View Full Version : [RIAU] Projects and development (excluding Pekanbaru and Dumai)


Pages : [1] 2 3 4 5 6 7 8 9 10

@b1
November 24th, 2010, 05:06 PM
Riau

Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Provinsi ini terletak di Pulau Sumatera dan beribukotakan Pekanbaru. Provinsi Riau di sebelah utara berbatasan dengan Kepulauan Riau dan Selat Melaka, di sebelah selatan dengan Provinsi Jambi dan Selat Berhala, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan (Provinsi Kepulauan Riau) dan di sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara.

mari kita daftarkan proyek2 diluar Pekanbaru dan Dumai di sini.

sejar
November 25th, 2010, 07:11 AM
^^ Bangkinang, Kuansing, Pasir Pengaraian, Siak, Pangkalan kerinci, Bengkalis, Duri, Tembilahan, Rengat, Lipatkain, Selat panjang, Perawang, ada lagi???
Susah jg ni cari updatenya..

drie
November 25th, 2010, 03:23 PM
oh, ada thread riau Project ya ?? kayaknya masih belum begitu perlu di buka. tapi karean udah di buka ya udah deh, maksih ya bro @b1 yang udah buka Thread Riau Project ini :)

rilham2new
November 25th, 2010, 03:49 PM
Masalahnya proyek itu ada. Tapi tersebar-sebar. Mengupdatenya susah jadinya ..... Tinggal RIAU POS lah satu-satunya sumber kita.

Tapi kalau thread ini jadi project, nanti thread Riau di bawah Nusantara malah sepi lagi .... Selama ini kan project diposting ke sana semua :nuts:

chow
November 26th, 2010, 08:14 AM
Masalahnya proyek itu ada. Tapi tersebar-sebar. Mengupdatenya susah jadinya ..... Tinggal RIAU POS lah satu-satunya sumber kita.

Tapi kalau thread ini jadi project, nanti thread Riau di bawah Nusantara malah sepi lagi .... Selama ini kan project diposting ke sana semua :nuts:

Iya benar, yang project sebenarnya dah banyak forumer pekanbaru posting di nusantara, saat ini belum ada proyek yang terasa wah... di riau selain pekanabru

rilham2new
November 26th, 2010, 12:01 PM
Untuk infrastruktur sih ada.

Islamic Center, Jembatan, Airport ..... Kantor pemerintahan.

Di Tembilahan lagi bangun Terminal Peti Kemas tuh di Parit 25. Kawasan pergudangannya malah udah berdiri.

Kantor cabang bank-bank juga masih akan buka kok dalam beberapa tahun ke depan.

Venue PON di daerah juga wah-wah kok. Cuman mungkin ya kalau proyek swasta sih ya gak ada yang terlalu wah. Karena dari segi jumlah penduduk juga mana ada kota/kabupaten di Riau yang penduduknya mendekati populasi PKU.

drie
November 26th, 2010, 12:39 PM
Pasar Belantik Siak Segera Dioperasikan

Gedung Pasar Belantik siap digunakan. Untuk memindahkan para pedagang di lokasi tradisional, Pemkab Siak menggelar Rakor tim relokasi.

Riauterkini-SIAK- Pasar Belantik sudah selesai dibangun dan siap difungsikan, untuk mewujudkan hal itu tim Sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, Jumat (26/11/10), gelar Rakor dengan tim Relokasi Pasar. Rakor berlangsung di ruang rapat Sekretariat dan dibuka langsung Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Siak. Adli Malik.

Selain itu ia berharap relokasi pasar itu tidak menjadi persoalan dan polemik di tengah-tengah masyarakat hingga menimbulkan dampak negative dan bahkan relokasi jangan pula disinyalir dengan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) nantinya. Pembangunan itu hanya untuk menciptakan suasana yang baik dan kondusif.

Pasar Belantik yang segera difungsikan tersebut telah selesainya pelaksanaan pembangunannya tentunya bangunan tersebut sudah siap untuk ditempati, sebab bangunan yang sudah selesai pengerjaannya jika tidak ditempati akan mengakibatkan hal-hal negative salah satunya kerusakan fisik dari oknum yang tidak bertanggung jawab nantinya.

Untuk itu Sekda menilai relokasi ini sebaiknya memang sudah sepantasnya untuk dilakukan namun tentunya perlunya sosialisasi yang maksimal kepada masyarakat agar tidak memicu permaslahan nantinya. Apalagi sebentar lagi akan dilaksanakannya pemilikada, Sekda mencemaskan akan disinyalirkan dengan hal tersebut.

“Karena p[embangunan pasar Belantik sudah selesai pembangunannya maka sudah sepantasnya bangunan tersebut difungsikan sesuai dengan fungsinya yakni pasar. Selain itu apabila tidak difungsikan tentunya akan berdampak negative dan dikhawatirkan di rusak orang tak bertanggungjawab,” terang Adli Malik.

Selain itu dikatakan Jhoni ST dalam peraturan tersebut dijelaskan ketentuan dan penetapan prioritas pedagang yang menyebutkan bahwa penetapan prioritas pedagang untuk mendapatkan hak menempati kios/los yakninya pedagang aktif, pedagang pasif, pedagang penyewa dan pedagang tempatan. Serta dalam peraturan tersebut juga dijelaskan prosedur relokasi, hak dan kewajiban pemakaian tempat usaha. Jhonny berharap relokasi ini dapat disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat sehingga realisasinya nantinya dapat berlangsung dengan baik dan lancer.

“Untuk itu diharapkan agar relokasi pasar Belantik ini nantinya dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat menikmati pasar sebagai mana mestinya,” terang Jhoni.***(vila)

---------------------------------------

pasar belantik ?? lokasinya dimana nih ?? :bash:

rilham2new
November 27th, 2010, 05:13 PM
Progress RUMAH BACA Kabupaten Siak
Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak

Riau Pos 27 November 2010
http://farm6.static.flickr.com/5005/5211800442_376748ff2d_z.jpg

rilham2new
November 27th, 2010, 05:14 PM
Progress GOR TINJU PELALAWAN
Pangkalankerinci
Kabupaten Pelalawan
Riau Pos 24 November 2010
http://farm5.static.flickr.com/4103/5211633014_ede7cf2f45.jpg

rilham2new
November 27th, 2010, 05:15 PM
Progress Jembatan Sungai Liong
Kecamatan Bantan, Pulau Bengkalis
Kabupaten Bengkalis
Riau Pos 26 November 2010
http://farm6.static.flickr.com/5162/5211803226_824f251250_b.jpg

rilham2new
November 27th, 2010, 05:17 PM
Proyek Pelabuhan Bongkar Muat PARIT 21
Tembilahan
Kabupaten Indragiri Hilir
Riau Pos 12 Oktober 2010

http://farm2.static.flickr.com/1082/5098719097_6bbe3d3cc7_b.jpg

rilham2new
November 27th, 2010, 05:26 PM
Progress Pembangunan Pasar Modern Kampung Padang
Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah
Kabupaten Rokan Hulu
Gambar oleh RABIAN NAZRI
http://farm2.static.flickr.com/1409/5152363872_4c88200222_b.jpg

^^ Akan ada Kantor BNI nya :)

jendry
November 28th, 2010, 10:29 AM
Progress Jembatan Sungai Liong
Kecamatan Bantan, Pulau Bengkalis
Kabupaten Bengkalis
Riau Pos 26 November 2010
http://farm6.static.flickr.com/5162/5211803226_824f251250_b.jpg

jembatan sungai liong ini desaignnya bagus ya.. :)

seluruh jembatan besar di riau punya desaign yang oke artistik banget,..
ada nilai tambahnya kalau di desaign dengan artistik begitu.. :)

rilham2new
November 29th, 2010, 02:56 AM
Makanya kalau ada proyek diposting lah ke sini Jen :D

rilham2new
November 29th, 2010, 03:02 AM
Progress Masjid Raya Kuansing
Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi
gambar oleh Indra_dreece
http://farm2.static.flickr.com/1017/5188764059_6df5049011_b.jpg

PRogress Gedung Dewan
Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah
Kabupaten Rokan Hulu
Riau Pos 25 Agustus 2010
http://farm2.static.flickr.com/1412/5169008359_572db70f7f.jpg

rilham2new
November 29th, 2010, 03:03 AM
Proyek ini jaraknya sekitar 30-40 km dari ibukota Kabupaten

Pengerjaan Jalan Dua Jalur (DUAL CARRIAGEWAY)
Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu
Riau Pos 25 Agustus 2010
http://farm5.static.flickr.com/4014/5169008495_0ae4223e9c.jpg

Gaktahu jadinya bakal kayak gimana, tapi ini contoh jalan DUAL CARRIAGEWAY di Kabupaten Rokan Hulu

Lokasi: Kecamatan Rambah (Pasirpengaraian, Ibukota Kabupaten)
http://farm5.static.flickr.com/4101/4751975905_b0b29a4c16_b.jpg

Lokasi: Kecamatan Ujungbatu (Ujungbatu, Kota Kecamatan) ... 20 km selatan ibukota Kabupaten
http://farm5.static.flickr.com/4137/4751963421_df15329c80_b.jpg

Lokasi: Kecamatan Rambah Hilir (Muara Rumbai, Kota Kecamatan) ... 20 km utara ibukota kabupaten
http://farm5.static.flickr.com/4075/4753319097_9de45c3446_b.jpg

Lokasi : Kecamatan Rambah Samo ... 5-10 km menjelang ibukota Kabupaten
http://farm5.static.flickr.com/4098/4751966307_d33601fa46_b.jpg

Ini kayaknya menjelang Pasirpengaraian, tapi kota kecamatan nya tidak masuk kecamatan Rambah, mungkin masih di Rambah Samo
http://farm5.static.flickr.com/4102/4751967025_26e292639c_b.jpg

Lokasi : kecamatan Tandun, sekitar 30-40 km dari ibukota kabupaten.. Gambar Mei 2010, sudah dilebarkan sebagian
http://farm5.static.flickr.com/4078/4751960617_b8a646400f_b.jpg

jendry
November 29th, 2010, 10:25 AM
Makanya kalau ada proyek diposting lah ke sini Jen :D

haha.. :D

kasiiiaan posting sendiri..
xixixi.. :P :D

ohw tenang aja bang, aku punya maket kompleks perkantoran rokan hilir ne karna jumlah gambarnya puluhan, terlalu lama sepertinya upload pake modem, tengah malam aja aku posting :cheers:
tapi sebelum lihat jangan kaget dulu ya, ntar aja kagetnya kalau udah liat :D



oia aku juga ada sedikit gambar project di kompleks kantor bupati siak..

jendry
November 29th, 2010, 06:57 PM
maket rencana pembangun kompleks perkantoran pemerintah kabupaten rokan hilir.



http://farm6.static.flickr.com/5041/5216990375_2c20057266_b.jpg








http://farm6.static.flickr.com/5001/5216997213_4f3109ca3e_b.jpg








http://farm6.static.flickr.com/5130/5216993559_0990eb06c5_b.jpg
tatan yp

rilham2new
November 30th, 2010, 06:46 AM
^^ Dari mana potretnya tuh Jen ???? Ada maket Jembatan Pedamaran I dan II juga ??? :D

drie
November 30th, 2010, 06:55 AM
INFO : Teryata kab Inhu tengah membangu jembatan di Kota rengat menggatikan jembata gantug yang dulu pernah ada. jembatan baru ini mirip degan jembatan di Kota palu. saat ini pengerjaa telah mencapai 80 %

[COLOR="Purple"]
Jembatan Teluk Palu / Jembatan Palu 4
http://img339.imageshack.us/img339/2896/ilustrasikidnesiathumb5.jpg

jendry
November 30th, 2010, 08:08 AM
^^ Dari mana potretnya tuh Jen ???? Ada maket Jembatan Pedamaran I dan II juga ??? :D

aku dapat di fb nya si arsitek.. :D
wanline architecture,..

belum ada dapat lagi baru maket perkantoran dan rumah pejabat di kompleks atas aja yang dapat...

jendry
December 1st, 2010, 10:10 AM
2011, Target Investasi Riau Dinaikkan Jadi Rp 7 T


riaubisnis.com - Tingginya progress investasi Riau tahun ini, menjadikan Modal Badan Penanaman Modal dan Pembangunan Daerah (BPMPD) Riau bakal meningkatkan target investasi daerah di tahun 2011. Jika tahun ini BPMPD menargetkan Rp 6 triliun nilai investasi maka di 2011 akan dinaikkan menjadi 7 triliun selama satu tahunnya.

“Progres ekonomi Riau saat ini semakin membaik, untuk itu kami bakal menekankan nilai investasi pada 2011 akan naik menjadi Rp 7 triliun,” ungkap Feizal, Kepala BPMPD Riau kepada riaubisnis.com, Rabu (1/12/2010). Dalam penjelasannya, dominasi investasi tahun depan masih akan berkutat pada sector perkebunan serta infrastruktur yang menjadi poin pengembangan utama pemerintah Provinsi Riau.

Dalam waktu dekat peluang investasi akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan tol Pekanbaru-Dumai, pembenahan pelabuhan Dumai menjadi kawasan perdagangan bebas, dan pengembangan industri hilir klaster sawit. Hingga saat ini, lanjut Feizal, pencapaian investasi di Riau sudah mencapai pada kisaran angka Rp 7,5 triliun.

“Target tahun ini sudah kita capai secara baik dengan tetap berfokus pada investasi prkebunan dan infrastruktur. Selain itu, dominasi investor local masih tetap bertahan ketimbang dengan investor asing,” ujarnya lagi.

Feizal mengungkapkan segala bentuk perizinan penanaman modal saat ini sudah menjadi wewenang Pemprov Riau. Sebelumnya, semua izin investasi PMDN selalu dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta.

"Sejak 1 November lalu, izinnya sudah dikelola BP2T Riau. Dilimpahkannya wewenang ini berdasarkan Peraturan Ketua BKPM nomor 12 tahun 2009, bahwa seluruh perizinan dan non perizinan PMDN tidak lagi wewenang pusat, tetapi diserahkan ke daerah,"paparnya.

Dikatakan, sistim perizinan PMDN itu menggunakan sistim pelayanan informasi dan perizinan investasi secara elektronik (SPIPISE). Bahkan tidak hanya PMDN, direncanakan ke depannnya semua perizinan untuk PMA juga akan diambil alih oleh daerah. (*)

jendry
December 1st, 2010, 10:11 AM
FS dan Amdal Klaster Sawit Riau Belum Ada


riaubisnis.com - Pembangungan klaster hilir industri kelapa sawit hingga saat ini masih belum menemui titik terang. Beragam pertanyaan pun timbul, dengan anggapan investasi untuk proyek ini kurang diminati oleh investor, mengingat minimnya insentif fiskal maupun non fiskal dari pemerintah.

Namun hal ini dibantah, Feizal Qomar Karim, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pembangunan Daerah (BPMPD) Provinsi Riau. “Kita masih menunggu Fisibility Study dan Amdal klaster industri sawit Riau dari Disperindag. Bagaimana kita bisa mempromosikan proyek ini jika FS dan amdal-nya belum ada,” ujarnya kepada riaubisnis.com, Rabu (1/12/2010).

Ditanya mengenai minimnya minat investor kepada industry hilir ini, Feizal menyatakan, investor malah sangat berminat pada pengembangan industri klaster ini. “Kita sudah melakukan beberapa kali presentasi promosi ke beberapa daerah untuk pengembangan klaster sawit ini. Umumnya, para investor menyatakan berminat untuk menanamkan modal untuk proyek tersebut,” ungkapnya.

Menurut Feizal, polemik utama dalam penyiapan FS dan amdal adalah minimnya anggaran yang diberikan pemerintah. Namun, hingga saat ini beragam usulan dana untuk pembuatan business plan, FS maupun Amdal untuk klaster tersebut belum bisa dipenuhi.

Dengan adanya business plan, FS maupun Amdal tersebut, barulah nantinya rencana pembangunan klaster industri kelapa sawit di Dumai dan Kuala Enok bisa dilakukan. Selain itu, pemerintah juga harus bisa memberikan insentif dan fasilitas menarik kepada para investor. Insentif yang diharapkan investor dapat berupa perbaikan infrastruktur dan pemberian tax holiday.

Menurutnya, upaya untuk mewujudkan pembangunan klaster industri kelapa sawit ini masih sangat panjang sekali. Untuk itu perlu dukungan dari semua pihak baik moril maupun materil sehingga cita-cita itu akan bisa terwujud. “Meski mungkin dalam waktu yang lama, namun saya optimis dan yakin kalau ini akan jadi,” tegasnya. (*)

jendry
December 1st, 2010, 10:12 AM
Hingga Kuartal II 2010, Ekspor Riau Capai US$ 8,5 M



riaubisnis.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat nilai ekspor Riau hingga kuartal II 2010 mencapai US$ 8,5 miliar. Dan pada Agustus 2010 sebesar US$ 1,6 miliar. Atau naik 70,33 persen dibanding ekspor Juli 2010 yang sebesar US$ 944,03 juta.

“Secara komulatif nilai ekspor Januari-Agustus 2010 sebesar US$ 8,5 miliar. Meningkat sebesar 29,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2009 sebesar US$ 6,6 miliar,” ungkap Kepala BPS Provinsi Riau, Abdul Manaf, kepada riaubisnis.com di kantornya, Rabu (1/12/2010).

Kontribusi nilai ekspor Riau terhadap Nasional bulan Agustus 2010 sebesar 11,73 persen dan pada Januari-Agustus 2010 sebesar 8,67 persen. Ekspor migas bulan Agustus 2010 mencapai US$ 386,24 juta atau naik 31,90 persen dibanding ekspor migas bulan Juli 2010.

Sedangkan selama Januari-Agustus 2010 ekspor migas mencapai US$ 2,854,00 juta atau mengalami kenaikan sebesar 46,29 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ekspor non migas bulan Agustus 2010 mencapai US$ 1,2 miliar atau naik 87,61 persen dibanding ekspor non migas bulan Juli 2010. Selama Januari-Agustus 2010 mencapai US$ 5,7 miliar atau meningkat 22,62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Manaf.

Selama Januari-Agustus 2010 ekspor non migas didominir oleh lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$ 3,6 miliar (63,94 persen), diikuti oleh kertas dan karton sebesar US$ 795,01 juta (13,93 persen), serta bubur kayu/pulp US$ 647,56 juta (11,35 persen). Kontribusi ketiganya mencapai 89,22 persen dari total ekspor non migas Riau.

Manaf mengatakan, ekspor non migas selama Januari-Agustus 2010 mayoritas ke India dengan nilai US$ 1,2 miliar, diikuti China US$ 999,79 juta, Belanda US$ 525,76 juta, Malaysia US$ 412,79 juta, dan Italia US$ 301,16 juta. Kontribusi kelimanya mencapai 60,45 persen terhadap keseluruhan ekspor non migas Riau.

“Menurut sektor, ekspor hasil pertanian, hasil industri dan hasil pertambangan dan lainnya selama Januari - Agustus 2010 masing-masing meningkat sebesar 3,49 persen, 21,40 persen dan 144,71 persen dibanding periode yang sama tahun 2009,” urai dia. (*)

rilham2new
December 1st, 2010, 06:08 PM
Berita ttg Kabupaten Kepulauan Meranti
Dari RIAU POS


2011, Pelabuhan Kargo Meranti Dibangun
– 1 December 2010
Laporan FIRMAN AGUS, Selatpanjang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti pada 2011 mendatang akan mewujudkan pembangunan pelabuhan kargo di kawasan Dorak Kota Selatpanjang. Pembangunan pelabuhan kargo itu sendiri merupakan penerusan dari awalnya, yang direncanakan oleh Bengkalis sebelum dilakukan pemekaran.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Meranti Drs Suhendri MSi, saat dilakukan perbincangan, Selasa (30/11) mengutarakan bahwa tahun anggaran 2011, terhadap rencana pembangunan pelabuhan kargo, akan dilakukan survei perencanaan.

Dikatakan oleh mantan pejabat Bengkalis itu, awalnya pelabuhan kargo itu akan dibangun Pemkab Bengkalis, tapi batal seiring pemekaran Meranti dan kendala lainnya.

‘’Untuk tahap awal 2011 kita akan lakukan kembali perencanaannya, karena perencanaan lama berada di Bengkalis. Selain itu kita juga akan melakukan kajian atau feasibility study (FS) terhadap rencana tersebut trlebih dahulu, karena kita tidak mau gegabah dalam membangun sebuah proyek,’’ ungkap Suhendri.

Dia mengatakan juga bahwa seiring dengan keinginan bupati Drs Irwan Nasir MSi tentang pelabuhan kargo yang nantinya juga dijadikan multi fungsi. Ini artinya, selain untuk kapal barang juga untuk penumpang khususnya pelayaran domestic dan internasional. Lokasi untuk pelabuhan kargo itu, lanjutnya masih tetap lokasi lama yang ditetapkan Bengkalis dahulu-nya.

Saat ditanyakan soal kegiatan fisiknya, Kapala Bappeda Meranti menyebutkan bahwa setelah dilakukan kajian terlebih dahulu tentu akan dilanjutkan dengan kegiatan fisik. Untuk pendanaan katanya Pemkab meranti akan mengupayakan melakukan dalam bentuk sharing budget dengan provinsi atau pemerintah pusat, karena biayanya diperkirakan mendekati angka Rp100 miliar.

Dijadikan Pelra

Di sisi lain, pada kesempatan yang sama Suhendri menginformasikan bahwa Pelabuhan Tanjung Harapan milik Pelindo akan dijadikan Pelabuhan Rakyat (Pelra) untuk pelayaran antar pulau di Kepulauan Meranti. Hal itu tentunya setelah pembangunan pelabuhan kargo terealisasi.

‘’Pelabuhan Tanjung Harapan akan kita ubah fungsi menjadi Pelra, kalau pembangunan pelabuhan kargo dan penumpang di Dorak terealisasi. Meranti khususnya Kota Selatpanjang memerlukan minimal dua pelabuhan yaitu antar pulau di Meranti serta pelayaran domestic dan luar negeri baik untuk barang maupun penumpang,’’ ujarnya mengakhiri.(*1/nto)

rilham2new
December 1st, 2010, 06:55 PM
Menurut RIAU POS (30 November 2010), Jembatan Perawang sepanjang 1.48 km ini akan beroperasi pada 1 Januari 2011.\
Lokasi Jembatan : Desa Maredan, Kecamatan Tualang - Kabupaten Siak.

http://farm5.static.flickr.com/4091/5224191988_27b13306b7_b.jpg

rilham2new
December 1st, 2010, 07:10 PM
Menurut RIAU POS (30 November 2010), Jembatan Teluk Mesjid dengan panjang lebih dari 1 km akan bisa dilewati pada APRIL 2011. Itu kalau tidak molor lagi, karena Jembatan Teluk Mesjid ini molornya udah berkali-kali ...


LOkasi : Kecamatan Sungai Apit (Sei Apit), Kabupaten Siak

TIDAK ADA UPDATE Terbaru dari lokasi.

Rendering
http://farm3.static.flickr.com/2698/4393213309_d7fcdb884b_z.jpg?zz=1

Progress jaman 2008/2009 dulu
1
http://farm3.static.flickr.com/2598/4019180913_0182690655.jpg

2
http://farm3.static.flickr.com/2641/4019943874_b36c6ffcd8.jpg

Wartawan RIAU POS tolong lah liput ke lokasi....

jendry
December 1st, 2010, 07:14 PM
Menurut RIAU POS (30 November 2010), Jembatan Perawang sepanjang 1.48 km ini akan beroperasi pada 1 Januari 2011.\
Lokasi Jembatan : Desa Maredan, Kecamatan Tualang - Kabupaten Siak.

http://farm5.static.flickr.com/4091/5224191988_27b13306b7_b.jpg


http://farm5.static.flickr.com/4091/5196389576_478c1cf36f_z.jpg










http://farm5.static.flickr.com/4132/5195768495_0a8bbc8d74_z.jpg

rilham2new
December 1st, 2010, 07:15 PM
Pembangunan di Riau sih sudah mencapai sampai ke Kota Kecamatan. Pembangunan berikut berlokasi di Kota Kecamatan yang berjarak 20 km dari Ibukota Kabupaten dan sekitar 160 km dari Ibukota Provinsi.

Kantor Cabang Pembantu Bank Mega di Ujungbatu diresmikan
Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu
Ini gambar Mei 2010
http://farm5.static.flickr.com/4142/4752603502_ff31737129_b.jpg

Nah ini dari RIAUPOS 1 Desember 2010
http://farm5.static.flickr.com/4092/5224191018_9a13cd03e1_b.jpg

Sekedar Info tambahan, Kalau kota kecamatan ini telah menikmati Layanan perbankan dari Bank Mandiri (bank terbesar negara ini) bahkan sejak masih dari pecahan kecil Bank Exim dulu ... jadi kantor ini sudah eksis sejak 1990-an :)
http://farm5.static.flickr.com/4081/4778156623_89e0b31ce8_b.jpg

rilham2new
December 1st, 2010, 07:20 PM
Ada sedikit data


List Of BANK operated in Riau Province
excluding Pekanbaru branches, BRI branches, and Bank Perkreditan Rakyat (BPR) which are so plenty in Riau.
Note : BRI is everywhere in the nation, so it is unnecessary to be proud with its existence.

Kota Dumai
Bank Riau
BCA
Bank Mandiri
Bank Panin
BRI
BNI
Bank Danamon
Bank Mega
CIMB Niaga
Bank Syariah Mandiri
Danamon Simpan Pinjam
BTPN
Bank Sinarmas

Kabupaten Rokan Hulu
Bank Riau : Pasirpengaraian, Ujungbatu, Dayun, Dalu-dalu, Kota Tengah, Kabun
Bank Mandiri : Ujungbatu, Pasirpengaraian
Bank Mega : Ujungbatu
Bank Panin : Ujungbatu
Bank Agro : Dalu-dalu
Danamon Simpan Pinjam : Ujungbatu
BNI : Pasirpengaraian
Bank Syariah Mandiri : Ujungbatu

Kabupaten Rokan Hilir
Bank Riau : Bagansiapi-api, Baganbatu, Ujungtanjung
Bank Mandiri : Baganbatu
Bank Panin : Baganbatu
Bank Danamon : Baganbatu
Bank Syariah Mandiri : Baganbatu, Ujungtanjung
Danamon Simpan Pinjam : Baganbatu
BNI : Baganbatu

Kabupaten Kampar
Bank Riau : Bangkinang, Kuok, Petapahan, Lipatkain, Airtiris, Suram
BNI : Bangkinang
BTN : Bangkinang
Bank Mandiri : Bangkinang
Danamon Simpan Pinjam : Bangkinang, Petapahan
Bank Syariah Mandiri : Bangkinang, Siak Hulu

Kabupaten Siak
Bank Riau : Siak Sri Indrapura, Perawang, Minas, Dayun, Sei Apit, Kandis
BNI : Siak Sri Indrapura,
Bank Mandiri : Minas, Perawang
BII : Perawang
Bank Sinarmas : Perawang
Danamon Simpan Pinjam : Perawang

Kabupaten Bengkalis
Bank Riau : Bengkalis, Sei Pakning, Duri, Tanjung Samak, Teluk Belitung
Bank Panin : Duri
Bank Danamon : Duri
Bank Mega : Bengkalis, Duri
Bank Mandiri : Bengkalis, Duri
BNI : Bengkalis, Duri
CIMB Niaga : Duri
BTN : Duri
Bank Syariah Mandiri : Bengkalis, Duri
Danamon Simpan Pinjam : Duri
BCA: Duri
Bank Muamalat: Duri

Kabupaten Kepulauan Meranti
Bank Riau : Selatpanjang
Bank Danamon : Selatpanjang
Bank Panin : Selatpanjang
BNI : Selatpanjang
Bank Syariah Mandiri : Selatpanjang
Bank Muamalat : Selatpanjang

Kabupaten Kuantan Singingi
Bank Riau : Telukkuantan, Baserah, Lubuk Jambi
BNI : Telukkuantan
Bank Mandiri : Telukkuantan
Danamon Simpan Pinjam : Telukkuantan
Bank Syariah Mandiri : Telukkuantan
Kabupaten Pelalawan
Bank Riau : Pangkalankerinci, Sorek, Ukui
BNI : Pangkalankerinci
Bank Mandiri : Pangkalankerinci
Bank ICB Bumiputera : Pangkalankerinci
Bank Syariah Mandiri : Pangkalankerinci
Danamon Simpan Pinjam : Pangkalankerinci

Kabupaten Indragiri Hulu
Bank Riau : Rengat, Air Molek, Belilas, Peranap, Pematang Reba
Bank Mandiri : Rengat, Air Molek
Bank Panin : Rengat, Air Molek
BNI : Rengat, Air Molek
Danamon Simpan Pinjan : Rengat
Bank Syariah Mandiri : Rengat

Kabupaten Indragiri Hilir
Bank Riau : Tembilahan, Sei Guntung, Kota Baru, Kuala Enok
Bank Panin : Tembilahan
BNI : Tembilahan, Sei Guntung
Bank Syariah Mandiri : Tembilahan
Danamon Simpan Pinjam : Tembilahan

LIST AKAN TERUS DIUPDATE...




pelengkap data di atas, pajangan indah buat halaman depan thread :D


Statistik Perbankan Riau per September 2010
Sumber : Bank Indonesia Pekanbaru
Riau Pos 20 November 2010

Jumlah Kantor Bank Umum di Kabupaten & Kota di Riau

Keterangan :
KP : Kantor Pusat
Kanwil : Kantor Wilayah
KC : Kantor Cabang
KCP : Kantor Cabang Pembantu
KK : Kantor Kas

Kota Pekanbaru
KP : 1
Kanwil :1
KC : 45
KCP : 106
KK : 23
Lainnya : 36

Kabupaten Bengkalis
KC : 7
KCP : 14
KK : 3
Lainnya : 9

Kota Dumai
KC : 2
KCP : 28
KK : 4
Lainnya : 3

Kabupaten Indragiri Hulu
KC : 2
KCP : 26
KK : 3
Lainnya : 8

Kabupaten Indragiri Hilir
KC : 5
KCP : 35
KK : 3
Lainnya : 9

Kabupaten Kampar
KC : 2
KCP : 21
KK : 2
Lainnya : 3

Kabupaten Kuantan Singingi
KC : 1
KCP : 17
KK : 1
Lainnya : 2

Kabupaten Pelalawan
KC : 2
KCP : 16
KK : 1
Lainnya : 2

Kabupaten Rokan Hulu
KC : 4
KCP : 17
KK : 6
Lainnya : 5

Kabupaten Rokan Hilir
KC : 4
KCP : 16
KK : 1
Lainnya : 4

Kabupaten Siak
KC : 2
KCP : 15
KK : 2
Lainnya : 3

Kabupaten Kepulauan Meranti
KC : 3
KCP : 4
KK : 1
Lainnya : 2

TOTAL PROVINSI RIAU
Kantor Pusat : 1
Kantor Wilayah : 1
Kantor Cabang : 79
Kantor Cabang Pembantu : 314
Kantor Kas : 50
Lainnya : 86

RIAU PROVINCE Banking and Finance Performance summarized by Bank Indonesia as 3rd Quarter of 2010
Total Asset : Rp 44.47 trillions
Pertumbuhan YEAR-ON-YEAR Q3 : 11.31%

Dana Pihak Ketiga : Rp 35.89 trillions
Pertumbuhan YEAR-ON-YEAR Q3 : 11.88%

Dana Pihak Ketiga Kota Pekanbaru : Rp 22.38 trillions (63.25% dari DPK Total Provinsi Riau)

NPL (Non-Performing LOan) atau Kredit Macet : 3.17%

drie
December 2nd, 2010, 07:35 AM
Progress RUMAH BACA Kabupaten Siak
Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak

Riau Pos 27 November 2010
http://farm6.static.flickr.com/5005/5211800442_376748ff2d_z.jpg

^^ kok sepertinya ada bagian yang di tanggalkan ya, bandingkan sendiri deh :D
ini gambar 1 minggu setelah Hari Raya Idul Fitri kemarin :)

http://farm5.static.flickr.com/4035/5163253454_dce67a0617_z.jpg

drie
December 2nd, 2010, 07:39 AM
Menurut RIAU POS (30 November 2010), Jembatan Perawang sepanjang 1.48 km ini akan beroperasi pada 1 Januari 2011.\
Lokasi Jembatan : Desa Maredan, Kecamatan Tualang - Kabupaten Siak.

http://farm5.static.flickr.com/4091/5224191988_27b13306b7_b.jpg

jadi 1 Januari akan beroperasi ?? mantap :okay:. kalau begitu aku ucapkan selamat tinggal buat Kapal Penyebrangan BOB yang banyak Pungli:lol:

nih ada pict proses pengerjaan Betonisasi Jalan menuju jembatan Meredan di ambil 1 minggu setelah hari raya idul fitri:)

http://farm5.static.flickr.com/4153/5162606205_3d941a618a_z.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4019/5162605749_b668a8c837_z.jpg

http://farm2.static.flickr.com/1210/5163214702_2589e3f5ba_z.jpg

rilham2new
December 2nd, 2010, 09:15 AM
Aku REPOST ke Thread Jembatan di Riau ya :)

fahminanda
December 2nd, 2010, 09:33 AM
Progress Pembangunan Pasar Modern Kampung Padang
Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah
Kabupaten Rokan Hulu
Gambar oleh RABIAN NAZRI
http://farm2.static.flickr.com/1409/5152363872_4c88200222_b.jpg

^^ Akan ada Kantor BNI nya :)
^^
Aku sangat suka model pasar ini dari pada pasar yg ada di Pekanbaru yg bentuknya monoton. spt psr sail, psr rumbai dan psr senapelan/kodim:)

drie
December 2nd, 2010, 09:40 AM
Menurut RIAU POS (30 November 2010), Jembatan Teluk Mesjid dengan panjang lebih dari 1 km akan bisa dilewati pada APRIL 2011. Itu kalau tidak molor lagi, karena Jembatan Teluk Mesjid ini molornya udah berkali-kali ...


LOkasi : Kecamatan Sungai Apit (Sei Apit), Kabupaten Siak

TIDAK ADA UPDATE Terbaru dari lokasi.

Rendering
http://farm3.static.flickr.com/2698/4393213309_d7fcdb884b_z.jpg?zz=1

Progress jaman 2008/2009 dulu
1
http://farm3.static.flickr.com/2598/4019180913_0182690655.jpg

2
http://farm3.static.flickr.com/2641/4019943874_b36c6ffcd8.jpg

Wartawan RIAU POS tolong lah liput ke lokasi....


aku hanya mencoba menganalisa mengapa para wartawan atau siapapun tidak begitu banyak meliput pembangunan Jembatan Teluk Masjid ini. kemungkinan besar karena Lokasi teluk Masjid yang saat ini buka lagi menjadi jalan Utama menuju Bengkalis, semenjak di buka nya " Paket " jalan lintas yang menghubungkan Siak Sri Indrapura menuju Bunga Raya. sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Bengkalis tidak perlu lagi harus menyeberang lagi :)

hafis
December 4th, 2010, 03:31 PM
Bengkalis Siapkan 3.000 Hektar Kawasan Industri di Bukitbatu

Kabupaten Bengkalis merancang pembangunan pusat industri dan pelabuhan. Lahan seluas 3.000 hektar telah disiapkan di Bukitbatu.

Riauterkini-BENGKALIS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis segera realisasikan wacana Kecamatan Bukit Batu sebagai kawasan industri dan pelabuhan. Untuk itu, Pemkab Bengkalis akan menyiapkan lahan setidaknya 3.000 hektar dan diantaranya 1.000 hektar sebagai kawasan inti. Ribuan hektar tersebut berada di tiga desa yakni Desa Buruk Bakul, Desa Sukajadi dan Desa Sungai Selari.

Ditargetkan pada tahun 2011 mendatang seluruh kelengkapan dan persiapan terkait rencana kawasan Bukit Batu sebagai kawasan industri dan pelabuhan diselesaikan oleh Pemkab Bengkalis. Oleh karena itu, seluruh komponen yang terlibat dalam rencana ini harus secara serius melakukan progress yang akan dicapai.

"Lahan yang akan kita siapkan sekitar 3.000 hektar di wilayah ini. Dan 1.000 hektar sebagai inti dari rencana kawasan industri dan pelabuhan. Tetapi tidak mutlak pemerintah yang harus menangani sendiri," papar Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke lokasi rencana kawasan industri dan pelabuhan di Desa Buruk Bakul Jum'at (3/12/10) petang tadi.

Dijelaskan Herliyan, Pemkab Bengkalis optimis jika seluruh komponen yang terlibat juga secara serius mewujudkan kawasan ini menjadi kawasan industri dan pelabuhan. Sehingga tingkat ekonomi masyarakat yang lebih maju dapat dicapai. Namun, tidak serta merta rencana kawasan industri dan pelabuhan ini sudah terwujud begitu saja dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

"Sasaran kita ekonomi di Bengkalis bisa bangkit. Tapi tidak sebegitu cepat rencana kawasan industri dan pelabuhan ini langsung jadi, paling tidak perlulah 10-20 tahun baru mapan. Dan saya yakin tidak terlalu lama mewujudkan impian ini jika semua komponen saling koordinasi dan kerjasama. Kita juga akan usulkan dalam penggaran di APBN tidak hanya di APBD," katanya lagi.

Terkait akan adanya relokasi pemukiman penduduk warga dari 50 kepala keluarga, Bupati menyatakan, pemerintah akan berupaya maksimal agar tidak ada terjadi pemindahan pemukiman penduduk sekitar kawasan industri dan pelabuhan.

"Bukan tidak ada direlokasi sejumlah penduduk yang ada, tetapi kita secara maksimal akan upayakan jangan sampai ada relokasi pemukiman penduduk," ujarnya.

H. Herliyan Saleh juga mengingatkan kepada unsur pemerintah yang terlibat. Agar berkomitmen menyiapkan secara matang kawasan industri dan pelabuhan ini nantinya. Disebutkan Bupati, sangat penting melakukan review pemetaan wilayah seperti peruntukan-peruntukan lahan yang akan disiapkan. Mereview ulang tata ruang sesuai dengan RTRW dari acuan propinsi. Kemudian tim yang terlibat juga harus serius dan diatur.

"Kita akan evaluasi terus progresnya bagaimana. Tim yang terlibat harus dan diatur serta merieview rencana ini secara matang. Dan sangat penting terkait peruntukan-peruntukan lahan yang dipersiapkan juga harus jelas. Ini tidak main-main, dan saya akan tindak tegas jika ditemukan rekayasa nantinya," ingatnya.

Hadir dalam kunjungan rencana kawasan industri dan pelabuhan ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H Andre Sukarmen, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan H Ismail, Camat Bukit Batu dan sejumlah kepala bidang serta kepala bagian di lingkungan Pemkab Bengkalis.***(dik)

rilham2new
December 5th, 2010, 02:56 PM
jadi 1 Januari akan beroperasi ?? mantap :okay:. kalau begitu aku ucapkan selamat tinggal buat Kapal Penyebrangan BOB yang banyak Pungli:lol:

nih ada pict proses pengerjaan Betonisasi Jalan menuju jembatan Meredan di ambil 1 minggu setelah hari raya idul fitri:)

http://farm5.static.flickr.com/4153/5162606205_3d941a618a_z.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4019/5162605749_b668a8c837_z.jpg

http://farm2.static.flickr.com/1210/5163214702_2589e3f5ba_z.jpg

Menurut RIAUPOS dan kali ini sudah diUPDATE ... Jembatan Perawang diresmikan pada 20 Desember 2010 :banana:

Nih Dari RIAUPOS

Jembatan Perawang segera Diresmikan
– 4 December 2010

Laporan ABU KASIM, Siak

UNTUK memperlancar arus transportasi darat, khsusunya di Perawang, seiring dengan selesainya pembangunan Jembatan Perawang di Maredan, maka jika tidak ada aral melintang pada 20 Desember mendatang jembatan tersebut akan diresmikan oleh Gubernur Riau.

‘’Kita merencanakan pada 20 Desember Jembatan Perawang akan diresmikan. Tentunya ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat yang selama ini cukup terkendala terhadap penyeberangan di Perawang,’’ ujar Bupati Siak H Arwin AS SH kepada wartawan, Jumat (3/12) di Siak.

Dikatakan Arwin, saat ini pembangunannya sudah pada tahapan finishing dan kedua sisi jembatan tersebut juga sudah rampung di kerjakan. Makanya Pemkab Siak yakin bulan ini jembatan tersebut sudah bisa difungsikan untuk dilalui.

Ia juga menyebutkan, peresmian penggunaan Jembatan Perawang ini juga menghadapi tahun baru 2011 yang diprediksi akan ramai. Sehingga untuk mempermudah masyarakat yang ingin menyeberangi Sungai Siak di Perawang dapat berjalan lancar.

Menurut Arwin, pembangunan Jembatan Perawang yang terletak di Desa Maredan Barat, sudah lama dikerjakan. Makanya di akhir jabatannya sebagai Bupati Siak itu dapat difungsikan dengan baik, apalagi tahun depan Siak akan menghadapi Pemilukada 2011. Jadi peresmian Jembatan Perawang memang sangat representatif untuk memperlancar arus lalu lintas.

Sementara itu, Kadis PU Kabupaten Siak Ir H Aulia Aziz BE MM juga mengatakan, saat ini pembangunan Jembatan Perawang sudah rampung dan tinggal menyelesaikan pekerjaan finishing di bagian jembatan berupa pemasangan tiang listrik dan juga pembangunan di bagian kedua sisi jembatan. Karena untuk sisi arah Selatan Maredan sudah tidak ada masalah lagi.

Hanya saja kata Aulia, di bagian sisi timur Perawang memang ada bagian jalan yang belum diaspal. Makanya diperkirakan dalam bulan ini semua pekerjaannya selesai. Tentu pembangunan yang dilakukan dengan sistem sharing budget dari Pemkab Siak dan Riau akan diresmikan oleh Gubernur maupun dari Kementerian PU pusat.

‘’Kita berharap rencana peresmian ini tidak ada perubahan dan kita sedang mempersiapkan untuk acara seremonial peresmian,’’ ujarnya.
Aulia juga mengatakan, akses jembatan ini akan memperpendek rentang arus transportasi darat dari Pekanbaru menuju Kabupaten Siak. Karena selama ini masyarakat yang ingin menuju ke Siak selalu terkendala oleh feri penyeberangan Perawang, dan jika kondisinya rusak, maka akan mengalami istirahat selama berjam-jam.

Makanya ungkap Aulia, dengan adanya jembatan perawang yang akan diresmikan nanti tentu akan memberi manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Tentunya, diharapkan rencana itu tidak ada perubahan dan ini akan tetap dikoordinasikan bersama Pemprov Riau, karena pembangunan Jembatan Perawang ini dengan sistem sharing dana.(noi)

rilham2new
December 5th, 2010, 04:33 PM
Pelebaran Jalan Veteran
Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
Riau Pos 3 Desember 2010

http://farm6.static.flickr.com/5287/5234539528_4c751ab94b_z.jpg

drie
December 5th, 2010, 08:01 PM
Menurut RIAUPOS dan kali ini sudah diUPDATE ... Jembatan Perawang diresmikan pada 20 Desember 2010 :banana:

Nih Dari RIAUPOS

Jembatan Perawang segera Diresmikan
– 4 December 2010

Laporan ABU KASIM, Siak

UNTUK memperlancar arus transportasi darat, khsusunya di Perawang, seiring dengan selesainya pembangunan Jembatan Perawang di Maredan, maka jika tidak ada aral melintang pada 20 Desember mendatang jembatan tersebut akan diresmikan oleh Gubernur Riau.


hah 20 desember ?? aduh kenapa gak tanggal 10 aja yak ??? soalnya minggu depan aku ada rencana mau ke bengkalis nih :nuts:

drie
December 5th, 2010, 08:03 PM
^^

apakah jalan menuju jembatan ini ( sisi Perawang ) udah mulai di aspal ?? soalnya terakhir aku kesana jalan pendukung masih berupa jalan kerikil :)

sejar
December 7th, 2010, 01:16 PM
^^
Aku sangat suka model pasar ini dari pada pasar yg ada di Pekanbaru yg bentuknya monoton. spt psr sail, psr rumbai dan psr senapelan/kodim:)

Setuju bang.. modelnya keren, lebih mirip plaza menurut aq..

jendry
December 8th, 2010, 04:21 PM
Empat Blok Batubara Riau Ditender Pusat



PEKANBARU (RP) – Empat blok potensi pertambangan batubara di Riau kembali menjadi lirikan pusat. Buktinya, keempat potensi batubara di Riau mulai ditenderkan di Jakarta oleh Menteri Pertambangan ESDM. Keempat lokasi tersebut adalah GMB Kampar I Block, GMB Kampar II Block, GMB Pelalawan I Block dan GMB Pelalawan II Block. Jika tidak ada aral melintang, keempat block tersebut akan dikelola oleh pihak ketiga yang mampu mendatangkan pemasukan untuk Riau.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Riau, Husni Hasan kepada Riau Pos Senin (6/12) di Pekanbaru. Menurutnya, laporan tersebut sudah masuk dan baru diketahuinya. Hanya saja, dia tidak memiliki data dan informasi terkait seberapa besar potensi batu bara yang bisa dieksploitasi di kedua daerah tersebut.

‘’Informasinya saya sudah dengar, dan ini dilaksanakan oleh pusat. Tapi berapa besar potensinya saya tidak tahu dan memang bukan tanggungjawab kami. Kita hanya koordiasi saja,’’ terangnya.

Ketidak tahuan mantan Kepala Biro Ekonomi ini karena disebutnya sebagai kosekewensi dari otonomi daerah. Dimana seluruh pengelolaan dan potensi daerah termasuk masalah bahan tambang, menjadi tanggungjawab instansi setempat. Namun untuk hasil dari potensi yang ada juga akan diterima oleh provinsi melalui pajak yang dikenakan. Tidak hanya itu, Distamben Provinsi Riau juga tidak memiliki data lengkap terkait potensi yang ada di Riau khususnya bidang pertambangan.

‘’Kami memang tidak memiliki data potensi itu. Silakan saja ditanyakan ke dinas terkait di kedua daerah yang memiliki potensi itu. Kita hanya merekomendasikannya saja dan pemberitahhuan, karena yang mengenal wilayahnya adalah daerah. Tapi jika ini baik untuk Riau kenapa tidak,’’ tuturnya.(eko)
Did you like this? Share it:

jendry
December 9th, 2010, 07:36 AM
Klaster Sawit Harus Punya Grand Design




PEKANBARU (RP)- Klaster sawit yang sudah dicanangkan oleh pemerintah di Kuala Enok dan Kota Dumai harus memiliki grand design yang detail.

Pasalnya, selama ini ternyata klaster tersebut belum masuk dalam program prioritas pembangunan Riau.

‘’Sampai sekarang kita belum melihat adanya anggaran dari pemerintah provinsi untuk pembangunan fasilitas pendukung klaster yang akan dibiayai oleh APBN tersebut. Meski didanai oleh pemerintah pusat, biasanya fasilitas pendukung klaster harus disiapkan oleh pemerintah daerah,’’ ujar Ketua Komisi B DPRD Riau H Tengku Azuwir kepada wartawan, Rabu (8/12).

Dikatakan, klaster sawit yang merupakan industri untuk meningkatkan nilai jual CPO Riau tersebut sangat baik untuk daerah. Apalagi nantinya klaster tersebut juga akan menyerap tenaga kerja lokal, serta meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan Riau.

‘’Hanya saja, walau tujuannya sangat bagus, namun realisasi pelaksanaannya harus dilakukan terus-menerus. Apalagi kita juga harus menyediakan fasilitas pendukung agar klaster tersebut cepat terealisasi,’’ tegasnya.

Dikatakan, dengan prosuksi CPO yang tinggi di daerah Riau, klaster sawit memang sudah selayaknya berada di Riau. Dengan adanya kluster tersebut produk-produk turunan sawit juga bisa ditambah untuk meningkatkan nilai jual.

‘’Saya belum melihat adaya anggaran untuk mendukung program ini pada APBD 2011, tapi kalau ada mungkin postingnya tidak di dinas teknis karena itu merupakan program dukungan untuk pengembangan fasilitas pendukung,’’ ujarnya.

Dikatakan, jika tidak dianggarkan pada tahun 2011 maka penganggarannya baru bisa dilaksanakan pada tahun 2012. Pertimbangannya karena keterbatasan dana yang dimiliki oleh pemerintah apalagi menjelang dilaksanakannya PON.

‘’Kita harus memahami keterbatasan pemerintah. Tapi sebelum dianggarkan, sebaiknya Bappeda benar-benar mempersiapkan secara matang, jadi pas akan dianggarkan sudah siap seluruhnya termasuk perencanaannya,’’ ujarnya.(ans)

drie
December 9th, 2010, 10:05 AM
Dewan Ragukan Proyek Waterboom Bengkalis Selesai Akhir Tahun

Proyek Waterboom Bengkalis semestinya selesai akhir tahun ini, namun kalangan dewan meragukan kemampuan rekanan menuntaskan tepat waktu.

Riauterkini-BENGKALIS- Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, meragukan pembangunan proyek Waterboom yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) selesai pada akhir tahun ini. Pasalnya, pengerjaan fisik pembangunan proyek tersebut masih banyak yang belum dikerjakan dan sedang dikerjakan tetapi belum selesai. Meskipun perusahaan kontraktor memberikan jaminan akan selesai pada akhir tahun, pada per 30 Desember 2010 mendatang, namun proyek yang terletak di Desa Wonosari ini sangat diragukan oleh kalangan anggota DPRD Bengkalis dari Komisi II tersebut.

“Bisa kita lihat kondisi yang ada di lapangan saat ini, terus terang kita ragu, karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh rekanan dan belum selesai. Meskipun rekanan PT. Waskita Karya menjamin sampai tanggal 30 Desember nanti proyek ini bisa selesai 100 persen.” ujar Ketua Komisi II, Suhendri Asnan kepada sejumlah wartawan disela-sela meninjau proyek Rp 9,9 milyar tersebut, Rabu (8/12/10).

Lebih lanjut Ketua Komisi II ini mengingatkan, pihak rekanan jangan hanya ingin mengejar target dan diklaim sudah selesai 100 persen tetapi secara kwalitas menjadi berkurang dan akibatnya pembangunan lebih merugikan masyarakat Kabupaten Bengkalis. Dengan temuan di lapangan ini, dewan mengharapkan satuan kerja (satker) menyesuaikan masa kontrak kerja dengan penawaran yang diajukan oleh rekanan. “Bisa saja secara fisik proyek waterboom tersebut terselesaikan per-30 Desember mendatang, tapi apakah kualitasnya bisa dijamin?,” ingatnya. “Jangan satker mengurang-ngurangi masa kontrak kerja, sehingga pekerjaan yang harus diselesikan dengan waktu yang ada tidak sesuai,” sambung anggota Komisi II H Heru Wahyudi.

Project Manager PT Waskita, Budi ditemui di lapangan mengatakan, sangat optimis jika proyek Waterboom Bengkalis yang dikerjakan saat ini sudah mencapai 70 persen dan pada tanggal 31 Desember mendatang proyek sepenuhnya sudah selesai dikerjakan.

“Insyaallah pak, sampai tanggal 31 nanti selesai 100 persen. Kalau proyek kolam renang, hanya tinggal pengecatan dan pasang keramik di depan pintu masuk saja lagi. Kita masih punya peluang kerja sampai tanggal 30 Desember. Batas SPM rekanan sampai tanggal 17 nanti, mungkin proyek ini tidak bisa selesai 100 persen,” aku Budi.***(dik)

drie
December 10th, 2010, 10:47 AM
Perlu Dibentuk Tim Percepatan Pembangunan Jalan Tol

Rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sudah didukung pusat. Untuk itu, perlu dibentuk tim percepatan agar lebih maksimal.

Riauterkini-PEKANBARU- Asisten II Setdaprov Riau Emrizal Pakis mengungkapkan bahwa dirinya baru memimpin rapat koordinasi internal membahas kelanjutan rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, di kantor Gubernur Riau, Jumat (10/12/10). Dari rapat tersebut disepakati perlunya membentuk tim percepatan agar persiapan dan rencana pembangunan jalan tol pertama di Riau tersebut bisa lebih maksimal.

"Agar lebih maksimal dan terarah, diperlukan adanya tim percepatan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai," ujarnya kepada wartawan di kantornya usai sholat Jumat.

Dipaparkan Emrizal, tim percepatan tersebut terdiri dari listas sektoral, bahkan nantinya melibatkan perwakilan daerah yang dilintasi jalan tol, yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis.

Tim tersebut terdiri dari tiga kelompok kerja (Pokja). Pertama Pokja perencanaan yang dikoordinir Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau. Kedua Pokja pembebasan lahan yang dikoordinatori Asisten I Setdaprov Riau dan Pokja investasi dan pelaksanaan teknis yang dikoordinatori Badan Penanama Modal dan Promosi Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.

Lebih lanjut Emrizal mengatakan, bahwa tim percepatan tersebut mendesak dibentuk, agar dukungan dari pusat berupa dana Rp 142 miliar untuk pembebasan lahan bisa segera dimanfaatkan. Khusus untuk pembebasan lahan, selain dibantuk APBN 2011, dari Pemprov Riau juga telah tersedia Rp 12,5 miliar APBD 2010 dan Rp 15 miliar pada 2011.***(mad)

drie
December 10th, 2010, 12:53 PM
Pembangunan jalan Lintas Kota Siak Sri Indrapura - Kec. Bunga Raya
* saat ini jalan yang selesai baru 1 jalur, dan jalur 1 nya lagi tengah di kerjakan
* Bunga Raya merupakan Lumbung padinya kabupaten siak sekaligus jalan pintas menuju Kab. Bengkalis
* gambar di ambil 1 minggu setelah lebaran 2010 :D

http://farm5.static.flickr.com/4032/5163247190_802da8a390_z.jpg

rilham2new
December 10th, 2010, 02:16 PM
Jembatan Sungai Pabrik telah selesai dibangun
Bagansiapi-api, Kabupaten Rokan Hilir
Riau Pos 7 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5161/5248354957_ef5534432a.jpg

rilham2new
December 10th, 2010, 02:31 PM
Bupati Siak Arwin AS meninjau Proyek Jembatan sebelum diresmikan
Jembatan Perawang
Desa Maredan, Kecamatan Tualang
Kabupaten Siak
Riau Pos 10 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5203/5248965066_ac46aeb0c0_b.jpg

jendry
December 10th, 2010, 05:24 PM
kemaren di rtv pak arwin bilang, kalau jembatan meredan ini tinggal di resmikan pak gubernur, tinggal menyesuaikan jadwal nya pak gubernur untuk meresmikannya.

jembatan meredan nanti bakal di pasang portal, cuma mobil bertonase ringan saja yang bisa lewat sedangkan mobil bertonase besar tetap pake kapal penyebrangan.

dana pembangunan jembatan mereda sendiri sharing antara kabupaten siak dengan provinsi dengan porsi kabupaten siak 30 persen dan provinsi 70 persen

rilham2new
December 10th, 2010, 05:27 PM
Wah jadi jembatan ini bukan untuk semua jenis Tonase ya ???? Kukira standar Highway tadinya :p

Tapi baguslah, karena pengalaman aku ... Kalau jembatan menanjak dan ada truk/bus nya .... Itu memperlambat pergerakan kendaraan di belakangnya. Di Jakarta banyak banget contohnya ...

jendry
December 10th, 2010, 05:59 PM
ini bukan soal pada standart sepertinya, tapi lebih pada menjaga keawetan jembatan ini sendiri.. yang lewat di sekitar situ kan mayoritas kendaraaan super besar dengan angkutan yang sangat besar, baik itu kayu sawit,cpo dll tentu nya kalau itu terus yang lewat usia jembatan jadi lebih singkat...

untuk kendaraaan pembawa barang sembako mungkin bakal tetap melewati jembatan karna selain tonase nya lebih ringan dan juga biasa nya kendaraan yang di gunakan pun relatif truck yang berukuran keecil

drie
December 11th, 2010, 10:23 AM
^^

Kira - kira seperti jembatan Tengku agung Sultanah Latifah lah. kendaraan yang bertonase tinggi juga di larang melintas di atasnya kan. begitu juga jalan Lintas Dayun yang juga melarang kendaraan bertonase tinggi melewatinya. Bahkan Bus pun gak bisa melewati jalan ini karena di pasang portal :D

drie
December 11th, 2010, 10:26 AM
Bupati Siak Arwin AS meninjau Proyek Jembatan sebelum diresmikan
Jembatan Perawang
Desa Maredan, Kecamatan Tualang
Kabupaten Siak
Riau Pos 10 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5203/5248965066_ac46aeb0c0_b.jpg

wah ternyata betonisasi akses menuju Jembatan Meredan ( sisi Meredan ) udah selesai. semoga Pengaspalan jalan plus betonisasi akses jembatan Meredan ( Sisi Perawang ) juga udah selesai di bangun :)

drie
December 11th, 2010, 03:32 PM
Pembangunan Akses masuk Islamic Centre Kab. Rokan Hulu, Riau


http://farm6.static.flickr.com/5001/5251128858_2e5618a370_z.jpg

pekerja_proyek
December 11th, 2010, 05:02 PM
klo dari kuansing boleh ngga posting di sini??? :(

drie
December 11th, 2010, 05:09 PM
Boleh dong om, kan judul thread nya Proyek di Riau :D

rilham2new
December 11th, 2010, 06:38 PM
Drie, itu gambar waktu kalian ke Medan kemaren ya??

jendry
December 11th, 2010, 06:42 PM
tepatnya pulang dari medan :D

oia di sekitaran itu juga sekarang sedang di bangun tugu, tapi gak tau nama tugunya...

drie
December 12th, 2010, 05:42 PM
Drie, itu gambar waktu kalian ke Medan kemaren ya??

iya bang ham, sewaktu pulang kita lewat Rohil :D

drie
December 12th, 2010, 05:43 PM
menurut salah seorang sumber Terpercaya :D, gedung ini bukanlah gedung DPRD Kab. Rokan Hulu, melainkan gedung ini merupakan gedung Daerah kab. Rokan Hulu :okay:

http://farm6.static.flickr.com/5246/5250524081_73cd2d8dc8_z.jpg

pekerja_proyek
December 12th, 2010, 06:14 PM
ini namanya tugu ceranoo,, tugu selamat datang di teluk kuantan... (bener ngga)???
http://i64.photobucket.com/albums/h173/alam_0247/IMG_0873-1.jpg
di belakang nya ring road PATAL gelanggang sport center (baca::spog sentee)

drie
December 12th, 2010, 06:16 PM
ini namanya tugu ceranoo,, tugu selamat datang di teluk kuantan... (bener ngga)???
http://i64.photobucket.com/albums/h173/alam_0247/IMG_0873-1.jpg
di belakang nya ring road PATAL gelanggang sport center (baca::spog sentee)

wow, keren juga ternyata kalau malam hari, lokasinya dekat spog cente pulak mantap:okay:, coba pencahayaannya lebih glamour lagi, bakalan lebih keren lagi tuh :D.

thks gambarnya om PP :)

rilham2new
December 12th, 2010, 06:22 PM
menurut salah seorang sumber Terpercaya :D, gedung ini bukanlah gedung DPRD Kab. Rokan Hulu, melainkan gedung ini merupakan gedung Daerah kab. Rokan Hulu :okay:

http://farm6.static.flickr.com/5246/5250524081_73cd2d8dc8_z.jpg

Oh iya memang inilah gedung Dewan Kabupaten Rokan Hulu. Aku kira Gedung Dewan itu Gedung DPRD :p

Gedung DPRD sih udah lama ada ... di kompleks Bina Praja nya itu ..

anset87
December 12th, 2010, 06:23 PM
waw.. seperti ini toh bentuknya. keren lah.. kasih laser mantap nih.

drie
December 12th, 2010, 06:24 PM
Oh iya memang inilah gedung Dewan Kabupaten Rokan Hulu. Aku kira Gedung Dewan itu Gedung DPRD :p

Gedung DPRD sih udah lama ada ... di kompleks Bina Praja nya itu ..


bang ham, coba liat ePaper Riau Pos hari ini, ada pict Interior gedung ini :D

pekerja_proyek
December 12th, 2010, 06:33 PM
Oh iya memang inilah gedung Dewan Kabupaten Rokan Hulu. Aku kira Gedung Dewan itu Gedung DPRD :p

Gedung DPRD sih udah lama ada ... di kompleks Bina Praja nya itu ..

hehehehe,, mantab juga yaa,, bulevardnya di hiaas.. ada bunga bunganya..

duh,, teluk kuantan kapan ya seperti ituu?? :'(

jendry
December 12th, 2010, 07:14 PM
hehehehe,, mantab juga yaa,, bulevardnya di hiaas.. ada bunga bunganya..

duh,, teluk kuantan kapan ya seperti ituu?? :'(

kalau mau malam mingguan tinggal petik aja tu bunga di tengah jalan...
wkwkwk.. :D

drie
December 13th, 2010, 03:36 PM
Finishing Proyek Pembangunan Pasar Pulau Padang, Rokan Hulu


http://farm6.static.flickr.com/5165/5251129078_00e189c9cf_z.jpg

rilham2new
December 13th, 2010, 04:31 PM
hehehehe,, mantab juga yaa,, bulevardnya di hiaas.. ada bunga bunganya..

duh,, teluk kuantan kapan ya seperti ituu?? :'(

Duhh, itu kan cuman bunga-bunga di median jalan :p


Tapi kayaknya memang Bupati yang sekarang ini memang ingin sekali menjadikan Rohul sebagai Kabupaten Berbunga. Beberapa minggu yang lalu dia mengadakan Pawai Bunga-bungaan heboh banget.

rilham2new
December 15th, 2010, 12:53 PM
menurut salah seorang sumber Terpercaya :D, gedung ini bukanlah gedung DPRD Kab. Rokan Hulu, melainkan gedung ini merupakan gedung Daerah kab. Rokan Hulu :okay:

http://farm6.static.flickr.com/5246/5250524081_73cd2d8dc8_z.jpg

Interior Gedung Daerah Kabupaten Rokan Hulu
Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah
Kabupaten ROkan Hulu
Riau Pos 11 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5121/5262744175_f9007c6641_b.jpg

rilham2new
December 15th, 2010, 12:55 PM
Proyek Pelabuhan Bongkar Muat PARIT 21
Tembilahan
Kabupaten Indragiri Hilir
Riau Pos 12 Oktober 2010

http://farm2.static.flickr.com/1082/5098719097_6bbe3d3cc7_b.jpg

Progress Pelabuhan Bongkar Muat Parit 21
Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
Riau Pos 13 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5283/5263354992_7b99492b3e_b.jpg

Ternyata proyek ini sepaket dengan proyek Jalan Lingkar Luar Tembilahan

rilham2new
December 15th, 2010, 12:57 PM
Bupati Siak Arwin AS meninjau Proyek Jembatan sebelum diresmikan
Jembatan Perawang
Desa Maredan, Kecamatan Tualang
Kabupaten Siak
Riau Pos 10 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5203/5248965066_ac46aeb0c0_b.jpg

Inilah gambar udara Jembatan Perawang
Desa Maredan, Kecamatan Tualang
Kabupaten Siak
Riau Pos 13 Desember 2010
Panjang jembatan 1.4 km ....

http://farm6.static.flickr.com/5207/5263355606_e244eba992_b.jpg

rilham2new
December 15th, 2010, 01:00 PM
Jalan Raya Minas-Perawang MULAI diperbaiki oleh PT. IKPP
Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak
Riau Pos 13 Desember 2010

http://farm6.static.flickr.com/5007/5262746711_377c5ebc5d_b.jpg

hafis
December 15th, 2010, 06:14 PM
ini namanya tugu ceranoo,, tugu selamat datang di teluk kuantan... (bener ngga)???
http://i64.photobucket.com/albums/h173/alam_0247/IMG_0873-1.jpg
di belakang nya ring road PATAL gelanggang sport center (baca::spog sentee)

ini di taluk kuantan ia??
WOW keren bgt tugu selamat datangnya :okay:

drie
December 16th, 2010, 12:56 PM
Jalan Raya Minas-Perawang MULAI diperbaiki oleh PT. IKPP
Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak
Riau Pos 13 Desember 2010

http://farm6.static.flickr.com/5007/5262746711_377c5ebc5d_b.jpg


nah gitu dong, jangan hanya sebatas meraup keuntungan aja. tapi juga ikut berpartisipasi dalam percepatan pembangunan di daerah. alhamdulillah, jalan menuju Siak Sri Indrapura dan Buton udah gak perlu lagi lewat Kerinci kanan ataupun meredan. jalan Minas - Perawang udah di perbaiki, insyaallah bulan ini juga jembatan Meredan juga di resmikan. semakin lancar kalau mau kesiak :D

drie
December 16th, 2010, 01:03 PM
Inilah gambar udara Jembatan Perawang
Desa Maredan, Kecamatan Tualang
Kabupaten Siak
Riau Pos 13 Desember 2010
Panjang jembatan 1.4 km ....

http://farm6.static.flickr.com/5207/5263355606_e244eba992_b.jpg


wah keren juga ya kalau di liat dari atas, sebagai info aja jika kita ke siak melewati Meredan, maka hanya ada dua bangunan di Perawang yang bisa kita lihat, pertama komplek IKPP dan yang ke dua Jembatan Meredan ini :okay:

jendry
December 17th, 2010, 09:35 AM
Rusli Undang Wartawan Nasional Promosikan Potensi Riau



Pekanbaru, 17/12 (ANTARA) - Gubernur Riau, HM Rusli Zainal mengundang 30 wartawan nasional yang tergabung dalam Forum Wartawan Keuangan dan Moneter (Forkem) untuk melihat secara langsung berbagai potensi di provinsi tersebut.

"Selama ini pemberitaan Riau di tingkat nasional selalu tentang hal yang negatif mulai dari kabut asap, pembabatan hutan dan illegal logging. Padahal Riau mempunyai potensi yang bisa dimanfaatkan," ujar Rusli Zainal di Pekanbaru, Jumat.

Oleh karena itu kehadiran teman-teman dari berbagai media massa terbitan nasional ini dapat melihat secara langsung berbagai potensi yang ada di Riau dan sekaligus mempromosikannya ke kancah nasional melalui media masing-masing.

Gubernur Rusli Zainal mengatakan, selama berada di daerah ini teman-teman wartawan nasional tersebut akan diajak untuk melihat sejumlah lokasi dan potensi yang ada di Riau mulai dari Kota Pekanbaru hingga Dumai.

Salah satu agendanya melihat persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Pekanbaru, sedangkan untuk Dumai wartawan tersebut akan meninjau kesiapan klaster industri sawit.

"Teman-teman wartawan akan mengunjungi pelabuhan roro. Nantinya jika pelabuhan roro ini sudah direalisasikan maka bukan tidak mungkin mobil dari Malaysia parkir di Pekanbaru," kata Rusli Zainal.

Gubernur menyebutkan, selain mengunjungi pelabuhan roro antara Dumai-Melaka, rombongan juga akan berkunjung ke pelabuhan penumpang terpadat di Sumatera.

Selain itu juga akan diajak berkunjung ke Kantor PT Pelindo, Terminal Agro Bisnis, serta Kantor PT Wilmar yang berada di Kawasan Industri Dumai (KID) di Kelurahan Pelintung.

"Kita berharap kedatangan wartawan nasional ini bisa mengangkat investasi yang ada di Riau. Riau tidak hanya terkenal permasalahan lingkungan, tetapi juga daerah yang tepat untuk investasi," katanya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang wartawan harian lokal yang terbit di Riau, Eed, menyebutkan bahwa hal ini menunjukkan salah satu strategi pencitraan dari Rusli Zainal.

"Gubernur Riau yang terkenal ramah senyum itu memiliki 'sasaran tembak' pada 2014 mendatang. Jadi wajar, jika lebih memprioritaskan wartawan nasional ketimbang wartawan lokal," katanya.

jendry
December 17th, 2010, 12:07 PM
Riau Masih Kekurangan Listrik 135,47 MW



Kendati tak ada lagi pemadaman bergilir, namun sebenarnya kondisi kelistrikan di Riau mengalami defisit hingga 135,47 MW

Riauterkini-PEKANBARU-Riau masih defisit listrik. Mungkin itulah sebuah kenyataan yang harus diakui kebenarannya untuk saat ini. Bagaimana tidak, kemampuan produksi listrik Riau sendiri atau 'orang PLN' mengatakan Pasok Mampu Sub Sistem Riau hanya sampai di angka 90,33 MW, tak lebih.

Padahal, kebutuhan listrik Riau yang sering disebut orang sebagai beban puncak sub sistem Riau mencapai 225,80 MW. Jauh di atas Pasok Mampu Sub Sistem Riau. Mau dibilang apa. Terpaksa PLN harus pontang-panting kemana-mana untuk mencukupi kebutuhan listrik tersebut.

Dari mengandalkan interkoneksi Sumatera yang sering terganggu karena Ombilin yang umur mesinnya sudah uzur dimakan zaman sampai ke menyewa genset berkapasitas besar dan mendatangkan genset dari Madura berkapasitas 20 MW. Itu semua dilakukan agar pemadaman listrik yang mengundang cemoohan orang kepada PLN usai.

Humas PLN, Devis Bustami, orang yang selama ini menerima kritikan dan pertanyaan pedas dari wartawan kepada Riauterkini Jum'at (17/12/10) menyatakan bahwa dirinya kini sudah sedikit bernafas lega. Pasalnya, pemadaman bergilir sudah mulai jarang dilakukan PLN.

"Kita dipasok listrik dari interkoneksi Sumatera. Pasokan dari Sub Sistem Utara sebesar 32,2 MW. Sedangkan pasokan dari Sub Sistem Sumbagsel mencapai 112 MW. Jika diakumulasikan akan mencapai 144,2 MW. Dan jika diakumulasikan dengan Pasok mampu Sub Sistem Riau, mencapai 234 MW. Cukup untuk menutup defisit listrik Riau yang mencapai 135,47 MW itu," terangnya.

Itu berarti bahwa 'untuk sementara waktu' masyarakat Riau masih akan bisa bernafas lega dengan ditiadakannya pemadaman bergilir yang dulu dilakukan sehari hingga 2-3 kali dengan durasi pemadaman hingga maksimal 6 jam. Lantas bagaimana dengan daftar tunggu yang sudah mengajukan permohonan penyambungan baru per-2010 sebanyak lebih dari 60 ribu pengajuan dari 3 PLN Cabang, Rengat, Dumai dan Pekanbaru.

Menanggapi itu, Delvis mengatakan bahwa saat ini PLN memang tengah melakukan pembahasan serius terkait masalah tersebut. Pembahasan menitik beratkan pada pengukuran kemampuan dari rencana 'menghabiskan' daftar tunggu per 2010 pada April-Mei 2011 mendatang.

"Kita juga sadar bahwa kemampuan pasok listrik Riau sendiri tanpa dibantu interkoneksi Sumatera sudah kembang kempis untuk mencukupinya. Ditambah dengan rencana untuk melayani daftar tunggu sebanyak itu. Padahal, selisih antara beban puncak dengan pasok mampu PLN hanya beda tipis. Paling-paling hanya sekitar 10-an MW. Dibandingkan dengan jumlah daftar tunggu sebanyak itu selisih daya pasok PLN tidak akan mampu memenuhinya. Itulah sebabnyak saat ini PLN tengah membahasnya," katanya.

Waduh..kalau untuk memenuhi kebutuhan listrik Riau plus 60 ribu pengajuan penyambungan baru tersebut kemampuan pasok PLN tidak sanggup, lantas bagaimana dengan pelaksanaan PON 2012 mendatang yang disebut-sebut sebagai lambang supremasi Riau di kancah nasional.

Untunglah PLN sudah memiliki cara jitu untuk mengatasinya. Cara itu diungkapkan General Manager PLN Wilayah Riau-Kepri, Oman Sumantri. Kepada Riauterkini ia mengatakan bahwa untuk pelaksanaan PON XVIII pada 2012 nanti, PLN akan menyewa pembangkit dengan daya 20 MW. Pembangkit-pembangkit tersebut nantinya akan diletakkan secara menyebar di kabupaten/kota yang menjadi tempat penyelenggaraan PON.

"Pokoknya, untuk PON, PLN siap untuk mensuply listrik guna suksesnya penyelenggaraan PON 2012 mendatang di Riau. PLN akan mengerahkan segenap upaya dalam pensuply listrik pada pelaksanaan PON 2012 nanti," terangnya.***(H-we)

drie
December 17th, 2010, 08:35 PM
Sebagian Lahan DPRD Rohul Belum Tuntas Ganti Ruginya

Rencana pembangunan gedung DPRD Rohul dimulai tahun depan. Sejauh ini proses pembebasan lahan belum tuntas. Ada sebagian yang pembayaran ganti ruginya dilakukan tahun depan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ganti rugi lahan seluas 2,3 hektar (ha), dengan dana sebesar Rp13 miliar, di depan Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian, seluas 2,6 hektar untuk pembangunan gedung dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hulu, belum tuntas.

“Direncanakan pembebasan lahan seluas 2,6 ha, untuk pembangunan Gedung DPRD Rohul pada tahun 2011 mendatang, secara multi years, namun baru ganti rugi baru terealisasi 2,3 ha, sisanya beberapa pemilik tanah belum ada kesepakatan untuk besaran ganti ruginya,” ungkap Kepala Tata Pemerintahan Pemkab Rohul, M Abrar, Jum’at (17/12/10).

Jelas dia, pembebasan lahan seluas 2,6 ha tersebut, sudah termasuk ganti rugi bangunan ruko masyarakat yang terkena imbasnya. Sejauh pihaknya masih melakukan proses pembebasan lahannya, sedangkan untuk proses pembangunan gedung (fisik), dilaksanakan oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (TRCK) Rohul.

”Dana Rp13 miliar tersebut, selain untuk ganti rugi lahan, ruko, termasuk terkena pajak,” jelasnya.

Selain ganti rugi pembebasan lahan untuk gedung DPRD, tahun 2010 ini Pemkab juga menganggarkan untuk ganti rugi lahan sekitar 800 meter persegi (seperempat hektar), penambahan halaman kantor Camat Tandun dengan dana Rp150 juta lebih, saat ini sudah dilaksanakan.

Lanjut dia, pembebasan lahan seluas 3 hektar, untuk rencana pembangunan SMK Negeri I Rambah menjadi SMK terpadu di Jalan Kubu Manggis, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, saat ini sudah masuk dalam tahap proses pelaksanaan dengan anggaran tahun 2010 sebesar Rp750 juta. Sementara untuk pelaksanaan fisik, akan dilaksanakan dinas terkait, direncanakan mulai pada tahun 2011 mendatang.

”Tahun ini, kita lakukan ganti rugi lahan sedikitnya tiga item. Sedangkan untuk pelaksanaan pembangunan fisik, akan dilaksanakan masing-masing instansti terkait, sebab wewenang kita hanya sampai proses pembebasan lahan, baik perkantoran pemerintahan maupun fasilitas umum,” ujarnya.***(zal)

drie
December 18th, 2010, 03:14 AM
2011, APHI Riau Gandeng PTPN V Bangun Pabrik Kayu Alternatif


Tahun depan, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau berniat membangun sebuah perusahaan kayu lapis berbahan baku limbah sawit hasil replanting. Langkah ini untuk mengantisipasi bahan baku kayu hutan yang mulai menipis di masa depan.

“Sekarang kita sedang dalam proses perizinan di Kementerian BUMN. Diperkirakan pertengahan 2011 pembangunan fisiknya sudah berjalan,” ungkap Ketua APHI Komisariat Daerah Riau, Endro Siswoko, saat dihubungi riaubisnis.com, Jumat (17/12/2010) di Pekanbaru.

Untuk memasok bahan baku pabrik kayu alternatif, APHI Riau menggandeng PT Perkebunan Nusantara V. Dipilihnya PTPN V, kata Endro, karena perusahaan pelat merah itu memiliki areal replanting kebun sawit yang sangat besar di Riau.

“Ini juga sebagai bentuk upaya mensinergiskan program pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

Menurut Endro, Riau memiliki potensi besar limbah kayu sawit hasil pelaksanaan replanting. Pasalnya, banyak lahan areal perkebunan sawit berada di Riau. Bahkan limbah kayu sawit di Riau disebut mencapai 2 juta meter kubik per tahun.

Kata Endro, jumlah potensi tersebut diakumulasikan antara jumlah batang sawit yang di-replanting dengan luas lahan yang di-replanting. Jumlahnya sebanyak 2 juta meter kubik tersebut dihasilkan dari luas lahan kebun sawit yang di-replanting seluas 4 ribu hingga 5 ribu hektar are pertahunnya.

“Selain mampu menyediakan limbah kayu sawit hasil replanting sebagai bahan baku kayu lapis (plywood) sepanjang masa, dengan luas kebun sawit Riau 2 juta hektar itu, harga ekonominya juga masuk. Karena selama ini limbah kayu sawit hanya dibakar saja,” tuturnya.

Endro menambahkan, dengan menjadikan bahan baku kayu lapis, maka dapat menghasilkan value added industri sawit yang besar dan mampu meredakan release carbon saat dibakar. Termasuk mengurangi kebutuhan kayu alam yang selama ini menjadi bahan baku kayu lapis. Petani pun juga sejahtera. (*)

Zuprianto | Edited by Rbc

jendry
December 19th, 2010, 09:52 AM
Sumbangan Pajak Riau Rp300 Triliun



PEKANBARU (RP) – Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP menyebutkan kondisi perekonomian di Riau sangat kondusif untuk pengembangan industri.

Seperti Kota Dumai yang termasuk sebagai kawasan cluster sawit nasional.

Untuk itu Provinsi Riau terus memperlihatkan komitmennya dalam pengembangan sektor perekonomian tersebut. Salah satunya caranya dengan pengembangan kawasan khusus, visibility
studi dan penyusunan kerangla Amdal di tahun 2010. Upaya ini akan ditingkatkan dan dilanjutkan di tahun 2011 dengan upaya pengembangan penuh langkah inovatif lainnya.

Di Indonesia, tambah Rusli, terdapat tiga kawasan yang mendapat perhatian pemerintah dengan pengembangan cluster sawit. Kawasan tersebut antara lain Provinsi Riau, Sumatera Utata dan Kalimantan Timur.

Kondisi ini menurutnya dapat bernilai positif dalam memperoleh nilai tambah dalam pengembangan cluster sawit.

“Jika kluster sawit berkembang, akan berdampak positif pada sektor ekonomi. Kondisi ini terlihat dengan peningkatan jumlah pajak dan meningkatnya pertumbuhan bursa kerja. Sehingga bertambah dan perkembangan perekonomian di Riau,” terangnya di hadapan Satker dan forum wartawan ekonomi dan moneter Jakarta di gedung sembilan lantai Pemprov Riau, Sabtu (18/12).

Lebih jauh dia mengatakan komitmen Riau dalam menyumbangkan devisa negara terlihat cukup tinggi. Hal ini terlihat dari penerimaan pajak mencapai Rp300 triliun ke pusat dalam bidang ekonomi.

Sedangkan di sektor lingkungan Rusli mengatakan image yang menyebutkan Riau sebagai provinsi perusak lingkungan itu tidak benar. Dimana Pemerintah Provinsi Riau terus memberikan perhatian ekstra untuk upaya pelestarian lingkungan.

“ Riau bukanlah perusak lingkungan. Dimana sekitar 34 persen masih terdapat hutan konservasi di Riau. Baik dari hutan lindung, Cagar biosfer dan kawasan hutan gambut. Inilah wujud komitmen kita dalam mendukung upaya konservasi lingkungan,” jelasnya.(rio)

Xdoni
December 19th, 2010, 12:38 PM
Sorry TS, di judul tu Exept artinya apa ya? Mungkin EXCEPT kali ya? -_-

drie
December 20th, 2010, 06:36 AM
Dana Perbaikan Jalan Rp527 M:ohno:



Laporan ADRIAN EKO DESRILIANTO dan MARRIO KISAZ, Pekanbaru
redaksi@riaupos.com

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau, memerlukan Rp2 triliun untuk melakukan pemeliharaan jalan nasional pada 2011.

Meski status jalan tersebut adalah milik negara, namun pusat hanya memberikan bantuan kepada Riau untuk melakukan pemeliharaan jalan ini tidak lebih dari 25 persen dari keperluan. Total pada 2011 akan datang, pusat hanya mengucurkan anggaran sebesar Rp527 miliar guna melakukan tambal sulam jalan nasional tersebut.

Hal ini diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Joko Kirmanto kepada Riau Pos Ahad (19/12) di sela pembukaan Kejuaraan Nasional Dayung yang dilaksanakan di Danau Buatan Pekanbaru. Menurutnya, bantuan pusat kepada Riau tersebut meningkat jika dibandingkan pada tahun lalu, dimana bantuan pusat untuk pemeliharaan jalan nasional ini hanya Rp364,72 miliar. Hal ini juga diakuinya sudah dibicarakan bersama Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus bersama Dinas PU Riau.

‘’Dari APBN pusat pada 2011 akan datang memang sudah disepakati, bantuan pusat untuk pemeliharaan jalan nasional melalui alokasi Bina Marga mencapai Rp527 miliar. Saya kira angka tersebut sudah cukup pas karena angkanya meningkat dari tahun lalu.

Jika itu bisa digunakan secara maksimal kenapa tidak. Ini juga sudah dibicarakan bersama Pemprov Riau,’’ terang Joko Kirmanto.

Menurutnya, APBN 2011 Riau mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp864 miliar dimana Rp527 miliar untuk kegiatan Bina Marga, dan Rp181 miliar untuk Cipta Karya, Rp152 miliar untuk kegiatan Sumber daya Air dan Rp3,16 miliar untuk keperluan Tata Ruang. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang bantuan pusat hanya sebesar Rp641 miliar dimana alokasi untuk bina marga hanya Rp364,72 miliar. Selain itu anggaran tersebut juga dibagi untuk anggaran kegiatan Dipta Karya Rp178 miliar, Sumber Daya Air Rp96 miliar dan anggaran tata ruang hanya sebesar Rp2 triliun.

Jika merunut pada anggaran 2010 lalu, bantuan pusat ini memang mengalami kenaikan. Hanya saja, untuk Bina Mmarga terutama dalam program pemeliharaan jalan nasional sepanjang 1.126 kilometer, anggaran tersebut terbilang masih kecil. Pasalnya, 721 kilometer jalan dari total jalan nasional di Riau mengalami kerusakan. Paling tidak Dinas PU Riau memerlukan Rp2 miliar agar jalan tersebut bisa diperbaiki, minimal di tambal sulam.

‘’Bantuan pusat untuk Dinas PU memang ada peningkatan, jika dibandingkan tahun lalu. Namun untuk Bina Marga yang kami ajukan agar dapat Rp2 triliun guna memperbaiki jalan nasional hanya 25 persen yang disetujui,’’ jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Riau Syofyan Hariyanto.(izl)

jendry
December 20th, 2010, 06:59 AM
Malaysia Siapkan US$ 12,75 Juta Untuk Bangun Jembatan Selat Malaka



Malaka - Untuk meningkatan pertumbuhan ekonomi selaku negara tetangga, pihak Malaka, Malaysia telah siap membangunan Jembatan Selat Malaka menghubungkan ke Sumatera. Pembangunan jembatan itu diperkirakan akan menelan dana US$ 12,75 juta.

"Kita menginginkan jembatan selat malaka ini bisa terlaksana untuk meningkatkan perekonomian kedua belah pihak. Kami sudah siapkan dana untuk membangun jembatan itu," kata Datuk Seri Moh Ali bin Rustam Ketua Menteri Ekonomi, Malaka dalam pertemuan dengan wartawan di restoran Majestic, Malaka, Senin (20/12/2010).

Dia menjelasakan, dana pembangunan jembatan itu merupakan dana pinjaman dari Bank Exim China sebesar US$ 12,75 juta. Dana yang akan digelontorkan merupakan bentuk kerjasama dengan pihak swasta di Malaka.

"Dana tersebut, bukan dana pemerintah Malaka, atau pemerintahan Malaysia. Tapi dana tersebut merupakan kerjasama antara investor Malaka yang mendapatkan dana pinjaman," kata Seri Moh Ali.

Menurutnya, antara Sumatera dengan Malaka jaraknya sekitar 120 km. Namun untuk pembangunan jembatan itu hanya sekitar 45 km. Karena kontruksi jembatan dari Malaka tidak sampai ke Pulau Sumatera, melainkan sampai ke Pulau Rupat. Karena memang di kawasan Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis berada di pantai timur Sumatera. Dari pulau Rupat akan disambung kembali ke Pulau Sumatera tepatnya Dumai, Riau.

"Jika jembatan ini terlaksana, maka jembatan selat malaka akan mengukir sejarah baru merupakan jembatan terpanjang di Asia," kata Datuk Seri Moh Ali.

Untuk pembangunan ini, kata Datuk Seri Moh Ali, dalam bentuk kerjasamanya, diharapkan Pemerintah Provinsi Riau dapat menjembatani dengan Pemerintah Pusat Indonesia. "Kita memang tidak langsung meminta izin ke Pemerintah Pusat Indonesia. Tingkat lobi itu kita percayakan dengan Gubernur Riau. Sedangkan urusan Malaka terhadap pemerintah Malaysia, kami yang mengurusnya," kata Datuk Moh Ali.

Menurutnya, modal pembangunan Jembatan Selat Malaka butuh waktu sekitar 40 tahun. Setelah itu, selama 40 tahun kedepan pihak Malaka akan mengambil keuntungan. Artinya selama 80 tahun dana retribusi kendaraan yang melintas masih dipungut pihak Malaka.

"Setelah 80 tahun, selanjutnya hasil pengutipan kendaraan yang melintas di JSM akan dibagi dua dengan pihak pemerintah Indonesia. Jadi intinya, seluruh dana pembangunan itu kita yang membangunnya," kata Datuk Seri Moh Ali.


http://www.detikfinance.com/read/2010/12/20/114310/1528669/4/malaysia-siapkan-us--1275-juta-untuk-bangun-jembatan-selat-malaka?f9911013

drie
December 20th, 2010, 07:53 AM
Tambang dan Wisata Water Boom
Investor Arab Saudi Lirik Rohul

PASIR PENGARAIAN - Kunjujungan Kepala dan Kasi Promosi serta Investasi Kantor Penanaman Modal Rohul ke Arab Saudi, Dubai dan Unimerat Arab dalam rangka promosi wisata bersama Gubernur Riau, 20 - 27 November 2010 lalu menuai hasil. Rencananya investor Arab Saudi berminat untuk menanamkan modalnya ke Rohul untuk bidang tambang batubara dan water boom.

Berdasarkan keterangan Kepala Kantor Promosi dan Investasi (KPI) Rohul, Armasnyah melalui Kasi Promosi dan Investasi, Drs Firdaus Nst, Minggu (19/12) mengatakan, investor Arab Saudi menjadwalkan dua pekan lagi mereka akan datang ke Rohul melihat potensi tambang batubara termasuk kawasan yang akan dibuat water boom.

''Mereka menyatakan minat untuk investasi ke daerah kita, setelah kita dibawa Gubenur Riau melakukan promosi wisata ke Dubai, Arab Saudi dan Unimirat Arab. Bahkan dalam tour promosi tersebut, hanya Rohul dari 12 kabupaten/kota lainnya yang disertakan dalam tour promosi wisata. Ini merupakan peluang kita, agar pihak investor mau menanamkan modalnya ke daerah kita,''terang Firdaus.

Dikatakan Firdaus, saat melakukan kunjungan promosi wisata ke tiga negara, Rohul membawa promosi kekayaan alamnya seperti Tambang batu kapur dan batubara, termasuk potensi wisata alam air terjun Aek Martua juga Air Panas.

Namun pihak investor yang akan datang ke Rohul dua pekan lagi, meminta agar disiapkan jalan yang bisa menembus ke area potensi pertambangan batu bara maupun objek wisata Aek Martua.''Kita nantinya akan melalukan koordinasi dengan dinas terkait, agar nantinya jalan-jalan ke lokasi potensi tambang maupun objek wisata bisa ditembus.Karena pihak investor menginginkan, mereka bisa melihat langsung ke lokasi,''ungkap Firdaus.

Kemudian yang terpenting lagi, pihak investor juga mau menanamkan modalnya ke Rohul, apabila seluruh lahan baik dipertambangan maupun Aek Martua dibebaskan dari masyarakat. Karena, pihak investor tidak mau adanya masalah lahan, walaupun satu orang yang komplain maka pihak investor bisa gagal tanamkan investornya ke Rohul.

''Pihak investor tidak mau mengurusi masalah ganti rugi lahan, dan seluruhnya ditanggung pemerintah. Untuk itu, kita nantinya bersama-sama instansi terkait segera mencari solusi tersebut agar investor mau menanamkan modalnya ke daerah kita ini,''harap Firdaus.

Keikutsertaan Rohul dalam kunjungan ketiga negara oleh Gubenur Riau dan pihak Provinsi Riau, tak lain wujud sebagai hadiah, karena Rohul meriah juara III stand favorit dalam 6 tahun International Sumatera Expo yang dilaksanakan 11-14 November 2010 di Batam. Bahkan selain penghargaan nasional, stand Rohul juga mendapatkan penghargaan internasional. (Fer)

drie
December 20th, 2010, 08:59 AM
Pembangunan Bundaran Komplek Perkantoran Bina Praja | Rohul

http://farm6.static.flickr.com/5006/5251128660_5b65220d96_z.jpg

rilham2new
December 20th, 2010, 09:20 AM
Pembongkaran Jalan untuk Pembangunan Bundaran
Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir

Riau Pos 16 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5044/5276135337_377bf3a0c9_b.jpg

rilham2new
December 20th, 2010, 09:27 AM
Progress RUMAH BACA Kabupaten Siak
Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak

Riau Pos 27 November 2010
http://farm6.static.flickr.com/5005/5211800442_376748ff2d_z.jpg

^^ kok sepertinya ada bagian yang di tanggalkan ya, bandingkan sendiri deh :D
ini gambar 1 minggu setelah Hari Raya Idul Fitri kemarin :)

http://farm5.static.flickr.com/4035/5163253454_dce67a0617_z.jpg

PEngguntingan Pita Peresmian RUMAH BACA HAFRITA DARA
Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak
Riau Pos 16 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5168/5276138099_9b9f3c2424_b.jpg

Rumah Baca Hafrita Diresmikan
– 16 December 2010

Laporan Abu Kasim, Siak
Rumah Baca Hafrita Dara, Rabu (15/12) resmi dibuka pemakaiannya oleh Bupati Siak H Arwin AS SH.

Peresmian Rumah Baca (RB) Hafrita Dara yang berada di Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak ditandai dengan pembukaan selubung papan nama dan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK Kabupaten Siak Dra Hj Hafrita Dara Arwin.

Pada peresmian yang dihadiri para pejabat di lingkup Pemkab Siak, unsur Muspida, Kepala Perpustakaan Provinsi Riau, Pimpinan dan anggota dewan, TP PKK, segenap tokoh masyarakat, camat se-Kabupaten Siak, ratusan siswa dari SMPN dan SMA di Kecamatan Siak berlangsung meriah.

Pada kesempatan itu, Bupati Siak H Arwin AS SH mengatakan, pembangunan rumah baca adalah salah satu upaya Pemkab Siak untuk mencerdaskan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kegiatan membaca.

Arwin juga mengaku terharu dan bangga atas upaya keras Ketua TP PKK Kabupaten Siak Dra Hj Hafrita Dara Arwin yang dengan tekadnya yang kuat telah berupaya, hingga terwujudnya pembangunan sebuah perpustakaan di Kabupaten Siak, yang diberi nama Rumah Baca Hafrita Dara.

‘’Saya ikut terharu dan bangga atas upaya keras Ketua TP PKK, semoga rumah baca yang nantinya akan dikelola ole TP PKK Kabupaten Siak ini benar-benar dapat mewujudkan tujuan yang telah dicita-citakan sejak awal, yakni meningkatkan kualitas SDM kita dengan menumbuhkan minat baca masyarakat. Makanya pengelola harus dapat mensiasati bagaimana caranya agar masyarakat tidak enggan untuk masuk ke rumah baca,’’ harapnya.

Arwin juga meminta kepada Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Riau, untuk selalu melakukan pembinaan kepada pengelola agar RB bisa menjadi daya tarik bagi semua orang. Sehingga daftar kunjungan terus meningkat.

Ia juga menyebutkan, rumah baca yang menghabiskan dana Rp9,1 miliar lebih dengan berbagai fasilitas yang ada. Di antaranya ruang bermain, ruang baca, ruang santai dan warung jajanan, tentunya disain itu diserahkan sepenuhnya kepada Hj Hafrita Dara selaku pencetus ide tersebut.

‘’Penataan ruang yang sedemikian rupa, kita juga berharap rumah baca dapat menjadi rumah kedua bagi siswa kita dan para guru pun dapat membawa murid-muridnya untuk melakukan kegiatan belajarmengajar di gedung ini,’’ harap Arwin.

Arwin juga mengimbau, agar para pejabat di lingkup Pemkab Siak dapat menyisihkan sebagian rezekinya untuk membeli buku dan menyumbangkannya kepada rumah baca.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Siak Dra Hj Hafrita Dara Arwin, yang namanya dinobatkan menjadi nama rumah baca mengatakan, membangun rumah baca merupakan cita-citanya sejak lama. Ini timbul dari pencermatannya terhadap potensi SDM Siak 10 tahun lalu. Setelah mencermati potensi SDM pihaknya merasa perlu, ada sarana dan prasarana penunjang untuk mengasah potensi tersebut, salah satunya adalah rumah baca yang refresentatif.

Makanya kata Hafrita, dengan adanya rumah baca yang refresentatif, masyarakat yang ingin meningkatkan ilmu pengetahuannya melalui membaca, dapat melihat ketersediaan buku-buku dan tempat yang nyaman.

Ia juga menyampaikan, dengan membaca orang dapat mengambil hikmah dari pengalaman orang lain. Mempelajari berbagai disiplin ilmu serta membantu pengembangan fikiran sekaligus menjernihkan cara berfikir.

Untuk itu, Hafrita meminta kepada anggota PKK Kabupaten Siak, agar dapat bersama-sama dan bersinergi untuk mencapai visi misi yang telah ditetapkan. Pihaknya meminta TP PKK menunjukkan dedikasi yang baik selaku mitra Pemkab Siak dengan berbuat yang terbaik.(rnl)

rilham2new
December 20th, 2010, 11:28 AM
Di Riau, anda bisa mengemudikan mobil bahkan sampai ke Pulau Bengkalis, karena sudah ada dermaga Ro-Ro untuk mengangkut anda ke Pulau Bengkalis. Bahkan ke PUlau Rupat pun sudah ada dermaga Ro-ro nya juga, ini agak-agak baru :)...

Dan di tahun 2012 kawasan SELATPANJANG, Pulau Tebingtinggi di mana di atasnya ada Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti akan segera juga dapat dilalui dengan mobil :banana:

AYo diteruskan sampai ke Pulau Pedang, Pulau Merbau, dan Pulau Rangsang sekalian :D

Dari RIau Pos

2012, ke Pekanbaru Bisa Ditempuh dengan Mobil
– 18 December 2010
Laporan FIRMAN AGUS, Selatpanjang
Pada 2012 nanti, ke Pekanbaru, sudah bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat atau mobil.

Karena penyeberangan akses menuju roro yang saat ini sedang dikerjakan paling lambat 2011 akan selesai.

Demikian disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan Nasir MSi, Kamis (16/12), saat menghadiri undangan peringatan 10 Muharam di Masjid Al-Hidayah, Desa Mekung, Tebing Tinggi Barat. Pemkab juga terus menggesa untuk bisa menyelesaikan jalan yang menjadi akses yang saat ini dalam kondisi masih tahap pengerjaan.

‘’Pengaspalan dari Selatpanjang menuju Kecamatan Tebing Tinggi Barat, yang berakhir di Base penyebrangan roro di Kampung Balak, saat ini terus dikerjakan. Mudah-mudahan tahun 2011 nanti bisa selesai dikerjakan. Dan 2012 sudah bisa dilalui kendaraan roda empat sampai ke Kota Pekanbaru melalui roro,’’ kata Bupati.

Oleh karena itu, ajak Bupati, kepada seluruh masyarakat Kepulauan Meranti, termasuk masyarakat Kecamatan Tebing Tinggi Barat juga dapat berperan dalam menyukseskan itu.

Dengan begitu, peluang untuk peningkatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sendiri bisa berkembang dengan cepat.

‘’Saat ini kami juga sangat mengharpkan peran serta pemerintah dalam membantu dalam proses pembangunan yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Karena, tanpa adanya dukungan dan peran serta masyarakat, maka akan susah dalam pencapaian yang diinginkan oleh seluruh pihak dan element masyarakat di Kabupaten kita ini,’’ harap mantan pejabat di Batam tersebut.

Ditambahkan dia, jika akses dari daerah luar Meranti melalui jalur darat telah ada, maka orang akan banyak ke Meranti yang tentunya menjadi peluang bagi masyarakat kita untuk terus berkembang.

Bupati juga menekankan, berbagai pembangunan yang berorientasi kepada pembangunan di masyarakat akan banyak dilakukan di tahun 2011 nanti.

Hal itu dikarenakan, sebanyak APBD yang pasti didapatkan pada tahun tersebut sebesar Rp800 milyar lebih, sebagaian besarnya akan dipuruntukkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Meranti.(*1/jrr)

rilham2new
December 20th, 2010, 11:36 AM
Dari RIAUPOS, berita dari Kabupaten Kepulauan Meranti

2011, Alai-Selatpanjang Diaspal
– 17 December 2010

Laporan FIRMAN AGUS, Tebingtinggi
2011, jalan dari Ibu Kota Kecamatan Tebing Tinggi Barat, yakni Desa Alai menuju Ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti yakni Selatpanjang akan selesai diaspal.

Dengan telah dibukanya akses tersebut secara otomatis akan meningkatkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan Nasir MSi, Kamis (16/12) dalam sambutannya menghadiri peringatan 10 Muharam di Masjid Al-Hidayah, Desa Mekung, Tebing Tinggi Barat. Disebutkan bupati, dengan terbukanya akses tersebut nantinya itu merupakan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah pada masyarakat.

‘’Pada tahun 2011 nanti sudah dipastikan APBD Kita (Kabupaten Kepulauan Meranti, red) adalah sebesar 800 miliar lebih. Besaran yang akan diterima tersebut, sebagian besar akan diperntukkan untuk proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat, termasuk jalan antar desa untuk membuka akses, yang berorientasi kepada pertumbuhan perekonomian masyarakat di Meranti,’’ ujar Irwan.

Di sisi lain, orang nomor satu di Meranti itu juga mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat berperan dalam pembangunan yang akan fokus dilakukan Pemerintah Kabupaten Meranti di tahun 2011 nanti. Artinya dengan terbukanya akses dapat mendapatkan peluang dan membantu mempercepat proses pembangunan.

‘’Dengan adanya pembangunan yang akan banyak dilakukan pada tahun 2011 nanti, maka jangan hanya menjadi penonton di daerah kita sendiri. Diharapkan masyarakat bisa menjadi motor, dan berperan dalam proses pembangunan,’’ harap Irwan menambahkan.

Sementara itu, Camat Tebing Tinggi Barat, M Toha, yang juga turut memberikan sambutan juga meminta secara khusus kepada masyarakat Kecamatan Tebing Tinggi Barat untuk bisa membantu proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

Dengan begitu percepatan pembangunan dan tentunya berimbas percepatan Perekonomian akan segera tercapai.

‘’Dengan akan dilakukannya pembangunan oleh pemerintah, seperti jalan, jembatan dan lainnya, bisa meningkatka perekonomian masyarakat kita disini. Namun pada proses pembangunan, kita juga dapat hendaknya berperan,’’ pinta Camat.

Pada kegiatan peringatan 10 Muharam atau hari Asyura, tersebut juga diberikan bantuan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Meranti, Nirwana Irwan SE. Hadir juga pada kegiatan itu, Kabag Humas Setdakab Meranti, H Jaafar SP, Sekretaris Dinas Kehutanan, Drs Izhar, dan Kepala Desa Mekung, A Rahman, dan sejumlah pejabat lainnya, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, Desa Mekung.(*1/jrr)

drie
December 20th, 2010, 01:43 PM
PEngguntingan Pita Peresmian RUMAH BACA HAFRITA DARA
Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak
Riau Pos 16 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5168/5276138099_9b9f3c2424_b.jpg

Rumah Baca Hafrita Diresmikan
– 16 December 2010



hah ?? udah di resmikan aja nih Proyek:banana:, gak banya cerita, gak banyak mengumbar - ngumbar tau - tau udah di resmikan aja:D. senang banget liat Siak udah memiliki sebuah perpustakaan yang benar - benar respresentatif seperti ini:)

drie
December 20th, 2010, 01:46 PM
Pembongkaran Jalan untuk Pembangunan Bundaran
Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir

Riau Pos 16 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5044/5276135337_377bf3a0c9_b.jpg



sepertinya kabupaten di Riau emang gak mau ketinggalan dengan pekanbaru yah dalam menata kawasan perkotaan mereka. dulu Rengat bangun Bundaran Ikan Patin, kemudian Dumai juga buat bundaran di depan Plaza ramayana, terus Pasir Pengarayan buat bundaran pula di depan Komplek Bina Praja, dan yang baru aja selesai Bundaran ( Tugu ) Cerano di taluk Kuantan, sekarang Tembilahan juga mau bangun Bunadaran :D. pangkalan kerinci, bengkalis, bagan Sia api api, dan bangkinang gak ikutan nyusul ?? :cheers:

rilham2new
December 20th, 2010, 06:08 PM
^^ Bangkinang bukannya udah ada bundaran yang kecil itu :D

==========

Tenyata ibu Kota Kecamatan Rokan Darussalam CMIIW Ujung Batu, memang pusat pertumbuhan Ekonomi kab. Rokan Hulu. terbukti Kota ini terasa lebih hidup ketimbang Pasir pangarayan itu sendiri. Bank - Bank nasional pun telah banyak di kota ini. seperti Mandiri, Mandiri Syariah, Panin Bank, Bank Mega, BRI, dll. dan sekarang kota kecil yang hanya merupakan Ibu Kota sebuah kecamatan di kabupaten Rohil ini telah hadir CFC :cheers:

http://farm6.static.flickr.com/5125/5251129948_9c1698d733_z.jpg

California Fried CHicken (CFC) diresmikan
Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu
* Ujungbatu adalah kota kecamatan berjarak 20 km dari ibukota kabupaten dan sekitar 160 km dari Kota Pekanbaru.

RIau Pos 18 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5130/5277102948_64fdfb64c3_b.jpg

Katanya ini CFC cabang ke-9 di Provinsi Riau ... Benarkah ??? Di mana lagi emangnya CFC selain dari Pekanbaru ??

Aku tahunya KFC, di luar PKU yang sudah punya 8 cabang KFC sendiri, juga ada KFC di DUmai Square (Kota Dumai) dan di Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan.

jendry
December 20th, 2010, 06:16 PM
2011, Target Produksi Minyak Riau 400 Ribu Barel Perhari


Target produksi minyak bumi Riau tahun 2011 mencapai 400 ribu barel perhari. Jumlah tersebut hampir separoh produksi nasional.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Perwakilan BP Migas Riau, Baris Sitorus kepada Riauterkini Senin (20/12/10) mengatakan bahwa tahun 2011 mendatang secara nasional adalah mencapai 970 ribu barel perhari. Produksi diakumulasikan dari Sumatera (Riau), Kalimantan, Jawa maupun Papua Barat dan daerah lainnya.

Namun ia tidak bisa memastikan pencapaian produksi sesuai dengan jumlah target tersebut. Namun ia tetap optimis pencapaian target akan diupayakan sekuat tenaga.

"Target minyak tahun 2011 mencapai 970 ribu barel perday. Namun saya belum bisa memastikan tercapai atau tidaknya. Yang pasti, kita akan berupaya sekuat tenaga untuk mencapainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehumasan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), Elan Biantoro mengatakan bahwa jumlah target produksi minyak Riau tahun 2011 mencapai 400 ribu barel perday. Jumlah tersebut hampir 50 persen dari jumlah target produksi minyak nasional tahun 2011.

Katanya, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari produksi minyak bumi dan gas yang diproduksi oleh CPI, Kondur, BPB Pertamina maupun Kalila dan perusahaan lainnya.

"Tingginya produksi minyak bumi Riau tersebut masih mengandalkan sumur-sumur tua yang hingga saat ini masih produktif. Terutama di Duri dan Minas. Khusus untuk CPI sendiri, tahun 2011 ditargetkan sama dengan tahun 2010. Yaitu 5 sumur dalam setahun," terangnya. ***(H-we)

rilham2new
December 20th, 2010, 06:31 PM
Dari Riau Pos 18 Desember 2010, berita dari Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu
http://farm6.static.flickr.com/5282/5277101988_7caaa5c1d5.jpg

Karena tidak menemukan versi teksnya, biar aku rangkum :D
** Pemerintah Kabupaten telah melakukan pembebasan lahan Kantor DPRD Kabupaten Rokan Hulu seluas 2.6 Hektar menghabiskan dana Rp 13 milyar. Proyek yang berlokasi di Jalan Lingkar Km4 Pasirpengaraian ini akan mulai dibangun pada 2011 mendatang.

** PEMKAB Rohul pula telah membebaskan lahan seluas 3 Hektar untuk proyek SMK Terpadu Kabupaten Rokan Hulu sebesar Rp 750 juta.

rilham2new
December 20th, 2010, 06:35 PM
Pembangunan Turap Penahan Tebing di Kompleks Bina Praja
Pasirpengaraian, Kabupaten ROkan Hulu
Ternyata bangunan yang sedang dibangun di atas itu adalah RUMAH DINAS BUPATI ROKAN HULU ... Wah, wah, wah ternyata Bupati Rokan Hulu banyak belajar pada Kabupaten Bengkalis tentang bagaimana menghambur-hamburkan duit untuk membangun rumah dinas.
RIau Pos 18 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5001/5277103346_feb363fc70_z.jpg

Takutnya sudah dibangun besar-besar, toh bupatinya juga malas tinggal di situ. Jadinya bangunan besar akan mubazir.

Gubernur Riau Rusli Zainal aja gak begitu sering dan cukup jarang tinggal di rumah dinas Gubernur yang di Diponegoro itu.

rilham2new
December 20th, 2010, 06:37 PM
Ini contoh RUMAH DINAS yang tidak terlalu kecil, dan tidak besar, tapi cukup keren
Dan ini adalah Rumah Dinas Wakil Bupati ROkan Hulu :)
http://farm5.static.flickr.com/4122/4778153407_efafdcf548_b.jpg

jendry
December 20th, 2010, 06:43 PM
kalau maket rumah dinas bupati dan wakil bupati rokan hilir mau llihat gak :D :D

rilham2new
December 20th, 2010, 06:46 PM
Jangan diposting, Jen :D .... Kontroversi nanti :D

Jadi penasaran Kabupaten Siak yang GDP Per Kapita nya paling tinggi di Riau, Rumah Dinas Bupati nya kayak apa ya ??? :D

drie
December 20th, 2010, 06:50 PM
^^ Bangkinang bukannya udah ada bundaran yang kecil itu :D

==========




Katanya ini CFC cabang ke-9 di Provinsi Riau ... Benarkah ??? Di mana lagi emangnya CFC selain dari Pekanbaru ??

Aku tahunya KFC, di luar PKU yang sudah punya 8 cabang KFC sendiri, juga ada KFC di DUmai Square (Kota Dumai) dan di Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan.

oh iya aku lupa, lokasinya dekat Islamic Centre ada air Mancur segala ( tapi udah gak pernah hidup lagi:ohno: )

INI CFC cabang ke 9 ?? serius ?/ setau aku di pekanbaru ada 3 cabang. Sudirman, Harapan Raya, Marpoyan. Ujung Batu 1. 5 lagi dimana yah ?/ apa jangan - jangan di Bagan Batu, Duri, Dumai, Perawang, dan Pangkalan Kerinci yah ??:nuts:

jendry
December 20th, 2010, 06:51 PM
berat ne di buatnya laptop aku bang, posting aja lah gak..
wkwwkk.. :P

banyak ne gambarnya sama aku, kantor DPRD,kantor bupati, kantor wakil bupati, rumah dinas dll juga tersedia... xixixi... :D :D

drie
December 20th, 2010, 06:51 PM
Jangan diposting, Jen :D .... Kontroversi nanti :D

Jadi penasaran Kabupaten Siak yang GDP Per Kapita nya paling tinggi di Riau, Rumah Dinas Bupati nya kayak apa ya ??? :D


hah ?? emang bang ilham gak tau bentuk Rumdis Bupati Siak ?? menurut aku biasa aja. jauh lebih Mewah Rumdis Bupati Bengkalis ketimbang Siak :D

drie
December 20th, 2010, 06:52 PM
berat ne di buatnya laptop aku bang, posting aja lah gak..
wkwwkk.. :P

banyak ne gambarnya sama aku, kantor DPRD,kantor bupati, kantor wakil bupati, rumah dinas dll juga tersedia... xixixi... :D :D


render masing - masing kantor ama render komplek perkantorannya aja bang jend :D

rilham2new
December 20th, 2010, 06:55 PM
hah ?? emang bang ilham gak tau bentuk Rumdis Bupati Siak ?? menurut aku biasa aja. jauh lebih Mewah Rumdis Bupati Bengkalis ketimbang Siak :D

Jangan-jangan si Bupati malah sudah menyiapkan desain rumah dinas hehehe.

Bengkalis memang bikin SHOCK itu rumah dinasnya. Dulu udah pernah diposting di SSC, kritik datang dari mana-mana :P

drie
December 20th, 2010, 07:04 PM
Jangan-jangan si Bupati malah sudah menyiapkan desain rumah dinas hehehe.

Bengkalis memang bikin SHOCK itu rumah dinasnya. Dulu udah pernah diposting di SSC, kritik datang dari mana-mana :P


rumah dinas Bupati siak udah lama siap kok bang :D. Kab. siak membuat Rumah Dinas Bupati dan wakil bupati dalam 1 kawasan ( 1 Pagar ) di pisahkan oleh taman Air Mancur dan Taman Bunga. masih mengusung Tema Melayu Siak ( Non Selembayung ). tapi untuk ukuran kabupaten kaya, Rumah dinas bupati siak menurutkua masih biasa - biasa aja kok.

Beda dengan Bengkalis yang tahu sendiri lah bagaimana desain bangunannya :lol:

drie
December 22nd, 2010, 07:39 AM
Pusat Anggarkan Rp24 M untuk KITB


Laporan Abu Kasim, Siak abukasim@riaupos.com
TAHUN 2011, pemerintah pusat sudah menggarkan Rp24 miliar untuk pengembangan pembangunan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Kepastian anggaran ini, setelah Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa meninjau langsung lokasi pengembangan KITB yang dinilai layak untuk dikembangkan menjadi kawasan industri dan pelabuhan internasional. Sedangkan 2009 dan 2010, pusat sudah mengucurkan dana Rp80 miliar untuk pembangunan dermaga di KITB.

‘’Sudah dianggarkan pusat Rp24 miliar. Makanya kita akan menjemput bola, agar KITB ini segera terwujud, karena kawasan itu lebih siap jika dibandingkan dengan kawasan lain di Riau,’’ ujar Bupati Siak H Arwin AS SH kepada Riau Pos, Selasa (21/12) di Siak.

Dikatakan Arwin, KITB sudah melalui proses penelitian dan sudah ada lisensinya dari Kemeterian Perhubungan RI. Makanya pusat berani menganggarkan dana untuk pembangunan pelabuhan di KITB tersebut. Apalagi daerah sudah menyediakan lahan seluas 5.000 hektare dan saat ini sedang diurus sertifikat HPL ke BPN pusat seluas 600 hektare. Tentu diharapkan dengan adanya HPL ini KITB sudah bisa dipromosikan, sehingga para investor dapat membangun kawasan itu segera.

Menurutnya, luas lahan KITB yang mencapai 5.000 hektare yang dimiliki Pemkab Siak, satu-satunya yang ada di Indonesia dan belum ada kawasan industri milik daerah yang lahannya mencapai 5.000 hektare. Tentu KITB sangat siap, untuk dikembangkan sebagai kawasan industri, seperti keinginan Menko Perekonomian RI.

‘’Kita tidak menyangka, tanggapan Menko Perekonomian sangat positif dan 2011 ada penambahan dana Rp24 miliar. Tapi dana ini tidak cukup dan pihaknya akan menjemput bola ke pusat,’’ ujarnya.

Bupati menyebutkan, letak KITB yang sangat strategis tentu sangat menguntungkan bagi investor. Apalagi tanki penimbun CPO sudah mulai dibangun untuk mengurangi beban penimbunan CPO di Dumai. Makanya kapasitas tampung CPO di Dumai sudah over, makanya kelebihan itu dapat di timbun di tanki penimbunan CPO di KITB.

Apalagi kata bupati, jarak tempuh pelabuhan Dumai cukup jauh untuk kawasan Riau bagian timur dan lebih dekat dengan KITB. Tentunya pembangunan kawasan ini akan dilakukan secepatnya dan daerah akan membuat perencanaan yang matang, sehingga dana APBN bisa sepenuhnya membiayai pembangunan kawasan tersebut. ‘’Kita akan gesa pembangunan KITB, karena kita sudah bicarakan dengan Menko Persekonomian dan Kementerian Perhubungan, semoga keinginan kita ini cepat terwujud,’’ ucapnya.(rnl)

drie
December 24th, 2010, 04:29 AM
INFO : saat ini Martias pemilik Surya Dumai Group tengah membangn Pembangkit Listrik kecil - kecilan Biofuel di riau, tapi dia tidak menyebutkan lokasinya dimana. semoga cepat selesai yah :lol:

rilham2new
December 24th, 2010, 05:44 AM
^^ Wilmar udah punya BIOFUEL kok di DUMAI, mungkin ada proyekan lagi cuman gak tahu posisinya di mana.

SURYA DUMAI GROUP itu sekarang udah punya WILMAR ya ????? Bukan MARTIAS ???

jendry
December 24th, 2010, 07:41 AM
salam tu, wilmar tu tetap punya dia, nama perusahaannya wilmar group yang penghasil bioful terbesar di dunia tu.

kalau yang punya surya dumai tu tetap martias, perusahaannya yang menang riau invest ciliandra perkasa group.

drie
December 24th, 2010, 01:30 PM
Ups, maaf maaf, soalnya kalau ngomongin Biofuel ingatnya Wilmar terus. hhaha maaf ya :D

drie
December 24th, 2010, 07:16 PM
Dibuka Bupati,
Rakor Pemkab Bengkalis Bahas Tiga Prioritaskan Pembangunan

Pemkab Bengkalis menggelar rapat koordinasi. Dalam kegiatan yang dibuka Bupati Herliyan Saleh tersebut dibahas tiga prioritas pembangunan.

Riauterkini-BENGKALIS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis memprioritaskan tiga sektor pembangunan, yakni pembangunan di bidang sumber daya manusia (SDM), infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Demikian dikatakan Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh ketika membuka rapat koordinasi (rakor) Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang digelar di lantai II Aula Kantor Bupati, Kamis (23/12/10) pagi tadi.

Dijelaskan Bupati, pembangunan SDM menjadikan Kota Bengkalis sebagai pusat pendidikan dengan mendirikan perguruan tinggi (universitas, red) yang layak dan memiliki daya saing. Kemudian pemberian beasiswa kepada mahasiswa dan pelajar dinilai kurang tepat sasaran. Seperti tidak menjamin si penerimanya bisa menyelesaikan studinya hingga selesai. Sehingga pemkab akan melekukan penataan ulang pemberian beasiswa ini.

“Bengkalis pernah dikenal sebagai kota pendidikan. Kita akan berusaha untuk mengembalikan imej tersebut. Sehingga calon mahasiswa dari luar berdatangan untuk menuntut ilmu di Kota Bengkalis. Dan, anak-anak yang berprestasi akan kita bantu sampai menyelesaikan studinya di perguruan tinggi,” ujar Bupati.

Dibidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan, Pemkab Bengkalis menggalakkan program ekonomi kerakyatan (PEK), pengentasan kemiskinan, pendirian badan usaha milik desa (BUMDes), alokasi dana desa (ADD) serta memberikan tunjangan tetap untuk seluruh aparat desa yang akan berjalan mulai tahun 2011 mendatang. Sedangkan di bidang infrastruktur akan berupaya membuka akses di setiap daerah dengan membangun ruas jalan yang memadai, mengoptimalkan pelabuhan, termasuk rencana membangun bandar udara di Pulau Bengkalis.

“Pembangunan bandara di Pulau Bengkalis sangat penting dalam upaya membuka akses. Ini juga terkait upaya kita menjadikan Bengkalis sebagai kota pendidikan. Jika akses sudah mudah, tentu orang akan datang,” ujar Bupati lagi.***

=================================

menurut aku, mending optimalkan aja Bandara yang ada di sungai Pakning, lalu buat Jembatan yang menghubungkan daratan sumatera dengan bengkalis, ketimbang harus membangun bandara baru :)

jendry
December 24th, 2010, 08:38 PM
bandara di sei pakning itu punya perusahaan bukan...

jarang bengkalis itu berapa KM si dari daratan sumatra? menurut aku memang lebih efisien di bangun bandara, paling tidak bandara perintis lah semacam bandara di pinang kampai ( dumai) atau pun bandara tempuling di tembilahan.

cost yang di keluarkan untuk membangun jembtan mungkin jauh lebih besar daripada bandara sekelas perintis, kalau jaraknya cuma sepanjang sungai siak si gak pp kalau di bangun jembatan..

rilham2new
December 24th, 2010, 09:30 PM
Jauh, jarak Kota Bengkalis ke daratan Sumatra sekitar 6.79 km di titik terdekat, selama ini penyebrangannya di Sei Pakning.

Rugi malah bangun jembatan. Ekonomi Bengkalis bukan besar kali sampe perlu diintegrasikan dengan daratan Sumatra.

Dan juga di daratan Sumatra yang menghadap Bengkalis itu bukan daerah padat penduduk juga.

Bandara sih buang-buang duit kalau untuk sekarang, Bengkalis benarin aja dulu infrastruktur penghubung dari Sei Pakning ke Pelintung (DUMAI) dan juga dari Sei Pakning ke Sei Apit (SIAK). Lagipula, dari Bengkalis mau ke Dumai juga gak terlalu jauh juga.

Infrastruktur RSUD Kecamatan Mandau, perekrutan dokter-dokter serta peralatannya, dan juga di Pulau Bengkalis sendiri kan ada RSUD juga.

Dan Pulau Bengkalis pun masih harus membangun jaringan jalan di Pulau Bengkalisnya sendiri terutama peningkatan jalan dari Kota Bengkalis ke Selatbaru nya ..

jendry
December 24th, 2010, 09:52 PM
^^ kadang beberapa daerah di riau ini banyak membangun suatu yang tidak tepat guna, dan tidak tepat manfaat, seharusnya sebelum merencanakan sesuatu untuk pembangunan itu harus konsultasi dengan dengan profesional terkait, biar lebih terarah pembangunan nya memang si ada pengeluaran sedikit dan untuk itu, tapi itu pertmbangan tepat apa gak nya suatu itu di bangun.

kan mubazir kalau udah di bangun malah gak di pake, bandara di pasir pangaraian, bandara tempuling, contohnya, kan sampe sekarang belum juga di pakai. dan ada lagi apa tu di dumai lupa apa nama gedungnnya, sampai sekarang pun tak kunjung di pakai padahal udah jadi...


kalau itu di bangun memang di manfaat kan si sangat perlu di dukung, tapi harus juga belajar bagaimana supaya bisa bermanfaat dengan optimal

rilham2new
December 24th, 2010, 10:29 PM
^^ Jen, bandara di Pasirpengaraian itu bukan bandara baru. Itu udah ada dari era Orde Baru :)...

Yang dibenahi itu cuman gedung terminal sama jalan akses aja. Setahu aku satu-satunya bandara yang dibangun di era otonomi daerah ya cuman TEMPULING itu saja, itu bangun langsung sekaligus gedung,runway, dan sebagainya. Dan semua bandara itu sebenarnya dipakai kok untuk penerbangan Charter. Penerbangan berjadwal memang tidak ada. Tapi charter dan helikopter tetep terbang, Jen :). Bahkan waktu Riau Airlines masih punya F50, jemaah haji Rokan Hulu dan Indragiri Hilir itu langsung diterbangkan ke embarkasi Batam :)

Airport2 yang ada di Riau itu bukan masalah tepat guna atau tidak, tapi dulunya airport itu perlu ada untuk keperluan perusahaan besar yang beroperasi di RIau ini, persis sebelum ada jaringan jalan raya memadai. Airport2 itu lah cara pekerja perusahaan besar ini bergerak.

Area Sei Pakning kenapa ada bandara Sei Selari di sana, karena ada UP Pertamina di Sei Pakning. Di Pasirpengaraian ada bandara karena di sana ada perkebunan PT. Perkebunan Nusantara V yang luar biasa besar. Dan juga Pasirpengaraian ini punya akses ke perkebunan PTPN juga di Sumatra Utara sana, dan juga di Baganbatu (Rohil).

Di RENGAT, ada airport JAPURA. Karena memang ada perusahaan minyak di sana. Cuman mungkin udah redup aja aktivitasnya. Dulu ada kok penerbangan rutinnya. Di daerah sana, ada kota Air Molek, Peranap, dan beberapa lagi yang punya kamp perusahaan yang besar (atau pernah besar).

Di RIAU (bahkan waktu gabung sama KEPRI), kita memang pemilik AIRPORT terbanyak. Di Natuna ada airport di RANAI. Kemudian di ANAMBAS, ada di MATAK dan TAREMPA. Di LINGGA juga ada airport, di DABOSINGKEP pun ada Airport juga. Di Tanjungpinang ada airport, di Batam pun ada Airport.

Itu gak asal bangun, karena memang perusahaan besar itu beneran ada dan berkibar dulunya.

Kakek dari ibu aku dulu kerja di perusahaan perkebunan sawit milik swasta asing di Aceh dan Sumatra Utara, itu di tengah kebun itu ada airport nya loh, ini nenek aku sendiri yang cerita :D

rilham2new
December 24th, 2010, 10:42 PM
Sejarah Riau sebagai pusat ekonomi (yang diperas habis-habisan) skala nasional itu udah ada sejak era Belanda :).

Perminyakan di Riau sudah ada sejak era Belanda. Kemudian, datang era Orde Baru muncullah era-era pelabuhan besar seperti Batam dan Dumai. Lahirlah kawasan industri dan sebagainya, Bintan jadi kawasan wisata kelas Dunia, dan Natuna jadi kawasan eksplorasi gas dan pemasok utama ke Singapura. Pertambangan BAUKSIT di Bintan, Pertambangan TIMAH di DABO SINGKEP -- bahkan sudah ada sejak era Belanda.

Jadi bandara-bandara itu ada bukan karena asal bangun, tapi karena secara ekonomis di masa lalu memang bandara itu solusi yang bisa jadi termurah saat itu. Tapi ya itu tadi, kalau seandainya pusat ekonomi tadi sudah habis SARI-SARINYA, ya ditinggalkan dan dilempar kayak sampah :D. Contohnya ya kejayaan STANVAC di Rengat itu, lihat aja airport Japura sepi. Kota Dabosingkep, udah habis timahnya, udah bolong-bolong tanahnya, kotanya ditinggalkan dan pindah beramai-ramai karyawannya ke PT. Timah yang sekarang ada di Bangkabelitung, dan kemudian airport Dabosingkep pun sepi dan semakin sepi.

Kalau ingat masa lalu mengerikan banget deh Riau diperas kayak jeruk nipis :D, kemudian rakyat tempatan jalan terseok-seok. Rakyat tempatan yang maju cara berpikirnya diberangus, gubernur dipimpin bukan orang Riau dan harus dari kalangan militer. KODAM-KODAM di Riau adalah yang paling STRICT dan ditakuti di Sumatra. LANUD Terbesar di Sumatra dan pusatnya diletakkan juga di Pekanbaru.

Karena Riau dulu punya posisi strategis (sekarang masih, cuman persentasenya gak sebesar dulu lagi). Dan perlu dicatat, airport-airport itu juga berfungsi untuk pertahanan negara, Jen. Karena dulu Riau ini sumber ekonominya banyak sekali, dan tersebar sampai ke pelosok. Dengan adanya airport, kalau ada-ada gangguan keamanan, separatisme atau apapun, cepat diambil tindakan.

Riau itu duluna memang GRAND DESIGN CANGGIH :)... tapi menyakitkan untuk sebagian kalangan :)


Kandidat terkuat kota di Riau yang akan mati berikutnya kalau tidak cepat diambil tindakan adalah DURI dan DUMAI, persis minyak habis, Chevron angkat kaki, Pertamina pun tidak peduli. Udah deh selamat tinggal :D. Di Bangka Belitung udah ada beberapa kota kecamatan yang mati karena ditinggal pekerja PT. Timah, karena timahnya udah habis :). Kita udah melihat banyak sekali contohnya, bahkan tidak jauh dari batang hidung kita heheh

DJ_Archuleta
December 25th, 2010, 08:06 AM
Gubernur Riau: Jembatan Selat Malaka akan terealisasi


http://3.bp.blogspot.com/_4Ulhsnr0_Co/StHfNBxz2MI/AAAAAAAAItY/EyvXkOMLftc/s400/StraitOfMalacca.jpg

http://3.bp.blogspot.com/_LlrUC31bbbk/S50aS7lcuaI/AAAAAAAABAY/0SsiXqi0sPU/s640/bridge01.png

PEKANBARU: Gubernur Riau Rusli Zainal mengaku optimistis bahwa jembatan Selat Malaka yang menghubungkan dua negara serumpun Indonesia-Malaysia dapat terealisasi sesuai dengan yang direncanakan.

"Cepat atau lambat, kami yakin jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Kota Dumai, Riau dengan Melaka, Malaysia, bakal bisa dibangun dan direalisasikan," ujar Gubernur Rusli Zainal, di Pekanbaru, hari ini.

Rusli menyatakan, sikap optimisme itu timbul sehubungan temuan terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup positif, terutama dari segi pendanaan karena pemerintah kedua negara tidak perlu merisaukannya.

"Telah ada pihak ketiga dari kalangan swasta yang menyatakan kesiapan melakukan investasi untuk pembangunan jembatan yang menghabiskan dana sebesar 12,75 miliar dollar AS itu," katanya.

Terkait itu, lanjut dia, Riau sebagai gerbang Indonesia kini terus berbenah, terutama menyangkut pembangunan infrastruktur koridor ekonomi, seperti pengembangan industri klaster hilir kelapa sawit di Pelitung, Dumai dan Kuala Enok, Indragiri Hilir.

"Riau harus mengambil manfaat dari kehadiran jembatan itu nantinya, terutama dalam bidang ekonomi. Karena itu, kami tengah serius mengembangkan basis-basis ekonomi sesuai pemetaan," jelasnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pemerintah pusat tetap mendukung pembangunan jembatan Selat Malaka. Namun demikian, lanjutnya, pemerintah kini sedang memberikan prioritas terhadap jembatan Selat Sunda yang direncanakan mulai dibangun pada 2013.

"Secara nasional, kita melihat bagaimana strategi kita melakukan pembangunan jembatan Selat Malaka pada waktu yang tepat. Pemikiran itu tidak boleh dimatikan dan harus kita jaga, karena menjadi bagian ASEAN connectivity," ujarnya.

Bank Ekspor Impor China dilaporkan telah menyatakan minatnya kepada Pemerintah Malaysia untuk melakukan investasi 12,75 miliar dollar AS bagi terealisasinya jembatan Selat Malaka itu.

Managing Director Strait of Malacca Partners, Lim Sue Beng, perusahaan kontraktor pembangunan jembatan Selat Malaka menyatakan, jembatan sebagai jalan penghubung dua negara bertetangga itu akan selesai dibangun dalam waktu 10 tahun.

"Hitungannya, selama empat tahun dilakukan pengkajian dan survei, kemudian enam tahun pelaksanaan kontruksi. Dengan hitungan 10 tahun jembatan akan selesai," ujarnya.

drie
December 25th, 2010, 08:22 AM
^^

aku berpendapat lebih baik membangun jembatan ketimbang bandara bukan hanya sebatas pemikiran aku aja. tapi menurut orand dalam di PU Bengkalis sendiri, tahun 2014 nanti bengaklis memang merencanakan akan membangun jembatan kok. makannya lebih baik optimalkan bandara yang ada ketimbang membangun bandara baru di bengkalis. kalaupun bandara sekarang ini dimiliki oleh Pertamina toh dulunya bandara pinang kampai juga dimiliki pertamina kan ?? tapi ujung - ujungnya di serahkan ke Pemda.

perjalanan dari daratan sumatera ke bengkalis menggunakan roro bisa memakan waktu sekitar 30 menit lebih. belum antrian yang bisa mencapai 1 hingga 2 jam. tapi dengar - dengar sekarang jumlah roro udah di tambah menjadi 3 unit. untuk sekali berangkat, untuk Mobil dikenakan tarif Rp. 80.000 sedangkan untuk Motor 30.000. mending tarif masuk roro ini di ubah menjadi tarif masuk jembatan. seperti jembatan Suramadu di Jatim. namun dengan tarif yang di sesuaikan.

rilham2new
December 25th, 2010, 01:28 PM
Rp 80000 tarif feri roro. .... Untuk jarak sedekat itu kalau di Indonesia mungkin udah jadi jalan tol termahal deh.... :nuts:

Maunya pemkab bengkalis subsidi itu penyebrangan biar bisa murah atau digratiskan saja sekalian.... Rp 80000 itu mahal sekali :ohno:

drie
December 26th, 2010, 11:42 AM
Rp 80000 tarif feri roro. .... Untuk jarak sedekat itu kalau di Indonesia mungkin udah jadi jalan tol termahal deh.... :nuts:

Maunya pemkab bengkalis subsidi itu penyebrangan biar bisa murah atau digratiskan saja sekalian.... Rp 80000 itu mahal sekali :ohno:

kalau disubsidi rasanya masih memungkinkan, namun untuk di gratiskan rasanya tidak. setahu aku yang mengelola penyebrangan ini pihak swasta, tapi gak tahu juga lah ya bisa aja aku dapat info yang salah.

makanya aku bilang alangkah lebih baik tarif penyebrangan sebesar itu dialihkan untuk pembayaran tarif Jembatan jika jembatan selat bengkalis memang benar jadi dibangun:cheers:

drie
December 27th, 2010, 05:08 AM
2011, PT Riau Power dan PLN Akan Realisasikan Proyek Listrik di Bengkalis



riaubisnis.com - Setelah kepastian untuk merealisasikan pembangunan PLTU 2x100 MW di Tenayanraya, Pekanbaru, PT PLN (Persero) juga bakal merealisasikan beberapa projek listrik di Mandau, Bengkalis. Pembangunan projek listrik ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasiona (PON) ke XVIII pada tahun 2012 di Riau, sekaligus mengatasi kebutuhan listrik di Bengkalis.

Ketua Tim Task Force PLN pusat, Bambang, yang bertugas mempercepat proses proyek listrik di Sumatera dan Kalimantan Barat (Kalbar) menyebutkan, sehubungan dengan adanya pasokan gas PLN di Jambi Merang di daerah Duri sebanyak 30 mmbbs, ini bisa membangun pembangkit listrik berkapasitas 2x100 MW, ditambah untuk PT Riau Power, anak perusahaan Riau Investment Corporations (RIC) dan konsorsium yang akan membangun pembangkit dengan kapasitas 2x45 MW yang merupakan pembangkit combinsicle.

“Ini bisa membantu pasokan listrik untuk pelaksanaan PON di Riau nanti. Proyek pembangunan listrik menggunakan gas ini juga sangat berguna untuk PLN dalam penghematan energi, karena bisa menghemat bahan bakar minyak (BBM),” ujarnya.

Ia menambahkan, selain projek PLTU, PLN juga segera merealisasikan proyek listrik untuk memenuhi daftar tunggu di Bengkalis dengan panambahan pembangkit sebesar 5 MW. Pembangkit listrik ini nanti, masuk ke sistem jaringan Sumatera.

“Ini bisa membantu tegangan listrik di Duri, karena selama ini tegangan listrik di Duri sangat rendah. Selama ini pasokan listrik dikirim melalui Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Selatan. JIka ada gangguan sistem di daerah itu, maka tegangan listrik di Duri dipastikan akan terganggu dan akan dilakukan pemadaman,” terangnya.

Selain itu, diharapkan penambahan pembangkit listrik itu juga untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau. “Kita harapkan proyek ini terealisasi dan selesai dalam jangka waktu satu tahun. Saat ini mesin sudah ada, di Cilacap yang idle, dan ada 5 unit, masing-masing 20 MW dan total kapasitas 100 MW,” katanya.

Untuk itu, tambah Bambang, lahan yang dibutuhkan dapat segera diatasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis. Jika target akhir tahun ini sudah bebas, maka, pada Maret 2011, sudah bisa dibangun pondasi. “Kita targetkan Oktober 2011, sudah bisa terealisasi PLTU di Duri,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bengkalis, Herliyan Shaleh juga mengatakan, rencana pembangunan listrik di Bengkalis saat ini sudah menunjukkan berbagai kemajuan. Dia mengharapkan, 2x20 MW bisa terealisasi untuk mengatasi daftar tunggu dalam waktu dekat. “Kalau persoalan lahan di Mandau Pinggir, sudah disiapkan oleh Panitia Sembilan,” tegasnya.

Herliyan mengharapkan, proyek penanganan listrik di Bengkalis sangat perlu dilakukan, karena selama ini kebutuhan listrik di Riau cukup tinggi. Ia mengatakan, dalam jangka panjang, bahkan perlu pembenahan sistem transmisi. “Kebutuhan industri kita sangat besar, pada tahun 2002 saja, Riau membutuhkan energi listrik sebanyak 2.500 MW untuk industri. Apalagi ke depan, Bengkalis punya program untuk menjadikan Bengkalis sebagai Kota Pendidikan. Tentunya akan dibangun berbagai infrastruktur yang membutuhkan pasokan listrik,” ujarnya.

Selain itu, menurut Herliyan, Bengkalis juga merencanakan akan merealisasikan Kawasan Industri Bengkalis (KIB) dan pelabuhan di Desa Buruk Bakul, Bukit Batu Bengkalis. Itu juga setidaknya membutuhkan pembangkit listrik dengan kapasitas 2x25 MW.

“Bengkalis akan kita usulkan masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Dumai, tetapi lokasinya di Bengkalis. Ini untuk akan menjadi kawasan pelabuhan alternatif untuk pelabuhan KEK. Jika di Dumai mengalami titik jenuh. Ini memerlukan energi yang besar,” katanya.

Pertemuan ini, selain dihadiri Ketua TIM Task Force PLN juga didampingi Manager PLN Riau Daratan, Rodi, Manager PLN Cabang Dumai, Rasyid, Manager PLN Ranting Bengkalis, Yusup, serta Direktur PT Riau Power, Yusrizal Andayani.

Sementara itu, Yusrizal Andayani mengatakan, penambahan pasokan listrik di Mandau sangat memberi pengaruh penting terhadap kondisi kelistrikan di Riau. Pasalnya, secara subsistem, posisi tegangan listrik di Mandau memang rendah, karena jarak dari Pekanbaru dan Medan sangat jauh. Untuk itu, perlu tambah pasokan listrik. Perlu kemandirian pasokan listrik di Riau dan bisa ditambah dari Mandau.

“Jika proyek ini berhasil, pasokan listrik di Riau akan terbantu karena tidak harus selalu bergantung dengan pasokan di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Proyek ini juga akan membantu kebutuhan listrik untuk pelaksanaan PON 2012 mendatang di Riau,” pungkasnya.(*)

drie
December 27th, 2010, 05:17 AM
Tim Mulai Inventarisir Lahan
Jalur TOL Pekanbaru-Dumai Lewati Areal Perusahaan


PEKANBARU, halloriau.com -Sejak dibentuk dua pekanlalu, tim percepatan pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai mulai melakukan inventarisir lahan. Dari inventarisir titik koordinat sementara, jalur yang akan dibangun sepanjang 135 Kilometer ini melintasi beberapa lahan milik perusahaan perkebunan, kehutanan dan pertambangan.

Demikian diungkapkan Asisten II Setdaprov Riau Bidang Pembangunan Emrizal Pakis. Disebutkan,setidaknya terdapat 80 hektare lahan yang merupakan perusahaan pemegang izin Hutan Tanaman Industri (HTI).

"Kita (tim) sudah melakukan inventarisir awal untuk menrntukan titik koordinat pembangunan jalan Tol Pekanbaru- Dumai sepanjang 135 Kilometer.Dari pengamatan sementara jalur yang akan dibangun melewati beberapa ruas lahan milik perusahaan pemegang izin HTI (Sinarmas grup,red),lahan milik perusahaan pertambangan (Chevron,red) dan lahan milik perusahaan perkebunan sawit,"ungkapnya.

Untuk itu kata Emrizal,pihaknya akan segera berkoordinasi pihak-pihak perusahaan yang lahan produksinya terkena imbas pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai tersebut.

"Tim dari pemerintah Provinsi Riau yang terdiri dari Bappeda, Dinas PU, Biro Pemerintahan dan beberapa satker lainnya akan segera bertemu dengan pihak perusahaan untuk membicarakan jalan keluarnya. Nanti kita akan upayakan bagaimana lahan-lahan yang terkenan imbas pembangunan ini bisa dipinjam pakaikan ke kita,"ujarnya

Selain terkena lahan milik perusahaan,Emrizal juga mengungkapkan bahwa dikhawatirkan jalur Tol ini nantinya akan mengenai area taman hutan raya (tahura,red) dan kawasan hutan lindung balai raja Kabupaten Bengkalis

"kita akan cari lagi alternatif jalur yang cocok untuk pembangunan jalan tol ini, apabila koordinat jalur ini nantinya melewati kawawasan hutan lindung,"tukasnya

Disebutkannya lagi, Gubernur Riau HM Rusli Zainal di jadwalkan akhir tahun ini akan melakukan pertemuan dengan pemerintah kabupaten kota terkait pembangunan jalan Tol ini,diantaranya adalah Walikota Pekanbaru, Walikota Dumai, Bupati Bengkalis dan Bupati Siak.

"Tahun 2011 proses pembebasan lahan dengan cara mengganti kerugian sudah bisa dijalankan, karena pemerintah pusat melalui APBN 2011 sudah membantu pembangunan jalan Tol ini sebesar Rp 140 miliar. Untuk itu dana itu harus kita manfaatkan semaksimal mungkin, karena saya yakin pemerintah pusat akan terus membantu jika dana yang tersedia sekarang terserap dan terealisasi penggunaannya,"pungkasnya..(Dian)

drie
December 27th, 2010, 05:31 AM
Warga Turut Usulkan Nama Jembatan Meredan


SIAK, HALLORIAU.com- Meskipun sudah ada 11 nama jembatan di Kecamatan Tualang yang akan diajukan ke Gubernur Riau tapi usulan dari masyarakat terus bermunculan. Rencananya, jembatan tersebut akan diresmikan awal Januari 2011.

Masyarakat Kecamatan Tualang mengharapkan Jembatan Tualang atau Maredan menggunakan nama sejarah Siak. Tokoh masyarakat Tualang, H Natan Abbas mengusulkan agar nama jembatan tersebut tetap menggunakan nama daerah.

Menurut Natan Abbas, dirinya pada rapat di kantor Bupati Siak mengusulkan nama jembatan menggunakan Tualang Agung, karena memiliki makna sejarah terbentuknya Kecamatan Tualang sekitarnya. Disamping itu, nama tersebut tidak panjang, hingga mudah diingat siapapun.

Hal yang sama juga di sampaikan warga bernama Bambang. Menurutnya, hendaknya nama diberikan sesuai tempat jembatan tersebut dibangun agar mudah diingat oleh masyarakat.

"Bisa saja nama jembatan tersebut menggunakan nama pahlawan setempat, tokoh ataupun nama daerah sendiri seperti nama Panglima Gibam," ungkap Bambang.

Namun Bambang lebih berharap agar Jembatan Meredan menggunakan nama Pahlawan Siak atau nama Kerajaan Siak. "Namun terlepas dari nama yang digunakan, keberadaan jembatan tersebut memang sudah sangat dibutuhkan masyarakat," tukasnya. (Yen)

rilham2new
December 27th, 2010, 03:57 PM
Ada yang sudah berhasil menemukan beritanya ???? Aku cuman dapat versi e-paper. Katanya Bank Mandiri membuka kantor baru di Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi :)

rilham2new
December 27th, 2010, 04:39 PM
Gelanggang Olahraga Kabupaten Kampar ditinjau Gubernur Rusli Zainal (dijadwalkan siap APRIL 2011)
Bangkinang, Kabupaten Kampar
Riau Pos 25 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5083/5296222477_07901bf9c7_b.jpg

Scan beritanya dari RIAU POS 25 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5042/5296819326_9032319b69_b.jpg

rilham2new
December 27th, 2010, 05:05 PM
Ada yang sudah berhasil menemukan beritanya ???? Aku cuman dapat versi e-paper. Katanya Bank Mandiri membuka kantor baru di Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi :)

Bank Mandiri membuka kantor baru di Telukkuantan
Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi
Riau Pos 22 Desember 2010
http://farm6.static.flickr.com/5203/5296257849_2093681194_b.jpg

rilham2new
December 28th, 2010, 11:28 AM
Progress Pembangunan Pasar Modern Kampung Padang
Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah
Kabupaten Rokan Hulu
Gambar oleh RABIAN NAZRI
http://farm2.static.flickr.com/1409/5152363872_4c88200222_b.jpg

^^ Akan ada Kantor BNI nya :)
Dari RIAUPOS


Besok, Pasar Modern Kampung Padang Diresmikan

Posted by admin on December 28, 2010

PASIRPENGARAIAN (RP)-Pasar Modern Kampung Padang di Jalan Tuanku Tambusai Desa Rambah Tengah Utara Kecamatan Rambah diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Rabu (29/12) sekitar pukul 09.00 WIB.

Direncanakan, peresmian pemakaian pasa ini dihadiri Ketua DPRD Rohul H Hasanuddin Nst SH, Muspida, Ketua LAMR Rokan Hulu Hasyim Lembak, Ketua MUI Drs H Barmawi Arif dan tokoh masyarakat setempat.

Direktur Perusda Rokan Hulu Jaya Nasrul Hadi ST MT yang dikonfirmasi Riau Pos, Senin (27/12) menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu telah menyerahkan secara penuh pengelolaan Pasar Modern Kampung Padang kepada Perusda Rokan Hulu Jaya selaku BUMD.

Menurutnya, Perusda Rokan Hulu Jaya siap untuk mengelola pasar modern yang menjadi kebanggaan masyarakat Rokan Hulu, dalam rangka menambah penerimaan pendapatan asli daerah (PAD).

Nasrul mengaku telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang kini menggelar barang dagangan di Pasar Simpang Tugu dan Pasar Kampung Padang. Mereka nantinya akan menempati Pasar Modern Kampung Padang.

‘’Para pedagang sudah menyatakan siap untuk pindah ke tempat yang baru di Pasar Modern Kampung Padang yang dibangun oleh pemerintah daerah, dengan membuat surat pernyataan tertulis kepada Perusda Rokan Hulu Jaya. Sekarang kita sedang melakukan kroscek terhadap para pedagang yang telah didata. Apakah mereka itu benar-benar pedagang Pasar Kampung Padang atau Pasar Simpang Tugu,’’ ujarnya.

Setelah Pasar Modern Kampung Padang diresmikan oleh Bupati Rohul, ujarnya, akan dilakukan pencabutan undian untuk menentukan lapak atau kios tempat bagi para pedagang untuk berjualan. Namun, diakuinya tidak semua pedagang digratiskan berjualan di pasar tersebut.

‘’Hanya pedagang sayur mayur yang digratiskan. Sebab, mereka hanya menempati lapak tempat jualan dengan ukuran 1,5 meter kali 1,5 meter. Mereka cuma dikenakan retribusi kebersihan dan keamanan,’’ tuturnya.

Sedangkan untuk pedagang yang menempati kios, mereka dikenakan sewa yang nantinya ditetapkan oleh Perusda Rokan Hulu Jaya. Selain itu, juga dikenakan biaya kebersihan, keamanan, dan listrik.

‘’Pemkab Sudah menyerahkan pengelolaannya ke Perusda Rokan Hulu Jaya. Jadi yang menentukan harga sewa Kios, adalah pengelola Pasar Modern Kampung Padang. Direncanakan awal Januari 2011, pasar tersebut sudah dapat ditempati oleh para pedagang,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, lapak gratis yang diberikan kepada pedagang sayur-mayur di Pasar Modern Kampung Padang, terutama bagi para pedagang yang menjual hasil pertanian, merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang ekonominya lemah.

‘’Setelah diresmikan pemakaiannya, kita akan undang seluruh pedagang yang akan berjualan di Pasar Modern untuk melakukan pencabutan undian untuk menentukan tempat atau lokasi bagi pedagang dalam menjual dagangannya,’’ ujar Nasrul.(epp)

jendry
December 28th, 2010, 12:20 PM
Kondisi Jalan Dumai Pakning Rusak Berat
Dewan Minta Kimpraswil Segera Perbaiki



halloriau.com PEKANBARU - Kondisi jalan lintas dari kota Sungai Pakning menuju Dumai hingga saat ini masih dalam kondisi rusak berat dan kerusakan yang terparah berada di perbatasan Kabupaten Bengkalis menuju kota Dumai. Melihat belum adanya perhatian Pemprov Riau dalam hal ini Kimpraswil Propinsi, Anggota DPRD Riau minta pihak Kimpraswil untuk segera memperbaiki jalan lintas ini.

Permintaan itu langsung disampaikan Anggota DPRD Riau asal Dapil Dumai Bengkalis Bagus Santoso Selasa (28/12), untuk jalan lointas dari kota Sungai Pakning menuju Dumai merupakan satu-satunya jalan yang akan menjadi akses ke dua daerah tersebut, tetapi dengan kondisi kerusakan yang masih ada terutama di perbatasan Kabupaten Bengkalis menuju Dumai diharapkan pemprov untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.

"Untuk wilayah Kabupaten Bengkalis sendiri jalan sudah selesai dibangun, tetapi untuk wilayah dumai masih rusak dan kita berharap Dinas Kimpraswil propinsi agar segera menutaskan program jalan tersebut," pinta Bagus.

Seharusnya kata bagus DInas Kimpraswil harus lebih tanggap karena Kabupaten Bengkalis sendiri tanpa sharing dana dengan propinsi sudah menyelesaikan jalan tersebut dan untuk wilayah Dumai harus segera dilakukan sharing dengan pemerintah Kota Dumai agar jalan tersebut bisa selesai dibangun.

"Meskipun jalan tersebut wewenang dari propinsi tetapi untuk wilayah kabupaten bengkalis sendiri sudah selesai dibangun tanpa dana sharing dengan propinsi," kata Bagus

Dengan kondisi jalan yang terus bertambah parah tersebut bagus mengingatkan kepada Dinas Kimpraswil agar segera menuntaskan pembangunan jalan yang belum diaspal dari perbatasan Bengkalis yang merupakan tanggung jawab dari propinsi bersama Pemerintah Kota Dumai sendiri untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut.

"Kalau jalan tersebut sudah bagus tentu akan memperlancar arus transportasi di dua daerah tersebut dan juga bisa mempercepat akses ke daerah lain," harap bagus.(Alf)

rilham2new
December 28th, 2010, 12:30 PM
^^ Katanya yang jelek ada di bawah teritorial Kota Dumai, yang di Kabupaten Bengkalis masih lebih baik....

jendry
December 29th, 2010, 01:02 PM
Gubri: Industri Hilir Hasilkan 20 Turunan


PEKANBARU - Gubernur Riau, HM Rusli Zainal mengatakan, dalam pengembangan industri hilir, khusus yang berbahan baku kelapa sawit, bisa menghasilkan 20 produk turunan. Karena potensi bahan baku kelapa sawit di Riau yang terbesar secara nasional, bukan tidak mungkin Industri Hilir nasional yang ada di Riau ini mampu mengejar kemajuan industri hilir negara tetangga Malaysia.

"Malaysia saja sudah memiliki 20 industri turunan, dengan potensi produk kelapa sawit yang dimiliki Riau, bukan tidak mungkin kita mampu menyaingi malaysia, dengan syarat ada sinergi atau dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerahnya," pungkas gubernur, Rabu (29/12).

Selama ini, menurut gubernur, potensi luar biasa perekonomian Riau hanya bisa bertepuk sebelah tangan. Artinya belum didukung penuh oleh pemerintah pusat selaku pembuat kebijakan secara nasional. Hal ini dapat dilihat dari minimnya perhatian pusat dalam memberikan porsi anggaran perawatan dan pembangunan infrastruktur nasional yang ada di daerah khusus di provinsi Riau.

"Perlu saya katakan disini, selama ini yang menghambat pertumbuhan investasi adalah minimnya dukungan infrastruktur, terutama infrastruktur yang merupakan tanggung jawab pemerintah nasional, seperti jalan, pelabuhan dan bandara serta kebutuhan energi listrik yang merupakan kebijakan nasional dan sebagainya," ungkap gubri lagi.

Keterbatasan anggaran di pemerintah daerah, kata gubernur juga menjadi kendala dalam pengembangan industri turunan tersebut. Sehingga investasi di daerah tidak dapat didukung penuh oleh pemerintah daerah yang notabene memiliki program tersebut.

Untuk itu, Gubri berharap, dengan fokus pemerintah pusat kepada pengembangan industri turunan tahun 2011 mendatang membawa nagin segar dan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi nasional dan memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat Riau secara keseluruhan.

"Kalau industri hilir ini terwujud, visi Riau 2020 bukan mimpi lagi, kita sudah bisa bersaing dengan negara-negara yang sudah terlebih dahulu maju dibindang industri hilir ini seperti Malaysia," pungkasnya. (Dian)

drie
December 29th, 2010, 07:52 PM
PROYEK JEMBATAN RENGAT
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs038.snc6/166890_1627935855152_1139235741_31635609_5743783_n.jpg

http://img249.imageshack.us/img249/1640/16846016279421353091139.jpg (http://img249.imageshack.us/i/16846016279421353091139.jpg/)
by. egimasroy

jendry
December 30th, 2010, 12:44 AM
busetttt aku kiraiin jembatan siak III eeh setelah di baca ternyata jembatan rengat...


bentuknya sama percis soalnya.. :D :D

jendry
December 30th, 2010, 01:16 PM
Pemprov Programkan Grand Design Kantor Di Meranti



halloriau.com SELAT PANJANG � Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2011 akan datang, akan memprogramkan grand design perkantoran pemerintah di Kabupaten Kepulauan Meranti. Program itu dilakukan untuk menjawab harapan dukungan Pemprov yang disampaikan Oleh Bupati Kepulauan Meranti.

Asisten 1 Setdaprov Riau, H Abdul Latif SH MH, kepada sejumlah wartawan, usai acara pelantikan Sekdakab Kepulauan Meranti, baru-baru ini di Selatpanjang mengatakan, saat ini program itu masih dalam bentuk wacana yang telah diajukan, untuk dapat nantinya direalisasikan dalam APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2011.

�Program-program Pemerintah Provinsi Riau yang akan diperuntukkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, salah satunya yakni program grand design pembangunan gedung kantor pemerintah daerah. Program itu telah diajukan untuk Tahun Anggaran 2011 nanti paada APBD Provinsi Riau,� ungkap Abdul Latif.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk memberikan perhatian dan dorongan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam rangka untuk terus membangun dan melakukan pembenahan daerah sehingga terus berkembang.

�Di Kabupaten Kepulauan Meranti ini sebagai kabupaten yang baru, memang harus mendapatkan perhatian dan dorongan dari pemerintah provinsi. Di kabupaten terbungsu ini juga nantinya, akan banyak lagi berbagai program provinsi dalam mendukung pembangunan oleh pemerintah daerah,� paparnya.

Program yang telah direncanakan pada APBD Pemprov Riau TA 2011 itu, merupakan sebagai jawaban dari harapan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, yang sebelumnya telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Riau. Dimana Bupati, berharap Pemerintah Provinsi Riau dapat memprogramkan proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

�Kami berharap, Pemerintah Provinsi Riau dapat menjalankan program-programnya di Kabupaten Kepulauan Meranti. Karena Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai kabupaten bungsu di Provinsi Riau, masih banyak memerlukan bantuan untuk dapat maju dan berkembang,� harap Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi. (Sus)

drie
December 31st, 2010, 06:30 AM
Relokasi PLTG Terganjal Lahan


Laporan MAHYUDI dan SYAHRUL MUKHLIS, Jakarta redaksi@riaupos.com
Rencana PT PLN (Persero) untuk merelokasi beberapa mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) ke Riau, masih terganjal oleh lokasi yang akan dijadikan tempat mesin-mesin berbahan bakar gas tersebut.

Manajer Humas PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto menyatakan, bahwa untuk mempercepat proses relokasi beberapa mesin PLTG ke Riau tersebut, saat ini PLN tengah melakukan proses pembebasan tanah sebelum pembangkit yang akan didatangkan dari Jawa itu di angkut ke Riau.

‘’Memang PLN akan memindahkan secepatnya mesin-mesin pembangkit tersebut, namun kita masih menunggu pembebasan tanahnya yang saat ini sedang dalam proses,’’ kata Bambang kepada Riau Pos di Jakarta, Kamis (30/12). Disebutkan Bambang, mesin pembangkit tersebut akan ditempatkan di Duri, Bengkalis.

Adapun mesin PLTG yang akan di bawa ke Riau nanti, ungkap Bambang, berasal dari Cilacap (dua unit), masing-masing berkapasitas 20 MW. Kemudian dari Madura (20 MW) dan satu unit dari Tanjung Priok, Jakarta Utara (20 MW), jadi total keseluruhannya sebesar 80 MW.

‘’Relokasi beberapa pembangkit ini akan dilakukan secara bertahap. Ketika nanti lokasi dan tanahnya sudah pasti, maka baru dimulai pemindahan mesin-mesin tersebut,’’ ucap Bambang seraya mengatakan bahwa kondisi mesin PLTG yang akan di pindahkan ke Riau itu masih sangat bagus.

‘’Ini kan mesin-mesin yang tidak terpakai lagi di Jawa lantaran pasokan listriknya sudah terpenuhi begitu juga cadangannya. Jadi mesin-mesin yang sebelumnya digunakan untuk memasok kebutuhan listrik di Jawa, akan kita relokasi ke luar Jawa termasuk ke Riau nanti,’’ imbuhnya.

Ketika disinggung kenapa PLN tidak memanfaatkan mesin pembangkit yang dihibahkan oleh Chevron? Bambang menyatakan bahwa pihaknya juga akan memanfaatkan mesin tersebut. Tapi menurutnya, selain itu tentunya PLN melakukan upaya-upaya lain agar kebutuhan listrik Riau terpenuhi.

‘’Kita juga akan memanfaatkan mesin yang dihibahkan Chevron tersebut, tapi selain itu tentunya kita juga mencari upaya lain seperti mendatangkan mesin dari Jawa ke Riau,’’ pungkasnya. Ditambahkan Bambang, biaya relokasi mesin pembangkit ke Riau itu akan ditanggung PLN, namun dia enggan menyebutkan besaran biaya yang diperlukan PLN.

Empat unit mesin PLTG dari Sunyaragi dan Cilacap, Jawa Tengah yang akan direlokasi PLN ke Provinsi Riau akan menggunakan asokan gas dari Jambi Merang. Selain itu, ini juga menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan pemasok gas untuk bekerjasama dengan PLN.

Menurut Humas PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Delvis Bustami kepada Riau Pos, kondisi mesin PLTG dari Sunyaragi, Semarang dan Cilacap tersebut hampir sama dengan mesin PLTG yang dihibahkan Chevron ke Pemprov Riau. ‘’Kalau yang dari Sunyaragi itu mesin kita, dan tentunya menjadi tanggung jawab kita untuk mengoperasikannya di sini,’’ ujar Delvis.

Saat ditanyakan apakah dua mesin hibah Chevron bisa juga dioperasikan karena memiliki kesamaan bahan bakar, Delvis mengatakan bisa saja namun tergantung pada siapa yang akan memasok gas nya. ‘’Bisa saja, tapi itu tentunya tergantung ada tidaknya yang masuk memasok gas,’’ ujar Delvis.(izl)

jendry
December 31st, 2010, 08:15 AM
pabrik asian agri.


http://farm6.static.flickr.com/5121/5304311171_8f32b09ea1_z.jpg





http://farm6.static.flickr.com/5208/5304330677_c0877a7d8b_z.jpg





http://farm6.static.flickr.com/5127/5304915864_5c88142ec9_z.jpg






http://farm6.static.flickr.com/5050/5304325937_2e5c015683_z.jpg

rilham2new
December 31st, 2010, 02:05 PM
busetttt aku kiraiin jembatan siak III eeh setelah di baca ternyata jembatan rengat...


bentuknya sama percis soalnya.. :D :D

Gak sama, jen. Penyangga lengkungan arch gak sama. Ada yang janggal di situ, kayaknya lengkungan arch itu cuman ornamen saja. :tongue2:

Lagipula archh nya terlsalu ganjil.... Kayaknya penyangga bentang tengah jembatan justru beton bawahnya itu. Sungainya juga tidak terlalu lebar kelihatannya.

nowan
December 31st, 2010, 03:23 PM
Sepertinya bukan ornamen.. memang itu arch bridge. Dek bawahnya tergantung di struktur pelengkungnya. Agak kurang jelas ujung-ujungnya pelengkungnya. Kayaknya terikat ke deknya ya? Kalau benar ini jenis tied-arch bridge.

drie
January 1st, 2011, 03:00 PM
Bupati: Saya Akan Laporkan ke KPK dan BPK


DURI, Tribunnewspekanbaru.com - Proyek pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana APBD 2010 di Kabupaten Bengkalis masih banyak yang terbengkalai. Hal ini ditandai dengan laporan yang masuk ke Bupati Bengkalis bahwa penyelesaian pengerjaan baru mencapai 80 persen.

Atas laporan ini, Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh mengaku tidak akan menerima begitu saja laporan dari pengerjaan proyek itu di mejanya, namun ia akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan hasilnya.

"Kita sudah menerima laporan pengerjaan proyek yang menggunakan APBD 2010. Pada umumnya laporan itu menyebutkan sudah selesai 80 persen. Namun, kita tidak akan menerima begitu saja laporan ini. Kita akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan," ungkap Herliyan saat pertemuan dengan insan pers di Wisma Daerah Bengkalis, Jumat (31/12).

Selain peninjauan langsung ke lapangan, ulas Helriyan, dirinya juga akan meminta inspektorat untuk melakukan pemeriksaan dan apa bila ada pelanggaran akan dilaporkan kepada pihak yang berwenang."Kita akan minta Inspektorat untuk memeriksa dulu.

Apabla ditemukan pelanggaran dan terindikasi korupsi, maka kita akan laporkan ke KPK dan BPKP serta BPK," tegas Herliyan.Sementara itu, pantauan Tribun di Mandau dan Pinggir, masih banyak proyek pembangunan infrastruktuar yang terbengkalai. Baik itu pembangunan jalan maupun pembangunan gedung.

Bahkan warga juga banyak mengetahui bahwa banyak proyek yang belum selesai. "Saya melihat beberapa pengaspalan jalan dan pengkrikilan jalan di Mandau dan Pinggir masih banyak yang asal jadi. Ada juga pembangunan jembatan yang tidak sesuai dengan bestek dan begitu juga dengan pembangunan gedung," ungkap Ali warga Pinggir.

Renovasi Gedung Pertemuan Bathin Bertuah yang berada di sebelah kanan Kantor Camat Mandau pun masih belum selesai. Hingga kemarin, masih terlihat dilakukan pengerjaan oleh tenaga. (nol)

==================================

semoga ini menjadi awal yang baik bagi pembangunan yang lebih nyata lagi di kabupaten Bengkalis. Kabupaten yang di klaim Terkaya di Riau ini justru tidak begitu terlihat pembangunannya jika di bandingkan Siak dan Rohul yang masih kalah jauh kekayaannya ketimbang bengkalis ini:ohno:. Tahun Baru, Bupati Baru :D

rilham2new
January 1st, 2011, 06:50 PM
Secara pendapatan per kapita,, siak masih lebih kaya, drie... Bengkalis ini ketergantungannya sama perusahaan minyak kayak CPI dan Pertamina cukup besar kalau kubilang sih.

Rohul sih sepenglihatan aku mungkin proyek fisik berupa bangunan kelihatan oke... Tp pembangunan yang sifatnya krusial kayak jalan dan jembatan... Sepertinya Bengkalis masih lebih banyak...

Dulu aku imgat banget pembenahan jalan dalam kota kecematan Mandau dan pembangunan dua jalur yang dilengkapi dengan lampu jalan.... Aku ragu Rohul pernah melakukan usaha serupa dalam skala yang sebesar di Duri itu. Atau setidaknya yang Kabupaten Siak pernah buat di Perawang.

Ujungbatu memang lebih banyaj bank nya dari Perawang... Tapi kayaknya Perawang masih terlihat lebih maju, hehehe

Lagipula kalau ditelisik lagi, mayoritas pembangunan memang dikebut menjelang pemilukada 2011 ini hehehe. BenGkalis tu pastinya kencang sendiri kok, kalau udah menjelang pemilukada.

drie
January 3rd, 2011, 09:55 AM
PROYEK JEMBATAN RENGAT
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs038.snc6/166890_1627935855152_1139235741_31635609_5743783_n.jpg

http://img249.imageshack.us/img249/1640/16846016279421353091139.jpg (http://img249.imageshack.us/i/16846016279421353091139.jpg/)
by. egimasroy

INFO : Panjang Jembatan Rengat ini adalah 294 M, dan menghabiskan anggaran APBD INHU sebesar 67 M. Jembatan " JENIS " ini hanya terdapat dua di Indonesia. pertama di Kota Palu dan kedua di Kota Rengat ini







m

jendry
January 3rd, 2011, 10:10 AM
di jawa kalau gak salah juga ada.. :D

drie
January 3rd, 2011, 10:14 AM
di jawa kalau gak salah juga ada.. :D

ntah lah ya, tapi aku dapat Info itu dari acara Daerah Membangun di TVRI Nasional. mungkin bentuknya sama Tapi JENIS nya bisa aja berbeda

rilham2new
January 3rd, 2011, 10:34 AM
Kalau punya pemerintah... Memang jarang.... Kalau swasta mungkin ada juga di Jabodetabek ini di dalam proyek2 kota mandiri buatan developer swasta.

Cuman kata pak nowan, mungkin arch nya ini juga merupakan penyokokng jembatan. Biasanya arch kayak gitu cuman untuk ornamen saja, tp bisa dilihat kok bawahnya pakai tiang penyangga atau tidak. Yang paling ngerti anak teknik sipil lah itu :D...

nowan
January 4th, 2011, 09:22 AM
INFO : Panjang Jembatan Rengat ini adalah 294 M, dan menghabiskan anggaran APBD INHU sebesar 67 M. Jembatan " JENIS " ini hanya terdapat dua di Indonesia. pertama di Kota Palu dan kedua di Kota Rengat ini


di jawa kalau gak salah juga ada.. :D

ntah lah ya, tapi aku dapat Info itu dari acara Daerah Membangun di TVRI Nasional. mungkin bentuknya sama Tapi JENIS nya bisa aja berbeda

Kalau punya pemerintah... Memang jarang.... Kalau swasta mungkin ada juga di Jabodetabek ini di dalam proyek2 kota mandiri buatan developer swasta.

Cuman kata pak nowan, mungkin arch nya ini juga merupakan penyokokng jembatan. Biasanya arch kayak gitu cuman untuk ornamen saja, tp bisa dilihat kok bawahnya pakai tiang penyangga atau tidak. Yang paling ngerti anak teknik sipil lah itu :D...

Wah iya, sama persis dengan Jembatan Palu 4 ya. Jembatan bertipe lengkung memang banyak di Indonesia, tapi untuk sub-tipe spt jembatan Rengat ini hanya ada 2 di Indonesia (seperti yang disebut Drie). Katanya ini jenis steel tied-arch bridge tipe Nielsen. Dek jembatannya digantungkan dengan kabel-kabel baja miring itu.

Tiang-tiang kecil di bagian tengah itu penopang sementara saat masa konstruksi. Tetap dibiarkan di situ juga nggak apa2, kalau tidak menggangu sungai. Kalau jembatan ini dianggap sebagai jembatan bertipe gelagar (beam bridge) dengan ornamen pelengkung, maka struktur deknya terlalu tipis, begitu pula dengan tiang2 penopang di bawahnya. Jadi struktur pelengkung itu bukan ornamen, tapi memang itulah struktur utama penopang dek jembatan*.

*) sumber: teman di ruang sebelah yang jago struktur bangunan :D

rilham2new
January 4th, 2011, 11:49 AM
^^ Terima kasih atas info teknisnya :cheers:

-=---------------------------------------

Dari RIAUPOS

Investasi Perkebunan Rp91,5 T
Posted by idris on January 4, 2011

Laporan Firman Agus, Pekanbaru

Sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi primadona bagi investor untuk menanamkan investasinya di Riau.

Hal ini terlihat banyaknya investor yang beinvestasi di sektor perkebunan kelapa sawit. Meskipun Pemprov Riau mengarahkan kepada sektor infrastruktur, namun kencenderungan sektor perkebunan lebih dominan.

Menurut Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau Feizal Qamar Karim, saat ini sektor perkebunan masih menjadi tumpuan dan andalan, padahal sektor lain yang menjadi daya tarik investasi. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Riau, sampai 2008 silam nilai investasi perkebunan kelapa sawit dan karet di Riau mencapai Rp91,5 triliun.

‘’Sampai tahun lalu nilai investasi perkebunan kepala sawit dan karet kita, plus investasi pabrik mencapai Rp91,5 triliun,’’ ujar Feisal, Senin (3/1) di Pekanbaru.

Dikatakan dia, perkebunan kelapa sawit dengan luas 1,694 juta hektare, nilai investasinya mencapai Rp61 triliun.

Sementara untuk investasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) senilai Rp11 triliun dengan jumlah 132 PKS. Tenaga kerja yang terlibat pada perkebunan kelapa sawit mencapai sekitar 322.601 kepala keluarga petani.

Sementara produksi CPO setiap tahunya berkisar 5.580.004 ton. Sementara untuk perkebunan karet, nilai investasinya mencapai Rp19 triliun. Ditamban investasi sebesar Rp500 miliar untuk 14 pabrik karet.

Sedangkan petani yang menjadi pengelola kebun karet di Riau berjumlah 278.790 kepala keluarga. ‘’Mengenai produksi karet, setiap tahunnya berkisar 391 ribu ton,’’ terangnya.

Terkait dengan adanya imbauan agar sektor perkebunan khususnya kelapa sawit agar dimasukkan dalam sektor investasi terbatas, menurut Feizal kebijakan tersebut adalah keputusan pemerintah pusat.

‘’Seharusnya pusatlah yang menentukan sektor masuk dalam investasi terbatas atau tidak, ada aturan pemerintah yang mengatur dengan jelas menyangkut ini,’’ ujarnya.(*3/izl)

rilham2new
January 6th, 2011, 10:34 AM
Setahun yang lalu PEMKOT Pekanbaru pakai sistem tender elektronik. Sekarang PEMPROV Riau yang akan segera migrasi :)

Dari RIAUPOS

2011, Lelang di Pemprov Sistem Online
Posted by idris on January 1, 2011

PEKANBARU (RP) – Pemerintah Provinsi Riau membuat inovasi baru dalam pelelangan barang dan jasa.

Dimana untuk 2011, Pemprov Riau mulai menerapkan lelang pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) secara online.

Upaya ini dilakukan untuk menutup kran terjadinya ‘’main mata’’ antara panitia lelang dan perusahaan peserta tender.

‘’Awal Januari 2011 mendatang, Kita akan menerapkan sistem online untuk pengadaan barang di seluruh Satker. Ini diharapkan dapar menjadi salah satu upaya efektivitas dalam pengadaan barang dan jasa dengan penerapan IT,’’ ujar Sekretaris LPSE Provinsi Riau, Agussalim kepada Riau Pos, Jumat (31/12).

Dia menambahkan, pihaknya telah menyurati seluruh dinas/badan terkait penerapan sistem LPSE ini dalam pelelangan. Bahkan pihaknya telah mewajibkan setiap dinas/badan untuk menyediakan minimal satu paket pengadaan harus menggunakan sistem LPSE ini.

Saat ditanyakan mengenai kemungkinan kebocoran informasi dalam penerapan sistem LPSE tersebut, dia mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi. Seperti dengan menerapkan teknologi server yang mutakhir dan menggunakan sandi negara. Sehingga tidak mudah dirusak dan dibobol oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, penerapan sistem online ini sangat efektif dan efisien baik bagi panitia lelang maupun perusahaan peserta lelang. Pasalnya, dengan sistim ini tingkat kecurangan dapat diminimalisir. Bahkan, menutup adanya peluang permainan antara panitia dan kontraktor.

‘’Kemungkinan penyalahgunaan sudah diminimalisir. Karena memang pengusaha dan panitia itu, tidak akan bertemu dalam proses tender, yang semuanya serba komputerisasi dan online,’’ paparnya.

Sedangkan untuk perusahaan yang ingin ikut dalam proses tender dengan sistim LPSE ini, maka perusahaan itu harus mendaftar terlebih dulu dengan sistim online LPSE ke situs resmi, yakni lpse.riau.co.id.

Sejauh ini kata Agus, sudah terdapat 100 perusahaan yang lolos verifikasi LPSE. Selanjutnya, perusahaan ini bisa melihat paket yang dilelangkan dan kemudian mengajukan penawaran melalui email perusahaan.

‘’ Jadi kalau tidak mendaftar di LPSE, maka perusahaan itu tidak bisa ikut tender,’’ terangnya.(rio)

rilham2new
January 6th, 2011, 10:38 AM
Dari RIAUPOS, berita dari Kabupaten Siak :)

Jembatan Perawang Ikon Kota Industri

Posted by idris on January 1, 2011

Laporan Abu Kasim, Siak

Jembatan Perawang yang berdiri kokoh membentang di atas Sungai Siak, bakal diresmikan.

Tentu Jembatan Perawang ini nantinya akan menjadi kebanggaan masyarakat dan sekaligus akan menjadi ikon di Kota Industri Perawang, juga akan membuka keterisoliran masyarakat yang ada didua sisi Sungai Siak.

‘’Jembatan Perawang memang sangat ditunggu-tunggu masyarakat sejak lama, karena tidak hanya memudahkan masyarakat untuk menyeberangi Sungai Siak, tapi jembatan ini akan membawa berkah yang besar bagi perkembangan pembangunan Kota Perawang yang lebih pesar,’’ ujar Mustafa, salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Perawang kepada wartawan, Jumat (31/12) di Siak.

Ia melihat, selama ini masyarakat Perawang terbebani oleh kondisi Sungai Siak yang membelah. Apalagi masyarakat dari seberang Kota Perawang yang akan berurusan ke pemerintahan kecamatan maupun membawa hasil pertanian dan juga berbelanja di Kota Perawang selalu terhambat. Bahkan yang sangat dirasakan sekali oleh anak-anak sekolah yang umumnya dari Kecamatan Lubukdalam, Kotagasib dan Kerincikanan yang sekolah di Perawang.

Dikatakan Mustafa, anak-anak sekolah tidak hanya harus antre di Jembatan, tapi harus mengeluarkan uang ekstra untuk biaya penyeberangan sampan ketika feri mengalami kerusakan. Makanya dengan adanya Jembatan Perawang akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri masyarakat Perawang dan ini membuktikan pembangunan di Kabupaten Siak sudah pesat dan maju.

Sedangkan Hadianto, salah seorang warga Perawang mengharapkan, agar jembatan segera difungsikan. Sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan feri Perawang yang cukup melelahkan tersebut, karena dengan adanya jembatan masyarakat tidak susah lagi untuk melakukan aktivitasnya.

‘’Kita minta di Perawang itu minimal ada dua jembatan yang bisa menghubungkan dua sisi daratan kecamatan. Sehingga dengan demikian akan mempermudah masyarakat untuk berurusan, baik pemerintahan maupun untuk memasarkan hasil pertanian,’’ harapnya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Siak Ir H Aulia Aziz BE MM yang dikonfirmasi terkait kepastian peresmian Jembatan Perawang, kemarin mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan kepastian kapan jembatan itu diresmikan. Namun sesuai rencana Jembatan Perawang akan diresmikan awal Janurai 2011, tapi karena ada material karet penyambung di tengah jembatan belum terpasang mungkin jadwalnya agak molor.

‘’Memang kita rencanakan awal Januari, tapi jika melihat materail barangnya yang belum terpasang, maka kita pesimis dapat diresmikan awal tahun,’’ ujarnya.

Tapi ia mengatakan, Jembatan Perawang sudah selesai dibangun dan bahkan sudah bisa dilewati dengan kendaraan bermotor. Karena ini kerjanya Provinsi Riau, tentu pihaknya tidak bisa mendahului provinsi dan akan tetap menunggu waktu peresmian jembatan tersebut.(rnl)

rilham2new
January 6th, 2011, 10:39 AM
Dari Riau Pos berita dari Kabupaten Indragiri Hilir

Jembatan Rumbai Inhil Bebas Pungutan
Posted by idris on January 1, 2011
Laporan M Fathra Nazrul Islam, Tembilahan

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Edy Gunawan menyatakan, terhitung 1 Januari 2011, Jembatan Rumbai bebas pungutan retribusi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Inhil.

Hal ini ikut mengurangi PAD Inhil untuk 2011 dari sektor perhubungan.

Penghentian pungutan retribusi Jembatan Rumbai ini sendiri sebagai konsekwensi dari diberlakukannya Undang-undang Nomor 28/2009 tentang Pajak Daerah dan restribusi 2011. ‘’Retribusi Jembatan Rumbai memberikan tambahan PAD cukup besar bagi Inhil, namun pungutan itu sudah tidak sesuai dengan Undang-undang Nomor 28/2009,’’ kata Edy Gunawan, Jumat (31/12).

Supaya pengurangan PAD dari sektor retribusi ini tidak berlangsung lama, saat ini DPRD Inhil tengah mencarikan solusi untuk pengganti hilangnya PAD tersebut.

Salah satunya dengan menggodok sejumlah Perda yang sudah tidak sesuai dengan Undang-undang tersebut, untuk dilakukan penyesesuain. Dengan Undang-undang nomor 28/2009.

Retribusi Jembatan Rumbai ini hanya satu dari sekitar 15 Perda yang perlu disesuikan dengan Undang-undang baru, karena tidak bisa lagi memberikan kontribusi bagi daerah. Seperti Perda pajak hotel, restoran, reklame, terminal, hingga Perda pajak walet.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Inhil, Drs HM Thaher, bahwa dihentikannya penarikan restribusi tersebut, merupakan keputusan pemerintah dengan memberlakukan Undang-undang tentang pajak daerah dan retribusi yang baru.

‘’Mulai 1 Januari 2011 ini, penarikan biaya masuk bagi setiap kendaraan roda dua ataupun roda empat yang melintas di Jembatan Rumbai tidak bisa lagi kita pungut,’’ kata Thaher.

Pihaknya menyebutkanm meski Dishub tidak lagi melakukan pungutan retribusi, tapi pengawasan jembatan tetap dilakukan dengan menempatkan petugas jaga. Terutama untuk mengantisipasi kelebihan tonase kendaraan yang masuk ke Tembilahan. Hal itu lanjutnya akan dilakukan bekerja sama dengan Satlantas Polres Inhil.

Kadishub juga memaparkan data 2010, di mana Dinas Perhubungan memiliki target PAD sekbesar Rp1,8 miliar. Salah satu sumber terebesarnya adalah retribusi Jembatan Rumbai Jaya, yang pada 2010 ditargetkan memberikan masukan PAD sebesar Rp920.000.000. bahkan hingga tri wulan tiga per 30 September 2010, retribusi Jembatan Rumbai Jaya sudah mampu menyumbang PAD sebesar Rp657.684.000 dari target.

Padahal sektor ini setiap tahunnya menjadi PAD utama sektor perhubungan yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Bahkan 2009 lalu, PAD Jembatan Rumbai Jaya sebesar Rp880.000.000 berhasil direalisasikan over target dengan realisasi sebesar Rp884.300.000. Hal itulah yang memicu kenaikan target PAD 2010 dari Retribusi Jembatan Rumbai Jaya.

Namun dengan pemberlakukan UU pajak dan retribusi yang baru, target PAD Dishub Inhil malah menurun drastis dan kurang dari Rp900 juta saja, atau turun sekitar 50 persen.(rnl)

rilham2new
January 6th, 2011, 11:07 AM
Jalan Raya Minas-Perawang MULAI diperbaiki oleh PT. IKPP
Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak
Riau Pos 13 Desember 2010

http://farm6.static.flickr.com/5007/5262746711_377c5ebc5d_b.jpg

Dari RIAUPOS berita dari Kabupaten Siak, mengenai perbaikan jalan provinsi Simpang Minas - Perawang. Sejauh 26 km rupanya.

Dan saya dapat istilah baru (horee :D), MST (MUATAN SUMBU TERBERAT). Ternyata pada tahun 2007, baru 40% jalan nasional negara ini yang MST nya 10 ton atau lebih :D. 60% ya ada yang masih 7 ton, 5 ton, bahkan jalan tanah :D.

Nah rupanya Jalan Provinsi khusus ruas Simpang Minas - Perawang ini, MST nya hanya 7 ton :ohno: ... Dan dikabarkan IKPP berencana membangun sehingga MST nya 10 Ton. Tapi pihak PEMPROV menyarankan supaya MST nya 15 Ton :D ... Wahhhh, jalan tol dalam kota aja masih ada kok yang MST nya cuman 10 Ton.

Dan standar jalan tol aja menurut peraturan Kemen PU tahun 2005 No. 15, saja MST 8 Ton sebenarnya udah bisa bangun jalan tol :D


Perbaiki Jalan, PT IKPP Tunggu Putusan Pemprov
Posted by idris on January 3, 2011

Laporan Abu Kasim, Siak

Kendati sebelumnya sudah ada perundingan antara Pemprov Riau dan Pemkab Siak serta sejumlah perusahaan untuk memperbaiki Jalan Simpang Minas-Perawang, tapi realisasinya sampai awal 2011 ini tidak kunjung terwujud.

Namun demikian komitmen perusahaan untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut tetap ada, bahkan PT Indah Kiat tinggal menunggu arahan dari Pemprov Riau untuk memperbaikinya.

‘’Memang sudah ada kesepakatan, tapi sampai sekarang kita masih menunggu putusan dari Pemprov Riau untuk memperbaiki. Karena kondisi jalan rusak itu mencapai puluhan kilomoter, dan ini perlu komitmen yang kuat serta bersama-sama agar jalan itu tidak rusak lagi,’’ ujar Humas PT Indah Kiat Ir Nurul Huda kepada Riau Pos, Ahad (2/1) di Siak.

Menurutnya, memang pihak perusahaan dimintai untuk turut andil dalam perbaikan jalan tersebut, tapi pihaknya masih menunggu keputusan Dinas PU Riau dan Siak.

Ini juga sehubungan adanya perubahan rencana awal, yakni dari hasil kesepakatan perbaikan jalan yang semula MST-nya 7 ton kemudian dinaikan menjadi 10 ton.

‘’Tapi setelah kesepakatan sudah disetujui dan hampir final, malah Kepala Dinas PU meminta MST-nya dinaikkan menjadi 15 ton. Kalau dinaikkan tentu biayanya bertambah dan juga harus dirundingkan lagi dengan pimpinan kita yang tertinggi,’’ ujar Nurul Huda.

Dikatakannya, perubahan kebijakan yang disampaikan Kadis PU Ir Aulia Aziz, belum mendapat kesepakatan sejumlah perusahaan, yang sebelumnya telah menyepakati perbaikan jalan, yang sering dikeluhkan masyarakat tersebut.

Tentunya dengan ditinggikannya kapasitas MST, dari 10 menjadi 15 ton, akan membuat perencanaan anggaran juga meningkat.

Karena katanya lagi, perubahan itu tentu akan terjadi perubahan anggaran dan harus dibicarakan lagi. Karena perbaikan jalan yang panjangnya kurang lebih 26 Km tersebut, perlu dana yang besar.

Namun demikian ungkap Nurul, pihak perusahaan terus melakukan perbaikan, khususnya untuk titik-titik yang cukup rawan kerusakan dan kondisinya sangat parah. Saat ini juga berlangsung pengerjaan titik-titik ruas jalan yang dinilai parah dan rawan kecelakaan.

‘’Kita juga ingin rapat membicarakan itu, dan dapat dilakukan sesegera mungkin. Karena masyarakat juga sudah sangat mengeluh. Kondisi jalan yang rusak, juga telah menyebabkan kerusakan kendaraan semakin meningkat,’’ tuturnya.

Sedangkan Kasi Perbaikan Jalan dan Jembatan Dinas PU Siak Ardi menyebutkan, upaya perbaikan jalan Minas-Perawang sebaiknya dilakukan secara maksimal.

Melihat kendarana yang lewat mayoritas bermuatan melebihi kapasitas jalan saat ini, maka muncul gagasan untuk perbaikannya juga ditingkatkan kapasitasnya.

‘’Kita ingin perbaikan yang dilakukan sekaligus. Karena dengan MST 10 ton, maka akan membuat jalan cepat rusak. Makanya kita meminta agar ditingkatkan kelasnya menjadi 15 ton. Tapi pembicaraan ini sempat terhenti dan sampai sekarang belum ada kejelasannya,’’ ujar Ardi.

Ia mengatakan, agar proses ini tidak berlama-lama, pihaknya mengingatkan kepada Kadishubinfokom Siak, yang awalnya menjadi fasilisator dan mengundang seluruh perusahaan yang terlibat dalam perbaikan jalan itu, hendaknya segera mengagendakan duduk kembali. Karena sejak pertemuan terakhir September lalu tidak ada lagi kabarnya kapan akan dilaksanakan pertemuan kembali.

Menanggapi itu, Kadishubinfokom Siak Drs H Nurmansyah MSi yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan segera membuat surat ke seluruh perusahaan untuk duduk kembali. Karena kondisi jalan-jalan yang dilalui angkutan barang milik perusahaan kerusakanya sudah memprihatinkan. ‘’Kita akan segera panggil dan duduk bersama, sehingga perbaikan jalan itu tidak terhenti, apalagi kita tidak lama lagi akan menghadapi PON 2012,’’ ujarnya.(rnl)

drie
January 6th, 2011, 02:15 PM
Tapi ia mengatakan, Jembatan Perawang sudah selesai dibangun dan bahkan sudah bisa dilewati dengan kendaraan bermotor. Karena ini kerjanya Provinsi Riau, tentu pihaknya tidak bisa mendahului provinsi dan akan tetap menunggu waktu peresmian jembatan tersebut.(rnl)

yakin tuh ? udah bisa dilalui kendaraan bermotor ?? tapi kok masyarakat menyebrang harus pakai kapal penyebrangan yang banyak Pungli itu :bash:

rilham2new
January 6th, 2011, 04:27 PM
Biasaa.... Peresmiannya nunggu jadwal kalau ada pejabat pemerintah pusat berkesempatan datang ke Riau. Kayak dulu, jembatan TASL, sebenarnya udah siap, tp peresmiannya nunggu pak SBY datang... Padahal proyeknya pake APBD sendiri.

drie
January 6th, 2011, 05:06 PM
Biasaa.... Peresmiannya nunggu jadwal kalau ada pejabat pemerintah pusat berkesempatan datang ke Riau. Kayak dulu, jembatan TASL, sebenarnya udah siap, tp peresmiannya nunggu pak SBY datang... Padahal proyeknya pake APBD sendiri.

iya nih. denger2 Pemkab Siak meminta Wapres yang meresmikan jembatan ini. Bagus sih tapi kalau harus nunggu lama mending Gubri aja lah, atau kalu Gubri banyak kegiatan juga ya Bupatinya aja yang resmikan. Toh dibangun juga menggunakan APBD sendiri kok. Ntar kalau nunggu2 wapres yang resmikan. takutnya nanti ada "FITNAH" yang mengatakan pemkab siak " Ngemis - Ngemis " kepusat lagi minta dana untuk bangun jembatan, seperti yang sudah2:bash:

jendry
January 6th, 2011, 05:47 PM
GUBRI yang paling berhak meresmikan jembatan ini karna 70 persen dana dari pemprov dan 30 persen dari siak. gak perlu pake orang pusat segala karna mereka gak ada anggaran dalam proyek ini.. :cheers:
habis - habisin biaya datang kesini aja..

rilham2new
January 7th, 2011, 09:00 AM
Feeling ku mengatakan bukan pemkab siak atau pemptov riau yang ngemis2. Palingan juga staf kepresidenan yang minta supaya peresmiannya disesuaikan dengan jadwal pemerintah pusat. Biasalah politik pencitraan, kesannya kan keren bagi popularitas mereka kalau meresmikan proyek ratusan milyar kayak gini. Padahal harusnya ini kan untuk pencitraan kepala daerah sebenarnya.


Tapi, di Riau pemimpin itu kan tinggal selokasi sama rakyatnya... Jadi menjatuhkan apresiasi melalui pencitraan dengan peresmian proyek itu cara2 yang tidak efektif. Apalagi di Riau, peresmian proyek lumayan sering dan masyarakat melihatnya udah biasa. Bahkan kalau bisa dikritik, dikritiklah memang dah kebiasaan.

Kalau presiden lainnn, beliau tinggal kebanyakan di Jakarta. Kunjungan presiden ke Riau benar2 politik pencitraan yang luar biasa efektif :D. Aku ragu sekali kalau pemerintah daerah kita yang mengemis untuk hal satu ini :p

jendry
January 7th, 2011, 12:17 PM
Muatan Lebih, Perusahaan Besar di Riau Harus Bangun Jalan Sendiri




riaubisnis.com Rencana revisi terhadap Perda Muatan Lebih masih dalam tahap pembahasan dan pengkajian. Pasalnya, ada perubahan besar pada materi Perda, khususnya rencana memasukkan materi mewajibkan perusahaan besar untuk membangun jalan sendiri jika ternyata angkutan yang dipergunakan selalu melebihi ketentuan.



“Karena itu masih dikaji apakah memungkinkan memasukkan materi tersebut atau dibuat Perda yang baru,” kata Sekretraris Komisi C DPRD Riau, Abdul Wahid, di ruang Komisi C DPRD Riau, Rabu (6/1/2011).



Lebih jauh ia mengatakan, awalnya memang hanya ada wacana untuk merevisi Perda Muatan Lebih yang mengatur penggunaan jalan bagi kendaraan yang melebihi kepasitas angkut yang ditentukan. Tapi setelah Komisi C melakukan kunjungan ke Kalimantan Selatan, ada masukan dari daerah tersebut di mana bagi kendaraan perusahaan yang masuk kategori angkutan berat diwajibkan membangun jalan sendiri dan tidak menggunakan jalan umum yang dibuat oleh pemerintah.



‘’Hanya saja di sana Perda tentang kewajiban membangun jalan sendiri merupakan ketentuan yang terpisah dengan aturan lalu lintas. Dan kalau di Riau karena ada Perda Muatan Lebih, besar kemungkinan aturan itu digabungkan karena pembangunan jalan oleh perusahaan disebabkan mereka menggunakan kendaraan yang melebihi kapasitas. Tapi itu masih dipertimbangkan dan dikaji,’’ ujarnya seperti dilansir Riau Pos, Jum’at (7/1/2011).



Apa yang dilakukan oleh Pemprov Kalimantan Selatan, dimana perusahaan atau gabungan perusahaan membangun jalan sendiri, tambahnya, perlu dicontoh oleh Riau. Karena dengan demikian angkutan berat dan barang yang bertonase besar tidak lagi bercampur dengan kendaraan masyarakat.



Seperti yang ia terangkan, sebenarnya pemda sudah pernah melakukannya, tapi saat masih semua diatur pemerintah pusat. Ketentuan itu diberlakukan untuk PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang berganti menjadi PT Chevron. Saat itu, perusahaan membangun jalan sendiri untuk mendukung operasional dan tidak menggunakan jalan umum.



“Hanya saja entah kenapa saat ini semua perusahaan menggunakan jalan umum untuk mendukung bisnisnya. Padahal perusahaan-perusahaan besar baik kayu, sawit, pertambangan umumnya menggunakan angkutan yang melebihi tonase. Kalau begini terus maka jalan yang dibangun pemerintah akhirnya dihancurkan perusahaan, sedangkan dukungannya untuk pembangunan daerah sangat minim,’’ ujarnya.



Karena itu, Komisi C dan DPRD berusaha agar ada pembatasan bagi perusahaan yang menggunakan jalan umum. Artinya, jika melebihi kepasitas yang ditentukan harus membangun jalan sendiri. Dan itu bisa dilakukan untuk perusahaan-perusahaan yang berada pada satu kawasan sehingga pembangunan jalan bisa dilakukan secara bersama-sama.



‘’Karena itu masih dicarikan formulanya, apakah ketentuan tersebut termasuk dalam bagian perda muatan lebih yang akan direvisi atau berdiri sendiri. Tapi sejauh ini ada wacana untuk digabungkan karena kewajiban membangunan jalan sendiri bagi perusahaan maupun gabungan perusahaan akibat mereka melebihi tonase yang ditentukan,’’ jelasnya.(*)

drie
January 7th, 2011, 12:58 PM
^^

akupun setuju dengan Wacana ini. Jika memang Pemerintah Pusat masih tetap tidak mau menaikkan MST jalan yang ada di Riau, maka jalan terbaik ya memaksa perusahaan untuk membangun jalan sendiri. jika pun Perusahaan tak mau membangun Jalan sendiri ( seperti jalur By Pass Chevron ), yah harus seperti IKPP dan perusaahan Sawit di sekitar minas - Perawang. yang Punya Niat untuk memperbaiki Jalan Minas - Perawang. meskipun saat ini masih tertunda karena adanya permintaan Pemprov untuk menaikkan MST dari 10 ton ke 15 ton yang sebelumnya hanya 7 Ton saja.

Seharusnya RAPP bisa juga ikut berkonstribusi dalam hal ini, misalnya memperbaiki jalan yang rusak di Kawasan kerinci kiri, kan kerinci kiri masih masuk kab. Pelalawan, sedangkan perusahaan sawit yang ada di lokasi sekitar juga ikut memperbaiki Jalan di Kerinci Kanan yang udah masuk kab. Siak. jangan hanya bisa memakai tapi gak ikut berkonstribusi merawat jalan. Jalan di kedua kecamatan ini udah gak ada lagi asaplnya. sekarang kondisinya tinggal batu - batu kerikil aja. gawat gak tuh:ohno:

tak hanya RAPP, CPI Duri juga. jalan di masuk kota Duri dan jalan Masuk kawasan Hang Tuah Duri udah bergelombang. masa jalan didepan hidung CPI sendiri gak mau bantu untuk memperbaiki ?? :bash:begitupun Pertamina Dumai dan Sei. Pakning serta Pertamina lirik. PTPN V pun juga, jalan lintas Siak juga banyak yang bergelombang. ya setidaknya bantu perbaiki lah. jangan hanya menjadi penonton, :nuts:

drie
January 7th, 2011, 01:43 PM
Jembatan Teluk Masjid Terkendala


Laporan Hermanto Ansam, Pekanbaru hermantoansam@riaupos.com
Pembangunan Jembatan Teluk Masjid yang berada di Sungai Apit Kabupaten Siak hingga kini belum tuntas dikerjakan.

Masih ada pekerjaan penting terutama penyambungan yang belum selesai. Akibatnya, peresmian jembatan yang akan menghubungkan Siak dan Bengkalis ini tidak bisa diresmikan awal tahun 2011.

Kepastian keterlambatan ini terlihat dari hasil kunjungan Komisi C DPRD Riau yang dilakukan Rabu (5/1). Pada kunjungan tersebut, terlihat pekerjaan penyambungan belum bisa dituntaskan sedangkan beberapa bagian juga belum rampung.

Pada peninjauan kemarin, terlihat bahwa pekerjaan tersebut tidak akan tercapai hingga tahap penyelesaian di awal tahun. Ada beberapa bagian yang mengalami perubahan termasuk lebar trotoar untuk pejalan kaki yang terpaksa harus diperkecil menjadi 30 sentimeter dengan tinggi pagar sekitar 70 sentimeter. Perubahan ini untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi karena kalau terlalu lebar diperkirakan akan mengurangi kekuatan jembatan.

Terkendalanya pembangunan jembatan tersebut diperkirakan karena melesetnya pencairan dana yang berasal dari budget sharing yang merupakan kewajiban Kabupaten Siak. Menurut informasi yang diperoleh Pemkab Siak tahun 2010 baru mengalokasikan Rp49 miliar dari Rp60 miliar yang sudah disepakati, artinya terjadi devisit Rp11 miliar yang diharapkan akan dicairkan pada tahun 2011 ini. Selain itu, dari Rp49 miliar yang dialokasi tersebut hanya bisa cair Rp20 miliar hingga akhir tahun, artinya ada sekitar Rp40 miliar yang belum cair, padahal proyek tersebut merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya.

Belum cairnya dana sharing dari Kabupaten Siak ini diperkirakan pekerjaan masih tersisa 30 persen karena banyak kegiatan yang belum dilakukan, termasuk pembangunan vender yang merupakan bagian pemerintah provinsi. Pembangunan vender belum bisa dilakukan karena belum semua tiang penyangga yang rampung sehingga tidak bisa dibuat vender.

Anggota Komisi C DPRD Riau H Abu Bakar Sidik SSi kepada sejumlah wartawan mengatakan dengan masih banyak kegiatan yang belum bisa dirampungkan diperkirakan peresmian jembatan ini akan terlambat karena hingga kini APBD Kabupaten Siak belum disahkan, artinya pekerjaan baru bisa dimulai sekitar Maret atau April.

‘’Diperkirakan penyelesaian agak molor karena dana dari kabupaten belum bisa dicairkan, sedangkan kewajiban pemerintah provinsi hanya tinggal Rp7 miliar yang nantinya dipergunakan untuk penyelesaian vender tiang penyangga. Vender baru akan diselesaikan jika jembatan sudah selesai,’’ ujarnya.

Di samping itu, Abu Bakar Sidik juga mengungkapkan rasa kecewa karena jembatan tersebut tidak sekokoh yang direncanakan, artinya konstruksi yang sudah ditetapkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan di mana jembatan tersebut ditargetkan bisa bermanfaat hingga puluhan tahun. ‘’Saya melihat konstruksi jembatan tersebut tidak terlalu kokoh, padahal jembatan yang menghubungkan dua kabupaten ini diharapkan bisa bermanfaat untuk jangka waktu panjang,’’ ujarnya.(eca)

rilham2new
January 7th, 2011, 04:18 PM
^^

akupun setuju dengan Wacana ini. Jika memang Pemerintah Pusat masih tetap tidak mau menaikkan MST jalan yang ada di Riau, maka jalan terbaik ya memaksa perusahaan untuk membangun jalan sendiri. jika pun Perusahaan tak mau membangun Jalan sendiri ( seperti jalur By Pass Chevron ), yah harus seperti IKPP dan perusaahan Sawit di sekitar minas - Perawang. yang Punya Niat untuk memperbaiki Jalan Minas - Perawang. meskipun saat ini masih tertunda karena adanya permintaan Pemprov untuk menaikkan MST dari 10 ton ke 15 ton yang sebelumnya hanya 7 Ton saja.

Seharusnya RAPP bisa juga ikut berkonstribusi dalam hal ini, misalnya memperbaiki jalan yang rusak di Kawasan kerinci kiri, kan kerinci kiri masih masuk kab. Pelalawan, sedangkan perusahaan sawit yang ada di lokasi sekitar juga ikut memperbaiki Jalan di Kerinci Kanan yang udah masuk kab. Siak. jangan hanya bisa memakai tapi gak ikut berkonstribusi merawat jalan. Jalan di kedua kecamatan ini udah gak ada lagi asaplnya. sekarang kondisinya tinggal batu - batu kerikil aja. gawat gak tuh:ohno:

tak hanya RAPP, CPI Duri juga. jalan di masuk kota Duri dan jalan Masuk kawasan Hang Tuah Duri udah bergelombang. masa jalan didepan hidung CPI sendiri gak mau bantu untuk memperbaiki ?? :bash:begitupun Pertamina Dumai dan Sei. Pakning serta Pertamina lirik. PTPN V pun juga, jalan lintas Siak juga banyak yang bergelombang. ya setidaknya bantu perbaiki lah. jangan hanya menjadi penonton, :nuts:

Jalan perusahaan tu banyak kali di Riau drie. Cuman pada akhirnya pengelolaannya diserahkan ke pemerintah. Ada yang ke pusat dan ada yang ke daerah. Jalan raya DURI-DUMAI itu dulunya yang bangun kan CALTEX. Kemudian dikonversi jadi jalan nasional. Kurasa begitu juga dengan jalan yang melintasi kawasan kayak PETAPAHAN, BUATAN, ZAMRUD, jangan2 di ROHIL juga banyak jalan perusahaan pula.

Masalah jalan di Riau lebih dari sekedar perusahaan besar saja, perusahaan kelapa sawit yang kecil2 itu juga berkontribusi. Kenapa??? Di Riau truk muatan besar berupa kontAiner dan paku bumi adalah hal yang biasa. Kemudian tidak hanya itu, pembangkit listrik untuk kelapa sawit yang tersebar seantero Riau... Itu bahan bakarnya Batubara. Bayangkan ada lebih dari 150 pabrik kelapa sawit tersebar di Riau, yang pake listrik PLN apa ada???? Batubara semua sebagian besar.

Itulah kenapa jalan di Riau Selatan cepat dan gampang rusak. MST nya pasti rendah, dan di sanalah sentra batu bara di Riau ini. Bayangin 150 lebih Pabrik kelapa sawit membawa batu bara dari INHU dan INHIL, dengan truk, tongkang ke lokasi pembangkit ... Apa jalannya gak cepat rusak???

Harusnya batubara itu diangkut pakai kereta api. Karena tidak ada aliran sungai besar di Riau yang flow nya UTARA-SELATAN. Semuanya alur BARAT-TIMUR. Jadi transpor logistik batubara yang mayoritas UTARA-SELATAN dapat dipastikan pasti lewat jalan provinsi dan jalan nasional.

Selain kelistrikan PLN yang semaput tanpa jaringan interkoneksi. Pengangkutan batu bara melalui jalan raya di Riau adalah kesalahan besar, selama MST di Riau masih begitu2 saja.

rilham2new
January 7th, 2011, 04:24 PM
Solusi lain adalah buat jaringan pipa gas supaya Pembangkit listrik di pabrik kelapa sawit pada pake gas semua. Jadi gak perlu ada truk batu bara segala. Masalahnya tinggal mencari skema terbaik pembelian gas tadi. Bisa dibangun pelabuhan terminal pengumpul gas itu. Mungkin kalau membangun sebuah pembangkit raksasa berkapasitas 2000 MW untuk keperluan PKS se Riau jatuhnya mahal sekali. Belum lagi membangun Saluran Udara TeganganExtra Tinggi (SUTET) nya....

Banyak solusi bisa dicari, tapi memang gak ada yang murah nunggu APBD mustahilllll banget.

@b1
January 7th, 2011, 04:31 PM
Berharap ada jalur KA di Riau, katanya mau dibangun tahun 2011, tapi mana buktinya? Kok belum dijalanin juga? Baaa.... :b

drie
January 7th, 2011, 05:54 PM
Berharap ada jalur KA di Riau, katanya mau dibangun tahun 2011, tapi mana buktinya? Kok belum dijalanin juga? Baaa.... :b

perasaan gak ada yang bilang kalau Kereta api Riau mau dibangun tahun ini lah :nuts:, dapat info dari mana bro ?? :? setau aku justru Pemprov menyerhakan pembangunan Jaringan Rel Kereta Api ke swasta

@b1
January 7th, 2011, 06:00 PM
perasaan gak ada yang bilang kalau Kereta api Riau mau dibangun tahun ini lah :nuts:, dapat info dari mana bro ?? :? setau aku justru Pemprov menyerhakan pembangunan Jaringan Rel Kereta Api ke swasta

Pernah sih ada wacanya tahun lalu, tapi kok belum diwujudkan juga?

jendry
January 7th, 2011, 06:10 PM
itu grand desaign railway pemerintah pusat, yang menghubungkan kota - kota di sumatra dengan jaringan kereta api. sama seperti jaringan jalan tol trans sumatra, untuk progressnya masih belum tau memang ada dengar kabar rel kereta api pekanbaru - dumai - rantau prapat bakal di bangun, tapi belum tau kapan mulai di bangunnya..


kalau di bangun dalam waktu dekat, cukup bagus sekali apalagi beriringan dengan pembangunan jalan tol pekanbaru - dumai nanti :cheers:

@b1
January 7th, 2011, 06:29 PM
Cuma mungkin pusat lebih memprioritaskan tol Pekanbaru-Dumai dulu, baru KA Pekanbaru-Dumai.

rilham2new
January 7th, 2011, 06:36 PM
Riau Tuan Rumah Islamic Solidarity Games 2013
Posted by idris on January 7, 2011 0 Comment

PEKANBARU (RP)- Setelah dipercaya menggelar pesta olahraga multi-iven tingkat nasional yakni tuan rumah PON XVIII, selanjutnya KONI Pusat memberikan kepercayaan kepada Riau sebagai tuan rumah pesta olahraga tingkat internasional yakni Islamic Solidarity Games 2013.

Hal ini diungkapkan Sekretaris KONI Riau, Darmansyah, usai menerima Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, yang melakukan sidak ke sekretariat KONI Riau dan PB PON XVIII di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Kamis (6/1).

‘’Riau ditunjuk sebagai tuan rumah Islamic Solidarity Games 2013. Tapi semuanya masih menunggu keputusan resmi dari presiden. Sebenarnya, Iran yang ditunjuk, tapi mereka mundur dan Indonesia yang dipilih. Selanjutnya, KONI Pusat menunjuk Riau,’’ ujar Darmansyah.

Iven ini diikuti 57 negara di dunia dan akan mempertandingkan 20 cabang olahraga. Darmansyah menjelaskan, sebenarnya, selain Riau ada delapan provinsi lain yang meminta menjadi tuan rumah iven ini, tapi KONI Pusat mempercayakan kepada Riau.

‘’Ibu Rita Subowo (Ketua Umum KONI Pusat, red) meminta Islamic Solidarity Games ini sebagai ajang Riau untuk memperbaikinya jika ada kekurangan yang terjadi saat PON XVIII nanti,’’ tambah pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris I PB PON ini.

Sebelum menggelar iven ini, Riau terlebih dulu akan menjadi tuan rumah Rapat Anggota KONI Se-Indonesia atau Raparnas tahun 2011. Rencananya, Raparnas ini digelar akhir Februari mendatang. Raparnas ini akan membahas program KONI Pusat serta terkait persiapan PON 2012.(das)

jendry
January 7th, 2011, 06:41 PM
soal mana yang di prioritas kan saja juga tidak tahu..
tapi memang lebih baik jalan tol yang di utamakan terlebih dahulu. multi efek nya lebih banyak..

rilham2new
January 7th, 2011, 06:45 PM
PLN Relokasi Mesin Pembangkit ke Riau
Posted by idris on January 7, 2011 0 Comment

JAKARTA (RP) – PT PLN (Persero) terus menggesa pemindahan beberapa mesin pembangkit berbahan bakar gas ke Provinsi Riau, yang rencananya akan ditempatkan di Duri, Kabupten Bengkalis.

Saat ini PLN sudah mulai memproses pembebasan tanah yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat mesin-mesin PLTG, serta proses pembongkaran mesin pembangkit tersebut di yang berada Jawa.

‘’Saat ini sedang dikerjakan, baik penyiapan lokasi mesin maupun pembongkarannya. Semuanya kan perlu waktu, di sana (Duri,red) juga sedang disiapkan dan di sini (Jawa,red) juga sedang dilakukan proses pembongkaran mesin,’’ ucap Direktur Energi Primer PT PLN Nur Pamudji ketika ditemui Riau Pos di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (6/1).

Pembangkit yang akan di relokasi nanti akan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, yang paling cepat kemungkinan mesin PLTG dari Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan kapasitas 20 Megawatt. Kemudian sebutnya, baru mesin PLTG yang ada di Pulau Jawa lainnya, seperti Sunyaragi, Cilacap dan Madura. ‘’Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa dipindahkan,’’ terangnya.

Pamudji mengakui, rencana relokasi mesin pembangkit ini pihaknya sudah mengkordinasikan kepada pemerintah setempat, baik provinsi maupun kabupaten. ‘’Mereka (Pemda) tentunya mendukung rencana reloksi mesin pembangkit ini, mereka juga kita libatkan dalam proses pemindahannya,’’ ungkap Pamudji.

Padamkan Pekanbaru Timur
Rencana relokasi sejumlah pembangkit sebesar 20 MW dari Jawa dan Madura siap untuk masuk dalam jaringan listrik PLN sistem Pekanbaru, untuk itu PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau akan melakukan pemadaman selama tiga jam di Pekanbaru bagian Timur. Pihak PLN berharap agar masyarakat tidak resah dengan adanya pemadaman tersebut.

Demikian dikatakan oleh Deputi Humas PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) Delvis Bustami kepada wartawan saat ditemui di kantor PLN WRKR jalan Setia Budi Pekanbaru, Kamis (6/1).

‘’Mesin yang kita relokasi dari Madura itu sudah siap untuk masuk ke dalam jaringan sistem Pekanbaru. Untuk itu, kita harus melakukan pengerjaannya dan akan mematikan aliran listrik untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan. Kita berharap kepada masyarakat agar dapat memahami bahwa kita melakukan pemadaman demi keselamatan kerja dan untuk mengatasi krisis energi di Pekanbaru juga,’’ ujar Delvis.

Menurut Delvis, pemadaman tersebut akan dilakukan Sabtu (8/1) sekitar pukul 01.00 WIB hingga sekitar pukul 04.00 WIB. agar masyarakat tahu bahwa mereka yang tinggal di wilayah Pekanbaru Timur meliputi seperti wilayah Kulim, Jalan Setia Budi, Gobah sampai Jalan Harapan Raya dan hendaknya mempersiapkan antisipasi atas pemadaman tersebut.

‘’Kita berharap agar masyarakat mengerti dan mempersiapkan penerangan karena akan ada pemadaman yang kita lakukan,’’ ujar Delvis.

Sebenarnya Menurut Delvis, pemadaman tersebut mungkin saja akan dilakukan selama dua jam saja, tapi untuk mengantisipasi jika ada kendala maka direncanakan selama tiga jam.

‘’Kalau menurut kalkulasi kami, sebenarnya mungkin pemadaman hanya dua jam saja, tapi agar masyarakat bersiap dan pekerjaan kami memasukkan pembangkit sebesar 20 MW tersebut tidak terganggu maka kita sebutkan saja tiga jam, mudah-mudahan cepat selesai,’’ ujar Delvis.(yud/rul)

rilham2new
January 7th, 2011, 07:14 PM
Jembatan Teluk Masjid Terkendala


Laporan Hermanto Ansam, Pekanbaru hermantoansam@riaupos.com
Pembangunan Jembatan Teluk Masjid yang berada di Sungai Apit Kabupaten Siak hingga kini belum tuntas dikerjakan.

Masih ada pekerjaan penting terutama penyambungan yang belum selesai. Akibatnya, peresmian jembatan yang akan menghubungkan Siak dan Bengkalis ini tidak bisa diresmikan awal tahun 2011.

Kepastian keterlambatan ini terlihat dari hasil kunjungan Komisi C DPRD Riau yang dilakukan Rabu (5/1). Pada kunjungan tersebut, terlihat pekerjaan penyambungan belum bisa dituntaskan sedangkan beberapa bagian juga belum rampung.

Pada peninjauan kemarin, terlihat bahwa pekerjaan tersebut tidak akan tercapai hingga tahap penyelesaian di awal tahun. Ada beberapa bagian yang mengalami perubahan termasuk lebar trotoar untuk pejalan kaki yang terpaksa harus diperkecil menjadi 30 sentimeter dengan tinggi pagar sekitar 70 sentimeter. Perubahan ini untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi karena kalau terlalu lebar diperkirakan akan mengurangi kekuatan jembatan.

Terkendalanya pembangunan jembatan tersebut diperkirakan karena melesetnya pencairan dana yang berasal dari budget sharing yang merupakan kewajiban Kabupaten Siak. Menurut informasi yang diperoleh Pemkab Siak tahun 2010 baru mengalokasikan Rp49 miliar dari Rp60 miliar yang sudah disepakati, artinya terjadi devisit Rp11 miliar yang diharapkan akan dicairkan pada tahun 2011 ini. Selain itu, dari Rp49 miliar yang dialokasi tersebut hanya bisa cair Rp20 miliar hingga akhir tahun, artinya ada sekitar Rp40 miliar yang belum cair, padahal proyek tersebut merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya.

Belum cairnya dana sharing dari Kabupaten Siak ini diperkirakan pekerjaan masih tersisa 30 persen karena banyak kegiatan yang belum dilakukan, termasuk pembangunan vender yang merupakan bagian pemerintah provinsi. Pembangunan vender belum bisa dilakukan karena belum semua tiang penyangga yang rampung sehingga tidak bisa dibuat vender.

Anggota Komisi C DPRD Riau H Abu Bakar Sidik SSi kepada sejumlah wartawan mengatakan dengan masih banyak kegiatan yang belum bisa dirampungkan diperkirakan peresmian jembatan ini akan terlambat karena hingga kini APBD Kabupaten Siak belum disahkan, artinya pekerjaan baru bisa dimulai sekitar Maret atau April.

‘’Diperkirakan penyelesaian agak molor karena dana dari kabupaten belum bisa dicairkan, sedangkan kewajiban pemerintah provinsi hanya tinggal Rp7 miliar yang nantinya dipergunakan untuk penyelesaian vender tiang penyangga. Vender baru akan diselesaikan jika jembatan sudah selesai,’’ ujarnya.

Di samping itu, Abu Bakar Sidik juga mengungkapkan rasa kecewa karena jembatan tersebut tidak sekokoh yang direncanakan, artinya konstruksi yang sudah ditetapkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan di mana jembatan tersebut ditargetkan bisa bermanfaat hingga puluhan tahun. ‘’Saya melihat konstruksi jembatan tersebut tidak terlalu kokoh, padahal jembatan yang menghubungkan dua kabupaten ini diharapkan bisa bermanfaat untuk jangka waktu panjang,’’ ujarnya.(eca)


Inilah gambar terbaru dari lokasi

Progress Jembatan Teluk Mesjid (1.5 km)
Kecamatan Sungai Apit - Kabupaten Siak
Riau Pos 7 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5206/5333577978_377cf68935_b.jpg

rilham2new
January 7th, 2011, 07:16 PM
Progress Pembangunan Pasar Modern Kampung Padang
Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah
Kabupaten Rokan Hulu
Gambar oleh RABIAN NAZRI
http://farm2.static.flickr.com/1409/5152363872_4c88200222_b.jpg

^^ Akan ada Kantor BNI nya :)

Inilah interiornya

Pasar Modern Kampung Padang
Kecamatan Rambah, Pasirpengaraian
Kabupaten Rokan Hulu
Riau Pos 7 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5283/5333579958_5bd8352236_b.jpg

rilham2new
January 7th, 2011, 07:19 PM
Dual Carriageway (Dua Jalur) Jalan Lintas
Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir
Riau Pos 7 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5124/5332968181_50ba77bdda_b.jpg

rilham2new
January 7th, 2011, 07:20 PM
PLTU Cerenti 2x300 MW (MULUT TAMBANG) masuki tender tahap kedua'
Kabupaten Kuantan Singingi - Provinsi Riau
Riau Pos 7 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5127/5333584820_e277a41e1c_b.jpg

rilham2new
January 7th, 2011, 07:22 PM
Jembatan Perawang diresmikan pertengahan Januari 2011
Desa Maredan, Kecamatan Tualang
Kabupaten Siak
Riau Pos 7 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5042/5333578580_9d8381a543.jpg

drie
January 8th, 2011, 03:28 AM
Inilah gambar terbaru dari lokasi

Progress Jembatan Teluk Mesjid (1.5 km)
Kecamatan Sungai Apit - Kabupaten Siak
Riau Pos 7 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5206/5333577978_377cf68935_b.jpg


RiauPos emang TOP :okay:, pantesan aja banyak media lain yang sirik dengannya :D. yah meskipun gak seleruh jembatan setidaknya kita sudah memiliki gambaran tentang Jembatan TM ini. kalau dilihat lagi mungkin Jembatan ini akan mirip dengan Jembatan Siak III yah ( sesuai render yang pernah ada )

drie
January 8th, 2011, 03:30 AM
Dual Carriageway (Dua Jalur) Jalan Lintas
Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir
Riau Pos 7 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5124/5332968181_50ba77bdda_b.jpg

kalua dilihat dari bentuk Tiang Listrik sepertinya ini tiang Listrik CPI yah ?? apa jangan - jangan Kec. Tanah Putih ini berbatasan dengan Petapahan ( Kampar ) yah ??

drie
January 8th, 2011, 03:32 AM
PLTU Cerenti 2x300 MW (MULUT TAMBANG) masuki tender tahap kedua'
Kabupaten Kuantan Singingi - Provinsi Riau
Riau Pos 7 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5127/5333584820_e277a41e1c_b.jpg

Semoga Cepat Terealisasi lah. jangan di tunda - tunda lagi. berarti akan ada 2 Pembangkit besar yang akan di bangun di Riau yah. PLTU 2x100 MW Tenayan Raya dan PLTU 2x300 MW Cerenti :)

jendry
January 8th, 2011, 07:23 AM
Jalan Provinsi Layak Kelas I



PEKANBARU (RP) – Klasifikasi kelas jalan-jalan yang ada di Riau saat ini harus ditingkatkan dari yang sekarang kualifikasi kelas III menjadi kelas I.

Hal ini dikarenakan bobot muatan kendaraan yang melintasi jalan provinsi terbilang tinggi.

‘’Apalagi Riau telah ditetapkan sebagai salah satu daerah kluster industri pertanian, kondisi jalan-jalan utama Riau banyak yang rusak terutama penghubung dari daerah bahan baku menuju pabrik pengolahan,’’ kata Kadis PU Riau SF Hariyanto, Jumat (7/1) di Pekanbaru.

Menurut dia, kerusakan jalan yang terjadi sekarang ini diakibatkan tidak mampu menahan tonase truk-truk besar berkapasitas 40 ton ke atas, sementara kemampuan jalan Riau hanya masuk klasifikasi kelas III, dengan kemampuan 15 hingga 20 ton.

‘’Kita sudah harus memiliki jalan berkualifikasi kelas I yang mampu menahan tonase hingga 40 ton,’’ sebut dia.

Dikatakan dia, di daerah Pelintung Dumai sedikitnya 4.000 hingga 5.000 truk CPO melewati lokasi ini, namun kondisinya cukup menyedihkan, akibat jalan yang rusak antrean panjang tak terelakkan.

Maka dari itu, untuk mewujudkannya dibutuhkan dana yang sangat besar, anggota DPRD juga dimintanya untuk jangan menyalahkan jalan yang dibangun multiyears dengan mengatakan gagal, tetapi memang kemampuan jalan yang sudah tidak sanggup menahan tonase angkutan yang membawa barang-barang dengan jumlah di atas 40 ton bahkan bisa lebih.

‘’PU dan Bappeda telah buat konsepnya, kelas III sudah tidak cocok lagi, dan akan diajukan menjadi kelas I,’’ terang dia.(*3)

drie
January 8th, 2011, 02:36 PM
Pernah sih ada wacanya tahun lalu, tapi kok belum diwujudkan juga?

Justru kalau menurut berita dari Riauterkini.com, Kereta api Riau baru terwujud tahun 2013

2013, Riau Memiliki Jaringan Kereta Api:nuts:

Riau akan dilintasi kereta api? Itu bukan mimpi. Pemprov Riau sudah melakukan studi awal dan mendapat dukungan pemerintah pusat. Ditargetkan 2013 mendatang transportasi massal tersebut sudah terwujud.

Riauterkini-PEKANBARU-Pemprov Riau sangat serius merencanakan pembangunan jaringan kereta api, sebagai solusi bagi baban jalan raya yang terus dilintasi truk industri bertonase besar. Gubernur Riau HM Rusli Zainal optimis tahun 2013, pembangunan jaringan kereta api bisa diwujudkan. Saat ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah selesai membuat Detailed Engineering Design (DED) tahap awal jaringan kereta api Dumai-Duri-Rantau Prapat, Sumatera Utara.

Hal ini diungkapkan Gubernur Riau HM Ruzli Zainal kepada wartawan dikediamannya, Rabu (17/11/10). Menurut gubri, secara nasional, Provinsi Riau dipandang sangat berperan dalam pengembangan ekonomi indonesia wilayah barat, sehingga perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai.

''Untuk jaringan kereta api (rail way) dapat saya katakan sudah bisa diwujudkan sebelum akhir 2013, sekarang tahapannya sudah kita mulai dengan penyelesaian DED tahap awal yang mengubungkan Dumai-Duri-Rantau Prapat,''ungkapnya

Disebutkan Gubri, pembangunan jaringan rel kereta api di Riau memang sudah sangat mendesak saat ini. Hal ini menurutnya didasari oleh tingkat kerusakan jalan-jalan di provinsi Riau disebabkan oleh tingginya arus mobilisasi industri di Provinsi Riau.

''Kapasitas jalan kita sudah tidak sesuai lagi menampung beban yang diangkut truk-truk industri, sehingga perlu gagasan untuk mengurangi tingkat kerusakan jalan ini, salah satu alternatifnya adalah pengembangan jaringan kereta api, dan jaringan kereta api ini akan menopang mobilisasi industri baik dari Pekanbaru, Duri, Dumai, Kuala Enok, Button dan bebrapa daerah lainnya,''jelasnya.

Selain itu kata Gubri, keberadaan kereta api ini juga dalam rangka menunjang kesiapan Dumai sebagai Kawan Ekonomi Khusus (KEK) dan pusat pengembangan industri turunan (down stream) pertanian (oleo chemical).

''DED tahap awal sudah rampung, kita harapkan DED berikutnya yang menghubungkan Cerenti, air molek dan Kuala Enok juga menyusul, begitu pula dengan jurusan rokan dan kampar,''ujar Gubri.***(mad)

jendry
January 9th, 2011, 08:44 AM
Investor Dubai dan Malaysia Lirik Riau


PEKANBARU (RP) – Gubernur Riau HM Rusli Zainal memimpin pertemuan Pemprov Riau dengan investor dari Malaysia, Thailand dan Dubai di Gedung Daerah, Sabtu (8/1) malam. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Riau Wan Syamsir Yus, Wali Kota Dumai Khairul Anwar, Kepala Badan Promosi dan Investasi Riau Feizal Qamar Karim, Direktur Utama Riau Air Teguh Triyanto.

Di pertemuan pertama, delegasi Malaysia dan Thailand dihadiri Datuk Seri Ma’aruf Abdul Rauof Awang, Datuk Ng Cian Chin, Dr Ismail Che Mat Zin, Koh Meng Guan (MG), She Voon Lu Project Evaluator, DS Ron (Project Evaluator). Investor ini berasal dari Trengganu, Malaysia.

Pada kesempatan kali ini pembicaraan terfokus pada bidang perminyakan, perikanan dan pabrik pupuk. Investor Malaysia tertarik dengan bidang tersebut karena Riau dinilai punya banyak potensi yang belum dikelola secara maksimal dan efisien. Misalnya sumur-sumur minyak yang sudah ditinggalkan, pada saat ini menurut mereka ada satu sistem baru yang dapat mengambil sisa sisa minyak yang masih ada dengan kemungkinan besar untuk keberhasilan yang akan diperoleh. Sedangkan pertemuan berikutnya dengan para investor dari Dubai lebih fokus terhadap penanaman modal di bidang transportasi yakni di Riau Air. Dimana menurut mereka potensi menanamkan modal di Riau Air sangat menjanjikan.

Hal ini karena Riau Air mengambil rute yang baru yang membuka isolasi tranportasi udara di wilayah Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera pada umumnya.

Feizal Qamar Karim mengatakan, investor Malaysia dan Thailand melirik Dumai di sektor perikanan untuk dijadikan pelabuhan tangkap dalam.
‘’Sementara investor Dubai untuk menapaki investasi di industri sawit. Saat ini mereka minta data yang khabarnya produksi insustri sawit Riau 3.000 ton per hari. Sementara investir Dumai menjajaki kerja sama dengan Riau Air. Ini merupakan pembicaraan lanjutan dari lawatan Gubri mempromosikan Riau ke Malaysia dan Dubai beberapa waktu lalu,’’ ujar Feizal.

Kedatangan investor ini disambut positif Pemprov Riau. ‘’Riau akan terus menjual potensi untuk menjadi pusat investasi terbaik nasional dan nasional. Ini membuktikan Riau itu sangat mendukung untuk penanana modal aaing untuk meningkatkan devisa Riau dan nasional,’’ ujar Feizal.(eko)

jendry
January 10th, 2011, 06:09 AM
Anggaran Madrasah Di Riau Capai Rp 243 Miliar



Pekanbaru, 9/1 (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Riau, H Asyari Nur mengatakan anggaran untuk madrasah di Riau pada 2011 mencapai Rp243 miliar atau 49 persen dari Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) 2011.

"Anggaran ini diperuntukkan bagi seluruh madrasah yang ada di Riau mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah yang besarannya berdasarkan kebutuhan madrasah bersangkutan," ujar Asyari di Pekanbaru, Ahad.

Ia menyebutkan anggaran tersebut akan dipergunakan untuk rehabilitas madrasah, gaji dan kebutuhan lainnya. Begitu juga untuk madrasah yang dikelola oleh swasta, pihaknya telah menganggarkan dana tersebut.

"Dengan besarnya anggaran tersebut, Kemenag mengharapkan akan terjadi peningkatan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan agama di Riau, terutama dari sistem pengajaran," harap dia.

Selain itu, pihaknya dan Pemerintah Provinsi Riau berupaya untuk mewujudkan program madrasah gratis di Riau, di damping memperhatikan kesejahteraan para guru madrasah.

Asyari mengatakan, pada 2011 satker di Kemenag khususnya madrasah Riau dihadapkan pada persoalan managemen madrasah, khsususnya terkait dengan pengelolaan keuangan madrasah.

Dia mengatakan, perlu kehati-hatian dalam menggunakan anggaran, jika ada anggaran pemeliharaan maka harus dibuat petunjuk pelaksanaan atau petunjuk operasional kegiatan terlebih dahulu.

"Penggunaan anggaran harus dilaporkan berdasarkan kegiatan serta harus dilengkapi dan diseratai kwitansi, foto-foto dan persyaratan lainnya," jelasnya.

Ia mengatakan, penggunaan anggaran harus diperketat dengan laporan-laporan yang lengkap sesuai petunjuk teknis yang berlaku di lingkungan Pemerintah.

"Karena itu untuk pelaksanaan anggaran tahun 2011 kita sudah membuat komitmen jika ada pengembalian akibat kesalahan prosedural risiko akan ditanggung oleh satker yang bersangkutan," jelasnya.

jendry
January 10th, 2011, 02:53 PM
Pemkab Inhu Sayembarakan Nama Jembatan Lengkung Rengat



http://riauterkini.com/gambar/leng1.jpg


Proyek jembatan lengkung Rengat tak lama lagi diresmikan penggunaannya. Pemkab Inhu menggelar sayembara mencari nama terbaik untuk jembatan unik tersebut.

Riauterkini – RENGAT –Jelang peresmian jembatan lengkung Rengat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) melalui dinas pemuda olahraga budaya dan pariwisata (Disporabudsata) menggelar sayembara untuk pemberian nama jembatan lengkung Rengat.

Kepala dinas Disporabudsata Inhu Endang Nurfaizan kepada Riauterkini Senin (10/1/11) di Pematang Reba mengatakan, “Sayembara ini di gelar untuk memberikan nama pada jembatan lengkung Rengat yang saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian dan tidak lama lagi akan diresmikan pemakaianya “ ujar Endang Nurfaizan.

Ditambahkan Endang Nurfaizan, sayembara untuk pemberian nama jembatan lengkung Rengat ini dalam rangka melestarikan nilai nilai budaya dan sejarah di Kabupaten Indragiri Hulu dan memperkenalkan jembatan baru yang melintasi sungai Indragiri di kota Rengat.

Kriteria dalam pemberian nama jembatan lengkung Rengat ini, nama yang diusulkan dalam sayembara nantinya disesuaikan dengan seni budaya dan sejarah yang ada di Rengat. Dan nama dari jembatan tersebut harus di jabarkan arti dan maknanya serta latar belakangnya.

Untuk para peserta di bebaskan menggunakan resume dan data rujukan yang di unduh dari berbagai data mengenai seni budaya dan sejarah yang ada di Rengat serta melampirkan data pendukung sebagai lampiran latar belakang. Peserta adalah penduduk Kabupaten Indragiri Hulu untuk semua lapisan umur yang di buktikan dengan kartu tanda penduduk.

Pemkab Inhu akan memilih satu dari sekian nama yang di ajukan peserta berdasarkan penilaian dewan pengamat atau juri yang terdiri dari pemerhati seni budaya dan sejarah kabupaten Indragiri Hulu, sesuai dengan kriterian penilaian.

Pemenang berhak untuk mendapatkan hadian dari panitia penyelenggara dan nama usulan jembatan yang diikutkan dalam sayembara akan ditetapkan sebagai nama baru jembatan lengkung Rengat.***(guh)

drie
January 11th, 2011, 03:57 AM
Kelanjutan Tiga Proyek Multiyears,
APBD Inhil 2011 Bakal Tersedot Rp 135 Miliar


Diusulkan Rp 135 miliar pada RAPBD Inhil 2011. Anggaran tersebut untuk kelanjutan tiga proyek tahun jamak atau multiyears.

Riauterkini-TEMBILAHAN- Pada tahun 2011 ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menganggarkan 135 miliar bagi kelanjutan pembangunan tiga proyek multi years di Inhil.

Menurut Kepala Bappeda Inhil, Fauzar adapun anggaran sebesar 135 miliar tersebut diperuntukkan bagi pembangunan proyek multi years, yakni pembangunan Jalan Bandara Tempuling -Mandah, pembangunan Kampus UNISI dan pembangunan Islamic Center.

“Kita kembali mengganggarkan Rp 135 miliar bagi tiga proyek multi years, yakni pembangunan Jalan Bandara Tempuling-Mandah, Kampus UNISI dan Islamic Center,” ungkap Kepala Bappeda Inhil, Fauzar kepada riauterkini.com, Senin (10/1/11).

Diteruskan Fauzar, bagi pembangunan Jalan Bandara Tempuling- Mandah dianggarkan Rp 75 miliar, pembangunan Kampus UNISI Tembilahan dianggarkan Rp 30 miliar dan pembangunan Islamic Center Rp 30 miliar. Sehingga total anggaran bagi kelanjutan pembangunan proyek tahun jamak ini sebesar Rp 135 miliar pada tahun 2011 ini.

Ketika ditanyakan pemenang dari pelaksanaan proyek multi years ini, ia tidak mau menyebutkan dan mengarahkan a gar ditanyakan langsung kepada Unit Layanan Pelelangan (ULP) Kantor Pelayanan Terpadu Inhil atau ke Dinas PU Inhil.

“Untuk pemenangnya tanyakan saja langsung kepada ULP atau Dinas PU,” sebutnya.

Untuk diketahui, pada APBD Inhil 2010 lalu, Pemkab Inhil telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 30 miliar bagi tiga proyek multi years ini. Masing-masing mendapatkan anggaran Rp 10 miliar.***(mar)

jendry
January 11th, 2011, 01:08 PM
Penerimaan Daerah Kabupaten Bengkalis 2010 Capai Rp 2,46 Triliun


Riauterkini-BENGKALIS- Penerimaan daerah Kabupaten Bengkalis tahun 2010 terealisasi lebih dari dari target yang ditetapkan sebelumnya oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bengkalis. Penerimaan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah, rata-rata mencapai lebih dari 100 persen dengan total pencapaian sebesar Rp 2.466.449.721.217,65, naik Rp 31.689.157.425,34 dari nilai target sebesar Rp 2.144.059.481.600,00.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bengkalis H. Suheiry Zein kepada sejumlah wartawan belum lama ini. "Penerimaan daerah sebesar Rp 2.466.449721.217 tersebut, belum termasuk sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu yang ditarget sebesar Rp 633.734.155.274,83. Artinya jika ditambahkan dengan sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu, penerimaan daerah tahun anggaran 2010 ini mencapai Rp 3.100.183.876.492,48," paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan Suheiry, penerimaan daerah dari sektor PAD yang terealisasi sebesar Rp 95.754.379.274,83 terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan asli yang sah, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Dari berbagai sektor ini yang pencapaian penerimaan jauh diatas target adalah hasil pengelolaan kekayaan asli yang sah, yang mencapai 236,62 persen.

Sementara itu, untuk dana perimbangan terdiri dari bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum (penyeimbang DAU) dan dana alokasi khusus mencapai diatas target sebesar Rp 2.042.872.657.255,00 atau terjadi peningkatan sebesar Rp 317.737.657.255,00.

"Dana alokasi khusus kita turun sebesar Rp 13.803.190.800,00 dari target sebesar Rp 43.815.981.600,00," imbuhnya.***(dik)

drie
January 11th, 2011, 01:28 PM
Inilah gambar terbaru dari lokasi

Progress Jembatan Teluk Mesjid (1.5 km)
Kecamatan Sungai Apit - Kabupaten Siak
Riau Pos 7 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5206/5333577978_377cf68935_b.jpg

^^ INFO : kontraktor Jembatan ini Waskita Karya, Panjang jembatan ini 1.650 M, Tinggi dari Permukaan Air Pasang 23 M, saat ini pengerjaan telah 70 % Pembangunan dan masih menyisahkan 30 % pembangunan lagi yang mana membutuhkan dana sekitar 37 M lagi untuk Penyelesaian. Yang mana dana 7 M berasal darii Pemprov Riau dan 30 m dari Pemkab Siak

jendry
January 12th, 2011, 03:16 PM
Kunjungi Riau, Parlemen Jerman Ditawari Bangun Rail Way


Provinsi Riau menarik minat parlemen Jerman untuk berkunjung. Negeri Eropa tersebut ditawari kembangkan jaringan kereta api atau rail way.

Riauterkini-PEKANBARU- Sebanyak 7 anggota Parlemen Jerman melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Rabu (12/1/11). Mereka datang untuk melihat secara langsung peluang investasi dan potensi kerjasama antara Jerman dan Indonesia di Riau. Salah satu bidang yang menarik minat delegasi Jerman adalah pengembangan jaringan kereta api atau rail way.

Kedatangan parlemen jerman yang dimediasikan oleh Para anggota parlemen negeri Eropa tersebut berkunjung ke Riau berkat mediasi Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktur Eropa Barat Dewa Made Juniarta Sastrawan. Kedatangan mereka langsung disambut Gubernur Riasu HM Rusli Zainal, Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, ketua DPRD dan sejumlah unsur pimpinan muspida yang langsung melakukan pertemuan di auditorium menara lancang kuning kantor Gubernur Riau.

Delegasi parlemen Jerman sendiri dipimpin langsung ketua panitia anggaran parlemen Jerman yakni Geogr Schimac dengan lima anggota parlemen dari partai liberal jerman lainnya, beberapa staf dari Kementerian Luar Negeri indonesia dan perwakilan Duta Besar Jerman untuk Indonesia.

Kepada para tamu negara tersebut, Gubernur Riau memaparkan situasi dan kondisi geografis provinsi Riau yang sangat strategis diwilayah Indonesia. Selain itu Gubri juga memaparkan sejumlah potensi investasi yang cukup menjanjikan untuk dikerjasamakan oleh Indonesia khususnya Riau dengan Jerman.

Diantara peluang investasi yang ditawarkan Gubri kepada para anggota DPR jerman itu, pengembangan investasi di insdutri penerbangan lokal Riau Air. Gubernur menyebut, sebagai negera berpenduduk terbesar ke 4 didunia dan menjadi negara kepulauan terbesar di dunia, membuat indonesia khususnya sangat prospek untuk mengembangkan industri penerbangan ini.

"Semua potensi ini sudah ada didepan mata, maka dari itu, kami meminta bantuan kepada para anggota dewan di jerman yang terhormat ini untuk bisa membantu kami dalam mendukung kemungkinan kerjasama antara Riau dengan para pengusaha Jerman,"ujar Gubri.

Selain Riau Air, Gubri juga menawarkan secara langsung kepada ketua panggar DPR Jerman untuk membantu mencarikan pengusaha jerman yang berminat untuk pengembangan investasi industri hilir kelapa sawit di Riau.

"Sebagai negara yang sudah terlebih dahulu maju, tidak ada salahnya jika pengembangan industri hulu perkebunan dan CPO yang ada di Riau ini didukung oleh Jerman, terutama para investor jerman yang berminat," ungkap Gubri.

Potensi investasi lain yang juga ditawarkan gubernur adalah pembangunan jaringan kereta api atau rail way untuk transportasi hasil industri, terutama CPO. Rail way tersebut rencananya memebntang sepanjang 370 Kilimeter dari Dumai hingga ke Kuala Enok dan dukungan 21 juta ton produk CPO pertahunnya menjadi alasan perlunya pengembangan jalur kereta api ini.

Pemaparan gubernur tersebut mendapat respon positif, Ketua Panggar DPR Jerman ini berjanji akan membantu Riau dalam mengembangkan investasi dibidang industri dan infrastrukturnya yang akan disampaikan dalam pertemuan dengan pemerintahan Jerman.

"Kami tidak bisa memberikan keputusan secara terburu-buru, tetapi kami bisa membentu mempromosikan peluang kerjasama antara Indonesia khususnya Riau dengan Jerman,"ujarnya.

Khusus untuk pembangunan jaringan kereta api, Geogr Schimac berujar, "Berdasarkan pengalaman kami di beberapa negara berkembang didunia, anggaran 10 triliun untuk pengembangan jaringan kereta api sepanjang 370 kilometer bukanlah hal yang menakutkan, itu hal yang biasa."

Bahkan, Geogr bersedia memfasilitasi pemerintah provinsi Riau untuk bertemu langsung dengan perusahaan kereta api raksasa Jerman Siemen untuk kemungkinan menjajaki kerjasama pengembangan jalur kereta api di Riau.***(mad)

rilham2new
January 12th, 2011, 04:57 PM
^^ INFO : kontraktor Jembatan ini Waskita Karya, Panjang jembatan ini 1.650 M, Tinggi dari Permukaan Air Pasang 23 M, saat ini pengerjaan telah 70 % Pembangunan dan masih menyisahkan 30 % pembangunan lagi yang mana membutuhkan dana sekitar 37 M lagi untuk Penyelesaian. Yang mana dana 7 M berasal darii Pemprov Riau dan 30 m dari Pemkab Siak

Hmm,,, cuman Rp 37 Miliar sih harusnya gak susah lahh.... Kalau cuman untuk 1 tahun anggaran aja ...

rilham2new
January 12th, 2011, 05:01 PM
Kunjungi Riau, Parlemen Jerman Ditawari Bangun Rail Way


Provinsi Riau menarik minat parlemen Jerman untuk berkunjung. Negeri Eropa tersebut ditawari kembangkan jaringan kereta api atau rail way.

Riauterkini-PEKANBARU- Sebanyak 7 anggota Parlemen Jerman melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Rabu (12/1/11). Mereka datang untuk melihat secara langsung peluang investasi dan potensi kerjasama antara Jerman dan Indonesia di Riau. Salah satu bidang yang menarik minat delegasi Jerman adalah pengembangan jaringan kereta api atau rail way.

Kedatangan parlemen jerman yang dimediasikan oleh Para anggota parlemen negeri Eropa tersebut berkunjung ke Riau berkat mediasi Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktur Eropa Barat Dewa Made Juniarta Sastrawan. Kedatangan mereka langsung disambut Gubernur Riasu HM Rusli Zainal, Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, ketua DPRD dan sejumlah unsur pimpinan muspida yang langsung melakukan pertemuan di auditorium menara lancang kuning kantor Gubernur Riau.

Delegasi parlemen Jerman sendiri dipimpin langsung ketua panitia anggaran parlemen Jerman yakni Geogr Schimac dengan lima anggota parlemen dari partai liberal jerman lainnya, beberapa staf dari Kementerian Luar Negeri indonesia dan perwakilan Duta Besar Jerman untuk Indonesia.

Kepada para tamu negara tersebut, Gubernur Riau memaparkan situasi dan kondisi geografis provinsi Riau yang sangat strategis diwilayah Indonesia. Selain itu Gubri juga memaparkan sejumlah potensi investasi yang cukup menjanjikan untuk dikerjasamakan oleh Indonesia khususnya Riau dengan Jerman.

Diantara peluang investasi yang ditawarkan Gubri kepada para anggota DPR jerman itu, pengembangan investasi di insdutri penerbangan lokal Riau Air. Gubernur menyebut, sebagai negera berpenduduk terbesar ke 4 didunia dan menjadi negara kepulauan terbesar di dunia, membuat indonesia khususnya sangat prospek untuk mengembangkan industri penerbangan ini.

"Semua potensi ini sudah ada didepan mata, maka dari itu, kami meminta bantuan kepada para anggota dewan di jerman yang terhormat ini untuk bisa membantu kami dalam mendukung kemungkinan kerjasama antara Riau dengan para pengusaha Jerman,"ujar Gubri.

Selain Riau Air, Gubri juga menawarkan secara langsung kepada ketua panggar DPR Jerman untuk membantu mencarikan pengusaha jerman yang berminat untuk pengembangan investasi industri hilir kelapa sawit di Riau.

"Sebagai negara yang sudah terlebih dahulu maju, tidak ada salahnya jika pengembangan industri hulu perkebunan dan CPO yang ada di Riau ini didukung oleh Jerman, terutama para investor jerman yang berminat," ungkap Gubri.

Potensi investasi lain yang juga ditawarkan gubernur adalah pembangunan jaringan kereta api atau rail way untuk transportasi hasil industri, terutama CPO. Rail way tersebut rencananya memebntang sepanjang 370 Kilimeter dari Dumai hingga ke Kuala Enok dan dukungan 21 juta ton produk CPO pertahunnya menjadi alasan perlunya pengembangan jalur kereta api ini.

Pemaparan gubernur tersebut mendapat respon positif, Ketua Panggar DPR Jerman ini berjanji akan membantu Riau dalam mengembangkan investasi dibidang industri dan infrastrukturnya yang akan disampaikan dalam pertemuan dengan pemerintahan Jerman.

"Kami tidak bisa memberikan keputusan secara terburu-buru, tetapi kami bisa membentu mempromosikan peluang kerjasama antara Indonesia khususnya Riau dengan Jerman,"ujarnya.

Khusus untuk pembangunan jaringan kereta api, Geogr Schimac berujar, "Berdasarkan pengalaman kami di beberapa negara berkembang didunia, anggaran 10 triliun untuk pengembangan jaringan kereta api sepanjang 370 kilometer bukanlah hal yang menakutkan, itu hal yang biasa."

Bahkan, Geogr bersedia memfasilitasi pemerintah provinsi Riau untuk bertemu langsung dengan perusahaan kereta api raksasa Jerman Siemen untuk kemungkinan menjajaki kerjasama pengembangan jalur kereta api di Riau.***(mad)

Wahh rel kereta api di Riau ??? Ini baru canggih, Parlemen Jerman nya yang datang ke Riau. Bukan pihak kita yang datang ke sana :D

Tapi jujur aku berharap banget Riau punya rel kereta api. Terutama untuk transportasi cepat Utara-Selatan Riau ini, yang selama ini mengandalkan jaringan jalan nasional dan provinsi :nuts:

Tapi itu angka Rp 10 Trilyun jangan-jangan cuman membangun rel kereta api saja, itu tidak termasuk persiapan pembentukan perusahaan pengelola, fasilitas pendukung maintenance, stasiun, dan infrastruktur pendukung lainnya :D

jendry
January 12th, 2011, 08:56 PM
Wahh rel kereta api di Riau ??? Ini baru canggih, Parlemen Jerman nya yang datang ke Riau. Bukan pihak kita yang datang ke sana :D

Tapi jujur aku berharap banget Riau punya rel kereta api. Terutama untuk transportasi cepat Utara-Selatan Riau ini, yang selama ini mengandalkan jaringan jalan nasional dan provinsi :nuts:

Tapi itu angka Rp 10 Trilyun jangan-jangan cuman membangun rel kereta api saja, itu tidak termasuk persiapan pembentukan perusahaan pengelola, fasilitas pendukung maintenance, stasiun, dan infrastruktur pendukung lainnya :D

mudah mudahan aja bakal ada yang berinvestasi dari banyak object yang di tawarkan.


iya dalam minggu ini saja sudah ada 4 negara yang datang ke riau yang berminat untuk berinvestasi, sebelum parlemen jerman sudah ada perwakilan dari pengusaha asal thailand,malaysia dan dubai yang berkunjung ke riau.

semoga investasi banyak yang masuk dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat riau.. :cheers:

drie
January 13th, 2011, 04:38 AM
Bupati Intruksikan Percepatan Peremajaan Pasar Inpres Bangkinang


Bupati Kampar Burhanuddin Husin memimpin rapat terbatas jajarannya. Ia menyampaikan intruksi agar peremajaan Pasar Inpres Bangkinang dipercepat.

Riauterkini-BANGKINANG- Pasar Inpres Bangkinang mengalami peremajaan, dalam waktu dekat bakal digelar pertemuan segitiga antara asosiasi pedagang, Pemdadan developer untuk menentukan harga unit dengan range harga minimum dan maksimum.

“ Pembangunan Pasar Inpres harus terus berjalan. Saya minta pihak terkait untuk segera mengadakan pertemuan membahas persoalan maupun kemajuan yang telah dicapai. karena bagaimanapun peremajaan pasar Inpres Bangkinang harus berjalan. Akomodir kebutuhan dan keinginan pihak-pihak terkait terutama pedagang karena bagaimanapun pasar ini kita bangun juga untuk para pedagang,”ujar Bupati Kampar H. Burhanuddin Husin saat memimpin rapat koordinasi terbatas pembahasanperemajaan Pasar Inpres Bangkinangdan beberapa persoalan lain yang mendesak untuk segera diselesaikan, Rabu (12/1/11) diruang rapat Bupati Kampar.

Bupati berharap dalam bulan ini segera dibangunTempat Penampungan Sementara (TPS), dan meminta Dinas Pasar untukmemperhatikan pedagang K-5karena TPS yang dibangun dibuat seperti pasar vestifalyang lebih bersih, nyaman dengan tetap berpegang pada konsep pasar tradisonal namun tetap tertata dengan rapi.

” Begitu juga dengan tempat parkir, Dinas Perhubungan untuk memperhatikan persoalan terminal dimanaareal terminal transit (pemberhentian sementara) angkotdibuat. Oleh karena itu undangsemua pihak terkait dan harus dipertegas dan diberitahukan kepada pedagang bahwa bahwa TPS itu gratis,” tegas Bupati.

Selain mengevaluasi masalah pembangunan pasar Inpres, Bupati juga membahas persoalan lain seperti kegiatan PT. Kamparicom kedepan. Mempelajari secara hukum untuk mengevaluasi kerjasama dengan PT. Bonekom Budidaya Kampar (BBK) dengan beberapa alternatif seperti adanya rapat umum pemegang saham(RUPS) luar biasa untuk mengevaluasi kegiatan 2010.***(man

rilham2new
January 14th, 2011, 06:35 PM
Penyakit kronis di Provinsi Riau ... Daftar tunggu pasang listrik PLN tertinggi di Pulau Sumatra .... 105,023 daftar tunggu per Desember 2010 :bash:

Di bawah PLN Wilayah Riau-Kepri, ada 4 cabang PLN
1. Cabang Kota Pekanbaru
2. Cabang Dumai
3. Cabang Rengat
4. Cabang Tanjungpinang.

Nah setiap cabang itu membawahi pelayanan listrik beberapa kabupaten/kota. Untuk Cabang Pekanbaru sendiri, ada 35 ribu daftar tunggu. Cabang Rengat itu 23 ribu daftar tunggu. Itu karena di sana memang penetrasi listriknya sangat rendah dan mengandalkan ISOLATED SYSTEM.

Dari Riau Terkini
Jum’at, 14 Januari 2011 14:21

PLN Riau Lakukan Dua Tahap Layani Pemasangan 105.023 Pelanggan

PLN berencana, tahun 2011 ini akan melakukan sambung baru sebanyak jumlah daftar tunggu per Desember 2010 yang mencapai 105,023 pengajuan.

Riauterkini-PEKANBARU-Humas PLN Riau, Delfis Bustami kepada Riauterkini Jum'at (14/1/11) mengatakan bahwa tahun 2011 ini, PLN akan melakukan sambung baru sebanyak 105,023 pengajuan. Yaitu jumlah pengajuan sambung baru perDesember 2010.

Menurut Delvis Bustami, daftar tunggu per 31 Desember 2010 tercatat sebanyak 105.023. Dari jumlah tersebut untuk wilayah Pekanbaru mencapai 35.679 pengajuan, untuk Kota Dumai jumlah pengajuannya mencapai 27.303 pengajuan, Tanjung Pinang 18.428 dan Rengat tercatat sebanyak 23.613 pengajuan sambung baru.

"Untuk tahap I, akan dilakukan penyambungan baru di lingkup kerja PLN cabang Pekanbaru. Jumlahnya mencapai 45.326. Yaitu Pekanbaru 18.441, Dumai 10.041, Tanjung Pinang 9.024 dan Rengat 7.820.Sisanya sekitar 55 ribuan lagi akan dilakukan sambung baru pada tahap ke-II nanti.

Data PLN Riau menyebutkan bahwa realisasi sambung baru 2010 sebanyak 43.274. Pekanbaru sebanyak 20.400, Dumai sebanyak 12.920, Tanjung Pinang sebanyak 5.662 dan Rengat sebanyak 4.292 sambung baru.***(H-we)

drie
January 15th, 2011, 04:44 PM
Riau Power Ekspos PLTU Siak

Laporan Abu Kasim, Pekanbaru bukasim@riaupos.com
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×3 MW oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus digesa.

Pengerjaan proyek yang saat ini meleset dari jadwal dan baru dalam pengerjaan 30 persen, rencananya akan dilanjutkan kepada PT Riau Power, anak perusahaan Riau Investment Corporation (RIC).

Skema bisnis yang ditawarkan, Pemkab Siak akan menjadi pemegang saham dan aset PLTU akan terhitung sebagai penyertaan modal.

Hal tersebut terungkap, saat ekspos tawaran pembangunan PLTU 2×3 MW dan 2×15 MW PT Riau Power, di hadapan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Siak, Kamis (13/1) malam, di Hotel Ibis Pekanbaru.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Siak Chairuddin Yunus, Ketua Komisi III DPRD Siak Abdul Muis, Asisten III Setdakab Siak Amzar, Kabag Ekonomi Wan M Yunus, dan Kabag SDA Irving KA.

Direktur Operasional RIC, Yusrizal Andayani menyebutkan, PT Riau Power merupakan anak perusahaan RIC, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau yang sudah melaksanakan
pembangunan power plant di Teluk Lembu, Pekanbaru, yang beroperasi sejak 2007 lalu. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) milik PT Riau Power di Teluk Lembu sudah memberikan kontribusi pasokan listrik dengan kapasitas 2×10 MW, dan dalam tahap pembangunan penambahan pembangkit dengan kapasitas 10 MW.

Dikatakannya, PT Riau Power akan melanjutkan pembangunan PLTU 2×3 MW dan nanti akan dilanjutkan dengan pembangunan PLTU 2×15 MW. Ia menambahkan, RIC siap melakukan pengerjaan proyek tersebut. Apalagi, RIC melalui PT Riau Power, saat ini sudah mendapat kepercayaan dari bank dalam melakukan pembiayaan pengerjaan project power plant.

PT Riau Power, saat ini sudah mendapatkan izin prinsip dari CIMB Niaga, Rp215 miliar yang bisa digunakan untuk membangun power plant tersebut. Pengerjaan project ini nanti akan dilanjutkan dengan melakukan kerja sama dengan BUMD Siak, yakni PT Siak Power Energi (SPE). ‘’Kita hanya mengerjakan sampai pembangkit saja, untuk distribusi bisa melalui BUMD Siak, yakni PT SPE,’’ ungkapnya.

Menurut Yusrizal, diperkirakan, jika PLTU 2×3 MW dan PLTU 2×15 MW ini terealisasi, maka jaminan pasokan listrik di wilayah Siak makin baik. Ini akan menyelesaikan krisis listrik di Siak. ‘’Saat ini, sistem interkoneksi di Riau sangat lemah, pasokan listrik dari Sumatera Utara (Sumut) hampir 180 MW dan Sumatera Selatan (Sumsel) 60 MW dan 100 MW. Di Siak saja, transmisi ini hanya sampai Perawang. Tapi jika proyeksi power plan ini jadi, tidak hanya untuk masyarakat Siak, listrik ini juga bisa membantu untuk keperluan industri,’’ katanya.

Apalagi, tambah Yusrizal, Pemkab Siak saat ini sedang merencanakan pembangunan Kawasan Industri Buton (KIB). Jika tambahan pasokan listrik ini bisa dilakukan secara mandiri, maka akan menjadi stimulus untuk pertumbuhan investasi di daerah tersebut.

‘’Jika infrastruktur listrik terpenuhi, ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi di Siak,’’ ujarnya.

Terkait, rencana pengalihan projek PLTU 2×3 MW ke PT Riau Power, DPRD Kabupaten Siak akan mempersiapkan payung hukum dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda)-nya. ‘’Payung hukum akan kita siapkan, dan ini akan kita bahas dalam rapat khusus yang membahas rencana ini, termasuk tambahan anggaran Rp60 miliar pada tahun ini,’’ ujar Ketua Komisi III DPRD Siak, Abdul Muis.

Hanya saja, DPRD Kabupaten Siak saat ini menunggu tim independen untuk melakukan audit dan menghitung nilai aset PLTU 2×3 MW. Pasalnya, dari nilai aset ini akan dijadikan setoran modal Pemkab Siak ke RIC sebagai joint partner melaksanakan project tersebut.

‘’Sekarang kita mendengar penghitungan nilai aset sudah dilakukan. Berupa tanah dan mesin yang sudah dibangun saat ini, jadi tinggal menunggu. Setelah itu baru Perda dibuat, dan project ini siap dilaksanakan,’’ tegasnya.(rnl)

drie
January 16th, 2011, 02:49 PM
Pembukaan Jalan Lingkar 8,1 Kilometer di Tambusai Tuntas

Masyarakat Tambusai, Rohul kini memiliki jalan lingkar yang berkualitas baik. Jalan sepanjang 8,1 kilometer tersebut telah tuntas pengerjaannya.

Riauterkini-TAMBUSAI- Proyek pembukaan jalan lingkar sepanjang 8,1 kilometer (km), penghubung antar desa serta lingkungan antara Desa Mondang, Kumango, dan Desa Tambusai Barat, tuntas dikerjakan.

Atas pembukaan jalan tersebut, masyarakat di tiga desa tersebut, sudah merasakan manfaat akses jalan, baik untuk mengangkut hasil perkebunan dan untuk akses jalan dalam kondisi cuaca hujan atau pun panas.

Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan Pertambangan (BMPP) Rohul, Irfan Ridho, melalui Operator Gleder, Azwar Efendi, saat pengerjaan jalan baru, Ahad (16/1/11), mengatakan, pembukaan jalan baru dikerjakan secara swakelola dan didanai sepenuhnya melalui APBD Rohul 2011.

“Jalan baru yang kita buka, sepanjang 3 km menghubungkan kebun milik masyarakat Desa Mondang ke Desa Kumango. Kemudian dari Desa Mondang ke perbatasan Sungai Korang Desa Tambusai Utara sepanjang 4,8 km, semua sudah tuntas dikerjakan,” terang Azwar Efendi, kepada wartawan, Ahad (16/1/11).

Akses jalan lingkar penghubung antar dusun di Sungai Korang Desa Tambusai Barat sepanjang 300 meter, juga sudah tuntas dikerjakan. Jalan baru tersebut, sesuai permintaan 300 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Tambusai Barat, sebab memang sangat dibutuhkan untuk akses jalan utama.

Kades Tambusai Barat, Imran Harahap, mengakui, dibukanya akses jalan antar dusun tersebut, saat ini 300 KK warga Desa Tambusai Barat merasakan manfaatnya. Sehingga warga sudah bisa keluar-masuk desa, termasuk mengangkut hasil pertanian mereka berupa getah karet dan kelapa sawit.

“Masyarakat sangat berterimakasih atas pembangunan ini, sebab jalan itu yang selama ini diimpikan sudah terwujud,” terang Kades.

Menurutnya, akses jalan antar dusun tersebut, memang sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab 300 KK di desa itu, rata-rata merupakan petani karet dan kelapa sawit.

Lahan pertanian masyarakat berupa kebun karet mencapai sekitar 250 hektar (ha), sedangkan lahan pertanian kelapa sawit sekitar 4.000 ha, termasuk 100 ha lahan milik PT CWIN.

”Atasnama pemerintah desa, mewakili masyarakat, kami sangat ucapkan banyak terimakasih dengan dibukanya akses jalan ke desa kami,” ucapnya haru.

Menurut Azwar Efendi, pembukaan akses jalan lingkar antar desa dan dusun tersebut, atas perintah camat dan dikerjakan secara swakelola, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Kades, dimana desa yang membutuhkan perbaikan jalan.

Jelas dia lagi, untuk Kecamatan Tambusai Utara, jalan di Desa Mahato Sakti sepanjang 20 km hingga jalan lingkungan, menuju Desa Tambusai Utara juga sudah tuntas dikerjakan. Saat ini baik warga di Tambusai dari tiga desa sudah bisa memanfaatkan akses-akses jalan yang sudah diperbaiki.***(zal)

drie
January 16th, 2011, 02:51 PM
Tiga Menteri Kunjungi Rupat,
Mendukung Dipercepat Jadi Kawasan Wisata Alam


Riauterkini-BENGKALIS- Tiga Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, Menteri Koordinator Perekonoman, Hatta Rajasa, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Patrialis Akbar, tiba di Pulau Rupat, Sabtu (15/1/11) sekitar pukul 10.45 WIB.

Dengan menggunakan 3 helikopter rombongan menteri ini mendarat di lapangan sepak bola Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Urara, didampingi Gubernur Riau H. Rusli Zaenal dan Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh. Kemudia, rombongan dengan menggunakan sepeda motor langsung menuju bibir pantai yang berada di desa tersebut.

Sejenak beristrihat sembari menikmati kelapa muda di pinggir pantai pasir putih, Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh memaparkan master plan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rupat kepada para menteri yang hadir dan tentang rencana pengembangan Pulau Rupat menjadi kawasan pariwisata yang sangat potensial.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa disela-sela kunjungannya ini mengatakan dirinya sangat menginginkan agar Pulau Rupat sebagai daerah terluar menjadi salah satu kawasan pariwisata yang terintegrasi. Selain masih dalam tahap pembahasan, membangun Pulau Rupat akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tempatan. Dan menurutnya, pembangunan kawasan Pulau Rupat adalah langkah yang strategis dari sisi geoekonomi, geopolitik dan sebagainya.

"Itulah sebabnya saya bersama ketiga menteri ini kemari. Karena kita sedang melakukan pembahasan kawasan wisata itu. Kita menginginkan betul pulau-pulau terluar ini seperti pulau rupat harus kita bangun. Membangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disini dan sekaligus mengembangkan kawasan. Yang menurut saya kawasan yang sangat strategis dari arti geoekonomi, geopolitik dan sebagainya," paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Hatta Rajasa, kawasan Pulau Rupat harus senantiasa dijaga kelestariannya khususnya hutan yang ada di pulau tersebut. Kawasan wisata yang akan dibangun di Pulau Rupat merupakan kawasan yang terintegrasi menjadi wisata yang berbasis ekotourism atau wisata alam.

"Tentunya memerlukan langkah menengah, namun harus sekecil apapun langkah itu harus dimulai dan kita segera menetapkan sebuah kawasan apa di pulau ini," tutupnya.***(dik)

drie
January 18th, 2011, 07:11 AM
Pemkab Kuansing akan Bangun Rumdis Kapolres dan Kajari Rp 4 Miliar

Kapolres Kuansing dan Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan tidak lama lagi akan menempati rumah dinas megah. Pemkab setempat mengusulkan anggaran Rp 4 miliar untuk membangunnya.

Riauterkini-TELUK KUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Pemkab Kuansing), berencana akan membangun dua unit Rumah Dinas (Rumdis) jabatan untuk Kapolres dan Kejari. Hal itu diuangkapkan Asisten Administrasi Sekdakab Kuansing, H. Frederick, SE, MM di Teluk Kuatan kemarin, Senin (17/1/11).

Menurutnya, Untuk membangun dua unit Rumdis jabatan Kapolres dan Kejari Kuansing ini, maka dialokasikan dana sebesar Rp. 4 Milyar melalui APBD Kuansing tahun 2011. Jadi untuk membangun dua unit rumdis jabatan tersebut, kita membutuhkan dana Rp. 4 milyar, ujarnya.

Sedangkan mengenai lokasinya nanti, kata Frederick, berada disamping rumah dinas jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), karena memang masih ada lahan yang kosong, dan sangat cocok untuk jabatan rumdis lagi. Sedangkan bila di dekat rumdis Bupati atau DPRD sudah tidak muat lagi, sebutnya. Lahannya sengaja di pilih di dekat Sekdakab, kerna dekat rumdis Bupati atau DPRD sudah tidak ada lagi tersedia lahan, untuk membangun dua unit rumdis jabatan tersebut, paparnya.

Sedangkan menurut Kapolres Kuansing, AKBP Ristiawan Bulkhaini, SH yang dihubungi mengatakan, Rumdis itu statusnya hanya pinjam, jadi bukan status milik Polres. Sebab, status rumdis itu masih tetap milik Pemda Kuansing, dan ini sama dengan di kabupaten lain yang rumdis kapolres dibangun Pemda setempat, tapi status pinjam pakai.

“ Status rumdis itu nantinya hanya pinjam pakai pada Pemda Kuansing, sama dengan di Kabupaten lain juga," tuturnya.

*Namun demikian, apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Kuansing, terhadap rumdis jabatan Kapolres sangat patut disyukuri dan ucapkan terima kasih, atas perhatian Pemkab terhadap jajaran kepolisian. Sebab pemda melihat Kapolres belum memiliki rumdis, dan hanya memakai rumah kontrakan di perumnas Teluk Kuantan, tukasnya.***(ngah)

drie
January 18th, 2011, 08:10 AM
INFO : Ternyata selain membangun Jembatan Pedamaran I dan II, Pemkab Rokan Hilir juga sedang membangun Jembatan Sekapas yang berada di kecamatan Rantau Kopar

http://img684.imageshack.us/img684/741/jembatan29042010.jpg (http://img684.imageshack.us/i/jembatan29042010.jpg/)
Sumber gambar : bagansiapiapi-posts.blogspot.com

drie
January 18th, 2011, 08:37 AM
MASJID RAYA PELALAWAN ( On-Hold ) :ohno:

http://img827.imageshack.us/img827/5307/img0044sf.jpg (http://img827.imageshack.us/i/img0044sf.jpg/)

rilham2new
January 18th, 2011, 10:34 AM
^^ ONHOLD??? Kok kayak udah jadi ya.... Atau pengerjaan interior masih belum beres?

jendry
January 18th, 2011, 11:22 AM
2010, SHU Koperasi di Riau Capai Rp 106.574 Miliar


Bidang usaha koperasi di Riau semakin prospektif. Terbukti sepanjang 2010 tercatat sisa hasil usaha (SHU) mencapai Rp 106.574 miliar atau naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Riauterkini-PEKANBARU- Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Riau Raja Indra Bangsawan mengaku puas dengan kinerja koperasi-koperasi yang ada di daerah ini. Kegiatan usaha koperasi membuktikan mampu kompentitif sehingga mampu meningkatkan keuntungan yang lumayan besar di banding tahun lalu.

"Untuk tahun 2010 terjadi peningkatan keuntungan usaha koperasi di daerah kita dibandingkan tahun lalu," ujar Indra saat berbincang dengan riauterkini di ruang kerjanya, Selasa (18/1/11).

Dipaparkan Indra, sampai akhir Desember 2010, sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp 106.574 miliar. Jumlah ini meningkat Rp 11.382 miliar atau naik 10.68 persen dibanding tahun lalu yang SHU-nya tercatat Rp 95.191 miliar.

Dirincikan Indra, Kota Pekanbaru merupakan daerah dengan koperasi pencetak SHU tertinggi, yakni sebesar Rp 29.973 miliar. Besarnya SHU koperasi di Pekanbaru berbanding lurus dengan jumlah koperasi sebanyak 930 unit, merupakan daerah dengan koperasi terbanyak di Riau.

Kemudian Kabupaten Inragiri Hilir menempati posisi kedua. Jumlah koperasi 493 unit dengan total SHU Rp 12.753 miliar. Kemudian Kabupaten Kampar dengan 329 koperasi mampu membukukan SHU Rp 10.640 miliar.

Disusul Kabupaten Bengkalis dengan jumlah 723 koperasi mampu mencetak SHU Rp 10.150 miliar. Sementara kabupaten Kepulauan Meranti hanya memiliki 214 koperasi SHU-nya Rp 76 juta.***(mad)

chelseanumber8
January 18th, 2011, 04:36 PM
nampaknya memang cuma duri/mandau ya yang stagnan pembangunannya... di kec. pinggir aja udah ada traffic light solar panel...

nasib, nasib.... :(

drie
January 18th, 2011, 04:52 PM
^^ ONHOLD??? Kok kayak udah jadi ya.... Atau pengerjaan interior masih belum beres?


eksterior pun masih berantakan kok bang ham, apalagi Interior:nuts:. kasian liat Pelalawan sekarang :ohno:

drie
January 18th, 2011, 04:54 PM
nampaknya memang cuma duri/mandau ya yang stagnan pembangunannya... di kec. pinggir aja udah ada traffic light solar panel...

nasib, nasib.... :(


iya, di Duri Traffic Light nya udah pakai solar panel :D. kalau di bilang Stagnan sepertinya enggak juga lah bg. oh ya bang, Mandau Town Square udh di buka belum ??

rilham2new
January 18th, 2011, 04:57 PM
nampaknya memang cuma duri/mandau ya yang stagnan pembangunannya... di kec. pinggir aja udah ada traffic light solar panel...

nasib, nasib.... :(

Loh ... Kec. Pinggir itu bukannya masih masuk DURI ya ????

chelseanumber8
January 18th, 2011, 06:06 PM
dulu iya bang... tapi sejak otda dimekarkan jadi kecamatan sendiri... kalau pernah lewat jalan PKU-DUM pasti pernah lewat kotanya... kecil sekali memang... :)

chelseanumber8
January 18th, 2011, 06:11 PM
iya, di Duri Traffic Light nya udah pakai solar panel :D. kalau di bilang Stagnan sepertinya enggak juga lah bg. oh ya bang, Mandau Town Square udh di buka belum ??

dengar2nya gak jadi dibuka itu mall... (entah iya bisa dikatakan mall :D)

katanya tanahnya gak betul.... planningnya kayaknya memang salah dari awal....

jendry
January 18th, 2011, 06:19 PM
kalau di nilai dari trafic light itu gak bisa juga di jadikan acuan kota itu maju, solar panel itu di pakai kan sebagai energi alternatif saja.

duri malah menurut saya lebih maju,
tapi agak di sayangkan juga ulah beberapa oknum di sana yang kurang pro terhadap invest, mandau square sampai sekarang kabarnya belum di buka untuk umum karna ada kendala dari oknum - oknum tertentu disana :ohno::ohno:

hal seperti ini yang perlu di benahi karna, kalau biasa nya investor pertama itu sukses bakal mengundang investor lain untuk datang :)

jendry
January 19th, 2011, 09:46 AM
Koperasi di Riau Mampu Sedot Modal Luar Rp 1.5 triliun



Kegiatan usaha koperasi di Riau mendapat kepercayaan pemodal sangat besar. Terbukti hingga 2010 tercatat modal luar terserap koperasi di Riau mencapai Rp 1.5 triliun.

Riauterkini-PEKANBARU- Kegiatan usaha koperasi-koperasi di Riau tercatat membukukan modal sebesar Rp 2.224 triliun pada 2010 lalu. Jumlah tersebut terbagi menjadi dua, pertama modal sendiri Rp 625.609 miliar dan modal luar yang terserap mencapai Rp 1.599 triliun.

"Kegiatan usaha koperasi di Riau lebih banyak didanami modal luar. Sampai 2010 lalu, modal luar yang terserap di koperas kita lebih dari Rp 1.5 triliun," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecim Menengah (UKM) Provinsi Riau Raja Indra Bangsawan kepada riauterkini di kantornya kemarin.

Dijelaskan Indra, dari koperasi yang kini mencapai Rp 22.224 triliun tesebut, setelah terjadi tambahan yang sangat signifikan pada 2010 lalu sebesar Rp 940.385 miliar dari jumlah terakhir pada 2009 yang hanya 1.285 triliun.

Koperasi di Kabupaten Kuantan Singingi yang paling besar mampu menyedot modal luar hingga Rp 609 miliar lebih dengan jumlah koperasi 242 unit. Disusul koperasi di Kota Pekanbaru dengan modal luar sebesar Rp 381 miliar sebanyak 930 unit koperasi. Kemudian koperasi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan modal luar Rp 167 miliar di posisi ketiga.

Semenetara Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah dengan kegiatan usaha koperasinya terkecil menyedot modal luar, hanya Rp 1.074 miliar.***(mad)

drie
January 19th, 2011, 01:58 PM
PLTU 2×300 MW Peranap Lelang Tahap Tiga

PEKANBARU (RP) – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×300 MW di Peranap terus digesa. Pelelangan tahap pertama sudah dilaksanakan sejak akhir tahun lalu.

Bahkan pemenang lelang sudah diketahui yaitu PT Indonesia Power serta Bukit Asam. Hanya saja karena sesuai ketentuannya pemenang lelang harus terdiri atas tiga pemenang, panitia harus melakukan lelang tahap tiga guna mendapatkan kelengkapan syarat lelang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau, Husni Hasan melalui Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan energi, Abdi HA kepada Riau Pos, Selasa (18/1) di Pekanbaru. Menurutnya, dengan pengesahan pembangunan tersebut, Riau akan mengatasi krisis kelistrikan yang ditunjang dengan peningkatan elektrifikasi di Riau.

‘’Sebenarnya sudah ada pemenang lelang pembangunan PLTU 2×300 MW di Peranap itu pada tahap satu dan dua. Hanya saja karena masih kurang satu dan terbentur aturan, kita harus lakukan lelang tahap tiga. Mudah-mudahan lelang ini terakhir agar pembangunan bisa dilaksanakan,’’ jelasnya.

Menurutnya, pembangunan PLTU 2×300 MW di Peranap ini merupakan lanjutan dalam pengelolaan kelistrikan di Riau. Dengan persediaan batu bara yang besar di Peranap Inhu ini, PLTU tidak pelu takut kehabisan bahan bakar.

Hal tersebut juga bisa mengurangi biaya produksi pembangkit listrik. Sementara itu, untuk hasil pelelangan tahap tiga diupayakan sebulan atau dua bulan ke depan bisa diumumkan. Setelah itu pembangunan bisa segera dilaksanakan.

‘’Kita upayakan secepat mungkin selesai pelelangan agar pembangunan juga bisa digesa. Sekarang sudah ada informasi bahwa ada yang serius akan ikut lelang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa selesai dan krisis listrik Riau teratasi,’’ harapnya.(eko)

drie
January 21st, 2011, 04:39 AM
Peresmian Jembatan Perawang Ditunda:ohno:


Laporan ABU KASIM, Siak abukasim@riaupos.com
Perkiraan Bupati Siak H Arwin AS SH yang merencanakan peresmian Jembatan Perawang, pada pertengahan bulan ini meleset.

Karena sampai saat ini pemasangan enam unit material karet penyambung (bearing) jembatan belum rampung dikerjakan.

Padahal masyarakat Perawang, sudah menunggu peresmian tersebut dengan penuh harapan.

‘’Batal bulan ini. Karena dari Provinsi Riau belum siap memasang bearing, seperti yang dijanjikan awal Desember tahun lalu. Mungkin bulan depan kita rencanakan lagi, karena provinsi berjanji pemasangan itu dua pekan lagi rampung,’’ ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Siak Ir H Aulia Aziz BE MM kepada Riau Pos, Rabu (19/1) di Siak.

Dikatakan Aulia, pengunduran peresmian Jembatan Perawang itu sangat disayangkan. Karena pihaknya menilai PU Provinsi Riau lamban dalam melakukan pekerjaan pemasangan karet penyambung.

Apalagi pengerjaannya dilakukan secara manual, sehingga diyakini pengerjaannya juga bakal memakan waktu lama.

Ia menyebutkan, memang rencana peresmian jembatan itu dilaksanakan pada pertengahan bulan ini, dan waktunya sudah lewat.

Padahal pihaknya memperkirakan pertengahan Desember tahun lalu sudah bisa diresmikan, tapi karena materialnya belum ada dan waktu itu masih dalam perjalanan dari luar negeri, maka sempat diundur.

‘’Kita mengharapkan pemasangan bearing itu dalam dua pekan ke depan sudah selesai. Karena untuk dana sharing untuk kita sudah selesai dibayarkan,’’ ujarnya.

Aulia mengatakan, karena pembangunan jembatan Perawang itu melalui budget sharing, semua keputusan maupun kebijakan pembangunannya diambil oleh provinsi.

Karena dananya lebih besar dari provinsi, termasuk yang menjadwalkan peresmian Jembatan Perawang tersebut.(azf)

rilham2new
January 21st, 2011, 09:09 AM
Adoooohhhh,, mending dari awal gak usah buat statement apa2 kalau memang ada yang belum dipasang dan sebagainya.... Tolong kalau udah siap langsung diresmkikan saja. Gak usah nunggu dari Jakarta datang segala.....

rilham2new
January 21st, 2011, 08:15 PM
Rendering dan masterplan PLTU Peranap 2x10 MW
Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu
Screen capture ZAMRUD TV

1
http://farm6.static.flickr.com/5048/5376013926_0ac065dfcc_z.jpg
2
http://farm6.static.flickr.com/5241/5375414593_d2dd84768e_z.jpg
3
http://farm6.static.flickr.com/5285/5375411939_e1b2efcc2d_z.jpg

drie
January 22nd, 2011, 08:03 AM
^^ oh ini yang di Peranap yah. wah kedepan Peranap bakalan memiliki 2 PLTU lah yah :D PLTU 2x10 Mw ini telah dimulai beberapa bulan yang lalu pengerjaanya. yang jadi pertanyaan itu PLTU Tenanyan Raya yang udah 1 tahun belum juga di kerjakan :ohno:, jangan sampai PLTU 2x300 MW di peranap pulak yang mulai duluan pengerjaanya:bash:

drie
January 22nd, 2011, 08:04 AM
Konsultan Jarang Dilibatkan, Jadi Pemicu Rusaknya Jalan di Riau


Riaubisnis.com-Masih banyaknya jalan rusak di Riau akibat jarangnya pemerintah daerah (pemda) melibatkan konsultan dalam pemeliharaan maupun pembangunan jalan. Padahal, dalam aturannya, setiap proyek pengerjaan jalan harus melibatkan konsultan ahli.

“Untuk pemeliharaan dan pembukaan proyek jalan baru sangat kurang konsultan dilibatkan. Biasanya pemda atau kuasa tender hanya memakai jasa ahli di Bina Marga Dinas Pekerjaan umum setempat,” ungkap Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Riau, Firdaus Agus, saat dihubungi riaubisnis.com melalui telepon selularnya, Rabu (19/1/2011).

Firdaus menilai, imbas dari jarangnya konsultan dilibatkan maka kualitas jalan banyak yang tak sesuai dengan harapan. Akibatnya, anggaran daerah untuk perbaikan jalan pun tersedot lebih banyak.

“Padahal kalau melibatkan kami, bisa mendapatkan hasil yang lebih terjaga. Ongkosnya pun lebih murah karena tak musti perbaiki jalan rusak tiap tahun, uangnya bisa digunakan untuk bangun jalan baru lagi,” kata dia.

Firdaus menambahkan, untuk di Riau beberapa kabupaten, seperti Indragiri Hilir dan Bengkalis, memang harus dibangun jalan yang melebihi standar umum. Pasalnya, struktur dan jenis tanah di sana tak cocok untuk membangun jalan dengan kualitas biasa.

“Di Inhil dan Bengkalis harus bangun jalan dengan kualitas di atas standar biasanya. Struktur dan jenis tanah di sana beda, kalau pake standar biasa-biasa, sebentar saja sudah habis. Apalagi kalau beban lalu lintasnya tinggi,” paparnya.

Pemda, kata Firdaus, harus mengambil pelajaran dari Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, yang menemukan Jalan Gajah Mada di Desa Sebanga Kacamatan Pinggir rusak parah. Padahal jalan itu merupakan jalan poros di Bengkalis yang sangat vital terhadap kegiatan masyarakat. Kalau jalan rusak atau bahkan tak ada tentunya sangat mengganggu kegiatan masyarakat.

“Jalan merupakan kunci utama bagi akses kegiatan masyarakat. Dengan masih banyaknya jalan utama di daerah yang rusak, kita harapkan pemda bisa belajar dari situ. Jangan sungkan untuk libatkan konsultan yang handal supaya dapat kualitas jalan yang lebih terjaga,” tukas dia. (*)

rilham2new
January 22nd, 2011, 08:44 AM
^^ Rusak karena MST nya tidak sebanding dengan kelas jalan ...

AKu ambil contoh Indragiri Hulu (yang website BPS nya berjalan dengan baik), ternyata di sana, kepadatan penduduk hanya 4 jiwa per km persegi. Bandingkan dengan kepadatan penduduk Provinsi Riau yang secara rata-rata hanya 60 jiwa per km persegi.

Dan tidak termasuk fakta bahwa di sanalah sentra batu bara penggerak pabrik kelapa sawit (PKS) se-Provinsi Riau (bersama Indragiri Hilir). Dan satu-satunya daerah di tengah Riau Daratan (di luar kawasan menjelang perbatasan Sumbar) yang kondisi topografinya berbukit-bukit dan naik turun. Bahkan punya rangkaian pegunungan sendiri yang independen dari Pegunungan Bukit Barisan. Mengakibatkan, jumlah tanjakan dan turunan di sana jelas jauh lebih banyak dari Kota/Kabupaten manapun di Riau ini.

Dan ternyata dilihat dari data BPS per tahun 2008. Golongan Jalan Nasional terbaik di INdragiri Hulu hanya golongan III B dan III C :).

Dan dari daftar e-Procurement Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2011, yang proyeknya di bawah DIRJEN BINA MARGA (dirjen PU yang menangani pengelolaan jalan raya dan jembatan).

Ini ada beberapa LIST PROYEK Yang harus ditenderkan (karena kalau tidak ditenderkan, berarti proyek gagal terealisasi) dengan nilai proyek tunggal signifikan. Dan satu lagi, ini hanya proyek yang dananya dari APBN ya ...

1. Paket Peningkatan Kapasitas Pematang Reba - Siberida
Nilai proyek : Rp 27.45 miliar
* Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Jalan (lama pengerjaan : 1080 hari)

2. Paket Peningkatan Kapasitas Siberida - Batas Provinsi Jambi
Nilai proyek : Rp 37.98 miliar
* Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Jalan (lama pengerjaan : 270 hari)

Mayoritas proyek ada di Riau Selatan. Di Riau Utara (Rokan Hulu dan Siak tidak pernah kebagian, dan ROkan Hilir juga tidak ada).

Nah sekarang kalau di sana tetap rusak, itu berarti selain karena kapasitas jalan yang diperbaiki tidak memadai. Bisa jadi juga karena walau KEMEN PU udah berkoar-koar ini lah daftar proyek yang ditenderkan. Tapi proyek tersebut tidak terealisasi.

Nah itulah kira-kira gambaran kerja Kementerian yang berada langsung di bawah pemerintah pusat dengan APBN di Riau ini.

Berbeda dengan mayoritas kabupaten di Sumatra yang dilalui Jalan Nasional. Di Riau, Kabupaten Rokan Hulu tidak dilalui jalan nasional. Siak dilalui jalan nasional, tapi tidak melintasi Ibukota Kabupatennya. Bahkan pusat perekonomian Siak di Kota Perawang pun tidak dilalui Jalan Nasional. Dan ibukota Kabupaten Bengkalis juga tidak dilalui jalan nasional. Dan Kepulauan Meranti pun tidak ada satu kawasan pun yang dilalui jalan nasional :D

dan ternyata jalan antara Pematang Reba, Rengat, sampai ke simpang Baganjaya adalah Jalan Nasional. .... Dan Baganjaya itu lokasinya di seberang sungai menjelang Ibukota kabupaten Inhil di Tembilahan. Lengkap sudah, Tembilahan pun tidak dilalui jalan nasional :D. Sebagai tambahan, Bagansiapi-api ibukota kabupaten Rokan Hilir tidak dilalui jalan nasional. Dan yang paling sedih lagi, Rokan Hulu yang berlokasi di dataran utama provinsi Sumatra, tidak punya panjang jalan nasional signifikan di bawah teritorialnya.

rilham2new
January 22nd, 2011, 09:05 AM
^^ oh ini yang di Peranap yah. wah kedepan Peranap bakalan memiliki 2 PLTU lah yah :D PLTU 2x10 Mw ini telah dimulai beberapa bulan yang lalu pengerjaanya. yang jadi pertanyaan itu PLTU Tenanyan Raya yang udah 1 tahun belum juga di kerjakan :ohno:, jangan sampai PLTU 2x300 MW di peranap pulak yang mulai duluan pengerjaanya:bash:

Bisa jadi itu proyek lama yang sudah didesain ulang menjadi 2x300 MW.

Soalnya pemenang tender terdahulu PT. Bukit Asam sempat digugat Qatar Consortium. Jadi ditender lag dehh ...

drie
January 22nd, 2011, 01:45 PM
PLN Berencana Pindahkan PLTU Mulut Tambang Riau ke Jambi:ohno:

Adanya indikasi PLN pembangunan PLTU Mulut Tambang akan dilihkan di Jambi, Pemprov Riau akan minta PLN Pusat tetap berlokasi di Peranap.

Riauterkini-PEKANBARU-Masuknya kawasan Jambi menjadi salah satu pilihan lokasi pembangunan PLTU Mulut Tambang, diindikasikan, PLN akan memindahkan lokasi pembangunan pembangkit berkapasitas 2 X 300 megawatt itu ke Provinsi Jambi. Hal itu membuat Pemprov Riau gusar.

Terkait dengan hal itu, Kepala Bidang Ketenaga Listrikan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau Abdi Haro kepada Riauterkini Sabtu (22/1/11) menyatakan bahwa pihaknya kini tengah merespon masalah tersebut. Bentuk respon pemprov Riau adalah akan mengirim surat ke PLN Pusat dan meminta agar pembangunan PLTU Mulut Tambang berkapasitas 2 X 300 di Peranap Kabupaten Indragiri Hulu.

"Dalam proses lelang terakhir, tiba-tiba muncul provinsi Jambi menjadi salah satu pilihan lokasi pembangunan PLTU Mulut Tambang. Ada indikasi, PLN akan memindahkan lokasi pembangunan PLTU 2X100 megawatt dari Peranap Inhu ke Jambi. Untuk itu, kita akan mengirim surat atas nama Gubernur Riau ke PLN pusat untuk meminta pembangunan PLTU Mulut Tambang berkapasitas 2 X 100 megawatt tetap di Peranap Inhu," terangnya.

Pasalnya, tambahnya, rencana pembangunan PLTU berkapasitas 2 X 300 di Peranap Inhu tersebut sudah di rintis Pemprov Riau sejak 10 tahun yang lalu. Bahkan Peranap sudah disurvey oleh lembaga survey geologist dari NEDO Jepang.

Hasil survey tim NEDO Jepang menyebutkan bahwa cadangan batubara di Peranap Inhu mencapai 500 juta ton dengan kapasitas produksi listrik hingga 2400 megawatt dengan mampu mensuply bahan baku untuk proses produksi listrik selama 50 tahun.

"Saat ini, kita sedang menyusun surat Gubernur Riau untuk PLN pusat agar lokasi pembangunan PLTU Mulut Tambang tetap dibangun di Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Riau," terang Abdi Haro.

Ditanyakan kenapa ngotot mempertahankan pembangunan PLTU di Peranap, Abdi Haro mengatakan bahwa banyak sekali keuntungan dengan dibangunnya pembangkit itu di Peranap. Yaitu efek dominonya terhadap pertumbuhan ekonomi di Riau dan Peranap khususnya. Karena, selain batubaranya termanfaatkan maksimal, keberadaan pembangkit di Peranap akan membantu perkembangan kota Peranap dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Riau dan Peranap khususnya.

"Efek dominonya juga akan dirasakan UKM di Inhu dan Riau umumnya. Karena keberadaan pembangkit dan pekerjanya akan membutuhkan peran UKM sebagai pendukung proses produksi. Baik untuk suply material bangunan, peralatan instalasi (kabelisasi), konsumsinya hingga pemanfaatan tenaga kerja lokal. Baik menjadi karyawan maupun outsourching," harapnya.***(H-we)

rilham2new
January 22nd, 2011, 08:00 PM
Proyek Waterboom (sederhana)
Desa Wonosari, Pulau Bengkalis
Kabupaten Bengkalis
Riau Pos 14 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5242/5377888317_01b0bb7239_b.jpg

rilham2new
January 22nd, 2011, 08:07 PM
PLN Berencana Pindahkan PLTU Mulut Tambang Riau ke Jambi:ohno:

Adanya indikasi PLN pembangunan PLTU Mulut Tambang akan dilihkan di Jambi, Pemprov Riau akan minta PLN Pusat tetap berlokasi di Peranap.

Riauterkini-PEKANBARU-Masuknya kawasan Jambi menjadi salah satu pilihan lokasi pembangunan PLTU Mulut Tambang, diindikasikan, PLN akan memindahkan lokasi pembangunan pembangkit berkapasitas 2 X 300 megawatt itu ke Provinsi Jambi. Hal itu membuat Pemprov Riau gusar.

Terkait dengan hal itu, Kepala Bidang Ketenaga Listrikan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau Abdi Haro kepada Riauterkini Sabtu (22/1/11) menyatakan bahwa pihaknya kini tengah merespon masalah tersebut. Bentuk respon pemprov Riau adalah akan mengirim surat ke PLN Pusat dan meminta agar pembangunan PLTU Mulut Tambang berkapasitas 2 X 300 di Peranap Kabupaten Indragiri Hulu.

"Dalam proses lelang terakhir, tiba-tiba muncul provinsi Jambi menjadi salah satu pilihan lokasi pembangunan PLTU Mulut Tambang. Ada indikasi, PLN akan memindahkan lokasi pembangunan PLTU 2X100 megawatt dari Peranap Inhu ke Jambi. Untuk itu, kita akan mengirim surat atas nama Gubernur Riau ke PLN pusat untuk meminta pembangunan PLTU Mulut Tambang berkapasitas 2 X 100 megawatt tetap di Peranap Inhu," terangnya.

Pasalnya, tambahnya, rencana pembangunan PLTU berkapasitas 2 X 300 di Peranap Inhu tersebut sudah di rintis Pemprov Riau sejak 10 tahun yang lalu. Bahkan Peranap sudah disurvey oleh lembaga survey geologist dari NEDO Jepang.

Hasil survey tim NEDO Jepang menyebutkan bahwa cadangan batubara di Peranap Inhu mencapai 500 juta ton dengan kapasitas produksi listrik hingga 2400 megawatt dengan mampu mensuply bahan baku untuk proses produksi listrik selama 50 tahun.

"Saat ini, kita sedang menyusun surat Gubernur Riau untuk PLN pusat agar lokasi pembangunan PLTU Mulut Tambang tetap dibangun di Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Riau," terang Abdi Haro.

Ditanyakan kenapa ngotot mempertahankan pembangunan PLTU di Peranap, Abdi Haro mengatakan bahwa banyak sekali keuntungan dengan dibangunnya pembangkit itu di Peranap. Yaitu efek dominonya terhadap pertumbuhan ekonomi di Riau dan Peranap khususnya. Karena, selain batubaranya termanfaatkan maksimal, keberadaan pembangkit di Peranap akan membantu perkembangan kota Peranap dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Riau dan Peranap khususnya.

"Efek dominonya juga akan dirasakan UKM di Inhu dan Riau umumnya. Karena keberadaan pembangkit dan pekerjanya akan membutuhkan peran UKM sebagai pendukung proses produksi. Baik untuk suply material bangunan, peralatan instalasi (kabelisasi), konsumsinya hingga pemanfaatan tenaga kerja lokal. Baik menjadi karyawan maupun outsourching," harapnya.***(H-we)

AKu berharap besar untuk proyek ini. Karena ini kebutuhan listrik Riau jangka panjang. Hari ini beban puncak Provinsi Riau (yang berpusat di Pekanbaru dan Kampar). Adalah sekitar 329 MW.... Angka ini udah naik jauh banget dari 284 MW sekitar 2 tahun yang lalu.

rilham2new
January 22nd, 2011, 09:15 PM
INFO dari website resmi Kabupaten Kampar ...
http://www.kamparkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2531:kampar-akan-miliki-plaza-bangkinang&catid=23:bidang-ekonomi&Itemid=416

Bangkinang akan segera memiliki PLAZA BANGKINANG :D

drie
January 23rd, 2011, 02:59 AM
INFO dari website resmi Kabupaten Kampar ...
http://www.kamparkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2531:kampar-akan-miliki-plaza-bangkinang&catid=23:bidang-ekonomi&Itemid=416

Bangkinang akan segera memiliki PLAZA BANGKINANG :D


kalau aku bilang sih sebenarnya bukan Plaza bang, soalnya ini ada Proyek Pembangunan Pasar Inpres yang saat ini sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi kemajuan Bangkinang, yah mungkin saja kalau di Bangkinang ini sudah masuk kategori Plaza :D. kalau di pekanbaru namanya masih sih tetap Pasar:lol:

rilham2new
January 23rd, 2011, 12:05 PM
JEmbatan Panjang melintasi Sungai Siak Hanya 2 jembatan di bawah ini saja yang terletak di Kabupaten Siak dan didanai sepenuhnya oleh APBD Riau dan APBD Siak (tanpa ABPN) :D... Anda salah besar, Kabupaten Siak tidak berpuas hati dengan jembatan yang panjangnya hanya 1.2 km dan 1.4 km ... Karena ternyata jembatan yang panjangnya 1.6 km IN PROGRESS :D

Jembatan Perawang
Desa Maredan, Kecamatan TUalang
Kabupaten SIak
Panjang jembatan 1.4 km ...

Riau pos 15 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5286/5379889365_619f47f11f_b.jpg

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah
Siak Sri Indrapura,
Kabupaten Siak
Panjang jembatan 1.2 km ...

RIau Pos 19 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5250/5380496730_7aa581b331_b.jpg


Sedihnya, Updatenya gak jelas dan kita gak pernah dapat gambaran terbaru keadaan keseluruhan panjang jembatan ??? :(
Menurut RIAU POS (30 November 2010), Jembatan Teluk Mesjid dengan panjang lebih dari 1 km akan bisa dilewati pada APRIL 2011. Itu kalau tidak molor lagi, karena Jembatan Teluk Mesjid ini molornya udah berkali-kali ...


LOkasi : Kecamatan Sungai Apit (Sei Apit), Kabupaten Siak

TIDAK ADA UPDATE Terbaru dari lokasi.

Rendering
http://farm3.static.flickr.com/2698/4393213309_d7fcdb884b_z.jpg?zz=1

Progress jaman 2008/2009 dulu
1
http://farm3.static.flickr.com/2598/4019180913_0182690655.jpg

2
http://farm3.static.flickr.com/2641/4019943874_b36c6ffcd8.jpg

Wartawan RIAU POS tolong lah liput ke lokasi....

Sekarang kita bisa tersenyum lebar, karena wartawan Riau Pos meliput ke lokasi :banana:

PROGRESS JEMBATAN TELUK MESJID
Kecamatan Sungai Apit (Sei Apit)
Kabupaten SIak
Riau POs 15 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5005/5379892307_5bf31ccfc5_b.jpg

drie
January 23rd, 2011, 12:08 PM
Sekarang kita bisa tersenyum lebar, karena wartawan Riau Pos meliput ke lokasi :banana:

PROGRESS JEMBATAN TELUK MESJID
Kecamatan Sungai Apit (Sei Apit)
Kabupaten SIak
Riau POs 15 Januari 2011
http://farm6.static.flickr.com/5005/5379892307_5bf31ccfc5_b.jpg

jadi jembatan ini akan lebih panjang dari jembatan Perawang yah ?? Siak emang enggak ada Matinya:okay:. Riau Pos memang Jawara nih dalam oemberitaan, gak banyak omong langsung kasih Bukti aja. ayo wartawan - wartawan Riaupos Group yanga da di Rohil ambil juga Pict Jembatan Pedamaran I dan II :D

rilham2new
January 23rd, 2011, 12:21 PM
jadi jembatan ini akan lebih panjang dari jembatan Perawang yah ?? Siak emang enggak ada Matinya:okay:. Riau Pos memang Jawara nih dalam oemberitaan, gak banyak omong langsung kasih Bukti aja. ayo wartawan - wartawan Riaupos Group yanga da di Rohil ambil juga Pict Jembatan Pedamaran I dan II :D

Secara otomatis memang akan lebih panjang setidaknya di bentang utama.

Karena karakteristik sungainya lebih lebar. Dan akan lebih lebar lagi kalau Approaching Span nya lebih jauh, kayak Jembatan PErawang itu kan jauh, kalau dibandingkan dengan Tengku Agung Sultanah Latifah :D

Sama kayak kita mengurai JEmbatan yang melintang di atas Sungai Siak dari hulu ke ke hilir.

Sebut saja Jembatan Siak II yang tidak begitu panjang, kemudian Jembatan Siak I yang biasa saja. Jembatan Siak III sedikit lebih panjang. Jembatan Siak IV kemudian akan lebih panjang dari jembatan Siak II, I, ataupun III.

Geser lagi ke Maredan, Jembatan Perawang akan lebih panjang karena Sungai Siak nya lebih lebar. Masuk ke Siak Sri Indrapura, jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah... jembatannya agak sedikit lebih pendek (tapi tetap lebih panjang dari jembatan2 di Pekanbaru), lokasinya agak di belokan sungai (kata orang mirip "Teluk" :D ).

Geser lagi ke Sei Apit, wah itu udah bentar lagi dekat ke muara Sungai Siak :D ... Ya pastinya Sungainya makin lebar. Hehehe....

rilham2new
January 24th, 2011, 04:29 PM
Data Jalan Nasional, Provinsi, dan Kabupaten di Provinsi Riau per tahun 2006/2007
Sumber: www.riau.go.id

Screen capture
http://farm6.static.flickr.com/5220/5383989115_6763d74602_b.jpg

1. Kota Pekanbaru
Jalan Nasional: 54.15 km
Jalan Provinsi: 12.00 km
Jalan Kota: 2703.47 km

2. Kota Dumai
Jalan Nasional: 13.30 km
Jalan Provinsi: 1.62 km
Jalan Kota: 1139.19 km

3. Kabupaten Bengkalis
Jalan Nasional: 113.80 km
Jalan Provinsi: 150.08 km
Jalan Kabupaten : 1885.01 km

4. Kabupaten Siak
Jalan Nasional: 104.13 km
Jalan Provinsi: 234.88 km
Jalan Kabupaten : 1406.77 km

5. Kabupaten Kampar
Jalan Nasional: 174.09 km
Jalan Provinsi: 204.82 km
Jalan Kabupaten : 1856.56 km

6. Kabupaten Pelalawan
Jalan Nasional: 128.87 km
Jalan Provinsi: 179.61 km
Jalan Kabupaten : 1118.54 km

7. Kabupaten Rokan Hilir
Jalan Nasional: 114.20 km
Jalan Provinsi: 107.19 km
Jalan Kabupaten : 1828 km

8. Kabupaten Rokan Hulu
Jalan Nasional: 0 km
Jalan Provinsi: 379.27 km
Jalan Kabupaten : 1590.62 km

9. Kabupaten Indragiri Hilir
Jalan Nasional: 164.43 km
Jalan Provinsi: 217.73 km
Jalan Kabupaten : 1243.57 km

10. Kabupaten Indragiri Hulu
Jalan Nasional: 133.70 km
Jalan Provinsi: 86.25 km
Jalan Kabupaten : 1551.75 km

11. Kabupaten Kuantan Singingi
Jalan Nasional: 124.54 km
Jalan Provinsi: 308.20 km
Jalan Kabupaten : 1647.69 km

TOTAL PROVINSI RIAU
Jalan Nasional : 1126.11 km
Jalan Nasional Yang Telah Diaspal : 1058.11 km (93.96%)

Jalan Provinsi : 1854.15 km
Jalan Provinsi Yang Telah Diaspal : 1054.43 km (48.75%)
Jalan Provinsi Yang Dilapisi Kerikil : 704.84 km
Jalan Provinsi Yang Berupa Jalan Tanah : 403.55 km

Jalan Kota/Kabupaten : 17871.16 km
Jalan Kota/Kabupaten Yang Telah Diaspal : 4388.77 km (24.47%)
Jalan Kota/Kabupaten Yang Dilapisi Kerikil : 5580.47 km
Jalan Kota/Kabupaten Yang Berupa Jalan Tanah : 6812.81 km
Jalan Kota/Kabupaten BETON/SEMENISASI : 1189.91 km

NB: Data Kabupaten Bengkalis di atas juga mengikutsertakan kawasan Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah dimekarkan pada 2008-2009.

Dan tentu saja, Kepulauan Meranti dan Rokan Hulu adalah 2 kabupaten di Riau yang tidak disentuh Jalan Nasional sama sekali :). Berarti di Riau ada 5 kota kecamatan yang jadi kota sumber ekonomi tapi tidak terhubung Jalan Nasional. Sebut saja PERAWANG, UJUNGBATU, SEI GUNTUNG, SEIPAKNING, dan KUALA ENOK.... Ada kemungkinan bahkan Jalan Nasional pun sebenarnya tidak sampai ke Kota Tembilahan, bahkan hanya sampai kawasan Baganjaya saja.

Dan Pasirpengaraian, Selatpanjang, dan Bengkalis adalah 3 ibukota kabupaten yang dipastikan tidak dilalui Jalan Nasional sama sekali.

rilham2new
January 24th, 2011, 05:15 PM
Peta Jaringan Jalan Nasional Dan Provinsi Riau (2004)
Data dari DIRJEN BINA MARGA kementerian Pekerjaan Umum

http://farm6.static.flickr.com/5218/5384757932_21f5c2c41a_b.jpg

warna merah : Jalan Nasional
warna biru : Jalan Provinsi

jendry
January 25th, 2011, 07:20 AM
ADB Siap Bantu Keuangan Mega Proyek di Riau




metroriau.com PEKANBARU - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) akan menjadi donatur utama dalam rencana pembangunan mega proyek yang di Riau. Di antaranya, pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai dan jaringan kereta api atau rail way serta pelabuhan internasional.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Chairul Riski kepada sejumlah wartawan termasuk Metro Riau, Minggu (23/1). Menurut Riski, kepastian keterlibatan ADB dalam sejumlah mega proyek itu terungkap dalam pertemuan 4th Post Summmit Indonesia, Malaysia, Thailand Gold Triangle (IMT-GT) Planning Meeting di Koh Samui, Surat Thani, Thailand, akhir pekan lalu.

Dilanjutkan Riski, pada hari kedua pertemuan itu, delegasi Riau mulai membahas berbagai program dan proyek yang rencananya akan diimplementasikan pada tahun 2011. Salah satunya dimulainya proses pelepasan lahan untuk pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai.

Dalam pembahasan itu, disepakati ADB terlibat dalam membiayai rencana pembangunan sejumlah proyek. Untuk itu, ADB menginventarisir proyek-proyek yang akan dibiayai, termasuk proyek Jalan tol Pekanbaru-Dumai, rail way dan pelabuhan internasional.

"Kepastian pembiayaan masih harus mengikuti mekanisme dan prosedur internal di negara kita. Seperti, blue book Bappenas dan sebagainya. Selain itu, rapat juga membahas penerbangan regional dalam wilayah IMT-GT, yang memasukkan keberadaan Riau Air untuk berpartisipasi nantinya,"jelas Riski.

Ditambahkan Riski, IMT-GT juga membicarakan aspek lain. Di antaranya, harmonisasi aturan Custom Imigration Quarantine and Security (CIQS) serta isu kepariwisataan, bisnis, makanan (halal), pertanian dan kerangka rencana kerja sama IMT-GT dengan Jepang dan pihak lainnya. (dian alhadi)

jendry
January 25th, 2011, 07:37 AM
2010, Realisasi KUR di Riau Rp 1.035 Triliun



Dunia usaha kecil menengah di Riau tumbuh pesat dengan bantuan pemerintah. Realisasi Kredit usaha Rakyat (KUR) pada 2010 mencapai Rp 1.035 triliun atau naik 20 persen.

Riauterkini-PEKANBARU- Realiasasi pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2010 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Tercatat dana KUR yang tercairkan Rp 1.035 triliun atau naik sekitar 20 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang hanya Rp 800 miliar.

"Realisasi KUR tahun 2010 mengalami kenaikan sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2009. Nilainya mencapai Rp 1.035 triliun," ujar Kepala Dinas Koperasi usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Riau Raja Indra Bangsawan kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa (25/1/11).

Dipaparkan Indra, pencairan dana KUR tahun 2010 untuk Provinsi Riau diterima oleh 58.401 UKM. Sementara pada 2009 lalu, UMK yang menerima dana KUR hanya sekitar 42.000 unit.

Dijelaskan Indra, ada enam bank yang menjadi penyalur dana KUR, yakni Bank Syariah Mandiri, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN dan Bank Bukopin. untuk usaha mikro dengan pinjaman Rp 20 juta ke bawah, BRI yang paling tinggi penyalurannya. "Sementara selain BRI, lebih berkosentrasi menyalurkan dana KUR untuk pinjaman di atas Rp 20 juta," paparnya.

Lebih lanjut Indra mengatakan, bahwa realisasi KUR Provinsi Riau merupakan yang terbesar ketiga di Sumatera, sementara untuk nasional menempati urutan kedelapan. Di Sumatera yang paling tinggi adalah Sumatera Utara dan kedua, Sumatera Selatan.***(mad)

rilham2new
January 25th, 2011, 08:30 AM
ADB Siap Bantu Keuangan Mega Proyek di Riau




metroriau.com PEKANBARU - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) akan menjadi donatur utama dalam rencana pembangunan mega proyek yang di Riau. Di antaranya, pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai dan jaringan kereta api atau rail way serta pelabuhan internasional.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Chairul Riski kepada sejumlah wartawan termasuk Metro Riau, Minggu (23/1). Menurut Riski, kepastian keterlibatan ADB dalam sejumlah mega proyek itu terungkap dalam pertemuan 4th Post Summmit Indonesia, Malaysia, Thailand Gold Triangle (IMT-GT) Planning Meeting di Koh Samui, Surat Thani, Thailand, akhir pekan lalu.

Dilanjutkan Riski, pada hari kedua pertemuan itu, delegasi Riau mulai membahas berbagai program dan proyek yang rencananya akan diimplementasikan pada tahun 2011. Salah satunya dimulainya proses pelepasan lahan untuk pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai.

Dalam pembahasan itu, disepakati ADB terlibat dalam membiayai rencana pembangunan sejumlah proyek. Untuk itu, ADB menginventarisir proyek-proyek yang akan dibiayai, termasuk proyek Jalan tol Pekanbaru-Dumai, rail way dan pelabuhan internasional.

"Kepastian pembiayaan masih harus mengikuti mekanisme dan prosedur internal di negara kita. Seperti, blue book Bappenas dan sebagainya. Selain itu, rapat juga membahas penerbangan regional dalam wilayah IMT-GT, yang memasukkan keberadaan Riau Air untuk berpartisipasi nantinya,"jelas Riski.

Ditambahkan Riski, IMT-GT juga membicarakan aspek lain. Di antaranya, harmonisasi aturan Custom Imigration Quarantine and Security (CIQS) serta isu kepariwisataan, bisnis, makanan (halal), pertanian dan kerangka rencana kerja sama IMT-GT dengan Jepang dan pihak lainnya. (dian alhadi)

Wah ADB kayaknya sudah lumayan sering membantu Riau. JICA juga pernah membantu Riau.... Hmm

jendry
January 25th, 2011, 11:43 AM
Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir Terus Mengalir




halloriau.com BENGKALIS - Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Bengkalis mendukung penuh pembentukan provinsi Riau Pesisir sebagaimana didengung-dengungkan pasca pertemuan tokoh masyarakat dan pemuda dari sejumlah kabopaten/kota yang dilaksanakan di Dumai baru-baru ini. Salah satu dukungan tersebut mengalir dari tokoh pemuda di Kabupaten Bengkalis

Seperti diungkapkan salah seorang tokoh muda Kabupaten Bengkalis Dakeslim SE, Selasa (25/1). Menurut Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bengkalis ini, pembentukan provinsi Riau Pesisir sebagaimana tertuang dalam kesepakatan para tokoh-tokoh sejumlah kabupaten/kota di Dumai belum lama ini, seperti Dumai, Bengkalis, Rohil, Siak dan Meranti, adalah sesuatu yang layak dan dinilai tepat. Sudah saatnya kata Dakeslim, beberapa daerah di Riau pesisir, membentuk provinsi baru sebagai implementasi dan guna mewujudkan pemerataan pembangunan, terlebih lagi sejumlah kabupaten/kota di Riau pesisir, tingkat kesejahteraan masyarakatnya masih jauh dari harapan.

''Kami para pemuda di Kabupaten Bengkalis, mendukung penuh pembentukan provinsi Riau Pesisir ini. Dengan terbentuknya provinsi Riau Pesisir, justru akan mempercepat proses pemerataan dan pembangunan daerah, khususnya di kabupaten/kota yang bergabung dalam provinsi Riau Pesisir ini nantinya,''ujar Dakeslim.

Pria yang akrab disapa Ikes dan aktif di sejumlah organisasi ini menambahkan, melihat wilayah Riau yang ada saat ini sangat luas, maka sudah sangat layak jika Riau dimekarkan menjadi beberapa provinsi, salah satunya provinsi Riau Pesisir. Untuk itu, dia juga berharap agar seluruh komponen masyarakat, termasuk para pemuda yang ada di lima kabupaten/kota yang menyatakan diri ingin bergabung dalam pembentukan provinsi Riau Pesisir ini, harus bersama-sama berjuang dan mendukung lahirnya pembentukan provinsi ini.

''Saya menghimbau kepada seluruh pemuda yang ada di kabupaten/kota yang menyatakan tekad untuk bergabung dan membentuk provinsi Riau Pesisir, mari bersama-sama kita mendukung cita-cita dan perjuangan ini. Pembentukan provinsi Riau Pesisir bukanlah semata-mata untuk memisahkan diri dari Riau, tetapi adalah sebuah langkah dan upaya untuk mempercepat dan pemerataan pembangunan, yang pada akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,'' katanya.

Sebelum ini Sekretaris Jendral Komite Pembentukan Provinsi Riau Pesisir (KP2RP) Ir Salfian Daliandi juga menegaskan hal yang sama. Bahkan beliau turut menyebutkan jika langkah dan perjuangan pembentukan provinsi Riau Pesisir akan terus dilakukan. Termasuk akan segera melakukan kongres rakyat Riau Pesisir guna membulatkan tekad perjuangan ini.(Zul)




----


kenapa mereka gak memasukan inhil?
mungkin karna inhil kabupaten miskin di riau :D :D



kabupaten yang ingin membentuk provinsi itu adalah kabupaten super kaya di indonesia.. tapi dengan pembangunan NOL besar, mereka mengandalkan minyak, dalam periode 10 tahun kedepan juga bakal kering tu sumur minyaknya, coba aja pemimpin di daerah itu mampu mengelola APBD dan menggunakan untuk pembangunan tepat guna, bakal maju daerah sana, tapi :ohno:

kalau gak provinsi yang bangun daerah sana gak bakal ada pembangunan daerah sana mungkin yang sifat nya urgent, yang di bangun malah waterboom, itu bukan suatu pembangunan yang diprlukan dalam arti luas dari pemerintah...

visi yang di bawa untuk kemajuan daerah pun tidak jelas, lihat rohil,bengkalis,dumai... apa yang bisa di banggakan dari pembangunannya, kompleks perkantoran yang supermegah itu? bukan suatu kebutuhan rakyat.

saya hanya melihat cuma siak yang mau membangun, sedangkan kabupaten lain yang ingin memisahka diri itu, ibarat makan tidur aja kerjaaannnya.

syuhada21
January 25th, 2011, 12:49 PM
hahh.. mana mungkin berhasil..

pemerintah pusat udah bilang, ga akan ada provinsi baru dalam beberapa tahun ke depan. karena dengan pertambahan provinsi akan memboroskan APBN..

itu cuma isu dari segelintir orang yang hendak berkuasa jadi gubernur baru.. liat aja bengkalis tuh, katanya kaya tapi pembangunannya mana ? nyari SPBU aja susah setengah mati, pelabuhan seadanya.. padahal APBD besar gitu..

tak kesah lah ade provinsi baru..

Demi rakyat-demi rakyat, demi kantong pribadi yang ada..

jendry
January 25th, 2011, 01:39 PM
hahh.. mana mungkin berhasil..

pemerintah pusat udah bilang, ga akan ada provinsi baru dalam beberapa tahun ke depan. karena dengan pertambahan provinsi akan memboroskan APBN..

itu cuma isu dari segelintir orang yang hendak berkuasa jadi gubernur baru.. liat aja bengkalis tuh, katanya kaya tapi pembangunannya mana ? nyari SPBU aja susah setengah mati, pelabuhan seadanya.. padahal APBD besar gitu..

tak kesah lah ade provinsi baru..

Demi rakyat-demi rakyat, demi kantong pribadi yang ada..

dulu yang getol mendengungkan ini gak kepilih jadi kepala daerah habis itu dia mencalonkan diri lagi jadi anggota dewan gak pilih lagi :nuts:

tau kan, maksud dia DEMI KEPENTINGAN SIAPA nya. :bash:

aku mau bagaimana daerah tersebut menciptakan ide brilian dari pada membicarakan soal pemekaran.

ide brilian pernah muncul dari pak gubernur kita, di mana untuk pembangunan jembatan yang di siak itu membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga sangat tidak mungkin pada waktu pemerintah daerah dapat menganggarkan dana untuk pembangunannya, diminta ke pusat yang ada di cuek bebek kan saja..

dan dari kegelisahan itu muncul sebuah ide brilian dengan nama MULTY YEARS yang sekarang di pakai di seluruh provinsi di indonesia sekarang itu, dimana pada waktu itu daerah lain tidak pernah berpikir untuk ide ini karna mereka selalu berpikir satu proyek satu anggaran, namun untuk proyek - proyek besar di riau sangat tidak di mungkinkan dengan dana yang ada.. :)
itu adalah suatu ide yang patut di acungi beribu - ribu jempol.

ide itu muncul ketika kita mau manjalankan pembangunan bukan bagaimana kita mencaari ide baru membangun itu suatu yang sangat salah. :nuts:

dan contoh juga pak herman abdullah walikota pekanbaru, mampu merubah total wajah kota, dulu pekanbaru adalah kota paling kotor di provinsi riau mungkin juga di indonesia, tapi lihat sampai sekarang ini kota ini di sulap menjadi kota besar paling bersih di indonesia ini bertahun - tahun. :cheers:

dan juga mengubah kampung besar menjadi kota yang cukup berkembang pembangunannya, investasi mengalir di kota ini, dari kota yang tidak di kenal menjadi lumayan di kenal.

itu semua bukan semata - mata pekanbaru sebagai ibukota dan riau bukan semata - mata negeri kaya raya kata nya.?

tapi kota dan pembangunan itu di lakukan karna ada NIAT dari pemimpinnya untuk membangun,.

jangan sampai kita kembali pada masa orde baru, minyak melimpah ruah uang entah kemana, kenapa selalu berpikir berpisah.

hanya karan sebuah EGO negri tak tau mau di mana kemana. pembangunan daerah kita bukan saja dapat di lakukan tanpa harus menjadi kepala daerah,.

drie
January 25th, 2011, 03:38 PM
Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir Terus Mengalir




halloriau.com BENGKALIS - Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Bengkalis mendukung penuh pembentukan provinsi Riau Pesisir sebagaimana didengung-dengungkan pasca pertemuan tokoh masyarakat dan pemuda dari sejumlah kabopaten/kota yang dilaksanakan di Dumai baru-baru ini. Salah satu dukungan tersebut mengalir dari tokoh pemuda di Kabupaten Bengkalis


coba baca baik - baik, yang ngotot ingin Pisah dari Riau kan ( konon katanya elemen Masyarakat ) Bengkalis, seperti yang kita ketahui lah, gaya pemerintahan Bengkalis selama ini seperti apa, Pembangunan gak ada ( alias itu - itu aja lebih kurang sama dengan kampar lah ), Prestasi yang membanggakan dari bengkalis apa coba ?? :lol:, yah selain bengkalis yang juga ngotot ingin Pisah dari Riau siapa lagi kalau bukan Dumai, sama aj dengan bengkalis tuh.:lol:

bandingkan dengan kabupaten - kabupaten di pesisir riau yang bisa di katakan sukses dalam membangun kabupaten mereka, ( siak dan Rohil mungkin juga meranti ) kok gak begitu terdengar yang dengung pingin pisahnya, secara ketiga kabupaten ini merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Bengkalis kan ??:nuts:, bahkan ketika mendagri memiliki wacana ingin menyatukan kembali kabupaten - kabupaten pemekaran ke kabupaten Induk justru Siak dan Rohul ini yang menolak dengan keras wacana mendagri tersebut.

kasian yah elemen - elemen masyarakat itu

rilham2new
January 25th, 2011, 06:39 PM
coba baca baik - baik, yang ngotot ingin Pisah dari Riau kan ( konon katanya elemen Masyarakat ) Bengkalis, seperti yang kita ketahui lah, gaya pemerintahan Bengkalis selama ini seperti apa, Pembangunan gak ada ( alias itu - itu aja lebih kurang sama dengan kampar lah ), Prestasi yang membanggakan dari bengkalis apa coba ?? :lol:, yah selain bengkalis yang juga ngotot ingin Pisah dari Riau siapa lagi kalau bukan Dumai, sama aj dengan bengkalis tuh.:lol:

bandingkan dengan kabupaten - kabupaten di pesisir riau yang bisa di katakan sukses dalam membangun kabupaten mereka, ( siak dan Rohil mungkin juga meranti ) kok gak begitu terdengar yang dengung pingin pisahnya, secara ketiga kabupaten ini merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Bengkalis kan ??:nuts:, bahkan ketika mendagri memiliki wacana ingin menyatukan kembali kabupaten - kabupaten pemekaran ke kabupaten Induk justru Siak dan Rohul ini yang menolak dengan keras wacana mendagri tersebut.

kasian yah elemen - elemen masyarakat itu

Iya, menurut aku keadaan di Riau ini tidak menyedihkan sama sekali, sampai harus membentuk provinsi baru dan menggaungkan ketidaksetaraan pembangunan.

Apalagi Kabupaten makmur kayak Bengkalis :p.... Apa relevansinya??? Apanya yang gak setara??? Udahlah kabupatennya bergelimpangan swasta raksasa, penuh hasil sumber daya. Tiap tahun dapat DBH lebih tinggi dari Kabupaten/Kota lain di RIau bahkan Provinsi sekalipun. itu DBH nya dipakai buat apa ?? Standar hidup masyarakat Bengkalis secara rata-rata masih di atas Kabupaten manapun di Riau ini kecuali Pekanbaru dan SIak.

Apanya yang kurang beruntung , sih ?? :nuts:

Aku Tidak Suka Riau mengikuti langkah provinsi-provinsi di sekitar Riau yang hobi pemekaran! Saking senangnya, kabupaten ukurannya kecil-kecil, penduduknya pun cuman beberapa puluh ribu jiwa saja! Mending kalau ada penghasilan asli daerah, kalau masih menangguk dari APBN, belum lagi nanti bangun kantor baru dan sebagainya. Habis siap semua kantor-kantor tadi, pembangunan pun STOP... Mending gak usah ada pemekaran aja sekalian .....

Kalau cuman mau bagi-bagi kuasa politik, atas dasar sakit hati kalah Pemilukada, dan Camat ingin berlagak jadi Bupati, atau Bupati ingin berlagak jadi Gubernur. DUhhh NGACA lah ya .....

drie
January 26th, 2011, 04:50 AM
APBN Bantu Pengembangan Sarana PDAM Tirta Indragiri Rp 57 M

PDAM Tirta Indragiri di Inhil bersiap melakukan pengembangan sarana. Hal itu dimungkinkan dilakukan setelah mendapat kepastian bantuan APBN 2011 sebesar Rp 57 miliar.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Indragiri pada tahun ini mendapatkan kucuran dana dari APBN dengan total sekitar Rp 57 miliar.

Direktur PDAM Tirta Indragiri, Kemas Yusferi menyebutkan dana tersebut diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Bidang Cipta Karya dan Sumber Air Baku.

"Pada tahun ini kita mendapatkan kucuran dana bagi pembangunan waduk di Kecamatan Tempuling dan Kateman. Yakni dari Kementerian PU, yakni dari Bidang Cipta Karya diperkirakan sebesar Rp 24 miliar dan dari Bidang Air Baku berkisar Rp 15 sampai Rp 33 miliar," ungkap Direktur PDAM Tirta Indragiri, Kemas Yusferi kepada wartawan, Selasa (25/1/11).

Lanjut Kemas, pembangunan waduk yang dapat menampung ketersediaan air baku bagi PDAM sekitar 200 ribu kubik ini, nantinya juga akan dijadikan water boom dan kolam renang.

"Dana tersebut juga akan kita gunakan bagi pembangunan sarana dan prasarana pengembangan PDAM di wilayah Guntung (Kateman), Sapat (Kuindra), Seberang Tembilahan, Tembilahan, Lahang (Gaung), Enok, Tempuling dan Kempas," tandasnya.

Diharapkan, dengan dilakukan pengembangan sarana dan prasarana PDAM, maka kualitas air dan pelayanan kepada pelanggan semakin baik dan lancar.

"Saat ini Detail Engineering Design (DED) waduk tersebut sedang dikerjakan Bidang Air Baku Dinas PU Provinsi Riau," tambahnya. Waduk yang dibangun ini seluas 15 hektar diatas lahan 20 hektar.***(mar)

jendry
January 26th, 2011, 12:55 PM
Rencana Perbaikan Jalan Lintas,
Pemkab Siak Sharing Anggaran dengan Perusahaan Besar



Setelah sempat didemo masyarakat, akhirnya beberapa perusahaan besar beroperasi di Siak bersedia sharing dana dengan Pemkab Siak untuk memperbaiki Jalan Lintas Lago- Buatan II.

Riauterkini-SIAK- Wacana perbaikan jalan Simpang Lago-Buatan II yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Siak dengan melibatkan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Siak, Rabu (26/1/11) menggelar rapat di rumah kediaman Bupati Siak dan rapat langsung di pimpin Bupati Siak Arwin AS.

Rapat tersebut tersebut menghasilkan rekomendasi persentase biaya yang dibebankan kepada masing-masing perusahaan dalam upaya perbaikan dan peningkatan kelas jalan dari MST 10 ton menjadi MST 15 ton.

Selain itu dalam rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak Syahrul, Ketua Komisi III Abdul Muis Usman dan anggota DPRD lainnya Sunardi, Kadishub Kab.Siak Drs Nurmansyah,M.Si, Kadis PU Kab.Siak Aulia Aziz BE,MM, Camat Kerinci Kanan Arlisman, Camat Lubuk dalam Khairial Azmi, Camat Koto Gasib Zulkifli serta perwakilan berbagai perusahaan swasta antara lain dari PT RAPP, PT Musimas, PT Pertamina, PT Medco, PT Asian Agri, serta PT PTPN V.

Sesuai hasil rapat tanggal 22 Juli 2010 yang lalu antara Pemkab Siak dengan pihak perusahaan yang operasinya melalui jalan Simpang Buatan-simpang lago, menghasilkan rekomendasi menggunakan jasa pihak konsultan untuk mengumpulkan data estimasi biaya dan teknis yang dibutuhkan dalam perbaikan jalan tersebut.

Selain itu estimasi biaya serta persentase yang dibebankan kepada masing-masing perusahaan berdasarkan perkiraan tingkat kerusakan jalan yang dihasilkan.

Dari data yang diperoleh dari presentasi Kepala Dinas PU Kab.Siak dalam rapat tersebut, PT RAPP mendapat porsi paling besar 60 % dari keseluruhan estimasi biaya sesuai tingkat perkiraan kerusakan jalan yang disebebkan sebesar Rp. 132.952.294.860, disusul PT Musim Mas sebesar Rp. 33.238.073.715, PT asian Agri 22.158.715.810 serta PT Medco, PT Pertamina, dan PT PTPN dengan masing-masing nilai estimasi yang dibebankan Rp.11.079.357.905.

Menurut Kadis PU Kab.Siak Aulia Aziz, angka yang diperoleh ini merupakan tindak lanjut pertimbangan teknis yang diberikan oleh konsultan yang jasanya dipakai atas persetujuan bersama, selain itu rekomendasi teknis yang diberikan juga dalam bentuk peningkatan kualitas jalan menjadi 15 MST dari kondisi sebelumnya hanya 10 MST.

”Rapat terakhir menghasilkan keputusan peningkatan jalan menjadi 15 MST, kalau 10 MST diperkirakan hanya akan bertahan 6 bulan mengingat beban angkutan yang melintas diatasnya lebih dari 10 ton artinya melanggar aturan batas muatan dan bisa ditindak. Hasil survei yang dilakukan, didapati kesimpulan bahwa PT RAPP merupakan perusahaan yang unit angkutannya terberat dan volume kendaraannya cukup padat, sehingga di berikan beban estimasi biaya tersebut sebanyak 60 persen dari total biaya yang dibutuhkan. Kalau hal ini tidak mendapat perhatian serius dari semua pihak diperkirakan tanggal 1 bulan ini, masyarakat yang gerah akan melakukan unjuk rasa besar-besaran.” terang Kadis PU Siak.

Sementara itu perwakilan PT RAPP Dody dan Markus dalam rapat tersebut mengatakan, tuntutan Pemkab Siak melalui Dinas PU tersebut terkesan mendadak dan tidak termuat dalam hasil rapat sebelumnya, perwakilan PT RAPP tersebut juga mengatakan angka yang diberikan tersebut terlalu besar bagi perusahaannya.

”Sesuai hasil rapat sebelumnya yang sudah disetujui manajemen kami,RAPP tidak pernah mengeluarkan statemen siap menanggulangi berapapun biaya yang dibebankan, namun kami siap untuk sharing dana perbaikan jalan tersebut sebesar 25 persen dengan nilai 15 Miliar dengan kualifikasi 10 MST, sementara untuk perawatan jalan tersebut kami menghabiskan biaya sekitar Rp.500/tahunnya. Dengan perubahan keputusan rapat ini kami harus membicarakan lagi dengan top manajemen sebab kami dalam hal ini bukan pihak yang berwenang mengambil keputusan” ujar Markus.

Pernyataan Perwakilan PT RAPP tersebut juga senada dengan perwakilan PT Musim mas yang mengaku hanya dapat menganggarkan dana 9 Miliar untuk sharing biaya perbaikan jalantersebut. Namun berbeda halnya dengan PT Medco, melalui perwakilannya PT Medco menyatakan persetujuannya dalam memenuhi rekomendasi rapat tersebut sepanjang proporsional dan sesuai notulen rapat yang diberikan.

Melihat respon perwakilan perusahaan-perusahaan yang cendrung negatif tersebut, sempat memancing emosi perwakilan warga yang turut hadir dalam rapat tersebut. Salah seorang perwakilan masyarakat Koto Gasib yang dikonfirmasi bernama Amir bahkan mengatakan perusahaan tidak punya iktikad baik untuk melindungi kepentingan masyarakat.

"Kalau perusahaan tidak memenuhi tuntutan masyarakat maka tanggal 1 Februari ini akan memobilisasi massa untuk mengadakan unjuk rasa.Sudah habis kesabaran kami, sekian lama kami," ujar Amir tersebut.***(vila/rls)

syuhada21
January 27th, 2011, 01:31 AM
Iya, menurut aku keadaan di Riau ini tidak menyedihkan sama sekali, sampai harus membentuk provinsi baru dan menggaungkan ketidaksetaraan pembangunan.

Apalagi Kabupaten makmur kayak Bengkalis :p.... Apa relevansinya??? Apanya yang gak setara??? Udahlah kabupatennya bergelimpangan swasta raksasa, penuh hasil sumber daya. Tiap tahun dapat DBH lebih tinggi dari Kabupaten/Kota lain di RIau bahkan Provinsi sekalipun. itu DBH nya dipakai buat apa ?? Standar hidup masyarakat Bengkalis secara rata-rata masih di atas Kabupaten manapun di Riau ini kecuali Pekanbaru dan SIak.

Apanya yang kurang beruntung , sih ?? :nuts:

Aku Tidak Suka Riau mengikuti langkah provinsi-provinsi di sekitar Riau yang hobi pemekaran! Saking senangnya, kabupaten ukurannya kecil-kecil, penduduknya pun cuman beberapa puluh ribu jiwa saja! Mending kalau ada penghasilan asli daerah, kalau masih menangguk dari APBN, belum lagi nanti bangun kantor baru dan sebagainya. Habis siap semua kantor-kantor tadi, pembangunan pun STOP... Mending gak usah ada pemekaran aja sekalian .....

Kalau cuman mau bagi-bagi kuasa politik, atas dasar sakit hati kalah Pemilukada, dan Camat ingin berlagak jadi Bupati, atau Bupati ingin berlagak jadi Gubernur. DUhhh NGACA lah ya .....

dan aku pengen tau, siapa aja yang jadi tokoh-tokoh itu.. apa betul tokoh, atau cuma orang yang kalah pemiukada.. :bash::bash:

jendry
January 27th, 2011, 06:54 AM
z*lfan h*ri. diau tokoh penggagasnya dulu, cuma itu yang aku tahu.
dulu kalah pilkada kalau gak salah

syuhada21
January 27th, 2011, 07:44 AM
pantes... dulunya anggota d*wan bukan ?

niat pengen jadi pejabat.. buat kantong sendiri, akibat kalah di pemilukada..

dana kampanye tak balik modal..

drie
January 27th, 2011, 08:40 AM
^^ oh budak satu tu ?? patut lah, bukannya di bengkalis sendiri banyak yang gak suka ma dia yah :lol:

drie
January 27th, 2011, 08:45 AM
^^ udah ketebak lah ujung cerita wacana pemisahan Riau Pesisir, nanti ujung - ujungnya mendekatkan diri sama Pemerintah daerah ( maklum ingin di anggap jadi pemuka masyarakat :D ), kemudian perlahan - lahan daerah mulai menerima, dan isu pemekaran pun hilang dengan sendirinya, sama aja kayak orang kaya yang dulu ngotot melarang salah satu retail nasional masuk ke pekanbaru, dengan mengatasnamakan pedagangn kecil, tapi ujung - ujungnya mulai melunak juga dia, bahkan mulai mendekat dengan Pemprov biar di anggap sebagai salah satu pengusaha sukses yang ikut membangun Riau :lol:

jendry
January 27th, 2011, 09:59 AM
yang jelas dia gak kepilih sama daearah pemilihan dia sendiri...

rilham2new
January 27th, 2011, 01:03 PM
Dari DETIKFINANCE

Kamis, 27/01/2011 17:03 WIB
Perkuat Listrik Riau, PLN Pindahkan 7 Pembangkit di Jawa dan Madura
Akhmad Nurismarsyah - detikFinance

Jakarta - PT PLN (persero) berencana merelokasi atau memindahkan 7 pembangkit listrik di pulau Jawa dan Madura. Hal ini dilakukan demi memperluat sistem kelistrikan listrik di Riau serta sekaligus menambah keampuan pasokan daya di wilayah provinsi tersebut.

Demikian disampaikan oleh Manajer Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Banten (27/1/2011).

"Penambahan daya itu berasal dari 7 unit pembangkit listrik dari Jawa dan Madura ke wilayah Duri, Provinsi Riau," kata Bambang.

Bambang mengatakan proses relokasi pembangkit ini untuk tahap pertama akan segera direlokasi 4 unit pembangkit dengan total kapasitas 82 MW. Sisanya, pada tahap kedua, akan direlokasi sebanyak 3 unit pembangkit dengan total kapasitas 60 MW.

"Semua yang direlokasi tersebut merupakan PLTG (Pembangkit Listik Tenaga Gas). Sebanyak 4 pembangkit tahap pertama tadi diperkirakan akan direlokasi pada bulan September tahun ini. Sedangkan untuk 3 pembangkit sisanya akan menyusul pada tahun 2012," ucapnya.

Dijelaskan Bambang, keempat pembangkit yang direlokasi pada tahap pertama merupakan 1 unit PLTG Gilitimur yang berlokasi di Madura dengan daya mampu normal 20 MW, 1 unit PLTG Sunyaragi di Cirebon dengan daya mampu 18 MW, dan 2 unit PLTG Ciacap dengan daya mampu 2x2 MW.

Sedangkan untuk sisanya (3 unit) terdiri dari 1 unit PLTG Priok dengan daya mampu 20 MW yang berasal dari Madura dan 2 unit pembangkit combine cycle dengan daya 2x20 MW yang saat ini berada di Perak-Surabaya. "Selain relokasi, rencananya juga akan dilakukan sewa pembangkit di Dumai," tambah Bambang.

Sementara itu, Asisten Manajer Public Relation PLN, G. Wisnu Yulianto juga sempat mengatakan terkait hal ini. Rencana PLN merelokasi ketujuh unit pembangkit sedang memasuki tahap persiapan lahan.

"Saat ini listrik di Riau pas-pasan. Kalau satu pembangkit ada yang batuk maka akan berkurang kapasitasnya," ujar Wisnu kepada wartawan ketika ikut menghadiri media tour ke proyek PLTU Suralaya Unit 8 hari ini di Banten, Kamis (27/1/2011).

"Riau ini merupakan daerah yang kaya akan gas alam. Kalau relokasi PLTG dilaksanakan ke Duri, maka pemadaman bergilir di sana akan bisa teratasi," kata Wisnu.

Seperti diketahui, kelistrikan di wilayah Riau sejauh ini masih dipasok dari sistem kelistrikan sebesar 224 MW yang dihasilkan dari PLTA Koto Panjang, PLTG Teluk Lembu, IPP (Independent Power Producer/Pengembang Listrik Swasta) PLTG Riau Power, dan sewa genset.

Selain itu, Riau juga menerima pasokan listrik dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat berupa transfer listrik sebesar 106 MW.

Setelah proses relokasi unit 7 PLTG tersebut selesai dilakukan dan sudah dapat beroperasi dengan normal, diharapkan ada peningkatan sekuriti (keamanan) suplai listrik dan potensi adanya pengurangan biaya penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh PLN terhadap PLTG Teluk Lembu yang menggunakan HSD, dan juga pengurangan sewa genset.

Diperkirakan potensi penghematan dari dampak relokasi PLTG dapat mencapai kisaran Rp 860 juta per tahunnya.

(nrs/dnl)

rilham2new
January 27th, 2011, 04:51 PM
Dari RIAU

Jembatan Langgam Diberi Nama Lancang Podondang
Posted by idris on January 26, 2011
PrintFriendly

PANGKALANKERINCI (RP) – Lembaga Adat Kerapatan Melayu (LKAM) Pelalawan telah memberi nama jembatan Langgam, yaitu Lancang Podondang.

Hal ini dikatakan Sekretaris LKAM HT Nahar MSi kepada Riau Pos, Selasa (25/1) di Pangkalankerinci.

Menurutnya nama tersebut diambil berasal dari cerita rakyat Langgam dalam hikayat Ungge Bomban. Lancang Podondang merupakan nama perahu yang digunakan seorang tokoh dalam hikayat tersebut.

‘’Ya LKAM sudah memberikan nama untuk gedung-gedung, bangunan dan kawasan. Termasuk jembatan Langgam juga diberi nama sebagai Lancang Podondang. Yang diambil dari cerita rakyat Kecamatan Langgam, Ungge Bomban,’’ jelas Tengku Nahar, kemarin.

Pemberian nama ini dimaksudkan untuk mengabadikan nama-nama tokoh masyarakat dan pejuang di masa lalu yang tercatat dalam sejarah masyarakat Kabupaten Pelalawan. Tujuannya tak lain agar generasi muda mengenal sejarah darahnya sendiri.

‘’Agar tidak hilang dan lenyap ditelan oleh arus globalisasi dan modernisasi. Generasi muda sekarang perlu mencari dan melestarikan nilai-nilai sejarah dalam cerita rakyat yang ada di negerinya sendiri,’’ jelasnya.

Nama Lancang Podondang akan diresmikan pada saat peresmian pemakaian jembatan Langgam setelah proyek ini selesai. Meski belum diresmikan, menurutnya memandang LKAM perlu untuk melakukan sosialisasi lebih awal.

‘’Mengenai penggunaan nama tersebut tentunya dimulai bersamaan dengan peresmian jembatan Langgam. Waktunya tentu saja menyesuaikan dengan jadwal peresmian yang disusun oleh pemerintah daerah. Tapi kita perlu menyosialisasikan kepada masyarakat lebih dulu,’’ jelasnya lagi.

Lebih jauh lagi dijelaskannya bahwa pemberian nama pada sejumlah gedung, bangunan dan kawasan di Pelalawan telah dikukuhkan dengan Perda pada 2008 lalu.

Yaitu Perda No 3/2008 tentang nama-nama gedung dan kawasan penting di Kabupaten Pelalawan. ‘’Sebenarnya nama jembatan Langgam ini termasuk dalam Perda Nomor 3/2008 itu. Namun karena pada saat itu jembatan ini masih dalam proses pembangunan, kita belum sosialisasikan.

Nah sekarang jembatan Langgam sudah hampir selesai, makanya namanya perlu disosialisaikan sebelum diresmikan,’’ tuturnya.(bun)

rilham2new
January 27th, 2011, 04:54 PM
Peta Jaringan Jalan Nasional Dan Provinsi Riau (2004)
Data dari DIRJEN BINA MARGA kementerian Pekerjaan Umum

http://farm6.static.flickr.com/5218/5384757932_21f5c2c41a_b.jpg

warna merah : Jalan Nasional
warna biru : Jalan Provinsi

Simpang Lago itu sebuah simpang di Jalan Raya Lintas TImur Sumatra yang bisa tembus ke Simpang Buatan. Jalan ini pada tahun 2003, mayoritas masih jalan tanah. Tapi pada tahun 2008 udah diaspal semua, tapi kondisinya cukup parah di beberapa titik.

Dari RIAUPOS

Perusahaan Swasta Keberatan Perbaiki Jalan
Posted by idris on January 27, 2011
PrintFriendly

Laporan WIWIK WERDANINGSIH, Siak

Wacana perbaikan jalan Simpang Lago-Buatan II yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Siak melibatkan perusahaan swasta berujung permohonan penangguhan waktu dari perwakilan perusahaan hingga 15 hari ke depan untuk memberikan jawaban atas keputusan rapat init.

Hal ini terungkap dalam rapat yang digelar di aula kediaman Bupati Siak, Selasa (26/1). Rapat dipimpin langsung Bupati Siak Arwin AS menghasilkan rekomendasi persentase biaya yang dibebankan kepada masing-masing perusahaan dalam upaya perbaikan dan peningkatan kelas jalan dari MST 10 ton menjadi MST 15 ton.

Hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak H Syahrul, Ketua Komisi III Abdul Muis Usman, anggota DPRD lainnya Sunardi, Kadishub Siak Drs Nurmansyah MSi, Kadis PU Siak Aulia Aziz BE MM, Camat Kerinci Kanan Arlisman, Camat Lubuk dalam Khairial Azmi, Camat Koto Gasib Zulkifli, perwakilan berbagai perusahaan swasta yang diundang PT RAPP, PT Musim Mas, PT Pertamina, PT Medco, PT Asian Agri, serta PT PTPN V.

Sesuai hasil rapat 22 Juli 2010 lalu antara Pemkab Siak-pihak perusahaan yang operasinya melalui jalan Simpang Buatan-simpang Lago, menghasilkan rekomendasi menggunakan jasa pihak konsultan mengumpulkan data estimasi biaya dan teknis diperlukan dalam perbaikan jalan.

Dalam rapat itu juga menghasilkan estimasi biaya, persentase yang dibebankan ke masing-masing perusahaan berdasarkan perkiraan tingkat kerusakan jalan yang dihasilkan.

Dari presentasi Kepala Dinas PU Siak dalam rapat itu, PT RAPP mendapat porsi paling besar 60 persen dari keseluruhan estimasi biaya sesuai tingkat perkiraan kerusakan jalan disebabkan sebesar Rp132.952.294.860, disusul PT Musim Mas sebesar Rp33.238.073.715, PT Asian Agri Rp22.158.715.810 serta PT Medco, PT Pertamina, dan PT PTPN masing-masing nilai estimasi dibebankan Rp11.079.357.905.

Menurut Kadis PU Siak Aulia Aziz, angka yang diperoleh ini tindaklanjut pertimbangan teknis yang diberikan konsultan yang jasanya dipakai atas persetujuan bersama, selain itu rekomendasi teknis diberikan dalam bentuk peningkatan kualitas jalan menjadi 15 MST dari kondisi sebelumnya 10 MST.

Rapat terakhir menghasilkan keputusan peningkatan jalan menjadi 15 MST, kalau 10 MST hanya akan bertahan enam bulan mengingat beban angkutan melintas lebih dari 10 ton artinya melanggar aturan batas muatan dan bisa ditindak.

Hasil survei yang dilakukan didapati kesimpulan PT RAPP perusahaan yang unit angkutannya terberat dan volume kendaraannya cukup padat, diberikan beban estimasi biaya 60 persen dari total biaya diperlukan.

Perwakilan PT RAPP Dody dan Markus mengatakan, tuntutan Pemkab Siak melalui Dinas PU terkesan mendadak dan tak termuat dalam hasil rapat sebelumnya. Dikatakan angka yang diberikan terlalu besar bagi perusahaannya.

‘’Sesuai hasil rapat sebelumnya yang sudah disetujui manajemen, RAPP tak pernah mengeluarkan statement siap menanggulangi berapapun biaya yang dibebankan, namun siap untuk sharing dana perbaikan jalan 25 persen nilai Rp15 miliar, kualifikasi 10 MST.(azf)

rilham2new
January 27th, 2011, 06:08 PM
Dari Riau Pos 27 Januari 2011

* Menurut Bupati Siak H. Arwin AS, Jembatan Perawang akan diresmikan pada Februari 2011. Dan Jembatan Teluk Mesjid pula akan diresmikan pada April 2011.

Harap jangan ditunda lagi ya, pak... Ini scan beritany dari Riau Pos
http://farm6.static.flickr.com/5173/5393263070_190ce6a9f3_b.jpg

drie
January 28th, 2011, 05:52 AM
Gedun Baru Kantor Bupati Inhu Difungsikan

http://riauterkini.com/gambar/ihu.JPG


Kegiatan pemerintahan Pemkab Inhu resmi menempati gedung baru Kantor Bupati. Lokasinya tak berubah, hanya gedungnya baru setelah terbakar beberapa tahun lalu.

Riauterkini - RENGAT-Pasca terbakarnya gedung kantor Bupati Indragiri Hulu pada tahun 2006 lalu, Pemkab Inhu telah rampung merenovasi gedung tersebut dan saat ini siap untuk di tempati.

Dengan telah rampungnya gedung kantor Bupati tersebut Bupati Inhu Yopi Arianto dan beberapa pejabat lain di lingkungan Sekretariat Daerah bersiap untuk menempatinya.

Selain Bupati Inhu Yopi Arianto, pejabat yang akan menempati kantor baru tersebut antara lain Wakil Bupati Inhu H Harman Harmaini SH MM, Sekda Raja Erisman, Asisten I hingga III, Staf Ahli Bupati (5 orang) serta Kepala Bagian Umum dan staf.

“Namun Staf Ahli Bupati dan Bagian Umum akan menempati lantai satu. Sedangkan pejabat lainnya akan menempati lantai II,” ungkap Kepala Bagian Humas Setda Inhu, Hendri S.Sos didampingi Kasubag Rumah Tangga Setdakap Inhu Rudi Firnandi di Rengat, Kamis (27/1/11).

Selain itu, gedung Gerbang Sari yang berada di samping Kantor Bupati Inhu yang saat ini ditempati Bagian Administrasi Pemerintahan dan Bagian Pembangunan Setda Inhu akan kembali di fungsikan sebagai ruang pertemuan seperti sedia kala. Selanjutnya, dua Bagian tersebut akan menempati bekas ruang Bupati.

Ditambahkan Hendri dan Rudi, perubahan juga terjadi pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang akan berkantor di bekas Kantor Dinas Tata Ruang dan Tata Kota Inhu di Rengat. Sebelumnya BLH berkantor di komplek perkantoran Bupati Inhu, Pematangreba.

Sedangkan Kantor Disnaker dan Transmigrasi yang sudah bergabung dengan Dinas Sosial akan digunakan Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB. Sedangkan Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB yang lama akan ditempati Kesbangpol dan Penanggulangan Bencana.

Kemudian Kantor Satpol PP akan bertukar dengan kantor Disporabudpar dan Kantor Pengelolaan Pasar yang bergabung dengan Disperindag akan dijadikan kantor Bagian Kebersihan Pemkab inhu.

“Perubahan ini akan segera dilaksanakan, sehingga kegiatan setiap bidang dapat terlaksana secepatnya, dan perpindahan ini tidak mempengaruhi kinerja, ” ujar Kabag Humas.

Dari pantuan riauterkini, terlihat staf Bagian Umum dan Bagian Perlengkapan Setda Inhu mulai memindahkan berbagai barang dan perlengkapan kantor yang ada di ruang Bupati, Wakil Bupati, Sekda serta pejabat lainnya. Namun belum diketahui, mulai kapan para pejabat tersebut akan berkantor di gedung yang baru selesai renovasi tersebut.***(guh)

rilham2new
January 28th, 2011, 08:27 AM
Riau pos 27 Januari 2011.

Proyek 11 jaringan Listrik di Kuantan SIngingi TUNTAS
* Listrik Desa Pulau Kedundung
* Kawasan WIsma Hasanah Telukkuantan
* Sport Center
* Sekolah Pintar
* Ruas Jalan menuju Sekolah TInggi Agama Islam Kabupaten Kuansing
* dan lain-lain

http://farm6.static.flickr.com/5179/5392665005_af79e21a12_b.jpg

syuhada21
January 29th, 2011, 01:26 AM
alhamdulillah.. riau teraliri listrik sedikit demi sedikit..

tapi pembangkitnya gmn ?

rilham2new
January 29th, 2011, 05:09 AM
^^ Pertanyaan bagus .... Tapi, Riau akan segera disinggahi 80 MW di DURI ..... Itu tinggal pindahin mesin aja katanya.

Terus di sistem isolasi, kabarnya PLN udah mulai lah memasang pembangkit tambahan ..... Untuk Siak Sri Indrapura, akan ada tambahan juga dari Riau Power beberapa MW gitu.

drie
January 29th, 2011, 06:25 AM
^^ ia untuk pembangkit dengan daya kecil cukup banyak di bangun di Riau, namun untuk pembangkit dengan daya yang besar, ini yang langak. yang baru pasti dibangun dalam waktu dekat yah PLTU 2 x 100 MW di tenayan raya, itupun sampai sekarang masih belum juga di bangun lantaran masyarakat yang " Menumpang " di lahan Pemko tersebut berulah. sedangkan PLTU 2 X 300 MW yang sebelumnya direncanakan akan di bangun di peranap, bahkan sudah masuk proses Tender ke Tiga, " siPLN " yang berulah dan ingin meminbdahakn pembangunan tersebut ke jambi :ohno:

rilham2new
January 29th, 2011, 07:20 AM
^^ Sebenarnya juga lagi PROGRESS PLTU 2x10 MW di Pulau Bengkalis.

Dan juga PLTU 2x7 MW di Selatpanjang, Pulau Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti ...

rilham2new
January 29th, 2011, 07:45 AM
Dari RIAUPOS

Percepat Bangun 3 PLTU
Posted by idris on January 28, 2011

Laporan Adrian Eko, Pekanbaru ]
Rencana pembangunan tiga pembangkit listrik di Riau hingga saat ini masih berjalan. Namun begitu, beberapa di antaranya masih memiliki masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Di antaranya pembebasan lahan di Tenayan Raya untuk pembangunan PLTU 2×100 MW, serta proses tender yang belum tuntas untuk pembangunan PLTU 2×300 MW. Sementara itu, PLTG yang direncanakan akan dibangun di Duri hingga saat ini masih menunggu kehadiran mesin serta pasokan gas dari Jambi yang sudah disepakati.

Belum juga dibangunnya pembangkit listrik ini dinilai Pemprov Riau suatu keterlambatan. Pasalnya, beberapa dari pembangkit yang akan dibangun tersebut diproyeksikan untuk kesiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012.

Untuk itu, Pemprov berharap pembangunan pembangkit listrik ini dipercepat sehingga target tercapai.

‘’Sejak tahun lalu kita terus upayakan dapat izin pembagunan pembangkit listrik di Riau. Hasilnya dua di antaranya sudah dapat dibangun dan satu lagi sedang jalan. Namun sayang, beberapa di antaranya memang masih ada kendala dan kita harapkan masalah tersebut selesai. Pasalnya Pemprov menggesa pembagunan pembangkit ini,’’ terang Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit kepada Riau Pos Kamis (27/1) di Pekanbaru.

Menurutnya, saat ini memang elektrifikasi di Riau masih sangat rendah jika dibandingkan provinsi lainnya. Tertinggi elektrifikasi terdapat di Kota Pekanbaru sebagai sentra pemerintahan Riau, sementara terendah terdapat di dua kabupaten yang hanya mampu mencapa elektrifikasi 16 persen saja.

Bahkan sebelum pembangunan tersebut tuntas, elektrifikasi di Riau hanya mampu menampung 42,69 persen keperluan listrik. Karena hal tersebut, Pemorv berharap pembangunan tersebut digesa. Tidak hanya itu, diperlukan keseriusan dan komitmen dari pembangunan agar pembangkit tersebut berdiri sebelum pelaksanaan PON.

‘’Harus ada komitmen dari pengelola dan sesuai dengan prosedural. Karena itu kita berharap progres pembangunan bisa dilanjutkan sehingga tujuan tercapai. Masalah teknis dan kondisi lapangan juga diharapkan dapat selesai dan untuk masyarakat, karena ini adalah untuk kita semua, sebaiknya hal ini terus didukung,’’ terangnya.(rnl)