sabo? apa gedung terminal penyeberangan feri TAA - Mentok ya? (kayaknya jauh dr dermaga ya)

Btw apa baru itu fasilitas disana? sry banyak nanya, abs penasaran sih:lol:

keliatannya sih penyebrangan TAA - mentok (sori kalo salah)
gedung itu sih keliatannya untuk ruang tunggu penumpang...

SaboKingking
April 4th, 2011, 05:28 AM
http://i52.tinypic.com/2ishaq8.jpg

http://i52.tinypic.com/2qjcg09.jpg

http://i55.tinypic.com/nnt8q8.jpg

http://i55.tinypic.com/15y831e.jpg

http://i54.tinypic.com/24vias9.jpg

iyos
April 4th, 2011, 10:41 AM
wah dah jd dermaganya ya...:)
tp sayang keliatannya agak kurang terawat ya...

Arestullah
April 4th, 2011, 07:05 PM
^^ uda jadi dermaganya. Bearti bakal jauh perjalanan kalo mau ke Bangka lagi...
Ahay..., that's OK, itung2 jalan2

Arestullah
April 4th, 2011, 07:12 PM
dopost, sorry

iyos
April 5th, 2011, 04:08 AM
Pemprov Pinjam Jalan PT MHP


Tuesday, 05 April 2011
PALEMBANG– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan meminjam jalan milik PT Musi Hutan Persada (MHP) sepanjang sekitar 91 km untuk dijadikan jalan alternatif angkutan batu bara.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Sigit Wibowo seusai menghadiri pertemuan tertutup antara Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dengan Dirut Perencanaan PT MHP,Minoru Hirosaki dan jajaran PT MHP di ruang tamu Gubernur kemarin.

Menurut Sigit, pertemuan dengan PT MHP digelar dalam rangka me-nindaklanjuti kebijakan yang akan dikeluarkan Gubernur Sumsel tentang larangan angkutan batu bara melewati jalan umum mulai akhir tahun ini. “Gubernur akan mengeluarkan kebijakan per Desember tahun ini bahwa angkutan batu bara tidak boleh melalui jalan umum,untuk itulah kita jajaki kemungkinan agar tidak memasuki jalan raya, namun melewati dikonsensi jalan milik PT MHP sepanjang 91 km,”jelas Sigit. Peminjaman jalan milik PT MHP tersebut akan berakhir jika rel kereta api (KA) batu bara yang dibangun PT Adani Global akan selesai, penggunaan jalan PT MHP ini tidak lain untuk menghindari rusaknya jalan umum karena tonase angkutan batu bara, dan juga mengurangi kemacetan yang terjadi di jalan umum akibat angkutan batu bara.

Menurutnya, titik koordinat jalan yang akan dipakai sepanjang 91 km,mulai Merapi sampai Pendopo. Setelah kawasan Pendopo,masih akan ada sambungan jalan lagi menuju Tanjung Lago kawasan Tanjung Api-Api. Dirut Perencanaan PT MHP Minoru Hirosaki memberi sinyal positif terkait keinginan Pemprov Sumsel tersebut. ”Kami akan laporkan usulan ini ke pusat agar dapat dibahas lebih lanjut,”ujarnya. ade satia pratama

paradyto
April 6th, 2011, 04:50 AM
Pemprov Pinjam Jalan PT MHP


Tuesday, 05 April 2011
PALEMBANG– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan meminjam jalan milik PT Musi Hutan Persada (MHP) sepanjang sekitar 91 km untuk dijadikan jalan alternatif angkutan batu bara.

^^ini jalannya dekat Telk Lubuk itu kan..:okay:
thanx iyos, source-nya jangan lupa dicantumkan:)

Arestullah
April 6th, 2011, 08:21 PM
Numpang tanya nih, kira2 berapa KM ya dari simpang 4 Tj. Api2 Palembang ke pelabuhannya?

iyos
April 18th, 2011, 03:57 AM
Singapura Bangun Dermaga di TAA

Monday, 18 April 2011
PALEMBANG – Pembangunan Dermaga Tanjung Carat di kawasan Tanjung Api-Api (TAA) dipastikan akan melibatkan investor lokal. Investor lokal yang dipilih akan bekerja sama dengan MEC, perusahaan asal Singapura,membangun dermaga yang diperkirakan berkapasitas 270.000 peti kemas per tahun ini.


Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Sumsel Eddy Hermanto mengatakan,MEC akan membangun dermaga yang akan digunakan untuk kepentingan pabrik alumunium yang akan dibangun Nalco, perusahaan asal India, di TAA.Untuk membangun dermaga tersebut, MEC harus bekerja sama investor Indonesia. “MEC ini terkenal dengan peti kemasnya di Singapura, jadi investor kita bekerja sama dengan MEC,kalau tidak kerja sama, tidak akan dilalui kapal,” ujar Eddy kemarin. Menurut dia, sejauh ini sudah ada empat investor besar, termasuk Nalco, yang berminat menanamkan investasinya di TAA.

Selain Nalco, juga ada PT Adani Global yang berniat membangun stockpile dan dermaga di TAA. “PT Adani studinya sudah hampir final dan jika selesai akan memasuki tahap konstruksi,” kata Eddy. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumsel Robert Heri berharap dengan banyaknya investasi di kawasan TAA,akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) dan mengurangi angka pengangguran di Sumsel . ade satia pratama

Source : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/393501/

Arestullah
April 18th, 2011, 07:15 PM
Singapura Bangun Dermaga di TAA

Monday, 18 April 2011
PALEMBANG – Pembangunan Dermaga Tanjung Carat di kawasan Tanjung Api-Api (TAA) dipastikan akan melibatkan investor lokal....

Source : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/393501/

alhamdulillah, jadi jugo akhernyo pelabuhan besak ni :D
Jadi maken pengen kesano, siapola nak nebengi e??? hehe sorry kalo OOT

Kunci Duplikat
April 19th, 2011, 05:23 PM
alhamdulillah, jadi jugo akhernyo pelabuhan besak ni :D
Jadi maken pengen kesano, siapola nak nebengi e??? hehe sorry kalo OOT

yukk hari minggu kito kesano.

paradyto
April 20th, 2011, 01:41 AM
yukk hari minggu kito kesano.

^^lajuuu, ditnggu foto progressnya:cheers:

Arestullah
April 20th, 2011, 04:38 AM
yukk hari minggu kito kesano.

galaaakkk...
Biso dak e aku kiro2!? hehehe...

SaboKingking
May 6th, 2011, 12:53 PM
http://i56.tinypic.com/33ndoxe.jpg

paradyto
June 7th, 2011, 01:38 AM
Operasional Pelabuhan TAA Terhambat
Tuesday, 07 June 2011

PALEMBANG– Target pemindahan Pelabuhan 35 Ilir Palembang ke Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) pada Juli atau Agustus mendatang tampaknya bakal terhambat.

Pasalnya,jalan sepanjang 7,5 km menuju Pelabuhan TAA sampai kemarin belum selesai diba-ngun. Akibat belum selesainya pembangunan jalan penghubung ke Dermaga Pelabuhan TAA yang dikerjakan Dinas PU Bina Marga Sumsel tersebut, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel menargetkan kembali operasional Pelabuhan TAA paling lambat akhir tahun ini.

”Karena akses jalan belum selesai, jadi kami masih menunggu jalan selesai dulu.Kalau yang lain sudah tak ada masalah lagi,mulai perizinan pelabuhan dan lainnya sudah tidak ada masalah. Intinya Dermaga Pelabuhan TAA sudah siap untuk disandari kapal penumpang feri, kapal cepat dan barang tujuan Palembang– Mentok dan sebaliknya,” kata Kepala Dishubkominfo Sumsel Sarimuda di Dermaga 10 Ulu kemarin.

Sembari menunggu Dinas PU Bina Marga (BM) Provinsi Sumsel menyelesaikan pembngunan akses jalan, pihaknya melengkapi fasilitas elektrikal serta mekanikal Pelabuhan TAA. ”Mudah-mudahan dalam waktu beberapa bulan ini semua fasilitas sudah terpasang semua dan bisa digunakan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Dishubkominfo Sumsel juga akan menambah jumlah bus armada Damri bantuan pusat dari 5 menjadi sekitar 10 armada. Bus-bus ini akan melayani rute Terminal Alang-Alang Lebar–Pelabuhan TAA seperti yang telah ditetapkan sebelumnya. ”Masyarakat jangan khawatir kalau mau ke Pelabuhan TAA, pasti akan dilayani seusai jam keberangkatan kapal di sana,” ujar mantan calon wali kota Palembang ini.

Dia mengklaim, dari sisi ekonomis, Dermaga TAA lebih menguntungkan penumpang dan truk barang dibandingkan Dermaga 35 Ilir. Sebab, dengan perpindahan ini, jarak tempuh kapal menjadi lebih singkat, yakni dari 9–10 jam menjadi sekitar 4–5 jam. ”Manfaat lain, selama ini jika kapal melewati Sungai Musi dengan kecepatan tinggi, warga di pinggiran sungai akan ribut atau protes karena rumah mereka terganggu gelombang.

Tapi nanti tidak lagi, karena saat kapal mendekati dermaga TAA tidak ada pemukiman rumah warga di sana,” tandasnya. Sementara itu,Kepala Dinas PU BM Sumsel Heri Amalindo mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelesaikan perbaikan akses jalan menuju Dermaga TAA.

”Tinggal beberapa kilometer lagi dan kami siap menyelesaikannya dengan cepat sesuai harapan Pak Gubernur Sumsel,”ujarnya. Terpisah,Sugeng,49,pemilik truk angkutan barang yang sering menggunakan fasilitas kapal feri di Pelabuhan 35 Ilir Palembang,menyatakan mendukung rencana pemindahan ini. Sebab, saat ini kondisi Pelabuhan 35 Ilir sudah tidak terlalu nyaman lagi.

”Kalau di Pelabuhan 35 Ilir sudah sempit untuk parkir,apalagi menjelang hari besar atau liburan pasti macet dan antre menuju sana,”ungkapnya. Jika akan dipindah, dia meminta pemerintah menginformasikannya jauh-jauh hari.” Kalau bisa seminggu sebelum perpindahan diumumkan di koran biar kami tahu mau pindah.

Sebab, kalau mendadak, kami tidak siap menyiapkan uang jalan bagi sopir kami, baik uang minyak truk dan lainnya. Karena jarak dari daerah atau Palembang ke TAA agak sedikit lebih jauh dibandingkan ke Pelabuhan 35 Ilir,”tukasnya. ade satia pratama

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/403963/

paradyto
September 28th, 2011, 04:51 PM
Pengusaha Polandia Tinjau TAA
Rabu, 28 September 2011

PALEMBANG – Sekitar 50 orang dari Kedubes RI untuk Polandia dan para pengusaha Polandia berkunjung ke Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan utama mereka menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pemerintah Sumsel, terutama di Banyuasin, lokasi dimana akan dibangun pelabuhan laut internasional Tanjung Api-Api (TAA).

Dalam rombongan ada Dubes RI untuk Polandia, Darmansyah Djumala, President of Employers of Poland, Andrzej Malinowski yang menjadi ketua rombongan, Direktur Pertambangan mewakili Kementerian Pertambangan Polandia, Alexandra M. Mereka disambut Bupati Banyuasin, Ir H Amiruddin Inoed dan jajaran, Asisten II pemprov Sumsel Ir H Eddy Hermanto SH, Kaban P3MD Ir Permana MMA dan lainnya di gedung VVIP Bandara SMB II.

Direktur Pertambangan Polandia, Alexandra M mengatakan, kedatangan mereka bersama rombongan para pengusaha Polandia ke Sumsel untuk menjalin kerjasama yang baik dengan para pengusaha Sumsel dan Indonesia. ”Polandia dan Indonesia sama-sama berjuang untuk bebas dari penjajahan. Lalu bendera kedua negara ada kemiripan. Mungkin ini dasar yang baik untuk memulai kerjasama,” ucapnya. Sama seperti Sumsel, Polandia juga kaya dengan sumber daya alam dan mineral.

Kata Alexandra, Polandia punya tambang batubara, juga tembaga dan timah. ”Sekitar 90 persen energi kami dari batubara. Sama seperti Indonesia, Polandia juga satu-satunya negara dalam Uni Eropa yang lolos dari krisis global beberapa waktu lalu,” bebernya.
Dalam kunjungan ini, ikut pengusaha dari beberapa sektor. Sebelum ini, dua hari lalu di Jakarta telah ditandatangani kesepakatan kerja sama antara Menteri ESDM RI dan Menteri Perekonomian Polandia. ”Saya berharap, kerjasama ke depan dalam bidang ekonomi dan perdagangan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Andrzej Malinowski menambahkan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu energi, pertambangan dan infrastruktur yang bisa dikerjasamakan dengan Sumsel. Ia sendiri belum bicara banyak terkait rencana bisnis dengan para pengusaha Polandia yang ikut dalam kunjungan tersebut.

”Namun, kami tertarik dengan potensi pertambangan, khususnya batubara yang katanya banyak di Banyuasin juga,” katanya. Ada perusahaan di Polandia yang memproduksi peralatan canggih untuk pertambangan batubara, sejak proses awal hingga akhir. Polandia tertarik juga untuk bisa membantu terwujudnya pelabuhan laut TAA. Kebetulan, dalam rombongan ikut pula wakil dari perusahaan perkapalan di Polandia.

Dubes RI untuk Polandia, Darmansyah Djumala mengatakan, kunjungan wakil pemerintah dan para pengusaha Polandia ke Indonesia khususnya Sumsel merupakan inisiatif dari KBRI bekerja sama dengan Kementerian Perekonomian dan Kedubes Polandia di Jakarta.

”Kemarin (dua hari lalu), mereka ingin mengikuti Indonesian-Polandia Business Meeting di Jakarta,”cetusnya. Tujuannya, untuk meningkatkan kerjasama dibidang pertambangan batubara, energi, infrastruktur dalam hal ini pelabuhan dan pertahanan.

”Untuk pertambangan batubara dan pelabuhan laut, kita lihat Sumsel potensial untuk kerjasama dengan Polandia ini,”aku Darmansyah. Ia memprioritaskan Sumsel karena dia adalah putera asli Sumsel. Belum lagi, Polandia punya sejarah panjang dalam pertambangan batubara. Negara ini sudah mulai sejak abad ke-16.

Saat ini, teknologi yang dipergunakan dalam pertambangan sudah begitu canggih. Sebagai Dubes RI untuk Polandia, Darmansyah begitu paham keuntungan bekerja sama dengan Polandia. ”Mereka punya uang dan teknologi canggih. Sedang kita di Sumsel punya sumber daya, alam dan tenaga kerjanya. Jadi klop, mudah-mudahan bisa dikerjasamakan,”tuturnya.

Ia optimis, kerja sama nantinya akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, juga meningkatkan perekonomian Sumsel. Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed menyambut baik kunjungan wakil Kementerian Pertambangan dan para pengusaha Polandia.

Menurutnya, tiga dari empat hal yang bisa dikerjasamakan ada di Banyuasin. Baik itu energi, tambang batubara dan pelabuhan. ”Kita berharap, mereka bisa berinvestasi dan mewujudkan pelabuhan laut TAA yang merupakan pintu gerbang keluar masuknya produk asal Sumsel ke dunia luar,”pungkasnya.

Setelah paparan, rombongan diajak meninjau langsung kawasan TAA dan lokasi pelabuhan lautnya. Rencananya, besok mereka akan mendengarkan peluang dan potensi investasi pertambangan dengan bertemu BP Migas, Pertamina, Distamben Sumsel, Bappeda, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Badan P3MD Sumsel, dan Disperindag. Malamnya, jamuan di Griya Agung sekaligus mendengarkan paparan Gubernur Sumsel.(46)

Source: http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=15700:pengusaha-polandia-tinjau-taa&catid=38:metropolis&Itemid=89

da06093
November 20th, 2011, 03:49 PM
apa kabar ini proyek?? :)

paradyto
November 21st, 2011, 12:15 AM
Gw belum sempat ke sana lagi nih, mungkin ada yang bisa update:)

SaboKingking
November 21st, 2011, 12:25 PM
dapet oleh2 gbr dari sriwijaya expo

http://i41.tinypic.com/27zdths.jpg

http://i42.tinypic.com/1zpqot0.jpg

http://i39.tinypic.com/2rqhm6s.jpg

menurut info desember ini pelabuhan penyeberangan udah dibuka...
semoga gak diundur lagi....
semua akses jalan udah selesai menuju pelabuhan

aa coy
November 21st, 2011, 01:19 PM
nah...ini dia peta yg gw tunggu dr dulu, jadi lbh tau tepatnya posisi pelabuhan tanjung api2. trims bro SaboKingking :okay: semoga ga ada hambatan lagi utk segera selesai mega proyek ini & beroperasi penuh :)
btw itu titik2 merah yg mrpkn rencana jalan sdh finish semua?

SaboKingking
November 21st, 2011, 02:32 PM
nah...ini dia peta yg gw tunggu dr dulu, jadi lbh tau tepatnya posisi pelabuhan tanjung api2. trims bro SaboKingking :okay: semoga ga ada hambatan lagi utk segera selesai mega proyek ini & beroperasi penuh :)
btw itu titik2 merah yg mrpkn rencana jalan sdh finish semua?

iya yg putus2 itu jalannya masih tanah dan rencana jalan..
Tapi jalan yg ke pelabuhan penyeberangan terakhir 6bln lalu gw kesana udah di krikil tinggal di aspal.. Kalo dari info baru2 ini sih katanya udah diaspal...
Kalo jalan putus2 yg lain gak tahu kbrnya gimana...
Maklum dah lama gak mancing rame2 ke sana...

SaboKingking
November 24th, 2011, 10:03 AM
dapet oleh2 gbr dari sriwijaya expo

http://i41.tinypic.com/27zdths.jpg



http://balai3.files.wordpress.com/2011/10/rtrwbnys4.jpg

SaboKingking
November 25th, 2011, 01:48 PM
Pembangunan Rel KA TAA Terganjal Birokrasi


SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pembangunan lintasan rel kereta api sepanjang 270 Km dari Tanjungenim ke Tanjung Carat, Banyuasin sepertinya terhambat di sistem birokrasi di Jakarta, khususnya di Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perhubungan. Sampai saat ini, PT Adani Global yang akan menginvestasikan dananya Rp 14 triliun belum juga mengantongi izin.
Hal ini dikemukakan Kepala Badan Penanaman Daerah (PMD) Sumsel Ir Permana kepada wartawan di Media Center Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel, Jumat (25/11). Menurutnya, perusahaan asal India ini akan membangun jalur rel kereta api untuk angkutan batu bara dan coal terminal dari Tanjungenim ke Tanjung Carat. Adani Global bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk dan pemerintah daerah Sumatera Selatan untuk pembangunan rel kereta api.


“Gubernur mencari solusi terbaik dengan maraknya angkutan batubara saat ini yang banyak melintas di jalan raya sehingga lalu lintas menjadi padat, jalan banyak rusak dan kecelakaan sering terjadi. Makanya dicari investor dan ada yang mau membangun rel,” katanya.

Penulis : Husin
Editor : Vanda Rosetiati

Source : http://palembang.tribunnews.com/2011/11/25/pembangunan-rel-ka-taa-terganjal-birokrasi


emang kelewatan pusat nih...
di jakarta di endapin aja berkasnya pembangunan daerah2..
sedangkan daerah udah dapet investor dengan sendirinya.. giliran birokrasi yang di persulit..

ini proyek untuk orang banyak... dan pintu gerbang untuk kemajuan daerah

gimana daerah mau maju kalo wataknya orang2 pusat gitu...

paradyto
November 25th, 2011, 01:50 PM
Birokrasi yang menghambat pembangunan daerah:bash::bash::bash:

SaboKingking
November 26th, 2011, 05:10 PM
Izin Pembangunan Rel KA tertahan di Kementerian Kehutanan


PALEMBANG, Buanasumsel.com - Pembangunan rel kereta api (KA) yang menghubungkan Tanjung Enim ke Tanjung Carat Kabupaten Banyuasin terhambat, lantaran surat izin pembangunan rel KA sepanjang 273 yang diperuntukkan bagi angkutan batubara hingga saat ini masih tertahan di Kementerian Kehutanan.

Awalnya, rencana proyek pembangunan rel KA dari investor PT Adani ini tak menuai masalah apapun, mengingat seluruh izin pembangunan sudah dikantongi oleh pengembang. Sayangnya, rencana awal tak semulus dengan kenyataan pasalnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kehutanan menahan seluruh izin proyek pembangunan rel KA tersebut tanpa alasan yang jelas.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumsel, Ir Permana mengaku tak paham penyebab tertahannya izin pembangunan rel tersebut. “Ya, di Sumsel mengenai perizinan dan apapun tidak ada masalah. Nah, yang jadi masalah ini seluruh izin terhambat di pusat,” ujarnya saat dibincangi, Jumat (25/11/11).

Kemungkinan besar kata Permana, penahanan izin tersebut dilakukan mengingat pembangunan rel KA akan melintasi empat kabupaten dan melewati beberapa hutan lindung dikawasan tersebut, sehingga mau tak mau surat izin pembangunan rel akan dikaji terlebih dahulu oleh Kementerian Kehutanan.

Padahal kata Permana, Investasi yang ditanamkan PT Adani dalam pembangunan rel KA tersebut terbilang besar yakni 1,6 juta dolar atau sekitar Rp 17 Triliun. “Izin penanaman modal di Sumsel selesai dilakukan, persyaratan izin kehutanan di Sumselpun selesai. Jadi Sumsel tidak melakukan penghambatan dalam investasi ini,” jelasnya

Lebih lanjut Permana mengatakan, Sumsel saat ini merupakan provinsi emas bagi investor terutama dibidang pertambangan, atas dasar itulah pembangunan rel KA saat ini berkategori mendesak. “Sumsel kini menjadi primadona para investor, jadi pengembangan akses jalan saat ini memang sangat dibutuhkan,” terangnya. (Fby).

Source (http://buanasumsel.com/izin-pembangunan-rel-ka-tertahan-di-kementerian-kehutanan/)

:ohno:

paradyto
November 26th, 2011, 05:13 PM
ha ha ha satunya kementrian PU dan satunya lagi kementrian kehutanan... mau memajukan infrastuktur, tapi dijalankan tidak sepenuh hati...

Arestullah
November 27th, 2011, 01:29 AM
Birokrasinya terlalu beribet. Ngurus perizinan aja bisa sampe tahunan. Aku pernah baca suatu bacaan, katanya di Singapur, perizinan - satu atap mereka - pelayanannya baik. Dan kepastian perizinan bisa di dapetin cuma dalam kurun waktu seminggu apakah disetujui atau tidak. Lalu Indonesia menuruti metode pelayanan satu atapnya, tapi tetep aja satu atap tak menjamin birokrasi di Indonesia lebih lancar tanpa pelicin. Gimana mau maju negara kita kalo terus2an gini hasilnya

paradyto
December 3rd, 2011, 08:19 AM
PANGKALAN BALAI – Pembangunan di kawasan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, semakin dilirik para investor.

Kemarin perwakilan pengusaha dari Malaysia mengungkapkan rencana pembangunan terminal batu bara (coal pier) seluas 150 hektare (ha) di kawasan TAA Banyuasin tersebut. Perwakilan pengusaha Malaysia, Farurk Rasyid, saat memaparkan langsung rencana pembangunan dermaga terminal batu bara,memprediksi dalam jangka lima tahun ke depan, kawasan industri penunjang pelabuhan Internasional di Banyuasin diperkirakan akan berkembang pesat. Kondisi inilah yang menjadi salah satu keinginan pengusaha dari luar untuk berinventasi di Banyuasin.

Selain itu, lokasi strategis pelabuhan TAA yang menjadi jalur perdagangan melalui laut China Selatan menjadi nilai tambah bagi perdagangan Malaysia- Banyuasin. Salah satu pembangunan yang direncanakan yakni pembangunan dermaga batu bara seluas 150 hektare (ha).“TAA memiliki nilai lebih bagi jalur perdagangan Malaysia. Selain secara geografis mendukung, potensi alam juga patut di perhitungkan,”kata Farurk. Farurk mengakui, sebelumnya beberapa pengusaha Malaysia telah melakukan survei beberapa rencana pembangunan lokasi dermaga besar.

Seperti di Kabupaten Muaraenim, Kertapati, Palembang. Namun,Pelabuhan TAA memberikan nilai efisiensi yang lebih banyak dibandingkan beberapa lokasi lain.“Karena itulah keseriusan untuk mencari lahan yang pas,”kata dia. Sementara itu, saat memaparkan dan menanggapi keinginan para investor Malaysia, Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed mengatakan, pihaknya banyak memberikan pengajuan dari sejumlah pengusaha luar negeri yang ingin menanamkan investasinya di kawasan TAA.

Hanya, dalam pengalokasian lahan membutuhkan koordinasi lanjutan bersama pihak Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov). Sebelumnya,Pemprov Sumsel bersama Pemkab Banyuasin telah mengurus status 600 ha bagi peruntukan pelabuhan TAA.Namun,dalam tata ruangnya masih dalam pembahasan lanjutan bersama Pemprov Sumsel. Apabila pihak perusahaan berniat mencari lokasi berbeda, harus melakukan pelepasan kawasan,mengingat sebagian besar kawasan di Pelabuhan TAA merupakan kawasan hutan lindung (HL).

“Kita sambut baik.Keinginan serupa juga datang dari negara lain seperti India.Tapi memang pengusaha harus teliti dalam mencari lokasi usaha,” ungkap Inoed. Selain itu,kondisi pendangkalan aliran Sungai Musi juga menjadi hambatan. Jadi, guna memaksimalkan fungsi pelabuhan TAA, sebaiknya dipindahkan di seputaran kawasan Tanjung Carat, Banyuasin. Di lokasi tersebut, kedalaman air laut akan sangat cocok bagi kapal-kapal besar bagi terminal batu bara. Hanya,butuh infrastruktur tambahan guna menghubungkan Pelabuhan TAA dan kawasan Tanjung Carat, yakni berupa jembatan.

“Ada baiknya pengusaha juga mengupaya pembangunan infrastruktur tambahan guna menambah nilai lokasi penunjang TAA,”pungkasnya. tazmalinda

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/448541/

paradyto
December 12th, 2011, 01:41 PM
Januari 2012, Pelabuhan 35 Ilir Pindah ke TAA

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pelabuhan penyeberangan untuk kapal ferry rute pelayaran Palembang-Bangka, yang selama ini di Dermaga 35 Ilir, bakal dipindahkan ke Tanjung Api-Api (TAA). Rencana pemindahan dilakukan paling lambat minggu ketiga Januari 2012 dan disaksikan Menteri Perhubungan (RI).

“Kita rencanakan efektif pemindahan Dermaga Penyeberangan Ferry dari 35 Ilir ke Tanjung Api-Api, akhir Januari bulan depan,” kata Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Sumsel Ir H Sarimuda MT kepada wartawan, Senin (12/12/2011).

Menurutnya, pembangunan dermaga dan fasilitas pendukung lainnya sudah selesai beberapa bulan lalu, hanya saja terkendala akses jalan menuju ke dermaga lebih kurang 1-2 kilometer. Namun kini, akses jalan dari jalan utama ke Dermaga sudah selesai dibangun sehingga pemindahan layanan Penyebeangan baik angkutan barang maupun penumpang sudah bisa dilakukan di kawasan TAA.

Dari sisi efisiensi, lanjut Sarimuda, penumpang atau pengguna jasa lebih diuntungkan karena rute pelayaran sangat singkat, yakni hanya 3-4 jam perjalanan karena langsung dengan laut. Sedangkan dari Dermaga 35 Ilir ke Bangka, lama perjalanan dibutuhkan waktu paling tidak 9-10 jam. Hal ini terjadi karena kapal ferry memasuki wilayah Sungai Musi, dimana di sisi bantaran sungai terdapat lokasi pemukiman penduduk dengan rumah rakitnya.

“Kalau kapal ferry masuk Sungai Musi dengan kekuatan penuh, akan menimbulkan gelombang atau ombak, dan ombak ini yang menganggu rumah penduduk dan perahu kecil yang ada di perairan,” katanya.

Source: http://palembang.tribunnews.com/2011/12/12/januari-2012-pelabuhan-35-ilir-pindah-ke-taa

Balaputradewa
December 12th, 2011, 02:43 PM
^^ berarti kapal ferry gak lewat bawah Jembatan Ampera lagi, jdi tinggal kenangan deh liat Kapal Ferry melintas depan BKB. :wave:

Arestullah
December 13th, 2011, 05:09 AM
^^ Good news, tinggal kapal cepat yang mesti dipindain. Karena kapal ce[at lebih dahsyat dalem menyebabkan erosi dan abrasi

paradyto
December 13th, 2011, 06:05 AM
Tapi jangan lupa, ada beberapa jalan yang sudah rusak, juga kudu diperbaiki, makin cepat, lebih baik:okay:

paradyto
December 16th, 2011, 12:08 AM
Dibangun Kota Baru di Kawasan TAA

PALEMBANG– DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan berencana melakukan pengembangan kota baru di kawasan Tanjung Api Api (TAA). Ditargetkan 90.000 unit rumah dibangun di kawasan yang dipastikan tujuan pengembangan kota tersebut.

Ketua DPD REI Sumsel Oka Moerod mengatakan,pihaknya memilih TAA sebagai kawasan kota baru karena tujuan program yang dicanangkan pemerintah pusat ini berbasis ekonomi kerakyatan. Sementara itu,TAA sebagai sebuah kawasan industri yang baru akan dikembangkan di Sumsel, menurut dia, cocok dipilih sebagai bakal kawasan pengembangan kota.

Mengingat, Pemprov Sumsel pun berencana membangun sejumlah fasilitas, seperti Institut Teknologi Sumatera (ITS) jika terpilih,juga pintu keluar jalan bebas hambatan (tol) Palembang–Betung–Indralaya (Patungraya),selain Dermaga Internasional TAA.

”Kita akan bersinergi dengan pengembang untuk membangun kota baru di sana (TAA). Bahkan, kita akan berkoordinasi dengan DPP REI serta developer properti pusat lainnya,” ujar Oka Moerod seusai penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin pada Musda VII DPD REI Sumsel di Hotel Aryaduta,Palembang, kemarin.

Oka menjelaskan, dengan adanya kesepatan itu,segera dilakukan langkah awal merealisasikan rencana tersebut untuk menghindari spekulan tanah yang dikhawatirkan bermain. ”Kita juga meminta petunjuk DPP REI dan Menpera untuk pembangunan kota baru. Jika sudah ada izin,segera dilakukan pembebasan lahan,”ucapnya.

Oka menjelaskan, setidaknya dibutuhkan lahan seluas 3.000 hektare (ha) untukmerealisasikan program yang segera dimulai pada 2012 dan diperkirakan dimulai pembangunan fisiknya secara bertahap pada 2013. Asisten II Pemprov Sumsel Eddy Hermanto menuturkan, untuk penentuan lokasi pembangunan kota baru, sesuai kesepakatan sepenuhnya diserahkan ke pihak REI Sumsel.

Menurut Eddy, pemerintah akanmendukungprogramtersebut dalam rangka pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat. ”Lokasi Kota Baru REI Sumsel yang berhak menentukan. Kita akan mendukung program tersebut,”tukasnya. Dalam kesempatan itu pula, Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam sambutannya mengungkapkan, sejumlah potensi sumber daya alam serta fasilitas yang dimiliki Sumsel ke depan harus dilihat secara jeli oleh REI sebagai peluang.

Sejumlah potensi, seperti keberadaan Dermaga Internasional TAA, rencana hilirisasi industri karet Sumsel, pembangunan jalan tol Patungraya, rencana pembangunan ITS, serta tekad Sumsel untuk terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games 2018.

”REI harus jeli melihat peluang- peluang itu.Silakan saja di manaakandibangunkotabaruitu, selama memanfaatkan peluangpeluang yang disebutkan tadi,” ungkapAlex diAryaduta kemarin. dedy sagita


Source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/452248/

SaboKingking
December 24th, 2011, 11:59 AM
http://i40.tinypic.com/30j1b85.jpg

Source : e-paper Sripo

valencia2010
December 24th, 2011, 02:38 PM
http://i40.tinypic.com/30j1b85.jpg

Source : e-paper Sripo

SaboKingking,

Haltenyo kalu di Palembang dimano?:banana::banana::banana:

SaboKingking
December 24th, 2011, 03:56 PM
SaboKingking,

Haltenyo kalu di Palembang dimano?:banana::banana::banana:

salah satunya sih di terminal AAL...
yang di talang keramat sama sukajadi belom tahu dimana ujungnya nih..
apakah talang keramat ujungnya kenten laut ya...?

tar di cari tahu dimana ...:):)

paradyto
December 24th, 2011, 03:58 PM
ini bukan TM kan?

SaboKingking
December 24th, 2011, 04:01 PM
keliatannya bukan sih bang
kalo dulu infonya sih.. bus damri bukan TM....
yah seperti bus jalur perintis bang

paradyto
December 24th, 2011, 04:03 PM
keliatannya bukan sih bang
kalo dulu infonya sih.. bus damri bukan TM....
yah seperti bus jalur perintis bang

TAA sama Pangkalan Balai, jauh mana yah? PB saja bisa dijangkau sama TM:)

SaboKingking
December 24th, 2011, 04:36 PM
TAA sama Pangkalan Balai, jauh mana yah? PB saja bisa dijangkau sama TM:)

jauhan TAA bang... tapi kan kepadatan penduduk sepanjang jalur beda...

paradyto
December 24th, 2011, 04:38 PM
jauhan TAA bang... tapi kan kepadatan penduduk sepanjang jalur beda...

iya juga sih, berharap rencana 2 jalur jalan ke TAA ini dapat terealisasikan juga:)
DAMRI-nya bekas SEAG 2011 kemarin kali ya? kan banyak banget tuh:)

valencia2010
December 25th, 2011, 08:29 AM
Lambat sekali terasa pembangunan TAA ini

kheay
December 25th, 2011, 01:48 PM
Pelabuhan jet foil untuk ke bangka kpn y dibuka,kan terminal n pelabuhannya udah selesai???

da06093
December 25th, 2011, 01:58 PM
^^ kalo untuk jetfoil mending tetap di Boom Baru.. kalo semua pindah ke TAA kebayang sepinya lalu lalang di sungai Musi nanti..

kheay
December 25th, 2011, 02:39 PM
^^ justru jet foil itu yg banyak diprotes warga pinggir sungai,gelombangny itu banyak merusak pondasi kayu,jg ngerusak turab lho...
Lagian g bakal sepi kq,masih ada pusri,pertamina,trus warga2 daerah yg mash gunain sungai musi...

valencia2010
December 25th, 2011, 03:29 PM
^^ justru jet foil itu yg banyak diprotes warga pinggir sungai,gelombangny itu banyak merusak pondasi kayu,jg ngerusak turab lho...
Lagian g bakal sepi kq,masih ada pusri,pertamina,trus warga2 daerah yg mash gunain sungai musi...

sungai Musi kagak pernah sepi.....ingat lagu "Sebiduk di Sungai Musi":cheers::cheers::cheers:

btw....memang yang sering diprotes warga sekitar sungai Musi adalah jet foil

SaboKingking
December 26th, 2011, 01:35 AM
^^ kalo untuk jetfoil mending tetap di Boom Baru.. kalo semua pindah ke TAA kebayang sepinya lalu lalang di sungai Musi nanti..

bukannya nanti banyak bus air... yang bisa konek ke tm

Arestullah
December 26th, 2011, 02:00 AM
^^ kalo untuk jetfoil mending tetap di Boom Baru.. kalo semua pindah ke TAA kebayang sepinya lalu lalang di sungai Musi nanti..

Jetfoil inilah yang sangat merusak ekologi daerah sepanjang sungai yang dilewatinya. Naik aja terus duduk di luar dan liatin abrasi di sepanjang tepian sungai, sangat memprihatinkan. Bahkan pohon bakau pun kena terjang sampe roboh akibat lahan tempatnya berpijak limbung. Dan rumah2 warga juga jadi sasaran. Inget banget ada gak sedikit puing2 rumah rakyat (baik yang sudah usang maupun yang baru roboh) di beberapa lokasi di sepanjang sungai musi ini. Dan selain itu, jetfoil juga jadi penyebab utama pendangkalan areal muara sungai musi akibat abrasi yang dibawan arus air dari hulu sungai. Jadi bagusan cepet2 pindah jetfoil ini.

valencia2010
December 26th, 2011, 06:55 AM
Jetfoil inilah yang sangat merusak ekologi daerah sepanjang sungai yang dilewatinya. Naik aja terus duduk di luar dan liatin abrasi di sepanjang tepian sungai, sangat memprihatinkan. Bahkan pohon bakau pun kena terjang sampe roboh akibat lahan tempatnya berpijak limbung. Dan rumah2 warga juga jadi sasaran. Inget banget ada gak sedikit puing2 rumah rakyat (baik yang sudah usang maupun yang baru roboh) di beberapa lokasi di sepanjang sungai musi ini. Dan selain itu, jetfoil juga jadi penyebab utama pendangkalan areal muara sungai musi akibat abrasi yang dibawan arus air dari hulu sungai. Jadi bagusan cepet2 pindah jetfoil ini.

Setuju ares....

Segera port of jet foil move to TAA....karena kurang membawa manfaat bagi masyarakat sekitar sungai Musi kecuali hanya tersisa gelombangnya:nuts:

ifan21
December 27th, 2011, 10:51 AM
Jetfoil inilah yang sangat merusak ekologi daerah sepanjang sungai yang dilewatinya. Naik aja terus duduk di luar dan liatin abrasi di sepanjang tepian sungai, sangat memprihatinkan. Bahkan pohon bakau pun kena terjang sampe roboh akibat lahan tempatnya berpijak limbung. Dan rumah2 warga juga jadi sasaran. Inget banget ada gak sedikit puing2 rumah rakyat (baik yang sudah usang maupun yang baru roboh) di beberapa lokasi di sepanjang sungai musi ini. Dan selain itu, jetfoil juga jadi penyebab utama pendangkalan areal muara sungai musi akibat abrasi yang dibawan arus air dari hulu sungai. Jadi bagusan cepet2 pindah jetfoil ini.

Bener kali Bang Ares, malah tempo hari pernah warga Sungai lais mengejar Jet Foil tersebut dgn menggunakan Speed Boat untuk memperingatkan seluruh Jet Foil yg melintasi daerah Sungai Lais dan sekitarnya agar mengurangi kecepatannya. Akhirnya setelah mediasi segitiga antara Warga, Operator Jet Foil dan Pemerintah (Dephub) disepakati seluruh Jet Foil yg melintas Sungai Musi utk mengurangi kecepatan dan kedepannya Pelabuhan Jet Foil akan dipindah ke Tanjung Api2. Begitu Ceritanya.......:)

Arestullah
December 28th, 2011, 05:30 AM
Bener kali Bang Ares, malah tempo hari pernah warga Sungai lais mengejar Jet Foil tersebut dgn menggunakan Speed Boat untuk memperingatkan seluruh Jet Foil yg melintasi daerah Sungai Lais dan sekitarnya agar mengurangi kecepatannya. Akhirnya setelah mediasi segitiga antara Warga, Operator Jet Foil dan Pemerintah (Dephub) disepakati seluruh Jet Foil yg melintas Sungai Musi utk mengurangi kecepatan dan kedepannya Pelabuhan Jet Foil akan dipindah ke Tanjung Api2. Begitu Ceritanya.......:)
TOP!!!
Lebih cepat lebih baik. Arusnya terlalu merusak ekosistem tepi sungai . . .

paradyto
January 5th, 2012, 12:16 AM
Februari, TAA Resmi Beroperasi
Thursday, 05 January 2012

PALEMBANG – Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Sumatera Selatan (Sumsel) dijadwalkan meresmikan pengoperasian Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) di Banyuasin, Sumsel, pada akhir Februari 2012.

Kepala Dishubkominfo Sumsel Sarimuda mengatakan, saat ini pengoperasian pelabuhan yang memiliki der-maga kapal feri, peti kemas, serta lapangan kontainer itu hanya terkendala penyelesaian fasilitas akses jalan menuju lokasi pelabuhan sepanjang sekitar 4 km dari total keseluruhan sepanjang 50 km.“Berdasarkan informasi Dinas PUBM,penyelesaian jalan paling lambat pada pertengahan Februari, jadi direncanakan peresmian TAA pada akhir Februari,” kata Sarimuda di ruang kerjanya kemarin.

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/457846/

valencia2010
January 5th, 2012, 01:19 AM
Februari, TAA Resmi Beroperasi
Thursday, 05 January 2012

PALEMBANG – Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Sumatera Selatan (Sumsel) dijadwalkan meresmikan pengoperasian Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) di Banyuasin, Sumsel, pada akhir Februari 2012.

Kepala Dishubkominfo Sumsel Sarimuda mengatakan, saat ini pengoperasian pelabuhan yang memiliki der-maga kapal feri, peti kemas, serta lapangan kontainer itu hanya terkendala penyelesaian fasilitas akses jalan menuju lokasi pelabuhan sepanjang sekitar 4 km dari total keseluruhan sepanjang 50 km.“Berdasarkan informasi Dinas PUBM,penyelesaian jalan paling lambat pada pertengahan Februari, jadi direncanakan peresmian TAA pada akhir Februari,” kata Sarimuda di ruang kerjanya kemarin.

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/457846/

Berita gambira.....but apakah Pelabuhan TAA memang udah selesai pembangunannya?

SaboKingking
January 5th, 2012, 05:06 AM
Berita gambira.....but apakah Pelabuhan TAA memang udah selesai pembangunannya?

pelabuhan TAA itu banyak.....
tapi yang udah selesai itu pelabuhan penyeberangan ferry....

valencia2010
January 5th, 2012, 05:56 AM
pelabuhan TAA itu banyak.....
tapi yang udah selesai itu pelabuhan penyeberangan ferry....

I see....it's better if mentioned that the finish infrastructure is port of ferry......tks Bang atas infonyo...

Andre_theRising
January 7th, 2012, 12:35 PM
Ini ntar ditujukan jadi Pelabuhan Ekspor - Impor Internasional juga atau masih domestik dulu?

valencia2010
January 7th, 2012, 02:21 PM
Ini ntar ditujukan jadi Pelabuhan Ekspor - Impor Internasional juga atau masih domestik dulu?

Bang Dyto kali yang bisa jawab?....:banana:

ifan21
January 9th, 2012, 06:02 AM
Ini ntar ditujukan jadi Pelabuhan Ekspor - Impor Internasional juga atau masih domestik dulu?

Kalo menurut info dari temen di Dephub, utk pelabuhan TAA Pemprov Sumsel akan mulai dgn kegiatan pelabuhan yg 'kecil2' dulu sbg pancingan utk meramaikan Pelabuhan TAA, krn kalo menunggu dari Pemerintah Pusat, Pelabuhan TAA tdk akan terleasasi dlm waktu dekat. Mungkin kalo kondisi pelabuhan TAA sdh ramai, Pemerintah Pusat akan berpikir ulang utk 'membantu' mempercepat Pembangunan Pelabuhan TAA tsb. Jadi Pemprov dan Dephub akan memulai dgn Pelabuhan Penyeberangan kapal Feri ke Pulau Bangka dulu, lalu Stockfile Batubara beberapa perusahaan yg sdhm mulai dibangun, baru kemudian utk 'kegiatan2' Pelabuhan yg lain. Untuk kedepannya Pelabuhan Tanjung Api2 tetap akan jadi Pelabuhan Internasional yg melayani semua jalur Domestik maupun Internasional, baik itu pelabuhan barang maupun penumpang. Sbg catatan sedikit ada seorang pengamat menganalisa knp Pelabuhan TAA sulit terleasasi dari Jaman dahulu kala krn mungkin ada ketakutan dari Pemerintah Pusat akan berkurangnya Pendapatan Pelabuhan Tanjung Priok, krn letak Pelabuhan TAA lbh Strategis antara Sumatera, Babel,Kalimantan, Batam & Singapore, serta dikuti SDA Sumsel yg melimpah...Ehhmm...Walahualam (Maaf kalo Infonya Salah) :)

valencia2010
January 9th, 2012, 06:42 AM
Kalo menurut info dari temen di Dephub, utk pelabuhan TAA Pemprov Sumsel akan mulai dgn kegiatan pelabuhan yg 'kecil2' dulu sbg pancingan utk meramaikan Pelabuhan TAA, krn kalo menunggu dari Pemerintah Pusat, Pelabuhan TAA tdk akan terleasasi dlm waktu dekat. Mungkin kalo kondisi pelabuhan TAA sdh ramai, Pemerintah Pusat akan berpikir ulang utk 'membantu' mempercepat Pembangunan Pelabuhan TAA tsb. Jadi Pemprov dan Dephub akan memulai dgn Pelabuhan Penyeberangan kapal Feri ke Pulau Bangka dulu, lalu Stockfile Batubara beberapa perusahaan yg sdhm mulai dibangun, baru kemudian utk 'kegiatan2' Pelabuhan yg lain. Untuk kedepannya Pelabuhan Tanjung Api2 tetap akan jadi Pelabuhan Internasional yg melayani semua jalur Domestik maupun Internasional, baik itu pelabuhan barang maupun penumpang. Sbg catatan sedikit ada seorang pengamat menganalisa knp Pelabuhan TAA sulit terleasasi dari Jaman dahulu kala krn mungkin ada ketakutan dari Pemerintah Pusat akan berkurangnya Pendapatan Pelabuhan Tanjung Priok, krn letak Pelabuhan TAA lbh Strategis antara Sumatera, Babel,Kalimantan, Batam & Singapore, serta dikuti SDA Sumsel yg melimpah...Ehhmm...Walahualam (Maaf kalo Infonya Salah) :)

Wow....strategi yang jitu untuk menyiasati pusat yang selalu pilih kasih.....just kidding:banana:

SaboKingking
January 9th, 2012, 09:02 AM
minggu kemaren br jalan2 mancing ke taa nih dan bs melihat langsung kondisi jalan dari palembang ke pelabuhan taa yg mana feb. Nanti direncanakan akan dijalankan... Parah kondisi cor beton jalan dibeberapa titik kondisinya sepeti abis kena gempa pecah2... Pasti akibat truk tronton batubara nih.. Itu harus bener2 cepet diperbaikin sebelumnya... Bagusnya sihdiperbaikin dulu tapi kemungkinan makan waktu dan gak bakal selesai feb. Nanti... Tapi kalopun dipaksa di jalankan pelabuhannya sih gpp juga.. Kalo gedung di area pelabuhan sih tinggal sedikit lagi.. Tinggal dirapiin aja.. Tapi satu yg kurang yg menurut gw sangat penting yaitu jalanpenumpang dari ruang tunggu ke kapal belom di diberi atap menghindari panas dan hujan.

Oh ya damri yang ke taa lumayan rame jg penumpangnya..

SaboKingking
January 9th, 2012, 09:49 AM
Kalo menurut info dari temen di Dephub, utk pelabuhan TAA Pemprov Sumsel akan mulai dgn kegiatan pelabuhan yg 'kecil2' dulu sbg pancingan utk meramaikan Pelabuhan TAA, krn kalo menunggu dari Pemerintah Pusat, Pelabuhan TAA tdk akan terleasasi dlm waktu dekat. Mungkin kalo kondisi pelabuhan TAA sdh ramai, Pemerintah Pusat akan berpikir ulang utk 'membantu' mempercepat Pembangunan Pelabuhan TAA tsb. Jadi Pemprov dan Dephub akan memulai dgn Pelabuhan Penyeberangan kapal Feri ke Pulau Bangka dulu, lalu Stockfile Batubara beberapa perusahaan yg sdhm mulai dibangun, baru kemudian utk 'kegiatan2' Pelabuhan yg lain. Untuk kedepannya Pelabuhan Tanjung Api2 tetap akan jadi Pelabuhan Internasional yg melayani semua jalur Domestik maupun Internasional, baik itu pelabuhan barang maupun penumpang. Sbg catatan sedikit ada seorang pengamat menganalisa knp Pelabuhan TAA sulit terleasasi dari Jaman dahulu kala krn mungkin ada ketakutan dari Pemerintah Pusat akan berkurangnya Pendapatan Pelabuhan Tanjung Priok, krn letak Pelabuhan TAA lbh Strategis antara Sumatera, Babel,Kalimantan, Batam & Singapore, serta dikuti SDA Sumsel yg melimpah...Ehhmm...Walahualam (Maaf kalo Infonya Salah) :)

itu buakn rahasia umum lagi...

dulu awalnya sih memang prov sumsel mengharapkan sekali dukungan moral maupun dana (apbn) dari pusat terhadap pelabuhan ini..
tapi sekarang pemprov sumsel sudah gak terlalu berharap lagi dengan pusat..

kita bersyukur dengan kecerdikan dari sohe izin alih fungsi dan jalan poros ke pelabuhan taaakhirnya dapet di zamannya...

dulu pusat selalu beralasan gak da dana apbn untuk membiayai pelabuhan ini tapi dengan semangat mewujutkan pelabuahan ini pemprov sumsel dengan sendirinya (tanpa bantuan pusat) mencari investor untuk mewujudkan pelabuhan ini... tapi ada aja cara pusat menghambat daerah dalam mewujutkan pelabuhan ini dengan cara menahan2 izin yang diperlukan..

gw berharap pemprov sumsel maju terus pantang mundur dalam mewujudkan pelabuhan samudera tanjung api api ini (gak perlu terlalu berharap dari pusat) dan apapun celotehan pusat nanti (dananya murni pihak swasta)...

yang terdekat mewujudkan pelabuhan kapal cepat, double track kereta api, jalan tol, jalan khusus batubara serta pelabuhan batubara di tanjung api2 dan tanjung carat


jadi inget omongan seorang ekonom dunia..
"indonesia akan maju jika daerahnya maju"

ifan21
January 9th, 2012, 01:25 PM
itu buakn rahasia umum lagi...

dulu awalnya sih memang prov sumsel mengharapkan sekali dukungan moral maupun dana (apbn) dari pusat terhadap pelabuhan ini..
tapi sekarang pemprov sumsel sudah gak terlalu berharap lagi dengan pusat..

kita bersyukur dengan kecerdikan dari sohe izin alih fungsi dan jalan poros ke pelabuhan taaakhirnya dapet di zamannya...

dulu pusat selalu beralasan gak da dana apbn untuk membiayai pelabuhan ini tapi dengan semangat mewujutkan pelabuahan ini pemprov sumsel dengan sendirinya (tanpa bantuan pusat) mencari investor untuk mewujudkan pelabuhan ini... tapi ada aja cara pusat menghambat daerah dalam mewujutkan pelabuhan ini dengan cara menahan2 izin yang diperlukan..

gw berharap pemprov sumsel maju terus pantang mundur dalam mewujudkan pelabuhan samudera tanjung api api ini (gak perlu terlalu berharap dari pusat) dan apapun celotehan pusat nanti (dananya murni pihak swasta)...

yang terdekat mewujudkan pelabuhan kapal cepat, double track kereta api, jalan tol, jalan khusus batubara serta pelabuhan batubara di tanjung api2 dan tanjung carat


jadi inget omongan seorang ekonom dunia..
"indonesia akan maju jika daerahnya maju"

Seperti juga kata temen konsultan dari China, seandainya Pelabuhan Samudera Tanjung Api2 sudah selesai dan Maskapai Penerbangan Asing sdh banyak melakukan penerbangan langsung ke Bandara SMB II PLG, Temen itu memprediksi dan memastikan Sumsel Umumnya dan Palembang khususnya akan menjadi "The Little China" yang Industrinya bertebaran dimana-mana serta tumbuhnya kota2 baru. Jangankan Industri Kecil, Pemain Indutri besar spt Mobil VW Jerman dan Pabrik Baja Mittal Group India sudah melirik kawasan Tanjung Api2 untuk dijadikan lokasi Pabrik Perakitan Mobil VW dan Pabrik Baja terbesar di Asia. Tinggal skrg kemauan yg kuat dari Pemerintah Daerah, Unsur Muspida dan Masyarakat Sumsel utk mewujudkan mimpi tsb, Amin.....:)

valencia2010
January 10th, 2012, 01:58 AM
Seperti juga kata temen konsultan dari China, seandainya Pelabuhan Samudera Tanjung Api2 sudah selesai dan Maskapai Penerbangan Asing sdh banyak melakukan penerbangan langsung ke Bandara SMB II PLG, Temen itu memprediksi dan memastikan Sumsel Umumnya dan Palembang khususnya akan menjadi "The Little China" yang Industrinya bertebaran dimana-mana serta tumbuhnya kota2 baru. Jangankan Industri Kecil, Pemain Indutri besar spt Mobil VW Jerman dan Pabrik Baja Mittal Group India sudah melirik kawasan Tanjung Api2 untuk dijadikan lokasi Pabrik Perakitan Mobil VW dan Pabrik Baja terbesar di Asia. Tinggal skrg kemauan yg kuat dari Pemerintah Daerah, Unsur Muspida dan Masyarakat Sumsel utk mewujudkan mimpi tsb, Amin.....:)

Bang....sekedar informasi bahwa ada rencana dari Pusat untuk membuat Rel Kereta Api baru yang paralel dengan existing sekarang ini dari Tanjung Enim menuju ke Tj Karang khusus untuk pengangkutan Batubara.....terlihat bahwa hasil bumi dari Sumatera Selatan akan diangkut melalui Lampung........

Ini membuktikan bagaimana kebijakan Pusat terhadap Pembangunan Tanjung Api-Api.....mereka sengaja menghalangi realisasi pembangunannya karena mereka tidak rela Sumsel menikmati kekayaan alam yang dimiliki.....

paradyto
January 10th, 2012, 07:48 AM
Ini ntar ditujukan jadi Pelabuhan Ekspor - Impor Internasional juga atau masih domestik dulu?

^^pastinya, menuju kearah Pelabuhan Ekspor Impor Internasional, apalagi usaha daerah ini menjadi KEK, yang berharap bisa terwujud, menjadikan mimpi Bumi Sriwijaya Gemilang akan cepat terwujud:)

ifan21
January 10th, 2012, 03:30 PM
Bang....sekedar informasi bahwa ada rencana dari Pusat untuk membuat Rel Kereta Api baru yang paralel dengan existing sekarang ini dari Tanjung Enim menuju ke Tj Karang khusus untuk pengangkutan Batubara.....terlihat bahwa hasil bumi dari Sumatera Selatan akan diangkut melalui Lampung........

Ini membuktikan bagaimana kebijakan Pusat terhadap Pembangunan Tanjung Api-Api.....mereka sengaja menghalangi realisasi pembangunannya karena mereka tidak rela Sumsel menikmati kekayaan alam yang dimiliki.....

Bener sekali, Pemerintah Pusat 'seenaknya dewe' akan melanjutkan rencana pembangunan Rel KA Double Track Tj. Enim - Lampung, tapi Pak Alex tetap berkomitmen bersama investor yg sdh ada yaitu PT. Adani Global - India (kalo gak salah) utk tetap melanjutkan juga rencana membangun Rel KA Double Track Tj. Enim - Tj. Api2, meskipun ada tentangan dari Pusat. Semoga rencana Pak Alex ini berjalan lancar dan dpt terus berlanjut, Amin

lizia.
January 14th, 2012, 03:41 AM
Izin Terbit, Double Track Dibangun

PALEMBANG – Pembangunan double track (jalur ganda) kereta api (KA) khusus batu bara tak lagi menuai kendala. Sebab, izin dari Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan jalur KA ke Kawasan Tanjung Api-Api (TAA) sudah clear.

”Izin sudah keluar dari menteri. Tahun ini mulai dibangun, kita sudah telat sekitar satu tahun menunggu izin itu,”imbuhnya. Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Sumsel, Ir Sigit Wibowo menyatakan, pihaknya sudah lama sekali telah menyampaikan usulan pinjam pakai beberapa titik kawasan hutan lindung di TAA.

Titik yang dipinjam pakainya kemungkinan besar akan dilalui double track KA khusus batu bara ini. ”Sekarang prosesnya sudah di Kementerian. Kita belum dapat kabar lagi bagaimana perkembangannya. Itu sudah lama kita usulkan,”tegas Sigit.

sumber : http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=16936:izin-terbit-double-track-dibangun&catid=38:metropolis&Itemid=89


:banana:

semoga cepat selesai, btw di foto2 belakang ada yang sudah ada rel KAnya

emang udah selesai sebagian ya? ada yg tau ?

SaboKingking
January 14th, 2012, 03:50 AM
:banana:

semoga cepat selesai, btw di foto2 belakang ada yang sudah ada rel KAnya

emang udah selesai sebagian ya? ada yg tau ?

itu double track jalur yang udah ada...

Arestullah
January 14th, 2012, 11:11 AM
Izin Terbit, Double Track Dibangun

PALEMBANG – Pembangunan double track (jalur ganda) kereta api (KA) khusus batu bara tak lagi menuai kendala. Sebab, izin dari Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan jalur KA ke Kawasan Tanjung Api-Api (TAA) sudah clear.

”Izin sudah keluar dari menteri. Tahun ini mulai dibangun, kita sudah telat sekitar satu tahun menunggu izin itu,”imbuhnya. Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Sumsel, Ir Sigit Wibowo menyatakan, pihaknya sudah lama sekali telah menyampaikan usulan pinjam pakai beberapa titik kawasan hutan lindung di TAA.

Titik yang dipinjam pakainya kemungkinan besar akan dilalui double track KA khusus batu bara ini. ”Sekarang prosesnya sudah di Kementerian. Kita belum dapat kabar lagi bagaimana perkembangannya. Itu sudah lama kita usulkan,”tegas Sigit.

sumber : http://www.sumeks.co.id/index.php?op...olis&Itemid=89

Alhamdulillah, trims atas infonya Lizia

valencia2010
January 14th, 2012, 02:54 PM
Alhamdulillah, trims atas infonya Lizia

Sebenarnya investor dari India sudah siap membangun jalur KA double track Tanjung Enim - Tanjung Api-Api (TAA)......semoga segera terwujud tahun ini.....

paradyto
February 2nd, 2012, 03:46 AM
Pusat Ambil Alih TAA

PALEMBANG– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan akan mengambil alih proses pemeliharaan Jalan Tanjung Api-api (TAA). Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diminta mengeluarkan surat pengalihan status jalan.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Rozak Amin di kantornya kemarin. Menurut dia, dari hasil kunjungan komisi IV ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kemeterian PU beberapa waktu lalu, Direktur Bina Pelaksana Wilayah II,Winarno menyatakan kesiapan pihaknya memelihara TAA.

“Dalam pertemuan itu kami minta agar biaya pemeliharaan TAA ditangani oleh pemerintah pusat. Karena kalau harus dibiayai dengan APBD Provinsi maka akan banyak pembangunan yang terhambat, mengingat biaya pemeliharaan TAA yang sangat besar,”jelas Rozak. Politikus Partai Golkar ini menuturkan, bahwa kondisi jalan menuju ke pelabuhan TAA sekarang sudah sangat parah. Akibat banyaknya kendaraan kelebihan tonase yang melintas. Padahal,sebagian besar masyarakat Sumsel belum puas untuk menikmatinya.

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/466007/

paradyto
February 2nd, 2012, 03:53 AM
Selain itu, Eddy Hermanto memastikan, peresmian Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) pun diperkirakan akan dilakukan pada akhir Februari, mendatang. “Untuk Pelabuhan TAA, tidak akan lama lagi diresmikan. Saat ini pemindahan tengah kita lakukan, tapi semuanya dilakukan secara bertahap,” katanya.

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/466006/

valencia2010
February 2nd, 2012, 07:28 AM
source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/466006/

semoga cepat pelaksanaannya....biar TAA dapat dilengkapi dengan pembangunan fasilitas lain

gunny.gunason
February 4th, 2012, 05:40 PM
This February, itu tahap pertama ke?

SaboKingking
February 6th, 2012, 05:48 PM
Bis Perintis Menuju Pelabuhan TAA Ditambah


SRIPOKU.COM, PANGKALANBALAI – Guna mendukung armada angkutan penumpang menuju Pelabuhan Samudera Tanjung Api-api, Dishubkominfo Banyuasin bersama Dishub Pemprov Sumsel berencana menambah jumlah unit bis perintis dengan rute Km 12 Palembang-TAA Banyuasin.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Banyuasin, Supriyadi SE Msts, kepada Sripoku.com, Senin (6/2/2012) mengatakan, penambahan angkutan dilakukan agar nantinya mampu menangani tingginya mobilitas penumpang dan barang yang dialihkan dari Pelabuhan 35 ilir Palembang.

“Penambahan armada akan dilakukan berangsur-angsur. Mengingat sekarang baru dua armada yang melayani terminal Km 12-TAA,” ujarnya.

Penambahan armada lainnya akan dilakukan berbarengan dengan pengoperasional TAA Banyuasin.

Hal tersebut dilakukan karena upaya penambahan bis perintis berupa angkutan Damri dilakukan dengan koordinasi Dirjen Perhubungan.

Penulis : Saifudin Zuhri
Editor : Sudarwan


Source (http://palembang.tribunnews.com/2012/02/06/bis-perintis-menuju-pelabuhan-taa-ditambah)

paradyto
February 7th, 2012, 12:05 AM
Berarti jalur ini memang sangat padat nantinya:)

valencia2010
February 9th, 2012, 02:34 AM
Bis Perintis Menuju Pelabuhan TAA Ditambah



Source (http://palembang.tribunnews.com/2012/02/06/bis-perintis-menuju-pelabuhan-taa-ditambah)

Semoga hal ini dapat menjadi trigger untuk pembangunan TAA....semoga

Zectiaro
February 13th, 2012, 08:38 AM
untuk TAA ini jadinya pelabuhan + jalur KA yah.. jalur KA nya itu nantinya bakalan buat pengangkutan komoditi atau pengangkutan orang..

SaboKingking
February 13th, 2012, 12:48 PM
untuk TAA ini jadinya pelabuhan + jalur KA yah.. jalur KA nya itu nantinya bakalan buat pengangkutan komoditi atau pengangkutan orang..

pelabuhan+jalur ka+toll+jalan umum...dan kawasan industri
Utk jalur ka nanti ada 2 jalur jari tanjung enim langsung ke taa batubara... Ada jalur lama dibuat dari stasiun simpang ke taa.. Kalo peruntukan bisa jadi dua2nya untuk barang dan penumpang

Ivand_killjoyz
February 13th, 2012, 01:37 PM
kalau misalnya pelabuhan TAA selesai di bangun kemungkinan besar untuk pelabuhan barang nya akan menggunakan dermaga apung ...... untuk menyesuaikan kedalaman alur agar kapal kapal besar dapat berlabuh dan untuk menyesuaikan dengan pasang surut air laut ......

Zectiaro
February 14th, 2012, 10:28 AM
boleh tau gak siapa konsultan atau developer yang ngembangin:

1. Pelabuhan tanjung si api-api
2. Toll road nya
3. Railway access nya

paradyto
February 15th, 2012, 12:39 AM
boleh tau gak siapa konsultan atau developer yang ngembangin:

1. Pelabuhan tanjung si api-api
2. Toll road nya
3. Railway access nya

Yang Gw tahu, Toll Roadnya connect dengan Toll Patunglaya yang dibangun oleh PT Sriwijaya Markmore Persada yang merupakan kerjasama antara Markmore Labuan Ltd sebuah Perusahaan dari malaysia dengan PD Prodexim, dan Railway Accessnya akan dibangun oleh Investor India, PT Adani Global.

cheers

SaboKingking
March 7th, 2012, 12:49 PM
Kawasan TAA Mulai Ditata Ulang


PALEMBANG – Tim terpadu dari kementrian Kehutanan , LIPI dan dinas dan instansi terkait saat ini mulai lakukan penataan ulang kawasan Tanjung Api-Api.

Ketua Komisi II, DPRD Sumsel Budiarto Marsul mengatakan kalau tim tersebut sudah beberapa kali mengunjungi kawasan TAA dan saat ini sedang menyelesaikan tata ruang kawasan TAA tersebut.

“Kemarin kita pergi ke kementrian kehutanan sehingga kita tahu kabar tersebut,”katanya.

Politikus Partai Gerindra ini melanjutkan, kalau tata ulang kawasan ini diperlukan lantaran agar jelas lokasi-lokasi yang dijadikan kawasan pelabuhan dan fasilitasnya serta kawasan hutan yang tidak boleh di ganggu ekosistimnya.

Terkait izin pengelolaan kawasan TAA, Budi memperkirakan izin pengelolaan yang diajukan Pemprov Sumsel berkaitan dengan aktivitas TAA akan segera turun ditahun 2012 ini karena tata ulang ruang TAA tersebut tahun ini sudah selesai.

....



Source (http://www.trijayafmplg.net/berita/2012/03/kawasan-taa-mulai-ditata-ulang/)

Arestullah
March 7th, 2012, 04:33 PM
Kawasan TAA Mulai Ditata Ulang



Source (http://www.trijayafmplg.net/berita/2012/03/kawasan-taa-mulai-ditata-ulang/)
Pertanda proyeknya bakal lanjut-kah ini? Hope so...

^^ BTW, mau tanya nih. Penyebrangan ferry Palembang-Bangka uda pindah kan dari Bom Baru ke TAA ini? Ada yang tau jadwal keberangkatannya kah? Mau ke Bangka pengen naek Ferry ni sama keluarga kalo jadi, cuma belom tau kabar pastinya. Mohon bantuannya

valencia2010
March 8th, 2012, 12:52 AM
Kawasan TAA Mulai Ditata Ulang



Source (http://www.trijayafmplg.net/berita/2012/03/kawasan-taa-mulai-ditata-ulang/)

good news...but when will be started ?:banana::banana:

Zectiaro
March 8th, 2012, 02:16 AM
^konsorsium nya siapa aja yah

SaboKingking
March 8th, 2012, 05:46 AM
Pertanda proyeknya bakal lanjut-kah ini? Hope so...

^^ BTW, mau tanya nih. Penyebrangan ferry Palembang-Bangka uda pindah kan dari Bom Baru ke TAA ini? Ada yang tau jadwal keberangkatannya kah? Mau ke Bangka pengen naek Ferry ni sama keluarga kalo jadi, cuma belom tau kabar pastinya. Mohon bantuannya

belom dipindah kesana sampe sekarang...
karena prasarana jalan yang makin ancur menuju ke TAA..

SaboKingking
March 8th, 2012, 05:49 AM
^konsorsium nya siapa aja yah

yah susah... karena ada zona2nya sendiri di TAA dan Tanjung carat...
kemungkinan banyak yang terlibat disana dan itupun harus tender dulu...
sampe sekarang izin alih fungsi lahan belom keluar jadi belom dilanjutkan lebih jauh...

coba baca ini
http://www.trijayafmplg.net/berita/2012/03/kawasan-taa-mulai-ditata-ulang/

SaboKingking
March 8th, 2012, 03:40 PM
Peresmian Pelabuhan TAA Tunggu Jalan Akses


Thursday, 8 March 2012

PALEMBANG – Meski pembangunan pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-api telah selesai dikerjakan. Namun, peresmian pelabuhan penyeberangan Tanjung Api Api (TAA) yang berada di Kabupaten Banyuasin tersebut belum bisa dilakukan. Pasalnya, saat ini masih menunggu pembangunan jalan akses menuju pelabuhan penyeberangan sepanjang 5km yang dikerjakan oleh PU Bina Marga Sumsel.

Hal ini diungkapkan Kepala Dishubkokminfo Sumsel, Sarimuda di gedung DPRD Sumsel.

Dikatakannya, untuk pembangunan pelabuhan penyeberangan telah selesai dilakukan pihak dishubkominfo, tapi belum bisa diresmikan dikarenakan jalan akses menuju pelabuhan penyeberangan sepanjang 5km yang dikerjakan PU Bina Marga masih belum selesai.

“Untuk jalan akses, saat ini masih proses kontrak, nah artinya kalau kontrak baru dua bulan lagi bisa selesai,” katanya.

...



Source (http://www.trijayafmplg.net/berita/2012/03/peresmian-pelabuhan-taa-tunggu-jalan-akses/)

paradyto
March 9th, 2012, 12:08 AM
^^berarti masih nunggu 60 M nih he he he yang katanya untuk perbaikan jalan:)

paradyto
March 9th, 2012, 12:14 AM
Tim Terpadu Tata Ulang Atur Kawasan TAA

PALEMBANG – Tim terpadu dari Kementerian Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta dinas dan instansi terkait tengah menata ulang kawasan Tanjung Api-Api (TAA).

Ketua Komisi II DPRD Sumsel Budiarto Marsul mengatakan, pengaturan kawasan ini tidak dilaksanakan dalam sekali saja,tapi juga berulang kali.Tim telah beberapa kali terjun ke TAA dan kini tengah menyelesaikan tata ruang kawasan TAA tersebut. “Kita mengetahui kabar tersebut setelah Komisi II berkunjung ke Kementerian Kehutanan,”kata dia kemarin. Menurut Budiarto, tata ulang pengaturan kawasan ini sangat diperlukan supaya ada kejelasan. Lokasi yang akan dijadikan kawasan pelabuhan dan fasilitasnya serta kawasan hutan tidak boleh diganggu ekosistemnya.

Politikus asal Partai Golkar ini memperkirakan, pada 2012 mungkin izin yang diajukan Pemprov Sumsel tentang aktivitas TAA segera turun.Sebab,tata ulang ruang TAA tersebut tahun ini sudah selesai. Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel Eddy Hermanto pernah menjelaskan, Pemprov Sumsel akan mengoordinasikan dan sedang merancang pengembangan Pelabuhan TAA.

Penataan ini terkait arah dan kawasan yang akan dirancang agar tidak menyalahi tata ruang wilayah. Sedangkan, dalam rencana pengembangan Pelabuhan TAA, ada dua lokasi untuk kawasan industri dan pelabuhan, yaitu TAA dan Tanjung Carat yang berjarak 8 km. sidratul muntaha


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/475935/

paradyto
March 10th, 2012, 12:43 AM
Pelabuhan Tanjung Api-Api Siap Diresmikan

http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/84340.jpg

Metrotvnews.com, Palembang: Pelabuhan penyeberangan di kawasan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan hingga kini sudah siap diresmikan, tinggal menunggu perbaikan pembangunan jalan selesai.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sumatera Selatan, H Sarimuda menyampaikan hal itu ketika ditanya kapan peresmian pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api (TAA), Pulau Bangka tersebut di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (8/3).

Menurut dia, kalau pelabuhannya sudah siap untuk diresmikan, tinggal menunggu pembangunan jalan menuju ke sana selesai. Pembangunan jalan itu dilakukan PU Bina Marga yang sekarang sudah masuk dalam proses kontrak, katanya.

Ia mengatakan, kalau kontrak maka dua bulan lagi baru selesai, sedangkan pelabuhannya sendiri sudah siap untuk diresmikan. Jadi, kalau pekerjaan perbaikan jalan itu bukan tugas pihak Perhubungan, dan inilah menjadi terkendala peresmian pelabuhan TAA tersebut, karena masih menunggu jalan selesai, ujar dia.

Ia menyatakan, keberadaan pelabuhan penyeberangan itu sendiri, begitu jalan yang dibangun PU Bina Marga selesai, mereka akan melaporkannya kepada Kementerian Perhubungan untuk diresmikan.

Mengenai masih lama atau tidak peresmian pelabuhan penyeberangan tersebut dilakukan, ia menegaskan, kalau itu tergantung dengan pihak PU Bina Marga dalam menyelesaikan pembangunan jalan.

Sebelumnya, Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumsel, Eddy Hermanto, mengatakan, sekarang pembangunan jalan itu masih dalam proses kontrak. Mengenai biaya yang mencapai Rp15 miliar, akan didanai melalui APBN. (Ant/RIZ)

source: http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/03/09/84340/Pelabuhan-Tanjung-Api-Api-Siap-Diresmikan/6

valencia2010
March 12th, 2012, 02:21 AM
Pelabuhan Tanjung Api-Api Siap Diresmikan

http://www.metrotvnews.com/image.php?image=bank_images/actual/84340.jpg



source: http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/03/09/84340/Pelabuhan-Tanjung-Api-Api-Siap-Diresmikan/6

Mudah2an ini trigger awal dari realisasi operasional TAA secara secara keseluruhan sebagai Pelabuhan Internasional.....semoga

paradyto
March 19th, 2012, 01:51 AM
Penyelesaian Jalur TAA Terus Dikebut - 4,8 Km Jalan Belum Diaspal

PALEMBANG – Rencana peresmian dermaga penyeberangan kapal feri di kawasan Tanjung Api-Api (TAA) yang dijadwalkan akhir Februari batal digelar. Pasalnya, jalan akses sepanjang 4,8 kilometer (Km) belum diaspal.

Hal ini diperparah rusaknya jalan akses utama TAA yang kini tengah diselesaikan PU Bina Marga Sumsel. Menurut Ketua Komisi IV DPRD Sumsel,Rozak Amin,untuk penyelesaian jalan tersebut sudah dikoordinasikan dengan PU BM Sumsel. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera diselesaikan. Saat ini masih tahap pengerjaan dan dalam waktu dekat kami akan meninjau kesana,” ujarnya.

Politisi Golkar ini mengakui Komisi IV DPRD Sumsel belum melihat secara langsung bagaimana proses pengerjaan jalan yang dilakukan PU BM Sumsel. Namun demikian, Komisi IV DPRD Sumsel sudah melakukan pengecekan jalan yang rusak akibat angkutan batu bara di sepanjang jalan TAA, baru-baru ini.“Kita sudah melakukan pembicara dengan direktur wilayah barat dan kita minta pemeliharaan jalan TAA dialih status ke APBN. Sekarang tinggal menunggu surat dari Pemprov Sumsel dan sudah kita sampaikan,”jelasnya.

Sementara anggota Komisi IV DPRD Sumsel Najib Matjan mengatakan saat ini jalan poros dari simpang bandara menuju TAA rusak parah. “Mobil batu bara yang lewat kalau di atas 10 ton bisa merusak jalan. Kalau mereka patuh aturan gubernur tidak ada masalah dan kita sendiri tidak mungkin menghambat ekonomi, tapi ini memang dilematis,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sumsel Sarimuda mengungkapkan, peresmian pelabuhan penyeberangan TAA saat ini masih menunggu perbaikan jalan sepanjang sekitar lima kilometer menuju ke areal tersebut yang rusak.

“Jalannya sedang dibangun PU Bina Marga dan saat ini masih proses kontrak. Artinya kalau kontrak baru dua bulan lagi bisa selesai,” ungkapnya. sidratul muntaha


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/478844/

ifan21
March 19th, 2012, 09:46 AM
Tidak ada cari lain untuk memajukan dan menarik Investor ke Sumsel satu2-nya jalan Pelabuhan Tanjung Api-Api ini harus segera di fungsikan. Pemda dan Unsur Muspida terkait jangan hanya menunggu dari pusat. Kita lihat saja ketimpangan APBN 2011-2012 utk Proyek Insfrastuktur 60% alokasi dananya utk Pulau Jawa dan sisanya 40% dibagi2 utk Luar Jawa.....Dahsyaatttt!!!....Jadi tdk ada harapan utk Insfrastruktur luar Jawa mengandalkan APBN tahun ini. Spt yg pernah dibahas, Kita mulai saja dulu dgn Pelabuhan Feri ke Bangka dan Pelabuhan Hasil2 Pertanian dan Perkebunan yg kecil2 dulu (Biar pelabuhannya Ramai dan Hidup dulu). Kalo utk Pelabuhan Peti kemas bisa menyusul kemudian. Kalo TAA sdh berjalan, spt yg dikatakan seorang Konsultan luar, Insyaallah Sumsel umumnya dan Palembang Khususnya akan menjadi 'The Little China' yg Industrinya berdiri dimana-mana dan menyerap ribuan tenaga kerja.....Amiiiinnnnn....:):ohno:

paradyto
March 19th, 2012, 12:08 PM
^^Kita bisa lihat saja nanti:okay:

Affankhal
March 24th, 2012, 04:55 PM
Tidak ada cari lain untuk memajukan dan menarik Investor ke Sumsel satu2-nya jalan Pelabuhan Tanjung Api-Api ini harus segera di fungsikan. Pemda dan Unsur Muspida terkait jangan hanya menunggu dari pusat. Kita lihat saja ketimpangan APBN 2011-2012 utk Proyek Insfrastuktur 60% alokasi dananya utk Pulau Jawa dan sisanya 40% dibagi2 utk Luar Jawa.....Dahsyaatttt!!!....Jadi tdk ada harapan utk Insfrastruktur luar Jawa mengandalkan APBN tahun ini. Spt yg pernah dibahas, Kita mulai saja dulu dgn Pelabuhan Feri ke Bangka dan Pelabuhan Hasil2 Pertanian dan Perkebunan yg kecil2 dulu (Biar pelabuhannya Ramai dan Hidup dulu). Kalo utk Pelabuhan Peti kemas bisa menyusul kemudian. Kalo TAA sdh berjalan, spt yg dikatakan seorang Konsultan luar, Insyaallah Sumsel umumnya dan Palembang Khususnya akan menjadi 'The Little China' yg Industrinya berdiri dimana-mana dan menyerap ribuan tenaga kerja.....Amiiiinnnnn....:):ohno:

Setuju. Pelabuhan TAA adalah kunci untuk kemajuan Palembang dan Sumsel pada umumnya. Apabila telah dapat difungsikan sebagai pelabuhan ekspor, maka industri akan berkembang, termasuk adanya kawasan industri yang akan mendorong kemajuan ekonomi, sehingga tidak perlu lagi para sanak sadulur kita harus merantau ke luar kota untuk mencari pekerjaan.

Bertahun-tahun yang lalu pembangunan di Sumsel sangat lambat. Termasuk di Era Suharto, kira-kira apa saja pembangunan yang telah dihasilkan, jembatan Musi II ? Itu pun kualitasnya kurang bagus. Apakah ini adil buat Sumsel sebagai wilayah sumber penghasil energi minyak bumi, batu bara, timah (waktu itu), hasil pertanian beras, karet, kopi, kelapa sawit, dan sebagainya ?

Masih untung kemudian Taufik Kemas berhasil mendorong adanya PON di Sumsel 2004, yang diikuti dengan efek berantai kemajuan ekonomi selanjutnya. Waktu Menko atau Wapres masih dijabat orang lama, boro-boro Sumsel ada dalam plan 10 kawasan ekonomi khusus (KEK). Baru setelah menko ekonomi dipegang oleh Hatta Rajasa, kawasan di TAA mulai masuk dalam rencana pengembangan.

Masih untung kita punya orang-orang yg berani semacam Alex Nurdin yg siap sedia untuk menyelenggarakan Sea Games 2011. Masih untung ada setidaknya sedikit support dari SBY yg pernah merasakan jadi wong Palembang waktu menjabat Pangdam Sriwijaya.

Sudah cukup ketidakadilan buat Palembang dan Sumsel selama ini. Jika waktunya telah tiba, dan atas takdir Allah SWT, maka tidak ada satupun yang dapat menghalangi kemajuan kota dan wilayah yang kenyang dengan pengalaman sejarah ini...

paradyto
March 25th, 2012, 01:14 AM
^^mantap nih semangatnya Affankhal:okay: selamat datang di SSCI:)

valencia2010
March 26th, 2012, 03:07 AM
Tidak ada cari lain untuk memajukan dan menarik Investor ke Sumsel satu2-nya jalan Pelabuhan Tanjung Api-Api ini harus segera di fungsikan. Pemda dan Unsur Muspida terkait jangan hanya menunggu dari pusat. Kita lihat saja ketimpangan APBN 2011-2012 utk Proyek Insfrastuktur 60% alokasi dananya utk Pulau Jawa dan sisanya 40% dibagi2 utk Luar Jawa.....Dahsyaatttt!!!....Jadi tdk ada harapan utk Insfrastruktur luar Jawa mengandalkan APBN tahun ini. Spt yg pernah dibahas, Kita mulai saja dulu dgn Pelabuhan Feri ke Bangka dan Pelabuhan Hasil2 Pertanian dan Perkebunan yg kecil2 dulu (Biar pelabuhannya Ramai dan Hidup dulu). Kalo utk Pelabuhan Peti kemas bisa menyusul kemudian. Kalo TAA sdh berjalan, spt yg dikatakan seorang Konsultan luar, Insyaallah Sumsel umumnya dan Palembang Khususnya akan menjadi 'The Little China' yg Industrinya berdiri dimana-mana dan menyerap ribuan tenaga kerja.....Amiiiinnnnn....:):ohno:

Memang itulah realitas ketimpangan yang terjadi di Indonesia....ketidakadilan....makanya bencana paling sering terjadi....

defrix
March 31st, 2012, 08:35 AM
asslm...dmana ya bs mendapatkan data tentang pelabuhan penyeberangan tanjung api-api..karena saya lagi membutuhkan data buat skripsi..kl ada tolong dshare ya..trmksih

valencia2010
April 2nd, 2012, 10:06 AM
Train Rel tak lewat Indralaya ya. Kalau lewat daerah sekayu muba, pasti banyak bridge-nye.

Klu ngeliat peta jalur KA dari Bang Doni.....sepertinya jauh diluar Kota Palembang.....mungkin untuk mempermudah pembebasan lahan...

Arestullah
April 3rd, 2012, 04:43 PM
^^ Kalau tak salah areal yang paling deket dengen Palembang tu Prabumulih yang dilintasinya...

paradyto
April 4th, 2012, 02:29 AM
^^Rel TAA akan melewati Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin.

paradyto
April 20th, 2012, 01:28 AM
TAA Dioperasikan Akhir 2012

PALEMBANG– Dermaga Tanjung Api Api (TAA) Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), dipastikan segera beroperasi akhir 2012, setelah pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan yang tersisa rampung dikerjakan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Banyuasin Supriadi mengatakan, pada dasarnya keberadaan pelabuhan internasional ini telah siap dipergunakan sejak lama. Namun, masih terkendala be-lum siapnya pembangunan infrastruktur jalan yang tersisa sepanjang 4 kilometer (km), ditambah perbaikan ruas jalan dari arah simpang empat Bandara Sultan Mahmud Bada-ruddin (SMB) II menuju TAA yang mengalami kerusakan cukup parah. “TAA insya Allah tahun ini dioperasikan. Pelabuhan sudah siap,hanya akses jalannya 4 km lagi yang belum diaspal dan rehab berat hingga simpang bandara,” kata Supriadi seusai mengikuti paparan membahas rekomendasi mengenai kesesuaian rencana lokasi terminal khusus batu bara di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel kemarin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sumsel Heri Amalindo mengatakan, saat ini pihaknya tengah dalam proses tender pengerjaan jalan akses menuju TAA yang masih tersisa tersebut. Sementara, perbaikan jalan akses TAA sepanjang sekitar 2 km, atau terjadi mulai Km 10–30 yang telah dikerjakan terlebih dahulu, akan diupayakan didanai dari APBN karena hingga kini jalan tersebut masih terkategori nonstatus.

“Jalan akses TAA yang belum terselesaikan kurang lebih 20 km lagi, diperkirakan selesai September ini, setelah ini mungkin bisa segera diresmikan untuk beroperasi,” kata Heri kemarin. dedy sagita


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/487895/

gunny.gunason
April 20th, 2012, 02:50 AM
kesiapan jalan yang jadi kendala ya

Affankhal
April 24th, 2012, 06:38 AM
Swasta bangun terminal khusus di TAA

Kamis, 19 April 2012 13:03 WIB

Palembang (ANTARA Sumsel) – Sebuah perusahaan swasta nasional PT Mitra Terminal Transportasi akan membangun terminal khusus untuk angkutan batu bara di areal Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA), Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Rencana pembangunan terminal khusus tersebut dipaparkan perwakilan PT Mitra Terminal Transportasi di hadapan pejabat Pemerintah Provinsi Sumsel di Palembang, Kamis.
Kabag Industri dan Pariwisata Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sumsel itu. menyambut baik rencana pembangunan terminal khusus tersebut.

Terminal khusus batu bara tersebut diharapkan dapat menyerap tenaga kerja baru dan mempercepat pertumbuhan perekonomian serta akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel, kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyuasin, Supriadi usai rapat kepada wartawan, mengatakan, pembangunan terminal khusus angkutan batu bara tersebut diharapkan menambah investasi daerah.

Sekarang ini ada enam perusahaan yang telah mengajukan usulan dalam pembangunan di kawasan pelabuhan Tanjung Api Api itu, ujar dia.

Selain itu ada enam lagi sudah mulai beroperasi sehingga dengan adanya rencana pembangunan terminal angkutan batu bara tersebut kawasan itu akan semakin ramai, kata dia.


source : http://sumsel.antaranews.com/berita/262908/swasta-bangun-terminal-khusus-di-taa

sepertinya pembangunan TAA sudah tidak tertahankan lagi...
kalau tidak ada dukungan dari pusat, maka pemerintah daerah dan pengusaha swasta mampu bergerak sendiri, seperti pembangunan tol kayuagung - jakabaring yang di danai investor dari Malaysia...

termasuk izin untuk membangun rel KA ke TAA yang belum juga dikeluarkan pemerintah pusat, sebenarnya seberapa besar dampak lingkungannya dibandingkan dengan efek pembangunan ekonomi yang akan menambah kesejahteraan masyarakat ?

paradyto
May 15th, 2012, 06:23 AM
Jepang tertarik bangun dermaga terapung Banyuasin
Selasa, 15 Mei 2012 02:34 WIB

Palembang (ANTARA News) - Pemerintah Jepang akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan khususnya dalam pembangunan dermaga di Tanjung Api Api, Kabupaten Banyuasin.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin seusai menjamu Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori kepada wartawan di Palembang, Senin malam mengatakan, Dubes Jepang yang telah meninjau kawasan ekonomi khusus tersebut menyatakan tertarik bekerja sama di bidang dermaga terapung.

Teknologi dermaga terapung yang tidak memerlukan reklamasi pantai, memang sudah menjadi keahlian bagi negara Matahari Terbit, ujar Gubernur.

Dubes Jepang dalam acara silaturahim itu mengatakan, Jepang merencanakan terus menjalin kerja sama dengan Provinsi Sumsel diberbagai bidang pembangunan.

Hal ini karena potensi Sumsel cukup besar sehingga pihaknya berkunjung ke untuk menjajaki peluang-peluang baru untuk investasi, kata dia.

Memang, kata dia, investasi negara Jepang di Indonesia termasuk Sumsel sudah ada dan telah lama dilaksanakan, namun itu akan ditingkatkan lagi. (U005/A013)

source: http://www.antaranews.com/berita/310645/jepang-tertarik-bangun-dermaga-terapung-banyuasin

valencia2010
May 15th, 2012, 06:29 AM
Jepang tertarik bangun dermaga terapung Banyuasin
Selasa, 15 Mei 2012 02:34 WIB



source: http://www.antaranews.com/berita/310645/jepang-tertarik-bangun-dermaga-terapung-banyuasin

semoga dapat mempercepat realisasi terwujudnya Pelabuhan Internasional TAA....

paradyto
May 15th, 2012, 06:35 AM
^^semakin mendekat dengan ulang tahun ke-66 Sumatera Selatan pada hari ini, SUMSEL GEMILANG!!:okay:

ifan21
May 15th, 2012, 02:12 PM
Mantap!...Yg lebih mantap lagi 10 (Sepuluh) Operator Kapal baru untuk penyeberangan ke Pulau Bangka sudah siap masuk jika Pelabuhan TAA sudah beroperasi, jadi tidak ada penumpukan penumpang dan mobil lagi spt di pelabuhan 35 Ilir dan jarak tempuh pun semakin singkat, 4 Jam pakai Ferry, 1,5 Jam Jet Foil.....:banana:

SaboKingking
May 15th, 2012, 02:17 PM
^^

bisa2 pulau bangka bisa seramai bali nih....
kalo mo maen ke pantai di bangka bisa berangkat pagi pulang sore dah :)

paradyto
May 15th, 2012, 02:35 PM
^^hmmmm sangat menarik juga:okay:

valencia2010
May 16th, 2012, 02:25 AM
Mantap!...Yg lebih mantap lagi 10 (Sepuluh) Operator Kapal baru untuk penyeberangan ke Pulau Bangka sudah siap masuk jika Pelabuhan TAA sudah beroperasi, jadi tidak ada penumpukan penumpang dan mobil lagi spt di pelabuhan 35 Ilir dan jarak tempuh pun semakin singkat, 4 Jam pakai Ferry, 1,5 Jam Jet Foil.....:banana:

good news....kita do'akan semoga realisasi pembangunan TAA lancar

valencia2010
May 16th, 2012, 02:26 AM
^^

bisa2 pulau bangka bisa seramai bali nih....
kalo mo maen ke pantai di bangka bisa berangkat pagi pulang sore dah :)

wah klu pergi pagi pulang sore pernah saya lakukan tuh ke pantai Bangka yang indah tersebut....but memang masih sepi

Fikr
May 16th, 2012, 07:17 AM
Jl Raya Palembang - Tanjung Siapi-api yang banyak diburuh Investor

http://img836.imageshack.us/img836/2342/toyotay.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/836/toyotay.jpg/)
http://img641.imageshack.us/img641/6310/tpypta2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/641/tpypta2.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
May 16th, 2012, 08:07 AM
^^memang besar banget Auto2000-nya:okay:

paradyto
June 5th, 2012, 10:07 AM
Dipertanyakan Pengoperasian Pelabuhan Tanjung Api-Api

PALEMBANG--MICOM: Komisi IV DPRD Sumatra Selatan mempertanyakan pengoperasian pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api yang tak kunjung direalisasikan, padahal dijadwalkan sekitar Februari lalu.

"Sekarang ini, yang kami pertanyakan apakah pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) itu sudah siap operasional," kata Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel Yudha Rinaldi di Palembang, Senin (4/6).

Menurut dia, kalau keterangan dari pihak Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sumsel terlambatnya pengoperasian pelabuhan TAA itu, karena jalan akses menuju ke sana kondisinya rusak berat.

Ia mengatakan, sekarang ini pihaknya belum mengecek lagi kondisi pelabuhan TAA itu, tetapi yang pasti hingga saat ini belum beroperasi. "Mungkin dalam waktu dekat ini kami akan mempertanyakan mengenai pelabuhan TAA itu ke pihak Dishubkominfo Sumsel," katanya.

Ia menyatakan, selain itu mereka juga akan mempertanyakan ke PU Bina Marga selaku pihak yang bertanggung jawab memperbaiki kerusakan jalan akses menuju ke pelabuhan TAA.

Memang sesuai dengan laporan dari pihak Dishubkominfo Sumsel disampaikan bahwa pembangunan pelabuhan TAA itu sudah selesai, tinggal menunggu perbaikan jalan akses ke sana saja, ujarnya.

Sedangkan kondisi terakhir pelabuhan TAA itu belum diketahui, karenanya mungkin laporan itu perlu dicek lagi kebenarannya.

Untuk pembangunan pelabuhan TAA beserta perangkat pendukung menggunakan dana APBD Sumsel dengan dana multiyears, mulai dari tahun 2010, 2011 dan 2012.

"Nanti dana yang sudah dianggarkan ini akan kami evaluasi dulu sebelum menganggarkan dana lainya," kata wakil rakyat tersebut. (Ant/OL-2)


source: http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/05/324133/126/101/Dipertanyakan-Pengoperasian-Pelabuhan-Tanjung-Api-Api

paradyto
August 16th, 2012, 01:19 AM
TAA Lokasi Baru Kilang Minyak Pertamina

PALEMBANG– PT Pertamina (Persero) berencana membangun kilang minyak baru di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pembangunan kilang minyak baru ini bertujuan untuk menggantikan kilang minyak lama di Sungai Gerong dan Plaju.

“Pemerintah dan PT Pertamina nanti akan bekerjasama membangung kilang-kilang minyak di Indonesia. Nah,nantinya diharapkan ada pembangunan kilang minyak baru di Sumsel, untuk menggantikan kilang minyak yang lama,” ujar GM Pertamina RU III Wilayah Sumbagsel Edy Prabowo, saat dibincangi usai bertemu dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, di Griya Agung,kemarin.

Menurut Edy, dua kilang minyak di Sumsel yang tergolong tua di Indonesia tersebut, saat ini sering terkendala distribusi. Pasalnya, transportasi air yang melalui Sungai Musi sering terkendala, lantaran terjadinya pendangkalan yang mengakibatkan kapal besar sulit masuk ke dekat kilang. Oleh karena itu, kilang minyak yang baru nanti akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA).

“Di kawasan TAA kapal besar dapat masuk,karena lautnya cukup dalam dan itu memudahkan transportasi kita.Selain itu,kawasan tersebut akan menjadi kawasan industri,”kata dia sembari menambahkan,bahwa kilang minyak berfungsi untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi,seperti bensin, solar,aftur,dan minyak lampu.

Untuk saat ini,pembangunan kilang-kilang minyak di Indonesia tersebut, masih dalam tahap pengkajian di pusat. Baik itu tempat-tempat yang akan dibangun kilang minyak baru, maupun besaran anggaran yang dibutuhkan. Dalam kesempatan itu,Edy juga menyinggung soal stok bahan bakar minyak (BBM) menjelang Idul fitri 1433 Hijriah.

Menurut dia,pihaknya telah menyiapkan cadangan yang cukup dan disesuaikan dengan perediksi kenaikan konsumsi BBM saat Lebaran. “Untuk stok BBM tidak ada masalah, karena kita sudah mempersiapkan seluruhnya dengan baik,”katanya. Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, rencana pihak pertamina untuk membangun kilang minyak baru di Sumsel sangat baik dan harus didukung oleh pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat.

Menurut dia,lokasi yang baik dan sesuai untuk dilakukan pembangunan kilang minyak memang di kawasan TAA. “Kilang minyak yang baru jangan lagi dibangun di kawasan Sungai Gerong,walaupun di sana lahannya masih ada. Kita sarankan untuk membangun kilang minyak di kawasan TAA, karena akses transportasinya lebih mudah,”tukasnya.

Orang nomor satu di Sumsel ini juga menyampaikan,untuk kebutuhan BBM Sumsel selama Ramadan dan Idul Fitri telah dijamin oleh PT Pertamina dengan menyediakan stok yang banyak. “Nanti, saya melalui dinas yang terkait akan memantau dan mengawasi penyaluran BBM di lapangan. Dengan adanya pengawasan yang ketat dapat mengurangi terjadinya penyimpangan, yang dapat menimbulkan kerugian,” pungkasnya. amarullah diansyah


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/520205/

paradyto
August 16th, 2012, 01:28 AM
Jalur Kereta Api ke Pelabuhan Tanjung Api-api Segera Dibangun

Palembang Target pemerintah Sumatera Selatan untuk memiliki jalur kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api tampaknya segera terwujud. Usulan dari DPRD Sumsel sudah mendapatkan sinyal positif dari pemerintah. Kini tinggal persetujuan dari DPR RI.

"Anggaran yang kami usulkan sebesar Rp 10 triliun. Panjang relnya 81 km. Yang menghubungkan Stasiun Simpang, Kabupaten Ogan Ilir, menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api," kata sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel, Yudha Rinaldi kepada wartawan, saat berbuka puasa bersama di Hotel Jayakarta, Palembang, Rabu (15/08/2012).

Jika pembangunan rel kerete api itu berjalan, maka produksi batubara di Sumsel sebesar Rp 35 juta ton per tahun dapat terwujud. "Sehingga pemasukan bagi Sumsel akan meningkat dari sektor batubara," kata Yudha.

Selain itu, rel ini juga dapat digunakan untuk pengangkutan kargo dari produksi sumber daya alam lainnya di Sumsel. Seperti hasil perkebunan, pertanian, bubur kertas, dan lainnya.

Saat ini batubara yang diproduksi oleh PT Batubara Bukitasam sekitar 15 juta ton per tahun. Tapi lantaran pengiriman melalui Lampung, maka pendapatan yang diterima Sumsel lebih rendah dibandingkan dari Lampung.

"Kita mengharapkan jalur kereta api ini mulai dibangun tahun 2013. Sebab lahan yang akan digunakan sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel," ujar Yudha.

(tw/mok)


source: http://news.detik.com/read/2012/08/16/005300/1992707/10/jalur-kereta-api-ke-pelabuhan-tanjung-api-api-segera-dibangun?9922022

vailixi
August 16th, 2012, 03:10 AM
Semoga ini bukan sekedar janji2. Karena yang sangat mungkin membangun adalah PT KAI. Belum ada berita PT KAI akan membangun di Sumsel. Yang paling kenceng beritanya kaltim.


Jalur Kereta Api ke Pelabuhan Tanjung Api-api Segera Dibangun



source: http://news.detik.com/read/2012/08/16/005300/1992707/10/jalur-kereta-api-ke-pelabuhan-tanjung-api-api-segera-dibangun?9922022

paradyto
September 1st, 2012, 01:25 AM
Industri Hilir Batu Bara Dorong Operasional TAA

PALEMBANG– Rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pusat eksplorasi hingga industri hilir batu bara di Pendopo,Talang Ubi, Muaraenim, diharapkan mampu mendorong beroperasinya Dermaga Internasional Tanjung Api Api (TAA).

Plt Kepala UPTD Penataan Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel Regina Ariyanti mengatakan,Pemprov Sumsel akan secepatnya mengajukan permohonan pembentukan KEK tersebut ke pemerintah pusat. ”Jika rekomendasi penyelesaian KEK di Pendopo itu mendapat persetujuan pemerintah pusat, pembangunan KEK di kawasan TAA secara tak langsung juga akan terlaksana,” kata Regina di ruang kerjanya kemarin.

Regina menyatakan, pembentukan KEK di Pendopo ini dipastikan membutuhkan keberadaan Dermaga Internasional TAA sebagai pintu keluar untuk mengangkut barang hasil produksinya. Apalagi, PT DH Energy selaku calon investor mengaku siap membangun dermaga di kawasan TAA seandainya izin pusat terkait pembentukan KEK di Pendopo, Muaraenim,sudah diberikan. “Memang, kemungkinan penyelesaian KEK Pendopo ini lebih cepat ketimbang TAA karena didanai pihak ketiga,” papar Regina.

Sementara itu, Asisten II Setda Pemprov Sumsel Eddy Hermanto mengungkapkan, pembentukan KEK di Pendopo, Muaraenim,ini memiliki banyak manfaat, khususnya bagi perekonomian Sumsel. “Jelas, dengan adanya KEK ini, pertumbuhan ekonomi Sumsel akan meningkat. Pengembangan infrastruktur pun dapat semakin cepat terlaksana dan transfer ilmu pengetahuan, lapangan pekerjaan baru,hingga keuntungan lainnya dengan sendirinya akan mengikuti,” tukas Eddy. dedy sagita


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/522504/

gunny.gunason
September 1st, 2012, 05:28 AM
TAA bisa menjadi kunci utama untuk kemajuan Sumatera Selatan.

SaboKingking
September 1st, 2012, 08:12 AM
TAA bisa menjadi kunci utama untuk kemajuan Sumatera Selatan.

itulah yang harus dikejar...
sebuah gerbang masuk arus barang....
sebuah pelabuahan yang representatif seperti pelabuhan samudera Tanjung Api Api ini...

Arestullah
September 1st, 2012, 09:33 AM
^^ Da lama tak liat trit ini.
Tapi bener kata bang Gunny, TAA ini merupakan sebuah kunci untuk sumsel, kalo pintunya uda kebuka insya Allah dijamin tamu2 bakal ramai berdatangan dan menjadikan Sumsel ini sebagai pintu masuk pelabuhan intl indonesia barat (bisa jadi) yang utama

paradyto
October 13th, 2012, 01:18 AM
PLN-PDAM Didesak Pasang Fasilitas di TAA

PALEMBANG-DPRD Sumsel mendesak PLN dan PDAM untuk memasang fasilitas listrik dan air sebagai fasilitas penunjang operasional Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA).

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya mengatakan, pihaknya meminta seluruh fasilitas penunjang selain air dan listrik juga ikut dipasang bersamaan agar Pelabuhan TAA bisa segera dioperasikan. “Setelah kunjungan DPRD Komisi IV beberapa waktu lalu, kami melihat belum layak jika TAA diresmikan.Karena masih banyak jalan yang rusak dan tidak ada penerangan jalan sepanjang 60km.

Bagaimana jika penumpang berangkat jam 7 pagi dari Palembang atau jam 4 subuh saat jalan gelap ke dermaga, apakah tidak akan terjadi tindak kriminal,” kata Edward. Politisi asal Partai Golkar ini menginginkan agar penerangan jalan dari Simpang Bandara sampai ke Pelabuhan TAA segera disiapkan. Kemudian fasilitas lainnya di pelabuhan juga disiapkan. Seperti kebersihan, toilet,rumah makan,dan tempat istirahat.

“Karena kita tahu Pelabuhan Boom Baru sempit. Jangan sampai saat dialihkan, malah merugikan penumpang. Kami belum menyetujui peresmian dan penggunaan Pelabuhan TAA karena fasilitas pendukung belum disiapkan,” kata dia. Khusus untuk penerangan, kata Edward, dalam waktu dekat ini Komisi IV DPRD Sumsel akan memanggil pihak PLN, Telkom dan PDAM Banyuasin, untuk membahas utilitas di TAA. Di samping itu juga masalah utilitas yang akan dilalui di pembangunan fly over Jakabaring dan underpass Simpang Patal.

Terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi,Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel Eddy Hermanto mengatakan, Pemprov Sumsel telah berusaha secara maksimal untuk melakukan penyelesaian pembangunan Pelabuhan TAA. “Usaha kami sudah maksimal. Namun proses yang dilalui tidak semudah yang diperkirakan. Salah satunya bagaimana mengatur RTRW dan lain sebagainya itu semua harus diselesaikan. Sekarang saja kami sudah dikoreksi oleh pusat,”ujar Eddy. Plt Kepala UPTB Penataan Ruang Bappeda Sumsel Regina Ariyanti mengatakan, hingga kini Pemprov Sumsel terus berupaya untuk menyelesaikan pembangunan Pelabuhan TAA.

“Kunci utama untuk menarik para investor yakni melakukan penyelesaian Pelabuhan TAA dengan cepat,”kata dia. sidratul muntaha/ amarullah diansyah


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/534872/

Arestullah
October 13th, 2012, 08:54 AM
^^ Seiring pengoperasian pelabuhan ini, jarak tempuh Bangka-SumSel akan makin pendek nih.. ^_^

paradyto
October 15th, 2012, 06:34 AM
TAA Dilirik Investor Kakap

PALEMBANG– Kawasan industri Tanjung Api Api (TAA) yang seolah sempat mati suri sejak ditinggal sejumlah investor, kini kembali dilirik investor kakap dari kawasan Eropa dan Amerika.

Ketertarikan tersebut muncul pasca digelarnya seminar Potensi Daerah Sumatera Selatan (Sumsel), yang dihadiri perwakilan negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa, di Hotel Aryaduta,beberapa waktu yang lalu. “Kunjungan dari sembilan duta besar negara sahabat terutama dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu, berdampak positif. Kegiatan tersebut secara tidak langsung kembali menggairahkan rencana pembangunan kawasan TAA.

Saat ini,kita sedang menjalin komunikasi dengan beberapa perusahaan raksasa yang berminat untuk berinvestasi di kawasan tersebut,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel Yohannes H Toruan,kemarin. Adapun perusahaan yang berminat menanamkan investasinya di kawasan TAA,adalah produsen ban ternama Goodyear, produsen Ethanol ternama Celanis, serta berapa perusahaan besar lainnya.

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/535221/

aa coy
October 15th, 2012, 11:09 AM
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR: 15 Km jalan di Tanjung Api-Api hancur

Dinda Wulandari
Kamis, 11 Oktober 2012 | 19:19 WIB

http://www.bisnis.com/system/article/image/507/6b9/287/0c9/a61/c1b/000/224/compact_jalan_tanjung_api_api.jpg?1349957931

PALEMBANG: Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumatra Selatan berencana mulai memperbaiki kerusakan infrastruktur jalan yang ada di kawasan Tanjung Api-Api sepanjang 15 kilometer pada 2013. Kepala Bidang Pelaksana Wilayah II Aria Gunawan mengatakan pihaknya tidak bisa memperbaiki jalan itu pada tahun ini karena tidak masuk dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2012.

“Kami akan mengajukan anggaran untuk perbaikan tersebut pada tahun depan. Sehingga, mungkin jalan dan dermaga di kawasan itu bisa diresmikan juga pada 2013,” katanya, Kamis (11/10/2012). Dia mengatakan perbaikan jalan tersebut membutuhkan dana sekitar Rp100 miliar. Kerusakan tersebut terjadi karena faktor teknis seperti overload kendaraan. Aria mengemukakan terdapat pula beberapa perusahaan batu bara yang akhirnya berinisiatif memperbaiki sebagian jalan yang rusak itu. Jalan tersebut dilalui kendaraan pengangkut batu bara menuju dermaga lepas pelabuhan TAA.

Aria melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk TAA terus berlangsung. Bahkan, PU Bina Marga sudah menyelesaikan pembangunan jalan menuju dermaga penyeberangan feri sementara sepanjang 9,4 km. Pembangunannya menelan biaya Rp20 miliar. “Dermaga lepas belum terealisasi, tetapi sudah ada dermaga penyeberangan feri di sana. Kalau ada dermaga lepas akan lebih dekat menuju Lampung untuk pengiriman komoditasnya,” ujarnya. Dia menambahkan terdapat sekitar 60 paket pengerjaan jalan yang ditangani wilayah II pada tahun anggaran 2012, baik itu pembangunan jalan, pemeliharaan jalan atau peningkatan jalan. Pengerjaan wilayah itu meliputi di Kota Palembang, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Musi Banyuasin.(msb)

http://www.bisnis.com/articles/pembangunan-infrastruktur-15-km-jalan-di-tanjung-api-api-hancur

jalinsum
October 27th, 2012, 05:30 AM
Seharusnya pelabuhan penyebrangannya ke tg. kalian di tanjung carat karena jaraknya hanya 29km dibandingkan yg dibangun sekarang berjarak 48km.

vailixi
October 30th, 2012, 04:51 PM
Seharusnya pelabuhan penyebrangannya ke tg. kalian di tanjung carat karena jaraknya hanya 29km dibandingkan yg dibangun sekarang berjarak 48km.

Biasanya untuk pemilihan pelabuhan bukan di jarak. Tapi di kedalaman laut yg memungkinkan kapal merapat. Biasanya dikedalaman -18 m. Rencana pelabuhan kualanamu Tj priok yg baru di -22m. Klo misalny lautnya tidak terlalu dalam maka biaya mengkeruknya akan mahal supaya mencapai kedalaman yg diinginkan. Selain itu rate sedimentasinya berapa klo tinggi biasanya tdk dipilih. Contoh pelabuhan yang baru dibangun dan gagal gara2 sedimentasinya tinggi adalah pelabuhan Bengkulu. Duitny sdh banyak keluar tp sia2.

Pelabuhan Tj. api-api ini juga sebenarnya belum selesai dibangun. Baru pelabuhan penyebrangan ferry. Untuk kontainer saya pikir belum beres. Cmiww. Memang sepanjang jalan tj api2 banyak stockpile batubara berserta dermaganya. Hanya demaga itu milik pribadi perusahan bukan terintegrasi dengan pelabuhan samudera.

Banyak ahli yg bilang tj api2 sedimentasinya tinggi sehingga tidak cocok dibangun pelabuhan. Cuma wallahualam.

Arestullah
October 31st, 2012, 03:56 AM
^^ Kalo masalah sedimentasi aku gak ngerti secara teknis. Tapi kalo dilihat dengan mata telanjang, aku rasa bener dah tuh. Sekarang aja uda makin banyak pulau2 baru di delta Musi. Gak kebayang dalam jarak beberapa tahun ke depan mungkin nantinya Sumsel bakalan melebar ke arah Babel. CMIWW

Bimzseven
February 3rd, 2013, 07:21 AM
^^
Blum ada perkembangan ya?

paradyto
February 3rd, 2013, 10:17 AM
^^

PALEMBANG – Setelah lama tertunda,Pemprov Sumsel kembali mencanangkan waktu pengoperasian Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA), minimal pada Mei 2013.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Musni Wijaya mengatakan, secara keseluruhan Pelabuhan TAA telah dapat dioperasikan sesuai fungsinya. “Kalau untuk persyaratan minimal, Pelabuhan TAA itu sudah dapat beroperasi. Bahkan, kita sudah lakukan uji coba sebelumnya,” ujar Musni usai mengikuti rapat persiapan pengoperasian Pelabuhan TAA,di Ruang Bina Praja,Pemprov Sumsel kemarin.

Kendati pelabuhan telah siap dioperasikan, Musni mengakui, saat ini pihaknya masih menghadapi berbagai persoalan, di antaranya perbaikan akses jalan menuju Pelabuhan TAA yang mengalami rusak berat,penerangan jalan, keamanan,serta air bersih. “Persoalan kita saat ini adalah jalan akses ke Pelabuhan TAA yang masih rusak berat. Hal ini menjadi fokus kita sekarang, di samping persiapan lainnya. Saat ini perbaikan jalan dalam proses tender. Dipastikan dua minggu lagi tender selesai dan pengerjaan akan segera dilakukan,”beber dia.

Terkait kesiapan listrik, pihaknya telah menyediakan genset untuk operasional pelabuhan. Kendati begitu, pihaknya berharap dukungan dari PT PLN untuk memasang lampu penerangan jalan menuju Pelabuhan TAA. Sementara untuk kesiapan air bersih, pihaknya tengah melakukan pengerjaan instalasi air.

Sementara itu, Asisten IV Bidang Administrasi dan Umum Pemprov SUSMEL Samuel Chotib memastikan, Pelabuhan TAA telah layak beroperasi karena telah melakukan uji kelayakan.Namun, untuk menjalankan pelabuhan tersebut perlu adanya beberapa fasilitas penunjang guna melayani aktivitas penyeberangan.

“Masing-masing pihak memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas. Seperti PU BM Sumsel yang tengah melakukan proses tender untuk memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan sangat parah,” jelas dia. amarullah diansyah


source: http://www.seputar-indonesia.com/news/pelabuhan-taa-siap-beroperasi

Arestullah
February 4th, 2013, 08:40 AM
^^ Asli, akses jalan super duper rusak. Dan kerusakannya uda dimulai sejak lewat THI tepatnya sekitaran Ma'had Izzatuna. Kalo ini tak ditindaklanjuti gimana orang mau loyal ke pelabuhan sono!? Mending di pelabuhan penyebrangan di Palembang aja pastinya mereka pikirnya. Dan pengusaha penyebrangan tentunya bakalan mendekati keinginan penumpangnya

Affankhal
February 28th, 2013, 07:24 AM
Good news tentang TAA...

Pelabuhan Tanjung Api-Api akan ditetapkan kawasan ekonomi khusus

Rabu, 27 Februari 2013
Palembang (Antara Sumsel) - Pelabuhan laut Tajung Api Api di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan akan ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus, sekarang ini tinggal menunggu Keputusan Presiden yang diharapkan akhir Maret 2013 keluar.

Hal itu berdasarkan laporan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam pertemuan beberapa waktu lalu, kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin pada pertemuan dengan para wartawan di Palembang, Rabu.

Pertemuan dengan awak media cetak dan elektronik itu diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumsel.

Menurut dia, lokasi tersebut memang sudah diusulkan ke pemerintah pusat untuk menjadi kawasan ekonomi khusus karena daerahnya cukup strategis.

Hal ini karena kawasan pelabuhan Tanjung Api-Api juga akan dibangun rel kereta api ganda untuk mengangkut hasil tambang batu bara dan hasil lainnya.

Selain itu juga akan dibangun berbagai pabrik seperti pabrik pupuk dan industri alumunium, hingga wilayah tersebut dapat menampung ribuan tenaga kerja.

Jadi wajar bila lokasi itu menjadi kawasan ekonomi khusus, karena akan dibangun berbagai fasilitas untuk kegiatan perekonomian rakyat dan perusahaan. Selain itu kawasan tersebut juga telah selesai dibangun pelabuhan penyeberangan menuju Bangka Belitung, dan saat ini tinggal menunggu perbaikan jalan untuk diresmikan.

http://sumsel.antaranews.com/berita/271807/pelabuhan-tanjung-api-api-akan-ditetapkan-kawasan-ekonomi-khusus



Pelabuhan Tanjung Api-Api beroperasi 24 jam

Rabu, 27 Februari 2013

Muntok (Antara Sumsel) - Pelabuhan Tanjung Api-api Sumatera Selatan akan beroperasi 24 jam sehari yang rencananya diresmikan Agustus 2013, kata manajemen Pt ASDP Tanjung Kalian, Provinsi Bangka Belitung. Kami perkirakan peresmian Pelabuhan Tanjung Api-api akan dilaksanakan Agustus 2013, untuk itu kami mulai mempersiapkan segala keperluan agar pelayanan pelayaran semakin nyaman & dan optimal," ujar Kepala PT ASDP Pelabuhan Tanjung Kalian Ahmad Faisal di Muntok, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa rencana operasional 24 jam sehari itu karena diperkirakan jumlah penumpang barang dan manusia yang memanfaatkan penyeberangan antara Pulau Sumatera dan Bangka akan semakin meningkat. Jaraknya antara Pelabuhan Tanjung Api-api dengan Tanjung Kalian sangat dekat, dengan kapal feri hanya butuh waktu sekitar tiga jam, ini berbeda jauh dengan Tanjung Kalian-Palembang yang butuh waktu sekitar delapan jam dalam keadaan normal," katanya.

Menurut dia, perbedaan waktu yang mencolok itu dimungkinkan akan memacu peningkatan jumlah penumpang jalur tersebut, seperti pada saat akhir pekan akan banyak warga Sumatera yang akan datang ke Bangka atau sebaliknya untuk sekedar berlibur. Selain itu, kata dia, volume barang dari Sumatera juga akan meningkat seiring minimnya produksi berbagai bahan pangan dan kebutuhan hidup masyarakat Pulau Bangka yang selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Sementara Gubernur Sumsel H Alex Noerdin secara terpisah mengatakan bahwa peresmian pelabuhan laut Tanjung Api-api segera dilaksanakan, tinggal menunggu selesai perbaikan jalan menuju ke sana. Setelah pelabuhan laut itu diresmikan, di daerah sekitarnya sudah diprogramkan menjadi kawasan industri terpadu, katanya.

http://sumsel.antaranews.com/berita/271825/pelabuhan-tanjung-api-api-beroperasi-24-jam

Arestullah
March 1st, 2013, 07:51 AM
^^ Titik terang-kah? Atau harapan hampa lagi-kah?
Tapi ini sebuah berita baik yang harus diapresiasi dan berharap supaya bener2 terwujud, apalagi kalo sampe TOL Trans Sumatera juga bisa ngehubungkan Bangka dan Belitung dengan Sumatera daratan, secara dibandingin dengan ke Bintan rasanya prospek terhubungnya Sumatera ke Babel lebih mumpuni terutama untuk mendongkrak pariwisata Sumatera

firzafp
March 3rd, 2013, 05:08 AM
Semoga Jalan ke Pelabuhan TAA Menggunakan Aspal Daur Ulang

jack bae
May 5th, 2013, 12:19 PM
Infrastruktur Hambat Pembangunan Pelabuhan TAA

THURSDAY, 02 MAY 2013 12:50
Rivai, Palembang Pos.-


Pembangunan pelabuhan laut internasional Tanjung Api Api (TAA) telah diimpikan sejak zaman penjajahan Belanda. Namun sayang hingga saat ini, pembangunannya belum pasti karena terkendala investor. Pasalnya, investor PT Adani yang dulunya berminat membangun pelabuhan TAA kini telah mengundurkan diri, karena terkendala perizinan dari pemerintah pusat.
 Kepala UPTB Penataan Ruang Bappeda Provinsi Sumsel, Regina Ariyanti mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dokumen untuk pembangunan pelabuhan internasional TAA. Untuk lahan seluas 2.000 hektare masih dalam tahapan reklamasi. “Untuk tahapan reklamasi ini kita merekomendasikan ke Kementerian PU, dan Kementerian Dalam Negeri. Sedangkan, untuk Fasibility Studi (FS) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sudah disiapkan sejak 2012 lalu. Namun ada sedikit perbaikan dan tinggal penyempurnaan,” ujarnya ketika diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (2/5).





Dia menerangkan, secara masterplan, jika pelabuhan internasional TAA dibangun, pihaknya telah merencanakan pembuatan jalan seperti jalan tol seperti jembatan layang di Cengkareng. Karena kawasan yang akan dibangun pelabuhan merupakan hutan lindung, jika membangun jalan biasa pihaknya sudah merencanakan pembangunan jalan menuju pelabuhan laut internasional tersebut seperti jembatan layang.





Dia menuturkan, pihaknya menargetkan, pelabuhan internasional TAA dapat dibangun sekitar 3-5 tahun lagi. Dia yakin dapat mencapai target tersebut, karena saat ini sudah ada tim dari pusat yang akan membantu menyelesaikan persoalan yang ada. “Peluang untuk membangun pelabuhan internasional TAA masih ada. Kita yakin bisa merealisasikannya,” tandasnya.





Terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Darmansyah Djumala mengatakan, infrastruktur yang buruk menjadi kendala berkembangnya investasi di Sumsel termasuk investor asal Polandia mempermasalahkan kondisi tersebut. “Kendala infrastruktur yang menjadi salah satu penghambat realisasi penanaman modal di Sumsel,” kata Darmansyah, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, tersedianya infrastruktur yang bagus akan menjadi modal utama dalam menarik investor untuk menanamkan modalnya. Karena itu, semestinya pemerintah membangun jalan dan jembatan berkualitas menuju wilayah yang ditawarkan ke investor, sehingga mereka langsung tertarik membangun usaha di daerah itu.



http://palembang-pos.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13377:infrastruktur-hambat-pembangunan-pelabuhan-taa-&catid=70:plembang-kito&Itemid=76

jack bae
May 7th, 2013, 06:14 PM
Percepat Pembebasan Lahan

MONDAY, 06 MAY 2013 12:27
Rivai, Palembang Pos.-
Gubernur Sumatra Selatan ir H Alex Noerdin memastikan penyelesaian pembangunan kawasan Tanjung Api-api yang terdiri dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK TAA), reklamasi pelabuhan Tanjung Carat hingga double track akan dilakukan secara bersamaan.
Oleh karena itu, Pemprov Sumsel akan berupaya untuk mempercepat pembebasan lahan untuk pembangunan kawasan TAA. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai memberikan Apresiasi atas diterimanya Anugerah Pangripta Nusantara di Graha Bina Praja, kemarin.
Dia mengatakan, semua itu merupakan satu kesatuan. Sehingga semuanya akan dikerjakan secara parsial atau bersamaan. “Semua proses khususnya perizinan saat ini sedang kita urus di kementrian, kita akan upayakan lebih cepat lagi penyelesaiannya,” ujarnya.
Alex mengakui, untuk TAA memang masih memerlukan beberapa proses lagi yang harus diselesaikan.


http://www.palembang-pos.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13513:-percepat-pembebasan-lahan&catid=70:plembang-kito&Itemid=76

invalidface
May 7th, 2013, 11:21 PM
saya pernah coba lewat jalan TAA ini sekedar jalan2 naik motor...
jalannya rusak parah !!!
lubang dimana2 !!!!

jsv
May 18th, 2013, 03:26 AM
Kapan ya kira2 Plebauhan TTA ini selesai, infonya kapal cepat atau Ferry Batam - Palembang juga akan mengunakan pelabuhan ini ya, wah bisa berapa jam kalau dari Batam ke Palembang naik ferry ??

vailixi
May 18th, 2013, 11:19 AM
Sudah selesai dari 2 tahun lalu. Mlah sdh mulai karatan pelabuhannya. Mslhnh cuma belum diresmikan. Gara menhub bilang jaannya jelek, cuma jalanny ga mungkin bagus, karena status jalanny ga jelas tanggung jawab siapa, pusat, pemprov, ato pemkab..