View Full Version : Part VII | Economy, Trade, and Business
yudibali2008 March 1st, 2011, 01:34 AM Top RI earners’ trust in business, media is up
March 01, 2011
The top 25 percent of Indonesians’ trust in business is up significantly since 2010 thanks to the nation’s stellar economic performance, a recent survey says.
According to a global survey by international public relations firm Edelman, Indonesia was the only country among those surveyed where trust in business increased over the past year, with 80 percent of respondents saying they trusted business, up 16 percent from 2010.
Trust in business remained steady in other countries in the region, while in the US respondents’ trust in business was 46 percent, an eight percent decline.
“The remarkable increase in trust in this year’s findings endorses the spectacular performance of Indonesian business in the past year,” Chadd McLisky, chairman of IndoPacific Edelman, said during a visit to The Jakarta Post on Monday.
Indonesia survived the global economic crisis that started in late 2008 resulting from sub-prime mortgage faults in the US.
Along with India and China, Indonesia has been called one of world’s major economies that was able to sustain positive economic growth in the wake of the crisis that left the world’s economic powerhouse, the US, in the doldrums.
Indonesia was expected to enjoy stable economic performance in the foreseeable future due to its solid economy fundamentals and sound monetary policy, something reflected in international credit rating agencies recent increases in the nation’s credit rating.
Despite rising confidence in business, McLisky said that this trust would fritter away if businesses failed to improve societal well-being.
While the survey found that respondents accepted that business had to make profits, they also demanded businesses work in alignment with society’s interests.
McLisky also said businesses had to exploit the increasingly diversified media world. “Business needs to engage with its information-savvy consumers both in terms of what it does and how it communicates to build trust,” he said.
The survey also found that the number of respondents who said they trusted the media jumped 11 percent to 86 percent, making the media the most trusted institution in Indonesia.
McLisky said respondents’ trust in the media had increased due to the Indonesian media’s active challenge of rampant corruption in the nation.
The 2011 Edelman Trust Barometer is the firm’s 11th global annual survey on trust and credibility, and its third in Indonesia. It gauges the state of respondents’ trust in business, media, government and NGOs.
The 2011 report surveyed 5,075 people in 23 countries, including 1,575 people in the Asia Pacific countries of Indonesia, China, India, Singapore, Japan, South Korea and Australia. Respondents surveyed were active followers of news and public policy and represented the top 25 percent of income earners.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/01/top-ri-earners%E2%80%99-trust-business-media.html)
yudibali2008 March 1st, 2011, 01:36 AM First wind farm to be built in Sukabumi
Feb 28, 2011
Local energy firm Viron Energy plans to build Indonesia’s first large-scale wind power plant in Sukabumi, West Java, this year, with a total capacity of 30 megawatts, an energy official said.
PLN renewable energy division head Muhammad Sofyan said last week that the Energy and Mineral Resources Ministry had approved the project and the company was waiting for the ministry to issue an official permit to begin construction.
“Next month we’ll sign the contract with the developer. The construction will take at least a year,” he said after a discussion on alternative energy for industries in Jakarta. He said PLN would buy the electricity produced by the firm at Rp 820 (9.2 US cents) per kilowatt-hour.
“The price is very good. The cost of producing electricity from oil-based fuels can reach Rp 2,400 per kilowatt-hour,” Sofyan said.
The location of the site is suitable for wind power generation as wind speed in the area is more than 6 meters per second, he said.
“The Sukabumi wind power plant will have a total generation capacity of 30 megawatts. But the first stage of the plant to be built will generate 10 megawatts,” Sofyan said.
The director general for new and renewable energy and energy conservation at the ministry, Luluk Sumiarso, who also attended the discussion, said that this year would herald rapid development of Indonesia’s renewable energy resources.
“Next month, in addition to the wind farm project, the government will also issue three letters ordering PLN to buy power from geothermal producers,” he said, adding that he was happy with PLN’s commitment to boost the use of alternative and renewable energy.
Many foreign and local investors expressed their interest in developing renewable energy in Indonesia, but the government would begin investing in projects in rural areas to lure in private investors, Luluk said.
“We plan to build several solar power plants in rural areas, not only at the household scale, but also at the community scale. We hope the construction of the wind farm can stimulate further investment,” he said.
Luluk said the Sukabumi project would be Indonesia’s first large-scale wind-generated power plant. :okay:
PLN has expressed its commitment to developing the use of renewable energy for electricity, particularly in the eastern part of the country where generating power from oil-based fuels cost Rp 3,000 per kilowatt-hour, Sofyan said.
In that part of the country, the prices of renewable energy are much more competitive,” he emphasized.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/02/28/first-wind-farm-be-built-sukabumi.html)
Aucostar March 1st, 2011, 05:11 AM India Investasi US$1 Miliar di Bali
Jakarta, (Analisa)
Investor India, GVK Power & Infrastructure Limited sepakat menginvestasikan sekitar satu miliar dolar AS untuk membangun bandara di Bali Utara.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, I Gusti Ngurah Putra, dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (28/2), mengatakan pihaknya telah bertemu dengan investor India tersebut untuk membicarakan sejumlah proyek yang akan direalisasikan di Bali. "Investor dari India ini juga siap membantu mempercepat pembangunan mega proyek di Bali lainnya seperti Garuda Wisnu Kencana (GWK) untuk mendukung kemajuan kepariwisataan di Bali," katanya.
Sebelumnya, Chairman and Managing Director GVK Power & Infrastructure Limited, Krishna Reddy, saat bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (23/2), mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana investasi satu miliar dolar AS untuk kepentingan itu.
"Kami menyiapkan dana sebesar satu miliar dolar AS untuk pembangunan bandara di Bali Utara. Kami juga akan membantu mega proyek di Bali lainnya seperti GWK untuk mendukung kemajuan kepariwisataan Bali," katanya. Krishna Reddy menambahkan, bahkan dana untuk membangunan sarana infrastruktur pendukung akan lebih besar lagi.
Sementara itu, Menbudpar mengatakan, realiasi investasi itu merupakan komitmen atas penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan India dalam rangkaian kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke India beberapa waktu lalu.
"Bandara Internasional Bali Utara merupakan salah satu dari item yang ditandatangani lewat memorandum of understanding (MoU)," kata Menbudpar.
Proyek bandara itu, menurut Menbudpar, sangat menjanjikan bagi rakyat Indonesia sehingga pemerintah terus mendorong agar mereka segera bekerja karena bagaimana pun masih banyak daerah tertinggal di Bali Utara.
"Dengan adanya proyek lapangan terbang ini berbagai sektor akan tumbuh dan infrastruktur terbangun seperti hotel, dan ini nantinya akan menjadi bagian kehidupan bagi masyarakat Bali Utara," kata Menbudpar.
Ia juga mengajak masyarakat Bali Utara mendukung realisasi proyek itu misalnya kalau ada di antara warga yang tanahnya menjadi lokasi proyek maka Menbudpar berharap tanahnya dilepas dengan harga yang wajar, jangan terlalu murah dan jangan juga terlalu mahal sehingga proyeknya dapat berjalan.
Menbudpar mengingatkan agar dalam proses pembangunan Bandara tersebut, investor banyak melibatkan masyarakat Bali Utara sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat secara langsung. Pembangunan bandara internasional di Bali Utara diharapkan akan selesai pada 2014.
Bandara itu dibangun dengan tujuan untuk menurunkan tingkat kepadatan arus Bandara Ngurah Rai di Bali Selatan yang telah masuk kategori "overcrowded". (Ant)
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=87433:india-investasi-us1-miliar-di-bali&catid=26:nasional&Itemid=44
David-80 March 1st, 2011, 09:20 AM ^^ @aucostar, please provide the link of the article.
cheers
yudibali2008 March 2nd, 2011, 01:07 PM Mitsubishi Investasi US$20 Miliar di Indonesia
02 Maret 2011
JAKARTA--MICOM: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, Mitsubishi Corporation berkomitmen menanam investasi US$18-20 Miliar di empat proyek di Indonesia.
"Investasi tersebut akan direalisasikan dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan," kata Gita usai pertemuan dengan delegasi Mitsubshi Corp dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Rabu (2/3).
Salah satu proyek yang diminati adalah proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Donggi-Senoro, Sulawesi Tengah.
Kelanjutan investasi di Donggi-Senoro merupakan satu dari empat komitmen Mitsubishi Corporation.
Perusahaan asal Jepang itu juga akan melakukan co-investasi dengan Eramet di Teluk Weda, Halmahera. Proyek pembangunan di sana adalah proyek smelter pembangkit listrik untuk kepentingan feronikel senilai US$5 miliar.
Investasi ketiga adalah Metropolitan Priority Area (MPA) yang masterplan-nya telah dibuat untuk periode 2010-2025.
Investasi terakhir adalah di sektor otomotif. Mereka mau meningkatkan produksi dan penjualan dalam lima tahun tahun ke depan. "Mereka targetkan penjualan 2 juta unit mobil,” ujarnya. (Nav/OL-9)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/02/207312/21/2/Mitsubishi-Investasi-US20-Miliar-di-Indonesia)
yudibali2008 March 2nd, 2011, 01:13 PM Susi Air Operasikan Simulator Pesawat Pertama di Asia Pasifik
02 Maret 2011
http://images.detik.com/content/2011/03/02/4/susi-air-dalam.jpg
Jakarta - Maskapai penerbangan lokal, Susi Air siap mengoperasikan Simulator FFT X Pesawat Cessna Grand Caravan di sekolah pilotnya, Susi Training Center. Simulator pesawat Grand Caravan ini merupakan yang pertama di Asia Pasifik.
"Diharapkan dengan Simulator FFT X Mechtronix, Susi Training Center dapat mendukung kebutuhan training pilot pesawat Cessna Caravan di Indonesia dan juga di Asia Pasifik," kata pendiri sekaligus CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (2/3/2011).
Simulator Grand Caravan yang dipersiapkan untuk Susi Training Center ini akan menjadi simulator Grand Caravan pertama di Asia Pasifik, dan kedua di dunia setelah di Amerika.
Simulator baru ini akan dipasang di sekolah penerbangan yang terletak di Pangandaran itu pada triwulan IV tahun ini dan akan dirancang mengacu kepada JAR-FSTD A FTD Level 2 dan standar FNPT II MCC.
"Ini akan menjadi simulator pertama di sekolah penerbangan kami. Dengan sifatnya yang terbuka, kami percaya bisa membantu pelatihan pilot-pilot lain di regional," ujarnya.
Susi Air dibentuk pada tahun 2004 oleh suami-istri Susi Pudjiastuti dan Christian von Strombeck untuk membantu komunitas nelayan di bagian barat Indonesia mengantarkan produk ikan segarnya ke pasar Asia.
Susi Air secara singkat menjadi maskapai yang megoperasikan pesawat Cessna 208 Caravan terbanyak di Asia Pasifik. Susi Air terus tumbuh dan kini tercatat pangsa pasarnya sudah mulai menggeser Merpati Nusantara.
Armada yang dimiliki Susi Air sata ini 23 Cessna Caravan (17 sedang dalam pemesanan), 5 Pilatus PC-6 Porter, 3 Piaggio Avanti II dan 2 Agusta helikopter.
(ang/ang)
Detik Finance (http://www.detikfinance.com/read/2011/03/02/164422/1583146/4/susi-air-operasikan-simulator-pesawat-pertama-di-asia-pasifik?f9911033)
-------------------------------------------------------------------------------
Wow...nggak nyangka Susi Air bisa sebesar ini :cheers:
Aucostar March 2nd, 2011, 06:05 PM RI forex reserves exceed US$100 billion: BI
The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 03/02/2011 9:34 PM
Bank Indonesia governor Darmin Nasution said Wednesday that Indonesia's foreign exchange reserves now exceeded US$100 billion.
“Having US$100 billion means we're in a situation where we have insurance in facing the turmoil of global financial markets,” he said, as quoted by Antara news agency.
“Reaching this point gives us some confidence that we're on the right track and that we're heading to investment grade.”
Darmin said the current amount of foreign exchange reserves was strong enough to shield Indonesia from any sudden reversals.
He said earlier that reserve funds might total $120 billion by the end of the year.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/02/ri-forex-reserves-exceed-us100-billion-bi.html
yudibali2008 March 3rd, 2011, 03:24 PM Lippo Karawaci Siap Operasikan 50 Mal Dalam 5 Tahun
02 Maret 2011
JAKARTA: Pengembang PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana akan mengoperasikan 50 mal, yang tersebar di seluruh Indonesia, dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.
"Visi divisi Retail Malls LPKR adalah memiliki 50 mal dalam 5 tahun dan untuk merealisasikan hal tersebut dalam tiga tahun ke depan, LPKR akan membangun 15 mal baru," ujar Michael Riady, Chief Executive Officer Divisi Retail Malls LPKR, pada rilis yang diterima Bisnis, hari ini.
LPKR, sambungnya, akan membangun 15 mal baru di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia. Pengembangan mal terbesar akan dilakukan di Jakarta dengan total luas keseluruhan ruang sewa mencapai 380.000 m2.
Luasan mal ini akan tersebar pada proyek superblok The St. Moritz, mal ritel di Cempaka Putih, Kemang Village mal, dan mal retail di Salemba. Adapun sisanya akn dibangun di Surabaya seluas 61.000 m2, di Kuta Bali seluas 33.300 m2, dan kompleks ritel lainnya di Medan, Palembang, dan Yogyakarta.
Melalui pengembangan 15 mal itu, ungkapnya, LPKR akan menambah suplai ruang ritel sewa seluas 570.000 m2. "Ini diharapkan akan menciptakan peluang bagi peritel untuk berkembang di Indonesia serta menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat disekitarnya."
Perusahaan seperti diungkapkan oleh Michael, saat ini telah mencapai kesepakatan dengan beberapa kelompok ritel terbesar di pasaran, salah satunya seperti Mitra Adi Perkasa (MAP). Tujuannya untuk memberikan pengalaman ritel yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dia menambahkan saat ini LPKR merupakan pengembang dan operator mal terbesar di Indonesia, yang memiliki dan mengelola 25 mal di seluruh Indonesia. (gak)
Bisnis.com (http://www.bisnis.com/infrastruktur/properti/14697-lippo-karawaci-siap-operasikan-50-mal-dalam-5-tahun)
nick_1212 March 4th, 2011, 01:12 AM [SIZE="5"]
[B]Wow...nggak nyangka Susi Air bisa sebesar ini :cheers:
^^ SusiAir itu perusahaan perikanan itu kan?
yang ngirimnya pake pesawat gara2 mahalnya transportasi darat...
salut... tak mau mengeluh dengan transportasi, malah dapat solusi yang menguntungkan....
padahal yang punya hanya orang2 biasa..
yudibali2008 March 4th, 2011, 01:45 AM ^^
benar bro, mereka memang spesialis utk sarana pengangkutan komoditi perikanan utk kawasan asia pasifik.
"Susi Air was founded in late 2004 by Susi Pudjiastuti and Christian von Strombeck to service the local fishing communities of Western Indonesia and enable them to quickly supply lobsters and fresh fish to many markets in Asia. 2 Cessna Caravan were ordered and delivered in late 2004 from the factory to Indonesia."
utk lengkap profil Susi Air bisa klik disini (http://susiair.com/history.htm) :)
yudibali2008 March 4th, 2011, 02:06 PM Cadangan Devisa Tembus Rekor US$101,8 Miliar
04 Maret 2011
JAKARTA--MICOM: Cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$101,8 miliar per 3 Maret 2011. Jumlah tersebut setara dengan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negri pemerintah.
Demikian yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah melalui siaran pers, Jumat (4/3). "Posisi (cadangan devisa) per 3 Maret 2011 tercatat sebesar US$101,8 miliar atau setara dengan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negri pemerintah," katanya.
Pencapaian cadangan devisa tersebut seiring dengan prospek ekonomi global yang membaik tersebut berdampak positif terhadap perekonomian domestik, terutama melalui jalur ekspor yang akhir-akhir ini meningkat. Demikian juga halnya dengan impor yang meningkat didorong oleh masih kuatnya permintaan domestik dan internal.
Sementara konsumsi rumah tangga dan investasi masih meningkat meskipun tidak sekuat kuartal sebelumnya. Menurut Difi, perkembangan tersebut mendukung kinerja transaksi berjalan yang diperkirakan mencatat surplus cukup besar pada kuartal 1 2011.
"Transaksi modal dan finansial diperkirakan mencatat surplus sejalan dengan masih kuatnya aliran modal masuk, termasuk PMA (penanaman modal asing)," katanya.
Namun Rapat Dewan Gubernur BI berpandangan prospek ekonomi dunia yang terus membaik masih dibayangi oleh tekanan inflasi yang meningkat sejalan dengan tingginya harga minya dan komoditas pangan dunia.
Difi mengatakan tekanan inflasi yang semakin tinggi tidak hanya dihadapi negara ekonomi berkembang (emerging market) tapi juga dihadapi negara maju.
"Menghadapi tekanan inflasi yang meningkat tersebut, pengetatan kebijakan moneter tidak hanya terjadi di negara-negara emerging market tetapi juga mulai diikuti oleh negara-negara maju," tambahnya. (*/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/04/207840/20/2/Cadangan-Devisa-Tembus-Rekor-US1018-Miliar)
yudibali2008 March 4th, 2011, 02:43 PM Pertamina to build lubricant plant overseas
March 03, 2011
State oil and gas firm PT Pertamina announced Thursday that it planned to deploy a lubricant plant in an Asian country with a total investment of around US$35 million (Rp 308 billion).
The company’s product and business development manager, Andria Nusa, said Pertamina was currently conducting feasibility studies in Japan and China to determine the best place to construct the plant.
“Japan and China have recently become the sexiest markets in Asia. The people in the two countries have high purchasing power, demand a high quality of service and are quality oriented,” he told reporters after a seminar at the company’s office in Jakarta.
This year, Pertamina has committed to boost lubricant sales to 546,000 kiloliters or increase 20 percent from 458 kiloliters in 2010, he said. The company also planned to penetrate into other countries’ markets such as Saudi Arabia and Germany in 2011.
“We’re now studying the possibility of entering the markets of Saudi Arabia and European countries, such as Germany,” Andria reported.
He added that currently, Pertamina’s lubricants had been sold in 10 countries including Belgium, Pakistan, United Arab Emirates, Myanmar, Singapore, Taiwan, the Philippines and Australia.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/03/pertamina-build-lubricant-plant-overseas.html)
yudibali2008 March 4th, 2011, 02:45 PM ADB to funnel $500 m for RI geothermal power plants
March 02, 2011
Indonesia will receive a US$500 million (Rp 4.4 trillion) loan from the Asian Development Bank (ADB) to build three geothermal-fired power plants with a total capacity of 165 megawatts, a senior official says.
The secretary to the alternative and renewable energy and energy conservation director general at the Energy and Mineral Resources Ministry, Djajang Sukarna, said Wednesday that the power plants would be constructed in Sungaipenuh in Jambi, Karaha in West Java and Mataloko in East Nusa Tenggara.
“We’ll sign the deal in late 2011 and start construction of the power plants next year,” he said on the sidelines of a meeting with ADB and the National Development Planning Board (Bappenas) in Jakarta.
He said Pertamina Geothermal Energy (PGE), a subsidiary of state oil and gas firm Pertamina, would handle the upstream operation at the Sungaipenuh power plant, while state electricity company PT PLN would handle the downstream operation.
“At the Karaha power plant, all businesses will be operated by PGE. For the Mataloko plant, PLN will take full control,” said Djajang.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/02/adb-funnel-500-m-ri-geothermal-power-plants.html)
Aucostar March 5th, 2011, 03:03 AM Hatta: 20 Pengusaha Spanyol Siap Investasi
Jakarta (Analisa)
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan sebanyak 20 pengusaha asal Spanyol siap berinvestasi di Indonesia pada sektor energi, pembangkit listrik, transportasi dan telekomunikasi, infrastruktur jalan, jalur kereta api, dan manufaktur.
"Mereka serius menanamkan modal di sini setelah melihat prospek investasi di Indonesia sangat besar yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten," kata Hatta usai memimpin Rapat Koordinasi tentang "Program Rightsizing BUMN" di Jakarta, Kamis (3/3).
Menurut Hatta, rencana kerjasama investasi tersebut disampaikan saat kunjungan Sekretaris Negara Perdagangan Luar Negeri Spanyol, Alfredo Bonet bersama sejumlah delegasi bisnis Spanyol ke Indonesia untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Kementerian Perdagangan RI.
Hatta menjelaskan, dalam meningkatkan kerjasama bilateral antar kedua negara, pemerintah Spanyol dan para delegasinya menginginkan adanya addendum untuk memperbarui kembali sejumlah kesepakatan investasi yang sudah dijalankan sehingga semakin tercipta pola hubungan strategis kemitraan.
Kedua pihak membahas situasi ekonomi masing-masing kedua negara, isu bilateral yang dapat ditingkatkan baik dari sisi jumlah maupun kualitas investasi.
Menurut catatan Kementerian Perdagangan, pada periode Januari-November 2010, total perdagangan kedua negara mencapai 2,18 miliar dolar AS, meningkat 12,61 persen dibanding periode yang sama 2009 sebesar 1,94 miliar dolar AS.
Neraca perdagangan periode Januari-November 2010 tercatat bahwa Indonesia mengalami surplus sebesar 1,62 miliar, tumbuh sebesar 9,60 persen dibanding periode sama 2009 surplus sebesar 1,48 miliar dolar AS.
Spanyol menempati posisi ke-14 negara tujuan ekspor Indonesia dengan komoditi utama meliputi copper ores and concebtrates, coal, briquettes, palm oil, natural rubber, industrial monocarboxylic fatty acids, video recording or reproducing apparatus.
Sementara impor Indonesia dari Spanyol antara lain other aircraf (helicopters, aeroplanes), unwrought aluminium, new pneumatic tyres, transmission apparatus for radiotelephony, acyclis hydrocarbons, medicaments, cigarette paper.
Hatta menambahkan, khusus untuk industri penerbangan, pabrikan pesawat Cassa mengalihkan basis produksi ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan mengembangkan tiga jenis pesawat Casa versi baru dan dua jenis turbo propeller. (Ant)
http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=87818:hatta-20-pengusaha-spanyol-siap-investasi&catid=26:nasional&Itemid=44
Mehome March 6th, 2011, 11:05 AM BI siapkan cadangan devisa emas
PURWAKARTA: Bank Indonesia menyiapkan komoditas emas sebagai bagian dari pencadangan devisa yang akan dibeli dari pasar.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengungkapkan bank sentral selalu menggelar pembelian emas secara bertahap. "Kami berhati-hati untuk masuk ke pasar. Pasar pasti mendengar kalau bank sentral membeli emas karena jumlahnya besar," ujarnya akhir pekan lalu.
Dia menuturkan bank sentral juga menyiapkan yen, euro, dan sejumlah mata uang lainnya sebagai bagian dari cadangan devisa.
"Pembayaran utang luar negeri juga dilakukan dalam bentuk mata uang lain. Kami sediakan sejumlah mata uang lain supaya keperluan pembayaran utang dan transaksi luar negeri bisa terpenuhi."
Halim mengungkapkan jumlah cadangan devisa mencapai level US$101,8 miliar. "Sejumlah analis telah memperkirakan jumlah cadangan devisa mencapai US$120 miliar sampai dengan akhir tahun."(yn)
http://www.bisnis.com/finansial/perbankan/15051-bi-siapkan-cadangan-devisa-emas
Mehome March 6th, 2011, 12:54 PM Caterpillar Denies Plans for New Factory in Indonesia
Caterpillar Inc. is denying statements from Indonesia that it plans to build a new factory in Indonesia, according to a spokesman for the world's largest maker of heavy equipment.
"We have not announced, neither to the Indonesian government nor otherwise, that we plan to build a new factory in Indonesia," Caterpillar spokesman Jim Dugan said.
Earlier, Indonesian investment chief Gita Wirjawan said that the Peoria, Illinois-based company planned to build a new manufacturing plant in Indonesia, an investment of $500 million to $1 billion.
Caterpillar has a factory in Indonesia that employs about 200 people making bulldozers and excavators.
"Anywhere in the world where we have a presence there is always a possibility that we could increase our presence in that location, but beyond that there is nothing new to add," Dugan said.
Reuters
http://www.thejakartaglobe.com/business/caterpillar-denies-plans-for-new-factory-in-indonesia/426722
yudibali2008 March 7th, 2011, 06:50 AM Spanyol Lirik Investasi Infrastruktur RI
06 Maret 2011
JAKARTA--MICOM: Peluang investasi sektor infrastruktur nasional dilirik juga oleh investor asal negeri matador, Spanyol. Selama ini, pemodal dari negara Eropa itu dinilai piawai dalam pengembangan infrastruktur jalan, pelabuhan, maupun bandar udara.
"Untuk nilai investasinya saya belum tahu dan untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah akan mengundang investor asal Spanyol itu pada konferensi infrastruktur yang bakal digelar 12 April mendatang," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan, di Jakarta, Sabtu (5/3).
Menurutnya, guna pengembangan proyek bandara, sejumlah investor seperti dari Korea Selatan dan India juga berniat untuk berinvestasi di Indonesia. PT Angkasa Pura I akan menggandeng pengelola Bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan untuk membenahi Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.
"Selain Bandara Juanda, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga berencana membenahi Bandara Ngurai Rai, Denpasar, Bali, yang pelaksanaannya akan dimulai April tahun ini. Bandara lain yang sedang dalam target pembenahan adalah Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah," ujar Gita.
Lebih lanjut, pembenahan sejumlah Bandara di Indonesia mendesak untuk dilakukan. Sebab, bandara-bandara tersebut selama ini terus mengalami peningkatan volume penumpang sehingga kondisi bandara sudah tidak nyaman lagi.
"Untuk pembenahan kedua bandara tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp5,6 triliun," pungkas Gita. (Jaz/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/06/208129/21/2/-Spanyol-Lirik-Investasi-Infrastruktur-RI)
yudibali2008 March 8th, 2011, 01:47 AM AT&T Garap Sistem Komunikasi Data di Indonesia
07 Maret 2011
http://kaltim.tribunnews.com/foto/berita/2011/3/7/at.jpg
JAKARTA, tribunkaltim.co.id - AT&T akan menjadi perusahaan asing pertama yang bakal mengelar layanan sistem komunikasi data (siskomdat) di Indonesia. Perusahaan telekomunikasi asal AS tersebut telah mengajukan izin penyelenggaraan layanan yang masih diproses saat ini.
Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Gatot S Dewobroto mengatakan, PT AT&T Indonesia sudah mengantongi izin prinsip dari Kemkominfo untuk layanan sistem komunikasi data. Selanjutnya, tinggal menunggu izin penyelenggaraan.
"Kami masih melakukan evaluasi sebelum bisa mengeluarkan izin penyelenggaraan," ungkap Gatot seperti dilansir situs web Kontan, Senin (7/3/2011).
Gatot mengatakan pendirian perusahaan di bidang multimedia itu memungkinkan dilakukan oleh asing sesuai dengan Perpres No 36 Tahun 2010 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI). Untuk siskomdat, kepemilikan asing diizinkan hingga maksimal 95 persen. Perusahaan yang akan dibangun itu juga berusaha memaksimalkan aturan itu dan hanya dimiliki oleh investor domestik sebesar 5 persen.
Siskomdat merupakan salah satu bagian dari jasa multimedia seperti halnya ISP, NAP, dan VoIP. Namun siskomdat lebih banyak dipergunakan bagi komunikasi data perusahaan untuk mempermudah pengumpulan, pengolahan, dan distribusi data.
Setelah AT&T, terbuka peluang bagi banyak perusahaan asing lain untuk menyusul masuk ke bisnis sikomdat. AT&T sendiri sebetulnya bukan perusahaan baru di Indonesia. Mereka juga terlibat dalam pendirian perusahaan telekomunikasi PT Indosat Tbk.
"AT&T berkomitmen melayani pasar Indonesia dengan solusi jaringan berkualitas tinggi. Kami menyediakan beragam layanan, yang diimplementasikan para insinyur AT&T yang berpengalaman," demikian pernyataan AT&T dalam situsnya. Saat ini, AT&T menggandeng PT Sistelindo Mitralantas sebagai mitra di Indonesia.
Tidak cuma asing, siskomdat juga menjadi daya tarik bagi perusahaan domestik. PT Telkom, kata Gatot, juga dalam fase pengajuan izin prinsip.
Sampai saat ini, sudah ada 9 perusahaan yang telah mengantongi izin penyelenggaraan siskomdat. Mereka adalah PT Sejahtera Globalindo, PT Sistelindo Mitralintas, PT Centrin Nuansa Teknologi, PT Berca Hardaya Perkasa, PT Dini Nusa Kusuma, PT EDI Indonesia, PT Imani Prima, PT Patrakom, dan PT Aplikanusa Lintasarta.
Perusahaan-perusahaan itu, menurut Gatot, merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh investor domestik
Tribun News (http://kaltim.tribunnews.com/2011/03/07/att-garap-sistem-komunikasi-data-di-indonesia)
yudibali2008 March 8th, 2011, 01:50 AM Huawei Marine Garap Serat Optik RI-Malaysia
07 Maret 2011
JAKARTA: Huawei Marine Networks Co. Ltd, perusahaan penyedia serat optik bawah laut, memenangkan tender Batam-Dumai-Malaka (BDM), sebuah proyek infrastruktur kabel bawah laut yang akan menyediakan sistem solusi turnkey [sistem komputer].
Chief Financial Officer Huawei Marine Zhou Jin mengatakan pproyek tersebut merupakan suatu kehormatan bagi Huawei Marine untuk mendapatkan kontrak membangun sistem jaringan tersebut.
“Dengan transmisi teknologi yang terbaru dan juga dukungan dari perusahan induk kami Global Marine System Limited, kami percaya bahwa sistem ini akan membawa kekuatan yang solid, dan juga komunikasi data berkapasitas tinggi bagi Malaysia dan Indonesia,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, hari ini.
Proyek BDM akan melengkapi sistem kabel antara Malaka (Malaysia) dengan Dumai dan Batam (Indonesia) pada kuartal IV tahun ini.
Penyelesaian proyek ini akan menghadirkan teknologi komunikasi bawah laut bagi Malaysia dan Indonesia, dengan menyediakan peningkatan bandwidth bagi kedua negara.
Menurut dia, sistem BDM ini akan melintasi Selat Malaka, sebuah area yang super sibuk akan lalu lintas jalur kapal laut disertai dengan arus ombak yang kuat.
Area ini didominasi dengan kedalaman air yang dangkal sekitar 60 meter. Rute kabel mempunyai 8 jalur pipeline dan kabel dalam laut yang saling melintasi dengan jarak yang dekat.
Proyek tersebut bekerja sama dengan Telekom Malaysia, PT XL Axiata Tbk, dan PT Mora Telematika Indonesia, salah satu perusahaan infratruktur.
Untuk memperkuat jalur informasi dan komunikasi antara Indonesia dan Malaysia, ketiga operator ini bekerja sama membangun sistem yang menuju era baru untuk berbagi dan mengirim informasi bagi penduduk Malaysia dan Indonesia. (Alp)
Bisnis.com (http://www.bisnis.com/infrastruktur/telekomunikasi/15210-huawei-marine-garap-serat-optik-indonesia-malaysia)
Mimihitam March 10th, 2011, 07:07 AM Ini 14 Orang Terkaya di Indonesia
KOMPAS.com — Tahun ini, dua bersaudara pewaris perusahaan Djarum masih menjadi orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan 2011 Billionaires List yang dikeluarkan Forbes, Rabu (9/3/2011) waktu setempat, posisi ke-1 dan ke-2 orang terkaya di Indonesia ditempati Budi Hartono dan Michael Hartono. Mereka sama-sama memiliki harta senilai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 45 triliun (kurs Rp 9.000 per dollar AS). Keduanya berada di posisi ke-208 dari 1.210 orang terkaya sejagat.
Dibanding dari kepulan asap rokok Djarum, pundi-pundi kekayaan mereka sebagian besar berasal dari Bank Central Asia. Selain itu, mereka juga menguasai perkebunan sawit seluas 65.000 hektar di Kalimantan Barat sejak tahun 2008. Keduanya juga memiliki properti Grand Indonesia. Djarum yang sudah dilarang di Amerika Serikat sejak 2009 bersama sejumlah rokok kretek lainnya meluncurkan Dos Hermanos, sebuah cerutu premium hasil racikan tembakau Indonesia dan Brasil.
Di posisi ketiga orang terkaya di Indonesia atau urutan ke-304 dunia ada Low Tuck Kwong dengan kekayaaan senilai 3,6 miliar dollar AS. Mesin uang pria berusia 62 tahun ini berasal dari Bayan Resources. Saham perusahaan tambang ini sudah meningkat tiga kali lipat dibanding saat IPO tahun 2008. Belum lama ini Bayan mengeluarkan 270 juta dollar AS untuk mengakuisisi tambang Australia. Pria kelahiran Singapura ini pindah ke Indonesia tahun 1972. Ia juga memiliki saham di Manhattan Resources dan Singapore HealthPartners.
Tempat keempat (ke-420 dunia) diduduki Martua Sitorus dengan kekayaan 2,7 miliar dollar AS. Pria yang bertempat tinggal di Singapura ini memiliki Wilmar International, perusahaan penghasil minyak sawit nomor satu dunia.
Berikut urutan lengkap WNI yang masuk ke dalam daftar orang terkaya 2011 versi Forbes:
5. (488) Peter Sondakh (Grup Rajawali), kekayaan 2,4 miliar dollar AS.
6. (564) Sri Prakash Lohia (Indorama), kekayaan 2,1 miliar dollar AS.
7. (595) Kiki Barki (Harum Energy), kekayaan 2 miliar dollar AS.
8. (651) Sukanto Tanoto (Raja Garuda Emas), kekayaan 1,9 dollar AS.
9. (782) Edwin Soeryadjaya (Saratoga), kekayaan 1,6 miliar dollar AS.
10. (833) Garibaldi Thohir (Adaro Energy), kekayaan 1,5 miliar dollar AS.
11. (938) Theodore Rachmat (Adaro Energy), kekayaan 1,3 miliar dollar AS.
12. (1057) Chairul Tanjung (Para Group), kekayaan 1,1 miliar dollar AS.
13. (1057) Murdaya Poo (Metropolitan Kentjana), kekayaan 1,1 miliar dollar AS.
14. (1140) Benny Subianto (Adaro Energy), kekayaan 1 miliar dollar AS.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/10/10461513/Ini.14.Orang.Terkaya.di.Indonesia
Mimihitam March 10th, 2011, 08:47 AM 14 Indonesian Billionaires Make Forbes' List
http://www.thejakartaglobe.com/media/images/medium2/20110310132432634.jpg
Indonesian media tycoon Chairul Tandjung is one of the 14 billionaires on this year's Forbes list. (Globe Asia Photo)
Fourteen Indonesians have made it onto Forbes’ Billionaires list this year out of 1,210 billionaires worldwide.
The combined wealth of the 1,210 billionaires is $4.5 trillion, according to Forbes, who released the list on Thursday.
Topping the list was Carlos Slim of Mexico, who is said to be worth $74 billion, or about 70 percent of the total amount of Indonesia’s foreign exchange reserves.
Microsoft tycoon Bill Gates is now the world’s number two richest person, with a total worth of $56 billion, followed by Warren Buffet with $50 billion.
The two richest Indonesians are owners of Djarum Group, Budi Hartono and Michael Hartono, each worth $5 billion. The Hartonos come in at 208 on the list.
Transcorp Media owner Chairul Tanjung is ranked 1057 with total worth of $1.1 billion.
The Indonesian billionaires ranked on the list as follows:
208. R Budi Hartono (tobacco, banking) : $5 billion
208. Michael Hartono (tobbaco, banking) : $5 billion
304. Low Tuck Kwong (coal) : $3.6 billion
402 Martua Sitorus (palm oil) : $2.7 billion
488. Peter Sondakh (investment) : $2.4 billion
564. Sri Prakash Lohia (polyester) : $2.1 billion
595. Kiki Barki (coal) : $2 billion
651 Sukanto Tanoto (diversified) : $1.9 billion
782 Edwin Soeryadjaya (coal) : $1.6 billion
833 Garibaldi Tohir (coal) : $1.5 billion
938 Theodore Rachmat (coal) : $1.3 billion
1057 Chairul Tanjung (diversified) : $1.1 billion
1057 Murdaya Poo (diversified) : $1.1 billion
1140. Benny Subianto (coal) : $1 billion
http://www.thejakartaglobe.com/home/14-indonesian-billionaires-make-forbes-list/427960
VRS March 10th, 2011, 01:06 PM itu kakak adik hartono total 10 billion?
Mimihitam March 11th, 2011, 06:03 AM Menkeu Galau Soal Perkembangan Batam
BATAM, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyampaikan kegalauannya tentang lambannya pertumbuhan investasi di Kawasan Perdagangan Bebas Batam. Besarnya potensi ekonomi yang dimiliki, ternyata belum mampu dimanfaatkan secara optimal sehingga Batam tertinggal dibanding kawasan perdagangan bebas di negara tetangga.
"Ada kegalauan kalau melihat Batam," kata Menteri Keuangan Agus Wardojo dalam acara bertajuk Dialog Prospek Investasi di Batam yang dihadiri 91 undangan mewakili 71 perusahaan, Senin (7/3/2011).
Salah satu indikatornya adalah pelayanan bongkar-muat peti kemas. Menurut Menkeu, kemampuan pelayanan Terminal Batu Ampar masih sekitar 200.000 teus. Di Pelabuhan Klang dan Tanjung Pelepas di Malaysia, masing-masing sudah mencapai 8 juta teus dan 6 juta teus. Sementara di Singapura telah mencapai 38 juta teus.
Menkeu yang sempat berkunjung ke Terminal Batu Ampar menilai terminal tersebut masih jauh tertinggal. Di terminal yang telah ditetapkan sebagai pelabuhan bebas guna mendukung status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas tersebut belum ada crane milik pemerintah, lampu penerangan minim, jalan rusak, dan masih bercampur-aduknya bongkar muat antara barang kemasan konvensional dan peti kemas.
Padahal, Agus melanjutkan, berbagai indikator terkait iklim penanaman investasi di Indonesia menunjukkan tren positif. Hal itu antara lain tampak dengan sehatnya kondisi neraca pembayaran negara, fiskal, pasar modal, dan perbankan.
"Potensi Batam besar, tapi kalau tidak segera memprioritaskan dengan baik dan tidak benar-benar mengeksekusinya, maka hasilnya juga tidak akan baik," kata Agus.
Siap Jamin
Minimnya infrastruktur sebagai persoalan utama guna memacu pertumbuhan investasi, menurut Menkeu, dipahami pemerintah. Namun demikian, pemerintah pusat tetap harus realistis dalam mengalokasikan anggaran nasional.
"Tidak mungkin kita mengalokasikan sebesar-besarnya anggaran untuk infrastuktur karena itu membahayakan kondisi keuangan negara. Jadi kami mendorong pembangunan infrastruktur dilakukan dengan cara public private partnership. Kepada siapa saja yang berminat dalam bidang-bidang tertentu, saya siap memberikan jaminan," katanya.
Sementara itu dalam dialog, sejumlah pengusaha menyatakan permasalahan yang mereka dihadapi. Diantaranya adalah mahalnya tarif listrik karena pengusaha dibebani biaya subsidi untuk masyarakat dan lambannya arus barang sehingga menyebabkan 70 persen biaya transportasi justru saat barang impor telah berada di wilayah kepabeanan Indonesia.
Rancunya peran Badan Pengusahaan Batam dan Pemerintah Kota Batam juga disinggung. Hengki Suryawan, pengusaha galangan kapal, menyoroti peran pemerintah daerah yang tak jelas dalam mendukung pertumbuhan investasi.
"Saya membayar pajak 2 miliar setahun. Saya tidak tahu ke mana uang pajak itu. Yang jelas sampai sekarang, jalan di depan galangan kapal saya masih tanah merah," kata Hengky.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/07/18091436/Menkeu.Galau.Soal.Perkembangan.Batam
Mimihitam March 11th, 2011, 06:05 AM 3 Cara Perkuat Perdagangan Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan, Indonesia ke depannya harus mengubah pola perdagangan, khususnya di dunia internasional. "Mind set kita tidak bisa business as usual, tetapi thinking out of the box," ujar Hatta di Jakarta, Kamis (10/3/2011).
Hatta pun menjelaskan ada tiga cara yang harus dilakukan dalam upaya memperkuat perdagangan Indonesia ke depannya.
Pertama, percepatan. Pemerintah harus melakukan percepatan dan memperluas pembangunan untuk mengimbangi perubahan iklim ekonomi dan politik dunia internasional saat ini. "Mengandung satu esensi dasar, ada suatu desain geo-ekonomi dan geo-politik yang terjadi saat ini. Oleh sebab itu, kita harus mempercepat dan memperluas pembangunan," tambahnya.
Kedua, konektivitas, yaitu memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah maupun dunia internasional dengan cara mengembangkan infrastruktur yang terkait dengan jalur-jalur ekonomi. "Penguatan konektivitas, sinergi di antara pusat-pusat pertumbuhan. Kalau konektivitas kita tidak bangun, maka bisa saja Pulau Sumatera bisa terkoneksi ke negara lain, bukan terkoneksi secara lokal," tambahnya.
Ketiga, memperkuat sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan teknologi. Jangan sampai Indonesia tertinggal dengan negara-negara lain.
Hatta menegaskan bahwa ketiga hal itu adalah kunci kesuksesan perdagangan Indonesia ke depan karena perdagangan adalah urat nadi perekonomian setiap negara. "Inilah esensi penting mengapa kita harus akselerasi. Kekuatan itu bukan ideologi lagi, melainkan strategi bisnis ke depan. Perdagangan adalah urat nadi dari setiap negara," pungkasnya. (Bambang Rakhmanto/Kontan)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/11/11332590/3.Cara.Perkuat.Perdagangan.Indonesia
Mimihitam March 12th, 2011, 06:43 AM Profesor Harvard Ingatkan RI Krisis Baru Bakal Muncul 2012
Nusa Dua - Harpel Professor of Capital Formation & Growth, Harvard University, Jeffery Frankel mewanti-wanti negara berkembang (emerging market) soal potensi terjadinya krisis ekonomi di 2012, akibat siklus 15 tahunan.
Hipotesa Jeffery disampaikan dalam forum berdiskusi 'Coping With Asia's Large Capital Inflows In A MultiiSpeed Global Economy' di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat (11/3/2011).
"Implikasi atas siklus tersebut dari emerging market lain, krisis bisa terjadi paling cepat di 2012," katanya.
Krisis yang diprediksi terjadi, akibat pertumbuhan yang terus berjalan atas dorongan arus modal asing yang terus masuk. Menurut data Jeffery, awal kiris terjadi di 1982 akibat capital inflow yang terjadi sepanjang 6 tahun (1975-1981). Kemudian di 1997, di mana arus modal mengalir deras selama 6 tahun belakangan (1990-1996).
"Saya memperkirakan ini circle tiap 15 tahun. Di mana dalam tujuh tahun bertumbuh, dengan inflow masuk. Dan masa krisis 7 tahun setelahnya," tambahnya.
Ramalan yang dilontarkan oleh Jeffery ini harusnya menjadi perhatian dari negara-negara berkembang untuk berhati-hati menjaga situasi ekonominya, khususnya dalam mengelola arus dana asing.
Dalam mengendalikan arus modal asing, tegas Jeffery, menjadi tanggung jawab bersama antara bank sentral serta pemerintah. BI harus mampu mengimplementasikan kebijakan intervensi, capital controls, dan sterilisasi. Pemerintah memiliki pekerjaan yang tidak mudah, dengan mengefektifkan kebijakan fiskal dan kebijakan sektor komoditas khususnya agrikultur.
Jeffery menegaskan, saat arus modal terus masuk ada ancaman jangka pendek yang bisa terjadi. Yakni overheating, dan Indonesia memiliki peluang tersebut, karena penetrasi pertumbuhan ekonomi dan rasio inflasi yang terus meningkat.
Overheating memang menjadi penanda pertumbuhan ekonomi suatu negara terus melaju. Sebagai konsekuensinya, tingkat inflasi juga akan merangkak naik. Ini tergambar dalam materi Jeffery dalam presentasi di hadapan 200 peserta forum.
http://www.detikfinance.com/read/2011/03/11/135405/1589509/5/profesor-harvard-ingatkan-ri-krisis-baru-bakal-muncul-2012?f9911013
Mimihitam March 12th, 2011, 07:41 AM Unemployment rate down
JAKARTA: The unemployment rate in the city went down slightly to 11.05 percent in 2010 from 12.57 percent in 2007 thanks in part to the province’s economic growth of above 6 percent during the period.
Hasan Basri Saleh, an assistant to the city administration on economic affairs, said here on Friday that during that period of time the service sector absorbed 77.8 percent of workers in the city and its surrounding areas.
He regretted the low awareness of employers in improving their workers’ social welfare and protection, saying a larger part of workers employed in the service and construction sectors were contract-based and were not registered with the social security programs for workers (Jamsostek).
“The city government has also intensified the training program for job seekers so that they have the required skills when they apply for jobs or are [already] employed,” he said, adding the labor training center in Pasar Rebo was open for job seekers and high school graduates.
He also said the city administration has persuaded unskilled workers and those living in slum areas to join the resettlement program outside Java to help them improve their livelihoods.
City Manpower and Transmigration Office head Deded Sukendar called on 30,000 companies in the city to comply with the 1970 Labor Protection Law to minimize occupational accidents in the workplace.
“Of the 30,000 companies, 10 percent have yet to carry out the occupational health and safety program mandated by the law and this has been shown in several accidents that claimed four lives in 2010,” he said, as quoted by Antara. He added construction and chemical firms were obliged to equip their workers with safety tools. — JP
http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/12/unemployment-rate-down.html
Mimihitam March 12th, 2011, 11:40 AM Ekspor ke Jepang Akan Terganggu
JAKARTA, KOMPAS — Ekspor Indonesia ke Jepang diperkirakan akan terganggu menyusul gempa dan tsunami di Jepang. Meskipun demikian, kalangan pengusaha masih menunggu perkembangan di Jepang. Ekspor produk pangan diperkirakan akan terganggu hanya dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Jumat (11/3/2011), mengatakan, ”Jepang merupakan salah satu tujuan ekspor Indonesia. Dampak dari tsunami di Jepang diperkirakan baru akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.”
Kementerian Perdagangan juga memastikan tsunami di Jepang akan berdampak buruk bagi kinerja ekspor Indonesia. Pasalnya, volume ekspor ke Jepang menempati posisi teratas sepanjang tahun 2010. Bencana alam tersebut akan berdampak buruk bagi sektor perdagangan lokal yang bergantung pada barang-barang impor dari Jepang.
”Dampaknya akan seperti apa masih harus dihitung dulu. Kami belum mendapatkan laporan seberapa parah tingkat kerusakan di Jepang. Seberapa banyak pabrik yang rusak. Yang jelas, bencana tersebut akan memberikan dampak kurang baik mengingat Jepang adalah mitra dagang penting bagi Indonesia,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Djimanto mengatakan, tsunami di Jepang akan membuat transportasi terganggu. Akibatnya, proses pengiriman barang akan macet.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan mengatakan, ekspor ikan pasti akan terkena dampak gempa di Jepang karena negeri ini merupakan pasar bagi tuna dan udang asal Indonesia.
”Biasanya akan ada gangguan sekitar seminggu sampai dua minggu,” kata Thomas.
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan yang dihubungi di Jakarta mengatakan, bencana tsunami memang akan berdampak. Namun, sejauh ini belum dapat diketahui dampaknya secara luas tentang besarnya maupun akibat pelemahan mata uang yen.
Sementara itu, VP Corporate Communications Garuda Indonesia Pudjobroto mengatakan, penerbangan Garuda Indonesia ke Tokyo pada Jumat kemarin berjalan normal. Garuda GA-884 terbang pukul 23.50 dari Jakarta ke Tokyo dan GA-880 berangkat pukul 23.50 dari Denpasar ke Tokyo. (RYO/OSA/MAR)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/12/09012066/Ekspor.ke.Jepang.Akan.Terganggu
yudibali2008 March 14th, 2011, 06:01 AM Jasa Marga akan Ambil Alih Tiga Ruas Tol
Maret 12, 2011
JAKARTA--MICOM: PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan mengambil alih dan meneruskan pengerjaan tiga dari 24 ruas tol Trans-Jawa dan non Trans-Jawa yang sempat mangkrak.
BUMN operator jalan tol itu telah menyelesaikan proses uji tuntas (due diligence) dan menargetkan menjadi pemegang saham mayoritas pada setiap ruas tol yang berhasil diambil alih.
"Kami akan ambil alih ruas milik swasta yang kekurangan modal atau kurang mampu menyelesaikan. Ada yang sudah final, ada yang masih proses negosiasi," kata Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito di Jakarta, akhir pekan lalu.
Frans menegaskan, dalam pangambilalihan itu, pihaknya melakukan skema b to b (business to business) langsung dengan badan usaha jalan tol (BUJT) terkait. Jika memang nantinya ada BUJT lain yang dinyatakan default untuk kemudian diserahkan kepada BUMN, pihaknya juga siap melaksanakannya.
Dua ruas proyek yang dipastikan diambil alih Jasa Marga yakni ruas tol seksi 2 Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Gempol-Sidoarjo, Jawa Timur (Trans-Jawa). Ketika ditanya satu ruas lainnya, Frans enggan menjawab. "Kita lihat saja nanti, semuanya masih proses," ujarnya.
Desember 2010, pemerintah memutuskan 24 ruas tol mangkrak lulus evaluasi berdasarkan evaluasi kelayakan dan kemampuan keuangan badan usaha. Ke-24 ruas tol itu terdiri atas 9 ruas jalan tol Trans-Jawa, 6 ruas tol JORR II, dan 9 ruas lainnya.
Frans mengatakan, dari 24 ruas jalan tol yang sempat mangkrak itu, Jasa Marga mengerjakan 7 proyek. Dari tujuh ruas itu sendiri merupakan bagian dari ruas tol Trans-Jawa yang jadi prioritas penyelesaian, yakni ruas Semarang-Solo dan Surabaya-Mojokerto.
Berdasarkan estimasi Kementerian BUMN, nilai investasi pembangunan 24 ruas tol yang sempat mangkrak mencapai Rp60 triliun. (AW/OL-9)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/12/209685/21/2/Jasa-Marga-akan-Ambil-Alih-Tiga-Ruas-Tol)
yudibali2008 March 14th, 2011, 06:02 AM Dampak Bencana di Negeri Sakura
Indonesia Bisa Jadi Tujuan Investasi Perusahaan Jepang
14 Maret 2011
JAKARTA--MICOM: Bencana gempa disertai tsunami di Jepang akhir pekan lalu memang melumpuhkan perekonomian negara tersebut. Salah satunya adalah di bidang ekspor.
Ekonom Indef Aviliani memandang mandeknya ekspor Jepang saat ini justru menjadi momentum bagi Indonesia. Sebagian besar ekspor Jepang merupakan produk elektronik dan otomotif.
Indonesia sebagai negara yang menjadi tujuan investasi pabrik-pabrik Jepang dapat memanfaatkan kesempatan ini. Impor paling besar Indonesia adalah ASEAN dan China, sekitar 50%.
"Sejauh ini impor Jepang relatif kecil karena sudah banyak pabrik mereka di Indonesia. Justru ini seharusnya mempercepat investasi Jepang ke Indonesia. Jepang bisa memanfaatkan Indonesia sebagai pengganti pabrik-pabrik mereka," imbuh Aviliani saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Minggu (13/3).
Senada, ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengatakan rekonstruksi kota-kota yang terkena gempa dan tsunami justru membuka pintu impor dari Indonesia.
"Recovery konstruksi memakan waktu 6-12 bulan, Jepang pasti butuh impor dari Indonesia," tukasnya. (*/OL-11)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/14/209977/4/2/Indonesia-Bisa-Jadi-Tujuan-Investasi-Perusahaan-Jepang)
yudibali2008 March 14th, 2011, 06:07 AM Bakrie Bangun Anjungan Migas di Arab
Pembangunan pelataran anjungan dan fabrikasi itu bekerja sama dengan Batterjee Holding.
13 Maret 2011
VIVAnews - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melalui anak usahanya, PT Bakrie Metal Industries, membangun pelataran anjungan dan fabrikasi (fabrication yard) untuk keperluan eksplorasi minyak dan gas di lepas pantai negara-negara kawasan Timur Tengah.
Pembangunan pelataran anjungan dan fabrikasi itu bekerja sama dengan PT Gunanusa Utama Fabricators dan Batterjee Holding Company, sebuah perusahaan terkemuka di Arab Saudi.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO), Bakrie & Brothers, Bobby Gafur Umar, mengatakan kesepakatan untuk mewujudkan kerja sama usaha tersebut sudah ditandatangani di Arab Saudi. “Benar, naskah MOU (memorandum of understanding) sudah ditandatangani di Arab Saudi, 12 Maret kemarin,” kata Bobby dalam penjelasan tertulis yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Minggu 13 Maret 2011.
Hadir dalam penandatanganan kerja sama itu, Bobby Gafur, Komisaris Utama Bakrie & Brothers, Irwan Syarkawi, serta Direktur Keuangan dan Chief Financial Oficer (CFO) perseroan, Eddy Soeparno.
Bobby menjelaskan, kebutuhan terhadap pekerjaan konstruksi dan fabrikasi untuk anjungan lepas pantai di negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, sangat besar. Tetapi, negara-negara kaya minyak tersebut, selama ini justru sangat tergantung oleh kemampuan negara-negara di luar kawasan itu untuk memenuhi kebutuhannya.
“Bakrie & Brothers dan Gunanusa Utama Fabricators memiliki pengalaman yang luas sebagai pengembang dan fabrikator anjungan-anjungan atau platform dan yard untuk kebutuhan eksplorasi migas lepas pantai,” ujarnya.
Berbekal kemampuan rekayasa dan industri tersebut, bersama dengan Batterjee Holding Company dari Arab Saudi, Bakrie dan Gunanusa akan menjajaki peluang bisnis di kawasan Timur Tengah.
Dia menambahkan, sektor migas di kawasan Timur Tengah memiliki potensi sangat besar bagi sektor konstruksi dan fabrikasi. Kemampuan negara-negara di kawasan itu dalam mengelola perekonomian mereka dengan tata kelola yang baik, dapat mengatasi imbas krisis ekonomi global. Dampak positifnya adalah memungkinkan mereka beinvestasi di bidang infrastruktur, termasuk migas.
Sebagai contoh, menurut dia, saat ini investasi yang telah dikucurkan untuk proyek-proyek infrastruktur di kawasan Timur Tengah mencapai US$2,5 triliun. Peluang yang sangat menjanjikan itu akan terus tumbuh di masa depan untuk berbagai proyek infrastruktur.
Arab Saudi memutuskan untuk mengucurkan dana segar di berbagai proyek migas, termasuk di antaranya anjungan lepas pantai, oil platform, offshore receiving terminal dengan nilai investasi hingga US$400 miliar.
Bobby mengatakan, kegiatan konstruksi dan fabrikasi di Arab Saudi itu juga merupakan langkah strategis yang telah dipersiapkan cukup lama. “Mereka punya uang untuk konstruksi dan modal kerja serta lokasinya. Sementara itu, kami datang dengan membawa pengalaman, pengetahuan dan keahlian dalam memproduksi,” kata Bobby. (umi)
• VIVAnews
Vivanews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/209226-bakrie-bangun-anjungan-migas-di-arab)
yudibali2008 March 14th, 2011, 06:12 AM Japanese investors may delay new investments in RI
March 13, 2011
Japan will likely delay the realization of some of its new investments in Indonesia following Friday’s devastating earthquake and tsunami, a minister says.
Industry Minister MS Hidayat said Sunday that Japan may reschedule its new investments in infrastructure in Indonesia, including the development of the Metropolitan Priority Area (MPA).
Last year, Indonesia and Japan signed a memorandum of cooperation on the development of the Metropolitan Priority Area (MPA) worth 2 trillion (US$24.42 billion). In the deal, the Japanese government and private companies would finance the construction of infrastructure in
Greater Jakarta and surrounding areas. Construction was scheduled to commence in 2013.
“After the tsunami, Japan will focus on economic recovery after its industrial centers were paralyzed by the disaster. Decision-makers may want to change their priorities, including their investments in
Indonesia,” Hidayat told The Jakarta Post. He added that he expected the delays would not be too long.
Hidayat said his ministry had not received any information about delays in investments from their Japanese counterparts.
Meanwhile, Investment Coordinating Board (BKPM) chair Gita Wirjawan remained optimistic that the calamities would not affect Japan’s long term commitment to investing in the country.
“They have a strategic and long-term commitment in Indonesia. I'm sure the realization [of the new investments] will not be adjourned,” Gita told The Jakarta Post.
Earlier this month, Japan-based Mitsubishi Corporation expressed an interest in making an $18 billion investment over the next five years for various projects. The projects included car production, the development of infrastructure in the MPA project, a liquefied natural gas plant in Central Sulawesi in cooperation with state-owned oil and gas company PT Pertamina and private firm PT Medco Energi
Internasional and a ferronickel smelter in Maluku in cooperation with Eramet of France and state-owned mining company PT Aneka Tambang, according to BKPM.
Previously, BKPM also recorded that several Japanese companies applied for investment permits to build factories to produce auto parts and accessories in Indonesia.
Last year, Japan was the fourth largest foreign investor in Indonesia with a total investment of $712.6 million. (lnd)
TheJakartaPost (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/13/japanese-investors-may-delay-new-investments-ri.html)
Hope it will not effecting MRT's project who funded by Japan company :(
yudibali2008 March 14th, 2011, 06:18 AM "Tsunami" Proyek Jepang
14 Maret 2011
KOMPAS.com — Shinkansen terbaru, Hayabusa, berkelir putih-hijau yang diluncurkan dengan gegap-gempita pada Sabtu (5/11/2011 ), untuk sementara tak beroperasi. Japan Railway (JR) East perusahaan kereta api yang masuk Fortune 500, menemukan kerusakan rel di jalur Sendai-Morioka, paska gempa dan tsunami besar hari Jumat lalu .
Sementara Bandara Sendai, bandara dengan dua landasan pacu atau runway, yang mulai dioperasikan tahun 1943, porak-poranda. Sebanyak 2.200 orang sempat terisolasi di terminal Bandara Sendai. Pesawat-pesawat diwartakan diombang-ambingkan tsunami hingga ke pekarangan warga.
Belum lagi, ada kerusakan infrastruktur energi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Serta kerusakan berbagai fasilitas publik, yang bila anda sudah pernah ke Jepang, bakal tahu betapa humanisnya fasilitas-fasilitas itu, sehingga pastinya sangat mahal.
Estimasi dari Jefferies International Ltd, kerugian akibat gempa mencapai 10 miliar dollar Amerika, sekitar Rp 87 triliun. Tentu, itu kerugian sementara . Ketika tanggap darurat usai, prediksi kebutuhan dana untuk pemulihan baru akan diungkapkan . Angkanya pasti luar biasa fantastis, dengan banyak deretan angka.
Sekedar pembanding, kerugian akibat Gempa Kobe, Januari 1995 mencapai 100 miliar dollar Amerika, sekitar Rp 870 triliun. Itu dulu 16 tahun lalu, bagaimana dengan hari ini, ketika inflasi dan harga barang sudah berlipat-lipat ganda dibanding tahun 1995?
Tsunami
Jepang dan Indonesia, di atas peta terpisah 5.000 kilometer. Meski demikian, tsunami dari Jepang walau tak ganas, telah menghampiri pesisir utara Sulawesi dan Papua. Akan tetapi, tampaknya tsunami lebih dashyat akan menerjang republik ini.
Mengapa? Sebab boleh jadi, Tokyo menarik komitmen pinjamannya melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), untuk merekonstruksi infrastruktur di Jepang bagian utara. Atau, setidaknya, bila dana dari Jepang tetap tersedia, maka proyek menjadi tertunda dalam hitungan bulan bahkan tahunan.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa proyek-proyek infrastruktur maupun transportasi yang dibiayai pinjaman lunak dari negara donor, umumnya dikerjakan tenaga terampil maupun ahli dari negara itu. Tujuannya, toh, untuk menyerap tenaga kerja di negara asal, d an demi perputaran uang yang lebih menguntungan.
Karena itu, menjadi lumrah, ketika mungkin dana tetap tersedia bagi kita, tapi pekerja-pekerja Jepang lebih dibutuhkan untuk menghapus lara dan menormalkan kondisi di sana paska tsunami.
Namun, ketika hal itu terjadi, pengaruhnya sangat terasa. Sebab proyek-proyek yang didanai Jepang itu sangat-sangat strategis bagi kelanjutan hidup kita sebagai sebuah bangsa.
Diantaranya, ada komitmen dana Rp 722,7 miliar untuk membangun seksi I dari Tol Akses Tanjung Priok , dengan total dana pinjaman yang diperkirakan mencapai Rp 3 triliun.
Tol itu sendiri, sangat dinanti untuk melancarkan perjalanan truk kontainer menuju Pelabuhan Tanjung Priok, yang menguasai pengangkutan 70 persen barang dari republik ini ke luar negeri. Memang jam ak terjadi, kemacetan di jalan-jalan arteri menuju Tanjung Priok karena memang akses jalannya kini tak lagi memadai dan diperparah truk-truk yang parkir di tepi jalan.
Lantas, ada komitmen pinjaman JICA sebesar 1 20 miliar yen atau Rp 12,7 triliun untuk membangun 15,5 kilometer Mass Rapid Transit (MRT) dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Penundaan terhadap proyek MRT, sama artinya menguburkan impian warga Jakarta naik subway , dan makin mempertontonkan tidak adanya solusi bagi kemacetan Jakarta.
Dan juga, ada pinjaman senilai 60 miliar yen atau Rp 6 triliun bagi proyek double-double track (DDT) dari Manggarai ke Cikarang (32 km). Jalur rel ganda-ganda ini, sangat diharapkan untuk mengatasi kemacetan di jalur rel akibat persinggungan antara kereta api jarak jauh dengan jara k dekat, antara kereta argo dengan kereta rel listrik (KRL). Juga untuk jalur ekspress bagi kereta barang dari dryport Cikarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
Solusi
Tentu saja, tak diharapkan terjadi penundaan atau bahkan pembatalan proyek. Namun, mesti dipahami, Jepang dalam beberapa bulan dan tahun ke depan, pasti berkutat memperbaiki infrastrukturnya.
Bagaimana bila rakyat Jepang, menuntut parlemen dan Perdana Menterinya untuk membangun lebih canggih infrastruktur penahan tsunami? Lagi-lagi, fokus pemerintah Jepang pasti ke sana.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono sebenarnya mencoba menenangkan, dengan mengatakan, ketika gempa bumi Kobe terjadi tahun 1995, tak terlalu banyak kok penundaan proyek dari Jepang .
Namun, tetap saja pemer intah harus melangkah lebih cepat. Sebab ketika Tokyo menarik atau menunda pinjamannya, maka transportasi negeri ini terancam mandek total.
Lantas, bagaimana solusinya? Kedepankan sinergi BUMN!
Buatlah rencana kerja untuk memberdayakan puluhan hingga ratusan triliun rupiah dana perbankan yang mengendap di Bank Indonesia. Perbankan kita jangan menjadi pengecut, jangan takut ada kredit macet dan sebagainya, gelontorkan dana itu untuk proyek-proyek infrastruktur dan transportasi!
Bukankah ada jutaan warga negeri ini yang masih menganggur? Bukankah juga ada ratusan pekerja PT Wijaya Karya, Tbk, misalnya, yang sementara mengganggur akibat terhentinya proyek di Libya sana oleh karena konflik rakyat dengan Khadafi?
BUMN Jasa Marga, PT Pelindo, Angkasa Pura I, dan Bali Tourism Development Center (BTDC), telah menyontohkan sinergi BUMN dengan berkongsi membangun Jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa sepanjang 11,5 kilometer.
Menteri Negara BUMN, juga telah menyuruh beberapa BUMN untuk membangun rel ganda dari Jakarta ke Surabaya, untuk angkutan logistik berbiaya Rp 6,5 triliun saja, dibanding hitungan awal sekitar Rp 7,2 triliun?
Nah, perbanyaklah sinergi BUMN itu. Berdikarilah. Berdiri-lah di kaki sendiri....(HARYO DAMARDONO)
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/14/07142597/.Tsunami.Proyek.Jepang)
yudibali2008 March 14th, 2011, 06:20 AM Gempa Jepang Berimbas ke Industri Asuransi
14 Maret 2011
JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa dan gelombang tsunami yang melanda Jepang diperkirakan bakal mengguncang lini bisnis asuransi di Indonesia. Pasalnya, tidak sedikit perusahaan asuransi dalam negeri yang mengantongi premi lewat aktivitas usaha ekspor-impor dari negeri matahari tersebut.
Dampaknya antara lain akan menimpa PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI). Senior Manager Asuransi ASEI Galung Priyo Santoso memastikan, bencana alam yang menimpa Jepang sedikit-banyak akan mempengaruhi lini bisnis asuransi ekspor. "Hanya, kami belum tahu persisnya besaran kerugian yang ditimbulkan," ujar dia kepada KONTAN, Minggu (13/3/2011).
Tahun lalu, ASEI meraih premi sekitar Rp 550 miliar. Perolehan premi Asuransi ASEI tahun lalu naik 80 persen dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 307 miliar.
Dari total perolehan premi itu, sebanyak Rp 71,5 miliar atau 13 persen dari total nilai premi yang diperoleh perusahaan asuransi pelat merah ini, berasal dari portofolio produk asuransi ekspor. Pendapatan premi perusahaan ini masih dominan ditopang bisnis asuransi umum sebanyak 60 persen, asuransi kredit 20 persen, asuransi ekspor 13 persen, dan suretyship sebesar 7 persen.
Perusahaan reasuransi yang menanggung klaim dari gempa dan gelombang tsunami di Jepang juga akan terkena dampak. Tingkat kemampuan pembayaran klaim dari perusahaan reasuransi tersebut tentunya akan tergerus oleh bencana yang terjadi di Jepang.
PT Asuransi Harta Aman Pratama (AHAP) juga tengah ketar-ketir atas kemungkinan klaim dari bencana yang terjadi di Jepang. Apalagi, tidak kurang dari tiga produk asuransi AHAP berkaitan dengan aktivitas usaha di Jepang, yakni pengangkutan kapal (marine cargo), asuransi perjalanan, dan asuransi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Sekretaris Perusahaan AHAP Sutjianta menuturkan, 5 persen dari total bisnis perusahaannya bergerak di bidang asuransi pengangkutan kapal. Dari lini bisnis tersebut, Jepang tercatat sebagai salah satu negara tujuan ekspor-impor terbesar. "Nah, mengingat kerusakan dermaga di Jepang, kami khawatir akan menghambat kapal yang keluar-masuk," imbuh Sutjiana.
Asuransi TKI
AHAP juga akan menghadapi klaim dari perusahaan pengerah TKI. Sekitar 10 persen dari total bisnis perusahaan ini datang dari penjaminan risiko kerugian yang dialami TKI. Beruntung, asuransi TKI merupakan konsorsium atau gabungan dari sejumlah perusahaan asuransi. Ini berarti, klaim ditanggung bersama.
Tidak hanya itu, kekhawatiran lain juga datang dari produk asuransi perjalanan dalam menutup risiko perjalanan pelancong. Memang sih, angkanya tidak banyak, hanya 3% dari total bisnis perusahaan tersebut. "Namun, tetap saja bakal mempengaruhi usaha asuransi perjalanan," kata Sutjianta.
Tahun lalu, AHAP membukukan pendapatan premi sebesar Rp 150 miliar. Premi asuransi kendaraan bermotor tercatat menyumbang sebanyak 40 persen, disusul asuransi kecelakaan diri 13 persen, asuransi properti/kebakaran 14 persen, asuransi TKI 10 persen, dan asuransi pengangkutan kapal 5 persen. (Christine Novita Nababan/Kontan)
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/14/10513486/Gempa.Jepang.Berimbas.ke.Industri.Asuransi)
VRS March 14th, 2011, 03:56 PM saya jk mau makan di restourant japan = masih ada makanan import dari japan..?? macam sushi etc..??
peseg5 March 14th, 2011, 08:07 PM "Tsunami" Proyek Jepang
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/14/07142597/.Tsunami.Proyek.Jepang)
^^ It's actually (hopefully) not a bad news. I believe Japan has good experiences dealing with this kind of catastrophe. And this event also can be an opportunity for Indonesian construction companies (state enterprise or private), in joining the rebuilding and reconstruction of the destructed area. They did magnificently after the WWII, and now with the latest cutting edge proven technology they have, the rebuilding & reconstruction process could be run more effectively and efficiently than before.
Japan gitu loh! :banana:
saya jk mau makan di restourant japan = masih ada makanan import dari japan..?? macam sushi etc..??
Hati2 VRS, di Singapura customs mulai ketat memeriksa makanan laut yang baru datang dari Jepang. Takutnya ikannya sedikit ada rasa2 / sisa2 radiasi nuklir sisa bocoran PLTN Fukushima gitu. hehehe :D
Mimihitam March 16th, 2011, 12:40 PM Indonesia Bisa Tumbuh Seperti China
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia banyak memperlihatkan potensi untuk berkembang, terlebih lagi banyak kota kecil yang potensial untuk berkembang pesat di Indonesia. "Jika saya melihat China misalnya, mereka telah melihat kota tier ketiga dan empat, yang bisa disebut kota kecil. Jadi (di Indonesia) yang kita perhatikan sekarang ada kota kecil yang potensial, seperti Tasikmalaya," jelas TNS Global Chairman James Hall di Jakarta, Selasa (15/3/2011).
James menjelaskan, aktivitas komersial, pengeluaran untuk konsumsi, jumlah lapangan pekerjaan, tingkat permintaan akan barang-barang konsumsi, hingga penggunaan akan teknologi menjadi sejumlah indikator bagaimana suatu kota kecil berpotensi untuk tumbuh perekonomiannya
Perusahaan riset pasar yang sudah beroperasi selama 30 tahun di Indonesia ini memprediksi akan adanya migrasi dari kawasan rural ke kota-kota kecil dalam lima tahun ke depan. Selain itu, 15 persen populasi urban di kota kecil juga menandakan besarnya potensial bagi investasi.
Tingkat pemakaian produk konsumen bermerek pun masih rendah. Ini memperlihatkan adanya peluang investasi untuk berkembang. "Penggunaan susu bubuk masih rendah di kota kecil. Dan, ada permintaan untuk produk-produk konsumen ini," tambah Research Director Yanti Zen.
Secara keseluruhan, TNS melihat Indonesia akan bertumbuh seperti halnya China. Populasi yang besar, khususnya besarnya populasi yang berusia muda, iklim politik yang stabil, dan perkembangan PDB yang diperkirakan akan kuat untuk beberapa tahun ke depan, menjadi beberapa faktor yang menarik dari Indonesia bagi investor luar.
Beberapa perusahaan multinasional produk konsumsi pun mulai memperlihatkan minat untuk berinvestasi di Indonesia. "Saya mengerti Loreal (merek produk kecantikan) sedang membangun pabrik terbesar di dunia di Indonesia," jelas James menuturkan bagaimana besarnya ketertarikan investor asing berinvestasi di Indonesia.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/16/08393142/Indonesia.Bisa.Tumbuh.Seperti.China
Mimihitam March 16th, 2011, 12:57 PM Daihatsu Motor to invest $400m in Indonesia
The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 03/16/2011 5:19 PM | Business
Automaker Daihatsu Motor Company Ltd on Wednesday announced plans to invest US$400 million on its factory in Indonesia.
“The investment will not only be allocated to expanding the existing factory, but also to improve its technology and development,” Astra Daihatsu Motor president director Sudirman said after a meeting with Vice President Boediono on Wednesday, as quoted by kontan.co.id.
With the investment, the Daihatsu factory will have an expected production capacity of 100,000 vehicles a year and absorb 1,400 workers. At present, the company produces 330,000 vehicles in Indonesia each year.
“We will export 15 percent of our output,” Sudirman said.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/16/daihatsu-motor-invest-400m-indonesia.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Mimihitam March 16th, 2011, 01:40 PM Helping Business Do Business is Booming in Indonesia
Lynn Lee - Straits Times Indonesia | March 16, 2011
As foreign investors continue to swarm Indonesia, local businesses assisting them in the process of setting up shop have also seen their businesses boom.
Security and business intelligence firms, lawyers and management consultants are reaping the benefits as foreign firms go through them to seek out reliable local partners and navigate licensing and tax processes.
Indonesia has become a magnet for investors who want to leverage on its natural resources and general political stability.
Anil Krishna, whose firm Veris delivers business intelligence to foreign corporates, said there has been a three-fold spike in the number of requests for background checks and due diligence on Indonesian companies and businessmen since 2008.
"The majority of our requests come from financial institutions," said Krishna, a Singaporean permanent resident who has worked in Jakarta for five years. "They want us to find out if there are any red flags with regard to potential partners."
Lawyer Ibrahim Senen of the DNC law firm said more investors from China and India, looking to snap up mineral and coal mining assets, are knocking on his door.
"In the last two years... we have been receiving inquiries on possible acquisitions, many in the mining sector," said Ibrahim, whose firm charges upwards of $10,000 for an acquisition deal.
Indonesia has not been a piece of cake for firms looking to gain a foothold in South-east Asia's largest market, but in recent years, the Indonesian government has attempted to streamline investment procedures - even putting the registration process online - with a commitment to improve infrastructure.
Firms like Okusi Associates, which provides a full suite of services ranging from visa to permit applications for foreign firms starting up their operations, help companies do the tedious legwork.
Said senior consultant Usmanto Njo: "It now takes around eight weeks from the time a corporation wants to set up an office, 'til the time it is fully operational. A few years ago, this process could take months."
Meanwhile, business people looking to do more work in Indonesia remain keen on figuring out the cultural norms and operational aspects of doing business across the archipelago.
International Enterprise Singapore, the government agency that helps Singapore firms to expand overseas, last week held its inaugural seminar on Indonesia. The five-day program in south Jakarta featured talks on the legal system, access to credit and managing Indonesian employees. The 24 participants also went on two plant visits.
IE Singapore's regional director for Indonesia, Lee Yee Fung, said the participants valued the "practical advice" given by speakers.
Richard Ho, marketing manager in Indonesia for electronics manufacturer Advanex, said he learned several things that would influence how his company executed its plans in the country, such as the existence of regulations that require legal contracts to be in Bahasa Indonesia and the importance of cultivating strong relationships with local partners.
Reprinted courtesy of Straits Times Indonesia. To subscribe to Straits Times Indonesia and/or the Jakarta Globe call 2553 5055.
http://www.thejakartaglobe.com/business/helping-business-do-business-is-booming-in-indonesia/429513
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:24 PM Dalam Empat Tahun, Pertamina Investasi Rp265 Triliun
16 Maret 2011
http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110316_070028_perta-b.jpg
JAKARTA--MICOM: PT Pertamina (Persero) memproyeksikan nilai investasi atau belanja modal naik rata-rata 12% per tahun selama periode 2011-2015.
Dalam empat tahun itu, total investasi secara akumulasi sebesar Rp265 triliun. Pertamina agresif di sektor hulu dengan porsi investasi mencapai 70% dari total investasi.
Demikian dikemukakan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam rapat kerja antara BUMN energi dengan Komisi VI DPR-RI di Jakarta, Rabu (16/3).
"Untuk meningkatkan profitabilitas di sektor hilir, kami juga merencanakan upgrade pada kilang dengan porsi 18% dari saat ini," ujarnya.
Karen melanjutkan, pada 2010, realisasi investasi perusahaan sebesar Rp18,11 triliun. Porsi terbesar investasi digunakan di sektor hulu sebesar 68,2% atau Rp12,36 triliun. Sisanya terbagi untuk investasi di pengolahan, pemasaran dan niaga, sumber daya manusia, serta pengembangan anak-anak usaha.
Di Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2011, perseroan menargetkan investasi naik 104% dibanding realisasi 2010 atau menjadi Rp37,1 triliun. Karen mengatakan, jumlah ini akan terus ditingkatkan rata-rata 12% per tahun hingga mencapai Rp59,1 triliun pada 2015.
Adapun untuk kinerja, berdasarkan paparan perseroan, target penjualan dinaikkan rata-rata 4% per tahun dalam periode 2011-2015. Dari target penjualan 73,6 juta kiloliter (KL) di 2011, ditargetkan naik menjadi 85,5 juta KL di 2015.
"Penjualan ini mencakup penjualan niaga, produk pelumas, gas, aviasi, dan ritel," ujarnya.
Adapun untuk laba, perseroan menargetkan laba 2011 sebesar Rp17,7 triliun atau naik 12% dari laba 2010 unaudited Rp15,8 triliun. Jumlah ini ditargetkan meningkat rata-rata 10,48% per tahun selama empat tahun ke depan atau menjadi Rp27,3 triliun di 2015.
"Peningkatan proyeksi laba bersih ini terutama ditopang oleh peningkatan profitabilitas sektor hilir dgn mulai beroperasinya Unit Pengolah Residu Minyak (RFCC) dan Progam Kilang Langit Biru Unit Pengolah Cilacap. Juga peningkatan produksi migas mencapai 703 miliar barel ekuivalen per hari pada 2015," ujar Karen. (AW/OL-9)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/16/210745/21/2/Dalam-Empat-Tahun-Pertamina-Investasi-Rp265-Triliun)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:26 PM XL Anggarkan Belanja Modal Rp4,3 Triliun
16 Maret 2011
http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110316_065617_xl2.jpg
JAKARTA--MICOM: PT XL Axiata Tbk (EXCL) menganggarkan belanja modal sebesar US$500 juta (Rp 4,3 triliun) di 2011. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan, peningkatan BTS, dan pembangunan jaringan serat optik.
"Sekitar 30% dari pengembangan jaringan itu rencananya akan digunakan untuk HSDPA dan 3G. Karena kebutuhan layanan ini semakin tinggi," ujar Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi di sela seminar Telecommunication Outlook 2011 di Jakarta, Rabu (16/3).
Dengan pengembangan itu, perseroan menargetkan pertumbuhan pelanggan menjadi 44-45 juta pada 2011. Ia mengakui, target itu sendiri terbilang berat mengingat saat ini pasar industri telekomunikasi nasional tengah dilanda kejenuhan seiring makin meningkatnya penetrasi pasar.
"Dengan kondisi ini, target kami tidak lagi meningkatkan marketshare dengan memberikan harga semurah-murahnya. Strategi saat ini, mempertahankan customer yang ada lewat layanan konten dan aplikasi. Karena saat ini demand untuk produk itu tinggi," jelasnya.
Terlebih, lanjut dia, jumlah pelanggan selama dua bulan terakhir relatif flat. Pihaknya juga mengharapkan pendapatan perseroan dapat tumbuh sebesar 10%. Target itu melebihi target pertumbuhan industri telekomunikasi pada 2011 yang berkisar antara 6-8%. (CS/OL-9)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/16/210729/21/2/XL-Anggarkan-Belanja-Modal-Rp43-Triliun)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:27 PM Jepang Berencana Pindahkan Industri Komponen ke RI
16 Maret 2011
JAKARTA--MICOM: Bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang Jumat lalu telah mengganggu tiga sektor industri di negeri itu. Yakni otomotif, elektronik, dan komponen.
Namun, bencana itu justru berpotensi mendatangkan berkah buat Indonesia. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, Jepang sedang berpikir untuk memindahkan industri komponen ke Indonesia.
Itu dikatakan Hidayat seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu Ketua Dewan Kehormatan PPIJ (Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang) Ginandjar Kartasasmita di Kantor Presiden, Selasa (15/3).
Selain Ginandjar, hadir pula Ketua Komite Ekonomi Indonesia-Jepang Sony Harsono serta sejumlah pengusaha yang dekat dengan pebisnis Jepang seperti Rachmat Gobel dan Chairul Tanjung.
"Yang terkena itu sektor otomotif, elektronik dan industri komponen. Saya bahkan mendapat kabar bahwa pengusaha Jepang sedang berpikir untuk the next industri komponen mereka bisa relokasi ke Indonesia," ujar Hidayat.
Ia menambahkan, pabrik Komatsu mengalami kerusakan hampir 75% dan tidak akan berproduksi dalam jangka menengah. Industri mobil merek ternama asal Jepang juga menghentikan sementara produksi mereka. Begitupula dengan kawasan-kawasan industri di sejumlah daerah di Jepang.
"Akan ada dampak beruntun akibat gempa dan tsunami ini," sebutnya.
Meski Jepang kini tengah mengalami bencana, Hidayat memastikan komitmen investasi ā€Negeri Sakura’ di Indonesia tetap berjalan. Hanya saja perundingannya bakal berjalan alot. Salah satunya adalah rencana proyek Metropolitan Priority Area (MPA) senilai US$20 juta.
"Perundingannya mungkin agak lambat. Skala prioritasnya bergeser dan kita harus memaklumi," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel mengatakan, bencana Jepang tidak terlalu signifikan bagi Indonesia dalam hal impor produk elektornik.
Menurut Gobel, rata-rata impor Jepang ke Indonesia adalah produk teknologi tinggi seperti televisi layar datar 65 inchi.
"Marketnya tidak terlalu besar cuma satu persen," ujarnya. (Nav/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/16/210488/21/2/-Jepang-Berencana-Pindahkan-Industri-Komponen-ke-RI)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:29 PM Garuda Sentuh Level Tertinggi
16 Maret 2011
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/12/1210013620X310.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com - Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) naik ke level tertinggi satu bulan terakhir.
Hingga pukul 13.55 WIB, GIAA berhasil melaju 1,82 persen ke level Rp 560 per saham. Ini harga tertingginya sejak 18 Februari lalu.
Saham perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia ini menguat seiring penurunan harga minyak mentah dunia. Kemarin, harga minyak di New York, mengalami koreksi yang terbesar dalam lima bulan terakhir. Anjloknya harga minyak mengurangi tekanan biaya bahan bakar operasional maskapai ini. (Dupla Kartini/Kontan)
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/16/14250993/Garuda.Sentuh.Level.Tertinggi)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:32 PM AirAsia Naikkan Harga Tiket
16 Maret 2011
JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai Selasa (8/3/2011), Indonesia AirAsia (IAA) mulai menaikkan harga tiket untuk penerbangan domestik di Indonesia sebesar 5 persen.
"Kenaikan dilakukan tetapi tidak melampaui batas atas yang telah ditetapkan," kata juru bicara IAA, Audrey P Petriny, dalam pesan singkatnya, Selasa (8/3).
Dia menjelaskan, selain rute domestik, IAA juga menaikkan tarif harga dasar untuk rute internasional.
Penambahan sebesar Rp 30.000 untuk rute kurang dari dua jam penerbangan, sedangkan untuk lebih dari dua jam dikenai tambahan biaya Rp 60.000. "Selain itu, untuk menyiasati tingginya harga minyak dunia, kita juga berupaya meningkatkan penjualan produk ancillary seperti makanan, minuman, dan pernak-pernik di atas pesawat," paparnya.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Garuda, Elisa Lumbantoruan mengatakan, pihaknya mengakali tarif dengan mengurangi alokasi sub classes. "Jika avtur makin naik, maka kelas terendah dikurangi, kemudian basis best fare dinaikkan. Belum lama ini best fare (tarif terbaik) dinaikkan sebesar 5 persen,” kata Elisa.
Sementara itu, Sriwijaya Air dan Batavia Air menyatakan masih belum menaikkan tarif. "Kami masih wait and see, melihat situasi dan kondisi lebih dulu," kata humas Sriwijaya, Agus Soedjono.
Meskipun demikian, untuk menahan beban terus merangkaknya harga bahan bakar, Sriwijaya melakukan efisiensi internal. "Efisiensi ini sama sekali tidak mengurangi aspek keselamatan dan operasional," kata Agus.
Juru bicara Batavia Air, Eddy Haryanto, mengatakan, operasional Batavia juga tertekan oleh naiknya harga BBM. "Saat ini, kami belum menaikkan harga tiket, dalam waktu dekat akan ada pembahasan dari manajemen mengenai terus naiknya harga BBM ini," kata Eddy.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/09/11195767/AirAsia.Naikkan.Harga.Tiket)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:33 PM Gudang Garam Miliki Maskapai
16 Maret 2011
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akhirnya memiliki sebuah maskapaipenerbangan sendiri setelah Kementerian Perhubungan memberikan surat izin usaha penerbangan (SIUP) pekan lalu.
Maskapai tersebut tinggal mengurus perizinan terbang (air operator certificate/AOC) untuk bisa melayani penerbangan carter. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti Singayudha Gumay mengatakan, dirinya telah menandatangani SIUP untuk Surya Air milik Gudang Garam pekan lalu.
Izin maskapai tersebut adalah untuk pesawat carter."Setelah diteliti, rencana bisnisnya telah lengkap dan kita telah menyetujuinya," kata Herry di Jakarta.
Kepala Sub Direktorat Pengembangan Usaha Kementerian Perhubungan,Djoko Murjatmodjo menambahkan, izin Surya Air diperuntukkan bagi penerbangan komersial. "Pesawatnya jenis helikopter ada tiga unit yaitu jenis helikopter EC 135 dan Bk 117. Semua pesawatnya telah menjadi milik Surya Air dan basenya di Kediri, Jawa Timur," kata Djoko.
Selain Surya Air, jelasnya, pihaknya awal tahun ini juga telah menerbitkan SIUP bagi maskapai lainnya yang juga untuk carter.Maskapai tersebut adalah Ersa Eastern Aviation dengan tiga unit pesawat yaitu jenis helikopter BELL 206 dan PAC 750 dengan basis di Wamena dan Nabire Papua.
Berdasarkan aturan yang ada, perusahaan yang akan mendirikan maskapaibaru harus mengoperasikan minimal tiga unit pesawat dan satudiantaranya adalah hak milik.
Hadirnya Surya Air tersebut menyusul perusahaan rokok lainnya yaitu PTHM Sampoerna Tbk yang telah memiliki maskapai lebih dulu beberapatahun lalu. Nama maskapai tersebut sama dengan perusahaan pemiliknya,Sampoerna Air.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/15/11582814/Gudang.Garam.Miliki.Maskapai)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:34 PM Jumlah Toko di RI Terbesar Kedua Dunia
16 Maret 2011
JAKARTA, KOMPAS.com —Sekalipun mengalami penurunan jumlah toko yang menjual barang-barang konsumen sebesar 1,3 persen dari tahun lalu, jumlah toko di Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia setelah India. "Jumlah toko (tradisional dan modern) di Indonesia mencapai 2,5 juta toko," jelas Nielsen Executive Director Retail Measurement Services Teguh Yunanto di Jakarta, Selasa (15/3/2011).
Untuk penyebaran toko, paling banyak di Pulau Jawa dengan 57 persen, dan Sumatera dengan 22 persen, sisanya 21 persen ada di pulau lain. Namun, Teguh menjelaskan, ritel lebih tumbuh di pinggiran kota, mengingat lokasi permukiman banyak di daerah tersebut. Daerah inilah yang menjadi target dari ritel modern jenis minimarket.
Ritel modern tumbuh 38 persen dengan 18.152 toko di Indonesia, dibandingkan tahun 2009. Dari jumlah tersebut, sekitar 16.000 toko merupakan minimarket. Namun format ritel modern lainnya, seperti supermarket justru turun 6 persen, sedangkan hypermarket tumbuh 23 persen dengan 154 toko.
Dengan menjamurnya minimarket, Teguh menyebutkan, perlunya diferensiasi dalam bertahan dalam persaingan. "Karena diferensiasi, saya nggak harus mengeluarkan bensin dengan jalan ke minimarket, kenapa saya harus ngeluarin uang (dengan pergi ke supermarket atau hypermarket)," jelas Teguh.
Mengenai diferensiasi, Nielsen mencatat dua toko khusus yang tumbuh, yaitu toko kosmetik dan semi-retailer, pada 2010. "Kalau kita lihat pola belanja barang kebutuhan sehari-hari, susah untuk bertahan, tapi kalau kosmetik, itu unik. Seperti toko sepeda banyak sekali. Jadi diferensiasi sama pelayanan semakin penting," jelasnya.
Tahun lalu, jumlah toko kosmetik tumbuh lebih besar dibanding semi-retailer (5 persen) dengan 17 persen. "Toko kosmetik biasanya ada di pasar atau jalan utama, sedangkan semi-retailer itu tidak hanya untuk konsumen akhir, tetapi juga pengecer lain," sebutnya.
Kontribusi semi retailer ini signifikan dalam penjualan barang kebutuhan sehari-hari. "Mereka nahan belanja kebutuhan sehari,bukan karena nggak ada uang, tapi lebih memperhatikan lifetsyle. Jadi untuk barang tersebut mereka kurangi uangnya," jelas Teguh.
Ia menyebutkan bahwa diferensiasi toko untuk menyediakan produk-produk khusus cenderung diminati, dan ini yang akan membedakan toko di antara pesaingnya.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/15/12333392/Jumlah.Toko.di.RI.Terbesar.Kedua.Dunia)
English Version :
RI has second-largest number of shops after India: Report
March 16, 2011
The number of shops selling consumer goods in Indonesia dropped by 1.3 percent last year compared to the previous year, but was still the second-biggest number in the world, after India, a report on a recent survey shows.
Indonesia had 2.5 million traditional and modern shops, Nielsen retail measurement services executive director Teguh Yunanto said Tuesday in Jakarta, as reported by kompas.com.
Most of them were in Java (57 percent) and Sumatra (22 percent), while the rest were in other islands.
The outskirts of cities, with mushrooming residential areas, saw the greatest growth in modern markets at 38 percent or 18,152 shops. Most of them (16,000) were minimarkets.
The number of supermarkets dropped by 6 percent while numbers of hypermarkets increased by 23 percents with 154 outlets.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/15/ri-has-second-largest-number-shops-after-india-report.html)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:37 PM Wika secures Rp 1t in contracts as of March
Wed 16, 2011
State construction firm PT Wijaya Karya (Wika) has secured new work contracts worth Rp 1 trillion (US$114 million) since the beginning of 2011, as of mid-March.
The new projects, both local and foreign, increase the publicly-listed firm’s portfolio to a total value of Rp 11.7 trillion.
Domestic projects include the construction of a toll road in East Kalimantan worth Rp 180 billion, a wharf in Dumai, Riau, worth Rp 131 billion, road access for an Asahan III coal-fired power plant worth Rp 92 billion and a bridge over the Lembak River in East Kalimantan worth Rp 59 billion.
Foreign projects include the construction of a diesel-fired power plant in Timor Leste worth $16.9 million, a road in Papua New Guinea worth Rp 11.3 billion and a drainage system and road in Algeria worth Rp 99.1 billion.
“For a new project overseas, we're currently bidding for a bridge construction project in Timor Leste,” Wika finance director Ganda Kusuma said on Wednesday in Jakarta, as quoted by kontan.co.id.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/16/wika-secures-rp-1t-contracts-march.html)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:39 PM Indonesia still plans nuclear reactors near fault
Wed 16, 2011
Indonesia says four nuclear reactors it plans to build near a volatile fault will be safe and more modern than the Japanese plant critically damaged by an earthquake and tsunami.
Ferhat Aziz, a spokesman for Indonesia's Nuclear Energy, says the nation of 237 million badly needs alternative energy sources.
The four reactors will be built on Bangka island by 2022. Bangka is near Sumatra, the heavily populated island where a 2004 earthquake caused the massive tsunami that killed 230,000 people in a dozen nations.
Aziz insists the Indonesian reactors will be safe, saying they will use technology 40 years more modern than the Fukushima plant leaking radiation in Japan.
Both countries are on the "Rim of Fire," an arc of active faults encircling the Pacific Basin.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/16/indonesia-still-plans-nuclear-reactors-near-fault.html)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:40 PM Lotte Group to open 10 fast food restaurants in Jakarta
March 16, 2011
South Korean firm Lotte Group said on Wednesday it will open 10 fast food restaurants in Greater Jakarta this year.
The restaurant, to be named Lotteria, will be established jointly with AJBS Group, which will owns 49 percent of its shares.
“In the next five years, we expect to open 100 Lotteria in Greater Jakarta,” Lotteria director Yi Su Il said.
The company said it planned to open 100 new branches across Greater Jakarta over the next five years.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/16/lotte-group-open-10-fast-food-restaurants-jakarta.html)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:41 PM 5-day multi-city tech expo nets Rp 619.5b
March 15, 2011
The Mega Bazaar Computer (MBC) exhibition, a five-day event that took place in six cities in Indonesia, has netted Rp 619.5 billion (US$70.6 million) in revenue.
The expos were held simultaneously from March 9 to 13 in Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yograkarta and Makassar, and featured numerous computer and IT products.
The steering committee of the expos said in a press statement that the Jakarta event accounted for the bulk of the income, taking Rp 585 billion, and attracted the highest number of visitors, with more than 201,000.
Yogyakarta was second, generating Rp 9 billion in revenue, followed by Makassar with Rp 6.4 billion, Surabaya with Rp 5.5 billion, Bandung with Rp 5.3 billion and Semarang with Rp 4.7 billion, tribunnews.com reported on Tuesday.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/15/5-day-multi-city-tech-expo-nets-rp-6195b.html)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:42 PM Garuda to sell 7 Boeing 737-400 aircraft
March 16, 2011
State-owned airline PT Garuda Indonesia plans to sell seven of their old Boeing 737-400 aircraft this year, an official said Wednesday.
Garuda finance director Elisa Lumbantoruan said the sale was part of the airline's plan to renew its fleet and gradually phase out its 737 series fleet.
“The Boeing 737-400s will be sold first this year. The rest will follow so that by 2014 our fleet will be all new,” he said, as reported by tribunnews.com.
He said the company was currently inviting appraisal companies to value the aircraft.
He said that this year's sales strategy had been changed after last year the company sold just two of its aircraft.
“Last time the appraisals were based on the offers of the would-be buyer, resulting in the sale of two units only,” he said.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/16/garuda-sell-7-boeing-737-400-aircraft.html)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:43 PM OZ investor wants to develop dairy cow farm in E. Java town
March 16, 2011
An Australian investor has expressed interest in developing a dairy cow business in the East Java town of Lumajang in partnership with a local firm.
Lumajang administration economic division head Nurul Huda stopped short of naming the Australian investor, but added he and the local investor, PT Mahesa Agri Pratama, considered Lumajang a good place to develop such a business.
“It's good in terms of climate. Besides, we have abundant potential cow food here,” Nurul said in Lumajang on Wednesday, as quoted by tempointeraktif.com.
She said Pronojiwo, Pasrujambe and Candipuro districts in the East Java town were now being eyed as the center for the dairy cow business.
Nurul added that the two investors had sent their envoys to discuss their interest with the local administration, and had calculated the potential profits.
They are also planning to build a milk factory for export purposes, she said.
Lumajang Farming Agency head Gatot Subiyantoro said there were currently 5,000 cows in Lumajang, 4,500 of which produced milk. The number of cow farmers in the area is 1,100 people, who comprise 100 farmer groups, he added.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/16/oz-investor-wants-develop-dairy-cow-farm-e-java-town.html)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:50 PM Antam Bangun Smelter US$4 Miliar di Maluku
16 Maret 2011
Perseroan akan menggandeng perusahaan tambang asal Prancis, yakni Eramet SA.
VIVAnews - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membutuhkan dana sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp8,7 triliun untuk pendanaan pembangunan pabrik pengolahan bijih nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara.
"Proyek itu sebenarnya menelan dana US$1,6 miliar, tetapi yang 35 persen atau US$600 juta nanti dari kas perusahaan," kata Direktur Utama Antam, Alwin Syah Lubis di Jakarta, 16 Maret 2011.
Saat ini, Alwin menambahkan, perseroan tengah menganalisa metode pendanaan untuk proyek tersebut. "Kita cari yang paling memungkinkan, apakah obligasi atau pinjaman perbankan.
Pada saat bersamaan, dia mengaku perseroan saat ini tengah melakukan studi kelayakan untuk pembangunan pabrik smelter di Halmahera, Maluku Utara, senilai US$4 miliar atau setara Rp35,09 triliun.
Menurut Alwin, untuk merealisasikan aksi korporasi itu perseroan akan menggandeng perusahaan tambang asal Prancis, yakni Eramet SA. "Dalam proyek itu, Antam hanya menjadi pemilik minoritas saham, sedangkan kepemilikan mayoritas saham dikuasai Eramet yang mencapai 90 persen," kata dia.
Adapun, kapasitas pabrik pengolahan tersebut mencapai 27.000 ton nikel per tahun. Pabrik patungan tersebut dapat beroperasi secara komersial pada 2014.
Sementara itu, total nilai investasi untuk membangun smelter maupun infrastruktur lain yang menunjang diperkirakan mencapai US$3–4 miliar. Sebab, Alwin mengaku hingga 2014, perusahaan pelat merah ini menargetkan pembangunan lima pabrik pengolahan.
Menurutnya, saat ini, terdapat tiga proyek smelter yang skema pengerjaannya sudah ada. Pertama, smelter bauksit menjadi chemical grade alumina di Tayan, Kalimantan Barat, berkapasitas 300 ribu ton per tahun senilai US$400 juta yang digarap bersama Showa Denko dan Marubeni Corporation, Jepang.
Kedua, proyek pengolahan bauksit menjadi smelter grade alumina berkapasitas satu juta metrik ton per tahun senilai US$1 miliar. Proyek kedua ini berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat, bekerja sama dengan Hangzhou Jinjiang Group asal China.
Ketiga, proyek pengolahan bijih besi spons di Batu Licin, Kalimantan Selatan, senilai US$130 juta. Pembangunan pabrik berkapasitas 315 ribu ton per tahun ini bekerja sama dengan PT Krakatau Steel Tbk dan Pemprov Kalimantan.
Sementara itu, lanjut Alwin, satu pabrik pengolahan bijih besi nikel di Mandiodo, Sulawesi Tenggara juga masuk dalam rencana lima tahun perseroan. Rencananya, pabrik smelter di Mandiodo memiliki kapasitasnya mencapai 120 ribu ton per tahun. Proyek senilai US$140 juta itu diharapkan rampung pada tiga tahun mendatang.
Viva News (http://bisnis.vivanews.com/news/read/209775-bangun-pabrik--antam-butuh-dana-us-1-miliar)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:51 PM PTDI Bakal Buat Pesawat Canggih dan Murah
16 Maret 2011
VIVAnews - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bakal kembali meluncurkan satu jenis pesawat baru yang diklaim sebagai pesawat termurah dan tercanggih di kelasnya. Pesawat baru dengan nama N-219 ini sedang dalam tahap desain. Prototipenya akan dibuat dan mulai uji coba terbang pada 2014 mendatang.
Indonesia terakhir kali membuat pesawat N-250 pada era Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie. Namun, pesawat pertama yang diproduksi Indonesia adalah pesawat CN-235 yang kala itu diproduksi oleh IPTN.
"Gambarnya sudah ada dan masa pengembangannya dalam tiga tahun ke depan, saat ini kita sudah jalan pengembangan setengah tahun," kata Direktur Aerostructure PTDI, Andi Alisjahbana, di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 16 Maret 2011.
Andi menjelaskan, pesawat baru ini memiliki kapasitas 19 penumpang dengan menggunakan dua mesin berkapasitas 850 shaft horse power (HP). Secara keseluruhan, N-219 akan mengandung konten lokal sebesar 70 persen dan 30 persen sisanya masih harus menggunakan komponen impor, terutama di bagian mesin dan aviasi.
"Mesin dan avianik masih impor. Mesin sepertinya kami akan impor dari Kanada. Sedangkan avionik dari Amerika dan Eropa," jelasnya.
PTDI mengklaim N-219 akan menjadi pesawat termurah dikelasnya. Pesawat ini nantinya akan bersaing dengan Twin Otter (Viking Air) dan Harbin Y-12 buatan China. Namun, Andi belum bersedia membeberkan harga dari pesawat N-219 per unitnya.
"Sebagai perbandingan harga Y-12 sekitar US$4,5 juta sedangkan Twin Otter lebih mahal," katanya.
Selain termurah di kelasnya, N-219 juga diklaim akan menjadi pesawat tercanggih karena menggabungkan teknologi CN-235, N-250 dan N-212. Pesawat N-219 rencananya dikerjakan oleh sekitar 200 engineer yang dimiliki oleh perusahaan.
Sayangnya, untuk pengembangan N-219, lagi-lagi PTDI terbentur masalah klasik berupa pendanaan. Menurut Andi, PTDI tidak mungkin menggunakan dana sendiri untuk mengembangkan N-219, sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan swasta untuk mengembangkan N-219. "Dana hingga saat ini belum ada, kami sedang mendekati sumber pendanaan," ujar Andi.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Dita Ardonni Jafri, menambahkan, PTDI sanggup menyelesaikan dua buah prototype N-219 dalam waktu 2,5 tahun ke depan. Dengan syarat, perusahaan memperoleh pendanaan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah prototype N-219 senilai US$30 juta.
Viva News (http://bisnis.vivanews.com/news/read/209812-ptdi-bakal-produksi-pesawat-baru)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:52 PM Hatta: RI Incar Momentum Rehabilitasi Jepang
16 Maret 2011
VIVAnews - Pemerintah menyatakan gempa bumi dan tsunami Jepang belum berdampak signifikan kepada volume perdagangan Indonesia. Justru pemerintah berharap bisa mencuri kesempatan menggenjot ekspor disaat Jepang memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Jepang diperkirakan bakal membutuhkan banyak pasokan energi dan bahan bakar ketika mulai membangun kembali sejumlah kota yang tertimpa bencana alam.
"Indonesia memiliki peluang untuk mengisi momen itu," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa usai Pembukaan Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 16 Maret 2011.
Hatta menyadari tingkat serapan daya beli masyarakat Jepang khususnya dari segi bahan bakar ataupun energi mungkin akan ada sedikit pengurangan pasca bencana. Namun, kondisi tersebut dipastikan akan berbalik ketika Jepang memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur. Saat inilah, permintaan energi dan bahan bakar dipastikan akan kembali meningkat.
Keyakinan tambahan ekspor energi juga tidak terlepas dari kondisi pelabuhan tujuan ekspor Indonesia di Yokohama, Tokyo yang tidak mengalami gangguan berarti.
Hatta mengungkapkan, volume perdagangan Indonesia dan Jepang yang tercatat berkisar US$20 miliar mungkin saja akan terpengaruh untuk sementara waktu. Namun dalam jangka panjang, dampak dari bencana alamat tersebut tidak akan menunjukkan tanda-tanda signifikan.
"Saya tidak melihat ada gangguan, saya tidak melihat ada penghentian, mungkin kalau turis bisa saja terjadi," kata Hatta. (umi)
Viva News (http://bisnis.vivanews.com/news/read/209798-hatta--ri-incar-momentum-rehabilitasi-jepang)
yudibali2008 March 16th, 2011, 03:55 PM Telkomsel Akan Bangun 600 BTS Di Kalimantan
16 Maret 2011
http://d2xl9jk9xw87d4.cloudfront.net/bisnis/images/logo/telkomsel.jpg
BALIKPAPAN: PT Telkomsel Regional Kalimantan, pada tahun ini terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas coverage, termasuk menambah hingga 600 Base Transceiver Station (BTS) dengan nilai investasi diperkirakan lebih dari Rp1 triliun.
Sampai akhir 2010, Telkomsel Kalimantan telah memiliki lebih dari 3.000 unit BTS yang tersebar di empat provinsi di Pulau Kalimantan. Dengan kekuatan jaringan tersebut, Telkomsel Kalimantan saat ini mengantongi jumlah pelanggan mencapai 9,8 juta pelanggan, meningkat dari posisi akhir tahun lalu sebanyak 9,6 juta pelanggan.
General Manager Network Operation (GM-NO) Telkomsel Kalimantan Dedi Suherman mengatakan pada 2011 pihaknya berencana membangun jumlah BTS yang hampir sama dengan 2010, yaitu sekitar 500-600 BTS.
“Rencana awal, kami menambah sekitar 500-600 BTS. Namun, kami belum bisa pastikan karena kondisi bisa berubah setiap saat seiring perubahan tarif dan kompetisi,” katanya ketika ditemui Bisnis, Selasa lalu.
Selain membangun BTS-BTS baru, Dedi mengakui, saat ini tengah mempertimbangkan untuk menambah kapasitas pada jaringan BTS eksisting guna mengimbangi pertumbuhan permintaan pelanggan yang diyakini terus meningkat.
“Jadi duit [belanja modal] yang sama kami pikirkan untuk menambah sebanyak mungkin tempat baru [BTS] atau menambah kapasitas yang eksisting. Dengan kondisi kapasitas yang sekarang kami mempertimbangkan untuk juga mementingkan pelanggan yang membutuhkan peningkatan kapasitas,” ungkapnya.
Disinggung mengenai besaran belanja modal yang dialokasikan Telkomsel Kalimantan untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas jaringan, Dedi enggan menyebutkan angka secara pasti. Dia hanya menegaskan bahwa investasi yang ditanamkan tentunya mengikuti pertumbuhan bisnis, dan nilainya tidak jauh berbeda dari belanja modal yang ditanamkan perusahaan pada tahun lalu.
“Tahun lalu kami membangun sekitar 600-an BTS, kira-kira diatas Rp1 triliun. Tahun ini ya tidak jauh-jauh dari angka itu,” katanya.
Dia menuturkan pembangunan site BTS baru di area Kalimantan membutuhkan investasi yang cukup besar, yakni rerata sekitar Rp2 miliar per unit. Ini seiring dengan kondisi area yang dihadapkan pada tantangan infrastruktur dan biaya transportasi yang tinggi.(api)
Bisnis.com (http://www.bisnis.com/infrastruktur/telekomunikasi/16561-telkomsel-akan-bangun-600-bts-di-kalimantan)
yudibali2008 March 16th, 2011, 04:12 PM Palapa Ring Mulai Komersial April 2011
16 Maret 2011
Jakarta - Infrastruktur serat optik Palapa Ring di wilayah timur Indonesia area Mataram-Kupang akhirnya selesai dibangun. Setelah uji cobanya rampung, jaringan tersebut direncanakan bakal dikomersilkan dalam waktu dekat.
"Palapa Ring untuk Mataram-Kupang System Cable sudah selesai dibangun. April nanti akan kami komersialisasikan," kata Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah, di sela seminar Outlook Telekomunikasi 2011: Mengubah Kejenuhan Menjadi Peluang, di Gran Melia, Jakarta, Rabu (16/3/2011).
Jaringan serat optik tersebut akan disalurkan lewat akses last mile ke daerah pelosok. Namun Rinaldi mengaku belum menetapkan soal tarif akses layanannya. "Yang pasti lebih murah dibanding area perkotaan," ujarnya.
Telkom sendiri telah menggelontorkan dana sekitar USD 50 juta untuk membangun infrastruktur Palapa Ring Mataram-Kupang. Dana yang keluar ini merupakan setengah lebih dari total investasi proyek Palapa Ring yang digawangi Telkom di Indonesia Timur yang senilai USD 90 juta.
Dibanding dua pemenang tender Palapa Ring lainnya -- Indosat dan Bakrie Telecom -- Telkom memang menjadi operator yang memiliki dana pengembangan infrastruktur Palapa Ring paling besar. Dari total anggaran senilai USD 150 juta, sebesar USD 90 juta di antaranya disiapkan oleh operator pelat merah itu.
Proyek Mataram-Kupang Cable System merupakan serat optik bawah laut yang dibangun Telkom sepanjang 1.041 kilometer. Proyek ini akan memiliki enam landing point di Mataram, Sumbawa Besar, Raba, Waingapu dan Kupang.
Selain itu, Telkom juga akan membangun jaringan inland cable sepanjang 810 kilometer dengan jumlah 15 node di kota Mataram, Pringgabaya, Newmont, Taliwang, Sumbawa Besar, Ampang, Dompu, Raba, Labuhan Bajo, Ruteng, Bajawa, Ende, Maumere, Waingapu, dan Kupang.
Detikinet (http://www.detikinet.com/read/2011/03/16/165134/1593444/328/palapa-ring-mulai-komersial-april-2011/?i991102105)
Dazon March 17th, 2011, 12:02 AM Jumlah Toko di RI Terbesar Kedua Dunia
16 Maret 2011
JAKARTA, KOMPAS.com —Sekalipun mengalami penurunan jumlah toko yang menjual barang-barang konsumen sebesar 1,3 persen dari tahun lalu, jumlah toko di Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia setelah India. "Jumlah toko (tradisional dan modern) di Indonesia mencapai 2,5 juta toko," jelas Nielsen Executive Director Retail Measurement Services Teguh Yunanto di Jakarta, Selasa (15/3/2011).
Untuk penyebaran toko, paling banyak di Pulau Jawa dengan 57 persen, dan Sumatera dengan 22 persen, sisanya 21 persen ada di pulau lain. Namun, Teguh menjelaskan, ritel lebih tumbuh di pinggiran kota, mengingat lokasi permukiman banyak di daerah tersebut. Daerah inilah yang menjadi target dari ritel modern jenis minimarket.
Ritel modern tumbuh 38 persen dengan 18.152 toko di Indonesia, dibandingkan tahun 2009. Dari jumlah tersebut, sekitar 16.000 toko merupakan minimarket. Namun format ritel modern lainnya, seperti supermarket justru turun 6 persen, sedangkan hypermarket tumbuh 23 persen dengan 154 toko.
Dengan menjamurnya minimarket, Teguh menyebutkan, perlunya diferensiasi dalam bertahan dalam persaingan. "Karena diferensiasi, saya nggak harus mengeluarkan bensin dengan jalan ke minimarket, kenapa saya harus ngeluarin uang (dengan pergi ke supermarket atau hypermarket)," jelas Teguh.
Mengenai diferensiasi, Nielsen mencatat dua toko khusus yang tumbuh, yaitu toko kosmetik dan semi-retailer, pada 2010. "Kalau kita lihat pola belanja barang kebutuhan sehari-hari, susah untuk bertahan, tapi kalau kosmetik, itu unik. Seperti toko sepeda banyak sekali. Jadi diferensiasi sama pelayanan semakin penting," jelasnya.
Tahun lalu, jumlah toko kosmetik tumbuh lebih besar dibanding semi-retailer (5 persen) dengan 17 persen. "Toko kosmetik biasanya ada di pasar atau jalan utama, sedangkan semi-retailer itu tidak hanya untuk konsumen akhir, tetapi juga pengecer lain," sebutnya.
Kontribusi semi retailer ini signifikan dalam penjualan barang kebutuhan sehari-hari. "Mereka nahan belanja kebutuhan sehari,bukan karena nggak ada uang, tapi lebih memperhatikan lifetsyle. Jadi untuk barang tersebut mereka kurangi uangnya," jelas Teguh.
Ia menyebutkan bahwa diferensiasi toko untuk menyediakan produk-produk khusus cenderung diminati, dan ini yang akan membedakan toko di antara pesaingnya.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/15/12333392/Jumlah.Toko.di.RI.Terbesar.Kedua.Dunia)
English Version :
RI has second-largest number of shops after India: Report
March 16, 2011
The number of shops selling consumer goods in Indonesia dropped by 1.3 percent last year compared to the previous year, but was still the second-biggest number in the world, after India, a report on a recent survey shows.
Indonesia had 2.5 million traditional and modern shops, Nielsen retail measurement services executive director Teguh Yunanto said Tuesday in Jakarta, as reported by kompas.com.
Most of them were in Java (57 percent) and Sumatra (22 percent), while the rest were in other islands.
The outskirts of cities, with mushrooming residential areas, saw the greatest growth in modern markets at 38 percent or 18,152 shops. Most of them (16,000) were minimarkets.
The number of supermarkets dropped by 6 percent while numbers of hypermarkets increased by 23 percents with 154 outlets.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/15/ri-has-second-largest-number-shops-after-india-report.html)
Berarti penduduk banyak belum tentu jaminan punya banyak toko yak di negaranya. China kesalip Indonesia, luar biasa.
Mimihitam March 17th, 2011, 07:20 AM Matahari Putra Prima to Open 22 Hypermarts This Year
Shirley Christie | March 17, 2011
http://www.thejakartaglobe.com/media/images/medium2/20110317093001067.jpg
A shopper pays at cashier at Hypermart — owned by PT Matahari Putra Prima — in Jakarta. The country’s largest homegrown department store, has targeted Rp 10 trillion in sales and to open at least 22 new hypermarts this year. (Bloomberg Photo)
Matahari Putra Prima, the country’s largest homegrown department store, has targeted Rp 10 trillion in sales and to open at least 22 new hypermarts this year.
“Good projections within the first quarter of 2011 convinced us even more that the company was heading in the right strategic direction,” said Benjamin Mailool, the president director of Matahari Putra Prima (MPP), in a press release on Wednesday.
After a 20 percent increase in sales experienced in the last quarter, Matahari Food Business (MFB) estimates that their annual sales will increase from Rp 6.5 trillion last year to Rp 7.6 trillion.
Benjamin said the good performance was mostly the result of the company’s hypermarket chain, Hypermart.
Besides Hypermart, MFB also include supermarket chain Foodmart and pharmacy stores Boston.
MPP estimates total sales this year will reach Rp 10 trillion, an increase of 30 percent from last year, followed by running sales of between Rp 14 trillion and Rp 15 trillion the following year.
“We will focus on a series of aggressive expansions for Hypermart — we have prepared more than 22 new outlets to open this year,” Benjamin said, adding that it was the company’s highest target so far and set the barometer for modern local retail businesses.
MPP said the increase mainly occurred during the Chinese new year period where it gained comparable growth in store sales of 12 percent. Sales during the period were up 20.5 percent, from Rp 273 billion last year.
Besides the special holiday, the excellent performance was supported by merchandising strategy and aggressive promotion and marketing strategy. During the first quarter of 2011, MPP has opened one new stand-alone Hypermart outlet located in Lippo Karawaci.
Hypermart is a business unit of Matahari Putra Prima established in 2004 and has become the second largest hypermarket chain, behind French-based retailer Carrefour.
Matahari Putra Prima and the Jakarta Globe are affiliated with the Lippo Group.
http://www.thejakartaglobe.com/home/matahari-putra-prima-to-open-22-hypermarts-this-year/429687
BORMOT March 20th, 2011, 01:15 AM Greetings from Russia! Friends, may you help me?
To write a study, I need information about big turn-key general contractors of Indonesia, preferably having experince in hotel development (but it is not a must), able to build from ground and concrete works up to complete furnishing, and possible completed projects abroad (Africa). I mean the companies which can transfer workers and machines to other far regions for a new development.
Thank you very much in advance.
acoolguyfromnz March 21st, 2011, 04:19 PM @Dazon,
Seharusnya Indonesia spt itu, di pacu agar org mau berwiraswasta dan di arahkan go international. Dgn demikian, feeling bisnisnya terasah karena di biasakan utk berkompetisi dan di paksa utk jadi yg terbaik utk survive.
Yg jadi persoalan selanjutnya adalah pemerintah tdk mampu memperbanyak jumlah wisman berkunjung ke Indonesia.
Semakin banyak wisman berkunjung ke Indonesia, maka semakin cepat roda ekonomi di sektor riil.
Malaysia sekarang ekonominya benar2 di gerakkan dari 20 juta wisman yg masuk padahal jumlah penduduknya cuma 15-an juta.
Perhatikan dgn baik2 rasionya.
acoolguyfromnz March 21st, 2011, 04:24 PM @YudiBali
Utk PT DI, terlihat pemerintah salah menempatkan CEO dan jajaran direksinya. Kelihatan sekali perusahaan tumpul dalam hal planning, marketing, terobosan bisnis dan terlihat mereka kebingungan. Sampai2 jadi tukang jahit dgn bayaran murah.
Inilah kesalahan terbesar yg di buat pemerintah yg menempatkan bekas tentara jadi direktur dan ceo dimana mereka belum teruji secara bisnis. Ibarat menempatkan guru sekolah umum jadi direktur bank dunia.
Jika tdk mampu lebih baik cari CEO asing saja yg teruji di lapangan.
sc4 March 21st, 2011, 06:47 PM @Dazon,
Seharusnya Indonesia spt itu, di pacu agar org mau berwiraswasta dan di arahkan go international. Dgn demikian, feeling bisnisnya terasah karena di biasakan utk berkompetisi dan di paksa utk jadi yg terbaik utk survive.
Yg jadi persoalan selanjutnya adalah pemerintah tdk mampu memperbanyak jumlah wisman berkunjung ke Indonesia.
Semakin banyak wisman berkunjung ke Indonesia, maka semakin cepat roda ekonomi di sektor riil.
Malaysia sekarang ekonominya benar2 di gerakkan dari 20 juta wisman yg masuk padahal jumlah penduduknya cuma 15-an juta.
Perhatikan dgn baik2 rasionya.
Jumlah penduduk di Malaysia kini sekitar 27-an juta....
Aucostar March 22nd, 2011, 10:56 AM Cadangan Devisa RI Tembus US$103,3 Miliar
Jakarta, (Analisa)
Cadangan devisa Indonesia terus menggelembung hingga per 18 Maret 2011 telah mencapai US$ 103,3 miliar. Melonjak US$ 1 miliar dibandingkan pekan sebelumnya atau 10 Maret 2011 yang sebesar US$ 102,2 miliar.
Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono kepada detikFinance di Jakarta, Senin (21/3). "Per 18 Maret 2011 cadangan devisa RI itu mencapai US$ 103,3 miliar atau setara di atas 7 bulan impor dan pembayaran utang jangka pendek pemerintah," ujar Hartadi.
Dari sisi penempatan asing di instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada periode yang sama tercatat sebesar Rp 71,6 triliun atau mencapai 31,1% dari total SBI. "Untuk kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) per 18 Maret 2011 mencapai Rp 204,2 triliun atau 29,9% dari total SUN," jelasnya.
Lebih jauh Hartadi mengatakan minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia masih sama walaupun belakangan terjadi teror bom yang melanda. "Untuk ancaman bom sejauh ini tidak ada pengaruhnya, hanya krisis Libya saja yang berdampak pada pasar terutama minyak," terangnya. (dtc)
http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=89879:cadangan-devisa-ri-tembus-us1033-miliar&catid=26:nasional&Itemid=44
Mehome March 22nd, 2011, 12:32 PM Rupiah Gains as Central Bank Says GDP Growth to Beat Forecast
Indonesia’s rupiah advanced to its strongest level in almost four years after the central bank said economic growth in the first quarter may beat its forecast. Benchmark bonds gained for a second day.
Gross domestic product may increase 6.6 percent in the three months through March, Deputy Governor Hartadi Sarwono said on March 16. The monetary authority had predicted on Feb. 4 that the economy would expand 6.4 percent. The currency rose for a second day after U.S. Energy Secretary Steven Chu said the Obama administration believes the worst of Japan’s nuclear crisis is over, U.S. Energy Secretary Steven Chu said.
“Recent comments by Indonesian officials that gross domestic product may beat the initial forecast has set a positive backdrop for the rupiah,” said Joanna Tan, a Singapore-based economist at Forecast Singapore Pte. “There’s also positive developments in Japan.”
The rupiah strengthened 0.4 percent to 8,733 per dollar as of 4:29 p.m. in Jakarta, according to data compiled by Bloomberg. The currency traded at 8,731 earlier, its strongest level since May 2007.
http://www.bloomberg.com/news/2011-03-21/rupiah-gains-as-central-bank-says-gdp-growth-to-beat-forecast.html
David-80 March 23rd, 2011, 08:19 PM UPDATE 2-CVC to invest $269 mln in Indonesia's First Media
By Janeman Latul
JAKARTA, March 22 (Reuters) - Private equity firm CVC will invest $269 million in the cable TV and internet business of Indonesia's PT First Media , in a deal that reflects investor interest to tap growing consumer spending in Southeast Asia's biggest economy.
The deal marks the second investment by CVC in the Lippo Group, one of Indonesia's biggest conglomerates, and in Indonesia, after its $790 million purchase of a department store chain last year, and bankers expect more M&A deals in the consumer and retail sector.
First Media, controlled by the Lippo Group, said CVC will get a 49 percent stake in PT Link Net, a unit that provides high-speed internet, cable pay TV and data communication services.
"This deal will also attract interest from other parties to co-operate with First Media, or for small investors to invest in its stock," said Winston Sual, a fund manager at Panin Dana Maxima, which runs 5.5 trillion rupiah ($630 million) in funds.
Shares in First Media surged as much as 24 percent after the announcement, and traded 13 percent up at 950 rupiah by 0802 GMT, versus a Jakarta index down 0.3 percent. The stock has been flat this year, versus the index's 5 percent drop.
Foreign investors have sold a net $766 million in Indonesian stocks this year on worries over inflation and as funds move to developed markets and north Asia, though many are still bullish longer term on Indonesia's prospects. The index surged 46 percent last year on $2 billion of net foreign buying.
First Media said in January it had hired Bank of America Merrill Lynch to conduct a strategic review of its business to help the company identify various strategy and growth opportunities.
Lippo had aimed to raise about $400 to $500 million from a sale of their majority stake in First Media and gathered interest from firms including South Korean's SK Telecom Co and KDDI Corp , but the group saw bids as too low.
"This will allow us to invest more heavily in much needed telecommunication infrastructure," said Peter Gontha, First Media's chairman, on the deal with CVC.
inadequate infrastructure in the archipelago is seen as a hurdle to growth and an investment opportunity. A growing middle class, with salaries having risen over a quarter in the last three years, is expected to drive demand for consumer products.
source http://www.reuters.com/article/2011/03/22/first-media-cvc-idUSL3E7EM0FF20110322?pageNumber=1
cheers
Mimihitam March 24th, 2011, 04:38 PM Pemerintah Akan Ajukan Keberatan pada China
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia gerah lantaran ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) memicu praktik dumping. Alhasil, pemerintah akan mengajukan keberatan atas persoalan itu.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengaku telah meminta tim antidumping lintas kementerian segera bergerak menyelidiki praktik dumping itu. "Kalau memang ditemukan dumping ataupun ditemukan ketidakadilan di dalam perdagangan maka kita bisa komplain ke sana," ujar Hatta, seusai rapat terbatas penyelenggaraan KTT ASEAN di Kantor Wakil Presiden, Kamis (24/3/2011).
Dengan demikian, barang buatan dalam negeri tetap bisa bersaing dengan produk impor China. "Kita harus lakukan itu untuk melindungi kepentingan kita," ujar Hatta.
Menurut Hatta, kebijakan ACFTA memberi kesempatan bagi pemerintah untuk mengevaluasi perdagangan dengan China. Evaluasi itu mencakup, antara lain, apakah terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan maupun terjadi defisit perdagangan dengan China.
Sebagai informasi, dumping adalah pemberlakuan harga lebih rendah terhadap produk ekspor yang dijual kepada negara pengimpor ketimbang harga normal di pasaran domestik negara pengekspor. Adapun ACFTA berlaku sejak tahun 1 Januari 2010.
Hasil survei Kementerian Perindustrian terhadap setahun pelaksanaan ACFTA menemukan praktik dumping puluhan produk impor China. Berdasarkan hasil survei, terdapat 190 barang impor China, sebanyak 38 produk harga jualnya di Indonesia lebih murah dibandingkan dengan harga jual di pasar domestik mereka. (Hans Henricus Benedictus/Kontan)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/24/15214748/Pemerintah.Akan.Ajukan.Keberatan.pada.China
MARINHO March 24th, 2011, 06:06 PM Rangga D. Fadillah, The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 03/24/2011 3:43 AM | Headlines
A | A | A |
Indonesian products are losing ground in the domestic market to Chinese products, following the implementation of the ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA), government research shows.
Agus Tjahayana, director general for international industrial cooperation at the Industry Ministry, said the results of the recent ministry survey, canvassing 4,236 traders and 12,151 buyers of both Indonesian and Chinese products, confirmed the troublesome trend.
“From the survey, we see a trend of declining market share for our products, as more consumers prefer buying products imported from China,” he told reporters at a press briefing in Jakarta on Wednesday.
The survey revealed most traders preferred selling Chinese products instead of domestically-made ones because their profits rose by around 20 percent, he added.
“This negative trend caused several sensitive industries to experience production declines last year,” Agus said.
Most consumers bought Chinese products for their cheap prices, unique and creative designs and functionality, although they admitted that the products were not very durable, according to the survey.
Conducted in 11 major Indonesian cities, Medan in North Sumatra, Padang in West Sumatra, Jakarta, Bandung in West Java, Semarang in Central Java, Surabaya in East Java and Makassar in South Sulawesi, the survey focused on the five most-affected industrial sectors: textiles, furniture, metals, machinery and electronics.
From the data, the ministry concluded that implementing the ACFTA caused an increase in raw material imports, decrease in domestic product sales, decline in producers’ profits and declining employment.
Agus said the main reasons why Indonesian products were less competitive than Chinese products were expensive raw materials, unstable and high energy prices and limited access to capital.
According to the Trade Ministry, in 2010, Indonesia and China’s non-oil and gas trade balance posted a US$5.6 billion (Rp 48.85 trillion) deficit in favor of China, increasing $1 billion from 2009. However, the deficit last year was still far below that of 2008, which reached $7.2 billion.
The ministry claimed that ACFTA’s implementation was “useful” for Indonesia, since the country’s non-oil and gas exports to China in 2010 reached $14.1 billion, jumping 57.8 percent from 2009.
The data revealed that industrial products still dominated Indonesia’s exports to China.
From January to November last year, exports topped $7 billion, up 31.9 percent from the same period in 2009.
In 2010, Indonesia’s total export touched an all-time record of $157.73 billion, up 35.4 percent from 2009, mainly driven by rising prices of natural resource-based commodities such as crude palm oil, coal, rubber and copper.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/24/ri’s-products-losing-ground-chinese-imports.html
yudibali2008 March 25th, 2011, 02:25 AM Atasi Dampak ACFTA, Wajib Safeguard Bagi Produk China
JAKARTA: Kementerian Perindustrian akan menyusun regulasi baru guna mengatasi dampak Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) atas 5 sektor industri, dengan memberlakukan kewajiban safeguard. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan dari hasil survei Kemenperin menunjukkan ada persaingan yang tidak seimbang, mengingat produk asal China ke Indonesia yang masuk sejalan dengan pemberlakukan ACFTA kebanyakan memiliki standar di bawah barang sejenis hasil industri di dalam negeri, serta ada yang menggunakan dumping.
“Itu [survei Kemenperin] mau dipakai dalam menyusun regulasi yang baru untuk lebih bisa mengatasi dan mengantisipasi [ACFTA]. Kita akan melakukan berbagai upaya antara lain menggunakan safeguard,” kata Hidayat menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini.
Seperti diketahui Kemeperin menemukan indikasi tindakan dumping pada 38 produk yang diimpor dari China melalui skema ACFTA yang berlaku sejak 1 Januari 2010 (Bisnis, 24 Maret 2011).
Dengan diberlakukannya wajib safeguard, jelasnya, diharapkan tidak ada lagi persaingan tidak seimbang seperti dumping.
Namun, jelasnya, sampai saat ini belum ada industri terkait yang mengajukan komplain bahwa sektornya merasa dirugikan akibat dumping 38 produk tersebut. Untuk itu Kemenperin akan berinisiatif menanyakan pada sejumlah sektor.
“Dengan ada proses safeguard maka pemeriksaan terhadap harga dan kualitas itu bisa dilakukan karena itu sesuai dengan standar WTO, kita boleh melakukan. Yang kedua, menaikkan efisiensi dari produk nasional sendiri. Berbagai hambatan bisa kita cegah,” katanya.
Menurut Menperin, survei yang dilakukan kementeriannya juga dijadikan sebagai pedoman bagi program kerja berikutnya untuk memperkuat sektor yang sudah tersaingi produk China sejalan pemberlakuan ACFTA.
Ketika ditanyakan apakah wajib safeguard tersebut akan bisa dinilai pihak China sebagai reaksi Indonesia yang kalah produknya dalam bersaing dengan barang asal Negeri Tirai Bambu tersebut, Hidayat mengatakan pemerintah mesti melakukannya karena ada persaingan tidak fair.
“Yang mau dicegah kalahnya atas persaingan tidak fair. Misal, ada treatment yang di sana diberikan berlebih dari segi pajak, sementara kita tidak. Kalau mereka memberikan tingkat suku bunga rendah sementara kita nggak, ya, salah kita sendiri,” katanya.
Hidayat mengatakan wajib safeguard tersebut prosedurnya akan dilakukan di Kementerian Perdagangan. (ln)
Bisnis.com (http://www.bisnis.com/ekonomi/global/17630-atasi-dampak-acfta-wajib-safeguard-bagi-produk-china)
yudibali2008 March 25th, 2011, 02:27 AM Perumnas allocates Rp 500b to build low-cost houses
House developer Perum Perumnas has said it will allocate between Rp 400 billion (US$45 million) and Rp 500 billion to build 100,000 low-cost houses.
Perumnas president director Himawan Arief said the funds would be used to build houses with a floor space of 36 square meters.
“We will construct 30,000 low-cost houses in the first stage,” Himawan said Thursday, as quoted by kontan.co.id.
Of the 30,000 houses, Perumnas will build 6,000 in East Java, and the another 5,000 in East Nusa Tenggara and West Nusa Tenggara, he said.
“We need to wait for each province to be ready before we can realize the whole plan,” Himawan said.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/24/perumnas-allocates-rp-500b-build-low-cost-houses.html)
yudibali2008 March 25th, 2011, 02:28 AM Minister encourages Pertamina to take over Cepu gas from ExxonMobil
State Enterprises Minister Mustafa Abubakar has encouraged state oil and gas firm PT Pertamina to take over gas exploration at the Cepu Block from US oil giant ExxonMobil.
“We’ve been waiting for Cepu [to start production] for too long. I know there’s been progress, but it’s been too slow," Mustafa said Thursday, as quoted by Antara.
Mustafa was speaking to the media after witnessing the signing of an agreement on gas procurement between Pertamina and PLN.
“I think any plans for Pertamina to take gas [from the block] and for [state electricity firm] PLN to buy it would be very strategic.”
He said the government wanted the Cepu block, situated in a Central Java district bordering with East Java, to start producing gas as soon as possible.
PLN managing director Dahlan Iskan supported the idea, saying ExxonMobil was only developing the block “half-heartedly”.
“We see that Exxon is half-heartedly developing Cepu gas, maybe because it’s only really interested in the oil. So, why not let Exxon do the oil and Pertamina do the gas?” Dahlan suggested, adding that PLN was ready to buy Cepu gas.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/24/minister-encourages-pertamina-take-over-cepu-gas-exxonmobil.html)
yudibali2008 March 25th, 2011, 02:29 AM Agung Podomoro’s 2010 revenue more than double
Real estate developer PT Agung Podomoro Land (APLN) has booked a revenue of Rp 1.94 trillion (US$210 million) from last year, a 126 percent increase from the Rp 856 billion it earned in 2009.
APLN vice president director Handaka Santosa said Thursday the diversification of the company’s businesses, for example in renting offices, kiosks and malls, had turned out to be a good move.
“Our profits last year also increased to six times than that of 2009,” Handaka said, as quoted by kontan.co.id.
In 2010, APLN recorded profits of Rp 241.9 billion, compared to Rp 35.3 billion in 2009.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/24/agung-podomoro%E2%80%99s-2010-revenue-more-double.html)
yudibali2008 March 25th, 2011, 02:30 AM PLN, Pertamina to build gas infrastructure in eastern Indonesia
Electricity utility PT PLN and oil and gas firm PT Pertamina announced Thursday that they would collaborate to build a gas transportation system.
It is expected to include eight liquefied natural gas (LNG) receiving terminals, designed to support PLN's operations in eastern Indonesia.
PLN president director Dahlan Iskan said that the planned infrastructure might reduce his company's expenditures to buy oil-based fuels by Rp 874 billion (US$100,17 million) per year, which ultimately would lead to a decrease in electricity subsidy.
“The idea resulted from Pertamina after learning that our company encounters difficulties in controlling soaring production costs in peak hours due to the excessive use of oil-based fuels,” he told reporters at the signing of the cooperation's MoU in Jakarta.
He added that converting the utilization of oil-based fuels to gas-based ones was not an easy job, particularly in the eastern part of the country, due to a lack of infrastructure for transport and to receive gas.
“With this cooperation, those problems will be solved,” Dahlan said.
Pertamina president director Karen Agustiawan voiced her expectation that the planned projects would help the electricity company ensure gas supply for its power plants in eastern Indonesia and improve its operational efficiency.
The development of the eight receiving terminals are to be divided into three phases, she explained. In the first phase, four terminals will be built in Samarinda and Balikpapan in East Kalimantan, Pasanggaran in Bali, and Kendari in Southeast Sulawesi.
“We expect those terminals to begin operating in 2012,” she said.
In the second phase, Karen reported, two terminals would be set up in Mataram in West Nusa Tenggara and Banjarmasin in South Kalimantan, whose operations were estimated to kick off as late as 2013.
“The remaining two terminals will be constructed in Gorontalo [North Sulawesi] and Halmahera [North Maluku]. They will start operating in 2015,” she said.
Pertamina data shows that eight LNG receiving terminals will have a total capacity of 177 million standard cubic feet per day (mmscfd). The terminals are the most suitable gas transportation systems to be installed in eastern Indonesia. Pipeline networks like those in the country's west are not available there.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/24/pln-pertamina-build-gas-infrastructure-eastern-indonesia.html)
yudibali2008 March 25th, 2011, 02:32 AM Indonesia Ekspor 2 Juta Ton CPO ke Eropa Timur
JAKARTA--MICOM: Indonesia akan mengekspor hingga 2 juta ton minyak kelapa sawit (crude palm oil atau CPO) ke Eropa Timur. Volume ini hanya merupakan target dalam jangka pendek sehingga diperkirakan bisa meningkat tajam di tahun-tahun ke depan.
"Perhitungan sementara jangka pendek, Indonesia bisa mengirim 1,5 - 2 juta ton CPO per tahun ke Eropa Timur," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di sela-sela Seminar 'Masa Depan CPO, Mau Dibawa Ke Mana?' di Jakarta, Kamis (24/3).
Produk CPO Indonesia, tambahnya, akan banyak digunakan untuk biofuel dan kebutuhan minyak goreng di negara-negara di Eropa Timur tersebut. Rencananya, Indonesia akan menggunakan pelabuhan Serbia-Montenegro sebagai pemasukkan produk CPO atau turunannya ke Eropa Timur.
Meski ekspor CPO Indonesia saat ini masih lebih banyak ke China dan India, Uni Eropa secara keseluruhan merupakan pangsa pasar yang potensial bagi ekspor CPO Indonesia.
Berdasarkan data Greenomics Indonesia, nilai ekspor CPO/produk turunannya meningkat lebih dari 3 kali lipat dari US$669 juta pada 2005 menjadi US$2,17 miliar pada 2010.
Dari jumlah ini, produk mentah CPO lebih disukai dengan nilai US$383,58 juta pada 2005 menjadi US$1,79 miliar di 2010. Secara keseluruhan, total nilai ekspor CPO Indonesia ke seluruh dunia mencapai US$3,76 miliar pada 2005 dan naik 3 kali lipat pada 2010 menjadi US$13,47 miliar.
Selama ini, pasar Indonesia ke Uni Eropa masih berorientasi ke Eropa Barat lewat Rotterdam (Belanda) dan Hamburg (Jerman). Namun karena sekarang mereka mulai melakukan pengetatan dan memberlakukan bea masuk yang sangat besar, Indonesia tampaknya mulai mengalihkan pasar ke Eropa Timur.
"Pasar Eropa Timur juga tidak kalah dengan Eropa Barat karena mereka harus melayani 350 juta penduduk dengan pertumbuhan populasi 5%-7% sehingga kita optimistis pertumbuhan ekspor ke sana prospektif sekali," kata Bayu. (HA/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/24/212691/21/2/-Indonesia-Ekspor-2-Juta-Ton-CPO-ke-Eropa-Timur)
typhoonbringer March 25th, 2011, 03:32 PM ^^ ditolak rotterdam pindah ke eropa timur :lol:
yudibali2008 March 28th, 2011, 02:44 AM ADB Gelontorkan Pinjaman Energi US$200 Juta
JAKARTA: Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memberikan fasilitas pinjaman sebesar US$200 juta untuk pengembangan efisiensi energi di Indonesia.
Director General of ADB's South East Asia Regional Department Kunio Senga mengatakan pinjaman tersebut disalurkan melalui Indonesia Eximbank. Fasilitas yang disalurkan itu terdiri dari pinjaman langsung dari lembaga keuangan tersebut senilai US$100 juta.
Sementara itu sisanya sebesar US$100 juta yang lain berasal dari konsorsium bank-bank komersial dengan ADB sebagai koordinator. ADB juga memberikan dana hibah untuk asistensi senilai US$1,45 juta untuk membantu pelaksanaan proyek yang didanai.
"Dana investasi ini diharapkan bisa mengantisipasi perubahan nilai tukar mata uang untuk pembiayaan, yang sejauh ini menjadi hambatan bagi importir. Tentunya, dana ini juga akan bisa digunakan untuk pengembangan efisiensi energi," katanya dalam penjelasan resminya, hari ini.
Menurut ADB, ketersediaan pembiayaan jangka panjang, terutama yang berdenominasi dolar AS menjadi penting bagi para eksportir guna mengembangkan usahanya dan membuka lapangan kerja. Salah satu yang dilakukan untuk itu adalah mencari peralatan produksi yang hemat energi.
Lembaga keuangan itu memperkirakan bahwa efisiensi energi mampu memangkas konsumsi listrik hingga 2.500 Mega Watt.
Suku bunga untuk pinjaman langsung dari ADB dipatok 1,7% di atas LIBOR, sedangkan pinjaman konsorsium ditentukan oleh perjanjian dengan masing-masing bank yang memberikan fasilitas pinjaman. (hwi)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/global/17823-adb-gelontorkan-pinjaman-energi-us200-juta)
yudibali2008 March 28th, 2011, 02:47 AM Companies in tender for new House building unfit: FITRA
The Indonesian Forum for Budget Transparency (FITRA) called for the postponement of the tender for the construction of the new House of Representatives building because the companies participating in the bid are seen as unfit.
According to FITRA, the 11 companies – five private and six state-owned firms – are lacking in honesty, integrity, transparency and experience.
A release given to The Jakarta Post Sunday cited PT Pembangunan Perumahan as once having engaged in a monopoly and encouraged unhealthy business competition during the tender of the second phase of the construction of a teaching hospital at Hasanuddin University in Makassar.
PT Tetra Konstruksindo, PT Abdi Mulia Berkah, PT Jaya Konstruksi MP, and PT Tiga Mutiara are seen as lacking in experience and are only participating in the tender to increase the number of bidders.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/27/companies-tender-new-house-building-unfit-fitra.html)
yudibali2008 March 28th, 2011, 02:48 AM Microsoft to launch cloud computing services, targets SMEs
Microsoft Corporation has sets its sights on Indonesia, particularly local SMEs, as a potentially huge market for its cloud computing services product Microsoft Office 365, set to be released worldwide within this calendar year.
“Indonesia is the fourth most populous country in the world with just 6 percent of PC penetration, so there is a huge amount of headroom to grow,” Microsoft’s Corporate Vice President of Microsoft Office Product Management Takeshi Numoto told The Jakarta Post on Friday.
He said the main target would be local SMEs because this was a largely untapped market with huge potentials.
“There are more than 52 million SMEs in Indonesia, so it is a very strategic business. We believe that they can increase their productivities and chances of market penetration by using Microsoft Office 365,” said Microsoft Indonesia’s National Technology Officer Tony Seno Hartono.
Hartono added that while some people might see Internet speed as a concern in this country, it was not an issue at all for Office 365.
“People don’t need broadband Internet access to use Office 365. As long as they can open Facebook, they basically have the adequate bandwidth to use Office 365,” he said.
Microsoft Office 365 is available in beta version right now, consisting of Microsoft Exchange Online server, Microsoft SharePoint collaboration and file sharing software, Microsoft Lync instant messaging client, and the latest version of Microsoft Office Professional Plus desktop suite. (mim)
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/25/microsoft-launch-cloud-computing-services-targets-smes.html)
yudibali2008 March 28th, 2011, 02:48 AM Govt mulls removing 10% tax on Pertamax
The government is considering removing a 10 percent value-added tax (PPN) on the non-subsidized fuel Pertamax in an effort to boost sales after many consumers migrated to Premium following recent increases in the price of Pertamax.
Finance Ministry fiscal policy agency acting head Bambang Brodjonegoro said Friday that removing the tax would clearly have an impact on state revenues and said, "If we remove the PPN, the number of Pertamax consumers will rise again.”
Pertamax, produced by state oil and gas firm PT Pertamina, is now sold at Rp 8,700 (US$1.00) per liter following recent increases in global oil prices.
The removal of the tax will reduce the Pertamax price to Rp 7,830 per liter and likely draw back many of the consumers that began buying subsidized Premium after Pertamax prices rose.
The move could prevent the government’s fuel subsidy budget from swelling.
“We will wait and see whether removing the Pertamax PPN will benefit our state budget,” Bambang said, as quoted by kontan.co.id.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/26/govt-mulls-removing-10-tax-pertamax.html)
yudibali2008 March 28th, 2011, 02:49 AM Weda Bay Nickel plans US$4.5bl investment in Central Halmahera
Mining firm PT Weda Bay Nikel (WBN) said Sunday it had allotted US$4.5 billion for nickel mining and development of a processing factory in Ternate, Central Halmahera regency.
WBN spokesman Olivier Beligon said initial investments began in 2006 for mining exploration.
Beligon said the company would start constructing a nickel processing factory in 2012 with a total capacity of 65,000 tons.
“The factory will absorb 4,000 workers,” he said, as quoted by kompas.com.
French mining firm Eramet controls 90 percent of WBN shares.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/27/weda-bay-nickel-plans-us45bl-investment-central-halmahera.html)
yudibali2008 March 28th, 2011, 02:56 AM Presdir Newmont Kecewa Pemda NTB Ancam Tutup Tambangnya
http://i.okezone.com/content/2011/03/27/320/439299/SC7xMAWrN4.jpg
Tambang Newmont. Foto: Blogspot
BOGOR - Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara (NNT) Martiono Hadianto menuturkan kekecewaannya terkait dengan ancaman Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan menutup tambang Newmont jika pihaknya tidak diberikan jatah divestasi saham.
Padahal, sesuai dengan komitmen awal, Martiono menjelaskan sudah sewajarnya tawaran pertama itu diserahkan kepada Pemerintah Pusat. "Jadi sebetulnya saya perlu jelaskan dalam kontrak karya itu memang pemerintah pusat. Jadi NNT berkewajiban menawarkan terlebih dahulu kepada pemerintah pusat," kata Martiono dalam acara Investigative Reporting Training, di Hotel Salak, Bogor, Sabtu (26/3/2011).
Dia menjelaskan, untuk divestasi saham tahun 2006,2007 dan 2008 bermasalah di arbitrase. Dan di arbitrase ini diputuskan harus saham tersebut harus dijual ke Pemda.
"Yang tegas dikatakan harus menjual ke pemda itu adalah di tahun 2006 dan 2007. Karena pemerintah pusat pada waktu itu sudah menolak. Sedangkan yang tahun 2008 dan 2009, waktu itu kita tahu bahwa Menkeu juga berminat. Tapi entah karena apa pemerintah mengarahkan agar dijual ke Pemda. Jadi sekarang yang 2010 itu sebagaimana awalnya, kita tawarkan kepada pemerintah dan sekali lagi pemerintah pusat berkehendak untuk membeli," jelas Martiono.
Dia pun sangat kecewa dengan langkah Pemda NTB yang mengancam perusahaan. "Yang jelas kita terkejut dan kecewa dengan itu. Tapi saya kira semuanya akan berakhir baik. Divestasi ini merupakan divestasi dari saham Sumitomo yang merupakan pemegang saham asing jadi hasilnya ke mereka bukan untuk NNT," tukas Martiono.(wdi)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/03/27/320/439299/presdir-newmont-kecewa-pemda-ntb-ancam-tutup-tambangnya)
yudibali2008 March 28th, 2011, 02:57 AM Daya Saing Industri Nasional Masih Lemah
http://i.okezone.com/content/2011/03/27/320/439354/VOjgw8l7Iy.jpg
JAKARTA - Kalangan pengusaha menilai, daya saing industri nasional masih lemah. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengatakan, untuk menghadapi perdagangan bebas Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA), industri nasional harus bisa bersaing dengan industri negara lain untuk memasok kebutuhan dunia.
“Industri kita hanya memasok kebutuhan satu negara. Tentu akan sulit bersaing,"kata Erwin di Jakarta akhir pekan lalu.
Industri di China, lanjut Erwin, mendapatkan insentif berupa suku bunga yang murah dan pemotongan pajak. Akibatnya, kata Erwin, biaya produksi mereka jauh lebih murah ketimbang Indonesia. Sehingga, ujarnya, China bisa menghasilkan produk yang lebih murah.
"Padahal,produk-produk konsumsi seperti telepon genggam, elektronika, dan pakaian jadi yang lebih murah, yang mengontrol adalah mekanisme pasar,”ujar Erwin.
Pada saat ini, menurut Erwin, kalangan pengusaha nasional memiliki kecenderungan perilaku untuk lebih memilih dan menikmati menjadi pedagang importir ketimbang pelaku industri sektor manufaktur. Pasalnya, ujar Erwin, resiko bisnis untuk membangun industri manufaktur jauh lebih tinggi.
“Mulai dari modal, beban produksi, hingga masalah buruh. Kalau menjadi importir pedaga, dengan omzet serupa, dia tidak harus menanggung risiko bisnis. Perilaku ini harus diubah,"imbuhnya.
Sehingga, ujarnya, sektor Industri manufaktur harus didukung dengan insentif. Erwin mencontohkan, untuk industri yang belum ada di Indonesia dan sektor produk yang importasinya mudah, harus ditarik investasinya dengan diberikan paket insentif yang diminta. "Pasti benefit-nya luar biasa,”ucap Erwin.
Selain itu, kata Erwin, pemerintah China, sejak awal telah menetapkan arah yang tegas dan jelas. Yakni, kata dia, untuk menciptakan industri terintegrasi yang kuat, mulai dari hulu hingga hilir. Sehingga, ujar dia, kebutuhan bahan baku industri juga harus terjamin. Yang paling penting, lanjut Erwin, adalah infrastruktur yang memadai mampu meningkatkan nilai tambah yang dinikmati oleh industri di China.
Sehingga, Erwin berharap, pemerintah Indonesia harus tegas dan fokus dalam menentukan arah dari industri nasional.
“Sebab, persoalannya sebenarnya adalah terletak pada jaminan pasokan bahan baku, yang kemudian mempengaruhi jaminan akses permodalan, suku bunga bank, serta infrastruktur,"terang Erwin.
Pihak perbankan, kata Erwin, tentu saja tidak mau membiayai industri yang pasokan bahan bakunya tidak terjamin. "Misalnya, saat ini, industri yang berbahan baku dan menggunakan energi gas sangat sulit mendapat akses modal dari bank. Industri di China maju karena pemerintahnya turut campur dan tegas,” papar Erwin.
Persoalan lain, kata dia, tingkat suku bunga di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan yang diterapkan di China. Seharusnya, ujar Erwin, tingkat suku bunga yang ideal untuk industri adalah single digit.
"Pengusaha tidak minta banyak. Infrastruktur, jaminan bahan baku, dan suku bunga rendah,” kata Erwin.
Selain itu, Erwin menambahkan, industri juga membutuhkan jaminan pasar. Erwin mencontohkan, seharusnya pemerintah tegas dan berkomitmen dalam menggunakan anggaran belanja pengadaan barang untuk membeli produk dalam negeri. Kontrak pengadaan tersebut, ujar dia, juga harus dengan jaminan keberlanjutan pasar yang multi years, jadi bukan jangka pendek setiap tahun seperti saat ini.
“Acuan menentukan kontrak pengadaan jangan harga yang murah. Sebab, kalau fokusnya harga murah, ujung-ujungnya menggunakan barang China lagi. Sementara itu, untuk produk-produk konsumsi seperti pakaian, itu sudah dikontrol mekanisme pasar. Konsumen tentu mencari barang murah,"jelas Erwin.
Maka dari itu, menurut Erwin, kampanye program cinta produk Indonesia, jangan hanya terbatas pada produk-produk art, tapi juga konsumsi massal. "Kalau makanan dan minuman (mamin) sudah pasti masih menang produk lokal karena masalah rasa dan selera,”tandas Erwin.(Sandra Karina/Koran SI/wdi)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/03/27/320/439354/daya-saing-industri-nasional-masih-lemah)
yudibali2008 March 28th, 2011, 02:58 AM Mantan Gubernur OPEC : Harga Minyak di Atas USD100/Barel Hingga 2013
JAKARTA - Mantan Gubernur OPEC Maizar Rahman memprediksikan harga minyak akan terus berada diatas USD100 per barel hingga tahun 2013.
Maizar mengatakan untuk tahun 2010 harga minyak lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental. Sementara untuk tahun 2011 hingga 2012 dipengaruhi faktor fundamental dan geopolitik.
”Prediksi situasi pasar tahun 2010 faktor fundamental lebih berperan sedang tahun 2011-2012 selain dipengaruhi faktor fundamental juga geopolitik,” ujar Maizar Rahman seperti dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Minggu (27/3/2011).
Faktor fundamental yang mempengaruhi situasi harga minyak dunia antara lain faktor permintaan, suplai OPEC dan Non-OPEC, stok minyak di Amerika Serikat, kapasitas cadangan produksi OPEC, nilai tukar dolar Amerika, dan perdagangan berjangka.
Ditambahkannya, berdasarkan angket Reuter tanggal 24 Maret 2011, harga minyak West Texas Intermediate Crude Oil (WTI) untuk tahun 2011 adalah sebesar USD96,7 dan Brent sebesar USD104,6 per barel.
Menurutnya, permintaan energi dunia tumbuh semakin cepat di tengah penemuan cadangan baru minyak bumi sulit ditemukan. Hal ini memicu minyak non konvensional dan biofuel akan semakin berperan.(wdi)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/03/27/320/439316/mantan-gubernur-opec-harga-minyak-di-atas-usd100-barel-hingga-2013)
yudibali2008 March 28th, 2011, 02:59 AM Total Kucurkan Rp38 Triliun untuk Blok Mahakam
JAKARTA - Total E&P Indonesie, bersama dengan mitranya Inpex menuturkan investasi yang dikeluarkannya untuk proyek-proyek di Blok Mahakam mencapai USD4,21 miliar atau sekira Rp38 triliun.
"Hingga 2017, kami berencana terus berinvestasi sebesar USD16,500 miliar (Rp148 triliun) di PSC Mahakam. Setelah 2017, untuk mempertahankan produksi, diperlukan investasi tambahan sebesar USD7 miliar (Rp60 triliun)," kata Presiden Director General dan GM Total E&P Indonesie Elizabeth Proust seperti dilansir dari situs resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Minggu (27/3/2011).
Dana sebesar Rp38 triliun tersebut dipergunakan untuk proyek pembangunan lapangan gas dan kondensat Tunu tahap 11, 12, 13A, Peciko 6 dan fasilitas akomodasi lapangan SPU. Proyek itu pun telah diresmikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh pada Sabtu (26/3/2011).
Proust menuturkan, proyek-proyek gas bertekanan rendah di Tunu dan Peciko ini akan mampu mendorong produksi gas pada tekanan rendah sebanyak 1.900 mmscfd dari total produksi gas Total yang mencapai 2.500 mmscfd.
Lapangan Tunu dan Peciko ini telah beroperasi beberapa tahun lalu. Produksi lapangan Tunu dimulai pada 1990. Pengembangan fase 11 (Tunu 11) terdiri dari instalasi fasilitas kompresi Low Presure (LP) di Tunu Selatan dan Tunu Utara. Produksi Tunu 2011 dimulai pada akhir 2009.
Tunu fase 12 (Tunu 12) terdiri dari konstruksi 3 GTS dan well head platform yang terhubung secara moduler ke fasilitas produksi dan test header. Ketiga GTS siap dibor pada 2009. Sementara Tunu 13 merupakan penambahan 2 GTS dengan desain serupa Tunu 12.
Sementara Peciko mulai berproduksi pada akhir 1990. Pengembangan Peciko fase 6 (Peciko 6) yang diresmikan Menteri ESDM adalah pengembangan instalasi fasilitas kompresi LP dan modifikasi enam well head platform di Lapangan Peciko Blok Mahakam.(wdi)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/03/27/320/439318/total-kucurkan-rp38-triliun-untuk-blok-mahakam)
yudibali2008 March 28th, 2011, 03:00 AM Konsumsi Lampu di 2011 Melonjak 30%
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Indonesia (Aperlindo) John Manopo mengatakan, total konsumsi lampu yang dibutuhkan pada tahun ini yakni 260 juta unit, atau melonjak 30 persen dari tahun sebelumnya yang sekitar 200 juta unit.
Peningkatan itu disebabkan oleh kebijakan PLN yang menggratiskan penambahan daya, namun sayangnya dari kebutuhan itu, pasokan lampu dari dalam negeri tahun ini maksimal hanya mampu memenuhi 50 juta unit, sementara sisanya banyak diimpor dari China.
“Kalau melihat kapasitas yang dimiliki itu bisa mencapai 200 juta unit. Dengan perkiraan kebutuhan 200 juta, 160 juta unit diantaranya diimpor dari China, sementara produk dalam negeri hanya kebagian 40 juta,”kata John saat dihubungi di Jakarta, Minggu (27/3/2011).
Lebih lanjut, John mengatakan, pemberlakuan bea masuk sebesar 0% sejak implementasi ACFTA, maka otomatis tidak ada lagi barrier (hambatan) bagi produk asal China untuk masuk.
“Ironisnya, komponen-komponen buat lampu dalam negeri malah dikenakan tarif bea masuk lima persen. Selain itu, murahnya barang dari China juga tidak terlepas dari produksi secara massal yang dilakukan oleh mereka dan 80% (lampu dunia) itu di pasok dari China, termasuk ke Amerika,” tutur John.
John menambahkan, pihaknya berharap pemerintah dapat lebih serius untuk membela industri nasional. Misalnya, kata John, dengan mengutamakan penggunaan produk lokal. “Seharusnya pemerintah banyak menggunakan produk dalam negeri. Hal tersebut dapat meningkatkan industri dalam negeri,”tutup John.(Sandra Karina/Koran SI/wdi)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/03/27/320/439355/konsumsi-lampu-di-2011-melonjak-30)
yudibali2008 March 28th, 2011, 03:01 AM Dana Asing Kembali Masuk Bursa
http://i.okezone.com/content/2011/03/28/278/439442/LXGmxmoQMC.jpg
JAKARTA - Aliran dana asing (capital inflow) mulai kembali mengaliri bursa dalam negeri. Pada pekan lalu, asing terlihat mulai melakukan pembelian secara signifikan baik di pasar saham, maupun surat utang negara (SUN).
Selama tiga hari terakhir di pekan lalu, asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) hingga Rp1,68 triliun. Aksi beli tersebut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,23 persen selama sepekan ke posisi 3.607,113 dari 3.494,070 pekan sebelumnya.
Sementara di pasar obligasi, pembelian tercatat mencapai lebih dari Rp4 triliun. Ekspektasi membaiknya data ekonomi ini, terutama dengan penurunan inflasi dalam negeri serta menguatnya kinerja bursa global dan regional.
Hal ini yang menguatkan konfidensi asing kembali masuk ke pasar domestik. Rendahnya inflasi akan membuat suku bunga Bank Indonesia (SBI) bertahan pada level sebelumnya, yakni 6,75 persen. “Ini membuat asing mulai melakukan akumulasi terhadap saham- saham unggulan (blue chips), terutama perbankan,” tutur Kepala Riset Universal Broker Securities Satrio Utomo di Jakarta.
Selain itu,kembalinya capital inflow juga disebabkan positifnya laporan keuangan 2010 emiten yang telah dirilis pekan lalu. Positifnya laporan keuangan memberi ekspektasi membaiknya kinerja emiten di tahun ini. Investor juga mengharapkan adanya gain yang berasal dari pembagian dividen. Sementara memburuknya kondisi politik di Timur Tengah, pascaserangan sekutu ke Libya, memberikan dampak positif bagi saham-saham yang berbasis minyak dan komoditas.
Memburuknya Timur Tengah membuat harga minyak terus mengalami peningkatan. “Sektor-sektor ini juga menjadi pilihan bagi asing.Hingga akhir tahun, sektor ini diperkirakan menjadi penopang indeks,” tuturnya.
Meski begitu,masuknya dana asing tersebut masih bersifat sementara dan belum menunjukkan konfidensi penuh. Asing masih melakukan wait and see terhadap situasi yang berlangsung. Ancaman inflasi global juga masih menjadi kekhawatiran terbesar terhadap perekonomian.
Kecemasan terhadap tingginya suhu konflik di Libya juga menjadi perhatian utama. Investor masih akan menunggu penyelesaian dari konflik tersebut. Jika berlarut-larut, harga minyak akan membubung di atas ekspektasi.Kondisi yang justru tidak diharapkan para pelaku pasar. Pada perdagangan akhir pekan lalu,investor sangat terlihat tidak ingin terlalu bermain di pasar saham, kecuali pada saham-saham tertentu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (25/3) berada di zona merah setelah terkoreksi tipis 4,5 poin (0,13 persen) ke posisi 3.607,113 akibat adanya aksi ambil untung (profit taking). Padahal, asing terlihat banyak melakukan pembelian dengan net buy mencapai Rp599 miliar. Pembelian dilakukan secara selektif, terutama blue chips pada saham-saham perbankan, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI),dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). “Ini memperlihatkan bahwa pasar masih sangat volatile,” tuturnya.
(Juni Triyanto /Koran SI/wdi)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/03/28/278/439442/dana-asing-kembali-masuk-bursa)
yudibali2008 March 28th, 2011, 03:04 AM Properti Kota Dongkrak Laba Bakrieland
VIVAnews - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengalami kenaikan pendapatan hingga 30 persen untuk tahun buku 2010. Pada 2009, pendapatan bersih tercatat Rp1,1 triliun, sebelum meningkat menjadi Rp1,4 triliun.
"Kenaikan pendapatan disumbang dari unit usaha city property (properti kota), landed residential (hunian tampak), hotel dan resort, serta jalan tol," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO), Bakrieland Development, Hiramsyah S Thaib dalam keterangannya yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Jumat, 25 Maret 2011.
Hiramsyah menuturkan, unit usaha city property memberi kontribusi terhadap pendapatan perseroan sebesar 35,1 persen, unit usaha hunian tampak (29,5 persen), dan hotel & resort (29,2 persen), sedangkan dari bisnis jalan tol mengontribusi sekitar 6,2 persen.
Pendapatan unit usaha city property, menurut dia, sebagian besar dikontribusi dari proyek perkantoran strata yang mengontribusi pendapatan sebesar 28,2 persen, sedangkan proyek apartemen memiliki kontribusi sebesar 38,7 persen.
Sementara itu, pendapatan dari unit usaha landed residential, Bogor Nirwana Residence memberikan kontribusi terbesar yaitu 89,7 persen, diikuti Nirwana Residence, dan Batam Nirwana Residence dengan kontribusi masing-masing sebesar 7,5 dan 2,7 persen.
Selanjutnya, proyek jalan tol, Hiramsyah mengatakan, tol pertama yang selesai dibangun perseroan, yakni Kanci-Pejagan telah menunjukkan tren peningkatan lalulintas yang signifikan.
"Ketika dioperasikan awal 2010, lalulintas baru sekitar 5.000 kendaraan per hari. Angka ini melonjak signifikan di Desember 2010, yaitu lebih dari 14.000 kendaraan per hari yang mencerminkan pertumbuhan hampir tiga kali lipat. Bahkan, pada arus mudik lebaran tahun lalu trafiknya mencapai lebih dari 22.000 kendaraan," ujar Hiramsyah.
Ke depan, Hiramsyah menuturkan, lalulintas dari jalan tol Kanci-Pejagan akan semakin meningkat seiring pertumbuhan daerah yang dilewatinya serta beroperasinya jalan tol Cikampek-Palimanan yang direncanakan mulai masuk masa konstruksi pada tahun ini.
Dia beranggapan, setelah pengoperasian jalan tol Kanci-Pejagan yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Januari 2010, serta mulai beroperasinya Epicentrum Walk (Creative and Lifestyle Entertaiment Hub) Maret, Epicentrum XXI April, Bakrie Tower Mei, dan peresmian Aston Bogor Hotel & Resort pada Desember, tahun 2010 merupakan tahun serah terima atau "delivery year" bagi Bakrieland.
"Tidak hanya itu, awal 2011 Bakrieland berhasil mengoperasikan penuh Kondotel Pullman Bali Legian Nirwana," kata Hirmasyah.
Keenam proyek yang dioperasikan itu, menurut Hiramsyah, akan semakin menambah rangkaian proyek-proyek yang memiliki pendapatan berkelanjutan (recurring income) serta meningkatkan pendapatan Bakrieland secara keseluruhan.
Pada 2010, kontribusi aset yang memiliki pendapatan berkelanjutan sebesar 35,7 persen dari total pendapatan. Kontribusi pendapatan tersebut diprediksi akan meningkat seiring rencana Bakrieland untuk terus meningkatkan proyek-proyek tersebut.
Di samping itu, Bakrieland memperkirakan potensi pendapatan terbesar 2011 masih berasal dari unit usaha City Property Rasuna Epicentrum. Sebab, permintaan apartemen terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, meningkatnya daya beli, perubahan gaya hidup, dan rencana pemasangan tiang pancang proyek apartmen The Wave dan The Grove.
Untuk itu, Bakrieland optimistis potensi pendapatan 2011 akan meningkat seiring kondisi ekonomi yang semakin solid, proyek baru yang dimiliki, serta beroperasinya beberapa proyek yang dibangun 2010 akan menjadi sumber recurring income.
Sepanjang 2011, Bakrieland akan mengutamakan pengembangan usaha berupa konversi lahan (landbank) yang dimiliki menjadi arus kas (cash flow).
Hal ini dimungkinkan setelah beberapa tahun terakhir, Bakrieland melakukan akusisi tanah dalam jumlah besar, berlokasi strategis, dan memiliki potensi pertumbuhan tinggi dengan valuasi yang sangat menarik, seperti di Pusat Kawasan Bisnis Jakarta–Kuningan, Bogor, Jonggol, dan beberapa lokasi strategis lainnya.
Untuk lebih mempercepat konversi landbank menjadi cashflow, Bakrieland berencana mendapatkan investor strategis yang akan bersama-sama mengembangkan lahan yang dimiliki perseroan. Saat ini, Bakrieland memiliki total landbank sekitar 13.000 hektare.
Lebih lanjut, Hiramsyah mengatakan, Bakrieland dewasa ini memiliki ekuitas mencapai Rp8 triliun, salah satu perusahaan properti dengan ekuitas tertinggi di Indonesia dan tetap memiliki neraca yang solid. Hal itu, tercermin dari rasio kewajiban dengan beban bunga (interest bearing liabilities) terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) per 31 Desember 2010 sebesar 40,1 persen.
"Posisi leverage ini akan semakin rendah bila menggunakan rasio net gearing sebagai acuan yaitu sebesar 29,3 persen," ujar dia.
Secara keseluruhan, kinerja 2010 Bakrieland mengalami kenaikan seperti laba kotor naik 34,4 persen menjadi Rp669,3 miliar, laba usaha naik 44,9 persen menjadi Rp241,7 miliar, laba bersih naik 35,1 persen menjadi Rp178,7 miliar, dan marjin laba usaha naik dari 15,7 persen menjadi 17,7 persen. (art)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/211370-properti-kota-dongkrak-laba-bakrieland)
yudibali2008 March 28th, 2011, 03:06 AM Juli, Konstruksi Tol Bogor-Sukabumi Dimulai
http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/10/09/77675_jalan_tol_bogor_outer_ring_road__borr__di_kedunghalang__bogor_300_225.jpg
Jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) di Kedunghalang, Bogor (Antara/ Jafkhairi)
VIVAnews – Konstruksi pembangunan jalan tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) akan direalisasikan Juli 2011. Sebab, proses pembebasan tanah untuk kepentingan jalan tol Bocimi kembali dilakukan pada tahap ketiga. Bahkan, akan dikejar pelaksanaannya selama bulan ini.
Keputusan tersebut muncul berdasarkan rapat antara Panitia Pengadaan Tanah, Tim Pembebasan Tanah, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Trans Jabar Tol, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan sejumlah kepala desa.
"Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Bocimi ditargetkan selesai Juni, sehingga Juli ini bisa segera dimulai pembangunan konstruksi jalan tol," ujar Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor, Yasin Zainuddin, Jumat, 25 Maret 2011.
Saat ini, Yasin menambahkan, segala sesuatunya sedang dipersiapkan, antara lain verifikasi berkas tanah milik masyarakat yang siap dibayar dan menyusun jadwal. "Jadi, diperkirakan pembayaran bisa dilakukan di atas 6 April 2011. Sebab, Tim Pembebasan Tanah berharap tiga bulan bisa selesai," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh, mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana pemerintah yang akan merealisasikan pembangunan jalan tol Bocimi tersebut.
Namun, dia menegaskan, sebelum jalan tol itu realisasikan, sebaiknya masalah-masalah seperti pembebasan lahan segera diselesaikan. Antara lain, pembayaran pembebasan tanah jangan sampai tertunda.
Seperti diketahui, jalan tol yang akan menghubungkan Bogor-Sukabumi sepanjang 53,6 kilometer ini diharapkan sudah bisa beroperasi pada 2014. Pembangunan tol ini akan menghabiskan dana sebesar Rp5,4 triliun. Sebanyak Rp725 miliar dianggarkan untuk pembebasan lahan seluas 142,20 hektare.
PT Trans Jabar Tol selaku pemegang hak konsesi akan mengoperasikan jalan tol ini selama 35 tahun terhitung sejak Juli 2007.
Trans Jabar Tol merupakan konsorsium tiga perusahaan yakni PT Bakrie Toll Road, PT Jasa Sarana Jabar, dan PT Bukaka Teknik Utama. Komposisi sahamnya 60 persen Bakrie Toll Road, 25 persen Jasa Sarana Jabar, dan 15 persen Bukaka Teknik. (art)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/211432-juli--konstruksi-tol-bogor-sukabumi-dimulai)
yudibali2008 March 28th, 2011, 03:07 AM 4 Importir Minta Izin Masukkan Produk Jepang
Izin impor diminta paska ledakan PLTN, tapi barang sudah dikapalkan sebelum kejadian.
VIVAnews - Kementerian Perdagangan melaporkan telah menerima empat surat permohonan impor untuk barang-barang yang berasal dari Jepang. Komoditas impor itu terdiri atas bahan pangan, pemanis buatan, dan bahan baku restoran Jepang.
Sesuai prosedur yang baru, pemerintah telah meminta importir tersebut untuk melengkapi surat permohonan impor tersebut dengan sertifikat bebas radiasi. Langkah ini sebagai penangkal masuknya barang-barang impor asal Jepang yang dikhawatirkan mengandung zat radiaktif dari ledakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima.
"Saat ini sedang melengkapi proses untuk memperoleh sertifikat dari otoritas berkompeten setempat," kata Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Nuz Nuzulia Ishak, dalam keterangan pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat, 25 Maret 2011.
Menurut Nuzulia, keempat surat permohonan tersebut diterima oleh Kemendag masing-masing pada 13, 14, 17, dan 20 Maret 2011 atau beberapa hari setelah tsunami yang menyebabkan ledakan di komplek PLTN Fukushima, Jepang pada 11 Maret 2011.
Namun, Nuzulia menjelaskan, bahan pangan impor di antaranya berupa balls orange, tayaki ice, dan tayaki strawberry dalam bentuk bubuk dan konsentrat itu sebetulnya sudah dikapalkan sebelum peristiwa tsunami Jepang. "Untuk bahan makanan di restoran ada yang mencapai 1.000 item, ada yang 2.500 item," katanya.
Nuzulia menambahkan, volume dari bahan pangan impor asal Jepang tersebut jumlahnya beragam mulai dari 18.000 kilogram (kg) hingga 18.750 kg.
Sesuai hasil koordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Batan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Kemendag, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pengetatan pengawasan barang-barang impor asal Jepang juga akan dilakukan tim dari masing-masing kementerian.
KKP dan Badan Karantina Kementerian Pertanian saat ini tengah mengkaji draf aturan mengenai impor bahan pangan yang bebas radioaktif. (art)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/211434-4-importir-minta-izin-masukan-barang-jepang)
yudibali2008 March 28th, 2011, 03:08 AM Pemerintah Bisa Beli Saham Perusahaan Swasta
VIVAnews - Pemerintah semakin leluasa menginvestasikan dananya dalam bentuk saham. Jika sebelumnya jangkauan hanya terbatas pada saham perusahaan terbuka, kini pemerintah bisa memiliki saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bahkan saham perusahaan swasta yang berstatus perseroan terbatas.
"Pusat Investasi Pemerintah (PIP) akan kami siapkan untuk mewakili pemerintah dan memiliki fleksibilitas dalam menjalankan aktivitasnya," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di kantornya, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat, 25 Maret 2011.
Menurut Agus, Kementerian Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44/PMK.05/2011 tentang Pelaksanaan Investasi Pemerintah yang berlaku 9 Maret 2011. Aturan ini merupakan perubahan dari PMK Nomor 181/PMK.05/2008.
Dalam ketentuan baru ini pemerintah mengubah pasal 6 di dalam PMK Nomor 181/PMK.05/2008. Dengan perubahan ini, investasi melalui pembelian saham oleh pemerintah dari yang sebelumnya hanya pada saham yang diterbitkan oleh perusahaan terbuka, kini dapat dilakukan pada saham yang diterbitkan oleh badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah dan/atau badan usaha swasta berbentuk perseroan terbatas.
Agus menjelaskan, penerbitan Peraturan Menteri Keuangan mengenai investasi Perusahaan Investasi Pemerintah dikeluarkan guna menambah fleksibilitas dalam berinvestasi.
Selain itu, PMK baru diharapkan bisa memberikan kepastian investasi pemerintah dalam bentuk aktivitas yang lebih kuat. "Beberapa saat lalu, alternatif (investasi) tidak terbuka untuk perusahaan non publik," kata dia.
Ketika disinggung apakah PMK ini ada kaitannya dengan upaya pemerintah membeli saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara sebesar 7 persen, Agus menjelaskan hal itu secara tidak langsung ada kaitannya.
Apalagi, dalam divestasi saham Newmont itu, pemerintah pusat memiliki hak untuk melakukan pembelian saham perusahaan tambang tembaga dan emas tersebut.
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/211459-pemerintah-bisa-beli-saham-swasta-non-tbk)
yudibali2008 March 29th, 2011, 01:45 AM CIMB: Ini Bank dengan Pertumbuhan Tinggi 2011
Tingkat inflasi yang menurun menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pendapatan bank.
VIVAnews - CIMB Research memperkirakan sejumlah bank yang menyasar pasar kredit konsumsi bakal mengalami pertumbuhan tinggi tahun ini.
Perbankan dengan basis pertumbuhan spesifik itu di antaranya PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Bank Danamon Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Mandiri Tbk.
"Tingkat inflasi yang menurun juga menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pendapatan bank-bank tersebut," ujar analis CIMB Research, Mulya Chandra, dalam risetnya yang diterima VIVAnews.com di Jakarta.
Selain itu, Mulya memperkirakan, pertumbuhan kredit perbankan tahun ini akan meningkat menjadi 24,2 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 22,8 persen. Hal itu dipicu tingginya penyaluran kredit perbankan selama Januari 2011 sebesar 1,1 persen.
"Meski penyaluran kredit pada tiap awal tahun biasanya rendah, pada Januari 2011 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata dia.
CIMB Research mencatat, penyaluran kredit terbesar berupa pinjaman belanja modal disusul kredit konsumsi yang didorong sektor komoditas yang sedang meningkat. Adapun pertumbuhan deposito diperkirakan flat atau sebesar Rp2.300 triliun yang menyebabkan loan to deposit ratio (LDR) berada pada level 76 persen.
Sementara itu, Bank Danamon diprediksi mengalami pertumbuhan kredit 12 persen, diikuti Bank Central Asia sembilan persen, dan Bukopin sebanyak empat persen. Sementara itu, pertumbuhan saham dan kapitalisasi pasar bank-bank tersebut mencapai 1-2 persen secara year to date.
Namun, bank yang tidak terlalu beruntung dengan pertumbuhan kredit ini adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, serta PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. CIMB Research memperkirakan, dua bank tersebut kehilangan nilai pasar sebesar 11-20 persen.
Bertumbuhnya kredit diprediksi ditopang oleh tekanan inflasi --yang dipicu kenaikan harga bahan pangan-- yang diperkirakan berkurang setelah musim panen Maret-April 2011. Angka indikator inflasi juga diperhitungkan akan melunak seiring dengan penurunan harga bahan pangan dan penguatan nilai tukar rupiah.
Seperti diketahui, setelah bulan sebelumnya cukup tinggi, akhirnya inflasi turun pada Februari 2011. Inflasi Februari tercatat 0,13 persen, bahkan kelompok bahan pangan mengalami deflasi.
Sementara itu, laju inflasi kumulatif (Januari-Februari) sebesar 1,3 persen dan year on year (yoy) sebesar 6,84 persen atau turun jika dibandingkan angka yoy Januari 7,02 persen. Untuk inflasi inti sebesar 4,36 persen.
Hal ini sedikit berbeda dengan prediksi Bank Indonesia di awal tahun yang memperkirakan pertumbuhan kredit melambat. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 19-21 persen pada 2011.
Lambatnya penyaluran kredit tersebut terkait kenaikan peringkat investment grade pada utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat.
Kondisi itu membuat perusahaan cenderung memilih pembiayaan lebih murah melalui pasar modal seperti obligasi. Meski suku bunga acuan 2010 bertahan pada 6,5 persen, namun suku bunga pinjaman tidak turun merata. (art)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/211851-cimb--bank-dengan-pertumbuhan-tinggi-2011)
yudibali2008 March 29th, 2011, 01:46 AM Indonesia Eximbank Berencana Lepas Obligasi Rp2 Triliun
JAKARTA--MICOM: Indonesia Eximbank berencana menerbitkan surat utang (obligasi) senilai Rp2 triliun pada semester kedua tahun 2011 ini. Penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membayar obligasi sebelumnya yang jatuh tempo dan juga untuk menambah modal kerja.
Demikian yang disampaikan Direktur Pelaksana Senior Indonesia Eximbank Arifin Indra di Jakarta, Senin (28/3). "Kita ada obligasi yang jatuh tempo pada tahun ini sekitar Rp1,5 triliun. Kita akan terbitkan obligasi, tapi tidak di semester pertama, tetapi semester kedua yang nilainya Rp2 triliun," ungkapnya.
Penerbitan obligasi tersebut juga akan digunakan Indonesia Eximbank untuk melengkapi sumber dana perusahaan yang ditargetkan mencapai sekitar Rp5,5 trilun hingga Rp6 triliun pada tahun ini. Selain penerbitan obligasi, Indonesia Eximbank juga mendapatkan pinjaman bilateral serta pinjaman hasil sindikasi perbankan.
"Kita tahun ini butuh Rp5,5 triliun sampai Rp6 triliun. Selain obligasi, kita juga tengah menjajaki pinjaman dari sindikasi perbankan US$200 juta. Ada juga perjanjian bilateral dengan Eximbank nilainya US$100 juta," jelas Arifin.
Lebih lanjut Arifin mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tergesa-gesa menerbitkan obligasi dalam nominasi dolar AS tahun ini.Ā Menurutnya Indonesia Eximbank lebih baik menunda global bonds tersebut karena kondisi perekonomian global belum sepenuhnya pulih. "Lagipula masih ada bentuk yang lain," ujarnya.
Indonesia Eximbank telah mendapatkan pinjaman sebesar US$200 juta dari Asian Development Bank (ADB). Menurut Arifin, pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan term lending dan sebagai modal kerja penyaluran pembiayaan di sektor korporasi dan usaha kecil menengah (UKM). (*/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/29/213754/20/2/Indonesia-Eximbank-Berencana-Lepas-Obligasi-Rp2-Triliun)
yudibali2008 March 29th, 2011, 01:47 AM Malaysia Lirik Proyek Monorel dan Tol di Indonesia
JAKARTA--MICOM: Perusahaan konstruksi asal Malaysia, Maju Holding Sdn Bhd, menjajaki kemungkinan membangun proyek jalan tol dan monorel di Indonesia.
Demikian diungkapkan pengusaha yang juga anggota DPD RI dari Sumatra Utara, Rahmat Shah, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (28/3).
Rahmat berada di Kantor Presiden untuk mendampingi Group Executive Chairman Maju Holding, Tan Sri Abu Sahid Mohamed, bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Rahmat, Maju Holding tertarik membangun proyek jalan tol dan monorel di Sumatra utara. Tidak hanya tertarik pada sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia, perusahaan itu juga tertarik menjadi konsultan untuk beberapa proyek strategis seperti kemungkinan memindahkan Ibu Kota Jakarta ke daerah lain.
"Di beberapa negara, Maju Holding sudah membangun dan sekarang mereka coba segera membangun monerel dan tol di sini bekerja sama dengan pemerintah. Presiden menyambut baik niat ini. Mereka juga tertarik menjadi konsultan proyek pemindahan pusat Ibu Kota Jakarta. Mereka punya pengalaman ikut dalam proyek pemindahan pusat pemerintahan Malaysia dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya," katanya.
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa yang ikut mendampingi SBY membenarkan soal rencana Maju Holding membangun monorel dan jalan tol di Medan. Namun, itu baru sebatas penjajakan dan belum ada yang fix.
"Pertemuan tadi ingin sharing pengalaman karena perusahaan itu berpengalaman dalam bidang infrastruktur pembangunan jalan tol, pembangunan kota, dan subway. Banyak pengalaman mereka. Mereka juga ingin menjajaki kemungkinan membangun infrastruktur seperti di Medan. Namun, itu semua belum fix," ujarnya. (Nav/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/28/213702/21/2/Malaysia-Lirik-Proyek-Monorel-dan-Tol-di-Indonesia)
yudibali2008 March 29th, 2011, 01:48 AM Local computer producers demand fair deal
Local computer manufacturers have urged the government to scrap import duties on IT components, as they are competing against imported finished products from countries that have free-trade agreements with Indonesia, particularly China.
Indonesian Computer Entrepreneurs Association (Apkomindo) chairman Suhanda Wijaya said the government should adjust its policy on component imports to provide a more level playing field for local computer manufacturers.
“[The present condition] has hampered growth in the local [computer] manufacturing industry,” Suhanda said Monday as quoted by tempointeraktif.com.
Suhanda also said the government regulation that stipulates that at least 40 percent of the components used in locally manufactured products must be locally manufactured was unfair. This could only be achieved by big players, considering the level of investment required, he said.
Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) information technology sector chief Didie W. Soewondho supported the Apkomindo demand, adding that scrapping the 10 percent import duty on components would give a huge boost to the competitiveness of local IT manufacturers.
Didie said the free-trade agreement between ASEAN countries and China had resulted in a reduction of profit margins as manufacturers had resorted to budget-tightening in a bid to stay afloat.
Last year, Indonesia sold up to 3.8 million computers, with notebooks controlling 70 percent of the market. Computer sales are expected to grow by 30 percent to 5.3 million units this year, while local manufacturers are likely to control between 10 and 15 percent, as in previous years.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/28/local-computer-producers-demand-fair-deal.html)
yudibali2008 March 29th, 2011, 01:49 AM Indo Tambangraya targets to output 25 million tons
Mining firm PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) has targeted to produce 25 million tons of coal this year, 3 million more than it produced last year.
ITMG spokesman Melina Karamoy said the coal would be sourced from six mining sites.
Indominco Mandiri mining site is targeting to contribute 15 million tons to the total, followed by Trubaindo coal mining site with 7.3 million tons.
The other four mining sites would supply between 0.2 million and 1 million tons of coal.
“We hope to sell all the coal produced,” Melina said Monday, as quoted by kontan.co.id.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/28/indo-tambangraya-targets-output-25-million-tons.html)
yudibali2008 March 29th, 2011, 01:49 AM World Bank supports Indonesian Water Law
The World Bank will begin the second phase of a program supporting the Indonesian government’s efforts to strengthen water and food security through managing water resources better.
The Water Resources and Irrigation Sector Management program is expected to directly impact over 500,000 farming households in 100 districts across 14 provinces.
With greater water security, farmers can produce more, earn more and play a part in securing Indonesia’s food supply. To achieve this heightened food security, however, the farmers themselves must play a role in managing local water resources. Indonesian law now stipulates that farmers, district governments and other stakeholders should all participate in managing water resources and the irrigation sector.
“Farmers are typically members of small water-user associations. But once these small groups band together under larger federations with up to 2,000 members, they gain a higher bargaining position with traders and supermarkets and also gain better access to finance,” Paul van Hofwegen, World Bank Senior Water Resources Specialist for Indonesia, said in a release received by The Jakarta Post on Monday.
“In return, these federations need to work together with government agencies on the operations and upkeep of their local water resources. This would include joint planning on water allocation and distribution, repairs and canal cleaning,” he added.
Water-user associations and federations are one of the byproducts of the World Bank’s first phase program in water resources and irrigation sector management, which began in 2003. To date, there are over 1,000 water-user association federations covering over 800,000 hectares of irrigated areas.
The first phase of the program was designed to help put Indonesia’s 2004 Water Law into action, a law which emphasizes decentralization, democracy and transparency. To this end, World Bank support has led to the formation of national and provincial councils to help coordinate among stakeholders in the area of basin water resource management.
Phase two of this program will focus on improving capacity for basin water resource and irrigation management, as well as boosting agricultural productivity in irrigated areas. It will be financed by a $150 million loan approved by the World Bank’s executive board on March 22, 2011.
“Through improved agricultural productivity and water security, the project contributes to economic growth, poverty reduction and food security. Food security is still a concern for the Indonesian government, and the irrigation systems included under the program are the backbone of
Indonesia's staple food supply,” says Stefan Koeberle, World Bank Country Director for Indonesia.
The second phase will entail a series of training exercises at district, provincial and central government levels and physical repairs at certain facilities, including the Jatiluhur irrigation system in West Java.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/28/world-bank-supports-indonesian-water-law.html)
yudibali2008 March 29th, 2011, 01:50 AM Indorama to invest $5b through 2014
The world's largest maker of polyester says it will allocate US$5 billion new investments in Indonesia through 2014.
Indorama Venture would invest $2.2 billion in Indonesian polyester and coal companies in 2010, chairman Sri Prakash Lohia said as reported by tempointeraktif.com.
The company’s total investment would top $5 billion by 2014, following a $2.8 billion investment in petrochemicals and oil and gas companies, he added.
“We are working on projects [worth] up to $5 billion in Indonesia, but we are still studying the development and the proposal,” Lohia said at the State Palace in Jakarta after meeting President Susilo Bambang Yudhoyono.
Also at the meeting were Coordinating Economic Minister Hatta Rajasa, Industry Minister MS Hidayat and Investment Coordinating Board (BKPM) chairman Gita Wirjawan.
Lohia said a planned polyester plant in Purwakarta alone would cost $200 million.
Indorama was also eyeing investing in the local coal gasification industry, especially in Sumatra, he added.
The company would diversify into the gas and petrochemical sectors after its other goals were achieved, Lohia added.
Yudhoyono explained the rules in investing in Indonesia during the meeting, talking of tax holidays and tax hours, Lohia said.
Indorama would comply with existing rules and that there was no special request for the company from the president, he added.
“We will accept the rules as they are.”
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/28/indorama-invest-5b-through-2014.html)
yudibali2008 March 29th, 2011, 01:51 AM PLN to build wind farms in Aceh, NTT
State electricity firm PT PLN says it will investigate building wind power plants in Aceh and East Nusa Tenggara.
PLN planning and technology chief Nasri Sebayang said on Monday that the company built two small-scale, 200,000-kilowatt wind power plants as pilot projects in the areas.
“The location of the projects are in Singkil [Aceh] and Sumba [East Nusa Tenggara],” he told reporters on the sidelines of a hearing at the House of Representatives.
The company would study slow-pace wind power production in Sumba for six months before deciding if it would build a full-size plant, Nasri said.
PLN previously announced it would buy electricity from a 30-megawatt wind power plant run by Viron Energy in Sukabumi, West Java.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/28/pln-build-wind-farms-aceh-ntt.html)
yudibali2008 March 29th, 2011, 01:54 AM N Sulawesi exports coconut flour to Australia
Manado, N. Sulawesi (ANTARA News) - North Sulawesi province would have exported 25 tons of coconut flour to Australia in March, a local government official said here Monday.
"The total worth of coconut flour export is expected to reach US$45,920," Head of North Sulawesi province`s foreign trade, industrial and commercial office Hanny Wajong said.
The coconut flour was exported to meet the needs of Australian market for food ingredients.
"The coconut flour is an option in many countries because its quality is as good as other ingredients and it is cheaper than other flour made of other types of raw materials," Hanny said.
North Sulawesi`s coconut flour was not only exported to Australia and New Zealand but also to some other countries, he said.
This condition had made the coconut flour be one of the most popular products in the province.
Coconut flour is one of the refined palm products made of coconut.
Currently, five companies had been exporting the coconut flour to various countries, including Rusia and Bosnia.(*)
Antara News (http://www.antaranews.com/en/news/69679/n-sulawesi-exports-coconut-flour-to-australia)
Mimihitam March 29th, 2011, 10:21 AM Keperkasaan Rupiah Tak Ganggu Daya
JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A Sarwono mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp 8.700 per dollar AS belum mengganggu daya saing produk ekspor Indonesia ke luar negeri.
"Beberapa hari ini rupiah cenderung menguat mendekati Rp 8.700 per dollar AS, namun rata-rata masih Rp 8.900 per dollar AS sehingga masih kompetitif. Penguatan ini berlangsung bersamaan secara global di negara-negara emerging market dan regional sehingga tidak mengganggu daya saing," katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa (29/3/2011).
Dijelaskannya, BI tetap menggunakan sistem nilai tukar yang mengambang bebas sehingga nilai rupiah ditentukan oleh pasar sesuai dengan kekuatan fundamental suplai dan permintaan. "BI memberi ruang penguatan karena fundamental kita kuat dengan inflow yang meningkat tertarik oleh prospek ekonomi dan minat investasi ditunjang oleh kenaikan rating yang akan menjadi investment grade," katanya. Namun, Hartadi menambahkan bahwa BI akan menjaga agar tidak terjadi penguatan yang terlalu cepat dengan menjaga volatilitas rupiah.
Dikatakannya, sepanjang penguatan nilai tukar terjadi bersama-sama dengan negara-negara lain di kawasan, maka tidak perlu terlalu khawatir. "Namun, BI akan jaga agar tidak menguat terlalu cepat melebihi penguatan mata uang lain, khususnya mata uang negara pesaing," katanya.
Dia mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sejak awal 2011 terus menguat dan telah menyentuh posisi Rp 8.712 per dollar AS pada Selasa ini.
BI telah menegaskan kebijakannya untuk mengakomodasi penguatan nilai tukar rupiah pada tahun ini mengingat terus membaiknya fundamental ekonomi nasional dan juga sebagai upaya menahan inflasi yang berasal dari barang-barang impor.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/29/13513378/Keperkasaan.Rupiah.Tak.Ganggu.Daya.Saing
yudibali2008 March 30th, 2011, 01:29 AM Proyek Wika di Libia Terancam Batal
JAKARTA--MICOM: Proyek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) di Libia terancam batal atau putus kontrak menyusul semakin meruncingnya konstelasi politik di sana pascaserangan koalisi Barat. Namun, jika itu terjadi, perusahaan tidak menanggung kerugian karena seluruh pengeluaran sudah mencapai titik impas dibanding uang muka yang diterima.
"Sulit untuk mengatakan tidak ada potensi pembatalan proyek. Sejauh ini, pemberi kerja di sana katakan kondisi belum kondusif untuk masuk. Proyek utamanya terancam batal jika rezim Khadafi tidak bertahan, karena berubahnya konstelasi politik," ujar Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Natal Argawan Pardede saat dihubungi, Selasa (29/3).
Sebagai informasi, perusahaan konstruksi ini sedang dalam proses pengerjaan proyek jasa finishing pusat perbelanjaan (mal) Qurji Investment Complex di Tripoli, Libia. Proyek bernilai US$11,6 juta (sekitar Rp100,92 miliar) itu sudah digarap sejak September 2010 dan ditargetkan selesai kuartal II tahun ini. "Sebelum ditinggalkan, proyek baru dikerjakan sekitar 10%," ujar Natal.
Menurut Natal, dalam proyek mal milik World Islamic Council Society (WICS) itu, pihaknya bermitra dengan kontraktor lokal, Sahara Investment. Wika mendapatkan porsi mayoritas sebesar 70% dan sisanya 30% dimiliki Solar Sahara. Perusahaan, lanjut Natal, mendapatkan proyek jasa finishing dengan paket pengerjaan berupa penyediaan tenaga kerja.
Natal mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum tahu secara pasti kapan proyek ini akan dapat kembali berjalan. Untuk sementara, pihaknya sudah memulangkan seluruh pekerja 200 orang dari sana, mencakup pekerja lokal dan WNI. Sebagian di antaranya pun sudah dialihkan ke proyek perusahaan di Aljazair.
Jika nantinya proyek benar-benar dibatalkan, lanjut Natal, Wika sudah tidak lagi menanggung kerugian apa-apa, termasuk keuntungan. Sebab, posisi kas terakhir sudah relatif mencapai titik impas dan tidak defisit. Perseroan sendiri sudah menerima pembayaran uang muka proyek sebesar Rp7 miliar.
"Kami belum investasi di sana, tapi cuma kirim tenaga engineer dan worker. Jadi pas kami tarik para pekerja, kita nggak keluar uang apa-apa karena kita nggak termasuk proyek keseluruhan. Peralatan kantor juga sudah kami titipkan ke kantor kedutaan," ujar Natal.
Natal melanjutkan, selain di Libia, BUMN jasa konstruksi ini juga sedang mengerjakan proyek lanjutan jalan tol East West Motorway di AlJazair, Afrika Utara, dengan target penyelesaian 2012. Nilai proyek jalan yang menghubungkan Maroko dengan Aljazair Timur ini sebesar US$5,5 juta.
Di luar itu, Wika saat ini juga tengah mengerjakan proyek pembangkit listrik di Timor Leste. Selain itu, perseroan saat ini juga tengah mengincar proyek-proyek pembangunan di Papua Nugini, mencakup proyek jalan, pelabuhan, pembangkit listrik, dan hotel.
"Memang kami belum terlalu atraktif mengikuti proyek-proyek di luar negeri. Saat ini ada tawaran dari negara-negara Arab. Tetapi kami nilai risikonya masih tinggi, baik politik dan keuangan. Kalau teknis mungkin kami kuasai, tapi di dalamnya ada masalah custom, risiko paket pengadaan barang. Risiko legal juga kami harus hati-hati karena penyelesaian hukum di luar negeri tentu tidak semudah di negara sendiri," ujar Natal. (AW/OL-11)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/29/213977/4/2/Proyek-Wika-di-Libia-Terancam-Batal)
yudibali2008 March 30th, 2011, 01:30 AM Harga Baja terus Meroket
JAKARTA--MICOM: Percepatan pembangunan infrastruktur nasional belum diiringi dengan kecukupan pasokan baja produksi dalam negeri. Selama 2011, Indonesia diperkirakan masih harus mengimpor baja sekitar 3 juta ton dari kebutuhan total nasional 8 juta–9 juta ton.
"Kebutuhan baja nasional mencapai 8-9 juta ton per tahun. Sedangkan produksi hanya 4-5 juta ton per tahun, sebesar 2,75 ton di antaranya diproduksi oleh PT Krakatau Steel (KS) Tbk. Karena itu, kita masih harus mengimpor baja kurang lebih 3 juta ton," ujar Co Chairman Falt Product Asosiasi Besi dan Baja Nasional (The Indonesian Iron & Steel Industry Association/IISIA), Irvan Kamal Hakim di Jakarta, Selasa (29/3).
Menurutnya, konsumsi baja dari sektor manufaktur dan konstruksi diperkirakan naik tajam tahun ini, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diramal bisa mencapai 6,4%. Sektor konstruksi akan tumbuh menjadi 7,3% tahun 2011 dari tahun sebelumnya 6,8% dan manufaktur ditargetkan tumbuh 6,2% dari realisasi 2010 5%.
Selain ditopang pertumbuhan ekonomi, konsumsi baja juga didorong oleh peningkatan produksi otomotif. Tahun 2011, peningkatan produksi mobil dan motor masing-masing diproyeksikan mencapai 800 ribu unit dan 7,2 juta unit.
Kenaikan produksi mobil dan motor secara otomatis meningkatkan permintaan baja nasional. Produksi baja hitam (HR) naik 20% dari 236 ribu ton tahun 2009 menjadi 275 ribu ton pada 2010. Sedangkan produksi baja putih (CR) naik 10% dari 239 ribu ton tahun 2009 menjadi 267 ribu ton pada 2010.
Pada kesempatan itu, Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Tbk (KS) ini juga menyampaikan harga baja nasional akan dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk dan ekstrem. Akibatnya, harga rata-rata baja nasional tahun ini akan naik 11%-23% dibandingkan pada 2010," tuturnya.
Harga baja diperkirakan tidak akan turun walaupun peningkatan produksi mencapai 8,8% pada bulan Febuari dibanding dengan Febuari 2010.
Menurut Irvan, meski terjadi peningkatan produksi baja internasional, namun peningkatan yang terjadi tidak akan mempengaruhi harga baja internasional.
"Berhitungnya bukan dari produksi bulan ke bulan tetapi langsung setahun, dan peningkatan produksi baja bulan ke bulan ini sudah diprediksikan sejak awal, tapi antara kebutuhan dan permintaan tetap tidak sama sehingga harga baja tetap sesuai prediksi," terangnya. (Jaz/OL-9)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/29/213950/23/2/Harga-Baja-terus-Meroket)
yudibali2008 March 30th, 2011, 01:32 AM Cadangan Devisa Naik US$1 Miliar Dalam Sepekan
JAKARTA: Cadangan devisa RI kembali meningkat sebesar US$1 miliar hanya dalam kurun waktu sepekan. Aliran dana asing mendorong peningkatan cadangan devisa tersebut. Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono menyampaikan bahwa hingga 25 Maret 2011 cadangan devisa melonjak hingga mencapai US$104,3 miliar. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan 18 Maret 2011 sebesar US$103,3 miliar.
“Benar cadangan devisa sampai 25 Maret 2011 mencapai US$104,3 miliar," ujarnya dalam pesan singkat kepada Bisnis, malam ini.
Peningkatan dana tersebut didorong oleh aliran dana asing yang mengalami peningkatan sejalan dengan perbaikan persepsi indikator makro Indonesia, seperti angka inflasi yang cenderung membaik.
Hartadi mengungkapkan porsi kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN) masing-masing mencapai Rp71,6 triliun atau mencapai 31,1% dari total SBI dan Rp204,2 triliun atau 29,9% dari total SUN.
Cadangan devisa Indonesia terus mengalami peningkatan hingga menembus US$100 miliar pada awal tahun ini, meskipun sempat terkoreksi akibat pelarian dana karena ekspektasi inflasi yang meningkat.
Pada akhir Desember 2010 cadangan devisa RI tercatat sebesar US$96,207 miliar. Kemudian sempat turun pada Januari 2011 menjadi US$95,3 miliar dan sampai saat ini meningkat menjadi US$97 miliar.
Hartadi sebelumnya menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak dunia membawa pundi-pundi keuntungan bagi neraca pembayaran Indonesia, sehingga menaikkan kembali cadangan devisa Indonesia.
“Kenaikan cadangan devisa rata-rata dari hasil [ekspor] minyak karena harga naik,” ujarnya.
Namun, dia tidak bisa memastikan berapa besar kontribusi penjualan minyak bumi jika dibandingkan capital inflow. Pasalnya tak seluruh capital inflow masuk dalam sistem bank sentral.
“Saya tidak tahu detail angkanya tetapi kontribusi inflow masuk ke SUN, SBI dan saham milik asing yang devisanya masuk ke comersial banks, hanya sebagian yang masuk ke BI, sedangkan penerimaan minyak dan gas milik pemerintah seluruhnya masuk ke cadangan devisa,” tuturnya. (ln)
Bisnis.com (http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/18238-cadangan-devisa-naik-us1-miliar-dalam-sepekan)
yudibali2008 March 30th, 2011, 01:37 AM Govt allocates Rp 505b to revamp traditional markets
The Trade Ministry has allocated Rp 505 billion (US$58 million) to revitalize traditional markets, of which 95 percent of the 4,000 registered have been deemed as physically unfit for operation.
“The registered markets only account for 30 percent of the total number of traditional markets in Indonesia. Thus, revitalization will be an ongoing program. This year, 120 markets will be renovated and 10 of these will be pilot projects,” Trade Minister Mari Elka Pangestu said Monday, as quoted by kompas.com.
Most of the markets built during the New Order era, from 1966 to 1998, are now more than 20 years old.
From the renovations budget, Rp 88 billion is allocated for pilot markets.
“The revitalization of traditional markets depends on commitments made by regional administrations. The regions with bigger commitments will get funding sooner,” Mari said.
She said that each region should also issue a regulation on the zoning of minimarkets.
The revitalization of traditional markets plays an important role in breaking down the dichotomy between modern and traditional markets, Mari added.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/29/govt-allocates-rp-505b-revamp-traditional-markets.html)
yudibali2008 March 30th, 2011, 01:38 AM RI must boost exploration, says mining association
Indonesia needs spend between US$500 million and $1 billion each year to fund exploration activities, to maintain the current level of mineral resource production, the Indonesian Mining Association announced on Tuesday.
Association chairman Martiono Hadianto, who is also the president director of PT Newmont Nusa Tenggara, said in the past decade Indonesia had allocated around $10 million annually to exploration to find new mineral reserves outside existing mining areas.
"If the government wants to maintain current production levels, it must encourage off-site mineral explorations," Martiono told a discussion at the 5th Australian Mining Exhibition and Conference, Ozmine 2011, in Jakarta.
He added that the government of Indonesia had to work harder to create a more competitive and investor-friendly fiscal regime to attract more investment in the mining sector.
"The mining sector is a capital-intensive industry. The government must offer competitive incentives to be able to compete in attracting investors to conduct businesses in Indonesia," Martiono said.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/29/ri-must-boost-exploration-says-mining-association.html)
yudibali2008 March 30th, 2011, 01:39 AM Krakatau Steel nets over 100% profit increase in 2010
State-owned steel firm PT Krakatau Steel booked a more than 100 percent increase in net profits last year for a total of Rp 1.06 trillion (US$121.9 million), from Rp 494.7 billion in 2009.
The profit increase was supported by lower operating and interest costs as the company saw its net revenues in 2010decline, according to its 2010 financial report as reported by tempointeraktif.com on Tuesday.
Krakatau Steel's 2010 net revenue was Rp 14.86 trillion, a decline from Rp 16.91 trillion in 2009.
The company's total assets, however, increased from Rp 12.8 trillion in 2009 to Rp 17.6 trillion in 2010.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/29/krakatau-steel-nets-over-100-profit-increase-2010.html)
yudibali2008 March 30th, 2011, 01:42 AM RI's Wika facing Libyan mall project cancellation
State-owned construction firm PT Wijaya Karya (Wika) is facing the potential cancellation of its shopping center project in Libya as the situation in the country devolves.
“We may have to cancel it because the situation there doesn't allow us to continue our work,” Wika corporate secretary Natal Agriawan said Tuesday in Jakarta.
Wika was working on a multi-story shopping center when the conflict in Libya erupted, forcing some of its 200 workers to be sent home to Indonesia and the others to be moved to Algeria to work on a Wika project there.
The publicly-listed company is responsible for 70 percent of the Libyan shopping center worth Rp 107 billion (US$12.3 million). The remaining 30 percent is held by a partner company.
“So far, there is no confirmation from them regarding whether or not it is possible to continue the construction project,” Natal said, as quoted by Antara news agency.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/29/ris-wika-facing-libyan-mall-project-cancellation.html)
Dr Hiroshi A Kokaji March 30th, 2011, 09:26 PM Indonesia holds 12% of the worlds laterite nickel ($20,000 a tonne).
At the moment in order to extract laterite nickel huge costs to the environment are made using large amounts of sulphuric acid which are non-recyclable .
Recently a private company in Australia, Direct Nickel is developing a new way of extract the laterite nickel and it is only months away from completing phase 3.Which has a dream list of features.
◆ Recycles key reagents (+95%), significantly reducing operating
costs, and producing more environmentally benign tailings
◆ Fast take lead consistently high recoveries of nickel and cobalt,
over 95% (Aker Solutions PFS/2)
◆ A much lower operating intensity than HPAL and smelting plants
◆ Low capital and operating costs
Sulphide nickel (the easily mined stuff) is running out so this new technology could be the answer.70% of the worlds laterite nickel is found in Brazil Australia Indonesia and Papua New Guinea .
Direct Nickel are drilling on their 50% licence in Mambare, in Papua New Guinea and is planning to add 7-9 million tonnes of nickel into a inferred and indicated category.
Nickel is used in stainless steel.
http://www.youtube.com/watch?v=4prpPGQy2tk&feature=related
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:25 AM Kimia Farma Gandeng Toray Bangun Pabrik Resin
Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membangun pabrik yang memproduksi Sebacic Acid (bahan baku pembuat bio plastic atau plastik resin). Perseroan bekerja sama dengan perusahaan Jepang, Toray, untuk mengembangkan produksi Sebacic Acid.
Menurut Direktur Utama Kimia Farma Sjamsul Arifin, selain rencana pembangunan pabrik Sebacic Acid, pihaknya juga akan mengembangkan perkebunan bijih jarak (Castor Seed), dengan lokasi di Kalimantan dan atau Nusa Tenggara.
"Kami baru saja tandatangan MoU dengan Toray, pengguna Sebacic Acid (Bio Plastic) dan BGL, Plantation Castor. Ini untuk kembangkan bisnis Castor," jelas Sjamsul di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Ia menambahkan, perseroan lakukan visibilities studies (VS) atas rencana pendirian pabrik Sebacic Acid di Indonesia. Rencananya pembangunan baru akan terlaksana di 2012, jika proyek tersebut layak. Pembangunan pabrik atau pengembangan kebun jarak melalui dana dari pihak Jepang.
"Akan dilakukan VS. Didanai dan didampingi tim ahli jepang. Diharapkan dapat realisasi tahun depan, setelaah VS lolos," tambahnya.
Castor Seed atau bijih jarak sejatinya telah diproduksi perseroan 30 tahun lalu. Namun penggunaannya terbatas pada industri farmasi dan kosmetika, untuk obat penumbuh rambut. Produksi Castor per bulan 5 ton, dengan pembeli terbesar PT Tancho Indonesia.
Harga Castor sangat murah, Rp 4.000-6.000 per kg. Bandingkan dengan harga Sebacic Acid Rp 120 ribu per kg.
Proses pengembangan produk Castor Seed adalah Castor Oil. Harganya juga sudah naik, Rp 12-16 ribu per kg. Castor Oil kemudian dapat diolah sebagai Sebacic Acid, yang merupakan bahan baki pembuatan bio plastik (plastic resin) yang ramah lingkungan.
"Kami akan pasik Sebacic Acid ke Jepang, karena kebutuhan Sebacic di Jepang per tahun 400 ribu ton dan banyak digunakan dalam industri textil, industri mobil dan electronic termasuk komputer. Kita ingin supplai 200 ribu ton, kalau bisa," tambahnya.
Detik Finance (http://www.detikfinance.com/read/2011/03/30/181440/1605090/1036/kimia-farma-gandeng-toray-bangun-pabrik-resin?f9911033)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:26 AM Transportasi Massal akan Kurangi Pengguna Tol Dalam Kota
Jakarta - Pengembangan transportasi massal yang bagus akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di kota besar seperti Jakarta termasuk berkurangnya penggunaan tol dalam kota.
Pelaku usaha jalan tol justru menyambut positif adanya transportasi massal karena saat ini tol-tol dalam kota sudah tak sanggup lagi menampung arus kendaraan.
"Public transportation harus bagus supaya orang mengurangi penggunaan mobil pribadi," Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans Sunito ketika ditemui di kantor kementrian BUMN Rabu (30/3/2011).
Frans memuji keberadaan transportasi massal yang akan dibagun pada masa yang akan datang seperti subway atau mass rapid transport (MRT). Saat ini, lanjut Frans, kendaraan yang melewati jalan untuk tol dalam kota saja kapasitasnya sudah melewati batas.
Dikatakannya perbandingan volume kendaraan dan kapasitas jalan akan meungkinkan ditambahnya satu lajur baru. Walaupun Frans mengatakan akan sulit melapis jalan tol karena banyak hal yang juga harus dipertimbangkan.
"Lapis nggak mungkin, kalau bangun mungkin tapi turunnya dimana? Saat bangunnya bagaimana? nggak sederhana," ujarnya.
Detik Finance (http://www.detikfinance.com/read/2011/03/30/185114/1605121/4/transportasi-massal-akan-kurangi-pengguna-tol-dalam-kota?f9911023)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:27 AM Subsidi BBM Akan Dihapus
JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam jangka panjang, tidak ada pilihan bagi Indonesia selain menghapus penerapan subsidi bahan bakar minyak. Penerapan subsidi langsung pada harga bahan bakar minyak seperti yang selama ini dilakukan bukan kebijakan yang sehat.
Demikian semangat dalam Rancangan Peraturan Presiden tentang Kebijakan Energi Nasional, sebagaimana disampaikan Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat, Selasa (22/3/2011) di Kantor Wakil Presiden.
Rancangan perpres itu saat ini tengah dibahas Dewan Energi Nasional (DEN). Masih diperlukan beberapa pertemuan lagi untuk mematangkan perpres itu sebelum ditandatangani Presiden.
Kemarin, para anggota DEN menghadap Wapres Boediono untuk melaporkan perkembangan terakhir pembahasan perpres yang tidak ubahnya cetak biru pembangunan sektor energi nasional itu. Para anggota DEN datang bersama Ketua Harian DEN Darwin Zahedy Saleh. Dalam struktur DEN, Presiden dan Wapres masing-masing duduk sebagai ketua dan wakil ketua.
”Jadi, perpres itu menuntun bagaimana menciptakan bauran energi yang tidak memerlukan subsidi. Dalam jangka panjang, subsidi langsung pada harga seperti selama ini memang tidak sehat,” ujar Yopie.
Secara umum, menurut Yopie, semangat yang juga terkandung dalam Rancangan Perpres tentang Kebijakan Energi Nasional adalah bagaimana Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap energi dari bahan bakar fosil pada 2050. Untuk itu, ada sejumlah opsi yang akan dipakai Indonesia guna mewujudkan rencana itu. ”Kita akan memanfaatkan energi baru terbarukan. Kita akan memanfaatkan energi geotermal dan air,” ujar Yopie.
Dalam jumpa pers seusai rapat, Darwin menjelaskan, perpres nantinya mengatur persentase bauran masing-masing energi. Persentase pemakaian minyak bumi akan terus berkurang hingga tahun 2050, sedangkan persentase pemakaian gas relatif tidak jauh berbeda.
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekonomi Pertambangan dan Energi (Reforminer Institute) Pri Agung Rakhmanto menyatakan, keputusan pemerintah untuk menunda pengaturan BBM bersubsidi hanya akan menunda penambahan inflasi.
Namun, penundaan itu bisa menimbulkan spekulasi karena ketidakpastian yang diciptakannya. Ketidakpastian itu bukan hanya menyangkut kapan atau jadi tidaknya akan dijalankan kebijakan ini, tetapi juga ketidakpastian menyangkut kebijakan apa yang nantinya akan diterapkan pemerintah dalam mengatasi APBN yang tertekan.
Penundaan ini tidak akan terlalu berpengaruh dalam pengurangan defisit karena jika dijalankan dengan sukses tahun ini, hanya berpotensi menghemat anggaran Rp 3 triliun. Sementara dengan harga minyak yang sudah di atas 100 dollar AS per barrel, tambahan defisit bisa Rp 16 triliun. ”Mestinya pemerintah harus tegas bahwa kebijakan ini tidak hanya ditunda, tetapi dibatalkan. Ada kepastian bagi semua pihak,” ujarnya.(EVY/RYO/ATO/IDR)
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/23/07110356/Subsidi.BBM.Akan.Dihapus)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:28 AM 11.163 Perusahaan Ikut Pameran di Berlin
JAKARTA--MICOM: Sekitar 11.163 perusahaan dari 188 negara, termasuk Indonesia ikut melaksanakan pameran International Torismus Borse/ITB di Berlin Jerman.
Pameran itu dilaksanakan untuk ke-45 kalinya, dan Indonesia selalu aktif dalam mendukung pameran pariwisata tersebut, demikian siaran pers ditandatangani Fepyana Mawuntu, Official Representative of Messe Berlin for Indonesia, di Jakarta, Senin (28/3).
Feppy yang juga direktur pelaksana PT Prakasita Eka Global, mengatakan keikutsertaan perusahaan mengikuti pameran ITB di Berlin pertengahan Maret 2011 dari berbagai negara itu agaknya pertanda mulai bangkitnya kembali ekonomi dunia.
Dikatakan, Partisipasi Indonesia pada ITB Berlin 2011 cukup penting karena mempromosikan wisata Indonesia ke kawasan Eropa.
"ITB Berlin masih merupakan platform bagi industri pariwisata di dunia, termasuk Indonesia. Indonesia sudah lebih dari 30 tahun merupakan peserta tetap pada pameran industri pariwisata di dunia," kata Feppy.
Ia mengatakan, peserta dari Indonesia yang ikut membuka stand pada pameran itu merasa berhasil karena ada hasil transaksi bisnis pariwisata yang meningkat.
"Rata-rata peserta Indonesia merasa puas dengan partisipasi mereka pada pameran dunia ini, bisnis yang dihasilkan lebih baik dibandingkan tahun kemarin."
Menurut salah satu pimpinan dari Bali Village yang terpilih sebagai koordinator peserta di Paviliun Indonesia pada ITB Berlin 2011, bisnis pariwisata yang dihasilkan pada ITB Berlin 2011 naik sekitar 30 persen, meski harga paket yang ditawarkan oleh para peserta rata-rata naik 15
persen.
Dari perkiraan pemerolehan bisnis sekitar 138.000 pax, menurut perhitungan, total bisnis yang dihasilkan melebihi harapan, yakni sekitar 17.000 pax. Kira-kira nilai yang dihasilkan adalah sekitar Rp1,72 triliun.
Hasil positif dari promosi pariwisata berskala internasional ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan pemerolehan devisa negara dan membuka peluang tenaga kerja Indonesia, katanya. (Ant/OL-9)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/29/213814/21/2/11.163-Perusahaan-Ikut-Pameran-di-Berlin)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:29 AM Pemerintah tidak akan Tutup Keran Impor Ikan
JAKARTA--MICOM: Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan tidak akan menutup keran impor ikan. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya jenis ikan yang tidak bisa didapat di perairan Indonesia sehingga harus didatangkan dari luar negeri.
"Kita tidak bisa menutup total impor ikan karena kita memang butuh beberapa jenis ikan yang dikonsumsi dalam negeri, tapi tidak bisa didapat di sini," kata Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Victor Nikijuluw ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Selasa (29/3).
Ia menambahkan saat ini jenis ikan yang masih diimpor di antaranya salmon, ikan-ikan tropis, kaviar, serta nori (sejenis rumput laut). Impor ini juga dibutuhkan untuk memenuhi permintaan di sektor industri, seperti restoran, hotel, maupun industri pengolahan ikan dengan skala kecil.
"Kita juga mengimpor ikan untuk diolah dan diekspor kembali atau untuk memenuhi kebutuhan industri pemindangan," imbuh Victor.
Wacana untuk menghentikan impor ini sempat berhembus berkaitan dengan Keputusan Menteri Perikanan dan Kelautan Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Impor. Sebelumnya dikabarkan KKP melarang impor ikan khususnya dari China. Namun Victor membantah hal ini.
"Dua hari yang lalu (27/3), ada satu perusahaan baru saja memasukkan impor nori dari China. Kita juga masih memasukkan ikan salem dari China untuk industri pemindangan yang jumlahnya 50.000 perusahaaan kecil," tambahnya.
Ia pun mengonfirmasi bahwa yang dilakukan pihaknya saat ini berdasarkan Kepmen tersebut ialah pengetatan pengawasan pemasukan ikan impor. Saat ini, kata Victor, masih ada importir yang memasukkan ikan tidak sesuai dengan surat yang dikeluarkan Ditjen P2HP sehingga harus ditertibkan.
Data KKP menyebut terdapat peningkatan nilai impor dibanding ekspor dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2009 nilai impor tercatat US$300 juta, namun naik menjadi US$392 juta pada 2010. Sementara nilai ekspor tahun 2009 tercatat US$2,5 miliar, kemudian naik menjadi US$2,89 miliar pada 2010.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia Thomas Darmawan menyatakan tahun ini nilai impor ikan diprediksi naik lagi sekitar 5%-10% menjadi sekitar US$431,2 juta.
"Angka ini bisa ditekan kalau produksi ikan dan olahan ikan dalam negeri juga meningkat," kata Thomas.
Thomas menambahkan kenaikan impor juga terjadi karena pemenuhan konsumsi pada beberapa daerah perbatasan seperti Kalimantan dan Batam relatif lebih mudah dipenuhi dari luar negeri seperti Malaysia dan Vietnam. Untuk ikan patin, impor dari Vietnam mencapai 2.500 ton per tahun dengan asumsi harga US$3,5 per kilogram. (HA/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/29/213917/21/2/-Pemerintah-tidak-akan-Tutup-Keran-Impor-Ikan)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:30 AM Honda appoints new president director for Indonesia
The newly appointed president director of PT Honda Prospect Motor (HPM) Indonesia, Tomoki Uchida, has promised to continue the success of his predecessor, Yukihiro Aoshima, in making and selling cars.
Uchida, the former president of UK-based Honda Motors Europe, on Tuesday officially replaced Aoshima, who served as HPM president director for four years.
“I will strengthen the good image of Honda in Indonesia,” Uchida said.
He expressed optimism at the future of Honda in Indonesia.
“Honda has a good name with its good design and outstanding performance here. I believe Honda has a bright future in Indonesia,” he said.
Last year, the company reached a peak in sales, with 61,336 units, 55% more than the previous year when HPM sold 39,570 vehicles. Under Aoshima’s leadership, the company won 124 awards, including an Initial Quality Award and a Zero Accident Award from independent survey firm JD Power.
In his speech, Aoshima said Indonesia had a potential capacity to become ASEAN’s top Honda carmaker.
“I am sure Indonesia will overcome Thailand in car production and become number one in the region.”
Thailand is Indonesia’s biggest competitor in ASEAN, producing a similar amount of vehicles each year.
This year HPM targets to sell 65,000 vehicles. (lfr)
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/30/honda-appoints-new-president-director-indonesia.html)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:31 AM Grup Rajawali Menanti Izin Menhut
MERAUKE--MICOM: Grup Rajawali melalui dua unit usahanya, PT Cendrawasih Jaya Mandiri dan PT Karyabumi Papua, masih menunggu izin prinsip dari Menteri Kehutanan untuk menjalankan usaha penanaman tebu dan pabrik gula di Merauke, Papua.
"Kebutuhan izin prinsip dari Menhut ini mendesak dalam rangka mempersiapkan 1.000 hingga 1.500 hektare lahan untuk pembibitan," kata General Manager Agriculture Papua Project Grup Rajawali, FS Heru Priyono, kepada wartawan di Merauke, Selasa (29/3).
Karena Izin Prinsip Pelepasan Kawasan Hutan dari Menhut yang diajukan pada akhir 2010 belum ditandatangani, kata Heru Priyono, saat ini perusahaan menyewa lahan transmigrasi seluas 240 hektare untuk pembibitan mengingat pabrik yang akan dibangun bakal mulai produksi pada 2013.
Sebelumnya kedua unit usaha Grup Rajawali itu sudah menerima izin lokasi di Distrik Kurik dan Malind dari Bupati Merauke, persetujuan izin usaha perkebunan (IUP) dari Gubernur Papua, dan Surat Rekomendasi Pelepasan Kawasan Hutan dari Gubernur Papua.
Diakui oleh Heru bahwa proses perizinan merupakan salah satu kendala dalam pelaksanaan program food estate, selain pelepasan hak ulayat milik masyarakat mengingat belum adanya perundangan tentang itu serta minimnya infrastruktur di Merauke.
Grup Rajawali merupakan salah satu investor serius dari 16 investor yang merupakan bagian dari 46 calon investor yang telah mendapatkan izin lokasi bupati Merauke dalam Program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) atau food estate di wilayah tersebut.
Adapun luas lahan yang digarap ditetapkan sekitar 46.000 hektare, menyusut dari sebelumnya 70.000 hektare karena antara lain ada lahan yang tumpang tindih dengan hutan lindung dan hutan keramat,
Heru Priyono yang juga Direktur PT Cendrawasih Jaya Mandiri juga menjelaskan bahwa nilai investasi jangka pendek yang ditanamkan grup itu sebesar Rp2,9 triliun.
Dengan rincian untuk pabrik berkapasitas 12.000 ton per tahun dan peralatan Rp1,6 triliun; tanah, kebun dan infrastruktur seluas sekitar 23.503 hektare Rp1,1 triliun; serta pembangkit listrik 20 Megawatt (MW) Rp0,2 triliun.
Tentang pembibitan, Heru menjelaskan bahwa kedua perusahaan sudah melakukan pembibitan 40 ton seluas 40 hektare dengan sumber bibit dari Pusat Perkebunan Gula Indonesia, Pasuruan.
Adapun bibit yang dikembangkan berjumlah tujuh varietas yakni Kentung, PS 881, PSBM 901, PS 862, PSJT 941, Kidang Kencana dan PS 864.
Sementara itu Kepala Bidang Promosi Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah dan Perizinan Kabupaten Merauke, Freddy Puturuhu, menjelaskan, pembangunan program food estate dengan 46 calon investor itu terbagi dalam 10 kluster dengan total luas lahan 1,2 juta hektare.
Rinciannya, kluster 1-4 pada 2011-2014 seluas 423.251 hektare, kluster 5-8 pada 2015 - 2019 seluas 632.000 hektare dan kluster 9-10 pada 2020-2024 seluas 227.000 hektare. (Ant/OL-9)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/30/214115/21/2/Grup-Rajawali-Menanti-Izin-Menhut)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:32 AM Foreign public accountants must join local association
Foreign public accountants operating in Indonesia will soon have to join the country’s public accountants association as the government and legislators agreed on Wednesday on the final draft of the public accountant bill.
The bill, set to be passed into law during the upcoming House of Representatives plenary session next month, provides more comprehensive regulation and stronger legal ground for the profession of public accountants in Indonesia, including foreign public accountants. Up to now the profession has been regulated only by a ministerial regulation.
The previous draft did not oblige foreigners to be part of the country’s public accountant association, but legislator Dolfi OFP from the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) said it should.
“The professional association is responsible for organizing education for the profession and for reviewing the competency of public accountants. If foreign public accountants are not obliged to be members of the association, who will review their competence then?” Dolfi said during a Wednesday meeting between the government and the House Commission XI overseeing banking and financial sectors to discuss the bill.
He proposed that foreign public accountants were also mandated to become part of the professional association, which the bill said there should be only one in the country.
Other legislators attending the session voiced support for Dolfi’s proposal, and so did Finance Minister Agus Martowardojo, who represented the government.
Agus added, however, that the matter should be first discussed with the association, so as to ensure its internal regulations would allow such a move.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/30/foreign-public-accountants-must-join-local-association.html)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:33 AM Daihatsu Fokus Perbaiki Outlet
JAKARTA--MICOM: PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), distributor tunggal Daihatsu di Indonesia menanamkan investasi sebesar Rp 30,5 miliar untuk membangun outlet Daihatsu Cibubur.
Menurut CEO PT Astra International-DSO Toto Surya Wijaya, outlet Daihatsu Cibubur ini merupakan relokasi dari outlet sebelumnya. Kini outlet tersebut sudah menerapkan standar global dari Daihatsu agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumennya.
"Sejak tahun 2006 hingga 2010 tren penambahan outlet kami terus meningkat dari 74 VSP hingga 105 VSP," ujarnya di Jakarta, Rabu (30/3).
Perubahan ekspektasi penjualan unit Daihatsu dari 80% kendaraan komersial menjadi 70% kendaraan penumpang, membuat Daihatsu terus berbenah dalam layanan purna jual.
Pada tahun lalu, Daihatsu telah melakukan standarisasi 30 outlet menjadi bertaraf global. Rencananya selama tiga tahun ke depan semua outlet Daihatsu sudah terstandarisasi.
Seperti outlet Daihatsu lainnya, standar global Daihatsu terbaru telah mengusung konsep outlet terpadu yang melayani Sales dan After Sales Service termasuk penjualan aksesoris dan suku cadang sehingga memudahkan para pelanggan Daihatsu.
Untuk memanjakan customer, ruang dalam didesain dengan konsep kenyamanan yang menyediakan customer lounge dilengkapi fasilitas hot spot untuk akses internet, kids corner dengan beragam permainan untuk anak.
Selain outlet di Cibubur, Daihatsu juga secara bersamaan meresmikan outletnya di Batam. Kedua outlet tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan dan perluasan jaringan terpadu Daihatsu serta peningkatan kualitas outlet. Dengan peresmian tersebut maka jumlah outlet Daihatsu saat ini mencapai 179 outlet.
Hingga akhir 2011 direncanakan Daihatsu akan memiliki 180 outlet dengan 110 outlet diantaranya telah mengimplementasikan standar global Daihatsu. (Tsr/OL-9)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/30/214132/21/2/Daihatsu-Fokus-Perbaiki-Outlet)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:34 AM Pemerintah Cari Produsen Komponen Otomotif Selain Jepang
Jakarta - Pemerintah kaji pencarian produsen komponen otomotif selain Jepang pasca bencana gempa dan tsunami di negeri sakura tersebut.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan, saat ini pihaknya tengah fokus memantau industri komponen otomotif dan elektronik sehubungan dengan adanya bencana gempa dan tsunami di Jepang.
"Apakah komponen ini krusial dan apakah bisa dicari sumber lain," ujar Mari ketika ditemui usai acara persemian Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit PT Smart TBK, di Kawasan Industri Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/3/2011).
Seperti diberitakan sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan produksi otomotif nasional untuk Maret hingga April 2011 masih sesuai target.
Namun, Mari mengakui untuk Mei dan bulan berikutnya, produksi masih menunggu perkembangan dari prinsipal di Jepang terkait dampak dari musibah gempa dan tsunami.
"Mereka memiliki satu bulan untuk mencari sumber yang lain," jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Mari, Jepang bisa saja terus melanjutkan produksi komponen otomotif bila melakukan relokasi produksi ke negara lain.
"Apa ada sumber lain dan apa dapat relokasi sementara untuk produksinya," tandasnya.
Detik Finance (http://www.detikfinance.com/read/2011/03/30/184141/1605113/4/pemerintah-cari-produsen-komponen-otomotif-selain-jepang?f9911033)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:35 AM ADARO Raup Pendapatan Bersih US$2,7 Miliar
JAKARTA--MICOM: Perusahaan tambang batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sepanjang 2010 membukukan pendapatan bersih konsolidasi sebesar US$2,72 miliar atau meningkat 4,9 persen dibandingkan dengan 2009.
Peningkatan itu didukung oleh peningkatan volume produksi dan penjualan masing-masing sebesar 4 persen dan 6 persen, walaupun harga jual rata-rata menurun 3 persen.
Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir dalam siaran pers, Rabu (30/3) mengatakan, walaupun curah hujan yang abnormal berdampak buruk terhadap kegiatan operasional, namun perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan.
"Selain mencatat pertumbuhan produksi, ADRO juga mampu mempertahankan rekam jejak pertumbuhan produksi tahunan selama sembilan belas tahun,"ujarnya.
Meski demikian perolehan laba bersih ADRO sepanjang 2010 menurun 42 persen menjadi US$243 juta. Sehingga laba bersih per saham (EPS) juga ikut turun dari Rp136,5 menjadi Rp69 per saham.
Menanggapi penurunan laba bersih itu, Sekretaris Perusahaan ADRO, Devindra Ratzarwin mengatakan, penurunan itu lebih disebabkan oleh faktor yang diluar kendali perusahaan, seperti cuaca/hujan yang abnormal. "Faktor hujan yang abnormal ini menyebabkan kegiatan operasional dan pasokan batubara perusahaan terganggu, sehingga perseroan harus menngeluarkan biaya tambahan yang cukup besar,"katanya.
Cuaca yang abanormal ini lanjutnya menyebabkan perusahaan harus mengeluarkan biaya "demurrage" (biaya kelebihan waktu berlabuh) sebesar US$64 juta, dimana US$34 juta itu masuk biaya pos luar biasa. Selain itu juga perusahaan terkena denda akibat tidak tepat waktu dalam memasok kebutuhan batubara pelanggannya, yang disebabkan cuaca yang abnormal tersebut.
Devindra optimistis tahun ini kinerja keuangan perusahaan akan lebih baik lagi mengingat prospek dan pertumbuhan permintaan batubara yang tinggi. "Selain itu juga harga batubara akan meningkat seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia,"ujarnya.
Dia memperkirakan pada tahun ini perseroan mampu memproduksi batubara 46 juta ton sampai 48 juta ton. Tahun 2010 produksinya hanya 42,2 juta ton. (Ant/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/31/214310/21/2/ADARO-Raup-Pendapatan-Bersih-US27-Miliar)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:36 AM Citilink to operate six Airbus A320 this year
National flag carrier Garuda Indonesia said Wednesday its business unit Citilink would operate up to six Airbus A320 this year.
Garuda Indonesia finance director Elisa Lumbantoruan said the six airplanes would help Citilink compete in the low-cost carrier segment.
She said the crew members of Citilink were more prepared to operate Airbus A320 rather than Boeing 737-800NG.
The Airbus A320 can accommodate up to 188 passengers, thus it would be efficient for Citilink, she added
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/30/citilink-operate-six-airbus-a320-year.html)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:38 AM Ferry Soetikno: Dexa Rambah Pasar Global
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/28/0025294620X310.jpg
Ferry Soetikno, Presiden Direktur Dexa Medica
PALEMBANG, KOMPAS.com - Dexa Medica adalah perusahaan farmasi nasional yang sukses merambah pasar internasional. Selain menguasai pasar dalam negeri dan menjadi lima besar di Indonesia dalam 10 tahun terakhir ini, Dexa Medica juga eksis di pasar global di tujuh negara.
Kami tetap masuk pasar ASEAN, dan mempersiapkan diri menjelang pasar perdagangan bebas AFTA tahun 2015.
-- Ferry Soetikno
Dexa Medica didirikan tahun 1969 oleh Rudy Soetikno, ayah Ferry. Pada awalnya Dexa didirikan untuk memenuhi kebutuhan obat di Sumatera Selatan. Dalam perjalanannya, Dexa makin berkembang dengan dinamis.
“Dalam pertumbuhannya, Dexa menambah kapasitas, standar dan persyaratan good manufacture practice. Kami mengantisipasi pergerakan ke depan yang sangat dinamis,” ungkap Ferry Soetikno, Presiden Direktur Dexa Medica dalam percakapan dengan Kompas.com, Minggu (27/3/11) malam.
“Dexa Medica perusahaan farmasi nasional yang terus membangun daya saing dan menunjang program Pemerintah Indonesia,” kata Ferry tentang perusahaan yang dipimpinnya 10 tahun terakhir ini.
Dexa konsisten memproduksi obat generik berlogo sejak tahun 1991 hingga saat ini. Belum lama ini Dexa Medica menerima penghargaan Manggala Karya Bakti Husada dari Pemerintah. Ke depan, Dexa akan terus mendukung pengadaan obat berkualitas dan terjangkau melalui OGB.
Untuk itulah, Dexa mengembangkan pemasaran dan menambah suplai pabrik. “Saat ini kapasitas Dexa meningkat 40 persen, dan ini signifikan bagi perkembangan Dexa,” kata Ferry, lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Untuk menambah kapasitas, solusi yang diambil Dexa adalah membeli teknologi canggih dengan skala besar, termasuk menambah dan melatih orang-orang yang berkompeten menggunakan teknologi canggih ini. Dan investasi yang dibutuhkan tidak kecil.
Dexa Medica yang lahir di Palembang, Sumatera Selatan, tetap akan hadir di Palembang. Tidak banyak memang, industri farmasi berada di luar Jawa. Namun Dexa yang sudah dikenal luas di bumi Sriwijaya, tetap berada di Palembang.
“Kami tetap hadir di Palembang dan makin disayang masyarakat Sumsel,” tandas Ferry, alumnus SMA Xaverius I Palembang lulusan tahun 1979 itu.
Memang, dalam sepuluh tahun terakhir ini, setelah dipimpin Ferry Soetikno, Dexa mampu masuk lima besar perusahaan farmasi nasional dan merambah pasar mancanegara. “Kami tetap masuk pasar ASEAN, dan mempersiapkan diri menjelang pasar perdagangan bebas AFTA tahun 2015,” jelas Ferry.
“Kami juga membyat brand yang dikenal luas hingga mancanegara. Setidaknya ada enam brands besar yang dikenal di mancanegara, mulai dari produk obat hipertensi, diabetes, saluran pernafasan, sampai saluran pencernaan. Selain itu juga ada merek Stimuno yang dikenal masyarakat Indonesia.
Lalu apa kiat sukses Ferry Soetikno memimpin dan mengembangkan Dexa Medica sehingga mampu masuk lima besar perusahaan farmasi nasional?
“Pertama, tentu saja harus visioner, harus tahu arah dan kebutuhan pasar. Kedua, harus mampu membangun daya saing karena pasar sangat fragmented. Ketiga, membangun tim yang tangguh, yang mau tumbuh bersama perusahaan ini. Dan ini tidak mudah,” tandas Ferry Soetikno. (Robert Adhi Kusumaputra)
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/28/0027283/Ferry.Soetikno.Dexa.Rambah.Pasar.Global)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:39 AM Sumut Fokus Rampungkan 6 Megaproyek
MEDAN: Pemerintah Provinsi Sumatra Utara mengutamakan penyelesaian enam megaproyek pembangunan di Sumut dalam Musrembang Sumut 2011 ini.
Proyek tersebut yakni pembangunan bandara Kuala Namu, jalan tol Medan-Tebing Tinggi, perbaikan jalan provinsi dan negara yang rusak, pembangunan TPA regional di tujuh kabupaten/kota seluas total 100 ha, pembangunan bendungan Lau Simeme, dan kawasan industri sawit Simangke.
Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan megaproyek ini nantinya merupakan infrastruktur yang menjadikan provinsi ini koridor perekonomian Indonesia. Sebagian proyek sudah berjalan seperti bandara Kuala Namu yang ditargetkan selesai pada Desember 2012, sementara sisanya diharapkan bisa ditenderkan pada 2012.
"Saat ini, kendala yang ada adalah sulitnya pembebasan lahan di lokasi proyek. Kita harapkan kerja sama masyarakat untuk mendukung proyek ini bisa selesai dengan lancar," ujarnya di kantor Bappeda Sumut, Rabu 30 Maret 2011.
Untuk perbaikan jalan provinsi maupun jalan negara diusulkan anggaran senilai Rp1,2 triliun, naik dari 2010 yang mencapai Rp450 miliar. Selama ini, kendala perekonomian terletak pada buruknya infrastruktur jalan sebagai urat nadi perekonomian di Sumut terutama di kawasan jalan lintas sumatra (Jalinsum).
"Untuk itu, dalam Musrembang Sumut yang akan diadakan pada 4-6 April 2011, seluruh perencanaan pembangunan bisa aspiratif dan implementatif, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dalam mewujudkan kemandirian dan perluasan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing bagi kesejahteraan masyarakat Sumut sesuai tema Musrembang tahun ini," tambah Riadil.
Selain itu, katanya, sejumlah indikator pembangunan Sumut 2012 sudah disiapkan. Di antaranya Indeks Pembangunan Manusia 80%, persentase penduduk miskin di angka 7,25%, tingkat melek huruf capai 98%, dan tingkat pengangguran terbuka 6,90%.
Riadil menegaskan target pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sumut untuk tahun 2012 merupakan bagian integral dari Rencana Kerja Pemkab/Pemko se-Sumut.
Oleh karenanya dukungan program atau kegiatan yang terintegrasi dan sinergi akan memudahkan dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Musrembang inilah momen seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bersatu membangun Sumut ke depan. Dipastikan tidak tidak ada lagi usulan di luar Musrembang, karena inilah momen musyawarah untuk stakeholder di Sumut," tegasnya.(yn)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/18340-sumut-fokus-rampungkan-6-megaproyek)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:41 AM Pertamina Gandeng Kejaksaan Agung
JAKARTA--MICOM: PT Pertamina (Persero) menggandeng Kejaksaan Agung untuk mempercepat implementasi program kerja 2011 dengan target investasi Rp37,1 triliun. Menurut Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun, sinergi dengan aparat hukum diharapkan mampu menyemakan persepsi tentang tugas Pertamina sebagai BUMN yang memberikan kontribusi bagi penerimaan negara.
"Kejaksaan Agung diharapkan dapat memahami terobosan dan aksi korporasi yang dilakukan Pertamina dalam menjalankan kegiatan usaha bisnisnya, serta tetap mengedepankan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG)," tutur Harun di Jakarta, Ranu (30/3).
Menurut Harun, Pertamina menyadari bahwa besarnya proyek investasi tidak luput dari sorotan dan incaran berbagai pihak yang ingin mengambil keuntungan sepihak. Oleh karena itu, optimalisasi peran penegak hukum diharapkan dapat mengawal dan mempercepat target investasi Pertamina, sekaligus menciptakan iklim yang kondusif bagi pencapaian target laba 2011 sebesar Rp17,7 triliun.
"Saat ini masih terjadi ketidaksamaan pemahaman dan pengertian mengenai kedudukan hukum BUMN dalam sistem hukum Indonesia, terutama apabila dikaitkan dengan UU Kekayaan Negara Nomor 17 Tahun 2003 dan UU Perbendaharaan Negara Nomor 1 Tahun 2004," jelasnya. (SZ/OL-8)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/30/214176/21/2/Pertamina-Gandeng-Kejaksaan-Agung)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:41 AM Gudang Garam profit up 18.8 percent last year
Cigarette producer PT Gudang Garam (GGRM) said Wednesday its annual profit rose by 18.8 percent to Rp 4.1 trillion (US$455 million) last year from Rp 3.45 trillion in 2009.
GGRM posted revenue of Rp 37.69 trillion in 2010, up from Rp 32.97 trillion in 2009, Kontan.co.id reported.
Kediri-based GGRM is one of Indonesia's biggest cigarette producers. It churned out 60 billion cigarettes in 2009.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/30/gudang-garam-profit-188-percent-last-year.html)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:42 AM Citibank: Indonesia Layak Investment Grade
JAKARTA: Indonesia dinilai sudah bisa masuk dalam investment grade, lantaran kondisi perekonomian yang cukup baik serta kemampuan pemerintah mengelola utang.
Managing Director Head of Asia Pacific Economic & Market Analysis Citigroup Johanna Chua mengatakan salah satu indikator potensi Indonesia masuk ke dalam investment grade adalah tur menurunnya rasio utang terhadap PDB.
“Rasio utang pemerintah yang terus turun sehingga memperkuat kemampuan pemerintah membayar utang. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa Indonesia sebenarnya sudah bisa masuk ke level investasi,” ujarnya hari ini.
Menurut Johanna, hal lain yang juga memungkinkan bagi Indonesia memasuki investment grade adalah menguatnya kinerja ekspor nasional. Selain itu, investasi asing yang masuk ke Indonesia juga cukup menjanjikan.
Namun , kata Johanna, beberapa hal yang harus diselesaikan agar Indonesia masuk ke dalam investment grade adalah masalah infrastruktur serta instabilitas politik. Dua hal itu sejauh ini
menjadi catatan para investor yang akan menanamkan modalnya ke Indonesia.
“Kami memperkirakan pada semester II/ 2011, Indonesia sudah bisa masuk ke dalam investment grade,” lanjut Johanna.
Sementara itu, Sekretaris Komite Ekonomi Nasional yang juga peneliti INDEF Aviliani mengungkapkan capital inflow ke Indonesia sejauh ini sudah mencapai US$40 miliar. Hal itu menunjukkan bahwa tanpa investment grade pun, pemodal tetap masuk ke Indonesia.
“Pasar di Indonesia itu salah satu yang terbaik di dunia. Kedua investor melihat Indonesia memiliki resource yaitu gas. Itu kan berarti potensi ke depan para investor akan masuk ke Indonesia,” kata Aviliani.
Aviliani juga menyoroti masalah birokrasi dan kepastian hukum yang sejauh ini tetap menjadi pertimbangan para investor menanamkan modalnya di Indonesia.
“Saat kebijakan pemerintah saja yang membuat Indonesia masih menunggu bisa masuk ke dalam investment grade,” lanjut Aviliani.
Sebelumnya Head of Sovereign Ratings Fitch Rating wilayah Asia Pasifik Andrew Colquhoun menyatakan, Indonesia akan memperoleh level layak investasi (investment grade) paling cepat setahun lagi, atau lambat 18 bulan terhitung sejak Maret 2011.
Beberapa alasan yang memungkinkan Indonesia masuk investment grade ini adalah pengendalian inflasi. Fitch memuji kinerja Bank Indonesia dalam menjaga inflasi.
Seperti yang telah diketahui, Bank Indonesia menerapkan bauran kebijakan untuk mengetatkan likuiditas di pasar uang domestik. Yakni dengan menaikkan Giro Wajib Minimum Rupiah dari 5% ke 8%. Bank Indonesia juga mentolerir penguatan rupiah, dengan alasan membendung imported inflation.
Fitch menilai langkah Bank Indonesia ini sudah pada jalurnya. Apalagi di tengah ancaman harga minyak yang fluktuatif ini.
Faktor lainnya yang menjadi pertimbangan lembaga rating memberikan investment grade pada Indonesia, adalah ihwal infrastruktur serta partisipasi asing di Surat Utang Negara. (htr)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/18375-citibank-indonesia-layak-investment-grade)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:43 AM Five countries eying South Sumatra geothermal resources
Investors from five countries have shown interest in the natural gas resource of South Sumatra. The province reportedly has the potential to generate up to 1,911 mega watts of electricity from six different areas containing geothermal energy.
South Sumatra Investment Agency chief Permana said that the five countries were Turkey, India, the US, Canada and Italy. At least three energy companies have undergone the tender process for the utilization of South Sumatra geothermal energy.
“We will accept [the company] that offers the best and highest offer,” he added on Wednesday.
According to Permana, natural gas resources are just one of a number of local resources on offer to foreign investors, adding that they possess the skills and resources to process natural gas.
The natural gas, however, must still be sold to state electricity utility PLN to fulfill the local need for energy, Permana said, as reported by kompas.com.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/30/five-countries-eying-south-sumatra-geothermal-resources.html)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:44 AM Bank Dunia: Potensi Pertumbuhan Kelas Menengah RI Signifikan
http://d2xl9jk9xw87d4.cloudfront.net/bisnis/images/stories/bank-dunia.jpg
JAKARTA: Bank Dunia melihat Indonesia memiliki potensi signifikan pada pertumbuhan masyarakat kelas menengah untuk itu pemerintah diharapkan menggenjot insentif yang tepat untuk sektor swasta.
Enrique Blanco Armas, ekonom senior Bank Dunia untuk Indonesia, mengatakan jika Indonesia terus berkembang pada kecepatan yang sama seperti dekade terakhir, dan distribusi pertumbuhan kira-kira sama, besar kemungkinan banyak orang yang sekarang di bawah garis kemiskinan akan bergabung dengan jajaran kelas menengah.
"Untuk mendukung pertumbuhan kelas menengah pemerintah harus menciptakan lingkungan usaha dengan menyediakan insentif yang tepat untuk sektor swasta. Pemerintah juga mendukung keberlanjutan pertumbuhan melalui pengadaan peraturan dan jasa pendukung yang tepat,” ujar Enrique, hari ini.
Dari 2003 hingga 2010, dengan menggunakan pengukuran absolut Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan kelas menengah Indonesia bertambah sekitar 50 juta jiwa. Walaupun, kata Enrique, sebagian besar penambahannya terjadi pada bagian bawah dari kelas menengah dimana pengeluaran hariannya hanya US$2-US$6.
Dia mengatakan jika dilihat dari kuatnya pertumbuhan yang berlanjut dan pola distribusi yang ada maka jumlah orang yang masuk ke golongan kelas menengah di Indonesia akan terus meningkat pada beberapa tahun ke depan. Makin tingginya tingkat pertumbuhan kelas menengah di Indonesia, kata Enrique, akan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Peneliti Senior LPEM UI Mohammad Ikhsan mengatakan per tahun ada 7 juta penduduk Indonesia yang meningkat statusnya dari kelas penduduk miskin dan bukan miskin menjadi kelas menengah.
Peningkatan ini mengubah komposisi penduduk Indonesia yang 7 tahun lalu didominasi oleh penduduk miskin dan nyaris miskin, kini lebih didominasi oleh penduduk kelas menengah.
Pada 2003, katanya, 38% atau 81 juta penduduk Indonesia tergolong kelas menengah. Dan tahun lalu, proporsi kelas menengah sudah melebihi separuh penduduk Indonesia yakni sekitar 134 juta atau mencapai 56,6% dari total penduduk.
Dia mengatakan implikasi dari pertumbuhan kelas menengah adalah terjadi ekspansi pasar untuk barang tahan lama. Selain itu, adanya tuntutan akan perubahan penyusunan kebijakan. Konsekuensi lain adalah berlanjutnya krisis energi dan krisis pangan.
"Dalam kasus di Indonesia dimana kelas menengah yang masih didominasi menengah bawah maka pengaruh ekspansi kelas menengah secara teroritis akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, tergolong kecil,” ujar Ikhsan.
Karena itu, pertumbuhan kelas menengah di Indonesia saat ini belum bisa diharapkan menjadi sumber penerimaan pajak dalam jangka pendek kecuali jika ekspansi kelas menengahnya ditranslasikan dalam bentuk peningkatan pekerja di sektor formal dan professional.
Akan tetapi, dalam 10 tahun ke depan dia menilai jika proses transisi demokrasi terlewati, perluasan kelas menengah akan berkontribusi positif terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas yang tercermin pada tumbuhnya kelas entrepreneur dan peningkatan kualitas kerja.(yn)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/18399-bank-dunia-potensi-pertumbuhan-kelas-menengah-ri-signifikan)
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:46 AM Sinar Mas Investasi Rp2,3 Triliun Luaskan Pabrik di Marunda
JAKARTA--MICOM: Perusahaan kelapa sawit PT Smart Tbk akan menanamkan investasi Rp2,3 triliun untuk perluasan pabrik industri hilir kelapa sawit di kawasan Marunda Center International Warehouse & Industrial Estate hingga 2013.
Menurut Komisaris Utama PT Smart Tbk Franky O Widjaja, pabrik yang dikembangkan oleh kelompok usaha Sinarmas ini berdiri di atas lahan seluas 10 hektare dengan kapasitas pengolahan 300 ribu ton minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil/ CPO) per tahun. Setiap tahun mampu menghasilkan 168 ribu ton minyak goreng dan 112 ribu ton margarin per tahun.
"Ini merupakan tahap awal dari rencana investasi sebesar Rp2,3 triliun hingga 2013," katanya dalam Peresmian Pabrik Industri Hilir Sawit di kawasan Marunda Center International Warehouse & Industrial Estate, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/3).
Perusahaan juga sedang melakukan perluasan lahan lima hektare untuk pembangunan pabrik cocoa butter substitute atau bahan pengganti cokelat berkapasitas produksi 140 ribu ton per tahun. "Kami ikut mendorong investasi di industri pengolahan," kata Franky.
Pabrik yang mulai dibangun dua tahun lalu itu dilengkapi dengan sejumlah infrastruktur produksi seperti refinery plant, fractionation plant, semi continous deodorizer plant, laboratorium utama, pemrosesan, tangki penyimpanan, pergudangan, jembatan timbang dan pengolahan limbah. (OL-5)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/30/214103/21/2/Sinar-Mas-Investasi-Rp23-Triliun-Luaskan-Pabrik-di-Marunda)
Wow 2,3 triliun rupiah.....:okay:
yudibali2008 March 31st, 2011, 01:47 AM 59% Populasi Dunia Tinggal Di Kota Pada 2030
JAKARTA: PBB secara serius memperingatkan daerah perkotaan untuk ditetapkan menjadi medan pertempuran dalam upaya global untuk mengekang perubahan iklim,.
Penilaian oleh lembaga UN-Habitat mengatakan bahwa kota-kota di dunia bertanggung jawab untuk sekitar 70% dari emisi, namun hanya menempati 2% dari tutupan lahan di planet ini.
Sementara kota-kota menyedot energi secara intensif, studi ini juga mengatakan bahwa perencanaan kota yang efektif dapat memberikan penghematan besar.
Para penulis memperingatkan sebuah tabrakan mematikan akan muncul antara perubahan iklim dan urbanisasi jika tidak ada tindakan yang diambil.
Laporan Global Report on Human Settlements 2011, Cities and Climate Change: Policy Directions, mengatakan tujuan hasil laporan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana kota berkontribusi terhadap perubahan iklim, dan apa langkah-langkah adaptasi yang tersedia.
Joan Clos, Direktur Eksekutif UN-Habitat, mengatakan tren urbanisasi global mengkhawatirkan sejauh mencari untuk mengekang emisi yang bersangkutan.
"Kami melihat bagaimana urbanisasi berkembang - kita telah melewati ambang 50% (hidup penduduk dunia di daerah perkotaan)," katanya kepada BBC News.
"Tidak ada tanda-tanda bahwa kita akan mengurangi jalan ini pertumbuhan, dan kita tahu bahwa dengan urbanisasi, konsumsi energi lebih tinggi.
Menurut data PBB, sebuah perkiraan 59% populasi dunia akan hidup di daerah perkotaan pada 2030.
Setiap tahun, jumlah orang yang tinggal di kota-kota dan kota tumbuh sebesar 67 juta setiap tahun - 91% dari angka ini yang ditambahkan ke populasi perkotaan di negara-negara berkembang.
Alasan utama mengapa daerah perkotaan adalah energi intensif adalah akibat dari penggunaan transportasi meningkat, pemanasan dan pendinginan rumah dan kantor, serta kegiatan ekonomi untuk menghasilkan pendapatan.
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/global/18160-59-populasi-dunia-tinggal-di-kota-pada-2030)
Nggak kebayang, gimana keadaan penduduk kota Jakarta ditahun 2030 :nuts:
VRS March 31st, 2011, 04:59 AM ini berita2x perkembangan economic indonesia sangat jarang ada di halaman depan newspaper2x....*selalu news ttg disaster/criminal/inflasi,etc
yudibali2008 March 31st, 2011, 02:02 PM ^^
yup, banyak berita2 yg sangat mengesankan mengenai perekonomian Indonesia, tapi media2 kita sangat "business oriented" dengan menampilkan kriminal, disaster, hot seleb dll dll dll (karena porsi kue iklannya lebih banyak :bash:) yang menurut saya membuat bodoh rakyat Indonesia. Time for those great news in the Headlines of our newspaper, and we start it from SSCI :cheers:
Mimihitam April 1st, 2011, 08:26 AM RI exports to Japan drop by 50% in March: BPS
The Jakarta Post, Jakarta | Fri, 04/01/2011 1:20 PM | Business
Indonesian exports to Japan in March dropped by 50 percent in terms of volume and 25 percent in value following an earthquake and tsunami that struck Japan on March 11 and subsequent nuclear crisis, the Indonesian Central Statistics Agency (BPS) says.
“Based on our recent monitoring, our exports to Japan in March 2011 experienced a quite significant decline; 25 percent in value...” BPS chief Rusman Heriawan said Friday in Jakarta.
He further explained that the decline may have been caused by the condition of Japanese ports, which haven't fully recovered from the disaster, adding that the decline had only affected exports to Japan so far, and not other countries.
Rusman made the statements while presenting statistics on the Indonesian economy, at a monthly meeting with journalists at the BPS office, which takes place at the beginning of each month.
No figures have been made available on the decline in March exports, since the agency presented only February figures compared with the month before and during the same period last year.
Japan was Indonesia's top non-gas-and-oil exports destination in February, with export values to Japan totaling US$1.66 billion, an increase from $1.21 billion in January.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/01/ri-exports-japan-drop-50-march-bps.html
Mimihitam April 1st, 2011, 08:31 AM Rupiah Trades Near Strongest
Posted on 29 March 2011.
Indonesia’s rupiah traded near the strongest level in almost four years after overseas investors boosted holdings of local equities to take advantage of the nation’s growth outlook. Benchmark bonds were little changed.
Global funds bought $25.9 million more Indonesian stocks than they sold yesterday, exchange data show. Gross domestic product may increase 6.6 percent in the three months through March, compared with an earlier forecast of 6.4 percent, Bank Indonesia Deputy Governor Hartadi Sarwono said on March 16. The country’s sovereign credit rating may reach investment grade in the third quarter, Coordinating Minister for the Economy Hatta Rajasa said March 17.
“Positive factors from faster economic growth to expectations that Indonesia may reach investment grade this year are helping the rupiah,” said Wiling Bolung, head of treasury at ANZ Panin Bank in Jakarta. “Inflation is no longer an issue because investors are confident thatBank Indonesia will take the right steps to manage inflation by allowing the rupiah to strengthen.”
The rupiah was little changed at 8,719 per dollar as of 4:29 p.m. in Jakarta, according to data compiled by Bloomberg. It touched 8,703 yesterday, the strongest level since May 2007. The rupiah has rallied 2.9 percent this year, the best performance among Asia’s 10 most-traded currencies.
The strengthening of Indonesia’s rupiah supports the country’s economic growth and won’t hurt exports or imports, Bambang Brodjonegoro, the Finance Ministry’s head of fiscal policy, said today in Jakarta.
Consumer prices rose 6.84 percent in February from a year earlier, the least in three months, official figures show. Prices rose 7.02 percent in January, the most since April 2009. Inflation data for this month will be released on April 1.
Fitch Ratings raised its assessment on Indonesia to “positive” from “stable” on Feb. 24 while keeping the rating at BB+, one step below investment grade, citing favorable economic prospects.
Ten-year government bonds were little changed. The yield on the 8.25 percent note was little changed at 8.13 percent, according to closing prices from the Inter-Dealer Market Association.
http://www.bloomberg.com/news/2011-03-24/rupiah-trades-near-strongest-since-may-2007-on-growth-prospects.html
Mimihitam April 1st, 2011, 08:38 AM Indonesia to launch Indonesian sustainable palm oil standard
Wed, March 30 2011 14:57 | 479 Views
Medan, North Sumatra,(ANTARA News) - Indonesia plans to launch an Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) standard to anticipate demand from importers.
"It will be launched on Wednesday (March 30) (by agriculture minister Suswono). The ISPO will be officially effective as of March 2012 and it is hoped all oil palm plantation companies will have obtained the ISPO certificate by 2014," vice minister of agriculture, Bayu Krisnamurti, said here on Tuesday at the conference marking the 100th anniversary of Indonesia Palm Oil Industry held by the North Sumatra chapter of the Association of Indonesia Palm Oil Businessmen (Gapki) here from March 28 to 30.
He said the policy of implementing ISPO certification was taken in anticipation to importing countries of CPO and its derivatives later if they decided to only buy from exporters possessing certificates of palm oil sustainability.
Actually, he said, the ISPO provisions have partially been implemented for many years because in Indonesia no company may operate without a license.
The content of the ISPO is also not different very much from Europe`s Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) that has earlier been implemented, he said.
This has even been considered more matched because it was made in reference to the conditions and regulations in Indonesia, he said.
With the ISPO national palm oil regulations will be referred to the ISPO including the hope that Indonesia could determine by itself the selling price of its CPO so determined by the bourse in Rotterdam.
He said companies that have possessed RSPO certificates must also have ISPO because they operate in Indonesia.
Bayu said ISPO is facing four challenges to make it become a competitive power or a national palm oil power namely assuring that its process would be easy and appropriate, auditing and auditors, certificates for farmers and acceptance of buyers and international community.
Whatever the challenges would be the ISPO must be implemented and the challenges must be faced with efforts to make the ISPO successful.
The general chairman of the Association of Indonesia Oil Palm Farmers (Apkasindo), Anizar Simanjuntak, said he welcomed the launching of the ISPO with the hope that the country could later determine the quality and price of CPO by itself.
He also hoped the ISPO would not be as expensive as RSPO certificates so that it would be affordable for smallholders.
The chairman of Gapki of North Sumatra chapter, Balaman Tarigan, said Gapki members are ready to get the ISPO certificate although some have already had RSPO certificate.
(H-YH)
http://www.antaranews.com/en/news/69740/indonesia-to-launch-indonesian-sustainable-palm-oil-standard
Mimihitam April 1st, 2011, 08:47 AM RI 9th-most popular investment destination, says SBY
The Jakarta Post, Jakarta | Fri, 04/01/2011 1:33 PM | Business
President Susilo Bambang Yudhoyono says Indonesia is now the ninth-most popular country in terms of global investment destinations, because of its resources and sizable consumer market.
“Why are we being monitored by the global economic community as a country with great opportunities for investment? The first reason is because of our potential and the growth of our market.”
“Apart from that, it is access to our natural resources and the quality of our workforce,” Yudhoyono said in a speech marking the opening of the Chamber of Commerce and Industry (Kadin)’s annual gathering in Jakarta on Friday.
Yudhoyono added that the reasons for investing in Indonesia were obvious and that competition was imminent. He also recommended that, because of this, local business players should be ahead of their foreign counterparts.
“[Local businesses] must become hosts in their own country,” Yudhoyono said.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/01/ri-9th-most-popular-investment-destination-says-sby.html
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:20 AM Ini Kota Inflasi Tertinggi di Pulau Jawa
Di Jawa, hanya tiga kota yang mengalami inflasi. Sedangkan 20 kota lainnya deflasi.
VIVAnews - Sepanjang Maret lalu, Badan Pusat Statistik mencatat deflasi sebesar 0,32 persen. Namun, sejumlah kota masih mengalami inflasi.
Catatan BPS, di Pulau Jawa, laju inflasi tertinggi terjadi di Yogyakarta, yaitu 0,21 persen. Lalu disusul Tegal dan Surabaya masing-masing 0,20 dan 0,17 persen.
Badan Pusat Statistik Yogyakarta menyatakan pulau Jawa dengan 23 kota yang dipantau perkembangannya tercatat 3 kota mengalami inflasi dan 20 lainnya mengalami deflasi. "Yogyakarta merupakan kota dengan inflasi tertinggi," kata Kepala BPS Yogyakarta Suharno, Jumat, 1 April 2011
Untuk laju deflasi terbesar di Pulau Jawa kata Suharno berada di Kota Tangerang dan Surakarta sebesar 0,80 persen dan terendah di Kota Jakarta, Bogor, Bandung, dan Sumenep masing-masing 0,01 persen.
Meski inflasi Yogyakarta tertinggi di Pulau Jawa, tetapi dibandingkan kota lain di Indonesia, laju inflasi Yogyakarta masih kalah dengan laju inflasi di Kota Palu (0,67 persen), Maumere (0,57 persen), dan Ternate (0,46 persen).
Lebih lanjut Suharno menyatakan anomali musim dan bencana alam pascaerupsi Merapi masih menjadi faktor yang mempengaruhi ekonomi Yogyakarta dan kebijakan pemerintah yang masih mengambang.
Indikasi ini menurut dia tercermin dari hasil pemantauan harga-harga di seluruh wilayah Yogyakarta pada Maret lalu. "Indeks pada laju inflasi pada Maret ini mencapai 126,6," katanya.
Suharno menambahkan dari tujuh kelompok pengeluaran konsumsi yang menyumbang angka inflasi, enam diantaranya mengalami kenaikan.
Kelompok itu adalah bahan makanan yang mengalami kenaikan 0,47 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,21 persen, kelompok sandang naik 0,63 persen, kelompok kesehatan naik 0,23 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,11 persen, dan kelompok transportasi,komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,28 persen.
Sebaliknya kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami oenurunan 0,01 persen. "Komoditas yang mengalami kenaikan harga hingga menyumbang inflasi tinggi adalah telur ayam ras dan jeruk yang masing-masing menyumbang 9,99 persen dan 12,74 persen," kata Suharno.
Selain itu bawang putih yang naik 6,93 persen membrikan andil 0,08 persen terhadap laju inflasi. Begitu pula kenaikan harga emas yang mencapai 1,81 persen menyumbang 0,03 persen. Kenaikan bahan lain yang menyumbang inflasi adalah, batu bata, kacang panjang, sawi hijau, tempe, sepeda motor, dan mobil.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil negatif adalah beras dan cabe rawit yang turun masing masing 2,55 persen dan 27,19 persen memberikan andil 0,09 persen.
Harga bahan lain yang turun dan memberi andil negatif adalah gula pasir, daging ayam ras, dan tomat sayur.
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/212612-ini-kota-inflasi-tertinggi)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:20 AM US rep: good progress on Pacific Rim trade talks
A US trade representative says negotiations for a Pacific Rim free trade agreement made very good progress this week in Singapore.
Barbara Weisel told reporters Friday after the sixth round of talks on the Trans Pacific Partnership that negotiators from nine countries hope to make substantial progress by the next APEC summit in November.
Weisel declined to say when negotiations could be completed. Weisel said discussions on some issues haven't begun yet.
Australia, Malaysia, Peru, the United States, and Vietnam are seeking to join a trade bloc of Brunei, Chile, New Zealand and Singapore to form the Trans Pacific Partnership, or TPP.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/01/us-rep-good-progress-pacific-rim-trade-talks.html)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:22 AM Ekspor ke Jepang Turun 39,15 Persen
Penurunan ekspor terjadi karena berkurangnya permintaan bahan baku dari Jepang.
VIVAnews - Tiga minggu pasca terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang mengakibatkan penurunan ekspor non migas Indonesia ke Jepang pada bulan Maret 2011. Ekspor hingga akhir Maret mencapai US$809 juta atau turun 39,15 persen dibanding bulan sama 2010.
Menurut Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh penurunan ekspor terjadi karena berkurangnya permintaan bahan baku dari industri manufaktur di Jepang. Pasalnya industri di Jepang terkendala pasokan listrik dan kerusakan gempa.
Namun Deddy mengatakan krisis Jepang diproyeksikan tidak berpengaruh terhadap target ekspor non migas 2011. Pasalnya kenaikan harga internasional yang relatif tinggi memberikan dampak positif yang lebih kuat dibandingkan perlambatan ekonomi pasca bencana. Saat ini Jepang menjadi tujuan ekspor terbesar 18 persen dibanding China sebesar 16 persen. Sedangkan impor dari Jepang sebesar 13 persen, lebih tinggi dari China yaitu 15 persen.
Menurut Deddy, bencana Gempa Jepang juga bisa menjadi peluang Indonesia untuk mengekspor kayu dan bahan-bahan bangunan untuk merekonstruksi infrastruktur di Jepang.
Ia mencontohkan kesulitan perdagangan Indonesia terdapat dalam ekspor industri otomotif, elektronik, baja, komponen plastik. Misalnya stok sektor otomotif industri hanya mempunyai stok 2 bulan. "Jika Jepang ingin membuat ban otomatis kita harus mengekspor bahan mentahnya itu karet." (adi)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/212631-ekspor-ke-jepang-turun-39-15-persen-)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:23 AM Kadin wants bank specializing on infrastructure financing
Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) on Friday asked the government to revive the defunct Indonesian Development Bank (Bapindo) to support the financing of infrastructure development projects.
Kadin chairman Suryo B. Sulisto said the presence of such a bank, which specialized in financing infrastructure projects, was necessary, given that most projects of this nature require huge amounts of funding, which in many cases can only be paid back after lengthy periods.
“[Infrastructure projects] require special treatment. Hopefully [a development bank] will help the business sector run more efficiently,” Suryo said during his welcoming speech at the opening ceremony of the three-day Kadin national leaders' meeting in Jakarta.
“We propose that the Indonesian Development Bank, which can finance infrastructure development projects, is revived,” he said.
The government once owned Bapindo before it was merged with two other banks in 1999, to form the state-owned Bank Mandiri, currently Indonesia's largest lender by assets.
President Susilo Bambang Yudhoyono, who officiated the Kadin meeting, said in response to Suryo's proposal that the government was already studying the possibility of reopening Bapindo, alongside other proposed means to finance infrastructure projects.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/01/kadin-wants-bank-specializing-infrastructure-financing.html)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:24 AM President outlines economic challenges, opportunities
President Susilo Bambang Yudhoyono outlined seven economic challenges and opportunities for Indonesia in a speech at the Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) national leaders’ meeting 2011, at the Ritz Carlton Hotel in Jakarta.
According to Yudhoyono, Indonesia needs a significant source of finances to develop the economy for the next 15 years. The gross domestic product (GDP) of Indonesia is currently valued at US$700 billion and is targeted to surpass US$4 trillion by 2025.
“Out economic structure can't remain in this state if we want to attain that [target]. The manufacturing and service sectors must be developed,” the President said.
He added that the economic regions outside of Java Island have not been optimally developed. Economic activity in Java contributes 58 percent of the overall national economy. This must not carry on because the island's resources are diminishing. The President, therefore, challenged businessmen to develop the economies of areas outside Java.
Another economic opportunity, the President said, was supplying the ever-increasing need for electricity, since demand increases by 3,000 megawatts annually. It is predicted that by 2025, the need for electricity would reach 80,000 megawatts.
“There is great opportunity in the energy and electricity generator sector,” Yudhoyono added, as reported by tempointeraktif.com.
The next opportunity he identified was in the infrastructure sector. According to the President, massive construction projects for seaports, airports and toll roads are necessary to improve connectivity within the country.
Besides infrastructure, the President also said that providing basic needs to the country's population of 240 million people with increasing purchasing power was a business opportunity. It is especially true for companies providing food, energy and water.
Yudhoyono also said that the large funds Indonesia needed to develop gave businessmen a chance to investment. He said that a fund of US$300 billion from state-owned enterprises, private companies and partner countries was ready to be spent on projects that boost economic development.
Lastly, Yudhoyono said that strong cooperation between businessmen and the government was required to ensure that all regulations were obeyed for the benefit of the public.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/01/president-outlines-economic-challenges-opportunities.html)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:24 AM BP signs Indonesian coalbed methane deal
BP PLC says it has signed four new production sharing contracts with Indonesian partners to access coalbed methane in the country.
BP said Friday that the four areas, covering some 4,800 square kilometers in the Barito basin of South Kalimantan, will complement existing operations in Indonesia.
BP has a 44 percent stake in one contract with Pertamina holding the remainder, and a 45 percent stake in the other three contracts with PT Sugico Graha holding the remainder.
Chief Executive Bob Dudley says the contracts awarded by the Indonesian government will tap BP's "significant experience and expertise in the development of unconventional gas."
The London-based company has recently signed agreements to access new resources in Indonesia, China, India and Australia.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/01/bp-signs-indonesian-coalbed-methane-deal.html)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:26 AM Arwana Masuk 15 Produsen Keramik Dunia
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/01/1435395620X310.jpg
Produsen keramik yang berfokus pada pangsa pasar kelas menengah ke bawah, PT Arwana Citramulia Tbk (Arwana) menambah pabrik baru yang diberi nama Plant IIC Extension di Desa Kibin, Cikande, Serang, Banten. Tambahan pabrik ini menempatkan Arwana sebagai produsen keramik ke-15 terbesar dunia saat ini.
SERANG, KOMPAS.com - Produsen keramik yang berfokus pada pangsa pasar kelas menengah ke bawah, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) menambah pabrik baru yang diberi nama Plant IIC Extension di Desa Kibin, Cikande, Serang, Banten. Tambahan pabrik ini menempatkan Arwana sebagai produsen keramik ke-15 terbesar dunia saat ini.
Demikian siaran pers yang dipublikasikan manajemen PT Arwana Citramulia Tbk di lokasi pabrik, Cikande, Serang, Banten, Jumat (1/4/2011). Operasional pabrik tambahan ini diresmikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Banten Mohammad Masduki.
Arwana merupakan pabrik keramik nasional yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 2001. Perusahaan ini memiliki tiga pabrik, yakni Plant I di Tangerang, Plant II di Cikande-Serang, dan Plant III di Gresik, Jawa Timur. Ketiganya dilaporkan mencapai tingkat utilitas 100 persen.
Kombinasi produksi dari ketiga pabrik, termasuk dengan adanya tambahan dari Plant IIC, menyebabkan Arwana mampu memproduksi keramik sebanyak 40,87 juta meter persegi per tahun. Seluruhnya dipasarkan dengan merk Arwana Ceramic Tiles.
Beberapa motif yang telah diproduksi adalah Embossed, Marmer, Plain, Granity, Strata, Rustic, Fancy Wood, dan Fancy Dekorasi. Pemasaran difokuskan untuk pasar dalam negeri.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/01/15143230/Arwana.Masuk.15.Produsen.Keramik.Dunia)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:34 AM Laba AXA Mandiri Tumbuh 127%
JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar Rp480 miliar pada 2010 atau naik 127 persen dibandingkan perolehan laba pada tahun sebelumnya Rp211 miliar.
Presiden Direktur AXA Mandiri Albertus Wiroyo mengatakan, pertumbuhan laba tersebut didukung pendapatan total premi sebesar Rp2,8 triliun atau tumbuh 105,8 persen dibandingkan pencapaian 2009.
Dari total pendapatan premi 2010 tersebut, kata dia, sebanyak Rp2,2 triliun berasal dari kontribusi premi tertanggung baru yang naik 115 persen dibandingkan premi tertanggung baru pada 2009 sebesar Rp1,1 triliun.
"Sisanya berasal dari premi annual," kata dia usai paparan kinerja AXA Mandiri di Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Selain itu, dia mengungkapkan aset perusahaan tumbuh 41,4 persen menjadi Rp8,5 triliun dengan proporsi investasi aset sebesar Rp8,035 dan aset tetap Rp453 miliar. Sementara pada 2009 asetnya tercatat sekira Rp6 triliun dengan proporsi aset investasi Rp5,705 triliun dan aset tetap Rp299 miliar.
Dengan peningkatan laba dan aset tersebut tingkat kesehatan yang diukur dengan rasio kecukupan modal (risk based capital/RBC) hingga akhir 2010 mencapai 718 persen melebihi ketentuan minimun 120 persen.
Sepanjang 2010 AXA Mandiri juga telah membayarkan total klaim nasabah sebesar Rp1,3 triliun meningkat 13 persen dibandingkan total klaim yang telah dibayarkan pada 2009 sebesar Rp1,1 triliun. Adapun porsi klaimnya berasal dari produk tradisional sebesar Rp62 miliar dan Rp1,223 triliun dari unit link.(Erichson Sihotang /Koran SI/ade)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/01/320/441455/laba-axa-mandiri-tumbuh-127)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:36 AM Kembangkan SDM, PGN Gaet GE International
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk (PGAS) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan General Electric International Operations Company Inc (GE).
"Penandatanganan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan SDM serta pengembangan usaha bersama para pemain kelas dunia seperti General Electric," ungkap Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso dalam siaran persnya, Jumat (1/4/2011).
Lebih lanjut, dalam MoU tersebut disepakati kerja sama antara PGN dan GE dalam pengembangan teknologi pemanfaatan gas bumi, serta penyelengaraan program pelatihan sebagai sarana saling berbagi pengetahuan dan skill transfer di antara kedua belah pihak.
Nantinya kegiatan-kegiatan ini juga dapat mengikutsertakan anak perusahaan atau afiliasi dari kedua perusahaan, seperti PT PGAS Solution, anak perusahaan PGN yang bergerak dibidang service engneering dan konstruksi.
“Hal ini sejalan dengan visi PGN menjadi perusahaan berkelas dunia dalam pemanfaatan gas bumi," pungkasnya.
Sekadar informasi, yang hadir dalam penandatanganan tersebut adalah Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso, dan GE Indonesia President Director and CEO, Handry Satriago.
(ade)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/01/320/441473/kembangkan-sdm-pgn-gaet-ge-international)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:39 AM BII Syariah dan Maybank Syariah akan Merger
JAKARTA - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mempertimbangkan untuk menggabungan unit usaha syariahnya BII syariah dengan Maybank Syariah yang juga merupakan pemegang saham di Bank BII.
Direktur Utama BII Ridha Wirakusuma mengatakan sedang mengkaji kemungkinan merger tersebut dan ditargetkan tahun ini bisa terealisasi. Meski demikian, kata dia, target tersebut bisa mundur karena faktor strategy issue ataupun regulatory issue yang masih belum final.
"Kita sedang lihat-lihat, dari pada punya dua mendingan jadikan satu tapi memang banyak hal yang perlu diperhatikan," kata dia usai penandatanganan kerja sama kredit sindikasi di Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Adapun wacana penggabungan ini, kata dia, bisa melalui dua kemungkinan yaitu BII yang mengambil alih Maybank Syariah ataupun sebaliknya.
Menurut dia kemungkinan tersebut masih dikaji dan belum final karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Dengan penggabungan ini total aset diperkirakan akan mencapai sekira Rp80 triliun.
"Kalau ditambah begitu saja bisa hampir Rp80 triliun tapi kan bisa saja berbeda karena perhitungannya rumit," ujarnya.
Menurut dia dengan penggabungan dua unit usaha tersebut nasabah dari syariahnya akan lebih memiliki banyak pilihan produk dengan kebutuhan yang lebih lengkap. Terlebih MayBank merupakan Bank Syariah yang terbaik di Malaysia.
"Maybank kalau di Malaysia itu islamic banking nomor satu. Jadi ilmunya tinggi, kasarnya. Jadi ketika kami bicara dengan BI, mereka berharap ada ilmu perbankan syariah yang bisa dibawa kemari," tukasnya. (Erichson Sihotang /Koran SI/ade)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/01/320/441495/bii-syariah-dan-maybank-syariah-akan-merger)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:41 AM Pacsa Tsunami
Jepang Akan Relokasi Industri ke Indonesia
JAKARTA - Bencana tsunami di Jepang yang terjadi pada 11 Maret lalu nampaknya menimbulkan gangguan operasional yang serius kepada beberapa industri di Negeri Sakura ini.
"Gangguan operasional inilah yang menimpa industri komponen automotif dan elektronika yang kebetulan banyak terdapat di Fukushima,” ujar Dirjen Perdagangan Kementerian Perdagangan Deddy Saleh, di Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Terganggunya operasional industri tersebut lanjut Deddy memberikan peluang yang positif bagi kita untuk menarik manfaatnya. Mengapa, karena untuk mengatasi gangguan tersebut, Jepang kini sedang berpikir untuk membuka basis-basis produksi ke negara-negara emerging market termasuk Indonesia.
Deddy mengatakan hingga kini sudah ada yang menawarkan diri untuk pindah dan menambah investasinya ke Indonesia, misalnya beberapa industri plastik dan automotif. Kebetulan kedua industri tersebut terkena dampak langsung akibat tsunami. “Rencananya Juli industri pembuat plastik premium asal Jepang akan pindah ke Indonesia," tukasnya.
Deddy menambahkan selain kedua industri tersebut Hitachi khususnya untuk produk permesinan dan alat beratnya juga terganggu. “Terakhir saya dengar pabrik automotif Nissan juga terganggu,” pungkasnya.(Windarto/Trust/ade)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/01/320/441502/jepang-akan-relokasi-industri-ke-indonesia)
yudibali2008 April 2nd, 2011, 01:42 AM Infrastruktur Sudah Disiapkan Investasi
JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Chris Kanter mengakui pihaknya telah menyiapkan rencana investasi di sektor infrastruktur.
"Tapi, bisa tidak kendala-kendala tadi itu dibereskan. Kekisruhan wewenang antara pemerintah tingkat II, I, dan pusat. Itu kan menyangkut dengan investasi. Belum lagi soal kepastian hukum. Lalu, bisa tidak merevisi UU Ketenagakerjaan (UU Nomor 13),” kata Chris, di Jakarta, Jumat (1/4/2011).
Di sisi lain, terkait pembentukan bank khusus untuk pendanaan pembangunan Indonesia, Chris menilai, hal itu merupakan upaya untuk memfokuskan perhatian pemerintah atas percepatan pembangunan.
“Saya tidak tahu rincinya seperti apa. Tapi, memang perlu sekali ada fokus yang keras dan betul-betul mendukung pembangunan,” ujar Chris.
Lebih lanjut Ketua Apindo Sofjan Wanandi menjelaskan, untuk membentuk bank tersebut, maka pemerintah harus mendiskusikannya dengan pengusaha perbankan.
“Ajak mereka ikut bergabung, mengumpulkan modal yang memang besar. Sehingga, ada kesamaan tanggung jawab dan risiko. Tapi, dengan syarat, pemerintah mendukung dengan komitmen. Manfaatkan soft loan dari World Bank. Kemudian, bank itu difokuskan berperan sebagai kendaraan penggerak pendanaan pembangunan jangka panjang. Pemerintah segera keluarkan izinnya. Itu usulan yang realistis selama tidak hanya sekedar diskusi,” tegas Sofjan.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto mengatakan, keberadaan Bank Pembangunan Indonesia dibutuhkan untuk menjamin adanya dukungan pembiayaan jangka panjang proyek-proyek infrastruktur.
“Dulu pernah ada bank sejenis itu. Perlu dihidupkan kembali. Karena, untuk investasi infrastruktur membutuhkan dukungan pendanaaan jangka panjang. Saat ini adalah peluang untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Ketersediaan infrastruktur merupakan kunci membangun perekonomian. Harus segera diwujudkan. Manfaatkan kemitraan public private partnership (PPP),” ujar Suryo.
Ketua Kadin Sulawesi Barat Harry Warganegara Harun mengusulkan, bank pembangunan khusus fokus mendanai pembangunan kepentingan publik di kawasan tertentu.
“Kita perlu fokus pada pembangunan di kawasan Indonesia Timur. Bentuk bank khusus pembangunan kawasan Indonesia Timur. Pusatnya di Indonesia Timur. Sebab, kalau seperti sekarang. Untuk mengajukan pendanaan suatu proyek, harus diajukan ke pusat, di Jakarta. Denga birokrasi, itu biaya yang tinggi. Dan, lama. Kalau bank itu berpusat dan fokus hanya kawasan Indonesia Timur, bisa efektif mendorong percepatan pembangunan ekonomi di kawasan itu,” imbuh Harry.
Dengan catatan, lanjutnya, bank itu tidak bisa mendanai kebutuhan konsumsi seperti kredit rumah atau mobil, khusus hanya proyek pembangunan.(Sandra Karina/Koran SI/ade)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/01/320/441526/infrastruktur-sudah-disiapkan-investasi)
Mehome April 2nd, 2011, 07:35 AM BNI Masih Melakukan Kajian untuk Ambil Alih BPUI
JAKARTA (IFT) – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masih terus melakukan kajian terkait rencana mengakusisi PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), kata direksi BNI. Manajemen berencana akan akan selesai dilakukan kajian tersebut sebelum ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Yap Tjay Soen, Direktur Keuangan BNI, mengatakan manajemen BNI saat ini sedang melakukan pembicaraan intens dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk merealisasikan rencana tersebut. Menurutnya, rencana akusisi tersebut masih pada tingkat wacana belum ada kesepakatan mengikat dengan pemerintah dan ia menegaskan BNI tidak mau tampak terlalu agresif.
“Wacana ini jangan sampai menjadi polemik. Kami masih harus melakukan kajian terlebih dahulu dengan mempertimbangkan aspek keuntungan dan kerugian sebelum memutuskan melakukan pembelian mayoritas saham pemerintah di BPUI,” jelas Yap Tjay, Kamis.
Yap Tjay menjelaskan memiliki obligasi rekapitalisasi BNI senilai Rp 17 triliun, dengan komposisi Rp 12,25 triliun yang dapat diperdagangankan (avilibale for sale). Sisanya, senilai Rp 4,25 triliun harus dipegang hingga jatuh tempo (hold to maturity). Obligasi rekapitalisasi inilah yang menurut rencana akan digunakan BNI untuk mengakusisi BPUI.
Gatot Suwondo, Direktur Utama BNI, sebelumnya menegaskan opsi akusisi BPUI hanya akan dilakukan melalui mekanisme recapitalization bond swap. Gatot mengatakan sudah bertemu dengan Agus Martowadojo, Menteri Keungan untuk memastikan proses akuisisi BPUI.
Mandiri Membantah
Sementara itu, terkait wancana PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan mengaukisisi Danareksa dibantah oleh Thomas Arifin, Direktur Treasury dan Spesial Asset Management Mandiri. Thomas menegaskan, Mandiri tidak pernah menyebutkan ingin melakukan akuisisi ataupun menyatakan ketertarikannya untuk memiliki Danareksa Securities.
“Kami hanya menjelaskan, sewaktu-waktu bisa saja menjual obligasi rekap perusahaan, kalau memang ada yang berminat. Dana dari hasil penjualan tersebut, mungkin saja akan kami gunakan untuk melakukan akuisisi perusahaan, selama itu dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan. Namun kami tidak pernah menyebut perusahaan itu adalah Danareksa Sekuritas,” kata Thomas.
Berdasarkan data yang diterbitkan perseroan, saat ini Mandiri memiliki obligasi rekapitulasi senilai Rp 71 triliun, yang terdiri dari Rp 55 triliun berjenis dapat diperdagangankan (available for sale), dan Rp 16 triliun yang harus dipegang hingga jatuh tempo (hold to maturity). Namun hingga saat ini Bank Mandiri belum memiliki rencana untuk melepas obligasi tersebut.
Zulkifli Zaini, Direktur Utama Bank Mandiri justru malah menegaskan bahwa pihaknya ingin memberikan dana tambahan bagi anak usahanya, PT Mandiri Securities. Komitmen tersebut diungkapkan perseroan untuk membantu likuiditas Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Mandiri Sekuritas yang sempat bermasalah setelah menangani emisi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Zulkifli tidak menjelaskan secara rinci seberapa besar dana yang akan dikeluarkan untuk menambah modal kerja Mandiri Sekuritas. Zulkifli beralasan karena sampai dengan saat ini belum ada kerugian yang diderita oleh Mandiri Sekuritas akibat menyerap saham perdana Garuda Indonesia yang tak terserap pasar.
“Saham Garuda yang dimiliki Mandiri Sekuritas belum dijual, jadi belum ada kerugian yang diderita walaupun harga saham Garuda Indonesia masih di bawah harga penawaran umum saham perdana. Yang ada baru potential loss. Meski begitu, apabila suatu saat Mandiri Sekuritas kesulitan likuiditas, Bank Mandiri siap membantu. Tapi saat ini modal mereka (Mandiri Sekuritas) masih likuid,” jelas Zulkifli.
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/5465/BNI-Masih-Melakukan-Kajian-untuk-Ambil-Alih-BPUI
BNI ingin Jumlah Nasabah Bertambah 9,34 juta Nasabah Baru
JAKARTA. PT BNI Tbk (BBNI), bank dengan aset terbesar keempat, menjalin kerja sama dengan PT Jamsostek mengeluarkan kartu co-branding yang bisa digunakan sebagai kartu automatic teller machine (ATM), kartu debit sekaligus kartu untuk melihat pengembangan saldo Jaminan Hari Tua.
Gatot M. Suwondo, Direktur Utama BNI, mengatakan kerja sama ini bisa menguntungkan kedua belah pihak. Bagi BNI, kerja sama ini mempunyai potensi penambahan jumlah nasabah. Saat ini peserta Jamsostek mencapai 9,34 juta tenaga kerja. BNI berharap secara bertahap penambahan jumlah nasabah mencapai jumlah tersebut.Saat ini, jumlah nasabah BNI mencapai 10 juta nasabah.
Untuk tahap awal, karena kartu ini baru diuji coba kepada karyawan Jamsostek dahulu, maka di tahun ini BNI berharap penambahan rekening atau nasabah sebesar 3 ribu atau sesuai dengan jumlah karyawan Jamsostek.
Selain penambahan nasabah, bank juga mendapat keuntungan dari pengendapan dana iuran Jamsostek. Menurut Hotbonar Sinaga, Direktur Utama Jamsostek, setiap tahun jumlah iuran yang masuk mencapai Rp 12 triliun-Rp 15 triliun. Jika dana tersebut masuk ke BNI, maka bank bisa mendapat untuk dari fee dan juga bisa menggunakan dana tersebut untuk mengelola likuiditas.
Selain BNI, bank lain yang menjalin kerja sama co-branding dengan pihak lain adalah PT Bank Bukopin Tbk dengan House of Ristra, klinik kecantikan. Kedua perusahaan ini bekerja sama mengeluarkan kartu debit. Bagi Bank Bukopin, kerja sama ini berpotensi menambah nasabah tabungan. “Saat ini konsumen tetap Ristra mencapai tujuh ribu orang, kami berharap bisa menambah nasabah sebanyak itu juga,” jelas Lamira S Parwedi, Direktur konsumer banking Bank Bukopin.
Dengan penambahan nasabah ini, Bank Bukopin berharap target pertumbuhan dana tabungan bisa tercapai. Perusahaan merencanakan pertumbuhan dana tabungan naik 40% atau senilai Rp 3,67 triliun menjadi Rp 12,84 triliun dibanding 2010 yang tercatat Rp 9,17 triliun.
Di 2010, pertumbuhan dana tabungan Bank Bukopin mencapai 41% dibanding 2009 yang tercatat Rp 6,46 triliun. Dari total dana pihak ketiga yang sebesar Rp 41,38 triliun, tabungan menguasai 22,16%, giro dengan nilai Rp 9,43 triliun menguasai 22,79%, sedangkan deposito dengan nilai Rp 22,78 triliun menguasai 50,05%.
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/5495/BNI-ingin-Jumlah-Nasabah-Bertambah-934-juta-Nasabah-Baru
Mehome April 2nd, 2011, 07:37 AM BRI Bukukan Laba Tertinggi
JAKARTA (IFT) – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih 2010 sebesar Rp 11,47 triliun, naik 56,98% dibanding 2009 sekitar Rp 7,31 triliun, menurut eksekutif bank. Kenaikan laba ini tercatat sebagai laba tertinggi di perbankan nasional.
Sofyan Basyir, Direktur Utama BRI, mengatakan peningkatan laba bersih secara signifikan tersebut didukung pendapatan bunga perseroan naik sebesar 25,38% menjadi Rp 43,97 triliun pada 2010, dibanding periode sama 2009 sekitar Rp 35,07 triliun. Selain itu, pendapatan operasional selain bunga (fee based income) perseroan juga meningkat 66,67% menjadi Rp 5,5 triliun dibanding 2009 Rp 3,3 triliun.
Manajemen juga merestrukturisasi kredit bermasalah sekitar Rp 4 triliun pada 2010, sehingga secara tidak langsung membantu meningkatkan laba bersih perusahaan. Posisi kredit bermasalah atau non-performing loan gross sebesar 2,78%, turun dibanding 2009 3,52%. Tahun ini, perusahaan targetkan porsi kredit bermasalah di bawah 4%.
Penyalurkan kredit tahun lalu sebesar Rp 246,96 triliun, naik 20,16% dibanding 2009 Rp 205,52 triliun. Tahun ini, perusahaan menargetkan kenaikan kredit sebesar 22%, menjadi sebesar Rp 301,29 triliun pada 2011 yang tetap fokus pada kredit pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penghimpunan dana pihak ketiga tercatat naik 29,29% menjadi Rp 328,56 triliun dibanding 2009 Rp 254,12 triliun. Mayoritas dana simpanan nasabah tersebut masih dikuasai oleh dana murah dengan komposisi giro Rp 77,05 triliun, dan tabungan Rp 125,2 triliun. Produk deposito atau dana mahal Rp 126,31 triliun.
Dengan tingginya kenaikan kredit dan dana pihak ketiga juga meningkatkan aset perusahaan Rp 398,39 triliun atau naik 26,58% dibanding 2009. Sepanjang tahun lalu, rasio pinjaman terhadap simpanana atau loan to deposit ratio baru tercapai 75,17%. “Ini disebabkan masuknya banyak dana nasabah pada Desember 2010. Tahun ini rasionya akan mencapai 80%-85%,” kata Sofyan, Kamis.
Dilihat dari sisi permodalan atau capital adequacy ratio 13,76%, naik dibanding 2009 Rp 13,2%. Untuk memperkuat permodalan, Sofyan menyarankan agar porsi dividen yang dibagikan kepada pemegang saham diturunkan sekitar 5%-10% dari tahun lalu sebesar 45% untuk melakukan ekspansi usaha.
Selain BRI, bank-bank milik pemerintah juga mencetak laba yang signifikan. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), bank beraset terbesar, membukukan laba bersih 2010 naik 28,8% menjadi Rp 9,2 triliun dibanding 2009 Rp 7,15 triliun. Sedangkan laba bersih PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melonjak 86,75% menjadi 915 miliar dibanding 2009 Rp 490,45 triliun.
Sementara bank beraset terbesar keempat, PT BNI Tbk (BBNI) membukukan laba bersih naik 65% menjadi 4,1 triliun dibanding 2009 Rp 2,48 triliun.
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/5503/BRI-Bukukan-Laba-Tertinggi
Mehome April 2nd, 2011, 07:39 AM Bunga Dasar Kredit Tiga Bank Besar Lampaui Rata-Rata
http://www.indonesiafinancetoday.com/images/ig/Banking_1_Suku_Bunga_dasar_Kredit.jpg
JAKARTA (IFT) – Tiga dari sepuluh bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia mempunyai bunga dasar kredit (prime lending rate) untuk semua segmen melampaui rata-rata, menurut data yang dikompilasi IFT. Empat bank lainnya memiliki bunga dasar kredit di bawah rata-rata, dan tiga lainnya bervariasi.
Analisis dilakukan terhadap bunga dasar kredit segmen korporasi, ritel, dan konsumsi baik kepemilikan rumah maupun non-kepemilikan rumah. Bank Indonesia mewajibkan 43 bank beraset di atas Rp 10 triliun mengumumkan bunga dasar kredit mulai 31 Maret 2011. Hasil analisis memperlihatkan rata-rata bunga dasar kredit korporasi 10 bank tercatat 10,53%, bunga kredit ritel 11,72%, kredit kepemilikan rumah 11,38% dan kredit non-kepemilikan rumah 12,65%.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Danamon Indonesia (BBCA) mempunyai bunga dasar kredit korporasi, ritel dan konsumsi di atas rata-rata. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Pan Indonesia Bank Tbk (Panin Bank), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) memiliki bunga dasar kredit di bawah rata-rata. Sementara PT BNI Tbk (BBNI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) memiliki bunga dasar kredit bervariasi.
Bank Mandiri bersama CIMB Niaga memiliki bunga dasar kredit korporasi tertinggi, yaitu 11,25%. BNI mempunyai bunga kredit ritel dan kepemilikan rumah tertinggi, yakni 13,05% dan 12,72%. Bunga kredit konsumsi non-kepemilikan rumah tertinggi dimiliki Bank Danamon sebesar 23,6%.
Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Danamon, menyatakan kebijakan mengumumkan prime lending rate membuat perbankan transparan kepada dunia usaha, sehingga persaingan antarbank kian sehat. “Secara berangsur bunga kredit akan mirip satu sama lain,” kata Vera, yang tidak bersedia berkomentar soal potensi penurunan bunga kredit Bank Danamon.
Adi Setianto, Direktur Internasional dan Finance Institution BNI, menyatakan pengumuman prime lending rate membuat bank yang memberi bunga tinggi lebih efisien sehingga dapat menurunkan bunga dasar kreditnya. Salah satu cara efisiensi adalah mengurangi beban bunga (cost of fund).
Menurut Adi, kondisi satu bank dengan bank lain tidak bisa disamakan, karena adanya perbedaan biaya operasional. Bank yang banyak menyalurkan kredit korporasi mempunyai bunga dasar kredit lebih rendah dibanding perbankan yang menyalurkan kredit mikro.
Sofyan Basir, Direktur Utama BRI, menambahkan BRI tidak ingin menawarkan bunga kredit terlalu tinggi kepada nasabah sehingga kalah bersaing dengan bank lain. BRI tahun ini berencana menurunkan bunga kredit, meskipun margin bunga bersih (net interest margin) turun menjadi sekitar 9% dari sebelumnya 10,77%.
Wimboh Santoso, Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, menyatakan bunga dasar kredit korporasi terendah adalah 7,32% dan tertinggi 12,3%. Bunga kredit ritel terendah 9,73% dan tertinggi 21,9%. “Hanya satu bank yang bunga kredit ritelnya 21%, tetapi rata-rata perbankan 13% ,” ungkap Wimboh.
Bunga kredit kepemilikan rumah terendah adalah 8,73% dan tertinggi 14,1%. Bunga kredit non-kepemilikan rumah terendah tercatat 9,72% dan tertinggi 23,6%. Wimboh menambahkan Bank Indonesia akan melakukan evaluasi sebulan sekali dan akan memanggil bank yang kurang efisien.
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/5488/Bunga-Dasar-Kredit-Tiga-Bank-Besar-Lampaui-Rata-Rata
Mehome April 2nd, 2011, 07:41 AM Kuota Impor Daging Sapi 2011 Turun 58,33%
JAKARTA (IFT) - Kementerian Pertanian menetapkan kuota impor daging sapi pada 2011 sebanyak 50.000 ton, turun 58,33% dibanding 2010 sebesar 120.000 ton. Thomas Sembiring, Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia, menyebutkan pemerintah mengklaim kebutuhan daging sapi bisa dipasok dari produksi sapi milik peternak dalam negeri.
Realisasi impor daging sapi tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu sebesar 24.500 ton untuk pengiriman Januari-Juni 2011, dan sisanya 25.500 ton diimpor pada Juli-Desember 2011. "Realisasi hingga akhir Februari 2011 sebanyak 18.000 ton, sisanya 6.500 ton mungkin terealisasi pada Maret 2011. Pemerintah bilang dalam negeri sudah cukup, silakan saja nanti kita lihat," tutur Thomas kepada IFT, Senin.
Menurut Thomas, khusus untuk impor daging sapi saja industri yang sudah memiliki standar nasional Indonesia akan terimbas akibat penurunan kuota impor tersebut, seperti hotel dan restoran. Hal itu karena daging sapi impor memiliki kualitas yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.
Kementerian Pertanian menetapkan impor sapi dan daging sapi sepanjang 2011 sebanyak 140.000 ton, terdiri dari 500.000 ekor sapi bakalan setara 90.000 ton daging sapi, ditambah 50.000 ton daging sapi. Volume impor sapi bakalan tersebut sama seperti kuota pada 2010. Kementerian menyebutkan, perkiraan kebutuhan daging sapi 2011 mencapai 424.000 ton dan produksi sebanyak 316.100 ton. Sehingga berdasarkan perhitungan, total impor 140.000 ton tersebut bisa menutupi defisit 107.900 ton.
Djajadi Gunawan, Direktur Kesehatan Hewan Masyarakat Veterinary dan Pascapanen Kementerian Pertanian, menyebutkan pengurangan kuota impor daging sapi dilakukan menyusul kebijakan swasembada daging pada 2014 yang mengharuskan pemerintah menurunkan kebergantungan kebutuhan dari impor. Pemerintah mengaku melakukan sejumlah langkah seperti pengamanan pasokan bibit, pakan ternak sapi, obat-obatan, dan kelancaran permodalan bagi peternak.
Berbeda dengan Kementerian Pertanian, Deddy Saleh, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, justru memperkirakan impor daging sapi 2011 akan lebih dari 200.000 ton, atau 47,16% dari total kebutuhan dalam negeri tahun ini. Hal ini karena produksi nasional dianggap belum bisa memenuhi kebutuhan daging. Sebelumnya, Kementerian Pertanian menargetkan impor daging sapi hanya 33,01% dari total kebutuhan.
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/5302/Kuota-Impor-Daging-Sapi-2011-Turun-5833
Mehome April 2nd, 2011, 07:44 AM Pemerintah Kenakan Biaya Tambahan Bagi Kapal Asing
JAKARTA (IFT) - Kementerian Perhubungan berencana mengenakan biaya tambahan bagi kapal asing yang masuk atau keluar perairan Indonesia paska diberlakukannya cabotage secara penuh mulai April 2011. Sunaryo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, menjelaskan tujuan dikenakannya biaya tambahan agar kapal berbendera Indonesia terjaga pangsa pasarnya akibat biaya sewa kapal asing yang pasti lebih mahal akibat biaya tambahan tersebut.
"Berapa besarnya belum ditentukan, karena masih dibahas oleh tim dengan meminta masukan dari pengusaha kapal nasional," kata Sunaryo, Kamis.
Kementerian juga akan mengeluarkan aturan yang mempermudah pergantian bendera bagi kapal asing yang ingin berganti menjadi bendera Indonesia. "Kalau pergantian bendera itu wewenangnya ada di Kementerian dan bisa diperecepat implementasinya. Sementara untuk masalah pengenaan biaya tambahan itu perlu koordinasi dengan kementrian terkait seperti Kementerian Keuangan," jelasnya.
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat telah menyepakati merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan. Ketentuan itu terkait dengan pengoperasian kapal untuk kepentingan kegiatan usaha minyak dan gas bumi lepas pantai yang bersifat khusus dan tidak digunakan untuk mengangkut orang dan atau barang.
Revisi tersebut hanya mengatur tentang diizinkannya kapal tipe C untuk dioperasikan oleh kapal berbendera asing. Kapal-kapal tipe C biasanya digunakan untuk mendukung kegiatan pengeboran minyak dan gas di lepas pantai, kegiatan seismik dan kontruksi lepas pantai.
Sugiman Layanto, Managing Director PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), mengakui rencana pemerintah untuk mengenakan biaya tambahan bagi kapal asing karena akan membantu daya saing kapal lokal merebut pasar angkutan. "Jika itu diberlakukan, sama dengan yang terjadi di Brazil. Di negara itu kapal asing yang masuk dan keluar dikenakan biaya tambahan. Ini akan membuat kapal asing berganti bendera," jelasnya.
Diharapkannya, hal lain yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam membantu kapal lokal adalah dalam ketentuan tender diharuskan pesertanya semua berbendera lokal.
"Jangan saat menjadi peserta tender mnasih dibolehkan kapal asing dan berganti bendera kalau sudah menang. Soalnya kapal asing itu jumlahnya banyak sehingga dalam penawaran harga lebih kompetitif," katanya.
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/5502/Pemerintah-Kenakan-Biaya-Tambahan-Bagi-Kapal-Asing
Mehome April 2nd, 2011, 07:44 AM Relokasi Pabrik China ke Indonesia Terhambat Logistik
JAKARTA (IFT) - Rencana relokasi pabrik tekstil asal China ke Indonesia terhambat kondisi sarana infrastruktur dan logistik di dalam negeri yang masih lebih buruk dibanding Vietnam dan Kamboja. Ade Sudrajat, Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, menyatakan asosiasi hingga kini masih melakukan komunikasi intensif dengan China Asean Business Council, lembaga perwakilan kelompok investor China untuk merealisasikan rencana tersebut.
Pada 17 Maret 2011, perwakilan kelompok investor China menemui asosiasi tekstil di Jakarta untuk membicarakan lebih lanjut rencana relokasi pabrik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka. Rencana relokasi sudah dibicarakan sejak April 2010. "Indonesia bukan prioritas mereka jika dibandingkan dengan Vietnam dan Kemboja. Mereka butuh kejelasan untuk banyak hal, termasuk soal infrastruktur," kata Ade kepada IFT, Selasa.
Saat ini, investor China masih melakukan studi tentang kondisi logistik Indonesia seperti kelayakan transportasi untuk memastikan kelancaran arus barang, pergudangan, waktu yang dibutuhkan untuk pengapalan, pengemasan paket, kebutuhan energi, integrasi informasi, pembiayaan, dan sumber daya manusia. Pada Juni mendatang, asosiasi diminta berkunjung ke China untuk kembali melanjutkan komunikasi terkait rencana relokasi pabrik seluas 350 hektar untuk sembilan pabrik garmen.
Menurut Ade, Indonesia hanya lebih unggul dalam stabilitas politik dan keamanan di dalam negeri dan demokrasi dibanding Vietnam dan Kamboja. "Untuk logistik dan sumber daya manusia, kita kalah jauh. Hal itu yang harusnya menjadi konsentrasi pemerintah," katanya.
Total perdagangan tekstil dan produk tesktil Indonesia-China 2010 mencapai US$ 1,5 miliar. Untuk benang dan serat, Indonesia mengekspor setidaknya 65% dari total kebutuhan China, tapi untuk kain Indonesia hanya mengekspor 10% dan sebaliknya mengimpor 90%.
Menurut data asosiasi, ekspor tekstil Indonesia pada 2010 sebesar US$ 11,21 miliar, naik 21,45% dibanding 2009 senilai US$ 9,23 miliar. Asosiasi menargetkan nilai ekspor 2011 mencapai US$ 15 miliar, sejalan dengan target Kementerian Perdagangan yang naik lebih 10,4% karena terdapat pasar utama ekspor yang dianggap prospektif yaitu Amerika Serikat, Uni Eropa, Timur Tengah, dan negara-negara di ASEAN.
Gusmardi Bustami, Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, menyatakan instansinya akan membicarakan relokasi sejumlah pabrik China yang memiliki pangsa pasar potensial di Indonesia seperti industri elektronik, alas kaki, dan mainan anak-anak. Pembicaraan itu akan dilakukan mengingat impor ketiga produk tersebut meningkat setiap tahun.
Data Kementerian Perdagangan menyebutkan, nilai impor mainan asal China sepanjang 2010 sebesar US$ 43,6 juta, naik 39,3% dibanding 2009 senilai US$ 31,3 juta. Kontribusi impor mainan asal China mencapai 70,4% dari total nilai impor 2010 sebesar US$ 61,9 juta, naik dibanding kontribusi 2009 sebesar 67,7% dari total nilai impor US$ 46,1 juta.
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/5344/Relokasi-Pabrik-China-ke-Indonesia-Terhambat-Logistik
Mehome April 2nd, 2011, 08:52 AM Land Price in Pluit Rises 30%
http://en.indonesiafinancetoday.com/gallery/post/NmM4YzNmNjEzZGRiN2Q5YzRkNDIyMzIxZGEzMmRiMDUuanBn
JAKARTA (IFT) – Land prices in Pluit, North Jakarta has spiked to 30 percent in the last six months. The condition is considered out of the ordinary, because ideally, the price should increase only 10 - 12 percent per year. Other than the shrinking area, major-scale development activities may have triggered the price jump in Pluit.
Suryanto Salim, property practitioner of LJ Hooker Pluit, said that Pluit’s land price increases each year. Moreover, there are several major-scale projects in the market, shaping the balance between supply and demand. Sometimes when the supply is limited, the demand will go up.
Other than the shrinking area, he said that the spike in land price was triggered by developers activities to develop new facilities and new road access, making Pluit attractive to consumers. Pluit’s market is considered phenomenal because of the frequent drastic rise,” Suryanto said, Tuesday.
Currently, the average price of Pluit’s land has reached 14 million rupiahs per square meter (sqm). At the end of last year, it was only 11 – 12 million rupiah per sqm. He projects that by the end of the year, the price will be 15 million rupiah per sqm expecially in Bukit Golf Mediterania.
Suryanto also said that the already-in-operation Jakarta Outer Ring Road W1, which connects North Jakarta with West and South Jakarta, will make Pluit even more attractive to consumers.
The spike in Pluit’s land price in the last two years was confirmed by Ali Hanafia Lijaya, property practitioner of Century 21, Indonesia. According to him, the aggressive price was also caused by the stiff competition in obtaining the remaining land left in the area. The absence of sufficient supply caused the price movement to be a bit “wild”.
There is almost no more empty land in Pluit, while consumers' interest to live there is still substantial. The cycle is imbalanced, causing the extraordinary rise in land price,” he said.
The price jump is also affected by the growing myth among the Chinese. According to the myth, Pluit, Kelapa Gading, Ancol, Muara Karang, and Pantai Indah Kapuk are believed to be the area of "Dragon Head", which are suitable for residence and business because the areas bring luck and fortune.
“The belief may have caused the high demand for land and property in Pluit. However, property in Pluit is actually quite promising because of the public’s adequate purchasing power,” Ali said.
Other areas experiencing the same phenomenon are Puri Indah, Kelapa Gading, Pondok Indah and Senayan.
Alex Wilando, property practitioner of Ray White Pluit, said that there is a rapid development of malls, offices and apartments in Pluit. However, the area's setback is the relatively poor quality of water supply compared to other areas in Jakarta.
There are currently several developers actively marketing residential properties and malls in Pluit. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) is building the 10-tower apartment Green Bay project, while PT Intiland Development Tbk (DILD) is developing the Regatta project and PT Agung Sedayu is constructing Bukit Golf Mediterania. PT Jakarta Propertindo is also developing an apartment in De Paradiso in Pluit.
The residence is surrounded by several commercial and business projects such as Pluit Junction, Emporium Pluit Mall, and Pluit Village. The construction for the apartment will be done by the end of this year.
Currently, Pluit has a lot of apartment development, making the market continue to grow. Apartments integrated with several commercial projects will be a lot better, because apart from being a residence, the place could also serve as an investment,” IGKG Suena, Director of PT Jakarta Propertindo said.
This year, the property company owned by provincial government of Jakarta, plans to develop one office project in Pluit with strata title and eight storeys located near the Pluit Junction shopping centre.
http://en.indonesiafinancetoday.com/read/3752/Land-Price-in-Pluit-Rises-30
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:10 AM Indonesi Pasar Empuk Outbound Asing
JAKARTA: Indonesia menjadi pasar outbound yang besar bagi Negara-negara asing sehingga setiap pameran wisata yang mempertemukan pelaku usaha dengan kalangan industri wisata maupun konsumen selalu ramai.
“Sejak 2005 kami sudah menyelenggarakan TTC Internastional Travel fair di Jakarta dan Surabaya dua kali dalam setahun. Kami baru menyelenggarakan pekan lalu di kedua kota itu dan atas permintaan industri wisata akan kami gelar lagi Oktober 2011 mendatang ,” kata Tedjo, Managing Director TTC tours & consultant, hari ini.
Menurut Tedjo bertemunya penjual produk wisata dari mancanegara dan pembeli dari Indonesia dalam satu atap atau disebut Bussiness to Bussiness (B to B) sangat efektif dalam memasarkan paket outbound.
“Data pemerintah, tahun lalu sedikitnya ada 8,7 juta wisatawan Indonesia yang bepergian antara bulan Januari dan November 2010, ini merupakan suatu peningkatan yang signifikan dari 7,2 juta wisatawan di periode yang sama di 2009. Kondisi perekonomian yang menguat dan kebijakan bebas fiscal mendorong daya beli masyarakat untuk paket wisata outbound (ke luar negri) juga akan meningkat,” ungkap Tedjo.
Besarnya animo pelaku pariwisatawa mancanegara untuk menjaring wisatawan Indonesia ke negaranya terlihat dari jumlah tour operator, hotel dan tourist attraction yang mengikuti TTC Internatuonal Travel Fair yang diselenggarakannya pada 26 dan 30 Maret 2011.
“Di Surabaya, jumlah seller asing yang ikut mencapai 116 orang sementara pembelinya (buyer) dari Indonesia mencapai 180 orang. Sementara di Jakarta, ada 112 sellers yang bertemu dengan sedikitnya 350 buyers dari Indonesia." tuturnya.(htr)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/jasa/18721-indonesi-pasar-empuk-outbound-asing)
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:11 AM Japanese tourists to Indonesia down 7.45 pct in March
The number of Japanese tourists in Indonesia dropped 7.45 percent in March 2011 due to the 9-magnitude earthquake and subsequent tsunami in Japan, the Central Bureau of Statistics (BPS) reports.
"The number of Japanese tourists declined 7.45 percent in March, before and after the disaster," BPS head Rusman Heriawan said Friday.
He said before the disaster hit the country on March 11, the number of Japanese tourists coming to Indonesia reached 864 people per day, and now dropped to 799 per day.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/02/japanese-tourists-indonesia-down-745-pct-march.html)
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:14 AM Shell Latih Kewirausahaan Anak-Anak Muda
JAKARTA: PT Shell Indonesia lewat program Shell Live Wire Business Start-Up Awards (BSA) 2011, kembali menggali potensi anak muda Indonesia untuk dilatih menjadi entrepreneur muda yang nantinya bisa bermain di kancah global.
Seleksi pemilihan peserta dilaksanakan oleh tim juri independen yang berjumlah enam orang. "Sementara dari pihak Shell sendiri ada satu orang sebagai juri," kata Sri Wahyu Endah, Media Relations Manager PT Shell Indonesia, hari ini di Jakarta.
Dia menuturkan penilaian peserta didasarkan kepada kewirausahaan, yang meliputi ide bisnis, inovasi, tujuan, dan motivasi pribadi. "Peserta harus baru dua tahun melaksanakan kegiatan usahanya. Dan usianya berkisar 18-32 tahun," ujarnya.
Dia menuturkan pendaftaran peserta dibuka 7 Maret-7 Juli. Diharapkan pada tahun ini pesertanya bisa meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 384 orang.
Triharsono, salah seorang juri Shell Live Wire yang juga Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) bidang Pengusaha Pemula, UKM, dan Koperasi, mengatakan melalui pelatihan bisnis ini para pengusaha muda tersebut, akan diberikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi mereka.
Menurut dia, persoalan yang dihadapi wirausahawan muda selama ini, sebagian besar bukan karena kekurangan modal, tapi lebih ke perencanaan bisnisnya. "Untuk itu dalam pelatihan selalu dihadirkan pengusaha sukses, serta ada bimbingan psikologi," tambahnya.
Dia menuturkan banyak dari pengusaha yang baru berkembang masih ragu-ragu dalam menjalankan bisnisnya. Karena itu, lanjutnya, mereka harus tetap diberikan arahan oleh yang senior dan sudah berpengalaman.
"Umumnya pengusaha muda Indonesia masih minim pengalaman, untuk itu kami secara berkala menyelenggarakan pelatihan bisnis," tambah Endah.
Dia menyebutkan mereka yang ikut dalam pelatihan bisnis ini, sebelumnya merupakan pemenang dan finalis ajang seleksi pengusaha muda BSA. "Mereka ditempa agar nantinya mampu menjadi pengusaha global," ujarnya
Shell Live Wire, tambahnya, memiliki jaringan pengusaha muda, sehingga di kalangan mereka dapat membangun kerja sama dan sinergi, atau saling bertukar pengalaman dalam menjalankan bisnisnya. Program Shell Live Wire ini di Indonesia sudah berlangsung selama tujuh tahun. (ea)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/mikro-ukm/18687-shell-latih-kewirausahaan-anak-anak-muda)
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:15 AM Industri Tanggapi Dingin Insentif Listrik
JAKARTA--MICOM: Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajad menilai rencana subsidi ganti tunai oleh PLN bagi industri yang bersedia mengurangi pemakaian listrik pada saat beban puncak hingga 50%, bukanlah sebuah tawaran yang menarik. Pasalnya, pemakaian genset pada jam beban puncak di samping berisiko listrik mati jika terjadi kesalahan, juga mengharuskan industri tekstil mengubah keseimbangan settingan mesin-mesin penunjang mesin utama.
"Padahal mesin industri tekstil hidup 1x24 jam tiap minggunya. Jika terjadi kesalahan sedikit saja pada genset dan listrik mati, biayanya akan sangat besar. Akibatnya daya saing industri akan hilang," kata Ade.
Ia melanjutkan, untuk bisa mengurangi pemakaian listrik pada jam 18.00-22.00, tuturnya, diperlukan investasi pembelian mesin-mesin penunjang baru bernilai sekitar US$5 juta per pabrik. Jika PLN bersedia membiayai investasi tersebut, industri bersedia mengurangi pemakaian listik PLN pada jam-jam dimaksud.
"Tapi nggak mungkin kan PLN mau bayar itu semua. Berapa besar yang harus dia keluarkan untuk tanggung semua biaya investasi pabrik tekstil yang sedemikian banyak di Indonesia?" tanya Ade.
Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, pihaknya mengusulkan subsidi dalam bentuk berbeda. Diterangkannya, pada dasarnya industri bersedia berinvestasi untuk mengadakan mesin-mesin penunjang baru senilai US$ 5 juta, namun sebagai gantinya pengusaha meminta PLN memberikan potongan atau diskon sebesar 50% untuk biaya penggunaan listrik industri pada pukul 23.00-07.00.
"Dengan skema ini, subsidi yang diberikan pemerintah akan membuat investasi kita akan balik modal dalam tiga tahun, sehingga tahun keempat daya saing kita sudah kembali. Kalo PLN setuju skema ini, kami akan dengan senang hati," pungkasnya. (Atp/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/03/214936/4/2/Industri-Tanggapi-Dingin-Insentif-Listrik)
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:16 AM Ministry signs 9 CBM, 5 oil and gas contracts
The Energy and Mineral Resources Ministry signed nine coal bed methane (CBM) contracts and five oil and gas contracts on Friday, earning US$16.9 million in signature bonuses.
“Investments from the nine CBM contracts total $42.55 million, and the signature bonus the government earns [from the nine contracts] is $11.3 million,” the ministry's director general for oil and gas, Evita Legowo, said after signing the contracts in Jakarta on Friday, as quoted by tempointeraktif.com.
Investments from the five oil and gas contracts total $26.4 million, with $5.6 million in signature bonuses for the government.
The CBM contracts include four in Central Kalimantan and two in South Sumatra, with contractors including state-owned gas company PT Pertamina, British Petroleum, PT Metana Sumatera, PT Indo CBM Sumbagsel and PT Bukit Asam.
The five oil and gas contracts cover working areas in Riau Islands, Jambi, South Sumatra and North Sumatra; with contractors including Lundin Gurita, Techwin Energy South Betung, Cooper Energy and Schintar Marquisa.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/01/ministry-signs-9-cbm-5-oil-and-gas-contracts.html)
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:17 AM Pegadaian Targetkan Pendapatan Rp9,5 Triliun
MAKASSAR--MICOM: Perusahaan Umum Pegadaian Wilayah VII Makassar menargetkan pendapatan dari nasabahnya sebanyak Rp9,5 triliun pada 2011.
"Target kami tahun ini meningkat dari Rp8,5 triliun menjadi Rp9,5 triliun atau naik sekitar Rp1 triliun," ujar Kepala Kantor Wilayah VII Pegadaian Makassar Eri Mardianto di Makassar, Sabtu (2/4).
Ia optimistis target sebesar itu mampu dicapainya dengan membawahi empat wilayah kerja yakni, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku.
Dengan jumlah nasabah 1,5 juta oranG pada 2010, pihaknya mengaku optimisTIS akan adanya peningkatan nasabah menjadi dua juta orang serta peningkatan omzet pendapatan.
Target omzet tersebut yang coba direalisasikan yakni dengan menawarkan sejumlah produk dari seluruh divisi usaha Perum Pegadaian.
Menurut dia, dari keseluruhan divisi usaha Perum Pegadaian Wilayah VII, sebagian besar dalam bentuk kredit cepat aman (KCA) atau kredit dengan menggunakan gadai.
Kredit ini, kata dia, terdiri atas kredit konsumtif, maupun kredit produktif, tergantung pada besarnya dana yang diberikan.
"Dari sistem gadai ini, sekitar 90 persen adalah dalam bentuk gadai emas, dan 10 persen lainnya adalah gadai barang elektronik dan juga kendaraan," terangnya.
Hingga saat ini, memasuki triwulan I, realisasi target tersebut sudah mencapai angka 24 persen di seluruh wilayah kerja Perum Pegadaian wilayah VII yang meliputi empat provinsi.
Ia menambahkan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, peningkatan transaksi di Pegadaian terjadi pada hari raya dan awal tahun ajaran baru.
"Pada musim seperti itu, transaksi di Pegadaian bisa mengalami peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan dengan hari biasa," katanya.
Untuk bisa merealisasikan terget tersebut, pihaknya terus melakukan promosi program ke seluruh wilayah kerja dan tetap menyiapkan dana segar yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Selain itu, ia juga mengaku jika pada tahun ini akan menambah gerai sebanyak 30 unit yang sebelumnya hanya berjumlah 425 unit.
"Penambahan ini sebagai bentuk layanan prima kami kepada masyarakat sekaligus untuk memudahkan masyarakat memperoleh pinjaman dana segar. Gerai baru ini akan kami bangun di empat wilayah kerja yakni Sulsel, Sultra, Sulbar dan Maluku," ucapnya. (Ant/Ol-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/02/214858/21/2/Pegadaian-Targetkan-Pendapatan-Rp95-Triliun)
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:18 AM Goldman CEO 2010 pay package rises to US$14.1m
Lloyd Blankfein, the CEO of Goldman Sachs Group Inc., saw his 2010 compensation rise to $14.1 million from just over $1 million in 2009, according to an Associated Press analysis of data filed with regulators on Friday.
Blankfein received a salary of $600,000, a cash bonus of $5.4 million and stock awards of $7.65 million for the year. He also received perks worth $464,067, including $185,110 for the use of a car, $62,020 for medical and dental coverage and the rest for life insurance, tax planning and retirement contributions. In addition, he was granted restricted stock valued at $12.6 million, up from $9 million in 2009, which is not counted in the total annual package because the grants are paid out over a period of three years.
Though his salary is among the top-tier for U.S. executives, it is a fraction of what it was just a few years ago.
Blankfein was known as one of the highest paid CEOs, taking home a package worth $42.9 million in 2008. However, Goldman's reputation took a beating during the financial crisis. Considered the leading Wall Street bank, Goldman has usually outdistanced its rivals with its trading and investment banking operations. But it was sharply criticized for its high compensation levels after it accepted a $10 billion government bailout during the financial crisis in 2008.
In 2009, Blankfein's compensation dropped to $1.03 million - his $600,000 salary, plus perks.
Goldman continued to face scrutiny in 2010 when the Securities and Exchange Commission brought a civil fraud lawsuit against the bank, charging it with misleading investors about securities based on risky mortgages. The investors lost close to $1 billion on the securities, while a Goldman client, Paulson & Co., profited from the investments, the government said. Goldman paid $550 million to settle the lawsuit.
In 2010, the bank's net income fell 37 percent to $7.71 billion due to sharp declines in its bond trading and investment banking businesses. Revenue slid 13 percent to $39.16 billion. The stock remained flat at about $168.
Goldman employees were paid $15.38 billion in salaries and bonuses, or 39.3 percent of its annual revenue, for 2010. That marked a 5 percent drop year-over-year. However, Goldman also allows employees to invest in private funds that it manages, the returns from which can dwarf their actual official pay. In 2010, Blankfein received $27.2 million from his investments in these funds. Other top executives including Chief Operating Officer Gary Cohn, Chief Financial Officer David Viniar and Vice Chairman Michael Evans received returns ranging between $13 million and $20 million.
The bank said in January that its board has more than tripled Blankfein's salary to $2 million for 2011, and also tripled salaries to $1.85 million for four others including Cohn, Viniar, Evans and fellow Vice Chairman John Weinberg. The salaries don't include stock, options and other compensation that executives typically receive as part of their pay package.
The bank earlier this month received regulators' permission to repay Warren Buffett's Berkshire Hathaway Inc. for the $5 billion investment it made at the height of the financial crisis in the fall of 2008. The Federal Reserve also approved Goldman's overall capital spending plan for 2011, including the repurchase of common stock and a possible increase in the bank's quarterly dividend.
The Associated Press formula calculates an executive's total compensation during the last fiscal year by adding salary, bonuses, perks, above-market interest the company pays on deferred compensation and the estimated value of stock and stock options awarded during the year. The AP formula does not count changes in the present value of pension benefits. That makes the AP total slightly different in most cases from the total reported by companies to the Securities and Exchange Commission.
The value that a company assigned to an executive's stock and option awards for 2010 was the present value of what the company expected the awards to be worth to the executive over time. Companies use one of several formulas to calculate that value. However, the number is just an estimate, and what an executive ultimately receives will depend on the performance of the company's stock in the years after the awards are granted. Most stock compensation programs require an executive to wait a specified amount of time to receive shares or exercise options.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/02/goldman-ceo-2010-pay-package-rises-us141m.html)
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:19 AM Rupiah Menguat 18 Poin
JAKARTA--MICOM: Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, akhir pekan sore ini, bergerak melanjutkan penguatan sebesar 18 poin menjadi 8.697 dibandingkan posisi terakhir sebelumnya di posisi 8.715.
Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat (1/4), mengatakan, pengumuman angka perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) Badan Pusat Statistk (BPS) yang menyatakan bahwa Maret mencatatkan deflasi dianggap positif oleh pelaku pasar. "Dari dalam negeri sentimennya cukup positif dengan deflasi pada Maret ini yang sudah diperhitungkan sebelumnya," kata dia.
Ia menambahkan, BPS juga menyatakan harga bahan makanan lainnya juga turun. Deflasi Maret biasanya terjadi karena bersamaan dengan panen raya. Kendati Bulog menyatakan panen tidak terjadi secara serentak.
"Deflasi ditandai dengan relatif stabilnya tekanan harga bahan makanan. Khususnya harga palawija berbasis bumbu-bumbuan dan lauk pauk seperti ikan," paparnya.
Ia menambahkan, dengan posisi sekarang saat ini perkiraan untuk BI Rate yang akan dibicarakan dalam Rapat Dewan Gubernur 12 April mendatang tampaknya akan dapat bertahan di 6,75 persen. (Ant/OL-5)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/01/214762/19/2/Rupiah-Menguat-18-Poin)
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:20 AM Jababeka to rely on recurring-income business
PT Jababeka, the developer of the Jababeka industrial area in Cikarang, West Java, says it will likely depend more on its recurring-income businesses in the future instead of its current main segment of selling land for industries.
Jababeka president director S. D. Darmono said on Friday that the company was focusing on four main business segments, including the selling of houses and commercial buildings.
“We still mainly depend selling land to factories because many of the land is still available. There are not as many industries here yet,” Darmono said on Friday as quoted by kompas.com.
“But we still need to develop the other three so as to balance the company’s finances,” he added
Darmono explained that the company would likely rely more on its recurring-income businesses in the future, after it sold all available land for industries.
He explained that Jababeka earned recurring incomes from properties it owned in the area such as a golf course.
“Recurring income comes from, for example, a golf course, which will be secure even if a recession occurs.
“If the land is all sold or another global economic crisis hits, who will buy the land? How will you pay the employees? We can pay them, can pay taxes and [loans to] banks from recurring income,” Darmono said.
Jababeka is so far the largest industrial complex in Indonesia, covering 5,600 hectares, 4,600 hectares of which are in use. It is reportedly home to up to 1,500 factories, including those of foreign companies from 29 countries.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/02/jababeka-rely-recurring-income-business.html)
yudibali2008 April 3rd, 2011, 03:21 AM Indonesia Tuan Rumah Pertemuan UKM se-Dunia
JAKARTA--MICOM: Indonesia akan menjadi tuan rumah lokakarya Organisasi Buruh Internasional (ILO) bertajuk Keberlanjutan melalui Perusahaan yang Kompetitif dan Bertanggung Jawab yang bertujuan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) dunia.
"Di banyak negara termasuk Indonesia, UKM menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi," kata Country Director ILO Peter van Rooij dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (1/4).
Menurut dia, UKM adalah kunci untuk menciptakan dan mempertahankan pekerjaan yang layak. Untuk itu, program Perusahaan yang Kompetitif dan Bertanggung Jawab (SCORE)Ā bertujuan meningkatkan produktivitas dan kondisi kerja UKM di berbagai penjuru dunia, khususnya di negara-negara berkembang, melalui praktik-praktik manajemen dan tempat kerja yang lebih baik.
Lokakarya SCORE ILO di Indonesia akan digelar di Bogor, Jawa Barat, pada 4-8 April 2011, yang akan dihadiri oleh perwakilan dariĀ Afrika Selatan, China, Ghana, India, Kolombia, dan Vietnam.
Tujuan lokakarya adalah menyediakan kesempatan bagi masing-masing delegasi untuk menilai efektivitas dari implementasi dan strategi dari program pemberdayaan UKM yang telah dilakukan di masing-masing negara. Lokakarya itu juga menjadi forum dialog untuk saling menukar pandangan dan pengalaman dalam menciptakan UKM yang lebih kompetitif dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Berdasarkan data ILO, UKM telah dapat memperkerjakan hingga sebanyak 95 persen lebih dari jumlah populasi dunia yang termasuk dalam usia produktif. Indonesia, yang 60 persen penduduk produktifnya bekerja di UKM, telah menjalankan program pemberdayaan UKM ILO sejak Juli 2010 dan rencananya akan berlangsung hingga 2012.
Program yang didanai Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO) dan Lembaga Kerja Sama Pengembangan Norwegia (NORAD) itu di Indonesia didukung antara lain oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). (Ant/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/02/214829/4/2/Indonesia-Tuan-Rumah-Pertemuan-UKM-se-Dunia)
yudibali2008 April 4th, 2011, 01:35 AM Serangan Produk China Pengaruhi Ekonomi RI
SEMARANG - Pengamat ekonomi dari UGM, Sri Adiningsih mengungkapkan bila Indonesia harus mempertimbangkan invasi produk yang datang dari luar negeri. Seperti dari China.
"Serangan produk dari China sangatlah besar pengaruhnya di perekonomian kita. Di Jawa Tengah banyak pengusaha yang turun level usahanya akibat dari serangan produk China itu," ungkap Sri, setelah memberikan pemaparan di Seminar Peran Perbankan Green Economy, di Semarang, Sabtu (2/4/2011).
Dia menceritakan, penurunan level tersebut dari usaha menengah ke usaha kecil, misalnya dulu pengusaha tersebut merupakan usaha produksi, kini berubah menjadi distributor karena tidak mampu lagi bersaing.
Maka dari itu, jika dukungan dari pemerintah tidak lagi didapat, maka pencapaian angka per kapita sebesar USD5.000 per tahun itu akan sangat mustahil. Karena kondisi saat ini masih saja banyak yang menyebabkan pemburukan perekonomian Tanah Air.
Sekadar informasi, Indonesia diharapkan pada 2015 mendatang akan mencapai angka pendapatan per kapita sebesar USD.5000 per tahun. Sehingga bisa membuat Tanah Air bisa menjadi negara kelas menengah dunia.
Menurut Sri, hal ini tentu akan sangat baik sekali bagi perekonomian Indonesia. Di mana Presiden pernah menyampaikan pada 2011 angka per kapita sebesar USD3.000 sudah dicapai.(ade)
OkeZone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/03/20/441833/serangan-produk-china-pengaruhi-ekonomi-ri)
yudibali2008 April 4th, 2011, 01:37 AM Amerika Keluhkan Infrastruktur Indonesia Jadi Hambatan
JAKARTA--MICOM: Salah satu hambatan pertumbuhan industri manufaktur dan masuknya investasi ke dalam negeri adalah lambannya pengembangan infrastruktur nasional. Percepatan pembangunan infrastuktur akan menjadi kunci kemajuan perekonomian Indonesia di masa depan.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Francisco J Sanchez di Jakarta, Minggu (3/4). Menurutnya, banyak peluang investasi dari kalangan investor AS yang tertunda atau bahkan dialihkan ke negara lain akibat masalah infrastruktur Indonesia.
"Kami sering menerima keluhan terkait masih kurangnya infrastruktur Indonesia. Padahal bila dilihat dari pasar yang sangat besar dan potensi kekayaan alam serta tenaga kerja yang berlimpah, Indonesia bisa menjadi pilihan utama investasi global," tuturnya.
Karena itu, pihaknya kini mendorong investor asal AS untuk membantu percepatan pembangunan investasi di Indonesia.
"Prasyarat masuknya investasi adalah kesiapan infrastruktur pelabuhan, jalan, bandara, maupun energi. Investor AS siap berinvestasi namun tentu mereka juga butuh adanya kepastian hukum supaya investasi yang ditanamkan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Atase Pers Kedutaan Besar AS di Jakarta, Philip W Roskamp, rombongan investor AS akan datang ke Indonesia pada awal Mei 2011 mendatang. (OL-5)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/03/215071/4/2/Amerika-Keluhkan-Infrastruktur-Indonesia-Jadi-Hambatan)
yudibali2008 April 4th, 2011, 01:40 AM ESDM Tetapkan 26 Wilayah Kerja Panas Bumi Baru
JAKARTA - Badan Geologi Kementerian ESDM merilis sudah terdapat 26 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang sudah ditetapkan hingga Maret 2011.
"Hingga Maret 2011 sudah ditetapkan sebanyak 26 WKP dengan total kapasitas 2.951 megawatt (mw)," demikian dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Minggu (3/4/2011).
Adapun wilayah WKP tersebut adalah Nanggroe Aceh Darusslam dengan total 210 mw, Sumatera Barat 519 mw, Sumatera Utara 275 mw, Jawa Barat 180 mw, Jawa Tengah 185 mw, Jawa Timur 390 mw, serta Nusa Tenggara Barat (NTB) 65 mw.
"Nusa Tenggara Timur 70 mw, Maluku Utara 215 mw, Sulawesi Tengah 36 mw, Gorontalo 110 mw, Banten 115 mw, Lampung 321 mw, Sumatera Selatan 225 mw. WKP-WKP tersebut ditetapkan dalam kurun waktu 2007-2010," pungkasnya.
Sementara itu, sistem panas bumi yang ada di Indonesia sebagian besar dan yang sudah dikembangkan baru terbatas di lokasi yang berupa sistem hidrotermal yang berasosiasi dengan vulkanik. Sampai 2010 saja, 276 lokasi telah diidentifikasi dengan total potensi 29 Gigawatt (GW) dan baru 1.196 mw yang terpasang untuk PLTP.
"Indonesia juga mempunyai sumber daya panas bumi berasosiasi dengan daerah non vulkanik yang berkaitan dengan batuan pluton yang terdapat di Kalimantan dan zona sesar mendatar di kedalaman Sulawesi Tenggara dan Papua, dari sistem ini telah diidentifikasi potensi sebesar 2GW. Tipe ini menjadi target untuk diteliti lebih lanjut," terangnya.
Sistem panas bumi lainnya yang berkaitan dengan cekungan sedimen sampai saat ini belum diteliti. Sumber daya ini terdapat di Sumatera bagian timur, Kalimantan, dan Papua.
Di Pedada dan Duri, Riau, suhu air formasi mencapai 100-150 derajat Celcium yang terdeksi dari pengeboran minyak dan gas (migas). Berkaitan dengan keberadaan sumber daya panas bumi yang tersedia, sebaiknya untuk saat ini pengembangan panas bumi diprioritaskan pada lokasi panas bumi bersuhu tinggi.(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/03/320/441863/esdm-tetapkan-26-wilayah-kerja-panas-bumi-baru)
yudibali2008 April 4th, 2011, 01:42 AM Indonesia Bisa Produksi LNG Berbahan CBM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/02/1541218620X310.JPG
BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Indonesia dapat menjadi produsen gas alam cair (LNG) berbahan baku gas metan batubara (CBM) pertama di dunia, mendahului Australia, jika bisa merealisasikannya sebelum tahun 2014.
BP Migas optimistis bahwa VICO, kontraktor kontrak kerja sama migas yang menjalankan eksplorasi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, punya peluang mengawalinya.
Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana, Sabtu (2/4/2011), mengatakan, Wes Sangatta–juga salah satu kontraktor kontrak kerja sama migas di Kutai kartanegara–dapat memproduksi gas metan batu bara atau coal bed methane (CBM). West Sanggata diperkirakan sudah bisa memproduksi CBM Juni mendatang.
Sementara VICO baru bisa menghasilkan CBM September 2011. Namun secara infrastuktur lebih siap, karena sudah punya perpipaan yang tersambung ke PT Badak. PT Badak merupakan produsen gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) besar, di Bontang, Kaltim.
"Sedangkan West Sangatta, harus membangun pipa-pipa agar produksi CBM-nya bisa tersambung dengan PT Badak, dan itu butuh waktu. Sedangkan VICO, begitu CBM keluar, langsung dialirkan ke PT Badak untuk kemudian diproses menjadi LNG," ujar Pradnyana.
VICO sudah mulai mengeksploitasi CBM. Pamaguan-10 CBM Well, sumur di lapangan gas yang dikelola VICO, di Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim, diresmikan Sabtu (26/3/2011) lalu.
"Saya berbicara dengan teman-teman di Australia dan mengetahui negara itu baru bisa memproduksi (LNG berbahan baku CBM) tahun 2014. Saya bilang, Indonesia mampu sebelum tahun 2014. Jadi, jika bisa terealisasi sebelum 2014, itu berkat VICO," ujar Evita Legowo, Dirjen Minyak dan Gas Bumi, dalam sambutannya di acara peresmian tersebut.
Menurut Evita, VICO paling memungkinkan segera menyuplai gas metan batu bara atau coal bed methane (CBM), karena memiliki infrastruktur perpipaan yang terhubung ke PT Badak, perusahaan besar.
Saat ini, LNG buatan PT Badak masih berbahan baku gas alam cair konvensional, bukan dari CBM. Berpijak kenyataan bahwa sumber alam semakin menipis, maka perlu dicari alternatif gas alam cair nonkonvensional, salah satunya dari CBM. VICO yang berpengalaman mengeksplorasi gas alam konvensional, melirik pula eksplorasi gas alam nonkonvensional. Saat ini, VICO telah memiliki 10 sumur pengeboran CBM.
Eksplorasi CBM dikembangkan sejak tahun 2008. Ada lima kontraktor pemilik wilayah kerja CBM di Indonesia, yang ditargetkan sudah memulai produksinya tahun ini. Selain VICO (wilayah kerja Sanga-sanga), empat lainnya adalah Medco Energy International (Sekayu), Arrow PTE (Tanjung Enim), Indobarambai (Barito Banjar), dan West Sangatta (Sangatta).
Masing-masing direncanakan memproduksi 1 MMSCFD, kecuali di Sanga-sanga yang bisa 1,5 MMSCFD. West Sangatta telah merampungkan pengeboran tiga sumur sejak tahun lalu. Produksi CBM ditargetkan mulai pada kuartal pertama tahun ini dan untuk jangka pendek, pemanfaatannya adalah memenuhi pasokan listrik untuk desa-desa sekitar.
Vice President Resource Management VICO Bambang Ismanto mengatakan, rencananya awal memang ikut memasok listrik rumah-rumah warga desa sekitar.
Roni (22), warga Dondang, menyambut gembira rencana VICO. Rumahnya memang sudah dialiri listrik, tetapi hanya berdaya 450 watt. "Mati listrik sudah biasa. Setidaknya ada harapan desa saya dan desa sekitar aman pasokan listrik," papar Roni.
Kepala BP Migas Priyono, di sela-sela acara peresmian Sumur Pamaguan tersebut, mengatakan, sebelum mewujudkan LNG dari CBM, rencana jangka pendek pemerintah adalah bagaimana cara CBM yang sudah diproduksi dapat memasok listrik ke pedesaan. "Dalam hal ini diperlukan kerja sama dengan PLN. Pemerintah sedang nego harga dengan PLN," ujar Priyono.
Total produksi CBM kelima kontraktor pemilik wilayah kerja tersebut sekitar 5,5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau listrik yang dihasilkan setara dengan 13,75 megawatt. Potensi CBM Indonesia termasuk lima terbesar di dunia, dengan sumber daya mencapai 453,3 triliun kaki kubik (tcf). "CBM mendapat tempat di hati saya," ucap Evita.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/02/15392096/Indonesia.Bisa.Produksi.LNG.Berbahan.CBM)
yudibali2008 April 4th, 2011, 01:47 AM Nanti, Tiket Kereta Api sekaligus untuk Bus dan Feri
http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110403_091916_ANT-201004-000826-D.jpg
JAKARTA--MICOM: PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal merancang one way ticket untuk perjalanan menggunakan bus, kapal, dan kereta.
Kepala Humas Daerah Operasional I PT KAI Mateta Rizalulhaq mengatakan, kebijakan baru tersebut dalam rangka memajukan perusahaan dalam mekanisme tiket yang kerja samanya terintegrasi dengan PT Pelni dan Damri.
"One way ticket, ke mana saja naik KA dengan satu tiket, bahkan juga antarmoda dengan bus Damri tanpa harus transasksi lagi. Sosialisasinya sudah dilaksanakan selama setahun terakhir," kata Mateta seusai acara diskusi operasi dan sarana KA pada Sabtu (2/4) lalu di Ruang Arjuna Stasiun Jakarta Kota, Jakarta.
Dicontohkannya, seorang penumpang kereta api dari Bandung dan turun di Gambir. Lalu dia naik bus Damri menuju ke pelabuhan. Kemudian dia menaiki feri. Penumpang tersebut hanya menggunakan satu tiket.
"Ini sebagai program terobosan guna mendukung revitalisasi kereta api sebagai moda angkutan massa," klaim Mateta.
Diharapkan, ke depan, dengan komitmen dari semua pihak terkait, baik pemerintah sebagai regulator, PT KAI sebagai operator, dan masyarakat sebagai pendukung utama kebijakan, maka kereta, terutama di Jabodetabek, dapat direvitalisasi menjadi transportasi massal utama yang memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik dari segala sisi. (OL-5)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/03/215058/21/2/Nanti-Tiket-Kereta-Api-sekaligus-untuk-Bus-dan-Feri)
yudibali2008 April 4th, 2011, 01:49 AM BKPM optimistic of hitting investment target this year
The Investment Coordinating Board (BKPM) says it would be able to reach this year's investment target of Rp 240 trillion (US$27.5 billion) thanks to good performance in the first quarter of the year.
“We are very optimistic we can meet this year's target,” BKPM official Himawan Hariyoga was quoted as saying over the weekend by news portal kontan.co.id.
He said investments had reached Rp 60 trillion between January and March, but the final figure was still being audited.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/03/bkpm-optimistic-hitting-investment-target-year.html)
yudibali2008 April 4th, 2011, 01:51 AM Promosi Potensi Indonesia lewat Tiga Keunggulan
MAKASSAR--MICOM: Promosi tentang potensi yang dimiliki oleh Indonesia ke berbagai negara dapat dilakukan dengan menggunakan tiga keunggulan, yaitu skala penduduk, ukuran perekonomian, dan juga profil demografi.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/4) mengatakan, berkaitan dengan skala penduduk, Indonesia memiliki potensi jumlah penduduk yang mencapai 240 juta jiwa.
Sedangkan pada indikator ekonomi, ukuran perekonomian Indonesia mencapai US$730 miliar, jauh berada di atas Thailand, Malaysia, dan Singapura. "Di Asia Tenggara, perekonomian terbesar kedua adalah Thailand yang mencapai US$280 miliar, kemudian Malaysia sebesar US$210 miliar, dan Singapura sebesar US$205 miliar," terangnya.
Akan tetapi, kata dia, masih cukup banyak negara di Amerika, Eropa, Australia dan juga China yang belum mengetahui bahwa ukuran perekonomian Indonesia lebih besar tiga kali lipat dibanding Singapura dan bahkan Malaysia.
Indikator ketiga adalah profil demografi, di mana Indonesia memiliki kekayaan demografi yang sangat besar dan luar biasa. "Kekayaan demografi ini dalam pengertian bahwa 60 persen dari total populasi di Indonesia adalah penduduk yang masih berusia 39 tahun atau yang lebih muda," ucapnya.
Ia mengatakan, dalam 15 tahun ke depan, profil demografi Indonesia masih tetap berada dalam angka 60 persen penduduk yang berusia 39 tahun atau lebih muda, sehingga tingkat produktifitasnya pun lebih tinggi.
Hal ini sangat berbeda dengan profil demografi Singapura yang sudah mulai tua, Malaysia dan China yang dalam lima tahun ke depan juga mulai tua, bahkan Jepang yang sudah tergolong tua.
"Profil demografi ini menjadi keunggulan yang sangat besar, karena dengan memiliki penduduk yang muda, maka dengan proses edukasi dan pemberian insentif baik fiskal maupun non fiskal, maka akan membuahkan produktivitas dan profitabilitas yang besar, dan secara tidak langsung membawa dampak pada pertumbuhan ekonomi," katanya. (Ant/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/03/214960/21/2/Promosi-Potensi-Indonesia-lewat-Tiga-Keunggulan)
unity April 4th, 2011, 09:19 AM Promosi Potensi Indonesia lewat Tiga Keunggulan
MAKASSAR--MICOM: Promosi tentang potensi yang dimiliki oleh Indonesia ke berbagai negara dapat dilakukan dengan menggunakan tiga keunggulan, yaitu skala penduduk, ukuran perekonomian, dan juga profil demografi.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/4) mengatakan, berkaitan dengan skala penduduk, Indonesia memiliki potensi jumlah penduduk yang mencapai 240 juta jiwa.
Sedangkan pada indikator ekonomi, ukuran perekonomian Indonesia mencapai US$730 miliar, jauh berada di atas Thailand, Malaysia, dan Singapura. "Di Asia Tenggara, perekonomian terbesar kedua adalah Thailand yang mencapai US$280 miliar, kemudian Malaysia sebesar US$210 miliar, dan Singapura sebesar US$205 miliar," terangnya.
Akan tetapi, kata dia, masih cukup banyak negara di Amerika, Eropa, Australia dan juga China yang belum mengetahui bahwa ukuran perekonomian Indonesia lebih besar tiga kali lipat dibanding Singapura dan bahkan Malaysia.
Indikator ketiga adalah profil demografi, di mana Indonesia memiliki kekayaan demografi yang sangat besar dan luar biasa. "Kekayaan demografi ini dalam pengertian bahwa 60 persen dari total populasi di Indonesia adalah penduduk yang masih berusia 39 tahun atau yang lebih muda," ucapnya.
Ia mengatakan, dalam 15 tahun ke depan, profil demografi Indonesia masih tetap berada dalam angka 60 persen penduduk yang berusia 39 tahun atau lebih muda, sehingga tingkat produktifitasnya pun lebih tinggi.
Hal ini sangat berbeda dengan profil demografi Singapura yang sudah mulai tua, Malaysia dan China yang dalam lima tahun ke depan juga mulai tua, bahkan Jepang yang sudah tergolong tua.
"Profil demografi ini menjadi keunggulan yang sangat besar, karena dengan memiliki penduduk yang muda, maka dengan proses edukasi dan pemberian insentif baik fiskal maupun non fiskal, maka akan membuahkan produktivitas dan profitabilitas yang besar, dan secara tidak langsung membawa dampak pada pertumbuhan ekonomi," katanya. (Ant/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/03/214960/21/2/Promosi-Potensi-Indonesia-lewat-Tiga-Keunggulan)
^^
Ngawur ini... GDP Thailand 2010 udah mencapai lima ratus miliar dollar lebih...
GDP per kapitanya aja udah diatas kita sekitar enam ribuan dollar...
David-80 April 4th, 2011, 10:06 AM ^^
Ngawur ini... GDP Thailand 2010 udah mencapai lima ratus miliar dollar lebih...
GDP per kapitanya aja udah diatas kita sekitar enam ribuan dollar...
itu PPP, nominal nya masih 312 milliar dollar.
Indonesia PPP udah 1 trillion tapi nominal masih 700 milyar.
cheers
unity April 4th, 2011, 10:09 AM ^^
Bedanya apa mod??
Kupikir GDP kita dah nyampe 850an miliar, trus Thailand sekitar 560an miliar...
itu yang nominal ya, bukan PPP...
David-80 April 4th, 2011, 10:25 AM ^^ unity,
GDP (official exchange rate) <--nominal
This entry gives the gross domestic product (GDP) or value of all final goods and services produced within a nation in a given year. A nation's GDP at official exchange rates (OER) is the home-currency-denominated annual GDP figure divided by the bilateral average US exchange rate with that country in that year. The measure is simple to compute and gives a precise measure of the value of output. Many economists prefer this measure when gauging the economic power an economy maintains vis-�-vis its neighbors, judging that an exchange rate captures the purchasing power a nation enjoys in the international marketplace. Official exchange rates, however, can be artificially fixed and/or subject to manipulation - resulting in claims of the country having an under- or over-valued currency - and are not necessarily the equivalent of a market-determined exchange rate. Moreover, even if the official exchange rate is market-determined, market exchange rates are frequently established by a relatively small set of goods and services (the ones the country trades) and may not capture the value of the larger set of goods the country produces. Furthermore, OER-converted GDP is not well suited to comparing domestic GDP over time, since appreciation/depreciation from one year to the next will make the OER GDP value rise/fall regardless of whether home-currency-denominated GDP changed.
GDP (purchasing power parity)
This entry gives the gross domestic product (GDP) or value of all final goods and services produced within a nation in a given year. A nation's GDP at purchasing power parity (PPP) exchange rates is the sum value of all goods and services produced in the country valued at prices prevailing in the United States. This is the measure most economists prefer when looking at per-capita welfare and when comparing living conditions or use of resources across countries. The measure is difficult to compute, as a US dollar value has to be assigned to all goods and services in the country regardless of whether these goods and services have a direct equivalent in the United States (for example, the value of an ox-cart or non-US military equipment); as a result, PPP estimates for some countries are based on a small and sometimes different set of goods and services. In addition, many countries do not formally participate in the World Bank's PPP project that calculates these measures, so the resulting GDP estimates for these countries may lack precision. For many developing countries, PPP-based GDP measures are multiples of the official exchange rate (OER) measure. The differences between the OER- and PPP-denominated GDP values for most of the wealthy industrialized countries are generally much smaller.
source https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/docs/notesanddefs.html?countryName=Indonesia&countryCode=id®ionCode=eas#2195
kebanyakan yang dipake PPP sih..kalo PPP kita udah 1 trillion.
cheers
unity April 4th, 2011, 10:35 AM ^^
Thanks a lot, Mod...:okay:
Kalo dari yang gw baca, berarti PPP itu lebih sulit diukur karena berbagai faktor, ya??
Kenapa malah itu yang sering di pake??
Lagian di pemberitaan, kita selalu pake yang nominal (yang masih ratusan miliar itu), nggak pernah pake yang PPP figure...
David-80 April 4th, 2011, 11:51 AM ^^
Thanks a lot, Mod...:okay:
Kalo dari yang gw baca, berarti PPP itu lebih sulit diukur karena berbagai faktor, ya??
Kenapa malah itu yang sering di pake??
Lagian di pemberitaan, kita selalu pake yang nominal (yang masih ratusan miliar itu), nggak pernah pake yang PPP figure...
buat pemerintah itu jadi keliatan lebih gede daripada yang nominal :lol: ...but thats just my assumption...
tapi kalo dibaca dari yg CIA itu, yang sering dipake economist yang nominal.
cheers
Mimihitam April 4th, 2011, 01:18 PM Kelas Menengah RI Akan Terbesar di Dunia
JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat kelas menengah Indonesia berpotensi menjadi yang terbesar di dunia dengan pertumbuhan sekitar 7 persen. "Tetapi, faktor kuncinya bukan hanya itu (menjadi yang terbesar). Untuk menghindari para pemuda dari risiko pekerjaan, di mana para pemuda ini akan masuk ke dalam kelas menengah itu, maka mereka harus mempunyai pekerjaan yang bernilai tambah tinggi sehingga mereka bisa membelanjakan uangnya," jelas Indonesia Lead Economist Bank Dunia Shubham Chaudhuri, di Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Menurut laporan Bank Dunia, bertambahnya 50 juta penduduk Indonesia ke dalam kelas menengah selama 7 tahun terakhir memang menyediakan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di mana kelompok menengah bawah dengan pengeluaran kurang dari 2 dollar AS per hari mendominasi dengan 62 persen pada 2003, dan berkurang menjadi 43 persen pada 2010. Sementara kelompok menengah-menengah naik dari 38 persen menjadi 57 persen dari total populasi kelas menengah 2010.
Naiknya jumlah kelas menengah dengan penghasilan yang semakin tinggi, diyakini Shubham, akan mendorong kenaikan permintaan terhadap produk, khususnya produk nonpangan. "Pada dasarnya, jika ada sejumlah kelompok besar yang punya kekuatan, yang punya uang untuk dibelanjakan, (seperti) untuk membeli sejumlah motor, itu berarti perusahaan akan datang untuk membangun pabrik untuk investasi," jelasnya.
Namun, dalam memastikan masyarakat ini akan membelanjakan uangnya, Shubham kembali menyebutkan, mereka harus mempunyai pekerjaan bernilai tambah tinggi. Bagaimana menyediakan pekerjaan tersebut? Shubham menyebutkan, pekerjaan dapat tersedia jika volume investasi di Indonesia ditingkatkan, dan untuk itu perlu perbaikan infrastruktur dan regulasi bagi dunia bisnis.
Alasan yang sama pun ia gunakan untuk menjaga agar masyarakat kelas menengah dengan pengeluaran 2-4 dollar AS ini tidak jatuh ke kelompok hampir miskin, bahkan miskin.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/31/08041737/Kelas.Menengah.RI.Akan.Terbesar.di.Dunia
Mimihitam April 4th, 2011, 01:18 PM Inilah BUMN Berpendapatan Tertinggi 2010
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Mustafa Abubakar membeberkan 26 perusahaan BUMN yang mencapai pendapatan tertinggi sepanjang 2010.
Pada ranking teratas diraih PT Pertamina (Persero) sebesar Rp 448,8 triliun. Disusul PLN Rp 163,7 triliun, Telkom Rp 68,62 triliun, BRI Rp 50,1 triliun, dan Bank Mandiri Rp 43,8 triliun.
BUMN yang disebut di atas merupakan lima BUMN teratas memperoleh pendapatan tahun lalu.
"Ini semua adalah BUMN dengan pendapatannya 26 BUMN teratas," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/4/2011).
Secara umum, ke-26 perusahaan BUMN ini memiliki andil 90,4 persen terhadap pendapatan BUMN tahun lalu. "Dari segi laba bersih 92,8 persen dan dari segi aset 92,5 persen," kata Mustafa.
"Ini adalah 26 perusahaan BUMN dari sekitar 141 perusahaan BUMN. "BUMN lainnya bukannya tidak penting, ada fungsi kepeloporan, agen development, pemerataan, PSO di situ. Semua penting, cuma volume kegiatannya tidak seperti yang 26 BUMN ini," kata Mustafa.
Berikut 26 perusahaan BUMN lainya yang mempunyai pendapatan terbesar: Pusri, BNI, Bulog, PGN, Garuda Indonesia, Krakatau Steel, Semen Gresik, Jamsostek, Taspen, Antam, Timah, Bukit Asam, Askes, BTN, PPA, Wijaya Karya, Adhikarya, PTPN III, PTPN IV, Perum Pegadaian, KA Indonesia.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/04/14514125/Inilah.BUMN.Berpendapatan.Tertinggi.2010
typhoonbringer April 4th, 2011, 11:33 PM Kelas Menengah RI Akan Terbesar di Dunia
JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat kelas menengah Indonesia berpotensi menjadi yang terbesar di dunia dengan pertumbuhan sekitar 7 persen. "Tetapi, faktor kuncinya bukan hanya itu (menjadi yang terbesar). Untuk menghindari para pemuda dari risiko pekerjaan, di mana para pemuda ini akan masuk ke dalam kelas menengah itu, maka mereka harus mempunyai pekerjaan yang bernilai tambah tinggi sehingga mereka bisa membelanjakan uangnya," jelas Indonesia Lead Economist Bank Dunia Shubham Chaudhuri, di Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Menurut laporan Bank Dunia, bertambahnya 50 juta penduduk Indonesia ke dalam kelas menengah selama 7 tahun terakhir memang menyediakan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di mana kelompok menengah bawah dengan pengeluaran kurang dari 2 dollar AS per hari mendominasi dengan 62 persen pada 2003, dan berkurang menjadi 43 persen pada 2010. Sementara kelompok menengah-menengah naik dari 38 persen menjadi 57 persen dari total populasi kelas menengah 2010.
Naiknya jumlah kelas menengah dengan penghasilan yang semakin tinggi, diyakini Shubham, akan mendorong kenaikan permintaan terhadap produk, khususnya produk nonpangan. "Pada dasarnya, jika ada sejumlah kelompok besar yang punya kekuatan, yang punya uang untuk dibelanjakan, (seperti) untuk membeli sejumlah motor, itu berarti perusahaan akan datang untuk membangun pabrik untuk investasi," jelasnya.
Namun, dalam memastikan masyarakat ini akan membelanjakan uangnya, Shubham kembali menyebutkan, mereka harus mempunyai pekerjaan bernilai tambah tinggi. Bagaimana menyediakan pekerjaan tersebut? Shubham menyebutkan, pekerjaan dapat tersedia jika volume investasi di Indonesia ditingkatkan, dan untuk itu perlu perbaikan infrastruktur dan regulasi bagi dunia bisnis.
Alasan yang sama pun ia gunakan untuk menjaga agar masyarakat kelas menengah dengan pengeluaran 2-4 dollar AS ini tidak jatuh ke kelompok hampir miskin, bahkan miskin.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/31/08041737/Kelas.Menengah.RI.Akan.Terbesar.di.Dunia
bener banget, manufaktur dan reprocessing industry musti digalakkan, jangan cuma berkutat di raw dan semi raw material aja industri kita, tapi juga semi finish, manufacturing sama assembling
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:12 AM Lewat Turki, Produk RI Bisa Tembus Eropa
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman menjelaskan, melalui Turki, maka produk Indonesia bisa mudah masuk ke negara Eropa Timur dan Eropa Barat.
Sehingga, kata Ade, sebaiknya Turki bisa mempertimbangkan berbagai tindakan pengamanan industri serta pasar dalam negerinya yang justru bisa merugikan Indonesia.
"Mereka (Turki) melakukan semua serba sementara. Belum apa-apa sudah mematikan pasar yang sudah kita rintis. Injury ini akan terus menerus. Pemerintah kita tidak berani melakukan hal yang sama," katanya, di Jakarta, Senin (4/4/2011).
Menurutnya, hal ini merupakan suatu hal yang sangat fundamental dalam tata krama pergaulan fundamental. Tekstil jenis woven semua yang masuk ke Turki tidak berdaya saing. Sebesar 27 persen BM dikenakan terhadap pakaian jadi kita yang masuk ke sana.
Turki, lanjut Ade, harus bisa mengidentifikasi apa saja sektor industrinya yang terkena injury. “Kecuali ada pengecualian untuk negara-negara tertentu apakah negara sahabat atau developing countries. Seharusnya Presiden kedua negara bisa bertemu dan membicarakan perdagangan kedua negara. Tantangan ini dibikin oleh diri sendiri bukan negara lain. Bagaimana bisa melakukan kegiatan ekonomi lalu menumbuhkan lapangan pekerjaan,” tandas Ade.
Koordinator Forkan Franky Sibarani mengatakan, isu BMAD tersebut tidak dibahas ketika Presiden SBY melakukan kunjungan ke Turki pada tahun lalu.
“Kita tidak mau luput untuk kedua kali. Artinya jangan hanya melihat 58 produk, tapi concern Turki termasuk negara yang sangat aktif dalam melindungi industri dalam negerinya. Posisinya bagaimana dengan Indonesia. Bisa saja terjadi pada produk yang lain. Kita minta Presiden SBY untuk memberikan suatu keadilan perdagangan,” kata Franky.
Refleksi terbesarnya adalah, lanjut Franky, pemerintah Indonesia harus belajar dari Turki untuk melindungi pasar serta industri dalam negerinya. “Ada dua sisi yakni pemerintah Indonesia melihat pemerintah Turki berani dan bagaimana Turki melindungi industri dalam negerinya,” ucap Franky.
Direktur Eksekutif IISIA Edward Pinem menambahkan, dari 58 produk Indonesia yang dikenakan BMAD dan BMTPS, fittings yakni pipa dan komponen penghubung besi baja dengan Harmonized System (HS) Nomor 7307.19 terkena BMAD sebesar USD253-400 per ton.
“Sebenarnya, industri produsen fitting dan engsel di dalam negeri itu bukan skala besar. Makanya, kita bingung kenapa masuk dalam list dumping. Jadi, ada yang salah dengan pengawalan komoditas kita sehingga menjadi kecolongan seperti ini,” tutup Edward.(Sandra Karina/Koran SI/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/04/320/442309/lewat-turki-produk-ri-bisa-tembus-eropa)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:13 AM Konsumsi Baja Domestik Bisa Telan 12 Juta Ton
Jakarta - Konsumsi besi dan baja pasar domestik tahun ini diproyeksikan menembus 12 juta ton. Sementara produksi dalam negeri diperkirakan hanya 8 juta ton, 4 juta ton sisanya harus impor.
Sebagai gambaran, berdasarkan data Kementerian Perindustrian konsumsi baja nasional di 2009 mencapai 6,6 juta ton, produksi baja lokal sebesar 3,5 juta ton pada tahun yang sama.
"Total konsumsi tahun ini 12 juta ton, produksi 8 juta ton, sisanya impor 4 juta ton," kata Direktur Eksekutif Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Edward Pinem di kantor Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jl Gatot Soebroto, Senin (4/4/2011).
Peningkatan yang luar biasa ini tak terlepas menggeliatnya sektor yang banyak membutuhkan besi dan baja seperti konstruksi, otomotif, dan manfaktur.
"Harga baja di kuartal I-2011 sudah naik 20% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu," kata Edward.
Ia mengatakan walaupun produksi baja dalam negeri akan mencapai 8 juta ton namun, selama ini Indonesia harus mengimpor 90% bahan baku bijih besi, antara lain dari Brazil dan Chili.
Mengenai dampak tsunami Jepang beberapa waktu lalu, pelaku baja dalam negeri masih melihat keadaan terutama imbas dari sisi harga maupun produksi baja dunia. Selama ini Jepang menjadi salah satu produsen baja besar dunia dengan produksi 100 juta ton baja.
"Dampak tsunami kita belum bisa prediksi kondisi ini, belum tahu dampak terhadap produksi dan harga yang jelas mereka (Jepang) banyak menyerap baja selama recovery," katanya.
Detik Finance (http://www.detikfinance.com/read/2011/04/04/190322/1608450/1036/konsumsi-baja-domestik-bisa-telan-12-juta-ton?f9911023)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:14 AM Pemerintah Siap Keluarkan Kebijakan Antidumpuing
JAKARTA--MICOM: Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan pemerintah akan mengeluarkan kebijakan anti dumping jika ada produk-produk dari luar negeri yang sengaja dumping membahayakan industri nasional.
Demikian dikatakan Menkeu ditanya mengenai keluhan kalangan industri nasional tidak adanya reaksi pemerintah terkait penerapan bea masuk anti dumping (BMAD) dan pengenaan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS/ safeguard) terhadap 58 produk Indonesia yang dikenakan Pemerintah Turki.
"Kalau seandainya itu terjadi tentu indonesia perlu merespons dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan anti dumping," kata Agus Marto saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Senin (4/4).
Menurut Menkeu, hal itu filakukan jika ada produk-produk dari luar negeri yang sengaja dumping membahayakan industri nasional.
Ditanya mengenai kapan akan dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk antisipasi anti dumping. Padahal sudah ada rekomendasi Menteri Perdagangan kepada Menteri Keuangan itu tertuang dalam surat No. 2017/M.DAG/12/2009 tertanggal 31 Desember 2009, agar mengenakan BMAD (bea masuk anti dumping) terhadap Import Tepung Gandum/terigu dengan HS 1101.00.10.00.
Namun, sampai saat ini PMK (Peraturan Menteri Keuangan) yang mengatur hal ini belum juga terbit, walau sudah menjadi keputusan untuk disetujui dalam rapat pleno antar kementrian di BKF (Badan Kebijakan Fiskal) pada bulan Juli 2010.
Menkeu menilai belum keluarnya PMK tersebut kemungkinan besar karena belum selesainya pembahasan di tim tarif. Meskipun di sisi lain usulan dari Komite Anti Dumping Indonesia (Kadi) sudah keluar berbulan-bulan sebelumnya.
"Artinya belum final di tim tarif, kalau di Kadi sudah keluar maka di tim tarif ada pembahasan. Maka kalau di tim tarif ada pembahasan sudah final maka akan dibawa ke Menteri Keuangan, dan akan disetujui Menteri Keuangan," tukasnya. (Tup/OL-04)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/04/215343/20/2/Pemerintah-Siap-Keluarkan-Kebijakan-Antidumpuing)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:15 AM Distribusi Semen, Semen Padang Gaet Djakarta Lloyd
JAKARTA - PT Semen Padang dengan PT Djakarta LIoyd melakukan penandatanganan kerjasama tentang angkutan kontainer semen. Sehingga sekira 70 persen distribusi adalah melalui angkutan laut.
"Sekitar 70 persen distribusi adalah melalui angkutan laut. Oleh karena itu, Jaminan pasok dan kontrol kualitas bukan hanya di mulut pabrik, tetapi juga menyentuh ke jasa transportir," ungkap Direktur utama PT Semen Padang Widodo Santoso seperti yang dikutip dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (4/4/2011).
Dijelaskannya pula, PT Semen Padang memiliki cakupan pasar di seluruh propinsi di Pulau Sumatera, Jawa Barat, DKI dan Jateng. Memiliki Packing Plant di Aceh, Belawan, Batam, Dumai, Tanjung Priok dan Ciwandan.
"Penggunaan angkutan container diyakini dapat mengurangi susut semen serta menjaga kualitas kemasan. Oleh karena itu, PT Semen Padang menyambut baik gagasan untuk menjalin kerjasama dengan PT Djakarta Lloyd," jelasnya.
Ada pun penandatangan kerjasama tersebut dilakukan di Kementerian BUMN pada hari Jumat (1/4/2011). Selain dihadiri kedua belah pihak, disaksikan oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar. Selain itu hadir pula Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin, dan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi Pandu A Djajanto.
Sebelumnya, di Gedung Kementerian BUMN digelar rapat dalam rangka penyelamatan dan penyehatan PT Djakarta LIoyd yang dipimpin Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar. Agenda rapat itu adalah menyangkut sinergi BUMN dalam rangka Penyelamatan dan Penyehatan PT Pelayaran Samudera Djakarta LIoyd.(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/04/320/442314/distribusi-semen-semen-padang-gaet-djakarta-lloyd)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:16 AM Hotel Sahid booked Rp 17.8b profit last year
Hotel Sahid Jaya International (HSJI) said Monday its profit rose 94 percent to Rp 17.8 billion last year due to an increase in occupancy rates and food and beverage sales.
Kontan.co.id reported that hotel revenue was also up by 23.8 percent to Rp 123.9 billion last year.
Food and beverage sales contributed 25 percent of hotel revenue last year, while the occupancy rate stood at 60 percent after the first stage of renovation was concluded last year.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/04/hotel-sahid-booked-rp-178b-profit-last-year.html)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:16 AM Diskon 50%, PLN Imbau Industri Beroperasi Tengah Malam
JAKARTA - PT PLN (Persero) mengajak pelanggan industri dan pelanggan bisnis di sistem Jawa-Bali untuk mengoptimalkan sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali.
"Saat ini, beban sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali pada waktu beban puncak (WBP, pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB) mencapai 18.500 MW, sedangkan pada tengah malam hingga pagi hari hanya sekitar 14.000 MW," jelas PLN dalam keterangan tertulisnya kepada okezone di Jakarta, Senin (4/4/2011).
Perbedaan beban sekitar 4.500 MW ini menjadikan sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali tidak beroperasi optimal, karena untuk melayani beban pada waktu beban puncak, PLN harus menyediakan pembangkit lebih dari 18.500 MW, sedangkan pada tengah malam hingga pagi hari tidak semua pembangkit tersebut terpakai secara optimal dan karenanya efisiensinya menjadi rendah.
PLN berkepentingan menurunkan beban pada WBP, dan menaikkan beban pada tengah malam hingga pagi hari. Dengan penurunan beban pada WBP, cadangan mesin PLN menjadi lebih besar sehingga sistem ketenagalistrikan menjadi lebih handal.
Dengan penurunan beban pada WBP, mesin pembangkit yang kurang efisien dapat dikurangi pemanfaatannya sehingga biaya produksi menjadi lebih rendah. Dengan peningkatan beban pada tengah malam hingga pagi hari, aset PLN akan termanfaatkan, produksi nasional akan meningkat, dan pembangkit PLN akan dibebani lebih optimal sehingga biaya produksi lebih efisien.
Sehubungan dengan itu, PLN mengajak pelanggan industri dan pelanggan bisnis dengan daya 200 Kilo Volt Amper (KVA) ke atas untuk bekerjasama mengatur pemakaian listrik. Kedua kelompok pelanggan yang diajak bekerjasama karena kedua kelompok pelanggan inilah yang dapat menggeser aktivitasnya dari malam hari ke tengah malam hingga pagi hari.
Kerjasama yang diharapkan adalah, pertama mengurangi pemakaian pada WBP dan memindahkan kegiatannya ke tengah malam hingga pagi hari, kedua, hanya mengurangi pemakaian pada WBP.
Ketiga, hanya menaikkan pemakaian pada tengah malam hingga pagi hari, dan keempat, menghentikan pemakaian listrik PLN pada WBP dan sebagai gantinya mengoperasikan pembangkit milik sendiri.
Dengan pengaturan pemakaian listrik ini di satu sisi PLN memperoleh manfaat dan di sisi lain pelanggan ada kalanya mengeluarkan biaya tambahan, maka sepantasnyalah pelanggan industri maupun pelanggan bisnis yang ikut berpartisipasi dalam program ini juga memperoleh manfaat berupa insentif.
Bagi pelanggan industri maupun pelanggan bisnis yang mengurangi pemakaian pada WBP atau menaikkan pemakaian pada tengah malam hingga pagi hari, insentif diberikan berupa harga listrik yang lebih murah 20 persen hingga 50 persen dari harga listrik sebelumnya. Bagi pelanggan industri yang mengoperasikan genset untuk mengurangi listrik PLN pada WBP, maka selisih biaya bahan bakar akibat menjalankan genset tersebut akan diganti PLN.
Direksi PLN telah menyurati Unit PLN se Jawa Bali pada 31 Maret 2011 yang lalu, dan diharapkan pada April 2011 ini sudah ada pelanggan yang bekerjasama dengan PLN untuk pengaturan beban sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali. PLN akan memantau sejauh mana tawaran kerjasama ini direspon oleh pelanggan industri meupun pelanggan bisnis.(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/04/320/442371/diskon-50-pln-imbau-industri-beroperasi-tengah-malam)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:17 AM Proyek-Proyek BUMN Diharap Serap 6,6 Juta Tenaga Kerja
JAKARTA--MICOM: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengatakan 26 BUMN akan menanamkan investasi sebesar Rp836 triliun selama periode 2011-2014 untuk mengembangkan beragam proyek di Indonesia. Diharapkan investasi tersebut dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 6,6 juta orang.
Demikian dikatakan Mustafa, Senin (4/4). Mustafa mengatakan, ke-26 BUMN itu akan ambil bagian dalam pelaksanaan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Dari total 142 jumlah BUMN, sebanyak 26 BUMN komit investasi Rp836 triliun selama 2011-2014. Tenaga kerja yang terserap 6,6 juta orang," ujar Mustafa.
Ia menambahkan, keikutsertaan BUMN dalam MP3EI akan difokuskan pada pengembangan 6 koridor ekonomi serta menyasar pada sejumlah bidang seperti asuransi, perbankan, telekomunikasi dan infrastruktur. Ke-26 BUMN itu terpilih karena memiliki keuntungan rata-rata sebesar 96% per tahun. Proyek yang dikerjakan ditargetkan lebih mengarah ke luar pulau Jawa.
"Misalnya proyek di Halmahera. Di situ ada PLN dan Pertamina. Kedepan kalau bisa 50-50. Lebih diperhatikan Indonesia bagian timur, terutama dalam sarana prasarana transportasi dalam konektivitasnya," katanya.
Mustafa enggan menyebut berapa besar kemampuan dana yang dikucurkan oleh setiap BUMN. Ia hanya mengatakan, jika dirinci porsi investasi masing-masing BUMN cukup besar. Seperti dari PT Pertamina, PT Antam, PT Bank Mandiri, PT BRI, PT BNI dan PT Telkom. “Nilai investasinya bisa mencapai 50 persen dari total pendapatannya per tahun,” imbuhnya. (Nav/OL-04)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/04/215324/4/2/Proyek-Proyek-BUMN-Diharap-Serap-66-Juta-Tenaga-Kerja-)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:18 AM Belajar dari Malaysia, RI Harus Bebas Rumah Kumuh di 2020
Jakarta - Banyaknya pemukiman kumuh padat penduduk di Jakarta membuat Anggota DPR mendesak pemerintah untuk segera menata ulang pemukiman padat. Di 2020, Indonesia harus bebas kumuh.
Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (4/4/2011).
"Saya berharap pemerintah memiliki visi misi dan tujuan besar dalam mewujudkan visi Indonesia bebas kumuh tahun 2020," jelasnya.
Yudi mengatakan, kebakaran massal kembali melanda permukiman padat di Jakarta yang menghanguskan sedikitnya 90 rumah warga. Peristiwa tersebut semakin menguatkan desakan agar pemerintah lebih serius menata ulang permukiman padat penduduk yang rawan kebakaran. Dengan penataan ulang, semua peralatan yang dibutuhkan untuk mencegah kebakaran bisa disediakan sekaligus.
Menurut Yudi ada banyak pilihan penataan permukiman padat, bisa dengan membangun menara rumah susun (Rusun) atau model yang lebih sederhana seperti bangunan dua lantai, yang terdiri dari delapan hingga 10 pintu untuk menampung delapan atau 10 keluarga.
"Intinya bagaimana penataan penggusuran sehingga warga masih tetap tinggal di kawasan itu," kata Yudi.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah perbaikan sistem pemipaan serta ketersediaan hidran dan polder atau penampung air. Polder dibutuhkan minimal di setiap lingkungan yang dihuni 50 keluarga. Jalur dan tempat evakuasi juga wajib disediakan.
Namun demikian, Yudi melihat momentum penataan seharusnya diambil oleh pemerintah pusat. Sejumlah kementerian maupun pemerintah daerah yang memiliki program penataan kawasan kumuh dan padat harusnya berkoordinasi. Ini merupakan masalah sistemik yang perlu diselesaikan secara komprehensif dan lintas sektoral.
Yudi menyayangkan selama ini penataan permukiman kumuh identik dengan penggusuran dan relokasi. Itu terbukti tidak menyelesaikan masalah karena masyarakat dengan mudah dengan pindah ke kawasan kumuh lainnya.
Belajar dari Malaysia yang sukses menyelesaikan masalah permukiman kumuh. Malaysia memulai menata dan membina masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh sejak 1998 dalam program 'visi malaysia bebas kumuh 2005'.
Dengan kesadaran sendiri masyarakat pun bersedia menempati rumah susun milik dan sewa yang telah dipersiapkan secara matang oleh pemerintah. Meski banyak yang menentang, Malaysia pun berhasil mewujudkan visinya hanya dalam tujuh tahun.
"Indonesia perlu mentetapkan lembaga mana yang menjadi koordinator program, apakah Kemenpera atau KemenPU, misalnya. Jangan sampai kondisi ironis saat ini terus berulang. Permukiman kumuh tidak kunjung terselesaikan, sementara banyak rumah susun yang tidak terisi," ujar Yudi.
Detikfinance (http://www.detikfinance.com/read/2011/04/04/174801/1608404/1016/belajar-dari-malaysia-ri-harus-bebas-rumah-kumuh-di-2020?f9911033)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:19 AM Siapa Paling Untung di Bisnis Telekomunikasi
Dari segi laba bersih, XL Axiata mencatat pertumbuhan tertinggi.
VIVAnews - Lembaga riset dan konsultan independen global, Frost Sullivan mengungkapkan, di Indonesia, secara kualitatif, teknologi paling berpengaruh saat ini adalah revolusi di bidang telekomunikasi dengan perkembangan internet dan mobile phone.
Teknologi tersebut telah mengubah gaya hidup dan interaksi sosial konsumen di Indonesia, dengan merebaknya interaksi sosial di dunia maya tanpa batas ruang dan waktu.
Kondisi ini juga yang menentukan kinerja keuangan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi seluler di Indoanesia. Persaingan di industri ini dinilai ketat, karena adanya perang tarif antarpenyedia operator seluler yang saat ini berjumlah 11 operator.
Frost and Sullivan memperkirakan, setidaknya ada tiga operator seluler yang memiliki basis kuat di Indonesia, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan Telkomsel, PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Ketiga operator tersebut merupakan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Lalu, bagaimana dengan kinerja keuangan mereka?
Dari segi laba bersih, XL Axiata mencatat pertumbuhan tertinggi ketimbang Indosat dan Telkom. XL Axiata mencatat laba bersih sebesar Rp2,89 triliun pada tahun buku 2010.
Angka tersebut naik sebesar 69 persen dari perolehan laba bersih 2009 yang sebesar Rp1,7 triliun.
Hal itu dipicu kemampuan perseroan mempertahankan kenaikan beban usaha di kisaran sembilan persen. Total beban usaha perseroan sepanjang 2010 tercatat Rp12,29 triliun atau tumbuh 9,34 persen dibandingkan tahun buku tahun 2009 sebesar Rp11,24 triliun.
Tampaknya, pertumbuhan yang menjulang pada XL tidak berlaku bagi Indosat. Sebab, laba bersih Indosat tergerus sebesar 56,8 persen pada tahun buku 2010 dari periode sama 2009.
Indosat hanya mencatat laba bersih sebesar Rp647 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,49 triliun. Penurunan laba bersih ini disebabkan turunnya pendapatan usaha non seluler sebesar Rp16,7 persen menjadi Rp3,77 triliun pada 2010 dari Rp4,52 triliun pada tahun sebelumnya.
Adapun Telkom, bisa dibilang mengalami pertumbuhan stagnan. Perusahaan pemilik operator seluler Telkomsel ini mencatat pertumbuhan laba sebesar Rp11,54 triliun pada 2010.
Perolehan laba itu naik tipis 1,2 persen dari tahun buku 2009 sebesar Rp11,39 triliun. Sedangkan dua tahun lalu, perusahaan pelat merah ini mencatat laba bersih sebesar Rp21,61 triliun.
Dari sisi aset, XL Axiata masih lebih rendah dibandingkan perusahaan telekomunikasi lainnya, Telkom. XL mencatat jumlah aset sebesar Rp27,25 triliun, meski turun dari tahun lalu sebesar Rp27,38 triliun.
Adapun Telkom memiliki nilai total aset sebesar Rp99,75 triliun pada 2010 atau naik 1,99 persen dari 2009 sebesar Rp97,81 triliun. Telkom juga mencatat laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp36,76 triliun, turun tipis 0,99 persen dari posisi 2009.
Sementara itu, atas kinerja keuangan perusahaan-perusahaan operator tersebut, analis PT Majapahit Securities Wesley Andry, mengatakan industri telekomunikasi Indonesia saat ini sudah masuk masa kejenuhan. Kejenuhan, diperlihatkan dengan perang tarif yang menyebabkan keuntungan perusahaan telekomunikasi mengecil.
"Mungkin untuk jangka panjang, saham-saham telekomunikasi masih bisa dipegang. Tetapi untuk jangka menengah, saya tidak merekomendasikan," kata dia ketika dihubungi VIVAnews.com di Jakarta.
Wesley menambahkan, dari sisi pergerakan saham juga tidak menunjukkan stabilitas yang baik. "Kadang turun atau naik, seperti ada yang memainkan," ujar dia.
Selain itu, dia menuturkan, arus modal asing yang deras juga mendorong naik turunnya saham telekomunikasi. "Indonesia pasar emerging market, jadi bisa suatu saat dilepas turun atau naik, saya melihatnya secara teknikal," kata Wesley.
Bahkan, Wesley beranggapan, secara fundamental kinerja saham-saham di sektor telekomunikasi saat ini tidak memiliki faktor pendorong yang kuat. "Kecuali Telkom, yang kemarin berniat mengakuisisi 100 persen saham Telkomsel, makanya dia bisa naik," kata dia.
Dia menargetkan, saham berkode TLKM itu akan mencapai harga Rp7.500 pada tahun ini. (art)
• VIVAnews
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/212987-siapa-paling-untung-di-bisnis-telekomunikasi-)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:20 AM 26 state enterprises to handle six economic corridors
The government said on Monday it had appointed 26 state-owned enterprises to implement six economic corridors declared by President Susilo Bambang Yudhoyono.
State-Owned Enterprises Minister Mustafa Abubakar said the implementation of the economic corridors would be led by state-owned oil and gas firm Pertamina, telecommunication firm PT Telkom, state banks, and state-owned mining firm PT Aneka Tambang.
He added that among of the economic corridors’ priorities was developing East Indonesian infrastructure and transportation to connect all islands.
“We have state-owned enterprises operating in those fields. So we just need to create activities in East Indonesia,” he said, as quoted by kontan.co.id.
For example, he said Pertamina and state electricity company PT PLN had built a gas receiving terminal in Halmahera, North Maluku.
The economic corridors are defined as six economic development highways, mostly located along coastlines, which would connect centers of economic growth on the five major islands: Java, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi and Papua.
The 26 state-owned enterprises are as follows:
1. PT Pertamina
2. PT Perusahaan Listrik Negara
3. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
6. PT Pupuk Sriwijaya
7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
8. Perum Bulog
9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
10. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
11. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)
12. PT Semen Gresik Tbk (SMGR)
13. PT Jamsostek
14. PT Taspen
15. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
16. PT Timah Tbk (TINS)
17. PT Tambang Batu bara Bukit Asam Tbk (PTBA)
18. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
19. PT Perusahaan Pengelola Aset
20. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
21. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
22. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III
23. PTPN IV
24. Perum Pegadaian
25. PT Kereta Api Indonesia
26. PT Askes
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/04/26-state-enterprises-handle-six-economic-corridors.html)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:21 AM 26 BUMN Keroyok Proyek Pembangunan Ekonomi
Sebanyak 7 BUMN bakal menyumbang 50 persen dari alokasi investasi Rp836 triliun.
VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan tujuh perusahaan pemerintah bakal menjadi penyumbang terbesar dalam program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Ketujuh BUMN tersebut merupakan bagian dari rencana Kementerian BUMN yang akan mengerahkan 26 perusahaan pelat merah untuk berpartisipasi dalam program MP3EI dengan anggaran yang disediakan mencapai Rp836 triliun mulai 2011-2014.
"Barangkali iya (di atas 50 persen dari seluruh alokasi)," kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar ketika disinggung kontribusi tujuh BUMN besar tadi dalam program percepatan MP3EI di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, 4 April 2011.
Menurut Mustafa, tujuh BUMN yang memiliki kontribusi besar dalam program pembangunan MP3EI itu adalah PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan PT Aneka Tambang Tbk.
Sayangnya, Mustafa belum bisa menyebutkan porsi kontribusi dari masing-masing tujuh BUMN tersebut. Namun, yang pasti, kontribusi tujuh BUMN tersebut mencapai lebih dari 50 persen dari rencana investasi BUMN sebesar Rp836 triliun.
Kendati menggantungkan investasi pada 26 BUMN, khususnya 7 BUMN besar, Kementerian BUMN memastikan tidak akan mengesampingkan peran dari BUMN lainnya. Sebab, pembangunan proyek MP3EI dilakukan sesuai fungsi dari masing-masing kegiatan seperti fungsi kepeloporan, agen development, pemerataan, dan kegiatan pelayanan publik (public service obligation/PSO).
"Semua penting, cuma volume kegiatannya tidak seperti yang 26 ini," katanya.
Selain tujuh BUMN besar tersebut, BUMN lain yang bakal dilibatkan dalam program MP3EI adalah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pupuk Sriwijaya, Perum Bulog, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Semen Gresik Tbk.
BUMN lainnya adalah PT Jamsostek, PT Taspen, PT Timah Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Askes, PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Perkebunan Nusantara III, PTPN IV, Perum Pegadaian, serta PT KA Indonesia.
Data Kementerian BUMN menunjukkan kontribusi ke-26 BUMN tersebut terhadap pendapatan seluruh BUMN mencapai 90,4 persen. Sementara itu, dari segi laba bersih seluruh BUMN mencapai 92,8 persen, aset 92,5 persen, dan ekuitas 88,7 persen.
• VIVAnews
Vivanews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/212989-26-bumn-keroyok-proyek-percepatan-ekonomi)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:22 AM BP Migas targets 40,000 barrels of oil per day from West Madura
Upstream oil and gas regulator BP Migas expected that the West Madura block would produce 40,000 barrels of oil per day (bopd) in the second semester of this year, up from 13,000 bopd currently.
“We hope that the block can meet the average production target of 29,000 bopd this year,” BP Migas spokesman Gde Pradnyana said Monday, as quoted by kontan.co.id.
The block is controlled by state-owned oil and gas firm Pertamina with a 50 percent share, while Kodeco and CNOOC each own 25 percent. Kodeco is the current operator of the block based on a contract that was signed in 1981 but will end next month.
However, the government has yet to award the contract extension, making Kodeco reluctant to increase oil output.
Pertamina said it should be given a chance to operate the block before the government issues its final decision on the extension of the contract.
"We will be able to meet the 29,000 bopd target set by BP Migas because we are well prepared with the West Madura development plan,” Pertamina spokesman Mochammad Harun said.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/04/bp-migas-targets-40000-barrels-oil-day-west-madura.html)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:23 AM HD Finance Kejar Pembiayaan Rp1 Triliun
JAKARTA--MICOM: Untuk memperkuat ekspansi pembiayaan mencpai Rp1 triliun pada 2011, PT HD Finance memutuskan masuk ke lantai bursa dan menjadi perusahaan terbuka. Lewat langkah tersebut perusahaan berharap mendapatkan dana segar hingga Rp115 miliar guna memperkuat permodalan pembiayaan.
"Dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi penambahan permodalan untuk pembiayaan tahun ini," ujar Direktur Utama HD Finance Hariono usai paparan publik perseron di Jakarta, Senin (4/4).
Dijelaskannya, perseroan menawarkan harga saham perdana dalam IPO sebesar Rp200-Rp250 per saham. Perseroan akan melepas sebanyak 460 juta lembar atau sebesar 29,87% saham dengan nilai nominal Rp100. Dari pelepasan saham perdana tersebut, pihaknya menargetkan bisnis pembiayaan kendaraan bermotor perseroan akan mendapatkan dana segar sebesar Rp92-Rp115 miliar.
Dari dana tersebut, terangnya, sekitar 85% akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam rangka pembiayaan kendaraan bermotor, sementara sisanya akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi.
Tahun ini, HD Finance menargetkan pembiayaan dapat mencapai Rp1 triliun atau naik 42,8% dari pembiayaan tahun lalu sebesar Rp700 miliar. Pembiayaan tersebut terutama untuk kendaraan sepeda motor baru. Perseroan telah mem-booking sebanyak 75.000 unit motor senilai Rp885 miliar. "Target booking kami mengalami peningkatan sekitar 49% hampir 50% dari tahun lalu sebesar 50.000 unit," ungkapnya.
Untuk pembiayaan, menurut Hariono, mayoritas akan banyak berasal dari joint finance dengan perbankan, dimana porsi perseroan adalah sebesar 1-5%, sedangkan bank 95-99%. Beberapa bank yang telah memiliki hubungan kerjasama dengan perseroan, antara lain PT Bank Central Asia (BCA), PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Bank International Indonesia (BII), PT Bank Danamon dqn Commonwealth Bank. "Kami sedang incar BRI (PT Bank BRI Tbk) dan Mandiri (PT Bank Mandiri Tbk)," akunya. (Atp/OL-9)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/04/215296/20/2/HD-Finance-Kejar-Pembiayaan-Rp1-Triliun-)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:24 AM AS Perketat Impor Kepiting dan Kerapu Asal Indonesia
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan memperketat importasi ikan kerapu dan rajungan (kepiting) termasuk dari Indonesia. Mulai 1 Juli 2011 semua ikan kerapu dan rajungan yang masuk ke Negeri Paman Sam tersebut harus memenuhi ukuran atau batas minimal tertentu.
Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan kepada detikFinance, Senin (4/4/2011)
Thomas menjelaskan mulai 1 Juli 2011 ikan kerapu yang masuk ke AS minimal yang bisa masuk ke pasar AS berukuran 600 gr per ekor, sementara untuk rajungan yang diperbolehkan masuk minimal berukuran 7 Cm.
"Ini sebenarnya tujuannya baik, salah satunya untuk sustainable," kata Thomas.
Menurutnya alasan AS ini cukup beralasan karena selama ini ikan kerapu yang dibudidayakan maupun kepiting yang ditangkap tak mempertimbangkan ukuran. Sementara pelaku pasar dalam hal ini negara importir menuntut faktor kelestarian (sustainable).
"AS tak mau beli yang kecil, sementara secara prinsip orang membeli ikan untuk makan dagingnya bukan tulang, kalau di kita itu yang masih kecil-kecil saja sudah ditangkap dibuat jadi ikan asin," katanya.
Selain itu kata Thomas, dari sisi nelayan maupun pembudidaya ikan, langkah ini bisa meningkatkan pendapatan karena ikan yang dijual lebih besar ukurannya.
Sehingga kata dia, pengetatan ini harus mendapat dukungan dari pelaku perikanan maupun regulator meski harus ada penyesuaian.
"Kesiapannya kalau memang harus begitu, waktu budidaya harus disesuaikan, masalah pakannya, pembiayaan dari bank, sementara dari aturannya akan memakai ketentuan kementerian kelautan dan perikanan," jelas Thomas.
Selama ini ekspor ikan Indonesia ke AS khusus untuk kepiting segar dan dingin di 2010 mencapai US$ 26,8 juta, kepiting beku US$ 47,46 juta dan kepiting kaleng US$ 134,1 juta.
"Dari dari data yang ada tren ekspor terus meningkat termasuk ikan budidaya," katanya.
(hen/dnl)
Detikfinance (http://www.detikfinance.com/read/2011/04/04/175920/1608416/4/as-perketat-impor-kepiting-dan-kerapu-asal-indonesia?f9911033)
yudibali2008 April 5th, 2011, 01:25 AM Cement sales up 6 percent in Q1
Cement sales in the country rose by 6 percent in the first quarter of this year to 10.28 million tons, up from 9.7 million tons during the same period last year, an association says.
Indonesian Cement Association (ASI) chairman Urip Timuryono attributed the increase to relatively stable interest rates.
He said developers began to build properties under such supporting conditions. “There is also construction of toll roads and bridges in the first quarter of this year,” he said, as quoted by kontan.co.id.
Urip was optimistic that cement sales would reach or even surpass the target of 43 million tons this year.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/04/cement-sales-6-percent-q1.html)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:36 AM RI Targetkan Swasembada daging di 2014
Surabaya - Kebutuhan daging sapi impor di 2010 masih mencapai 30% dari kebutuhan daging nasional yang mencapai sekitar 430 ribu ton secara seluruhan. Menteri Pertanian (Mentan) Suswono berharap swasembada daging mencapai 90% di 2014.
"Kita punya target swasembada daging di tahun 2014. Minimal di tahun 2014 kebutuhan daging sapi impor sekitar 10%," kata Mentan Suswono kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, usai pertemuan dengan Gubernur Jatim Soekarwo, Bupati Bojonegoro, serta peternak sapi dan distributor daging, Selasa (5/4/2011).
Suswono menerangkan, kebutuhan daging sapi di 2011 secara nasional sekitar 430 ribu ton. Dari jumlah tersebut, 30% berasal dari daging impor yang disuplai dari Australia dan New Zealand.
"Sesungguhnya kita tetap ingin mengurangi dan membatasi impor daging. Impor hanya sebatas menutup kekurangan kebutuhan daging sapi. Kalau di dalam negeri tingkat produksi mencukupi, akan mengurangi daging impor secara bertahap," tuturnya.
Upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk mendukung swasembada daging sapi, diantaranya meminta ritel juga meningkatkan volume penjualan daging lokal, serta menggairahkan peternak sapi lokal agar harganya tidak jatuh.
"Kalau peternak tidak bergairah karena harga jatuh, maka target swasembada daging akan semakin jauh," jelasnya.
(roi/dnl)
Detikfinance (http://www.detikfinance.com/read/2011/04/05/213640/1609453/4/ri-targetkan-swasembada-daging-di-2014?f9911023)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:37 AM Aturan Pembuatan Kartu Kredit Diperketat
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Perlindungan Konsumen Nasional mendesak perbankan untuk memperketat aturan pembuatan kartu kredit. Selama ini bank cenderung mempermudah pembuatan kartu kredit, tanpa memperhatikan kemampuan bayar si nasabah. Akibatnya banyak nasabah yang terjebak pada konsumerisme hingga tagihan kartu kredit menumpuk.
"Sekarang ini mudah sekali untuk mendapatkan kartu kredit. Begitu masuk ke mal, tawaran langsung menyerbu. Penawaran kartu kredit seharusnya mempertimbangkan kemampuan bayar. Makanya aturannya pembuatan harus lebih diperketat," kata Gunarto, Koordinator Komisi Pengaduan Badan Perlindungan Konsumen Nasional, di Jakarta, Selasa (5/4/2011).
Menurut dia, penawaran kartu kredit tanpa pertimbangan kemampuan bayar berujung pada penggunaan jasa penagih utang. Kekerasan psikis dan fisik menjadi senjata utama para debt collector.
Kekerasan oleh debt collector sebenarnya sudah berlangsung lama , namun tidak banyak terekspos. "Kami minta bank supaya selesaikan masalah dengan cara lebih manusiawi. Kami segera panggil asosiasi kartu kredit," ujarnya.
Terkait dengan kasus pembobolan dana nasabah pada beberapa bank, Gunarto mengatakan pihaknya akan segera memanggil Bank Indonesia. BI diminta untuk memperketat pengawasan ke bank.
"BI harus pertimbangkan perlindungan nasabah. Kalau tidak, kepercayaan nasabah ke bank bisa terus menurun," tambahnya.
Dia mengatakan kasus pembobolan dana nasabah menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Kasus tersebut memperlihatkan betapa perlindungan konsumen diabaikan oleh bank.
Pembobolan dana terjadi karena mekanisme pengamanan yang tidak memadai, dan lemahnya pengawasan dari atasan.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/05/20174295/Aturan.Pembuatan.Kartu.Kredit.Diperketat)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:41 AM 20 US companies mull investing in Indonesia
In efforts to increase investment volume, at least 20 companies from the United States have been invited to discuss opportunities in Indonesia with government representatives in Jakarta on Tuesday.
US Ambassador to Indonesia Scot A. Marciel said the US wanted to increase the volume of its investment in Indonesia, to make it the third-biggest investor in Indonesia.
“The Presidents [of the US and Indonesia] launched a new partnership in Jakarta last November to increase cooperation in all areas. One area that we would like to improve is business,” Marciel said Tuesday, as quoted by kompas.com.
The discussions follow on from the Comprehensive Partnership agreement US President Barack Obama and Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono signed in November.
Marciel added that the increase in trade volume would boost welfare and employment in both countries
The delegates of 20 companies, led by the US Under Secretary of Commerce for International Trade Francisco J. Sanchez and Under Secretary of Agriculture Michael Scuse, will be in Indonesia until Wednesday.
The delegates are mostly from companies in the agricultural and food processing sector, including Monsanto, Case New Holland, Mirasco, SunOpta, Mirasco Inc, Datepac Inc. and the Commercial Creamery Company.
Companies granted with halal certificates by the Islamic Services of America will also be present.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/05/20-us-companies-mull-investing-indonesia.html)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:43 AM Mandala Lakukan PHK Besar-besaran?
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Mandala Airlines dikabarkan melakukan rasionalisasi besar-besaran terhadap para karyawannya. Ratusan pegawai maskapai yang telah berhenti beroperasi tersebut mengalami pemutusan hubungan kerja dari manajemennya.
Seorang karyawan Mandala mengatakan, pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran tersebut terjadi pada Maret lalu untuk hampir semua kantor di Indonesia. "Jumlahnya banyak sekali, mungkin ratusan. Namun, saya tidak tahu berapa tepatnya," kata karyawan yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (4/4/2011) di Jakarta.
Menurutnya, karyawan Mandala sebelumnya berjumlah sekitar 880 orang. Namun, jumlahnya saat ini berkurang hampir setengahnya. Kabar lain yang belum bisa dikonfirmasi juga menyebutkan bahwa Mandala telah memangkas jumlah karyawannya hingga 80 persen. Bila hal itu benar-benar terjadi, maka kini jumlah karyawan maskapai yang telah terbang di Indonesia lebih dari 40 tahun tinggal kurang dari 200 orang.
Seorang karyawan yang terkena rasionalisasi juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, pihak manajemen menjanjikan pesangon yang akan dibayarkan pada tiga bulan ke depan.
Menurutnya, karyawan tidak bisa menolak karena itu adalah satu-satunya langkah perusahaan untuk efisiensi agar calon investor mau bergabung dengan Mandala. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari manajemen Mandala. Presiden Direktur Mandala Diono Nurjadin belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi, ponselnya tidak diangkat.
Demikian juga Head of Communication Mandala Nurmaria Sarosa, ia tidak mengangkat ponsel dan tidak menjawab pertanyaan melalui BlackBerry Messenger (BBM).
Mandala yang tadinya digadang-gadang menjadi salah satu maskapai dengan tingkat keselamatan tertinggi di Indonesia justru terpuruk setelah salah satu pemegang sahamnya, yaitu Indigo and Partners Corps yang memegang 49 persen saham, mengundurkan diri pada pertengahan Januari 2011.
Sebagai akibatnya, lima pesawat yang tersisa, yaitu Airbus A320 yang disewa untuk operasi penerbangan, akhirnya ditarik pemiliknya. Saat ini pihak menajemen sedang melakukan penjajakan dengan berbagai pihak untuk menyuntikkan modal agar mereka bisa terbang kembali.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/05/09330490/Mandala.Lakukan.PHK.Besar-besaran)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:44 AM Aturannya, Kartu Kredit Tanpa Tambahan Biaya
JAKARTA--MICOM: Beberapa prinsipal dan penerbit kartu kredit sebenarnya telah melarang pedagang (merchant) mengenakan tambahan biaya (surcharge) terhadap transaksi pembayaran yang menggunakan kartu kredit. Namun Bank Indonesia (BI) masih sering kali menemukan merchant yang mengenakan surcharge.
Hal tersebut disampaikan Analis Eksekutif Tim Pengaturan Sistem Pembayaran Direktorat Akuntansi dan Sistem Pembayaran BI Puji Atmoko di Kantor BI, Jakarta, Selasa (5/4). "Kalau ada surcharge sampai 3%, itu di beberapa prinsipal, penerbit itu melarang, tetapi merchant itu masih menawarkan," ungkapnya.
Menurut Puji, pengenaan surcharge termasuk dalam pengertian tindakan yang merugikan. Dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, tindakan yang merugikan adalah tindakan pedagang yang merugikan prinsipal, penerbit, acquirer, dan/atau pemegang kartu, antara lain pedagang diketahui telah melakukan kerja sama dengan pelaku kejahatan, memproses penarikan atau gesek tunai kartu kredit, atau memproses tambahan biaya transaksi.
Puji menjelaskan, jika ada merchant yang mengenakan surcharge, pemegang kartu bisa mengklaim surcharge tersebut kepada bank penerbit kartu. Sebelumnya pemegang kartu harus meminta kepada merchant untuk menuliskan rincian harga atau memisahkan komponen harga yang sebenarnya dan surcharge yang dikenakan.
"Bisa itu diklaim surcharge-nya ke bank. Nasabah kan terpaksa, jadi harganya lebih tinggi daripada bayar tunai. Surcharge itu termasuk yang dilarang oleh penerbit," ungkap Puji.
BI hanya bisa mengawasi masalah surcharge tersebut terbatas pada acquirer (bank atau lembaha selain bank yang melakukan kerja sana dengan pedagang, yang dapat memproses data alat pembayaran menggunakan kartu yang diterbitkan pihak lain).
Puji menegaskan bahwa merchant yang masih nakal mengenakan surcharge bisa terkena sanksi dan tidak lagi diperbolehkan menerima pembayaran dengan kartu. Bahkan merchant yang dianggap merugikan tersebut dapat masuk dalam daftar hitam pedagang (merchant black list) oleh kalangan acquirer.
General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan bahwa pengenaan surcharge yang dilakukan merchant berawal pada budaya tawar-menawar di Indonesia. Ia melihat merchant sering kali menjual barang dengan marjin tipis sehingga tidak mau dibebankan lagi dengan surcharge penggunaan kartu kredit. Surcharge akhirnya tersebut dikenakan kepada pemegang kartu.
AKKI mengimbau kepada merchant agar surcharge dimasukkan ke dalam komponen harga sehingga nasabah nyaman menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi. Menurut Steve, pihaknya tidak akan langsung melarang acquirer menghentikan kerja samanya dengan merchant.
"Kita nggak akan langsung menutup gitu. Nanti kampanye cashless society dari BI nggak bisa berjalan lagi," kilahnya.
Karena itu, AKKI hanya akan merekomendasikan merchant yang tidak mengenakan surcharge kepada acquirer dan para pemegang kartu. Steve mengharapkan, dengan cara tersebut, merchant tidak akan berani lagi mengenakan surcharge kepada pemegang kartu. (ML/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/06/215704/20/2/Aturannya-Kartu-Kredit-Tanpa-Tambahan-Biaya)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:49 AM Turki Incar Bisnis Hotel di Pulau-pulau RI
Jakarta - Pemerintah Turki membawa rombongan pengusaha ke Indonesia untuk menjajaki kerjasama bisnis di antara kedua negara. Salah satu yang diincar adalah bisnis hotel di pulau-pulau Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Presiden Turki Abdullah Gul dalam acara Bisnis Meeting digelar oleh Kadin Indonesia Komite Turki dan Turkish Indonesian Trade Association di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (5/4/2011).
"Indonesiaa punya banyak sekali pulau-pulau yang indah. Kita bisa kerjasama untuk bangun hotel-hotel di kawasan pulau-pulau itu," jelas Gul.
Dia mengatakan, potensi bisnis di Indonesia sangat besar dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta orang.
"Investasi Turki ke Indonesia mencapai US$ 70 juta saja. Investasi Indonesia di Turki hanya US$ 600 ribu saja. Ini akan kita tingkatkan," jelas Gul.
Gul mengatakan, Turki akan membuka akses penerbangan langung ke Indonesia. Ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan asal Indonesia ke Turki.
"Indonesia sangat populer di Turki, tapi sayangnya kita hanya dapatkan sekitar 23 ribu wisatawan dari Indonesia, jauh dari wisatawan Jerman yang datang hampir sampai 2 juta orang. Kunjungan dari sekitar 23 ribu dibandingkan penduduk Indonesia sebanyak 250 juta sangat sedikit sekali kunjungan ke Turki. Kita akan buka penerbangan langsung," paparnya.
Kemudian, Turki juga ingin menjalin kerjasama perdagangan bebas dengan Indonesia. "Ada satu masalah yang masih terlewat yaitu perdagangan bebas. Kami berharap perjanjian itu segera ditandatangani," jelas Gul.
(dnl/dnl)
Detik Finance (http://www.detikfinance.com/read/2011/04/05/224531/1609474/1016/turki-incar-bisnis-hotel-di-pulau-pulau-ri?f9911013)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:50 AM Panin Bank books 37% growth in net profits
Private lender Panin Bank booked Rp 1.26 trillion (US$144.9 million) in net profits last year, an increase of 37.4 percent from 2009.
Panin Bank vice president director Roosniati Salihin said Tuesday in Jakarta the net profit growth was attributable to the increase in loan disbursements, especially those to the retail segment, which constituted 67 percent of the total loans Panin disbursed in 2010.
Roosniati said it disbursed a total of Rp 57.25 trillion in loans in 2010, an increase of 39 percent from the year before.
“The continuous growth of the corporate [section] also boosted its total assets by 40 percent to Rp 108.95 trillion,” she said, as quoted by Antara.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/05/panin-bank-books-37-growth-net-profits.html)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:52 AM Konsumsi Minyak Pelumas Nasional Capai Rp1 Triliun Per Tahun
JAKARTA--MICOM: Konsumsi minyak pelumas untuk mesin kendaraan roda empat dan sepeda motor di Indonesia mencapai Rp1 triliun per tahun.
Peningkatan konsumsi minyak pelumas juga akan terus terjadi seiring kenaikan penjualan kendaraan dan sepeda motor pada tahun ini.
Menurut Industrial Marketing Spesialist Pertamina Lubricant Oil, Choerniadi Tomo, penggunaan pelumas mesin untuk mobil dan sepeda motor di Indonesia pada tahun 2010 minimal sebanyak 40 juta liter. Angka itu belum termasuk penggunaan pelumas pada kendaraan berat, truk dan bus.
"Rata-rata setiap mobil menggunakan 4 liter dan sepeda motor 1 liter pelumas empat bulan sekali," kata Choerniadi dalam diskusi Perlindungan Konsumen Perusahaan Industri Pelumas dari Praktik Monopoli di Jakarta, Selasa (5/4).
Choerniadi mengatakan angka penggunaan pelumas itu dihitung dengan mempertimbangkan data statistik penjualan mobil yang mencapai 700.000 unit dan sepeda motor sebanyak 7 juta unit pada tahun lalu.
Harga pelumas mesin sendiri bervariasi namun rata-rata seharga Rp 25.000 per liter.
Sementara itu secara nasional penggunaan pelumas di Indonesia untuk berbagai kebutuhan totalnya mencapai 650 juta liter. Selain untuk pelumas mesin kendaraan, pelumas juga dipergunakan untuk berbagai kebutuhan lain seperti perawatan transmisi.
"Saat ini pelumas Pertamina masih memimpin pasar domestik dengan pangsa pasar antara 54%-58%," katanya.
Seiring dengan pertumbuhan penjualan mobil dan sepeda motor di Indonesia, pelumas Pertamina juga menargetkan peningkatan pangsa pasar menjadi 60% pada tahun ini. Selain menggenjot pasar domestik, pelumas Pertamina juga terus memperbesar pasar di luar negeri terutama China.
Pertamina sendiri pada tahun ini menargetkan penjualan pelumas mencapai 546.000 kiloliter (kl). Target penjualan itu mengalami kenaikan dibanding tahun 2010 yang mencapai 458.000 kl.
Sementara itu, Choerniadi mengatakan saat ini sejumlah ATPM telah memproduksi pelumas sendiri.
Sebagian mengambil pelumas dari industri besar melalui tender yang kemudian diganti menjadi merek baru dari ATPM sebagai Genuine Oil. Sebagian ATPM memproduksi sendiri dengan melakukan pencampuran bahan yang dijual di pasar bebas.
Menurutnya belum ada ATPM yang mampu memproduksi pelumas dengan standar pabrik yang baik. Sedangkan pembuatan pelumas dengan melakukan pencampuran masih belum bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya secara ilmiah.
Choerniadi mengatakan keberadaan ATPM yang memproduksi pelumas sendiri belum sampai mengganggu pasar pelumas dari industri besar.
Pengamat Independen Industri dan Bisnis Pelumas Paul Toar, menyatakan tidak ada masalah denga ATPM yang memproduksi pelumas sendiri atau memberi rekomendasi kepada konsumennya untuk menggunakan pelumas resmi mereka.
Namun ia menyayangkan ATPM mewajibkan konsumennya menggunakan pelumas tertentu dan tidak melayani garansi jika pelumas yang digunakan berbeda.
"Yang bisa diinformasikan ke konsumen semestinya adalah spesifikasi pelumas yang bisa dipergunakan saja bukan merek tertentu. Konsumen perlu diberi kebebasan untuk memilih pelumas bagi kendaraan mereka," pungkas Paul. (Jaz/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/05/215661/21/2/-Konsumsi-Minyak-Pelumas-Nasional-Capai-Rp1-Triliun-Per-Tahun)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:53 AM Bank Mandiri, AXA to acquire ADB
The country's largest lender by assets, Bank Mandiri, announced Tuesday its plan to acquire local insurance firm PT Asuransi Dharma Bangsa, as part of its partnership with French-based insurance company AXA S. A.
“After going through selection and negotiation processes with a number of global insurance firms, we have selected AXA S. A. as one of Bank Mandiri's strategic partners in developing our business,” the bank said in a press statement Tuesday.
“To realize [the partnership], Bank Mandiri is planning to acquire PT Asuransi Dharma Bangsa 'ADB'”,” it added as quoted by tempointeraktif.com.
The acquisition will be undertaken, the bank further explained, by purchasing 120,000 of 126,718 new shares ADB is planning to soon issue.
AXA, meanwhile, will buy the remaining 6,718 new shares, while taking over 73,292 ADB shares currently owned by Bank Mandiri Pension Foundation and PT Estika Yasakelola.
After the transaction completes, Bank Mandiri is set to own 60 percent of ADB's shares, while AXA the remaining 40 percent.
ADB's financial reports said its total assets stood at Rp 61.9 billion (approximately US$7.1 million) in 2010, a 40.5 percent increase from the year before; while its gross premium revenues reached Rp 28 billion, a 21 percent increase from 2009.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/05/bank-mandiri-axa-acquire-adb.html)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:54 AM Pengusaha Kurma AS Incar Pasar Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha kurma Amerika Serikat (AS) siap tingkatkan volume penjualan di pasar Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh CEO dan Presiden Datepac LLC Edward O'Malley sebagai salah satu dari 20 pengusaha AS yang datang dalam rangka mewujudkan Comprehensive Partnership yang ditandatangi oleh Presiden Obama dan Susilo Bambang Yudhoyono, November 2010.
"Kamu harus datang langsung, maka kamu dapat mengerti pasar. Kami juga mau memastikan suplai untuk Indonesia sehingga kami tidak kehabisan," jelasnya kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/4/2011), yang merupakan tujuan keikutsertaannya dalam delegasi pengusaha AS.
Edward pun menambahkan, bekerja sama langsung dengan para importir yang merupakan orang lokal (Indonesia) akan membantu memahami dan menyesuaikan regulasi pasar Indonesia.
"Saya pikir itu (potensi Indonesia sebagai pasar) sangat bagus. Itu sebabnya saya datang ke sini secara pribadi sebagai presiden perusahaan. Saya ingin datang untuk bertemu dengan orang lokal dan membangun hubungan bisnis," tuturnya.
Menurutnya, dengan mengutamakan hubungan bisnis secara langsung dengan importir, dapat memotong biaya distribusi.
Perusahaan Datepac, yang berdiri pada Agustus 2002, sendiri merupakan bagian pengepakan dan pendistribusian dari komoditas kurma Medjool yang diproduksi oleh perusahaan perkebunan sendiri, dengan nama Bard Valley, yang letak perkebunannya berada di California dan Arizona.
Mengenai komoditas, Edward menyebutkan, kurma Medjool berbeda dengan kurma khas Timur Tengah. "Kurma Medjool merupakan kualitas tertinggi. Lembut, manis, dan kaya nutrisi," katanya.
Ke depannya, Datepac akan berusaha meningkatkan volume perdagangannya di Indonesia dengan target pertumbuhan 20 persen per tahun. "Indonesia menjadi salah satu dari empat besar tujuan ekspor kami setelah Australia dan Canada," tuturnya.
Ia menyebutkan, volume ekspor ke Indonesia mencapai 10 kontainer per tahun, yang telah dimulai sejak lima tahun lalu. Untuk ekspor, Datepac hanya memasarkan 40 persen produknya ke luar AS sehingga produksinya lebih dipasarkan ke pasar domestik.
Pemasaran kurma Medjool pun telah masuk ke dalam sejumlah supermarket, seperti Carrefour. Dan, akan ditingkatkan volume ekspornya hingga 20 kontainer dan bisa lebih menjelang Ramadhan.
Seperti yang telah disebutkan, Edward merupakan salah satu delegasi dari 20 perusahaan AS yang sedang mengadakan kunjungannya ke Indonesia hingga dua hari mendatang (7/4/2011). Namun, kunjungan bisnis kali ini hanya ditujukan untuk sektor pertanian.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/05/16142124/Pengusaha.Kurma.AS.Incar.Pasar.Indonesia)
yudibali2008 April 6th, 2011, 01:55 AM Rp 6.6t in state subsidies in arrears: BPK
The government owes five state-owned companies Rp 6.6 trillion (US$759 million) in subsidies, including Pertamina's subsidized fuel, the Supreme Audit Agency (BPK) says.
The subsidies in arrears other than Pertamina's include those for shipping firm Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), railway company Kereta Api Indonesia's tickets and Pupuk Sriwidjaja's fertilizer, BPK auditor Ilya Aviani said Tuesday.
“The government still underpaid Pertamina Rp 5.83 trillion for fuel subsidies for 2003 to 2005, Rp 14.07 billion for KAI, Rp 28.59 billion for Pusri and Rp 600 billion for Pelni,” Ilya said at the House of Representatives.
According to a BPK audit, the government actually owed Pelni Rp 713 billion but because of its contract with the Transportation Ministry, which capped its subsidy at Rp 600 billion, Rp 113.45 billion cannot be claimed, she said.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/05/rp-66t-state-subsidies-arrears-bpk.html)
yudibali2008 April 6th, 2011, 02:00 AM Indonesia Tawarkan Koridor Ekonomi ke Turki Senilai US$100 Miliar
JAKARTA--MICOM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan investasi kepada pengusaha Turki senilai US$100 miliar. Investasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan koridor ekonomi yang total membutuhkan investasi sekitar US$300 miliar.
Hal itu diungkapkan Presiden ketika memberikan arahan dalam Indonesia-Turki Bisnis Forum di Ritz Charlton Mega Kuningan Jakarta, sELASA (5/4).
Presiden mengatakan, peluang invetasi di Indonesia cukup besar, baik di bidang infrastruktur, Energi dan sektor lainnya. "Kami menghitung kurang USD 300 miliar dalam 15 tahun. Dunia usaha kami, kami punya komitmen US$200 miliar. Jadi ada sekitar US$100 miliar dimana pengusaha Turki untuk berkerjasama dengan kami," ungkap Presiden.
Untuk itulah, ia mengatakan, perlunya interaksi antara kadin indonesia dengan organisasi serupa di Turki untuk memberikan hubungan yang baik dan transparan.
Presiden juga mengatakan, target peningkatan volume perdagangan menjadi US$5 miliar diyakini dapat dipenuhi mengingat hubungan ekonomi yang sudah berjalan saat ini. "Kami juga mengundang investor dari Turki untuk berinvestasi dalam berbagai bidang antara lain geothermal, perdagangan, ekonomi dan semua bidang lainnya," tegas Presiden.
Kepala BPKM Gita Wiryawan mengatakan pengusaha Turki diajak untuk ikut menikmati prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik dengan berinvestasi di berbagai bidang usaha yang ditawarkan pemerintah.
Menurut dia, prospek investasi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang membaik dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun lalu mencapai 6,1% dan tahun ini diperkirakan mencapai 7%. "Nilai investasi yang ditanamkan dunia usaha oleh asing maupun pengusaha lokal telah meningkat tajam. Tahun lalu mencapai US$423 miliar. Kami mengajak pengusaha Turki untuk ikut ambil bagian," katanya.
Sementara itu, Presiden Turki Abdullah Gull mengatakan sangat optimistis bahwa target perdagangan sebesar US$10 miliar dapat tercapai pada 2014-2015. "Indonesia bukan hanya negara dengan penduduk muslim terbesar, namun juga negara yang memiliki kekayaan alam serta berpotensi secara ekonomi. Target perdagangan dari US$5 miliar, saya bahkan berkeyakinan dapat tumbuh menjadi US$10 miliar," kata Presiden Gull. (Mad/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/06/215696/4/2/Indonesia-Tawarkan-Koridor-Ekonomi-ke-Turki-Senilai-US100-Miliar)
yudibali2008 April 6th, 2011, 02:01 AM Ministry orders inspections of 23 Boeing 737s
Indonesia’s Transportation Ministry has ordered four local airlines to conduct “tight” inspections on 23 Boeing 737 series units following the recent roof accident on a US Southwest Airlines Boeing 737-300 airplane.
“The aviation authority is asking the airlines to carry out preventive measures by tightly inspecting types of airplanes we have determined,” ministry spokesman Bambang S. Ervan said Tuesday, as quoted by Antara.
He said the inspections were ordered for Boeing 737-300, 737-400 and 737-500 series, adding there were a total of 102 Boeing 737 series airplanes operating in Indonesia.
Bambang further elaborated that the 23 Boeing planes singled out comprised 18 units belonging to national flag carrier Garuda Indonesia, two units owned by private airline Batavia Air, two units used by private carrier Sriwijaya Air and one unit by private firm Travira Air.
“The inspections include [identifying] any small cracks, including invisible ones. To check such [invisible] cracks, they can use the high-frequency eddy current equipment,” he said.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/05/ministry-orders-inspections-23-boeing-737s.html)
yudibali2008 April 6th, 2011, 02:06 AM Japan still main destination of RI`s fish exports
Nusa Dua (ANTARA News) - Japan remains Indonesia`s main aquaculture export destination despite the major natural disaster that devastated the East Asian nation.
Indonesia`s fish exports to Japan in 2010 were valued at around 700 million US dollars, Victor Nikijuluw, director general of aquaculture processing and marketing, said here Saturday.
The export value to Japan constituted 25 percent of the total exports of fish nationally which stood at 2.9 billion US dollars.
"The exports were halted for a couple of days in the aftermath of the earthquake and tsunami that had stricken Japan, but the shipments have been back to normal lately," he said.
Demand for fish in Japan is still high because its people mostly rely on fish consumption, according to Victor. Besides, in the aftermath of the massive earthquake and tsunami, Japan`s fish catch had dropped, he added.
The natural disasters had indeed affected several commodity exports, but not fish, he said.
"To meet the demands by importing countries, we are trying to increase the volume of fish catch," he said, adding that the fishing target would be the eastern Indonesian waters believed to have huge potential of marine products.
Indonesia`s fish products are recorded at 5.8 million tons annually and the figure would be increased further to boost exports.
Japan mostly imports tuna and shrimp from Indonesia, he said.
The tuna export volume reaches 400 tons per week.
(Uu.F001/HAJM)
Antara (http://www.antaranews.com/en/news/69849/japan-still-main-destination-of-ris-fish-exports)
yudibali2008 April 6th, 2011, 02:07 AM KPI urges govt to limit employment of foreign seafarers
Jakarta (ANTARA News) - The Indonesian Seafarers Union (KPI) has urged the government to immediately limit the employment of foreign seafarers in the Indonesian-flagged ships to protect employment.
KPI president Hanafi Rustandi in his press statement here on Monday said that it was estimated 70 percent of employment in the fishery sector was now held by foreign seamen such as from Thailand, Burma and Cambodia.
When opening a training session for 50 fishery seamen candidates in Ambon, Maluku, on Monday he said the conditions were very concerning because they had cut the opportunity for local fishermen to work in fishery boats.
He said the boats manned by foreign seamen had so far also often been involved in illegal fishing causing losses on the country.
When fishing they often violated international rules on fish species allowed to be caught and catch reported. "Their catch has often been sold and transferred to other ships in the sea," he said.
In view of that he called on the government especially the Maluku and Papua provincial governments to immediately limit the number of foreign seamen allowed to work in the national fishing boats.
"I wish by 2012 no more foreign seamen will work in the national fishing boats operating in the Indonesian exclusive economic zone," he said.
Hanafi, who is currently also the chief of the Asia Pacific International Transport Workers Federation (ITF), also said that the seamen had often caused unrest among communities in the region fearing spread of HIV/AIDS through them.
He said thousands of foreign seamen especially from Burma were now living and mingling with local community in Tual, Southeast Maluku.
"The ILO and UNHCR have taken efforts to reduce the population of foreign seamen living in the region but they have not been successful. Meanwhile the spread of HIV/AIDS in Papau has been very wide causing unrest among the people." he said.
Hanafi reminded the government about its plan to establish a fishery development center in Maluku.
He said the plan would be successful if it is supported by reliable fishery human resources and an adequate fleet of fishery boats. "So long as the number of foreign seafarers is still high the project will not be successful," he said.
The training program lasts for 10 days, held the International Labor Organization in cooperation with KPI and the Maluku provincial government.
The trainee would later be recruited to work in national fishing boats operating in the Indonesian eastern waters.
ILO director for Jakarta and Timor Leste Peter van Rooij on the occasion said the training was contribution and promotion for young men and women wishing to work in the fishery sector.
Right now the number of local people working in the sector is still small compared to that of foreigners. So the training was also held in the framework of covering the shortage of skilled workers in the sector and meet demand from fishery companies.(*)
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011
Antara (http://www.antaranews.com/en/news/69924/kpi-urges-govt-to-limit-employment-of-foreign-seafarers)
yudibali2008 April 6th, 2011, 02:08 AM W Java to explore eleven geothermal spots
Bandung, West Java (ANTARA News) - The West Java provincial administration plans to conduct geothermal explorations in eleven points in West Java, Governor Ahmad Heryawan said here Tuesday.
The provincial administration was now conducting a preliminary survey at the eleven locations.
Heryawan said the potentialw of the eleven points exploration of the geothermal energy were quite large.
As a first step, now the West Java provincial administration was currently conducting the geothermal pre-exploration at three points, namely in Papadayan, Cermai and Gede Pangrango mountains.
"For the mining working area at the three points will soon be tendered," the Governor said.
According to him, the provincial administration is waiting for a license from the ministry of energy and mineral resources (EMR) to conduct the pre-exploration at the three points of that geothermal energy.
"But the latest, we will conduct a geothermal preliminary survey at the eleven points," the governor Heryawan noted.
For the plan to make regional regulations on Corporate Social Responsibility (CSR), Heryawan confirmed that the provincial administration planed to make the regulation.
According to him, the law-making process of CSR is still in the form of an academic paper.
It is planned that, through the regional regulations, the provincial administration would become a facilitator to coordinate among regions.
"During this, the CSR program is managed by each companies. In the future we want to arrange for the good distribution. If it is managed well, the CSR programs conducted by mutual cooperation this will facilitate the utilization," Heryawan explained.
For the future, the local administration only as a facilitator, while those who will run the CSR programs is other parties, such as specialized agencies or institutions that filled by the companies.
"If the CSR program is managed by the local administration, it will be fixed just in the area, while the other regions will miss out," Heryawan said.
(T.KR-LWA/HAJM/F001)
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011
Antara News (http://www.antaranews.com/en/news/69958/w-java-to-explore-eleven-geothermal-spots)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:41 AM Car sales up 30 percent in Q1
Car sales rose 30 percent to 225,061 units in the first quarter this year from 174,074 units in the same period last year, an association says.
Indonesian Automotive Manufacturers Association chairman Jongkie D Sugiarto Wednesday attributed the car sales hike to the rupiah appreciation against the US dollar, which further reduced costs of sole agents importing spare parts and other components.
“Sole agents could provide discount prices to local car buyers,” he said as quoted by kontan.co.id.
Toyota Astra Motor posted the highest sales with 85,426 cars, followed by Mitsubishi with 34,227 cars and Astra Daihatsu Motor with 24, 169 cars.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/06/car-sales-30-percent-q1.html)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:42 AM PTPN XIII Targetkan Kenaikan Laba 400 Persen
PONTIANAK--MICOM: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII menargetkan peningkatan keuntungan sebesar tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan.
"Kami mematok pendapatan PTPN XIII bisa menembus Rp1 triliun pada 2014," kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PTPN XIII Wagio Ripto Sumarto, di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (6/4).
Ia mengatakan, berbagai rencana dan pencapaian kerja telah disiapkan untuk mewujudkan target tersebut. Salah satunya melalui peningkatan produksimelalui kegiatan ekstensifikasi maupun intensifikasi.
"Peningkatan produksi akan dilakukan sejalan dengan perluasan lahan. Pembukaan lahan baru dipatok di atas 10 ribu hektare (ha) per tahun," ujarnya.
Wagio optimistis target itu bisa tercapai mengingat laba yang diperoleh perusahaan menunjukan tren peningkatan setiap tahun. Namun, ia menyadari pencapaian tersebut tidak gampang karena berbagai persoalan dan tantangan harus mereka hadapi. Salah satunya menyangkut pembebasan lahan.
"Pembebasan lahan sering kali menjadi kendala. Bukti legalitas dari pemerintah saja tidak cukup karena perusahaan juga kerap harus mengeluarkan biaya sebagai ongkos sosial," ungkapnya kepada mediaindonesia. (AR/OL-01)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/06/215901/21/2/PTPN-XIII-Targetkan-Kenaikan-Laba-400-Persen)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:43 AM Inggris Masalahkan Hambatan Investasi Di RI
JAKARTA: Meski menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia, Pemerintah Inggris mempertanyakan gangguan dan hambatan investasi yang masih terjadi di Tanah Air.
Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, menuturkan Pangeran Andrew Albert Christian Edward dari Kerajaan Inggris dalam kunjungannya di Indonesia menyatakan minat pemerintahnya untuk meningkatkan investasi di Indonesia.
Ada tiga bidang investasi yang dilirik Inggris, yakni infrastruktur, minyak dan gas, dan kerja sama perdagangan. Untuk merealisasikan itu, lanjutnya, Pangeran bergelar Duke of York tersebut menginginkan adanya perbaikan dari sejumlah regulasi yang menghambat dan menimbulkan ketidakpastian.
Lawatan dia ke Indonesia sebagai Perwakilan Khusus Kerajaan Inggris (UK) untuk investasi dan perdagangan internasional.
"Saya menjelaskan bahwa kita sekarang melakukan reformasi besar-besaran di segala bidang, termasuk kepastian hukum di dalam berusaha di Indonesia," ujar Hatta seusai menjamu Pangeran Edward di kantornya, hari ini.
Hatta mengatakan selain investasi, Inggris juga ingin meningkatkan volume perdagangan dengan Indonesia. Tahun lalu, volume perdagangan Inggris-Indonesia mencapai US$2,6 miliar.
Sejak 2001, Duke of York telah mempromosikan Inggris sebagai tujuan investasi, serta menciptakan kondisi bisnis yang lebih positif bagi perusahaan Inggris yang tengah berinvestasi di luar negeri.
Pangeran Andrew juga membantu ekspor produk dari perusahaan Inggris menuju pasar-pasar berkembang dan pertemuan.(yn)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/19224-inggris-masalahkan-hambatan-investasi-di-ri)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:44 AM PGN Tambah Pos Direksi Baru
JAKARTA--MICOM: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menambah pos baru dalam jajaran direksi. Yakni direktur perencanaan investasi dan manajemen risiko. Pos tersebut, bersama dua pos direktur lainnya, akan ditempati orang baru.
"Ada tiga pos yang diganti. Hari ini diputuskan, tapi saya tidak hafal nama-namanya," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar menghadapi wartawan di kantornya Rabu (6/4).
Selain pos baru tersebut, dua pos direktur yang pejabatnya diganti yakni direktur umum yang namanya diubah menjadi direktur sumber daya manusia dan umum, dan direktur pengembangan yang kini menjadi direktur teknik dan pengembangan. Ketiga pos tersebut nantinya akan dihuni oleh satu orang dari luar PGN, dan dua lainnya dari internal.
"Ada dua yang berhenti," tukas Mustafa.
Pada 2010, PGN tercatat mengalami kenaikan laba bersih sebesar 0,16% menjadi Rp6,23 triliun dibandingkan Rp6,22 triliun pada tahun sebelumnya. Untuk 2011, perseroan berencana menambah kontrak pasokan gas baru.
Hari ini, PGN menggelar Rapat Umum Pemengang Saham di Hotel Four Season Jakarta. (*/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/06/215890/21/2/-PGN-Tambah-Pos-Direksi-Baru)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:45 AM Govt raises beef import quota to 72,000 tons
The government has increased the limit of imported beef to 72,000 tons from 50,000 tons this year because local beef production has fallen short, Agriculture Minister Suswono said Wednesday in Jakarta.
He said recently released data that showed that Indonesia had 12 million cows was incorrect, and that the government would conduct in June an accurate count of the number of cows in the country.
“Thus after the June cow census, we'll know exactly how much [beef] we can actually produce,” he said, as quoted by kontan.co.id.
The government estimated that demand for beef will be 423,000 tons this year. About 26,000 tons of beef has been imported so far this year, or about 6.1 percent of the total estimated demand for 2011.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/06/govt-raises-beef-import-quota-72000-tons.html)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:49 AM Nilai Impor 5 Produk Tertentu Melonjak
JAKARTA: Nilai impor lima produk tertentu selama periode Januari-Maret 2011 melonjak hampir 50% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Produk elektronika mendominasi nilai impor terbesar. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, impor lima produk itu pada periode Januari-Maret tahun ini mencapai US$1,41 miliar sementara pada periode yang sama tahun lalu, nilai impor produk tertentu tersebut tercatat hanya sebesar US$976,1 juta. Adapun pada Maret saja, nilai impor kelima produk itu sebesar US$371 juta.
Produk elektronika menguasai pasar impor hingga 91% dari total nilai impor produk tertentu selama Januari-Maret 2011. Total nilai impor produk elektronika mencapai US$1,29 miliar. Produk makanan dan minuman menempati posisi kedua sebagai produk impor dengan nilai impor terbesar yang mencapai US$44,8 juta di susul pakaian jadi US$33,6 juta, alas kaki 26,3 juta, dan mainan anak-anak US$15,5 juta.
Tidak seperti sebelumnya, pasar impor di dalam negeri selama periode Januari-Maret 2011 dikuasai oleh Hong Kong. Total impor kelima produk dari Hong Kong mencapai US$517 juta sementara China yang biasanya merajai pasar impor menempati posisi kedua dengan nilai impor mencapai US$447,3 juta.(msb)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/perdagangan/19225-nilai-impor-5-produk-tertentu-melonjak)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:49 AM UKP4: Inpres Percepatan Pembangunan Muat 400 Aksi
Jakarta (ANTARA) - Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto mengatakan Inpres Program Percepatan Prioritas Pembangunan 2011 yang kini masih digodok akan memuat sekitar 400 rencana aksi.
"Ya untuk menjaga kesehatan jangan lebih 400 (rencana aksi)," katanya di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu, saat ditanya wartawan mengenai Inpres Program Percepatan Prioritas Pembangunan 2011 yang nantinya akan dijadikan dasar evaluasi kinerja kementerian lembaga.
Jumlah rencana aksi tersebut tidak berbeda jauh dengan Inpres 2010. Pada 2010, Inpres No 1/2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional 2010 yang dikeluarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 19 Februari 2010 memuat 365 rencana aksi.
Ia mengatakan, pada April ini diharapkan Inpres 2011 telah selesai, sehingga dapat segera menjadi dasar evaluasi. Menurut dia, Inpres yang diperkirakan baru terbit pada akhir April 2011 tidak terlambat sebagai dasar evaluasi, meski pada 2010 lalu Inpres tentang percepatan pembangunan terbit sejak Februari.
"Pas toh. April jalan. jadi saya kira ada laporan April untuk yang 3 bulan pertama. selalu begitukan," katanya.
Ia menambahkan, draft Inpres sudah hampir final. "Tinggal sekarang menunggu keputusan Wapres. Insyaallah minggu ini, tapi kan masih ada langkah lagi untuk memberi inpres itu. Jadi sekarang substansinya sudah mendekati final. mudah mudahan seminggu ini bisa tuntas, minggu depan sudah bisa diangkat menjadi suatu bentuk Inpres," katanya.
Sedangkan terkait dengan hasil evaluasi kinerja kementerian/lembaga 2010, ia mengatakan pihaknya telah menyelesaikan tugas. Menurut dia, ada beberapa rencana aksi yang tidak terealisasi, namun ia enggan mengungkapkan berapa jumlahnya.
"Tidak hapal saya angkanya. Ada berapa lah, tapi yang belum selesai di 2010 akan tetap kita ikuti terus," katanya.
Sementara itu, pada 2010 lalu, UKP4 dalam melakukan evaluasi pembangunan mendasarkan pada Inpres Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional 2010 yang dikeluarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 19 Februari 2010.
Inpres ini ditujukan untuk memperkuat pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2010 sekaligus sebagai tindak lanjut hasil kesepakatan antara Presiden, para Menteri terkait dengan para Gubernur se-Indonesia pada tanggal 2 - 3 Februari 2010. Inpres ini juga sebagai penajaman program-program Rencaa Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.
Inpres tersebut memuat 369 rencana aksi dari kementerian/lembaga yang akan dilaksanakan pada 2010. Rencana aksi itu antara lain terdiri dari 16 rencana aksi di bidang reformasi birokrasi dan tata kelola, 18 rencana aksi di bidang pendidikan, dan 19 rencana aksi di bidang kesehatan.(*)
(T.M041
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011
Antara News (http://www.antaranews.com/berita/253112/ukp4-inpres-percepatan-pembangunan-muat-400-aksi)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:50 AM Michelin Targetkan Penjualan 700.000 Unit Ban
JAKARTA - Produsen ban asal Perancis, Michelin menargetkan, mampu menjual 700.000 unit ban di Indonesia pada 2016. Hal itu menyusul dengan dliuncurkannya cabang resmi kantor pemasaran di Indonesia yakni PT Michelin Indonesia (Michelin).
Managing Partner Michelin Group Jean-Dominique Senard mengatakan, dari target tersebut, sekitar 500.000 unit, diantaranya merupakan ban untuk kendaraan berpenumpang (passenger car) dan truk ringan. Sedangkan, sekitar 200.000 unit ban untuk truk dan bis per tahun.
"Kami yakin akan mencapai target-target itu. Target kami akan naik bertahap sampai menyentuh angka itu pada 2016," kata Senard di Jakarta, Rabu (6/4/2011).
Sementara itu, Country Director Michelin untuk Indonesia Jean Pierre Kopp menjelaskan, produk untuk kebutuhan pasar Indonesia, dipasok dari pabrikan yang berlokasi di Thailand. Pabrikan Thailand juga memasok kebutuhan untuk pasar di Asia Tenggara.
Jean optimistis, potensi pasar di Indonesia bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Michelin. Hal itu seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan di Indonesia. Termasuk, upaya percepatan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Dia memproyeksi, populasi kendaraan dunia akan mencapai 1,6 miliar unit pada 2030, atau naik dari saat ini yang sebesar 800 juta unit.
Seperti diketahui, pada tahun 2011, pasar kendaraan nasional diproyeksi mampu mencapai sekitar 800.000 unit dan tujuh juta unit motor. "Dalam lima tahun mendatang, kami menargetkan menjadi pemain utama di pasar ban untuk truk dan kendaraan berpenumpang. Kekuatan merek Michelin menjadi keunggulan kami di Indonesia," kata Jean.
Kedepan, kata dia, Michelin akan memfokuskan untuk mengembangkan ban radial untuk truk dan bus. "Pada saat ini, 95 persen di Indonesia pakai ban bias,"ucapnya.
Terkait rencana investasi membangun manufaktur di Indonesia, Senard mengaku, pihaknya belum bisa memastikan hal itu. "Terlalu dini untuk bilang. Saat ini, belum. Kami membutuhkan waktu untuk memahami kebutuhan pasar dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kalau memang sudah nyaman dan stabil, kami akan mulai memikirkan soal itu. Tapi untuk kedepannya, kenapa tidak?," tegas Senard.
Terkait kebutuhan bahan baku, Senard menambahkan, sekitar 30 persen kebutuhan karet alam produksi Michelin di seluruh dunia dipasok dari dari Indonesia. Pada saat ini, Michelin telah hadir di 170 negara dan memiliki 111.000 tenaga kerja serta mengoperasikan 70 fasilitas produksi di 18 negara berbeda.
Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Azis. Pane mengatakan, pada 2010, pasar ban nasional yang dipasok dari lokal adalah sebanyak 10,5 juta unit. Sedangkan impor yakni 2-3 juta unit ban. "Impor didominasi dari Jepang dan Korea,"kata Azis.
Pada 2011, Azis memproyeksi, pasokan ban dari lokal akan naik 10 persen menjadi 11 juta unit, sedangkan impor tiga juta unit. "15-10 persen konsumsi lokal merupakan ban untuk truk dan bus,"ucapnya.
Untuk impor ban dari Thailand, menurut Azis, hal itu harus menjadi perhatian. "Karena sudah berlaku Bea Masuk (BM) nol persen, impor dari sana bebas kesini, dan kita sulit masuk ke sana. Ini kekhawatiran kita. Bisa-bisa nanti, pabrikan membangun pabrik ban di Vietnam, lalu memasok ke Indonesia,"jelas Azis.
Azis menambahkan, kedepan, tren ban radial akan meningkat. Pada tahun 2008, porsi ban radial di pasar nasional masih 45 persen, sedangkan ban bias 55 persen. Pada 2010, porsi masing-masing sudah mencapai 50-50 persen.
"Setelah beroperasi Hankook asal Korea, itu akan memacu radialisasi ban di Indonesia. Ditambah dengan produk Michelin. Karena memang, ban radial itu lebih efisien 10 persen dan lebih kuat. Memang menggunakan teknologi tinggi. Hanya saja, tantangannya, jalan-jalan kita berlubang padahal ban radial bagus digunakan di jalan mulus,"tandas Azis.(Sandra Karina/Koran SI/wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/06/320/443282/michelin-targetkan-penjualan-700-000-unit-ban)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:51 AM Pemerintah Usulkan Pembahasan Isu Standard dengan Eropa
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, mengatakan pemerintah akan mengusulkan pembahasan isu standard produk dalam pembicaraan awal mengenai rencana kerjasama ekonomi bilateral dengan Komisi Perdagangan Uni Eropa.
"Kami tidak akan minta standard mereka diturunkan, tapi kami ingin memastikan bahwa basis penetapan standardnya jelas, kriterianya juga jelas," kata Mari saat menyampaikan keterangan tentang KTT Bisnis I ASEAN-Uni Eropa di Jakarta, Rabu malam.
Bila dinilai ada kriteria yang kurang jelas dalam standar Uni Eropa, katanya, maka harus ada kesempatan bagi kedua belah pihak untuk melakukan studi bersama guna merumuskan standard yang tepat.
Selain itu, kata dia, pelaku usaha dalam negeri juga membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian dengan standard produk yang ditetapkan Uni Eropa.
"Upaya pencapaian standard itu meliputi seluruh aktifitas dalam rantai pasok karenanya perlu waktu untuk melakukan pembangunan kapasitas dan infrastruktur," katanya.
Sampai saat ini, menurut Duta Uni Eropa/Ketua Delegasi untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN Julian Wilson, Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar ketiga bagi ASEAN.
Selama 2010, ia menjelaskan, nilai total perdagangan ASEAN dan Uni Eropa mencapai 147 miliar euro.
Uni Eropa juga merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia.
Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke 27 negara Uni Eropa selama Januari-Februari 2011, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), mencapai 3,28 miliar dolar AS atau 13,79 persen dari seluruh ekspor nonmigas.
Sedang impor nonmigas dari kawasan itu selama dua bulan pertama 2011, menurut catatan BPS, sebanyak 1,65 miliar dolar AS atau 8,65 persen dari total impor nonmigas.
Ekspor beberapa produk Indonesia ke negara-negara Uni Eropa terkendala oleh aturan standard produk Uni Eropa yang cukup ketat seperti Renewal Energy Directive (RED) serta Registration, Evaluation, Authorization, and Restriction of Chemical (REACH).
Kelompok studi bersama yang dibentuk untuk melakukan kajian awal mengenai rencana kerjasama ekonomi bilateral Indonesia dengan Uni Eropa juga diharapkan bisa memberikan rekomendasi konkret mengenai masalah itu.(*)
(T.M035/A027)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011
AntaraNews (http://www.antaranews.com/berita/253134/pemerintah-usulkan-pembahasan-isu-standard-dengan-eropa)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:52 AM Penuhi 60 Persen Konsumsi di Pulau Jawa
Kilang Cilacap Pikul Kebutuhan BBM Nasional
JAKARTA--MICOM: Kilang Cilacap dengan kapasitas pengolahan minyak 248 ribu-350 ribu barel per hari (bph) dan merupakan kilang penghasil BBM terbesar di Tanah Air. BBM yang dihasilkan memasok kebutuhan untuk daerah Bandung, Tasikmalaya, sepanjang jalur selatan Jawa, Yogyakarta, dan Boyolali yang semuanya dialirkan melalui pipa.
Kilang itu juga memasok kebutuhan BBM di daerah Tegal, Purwokerto dan beberapa daerah di jalur utara Jawa bagian tengah. Pada puncak arus mudik, kebutuhan premium meningkat tajam dari 63.500 kilo liter (KL) per hari menjadi 96.000 KL per hari.
Kilang Cilacap merupakan salah satu dari 6 unit Kilang Pertamina di Tanah Air yang sangat strategis karena memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Selain itu kilang tersebut merupakan satu-satunya kilang di yang saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Secara garis besar, Kilang Cilacap terbagi menjadi 3 unit besar, yaitu Kilang Minyak I (FOC I), Kilang Minyak II (FOC II) dan Kilang Paraxylene. FOC I dibangun tahun 1974 dengan kapasitas semula 100.000 barel per hari dan kemudian ditingkatkan melalui Debottlenecking project menjadi 118.000 barel per hari.
FOC I dirancang untuk memproses bahan baku minyak mentah dari Timur Tengah, dengan maksud selain mendapatkan BBM sekaligus untuk mendapatkan produk non BBM berupa bahan dasar minyak pelumas (lube oil base) dan aspal. Mengolah minyak dari Timur Tengah bertujuan agar dapat menghasilkan bahan dasar pelumas dan aspal.
Seiring dengan kebutuhan yang semakin meningkat, Pertamina pun membangun FOC II pada 1981 dan mulai beroperasi pada 1983 dengan kapasitas 200.000 barel per hari. Kemudian pada 1998/1999, kapasitas FOC II kembali ditingkatkan menjadi 230.000 barel per hari. Kilang ini mengolah minyak cocktail yaitu minyak campuran, tidak saja dari dalam negeri juga di impor dari luar negeri. (Jaz/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/07/215989/4/2/Kilang-Cilacap-Pikul-Kebutuhan-BBM-Nasional)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:53 AM English Version :
RI wants to be 'global center' for halal food
The Indonesian Ulema Council (MUI) is set to make Indonesia a global center for halal food products, saying it can help support the country's tourism as many visitors come from the Middle East.
“Eating halal food should start in the country with the largest Muslim population,” MUI's food, medicine and cosmetics analysis body (LPPOM) head Lukmanul Hakim said Wednesday in Jakarta.
He made the statements while addressing a seminar titled “The Availability of Halal Culinary Products to Support the Success of Visit Indonesia”.
Lukmanul said LPPOM MUI would organize the Indonesia Halal Exhibition from June 24-26 in Jakarta to support the goal, adding several countries were expected to participate in the event.
He said because Indonesia was a destination for many Middle East tourists, halal food products were in demand.
Lukmanul said so far Indonesia's halal standards, set by LPPOM MUI, had been acknowledged by 43 foreign institutions in 22 countries, including the US, Australia, New Zealand, Brazil and the Netherlands.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/06/ri-wants-be-global-center-halal-food.html)
Bahasa Indonesia Version :
Indonesia Bisa Jadi Pusat Halal Dunia
JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, Makanan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.
Rencana tersebut diungkapkan Direktur LPPOM-MUI Lukmanul Hakim dalam seminar "Ketersediaan Kuliner Halal dalam Menyukseskan Visit Indonesia" di Jakarta, Rabu, (6/4/2011).
Untuk menyukseskan rencana tersebut, LPPOM-MUI akan menyelenggarakan Indonesia Halal Exhibition pada 24-26 Juni mendatang. Acara ini, kata Lukmanul, bakal dihadiri oleh beberapa negara.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia start halal itu harusnya dari negara yang komunitas Muslimnya terbesar," ungkap Lukmanul.
Menurut Lukmanul, ada tiga hal utama yang menjadi pertimbangan dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Yang pertama adalah standar. Untuk saat ini, standar halal Indonesia sudah diterima dan diakui bahkan diimplementasikan di lebih di 43 lembaga dunia dari 22 negara, di antaranya Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Brasil, dan Belanda.
Hal kedua adalah perdagangan halal dapat dimulai dari Indonesia. Artinya, bahan-bahan halal itu dapat bersumber dari Indonesia. "Jadi, masuk dan keluar makanan itu dari dan ke Indonesia," jelasnya.
Sedangkan hal yang ketiga adalah merasakan atmosfer halal di Indonesia. Lukmanul mengatakan, arti atmosfer halal di sini bukan berarti semua harus halal, melainkan terindentifikasi dan terinformasikan secara jelas.
"Mana yang halal mana yang nonhalal, itu yang paling penting. Jadi, atmosfer itu terasa di Indonesia," tutur Lukmanul.
Lebih lanjut Lukmanul mengatakan, halal dan sehat itu berbeda. "Halal itu sehat, sehat itu belum tentu halal," ujarnya.
LPPOM-MUI memandang Indonesia merupakan tujuan wisata dari turis mancanegara, termasuk kawasan Timur Tengah (negara-negara Islam), sehingga perlu menyediakan segala kebutuhannya, termasuk kuliner yang halal.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/06/17122188/Indonesia.Bisa.Jadi.Pusat.Halal.Dunia)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:54 AM Govt urged to give West Madura block to local company
Jakarta (ANTARA News) - Several speakers at a public discussion here Wednesday called on the government to replace Kodeco of South Korea as the present operator of the West Madura Block with a local company.
The call was made by former Regional Representives Council member Marwan Batubara, House Commission VI member Chandra Tirta Wijaya and oil observer Kurtubi during a discussion at the House of Representatives Building.
They said local companies, including state-owned oil amd gas company Pertamina, already had the capability to manage and operate the field.
Kodeco which has been the operator of the field for the past 30 years was expected to conclude its contract on May 7, 2011.
Therefore, Marwan Batubara who had established an Indonesia Resources Studies (Iress) center urged the government not to hand the management of the oil/gas field to a foreign company again.
The government must give it to Pertamina, he said. Based on Law Number 22/2001 on oil and gas and lesser regulations Pertamina as a state-owned company is allowed to apply for operating a block already expired but still economical.
He said Pertamina had already applied to the government to manage 100 percent of the block after the expiration of the Kodeco contract but the government had not yet given a response to it.
Marwan said Kodeco and CNOOC of China had
Marwan mengatakan, Kodeco dan CNOOC asal China would conduct a farm out before the termination of the JOA ( already agreed by energy regulator BPMigas).
He said he suspected the two companies had taken a lot of profit if the signature bonus was set by the government at only US$5 million.
"If Pertamina is forced to pay it the two companies would in reality only pay US$2 millions," he said.
"This action that has inflicted a loss on the state must be investigated and audited. Officials involved in the farm in/out must be questioned," he said.
Kurtubi meanwhile said the habit of handing over oil and gas fields to foreigners was colonial mentality. It is like what the Dutch colonialist did when they occupied Indonesia. They handed over the management of the country`s oil and gas to private companies while they just collected royalty and tax.
He said such mentality must be eradicated and "therefore the West Madura Block must be self-managed. We will just produce, pump without any risk so that it will flow to Pertamina."
Kurtubi said Indonesian officials who have the habit of handing over the management of oil and gas to foreign companies must be suspected.
He feared there was illegal money involved and therefore the Corruption Eradication Commission must investigate possible bribery to the officials by foreign companies.(*)
H-YH/HAJM/A014
Editor: Jafar M Sidik
Antara News (http://www.antaranews.com/en/news/69998/govt-urged-to-give-west-madura-block-to-local-company)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:55 AM Siapkan Rp200 Miliar, Kalbe Farma Bangun Pabrik Obat Kanker
JAKARTA--MICOM: Perusahaan farmasi swasta nasional, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), berencana membangun pabrik obat kanker di lahan seluas 3.800 meter persegi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta.
Perseroan menganggarkan dana hingga Rp200 miliar untuk pembangunan pabrik obat kanker pertama di Indonesia tersebut.
Demikian disampaikan Deputi Direktur Ethical PT Kalbe Farma Tbk Joni Fauzi, di Jakarta, Rabu (6/4).
Joni mengatakan, Kalbe Farma selama ini memasok 18 varian obat kanker ditambah sejumlah nutrisi bagi pasien kanker yang beberapa di antaranya hasil produksi sendiri bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UI dan RS Kanker Darmais. Namun, ke-18 obat kanker saat ini masih diimpor dalam bentuk utuh. Diharapkan, pabrik di Pulogadung ini akan dapat mengurangi harga obat antara 30%-50%.
"Pabrik di Pulogadung menggunakan teknologi tinggi (padat teknologi) mulai dari produksi sampai kemasan sehingga akan mengurangi biaya produksi," jelas Joni.
Menurut dia, nilai investasi pembangunan pabrik ini berkisar Rp150 miliar-Rp200 miliar. Saat ini tengah berada dalam tahap registrasi dan negosiasi dengan pemilik barang berkaitan dengan beralihnya impor dari barang utuh menjadi bahan baku.
Pihaknya menargetkan pabrik tersebut dapat beroperasi serta memenuhi kebutuhan masyarakat pada tahun 2013. "Diharapkan dalam waktu lima tahun setelah pabrik beroperasi sudah kembali modal, ujar dia.
Terkait bahan baku, Direktur Pemasaran Ethical KLBF Michael Buyung mengatakan, sepenuhnya bahan baku pabrik masih didatangkan dari Eropa dan Amerika Latin.
"Indonesia saat ini belum memiliki industri hulu untuk kebutuhan pabrik obat kanker karena dianggap tidak ekonomis, produksinya harus untuk konsumsi besar," ujar dia.
Michael mengatakan, saat ini kebutuhan obat kanker lokal mencapai Rp800 miliar sampai dengan Rp1 triliun per tahun.
Lebih jauh, ia menjelaskan, pabrik ini nantinya akan memproduksi obat kanker jenis oral maupun injeksi dengan harga yang terjangkau.
Sebenarnya, saat ini sudah ada obat kanker yang disebut targeted theraphy yang memungkinkan pengobatan dapat langsung ke sumber penyakit. Namun harganya masih sangat mahal.
"Umumnya harga obat kanker sekitar Rp900 ribu, namun targeted theraphy biayanya bisa 7 kali lipat. Sementara obat ini harus disuntik enam kali siklus selama dua sampai tiga minggu," ujar dia.
Menurut Michael, saat ini Kalbe tengah melakukan pendekatan kepada ASKES agar obat ini dapat terjangkau. Hingga kini, pihaknya sudah lebih dari 10 tahun turut membantu pasien-pasien kanker bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia dan PT ASKES. Kehadiran pabrik ini akan memberikan terobosan dalam memerangi penyakit kanker.
Senior Manager Komunikasi PT Kalbe Farma Eric Tapan menambahkan, perseroan juga menggalang Komunitas Peduli Kanker Indonesia (Indonesia Cancer Care Community/ICCC). Saat ini anggota yang tercatat sudah mencapai 400 orang, dengan 900 orang telah terdaftar dalam situs jejaring sosial Facebook. Orang-orang tersebut, lanjut dia, umumnya merupakan penderita kanker atau keluarganya. (Atp/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/06/215907/21/2/-Siapkan-Rp200-Miliar-Kalbe-Farma-Bangun-Pabrik-Obat-Kanker)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:56 AM Kadin: KTT Bisnis Asean-uni Eropa Kesempatan Emas
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi Bisnis ASEAN-Uni Eropa yang akan digelar pada 5 Mei di Jakarta merupakan kesempatan emas bagi Indonesia.
"Pertemuan itu merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk memperluas jaringan serta menjajaki kerja sama dalam memanfaatkan berbagai peluang usaha di Indonesia, tentunya juga di ASEAN," kata Suryo dalam jumpa pers menyambut KTT ASEAN-Uni Eropa di Jakarta, Rabu malam.
Dalam KTT tersebut, perusahaan-perusahaan Uni Eropa dan ASEAN yang berpartisipasi dijadwalkan untuk mendiskusikan peluang usaha di lima sektor utama, yaitu infrastruktur (termasuk transportasi dan logistik), pertanian dan pangan, kesehatan (termasuk juga farmasi), otomotif, dan jasa (yang meliputi telekomunikasi dan keuangan).
Menurut Suryo, dari kelima sektor tersebut, sektor infrastruktur dan logistik merupakan bidang yang paling penting dalam meningkatkan perekonomian, namun tentunya bidang-bidang yang lain tidak akan kalah pentingnya.
"KADIN sendiri menilai infrastruktur merupakan sektor terpenting untuk didorong dan dikembangkan agar mendapatkan mitra-mitra baru dalam program kemitraan swasta-publik (public-private partnership)", katanya.
Senada dengan pernyataan Suryo, Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, mengatakan pentingnya transportasi dan logistik guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat ASEAN.
"Daya saing kita di ASEAN akan sangat tergantung dari transportasi dan logistik. Negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan negara lain yang tergantung pada produk pangan, harus meningkatkan daya saingnya guna menembus pasar Eropa," kata Mari ketika menjawab pertanyaan wartawan.
Mari mengharapkan KTT Bisnis ASEAN-Uni Eropa yang pertama kali digelar itu dapat selaras dengan keketuaan ASEAN Indonesia tahun ini, sehingga lebih konkrit dalam mengembangkan hubungan dengan Eropa, serta negara mitra di Asia Timur.
Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada 2011, menggantikan Vietnam yang menjadi ketua pada tahun sebelumnya. Sejumlah pertemuan tingkat menteri dan tingkat kepala negara dijadwalkan akan berlangsung di beberapa wilayah seperti Jakarta, Bali, Palembang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Makasar, Manado, dan Lombok.
KTT ASEAN ke-18 akan digelar pada 7-8 Mei 2011, sementara KTT ASEAN ke-19 dijadwalkan pada 21 Oktober 2011 di Bali. (PPT/A027/K004)
Editor: B Kunto Wibisono
Antara News (http://www.antaranews.com/berita/253139/kadin-ktt-bisnis-asean-uni-eropa-kesempatan-emas)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:57 AM BUMN Investasikan Rp58 Triliun di Pulau Kalimantan
Samarinda (ANTARA News) - Sebagai upaya merealisasikan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), BUMN akan menginvenstasikan dana Rp58,3 triliun di Pulau Kalimantan.
Hal itu dikemukakan Ketua Tim Kerja MP3EI Kementerian BUMN, Sahala Lumban Gaol, usai rapat kerja Gubernur se-Kalimantan dengan Kementerian BUMN dan Ketua Tim Kerja MP3EI Kementerian BUMN dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi Indonesia di Koridur Ketiga (Kalimantan) yang berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim, di Samarinda, Rabu.
Ia menyatakan, investasi tersebut merupakan bagian dari dana Rp836 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 6,6 juta orang untuk program percepatan dan perluasan pembangunan di seluruh Indonesia.
"Dari total investasi Rp836 triliun bagi percepatan dan perluasan pembangunan kepada enam koridor, Rp58,3 triliun investasikan di Pulau Kalimantan sebagai wilayah koridor ketiga pembangunan ekonomi," ungkap Sahala Lumban Gaol.
Dana Rp58,3 triliun itu lanjut Ketua Tim Kerja MP3EI Kementerian BUMN itu akan digunakan pada 55 proyek selama periode 2011 hingga 2014.
"Proyek tersebut dikerjakan di seluruh Kalimantan dengan serapan tenaga kerja mencapai 356 ribu orang. Jadi, melalui proyek BUMN yang tersebut diharapkan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sebab kegiatan MP3EI ini tidak hanya pada kerjasama mendukung rencana pembangunan pemerintah daerah melalui kerodor tiga ekonomi dan membangun konektifitas yakni membuka akses antara wilayah sebagai upaya memperlancar aktifitas ekonomii tetapi juga dapat memberikan peluang kerja masyarakat di daerah operasi BUMN tersebut," katanya.
BUMN lanjut Sahala Lumbang Gaol akan melakukan kerjasama dengan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) setempat.
"Kami siap menggandeng BUMD dan perusahaan lokal pada 55 proyek tersebut," kata Ketua Tim Kerja MP3EI Kementerian BUMN itu.
Program MP3EI Kementerian BUMN kata dia merupakan komitmen pemerintah dalam rangka percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi di Indonesia.
"Program MP3EI merupakan hasil pertemuan antara BUMN di Bogor yang dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar BUMN ikut berpartisipasi dalam percepatan pembangunan di Indonesia. Hasil perteuan tersebut kemudian ditindaklanjuti Menteri BUMN dengan membentuk Tim MP3EI dan pertemuan dengan gubernur se-Kalimantan hari ini (Rabu) sebagai tindaklanjutnya," katanya.
"Dari hasil pertemuan ini banyak permasalahan yang terungkap termasuk masalah perizinan dan inilah yang akan diselesaikan bersama dalam upaya melakukan percepatan pembangunan ekonomi di koridor ketiga," katanya. (*)
(T.A053/A033)
Editor: Ruslan Burhani
AntaraNews (http://www.antaranews.com/berita/253118/bumn-investasikan-rp58-triliun-di-pulau-kalimantan)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:58 AM Desain Bisa Dongkrak Daya Saing Rotan
CIREBON, KOMPAS.com — Perbaikan desain dan promosi yang terus-menerus akan bisa mendongkrak daya saing furnitur berbahan baku rotan produksi dalam negeri. Desain produk yang lebih kreatif dan inovatif ditargetkan mampu menarik minat beli importir di pasar dunia.
Keberhasilan promosi dan perbaikan desain itu terutama diharapkan oleh ribuan perajin di sentra produk rotan di Plumbon dan Plered, Cirebon, Jawa Barat. Sejak pemerintah membuka keran ekspor bahan baku rotan ke luar negeri pada 2005, sebanyak 320 pabrik dari 511 pabrik rotan di Cirebon gulung tikar.
"Kebijakan itu juga mengakibatkan sekitar 1.600 usaha kecil rotan di Cirebon kembang kempis karena produknya kalah bersaing di pasaran dunia. Ekspor bahan baku rotan membuat negara lain, seperti China dan Vietnam, leluasa membuat produk jadi," kata Ketua Asmindo Komisariat Daerah Cirebon Sumartja, Rabu (6/4/2011) di Cirebon.
Dulunya negara-negara itu hanya mendapatkan barang setengah jadi dari Indonesia. Lebih dari 80 persen bahan baku rotan dunia ada di Indonesia. "Ketika orang bicara tentang rotan, mereka pasti merujuk Indonesia. Kini, hal itu berbalik, bicara rotan, artinya bicara tentang China," kata Sumartja, yang mengelola pabrik rotan Mekar Sari di Tegalwangi, Cirebon.
Sejak awal 2011, sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah untuk membangkitkan kembali usaha rotan. Asmindo antara lain bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk mengikuti berbagai pameran di dalam maupun luar negeri. Sepanjang tahun ini dijadwalkan lima pameran di dalam dan luar negeri, antara lain di Jerman, Spanyol, Amerika Serikat, dan China.
Pada pameran di Jerman, Februari lalu, 12 pabrik rotan di Indonesia dilibatkan. Sebagian besar peserta adalah eksportir dari Cirebon. "Di sana, kami dikenalkan dengan dua profesor desain asal Jerman yang memberi pengetahuan tentang desain. Dua ahli itu akan dilibatkan dalam pengembangan desain produk rotan," kata Sumartja.
Terkait pengembangan desain, Sumartja menyebut sebagian besar perajin dan eksportir telah siap. Perajin kecil yang biasanya menerima kontrak garapan dari pabrik pun sebagian siap.
Belum berani
Arismunandar (22), pengelola Toko Teguh Mandiri Rotan di Jalan Tegalwangi, menuturkan bahwa selama ini pihaknya terbiasa menerima pesanan desain produk dari luar negeri. "Pembeli atau importir datang sendiri membawa gambar desain kursi atau meja seperti yang mereka inginkan," ungkapnya.
Namun, perajin rotan belum sepenuhnya berani melakukan inovasi desain dan bentuk produk jadi. Mereka khawatir produk dengan desain yang tidak lazim justru tak laku di pasaran. "Saat ini kami mengikuti tren pasar saja, seperti dengan membuat produk dari bahan sintetis. Ini yang sedang digemari pasar. Jika kami buat lainnya, khawatir tidak laku," katanya.
Kepala Bidang Industri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon Supardi mengemukakan, keberlanjutan usaha rotan di wilayahnya amat penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lebih dari 50.000 orang menggantungkan nasibnya pada usaha rotan, mulai dari perajin hingga kuli angkut dan sopir kontainer.
Sementara itu, usaha rotan Cirebon kini kian redup yang ditandai dengan penurunan volume ekspor. Sebelum 2005, ekspor produk rotan 3.000 kontainer per bulan. Angka itu kini turun menjadi 1.200 kontainer per bulan.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/06/22181188/Desain.Bisa.Dongkrak.Daya.Saing.Rotan)
yudibali2008 April 7th, 2011, 01:59 AM Dubes Uni Eropa : Indonesia Selalu Dorong Asean
Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, ASEAN, dan Brunei Darussalam, Julian Wilson, mengatakan Indonesia selalu mendorong Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) saat menjabat sebagai ketua.
"Melihat ke sejarahnya, setiap kali Indonesia memimpin, ASEAN selalu mengambil langkah yang penting," kata Wilson saat menjawab pertanyaan wartawan ketika memberikan keterangan terkait pelaksanaan KTT Bisnis ASEAN - Uni Eropa di Jakarta, Rabu malam.
Wilson menyampaikan keyakinannya bahwa ASEAN di bawah kepemimpinan Indonesia akan melangkah lebih maju dalam bidang ekonomi, seraya mencontohkan KTT Bisnis ASEAN - Uni Eropa yang pertama kali digelar ketika Indonesia menjadi Ketua ASEAN.
"Kepemimpinan Indonesia di ASEAN yang memberikan kita untuk menghadirkan kesempatan seperti itu," kata Wilson, yang mengacu kepada KTT tersebut.
Ia juga mengatakan kekuatan Indonesia yang sebenarnya masih belum disadari, baik itu dalam tingkat ASEAN maupun global, sehingga hal itu merupakan tantangan.
Menurut Wilson, sebagai pasar tunggal terbesar dan terkaya dengan 500 juta konsumen, Uni Eropa memerlukan produk ekspor ASEAN dan Indonesia, serta menginginkan lebih banyak lagi produk yang baik yang tentunya sesuai dengan standar yang diterapkan Uni Eropa.
"Uni Eropa merupakan tujuan ekspor utama bagi negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, sementara Uni Eropa adalah sumber investasi bagi perekonomian ASEAN," kata Wilson.
"Banyak pelaku usaha dari Eropa yang menginvestasikan dananya di Indonesia, dan mereka berharap tentang adanya nilai tambah dari produk-produk buatan Indonesia itu," katanya.
Terkait KTT Bisnis ASEAN - Uni Eropa, Wilson mengatakan pertemuan itu merupakan tonggak sejarah dalam hubungan kedua pihak yang terus tumbuh.
"Sebagai dua institusi yang paling aktif mendorong integrasi regional, kemitraan ASAEN dan Uni Eropa sesungguhnya sudah terbentuk secara alami, sehingga tidak mengherankan jika hubungan keduanya berkembang secara kuat," katanya.
KTT tersebut akan berlangsung pada 5 Mei 2011 di Jakarta serta menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berdiri pada 8 Agustus 1967 dan saat ini beranggotakan 10 negara yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Keketuaan Indonesia dalam ASEAN dimulai pada 2011, menggantikan Vietnam yang menjadi ketua pada tahun sebelumnya. Terakhir kali Indonesia menjadi Ketua ASEAN adalah pada 2003. (PPT/K004)
Editor: B Kunto Wibisono
AntaraNews (http://www.antaranews.com/berita/253140/dubes-uni-eropa--indonesia-selalu-dorong-asean)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:10 AM Hatta Tak Hadir, Raker Masterplan Ekonomi Ditunda
JAKARTA - Pemerintah sekali lagi membuktikan ketidakkonsistenannnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya rapat kerja (raker) yang tidak jelas juntrungannya.
Rapat kerja terkait masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia 2011-2025 di kantor Kementerian Perekonomian akhirnya ditunda hingga Senin depan. Pasalnya, sang pemimpin rapat, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa masih mengadakan rapat lain.
Deputi Sarana dan Prasrana Badan perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Deddy Priatna, menjelaskan jika rapat ini dibatalkan karena memang tidak dihadiri menteri koordinator perekonomian.
"Rapat diundur Senin jam 7, karena pak Menko masih rapat di DPR," jelas dia, di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
Sedangkan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto enggan menyatakan pendapat. Dia hanya melambaikan tangan, tanda tidak tahu sebabnya. Demikian juga dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar yang hanya tertawa ketika ditanyai prihal batalnya rapat.
Sementara wakil menteri Pertanian Bayu Krisnamukti menjelaskan masih belum mengetahui kenapa rapat dibatalkan. "Ini justru sedang dibicarakan kenapa ada pembatalan tiba-tiba," jelasnya.
Namun hal ini diperparah oleh pernyataan Menteri Negara BUMN Mustafa, yang menjelaskan jika dirinya tidak tahu menahu alasan dipanggilnya mengikuti rapat ini. "Saya sendiri tidak tahu ini rapat apa, saya diundang dadakan padahal saya juga ada rapat dengan DPR jam 7 nanti terkait UU BPJS," ujarnya.(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/07/20/443661/hatta-tak-hadir-raker-masterplan-ekonomi-ditunda)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:12 AM ASEAN Bentuk Infrastructure Fund
NUSA DUA--MICOM: Negara-negara anggota ASEAN akan membentuk lembaga pengelola dana infrastruktur (infrastructure fund) dengan total dana kelolaan hingga US$480 juta.
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang PS Brodjonegoro menjelaskan bahwa pembentukan lembaga itu masih akan dibahas Menteri Keuangan Asean sebelum dibentuk pada September mendatang. Intinya, semua negara anggota sudah menyetujui dan akan turut berkontribusi dalam pembentukan lembaga pengelolaan dana infrastruktur tersebut.
"(infrastructure fund) ini baru ASEAN dulu karena kami tidak ingin semuanya inisiatif ASEAN+3. Pada September ditargetkan sudah diluncurkan," tuturnya di sela-sela acara Pertemuan Menteri Keuangan ASEAN (ASEAN Finance Ministers' Meeting/ AFMM) ke-15 di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/8).
Menurut Bambang, sepuluh negara Asean akan berkontribusi dalam pembentukannya dan memberikan dukungan dana sesuai kemampuan masing-masing negara. Pelaksanaan dari lembaga pengelola dana infrastruktur Asean itu nantinya akan melibatkan Bank Pembangunan Asia (ADB).
"Dana kelolaan (infrastructure fund) akan mencapai US$450 juta-US$480 juta, Indonesia sendiri nomor dua terbesar dengan US$120 juta, Malayasia terbesar dengan US$150 juta. Ini ekuitas awal, tapi terbuka untuk penambahan. ADB juga menyediakan funding dan menjadi bagian dari US$450 juta-US$480 juta itu. ADB ketiga terbesar," tuturnya.
Menurutnya, keuntungan Indonesia mendukung pembentukan infrastructure fund adalah agar bisa mendapatkan pinjaman untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur, dengan nilai yang lebih besar dari dana yang disetor. Namun, dia tidak menjelaskan berapa rasio pinjaman (leverage ratio) yang bisa didapat Indonesia.
"Leverage-nya berapa, masih akan kami lihat karena belum operasional," tandasnya. (Tup/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/07/216218/20/2/-ASEAN-Bentuk-Infrastructure-Fund)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:12 AM SBY to open ASEAN finance ministers' meeting in Bali
President Susilo Bambang Yudhoyono left for Bali on Thursday as he is scheduled on Friday to officially open a meeting of finance ministers of ASEAN member states.
The President, accompanied by First Lady Ani Yudhoyono and a number of Cabinet Ministers, took off from Halim Perdanakusuma Airport in Jakarta at 2 p.m. on Thursday, and is scheduled to arrive at Bali's Ngurah Rai Airport two-and-a-half hours later.
Yudhoyono is scheduled to officially launch the 15th annual meeting of ASEAN finance ministers, at the Bali International Convention Center in Nusa Dua, at 9 a.m. on Friday.
ASEAN secretary-general Surin Pitsuwan, the Asian Development Bank president, and the International Monetary Fund managing director are among top executives expected to attend the event, which is part of a series of events ahead of the ASEAN Summit, which is scheduled to be held in Jakarta next month.
Yudhoyono is also scheduled to receive the ASEAN finance ministers and secretary-general while in Bali.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/07/sby-open-asean-finance-ministers-meeting-bali.html)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:13 AM Harga Minyak Melonjak
Pemerintah Mulai Ancang-Ancang Ubah Asumsi Makro
JAKARTA - Pemerintah mulai memikirkan untuk mengubah asumsi makro pada target APBN di dalam APBNP. Pasalnya gejolak harga minyak saat ini sudah sangat di luar ekspektasi dari pemerintah.
Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Askolani, menegaskan menteri keuangan memang berhak untuk mengubah asumsi makro dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, namun demikian dia meyakini pertimbangan utama adalah bergejolaknya harga minyak.
”Yang sekarang sedang menjadi fokus perhatian menteri keuangan yang pasti adalah asumsi untuk minyak,” tuturnya kala di temui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
Hal tersebut ditanggapi postitf pengamat perminyakan Kurtubi. Pasalnya dia menilai untuk asumsi yang telah ditetapkan pemerintah saat ini sulit terwujud.
”Yang mungkin dapat terealisasi tahun ini adalah USD100 per barel, karena tren minyak ke depan akan terus naik, seperti yang sekarang saja harga brent sudah menyentuh USD120 per barel,” ujarnya.
Kurtubi juga menjelaskan akan adanya dampak negatif seperti pembengkakan anngaran dan menyebabkan defisit. "Karena akan banyak orang yang akan beralih dari Pertamax ke Premium akan menyebabkan subsidi ikut terdongkrak menjadi Rp120 triliun dari yang telah ditetapkan sekira Rp92 triliun,” imbuhnya.
Sementara untuk target lifting 970 barel per hari adalah sesuatu hal yang mustahil. "Karena asumsi yang ideal untuk lifting minyak adalah 950 per barel,” terangnya.
Namun dia setuju dengan pemerintah jika target 970 ribu per barel tidak perlu diubah, dia mengemukakan hal tersebut agar pemerintah bisa kerja keras untuk mencapai itu. ”Masalah nanti tercapai atau tidak itu urusan belakangan, yang jelas pemerintah mau bekerja keras untuk mencapai sasaran itu,” ucapnya.(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/07/20/443668/pemerintah-mulai-ancang-ancang-ubah-asumsi-makro)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:15 AM Samsung Electronics suffers fall in 1Q earnings
Electronics has suffered a sharp fall in first quarter earnings as competition in the tablet computer market and weakness in its liquid crystal display business offset strength in semiconductors.
The manufacturer of the Galaxy S smartphone and Galaxy Tab tablet said Thursday operating profit for the first three months of 2011 will fall to between 2.7 trillion won and 3.1 trillion won ($2.85 billion) from 4.41 trillon won a year earlier. It will release a full earnings report at the end of the month.
Consolidated revenue for the three months ended March 31 is expected at between 36 trillion won and 38 trillion won. The Suwon, South Korea-based company recorded sales of 34.64 trillion won in the same period last year.
Samsung Electronics Co., the world's largest manufacturer of flat screen televisions, computer memory chips and liquid crystal displays is coming off a stellar 2010 when it recorded record annual sales, operating profit and net profit. The company ranks No. 2 globally in mobile phones behind Finland's Nokia Corp.
The South Korean technology giant warned in January when releasing annual results for last year that the outlook for 2011 was uncertain as weak pricing for components and consumer electronics products that hurt profitability in the fourth quarter were likely to continue.
The company gave no reason for the expected first-quarter results and plans to release details when it announces earnings at the end of this month, according to spokesman Nam Ki-yung.
Lee Min-hee, an analyst at Dongbu Securities in Seoul, said that weakness in LCDs was the main factor for Samsung's first quarter profit performance, citing a lack of demand from manufacturers of TV sets and laptop computers as one of the factors.
He also said that profitability for the company's Galaxy Tab suffered "due to severe price competition" with Cupertino, California-based Apple Inc.'s iPad.
Memory chips were a relative bright spot, Lee said, as prices for DRAM, or dynamic random access memory used mostly in personal computers rose in March off lows in February while those for NAND flash chips used in digital devices and smartphones were steady.
"Operating profit will improve to some extent," Lee said, referring to the current second quarter through June in which he predicts a recovery to 3.4 trillion won. He also said that memory chip prices have been rising amid supply shortages due to Japan's earthquake while manufacturers needing LCDs are stocking up amid worries over possible supply chain disruptions.
Samsung does not release net profit forecasts. Operating profit is seen as a direct indicator of business performance before taxes, dividends, asset sales and other items that are figured into net profit or loss.
Samsung began issuing earnings estimates, or guidance, in 2009 in hopes that increased transparency would help minimize market speculation over its performance. The estimates include the performance of its overseas and domestic subsidiaries.
Samsung's shares fell 1.5 percent to close at 909,000 won on South Korea's stock exchange Thursday.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/07/samsung-electronics-suffers-fall-1q-earnings.html)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:16 AM 60,5 Persen Pemuda Indonesia Pengangguran
BANDUNG--MICOM: Hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sebanyak 60,5% pemuda usia 16 tahun hingga 20 tahun di seluruh provinsi di Indonesia tidak memiliki pekerjaan tetap, atau pengangguran.
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemudan dan Olahraga Zubarkhum Tjereng menjelaskan data tingginya angka pengangguran tersebut merupakan hasil servei BPS tahun 2008, dan masih berlaku hingga 2010.
"Itu hasil pendataan BPS terhadap pemuda usia 16 hingga 20. Sedangkan Jika pendataan juga dilakukan terhadap pemuda hingga usia 30 tahun, angkanya bisa lebih dari 60,5%. Untuk itu perlu segera dilakukan langkah-langkah tepat, agar tidak menjadi persoalan di masyarakat," jelas Zubarkhum usai menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Provinsi Bidang
Pengembangan Pemuda di Bandung, Jabar, Kamis (7/4).
Menurutnya, persoalan pengangguran di kalangan pemuda merupakan satu dari sekian banyak permasalahan yang ada.
"Selain pengangguran, juga terbatasnya sumber daya pembiayaan bagi kegiatan pemuda. Sehingga bisa berdampak pada kemerosotan karakter, pergaulan bebas, narkoba dan masalah lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan untuk mengatasi persoalan tersebut pihaknya memiliki sedikitnya ada lima program, antara lain kepramukaan, kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan tenaga kepemudaan.
"Untuk mengefektifkan program tersebut, Kemenpora melibatkan 21 kementerian."
Sementara itu, Ketua Tim Ahli Deputi II Kemenpora, Diebel Effendi, mengatakan besarnya angka pengangguran pemuda Indonesia, harus menjadi prioritas pemerintah. Sebab jika pengangguran ini tak dicari solusinya, hal itu akan menjadi pemicu persoalan sosial di masyarakat.
Persoalan pengangguran, kata dia, tak lepas dari arus urbanisasi masyarakat desa ke kota. Terjadinya urbanisasi karena tak tersedianya lapangan kerja di desa.
"Jadi wajar masyarakat desa, khususnya kaum muda, memilih mencari pekerjaan ke kota," ujar dia.
Mengutip data yang dirilis World Youth Report 2010 yang dikeluarkan PBB, Diebel mengatakan, urbanisasi pemuda yang merupakan lingkaran penyebab kemiskinan dan pengangguran pertumbuhannya mencapai tiga persen di perkotaan. Sedangkan di pedesaan tidak mengalami pertumbuhan.
Di Indonesia, kata dia, pada kurun waktu 1990-2005, pertumbuhan pemuda di perkotaan mencapai 3%, sementara di pedesaan -1%.
"Angka ini harus benar-benar kita amati dan dicari solusinya," tuturnya.
Salah satu program yang sedang dijalankan oleh Kemenpora untuk mengatasi pengangguran ini yaitu melalui kegiatan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan.
Untuk 2011 ini, kata dia, Kemenpora akan merekrut sebanyak 1.000 sarjana untuk diterjunkan dalam program ini. Mereka akan
diseleksi dengan melibatkan universitas yang ada di seluruh Indonesia.
Para sarjana, imbuh dia, akan dididik dan kemudian diterjunkan ke pedesaan untuk membantu masyarakat setempat menjadi wirausahawan.
"Ini tentunya disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing. Tiap provinsi mendapat jatah 30 sarja penggerek pembangunan, dengan biaya awal Rp20 miliar," kata dia. (EM/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/07/216213/4/2/-605-Persen-Pemuda-Indonesia-Pengangguran)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:17 AM Kilang Cilacap Ditutup, Impor BBM Bakal Naik
JAKARTA - Ditutupnya Kilang Cilacap pasca terbakarnya tangki 31-T 2, 31-T 3 dan 31-T 7 pada Sabtu lalu, membuat impor bahan bakar minyak dipastikan akan meningkat.
"Kilang Cilacap di shutdown untuk seminggu dampak supply akan berkurang dan impor akan naik," ujar Pengamat Perminyakan Kurtubi saat ditanyai wartawan usai rapat dengar pendapat dengan anggota badan anggaran (banggar) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
Kurtubi menjelaskan, jika Kilang Cilacap ditutup, maka Indonesia akan mengimpor 350 ribu barel minyak mentah per hari. Sedangkan untuk bahan bakar minyaknya sebanyak 250 ribu barel per hari. "Dan itu yang akan diimpor," katanya singkat.
Sebelumnya, Pemerintah mengklaim pasokan aman terkendali terkait kebakaran di Kilang Cilacap yang membakar tiga tangkinya tersebut. "Itu pasti akan impor, karena kilang di Balongan, Balikpapan dan Plaju sudah maksimal berproduksi," tambah Kurtubi.(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/07/320/443654/kilang-cilacap-ditutup-impor-bbm-bakal-naik)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:17 AM Taiwan mulls overseas petrochem complex in Indonesia
Taiwan may scrap a contentious plan to build a major petrochemical complex on reclaimed land on its western coast amid claims it could cause the extinction of an endangered species of dolphin, officials said.
The plan to build the US$20 billion complex to refine crude oil and produce ethylene has been stalled for five years, after failing to pass a series of environmental tests.
Speaking late Wednesday, Economics Minister Shih Yen-hsiang said private investors in the Kuokuang petrochemical complex may want to move it overseas because of "ever-increasing costs."
On Thursday, deputy economics minister Huang Chung-chiou said Malaysia and Indonesia are now among the favored choices for the project.
The Kuokuang complex, supported by Taiwan's Chinese Petroleum Corporation and several private investors, was meant to be built on reclaimed land near a string of wetlands in central Taiwan's Changhua county. Slated to replace an aging facility scheduled for closure in 2015, it has already been scaled down by half amid fierce environmental protests.
Residents of the area say the complex could lead to the extinction of the endangered pink-hued Indo-Pacific humpback dolphin, which frequently congregates in waters around Changhua.
But Kuokuang spokeswoman Chen Shu-chen has disputed the contention, saying the dolphins do not get close enough to Changhua's shores to be at risk.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/07/taiwan-mulls-overseas-petrochem-complex-indonesia.html)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:18 AM Pembangunan 24 Ruas Tol Mangkrak Tunggu Arahan Wapres
JAKARTA--MICOM: Pembangunan 24 ruas jalan tol yang mangkrak hingga kini masih menunggu arahan dari Wakil Presiden Boediono. Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Achmad Gani Gazali, Wakil Presiden meminta agar amendemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) di ruas yang mangkrak tersebut jangan ditandatangani hingga mendapat arahan darinya. “Jangan ditandatangani sampai ada lampu hijau dari Wakil Presiden,” kata Gani di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis (7/4).
Gani menungkapkan, rancangan amendemen telah diberikan kepada Wakil Presiden. Dan dalam dua hari ini, rancangan tersebut bakal diperiksa oleh konsultan legal dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). Setelah itu, Wakil Presiden bakal menyetujuinya.
Setelah rancangan sudah disetujui, investor pun dapat segera menandatangani amendemen PPJT. Kemudian, lanjut Gani, satu bulan setelah amendemen ditandatangani, para investor 24 ruas tol itu harus menyerahkan 1% dari nilai investasi sebagai jaminan pelaksanaan ruas tol tersebut.
Lalu, perjanjian kredit harus dibuat investor setelah enam bulan dari waktu amendemen ditandatangani. "Jika melanggar proses tersebut, pemerintah dapat segera memutus kontrak dengan investor. Ini adalah sistem automatic termination. Kalau dulu kan bisa diperpanjang oleh pemerintah," tutur Gani.
Jika telah diputus, pemerintah pun akan segera mencari investor lain melalui tiga opsi, yakni melakukan lelang kembali, menunjuk kontraktor BUMN dengan skema turn key project, dan pilihan terakhir yaitu menunjuk BUMN untuk melaksanakan ruas tol yang mangkrak itu.
Menurut Gani, dari 24 ruas tol yang mangkrak tersebut, sebanyak empat tol sudah memulai masa konstruksi, yakni Cinere-Cimanggis sepanjang 14,7 kilometer, seksi pertama Semarang-Solo (Semarang-Ungaran) 11,2 kilometer, seksi pertama Surabaya-Mojokerto (Sepanjang-Waru) 2,5 kilometer, dan seksi pertama Mojokerto-Kertosono (Bandar-Jombang) 16 kilometer.
Sedangkan untuk sembilan ruas tol Trans Jawa, termasuk di dalamnya Cikampek-Palimanan, ditargetkan untuk selesai pada 2014. Pembebasan lahan untuk sembilan ruas pun diharapkan selesai pada 2012. “Untuk menyelesaikan pembebasan lahan tol Trans Jawa tidak perlu menunggu UU Pengadaan Lahan. Kami usahakan 2012 sudah selesai,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum Waskito Pandu. (NG/OL-8)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/07/216246/4/2/Pembangunan-24-Ruas-Tol-Mangkrak-Tunggu-Arahan-Wapres)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:19 AM Telkom Buy Back, Harus Ada Pengertian dengan SingTel
JAKARTA - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku belum bisa mengetahui buy back saham yang akan dilakukan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), namun dirinya memandang wacana tersebut adalah hal positif.
"Buy back saham Telkom, itu katakanlah wacana. Saya kira dari Telkomsel belum. Saya lihat itu positif saja. Asal ada understanding antara Telkom dengan SingTel," katanya, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
Seperti diketahui, Telkom berencana melakukan pembelian saham kembali (buy back) saham senilai minimal Rp2 triliun. "Kita akan lakukan buy back saham ini, jika disetujui dalam Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) yang akan kita laksanakan sekira Mei atau Juni, adapun dana yang kita siapkan untuk buy back ini minimal sekira Rp2 triliun," ungkap Direktur Utama TLKM Rinaldy Firmansyah, beberapa waktu lalu.
Adanya buy back saham ini, membuat perseroan hanya membeli kembali sekira Satu persen saham yang dimiliki pasar. "Jadi porsi kepemilikan dalam saham Telkom yaitu sebesar 47 persen. Sedangkan kalau Rp2 triliun ini mungkin hanya satu persen saja dapatnya," paparnya.
Jika wacana buy back saham ini disetujui dalam RUPS, maka pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.
"Jika hal ini disetujui dalam RUPS maka pelaksanaannya akan dilakukan dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, namun jika tidak disetujui tidak akan ada buy back saham," pungkasnya.(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/07/278/443664/telkom-buy-back-harus-ada-pengertian-dengan-singtel)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:20 AM Krakatau Steel, Nippon Steel to develop earthquake-resistant steel
State-owned steel producer Krakatau Steel and Japan-based Nippon Steel Corporation have committed to teaming up to develop steel-based earthquake-resistant infrastructure and buildings in Indonesia.
Krakatau Steel president director Fazwar Bujang said Thursday that from Japan's experience, using steel as the main material for building structures could improve the strength and safety of buildings.
“Currently, the use of steel for buildings and infrastructure is unpopular. We want to promote the use of steel for better and safer construction,” he told the opening ceremony of the seminar and exhibition “Future Prospects of Steel for Construction in Indonesia.”
He said that Indonesia, which is located in an earthquake-prone zone, needed to anticipate and mitigate the impacts of earthquakes by encouraging the government to apply a standard design of earthquake-resistant structures and standardization of earthquake-resistant steel materials.
“Krakatau Steel and other steel companies have committed to develop earthquake-resistant steel materials and structures. We hope all stakeholders teach people to start using steel for buildings and infrastructure,” Fazwar said.
Junji Uchida, managing director of Nippon Steel Corporation, said the use of steel in Japan was common for constructing factories, warehouses, high-rise buildings, housing, bridges, flyovers, seaports and airports.
“Around 60 percent of buildings and infrastructure in Japan use steel as the main material for their structures,” he said.
He said besides leading in strength and safety, steel-based buildings also took a shorter time to construct, required less money compared to reinforced concrete-based buildings and were more environmentally friendly.
The Jakarta post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/07/krakatau-steel-nippon-steel-develop-earthquake-resistant-steel.html)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:21 AM Kementerian Kehutanan Tawarkan Lahan Tiga Juta Hektare
JAKARTA--MICOM: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menawarkan kawasan hutan seluas 3 juta hektare milik 251 unit usaha perkebunan yang dibatalkan izin prinsipnya kepada pengusaha yang serius mengembangkan usaha perkebunan.
"Izin prinsip pelepasan kawasan hutan itu dibatalkan karena ke 251 perusahaan itu dinilai tidak memiliki kapabilitas dan keseriusan mengurus izin yang diberikan selama lima tahun," kata Menteri kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan seusai peresmian hutan kota di bumi Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), di Jakarta, Kamis (7/4).
Dia menjelaskan ke 251 perusahaan perkebunan itu telah diberi kesempatan mengurus izin prinsip pelepasan kawasan hutan guna memperoleh Hak Guna Usaha (HGU) dari Badan Pertanahan Nasional. "Dengan pembatalan izin prinsip ini, secara hukum pengusaha perkebunan itu tidak berhak lagi untuk mengelola kawasan itu menjadi perkebunan sawit karena belum memperoleh izin pelepasan kawasan hutan."
Dikatakannya, Kemenhut pertama kali membatalkan 69 unit usaha perkebunan yang mengajukan permohonan untuk mengelola areal seluas 580.000 hektare. "Pembatalan izin prinsip tahap kedua kemudian dilakukan terhadap 182 unit usaha yang sebelumnya mengajukan permohonan untuk memanfaatkan izin prinsip pelepasan kawasan hutan menjadi kebun. Jika dihitung, seluruh kawasan yang dibatalkan izin prinsipnya mencapai sekitar 3 juta hektare lebih," katanya.
Dari 251 unti menajemen yang dibatalkan izin prinsipnya itu, menurut dia, sebanyak 68 perusahaan di antaranya berlokasi di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur maupun Kalimantan Tengah juga Riau dan Sumatera.
Kemenhut, kata menteri, tidak ragu menindak tegas pengusaha yang menyalahgunakan izin prinsip yang direkomendasikan Menteri kehutanan terdahulu. "Perusahaan itu memang belum berhak. Namun jika perusahaan itu berupaya untuk menguasai secara fisik, berarti perusahaan itu akan berlawanan dengan hukum dan penegakan hukum. Kita harus tindak tegas," katanya.
Tindakan tegas itu, katanya, akan dilakukan kepada perusahaan perkebunan yang berupaya menguasai secara fisik areal perkebunan yang dimohonkan. Pengusaha itu memang belum punya hak karena Kemenhut hanya memberikan izin prinsip untuk pelepasan kawasan hutan, bukan izin pelepasan. "Jadi belum ada haknya. Jika menolak, kita tindak tegas."
Zulkifli menegaskan Kemenhut akan menawarkan kepada pengusaha yang serius ingin membangun perkebunan, baik itu perkebunan kelapa sawit maupun perkebunan tebu.
Mereka dapat mengajukan permohonan pemanfaatan kawasan hutan itu untuk perkebunan. "Terserah, apakah pengusaha yang akan mengajukannya adalah pengusaha perkebunan kelapa sawit atau pengusaha tebu, silahkan mengurus rekomendasi dari Bupati dan Gubernur sebelum membawanya ke Kemenhut," katanya. (Ant/OL-2)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/07/216276/4/2/Kementerian-Kehutanan-Tawarkan-Lahan-Tiga-Juta-Hektare)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:22 AM Merpati to rent 7 Boeing airplanes this year
National flag carrier Merpati Nusantara Airlines says it will move forward in its plan to rent seven Boeing 737 Classic series airplanes this year, undeterred by the recent discovery of cracked fuselage on a US Southwest Airlines Boeing 737-300 airplane.
Merpati president director Sardjono Jhony Tjitrokusumo reiterated the plan on Thursday, saying the airline had no intention to cancel it.
He said conditions of any airplanes, whether they were safe or not, would depend on maintenance activities performed by the airlines.
“You will also have to see what year the planes were made and if they [the airlines] perform regular checks and other measures,” Jhony said, as quoted by tempointeraktif.com.
Merpati is reportedly planning to rent seven Boeing 737 Classic series airplanes produced in 1995. It currently has 11 Boeing planes of the series, two of which are being grounded.
“We've checked some of the planes and haven't found any problems,” Jhony said.
Earlier, Indonesia's Transportation Ministry ordered some local airlines to conduct inspections on their Boeing 737 planes following the US plane accident.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/07/merpati-rent-7-boeing-airplanes-year.html)
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:24 AM Dipasarkan, Tahu-Tempe Ramah Lingkungan
BOGOR, KOMPAS.com — Tahu dan tempe berlabel higienis dan ramah lingkungan segera beredar di pasaran Jakarta dan sekitarnya. Adalah Primkopti, dibantu Mercy Corps Indonesia, yang akan memperkenalkan tahu dan tempe tersebut pada 12 April mendatang.
Bersamaan dengan itu, dilaksanakan juga kegiatan diskusi terbuka bertema "Peran Serta Primkopti dan Aplikasi Pola Pelayanan Satu Atap sebagai Strategi Menjawab Tantangan Perbaikan Produksi Tahu Tempe". Saat ini diperkirakan industri rumahan tahu dan tempe menghasilkan pendapatan Rp 700 miliar per tahun atau 78 juta dollar AS per tahun.
Fitria Rinawati, koordinator komunikasi Mercy Corps Indonesia, menjelaskan, produk tahu dan tempe bermerek saat ini sudah ada di pasaran. Namun, belum bisa dipastikan apakah tahu dan tempe itu sudah diproses secara higienis dan ramah lingkungan.
"Kami berencana akan memperkenalkan kepada masyarakat tahu dan tempe yang diproduksinya higienis dan ramah lingkungan pada 12 April mendatang di kantor Primkopti di Jakarta Selatan," kata Fitria yang dihubungi per telepon, Kamis (7/4/2011) petang.
Ia menjelaskan, yang dimaksud higienis adalah tahu dan tempe tersebut pembuatanya melalui proses yang higienis, sesuai dengan kaidah kesehatan dan keamanan untuk konsumen, mulai dari pemilihan bahan baku, kacang kedelai, sampai proses pembukusan tahu dan tempenya. Sebagai contoh, dipastikan perajin tempe dan tahu yang produknya diberi merek dan direkomendasi Primkopti tersebut sudah tidak menggunakan lagi drum-drum bekas oli untuk merebus kedelainya. Selain tidak higienis, penggunaan drum bekas oli itu juga cepat rusak karena mudah berkarat.
Sedangkan yang dimaksud ramah lingkungan, lanjutnya, antara lain perajinnya tidak lagi menggunakan kayu sebagai bahan bakar dalam merebus kacang kedelainya, melainkan menggunakan gas. "Berdasarkan hitung-hitungannya, terbukti juga menggunakan gas, biaya produksinya menjadi lebih murah dibanding kalau perajin itu mengunakan kayu atau batang pohon," kata Fitria.
Ramah lingkungan lainnya, limbah bekas proses pembuatan tahu tidak lagi dibuang ke saluran air atau ditumpuk begitu sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan atau udara. Limbah bekas proses pembuatan tahu itu diubah menjadi biogas, yang digunakan kembali untuk proses perebusan atau pemasakan kedelai.
"Mungkin karena kapasitas produksinya masih kecil, limbahnya tidak cukup menghasilkan biogas yang dapat digunakan kegiatan usahanya. Tetapi paling tidak, biogas itu dapat digunakan untuk keperluan memasak sehari-hari keluarga perajin tersebut," jelas Fitria.
Adapun Mercy Corps Indonesia melakukan intervensi pada masalah tahu dan tempe karena melihat hampir seluruh perajin tahu dan tempe, khususnya di Jakarta, belum higienis dalam memproduksi pangan yang dikonsumsi secara luas di Indonesia. Tahu dan tempe pun mengandung tinggi nutrisi dan protein, harga murah, dan enak rasanya.
"Pada saat yang sama, tahu dan tempe telah menjadi rantai ekonomis yang menjadi kunci bagi perekonomian lokal, sebagai sumber pengahasilan dari 85.000 perajin dengan 285.000 pekerja (di mana 40-50 persennya adalah perempuan) dan menghasilkan pendapatan sekitar Rp 700 miliar per tahun atau 78 juta dollar AS per tahun," tutur Fitria.
Mercy Corps adalah organisasi yang memfokuskan membantu di tempat-tempat sulit di dunia dengan meringankan penderitaan, kemiskinan, dan tekanan dengan mengubah krisis menjadi kesempatan membangun masyarakat yang aman, produktif, dan adil. Kantor pusatnya ada di Portland, Amerika Serikat, dan Edinburgh, Inggris, dengan kantor perwakilan ada di 40 negara, termasuk di Indonesia, tepatnya di Pancoran, Jakarta Selatan.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/07/20141484/Dipasarkan.Tahu-Tempe.Ramah.Lingkungan.)
Patut dicoba nih :okay:
yudibali2008 April 8th, 2011, 01:26 AM Kemang Village to soon build office tower
Kemang Village management will soon build an office tower in the area to meet the office demand in South Jakarta.
Kemang Village director Jopy Rusli said Thursday in Jakarta demands for offices in South Jakarta were growing because many companies wanted to avoid the three-person-per-vehicle rule in Jakarta's “golden triangle” business district, which includes Jl. Gatot Subroto, Jl. Sudirman and Jl. MH Thamrin.
“The area around the Kemang Village office building will not impose the vehicle rule and will be close to employees' residences,” Jopy said as quoted by kompas.com. “Kemang Village's added value will also increase because the construction of the Pangeran Antasari flyover is projected to complete in 2012.”
He added KV Mall, a shopping center project worth US$1.2 billion and built on 15.5 hectares of land, was also scheduled for opening in 2012.
The Jakarta post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/07/kemang-village-soon-build-office-tower.html)
Mehome April 8th, 2011, 08:30 AM Indonesia Debt Rating Raised, With Positive Outlook
Indonesia’s credit rating was raised to the highest level in 13 years by Standard and Poor’s, which cited the Southeast Asian nation’s “resilient” economy and improving finances.
The long-term foreign-currency rating was increased one level to BB+ from BB, with a positive outlook, the company said in a statement today. The rating, which was last increased in March 2010, is now one level below investment grade.
“The rating upgrade reflects continuing improvements in the government’s balance sheet and external liquidity, against a backdrop of a resilient economic performance and cautious fiscal management,” said Standard and Poor’s credit analyst Agost Benard.
“Rating constraints include Indonesia’s low per-capita income, structural and institutional impediments to higher economic growth, and relatively high inflation.”
Rising consumer spending is driving growth in the world’s fourth-most populous nation, increasing pressure on policy makers to restrain price gains and protect purchasing power. Indonesia’s economy grew at the fastest pace in six years in the final quarter of 2010, and the central bank has increased its benchmark interest rate from a record low to curb inflation.
The nation also remains vulnerable to external shocks because of its shallow domestic capital markets, while the risk has lessened, Benard said.
http://www.thejakartaglobe.com/business/indonesia-debt-rating-raised-with-positive-outlook/434217
typhoonbringer April 8th, 2011, 02:52 PM 60,5 Persen Pemuda Indonesia Pengangguran
BANDUNG--MICOM: Hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sebanyak 60,5% pemuda usia 16 tahun hingga 20 tahun di seluruh provinsi di Indonesia tidak memiliki pekerjaan tetap, atau pengangguran.
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemudan dan Olahraga Zubarkhum Tjereng menjelaskan data tingginya angka pengangguran tersebut merupakan hasil servei BPS tahun 2008, dan masih berlaku hingga 2010.
"Itu hasil pendataan BPS terhadap pemuda usia 16 hingga 20. Sedangkan Jika pendataan juga dilakukan terhadap pemuda hingga usia 30 tahun, angkanya bisa lebih dari 60,5%. Untuk itu perlu segera dilakukan langkah-langkah tepat, agar tidak menjadi persoalan di masyarakat," jelas Zubarkhum usai menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Provinsi Bidang
Pengembangan Pemuda di Bandung, Jabar, Kamis (7/4).
Menurutnya, persoalan pengangguran di kalangan pemuda merupakan satu dari sekian banyak permasalahan yang ada.
"Selain pengangguran, juga terbatasnya sumber daya pembiayaan bagi kegiatan pemuda. Sehingga bisa berdampak pada kemerosotan karakter, pergaulan bebas, narkoba dan masalah lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan untuk mengatasi persoalan tersebut pihaknya memiliki sedikitnya ada lima program, antara lain kepramukaan, kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan tenaga kepemudaan.
"Untuk mengefektifkan program tersebut, Kemenpora melibatkan 21 kementerian."
Sementara itu, Ketua Tim Ahli Deputi II Kemenpora, Diebel Effendi, mengatakan besarnya angka pengangguran pemuda Indonesia, harus menjadi prioritas pemerintah. Sebab jika pengangguran ini tak dicari solusinya, hal itu akan menjadi pemicu persoalan sosial di masyarakat.
Persoalan pengangguran, kata dia, tak lepas dari arus urbanisasi masyarakat desa ke kota. Terjadinya urbanisasi karena tak tersedianya lapangan kerja di desa.
"Jadi wajar masyarakat desa, khususnya kaum muda, memilih mencari pekerjaan ke kota," ujar dia.
Mengutip data yang dirilis World Youth Report 2010 yang dikeluarkan PBB, Diebel mengatakan, urbanisasi pemuda yang merupakan lingkaran penyebab kemiskinan dan pengangguran pertumbuhannya mencapai tiga persen di perkotaan. Sedangkan di pedesaan tidak mengalami pertumbuhan.
Di Indonesia, kata dia, pada kurun waktu 1990-2005, pertumbuhan pemuda di perkotaan mencapai 3%, sementara di pedesaan -1%.
"Angka ini harus benar-benar kita amati dan dicari solusinya," tuturnya.
Salah satu program yang sedang dijalankan oleh Kemenpora untuk mengatasi pengangguran ini yaitu melalui kegiatan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan.
Untuk 2011 ini, kata dia, Kemenpora akan merekrut sebanyak 1.000 sarjana untuk diterjunkan dalam program ini. Mereka akan
diseleksi dengan melibatkan universitas yang ada di seluruh Indonesia.
Para sarjana, imbuh dia, akan dididik dan kemudian diterjunkan ke pedesaan untuk membantu masyarakat setempat menjadi wirausahawan.
"Ini tentunya disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing. Tiap provinsi mendapat jatah 30 sarja penggerek pembangunan, dengan biaya awal Rp20 miliar," kata dia. (EM/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/07/216213/4/2/-605-Persen-Pemuda-Indonesia-Pengangguran)
ini aneh, gw malah serem kalo usia segitu udah punya pekerjaan tetap, berarti sekolah mereka di abandon dong
yudibali2008 April 9th, 2011, 01:14 AM ^^
saya juga melihat usia 16 tahun menjadi pengangguran adalah hal yg aneh (masih usia sekolah aktif), tapi kalau misal selepas SMU mereka mendapat pekerjaan hal itu sangat memungkinkan, karena banyak juga pemuda yg tidak mempunyai cukup biaya utk melanjutkan ke jenjang kuliah akhirnya memilih utk bekerja. IMO
yudibali2008 April 9th, 2011, 01:15 AM PLN Akan Membangun 124 PLTS
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/08/2044246620X310.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan membangun 124 pembangkit listrik tenaga surya pada tahun 2011. Hal ini untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di kawasan Indonesia bagian timur yang masih di bawah 60 persen.
Melalui program ini, menurut Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Vicker Sinaga, Jumat (8/4/2011), di Jakarta, PLN menargetkan penambahan 370.000 pelanggan. Secara keseluruhan, target penambahan pelanggan di Indonesia bagian timur tahun ini 1,1 juta pelanggan.
Untuk mempercepat pasokan listrik di daerah yang jauh dari jaringan dan kepulauan, perseroan itu akan membangun ratusan PLTS lewat sistem komunal dan mandiri.
Dalam sistem komunal, pembangkit melistriki satu pulau di mana ada instalasi, panel surya dan jaringan. Dalam sistem PLTS mandiri, pembangkit melistriki daerah yang jauh dari jaringan dan ada 1.234 pelanggan yang sudah memakai sistem kelistrikan ini.
Tahun ini PLN akan membangun 124 pembangkit tenaga surya di Indonesia bagian timur tahun ini. Rinciannya, 15 lokasi di 15 kabupaten di Papua dan Papua Barat dengan total daya 4.500 kilo Watt Peak (kWP).
Perseroan itu juga akan membangun 109 pembangkit tenaga surya di sekitar 100 pulau dengan total kapasitas 18.150 kWp yang tersebar di sejumlah provinsi di antaranya Papua, Papua Barat, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.
"Adapun biaya investasi pembangunan pembangkit itu sekitar Rp 9 miliar untuk setiap pulau. Dianggarkan Rp 750 miliar, sisanya akan didapat dari penghematan belanja modal dan biaya operasi," kata dia.
Untuk sistem PLTS mandiri, PLN mengeluarkan biaya penyambungan Rp 3,5 juta per pelanggan, lebih rendah dari biaya jaringan baru yang sebesar Rp 8 juta per pelanggan. Pelanggan wajib membayar uang jaminan Rp 500.000 dan biaya berlangganan Rp 35.000 per bulan.
"Setiap pelanggan dapat tiga lampu super ekstra hemat energi (SEHEN) 2-3 watt. Lebih murah kan dibanding pakai lampu petromax yang butuh beli minyak tanah Rp 90.000 per bulan," kata dia.
Menurut Sekretaris Eksekutif Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Martono, saat ini pembangunan ratusan PLTS itu baru tahap penyiapan dokumen. Dalam waktu dekat akan tender. "Proses pengadaan barang dan pembangunan konstruksi diperkirakan butuh waktu lima bulan," ujarnya menjelaskan.
Menanggapi hal itu, pengamat kelistrikan Fabby Tumiwa menilai, pembangunan pembangkit tenaga surya ini memiliki beberapa kelemahan. Selain investasi awal tinggi, pasokan energi terbatas karena bergantung pada kondisi sinar matahari. "Untuk itu, sistemnya bisa di-hybrid dengan pembangkit listrik tenaga diesel dan PLTS," kata dia.
Selain itu perawatan menjadi tantangan. Oleh karena, ada beberapa komponen yang memerlukan perawatan rutin meski secara teknis mudah. "Secara keseluruhan, pembangunan PLTS ini mempunyai nilai positif, asalkan sistemnya handal dengan komponen atau alat-alat berkualitas sehingga bisa menghasilkan tenaga listrik dalam 15-20 tahun," ujarnya.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/08/20493568/PLN.Akan.Membangun.124.PLTS)
yudibali2008 April 9th, 2011, 01:16 AM Dolar Terpuruk, Rupiah Menguat
JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (AS) beranjak melemah. Alhasil, mata uang lainnya menguat, termasuk rupiah.
Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada akhir perdagangan Jumat (8/4/2011) melemah ke Rp8.656 per USD dibandingkan periode sebelumnya yangf ada diu Rp8.654 per USD.
Sementara menurut yahoofinance, rupiah menguat ke level Rp8.642 per USD dengan kisaran perdagangan harian di Rp8.637,5-Rp8.662,5 per USD. Mata uang lainnya juga turut menguat atas dolar AS. euro menguat ke 1,4396 per USD, pound menguat 1,6408 per USD dan dolar Australia menguat 1,0619 per USD.
Tekanan euro menguat dan dolar melemah salah satunya adalah langkah Bank Sentral Eropa (Europe Central Bank/ECB) akhirnya memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 1,25 persen. Kenaikan ini dilakukan ECB untuk pertama kalinya semenjak tiga tahun terakhir.
Langkah yang memang sudah diprediksi analis sejak beberapa hari ini menyusul tekanan inflasi menjadi 2,6 persen yoy pada Februari lalu. Padahal batas toleransinya dua persen.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih menyatakan bahwa investor masih bereaksi negatif. ECB sendiri diperkirakan masih akan melanjutkan kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga hingga 1,75 persen tahun ini.
Sebelumnya, beberapa bank sentral lain yang menaikkan suku bunga acuannya adalah China, India, Swedia, Polandia. Sedangkan Jepang dan Inggris masih mempertahankan suku bunga acuannya masing-masing di nol persen dan satu persen.
ECB menaikkan suku bunga pertama kalinya sejak Juli 2008 sebagaimana kekhawatiran inflasi melebihi persoalan kerusakan jaminan ekonomi zona euro yang melemah. “Bahkan pengetatan kebijakan moneter sekecil apa pun akan memengaruhi perekonomian zona euro secara keseluruhan,” ujar ekonom Capital Economics European Ben May.(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/08/278/443950/dolar-terpuruk-rupiah-menguat)
yudibali2008 April 9th, 2011, 01:17 AM BNI sets Rp 30 trillion for infrastructure credits
State-owned Bank BNI has earmarked Rp 30 trillion in infrastructure loans to support the government`s efforts to advance the national economy, its president director said.
"In the short-term, BNI focuses its support priority on infrastructure (transportation, electricity and telecommunications). But the funds amounting to Rp10 trillion for each sector have not yet been all absorbed until this month, though they have been prepared since 2008," BNI President Director Gatot M Sowondo, said as reported by Antara on Friday.
He said that there were many factors causing the funds not to be disbursed, among others, the investors were not yet ready due to the fact that the government regulation on the sector was not yet enough.
In the meantime, BNI should also continue maintaining its prudent principles in channeling credits.
"But thanks God, we hope, in near future state-owned railway firm PT Kreta Api Indonesia (PT KAI) will absorb about Rp2 trillion of the funds," he said.
PT KAI will use the funds to procure locomotives, cargo coaches and passengers carriers.
He said that for the transportation sector, credits will cover air transportation (airports), land (roads and tollroads) and sea transportation (seaports).
The infrastructures are expected to smooth goods and services distribution and passenger traffic as well as increase efficiency and cut production costs.
He said that BNI credits continued to increase despite the management had kept on carrying out banking prudence.
Last year for example, its credit provision was raised by 13 percent to Rp136 trillion. This year funding is expected to increase 17 percent so that loan to deposit ratio could reach 75 percent from 70.2 percent a year ago. (*)
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/04/08/bni-sets-rp-30-trillion-infrastructure-credits.html)
yudibali2008 April 9th, 2011, 01:17 AM PLN Siap Bangun Kabel Bawah Laut di Riau Kepulauan
Jakarta - PT PLN (Persero) berencana menggunakan kabel listrik bawah laut untuk mentransmisikan listrik dari salah satu PLTU di Balai Karimun yang segera beroperasi di 2011. Ini untuk mengurangi penggunaan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang digunakan di pulau-pulau kecil di kepulauan Riau.
"Karena di Tanjung Balai Karimun itu ada PLTU yang segera akan komersial kira-kira di bulan Juni, jadi penggunaan BBM PLTD di pulau kecil sekitarnya bisa kita tekan dan akan kita hilangkan, karena disambung dengan kabel bawah laut 20 KV," kata Direktur Operasi PLN Indonesia Barat Harry Jaya ketika ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta (8/4/2011).
Ia menjelaskan penyambungan kabel bawah laut tersebut jaraknya tidak terlalu jauh antara 1-2 Km. Jaringan transmisi kabel bawah laut tersebut masih dalam proses pembangunan dan sedang ditenderkan untuk pelaksanaan pembangunan kabel tersebut.
"Itu di Riau Kepulauan, Tanjung Balai Karimun dan juga pulau Bata. Nanti itu disambung ke Pulau Janda Berhias, Pulau Belakang Padang, dan Pulau Bintan juga akan disambung dari Batam. Karena pulau Batam nanti kan sudah menggunakan PLTU dan PLTG artinya sudah menggunakan bahan bakar bukan BBM," jelas Harry.
Harry menjelaskan panjang total kabel laut setiap menghubungkan satu pulau rata-rat 2 Km jika dikalikan 10 pulau, maka total panjang kabel bawah laut sepanjang 20 Km. Meskipun ia belum mau menyampaikan jumlah penghematan yang bisa didapat dari rencana tersebut.
"Yang pasti banyak turun jauh (penghematannya), tergantung besar KW-nya," imbuh Harry.
(nrs/hen)
Detik Finance (http://www.detikfinance.com/read/2011/04/08/194921/1612263/1034/pln-siap-bangun-kabel-bawah-laut-di-riau-kepulauan?f9911023)
yudibali2008 April 9th, 2011, 01:18 AM Kuartal Pertama Penyaluran KUR 31,47 Persen
JAKARTA--MICOM: Kredit Usaha Rakyat yang disalurkan enam BUMN perbankan dan 13 Bank Pembangunan Daerah sudah mencapai hampir Rp6,29 triliun pada penutupan kuartal pertama 2011.
Jumlah tersebut mencapai 31,47% dari target awal pemerintah untuk menyalurkan Rp20 triliun.
Penyaluran KUR ini menjadi prestasi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2010, hingga penghujung triwulan pertama, KUR baru disalurkan sekitar Rp 2 triliun saja. Padahal, awal tahun, target penyaluran KUR sama dengan target tahun ini.
Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, perbaikan penyaluran KUR merupakan pembelajarannya dari tahun lalu.
"Dibandingkan dengan tahun lalu, sekarang jauh lebih tinggi. Kita sedang perbaiki aturan sehingga Rp17,4 triliun terakhir. Tahun ini, mulai dari Januari sudah bisa kita genjot," ujar Mustafa ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jumat (8/4).
Tahun lalu, evaluasi penyaluran awal tahun, pemerintah kemudian menurunkan target penyaluran KUR. Target akhir tahun penyalurannya merupakan Rp15,39 triliun.
Tahun ini, sepanjang Maret saja penyaluran KUR sudah mencapai Rp2,53 triliun bagi 163.613 debitur. Dua bulan sebelumnya, total KUR yang disalurkan mencapai Rp3,76 triliun.
Sebanyak Rp6,29 triliun KUR yang kini telah diserap masyarakat diberikan kepada 463.381 debitur. Rincian penyalurannya merupakan melalui BNI Rp587,2 miliar, BRI sektor ritel Rp842,9 miliar dan sektor makro Rp3,38 triliun, Bank Mandiri Rp393,2 miliar, BTN Rp62,4 miliar, Bukopin Rp80,4 miliar, Bank Syariah Mandiri Rp181,8 miliar, dan 13 BPD sebesar Rp760,1 miliar.
Sejak 2007 sampai dengan 25 Maret 2011, total penyaluran KUR mencapai Rp40,7 triliun bagi 4.275.939 debitur.
Program KUR dibentuk pemerintah untuk mendorong perekonomian dan menciptakan lapangan kerja baru. KUR menjadi salah satu jawaban pemerintah mengentaskan kemiskinan hingga 8-10% dan memenuhi target angka pengangguran 5%-6% pada 2015. (*/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/08/216500/20/2/-Kuartal-Pertama-Penyaluran-KUR-3147-Persen)
|
|