View Full Version : Kabupaten Butta Toa Bantaeng - Bumi Adat 12 (The New Bantaeng).
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:23 PM Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan
SELAMAT DATANG DI BUMI ADAT 12 BUTTA TOA BANTAENG
WELCOME TO OLD LAND BONTHAIN REGENCY
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/aa/Lambang_Daerah_Kabupaten_Bantaeng.jpg
http://img530.imageshack.us/img530/9306/thenewbantaeng.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094719_8082636.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_2v_bPUkEngA/SV4SY1sj4FI/AAAAAAAAAGc/QGbdgeU21y8/s1600/Peta%2BBantaeng3.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1226.snc4/155808_1543477825221_1183258566_31256147_3148577_n.jpg
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:25 PM Swasta Besar Malaysia Wujudkan The New Bantaeng City
Rabu, 10 Maret 2010 03:56 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | Dibaca 937 kali
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah BUMN Sirim Bhd menjajaki pengembangan rumput laut dan nira, kini perusahaan swasta besar dari Malaysia, Bina Puri Holdings Bhd dan Dimara Holdings Sdn, Bhd menyatakan siap membantu pembangunan kota baru Bantaeng (the new Bantaeng city).
Pimpinan Bina Puri Holdings Bhd, Tan Sri Datuk Tee Hock Seng yang tiba di Bantaeng, Selasa, bersama Pimpinan kelompok usaha Dimara Sdn Bhd, K.C Ang dan lima orang pengusaha lainnya menyatakan tekad untuk membantu pembangunan di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
"Sudah lama kami berencana mau ke sini, sejak Januari 2010, namun selalu terkendala kesibukan dan berbagai kegiatan yang tidak bisa ditunda. Akhirnya, pada kesempatan inilah kami datang," ujar Tan Sri Datuk Tee Hock Seng saat diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan bupati.
Di Malaysia, Pimpinan Bina Puri Holdings Bhd itu juga merupakan senator dan kerabat dekat Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak. Sejumlah proyek raksasa di berbagai negara, termasuk di Abudabi, Bandara Bangkok Thailand dan pusat perkantoran Putra Jaya ditangani perusahaan tersebut.
"Kami senang bisa datang ke Bantaeng. Mudah-mudahan kami dapat membantu membangun daerah yang penuh potensi ini," urainya di hadapan pejabat lingkup Pemda Bantaeng diantaranya Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Plt Sekkab H Thamrin Husain, Asisten II H Zainuddin Tahir dan sejumlah Kadis, Ka Badan lingkup Pemda.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik keinginan pengusaha besar negeri jiran tersebut. "Bagi pengusaha sekelas Tan Sri Datuk Tee Hock Seng dan K.C Ang, untuk membangun Bantaeng tentu tak masalah karena kota ini merupakan kota terkecil di Sulsel."
Meski wilayahnya kecil, namun Bantaeng pernah menjadi afdeling yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Karena itu, kami berharap kehadiran pengusaha kawakan Malaysia ini bisa mengembalikan kejayaan Bantaeng yang pernah menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi di selatan Sulsel.
Bupati juga menggambarkan perkembangan wilayahnya dalam 1,5 tahun kepemimpinannya. Diantaranya revitalisasi pantai seluas lima hektare yang segera dibanguni hotel bintang tiga, rumah sakit dan sejumlah fasilitas bisnis lainnya.
Kabupaten berjuluk Butta Toa ini juga memiliki pelabuhan namun masih perlu disempurnahkan. Selain itu, sudah ada instalasi air bersih, cekdam pencegah banjir serta fasilitas pariwisata pantai Korong Batu.
Sedang pada dataran tinggi yang hanya berjarak 18 kilometer dari Kota Bantaeng, dikembangkan tanaman apel dan strawberry. Di kawasan tersebut juga kita bisa menikmati pemandangan indah serta empat kabupaten tetangga, ujar Bupati.
Khusus di dataran rendah, kini dikembangkan hortikultura untuk menjadikan Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis teknologi.
Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr HM Syafruddin N mengungkapkan rencana pengembangan RS yang dibangun tahun 1921 tersebut. RS kelas C diharapkan meningkat menjadi kelas B dan dijadikan RS Trauma Center.
Ini penting sebab kasus trauma yang selama ini dirujuk ke Makassar selalu terlambat karena faktor jarak. RS ini sudah didesain berlantai lima dan menjadi satu-satunya RS yang memiliki pemandangan laut dan gunung. (RY/K004)
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:28 PM Bantaeng Keluar dari Daerah Tertinggal di Indonesia
Minggu, 17 Oktober 2010 05:24 WITA | Ekonomi | Dibaca 25 kali
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) mengeluarkan Kabupaten Bantaeng dari daftar Kabupaten Daerah Tertinggal di Indonesia.
Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim mengatakan hal itu setibanya di Bantaeng, Sabtu. Menurut Bakhtiar, pernyataan dikeluarkannya daerah berjuluk Butta Toa ini dari daerah tertinggal di Indonesia dikemukakan Alvin, Staf Ahli Kementerian PDT Republik Indonesia pada Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara, pekan ini.
Rakor tersebut diikuti Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab, Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, serta Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim. Menurutnya, perubahan status tersebut berkat berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam dua tahun terakhir di bawah kendali Bupati HM Nurdin Abdullah dan Wakilnya HA Asli Mustadjab.
Bakhtiar yang juga Ketua Tanfisiah Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Bantaeng mengatakan, terobosan yang dilakukan pasangan Nurani tersebut mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program pembangunan yang lebih berpihak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar.
Masih menurut Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng, dalam dua tahun, daerah ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan dari 5,1 persen pada 2007 menjadi 7,3 persen pada 2009.
Angka kemiskinan juga mengalami penurunan signifikan dari 61 persen menjadi 41 persen pada periode yang sama. Ia kemudian mengemukakan rasa terima kasihnya kepada Bupati, Wakil Bupati. Ketua DPRD dan anggota dewan serta petinggi daerah ini yang memberi dukungan terhadap Dinas Koperasi dan UKM yang bersentuhan langsung masyarakat.
"Atas dukungan tersebut, kami mampu melaksanakan program yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantaeng dan memberi andil dalam mengantar daerah ini keluar dari kategori daerah tertinggal berdasarkan penilaian Kementerian PDT," terangnya.
Ia berharap, program pembangunan yang sudah berpihak pada kepentingan masyarakat ini dapat lebih ditingkatkan sehingga harapan untuk menjadikan Bantaeng sebagai sentra perekonomian daerah di bagian selatan Sulsel dapat terwujud, urainya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:29 PM Pembangunan Pasar Tradisional-Modern Bantaeng Dimulai
Minggu, 17 Oktober 2010 05:21 WITA | Daerah | Dibaca 22 kali
Pembangunan Pasar Tradisional-Modern Bantaeng Dimulai
(FOTO/Dok.Humas Bantaeng)
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, Sabtu, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Tradisiona-Moderen di Bantaeng.
Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas umum bernilai Rp1,15 miliar bantuan Pemerintah Provinsi Sulsel tersebut disertai Ketua DPRD Bantaeng Hj Novrita Langgara, Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng Hj Lies F Nurdin dan unsur Muspida di daerah ini.
Saat itu, Pemda Kabupaten Bantaeng juga menyerahkan lima unit (dari tujuh unit) kendaraan roda empat merek Hilux kepada pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).
Bupati, secara perlahan mimpi kita untuk memajukan daerah ini akan terwujud. Mimpi-mimpi kita selama ini semakin jelas. Karena itu, ia berharap kepada semua pihak termasuk masyarakat agar memberikan partisipasi dengan baik.
"APBD kita memang terkecil di Sulsel, tapi kita bisa membangun. Itu karena komitmen untuk menjadikan daerah ini sebagai daerah andalan di bagian selatan Sulsel," tandasnya.
Agar komitmen tersebut tetap terjamin, ia mengajak semua pihak, terutama masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas keamanan agar tetap kondusif sebab hanya dengan kondisi keamanan yang baiklah, rezki akan datang ke daerah kita.
"Orang mau berinvestasi bila ada jaminan keamanan. Karena itu, mari kita jaga bersama daerah kita sehingga Bantaeng tetap menjadi model pembangunan daerah lainnya di Sulsel," pintanya.
Agar fasilitas yang kita bangun dapat berfungsi dengan baik, ia berharap masyarakat memanfaatkannya dengan baik pula. "Kalau sudah ada pasar moderen, jangan lagi menghabiskan uang di tempat lain agar perputaran ekonomi daerah tetap terjamin," Ujar Bupati.
Untuk menjadikan kawasan ini menjadi tempat persinggahan yang representatif, pasar ini akan dilengkapi fasilitas tempat istirahat, ganti pakaian, fasilitas ibadah hingga Rusunawa.
Kepala Dinas Perindag Tamben Kabupaten Bantaeng H Abdul Gani melaporkan, pembangunan Pasar Tradisional-Moderen ini akan melengkapi fasilitas wisata laut Marina Beach Korong Batu.
Pembangunan tahap awal yang merupakan bantuan hibah Gubernur Sulsel ini diharapkan rampung hingga akhir tahun ini. Pembangunan ini merupakan yang pertama dari 16 kabupaten untuk tahun 2010.
Luas bangunan awal yang dibangun PT Putra Hadi ini, terang Abdul Gani berukuran 30 X 25 m2 atau 750 m2 yang terdiri dua lods kering dan 1 lods basah yang dapat menampung 56 pedagang.
Untuk pembangunan lanjutannya, akan dilakukan Pemda Kabupaten Bantaeng berupa pembangunan fasilitas bangunan dan fasilitas umum memanfaatkan lahan 3.000 m2 memanfaatkan dana APBN 2011 sebesar Rp6 miliar.
Dana sebanyak itu akan digunakan untuk pembangunan kios di sekeliling lods, pembangunan musallah, shower, kamar ganti, serta area parkir yang menampung kendaraan dalam jumlah banyak.
Ia berharap, kehadiran pasar tradisional-moderen ini mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru serta wirausaha baru yang pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan dan berdampak pada pendapatan asli daerah serta penurunan angka kemiskinan. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:33 PM RS Modern Bantaeng Habiskan Rp 70 M
Rumah Sakit Umum Prof Dr Anwar Makkatutu akan segera dibangun. Pekerjaan fisik RS yang lebih modern tersebut akan menghabiskan dana Rp 70 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk membangun fasilitas ruang berlantai 5 dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
Hal itu terungkap dalam ekspose rencana pembangunan RS yang berada di bibir pantai Kota Bantaeng, Senin (27/4). Ekspose dipandu Direktur RSU Bantaeng, dr HM Syafruddin Nurdin, M.Kes. Hadir Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Sekkab H Syamsuddin, serta pimpinan SKPD.
Aswin Griksa Fitranto, IAI, konsultan perencana pembangunan RSU Bantaeng mengatakan, pembangunan konstruksi akan berlangsung selama 2 tahun. Untuk menunjang pembangunan tersebut, Pemkab melalui Dinas PU segera melakukan reklamasi.
Kepala Dinas PU, H Zainuddin Tahir menjelaskan, tahap awal reklamasi dimulai awal Mei 2009 dan dilakukan di areal seluas 3,5 hekar. Diapun memuji para perencana yang memanfaatkan lahan sehemat mungkin untuk memberi ruang terhadap fasilitas penunjang yang bisa berdampak positif terhadap pasien.
''Dengan memanfaatkan keindahan laut dan gunung serta kenyamanan pasien, mudah-mudahan bisa menjadi faktor penyembuh bagi pasien yang menderita sakit ringan,'' tuturnya.
Zainuddin juga minta RS Bantaeng memiliki ciri khas dengan mempertimbangkan budaya daerah. Meski begitu, Kadis Kesehatan Dr Takudaeng berharap, perencanaan RS ini memperhatikan penanganan limbah medis. Direktur RS Bantaeng, dr Syafruddin Nurdin mengaku, tim perencana sudah mempertimbangkan berbagai aspek penunjang, termasuk masalah buangan limbah.
Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah pada kesempatan itu meminta para pihak yang terkait agar memberi perhatian penuh terhadap rencana pembangunan RS Bantaeng. Sebab RS ini diharapkan tidak hanya menjadi RS terindah di Sulsel, tapi juga menjadi RS plus karena letaknya yang strategis
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:36 PM Bantaeng Bakal Punya Pabrik Cairan Infus
Penandatanganan naskah kesepahaman disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Rachmat Latief, Dirut Perusda Sulsel Haris Hody, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Bantaeng M Yasin, Kepala Bappeda Bantaeng Zainuddin Tahir, Kadiskes Bantaeng dr Hj Takudaeng, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr H M Syafruddin Nurdin, M.Kes dan sejumlah pejabat lingkup Pemprov Sulsel dan Bantaeng.
Kadiskes Sulsel Rachmat Latief mengatakan, kesepakatan diraih setelah melalui studi kerja ke PT Otsuka Indonesia di Lawang Jatim, membuat feasibility study untuk menentukan jenis industri farmasi yang sesuai, membuat rencana anggaran, membentuk tim kerja hingga tahap pelaksanaan.
Ia juga mengatakan, pembangunan industri farmasi cairan infus di Sulsel merupakan rencana strategis Gubernur Sulsel di bidang kesehatan. Kehadiran industri ini diharapkan membawa dampak terhadap perekonomian daerah, khususnya peningkatan pendapatan daerah melalui sektor perpajakan.
Selain itu, industri akan membuka peluang bagi tenaga kerja dan mengurangi angka kemiskinan, sekaligus memenuhi kebutuhan obat di Indonesia yang mempunyai pangsa pasar 2,5 miliar dollar AS, terutama di kawasan timur Indonesia dan secara khusus di Sulsel.
Menurut Kadiskes Sulsel, pemberlakuan harmonisasi sistem peredaran obat dan standar pembuatan obat yang baik di kawasan ASEAN sejak 2008, akan membuka peluang besar, tak hanya pada pasar domestik tapi juga pasar global ASEAN, sekaligus menunjang program pelayanan kesehatan gratis yan ditetapkan Pemprov Sulsel, khususnya dalam pengadaan serta penyediaan obat yang aman, bermutu, merata serta mudah diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan industri cairan infus yang akan menelan investasi Rp 21 miliar ini merupakan bagian dari mimpi untuk menjadikan Sulsel sebagai provinsi yang unggul dan diperhitungkan.
Menurut Gubernur, masalah kesehatan dan pendidikan mendapat perhatian serius karena hanya dengan pendidikan, kita bisa maju, namun tanpa kesehatan juga tak ada artinya yang kita lakukan.
Salah satu kebutuhan tersebut Sulsel membutuhkan cairan infus 5.250.000 botol/tahun atau sekitar 10 juta botol/tahun di kawasan timur Indonesia. Cairan infus ini, lanjut Gubernur dibutuhkan semua pihak. Karena itu, kita ingin bila kita sakit tersedia fasilitas kesehatan dan obatnya.
"Saya merindukan, kelak suatu saat Sulsel memiliki rumah sakit yang luar biasa, ada fasilitas umum seperti karebosi di tengah laut, ada istana di luar Jawa yang ada di Makassar serta kereta api dari Parepare," urainya.
Itulah sebabnya, Pemprov juga sudah membangun industri kaporit di Jeneponto yang sebelumnya kita datangkan dari Surabaya, bahkan impor. "Bodohnya kita selama ini karena hal itu sebenarnya bisa kita bangun lalu kita impor. Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak," ucapnya.
Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah melaporkan perkembangan pembangunan di wilayah kerjanya yang sudah berhasil melakukan ekspor produk perikanan melalui PT Global Seafood International Indonesia (GSII), ekspor biji kapuk dan akan disusul ekspor talas.
Bupati menyambut baik kesepakatan pembangunan industri farmasi di wilayahnya. Ini sangat sesuai sebab air yang akan diolah menjadi cairan infus di Kecamatan Ere Merasa memiliki NTU 0,0 persen. Melalui pemanfaatan potensi air ini diharapkan akan lebih berdaya saing tinggi, ujar Bupati.
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:42 PM Ekspor Bantaeng ke Jepang Rp 18,2 M/Bulan
Senin, 31 Mei 2010 | 04:19 WITA
KERJA sama bisnis antara Bantaeng dengan Jepang mampu mengalirkan dana hingga Rp 18,266 miliar per bulan ke kabupaten di bagian selatan Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut.
Khusus dari hasil ekspor ikan olahan, surimi, nilainya mencapai Rp 17,066 miliar per bulan. Angka itu dari hasil ekspor 40 ton surimi stiap pekan.
Ini belum termasuk hasil ekspor talas sekitar 10 ton per hari, berdasarkan permintaan Global Seafood Jepang. Menurut Direktur PT Global Seafood International Indonesia (GSII), Irfan, realisasi ekspor surimi dari Bantaeng baru sekitar 40 ton per pekan dan masih bisa ditingkatkan. "Kami sementara membicarakan dengan Marubeni (investor Jepang) dengan permintaan 300 ton per bulan," ujarnya.
Untuk merealisasikan permintaan 340 ton surimi per pekan itu, Irfan membutuhkan ikan segar ratusan ton per hari. "Kami datangkan ikan dari seluruh Indonesia," katanya.
Jenis ikan yang diolah menjadi surimi ini adalah daging ikan merah. "Nanti akan berkembang juga mengolah ikan sarden dan ikan terbang," jelasnya.
Sumber uang yang lain dari hasil ekspor talas. Menurut Direktur Perusda Baji Minasa, M Arif, harga talas di tingkat petani berkisar Rp 4.000 per kg. Itu artinya tiap hari uang yang beredar di Bantaeng dari perdagangan talas ini mencapai Rp 40 juta atau Rp 1,2 miliar per bulan.
Perusda Baji Minasa juga mengekspor biji kapok sebanyak 600 ton ke Korea. Hasilnya diperoleh uang Rp 780 juta. Menurut Arif ekspor biji kapok itu telah berlangsung sejak Januari lalu. Perusda Baji Minasa membeli biji kapok dari masyarakat Rp 1.300 per kg. "Kami membeli dari seluruh Sulsel," jelasnya.(ba)
Ekspor Ikan Olahan (surimi)
* Global Seafood Jepang: 160 ton/bulan
* Marubeni Jepang: 300 ton/bulan
* Harga ekspor per kg: Empat dolar AS atau Rp 37.100 (kurs Rp 9.275 per dolar AS)
Ekspor Talas:
* Permintaan: 10 ton talas per hari
* Harga: Rp 4.000/kg
Ekspor biji kapok:
* Volume: 600 ton
* Harga: Rp 1.300/kg
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:44 PM RSUD BANTAENG SEGERA DILENGKAPI IRD MODERN
Bantaeng, 26/9 – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr H Anwar Makkatutu Bantaeng segera dilengkapi gedung Instalasi Rawat Darurat (IRD) modern yang baru.
Pembangunan gedung berukuran 18 X 25 meter bujur sangkar yang dibangun di atas tanah revitalisasi tersebut akan menghabiskan anggaran Rp 1,2 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan tersebut, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Ketua DPRD Hj Novrita Langgara, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin, dan unsur Muspida melakukan peletakan batu pertama, Sabtu (25/9).
Pembangunan ini merupakan rangkaian dari pembangunan rumah sakit modern berlantai 8 berskala internasional yang diharapkan selesai dalam tiga tahap, kata Direktur Utama RSUD Prof Dr H Anwar Makkatutu Bantaeng, dr H M Syafruddin Nurdin.
Tahap pertama penyiapan lahan, tahap kedua penyiapan dokumen amdal dan lainnya serta tahap letiga tahap konstruksi yang diharapkan dilaksanakan 2011. Khusus pembangunan IRD ini, diharapkan selesai pertengahan Desember 2010, tambahnya.
Masih menurut Dirut RSUD Bantaeng, meski rumah sakit ini bertaraf internasional, namun tetap berpihak kepada masyarakat miskin dengan menyiapkan 35 persen kelas 3 (di atas ketentuan yang hanya 25 persen).
Syafruddin optimistis rencana pembangunan ini akan berjalan sesuai jadwal karena adanya dukungan dari Kementerian Kesehatan. Dengan IRD baru dan modern ini, ruang bedah sudah terpisah dengan ruang pelayanan lainnya, termasuk pelayanan administrasi dan ruang tunggu serta ruang observasinya.
Kondisi tersebut sangat berbeda dengan kondisi saat ini yang masih bergabung dengan pelayanan lainnya sehingga pasien kerap terkena emotional stress.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik dan bangga terhadap perencanaan yang dilakukan pihak RSUD Prof Dr H Anwar Makkatutu. ‘’Saya sangat senang dan bangga terhadap perencanaan yang dilakukan pihak RSUD sehingga saya tinggal mencarikan dana penunjangnya saja,’’ terang Nurdin.
Perpaduan antara perencanaan dari bawah dan upaya pendanaan dari atas diyakini mampu memajukan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini. Bupati kemudian berharap kepada satuan kerja lainnya agar lebih banyak berinovasi.
‘’Jangan semua diserahkan kepada bupati. Apalagi bila selalu minta petunjuk. Lakukan saja. Bila sudah siap baru dilaporkan. Bupati tinggal meletakkan batu pertamanya. Kan enak, kalau begini,’’ tandasnya memuji kinerja Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu.
Ia kemudian mengemukakan berbagai rintangan dalam melakukan reklamasi pantai. ‘’Saya tidak tahu dimana kita bisa membangun rumah sakit ini seandainya tidak ada tanah hasil reklamasi ini,’’ tambahnya lagi.
Bupati Bantaeng juga menunjuk pembangunan Cekdam Balang Sikuyu, Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM dan fasilitas lainnya yang sudah dibangun dalam 2 tahun kepemimpinan pasangan Nurani (Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab.
Menyinggung soal dana pembangunan RSUD tersebut, ia mengatakan, tahun ini sudah ada Rp 50 miliar yang dilakukan untuk pembelian peralatan. Tahun 2011 diharapkan turun lagi Rp 168 miliar dan diharapkan tambahan Rp 68 miliar untuk pembelian city scan.
Dengan peralatan yang lengkap, RSUD Anwar Makkatutu diharapkan menjadi pusat rujukan di bagian selatan Sulsel. Dengan begitu, Bantaeng juga membantu rumah sakit di Makassar yang selama ini menjadi tujuan.
‘’Coba kita perhatikan, hampir setiap hari ambulance berjejer ke Makassar membawa pasien. Tapi, kalau sudah ada di Bantaeng, ambulance tersebut tak perlu lagi berjejer ke Makassar,’’ tambahnya.
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:46 PM BANTAENG DAPAT APBN RP 45 M UNTUK INFRASTRUKTUR JALAN
Bantaeng, 27/9 – Kabupaten Bantaeng tahun ini mendapat dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sebesar Rp 45 miliar. Dana sebesar itu dimaksudkan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kabupaten yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin (27/9). Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Plt Sekda Zainuddin dan Asisten I Muslimin. Menurut bupati, setiap penggunaan anggaran harus dapat menjangkau kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia berharap koordinasi antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Lurah dan Desa. Koordinasi sangat penting agar tidak menimbulkan tanggapan keliru masyarakat. ‘’Jangan nanti ada proyek bermasalah baru pak Camat dicari,’’ tutur Nurdin Abdullah yang berharap rapat tingkat kecamatan juga diaktifkan. Khusus jalan poros, Bupati Bantaeng mengatakan, harus bisa dijelaskan kepada masyarakat bahwa jalan tersebut merupakan jalan nasional yang sudah mulai dikerjakan. Jalan tersebut akan dikerjakan mulai dari perbatasan Jeneponto hingga Bulukumba. ‘’Sayangnya, masih ada kendala pembebasan tanah di Jeneponto,’’ terang bupati yang berharap, APBD 2011 lebih focus pada pengembangan desa. ‘’Mulai sekarang, lakukan pemantauan terhadap kebutuhan listrik, terutama masjid dan fasilitas umum di ibukota kecamatan agar ibukota kecamatan juga bersinar,’’ pintanya. Karena itu, ia berharap kepada para Camat, Lurah dan Kepala Desa agar lebih aktif melakukan sosialisasi sebab tanpa sosialisasi, masyarakat akan sulit mengetahui program yang masuk ke wilayahnya. ‘’Dampingi masyarakat dan beri pemahaman serta gambaran ke depan. Bangun sinergi agar setiap perkembangan diketahui. Jangan membuat masyarakat menjadi bingung. Tapi coba berfikir bagaimana Bantaeng ke depan,’’ tambah Nurdin Abdullah. Ia juga mengemukakan harapannya kepada Camat dan Kepala Desa agar mengawal program pengembangan tanaman talas karena komoditi ini dapat mengangkat pendapatan desa.(hms)
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:47 PM PEMBANGUNAN RUSUNAWA BANTAENG DIMULAI
Bantaeng, 14/10 – Proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk masyarakat Kabupaten Bantaeng, Senin (11/10) dimulai pembangunannya. Proyek yang berlokasi di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu seluas 7.338 meter bujur sangkar untuk 2 blok masing-masing berlantai lima dengan total kamar 180 kamar tersebut merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sedang Pemda Kabupaten Bantaeng hanya menyiapkan lahan. M Iskandar Adam, Ketua Panitia Pembangunan Rusunawa pertama di luar Kota Makassar yang dikerjakan kontraktor Makassar PT Putra Jaya serta konsultan Jakarta PT Blanctickindo Aneka ini dijadwalkan rampung Maret 2011. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik pembangunan perumahan vertikal pertama di bagian selatan Sulsel ini. ‘’Ini merupakan rahmat bagi Kabupaten Bantaeng karena proyek ini sebenarnya dimaksudkan mengantisipasi bangunan kumuh perkotaan,’’ urainya. Kementerian PU melalui Dirjen Cipta Karya juga masih menjanjikan pembangunan sebanyak 12 twin blok hingga 2013. Ini merupakan bukti kepedulian pmerintah pusat terhadap masyarakat Bantaeng dalam pemberian hunian yang layak. Karena itu, Nurdin Abdullah berharap, semua pihak, terutama masyarakat sekitar proyek agar memberikan dukungan hingga proyek ini bisa selesai tepat waktu. Menyinggung soal penempatan proyek disekitar pelabuhan, ia mengatakan, untuk menunjang pengoperasian Pelabuhan Mattoanging tahun 2011. Pelabuhan Mattoanging sendiri, sambung Bupati Nurdin Abdullah mendapat bantuan Rp 30 miliar untuk pembangunan terminal kontainer dan terminal penumpang yang juga akan dimulai pembangunannya 2011. Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, pelabuhan akan dilengkapi kapal cepat, jelas Bupati Nurdin Abdullah yang berharap ke depan, rumah-rumah kumuh di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini secara bertahap akan hilang. Ini sangat penting sebab Butta Toa, julukan Kabupaten Bantaeng diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel. Itulah sebabnya, pembangunan infrastruktur harus dapat dipacu sekaligus menyiasati keterbatasan lahan di daerah ini, tandasnya.(hms)
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:48 PM GUBERNUR SULSEL PANEN PADI BASMATI DI BANTAENG
Bantaeng, 29/9 – Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Kadis Pertanian Tenaman Pangan Lutfi Halide dan pejabat lainnya melakukan panen perdana padi varietas Basmati dan Taiken Japonika di Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa. Penanaman padi yang bibitnya diperoleh dari India dan Jepang di areal berketinggian 500-800 meter di atas permukaan laut tersebut dilakukan sebagai uji coba pengembangan komoditi yang disenangi masyarakat Timur tengah, khususnya Saudi Arabia dan Jepang tersebut. ‘’Kalau kita ke Tanah Suci, pasti kita jumpai beras ini. Dan itu, didatangkan dari Philipina. Ternyata di Bantaeng bisa tonji,’’ kata Gubernur Sulsel yang mengaku pernah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Saudi Arabia. ‘’Mereka mau menerima beras kita tapi jenis Basmati. Ternyata kita juga bisa kembangkan di Bantaeng. Karena itu, kami akan segera membahas kembali. Untuk pengembangannya, diharapkan tersedia lahan seluas 10 ribu Ha sebagai antisipasi,’’ urainya. Khusus beras Jepang, Syahrul berharap ada upaya mengawinkan dengan beras Sulsel sehingga ada karakter tersendiri, soalnya beras Jepang itu enak dan tahan. Tidak cepat rusak, tambahnya lagi. Gubernur pada kesempatan itu juga memuji Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang sudah melakukan lompatan jauh lebih cepat dibandingkan kabupaten lainnya di Sulsel, terutama di bidang pertanian. Selain padi-padian, Bantaeng juga mengembangkan pangan alternatif yang memiliki banyak manfaat yakni talas. ‘’Pengembangan tanaman yang banyak disukai masyarakat dunia ini juga merupakan lompatan yang jauh. Belum lagi bunga yang kalau semuanya bergerak bersama maka rakyat makin sejahtera. Meski begitu, Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Partai Golkar Sulsel berharap, semua pihak, termasuk seluruh masyarakat tetap menjaga kelestarian alam yang diberikan Allah. ‘’Pelihara alam dengan memanfaatkan segenap isinya dengan baik dan benar. Jaga pohon dan hutan agar air terjaga dan pada gilirannya lahan persawahan dapat teraliri dengan baik,’’ ujarnya. Ia kemudian meminta kepada seluruh aparat dan masyarakat untuk membantu program bupati bersama jajarannya agar ada kehidupan yang lebih baik. Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, panen kedua jenis padi ini merupakana rahmat bagi masyarakat Kabupaten Bantaeng. Nurdin mengatakan, perkembangan dalam dua tahun terakhir di bidang pertanian sangat dirasakan. ‘’Kita sudah mampu menyiapkan bibit untuk kebutuhan masyarakat,’’ terangnya seraya menyebut sejumlah komoditi lainnya yang dikembangkan, termasuk stroberi, apel dan bunga di Kecamatan Ulu Ere. ‘’Insya Allah, tahun depan kami akan mengundang bapak Gubernur untuk panen apel di Kecamatan Ulu Ere,’’ tambah Bupati Nurdin Abdullah sembari memperkenalkan komoditi talas safira yang merupakan komoditas ekspor. Komoditas yang disenangi di luar negeri, khususnya Jepang ini memiliki kandungan kolagen yang tinggi dan baik bagi penderita kanker dan diabetes karena berkalori rendah. Tentang pasar, Nurdin Abdullah mengatakan, mitra Kabupaten Bantaeng yaitu Global Seafood menguasai 60 persen pasar talas dunia. Karenanya, kita tidak khawatir soal pemasarannya, jelasnya lagi.(hms)
Putra Bantaeng October 18th, 2010, 03:51 PM Pembangunan Cekdam Pengendali Banjir Dimulai
i
Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Pembangunan Cekdam pengendali banjir di Sungai Balang Sikuyu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dimulai.
Sebagai tanda dimulainya proyek bernilai Rp14 miliar lebih tersebut, Wahil Gubernur Sulsel, H Agus Arifin Nu'mang bersama Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah melakukan peletakan batu pertama, Jumat.
Peletakan batu pertama Cekdam setinggi 10 meter dengan bentangan 138 meter disaksikan Kadis Praswil Sulsel, Abd Latif, unsur Muspida, Satuan Kerja Pemrintah Daerah (SKPD) dan pejabat terkait lainnya.
Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang berharap, pembangunan Cekdam multi fungsi ini dapat berjalan sesuai rencana. Ia juga berharap kepada masyarakat di sekitar agar memberi dukungan sebab Cekdam ini memiliki arti penting yang tak hanya sebagai pencegah banjir di musim hujan tetapi juga menyimpan air di musim kemarau serta menjadi tempat rekreasi baru.
Bila Cekdam ini selesai, akan melengkapi kompleksitas Kabupaten Bantaeng yang memiliki wilayah pegunungan, laut dan dataran rendah. Ia juga memuji kepiawaian Bupati Bantaeng yang mampu menyerap dana APBN.
Kemampuan lobi bupati patut diacungi jempol. Inilah hakekat otonomi daerah yang sebenarnya sebab bupati mendapat dana tanpa membuat provinsi menjadi pusing, tambah Wakil Gubernur yang menilai Bupati Nurdin Abdullah mengetahui dan mengerti betul potensi wilayahnya serta memiliki kemampuan lobi untuk mengolah potensi yang dimilikinya.
Agar Cekdam ini dapat dipergunakan dalam jangka panjang, ia berharap masyarakat tetap melakukan penghijauan dan melestarikan hutan yang ada sebagai pohon merupakan sumber air. Kondisi itu patut diperhatikan, terutama menghadapi perubahan iklim dalam beberapa waktu belakangan.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah melaporkan, pembangunan Cekdam dilakukan setelah dilakukan survei penyebab banjir yang melanda Kota Bantaeng. Dari delapan sungai yang menjadi sumber air, sungai Balang Sikuyu memiliki andil paling besar terhadap banjir di kota.
Karena itu, ia berharap, kehadiran Cekdam akan membebaskan Kota Bantaeng dari banjir, sekaligus menjadi penyimpan air pada musim kemarau dan dapat dijadikan area pariwisata. Ini juga dilakukan sebagai antisipasi gejala kekurangan air padahal daerah ini memiliki potensi air yang cukup baik.
kang rey October 18th, 2010, 04:55 PM copas dari google
http://img530.imageshack.us/img530/9306/thenewbantaeng.jpg
eurico October 19th, 2010, 01:40 AM Wah selamat atas dibukanya thread Bantaeng New City ini, menurut saya alangkah lebih baik apabila judul threadnya diganti menjadi Bantaeng Project and Development, sehingga kedepannya tidak hanya berita n update proyek Bantaeng New City saja yg tercover dan cakupannya lebih luas, ini saran saja untuk thread starternya, cheers
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 04:57 AM makasih mas.. atas sarannya.. tapi bagaimana ya cara mengubah judul threadnya???
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 05:02 AM http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/31144058.jpg
Bantaeng Bentuk Brigade Siaga Bencana
Bantaeng, RCA News- Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyiagakan Brigade Siaga Bencana menyusul kondisi cuaca buruk dalam beberapa pekan terakhir. Brigade ini terdiri atas tim dokter, satgas pemadam, dan tim evakuasi.
Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Siaga Bencana Bantaeng, Abdullah Taibe mengatakan, untuk menunjang kerja tim tersebut, disiagakan kendaraan pemadam kabakaran dan kendaraan penyuplainya masing-masing tiga unit. Terdapat enam unit ambulans dan tiga unit perahu evakuasi.
"Kami upayakan semaksimal mungkin agar tim ini bisa mengantisipasi semua musibah kecil dan besar, baik di darat maupun laut," katanya sambil menghimbau masyarakat segera menghubungi 113, 118 dan 22724 bila terjadi musibah di sekitarnya.
Keanggotaan Brigade Siaga Bencana masing-masing, delapan anggota tim SAR, 15 Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan 40 tenaga medis, dan tiga dokter terlatih bencana. Mereka kini dalam kondisi siaga 24 jam.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 05:11 AM mas gmn cara mengubah judul threadx ya....
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 05:30 AM http:////i48.tinypic.com/4lz7t.jpg
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 05:43 AM http://i47.tinypic.com/bevyu.jpg
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 05:44 AM http://i45.tinypic.com/14syxac.jpg
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 05:46 AM http://i47.tinypic.com/25s0b9j.jpg
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 05:47 AM http://i47.tinypic.com/k0q9f7.jpg
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 05:49 AM http://i50.tinypic.com/21ndzz8.jpg
bkz010019 October 19th, 2010, 06:00 AM @Putra Bantaeng: coba deh lihat di http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=515217
Itu addres gambar diselipkan diantara xxxxxxxx
Jadi copy image address (= xxxxxxxxxxx) kemudian selipkan diantara
Semoga berhasil......
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 06:07 AM Terima kasih.. atas infox..
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 06:14 AM http://i46.tinypic.com/2rd7rk5.jpg
http://i50.tinypic.com/ou3ae1.jpg
Penguasa Bonthain periode 2008-2013 (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) memiliki keinginan yang kuat dalam mewujudkan Bonthain yang lebih maju ke depannya. Sebuah rumah sakit moderen akan dibangun bersamaan dengan Bonthain Beach Hotel. Rumah sakit yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bantaeng. Bahkan lebih luas lagi hingga ke daerah tetangga yakni Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Selayar.
Insya Allah disini akan dibangun RSUD Prof. DR. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng
Kalimat ini tertulis pada spanduk yang dibentangkan di lokasi rencana pembangunan rumah sakit tersebut.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 06:17 AM http:///upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/aa/Lambang_Daerah_Kabupaten_Bantaeng.jpg
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 06:19 AM http:////3.bp.blogspot.com/_2v_bPUkEngA/SV4SY1sj4FI/AAAAAAAAAGc/QGbdgeU21y8/s1600-h/Peta+Bantaeng3.jpg
Kabupaten Bantaeng adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Terletak dibagian selatan provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 395,83 km² atau 39.583 Ha, yang dirinci berdasarkan Lahan Sawah mencapai 7.253 Ha (18,32%) dan Lahan Kering mencapai 32.330 Ha. Secara administrasi Kabupaten Bantaeng terdiri atas 8 kecamatan yang terbagi atas 21 kelurahan dan 46 desa. Jumlah penduduk mencapai 170.057 jiwa (sumber data BPS Bantaeng 2008). Kabupaten Bantaeng terletak di daerah pantai yang memanjang pada bagian barat dan timur sepanjang 21,5 kilometer yang cukup potensial untuk perkembangan perikanan dan rumput laut.
Bantaeng Butta toa
Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak pada titik 5o21'23"-5o35'26" lintang selatan dan 119o51'42"-120o5'26"bujur timur. Berjarak 125 Km kearah selatan dari Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayahnya mencapai 395,83 Km2, dengan jumlah penduduk 170.057 jiwa (2006) dengan rincian Laki-laki sebanyak 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa. Terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan. Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang. Sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.
Kabupaten Bantaeng yang luasnya mencapai 0,63% dari luas Sulawesi Selatan, masih memiliki potensi alam untuk dikembangkan lebih lanjut. Lahan yang dimilikinya ±39.583 Ha. Di Kabupaten Bantaeng mempunyai hutan produksi terbatas 1.262 Hektar dan hutan lindung 2.773 hektare. secara keseluruhan luas kawasan hutan menurut fungsinya di kabupaten Bantaeng sebesar 6.222 Hektar (2006).
Karena sebagian besar penduduknya petani, maka wajar bila Bantaeng sangat mengandalkan sektor pertanian. Masuk dalam pengembangan Karaeng Lompo sebab memang jenis tanaman sayur-sayurannya sudah berkembang pesat selama ini. Kentang adalah salah satu tanaman holtikultura yang paling menonjol. Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai 4.847 ton (2006). Selain kentang, holtikultura lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton, dan buah-buahan seperti pisang dan mangga. Perkembangan produksi perkebunan, khususnya komoditi utama mengalami peningkatan yang cukup berarti.
Sektor industri menjadi pilihan kedua untuk dikembangkan di Kabupaten Bantaeng yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pengembangan sektor industri sangat berpeluang dimasa mendatang, namun membutuhkan investor yang sangat kuat. Dengan perkembangan sektor industri, dampaknya sangat positif, sebab disamping meningkatkan pendapatan masyarakat juga menyerap banyak tenaga kerja. Industri-industri yang berkembang antara lain adalah industri pembersih biji kemiri, pembuatan gula merah, pertenunan godongan, pembuatan perabot rumah tangga dari kayu, anyaman bambu atau daun lontar, dan lain-lain.
Pariwisata Sektor lain yang perlu diperhitungkan adalah sektor pariwisata. Kabupaten Bantaeng memiliki peninggalan sejarah yang tercatat dalam buku-buku sejarah. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi. Tak heran memang jika pemerintah kabupaten setempat sangat menaruh perhatian terhadap pariwisata. Terbukti direnovasinya berbagai objek wisata alam menjadi tempat menarik, sepeti permandian alam Bissappu. Juga dipeliharanya peningalan-peninggalan sejarah seperti Balla Tujua yang merupakan kebanggaan masyarakat setempat.
Kabupaten Bantaeng terus berpacu dengan daerah lainnya dengan mengembangkan penataan kota melaui pembuatan taman, drainase, lampu jalan, dan lain-lain
Sejarah Yang Terlupakan
Komunitas Onto memiliki sejarah tersendiri yang menjadi cikal bakal Bantaeng. Menurut Karaeng Imran Masualle salah satu generasi penerus dari kerajaan Bantaeng, dulunya daerah Bantaeng ini masih berupa lautan. Hanya beberapa tempat tertentu saja yang berupa daratan yaitu daerah Onto dan beberapa daerah di sekitarnya yaitu Sinoa, Bisampole, Gantarang keke, Mamapang, Katapang dan Lawi-Lawi. Masing-masing daerah ini memiliki pemimpin sendiri-sendiri yang disebut dengan Kare’. Suatu ketika para Kare yang semuanya ada tujuh orang tersebut, bermufakat untuk mengangkat satu orang yang akan memimpin mereka semua.
Sebelum itu mereka sepakat untuk melakukan pertapaan lebih dulu, untuk meminta petunjuk kepada Dewata (Yang Maha Kuasa) siapa kira-kira yang tepat menjadi pemimpin mereka. Lokasi pertapaan yang dipilih adalah daerah Onto. Ketujuh Kare itu kemudian bersamadi di tempat itu. Tempat-tempat samadi itu sekarang disimbolkan dengan Balla Tujua (tujuh rumah kecil yang beratap, berdidinding dan bertiang bambu). Pada saat mereka bersemadi, turunlah cahaya ke Kare Bisampole (Pimpinan daerah Bisampole) dan terdengar suara :”Apangaseng antu Nuboya Nakadinging-dinginganna” (Apa yang engkau cari dalam cuaca dingin seperti ini). Lalu Kare Bisampole menjelaskan maksud kedatangannya untuk mencari orang yang tepat memimpin mereka semua, agar tidak lagi terpisah-pisah seperti sekarang ini. Lalu kembali terdengar suara: “Ammuko mangemako rimamampang ribuangayya Risalu Cinranayya (Besok datanglah kesatu tempat permandian yang terbuat dari bamboo).
Keesokan harinya mereka mencari tempat yang dimaksud di daerah Onto. Di tempat itu mereka menemukan seorang laki-laki sedang mandi. “Inilah kemudian yang disebut dengan To Manurunga ri Onto,” jelas Karaeng Burhanuddin salah seorang dari generasi kerajaan Bantaeng. Lalu ketujuh Kare menyampaikan tujuannya untuk mencari pemimpin, sekaligus meminta Tomanurung untuk memimpin mereka. Tomanurung menyatakan kesediaannya, tapi dengan syarat. “Eroja nuangka anjari Karaeng, tapi nakkepa anging kau leko kayu, nakke je’ne massolong ikau sampara mamanyu” (saya mau diangkat menjadi raja pemimpin kalian tapi saya ibarat angin dan kalian adalah ibarat daun, saya air yang mengalir dan kalian adalah kayu yang hanyut),” kata Tomanurung.
Ketujuh Kare, yang diwakili oleh Kare Bisampole pun menyahut; “Kutarimai Pakpalanu tapi kualleko pammajiki tangkualleko pakkodii, Kualleko tambara tangkualleko racung.” (Saya terima permintaanmu tapi kau hanya kuangkat jadi raja untuk mendatangkan kebaikan dan bukan untuk keburukan, juga engkau kuangkat jadi raja untuk jadi obat dan bukannya racun). Maka jadilah Tomanurung ri Onto ini sebagai raja bagi mereka semua. Dan pada saat ia memandang ke segala penjuru maka daerah yang tadinya laut berubah menjadi daratan. Tomanurung ini sendiri lalu mengawini gadis Onto yang dijuluki Dampang Onto (Gadis jelitanya Onto)
Setelah itu mereka pun berangkat ke arah yang sekarang disebut gamacayya. Di satu tempat mereka bernaung di bawah pohon lalu bertanyalah Tomanurung pohon apa ini, dijawab oleh Kare Bisampole: Pohon Taeng sambil memandang kearah enam kare yang lain. Serentak kenam kare yang lain menyatakan Ba’ (tanda membenarkan dalam bahasa setempat). Dari sinilah kemudian muncul kata Bantaeng dari dua kata tadi yaitu Ba’ dan Taeng jelas Karaeng Imran Masualle.
Konon karena daerah Onto ini menjadi daerah sakral dan perlindungan bagi keturunan raja Bnataeng bila mendapat masaalah yang besar, maka bagi anak keturunan kerajaan tidak boleh sembarangan memasuki daerah ini, kecuali diserang musuh atau dipakaikan dulu tanduk dari emas. Namun kini hal itu hanya cerita. Karena menurut Karaeng Burhanuddin semua itu telah berubah akibat kebijakan Pemda yang telah melakukan tata ruang terhadap daerah ini. Kini Kesakralan daerah itu hanya tinggal kenangan.
Tanggal 7 (Tujuh) menunjukkan simbol Balla Tujua di Onto, dan Tau Tujua yang memerintah dimasa lalu, yaitu : Kare Onto, Bissampole, Sinowa, Gantarangkeke, Mamampang, Mamampang, Katapang dan Lawi-Lawi.
Selain itu, sejarah menunjukkan, bahwa pada tanggal 7 Juli 1667 terjadi perang Makassar, dimana tentara Belanda mendarat lebih dahulu di Bantaeng sebelum menyerang Gowa karena letaknya yang strategis sebagai bandar pelabuhan dan lumbung pasngan Kerajaan Gowa. Serangan Belanda tersebut gagal, karena ternyata dengan semangat patriotiseme rakyat Bantaeng sebagai bagian Kerajaan Gowa pada waktu itu mengadakan perlawanan besar-besaran.
Bulan 12 (dua belas),menunjukkan sistim Hadat 12 atau semacam DPRD sekarang, yang terdiri dari perwakilan rakyat melalui Unsur Jannang (Kepala Kampung) sebagai anggotanya, yang secara demokratis mennetapkan kebijaksanaan pemerintahan bersama Karaeng Bantaeng.
Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin, telah dinyatakan wilayah Bantaeng sudah ada, ketika kerajaan Singosari dibawah pemerintahan Raja Kertanegaramemperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjalin hubungan niaga pada tahun 1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.
Bahkan menurut Prof. Nurudin Syahadat, Bantaeng sudah ada sejak tahun 500 masehi, sehiongga dijuluki Butta Toa atau Tanah Tuo (Tanah bersejarah).
selanjutnya laporan peneliti Amerika Serikat Wayne A. Bougas menyatakan Bantayan adalah Kerajaan Makassar awal tahun 1200-1600, dibuktikan dengan ditemukannya penelitian arkeolog dan para penggali keramik pada bagian penting wilayah Bantaeng yakni berasal dari dinasti Sung (960-1279) dan dari dinasti Yuan (1279-1368).
Dengan demikian, maka sesuai kesepakatan yang telah dicapai oleh para pakar sejarah,sesepuh dan tokoh masyarakat Bantaeng pada tanggal 2-4 Juli 1999. berdasarkan Keputusan Mubes KKB nomor 12/Mubes KKB/VII/1999 tanggal 4 Juli 1999 tentang penetapan Hari Jadi Bantaeng maupun kesepatan anggota DPRD Tingkat II Bantaeng, telah memutuskan bahwa sangat tepat Hari Jadi Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254, Peraturan Daerah Nomor: 28 tahun 1999.
1. Bantayan pada awalnya sebagai Kerajaan yakni tahun 1254 - 1293 yang mana diperintah oleh Mula Tau yang bergelar To Toa
yang memimpin Kerajaan Bantaeng yang terdiri dari 7 Kawasan yang masing diantaranya dipimpin oleh Karaeng,
yaitu Kare Onto, Kare Bissampole, Kare Sinoa, Kare Gantarang Keke, Kare Mamampang, Kare Katampang dan Kare Lawi-Lawi,
yang semua Kare tersebut dikenal dengan nama “Tau Tujua”
2. Sesudah Mula Tau, maka Raja kedua yang memerintah yaitu Raja Massaniaga pada tahun 1293.
3. Pada tahun 1293 - 1332 dipimpin oleh To Manurung atau yang bergelar Karaeng Loeya.
4. Tahun 1332 - 1362 dipimpin oleh Massaniaga Maratung.
5. Tahun 1368 - 1397 dipimpin oleh Maradiya.
6. Tahun 1397 - 1425 dipimpin oleh Massanigaya.
7. Tahun 1425 - 1453 dipimpin oleh I Janggong yang bergelar Karaeng Loeya.
8. Tahun 1453 - 1482 dipimpin oleh Massaniga Karaeng Bangsa Niaga.
9. Tahun 1482 - 1509 dipimpin oleh Daengta Karaeng Putu Dala atau disebut Punta Dolangang.
10. Tahun 1509 - 1532 dipimpin oleh Daengta Karaeng Pueya.
11. Tahun 1532 - 1560 dipimpin oleh Daengta Karaeng Dewata.
12. Tahun 1560 - 1576 dipimpin oleh I Buce Karaeng Bondeng Tuni Tambanga.
13. Tahun 1576 - 1590 dipimpin oleh I Marawang Karaeng Barrang Tumaparisika Bokona.
14. Tahun 1590 - 1620 dipimpin oleh Massakirang Daeng Mamangung Karaeng Majjombea Matinroa ri Jalanjang Latenri Rua.
15. Tahun 1620 - 1652 dipimpin oleh Daengta Karaeng Bonang yang bergelar Karaeng Loeya.
16. Tahun 1652 - 1670 dipimpin oleh Daengta Karaeng Baso To Ilanga ri Tamallangnge.
17. Tahun 1670 - 1672 dipimpin oleh Mangkawani Daeng Talele.
18. Tahun 1672 - 1687 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Baso ( kedua kalinya ).
19. Tahun 1687 - 1724 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Ngalle.
20. Tahun 1724 - 1756 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Manangkasi.
21. Tahun 1756 - 1787 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Loka.
22. Tahun 1787 - 1825 dipimpin oleh Ibagala Daeng Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang.
23. Tahun 1825 - 1826 dipimpin oleh La Tjalleng To Mangnguliling Karaeng Tallu Dongkonga ri Bantaeng
yang bergelar Karaeng Loeya ri Lembang.
24. Tahun 1826 - 1830 dipimpin oleh Daeng To Nace ( Janda Permaisuri, Kr. Bagala Dg. Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang ).
25. Tahun 1830 - 1850 dipimpin oleh Mappaumba Daeng To Magassing.
26. Tahun 1850 - 1860 dipimpin oleh Daeng To Pasaurang.
27. Tahun 1860 - 1866 dipimpin oleh Karaeng Basunu.
28. Tahun 1866 - 1877 dipimpin oleh Karaeng Butung.
29. Tahun 1877 - 1913 dipimpin oleh Karaeng Panawang.
30. Tahun 1913 - 1933 dipimpin oleh Karaeng Pawiloi.
31. Tahun 1933 - 1939 dipimpin oleh Karaeng Mangkala
32. Tahun 1939 - 1945 dipimpin oleh Karaeng Andi Mannapiang
33. Tahun 1945 - 1950 dipimpin oleh Karaeng Pawiloi (kedua kalinya).
34. Tahun 1950 - 1952 dipimpin oleh Karaeng Andi Mannapiang (kedua kalinya).
35. Tahun 1952 - Karaeng Massoelle ( sebagai pelaksana tugas ).
Sejak terbentuknya Kabupaten daerah Tingkat II Bantaeng berdasarkasn UU Nomor 29 Tahun 1959, Bupati Kepala Daerah Tingkat II yang pertama dilantik pada tanggal 1 Pebruari 1960. Adapun pejabat pemerintahan sejak terbentuknya Kabupaten Bantaeng sebagai berikut:
1. A. Rifai Bulu Tahun 1960-1965.
2. Aru Saleh Tahun 1965-1966.
3. Solthan Tahun 1966-1971.
4. H. Solthan Tahun 1971-1978.
5. Drs. H. Darwis Wahab Tahun 1978-1988.
6. Drs. H. Malingkai Maknun Tahun 1988-1993.
7. Drs. H. said Saggaf Tahun 1993-1998.
8. Drs. H. Azikin Solthan, M. Si Tahun 1998 - 2008.
9. Prof.Dr.Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr Tahun 2008 - 2013.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 06:22 AM http://firstly.files.wordpress.com/2008/06/gedung-bcec.jpg
Lab Bantaeng Cyber Education Center. Jl. Sungai Bialo No. 6 Kab. Bantaeng.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 06:37 AM Bantaeng Pasok Bunga Segar ke Makassar
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Bunga krisan
BANTAENG, KOMPAS.com- Kabupaten Bantaeng diharapkan bisa memasok kebutuhan bunga segar ke Kota Makassar. Kebutuhan bunga segar tersebut cukup besar, terutama pada musim pengantin dan berbagai acara besar yang dilakukan di ibukota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.
Demikian dikatakan Direktur Utama Toko Bunga Kota Makassar, Yeni Saleh, di Bantaeng, Jumat kemarin, ketika saat menyertai Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPD PAI) Sulsel Hj Murlina Muallim yang melantik pengurus PAI Kabupaten Bantaeng periode 2010-2012.
Pengurus yang dilantik masing-masing Ketua Hj Lies F Nurdin, Wakil Ketua Hj Andi Emma Asli Mustadjab, Sekretaris Sri Rubiatun Arif, Wakil Sekretaris Rahmania Syamsul, Bendahara Aisyah Agus, Wakil Bendahara Hj Inzana dan sejumlah bidang.
Menurut Yeni, selama ini pihaknya mendapat pasokan bunga segar dari Surabaya dan Jakarta, minimal tiga kali sepekan. Sedangkan pada waktu-waktu tertentu seperti pada musim pengantin dan kegiatan besar, pasokan dari Jawa tersebut meningkat hingga lima kali sepekan.
Karena itulah, ia berharap petani bunga di Kabupaten Bantaeng bisa memasok kebutuhan bunga di Koya agar bisa irit dari sisi transport. Yeni Optimistis, bila kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini bisa memenuhi kebutuhan bunganya, maka harga bunga bisa ditekan.
Menurut Yeni Saleh, bunga yang didatangkan dari Jawa umumnya juga tumbuh di kabupaten berjuluk Butta Toa ini, seperti krissan, mawar, dan sedap malam.
Selain bunga-bungaan, Kota Makassar juga membutuhkan daun-daunan segar seperti philo denro, rustus, florida biuti dan beberapa jenis lainnya yang tumbuh di daerah bersuhu udara dingin.
Menurut dia, kebutuhan bunga segar tak hanya untuk pembuatan papan ucapan tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan hotel yang semakin banyak di Makassar.
Ia optimistis, bila petani bunga mengembangkan tanaman hias tersebut, pengusaha bunga di Makassar akan menyambut baik karena sudah ada kedekatan tanpa harus berharap dari Jawa.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 06:48 AM http://www.jayakonsul.com/wp-content/gallery/pt-bank-sulsel/bank-sulsel-bantaeng.png
Gedung Bank SulSel Kabupaten Bantaeng
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 06:50 AM http://i47.tinypic.com/2n1e2ah.jpg
Rumah Adat Bantaeng
Balla' Lompoa in Bonthain
Hampir di tiap daerah dikenal yang namanya Balla' Lompoa. Dalam konteks besarnya di wilayah Sulawesi Selatan, dikenal Balla' Lompoa di Kabupaten Gowa. Merupakan tempat bermukimnya raja-raja Gowa pada zamannya. Demikian halnya dengan Balla' Lompoa Bantaeng, merupakan tempat bermukim para raja Bantaeng dahulu kala. Salah satu obyek wisata yang dapat dikunjungi para wisatawan bila berkunjung ke Bonthain.
Balla' Lompoa berarti Rumah (Balla') Besar (Lompoa/Lompoa). Layak disebut besar karena ukurannya yang terbilang amat besar dibandingkan rumah lainnya. Mungkin saat ini tidak patut lagi disebut besar karena telah banyak bangunan/rumah yang lebih besar dari Balla' Lompoa. Namun, di zamannya tidak ada yang mampu menyaingi kebesarannya.
Ukurannya mencapai 1.617 Kilometer persegi, jumlah tiangnya pun tak lazim. Puluhan tiang menyangga rumah tersebut menjadikannya lebih besar dan tinggi dibanding bangunan disekitarnya. Kemegahannya mencerminkan kekuasaan yang dipegang sang raja.
Balla' Lompoa di Bonthain banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Kedatangannya tidak sekedar melihat bangunan dari luar. Namun, lebih untuk melihat peninggalan apa saja yang tersimpan di rumah tersebut. Banyak barang bersejarah peninggalan Raja-raja Bantaeng masih tersimpan rapi disana. Misalnya Badik, Selendang, Gong, Guci, Lipa' (Sarung), Alat Dapur, Tempat Tidur, Pedang dan sebagainya.
Keseluruhan alat dimaksud dijaga dengan baik oleh seorang Pinati (Penjaga) yang ditugaskan oleh pewaris kerajaan. Pinati ini semacam Sejarahwan yang mengetahui benar seluk-beluk sejarah Bonthain, termasuk kisah Balla' Lompoa dan isinya. Oleh pihak pewaris kerajaan, tiap tahunnya dilakukan pencucian benda-benda pusaka. Kegiatan ini lazim disebut dengan Accera' Kalompoang.
Bila anda berniat berkunjung ke Bonthain, mampirlah sejenak di Balla' Lompoa sebelum mengunjungi obyek wisata lainnya. Letaknya di Jl. Dr. Ratulangi Kelurahan Letta Kecamatan Bantaeng. Amat mudah menemukannya karena lokasinya amat strategis di lintasan poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 07:20 AM http://i47.tinypic.com/dh7pd2.jpg
Loka Camp (Resort & Outbound)
Mengunjungi Bonthain yang terletak di Propinsi Sulawesi Selatan dengan jarak tempuh 120 Km arah selatan Kota DAENG, tak lengkap jika tidak berkunjung ke LOKA CAMP. Sebuah lokasi wisata alam bebas yang kini tren di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas. Loka Camp merupakan lokasi wisata alam bebas PERTAMA di Sulawesi Selatan. Bahkan lebih besar lagi, sesuai data tertulis yang dijadikan acuan Black Community and Black In News of Bonthain, Loka Camp menjadi yang pertama berkiprah di kawasan Indonesia Timur yang memulai debutnya sejak tahun 2000 silam.
http://13227343.jpg
http://http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/13227343.jpg
Loka Camp menerapkan sebuah konsep KEGIATAN di ALAM BEBAS yang dilakukan dalam suasana NON FORMIL dan menggabungkan beberapa unsur di dalamnya, yakni :
1. PENGEMBANGAN DIRI
2. REKREASI
3. OLAH RAGA
Secara umum LOKA CAMP didirikan dengan tujuan untuk menggali dan meningkatkan POTENSI DIRI berupa :
1. KEPEMIMPINAN (Leadership)
2. KERJASAMA TIM (Team Work)
a. KEPERCAYAAN DIRI (Self Confidence)
b. KEMAMPUAN KOMUNIKASI (Communication Skill)
3. KEMAMPUAN BERTAHAN HIDUP DALAM SITUASI SULIT (Survival)
Untuk Autoblackthrough goes to campus LOKA CAMP, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor, baik Black Motor Community (roda 2) maupun Black Car Community (roda 4) dengan jarak tempuh 120 Km dari arah Makassar menuju Bantaeng. Selanjutnya dari kota Bantaeng menuju LOKA dapat ditempuh dengan jarak 18 Km selama ± 30 menit perjalanan.
Wisata Alam Bebas LOKA CAMP menyediakan fasilitas berupa
RESORT dan OUTBOUND atau lazim dikenal dengan sebutan ROPE COURSE
Fasilitas RESORT berupa gedung penginapan bernuansa alam. Pengunjung dapat pula menggunakan tenda-tenda Dome sebagai pengganti gedung serba mewah yang sudah lazim digunakan di kota.
Sementara untuk fitur Outbound...
LOKA CAMP menggerakkan Baling-baling Adventure Team (BAT) sebagai Field Crew dalam mengarahkan para pengunjung menggunakan fasilitas ROPE COURSE yang disediakan.
ROPE COURSE and GAMES terdiri dari :
1. ICE BREAKING terdiri dari :
- OH, MY B’DAY
- YOURT CIRCLE
- GROUP JUGGLING
- ENJOY YOUR PUZZLE
- YEL-YEL
- A TO Z -------- 7 UP
- POISON SNAKE
EFEK/MANFAAT/TUJUAN :
>Memecahkan suasana beku antara Peserta atau Peserta dengan Instruktur
2. HIGH ELEMENT terdiri dari :
- FLYING FOX
- HEEBIE JEEBIE
- REACH D’ STAR
- CAT WALK
- SKY NET
- TOP BRIDGE
- BURMA BRIDGE
- PAMPER POLE
EFEK/MANFAAT/TUJUAN :
>Mengalahkan rasa takut
>Menumbuhkan sikap berani mengambil keputusan
>Tidak takut GAGAL
3. FUN GAME terdiri dari :
- SATELLITE
- WAR ROPE 4
- SPEEDY ROPE BODY
- ROPE BALL
- FILL IT !
- LONGGEST BRIDGE
- TROLLEY
- CARROT BALL
- HOG CALL
EFEK/MANFAAT/TUJUAN :
>Membangun Kemampuan Komunikasi
>Menumbuhkan rasa saling PERCAYA
>Menumbuhkan Orientasi TARGET
4. ADVENTURE terdiri dari :
- CAMPING
- HIKING
- ORIENTEERING
- TRACKING
- RAPPELING
- CLIMBING
- PAINT BALL
- RAFTING
- SURVIVAL
EFEK/MANFAAT/TUJUAN :
>Menumbuhkan sikap MANDIRI
>Menumbuhkan kemampuan beradaptasi terhadap LINGKUNGAN BARU
>Menumbuhkan keberanian menghadapi TANTANGAN
>Melatih hidup dalam situasi SULIT
http://i49.tinypic.com/55s2mr.jpg
http://i46.tinypic.com/zmbixj.jpg
http://i50.tinypic.com/iokqag.jpg
http://i50.tinypic.com/21d2yf.jpg
Anda berminat dan butuh informasi lebih lanjut, hubungi :
Sekretariat
LOKA CAMP
(Resort & Outbound)
Bonthain-South Sulawesi
Ir. Arfan Doktrin (Manager)
Baling-baling Restaurant & Cafe
Jl. Raya Lanto No. 1 Bantaeng
+62413-23108
+6241323109
+6285255888828
http://lokacamp.blogspot.com/
http://www.facebook.com/group.php?gid=100976918287
loka.camp@yahoo.co.id
Marketing
Jl. Kumala II No. 2 Makassar
Publish
Ambae.exe
(Computer Application, Maintenance and Supplies)
Jl. T. A. Gani IV Lr. 4 No. 12 Bantaeng
http://ambaeexe.blogspot.com/
MAIN CAMP
Kampung Loka
Desa Bonto Marannu
Kecamatan Ulu Ere
Kabupaten Bantaeng
Propinsi Sulawesi Selatan
Republik Indonesia
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 07:32 AM http://www.bantaeng.go.id/berita/143.jpg
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 07:52 AM Ekonomi Bantaeng Tumbuh 7,32 Persen
BANTAENG -- Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng tumbuh di atas satu satu persen selama dua tahun terakhir. Perekonomian yang terjadi selama 2009 berkontribusi pada capaian 7,32 persen dari 6,2 persen pada 2008.
Kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi tersebut diungkapkan Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) 2009 dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Bantaeng, Jumat 30 April. Sidang ini dipimpin Ketua DPRD Bantaeng, Novrita Langgara.
Nurdin mengatakan, berdasarkan data BPS pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen baru dicapai selama lebih dari satu dasawarsa pascakrisis ekonomi melanda. "Pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) perkapita masyarakat pada 2009 mencapai Rp 8,8 juta lebih," kata Nurdin.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bantaeng yang berada pada posisi 69,87 persen tergolong IPM menengah. Posisinya berada pada peringkat keenambelas dari 24 kabupaten/kota se Sulsel. Pada 2008 lalu, IPM Bantaeng pada peringkat ketujuhbelas.
"Berdasarkan data BPS, jumlah kepala keluarga miskin pada 2009 dapat ditekan di atas 10 persen yakni, dari 52,01 persen menjadi 40,13 persen," urainya.
Beberapa industri, lanjut Nurdin, juga sudah masuk ke Bantaeng di antaranya, PT Global Seafood International Indonesia (GSII) dan industri pengisian gas elpiji dengan investasi di atas Rp 100 miliar. GSII merupakan perusahaan yang memproduksi hasil perikanan olahan (surimi) dengan nama Surimi Bantaeng. Produk talas yang juga diekspor ke Jepang menggunakan nama Satoimo Bantaeng.
"Salah satu komoditi unggulan baru adalah talas. Komoditi talas memiliki prospek yang baik. Setiap hektar lahan perkebunan bisa menghasilkan 40 ton. Bila harganya Rp 5000 per kilogram, maka petani bisa meraup Rp 200 juta setiap kali panen,’’ urainya. (syr)
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 07:54 AM Wilayah Selatan Sulsel Tumbuh Pesat
Bantaeng (ANTARA News) - Wilayah bagian selatan Sulawesi Selatan mengalami pertunbuhan pesat dalam kurun waku setahun terakhir, kata Pimpinan Bank Indonesia (BI) Makassar Lambo Antonius Siahaan saat bertemu Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Jumat.
Pertubuhan ekonomi di wilayah meliputi Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto dan Selayar itu mencapai 143,50 persen, kata Lambo.
Pemimpin BI Makassar itu menyebutkan, pertumbuhan pesat wilayah selatan Sulsel terutama sejak Nurdin Abdullah memimpin Bantaeng.
Sejumlah investasi sudah hadir dalam setahun terakhir, termasuk investasi pengolahan ikan milik PT Global Seafood International Indonesia (GSII), industri pengisian tabung gas 3 kg, pembangunan hotel dan sejumlah investasi lainnya yang siap bergerak.
Selain wilayah selatan Sulsel, pertumbuhan cukup signifikan juga terjadi di Maluku pasca kerusuhan. "Sejak Maluku aman, daerah itu mencatat LDR (loan to deposit ratio) 15 persen," urainya.
Menurut Lambo, pergerakan sektor riil sangat tergantung pada sektor keamanan serta daya serap kegiatan usaha pada suatu daerah. Di Sulsel, laju inflasi juga relatif aman, stabil dan terkendali.
Tentang dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan, Pemimpin BI Makassar itu mengatakan, mengalami pertumbuhan Rp33,6 triliun.
Dari jumlah itu Perbankan menyalurkan kredit sebesar Rp36,4 triliun. Bahkan kredit untuk Usaha Menengah Kecil dan Makro (UMKM) tumbuh 20,96 persen, sedangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp955,8 miliar (tumbuh 44,1 persen) dengan jumlah debitur 119 ribu.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 07:55 AM Satu Tahun HM Nurdin Abdullah Pimpin Bantaeng, "Sarat Inovasi, Raih Investasi"
Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Tidak terasa, setahun sudah HM Nurdin Abdullah memimpin Butta Toa. Bersama pasangannya HA Asli Mustadjab yang dilantik Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, 6 Agustus 2008, pasangan pengusaha dan birokrat itu langsung berkiprah.
Bahkan, kiprahnya di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini dilakukan sejak masa kampanye Pilkada dilakukan. Pada kampanye putaran terakhir misalnya, Nurdin bersama Ny Lies F Nurdin menanam padi varietas Cisantana dan Mekongga di Kelurahan Bontomanai Kecamatan Bissappu.
Seperti sudah yakin akan memenangkan pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di daerah berjuluk Butta Toa itu, dari tangan keduanya kemudian terbukti mampu menghasilkan produksi yang lebih banyak.
Itu terlihat pada panen perdana yang dilakukan sebulan 18 hari setelah ia resmi dilantik menjadi bupati. Kedua varietas yang ditanam 18 Juli 2008 pukul 17.00 Wita itu menghasilkan gabah kering panen yang luar biasa.
Varietas Cisantana misalnya, menghasilkan 9,76 ton/Ha gabah kering panen (GKP), sedang Mekongga menghasilkan 7,52 GKP. Hasil tersebut jauh di atas rata-rata produksi yang selama ini diperoleh masyarakat.
Selama perjalanan ke desa-desa yang memanfaatkan masa kampanye, Nurdin hanya menemukan produksi padi tertinggi rata-rata sebanyak 4 ton/Ha. Kondisi itulah yang menggelisahkan hati bos Maruki Internasional Makassar itu.
"Kenapa rata-rata produksi hanya sebesar itu, padahal Bantaeng memilik lahan yang subur, air yang cukup dan beberapa faktor penunjang lainnya," ujar Nurdin Abdullah suatu ketika.
Bagaimana menyiasati kondisi itu?. Bupati Bantaeng kemudian membuat show window di areal 6 Ha yang terletak di Kelurahan Lamalaka. Di areal inilah kemudian dilakukan inovasi sistem penanaman yang kini dikenal dengan sistem penanaman LEGOWO-21 (2 baris 1 lorong).
Pola ini menggunakan logika sederhana, bahwa semua tanaman yang berada di pinggir otomatis akan memperoleh sinar matahari dan udara yang lebih baik dibanding jika berada di bagian dalam.
Tahap awal, penanaman dilakukan terhadap 20 jenis varietas, termasuk lima jenis hybrida. Ini dimaksudkan untuk mendukung sistem penanaman berkelanjutan dengan menyiapkan benih unggul hasil penangkaran sendiri dan untuk jangka panjang, benih unggul tersebut dharapkan mampu mensuplai kebutuhan bibit petani di Sulsel, bahkan di Kawasan Indonesia Timur (KTI).
Selain tanaman padi, Nurdin Abdullah juga mengupayakan peningkatan kesejahteraan petani dengan menyiapkan bibit tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti apel dan strawberry.
Kedua jenis tanaman ini melengkapi tanaman kentang, sawi, wortel dan berbagai jenis sayuran lain yang sudah sangat dikenal masyarakat. Agar petani bisa melakukan diversifikasi, Bupati Bantaeng kemudian membawa petani ke pusat pengembangan tanaman apel di Batu, Jawa Timur dan strawberry di Ciwidei, Bandung, Jawa Barat.
Ia berharap, dengan melihat langsung cara pengembangan tanaman tersebut, petani akan lebih mudah menyerap dibanding hanya diberi bibit dan penyuluhan. Hasilnya, ternyata di luar dugaan.
Strawberry yang ditanam di Muntea, Desa Bontolojong Kecamatan Ulu Ere ternyata mampu menyerap perhatian masyarakat kota dan daerah lainnya di Sulsel. Beberapa peneliti dan wisatawan asing yang melakukan perjalanan ke selatan Sulsel bahkan tak ingin kehilangan waktu menyaksikan perkebunan buah berwarna merah berbentuk hati itu.
Sedang tanaman apel yang dikembangkan di desa yang sama, kini sudah mulai menunjukkan hasil. Tanaman yang didatangkan langsung dari Batu, Jawa Timur yang kini mencapai 6000 pohon (dari 10 ribu) tersebut tumbuh dengan baik.
Jika semua berjalan sesuai rencana, maka pada 2011, harapan menjadikan Kecamatan Ulu Ere sebagai kawasan agro wisata akan terwujud. Nurdin Abdullah bahkan sudah menunjuk Desa Bontolojong sebagai percontohan Desa Mandiri di kabupaten bertetangga Jeneponto dan Bulukumba ini.
Untuk menunjang hal itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng yang dipimpin Hj Lies F Nurdin juga sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan pengembangan tanaman hias kepada kelompok perempuan di desa itu.
Pengembangan tanaman hias tersebut, selain dimaksudkan sebagai antisipasi kedatangan wisatawan lokal, nusantara maupun asing, juga mengantisipasi pasar ekspor seperti masuknya permintaan tanaman hias dari Korea Selatan (Korsel).
Selain pengembangan tanaman apel, strawberry dan tanaman hias di Kecamatan Ulu Ere, Pemerintah Daerah juga mengembangkan tanaman manggis di Kecamatan Ere Merasa.
Di kecamatan yang dikenal memiliki berbagai industri air kemasan ini juga akan dikembangkan penanaman teh bekerjasama industri teh terkemuka, Sosro.
Bupati Nurdin Abdullah tak berhenti sampai disitu, salah satu terobosan yang juga diyakini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat adalah dengan mengembangkan komoditi baru, Talas Jepang.
Pengembangan talas yang oleh masyarakat dikenal dengan Talas Tikus (Safira) dilakukan di seluruh kecamatan sebab tanaman yang satu ini hanya memerlukan lahan berketinggian 200 meter ke atas dari permukaan laut.
Komoditi yang dipercaya memiliki khasiat yang mampu mencegah penyakit kanker payudara, diabetes dan berbagai jenis penyakit lainnya itu bahkan sudah memiliki pasar yang jelas sebab industrinya telah terbangun di kawasan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.
Industri pengolahan talas milik investor Jepang PT Global Seafood Internasional Indonesia itu membutuhkan bahan baku 10 ton/hari untuk memenuhi ekspor ke Negara Sakura tersebut.
Selain talas, di lokasi yang sama juga berdiri industri pengolahan ikan yang juga investasi pengusaha Jepang. Industri yang mengolah ikan menjadi makanan siap saji dalam bentuk nugget ini membutuhkan bahan baku 40 ton/hari.
Karena itulah, baik petani maupun nelayan di tanah Butta Toa diharapkan memenuhi kepentingan ekspor tersebut sebab selain menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, juga meningkatkan penghasilan.
Selain investor asing yang sudah menanamkan modalnya dalam jumlah puluhan miliar rupiah (Rp40 miliar), pengusaha lokal PT Wijaya Lestari Perkasa juga menanam modal Rp30 miliar dalam bentuk pembangunan Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kecamatan Pajukukang.
Stasiun elpiji ini akan memenuhi pasar enam kabupaten di selatan Sulsel mulai dari Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, Selayar dan Bantaeng. Ketiga industri tersebut kini sudah siap beroperasi untuk memenuhi pasar, baik lokal maupun ekspor.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, investor Korea dari kelompok Dragon Land pun tak mau ketinggalan. Investor yang akan mengolah jagung berbasis ekspor ke Korea tersebut akan mengolah jagung menjadi ethanol dan pakan ternak.
Untuk memenuhi rencana itu, Dragon Land membutuhkan lahan seluas 31.000 Ha dengan jumlah investasi 20 juta dolar AS.
Izin investasinya sudah mendapat persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bernomor 165/II/PMA/2009 tertanggal 5 Mei 2009 yang ditandatangani Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal, Achmad Kurniadi.
Selain investor Jepang dan Korea, investor asal China, Min Yang Industries juga tertarik mengembangkan ubi kayu (tapioka). Perusahaan yang akan memasok kebutuhan industri tapioka terbesar China, Quang Si di Kabupaten Nan Ning tersebut telah menemui Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.
BUMN China tersebut bermaksud mengolah tapioka menjadi beberapa jenis produk, termasuk makanan, kain, kertas, alcohol, dan bahan bakar. Bila semua investor dapat mewujudkan pengolahannya di daerah ini, selain penyerapan tenaga kerja, harapan besarnya adalah meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini belum termasuk sektor perikanan, khususnya rumput laut.
Pengembangan budidaya rumput laut dilakukan disepanjang pantai Bantaeng 21 kiloemeter. Komoditi inipun akan segera diolah dengan ditunjuknya daerah ini menjadi sentra pengembangan rumput laut Indonesia oleh Pemerintah Pusat melalui Dirjen Pengolahan dan Peningkatan Produksi Departemen Kelautan dan Perikanan.
Nurdin Abdullah percaya, bila kesejahteraan masyarakat membaik, otomatis masalah pembayaran pajak dan jenis kewajiban masyarakat lainnya akan terpenuhi.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 07:57 AM Bantaeng Bakal Kedatangan Panasonic
Bantaeng, SP.com - Ketua Umum Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada) Indonesia, Rahmat Gobel menyatakan Panasonic akan berinvestasi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Melalui Gobel Internasional, Panasonic akan masuk ke Bantaeng dan sebagai Wakil Ketua Kadin Indonesia, akan mencoba mengembangkan industri berbasis budaya di Bantaeng.
Hal itu dikemukakan Rahmat Gobel usai melantik pengurus Persada Sulsel yang diketuai Prof Dr Nurdin Abdullah yang juga Bupati Bantaeng, Sulsel, di Makassar, Sabtu.
Dipilihnya Bantaeng untuk investasi di Sulsel, lanjut Gobel, karena daerah ini sudah berhasil menarik investasi Jepang dan menjalin kerjasama, sekaligus perintis kerjasama beberapa daerah di Sulsel dengan Jepang.
Dia mencontohkan, industri pengolahan ikan melalui investasi Jepang sudah dibangun di Bantaeng, menyusul industri pengolahan talas dan lainnya yang seluruh hasil olahannya untuk pasar Jepang.
"Dalam waktu dekat, saya akan datang langsung ke Bantaeng untuk menjajaki penanaman investasi Panasonic dan pengembangan industri berbasis budaya di daerah itu," kata Rahmat Gobel yang mengaku berteman dekat dengan Nurdin Abdullah sebagai sesama alumnus Jepang.
Saya mendukung sepenuhnya langkah-langkah strategis Nurdin Abdullah sebagai Ketua Persada yang juga Bupati Bantaeng yang terus melakukan inovasi dan menjadi "jembatan" hubungan kerjasama Sulsel dan Jepang.
Pengembangan industri berbasis budaya sekaligus akan membangun dan menjaga sistem pasar, sebab bila investor masuk, bukan hanya uang yang masuk tetapi juga budayanya, tetapi karena kita telah melakukan antisipasi terlebih dahulu maka kita sudah memiliki ketahanan pasar, ujarnya.
Nurdin Abdullah mengatakan, di Sulsel terdapat 200 orang anggota Persada, terbanyak dari bidang kedokteran dan 70 orang diantaranya bergelar Phd (S3).
Pihaknya pekan lalu membawa Wakil Gubernur dan Empat Bupati di Sulsel ke Jepang dan melakukan penandatanganan nota kesepahaman MoU antara lain untuk pengembangan industri talas yang bahan bakunya dari beberapa kabupaten di Sulsel dan industrinya di Bantaeng dengan pasar utama Jepang.
Selain itu dengan Toyota Aime Jepang yang akan membantu mobil pemadam kebakaran dan ambulance untuk beberapa kabupaten di Sulsel.
Read more: Koran Online Makassar - Bantaeng Bakal Kedatangan Panasonic http://www.semangatpagi.com/index.php/wisata/index.php?option=com_content&view=article&id=1257:bantaeng-bakal-kedatangan-panasonic-&catid=79:turaetea&Itemid=422#ixzz12mVvc8Md
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 08:00 AM LIPI Bangun Musium Rumput Laut di Bantaeng
Bupati Bantaeng Dr M Nurdin Abdullah mengharapkan kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan selama 2010 konsentrasi pada pengembangan dan pengolahan rumput laut dengan tujuan menjadikan rumput laut sebagai ikon daerah.
"Ini penting karena Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan membuat museum rumput laut di Bantaeng," ujarnya. Hal itu dijelaskan Nurdin Abdullah pada rapat yang dihadiri lengkap seluruh kepala SKPD di Bantaeng, Rabu (4/11) malam.
Museum tersebut, katanya, nantinya berisi koleksi jenis rumput laut yang ada di dunia. "Dengan begitu, perhatian dunia terhadap komoditi yang satu ini akan tertuju ke Bantaeng," kata Nurdin.Bupati Nurdin Abdullah menegasnya, tahun depan hanya akan memakai orang-orang yang bisa melakukan perubahan atau yang bisa mengembangkan inovasi untuk memimpin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tahun 2010.
"Bila pada 2010 masih ada kepala SKPD yang tidak bisa mengikuti irama, maka yang bersangkutan tidak boleh masuk dalam tim work," katanya pada rapat yang dihadiri lengkap seluruh kepala SKPD di Bantaeng, Rabu (4/11) malam.
Nurdin Abdullah memerlukan tim kerja yang inovatif tahun depan dengan tujuan untuk menjadikan Bantaeng sebagau kabupaten inovatif di Sulsel.Menurut bupati, agar kepala SKPD bisa menguasai persoalan, tidak perlu terlalu banyak program. Dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), katanya, lebih berkonsentrasi saja pada program kemasan.
"Mulai 2010, disperindag sebaiknya konsentrasi pada kemasan saja agar produksi masyarakat bisa dikemas lebih baik sehingga hasilnya juga lebih baik dibanding yang ada selama ini,'' jelasnya.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 08:02 AM Bantaeng Pilot Project Resi Gudang
MAKASSAR, UPEKS—Kabupaten Bantaeng dijadikan pilot proyek penggunaan Sistem Resi Gudang (SRG) di Sulsel. Penunjukan daerah berjarak 120 kilometer arah Selatan Kota Makassar ini didasarkan kesiapan yang sudah dilakukan sejak Juni 2010.
Kadisperindag Sulsel, Amar Kadir selaku Ketua Tim Implementasi Sistem Resi Gudang Sulsel tiba bersama sejumlah pejabat terkait lainnya, termasuk dari Dinas Koperasi Sulsel, Balai Sertifikasi Mutu Barang, serta pihak perusahaan pengelola gudang dan lembaga pendanaan dari BRI melakukan pembicaraan terkait hal itu dengan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah belum lama ini.
Kadisperindag Sulsel, Amar Kadir berharap, kesiapan ini juga bisa menjadi contoh nasional. “Ini berkat keseriusan aparat yang dipimpin Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” urainya.
Perhatian bupati tak hanya sampai pada resi gudang tetapi hingga kepada penunjangnya dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Dia berharap, lembaga yang sudah dibentuk di tingkat desa dimanfaatkan dengan baik pemilik komoditas.
Ke depan, untuk mengoptimalkan SRG akan dilakukan Pasar Lelang yang akan mempertemukan pembeli dari provinsi maupun dari luar Sulsel. “Melalui pasar lelang semua harga dan barang akan transparan,” urainya.
Ketua Tim Implementasi SRG Sulsel itu juga menjanjikan pembangunan Silo yang kini diprogramkan pada 20 titik di Sulsel.
Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah menyambut baik dijadikannya Bantaeng sebagai percontohan SRG di Sulsel. Ini bagian dari sinergitas provinsi dan daerah untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Menurut Nurdin Abdullah, kehadiran resi gudang akan menjawab kendala harga komoditas sekaligus mencegah meluasnya praktek rentenir yang pada akhirnya juga akan berpengaruh terhadap kualitas.
Dia kemudian memberi gambaran kondisi masyarakat pesisir yang memiliki potensi rumput laut, namun justru kantong kemiskinan berada di kawasan tersebut. “Karena terdesak bayar hutang, panen yang seharusnya 40 hari terpaksa dipercepat 35 hari. Akibatnya, kualitasnya rendah,” urainya.
Tentu saja tidak semua masyarakat pemilik komoditas bisa langsung ke Resi Gudang, makanya dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) pada masing-masing desa. Tahap awal, BUMDES dilengkapi modal Rp100 juta untuk menangani pra hingga pasca panen.
Dengan demikian, BUMDES yang berhubungan dengan Resi Gudang. Melalui sistem ini, pemilik komoditas sudah bisa memperoleh 70% dari harga komoditinya. “Setelah barangnya laku, sisanya akan diserahkan,” tambah Bupati Bantaeng.
Untuk mempercepat pengangkutan komoditi dari petani, BUMDES akan dilengkapi mobil pick-up bantuan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).
SRG di Kabupaten Bantaeng diresmikan Wakil Gubernur Sulsel 2 Juni 2010, tambah Kadis Perindag Bantaeng H Abd Gani. Fasilitas tersebut dilengkapi prasarana penunjang, termasuk dryer (pengering) yang segera beroperasi Januari 2011. “Fasilitas pengering tersebut merupakan bantuan Bapepti Kementerian Perindag,” tambah Abd Gani.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 08:06 AM http://http://www.resigudang.com/Portals/0/foto2berita/banta4.jpg
SERAH TERIMA GUDANG SISTEM RESI GUDANG UNTUK WILAYAH INDONESIA TIMUR
Pada Rabu, 2 Juni 2010 bertempat di Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) Bantaeng, Kepala Bappebti mewakili Kementerian Perdagangan telah menyerahkan 12 gudang SRG terdiri dari 7 gudang flat dan 5 silo yang dibangun melalui Dana Stimulus Fiskal Kementerian Perdagangan TA 2009 kepada 9 Pemerintah Daerah di Wilayah Timur Indonesia, meliputi Kabupaten Sumenep, Barito Kuala, MInahasa Selatan, Gowa, Bone, Bantaeng, Takalar, Sidrap dan Gorontalo. Acara serah terima tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Bantaeng serta para pejabat Pemerintah Daerah dari 9 Kabupaten yang menerima Gudang Stimulus Fiskal tersebut.
Secara keseluruhan, pada tahun 2009 Kementerian Perdagangan bersama dengan Pemerintah Daerah telah membangun 41 gudang SRG yang tersebar di 34 Kabupaten pada 10 Propinsi di Indonesia. Serah terima gudang-gudang SRG untuk wilayah Barat Indonesia telah dilakukan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar pada tanggal 3 Pebruari 2010 di Demak.
Kepala Bappebti, Deddy Saleh bersama dengan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, beserta rombongan tiba di lokasi Gudang SRG Kabupaten Bantaeng dan disambut tari-tarian tradisional.
Serah terima gudang SRG secara simbolis dilakukan dengan menyerahkan Berita Acara Penyerahan oleh Kepala Bappebti kepada para Bupati maupun Kepala Dinas yang membidangi perdagangan dari 9 Kabupaten di Wilayah Timur Indonesia.
Pemukulan gong yang dilanjutkan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, AgusArifin Nu’mang menandai diresmikannya penggunaan Gudang SRG yang telah diserahterimakan oleh Kementerian Perdagangan kepada Pemerintah Daerah khususnya di wilayah Sulawesi Selatan
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 08:07 AM Malaysia Incar Pelabuhan Bantaeng
BANTAENG,UPEKS-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Malaysia siap membantu pembangunan infrastruktur Kabupaten Bantaeng. Sekretaris Perdana Menteri Malaysia Feriz Omar mengatakan, pihaknya sudah memberi kuasa kepada Bina Puri, perusahaan di bawah kementerian BUMN setempat untuk merealisasikan program tersebut.
Asisten Ekonomi Pembangunan HM Yasin, sekembalinya dari Malaysia memenuhi undangan Perdana Menteri Malaysia, akhir pekan lalu mengemukakan BUMN Malaysia tertarik pada pembenahan pembangunan pelabuhan, jalan dan jembatan serta pembangunan pembangkit listrik dan program revitalisasi yang dilakukan Pemda Bantaeng.
Khusus pembangkit listrik, HM Yasin yang mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng itu mengatakan, Bina Puri akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 2 Mega Watt (MW).
Di bagian lain yang dibahas dalam pertemuan dengan petinggi Malaysia itu, adanya keinginan negara tetangga tersebut untuk memenuhi kebutuhan beras jenis matic dan japaniko.
Keinginan itu dipicu oleh kondisi negara Thailand yang sedang dalam dilema kepemimpinan. ‘’Akibat kondisi Thaliland yang bergejolak, Malaysia butuh persiapan dari negara lain sebab selama ini Thailand menjadi pemasok utama beras ke Malaysia,’’ terangnya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang memimpin delegasi Kabupaten Bantaeng memenuhi undangan itu merespon dengan baik peluang tersebut.
Untuk pembangunan infrastruktur, Malaysia memberi keringanan dalam bentuk bantuan hibah dan loan, sedang untuk pemenuhan kebutuhan beras, Bantaeng sudah melakukan uji coba penanaman kedua jenis beras yang diinginkan negeri jiran itu.
Nurdin Abdullah berharap, kerjasama ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja sehingga dapat menekan angka kemiskinan.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, Bantaeng akan memanfaatkan kerjasama antardaerah seperti yang dilakukan pada komoditi ikan untuk kebutuhan PT Global Seafood International Indonesia (GSII) dan biji kapuk untuk Perusda Baji Minasa.
Sony Sjklw October 19th, 2010, 08:20 AM Mantap Bro..threadnya..:cheers:
seneng melihat satu persatu daerah Sulsel mulai bangkit dari ketertinggalan dan semoga Bantaeng bisa jadi pioneer pembangunan di bagian Selatan :cheers:
oia..jika Putra Bantaeng mau ganti judul thread bisa di request disini http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=112047
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 08:20 AM Malaysia Minati Jagung dan Rumput Laut Indonesia
Malaysia Minati Jagung dan Rumput Laut Indonesia
istimewa (ANTARA/Arief Priyono)
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) – BUMN Malaysia menyatakan minat terhadap komoditas jagung dan rumput laut Kabupaten Bantaeng., kata Dato Muhammad Noh Chairman Marditec, perusahaan milik Negara di bawah kementerian BUMN Malaysia, saat melihat potensi kedua komoditas unggulan itu di Bantaeng, Sabtu.
Tamu dari negeri jiran yang diterima Wakil Bupati HA Asli Mustadjab dan para petinggi Kabupaten Bantaeng itu didampingi Ketua Asosiasi Petani dan Pengusaha Rumput Laut Indonesia (Asperli) Arman Hafsah.
Khusus kebutuhan jagung, Dato Muhammad Noh mengatakan, Malaysia membutuhkan cukup banyak. “Setiap tahun Malaysia butuh 12 juta ton yang diimpor dari berbagai negara,” urainya.
Karena itulah, ia menyatakan minatnya terhadap produksi jagung di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini. “Tinggal bagaimana menyesuaikan kualitas yang dibutuhkan sebab Malaysia memiliki standar sendiri (Malaysian Standard Lebel/MSL),” ujar Dato Muh Noh saat melihat potensi jagung di Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke.
Selain melihat potensi jagung, rombongan dari Kementerian BUMN Malaysia juga menyaksikan alat pengering (Silo) yang ada di desa itu.
Menjawab keinginan itu, staf ahli Bupati Bantaeng bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir mengatakan, meski jumlah lahan di kabupaten berjuluk Butta Toa ini terbatas, namun produksi jagung cukup banyak.
Melalui bantuan teknologi yang sudah dikembangkan dalam kurun waktu setahun terakhir, petani bisa melakukan penanaman jagung sebanyak dua kali setahun. Dari penanaman tersebut, kini dicapai produksi 225 ribu ton/tahun.
Selain jagung, Marditec juga meminati komoditas rumput laut. Untuk memenuhi kebutuhan di sektor ini, Malaysia sudah menjalin kerjasama dengan Asperli. Melalui kerjasama tersebut, Asperli akan memenuhi kebutuhan Malaysia sebanyak 12 ribu ton/tahun, kata Ketua Asperli Arman Hafsah.
Ke depan, ia berharap kontrak kerjasama tersebut bisa ditingkatkan mengingat potensi rumput laut Sulsel yang cukup besar. Hanya saja, urainya lagi, kita membutuhkan teknologi pengering, terutama pada musim hujan.
Pada musim seperti sekarang, petani rumput laut kita kesulitan mengeringkan produksinya. Untuk itu, diperlukan teknologinya, terang Arman yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulsel itu, saat menyertai Datok Muhammad Noh melihat panen rumput laut di Kaili, Kelurahan Bonto Lebang Kecamatan Bissappu.
Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab yang menjamu tamu dari Malaysia di rumah jabatan Bupati Bantaeng memperkenalkan potensi tiga dimensi yang dimiliki daerah ini.
Bantaeng yang merupakan Afdeling Belanda pada zamannya kini memasuki usia 756 tahun memiliki pertumbuhan ekonomi 6,73 persen. Dengan kondisi alam yang terdiri dari potensi pesisir dalam bentuk rumput laut, dataran rendah yang memiliki padi, jagung, kakao, kopi dan berbagai komoditi lainnya sedang di pegunungan kini dikembangkan strawberry dan apel serta berbagai jenis sayuran.
Sedikitnya 20 varietas padi, termasuk jenis hybrida kini sudah berhasil dikembangkan. Bahkan pola tanam Legowo-21 yang diterapkan berhasil meningkatkan produksi 2-3 kali lipat dari rata-rata 4 ton/Ha menjadi 8 – 12 ton/Ha.
Untuk komoditas jagung, terang Mokhtar, kini dikembangkan jenis hybrida yang sudah mencapai 20 persen. Penggunaan teknologi juga dilakukan dalam pengembangan rumput laut, tambah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan H Abdul Latief Naikang.
Menurutnya, produksi rumput laut Kabupaten Bantaeng saat ini mencapai 8 ribu ton dan akan ditingkatkan menjadi 10 ribu hingga 12 ribu ton/tahun. Untuk itu, pihaknya akan melakukan sonasi yang disertai penangkaran.
Chairman Marditec Malaysia Dato Muh Noh dalam sambutan balasannya mengatakan, hubungan baik antarnegara serumpun diharapkan dapat memperbaiki produksi maupun kualitas dari komoditas yang ada.
Marditec yang merupakan BUMN bidang pertanian selama ini banyak mengembangkan penelitian bebagai jenis komoditi. Karena itu, kedatangan kami juga ingin belajar bersama dalam pengembangan dan perbaikan produksi maupun kualitas komoditi pertanian yang ada di daerah ini, urainya.
“Bila memungkinkan, kita melakukan penelitian bersama untuk kebutuhan jangka panjang, baik untuk komoditi jagung, rumput laut, karet, kakao, sawit dan lainnya agar produk dari komoditas kita sesuai standar,” terangnya.
Khusus rumput laut, Dato Muh Noh mengatakan, komoditi ini dibutuhkan seluruh dunia. Karena itu, penanganannya butuh perhatian. Untuk itu diperlukan penelitian bersama. Demikian pula dengan kopi dan yang lainnya.
“Kenapa kita tidak memproduksi kopi dalam bentuk kapsul,” urainya memberi contoh. Untuk itulah, dibutuhkan pengkajian lebih lanjut agar harganya juga bisa lebih baik.
Dengan kondisi alam yang masih baik (natural), ia berharap terjadi transfer teknologi dalam bentuk penelitian bersama sehingga bisa dihasilkan produk komoditi yang berdaya saing tinggi. Marditec sendiri sudah banyak melakukan research dan diharapkan bisa dikembangkan ke daerah ini, tuturnya.(*)
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 08:21 AM http:////stat.kompasiana.com/files/2010/10/batu-ejayya4.jpg
Wisata Mistis di Gua Batu Ejayya
Wisata Mistis di Gua Batu Ejayya
REP
Andi Harianto
4 dari 10 Kompasianer menilai Menarik.
Saya Ada dan Tiada; Seolah-Olah Dukun.
http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/batu-ejayya5.jpg
Desa Rumbia adalah tujuan kami. Salah satu kawan sekerja kami mengadakan hajatan disana, empat keponakannya disunat. Anda tahu kan kalau disunat, pasti ada yang dipotong. Bukan hanya memotong perlatan mungil bernama anu, tetapi juga empunya hajatan menjamu kami dengan konro dan gantala kuda. Makanan khas warga Jeneponto yang berbatasan dengan Kabupaten Bantaeng, tempatku kini berada.
Selesai menikmati hidangan, kami dihibur group music tradisional gambus. Rumbia, masih memegang kuat tradisi. Jadilah diskusi diantara kami saat itu bertema budaya, tradisi, mitos, sampai ngaco ke hal-hal yang beraroma keramat. Termasuk keramatnya perkakas ketika hajatan sunatan itu yang menjadikan kuda sebagai hidangan tamu. Tentang kuda yang dihubungkan dengan perkakas ini, sebenarnya analisis tidak ilmiah. Tetapi jikalau dihubungkan, tentu kita akan membayangkan tentang kejantanan, kebesaran dan kepanjangan. Sama sekali tidak ilmiah, dan hanya berakhir dengan tawa mesum yang tidak berbuah pahala.
Jalan Setapak Menuju Gua Batu Ejayya diatara jejeran kapuk randu
http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/batu-ejayya1.jpg
Setelah balik dari hajatan, cerita tentang keramat-keramat ini ingin kami buktikan dengan mengunjungi Gua Batu Ejayya yang dikenal unik dan keramat. Gua Batu Ejayya atau Gua Batu Merah, tidak lagi berada dalam wilayah Jeneponto. Tetapi telah menjadi bagian dari obyek wisata situs cagar budaya Kabupaten Bantaeng. Walau telah lama bermukim di Bantaeng, baru kali waktu itu saya berkunjung ke sana. Saya hanya mendengar cerita dan pernah membaca sejarahnya. Peneliti Belanda, Van Stein Callonfols pada tahun 1937, adalah ilmuwan yang telah melakukan penggalian arkeologi dan menemukan alat-alat batu jenis calsedon, yaitu serpihan yang digunakan sebagai pencerut dan ujung-ujung anak panah. Gua ini situs purba.
Karena berbau purba, menjadi wajar masyarakat mengkeramatkan tempat ini. Hanya sekitar 15 menit, dari Rumbia kami pun sampai. Kalau dari kota Bantaeng, tempat ini berjarak 16 kilometer. Bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Jalannya pun mulus tanpa hambatan, kecuali jalan berliku dan mendaki. Jarak kaki bukit batu, dimana gua itu berada juga hanya 30 meter dari jalan raya. Tepatnya berada dalam wilayah kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bissappu.
Lorong batu menuju ke puncak gua, licin dan cadas
Lorong batu menuju ke puncak gua, licin dan cadas
http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/batu-ejayya4.jpg
Karena awalnya sudah disugesti dengan hal klenik, kamipun sedikit berhati-hati. Bukan karena takut, tetapi hanya menghormati alam sekitar. Sambil berjalan kaki menuju gua, cuaca dingin alam pegunungan dan sedikit gerimis, menambah nuansa mistis tempat itu. Saya mulai sedikit takut. Kuabaikan, dan terus berjalan sambil menikmati pohon kapuk randu yang tumbuh berjejer di pinggir jalan. Paku-pakuan yang tumbuh menempel di bebatuan cadas juga menarik. Kata Pak Ustad Lallo, yang ketika itu bersamaku menjelaskan bahwa jenis tumbuhan itu adalah obat asma, bahasa lokalnya parang-parang.
Jujur aku mulai merinding, setelah sampai di dekat gua, ada tempat bersih berupa kolom batu yang menjorok ke dalam. Disitu ada wadah sesajen, dupa, tempat lilin berupa kayu berlubang-lubang kecil, serta botol hitam. Kepongahanku mulai ciut, apalagi gerimis sudah mulai berganti rintik-rintik hujan. Sebenarnya saya bersama 15 orang rombongan hajatan. Tetapi hanya saya, dan tiga orang teman sampai di tempat sesajen itu. Para perempuan, mungkin sudah tahu, apalagi basahnya bebatuan membuatnya licin dan sulit dilalui. Saya seolah, sementara menjalani shooting reality show Uka….Uka….
Wadah sesajen terasa mistis, seolah syuting uka ukaaaaa
http:///stat.kompasiana.com/files/2010/10/batu-ejayya7.jpg
Wadah sesajen itu, bukanlah gua yang saya maksud, tempat itu adalah bagian dari situs yang berada di kaki bukit cadas. Kita masih harus memanjat curam dan licinnya bebatuan ketika itu, untuk sampai ke puncak. Dipuncak sanalah Gua Batu Ejayya berada. Sebenarnya saya ngotot untuk sampai ke puncak, sepatu sudah kulepas, celana digulung selutut. Di pertengahan bukit,saya mengalah. Licinnya medan, bisa membuat celaka, diperparah dengan semut hitam besar yang menggigit betis,lutut dan hampir saja merambah paha lembut ku. Pedis dan perih. Aku mengalah, dan kembali turun. Suatu saat aku akan datang menatang mu, tetapi bukan diwaktu gerimis dan sore hari. Kamipun pulang.
Di perjalanan kami kembali bercerita tentang keramat. Aku menyembunyikan rasa merindingku ketika di kaki gua tadi. Malu. Muasak laki-laki macho takut. Nggak gaul deh….!. menurut pemaparan temanku yang pernah sampai ke gua, tempat itu bisa memandang seluruh alam Bantaeng ke arah Timur. Kota Bantaeng yang berada disepanjang pantai, nampak indah di puncak. Bahkan pulau Selayar dan Jeneponto dapat terlihat jelas di puncak bukit batu dimana gua keramat itu berada. Situs Sejarah Batu Ejayya, tidak hanya berkesan mistis tetapi juga indah. Mungkin kesannya mistis dari saya, hanya karena sugesti dan keadaan cuaca ketika itu.
Saya terpesona, setelah kemudian pupus. Seorang kawan balik lagi ke cerita keramat. Ia bercerita bahwa wadah sesajen tadi adalah tempat berhantu. Diwaktu tertentu, terutama di musim kupon togel dan judi piala dunia, beberapa orang kadang memanfaatkan tempat itu untuk menebak shio apa yang muncul dan siapa pemenang laga bola. Bukan hanya itu, Gowa Batu Ejayya memiliki saudara. Namanya Batunu’, yang merupakan kumpulan batu karang berbanjar yang muncul dipermukaan. Tempatnya di pantai kelurahan Bontojai, yang kini telah dibangun pelabuhan yang melintasi bebatuan karang itu. Aneh Bin Unik, bersaudara tetapi satu di laut satunya lagi di gunung.
Batunu' di kejauhan sana, di area pelabuhan Bantaeng yang sementara dibangun
http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/batu-ejayya8.jpg
Tentang alam atau tempat unik bertaut kerabat ini, tidak hanya di Bantaeng. Saya pernah ke Kabupaten Enrekang. Beberapa kilometer dari kabupaten Tanah Toraja, yang masih dalam wilayah Sulawesi Selatan, ada sebuah bukit unik. Namanya Gunung Nona atau Buttu kabombong yang artinya (maaf) bukit vagina. Gunung itu memang mirip dengan anu, sangat eksotis sekaligus bernuansa erotis. Di belakang tempat saya memandang gunung itu di kejauhan, berdiri bukit batu Bambapuang. Bentuknya menjulang tinggi yang diasosiasikan mirip (maaf) penis. Menurut mitos, Buttu kabombong dan Bamba puang adalah sepasang suami istri.
Sesampai di kota, saya sempat ke pelabuhan tempat, dimana batunu’ berada. Saya akrab dengan tempat itu, karena merupakan arena memancing saya di kala senggang. Terlihat banyak pemancing berjejer di sepanjang pelabuhan. Sebentar saja kami di situ, karena senja sebentar lagi akan datang dan azan magrib sebentar lagi memanggil. Kami harus pulang. Di perjalanan saya membenak, betapa indah, unik dan agung alam semesta ciptaan Tuhan. Di bumi ini membentang hamparan nikmatnya.
Bantaeng, 4 Oktober 2010
“Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap kesyirikan, karena syirik itu lebih samar dari (jejak) langkah semut.” (HR. Ahmad)
http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/gunung-nona4.jpg
kompasianer Rahmawati Karim. Rahma berpose dengan latar eksotiknya Gunung Nona
Foto: kompasianer Rahmawati Karim. Rahma berpose dengan latar eksotiknya Gunung Nona
—————–
Gua Batu Ejayya dan Batunu terletak di Kabupaten Banteng, bagian Selatan Sulsel. Bantaeng berjarak 120 KM dari Kota Makassar.Batu Ejayya, berjarak 16 KM dari Ibu Kota Bantaeng. ditempuh sekitar 30 menit. Adapun Buttu Kabombong dan Bambapuang ada di Kabupaten Enrekang, di sebelah Timur Sulsel. Dekat dengan Tanah Toraja. Batu Ejayya, di Bantaeng belum terlalu dikenal dibandingkan Gunung Nona di Enrekang.
Putra Bantaeng October 19th, 2010, 08:35 AM Pelabuhan Mattoanging
Mattoanging terletak di sebelah Barat Daya Kota Bantaeng mendekati wilayah Perbatasan antara Bantaeng dengan Jeneponto. Mattoanging pada posisinya dalam peta Bantaeng yang terdahulu sesuai Arsip yang ada di Belanda merupakan daerah yang pernah dibanguni sebuah pelabuhan kayu. Kini kampung Mattoanging oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng sejak beberapa tahun silam dibangun kembali sebuah Pelabuhan baru guna menampung Kapal-kapal besar yang akan berlabuh di Selat Bantaeng. Pembangunan Pelabuhan ini telah mencapai 100% Fisik. Namun, terdengar isu hangat bahwa Pelabuhan ini akan dikembangkan lagi oleh
Bupati Bantaeng guna memacu pertumbuhan dan perkembangan perkeonomian Kabupaten Bantaeng ke depan.
Hingga saat ini, pelabuhan tersebut belum diresmikan dan belum digunakan untuk berlabuh kapal-kapal besar. Sehingga oleh masyarakat para pecinta olah raga memancing memanfaatkannya sebagai lokasi tempat memancing yang ramai dikunjungi hampir tiap waktu. Lokasi pelabuhan yang membelah sebuah Pulau Atol bernama BATUNU selalu ramai dikunjungi oleh para pemacing dan para pemuda-pemudi Bantaeng. Khususnya para pemancing, anggapan mereka di tempat ini,banyak ikan bisa diperoleh mengingat arus air laut yang cukup deras sehingga ikan-ikan besar banyak bersarang di sekitar Pelabuhan.
Pemandangan yang tampak dari kejauhan adalah kota Bantaeng dengan variasi pegunungan, daratan dan lautan menghiasi cakrawala yang menjadi atap kota Bantaeng. Tak kurang dari para pengunjung memamnfaatkannya sebagai tempat untuk bercengkerama dan bersantai dengan para sahabat sambil mengisi waktu luang, khususnya di sore hari menjelang malam. Suasana hangat bercampur dinginnya hembusan angin laut dan panasnya terik matahari memberi arti tersendiri bagi para pelancong dalam menunggu saat terbenamnya Matahari (Sunset). Hampir di tiap sudut Bantaeng, Sunset dapat terlihat dengan jelas tapi di tempat ini sunset terlihat lebih bagus. Di kejauhan nampak ombak saling memburu,entah kapan berhentinya sementara Matahari mulai menghilang dan menyisakan cahaya jingga memecah awan yang putih. Suara burung camar dan bangau mulai berisik bersama kawanannya menuju sarangnya sebelum gelap malam tiba.
Indahnya sunset menambah indahnya pemandangan alam laut di sekitar pelabuhan, ombak menerpa tepi atol Batunu dan memercikkan semburan air laut dari sisi batu karang yang ada di atol tersebut. Betapa indahnya alam raya ciptaan Allah Swt.
Diposkan oleh Bantaeng Kupariati
Ocean One October 19th, 2010, 04:05 PM ^^ Dahsyat neh thread baru Bantaeng, baru 2 hari dah 3page. Congratz n thx buat Putar Bantaeng as starter thread... :cheers:
Putra Bantaeng October 20th, 2010, 10:56 AM Makasih.. boss.. btw tahu nggak cara mngubah judu threadx??
Putra Bantaeng October 20th, 2010, 11:11 AM Budidaya Rumput Laut Bantaeng Belum Digarap Maksimal
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Areal pengembangan budidaya rumput laut Kabupaten Bantaeng yang terbentang seluas 5.375 Ha belum digarap maksimal sebab dari areal seluas itu, baru 3.815 Ha yang dimanfaatkan atau sekitar setengah dari potensi areal budidaya yang dimiliki.
Dengan kondisi tersebut tergambar bahwa potensi areal budidaya rumput laut di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini masih terbuka untuk dikembangkan.
Hal itu terungkap pada Lokakarya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM ? MKP) di Bantaeng, Selasa.
Lokakarya sehari tersebut diikuti 50 peserta utusan kelompok pengolah dan budidaya rumput laut di Kabupaten berjuluk Butta Toa ini, kata Ketua Panitia Ir Amriani Anwar, MSi.
Pembukaan lokakarya tersebut ditandai penyerahan buku rekening secara simbolis kepada kelompok budidaya Pakalabbiri dan Julu Ati serta kelompok Pengolahan Mega Anugerah dari Bupati Bantaeng yang diwakili Asisten II Syamsu Suli disaksikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantaeng H Abd Latief Naikang.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Syamsu Suli mengatakan, potensi rumput laut Bantaeng terbentang disepanjang garis pantai 21,5 kilometer yang meliputi 16 desa/kelurahan.
Desa dan kelurahan tersebut merupakan desa pesisir yang didiami 802 rumah tangga perikanan nelayan dan 3.819 rumah tangga perikanan pembudidaya rumput laut .
Ia berharap, masyarakat memanfaatkan potensi tersebut dengan baik untuk mendorong peningkatan kesejahteraan sebab sebagian besar masyarakat pesisir dan nelayan masih tergolong masyarakat miskin (tertinggal).
Untuk itu, sambung Syamsu Suli mengutip Bupati, diperlukan kepedulian dari semua pihak. Departemen Kelautan dan Perikanan sendiri melakukannya melalui program nasional mandiri.
Ini merupakan komitmen nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan, terangnya seraya mengatakan, Bantaeng merupakan salah satu kabupaten dari 120 kabupaten di Indonesia yang mendapat program nasional tersebut.
Daerah ini sudah dua tahun ditunjuk sebagai penerima dana PNPM ? MKP yang sumber dananya dari Kementerian DKP, tambah bupati yang menyatakan, sasaran program adalah masyarakat yang berdiam di wilayah pesisir.
Selain itu, masyarakat di luar pesisir yang memiliki kegiatan di bidang perikanan dan kelautan seperti kegiatan budidaya, penangkapan dan pengolahan hasil perikanan serta wirausahawan baru yang terdiri atas sarjana yang baru memulai usaha di bidang kelautan dan perikanan juga menjadi sasaran, tandasnya.
Bupati Bantaeng berharap, pelaksanaan PNPM - MKP lebih menyentuh sasaran program. Ia juga berharap, hasil lokakarya ini dapat dijadikan rujukan untuk pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan di masa datang. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 20th, 2010, 11:20 AM Bantaeng Siap Tuan Rumah Porda 2014
BANTAENG -- Bupati Bantaeng, Nurdin Abdulah, menyatakan bahwa kabupatennya siap menjadi tuan rumah Porda XV tahun 2014. Dia optimis penyelenggaraan Porda akan lebih sukses dari Bone dan Pangkep. Soal dana juga sudah tersedia dan tidak akan merepotkan pemerintah provinsi.
Pernyataan Nurdin dibeberkan ketika menerima ketua tim observasi KONI Sulsel, Marzuki Wadeng, sekretaris Nukrawi Nawir, dan Arifudin Alwi di rumah jabatan, Kamis 3 Juni. Kehadiran tim observasi untuk memonitoring persiapan dan prasarana olahraga yang sudah ada di Kabupaten Bantaeng.
Menurut Nurdin, kendati pelaksanaan Porda empat tahun lagi, tetapi pembangunan prasarana olahraga yang baru dan merenovasi yang ada sudah dimulai. Sekarang sedang dibangun kolam renang bertaraf internasional, disusul pembangunan gedung olahraga multifungsi yang ditargetkan rampung 2012. Juga akan dibangun lapangan futsal dan merenovasi stadion.
Humas KONI Sulsel, Piet Heriady Sanggelorang, Jumat, 4 Juni menjelaskan bahwa bupati mengatakan akan dibangun hotel berkapasitas 300 kamar dan Rusunawa 60 blok yang bisa menampung 900 atlet. "Semua prasarana olahraga dan fasilitas akomodasi diharapkan rampung sebelum pelaksanaan Porda," ujar Piet menirukan pernyataan Nurdin.
Marzuki Wadeng menambahkan, penentuan Bantaeng sebagai tuan rumah Porda XV akan diputuskan dalam rapat anggota KONI yang dijadwalkan berlangsung minggu ketiga Juni 2010. Bantaeng akan diberi kesempatan melakukan eskpose berkaitan dukungan, SDM, dan prasarana olahraga yang sudah ada. (rls)
Putra Bantaeng October 20th, 2010, 11:22 AM Bantaeng Pelaksana PNPM-MKP Terbaik di Sulsel
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng dinyatakan sebagai Pelaksana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM-MKP) terbaik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2009.
Hasil penilaian Tim Monitoring Kementerian Kelautan dan Perikanan (DKP) menyebutkan, PNPM-MKP daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar terbaik dalam hal penyerapan dana maupun pengelolaannya.
Sedang untuk tahun 2010, Tim Evaluasi Kementerian DKP memasukkan PNPM ? MKP Bantaeng dalam 10 besar nasional dalam hal penyerapan dana. Hal tersebut terungkap dalam Lokakarya PNPM-MKP di Bantaeng, Sulsel, Selasa.
Kepala Seksi Penataan Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantaeng Ir Amriani Anwar, MSi mengatakan, salah satu indikator keberhasilan adalah jumlah bentangan dengan peningkatan produksi.
Demikian pula terhadap kelompok yang berusaha di bidang pengolahan yang semula belum termasuk ekonomi produktif, kini telah menjadi usaha yang menjanjikan.
Ini berkat sentuhan PNPM ? MKP yang berupaya meningkatkan keahlian disertai modal usaha produktif seperti yang sudah dilakukan terhadap Kelompok Usaha Bersama Alga'e yang sudah memproduksi rumput laut dalam berbagai jenis dan sudah dipasarkan ke pasar modern di Makassar.
Menurut Amriani Anwar, untuk 2010, pihaknya membina 20 kelompok (193 orang) yang terdiri atas empat kelompok usaha produktif (pengolahan) dengan jumlah anggota 33 orang dan 15 kelompok budidaya serta satu kelompok pengembangan ikan lele dengan jumlah anggota 160 orang.
Ke-4 kelompok pengolahan tersebut memperoleh bantuan Rp60 juta sedang ke 16 kelompok budidaya menerima Rp402 juta lebih. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding 2009 yang mencapai Rp496 juta.
Dana sebesar itu, dibagikan kepada dua Kelompok Nelayan Tangkap berjumlah Rp42 juta, 17 Kelompok Budidaya Rumput Laut berjumlah Rp422 juta dan dua kelompok pengolahan sebesar Rp32 juta.
Untuk membantu pengembangan ke-20 kelompok binaan untuk 2010 yang tersebar di Kecamatan Pa'jukukang dan Bantaeng tersebut, disiapkan Rp462 juta lebih dalam bentuk dana bantuan langsung masyarakat (BLM). (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 20th, 2010, 11:26 AM KERAJAAN BANTAYAN
AFDELING BONTHAIN
KABUPATEN BANTAENG
KOTA BANTAENG
Putra Bantaeng October 20th, 2010, 11:28 AM Ada Rumah Sakit Internasional di pantai Seruni
BANTAENG -- Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, reklamasi Pantai Seruni adalah upaya mengembalikan tanah yang pernah ada di kawasan itu. "Saya hanya mengembalikan tanah yang pernah ada di kawasan Seruni.
Katanya, dulu pernah ada pasar, ada pohon kelapa. Setelah itu yang terlihat hanya pantai yang siap menguras tanah lainnya. Makanya, kita kembalikan tanah yang pernah ada tersebut," urai Nurdin dalam rilisnya, Senin 6 September.
Nurdin Abdullah menjelaskan di atas tanah hasil reklamasi tersebut, akan dibangun Rumah Sakit berlantai delapan dan bertaraf internasional. Tahap awal, Pemerintah Pusat sudah memberi Rp 50 miliar untuk membeli peralatan dan tahun depan akan menyusul Rp 260 miliar untuk bangunan fisik dan fasilitas lainnya.
Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan dimanfaatkan masyarakat Sulsel. Ini bagian dari tekad untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng sebab industri pengisian gas juga sudah berfungsi melayani 6 kabupaten di bagian selatan Sulsel dari Takalar hingga Selayar dan Sinjai.
"Kalau orang lain saja mengakui keberhasilan kita, kenapa kita tidak," jelas Bupati Nurdin Abdullah. Jalur baru masuk ke Pelabuhan Mattoanging tembus hingga Lamalak, akan segera rampung. Bila ini selesai, terminal penumpang dan kargo akan hadir sekaligus. Jalur pelayaran Bantaeng-Bali, Bantaeng-Lombok, Bantaeng-Surabaya dan Selayar, segera akan terbuka.
Di ujung timur, pemkab membangun fasilitas rekreasi Pantai Marina Korong Batu yang kini dalam tahap penyelesaian. Minggu depan, akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar modern di Pa’jukukang.
Daerah yang selama ini dikenal kering, akan berubah menjadi produktif setelah pembangunan Bendung Batu Massong yang akan mengaliri sawah di Layoa dan Gantarangkeke.
Menyinggung soal pendidikan yang pernah anjlok, Nurdin Abdullah yang juga pemilik kelompok usaha Maruki Internasional Indonesia mengatakan, sudah mulai mengalami perkembangan.
"Pendidikan kita kini sudah masuk 10 besar di Sulsel dan banyak yang masuk ke perguruan tinggi terkemuka baik di Sulsel maupun di luar Sulsel," kata dia. (lom)
Comeliness October 20th, 2010, 06:52 PM Makasih.. boss.. btw tahu nggak cara mngubah judu threadx??
Yg bisa ubah judul thread cuma Moderator. Ini linknya http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=112047&page=75 untuk minta tolong ke Moderator.
Nanti bilang pd Mod kalau Bantaeng New City ada di P & D dan berikan link ke thread ini biar Mod gampang nyarinya sebab banyak sekali threads di forum SSCI. :)
Comeliness October 20th, 2010, 07:35 PM Putra Bantaeng, sy post foto2nya Ambae.exe tentang Bantaeng utk gambaran proyek di kota ini. :)
The New Bantaeng
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/18718405).
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18718405.jpg
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18718765.jpg
Pantai Seruni yg akan direklamasi utk bangun the New Bantaeng.
Pantai Seruni, Bantaeng
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/18720538).
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18720621.jpg
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18720475.jpg
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18720538.jpg
Reklamasi pantai seluas 5 Ha (kalo nggak salah) utk proyek the New Bantaeng.
Comeliness October 20th, 2010, 08:21 PM Banyak yg masih buta ttg Bantaeng (termasuk gw :lol::lol:), nah nih ada foto2 punya Ambae.exe yg gw copas.
Bantaeng
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/12085353)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/12085353.jpg
Hijaunya Bantaeng dari Sinoa.
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/12085249.jpg
Persawahan Sinoa.
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/15203601).
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/15203601.jpg
Kota Bantaeng
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/15203616.jpg
Lampu Merah di Jln. Raya Lanto
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/15203601)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/13227596.jpg
Lapangan Tennis PELTI
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/13227621.jpg
Loka Camp dari Stasiun Telkom
Comeliness October 20th, 2010, 09:09 PM Kota Bantaeng
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/13227647)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/13227647.jpg
Masjid Agung yg masih kondisi 75%.
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/18387424)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18387459.jpg
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18387573.jpg
Kantor perpustakaan & arsip daerah
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18387424.jpg
SPBU Pertamina Lamalaka
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/18387179)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18387179.jpg
Perbaikan Jln Check Point Pa'ranga
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18387028.jpg
Perbaikan Jln Check Point Pa'ranga
Comeliness October 20th, 2010, 09:37 PM Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/12085061)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/12085061.jpg
Kantor DPRD.
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/13227463)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/13227463.jpg
Jln Lingkar barat.
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/13227434.jpg
Jln. Lingkar barat.
Comeliness October 20th, 2010, 09:43 PM Reklamasi Pantai Seruni
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/42472961)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/medium/42472961.jpg
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/medium/42472946.jpg
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/medium/42472942.jpg
Comeliness October 20th, 2010, 10:22 PM The New Bantaeng
Image Credits: Ambae.exe http://www.panoramio.com/photo/18722698
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18723039.jpg
High rises & Bupati Bantaeng. Akankah the New Bantaeng seperti itu kedepannya...:)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18722913.jpg
Bupati Bantaeng dgn tamu2nya.
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18722698.jpg
Mungkin itu ya calon investornya...:D
Image Credits: Ambae.exe (http://www.panoramio.com/photo/18722379)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18722011.jpg
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18722379.jpg
Diskusi ttg proyeknya. :yes:
Putra Bantaeng October 21st, 2010, 10:28 AM Wah.. hebat.. hebat keren Comeliness... terima kasih dah membantu mempublikasikan Kabupaten bantaeng..
Putra Bantaeng October 21st, 2010, 10:31 AM PKK Bantaeng Latihan Berpenampilan Menarik
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng mengikuti pelatihan cara berkomunikasi efektif dan berpenampilan menarik dengan pembicara tunggal Henny Anastasia, Spd, Mpd.
Kegiatan yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Hj Emma Mustadjab, Ny Hj Sanawiah Syamsuddin (istri Wakil Bupati Bulukumba), Ketua Persit Kartika Chandrakirana, dan pengurus teras organisasi wanita tersebut dilangsungkan di Gedung Pertiwi, Bantaeng, Rabu.
Pelatihan sehari penuh yang dirangkaikan Sosialisasi Upaya Penghapusan Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut merupakan hasil kerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng dan Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan daerah ini.
Menurut Henny Anastasia, penampilan penarik ditentukan komunikasi yang baik, terutama terhadap keluarga. Menghadapi anak, misalnya. Orang tua kini tak boleh lagi menggunakan cara lama.
Cara lama yang dimaksud adalah melalui kekerasan, membentak dan semacamnya. Anak, terangnya lagi membutuhkan rasa nyaman, aman dan perhatian.
Kalau mereka tidak menemukan di dalam rumah, dia akan mencari. Karena itu, diperlukan komitmen dalam rumah tangga agar komunikasi dapat berjalan dengan baik.
Komunikasi yang baik dalam rumah tangga, baik terhadap suami dan anak-anak juga akan menjadi obat awet muda karena selalu tergambar melalui senyum. Ia kemudian mengingatkan para istri agar tidak bertindak sebagai satpam dalam rumah dengan menjaga suami dan anak-anak.
"Jadilah ratu kecantikan di dalam rumah dan hindari komunikasi yang bersifat mengancam. Sebaliknya harus memperbanyak senyum," ucapnya sembari meminta pentingnya mengikuti perkembangan teknologi.
Jangan hanya suami atau istri saja yang mengerti jejaring sosial seperti facebook dan sejenisnya. Tetapi sedapat mungkin, pengetahuan tentang teknologi tersebut juga diketahui bersama sehingga komunikasinya nyambung, tambahnya.
Menurut dia, ibu memiliki insting untuk melindungi anak, tapi jangan sampai anak merasa terkungkung. Perhatikan usianya dan perlakukan yang sesuai karena anak akan tetap mencari jalan agar tidak selalu diproteksi.
"Orang tua juga tak mungkin bisa melindungi anaknya 100 persen. Karena itu, penting untuk menjadi teman agar tidak melahirkan luka yang bisa berdampak dalam bentuk penyesalan," urainya dan jangan sampai, anak-anak lebih senang ke tetangga, karena kecenderungan terjadinya luka batin akibat pembawaan sejak dalam kandungan.
Ini sering terjadi akibat penolakan atau ada rasa penyesalan dalam hati sejak seorang ibu hamil. Hal demikian akan menimbulkan masalah psikologis dan ini hanya dapat diselesaikan dengan meminta maaf, urainya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 21st, 2010, 10:32 AM HUT Sulsel Diperingati di Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemda Kabupaten Bantaeng bersama seluruh jajarannya memperingati HUT ke-341 Sulawesi Selatan dalam sebuah upacara di halaman Kantor Bupati Bantaeng, Selasa.
Bertindak menjadi inspektur upacara, plt Sekretaris Kabupaten Drs Zainuddin MSi yang ditandai pembacaan sejarah singkat Sulsel serta sambutan seragam Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Gubernur mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu semakin meningkat dan telah mencapai angka 9,21 persen pada triwulan kedua 2010. Hasil ini merupakan yang tertinggi di Indonesia.
Keberhasilan tersebut, jelas Gubernur, merupakan hasil kerja keras kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tambahnya seraya mengemukakan peningkatan pendapatan perkapita yang cukup siginifikan.
Menurut Gubernur, pendapatan perkapita pada 2008 sebesar Rp10,91 juta, tahun 2009 Rp12,63 juta dan pada 2010 diperkirakan mencapai Rp13,96 juta. Demikian pula dengan presentase penduduk miskin mengalami penurunan.
Jumlah penduduk miskin 2008 sebesar 1.032 ribu jiwa (13,34 persen), tahun 2009 menurun menjadi 964 ribu jiwa (12,31 persen) dan pada Maret 2010 mencapai 913 ribu jiwa (11,60 persen).
Ia berharap, pertumbuhan ini dapat menjawab visi Sulsel untuk menjadi provinsi sepuluh terbaik di Indonesia dalam hal pemenuhan hak dasar menjadi tujuan bersama yang harus dicapai pada 2013.
Gubernur berharap, kreativitas dan upaya optimal dari semua pihak sehingga tujuan yang ingin kita capai dapat diwujudkan. Visi ini mengamanatkan kepada kita semua, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat agar menjadi pegangan dalam rangka pemenuhan hak dasar masyarakat, ucapnya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 21st, 2010, 10:33 AM Pelebaran Jalan Trans Sulawesi Diteruskan 2011
Makassar (ANTARA News) - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan bahwa proyek pelebaran jalan negara lintas provinsi dari Kabupaten Jeneponto hingga Sinjai, Sulawesi Selatan, akan diteruskan pada 2011.
"Proyek jalan trans Sulawesi yang berada di wilayah selatan Sulsel itu dikerjakan atas bantuan dana dari luar negeri," kata Djoko Kirmanto di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, proyek jalan trans Sulawesi ini terwujud atas kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia dengan program The Eastern Indonesian National Road Improvement Project (EINRIP).
Proyek trans Sulawesi itu bakal menelan anggaran lebih dari Rp2,1 triliun sedangkan biaya pembebasan lahannya akan ditanggung pemerintah kabupaten/kota yang bersangkutan.
Selanjutnya pelebaran ruas jalan akan dilakukan dalam tiga tahap atau Annual Work Program (AWP).
Tahap pertama dilakukan pada 2007 ini di tiga kabupaten yakni Bantaeng, Bulukumba dan Wajo.
Panjang jalan yang akan dilebarkan di ketiga kabupaten itu mencapai 55,40 km, pelebaran tahap kedua dan ketiga meliputi Pangkep, Barru, Wajo, Parepare, Bantaeng, Jeneponto, Sinjai dan Bone.
Namun hingga saat ini pelebaran tahap kedua dan ketiga sepanjang 306,56 km itu belum dijadwalkan, yang pasti program ini diharapkan akan rampung pada 2011. (T.KR-MH/R007)
Ocean One October 21st, 2010, 03:49 PM Makasih.. boss.. btw tahu nggak cara mngubah judu threadx??
^^ Judul thread setahu saya cuma bisa diubah oleh moderator om. Sent message aja ke mod david n sertakan judul perubahan yang di inginkan or kalau tidak masuk di thread ini aja bilangin langsung aja ke mod davidnya. Pasti di kabulkan deh kalau dia lagi gak sibuk aja.. >> http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=112047&page=75
Putra Bantaeng October 22nd, 2010, 04:58 AM sssiiiipp.. makasih..:banana:
Putra Bantaeng October 22nd, 2010, 04:59 AM TNI Siap Dukung Pembangunan di Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Komandan Korem (Danrem) 141 Toddopuli Kol Inf Sukran Hambali mengatakan, TNI selalu siap memberikan dukungan terhadap pembangunan nasional, terutama di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang dilakukan Korem 141.
Pada ramah tamah dan perkenalan sebagai pejabat baru di lingkungan Korem 141 yang membawahi 11 Kodim di Sulsel, Kamis, putra Bengkulu yang mantan Dan Ringdam Sriwijaya tersebut mengatakan, meski baru pertama kali ke Bantaeng, namun sudah melihat perkembangan yang luar biasa.
"Kami salut pada Pak Bupati yang memberi perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan berbagai potensi," ujarnya.
Ia juga mengakui, sudah bertugas dimana-mana, namun baru di Bantaeng bisa bertemu dengan semua pejabat lengkap. "Ini kehormatan tersendiri yang saya rasakan," tambah Sukran Hambali yang juga mantan Dandim Denpasar, Bali.
Menurutnya, kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini memiliki keindahan tersendiri. Wilayah pegunungan dipenuhi apel dan strawberi sedang di lautan ada wisata laut. "Saya bahkan sudah menikmati bermain jet ski di Pantai Marina Korong Batu," ucapnya.
Menurut Danrem 141 Toddopuli yang tiba bersama Ny Tina Julianti dan didampingi Dandim 1410 Bantaeng Letkol Inf Sidik dan Ny Nurtahira serta petinggi Kodim lainnya, pihaknya sudah banyak mendengar tentang Bupati Bantaeng.
"Nilai jual pak bupati sudah menjanjikan hingga ke manca negara, tinggal kerjasamanya dengan berbagai pihak. Apalagi, Nurdin Abdullah kini sedang mengikuti Lemhanas. Tinggal dipoles sedikit, semua program akan jalan," tandasnya optimistis.
Ia kemudian mengemukakan potensi lahan pertanian di Indonesia yang kini kurang digarap serius seperti dulu, padahal kita negara agraris tapi kita malas bertani.
Karena itulah, ia berharap jajarannya tetap bersama rakyat turut melakukan pembangunan. Kegiatan bersama rakyat yang juga disebut kegiatan teritorial tersebut merupakan andalan TNI untuk terlibat langsung dalam pembangunan tanpa berhitung untung rugi, ucapnya.
Kebersamaan yang sudah terjalin sejak awal tersebut hendaknya dapat dipertahankan. "Kita kenal dengan bakti TNI yang bersama rakyat melakukan pembangunan jalan dimana-mana, termasuk pada daerah terpencil," urainya.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng diwakili Sekkab Drs Zainuddin, MSi menguraikan potensi Bantaeng serta pembangunan yang sedang berjalan mulai dari pembangunan jalan, reklamasi pantai hingga pembangunan Instalasi Rawat Darurat (IRD) untuk kelengkapan rumah sakit moderen Prof Anwar Makkatutu.
Pertemuan silaturahmi tersebut juga dihadiri pengurus FKPPI 1905 Cabang Bantaeng.
(T.pso-102/F003)
Wawar05 October 24th, 2010, 04:43 AM gimana nih kabarnya tentang apel dan strawbery bantaeng? dipost juga yah...:cheers:
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 11:23 AM gimana nih kabarnya tentang apel dan strawbery bantaeng? dipost juga yah...:cheers:
ok.. boss... nanti di porsting ya...
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 12:02 PM ni da pic kebun strawbery Bantaeng dari dr Traveler Ambaeexe.. sumber : traveljournals.net
Merupakan kawasan/area Transmigrasi yang berada di dataran tinggi Bonthain.
Lokasi :
Kampung Muntea
Desa Bonto Lojong
Kecamatan Ulu Ere
Kabupaten Bantaeng
Komoditas :
Strawberry
Apel
Kol
Kentang
Sawi
Wortel
Bawang
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259165-kebun-strawberry-1-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259167-strawberry-kavlin-ii-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259166-strawberry-kavlin-i-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259170-strawberry-kavlin-v-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259169-strawberry-kavlin-iv-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259181-strawberry-3-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259179-strawberry-1-bantaeng-indonesia.jpg
http://http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259167-strawberry-kavlin-ii-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259174-bawang-merah-in-muntea-bonthain-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259182-jalan-akses-muntea-1-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259182-jalan-akses-muntea-1-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259185-strawberry-4-bantaeng-indonesia.jpg
Listrik Tenaga Surya dan Kincir Angin
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259175-listrik-tenaga-surya-dan-kincir-angin-1-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259178-listrik-tenaga-surya-dan-kincir-angin-4-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259177-listrik-tenaga-surya-dan-kincir-angin-3-bantaeng-indonesia.jpg
http://www.traveljournals.net/pictures/l/25/259176-listrik-tenaga-surya-dan-kincir-angin-2-bantaeng-indonesia.jpg
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 12:06 PM NI DA FOTO BANTaENG DARI BLOG Bantaeng "Butta Toa"
MASJID AGUNG SYEKH ABDUL GANI
http://3.bp.blogspot.com/_9vg1_UyGJkM/SXgyWoeOcdI/AAAAAAAAADE/huNjR8w2R6k/s320/DSC00034.JPG
MASJID RAYA
http://1.bp.blogspot.com/_9vg1_UyGJkM/SXgs08qDwgI/AAAAAAAAAC8/--gPjxP-T0c/s320/DSC01831.jpg
TAMAN PURBAKALA
http://2.bp.blogspot.com/_9vg1_UyGJkM/SXg6A1pMEkI/AAAAAAAAADU/l0nuizzglq0/s320/DSC00035a.JPG
HOTEL AHRIANI
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/19956512.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_9vg1_UyGJkM/SXg76oCnN-I/AAAAAAAAADc/TQhR5gszVHs/s320/DSC01833.jpg
AIR TERJUN BISSAPPU
http://3.bp.blogspot.com/_9vg1_UyGJkM/STizPmou0CI/AAAAAAAAAA4/DKFx0y-_p2Q/s320/airterjun.jpg
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 01:51 PM TEMPAT WISATA BANTAENG DARI alitophank@yahoo.co.id
Nur Alif H. DARI Blog tentang All About Bhantaeng..
# MAKAM DATUK PAKKALIMBUNGAN
# KAWASAN BALLA TUJUA RI ONTO
# PANTAI SELATAN DAN TAMAN BERMAIN
# MESJID TUA TAQWA TOMPONG
# GUA BATU EJAYYA
# MAKAM RAJA-RAJA LA TENRI RUWA
# AIR TERJUN BISSAPPU
# PERMANDIAN ALAM EREMERASA
MAKAM DATUK PAKKALIMBUNGAN
http://3.bp.blogspot.com/_2v_bPUkEngA/SSUKnjnp3GI/AAAAAAAAAEw/R_1xuu9EQ50/s200/P9090231.JPG
Makam ini terletak di Kelurahan Bontosunggu Kecamatan Bissappu, sekitar 2 km dari ibukota Bantaeng, makam ini masih terawat dan banyak dikunungi oleh masyarakat di dalam maupun diluar kabupaten, dari jalan dekat Kantor Camat Bissappu, para pengunjung yang data harus memarkir kendaraanya sekitar 700 meter sebelu, sampai di lokasi makam. Setelah itu mereka yang datang ke sana biasanya untuk berziarah atau melepas nazar.
Setiap hari, makam I ni ramai dikunjungi orang pada hari minggu, para pengunjung yang dating sangat antusias bahkan jumlahnya mencapai ratusan orang. Mereka dating bersama keluarganya diwaktu pagi dan pulang pada siang atau sore hari. Datuk Pakkalimbungan mempunyai nama asli yaitu Syekh Muhammad Amir, pada masa hidupnya pada tahun 1912 beliau adalah seorang muballiq besar dan sangat dikagumi oleh masyarakat sekitar Bantaeng. Sebenarnya di Bantaeng pernah ada beberapa Muballiq besar diantaranya Syekh Nur Baharuddin di Masjid Taqwa Tompong pada tahun 1889 dan Syekh Tuan Abdul Gani di Bissampole pada tahun 1800.
Ironisnya tempat Makam Datuk Pakkalimbungang yang masyarakat sering menyebutnya Dg Toa ini masih dijadikan tempat untuk meminta sesuatu diakibatkan karena kurangnya pengetahuan agama yang dimilikinya hal inilah yang membuat sebagian masyarakat Bantaeng merasa cemas dengan perilaku ini yang agak menyimpang dengan agama islam.
Untuk mengetahui lebih dekat makam dari Datuk Pakkalimbungang ini anda dapat berkunjung kesana tanpa hari-hari tertentu…
KAWASAN BALLA TUJUA RI ONTO
http://3.bp.blogspot.com/_2v_bPUkEngA/SSUGkgd1VTI/AAAAAAAAAEo/coXQ0PngFDI/s200/P9280201.JPG
Balla Tujua berarti tuju buah rumah ini terletak di Perkampungan TUa Onto di Lereng Gunung Lompobattang di Desa Onto Kecamatan Bantaeng sekitar 12 km sebelah utara Ibukota Bantaeng.
Balla Tujua merupakan salah satu situs perkampungan yang menempati areal tanah milik masyarakat yang luasnya sekitar 5 hektar, disekelilingnya ditumbuhi pohon-pohon yang tinggi hingga mencapai 60 meter serta rotan dan beberapa pohon lainnya. Didalam kawasan ini terdapat 7 buah rumah tinggal diaman ada 6 buah rumah diantaranya berukuran besar dan menghadap ke Utara, sedangkan yang satunya berukuran kecil menghadap ke Selatan.
Selain itu, dikawasan ini terdapat bangunan tempat upacara untuk kegiatan pelantikan kepala kaum, pesta perkawinan, dan upacara kelahiran bayi, bangunan ini berupa rumah panggung dan pagar, yaitu Rumah Balla Lompoa, Balla To’do, dan Balla Ca’dia. Bangunan lainnya dikenal dengan nama Taka’ Bassia, yaitu bangunan bekas tempat penempaan besi, terletak di sebelah Selatan Balla Ca’dia.
Masyarakat yang tinggal disana merupakan satu dari tuju kelompok masyarakat yang ada di Bantaeng pada zaman dahulu. Setiap kelompok masyarakat dipimpin oleh kepla kaum yang disebeu Totoa, dia dianggap tua atau dituakan dalam kelompoknya, selain itu dia dianggap memiliki kecakapan tertentu dan sebagai symbol kehadiran leluhur mereka.
Cikal bakal kerajaan Bantaeng berasal dari Onto. Kepala kaum di Onto bergelar Rampang yang digantikan oleh Kareang Loe ri Onto, setelah wafat beliau pun digantikan oleh Punta Dolangang dengan gelar Dala Onto yang kemudian dilantik sebagai raja yang pertama di Bantaeng.
PANTAI SELATAN DAN TAMAN BERMAIN
http://i476.photobucket.com/albums/rr129/alitophank/IMG_0027-1.jpg
Taman Bermain ini terletak di Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, dalam kota Bantaeng, perjalanan manuju tempat ini dapat ditempuh sekitar 5 menit perjalanan melewati jalan poros. Disini ada dermaga, tempat berlabuhnya perahu nelayan dan perahu yang mengangkut barang.
Dalam taman berman ini banyak terdapat fasilitas yang dapat digunakan untuk bermain seperti kincir, perahu bebek, dan masih banyak lagi. Dengan hadirnya taman yang begitu cantik dan tertata dengan baik membuat pengunjung menjadi terpesona. Selai dari itu di taman tersebut terdapat dermaga yang dapat dijadikan sebagai tempat bersantai para pengujung di waktu pagi maupun setiap sore hari, pada hari-hari libur banyak pengunjung yang berdatangan baik di dalam maupun diluar Bantaeng didekatnya terdapat cafeteria yang menyediakan berbagai makanan dan minuman ringan sambil mendengarkan musik.
Disepanjang pantai kita bisa beristirahat sambil menunggu keindahan matahari yang terbenam di sore hari sehingga menambah keindahan pantai selatan. Olehnya itu mari berkunjung ke Taman Bermain untuk melihat berbagai keindahan laut sambil bermain dengan anak maupun keluarga yang lainnya…Selamat bersenang-senang.
MESJID TUA TAQWA TOMPONG
http://i476.photobucket.com/albums/rr129/alitophank/MesjidTaqwaTompong.jpg
Mesjid Taqwa Tompong adalah termasuk salah satu Masjid yang tertua atau mesjid kuno di Kabupaten Bantaeng dengan menyimpan nilai sejarah yang cukup banyak. Mesjid ini terletak di Kelurahan Letta Kecamatan Bantaeng sekitar 100 meter dari kota Bantaeng, memiliki luas area tanah wakaf seluas 857 meter persegi.
Sekilas tentang Mesjid kuno ini yang mana memiliki atap yang berbentuk tumpang tiga, bangunan induknya terdiri dari penampil dan tubuh mesjid, dinding mesjid dibagian utara, selatan dan barat terbuat dari tembok yang mempunyai ventilasi udara dari roster porselin berwarna hijau, dnding mesjid di bagian Timur terdiri dari empat pilar dengan gaya arsitektur Eropa. Tubuh mesjid terdiri dari tembok dengan 5 buah pintu masuk dan 6 buah jendela, diatas tiap pintuk masuk terdapat hiasan Kaligrafi Al-Qur’an, didalam tubuh mesjid terdapat 4 buah soko gutu berukuran 80 x 80 cm sebagai penopang atap, pada puncak mesjid terdapat mustak yang terbuat dari keramik masa Dinasti Ming, sedangkan di dalam mesjid terdapat pula mimbar untuk berkhotbah yang terbuat dari kayu bayam dengan relief da kaligrafi.
Dihalaman Timut mesjid terdaoat 2 buah gapura pintu masuk berbentuk setengah lingkaran, disebeah kiri dan kanan gapura terdapat 2 buah kolam untuk tempat berwudhu dimana satu diantaranya ditutup dengan penutup yang berbentuk kubah. Konon Mesjid Tompong ini dibangun pada tahun 1887 atas prakarsa Raja Bantaeng araeng Panawang bersama Adaat 12. Pada waktu itu seorang dermawan yang bernama La Bandu yang berasal dari Kabupaten Wajo menetap di Bantaeng, beliaupun membangun Mesjid ini, untuk membangun Mesjid ini didtangkan seorang arsitek bernama La Pangewa dari Kabupaten Bone.
Dari masa kemasa Mesjid ini masih berdiri kokoh sampai sekarang degan jamaah yang ratusan. Jadi jika anda berkunjung ke Bantaeng Jangan lupa melihat atau singgah di Mesjid ini untuk dapat melihat nilai religius dari Masjid ini. Dijamin dapat memberikan kepuasan batin dalam mengenal kekuasan Allah SWT….Aminnnn.
GUA BATU EJAYYA
http://4.bp.blogspot.com/_2v_bPUkEngA/SSOqJUiR_II/AAAAAAAAAEg/UBah45B6gyY/s200/P9090244.JPG
http://4.bp.blogspot.com/_2v_bPUkEngA/SSOp8ixI61I/AAAAAAAAAEY/AJuARC8lBhU/s200/P9090240.JPG
Obyek wisata ini terletak di Kelurahan Bontojawa Kecamatan Bissappu, berjarak sekitar 16 km dari kita Bantaeng dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 30 menit . Gua ini berada pada daerah perbukitan sehingga memerlukan tenaga ekstra untuk melihat keindahan obyek wisata ini, jarak dari jalan raya sekitar 300 meter…wah cukup jauh juga yah..tapi anda bisa naik kendaraan loh.
Obyek wisata ini tergolong unik dan langkah dari namanya saja Gua Batu Ejayya berarti Gua Batu Merah, Gua ini dikelilingi dengan bebatuan yang berwarna merah. Disini anda bisa melihat keindahan alam dari atas batu dan dapat melihat gua yang sangat gelap. Disekitar gua ini terdapat banyak pohon randu, dimana masyarakat setempat menggunakannya sebagai bahan baku untuk pembuatan kasur sebagai mata pencahariannya.
Gua ini terbentuk dari batu kapur yang terjadi pada zaman plestosin, dua semacam ini sering disebut abris sous rouce. Pada zaman Plestosin, es yang ada di kutub Utara dan Selatan mancair. Akibatnya, terjadi air pasang hingga beberapa meter daiatas permukaan laut, dan air laur menutui sebagaian besar daratan, karena adanya pukulan-pukulan ombak ke gunung batu kapur maka terbentuklah apa yang disebut gua.
Gua Batu Ejayya pernah ditelit pada tahun 1937 oleh Van Stein Callonfols, ilmuwan dari Belanda, ia melakukan penggalian arkeologi dan menemukan alat-alat batu jenis calsedon berupa serpihan yang digunakan sebagai pencerut dan ujung-ujung anak panah.
Konon, Gua Batu Ejayya ini memiliki latar belakang sejarah yang sangat unik pula, Batu Ejayya memiliki saudara bernama Batunu yang terletak di di desa Mattoanging anehnya satu di perbukitan satu di lautan. Dari turun temurun Batu Ejayya diyakini sebagai tempat keramat, sehingga masih banyak masyarakat dari dalam dan luar daerah yang datang ke tempat ini untuk berdoa dan membawa beberapa sesajen. Percaya tau ngga percaya tergantung keyakinan kita masing-masing.
Disini kita bisa melihat seluruh kota Bantaeng dari kejahuan dengan pemandangan yang sangat indah dan menarik. Kita bisa mengajak keluarga kita untuk berkunjung ke tempat ini dan melihat ketakjuban dari Gua Batu Ejayya….Ditunggu yah kedatangnnya…
MAKAM RAJA-RAJA LA TENRI RUWA
http://2.bp.blogspot.com/_2v_bPUkEngA/SSN_qhSe4JI/AAAAAAAAAEA/9sgoZBkgCAs/s200/P6053475.JPG
Kompleks makam para Raja-Raja ini merupakan salah satu bukti Kejayaan Bantaeng dimasa lalu dengan latar belakang sejarah bahwa Bantaeng merupakan Daerah kawasan para Raja-Raja atau lebih dikenal sebagai Karaengna Bantaeng. Kawasan ini terletak di tengah kota Kabupaten Bantaeng tepatnya di Lingkungan Lembang Cina Keurahan Pallantikang Kecamatan Bantaeng, sekitar 50 meter, untuk menuju kawasan ini kita bias jalan kaki atau naik kendaraan. Sebelah timur kompleks makam ini terdapat Sungai Calendu yang bersambungan langsung ke laut, dalam kawasan makam in terdapat taman, jalan setapak, kolam, kursi taman, ruang informasi, kamar mandi dan WC, serta ruang tempat beristirahat.
Makam Raja-Raja Bantaeng ini lebih dikenal dengan Makam Raja-Raja La Tenri Ruwa, nama in diambil dari seorang tokoh sejarah yaitu La Tenri Ruwa yang makamnya ada dalm kompleks tersebut. LaTenri Ruwa adalam nama-nama Raua Bone ke – 11, ia pertama menerima ajakan dari Raja Gowa ke – 14 Mangerangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin untuk memeluk agama islam, selanjutnya diangkat menjadi Raja di Bantaeng.
Dalam Kompleks pemakaman ini terdapat sekitar 159 buah makam, bangunan makam ini terbuat radi batu karang, selebihnya daru batu padas, batu bata, dan batu kapur yang memkai baan parekat semen. Sangat banyak yang bias kita nikmati di Kawasan ini dan kita bisa banyak belajar dari sebuah sejarah yang sangat kental dengan ke Karaengang.
Kompleks makam la Tenri Ruwa adalah kompleks peristirahatan terakhir raja-raja bantaeng, termasuk makam raja Bantaeng, La Tenri Ruwa.
Pada kompleks makam ini terdapat kurang lebih 190-an buah makam yang terbuat dari batu cadas dan batu pahat.
Dilihat dari segi orientasi makam, maka dipemakaman ini terdapat dua macam, yakni:
- Menghadap utara
Menghadap utara tandanya orang yang dimakamkan adalah orang-orang yang sudah memeluk agama Islam.
- Menghadap barat
Menghadap barat, tandanya orang yang dimakamkan adalah orang-orang yang belum memeluk Islam.
Dari bentuk makamnya terbagi tiga, seperti:
- Berbentuk kubah, yang dimakamkan adalah bangsawan dari golongan karaeng ti’no;
- Berbentuk jirat semu susun timbunan batu, yang dimakamkan adalah bangsawan dari golongan karaeng sipue;
- Berbentuk jirat biasa, yang dimakamkan adalah dari golongan tomaradeka (orang kebanyakan). ***Amir Al-Maruzy***.
AIR TERJUN BISSAPPU
http://3.bp.blogspot.com/_2v_bPUkEngA/SSOCFvILrlI/AAAAAAAAAEI/RqSLo8gXfeM/s200/bissappu4.JPG
Air Terjun Bissappu terletak di Desa Bonotsalluang Kecamatan Bissapu jarak tempuh dari Kota Bantaeng sekitar 5 km dengan lama perjalanan sekitar 15 menit, perjalanan menuju tempat Air terjun tersebut melewati beberapa tanjakan dan berkelok-kelok tapi jalanannya udah bagus. Jika kita ingin melihat keindahan panorama dari air terjun tersebut sebaiknya kita kesana di waktu pagi hari atau sebelum siang hari, maka anda akan merasakan udara sejuk ditambah dengan keindahan air terjun yang begitu indah dipandang mata.
Kalau ingin melihat air terjun dari dekat, maka kita terlebih daulu akan melewati beberapa anak tangga yang bersusun dengan rapih sambil melihat pancuran air terjun dari kejauhan jauh. Pokoknya keindahan panorama alam Air Terjun Bissappu tidak diragukan lagi karna akan memberikan nilai tersendiri di hati para pengunjung...Penasaran silahkan berkunjung di tempat wisata ini ..ok selamat berjumpa yah ..
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 01:58 PM BUPATI BANTAENG
Bapak Prof.Dr.Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr
http://photos.friendster.com/photos/33/75/79255733/1_418131986m.jpg
Di masa pemerintahan beliau banyak pembangunan yang terjadi di Bantaeng beliau menginginkan Kabupaten Bantaeng menjadi pusat perdagangan, perekonomian dan pemerintahan di bagian selatan provinsi Sulawesi Selatan
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 02:01 PM Mantan Gubernur Puji Nurdin Abdullah
BANTAENG, BKM - Mantan Gubernur Sulsel, H Andi Oddang memuji keberhasilan Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah dalam memimpin dan membangun daerahnya.
Andi Oddang yang didampingi Pengurus DHC 45 Bantaeng, Rabu (13/10), mengakui sejumlah program pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Bantaeng.
Menurut mantan orang nomor satu di Sulsel ini, program tersebut mengarah kepada peningkatan taraf hidup masyarakat. Baik di bidang pertanian maupun industri.
Di bidang pertanian, Nurdin Abdullah mencanangkan tanaman talas sebagai salah satu komoditi andalan Bantaeng untuk diekspor ke Jepang. Juga perkebunan apel dan strowberry yang dikembangkan di kawasan pegunungan Loka.
Begitupun padi varietas brasmatik yang diujicoba di Sinoa, Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa. Varietas ini sudah dipanen perdana, dihadiri Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo.
Tanaman cengkeh juga kembali digeliatkan pengembangannya di bagian utara wilayah Bantaeng yang terdiri dari pegunungan. Iklimnya sejuk dan bersenyawa dengan tanaman cengkeh.
Di bidang industri, Nurdin Abdullah bersama jajarannya, merintis pembangunan industri pengalengan ikan melalui PT Global Seafood. Pengalengan ini berlokasi di Kampong Bakara, Desa Pa'jukukang, Kecamatan Pa'jukukang.
Di ujung timur Bantaeng, selain telah berdiri industri pengisian gas, Nurdin Abdullah juga memprogramkan wisata pantai Marina Korong Batu, Desa Baruga, Kecamatan Pa'jukukang.
Dalam perjalanan pemerintahannya, Nurdin Abdullah akan mencanangkan program di seluruh kecamatan, disesuaikan dengan karakteristik lingkungan setempat.
Misalnya, yang beriklim sejuk, Bupati membudidayakan tanaman yang hanya dapat tumbuh pada daerah yang dingin. Seperti sebagian Bissappu, Uluere, ujung utara Bantaeng, Eremerasa, Tombobulu.
sumber :
http://www.beritakotamakassar.com/images/logo123.jpg
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 02:07 PM PETA KABUPATEN BANTAENG
http://4.bp.blogspot.com/__KbVty-JsuM/TEnfaHtk0EI/AAAAAAAAAEA/84XNfeG9NLk/S175/37875_139422406082748_100000449674667_289084_85969_n.jpg
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 03:40 PM Rumah Jabatan Bupati Bantaeng
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/13227835.jpg
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 03:41 PM FOTO DARI : bantaengpedesaan.blogspot.com
http://3.bp.blogspot.com/_GC3C0rP3dns/SStpWBSNmEI/AAAAAAAAAEc/kwEmK6ERalI/S700/1.JPG
Perbatasan Kabupaten Bantaeng - Kabupaten Jeneponto
http://3.bp.blogspot.com/_GC3C0rP3dns/SSyzY1_Z5EI/AAAAAAAAAIQ/xhMwVbSZg2U/S483/3.JPG
Cafe Ratu Bahari
http://4.bp.blogspot.com/_GC3C0rP3dns/STgOu6OSrpI/AAAAAAAAAKE/Z459tmWSmMQ/S269/cafe+rt+bahari.jpg
Pantai Seruni
http://3.bp.blogspot.com/_GC3C0rP3dns/STgQdsaO3hI/AAAAAAAAAKk/5BKW-k7RDCQ/S269/cafe+pantai.jpg
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 03:44 PM http://i40.tinypic.com/2njkf7p.jpg
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 03:56 PM Foto dari Panormio.com
RSUD Prof. DR. H. M. Anwar Makkatutu
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18386170.jpg
Tugu Segitiga (Jl. Seruni-Jl. Teratai)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/20383802.jpg
Monumen A. Mannappiang
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/12085071.jpg
Sumber : Ambae.exe
Putra Bantaeng October 24th, 2010, 04:05 PM KAWASAN PERKANTORAN BANTAENG
Kantor Bupati Bantaeng
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18387688.jpg
Pengadilan Agama
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/20330755.jpg
DPRD Kab. Bantaeng
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/12085061.jpg
Kantor Pengadilan Negeri
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/12085410.jpg
Kantor Perpustakaan&Arsip Daerah
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18387459.jpg
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/18387573.jpg
Sumber : Ambae.exe
Putra Bantaeng October 25th, 2010, 03:53 AM RUMAH-RUMAH ADAT BANTAENG
1. RUMAH ADAT BALLA LOMPOA
http://i47.tinypic.com/2n1e2ah.jpg
Rumah ini dibangun oleh raja Bantaeng ke-2 Massaniga Maratuang pada abad ke-13. Pada zaman kejayaan kerajaan Bantaeng, rumah ini berfungsi sebagai istana raja. Mulai dari raja ke-2 Massaniga Maratuang, sampai kepada raja ke-32 Karaeng Pawilloi.
Disamping itu, rumah ini dijadikan sebagai tempat besidang Bate Sampuloanrua (adat dua belas). Adat dua belas itu antara lain: Jannang Bissapole; Jannang Mappilawing; Jannang Tanga-tanga; Jannang Bungungloe; Jannang Mamampang; Jannang Katapang; Jannang Morowa; Jannang Ti’no; Jannang Tabaringang; Jannang Karunrung dan dua jannang lainnya.
2. RUMAH ADAT BALLA BASSIA
http://http://1.bp.blogspot.com/_HL8QHsTg78w/SRNFJmBxDbI/AAAAAAAAAm4/3lehiwRtsI8/s320/DSCN4907.JPG
3. RUMAH ADAT BALLA TUJUA
http://3.bp.blogspot.com/_2v_bPUkEngA/SSUGkgd1VTI/AAAAAAAAAEo/coXQ0PngFDI/s200/P9280201.JPG
Balla Tujua berarti tuju buah rumah ini terletak di Perkampungan TUa Onto di Lereng Gunung Lompobattang di Desa Onto Kecamatan Bantaeng sekitar 12 km sebelah utara Ibukota Bantaeng.
Balla Tujua merupakan salah satu situs perkampungan yang menempati areal tanah milik masyarakat yang luasnya sekitar 5 hektar, disekelilingnya ditumbuhi pohon-pohon yang tinggi hingga mencapai 60 meter serta rotan dan beberapa pohon lainnya. Didalam kawasan ini terdapat 7 buah rumah tinggal diaman ada 6 buah rumah diantaranya berukuran besar dan menghadap ke Utara, sedangkan yang satunya berukuran kecil menghadap ke Selatan.
Selain itu, dikawasan ini terdapat bangunan tempat upacara untuk kegiatan pelantikan kepala kaum, pesta perkawinan, dan upacara kelahiran bayi, bangunan ini berupa rumah panggung dan pagar, yaitu Rumah Balla Lompoa, Balla To’do, dan Balla Ca’dia. Bangunan lainnya dikenal dengan nama Taka’ Bassia, yaitu bangunan bekas tempat penempaan besi, terletak di sebelah Selatan Balla Ca’dia.
Masyarakat yang tinggal disana merupakan satu dari tuju kelompok masyarakat yang ada di Bantaeng pada zaman dahulu. Setiap kelompok masyarakat dipimpin oleh kepla kaum yang disebeu Totoa, dia dianggap tua atau dituakan dalam kelompoknya, selain itu dia dianggap memiliki kecakapan tertentu dan sebagai symbol kehadiran leluhur mereka.
Cikal bakal kerajaan Bantaeng berasal dari Onto. Kepala kaum di Onto bergelar Rampang yang digantikan oleh Kareang Loe ri Onto, setelah wafat beliau pun digantikan oleh Punta Dolangang dengan gelar Dala Onto yang kemudian dilantik sebagai raja yang pertama di Bantaeng.
4. RUMAH ADAT BALLA TEMBO
Sumber :
http://stat.kompasiana.com/data/css/images/logo.gif
Putra Bantaeng October 25th, 2010, 07:52 AM LOKASI PENCANANGAN PEMBANGUNAN BONTHAIN BEACH HOTEL
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs195.snc3/20248_1180157796330_1599746167_30387690_6494347_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs175.snc3/20248_1180166756554_1599746167_30387705_1460541_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197466789044_1599746167_30418767_5449570_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197466829045_1599746167_30418768_4981343_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs370.snc3/23783_1196937615815_1599746167_30417665_3468780_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs370.snc3/23783_1196938535838_1599746167_30417686_3851210_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs370.snc3/23783_1196938095827_1599746167_30417676_6313368_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197468029075_1599746167_30418798_4536466_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197467109052_1599746167_30418775_7216898_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs195.snc3/20248_1180157836331_1599746167_30387691_6991958_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs175.snc3/20248_1180602327443_1599746167_30388167_5094819_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs175.snc3/20248_1180604647501_1599746167_30388171_1108337_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs175.snc3/20248_1180617087812_1599746167_30388200_1697861_n.jpg
Sumber : Facebook Syahrul Bayan
Putra Bantaeng October 25th, 2010, 07:59 AM Perkembangan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Marina Korong Batu
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs203.ash2/46653_1349304584894_1599746167_30747634_1865592_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs411.snc4/47470_1349300064781_1599746167_30747610_2624557_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs185.ash2/44856_1349301904827_1599746167_30747614_3987260_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs203.ash2/46653_1349304464891_1599746167_30747631_44094_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs423.snc4/46653_1349304264886_1599746167_30747626_789109_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs422.snc4/46540_1349328785499_1599746167_30747661_825083_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs423.snc4/46613_1349318945253_1599746167_30747659_5443911_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs387.snc4/45062_1349332225585_1599746167_30747704_2727387_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs191.ash2/45385_1349347385964_1599746167_30747799_3879216_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs391.snc4/45385_1349347345963_1599746167_30747798_783458_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs407.snc4/46997_1349350746048_1599746167_30747825_4776356_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs128.ash2/39756_1334112005089_1599746167_30709978_5739465_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs154.ash2/41028_1334113765133_1599746167_30709989_2287742_n.jpg
Sumber : Facebook Syahrul Bayan
Putra Bantaeng October 25th, 2010, 08:03 AM PABRIK GLOBAL SEAFOOD BANTAENG
Industri Pengolahan ikan PT Global Seafood International Indonesia (GSII) mulai berproduksi. Produksi perdana dalam bentuk surimi beku (frozen) tersebut akan diekspor ke Jepang. Pada produksi perdana tersebut, PT GSII mengolah 10 ton ikan yang dipasok oleh Perusda Baji Minasa Kabupaten Bantaeng.
PERESMIAN PEMBANGUNAN BBH DAN EKSPOR PERDANA HASIL OLAHAN IKAN ASAL BANTAENG KE JEPANG
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197629473111_1599746167_30419133_858441_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197629593114_1599746167_30419136_2836495_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197629513112_1599746167_30419134_4690231_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197629073101_1599746167_30419124_3888224_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197629433110_1599746167_30419132_7362393_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197629793119_1599746167_30419141_1486340_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197629833120_1599746167_30419142_3654708_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197629913122_1599746167_30419144_239678_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197630313132_1599746167_30419154_2836779_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197630353133_1599746167_30419155_4545186_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197630393134_1599746167_30419156_5457601_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197630753143_1599746167_30419165_7991820_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197630913147_1599746167_30419169_5093538_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197630993149_1599746167_30419171_6784608_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197631113152_1599746167_30419174_298722_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197633433210_1599746167_30419201_1069196_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19677_1197633993224_1599746167_30419215_3531786_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs175.snc3/20248_1183700164887_1599746167_30394828_7663747_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs175.snc3/20248_1183700204888_1599746167_30394829_1219321_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs195.snc3/20248_1183699364867_1599746167_30394819_7462531_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs175.snc3/20248_1183699444869_1599746167_30394820_7119610_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs195.snc3/20248_1183700364892_1599746167_30394833_4832252_n.jpg
Sumber : Facebook Syahrul Bayan
Putra Bantaeng October 25th, 2010, 08:13 AM Gubernur Sulawesi Selatan dan Bupati Bantaeng
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs519.snc3/27233_1225242883429_1599746167_30473707_8017021_n.jpg
Putra Bantaeng October 25th, 2010, 08:16 AM PIALA ADIPURA TAHUN 2010
Kabupaten Bantaeng yang berjarak 120 kilometer selatan Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang kebersihan lingkungan 2010, Piala Adipura untuk kategori kota kecil
Pada 2009, Kabupaten Bantaeng berhasil meraih Piagam Adipura. Keberhasilan tersebut semakin memicu untuk meraih penghargaan tertinggi dalam bentuk Piala Adipura.
penyerahan Piala Adipura akan dilakukan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Istana Negara
Keberhasilan ini sekaligus menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai daerah pertama di bagian selatan Sulsel yang berhasil meraih Piala Adipura untuk kategori Kota Kecil.
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs518.ash1/30504_1283162531384_1599746167_30595162_2754316_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs538.snc3/30504_1283162611386_1599746167_30595163_3965062_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs558.snc3/30504_1283162811391_1599746167_30595164_7503810_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs538.snc3/30504_1283163051397_1599746167_30595166_2021350_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs538.snc3/30504_1283162211376_1599746167_30595160_6240630_n.jpg
Sumber : Facebook Syahrul Bayan
Putra Bantaeng October 25th, 2010, 08:25 AM BANTAENG PERSIAPKAN EKSPOR BUNGA KE KOREA
Bantaeng, 10/3 – Selain talas, biji kapuk dan hasil perikanana, Kabupaten Bantaeng kini mempersiapkan ekspor bunga ke Korea. Jenis bunga yang dipersiapkan untuk ekspor tersebut adalah jenis krissan dan tulip.
Kedua jenis bunga itu kini dikembangkan di Balai Benih Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng di Kecamatan Ulu Ere. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah ketika meninjau lokasi pengembangan bunga tersebut, Senin (8/3) berharap, masyarakat disekitar desa itu turut mengembangkan tanaman berwarna-warni tersebut.
Bupati yang didampingi Kadis Pertanian dan Kehutanan Ir HM Akil Reza serta Kepala Seksi Pengembangan Produksi Hortikultura (Perlintan) dan Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Ir Moch Kamrah dan Kepala Instalasi Kebun Benih Hortikultura Loka, Ir Badawi mengatakan, untuk memantapkan posisi sebagai penghasil bunga, masyarakat diharap serius menjadikan kawasan tersebut menjadi Kampung Bunga.
‘’Insya Allah kalau kita serius, tanaman ini akan mendatangkan penghasilan yang lebih baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,’’ terang Nurdin Abdullah yang berharap lahan disekitar kawasan Balai Benih dapat dimanfaatkan dengan baik.
Kepada petugas lapangan Dinas Pertanian juga diminta lebih rajin melakukan penataan agar terjadi variasi sebab bunga krissan bisa bertahan 15 hari di dalam pas bunga.
Masih menurut Bupati Nurdin Abdullah, untuk tahap awal, bunga berbagai warna ini akan mensuplai kebutuhan bunga kota Makassar. Kebutuhan bunga ibukota provinsi Sulsel itu selama ini disuplai dari Surabaya, Jawa Timur.
‘’Bila kebutuhan bunga di Kota Makassar sudah tepenuhi, atau produksi kita bisa meningkat drastis, ekspor ke Korea juga bisa dilakukan sebab Negara itu membutuhkan banya bunga jenis krissan,’’ urainya.
Untuk pengembangan kepada masyarakat, Bupati Bantaeng mengajak Camat dan Kepala Desa lebih berperan mengajak masyarakat menanam bunga. ‘’Bibit bunga krissan selama ini masih didatangkan dari Jawa, sedang bibit tulip di bawa langsung bapak bupati dari Belanda,’’ jelas Badawi.
Bibit krissan yang dikembangkan sebanyak 3000 dan kini sudah berkembang menjadi 5000-an, sedang bunga dari Belanda (tulip) yang dikembangkan dalam green house bersama anggrek dan tanaman hias lainnya hasil kerjasama Koica Korea dan Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng itu kini baru tumbuh.
Untuk membantu pengembangan ke masyarakat, Pemerintah Daerah (Pemda) akan terus mensupport dan menyiapkan infrastruktur hingga menjadi pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pengunungan.
Selain pengembangan bunga jenis krissan dan tulip, di kawasan milik Dinas Pertanian dan Hortikultura tersebut juga dikembangkan tanaman strawberry. Penanaman di dalam fasilitas screen house tersebut menunjukkan hasil yang lebih baik disbanding penanaman di alam terbuka.
‘’Penanaman di dalam screen house lebih baik karena penyiramannya teratur dan penyakitnya juga dideteksi sehingga berkembang lebih baik dibanding strawberry milik masyarakat yang ditanam di area terbuka,’’ tambah Moch Kamrah.(syafar_2002@yahoo.com)
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs454.ash1/25001_1210876244272_1599746167_30445916_8119272_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs414.snc3/25001_1210876284273_1599746167_30445917_805356_n.jpg
Sumber : Facebook Syahrul Bayan
Putra Bantaeng October 25th, 2010, 08:36 AM BUMN CHINA BANGUN INDUSTRI TAPIOKA DI BANTAENG
Bantaeng, (27/3) – Perusahaan milik negara (BUMN) China Guangxi State Farms Bureau melalui Guangxi Mingyang Biochemical Science & Technology, Inc segera membangun industri tapioka di Bantaeng. Belum disebutkan besaran investasi yang akan ditanam untuk pembangunan industri tersebut, namun lahan untuk pembangunan industri tersebut sudah siap.
Para pengusaha dari negeri tirai bambu yang dipimpin Luo Yongkui, Deputy Director of Guangxi State Farms Bureau, Qin Qi-Mao, Vice Chairman of Guangxi Mingyang Biochemical Science & Technology, Inc, Zhao Shouwen, Vice President of Guangxi Mingyang.
Selain itu hadir pula Gao Shouguo, Project Manager of Guangxi Mingyang, Zhu Xiaoming, Financial Assets Administration Office Director of Guangxi State Farms Bureau, Zhang Youmin, Program and Development Office Deputy Director of Guangxi State Farms Bureau serta Y.F Chan dari Kong Fung Development Co serta mitra kerjanya di Indonesia, Rudi Mattoaly.
Kepastian pembangunan industri tapioka untuk dijadikan ethanol, tekstil dan kertas tersebut dikemukakan Luo Yongkui ketika melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan industri tersebut di Kecamatan Pa’jukukang.
Peninjauan lokasi itu dipimpin langsung Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Asisten Ekbang HM Yasin, Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, Kabag Perekonomian Asruddin dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Luo Yongkui yang merupakan orang kedua pengambil keputusan di BUMN China tersebut mengatakan, tahap awal pihaknya akan mengirim ke China produksi tapioka dari Bantaeng sambil menunggu penyelesaian industri.
Perluasan ke Bantaeng dimaksudkan untuk menekan beban biaya transport. ‘’Kalau industrinya di Guangxi, ongkosnya mahal. Makanya lebih baik di Bantaeng,’’ terang Lou Yongkui yang menyambut hangat kepedulian Bupati Bantaeng.
‘’Kami betul-betul merasa terharu dan berterima kasih atas kepedulian bapak bupati Bantaeng yang memberikan bantuan penyediaan lahan,’’ tambahnya lagi seraya mengatakan, tahun lalu bapak bupati juga sudah melihat industri kami di Guangxi.
Kedatangan kami ke Bantaeng juga merupakan bukti keseriusan kami untuk terjalin harapan kerjasama yang sama-sama kami tunggu, tambah Lou Yongkui.
TEKNOLOGI PRODUKSI
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah juga menyambut baik keseriusan mitranya dari BUMN China yang bergerak di bidang pengolahan tapioka. ‘’Ini merupakan realisasi dari undangan ke Guangxi saat berlangsung pelaksanaan Apec Oktober 2009,’’ ujarnya.
Menurut Bupati Bantaeng, mitra kerjanya dari China itu berharap, Bantaeng menjadi pelopor hadirnya industri tapioka di Sulsel. ‘’Mereka juga menjanjikan teknologi pengembangan produksi,’’ tambahnya.
Secara normal, produksi ubi hanya mencapai 40 ton/ha, namun dengan tambahan teknologi, produksi tersebut bisa meningkat menjadi 70 ton/ha. ‘’Bila industri sudah terbangun diharapkan daerah tetangga bisa menjadi pemasok bahan baku ubi tersebut,’’ urainya.
Selain areal pertanaman di Kecamatan Pa’jukukang, beberapa daerah, seperti Wajo, Jeneponto dan beberapa daerah lainnya sudah menjanjikan areal penanaman ubi kayu untuk memenuhi permintaan industri yang berpangkalan di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA).
Bupati Nurdin Abdullah berharap kehadiran industri ini dapat menekan angka pengangguran sebab industri tepung ubi berkapasitas 10 ribu ton/tahun ini akan menyerap banyak tenaga kerja.(humas pemkab btaeng)
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs499.ash1/27233_1223671084135_1599746167_30469774_1255283_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs499.ash1/27233_1223683044434_1599746167_30469792_1184352_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs499.ash1/27233_1223673004183_1599746167_30469775_3642013_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs499.snc3/27233_1223684404468_1599746167_30469793_3729749_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs519.snc3/27233_1223676324266_1599746167_30469779_7771890_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs499.snc3/27233_1223677844304_1599746167_30469785_3783715_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs519.snc3/27233_1223679124336_1599746167_30469786_2138796_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs519.snc3/27233_1223687924556_1599746167_30469796_3648922_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs499.ash1/27233_1223686244514_1599746167_30469795_2365448_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs499.ash1/27233_1223686244514_1599746167_30469795_2365448_n.jpg
Sumber : Facebook Syahrul Bayan
Putra Bantaeng October 25th, 2010, 08:46 AM JCH Bantaeng Dilepas 30 Oktober
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, akan dilepas 30 Oktober 2010 oleh Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Masjid Agung Syeh Abdul Gani.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng Drs HM Adnan, MM di di Bantaeng, Senin, mengatakan, jumlah JCH yang akan dilepas sebanyak 186 orang, meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah 173 orang.
Menurut dia, JCH Kabupaten Bantaeng masuk dalam kloter 31 (gelombang II). Dengan demikian, para jemaah akan masuk ke Asrama Haji Sudiang Makassar 2 November dan pada keesokan harinya akan meninggalkan tanah air menuju Mekah.
Dia merinci, JCH Kabupaten Bantaeng sebenarnya berjumlah 189 orang, namun seorang jemaah dinyatakan hamil dan dua orang mutasi ke daerah lain sehingga total jemaah yang tersisa 186 orang.
Para JCH tersebut kini sudah mengambil kelengkapannya, termasuki koper, terang HM Adnan. Menyikapi perkembangan jemaah di Tanah Suci, ia mengatakan, akan mengingatkan JCH pada hari pelepasan.
"Kami akan mengingatkan jemaah untuk berhati-hati, termasuk penyimpanan pakaian Ihram agar jemaah tidak repot saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis," ujarnya.
Selama ini masih banyak JCH yang menyimpan pakaian Ihramnya di dalam koper, padahal jemaah kita masuk dalam gelombang II yang langsung ke Mekah. "Karena kita langsung ke Mekah, maka jemaah sudah harus berpakaian Ihram sejak di Bandara, makanya, pakaian Ihram sebaiknya disimpan di tas jinjingan," katanya.
Tentang berita banyaknya JCH Indonesia yang tertipu di Tanah Suci, ia mengimbau JCH Bantaeng untuk berhati-hati selama menjalankan ibadah. Imbauan ini penting sebab banyak JCH yang berasal dari daerah pegunungan.
"Jangan mudah percaya ajakan seolah ingin memberi bantuan. Demikian pula saat ke masjid. Jangan membawa uang berlebihan dan disimpan pada tas paspor karena sudah disiapkan fasilitas penyimpanan barang berharga di hotel," tambahnya.
Khusus menjelang keberangkatan, dia mengajak JCH agar tetap menjaga kesehatan. Bahkan setelah tiba di Tanah Suci, jemaah harus banyak makan dan minum. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 26th, 2010, 03:49 AM Bupati Ungkap Perkembangan Bantaeng di Forum MP
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengungkap perkembangan pembangunan di Butta Toa (Bantaeng) dalam forum "Marketing Places" (MP) di Makassar.
Bupati tampil sebagai pembicara pada seminar Marketing Places Momentum Sulawesi Selatan menjadi tujuan wisata dan Bisnis di Indonesia bersama Begawan Marketing Hermawan Kertajaya dan beberapa pembicara lainnya, Senin.
Menurut Bupati, Kabupaten Bantaeng yang berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar merupakan kabupaten terkecil di Sulsel dengan luas wilayah 395 Km2.
Bermodal pernah menjadi pusat pemerintahan (afdeling) dibagian selatan Sulsel, Bantaeng berhasil menarik sejumlah investor, termasuk industri pengolahan ikan milik PT Global Seafood International Indonesia (GSII) yang melalukan ekspor ke Jepang, dan industri pengisian gas elpiji.
Selain industri pengolahan ikan dalam bentuk surimi beku (Frozen Surimi) tersebut, investor Jepang juga membangun industri pengolahan talas yang juga untuk memenuhi kebutuhan ekspor Jepang.
Global Seafood menguasai 60 persen pasar talas dunia. Ini merupakan peluang untuk menjadikan produk tersebut menjadi ikon daerah karena komoditas ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui talas, terang Bupati, angka kemiskinan diyakini dapat ditekan karena pasarnya yang jelas. Hanya saja, tambahnya lagi, kita masih terkendala pengadaan bibit yang masih harus didatangkan dari Bio Trop, namun kini sudah mulai dikembangkan sendiri.
Bupati Bantaeng berharap, 2012 daerah lain juga sudah bisa mengembangkan komoditas yang mengandung khasiat pencegah kanker dan diabetes ini, namun untuk ekspornya masih tetap dilakukan PT GSII Bantaeng.
Komoditi lain yang sudah berhasil diekspor ke Korea adalah biji kapuk. "Bila produksi mencapai 3.000/ton/bulan, perusahaan di negeri ginseng tersebut akan membangun industri pengolahannya di Bantaeng," tambahnya.
Potensi lain yang sedang dikembangkan adalah kawasan wisata pantai Marina Korong Batu serta wisata agro, apel dan strawberry di wilayah pegunungan di Kecamatan Ulu Ere.
Kawasan wisata agro tersebut juga dilengkapi kawasan pengembangan bunga krisan yang selama ini sudah memasok pengusaha bunga di Makassar. Bupati Bantaeng berharap, fasilitas wisata tersebut sudah bisa dinikmati 2011.
Khusus untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan, Pemda menyiapkan Brigade Siaga Bencana (BSB) yang dilengkapi 18 dokter dan 10 perawat. Fasilitas tersebut siap memberikan pelayanan 24 jam tanpa dipungut biaya.
Ia berharap, berbagai pembangunan yang sedang dipersiapkan tersebut menunjang pertumbuhan ekonomi untuk menjadikan Bantaeng sebagai daerah ekonomi baru di bagian selatan Sulsel.
(T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 27th, 2010, 10:55 AM KABUPATEN BUTTA TOA BANTAENG
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094719_8082636.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094767_5130055.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094720_2870587.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094721_4884330.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094737_1766898.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094738_3364075.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094740_4139939.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094741_6430979.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094747_9867.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094750_7318371.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094751_5131287.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v3348/129/24/1599746167/n1599746167_30094753_8219616.jpg
Sumber : Facebook Syahrul Bayan
Putra Bantaeng October 28th, 2010, 02:49 AM PLN Bantaeng Nyalakan 656 Sambungan Pra Bayar
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - PT PLN (Persero) Ranting Bantaeng, Sulawesi Selatan, Rabu, berhasil menyalakan 656 sambungan pelanggan baru yang menggunakan meteran pra-bayar.
Dari jumlah tersebut, 240 sambungan di Kecamatan Bantaeng yang merupakan ibukota Kabupaten Bantaeng. Sisanya tersebar pada tiga unit Kantor Jaga masing-masing di Loka, Kecamatan Ulu Ere, Banyorang Kecamatan Tompobulu dan Campakaloe Kecamatan Bissappu.
Aliran listrik baru ke sejumlah pelanggan baru tersebut berkapasitas 900 VA hingga 1.300 VA, sedang masyarakat yang kurang mampu, PLN masih menyiapkan daya berkapasitas 450 VA, tapi jumlahnya terbatas hanya 70 unit untuk ketiga desa tersebut.
Penyalaan sambungan baru tersebut dilakukan dalam rangkaian Gerakan Sejuta Sambungan dalam Sehari serentak di seluruh Indonesia menyambut Hari Listrik Nasional (Harlitnas) ke-65.
Peringatan Harlitnas di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ditandai penyalaan sambungan baru pra bayar yang di pusatkan di Kompleks Perumahan PNS Griya Bonto Atu.
Peringatan tersebut diwarnai penyalaan perdana yang dilakukan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Syamsu Suli yang mewakili Bupati Bantaeng disaksikan Kepala Cabang PLN Bulukumba yang diwakili Ismail, Kepala Ranting PLN Bantaeng Ansyir Arsyad, Kabag Umum A Mappatoba, Kabag Humas dan Protokol Syahrul Bayan dan pejabat Pemda lainnya.
Bupati Bantaeng dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Syamsu Suli menyambut baik program gerakan sejuta sambungan ini.
Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat, bahkan sudah menjadi indikator kemajuan suatu daerah sebab industri rumah tangga maupun industri besar membutuhkan daya listrik.
Bupati Bantaeng bahkan menilai daya listrik ibarat darah dalam perekonomian. Karena itu, ia berharap, pembangunan ketenaga listrikan terus mendapat perhatian agar semakin banyak masyarakat menikmati listrik.
Meski begitu, ia mengingatkan, peningkatan pelayanan tersebut tak sampai mengganggu sambungan yang sudah lama dinikmati masyarakat. "Jangan karena sambungan baru, lampu pelanggan lama justru padam," tandasnya seraya meminta kepada perusahaan milik Negara ini untuk tetap memberi perhatian terhadap kualitas pelayanan. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 28th, 2010, 02:50 AM Tenaga Medis Bantaeng Siap Bantu Korban Gempa
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Tenaga medis di Kabupaten Bantaeng, baik dokter maupun juru rawat siap memberikan bantuan terhadap korban gempa bumi di Mentawai maupun letusan gunung merapi di Yogyakarta serta korban banjir bandang di Wasior, Papua Barat.
Kepala Bidang Penunjang Medis RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu, dr Sulthan di Bantaeng, Rabu, mengatakan, pihaknya siap diberangkatkan menghadapi tragedi kemanusiaan di berbagai tempat di Indonesia bila diperlukan.
"Bila diperlukan, kami siap membantu. Apakah itu di Mentawai, di Yogya maupun di Wasior, Papua Barat," ujarnya menjawab pertanyaan pada persiapan penyerahan sumbangan 50 kantong darah untuk korban bencana alam di Wasior, Papua Barat.
Menurut dia, para dokter dan tenaga medis di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini selalu siap membantu tragedi kemanusiaan dimanapun.
Di Bantaeng sendiri sudah ada tanggap darurat yang dilengkapi Brigade Siaga Bencana (BSB) yang dilengkapi peralatan medis lengkap, termasuk ambulance yang siaga 24 jam.
Melalui fasilitas tersebut, setiap ambulance dilengkapi tenaga dokter dan perawat yang siaga penuh.
Selain mengirim bantuan darah ke Wasior, Kabupaten berjuluk Butta Toa ini juga telah mengirim relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantaeng, Sulsel. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 28th, 2010, 02:51 AM Bantaeng Sumbang 50 Kantong Darah Korban Wasior
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, melalui Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Prof Dr Anwar Makkatutu menyumbang 50 kantong darah untuk membantu korban banjir bandang di Wasior, Papua Barat.
Ke-50 kantong darah berbagai jenis golongan tersebut akan diserahkan melalui UTD Pembina di Makassar untuk didistribusikan ke daerah bencana, kata dr Sulthan, Kepala Bidang Penunjang Medis RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu di Bantaeng, Rabu.
Sulthan bersama Kepala UTD RSUD Prof Anwar Makkatutu, dr Akbar Priyono mengatakan, sumbangan darah dari masyarakat Bantaeng itu akan diberangkatkan ke Wasior dengan pesawat pukul 05.00 WITA Kamis,(28/10).
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, penyerahan sumbangan darah tersebut tak berpengaruh terhadap pelayanan darah di Bantaeng dan sekitarnya. Sebaliknya, bantuan ini akan sangat berarti bagi masyarakat Wasior yang membutuhkan.
Menurut Sulthan, stok darah di UPT RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu tetap tersedia. Kebutuhan darah di daerah ini sekitar 30 hingga 50 kantong/bulan.
Kelebihan stok darah di UTD kali ini merupakan hasil donor darah untuk rekor MURI dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-431 Sulsel beberapa waktu lalu.
Karena itu, ia berharap sumbangan untuk kemanusiaan ini tidak dijadikan alasan untuk kekhawatiran terhadap persediaan kita. "Stok darah tetap tersedia di UTD," tandasnya.
(T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 28th, 2010, 02:52 AM Asah Nasionalisme, Wujudkan Bantaeng Terkemuka
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap seluruh komponen pemuda untuk dapat tetap mengasah nasionalisme dan jati dirinya agar dapat berkontribusi terhadap pembangunan.
Itu penting, terutama untuk mewujudkan Kabupaten Bantaeng sebagai daerah terkemuka di bagian selatan Sulsel.
Harapan tersebut dikemukakan ketika membuka Sarasehan Peningkatan Komitmen Persatuan dan Kesatuan Nasional tentang Peningkatan Wawasan Kebangsaan dengan Pendekatan Sosio Kultural di Bantaeng, Jumat.
Sarasehan tersebut menampilkan Pendiri Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sulawesi (YPSDMS) Abd Rachman Sappara, Nurdin Halim dari DPRD Bantaeng, Dandim 1410 diwakili Pasiter Kapten Baharuddin, Kapolres AKBP Feri Handoko, dan Ketua KNPI Bantaeng Nur Fajri.
Bupati Bantaeng yang diwakili Asisten I bidang Pemerintahan Drs Muslimin Maharang mengatakan, paham kebangsaan selama ini sudah mengalami pengaruh global.
Karena itu, dibutuhkan wawasan kebangsaan yang baik yang pada dasarnya juga dari wawasan nusantara untuk merangkul semua kepentingan dan disertai disiplin nasional.
Ia berharap, kegiatan sehari ini dapat dikelola dan dilakukan dengan baik dengan mengajak seluruh komponen pemuda dan menggunakan momen seperti ini untuk membangun daerah.
Sebelumnya, Ketua Panitia Subhan Hasibu melaporkan jumlah peserta sarasehan yang diikuti 200 orang terdiri atas para Kepala Dinas, Kepala Badan, Camat, Lurah dan Kepala Desa serta tokoh masyarakat dan pemuda di Butta Toa (Bantaeng).
Subhan mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat, meningkatkan koordinasi antarmasyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, untuk mengembangkan konsep rasa kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara untuk menunjang pembangunan yang mengarah pada kesejahteraan dan perdamaian, serta mengajak setiap warga masyarakat untuk berparrtisipasi dan memberikan pencerahan tentang nilai kebangsaan kepada masyarakat lainnya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 28th, 2010, 08:25 AM Budaya Butta Toa
Pesta Adat Pa’jukukang
Pajukukang adalah nama sebuah desa, pemukiman penduduk yang berada di antara tambak, empang, dan pesisir pantai --yang mirip dengan pasar ikan. Lokasinya terletak sekitar 10 km sebelah Timur Kota Bantaeng.
Pesta adat Pajukukang dikenal sejak abad ke- 14, sebuah pesta adat yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Sya’ban tahun hijriah. Pada tanggal 10 Syaban 1423 Hijriah
Pada perayaan pesta adat Pajukukang itu, kaum bangsawan, perangkat adat, dan rakyat biasa, semuanya bekumpul melakukan pertemuan untuk saling bersilaturrahmi dan bersukaria di antara mereka. Dalam pertemuan itu, mereka bersama-sama makan ikan yaitu jenis ikan belanak, bandeng, banjarak, dan kakap hasil tangkapannya di laut.
Pesta adat itu sendiri dirayakan selama 7 han 7 malam. Acara pembukaan dilakukan di ibukota Kerajaan Gantarangkeke. Di sini ada prosesi ritual yang dikenal dengan nama Kawaru. Artinya, memuliakan atau menghormati.
Mereka melakukan penghormatan kepada arwah nenek moyang di Balla Lompoa Gantarangkeke. Setelah itu, dilanjutkan deiigan adu ketangkasan dan tari-tarian. Acara berakhir setelah para penduduk di sana saling mengunjungi dan para tamu dijamu dengan makanan khas yang disebut Kaloli.
Diposkan oleh Ahmad dzul Kifli Makmur
Sumber :
http://4.bp.blogspot.com/__KbVty-JsuM/TEne8tQ6GpI/AAAAAAAAAD4/-klmCy1EEt0/S350/37875_139422402749415_100000449674667_289083_500100_n.jpg
Putra Bantaeng October 28th, 2010, 08:32 AM Lamalaka Beach and Park
http://i48.tinypic.com/1oq9zm.jpg
Saat sore hari di Bonthain, para penghuni kota ini masing-masing mengunjungi tempat strategis guna melepas penat sehabis kerja seharian. Salah satu tempat yang layak jadi kunjungan menarik adalah Pantai Lamalaka Bantaeng. Lokasinya berada di seputaran Jl. Dr. Ratulangi Bantaeng. Mungkin saja masih banyak yang belum tahu persis seperti apa dan bagaimana suasana yang berlangsung di Pantai Lamalaka.
Pantai Lamalaka dapat diakses dengan cepat dari berbagai sudut kota BONTHAIN. Posisinya amat strategis karena berada tidak jauh dari jalan poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba. Sehingga, untuk berkunjung ke tempat ini dapat dilakukan kapan saja. Mengingat pula bahwa kota BONTHAIN amatlah kecil. wisatawan hanya membutuhkan waktu 15-30 menit saja untuk dapat mengelilingi pusat kota ini pada khususnya. Sementara untuk mengunjungi wilayah pelosok pedesaan yang terpencil sekalipun, Bonthain telah didukung dengan sarana infrastruktur jalan yang cukup memadai.
Sekarang mari kita kupas sedikit tentang Pantai Lamalaka. Lokasi ini menjadi pusat kunjungan bagi masyarakat Bonthain khususnya di sore hari. Selain menikmati hembusan angin yang bertiup dari arah Laut Flores. Desiran ombak mampu menenangkan pikiran yang sebelumnya amat galau. Area sekitarnya ditata sedemikian rupa sehingga terbentuklah sebuah taman kecil yang dijadikan tempat melepas lelah sambil menikmati es cendol dan jajanan lainnya yang disajikan para pedagang di sekitarnya.
Andai tertarik bersantap sore atau pun DINNER di sekitar area ini, wisatawan dapat mengunjungi Restoran AROMA LAUT yang letaknya ± 20 meter dari pusat area pantai. Jenuh dengan suasana mewah yang disajikan restoran. Kopi hangat khas Bantaeng turut pula disajikan di sebuah warung kopi yang dinamai Warkop 23. Lagi-lagi jaraknya hanya ± 10 meter dari pusat area pantai.
Tidak hanya itu, pengunjung pun dapat menikmati fasilitas Wi-Fi yang disajikan Warkop 23 dan Restoran Aroma Laut. Mengingat jaraknya yang begitu dekat di kedua sisi Pantai Lamalaka, maka pengunjung dapat menikmatinya dengan koneksi yang lumayan stabil.
Sumber :
http://i48.tinypic.com/25ix2fc.jpg
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/lamalaka-beach-and-park.html
gussinyo October 28th, 2010, 11:45 AM untungnya Bantaeng sekarang punya Bupati yg bagus, bangun hotel di pantai pula.. dulu waktu bbrp kali lewat pantai disitu, kuliat pantainya bagus, pasirnya msih bersih, tp belum dikelola...
Putra Bantaeng October 30th, 2010, 09:11 AM untungnya Bantaeng sekarang punya Bupati yg bagus, bangun hotel di pantai pula.. dulu waktu bbrp kali lewat pantai disitu, kuliat pantainya bagus, pasirnya msih bersih, tp belum dikelola...
ya alhamdulillah beliau sangat hebat.... :banana:
Putra Bantaeng October 30th, 2010, 09:17 AM untungnya Bantaeng sekarang punya Bupati yg bagus, bangun hotel di pantai pula.. dulu waktu bbrp kali lewat pantai disitu, kuliat pantainya bagus, pasirnya msih bersih, tp belum dikelola...
ya alhamdulillah beliau sangat hebat.... :banana:
Putra Bantaeng October 30th, 2010, 12:14 PM Bantaeng Kirim Tenaga Dokter ke Mentawai
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dalam upaya memperkuat tim medis yang menangani tragedi kemanusiaan di Mentawai, Sumatera Barat, Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengirim seorang tenaga dokter ke daerah yang dilanda bencana tsunami itu.
Dokter yang dikirim tersebut memiliki keterampilan dan terlatih di Brigade Siaga Bencana (BSB) Kabupaten Bantaeng, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr Hj Takudaeng, M.Kes di kantornya, Jumat.
Menurut dia, relawan bidang kesehatan ini akan bergabung dengan relawan medis lainnya di Makassar untuk melanjutkan perjalanan ke daerah bencana.
Belum ada keterangan jadwal keberangkatan ke lokasi bencana, namun Kadiskes dr Hj Takudaeng mengatakan, permintaan tenaga untuk Bantaeng hanya seorang dokter.
"Sebenarnya kami memiliki tenaga terlatih di bidang penanganan gawat darurat terpadu dan general emergency life support, namun tim provinsi hanya meminta satu orang dokter," urainya.
Karena hanya seorang, maka Bantaeng mengirim dokter muda yang terampil di bidang kedaruratan dan emergency life support, tambahnya seraya menunjuk dr Gione yang sudah siap berangkat ke Makassar untuk bergabung dengan tim lainnya.
Dia mengatakan, relawan medis dari daerah ini semula dipesiapkan
Putra Bantaeng October 30th, 2010, 12:15 PM Operasi Simpatik Pajak Digelar di Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Bantaeng menggelar Operasi Simpatik Pajak dengan mengunjungi obyek pajak, baik yang ada di perkantoran, pertokoan hingga ke pinggir jalan.
Operasi Simpatik Pajak yang digelar sehari oleh karyawan KPP Pratama Bantaeng, Sulawesi Selatan dilakukan dalam bentuk pemberian cinderamata berupa bunga, jam dinding, kalender dan payung.
Ini merupakan rangkaian peringatan Hari Keuangan ke-64 yang jatuh 30 Oktober 2010, kata Kepala Seksi (Kasi) Pengolahan Data Informasi KPP Pratama Bantaeng, Irvan RY di Bantaeng, Jumat.
Sebagai tanda dimulainya Operasi Simpatik Pajak tersebut, Irvan bersama Kasi Penagihan Faizal Amansyah menyerahkan bingkisan kepada Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab disusul ke pejabat lainnya dalam lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
Menurut dia, kegiatan yang juga diwarnai talk show di radio ini lebih dimaksudkan sebagai ajang sosialisasi dan apresiasi dari Kantor Pajak terhadap wajib pajak di daerah ini.
Ini juga menjadi ajang silaturahim dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, tandasnya di tengah sosialisasi yang mengundang perhatian pegawai dan masyarakat itu.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, khusus di Bantaeng, penerimaan pajak ditarget sebesar Rp264 miliar, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp164 miliar.
Agar KPP Pratama yang membawahi empat kabupaten masing-masing Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto dan Bantaeng ini dapat mencapai target, ia berharap dukungan semua pihak, terutama instansi, pengusaha dan masyarakat pada umumnya.
"Kami membutuhkan bantuan, pengertian dan koordinasi dari semua pihak, terutama instansi dan dunia usaha agar penerimaan pajak untuk kebutuhan pembangunan tersebut dapat tercapai," pinta Irvan. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 31st, 2010, 02:37 AM Calhaji Bantaeng Dilepas
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Wakil Bupati Kabupaten Bantaeng HA Asli Mustadjab, Sabtu, melepas Calon Haji (calhaj) Kabupaten Bantaeng berjumlah 186 orang ditandai penyerahan bendera kepada perwakilan calhaj yang berlangsung di Masjid Agung Syeh Abdul Gani.
Penyerahan bendera tersebu disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng Hj Novrita A Langgara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng HM Adnan, Kabag Kesra Pemda Bantaeng Baso Asdar, unsur Muspida dan pejabat lingkup Pemda lainnya.
Wakil Bupati berharap, calhaj Kabupaten Bantaeng dapat menjaga nama baik daerah, bangsa dan Negara Republik Indonesia di mata calhaj lainnya yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Ia juga berpesan agar senantiasa menjaga kekompakan serta melaksanakan ibadah dengan tekun, sabar dan menjaga hal-hal yang dapat membatalkan jalannya ibadah yang merupakan rukun Islam kelima tersebut.
"Perbanyak munajab dan berdoa kepada Allah, terutama saat berada di tempat-tempat yang mustajab agar haji mabrur dapat diraih," tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng HM Adnan melaporkan calhaj yang berjumlah 186 orang itu berasal dari delapan kecamatan.
Para calhaj, terang HM Adnan akan meninggalkan Bantaeng 2 November 2010 menuju ke Asrama Haji di Makassar untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci pada 3 November 2010 pukul 06.00 Wita melalui Bandara Internasional Hasanuddin.
Calhaj Kabupaten Bantaeng tergabung dalam kloter 31 gelombang kedua bersama calhaj Kabupaten Gowa dan Kendari, Sulawesi Tenggara, tambah Kabag Kesra Pemda Kabupaten Bantaeng Baso Asdar. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 31st, 2010, 02:38 AM Daftar Tunggu PLN Bantaeng Masih Tersisa 1.500
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Daftar tunggu (waiting list) calon pelanggan PLN Ranting Bantaeng masih tersisa 1.500-an dari 2.000 lebih daftar tunggu. Penurunan daftar tunggu tersebut terjadi setelah pemberlakuan meteran pra-bayar.
Kepala Ranting PLN Bantaeng Ansyir Arsyad di Bantaeng, Sabtu, mengatakan, penggunaan meteran pra-bayar sudah diperkenalkan kepada masyarakat.
Pada peringatan Hari Listrik Nasional (Harlitnas) ke-65 misalnya, PLN Bantaeng berhasil menyalakan 656 sambungan baru secara serentak pada empat kecamatan masing-masing 240 sambungan di Kota Bantaeng, selebihnya pada tiga desa di tiga kecamatan.
Keberhasilan menyalakan sambungan baru tersebut juga merupakan rangkaian dari program Gerakan Sejuta Sambungan dalam Sehari serentak di seluruh Indonesia menyambut Harlitnas ke-65 (27/10).
Aliran listrik baru ke sejumlah pelanggan baru tersebut masing-masing berkapasitas 900 VA hingga 1.300 VA, sedang masyarakat yang kurang mampu, PLN masih menyiapkan daya berkapasitas 450 VA, tapi jumlahnya terbatas hanya 70 unit untuk ketiga desa tersebut, tambah Ansyir Arsyad.
Menurut dia, program sambungan menggunakan meteran pra-bayar ini akan terus digulirkan, terutama bila pembangkit listrik Punagaya di Jeneponto beroperasi.
"Bila pembangkit Punagaya beroperasi, kehandalan ketersediaan daya listrik di bagian selatan Sulsel akan lebih baik," tandasnya seraya mengemukakan penggunaan daya listrik selama ini yang hanya 4-5 MW/hari.
Daya sebesar itu dipasok dari Gardu Induk (GI) Bulukumba dan Jeneponto, tambahnya. Ia juga mengatakan, bila pembangkit Punagaya beroperasi, kebutuhan listrik untuk industri di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini sudah tak masalah.
"Pekan lalu PLN sudah memasok daya untuk kebutuhan perusahaan gas di Kecamatan Pajukukang sebanyak 105 kVA. Setelah itu, PLN juga akan memasok kebutuhan industri pengolahan ikan PT Global Seafoof International Indonesia (GSII) juga di Kecamatan Pajukukang.
(T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng October 31st, 2010, 02:40 AM Bantaeng Target Pendapatan Rp411,5 Miliar
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menargetkan pendapatan Rp411,5 miliar, meningkat 10,76 persen dalam Perubahan APBD tahun anggaran 2010 dibanding target pada anggaran pokok yang berjumlah Rp371,5 miliar.
Pendapatan sebesar itu terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) Rp16,4 miliar lebih, dana perimbangan Rp322,4 miliar lebih serta pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp72,6 miliar lebih.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng selaku Ketua Tim Anggaran Pemda, Drs Zainuddin, MSi di Bantaeng, Sabtu, mengatakan, pendapatan dari sektor PAD sebenarnya mengalami penurunan Rp2,55 juta (turun 0,02 persen) jika dibandingkan anggaran pokok.
Penurunan terjadi pada pos pelayanan KTP sebagai tindak lanjut dari pemberian KTP gratis bagi masyarakat, sedang dana perimbangan mengalami peningkatan Rp22,5 miliar (naik 7,51 persen) jika dibanding anggaran pokok.
Peningkatan tersebut, lanjut Zainuddin yang juga mantan Kepala BKD Kabupaten Bantaeng itu, disebabkan adanya alokasi bagi hasil cukai hasil tembakau dan penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pembayaran tunjangan profesi guru PNS Daerah serta tunjangan tambahan penghasilannya.
Khusus pendapatan lain-lain yang mengalami peningkatan Rp17,4 miliar lebih, ia mengatakan, lebih disebabkan karena adanya pendapatan dari hibah pembangunan pasar tradisional moderen dari Pemprov Sulsel.
Selain itu, masih ada dana penguatan desentralisasi fiscal dan percepatan pembangunan daerah serta dana percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan, dana penguatan infrastruktur prasarana daerah dan bantuan keuangan Pemprov Sulsel untuk pembangunan agribisnis strawberry dan apel serta bantuan keuangan untuk pembelian buku murah siswa kelas II dan III SMA, MA dan SMK.
Pada perubahan APBD 2010 tersebut, belanja daerah ditarget sebesar Rp421,3 miliar lebih, mengalami peningkatan Rp15,2 miliar (naik 3,75 persen) jika dibandingkan dengan target pada anggaran pokok sebesar Rp406 miliar lebih, urainya.
Secara umum, pengalokasian belanja langsung dalam perubahan APBD tahun anggaran 2010 diprioritaskan pada penganggaran belanja program dan kegiatan belanja yang berhubungan dengan specific grand yaitu dana penyesuaian dan otonomi khusus dalam bentuk dana desentralisasi fiskal dan percepatan pembangunan.
Selain itu, juga ada dana penyesuaian percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan, dana penguatan infrastruktur prasarana daerah dan bantuan keuangan Pemprov Sulsel untuk pembangunan agri bisnis strawberry dan apel serta bantuan keuangan untuk pembelian buku murah untuk siswa SMA, MA dan SMK tersebut. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng November 5th, 2010, 08:56 AM Kontingen Porda Bantaeng Dilepas
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Wakil Bupati Kabupaten Bantaeng HA Asli Mustadjab melepas kontingen Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIV dan Pekan Olahraga Penyandang Cacat (Porcada) ke-2 yang akan digelar di Pangkep, 6-13 November 2010.
Pelepasan kontingen berjumlah 193 orang personil (103 atlet) yang dilangsungkan di halaman Kantor Bupati Bantaeng, Kamis, ditandai penyerahan bendera kontingen dari Wakil Bupati Bantaeng kepada Ketua Kontingen Zainuddin Tahir disaksikan pejabat dan unsur Muspida di daerah ini.
Asli Mustadjab berharap, kontingen Bantaeng mengambil bagian penting dalam ajang bergengsi antardaerah ini dengan tetap menjaga kekompakan dan tetap menjaga nama baik daerah.
Pesta olahraga empat tahunan di Pangkep merupakan titik kulminasi evaluasi pembinaan olahraga di Sulsel. Karenanya, para atlet diminta menjaga nilai sportifitas, kejujuran, dan fair play yang merupakan semboyan yang tak pernah padam dikumandangkan pada setiap kegiatan olahraga.
Ajang Porda juga merupakan ruang komunikasi yang sangat baik bagi generasi muda dan sesama elemen masyarakat dalam memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurut Wabup, esensi dari Porda sesungguhnya kebersamaan tanpa memandang perbedaan. Pesta olahraga pada hakekatnya mengandung tujuan mulia sebagai alat perekat persatuan dan kesatuan, membangun semangat solidaritas untuk menggapai masa depan bangsa serta memajukan daerah.
Ia menaruh harapan besar kepada para atlet dan pelatih agar momen Porda menjadi alat perjuangan untuk mengangkat citra Bantaeng di Sulsel. "Saya memahami beratnya perjuangan para atlet tetapi saya yakin atas semangat yang menggelora, Insya Allah Bantaeng mampu menempatkan diri di posisi 10 besar," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Kontingen Porda Kabupaten Bantaeng Zainuddin Tahir melaporkan kontingen berjumlah 193 orang, terdiri atas 103 orang atlet (termasuk 10 atlet penyandang cacat) ditambah pelatih, tim medis, official dan pendukung lainnya.
Para atlet tersebut mengambil bagian pada 11 cabang olahraga, masing-masing tenis (4), voli (20 pa/pi), takraw (12), pencak silat (9), karate (12), atletik (6), tenis meja (8), renang (12), balap motor (3), balap sepeda (6), menembak (1). (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng November 5th, 2010, 08:58 AM PP 60/2008 Disosialisasi di Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Interen Pemerintah disosialisasikan dihadapan pejabat Pemda Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Sosialisasi yang dilakukan tim dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Wilayah Sulsel tersebut dibuka Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Rabu.
Asli Mustadjab berharap, para pejabat pimpinan SKPD mengikuti materi sosialisasi dengan baik karena PP ini berimplikasi terhadap peran dan fungsi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Ia berharap, dengan mengetahui makna yang terkandung dalam PP ini, pembinaan dan pengawasan yang menjadi kunci peningkatan kinerja PNS dapat dicapai.
Wakil Bupati juga mengatakan, fungsi pemerintahan berhasil bila integritas para pegawai negeri sipil di daerah ini tetap tinggi. Karenanya, ia berharap, jajaran Pemda Kabupaten Bantaeng dapat memaknai PP ini dengan baik.
"Lakukan pekerjaan dengan baik. Demikian pula dengan pengawasannya. Harus dilakukan dengan baik agar kita terhindar dari hal yang tidak diinginkan," ujarnya yang berharap, jajaran PNS di daerah ini tidak merusak citra hanya karena persoalan sedikit.
"Bekerjalah sesuai tanggung jawab masing-masing dan sesuai dengan ketentuan agar citra PNS tetap baik di mata masyarakat," pintanya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng November 5th, 2010, 08:58 AM Kabupaten Bantaeng Butuh Tambahan Kuota Calhaj
Makassar (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng masih membutuhkan tambahan jumlah kuota pada setiap musim haji karena daftar tunggu sudah cukup panjang hingga lima tahun mendatang.
"Melihat kuota yang diberikan setiap tahun, jumlahnya sangat tidak memadai jika dibandingkan dengan jumlah warga yang sudah masuk dalam daftar tunggu," ungkap Ketua Kloter 31 asal Kabupaten Bantaeng, Saharuddin, di Makassar, Selasa.
Menurut dia, saat ini kuota Calhaj yang diperoleh Kabupaten Bantaeng hanya sebanyak 189 orang, namun daftar tunggu sudah melebihi 1.000 orang dan setiap tahun terus mengalami peningkatan.
Ia mengatakan, dibanding tahun lalu, memang terjadi peningkatan jumlah kuota calhaj, namun peningkatannya tidak begitu signifikan, dimana kuota calhaj pada tahun lalu hanya mencapai 179 orang.
"Jika peningkatan kuota Calhaj setiap musim haji seperti itu, maka diperkirakan calhaj yang baru saja mendaftar pada tahun 2010 bisa berangkat ke Tanah Suci 10 tahun lagi," tuturnya.
Ia menambahkan, calhaj yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini merupakan calhaj yang sudah masuk daftar tunggu sekitar tahun 2005 dan 2006.
Kondisi ini, lanjutnya akan membuat warga terlalu lama menunggu untuk bisa menunaikan Ibadah Haji, dan bahkan bisa mengakibatkan batalnya warga berangkat ke Tanah Suci.
"Meskipun peningkatan kuota yang diperoleh pada setiap musim haji tidak begitu signifikan, namun calhaj masih bisa sabar untuk menunggu giliran pemberangkatan ke Tanah Suci," imbuhnya.
Selain minimnya kuota yang diperoleh, sistem urut kacang dalam daftar tunggu calhaj juga bisa mengakibatkan calhaj semakin lama menunggu untuk berangkat ke Tanah Suci.
Menurutnya, sistem urut kacang lebih tepat digunakan jika kuota yang diperoleh sebanding dengan jumlah daftar tunggu, sehingga calhaj bisa berangkat lebih cepat. (T.pso-103/B013)
Putra Bantaeng November 5th, 2010, 08:59 AM Dompet Dhuafa Siapkan 40 Kambing untuk Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Yayasan Dompet Dhuafa Indonesia mengalokasikan 40 ekor kambing untuk Idul Adha di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan tahun ini. Kambing sebanyak itu diharapkan disembelih usai shalat Idul Qurban dan dagingnya dibagikan kepada kaum dhuafa di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Koordinator Social Trust Fund Dompet Dhuafa Kabupaten Bantaeng, Marlia Kamaruddin, SPd di Bantaeng, Rabu, mengatakan, penyaluran daging qurban dari Dompet Dhuafa tersebut dilakukan bekerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, kambing qurban dari Dompet Dhuafa tersebut diharapkan tiba di Bantaeng dalam waktu dekat.
Selain membantu kaum dhuafa dalam bentuk daging qurban di Bantaeng, Dompet Dhuafa juga membantu siswa kurang mampu dalam bentuk bea siswa. Bantuan bea siswa tersebut berjumlah Rp300 juta untuk 350 orang siswa.
Penyerahan bea siswa tersebut dilakukan Presdir Dompet Dhuafa, Ismail A.Said kepada Officer Social Trust Fund (STF) Bantaeng, Marlia Kamaruddin pada Launching Program Klaster Mandiri di Pejaten Village Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng November 5th, 2010, 09:00 AM Kepala BPKP Bangun Budaya Kerja dari Bawah
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Selatan Wawan Ridwan berharap para Pegawai Negeri Sipil (PNS) membangun budaya kerja dari bawah atau yang dimulai dari yang ringan.
"Kalau PNS menjadi pilihan kita untuk mengabdi, berbaktilah hingga masa pensiun. Jadikan pekerjaan sebagai ibadah. Jangan habiskan waktu dengan sia-sia. Apalagi tanpa niat untuk melakukan perbaikan" katanya pada Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60/2008 tentang Sistem Pengendalian Interen Pemerintah di Bantaeng, Rabu.
Menurut Wawan Ridwan, budaya kerja dapat dimulai dari disiplin waktu. PNS selama ini banyak dicibir karena banyak yang terlihat tidak bekerja.
"Saya melihat banyak yang hanya ngobrol seolah tak punya pekerjaan. Kondisi tersebut, tentu juga terjadi di dalam ruangan dan pada jam kerja," urainya.
Cibiran terhadap PNS itu cukup memiriskan karena PNS itu birokrat yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bukan yang dilayani, tandasnya lagi.
Kepala BPKP itu kemudian mengatakan, pemerintah setiap tahun menerima PNS baru dengan pola rekruitmen yang sudah ada. "Apakah memang itu yang terbaik karena kenyataannya banyak PNS yang tidak cukup pekerjaan dan tidak ada motivasi. Yang disayangkan bila itu juga terjadi pada PNS yang sudah lama bekerja," tandasnya.
Karena itu, ia berharap para pimpinan daerah membuat kebijakan agar kompetensi para PNS itu jelas. "Beri ketenangan untuk bekerja. Tumbuhkan motivasi dengan mempelajari tugas-tugas yang diberikan," ucapnya.
Dia mengatakan, PNS merupakan asset yang diharapkan membangun pemerintahan dan pelayanan yang baik. Karena itu, seharusnya seorang PNS yang baik tidak hanya mengerjakan rutinitasnya saja tetapi berupaya, bagaimana dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ini memerlukan perencanaan, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Rencana tersebut memiliki target. Karena itu, lakukan evaluasi terhadap dampak dan tujuan pekerjaan dengan jelas.
Seorang birokrat merupakan pejabat karier karena itu harus bisa diberi kesempatan untuk meniti karier dengan ketenangan bekerja dengan menjaga loyalitas dan integritas agar dapat bekerja lebih baik, tandasnya.
Untuk dapat bekerja dengan tenang dan baik, wujudkan sistem pengendalian interen pemerintah (SPIP) dengan baik seperti diatur dalam PP Nomor 60/2008. Dalam PP tersebut dijelaskan unsur pengendalian preventif (interen), ucapnya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng November 5th, 2010, 09:01 AM Dinas Perikanan Bantaeng Bina 17 UMKM
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantaeng hingga kini telah membina 17 Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). Kelompok binaan tersebut terbanyak bergelut di bidang pengolahan rumput laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantaeng Abdul Latief Naikang di tengah kunjungan Tim Verifikasi Lomba UMKM Tingkat Nasional untuk melihat UKM Alga?e, Kamis, mengatakan, dari 17 kelompok binaan, hanya tiga kelompok yang bergerak pada pengolahan perikanan.
Pengembangan kelompok pengolahan rumput laut diharapkan menjadikan produk rumput laut menjadi makanan alternatif pengganti beras, sedang yang bergerak di bidang perikanan terdiri atas pembuatan ikan asin, ikan pindang, terasi, dan abon ikan.
Khusus UKM Alga'e, Abd Latief Naikang mengatakan, pengembangan kelompok ini ditunjang pendanaan dari PNPM Kelautan. Tahap awal, UKM ini hanya diberi Rp15 juta dan ternyata mengalami perkembangan yang membanggakan.
"Kami bangga karena UKM Alga'e bisa mewakili Sulsel ke lomba UKM tingkat nasional," ucapnya.
Ia kemudian berharap, UKM yang juga dibina Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng ini dapat menembus lima besar nasional sehingga mendorong kelompok lainnya untuk memproduksi potensi lainnya yang ada di daerah ini.
Harapan yang sama juga dikemukakan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj A Emma Mustadjab. Menurutnya, potensi alam di kabupaten Bantaeng cukup beragam, tinggal bagaimana mengembangkan keterampilan untuk peningkatan usaha yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng November 6th, 2010, 06:26 AM Tim Amdal Unhas Sosialisasi Pembangunan RSUD Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Tim Studi Lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melakukan sosialisasi rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Anwar Makkatutu Bantaeng.
Tim yang dipimpin Prof Dr Ir Muh Yusran dan Prof Dr Ir Amiruddin serta Dr Anwar Daud tersebut bekerjasama manajemen RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng.
Sosialisasi yang diikuti tokoh masyarakat, tokoh LSM, pejabat dan unsur terkait tersebut dilakukan di ruang rapat Bupati Bantaeng, Jumat.
Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng Ir Asaduddin Rahman mengatakan, untuk mendapatkan dokumen lingkungan terhadap rumah sakit yang diharapkan dimulai pembangunannya 2011, pihaknya sudah membuka pengumuman melalui media cetak sejak Oktober 2010.
Dari pengumuman tersebut, tidak ada masukan tertulis yang masuk. "Yang ada hanya informasi secara lisan serta beberapa masukan dalam bentuk lisan lainnya," terangnya.
Ketentuan tentang dokumen Amdal itu sendiri, tambah Asaduddin diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup yang menyatakan, semua rumah sakit harus memiliki dokumen Amdal. Dokumen tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan, tambahnya.
Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu, dr HM Syafruddin Nurdin, MKes mengatakan, pembangunan rumah sakit yang representatif di bagian selatan Sulsel merupakan bagian dari program Pemda Kabupaten Bantaeng untuk memberikan kenyamanan dalam pemenuhan kesehatan.
Hanya saja, terang Syafruddin, membangun rumah sakit sangat berbeda dengan membangun gedung lainnya karena tak hanya mengacu pada keinginan Pemda sebagai pemilik, tetapi juga ada aturan tersendiri serta mengacu pada tingkat kebutuhan.
"Awalnya, program pembangunan ini hanya untuk kebutuhan masyarakat Bantaeng saja, namun kemudian berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian selatan Sulsel," urainya.
Persoalannya, lahan sangat terbatas. Pemda kemudian melakukan revitalisasi pantai. Setelah itu, manajemen rumah sakit mempersiapkan master plan dan tahap ketiga mempersiapkan konstruksinya.
Setelah mendapat persetujuan semua pihak, Depkes kemudian menyarankan agar pembangunan tersebut dilakukan vertikal (delapan lantai), selain irit lahan juga lebih mudah dilakukan pengontrolan dibanding pembangunan yang melebar, tambahnya.
Tentang gedung lama, Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu mengatakan, tetap dipertahankan karena gedung tersebut memiliki sejarah tersendiri. Pembangunan rumah sakit berlantai delapan dibuat sedemikian rupa agar pasien bisa sembuh lebih cepat.
"Dengan kondisi seperti itu, diharapkan pasien belum diobati sudah sembuh sebab bangunan rumah sakit ini memiliki dua pemandangan yakni pemandangan laut dan gunung," ucapnya.
Ia mengatakan, bangunan rumah sakit Prof Anwar Makkatutu mengadopsi budaya lokal, sedang untuk menjangkau masyarakat pulau, termasuk Kabupaten Selayar, akan disiapkan ambulance laut. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng November 10th, 2010, 05:11 PM Bantaeng Miliki Potensi Energi Terbarukan 13,5 MW
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng memiliki potensi energi terbarukan mencapai 13,5 Mega Watt (MW). Potensi energi tersebut tersebar pada beberapa sungai yang memiliki debit air yang cukup potensial.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Perindagtamben) H Abd Gani di Bantaeng, Rabu, mengatakan, potensi energi terbesar berada di Sungai Bialo.
Sungai yang berlokasi di Kecamatan Tompobulu tersebut memiliki potensi 7-8 MW, sedang di Bendungan Batu Massong dan Campaga juga di Kecamatan Tompobulu masing-masing memiliki potensi 1-2 MW.
Di Kecamatan Bissappu, potensi energi berlokasi di Sungai Salluang dan Sungai Bantimurung masing-masing berpotensi 1-2 MW, sedang di Sungai Biangloe di Kecamatan Eremerasa memiliki potensi 500 kW.
Potensi energi terbarukan tersebut terungkap pada hasil penelitian tim dari PT Mega Power Makmur, anak perusahaan Bina Puri Malaysia yang akan melakukan investasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH), urainya.
Menurut dia, hasil penelitian tim Mega Power Makmur akan dilaporkan kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah sekembalinya mengikuti Lemhanas di Jakarta.
Setelah dilaporkan, akan disusul penandatanganan naskah kesepakatan (MOU) antara Pemda dan perusahaan asal Malaysia itu untuk segera dilakukan kegiatan fisik.
Bila potensi tersebut berhasil dikelola dan difungsikan dengan baik, semua desa di Kabupaten Bantaeng akan bertabur cahaya, ucapnya.
Masuknya listrik ke desa-desa akan menurunkan angka kemiskinan secara drastis pada tahun-tahun mendatang. Itu karena industri rumah tangga akan tumbuh dan berkembang di desa-desa seperti pembuatan penganan, baik kue basah, kering maupun jenis keripik yang sudah akrab ditangani masyarakat selama ini.
Menurut Abd Gani, industri rumahan yang selama ini mendapat pembinaan Disperindagtamben berjumlah 200-an kelompok industri kecil.
Industri tersebut umumnya memproduksi keripik pisang, wortel, talas, nangka, jagung, kue kering dan basah serta berbagai produk rumah tangga lainnya.
Produksi tersebut, selain dipasarkan ke berbagai toko moderen di Makassar, juga akan ditampung di rumah pamer industri (show room) Disperindag yang berlokasi di samping Restoran Aroma Laut Bantaeng.
Produk-produk yang menembus pasar serta yang akan tayang di rumah pamer industri tersebut merupakan produk berkualitas yang dikemas dengan baik sehingga menjadi buah tangan bagi orang yang berkunjung ke daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini, urainya.
Mulai 2011, Bantaeng juga akan dilengkapi rumah kemasan yang berlokasi di kompleks pembuatan makanan ringan Cijantan serta pasar tradisional-moderen yang kini dalam tahap pembangunan di kawasan Pantai Marina Korong Batu, tambahnya. (T.pso-102/F003)
Wawar05 November 16th, 2010, 12:29 AM go bantaeng go... salut buat putra bantaeng. moga thread u kabupaten lain juga ada.
Putra Bantaeng November 18th, 2010, 10:42 AM go bantaeng go... salut buat putra bantaeng. moga thread u kabupaten lain juga ada.
Makasih bro.. Amien..
Putra Bantaeng November 24th, 2010, 12:32 PM http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1226.snc4/155808_1543477825221_1183258566_31256147_3148577_n.jpg
Wawar05 November 25th, 2010, 11:09 AM mungkin bro lebih tahu potensi wisata bantaeng, jd promosikan di sini:
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=67762377#post67762377
tq yak atas perhatianx.
Wawar05 December 2nd, 2010, 11:49 PM PLTMH Jambi Rampung Akhir 2010
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Jambi di Kecamatan Ere Merasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dijadwalkan rampung akhir 2010.
"Pembangunannya segera rampung akhir Desember ini dan mulai Januari 2011 sudah bisa dinikmati masyarakat," kata Kepala Dinas Perindag Pertambangan dan Energi Kabupaten Bantaeng, Abd Gani di Bantaeng, Rabu.
Di sela Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan tingkat Kabupaten yang berlangsung di Bantaeng, Abd Gani mengatakan, pembangkit yang memanfaatkan air Sungai Biangloe di Kecamatan Eremerasa tersebut memiliki potensi daya 500 kW.
Daya sebesar itu mampu melayani 166 rumah, sekolah dan mushallah, urainya. Ia juga mengatakan kehadiran pembangkit listrik di wilayah itu mendapat sambutan hangat masyarakat sebab selama 65 tahun Indonesia merdeka baru kali inilah listrik menjankau warga ke daerah terpencil itu.
"Warga sangat berterima kasih kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah karena kepedulian yang tinggi hingga dibangun pembangkit listrik di daerah itu," ujarnya.
Ia mengakui, pembangunan PLTMH tersebut sebenarnya termasuk proyek 2009 namun baru bisa dilaksanakan tahun ini berkat bantuan Kementerian Daerah Tertinggal (PDT) berjumlah Rp1 miliar.
Dari dana bantuan sebesar itu, Pemda Bantaeng mengeluarkan dana sharing sebesar Rp800 juta lebih, tambah Kadis Perindagtamben yang beharap kehadiran pembangkit baru tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena sudah bisa melakukan aktivitas pada malam hari.
"Kita berharap, kehadiran daya listrik di desa tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru melalui kegiatan industri rumah tangga. Mereka bisa membuat keripik pisang atau pemanfaatan potensi sekitar yang bisa dipasarkan," ujarnya.
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/22292/pltmh-jambi-rampung-akhir-2010
Wawar05 December 2nd, 2010, 11:51 PM Pantai Marina Korong Batu Bisa Dinikmati 2011
Fasilitas wisata Marina Beach Korong Batu di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, tahun 2011 sudah bisa dinikmati masyarakat.
Sejumlah fasilitas penunjang kawasan seluas tiga hektare tersebut kini terus dibenahi. Selain jalan masuk satu arah yang dilengkapi trotoar kiri kanan, pantai pasir putih tersebut kini sudah dibanguni gazebo.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang meninjau fasilitas wisata pantai tersebut, Kamis, optimistis, pantai yang berlokasi di Desa Baruga Kecamatan Pajukukang itu akan menjadi andalan pendapatan daerah.
"Bila seluruh fasilitas kawasan Marina Beach rampung, orang-orang dengan sendirinya akan berdatangan. Pada saat itu, sektor ekonomi masyarakat juga akan bergerak dan akhirnya kawasan ini akan menjadi andalan pendapatan daerah (PAD)," urainya.
Selain fasilitas permandian, Marina Beach juga akan dilengkapi fasilitas pasar tradisional-moderen yang pembangunannya juga dalam tahap perampungan.
Agar tempat wisata ini representatif, Pemda Kabupaten Bantaeng akan menyiapkan tambahan anggaran Rp11 miliar. Dana sebesar itu akan digunakan untuk penyelesaian sejumlah fasilitas, termasuk masjid dan ruang peristirahatan lainnya.
Pada peninjauan ke Marina Beach Korong Batu tersebut, Bupati Bantaeng didampingi Asisten I Muslimin Maharang, Kadisperindagtamben H Abd Gani Camat Pajukukang Ahmad Salam dan sejumlah pejabat lainnya.
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/22362/pantai-marina-korong-batu-bisa-dinikmati-2011
Putra Bantaeng December 3rd, 2010, 04:23 AM Pantai Marina Korong Batu Bisa Dinikmati 2011
Fasilitas wisata Marina Beach Korong Batu di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, tahun 2011 sudah bisa dinikmati masyarakat.
Sejumlah fasilitas penunjang kawasan seluas tiga hektare tersebut kini terus dibenahi. Selain jalan masuk satu arah yang dilengkapi trotoar kiri kanan, pantai pasir putih tersebut kini sudah dibanguni gazebo.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang meninjau fasilitas wisata pantai tersebut, Kamis, optimistis, pantai yang berlokasi di Desa Baruga Kecamatan Pajukukang itu akan menjadi andalan pendapatan daerah.
"Bila seluruh fasilitas kawasan Marina Beach rampung, orang-orang dengan sendirinya akan berdatangan. Pada saat itu, sektor ekonomi masyarakat juga akan bergerak dan akhirnya kawasan ini akan menjadi andalan pendapatan daerah (PAD)," urainya.
Selain fasilitas permandian, Marina Beach juga akan dilengkapi fasilitas pasar tradisional-moderen yang pembangunannya juga dalam tahap perampungan.
Agar tempat wisata ini representatif, Pemda Kabupaten Bantaeng akan menyiapkan tambahan anggaran Rp11 miliar. Dana sebesar itu akan digunakan untuk penyelesaian sejumlah fasilitas, termasuk masjid dan ruang peristirahatan lainnya.
Pada peninjauan ke Marina Beach Korong Batu tersebut, Bupati Bantaeng didampingi Asisten I Muslimin Maharang, Kadisperindagtamben H Abd Gani Camat Pajukukang Ahmad Salam dan sejumlah pejabat lainnya.
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/22362/pantai-marina-korong-batu-bisa-dinikmati-2011
ni picx...
http://bimg.antaranews.com/makassar/2010_12/small/gazebo-pantai-marina-humas-bantaeng.jpg
Putra Bantaeng December 3rd, 2010, 04:24 AM CIDA akan Bantu Program Kehutanan Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Badan Pembangunan Internasional Kanada (Canadian International Development Agency - CIDA) akan membantu program pembangunan kehutanan sosial di Kabupaten Bantaeng.
Sebagai bukti keseriusan tersebut, CIDA menurunkan lima orang timnya untuk melihat langsung kondisi pengelolaan hutan di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini, Kamis.
Tim yang dipimpin Jacynthe Rivard, Program Manager/Koordinator CIDA Kanada tersebut terdiri atas Marie Eve Desrochers (Ahli Ekonomi CIDA Kanada), Pande K Trimayuni (Ahli Kesetaraan Gender/Konsultan CIDA Jakarta), Gabe Ferrazzi (Ahli Tata Pemerintahan/Konsultan CIDA Kanada) dan Jamal Gawi (Ahli Lingkungan Hidup/Konsultan CIDA Jakarta).
Tim ahli tersebut diterima di ruang kerja Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab, yang didampingi Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, Kepala Bidang Bina Hutan Dinas Kehutanan Rustam Thalib, Plt Kadis Pariwisata Abd Rasyid dan Staf Ahli Bupati bidang Kehutanan HM Akil.
Jacynthe Rivard mengatakan, kunjungan awal ini dimaksudkan memperoleh informasi serta ide untuk mendukung perencanaan kegiatan baru yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam (SDA), terutama melalui pendekatan perhutanan sosial.
Hasil konsultasi di daerah berjuluk Butta Toa akan dipelajari kembali untuk melihat sektor yang bisa diberikan dukungan kepada Pemda, urainya. Kunjungan ke Bantaeng sendiri merupakan hasil konsultasi CIDA dengan beberapa pihak terkait di tingkat nasional.
Hasil konsultasi tersebut memperlihatkan peluang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis SDA, khususnya bidang kehutanan. "Karena itu, kami datang untuk memperdalam pemahaman tentang situasi dan kondisi lokal sehubungan dengan pengelolaan SDA," tambahnya.
Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab menyambut baik perhatian CIDA terhadap daerah eks afdeling Bonthain. Kabupaten Bantaeng yang memiliki sejumlah hutan yang sedang diprogram untuk berbagai kebutuhan, termasuk hutan desa dan rencana hutan wisata.
Namun untuk mewujudkan program tersebut dibutuhkan infrastruktur yang memadai, termasuk pembinaan dan pelatihan yang direncanakan dalam bentuk sekolah lapang.
Melalui fasilitas tersebut, diharapkan akan lebih banyak tenaga yang bisa memberi perhatian terhadap hutan tropis basah yang ada di Bantaeng, tambah Kabid Bina Hutan Rustam Thalib.
Menjawab pertanyaan seputar sistem pengelolaan dan keterlibatan masyarakat, Asli Mustadjab mengatakan, dilakukan koordinasi yang melibatkan semua unsur terkait.
Bahkan ada Forum Rembuk Hutan Desa yang ketua dan sekretariatnya penduduk setempat. Forum ini juga melibatkan instansi terkait. Pemda juga sudah membentuk KPH yang bertanggungjawab langsung kepada Bupati.
KPH akan mengelola hutan Negara, baik dalam bentuk hutan produksi, maupun hutan lindung, jelas Rustam yang mengatakan, Bupati Bantaeng juga sudah mengeluarkan peraturan tentang hutan desa. (T.pso-102/F003)
smg820 December 3rd, 2010, 04:38 AM ^^ baru tau ternyata kab. bantaeng pembangunannya sangat pesat. kemarin baca diberita kabarnya bantaeng akan membangun RS modern yang dananya sampai 70M... ada photo projectnya ato renderingnya Putra Bantaeng?
Putra Bantaeng December 4th, 2010, 06:34 AM ^^ baru tau ternyata kab. bantaeng pembangunannya sangat pesat. kemarin baca diberita kabarnya bantaeng akan membangun RS modern yang dananya sampai 70M... ada photo projectnya ato renderingnya Putra Bantaeng?
ada ccuuyyy di halaman sebelumx...^^:banana::banana::banana:^^
Putra Bantaeng December 7th, 2010, 06:48 PM GSII Tetap kuasai Pangsa Pasar Talas Jepang
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - PT Global Seafood Internasional Indonesia (GSII) tetap menguasai pangsa pasar talas dunia, khususnya Jepang. Dari 360 ribu ton kebutuhan talas negara Matahari Terbit tersebut, GSII menguasai 60 persen.
Ini merupakan peluang bagi petani Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bantaeng karena PT GSII telah membangun industri pengolahan talas di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Senin.
Menurut Bupati, pengembangan talas kini dilakukan dalam bentuk kultur jaringan. Ini dilakukan untuk menyiapkan bibit agar menyebar ke masyarakat. Selama ini, bibit masih didatangkan melalui Bio Trop Indonesia dan ke depan diharapkan bisa dilakukan sendiri.
Tahap awal pengembangannya, diharapkan memenuhi target 10 ton/hari dan ekspornya sudah bisa dilakukan pertengahan 2011.
Bupati berharap masyarakat memanfaatkan potensi lahannya dengan menanam talas sebab tanaman ini dapat memproduksi 40 ton/Ha atau senilai Rp200 juta/Ha dengan harga Rp5.000/kg.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng meminta aparat setempat menyiapkan lahan seluas lima hektare dalam bentuk hamparan. Sedang pengelolaannya akan dibantu tenaga ahli. Tanah yang akan menjadi milik desa tersebut ditanami talas dan hasilnya dikelola desa.
Dengan begitu, selain menjadi percontohan bagi masyarakat, desa juga memperoleh pemasukan karena produksi talas tersebut tak hanya untuk keperluan ekspor, tetapi juga bermanfaat mengobati penyakit kanker dan diabetes. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng December 7th, 2010, 06:48 PM Persada Bangun Universitas di Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Perhimpunan Alumni Jepang (Persada) Sulawesi Selatan memprogramkan pembangunan Universitas Persada (Unsada) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Rencana pembangunan perguruan tinggi yang merupakan cabang dari Unsada Jakarta tersebut dimaksudkan untuk mengoptimalkan potensi kelautan yang ada.
Ketua Harian Persada Sulsel Rudy Jamaluddin di tengah Rapat Kerja (Raker) yang dilangsungkan di Bantaeng, Senin, mengatakan, potensi kelautan Indonesia sangat memadai hanya saja belum ditunjang tenaga yang mampu mengantisipasi potensi tersebut.
"Banyak ikan di laut yang mati alami dibandingkan yang berhasil ditangkap. Ini karena keterbatasan kemampuan. Karena itu, Unsada di Bantaeng akan memiliki jurusan Fishing Master," tuturnya.
Ia kemudian mengemukakan harapannya, agar kelak alumni Fishing Master Persada Bantaeng dapat memaksimalkan potensi kelautan tersebut. Agar rencana pembangunan Unsada di Bantaeng terwujud, pihaknya akan mengajukan dalam Rakernas Persada mendatang.
"Mudah-mudahan mendapat persetujuan dan bantuan untuk mewujudkan harapan tersebut," tutur Rudy Jamaluddin seraya mengungkap sejumlah program dalam Raker diantaranya program internal dalam bentuk wisata keluarga dan bakti sosial.
Persada juga memprogramkan pemberian bantuan tenaga ahli berbagai bidang sebab alumni Jepang yang terhimpun dalam Persada terdiri atas berbagai bidang keahlian.
Program lainnya tetap menjadi jembatan bagi warga Negara Jepang yang ingin melakukan investasi di Indonesia, terutama di Sulsel.
Pemda Kabupaten Bantaeng menyambut baik rencana pembangunan Unsada di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini. "Pemda Bantaeng menyambut baik rencana tersebut, terlebih kita sedang fokus pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola sumber daya alam," ujar Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.
Bupati mengatakan, tanpa SDM yang kuat, tak mungkin bisa menghasilkan produk yang baik. Ia menilai, penyediaan SDM melalui perguruan tinggi yang tidak sama dengan lainnya akan menjadi rahmat bagi daerah ini.
"Insya Allah, program pembangunan Unsada di Bantaeng akan terwujud sebab Ketua Umum Unsada Pusat sudah member sinyal," tambah Bupati Nurdin Abdullah yang juga Ketua Umum Persada Sulsel. (T.pso-102/F003)
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs758.snc4/65891_168357356537302_100000891153008_334495_4657400_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs607.ash2/155908_168357313203973_100000891153008_334494_5524299_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1206.snc4/155843_168356646537373_100000891153008_334479_5167708_n.jpg
http://www.facebook.com/photo.php?pid=334483&id=100000891153008
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1230.snc4/156291_168356739870697_100000891153008_334481_5798798_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1207.snc4/155995_168357509870620_100000891153008_334499_2450850_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng December 8th, 2010, 01:20 AM Bantaeng, 07/12 – Gubernur Sulsel H Syahrul yasin Limpo mengatakan, Kabupaten Bantaeng merupakan andalan Sulsel karena prestasinya membuat pertumbuah ekonomi di atas 7 persen.
Prestasi tersebut menempatkan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini di urutan ke-7 dari daerah lainnya. Karena itu, perlu didorong agar harapan besar untuk kehidupan makin baik dapat dilakukan melalui pengoptimalan sumber daya alam.
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo mengemukakan hal itu pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantaeng ke 756 yang dipusatkan di rumah adat Balla Lompoa, Selasa (7/12).
Peringatan hari jadi kali ini diwarnai penandatanganan prasasti sejumlah proyek serta pemberian penghargaan kepada 5 orang tokoh, Camat, Lurah dan Kepala Desa berprestasi.
Menurut Syahrul Yasin Limpo, Bantaeng memiliki 5 dimensi kekuatan mulai dari pesisir, dataran rendah yang siap ditanami berbagai macam tanaman, sungai yang mengalir, gunung dan sejumlah potensi lainnya.
‘’Tinggal butuh langkah yang dapat mengoptimalkan potensi tersebut dengan baik. Untuk itu, hadirkan cara berpolitik yang berciri agama, lakukan pendekatan adat dan budaya, terutama budaya sipakatau dan sikapaccei serta hadirkan akselerasi untuk kepentingan bersama,’’ tuturnya.
Dengan begitu, kita boleh berbeda tapi kebersamaan tetap dijaga karena ini yang lebih penting. Selain itu, hadirkan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat. ‘’Jangan enggan berterima kasih kepada pemerintah, termasuk kepada Kepala Desa bila amanah mengurus rakyat dilakukan dengan baik,’’ tambahnya.
Hal demikian itu penting agar semangat pemerintahan semakin baik dan berpihak kepada rakyat. Bukan yang hanya melayani dirinya sendiri. Masalah lain yang juga penting, tambah Gubernur adalah perhatian terhadap kesehatan dan pendidikan.
Perbaiki pertanian tanaman pangan agar Sulsel tetap dapat mengukir prestasi sebagai wilayah penyangga pangan nasional dan pada saatnya kita bisa menghadirkan masyarakat sejahtera dan memiliki rasa aman, tentram dan teratur, urainya.
Dengan kerja keras seperti itu, gubernur optimistis Bantaeng akan lebih baik dibandingkan daerah lainnya karena daerah berjuluk Butta Toa ini kental dengan nuansa agama dan dari dulu erat dengan nuansa budaya serta menjadi tempat bertemunya orang-orang cerdas dari berbagai kalangan.
Karena itu pula, Belanda menjadikan daerah Bonthain sebagai pusat pemerintahan (afdeling) karena pendidikannya yang mapan serta terkenal sebagai pekerja keras dan ulet, tandas Syahrul Yasin Limpo.(hms)
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1226.snc4/155808_1543477825221_1183258566_31256147_3148577_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1196.snc4/154875_168881219818249_100000891153008_337313_1870013_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1337.snc4/162910_168878349818536_100000891153008_337236_146459_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs012.ash2/33987_168880366485001_100000891153008_337289_1050114_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1335.snc4/162792_168882496484788_100000891153008_337347_3836318_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs716.snc4/63597_168874886485549_100000891153008_337188_1372841_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs608.ash2/156066_168875019818869_100000891153008_337190_7696988_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs376.ash2/65479_168876263152078_100000891153008_337210_6810270_n.jpg
sumber : humas Bantaeng
Wawar05 December 8th, 2010, 02:54 AM Gubernur Resmikan Lima Proyek di Bantaeng:cheers:
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo meresmikan lima proyek bernilai miliaran rupiah di Kabupaten Bantaeng,kemarin.Kelima proyek tersebut, yakni penyediaan air bersih untuk masyarakat Pa’jukukang, jembatan jalan lingkar selatan Bantaeng, cekdam pengendali banjir Balang Sikuyu di Kecamatan Bantaeng, pasar tradisional Dapoko di Kecamatan Ere Merasa, dan Puskesmas Kassi-Kassi di Kecamatan Pa’jukukang.
Peresmian proyek ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulsel disaksikan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, proyek yang baru diresmikan itu merupakan kado peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantaeng. Selanjutnya, Bantaeng akan melakukan revitalisasi pantai dengan nilai proyek Rp16 miliar. Di lokasi tersebut akan dibangun pusat kegiatan olahraga dan bisnis.
Ini dilakukan untuk menghindari alih fungsi lahan di Butta Toa yang memiliki lahan terbatas. Selain itu, cekdam pengendali banjir Balang Sikuyu juga tetap dibenahi. Lahan tadah hujan seluas 1.200 Ha juga akan diupayakan pengairan serta proyek penyediaan air bersih lainnya untuk kawasan industri Pa’jukukang .
Khusus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2014, Pemda juga melanjutkan pembangunan kolam renang di Be’lang,Kecamatan Bantaeng, serta pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bernilai Rp15 miliar yang kini dalam tahap perampungan.
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/368481/
Putra Bantaeng December 9th, 2010, 06:39 PM Gubernur SYL : Bantaeng Andalan Sulsel
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan H Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kabupaten Bantaeng merupakan andalan Sulsel karena prestasinya membuat pertumbuah ekonomi di atas tujuh persen.
Prestasi tersebut menempatkan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini di urutan ke-7 dari daerah lainnya. Karena itu, perlu didorong agar harapan besar untuk kehidupan makin baik dapat dilakukan melalui pengoptimalan sumber daya alam.
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo mengemukakan hal itu pada peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Bantaeng yang dipusatkan di rumah adat Balla Lompoa, Bantaeng, Selasa.
Peringatan hari jadi kali ini diwarnai penandatanganan prasasti sejumlah proyek serta pemberian penghargaan kepada lima orang tokoh, Camat, Lurah dan Kepala Desa berprestasi.
Menurut Gubernur, Bantaeng memiliki lima dimensi kekuatan mulai dari pesisir, dataran rendah yang siap ditanami berbagai macam tanaman, sungai yang mengalir, gunung dan sejumlah potensi lainnya.
"Tinggal butuh langkah yang dapat mengoptimalkan potensi tersebut dengan baik. Untuk itu, hadirkan cara berpolitik yang berciri agama, lakukan pendekatan adat dan budaya, terutama budaya sipakatau dan sikapaccei serta hadirkan akselerasi untuk kepentingan bersama," tuturnya.
Dengan begitu, kita boleh berbeda tapi kebersamaan tetap dijaga karena ini yang lebih penting. Selain itu, hadirkan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat. "Jangan enggan berterima kasih kepada pemerintah, termasuk kepada Kepala Desa bila amanah mengurus rakyat dilakukan dengan baik," tambahnya.
Hal demikian itu penting agar semangat pemerintahan semakin baik dan berpihak kepada rakyat. Bukan yang hanya melayani dirinya sendiri. Masalah lain yang juga penting, tambah Gubernur adalah perhatian terhadap kesehatan dan pendidikan.
Perbaiki pertanian tanaman pangan agar Sulsel tetap dapat mengukir prestasi sebagai wilayah penyangga pangan nasional dan pada saatnya kita bisa menghadirkan masyarakat sejahtera dan memiliki rasa aman, tentram dan teratur, urainya.
Dengan kerja keras seperti itu, Gubernur optimistis Bantaeng akan lebih baik dibandingkan daerah lainnya karena daerah berjuluk Butta Toa ini kental dengan nuansa agama dan dari dulu erat dengan nuansa budaya serta menjadi tempat bertemunya orang-orang cerdas dari berbagai kalangan.
Karena itu pula, Belanda menjadikan daerah Bonthain sebagai pusat pemerintahan (afdeling) karena pendidikannya yang mapan serta terkenal sebagai pekerja keras dan ulet, ujar Gubernur Syahrul Yasin Limpo. (T.pso-102/F003)
Wawar05 December 9th, 2010, 11:40 PM Tambahan Lahan Baru Capai 50 Ha
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mendapat tambahan lahan baru untuk areal persawahan seluas 50 hektar di Desa Tanah Loe, Kecamatan Tompo Bulu.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang berbicara di depan peserta Prajabatan angkatan 2008/2009 berjumlah 133 orang golongan 1, 2 dan 3 di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Kamis, mengatakan, tambahan lahan tersebut sangat penting mengingat keterbatasan areal di daerah ini.
Ia berharap, tahun 2011, kembali dilakukan penambahan lahan sehingga luas lahan persawahan bisa lebih dari 7.000 Ha yang selama ini digarap petani.
Bupati berharap, para PNS baru dapat mengantisipasi perkembangan pembangunan yang sedang digalakkan selama ini, terlebih dengan adanya rencana menjadikan Pelabuhan Mattoanging menjadi pelabuhan nasional maupun internasional.
Bila pintu masuk ke Bantaeng sudah terbuka lebar, maka pertumbuhan ekonomi sudah tidak diragukan lagi. "Bantaeng akan menjadi pusat aktivitas dan menjadi alternatif setelah Makassar," ujarnya.
"Kita jadikan Butta Toa sebagai spirit menuju kejayaan Bantaeng," tambahnya sembari menyebut The New Bantaeng sebagai pusat aktivitas sekaligus menjadi pemikat (magnet) untuk menarik orang-orang berkunjung ke daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Kalau infrastruktur sudah ada, orang di Makassar akan menjadikan Bantaeng sebagai tujuan ber-akhir pekan (week end). Makanya kita siapkan fasilitasnya. Mau rekreasi pantai, ada Marina Beach Korong Batu.
Di lokasi tersebut bisa mancing, main jet-ski, banana boat, terumbu karang yang dekat dari pantai dan berbagai aktivitas olahraga air lainnya yang bisa dilakukan.
Untuk menunjang hal itu, sudah ada pengusaha boat yang menyatakan siap. Mau wisata agro ada bunga di Loka, strawberry dan apel di Lannying Kecamatan Ulu Ere, tambah Nurdin Abdullah.
Menanggapi terjadinya pemanasan global serta perubahan cuaca yang terjadi sepanjang 2010, Bupati Bantaeng mengatakan, daerah ini harus bisa mengambil posisi yang tepat menjadikan Bantaeng menjadi Kabupaten penghasil benih berbasis teknologi.
Dengan perubahan iklim, kita harus bisa menyiapkan bibit yang tahan hama, tahan panas dan air serta berusia pendek. Selama ini, tambahnya lagi, kita sudah menggunakan penanaman sistem Legowo-21.
Pola tanam tersebut sudah berhasil meningkatkan produksi sebab anakannya lebih banyak dibandingkan pola tanam sistem tanggul jajar. Tanggul jajar hanya menghasilkan anakan sebanyak 35 anakan sedang Legowo-21 bisa mencapai 65 anakan.
Karena itu, Bupati berharap para PNS baru bisa lebih kreatif membantu Pemda dalam mengembangkan potensi daerah tersebut sehingga Bantaeng bisa lebih maju.
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/22593/tambahan-lahan-baru-capai-50-ha
Putra Bantaeng December 14th, 2010, 04:08 AM Puskesmas Kecamatan Layani Rawat Inap
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Puskesmas Campagaloe, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, segera memberikan pelayanan rawat inap, terutama terhadap pasien persalinan (melahirkan).
Selama ini, Puskesmas yang memiliki gedung berlantai dua tersebut hanya memberi pelayanan rawat jalan. Karena itu, Pemda melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng akan meningkatkan status Puskesmas tersebut.
Hal itu terungkap pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 fasilitas kesehatan tersebut, Sabtu. Peringatan HUT yang mengambil tema Keluarga Sehat Silaturahmi Erat tersebut diwarnai peresmian Posyandu Plus Cempaka di Kelurahan Bonto Jaya.
Peresmian tersebut ditandai pengguntingan pita oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Andi Emma Mustadjab disaksikan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.
Bupati mengatakan, upaya meningkatkan status menjadi rawat inap memerlukan renovasi bangunan. Karena itu, ia berharap 2011 renovasinya sudah bisa dilakukan.
Untu menunjang Puskesmas tersebut, seluruh ruas jalan di Kecamatan Bissappu juga segera di hot mix dan diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama fasilitas air bersih juga sudah bisa mengalir ke daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Jeneponto ini.
Menurut Bupati, akselerasi pembangunan di berbagai sektor harus terus dilakukan untuk menjadikan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini menjadi daerah andalan di Sulsel.
Di bidang kesehatan, Pemda juga akan membangun RSUD bertaraf internasional. RS berlantai delapan tersebut diharapkan menjadi rumah sakit rujukan agar dapat dinikmati masyarakat bagian selatan Sulsel.
"Tidak tertutup kemungkinan, nanti orang Makassar juga berobat ke Bantaeng," terang Nurdin Abdullah yang mengatakan, semua upaya dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng.
Kepala Puskesmas Campagaloe Hj A Nurwahida, SKM, MKes melaporkan, Puskesmas yang dipimpinnya merupakan peningkatan dari Pustu yang di bawahi Puskesmas Bissappu.
Mulai 12 Desember 1998, resmi menjadi Puskesmas yang memberi pelayanan kesehatan, termasuk ke sekolah-sekolah. Hingga kini, pihaknya memberi pelayanan maksimal dan 40 persen pasien berasal dari Jeneponto.
Menyambut HUT ke-12 tersebut, dilakukan berbagai kegiatan diantaranya lomba UKS, cerdas cermat dokter kecil, kreativitas anak, bakti sosial, jalan sehat, bazaar, pameran dan voli, urainya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng December 14th, 2010, 07:01 AM Kebun Apel dan Kebun Bunga Krisan, Potensi alam Bumi Butta Toa
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs736.ash1/162993_169999526373085_100000891153008_343231_4528918_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs393.ash2/67128_169999576373080_100000891153008_343232_1658662_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs596.ash2/154800_169999439706427_100000891153008_343229_6047558_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1191.snc4/154309_169999686373069_100000891153008_343236_5253112_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1336.snc4/162838_170000043039700_100000891153008_343247_2229106_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1234.snc4/156624_170000083039696_100000891153008_343249_1263950_n.jpg
http://l15.sphotos.l3.fbcdn.net/hphotos-l3-ash2/hs300.ash2/58053_170000203039684_100000891153008_343257_4407570_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1206.snc4/155872_170000536372984_100000891153008_343278_4700266_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs590.ash2/154214_170000663039638_100000891153008_343283_801916_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1225.snc4/155753_170000683039636_100000891153008_343284_4256774_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1334.snc4/162614_170000789706292_100000891153008_343287_8212792_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Wawar05 December 15th, 2010, 05:55 AM 2011 Semua Ruas Jalan Desa Bantaeng Beraspal
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap semua ruas jalan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, termasuk jalan desa sudah beraspal untuk memperlancar arus komoditi dari lokasi produksi ke pasar tujuan.
Hal itu dikemukakan Bupati Nurdin Abdullah ketika melakukan pertemuan silaturahmi dengan masyarakat Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, di bantaeng, Rabu.
Pertemuan silaturahmi yang dilangsungkan di balai desa setempat dihadiri tokoh masyarakat, Asisten I Muslimin Maharang, Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, Kadis PU dan Praswil Arsyad Borahima, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsul, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Meyriyani, Kepala Bapedalda Asaduddin, Kepala Ketahanan Pangan Suharini Harsoyo, Staf Ahli bidang pertanian Dr Mokhtar Nawir dan sejumlah pejabat lainnya.
Selain melakukan dialog, Bupati bersama rombongan juga menyaksikan ruas jalan Tombolo-Kaloling serta poros Jampea-Dampang yang dapat menghubungkan sejumlah desa.
Kedua poros jalan tersebut kini masih jalan tanah. Bahkan pada poros Tombolo-Kaloling terlihat masih berkubang. Karena itu, bupati berharap kepada dinas terkait agar memasukkan ke dua jalan tersebut ke dalam program 2011.
Selain meninjau jalan, rombongan para petinggi kabupaten tersebut juga melihat rencana pembangunan kelistrikan dan masjid di Kampung Jatia, Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, dialog dan kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan masyarakat Kaloling di rumah jabatan Bupati Bantaeng, pekan sebelumnya.
Ia berharap, seluruh komponen masyarakat tetap bersatu dan tidak mudah terpecah hanya karena persoalan dukung-mendukung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
"Seluruh komponen harus memberi perhatian terhadap komitmen persatuan untuk membangun Bantaeng. Jangan mau terkotak-kotak hanya karena Pilkades karena hal itu hanya proses. Bukan tujuan. Kalau kita tetap bersatu, pembangunan tak akan sulit," tandasnya.
Pemda sendiri akan lebih mudah memberi perhatian terhadap potensi daerah yang ada. Ia kemudian memberi contoh dana sektor pertanian untuk 2011 sebesar Rp16 miliar.
Dana sebesar itu akan langsung diberikan kepada masing-masing kelompok. Demikian pula dengan sejumlah proyek kecil yang akan dikerjakan PNPM. Pembagian pekerjaan sangat penting sebab pembangunan tak lagi bisa dilakukan dengan teori karena masyarakat butuh bukti.
Itulah sebabnya, Pemda menurunkan personil lengkapnya, termasuk Bapedalda Ketahanan Pangan, PU dan Bappeda untuk melihat kekurangan dan kendala di lapangan.
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, Pemda juga sudah membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bundes) yang siap menyerap produksi masyarakat. Bundes juga bekerjasama Resi Gudang untuk mengantisipasi jatuhnya harga komoditi milik petani, urainya.
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/22733/2011-semua-ruas-jalan-desa-bantaeng-beraspal
Putra Bantaeng December 17th, 2010, 05:13 AM Beri Kemudahan, BRI Bantaeng Tebar ATM
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Komitmen Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memberikan kemudahan kepada nasabahnya yang akan melakukan transaksi benar-benar diwujudkan, diantaranya melalui penyebaran Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Salah satu ATM terbaru dari bank yang menjangkau segmen terendah ini adalah di halaman depan Kantor Bupati Kabupaten Bantaeng. ATM yang diresmikan Bupati HM Nurdin Abdullah pada HUT ke-756 tersebut merupakan ATM keempat di kota berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar.
Pemimpin BRI Cabang Bantaeng, Widayat pada peringatan HUT ke-115 BRI, Jumat, mengatakan, tiga unit ATM sebelumnya sudah dirasakan manfaatnya oleh nasabah BRI di daerah ini.
Ketiganya masing-masing di jalan Kartini (dua unit) dan satu unit di jalan Manggis. Ia berharap, para pemegang ATM yang mencapai angka puluhan ribu lebih mudah melakukan transaksi keuangan, baik pada siang hari maupun pada malam hari (24 jam).
Selain fasilitas ATM, BRI juga menyiapkan fasilitas SMS Banking. Melalui fasilitas ini, nasabah BRI bisa melakukan transaksi melalui telepon genggam. Sedang untuk memudahkan transaksi kepada nasabah di Pasar Baru, pihaknya menyiapkan Kantor Mini yang disebut Teras BRI.
Teras BRI, terang Widayat dapat menyalurkan kredit kepada para nasabah dan berbagai fasilitas lainnya. "Apapun kami akan siapkan demi kemudahan nasabah," ujarnya seraya menyebut fasilitas e-channel yang sudah melengkapi BRI.
Khusus peringatan HUT ke-115, ia mengatakan, jajarannya melakukan berbagai kegiatan interen, termasuk kegiatan olahraga. Sedang sebagai wujud kepedulian di bidang lingkungan, BRI Bantaeng menjadwalkan aksi peduli lingkungan dalam bentuk penanaman pohon.
Ini juga sejalan dengan program nasional penanaman satu miliar pohon yang dilakukan di kawasan pantai wisata Marina Korong Batu sebanyak 150 pohon, urainya.
Tentang peranan dalam penumbuhan ekonomi masyarakat, dia mengatakan, BRI sangat seriua dengan pembinaan usaha menengah kecil mikro (UMKM) yang bergerak di berbagai bidang.
Pembinaan juga dilakukan terhadap kelompok-kelompok usaha tani yang tersebar dengan jumlah kredit masing-masing Rp50 juta/kelompok. Penyaluran kredit terhadap kelompok tersebut kini mencapai Rp2 miliar, ujarnya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng December 17th, 2010, 05:13 AM Distan Bantaeng Panen Apel Juni 2011
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dinas Pertanian (Distan) dan Peternakan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan akan melakukan panen apel perdana Juni 2011 di desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere dan diharapkan dihadiri Gubernur Sulsel.
Kepala Bidang Hortikultura Distan dan Peternakan Kabupaten Bantaeng Ir Suaib MP di Bantaeng, Jumat, mengatakan, kepastian panen dijadwalkan setelah Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyaksikan pertumbuhan buah apel yang ditanam 2009, sekaligus memenuhi undangan lisan Bupati Bantaeng kepada Gubernur Sulsel saat panen padi Basmati untuk kebutuhan negara Timur Tengah beberapa waktu lalu.
Menurut Suaib, penanaman pada tahun anggaran 2009 dilakukan tiga kali masing-masing Januari, Mei dan Juni pada areal 16 Ha milik 40 orang petani. "Yang berbuah itu merupakan tanaman yang ditanam Januari, sedang yang ditanam Mei dan Juni baru belajar berbuah," terangnya.
Kini areal penanaman apel semakin meluas dan mencapai 56 Ha setelah pada 2010 mendapat tambahan lahan seluas 40 Ha. Kabid Hortikulutura itu berharap, kondisi buah tidak terganggu oleh perubahan iklim agar yang lainnya tetap subur.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, untuk 2010, pihaknya menanam 20 ribu pohon di areal 40 Ha tersebut sehingga total tanaman mencapai 30 ribu pohon setelah penanaman bertahap pada 2009 sebanyak 10 ribu pohon.
Untuk menunjang pengembangan tanaman apel tersebut, Distan dan Peternakan Kabupaten Bantaeng melengkapi dengan jalan usaha tani serta pipanisasi di Desa Bontolojong.
Kedua program tersebut juga sudah ditinjau Kadistan dan Peternakan Kabupaten Bantaeng Syamsu Alam, awal pekan ini.
Masih menurut Suaib, selain pengembangan apel dan strawberry, pihaknya juga mengembangkan tanaman hias yang kini sudah mencapai tiga jenis bunga setelah mendapat bantuan bibit bunga gladiol dan sedap malam dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.
Kehadiran kedua bibit tanaman baru tersebut menjadikan kawasan wisata agro di Loka Desa Bonto Marannu semakin menarik perhatian sebab tak hanya bunga krisan yang selama ini dikenal, tetapi juga sudah ada yang lain.
Kedua tanaman baru tersebut memiliki prospek pasar yang pasti seperti bunga Krisan yang sudah dipesan sejumlah pengusaha bunga di Kota Makassar. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng December 20th, 2010, 02:37 AM Global Seafood Uji Coba Olah Ikan Bandeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Industri pengolahan ikan PT Global Seafood International Indonesia (GSII) di Bantaeng, Sulawesi Selatan, melakukan uji coba pengolahan ikan bandeng karena kurang pasokan ikan akibat musim angin.
Uji coba dilakukan terhadap 600 kg ikan yang didatangkan dari Kabupaten Sinjai, Minggu. Uji coba pengolahan ikan bandeng tersebut disaksikan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di industri pengolahan ikan tersebut.
Menurut Bupati, hasil uji coba cukup baik dan tetap memenuhi syarat untuk dijadikan surimi. uji coba terhadap berbagai jenis ikan terus dilakukan.
Beberapa waktu lalu, GSII juga menguji coba ikan sibula (sarden), ikan sulo-sulo, dan ikan terbang. Semua itu dilakukan untuk mengantisipasi musim ombak.
Industri surimi yang berpangkalan di Kecamatan Pajukukang tersebut memiliki kapasitas produksi 40 ton/hari, namun sejak ekspor perdana dilepas Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo 20 Februari 2010, kapasitas tersebut belum terpenuhi.
Maksimal produksi yang pernah dicapai hanya 14 ton dengan menggunakan ikan merah yang memiliki tingkat kekenyalan yang sesuai standar Jepang.
Bupati Bantaeng berharap, kehadiran industri pengolahan ikan ini dapat memberdayakan usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) di daerah ini.
"Kita mau, tidak semua produksi GSII diekspor tetapi juga ada yang bisa diolah industri kecil di daerah ini," terang Bupati yang menyebut produk surimi beku PT GSII memiliki 150 turunan.
Di Jepang, surimi beku produksi PT GSII diolah kembali menjadi 150-an jenis makanan, termasuk nugget, bakso dan produk jenis lainnya. (T.pso-102/F003)
Wawar05 December 28th, 2010, 04:15 AM 2011, Bantaeng Bangun RS Internasional
Sebuah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas berstandar pelayanan internasional akan dibangun di Kabupaten Bantaeng, tahun 2011. Rumah sakit berlantai delapan itu menggunakan anggaran Rp 50 miliar dari APBN 2011 untuk membiayai peralatan dan Rp 260 miliar untuk membiayai pembangunan gedung.
Menurut Bupati Bantaeng, Prof Dr Nurdin Abdullah, kehadiran RS modern ini akan menjadi solusi dari permasalahan yang dialami masyarakat di bagian selatan Sulsel selama ini.
"Selama ini, kalau sakit masyarakat di bagian selatan Sulsel akan dirujuk ke Makassar. Bisa meninggal di perjalanan. Kalau sudah ada rumah sakit ini, tidak perlu lagi ke Makassar," katanya, Senin (27/12) malam.
Rumah sakit ini, jelas bupati, dibangun menyatu dengan hotel. "Lantai tujuh dan delapan dari rumah sakit ini difungsikan sebagai hotel berbintang. Ini untuk tempat nginap keluarga pasien," katanya.
Sebagai bagian dari rencana pembangunan rumah sakit berskala internasional itu, beberapa bulan lalu telah dibangun bagian Unit Rawat Darurat dari Rumah Sakit Umum Prof Dr Anwar Makkatutu.
Menurut Aswin Griksa Fitranto dari konsultan perencana pembangunan RSU Bantaeng, IAI, pembangunan konstruksi rumah sakit ini berlangsung dua tahun.
Di rumah sakit ini akan ada perawatan spesialis tertentu yang melibatkan tim dokter ahli dari Jepang, Unhas, dan beberapa dokter ahli dari rumah sakit terkemuka di Indonesia.
Rusunawa
Selain, pembangunan rumah sakit berskala internasional, Pemkab Bantaeng juga kebagian anggaran untuk membiayai pembangunan rumah susun sewa sederhana (Rusunawa).
Pembangunan Rusunawa di areal sekitar Pelabuhan Bantaeng itu sudah dimulai tahun 2010 dan akan dilanjutkan dengan anggaran tahun 2011.
http://makassar.tribunnews.com/read/artikel/143104/2011-Bantaeng-Bangun-RS-Internasional
Putra Bantaeng January 3rd, 2011, 02:46 PM Puskesmas Kassi-Kassi Jadi Model Puskesmas Indonesia
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kassi-Kassi di Kecamatan Pajukukang, Kabupaten bantaeng, Sulawesi Selatan kini dilengkapi fasilitas rawat inap, sekaligus menjadi model Puskesmas Indonesia.
Puskesmas itu dibangun dengan biaya Rp750 juta dan sebagai tanda resminya perubahan status dari rawat jalan sejak didirikan 24 tahun silam, Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin melakukan pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya pelayanan di Puskesmas itu, Kamis.
Bupati memuji kesigapan Dinas Kesehatan terhadap layanan kesehatan di daerah ini. "Bantaeng juga menjadi model Sulsel untuk layanan siaga bencana melalui kehadiran Brigade Siaga Bencana yang melayani masyarakat 24 jam," urainya.
Ia berharap, kehadiran Puskesmas ini mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, meski kita tidak berharap ada masyarakat yang sakit, tapi setidaknya sudah ada fasilitas jika terjadi hal yang tak diinginkan tersebut.
Ketua Panitia dr Irsan melaporkan, dengan status baru ini, Puskesmas Kassi-Kassi dapat melayani pelayanan dasar masyarakat, termasuk konsultasi gizi, klinik untuk pasien kelebihan berat badan, konsultasi alergi dan lainnya.
"Fasilitas ini bertujuan mendekatkan akses pelayanan dasar dan menjadi filter pelayanan kesehatan agar rumah sakit Prof Anwar Makkatutu tidak lagi menjadi Puskesmas raksasa tapi lebih berfungsi menjadi rumah sakit rujukan," terang Irsan pada peresmian yang dihadiri Kadis Kesehatan dr Hj Takudaeng, M.Kes itu.
Bupati mengemukakan pemerataan pembangun yang dilakukan mulai dari perbatasan Jeneponto dan batas Bulukumba serta dari pesisir hingga ke puncak gunung.
Ia kemudian menyebut Pantai Lamalaka yang akan dibuat seperti Pantai Losari Makassar. Demikian pula di Pantai Seruni yang secara perlahan tapi pasti akan dilengkapi berbagai fasilitas, baik bisnis maupun kesehatan melalui kehadiran rumah sakit moderen di areal tersebut.
"Membangun memang tak semudah membalik telapak tangan. Butuh proses. Karena itu dibutuhkan komitmen yang kuat dari pemimpin dan masyarakat di daerah ini agar pembangunan tetap berkesinambungan," urainya.
Bupati mengemukakan harapannya terhadap Kecamatan Pajukukang untuk menjadi lokomotif pergerakan pembangunan Bantaeng. Selain industri yang sudah mulai hadir, mulai 2011 juga diharapkan segera dibangun pasar moderen Lambocca. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng January 3rd, 2011, 02:47 PM Bupati Bantaeng Tinjau Loka Bunga Krisan
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah hari pertama 2011 bersama keluarganya, Sabtu, ke kawasan agrowisata Loka dan Bontolojong di kaki Gunung Lompobattang Bantaeng, meninjau perkebunan apel, strawberry, bunga krisan, gladiol dan bunga sedap malam.
Bupati bersama istrinya yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin serta anak-anaknya yang sedang liburan sekolah terlihat menikmati libur tahun baru di kawasan pengembangan apel, strawberry dan bunga krisan, gladiol serta bunga sedap malam.
Kawasan berjarak 25 kilometer dari Kota Bantaeng itu mengembangkan tanaman bunga untuk memenuhi permintaan pasar bunga di Kota Makassar.
Pemda Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Pertanian dan Peternakan telah menjalin kerjasama dengan sejumlah pengusaha bunga di Makassar untuk memenuhi kebutuhan bunga perusahaan di Kota Anging Mammiri.
Sebelumnya, pengusaha bunga Makassar memenuhi kebutuhannya melalui perusahaan bunga di Pulau Jawa. Dengan pengembangan yang dilakukan di Loka, para pengusaha dapat memenuhi kebutuhan bunganya, terutama krisan.
Bupati memuji Dinas Pertanian yang membantu pengembangan ketiga jenis bunga di kawasan Loka tersebut. Ia berharap, kawasan ini benar-benar menjadi kawasan andalan selain komoditi apel dan strawberry.
Usai menyaksikan pengembangan bunga, Bupati HM Nurdin Abdullah bersama keluarga meninggalkan lokasi didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam serta Camat Ulu Ere H Asri. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng January 3rd, 2011, 02:48 PM Empat Mega Proyek di Bantaeng 2011
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Memasuki tahun 2011, Pemda Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, masih akan melengkapi daerah ini dengan empat mega proyek infrastruktur bernilai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
Keempat mega proyek tersebut masing-masing pembangunan Rumah Sakit Moderen Bantaeng. Fasilitas kesehatan berlantai delapan ini diharapkan menjadi rumah sakit rujukan di bagian selatan Sulsel, kata Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah pada kilas balik pembangunan Kabupaten Bantaeng 2010 dan program 2011 di Bantaeng, Sabtu.
Pembangunan rumah sakit dengan pelayanan bertaraf internasional dan diharapkan menjadi ikon Bantaeng tersebut akan dimulai tendernya Januari 2011.
"Setelah ditenderkan, kita berharap Desember 2011 sudah bisa selesai sehingga 2012 sudah bisa memberikan pelayanan karena peralatannya sudah siap. Beberapa diantaranya bahkan belum ada di rumah sakit lain di Sulsel," ujar Bupati.
Menurut bupati, selain pembangunan RS Moderen Bantaeng, pembangunan Pasar Moderen Lambocca juga diharapkan selesai 2011. Pembangunan pasar tersebut menggunakan dana APBN sebesar Rp15 miliar.
Sedang dua proyek lainnya yakni Marina Beach Korong Batu yang dilengkapi fasilitas rest area dan pembangunan rumah susun di kawasan Pelabuhan Mattoanging merupakan proyek lanjutan yang masih diselesaikan tahun 2011.
"Kita berharap, tahun ini Bantaeng masih mendapat bantuan pembangunan rumah susun agar lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati twin blok tersebut," tuturnya.
Keberhasilan pembangunan hanya dapat diraih bila ada dukungan semua pihak. "Saya dan Pak Wakil Bupati tak bisa berbuat banyak tanpa dukungan semua pihak," tambahnya.
Ia kemudian menyebut sejumlah proyek strategis yang berhasil dirampungkan 2010 antara lain infrastruktur jalan. "Bila masih ada yang belum tersentuh pada 2010, akan dilanjutkan tahun ini," urainya.
Setiap jalan juga kini dilengkapi trotoar. Sayangnya masih banyak masyarakat yang tidak memanfaatkan trotoar tersebut. "Mereka masih berjalan di atas aspal, padahal sudah ada trotoar," ucap Bupati.
Karena itu, ia berharap kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa agar menyikapi perkembangan tersebut dengan memberi penyuluhan kepada warganya sehingga fasilitas yang disiapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.
Ia kemudian mengimbau jajarannya untuk mengoptimalkan pelayanan agar kehadiran pemerintahan betul-betul dapat dirasakan. "Bangun sinergi dengan semua pihak, terutama dengan masyarakat agar program-program kita bisa berjalan sesuai rencana," ujarnya. (T.KR-AAT/F003)
Wawar05 January 6th, 2011, 10:42 PM Pemda Bantaeng Kembangkan TPI Birea
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mengembangkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Birea sebab sangat strategis dan berada di jalan poros utama provinsi.
Untuk memenuhi harapan TPI ini menjadi sumber pendapatan daerah, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di bantaeng, Kamis, berharap lokasi TPI diperbaiki, terutama dari sisi kebersihannya hingga lampu penerangan pada malam hari.
Seluruh drainase di lokasi tersebut juga harus dibenahi agar airnya mengalir dengan baik sehingga tidak menimbulkan bau.
"Dengan posisi strategis, para parengge dan palanra yang melintasi jalur laut Flores diharapkan membawa ikannya ke TPI Birea," terang Bupati saat berkunjung ke lokasi TPI tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Nurdin Abdullah yang didampingi Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Anggaran Daerah (PPKAD) HM Yasin serta Kepala Bagian Kebersihan Abdullah Taibe mengatakan, karena posisi strategis itulah, akses pasar juga terbuka lebar, terlebih dengan adanya industri pengolahan ikan PT Global Seafood International Indonesia (GSII).
Tentang kesulitan es pengawet hasil tangkapan, Bupati Bantaeng mengatakan, akan dibangun pabrik es bernilai Rp4 miliar. Pabrik tersebut diharap mampu memasok kebutuhan nelayan yang ingin menyegarkan hasil tangkapannya.
Sedang untuk memberikan kenyamanan kepada nelayan yang membawa ikannya, TPI tersebut dilengkapi fasilitas air untuk bilas (shower), fasilitas ganti pakaian, masjid dan sejumlah fasilitas lainnya.
Di bagian dermaga, juga akan dilakukan penambahan agar kapal ikan bisa sandar dengan baik, minimal enam kapal. Bupati berharap, pembenahan TPI Birea akan menjadi TPI andalan di bagian selatan Sulsel.
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/23445/pemda-bantaeng-kembangkan-tpi-birea
Wawar05 January 6th, 2011, 10:44 PM Pasar Lambocca Dijadikan Pasar Percontohan
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan RI menjadikan Pasar Lambocca di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan sebagai pasar percontohan pasar tradisional moderen Indonesia.
Untuk mewujudkan hal itu, Kementerian Perdagangan memberi dukungan kepada Pemda Kabupaten Bantaeng, baik dalam bentuk pembangunan fisik maupun pemberdayaannya.
Hal itu dikatakan Staf Khusus Kementerian Perdagangan bidang Perencanaan dan Pengendalian, Cokorda Istri Dewi usai meninjau Pasar Lambocca dan Pasar Tradisional Moderen Marina Beach Korong Batu di Bantaeng, Kamis.
Menurut Dewi, melalui pembinaan, pasar yang segera direnovasi itu akan dijadikan pasar mandiri dengan citra yang sehat. "Bukan lagi pasar dengan citra bau, kotor, sampah berserakan dan lainnya yang menggambarkan citra yang kurang baik terhadap pasar tradisional selama ini," ucapnya.
Ia mengatakan, pemberdayaan akan dilakukan selama tiga tahun secara konprehensif. Dalam tenggat waktu tersebut, pengelola pasar akan dilatih tentang tata cara menjaga kebersihan serta manajemen yang baik agar berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan pedagang.
"Jadi, Kementerian Perdagangan tak hanya membantu pembangunan fisiknya tetapi juga manajemennya karena sudah menjadi pasar harian," tambah Dewi seraya mengatakan, untuk pembinaan tersebut pihaknya akan menyiapkan fasilitator yang memiliki kompetensi dalam hal pengelolaan pasar.
Ia juga mengatakan, pihaknya konsisten membantu pengembangan pasar rakyat yang memiliki prospek peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat agar penghasilan masyarakat meningkat.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah didampingi Kadis Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi H Abd Gani, Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Anggaran Daerah (PPKAD) HM Yasin, Kepala Bappeda H Zainuddin Tahir, Kadis PU Arsyad Borahima mengatakan, kehadiran pasar ini diharapkan menjadi sumber pendapatan daerah (PAD).
Karena itu, ia berharap, Kementerian Perdagangan secepatnya memberikan bantuan untuk mewujudkan harapan masyarakat Kabupaten Bantaeng memiliki pasar harian yang memadai.
"Jika kelak kedua pasar ini selesai, Bantaeng akan menjadi tempat tujuan," tandasnya seraya mengemukakan keunggulan Pasar Tradisional Moderen Marina Beach Korong Batu karena akan dilengkapi fasilitas peristirahatan, parkir yang luas serta fasilitas ganti pakaian, masjid dan lainnya.
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/23441/pasar-lambocca-dijadikan-pasar-percontohan
Putra Bantaeng January 10th, 2011, 09:08 AM Perbankan Bantaeng Siap Kembangkan Pantai Lamalaka
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Rencana pengembangan Pantai Lamalaka menjadi kawasan Pusat Jajan Serba Ada (Pujasera) mendapat sambutan positif Perbankan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Kalangan Perbankan yang terdiri atas BRI, Bank Sulsel dan BNI menyatakan siap membantu pengusaha yang akan mengambil bagian di kawasan pantai yang akan disulap seperti Pantai Losari di Makassar.
Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dengan Pemimpin BRI Cabang Bantaeng Widayat, Pemimpin Bank Sulsel Cabang Bantaeng Irfan Wiraguna dan Pemimpin BNI yang diwakili Pelaksana Tugas Pimpinan BNI Capem Bantaeng Zulkifli, Jumat.
"Apapun yang diinginkan dunia usaha untuk pengembangan kawasan pantai tersebut akan kami siapkan," terang Pemimpin Bank Sulsel Irfan Wiraguna yang disetujui Pemimpin BRI Widayat.
Pemda Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Koperasi dan UKM berencana membantu dunia usaha melalui pengembangan Pantai Lamalaka. Kawasan tersebut kini sudah dilengkapi lampu jalan sehingga pada malam hari terlihat sudah bersinar.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang didampingi Kadis PPKAD HM Yasin, Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim berharap, kawasan tersebut menjadi area pengembangan ekonomi baru dengan menyiapkan jajanan khas agar daerah ini menjadi daerah tujuan.
"Kalau dulu Bantaeng hanya menjadi daerah perlintasan, maka kini dan ke depan, kita berharap menjadi daerah tujuan. Karena itu, sejumlah fasilitas disiapkan, termasuk kawasan agrowisata dan kawasan wisata pantai Marina Beach Korong Batu," tambahnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemda juga sudah memperbaiki infrastruktur jalan di dalam kota dan sekitarnya agar lokasi yang menjadi tempat tujuan lebih mudah dan nyaman, tambahnya. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng January 13th, 2011, 09:04 AM Jepang Tertarik Produksi UKM Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Jepang menyatakan tertarik terhadap produksi usaha kecil dan menengah (UKM) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang disampaikan melalui Duta Besar (Dubes) RI untuk Jepang.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) organisasi itu di Bantaeng, Rabu, mengatakan, pihaknya sudah ditelepon Dubes RI dari Tokyo, Jepang untuk menyiapkan produk UKM dari daerah ini.
Permintaan tersebut merupakan peluang pasar baru terhadap produksi UKM yang selama ini hanya dipasarkan di Makassar dan daerah sekitar Bantaeng, ujarnya.
Selain permintaan dari negeri sakura tersebut, sebuah perusahaan distributor besar di Makassar juga telah menyatakan minatnya memasarkan produksi UKM Bantaeng, tambahnya.
Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, hingga kini, sejumlah produk makanan olahan binaan PKK yang sudah dikemas, baik yang berbahan dasar rumput laut, maupun yang berbahan dasar pisang, wortel dan potensi lain di daerah ini.
Hasil olahan yang sudah dikemas itu berjumlah 24 jenis dan sudah dipasarkan di sejumlah pasar moderen di Makassar, termasuk toko-toko besar di Makassar.
Untuk menjamin kualitas produk tersebut, PKK bekerjasama Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Perindagtamben) membangun rumah kemasan dan ruang pamer (show room).
Rumah kemasan tersebut dilengkapi tenaga kualiti kontrol untuk menjamin kualitas produksi yang akan dipasarkan, sedang show room dimaksudkan untuk menampung dan memperkenalkan produk yang dihasilkan UKM daerah ini.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan memudahkan orang yang berkunjung ke Bantaeng memperoleh "buah tangan" untuk dijadikan oleh-oleh dari daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng berharap, UKM yang ada, terutama yang mendapat pembinaan langsung dari PKK agar terus berkreasi memanfaatkan potensi alam di sekitar.
"Terus lakukan inovasi dan kreasi. Untuk kemasannya sudah ada rumah kemasan yang akan membantu mengemas hingga produk tersebut bisa dipasarkan," ujar istri Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah itu. (T.KR-AAT/F003)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng January 13th, 2011, 09:05 AM Pemda Puji Keberhasilan PKK Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah daerah Kabupaten Bantaeng memuji keberhasilan PKK dalam melakukan pembinaan anggota sehingga menjadikan organisasi nirlaba ini banyak berkiprah melalui produk-produk olahan yang dilakukan kaum perempuan di Bantaeng.
Hal itu dikemukakan Plt Sekda Kabupaten Bantaeng Zainuddin ketika membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng di Bantaeng, Rabu.
Rakerda yang berlangsung sehari penuh dan dihadiri pengurus PKK Kabupaten, Kecamatan hingga Desa dan Kelurahan tersebut dirangkaikan Rakerda Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) daerah ini, kata Ketua Panitia Ny Arsyad Borahima.
Menurut Plt Sekda, Rakerda merupakan langkah awal melakukan agenda organisasi untuk rencana ke depan. Karena itu, ia berharap, semua peserta serius melakukan pembahasan program yang akan dijadikan pedoman bersama.
Jika pedomannya sudah jelas, tinggal menyatukan langkah untuk menghadapi tantangan ke depan, ujarnya seraya mengatakan, sebagai wadah aktivitas sosial yang sudah berkiprah selama 38 tahun, sudah sewajarnya kader PKK memberi perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
Ia mengatakan, keberhasilan PKK Kabupaten Bantaeng yang sudah melakukan pembinaan usaha yang digerakkan kaum perempuan sehingga penganekaragaman makanan yang sudah dikemas dan dapat dikenal melalui pemasaran yang dilakukan selama ini.
"Kesigapan PKK dalam mengembangkan usaha anggotanya tentu merupakan kerja keras dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga," tandasnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin mengulas sejumlah program yang dilaksanakan sepanjang 2010, baik kegiatan tingkat pusat maupun kegiatan tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan.
Dari sejumlah kegiatan yang dilakukan masing-masing kelompok kerja PKK, sejumlah penghargaan diraih, baik pada lomba desa, P2WKSS dan lomba lainnya dalam rangka Hari Gerak PKK, baik untuk tingkat provinsi Sulsel maupun tingkat nasional pada berbagai lomba.
Di bidang pendidikan, terang Hj Lies F Nurdin, PKK Kabupaten Bantaeng bahkan telah melakukan study banding ke Malaysia untuk melihat pembinaan anak usia dini (PAUD).
Kegiatan di bidang ini juga dikerjasamakan dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk peralatan permainan kepada 40 kelompok bermain dari 46 yang sudah mendapat izin operasional.
PKK juga aktif melakukan pelatihan untuk peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan mengoptimalkan hatinya PKK. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng January 14th, 2011, 07:36 AM PRODUK DAN KEMASAN OLEH - OLEH KHAS BANTAENG " BANTAENG SNACK " RUMAH KEMASAN " CRYSANT " PEMKAB BANTAENG
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1334.snc4/162626_188309304513834_100000042983160_683414_5760512_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs065.snc6/167568_191181117559986_100000042983160_701888_2728822_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs773.ash1/166353_191180850893346_100000042983160_701885_483173_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1393.snc4/164554_191180724226692_100000042983160_701883_8109455_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs058.ash2/36265_191180797560018_100000042983160_701884_5841531_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs791.ash1/168129_191180654226699_100000042983160_701882_4710550_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs732.ash1/162695_191180444226720_100000042983160_701878_6303365_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs764.ash1/165537_191180187560079_100000042983160_701874_1090614_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs744.ash1/163685_191180320893399_100000042983160_701876_6087789_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs031.snc6/166096_191180074226757_100000042983160_701872_4751651_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1388.snc4/164024_191180134226751_100000042983160_701873_7296149_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs065.snc6/167503_191180007560097_100000042983160_701871_3058669_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs073.snc6/168321_191180380893393_100000042983160_701877_4614644_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs756.ash1/164714_191180520893379_100000042983160_701880_4131694_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1335.snc4/162720_190934370917994_100000042983160_700040_3203672_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs742.ash1/163445_190934437584654_100000042983160_700041_5046745_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1393.snc4/164573_190934540917977_100000042983160_700043_135253_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs009.ash2/33789_190934480917983_100000042983160_700042_678278_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1357.snc4/162943_190934604251304_100000042983160_700044_2115205_n.jpg
Sumber : facebok dede latief (AIM)
Putra Bantaeng January 16th, 2011, 07:56 AM Pusat Cinderamata Bantaeng Diresmikan
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Sabtu, meresmikan ruang pamer (Show room) Industri Kecil dan Pusat Penjualan cinderamata (Souvenir & Art's) Khas daerah ini.
Peresmian show room yang berlokasi satu kompleks dengan Restoran Aroma Laut tersebut ditandai pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin.
Saat itu juga diserahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengusaha kecil di daerah ini. Penyerahan dilakukan Kepala BRI Cabang Bantaeng Widayat.
Kegiatan dihadiri CEO Srimp Guard Japan Co. Ltd Toshinobu Saegusa, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin, Kapolres AKBP Feri Handoko, Dandim 1410 Letkol Sidik, anggota DPRD dan pejabat lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi H Abd Gani mengatakan, fasilitas ini menampung produksi usaha kecil menengah (UKM) yang mendapat binaan pihaknya bersama PKK daerah ini.
Produksi tersebut mencapai 20-an jenis yang sudah mendapat kemasan dari Rumah Kemasan Bantaeng dan selama ini sudah dipasarkan ke sejumlah pasar moderen di Makassar termasuk toko-toko besar, ujarnya.
Abd Gani berharap, kehadiran show room akan menampung produksi masyarakat, termasuk kerajinan yang menjadi khas daerah ini sehingga mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Fasilitas ini membuka lapangan kerja baru yang pada akhirnya diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar.
(T.KR-AAT/F003)
http://bimg.antaranews.com/makassar/2011_01/small/pusat-souvenir-bantaeng.jpg
Putra Bantaeng January 17th, 2011, 02:20 AM Bantaeng Tempo Dulu
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs007.snc6/165767_1472219420133_1673082503_964321_1579600_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs737.ash1/163075_145697055482998_100001281128612_256188_6071997_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1215.snc4/156747_145695308816506_100001281128612_256150_7983851_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1222.snc4/155465_145698762149494_100001281128612_256222_3490998_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1222.snc4/155465_145698758816161_100001281128612_256221_7096701_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1222.snc4/155465_145698755482828_100001281128612_256220_3742261_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1358.snc4/163075_145697052149665_100001281128612_256187_314469_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1199.snc4/155194_145696645483039_100001281128612_256179_7374340_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1199.snc4/155194_145696642149706_100001281128612_256178_7953608_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1199.snc4/155194_145696635483040_100001281128612_256176_6054198_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1219.snc4/155194_145696638816373_100001281128612_256177_8176962_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1219.snc4/155194_145696632149707_100001281128612_256175_2404014_n.jpg
http://l29.sphotos.l3.fbcdn.net/hphotos-l3-snc4/hs1175.snc4/154716_145695722149798_100001281128612_256155_4555109_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs595.ash2/154716_145695725483131_100001281128612_256156_1330174_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1195.snc4/154716_145695718816465_100001281128612_256154_3864221_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs595.ash2/154716_145695708816466_100001281128612_256152_5906876_n.jpg
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/92/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_straat_in_Bonthain_in_Makassar_op_Celebes_TMnr_60041798.jpg/300px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_straat_in_Bonthain_in_Makassar_op_Celebes_TMnr_60041798.jpg
Sumber : facebook.com/toton.langgara
Putra Bantaeng January 17th, 2011, 08:02 AM To Tangnga Camp
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs060.snc6/169022_1816414975913_1406277723_2025716_4396092_n.jpg
TO TANGNGA CAMP (Resort & Outbound)
Lokasi :
Kampung Talakayya
Desa Bonto Tangnga
Kecamatan Ulu Ere
Kabupaten Bantaeng
Propinsi Sulawesi Selatan
Indonesia
92451
from Makassar to Bantaeng : 120 Km
from Bantaeng City To Tangnga Camp (Resort & Outbound) : 16 Km
from Loka Camp To Tangnga Camp : 2 Km
Email :
To.Tangnga.Camp@gmail.com
Telepon :
+62-413-23108
+62-413-23109
+62-413-23110
Email Group :
to.tangnga.camp@groups.facebook.com
TO TANGNGA CAMP (Resort & Outbound)
merupakan KEGIATAN di ALAM BEBAS
yang menggabungkan unsur :
1. PENGEMBANGAN DIRI
2. REKREASI
3. OLAH RAGA
dan dilakukan dalam suasana NON FORMIL
Secara umum TO TANGNGA CAMP (Resort & Outbound) didirikan dengan tujuan
untuk menggali dan meningkatkan POTENSI DIRI berupa :
1. KEPEMIMPINAN (Leadership)
2. KERJASAMA TIM (Team Work)
a. KEPERCAYAAN DIRI (Self Confidence)
b. KEMAMPUAN KOMUNIKASI (Communication Skill)
3. KEMAMPUAN BERTAHAN HIDUP DALAM
SITUASI SULIT (Survival)
TO TANGNGA CAMP (Resort & Outbound) dapat ditempuh dengan kendaraan
Bermotor baik roda 2 maupun roda 4 dengan jarak tempuh 120 Km dari arah
Makassar menuju Bantaeng. Selanjutnya dari kota Bantaeng menuju TO
TANGNGA CAMP (Resort & Outbound) dapat ditempuh dengan jarak 16 Km
selama kurang lebih 30 menit perjalanan.
Profile :
http://www.facebook.com/profile.php?id=100001967677206
Fan Page 1:
http://www.facebook.com/pages/To-Tangnga-Camp-Resort-Outbound/171323232911177
Group :
http://www.facebook.com/group.php?gid=180944051936337
Fan Page 2:
http://www.facebook.com/pages/To-Tangnga-Camp-Resort-Outbound/182858805070210
Blog :
http://to-tangnga-camp.blogspot.com/
Koprol :
http://www.koprol.com/users/to_tangnga_camp
Twitter :
http://www.twitter.com/to_tangnga_camp
Information :
http://to-tangnga-camp.blogspot.com/
http://bonthain.blogspot.com/
http://ambaebro.blogspot.com/
http://ambaeexe.ning.com/
http://ambaeexe.blogspot.com/
http://ambaecdr.blogspot.com/
http://ambaecel.blogspot.com/
http://ambaeoto.blogspot.com/
http://ambaefm.blogspot.com/
http://ambaeband.blogspot.com/
http://ambae-band.blogspot.com/
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs074.snc6/168465_1816401055565_1406277723_2025672_6997160_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs794.ash1/168465_1816401215569_1406277723_2025676_6858693_n.jpg
Putra Bantaeng January 19th, 2011, 12:07 PM JICA MINATI PENGEMBANGAN POTENSI KAKAO BANTAENG
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs098.snc4/36261_179738395399198_100000891153008_400624_3798950_n.jpg
Bantaeng, 19/1 – Lembaga nirlaba Jepang, Japan International Coorporation Agency (JICA) berminat membantu dalam pengembangan potensi kakao di Kabupaten Bantaeng.
Keinginan untuk membantu tersebut ditandai kunjungan Kepala Perwakilan Kantor JICA Makassar Nakagawa ke Bantaeng, Rabu (19/1). Pada kunjungan tersebut, tamu dari negeri matahari terbit itu didampingi Tim Leader JICA untuk Proyek Perindustrian Sulsel Takuya Okada.
Sedang Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang menerima tamunya di Restoran Aroma Laut didampingi Kepala Bappeda H Zainuddin Tahir, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam, Kadis PPKAD HM Yasin, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Meyriyani, Kepala Badan Ketahanan Pangan Suharini Harsoyo dan sejumlah pejabat lingkup pemda lainnya.
Menurut Nakagawa, keinginan untuk bekerjasama dan membantu daerah yang memiliki potensi merupakan komitmen JICA. Karena itu, pihaknya masih akan melakukan pertemuan intensif dengan Pemda Bantaeng untuk membahas sejumlah komoditi yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut.
JICA sendiri sudah menjalin kerjasama dengan Pemprov Sulsel melalui Dinas Perindustrian, Bappeda dan Dinas Koperasi, tambah Takuya Okada. Ia mengatakan, kerjasama ini nantinya akan membantu daerah dalam hal pengembangan kapasitas dalam bentuk kerjasama teknis, termasuk industri lokal.
Menjawab pertanyaan, Tim Leader JICA itu mengatakan, proyek pengembangan industri lokal selama ini melibatkan beberapa kabupaten seperti Luwu untuk komoditi kakao, Gowa untuk komoditi markisa, Wajo dan Soppeng untuk komoditi sutera serta marmer di Kabupaten Pangkep.
Bantaeng sendiri mengarahkan untuk dibantu di bidang teknologi pengembangan kakao, termasuk kemasan dan pemasarannya baik melalui pameran nasional maupun internasional.
Untuk memantapkan rencana tersebut, sebagai langkah awal, JICA akan memantau berbagai komoditi yang memungkinkan untuk dikerjasamakan untuk dikembangkan.
JICA juga akan mendatangkan tenaga ahli (expert) untuk membantu petani meningkatkan pengetahuan bercocok tanam sehingga produksinya bisa maksimal dengan kualitas yang baik, tambah Takuya Okada.
Bupati Bantaeng Hm Nurdin Abdullah menyambut baik rencana kerjasama tersebut. ‘’Kami berharap keterlibatan JICA ini membantu Bantaeng mengembangkan pengolahan komoditi kakao di daerah ini.
Melalui keterlibatan JICA di daerah ini kita berharap tahun 2012 Bantaeng sudah bisa mengolah sendiri produksi kakaonya. Minimal dalam bentuk setengah jadi (sudah jadi bubuk).
‘’Kita optimistis melalui kolaborasi antara Pemda Bantaeng dengan JICA, industri pengolahan bisa dilakukan karena JICA akan mendatangkan expertnya di bidang hortikultura, pengembangan buah serta pengolahan hasil,’’ terang bupati.
Kadis Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng Muh Hero mengatakan, lahan kakao di Bantaeng mencapai 9000 Ha. Dari jumlah tersebut, sekitar 5000 an Ha memiliki tanaman dengan produksi rata-rata 300 hingga 400 Kg/Ha.
Jumlah tersebut mengalami penurunan akibat perubahan cuaca ekstrim yang merusak pertumbuhan tanaman kakao. Pada kondisi normal, kakao Bantaeng memproduksi 600 Kg/Ha.(hms)
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1360.snc4/163217_179738408732530_100000891153008_400625_5938057_n.jpg
sumber facebook humas bantaeng: muhammadaksart@yahoo.co.id
Putra Bantaeng January 22nd, 2011, 08:26 AM RSUD Bantaeng Dilengkapi Sembilan Dokter Spesialis
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Rumah Sakit Umum Daerah Prof Anwar Makkatutu Bantaeng kini dilengkapi sembilan dokter spesialis, masing-masing Spesialis Anak, THT, Kulit, Kebidanan, Bedah, Jantung, dan segera disusul dokter spesialis mata.
Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr H Syafruddin Nurdin, M.Kes mengungkap hal itu pada pertemuan silaturahim para dokter spesialis dan para Kepala Instalasi di rumah sakit tersebut di Bantaeng, Kamis.
Menurut Syafruddin Nurdin, para dokter spesialis tersebut akan memback-up pelayanan rumah sakit untuk mewujudkan RSUD Bantaeng menjadi rumah sakit rujukan di bagian selatan Sulsel.
Selain masalah pelayanan, pihaknya juga melakukan pembenahan terhadap kelembagaan rumah sakit. Ke depan, rumah sakit ini akan dijadikan badan layanan umum (BLU).
Untuk menuju ke arah itu, pihaknya telah melakukan sosialisasi, tambahnya seraya mengemukakan rencana pengembangan produk layanan yang ditunjang peralatan canggih.
Ia kemudian memberi gambaran peralatan laboratorium Slide Stainer for Hematologi (pewarnaan otomatis untuk slide laboratorium) yang dimiliki merupakan yang tercanggih di Indonesia.
Demikian pula dengan fasilitas pemeriksaan jantung. RSUD Bantaeng telah menggunakan peralatan generasi terbaru, urainya. Peralatan tersebut harus dikawal sumber daya manusia (SDM) profesional agar RSUD Bantaeng betul-betul dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Ny Hj Lies F Nurdin menyambut baik perkembangan di rumah sakit tersebut. Ini penting sebab RS yang ada sekarang akan dikembangkan menjadi rumah sakit moderen di bagian selatan Sulsel.
Ia mengingatkan kepada para awak rumah sakit agar tetap menjaga lingkungan dengan baik sebab sebaik apapun peralatan yang dimiliki bila tidak ditunjang lingkungan, akan mubazir.
Bupati berharap, pembangunan RS akan segera dilakukan dan diharapkan pada 2012 sudah bisa dimanfaatkan. Untuk mengantisipasi hal itu, ia minta kepada Direktur RSUD Bantaeng untuk mempersiapkan SDM nya.
Para SDM tersebut sedapat mungkin diikutkan dalam pelatihan singkat di rumah sakit internasional di berbagai negara. Pelatihan terutama untuk memenej peralatan.
"Buat perencanaan sistematis," pinta Bupati yang menyatakan, bila RS ini selesai, diharapkan dapat mengurangi beban RS Wahidin Makassar yang selama ini menjadi rujukan utama.
"Kita berharap cepat selesai sehingga antrian panjang di RS Wahidin bisa dibenahi dan RS Bantaeng menjadi alternatif karena kita sudah memiliki dokter ahli dan peralatan yang canggih," ujar Bupati.
Menurut Bupati, bila RSUD Bantaeng dikelola dengan baik, akan mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) yang memadai sebab posisi RS ini yang menjadi Tourism Hospital.
"Bisa jadi, pasien yang menyaksikan keindahan laut dan gunung akan mempercepat penyembuhan," tandas Nurdin Abdullah yang didampingi Kepala Bappeda H Zanuddin Tahir dan Kadis PPKAD HM Yasin. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng January 22nd, 2011, 08:27 AM Lima Bumdes Terima Mobil Bantuan Kementerian PDT
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Lima Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menerima bantuan mobil dari Kementerian Pembangunan Daerah tertinggal.
Penyerahan mobil bak terbuka (pick up) merek Toyota itu dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah didampingi Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom A Baso Fahrir di Bantaeng, Kamis.
Bupati HM Nurdin Abdullah berharap, fasilitas kendaraan tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengangkut produksi petani. "Dengan fasilitas ini, diharapkan Bumdes lebih mudah menjangkau kantong-kantong produksi," urainya.
Kadis Perhubungan dan Infokom A Baso Fahrir mengatakan, penyerahan tahap awal ini dilakukan setelah dilakukan kriteria dan indikator peruntukannya.
Berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing Bumdes itulah, sehingga lembaga ekonomi desa ini diberikan bantuan. Khusus untuk Bumdes yang berada di pesisir, kemungkinan akan memperoleh bantuan perahu.
"Bantuan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah Bumdes," ucap Fahrir seraya mengemukakan pentingnya sinergi untuk membangun jalan transportasi pedesaan untuk menjangkau wilayah terisolir.
Camat Ulu Ere H Asri Sahrun juga mengemukakan harapannya terhadap pengelola Bumdes di wilayahnya agar dapat menjangkau pelayanan angkutan di kantong-kantong produksi.
(T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng January 22nd, 2011, 08:27 AM Bupati Harap Unhas Bantu Sektor Perikanan Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap kepada Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) membantu melakukan pembenahan terhadap sektor perikanan di Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Sektor ini memiliki potensi namun kantong kemiskinan tetap berada pada masyarakat pesisir. "Ini ironi sebab potensinya besar mulai dari pesisir hingga ke laut dalam, namun masyarakatnya tetap miskin," ujarnya pada pertemuan silaturahmi dengan jajaran Fakultas Perikanan Unhas di ruang rapat Bupati, di Bantaeng, Kamis.
Pertemuan yang dipandu Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (PPKAD) tersebut dihadiri Kadis Kelautan dan Perikanan H Abd Latif Naikang, Sekretaris Bappeda Asruddin dan pejabat terkait lainnya.
Sementara dari Fakultas Perikanan Unhas terdiri atas Prof Dr Amar Mallawa, Prof Dr Yusran Nur Indar, Dr M Abduh Ibnu Hajar, dan sejumlah personil dari Teknologi Penangkapan Unhas.
Menurut Bupati, potensi perikanan di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini cukup memadai, selain pesisir dan laut dalam, Bantaeng juga memiliki industri pengolahan ikan, namun yang menerima manfaat selama ini justru nelayan Kalimantan dan Jawa.
"Merekalah yang selama ini mengisi kebutuhan industri pengolahan ikan yang berbasis ekspor ke Jepang tersebut," urainya seraya berharap Fakultas Perikanan Unhas mengambi bagian penting dalam pemberdayaan tersebut.
Dari sisi permodalan sebenarnya tidak terlalu masalah sebab Pemda melalui Dinas Perikanan tetap mengawal. Hanya saja, untuk meningkatkan produksi, terutama untuk komoditi rumput laut diperlukan teknologi.
Demikian pula dengan penangkapan, diperlukan teknologi. Khusus rumput laut, Bupati HM Nurdin Abdullah mengatakan, masih menghadapi kendala pengadaan bibit.
Selama ini, petani rumput laut menggunakan bibit dari hasil panennya sendiri sehingga hasilnya kurang maksimal. Selain potensi laut, bantuan Fakultas Perikanan juga diharapkan pengembangan budidaya ikan air tawar. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng January 22nd, 2011, 08:28 AM As'adiyah Ingin Bangun PT di Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) As'adiyah Sengkang akan membangun perguruan tinggi (PT) di Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Perguruan agama Islam ini berharap, melalui perguruan tinggi tersebut pembinaan akhlak dan moral anak bangsa dapat terpelihara baik.
Hal itu mengemuka pada pertemuan silaturahim Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam As'adiyah Sengkang KH Muh Yunus Pasanreseng dengan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Kamis.
Yunus didampingi Ballu Taris, M.Ag, Muh Nur Fajri dan Muh Iqbal sedang Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Hukum H Imran Arief, SH.
Menurut pimpinan STA Islam As'adiyah, pembinaan putra daerah sangat penting untuk mengantisipasi perkembangan. "Selama ini, banyak putra Bantaeng yang belajar kelas khusus da'wah dan keulamaan. Kita berharap, nantinya kelas tersebut hadir di Bantaeng," ujarnya.
"Tinggal keinginan bapak bupati saja. Tapi kami berharap, tahun ini juga perguruan tinggi As?adiyah sudah ada di daerah berjuluk Butta Toa ini sebab selama ini sudah ada pendidikan tingkat dasar dan menengahnya," urainya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik keinginan As'adiyah untuk membantu daerah ini di bidang pembinaan akhlak dan moral melalui pendidikan keagamaan.
Pembinaan akhlak dan moral tersebut sangat penting untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng. "Untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng, harus dimulai dari pembinaan akhlak dan moral," urainya. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng January 22nd, 2011, 08:29 AM Kapal Barang Parkir di Pantai Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak lima unit kapal barang parkir di Pantai Bantaeng. Kapal barang tersebut diduga sedang berlindung untuk menghindari cuaca buruk di Perairan Bantaeng dan Laut Flores.
Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng A Baso Fahrir di Bantaeng, Kamis, mengatakan, kapal-kapal tersebut berlindung dari tinggi gelombang dan angin yang cukup kencang dalam beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, Kabupaten Bantaeng yang terletak pada cekungan menjadi langganan kapal yang melintas, terutama pada musim gelombang dan angin. "Itu sudah menjadi langganan kapal yang melintas ketika cuaca buruk melanda perairan di wilayah ini," terangnya.
Kadis Perhubungan dan Infokom itu mengatakan, kapal-kapal tersebut menunggu hingga cuaca membaik. "Kalau cuaca sudah membaik, kapal tersebut akan meninggalkan lokasi," tambahnya.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, ke depan pihaknya akan memfungsikan Pelabuhan Mattoanging agar kapal-kapal yang melintas tersebut bisa membuang sauh dan awaknya bisa ke darat melihat Kota Bantaeng sembari menunggu perkembangan cuaca.
Ia optimistis, bila pelabuhan difungsikan, pelayaran akan ramai dan pada akhirnya juga membantu masyarakat sekitar pelabuhan.
Kepala Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bulukumba Fitri Natriawan mengatakan, tinggi gelombang di perairan Selat Selayar dan Laut Flores mencapai
5-7 meter. Kondisi tersebut menyulitkan kapal feri dari pelabuhan Bira.
Ia kemudian mengingatkan Nahkoda Kapal untuk bersabar menunggu cuaca benar-benar normal.
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar Sujarwo, memperkirakan tinggi gelombang laut di Selat Selayar hingga 12 jam ke depan mencapai lima hingga tujuh meter, sehingga rawan terhadap kapal penumpang maupun kapal nelayan.
BMKG mengingatkan nelayan setempat tidak melaut untuk sementara waktu, menunggu hingga kondisi cuaca benar-benar kembali normal, mengingat dalam kondisi cuaca ekstrim tersebut sangat rawan terjadi kecelakaan laut. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng January 24th, 2011, 02:21 PM Pasar Dapoko Diresmikan, Warga Berterima Kasih ke Bupati
http://www.sumbaronline.com/foto_berita/52bupati%20bantaeng.jpg
BANTAENG, SULSEL, SO--Setelah diresmikan Gubernur Sulawesi Selatan, H Syahrul Yasin Limpo pada hari jadi Kabupaten Bantaeng, 7 Desember 2010 lalu, Pasar Dapoko yang terletak di Desa Ulu Galung Kecamatan Ere Merasa akhirnya dioperasikan mulai Sabtu (22/1).
Pengoperasian pasar tersebut diawali penyerahan kunci secara simbolis kepada 6 orang pedagang dari Kepala Kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi, H Abd Gani di kantornya, Jumat (21/1).
Pasar yang sudah lama dinantikan masyarakat Kecamatan Ere Merasa tersebut dilengkapi 16 tempat jualan terdiri atas 16 kios, 20 lods basah dan 20 lods kering.
Menurut Kadis Perindagtamben H Abd Gani, adanya tenggat waktu antara peresmian hingga pengoperasian disebabkan penyelesaian masalah administrasi.
Meski begitu, para pedagang dan masyarakat setempat menyatakan terima kasihnya kepada Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah yang memberikan perhatian serius terhadap peningkatan pendapatan masyarakat melalui pasar.
Pasar yang dibangun melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan sebesar Rp 800 juta tersebut memanfaatkan luas lahan 3000 meter bujur sangkar.
Abdul Gani mengatakan, pasar yang beroperasi dua kali sepekan (Sabtu dan Selasa) ini akan dijadikan pasar desa percontohan. Ia juga mengatakan, untuk menjamin keamanan barang para pedagang, pihaknya memprogramkan pembangunan pagar pada 2011.
Ia berharap, kehadiran pasar ini tak hanya menambah fasilitas perdagangan, tetapi juga lebih meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat dan pada akhirnya terjadi peningkatan kesejahteraan sebab secara langsung pusat perekonomian masyarakat desa ini akan menyerap tenaga kerja.
"Kalau selama ini para pedagang hanya berjualan di pelataran, maka kini sudah bisa menikmati bangunan yang aman untuk menyimpan barang. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik," pintanya berharap.
Kehadiran Pasar Dapoko juga diharapkan menyerap potensi sekitarnya dan pada akhirnya akan mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD), tambah Abd Gani. hms/sb/erwin
Sumber : http://www.sumbaronline.com/images/logo.png
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 05:40 AM Pembangunan RUSUNAWA Di Kec Bissappu Kabupaten Bantaeng
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs056.snc6/168659_181249628581408_100000891153008_410272_2343458_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1393.snc4/164587_181249605248077_100000891153008_410271_4965003_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs886.ash1/179493_181249585248079_100000891153008_410270_2401263_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs255.snc6/180362_181249551914749_100000891153008_410269_5939871_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs057.snc6/168759_181249708581400_100000891153008_410276_2111267_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1393.snc4/164556_181249671914737_100000891153008_410274_2119367_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs272.snc6/180086_181249821914722_100000891153008_410283_2429996_n.jpg
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 05:51 AM Pantai Marina Kec.pajjukukang Kabupaten Bantaeng
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs050.snc6/168032_181252481914456_100000891153008_410325_3420159_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs754.ash1/164546_181252518581119_100000891153008_410326_2088961_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs068.snc6/167834_181252548581116_100000891153008_410327_7656473_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs740.ash1/163226_181252561914448_100000891153008_410328_27408_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs764.ash1/165566_181252588581112_100000891153008_410329_1092290_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1391.snc4/164349_181252615247776_100000891153008_410330_25197_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1379.snc4/163115_181252641914440_100000891153008_410331_6068506_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs892.ash1/180063_181252798581091_100000891153008_410333_2552668_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs800.ash1/169076_181252681914436_100000891153008_410332_695276_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 05:57 AM Go Green Bantaeng.......
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs885.ash1/179330_181251281914576_100000891153008_410289_2272555_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs041.snc6/167167_181251628581208_100000891153008_410304_4849739_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs061.snc6/167107_181251771914527_100000891153008_410310_7583268_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs739.ash1/163133_181251748581196_100000891153008_410309_2208655_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs888.ash1/179639_181251731914531_100000891153008_410308_2412329_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs794.ash1/168456_181251708581200_100000891153008_410307_4808814_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1369.snc4/164166_181251678581203_100000891153008_410306_5060702_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs752.ash1/164346_181251655247872_100000891153008_410305_2627749_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1391.snc4/164370_181251598581211_100000891153008_410303_3465692_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs050.snc6/168009_181251551914549_100000891153008_410302_636337_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs040.snc6/167020_181251531914551_100000891153008_410301_7377832_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs275.snc6/180364_181251518581219_100000891153008_410300_4565947_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs255.snc6/180382_181251498581221_100000891153008_410299_1567593_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs796.ash1/168635_181251455247892_100000891153008_410297_7466997_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs272.snc6/180013_181251445247893_100000891153008_410296_6721877_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs746.ash1/163860_181251375247900_100000891153008_410293_6367353_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs279.snc6/180697_181251351914569_100000891153008_410292_4003904_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs063.snc6/167363_181251418581229_100000891153008_410294_3655886_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs047.snc6/167760_181251435247894_100000891153008_410295_3184492_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1369.snc4/164141_181251325247905_100000891153008_410291_6863231_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs800.ash1/169083_181251298581241_100000891153008_410290_4089029_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 06:01 AM Desain Passar Lambocca Bantaeng
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1388.snc4/164035_181254098580961_100000891153008_410363_7355872_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs065.snc6/167584_181254118580959_100000891153008_410364_4880318_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs776.ash1/166658_181254138580957_100000891153008_410365_2297388_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs896.ash1/180398_181254165247621_100000891153008_410366_7363626_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs791.ash1/168182_181254195247618_100000891153008_410367_1428369_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 06:04 AM Desain RSUD Bantaeng
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs033.snc6/166308_181254425247595_100000891153008_410371_1456740_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs043.snc6/167344_181254408580930_100000891153008_410370_446742_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs071.snc6/168138_181254485247589_100000891153008_410374_5181087_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs787.ash1/167784_181254461914258_100000891153008_410373_7707015_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs048.snc6/167869_181254441914260_100000891153008_410372_7717189_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs752.ash1/164356_181254388580932_100000891153008_410369_4295817_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs799.ash1/168979_181254361914268_100000891153008_410368_6608065_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 06:08 AM Cekdam Balangsikuyu Bantaeng
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs892.ash1/180086_181247438581627_100000891153008_410237_5093605_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1362.snc4/163447_181247468581624_100000891153008_410238_3679606_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs778.ash1/166862_181247515248286_100000891153008_410239_8052618_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs739.ash1/163187_181247528581618_100000891153008_410240_7109724_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs006.snc6/165670_181247561914948_100000891153008_410241_4830658_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1384.snc4/163623_181247588581612_100000891153008_410242_876904_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs278.snc6/180667_181247615248276_100000891153008_410243_8103320_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs260.snc6/180851_181247638581607_100000891153008_410244_4151561_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 06:10 AM Air Bersih Di Pajjukukang
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs886.ash1/179477_181248208581550_100000891153008_410246_8067451_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs264.snc6/179263_181248258581545_100000891153008_410247_3614193_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs062.snc6/167211_181248288581542_100000891153008_410248_5777960_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs270.snc6/179841_181248311914873_100000891153008_410249_300516_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs274.snc6/180276_181248341914870_100000891153008_410250_7215283_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 06:12 AM Talas Safira Bantaeng
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs248.snc6/179635_181249141914790_100000891153008_410263_3227885_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1362.snc4/163452_181249085248129_100000891153008_410260_518197_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs038.snc6/166884_181249118581459_100000891153008_410261_1497837_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs764.ash1/165514_181249251914779_100000891153008_410266_8299428_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs787.ash1/167772_181249195248118_100000891153008_410265_5977150_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs278.snc6/180644_181249295248108_100000891153008_410267_3201749_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 06:17 AM PeresmianTK Jabal Nur Oleh Ketua TP PKK Bantaeng
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs899.ash1/180710_181244598581911_100000891153008_410164_6186839_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs780.ash1/167026_181244665248571_100000891153008_410166_4985649_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs076.snc6/168621_181245458581825_100000891153008_410176_6347195_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs739.ash1/163108_181245581915146_100000891153008_410180_3850_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs005.snc6/165575_181245668581804_100000891153008_410183_4886946_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs021.snc6/165106_181245705248467_100000891153008_410185_4494882_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs041.snc6/167134_181245855248452_100000891153008_410191_7172032_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs896.ash1/180447_181246365248401_100000891153008_410212_3676836_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 25th, 2011, 06:19 AM Menjemput Pasien, KTP, dan “Matahari” PDF Print E-mail
Written by Nurdin Tappa
Hal paling menakutkan adalah sakit yang menyerang tiba-tiba. Apalagi bagi yang berdomisili jauh di pelosok desa, di ketinggian bukit-bukit, atau pun di pesisir pantai yang jauh dari pusat layanan kesehatan dan dokter. Namun, di Bantaeng hal tersebut ada solusinya, tinggal menghubungi 113 atau 0413-22724 maka tim kesehatan akan mendatangi pasien.
Laporan: Ahmad Syam
Peneliti FIPO
Tim kesehatan yang bergerak cepat atau dikenal dengan nama Brigade Siaga Bencana (BSB). Menggunakan ambulans dengan peralatan kesehatan modern, seorang dokter umum dan seorang perawat, akan segera meluncur ke alamat rumah si sakit.
Program BSB merupakan program inovasi sektor layanan kesehatan yang ditemukan tim peneliti The Fajar Institute of Pro Otonomi (FIPO) yang berada di Bantaeng pada 4-13 Januari. Sebagai program dengan klasifikasi terobosan baru, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng lalu mengajukan program tersebut untuk diikutkan dalam penilaian Otonomi Awards 2011.
Dari sisi mekanisme program, BSB Bantaeng adalah bukti komitmen kabupaten berpenduduk 179.394 jiwa (data statistik 2008) untuk terus berupaya meningkatkan dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Brigade yang berkantor satu atap dengan satuan tugas (satgas) lainnya dalam Tim Emergency Service seperti satgas pemadam kebakaran, satgas tim bantuan sosial, dan satgas operasi, rehabilitasi, dan pemulihan. Dalam operasionalnya, BSB didukung 19 dokter umum, 10 perawat, dan satu sopir dengan lima unit ambulans. Sistem shift berlaku. Setiap hari terjadi pergantian staf yang bertugas. Para staf sebelum bertugas juga telah diberikan pelatihan tanggap darurat. Bagi dokter dibekali pelatihan general emergency life support (GELS) sedangkan bagi perawat melalui pelatihan basic trauma cardiac life support ( BTCLS). Secara umum, BSB bekerja bila mendapatkan panggilan dari masyarakat melalui layanan call yang telah disosialisasikan kepada masyarakat. Tim BSB yang bertugas segera menjemput pasien dengan melakukan tindakan di lokasi.
Dokter langsung mendiagnosa pasien untuk selanjutnya menentukan apakah si pasien hanya perlu dirawat di rumah, dirawat di puskesmas, atau harus dirujuk ke rumah sakit. Inovasi layanan publiknya lainnya yang diupayakan kabupaten dengan luas wilayah 395,83 kilometer tersebut adalah perbaikan kualitas layanan pendidikan dasar. Sejak tahun 2002 Dinas Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olahraga telah memprogramkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di sekolah dasar (SD). Program MBS merupakan suatu pendekatan pengelolaan sekolah yang pada tiga pilar utama yaitu membangun transparansi manajemen kepala sekolah, meningkatkan kualitas belajar mengajar melalui pendekatan PAKEM (Pembelajaran, Aktif, Efektif dan Menyenangkan), dan partisipasi masyarakat. Pada awalnya peluncurannya, program MBS yang merupakan hasil kerja sama antara Unesco-Unicef dengan Dinas Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantaeng hanya mencakup 15 SD. Dalam perkembangannya, pada tahun 2011, seluruh SD di Bantaeng yang berjumlah 132 sekolah telah menggunakan MBS. Hasilnya, penerapan MBS telah membuahkan prestasi bagi peserta didik di Bantaeng. Indikatornya tercermin dari hasil ujian nasional yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data 2007-2008, rata-rata nilai ujian nasional siswa/siswi di Bantaeng hanya 5,79. Tahun 2008-2009 mengalami kemajuan menjadi 5,84 lalu terus membaik pada 2009-2010 menjadi 6,00.
Layanan administrasi kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga tidak ingin ketinggalan “kereta” dalam memajukan layanan publik di daerah yang hampir 74,35 persen penduduknya hidup dari sektor pertanian. Melalui layanan kartu tanda penduduk (KTP), akte kelahiran, dan kartu keluarga (KK) gratis, pemerintah daerah berharap masyarakat terdata secara baik. Bahkan terobosan yang dilakukan sejak 2008 melalui program Jemput Bola Layanan KTP, Akte Lahir, dan KK menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendekatkan layanan kepada masyarakat. program ini terdiri atas empat orang staf yang berkeliling untuk satu desa dalam sehari. Meski dianggap masih perlu ditingkatkan, layanan administrasi kependudukan gratis dan layanan jemput bola telah memperbaiki sistem data base kependudukan Bantaeng. Saat ini dipastikan 80 persen penduduk telah memiliki KTP, sisanya akan terus ditingkatkan pada 2011 hingga pemberlakukan KTP elektrik pada 2013 di mana Bantaeng masuk dalam tujuh daerah percontohan program KTP elektrik di Sulawesi Selatan. Di luar layanan publik, sektor perekonomian juga menjadi prioritas kabupaten yang jaraknya sekira 120 kilometer dari Makassar. Hasil penelitian FIPO menemukan, dalam aspek pertumbuhan ekonomi kabupaten dengan luas wilayah terkecil di Sulawesi Selatan tersebut terus membangun berbagai infrastruktur dan mendorong tumbuhnya investasi.
Saat ini telah terjalan kerja sama antara pemerintah daerah dan investor dalam pengolahan hasil perikanan. Produk Bantaeng Surimi dijalankan PT Global Seafood International Indonesia (GSII) membuka kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan para nelayan. Masih dalam bingkai perekonomian, kinerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) patut diapresiasi dengan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh desa yang berjumlah 46 desa. Substansi program BUMDes adalah meningkatkan pendapatan masyarakat di desa. Caranya, pemerintah daerah memperkuat kelembagaan, manajemen pengelola, permodalan BUMDes dengan dana hibah Rp100 juta per BUMDes. Dalam perjalanan selanjutnya, BUMDes yang semakin kuat tersebut dapat menjadi lokomotif penggerak perekonomian di desa; menjadi “matahari” kemajuan bagi Bantaeng. Demikian beberapa temuan program inovatif dan terobosan baru di Bantaeng. Kesimpulan umum, sebagian besar SKPD menunjukkan adanya perubahan dan keinginan untuk lebih baik yang tercermin dari program yang mereka ajukan dalam rangka Otonomi Awards 2011. Tentu ini kabar baik karena ada keyakinan bahwa seluruh upaya peningkatan kualitas program pada akhirnya bermuara pada perbaikan kesejahteraan masyarakat. ( ahmadsyam_1@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it )
http://fipo-fajar.org/images/blank.png
Putra Bantaeng January 28th, 2011, 01:46 AM KPP Jalin Kerjasama Pemda Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Untuk melakukan pembinaan dan memberi bimbingan terhadap wajib pajak, khususnya wajib pajak bendaharawan di lingkungan Pemda Kabupaten Bantaeng, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bantaeng menjalin kerjasama dengan Pemda setempat.
Kerjasama tersebut ditandai penandatanganan naskah kesepahaman (MoU) antara Kepala KPP Pratama Bantaeng Syamsinar dan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di bantaeng, Kamis.
Penandatanganan kerjasama disaksikan Kepala Kanwil DJP Sulsel, Sulbar dan Sultra (Sulselbartra) Angin Prayitno Adji dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
Menurut Bupati, kerjasama ini juga akan memperlancar pencanangan Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2011.
Untuk itu dibutuhkan pembinaan teknis yang dapat memberikan bimbingan kepada para bendaharawan sebagai bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan.
Menurut Bupati, kegiatan pembinaan terhadap wajib pajak bendaharawan menjadi sangat strategis karena proporsi penerimaan pajak di daerah ini 60 persen diperoleh dari belanja daerah, baik yang bersumber dari APBD maupun dari APBN yang dalam kegiatan pemungutan dan pemotongannya melibatkan para bendaharawan, khususnya bendaharawan pemerintah.
Ia berharap, melalui MOU ini, akan meningkatkan pengetahuan para bendaharawan di bidang perpajakan, mengurangi tingkat kesalahan para bendaharawan dan para pegawai yang menjadi wajib pajak dalam pelaksanaan kewajiban perpajakannya serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Bupati saat itu juga memperkenalkan potensi wilayah daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini mulai dari pesisir hingga dataran tinggi.
Kabupaten berjuluk Butta Toa ini memiliki wilayah terkecil di Sulsel namun memiliki potensi dan pernah menjadi pusat pemerintahan (Afdeling) yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Selayar dan Sinjai.
Kini, seluruh jajaran berupaya mengembalikan kejayaan itu dengan memaksimalkan potensi alam yang tersedia. Di bagian pesisir dikembangkan rumput laut, kawasan wisata pantai (Marina Beach) hingga industri pengolahan ikan berbasis ekspor.
Di dataran rendah dikembangkan benih berbasis teknologi, termasuk penyediaan beras Basmati untuk ekspor ke Timur Tengah serta benih Japonica untuk memenuhi kebutuhan Jepang.
Selain itu, terdapat perkebunan kakao serta pengembangan komoditi talas yang juga berbasis ekspor. Khusus kakao, ke depan akan diolah sendiri sehingga tidak ada lagi yang dikirim gelondongan.
Sedang di dataran tinggi, dikembangkan apel, strowberi dan bunga krisan untuk memenuhi kebutuhan pengusaha di Makassar. Pengembangan tersebut sekaligus menjadikan kawasan di Kecamatan Ulu Ere sebagai kawasan agrowisata.
Bantaeng juga segera membangun fasilitas rumah sakit moderen dengan pelayanan internasional untuk rujukan di bagian selatan Sulsel.
Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum Pemda Bantaeng Hartawan melaporkan tujuan kerjasama untuk menyamakan persepsi dan mendorong kepatutan membayar pajak, sekaligus menjalin kerjasama antara kedua belah pihak.
Melalui kerjasama ini, diharapkan tata cara pembayaran pajak lebih baik dan lebih teliti, urainya seraya mengemukakan kegiatan sosialisasi yang dilakukan dua angkatan masing-masing angkatan pertama diikuti bendaharawan SKPD serta instansi vertikal sedang angkatan kedua diikuti bendaharawan sekolah se Kabupaten Bantaeng. (T.KR-AAT/F003)
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs275.snc6/180374_181820501857654_100000891153008_413483_3822918_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs007.snc6/165770_181820695190968_100000891153008_413494_6020320_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs014.snc6/166492_181822385190799_100000891153008_413506_1386679_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs046.snc6/167599_181822451857459_100000891153008_413509_1594688_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs885.ash1/179353_181822508524120_100000891153008_413512_5363251_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs893.ash1/180111_181822498524121_100000891153008_413511_8167757_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs067.snc6/167747_181820725190965_100000891153008_413495_6538189_n.jpg
Sumber : facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 28th, 2011, 01:47 AM Rumah tidak Layak Huni Habis di Bantaeng
http://bimg.antaranews.com/makassar/2011_01/small/nurdin-abdullah3-copy.jpg
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemda Kabupaten Bantaeng menargetkan 2012 rumah tak layak huni sudah habis menyusul pembangunan perumahan terjangkau dan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang dikembangkan selama ini.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada peletakan batu pertama pembangunan Kompleks Perumahan Griya Praja Wibawa di Bantaeng, Kamis, mengatakan, Pemda mendorong pengusaha yang berminat menyiapkan perumahan bagi PNS di wilayahnya.
Ia kemudian memberi apresiasi terhadap CV Analia Tata Nusantara, developer yang membangun kompleks perumahan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berlokasi di Kecamatan Bissappu.
Perumahan yang dibangun untuk tahap awal sebanyak 16 unit dari 46 unit yang akan disiapkan dipatok seharga Rp55 juta untuk tipe 30/72 dan Rp80 juta untuk rumah tipe 36/72. Dari harga tersebut, developer membebaskan biaya sertidikat hak milik, akte jual beli dan balik nama, bebas biaya BPHTB dan PPN serta bebas biaya KPR.
Bupati berharap, pembangunan perumahan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga bisa ditempati dengan tenang dan aman. Keberhasilan pembangunan perumahan ini akan berdampak terhadap pembangunan ke depan yang direncanakan kepada PNS yang berpendapatan pas-pasan.
Untuk pembangunan perumahan PNS golongan rendah tersebut, Pemda akan mengupayakan subsidi melalui APBD. Ini penting agar lahan yang terbatas di Bantaeng termanfaatkan dengan baik, sekaligus mengurangi pemukiman tidak layak huni.
Khusus untuk masyarakat pesisir, Bupati mengatakan, Pemda tetap mengupayakan pembangunan Rusunawa karena posisinya yang rawan gelombang laut dan angin.
Direktur CV Analia Tata Nusantara, Randi Irfansyah mengemukakan rasa terima kasihnya terhadap kemudahan yang diberikan sehingga pembangunan perumahan untuk Satpol PP bisa terlaksana.
Pembangunan perumahan Griya Praja Wibawa di Bantaeng merupakan kali kedua setelah pembangunan perumahan yang sama di Kabupaten Maros, urainya. Ini merupakan komitmen pihaknya untuk membantu Pemda menyiapkan perumahan yang terjangkau.
Ia menyambut baik keinginan Pemda untuk menyiapkan kerjasama lanjutan terhadap PNS lainnya, terutama yang berpeghasilan pas-pasan. "Kami segera membuat proposal untuk kelanjutan kerjasama dengan Pemda Kabupaten Bantaeng," ujarnya. (T.KR-AAT/F003)
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs778.ash1/166807_181819611857743_100000891153008_413472_930121_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs260.snc6/180855_181819625191075_100000891153008_413473_1270547_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs782.ash1/167224_181819738524397_100000891153008_413478_2712037_n.jpg
Sumber : facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng January 28th, 2011, 01:48 AM Bantaeng Jajaki Pelayanan Kesehatan Berbasis Asuransi
http://bimg.antaranews.com/makassar/2011_01/small/nurdin-abdullah4-copy.jpg
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemda Kabupaten Bantaeng kini menjajaki kemungkinan pemberian pelayanan kesehatan berbasis asuransi. Pola ini diyakini lebih memberi manfaat kepada masyarakat dibanding pola kesehatan gratis yang diterapkan selama ini.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengemukakan hal itu usai menandatangani naskah kerjasama (MOU) antara Pemda Kabupaten Bantaeng dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di Bantaeng, Kamis.
Menurutnya, Pemda kini sedang menghitung untuk mewujudkan pola pelayanan kesehatan berbasis asuransi tersebut. Ini penting sebab masyarakat yang menderita sakit sulit diprediksi.
"Sangat sulit diprediksi berapa orang sakit setiap bulan. Karena itu, lebih baik semua masyarakat diasuransikan. Biarlah pihak asuransi yang berurusan dengan rumah sakit," tuturnya.
Selain pelayanan kesehatan, Pemda juga sudah menyiapkan pelayanan Resi gudang terhadap produksi petani. Melalui Resi gudang tersebut, petani tak perlu khawatir tidak laku barangnya.
Bahkan, saat produksi melimpah dan harga turun, maka petani bisa memasukkan ke Resi gudang untuk menunggu perkembangan harga terbaik, tambah Bupati yang menyebut Resi gudang tersebut bekerjasama perbankan dan mendapat subsidi pemerintah.
Menyinggung kesulitan bahan baku ikan PT Global Seafood International Indonesia (GSII), terutama pada musim angin dan ombak, ia mengatakan, kini diantisipasi dengan memanfaatkan bandeng produksi tambak.
Ia optimistis, bila semua program berjalan, pembayaran pajak masyarakat akan lancar, tuturnya.
Pendapatan dari sektor pajak hingga akhir 2010 di Kabupaten Bantaeng mencapai Rp278 miliar melebihi target Rp265 miliar. Untuk 2011, KPP Pratama Bantaeng ditarget Rp286 miliar, tambah Kepala KPP Pratama Bantaeng Syamsinar.
Kepala Kanwil DJP Sulselbartra Angin Prayitno Adji menyambut kerjasama untuk pertama kali di lingkungan kerjanya. Ia optimistis, daerah ini akan lebih maju melalui sentuhan tangan dingin Bupati Nurdin Abdullah.
Menurutnya, DJP aktif melakukan sosialisasi ke semua bendaharawan untuk memberikan pengetahuan tentang hak dan kewajiban sesuai Undang-Undang Perpajakan, sekaligus meningkatkan rasa peduli terhadap kewajiban terhadap pajak.
Ini penting agar tidak menemui kesulitan pada setiap akhir tahun, terutama saat dilakukan pemeriksaan BPK. "Kita harus bisa duduk bersama sebelum dilakukan pemeriksaan sebab BPK akan melihat apakah sudah dilakukan dengan benar. Karena itu harus diantisipasi lebih awal agar tidak menimbulkan masalah," urainya.
Ia mengakui, terjadi peningkatan kontribusi pajak daerah ini seiring pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Ini juga mendorong peningkatan penerimaan se kantor Wilayah yang berhasil melampaui target.
Bahkan KPP Makassar dinilai oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) sebagai sistem administrasi terbaik. Di KPP tersebut, sistem sudah berjalan secara on line sehingga memudahkan pemeriksaan.
Khusus pemberlakuan pengalihan BPHTB dan PBB, Angin Prayitno Adji berharap, Pemda secepatnya membuat Perda sebagai payung hukum pemberlakuan penarikan pajak tersebut.
(T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng January 28th, 2011, 02:59 AM http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs006.snc6/165681_194402673904497_100000042983160_723784_1796755_n.jpg
@b1 January 28th, 2011, 03:56 AM Oh ya ngomong2 di Bantaeng ada bandara gak ya? Apa lagi mau dibangun?
Putra Bantaeng January 28th, 2011, 06:51 AM Oh ya ngomong2 di Bantaeng ada bandara gak ya? Apa lagi mau dibangun?
nggak da bandara bro.. krn jarak dr makassar dekat... nanti akan banyak megaproyek.. khususx u sarana olahraga u menyambut porda 2014 di anatarx kolam renang berstandar internasional, rumah sakit bertaraf internasional, hotel berbintang..... dsb.... itu tergabung dalam proyek...The New Bantaeng...
kubel January 28th, 2011, 06:51 PM nggak da bandara bro.. krn jarak dr makassar dekat... nanti akan banyak megaproyek.. khususx u sarana olahraga u menyambut porda 2014 di anatarx kolam renang berstandar internasional, rumah sakit bertaraf internasional, hotel berbintang..... dsb.... itu tergabung dalam proyek...The New Bantaeng...
wahh kalau rumah sakitnya uda jadi, masyarakat dari bulukumba dan sinjai tidak perlu jauh jauh lagi ke Makssar.. tinggal berobat di bantaeng saja... moga moga bantaeng bisa seperti makassar. amin
Comeliness February 1st, 2011, 12:29 AM ^^Thread Bantaeng yg di P&D sekarang kok nggak ada, apa threadnya itu dipindahin kesini ya?
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 07:56 AM wahh kalau rumah sakitnya uda jadi, masyarakat dari bulukumba dan sinjai tidak perlu jauh jauh lagi ke Makssar.. tinggal berobat di bantaeng saja... moga moga bantaeng bisa seperti makassar. amin
Insya Allah bro amien... Bantaeng sekarang sedang menyelesaikan pelabuhan... krn nantinya akan ada kapal rute bantaeng-bali dan bantaeng-lombok
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 07:56 AM ^^Thread Bantaeng yg di P&D sekarang kok nggak ada, apa threadnya itu dipindahin kesini ya?
ya Bro Ku da Pindahkan..
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 07:57 AM Pantai Lamalaka Bantaeng Berdayakan Pedagang K5
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pantai Lamalaka di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan akan dikembangkan menjadi bangku terpanjang di dunia.
Pengembangan melalui program pemberdayaan pedagang kaki lima (K-5) dilakukan seperti Pantai Losari di Makassar yang sudah dikenal hingga ke manca negara, ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Bakhtiar Karim, usai diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Senin.
Program pengembangan pedagang K-5 tersebut kini sudah dalam tahap persiapan setelah selesainya pembangunan pedestrian dan lampunisasi di sepanjang pantai tersebut.
"Kami sudah membuat konsepnya agar Losari Bantaeng ini menjadi asesori kota," ujarnya.
Bakhtiar Karim diterima bersama Pemimpin Bank Sulsel Cabang Bantaeng Irfan Wiraguna Roem melaporkan kesiapan pengoperasian kawasan pantai Lamalaka menjadi Pusat Jajan Serba Ada (Pujasera) di Bantaeng.
Untuk mewujudkan program tersebut, Bank Sulsel Cabang Bantaeng pada tahap awal menyiapkan 15 unit gerobak. Ini wujud kepedulian dari Bank Sulsel untuk turut meningkatkan perekonomian di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini, sekaligus menjadikan Bantaeng sebagai daerah pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel, jelas Irfan.
Bakhtiar Karim mengatakan, dengan selesainya pembangunan Pantai Lamalaka dan sudah dilengkapi penerangan lampu, maka usaha kecil diharap mengambil bagian pada sore hingga malam hari. Setelah itu, pantai kembali bersih, urainya.
Tentang pengembangan usaha, Bank Sulsel menyiapkan fasilitas khusus Pundi Usaha Rakyat (PUR). Melalui fasilitas ini, berapapun keperluan UKM yang meramaikan Pantai Lamalaka, Bank Sulsel Bantaeng siap memberikan dukungan.
Hingga akhir 2010, bank milik Pemda se Sulselbar ini telah menyalurkan Rp60 miliar di Bantaeng. Dari jumlah tersebut, 30 persen digunakan untuk kredit produktif. Khusus 2011, Bank Sulsel Bantaeng juga telah menyiapkan dana untuk mendukung UKM di Butta Toa.
"Kami tidak akan membatasi berapapun keperluan UKM di daerah ini sepanjang memenuhi persyaratan Perbankan," tambah Irfan Wiraguna Roem seraya mengatakan, kredit perorangan PUR memiliki persyaratan yang sangat mudah.
Kemudahan diberikan, selain membantu pengusaha kecil juga karena kepercayaan yang tinggi terhadap pelaku ekonomi di daerah ini yang tingkat kemacetannya sangat rendah.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, kawasan pantai ini hidup dan menjadi pusat kegiatan dan rekreasi dalam kota selain pantai Seruni yang selama ini dikenal masyarakat Bantaeng.
"Kita membuka kawasan yang selama ini kurang dilirik. Kini sepanjang Pantai Lamalaka akan menjadi salah satu andalan warga Kota Bantaeng untuk bersantai pada sore dan malam hari," ucapnya.
Sepanjang pantai tersebut telah dilengkapi 24 titik lampu sehingga pada malam hari, kawasan pantai tersebut menjadi kawasan yang bersinar. "Kalau di Makassar ada Pantai Losari, di Bantaeng kini ada Pantai Lamalaka," ujarnya.
"Kita berharap, kawasan ini juga menjadi pusat keramaian masyarakat Bantaeng," tambah Bupati yang berjanji akan terus membenahi kawasan jalan pantai selatan itu hingga tembus ke Pelabuhan Mattoanging.
Untuk menjamin kenyamanan para pejalan kaki, Pemda membuat pedestrian jalan yang cukup lebar. Selain kawasan jalan Pantai Selatan (Lamalaka), Pemda juga menggenjot pemasangan lampu di kawasan reklamasi pantai Seruni. Di kawasan yang juga berada di jantung Kota Bantaeng tersebut dipasang 10 titik lampu.
Sedang di kawasan wisata Marina Beach Korong Batu, Pemda membangun 16 titik lampu jalan yang sebagian diantaranya menggunakan tiang ganda sehingga total digunakan 65 lampu.
Pada saatnya, Kota Bantaeng dan fasilitas wisata yang ada akan diterangi lampu sehingga indah terlihat pada malam hari, terlebih di kawasan Marina Beach Korong Batu yang akan dilengkapi pasar tradisional moderen.
Di kawasan tersebut juga dibangun tempat peristirahatan (rest area) yang cukup nyaman untuk membersihkan badan serta kegiatan belanja lainnya yang segera tersedia.
"Bila semua program berjalan sesuai rencana, Bantaeng akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel dan menjadi pilihan kedua setelah Makassar," ucap Bupati Nurdin Abdullah. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 07:58 AM Jembatan Lemoa Dibenahi
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Jembatan Kayu Lemoa di Kelurahan Bonto, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang kondisinya rusak akan dibenahi sebab jembatan sepanjang 25 meter itu sangat penting menghubungkan Kelurahan Bonto dengan desa-desa lainnya.
Jembatan yang menggunakan penyanggah besi itu merupakan jalur pintas masyatakat ke Bissappu. Karena itu, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang meninjau langsung kondisi jembatan yang sudah miring akibat terjangan air tersebut di Bantaeng, Senin, meminta Kepala Dinas PU dan Praswil Arsyad Borahima agar mengambil langkah taktis mencegah runtuhnya jembatan tersebut.
Selain perbaikan jembatan, fasilitas jalan serta air bersih di desa itu juga menjadi perhatian serius bupati. "Bila memungkinkan, sumber air di desa itu akan dibangunkan instalasi pengolahan air (IPA) agar masyarakat bisa menikmati air bersih," ucapnya.
Demikian pula terhadap kondisi jalan dan penyediaan fasilitas listrik. Bupati minta segera dibuatkan perencanaan agar akses jalan di kelurahan tersebut lebih memudahkan transportasi sehingga produksi jagung masyarakat secepatnya mendapat akses pasar.
Meski begitu, Bupati Bantaeng mengingatkan masyarakat untuk bersabar sebab pembangunan tidak serta merta langsung jadi. Pembangunan dilakukan bertahap dan tahun ini diarahkan di Kelurahan ini.
Ia berharap, masyarakat tetap berkonsentrasi dengan tanaman yang menggunakan bibit unggul agar produksi jagung yang dikelola selama ini bisa meningkat. Demikian pula dengan bibit padi, petani hendaknya menggunakan bibit unggul yang kini disiapkan Pemda.
Khusus fasilitas listrik, Pemda telah melakukan pembicaraan dengan PLN untuk menyiapkan program khusus bagi masyarakat Bantaeng. Program yang akan berlangsung sampai Maret 2011 diharapkan dimanfaatkan masyarakat untuk berlangganan listrik PLN. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 07:59 AM Desa harus Miliki Program Prioritas
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah meminta setiap desa memiliki program prioritas unggulan untuk memudahkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan melihat potensi yang dapat dikembangkan.
Hal itu dikemukakan Bupati ketika bertatap muka dengan Kepala Desa dan tokoh masyarakat se Kecamatan Ere Merasa, di Desa Pabentengang, Senin.
Tatap muka yang dipandu Asisten I Bidang Pemerintahan Muslimin M tersebut dihadiri Kadis PU dan Praswil Arsyad Borahima, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam, Kadis Perindag Tamben H Abd Gani, Staf Ahli Bupati Bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir, Kepala PMD Meyriyani, Kabag Pemerintahan A Irvan Langgara, Kepala Kesbang Linmas Abdi Sam dan sejumlah pejabat lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
Pada dialog tersebut, terungkap keinginan sejumlah desa untuk mengembangkan cabai, seperti yang sudah dikembangkan masyarakat Pajukukang. Umumnya lahan di Ere Merasa dinilai cocok mengembangkan tanaman yang sedang langka dan harganya sedang mahal tersebut.
Selain cabai, masyarakat juga berminat mengembangkan talas. Hanya saja, bibit tanaman yang mengandung kolagen tinggi tersebut masih sulit ditemukan. Pemda Kabupaten Bantaeng sendiri sudah menjalin kerjasama dengan Bio-Trop serta pengembangan sendiri.
Namun, minat yang begitu tinggi menjadikan bibit talas sulit diperoleh, terang Bupati. Ia kemudian menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan inventarisasi lahan yang cocok dan pada saatnya, akan dipasok bibit.
Bupati mengingatkan, dalam melakukan inventarisasi tersebut hendaknya menghindari perusakan hutan karena dapat membawa bencana. Khusus penyediaan listrik, ia meminta para Kepala Desa dan Lurah juga melakukan pendataan untuk mengetahui kebutuhan listrik di daerah ini.
Menyinggung produksi, Bupati berharap keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebab lembaga ini memiliki hubungan dengan Resi gudang. Melalui mekanisme tersebut, harga tak akan dipermainkan sebab bila harganya jatuh, maka produksi bisa dititip di Resi Gudang sembari menunggu peningkatan harga.
Usai melakukan dialog, Bupati didampingi Camat Ere Merasa Irfan Fajar melihat kondisi cekdam Bambala di Desa Mappilaweng, Kecamatan Ere Merasa. Cekdam tersebut membendung mata air. Melibat potensi air tersebut, Bupati mengatakan akan membantu instalasi untuk menaikkan elevasi air hingga dapat mengairi areal persawahan seluas 500 Ha di desa itu.
Bila pengairannya dapat dilakukan, Bupati berharap, masyaraka menanam talas dan cabai. Areal persawahan di lokasi tersebut memungkinkan terhadap kedua jenis tanaman yang harganya cukup menjanjikan itu.
Kepala Desa Mappilaweng, Imran sangat berharap, pompanisasi tersebut terealisasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 08:00 AM RS Wahidin Visitasi Fasilitas Jantung RS Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Tim ahli jantung Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar melakukan visitasi terhadap peralatan dan fasilitas pengobatan penyakit jantung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng.
Tim berjumlah tujuh orang yang dipimpin Prof Dr dr Ali Aspar Mappahia, SpPD, SpJP (K) bersama dr Idar Mappangara, SpPD, SpJP, FIHA melihat langsung fasilitas yang sudah dilengkapi peralatan canggih buatan Eropa yang sudah diinstal di RSUD Bantaeng.
Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr H Syafruddin Nurdin, M.Kes di Bantaeng, Rabu, mengatakan, kunjungan tim ahli ini merupakan rangkaian kemitraan yang segera ditindaklanjuti dalam bentuk penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU).
Kerjasama dengan berbagai pihak dimaksudkan untuk menyikapi pengembangan RS Bantaeng, sekaligus mengembangkan kelembagaan, produk layanan serta pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik secara kuantitas maupun kualitas.
Adapun peralatan yang ditinjau, selain mesin-mesin pemacu jantung, tim juga melihat kesiapan peralatan mata, fisioterapi, THT, saraf dan Instalasi Gawat Darurat yang baru selesai pembangunannya.
Khusus peralatan jantung, tim menilai sangat memadai. "Peralatan ini yang tercanggih saat ini sebab teknologi kedokteran terus mengalami perkembangan," terang Ali Aspar Mappahia.
Dr Idar Mappangara bahkan memprediksi peralatan baru untuk jantung tersebut tetap aktual dalam 10 tahun ke depan. Untuk peningkatan pelayanan kepada penderita, RS Wahidin telah membentuk tim untuk memberi sumbangsih terhadap pelayanan penderita penyakit jantung di bagian selatan Sulsel.
"Kita ingin pelayanan di Bantaeng sama dengan kondisi pelayanan di Makassar. Bahkan, kita akan merujuk penderita di Makassar ke Bantaeng karena jaraknya tidak terlalu jauh," jelas Ali Aspar yang memberi contoh pelayanan kesehatan di luar negeri yang memungkinkan rujukan dari kota besar ke daerah dengan mutu layanan yang sama.
Karena itu, tim akan menempatkan tenaganya secara bergilir sehingga penderita tak perlu lagi ke Makassar. "Kalau bisa diselesaikan di Bantaeng, kenapa harus ke Makassar," terang guru besar Ilmu Kedokteran Unhas itu.
Pelayanan seperti itu, tambah Idar Mappangara, sudah dilakukan di bagian utara Sulsel yakni di RS Parepare. Kini pelayanan penderita mencapai ratusan orang tiap bulan. Ia optimistis masyarakat di bagian selatan Sulsel juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di RS ini, urainya.
Bila RS Bantaeng yang baru sudah rampung, tentu saja Makassar tidak malu-malu merujuk pasiennya ke Bantaeng, tambahnya lagi seraya mengemukakan posisi strategis RS Bantaeng untuk dijadikan pusat pelayanan di bagian selatan Sulsel. (T.KR-AAT/F003)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 08:01 AM Pemkab Bantaeng-Unifa Kerjasama Budidaya Jamur Merang
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menjalin kerjasama dengan Universitas Fajar (Unifa) untuk pengembangan budidaya jamur merang.
Penandatanganan naskah kerjasama kedua belah pihak dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan Rektor Unifa Prof Drs Sadly AD, MPA di Bantaeng, Senin.
Melalui kerjasama tersebut Unifa akan membantu budidaya, pengawetan hingga pemasaran tanaman khas tersebut. Kerjasama dengan Pemkab Bantaeng itu juga dilakukan usai civitas akademika Unifa melakukan rapat kerja (Raker) selama dua hari di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Rektor Unifa Sadly Abdul Djabbar mengatakan, kerjasama saling menguntungkan ini diharapkan mendukung Unifa menjadi Kampus Enterpreneur. Karena itu, kurikulum yang memberi gambaran teori dan praktek dibahas habis dalam Raker tersebut.
Unifa akan menerapkan teori 60 persen dan 40 persen praktek. Dalam praktek belajar mengajar, Unifa akan mengundang para entrepreneur ke kampus untuk menceritakan kisah sukses (success story) yang dapat memotivasi mahasiswa hingga kelak berusaha dalam dunia realistis.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik kerjasama pengembangan jamur merang tersebut. Menurutnya, kerjasama ini merupakan peluang untuk daerah memacu dan mengembangkan berbagai potensi.
Ia kemudian mengemukakan kondisi daerah berjuluk Butta Toa ini beberapa tahun silam yang masuk dalam katagori daerah tertinggal di Indonesia. "Ini ironi sebab Bantaeng yang merupakan Kabupaten terkecil di Sulsel memiliki potensi dari pesisir hingga ke gunung,"
katanya.
"Saya merasa, dengan kondisi seperti itu, pasti ada yang salah. Dan, Alhamdulillah dalam 2,5 tahun menjadi pemimpin daerah, Bantaeng sudah keluar dari catatan Kementerian Daerah Tertinggal (PDT). Kita bahkan berhasil meraih predikat Adipura," urainya.
Wilayah pesisir sepanjang 22 kilometer, kini sudah dipenuhi rumput laut, sedang di dataran rendah dikembangkan berbagai komoditas unggulan, termasuk penyediaan bibit padi unggul dan hybrida.
Dari pengembangan bibit unggul tersebut, Bantaeng berhasil meningkatkan produksi hingga 17 persen. Surplus tersebut diraih berkat pemanfaatan benih berkualitas yang ditangkar sendiri. Pemkab juga kini sedang mengembangkan tanaman talas yang berbasis ekspor.
Tanaman pangan alternatif yang mengandung kolagen tinggi serta zat anti kanker dan diabetes ini akan dijadikan ikon daerah.
Di wilayah dataran tinggi dikembangkan tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti apel dan strowberi serta bunga untuk memenuhi kebutuhan pengusaha kembang di Makassar, urainya.
(T.KR-AAT/F003)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 08:01 AM Prof Sadly : Sangat Kurang Pejabat Entrepreneur
Bantaeng, Sulsel (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Hasanuddin Prof Drs Sadly Abdul Djabbar MPA mengatakan, hingga kini masih sangat kurang pejabat yang memiliki entrepreneurship.
Pemimpin yang memiliki entrepreneur itu memiliki ciri kreatif, inovatif dan memiliki kesabaran dalam mengaplikasikan program-programnya, kata Sadly yang juga Rektor Universitas Fajar (Unifa) usai penandatanganan kerjasama Pemkab bantaeng-Unifa mengembangkan jamur merang di Bantaeng, Senin.
Penandatanganan naskah kerjasama di bidang pengembangan budidaya jamur merang, mulai dari budidaya, pengawetan hingga pemasarannya itu dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan Rektor Unifa Prof Drs Sadly AD, MPA disaksikan Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Ketua Yayasan Pendidikan Fajar, Syamsu Nur, Komisaris Fajar HA Syafiuddin Makka dan sejumlah petinggi kedua belah pihak.
Menurut Sadly, pada dasarnya, masyarakat kini dapat membedakan antara pejabat dengan entrepreneur. Seorang pejabat hanya dapat melaksanakan tugas apa adanya tanpa inisiatif dan inovasi, tetapi seorang entrepreneur selalu berfikir untuk berbuat sesuatu.
Bahkan, yang dilakukannya itu kadang tidak pernah dipikirkan orang lain. Ia kemudian memuji Nurdin Abdullah yang memenuhi syarat seorang entrepreneur tersebut. "Nurdin dalam memimpin Bantaeng telah banyak melakukan hal baru yang tidak pernah dipikirkan orang lain," tuturnya.
Agar ilmu dan pengalaman yang diterapkan Bupati Bantaeng dalam membangun daerah tersebut bisa menular, Prof Sadly mengaku akan mengundang Nurdin Abdullah ke Kampus Unifa untuk menceritakan success story agar menjadi transformer terhadap mahasiswanya.
"Kampus Unifa diharapkan menjadi kampus entrepreneur atau minimal dapat melahirkan entrepreneurship. Sebagai langkah awal, kurikulum dibenahi. Kami membuat kurikulum yang memberi gambaran teori 60 persen dan praktek 40 persen," ujarnya.
Dalam proses belajar mengajar, tambah Sadly, Unifa akan mengundang orang-orang sukses di bidangnya masing-maisng agar menjadi motivasi kepada mahasiswa dan pada saatnya mahasiswa berusaha dalam dunia yang realis. Bukan bertumpu dan berharap hanya menjadi pegawai negeri.
Menurut Rektor Unifa, rapat kerja dua hari di Bantaeng telah membahas sembilan topik masing-masing statuta penyempurnaan renstra, pedoman penyelenggaraan pendidikan, OTK, pedoman penertiban kampus, pedoman kedisiplinan mahasiswa, SOP laboratorium serta masalah mekanisme anggaran dan kerjasama.
Ketua Yayasan Pendidikan Fajar, Syamsu Nur berharap, Raker Unifa dapat menyerap semangat yang dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dalam berinovasi.
"Inovasi yang dilakukan bupati perlu ditiru dan dikembangkan. Selama dua hari, saya membayangkan, ke depan daerah ini akan memiliki pantai yang indah dan menjadi pusat kegiatan masyarakat di bagian selatan Sulsel," tuturnya.
Semangat inovasi dan terobosan baru yang dilakukan bupati itulah yang menjadi tujuan dan harapan dalam kondisi iklim yang tidak menentu seperti yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan.
Syamsu Nur yang juga pimpinan Harian Fajar itu berjanji akan membantu Pemda Bantaeng untuk menyebarluaskan keberhasilan yang diraih itu melalui penerbitan agar inovasi yang dilakukan selama ini terpublikasi secara meluas.
"Insya Allah kami akan meminta redaksi untuk menerbitkan Radar Bantaeng agar inovasi yang selama ini dilakukan di daerah ini bisa terpublikasi secara luas. Ini penting sebab hanya dengan kebersamaan, kita bisa tumbuh," ucapnya. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 08:11 AM PETANI BANTAENG KEMBANGKAN CABE
Bantaeng, 30/1 – Petani Desa Pa’jukukang Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng mengembangkan tanaman cabe. Pengembangan tersebut dimaksudkan untuk menjawab kelangkaan tanaman penambah selera itu dalam beberapa bulan terakhir.
Adapun jenis cabe yang dikembangkan, mulai dari cabe merah besar, keriting dan lombok kecil. Penanaman dilakukan di areal seluas 54 Ha, namun pada tahap awal yang sudah ditanami dan berproduksi mencapai luasan 23 Ha.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam serta Staf Ahli Bupati Bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir, Minggu (30/1) melihat langsung pengembangan tanaman cabe milik 3 kelompok tani (Kelompok Tani Jaya, Mekar dan Camba Lompoa) di desa itu.
Untuk membantu pengembangannya, Pemda melalui Dinas Pertanian akan melakukan pipanisasi pengairan dan mesin pengolah tanah (mekanisasi) untuk memudahkan petani menggarap lahannya.
Khusus produksinya, Bupati Nurdin Abdullah meminta Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menjadi penyangga kemudian dimasukkan ke mobil cold box selanjutnya ke cold storage untuk menjaga kesegaran.
‘’Kita juga sudah memiliki rumah kemasan sehingga semua produk hasil pertanian dan pengolahannya sudah bisa dikemas dengan baik agar bernilai jual lebih dibandingkan perlakuan tradisional selama ini,’’ urainya.
Menurutnya, Pemda sudah memplot kawasan tersebut menjadi areal pengembangan hortikultura dataran rendah. Ia berharap, kehadiran tanaman ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat Bantaeng dengan harga terkendali.
‘’Kita tau, dalam beberapa waktu belakangan komoditi cabe menjadi langka dan harganya melambung. Karena itu, kita harus bisa menyiapkan kebutuhan masyarakat tersebut tanpa merugikan petani,’’ tandas Bupati Bantaeng.
Ketua Kelompok Tani Jaya, Dg Cacang menyambut baik perhatian Bupati Bantaeng terhadap nasib petani cabe di desanya. Menurutnya, selama ini, produksi petani dibeli langsung pedagang dari berbagai daerah dengan harga rendah.
Ia juga menyambut keinginan Bumdes menjadi penyangga produksi agar produksi petani bisa dihargai lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.
Dg Cacang yang didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kemal mengatakan, bila bantuan mekanisasi sudah masuk, termasuk pengairannya, kelompok tani optimistis dapat meningkatkan produksinya. ‘’Insya Allah produksi tanaman kami akan meningkat bila ketersediaan air dan pupuk sudah ada,’’ urainya.(hms)
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs047.snc6/167759_182869838419387_100000891153008_419489_4667789_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs026.snc6/165622_182869891752715_100000891153008_419490_4868890_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs884.ash1/179255_182869951752709_100000891153008_419493_4717093_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs001.snc6/165125_182870965085941_100000891153008_419506_4074849_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1393.snc4/164523_182870848419286_100000891153008_419503_6064530_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 08:16 AM RAKER PEMKAB BANTAENG HASILKAN KOMITMEN BIRA
Rapat kerja (Raker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng yang berlangsung di kawasan wisatan Tanjung Bira 28-30 Januari 2011 menghasilkan sejumlah komitmen yang diberi nama ‘’Komitmen Bira.’’
Rapat yang dipimpin langsung Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Wakilnya HA Asli Mustdjab membahas rencana kerja pembangunan tahun 2011.
Pada kesempatan tersebut juga ditandatangani naskah kerjasama Memorandum of Understanding (MOU) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bantaeng tentang dukungan pembiayaan pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah ini.
Pada Raker tersebut sejumlah komitmen antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lahir terutama masalah sinergitas untuk mewujudkan Bantaeng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dikawasan selatan Sulawesi Selatan, melalui pelaksanaan kebijakan pembangunan yang pro growth, pro poor, pro job dan pro environment.
Upaya mendorong pertumbuhan (pro growth), tetap dipacu melalui pembangunan infrastruktur dibeberapa sektor strategis termasuk pembangunan dan peningkatan jalan, pengembangan dan perluasan sentra-sentra bisnis termasuk pengembangan pasar tradisional modern.
Selain itu, pembangunan obyek wisata meliputi wisata agro Bonto Lojong Kec Uluere dan Wisata Pantai Marina Korong Batu Kec. Pa’jukukang, pembangunan sentra pelayanan kesehatan dibagian selatan Sulawesi Selatan dengan membangun Rumah Sakit Modern dengan sistem pelayanan international.
Pembangunan DAM pengendali banjir, penyediaan sarana dan prasarana air bersih di Kecamatan Eremerasa, Sinoa dan Tompobulu, dan pembangunan disektor perumahan khususnya rumah susun (Rusunawa) pada kawasan pelabuhan Kec Bissappu.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, para SKPD terus memacu agar lebih optimal dalam menjalankan agenda pembangunan strategis, mengingat pada 2010 masih terdapat beberapa proyek strategis yang belum rampung pelaksanaannya agar merasa penting untuk dilakukan identifikasi tentang permasalahan pokok yang menghambat dalam pelaksanaannya yang meliputi proses perencanaan, proses pelelangan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dilapangan.
Untuk menekan angka kemiskinan sebagai penjabaran dari komitmen pemerintah yang tertuang dalam RKP dan RKPD Provinsi Sulawesi Selatan (pembangunan pro poor), Pemda akan fokus pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, khususnya sektor pertanian dan kelautan melalui pengembangan industri pengolahan dengan mengoptimalkan Rumah Kemasan.
Kehadiran fasilitas tersebut diarahkan agar semua produk hortikultura Kabupaten Bantaeng sebelum dikirim keluar daerah sudah dikemas khusus yang diharapkan akan menambah nilai jual, sebab jelas asalnya dari Kabupaten Bantaeng yang memiliki kualitas baik.
Selain itu, pemberdayaan UMKM juga terus diupayakan untuk mendorong pergerakan ekonomi kerakyatan dan menyentuh masyarakat miskin.
Disisi lain, upaya mendorong peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian juga akan dilaksanakan melalui pengembangan Sekolah Lapang dan Peningkatan SDM Penyuluh, Pengembangan Sistem Perbenihan dan Pemanfaatan Teknologi Pertanian.
Hal itu dimaksudkan untuk menyukseskan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait Surplus 2 juta ton beras dan 1,5 juta ton jagung.
Mengingat luas wilayah Kabupaten Bantaeng yang relatif terbatas, maka usaha menggenjot sektor pertanian difokuskan pada produksi benih berkualitas hibryda untuk beberapa varietas unggulan.
Khusus untuk pengembangan komoditi talas yang menjadi komoditas andalan Kabupaten Bantaeng, diarahkan untuk produksi benih dan memenuhi kebutuhan ekspor PT. Global Seafood International Indonesia (GSII).
Pengembangan komoditas talas tersebut juga sebagai upaya pengembangan diversifikasi pangan, sebab anomaly cuaca ekstrim di tahun 2010 berlanjut hingga tahun 2011, akan berdampak pada menurunnya produktivitas disektor pertanian khususnya padi yang menjadi bahan pangan utama penduduk Indonesia.
Masih pada komoditi padi, untuk peningkatan produksi dan produktivitas, maka Pemda pada 2011 ini, akan fokus pula dalam hal pengembangan irigasi teknis pada kawasan Sungai Batu Massong yang akan mengairi 1200 Ha sawah tadah hujan di Kecamatan Gantarangkeke dan Pa’jukukang. Program strategis ini sebagai bagian sinergitas pembangunan dalam upaya perwujudan over stock beras di Sulsel.
Di bidang pendidikan, Pemda bertekad membangun manusia Bantaeng Jaya dengan mempersiapkan pendidikan usia dini (PAUD), peningkatan kapasitas guru, menyediakan fasilitas asrama yang memadai serta beasiswa kepada mahasiswa kedokteran.
Sedang untuk membantu mengembangkan pelayanan yang baik di bidang pemerintahan, akan dilakukan peningkatan kemampuan kapasitas Kepala Desa.(hms)
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs774.ash1/166451_182603041779400_100000891153008_417547_8174859_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs034.snc6/166419_182601688446202_100000891153008_417501_8299644_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs245.snc6/179347_182604431779261_100000891153008_417559_4258783_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs760.ash1/165109_182601428446228_100000891153008_417490_1989153_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 08:19 AM BRI Siap Dukung Program Pemkab Bantaeng
http://bimg.antaranews.com/makassar/2011_01/small/mou-bri-bantaeng-copy.jpg
Bira, Sulsel (ANTARA News) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan siap mendukung program Pemda Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, di berbagai sektor, baik sektor pertanian, perikanan, peternakan maupun pengembangan ekonomi melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kesiapanan dukungan tersebut dikemukakan Pemimpin BRI Cabang Bantaeng Widayat pada penandatanganan naskah kerjasama (MoU) pihaknya dengan Pemda Kabupaten Bantaeng pada Rapat Kerja (Raker) 2011 di Kawasan Wisata Bira, Bulukumba, Minggu.
Penandatanganan naskah MoU tersebut dilakukan Pemimpin BRI Cabang Bantaeng Widayat dengan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah disaksikan para pimpinan SKPD lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
Menurut Widayat, meski fasilitas kepada kelompok tani selama ini sudah dilakukan, namun berkat dukungan Pemda program bantuan tersebut tetap berjalan. Hingga kini, terang Widayat, BRI telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebanyak Rp130 miliar.
Dari jumlah dana yang dihimpun itu, Rp120 miliar sudah disalurkan dalam bentuk kredit, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Melalui kerjasama ini, BRI semakin siap mendukung pengembangan perekonomian dengan menyiapkan bebagai fasilitas untuk masyarakat daerah ini, tambahnya.
Bagi kami, dukungan Pemda merupakan motivasi dalam mendukung pengembangan perekonomian untuk mewujudkan Bantaeng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di bangian selatan Sulsel.
Hingga kini, BRI Bantaeng telah menyiapkan empat unit anjungan tunai mandiri (ATM) untuk membantu masyarakat melakukan transaksi. "BRI juga telah membentuk Teras BRI di pasar baru untuk mendukung pedagang di pasar tersebut," urainya.
Fasilitas kemudahan lainnya selain untuk transaksi penyimpanan dana juga disiapkan fasilitas untuk memudahkan pembayaran iuran listrikl PLN secara on-line dan fasilitas teknologi informasi (IT) lainnya.
Melalui dukungan tersebut, BRI berharap, Kabupaten Bantaeng semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (T.KR-AAT/F003)
COPYRIGHT © 2011
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs275.snc6/180368_182605425112495_100000891153008_417562_3397491_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs896.ash1/180445_182605761779128_100000891153008_417564_8235756_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs274.snc6/180236_182605838445787_100000891153008_417568_2377033_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 08:20 AM KPP Jalin Kerjasama Pemda Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Untuk melakukan pembinaan dan memberi bimbingan terhadap wajib pajak, khususnya wajib pajak bendaharawan di lingkungan Pemda Kabupaten Bantaeng, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bantaeng menjalin kerjasama dengan Pemda setempat.
Kerjasama tersebut ditandai penandatanganan naskah kesepahaman (MoU) antara Kepala KPP Pratama Bantaeng Syamsinar dan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di bantaeng, Kamis.
Penandatanganan kerjasama disaksikan Kepala Kanwil DJP Sulsel, Sulbar dan Sultra (Sulselbartra) Angin Prayitno Adji dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
Menurut Bupati, kerjasama ini juga akan memperlancar pencanangan Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2011.
Untuk itu dibutuhkan pembinaan teknis yang dapat memberikan bimbingan kepada para bendaharawan sebagai bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan.
Menurut Bupati, kegiatan pembinaan terhadap wajib pajak bendaharawan menjadi sangat strategis karena proporsi penerimaan pajak di daerah ini 60 persen diperoleh dari belanja daerah, baik yang bersumber dari APBD maupun dari APBN yang dalam kegiatan pemungutan dan pemotongannya melibatkan para bendaharawan, khususnya bendaharawan pemerintah.
Ia berharap, melalui MOU ini, akan meningkatkan pengetahuan para bendaharawan di bidang perpajakan, mengurangi tingkat kesalahan para bendaharawan dan para pegawai yang menjadi wajib pajak dalam pelaksanaan kewajiban perpajakannya serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Bupati saat itu juga memperkenalkan potensi wilayah daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini mulai dari pesisir hingga dataran tinggi.
Kabupaten berjuluk Butta Toa ini memiliki wilayah terkecil di Sulsel namun memiliki potensi dan pernah menjadi pusat pemerintahan (Afdeling) yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Selayar dan Sinjai.
Kini, seluruh jajaran berupaya mengembalikan kejayaan itu dengan memaksimalkan potensi alam yang tersedia. Di bagian pesisir dikembangkan rumput laut, kawasan wisata pantai (Marina Beach) hingga industri pengolahan ikan berbasis ekspor.
Di dataran rendah dikembangkan benih berbasis teknologi, termasuk penyediaan beras Basmati untuk ekspor ke Timur Tengah serta benih Japonica untuk memenuhi kebutuhan Jepang.
Selain itu, terdapat perkebunan kakao serta pengembangan komoditi talas yang juga berbasis ekspor. Khusus kakao, ke depan akan diolah sendiri sehingga tidak ada lagi yang dikirim gelondongan.
Sedang di dataran tinggi, dikembangkan apel, strowberi dan bunga krisan untuk memenuhi kebutuhan pengusaha di Makassar. Pengembangan tersebut sekaligus menjadikan kawasan di Kecamatan Ulu Ere sebagai kawasan agrowisata.
Bantaeng juga segera membangun fasilitas rumah sakit moderen dengan pelayanan internasional untuk rujukan di bagian selatan Sulsel.
Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum Pemda Bantaeng Hartawan melaporkan tujuan kerjasama untuk menyamakan persepsi dan mendorong kepatutan membayar pajak, sekaligus menjalin kerjasama antara kedua belah pihak.
Melalui kerjasama ini, diharapkan tata cara pembayaran pajak lebih baik dan lebih teliti, urainya seraya mengemukakan kegiatan sosialisasi yang dilakukan dua angkatan masing-masing angkatan pertama diikuti bendaharawan SKPD serta instansi vertikal sedang angkatan kedua diikuti bendaharawan sekolah se Kabupaten Bantaeng. (T.KR-AAT/F003)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng February 7th, 2011, 08:24 AM Dokumentasi : PERPUSTAKAAN DESA DAPAT BANTUAN BUKU
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs888.ash1/179648_182596995113338_100000891153008_417410_1980602_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs794.ash1/168470_182597571779947_100000891153008_417439_6227040_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs882.ash1/179034_182596945113343_100000891153008_417406_4108190_n.jpg
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs780.ash1/167055_182597131779991_100000891153008_417416_6448518_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs893.ash1/180108_182596755113362_100000891153008_417395_5760452_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs894.ash1/180242_182596828446688_100000891153008_417399_612649_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1371.snc4/164309_182597515113286_100000891153008_417437_5725266_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Comeliness February 12th, 2011, 04:29 PM ya Bro Ku da Pindahkan..
Kenapa nggak dipisahkan aja kegiatan proyek2nya di Bantaeng P&D sedang foto2 ttg Bantaeng & yg lain2nya di Nusantara jadi Bantaeng punya dua thread kayak kota2 lain.
Comeliness February 12th, 2011, 04:30 PM Photo by adrian_297 (http://www.flickr.com/photos/22118735@N03/2436088568/sizes/z/in/photostream/ )
http://farm4.static.flickr.com/3272/2436088568_4b098111b5_z.jpg?zz=1
Kebun Duren di Bantaeng.
Image Source: http://interior-designhome.blogspot.com/2010/09/pasar-grosir-bantaeng.html
http://3.bp.blogspot.com/_Gfgc8ooAsTg/TKVEhjvxwwI/AAAAAAAAAX4/T3-1p-qZPhc/s1600/1.jpg
Calon pasar grosir di Bantaeng.
Putra Bantaeng February 13th, 2011, 08:18 AM Photo by adrian_297 (http://www.flickr.com/photos/22118735@N03/2436088568/sizes/z/in/photostream/ )
http://farm4.static.flickr.com/3272/2436088568_4b098111b5_z.jpg?zz=1
Kebun Duren di Bantaeng.
Image Source: http://interior-designhome.blogspot.com/2010/09/pasar-grosir-bantaeng.html
http://3.bp.blogspot.com/_Gfgc8ooAsTg/TKVEhjvxwwI/AAAAAAAAAX4/T3-1p-qZPhc/s1600/1.jpg
Calon pasar grosir di Bantaeng.
keren2...
Putra Bantaeng February 13th, 2011, 08:21 AM Bupati Bantaeng Resmikan Asrama V HPMB
Sengkang, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Minggu, meresmikan asrama V Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) Komisariat As'adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo.
Peresmian asrama yang dilengkapi perpustakaan tersebut ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita disaksikan Bupati Wajo, Sekda Bantaeng HM Yasin, Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantaeng Hj A Sinasari, Kepala PMD Meyriyani, Kepala Bapedalda Asaduddin, dan sejumlah pejabat lainnya.
Asrama berkapasitas 60 orang tersebut merupakan wujud kepedulian Pemda Kabupaten Bantaeng dalam membangun sumber daya manusia seutuhnya. Karena itu, seluruh asrama direnovasi tahun ini, termasuk yang ada di Yogyakarta dan Makassar, kata Bupati.
Agar asrama ini dapat digunakan dalam jangka waktu cukup lama, Bupati Nurdin Abdullah berharap semua penghuninya menjaga fasilitas yang ada, sekaligus menjadi teladan bagi warga sekitarnya serta teladan bagi masyarakat Sengkang.
Pemda juga akan membuat regulasi agar penghuni asrama lebih fokus terhadap pendidikan. "Ke depan, Pemda akan menyiapkan pegawai yang akan mengurus penghuni asrama sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik," tandasnya.
"Kini Pemda sedang menghitung besaran anggaran yang digunakan untuk makan dan minum pagi dan malam," tambah Bupati yang disambut para pelajar Bantaeng di daerah itu.
Perhatian terhadap makan dan minum tersebut sangat penting untuk menunjang gizi sebab untuk membangun manusia yang cerdas dibutuhkan gizi yang cukup. Membangun manusia berbeda dengan membangun fasilitas fisik seperti jalan dan infrastruktur lainnya.
"Membangun jalan itu kan mudah, asal dananya sudah siap. Tapi, membangun SDM memerlukan waktu dan harus dimulai sejak awal. Ini penting agar pembangunan bisa dilanjutkan dengan baik," ujarnya.
Ia kemudian mengatakan, Pembangunan yang baik hanya dapat diperoleh dari sumber daya manusia yang memiliki visi yang jelas. Bupati menaruh harapan besar kepada para alumni As'adiyah karena tentu tak hanya berilmu, tetapi juga memiliki moral dan integritas.
"Saya sangat berharap, alumni dari As'adiyah ini menjadi pemimpin masa depan sebab negeri ini kaya, demikian pula dengan daerah kita di Bantaeng. Banyak orang pintar tapi nyatanya, juga banyak koruptor. Karena itu, saya berharap dari As'adiyah yang sudah memiliki moral dan integritas yang baik," harap Bupati.
Ketua Panitia Pembangunan Asrama V HPMB Ridwan Muhtar menyambut baik perhatian Pemda Bantaeng terhadap pembangunan fasilitas untuk pelajar dan mahasiswa Bantaeng di Sengkang.
Menurutnya, pelajar dan mahasiswa Bantaeng di As'adiyah sudah ada sejak tahun 1960-an. Para pelajar tersebut terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun dampaknya, asrama menjadi sesak dan fasilitasnya semakin tidak memungkinkan untuk digunakan.
Karena itulah, para pelajar dan mahasiswa di daerah ini mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati Bantaeng. Ridwan berharap, para penghuni asrama dapat menjaga dan merawat fasilitas yang sudah sangat memadai ini.
"Mari kita menjaga dan merawat fasilitas ini, terutama masalah kebersihan dan kelak dapat member kontribusi terhadap pembangunan daerah, terutama dalam memajukan pembangunan di Bantaeng," tuturnya. (T.KR-AAT/F003)
DOK : PERESMIAN ASRAMA V HPMB KOMISARIAT AS'ADIYAH SENGKANG
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182884_185977774775260_100000891153008_435538_2361636_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/182789_185977944775243_100000891153008_435547_7343915_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180447_185978528108518_100000891153008_435570_2012245_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180162_185978644775173_100000891153008_435574_149931_n.jpg
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182689_185978764775161_100000891153008_435580_5328873_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180622_185978674775170_100000891153008_435576_4654872_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/180745_185978824775155_100000891153008_435582_4589518_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/179877_185978918108479_100000891153008_435588_1857963_n.jpg
sumber : facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng February 14th, 2011, 06:05 AM Kenapa nggak dipisahkan aja kegiatan proyek2nya di Bantaeng P&D sedang foto2 ttg Bantaeng & yg lain2nya di Nusantara jadi Bantaeng punya dua thread kayak kota2 lain.
nggak pa2 bro di satuin aja.... supaya masyarakat dpt meyimak perkembangan bantaeng.. di satu thread ja... n bantaeng blm sebesar makassar jadi blm saatx untuk buat 2 thread.. klau bantaeng da maju sesuai visi n misix baru di pisahkan supaya tdk terjadi tumpang tindih..
Comeliness February 19th, 2011, 04:44 PM Bupati Bantaeng Resmikan Asrama V HPMB
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/179877_185978918108479_100000891153008_435588_1857963_n.jpg
sumber : facebook Humas Bantaeng
^^Ada tumpeng nasi kuning jadi lapar nih. :)
Putra Bantaeng February 22nd, 2011, 01:30 PM BANGUN BANTAENG, MALAYSIA SIAPKAN DUA OPSI
Bantaeng, 22/2 – Perusahaan multi nasional Malaysia, Bina Puri Group menyiapkan dua opsi untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bantaeng. Opsi tersebut berupa keinginan untuk mewujudkan The New Bantaeng.
Karthegasen Nakulan, Section Manager and Structures Bina Puri Group mengungkap hal itu ketika mempresentasikan pilihan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan reklamasi untuk proyek Bantaeng di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Selasa (22/2).
Karthegasen Nakulan yang disertai sejumlah petinggi anak perusahaan Bina Puri, Sinclair Knight Merz Sdn.Bhd mengemukakan, kedua opsi pembangunan tersebut masing-masing memiliki kekurangan dan keunggulan.
Pembangunan infrastruktur jalan dari Restoran Aroma Laut hingga ke Pelabuhan Mattoanging dengan menggunakan 4 jalur. Alternatif pertama sesuai master plan New Bantaeng bersama pengembangan reklamasinya.
Sedang opsi kedua dari Aroma Laut hingga ke jalan Pahlawan. Ini lebih pendek dan bisa lebih cepat diselesaikan karena memanfaatkan jalan lama, urainya. Ia kemudian mengatakan, alternatif pertama lebih banyak memakan biaya, selaian dikerja lebih lama juga banyak mengakuisisi lahan.
Sedang pada alternatif kedua, dapat meminimalkan akuisisi lahan serta pekerjaan yang lebih ekonomis. Kekurangannya, jalan tidak bisa memfasilitas reklamasi serta standar jalan yang lebih rendah.
Meski lebih mahal sekitar 20%, namun perusahaan dari negeri Jiran ini merekomendasikan alternatif pertama tersebut sebab untuk jangka panjang pembangunan di kawasan pesisir tersebut akan memperindah kota Bantaeng.
Pada alternatif pertama tersebut, Bina Puri menggunakan Concrete Beam yang memerlukan konstruksi yang lama, sedang pada alternatif kedua menggunakan Tensioned Girder With Cast in Situ Slab.
Pola ini selain memperpendek waktu pekerjaan juga kesalahan akan lebih rendah, bahkan bisa difasilitas jembatan sepanjang 40 meter, terang Karthegasen Nakulan.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, perkiraan anggaran untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur tersebut mencapai 57 juta dolar AS.
Kadis PU dan Praswil Arsyad Borahima menyambut baik rencana pengembang dari Malaysia itu. Menurutnya, pihaknya juga sudah melakukan study perencanaan yang sesuai dengan program tersebut.
‘’Hanya saja, kami belum menghitung biaya reklamasi sehingga perkiraan kami masih sekitar Rp 26 miliar,’’ urainya.
Bupati Bantaeng pada kesempatan itu berharap, perusahaan yang sudah membangun di berbagai negara, termasuk di Dubai tersebut tak hanya membangun infrastruktur di Bantaeng, tetapi juga fasilitas lain termasuk gedung.
‘’Kami berencana membangun gedung kembar untuk Pemda dan DPRD di areal reklamasi tersebut,’’ terangnya. Soal pendanaan sejumlah mega proyek tersebut, Nurdin mengatakan, tidak mungkin menggunakan APBD.
‘’Tak mungkin kita menggunakan APBD untuk mewujudkan The New Bantaeng,’’ tandasnya seraya mengemukakan pemanfaatan sejumlah dana APBN.(hms)
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/180749_188379901201714_100000891153008_450740_437345_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/180399_188380011201703_100000891153008_450746_5367956_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180812_188379924535045_100000891153008_450741_1439308_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183025_188380001201704_100000891153008_450745_6130904_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183123_188380087868362_100000891153008_450752_3074116_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180895_188380047868366_100000891153008_450749_6612697_n.jpg
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183788_188380117868359_100000891153008_450754_4968323_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/185724_188380161201688_100000891153008_450757_2719570_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/184899_188380204535017_100000891153008_450760_3894619_n.jpg
Sumber facebook : Humas Bantaeng
Putra Bantaeng February 22nd, 2011, 01:33 PM BOKARA DIJADIKAN PUSAT PENANGKARAN TALAS BANTAENG
Bantaeng, 21/2 – Pemda Kabupaten Bantaeng menjadikan Kampung Bokara, Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu sebagai pusat penangkaran talas. Kawasan yang berada di atas ketinggian 300 meter di atas permukaan tersebut dinilai cocok sebagai tempat penangkaran.
Kepastian untuk menjadikan kawasan yang memiliki air yang cukup tersebut ditinjau Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Senin (21/2).
Bersama bupati juga ikut anggota DPRD Bantaeng Harun Rani Kr Raja, Staf Ahli Bupati Bidang Pertanian Dr Ir Mokhtar Nawir, Kadis Kehutanan Muh Hero, Sekretaris Badang Ketahanan Pangan, Kabag Umum Mappatoba, Kasatpol PP Faizal dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Menurut Bupati Nurdin Abdullah, penangkaran bibit sangat diperlukan karena permintaan bibit yang sangat tinggi. Melalui penangkaran ini, selain yang akan dibangun laboratorium kultur jaringan diharapkan dapat mempercepat kebutuhan bibit tanaman berbasis ekspor tersebut.
Menurut Dr Ir Mokhtar Nawir, hingga kini lahan talas yang tersebar di Bantaeng sudah mencapai 100-an hectare lebih. Jika semua berproduksi, hasilnya diharapkan untuk dibibitkan kembali untuk memenuhi kebutuhan bibit yang sangat tinggi.
Begitu tingginya permintaan, sebagian produksi petani kini dibeli pedagang dari luar Bantaeng dengan harga yang lebih baik. ‘’Petani talas kini menjual produksinya Rp 1000 hingga Rp 1.500/biji,’’ terangnya.
Masih menurut Bupati Bantaeng, dengan kondisi iklim yang tidak menentu dan berakibat pada produksi sejumlah komoditas, termasuk padi, inilah saatnya kita menyiasati kondisi lahan yang ada.
‘’Kita jangan terfokus pada kekhawatiran krisis pangan, namun sebaiknya mencari solusi terbaik agar petani tidak merugi akibat iklim tersebut,’’ urainya. Ia kemudian meminta petani talas untuk melakukan tumpang sari pada setiap lahan yang dikelolanya.
Meski begitu, ia mengingatkan agar tumpang sari dilakukan dengan kacang-kacangan, cabai dan komoditi lainnya. ‘’Jangan melakukan tumpang sari dengan komoditi jagung karena jagung termasuk tanaman yang rakus hara,’’ pintanya.
Menanggapi keterbatasan pengolahan lahan, Nurdin Abdullah menjanjikan perlakuan secara mekanisasi. ‘’Insya Allah, Pemda akan bantu mekanisasi, terutama pengadaan traktor tangan,’’ ujarnya.
Pemda Kabupaten Bantaeng terus mendorong petani untuk menanam talas karena diyakini dapat meningkatkan penghasilan dibandingkan komoditi lainnya. Selain menjadi obat untuk penderita diabetes dan kanker, talas jenis safira ini juga mengandung kolagen yang sangat tinggi.
Dari sisi pemasarannya, produksi talas petani akan di ekspor ke Jepang melalui PT Global Seafood International Indonesia (GSII). Perusahaan ini menguasai 60 persen pangsa pasar talas dunia.(hms)
BUPATI BANTAENG INGATKAN JAGA POHON
Bantaeng, 21/2 – Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengingatkan masyarakat, terutama yang berada di hulu (pegunungan) untuk tetap menjaga tanaman, terutama pepohonan karena pohon dapat menampung air.
‘’Jaga tanaman, terutama pepohonan agar sumber air tetap terjaga. Sebaliknya, penebangan serampangan bisa mengakibatkan banjir dan berbagai bencana lainnya,’’ kata Bupati Bantaeng pada Maulid Nabi Besar Muhammar SAW di Desa Bonto Tappalang Kecamatan Tompobulu, Bantaeng, Senin (21/2).
Maulid yang dihadiri tokoh masyarakat setempat, dibawakan hikmahnya oleh ustadz Abd Muthalib. Ia banyak menguraikan makna mauled dan sejarah Nabi Muhammad sejak lahir hingga meninggal dunia.
Menurut Bupati, bila sumber air tetap terjaga, Pemda akan membangun instalasai pengolahan air (IPA) di desa tersebut agar masyarakat memperoleh air bersih. Karena itulah, Pemda terus mendorong masyarakat agar terus mengembangkan pertanian.
Menyinggung soal pengembangan tanaman kopi, Nurdin Abdullah mengatakan, akan berupaya mencarikan bibit. ‘’Insya Allah, kami akan mencarikan bibit kopi yang terbaik,’’ tuturnya.
Sedang untuk menjangkau sumber-sumber produksi masyarakat, Pemda juga akan member perhatian terhadap perbaikan jalan. Untuk 2011, pembangunan jalan terkonsentrasi di dalam kota.
Semua ruas jalan di dalam kota tahun ini diperbaiki dan di hot mix, terangnya. Ia kemudian meminta masyarakat untuk tidak hanya semata memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tetapi juga dapat meneladani sikap dan prilakunya.
Bupati Bantaeng kemudian mengemukakan berbagai kegiatan yang dilakukan selama memimpin kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Selama 2,5 tahun memimpin Bantaeng, banyak hal yang sudah dilakukan, termasuk memperbaiki jalan untuk menunjang produksi. Di bidang kesehatan, rumah sakit yang sudah berusia 80 tahun segera dibenahi dengan membangun rumah sakit baru berlantai delapan dan dijadikan rujukan di bagian selatan Sulsel.
Bila tak ada aral melintang, instalasi rawat darurat (IRD) modern tersebut akan diresmikan dalam waktu dekat, tuturnya sembari mengemukakan pentingnya menjaga kesehatan dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) sedini mungkin.
‘’Bila ada anak-anak tidak sekolah, segera laporkan ke Pemerindah Desa atau kecamatan agar mendapat bantuan pendidikan. Ini penting agar generasi kita makin maju,’’ tandasnya.
Bila ada yang menderita penyakit, terutama pada malam hari, dianjurkan untuk menghubungi Brigade Siaga Bencana (BSB) di nomor telepon 113. BSB yang dilengkapi mobil ambulance lengkap dengan dokter dan perawat tersebut siap menjemput.(hms)
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/185841_188376044535433_100000891153008_450679_437768_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/181540_188376061202098_100000891153008_450680_3713477_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180483_188376224535415_100000891153008_450686_1255892_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/185954_188376414535396_100000891153008_450692_2485605_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183003_188376377868733_100000891153008_450691_123586_n.jpg
Sumber facebook : Humas Bantaeng
Putra Bantaeng February 22nd, 2011, 01:34 PM BUMDES DIHARAP JADI PENYANGGA PRODUKSI PETANI
Bantaeng, 22/2 – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) diharapkan menjadi penyangga produksi petani. Karena itu, BUMDES diharap membuat perencanaan bisnis dengan baik.
Harapan tersebut dikemukakan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah saat menyerahkan bantuan kendaraan roda empat Toyota Hi-Lux kepada BUMDES Layar Terkembang Kecamatan Pa’jukukang di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Selasa (22/2).
Menurut Bupati Bantaeng, lembaga ekonomi masyarakat desa ini hendaknya melihat potensi disekitarnya. Ia kemudian meminta BUMDES Layar Terkembang untuk fokus terhadap pengembangan cabai petani.
‘’Fokus saja pada pengembangan hortikultura dataran rendah karena kawasannya memungkinkan,’’ pinta Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.
Bahkan, bila ada lahan yang memungkinkan untuk penanaman padi gogo, Pemda juga siap membantu, urainya. Ia kemudian berharap, pengembangan cabai dikembangkan ke areal seluas 300 Ha.
Tentang produksinya, ia mengingatkan Direktur BUMDES agar memanfaatkan kendaraan cold box agar produksi capai petani tidak rusak. Untuk membantu pengembangannya, Pemda segera menarik pipa untuk distribusi air ke kawasan pengembangan cabai tersebut.
Demikian pula dengan pengembangan pola penanamannya, Pemda akan menyiapkan traktor tangan (hand traktor) kepada kelompok-kelompok tani sehingga penanamannya bisa lebih cepat.
Ia berharap, selain pengembangan talas yang sudah dilakukan di berbagai kecamatan selama ini, pengembangan cabai ini juga dapat menambah pendapatan sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom A Baso Fahrir melaporkan, penyerahan bantuan kendaraan roda empat ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sama yang dilakukan 20 Januari 2011.
Dengan penyerahan ini, sudah 6 BUMDES (dari 46) yang menerima bantuan kendaraan roda empat jenis Toyota Hi-Lux. Ia berharap, BUMDES penerima bantuan benar-benar memanfaatkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyanggaan produksi masyarakat.
Ia juga mengemukakan evaluasi yang akan dilakukan terhadap BUMDES penerima bantuan tersebut agar dapat mengembangkan usahanya, jelas Baso Fahrir.(hms)
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/184223_188378337868537_100000891153008_450718_8115852_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/185655_188378357868535_100000891153008_450719_7822197_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/181966_188378377868533_100000891153008_450720_7492852_n.jpg
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183795_188378397868531_100000891153008_450721_1110394_n.jpg
Sumber facebook : Humas Bantaeng
Putra Bantaeng February 22nd, 2011, 01:35 PM ^^Ada tumpeng nasi kuning jadi lapar nih. :)
hihiihihihiihih...
Putra Bantaeng February 23rd, 2011, 04:27 AM PLTMH Bantaeng Bisa Aliri 3.500 Rumah
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Bantaeng yang memanfaatkan aliran sungai Batumassong di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu bisa mengaliri 3.500 rumah.
Dengan kapasitas 3,2 Mega Watt (MW), pembangkit yang segera dibangun itu diharapkan menambah kebutuhan tenaga listrik di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Hal itu terungkap dalam expose yang dilakukan Andik, Ketua Tim Survey Potensi Energy PLTMH PT Mega Power Makmur di hadapan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Selasa.
Expose yang dihadiri Kadis Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi H Abd Gani, Kadis Pekerjaan Umum dan Praswil Arsyad Borahima, dan sejumlah petinggi Pemda Bantaeng tersebut juga mengungkap potensi kemungkinan penambahan kapasitas dari 3,2 MW menjadi 5,2 MW karena kapasitas air di sungai itu yang masih memungkinkan.
Bila pembangkit lainnya juga dimanfaatkan maksimal, kehadiran PLTMH setidaknya dapat membantu mewujudkan Bantaeng menjadi daerah mandiri energy.
Hingga kini, kebutuhan daya listrik di Kabupaten Bantaeng mencapai 4-5 MW dan dalam waktu singkat diprediksi mencapai 20 MW. "Inipun masih kurang bila semua program Pemda berjalan," tambah Andik.
Agar pemanfaatan pembangkit ini dapat digunakan dalam jangka panjang, PT Mega Power Makmur akan memasang mesin buatan Cheko. Pembangunan PLTMH ini tak mengubah struktur tanah, dan tidak berpengaruh terhadap ekology, hydrologi dan morfologi.
Karena itu, pihaknya akan melakukan pelatihan terhadap operator pembangkit tersebut. Dia juga mengatakan, masa konstruksi PLTMH Bantaeng mencapai 1,5 tahun.
Usai pemaparan, Tim Survey PLTMH bersama Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi H Abd Gani melakukan kunjungan lapangan.(T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng February 25th, 2011, 01:34 AM PEMANFAATAN PASAR TERNAK BANTAENG DISOSIALISASI
Bantaeng, 23/2 – Pemanfaatan Pasar Ternak yang berlokasi di Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang mulai disosialisasi, Rabu (23/2). Sosialisasi yang dirangkaikan diskusi pembangunan peternakan tersebut diikuti peternak, pedagang ternak, para penyuluh peternakan, lembaga dan instansi terkait lainnya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada kesempatan itu berharap, kehadiran Pasar Ternak merupakan upaya untuk membangun jaringan pasar sekaligus mengantisipasi harapan peternak untuk meningkatkan budidaya ternaknya.
Ini penting untuk menjawab kebutuhan daging yang semakin meningkat dan seiring dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel yang mencanangkan 1 juta ekor.
Untuk mewujudkan program tersebut, Bantaeng pada 2010 mendapat bantuan pusat sebanyak 350 ekor. Sebanyak 200 ekor diantaranya sudah terealisasi dan sisanya diharapkan terpenuhi tahun ini.
Bila Pelabuhan Mattoanging beroperasi, Bantaeng diharapkan menjadi pemasok daging terbesar di bagian selatan Sulsel sebab daerah ini dilalui jalur pelayanan internasional.
‘’Kita berharap, kapal-kapal yang melintas di laut Flores bisa mampir dan melengkapi kebutuhannya di Bantaeng. Karena itu, kita harus siap, termasuk penyediaan air bersih,’’ terang Bupati Nurdin Abdullah.
Khusus Pasar Ternak ini, Bupati Bantaeng berharap segera dilengkapi fasilitas lainnya, termasuk Rumah Potong Hewan (RPH) dan kebutuhan lainnya, termasuk pupuk sehingga kawasan ini terintegrasi menjadi Pusat Pasar Ternak di bagian selatan Sulsel.
Ini cukup berasalan sebab lokasinya yang strategis berada di poros jalan nasional, urainya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng Syamsu Alam melaporkan, pembangunan Pasar Ternak di areal seluas 2 Ha ini menghabiskan dana Rp 168 juta dari Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian RI.
Tahap awal dibangun dua lods dilengkapi timbangan dan alat pemotong. Diharapkan tahun ini, Bantaeng kembali mendapat bantuan pusat untuk pengembangan lainnya.
Ia berharap, kehadiran fasilitas ini memberi manfaat terhadap peternak, pedagang dan pihak terkait lainnya. ‘’Bila semua mendapat untung, pasar ini akan berkembang,’’ tandasnya.
Kadis Pertanian dan Peternakan juga berharap, kehadiran pasar ini dapat mendorong peternak mengembangkan usaha ternaknya. (hms)
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/183851_188618857844485_100000891153008_451939_650156_n.jpg
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/184898_188618197844551_100000891153008_451924_2343251_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/185603_188618431177861_100000891153008_451928_7250539_n.jpg
Sumber facebook : Humas Bantaeng
Putra Bantaeng February 25th, 2011, 01:36 AM PASAR LELANG KOMODITI DISOSIALISASI DI BANTAENG
Bantaeng, 23/2 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sulsel bersama Dinas Perindag Pertambangan dan Energi Kabupaten Bantaeng melakukan sosialisasi Pasar Lelang Komoditi dan Sistem Resi Gudang.
Sosialisasi yang dihadiri Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Hadi Basalamah itu dilakukan kepada seluruh personil Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Kelompok Tani dan petani se Kabupaten Bantaeng serta utusan lembaga dan instansi terkait di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, di kawasan pergudangan Sasayya, Rabu (23/2).
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik sosialisasi yang dilakukan kepada seluruh ujung tombak pembangunan pertanian di daerah ini. Menurut Bupati, BUMDES merupakan motor penggerak ekonomi desa.
‘’Kita tidak mau ada petani yang panen tapi tidak mendapat apa-apa karena ketika panen, petani butuh uang. Kehadiran BUMDES mendekatkan produksi tersebut kepada pasar yang tentu saja ditunjang lembaga keuangan,’’ urainya.
Untuk mengoperasikan BUMDES, Pemda menyiapkan dana APBD masing-masing Rp 100 juta sehingga tidak ada alasan, ada BUMDES yang tidak jalan. Bahkan enam diantaranya sudah dilengkapi kendaraan roda empat untuk mengangkut produksi petani.
Khusus untuk BUMDES yang menangani sayuran, termasuk cabai dan produksi hortikultura lainnya, kini sudah ada cold storage dan mobil cold box yang dapat mengawetkan produksinya.
Disisi lain, juga sudah disiapkan lembaga yang menangani masalah kemasan sehingga semua produksi yang dapat meningkatkan pergerakan ekonomi sudah siap. Dengan begitu, jangan lagi ada pembeli yang berhubungan langsung petani, tetapi harus melalui BUMDES sebagai penyangga, urainya.
Sebelumnya, Kadis Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi H Abd Gani melaporkan kesiapan pelaksanaan Resi Gudang untuk menerima produksi petani.
Kesiapan yang sama juga dilakukan instansi terkait, termasuk BRI yang akan membantu pembelian produksi tersebut, tambahnya.(hms)
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/183965_188619674511070_100000891153008_451957_2342257_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/179865_188619704511067_100000891153008_451958_3932445_n.jpg
Sumber facebook : Humas Bantaeng
Comeliness February 27th, 2011, 04:38 AM Cekdam Balangsikuyu Bantaeng
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs778.ash1/166862_181247515248286_100000891153008_410239_8052618_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
^^Ini Cekdam utk ngatasi banjir yah.
Btw, Putra Bantaeng nggak ngikut ngelamar jadi direktur PDAM Bantaeng kan lagi ada lowongan tuh. Sorry yah oot. :)
Putra Bantaeng February 28th, 2011, 05:18 PM ^^Ini Cekdam utk ngatasi banjir yah.
Btw, Putra Bantaeng nggak ngikut ngelamar jadi direktur PDAM Bantaeng kan lagi ada lowongan tuh. Sorry yah oot. :)
yup.... hhahhhhahahhhhhhhahhahaha.... oot??????
Putra Bantaeng February 28th, 2011, 05:20 PM RSUD Bantaeng Dijadikan Pusat Layanan Jantung-Mata
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Anwar Makkatutu Bantaeng, Sulawesi Selatan, dijadikan pusat pelayanan penyakit jantung dan mata di bagian selatan Sulsel.
Sebagai tanda resminya RS tersebut menangani kedua jenis penyakit itu, dilakukan penandatanganan naskah kesepakatan (MoU) antara Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu dr HM Syafruddin Nurdin, MKes, dengan Kepala Bagian Jantung (Cardiac Centre) RSU Wahidin Sudiro Husodo Prof Dr dr Ali Aspar Mappahiya dan Kepala Bagian Mata Fakultas Kedokteran Unhas Prof Dr dr Habibah, di Bantaeng, Sabtu.
Penandatanganan yang disaksikan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah merupakan rangkaian peresmian Gedung Instalasi Rawat Darurat (IRD) dan Poliklinik Spesialis RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu.
Ahli jantung RS Wahidin Sudiro Husodo Prof Dr dr Ali Aspar Mappahiya dan ahli mata Fakultas Kedokteran Unhas Prof Dr dr Habibah serta penggagas Rumah Sakit Maritim Dr dr Nurdin Perdana pada kesempatan itu melakukan testimoni.
Prof Ali Aspar mengatakan, penunjukkan RSUD Bantaeng menjadi pusat pelayanan penyakit jantung di bagian selatan Sulsel merupakan bagian dari perluasan pelayanan setelah kegiatan yang sama di Sorowako dan Parepare.
Menurutnya, meski petugas Cardiac Centre sangat terbatas (kurang dari 10 orang), namun pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada penderita penyakit penyebab kematian nomor satu di dunia itu.
Penyakit ini menunjukkan kecenderungan kenaikan. "Kita prihatin dan sekaligus menjadi tantangan. Karena itu, kami memperlebar pelayanan agar tidak menumpuk di satu tempat," katanya.
Pelayanan di RSUD Bantaeng setaraf dengan di RS Wahidin dan diharapkan mengantisipasi penderita penyakit jantung di Bone, Sinjai, Selayar, Bulukumba, Jeneponto dan daerah lainnya di bagian selatan Sulsel, tambahnya.
Ahli penyakit jantung RS Wahidin itu berharap, perluasan pelayanan ke bagian selatan Sulsel ini dapat mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung. Agar sumber daya manusia yang dapat memberikan pelayanan semakin banyak, diharapkan semakin banyak dokter yang mempelajari penyakit ini.
"Kami berharap di RS ini menjadi tempat belajar agar semakin banyak yang memiliki kompetensi di bidang penyakit jantung, terlebih dengan adanya peralatan moderen yang sudah dimiliki RS Bantaeng," tuturnya.
Demikian pula dengan penderita penyakit mata. RS Bantaeng kini memiliki peralatan moderen. Bahkan ada alat yang tidak dimiliki rumah sakit di Makassar. Dengan peralatan tersebut, kemungkinan RS Bantaeng dijadikan pusat rujukan untuk penyakit mata di Sulsel.
Dengan posisinya yang berada di tepi pantai, RS Bantaeng juga dapat dijadikan RS Maritim untuk mengantisipasi penyakit yang diderita masyarakat di pesisir dan kepulauan, tambah Dr dr Nurdin Perdana, penggagas rumah sakit kelautan tersebut.
Untuk menjangkau masyarakat pesisir dan pulau tersebut, harus disiapkan fasilitas ambulance laut. Ia berharap, peralatan canggih yang dimiliki RS Bantaeng tersebut ditangani tenaga ahli agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, RS Bantaeng tak hanya dijadikan Hospital Marine tetapi juga dirancang menjadi Tourism Hospital.
"Kami berharap, dengan letak yang strategis, masyarakat di bagian selatan Sulsel memanfaatkan dengan baik. Bahkan, kita berharap, pasien yang datang, belum diobati sudah sembuh karena pemandangan yang berbeda dengan rumah sakit lainnya," ucap Bupati.
Ia juga berharap kepada pengelola RSUD Prof Anwar Makkatutu agar memiliki standar pelayanan yang sama meski kelasnya berbeda. "Boleh saja kelas berbeda, namun pelayanan harus tetap standar," pintanya.
Bupati berharap, pembangunan gedung baru RSUD Anwar Makkatutu secepatnya dilaksanakan. Gedung baru tersebut dirancang berlantai delapan di atas lahan hasil revitalisasi pantai seruni.
Sebelumnya, Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu melaporkan, pembangunan IRD berukuran 18 X 25 meter bujur sangkar yang dibangun di atas tanah revitalisasi tersebut dilakukan akhir September 2010.
Untuk memberikan pelayanan terbaik, ruang tersebut dibagi tiga masing-masing untuk pelayanan administasi di bagian tengah, sedang bagian kanan ruang tindakan bedah dan bagian kiri untuk tindakan non bedah.
Untuk mengantisipasi pengembangan rumah sakit ini, manajemen RSUS Bantaeng sudah melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM), baik kualitas maupun kuantitasnya.
Selain itu, juga dilakukan pengembangan kelembagaan karena target tahun ini RSUD Bantaeng menjadi Badan Layanan Umum (BLU) yang kini sudah dalam tahap persiapan serta pengembangan produk layanan yang diwujudkan dalam bentuk pembukaan pelayanan klinik jantung dan mata, jelas dr Syafruddin Nurdin.(T.KR-AAT/F003)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng February 28th, 2011, 05:21 PM Hijaukan Kota Bantaeng, BRI Tanam Pohon
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Untuk membantu menghijaukan Kota Bantaeng, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bantaeng melakukan penanaman pohon di sepanjang Pantai Lamalaka, Bantaeng, Sabtu.
Kegiatan bertitel Go Green BRI Bantaeng Satu Pohon Seribu Jiwa tersebut merupakan wujud kepedulian jajaran BRI untuk turut mengambil bagian dalam menghijaukan Kota Peraih Adipura ini.
Penanaman 500 pohon jenis ketapang tersebut diikuti Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Pemimpin BRI Bantaeng Widayat, Sekda HM Yasin, dan unsur Muspida di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik kepedulian jajaran BRI di wilayah kerjanya yang ingin melihat kota ini tetap hijau. "Saya berharap, penghijauan ini tak hanya dilakukan di kota tetapi juga hingga ke gunung," pintanya.
Menurut Bupati, bila semua memberi dukungan seperti yang dilakukan BRI, Adipura dapat dipertahankan dan tidak tertutup kemungkinan kita bisa meraih Adipura Kencana.
Ia mengingatkan, pohon yang ditanam ini dpaat dijaga dan dipelihara sebab menanam lebih mudah dibanding memelihara. "Menanam dan memelihara merupakan ibadah," tambahnya.
Bupati Bantaeng juga memberikan gambaran indahnya Pantai Lamalaka Bantaeng ini bila kelak tembus ke batas Kabupaten Jeneponto, Bantaeng diharapkan menjadi Water Front City.
Sebelumnya, Pemimpin BRI Cabang Bantaeng Widayat melaporkan kegiatan penanaman yang dipusatkan di sepanjang Pantai Lamalaka merupakan wujud kepedulian untuk menjadikan Kota Bantaeng sebagai kota hijau dan sejuk.
Ia berharap, lebih banyak lagi pohon yang dapat ditanam untuk menyejukkan kota sebagai partisipasi untuk mempertahankan Adipura.(T.KR-AAT/F003)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng February 28th, 2011, 05:21 PM Bantaeng Kembangkan Bibit Inpari-6
Jumat, 25 Februari 2011 23:10 WITA | Daerah | Dibaca 15 kali
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah mengembangkan bibit hibryda dan berbagai jenis bibit padi lainnya, Pemda Kabupaten Bantaeng kini mengembangkan bibit Inpari-6 yang menghasilkan beras berkualitas super.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan hal itu pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Nurul Ihsan Katabung, Desa Pattaneteang, Bantaeng, Jumat.
Menurutnya, Inpari-6 memiliki aroma khas yang harum serta sangat pulen dan tidak mudah basi dibandingkan membramo yang sudah dikenal selama ini. Bibit yang dikembangkan dari membramo ini juga memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.
Staf ahli Bupati Bantaeng Bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir mengakui, dari hasil uji coba yang dilakukan menunjukkan peningkatan 40 persen. Hasil panennya kemudian ditangkar kembali dan dikembangkan di areal 10 Ha di Panaikang, Kecamatan Bissappu.
"Kini hasil pengembangan itu sudah dikembangkan masyarakat," jelas Mokhtar Nawir yang optimistis jenis ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat, selain 20 jenis lainnya yang sudah ditangkar Pemda Bantaeng.
Bupati Bantaeng mengatakan, untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya padi, pemerintah sebaiknya tidak lagi memberikan bibit gratis yang tidak berkualitas.
"Lebih baik Pemerintah Pusat memberikan dalam bentuk dana yang dimasukkan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pada memberikan bibit gratis tapi tingkat kesuburannya rendah," ucapnya.
Ia kemudian mengemukakan pentingnya melakukan penangkaran sendiri agar diperoleh bibit berkualitas, tentu melalui proses teknologi, tambah Bupati yang bertekad menjadikan Bantaeng menjadi pusat benih berbasis teknologi.
Bantaeng harus terus melakukan inovasi untuk menyiasati keterbatasan lahan, urainya lagi.
Menanggapi pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilakukan masyarakat Katabung, Desa Pattaneteang, ia berharap tak hanya melakukan peringatan dan silaturahim, tetapi lebih penting meneladani prilaku Nabi Muhammad SAW.
Salah satu teladan yang harus dilaksanakan, terutama oleh pejabat adalah memperhatikan kondisi masyarakatnya. "Pantau kondisi masyarakat. Jangan sampai ada yang tidak makan," ujarnya.
Menjadi pemimpin harus memiliki kepekaan agar kita dapat menghilangkan ketertinggalan dari daerah ini. Ia juga mengingatkan, agar masyarakat menjaga pepohonan (hutan) yang ada karena ini merupakan sumber cadangan air.
"Tanpa pohon, air akan meluncur langsung ke sungai," terangnya. Untuk mempercepat produksi mencapai pasar, semua jalur jalan akan diaspal da diharapkan 2012 sudah rampung.
Perbaikan infrastruktur jalan sangat penting sebab potensi Bantaeng yang tersebar dari pesisir hingga ke gunung. Dengan potensi tersebut, masyarakat Bantaeng tidak layak miskin.
Di bidang kesehatan juga sudah disiapkan fasilitas tanggap darurat yang siaga 24 jam. Fasilitas yang dilengkapi 19 orang dokter dan 21 tenaga medis tersebut siap membantu masyarakat. "Cukup menelpon ke 113, bila ada yang sakit, ambulance yang dilengkapi dokter dan perawat tersebut akan segera meluncur," tambahnya.
Ustadz KH Arifuddin Lc yang membawakan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW mengingatkan ummat Islam agar tidak terlena dengan perkembangan yang seringkali membuat kita lupa terhadap kehebatan Allah.
Kadang kita lebih sering memuji ciptakan manusia yang berhasil membuat bangunan mewah dan semacamnya, tapi kita melupakan keagungan Tuhan yang sudah menciptakan manusia dan alam semesta.
Bahkan, terkadang ada manusia yang diberi pangkat dan jabatan serta kekayaan yang menjadi sombong dan angkuh, padahal kita tak ada apa-apanya dihadapan Allah.
Karena itu, ia berharap masyarakat menghidupkan masjid dan tempat-tempat ibadah agar lebih banyak mengingat Allah. Nabi Muhammad sendiri mendapat gelar Al Amin karena kejujurannya sejak kecil.
Itulah sehingga ummat Islam diminta dapat meniru prilaku Nabi yang ditunjang dengan ahlak yang mulia, urainya. (T.KR-AAT/F003)
Putra Bantaeng February 28th, 2011, 05:33 PM DOK : PERESMIAN INSTALASI RAWAT DARURAT
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/183684_189565681083136_100000891153008_457577_2467804_n.jpg
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/183917_189565131083191_100000891153008_457566_7108696_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/181545_189564994416538_100000891153008_457555_7696183_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/183446_189564814416556_100000891153008_457544_4551667_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/180752_189565194416518_100000891153008_457569_556668_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183798_189564784416559_100000891153008_457542_1836929_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182292_189564757749895_100000891153008_457541_6619542_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/184240_189564451083259_100000891153008_457532_1145896_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183701_189564487749922_100000891153008_457534_4368372_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/184955_189564651083239_100000891153008_457537_8274305_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/181532_189565211083183_100000891153008_457570_8110835_n.jpg
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/184703_189565264416511_100000891153008_457572_542580_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/185729_189565244416513_100000891153008_457571_1857604_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182259_189565157749855_100000891153008_457567_6855869_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng March 7th, 2011, 08:01 AM DOK : GO GREEN BRI BANTAENG
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/185929_189569027749468_100000891153008_457665_7165838_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/185803_189569451082759_100000891153008_457689_3795435_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng March 8th, 2011, 03:38 AM Mangga Garifta akan Dikembangkan di Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Hasanuddin Ibrahim akan mengembangkan berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi tinggi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Salah satu jenis tanaman itu adalah mangga garifta, mangga yang berasal dari Afrika yang buahnya tidak berwarna hijau. Buah mangga ini berwarna merah hati dengan rasa yang enak, ujarnya pada panen cabai di Desa Baruga, Kecamatan Pa'jukukang, Bantaeng, Senin.
"Untuk dapat bersaing, jangan lagi kita menanam mangga yang warnanya hijau. Itu biasa. Di China, mangga warna hijau bahkan dinilai tidak sopan karena dianggap mentah," tuturnya.
Karena itu, lanjutnya, supaya kita bisa bersaing dan memperoleh harga yang bagus, tanaman kita harus beragam. Ini juga agar tidak beresiko bila terjadi fluktuasi harga terhadap suatu komoditi, ucap Dirjen.
Tahap awal, tambahnya, akan diuji coba pada lahan satu hektare. "Insya Allah kami akan kirim Oktober tahun ini," urainya. Selain mangga garifta yang dinilai cocok pada berbagai lahan di Bantaeng, Kementerian Pertanian juga akan menguji coba pengembangan jeruk keprok 55 ha yang warnanya oranye.
"Pokoknya kita harus memiliki banyak variasi agar menarik dan memiliki harga jual yang baik," tambahnya seraya memberi contoh penanaman mangga yang bisa dilakukan tumpang sari dengan tanaman cabe atau jenis tanaman lainnya.
Di luar negeri seperti Jepang, harga buah sangat menjanjikan. Ia memberi gambaran buah melon yang mencapai Rp500 ribu/buah, manggis Rp50 ribu/buah. Meski begitu, dalam mengelola hasil pertanian juga perlu diperhitungkan mengenai jarak dengan pasar.
"Kita harus tahu, untuk tanaman cabe dan tomat memiliki daya tahan lemah sehingga harus dekat dengan pasar," tambah Dirjen Hortikultura yang mengemukakan kebanggaannya kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang memiliki inovasi tinggi di bidang pertanian.
"Saya berharap kepada masyarakat daerah ini agar memberikan dukungan kepada Bapak Bupati yang sangat luar biasa membuat inovasi untuk kemajuan daerah dan masyarakatnya. Dan, karena inovasi itu pula Bantaeng sudah keluar dari daerah tertinggal," urainya.
Ia kemudian menyebut beberapa komoditi yang memiliki prospek pasar yang baik seperti bawang putih yang hingga kini masih didatangkan dari luar negeri (impor). Dirjen juga mengingatkan pemanfaatan potensi lahan agar tidak bersinggungan.
"Usahakan, tanaman yang berada pada dataran tinggi agar tidak di tanam pada dataran rendah," tambahnya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, produksi petani akan dikemas dengan baik melalui rumah kemasan yang sudah ada, sedang pemasarannya juga sudah disiapkan pasar tradisional moderen serta area persinggahan di Korong Batu.
Kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas wisata pantai sehingga dipastikan akan banyak orang yang akan berkunjung ke kawasan tersebut, urainya.
Ia juga mengemukakan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang menjadi penyangga terhadap produksi petani tersebut.
Menjawab pertanyaan mengenai kendala air yang masih dihadapi petani, Bupati Nurdin Abdullah mengatakan, segera dilakukan pipanisasi dengan memanfaatkan potensi air dari Cekdam Batu Massong.
Pada tahap awal, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel membantu tiga unit pompa air dan bila memungkinkan akan dibangunkan embung penampungan air di kawasan itu, tambah Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Lutfi Halide.(T.KR-HK/F003)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng March 8th, 2011, 03:42 AM Dirjen Hortikultura Panen Cabai di Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Hasanuddin Ibrahim melakukan panen cabai di Desa Baruga, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin.
Dirjen melakukan panen bersama Direktur Pengolahan Nasruddin, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Lutfi Halide dan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.
Panen di atas lahan seluas 1,3 Ha milik Kelompok Tani Samaturu tersebut juga disertai Ketua DPRD Hj Novrita Langgara, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam dan sejumlah petinggi lainnya.
Cabai yang dipanen tersebut merupakan komoditi cabe besar varietas tombak satu serta cabai keriting dengan usia empat bulan. Panen ini dilakukan secara bertingkat antara panen perdana hingga panen ketujuh dengan varietas yang sama, terang Ketua Kelompok Tani Samaturu Darwis.
Menurut dia, penanaman cabai kelompoknya dilakukan dengan menggunakan sistem musa (bedengan yang memakai plastik).
Untuk menunjang minat tanam petani, ia berharap kepastian pasar agar tidak terjadi kesenjangan yang terlalu besar antara harga di tingkat petani dengan harga di pasaran.
Baik Bupati maupun Dirjen Hortikultura menyambut baik keseriusan petani Bantaeng menanam cabai. Tanaman ini memiliki prospek pasar yang baik terutama dalam beberapa bulan terakhir.
Di Jakarta, harga cabai pernah mencapai di atas angka Rp100 ribu/kg, kata Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Lutfi Halide. Ia juga mengatakan, produksi cabai Sulsel meningkat 30 persen.
"Saat harga di atas Rp100 ribu/kg, kita juga pernah memenuhi pasar di Pulau Jawa," ujarnya seraya berharap dengan harga cabai yang relatif baik, petani dapat menikmati pendapatan yang baik untuk peningkatan kesejahteraan.
Lutfi Halide juga mengemukakan, kerjasama dengan pasar moderen Carrefour juga siap menampung produk pertanian daerah ini. Untuk menunjang hal itu, pihaknya menyiapkan kendaraan pengawet (coldbox) untuk memperpanjang daya tahan komoditi.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, pengembangan hortikultura dataran rendah (cabe, bawang merah dan sayuran daun) dilakukan di areal lahan seluas 3.000 Ha.
Sedang potensi lahan buah-buahan dilakukan seluas 4.000 Ha. Dari jumlah lahan tersebut, sebanyak 2.500 Ha jeruk keprok dan 1.500 ha manggis. Khusus untuk buah-buahan sub tropis seperti apel dan strawberry juga sudah mulai dikembangkan pada daerah dataran tinggi sebagai komoditi unggulan daerah.
Pengembangan kedua jenis tanaman yang juga berfungsi konservasi itu, sekaligus menandai pengembangan kawasan agrowisata di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ucap Bupati HM Nurdin Abdullah. (T.KR-HK/F003)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng March 8th, 2011, 05:14 AM http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/34804_1381956728153_1809010010_737296_207346_n.jpg
Putra Bantaeng March 11th, 2011, 02:09 AM Bupati Bantaeng Buka Rekening Tampan Bank Sulsel
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) – Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah membuka rekening Tabungan Masa Depan (Tampan) Bank Sulsel.
Pembukaan rekening bersama Kadis Koperasi dan UKM Bahtiar Karim tersebut disaksikan Pimpinan Bank Sulsel Cabang Bantaeng Irfan Wiraguna Roem di gedung baru Kantor Bank Sulsel Bantaeng, Kamis.
Pada kesempatan itu juga dilakukan Sosialisasi Pusat Jajan Serba Ada (Pujasera) di kawasan Losari Lamalaka terhadap calon pedagang di kawasan itu.
Sejak produk Bank Sulsel itu diluncurkan pertengahan Februari di kantor Pusat Bank Sulsel, jenis tabungan yang memiliki sejumlah keunggulan, selain syaratnya mudah, juga dilengkapi asuransi kecelakaan. Selain itu, suku bunganya tinggi dengan jangka waktu fleksibel itu langsung mendapat sambutan.
"Itu karena nasabah dapat menentukan sendiri waktu yang diinginkan minimal dua tahun dengan perlindungan asuransi hingga Rp50 juta," jelas Irfan Wiraguna. Ia kemudian mengatakan, jenis tabungan ini dapat mewujudkan rencana masa depan keluarga.
Dengan Tampan, bisa digunakan untuk biaya pendidikan, pembelian kendaraan, perjalanan wisata dan ibadah maupun untuk rencana pernikahan, tambahnya.
Tampan juga dapat dijadikan sebagai tujuan investasi dalam mata uang rupiah dengan sistem setoran rutin bulanan tetap setiap bulan yang besarnya disesuaikan kebutuhan dan kemampuan penabung, urainya.
Untuk menunjang nasabah di wilayah kerjanya, Irfan kini mempersiapkan counter khusus bagi nasabah Tampan. Selain itu, Bank Sulsel Bantaeng akan melakukan sosialisasi ke sekolah dan kantor-kantor.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, tabungan ini sangat cocok bagi PNS karena bisa dilakukan pemotongan langsung dan tetap sesuai permintaan. Selain itu, masyarakat umum juga bisa memanfaatkan fasilitas Tampan.
"Hanya dengan setoran Rp100 ribu, nasabah sudah bisa merasakan manfaat Tampan," tuturnya seraya meminta kepada semua pihak, termasuk pelajar agar segera mendatangi kantor Bank Sulsel terdekat.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap kehadiran lembaga perbankan di daerah ini dapat memberikan penguatan modal sehingga pedagang yang memenuhi Pujasera bisa mengembalikan kreditnya.
Untuk merangsang pedagang memenuhi kawasan Losari Lamalaka itu, ia berharap, dinas terkait memberikan kemudahan kepada pedagang. "Jangan memberatkan. Pungutan diharapkan hanya biaya pemeliharaan saja," pintanya.
Komitmen Pemda sangat jelas dalam mengawal usaha mikro agar tumbuh dan berkembang sehingga lebih banyak yang menyimpan dananya di daerah ini. "Meski usahanya kecil, bila banyak yang berkunjung tentu akan lebih banyak yang menikmati," tambahnya lagi seraya mengemukakan penyediaan rest area di kawasan pengembangan wisata Pantai Marina Korong Batu.
Rest area tersebut tak hanya bisa beristirahat tetapi juga disiapkan kelengkapan, pasar hingga masjid ditunjang lapangan parkir yang luas serta pemandangan pantai.
Sebelumnya, Kadis Koperasi dan UKM Bahtiar Karim melaporkan, untuk meramaikan Pujasera di sepanjang Pantai Lamalaka tersebut Kementerian PDT telah menyumbang 60 tenda.
Bantuan yang sama juga datang dari BRI sebanyak 10 tenda bersama gerobak penjualan serta Bank Sulsel sebanyak 15 tenda dan gerobak penjualan. Masih menurut Bahtiar, selain Pantai Lamalaka, pihaknya juga akan melakukan penataan di Pantai Seruni.(KR-AAT/F003)
Comeliness March 11th, 2011, 04:36 PM By Jokar30 (http://www.flickr.com/photos/76452559@N00/3794071973/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3514/3794071973_13cbcbb19d_z.jpg
Bissappu waterfall.
Putra Bantaeng March 13th, 2011, 01:27 AM BRI Peka Terhadap Pembangunan Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah menilai, BRI cabang Bantaeng sangat peka terhadap pembangunan di daerah ini, namun untuk mewujudkannya, tentu membutuhkan dukungan dari Kantor Wilayah.
Hal itu dikemukakan Bupati saat menyambut kunjungan para petinggi BRI Wilayah Makassar di Bantaeng, Jumat, yang terdiri dari Wakil Pemimpin Wilayah BRI Makassar, Sutarto bersama Kacab BRI Bantaeng Widayat, Kepala Kredit Program Kantor Wilayah Darmanto dan sejumlah petinggi bank BUMN itu.
Sedangkan Bupati didampingi Sekda HM Yasin MT, Kadis Koperasi dan UKM Bahtiar Karim, Kadis Perindag Tamben H Abd Gani, Kadis Pertanian dan Peternakan H Syamsu Alam, Kadis PU dan Praswil Arsyad Borahima, Kabag Pembangunan Iskandar Adam, Kabag Humas Alam Nur dan sejumlah petinggi serta Kepala Kecamatan.
Bupati menilai kunjungan ini sebagai berkah bagi masyarakat Bantaeng, terutama para pemangku kepentingan sebab kedatangan para petinggi itu untuk membantu pembangunan daerah ini, terutama usaha kecil menengah (UKM).
Bupati mengemukakan perkembangan pembangunan di Bantaeng dalam dua tahun terakhir, selain pembangunan sejumlah industri berbasis ekspor dan yang segera dibangun, seperti industri tapioka, dan industri cuka.
Komoditi terbaru yang sedang dikembangkan, tambah Bupati adalah talas yang juga berbasis ekspor. Untuk pengembangan tanaman ini, Bupati mengakui masih terkendala bibit.
Di sepanjang pantai, dikembangkan rumput laut. Tanaman ini juga diminati pengusaha Rusia yang kini sedang membuat grand desain. Salah satu kendala yang dihadapi untuk mendorong sektor industri adalah keterbatasan daya listrik.
Kebutuhan listrik yang selama ini hanya 5 MW diperkirakan mencapai 20 MW pada 2013 menyusul maraknya pembangunan fisik termasuk pembangunan rumah sakit moderen berlantai delapan serta sejumlah hotel.
Untuk menyiasati keterbatasan itu, kini Pemda mengembangkan PLTMH yang bisa mencapai 20-an MW, ujar Bupati Bantaeng seraya mengemukakan sejumlah bantuan BRI untuk pengembangan Pusat Jajan Serba Ada (Pujasera) di sepanjang Pantai Losari Lamalaka.
Wakil Pemimpin Wilayah BRI Makassar Sutarto mengatakan, kunjungannya ke Bantaeng merupakan kelanjutan dari kerjasama yang dilakukan antara Kantor Cabang BRI dengan Pemda Bantaeng, sejak Januari 2011.
Menurut dia, dana yang dihimpun BRI dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk kredit untuk membiayai sektor produktif agar terjadi peningkatan pendapatan melalui peningkatan lapangan kerja.
Peningkatan ekonomi riil tersebut tentunya juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, BRI ingin berkontribusi lebih, terang Sutarto seraya memperkenalkan produk layanan terbaru dari BRI untuk pengelolaan kas daerah yang diberi nama Cash Management System (CMS).
Produk layanan berbasis internet ini lebih memudahkan transaksi keuangan sehingga menjadi solusi terbaik dan hemat biaya, waktu maupun percepatan informasi, ujarnya.(T.KR-HK/F003)
Putra Bantaeng March 13th, 2011, 01:28 AM http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/66386_166801839997121_100000019192600_584859_1220333_n.jpg
Putra Bantaeng March 14th, 2011, 02:40 AM Tim BRI Kunjungi Industri Surimi Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Tim BRI yang terdiri dari Wakil Pemimpin Wilayah Sutarno, Kepala Kredit Program Kantor Wilayah BRI Makassar Darmanto dan sejumlah petinggi lainnya mengunjungi industri produk surimi siap ekspor di Bantaeng, Minggu.
Para petinggi BRI yang didampingi Pemimpin BRI Cabang Bantaeng Widayat tersebut diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan Presiden Direktur PT Global Seafood International Indonesia (GSII) Mitamura Michihiro di industri pengolahan ikan tersebut.
Rombongan BRI menyaksikan proses memasukan ikan hingga proses menjadi surimi beku (frozen surimi) serta mendapat menjelasan dari Bupati dan Presdir PT GSII.
Industri yang berpangkalan di Kawasan Industri Bantaeng itu hingga kini belum berproduksi maksimal karena keterbatasan bahan baku. Industri yang seluruh produknya itu di ekspor ke Jepang baru berproduksi sekitar 10 hingga 14 ton/hari dari kapasitas produksi 40 ton/hari.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, PT GSII hingga kini masih mendatangkan ikan dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia. Dalam keadaan tertentu, terutama pada musim angin dan ombak, GSII memproduksi surimi dari ikan bandeng.
BRI sendiri yang sudah menjalin kerjasama dengan Pemda Kabupaten Bantaeng menyiapkan fasilitas kredit bidang perikanan, termasuk rumput laut. "Kami juga menyiapkan pembiayaan di sektor pertanian dalam bentuk Kredit Ketahanan Pangan dengan bunga rendah lima persen tahun.
Selain itu, masih ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang hingga kini sudah disalurkan sebanyak Rp1,2 triliun di Sulsel, tambah Kepala Kredit Program Kantor Wilayah BRI Makassar Darmanto.
Menurutnya, BRI memiliki komitmen penuh untuk membantu pembangunan di sektor usaha yang bisa dikembangkan. Ia mengakui, hingga kini dunia usaha di Kabupaten Bantaeng belum memanfaatkannya secara maksimal.
Terbukti dengan daya serap kredit, termasuk KUR yang baru mencapai puluhan miliar. "Dibandingkan dengan Rp1,2 triliun, angka puluhan miliar masih sangat kecil," tambah Darmanto.
Ia kemudian mengajak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memberi pembinaan lebih intensif agar dunia usaha di daerah ini bisa lebih maju seiring keinginan Pemda untuk menjadikan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel. (T.KR-HK/F003)
Putra Bantaeng March 14th, 2011, 02:41 AM Mahasiswa Unhas Tanam Bakau di Bantaeng
http://bimg.antaranews.com/makassar/2011_03/small/pantai-marina-3.jpg
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Mahasiswa Fakultas Kelautan Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) menanam pohon bakau (mangrove) di kawasan wisata Pantai Marina Korong Batu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Minggu.
Penanaman sebanyak 1.000 batang mangrove tersebut dilakukan di sepanjang pantai bagian belakang yang menghubungkan aliran sungai di sekitar kawasan wisata tersebut.
Penanaman yang dipandu 20 dosen bersama Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah tersebut merupakan bagian dari praktek kerja lapang terpadu 150 mahasiswa semester IV hingga semester VI, terang Ahmar Mallawa, dosen yang turut memandu penanaman tersebut.
Menurutnya, penanaman mangrove diharapkan menjadi lahan konservasi, menahan gerusan air dan sekaligus mempersubur lahan sehingga kelak juga menjadi tempat makan ikan serta dapat mengundang ikan besar ke kawasan ini.
Menurut Ahmar Mallawa, selain menanam mangrove, mahasiswa juga melakukan praktek penangkapan ikan bersama nelayan agar mendapat pengalaman lapangan setelah memperoleh teori di kampus.
Ini sesuai dengan program studi pemanfaatan sumber daya ikan dan manajemen sumber daya perairan, ujarnya seraya mengemukakan kesiapan pihaknya membantu Pemda Kabupaten Bantaeng untuk meningkatkan budidaya perikanan serta pengembangan rumput laut di bagian selatan Sulsel.
Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya segera melakukan kerjasama dengan Dinas Perikanan Bantaeng serta lintas sektor terkait lainnya untuk melakukan pengadaan kebun bibit dan budidaya lainnya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik kepedulian mahasiswa Fakultas Kelautan Jurusan Perikanan Unhas terhadap upaya budidaya dan pengembangan sumber daya kelautan di daerah ini.
"Kami berterima kasih atas perhatian para mahasiswa Unhas yang tak hanya memberi perhatian pada pelestarian alam dengan menanam mangrove tetapi juga terhadap upaya budidaya yang segera dilakukan di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini," ucapnya.
(T.KR-HK/F003)
Putra Bantaeng March 16th, 2011, 03:58 PM http://i46.tinypic.com/m8iwsl.jpg
sumber :bonthain.blogspot.com
Putra Bantaeng March 16th, 2011, 04:00 PM http://i282.photobucket.com/albums/kk280/mrwhy_album/btg100_8595.jpg
http://i282.photobucket.com/albums/kk280/mrwhy_album/btg100_8593.jpg
sumber : maklukidup.blogspot.com
Putra Bantaeng March 17th, 2011, 03:05 AM Bantaeng Siapkan Rp7 M untuk Benahi TPI Birea
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemda Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan siap melakukan pembenahan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Birea di Kecamatan Pa'jukukang dengan dana Rp7 miliar, agar nyaman bagi nelayan maupun masyarakat yang akan membeli ikan.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor) yang dilangsungkan di TPI tersebut, Rabu sert dihadiri Pemimpin BRI Bantaeng Widayat dan Pemimpin Bank Sulsel Irfan Wiraguna Roem, Sekda HM Yasin, Asisten I Muslimin Maharang dan para Kepala Dinas (SKPD) terkait dengan dipimpin Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.
"Sebanyak Rp4 miliar untuk perluasan dan pembangunan pabrik es, sisanya untuk pengembangan pendaratan kapal," kata Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah.
Menurut dia, TPI Birea memiliki letak strategis, selain berada di jalan poros provinsi, juga dekat dengan pasar Lambocca, Pasar Tradisional Moderen Korong Batu dan industri pengolahan ikan PT Global Seafood International Indonesia (GSII).
Kenapa TPI ini tidak berkembang, lanjutnya karena tidak memiliki daya tarik akibat tak ada fasilitas untuk nelayan maupun pengunjung sehingga TPI itu harus segera dibenahi dan dilengkapi fasilitas.
Fasilitas yang akan dilengkapi diantaranya pabrik es. Dan yang mendesak adalah kebutuhan pompa air untuk menjaga kebersihan. Demikian pula terhadap drainase agar bau busuk tidak tertinggal.
Untuk nelayan juga ada tempat untuk membersihkan badan dan tempat ganti pakaian, mushala serta fasilitas penyediaan bahan bakar. "Bila ini bisa diwujudkan, masyarakat di sekitar tempat ini juga akan kebagian rezki karena pengunjung butuh kebutuhan lainnya seperti tempat makan, kedai yang menjual kebutuhan sehari-hari dan lain-lain," ujarnya.
Ke depan, bila TPI ini sudah dikenal, kapal tuna juga akan merapat dan berpangkalan di daerah ini. Karena itu, kebutuhan logistik para awak pakal tersebut dipersiapkan sejak dini, katanya.
"Buat TPI ini semenarik mungkin, agar menjadi perhatian. Dengan begitu, orang akan datang," ucap Bupati yang meminta masing-masing SKPD mengambil peran penting menjadikan TPI Birea memiliki daya tarik.(T.KR-HK/S025)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng March 17th, 2011, 03:07 AM Bantaeng-Bulukumba Sepakat Membangun Perbatasan Bersama
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan bersepakat untuk membangun perbatasan bersama.
Rencana pembangunan tersebut akan ditindaklanjuti dalam bentuk penandatanganan naskah kesepakatan (MoU) antara kedua belah pihak.
Hal itu terungkap dalam pertemuan silaturahmi kedua bupati di kawasan pengembangan wisata Pantai Marina Korong Batu, Rabu.
Pertemuan tanpa protokoler tersebut dihadiri Pemimpin Cabang BRI Bantaeng Widayat, Kadis Perindag Tamben H Abd Gani, Kadis PU dan Praswil Arsyad Borahima dan petinggi lainnya.
Menurut Zainuddin, pembangunan perbatasan ini sangat penting sebagai gerbang bagian selatan Sulsel. Bantaeng sudah membangun kawasan wisata yang dilengkapi area peristirahatan serta pasar tradisional moderen.
"Ini sangat baik terhadap masyarakat kedua daerah serumpun ini sebab masyarakat Bulukumba juga bisa menikmati fasilitas tersebut," ujarnya dan diiyakan Bupati Nurdin Abdullah.
Sebaliknya, Bulukumba segera membangun industri pengolahan padi yang memungkinkan petani kedua daerah memanfaatkan fasilitas tersebut, tambah Zainuddin Hasan.
Menurut keduanya, kesepakatan pembangunan wilayah sangat penting untuk mewujudkan wilayah selatan Sulsel sebagai pusat ekonomi baru. Ini dimaksudkan untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat kedua daerah.
"Kita akan membangun bersama fasilitas. Kalau Bantaeng membangun Rumah Sakit, maka Bulukumba akan membangun fasilitas lain yang belum dibangun di Bantaeng. Demikian sebaliknya sehingga tidak terjadi persaingan. Kita harus tumbuh bersama," ucap Bupati Zainuddin.
(T.KR-HK/F003)
COPYRIGHT © 2011
Putra Bantaeng March 17th, 2011, 03:07 AM By Jokar30 (http://www.flickr.com/photos/76452559@N00/3794071973/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3514/3794071973_13cbcbb19d_z.jpg
Bissappu waterfall.
keren2.. :banana::banana::banana:
Putra Bantaeng March 17th, 2011, 04:14 AM Mendag Beri Bantuan Bantaeng Rp25 Miliar
BANTAENG– Menteri Perdagangan (Mendag) RI Mari Elka Pangestu memberi anggaran pembangunan sekitar Rp25 miliar untuk Kabupaten Bantaeng.
Bantuan akan diberikan saat kunjungan Mendag bersama lima Direktur Jenderal (Dirjen) Kemendag ke Kabupaten Bantaeng,hari ini. Kepastian kedatangan Mendag diungkapkan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, saat meninjau persiapan penyambutan di lokasi pembangunan rest area,kemarin.“Kedatangan Menteri Perdagangan atas inisiatif beliau yang melihat banyak prospek perdagangan di Bantaeng,”ujar dia. Bantuan Rp25 miliar ditujukan untuk pembangunan Pasar Lamboca dan restareadi Kecamatan Panjukukang atau di perbatasan Bantaeng-Bulukumba.
Anggaran tersebut dialokasikan Rp15 miliar untuk pembangunan Pasar Lamboca dan Rp10 miliar untuk kawasan rest area. Selain meresmikan pembangunan pasar tradisional dan melihat proses pembangunan rest area di kawasan Pantai Marina Korong Batu,Mendag juga akan mendatangi kawasan Sistem Resi Gudang (SRG). Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian H Abdul Gani mengaku bantuan yang digelontorkan Kemendag bagi Bantaeng untuk mewujudkan Bantaeng sebagai pusat perekonomian di Sulsel. “Pasar Lamboca akan menjadi percontohan pasar tradisional terpadu yang akan menjadi pusat grosir tiga kabupaten, yaitu Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba,”tutur dia. Dengan luas area sekitar 1,5 hektare (ha), Pasar Lamboca mampu menampung sekitar 700 pedagang.
Jumlah kios di dalamnya 250 unit dan los kering dan basah 400 unit.Sementara rest area yang dalam tahap pengembangan nanti menggunakan area sekitar 2 ha. “Sebenarnya dalam kunjungan Menteri perdagangan akan dilakukan pelepasan jagung ke dalam kontainer yang akan langsung diekspor. Namun, karena hujan,persediaan untuk ekspor masih belum mencukupi,” tandas dia yang mengaku SRG Bantaeng mampu menampung jagung sekitar 5.000 ton. Abdul Gani berharap kedatangan Menteri Perdagangan ke Bantaeng bisa memicu peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Semua pembangunan yang direncanakan selesai akhir 2011 ini semoga bisa membawa angin segar bagi perekonomian,khususnya Pasar Lamboca yang memang sudah sangat tua,”tandas dia. rahmat hardiansya
sumber :
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/templates/sindo/images/Logo-Koran-Sindo2.jpg
gussinyo March 18th, 2011, 03:19 AM bantaeng jd maju skrg, sejak bupatinya ganti..
@ putra bantaeng : bro kamu kerja di KPP Bantaeng?
Comeliness March 18th, 2011, 05:17 PM Air Bersih Di Pajjukukang
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs062.snc6/167211_181248288581542_100000891153008_410248_5777960_n.jpg
Sumber : Facebook humas Bantaeng
^^ Instalasi PAM ini rada mirip kolam renang yg bentuknya bundar. :D
Putra Bantaeng March 19th, 2011, 09:23 AM bantaeng jd maju skrg, sejak bupatinya ganti..
@ putra bantaeng : bro kamu kerja di KPP Bantaeng?
nggak bro ku kerja di bandara juanda surabaya.... yup.. semenjak bupatix ganti bantaeng mengalami kemajuan pesat..
Putra Bantaeng March 19th, 2011, 09:32 AM KUNJUNGAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KE BANTAENG
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/200077_194073903965647_100000891153008_484635_2372659_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199635_194074050632299_100000891153008_484644_131249_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196594_194074470632257_100000891153008_484661_2488518_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/189021_194074690632235_100000891153008_484669_391319_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/188298_194074790632225_100000891153008_484673_7591606_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/197601_194075220632182_100000891153008_484694_7644297_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/198452_194077230631981_100000891153008_484722_1266362_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/197855_194074840632220_100000891153008_484677_5947484_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196067_194075283965509_100000891153008_484698_1977870_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/197882_194075307298840_100000891153008_484700_6405593_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/198852_194075347298836_100000891153008_484702_220537_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197375_194076837298687_100000891153008_484710_4762786_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/189455_194077350631969_100000891153008_484727_8087895_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196378_194077577298613_100000891153008_484738_2905607_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/189184_194077540631950_100000891153008_484736_6839335_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/198196_194077657298605_100000891153008_484742_5662454_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/188670_194077787298592_100000891153008_484750_6056473_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/195838_194077830631921_100000891153008_484753_3732066_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/189763_194078003965237_100000891153008_484762_1178666_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/196874_194078170631887_100000891153008_484770_752231_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/188661_194078263965211_100000891153008_484774_3900056_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/200516_194078420631862_100000891153008_484786_4439759_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/198414_194078460631858_100000891153008_484789_8268681_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng March 19th, 2011, 09:37 AM ^^ Instalasi PAM ini rada mirip kolam renang yg bentuknya bundar. :D
hehhehehhhehe:banana::banana::banana:
Putra Bantaeng March 19th, 2011, 09:38 AM Mendag Canangkan Pembangunan Pasar Percontohan Lambocca
Mendag Canangkan Pembangunan Pasar Percontohan Lambocca
BANTAENG, SULSEL - PASAR PERCONTOHAN LAMBOCCA. Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu (kanan) didampingi Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah (kiri) mencanangkan pembangunan pasar percontohan Lambocca dan fasilitas peristirahatan pertama di Sulawesi Selatan, di Desa Baruga, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Jumat (18/3). (FOTO ANTARA/Humas Bantaeng)
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu mencanangkan pembangunan pasar percontohan Lambocca dan fasilitas peristirahatan pertama di Sulawesi Selatan, di Desa Baruga, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng.
Pencanangan kedua fasilitas tersebut dipusatkan di kawasan wisata pantai Marina Korong Batu, Jumat, dirangkaikan penanaman pohon. Sebelum melakukan pencanangan, Mendag Mari Elka Pangestu dan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah melihat dari dekat kondisi pasar yang sudah berusia 30 tahun itu.
Mendag pada peninjauan itu juga didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Dedi Saleh, Dirjen Perdagangan Internasional Gusmardi Gustami, Staf Khusus Mendag Bidang Program Prioritas Perdagangan Sudarlina Sudarman.
Selain itu, hadir pula Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapepti) Syahrul R Sampurna Jaya, Staf Khusus Mendag Bidang Perencanaan dan Kajian Cakorda Istri Dewi, Sekretaris Dirjen Perdagangan Internasional Tulus Budianto, Sekretaris Dirjen Perdagangan Luar Negeri Alber, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Yamana, Kapusdiklat Rahayu Budi dan sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan lainnya.
Menurut Mendag, pembangunan Pasar Percontohan Lambocca merupakan bagian dari program Pasar Percontohan yang digulirkan Kementerian Perdagangan tahun ini berjumlah 10 pasar.
Khusus di Sulsel, Kementerian Perdagangan menempatkan dua pasar, masing-masing Pasar Lambocca di Bantaeng dan Pasar Pattallassang di Kabupaten Takalar, selebihnya tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Pasar Skow di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Barat.
Dari 10 pasar percontohan tersebut, Kementerian Perdagangan memberikan dana lebih kepada Pasar Lambocca yakni sebesar Rp15 miliar dari Rp88 miliar yang dicanangkan untuk keseluruhan pasar tersebut, ujar Menteri.
Pasar, lanjutnya lagi, memiliki fungsi strategis dan memberi dampak signifikan terhadap pedagang pemasok maupun masyarakat dan Pemda dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pasar memberdayakan pengusaha mikro kecil dan menengah serta kestabilan harga serta nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya karena menjadi tempat pertemuan.
Mendag mengakui, masing-masing daerah memiliki ciri sendiri-sendiri berdasarkan kebiasaan tradisional masyarakat. Ia berharap, kehadiran pasar percontohan ini memiliki tata kelola yang baik serta memperhatikan penanganan limbah, budaya dan sejarahnya.
Agar pasar ini sesuai peruntukannya dan benar-benar menjadi percontohan, pihaknya berkoordinasi dengan kementerian lainnya yang juga memiliki program yang sama seperti Kementerian Kesehatan yang memprogramkan pasar sehat.
Kerjasama lintas departemen ini juga semakin komprehensif sehingga tak hanya pembangunan fisik tetapi juga pengelolaan yang berkesinambungan dan berkembang terus, pintanya.
Mari E Pangestu berharap komitmen daerah serta para tokoh masyarakat agar pengelolaan pasar berjalan sesuai rencana, yakni pasar bersih dan ramah lingkungan sehingga Pasar Lambocca menjadi cerita sukses dan diikuti pasar lainnya, ujarnya.
Kementerian Perdagangan juga akan melakukan pendampingan selama tiga tahun berturut-turut. Proses pendampingan tersebut dapat dilakukan bekerjasama Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang berpengalaman sehingga lambat laun beralih ke masyarakat, jelasnya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, perhatian Mendag Mari Elka Pangestu untuk pembangunan pasar percontohan di daerah ini menjadi penyemangat terhadap pertumbuhan ekonomi.
Ia berharap, perhatian ini mewujudkan Bantaeng menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel.(T.KR-HK/F003)
Putra Bantaeng March 19th, 2011, 09:38 AM Pasar Berpotensi Pengembangan Wisata Kuliner
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pengastu mengatakan, pasar memiliki potensi besar terhadap pengembangan wisata kuliner, sekaligus menjadi tempat membeli buah tangan khas masyarakat setempat.
Karena itu, pasar hendaknya memiliki daya tarik tersendiri sehingga konsumen setiap hari bisa menghabiskan waktunya. Dengan begitu, pedagang bisa tersenyum, katanya pada Pencanangan Pembangunan Pasar Percontohan Lambocca dan Pembangunan fasilitas peristirahatan (Rest Area) pertama di Sulsel yang berlokasi di kawasan wisata Pantai Marina Korong Batu, Bantaeng, Jumat.
Selain meninjau pasar Lambocca dan mencanangkan Rest Area yang dilengkapi fasilitas mandi dan ganti pakaian, parkir yang luas, masjid, pasar tradisional moderen dan kawasan pantai, Mendag yang tiba di Bantaeng bersama sejumlah petinggi kementerian itu juga meninjau Sistem Resi Gudang (SRG) serta pameran mini produk komoditi ekspor unggulan Kabupaten Bantaeng di kawasan Show Room produk UKM Bantaeng.
Menurut Mendag, pembangunan pasar percontohan di Sulsel Rp15 miliar dari Program Pembangunan Pasar Percontohan Kementerian Perdagangan RI tahun 2011.
Mendag Mari Elka Pangestu berharap, jika kelak pasar ini selesai dibangun, diharapkan para pedagang kembali dan mengalami transaksi dua kali lipat. "Bila pembangunannya selesai, saya ingin melihat pedagang tersenyum," ucapnya.
"Ciptakan jual beli dan pengembangan wisata dan cintai pasar karena cinta pasar juga cinta Indonesia," ujar Menteri.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menilai, kedatangan Mendag di Bantaeng menjadi semangat untuk memacu pertumbuhan ekonomi menuju kabupaten yang sejahtera, nyaman dan aman.
Daerah berpenduduk 170 ribu jiwa dengan luas 395 kilometer persegi ini berada di kaki Pulau Sulawesi sehingga bila Bantaeng sehat maka Sulawesi akan sehat. Dengan jarak 120 kilometer di bagian selatan Kota Makassar, daerah ini berpotensi menjadi kota jasa.
Melalui potensi tiga klaster yakni pesisir, dataran rendah dan tinggi, daerah ini memiliki potensi di sektor perikanan (rumput laut), pertanian berbasis teknologi dan perkebunan pada dataran tinggi seperti apel dan strawberry.
Menurut Bupati, pergerakan ekonomi dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan dari 5,3 persen menjadi delapan persen pada 2010. Perkembangan tersebut berkat kebijakan Kementerian Perdagangan yang salah satunya dalam bentuk Sistem Resi Gudang (SRG).
Melalui SRG, kendala klasik rendahnya nilai jual hasil pertanian, terutama pada panen raya dapat teratasi. "Kendala klasik itu kini dijawab dengan resi gudang," ujarnya.
Ia kemudian mengajak investor untuk membangun industri di daerah ini, terutama di bidang perikanan untuk memantapkan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Selatan Sulsel.
"Kami berharap dukungan terhadap program yang sudah dicanangkan agar pasar lebih aktif melakukan komunikasi dengan pembelinya," ucap Bupati yang menyebut sejumlah produk unggulan yang diekspor ke Jepang seperti surimi dan talas yang diproduksi PT Global Seafood International Indonesia (GSII).
Selain itu, Bantaeng juga mengekspor biji kapuk dan tongkol jagung ke Korea dan segera disusul pembangunan industri tapioka oleh investor China dengan nilai investasi lima juta dolar AS dan produksi 100 ton/hari.
Untuk memantapkan pengembangan produksi pertanian tersebut, Pemda juga melakukan pembinaan petani di desa melalui Badan Usaha Mili Desa (Bumdes) yang diinjeksi modal untuk mengelola unit usaha, urainya.(T.KR-HK/F003)
Putra Bantaeng March 19th, 2011, 09:39 AM PLTMH Bonto Bulaeng Bantaeng Dioperasikan
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Masyarakat Desa Bonto Bulaeng dan Bonto Karaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kini menikmati aliran listrik setelah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) PNPM Mandiri Perdesaan resmi dioperasikan, Jumat.
Peresmian pengoperasian PLTMH berkapasitas 40 kWh tersebut dilakukan Bupati Bantaeng yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) HM Yasin ditandai pengguntingan pita dan penyalaan lampu turbin disaksikan para tokoh masyarakat dan petinggi lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng.
PLTMH yang mampu melayani 250 rumah itu menghabiskan dana swadaya masyarakat sebesar Rp77 juta dan dukungan PNPM-MP tahun anggaran 2010 sebesar Rp270,8 juta.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM dan Pemdes) Meyriyani mengatakan, hingga kini pembangkit tersebut sudah menjangkau 125 kepala keluarga (KK) di Desa Bonto Bulaeng dan Desa Bonto Karaeng.
Bupati Bantaeng dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekda HM Yasin menyambut baik pembangunan PLTMH tersebut. Pembangunan ini merupakan upaya percepatan pembangunan pedesaan.
Bupati juga memuji kepedulian PNPM yang melakukan pendampingan terhadap pembangunan di daerah ini. Pemda memberi dukungan kepada PNPM yang memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Ia berharap kepada masyarakat setempat agar menjaga dan merawat fasilitas ini dengan baik agar dapat dinikmati dalam jangka waktu lama dan lebih banyak lagi masyarakat yang menikmatinya.
Salah satu bagian terpenting dari penjagaan PLTMH ini adalah dengan menjaga hutan dan pepohonan di sekitarnya sebab pohonlah yang menjadi sumber air utama.
"Turbin tak dapat beroperasi tanpa air. Karena itu, hutan dan pepohonan di sekitarnya harus dijaga agar pembangkit ini tetap beroperasi dengan baik," ujar Yasin mengutip Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.(T.KR-HK/F003)
Putra Bantaeng March 19th, 2011, 10:03 AM Bantuan Lambocca Terbesar
BANTAENG– Menteri Perdagangan RI (Mendag) Mari Elka Pangestu mengatakan, bantuan revitalisasi Pasar Lambocca, Kabupaten Bantaeng, merupakan yang terbesar dari 10 pasar serupa se-Indonesia.
“Pasar Lambocca, Bantaeng mendapat suntikan dana terbesar mencapai Rp15 miliar dari total anggaran Rp88 miliar untuk 10 pasar percontohan tahap awal di75 kabupaten kota se-Indonesia yang akan direvitalisasi. Sementara Pasar Pattalasang, Takalar Rp12 miliar,” ungkap Mendag saat pencanangan pembangunan pasar percontohan tradisional modern di Bantaeng,kemarin. Hal tersebut sengaja dilakukan karena Pasar Lambocca memiliki lokasi strategis dan akan dikembangkan sebagai pasar wisata kuliner.
Untuk tahap awal, Mendag hanya merevitalisasi 10 pasar se-Indonesia.Ke-10 pasar tersebut, yaitu Pasar Lambocca di Banteng, Sulsel; Pasar Patallasang di Takalar, Sulsel; Pasar Pangururan di Sumatera Utara; Pasar Grabag di Jawa Tengah, Pasar Cokrokembang di Jawa Tengah; Pasar Minulyo di Jawa Timur; Pasar Panorama di Bengkulu; Pasar Agung di Bali; Pasar Kawapante di NTT; dan Pasar Skow di Papua Barat.
“Dari 10 pasar percontohan yang kami canangkan, setiap daerah memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Untuk Lambocca, selain sebagai pusat jual beli beberapa kabupaten kota di sekitar Bantaeng, juga digunakan sebagai tempat ibadah. Jadi akan berbeda pelaksanaan dan pendampingannya dengan pasar yang ada di Bali,”tutur dia. Mendag, yang didampingi lima dirjen dan staf khusus, mengaku revitalisasi pasar di 75 kabupaten kota se-Indonesia, adalah bentuk sinergitas antara Pemerintah Pusat dan daerah untuk membangun perekonomian rakyat yang lebih baik.
Sementara itu, Bupati Bantaeng Nurdin Abdillah mengatakan, berkat bantuan dan binaan Kemendag selama ini, Bantaeng bisa keluar sebagai kawasan tertinggal di Indonesia. “Sisa di Kecamatan Pattalasang ini yang masyarakatnya masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Jadi pencanangan Pasar Lambocca dan rest area kami pusatkan di sini untuk menekan angka kemiskinan tersebut,”papar dia. Dia berharap dengan berfungsinya semua pembangunan itu, tingkat perekonomian rakyat di wilayah pesisir bisa meningkat.
“Bahkan tidak menutup kemungkinan, wilayah ini menjadi pusat perekonomian baru dan kami memang berharap demikian,”tutur dia. Selain membawa bantuan Rp15 miliar untuk pembangunan Pasar Lambocca, Mendag juga menggelontorkan Rp10 miliar untuk pembangunan rest area yang pertama di Sulsel. Rest areatersebut juga akan berfungsi sebagai pasar wisata, sekaligus tempat rekreasi alam dan pantai.
Luas area Pasar Lambocca sekitar 1,5 ha dan memiliki 250 unit los kering dan 400 unit los basah. Pasar tersebut mampu menampung 700 pedagang. Pasar ini juga akan dikembangkan menjadi lokasi wisata kuliner dengan menambah bangunan di bagian belakang yang menghadap ke laut menjadi dua tingkat. Sementara itu, pengembangan rest area menggunakan lahan sekitar 2 ha dengan fasilitas berupa pasar wisata. rahmat hardiansya
Sumber :
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/templates/sindo/images/Logo-Koran-Sindo2.jpg
unity March 20th, 2011, 03:39 AM ^^
Bantaeng keren bangeettt!!! :okay:
Mungkin udah saatnya buat Sulawesi Selatan punya thread sendiri di Project and Development section, secara provinsi ini luar biasa perkembangannya, sudah tidak melulu bergantung pada Makassar...:cheers:
Putra Bantaeng March 20th, 2011, 07:54 AM ^^
Bantaeng keren bangeettt!!! :okay:
Mungkin udah saatnya buat Sulawesi Selatan punya thread sendiri di Project and Development section, secara provinsi ini luar biasa perkembangannya, sudah tidak melulu bergantung pada Makassar...:cheers:
yoi... yoi...:banana::banana::banana: sudah saatx Makassar dan Bantaeng saling bersinergi..... dan bekerja sama lebih erat dan menguntungkan...
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:12 PM REKLAMASI PANTAI SERUNI
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197520_196482090391495_100000891153008_502244_1062086_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197520_196482090391495_100000891153008_502244_1062086_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:21 PM 32 PEJABAT KALTIM ORIENTASI LAPANGAN DI BANTAENG
Bantaeng, 31/3 – Sebanyak 32 orang pejabat Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan se Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan orientasi lapangan di Kabupaten Bantaeng.
Para pejabat dari Balikpapan, Nunukan, Berau, Pasir, Kutai Kartanegera dan berbagai daerah di Kaltim itu dipimpin Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Yus Alwi Rahman.
Rombongan para pejabat tersebut diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di ruang rapat Bupati Bantaeng, Kamis (31/3). Bupati pada kesempatan itu didampingi Pemimpin Cabang Bank BRI Widayat, Sekda HM Yasin MT, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam, Kadis Kehutanan M Hero, Kadis Koperasi dan UKM H Bakhtiar Karim, dan sejumlah pejabat lainnya.
Menurut Yus Alwi Rahman, kegiatan orientasi lapangan yang diikuti para petinggi pertanian, perkebunan dan kehutanan merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi yang membahas Gerakan Nasional (Gernas) Kakao serta revitalisasi perkebunan.
Kunjungan silaturahim ini juga dimaksudkan untuk melihat pengembangan kakao di Bantaeng sekaligus sebagai bahan untuk menambah wawasan untuk peningkatan kinerja aparat.
Ini penting sebab dari total PDRB, sektor pertanian hanya memberi kontribusi 2%, selebihnya merupakan hasil tambang minyak dan gas. Adapun komoditi unggulan disektor ini meliputi, sawit, karet dan kakao.
Khusus kakao, produksinya terus berkurang akibat penyakit serta alih fungsi lahan yang dilakukan masyarakat. Melalui kunjungan kerja ini, ia berharap, peserta memperoleh gambaran sekitar teknik penanggulangan penyakit dan cara pengembangannya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik kedatangan tetamunya tersebut, ia kemudian memperkenalkan sejumlah potensi pertanian yang ditunjang faktor alam.
Sebagai kabupaten terkecil di Sulsel, tak ada jalan lain, Bantaeng harus mengembangkan sektor pertaniannya dengan dukungan teknologi. Adapun komoditi unggulan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini masing-masing jagung, rumput laut, dan hortikultura dataran tinggi dan dataran rendah.
Produk hortikultura, terutama sayuran selama ini sudah dinikmati masyarakat Kaltim. Agar dapat menjangkau lebih banyak daerah, produk sayuran seperti, kol, kentang dan berbagai jenis lainnya akan dikemas dengan baik.
Bupati juga mengungkap sejumlah komoditi ekspor perikanan, talas, tongkol jagung dan biji kapok, sedang komoditi kakao dikembangkan dengan menggunakan pupuk organik.
Tanaman ini juga mendapat dana Gernas untuk peremajaan. Khusus di kawasan dataran tinggi dikembangkan tanaman apel dan strowbery serta bunga untuk memenuhi pasar Makassar.
Pemda Kabupaten Bantaeng juga menyiapkan fasilitas tanggap bencana. Melalui Brigade Siaga Bencana yang siap memberikan pelayanan 24 jam diharapkan menyentuh langsung masyarakat tanpa bayaran. Ini sangat berdampak terhadap pelayanan di bidang kesehatan.
‘’Cukup menghubungi call center 113, ambulance yang dilengkapi dan dokter dan perawat, siap meluncur,’’ jelas Bupati seraya menguraikan kehadiran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang menjadi penyangga produk petani.
Bumdes bekerjasama System Resi Gudang (SRG) untuk membantu pemasaran. Bahkan pada saat produksi melonjak, petani yang menyimpan produksinya di SRG sudah bisa mendapat dana dari BRI, urainya.(hms)
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/196525_197205236985847_100000891153008_506685_1526221_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/206742_197205256985845_100000891153008_506686_7654486_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/208498_197205273652510_100000891153008_506688_7303802_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197227_197205330319171_100000891153008_506691_2638646_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/208688_197205353652502_100000891153008_506692_5320865_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197200_197205473652490_100000891153008_506695_4050253_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190582_197205493652488_100000891153008_506696_2746216_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/196934_197205526985818_100000891153008_506697_6711841_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:24 PM BUPATI BANTAENG LEPAS EKSPOR TONGKOL JAGUNG KE KORSEL
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah melepas ekspor perdana tongkol (bonggol) jagung dalam bentuk tepung ke Korea Selatan (Korsel). Ekspor sebanyak 20 ton tersebut dilakukan Perusda Baji Minasa, Jum’at (25/3).
Perusahaan milik Pemda Kabupaten Bantaeng itu mendapat kontrak 6 ribu ton/tahun senilai Rp 3,5 miliar. Meski nilainya tidak terlalu besar, namun ini sudah merupakan solusi terhadap petani yang selama ini menjadikan tongkol sebagai limbah yang tak berguna.
Menurut bupati, di negara tujuan ekspor, limbah yang kini menjadi dolar itu dijadikan bahan baku pupuk kompos, media tanam jamur dan campuran makanan ternak (pakan).
Ia berharap, limbah jagung daerah tetangga juga digunakan untuk memenuhi permintan yang cukup banyak.
Bupati HM Nurdin Abdullah menilai, ekspor limbah jagung tersebut merupakan langkah maju dan menjadi solusi tambahan komoditi di tengah masyarakat, ujarnya.
Direktur Perusda Baji Minasa Arifuddin Paulangi pada kesempatan itu mengatakan, Bantaeng memiliki produksi 150 ribu ton, lebih kecil dibandingkan produksi Kabupaten Jeneponto yang mencapai 170 ribu ton/tahun. Sedang Kabupaten Bulukumba diperkirakan memiliki produksi 120 ribu ton.
Dengan gambaran produksi tersebut, Arifuddin optimistis dapat memenuhi quota sebesar 6 ribu ton/tahun. Ia berharap, setelah ekspor perdana ini, masyarakat semakin menyadari betapa limbah tersebut memiliki nilai sehingga produksi semakin meningkat.
Menyinggung soal harga, Direktur Perusda Baji Minasa Arifuddin Paulangi mengatakan, tahap awal pihaknya membeli tongkol masyarakat seharga Rp 500/Rp 600/kg.
Menjawab pertanyaan, Direktur Perusda Baji Minasa mengatakan, produksi jagung Sulsel yang mencapai 1,4 juta ton akan menghasilkan 280 ribu ton tongkol.
Ini membuka kesempatan kerja baru yang selama ini menyerap 20 orang tenaga kerja. Untuk meningkatkan daya saing produksi, tongkol yang diolah setengah jadi dalam bentuk tepung itu memerlukan tambahan mesin sebab bahan baku yang masuk ke gudang mencapai 100 karung/hari atau setara dengan 3-4 ton, urainya.(hms)
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190733_196434447062926_100000891153008_501851_8096805_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/199482_196435040396200_100000891153008_501854_2688407_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/189000_196435067062864_100000891153008_501855_2320873_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/189456_196435093729528_100000891153008_501856_7498652_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196468_196435153729522_100000891153008_501857_45078_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/188516_196435230396181_100000891153008_501860_5416697_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/199793_196435213729516_100000891153008_501859_7005392_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/189712_196435190396185_100000891153008_501858_1210367_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:31 PM DIMINTA LATIH PETANI BOJONEGORO
Bantaeng, 28/3 – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berminat mengembangkan pertanian dengan pola Legowo-21 seperti yang dikembangkan di Kabupaten Bantaeng.
‘’Kami tertarik dengan system pertanian di daerah ini. Karena itu, bila dimungkinkan, kami ingin Bantaeng membantu petani kami,’’ kata Bupati Bojonegoro Suyoto saat menyaksikan penanaman padi sistem Legowo-21 dan Brigade Siaga Bencana (BSB) pda kunjungan silaturahim di Bantaeng, Senin (28/3).
Suyoto tiba di Bantaeng bersama Ketua DPRD Bojonegoro Thalhah. Selain itu, hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung Mukhlis, Ketua DPRD Kota Padang Panjang Novi Hendri dan Ketua DPRD Bekasi Azhar Laena.
Rombongan yang juga alumni Lemhanas Angkatan IV itu diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Sekda HM Yasin, Staf Ahli Bupati Bidang Pertanian Dr Mokhtar serta para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Menurut Bupati Bojonegoro yang juga didampingi Nyonya Suyoto, meski memiliki potensi minyak, Bojonegoro memiliki kondisi yang sama dengan Bantaeng. ‘’Dengan penduduk 1,4 juta jiwa, kami juga memiliki wilayah dataran rendah dan tinggi karena itu agrobis juga menjadi perhatian kami,’’ tandasnya.
‘’Hanya saja, saya belum pernah melihat system penanaman padi seperti di Bantaeng, padahal saya sudah keliling,’’ katanya kagum.
Untuk meningkatkan produksi pertanian di wilayanya, ia akan membawa petani ke Bantaeng untuk melihat langsung system pertanian yang menarik tersebut. ‘’Tapi, bila memungkinkan, saya sangat berharap Bantaeng bisa mengajari petani kami di Bojonegoro,’’ tandasnya.
Hal senada juga dikemukakan Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat Mukhlis serta Ketua DPRD Padang Panjang Novi Hendri. Selain tertarik di bidang pertanian, ia juga mengemukakan ketertarikannya terhadap lembaga Tanggap Bencana (Brigade Siaga Bencana) yang siap 24 jam dan gratis.
Muklis dan Novi juga berjanji akan mendatangkan unsur terkait dengan pertanian serta kesehatan untuk mempelajari kedua bidang tersebut. ‘’Untuk membangun gedung, kan mudah. Asal ada uang sudah bisa, tapi member inovasi seperti yang dilakukan Bupati Bantaeng, belum tentu bisa dilakukan. Karena itu, kita haus mempelajari dengan seksama,’’ tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Novi Hendri juga membeberkan pelaksanaan kesehatan gratis berbasis asuransi yang hanya menghabiskan Rp 2,5 miliar dari APBD.
Hanya dengan modal KTP, masyarakat sudah bisa dilayani petugas kesehatan, baik di rumah sakit, Puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya, namun untuk rawat inap, pasien hanya memperoleh fasilitas kelas 3.
Menjawab Kadis Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr Takudaeng, ia mengatakan, PNS, TNI dan Polri sudah tidak masuk dalam katagori karena mereka sudah ditanggung negara.
‘’Yang kita masukkan dalam program gratis hanyalah masyarakat yang belum memperoleh tanggungan negara,’’ urainya. Dengan demikian, masyarakat bisa memanfaatkan dananya untuk keperluan lain, tambah Novi Hendri.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada kesempatan itu memperkenalkan potensi pesisir, dataran rendah dan tinggi yang dibangun secara bersamaan. Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki wilayah terkecil di Sulsel, tak ada jalan lain untuk menggenjot potensi melalui teknologi.
Melalui pengembangan teknologi pertanian, Bantaeng kini telah mengembangkan 20 varietas dengan pola Legowo-21. Melalui pola ini, anakan lebih banyak dibanding system tanam biasa (tanggul jajar).
Dengan pola Legowo, produksi pertanian mencapai rata-rata 8 hingga 13 ton. Menghadapi iklim yang tidak menentu, Bantaeng kini mengembangkan varietas padi gogo yang memiliki daya tahan lebih serta dapat dilakukan dengan system tumpang sari.
Sedang untuk pengembangan jagung, Pemda bekerjasama BPPT mengembangkan Bima 3. Jenis ini juga bertahan pada tanah marginal, terang Nurdin Abdullah. (hms)
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/200521_196475497058821_100000891153008_502145_4396103_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190343_196475523725485_100000891153008_502146_7894476_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/190444_196475547058816_100000891153008_502147_7620292_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/198524_196475593725478_100000891153008_502149_5231864_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199892_196475653725472_100000891153008_502151_6420739_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/198468_196475747058796_100000891153008_502154_5198336_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199468_196475760392128_100000891153008_502155_3580340_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/190012_196475847058786_100000891153008_502159_4242535_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/189975_196475820392122_100000891153008_502158_2391274_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199811_196475943725443_100000891153008_502163_1263133_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/200630_196476020392102_100000891153008_502167_5568848_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197618_196476100392094_100000891153008_502169_1241064_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196599_196476137058757_100000891153008_502170_4922956_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/189545_196476167058754_100000891153008_502171_6855317_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/198091_196476193725418_100000891153008_502172_5400480_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199795_196476320392072_100000891153008_502175_6736810_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/188600_196476380392066_100000891153008_502177_6038177_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190726_196476417058729_100000891153008_502178_7149768_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197065_196476447058726_100000891153008_502179_5970957_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:36 PM CEKDAM BALANG SIKUYU
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/190521_196479547058416_100000891153008_502197_3442122_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/190377_196479587058412_100000891153008_502198_1301095_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/196936_196479747058396_100000891153008_502204_64779_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/198985_196479730391731_100000891153008_502203_3362911_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/188818_196479820391722_100000891153008_502208_200782_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190416_196479800391724_100000891153008_502207_304521_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199276_196479887058382_100000891153008_502211_2677242_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196469_196479927058378_100000891153008_502213_2331438_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199548_196479627058408_100000891153008_502199_2840841_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/199814_196479653725072_100000891153008_502200_7617844_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/199965_196479670391737_100000891153008_502201_910885_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/188779_196479697058401_100000891153008_502202_3517833_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197911_196479830391721_100000891153008_502209_5677894_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190232_196479853725052_100000891153008_502210_244569_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/189925_196479943725043_100000891153008_502214_5880822_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:39 PM CEKDAM BALANG SIKUYU
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/190521_196479547058416_100000891153008_502197_3442122_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/190377_196479587058412_100000891153008_502198_1301095_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/196936_196479747058396_100000891153008_502204_64779_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/198985_196479730391731_100000891153008_502203_3362911_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/188818_196479820391722_100000891153008_502208_200782_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190416_196479800391724_100000891153008_502207_304521_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199276_196479887058382_100000891153008_502211_2677242_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196469_196479927058378_100000891153008_502213_2331438_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199548_196479627058408_100000891153008_502199_2840841_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/199814_196479653725072_100000891153008_502200_7617844_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/199965_196479670391737_100000891153008_502201_910885_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/188779_196479697058401_100000891153008_502202_3517833_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197911_196479830391721_100000891153008_502209_5677894_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190232_196479853725052_100000891153008_502210_244569_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/189925_196479943725043_100000891153008_502214_5880822_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:43 PM CEKDAM BATUMASSONG
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197998_196480390391665_100000891153008_502221_3184135_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/200125_196480260391678_100000891153008_502217_3881363_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/200373_196480303725007_100000891153008_502218_8101663_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190662_196480337058337_100000891153008_502219_2582241_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/198069_196480373725000_100000891153008_502220_8283073_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196991_196480413724996_100000891153008_502222_6299620_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197037_196480453724992_100000891153008_502224_7656057_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/200745_196480487058322_100000891153008_502225_1427759_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/199598_196480423724995_100000891153008_502223_5472548_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:46 PM DOMPET DHUAFA KEMBALI BANTU PETANI RUMPUT LAUT BANTAENG
Setelah membantu pelajar dalam bentuk beasiswa, organisasi nir-laba Dompet Dhuafa kembali membantu masyarakat Kabupaten Bantaeng. Kali ini Dompet Dhuafa membantu petani rumput laut.
Bantuan berjumlah total Rp 240 juta dalam bentuk uang tunai dan peralatan tersebut diberikan kepada kelompok budidaya bernilai total Rp183 juta dan kelompok pengolahan sebanyak Rp 57 juta.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan General Manager Divisi Ekonomi Dompet Dhuafa Tektano Gradianto di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Jum,at (25/3).
Koordinator Sahabat Klaster Mandiri Dompet Dhuafa unit Kabupaten Bantaeng, Marlia Kamaruddin menguraikan, Kelompok Budidaya yang mendapat bantuan masing-masing Kelompok Tani Lentera, Kelompok Tani Laut Biru dan Kelompok Tani Cahaya Samudera.
Sedang kelompok pengolahan yang mendapat modal kerja masing-masing Kelompok Karya Mandiri, Sinar Laut dan Kelompok Wanita Mandiri, urainya.
Bantuan ini merupakan bagian dari Program Pengentasan Kemiskinan terpadu yang dilakukan pada 20 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Bantaeng, kata General Manager Divisi Ekonomi Dompet Dhuafa, Tektano Gradianto.
Ia berharap, bantuan ini dapat meningkatkan posisi tawar petani rumput laut di daerah ini, urainya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik perhatian yang
diberikan Dompet Dhuafa kepada petani di daerah ini. ''Sebelumnya,
Dompet Dhuafa juga telah menyerahkan bea siswa kepada sejumlah
pelajar di daerah ini,'' urainya.
Menurut Nurdin Abdullah, pemberian bantuan ini merupakan wujud
kepercayaan Dompet Dhuafa terhadap pemimpin daerah. ''Tanpa kepercayaan
tentu bantuan ini tak masuk di daerah berjarak 120 kilometer arah
selatan Kota Makassar ini,'' urainya.
Ia berharap, aparat lebih berbenah agar kepercayaan ini tidak berpaling
ke daerah lain dan bisa lebih besar sehingga lebih banyak petani
dan masyarakat pada umumnya yang bisa diberi bantuan.(hms)
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197479_196431917063179_100000891153008_501828_3087903_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/188884_196432013729836_100000891153008_501831_454799_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196509_196432073729830_100000891153008_501834_3678180_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196692_196432127063158_100000891153008_501838_5953992_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196503_196432137063157_100000891153008_501839_2433015_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190355_196432177063153_100000891153008_501841_4464081_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/200652_196432217063149_100000891153008_501843_1619973_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:48 PM INSTALASI PENGOLAHAN AIR DESA BARUA
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/197431_196480780391626_100000891153008_502227_8062551_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/190355_196480827058288_100000891153008_502228_6731460_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197145_196481017058269_100000891153008_502233_6582624_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199908_196481030391601_100000891153008_502234_7262708_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:49 PM PANTAI MARINA KORONG BATU
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/188561_196481237058247_100000891153008_502237_815655_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/189635_196481267058244_100000891153008_502238_3107261_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:51 PM PEMDA TOLAK BERI IZIN PEMBANGUNAN COTTAGE DI KAWASAN AGROWISATA
Pemda Kabupaten Bantaeng hanya akan mengeluarkan izin untuk pembangunan hotel guna menunjang kawasan agrowisata di Kecamatan Ulu Ere, sedang untuk pembangunan cottage akan ditolak.
‘’Kami akan tolak beri izin pembangunan cottage di kawasan agrowisata ini,’’ kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah saat menyaksikan kawasan pengembangan tanaman apel di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere, Minggu (20/3).
Bupati yang didampingi Plt Kepala Bapedalda Abdullah, Kadis PU dan Praswil Arsyad Borahima, Camat Ulu Ere H Asri, Kabag Humas Alam Nur dan sejumlah pejabat lainnya menyaksikan pertumbuhan tanaman apel di kawasan itu.
Hamparan tanaman tersebut sudah menunjukkan buah, meski masih kecil. Petani setempat bahkan sudah bisa melakukan persilangan sehingga dalam satu pohon bisa menghasilkan berbagai jenis buah.
Menurut Bupati, untuk pengembangan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi, Pemda kembali mensupport dengan mendatangkan 20 ribu bibit sebagai tambahan dari 60 ribu bibit yang sudah tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Ulu Ere.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, Dinas Pertanian memberi perhatian terhadap system pengairan agar pertumbuhan tanaman yang berasal dari Eropa itu bisa subur.
Hingga kini, sudah 7 embung yang dibangun di berbagai tempat, Melalui embung-embung tersebut, kawasan pengembangan tanaman apel tersebut dapat teraliri. Ke depan, bupati berharap ada reservoar yang dapat menyuplai air lebih besar.
Khusus pembangunan kawasan penunjang, Nurdin Abdullah mengatakan, penolakan pembangunan cottage dilakukan untuk memberdayakan rumah-rumah penduduk dalam bentuk home stay.
Sejak Ulu Ere dinyatakan sebagai kawasan pengembangan agro wisata, tingkat kunjungan cukup tinggi, terang Camat Ulu Ere H Asri. Menurutnya, hingga kini sudah banyak rumah penduduk yang direnovasi dan dijadikan home stay.
Hal itu dilakukan karena selama ini pengunjung lebih banyak mahasiswa dan siswa bersama gurunya dengan lama tinggal rata-rata 2 pekan. Hal itu menjadi nilai tambah terhadap penduduk karena kunjungan siswa tersebut memerlukan makanan dan keperluan lainnya.
Ia berharap, tingginya angka kunjungan tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga peningkatan kesejahteraan juga tercapai, urainya.(hms)
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/199769_196479063725131_100000891153008_502192_266027_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/195923_196479023725135_100000891153008_502191_3147933_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196863_196479103725127_100000891153008_502193_2966825_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/196935_196478917058479_100000891153008_502189_3220610_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 3rd, 2011, 03:52 PM SELAMAT DATANG DI BANTAENG
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/188629_196481720391532_100000891153008_502240_4696305_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/189787_196481677058203_100000891153008_502239_4194908_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/199049_196481753724862_100000891153008_502241_3370602_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197382_196481803724857_100000891153008_502242_4386277_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197123_196481847058186_100000891153008_502243_6120959_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Comeliness April 3rd, 2011, 08:13 PM SELAMAT DATANG DI BANTAENG
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/197123_196481847058186_100000891153008_502243_6120959_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
^^Tugunya lumayan juga, kayaknya kedua bangunan yg biru itu baru.
Putra Bantaeng April 13th, 2011, 12:29 PM ^^Tugunya lumayan juga, kayaknya kedua bangunan yg biru itu baru.
iya mas semuax baru...
Putra Bantaeng April 13th, 2011, 12:39 PM KUNJUNGAN STAF MENTRI RIZET DAN TEKHNOLOGI DI BANTAENG
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/198536_211590318852399_100000042983160_844783_965713_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/207416_211590545519043_100000042983160_844789_1135664_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/197472_211590705519027_100000042983160_844793_3903369_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/198094_211590808852350_100000042983160_844796_8254061_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/198857_211590872185677_100000042983160_844798_3380997_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/198601_211591042185660_100000042983160_844802_449975_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/206224_211591262185638_100000042983160_844808_2760365_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/197179_211591442185620_100000042983160_844813_386227_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/196563_211591915518906_100000042983160_844825_1738665_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/199537_211591702185594_100000042983160_844820_5047027_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/198600_211592065518891_100000042983160_844828_6745304_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/205725_211592195518878_100000042983160_844831_7117913_n.jpg
Sumber : Facebook Humas Bantaeng
Putra Bantaeng April 13th, 2011, 12:44 PM Tim RSUD Selayar Studi Banding di Bantaeng
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Tim akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan studi banding di RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Studi banding yang berlangsung dua hari dipimpin Direktur RSUD Kabupaten Kepulauan Selayar dr Marwan dan Ketua Tim Akreditasi dr Darwin. Rombongan berjumlah 45 orang tersebut juga didampingi wakil rakyat dari Komisi B DPRD dan pejabat Bappeda daerah itu.
Kedatangan tim dari daerah tetangga paling selatan Sulsel tersebut diterima Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu, dr H Syafruddin Nurdin,M.Kes dan jajarannya di aula RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu, Selasa.
Marwan mengatakan, pemilihan study banding ke Bantaeng bertujuan menimba ilmu dan pengalaman yang dilakukan RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu.
"Kami memilih RSUD Bantaeng sebagai tempat study banding karena rumah sakit Prof Anwar Makkatutu sudah terakreditasi lima pelayanan," ujar Marwan seraya mengatakan, pemilihan ini juga karena Bantaeng dan Selayar memiliki hubungan emosional, sekaligus efisiensi biaya.
Kami juga datang bersama para wakil rakyat di Komisi B DPRD Selayar serta pejabat Bappeda, ucapnya. Kunjungan lengkap ini diharapkan agar semua pihak mengerti akan pentingnya akreditasi.
Ditanya kesannya selama berada di Bantaeng, pimpinan rombongan dari daerah berjuluk Tanah Doang itu mengatakan, Bantaeng mengalami perkembangan yang sangat luar biasa.
Baik anggota DPRD Selayar maupun Ketua Tim Akreditasi dan Direktur RSUD Selayar mengatakan, Bantaeng kini sangat luar biasa, terlebih bila pembangunan RS berlantai delapan bisa diwujudkan.
Kehadiran RS bertaraf internasional di bagian selatan Sulsel sudah sangat diharapkan untuk mengantisipasi perkembangan di bagian selatan Sulsel.
Sebelumnya, Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu dr Syafruddin Nurdin, MKes menjelaskan sejumlah program serta sistem pelayanan yang sudah terakreditasi.
Syafruddin juga mengungkap rencana pembangunan RS bertaraf internasional berlantai delapan yang pembangunannya segera dilakukan. Meski bertaraf internasional, namun RS ini akan tetap memberi ruang lebih banyak kepada masyarakat kecil.
"Kami menyiapkan 35 persen ruang untuk masyarakat kecil. Angka tersebut di atas ketentuan yang hanya 25 persen," urainya seraya mengemukakan sejumlah peralatan canggih yang kini sudah terinstalasi di rumah sakit tersebut.
Peralatan canggih tersebut diantaranya untuk penanganan penyakit jantung, mata dan THT. Untuk penanganan spesialis tersebut, sejumlah dokter spesialis telah hadir di RS Anwar Makkatutu, urainya. (T.KR-HK/F003)
Putra Bantaeng April 13th, 2011, 12:48 PM Pembangunan Pasar Lambocca Mulai Disosialisasi
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kini memulai sosialisasi rencana pembangunan Pasar Lambocca Setelah pencanangan yang dilakukan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Mari Elka Pangestu.
Sosialisasi dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah didampingi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Industri (Disperindagtamben) H Abd Gani di kawasan pasar wisata Marina Beach Korong Batu, di Bantaeng, Selasa.
Menurut Bupati, pembangunan pasar percontohan ini dijadwalkan Mei 2011. Ini dilakukan karena kondisi pasar yang sudah mulai kumuh karena termakan usia.
"Pasar Lambocca direnovasi agar lebih banyak orang yang datang belanja," ucapnya seraya berharap kepada pedagang agar memberi dukungan sehingga pembangunan pasar yang akan menghabiskan anggaran Rp15 miliar ini selesai sesuai jadwal.
"Kalau pembangunannya rampung, pasar ini akan lebih nyaman dan tidak ada lagi tenda yang terlihat kumuh," ujar Bupati yang berharap pasar ini menjadi pasar harian.
Lokasi yang sangat strategis, Pasar Lambocca akan ramai didatangi pengunjung dari berbagai kabupaten bila sudah menjadi pasar harian. Untuk memperlancar pembangunannya, para pedagang akan dipindahkan sementara ke Pasar Wisata Marina Beach Korong Batu.
Khusus untuk pengelolaannya, ia mengatakan, pemerintah akan melakukan pembinaan selama tiga tahun untuk peningkatan modal dan kemampuan para pedagang serta pengelola.
Sebelumnya, Kadis Perindagtamben H Abd Gani melaporkan, jumlah kios yang akan dibangun sebanyak 136 kios, 536 los basah dan kering serta 40 unit untuk kuliner.
Bila pembangunan dilakukan Mei, diharapkan Januari 2012 pasar ini sudah bisa dimanfaatkan, ucap Gani. (T.KR-HK/F003)
Putra Bantaeng April 20th, 2011, 06:50 AM Bantaeng, 14/4 – Lembaga nirlaba Jepang untuk pembangunan negara berkembang , Japan International Coorporation Agency (JICA) menyiapkan tenaga ahli (expert) pertanian untuk pengembangan sayur, buah dan pengolahan di Kabupaten Bantaeng.
Para tenaga ahli tersebut diharapkan membantu petani mengembangkan pertaniannya agar lebih berkembang. Hal itu terungkap pada pertemuan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam dengan Koordinator JICA Indonesia Suemitsu di Bantaeng, Kamis (14/4).
Suemitsu didampingi Assistant Program Officer JICA Makassar Field Office, Dewi Sri Ramayanti mengatakan, tim ahli tersebut akan segera ke Bantaeng setelah menyelesaikan pelajaran Bahasa Indonesianya di Jakarta.
Para expert tersebut akan membantu petani mengembangkan usaha taninya, termasuk untuk pengembangan talas, ubi jalar, kentang, apel, strawberry serta berbagai jenis tanaman buah dan sayuran lainnya.
Bantuan tenaga ahli dari negeri matahari terbit tersebut diharapkan membantu petani mewujudkan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar menjadi Kota Jasa di bagian selatan Sulsel, tandas Syamsu Alam.
Kadis Pertanian yang didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir mengatakan, pengembangan berbagai jenis tanaman akan menunjang Butta Toa menjadi Kota Jasa.
‘’Bila pertanian berkembang, tentu akan menunjang predikat Kota Jasa tersebut,’’ ujarnya seraya berharap, kehadiran para ahli tanaman yang akan membantu petani itu benar-benar dapat mewujudkan peningkatan produksi.
Masih menurut Koordinator JICA Indonesia, tenaga ahli yang sifatnya suka rela tersebut akan beradaptasi dengan petani agar mengetahui persis kondisi tanah, tanaman maupun keinginan petani itu sendiri.
Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam juga berharap, JICA dapat membantu pengembangan benih untuk memutus ketergantungan benih. Salah satunya, Pemda akan membangun laboratorium kultur jaringan.
Ini dilakukan untuk memantapkan visi Bantaeng menjadi Kabupaten Benih berbasis teknologi, tambah Syamsu Alam yang juga guru besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) itu.(hms)
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/217678_200488899990814_100000891153008_531346_250819_n.jpg
sumber : facebook humas bantaeng
|
|