pecinta_surabaya
February 18th, 2011, 05:08 PM
Ini kebijakan paling ga masuk akal..
Lagi2 uang uang dan uang..
Lagi2 uang uang dan uang..
|
View Full Version : Bioskop di Indonesia part.4 pecinta_surabaya February 18th, 2011, 05:08 PM Ini kebijakan paling ga masuk akal.. Lagi2 uang uang dan uang.. richgun17 February 18th, 2011, 05:57 PM FILM-FILM YANG TETAP TAYANG DAN PERTUNJUKKAN TENGAH MALAM TANGGAL 19 FEBRUARI 2011 3Share Film-film yang tetap tayang serta pertunjukkan tengah malam tanggal 19 Februari 2011 22 BULLETS ALTITUDE THE FIGHTER THE GREEN HORNET THE HOLE THE KING`S SPEECH THE MECHANIC THE NEXT THREE DAYS NO STRINGS ATTACHED SHAOLIN Serta film-film lainnya Silahkan melihat jadwal tayang lengkap di website ini Blue_Sky February 19th, 2011, 12:22 AM Silahkan menonton film2 semi porno Indonesia guys :lol: ardi_85 February 19th, 2011, 02:24 AM ^^ paraaahhhhhh.... :bash::bash: sayang banget dong XXI yg uda ada 3Dnya... dan yg uda nambah2 jumlah studionya dengan harapan film yg tayang bs lebih variatif... kalo ternyata cuma diisi sama film horor indonesia ga jelas... macem kuntilanak perawan, setan kabur, ranjang reot, pocong vs tuyul, dan segala macem judul2 ga jelas... :ohno::ohno: walaupun ada jg yg berkualitas, cuma bisa diitung jari... hafis February 19th, 2011, 02:50 AM waduh , berita buruk bagi movie mania niii :bleep::bleep: masak kita disuruh nonton film indo yang semi esek" itu .... males bgt deh ke bioskop klow nggak ada film baratnya ,!!! dan nggak mau meroboh kocek terlalu dalam untuk film indo yang apa adanya ituu huuuuuu :tongue: Xdoni February 19th, 2011, 07:42 AM mungkin nantinya bakalan ada film horor semi porno indonesia edisi 3D. hmmmmmmmmm ajianshakti February 19th, 2011, 08:04 AM http://entertainment.kompas.com/read/2011/02/18/20560413/Tak.Ada.Lagi.Film.Asing.di.Bioskop selamat tinggal film-film asing, selamat datang di era film pocong dan pertarungan buah melon dan buah semangka, depe vs jupe ajianshakti February 19th, 2011, 08:11 AM mungkin nantinya bakalan ada film horor semi porno indonesia edisi 3D. hmmmmmmmmm :lol: jadi terbayang filmnya jupe vs depe dlm bentuk 3D :nuts: drie February 19th, 2011, 09:31 AM http://entertainment.kompas.com/read/2011/02/18/20560413/Tak.Ada.Lagi.Film.Asing.di.Bioskop selamat tinggal film-film asing, selamat datang di era film pocong dan pertarungan buah melon dan buah semangka, depe vs jupe :lol:, mungkin alasan pemerintah melarang Film luar tayang di Ina, karean ingin liat buah melon ama buah semangka edisi lain kali yah :lol: rilham2new February 19th, 2011, 09:46 AM Silahkan menonton film2 semi porno Indonesia guys :lol: Gak mesti .... kan kita bisa persilahkan film Bollywood, UK, Prancis, Spanyol, Mexico, Jerman, Russia, Korea, Thailand, Hong Kong untuk masuk ke negara ini. Cuman ya, mungkin investasi XXI untuk pengembangan infrastruktur khusus film-film 3D jadi sia-sia, karena mayoritas film 3D kan dari Hollywood :nuts: Atau mungkin Arwah Goyang Karawang versi 3D pasti menarik sekali, perkelahian Depe dan Jupe bisa dibuat seolah-olah keluar dari layar. Siapa yang gak mau coba melihat cakaran-cakaran eksklusif dari kedua artis terasa RIIL dan keluar dari layar. Atau mungkin Jenglot Pantai Selatan versi 3D pasti keren banget. Karena Jenglot itu akan merayap tepat ke depan muka penonton. WEISSS pasti seruu hahahahahahaha :rofl: Blue_Sky February 19th, 2011, 10:05 AM ^^ Yang mengancam untuk boikot tidak cuma dari Hollywood ham tapi semua film dari luar yang bakal jadi korban jika aturan bea masuk ini tetap diterapkan di Indonesia iAndy-JaKaRtA February 19th, 2011, 10:26 AM Kisruh Film Hollywood Salut kepada Pemerintah Menaikkan Pajak Impor Film Oleh Brilianto (Kompasianer) JAKARTA, KOMPAS.com — Trending topic di Twitter hari ini salah satunya adalah sinema Indonesia diboikot pengekspor film dari Amerika Serikat. Universal, Warner Bros, Paramount Pictures, dan lainnya tidak mau mengekspor lagi film barat ke Indonesia. Hal ini terjadi gara-gara pemerintah menaikkan pajak untuk film impor. Kalau Anda mampir ke XXI atau bioskop-bioskop yang memakai angka 21, di sana akan terlihat film-film baru, seperti 127 Hours, akan diputar terakhir pada hari ini. Besok tidak ada Midnight Show dengan menampilkan film-film terbaru dari Hollywood. Coba buka situs 21 Cineplex, mulai hari ini semua film yang akan dirilis hanya diisi oleh film Indonesia. Tidak ada film impor. Tahukah Anda penyebab pemerintah menaikkan pajak impor? Pajak film impor lebih murah daripada pajak film nasional. Pajak impor cuma dibebani per satu kopi film, yakni Rp 1 juta per kopi. Rata-rata film impor menyetor lebih kurang Rp 15 juta per judul untuk 15 kopi film. Dalam 12 tahun terakhir, film asing yang diimpor rata-rata 180 judul dengan total kopi sekitar 2.500 kopi sehingga rata-rata hanya 15 kopi per judul. Sementara itu, film nasional harus membayar pajak untuk beberapa hal, mulai dari bahan baku, peralatan produksi, pajak atas artis, karyawan, pajak saat proses produksi, pajak pasca-produksi, dan untuk penggandaan kopi film. Jadi, jika dihitung, maka produser film nasional harus menyiapkan 10 persen lebih untuk pajak. Film seperti Laskar Pelangi atau Ayat-Ayat Cinta yang biaya produksinya Rp 5 miliar harus mengeluarkan pajak senilai Rp 500 juta. Di Thailand, pajak film menggunakan sistem per meter panjang film tersebut. Angkanya 1 dollar AS per meter. Rata-rata setiap kopi film impor mengeluarkan 3.000 dollar AS per kopi atau lebih kurang Rp 30 juta. Itu artinya 30 kali lipat lebih besar dari pajak yang dipungut oleh Pemerintah Indonesia. Nah, keberanian pemerintah ini pasti akan didukung sekali oleh para pekerja film. Mereka memang sudah berteriak cukup lama. Meski saya bukan pekerja film, saya tetap mengucapkan salut kepada pemerintah yang berani menaikkan pajak impor film ini. Sebab, dulu kita takut sekali dan rela diatur oleh Hollywood. rilham2new February 19th, 2011, 11:19 AM ^^ Yang mengancam untuk boikot tidak cuma dari Hollywood ham tapi semua film dari luar yang bakal jadi korban jika aturan bea masuk ini tetap diterapkan di Indonesia Bakal jadi korban atau malah bagi industri film negara lain malah jadi peluang untuk mempopulerkan film mereka ke negara ini ?? Terutama negara2 yang biaya pembuatan filmnya tidak jor-joran kayak Hollywood... Contoh: NEgara Timur Tengah dan Bollywood, Korea Selatan, dan Jepang. v-sun February 19th, 2011, 01:01 PM BlitzMegaplex Cari Film Independen Tutupi Minimnya Pasokan Film Impor Oleh Hilman Hidayat on 19 February , 2011 BANDUNG: BlitzMegaplex berencana untuk memasok film-film independen untuk menutupi kekurangan pasokan film. Ananda Siregar, Presiden Direktur BlitzMegaplex mengatakan adanya kebijakan pajak bea masuk ffb ini dapat mengakibatkan sejumlah bioskop kekurangan film. “Tentu dengan pemberlakuan pajak ini membuat kami kekurangan pasokan film. Geliat perfilaman nasional 5 tahun ini hanya mampu mengisi 25% sampai 30% yang ada di Blitz. Sedangkan 65% sampai 70% merupakan film Hollywood,” terangnya. Meski berencana untuk memasok film-film independent, pihaknya masih belum mengetahui berapa persen jumlah film independent yang akan ditayangkan. “Untuk jumlah berapa persen film independen yang akan kami masukan belum kami tentukan. Tapi kami akan mencoba cara itu,” ujarnya. Ananda juga juga mengajak agar para produsen film untuk lebih kreatif dalam menghasilkan sebuah film. Menurutnya, ini merupakan sebuah peluang bagi sineas Indonesia untuk berkarya. Meski demikian, Ananda cukup khawatir dengan pemberlakuan pajak bea masuk ini. “Saya tidak tahu ini akan berlaku sampai kapan. Saya khawatir adanya pemberhentian pasokan film ini membuat sejumlah bioskop akan mengurangi jam operasional bahkan tutup,” tambahnya.(hh) http://bisnis-jabar.com/berita/blitzmegaplex-cari-film-independen-tutupi-minimnya-pasokan-film-impor.html ellious grinsant February 19th, 2011, 04:11 PM Kisruh Film Hollywood Salut kepada Pemerintah Menaikkan Pajak Impor Film Oleh Brilianto (Kompasianer) JAKARTA, KOMPAS.com — Trending topic di Twitter hari ini salah satunya adalah sinema Indonesia diboikot pengekspor film dari Amerika Serikat. Universal, Warner Bros, Paramount Pictures, dan lainnya tidak mau mengekspor lagi film barat ke Indonesia. Hal ini terjadi gara-gara pemerintah menaikkan pajak untuk film impor. Kalau Anda mampir ke XXI atau bioskop-bioskop yang memakai angka 21, di sana akan terlihat film-film baru, seperti 127 Hours, akan diputar terakhir pada hari ini. Besok tidak ada Midnight Show dengan menampilkan film-film terbaru dari Hollywood. Coba buka situs 21 Cineplex, mulai hari ini semua film yang akan dirilis hanya diisi oleh film Indonesia. Tidak ada film impor. Tahukah Anda penyebab pemerintah menaikkan pajak impor? Pajak film impor lebih murah daripada pajak film nasional. Pajak impor cuma dibebani per satu kopi film, yakni Rp 1 juta per kopi. Rata-rata film impor menyetor lebih kurang Rp 15 juta per judul untuk 15 kopi film. Dalam 12 tahun terakhir, film asing yang diimpor rata-rata 180 judul dengan total kopi sekitar 2.500 kopi sehingga rata-rata hanya 15 kopi per judul. Sementara itu, film nasional harus membayar pajak untuk beberapa hal, mulai dari bahan baku, peralatan produksi, pajak atas artis, karyawan, pajak saat proses produksi, pajak pasca-produksi, dan untuk penggandaan kopi film. Jadi, jika dihitung, maka produser film nasional harus menyiapkan 10 persen lebih untuk pajak. Film seperti Laskar Pelangi atau Ayat-Ayat Cinta yang biaya produksinya Rp 5 miliar harus mengeluarkan pajak senilai Rp 500 juta. Di Thailand, pajak film menggunakan sistem per meter panjang film tersebut. Angkanya 1 dollar AS per meter. Rata-rata setiap kopi film impor mengeluarkan 3.000 dollar AS per kopi atau lebih kurang Rp 30 juta. Itu artinya 30 kali lipat lebih besar dari pajak yang dipungut oleh Pemerintah Indonesia. Nah, keberanian pemerintah ini pasti akan didukung sekali oleh para pekerja film. Mereka memang sudah berteriak cukup lama. Meski saya bukan pekerja film, saya tetap mengucapkan salut kepada pemerintah yang berani menaikkan pajak impor film ini. Sebab, dulu kita takut sekali dan rela diatur oleh Hollywood. ini siapa sih yang nulis? tolol amat! ini bukan soal kenaikan pajak impor, tapi pemberlakuan sistem pajak baru yang aneh yang cuma ada di negara indonesia. Saat ini indonesia lagi ditertawakan dunia atas peraturan pajak anehnya itu! ellious grinsant February 19th, 2011, 04:14 PM Gak mesti .... kan kita bisa persilahkan film Bollywood, UK, Prancis, Spanyol, Mexico, Jerman, Russia, Korea, Thailand, Hong Kong untuk masuk ke negara ini. Percuma bro, mereka pastinya juga bakalan ikutan kaya hollywood ngeboikot indonesia dari pangsa pasar mereka. sasamakan February 19th, 2011, 04:32 PM Kayaknya India udah ikutan deh, secara Saat Khoon Maaf batal tayang hari ini :ohno: Sedihnya kalo Bollywood ikutan, lama2 semua filem ikutan :ohno: ssphila February 19th, 2011, 04:44 PM Gak mesti .... kan kita bisa persilahkan film Bollywood, UK, Prancis, Spanyol, Mexico, Jerman, Russia, Korea, Thailand, Hong Kong untuk masuk ke negara ini. Cuman ya, mungkin investasi XXI untuk pengembangan infrastruktur khusus film-film 3D jadi sia-sia, karena mayoritas film 3D kan dari Hollywood :nuts: Atau mungkin Arwah Goyang Karawang versi 3D pasti menarik sekali, perkelahian Depe dan Jupe bisa dibuat seolah-olah keluar dari layar. Siapa yang gak mau coba melihat cakaran-cakaran eksklusif dari kedua artis terasa RIIL dan keluar dari layar. Atau mungkin Jenglot Pantai Selatan versi 3D pasti keren banget. Karena Jenglot itu akan merayap tepat ke depan muka penonton. WEISSS pasti seruu hahahahahahaha :rofl: ^^ Distribusi Film Eropa, Mandarin dan Bollywood Juga Distop ke Indonesia Pebriansyah Ariefana - detikMovie Jakarta - Penerapan peraturan baru tentang impor film asing yang dilakukan Dirjen Pajak juga berpengaruh kepada peredaran film Eropa, Mandarin, dan India atau Bollywood. Pihak importir film Indonesia ogah mendatangkan film-film tersebut. Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (IKAPIFI) mengamini langkah Hollywood menghentikan pasokan film ke Indonesia. IKAPIFI pun akan berhenti mengimpor film dari Eropa, Mandarin, India dan film-film dunia lainnya. "Karena yang mereka impor itu bukan hanya film Hollywood saja, tapi film Mandarin, India, dan lain-lain. Semua film di dunia, termasuk film independen. Film-film itu akan terkena pajak seperti itu juga," kata Juru Bicara 21 Cineplex Noorca Masardi saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Jumat (18/2/2011) malam. Mewakili 21 Cineplex, Noorca mengaku prihatin dengan kebijakan Dirjen Bea dan Cukai. Namun ia tidak lantas menyahkannya, Noorca dan teman-temannya di IKAPIFI hanya bisa berharap Dirjen Pajak bisa mendengarkan keinginan dari Motion Pictures Association (MPA). "Menghadapi hal seperti ini, kami merasa sangat prihatin. Hanya berharap dan berdoa, mereka datangkan kembali. Tapi kami juga berharap Dirjen Bea dan Cukai meninjau kembali keputusannya," papar Noorca. (ebi/ebi) Source : movie.detikhot.com (http://movie.detikhot.com/read/2011/02/18/221352/1574087/229/distribusi-film-eropa-mandarin-dan-bollywood-juga-distop-ke-indonesia?h991103213) Tp sy tetep yakin hal ini gak akan lama, mana tahaaaaaannnn.... yunanda_ajah February 19th, 2011, 05:12 PM Kisruh Film Hollywood Salut kepada Pemerintah Menaikkan Pajak Impor Film Oleh Brilianto (Kompasianer) JAKARTA, KOMPAS.com — Trending topic di Twitter hari ini salah satunya adalah sinema Indonesia diboikot pengekspor film dari Amerika Serikat. Universal, Warner Bros, Paramount Pictures, dan lainnya tidak mau mengekspor lagi film barat ke Indonesia. Hal ini terjadi gara-gara pemerintah menaikkan pajak untuk film impor. Kalau Anda mampir ke XXI atau bioskop-bioskop yang memakai angka 21, di sana akan terlihat film-film baru, seperti 127 Hours, akan diputar terakhir pada hari ini. Besok tidak ada Midnight Show dengan menampilkan film-film terbaru dari Hollywood. Coba buka situs 21 Cineplex, mulai hari ini semua film yang akan dirilis hanya diisi oleh film Indonesia. Tidak ada film impor. Tahukah Anda penyebab pemerintah menaikkan pajak impor? Pajak film impor lebih murah daripada pajak film nasional. Pajak impor cuma dibebani per satu kopi film, yakni Rp 1 juta per kopi. Rata-rata film impor menyetor lebih kurang Rp 15 juta per judul untuk 15 kopi film. Dalam 12 tahun terakhir, film asing yang diimpor rata-rata 180 judul dengan total kopi sekitar 2.500 kopi sehingga rata-rata hanya 15 kopi per judul. Sementara itu, film nasional harus membayar pajak untuk beberapa hal, mulai dari bahan baku, peralatan produksi, pajak atas artis, karyawan, pajak saat proses produksi, pajak pasca-produksi, dan untuk penggandaan kopi film. Jadi, jika dihitung, maka produser film nasional harus menyiapkan 10 persen lebih untuk pajak. Film seperti Laskar Pelangi atau Ayat-Ayat Cinta yang biaya produksinya Rp 5 miliar harus mengeluarkan pajak senilai Rp 500 juta. Di Thailand, pajak film menggunakan sistem per meter panjang film tersebut. Angkanya 1 dollar AS per meter. Rata-rata setiap kopi film impor mengeluarkan 3.000 dollar AS per kopi atau lebih kurang Rp 30 juta. Itu artinya 30 kali lipat lebih besar dari pajak yang dipungut oleh Pemerintah Indonesia. Nah, keberanian pemerintah ini pasti akan didukung sekali oleh para pekerja film. Mereka memang sudah berteriak cukup lama. Meski saya bukan pekerja film, saya tetap mengucapkan salut kepada pemerintah yang berani menaikkan pajak impor film ini. Sebab, dulu kita takut sekali dan rela diatur oleh Hollywood. ini siapa sih yang nulis? tolol amat! ini bukan soal kenaikan pajak impor, tapi pemberlakuan sistem pajak baru yang aneh yang cuma ada di negara indonesia. Saat ini indonesia lagi ditertawakan dunia atas peraturan pajak anehnya itu! gw setuju dengan komen ellious, yaiyalah film nasional kena banyak pajak, karena bikinnya disini. Pajak ini itu ini itu ya karena peraturan indonesia. Film impor kena bea masuk doang karena bikinnya ya mereka di negara lain. Toh gw yakin, mereka pun kena pajak ini itu saat produksi film di negara mereka. Yang aneh ya pemerintah kita, apa pernah, film kita diputer di negara lain, trus si pembuat film di indonesia dimintain duit sama pemerintah lokal ? HANYA DI INDONESIA carloanggrio February 19th, 2011, 09:00 PM BCP teh dimana ya kang? bekasi cyber park :cheers: carloanggrio February 19th, 2011, 09:02 PM Lah Bukannya Extension BCP Nya Belom Kelar Ya? Kan Blitz BCP Nunggu Extension BCP Nya Dulu...Baru Bikin Lagi...Apa Jangan-Jangan Gua Salah Info? :nuts: extension BCP nya udh kelar dan 2 studio itu udh mau jadi.. tadi gw liat dr celebrity fitness MM, 2 studio itu udh mulai ditutupi tembok / bata.. kayanya memang ngebut bgt ngebangun studio ini karena semuanya dipersiapkan untuk bln maret udh harus buka.. :cheers: McClarious February 20th, 2011, 12:10 AM extension BCP nya udh kelar dan 2 studio itu udh mau jadi.. tadi gw liat dr celebrity fitness MM, 2 studio itu udh mulai ditutupi tembok / bata.. kayanya memang ngebut bgt ngebangun studio ini karena semuanya dipersiapkan untuk bln maret udh harus buka.. :cheers: Tapi Gua Yakin Ga Semua Auditorium Langsung Dibuka Pas Soft Opening...Waktu Blitz TerasKota Baru Buka Juga Cuma Studio 1-5 Doang Yang Buka...Sisanya Belum... Audi 7,8, Toilet Cewek, Gamesphere, Blitz Shoppe, Smoking Lounge Nya Masih Ditutup Triplek Waktu Itu...Dan Lobby Nya Masih Bau... Dan Depan Blitzmegaplex Nya (Gedung Mall Lt 3 Nya) Juga Masih Ditutupin Triplek...Masih Parah Banget Dah Dulu...Tapi Skrg Udah Bagus...:D McClarious February 20th, 2011, 12:16 AM HANYA DI INDONESIA HANYA DI INDONESIA...YANG PEMERINTAHNYA BERFIKIR TOLOL KAYAK BEGINI... KALO FILM FILM HOLLYWOOD BAKAL GA TAYANG DI BIOSKOP...YA BERARTI MASYARAKAT BANYAK YANG BERPINDAH KE DVD BAJAKAN... DAN BERARTI PEMERINTAH MENDUKUNG RAKYATNYA UNTUK RAKYAT BERPINDAH KE DVD BAJAKAN... DAN GUA YAKIN INI KASUS GA BAKAL BERTAHAN LAMA...KALAU BERTAHAN LAMA PASTI 21 CINEPLEX / BLITZMEGAPLEX BISA BANGKRUT...TUTUP... AAH...PUSING DAH GUA MIKIRIN BEGINIAN... YANG GUA BIKIN PUSING LAGI...CARA MATIIN CAPSLOCK NYA GIMANA? :lol::lol::lol::lol::lol::lol: bharadya February 20th, 2011, 01:30 AM Pemerintah ki cen kake'ane tenan! Ngurusi gayus we ra becus, iki malah nggolek perkoro liyo! :bash::bash: *mohon maaf, sekadar menumpahkan perasaan. :nocrook::nocrook: pecinta_surabaya February 20th, 2011, 03:52 PM Ada berita di running text tvone kalo film asing ttp masuk. Kata pak Jero Wacick minimal bulan depan beres masalah ini.. Coba search di google "menbudpar pastikan film asing" *sory ga ngasih beritanya,via mobile soalnya* carloanggrio February 20th, 2011, 04:02 PM blitz bcp http://i1038.photobucket.com/albums/a463/carloanggrio/Photo0399.jpg richgun17 February 20th, 2011, 04:44 PM Menbudpar Tak Ingin Impor Film Hollywood Dihentikan Tribunnews.com, Fajar Pratama TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik berharap importir film-film asing di Indonesia tidak menghentikan film asing di bioskop Tanah Air. Menurut Jero Wacik, kebijakan penarikan film-film luar negeri dari bioskop akan menyengsarakan masyarakat penikmat film. "Kita tidak ingin mematikan importir film luar, karena tidak boleh ada kebijakan yang akhirnya menyengsarakan masyarakat. Percayalah kita tidak berniat mematikan importir," ujar Jero Wacik, di kantor Kemenbudpar, Minggu (20/2/2011). Jero Wacik pun ingin agar film-film Hollywood dan film asing lainnya, tetap terjaga di Tanah Air. Oleh sebab itu, Jero Wacik ingin agar importir film asing tetap memberikan film-filmnya. "Kita ingin menjadi tuan rumah di negara sendiri dan tamu di negeri orang. Film impor juga harus terpelihara. Saya setuju film asing menjadi inspirasi. Pastinya importir harus hidup," ungkap Jero Wacik. Menurut Jero Wacik, pihaknya sudah membentuk tim untuk membahas penarikan film-film asing terkait kebijakan pajak yang dibuat Ditjen Pajak. Menurut Jero Wacik, jawaban pembahasan mengenai kebijakan penarikan film-film asing akan diumumkan bulan depan.(*) rilham2new February 20th, 2011, 04:49 PM Kurasa tidak akan dibiarkan berlarut-larut, MPA nya Hollywood pun sangat tahu posisi tawar mereka terlalu kuat di Indonesia ini. Apalagi film nasional bukan tipe yang aktif merilis film. Sementara MPA pun sudah tahu kapasitas Bioskop lokal di Indonesia, dan juga kapasitas produksi film nasional, serta tendensi penonton nasional ke film impor pun cukup besar (walau kenyataannya film barat tersukses pun masih kacang banget GROSS INCOME nya banding sama film2 nasional yang Booming). Yang terpenting tetap kapasitas film nasional untuk mengisi slot-slot penayangan di bioskop. Sangat njomplang. Sangat kecil kemungkinan film Pocong Ngesot tayang sampai 4 studio sekaligus, dan mengundang penonton di 4 studio tersebut dalam jumlah besar. pecinta_surabaya February 20th, 2011, 05:13 PM Menbudpar Akan Bawa Film Asing ke Rapat Kabinet http://celebrity.okezone.com/read/2011/02/20/206/426755/menbudpar-akan-bawa-film-asing-ke-rapat-kabinet Menbudpar Janjikan Pajak Film Impor Takkan Ganggu Penayangan Film Hollywood http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/kabar/9185-menbudpar-janjikan-pajak-film-impor-takkan-ganggu-penayangan-film-hollywood.html Menbudpar Tak Ingin Impor Film Hollywood Dihentikan http://www.tribunnews.com/2011/02/20/menbudpar-tak-ingin-impor-film-hollywood-dihentikan Menbudpar: Pemerintah Tidak Akan Matikan Film Impor http://www.antaranews.com/berita/246894/menbudpar-pemerintah-tidak-akan-matikan-film-impor Menbudpar Kumpulkan Importir Film http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/seni-budaya/11/02/20/165109-menbudpar-kumpulkan-importir-film Dari beberapa berita diatas, MenBudPar (Jero Wacik) juga tidak setuju boikot MPA.. Inti beritanya Beliau minta pajak film lokal yg diturunkan, bukan pajak film impor yg dinaikkan.. Beliau berusaha MPA tetap mendistribusikan film impor di Indonesia.. Jangan cuma gara2 seorang Hanung Bramantyo yg protes, masyarakat Indonesia kena getahnya.. :bash::bash: pecinta_surabaya February 20th, 2011, 05:21 PM Kutipan hasil wawancara Jero Wacik dari berita diatas : “Saat ini, kami masih membahas soal ketentuan yang akan dipakai dalam pemberian pajak film nasional dan film impor. SK (Surat Keputusan) pemberlakuan pajak terhadap film impor juga belum jadi kok, jadi saya ingin meluruskan pemberitaan yang sekarang sedang berkembang, itu tidak sepenuhnya benar,” “Saya nggak akan mungkin mematikan usaha importir film. Tadi saya rundingkan dengan Menko Perekonomian, malah kalau perlu diturunin pajaknya, kalau perlu akan saya kurangi pajaknya, hanya dengan beberapa perjanjian dari pemerintah dan importir film,” “Karena jumlah pasar film di Indonesia itu besar, sementara mereka (importir film) hanya membayar setengah dari yang dibayarkan melalui pajak film lokal. Ini kan nggak adil namanya, film lokal bayar pajaknya tinggi, sementara kok film impor bayar pajaknya masih rendah. Ini yang sedang kita bahas bersama Dirjen Pajak, Bea Cukai, Dirjen Seni dan Budaya,” “Saya berjanji untuk segera menangani secepat mungkin. Nanti akan saya umumkan paling lambat tanggal 30 Maret, jadi pas dengan Hari Film Nasional. Sengaja kita informasikan tanggal itu biar pas momennya, kan ini untuk kemajuan perfilman nasional juga,” "Kita tidak ingin mematikan importir film luar, karena tidak boleh ada kebijakan yang akhirnya menyengsarakan masyarakat. Percayalah kita tidak berniat mematikan importir," "Kita ingin menjadi tuan rumah di negara sendiri dan tamu di negeri orang. Film impor juga harus terpelihara. Saya setuju film asing menjadi inspirasi. Pastinya importir harus hidup," "Pembahasan ini belum selesai, belum tuntas, masih digodok, jadi jangan timbul protes dulu karena belum final," "Padahal keputusan belum ada, pembahasan baru dimulai tapi sudah ramai dibicarakan," "Saya ingin mendengar langsung apa permintaan mereka dan mencari titik temu," "Kita ingin keputusan yang terbaik, pemerintah tidak ingin menghentikan masuknya film asing, tapi pemerintah juga ingin industri film dalam negeri bangkit," richgun17 February 20th, 2011, 06:08 PM Kutipan d/Detik Movie Jakarta - Siapa yang mengusulkan pajak film asing ditinggikan? Ternyata, usulan tersebut berasal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Alasannya, SBY ingin memajukan industri film nasional. "Kejadian bermula ketika saya berbincang dengan Pak Presiden sehari sebelum rapat kabinet tahun lalu tentang perkembangan film nasional," ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Hal tersebut dikatakannya dalam konfrensi pers tentang Kebijakan Perfilman Nasional dan Masalah Pajak Film Impor di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (20/2/2011). Menurut Jero Wacik, SBY melihat industri film mulai menunjukkan kebangkitan dalam enam tahun terakhir. Hal itu terbukti dari banyaknya jumlah film nasional yang diproduksi setiap tahunnya. "Presiden saat itu membaca keluhan Hanung Bramantiyo yang mengeluhkan tingginya biaya pembuatan film di Indonesia," jelasnya. Dalam tulisan sines muda tersebut, lanjut Jero Wacik, Salah satu biaya yang harus ditanggung pembuat film adalah pajak pertambahan nilai sebesar 10 persen yang membuat industri film nasional kalah dengan film impor. "Tolong ditata semua, termasuk perpajakannya," jelas Jero Wacik menirukan ucapan Presiden pada Sidang Kabinet akhir tahun lalu. Mendapat perintah dari SBY, maka Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bersama Kementerian Keuangan menyusun aturan yang memproteksi industri film lokal dirancang. "Dalam rancangan tersebut pemerintah berencana membebaskan pajak produksi film dan menaikkan pajak film impor, sehingga film nasional dan film impor bisa bersaing," ujar Jero. Rencananya, peraturan tersebut semula akan dikeluarkan pada akhir Maret tahun ini. "Kementerian Keuangan tiba-tiba menerbitkan aturan film impor sebelum paketnya selesai," ujarnya. Berdasarkan data yang dikumpulkan detikcom tentang data produksi dan pemutaran film di bioskop, tahun 2007 film lokal berjumlah 54 judul dan film asing 205 judul, tahun 2008 berjumlah 91 judul film lokal dan film asing 144 judul, tahun 2009 terdapat 83 judul film lokal dan 156 judul film asing, dan tahun 2010 terdapat 70 judul film lokal dan 249 judul film asing. ericcando February 20th, 2011, 06:36 PM mungkin nantinya bakalan ada film horor semi porno indonesia edisi 3D. hmmmmmmmmm :lol: jadi terbayang filmnya jupe vs depe dlm bentuk 3D :nuts: ^^ :rofl::lol::lol: skalian aja MARIA OZAWA 3D buat ngisi studio 3d yg kosong. gw yakin, laku keras. biar harga tiket 100rb juga, antre :lol::lol: ( duh duh jadi ngomongin beginian lg... :nuts: ) VRS February 21st, 2011, 07:05 AM anggrek XXI.... http://img13.imageshack.us/img13/9126/19022011343.jpg (http://img13.imageshack.us/i/19022011343.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img831.imageshack.us/img831/6479/19022011344.jpg (http://img831.imageshack.us/i/19022011344.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img717.imageshack.us/img717/9819/19022011345.jpg (http://img717.imageshack.us/i/19022011345.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) pecinta_surabaya February 21st, 2011, 01:49 PM Grand City XXI Surabaya http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/IMG01303-20101013-1458.jpg http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/Photo0058.jpg http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/IMG01304-20101013-1458.jpg http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/IMG01305-20101013-1502.jpg http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/IMG01307-20101013-1520.jpg hayu arya February 21st, 2011, 05:36 PM Grand City XXI Surabaya http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/IMG01303-20101013-1458.jpg http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/Photo0058.jpg http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/IMG01304-20101013-1458.jpg http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/IMG01305-20101013-1502.jpg http://i909.photobucket.com/albums/ac300/Skywalk3rz/IMG01307-20101013-1520.jpg the premiere yang baru2 sekarang kok nggak kayak dulu ya, perasaan dulu settingannya sepasang2 dan lebar2 jaraknya jadi bener2 private..... hayu arya February 21st, 2011, 05:46 PM Kutipan d/Detik Movie Jakarta - Siapa yang mengusulkan pajak film asing ditinggikan? Ternyata, usulan tersebut berasal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Alasannya, SBY ingin memajukan industri film nasional. "Kejadian bermula ketika saya berbincang dengan Pak Presiden sehari sebelum rapat kabinet tahun lalu tentang perkembangan film nasional," ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Hal tersebut dikatakannya dalam konfrensi pers tentang Kebijakan Perfilman Nasional dan Masalah Pajak Film Impor di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (20/2/2011). Menurut Jero Wacik, SBY melihat industri film mulai menunjukkan kebangkitan dalam enam tahun terakhir. Hal itu terbukti dari banyaknya jumlah film nasional yang diproduksi setiap tahunnya. "Presiden saat itu membaca keluhan Hanung Bramantiyo yang mengeluhkan tingginya biaya pembuatan film di Indonesia," jelasnya. Dalam tulisan sines muda tersebut, lanjut Jero Wacik, Salah satu biaya yang harus ditanggung pembuat film adalah pajak pertambahan nilai sebesar 10 persen yang membuat industri film nasional kalah dengan film impor. "Tolong ditata semua, termasuk perpajakannya," jelas Jero Wacik menirukan ucapan Presiden pada Sidang Kabinet akhir tahun lalu. Mendapat perintah dari SBY, maka Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bersama Kementerian Keuangan menyusun aturan yang memproteksi industri film lokal dirancang. "Dalam rancangan tersebut pemerintah berencana membebaskan pajak produksi film dan menaikkan pajak film impor, sehingga film nasional dan film impor bisa bersaing," ujar Jero. Rencananya, peraturan tersebut semula akan dikeluarkan pada akhir Maret tahun ini. "Kementerian Keuangan tiba-tiba menerbitkan aturan film impor sebelum paketnya selesai," ujarnya. Berdasarkan data yang dikumpulkan detikcom tentang data produksi dan pemutaran film di bioskop, tahun 2007 film lokal berjumlah 54 judul dan film asing 205 judul, tahun 2008 berjumlah 91 judul film lokal dan film asing 144 judul, tahun 2009 terdapat 83 judul film lokal dan 156 judul film asing, dan tahun 2010 terdapat 70 judul film lokal dan 249 judul film asing. kenapa sih musti boikot si MPA? menrurut gw sih itu cuman bikin harkat martabat bangsa kita direndahin, kenapa kok gak disikapi dengan bijak, oke lah pajak dinaikin, kenapa harganya juga kagak dinaikin aja...., nantinya khan juga akan ada perbedaan harga antara film lokal dan film asing dan pengusaha musti akan lebih selektif beli film2 asing yang kira2 bakal bener2 laku dan booming di pasaran, dan kalo emang penonton itu bener2 ngaku movie freaker mo harga seberapapun juga bakal beli tiket buat nonton di bioskop, asal filmnya bener2 kualitas ditambah dengan fasilitas bioskop yang bener2 nyaman, harga mahal kenapa tidak, daripada harga tiket murah tapi nontonnya film lokal yang murahan gak jelas, sayang banget......., menurut gw sih emang haruslah film impor pajaknya lebih gede daripada film lokal......, kalo ampe si MPA itu boikot, brarti yang si PENJAHAT itu si MPA bukan PEMERINTAH.......... titus15 February 21st, 2011, 05:51 PM Penjahatnya menurut saya ya distributor lokal yang cuma satu-satunya itu. Paling mereka cuma mau gertak aja. Saya pikir yang utama bukan pajak film asingnya naik, tapi bebaskan pajak produksi dulu. Kalo kayak gini kesannya pemerintah cuma kaya centeng parkir aja kerjaannya... Pajak film belum tentu dibebasin, udah naikin pajak film asing aja... wah dimana ada pajak disitu ada negara... dimana fasilitas publik ancur disitu juga ada centeng parkir bernama negara... piye jal?? rilham2new February 21st, 2011, 06:12 PM Kalau saya bilang sih bukan di pihak MPA nya, apalagi pemerintah. Tapi perusahaan lokal di negara kita yang mendatangkan film asing lah yang jadi "kompor" (atau perusahaan Amerika yang menjadi sub-Company untuk mendistribusikan hak edar film itu ke Indonesia). Tolong dong bagi siapapun yang punya, tolong berikan COPY Press Release nya MPA yang membuktikan bahwa kejadian yang terjadi hari ini adalah posisi resmi mereka. Sekarang ini ceritanya kita tahu MPA menghentikan peredaran film ke Indonesia itu dari MPA nya langsung atau pihak tertentu di dalam negara kita ??? Jangan sampai siapa yang keberatan, malah mengkambinghitamkan Studio di Hollywood dan merugikan pola pandang masyarakat ttg pentingnya pemasukan negara dari pajak. ellious grinsant February 21st, 2011, 07:23 PM Aduuuuh, kalian pada baca berita gak sih... yang salah tuh pemerintah, dengan seenaknya bikin aturan pajak baru YANG ANEHNYA CUMA ADA DI INDONESIA! Dunia tuh saat ini lagi ngewatain perpajakan indonesia atas peraturan barunya. Pajaknya mengenai bea atas hak distribusi gitu deh, yang mengindikasikan kalo film dibioskop itu adalaha barang yang bisa dibeli dan dibawa pulang. Padahal kenyataannya kan tidak, film dibioskop cuma kita bisa tonton di bioskop aja, dan itu cuma sekali perbayar. Roll nya gak bisa kita bawa pulang kan?! Nah pemerintah menfasirkannya begitu, makannya kena bea hak distribusi. Pokoknya intinya begitu deh... kalo kurang yakin silahkan baca The Jakarta Globe atau gak kompas. Makannya MPA ngerasa paraturan pajak ini dinilai anak dan memberatkan. Karena film impor emang udah kena pajak tinggi sebelumnya. Gua lupa besarannya berapa. kalo gak salah kaya gini. Dari 100% biaya film import: 23% utk PPN+PPh 10-15% utk retribusi daerah 5% utk LSF 15% utk bioskop (listrik, pegawai etc) ...20% buat distributor lokal (termasuk promosi) 5% buat transportasi Sisanya buat lisensi dan hak cipta Nah sekarang ditambah lagi pajak baru itu yang besarannya 23% juga! Udah kebayangkan seberapa tingginya tuh pajak. Sebenarnya sih gak perlu naikin pajak atau pun tetap naikin, kalopun emang film indonesia belum banyak yang bagus yaaaa percuma aja, orang bakalan tetap nonton film asing juga. Intinya tanpa film asing yang tayang di indonesia, Film dalam negeri bakalan lenyap. Karena akan ada efek bola salju kemudian. Mulai dari bioskop yang mulai tutup, karyawan yang mulai nganggur, dan film indonesia yang udah gak punya tempat untuk nayangin hasilnya. Kalo film indonesia gampang dan banyak, pemerintah harusnya bikin sekolah film, murahin tuh pajak-pajak untuk bikin film dalam negeri. Yang bikin film dalam negeri jelek secara kualitas dan kwantitas adalah pemerintah sendiri. MEreka kurang peduli sama perfilman nasional. rilham2new February 22nd, 2011, 01:42 AM ^^ Baca dong beritanya, tapi yang sedang saya pertanyakan bukan efek bola salju atau besaran pajaknya ... dan juga sedang tidak membicarakan efek ke film lokal dan juga efeknya ke perkembangan bioskop di Indonesia. tapi saya masih belum menemukan berita satupun (setidaknya yang berbahasa Inggris -- bersumber langsung dari PRESS RELEASE nya MPA atau pihak terkait di luar negeri), ttg pernyataan resmi sendiri dari pihak MPA nya. Karena kita tahunya MPA menghentikan ini semua, justru dari pihak di dalam negeri. Nah jadi kita tahu kabar tentang MPA itu justru tidak langsung dari MPA. TAPI DARI PIHAK DI DALAM NEGERI. Kita perlu tahu apa isi Surat Nota Resmi dari MPA, kalau perlu juru bicara dari MPA nya langsung. Bukan sekedar kambing-mengkambinghitamkan. Kan lucu kalau ternyata yang "lebih pengen" menghentikan arus film asing ke dalam negeri adalah pihak di dalam negeri sendiri, yang sedang dalam tahapan "memaksa pemerintah". Ini gak lagi ngomongin besaran pajaknya loh. Saya merasa sesuatu yang rada "fishy" di sini. RUNUT BERITANYA, Pertama cuman dinyatakan HOLLYWOOD yang mulai berhenti menyalurkan ke negara ini. Kemudian keluar lagi berita kalau NON-HOLLYWOOD yang diimpor ke Indonesia juga berhenti ditayangkan. Nah, ada apa gerangan. Kenapa bisa barengan ?? Apakah ada COPY Surat resmi dari pihak katakanlah di India dan Hong Kong "keberatan" akan sistem pajak baru ini? Atau jangan sekali lagi "maaf", justru pihak dalam negeri keberatan, tapi mengkambinghitamkan pihak distributor luar. Saya tahu ini cuman kecurigaan, tapi ini perlu dibuat terang benderang. Karena kalau seandainya ini akal-akalan pihak di dalam negeri. Dan pihak pemerintah tahu akan hal ini. Saya ragu kalau pemerintah akan "mengalah". rilham2new February 22nd, 2011, 01:52 AM Kalau baca berita ini sih bunyinya ternyata "anak bangsa" sendiri yang berkeberatan akan sistem pajak baru ini :D Kalian yakin pemerintah bakal "mengalah"?? Sangat kecil kemungkinannya. Apa ini si importir tidak kehilangan "rantang nasi"? Paling juga nanti ketakutan sendiri. Jangan2 Akhirnya, importir dalam negeri pada mengalah .. oke deh film asing boleh masuk dengan harga tiket yang dibedakan dengan film lokal :D. Apalagi sekarang di TV ada berita yang lebih heboh kayak kasus SKANDAL SUSU FORMULA, apakah ini akan naik ke permukaan secara khusus di media nasional?? Kok rasanya saya agak ragu :D Satu lagi masalah perfilman dan industrinya, kalau jatuh juga gak akan membuat citra politik pemerintah berkuasa turun secara signifikan. Lain dengan Skandal Susu Formula. Pemerintah sekarang lagi "menimbang-nimbang" polemik mana ya yang kira-kira lebih menguntungkan untuk posisi politiknya. Saya agak sedikit ragu kalau polemik film impor ini yang akan dijadikan "batu loncatan" untuk mengangkat citra :D ^^ Distribusi Film Eropa, Mandarin dan Bollywood Juga Distop ke Indonesia Pebriansyah Ariefana - detikMovie Jakarta - Penerapan peraturan baru tentang impor film asing yang dilakukan Dirjen Pajak juga berpengaruh kepada peredaran film Eropa, Mandarin, dan India atau Bollywood. Pihak importir film Indonesia ogah mendatangkan film-film tersebut. Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (IKAPIFI) mengamini langkah Hollywood menghentikan pasokan film ke Indonesia. IKAPIFI pun akan berhenti mengimpor film dari Eropa, Mandarin, India dan film-film dunia lainnya. "Karena yang mereka impor itu bukan hanya film Hollywood saja, tapi film Mandarin, India, dan lain-lain. Semua film di dunia, termasuk film independen. Film-film itu akan terkena pajak seperti itu juga," kata Juru Bicara 21 Cineplex Noorca Masardi saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Jumat (18/2/2011) malam. Source : movie.detikhot.com (http://movie.detikhot.com/read/2011/02/18/221352/1574087/229/distribusi-film-eropa-mandarin-dan-bollywood-juga-distop-ke-indonesia?h991103213) Tp sy tetep yakin hal ini gak akan lama, mana tahaaaaaannnn.... ellious grinsant February 22nd, 2011, 06:42 AM Nih gua kasih linknya deh... It’s Curtains for Foreign Films, Warns Cinema 21 Importation of foreign films into Indonesia has been halted and will only resume if the government revokes a new levy on imported films, the spokesman of 21 Cineplex has warned. Noorca Masardi told the Jakarta Globe that 21, Indonesia’s largest movie theater chain with 500 screens, would only continue to screen foreign films that were already showing. “[After this], we will not be able to screen any more imported films until the customs department changes its policy on film distribution in Indonesia,” he said, adding that this applies not only to movies from the United States but also Europe and Asia. The Motion Picture Association on Thursday told journalists at a preview for “Black Swan” that the Oscar-nominated movie was likely the last foreign offering it would bring into this country because of the new levy on imported film distribution. Noorca was quoted in other news portals as explaining that imported films already had to pay a 23.75 percent excise duty, a 10 percent tax to the central government and another 10-15 percent of the profit from ticket sales to regional governments. The new tax on distribution, he said, was also as much as 23.75 percent. “There is no similar rule in any other country,” he later told the Globe. Source : http://www.thejakartaglobe.com/indonesia/its-curtains-for-foreign-films-warns-cinema-21/423580 Nah ada lagi yang langsung dari perwakilan MPA Frank Ritman-nya. Cinemas Face Threat of US Movie Boycott Cinema screens across the country may soon have little to show except local movies if a new threat by American film producers to boycott exports to Indonesia is carried out. The warning has come from the Motion Picture Association, the international counterpart of the Motion Picture Association of America, which has apparently been angered by a proposed levy slapped on imported films. Freelance film reviewer Bobby Batara told the Jakarta Globe that Frank Rittman, MPA’s vice president for the Asia Pacific, aired the warning after a preview screening for journalists on Thursday of the Oscar-nominated US film “Black Swan.” Bobby, who attended the event, said Rittman had complained about a new tax that would soon be applied by Indonesia’s customs office. Rittman was quoted by a number of journalists at the screening as saying that the new government regulation on film importation could force big American studios to stop sending movies to Indonesian cinemas. MPA representatives could not be reached for confirmation. Titis Sapto Raharjo, editor in chief of Flick Online Magazine, a film review site, was also at the screening and said the rumor was that the government planned to impose a levy of 43 cents per meter of film imported. Government officials involved in the matter declined to confirm the figure, saying only that talks were still ongoing. Syamsul Lussa, a representative from the Ministry of Culture and Tourism, said he did not want to comment because the levy had not been finalized yet. “We will discuss it with the tax and customs directorate as there is a high demand for imported films in Indonesia,” he told the Globe. Bambang Permadi Brodjonegoro, head of fiscal policy at the Ministry of Finance, said the details had not been finalized because negotiations with the MPA were still ongoing. “I can’t provide any details until it has been discussed at the fiscal policy body. Please wait until next week,” he said in a message to the Globe. “It’s better to wait until after we have met with [officials from] customs and duties.” Titis criticized the MPA for bringing up the issue before talks had been completed. “This is an internal discussion between the government and the MPA,” he said. “Therefore, it is very important that Frank not bring this case up to the public.” Nauval Yazid, manager of the annual Jakarta International Film Festival (JiFFest), said if the threat were carried out, it would deal a significant blow to cinemas and filmgoers across the country. “Stopping film exports to Indonesia would affect many people,” he said. “Besides, the Indonesian film industry is grappling with piracy, which cannot be stopped. It’s very important that the MPA discuss and resolve this problem with customs.” Members of the MPA include some of the biggest studios in the United States, including Walt Disney Pictures, Paramount Pictures, Sony Pictures Entertainment, Twentieth Century Fox Film, Universal Pictures and Warner Bros. Entertainment. Source : http://www.thejakartaglobe.com/indonesia/cinemas-face-threat-of-us-movie-boycott/423370 rilham2new February 22nd, 2011, 09:53 AM ^^ Itu baru pendapat pribadi, belum pendapat dan sikap resmi asosiasi. Dan itu media lokal, karena kalau memang MPA punya posisi seperti itu. Pastinya tidak susah mencari PRESS RELEASE nya di website resminya. Yang kenyataannya tidak ada pernyataan apa-apa soal itu. Apalagi yang dihighlight itu jelas "had complained", tidak ada satu perkataan pun yang mengatakan "MPA had agreed to" atau "MPA had deeply regretted to inform that". Baca dengan jelas lagi, itu BUKAN "DIRECT QUOTE" yang didapat wartawan Jakarta Globe dari Mr. Rittman, tapi INDIRECT QUOTE dari Bobby Batara (orang Indonesia, bukan??). Apakah INDIRECT QUOTE ini bermakna MPA sudah mengambil posisi?? Bahkan QUOTE di bawahnya yang bernada ANCAMAN. Baru ANCAMAN, mendadak langsung terealisasi tanpa ada diskusi gitu ?? APakah memang ada SOMETHING FISHY . Baca lagi yang ini Titis Sapto Raharjo, editor in chief of Flick Online Magazine, a film review site, was also at the screening and said the rumor was that the government planned to impose a levy of 43 cents per meter of film imported. I can clearly see bahkan editor-in-chief mengatakan ini masih sebatas RUMOR. Pemerintah di paragraf bawahnya lagi malah bilang, STILL IN DISCUSSION. Nah loh, siapa yang bohong :D. Tapi lihat SUB-JUDUL yang di bawah sudah ada ketahuan sesuatu kok MPA representatives could not be reached for confirmation. Lihat lagi berita yang di atasnya, HAYOOO SIAPA YANG NGOMONG Noorca Masardi told the Jakarta Globe that 21, Indonesia’s largest movie theater chain with 500 screens, would only continue to screen foreign films that were already showing. Juru bicara 21 Cineplex nih yang ngomong. WE NEED DIRECT STATEMENT dari MPA, bukan sekedar ucapan waktu lagi SCREENING Black Swan di Pasar Asia saja. TOlong media nasional korek ini habis-habisan. WE NEED TO UNCOVER WHO'S FISHY HERE. Karena kalau memang yang FISHY adalah pihak dalam negeri, sekali lagi aku nyatakan... aku sangat ragu kalau pemerintah akan "mengalah". Kalau baca KOMPAS hari ini, katanya bahkan Distributor Film Asing telah menunggak royalti ke pemerintah sejak tahun 1995. Kisah ini masih belum jelas, belum kebuka semuanya -- kalau boleh jujur belum semua pihak dapat kesempatan berbicara dan mengemukakan posisi mereka di media secara setara. Tapi kita terlalu cepat menjatuhkan JUDGEMENT (bisa jadi karena media juga yang sengaja mengarahkan ke "satu pihak" tertentu untuk dikambinghitamkan sampai ada fakta baru) :D Sampai ada "fakta baru" mungkin aku tidak mau memberikan JUDGEMENT apapun. McClarious February 22nd, 2011, 12:04 PM Kabar Facebook Dari Pihak 21 Dan Blitz 21 Cineplex http://img705.imageshack.us/img705/4698/kabar.jpg (http://img705.imageshack.us/i/kabar.jpg/) Blitzmegaplex http://img692.imageshack.us/img692/6536/kabar2.jpg (http://img692.imageshack.us/i/kabar2.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) pecinta_surabaya February 22nd, 2011, 01:43 PM Dari yg saya baca berita2 sih gini jalannya masalah ini : 1. Si Hanung komplain ttg pajak film Indo lebih besar dr pajak impor film.. (ini yg bego menurut saya) 2. Bapak Presiden SBY menanggapi, ngomong ke Menbudpar (Pak Jero Wacik) 3. Menbudpar dan Menteri Keuangan berencana membahas ttg pajak2 ini.. 4. Disepakati bahwa Pajak Film Lokal menjadi 0%, Pajak Impor Film tetap.. 5. Kedua Menteri menunggu waktu yg tepat untuk menyelesaikan / mengumumkannya.. 6. Ditjen Pajak melangkahi kesepakatan awal dengan Menbudpar, jadilah pajak impor yg naik.. 7. Menbudpar bingung, dan sekarang berusaha mengklarifikasi bahwa hal itu salah / tidak benar.. Pajak itu sekarang belum disahkan, ato lebih tepatnya baru wacana.. Pihak MPA menolak kenaikan pajak, makanya mereka menghentikan impor Film selanjutnya.. Buktinya apa?? Film2 mereka masih beredar di bioskop2 seluruh tanah air.. Artinya?? Pajak itu belum berlaku, masih wacana.. MPA menolak mendistribusikan film asing JIKA nantinya benar2 naik.. Semoga pertemuan semua pihak terkait besok menghasilkan kesepakatan awal.. hayu arya February 22nd, 2011, 03:22 PM kayakny yg kebakaran jenggot cuman pihak 21grup deh, blitz kykny cool cool aja, so.. Kykny emang bener ini gertakan dari distributor lokal or si ä@ ajianshakti February 23rd, 2011, 12:01 AM http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/22/08565672/Importir.Film.Tunggak.Royalti.sejak.1995 ini berita yg saaangat aneh, royalti? sejak kapan sebuah hasil karya orang lain harus bayar royalti ke pajak? bukankah royalti dibayarkan kepada pembuat karya? :ohno: sebetulnya kalau dicermati, dinas pajak semenjak dipegang sri mulyani dg dukungan SBY bikin aturan2 nyleneh yg semakin mencekik leher rakyat indonesia, contohnya ini: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=30856:gawat-pajak-pensiunan-tinggi&catid=27:bisnis&Itemid=59 mengapa PENSIUNAN kena pajak? pensiun dianggap penghasilan pdhl itu adalah gaji mereka yg dipotong dan bisa dikatakan tabungan hidup dihari tua :bash: dan mereka-mereka yg mendukung pajak bea masuk dan sebagainya itu apakah mau nonton film dg harga tinggi?:tongue: http://entertainment.kompas.com/read/2011/02/20/12303936/Wah.HTM.Film.Asing.Bisa.Naik.200.Persen taruhlah skrg HTM termurah 15rb (bukan film indonesia), kalau naik 200% berarti sekitar50rb (tlg koreksi jika salah hitung), aku nonton bioskop krn bioskop tempat rekreasi yg terjangkau, dekat rumah, mudah diakses dan nyaman dan kebetulan mmg lebih banyak film asing (hollywood) dan sepertinya kalau berkepanjangan bisa jadi tak akan ada harry potter, twilight saga dsb yg diputar disini (berharap dvd bajakan dg cepat mampir):weird: ajianshakti February 23rd, 2011, 12:30 AM saya baca beberapa opini baik yang di thread ini maupun di media lain, kesimpulannya adalah terbagi dua antara mendukung dengan embel-embel melindungi film nasional dan menolak dg alasan pajak yg tdk pada tempatnya menurut saya: melindungi film nasional tdk dg cara seperti ini, melindungi film nasional bisa dengan menurunkan pajak untuk film nasional atau menghapusnya sekalian dg beberapa syarat (spt yg diucapkan aditya gumay dlm dialog metro siang) misalnya, film tsb dpt award, yang menolak krn pajak film tsb sangat aneh, dg memberlakukan pajak, maka pembuat film asing (hollywood, mandarin dsb) harus bayar royalti ke dinas pajak dan pajak2 lainnya baca dan download surat pajaknya di www.pajak.go.id SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE-3/PJ/2011 TANGGAL 10 JANUARY 2011 3. Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1992 tentang Perfilman mengatur bahwa yang dimaksud dengan film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang dibuat berdasarkan atas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, piringan video dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik, dan/atau lainnya. 000 4) Perlu diperhatikan bahwa pada saat pemasukan film impor telah dipungut Pajak Pertambahan Nilai impor. Oleh karena itu Dasar Pengenaan Pajak yang digunakan untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas pemanfaatan film impor yang terutang pada saat pemasukan film tersebut adalah sebesar nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar, dikurangi dengan nilai impor; 5) Adapun atas pembayaran royalti film impor sebagai hasil peredaran film di dalam Daerah Pabean terutang Pajak Pertambahan Nilai dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar. jadi yg salah kaprah siapa? MPA atau pemerintah? ajianshakti February 23rd, 2011, 12:49 AM Kalau baca KOMPAS hari ini, katanya bahkan Distributor Film Asing telah menunggak royalti ke pemerintah sejak tahun 1995. http://www.pajak.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=9628:sinematografi-kena-royalti-10&catid=87:Berita%20Perpajakan&Itemid=1404 tentang Perlakuan PPh Atas Penghasilan Berupa Royalti dari Hasil Karya Sinematografi. Aturan itu berlaku sejak tanggal ditetapkan yaitu 4 Juni 2009. kalau aturannya baru diberlakukan tahun 2009, mengapa disebutkan importir nunggak royalti sejak tahun 1995? apakah sebelum 1995 importir sudah bayar lalu berhenti begitu saja sejak 1995? kalau berhenti begitu saja, mengapa baru diutak atik sekarang, kenapa tdk dari dulu? ajianshakti February 23rd, 2011, 01:09 AM http://www.mediaindonesia.com/read/2011/02/22/205152/270/115/Royalti-di-Layar-Lebar Ancaman tidak bisa lagi menonton film asing datang dari pemerintah. Sejak 10 Januari 2011, Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-3/PJ/2011 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan Berupa Royalti dan Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Pemasukan Film Impor. Surat edaran itu menyebutkan, penghasilan yang dibayarkan ke luar negeri oleh importir terkait penggunaan hak cipta atas film impor dengan persyaratan tertentu merupakan royalti yang dikenai PPh 20 persen. Pajak royalti untuk film nasional ini diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-33/PJ/2009 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Berupa Royalti dari Hasil Karya Sinematografi. Selain pengenaan pajak royalti film impor, Dirjen pajak juga mengubah perhitungan PPN yang selama ini dikenakan pada film impor. Sebelumnya, film impor dikenai bea masuk, PPN, dan PPh hanya berdasarkan panjang film, tanpa memperhitungkan jenis dan harga film. "Kami hanya kenakan sekitar US$0,43 per meter sebagai dasar pengenaan untuk bea masuk dan juga pengenaan PPN dan PPh,†ujar Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Suryo Utomo kala mengumumkan aturan baru tersebut beberapa waktu lalu. Aturan pajak royalti terbaru ini yang akhirnya membuat pelaku industri bioskop menyetop impor film-film asing. Lantaran harga pajak royalti yang harus dibayar kelewat mahal dan berpotensi membangkrutkan industri bioskop. Kalaupun dipaksakan, tentu saja konsekuensi harga tiket menonton bisa berlipat, dari harga Rp35.000 menjadi Rp70.000 untuk menonton di XXI Cineplex. Bayangkan jika satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak akan menonton Kungfu Panda 2, berarti harus merogoh kocek Rp280.000 dan itu belum termasuk membeli kudapan peneman nonton. sasamakan February 23rd, 2011, 07:46 AM Kalo saya bilang kan gara2 pihak sini, bukan MPAnya Mungkin nanti tarif bioskop kaya di negara lain, untuk film asing sama lokal harganya beda. Kemaren saya sempet nonton Step Up 3 di Singapore, ternyata harga tiketnya cukup mahal buat hari biasa (SGD 8). Itu juga di bioskop sekelas Blok M 21 gitu menurut saya (Cathay Cineplexes yg deket SMU). Makanya kenapa nonton bioskop dgn kualitas sangat baik bisa murah banget di Indonesia menurut saya. Ya nunggu keputusan akhir aja bagaimana? Kalo saya blg sih kayaknya pihak 21 nya yg wara wiri ajianshakti February 23rd, 2011, 09:54 AM Mungkin nanti tarif bioskop kaya di negara lain, untuk film asing sama lokal harganya beda. bukannya sudah beda HTMnya? antara 21 (yg memutar film indo) dan XXI plus the premiere (yg banyak memutar film asing) bukankah lebih murah 21? bharadya February 23rd, 2011, 09:59 AM bukannya sudah beda HTMnya? antara 21 (yg memutar film indo) dan XXI plus the premiere (yg banyak memutar film asing) bukankah lebih murah 21? ^^ Ada juga XXI yg muterin filem Indonesia, seperti yg di Bekasi, dan HTM-nya sama. Anyway, masalah filem luar terserahlah, yg penting aku sebagai orang awam dan penikmat filem (terutama filem luar) cuman berharap masalah ini segera kelar. Males banget nonton filem Indonesia. ajianshakti February 23rd, 2011, 11:28 AM kalau menurutku yg jd permasalahan adalah pajak royalti, http://www.pajak.go.id/index.php?Itemid=44&catid=131&id=7389:apa-yang-dimaksud-dengan-royalti-&option=com_content&view=article sebagai contoh, jika kita menggunakan lagu orang lain di karaoke atau menyanyikannya di TV maka kita kena royalti yg di bayarkan kepada pembuat karya, selanjutnya dari hasil pembayaran tsb pembuat karya membayar pajak karena telah mematenkan/hak cipta karya tsb sehingga kena pajak sekarang kita liat kasus film asing, dari peraturan dinas pajak yg baru, pihak bioskop (21 dan blitz) selain harus membayar royalti kepada pembuat/distributor film juga harus membayar royalti kepada dinas pajak SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE-3/PJ/2011 TANGGAL 10 JANUARY 2011 Pasal 1 angka 10, Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean adalah setiap kegiatan pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean; Pasal 5 ayat (1) dan (2) saat harga perolehan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak tersebut dibayar baik sebagian atau seluruhnya oleh pihak yang memanfaatkannya. Pajak Pertambahan Nilai Adapun atas pembayaran royalti film impor sebagai hasil peredaran film di dalam Daerah Pabean terutang Pajak Pertambahan Nilai dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar. film2 asing tdk mematenkan hak ciptanya di Indonesia (lha buat apa wong mereka gak bikin film di indonesia) melainkan di negerinya sendiri sehingga orang yg menggunakan film bayar royaltinya ya ditempat asal film tsb dipatenkan dan setiap film yg dianggap box office maka pajaknya akan juga ikut tinggi krn biasanya royalti film2 tsb juga mahal pemerintah menganggap pajak tontonan itu kurang dan menilai royalti yg dibayar pihak bioskop ke luar negeri sangat besar sehingga akhirnya memutuskan untuk mengambil pajak dari royalti tsb, supaya tidak terlihat bahwa ini urusan uang maka dipilihlah headline berita UNTUK MELINDUNGI FILM NASIONAL supaya terlihat nasionalis, yg menjdi pertanyaan, apakah hasil pajak film impor dinikmati juga oleh sineas film nasional? bisa jadi masuk ke kantong "gayus-gayus" lain di dinas pajak ajianshakti February 23rd, 2011, 12:02 PM Surabaya21 jd supermarket.. sorry OOT tapi ini beneran bro? secara kulihat bangunan di bekas surabaya 21 bagus banget, spt bangunan lawas jaman belanda dg pilar2nya yg tinggi spt bangunan bekasnya gedung jualan keramik di Jl. basuki rahmat samping NSC/JJfm yg skrg dijual itu ellious grinsant February 23rd, 2011, 07:44 PM ^^ Ada juga XXI yg muterin filem Indonesia, seperti yg di Bekasi, dan HTM-nya sama. Anyway, masalah filem luar terserahlah, yg penting aku sebagai orang awam dan penikmat filem (terutama filem luar) cuman berharap masalah ini segera kelar. Males banget nonton filem Indonesia. Mungkin semoga saja nanti bioskopnya benar-benar dipisahkan. Ada Bioskop khusus film barat dan ada bioskop khusus film Indonesia. Sehingga tiketnya bisa di aplikasikan berbeda. Emang bener tuh di Mega Bekasi XXI ada film indonesianya, dan GUA TIDAK RELA bayar mahal-mahal untuk nonton film sampah macam jenglot atau jupe depe. kalau menurutku yg jd permasalahan adalah pajak royalti, http://www.pajak.go.id/index.php?Itemid=44&catid=131&id=7389:apa-yang-dimaksud-dengan-royalti-&option=com_content&view=article sebagai contoh, jika kita menggunakan lagu orang lain di karaoke atau menyanyikannya di TV maka kita kena royalti yg di bayarkan kepada pembuat karya, selanjutnya dari hasil pembayaran tsb pembuat karya membayar pajak karena telah mematenkan/hak cipta karya tsb sehingga kena pajak sekarang kita liat kasus film asing, dari peraturan dinas pajak yg baru, pihak bioskop (21 dan blitz) selain harus membayar royalti kepada pembuat/distributor film juga harus membayar royalti kepada dinas pajak SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE-3/PJ/2011 TANGGAL 10 JANUARY 2011 Pasal 1 angka 10, Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean adalah setiap kegiatan pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean; Pasal 5 ayat (1) dan (2) saat harga perolehan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak tersebut dibayar baik sebagian atau seluruhnya oleh pihak yang memanfaatkannya. Pajak Pertambahan Nilai Adapun atas pembayaran royalti film impor sebagai hasil peredaran film di dalam Daerah Pabean terutang Pajak Pertambahan Nilai dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar. film2 asing tdk mematenkan hak ciptanya di Indonesia (lha buat apa wong mereka gak bikin film di indonesia) melainkan di negerinya sendiri sehingga orang yg menggunakan film bayar royaltinya ya ditempat asal film tsb dipatenkan dan setiap film yg dianggap box office maka pajaknya akan juga ikut tinggi krn biasanya royalti film2 tsb juga mahal pemerintah menganggap pajak tontonan itu kurang dan menilai royalti yg dibayar pihak bioskop ke luar negeri sangat besar sehingga akhirnya memutuskan untuk mengambil pajak dari royalti tsb, supaya tidak terlihat bahwa ini urusan uang maka dipilihlah headline berita UNTUK MELINDUNGI FILM NASIONAL supaya terlihat nasionalis, yg menjdi pertanyaan, apakah hasil pajak film impor dinikmati juga oleh sineas film nasional? bisa jadi masuk ke kantong "gayus-gayus" lain di dinas pajak Naaaaah, ini dia yang di khawatirkan. Takutnya uang hasil pajak itu malah masuk ke perut pribadi. Bukan untuk kemajuan dunia perfilman indonesia. ^^ Itu baru pendapat pribadi, belum pendapat dan sikap resmi asosiasi. Dan itu media lokal, karena kalau memang MPA punya posisi seperti itu. Pastinya tidak susah mencari PRESS RELEASE nya di website resminya. Yang kenyataannya tidak ada pernyataan apa-apa soal itu. Apalagi yang dihighlight itu jelas "had complained", tidak ada satu perkataan pun yang mengatakan "MPA had agreed to" atau "MPA had deeply regretted to inform that". Baca dengan jelas lagi, itu BUKAN "DIRECT QUOTE" yang didapat wartawan Jakarta Globe dari Mr. Rittman, tapi INDIRECT QUOTE dari Bobby Batara (orang Indonesia, bukan??). Apakah INDIRECT QUOTE ini bermakna MPA sudah mengambil posisi?? Bahkan QUOTE di bawahnya yang bernada ANCAMAN. Baru ANCAMAN, mendadak langsung terealisasi tanpa ada diskusi gitu ?? APakah memang ada SOMETHING FISHY . Hmmmm, jadi maksudnya ini perbuatan 21cineplex sendiri yang dengan sengaja menghentikan stok film baru? Bagaimana dengan blitzmegaplex yang juga tidak ada stok film baru yang tayang bersamaan dengan 21cineplex. Jadi menurut anda ini konspirasi. Masa iya? Tumben amat 2 bioskop yang saingan begitu bisa bersatu padu bikin konspirasi. MOTIVASINYA apa? Kalo benar maksud tertentu dari pihak 21cineplex pasti ada hubungannya kan dengan Peraturan pajak baru yang dinilai memberatkan ini? Karena sebelum ada pajak baru ini semuanya baik-baik saja. dan semenjak ada peraturan baru ini SEMUA JADI TIDAK BAIK-BAIK SAJA lagi. Jadi semuanya ini tidak bertumpu pada permasalahan siapa yang menghentikan film. Tapi semua ini bertumpu pada si Dirjen Pajak yang seenak jidat bikin peraturan pajak baru yang membuat kegiatan yang sedang berjalan dengan baik dan tenang terganggu dan malah terhenti sekarang. Mari kita lepaskan permasalahan mengenai siapa yang menghentikan stok film, karena masalah pokok dan masalah awalnya adalah Peraturan Pajak Baru ini. Karena peraturan ini lah semua jadi runyam. Di setiap berita juga yang diberitakan adalah penghentian stok film KARENA PERATURAN PAJAK BARU! Lagian ya, kalo benar pihak 21cineplex yang menghentikan stok film, mereka bisa aja alirin lagi stok film dengan konsekuensi harga tiket naik bisa 2x lipat, yang berakibat pada menurunya jumlah penonton, yang berakibat pada kerugian dan bisa berujung pada kebangkrutan. Opini gua ya, semua ini balik kepada pemerintah yang ibaratnya cari masalah. Memajukan film nasional ya harusnya dengan mempermudah birokrasi dan mengurangi pajak pembuatan film, serta bangun sekolah film dan studio film. Ini malah naikin pajak film asing. ellious grinsant February 24th, 2011, 06:35 AM Copas dari Facebook Blitz blitzmegaplex In Bahasa Indonesia this time =) -- Apa yang terjadi? Seperti dilaporkan di koran: Pada hari Kamis, 17 Februari, Motion Pictures Association (MPA) - yang merupakan studio besar Hollywood seperti Warner Brothers, Universal, 20th Century Fox, dll - mengumumkan bahwa karena perbedaan pendapat dengan pemerintah RI tentang pajak impor, beberapa studio Hollywood akan menunda rilis film mereka di Indonesia sampai pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan ini mempengaruhi rilis film seperti Black Swan, 127 Hours, True Grit, dan lain-lain. -- Jadi blitz juga terpengaruh? Ya. Ini bukan masalah dengan perusahaan bioskop tertentu, tetapi antara distributor film dan pemerintah. Jadi filmnya yang tertunda, tidak tergantung dari bioskop mana. -- Dapatkah blitz terus mengimpor film asing di sini? Ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi di sini. Usaha impor film adalah bisnis yang terpisah seluruhnya, dilakukan oleh perusahaan distribusi lokal. Blitzmegaplex BUKAN distributor film; kami adalah bioskop. Kami adalah tempat distributor pergi ke untuk memutar film mereka. Sebagian distributor bekerja sama dengan studio besar Hollywood, dan sebagian distributor lain mengimpor film independen. Apapun itu, blitz bukan yang melakukan impor. -- Jadi, blitz masih menayangkan film-film Hollywood? Sebagai sebuah gedung bioskop, kami hanya bisa menayangkan film yang telah diimpor secara sah di sini oleh para distributor. Karena studio Hollywood saat ini menunda penayangan film mereka, tidak ada bioskop (termasuk blitz) akan memutar film-film studio sampai masalah pajak teratasi. -- Kenapa saya masih melihat beberapa film asing dalam jadwal Anda? Dua hal: 1. Untuk saat ini, film-film yang ditunda adalah film yang direncanakan tayang. Film yang dirilis sebelum 17 Februari 2011 tidak ditarik dan masih bisa tayang. 2. Beberapa film asing masuk ke Indonesia bukan melalui distributor Hollywood, tapi independen oleh perusahaan seperti Jive film. -- Kenapa banyak film-film Hollywood masih tercatat di website blitz sebagai Coming Soon? Film-film yang terdaftar di list 'Coming Soon’ kami bukanlah jaminan bahwa film tersebut akan ditayangkan pada waktu tertentu (atau akan diputar sama sekali). Kami membuat daftar 'Coming Soon’ film berdasarkan informasi dari distributor film. Kecuali mereka meminta kami untuk menghapus materi, kami akan terus memasang daftar film dengan harapan bahwa situasi dapat terselesaikan secepatnya. -- Bukankah 'The Eagle' film Hollywood? Bagaimana Anda dapat merilis Eagle tapi Black Swan tidak bisa? The Eagle diimpor di sini secara independen oleh Jive film, sehingga tidak terpengaruh oleh boikot dari pihak studio Hollywood. -- Bisakah Jive membawa film Black Swan? Tidak, karena Jive tidak memiliki hak distribusi untuk membawanya masuk. Hak Black Swan sudah dipegang oleh distributor internasional, yang telah memutuskan untuk menunda penayangannya. Distributor memiliki hak eksklusif untuk film mereka sendiri. -- Begitu juga blitz hanya terbatas pada pemutaran film Indonesia sampai situasi teratasi? Bukan begitu. Seperti yang telah kami sebutkan, penundaan saat ini berlaku untuk film yang didistribusikan oleh studio besar Hollywood. Kabar buruknya adalah bahwa film-film seperti Black Swan, 127 Hours, I Am Number Four, saat ini sedang menunggu sampai situasi ini diselesaikan (yang kami berharap akan segera berakhir). Kabar baiknya adalah bahwa ada beberapa distributor independen yang memiliki beberapa film yang tersedia untuk tayang dalam beberapa bulan mendatang. Inilah sebabnya mengapa kami mampu melepaskan Little Comedian dan The Eagle minggu ini. Beberapa contoh film yang dijadwalkan akan dirilis dalam dua bulan berikutnya adalah: From Prada to Nada, You Will Meet a Tall Dark Stranger, Africa United. Kami berharap bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Jika ada hal lainnya yang kami bisa jawab, beritahu kami. Dan kami juga ingin mendengar pendapat Anda pada situasi saat ini dan bagaimana hal ini akan mempengaruhi kebiasaan menonton Anda. http://www.facebook.com/topic.php?uid=41997185568&topic=15777 sasamakan February 25th, 2011, 02:26 PM Ada kabar baru ternyata, jadi keabsahannya masih bisa dipertanyakan 1. TIDAK ADA kenaikan bea film Import apapun dari Direktorat Jenderal Bea Cukai. Masih sama dengan yang disepakati oleh WTO (Organisasi Perdagangan International), yaitu film yg diimport harus membayar: A. Bea masuk per copy B. Bea Royalty C. Bea bagi hasil 2. Sayangnya, pihak 21 hanya membayar Bea masuk per copy saja. 2 bea yg lain tidak dibayar sejak 1995 Padahal sebetulnya TIDAK ADA kenaikan biaya apa-apa. Faktanya 21 yang TIDAK BAYAR ke pemerintah sejak 1995. Jadi siapa yg dirugikan? Anda bisa lihat sendiri 3. Pada Saat ini SBY menginstruksikan untuk di tata ulang soal pajak film, Direktorat Jenderal Bea Cukai membuka kembali catatan yg ada dan ditemukan bahwa 21 tidak pernah membayar 2 item bea yang lain 4. Jumlah yg harus dibayarkan 1000% karena tertunggak dari 1995. Karena itu 21 tidak mau bayar dan menggunakan ancaman mau memboikot film2nya. Mereka menggunakan masyarakat pecinta film Hollywood untuk diprovokasi menyerang pemerintah dengan menyebar isu kenaikan biaya Import menyebabkan MPA Boikot film Import 5. Jadi, 21 sedang melakukan politik adu domba antar pecinta film, antar sineas, dan antar pemerintah. Hal itu dilakukan untuk menekan pemerintah karena tidak mau bayar bea yg besar itu Jadi bilang sama temen2 kamu, kita sedang di provokasi. Di adu domba. Sekarang pihak 21 dan DJBC (Direktorat Jendral Bea Cukai)sedang melakukan negosiasi dan pada saat ini juga, 21 terus akan membangun opini : Film Hollywood akan ditarik dari peredaran Sehingga nanti, ketika terjadi kesepakatan yg akhirnya membuat harga tiket naik, masyarakat akan protes ke Pemerintah. Jadi sebagai masyarakat kita harus cerdas menyerap informasi. Ada info juga dari http://hiburan.kompasiana.com/film/2011/02/24/strategi-21-cineplex-untuk-menaikkan-harga-tiket-masuk-htm/ Strategi 21 Cineplex untuk Menaikkan Harga Tiket Masuk (HTM) emberitaan di media yang marak belakangan ini yang membahas mengenai ancaman importir perfileman asing yang berencana menyetop pasokan film-film import di Indonesia karena kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia dalam hal ini Ditjen Bea dan Cukai untuk mengenakan revisi bea masuk tambahan untuk film - film asing. “Impor film disepadankan dengan impor barang senilai 23,75 persen, ditambah 23,75 persen dari eksploitasi di bioskop, ditambah 15 persen PPh serta pajak tontonan 10-15 persen.” Src: kompas.com Saya pikir sangat menggelikan, bila karena revisi kebijakan bea dan cukai yang diterapkan kepada film asing oleh karena tarif pajak yang dibebankan sekarang ini sudah sangat murah dibandingkan dengan Negara-negara asean lainnya, ambil contoh Thailand, dijadikan argumen dasar oleh para importir film asing untuk menyetop pasokan film asing di Indonesia. “Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Persetujuan Pembentukan WTO menyatakan tidak ada larangan tindakan proteksi terhadap industri domestik melalui proteksi tarif. Termasuk terhadap barang dagangan yang berkaitan dengan hak atas kekayaan intelektual, di mana film termasuk di dalamnya.” Src : kompas.com Sebenarnya permasalahan ini tidak akan menjadi masalah yang “besar”, berkepanjangan jika para pengedar perfileman asing di Indonesia yang sebagian besar dikuasai perusahaan yang berkecimpung di bidang cinema / bioskop menaikkan tarif dari tiket masuk sesuai dengan kenaikan pajak yang dibebankan, hanya saja masalahnya tidak sesederhana itu, bila bioskop-bioskop menaikkan harga tiket masuk dengan selisih yang cukup besar, maka sudah dapat dipastikan akan terjadi ketidakpuasan diantara banyak pengunjung / calon penonton yang secara jangka panjang dapat mengakibatkan penurunan jumlah penonton dan berarti penurunan jumlah pendapatan meskipun pada umumnya dalam jangka pendek akan meningkatkan pendapatan penyelenggara bioskop secara signifikan. “Jadi, di luar bea masuk barang, MPA harus membayar 23,75 persen + 15 persen + 10 persen = 48,75 persen dari total penerimaan. Itu artinya, HTM nantinya harus dinaikkan sebesar 200 persen.” Src : kompas.com Sehingga option “menyesuaikan harga tiket masuk” ini sangatlah tidak indah, karena selain berpotensi menurunkan citra pengelenggara bioskop akibat kenaikan harga tiket masuk yang drastis, juga dapat mengakibatkan penurunan jumlah pengunjung dalam jangka panjang, ditambah semakin terjangkaunya harga dari peralatan home theater. “Perangkat audio visual berupa home theater memang sekarang bagai sebuah kebutuhan. Dengan perangkat ini, ruangan di dalam rumah bisa disulap menjadi bioskop mini pribadi, ditambah dengan harga home theater yang belakangan ini makin terjangkau khususnya untuk segmen entry level.” Src : republika.co.id Akibatnya ditenggarai option kedua yang dipilih, yaitu para penyelenggara bioskop ini menekan importir film untuk tetap mengedarkan filmnya ke bioskop-bioskop dengan kenaikan tarif seminim mungkin yang berakibat sebagian besar beban pajak ditanggung oleh importir yang mana ini berarti akan ada penurunan signifikan pendapatan para importir film asing di Indonesia. Dan hal ini yang kemudian ditenggarai menjadi alasan para importir film asing di Indonesia mengancam untuk menyetop pasokan sampai adanya pembicaraan lebih lanjut mengenai kebijakan bea dan cukai tersebut. “Tindakan ini diambil lantaran MPA (Motion Picture Association, yang berwenang melakukan peredaran film hollywood di Indonesia) merasa keberatan dengan peraturan pajak bea masuk atas hak distribusi film impor di Indonesia yang berlaku efektif bulan kemarin. MPA protes dan menilai produk mereka seharusnya bebas bea masuk impor.” Src : kompas.com Tanggapan warga Indonesia sendiri beraneka ragam dalam menyikapi ancaman pemberhentian pasokan film asing di bioskop Indonesia ini. Baik di dunia maya (internet) maupun di media-media (Koran,radio,televisi) , mereka mengeluarkan uneg-uneg akibat implikasi ancaman tersebut dimana sebagian besar dari tanggapan ini cenderung terbagi dalam 2 kelompok yaitu ; Pertama, kelompok “kontra ancaman” yang mendukung pemberlakuan kebijakan pajak perfileman ini dan menganggap pemberhentian pasokan film asing berarti peluang emas bagi perfileman Indonesia untuk dapat maju dengan pesat, selain itu juga menganggap importir perfileman asing terlalu serakah karena berusaha untuk tidak menyetujui kenaikan pembebanan pajak yang nantinya akan diterapkan. Kedua , kelompok “pro ancaman” yang menganggap pengenaan pajak tambahan untuk film-film asing di Indonesia adalah mengada-ada, tidak efektif, tidak tepat sasaran. Dari 2 pembagian kelompok pro dan kontra diatas dapat disimpulkan, bahwa keduanya menganggap antara pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh dirjen pajak dan importir film asing adalah pihak-pihak yang bermasalah. Sedangkan penyelenggara bioskop dalam hal ini adalah korban yang patut dikasihani karena bila akibat kebijakan pajak perfileman asing tersebut diterapkan dan pemberhentian pasokan film asing di bioskop dilaksanakan maka bioskop-bioskop-lah yang akan paling dan pertama kali merasakan dampaknya. “Bioskop 21 Cineplex punya sekitar 500 layarnya di Indonesia. Sebagai pihak yang diberi hak untuk menayangkan film impor akan kehilangan pasokan ratusan judul film setiap tahun. Itu layar akan menganggur, bahkan bisa ditutup kalau tidak ada yang bisa ditayangkan.” kata Noorca Masardi sebagai juru bicara 21 Cineplex. Kesimpulannya penyelenggara bioskop yang sebagai pihak yang akan paling merasakan dampak dari pemberhentian pasokan film asing, mestinya merupakan pihak yang juga paling aktif dan berandil penuh dalam upaya menengahi pembicaraan antara importir dengan Ditjen Bea dan Cukai, dimana hasil akhirnya dapat diprediksi akan berakhir dengan kenaikkan harga tiket masuk dibioskop - bioskop, namun dengan reaksi calon penonton yang berbeda apabila dibandingkan menyesuaikan harga tiket masuk (htm) sebelum adanya polemik ini. Masyarakat dalam hal ini pecinta film bioskop dan calon penonton bioskop akan memaklumi penyesuaian harga tiket masuk (htm) meskipun cukup besar dibandingkan dengan resiko kehilangan tayangan tersebut di layar-layar bioskop. Dimana saya berpendapat bahwa hal ini tidak lebih dari strategi para penyelenggara bioskop di Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh 21 cineplex sebagai pemilik jaringan bioskop terbesar di Indonesia rilham2new February 25th, 2011, 02:49 PM BACA TEMPO INTERAKTIF .... Isu MPA ini dibuat 21cineplex !!! Astaga !!!!! Kita "ditampar" sama internal 21cineplex nih :nuts: Jangan2 di negara ini Industri Distribusi film Asing sudah sedemikian didominasi sama 21Cineplex bahkan.... 21 TIDAK HANYA menguasai JAM TAYANG dan JUMLAH LAYAR BIOSKOP untuk film asing.... Di balik itu semua, 21 Cineplex juga menguasai DISTRIBUSI FILM ASING ke INDONESIA, karena justru juga berperan sebagai importir. Saya tahu kita mungkin tidak respek sama pemerintah, tapi kita juga harus tahu kalau swasta di negara ini yang bersifat monopoli pun bisa jadi kurang lebih "sama jahatny". LINK : http://www.tempointeraktif.com/hg/film/2011/02/23/brk,20110223-315477,id.html MPA Bantah Boikot Film Hollywood ke Indonesia Rabu, 23 Februari 2011 | 13:54 WIB Besar Kecil Normal foto TEMPO/Eko Siswono Toyudho TEMPO Interaktif, Jakarta -Motion Picture Association (MPA) membantah laporan bahwa pihaknya menolak mendistribusikan film-film produksi Hollywood ke Indonesia menyusul kebijakan Direktorat Jenderal Bea Cukai yang menerapkan bea masuk atas hak distribusi film impor. Mike Ellis, Presiden dan Direktur Pelaksana Motion Picture Association (MPA) Asia Pasifik, mengatakan bahwa tidak ada keputusan komersial bersama dibahas atau dilakukan terkait hal itu. "Keputusan mengenai rilis film di setiap pasar di seluruh dunia selalu ditentukan secara individual oleh masing-masing anggota studio dari MPA berdasarkan pertimbangan bisnis masing-masing dan sebagai respons terhadap kondisi pasar saat ini, termasuk bea impor yang berlaku," ujarnya dalam pernyataan yang diterima Tempo, hari ini (23/2). Anggota MPA meliputi Paramount Pictures Corporation, Sony Pictures Entertainment Inc., Twentieth Century Fox Film Corporation, Universal City Studios LLLP, Walt Disney Studios Motion Pictures, dan Warner Bros. Entertainment Inc. "MPA tidak terlibat atau bertanggung jawab atas distribusi film perusahaan anggotanya," tambahnya. Secara historis, kata Mike, Indonesia telah mengikuti praktek yang diterima secara internasional dengan mengenakan bea impor berdasarkan media pembawa dengan rate per meter cetakan film. Praktek ini telah diadopsi oleh pasar film utama di seluruh dunia. Peraturan terbaru, katanya, menjelaskan bahwa bea masuk dan pajak terkait sebagai gantinya didasarkan terhadap royalti kepada distributor di luar negeri yang akan dilaksanakan oleh otoritas Bea Cukai. Hal tersebut telah termasuk dalam pajak hiburan (box office) dan penghasilan. "Peraturan ini memiliki dampak merugikan yang signifikan terhadap biaya membawa film ke Indonesia dan telah menyebabkan ketidakpastian pasar yang besar," ujar Mike. Mike mengatakan MPA dan perusahaan anggotanya telah membahas dengan pejabat Pemerintah Indonesia selama tiga bulan terakhir mengenai hal ini. "Diskusi ini tetap berlangsung dan kami berharap hasil yang positif," ujarnya. Sebelumnya Juru Bicara 21 Cineplex sekaligus Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia, Noorca M Massardi, mengatakan Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi) memutuskan untuk tidak akan mengimpor film-film dari luar Indonesia. Sementara, MPAA menolak mendistribusikan film-film produksi Hollywood ke Indonesia. Noorca mengatakan keputusan untuk tidak menayangkan film-film impor berlaku sampai ketentuan soal bea masuk atas hak distribusi film dicabut. Langkah boikot itu menyusul kebijakan Direktorat Jenderal Bea Cukai menerapkan bea masuk atas hak distribusi sejak Januari 2011. ERWIN Z Wicak_15 February 25th, 2011, 03:01 PM ^^:shocked::shocked::shocked:OOPS!! Ketahuan deh belangnya 21 cineplex. Ternyata selama ini kita diadu domba toh demi bisnis mereka? (SALLUTT:applause:terhadap 21 cineplex dan N***ca Ma***di) rilham2new February 25th, 2011, 03:04 PM Hmmmm, jadi maksudnya ini perbuatan 21cineplex sendiri yang dengan sengaja menghentikan stok film baru? Bagaimana dengan blitzmegaplex yang juga tidak ada stok film baru yang tayang bersamaan dengan 21cineplex. Jadi menurut anda ini konspirasi. Masa iya? Tumben amat 2 bioskop yang saingan begitu bisa bersatu padu bikin konspirasi. MOTIVASINYA apa? Kalo benar maksud tertentu dari pihak 21cineplex pasti ada hubungannya kan dengan Peraturan pajak baru yang dinilai memberatkan ini? Karena sebelum ada pajak baru ini semuanya baik-baik saja. dan semenjak ada peraturan baru ini SEMUA JADI TIDAK BAIK-BAIK SAJA lagi. Jadi semuanya ini tidak bertumpu pada permasalahan siapa yang menghentikan film. Tapi semua ini bertumpu pada si Dirjen Pajak yang seenak jidat bikin peraturan pajak baru yang membuat kegiatan yang sedang berjalan dengan baik dan tenang terganggu dan malah terhenti sekarang. Mari kita lepaskan permasalahan mengenai siapa yang menghentikan stok film, karena masalah pokok dan masalah awalnya adalah Peraturan Pajak Baru ini. Karena peraturan ini lah semua jadi runyam. Di setiap berita juga yang diberitakan adalah penghentian stok film KARENA PERATURAN PAJAK BARU! Lagian ya, kalo benar pihak 21cineplex yang menghentikan stok film, mereka bisa aja alirin lagi stok film dengan konsekuensi harga tiket naik bisa 2x lipat, yang berakibat pada menurunya jumlah penonton, yang berakibat pada kerugian dan bisa berujung pada kebangkrutan. Opini gua ya, semua ini balik kepada pemerintah yang ibaratnya cari masalah. Memajukan film nasional ya harusnya dengan mempermudah birokrasi dan mengurangi pajak pembuatan film, serta bangun sekolah film dan studio film. Ini malah naikin pajak film asing. Begini, ya mari kita "sedikit" bermain teori konspirasi... Bisa jadi benar atau tidak. Kemungkinan besar 21 Studio dengan desain bioskop yang canggih sekarang sudah mulai kesusahan untuk menaikkan tarif bioskop secara membabibuta, TERUTAMA di JAKARTA. Kalau di daerah yang tanpa saingan 21 Studio bisa menaikkan harga sampai "mencekik" karena minim saingan. Jadi mereka butuh alasan untuk menaikkan tarif itu, terutama mungkin pembedaan antara film lokal dan impor. Tapi mereka tidak mungkin membuat kenaikan itu dengan mudahnya tanpa membuat cacat "IMAGE" mereka... AKhirnya dihembuskan isu ini, supaya MPA bisa dijadikan kambinghitam, dan pemerintah bisa dijadikan kambinghitam juga. Tanpa ada pihak yang sibuk "CROSSCHECK", akhirnya disetujui deh tarif tiket naik ... dan Pemerintah dan/atau MPA jadi pihak yang dipersalahkan. Tapi semoga ini tidak benar,, karena REPUTASI 21 Cineplex sebagai pihak yang telah berjaya menekan bioskop-bioskop kecil selama bertahun-tahun baik di Jakarta maupun daerah adalah sebuah prestasi yang sukar dilupakan :D. rilham2new February 25th, 2011, 03:07 PM bukannya sudah beda HTMnya? antara 21 (yg memutar film indo) dan XXI plus the premiere (yg banyak memutar film asing) bukankah lebih murah 21? Belum tentu.... XXI di Jakarta bisa jadi malah lebih murah dari 21 di Daerah ..... tapi memang 21 sepertiny sudah melakukan sistem seperti itu secara terselubung, maksudnya gak terang2an.. Ya dengan membedakan bioskop di mana cabang 21 harus menayangkan film lokal dan impor. Harga tiketnya jelas beda... gak masalah sih, karena sistem kayak gini ada di negara manapun. sasamakan February 25th, 2011, 03:12 PM ^^ Seperti yang kita tahu belakangan ini, pihak 21 dengan Camila yaitu pihak yang mengimpor film barat di Indonesia adalah satu perusahaan. Dan dulu waktu 21 sempat dipanggil karena dianggap memonopoli peredaran film barat di Indonesia ternyata pihak 21 yang menang, karena tau sendiri lah bekingannya waktu itu siapa :D Sekarang pemerintah kembali berani minta tunggakan pajak sebesar 1000% itu kepada 21 Cineplex, karena sang master kan sudah tidak ada :D rilham2new February 25th, 2011, 03:32 PM ^^ Hahahaha, SUDWIKATMONO, SOEHARTO itu jelas nama2 besar :D. Gila tuh rumah PONDOK INDAH di tengah padang golf nya mewah buanget :D Hari gini mau gak bayar pajak, biar perlu diperess dikit nih :D. Kalau pemerintah berkeras tidak ada "PEMUTIHAN" baru heboh nih. Pantassss saja, sejak 1995 ,, BIoskop Lokal dan kecil yang "mungkin" tetap patuh bayar pajak pada bertumbangan satu-satu,, sisanya tinggal yang GAK BAYAR PAJAK karena ada BEKING :D Di KASKUS ada isu berhembus nih info aja nih gan.. dari sodara ane yg maen sama cendana : - isu ini keluar setelah pemilik 21 sudwikatmono meninggal. seakan-akan 21 yg asuhan orde baru kehilangan taringnya. - isu ini yg pertama kali ngeluarin secara resmi si 21 yg diwakili oleh Noorca Masardi selaku juru bicara pihak 21 Cineplex. - ini permainan politik. dari orang dalem blitz megaplex : - selama ini film holywood yg beredar di indonesia 90% distributornya di pegang oleh CAMILA. camila sendiri mempunyai anak perusahaan lagi. dan camila ini anak perusahaan 21. - holywood sendiri keberatan dengan monopoli distribusi film oleh camila. tapi agar blitz megaplex bisa mendapatkan jatah distribusi film yang sama, holywood minta supaya blitz megaplex minimal punya 100 layar. oleh karena itu blitz megaplex berkembang pesat. - pihak blitz megaplex tetep adem ayem dengan isu ini. terbukti akan segera me-launch blitz megaplex CYBER PARK BEKASI yang renacananya soft opening 2 maret 2011. kesimpulan sementara dari analisa ane : - sudah lama 21 gak bayar pajak, karena di backing oleh orde baru. - ketika sudwikatmono meninggal, pemerintah merasa punya power buat narikin pajaknya. - 21 merasa kecolongan, makanya nggeluarin isu itu. - dan karena pajaknya mo ditarikin, 21 lagi ngebahas masalah harga tiket. kemungkinan harga tiket akan dinaekin. - sementara, dengan harga tiket yg setara dgn harga tiket blitz, orang2 akan beralih ke blitz. karena service nya diatas 21. baik itu service crew nya maupun service secara audio visual. itu yg ditakuti oleh 21. - 21 dan blitz sudah terang2an perang terbuka. LINK http://www.kaskus.us/showthread.php?p=375268996#post375268996 rilham2new February 25th, 2011, 05:08 PM Berbagai sudut pandang perlu mendapat tempat :D http://oase.kompas.com/read/2011/02/24/14080684/Go.To.Hell.With.Your.Films Itu pandangan H. Ilham Bintang,,, pengusaha dan produser eksekutif INFOTAINMENT besar di negara ini, di era CEK & RICEK. Tapi dia kayak pro-21, dan sepertinya dia lebih marah sama MPAA nya :D ... Pandangan dia layak untuk diketahui. Tapi dia juga mungkin belum mengikuti berita kalau MPAA bukan pihak yang memboikot. hayu arya February 25th, 2011, 06:02 PM semakin jelas khan ? 21 cineplex biangnya............................., ayo dong buka blitz megaplex di kota lain selain jakarta........................ pecinta_surabaya February 26th, 2011, 02:38 PM ^^ Surabaya aja nunggu Blitz sampe jamuran.. :lol: bharadya February 26th, 2011, 02:57 PM ^^ Apalagi Jogja. :lol::lol: andhira February 26th, 2011, 03:14 PM gua rasa sih ada baiknya sebelum nuduh pihak mana yang salah lebih baik ditelaah dulu. menurut pendapat gua sih terlalu riskan dan bodoh buat 21 maen politik adu-domba dengan cara seperti ini. karena apa? karena kalo dicrosscheck ke MPAA mereka gak bakal ngaku dan ujung2nya langsung terkuak. bisa aja kan 'info' terbaru ini dihembuskan sama pihak pesaing atau pihak2 lain yg emang dari dulu udah pengen menjatuhkan 21? atau kemungkinan2 lain. gua pribadi sih gak peduli pihak mana yg bertanggung jawab. yg jelas sama seperti yg lain, gua cuma pingin masalah ini cepet selesai dan peredaran film kembali normal. so now, can we just get back to the main topic? karena menurut gua masalah ini kurang cocok didiskusikan di sini, yg mana sedianya untuk sharing gambar2 bioskop saja. McClarious February 26th, 2011, 05:07 PM so now, can we just get back to the main topic? karena menurut gua masalah ini kurang cocok didiskusikan di sini, yg mana sedianya untuk sharing gambar2 bioskop saja. YESS!!!! FINALLY SOMEONE TALKING IN HERE...Gua sih nunggu aja sampe ada yang bakal ngomong...dan akhirnya ada... udah back to business...:D http://img88.imageshack.us/img88/4397/25642104067836302648100.jpg (http://img88.imageshack.us/i/25642104067836302648100.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) rilham2new February 26th, 2011, 05:21 PM gua rasa sih ada baiknya sebelum nuduh pihak mana yang salah lebih baik ditelaah dulu. menurut pendapat gua sih terlalu riskan dan bodoh buat 21 maen politik adu-domba dengan cara seperti ini. karena apa? karena kalo dicrosscheck ke MPAA mereka gak bakal ngaku dan ujung2nya langsung terkuak. bisa aja kan 'info' terbaru ini dihembuskan sama pihak pesaing atau pihak2 lain yg emang dari dulu udah pengen menjatuhkan 21? atau kemungkinan2 lain. gua pribadi sih gak peduli pihak mana yg bertanggung jawab. yg jelas sama seperti yg lain, gua cuma pingin masalah ini cepet selesai dan peredaran film kembali normal. so now, can we just get back to the main topic? karena menurut gua masalah ini kurang cocok didiskusikan di sini, yg mana sedianya untuk sharing gambar2 bioskop saja. Memang sekarang kenyataannya lagi ada MAJOR DISCUSSION, tapi katanya dilakukan secara diam-diam, dan tidak membuka keran informasi detail soal itu. Tapi memang selama pihak terlibat tidak membuka informasi, selamanya akan terjadi multi-interpretasi. Multi-interpretasi itu tidak masalah, sampai ada fakta baru yang berusaha meluruskan.. Just my Two Cents. Tapi, jangan lupa kasus ini benar-benar menguji akuntabilitas dan integritas beberapa pihak terkait loh: 1. Swasta yang kemungkinan punya kecenderungan monopoli 2. Media juga membuat berita kan memang sepotong-sepotong, dan dilengkapi baru belakangan. 3. Pemerintah juga bisa tercoreng karena selama ini menunggak kewajiban pada negara telah dibiarkan. Dan mereka diam saja. Kalau tiba-tiba ada yang menghubungkan ke sesuatu yang "politis", "kedekatan dengan penguasa", dan sebagainya. Yah itu cuman kecurigaan saja.. Tapi selama pihak terkait diam dan belum ada klarifikasi. Memang sudah lumrah, kalau interpretasi yang muncul jadi semakin banyak. Itu udah resikonya kalau menangani sesuatu kasus secara "tertutup" -- salah satu resiko terbesar ya jelas kalau para pembaca mulai mengungkit atau mengulang sejarah masa lalu,, kalau tiga pihak terkait itu pun punya sejarah kurang baik. Jadi pihak yang bisa dipercaya?? tetap akan jadi pertanyaan sampe diskusi diam-diam selesai. Keputusan pun diam-diam, dan film impor masuk secara normal tanpa ada seorang pun yang sadar kalau film itu sudah ditarik. Ini mungkit BEST CASE SCENARIO ke depannya. eurico February 26th, 2011, 05:28 PM Oh iya masalah pengaturan harga ini contoh saja ya, gw nonton Green Hornet di 21 Mal Panakkukang 50ribu sedang nonton Arwah Goyang Karawang di XXI Mal Ratu Indah 20ribu, ni kok jadinya 21 lebih mahal daripada XXI yah and FYI 21 Mal Panakkukang dan 21 Makassar Town Square tidak menayangkan Arwah Goyang Karawang hanya XXI Mal Ratu Indah saja. Sekarang memang jadi bias XXI dengan 21 kecuali warna cat dan karpet bioskopnya. andhira February 26th, 2011, 05:39 PM Oh iya masalah pengaturan harga ini contoh saja ya, gw nonton Green Hornet di 21 Mal Panakkukang 50ribu sedang nonton Arwah Goyang Karawang di XXI Mal Ratu Indah 20ribu, ni kok jadinya 21 lebih mahal daripada XXI yah and FYI 21 Mal Panakkukang dan 21 Makassar Town Square tidak menayangkan Arwah Goyang Karawang hanya XXI Mal Ratu Indah saja. Sekarang memang jadi bias XXI dengan 21 kecuali warna cat dan karpet bioskopnya. itu green hornet 50 ribu karena 3D kali. setau gua juga panakkukang juga lagi mempersiapkan bioskop XXI, dan bioskop 21-nya menurut gua udah standar XXI juga. jadi sekarang udah gak bisa lagi liat sebuah bioskop hanya berdasarkan embel2 XXI atau 21. liat dari film2 yg diputar dan fasilitasnya aja. di jakarta sendiri juga cilandak 21 tarifnya sekelas XXI, ada 3D segala juga. tapi embel2nya masih 21. eurico February 26th, 2011, 05:53 PM itu green hornet 50 ribu karena 3D kali. setau gua juga panakkukang juga lagi mempersiapkan bioskop XXI, dan bioskop 21-nya menurut gua udah standar XXI juga. jadi sekarang udah gak bisa lagi liat sebuah bioskop hanya berdasarkan embel2 XXI atau 21. liat dari film2 yg diputar dan fasilitasnya aja. di jakarta sendiri juga cilandak 21 tarifnya sekelas XXI, ada 3D segala juga. tapi embel2nya masih 21. Selain itu pemilihan jenis film nya juga makin tidak jelas untuk XXI, Di MP sendiri memang dari awal saya lihat warna cat dan karpetnya seperti XXI tapi masih memakai nama 21 kebalikan dengan 21 MaRI yg memang benar2 berdesain 21 kemudian dirombak total menjadi XXI. Yang saya lihat di sini adalah ketidakkonsistenan pemilihan film dan range harga pada XXI maupun 21. Green Hornet 3d tidak ditayangkan di XXI MaRI tapi malah di 21 MP, sedang Arwah Goyang Karawang ditayangkan di XXI bukan pada kelas 21. Menurut saya untuk menunjukan kelasnya pihak 21 harus benar-benar serius dalam pembedaan range harga dan pemilihan filmnya ini malahan terlihat betapa kacaunya manajemen 21 untuk mengelola XXI dan 21. IMHO biar 21 bermain pada kelas menengah bawah dengan range tiket 10-30rban sedang XXI ditunjukan lagi kelasnya dengan range tiket 30-50rban untuk yg biasa atau 100rban keatas untuk premier. Jadikan ini sebagai standar harga dan pelayanan pada tiap XXI dan 21 yang ada dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar setempat. Jadi jangan sampai kita menikmati 21 tapi dengan harga XXI untung kalo harga 21 tapi kualitas XXI. ellious grinsant February 26th, 2011, 10:11 PM Begini, ya mari kita "sedikit" bermain teori konspirasi... Bisa jadi benar atau tidak. Kemungkinan besar 21 Studio dengan desain bioskop yang canggih sekarang sudah mulai kesusahan untuk menaikkan tarif bioskop secara membabibuta, TERUTAMA di JAKARTA. Kalau di daerah yang tanpa saingan 21 Studio bisa menaikkan harga sampai "mencekik" karena minim saingan. Jadi mereka butuh alasan untuk menaikkan tarif itu, terutama mungkin pembedaan antara film lokal dan impor. Tapi mereka tidak mungkin membuat kenaikan itu dengan mudahnya tanpa membuat cacat "IMAGE" mereka... AKhirnya dihembuskan isu ini, supaya MPA bisa dijadikan kambinghitam, dan pemerintah bisa dijadikan kambinghitam juga. Tanpa ada pihak yang sibuk "CROSSCHECK", akhirnya disetujui deh tarif tiket naik ... dan Pemerintah dan/atau MPA jadi pihak yang dipersalahkan. Tapi semoga ini tidak benar,, karena REPUTASI 21 Cineplex sebagai pihak yang telah berjaya menekan bioskop-bioskop kecil selama bertahun-tahun baik di Jakarta maupun daerah adalah sebuah prestasi yang sukar dilupakan :D. Membaca penjelasan ini dan juga berbagai kiriman copas surat kabar dari yang lain jadi mulai tercerahkan... thanks ya bro-bro semuanya, hehehehe... charl1e February 27th, 2011, 04:18 AM Setau saya, 21 dan XXI memang 1 menejemen. 21 masih menggunakan sistem analog sedangkan XXI sudah digital. Jika ada 21 yg merenovasi interior menjadi XXI tetapi namanya masih 21, berarti projektornya belum diganti yg digital.. Dari pihak XXI menjanjikan mau memberikan kesempatan ke semua lapisan untuk bisa menikmati bioskop yg nyaman dgn harga terjangkau. Terbukti dr lokasi2 berbeda, harga kan menyesuaikan.. Ada XXI yg hari biasa rp.15.000/film tp ada jg yg Rp.50.000,-... Mereka melebarkan divisi ke f&b, cafe, dan entertiment untuk mengakali harga tiket murah.. Makanya makanan di XXI lumayan mahal.. Maap yah kl salah... VRS February 28th, 2011, 03:37 PM plaza indonesia XXI...*thats saturday night... im serious shock to know the quite atmosphere.. http://img141.imageshack.us/img141/5062/25022011479.jpg (http://img141.imageshack.us/i/25022011479.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img607.imageshack.us/img607/388/25022011480.jpg (http://img607.imageshack.us/i/25022011480.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) AAG February 28th, 2011, 04:01 PM Pemerintah Blokir Impor Film Asing Mulai 13 Maret INILAH.COM, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai bakal memblokir impor film asing bagi para importir film yang tidak membayar utang bea masuk royalti mulai 13 Maret 2011. Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata mengungkapkan, para importir film asing bisa mengajukan keberatan maupun pembayaran langsung atas kewajiban penambahan royalti dalam perhitungan bea masuk impor film asing. "Jadi diberi waktu 60 hari sampai 12 Maret 2011 untuk melakukan keberatan maupun bayar, jadi sudah dilakukan penagihan aktif," ujar Thomas di kantor Kementerian Keuangan, Senin (28/2). Dan bila usai tanggal tersebut ternyata para pengimpor film asing masih belum memnuhi kawajibannya ataupun tidak mengajukan banding, maka pihak Ditjen Bea Cukai berhak melakukan pemblokiran atau pemberhentian kegiatan impor film asing. "Jadi 12 Maret tidak mengajukan banding, 13 Maret sudah diblokir tidak dilayani importasinya," ujarnya. Nantinya pada hari ke-68, maka pihak Ditjen Bea Cukai akan menerbitkan surat teguran dan surat paksa kepada importir terkait. Kemudian setelah itu akan dilakukan penyitaan terhadap aset-aset importir untuk membayar utang bea masuknya. "Penyitaan aset mereka untuk dibayarkan lelangnya," ujarnya. Ia mengungkapkan, saat ini ada 9 importir film yang terdaftar di pihaknya. Namun, hanya 3 importir yang aktif melakukan kegiatan impor dan total utang ketiga importir tersebut adalah sekitar Rp31,5 miliar namun belum termasuk denda. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan imbalan yang dibayarkan kepada produser film di luar negeri yang mencapai Rp314 miliar. "Dari 52 film ada sekitar Rp 314 miliar yang dikirim ke sana, sedangkan untuk 3 importir ada Rp 31 miliar," jelasnya. [hid] http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1279262/pemerintah-blokir-impor-film-asing-mulai-13-maret?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter Welcome to the New North Korea guys ;( rilham2new February 28th, 2011, 11:27 PM ^^ Bayar pajaknya gak mesti sekaligus, bikin nota kesepahaman sama pemerintah dan besaran "pajak" yang ditunggakpun boleh dibayar dengan mencicil, dengan syarat pajak yang sedang berjalan tetap harus dibayar. Kalau perlu bikin moratorium sekalian, denda nya distop cukup sampai tahun ini :naughty:, jadi bayar denda terdahulu saja :D Diskusi kayak gini sering terjadi, aku udah sering dengar kalau untuk perusahaan besar perkebunan kelapa sawit. Tapi importir hmm masih belum pernah :D carloanggrio March 1st, 2011, 07:16 AM dapat info dari temen gw yg krj di blitz.. kalo blitz bcp bakal buka tgl 9 bsk..:banana::banana: semua crewnya jg udh siap bwt di blitz bcp :banana::banana: ardi_85 March 1st, 2011, 03:53 PM dapat info dari temen gw yg krj di blitz.. kalo blitz bcp bakal buka tgl 9 bsk..:banana::banana: semua crewnya jg udh siap bwt di blitz bcp :banana::banana: woooww... cant wait to see... tks carloanggrio atas infonya... :banana: :applause: pecinta_surabaya March 1st, 2011, 11:17 PM Biosko Pakuwon City XXI buka Jum'at 4 Maret 2011.. (Tapi tanpa The Premiere :lol:) ardi_85 March 2nd, 2011, 05:59 PM new update from their Facebook Account... Proudly Present... Blitz Megaplex BCP :cheers::cheers: http://img402.imageshack.us/img402/3304/blitzbcphousewarmingpar.jpg (http://img402.imageshack.us/i/blitzbcphousewarmingpar.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img847.imageshack.us/img847/614/viewofthemaincorridor.jpg (http://img847.imageshack.us/i/viewofthemaincorridor.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img198.imageshack.us/img198/1221/thefoodstallwhereapprop.jpg (http://img198.imageshack.us/i/thefoodstallwhereapprop.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img850.imageshack.us/img850/7988/smanagersandcrew.jpg (http://img850.imageshack.us/i/smanagersandcrew.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img585.imageshack.us/img585/8738/hqteamatblitzbcpskatepa.jpg (http://img585.imageshack.us/i/hqteamatblitzbcpskatepa.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img6.imageshack.us/img6/3304/blitzbcphousewarmingpar.jpg (http://img6.imageshack.us/i/blitzbcphousewarmingpar.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) GIRLS BATHROOM http://img852.imageshack.us/img852/8804/sbathroomblitzbcp.jpg (http://img852.imageshack.us/i/sbathroomblitzbcp.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) hafis March 3rd, 2011, 11:12 AM SEGERA DIBUKA PAKUWON CITY XXI SURABAYA Para pecinta film di Surabaya dan sekitarnya, akan dibuka PAKUWON CITY XXI pada hari Jumat tanggal 4 Maret 2011 beralamat di: PAKUWON CITY Lantai 3 Jl. Kejawen Putih Mutiara No. 17 Surabaya 60112 Harga Tiket Masuk Deluxe: Rp 10.000,- (Senin s/d Kamis) Rp 15.000,- (Jumat) Rp 20.000,- (Sabtu/Minggu/Libur) Info lebih lanjut silahkan menghubungi (021) 5820 8821 Untuk info film, ketik PACXXI dan kirim ke 2121 VRS March 3rd, 2011, 01:24 PM that bcp blitz interior? Its urban also studio setting hollywood design.... Nice clear photo. Everyone has smile ... pecinta_surabaya March 3rd, 2011, 01:28 PM SEGERA DIBUKA PAKUWON CITY XXI SURABAYA Para pecinta film di Surabaya dan sekitarnya, akan dibuka PAKUWON CITY XXI pada hari Jumat tanggal 4 Maret 2011 beralamat di: PAKUWON CITY Lantai 3 Jl. Kejawen Putih Mutiara No. 17 Surabaya 60112 Harga Tiket Masuk Deluxe: Rp 10.000,- (Senin s/d Kamis) Rp 15.000,- (Jumat) Rp 20.000,- (Sabtu/Minggu/Libur) Info lebih lanjut silahkan menghubungi (021) 5820 8821 Untuk info film, ketik PACXXI dan kirim ke 2121 Semoga film-nya ga murahan juga.. Mari kita lihat brpa lama bertahan dgn harga segini.. :lol: :cheers: bharadya March 5th, 2011, 06:32 AM Mataram Theater http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDM5MjYtMjAxMTAzMDUtMTEyMi5qcGc.jpg Permata Theater http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMxODEtMjAxMTAyMDktMTEwNC5qcGc-1.jpg Indra Theater http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzItMjAxMTAyMTMtMTEyMS5qcGc-1.jpg ardi_85 March 5th, 2011, 09:26 AM that bcp blitz interior? Its urban also studio setting hollywood design.... Nice clear photo. Everyone has smile ... yup... blitz memang selalu berinovasi sama interiornya ya... semua site punya keunikan masing2... mungkin dengan begitu diharapkan pengunjung punya pengalaman yg beda2 kali ya di setiap sitenya... dan saya rasa itu yg membuat Blitz ditunggu2 org utk setiap pembukaan gerai baru,yaitu konsepnya... :) salut buat Blitz :cheers: andrew anthony March 6th, 2011, 10:25 AM Pakuwon City XXI @ East Coast Center Level 3 Surabaya Arah Menuju Bioskop http://i56.tinypic.com/23llimp.jpg Tampak Depan http://i51.tinypic.com/2ufg8bt.jpg Tampak Interior http://i55.tinypic.com/23uaema.jpg Ticket Box & Refreshment http://i56.tinypic.com/2el7edd.jpg Menuju Cinema 1 - 3 http://i53.tinypic.com/n48cc4.jpg Menuju Cinema 4 http://i52.tinypic.com/11lpi02.jpg bharadya March 6th, 2011, 10:45 AM ^^ Sekarang makin bingungin ya konsep XXI-nya. Pakuwon City XXI, interior dan langit-langit a la XXI baru tapi karpetnya a la 21. HTM-nya juga a la 21. :nuts::nuts: andhira March 6th, 2011, 02:54 PM ^^ XXI baru kayaknya udah bukan gitu lagi, tapi model kayak epicentrum, gandaria, lenmarc, atau living world. mungkin ini udah peralihan design lagi. pecinta_surabaya March 6th, 2011, 06:19 PM ^^ Itu Pakuwon city XXI masih konsep xxi lama ko'.. (kecuali karpetnya mungkin, ga perhatian soalnya) Semua XXI di surabaya ya gitu, kecuali Lenmarc sama GC.. Kalo GC memang konsep xxi deluxe,cuma satu2nya di surabaya.. Nah Lenmarc ini yg konsep baru kayanya,beda sendiri.. Kalo HTM mungkin lagi promosi.. :D Thx foto2nya andrew,saya aja belum kesana. :lol: Keren juga ternyata, atap tinggi jadi kelihatan luas.. (Ada game pula) Kapan xxi di surabaya ada cafenya? :ohno: pecinta_bioskop March 9th, 2011, 06:40 AM plaza indonesia XXI...*thats saturday night... im serious shock to know the quite atmosphere.. Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) bioskop emang lagi sepi sekarang, dan plaza indonesia emang lebih sepi dari EX kan kalo wiken, karena di sana tidak berlaku promo BOGOF dari BCA. pecinta_bioskop March 9th, 2011, 06:41 AM ^^ Sekarang makin bingungin ya konsep XXI-nya. Pakuwon City XXI, interior dan langit-langit a la XXI baru tapi karpetnya a la 21. HTM-nya juga a la 21. :nuts::nuts: Ini namanya persaingan bisnis, salah sendiri si jaringan 21, mal makin banyak, bioskop makin banyak, jumlah penonton kan itu-itu aja. Karpet ala 21 lebih murah mungkin? hehehehe... bharadya March 9th, 2011, 06:59 AM ^^ Harusnya jgn maksain buka XXI di mal yg ecek-ecek (kasus seperti di Mega Bekasi atau CBD Ciledug). Jadinya ya gitu. Gak jelas, bikin kemewahan dan keeleganan XXI ambruk. :nuts::nuts: pecinta_surabaya March 9th, 2011, 04:02 PM ^^ Justru mungkin biar pengunjung ga bosen,makanya konsepnya di ubah2.. Kalo ekstrim kaya blitz juga ga mungkin, soalnyajaringan 21 banyak banget.. ardi_85 March 10th, 2011, 04:42 PM Ternyata masih coming soon... http://img716.imageshack.us/img716/1764/blitzbcp.jpg (http://img716.imageshack.us/i/blitzbcp.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) kemaren sempet maen ke BCP, di belakang mal.nya ada pembangunan proyek LIFT Blitzmegaplex... biar bisa akses langsung ke bioskop kayanya... ckckckck... niat banget euy... FYI, BCP tuh cuma 3 Lantai + 1 Lantai Basement, jadi ga ada liftnya... ardi_85 March 10th, 2011, 04:44 PM ^^ Justru mungkin biar pengunjung ga bosen,makanya konsepnya di ubah2.. Kalo ekstrim kaya blitz juga ga mungkin, soalnyajaringan 21 banyak banget.. iya bener... 21 kan uda kaya jamur yg tumbuh dimana2... kalo konsepnya setiap mal beda bisa stress kali design interiornya... :lol: yunanda_ajah March 14th, 2011, 05:13 PM master master bioskop disini kalo menurut kalian semua, yang paling enak tempat duduk blitz mana ya ? beberapa kali ke blitz moi + blit CP , kursinya tetep gak seasik XXI , keras banget kursinya,kalo XXI kan empuk. Kalo di blitz GI apakah better kursinya ? terima kasih McClarious March 15th, 2011, 01:10 AM master master bioskop disini kalo menurut kalian semua, yang paling enak tempat duduk blitz mana ya ? beberapa kali ke blitz moi + blit CP , kursinya tetep gak seasik XXI , keras banget kursinya,kalo XXI kan empuk. Kalo di blitz GI apakah better kursinya ? terima kasih Di GI Mah Lebih Keras... Kalo Mau Empuk Ada Di GI Tapi Di Lantai 11 Nya (Blitz Satin Class) :lol: Atau Di Velvet Kalo Mau...Empuk Banget...:lol: pecinta_bioskop March 15th, 2011, 10:06 AM iya bener... 21 kan uda kaya jamur yg tumbuh dimana2... kalo konsepnya setiap mal beda bisa stress kali design interiornya... :lol: Bukan design interiornya yg pusing, tapi jaringan 21 yg pusing, ngeluarin duit lebih banyak, hehehehehe..... kalo sama kan tinggal copy paste... yunanda_ajah March 15th, 2011, 01:17 PM Di GI Mah Lebih Keras... Kalo Mau Empuk Ada Di GI Tapi Di Lantai 11 Nya (Blitz Satin Class) :lol: Atau Di Velvet Kalo Mau...Empuk Banget...:lol: waktu jamannya forum sebelah jual tiket velvet Rp 100 ribu, gw sering banget tuh nonton disitu, 2 minggu sekali :banana: .. asik emang, sekalian bikin film sendiri :lol: .sekarang udah gak ada, gu ak mungkin lagi sekali nonton disitu minimal 150-250 ribu :bash: :ohno: sasamakan March 15th, 2011, 03:44 PM ^^ Daku harus segera mencoba nonton Velvet :lol: Penasaran deh sama kasurnya itu :D ellious grinsant March 15th, 2011, 06:34 PM Tadi abis ke Mega Bekasi XXI buat nonton Mr. and Mrs. Incredible dan kaget pas dinding yang ditriplekin disebelah Theater 8 - 10 udah dibuka dan ternyata isinya adalah Indoor Cafe + Live Music yang kaya di Plaza Indonesia XXI. Sumpah keren banget deh, mana ampe 2 lantai segala lagi, ada balkonnya yang ngelilingi tuh Cafe... Jadinya ada 2 sekarang Cafe di MBX, 1 Garden Cafe + Live Music satu laginya Indoor Cafe + Live Music atau kalo gak bisa nayangin video-video konser. Soalnya di Stagenya pake layar juga. Udah gitu kayanya Mega Bekasi XXI jadi punya 2 pintu masuk, yang satu lagi pintu masuk yang didekat Indoor Cafe itu. Semoga aja itu emang akses langsung ke bioskopnya dari luar mall. Masih penasaran apa nanti ada The Premiere ya di Mega Bekasi XXI. Sumpah, jadi keren banget tuh bioskop...! ellious grinsant March 15th, 2011, 06:37 PM Di GI Mah Lebih Keras... Kalo Mau Empuk Ada Di GI Tapi Di Lantai 11 Nya (Blitz Satin Class) :lol: Atau Di Velvet Kalo Mau...Empuk Banget...:lol: Kalo menurut gua ya kursi Blitz yang masih paling enak ya di GI, kursi yang regulernya malah, belum pernah nyobain satin soalnya. Untuk ukuran Blitz ya. Kursinya malah lebih baik dari kursi di MOI, PP atau TeKo. Emang sih kursinya keras, tapi menurut gua mah nyaman banget. Beda sama MOI dan PP yang gak nyaman, soalnya kalo disenderin senderannya mundur kebelakang. Nggak enak banget kalo nonton di belakang tuh, pegel kepalanya harus agak nunduk. Ternyata masih coming soon... http://img716.imageshack.us/img716/1764/blitzbcp.jpg (http://img716.imageshack.us/i/blitzbcp.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) kemaren sempet maen ke BCP, di belakang mal.nya ada pembangunan proyek LIFT Blitzmegaplex... biar bisa akses langsung ke bioskop kayanya... ckckckck... niat banget euy... FYI, BCP tuh cuma 3 Lantai + 1 Lantai Basement, jadi ga ada liftnya... Mungkin juga, tapi menurut gua sih ini biar mempermudah orang Blitz mendistribusikan Roll film atau barang-barang mereka dan lain-lain dari parkiran ke Blitznya. Tapi ya biasanya nanti seringnya dibuat lift penonton. Kalo lewat non-lift dari mana sih masuknya? agak ironis sih, gua fitnes di BCP cuma masih gak tau jalan masuk ke Blitz yang tanpa lift lewat mana, hehehe... dimzzo March 17th, 2011, 04:24 AM Mataram Theater http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDM5MjYtMjAxMTAzMDUtMTEyMi5qcGc.jpg Permata Theater http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMxODEtMjAxMTAyMDktMTEwNC5qcGc-1.jpg Indra Theater http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzItMjAxMTAyMTMtMTEyMS5qcGc-1.jpg Sayang banget yaa udah tutup. Belum pernah nonton disitu padahal. At least hanya untuk melihat interiornya. Hehehehe. ajianshakti March 17th, 2011, 10:14 PM Mataram Theater http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDM5MjYtMjAxMTAzMDUtMTEyMi5qcGc.jpg Permata Theater http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMxODEtMjAxMTAyMDktMTEwNC5qcGc-1.jpg Indra Theater http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzItMjAxMTAyMTMtMTEyMS5qcGc-1.jpg nice info bro :bow::) di surabaya mantan gedung bioskop sendirian (di luar mal) yg masih utuh cuma indra, yg tragis ultra di urip sumoharjo, dibiarkan jd puing-puing pdhl lokasinya di tengah kota di jalan utama VRS March 18th, 2011, 02:58 PM first picture..= gedung hantu..?? richgun17 March 18th, 2011, 05:20 PM nice info bro :bow::) di surabaya mantan gedung bioskop sendirian (di luar mal) yg masih utuh cuma indra, yg tragis ultra di urip sumoharjo, dibiarkan jd puing-puing pdhl lokasinya di tengah kota di jalan utama ^^bioskop gita yg sekarang jadi bima restoran:) yunanda_ajah March 18th, 2011, 06:46 PM ada yang tau Blitz PP kapan buka lagi ya ? :ohno: pecinta_bioskop March 19th, 2011, 08:45 AM ada yang tau Blitz PP kapan buka lagi ya ? :ohno: aneh juga blitz PP ini... termasuk bioskop baru tp udah di renov (dibandingkan jaringan 21/XXI); gua pikir karena harga yg di bayar penonton tidak sesuai dengan yg didapat. iAndy-JaKaRtA March 19th, 2011, 12:32 PM ^^Ga juga ah sasamakan March 19th, 2011, 04:57 PM aneh juga blitz PP ini... termasuk bioskop baru tp udah di renov (dibandingkan jaringan 21/XXI); gua pikir karena harga yg di bayar penonton tidak sesuai dengan yg didapat. engga ah menurut gua, justru blitz PP kelihatan terlalu eksklusif. Mungkin direnivasi menurutku karena tata letak ruang tunggunya terlalu aneh dan terlihat makan ruang karena banyak sudut gitu. Satu lagi, gelap dan kurang ditambah tambah ornamen gitu, jadi kesannya luxury nanggung. Lagipula setelah direnovasi blitz PP tetep jadi kelas A+ nya blitz kok McClarious March 19th, 2011, 05:24 PM ^^ Itu Bioskop Udah Kelas A+ Masih Mau Di Renov Lagi...Iya Sih Bener Kata Sasamakan...Itu Luxury Nanggung...Lorong Audi Nya Juga Gelap...Kurang Penerangan Itu...Kalo Di Dalem Audi Sih Sound Nya Kurang Begitu Demen Gua... Tapi Abis Di Renov Ntar Jadi Blitz A++ Bioskop Termewah Di Indonesia... ellious grinsant March 20th, 2011, 05:05 PM Hahaha, menurut gua mah Blitz PP emang nggak se-lux yang dibilang kok. Malah menurut gua masih lebih bagus Blitz GI. Beneran deh entah kenapa dari setiap desain blitz yang ada selalu ada aja kekurangannya. Blitz PP bener tuh lorongnya gelap, kebanyakan sudud dan lorongnya kurang "berhias" makannya jadinya nanggung. Secara kursi juga blitz PP nggak enak. Dulu gua pernah sharing kok soal kursi BLitz PP disini... pecinta_bioskop March 22nd, 2011, 08:56 AM nah itu dia.... kursi dan sound-nya lagipula apa yg membuat blitz PP menjadi kelas A+? hanya karena terletak di dalam mal A+, terus membuat bioskopnya juga A+? Sizter85 March 22nd, 2011, 09:41 AM Banner anchor tenants baru The Plaza Balikpapan : Ini tenants baru yg akan join di The Plaza : http://i161.photobucket.com/albums/t201/balikpapaners/DSCN0983.jpg :cheers: bharadya March 22nd, 2011, 09:49 AM nice info bro :bow::) di surabaya mantan gedung bioskop sendirian (di luar mal) yg masih utuh cuma indra, yg tragis ultra di urip sumoharjo, dibiarkan jd puing-puing pdhl lokasinya di tengah kota di jalan utama ^^ Bioskop di foto pertama, Mataram Theater, dulu adalah bioskop kelas elite. Bukan sembarang filem yg diputar di situ. Tapi sayang, karena tak kuasa melawan arus berkembangnya zaman (terutama munculnya VCD dan DVD) serta adanya monopoli filem oleh satu jaringan akhirnya gulung tikar. :ohno::ohno: first picture..= gedung hantu..?? ^^ Sekarang, tapi dulu gedung mewah. :ohno::ohno: Banner anchor tenants baru The Plaza Balikpapan :cheers: ^^ Congrats! First Blitz Megaplex outside Java! :D:D Sizter85 March 22nd, 2011, 10:10 AM ^^Masa iya 'First', aku pikir blitz sdh duluan exist di Medan, Makassar, Palembang, atau Denpasar :) Bagus dh mudah-mudahan dg begini Blitz jadi makin agresif lagi utk ekspansi keluar jawa :banana: bharadya March 22nd, 2011, 10:13 AM ^^Masa iya 'First', aku pikir blitz sdh duluan exist di Medan, Makassar, Palembang, atau Denpasar :) Bagus dh mudah-mudahan dg begini Blitz jadi makin agresif lagi utk ekspansi keluar jawa :banana: ^^ Iya, beneran bakal jadi Blitz yg pertama di luar pulau Jawa, tuh. :):) pecinta_surabaya March 22nd, 2011, 02:11 PM ^^ Surabaya aja ga punyaaaaaaaa.. :nuts: :nuts: :nuts: pecinta_bioskop March 22nd, 2011, 04:06 PM wah, itu ranch market pertama di balikpapan yah? btw, meskipun tulisannya opening soon, blitz suka molor opening-nya ... setaun cukup satu cabang, that means.... next year, hehehehehe.... HTMnya mungkin 50rb, mengingat blitz selalu menyamakan HTM dengan yg termahal. senoholic09 March 22nd, 2011, 04:29 PM ^^ iya xxi di ewalk bpn jg udh 50rb bang :bash: soon-nya g bkl taon ini, krn space utk bioskop jg bru start dikerjakan, akhir taon baru selesai konstruksi, blm lg fitting out-nya rilham2new March 22nd, 2011, 06:31 PM ^^ Surabaya aja ga punyaaaaaaaa.. :nuts: :nuts: :nuts: Tapi di Surabaya kan udah lama ada The Premiere :D Ini ada tambahan update gambar di trid ini, Kemarin saya berkesempatan menonton film di THE PREMIERE LIVING WORLD, Alam Sutera / Serpong - Tangerang Selatan :cheers: Cuman ada foto luar, karena foto dalam terlalu banyak petugasnya. The Premiere nya asyik ... Tempat duduknya bisa di-ADJUST secara elektronik, kayak kursi mobil Toyota Camry, atau kursi kelas Bisnis Garuda Indonesia ... Bahkan bisa rata kayak tempat tidur segala ahahaha :nocrook:, selain itu ada laci di samping setiap kursi yang mana di dalam laci itu ada SELIMUT buat yang kedinginan hahaha.... Living World XXI Living World @Alam Sutera, Tangerang Selatan (lebih populer dengan SERPONG) Sorry cuman dengan kamera hape 1 http://farm6.static.flickr.com/5258/5549996091_cddb6ec203_b.jpg 2 http://farm6.static.flickr.com/5069/5549980223_eecdea0675_b.jpg AAG March 23rd, 2011, 03:33 PM premiere emang semua kursinya di adjust pake elektronik kan, memang paling mantap, kita juga bisa order makanan-minuman dr dalem koq :), iya biasa ACnya disetel lebih dingin jadi kita kalo tn premiere kudu pake selimutnya hehehe. pecinta_bioskop March 23rd, 2011, 04:10 PM Tapi di Surabaya kan udah lama ada The Premiere :D Ini ada tambahan update gambar di trid ini, Kemarin saya berkesempatan menonton film di THE PREMIERE LIVING WORLD, Alam Sutera / Serpong - Tangerang Selatan :cheers: Cuman ada foto luar, karena foto dalam terlalu banyak petugasnya. The Premiere nya asyik ... Tempat duduknya bisa di-ADJUST secara elektronik, kayak kursi mobil Toyota Camry, atau kursi kelas Bisnis Garuda Indonesia ... Bahkan bisa rata kayak tempat tidur segala ahahaha :nocrook:, selain itu ada laci di samping setiap kursi yang mana di dalam laci itu ada SELIMUT buat yang kedinginan hahaha.... Living World XXI Living World @Alam Sutera, Tangerang Selatan (lebih populer dengan SERPONG) Sorry cuman dengan kamera hape mirip gandaria yah... standar baru XXI udah kayak gini... langit2 yg tinggi dan lampu yg terang.. rilham2new March 23rd, 2011, 06:13 PM premiere emang semua kursinya di adjust pake elektronik kan, memang paling mantap, kita juga bisa order makanan-minuman dr dalem koq :), iya biasa ACnya disetel lebih dingin jadi kita kalo tn premiere kudu pake selimutnya hehehe. Oh ya ???? Bisa di-adjust secara elektronis???? Kok yang di e'X gak bisa ya :nuts: Apa karena The Premiere generasi lama??? Atau aku yang kurang meng-explore?? Perasaan dulu juga gak ada selimutnya :nuts: Kalau pesan makanan dari dalam sih kayaknya XXI juga sekarang udah mulai kayak gitu, kalau penontonnya lagi sepi... Di Anggrek XXI mereka menawarkan menu di dalam studio juga... ellious grinsant March 24th, 2011, 04:53 AM Iya biasanya di Studio reguler kalo sebelum mulai film tuh tukang jualan pop corn ama minuman atau nawarin menu untuk dipesan didalem studio. Jadi berasa kaya di pasar manaaaa gitu, kalo udah ngeliat begituan. Tapi kalo filmnya udah dimulai yang pada jualan itu biasanya pada keluar. Gak tau deh kalo di The Premiere kaya gimana. Paling parah mah Grand Mall 21, film udah mulai ampe 30 menitan yang dagang masih aja keluar masuk buat nawarin pop corn atau minuman. Ganggu banget... rilham2new March 24th, 2011, 05:38 AM ^^ Di The Premiere mereka juga menawarkan makanan sebelum film dimulai. pecinta_bioskop March 24th, 2011, 06:04 AM gua belom pernah ntn di premiere, tapi kata temen yg udah pernah, selama pertunjukkan film, emang petugas makanannya masih hilir mudik nganterin makanan, berarti penontonnya rakus semua yak.... ini mau nonton atau makan?? hehehehehe.... pecinta_surabaya March 24th, 2011, 11:12 AM ^^ Kalo di premiere ada daftar menunya,dipegang mas/mba yg jaga standby di depan.. Jadi misal ditengah film mau pesen,tinggal manggil mereka aja,,liat menu trus pesen,nanti dianter.. Kalo 21 / XXI biasa ya mas2nya yg jualan popcorn keliling di dalem bioskop.. :D (Kalo di Surabaya sii gitu) balikpapan March 24th, 2011, 11:32 AM ^^ iya xxi di ewalk bpn jg udh 50rb bang :bash: soon-nya g bkl taon ini, krn space utk bioskop jg bru start dikerjakan, akhir taon baru selesai konstruksi, blm lg fitting out-nya Seperti yang di publish di media massa, Blitz ditargetkan 1 December 2011 udah opening termasuk Ranch Marketnya. Saat ini food court per tgl 8 Apr 2011 udah direlokasi ke lokasi yang baru, artinya mereka udah mulai start up konstruksi + fitting out = jadi dalam waktu 8 - 9 bulan udah bisa kelar. Yang penting hepengnya ada.:cheers: daroe_909 March 27th, 2011, 05:37 AM SUN 21 (SUN Plaza, Medan) http://img130.imageshack.us/img130/1245/sndsc04201.jpg (http://img130.imageshack.us/i/sndsc04201.jpg/) Plasa Theater (Medan Plasa Center) http://img28.imageshack.us/img28/4557/mpdsc04149.jpg (http://img28.imageshack.us/i/mpdsc04149.jpg/) http://img192.imageshack.us/img192/56/dsc04150g.jpg (http://img192.imageshack.us/i/dsc04150g.jpg/) ^^ soir,cuma bagian luarnya aja :D krn ga nonton disitu n ada security yg ngawasin gue *kepedean* :lol: pdhl penasaran bgt,terutama ma 'daleman'nya plasa theater....waktu nonton di Palladium 21 malahan ga ada foto2 :bash: :nuts: ardi_85 March 27th, 2011, 06:10 AM Tadi abis ke Mega Bekasi XXI buat nonton Mr. and Mrs. Incredible dan kaget pas dinding yang ditriplekin disebelah Theater 8 - 10 udah dibuka dan ternyata isinya adalah Indoor Cafe + Live Music yang kaya di Plaza Indonesia XXI. Sumpah keren banget deh, mana ampe 2 lantai segala lagi, ada balkonnya yang ngelilingi tuh Cafe... Jadinya ada 2 sekarang Cafe di MBX, 1 Garden Cafe + Live Music satu laginya Indoor Cafe + Live Music atau kalo gak bisa nayangin video-video konser. Soalnya di Stagenya pake layar juga. Udah gitu kayanya Mega Bekasi XXI jadi punya 2 pintu masuk, yang satu lagi pintu masuk yang didekat Indoor Cafe itu. Semoga aja itu emang akses langsung ke bioskopnya dari luar mall. Masih penasaran apa nanti ada The Premiere ya di Mega Bekasi XXI. Sumpah, jadi keren banget tuh bioskop...! kmrn gw jg abis dr sono, dan emang bener skrg yg disebelah studio 8-10 nya dijadiin lounge... 2 lantai,yg atas buat smoking area... trus sampingnya jadi ada pintu masuk lg, tp bukan utk keluar mal, jadi pintu masuk MBX ada 2 skrg... dan dr seluruh bioskop yg ada di bekasi, MBX skrg uda yg paling keren... :lol: cuma kurang the premiere, maka lengkaplah sudah... :cheers: karena lantai 5 bener2 buat bisokop total... dr mulai gedung parkir,sampe sebagian lahan malnya... :nuts: oia, Blitz BCP sebenernya uda mao opening pas 12 Maret kemaren, tp pas gw telf ke Blitznya dia bilang : "sebenernya Blitznya uda ready,cm BCPnya yg ga ready" hahaha... gimana ini... ardi_85 March 27th, 2011, 06:29 AM Plasa Theater (Medan Plasa Center) http://img28.imageshack.us/img28/4557/mpdsc04149.jpg (http://img28.imageshack.us/i/mpdsc04149.jpg/) http://img192.imageshack.us/img192/56/dsc04150g.jpg (http://img192.imageshack.us/i/dsc04150g.jpg/) ^^ soir,cuma bagian luarnya aja :D krn ga nonton disitu n ada security yg ngawasin gue *kepedean* :lol: pdhl penasaran bgt,terutama ma 'daleman'nya plasa theater....waktu nonton di Palladium 21 malahan ga ada foto2 :bash: :nuts: Plasa Theater ini punya 21 apa bukan ya... pecinta_surabaya March 27th, 2011, 07:26 AM oia, Blitz BCP sebenernya uda mao opening pas 12 Maret kemaren, tp pas gw telf ke Blitznya dia bilang : "sebenernya Blitznya uda ready,cm BCPnya yg ga ready" hahaha... gimana ini... Wah, telf langsung ke blitz? Ntr kalo telf lagi tolong tanyain kapan buka di Surabaya ya? :D :D :D daroe_909 March 27th, 2011, 08:45 AM Plasa Theater ini punya 21 apa bukan ya... masih jaringannya 21 bro..bisa dilihat di situsnya 21cineplex.com :) McClarious March 27th, 2011, 12:58 PM Plasa Theater (Medan Plasa Center) http://img28.imageshack.us/img28/4557/mpdsc04149.jpg (http://img28.imageshack.us/i/mpdsc04149.jpg/) masih jaringannya 21 bro..bisa dilihat di situsnya 21cineplex.com :) Beda Jauh Ya Sama Design 21/XXI Kebanyakan, Sekilas Mirip Sama Margo Platinum Nya Depok, Sama-Sama Putih Wallpapernya. oia, Blitz BCP sebenernya uda mao opening pas 12 Maret kemaren, tp pas gw telf ke Blitznya dia bilang : "sebenernya Blitznya uda ready,cm BCPnya yg ga ready" hahaha... gimana ini... Lah? Kok Bisa Gitu Ya? Apa Banner Blitzmegaplex Nya Belom Jadi? Atau Lift Yang Langsung Ke Blitznya Juga Belom Kelar? Biasanya Bioskop Yang Belum Siap, Ini Malah BCP Nya Yang Belum Siap, :lol::lol: ardi_85 March 27th, 2011, 06:13 PM Lah? Kok Bisa Gitu Ya? Apa Banner Blitzmegaplex Nya Belom Jadi? Atau Lift Yang Langsung Ke Blitznya Juga Belom Kelar? Biasanya Bioskop Yang Belum Siap, Ini Malah BCP Nya Yang Belum Siap, :lol::lol: :lol::lol: ga tau dah, ada2 aje emang... kalo liftnya sih emang blm jadi... dan kmrn liat bangunannya dr luar jg msh ada pengerjaan tuh... mungkin jg krn BCP harus bikin akses ke rooftopnya kali ya, makanya blm ready... Sampe di news web.nya Blitz acara nobar diundur... berikut kutipannya : "Jadwal NONBAR blitzmegaplex Bekasi Cyber Park WEDNESDAY, 09 MARCH 2011 - 01:32:57 PM Dear Blitzer, Terima kasih sudah berpartisipasi dalam blitzmegaplex Roadshow – Provoke! Flick pada perioe 28 February 2011 – 4 Maret 2011, pada sekolah SMAN 2 – SMA Pangudi Luhur 2 – SMAN 1 – SMA Global Prestasi. Pada acara tersebut terdapat program untuk NONBAR (Nonton Bareng) dari keempat sekolah pada hari Sabtu tanggal 12 Maret 2011 pada pukul 16.30 untuk film “Crazy Little Thing called Love” di blitzmegaplex BCP, dan Blitzer sudah memiliki voucher NONBAR yang telah diberikan. Mohon maaf bagi yang berhak memiliki voucher tersebut, karena periode NONBAR akan dipindahkan pada lain tanggal. Hal ini dikarenakan adanya perubahan periode opening blitzmegaplex Bekasi Cyber Park yang buka pada awal maret berubah hingga waktu yang belum ditentukan. Jadi bagi yang sudah memiliki voucher NONBAR harap disimpan dengan baik karena masih akan ada NONBAR setelah blitzmegaplex Bekasi Cyber Park open. Blitzmegaplex juga sudah memilki data yang berhak ikut NONBAR. Informasi kepastian tanggal NONBAR akan diinformasikan melalui website , facebook blitzmegaplex dan melalui email pribadi blitzer." pecinta_bioskop March 28th, 2011, 07:42 AM Plasa Theater ini punya 21 apa bukan ya... gila bioskop ini sih jadul banget, hehehehehe.... btw,kalo kondisi film impor yg minim, kayaknya blitz bekasi bakal baru buka.... sampai waktu yg tidak dapat ditentukan... sampai para importir mau mengimpor film lagi... daroe_909 March 28th, 2011, 12:00 PM ^^ bioskop nya Jadoel,karena Medan Plasa termasuk 'mall' yg 'jadul' CMIIW...bisa dilihat dr bangunannya :D http://img405.imageshack.us/img405/8074/mpdsc04052.jpg (http://img405.imageshack.us/i/mpdsc04052.jpg/) bharadya March 28th, 2011, 06:42 PM Sun 21 jomplang sama mallnya. Elite gitu tapi 21-nya model lama. Kenapa gak di-upgrade ke XXI, ya? Lagian belom ada XXI di kota sebesar Medan. Heran. sasamakan March 29th, 2011, 03:15 AM ^^ Mungkin karena walaupun 21 masih sangat ramai :D pecinta_bioskop March 29th, 2011, 08:05 AM Sun 21 jomplang sama mallnya. Elite gitu tapi 21-nya model lama. Kenapa gak di-upgrade ke XXI, ya? Lagian belom ada XXI di kota sebesar Medan. Heran. sun plaza atau sun mall? mungkin lagi ngumpulin modal jadi XXI? kalau direnov kan ga ada pemasukan selama 3 bulan, hehehehe... ellious grinsant March 30th, 2011, 05:58 PM Sun 21 jomplang sama mallnya. Elite gitu tapi 21-nya model lama. Kenapa gak di-upgrade ke XXI, ya? Lagian belom ada XXI di kota sebesar Medan. Heran. Kalo gak salah pernah ada yang ngejelasin deh kalo Upgrade dari 21 ke XXI itu gak gampang dan ribet, soalnya harus berurusan sama pihak mall, pihak 21 group dan lain2 dah... Dan biasanya, bioskop yang awalnya 21 terus di upgrade ke XXI, biasanya kualitasnya gak sebagus bioskop yang dari awal udah dibangun untuk format XXI. Contoh nyata aja di bekasi. Ada 2 Bioskop 21 yang dirubah jadi XXI: Bekasi Square XXI sama Metropolitan XXI. kualitas suaranya gak sebagus Mega Bekasi XXI yang dari awal udah dibangun untuk XXI. Paling malesnya lagi tuh, kalo menurut penilaian gua, kualitas akustiknya pun beda sama bioskop yang udah XXI dari sononya, Bekasi Square XXI sama Metropolitan XXI, kalo studionya bersebelahan kedengeran banget tuh suara film sebelah, malah kadang ampe dialognya pun kedengeran. Parah dah, pengalaman pas gua nonton film drama di Bekasi Square terus studio sebelah film Prince of Caspian, kedengeran banget suara dialog studio sebelah. Ampe jadi gak konsen. Kalo di Mega Bekasi XXI, walaupun gak bener-bener kedap suara luar studio, tapi suara studio sebelah gak jelas kedengeran, palingan kedengerannya kalo ada suara ledakan atau gempa atau apapun yang ada gemuruhnya. Jadi cuma denger suara gemuruh2 aja. rilham2new March 30th, 2011, 07:58 PM Sun 21 jomplang sama mallnya. Elite gitu tapi 21-nya model lama. Kenapa gak di-upgrade ke XXI, ya? Lagian belom ada XXI di kota sebesar Medan. Heran. Tapi Sun21 film baratnya paling update se-Sumatra .... Film Indonesia hampir tidak pernah tayang di Sun21. Dan kalau gak salah itu juga bioskop 21 pertama di Sumatra (dan luar pulau Jawa) yang bisa nonton 3D. CMIIW v-sun March 31st, 2011, 05:58 AM 31 Maret 2011 | 08.47 WIB Hari Film Nasional dan Hollywood BANDUNG, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Jawa Barat H Dede Yusuf mengkritik para pengelola bioskop di daerahnya yang mayoritas masih memasang gambar dan memutar film-film impor, khususnya produksi Hollywood pada Hari Film Nasional, 30 Maret 2011. "Rasanya kurang pas jika pada Hari Film Indonesia ini masih tampak sejumlah bioskop yang memajang poster film Hollywood. Ya seharusnya minimal tiga hari tidak menggelar itu," kata Dede Yusuf pada diskusi film terkait Hari Film Nasional 2011 di Bandung, Rabu (30/3/2011). Kondisi tersebut, kata Dede, sangat ironis pada saat bersamaan menjadi Hari Film Nasional yang berusaha untuk mengembalikan kejayaan dan popularitas film produk di dalam negeri. "Semestinya kali ini selama tiga hari tanpa film asing sehingga muncul rasa kecintaan terhadap film nasional," katanya. Menurut Dede, bioskop merupakan ujung tombak untuk meningkatkan kembali kecintaan pada film nasional. Untuk itu, perlu ada pengaturan tentang pemutaran film, di mana bila dalam satu gedung terdapat tiga ruang bioskop, satu ruang disisihkan untuk memutar film nasional. Ia menyebutkan, film-film asing selama ini masih mendominasi minat pengunjung bioskop, tetapi di lain pihak perlu adanya upaya untuk mengembalikan kecintaan dan minat menonton film nasional yang beberapa di antaranya memiliki kualitas yang cukup tinggi. Pada kesempatan itu, Dede Yusuf juga mendorong agar muncul film-film kedaerahan yang mengangkat muatan lokal dan potensi-potensi daerah. "Sayang saat ini masih ada segelintir orang yang menganggap pembuatan film daerah oleh pemerintah daerah sebagai sebuah pemborosan, sedangkan film-film tentang arwah begitu derasnya di pasar film nasional," kata Dede Yusuf. Ia mengajak masyarakat untuk ikut memberikan dorongan kepada pemerintah pusat dan insan perfilman untuk mendorong pembuatan film daerah. Ia menyebutkan, perlunya pemerintah mendorong pelaku film nasional untuk mengangkat keanekaragaman budaya daerah. "Masyarakat perlu didorong untuk kembali membuat masyarakat menemukan kecintaan kepada film nasional seperti mereka cinta dan ingin menonton film Si Kabayan, Lutung Kasarung, Macan Kemayoran, dan lainnya," kata mantan artis sinema itu. Pada kesempatan itu, Dede yang juga lahir dari dunia sinema mengajak semua elemen masyarakat agar menyebarkan dan memupuk pesan untuk menumbuhkan kerinduan terhadap film daerah. "Film daerah tidak mesti berbahasa daerah saja, bisa berbahasa Indonesia. Namun, tema dan alur ceritanya bisa mengekspos kekayaan karakter dan budaya daerah," katanya. Selain itu, Dede Yusuf juga mendorong tumbuhnya film-film independen atau yang biasa disebut film pendek. Film-film tersebut memberikan ruang untuk bisa mengekspresikan kekayaan dan pesan daerah atau tema-tema khusus yang unik dan khas. Peringatan Hari Film Nasional di Bandung digelar di Bioskop Regent, Jalan Sumatera, Kota Bandung. Kegiatan yang dikaitkan untuk menyongsong Festival Film Bandung 2011 itu juga diisi dengan penayangan film "tempo doeloe" berjudul Darah dan Doa karya Usmar Ismail. Selain itu, juga digelar film pendek atau film independen Dodol Garut dan Kampung Naga. Sementara diskusi film bertema "Membangkitkan Kecintaan Budaya Daerah Melalui Sineas Independen" menampilkan pembicara H Dede Yusuf, Ki Haryono (IKJ), dan Ketua Forum Film Bandung H Eddy D Iskandar, yang juga seorang novelis. http://www.kompas.com/news/read/data/2011.03.31.08472221 pecinta_bioskop March 31st, 2011, 07:30 AM Kalo gak salah pernah ada yang ngejelasin deh kalo Upgrade dari 21 ke XXI itu gak gampang dan ribet, soalnya harus berurusan sama pihak mall, pihak 21 group dan lain2 dah... Dan biasanya, bioskop yang awalnya 21 terus di upgrade ke XXI, biasanya kualitasnya gak sebagus bioskop yang dari awal udah dibangun untuk format XXI. Contoh nyata aja di bekasi. Ada 2 Bioskop 21 yang dirubah jadi XXI: Bekasi Square XXI sama Metropolitan XXI. kualitas suaranya gak sebagus Mega Bekasi XXI yang dari awal udah dibangun untuk XXI. Paling malesnya lagi tuh, kalo menurut penilaian gua, kualitas akustiknya pun beda sama bioskop yang udah XXI dari sononya, Bekasi Square XXI sama Metropolitan XXI, kalo studionya bersebelahan kedengeran banget tuh suara film sebelah, malah kadang ampe dialognya pun kedengeran. Parah dah, pengalaman pas gua nonton film drama di Bekasi Square terus studio sebelah film Prince of Caspian, kedengeran banget suara dialog studio sebelah. Ampe jadi gak konsen. Kalo di Mega Bekasi XXI, walaupun gak bener-bener kedap suara luar studio, tapi suara studio sebelah gak jelas kedengeran, palingan kedengerannya kalo ada suara ledakan atau gempa atau apapun yang ada gemuruhnya. Jadi cuma denger suara gemuruh2 aja. Perihal sound system dan dinding kedap suara, sepertinya itu lebih ke teknis yah? Bicara soal teknis, berarti soal duit. Jadi tergantung pemilik bioskopnya punya duit seberapa banyak untuk renovasi bioskopnya. Ada koq yg sound dan dinding kedap suaranya masih jelek kayak Pluit junction yg notabene adalah XXI sejak berdiri pertama kali. Ini artinya jaringan XXI harus merumuskan standarisasi kualitas dan punya tim audit independen untuk menilai dari sisi non teknis (pelayanan, kenyamanan, kebersihan) dan teknis (sound, kejernihan gambar) , kayak sertifikasi THX gitu loh... Kalo sebuah XXI dinilai tidak layak harus di-down grade jadi 21. Dulu seinget gua waktu masih jaman 21 itu ada tulisan/jaminan yah di dalam kaca yg ditulis pake karet huruf-huruf itu, pada masih inget? kalo pihak 21 menjamin bla bla bla.... ellious grinsant March 31st, 2011, 02:16 PM Dulu seinget gua waktu masih jaman 21 itu ada tulisan/jaminan yah di dalam kaca yg ditulis pake karet huruf-huruf itu, pada masih inget? kalo pihak 21 menjamin bla bla bla.... Wew, jaminan apaan tuh? gua gak pernah baca soalnya jaminan2 kaya gitu soalnya... masih inget bro isi jaminannya apaan? andhira March 31st, 2011, 03:18 PM ^^ kayaknya bukan jaminan. itu pas jaman display 21 masih pake laci kaca itu, kan ada bacaan yg dibikin dari hurup2 tusuk mengenai fasilitas dolby lah, studio nyaman dsb. mungkin itu maksudnya. sasamakan March 31st, 2011, 03:53 PM ^^ Bioskop klasik banget itu :lol: Tapi IMO saya sebenernya masih seneng kok sama desain klasiknya 21, semoga di beberapa bioskop desain itu masih dipertahankan, hanya dalem studionya dibagusin :) ajianshakti April 1st, 2011, 03:40 AM ^^bioskop gita yg sekarang jadi bima restoran:) gedung bioskop gita masih mangkrak bro, coba lihat bangunan di sebelah bima restaurant/gita tamtama, itulah bangunan bioskop gita kalau restaurantnya memang masih digunakan, begitu pula bioskop ria di kombes pol m duryat, letaknya disebelah restaurant ria, mangkrak tdk diapa-apakan ajianshakti April 1st, 2011, 04:00 AM Dulu seinget gua waktu masih jaman 21 itu ada tulisan/jaminan yah di dalam kaca yg ditulis pake karet huruf-huruf itu, pada masih inget? kalo pihak 21 menjamin bla bla bla.... tulisan jaminan apa bro? kalau yg aku ingat tulisan dari karet itu biasanya di bagian tiket box tulisannya judul film, jadwal tayang plus studio ini pake dolby SR atau dolby digital, kalau yg dibagian poster film biasanya dolby digital lalu ada juga tulisan anak umur 5 tahun keatas bayar penuh ajianshakti April 1st, 2011, 04:07 AM Plasa Theater (Medan Plasa Center) http://img28.imageshack.us/img28/4557/mpdsc04149.jpg (http://img28.imageshack.us/i/mpdsc04149.jpg/) http://img192.imageshack.us/img192/56/dsc04150g.jpg (http://img192.imageshack.us/i/dsc04150g.jpg/) ^^ soir,cuma bagian luarnya aja :D krn ga nonton disitu n ada security yg ngawasin gue *kepedean* :lol: pdhl penasaran bgt,terutama ma 'daleman'nya plasa theater....waktu nonton di Palladium 21 malahan ga ada foto2 :bash: :nuts: bioskop jadul tapi masih eksis :okay: hafis April 1st, 2011, 04:23 AM Plasa Theater (Medan Plasa Center) http://img28.imageshack.us/img28/4557/mpdsc04149.jpg (http://img28.imageshack.us/i/mpdsc04149.jpg/) http://img192.imageshack.us/img192/56/dsc04150g.jpg (http://img192.imageshack.us/i/dsc04150g.jpg/) ^^ soir,cuma bagian luarnya aja :D krn ga nonton disitu n ada security yg ngawasin gue *kepedean* :lol: pdhl penasaran bgt,terutama ma 'daleman'nya plasa theater....waktu nonton di Palladium 21 malahan ga ada foto2 :bash: :nuts: Wow nice , mash exist juga ni bioskop Di kota metropolitan medan , Sekilas Mirip dgn bioskop lokal yg di pekanbaru yg namany Studio 88 dan skrg bioskopny sedang di renovasi besar"an . . ardi_85 April 1st, 2011, 04:41 PM Perihal sound system dan dinding kedap suara, sepertinya itu lebih ke teknis yah? Bicara soal teknis, berarti soal duit. Jadi tergantung pemilik bioskopnya punya duit seberapa banyak untuk renovasi bioskopnya. Ada koq yg sound dan dinding kedap suaranya masih jelek kayak Pluit junction yg notabene adalah XXI sejak berdiri pertama kali. Ini artinya jaringan XXI harus merumuskan standarisasi kualitas dan punya tim audit independen untuk menilai dari sisi non teknis (pelayanan, kenyamanan, kebersihan) dan teknis (sound, kejernihan gambar) , kayak sertifikasi THX gitu loh... Kalo sebuah XXI dinilai tidak layak harus di-down grade jadi 21. Dulu seinget gua waktu masih jaman 21 itu ada tulisan/jaminan yah di dalam kaca yg ditulis pake karet huruf-huruf itu, pada masih inget? kalo pihak 21 menjamin bla bla bla.... bener juga ya, kayanya pihak 21 ga punya standarisasi baku utk kualitas bioskopnya... harusnya disemua site punya kualitas yg sama ya... dan utk audit independen setuju bgt gw, jadi kualitas tetep terjaga bukan karena ada musuh bioskop lain, tp emang krn komitmen yg berdasarkan customer satisfaction, jadi ga cuma profit oriented semata... :cheers: v-sun April 2nd, 2011, 03:14 PM Film Hollywood Akan Masuk Lagi Saturday, 02 April 2011 Pemerintah akhirnya akan membuka kembali keran film Hollywood. Namun, masyarakat diminta bersabar karena pemerintah masih mencari solusi terbaik terkait pengaturan pajak film impor tersebut. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menjelaskan, keberadaan film impor tetap diperlukan sebagai hiburan sekaligus referensi dan pembanding untuk film nasional. Sementara untuk kemajuan film nasional, pemerintah akan memberi kemudahan bagi produksi film nasional itu, antara lain melalui kebijakan perpajakan yang meringankan. Untuk film impor, Menbudpar menjanjikan film Hollywood akan bisa kembali dinikmati para penonton di bioskop-bioskop Indonesia. “Film Hollywood akan masuk (Indonesia) lagi, itu sudah disepakati.Tapi saya minta sabar dulu,”ujar Jero Wacik saat memberi sambutan dalam peringatan 61 Tahun Perfilman Nasional, Rabu (30/3), di Jakarta. Seperti diketahui, film impor asal Amerika (Hollywood) dalam sebulan terakhir banyak yang tertunda masuk Indonesia akibat kisruh pajak film impor yang bergulir sejak pertengahan Februari lalu. Importir film dan Motion Pictures Association (MPA) yang berbasis di Amerika mempermasalahkan Surat Edaran 03/PJ/2011 tentang PPh atas Penghasilan Berupa Royalti dan Perlakuan PPN atau Perlakuan Film Impor, yang dinilai memberatkan importir. Sejak itu, film asal Amerika banyak yang absen untuk tayang di bioskop Indonesia. “Pada Januari film impor asal Amerika yang masuk ada 20, lalu berkurang menjadi 5 film pada Februari, dan 2 film pada Maret,” sebut Direktur Perfilman Kemenbudpar Samsul Lussa. Samsul mengakui adanya dilema dalam persoalan film impor.Namun, sesuai Pasal 53 Undang-undang Perfilman,pemerintah memang berwenang mengatur atau mengurangi perpajakan. Masalahnya, kata dia, pembahasan tersebut tidak bisa serta-merta. Menbudpar Jero Wacik mengungkapkan, pada prinsipnya pemerintah sudah menemukan pola perpajakan yang bisa memberikan perlindungan terhadap film dalam negeri, tapi tidak merugikan importir film. Pihaknya juga telah berdiskusi dengan para importir film Hollywood guna mencari jalan keluar terbaik dan adil bagi semua (win-win solution).Namun, soal besaran pajak film impor tidak bisa diputuskan segera karena melibatkan setidaknya tiga undang- undang (UU), yakni UU Bea Cukai, UU Perpajakan, dan UU Perfilman. “Ketiga undang-undang itu yang akan dipakai untuk acuan agar film impor bisa masuk dengan baik dan dengan pajak yang pantas.Soal ini akan dibicarakan dengan Menteri Keuangan. Ada kemungkinan tidak naik,”katanya. Menbudpar menambahkan, jumlah produksi film lokal saat ini belum cukup untuk memenuhi 672 layar bioskop di Indonesia. Karenanya, dibutuhkan film impor.Jika film impor distop, kata dia, layar bioskop akan berkurang bahkan bukan mustahil beberapa bioskop akan gulung tikar dan karyawannya akan kehilangan pekerjaan. “Pemerintah tidak mungkin mengeluarkan kebijakan yang tidak pro-job. Jadi, soal pajak ini memang harus ditata,”pungkasnya. Beri Subsidi Terkait film nasional,pemerintah berencana memberikan subsidi bagi pembuatan film lokal bertema kepahlawanan dan film anak yang mengandung semangat membangun karakter bangsa. Niat tersebut sudah termuat dalam RAPBN Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 2012 yang sudah mulai dirancang. “Saya optimistis anggaran ini akan disetujui DPR.Jadi, para produser atau masyarakat silakan bersiap-siap merencanakan film apa yang akan dibuat? Nanti kita bantu,” ujarnya. Menbudpar menegaskan, film adalah karya budaya yang bisa dimanfaatkan untuk membangun karakter bangsa. Dia pun memuji film-film nasional semisal Laskar Pelangi dan Naga Bonar yang di dalamnya terkandung karakter positif dan nilai cinta Tanah Air. “Saat ini salah satu film yang tengah kami dorong produksinya adalah film tentang kisah Bung Karno di tempat pembuangannya di Ende, Flores, pada 1934–1938. Situsnya di sana juga sedang kami pugar,” tuturnya. Untuk memacu semangat perfilman, lanjut Jero, pemerintah juga memacu penambahan gedung bioskop.Menurut dia, 672 layar yang tersedia saat ini belumlah cukup dan sebarannya pun tidak merata. Hal itu membuat banyak masyarakat di daerah yang belum bisa menonton film di bioskop. Untuk itu, Jero menargetkan pada 2014 jumlah layar bertambah menjadi 1.000 layar. Aktris senior Christine Hakim mengapresiasi keberpihakan pemerintah terhadap film nasional.“Saya yakin pak menteri akan mendukung dan memajukan film nasional,” tandasnya. Pada kesempatan yang sama, Menbudparjugamenyerahkan penghargaan berupa uang senilai Rp15 juta hingga Rp40 juta kepada sejumlah insan perfilman. Di antaranya Film Terbaik FFI 2010 (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta), film dengan penulisan skenario terbaik (Alangkah Lucunya Negeri Ini),pemeran utama pria terbaik (Reza Rahadian), serta pemeran utama wanita terbaik (Laura Basuki). ● megiza/inda s http://seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/390398/ ardi_85 April 3rd, 2011, 01:27 AM sediki oleh2 dari Lounge Mega Bekasi XXI :cheers: Ini belakangnya http://img837.imageshack.us/img837/3236/img00310201104021845.jpg (http://img837.imageshack.us/i/img00310201104021845.jpg/) Puter dikit ke kanan, jadi begini http://img857.imageshack.us/img857/9294/img00308201104021844.jpg (http://img857.imageshack.us/i/img00308201104021844.jpg/) agak kanan lagi, kaca2 yg di depan gambar persis itu adalah pintu masuk yg baru, kanannya tangga ke atas (smoking area), kirinya adalah concession http://img52.imageshack.us/img52/2788/img00311201104021846.jpg (http://img52.imageshack.us/i/img00311201104021846.jpg/) ini depannya, layar yg dipake adalah layar utk studio berikut tirai hitam yg bisa dibuka tutup... http://img153.imageshack.us/img153/5863/img00309201104021844.jpg (http://img153.imageshack.us/i/img00309201104021844.jpg/) ini pas Lunar Band perform http://img862.imageshack.us/img862/9223/xxi.jpg (http://img862.imageshack.us/i/xxi.jpg/) ini adalah pintu masuk yg langsung di depan Lounge, jadi MBX punya 2 pintu masuk skrg... kalau masuk dari sini langsung ketemu lounge sama studio 8,9,10... http://img864.imageshack.us/img864/33/img00320201104022113.jpg (http://img864.imageshack.us/i/img00320201104022113.jpg/) pecinta_bioskop April 4th, 2011, 08:05 AM Wew, jaminan apaan tuh? gua gak pernah baca soalnya jaminan2 kaya gitu soalnya... masih inget bro isi jaminannya apaan? Dulu kan poster-poster film dari kertas "dikurung" dalam kaca. Nah tulisan jaminan ini juga letaknya dalam kaca dengan tempelan-tempelan karet, kayak ikrar sumpah pemuda gitu. Terakhir kali gua liat di hollywood KC sebelum diubah jadi XXI. Gua lupa ada berapa poin dan kata-kata persisnya, yg intinya sih, kalau pihak 21 menjamin kerjernihan suara dan layar, kebersihan dan kenyamanan toilet, keramahan petugas, dll... Serius nih, ga ada notice atau inget? VRS April 4th, 2011, 03:53 PM puri indah XXI.. http://img101.imageshack.us/img101/694/02042011848.jpg (http://img101.imageshack.us/i/02042011848.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img832.imageshack.us/img832/559/02042011849.jpg (http://img832.imageshack.us/i/02042011849.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img851.imageshack.us/img851/6493/02042011850.jpg (http://img851.imageshack.us/i/02042011850.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img7.imageshack.us/img7/194/02042011851.jpg (http://img7.imageshack.us/i/02042011851.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) pecinta_surabaya April 4th, 2011, 05:33 PM Bioskop yg luas area nya paling gede di Jakarta apa? (21/XXI,bukan blitz) Kalo yg diluar jakarta kayanya Mega Bekasi XXI ya? tollfreak April 5th, 2011, 04:00 AM ^^ Wah masih ada coming soon posternya I am Number Four di Puri XXI..berharap film-film first run hollywood akan masuk Indonesia lg secapatnya andhira April 5th, 2011, 06:10 AM Bioskop yg luas area nya paling gede di Jakarta apa? (21/XXI,bukan blitz) Kalo yg diluar jakarta kayanya Mega Bekasi XXI ya? Gandaria XXI. http://www.21cineplex.com/slowmotion/xxi-gandaria-city-rasakan-kenyamanan-bioskop-xxi-terbaru,1574.htm McClarious April 5th, 2011, 01:37 PM Gandaria XXI. http://www.21cineplex.com/slowmotion/xxi-gandaria-city-rasakan-kenyamanan-bioskop-xxi-terbaru,1574.htm Setuju Emang Paling Besar Menurut Gua Gandaria XXI, Consession Nya Lebar Banget, Box Office Nya Juga Tuh Kiri Kanan Nya Masih Lapang (Bisa Muat Kali Tuh 5 LCD Tapi Yang Gua Bingung Kok Cuma 2 LCD Doang Yang Dipasang) sediki oleh2 dari Lounge Mega Bekasi XXI :cheers: Bang Ardi, Gua Boleh Numpang Ambil Foto Lu Ga? Pengen Gua Post Di 21 Club Cineplex (Jika Ga Boleh Juga Gapapa) ardi_85 April 8th, 2011, 07:20 AM Bang Ardi, Gua Boleh Numpang Ambil Foto Lu Ga? Pengen Gua Post Di 21 Club Cineplex (Jika Ga Boleh Juga Gapapa) Monggo lah kalo pengen diambil... silahkan :cheers:, no royalti kok... :lol::lol: ellious grinsant April 8th, 2011, 10:56 AM Dulu kan poster-poster film dari kertas "dikurung" dalam kaca. Nah tulisan jaminan ini juga letaknya dalam kaca dengan tempelan-tempelan karet, kayak ikrar sumpah pemuda gitu. Terakhir kali gua liat di hollywood KC sebelum diubah jadi XXI. Gua lupa ada berapa poin dan kata-kata persisnya, yg intinya sih, kalau pihak 21 menjamin kerjernihan suara dan layar, kebersihan dan kenyamanan toilet, keramahan petugas, dll... Serius nih, ga ada notice atau inget? Serius loh, gua malah gak tau... Bioskop yg luas area nya paling gede di Jakarta apa? (21/XXI,bukan blitz) Kalo yg diluar jakarta kayanya Mega Bekasi XXI ya? Kalo di jakarta kayanya Plaza Senayan deh. Dia tuh punya 8 Studio Reguler, 2 Studio Premiere, 1 Longue. Namun kalo secara umum Plaza Senayan XXI dan Mega Bekasi XXI hampir sama besar dan mewahnya. Coba aja Mega Bekasi XXI nambah The Premiere, udah deh, Plaza Senayan XXI kalah... Kalo Gandaria XXI belum tau soalnya belum pernah kesana dan nyobain jadi belum bisa ngebandingin kaya gimana besarnya. The Premiere pun dimanapun sekali aja gua belum pernah nyoba. Bingung milih film yang enak ditonton disana, hahaha... McClarious April 8th, 2011, 02:18 PM Kalo di jakarta kayanya Plaza Senayan deh. Dia tuh punya 8 Studio Reguler, 2 Studio Premiere, 1 Longue. Namun kalo secara umum Plaza Senayan XXI dan Mega Bekasi XXI hampir sama besar dan mewahnya. Coba aja Mega Bekasi XXI nambah The Premiere, udah deh, Plaza Senayan XXI kalah... Kalo Gandaria XXI belum tau soalnya belum pernah kesana dan nyobain jadi belum bisa ngebandingin kaya gimana besarnya. The Premiere pun dimanapun sekali aja gua belum pernah nyoba. Bingung milih film yang enak ditonton disana, hahaha... Plaza senayan studio nya ga terlalu besar bukan? masih besaran punya MBX hahaha. Gandaria XXI studio nya lumayan lah ga kecil-kecil amet, tapi iya premiere gandaria kecil, skema nya cuma 2-2-2 row A-E (kalo di premiere lain kan biasanya 2-6-2/2-4-2 row A-E kadang sampe F) Eh El, nonton Transformers 3 aja ntar premiere, bareng si voudy, achmad, nael, kita kan sempet akrab di FB tapi ga pernah ngadain nobar rame-rame, ahahaha. ----Sori OOT---- VRS April 8th, 2011, 02:57 PM atmosphere movie at platinum XXI.... http://img6.imageshack.us/img6/481/25032011838.jpg (http://img6.imageshack.us/i/25032011838.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) ardi_85 April 8th, 2011, 06:11 PM Kalo di jakarta kayanya Plaza Senayan deh. Dia tuh punya 8 Studio Reguler, 2 Studio Premiere, 1 Longue. Namun kalo secara umum Plaza Senayan XXI dan Mega Bekasi XXI hampir sama besar dan mewahnya. Coba aja Mega Bekasi XXI nambah The Premiere, udah deh, Plaza Senayan XXI kalah... hahaha... iye bener, MBX cuma kurang "The Premiere" aja tuh... selebihnya uda oke lah... :cheers: Plaza senayan studio nya ga terlalu besar bukan? masih besaran punya MBX hahaha. Gandaria XXI studio nya lumayan lah ga kecil-kecil amet, tapi iya premiere gandaria kecil, skema nya cuma 2-2-2 row A-E (kalo di premiere lain kan biasanya 2-6-2/2-4-2 row A-E kadang sampe F) Kayanya sih emang msh gedean lahannya MBX ya... hahaha... :lol: 22nya antara MBX sama PS XXI emang sama2 punya 10 studio (walaupun PS ada the premierenya), tp lobbynya PS sempit banget... beda sama MBX yg lapang, dan MBX punya 2 studio yg extra besar... juga studio 5-7nya yg juga besar... cm sayang film2nya MBX kurang oke... :ohno: andhira April 8th, 2011, 06:33 PM itu yang bilang Gandaria XXI luas lahan paling besarnya kan juga supervisornya sendiri tuh. luas lahan bukan cuma diukur dari jumlah studio, tapi dari lobby, kafe, dsb. PS dengan Gandaria ya masih luas Gandaria kalo dilihat secara keseluruhan. PS punya 10 studio tapi luas rata-rata studionya belum tentu juga lebih besar dari Gandaria yang cuma punya 9 studio. lobby Gandaria bisa dibilang 2x lipat lobby PS. McClarious April 10th, 2011, 06:56 AM Kayanya sih emang msh gedean lahannya MBX ya... hahaha... :lol: 22nya antara MBX sama PS XXI emang sama2 punya 10 studio (walaupun PS ada the premierenya), tp lobbynya PS sempit banget... beda sama MBX yg lapang, dan MBX punya 2 studio yg extra besar... juga studio 5-7nya yg juga besar... cm sayang film2nya MBX kurang oke... :ohno: Iya emang MBX besar lahannya, Garden Cafe nya aja luas begitu, belum ditambah "The Lounge" barunya yang ga kalah gede. kyk nya ini emang bioskop XXI paling besar di indonesia. itu yang bilang Gandaria XXI luas lahan paling besarnya kan juga supervisornya sendiri tuh. luas lahan bukan cuma diukur dari jumlah studio, tapi dari lobby, kafe, dsb. PS dengan Gandaria ya masih luas Gandaria kalo dilihat secara keseluruhan. PS punya 10 studio tapi luas rata-rata studionya belum tentu juga lebih besar dari Gandaria yang cuma punya 9 studio. lobby Gandaria bisa dibilang 2x lipat lobby PS. itu maksudnya XXI terluas di Jakarta kali bukan di indonesia --sotoy--:lol::lol: tapi PS kan punya "The Lounge" kan kalo ga salah, sedangkan Gandaria XXI ga punya, tapi emang lobby gandaria tuh luas dan tinggi, kalo PS kan kecil pendek tapi suasananya classic gitu. andhira April 11th, 2011, 04:53 AM ^^ lha emang siapa yg lagi ngomong terbesar di indonesia? itu di atas ada yg tanya kalo di jakarta yg paling besar apa ya gua jawab itu aja. dimzzo April 15th, 2011, 04:39 AM HAI ALL! SALAM KENAL.. NEWBIE NIH. Keren banget nemu forum ini, karena saya juga suka ngadain Bioskop Tour sendirian dan selalu motret-motret bioskopnya. Ya belum seberapa banyak sih tempat yang dikunjungi. Sekarang mau share 1 bioskop dulu. Namanya : STUDIO 123 - Singosaren Plaza, Solo. (Sebelumnya sorry kalo repost). Mungkin udah pada tau ya, kalau bioskop ini bukan dari jaringan cineplex. Pas saya kesini, sumpah sepi banget! Disebut Studio 123 mungkin karena cuma ada 3 studio kali ya bioskop ini. Tapi kalau saya pribadi cukup suka dengan tempat ini. Saya menyebutnya : hidden treassure. Hehehe. Satu, karena murah (HTM (kalau ga salah) -> Senin 12.500, Selasa - Jumat 15.000, Sabtu Minggu Libur 17.500), terus dari segi interior, tempat ini masih cukup bagus sebenarnya. Cuma emang fasilitasnya agak kurang. Okey, kalau pada penasaran, ini dia gambarnya : http://img64.imageshack.us/i/singosaren.jpg/ http://img806.imageshack.us/i/singosaren6.jpg/ http://img708.imageshack.us/i/singosaren5.jpg/ http://img851.imageshack.us/i/singosaren4.jpg/ http://img39.imageshack.us/i/singosaren2.jpg/ http://img847.imageshack.us/i/singosaren3.jpg/ dimzzo April 15th, 2011, 04:40 AM HAI ALL! SALAM KENAL.. NEWBIE NIH. Keren banget nemu forum ini, karena saya juga suka ngadain Bioskop Tour sendirian dan selalu motret-motret bioskopnya. Ya belum seberapa banyak sih tempat yang dikunjungi. Sekarang mau share 1 bioskop dulu. Namanya : STUDIO 123 - Singosaren Plaza, Solo. (Sebelumnya sorry kalo repost). Mungkin udah pada tau ya, kalau bioskop ini bukan dari jaringan cineplex. Pas saya kesini, sumpah sepi banget! Disebut Studio 123 mungkin karena cuma ada 3 studio kali ya bioskop ini. Tapi kalau saya pribadi cukup suka dengan tempat ini. Saya menyebutnya : hidden treassure. Hehehe. Satu, karena murah (HTM (kalau ga salah) -> Senin 12.500, Selasa - Jumat 15.000, Sabtu Minggu Libur 17.500), terus dari segi interior, tempat ini masih cukup bagus sebenarnya. Cuma emang fasilitasnya agak kurang. Okey, kalau pada penasaran, ini dia gambarnya : http://img64.imageshack.us/i/singosaren.jpg/ http://img806.imageshack.us/i/singosaren6.jpg/ http://img708.imageshack.us/i/singosaren5.jpg/ http://img851.imageshack.us/i/singosaren4.jpg/ http://img39.imageshack.us/i/singosaren2.jpg/ http://img847.imageshack.us/i/singosaren3.jpg/ dimzzo April 15th, 2011, 04:48 AM SUN 21 (SUN Plaza, Medan) http://img130.imageshack.us/img130/1245/sndsc04201.jpg (http://img130.imageshack.us/i/sndsc04201.jpg/) Plasa Theater (Medan Plasa Center) http://img28.imageshack.us/img28/4557/mpdsc04149.jpg (http://img28.imageshack.us/i/mpdsc04149.jpg/) http://img192.imageshack.us/img192/56/dsc04150g.jpg (http://img192.imageshack.us/i/dsc04150g.jpg/) ^^ soir,cuma bagian luarnya aja :D krn ga nonton disitu n ada security yg ngawasin gue *kepedean* :lol: pdhl penasaran bgt,terutama ma 'daleman'nya plasa theater....waktu nonton di Palladium 21 malahan ga ada foto2 :bash: :nuts: Eh buset itu yang Plasa Theater klasik banget desainnya. Suka deh.. Itu masih jaringan cineplex ya? Kangen dengan interior klasik bioskop gitu. Hahaha. Itu sampe ada patung kucing yang buat manggil2 orang. :) :) rilham2new April 15th, 2011, 03:42 PM itu yang bilang Gandaria XXI luas lahan paling besarnya kan juga supervisornya sendiri tuh. luas lahan bukan cuma diukur dari jumlah studio, tapi dari lobby, kafe, dsb. PS dengan Gandaria ya masih luas Gandaria kalo dilihat secara keseluruhan. PS punya 10 studio tapi luas rata-rata studionya belum tentu juga lebih besar dari Gandaria yang cuma punya 9 studio. lobby Gandaria bisa dibilang 2x lipat lobby PS. Plaza Senayan itu gak gede ahhh, gedenya cuman karena banyak studio. Tapi dari segi Lobby di depannya standar banget. Dan benar memang studionya kecil-kecil. Kalau seandainya bioskop dari 2 mal berdekatan digabung jadi satu... Maka gabungan Pondok Indah 1 dan 2, itu paling banyak di Jakarta... Tapi dari pengalaman pribadi, studio Pondok Indah kecil-kecil :nuts: Tapi kalau gak salah, ni kalau gak salah loh ya... Udah lama banget gak nonton di sana. Rasanya METROPOLE XXI (eks Megaria yang di Menteng itu) itu juga lumayan gede bangunannya kalau dilihat dari luar. rilham2new April 15th, 2011, 03:48 PM Soalnya saya kebiasaan nonton di ANggrek XXI, jadi udah kehilangan SENSES bioskop lapang itu kayak apa. Sementara menurut saya Nonton di Blitz itu overrated banget. Karena Anggrek XXI menayangkan film impor semua, dan kebetulan film kacrut kelas B. Makanya saya malas nontonnya. Dan pengen nonton film nasional dengan tema klasik nan boring yang ngobrolin soal pluralisme Jumat minggu lalu, persis waktu habis Shalat Jumat saya bergerak ke Citra XXI yang relatif baru direnovasi Citra XXI Mal Ciputra, JakBar Gambar dengan kamera hape jadi NO EXPECTATION ya .. MAJOR RENOVATION rupanya jadinya kok jadi lapang ya :D hehehe http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5614981136/in/photostream/ http://farm6.static.flickr.com/5305/5614981136_f11e60ba53_b.jpg Ada Kafe nya juga... http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5614985106/in/photostream/ http://farm6.static.flickr.com/5186/5614985106_6ec9e1065f_b.jpg Surprisingly kursinya lumayan bagus :), warnanya merah. http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5614956811/in/photostream/ http://farm6.static.flickr.com/5266/5614956811_bd9ee987c3_z.jpg dimzzo April 16th, 2011, 03:57 PM HAI ALL!! Saya newbie disini. Mau ikutan share & ngobrol tentang bioskop-bioskop di Indonesia. Hehehe. Kebetulan saya baru mulai menjalankan hobi baru saya : bioskop tour. Ya belum banyak tempat sih yang saya kunjungi. Tapi boleh lah dibagi-bagi pengalamannya. Salah satu bioskop yang pernah saya kunjungi adalah bioskop non-cineplex di Solo yang bernama : STUDIO 123 - Singosaren Plaza. Udah pada tau lah ya kalau bioskop dengan 3 studio ini bukan termasuk dalam jaringan cineplex. Tapi jujur saya pribadi suka dengan tempat ini. Saya menyebutnya sebagai "hidden treasure". Hehehe. Karena HTM-nya murah (iyalah! kan bukan cineplex). Kalau ga salah, Senin 12.500, Selasa-Jumat 15.000, Sabtu Minggu Libur 17.500. Dari segi interior lobi dan dalam studionya masih cukup potensial kok. Cuma emang kalau dari segi fasilitas, yaaa... jangan terlalu berharap lah. Kursi nontonnya udah busa kayak di bioskop cineplex sih, tapi penyangganya seperti bioskop-bioskop di bis kota (but I don't really mind). Sound system juga kurang tapi ya bolehlah. Trus juga ga ada cafe yang jual popcorn. Tiket dan cara milih tempat duduknya juga masih manual. Bukan dengan komputer dan tiket yang diprint, tapi milih tempat duduknya di kertas gitu dan tiketnya mirip kayak tiket retribusi parkir (Pada bisa bayangin kan ya tiketnya kayak gimana). Oiya yang lucu, di dalam lobi bioskop ini ada counter HP-nya. hehe. Tapi menurut saya, kekurangan-kekurangan tadi bukan masalah besar. Ini dia foto-fotonya : 1. Pintu masuk. Langsung disuguhi poster film-film yang lagi tayang. Ketika saya kesitu, Now Showingnya : Arwah Goyang Jupe Depe, The Next Three Days, dan The Mechanic. The good thing is bioskop ini masih bisa muter film-film luar. Itu counter HP yang saya sebut ada di sebelah kanan. ;) http://img64.imageshack.us/img64/3881/singosaren.jpg 2. Tempat poster di luar gedung. Jadi Singosaren Plaza ada 2 tempat untuk poster luar gedungnya. Ini yang udah gak dipake kayaknya. http://img806.imageshack.us/img806/8662/singosaren6.jpg 3. Spot lain untuk tempat poster di luar gedung. Sepertinya ini yang masih dipakai. Tapi kalau dilihat lebih detail, posternya juga seadanya kok. Poster The Next Three Days-nya bener-bener seadanya. http://img708.imageshack.us/img708/8041/singosaren5.jpg 4. Lobby. Keliatan luas ya? Mungkin karena sepi. Tapi keliatan masih cukup terawat kan ya?? http://img39.imageshack.us/img39/2218/singosaren2.jpg 5. Balik ke pintu depan (dari sisi yang beda). Hehehe. http://img851.imageshack.us/img851/4794/singosaren4.jpg 6. Loket. Sorry agak kejauhan ambil gambarnya. Hehehe. Nah itu di kiri ada kafe (seadanya). Kalau ngeliat X-Banner depannya 'kafe' itu, nah dibelakangnya ada jalan menuju studio-studionya. Tapi maaf banget ga sempet motret. Karena begitu masuk "jalur studio" udah ditungguin petugasnya. Hehehe. http://img847.imageshack.us/img847/1069/singosaren3.jpg Ya begitulah kondisi Studio 123 - Singosaren Plaza. Someday I'll back again to that place to explore more and take more picts. :) Regards, dimzzo. dimzzo April 16th, 2011, 04:43 PM Eh sorry mau nanya. Saya udah ngepost sesuatu di thread ini. Kok gak langsung muncul ya? Emang gitu ya? Nunggu approval dari moderatornya? Hehehe. Maaf masih baru. :) dimzzo April 16th, 2011, 04:43 PM HAI ALL!! Saya newbie disini. Mau ikutan share & ngobrol tentang bioskop-bioskop di Indonesia. Hehehe. Kebetulan saya baru mulai menjalankan hobi baru saya : bioskop tour. Ya belum banyak tempat sih yang saya kunjungi. Tapi boleh lah dibagi-bagi pengalamannya. Salah satu bioskop yang pernah saya kunjungi adalah bioskop non-cineplex di Solo yang bernama : STUDIO 123 - Singosaren Plaza. Udah pada tau lah ya kalau bioskop dengan 3 studio ini bukan termasuk dalam jaringan cineplex. Tapi jujur saya pribadi suka dengan tempat ini. Saya menyebutnya sebagai "hidden treasure". Hehehe. Karena HTM-nya murah (iyalah! kan bukan cineplex). Kalau ga salah, Senin 12.500, Selasa-Jumat 15.000, Sabtu Minggu Libur 17.500. Dari segi interior lobi dan dalam studionya masih cukup potensial kok. Cuma emang kalau dari segi fasilitas, yaaa... jangan terlalu berharap lah. Kursi nontonnya udah busa kayak di bioskop cineplex sih, tapi penyangganya seperti bioskop-bioskop di bis kota (but I don't really mind). Sound system juga kurang tapi ya bolehlah. Trus juga ga ada cafe yang jual popcorn. Tiket dan cara milih tempat duduknya juga masih manual. Bukan dengan komputer dan tiket yang diprint, tapi milih tempat duduknya di kertas gitu dan tiketnya mirip kayak tiket retribusi parkir (Pada bisa bayangin kan ya tiketnya kayak gimana). Oiya yang lucu, di dalam lobi bioskop ini ada counter HP-nya. hehe. Tapi menurut saya, kekurangan-kekurangan tadi bukan masalah besar. Ini dia foto-fotonya : 1. Pintu masuk. Langsung disuguhi poster film-film yang lagi tayang. Ketika saya kesitu, Now Showingnya : Arwah Goyang Jupe Depe, The Next Three Days, dan The Mechanic. The good thing is bioskop ini masih bisa muter film-film luar. Itu counter HP yang saya sebut ada di sebelah kanan. ;) http://img64.imageshack.us/img64/3881/singosaren.jpg 2. Tempat poster di luar gedung. Jadi Singosaren Plaza ada 2 tempat untuk poster luar gedungnya. Ini yang udah gak dipake kayaknya. http://img806.imageshack.us/img806/8662/singosaren6.jpg 3. Spot lain untuk tempat poster di luar gedung. Sepertinya ini yang masih dipakai. Tapi kalau dilihat lebih detail, posternya juga seadanya kok. Poster The Next Three Days-nya bener-bener seadanya. http://img708.imageshack.us/img708/8041/singosaren5.jpg 4. Lobby. Keliatan luas ya? Mungkin karena sepi. Tapi keliatan masih cukup terawat kan ya?? http://img39.imageshack.us/img39/2218/singosaren2.jpg 5. Balik ke pintu depan (dari sisi yang beda). Hehehe. http://img851.imageshack.us/img851/4794/singosaren4.jpg 6. Loket. Sorry agak kejauhan ambil gambarnya. Hehehe. Nah itu di kiri ada kafe (seadanya). Kalau ngeliat X-Banner depannya 'kafe' itu, nah dibelakangnya ada jalan menuju studio-studionya. Tapi maaf banget ga sempet motret. Karena begitu masuk "jalur studio" udah ditungguin petugasnya. Hehehe. http://img847.imageshack.us/img847/1069/singosaren3.jpg Ya begitulah kondisi Studio 123 - Singosaren Plaza. Someday I'll back again to that place to explore more and take more picts. :) Regards, dimzzo. rilham2new April 17th, 2011, 05:11 AM ^^ Coba diPost ulang. Gak ada sistem approval kok di sini. Kayaknya juga gak pernah ketemu batas/limit karakter per-posting-an nya .. ardi_85 April 17th, 2011, 12:52 PM Eh sorry mau nanya. Saya udah ngepost sesuatu di thread ini. Kok gak langsung muncul ya? Emang gitu ya? Nunggu approval dari moderatornya? Hehehe. Maaf masih baru. :) mungkin error koneksinya... ga ada approval apa2 kok... abis posting langsung muncul... dimzzo April 17th, 2011, 02:16 PM Soalnya saya kan ngepost ada fotonya gitu mas. Saya posting foto2 di bioskop Singosaren Solo. Nah tiap abis posting, ada tulisannya "...waiting for moderator approval.." apalah gitu. Saya pikir ada "badan sensornya". Hehehe. McClarious April 17th, 2011, 02:59 PM Escalator To Blitzmegaplex TerasKota http://img59.imageshack.us/img59/3353/15487615298930401711020.jpg (http://img59.imageshack.us/i/15487615298930401711020.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) dimzzo April 17th, 2011, 04:10 PM Jangan-jangan ada maksimal foto yang diupload ya? Saya ngepost ada 6 foto. Hehehe. Okay saya coba lagi ya. Sebelumnya kenalan dulu, saya newbie di forum ini dan seneng banget bisa nemu forum ini, karena saat ini saya baru memulai hobi baru saya yaitu Bioskop Tour. Belum banyak sih bioskop yang saya kunjungi. Tapi adalah yang bisa dishare. Ini adalah bioskop yang ada Solo tapi bukan termasuk jaringan cineplex. Namanya Studio 123 Singosaren Plaza. Saya menyebut tempat ini sebagai "hidden treasure". Karena secara interior, masih cukup potensial lah. harga juga murah (yaiyalah, kan bukan cineplex). Cuma emang kalo fasilitas, agak kurang. Ada cafe tapi seadanya. Tempat duduknya masih bagus, sofa gitu. Tapi penyangganya itu kayak kursi di bus gitu. Hanya besi. Tapi kalau saya sih bukan masalah besar. Hehehe. Foto-fotonya : 1. Tempat poster di luar gedung. Jujur saya suka dengan bioskop2 yang masih ada tempat untuk memasang poster di luar gedung pertunjukkannya. Walaupun poster hanya seadanya. Coba liat poster The next Three Days-nya. Hehehe. Oiya, bioskop ini hanya punya 3 studio. http://img708.imageshack.us/img708/8041/singosaren5.jpg 2. Pintu Masuk. Begitu masuk langsung disambut dengan poster2 film yang sedang ditayangkan. Yang lucu, di dalam lobi bioskop ini, selain ada "cafe" seadanya, ada kios HPnya juga. Itu ada di sebelah kanan. http://img851.imageshack.us/img851/4794/singosaren4.jpg 3. Lobi. Terlihat luas? Mungkin karena sepi. Di lobi itu ada "cafe" seadanya di sebelah kiri. Jangan harap popcorn atau softdrink ala cineplex. Nah liat x-banner di depan "cafe" itu? Nah di belakang banner itu adalah jalan menuju studio-studionya. Maaf banget ga sempat foto. Begitu masuk area situ, petugasnya langsung nganterin ke studio. Jadi ga sempet motret. Oh itu juga terlihat loket penjualan tiket nonton. Disana masih serba manual. Milih tempat duduknya aja pake kertas (ala jaman dulu), tiketnya juga kayak tiket retribusi parkir. hehehe. But it classic! http://img847.imageshack.us/img847/1069/singosaren3.jpg dimzzo April 17th, 2011, 04:21 PM WAH! Yang ini berhasil masuk!! Okay, saya simpulkan : kalau mau ngepost sesuatu yang ada fotonya, jumlah maksimal fotonya adalah 3. Hehehe. CMIIW. :) Ada beberapa foto lain nih dari Studio 123 Singosaren plaza. 1. Pintu masuk. Dari sisi yang berbeda. Walaupun bukan jaringan cineplex, bioskop ini tetap muter film2 luar. Walaupun saya tau ini juga ngikutin dengan bioskop di Solo Grand Mall. http://img64.imageshack.us/img64/3881/singosaren.jpg 2. Tempat poster di luar gedung. Ada 2 spot di gedung ini untuk memasang poster besar. Cuma sepertinya yang ini gak dipakai lagi. http://img806.imageshack.us/img806/8662/singosaren6.jpg 3. Lobi. Diambil dari dekat pintu masuk. Keramik masih bagus, tempat duduk juga ada, pokoknya tinggal fasilitasnya aja dibagusin, terus gabung dengan cineplex, pasti sukses deh bioskop ini. hehehehe. http://img39.imageshack.us/img39/2218/singosaren2.jpg FYI, HTM bioskop ini kalau gak salah inget, Senin 12.500, Selasa-Kamis 15.000, Jumat-Minggu & libur 17.500. Ya range-nya segitulah. hehehe. cyberprince April 17th, 2011, 06:14 PM Escalator To Blitzmegaplex TerasKota http://img59.imageshack.us/img59/3353/15487615298930401711020.jpg (http://img59.imageshack.us/i/15487615298930401711020.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) keren :okay: kayak masuk ke UFO, diculik alien :lol: bharadya April 17th, 2011, 06:28 PM @ Dimzzo: Sugeng Rawuh! Wah, hobinya sama, keliling bioskop dan ambil fotonya. Akhirnya ada foto Studio Singosaren. Aku kira bioskop ini sudah gak aktif lagi, ternyata masih beroperasi. :okay::okay: Btw, setauku gak ada batasan maksimal utk unggah foto. Cuman sebaiknya sebelum diunggah, fotonya d-resize dulu, setidaknya ukuran 640x480. :):) dimzzo April 18th, 2011, 05:02 AM @ Dimzzo: Sugeng Rawuh! Wah, hobinya sama, keliling bioskop dan ambil fotonya. Akhirnya ada foto Studio Singosaren. Aku kira bioskop ini sudah gak aktif lagi, ternyata masih beroperasi. :okay::okay: Btw, setauku gak ada batasan maksimal utk unggah foto. Cuman sebaiknya sebelum diunggah, fotonya d-resize dulu, setidaknya ukuran 640x480. :):) Masih beroperasi kok bioskopnya *ternyata*. Hehehe. Cuma saya melewatkan bioskop Indra & Permata di Yogyakarta. Belum sempet masuk ke dalamnya, eh udah tutup. :( Ada yang punya fotonya ga ya? McClarious April 18th, 2011, 05:19 AM keren :okay: kayak masuk ke UFO, diculik alien :lol: Hahaha Iya Itu Konsep Mallnya Emang Kyk Gitu, Enak Buat Hangout, Semacam Citos Tapi Indoor Dan Full Ac (Sorry OOT :nuts:) Btw, setauku gak ada batasan maksimal utk unggah foto. Cuman sebaiknya sebelum diunggah, fotonya d-resize dulu, setidaknya ukuran 640x480. :):) Kalo Gua Biasanya 800x600 Sama Kyk Yang Biasa Dipake Om VRS :lol: Okay, saya simpulkan : kalau mau ngepost sesuatu yang ada fotonya, jumlah maksimal fotonya adalah 3. Hehehe. CMIIW. :) Ga Ngaruh Ah Gua Post Ampe 8 Foto Tetep Bisa Masuk Kok :banana: ardi_85 April 18th, 2011, 06:06 AM Escalator To Blitzmegaplex TerasKota http://img59.imageshack.us/img59/3353/15487615298930401711020.jpg (http://img59.imageshack.us/i/15487615298930401711020.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) ini Blitz Teraskota uda direncanain dr awal bikin mal apa engga sih bro... tp mantab banget lah... keren... futuristik... :okay::okay::okay: Jangan2, BCP mao ngejebol atapnya biar ada eskalator langsung ke rooftop, jadi kaya Teraskota, makanya jadi lama bukanya... :rofl: pecinta_bioskop April 18th, 2011, 07:29 AM Soalnya saya kebiasaan nonton di ANggrek XXI, jadi udah kehilangan SENSES bioskop lapang itu kayak apa. Sementara menurut saya Nonton di Blitz itu overrated banget. Karena Anggrek XXI menayangkan film impor semua, dan kebetulan film kacrut kelas B. Makanya saya malas nontonnya. Dan pengen nonton film nasional dengan tema klasik nan boring yang ngobrolin soal pluralisme Jumat minggu lalu, persis waktu habis Shalat Jumat saya bergerak ke Citra XXI yang relatif baru direnovasi Citra XXI Mal Ciputra, JakBar Gambar dengan kamera hape jadi NO EXPECTATION ya .. MAJOR RENOVATION rupanya jadinya kok jadi lapang ya :D hehehe Ada Kafe nya juga... Surprisingly kursinya lumayan bagus :), warnanya merah. Lapang karena dia udah ngambil lahan di depan lift. Sekarang keluar lift beberapa langkah udah masuk XXI, kalo dulu jalan ngelwatin solaria dan resto di kanan dan kiri. trus yg tempat game sekarang, dulunya adalah ticket box. Jadi sebetulnya yg berubah adalah letak tiket box dan tempat game, that's all. Toilet dan layout studio remain the same. bharadya April 18th, 2011, 01:19 PM Masih beroperasi kok bioskopnya *ternyata*. Hehehe. Cuma saya melewatkan bioskop Indra & Permata di Yogyakarta. Belum sempet masuk ke dalamnya, eh udah tutup. :( Ada yang punya fotonya ga ya? ^^ Sama, aku juga gak sempat nyobain dua bioskop itu. Secara filemnya 'ora nggenah'. Tapi foto-fotonya sudah pernah aku unggah, coba cek di halaman-halaman sebelumnya. :):) Btw, dari twitternya @blitzmegaplex, Blitz PP bentar lagi dibuka kembali. Ayo yg di Jakarta, jgn lupa ambil fotonya. :):) hayu arya April 18th, 2011, 02:16 PM Jangan-jangan ada maksimal foto yang diupload ya? Saya ngepost ada 6 foto. Hehehe. Okay saya coba lagi ya. Sebelumnya kenalan dulu, saya newbie di forum ini dan seneng banget bisa nemu forum ini, karena saat ini saya baru memulai hobi baru saya yaitu Bioskop Tour. Belum banyak sih bioskop yang saya kunjungi. Tapi adalah yang bisa dishare. Ini adalah bioskop yang ada Solo tapi bukan termasuk jaringan cineplex. Namanya Studio 123 Singosaren Plaza. Saya menyebut tempat ini sebagai "hidden treasure". Karena secara interior, masih cukup potensial lah. harga juga murah (yaiyalah, kan bukan cineplex). Cuma emang kalo fasilitas, agak kurang. Ada cafe tapi seadanya. Tempat duduknya masih bagus, sofa gitu. Tapi penyangganya itu kayak kursi di bus gitu. Hanya besi. Tapi kalau saya sih bukan masalah besar. Hehehe. Foto-fotonya : 1. Tempat poster di luar gedung. Jujur saya suka dengan bioskop2 yang masih ada tempat untuk memasang poster di luar gedung pertunjukkannya. Walaupun poster hanya seadanya. Coba liat poster The next Three Days-nya. Hehehe. Oiya, bioskop ini hanya punya 3 studio. http://img708.imageshack.us/img708/8041/singosaren5.jpg 2. Pintu Masuk. Begitu masuk langsung disambut dengan poster2 film yang sedang ditayangkan. Yang lucu, di dalam lobi bioskop ini, selain ada "cafe" seadanya, ada kios HPnya juga. Itu ada di sebelah kanan. http://img851.imageshack.us/img851/4794/singosaren4.jpg 3. Lobi. Terlihat luas? Mungkin karena sepi. Di lobi itu ada "cafe" seadanya di sebelah kiri. Jangan harap popcorn atau softdrink ala cineplex. Nah liat x-banner di depan "cafe" itu? Nah di belakang banner itu adalah jalan menuju studio-studionya. Maaf banget ga sempat foto. Begitu masuk area situ, petugasnya langsung nganterin ke studio. Jadi ga sempet motret. Oh itu juga terlihat loket penjualan tiket nonton. Disana masih serba manual. Milih tempat duduknya aja pake kertas (ala jaman dulu), tiketnya juga kayak tiket retribusi parkir. hehehe. But it classic! http://img847.imageshack.us/img847/1069/singosaren3.jpg bioskop ini agak unik lho, pintu masuk ke studionya gak seperti bioskop2 yang lain, jd kalo mau masuk ke studio musti lewat lorong2 yang kalo pada bioskop lain adalah jalur pintu keluar......, jadi lobi, just lobi....., kagak ada pintu masuk.... pintu masuk musti lewat lorong di sebelah kiri loket, trus mbak2nya yang nyobek tiket gak di depan pintu masuk studio tapi di pintu masuk lorong sebelah kiri loket, nah abis itu kita jalan menuju ke pintu studio langsung masuk aja......., hehe.... sasamakan April 18th, 2011, 02:21 PM ^^ Berarti mirip sama Bioskop yang diluar gitu ya, jadi petugas yang nungguin lorong 1 orang doang, 1 orang itu udah mencakup 1-5 studio. Jadi begitu tiket kita udah disobek sama petugasnya, sebenernya kita bisa masuk studio yg mana aja :D hayu arya April 18th, 2011, 05:39 PM ^^ Berarti mirip sama Bioskop yang diluar gitu ya, jadi petugas yang nungguin lorong 1 orang doang, 1 orang itu udah mencakup 1-5 studio. Jadi begitu tiket kita udah disobek sama petugasnya, sebenernya kita bisa masuk studio yg mana aja :D nggak juga seh, tiketnya khan jelas ke studio berapa... McClarious April 19th, 2011, 01:41 AM bioskop ini agak unik lho, pintu masuk ke studionya gak seperti bioskop2 yang lain, jd kalo mau masuk ke studio musti lewat lorong2 yang kalo pada bioskop lain adalah jalur pintu keluar......, jadi lobi, just lobi....., kagak ada pintu masuk.... pintu masuk musti lewat lorong di sebelah kiri loket, trus mbak2nya yang nyobek tiket gak di depan pintu masuk studio tapi di pintu masuk lorong sebelah kiri loket, nah abis itu kita jalan menuju ke pintu studio langsung masuk aja......., hehe.... Hahaha Keren Ya Andai Aja Cineplex Kyk Gitu, Jadi Kan Enak Misalnya Tiket Sold Out Jadi Bisa Nonton :lol::lol: ^^ Berarti mirip sama Bioskop yang diluar gitu ya, jadi petugas yang nungguin lorong 1 orang doang, 1 orang itu udah mencakup 1-5 studio. Jadi begitu tiket kita udah disobek sama petugasnya, sebenernya kita bisa masuk studio yg mana aja :D Kalo Gua Di Malta Beda Lagi, Ada 17 Theater Yang Dibagi Menjadi 2 Gedung, Box Office Nya Diluar Gedung, Ntar Kalo Mau Masuk Gedung Harus Punya Tiket, Abis Itu Di Dalem Gedung Mah Terserah Mau Masuk Mana Aja, Dan Ga Ada Pemilihan Tempat Duduk, Jadi Siapa Cepat Dia Dapat :lol: ini Blitz Teraskota uda direncanain dr awal bikin mal apa engga sih bro... tp mantab banget lah... keren... futuristik... :okay::okay::okay: Jangan2, BCP mao ngejebol atapnya biar ada eskalator langsung ke rooftop, jadi kaya Teraskota, makanya jadi lama bukanya... :rofl: Itu Di Depan Nya Masih Ada Duck King, Fun World, Sama Akses Lift Nya TerasKota, Tapi Untuk Eskalator Turun Dari Lt3 Ke Bawah Cuma Bisa Diakses Dari Blitzmegaplex :banana::banana: dimzzo April 19th, 2011, 03:06 AM bioskop ini agak unik lho, pintu masuk ke studionya gak seperti bioskop2 yang lain, jd kalo mau masuk ke studio musti lewat lorong2 yang kalo pada bioskop lain adalah jalur pintu keluar......, jadi lobi, just lobi....., kagak ada pintu masuk.... pintu masuk musti lewat lorong di sebelah kiri loket, trus mbak2nya yang nyobek tiket gak di depan pintu masuk studio tapi di pintu masuk lorong sebelah kiri loket, nah abis itu kita jalan menuju ke pintu studio langsung masuk aja......., hehe.... Betul! Petugas yang nyobek karcis ada di awal lorong. That's why saya terus ga bisa motret pintu2 studionya. Gara2 ada petugasnya. Hehehe. OIYA! Pintu masuk studio = pintu keluar studio. Hahaha. ^^ Berarti mirip sama Bioskop yang diluar gitu ya, jadi petugas yang nungguin lorong 1 orang doang, 1 orang itu udah mencakup 1-5 studio. Jadi begitu tiket kita udah disobek sama petugasnya, sebenernya kita bisa masuk studio yg mana aja :D Betul lagi! 1 ptugas penyobek tiket untuk 3 studio skaligus. Tapi abis disobek tiketnya, ada petugas lagi yang nunjukkin studio yang mana. :) nggak juga seh, tiketnya khan jelas ke studio berapa... Hahahaha. Kalo ada penonton yang nakal sih bisa aja dia masuk ke studio mana aja. Hehehe. Cuma kan jam pemutarannya beda-beda. :) pecinta_bioskop April 19th, 2011, 06:03 PM ^^ Berarti mirip sama Bioskop yang diluar gitu ya, jadi petugas yang nungguin lorong 1 orang doang, 1 orang itu udah mencakup 1-5 studio. Jadi begitu tiket kita udah disobek sama petugasnya, sebenernya kita bisa masuk studio yg mana aja :D Di blitz CP juga kayak gitu, audi 5 sampe 10. cyberprince April 19th, 2011, 10:30 PM Dibuka pada tahun 2006 dengan 9 studio menjadikan blitz PVJ sebagai bioskop terbesar di Bandung pada saat itu serta sebagai blitzmegaplex pertama di Indonesia. Namun titel sebagai bioskop terbesar akhirnya kini direbut oleh Ciwalk XXI di Cihampelas Walk. *all photos are from flickr http://farm1.static.flickr.com/107/295394075_201e423cbe_z.jpg (http://www.flickr.com/photos/iyo/295394075/) Sign (http://www.flickr.com/photos/iyo/295394075/) by simplyiyo. (http://www.flickr.com/people/iyo/), on Flickr http://farm5.static.flickr.com/4037/4170882995_8db733bcea_z.jpg (http://www.flickr.com/photos/hiduplahindonesiaraya/4170882995/) iloveri@blitz megaplex,paris van java-bandung (http://www.flickr.com/photos/hiduplahindonesiaraya/4170882995/) by hiduplah indonesia raya (http://www.flickr.com/people/hiduplahindonesiaraya/), on Flickr http://farm1.static.flickr.com/119/295394088_0d306af48f_z.jpg (http://www.flickr.com/photos/iyo/295394088/) Stairway to Heaven (http://www.flickr.com/photos/iyo/295394088/) by simplyiyo. (http://www.flickr.com/people/iyo/), on Flickr http://farm1.static.flickr.com/120/295426317_9bbf75f36e_z.jpg (http://www.flickr.com/photos/iyo/295426317/) 2nd Floor Lobby (http://www.flickr.com/photos/iyo/295426317/) by simplyiyo. (http://www.flickr.com/people/iyo/), on Flickr http://farm1.static.flickr.com/99/295394083_08af00be59_z.jpg (http://www.flickr.com/photos/iyo/295394083/) Gateway to Poolroom (http://www.flickr.com/photos/iyo/295394083/) by simplyiyo. (http://www.flickr.com/people/iyo/), on Flickr cyberprince April 19th, 2011, 10:38 PM Dengan 10 studio (termasuk 2 studio The Premiere & studio 3D) merupakan bioskop terbesar di Bandung dan di luar Jabotabek saat ini. The Premiere-nya juga tercatat sebagai yang pertama di luar Jakarta http://farm4.static.flickr.com/3474/3834619698_9e3eba3466_z.jpg?zz=1 (http://www.flickr.com/photos/adeanom/3834619698/) Ciwalk XXI's Lobby (fHDR) (http://www.flickr.com/photos/adeanom/3834619698/) by adeanom (http://www.flickr.com/people/adeanom/), on Flickr http://farm4.static.flickr.com/3488/3470386431_6a76b37e4f_z.jpg?zz=1 (http://www.flickr.com/photos/feureau/3470386431/) The new Ciwalk XXI (http://www.flickr.com/photos/feureau/3470386431/) by feureau (http://www.flickr.com/people/feureau/), on Flickr http://farm5.static.flickr.com/4034/4584960773_00bb02ec5c_z.jpg (http://www.flickr.com/photos/inijack/4584960773/) Antri tiket di Cineplex 21 Ciwalk (http://www.flickr.com/photos/inijack/4584960773/) by Jack Febrian Rusdi (http://www.flickr.com/people/inijack/), on Flickr pecinta_surabaya April 20th, 2011, 10:15 AM ^^ Sepertinya kalau "Besar" masih lebih besar Blitz PVJ deh.. Ciwalk XXI cuma menang jumlah studio aja.. *IMO sih, berdasarkan gambar2 diatas,, saya ga pernah masuk dua2nya* :D :D :D sasamakan April 20th, 2011, 03:55 PM Iya kayaknya dari segi besar PVJ masih menang deh dibanding ciwalk Oh ya blitz pp besok buka lagi dgn wajah segarrrr bharadya April 20th, 2011, 05:02 PM ^^ Jangan lupa ambil foto-foto Blitz PP, yee! :D:D hayu arya April 20th, 2011, 07:20 PM ^^ Sepertinya kalau "Besar" masih lebih besar Blitz PVJ deh.. Ciwalk XXI cuma menang jumlah studio aja.. *IMO sih, berdasarkan gambar2 diatas,, saya ga pernah masuk dua2nya* :D :D :D ya kalo dari segi studio dan besarnya emang gedean ciwalk xxi, but itu bioskop maksa banget, 2 bioskop ( ex 21 dan XXI ) yang digabungin jadi satu, kerasa banget disambung sambungin, beda ma blitz pvj yang emang dari awal studionya udah banyak.............. cyberprince April 21st, 2011, 06:06 PM ^^ Sepertinya kalau "Besar" masih lebih besar Blitz PVJ deh.. Ciwalk XXI cuma menang jumlah studio aja.. *IMO sih, berdasarkan gambar2 diatas,, saya ga pernah masuk dua2nya* :D :D :D kalau dari segi luas sebenarnya, saya memang tidak tahu berapa ukuran pastinya (dalam m2) :). tapi kalau dari segi foto, memang benar tampak gedean blitz seperti kata pecinta_surabaya & sasamakan, coz foto ciwalk XXI diatas cuma menampilkan lobby XXI yang baru, yang sangat standar seperti XXI kebanyakan.. Namun seperti kata hayu arya, ciwalk XXI ini merupakan penggabungan dari 2 bioskop sebelumnya yang telah ada (Ciwalk 21 dan 'old' Ciwalk XXI) sehingga melahirkan 'new' Ciwalk XXI. penggabungan ini dapat kita lihat 'sisa2'nya, yaitu Ciwalk XXI ini memiliki dua lobby (dengan box office n refreshment-nya masing2) dengan style interior yang berbeda pula (1 dengan gaya XXI lama, 1 gaya XXI baru). letak masing2 lobby pun terpisah cukup jauh (dipisahkan oleh NAV). toilet pun ada dua 'spot'. juga ada game center n memiliki akses (tangga, eskalator, & lift) tersendiri. Ciwalk XXI juga memiliki Garden Cafe yang cukup luas (bisa nonton bola n live music) sambil menikmati indahnya pemandangan kota Bandung. dan seperti di Jakarta, The Premiere-nya juga memiliki tempat pembelian tiket, cafe, n lobby tersendiri. jadi kalo dipikir2 sih, Ciwalk XXI ini emang beneran luas, tidak seperti di foto yang memang kelihatan biasa saja :) cyberprince April 21st, 2011, 06:13 PM ^^ Jangan lupa ambil foto-foto Blitz PP, yee! :D:D iya yang di Jakarta, ditunggu foto2nya ya... :) pecinta_surabaya April 21st, 2011, 07:16 PM ^^ Iya saya cm liat di foto, jd ga tau ciwalk keseluruhan.. Hehe Sama bekasi gede mana ya kira2, saya penasaran pgn kesana.. *semoga kesampaian, amin* Di Grand City surabaya the premiere nya juga sama ko',punya ruangan loby cafe sama penjualan tiket sendiri.. Cuma yg di the premiere Lenmarc aja yg maksa, ga rencana bikin tp di ada2in studio premiere.. :nuts: :nuts: :nuts: eurico April 22nd, 2011, 01:00 AM BTW Blitz Pacific Place Jakarta direnovasi yah?? sasamakan April 22nd, 2011, 01:57 AM ^^ Iya direnovasi om, udah buka kok :D Cuma belom sempet kesana buat foto2 VRS April 22nd, 2011, 04:29 AM gandaria XXI http://img219.imageshack.us/img219/7579/09042011899.jpg (http://img219.imageshack.us/i/09042011899.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) http://img163.imageshack.us/img163/2703/09042011898.jpg (http://img163.imageshack.us/i/09042011898.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) McClarious April 22nd, 2011, 04:53 AM http://img811.imageshack.us/img811/4687/unledmo.jpg (http://img811.imageshack.us/i/unledmo.jpg/) Iseng Screenshot dari site nya Blitzmegaplex (http://blitzmegaplex.com/en/index.php) :D http://img33.imageshack.us/img33/8316/21683810150232945760569.jpg (http://img33.imageshack.us/i/21683810150232945760569.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) Tuh Coridor Blitz PP Yang Baru, Udah Ga Remang-Remang Lagi Kayak Dulu, FYI Itu Foto Gua Ambil Dari FB Nya Blitzmegaplex (http://www.facebook.com/home.php?ref=hp#!/pages/blitzmegaplex/41997185568?sk=wall). ---CHEERS--- McClarious April 22nd, 2011, 04:57 AM ^^Setuju gua sama cyberprince, emang Ciwalk paling bagus di bandung, di PVJ tuh audi 1,2 sama 4 tuh paling besar, di Ciwalk tuh studio 1,4 sama 5 disini. kalo sound di ciwalk paling bagus di studio 5, BSM XXI yang udah bersertifikat THX kalah jauh sama studio 5 ciwalk. :lol::lol: gandaria XXI http://img163.imageshack.us/img163/2703/09042011898.jpg (http://img163.imageshack.us/i/09042011898.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) Tuh Bioskop emang TOP banget dah, paling demen gua nih bioskop, udah lobby lapang, studio besar, nyaman juga. cyberprince April 22nd, 2011, 06:52 PM ^^ Iya saya cm liat di foto, jd ga tau ciwalk keseluruhan.. Hehe Sama bekasi gede mana ya kira2, saya penasaran pgn kesana.. *semoga kesampaian, amin* iya sama, pengen juga nih. kira2 gedean mana ya..ada yang tau? jumlah studionya sama kan? harus sama2 didatangin dua2nya nih biar tau bedanya secara langsung :) Di Grand City surabaya the premiere nya juga sama ko',punya ruangan loby cafe sama penjualan tiket sendiri.. Cuma yg di the premiere Lenmarc aja yg maksa, ga rencana bikin tp di ada2in studio premiere.. :nuts: :nuts: :nuts: thnx, berarti memang standar The Premiere semuanya seperti itu.. maklum belum pernah nonton di The Premiere di Surabaya :) cyberprince April 22nd, 2011, 06:56 PM http://img811.imageshack.us/img811/4687/unledmo.jpg (http://img811.imageshack.us/i/unledmo.jpg/) Iseng Screenshot dari site nya Blitzmegaplex (http://blitzmegaplex.com/en/index.php) :D http://img33.imageshack.us/img33/8316/21683810150232945760569.jpg (http://img33.imageshack.us/i/21683810150232945760569.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) Tuh Coridor Blitz PP Yang Baru, Udah Ga Remang-Remang Lagi Kayak Dulu, FYI Itu Foto Gua Ambil Dari FB Nya Blitzmegaplex (http://www.facebook.com/home.php?ref=hp#!/pages/blitzmegaplex/41997185568?sk=wall). ---CHEERS--- di render-nya sih keren, ada nuansa merah, putih gitu, ama kotak2.. Blitz benar2 beda ya desain interior-nya di tiap tempat. mudah2an ada forumer Jkt yang bisa update foto aslinya... cyberprince April 22nd, 2011, 06:57 PM ^^Setuju gua sama cyberprince, emang Ciwalk paling bagus di bandung, di PVJ tuh audi 1,2 sama 4 tuh paling besar, di Ciwalk tuh studio 1,4 sama 5 disini. kalo sound di ciwalk paling bagus di studio 5, BSM XXI yang udah bersertifikat THX kalah jauh sama studio 5 ciwalk. :lol::lol betul, jauh lebih favorit Ciwalk XXI daripada BSM XXI :banana: bharadya April 23rd, 2011, 12:36 PM http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09101.jpg http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09095.jpg http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09098.jpg http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09100.jpg Bonus: Media Promosi Film http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09102.jpg cyberprince April 23rd, 2011, 06:38 PM http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09100.jpg Bonus: Media Promosi Film http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09102.jpg interiornya lumayan bagus juga ya.. bersih n terawat. btw, media promosi film-nya unik, klasik2 gitu :) ardi_85 April 24th, 2011, 02:19 AM interiornya lumayan bagus juga ya.. bersih n terawat. btw, media promosi film-nya unik, klasik2 gitu :) iya sangat bersih terawat dan ga keliatan kumuh... :okay: walaupun bentuknya klasik tp tetep enak diliatnya... :) http://img189.imageshack.us/img189/8161/unledmd.jpg (http://img189.imageshack.us/i/unledmd.jpg/) btw, MBX turun lagi harganya :lol: plin plan nih... apa jgn2 Blitznya mao buka ya... kmrn sempet tanya di twitter berikut jwbnnya : http://img90.imageshack.us/img90/9633/unledcj.jpg (http://img90.imageshack.us/i/unledcj.jpg/) andhira April 24th, 2011, 04:13 AM ^^ ya iyalah segitu. film2nya aja suster keramas, kuntilanak kesurupan, 13 cara memanggil setan. :lol: levyphobia April 24th, 2011, 04:13 AM gw juga dpt replay yg sama ky irvan dr blitz soal masalah teknis di Mallnya. penasaran masalah teknisnya apa. soalnya kmrnan di Kompas berani2nya blitz nulis blitz BCP opening March 2011. bener2 bikin naik turun nih. mana film2 thai nya juga lg asik2nya dimzzo April 24th, 2011, 05:55 AM http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09101.jpg http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09095.jpg http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09098.jpg http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09100.jpg Bonus: Media Promosi Film http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09102.jpg KLASIK BANGET!! Suka deh gw dengan tempat2 yang tua gini.. HTMnya berapa nih disini?? Hehehe. bharadya April 24th, 2011, 11:11 PM Main Entrance http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzktMjAxMTA0MjMtMjEyNS5qcGc.jpg Refreshments http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzUtMjAxMTA0MjMtMjEwOS5qcGc.jpg Ticket Box and Studio 4 http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzMtMjAxMTA0MjMtMjEwOS5qcGc.jpg Game Center, Studio 1, and Studio 2 http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzYtMjAxMTA0MjMtMjExMC5qcGc.jpg Studio 3 and Studio 5 http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzgtMjAxMTA0MjMtMjExMC5qcGc.jpg bharadya April 24th, 2011, 11:24 PM KLASIK BANGET!! Suka deh gw dengan tempat2 yang tua gini.. HTMnya berapa nih disini?? Hehehe. ^^ HTM-nya Rp14.000,00. Loketnya baru buka beberapa menit sebelum penayangan dan sepertinya satu loket untuk satu film. Berbeda dgn jaringan bioskop modern yg loketnya buka sepanjang waktu dan juga berlaku utk semua film. :):) andhira April 25th, 2011, 05:00 AM ^^ 10 tahun lagi bioskop2 modern sekarang juga akan dianggap klasik :p VRS April 25th, 2011, 08:23 AM at least cinema or studio xxi in maybe every 5/8 year ,they should improve n renovation they interior also technology for follow era 3D digital movie on future ardi_85 April 25th, 2011, 08:49 AM ^^ ya iyalah segitu. film2nya aja suster keramas, kuntilanak kesurupan, 13 cara memanggil setan. :lol: :lol::lol: justru karena harganya turun jadi filmnya balik lg ke film2 ga jelas... mending harga mahal dah tp film indo ga jelasnya dikurangin... :ohno: tp emang parah sih MBX... :lol: gw juga dpt replay yg sama ky irvan dr blitz soal masalah teknis di Mallnya. penasaran masalah teknisnya apa. soalnya kmrnan di Kompas berani2nya blitz nulis blitz BCP opening March 2011. bener2 bikin naik turun nih. mana film2 thai nya juga lg asik2nya :ohno: sayang bgt ya, pdhl uda ready... ellious grinsant April 26th, 2011, 05:11 AM :lol::lol: justru karena harganya turun jadi filmnya balik lg ke film2 ga jelas... mending harga mahal dah tp film indo ga jelasnya dikurangin... :ohno: tp emang parah sih MBX... :lol: :ohno: sayang bgt ya, pdhl uda ready... Mungkin ini soal Lift sama Akses kesananya mungkin yang belum siap. Jujur sampe sekarang aja gua belum tau kalo mau ke blitznya lewat mana, hahaha... padahal fitnes di satu gedung juga... oh ya, Kemaren abis nyobain Blitz Pasific Place yang baru... Kalo dari lobi jadi kelihatan lebih sempit, cuma kalo dari desain jauh lebih bagus. Namun keremang-remangan nyatanya masih ada walaupun tidak segelap pas sebelum di renovasi. Studionya bener-bener akustik lhoooo... suara dari theater sebelah tuh gak kedengeran, padahal gua lagi nunggu film didalam studionya, dan selama nunggu tuh hening banget, karena iklan belum mulai dan gak ada musik-musik gitu. Dan Soundnya juga jadi bener-bener bagus.... Sayang, kursinya masih kalah sama EX XXI. rilham2new April 26th, 2011, 05:19 AM Main Entrance http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzktMjAxMTA0MjMtMjEyNS5qcGc.jpg Refreshments http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzUtMjAxMTA0MjMtMjEwOS5qcGc.jpg Ticket Box and Studio 4 http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzMtMjAxMTA0MjMtMjEwOS5qcGc.jpg Game Center, Studio 1, and Studio 2 http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzYtMjAxMTA0MjMtMjExMC5qcGc.jpg Studio 3 and Studio 5 http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzgtMjAxMTA0MjMtMjExMC5qcGc.jpg Saya pernah nonton di sini tahun 2007, dengan desain dalaman seperti itu, saya kira itu XXI loh awalnya. Toilet nya juga bagus dan modern standar a la XXI. pecinta_bioskop April 26th, 2011, 06:43 AM :lol::lol: justru karena harganya turun jadi filmnya balik lg ke film2 ga jelas... mending harga mahal dah tp film indo ga jelasnya dikurangin... :ohno: tp emang parah sih MBX... :lol: :ohno: sayang bgt ya, pdhl uda ready... naik turun harga itu mah biasa... apalagi bioskop "agak" sepi akhir-akhir ini karena kekurangan film box office plus persaingan tentunya. Bukan cuman MBX aja koq yg turun, balikpapan ewalk XXI dr 50rb turun jadi 25rb (untuk wiken), ekstrim ga tuh? Dulu Plaza Indonesia XXI juga sempat naik turun, begitu pula platinum XXI. Kalo mengenai blitz BCP kayaknya tetep alasannya sama.. kekurangan film impor, coba cek aja di jadwal setiap blitz dua minggu terakhir, tidak semua dari semua audi yg ada memutar film lho... show film lebih siang. Pihak 21/XXI juga mengurangi show reguler jadi 4 show aja kan? hayu arya April 26th, 2011, 11:31 AM naik turun harga itu mah biasa... apalagi bioskop "agak" sepi akhir-akhir ini karena kekurangan film box office plus persaingan tentunya. Bukan cuman MBX aja koq yg turun, balikpapan ewalk XXI dr 50rb turun jadi 25rb (untuk wiken), ekstrim ga tuh? Dulu Plaza Indonesia XXI juga sempat naik turun, begitu pula platinum XXI. Kalo mengenai blitz BCP kayaknya tetep alasannya sama.. kekurangan film impor, coba cek aja di jadwal setiap blitz dua minggu terakhir, tidak semua dari semua audi yg ada memutar film lho... show film lebih siang. Pihak 21/XXI juga mengurangi show reguler jadi 4 show aja kan? Mengerikan emang, bahkan film2 yang sekarang beredar di jakarta, setelah tak cek ternyata film produksi 2009,2008, 2007...................... bharadya April 26th, 2011, 11:36 AM ^^ Hahaha, kemaren malem minggu aku nonton midnight, filmnya "After Life" yg ternyata bikinan tahun 2009. :lol::lol: sasamakan April 26th, 2011, 01:31 PM ^^ Akibat nunggak pajak sendirinya juga kena kan :lol: After Life gua udah nonton kapan tau, makanya langsung kaget kok baru muncul sekarang :lol: pecinta_bioskop April 26th, 2011, 02:32 PM ^^ Akibat nunggak pajak sendirinya juga kena kan :lol: After Life gua udah nonton kapan tau, makanya langsung kaget kok baru muncul sekarang :lol: After.life masih mending...thn 2009; coba cek gravedancers (2006), deaths of ian stone (2007), contamination (2008), my sassy girl (2008, ini udah direct to DVD), BREACH (2007), BIG STAN (2007); de el el... ellious grinsant April 26th, 2011, 08:12 PM btw nanya deh... itu Mega Bekasi XXI studio 1nya gak operasi emang karena penghematan atau ada renovasi ya? ardi_85 April 27th, 2011, 05:32 AM ^^ :lol::lol: iya bener studio 1.nya ga ada penayangan film... kira2 mao diapain lagi ya tu studio... mmm... sasamakan April 27th, 2011, 05:47 AM ^^ Kayaknya sih gara2 21 XXI lagi sepi2nya, ga ada film bagus pecinta_bioskop April 27th, 2011, 07:14 AM ^^ :lol::lol: iya bener studio 1.nya ga ada penayangan film... kira2 mao diapain lagi ya tu studio... mmm... Ya tentunya karena tidak ada film box office, apalagi (katanya salah satu yg terbesar) studio 1 nya kan menampung lebih dari 300 penonton. Jumlah total studio 10, mana mungkin bisa eksis di "musim paceklik" dibandingkan jumlah penonton yg sedikit. kalimantanku April 27th, 2011, 01:39 PM http://farm6.static.flickr.com/5263/5655995191_4a599afa0c_z.jpg ^^ XXI Mal Panakukang Makassar ajianshakti April 27th, 2011, 06:32 PM http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09101.jpg http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/DSC09095.jpg selalu menyukai postingan gedung bioskop jadul :D top dah! salah satu yg hilang di cineplex saat ini adalah poster film diluar gedung, dulu kalau mau nonton bioskop, gak pakai rencana pun bisa gara-gara melewati gedung bioskop yg ada posternya lalu mampir nonton krn tertarik, skrg repot, hrs baca koran atau browsing baru tahu ada film ini tayang di bioskop ini Main Entrance http://i706.photobucket.com/albums/ww62/salirinda/utf-8BSU1HMDMyNzktMjAxMTA0MjMtMjEyNS5qcGc.jpg pernah nonton disini lama sekali, tulisannya masih studio 21, film danny the dog-nya jet li After.life masih mending...thn 2009; coba cek gravedancers (2006), deaths of ian stone (2007), contamination (2008), my sassy girl (2008, ini udah direct to DVD), BREACH (2007), BIG STAN (2007); de el el... tadi sempat iseng browsing ke cineplex negara2 tetangga spt malaysia-singapura dan australia sptnya film2nya gak jauh beda dg daftar film coming soon-nya 21 cineplex dan blitz, bahkan ada yg sdh tayang disini contohnya the dragon pearl, di cineplex negara tetangga, mereka juga masih mutar drive angry, lagipula film-film yg sedang diputar di negara tetangga sepertinya cuma film thor dan scream 4 saja yg bs dibilang big movie-nya hollywood, selebihnya film2 mandarin, film lokal dan film drama holywood jadi, masih benar-benar berharap 21 dan blitz mau ambil film-film hollywood yg benar-benar box office macam harry potter, james bond, superman dll, film-film yg lain bs dikompromi lah toh tdk semua film baru hollywood itu bagus dan bisa kutonton :) ellious grinsant April 27th, 2011, 07:00 PM Ya tentunya karena tidak ada film box office, apalagi (katanya salah satu yg terbesar) studio 1 nya kan menampung lebih dari 300 penonton. Jumlah total studio 10, mana mungkin bisa eksis di "musim paceklik" dibandingkan jumlah penonton yg sedikit. Makanya, mari kita berharap supaya Blitz bisa mencapai 100 layar. Karena sekarang ini baru punya 66 layar. Blitz timbang buka 4 cabang lagi dengan rata2 8 layar... udah deh distributor mereka bisa import sendiri film-filmnya, dan ini akan menjadikan persaingan blitz dan 21/xxi semakin kompetitif, soalnya masing2 dari mereka punya distributor yang udah punya hak sama dalam import film hollywood... ardi_85 April 28th, 2011, 07:48 AM http://farm6.static.flickr.com/5263/5655995191_4a599afa0c_z.jpg ^^ XXI Mal Panakukang Makassar ini belum opening ya... ada brp studio nih... kayanya lobbynya gede... :) pecinta_bioskop April 28th, 2011, 06:57 PM Makanya, mari kita berharap supaya Blitz bisa mencapai 100 layar. Karena sekarang ini baru punya 66 layar. Blitz timbang buka 4 cabang lagi dengan rata2 8 layar... udah deh distributor mereka bisa import sendiri film-filmnya, dan ini akan menjadikan persaingan blitz dan 21/xxi semakin kompetitif, soalnya masing2 dari mereka punya distributor yang udah punya hak sama dalam import film hollywood... tapi HTM blitz mahal bok.... ellious grinsant April 28th, 2011, 07:56 PM Blitzmegaplex Teraskota - Nomarnya Rp. 17.000 kok... harga emang biasanya tergantung lokasi blitznya sih. Kaya Blitz BCP pasti harganya gak bakalan jauh beda sama bioskop sekelilingnya. McClarious April 29th, 2011, 05:20 AM tapi HTM blitz mahal bok.... ga juga ah di TerasKota sama PVJ tergolong murah kok, di MOI rada mahal tapi terjangkau juga bagi kantong pelajar dan mahasiswa, kalo GI, CP, apalagi PP jangan ditanya :lol::lol: Blitzmegaplex Teraskota - Nomarnya Rp. 17.000 kok... harga emang biasanya tergantung lokasi blitznya sih. Kaya Blitz BCP pasti harganya gak bakalan jauh beda sama bioskop sekelilingnya. gua bingung blitz ngasih harga ga enak banget buat kembaliannya, di XXI kan kembalian kelipatan goceng atau ceban, tapi di Blitz bisa kembali seribu, 2rb, 3rb, dst...:nuts::nuts: liat aja di PVJ weekdays 22, jum'at 27, weekend 32, kalo bayarnya pake 50rb, dikurang 32rb, jadinya? 18rb. kan nanggung knapa ga sekalian kembalian 20rb :lol::lol::lol: levyphobia April 29th, 2011, 05:09 PM memang menurut gw yg diperlukan untuk memajukan industri film dan bioskop di indoensia adl persaingan yg sehat. selama jaringan 21 bergerak bebas sendirian, yg ad ky selama ini, kita jd terkungkung sama film2 seleranya jaringan 21. gw gak blng semuanya jelek, bnyk yg bagus tp pilihannya bener2 terbatas :bash: bersyukur bgt ad blitz. jd gw bs ntn ad film keren macam 3 idiots, crazy little thing called love dll :cheer:. gk yakin gw jaringan 21 mw nayangin film ky gini. yah mudah2an lah ad lg pemain yg masuk ke industri bioskop. toh pasarnya masih ad, terutama buat yg nayangin film2 dr negara2 asia n eropa VRS April 30th, 2011, 11:12 AM kramat senen area... i didnt enter that cinema, its to risk for me... http://img24.imageshack.us/img24/2277/30042011125.jpg (http://img24.imageshack.us/i/30042011125.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) sasamakan April 30th, 2011, 03:13 PM ^^ Kalo kesana siap2 digoda wanita wanita loh :lol: dan siap2 duduk di kursi super duper nyuaman :nuts: rilham2new April 30th, 2011, 03:30 PM kramat senen area... i didnt enter that cinema, its to risk for me... http://img24.imageshack.us/img24/2277/30042011125.jpg (http://img24.imageshack.us/i/30042011125.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) Ini yang di seberang Proyek Senen, kan ?? Wah kata ayahku dulu SMA nya di Jakarta Pusat, orang2 nontonnya kalau gak di situ ya di Megaria... :tongue2: Btw, itu film OMEN OF SNAKE GIRL itu film Indonesia lama apa bukan ya? Di-Search di Internet kok malah dapat di link-link yang nawarin VCD lokal ya ??? Padahal dibintangi Charli Chow dan Wu Cia Lia .. wkwkwk .. Bintang impor atau lokal nih ?? Kok judulnya pakai bahasa Inggris ya ?? Bukannya dulu STRICT banget kalau pakai judul English ?? ardi_85 May 1st, 2011, 02:28 AM ^^ bentuknya angker banget ya :ohno::ohno: kaya ruko abis kena kerusuhan... :lol: itu msh operasional ya? |