View Full Version : Books on Indonesia


tata
August 9th, 2004, 10:43 PM
Here's one of books I bought last time in JKT: 'JAKARTA INSIDE OUT' written by Daniel Ziv, a bule who conducted a doctoral on Indonesian social politics but finally published magazine DJAKARTA!.

You'll find a lot of colorful pictures in it and a short story about the subject. Various subjects from Asongan, Bang Ali, SCBD, Jalan Jaksa, Artis, Teh Botol and a lot more.

Shortly, it's a handbook to know Jakarta, without being prejudice nor being to much tourist-oriented book.

Wanna read? well you first can buy or go to nearest bookstore to read for free :)

sanhen
August 9th, 2004, 10:49 PM
oh
i think I did read this book a bit @ borders
really funny

Mahaputra
August 10th, 2004, 05:13 AM
what about that book.. Jakarta Undercover? the first one and the second one..
have u guys read it? it was the best seller man..
well..obviously.. cause the topic was about sex.. ehehe

Mahaputra
August 10th, 2004, 05:14 AM
but it was pretty interesting to read.. cause I didnt know that Jakarta was that bad in terms of that kind of "entertainment" and even the people in Jakarta.. I was amazed by how open minded they are.. u guys gotta read it..

tata
August 10th, 2004, 01:39 PM
yea I bought it too, the first one only though. Well it's a documentary kind of book not a sex story book. I just wonder how the writer could get in to that 'world' he must have a very good channel with insiders.

sanhen
August 10th, 2004, 03:20 PM
jakarta, bandung, surabaya.. everywhere is the same lar.
well knitted $ex network.
hohoho.

David-80
August 10th, 2004, 05:04 PM
There is even a tv show here, called jakarta underground, full of that kind of entertaiment, they using peep camera.

cheers

peseg5
August 10th, 2004, 05:37 PM
yea I bought it too, the first one only though. Well it's a documentary kind of book not a sex story book. I just wonder how the writer could get in to that 'world' he must have a very good channel with insiders.

Of course he (the writer) got onto it.. Pretend like an innocent, he must be enjoyed the 'show' too...ehehe.. :D just my jealous thoughts..

Mahaputra
August 10th, 2004, 06:44 PM
yea man.. must've been good to be the writer.. ahhahaha
I've got the second one.. I havent read the first one yet

Alvin
August 11th, 2004, 04:36 PM
Kemajemukan Jadikan Indonesia Negara Adidaya
JAKARTA - Sebagai bangsa dan negara yang memiliki 18.160 pulau, berbagai etnis dan agama, pemerintah harus memiliki sikap yang tepat terhadap kemajemukan Indonesia. Kemajemukan ini, jika dikelola dengan baik akan memperkaya dan memperbesar bangsa Indonesia, tetapi jika salah kelola dapat membawa disintegrasi dan bencana nasional.

Pendapat itu disampaikan oleh Ketua Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII), Pdt Dr Petrus Octavianus, kemarin, ketika memaparkan gambaran singkat mengenai bukunya, "Menuju Indonesia Jaya (2005-2030) dan Indonesia Adidaya (2030-2055) yang rencananya akan diluncurkan pada 13 Agustus mendatang di Jakarta.

Buku setebal 400 halaman itu mengulas tentang permasalahan bangsa Indonesia dan solusinya untuk menuju harapan baru menjadi negara Indonesia Jaya dan Adidaya. Prediksi Octavianus itu selain didasari oleh teori John Naisbitt dan Philip Tose, juga berdasarkan pengalamannya mengunjungi 80 negara dan mempelajari faktor-faktor yang mendukung kemajuan satu negara.

"Kesimpulan saya, Indonesia adalah negara yang kaya dan dapat menjadi negara yang makmur, aman dan sejahtera tahun 2005-2030. Prediksi ini perlu dikombinasikan dengan stabilitas nasional, pengelolaan sumber daya alam dan manusia yang baik, bertumbuhnya demokrasi dan transparansi serta tetap dijaga kemajemukan sebagai hal yang memperkaya Indonesia," katanya.

Dikatakan, sejak Indonesia merdeka, gejala-gejala disintegrasi bangsa telah muncul karena diciptakan Belanda sebagai politik untuk memecah belah. Metode ini memang sangat pas mengingat Indonesia terdiri dari suatu kemajemukan dalam etnis maupun agama.

"Saya berharap tidak ada lagi diskriminasi agama sekecil apapun di negara Pancasila ini. Dalam hal ini perlu dibedakan antara wilayah politik dan wilayah agama. Agama menyangkut the way of life dari seseorang, sedang politik menyangkut ideologi dan pembangunan," katanya.

Untuk menciptakan Indonesia yang sejahtera, makmur dan aman, program pembangunan jangka panjang hendaknya tidak hanya untuk mengejar kemajuan lahiriah, seperti sandang, pangan, perumahan dan kesehatan, tetapi juga mampu mengembangkan faktor unggulan. Sejarah menunjukkan masyarakat bisa mencapai kemakmuran karena berhasil memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, katanya.


Lima Besar

Octavianus sangat yakin, masih ada harapan bagi bangsa Indonesia untuk menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera seperti yang dicita-citakan selama ini. Mengutip ahli ekonomi internasional, Philip Tose, Indonesia akan masuk dalam lima besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2020, karena sumber daya alam dan manusia telah dimiliki Indonesia.

Selain itu, pemerintah harus secara sistematis mengurangi defisit APBN dan sektor kelautan yang selama ini belum optimal dikelola merupakan potensi alam yang luar biasa.

Hal mendasar yang harus diselesaikan oleh pemerintah adalah membuat program jangka pendek untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mendasar. Dikatakan, dalam bukunya Steven R Covey, ilmuwan dari AS, ditulis analisa dosa pemimpin negara-negara berkembang, KKN , kesenangan tanpa hati nurani, pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moralitas, Iptek tanpa kemanusiaan, agama tanpa pengorbanan dan politik tanpa prinsip.

Selain itu, jaminan keamanan dan kepastian hukum perlu ditegakkan untuk meyakinkan bahwa kegiatan ekonomi dapat dilakukan tanpa gangguan. Dan yang tak kalah penting adalah menyelesaikan agenda reformasi.

Sedangkan program jangka panjang dari pemerintah adalah bagaimana menciptakan landasan yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kekuatannya sendiri menuju masyarakat adidaya berdasarkan Pancasila. (L-6)