View Full Version : Indonesia Highway, National & Provincial Road - Part IV
rilham2new December 8th, 2010, 05:51 PM Let's roll over again for the new thread :D
Part 1
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=281588
Part 2
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=567385
Part 3
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=816538
rilham2new December 9th, 2010, 01:08 AM UNTUK Meramaikan thread yang baru ini, ini koleksi 8 Desember 2010.
Tol Lingkar Dalam Ruas Grogol - Pluit
Turunan dan tanjakan di Grogol
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1238.snc4/157076_1722661272926_1430166362_31868741_1114946_n.jpg
Gerbang Tol Jelambar agak naik ke atas posisinya
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1219.snc4/155123_1722663472981_1430166362_31868746_7355822_n.jpg
2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs694.snc4/63463_1722666193049_1430166362_31868751_8333386_n.jpg
Ini dia ruas tol nya yang Mostly Elevated
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs390.ash2/66869_1722667833090_1430166362_31868755_3860939_n.jpg
2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1211.snc4/156373_1722669473131_1430166362_31868757_5864724_n.jpg
3
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs419.ash2/69714_1722671473181_1430166362_31868760_7829117_n.jpg
4
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1219.snc4/155106_1722674953268_1430166362_31868769_2382579_n.jpg
5
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1234.snc4/156619_1722677913342_1430166362_31868773_300337_n.jpg
Gerbang Tol ANGKE yang juga "melayang"
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs611.ash2/156343_1722680073396_1430166362_31868775_2800142_n.jpg
Menjelang Pluit Interchange
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs596.ash2/154852_1722681873441_1430166362_31868777_3436882_n.jpg
Belok ke arah bandara
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs604.ash2/155646_1722683593484_1430166362_31868779_1303092_n.jpg
rilham2new December 9th, 2010, 01:19 AM Tol Bandara Prof Dr. Ir Sedyatmo
Masuk ke tol nya
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs596.ash2/154838_1722686513557_1430166362_31868787_7804678_n.jpg
2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs907.snc4/72031_1722688153598_1430166362_31868790_2070366_n.jpg
Di samping gerbang tol Kapuk
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs596.ash2/154814_1722689553633_1430166362_31868791_8265772_n.jpg
Lewat Jalur Bawah
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs390.ash2/66855_1722691713687_1430166362_31868798_8053200_n.jpg
2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs262.snc4/39461_1722693233725_1430166362_31868799_6757248_n.jpg
3
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs791.snc4/67116_1722695073771_1430166362_31868800_1976858_n.jpg
Ini udah nyatu jalur atas sama bawahnya, menjelang Gerbang Tol Cengkareng, di sini antriannya suka panjang ... Disarankan kalau gak mau panjang antriannya untuk punya e-Toll Card di sini :D
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1174.snc4/154622_1722697313827_1430166362_31868805_6926246_n.jpg
2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs393.ash2/67118_1722699873891_1430166362_31868812_4363820_n.jpg
Gerbang Tol CENGKARENG
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs737.snc4/65732_1722702273951_1430166362_31868818_5533144_n.jpg
2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs754.snc4/65413_1722703793989_1430166362_31868820_7312430_n.jpg
3
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs734.ash1/162884_1722708994119_1430166362_31868827_1450629_n.jpg
Tarif nya Rp 5000 ..
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs821.snc4/68137_1722711114172_1430166362_31868830_2309872_n.jpg
Ramp Exit ke arah Tegal Alur dan Rawa Bokor
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1231.snc4/156367_1722713674236_1430166362_31868837_4362359_n.jpg
Gerbang Selamat Datang di Provinsi Banten
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs600.snc4/58055_1722715554283_1430166362_31868839_1500559_n.jpg
Menjelang airport
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs616.ash2/156891_1722718074346_1430166362_31868849_7291449_n.jpg
Selanjutnya Tol JLB Ruas Kamal - Puri Indah
Mimihitam December 9th, 2010, 01:37 AM Meramaikan :)
Tol Semarang– Ungaran Dibuka 16 Desember
SEMARANG(SINDO) – Jalur tol Semarang–Ungaran dijadwalkan akan dibuka pada 16 Desember 2010. Saat ini,kegiatan penyelesaian proyek di jalur itu terus dikebut.
Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Tengah Hadi Prabowo mengakui, pengerjaan proyek tol tersebut banyak menemukan kendala. Hal itu di antaranya cuaca serta erupsi Merapi yang mengganggu pasokan pasir karena aktivitas penambangan dihentikan.Meski demikian,pengerjaan proyek konstruksi tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.“Semuanya sesuai target,” ujarnya belum lama ini. Menurut Hadi,proyek tol Semarang– Ungaran ini merupakan satusatunya ruas tol di Indonesia yang hingga saat ini masih dikerjakan konstruksinya.“Jadi,semuanya sudah sesuai perencanaan dan tidak ada istilah mengubah schedule,” paparnya.
Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo menambahkan, ruas tol yang belum dilakukan pengecoran tinggal sekitar 300 meter.“Kami menunggu pengerasan tanah di jalur yang belum bisa dicor. Setelah tanah dalam kondisi kuat, segera dilakukan pengecoran,” ungkapnya. Selama ini,mereka terus melakukan percepatan penguatan tanah di titik-titik yang belum bisa dilakukan pengecoran.Hal itu antara lain menambah sejumlah peralatan di kawasan tersebut.“Termasuk melakukan kerja lembur sehingga cepat selesai,”tuturnya.
Selain itu, mereka juga sudah memulai melakukan pekerjaan di jalur interchange (jalur keluar tol) di Kabupaten Semarang,termasuk penataan rambu-rambu lalu lintas yang dibutuhkan.“Secepatnya kami upayakan selesai,”tambahnya. Proyek tol Semarang–Ungaran ini memiliki panjang sekitar 14 km. Pekerjaan proyek ini terbagi dalam tiga paket.Paket I dilakukan dari Tembalang–Gedawang. Sementara untuk paket II Gedawang–Penggaron, dan paket III Penggaron– Ungaran. Terpisah,Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Sasmito mengaku masih pesimistis jika jalur tol Semarang–Ungaran itu bisa dioperasikan pada 16 Desember.
“Rumah saya sangat dekat jalan tol itu.Jadi, setiap hari saya bisa melihat dan tahu perkembangan pembangunan jalan tol tersebut,”tuturnya. Apalagi, sejauh ini pelaksanaan pengeparasan Bukit Cemoro Sewu di kawasan Ungaran belum rampung. Padahal untuk merampungkan pekerjaan itu butuh waktu yang tidak sedikit.“Jalur untuk keluar dan masuk tol juga belum selesai.Padahal,sudah semestinya jalur keluar masuk itu dilakukan penyesuaian,”tandasnya. Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Sri Praptono mengatakan, dalam pembangunan jalan tol, sisi keamanan, kenyamanan, maupun keindahan harus menjadi skala prioritas.
“ Jangan karena sekadar mengejar target, semuanya dipaksakan. Padahal skala-skala prioritas itu belum terpenuhi,”ungkapnya. Sri Praptono mengaku khawatir jika pekerjaan itu dipaksakan bisa berbuah blunder. Sebab, akibat berbagai persyaratan kelayakan jalan tersebut tidak bisa dipenuhi, maka jaminan keselamatan pengguna jalan itu tidak ada. “Karena itu, semestinya harus realistis.Namun, ini diiringi penjadwalan yang ketat dan evaluasi berkelanjutan,”paparnya. Menurut Sri, melalui penjadwalan secara ketat akan diketahui sejauh mana progres dari proyek tersebut.
Dia mencontohkan, jika memang akan diselesaikan pada 16 Desember,bisa diatur,kapan pelaksanaan pengecoran, pemasangan rambu-rambu lalu lintas, maupun pelaksanaan finishing. “Dengan itu,semuanya bisa tuntas dengan maksimal,”ujarnya. Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini tak memungkiri keberadaan jalan tersebut sangat ditunggu masyarakat. Sebab, keberadaannya bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di jalur Semarang– Ungaran tersebut.“Namun, tentunya harus ada jaminan mengenai kualitas pekerjaan jalan itu,”tandasnya. (muh slamet)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/368624/
Mimihitam December 9th, 2010, 01:38 AM Tol Manado-Bitung Mulai Dibangun 2011
Selasa, 7 Desember 2010 | 20:20 WIB
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/08/1926469620X310.jpg
Lokasi Kota Manado dan Kota Bitung di Sulawesi Utara.Pemerintah berencana membangun jalan tol sepanjang 53,5 km antara Manado-Bitung
MANADO, KOMPAS.com - Pembangunan jalan tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara, dengan anggaran sekitar Rp2 triliun akan dimulai 2011.
Proyek jalan tol dengan panjang 37 kilometer itu menggunakan dana APBN dan ditender langsung oleh pemerintah pusat.
-- Alex Wowor
"Proyek jalan tol dengan panjang 37 kilometer itu menggunakan dana APBN dan ditender langsung oleh pemerintah pusat," kata Asisten II bidang Pembangunan Pemprov Sulut Alex Wowor, di Manado, Selasa.
Pembangunan jalan tol yang mengambil titik nol dari Manado itu akan melewati Kabupaten Minahasa Utara dan berakhir di Kota Bitung yang dikenal dengan pelabuhan laut internasional.
Sementara itu, kata dia, biaya pembebasan lahan juga telah dianggarkan Pemprov Sulut sekitar Rp20 miliar, kemudian ditanggung bersama dengan pemerintah Minahasa Utara, Bitung, Manado dan APBN. "Total biaya pembebasan lahan mencapai Rp200 miliar dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.
Ketua Komisi III DPRD Sulut Sherpa Manembu mengatakan, proyek jalan tol tersebut harus didukung oleh semua pihak, karena menyangkut kepentingan umum. "Selain masyarakat memiliki jalur transportasi yang memadai, juga bisa meningkatkan dan menggairahkan kegiatan ekonomi di daerah," katanya.
Apalagi Manado dan Bitung telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang membutuhkan banyak infrastruktur pendukung, sehingga benar-benar kegiatan perekonomian bergairah dan berdampak signifikan untuk kesejahteraan rakyat.
http://properti.kompas.com/read/2010/12/07/20203979/Tol.Manado.Bitung.Mulai.Dibangun.2011
fajarmuhasan December 9th, 2010, 06:16 AM @atas,
dibawah foto tertulis panjang tol 53,5km dan di bagian paragraf tertulis 37km.
37km itu apa tahap awalnya saja?
blueskys December 10th, 2010, 07:53 AM @atas,
dibawah foto tertulis panjang tol 53,5km dan di bagian paragraf tertulis 37km.
37km itu apa tahap awalnya saja?
ada yang tau konsultan perencana jalan layang antasari - blok M, saya lagi buat tesis jalan layang anti gempa, mohon infonya ya.....
peseg5 December 10th, 2010, 08:06 AM ada yang tau konsultan perencana jalan layang antasari - blok M, saya lagi buat tesis jalan layang anti gempa, mohon infonya ya.....
Coba cek tautan di bawah ini, siapa tau ada infonya:
http://jalanlayangjakarta.blogspot.com/
drie December 10th, 2010, 09:54 AM Perlu Dibentuk Tim Percepatan Pembangunan Jalan Tol
Rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sudah didukung pusat. Untuk itu, perlu dibentuk tim percepatan agar lebih maksimal.
Riauterkini-PEKANBARU- Asisten II Setdaprov Riau Emrizal Pakis mengungkapkan bahwa dirinya baru memimpin rapat koordinasi internal membahas kelanjutan rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, di kantor Gubernur Riau, Jumat (10/12/10). Dari rapat tersebut disepakati perlunya membentuk tim percepatan agar persiapan dan rencana pembangunan jalan tol pertama di Riau tersebut bisa lebih maksimal.
"Agar lebih maksimal dan terarah, diperlukan adanya tim percepatan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai," ujarnya kepada wartawan di kantornya usai sholat Jumat.
Dipaparkan Emrizal, tim percepatan tersebut terdiri dari listas sektoral, bahkan nantinya melibatkan perwakilan daerah yang dilintasi jalan tol, yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis.
Tim tersebut terdiri dari tiga kelompok kerja (Pokja). Pertama Pokja perencanaan yang dikoordinir Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau. Kedua Pokja pembebasan lahan yang dikoordinatori Asisten I Setdaprov Riau dan Pokja investasi dan pelaksanaan teknis yang dikoordinatori Badan Penanama Modal dan Promosi Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.
Lebih lanjut Emrizal mengatakan, bahwa tim percepatan tersebut mendesak dibentuk, agar dukungan dari pusat berupa dana Rp 142 miliar untuk pembebasan lahan bisa segera dimanfaatkan. Khusus untuk pembebasan lahan, selain dibantuk APBN 2011, dari Pemprov Riau juga telah tersedia Rp 12,5 miliar APBD 2010 dan Rp 15 miliar pada 2011.***(mad)
Wicak_15 December 10th, 2010, 11:24 AM Ikut ngeramein ya!! Foto gerbang tol baru Cikarang (sorry blurry banget, pake kamera HP)
1.
http://img34.imageshack.us/img34/5316/image499c.jpg
2.
http://img195.imageshack.us/img195/1706/image500.jpg
3.
http://img149.imageshack.us/img149/3185/image502.jpg
Kapan2 kalau lewat sini lagi ane pakai kamera SLR ane.
rilham2new December 10th, 2010, 02:58 PM Jalan Tol Lingkar Luar Barat (JLB)
Ruas Kamal - Puri Indah
8 Desember 2010
Ramp dari Tol Sedyatmo ke arah JLB
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs887.snc4/72091_1722720714412_1430166362_31868857_2603079_n.jpg
Bayar dulu Rp 5000 sama Jasa Marga
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs719.snc4/63960_1722722074446_1430166362_31868859_1200427_n.jpg
Ramp Way ke Ruas Tol JLB
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs403.ash2/68190_1722723554483_1430166362_31868860_1961846_n.jpg
Tengah dilanda hujan sedikit lebat
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1223.snc4/155501_1722725354528_1430166362_31868866_4983388_n.jpg
Menjelang Gerbang Tol Kayu Besar
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs821.snc4/68186_1722727394579_1430166362_31868867_1795270_n.jpg
Gerbang Tol Kayu Besar I
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs417.ash2/69568_1722728594609_1430166362_31868868_229890_n.jpg
2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs712.snc4/63282_1722730794664_1430166362_31868874_6104926_n.jpg
Bayar dulu ya Rp 7000 sama PT. JLB
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1238.snc4/157061_1722732874716_1430166362_31868880_1001532_n.jpg
Ini di dekat Mal Taman Palem (kawasan Cengkareng). Melihat Cengkareng ternyata banyak sekali High-Rise dan Mid-Rise yang bertumbuhan di sana. Baru saya sadar ternyata pengetahuan ke-Jakarta Barat-an saya meningkat sampai ke Cengkareng ... hehehe, belum pernah lewat sini seumur hidup
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs376.ash2/65460_1722734754763_1430166362_31868885_6384859_n.jpg
Exit Ramp Daan Mogot, Rawa Buaya, Kalideres (nah kalau yang ini saya tahu ...) .... Lurus ke arah Tomang dan Tangerang.
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1337.snc4/162962_1722736194799_1430166362_31868887_405927_n.jpg
Ternyata tidak hujan di sini
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs715.snc4/63506_1722738954868_1430166362_31868893_993278_n.jpg
2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs953.snc4/74688_1722740714912_1430166362_31868895_3736757_n.jpg
3
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1174.snc4/154649_1722742474956_1430166362_31868896_7071945_n.jpg
Petunjuk Jenis kendaraan dan penggunaan lajur 1 s.d 3 pun juga ada di ruas tol ini
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs058.ash2/36259_1722746035045_1430166362_31868900_5856174_n.jpg
Ruas ini ternyata padat pembangunan juga
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs588.ash2/151079_1722749835140_1430166362_31868902_6864061_n.jpg
Km 7, Ramp Exit ke arah Kembangan, Meruya, dan Duri Kosambi (yang ini saya juga pernah tahu dan lewat ... terutama pas lebaran ) ... Lurus ke arah Serpong (padahal tol nya masih belum nyambung :D)
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs887.snc4/72030_1722752635210_1430166362_31868907_126076_n.jpg
Tolnya tidak terlalu rata, perhatikan marka jalan pada lajur ke-3
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs594.ash2/154651_1722754115247_1430166362_31868909_5858054_n.jpg
Ramp Exit, Kembangan, Meruya, dan Duri Kosambi ... Lurus untuk ke arah Tomang dan Serpong
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1238.snc4/157071_1722755795289_1430166362_31868912_5977480_n.jpg
TOl nya akan segera berakhir, Lajur 1 untuk TOmang, Tangerang, dan Merak ... Lajur 2 dan 3 untuk Serpong (walau tolnya masih belum siap)
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs588.ash2/151030_1722757755338_1430166362_31868914_1653409_n.jpg
BERSAMBUNG .....
rilham2new December 10th, 2010, 03:06 PM Lanjutan Tol JLB
Ramp Exit TOMANG, TANGERANG, MERAK (sambungan ke Tol Jasa Marga Ruas Puri Indah - Tomang). .... Lurus untuk ke SERPONG dan BOGOR (walau tol nya belum dibangun "sama sekali" ).
1
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs732.ash1/162676_1722759155373_1430166362_31868915_5307867_n.jpg
2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1235.snc4/156703_1722761395429_1430166362_31868922_7985896_n.jpg
Di sebelah kanan ada RAMP khusus karyawan PT. JLB
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1168.snc4/151088_1722764075496_1430166362_31868926_7415897_n.jpg
Ini lah ramp yang di ujungnya akan bercabang dua yang satu untuk ke arah Tomang dan Kebon Jeruk (dan juga Tol Lingkar Dalam), serta yang satu lagi ke arah Tangerang, Cilegon, dan Merak (dan juga Serpong lewat Jalan Raya Serpong).
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1183.snc4/150544_1722767275576_1430166362_31868941_3252474_n.jpg
Ini dia pembagian RAMP nya , tentu saja belok kiri mengarah ke Tomang, Grogol, dan Semanggi
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1191.snc4/154313_1722770235650_1430166362_31868959_2161297_n.jpg
Gerbang Tol Meruya Utara 1 (bayar Rp 2000 sama PT. Jasa Marga)
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs754.snc4/65407_1722773755738_1430166362_31868977_4500676_n.jpg
rilham2new December 10th, 2010, 03:16 PM Sebagai perbandingan bersama, Tol Generasi Lama dan Tol Generasi Baru yang kualitas aspal dan kerataan jalannya benar2 berbeda......
Silahkan bandingkan KELURUSAN dan KERATAAN marka jalan di ruas tol yang akan saya tunjukkan berikut ini :D (dan juga tol Lingkar Dalam yang saya sudah posting di atas, padahal itu ruas elevated, tapi datar banget tolnya rapiiii)
Padahal dulu saya kira ini tol paling jelek di Indonesia ...
Jalan Tol Jakarta - Tangerang
Ruas Puri Indah - Tomang
Perhatikan garis marka jalannya yang begitu datar
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs594.ash2/154611_1722777075821_1430166362_31868991_7264076_n.jpg
Jam 3 Sore, di ruas tol ini setelah Kebon Jeruk mendapati ruas ini tanpa macet (bahkan sangat lancar) adalah suatu keajaiban dunia ke sejuta.
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1188.snc4/151048_1722783475981_1430166362_31869009_6092364_n.jpg
Lajur 1 untuk Jalan Tol Dalam Kota Jakarta (Tol Lingkar Dalam), Lajur 2 untuk Tomang, Grogol, Harmoni, Lajur 3 untuk Slipi, Semanggi, Cawang (semua jurusan yang ada dalam Board ini benar2 familiar semua).
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs825.snc4/68583_1722789316127_1430166362_31869033_3232315_n.jpg
Km 00 + 800
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1177.snc4/154975_1722793916242_1430166362_31869056_4271580_n.jpg
Gerbang Tol Tomang di sebelah kiri (yang kekecilan dan sumber macet parah), dan juga Board besar PT. Jasamarga bertuliskan SELAMAT JALAN SEMOGA SAMPAI TUJUAN
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs122.ash2/39427_1722797196324_1430166362_31869073_1259903_n.jpg
alamobulava December 10th, 2010, 07:46 PM (Jawa Barat) Pemerintah pusat menargetkan pembangunan tol Cikampek–Palimanan (Cikapa) sepanjang 116 km mulai dilakukan awal 2011 mendatang. Percepatan dilakukan karena pembebasan lahan sudah mendekati tahap akhir.
Ketua tim pengadaan tanah (TPT) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI Eten Roseli menjelaskan, secara keseluruhan, pembebasan lahan tol Cikapa sudah mencapai 93%. "Kita menargetkan, proses pembebasan lahan bisa rampung seluruhnya pada akhir Desember nanti," katanya.
Eten menambahkan, proses pembebasan lahan tol Cikapa meliputi empat kabupaten di Jawa Barat, yakni Purwakarta, Subang, Indramayu, dan Cirebon. Eten juga menjelaskan tol Cikapa ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi dari Jakarta menuju Jawa Tengah.
Jalan tol Cikapa diproyeksikan memiliki panjang 116 km yang melintas di jalur tengah pantura Jawa Barat. Eten mengakui, proses pembebasan lahan sebelumnya ditargetkan selesai Agustus lalu.
tol yang paling di tunggu2 penyelesaiannya
peseg5 December 11th, 2010, 03:24 AM @ilham:
thx utk gambar2nya :okay: !! Lalu lintas JLB kayaknya baru akan ramai dan padat kalau sudah terkoneksi dengan JORR. Dan mulai itulah permukaan jalan mulai letih (bergelombang).
(Jawa Barat) Pemerintah pusat menargetkan pembangunan tol Cikampek–Palimanan (Cikapa) sepanjang 116 km mulai dilakukan awal 2011 mendatang. Percepatan dilakukan karena pembebasan lahan sudah mendekati tahap akhir.
Ketua tim pengadaan tanah (TPT) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI Eten Roseli menjelaskan, secara keseluruhan, pembebasan lahan tol Cikapa sudah mencapai 93%. "Kita menargetkan, proses pembebasan lahan bisa rampung seluruhnya pada akhir Desember nanti," katanya.
Eten menambahkan, proses pembebasan lahan tol Cikapa meliputi empat kabupaten di Jawa Barat, yakni Purwakarta, Subang, Indramayu, dan Cirebon. Eten juga menjelaskan tol Cikapa ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi dari Jakarta menuju Jawa Tengah.
Jalan tol Cikapa diproyeksikan memiliki panjang 116 km yang melintas di jalur tengah pantura Jawa Barat. Eten mengakui, proses pembebasan lahan sebelumnya ditargetkan selesai Agustus lalu.
^^ Setau saya kalau pembebasan lahan sudah diatas 90% (CMIIW), pemegang konsesi bisa mulai pekerjaan. Dengan paralel kan bisa menghemat waktu pembangunan, asal ada kepastian aja 10% nya itu pasti bebas.
VRS December 13th, 2010, 02:45 PM feels like traveling around jakarta after i saw all pictures highway..
Yus3R December 15th, 2010, 05:27 AM Evaluasi 24 Proyek Tol Selesai Pekan Depan
JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil evaluasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sejauh ini menyatakan 14 dari 24 paket jalan tol layak untuk diteruskan. Memang, evaluasi terhadap pengusahaan 24 paket tol yang terbengkelai masih berlangsung sampai saat ini.
Direktorat Jenderal Bina Marga Djoko Murjanto mengemukakan hasil evaluasi secara keseluruhan akan disampaikan, Rabu pekan depan." Sisa 10 tol itu nanti pada 22 Desember kita umumkan mana yang bisa dan tidak," ujarnya, Selasa (14/12).
Adapun, paket tol yang lolos evaluasi yaitu paket tol Cikampek-Palimanan, dan Semarang-Pejagan sampai ke Pemalang. Sedangkan yang belum lolos seperti Semarang-Solo, dan Semarang-Batang.
Evaluasi terhadap 24 paket tol ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 06/PRT/M/2010. Permen ini memberikan kesempatan kepada Kementrian PU untuk mengevaluasi paket-paket tol yang belum berjalan.
"Sejak Juni, Menteri PU menugaskan Badan Pengatur Jalan Tol bersama Dirjen Bina Marga, membentuk tim untuk melakukan evaluasi,"terang Djoko.
Evaluasi dilakukan terhadap tiga hal. Pertama, feasibilitas proyek. Kedua, kemampuan keuangan investor. Setelah kedua hal itu dinyatakan layak, maka langkah ketiga memberi kesempatan kepada invesotor untuk melakukan perubahan-perubahan mitra strategis. "Setelah selesai itu, baru kita nyatakan dia ini bisa terus atau tidak,"ujarnya.
Lanjutnya, 24 paket jalan tol yang dievaluasi sebetulnya sudah dilelang sejak 1996 hingga 2005, tetapi semuanya tidak berjalan.
Kepala Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) yang dihubungi KONTAN, belum bersedia memberikan keterangan terkait hasil evaluasi 24 ruas jalan tol tersebut. "Nanti saja, karena memang belum ada laporan terbaru," ujarnya melalui pesan singkat. (Petrus Dabu/KONTAN)
AceN December 16th, 2010, 06:28 AM ^^ Setau saya kalau pembebasan lahan sudah diatas 90% (CMIIW), pemegang konsesi bisa mulai pekerjaan. Dengan paralel kan bisa menghemat waktu pembangunan, asal ada kepastian aja 10% nya itu pasti bebas.
harusnya bisa. Tapi kalo ga salah proyek Cikapali ini belum mulai karena kredit konstruksinya belum ngucur mas
Mimihitam December 19th, 2010, 10:25 AM Rp 9 Triliun Disiapkan untuk Tol Tengah Surabaya
Zainal Effendi - detikSurabaya
Surabaya - PT Margaraya Jawa Tol (MJT) menyiapkan Rp 9 Triliun untuk pembangunan proyek Tol Tengah Kota Surabaya. Sumber pembiayaan megaproyek yang saat ini mendapat tentangan Walikota Tri Rismaharini ini dari investor dan pinjaman perbankan.
"Pihak investor seperti disampaikan PT MJT akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 triliun. 30 persen dari investor dan sisanya 70 persen pinjaman dari bank," kata Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana usai mendengarkan paparan dari Direktur Utama PT MJT Djoko Eko Suprastowo di gedung dewan, Rabu malam (15/12/2010).
Kredibilitas investor kata Wisnu, pihaknya tidak meragukan. Menurutnya PT MRJT sebagai pelaksana akan didukung kontraktor yang biasa membangun jalan tol seperti PT Jasa Marga.
"PT Jasa Marga akan mengambil proyek sebesar 55 persen, PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Duta Graha Indah masing-masing sebesar 20 persen dan PT Elnusa dan lain-lainnya sebesar 5 persen," pungkasnya usai pertemuan tertutup.
Tol tengah yang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu direncanakan dibangun dari Waru Sidoarjo hingga Morokrembangan Surabaya. Meski saat ini masih menyisakan kontroversi setelah walikota menyatakan sikap menolak, namun PT MJT optimis proyek tersebut akan bisa terelasiasikan.
Namun sebelumnya Wisnu menyatakan tidak ada alasan untuk menolak proyek yang sudah masuk di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya sesuai dengan Perda No 3/2007 Pasal 21 Ayat 3 tentang pembangunan tol tengah.
Alasan penolakan walikota karena tol tengah justru akan memperparah kepadatan lalulintas. Dan dinilainya tidak memenuhi azas keadilan karena pengguna jalan harus membayar saat melintas. Dan menurut walikota, pemerintah provinsi pernah membatalkan rencana proyek tersebut beberapa tahun yang lalu.
(gik/gik)
http://surabaya.detik.com/read/2010/12/16/021042/1525917/466/rp-9-triliun-disiapkan-untuk-tol-tengah-surabaya?881104465
Mimihitam December 19th, 2010, 10:26 AM Mayoritas Anggota Dewan Dukung Pembangunan Tol Tengah Surabaya
Zainal Effendi - detikSurabaya
http://images.detik.com/content/2010/12/16/466/tol5-dlam.jpg
Menanggal Interchange
Surabaya - 32 anggota DPRD Surabaya menyetujui rencana pembangunan tol tengah kota. Dari 38 anggota dewan hadir mendengarkan pemaparan PT Margaraya Jawa Tol (MJT) hanya 6 orang yang menolak menandatangani dukungan.
Mereka yang abstain diantaranya dari Fraksi PKS dan PDIP. Sedangkan 12 anggota lainnya tidak hadir. Dengan persetujuan mayoritas itu, dipastikan rencanan pembangunan tol tengah akan dimuluskan DPRD Surabaya melalui sidang parnipurna.
Dan hasil keputusan nantinya akan dijadikan rekomendasi bagi Walikota Surabaya yang selama ini ngotot menolak rencana tol tengah agar segera menyetujui pembangunannya.
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana usai mendengarkan paparan Direktur Utama PT MJT Djoko Eko Suprastowo di gedung dewan, Rabu malam (15/12/2010).
"Dukungan ini akan kita masukkan dalam keputusan DPRD melalui rapat paripurna. Dalam waktu singkat, mungkin Jumat (17/12/2010) kalau perlu dan bisa kita putuskan untuk dijadikan keputusan dan merekomendasikan kepada walikota," kata Wisnu Wardhana kepada wartawan usai pertemuan tertutup tersebut.
Wisnu menilai, pembangunan jalan tol tengah kota akan menguntungkan Kota Surabaya. Karena dari total anggaran pembangunan tahap awal sebesar Rp 2,8 triliun perbulan akan mampu menyerap Rp 10 miliar perbulannya untuk sektor tenaga kerja.
"Dari pembangunan ini yang akan diuntungkan adalah Surabaya. karena setelah kita hitung dari total biaya perbulan pembangunan proyek sebesar Rp 2,8 triliun, akan menyerap Rp 10 miliar perbulan. Itu dari sektor tenaga kerja," urai Wisnu dengan penuh semangat.
Menurut Wisnu, jalan tol seluruhnya terbangun dan terealisasi akan terlihat cantik serta akan menjadi jembatan tol terpanjang. Cantik menurut politisi Demokrat ini karena terdapat 4 level atau susun yang dapat menghubungkan ke semua jurusan dalam kota. 4 susun yang menghubungkan itu berada di 2 simpang susun itu salah satunya di Menanggal Interchange.
"Wis ta mas engkok pasti cantik (Sudahlah mas nanti pasti akan terlihat cantik). Karena sudah disiapkan interkoneksi dan didesain sedemikian rupa untuk perkembangan mode tranportasi Surabaya dan memang dibangun untuk menunjang jalan tol trans Surabaya-Jakarta," pungkas Wisnu menyakinkan. (gik/gik)
http://surabaya.detik.com/read/2010/12/16/023607/1525921/466/mayoritas-anggota-dewan-dukung-pembangunan-tol-tengah-surabaya
Mimihitam December 19th, 2010, 10:26 AM Tol Tengah Surabaya Direncanakan dari Waru hingga Morokrembangan
Zainal Effendi - detikSurabaya
http://images.detik.com/content/2010/12/16/466/tol5-dlm.jpg
Jalur tol tengah
Surabaya - Proyek Tol Tengah Kota Surabaya yang dikerjakan PT Margaraya Jawa Tol (MJT) direncanakan akan dibangun dari Waru Sidoarjo hingga Morokrembangan Surabaya.
Data yang diperoleh dari hasil paparan Direktur Utama PT Margaraya Jawa Tol (MJT) Djoko Eko Suprastowo di DPRD Surabaya menyebutkan tol dari sisi selatan dimulai dari Waru atau Aloha. Kemudian Menanggal sebagai interchange dilanjutkan ke Gayungan.
Dari Gayungan tol menuju ke Jagir Interchange kemudian Ngagel-Kertajaya dan Gubeng. Dilanjut ke Simokerto (Ramp and Interchange) dan ke utara hingga Hangtuah dan Morokrembangan Interchange.
Menurut Ketua DPRD Wisnu Wardhana, nantinya dalam proyek yang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut akan dimulai dari jalur hijau Jalan Ahmad Yani.
"Sisi bahu jalan kanan dan kiri akan dilebarkan dan pohon yang berada di tengah akan digeser untuk dibangun penyangga jembatan tol," kata Wisnu Wardhana kepada wartawan usai mendengarkan paparan dari PT MJT, Rabu malam (15/12/2010).
Wisnu menambahkan, jalan tol akan dibangun di sisi rel kereta api, sehingga kawasan pemukiman warga akan dibebaskan. "Nantinya, warga akan diganti dengan rumah tidak jauh dari lokasi asalnya. Dan ada sekitar
4.500 rumah yang kena, pokoknya nanti akan dibangun ganti rumah yang representatif," imbuhnya.
(gik/gik)
http://surabaya.detik.com/read/2010/12/16/014936/1525915/466/tol-tengah-surabaya-direncanakan-dari-waru-hingga-morokrembangan
peseg5 December 19th, 2010, 12:45 PM ^^ Tol Tengah yang tengah kontroversial akhir2 ini, dan bikin masyarakat Surabaya jengah sampai2 tidak ketemu titik tengah antara walikota dan DPRD. :D
rilham2new December 19th, 2010, 01:01 PM ^^ Sy juga baca di komen-komennya di DetikSurabaya. Itu emang beneran rame-rame heboh, atau sengaja dirame-ramein.
sbyctzn December 19th, 2010, 05:18 PM ^^
beneran rame, soalnya sudah jadi rahasia umum orang Surabaya kalau ketua dewan si WW itu cuman cari untung atas polemik tol tengah yang dilatar belakangi persaingan politik si merah (kota) dengan si biru (propinsi dan pusat).
Mimihitam December 20th, 2010, 08:07 AM Bakrieland, Bakrie Toll Road to raise Rp 2t
Property firm Bakrieland Development and its subsidiary, Bakrie Toll Road, are set to issue a Rp 2 trillion ($US222 million) bonds and initial shares issue, a top executive says.
Bakrieland's president director Hiramsyah S. Thaib said on Monday that Bakrieland would offer Rp 1 trillion in bonds in the first half of 2011 and Bakrie Toll Road will launch its planned initial public offering (IPO) in the first quarter of 2012 for another Rp 1 trillion.
"The bond issuance will be used to fund project costs which are estimated to reach Rp 2.5 trillion next year,” he said.
"Meanwhile, the Bakrie Toll Road IPO will be used to grow the toll road sector," he told a press briefing at Rasuna Epicentrum Marketing Office in Jakarta.
Bakrie Toll Road has said it would develop five new routes in Java over the next three years.
Bakrieland's stake in Bakrie Toll Road will be reduced by 20 to 30 percent following the IPO, Hiramsyah said. (est)
http://www.thejakartapost.com/news/2010/12/20/bakrieland-bakrie-toll-road-raise-rp-2t.html
drie December 20th, 2010, 07:00 PM Perlu Dibentuk Tim Percepatan Pembangunan Jalan Tol
Rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sudah didukung pusat. Untuk itu, perlu dibentuk tim percepatan agar lebih maksimal.
Riauterkini-PEKANBARU- Asisten II Setdaprov Riau Emrizal Pakis mengungkapkan bahwa dirinya baru memimpin rapat koordinasi internal membahas kelanjutan rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, di kantor Gubernur Riau, Jumat (10/12/10). Dari rapat tersebut disepakati perlunya membentuk tim percepatan agar persiapan dan rencana pembangunan jalan tol pertama di Riau tersebut bisa lebih maksimal.
"Agar lebih maksimal dan terarah, diperlukan adanya tim percepatan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai," ujarnya kepada wartawan di kantornya usai sholat Jumat.
Dipaparkan Emrizal, tim percepatan tersebut terdiri dari listas sektoral, bahkan nantinya melibatkan perwakilan daerah yang dilintasi jalan tol, yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis.
Tim tersebut terdiri dari tiga kelompok kerja (Pokja). Pertama Pokja perencanaan yang dikoordinir Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau. Kedua Pokja pembebasan lahan yang dikoordinatori Asisten I Setdaprov Riau dan Pokja investasi dan pelaksanaan teknis yang dikoordinatori Badan Penanama Modal dan Promosi Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.
Lebih lanjut Emrizal mengatakan, bahwa tim percepatan tersebut mendesak dibentuk, agar dukungan dari pusat berupa dana Rp 142 miliar untuk pembebasan lahan bisa segera dimanfaatkan. Khusus untuk pembebasan lahan, selain dibantuk APBN 2011, dari Pemprov Riau juga telah tersedia Rp 12,5 miliar APBD 2010 dan Rp 15 miliar pada 2011.***(mad)
RENDERING TOL PEKANBARU - DUMAI
http://farm6.static.flickr.com/5128/5270968999_901c23d259_z.jpg
Mimihitam December 22nd, 2010, 01:29 PM Toll roads need more investment: Ministry
The Public Works Ministry said the amount of investment required for nine toll roads, termed the Non Trans Java, has increased significantly, from an initial estimate of Rp 80 trillion (US$8.88 billion) to Rp 111.7 trillion.
The new estimate was made after the ministry evaluated the 949-kilometer toll roads, which have been delayed for almost three years.
Among the planned roads are Ciawi-Sukabumi (54 kilometers), Depok-Antasari (21.5 kilometers), Bogor Ring Road II and III (7 kilometers), Pasuruan-Probolinggo (45 kilometers) and Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (21 kilometers).
“The plan was made in 2007. The delays have had a negative impact, as land prices have increased as have costs for construction materials,” Public Works Ministry senior official Waskito Pandu said.
Waskito said land acquisition was the main problem for investors in the road projects.
“We have finished our evaluation and the investors have agreed to resume the work,” Waskito added.
http://www.thejakartapost.com/news/2010/12/22/toll-roads-need-more-investment-ministry.html
rilham2new December 22nd, 2010, 02:24 PM Jalan Nasional Riau-Sumatra Barat
Kecamatan XIII Koto Kampar / Kecamatan Bangkinang Barat
Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
Gambar oleh Amie.andari
Jalan ini adalah jalan baru, karena jalan lama adalah jalan yang kelok-keloknya banyak sekali, tajam-tajam, dan sempit-sempit. Sejak tahun 1997, jalan lama sudah almarhum karena sekarang lokasinya berada di bawah danau PLTA Koto Panjang (tentu saja sudah tidak bisa dilewati).
http://farm6.static.flickr.com/5249/5264878267_dc2328f619_b.jpg
Jalan ini jalan antar kota yang paling mulus di Riau, karena menyangkut ketahanan pangan provinsi Riau dan perhubungan logistik Industri Sawit yang berada di Provinsi Sumatra Barat bagian utara, di mana arus logistiknya yang lebih mengandalkan Pelabuhan Dumai. Mulus bukan karena perawatannya sering juga, tapi karena daerah sini kondisi tanahnya keras, dan banyak jalan dibangun dengan membelah dan memotong perbukitan, dan dibangun dengan standar baru (1990-an). RUAS ini tebing-tebingnya sering longsor, bahaya dengan runtuhan batu-batu dari atas juga. Tiap 1-2 tahun sekali biasanya ada insiden ruas jalan terputus di sekitar kawasan ini.
Bungong kaye December 23rd, 2010, 05:50 AM http://www.serambinews.com/files/photos/xlarge/07d2acdd9bbc68f475cb85a283f4343cc13fba6d.jpg
jalan Banda Aceh - Calang bantuan USAID
VRS December 24th, 2010, 07:58 AM bukit dibelah..?? demi jalan...
Blue_Sky December 24th, 2010, 09:12 AM ^^
Teknologi terowongan dianggap terlalu mahal di Indonesia :ohno:
drie December 24th, 2010, 01:22 PM Jalan Nasional Riau-Sumatra Barat
Kecamatan XIII Koto Kampar / Kecamatan Bangkinang Barat
Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
Gambar oleh Amie.andari
Jalan ini adalah jalan baru, karena jalan lama adalah jalan yang kelok-keloknya banyak sekali, tajam-tajam, dan sempit-sempit. Sejak tahun 1997, jalan lama sudah almarhum karena sekarang lokasinya berada di bawah danau PLTA Koto Panjang (tentu saja sudah tidak bisa dilewati).
http://farm6.static.flickr.com/5249/5264878267_dc2328f619_b.jpg
Jalan ini jalan antar kota yang paling mulus di Riau, karena menyangkut ketahanan pangan provinsi Riau dan perhubungan logistik Industri Sawit yang berada di Provinsi Sumatra Barat bagian utara, di mana arus logistiknya yang lebih mengandalkan Pelabuhan Dumai. Mulus bukan karena perawatannya sering juga, tapi karena daerah sini kondisi tanahnya keras, dan banyak jalan dibangun dengan membelah dan memotong perbukitan, dan dibangun dengan standar baru (1990-an). RUAS ini tebing-tebingnya sering longsor, bahaya dengan runtuhan batu-batu dari atas juga. Tiap 1-2 tahun sekali biasanya ada insiden ruas jalan terputus di sekitar kawasan ini.
bang ham, jalan Lintas Riau - Sumbar yang lama ( buatan jepang ) masih bisa di lalui, namun dengan kondisi - kondisi tertentu. misal seperti Tebing longsor atau bahasa masyarakat setempat menyebut Bumi Runtuh:lol: dan bertepatan pula dengan debit air PLTA Koto Panjang yang rendah maka jalan itu akan di buka, namun kendaraan yang lewat sangat terbatas ( alias hanya kendaraan - kendaraan dalam kondisi darurat ) jadi jika kondisi benar - benar darurat sajalah jalan tersebut digunakan. Tapi jika Tebing yang Longsor itu berada di kawasan Rantau Berangin ( sebelum gerbang utama PLTA ) mau gak mau kendaraan akan tertahan hingga longsor bisa di atasi, tapi jika Tebing yang runtuh itu berada di titik setelah gerbang PLTA jalan lintas eks jepang bisa di buka.
untuk ruas jalan paling Mulus di riau selain di kampar kanan ( Pekanbaru - Sumbar ) dan Pelalawan ( pekanbaru - Pangkalan Kerinci ) juga ada di Kab. Rokan Hilir. Mulusnya jalan ini mulai dari perbatasan Rohil - Bengkalis hingga Rohil - Sumatera Utara. Jalan di ruas ini persis seperti jalan lintas yang berada di aceh :okay:
rilham2new December 24th, 2010, 05:00 PM Pekanbaru - Pangkalan Kerinci itu sih mulus banget :D ... Sebenarnya mulusnya sampai sesaat dekat menjelang Simpang Japura. Sekitar hampir 200 km lah.. Nah 100 km menjelang perbatasan Jambi itu yang banyak rusak. Mungkin karena hubungan ekonomi Riau lebih ke Sumatra Barat dan Sumatra Utara makanya bagian itu yang cenderung diperbaiki.
Aku ada peta pendanaan jalan oleh DINAS PU nasional. Di Sumatra, Riau dapat yang terendah setelah KEPRI, BABEL, BENGKULU, dan JAMBI. Padahal faktanya rentangan jarak Jalan Nasional di Riau cukup panjang ;). Ini yang didanai APBN. Jadi kalau ada yang mempermasalahkan jalan-jalan rusak di Riau. DKI Jakarta aja anggaran APBN untuk memperbaiki jalan negara sampai 2 kali lipat lebih dari yang dikucurkan di Riau :).
Sementara Provinsi di Sumatra sebagai penyerap dana APBN terbesar dalam perawatan jalan oleh Dinas PU adalah Sumatra Utara di peringkat 1, kemudian Sumatra Barat di Peringkat 2, dan Aceh di Peringkat 3.. Sumatra Selatan yang segitu besarnya aja cuman dapat di peringkat 4.
Saran aku kepada PU, lain kali kalau menurunkan dana APBN :), harap disesuaikan dengan jumlah penduduk, ukuran luas wilayah, dan tingkat keterlibatan provinsi itu terhadap perekonomian nasional tolong dihitung juga ya :) ... Jangan bikin struktur pendanaan berlandaskan rasa kasihan :)
DJ_Archuleta December 25th, 2010, 07:01 AM Sumut Perlu Bangun Tol Medan-Siantar
UNTUK menggairahkan kembali potensi pariwisata di Sumatera Utara, khususnya Danau Toba yang terus mengalami kemerosotan, Sumut disarankan untuk merealisasikan jalan tol Medan-Siantar. Selain untuk kepentingan dunia pariwisata, pembangunan jalan tol juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara, Nuruddin Dalimunthe, Rabu (8/12/2010). “Keberadaan jalan tol Medan-Siantar cukup stragetis untuk menunjang kepariwisataan di Sumut. Jadi saya pikir pemerintah perlu memikirkan untuk membuat jalan tol ini,” kata Nuruddin.
Menurutnya, pengembangan kepariwisataan tidak bisa hanya dilakukan Disbudpar semata, namun harus didukung instansi dan pemangku kepentingan lainnya lainnya termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan agen-agen travel.
Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur menuju objek-objek wisata. “Ketika jalan menuju objek wisata tidak baik, tentunya ini akan menjadi kendala bagi kita untuk mendatangkan wisatawan,” katanya.
Selain jalan tol Medan-Siantar, ide selanjutnya adalah membuat “cable car” dari Siantar menuju Parapat, Danau Toba. Menurut Nuruddin, membuat “cable car” tidaklah sulit asalkan ada dananya. “Di Eropa cable car sudah bukan barang modern lagi dan sudah dianggap hal yang biasa-biasa saja,” ujarnya.
“Danau Toba tidak hanya milik bangsa Indonesia tapi juga milik dunia. Kemungkinan untuk lebih mengenalkan Danau Toba di mata internasional saat ini cukup terbuka dengan dibangunnya Bandara Silangit di dekat danau itu. Sekarang bagaimana kita mengemasnya dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, mengatakan jalan tol Medan-Siantar, memang sudah kebutuhan. Apalagi banyak industri yang tumbuh di Siantar-Simalungun yang membutuhkan sarana transportasi yang lebih cepat.
Karenanya, Mustafa akan mempertemukan PTPN, pemerintah kabupaten/kota setempat, dan Pemerintah Pemprovsu untuk membahas pembangunan jalan tol ini. “Kementerian BUMN tidak akam mempersulit soal pembebasan lahan PTPN untuk jalan tol, pasti akan segera dibahas,” katanya.
Pembangunan jalan tol Medan-Pematangsiantar masih terkendala pembebasan lahan milik PTPN (II, dan III, dan IV) — lahan yang rencananya dilintasi areal jalan tol yang Medan-Siantar.
CrazyForID December 26th, 2010, 06:06 AM bukit dibelah..?? demi jalan...
pemandangan lazim jalan lintas sumatera...
DJ_Archuleta December 26th, 2010, 09:20 AM Jalan Lintas Timur
Lampung, Sumatra
by die Welt, wie ich sie vorfand
http://img6.imageshack.us/img6/2175/mapofsumatramalaysia.gif (http://img6.imageshack.us/i/mapofsumatramalaysia.gif/)
http://farm5.static.flickr.com/4087/5048858341_d5a3c7d05d_b.jpg
DJ_Archuleta December 26th, 2010, 09:30 AM East Coast Highway
Aceh, Sumatra
by USAID Indonesia
http://img6.imageshack.us/img6/2175/mapofsumatramalaysia.gif (http://img6.imageshack.us/i/mapofsumatramalaysia.gif/)
http://farm5.static.flickr.com/4009/4275795854_950ccfdc24_b.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2764/4275795604_2a67d99052_b.jpg
DJ_Archuleta December 26th, 2010, 09:35 AM West Coast Highway
Aceh, Sumatra
by USAID Indonesia
http://img6.imageshack.us/img6/2175/mapofsumatramalaysia.gif (http://img6.imageshack.us/i/mapofsumatramalaysia.gif/)
http://farm3.static.flickr.com/2685/4275840110_118e955b52_b.jpg
http://farm5.static.flickr.com/4033/4275796130_38f54caacf_b.jpg
afril December 27th, 2010, 10:08 AM Trans (:D) Padang - Bukittinggi di Lembah Anai (Sumatera Barat)
http://farm5.static.flickr.com/4024/4674337929_c7af5913a1_b.jpg
http://www.flickr.com/photos/dong_opo/4674337929/sizes/l/in/photostream/
bagak December 29th, 2010, 11:07 AM Lintas Timur Sumatra - Lampung
http://i55.tinypic.com/e9ivf4.jpg
By Denny Wahyudi
bagak December 29th, 2010, 11:10 AM Trans (:D) Padang - Bukittinggi di Lembah Anai (Sumatera Barat)
http://img204.imageshack.us/img204/4269/henriaputra.jpg (http://img204.imageshack.us/i/henriaputra.jpg/)
By Hendri A. Putra
Mimihitam December 29th, 2010, 02:03 PM Surabaya Tolak Jalan Tol, Bandung Malah Membangun Tol
Rabu, 29 Desember 2010 | 09:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Surabaya memanas. Pro-kontra tentang perlu-tidaknya pembangunan tol tengah Surabaya, yang membelah kota itu melewati Waru, Menanggal, Gayungan, Jagir, Ngangel, Gubeng, Simokerto, hingga Morokrembangan; makin mengemuka.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berada di garda depan, untuk menolak tol tengah Surabaya itu. Menurutnya, pembangunan tol dalam kota itu tak menyelesaikan masalah kemacetan yang makin menggejala di sana.
Namun Selasa (28/12) kemarin, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Usaha Milik Daerah-nya PT Jasa Sarana Jabar justru malah menyepakati nota kesepahaman dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
Nota Kesepahaman itu, terkait pembebasan lahan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 58,50 kilometer, Pasirkoja-Sor eang sepanjang 15 kilometer dan ruas tol Terusan Pasteur-Ujung Berung-Cileunyi-Gedebage atau yang dikenal dengan tol Bandung Intra Urban Toll Road (BI-UTR) sepanjang 27,30 kilometer.
Menurut Menteri PU Djoko Kirmanto, sebelumnya pernah dilakukan kesepakatan antara pusat dan Pemprov Jawa Barat dan juga sejumlah kabupaten/kota untuk pembebasan lahan, namun tidak berjalan dengan lancar. Sehingga Nota Kesepahaman ini, menjadi kelanjutan untuk mempercepat realisasi pembangunan jalan tol tersebut yang sudah lama tidak jalan.
Surabaya mati-matian menolak jalan tol dalam kota. Sebaliknya Bandung malah mendukung tol dalam kota.
Ironis
Dua rencana yang bertolak belakang dalam menuntaskan problematika kemacetan di dua kota besar Indonesia, kini dipertontonkan dua pemimpin daerah itu.
Surabaya mati-matian menolak keberadaan tol dalam kota. Sebaliknya Bandung malah mendukung tol dalam kota. Wali kota Surabaya menyodorkan rencana transportasi massal, sementara Wali Kota Bandung belum mempresentasikan proposalnya tentang transportasi massal.
Ironisnya, Bandung dengan Institut Teknologi Bandung-nya, dikenal menelorkan ahli-ahli tranportasi terkemuka di republik ini. Ahli-ahli transportasi yang getol mendorong pembangunan transportasi massal.
Ambil contoh, ahli transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata-Semarang, Djoko Setijowarno mengambil gelar master dari ITB. Prof Kusbiantara, juga contoh lain dari ahli planologi dan ahli transportasi terkemuka yang berasal dari ITB.
Lantas masih di ITB, juga ada Harun Al-Rasyid, salah seorang pakar transportasi. Juga di Bandung, bermukim peneliti perkeretaapian, Taufik Hidayatyang hidup dan matinya, untuk kemajuan kereta api di Indonesia.
Pemimpin
Pembangunan transportasi massal ada pada kemauan kepala daerahnya, ujar Djoko Setijowarno. Ditambahkannya, keteguhan hati kepala daerah juga harus mumpuni ditengah dunia yang penuh dengan bujuk-rayu dengan ujungnya pada keuntungan pribadi.
Kepala daerah di Indonesia, kata Djoko, perlu belajar kepada Enrique Penalosa (mantan Wali Kota Bogota, Kolombia)perintis sistem jalur busway, dan Lee My Bak (mantan Wali Kota Seoul, yang berhasil membangun jaringan bus Seoul sehingga dipilih menjadi Presiden Korea Selatan).
Ketika datang ke Jakarta pada 10 November 2009, di Jakarta Convention Center, Penalosa berujar, Di kota-kota besar, penambahan panjang dan lebar jalan hanya akan memacu orang membeli mobil lagi. Daripada membangun jalan yang mahal, lebih baik memperlebar trotoar ."
"Warga harus dikondisikan mencintai angkutan massal dan meninggalkan kendaraan pribadi karena jalannya semakin sempit," kata Penalosa. Terlebih di Indonesia, karena keterbatasan anggaran, selalu menyebabkan pertumbuhan kendaraan lebih tinggi daripada pertumbuhan jalan.
Apa yang terjadi bila Bandung Intra Urban Toll Road (BI-UTR) selesai dibangun? Belum tentu kemacetan di Bandung teratasi, sebab kota itu harus menerima limp ahan volume kendaraan asal Jakarta, yang terdorong masuk Bandung karena akses tol Jakarta-Cikampek-Padalarang.
Tata ruang dan rencana wilayah di Bandung bagian Utarayang sesungguhnya kawasan hijau berpotensi makin porak-poranda. Pertumbuhan wilayah dapat makin tak terkendali. Dan Bandung, hanya akan mengekor kemacetan total yang kini terjadi di Jakarta tiap harinya.
Visi yang Kuat
Bagaimana dengan Surabaya? Kita banyak berharap bahwa rencana pembangunan transportasi di kota itu, mampu menjadi secercah cahaya ditengah masa kegelapan yang menyelimuti kota-kota kita yang menuju kepada grid-lock , kemacetan total! Kemacetan yang dipicu oleh liarnya pertumbuhan kendaraan pribadi, dan kematian angkutan umum.
Persoalannya, masih ada banyak tantangan untuk sekedar membangun transportasi massal yang humanis bagi warga kota. Darmaningtyas, pengurus teras Masyarakat Transportasi Indonesia mengeluhnya, pemimpin seperti Wali Kota Surabaya dengan visi seperti Penalosa, malah diancam dimakzulkan.
Perjuangan untuk membangun transportasi massal ini sangat krusial. Ini bukan saja untuk masyarakat Surabaya pada masa sekarang, tetapi untuk anak-cucu masyarakat Surabaya di masa depan. Seperti apa wajah kota Surabaya pada 10-20 tahun mendatang, tergantung keputusan masyarakat Surabaya saat ini, kata Darmaningtyas, yang mendorong busway di Surabaya.
Angkat topi untuk Surabaya! Semoga visi pemimpin daerahnya membuka kota itu menuju masa depan yang lebih baik... (Haryo Damardono/KOMPAS)
http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/12/29/09584037/Surabaya.Tolak.Jalan.Tol..Bandung.Malah.Membangun.Tol-5
fajarmuhasan December 31st, 2010, 03:12 AM Sudah mulai ada kegiatan jalan layang non tol antasari-blok m
http://lh5.ggpht.com/_yeScT7Tg-fg/TR07nB0TS2I/AAAAAAAAAGE/LyAktoFon2M/s800/Image000.jpg
v-sun December 31st, 2010, 05:06 AM Kamis, 30 Desember 2010
Pemprov Jabar Percepat Pembangunan Tiga Jalan Tol
BLK. FACTORY,(GM)-
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Kementerian PU sepakat untuk mempercepat pembanguan 3 ruas tol, yakni Tol Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan Soreang-Pasirkoja (Soroja).
Percepatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Jabar dan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto untuk pendanaan pengadaan tanah pembangunan tiga ruas jalan pada Selasa (28/12) di ruang rapat utama Kementerian PU, Jakarta.
Heryawan mengungkapkan, untuk pendanaan pengadaan tanah, pihaknya menunjuk BUMD Pemprov Jabar, PT Jasa Sarana untuk melakukan pengadaan tanah dengan cara pendanaan mandiri. Sedangkan untuk lahan yang semula menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, peme-rintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, proses pembebasannya akan diambil alih BUMD sebagai penyertaan modal.
"Terobosan ini mendorong percepatan pembangunan jalan tol di Jawa Barat. Selain itu pembangunan jalan Tol BIUTR atau jalan tol dalam kota diharapkan dapat mengatasi atau setidaknya mengurangi kemacetan di Kota Bandung dan sekitarnya," ungkap Heryawan dalam siaran persnya yang diterima "GM", Rabu (29/12).
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Sandibuono mengungkapkan, pembangunan Tol BIUTR, Cisumdawu, dan Soroja mempunyai nilai strategis bagi pembangunan nasional, khususnya pembangunan regional Jabar. Pemerintah pusat menganggarkan pendanaan pengadaan tanah untuk Tol BIUTR sepanjang 27,3 km dari akses Pasupati-underpass hingga Gedebage, Tol Cisumdawu sepanjang 60,1 km, dan Tol Soroja sepanjang 10,57 km.
"Rencana pengadaan tanah untuk BIUTR tahap I akan dilaksanakan pada semester I tahun 2011, yang pembayarannya akan dimulai pada semester 2 tahun 2011 sampai akhir tahun 2012. Untuk Cisumdawu, pengadaan tanah seksi II akan dilakukan terlebih dahulu, untuk menyesuaikan dengan rencana pembangunan konstruksi oleh Departemen Pekerjaan Umum," ungkap Soko.
Sedangkan Menteri PU, Djoko Kirmanto mengatakan, kesepakatan ini merupakan terobosan dalam upaya mempercepat akselerasi pembangunan jalan tol, mengingat hal yang paling krusial dalam pembangunan jalan tol adalah pengadaan tanah. Apalagi keterlambatan pengadaan tanah akan menyebabkan pembengkakan biaya. Selain itu pengadaan tanah untuk jalan tol sering terkendala dengan masalah-masalah teknis dan sosial. (B.96)**
VRS December 31st, 2010, 08:38 AM Sudah mulai ada kegiatan jalan layang non tol antasari-blok m
http://lh5.ggpht.com/_yeScT7Tg-fg/TR07nB0TS2I/AAAAAAAAAGE/LyAktoFon2M/s800/Image000.jpg
cant imagine above that trees will be any long flyover till blok m area...
wish it will replace become long monorail surround jakarta area..
fajarmuhasan December 31st, 2010, 09:55 AM cant imagine above that trees will be any long flyover till blok m area...
wish it will replace become long monorail surround jakarta area..
menurut design flyover disana sangat tinggi dan mungkin juga pohon2 yg ada skrg akan dibongkar dan diganti pohon lain menyesuaikan dg kondisi.
mo nanya ke bro/sis sekalian:
apakah jalan layang antasri-blok M ini nonstop tanpa ada jalur naik turun di tengah2-nya?
sapphire blue January 1st, 2011, 01:18 AM http://img204.imageshack.us/img204/4269/henriaputra.jpg (http://img204.imageshack.us/i/henriaputra.jpg/)
By Hendri A. Putra
mirip semenanjung malaysia :cheers:
VRS January 3rd, 2011, 04:41 AM tol dalam kota = semanggi area..
http://img715.imageshack.us/img715/3156/03012011746.jpg (http://img715.imageshack.us/i/03012011746.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
dochan January 3rd, 2011, 05:58 AM Tol Cipularang
Jakarta --> Bandung
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWnlnaVcI/AAAAAAAADV0/6_Lr0ztilbY/IMG_2987.JPG
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWpBocQvI/AAAAAAAADV4/id-aJ3nKOS8/IMG_2889.JPG
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWrGF3iMI/AAAAAAAADV8/joqH3ht4WXI/IMG_2893.JPG
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWseI7MvI/AAAAAAAADWA/lJsDcSQ-V3c/IMG_2894.JPG
dochan January 3rd, 2011, 05:59 AM 2/6
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWtH6rjjI/AAAAAAAADWE/A_8mZz6j2YI/IMG_2896.JPG
http://lh3.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWuupvqlI/AAAAAAAADWI/H1go_p4HWWo/IMG_2904.JPG
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWvzKNFHI/AAAAAAAADWM/WOXxmpvwvnU/IMG_2905.JPG
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWw_AZwYI/AAAAAAAADWQ/8KCpB4xzD8k/IMG_2907.JPG
dochan January 3rd, 2011, 06:01 AM 3/6
http://lh4.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWx1HfDmI/AAAAAAAADWU/1eJsVNkbVcY/IMG_2909.JPG
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFWzMJD3_I/AAAAAAAADWY/8pDl8MKEQ5E/IMG_2910.JPG
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW0xtViII/AAAAAAAADWc/RQVg6Vwoj_c/IMG_2911.JPG
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW1i_lXRI/AAAAAAAADWg/t0vNEEYCyBQ/IMG_2922.JPG
dochan January 3rd, 2011, 06:02 AM 4/6
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW2vbOh9I/AAAAAAAADWk/euZYWy8eRhY/IMG_2940.JPG
http://lh4.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW3nCkQvI/AAAAAAAADWo/4WktK63qFIs/IMG_2941.JPG
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW4tXJj0I/AAAAAAAADWs/slC-VAhi574/IMG_2946.JPG
http://lh4.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW5XTlCDI/AAAAAAAADWw/HDAlrP8w_k0/IMG_2947.JPG
dochan January 3rd, 2011, 06:03 AM 5/6
http://lh4.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW6KS-fHI/AAAAAAAADW0/p_iOV9M-2hM/IMG_2952.JPG
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW67LhW3I/AAAAAAAADW4/uMuAnYouYiE/IMG_2958.JPG
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW7_yIazI/AAAAAAAADW8/zFaU-25YTlM/IMG_2960.JPG
http://lh4.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW9kKo6UI/AAAAAAAADXA/-bbdPb-kIZI/IMG_2962.JPG
dochan January 3rd, 2011, 06:04 AM 6/6
http://lh4.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW-pb8JTI/AAAAAAAADXE/thp5YYonuNA/IMG_2963.JPG
http://lh4.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFW_e_NaZI/AAAAAAAADXI/rGT9Ea2YlfY/IMG_2973.JPG
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFXAs_qvXI/AAAAAAAADXM/EZtkAuaXWt0/IMG_2983.JPG
http://lh3.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFXBuoPcFI/AAAAAAAADXQ/oJlXwXvwK8w/IMG_2986.JPG
:tyty:
v-sun January 4th, 2011, 05:43 AM Jasa Marga Tambah Lajur di Ruas Padalarang-Pasir Koja
Tya Eka Yulianti : detikBandung
detikcom - Bandung, Ruas jalan tol dari Padalarang Barat hingga ke Pasir Koja sepanjang 13 kilometer akan bertambah 1 lajur menjadi 3 lajur. Pengguna jalan tol akan mulai menikmati penambahan ruas ini pada kuartal ke-3 2011 atau pada awal Oktober mendatang.
Kepala Humas Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Iwan Mulyawan mengatakan, penambahan lajur yang semula hanya terdiri dari 2 lajur menjadi 3 lajur ini dibuat untuk mengurangi kemacetan. Terlebih jalur menuju Pasir Koja merupakan jalur yang biasa digunakan oleh moda transportasi umum seperti bus yang berangkat atau menuju ke Terminal Leuwi Panjang. Apalagi diprediksi pengguna jalan tol akan terus meningkat setiap tahunnya.
"Jalur Padalarang Barat-Pasir Koja akan ditambah 1 lajur jadi 3 lajur di 2 aeah. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan karena bisa jadi alternatif lain pengguna saat akan keluar tol. Ini adalah salah satu bentuk peningkatan layanan kami pada pengguna dengan menambah lajur di ruas Padalarang Barat-Pasir Koja," ujar Iwan saat dihubungi detikbandung via telepon selularnya, Selasa (4/1/2011).
Proyek penambahan lajur ini, ungkap Iwan, sedang dalam proses persiapan lelang. Ditargetkan, pembangunannya akan selesai di kuartal ketiga tahun 2011 ini.
"Sekarang ini kami sedang persiapan pelaksanaan. Diharapkan, penambahan lajur sepanjang 13 kilometer ini bisa dinikmati pada sekitar bulan Oktober mendatang," ungkapnya.
Lebih lanjut Iwan mengungkapkan, traffic penggunaan jalan tol Purbaleunyi setiap tahunnya terus meningkat sekitar 5 persen per tahun. Karena itu diperlukan adanya peningkatan sarana dan prasarana untuk tetap memberikan kenyamanan pada pengguna.
"Saya masih ingat, waktu tahun 1991, trafic di sini (Tol Purbalenyi-red) hanya 8 ribu. Sekarang sudah 180 ribu per hari. Trennya memang selalu meningkat setiap tahun," tutur Iwan.
v-sun January 4th, 2011, 06:25 AM Selasa, 04/01/2011 09:27 WIB
Tambah 700 Lampu Jalan, Tol Purbaleunyi Makin Terang
Tya Eka Yulianti : detikBandung
detikcom - Bandung, Perjalanan melewati Tol Purbaleunyi akan semakin nyaman dengan penerangan yang memadai. Pada 2011 ini, Jasa Marga akan menambah 350 titik penerangan jalan umum (PJU), dimana 1 PJU terdiri dari 2 lampu dengan daya 400 watt.
"Jadi nanti, kalau menggunakan Tol Purbaleunyi akan merasa lebih nyaman. Jalan tol serasa di mall karena terang benderang," ujar Kepala Humas Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Iwan Mulyawan saat dihubungi detikbandung via telepon selularnya, Selasa (4/1/2011).
Iwan menyebutkan, saat ini sudah ada 700 titik PJU di Tol Purbaleunyi. Namun jumlah tersebut menurutnya masih belum cukup terang, karena masih ada sejumlah titip yang dinilai masih gelap.
"Seperti di KM 74, KM 92, dan KM 108, itu seperti hutan, gelap. Meskipun untuk desain tol luar kota, kondisi seperti sekarang ini juga sebenarnya sudah mencukupi," katanya.
Dari 700 titik PJU yang sudah ada saat ini, Iwan mengaku, 30 persen diantaranya ada yang merupakan PJU dengan sistem sollar cell. namun untuk penambahan di 2011 ini sepertinya PJU yang dipasang adalah PJU standar yang non sollar cell.
"Sollar cell itu sebetulnya lebih efektif. Nanti jatuhnya lebih murah tapi harganya pemasangan sistem di awalnya itu yang lebih mahal," ungkap Iwan.
Jasa Marga telah mencoba PJU sollar cell ini sekitar 2 tahun lalu.
VRS January 4th, 2011, 07:52 AM how much to enter cipularang highway jakarta - bandung..??
ASTERIX's January 6th, 2011, 05:40 AM JL ByPass Ida Bagus Mantra yg menghubungkan Sanur hingga Klungkung di ujung timur Pulau Dewata
Nama Ida Bagus Mantra diambil dari nama Gubernur Bali periode 1978-1988 yang kemudian digantikan oleh Ida Bagus Oka. Sosok asli Bali ini juga pernah menjadi duta besar Indonesia untuk India dan juga anggota DPR tahun 1968.
Jalan ini menghubungkan wilayah Sanur (kotamadya Denpasar hinggw wilayah kabupaten Klungkung, dekat Pura Goa Lawah.
alan ByPass Ida Bagus Mantra sudah memasuki masa akhir perluasan. Jalan baru yang berlapiskan beton menggantikan jalan lama ber-hotmix mendekati masa akhir pengerjaan. Menjadikan jalan bypass Ida bagus Mantra sebagai jalan bypass yang kecil hambatan.
Perluasan jalan bypass Ida Bagus mantra rupanya telah menjadikan daerah di sepanjang jalan ini menjadi menarik bagi investor. Hal ini dapat dimaklumi karena bypass Ida bagus Mantra adalah penghubung utama kota Denpasar dengan Klungkung, Karangasem dan Lombok.
Sejak pembangunan perluasan jalan bypass Ida Bagus Mantra bergulir, investor property telah melirik tanah-tanah sepanjang jalan ini. Terbukti dengan telah dibangunnya perumahan di daerah Pering dan Keramas. Beberapa bulan kemudian setelah proyek perumahan itu berjalan, di daerah lebih dalam, telah terjadi pergantian kepemilikan lahan ke tangan investor dan mulai berdiri vila-vila.
http://img17.imageshack.us/img17/508/dsc06484q.jpg
http://img3.imageshack.us/img3/3591/dsc06541tz.jpg
http://img228.imageshack.us/img228/1931/dsc06542z.jpg
http://img510.imageshack.us/img510/4218/dsc06543j.jpg
http://img214.imageshack.us/img214/7143/dsc06544y.jpg
http://img821.imageshack.us/img821/6026/dsc06545i.jpg
http://img52.imageshack.us/img52/5967/dsc06552lg.jpg
http://img708.imageshack.us/img708/4082/dsc06555.jpg
ASTERIX's January 6th, 2011, 05:45 AM ByPass Ida Bagus Mantra menurut saya merupakan jl non tol kualitas no 1 di Indonesia. perhatikan layer demi layer yang tidak mungkin kita temukan di jalan utam di bagian lain Indonesia
http://img573.imageshack.us/img573/8601/37513731.jpg
bagian jalan yang lama di uruk dengan batu pasir dan ditumbuk sampai benar benar rata dan padat
http://img535.imageshack.us/img535/1513/57440659.jpg
dengan ketebalan beton yang terdiri dari 2 layer..: layer pertama setebal 125mm dan layer kedua 300 mm
http://img153.imageshack.us/img153/6173/12678835.jpg
dengan besi beton yang berdiameter 1"
http://img9.imageshack.us/img9/153/94938994.jpg
siapapun akan setuju, ByPass Ida Bagus Mantra merupakan jln yang dirancang menjadi jln klas 1 di Indonesia
tomkris January 6th, 2011, 05:58 AM ^^ Ini Kontraktornya JAKON ya?
ASTERIX's January 6th, 2011, 06:22 AM ^^ Ini Kontraktornya JAKON ya?
yupz....Jaya Konstruksi dan Duta Graha
Mimihitam January 11th, 2011, 10:21 AM Gelaran APEC Summit Percepat Pembangunan Tol Bali
Jakarta - Rencana pembangunan tol Srangan-Tanjung Benoa Bali secara tak langsung bakal dipercepat karena akan dipakai untuk acara APEC Summit 2013 di Bali. Hal ini mengulang kembali pembangunan tol Cipularang yang akhirnya dikebut pengerjaanya karena akan dipakai untuk acara Peringatan 50 Tahun KTT Asia-Afrika.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pembangunan tol itu juga sebagai jawaban kemacetan yang ada di daerah Bali, khususnya yang menuju dari ke arah airport Ngurah Rai.
"Kesiapan kita tidak hanya dalam APEC Summit tetapi juga kondisi real di Bali kondisi sangat macet, terutama menuju dan keluar airport, akan mengganggu turis dan minat ke bali," kata Hatta di kantornya, Selasa (11/1/2011).
Hatta juga mengatakan, pemerintah telah memutuskan akan membuat jembatan, sementara konsep jalan dipilih alternatif keempat. Hal ini sebagai jawaban dari perdebatan mengenai adanya kontroversi soal rencana ruas tol yang akan mengganggu pelayaran dan penerbangan.
Sebelumnya Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan Jalan tol Srangan-Tanjung Benoa di Bali akan dibangun sepanjang 11,5 km. Ruas tol ini dibangun melalui konsorsium 4 BUMN antaralain Jasa Marga, Pelindo III, Angkasa Pura I dan Bali Tourism Develpoptment Corporation (BTDC).
Rencananya seluruh proyek itu akan menggunakan dana BUMN yang menelan Rp 1,4-1,6 triliun. Ruas tol ini ditargetkan rampung sebelum APEC Summit pada pertengahan 2013.
Tol Srangan-Tanjung Benoa merupakan satu-satunya dan jalan tol yang pertama akan dibangun di Bali. Jalan tol itu akan melewati selat Badung, perairan yang menjadi alur lalu lintas keluar-masuknya kapal-kapal dari dan ke Pelabuhan Benoa.
Pada awalnya pembangunan jalan tol yang akan didanai oleh investor Korea itu, menghadapi sejumlah kendala, termasuk pembebasan lahan di daratan Pulau Serangan yang menjadi milik PT Bali Turtle Island Development (BTID).
(hen/ang)
http://www.detikfinance.com/read/2011/01/11/100729/1543760/4/gelaran-apec-summit-percepat-pembangunan-tol-bali
ASTERIX's January 12th, 2011, 05:46 AM JlS Jalur 2 ini yang tengah di kebut di Trenggalek yang melintasi Panggul, Dongko, Suruh, Karangan Dan masuk kota Trenggalek dan menyatu dengan jalan negara lintas Trenggalek - Tulungagung, sedang JLS satunya menghubungkan Panggul, Munjungan, Prigi dan masuk daerah selatan Tulungagung.
ni progress JLS jalur 2 di daerah Dongko..../ progress yang sudah finish sampai dg pengaspalan 15 km dari arah Panggul dan 20 km dari arah kota Trenggalek
progress di km 40
http://img211.imageshack.us/img211/9716/dsc06737.jpg
JLS jalur 2 di km 46
http://img406.imageshack.us/img406/35/dsc06740f.jpg
http://img155.imageshack.us/img155/7350/dsc06741f.jpg
Mimihitam January 12th, 2011, 09:25 AM ....
Jalan Tol Rp 6,26 T Dimulai
Hari Ini Pencanangan oleh Menteri PU
http://i54.tinypic.com/x5ecmp.jpg
BALIKPAPAN – Hari ini (12/1) menjadi tonggak sejarah infrastruktur penting di Kaltim. Pencanangan proyek jalan tol pertama di Kalimantan senilai Rp 6,26 triliun dilakukan. Acara berlangsung di Manggar, Balikpapan Timur, pukul 09.00 Wita, rencananya dihadiri Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto. Jika sesuai rencana, dalam tiga tahun jalan tol yang menghubungkan Balikpapan-Samarinda ini sudah beroperasi.
Dari ekspose Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim di Balaikota Balikpapan, kemarin (11/1), dua dari lima paket jalan tol berlokasi di Balikpapan. Lokasi peletakan batu pertama di Manggar, masuk dalam paket kelima proyek jalan tol.
Proyek ini diestimasi menghabiskan dana Rp 6,26 triliun. Angka itu adalah jumlah dari Rp 5,03 triliun untuk konstruksi; dan Rp 1,23 triliun pembebasan lahan. Untuk memulai proyek tersebut, sumber dananya dari APBD Kaltim yang disepakati digelontorkan Rp 2 triliun secara multi years pada 2010-2013. Sisanya, pendanaan dialokasikan dari pinjaman lunak luar negeri (loan) sekira Rp 3 triliun, dan investor kurang lebih Rp 1,2 triliun.
Dari data teknis Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim, secara ringkas, panjang keseluruhan jalan 99,02 kilometer dan lebar 36,9 meter. Jalan dibuat dua jalur dengan enam lajur. Masing-masing lajur lebarnya 3,6 meter. Seluruh jalan tol dilapisi rigid pavement atau cor beton dengan rencana kecepatan kendaraan saat melintas 100 km/jam.
Geologi lahan jalan bebas hambatan ini di lembah dengan jenis tanah lanau dan lempung. Diketahui, lahan jalan tol juga aman dari patahan atau geser. Selain itu, jalan tol melewati hutan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara dan Hutan Lindung Manggar, Balikpapan. Saat ini, pengajuan izin pinjam pakai di kawasan hutan masih di Kementerian Kehutanan.
JALAN NASIONAL
Proyek ini juga sudah ditetapkan sebagai jalan nasional jalan tol oleh Menteri PU. Itu melalui Keputusan No 567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional pada 10 November 2010. Proyek tol Kaltim masuk dalam rencana tol nasional di Kementerian PU sepanjang 4 ribu kilometer. Di Kalimantan, jalan tol hanya ada Kaltim.
Titik awal (nol) jalan bebas hambatan di 400 meter sebelah timur Jl Soekarno Hatta, Km 13 Balikpapan. Untuk menuju titik awal tersebut diperlukan jalan akses. Jalan akses ini masuk dalam rencana Ring Road III Balikpapan. Di titik inilah terdapat pertemuan tiga jalur. Pertama, dari Jembatan Pulau Balang (menuju Penajam dan Kalimantan Selatan). Kedua, dari Manggar (Bandara Internasional Sepinggan), dan terakhir dari arah Samarinda.
Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim Husinsyah menyebut, hingga sore kemarin, pihaknya belum mendapat kepastian siapa menteri yang hadir dalam peletakan batu pertama. Sebelumnya, Pemprov Kaltim sudah mengundang delapan menteri.
Menteri yang diundang adalah Menteri PU, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perindustrian. Undangan disampaikan pula pada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perhubungan, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Dalam paripurna di Gedung DPRD Balikpapan kemarin, Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid mengatakan, kemungkinan besar Menteri PU akan hadir dalam acara ini. Sementara Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Irianto Lambrie menyebut, beberapa menteri sudah dipastikan tidak hadir. Beberapa kementerian akan mengutus deputinya.
Sekprov berkata, pihaknya mengundang menteri-menteri itu sehubungan pembangunan di Kaltim. Yang jelas, kata Irianto, Menteri PU sudah menyatakan apresiasi dan salut terhadap Kaltim dengan terealisasinya proyek jalan bebas hambatan ini.
Wakil Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, paket kelima Km 13-Manggar sudah masuk dalam prioritas. Itu diungkapkan dalam ekspos jalan tol bersama Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim, Pemkot dan DPRD Balikpapan, serta instansi terkait “Keinginan Gubernur memprioritaskan paket ini sangat baik. Akan banyak simpul-simpul ekonomi dan permukiman baru di Balikpapan,” jelasnya.
Pemkot, kata Rizal, terus berupaya memberi dukungan terhadap proyek ini. Mulai dari pembebasan lahan, termasuk menjaga Hutan Lindung Manggar yang sebagian dilewati jalan tol. Ini mengingat, Waduk Manggar adalah sumber air bersih kota.(fel/far)
Mimihitam January 16th, 2011, 11:52 PM Tol Sarangan-Tanjung Benoa Dibangun Dukung APEC 2013
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan membangun jalan tol Sarangan-Tanjung Benoa, Bali, untuk mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pasific Economic Cooperation (KTT APEC). Empat badan usaha milik negara akan menggarap jalan tol sepanjang 11,5 kilometer tersebut.
Keempat BUMN itu adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Pelabuhan Indonesia III, PT Angkasa Pura I dan Bali Tourism Development Corporation (BTDC). Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pembangunan jalan tol ini akan ditanggung oleh sepenuhnya empat BUMN tersebut.
Nilai total pembangunan jalan tol itu sebesar Rp 1,6 triliun. Mustafa berharap proyek ini bisa selesai sebelum KTT APEC 2013 berlangsung. KTT APEC 2013 rencananya akan digelar di Bali. (Bambang Rakhmanto/KONTAN)
http://properti.kompas.com/index.php/read/2011/01/11/16065076/Tol.Sarangan-Tanjung.Benoa.Dibangun.Dukung.APEC.2013-3
Mimihitam January 16th, 2011, 11:53 PM Jalan Tol Manado-Bitung Dinilai Tak Layak
Selasa, 11 Januari 2011 | 15:15 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan jalan tol antara Manado dan Bitung, Sulawesi Utara ternyata tidak memenuhi syarat minimal perhitungan keuangannya, karena nilai Financial Internal Rate of Return (FIRR) proyek ini hanya mencapai tujuh persen. Itu artinya, tingkat pengembalian yang akan diperoleh investor dari pembangunan jalan tol tersebut masih lebih rendah dibandingkan tingkat pengembalian deposito perbankan.
Kasus Manado-Bitung sama dengan nasib pembangunan bandar udara Kuala Namu, Sumatera Utara yang pada awalnya memang memiliki FIRR yang lebih rendah dibandingkan deposito di perbankan.
-- Abdul Ghani
"Dengan kondisi itu, lebih baik menyimpan uang di perbankan daripada ditanam di proyek itu," ungkap Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Abdul Ghani di Jakarta, Selasa (11/1).
Menurut Abdul Ghani, kasus Manado-Bitung sama dengan nasib pembangunan bandar udara Kuala Namu, Sumatera Utara yang pada awalnya memang memiliki FIRR yang lebih rendah dibandingkan deposito di perbankan. Proyek Kuala Namu bisa dijalankan karena ada intervensi dari pemerintah.
"Jika FIRR hanya tujuh persen, saya minta uang dari bank, pasti tidak akan dikasih karena bunga banknya jauh lebih tinggi ketimbang gain (imbal hasil). Jadi perlu ada dukungan pemerintah. Sama seperti jalan tol Kuala Namu-Tebing Tinggi yang separuhnya ditanggung pemerintah," ujarnya.
Selain itu, perlu diperhatikan bahwa jalan tol Manado-Bitung akan semakin menarik bagi investor jika Bitung dikembangkan menjadi pelabuhan utama. "Jika Bitung menjadi pelabuhan utama, tingkat kelayakan jalan tolnya akan semakin tinggi. Kalau sekarang belum," ujar Abdul Ghani.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung mendukung pembangunan jalan tol sebagai penghubung antara Kota Manado- Kota Bitung. Pemkot Bitung Sangat mengharapkan jalan tol ini dibangun karena Bitung kota pelabuhan memiliki beragam kekayaan alam, termasuk aneka obyek wisata.
Wali Kota Bitung Hanny Sondakh mengatakan, jalan tol merupakan solusi baik dalam mengatasi masalah kemacetan di ruas jalan Manado-Bitung, di Bitung. (Kompas.com, 8 Oktober 2010).
Pembangunan jalan tersebut awalnya disetujui panjangnya sekitar 53 kilometer (km) dari titik nol Kota Manado ke arah Minahasa Utara dan Bitung dengan anggaran Rp 4,7 triliun. Namun ada pengurangan menjadi Rp1,3 triliun setelah melalui kajian ulang studi kelayakan pembangunan jalan tol Manado menuju Bitung.
Anggaran jalan tol tersebut sudah dikaji kembali sehingga disahkan oleh pemerintah pusat anggarannya sebesar Rp 1,3 triliun, dan saat ini sedang melakukan lobi pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol. (Orin Basuki)
http://properti.kompas.com/read/2011/01/11/15155067/Jalan.Tol.Manado.Bitung.Dinilai.Tak.Layak
VRS January 17th, 2011, 03:18 AM harus jalan tol ya? Construction macam Jalan lintas manado - bitung yg gratis tak boleh?
v-sun January 18th, 2011, 08:18 PM Tol Segmen Tanjungsari-Sumedang Dibangun Lebih Awal
Oleh Yanto Rachmat on 18 January , 2011
BANDUNG (bisnis-jabar.com): Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum menyepakati pembangunan sebagian ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) mulai berjalan tahun ini.
Ruas tol yang menjadi prioritas adalah ruas Tanjungsari-Sumedang yang bertujuan untuk memecahkan persoalan kepadatan lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Deny Juanda Puradimaja mengemukakan Kementerian PU sudah menyanggupi pengucuran dana untuk kebutuhan pembangunan konstruksi pada ruas tol itu antara Rp70 miliar—Rp100 miliar yang berasal dari APBN.
“Angka persisnya saya tidak tahu, yang jelas Gubernur dan Menteri PU sudah mencapai kesepakatan pada 28 Desember 2010 lalu untuk membangun terlebih dahulu ruas Tanjungsari-Sumedang dan dana dari APBN itu akan masuk APBD Jabar tahun ini,” katanya hari ini.
Deny belum bisa merinci proses pembangunan ruas tol Tanjungsari-Sumedang karena proyek tersebut langsung ditangani Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), termasuk proses lelang yang akan dilakukan.
Menurut dia, Pemprov Jabar hanya bertanggung jawab dari sisi penyediaan lahan untuk ruas tol itu.
Ruas tol Tanjungsari-Sumedang merupakan satu dari tiga segmen rencana pembangunan tol Cisumdawu. Dua segmen lainnya yaitu ruas Cileunyi-Tanjungsari dan Sumedang-Dawuan. Total panjang jalan tol Cisumdawu sekitar 58,5 km dengan kebutuhan investasi sekitar Rp4,3 triliun.
Kementerian PU menyebutkan jalan tol Cisumdawu ini merupakan salah satu dari sejumlah proyek tol yang akan menerapkan skema kemitraan pemerintah dan swasta (KPS).(hh)
v-sun January 18th, 2011, 08:57 PM Ruas Tol Cisumdawu Mulai Dibangun Tahun Ini
Oleh Yanto Rachmat Iskandar | Created On: 18 January 2011
Published On: 18 January 2011
BANDUNG: Pemerintah Provinsi Jawa Barat-Kementerian Pekerjaan Umum menyepakati pembangunan sebagian ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) mulai tahun ini.
Ruas tol yang menjadi prioritas adalah segmen Tanjungsari-Sumedang (sekitar 12 km) yang bertujuan memecahkan persoalan kepadatan lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Deny Juanda Puradimaja mengemukakan Kementerian PU sudah menyanggupi pengucuran dana untuk kebutuhan pembangunan konstruksi ruas tol tersebut antara Rp70 miliar—Rp100 miliar yang bersumber dari APBN.
“Angka persisnya saya tidak tahu, yang jelas Gubernur Jabar [Ahmad Heryawan] dan Menteri PU [Djoko Kirmanto] sudah membuat kesepakatan pada 28 Desember 2010 lalu untuk membangun terlebih dahulu ruas Tanjungsari-Sumedang. Dana pembangunan konstruksi dari APBN itu akan masuk APBD Jabar tahun ini,” katanya kemarin.
Deny belum merinci rencana pembangunan ruas tol Tanjungsari-Sumedang itu karena proyek tersebut langsung ditangani Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), mulai perencanaan hingga proses lelang.
Ketika ditanya tentang apakah sudah ada pemenang proyek tersebut, dia pun tidak bisa menyebutkannya.
Menurut dia, Pemprov Jabar hanya bertanggung jawab dari sisi penyediaan lahan untuk ruas tol itu.
Ruas tol Tanjungsari-Sumedang merupakan satu dari tiga segmen tol Cisumdawu. Dua segmen lainnya yaitu ruas Cileunyi-Tanjungsari dan Sumedang-Dawuan.
Total panjang jalan tol Cisumdawu sekitar 58,5 km dengan kebutuhan investasi sekitar Rp4,3 triliun.
Kementerian PU menyebutkan jalan tol Cisumdawu ini merupakan salah satu dari sejumlah proyek tol yang akan menerapkan skema kemitraan pemerintah dan swasta (KPS).
Sementara itu, Pemprov Jabar juga akan mendorong percepatan pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka.
Deny mengemukakan Pemprov Jabar akan meminta bantuan dana pemerintah pusat, melalui Kementerian Perhubungan, dalam rangka penyediaan fasilitas bandara seperti sarana navigasi.
Menurut dia, proyek yang akan ditenderkan berupa landasan bandara (runway) dan konstruksi terminal.
Dia menuturkan lahan untuk kebutuhan areal bandara sekitar 530 hektare sudah rampung seluruhnya.(api)
http://www.bisnis.com/index.php/infrastruktur/properti/7415-ruas-tol-cisumdawu-mulai-dibangun-tahun-ini
unity January 19th, 2011, 05:39 AM Jalan Tol, Jalan di Tempat!
Editor : Erlangga Djumena
Rabu, 19 Januari 2011 | 10:59 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Empat badan usaha milik negara, yakni PT Jasa Marga, Tbk., PT Pelindo, PT Angkasa Pura I, dan Bali Tourism Development Center (BTDC), akan berkongsi membangun Jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa sepanjang 11,5 kilometer. Ini jalan tol pertama di Bali.
Jalan tol, yang konstruksinya di atas teluk itu, ditargetkan sudah beroperasi saat Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) di Bali pada 2013.
Pembangunan jalan tol di Bali tak hanya untuk menyambut para petinggi negara-negara peserta APEC, tetapi juga karena Bali memang membutuhkannya. Lalu lintas di Bali sudah sangat padat dan mengkhawatirkan.
Perjalanan Denpasar-Jimbaran, misalnya, hanya difasilitasi jalan bypass Ngurah Rai. Saking padatnya, lalu lintas dari Nusa Dua ke Bandara Ngurah Rai, yang jaraknya sekitar 10 kilometer harus ditempuh satu jam. Tanpa jalan tol dan perbaikan infrastruktur transportasi lainnya, kemacetan total bukan mustahil akan mengancam Bali. Kenyamanan perjalanan wisata akan terganggu, yang berdampak pada minat wisatawan ke Bali.
Mungkinkan tol di Bali selesai 2013?
Proyek Tol Cikampek-Palimanan (116 kilometer) Jawa Barat saja hingga kini belum jelas kapan akan selesai. Investor tol Malaysia, PLUS Expressways Berhad, sudah tiga tahun menunggu kepastian.
PLUS masih kebingungan soal trase jalan tol itu. Apakah trase-nya harus berubah lagi, seiring penolakan warga Ciwaringin di Kabupaten Cirebon terhadap pembangunan jalan tol itu? Hingga kini PLUS belum mendapat informasi.
Manajemen PLUS, di bawah ”ancaman” para pemilik saham, tiap bulan harus mondar-mandir Jakarta-Kuala Lumpur untuk menuntaskan kelanjutan proyek jalan tol itu. Para pemegang saham ingin proyek itu jadi sumber pendapatan, bukan sumber pengeluaran.
Masalah utama proyek tol adalah pembebasan lahan. Kesulitan pembebasan lahan sudah lama diperbincangkan, tetapi tak juga kunjung diselesaikan. Janji pengesahan UU Pembebasan Lahan pada Desember 2010 juga hanya isapan jempol.
Minimnya porsi pemerintah dalam proyek tol menjadi kendala tersendiri. Pemerintah tak pernah tegas menjamin kelangsungan proyek tol. Apalagi setelah tol jadi, tak ada jaminan volume kendaraan yang lewat sesuai dengan ketentuan.
Kalau tender proyek jalan tol di Jawa saja, yang secara ekonomis menarik, sulit menarik investor, lalu bagaimana dengan proyek tol di luar Jawa yang trafiknya rendah?
Tanpa jaminan, investor akan lebih tertarik mendanai proyek pembangkit listrik. Meski pengembalian modal sektor listrik hanya 12 persen, dibanding tol sebesar 15-17 persen, kelangsungan proyeknya lebih terjamin. Duncan Wooldridge, Head of Asian Economics UBS (bank terbesar di Swiss) pada Desember 2010 menyatakan, investor lebih berminat menanamkan modal di pembangkit listrik karena ada jaminan.
Padahal, dari sisi kinerja perusahaan, 24 badan usaha tol telah lolos evaluasi Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum. Perusahaan-perusahaan itu diyakini mampu melanjutkan proyek.
Jika tak juga ada jalan keluar bagi masalah pembebasan lahan, lalu bagaimana negeri ini akan menyelesaikan masalah infrastruktur transportasi. Sebab, di sisi lain, pemerintah juga tak bersikap tegas dalam soal transportasi kereta api. Menunda kenaikan tarif, tanpa menambah subsidi, sama artinya ”membunuh” perkeretaapian. Lalu dengan apa transportasi manusia dan barang akan dilakukan?
Apa sebenarnya yang ada di benak pemerintah soal pembangunan transportasi di negeri ini? (HARYO DAMARDONO)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/19/10592883/Jalan.Tol..Jalan.di.Tempat
_________________________________________________________________
^^
Sama persis sama apa yang ada dikepala gw...
Apa sih sebenarnya yang ada di otak pemerintah selama ini?!?!?!
Mulut ngegacor dari kapan taun, sampe sekarang batangnya aja gak keliatan...:cripes:
Yus3R January 21st, 2011, 06:09 AM Jumat, 14 Januari 2011
DENPASAR, KOMPAS.com — Kepala Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali Made Santa mengatakan, pemerintah pusat menawarkan pembangunan jalan tol Pedungan (Denpasar)-Nusa Dua, Kabupaten Badung, dalam upaya mengurai kemacetan lalu lintas.
"Setelah kami rapat terkait dengan rencana jalan tol tersebut bersama Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, yang layak untuk jalan tol itu adalah dari Pedungan menuju Nusa Dua," katanya di Denpasar, pekan ini.
Ia mengatakan, sebelumnya sudah banyak tawaran berbagai alternatif untuk mengatasi kemacetan di kawasan selatan Bali itu, di antaranya rencana pembangunan jalan tol Serangan-Tanjung Benoa (STB), pembangunan jalan layang di kawasan Dewa Ruci, dan jalan layang menyisiri hutan bakau.
"Kami ditawarkan tiga alternatif untuk membangun tol STB, membuat terowongan di bawah laut, dan tol Pedungan-Nusa Dua. Dari tiga tawaran tersebut yang paling cocok adalah tol Pedungan-Nusa Dua. Dikatakannya, jalan tol tersebut hampir sama dengan jalan layang di Cengkareng, Jakarta. Alternatif tersebut sudah disepakati tim survei.
Ia mengatakan, proyek pembangunan ini akan dikerjakan lewat konsorsium, yaitu PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, PT Jasa Marga, PT Angkasa Pura I, dan Bali Tourism Development Corporate (BTDC). Jalan tol panjangnya mencapai 11,5 kilometer dengan perkiraan biaya mencapai Rp1,4 trliun. "Jalan tol tersebut juga akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai," kata lelaki asal Desa Batubulan, Kabupaten Gianyar, itu.
Ia mengatakan, dalam desain pembangunannya, jalan tersebut bisa dilalui kendaraan roda dua karena akan dibangun jalur khusus mobil dan sepeda motor.
Sementara Wakil Ketua DPRD Bali Ketut Suwandhi mengatakan, berbagai tawaran pembangunan jalan tol sudah cukup banyak. Rencana pembangunan jalan tol STB diyakini tidak bisa berjalan lantaran banyak permasalahan. "Di samping permasalahan lahan yang tidak jelas, kini Bali Turtle Island Development (BTID) juga sudah dikabarkan bangkrut," ujarnya.
Ia berharap, jika pembangunan jalan melalui hutan mangrove, diharapkan tetap menjaga kelestarian hutan tersebut. "Jangan sampai penancapan tiang pancang mencapai 1.000 unit itu merusak hutan bakau," ucap politisi Golkar itu.
Ia mengatakan, saat pembangunan dan proses memasukkan alat berat pasti merusak hutan bakau. "Jika pembangunan sudah selesai harus ada penanaman kembali terhadap hutan bakau yang dirusak saat pembangunan," ucapnya.
Menurutnya, bagaimanapun juga Bali harus mampu mengatasi masalah kemacetan, apalagi menjelang pelaksanaan APEC 2013. "Jalan apa pun akan dibangun sepanjang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan itu baik untuk rakyat Bali, kami pasti memberikan respons yang positif," katanya.
http://img96.imageshack.us/img96/6851/petapulaubali1.jpg
Dazon January 21st, 2011, 12:00 PM Konstruksi di Jagorawi
http://img502.imageshack.us/img502/7073/image079v.jpg (http://img502.imageshack.us/i/image079v.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img560.imageshack.us/img560/9143/image078c.jpg (http://img560.imageshack.us/i/image078c.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
here the pits stop :D
http://img202.imageshack.us/img202/1586/image076l.jpg (http://img202.imageshack.us/i/image076l.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img37.imageshack.us/img37/4752/image077j.jpg (http://img37.imageshack.us/i/image077j.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
drie January 22nd, 2011, 12:07 PM JALAN BY-PASS PEKANBARU - MINAS ( milik CPI )
http://farm6.static.flickr.com/5287/5365456087_959c25aaf0_z.jpg
http://farm6.static.flickr.com/5203/5366070636_edb6697a18_z.jpg
http://farm6.static.flickr.com/5010/5365458497_bdae5f7013_z.jpg
http://farm6.static.flickr.com/5170/5365459507_ecdee5a8fe_z.jpg
tollfreak January 24th, 2011, 08:02 AM Baca di Kompas hari ini Seksi 1 Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Seksi Jalan Raya Bogor-Tol Jagorawi) diperkirakan beroperasi pertengahan tahun ini
Wicak_15 January 24th, 2011, 11:20 AM ^^
Tol Cinere-Jagorawi Seksi I Beroperasi Pertengahan 2011
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/24/1140011620X310.jpg
KOMPAS.com – Jalan tol Cinere-Jagorawi atau acap disebut Cijago dijadwalkan beroperasi pertengahan tahun 2011. Seksi I dari jalan tol Jagorawi hingga ke Jalan Raya Bogor sepanjang 3,55 km ini akan membantu mengurangi kemacetan di Depok, Jawa Barat.
Jalan tol Cinere-Jagorawi merupakan jalan tol pertama yang dibangun dalam tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) 2 dan juga yang pertama yang beroperasi. Tol JORR 2 terdiri dari sejumlah ruas tol, dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta-Kunciran, Kunciran-Serpong, Serpong-Cinere, Cinere-Jagorawi/Cimanggis, Cimanggis-Cibitung, dan Cibitung-Tanjungpriok.
Terwujudnya Seksi I Jalan Tol Cinere-Jagorawi ini menjadi prestasi tersendiri bagi PT Trans Lingkar Kita Jaya (TLKJ).
Bagaimana perkembangan pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi? Berikut ini wawancara Robert Adhi Ksp dengan Pimpinan Proyek Jalan Tol Cinere-Jagorawi Banu Setianto, didampingi Direktur Utama PT Trans Lingkar Kita Jaya (TLKJ) Bambang Hartanto, pekan lalu.
Bagaimana perkembangan pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi sampai pertengahan tahun 2011?
Sampai pertengahan Januari 2011, pembebasan tanah untuk Seksi I antara jalan tol Jagorawi/Cimanggis ke Jalan Raya Bogor sepanjang 3,55 kilometer sudah selesai. Ada 1.038 bidang tanah yang dibebaskan dengan luas seluruhnya 35,89 hektar.
Seperti Anda tahu, betapa sulitnya melakukan pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tol. Ini bisa kita lihat dari rencana tol Ulujami-Kebon Jeruk yang masuk JORR 1. Sampai sekarang belum juga selesai.
Karena itu, kami lega pembebasan tanah Seksi I tol Cijago rampung. Sampai pertengahan Januari, tinggal 15 bidang tanah yang diproses, itu pun dalam status dikonsinyasi, uangnya dititipkan di pengadilan.
Saat ini kami masih menyelesaikan konstruksi jalan tol sepanjang 3,55 kilometer. Sampai pertengahan Januari, pembangunan konstruksi sudah selesai 31 persen. Dan kami targetkan pembangunan konstruksi selesai seluruhnya pada pertengahan tahun 2011. Kami optimistis karena kemajuan pembangunan konstruksi setiap bulan sepuluh persen.
Bagaimana dengan Seksi II dan Seksi III jalan tol ini?
Jumlah bidang tanah di Seksi II antara Jalan Raya Bogor ke daerah Kukusan sepanjang 6,40 kilometer sebanyak 1.348 bidang dengan luas seluruhnya 56,34 hektar. Sementara jumlah bidang tanah Seksi III antara Kukusan dan Limo sepanjang 5,04 kilometer masih diinventarisasi. Luas seluruhnya tanah di Seksi III adalah 42,70 hektar.
Hasil wawancaranya lainnya bisa dilihat di:http://properti.kompas.com/read/2011/01/24/11421824/Tol.Cinere.Jagorawi.Seksi.I.Beroperasi.Pertengahan.2011
unity January 24th, 2011, 11:39 AM ^^
Pokoknya Undang-Undang Pembebasan Lahan cepetan diselesaikan lah!!
Taking years just for building several kilometers of highway is annoyingly ridiculous...:bash:
atmada January 24th, 2011, 03:22 PM ^^ ampe ada yang bilang 24 proyek tol seret karena ada "mafia tanah"
DJ_Archuleta January 26th, 2011, 08:03 AM Tender Jalan Tol Batam Dibuka 2012
BATAM - Rencana pembangunan jalan tol Batuampar-Mukakuning-Hang Nadim oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam terus dimatangkan. Tahun depan, tender pembangunan ruas jalan bebas hambatan ini akan mulai dibuka.
Direktur Teknik Perencanaan BP Batam Istono mengatakan, sesuai undang-undang, pembangunan jalan tol ditangani oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Sehingga seluruh kegiatan, mulai dari perencanaan, proses tender hingga pembangunan dilakukan oleh BPJT. "Sayangnya BPJT kurang fleksibel," kata Istono, belum lama ini.
Berbeda dengan Bappenas, kata Istono, pembangunan jalan tol biasanya ditawarkan ke pihak swasta. Sehingga prosesnya cenderung lebih cepat. Khusus untuk jalan tol Batam, kata Istono, nantinya tetap akan dikelola oleh BP Batam. "Asetnya juga atas nama BP Batam," katanya.
Istono mengatakan, program jalan tol ini sudah melalui proses kajian yang cukup matang. Dan pihak pusat juga sudah mengakui konsep jalan tol Batam ini cukup memenuhi sehingga layak segera direalisasikan.
Sebagai jalan bebas hambatan, jalan tol Batam merupakan solusi memecahkan kemacetan yang sering terjadi di beberapa ruas jalan sibuk di Kota Batam. Antara lain kawasan Batamindo, Simpang Kabil, Batuampar dan jalan menuju Bandara Hang Nadim. "Jangan sampai telat seperti Jakarta, macet dimana-mana," kata Istono.
Istono mengatakan, saat ini, beberapa ruas jalan di Batam sudah memiliki tingkat kepadatan yang cukup tinggi dan layak memiliki tol. Jalan tol ini nantinya akan dibangun dari kawasan Batamindo-Simpang Kabil. Dari Simpang Kabil ruas tol ada dua, yakni menuju Batuampar melalui Simpang Jam dan ruas tol menuju Bandara Hang Nadim. (par)
v-sun January 26th, 2011, 10:14 AM berita lama, agak OOT pula.
Senin, 03/01/2011 17:31 WIB
Fakta-fakta Tol Tengah di Kota-kota Besar di Luar Negeri
Budi Sugiharto : detikSurabaya
detikcom - Surabaya, Perdebatan seputar rencana pembangunan tol tengah di Kota Surabaya semakin meruncing dan memanas.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan tentang opini yang bertentangan dengan fakta sebuah pembangunan tol di kota-kota luar negeri. Mungkin bisa menjadi rujukan Anda untuk mengambil sikap pro/kontra terhadap rencana tol tengah di Surabaya.
Mitos
Jalan bebas hambatan di tengah kota tidak pernah berhasil memberikan kontribusi positif terhadap sistim transportasi kawasan perkotaan.
Fakta
Kawasan metropolitan di Amerika; Los Angeles, Chicago, Houston, Seattle, Dallas, dll, memiliki jalan bebas hambatan di tengah kota sebagai tulang punggung sistem transportasi. Bahkan, kota-kota di Amerika yang dianggap memiliki sistem transportasi terbaik selalu memiliki jalan bebas hambatan di tengah kota.
Daftar kota di Amerika Serikat dengan sistem transportasi terbaik dan jalan bebas hambatan pada kota tersebut adalah;
1. Buffalo, New York -> Interstate 90, Interstate 190, Interstate 290, Kensington Expressway.
2. Salt Lake City, Utah -> 2100 S Freeway, Veterans Memorial Highway, People’s Highway.
3. Milwaukee, Wisconsin -> North-South Freeway, Lake Freeway, Zoo Freeway.
4. Oklahoma City, Oklahoma -> Interstate 35, Interstate 40, Centenial Expressway.
5. Pitssburgh, Pennsylvania -> Interstate 279, Interstate 579, Allegheny Valley Expressway.
Sumber daftar kota dengan sistem transportasi terbaik di USA:
http://www.forbes.com/2008/04/24/cities-commute-fuel-forbeslife-cx_mw_0424realestate2_slide_10.html
Mitos
Keberadaan Tol Tengah Kota akan menimbulkan berbagai dampak negatif yang akan pada akhirnya pasti menurunkan kualitas hidup penduduk kota.
Fakta
Auckland (New Zealand) dan Sydney (Australia) memiliki jaringan jalan bebas hambatan yang terletak di tengah kawasan perkotaan. Dengan jumlah penduduk hanya sekitar 1,6 kali lebih banyak dari Kota Surabaya, Sydney bahkan memiliki 9 (sembilan) jalan bebas hambatan. Kedua kota tersebut terpilih dalam daftar 10 besar kota dengan kualitas hidup terbaik berdasarkan lalu-lintas, kualitas udara, dan keamanan.
Daftar 10 Kota dengan kualitas hidup terbaik :
http://www.worldculturepictorial.com/blog/content/10-best-cities-offering-quality-life-measured-traffic-congestion-air-quality-and-personal-sa
Jaringan jalan bebas hambatan di Sydney, Australia :
http://www.progsoc.uts.edu.au/~whophd/metroads/sydney.html
Mitos
Mass Rapid Transit (MRT) adalah solusi yang sangat ampuh untuk mengatasi permasalahan transportasi di kawasan perkotaan.
Fakta
Tokyo, Moskow, Shanghai, New York, dan London, memiliki sistem MRT yang mumpuni, akan tetapi tingkat permasalahan kemacetan di kota-kota tersebut cukup memprihatinkan, bahkan dikategorikan sebagai kota dengan permasalahan lalu-lintas terburuk di dunia. Daftar 20 Kota dengan jaringan lalu-lintas terburuk :
sumber: http://allworldcars.com/wordpress/?p=11866
Mitos
Berbagai kota di dunia membongkar jalan bebas hambatan karena dianggap sebagai sumber permasalahan transportasi. Seoul bahkan membongkar jalan tol di tengah kota untuk memperbaiki sistem transportasi.
Fakta
Jumlahnya tidak banyak (tidak sampai 10 kota), dan penyebab pembongkaran tidak selalu terkait dengan permasalahan transportasi. Daftar kota yang melaksanakan program pembongkaran jalan bebas hambatan dan penyebabnya adalah sebagai berikut;
1. Portland -> Harbor Drive Freeway dihapuskan pada tahun 1974 dan diganti menjadi ruang publik, sebagai gantinya dibangun jalan bebas hambatan yang lain untuk menampung arus kendaraan yang ada.
2. San Francisco -> Embarcadero Freeway dan Central Freeway rusak parah akibat gempa Loma Prieta pada tahun 1989, dan otoritas memutuskan untuk tidak membangun kembali kedua jalan bebas hambatan tersebut. San Francisco berdekatan dengan Patahan San Andreas dan Hayward, sehingga kota ini pada dasarnya memang rawan akan gempa.
3. Milwaukee -> Pada akhir era 90’an, Park East Freeway yang telah berusia 30 tahun memerlukan perbaikan dengan biaya sebesar 100 juta dollar. Karena volume kendaraan yang sangat rendah dan biaya untuk meruntuhkan jalan bebas hambatan tersebut besarnya hanya 25 juta dollar, pemerintah memutuskan untuk menghapuskan Park East Freeway.
4. New York -> Pada tahun 1973, West Side Highway mengalami kerusakan parah. Dengan dana yang dibutuhkan mencapai 88 juta dollar, pemerintah memutuskan untuk membongkar total jalan bebas hambatan tersebut dan membangun jalan bebas hambatan baru dengan nama yang sama.
5. Seoul -> Jalan bebas hambatan di atas Sungai Cheonggyecheon sepanjang 5,8 km, yang merupakan bagian kecil dari jalan bebas hambatan di Kota Seoul (kurang sesuai untuk dikategorikan sebagai Tol Tengah Kota), pada tahun 2003 dibongkar sebagai bagian dari program peremajaan kota yang ditempuh oleh pemerintah Kota Seoul. Total biaya yang dibutuhkan untuk program ini adalah sebesar 281 juta dollar. Beberapa organisasi lingkungan Korea mengkritisi program ini karena terlalu mahal, kurang memperhatikan keaslian historis kawasan, bersifat simbolis, dan sebenarnya tidak berkontribusi banyak terhadap peningkatan kualitas lingkungan kota.
Sumber: http://www.preservenet.com/freeways/
http://www.detik.com/read/2011/01/03/173149/1538320/466/fakta-fakta-tol-tengah-di-kota-kota-besar-di-luar-negeri?881104465
nick_1212 January 26th, 2011, 11:19 AM ^^^^ dari thread sebelah :)
hasil analisa yang saya peroleh dari milis teman di demaya (desainer muda surabaya)
salam,
sebagai org yang pernah belajar tentang kota, perkenankan saya untuk menjawab seputar "mitos dan fakta2" tersebut.
*Mitos*
Jalan bebas hambatan di tengah kota tidak pernah berhasil memberikan kontribusi positif terhadap sistim transportasi kawasan perkotaan.
*Fakta*
Kawasan metropolitan di Amerika; Los Angeles, Chicago, Houston, Seattle, Dallas, dll, memiliki jalan bebas hambatan di tengah kota sebagai tulang punggung sistem transportasi. Bahkan, kota-kota di Amerika yang dianggap memiliki sistem transportasi terbaik selalu memiliki jalan bebas hambatan di tengah kota.
*my answer*
kota-kota di amerika pada umumnya dibangun pada awal 1900 - 1950, pada industrialisasi. pada periode ini isu perkotaan yang terbesar adalah movement, yang di trigger oleh pembagian peruntukan lahan (land use) di wilayah2 kota tsb. misal landuse industri, landuse perdagangan, landuse hunian dsb. dalam periode industri inilah masanya teori2 landuse planning di buat. logikanya, perbedaan peruntukan lahan mengakibatkan PERGERAKAN karena orang (dan barang) butuh untuk melakukan PERPINDAHAN dari tempat satu ke tempat lainnya. konsekuensi dari penataan landuse tertentu ini tentunya pengadaan jalur SIRKULASI untuk KENDARAAN, karena perpindahan untuk MANUSIA saja dirasa tidak cukup untuk memenuhi PERGERAKAN yang sedemikian besar tersebut. untuk kasus Amerika, hal itu telah ditangani dengan baik dengan pembangunan SIRKULASI2 kendaraan berupa jalur2 highway, antar kota maupun dalam kota.
namun, seiring dengan perkembangan jaman, apakah isu MOVEMENT ini masih dianggap baik (dalam artian memecah kan persoalan)? sejak tahun 1970 dimana gerakan postmodern urbanism dan new urbanism lahir, kota untuk pergerakan kendaraan dipertanyakan kembali.kota yang berorientasi hanya pada pergerakan kendaraan sudah dianggap tidak menjamin kualitas hidup manusianya, sehingga telah banyak upaya untuk mengembalikan kota kepada manusia. kualitas tersebut dinilai dari semakin banyaknya jumlah kendaraan yang mengakibatkan polusi dan kemacetan. sedangkan manusia sebagai pejalan kaki sudah semakin kehilangan tempatnya untuk memakai ruang-ruang kota. semakin sedikit orang mau berjalan kaki di suatu tempat, semakin sepi tempat itu oleh kehidupan. semakin sepi tentunya juga akan mengurangi kans tempat itu untuk dimaintain oleh warganya sendiri, akhirnya kualitasnya semakin menurun : jalanan berdebu, kotor, sepi, rawan kriminalitas dsb.
lagipula konteks di indonesia, pembangunan infrastruktur tidak direncanakan secara matang seperti di amerika. pembangunan kota besar seperti di jakarta sendiri lebih bersifat sporadis. awal pembangnan kota pasca kemerdekaan di jakarta lebih berorientasi pada pembentukan citra kota2 modern. akibatnya lebih mengutamakan pada pembangunan gedung2 yang monumental misal : MONAS, Gedung MPR/DPR, patung selamat dtg, Gedung BI, masjid Istiqlal, yang mengutamakan arsitektur modernnya. pembangunan infrastruktur, penyediaan permukiman, pemanfaatan ruang2 kota cenderung diabaikan. terlebih lagi era setelah 1960 an, pembangunan kota lebih berpihak pada investor, sehingga banyak pembangunan2 komersial yang mengakibatkan ketimpangan dan masalah2 sosial di perkotaan.
pembangunan jalan bebas hambatan hanya solusi teknis semata, dan hanya bermanfaat jangka pendek saja. logikanya, jalan bebas hambatan akan mendorong orang cenderung lebih prefer pada kendaraan pribadi. semakin banyak kendaraan pribadi, semakin macet dan daya dukung jalan bebas hambatan tersebut suatu saat juga akan berkurang. tentu
saja yang paling baik adalah mengurangi kendaraan pribadinya, dengan menjamin semua orang untuk dapat menggunakan transportasi publik.
*Mitos*
Keberadaan Tol Tengah Kota akan menimbulkan berbagai dampak negatif yang akan pada akhirnya pasti menurunkan kualitas hidup penduduk kota.
*Fakta*
Auckland (New Zealand) dan Sydney (Australia) memiliki jaringan jalan bebas hambatan yang terletak di tengah kawasan perkotaan. Dengan jumlah penduduk hanya sekitar 1,6 kali lebih banyak dari Kota Surabaya, Sydney bahkan memiliki 9 (sembilan) jalan bebas hambatan. Kedua kota tersebut terpilih dalam daftar 10 besar kota dengan kualitas hidup terbaik berdasarkan lalu-lintas, kualitas udara, dan keamanan.
*my answer*
seperti yang saya paparkan sblmnya, kota2 di luar membangun jalur bebas hambatannya terlebih dahulu, jauh sebelum kita memiliki rencana itu. artinya mereka membangun jalan bebas hambatan sebelum urban sprawl itu ada, atau sudah ada tapi tidak terlalu parah. sehingga dampak pembangunannya tidak terlalu terasa. namun berbeda dengan konteks kota2 kita, jalur bebas hambatan justru dibangun dalam kondisi Urban Sprawl sudah parah keadaannya. bisa dipastikan, pembangunan proyek tersebut malah menimbulkan permasalahan sosial dan lingkungan yang jauh lebih besar :
1. pembebasan lahan akan merugikan masyarakat, mereka sudah lama menempati daerah itu bertahun2, menyuruh mereka pindah sama saja dengan mencabut mereka dari akal sosialnya. coba anda sudah enak2 tinggal di rungkut 20 tahun, dilahan yang legal, tidak ada masalah apa2 disuruh pindah, walau diberi kompensasi tetapi apakah kompensasi itu sesuai dengan harga yang semestinya, dan dampaknya terhadap psikologis anda sekeluarga. bayangkan hal ini dalam skala 10 perkampungan dimana semua orang di kampung itu mengalami hal yang serupa.
2. marginalisasi lahan, daerah kolong jembatan selalu memiliki kualitas yang buruk, dengan banyaknya polusi udara dan polusi bunyi kendaraan. masarakat yang tinggal di ruang2 ini akan terpinggirkan dan menjadi masyarakat yang marginal, ruang2 bawah menjadi negatif, sulit untuk digunakan sebagai community space karena berisik dan sumpek. cobalah jalan2 ke bandung dan mampir ke kolong jalan layang Pasupati. anda kan merasakan hal seperti ini di sana.
3.intensitas lahan akan meningkat, dengan meningkatnya intensitas lahan karena pembangunan besar2an daya dukung tanah akan berkurang, daya serap tanah juga akan berkurang. air hujan akan bingung mau terserap kemana dan lari kemana. bayangkan dalam jangka panjangnya. lebih kongkrit, coba lihat jakarta!
4. lahan hijau berkurang.
5. ruang terbuka publik sebagai ruang komunal kota berkurang
6. memutus konektivitas kota. dengan adanya jalan2 tol ini, siapa yang akan terganggu? pejalan kaki. bayangkan kita sebenarnya cuma mau ke RW sebelah yang ada di seberang jalan. tadinya cukup kita berjalan kaki 15 menit saja atau naik sepeda dengan menyeberang jalan itu. tapi gara2 ada jalan tol tengah kota ini, kita jadi gak bisa sembarangan nyeberang jalan lagi kan. akhirnya kita terpaksa menggunakan kendaraan untuk mengambil jalan memutar atau jalur yang lebih jauh untuk mencapai RW sebelah itu. lagi2 kendaraan, lagi2 pergerakan. semakin tidak efisien bukan? untuk contoh kongkrit, coba lihat Jakarta, atau Bandung yang ada layang Pasupatinya.
7. makin banyak jalan untuk kendaraan sama dengan makin banyak kendaraanya, akibatnya daya dukung jalan suatu saat juga akan menurun, artinya tidak mampu lagi menampung volume kendaraan yang terus meningkat. cobalah tengok isu krisis energi, energi yang kita gunakan untuk pergerakan kendaraan, adalah jenis energi dari SDA yang TIDAK DAPAT DIPERBARUI. kalau kendaraan makin banyak, makin banyak pula penggunaan energi itu. jika misalnya habis? mau pakai apa? air pengganti bensin? coba saja jika kendaraan anda bisa....
mengingatkan kembali, ini konteks kota2 indonesia. perlu diingat bahwa membangun kota, tidak sama dengan membangun diatas kertas putih, namun diatas struktur (tissue) yang sudah ada sebelumnya. dan tissue ini berbeda karakternya antara kota2 amerika dengan kota2 di indonesia. kota2 diindonesia adalah kota2 di dunia ketiga, memiliki tipikal yang sangat berbeda sebagai kota di negara berkembang.
Lagi pula kota2 yang di contohkan itu biar jumlah lebih banyak dari surabaya, apakah kepadatannya juga sama? apakah mereka memiliki problem urban sprawl yang sama? apakah mereka memiliki struktur dan proses pembangunan yang sama? apakah mereka memiliki sejarah yang sama?
*Mitos*
Mass Rapid Transit (MRT) adalah solusi yang sangat ampuh untuk mengatasi permasalahan transportasi di kawasan perkotaan.
*Fakta*
Tokyo, Moskow, Shanghai, New York, dan London, memiliki sistem MRT yang mumpuni, akan tetapi tingkat permasalahan kemacetan di kota-kota tersebut cukup memprihatinkan, bahkan dikategorikan sebagai kota dengan permasalahan lalu-lintas terburuk di dunia.
*my answer*
MRT itu hanya contoh solusi saja. bukan MRT nya yang utama, tetapi JAMINAN BAHWA SETIAP ORANG BISA MENGAKSES TRANSPORTASI PUBLIK. transportasi publik kan tidak hanya dalam bentuk MRT. bisa berupa BRT, bisa city bus, bisa angkot, apapun yang dapat melayani kebutuhan movement warganya (movement manusia, bukan kendaraan).
memang tidak ada solusi yang betul2 ideal bagi masalah kemacetan. apalagi untuk kota yang memiliki usia sangat tua, terlebih lagi kota kapital atau megapolitan. kota2 megapolis selalu menarik orang utuk berdatangan karena menjanjikan dari segi ekonomi. sehingga wajar jika terdapat densitas tinggi dan pergerakan yang tinggi juga.
tetapi logikanya begini saja deh : sudah macet, masih mau ditambahi lagi dengan kendaraan pribadi lagi, ya jelas tambah macet. sudah ada transportasi publik saja masih macet, apalagi jika transportasi publiknya tidak terjamin? apakah surabaya sudah manjamin warganya untuk dapat menggunakan transportasi publiknya? coba saja anda pergi dari sepanjang ke perak naik angkot, berapa waktu yang akan anda habiskan untuk perjalanan? jika anda naik motor pribadi atau mobil pribadi? ya jelas lah, saya maupun anda akan prefer ke kendaraan pribadi. itulah contoh sederhananya.
*Mitos*
Berbagai kota di dunia membongkar jalan bebas hambatan karena dianggap sebagai sumber permasalahan transportasi. Seoul bahkan membongkar jalan tol di tengah kota untuk memperbaiki sistem transportasi.
*Fakta*
Jumlahnya tidak banyak (tidak sampai 10 kota), dan penyebab pembongkaran tidak selalu terkait dengan permasalahan transportasi.
*my answer*
ya memang alasan pembongkaran jalan tol di berbagai kota dunia tidak selalu terkait dengan masalah transportasi. permasalahan kota tidak melulu soal transportasinya saja. ada juga masalah2 sosial, masalah2 lingkungan. bisa jadi alasan pembongkaran tersebut adalah karena jalan tol yang ada justru mengganggu kehidupan berkotanya. atau memang benar2 tidak efektif mengatasi kebutuhan transportasi. kota itu kompleks, layer persoalannya berlapis-lapis. lagi pula pembongkaran semacam itu memakan biaya tidak sedikit dan butuh perhitungan matang. bangunan2 mangkrak yang ada di surabaya sangat mahal biaya pembongkarannya, apalagi kalau misal jalan tol? oleh karenanya belum banyak kota yang melakukan pembongkaran. lagi pula memang tidak setiap jalan tol dianggap bermasalah, ada juga yang memang dibutuhkan sehingga dipertahankan dan tetap digunakan. namun kembali lagi ke awal : setiap kota itu tidak sama struktur, morfologi, urban realmnya, tipikal masyarakatnya, alam lingkungannya. sehingga KONTEKS setiap kota tidak sama, probelm solving yang diterapkan juga tidak sama.
sekarang pertanyaannya : apakah tol tengah kota memang SESUAI dengan KONTEKS persoalan transportasi di surabaya? apakah tol tengah kota merupakan PROBLEM SOLVING yang tepat untuk Surabaya? apakah kita mau menerapkan ide jalan tol tengah kota yang bahkan sudah dibongkar oleh kota2 berbagai begara tersebut. kita bukannya mau ikut2an yang mana, hanya saja kita melihat kembali, kalau sudah ada yang membongkar, apa perlu kita menerapkannya, jangan2 ini bukan solusi efektif lagi.
seharusnya ini yang perlu dikaji sejak awal secara terbuka, juga melibatkan seluruh stakeholder, pemerintah, masyarakat, dan investor. pelaksanaan proyek ini akan menggusur 4500 rumah warga dan RTH di surabaya yang mmg sudah jarang2. badan legislatif seharusnya mewakili masyarakat, dan mereka bertugas mengawasi badan eksekutif. jika keputusan sudah fix, barulah badan legislatif mengesahkan perdanya. RTRW yang ramai dibicarakan itu bisa dikaji ulang dan tidak mutlak sifatnya, terlebih jika badan legislatif melakukan revisi.
sekian mudah2an bisa membantu.
Dyah R Wijayanti
____urban designer junior_____
RAGIL77 January 26th, 2011, 03:11 PM Jalan Tol
Pembebasan Lahan Tol Semarang-Batang Terhenti
Selasa, 25 Januari 2011 | 14:58 WIB
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
BATANG, KOMPAS.com - Proses kelanjutan pembebasaan lahan jalan tol Semarang-Batang yang terhenti sejak Februari 2010 hingga kini belum jelas kapan akan dilakukan kembali padahal pengadaan tanah dijadwal harus selesai pada tahun 2012.
Terhentinya proses pembebasan lahan tol Semarang Batang ini karena masalah dana. Sejak Februari 2010, kami tidak melakukan kegiatan apapun terhadap persoalan pembebasan lahan tol itu.
Anggota Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah Tol Semarang-Batang, Arif Fauzi di Batang, Jawa Tengah, Selasa mengatakan, hingga kini pembebasan lahan tol masih menyisakan sekitar 20 desa yang lahannya belum dibebaskan.
"Informasi yang kami terima dari Kementerian Pekerjaan Umum, terhentinya proses pembebasan lahan tol Semarang Batang ini karena masalah dana. Sejak Februari 2010, kami tidak melakukan kegiatan apapun terhadap persoalan pembebasan lahan tol itu," katanya.
Menurut dia saat ini, pembebasan lahan tol Semarang-Batang baru dilakukan di lima desa dengan total 110 bidang tanah. Kelima desa tersebut, yaitu Desa Cepoko Kuning Kecamatan Batang, Kandeman, Lawang Aji, Tegal Sari, dan Tragung Kecamatan Kandeman.
"Namun, dari lima desa tersebut, proses pembebasan lahan tol belum sepenuhnya selesai karena ada sejumlah warga setempat yang belum menyepakati tawaran harga tanah dari tim pengadaan tanah, (TPT)," katanya.
Ia mengatakan, hingga saat ini, dana yang yang dikeluarkan untuk proses pembebasan lahan tol Semarang-Batang sudah mencapai sekitar Rp18,3 miliar. Namun, katanya, berdasarkan surat dari Dirjen Bina Marga, pengadaan tanah tol Semarang-Batang harus selesai tahun 2012.
"Yang jelas, terpenuhi atau tidak target pengadaan lahan tol ini juga bergantung dari hasil musyawarah dengan warga yang memiliki lahan yang akan dibebaskan tersebut," katanya.
RAGIL77 January 26th, 2011, 03:13 PM Jalan Tol
Konstruksi Tol Pejagan-Pemalang Terkendala Pembebasan Lahan
Senin, 24 Januari 2011 | 20:20 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Proses konstruksi tol Pejagan-Pemalang seksi I dan II di Jawa Tengah sepanjang 22 km diperkirakan belum bisa dilakukan pada semester I tahun ini karena pembebasan lahannya belum 100 persen.
Pembebasan lahan kewenangan pemerintah, kami hanya memfasilitasi dan membantu di lapangan agar pembebasan lahan bisa lebih lancar.
"Prediksi kami, baru bisa dilakukan pada semester II tahun ini," kata Direktur Utama PT Bakrie Tol Road (BTR), Harya M Hidayat, saat dihubungi, terkait perkembangan proyek tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, seksi I dan II tersebut, di Jakarta, Senin.
Menurut dia, pihaknya masih menunggu pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU). "Pembebasan lahan kewenangan pemerintah, kami hanya memfasilitasi dan membantu di lapangan agar pembebasan lahan bisa lebih lancar," kata Harya.
Menurut Harya, sampai saat ini, hasil pemantauan di lapangan untuk pembebasan lahan seksi I sudah mencapai 80 persen lebih, sedangkan untuk seksi II baru mencapai 30 persen. "Penuntasan 100 persen harapan kami, bisa tercapai pada semester I tahun ini sehingga pada semester II, proses konstruksinya bisa segera dimulai," katanya.
Dengan demikian, tegasnya, jika selesainya semester II, maka konstruksinya awal tahn depan," katanya.
Soal pekerjaan fisik sendiri, Harya, bisa dikerjakan oleh satu atau dua bahkan tiga kontraktor sekaligus agar prosesnya bisa lebih cepat. "Soal itu (jumlah kontraktor, red) masih dalam pembahasan. Belum tuntas karena menunggu proses pembebasan lahannya," katanya.
Ia juga menambahkan, bila pekerjaan konstruksi dimulai pada awal tahun depan, maka semester II pada 2013 baru bisa selesa dan siap operasi.
Tol Pejagan-Pemalang ini diperkirakan menelan investasi Rp3,2 triliun. Tol ini nantinya akan dibangun empat seksi dan ada dua seksi akan menjadi prioritas yakni terhubung dengan tol Kanci-Pejagan sepanjang 34 kilometer yang saat ini sudah beroperasi.
Terus Percepat Menanggapi perkembangan itu, Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Winarno, dalam pertemuan dengan anggota DPRD provinsi Jawa Tengah, di Jakarta, mengatakan pemerintah terus mempercepat proses pembebasan lahan untuk tol Trans Jawa, baik itu Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang maupun juga Semarang-Solo.
"Pembebasan lahan terus kita lakukan, karena sekarang sudah tersedia dana Badan Layanan Umum (BLU) dari pemerintah untuk lahan," katanya.
Winarno menambahkan, untuk ruas yang masuk dalam tahap pembebasan lahan yaitu ruas Pejagan-Pemalang (seksi I sudah selesai pembebasan tanah), Pemalang-Batang, Semarang-Batang, Semarang - Solo dan Solo-Kertosono.
Sekretaris komisi DDPRD Provinsi Jawa Tengah, Jayus mengatakan, setelah mendapat informasi dari Kementerian PU pihaknya akan ikut menyosialisasikan pembangunan jalan tol, khususnya pembebasan lahan kepada masyarakat. "Ini agar lancar dan proses pembebasan lahan sesuai yang diharapkan," katanya.
v-sun January 27th, 2011, 05:10 PM Gubernur dan Empat Kepala Daerah Lakukan Kesepakatan
Percepatan Pembangunan Tiga Ruas Tol di Jabar
Kamis, 27/01/2011 - 19:10
BANDUNG, (PRLM).- Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melakukan kesepakatan bersama dengan empat kepala daerah di Gedung Sate Jln. Diponegoro Kota Bandung, Kamis (27/1) petang terkait percepatan pembebasan lahan pembangunan tiga ruas jalan tol di Jawa Barat. Keempat kepala daerah yang disertakan dalam kesepakatan bersama itu adalah Walikota Bandung Dada Rosada, Bupati Bandung Dadang Naser, Bupati Sumedang Don Murdono, dan Bupati Majalengka Sutrisno.
Dalam kesepakatan bersama itu, ada tiga ruas jalan tol yang menjadi sasaran percepatan perluasan lahan yaitu tol Soreang Pasir Koja (Soroja), tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan BIUTR (Bandung Intra Urban Toll Road). Dari tiga tol tersebut, kemungkinan tol Cisumdawu yang paling cepat dibangun karena pembebasannya hampir rampung dan memenuhi target.
Heryawan menjelaskan, sebelum muncul kesepakatan dengan empat kab./kota, Pemprov. Jabar telah melakukan kesepakatan besar dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam kesepakatan besar itu, telah direncanakan pembangunan tiga ruas tol tersebut. "Dalam kesepakatan besar itu, pemprov bertanggung jawab dalam hal pembebasan lahan melalui BUMD Jasa Sarana. Hari ini merupakan kesepakatan turunan dari kesepakatan besar itu," katanya.
Kepada para kepala daerah itu, Heryawan meminta agar segera melakukan pembebasan lahan. Pasalnya, jika terus tertunda, pembangunan jalan tol tidak segera dilaksanakan. Untuk pembebasan lahan itu, pemerintah telah menganggarkan dana hingga Rp 2,5 triliun. "Untuk tahun 2011, untuk tiga ruas tersebut, membutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar. Targetnya, 2012 pembebasan lahan sudah semua dikerjakan," katanya.
Heryawan menambahkan, dari tiga ruas tol tadi, baru tol Cisumdawu yang bisa dipastikan mulai berjalan. Saat ini sedang tender konstruksi. Sementara untuk dalam kota, kemungkinan baru tahun 2012," katanya.
Sementara itu, Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga, Purnomo, menerangkan, tender tol Cisumdawu yang bekerja sama dengan Cina, kemungkinan bisa dilakukan pada bulan Juni atau Juli 2011. Proses konstruksi mulai berjalan akhir 2011. "Untuk pembangunan pertama, yang dimulai adalah seksi 2. Lokasinya sebelum masuk Cadas Pangeran. Panjang ruas tol yang dibangun adalah 17 km," katanya.
Jika seksi dua rampung, dilanjutkan seksi satu yang akan bergabung ke Cileunyi. Untuk kedua seksi tersebut, pemerintah, melalui APBN, telah menganggarkan pinjaman lunak mencapai 250 juta dolar AS.
Untuk BIUTR, juga mulai dalam pengkajian. Untuk pendanaan, Pemerintah Jepang sudah siap menggelontorkan pinjaman lunak sebesar 150 juta dolar AS yang terbagi untuk dua seksi yaitu Soekarno-Hatta - Gedebage dan Pasteur-Gasibu. "Itu hanya untuk fisiknya. Soft loan itu akan dikucurkan jika lahannya sudah siap," katanya. (A-128/das)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/133534
v-sun January 27th, 2011, 05:21 PM Jalan Tol Cileunyi-Dawuan Rampung Tahun Ini
Kamis, 27 Januari 2011 | 19:24 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung -Pemerintah Jawa Barat mentargetkan pembangunan jalan tol Cileunyi, Sumedang dan Dawuan (Cisumdawu), selesai akhir tahun ini. ”Mudah-mudahan pada 2012 kita sudah punya jalan tol baru,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Bandung, Kamis (27/1).
Untuk mempercepat pembangunan jalan tol, perusahaan daerah milik pemerintah Jawa Barat, PT Jasa Sarana, meneken kerjasama dengan Walikota Bandung, Bupati Bandung, Bupati Sumedang, dan Bupati Majalengka. Jalan tol juga akan dibangun untuk ruas Soreang, Pasir Koja dan dalam kota Bandung. “Akan ada percepatan luar biasa,” kata Heryawan.
Pemerintah provinsi Jawa Barat serta kabupaten dan kota, akan membentuk tim untuk membebaskan lahan mulai tahun ini. Pembayaran lahan dilakukan PT Jasa Sarana. Adapun konstruksi jalan mulai dikerjakan tahun ini.
Direktur Bina Teknik, Dirjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Purnomo mengatakan, Juli ini menjadi batas waktu terakhir pembebasan lahan untuk pembangunan ruas tol Cisumdawu. ”Juli (taun ini) harus tandatangan kontrak, kalau gak (pinjaman Cina itu) hangus,” katanya.
Penandatangan kerjasama ini, untuk mempercepat proses pembebasan lahan itu. Proses lelang konstruksi jalan tol Cisumdawu itu untuk Seksi II sepanjang 17 kilometer sudah dimulai sejak awal bulan ini. Dalam tendernya, pemerintah China sebagai pemberi pinjaman, mensyaratkan peserta lelang itu merupakan perusahaan Joint Operation atau Joint Venture antara perusahaan konstruksi asal Cina dan Indonesia.
Dana yang disiapkan pemerintah dari pinjaman Cina untuk Cisumdawu Seksi II yang disiapkan sebesar 250 juta US Dollar. Saat ini dari 17 kilometer lahan yang dibutuhkan ruas itu, baru 5 kilometer yang sudah dibebaskan.
Purnomo mengatakan, pemerintah menyiapkan skim khusus bagi PT Jasa Sarana yang mengeluarkan duit untuk pembebasan lahan itu. Yakni lewat skim Right to Match. PT Jasa Sarana diminta ikut lelang.
http://tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/01/27/brk,20110127-309414,id.html
v-sun January 27th, 2011, 05:26 PM Pengerjaan ruas Cisumdawu I ditargetkan Juli
Oleh Yanto Rachmat Iskandar
Published On: 27 January 2011
BANDUNG: Pemerintah menargetkan penandatanganan kontrak pengerjaan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) untuk seksi I Tanjungsari-Sumedang sepanjang 17 km dilaksanakan Juli 2011, sesuai dengan batas akhir komitmen pengucuran pinjaman lunak oleh Pemerintah China sekitar Rp2,5 triliun.
Direktur Bina Teknik Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Purnomo mengemukakan proses tender tol seksi I Cisumdawu saat ini sedang berlangsung yang diikuti oleh sejumlah dalam negeri dan dari China.
"Tanda tangan kontrak harus bisa Juli ini dan dilanjutkan dengan pembangunan kontruksi proyek tol supaya kemacetan di jalur Cadas Pangeran Sumedang bisa diatasi," katanya hari ini.
Dia menuturkan pembangunan jalan tol tersebut selama ini terganjal oleh sejumlah masalah seperti pembebasan lahan dan kelayakan finansial yang rendah (FIRR/financial internal rate of return).
Menurut dia, FIRR pada ruas Cisumdawu hanya mencapai 8%, jauh dari suku bunga bank yang berlaku saat ini rata-rata 16%.
Oleh karena itu, pemerintah akan menanggung biaya sebagian pembangunan jalan tol tersebut atau dengan menerapkan skema kemitraan pemerintah dan swasta (KPS).
"Misalnya dari total 60 km ruas tol Cisumdawu, pemerintah akan turut membangun sekitar 25 km nya," ujarnya.
Di sisi lain, pembebasan lahan pada ruas tol tersebut akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BUMD PT Jasa Sarana. Hingga saat ini, pembebasan lahan pada ruas tol seksi I tersebut mencapai 5 km dari total panjang jalan 17 km. Sisa pembebasan lahan lainnya akan ditangani oleh Jasa Sarana.
Meskipun demikian, Purnomo menyatakan Jasa Sarana tidak mendapatkan porsi kepemilikan saham dari ruas tol yang telah dibangun. BUMD itu masih harus mengikuti tender untuk mendapatkan proyek tol. "Tetapi, mereka mendapatkan poin tambahan dalam proses tender karena ikut dalam percepatan pembebasan lahan," katanya.
Dia menambahkan kalau perusahaan tersebut gagal mendapatkan kontrak, pemerintah akan mengganti biaya pembebasan lahan dengan besaran bunga standar Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ditambah 1%.
Purnomo menargetkan konstruksi tol Cisumdawu seksi I bisa berjalan akhir tahun ini dan rampung pada 2014.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengemukakan pembangunan tol Tanjungsari-Sumedang akan mengurangi beban ruas jalan Cadas Pangeran yang saat ini sangat padat.
Menurut dia, angkutan barang yang melewati kawasan tersebut seringkali terganjal batasan tonase sehingga proses pengangkutan barang tidak maksimal.
"Dengan adanya jalan tol, tidak akan ada lagi batasan tonase sehingga akan memperlancar arus angkutan kendaraan," katanya. (gak)
http://www.bisnis.com/infrastruktur/properti/10101-pengerjaan-ruas-cisumdawu-i-ditargetkan-juli
bozhart January 27th, 2011, 07:06 PM Semarang
Jalan tol Krapyak (Semarang barat) - Jatingaleh (Semarang selatan)
1)
http://img213.imageshack.us/img213/2268/87892623.jpg
2)
http://img816.imageshack.us/img816/706/67882827.jpg
3)
http://img203.imageshack.us/img203/7562/99897221.jpg
4)
http://img443.imageshack.us/img443/6131/semarang.jpg
Yus3R January 28th, 2011, 04:49 AM Jalan Tol Semarang-Ungaran
Tanah Tol Ambles, Orang Pintar Bertindak
Penulis: Winarto Herusansono | Editor: Asep Candra
Rabu, 26 Januari 2011 | 17:40 WIB
SEMARANG, KOMPAS.com — Campur tangan ahli supranatural akhirnya didatangkan untuk memperkuat penyelesaian proyek jalan tol seksi Semarang-Ungaran di Jawa Tengah. :ohno::ohno:
Para ahli supranatural itu, Selasa (25/1/2010), melakukan ritual untuk membersihkan ruas tol Gedawang-Penggaron yang kerap ambles karena lahan tol ada di daerah patahan atau rawan longsor. :lol::lol:
Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo, Rabu (26/1/2011), mengakui, ritual itu bertujuan baik sesuai dengan tradisi Jawa untuk membersihkan lokasi dari gangguan yang bersifat supranatural.
"Ritual itu tidak dilakukan oleh instansi kami, tetapi bisa jadi usulan pihak pelaksana dan kalau memang bertujuan baik tentunya boleh saja," ujar Danang.
Sebanyak tiga ahli supranatural alias orang pintar didatangkan dari Pati dan Rembang. Mereka kemudian melakukan ritual pembersihkan kawasan Gedawang yang selalu kerap ambles. Lokasi ini masuk zona merah alias daerah patahan yang sangat terkenal di Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Gedawang, Kota Semarang.
Ruas jalan rawan ambles itu hanya sepanjang 600 meter. Lahan ini merupakan lahan timbunan tanah setinggi lebih 25 meter dan kini tengah dilakukan rekayasan teknik untuk menstabilkan lahan. Salah satu teknik yakni pemasangan bor pile sebanyak 150 titik dengan kedalaman 30-60 meter. Bor pile adalah teknik pemasangan cerucuk atau tiang pancang berlubang yang kemudian dicor beton.
Danang mengatakan, pemasangan bor pile sudah mendekati selesai dan kini sedang tahapan pemadatan lahan sebelum dilakukan pembetonan badan jalan tol di ruas Gedawang-Penggaron. Proyek tol baru Semarang-Ungaran itu sepanjang 14,1 kilometer yang sedianya akan berfungsi akhir Februari 2011.
v-sun January 28th, 2011, 10:21 AM 28/01/2011 16:18
Atasi Macet, Pemprov Bangun Tol Puncak pada 2013
Arief Pratama
INILAH.COM, Bandung - Pemprov Jabar akan merealisasikan pembangunan Tol Puncak pada 2013 guna mengatasi kemacetan di wilayah Bogor, Puncak, Sukabumi, serta Cianjur.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan kemacetan di wilayah Sukabumi, Cianjur, hingga ke Puncak semakin parah setiap harinya.
"Saya aneh Cianjur dan Sukabumi macet terus saat saya pulang, berbeda dengan Nagreg yang macetnya hanya setahun sekali tetapi dapat perhatian terus," ujar Heryawan, Kamis (27/1/2011).
Dia mengatakan Pemprov Jabar sedang berupaya merealisasikan program pembangunan Tol Lingkar Tengah Sukabumi-Cianjur pada 2013.
"Kami sudah jajaki pembangunan tol di wilayah Sukabumi dan Cianjur, mungkin baru bisa terealisasi tahun 2013, karena saat ini masih dalam tahap penelitian rute," terang Heryawan.
Gubernur Jabar mengaku tidak habis pikir dengan kemacetan yang terjadi di kampung halamannya di Cicurug, Sukabumi.
"Kecewa sih tidak, cuma macet di daerah sana sudah kelewatan karena tidak ada solusi dari pemda setempat, makanya kami ambil alih untuk cari solusinya," papar Heryawan. [jul]
http://www.inilah.com/read/detail/1184722/atasi-macet-pemprov-bangun-tol-puncak-pada-2013/
dochan January 28th, 2011, 10:37 AM Ini Ruas Tol yang Siap Ditender di 2011
VIVAnews - Pemerintah terus menggalakkan pembangunan infrastruktur sejak dua tahun lalu (2008), termasuk pembangunan jalan tol. Bahkan untuk tahun depan (2011), pemerintah sudah siap melakukan tender 30 ruas tol.
"Di awal tahun, Januari-Februari 2011 kita akan mulai tender untuk proyek Kerja sama Pemerintah dan Swasta (KPS) atau Public Private Partnership (PPP) pada ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi," kata Kepala Badan Pengelolaan Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Gazali kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 25 November 2010.
Berikut ini, 15 ruas tol lengkap beserta lokasi dan jumlah investasinya, melengkapi 15 jalan tol sebelumnya yang akan ditawarkan dalam tender di 2011:
1. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dengan investasi Rp4,7 triliun
2. Cileunyi-Sumedang-Dawuan, dengan investasi Rp4,1 triliun
3. Palembang-Indalaya, dengan investasi Rp1 triliun
4. Tagineneng-Babelan, dengan investasi Rp2,7 triliun
5. Sukabumi-Ciranjang, dengan investasi Rp1,8 triliun
6. Pasir Koja-Soreang, dengan investasi Rp1 triliun
7. Pandaan-Malang, dengan investasi Rp2,5 triliun
8. Medang-Binjai, dengan investasi Rp1,3 triliun
9. Kemayoran-Kampung Melayu, dengan investasi Rp6,9 triliun
10. Sunter-Rawa Buaya-Batu Ceper, dengan investasi Rp9,8 triliun
11. Ulujami-Tanah Abang, dengan investasi Rp4,2 triliun
12. Pasar Minggu-Casablanca, dengan investasi Rp5,7 triliun
13. Sunter-Pulogebang-Tambelang, dengan investasi Rp7,4 triliun
14. Duri Pulo-Kampung Melayu, dengan investasi Rp5,9 triliun
15. Terusan Pasteur-Ujung Berung-Cileunyi-Gedebage, dengan investasi Rp6,9 triliun
16. Pekanbaru-Kandis-Dumai, dengan investasi Rp8,4 triliun
17. Manado-Bitung, senilai Rp5,6 triliun
18. Kisaran-Tebing Tinggi, dengan investasi Rp5,3 triliun
19. Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang, senilai Rp10,2 triliun
20. Terbanggi Besar-Menggala-Pematang Panggang, senilai Rp5,8 triliun
21. Bakauheni-Terbanggi Besar, dengan investasi Rp8,2 triliun
22. Cilegon-Bojonegara, senilai Rp920 miliar
23. Kamal-Teluk Naga-Batu Ceper, dengan investasi Rp3,6 triliun
24. Gedebage-Majalaya, senilai Rp900 miliar
25. Semarang-Demak, dengan investasi Rp2,9 triliun
26. Yogyakarta-Bawen, senilai Rp6,1 triliun
27. Yogyakarta-Solo, dengan investasi Rp2,3 triliun
28. Bandara Juanda-Tanjung Perak, senilai Rp5 triliun
29. Probolinggo-Bayuwangi, dengan investasi Rp8 triliun
30. Batu Ampar-Muka Kuning-Bandara Hang Nadim, senilai Rp2,2 triliun
http://bisnis.vivanews.com/news/read/190500-ini-ruas-tol-yang-siap-ditender-di-2011--i-
http://bisnis.vivanews.com/news/read/190520-ini-ruas-tol-yang-siap-ditender-di-2011--ii-
aa coy January 28th, 2011, 10:43 AM @ bozhart : thx, picturenya ape tenan! viewnya perpaduan jalan tol dgn perbukitan/pegunungan...
v-sun January 31st, 2011, 02:34 AM Bakrie tuntaskan proyek tol pada 2014
Oleh Yanto Rachmat on 30 January , 2011
BANDUNG (bisnis-jabar.com): PT Bakrie Toll Road menargetkan penyelesaian beberapa proyek tol pada 2014, masing-masing Pejagan-Pemalang seksi I dan II, Batang-Semarang seksi V, dan Ciawi-Sukabumi seksi I.
Dirut Bakrie Toll Road Harya Hidayat mengemukakan saat ini pengerjaan proyek tol tersebut sedang tahap pembebasan lahan yang dikerjakan bersama pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pembebasan Tanah (TPT) dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) di masing-masing proyek tol.
Pembebasan lahan pada ruas Pejagan-Pemalang seksi I sepanjang 14 km sudah mencapai 75%. Sedangkan pada seksi II sepanjang 7 km mencapai 35%. Ruas tol seksi I dan II ini akan menempuh jalur Pejagan-Tegal.
Sedangkan pada seksi V pada ruas Batang-Semarang, yaitu Semarang-Ungaran (10 km) baru mencapai 5% dan pembebasan lahan seksi I Ciawi-Cijeruk (14 km) pada ruas Ciawi-Sukabumi mencapai 10%.
“Kami menargetkan proses pembebasan lahan seluruhnya rampung pada 2011 dan berlanjut pada pembangunan konstruksi pada 2012, dan proyek tol tersebut selesai pada 2014,” katanya.
Panjang tol Pejagan-Pemalang total 57 km, terbagi empat seksi. Panjang total Batang-Semarang (75 km), terbagi lima seksi. Tol Ciawi-Sukabumi (54 km), terbagi empat seksi.
Dia mengemukakan tujuan utama penyelesaian proyek-proyek tersebut karena realisasinya sudah sangat mendesak.
“Kemacetan lalu lintas di kawasan-kawasan tersebut sudah sedemikian parah seperti di Lido Sukabumi,” katanya.
Di sisi lain, tol yang dibandung itu akan tersambung dengan tol yang telah ada sebelumnya.
Tol Pejagan-Tegal akan melanjutkan Kanci-Pejagan. Tol seksi I Ciawi-Sukabumi merupakan ekstensi tol Jagorawi. Serta, Tol Semarang-Ungaran perpanjangan tol Semarang-Solo.
Harya optimistis realisasi proyek sesuai jadwal mengingat proses pembebasan lahan di masing-masing proyek yang berjalan lancar.
Di sisi lain, hingga saat ini sindikasi perbankan nasional yang mendanai ketiga proyek tersebut masih berkomitmen untuk menyokong dana pembangunan.
http://bisnis-jabar.com/berita/bakrie-tuntaskan-proyek-tol-pada-2014.html
VRS January 31st, 2011, 02:53 PM bakrie business ada dimana mana...
jaystar January 31st, 2011, 03:22 PM here you can read about highway-projects
http://www.gtai.de/DE/Content/__SharedDocs/Links-Einzeldokumente-Datenbanken/fachdokument.html?fIdent=MKT201012088008
tapi di bhs jerman but IMO you will understand the table!
fajarmuhasan February 1st, 2011, 09:36 AM Ini Ruas Tol yang Siap Ditender di 2011
VIVAnews - Pemerintah terus menggalakkan pembangunan infrastruktur sejak dua tahun lalu (2008), termasuk pembangunan jalan tol. Bahkan untuk tahun depan (2011), pemerintah sudah siap melakukan tender 30 ruas tol.
"Di awal tahun, Januari-Februari 2011 kita akan mulai tender untuk proyek Kerja sama Pemerintah dan Swasta (KPS) atau Public Private Partnership (PPP) pada ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi," kata Kepala Badan Pengelolaan Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Gazali kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 25 November 2010.
Berikut ini, 15 ruas tol lengkap beserta lokasi dan jumlah investasinya, melengkapi 15 jalan tol sebelumnya yang akan ditawarkan dalam tender di 2011:
1. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dengan investasi Rp4,7 triliun
2. Cileunyi-Sumedang-Dawuan, dengan investasi Rp4,1 triliun
3. Palembang-Indalaya, dengan investasi Rp1 triliun
4. Tagineneng-Babelan, dengan investasi Rp2,7 triliun
5. Sukabumi-Ciranjang, dengan investasi Rp1,8 triliun
6. Pasir Koja-Soreang, dengan investasi Rp1 triliun
7. Pandaan-Malang, dengan investasi Rp2,5 triliun
8. Medang-Binjai, dengan investasi Rp1,3 triliun
9. Kemayoran-Kampung Melayu, dengan investasi Rp6,9 triliun
10. Sunter-Rawa Buaya-Batu Ceper, dengan investasi Rp9,8 triliun
11. Ulujami-Tanah Abang, dengan investasi Rp4,2 triliun
12. Pasar Minggu-Casablanca, dengan investasi Rp5,7 triliun
13. Sunter-Pulogebang-Tambelang, dengan investasi Rp7,4 triliun
14. Duri Pulo-Kampung Melayu, dengan investasi Rp5,9 triliun
15. Terusan Pasteur-Ujung Berung-Cileunyi-Gedebage, dengan investasi Rp6,9 triliun
16. Pekanbaru-Kandis-Dumai, dengan investasi Rp8,4 triliun
17. Manado-Bitung, senilai Rp5,6 triliun
18. Kisaran-Tebing Tinggi, dengan investasi Rp5,3 triliun
19. Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang, senilai Rp10,2 triliun
20. Terbanggi Besar-Menggala-Pematang Panggang, senilai Rp5,8 triliun
21. Bakauheni-Terbanggi Besar, dengan investasi Rp8,2 triliun
22. Cilegon-Bojonegara, senilai Rp920 miliar
23. Kamal-Teluk Naga-Batu Ceper, dengan investasi Rp3,6 triliun
24. Gedebage-Majalaya, senilai Rp900 miliar
25. Semarang-Demak, dengan investasi Rp2,9 triliun
26. Yogyakarta-Bawen, senilai Rp6,1 triliun
27. Yogyakarta-Solo, dengan investasi Rp2,3 triliun
28. Bandara Juanda-Tanjung Perak, senilai Rp5 triliun
29. Probolinggo-Bayuwangi, dengan investasi Rp8 triliun
30. Batu Ampar-Muka Kuning-Bandara Hang Nadim, senilai Rp2,2 triliun
http://bisnis.vivanews.com/news/read/190500-ini-ruas-tol-yang-siap-ditender-di-2011--i-
http://bisnis.vivanews.com/news/read/190520-ini-ruas-tol-yang-siap-ditender-di-2011--ii-
banyak amat list-nya,,,,,gw dukung yg diluar kota dech
untuk dalam kota mending merapikan busway atau melanjutkan monorail
v-sun February 2nd, 2011, 04:13 AM Rabu, 02 Februari 2011
Juni ini Konstruksi Tol Cisumdawu Dibangun
TUBAGUS ISMAIL,(GM)-
Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang menghubungkan Tanjungsari dan Sumedang akan segera dilakukan. Pada Juni 2011 direncanakan telah memasuki tahap pembangunan konstruksi sehingga pada akhir 2012, jalan tol ini dapat dioperasikan.
"Rencananya mulai April hingga desember 2011, akan dilakukan pengadaan lahan, dan hal itu beriringan dengan pembangunan konstruksi di bulan Juni. Dalam hal ini, lahan yang sudah dibebaskan langsung dibangun," jelas Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Sandi Buwono yang didampingi Direktur Utama PT Jabar Bumi Konstruksi, Intri Siswandi selaku anak perusahaan PT Jasa Sarana, kepada wartawan, Selasa (1/2).
Ia mengatakan, sesuai dengan MoU Gubernur Jabar dan Menteri PU Desember tahun lalu, PT Jasa Sarana dipercaya untuk melakukan pengadaan dan pembebasan lahan untuk beberapa jalan tol di wilayah Jawa Barat. Meski demikian, dalam hal ini anggaran untuk pengadaan lahan bukanlah berasal dari APBN ataupun APBD, melainkan dari kerja sama Jasa Sarana dengan mitra strategis.
Pembangunan jalan Tol Cisumdawu dibagi dalam 2 seksi. Seksi pertama adalah Cileunyi-Tanjungsari, dan seksi kedua Tanjungsari-Sumedang. Untuk mengoptimalkan pembangunannya, Jasa Sarana memfokuskan pembangunan pada seksi 2, yaitu Tanjungsari-Sumedang. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk pembebasan lahan seluas 130,82 hektare. Sementara untuk pembebasan lahan seksi I yaitu Cileunyi-Tanjungsari sudah disiapkan dana sebesar Rp 185 miliar untuk pembebasan lahan seluas 288,03 hektare pada 2011 dan 2012.
"Pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi itu akan beriringan, sehingga pelaksanaan konstuksi akan dilakuan di bulan Juni 2011," katanya seraya menyebutkan, untuk pengerjaan konstruksinya sudah ada investasi dari Cina sebesar 150 juta dolar AS.
Selain Tol Cisumdawu, lanjut Soko, pada tahun ini pihaknya pun akan membebaskan lahan untuk Bandung Inter Urban Toll Road (BIUTR), yaitu untuk akses Gedebage, akses Pasteur, dan Pasteur-Cibiru. (B.99)**
http://klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110202105948&idkolom=tatarbandung
RAGIL77 February 2nd, 2011, 11:35 AM Berita Utama
01 Februari 2011
Warga Pertanyakan Tol Semarang-Batang
Hasil Pengukuran Disosialisasikan Februari
SEMARANG- Warga Ngaliyan, Kota Semarang, resah menantikan kepastian pembebasan lahan tol Semarang-Batang yang tak kunjung ada kepastian.
Padahal, pembebasan sudah direncanakan sejak sekitar empat tahun lalu. Untuk itu, Pemkot didesak segera memberikan kepastian, apakah pembangunan tol jadi dilakukan atau tidak.
”Kami benar-benar resah dengan rencana pembebasan jalan tol yang tak kunjung tuntas. Kami butuh kepastian secepatnya. Kalau memang pembangunan tol jadi dilakukan, segera beritahu warga, jangan diulur waktunya. Begitu pula jika proyek tidak jadi,” kata Suyari Muthalib, warga RT 8 RW 6 Perum Wahyu Utomo, Ngaliyan.
Menurut rencana, jalan tol tersebut akan melintasi sembilan kelurahan, yakni Gondoriyo, Purwoyoso, Tambakaji, Ngaliyan, Bambankerep, Wonosari, Kembangarum, Podorejo, dan Beringin di Kecamatan Semarang Barat dan Ngaliyan.
Beberapa warga yang terkena proyek tol Semarang-Batang di Perumahan Wahyu Utomo Ngaliyan mengaku sempat mendengar selentingan kabar bahwa pada bulan September tahun lalu dilakukan pengukuran ulang lahan dan bangunan. Namun setelah ditunggu pada hari tersebut, tidak ada sama sekali pengukuran ulang. Hal yang sama terjadi satu bulan kemudian. ”Ini jelas suatu hal yang tidak mengenakkan kami,” lanjutnya.
Berharap Gagal
Bambang, salah seorang warga RT 7 RW 6 Ngaliyan berharap, pembangunan yang melewati Perum Wahyu Utomo tidak jadi. Ia mengusulkan proyek tol dibelokkan melewati hutan-hutan atau lahan kosong.
”Sebab, selain akan mengacaukan keguyuban warga, juga akan menimbulkan polusi udara yang signifikan dan gangguan kebisingan bagi warga yang tidak kena proyek pembangunan. Dimungkinkan pula mengganggu sumber air artetis yang ada di lingkungan Wahyu Utomo,” tutur dia.
Sementara itu, Pemkot Semarang akan melakukan sosialisasi hasil pengukuran lahan pada Februari ini. Sekarang ini jadwal sosialisasi sedang disusun. Nantinya akan dilakukan secara bertahap di tiap kelurahan yang terkena tol.
”Karena tahapan masih panjang, masyarakat diimbau tidak perlu resah. Proses pembebasannya tetap dengan sistem ganti untung dan mengedepankan musyawarah,” kata Kabag Humas Pemkot Semarang Achyani.
Sejauh ini, Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Kota Semarang sudah menyelesaikan pengukuran lahan yang terkena tol Semarang-Batang.
”Hasil pengukuran itu nantinya disosialisasikan kepada masyarakat. Misalnya ada lahan yang semula dihitung 500 m2 ternyata dari penghitungan ulang hanya 420 m2. Juga kebun atau pohon yang terkena, akan dinegosiasikan dengan masyarakat,” kata Achyani.
v-sun February 3rd, 2011, 07:07 AM Kamis, 03/02/2011 12:18 WIB
PT Jasa Sarana Segera Tuntaskan Pembebasan Lahan 3 Ruas Tol di Jabar
Avitia Nurmatari : detikBandung
detikcom - Bandung, Direktur Utama PT Jasa Sarana Soko Sandi Buwono berjanji segera menuntaskan pembebasan lahan guna mempercepat proses pembangunan jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Dana sekitar Rp 300 miliar disiapkan untuk membebaskan lahan seluas 130 hektar lebih pada ruas Tol Cisumdawu seksi II Tanjungsari-Sumedang sepanjang 17 kilometer.
Diharapkan proses pembayaran sudah dapat dilaksanakan pada rentang waktu Mei-Desember tahun 2011 ini.
Lebih lanjut Soko menjelaskan, proyek ruas Seksi I Cisumdawu merupakan tol yang diprioritaskan pembangunannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Hal itu dimaksudkan untuk mengurai beban kemacetan yang seringkali mendera jalur Cadas Pangeran. Saat ini Kementerian PU melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memang sedang menenderkan proyek ini dengan dana kontruksi dari pinjaman Pemerintah China senilai 150 juta US Dolar.
"Pembangunannya akan dimulai tahun ini dan selesai pada 2012 atau 2013. Proyek tol ini juga menerapkan skema Kemitraan Pemerintah dan Swasta (KPS)," tuturnya Soko dalam rilis yang diterima detikbandung, Kamis (3/2/2011).
Proses pembebasan lahan untuk seksi I Cileunyi-Tanjungsari sepanjang 10 km akan dilakukan bertahap. Menurut Soko, total lahan yang harus dibebaskan untuk seksi I mencapai 288 hektar lebih. Dimana pada tahun 2011 ini sudah disiapkan dana Rp 80 miliar dan untuk tahun 2012 sebanyak Rp 105 miliar.
Sehingga secara keseluruhan untuk seksi I jumlah dana yang disiapkan mencapai Rp 185 miliar. Hal serupa juga dilakukan guna menyiapkan lahan bagi pembangunan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) seluas 95 hektar dengan alokasi pendanaan bertahap, tahun 2011 sebanyak Rp 199,3 miliar dan tahun 2012 senilai Rp 247,7 miliar.
Selain itu, Jasa Sarana juga akan membebaskan lahan tol dalam kota (Bandung Intra Urban Toll Road/BIUTR) pada tahun 2011 ini. Lahan yang akan dibebaskan meliputi seksi Soekarno Hatta-Gede Bage seluas 25 hektare dengan dana Rp270 miliar.
Sedangkan untuk lahan seksi Pasteur-Gasibu (4,4 hektare) dilakukan bertahap Rp 5,37 miliar pada tahun 2011 dan Rp 263,25 miliar di tahun 2012. Sedangkan untuk lahan seksi Pasteur-Cibiru baru tahap penilaian.
Soko menandaskan, proyek tol ini didanai pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai 150 juta US Dolar. Pembangunan konstruksinya sudah bisa dilaksanakan tahun 2012.
Selain melakukan proses pembebasan lahan bagi 3 ruas Tol (Cisumdawu, BIUTR dan Soroja), Soko berharap pihaknya bisa turut dalam pembangunan konstruksinya. Untuk melaksanakan pembangunan kontruksi di ketiga jalan Tol melalui anak perusahaan Jasa Sarana yaitu PT Jabar Bumi Konstruksi berencana ikut menggarap tiga proyek tol yang ada di Jabar tersebut.
Menurut Presiden Direktur Jabar Bumi Konstruksi Intri Siswandi menargetkan perusahaan mampu meraih 20% dari proyek Cisumdawu, BIUTR, dan Soroja. "Kami memiliki kompetensi sehingga akan ikut lelang pengerjaan konstruksi," katanya.
http://www.detik.com/read/2011/02/03/121806/1559627/486/pt-jasa-sarana-segera-tuntaskan-pembebasan-lahan-3-ruas-tol-di-jabar
v-sun February 4th, 2011, 05:10 AM Jumat, 04 Februari 2011
Tol Ciawi-Sukabumi Rampung Akhir 2012
TUBAGUS ISMAIL,(GM)-
Pembangunan jalan Tol Ciawi Bogor-Sukabumi sepanjang 54,3 km diperkirakan tuntas akhir 2012 mendatang. Pembangunan jalan tol tersebut memakan biaya sebesar Rp 4,9 triliun.
"Total investasi secara keseluruhan dari Ciawi hingga Sukabumi mencapai Rp 4,9 triliun, tetapi kalau untuk Ciawi-Cigombonglido saja nilai investasinya hanya mencapai Rp 2,9 triliun," kata Soko Sandy Buwono, Direktur Utama PT Jasa Sarana, Kamis (3/2).
Ia mengatakan, jasa sarana sebagai perusahaan daerah dalam permodalan proyek jalan Tol Ciawi-Sukabumi ini dibantu sindikasi perbankan nasional maupun daerah. Di antaranya adalah BNI, BRI, BJB, Bank Jatim, dan Bank Riau sehingga nantinya perusahaan daerah Jawa Barat memiliki 25 persen saham dalam pengelolaan jalan tol tersebut.
Terkait dana pembebasan lahan, ia menyebutkan, hal itu didapat dari pinjaman dari Badan Layanan Umum sebesar Rp 419 miliar. Namun demikian kebutuhan dana untuk pembasan lahan sendiri mencapai Rp 725,6 miliar untuk 54,3 km.
Saat ini, lanjut Soko, pembangunan terfokus pada seksi I yaitu ruas yang menghubungkan Ciawi-Cigombonglido. Panjang pembangunan jalan tol di lokasi itu mencapai 14,6 km dengan kebutuhan lahan seluas 138 hektare. Namun demikian sampai saat ini pengadaan lahan yang telah diselesaikan baru mencapai 10%.
"Ini ada kendala di beberapa wilayah, sehingga harus ada beberapa perubahan, baik perubahan pada rancangan maupun desainnya. Apalagi di sana ada penambahan interchange sehingga berpengaruh pada rancangan dan desainnya," katanya.
Namun demikian, pihaknya menargetkan seluruh pembebasan lahan rampung pada akhir semester pertama 2011. (B.99)**
http://klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110204042551&idkolom=tatarbandung
v-sun February 4th, 2011, 09:02 AM Tol Ciawi-Sukabumi Ubah Desain
Bandung, 4 Februari 2011 13:44
Rencana pembangunan ruas jalan tol Ciawi-Sukabumi mengalami perubahan desain, khususnya pembangunan simpang susun (interchange) di Caringin Bogor, sehingga berpengaruh terhadap proses penuntasan pembebasan lahan di kawasan itu.
"Ada perubahan desain di jalur itu, ada interchange di kawasan Caringin. Namun kita belum bisa melakukan pembebasan lahan karena belum bisa dilakukan menunggu persetujuan dan izin dari Kementerian PU tentang desain itu," kata Direktur Utama PT Jasa Sarana Jabar Soko Sandi Buwono ketika dihubungi di Bandung, Jumat (4/2).
Menurut Soko, Seksi I ruas Ciawi Sukabumi yang menghubungkan Ciawi - Gombong itu panjangnya sekitar 14,6 kilometer dari total 54 kilometer ruas jalan tol itu. Sedangkan luas yang akan dibebaskan di Seksi I adalah 138 hektare.
Ia menyebutkan, akibat ada perubahan desain itu maka berimbas pada proses penuntasan lahan dan juga penambahan anggaran. Pembebasan proyek jalan tol itu merupakan kerja sama antara PT Jasa Sarana dengan PT Bakrieland Development Tbk.
Meski ada keterlambatan dalam pembebasan lahan, namun Soko optimis awal pembangunan konstruksi bangunan itu bisa dilakuka pada semester II 2011.
Ia menyebutkan, pembebasan lahan jalan tol itu membutuhkan dana sebesar Rp420 miliar, sedangkan secara keseluruhan investasi yang dibutuhkan untuk pembangun tol sepanjang 54 kilometer itu sebilai Rp 2,9 triliun.
Ruas tol Ciawi - Sukabumi tersebut merupakan salah satu program jalan tol yang tengah digenjot Pemprov Jabar. Di kemudian hari jalan tol itu akan tersambung ke jalur Sukabumi - Ciranjang Cianjur.
Selain itu, tiga proyek jalan tol lainnya yang tengah digenjot di tatar Pasundan adalah Tol Dalam Kota Bandung (Bandung Intra Urban Toll Road/BIUTR), Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) serta Tol Soreang - Pasirkoja (Soroja). [TMA, Ant]
http://www.gatra.com/2011-02-04/artikel.php?id=145204
Ampelio February 4th, 2011, 11:41 AM Tol CISUMDAWU
http://img88.imageshack.us/img88/423/cisumdawu1.jpg (http://img88.imageshack.us/i/cisumdawu1.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Ampelio February 4th, 2011, 11:43 AM *3 projek berikut in repost dari thread Bandung stretscape :)
...karena juga berskala nasional gw post juga disini
Tol CISUMDAWU
http://img88.imageshack.us/img88/423/cisumdawu1.jpg (http://img88.imageshack.us/i/cisumdawu1.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Ampelio February 4th, 2011, 11:44 AM Tol SOROJA
http://img43.imageshack.us/img43/2084/soroja.jpg (http://img43.imageshack.us/i/soroja.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Ampelio February 4th, 2011, 11:45 AM BIUTR
http://img265.imageshack.us/img265/5295/biutr.jpg (http://img265.imageshack.us/i/biutr.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
v-sun February 4th, 2011, 05:08 PM Jasa Marga Siap Operasikan Gerbang Tol Cikarang
Oleh JIBI on 4 February , 2011
Oleh: Natalina Kasih Wasiyati
JAKARTA: PT Jasa Marga (Persero) Tbk siap memindah pengoperasian gerbang tol (GT) Pondok Gede Timur Utama (Jatibening) menyusul segera dioperasikannya GT Cikarang Utama pada ruas Jakarta-Cikampek.
Direktur Operasional Jasa Marga Adityawarman mengatakan pemindahan gerbang tol ini guna mengatasi kemacetan yang sering terjadi di GT Jatibening terutama pada saat jam padat mengingat kapasitas GT dengan 12 gardu keluar ini dinilai sudah tidak mampu lagi menampung kepadatan arus lalu lintas.
Dia menjelaskan GT Jatibening ini memberi kontribusi daya trafik sebesar 5,6% setiap tahunnya dari semua ruas jalan tol jang dioperasikan Jasa Marga dengan jumlah lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada GT tersebut mencapai 60.000 kendaraan perhari.
“Pemindahan GT Jatibening ke Cikarang Utama untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi pada ruas Jakarta-Cikampek khususnya pada saat jam padat, tingkat kemacetannya bisa mencapai 3 kilometer,” katanya, hari ini.
Dia menjelaskan jika dihitung dengan perkiraan empiris terhadap kepadatan trafik pada ruas tersebut sebesar 10% dari LHR maka ditemukan hasil 6.000 kendaraan perjamnya, sementara untuk dapat melayani arus kendaraan 6.000 kendaraan/jam dibutuhkan 18 gardu tol.
Gerbang tol Cikarang Utama, lanjut dia memiliki 21 gardu keluar yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.
“Antara kedatangan dan pintu keluar tidak seimbang, sehingga sering terjadi kemacetan pajang, untuk itu GT Cikarang yang memiliki gerbang tol keluar lebih banyak diharapkan dapat melayani kepadatan arus lalu lintas pada ruas Jakarta-Cikampek,” ujarnya.
Adit menuturkan dengan dioperasikannya GT Cikarang Utama ini, perusahaan akan melakukan perubahan sistem transaksi dibeberapa ruas jalan tol Jakarta-Cikampekm seperti untuk ruas dari arah Jakarta-Cikarang.
Bila sebelumnya kendaraan dari arah Jakarta menuju Bekasi Barat, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, dan Cikarang atau sebaliknya menggunakan sistem tertutup, dimana pengguna jalan tol mengambil tiket masuk di GT Pondok Gede Timur Utama dan akan membayar tarif tol yang berbeda sesuai asal gerbang.
Maka setelah GT Cikarang Utama dioperasikan, akan diberlakukan sistem terbuka dan dikenakan tarif merata ini berdasarkan tarif perjalanan rata- rata antara Jakarta hingga Cibitung, dengan ditetapkannya tarif merata ini, dia berharap akan dapat mereduksi kepadatan kendaraan yang biasanya terpusat di satu gerbang yaitu GT pondok Gede Timur Utama.
Sedangkan pada kendaraan yang akan ke arah Karawang, Cikampek, Bandung, dan Cileunyi atau sebaliknya tetap dikenakan tarif tol sesuai asal gerbang (jarak tempuh).
Pembangunan GT Cikarang Utama dengan nilai investasi sebesar Rp180 miliar itu telah selesai dan tengah menunggu izin pengoperasiannya oleh pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Menurut Adit, Jasa Marga sebelumnya telah mengajukan surat tertulis kepada Kementeria PU, jika surat izin pengoperasian tersebut telah disetujui, maka perusahaannya siap memindahkan GT Jatibening menuju GT Cikarang Utama.
“Mengenai berapa tarif yang akan diberlakukan pada GT Cikarang Utama kami masih belum bisa memberitahukan lebih lanjut, pasalnya keputusannya ada di Menteri PU. Jadi jika surat izin operasinya sudah keluar, maka harga tarifnya juga sudah bisa diketahui,” katanya.
http://bisnis-jabar.com/berita/jasa-marga-siap-operasikan-gerbang-tol-cikarang.html
v-sun February 4th, 2011, 05:09 PM - DP -
rudy bandung February 4th, 2011, 11:15 PM kecelakaan di tol cawang jakarta. jumat - 4 feb 2011
sebuah truk container menabrak beton pembatas jalan
http://i1196.photobucket.com/albums/aa407/bandung66/truk1.jpg
http://i1196.photobucket.com/albums/aa407/bandung66/truk2.jpg
http://i1196.photobucket.com/albums/aa407/bandung66/truk3.jpg
http://i1196.photobucket.com/albums/aa407/bandung66/truk4.jpg
eurico February 7th, 2011, 12:43 PM Pembangunan Tol Balaraja-Tanjung Lesung Didukung
PANDEGLANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Provinsi Banten, mendukung rencana pembangunan jalan tol dari Balaraja, Tangerang hingga Tanjung Lesung.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Aah Wahid Maulany di Pandeglang mengharapkan agar pembangunan sarana infrastruktur tersebut bisa segera direalisasikan. "Tanjung Lesung merupakan kawasan wisata andalan kita, jadi pemkab sangat mendukung rencana pembangunan jalan tol itu, karena akan memperlancar akses bagi wisatawan yang akan berkunjung ke lokasi tersebut," katanya.
Menurut dia, keberadaan jalan tol tersebut akan membawa dampak positif bagi perkembangan Pandeglang terutama dalam mengembangkan kawasan wisata khususnya Tanjung Lesung. Pembangunan jalan tol tersebut, lanjut dia, seiring dengan program Pemkab Pandeglang yang menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor andalan di samping pertanian.
"Pembangunan jalan tol itu sangat sejalan dengan program kita yang menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan, jadi tidak alasan untuk tidak mendukung," ujarnya. Apalagi, Tanjung Lesung yang terletak di Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang itu, akan dijadikan sebagai kawasan strategis pariwisata oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
"Sudah ada rencana dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk menjadikan Tanjung Lesung sebagai kawasan strategis pariwisata, jadi keberadaan jalan tol itu jelas sangat mendukung," ujarnya.
source: http://properti.kompas.com/read/2011/02/07/14075115/Pembangunan.Tol.Balaraja.Tanjung.Lesung.Didukung
eurico February 7th, 2011, 12:45 PM Flyover dan Underpass Dibuka, Akses di Lippo Village Makin Mudah
TANGERANG, KOMPAS.com - Lippo Village hari Jumat (4/2/11) meresmikan pembukaan jalan akses langsung menuju tol Jakarta-Merak dan underpass bagi penghuni dan pengguna jalan sehingga melancarkan arus lalu lintas dari dan ke wilayah kota Lippo Village (LV).
Flyover yang menyediakan akses jalan dari Lippo Village ke jalan tol Jakarta-Merak ini makin memudahkan penghuni dan para pengguna lalu lintas di Lippo Village menuju Jakarta.
Underpass yang juga diresmikan penggunaannya pada hari ini membuka akses langsung dari LV Utara menuju LV Central, juga akses ke arah Tangerang dan Merak. Underpass ini akan membuka akses langsung ke Islamic Junction dan ke LV Central serta memudahkan arus lalu lintas di area ini.
Norita Alex, Direktur Lippo Village, mengatakan, “Dengan rendah hati kami berbangga akan pembukaan flyover dan underpass yang dipersembahkan bagi para penghuni dan publik. Populasi LV telah berkembang dengan pesat dan hal ini mengakibatkan peningkatan arus lalu lintas dari dan ke LV serta didalam wilayah kota. Kami akan terus membangun infrastruktur dan fasilitas untuk menjadikan kota ini tempat yang nyaman bagi para penghuninya selain juga memberikan nilai tambah pada harga properti di LV dan sekitarnya.”
Lippo Village yang memiliki izin pengembangan 3000ha dibangun sejak tahun 1993 ini telah berkembang menjadi kota yang lengkap dan unik bagi penghuninya. LV memiliki beragam fasilitas kota seperti sarana pendidikan bertaraf internasional Sekolah Pelita Harapan, Sekolah Dian Harapan dan Universitas Pelita Harapan (UPH), Siloam Hospital dengan akreditasi JCI (Joint Commission International), hotel berbintang lima Aryaduta Lippo Village, country club dengan fasilitas lengkap.
Selain itu pusat perbelanjaan Supermal, lapangan golf 18 hole Imperial Klub Golf, pusat makanan Taman Sari dan Benton Junction yang menjadi tempat favorit khususnya bagi para mahasiswa UPH dan penghuni.
Lippo Village terus meningkatkan fasilitas yang sudah ada dengan membangun “St. Mark”, terletak di Lippo Village Central bersebrangan dengan Supermall, merupakan tempat berkumpul bersama keluarga sambil menikmati beragam restaurant, supermarket, café dan masih banyak restaurant-restaurant yang lainnya.
"Kami juga sedang membangun perumahan dengan lahan seluas kurang lebih 15 ha untuk keluarga muda dengan ukuran rumah yang tidak terlalu besar dengan sistem klaster yang sangat indah dan nyaman dengan elevasi tanah lebih dari 5 meter di atas jalan yang kami beri nama Rolling Hills," kata Norita.
Di Lippo Village Utara pun disediakan area komersial yang akan membangkitkan perekonomian di daerah Tangereang dan sekitarnya. Di area pusat bisnis LV terdapat beberapa gedung perkantoran seperti Menara CIMB yang merupakan kantor Bank CIMB Niaga, gedung Dynaplast Tower, Menara Matahari, yang menjadikan LV sebagai kota terlengkap. Saat ini penghuni LV mencapai 55.000 orang, serta 100.000 - 150.000 orang yang melakukan aktivitas setiap hari.
LV membangun infrastruktur dan fasilitas berstandar internasional dan pengelolaan kota dilakukan secara profesional oleh Divisi Town Manajemen Lippo Village.
Lippo Karawaci berada di garis terdepan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan proyeksi pertumbuhan melebihi enam persen per tahun. Hal ini tercermin dari kinerja kuat di seluruh unit strategis Perseroan. Dengan pendapatan per kapita akan melewati 3.000 dollar AS per tahun, penjualan residensial/township akan sangat menjanjikan, dan meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan berkualitas di Indonesia akan mendorong pertumbuhan kelompok rumah sakit Perseroan.
Sektor properti Indonesia akan menjadi proxy sangat baik bagi pertumbuhan Indonesia, dengan proyeksi jauh melebihi pertumbuhan rata-rata GDP nasional. Di sektor properti yang terfragmentasi, hanya segelintir perusahaan properti mampu menjawab tantangan dan peluang. Lippo Karawaci, dengan visi, profesionalisme, semangat kewirausahaan, dan divisi usaha yang solid telah memimpin di garis depan perkembangan positif ini.
Lippo Karawaci menargetkan hasil solid pada kuartal ke-4 tahun 2010 dan nilai pendapatan proyek serta keuntungan bersih pada akhir tahun 31 Desember 2010 mencapai lebih dari Rp3 triliun serta Rp525 miliar, mengalami kenaikan sebesar 17 persen serta 35 persen dibandingkan tahun 2009.
Lippo Karawaci adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset, pendapatan dan laba bersih , diperkuat dengan land bank luas dan basis pendapatan recurring yang kuat. Divisi usaha Lippo Karawaci meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. Lippo Karawaci tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp12,11 triliun. (KSP)
source: http://properti.kompas.com/read/2011/02/04/15004091/Flyover.dan.Underpass.Dibuka..Akses.di.Lippo.Village.Makin.Mudah
Mimihitam February 7th, 2011, 03:37 PM Kerugian Tol Porong-Gempol Akibat Lapindo Dibebankan ke Tarif
Jakarta - PT Jasa Marga Tbk salah satu pihak yang menderita kerugian lumpur Lapindo akan membebankan kerugian itu ke tarif relokasi baru tol Porong Gempol. Jasa Marga menghitung total kerugian kurang lebih Rp 70 miliar dari awal munculnya lumpur hingga ruas relokasi sudah beroperasi kembali.
Hal ini disampaikan oleh Dirut Jasa Marga Frans Sunito di acara rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Senin (31/1/2011).
Frans menjelaskan, kerugian itu berasal dari kehilangan pendapatan Jasa Marga akibat terkuburnya ruas tol Porong-Gempol sepanjang 5 Km. Selain itu, kerugian berasal dari peralatan ruas tol Jasa Marga yang rusak akibat lumpur.
"Kerugian itu kami perhitungkan dari relokasi, itu akan terbayar kembali dari tarif," kata Frans.
Hal ini kata Frans, karena pihaknya sudah 9 kali melakukan tuntutan ke pihak Lapindo namun belum dapat respons dari Lapindo. Terlebih lagi sejak pihak Lapindo dilepaskan dari tanggung jawab semburan lumpur Lapindo oleh pemerintah.
Ia juga menambahkan, relokasi tol Porong-Gempol akan mulai dilakukan konstruksinya pada triwulan II tahun 2011. Konstruksi baru ruas tol itu akan digeser 4 Km kearah barat, yang pengerjaannya dari dimulai dari utara maupun selatan.
Pihak Komisi VI DPR merasa gerah dengan rencana keputusan ini. Mengingat yang akan dirugikan dari beban tarif kerugian Jasa Marga di Tol Porong-Gempol adalah masayarakat pengguna tol.
"Itu solusi yang termudah dari menyelesaikan masalah kerugian, pada akhirnya rakyat yang dibebankan," kata Iskandar Saihu anggota DPR-RI dari fraksi PPP.
(hen/ang)
http://www.detikfinance.com/read/2011/01/31/145834/1557250/4/kerugian-tol-porong-gempol-akibat-lapindo-dibebankan-ke-tarif
@b1 February 8th, 2011, 04:56 PM Saya lihat kok jarang ya terowongan jalan di Indonesia, apa memang mahal untuk menerapkannya di Indonesia?
Saya lihat beberapa negara asia tenggara seperti Vietnam mulai merancang terowongan jalan, seperti Thu Thiem Tunnel.
bkz010019 February 9th, 2011, 02:15 AM 06/02/2011
Gerbang toll Cikunir
https://lh5.googleusercontent.com/_kjmA3ULxXTY/TU59r2qXKKI/AAAAAAAAD3g/ieqMbwN9Ru8/DSCN1765.JPG
Tol Cikampek
https://lh4.googleusercontent.com/_kjmA3ULxXTY/TU58HKiNRZI/AAAAAAAAD24/Q18NLDVkv0w/DSCN1755.JPG
fajarmuhasan February 9th, 2011, 02:31 AM Saya lihat kok jarang ya terowongan jalan di Indonesia, apa memang mahal untuk menerapkannya di Indonesia?
Saya lihat beberapa negara asia tenggara seperti Vietnam mulai merancang terowongan jalan, seperti Thu Thiem Tunnel.
geografis indonesia gak urgent membentuk jalan tunnel karena jalan di atas masih mudah dibuat.
katakanlah puncak...mungkin bisa dibuatkan tunnel bogor-cianjur, tapi apa urgensinya karena target tujuan adalah di puncaknya bukan cianjurnya.
purwakarta-bandung : udah dibuatkan jalan tol dan gak perlu buat tunnel.
mungkin lebih baik tunnel antar pulau spt jawa-bali
wangweijie84 February 9th, 2011, 02:53 AM Saya lihat kok jarang ya terowongan jalan di Indonesia, apa memang mahal untuk menerapkannya di Indonesia?
Saya lihat beberapa negara asia tenggara seperti Vietnam mulai merancang terowongan jalan, seperti Thu Thiem Tunnel.
prioritas jalan tentu dikarenakan ke dataran yg lebih rendah, kebanyakan kota besar di indonesia berada di dataran rendah, jadi jauh dari gunung gt ..... dan tentu jarang sekali kita lihat jalan terowongan. Apalagi akhir2 ini sering ada gunung meletus, pemerintah jadi ngeri kalo mau membangunnya.
Dengan kata lain, typikal tanah di Indonesia dari kota satu ke kota yg lain relatif hampir sama ketinggiannya, jadi kalo besok2 memang diperlukan mungkin akan segera dibuat jalan terowongan. Tergantung kondisi gt.
Indonesia ini negara kepulauan jadinya mesti bikin jembatan antar pulau aja ( contoh proyek : Jembatan Selat Sunda dan 1 proyek lagi yg ada di Bintan ) cuma bikin jembatan ini amat susah butuh perhitungan yg baik. Vietnam pun walaupun mereka bikin jalan terowongan, tetap bukan tandingan kita, kita sudah punya jembatan antar pulau Suramadu 5.4 km, Jembatan Selat Sunda dan 1 proyek lagi di Bintan ( aku lupa namanya ) kalo pemerintah serius i itu, mungkin kita akan bisa lebih maju dari Thailand. ;)
v-sun February 9th, 2011, 05:12 AM Saya lihat kok jarang ya terowongan jalan di Indonesia, apa memang mahal untuk menerapkannya di Indonesia?
Saya lihat beberapa negara asia tenggara seperti Vietnam mulai merancang terowongan jalan, seperti Thu Thiem Tunnel.
rencana tol dalam kota Bandung sebagian bakal dibuat dibawah tanah/terowongan.
v-sun February 9th, 2011, 05:29 AM ^^
Kota Bandung akan Miliki Terowongan Jalan Tol
Rabu, 02 Februari 2011, 02:34 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Kota Bandung akan memiliki terowongan jalan tol sepanjang 400 meter di kawasan Gasibu dalam rangkaian jalur tol dalam kota atau "Bandung Intra Urban Toll Road".
"Ruas tol dalam Kota Bandung akan dibuatkan terowongan sepanjang 400 meter di Kawasan Gasibu, tepatnya setelah jembatan Paspati," kata Presdir PT Jabar Bumi Kontruksi Intri Siswandi di Bandung, Selasa.
Kebijakan untuk membuat terowongan atau 'underpass' di kawasan Gasibu itu tidak lepas dari upaya menjaga estetika Kota Kembang Bandung yakni agar tidak mengganggu pemandangan dari Gedung Sate Bandung - Monumen Perjuangan Jabar ke Gunung Tangkuban Parahu.
Lokasi terowongan itu sendiri tepatnya di depan Gedung Sate Kota Bandung yang berjarak sekitar 500 meter. "Terowongan akan dibuatkan di bawah jalan yang saat ini telah ada, kami sudah menyiapkan teknologinya untuk melakukan terowongan jalan tanpa mengganggu jalan yang ada di atasnya," kata Intri Suwandi.
"Jalur tol itu sendiri dibangun dalam bentuk jalan layang mulai dari Tol Pasteur hingga Jembatan Paspati, selepas jembatan itu baru dibuat terowongan. Sedangkan jalur berikutnya dibuat jalan darat dan jalan layang," kata Intri.
Jalan Tol Dalam Kota Bandung memanjang dari Pasteur - Cibiru - Cileunyi. Selain itu juga akan mengakses dari Gedebage Kota Bandung. Pembebasan lahan jalan tol itu dimulai 2011 untuk Seksi Akses Gedebage dan Seksi I Pasteur - Gasibu akan dilakukan pada 2012.
Jalan Tol Dalam Kota itu diharapkan bisa mengatasi kemacetan di kawasan Kota Bandung sehingga bisa mengurangi beban jalan protokol. Terkait konstruksi jalan tol yang dibuat dalam jalan layang, akan berbeda dengan konstruksi jembatan Paspati.
"Konstruksi jalan layang untuk jalan tol itu sudah disiapkan, berbeda dengan konstruksi Jembatan Paspati. Namun Jembatan Paspati juga merupakan bagian dari tol dalam kota sehingga kami harus membuatkan jalan alternatifnya," kata Intri Siswandi.
Red: Stevy Maradona
Sumber: Antara
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/11/02/02/161943-kota-bandung-akan-miliki-terowongan-jalan-tol
afril February 9th, 2011, 11:30 AM Lintas Sumatra, di tepian Danau Singkarak, Sumatera Barat
http://img607.imageshack.us/img607/3116/84021696.jpg
by Nofrins Napilus
eurico February 10th, 2011, 01:29 AM ^^ wuuih mantab fotonya....
RAGIL77 February 10th, 2011, 11:39 AM Suara Pantura
10 Februari 2011
Pembebasan Tol Batang-Pemalang Tak Jelas
BATANG- Warga yang tanahnya akan dibebaskan untuk pembangunan jalan tol Batang-Pemalang kini resah. Pasalnya, sampai saat ini tidak ada kepastian kapan proses pembebasan tanah dari pemerintah.
’’Warga di desa kami menjadi resah, sebab pembebasan tanah tidak jelas. Kalau mau dibebaskan harus tegas, jangan bertele-tele, kapan dimulai,’’kata Kades Sawahjoho Sudarno, Warungasem, Rabu (9/1).
Dia menyatakan, ketidakpastian pembebasan tanah menyusahkan warganya. Pasalnya, warga telah menyetujui tanah mereka dibebaskan untuk proyek pembangunan jalan tol yang jadi program pemerintah. Warga yang ingin memperbaiki rumah menjadi ragu-ragu, karena takut kalau diperbaiki ternyata dilakukan pembebasan. Di Sawahjoho, kata dia, pembebasan tanah akan dilakukan pada lahan sekitar 67,1 hektare. Terdiri atas sawah, 25 rumah, dan satu mushala.
’’Di sini masyarakat tidak menolak sebab pemerintah membutuhkan lahan. Cuma kami perlu kejelasan, kasihan warga yang mau memperbaiki rumah jadi ragu-ragu. Honor panitia di desa juga baru satu kali dibayar,’’ tandasnya.
100 Rumah Selain Sawahjoho, di Kecamatan Warungasem pembebasan lahan juga rencananya akan dilakukan di Desa Masin, Banjiran, Candiareng, dan Kalibeluk. Kades Masin, Taufiqin menyatakan, saat ini warganya juga gelisah tentang ketidakpastian pembebasan lahan tol Batang-Pemalang. Di desa ini padahal ada sekitar 100 rumah yang telah didata untuk dibebaskan dengan luas sawah sekitar 5 hektare.
’’Warga resah, sebab kadang-kadang ada berita akan dibebaskan. Kalau iya (dibebaskan), kapan itu dilakukan. Kalau tidak jadi, ya tidak usah,’’ katanya.
Taufiqin meminta ada kepastian informasi terkait persoalan ini. Pasalnya, dia sempat mendengar ada yang akan melakukan pembayaran, tapi ternyata itu tidak terjadi. Dengan tidak adanya kejelasan maka masyarakat yang mau mengurus rumah, baik untuk memperbaiki dan mengurus sertifikat tanah harus ditunda.
’’Warga menunggu penjelasan jadi atau tidak biar tidak resah. Kemarin, ada sertifikasi masal yang kena jalan tol tidak boleh. Itu khan kalau tidak jadi yang rugi warga,’’ tegasnya.
Fauzi Arief, anggota sekretariat panitia pengadaan tanah (P2T) mengatakan, sampai sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi dari tim pengadaan tanah (TPT) terkait pembebasan lahan untuk tol Batang-Pemalang. Pihaknya, bersifat menunggu dari TPT untuk kelanjutan proses ini. Untuk investor pembangunan tol Batang-Pemalang berbeda dengan investor tol Batang-Semarang.
Kalau Batang-Semarang dilakukan oleh Grup Bakrie, untuk Batang-Pemalang digarap oleh PT Pemalang Batang Tol Road.’’Belum ada informasi. Kami tidak tahu dan sifatnya menunggu,’’ katanya.
Dia menegaskan, jika memang warga ingin memperbaiki rumah mereka saat ini, maka itu bisa dilakukan. Untuk perhitungan nantinya akan dilakukan oleh tim secara proporsional.
’’Silahkan diperbaiki. Misalnya yang tadinya papan jadi tembok. Nanti nilainya tetap beda,’’ katanya.
sumber : suara merdeka
rudy bandung February 10th, 2011, 01:16 PM lampu jalan tol tenaga surya - cipularang
http://i1196.photobucket.com/albums/aa407/bandung66/lampu-tol-surya.jpg
VRS February 10th, 2011, 01:41 PM terang lampu tsb sama dgn terang lampu listrik?
rizki2lancer February 10th, 2011, 01:56 PM ^^
Lumayan terang :)
Semoga kedepannya lmpu bertenaga surya jadi standar di Indonesia. Amin!
tollfreak February 12th, 2011, 06:16 PM Proyek JORR-W2 Terhambat Pembebasan Lahan
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/02/12/proyek-jorr-w2-terhambat-pembebasan-lahan
Sabtu, 12 Februari 2011 - 19:24 WIB
| More
KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Upaya pembangunan proyek Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) West II, di Jakarta Selatan dipastikan terkendala dengan persoalan lahan. Sebab, 24 bidang tanah yang bakal terkena proyek ternyata dalam kondisi sengketa kepemilikan sehingga penyelesaian pembayarannya pun terpaksa dikonsinyasikan ke pengadilan.
Ketua Tim Pengadaan Tanah Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Ambardy Effendy, mengatakan, dari 24 bidang tanah yang bersengketa, 2 bidang di Kelurahan Petukanganselatan, 3 bidang di Kelurahan Ulujami, dan 19 bidang lainnya berada di Kelurahan Petukanganutara.
“Paling banyak di Kelurahan Petukangan Utara yang mencapai 19 bidang tanah,” kata Ambardy, saat pembayaran lahan JORR West II, di Walikota Administrasi Jakarta Selatan, kemarin.
Ia menambahkan saat ini ke-24 bidang tanah tersebut dalam proses pemberkasan. Namun demikian hingga target selesai pembebasan pada Maret mendatang, jumlah bidang yang dikonsinyasikan diperkirakan akan bertambah. Sebab masih ada pula beberapa warga yang menuntut pembayaran ganti rugi lebih besar dari yang telah ditetapkan. “Kita perkirakan jumlah yang dikonsinyasi hingga Maret mencapai 10 persen,” tambahnya.
Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Jakarta Selatan, Syamsudin Noor, mengatakan hingga saat ini, sudah 310 bidang tanah yang telah dibebaskan dari 790 bidang. Setelah adanya Keputusan Gubernur Nomor 1907 tahun 2010 tentang Perubahan Ganti Rugi Tanah Untuk Pembangunan JORR W II, di Jakarta Selatan sendiri telah mencapai tahap ketiga pembayaran.
Ia merinci pada tahap pertama, telah dibayarkan 60 bidang dan tahap kedua sebanyak 150 bidang. “Untuk pembayaran tahap ketiga ini kita bayarkan 64 bidang dengan total pembayaran Rp 35 miliar,” kata Syamsudin yang juga Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Namun, sayangnya proses pendataan dan pembayaran berjalan lambat, karena hingga saat ini masih terdapat warga yang tanahnya bakal terkena proyek JORR, namun bangunannya belum terdata oleh P2T. Firman (34) warga RT 01/04 Kelurahan Petukanganutara, Kecamatan Pesanggrahan, misalnya, ia merasa kecewa karena hanya lahannya saja yang terdata, sedangkan bangunan miliknya hingga kini belum terdata. Padahal dirinya telah mendapatkan undangan untuk pembayaran sebanyak tiga kali. “Sudah tiga kali ini saya datang ke acara pembayaran, tapi sampai saat ini pengukuran bangunan belum juga selesai,” tegasnya. (anton/B)
Wicak_15 February 13th, 2011, 07:38 AM A. Ruas JORR W1
1.
http://img148.imageshack.us/img148/3603/dsc03709aw.jpg
2.
http://img40.imageshack.us/img40/8725/dsc03711v.jpg
3.
http://img19.imageshack.us/img19/6235/dsc03712ci.jpg
4.
http://img15.imageshack.us/img15/4351/dsc03713ek.jpg
5.
http://img820.imageshack.us/img820/2017/dsc03719nc.jpg
6.
http://img585.imageshack.us/img585/4240/dsc03720g.jpg
7.
http://img651.imageshack.us/img651/3208/dsc03721a.jpg
B. Progress flyover Duri Kosambi
1. Sorry ya ketutupan bunga
http://img825.imageshack.us/img825/6399/dsc03715t.jpg
2.
http://img163.imageshack.us/img163/2332/dsc03716gy.jpg
VRS February 14th, 2011, 08:23 AM duri kosambi flyover dibuat utk menghidari rel kereta api..??
Wicak_15 February 14th, 2011, 12:09 PM ^^Iya om.
DJ_Archuleta February 14th, 2011, 04:34 PM Batam Streetscape
By xentria
http://farm4.static.flickr.com/3235/2488232581_8b4a4edf46_b.jpg
DJ_Archuleta February 14th, 2011, 04:35 PM Batam Streetscape
By xentria
http://farm3.static.flickr.com/2411/2489049450_3c8d12d9df_b.jpg
RAGIL77 February 15th, 2011, 07:46 AM Hasil Ukur Lahan Tol Dikomplain
Monday, 14 February 2011
SEMARANG(SINDO) – Panitia Pembebasan Tanah (P2T) proyek jalan tol Semaranag–Batang kemarin mengumumkan hasil pengukuran tanah di tujuh kelurahan di Kecamatan Ngaliyan.
Di hari pertama sosialisasi hasil ukur tersebut, P2T banyak mendapat komplain dari warga.Tujuh kelurahan yang telah selesai diukur adalah Kelurahan Purwoyoso, Tambakaji, Ngaliyan, Bambankerep, Wonosari, Gondoriyo, dan Kelurahan Beringin. Sosialisasi dipusatkan di Kantor Kelurahan Purwoyoso dan dihadiri anggota P2T,Camat Ngaliyan, tujuh Lurah, serta perwakilan warga yang tanahnya terkena proyek. Komplain warga didominasi tidak cocoknya pengukuran lapangan dengan hasil pengumuman. Seperti diutarakan Sugiyo, 48, warga RT 1 RW 7,Purwoyoso.Ada 19 kepala keluarga (KK) di wilayah tempat tinggalnya yang tanahnya akan terkena proyek jalan tol.
Namun, tidak semua tanah warga masuk dalam daftar lahan yang terkena proyek.”Contohnya tanah saya 144 meter persegi, dilihat dari patok, berada di badan jalan tol. Tapi kenapa kok tidak masuk di daftar yang diumumkan hari ini. Ini kan membuat bingung,” paparnya. Sutaryo, 50,warga RW 13, Purwoyoso mengaku saat petugas melakukan pematokan, pihaknya mendapatkan kabar ada 55 bidang tanah di RW 13 yang terkena proyek.Ternyata, enam bidang di antaranya tidak masuk daftar lahan calon jalan tol. ”Padahal kalau melihat patoknya, enam bidang tanah itu nantinya berada di tengah as jalan tol,”katanya lagi.
Sementara itu,Paijo,52,warga RT 3 RW 8, Purwoyoso meminta agar P2T memasukkan sekalian sisa lahan miliknya seluas 3 meter persegi ke dalam daftar hasil ukur tersebut. ”Saat pengukuran antara tahun 2008–2009, dari 132 meter persegi tanah saya,yang tidak terkena cuma tiga meteran.Mbokitu sekalian dimasukkan ke daftar. Tapi anehnya, saat diumumkan hari ini, tanah saya yang terkena hanya 65 meter persegi,” ungkap Paijo. Sekretaris P2T Pemkot Semarang Nur Jannah menerangkan, warga diberi kesempatan selama tujuh hari untuk menyampaikan komplain atas hasil ukur yang diumumkan kemarin. ”Kita beri waktu hingga tanggal 21 Februari.”
”Komplain bisa disampaikan melalui lurah atau camat karena lurah dan camat memang masuk dalam anggota P2T. Selanjutnya, tim dari P2T nanti akan menginventarisasi komplain, kemudian dikaji dan turun ke lapangan,” paparnya. Anggota P2T Sapto Adi Prasetyo menambahkan, pihaknya hanya bisa memberi ganti rugi kepada warga yang tanahnya benar- benar terkena jalan tol. ”Di luar itu,seperti sisa 3 meter,kami tidak bisa berikan karena itu sudah melanggar hukum,” tandas Sapto. Terpisah, Humas Pemkot Semarang Achayani memaparkan, selain tujuh kelurahan yang tersebut di atas, maka masihada dua kelurahan lain yang wilayahnya akan dilintasi jalan tol Semarang– Batang.
Dua kalurahan tersebut yakni Kembangarum di Semarang Barat dan Podorejo di Ngaliyan.Berdasarkan pengukuran sementara, maka diketahui bahwa total lahan yang dibutuhkan untuk jalan tol mencapai 63,8 hektare,sepanjang 10,9 km. ”Kembangarum dan Podorejo masih dalam proses pengukuran. Untuk nilai ganti ruginya, nanti ditentukan setelah hasil pengukuran clear dan harus menggandeng tim appraisal,” paparnya. (agus joko)
sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/381889/
Venantio February 16th, 2011, 01:27 AM terang lampu tsb sama dgn terang lampu listrik?
Maksudnya mungkin listrik biasa? Soalnya, tenaga surya itu pun juga tenaga listrik dengan pembangkitnya dari sel-sel penangkap sinar matahari (sel surya/solar cell).
aa coy February 17th, 2011, 07:43 AM sekedar renungan, khususnya pemerintah RI bisa belajar dr sini & patut ditiru ! :applause::okay:
==========================================================
RADAR BOGOR : Rabu, 02 Februari 2011 , 10:11:00
Catatan Dahlan Iskan Direktrur Utama PLN
Dengan BBM, Bangun Jalan Tol :okay:
Memang tidak ada doktrin “belajarlah sampai ke India”, tapi tetap saja ada pelajaran menarik dari sana. Terutama bagaimana negara miskin dengan penduduk besar yang dengan demokrasinya yang liberal itu akhirnya menemukan juga jalan keluar untuk bangkit. CARA bangkitnya pun unik. Terutama dalam membangun infrastruktur dasar seperti jalan tol dan jalan raya nasional.
Karena itu, di sela-sela kunjungan Presiden SBY ke India, saya memerlukan tinggal lebih lama di India. Untuk melihat perkembangan pembangunanIndia dan manajemen distribusi listrik di sana.
Semula, bukan main juga sulitnya membebaskan tanah untuk jalan tol, pelabuhan, bandara dan jalan negara lainnya di India. Sampai kemudian, dibentuklah satu lembaga independen khusus untuk mengurus pembangunan, pemeliharaan, pengelolaan dan pengoperasian jalan raya. Disingkat National Highway Authority of India (NHAI). Inilah lembaga yang kemudian terbukti menjadi terobosan dalam mempercepat pembangunan jalan raya di India. Lembaga independen tersebut terdiri atas ahli konstruksi, ahli lalulintas, ahli hukum dan tokoh-tokoh tepercaya masyarakat.
Kehadiran tokoh tepercaya masyarakat itu diperlukan agar penentuan harga tanah tidak hanya memihak investor. Lembaga tersebut bertanggung jawab atas terbangunnya jalan raya sepanjang 60.000 km, termasuk ribuan kilometer jalan tol. Bahkan, bertanggung jawab juga menentukan aturan investasi, pedoman harga tanah, sampai ke soal perhitungan keuangan dan bisnisnya. Lembaga NHIA itulah yang terbukti menjadi kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi India yang begitu cepat lima tahun terakhir ini.
Dari mana India mendapat dana untuk pembangunan jalan tol yang begitu cepat? Ini juga bisa ditiru di Indonesia: dari pajakkhusus BBM. Setiap mobil yang membeli BBM dibebani tambahan setara Rp200/liter. Itu dinilai sangat adil. Yang memerlukan jalan raya adalah pemilik mobil. Yang mengeluh kalau jalan rayanya macet juga pemilik mobil. Apa salahnya kalau keluhan mereka diselesaikan dengan cara membebankan biayanya kepada mereka juga. Berkat jalanjalan yang lancar itu, ekonomi menjadi sangat baik. Setelah ekonomi baik, rakyat kecil ikut menikmati. Tidak pelak kalau pertumbuhan ekonomi India mencapai sembilan persen tahun lalu. Hanya kalah sedikit oleh Tiongkok.
Semula, memang banyak yang menentang pengenaan pajak khusus BBM itu. Namun, setelah dijalankan dengan tegas, akhirnya diterima juga tanpa keributan. Bahkan akhirnya disyukuri karena India mampu bangkit dan menjadi buah bibir dunia? Sistem tersebut juga membebaskan pemerintah dari sikap pro-kontra masyarakat. Soal ganti rugi tanah, misalnya, boleh saja pemilik tanah berkeberatan.
Tapi, karena penentuan harga tanah sudah sangat adil, keberatan itu diselesaikan dengan jalan hukum. NHAI menitipkan sejumlah uang sesuai tarif yang sudah ditentukan ke pengadilan. Sambil menunggu pengadilan, proyek jalan terus. NHAI juga yang menetapkan paket-paket proyeknya. Setiap paket pembangunan jalan tol atau jalan raya maksimum 50 km.
Dengan demikian, kalau yang akan dibangun 1.000 km, berarti ada 20 paket tender. Ketentuan tender masing-masing ruas tidak sama. Di ruas yang arus mobilnya sedikit, yang ditenderkan adalah berapa rupee si investor memerlukan subsidi dari NHAI. Perusahaan yang mengajukan penawaran subsidi paling rendah, dialah yang memenangkan tender itu. Sebaliknya, untuk ruas yang sangat ramai, tendernya terbalik. Investor yang bisa membayar kepada NHAI paling tinggi, dialah yang menang tender.
Itulah yang dimaksud dengan private public partnership di India. Dengan sistem tersebut, pembangunan jalan tol Golden Quadrilateral sepanjang lebih seribu kilometer bisa selesai dalam waktu kurang dari lima tahun. Karena itu, ibukota New Delhi yang di utara kini sudah bisa dihubungkan dengan jalan tol ke Mumbay di barat, Chennai di selatan, dan Kalkuta di timur kini sudah terhubung denganjalan tol.
Tanpa terobosan seperti itu, bisa dibayangkan alangkah sulitnya ekonomi India dengan beban penduduk 1,1 miliar sekarang ini. Karena sistem baru tersebut sudah berjalan lebih dari delapan tahun dan sudah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang cepat sekarang ini tidak akan tertahankan lagi.
Meski begitu, India tetap memerlukan waktu lebih lama untuk benar-benar bisa menjadi negara modern seperti Tiongkok. Negara itu telanjur terlalu miskin dengan beban penduduk yang begitu besar. Kebangkitan ekonominya tentu terjadi tidak sekaligus. Kota seperti New Delhi, Mumbai, dan Bangalore sudah terlihat menggeliat. Tapi, kota besar seperti Kalkuta, masih sulit diceritakan.
Saya memang perlu ke Kalkuta setelah mengikuti kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke New Delhi pekan lalu. Sekaligus ingin melihat pedesaannya. Saya ingin membandingkan apakah geliat kebangkitan pembangunan India itu bisa seperti Tiongkok, merata sampai ke pedesaannya. Saya masuk sampai ke sebuah desa perbatasan dengan Bangladesh. Gerakan bosan miskin itu seperti belum sampai di Kalkuta.
Kota Kalkuta jauh lebih parah dari yang saya bayangkan. Kepadatan penduduknya, kemiskinan, kekumuhan, kesemrawutan, bau busuk, kaki lima, bangunan reyot, dan sampah berhamburan di mana-mana seperti tidak ada batas akhirnya.
Kota besar berpenduduk 12 juta orang itu (sebesar Jakarta atau empat kali Surabaya) praktis seperti lautan slump. Bangunanbangunan kuno peninggalan Inggris tidak terasa lagi keanggunannya. Kalah oleh kekumuhan dan debu yang melingkupinya.
Sesekali semestinya para pimpinan negara, pejabat daerah, dan anggota DPR kita perlu kunker ke Kalkuta. Setidaknya untuk menjaga agar kotakota di Indonesia jangan sampai mundur seperti Kalkuta. Malam itu, setiba di sebuah hotel bintang lima di Kalkuta, kami (saya dan dua staf PLN) ingin langsung melihat-lihat kota. Petugas keamanan hotel terlihat heran, pada pukul 22.00 seperti itu kami ngotot mau jalan-jalan.
Tapi, belum lagi 200 langkah perjalanan kami, petugas tersebut mengejar kami. “Sebaiknya jangan diteruskan. Tidak aman,” katanya. Kami sendiri sudah mulai merasakan itu. Baru beberapa meter dari gerbang hotel, bulu kuduk mulai berdiri. Tidak ada lampu penerangan di trotoar itu. Begitu banyak orang yang duduk-duduk atau tiduran di trotoar. Bangkelan-bangkelan besar terlihat terikat di trotoar tersebut pertanda trotoar itu menjadi arena pedagang kaki lima saat siang. Padahal hotel tersebut berada di sebelah taman nasional, seperti Taman Monas kalau di Jakarta. Taman terbuka itu sebenarnya cukup luas. Desain awalnya juga terlihat bagus dan elite. Tapi, jantungnya Kota Kalkuta itu sangat tidak terurus.
Kami akhirnya pilih mempercepat tidur. Agar pagi-pagi bisa bangun untuk jalan pagi sambil melihat sudut kota yang lebih banyak. Ketika matahari belum terbit, jalan-jalan sudah ramai dengan lalu lintas orang serta kendaraan. Hari itu hari kemerdekaan India. Akan ada parade militer. Tapi, tidak terlihat sama sekali suasana pesta. Tidak ada bendera nasional, umbulumbul, atau hiasan. Tidak ada juga keinginan, misalnya agar paling tidak sehari itu, kotanya lebih bersih. Bahkan, barikadebarikadeuntuk mengatur lalu lintas hari itu terlihat lebih semrawut karena terbuat dari bambu-bambu tua yang dibelah.
Maka, pagi itu, selama sejam berjalan kaki, saya hanya bisa melihat kesemrawutan dan kekumuhan di sepanjang jalan. Di salah satu jalan di pusat kota, saya melihat begitu banyak orang mandi di trotoar. Hanya mengenakan celana dalam.
Rupanya, ada air PDAM yang sudah lama bocor di situ. Bisa untuk mandi gratis beramai-ramai. Saya menghitung ada berapa orang yang lagi mandi pagi di trotoar itu: 14 orang. Di sepanjang trotoar yang saya lalui, tidak hentihentinya pemandangan ini: orang berdiri di atas trotoar sambil menggosok gigi. Ada yang pakai sikat gigi, banyak juga yang pakai sepotong kayu, sebesar jeruji jendela yang kecil. Sesekali saya lihat mereka mematahkan kayu itu, lalu memasukkan kembali ke mulut.
Masih ada lagi fungsi lain trotoar di sana: untuk tempat memasak. Begitu banyak ibu-ibu yang memasak di pinggiran jalan. Demikian juga toilet umum, rupanya kurang diperlukan. Saya melihat di mana-mana orang bisa kencing sambil berdiri begitu saja di pinggir jalan.
Setelah lelah berjalan kaki, kami meloncat ke dalam trem listrik. Biar bisa menjangkau kota lebih jauh. Juga, siapa tahu bisa melihat satu bagian kota yang lain yang agak berbeda. Tapi, ternyata sama. Di mana-mana kami melihat pemandangan yang itu-itu juga. Praktis, hanya di dalam lingkungan hotel yang terlihat terawat indah.
Tidak adakah sisi positifnya? Tentu ada. Semiskin-miskinnya mereka dan sesemrawutsemrawutnya Kalkuta, penduduknya masih ingat melakukan sikat gigi. Itu pertanda bahwa penduduknya berpendidikan.
Di India, pendidikan memang utama, yang kelak bisa dipakai modal sosial untuk kemajuan India. Sisi positif lainnya adalah: semua kendaraan umum sudah menggunakan gas atau elpiji. Itu membuat kepadatan dan kesemrawutan lalu lintasnya tidak bertambah pengap oleh polusi. Dari sudut ini, Jakarta pun kalah.
Tentu tidak perlu diceritakan lagi perjalanan saya ke pedalaman. Termasuk bagaimana pengalaman kami naik kereta rakyat yang horornya sudah sering terlihat di televisi itu. Saya harus berdiri di sela-sela bungkusan sayur selama dua jam. Duduk di lantai pun dimarahi penumpang lain karena bisa untuk menambah satu lagi penumpang berdiri. Positifnya: rel di sana double- track sehingga perjalanan bisa lebih cepat. Meski harus berhenti di kira-kira 30 stasiun, tapi tidak membosankan karena setiap berhenti tidak lebih dari 1 menit.
Melihat Kalkuta hari ini, saya jadi memahami mengapa Inggris memindahkan ibu kota India keNew Delhi pada zaman dulu. Tidak ada harapankah Kalkuta? Ternyata ada. Di sebelah Kota Kalkuta ternyata kini sedang dibangun kota baru: Jyothibasu. Kota itu masih jauh dari jadi, tapi mulai terlihat menggeliat. Jaringan jalan-jalannya dan beberapa gedung tinggi yang modern mulai terlihat di sana.
Rupanya, Kalkuta memilih lebih dulu membangun sesuatu yang baru sama sekali daripada merenovasi kota lama yang begitu beratnya. Saya jadi ingin melihat lagi Kalkuta lima tahun mendatang. (*)
http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&id=68140
David-80 February 17th, 2011, 10:22 AM ^^ aa_coy jangan lupa link berita nya di cantumkan
cheers
aa coy February 17th, 2011, 12:19 PM ^^ aa_coy jangan lupa link berita nya di cantumkan
cheers
done, pa moderator :cheers::)
RAGIL77 February 17th, 2011, 02:59 PM Suara Pantura
16 Februari 2011
Pembebasan Tanah Dijadwal Ulang
BATANG - Keresahan sebagian masyarakat terkait ketidakjelasan pembebasan lahan tol Pemalang - Batang, tampaknya akan segera terjawab. Pemerintah bersama investor rencananya dalam waktu dekat akan segera melakukan proses pembebasan lahan di desa-desa yang akan dilalui jalan tol tersebut.
”Maret, kita akan menjadwalkan ulang pembebasan tanahnya,” ujar Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Ruas Jalan Tol Pemalang-Batang, Rasbadi ST,MT, Selasa (15/2).
Selain Tim Pengadaan Tanah (TPT), penjadwalan ulang pembebasan lahan tersebut juga akan melibatkan panitia pengadaan tanah di tingkat kabupaten serta investor. Penjadwalan ulang dilaksanakan Maret, sebab harus menunggu dilakukannya amandemen kontrak 22 Maret mendatang, antara kepala badan pengatur jalan tol dengan badan usaha jalan tol atau pihak investor. (H56-13)
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/16/137039
drie February 18th, 2011, 02:57 PM JALAN LINGKAR LUAR KOTA BANGKINANG, bagian dari jalan Lintas barat Prov. Riau
http://farm5.static.flickr.com/4097/5450932300_bc67ca998f_z.jpg
http://farm6.static.flickr.com/5052/5450932030_22924ee60a_z.jpg
http://farm6.static.flickr.com/5176/5450933246_a69b51e91b_z.jpg
Wicak_15 February 20th, 2011, 04:45 AM --Part 1--
Proyek pelebaran Jalan tol Jakarta-Tangerang
1.
http://img190.imageshack.us/img190/5936/dsc03780g.jpg
2.
http://img109.imageshack.us/img109/9315/dsc03779v.jpg
3.
http://img135.imageshack.us/img135/472/dsc03781g.jpg
4.
http://img62.imageshack.us/img62/3168/dsc03782zw.jpg
5.
http://img405.imageshack.us/img405/7771/dsc03783sc.jpg
6.
http://img191.imageshack.us/img191/982/dsc03784a.jpg
7.
http://img517.imageshack.us/img517/4238/dsc03787r.jpg
8.
http://img254.imageshack.us/img254/8996/dsc03789o.jpg
9.
http://img231.imageshack.us/img231/2559/dsc03778n.jpg
10.
http://img543.imageshack.us/img543/7503/dsc03882z.jpg
Wicak_15 February 20th, 2011, 04:56 AM --Part 2--
Akses baru Pintu tol Lippo Karawaci
1.
http://img828.imageshack.us/img828/4485/dsc03798e.jpg
2.
http://img291.imageshack.us/img291/2978/dsc03799t.jpg
3.
http://img98.imageshack.us/img98/5917/dsc03800l.jpg
4.
http://img248.imageshack.us/img248/8417/dsc03801p.jpg
5.
http://img171.imageshack.us/img171/5994/dsc03802s.jpg
6.
http://img155.imageshack.us/img155/6526/dsc03803a.jpg
7.
http://img535.imageshack.us/img535/1342/dsc03804d.jpg
VRS February 20th, 2011, 06:45 PM ah, jadi tak perlu lagi kita berhenti lampu merah sebelum masuk tol....*sekarang sudah langsung masuk tol via fly over...
v-sun February 21st, 2011, 06:28 AM Jalan Nasional Cilacap-Ciamis Hancur
Minggu, 20 February, 2011 - 16:27
CILACAP, (PRLM).- Jalan nasional penghubung antara Jawa Tengah - Jawa Barat antara Rawaapu, Kecamatan Patimuan Cilacap hingga ke Kalipucang Ciamis kondisinya hancur. Jalan paling sibuk di jalur selatan Jateng-Jabar hanya bisa dilalui dengan kecepatan 20 kilometer per jam, sebab nyaris semua aspal sudah terkelupas dan meninggalkan lubang yang menganga.
Kerusakan jalan dimulai sejak dari Karangpucung - Sidareja - Patimuan sampai perbatasan antara Jawa Tengah-Jawa Barat di Kalipucang. Berbagai macam bentuk protes atas kerusakan jalan sudah dilakukan warga, sepanjang jalan antara Patimuan dan hingga perbatasan dipasang berbagai spanduk berisi kekecewaan mengenai ketidakpedulian pemerintah terhadap kerusakan jalan. Sejumlah jalan berlubang oleh warga ditanami pohon, bahkan di perempatan pasar Cinyawang Kecamatan Patimuan jalan berlubang ditanami padi sebagai bentuk protes kepada pemerintah.
Tanaman padi tersebut ditanam pada jalan berlubang sekitar 3 X 5 meter, warga menanam padi agar sebagai bentuk protes kepada pemerintah sekaligus sebagai pengaman, agar pengguna jalan tidak jatuh terperosok masuk ke dalam lubang yang cukup dalam. “Tanaman padi tersebut sudah panen dua kali dan panen ke tiga diperkirakan pada Maret mendatang. Itu artinya warga sudah memprotes kondisi jalan tersebut selama satu tahun namun hingga sekarang tidak kunjung ada perbaikan," kata Haryono (45) warga setempat.(A-99/A-147)***
http://pikiran-rakyat.com/node/135832
tollfreak February 21st, 2011, 08:02 AM Konstruksi Tol Cikampek-Palimanan Mulai April 2011
Senin, 21 Februari 2011 | 10:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Konstruksi pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan diperkirakan akan dimulai April tahun ini. Pembebasan lahannya sudah mencapai 92 persen. Kalau pun hingga bulan ini masih ada yang belum sepakat dengan harga atau masih ada tanah yang dalam sengketa, Maret nanti pemerintah akan menempuh cara konsinyasi di pengadilan.
Dirjen Bina Marga Djoko Murjanto mengatakan, masih ada sedikit kendala terkait pembebasan lahan karena adanya perubahan rute di daerah Ciwaringin. "Daerah ini melewati pesantren,"ujarnya. Tapi dia bilang, sekarang dalam proses pembebasan lahan. "Sekarang masih menunggu surat perintah pembebasan (SP2) dari gubernur," ujarnya akhir pekan lalu.
Dia optimistis keseluruhan proses pembebasan lahan ini akan tuntas pada bulan April. Nah, kalau pemebebasan lahan sudah kelar, maka proses pembangunan pun segera dilakukan. "Kita akan langsung melakukan land clearing (pembukaan lahan)," ujarnya.
Direktur Bina Teknis Ditjen Bina Marga, Suharto menambahkan sebetulnya konstruksinya sudah bisa mulai dilakukan karena pembebasan lahannya sudah di atas 75 persen. "Tetapi karena kontraktornya dari Malaysia, mereka minta menunggu sampai 100 persen baru mau memulai," ujarnya.
Selain karena ada yang tidak sepakat dengan ganti rugi, ada juga tanah yang masih dalam status sengketa. "Ada yang kememilikannya diklaim lebih dari satu orang,"ujarnya. (Petrus Dabu/KONTAN)
http://properti.kompas.com/index.php/read/2011/02/21/10510411/Konstruksi.Tol.Cikampek-Palimanan.Mulai.April.2011
RAGIL77 February 22nd, 2011, 02:45 PM Ekonomi & Bisnis
22 Februari 2011
Pembebasan Lahan Tol Trans Jawa Sudah Capai 37%
JAKARTA- Proses pembebasan lahan proyek pembangunan jal tol Trans Jawa hingga kini sudah mencapai 37% dari total panjang 653 km.
Demikian dikemukakan oleh Purnomo, Direktur Bina Teknis Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, kemarin.
’’Pembebasan lahan itu menjadi prioritas karena kepadatan yang tinggi. Luas lahan yang dibebaskan antara lain ruas tol Pejagan-Pemalang. Prioritasnya Pejagan-Brebes dulu; pembebasan lahannya sudah 70%,’’ tuturnya.
Pembebasan lahan Cikopo/Cikampek-Palimanan sudah 92%; Pejagan-Pemalang seksi I 73%, seksi II 45%, dan seksi III belum; sedangkan Pemalang-Batang 3%.
’’Secara total Pemalang-Batang masih 3%. Di rusa itu ada dua seksi, seksi II belum sama sekali,’’ jelasnya.
Pada ruas Batang-Semarang yang terdiri atas lima seksi, lanjut dia, pembebasan lahan seksi I sudah mencapai 62%, sedangkan empat yang lainnya belum.
Selanjutnya, Semarang-Solo untuk seksi I, yaitu Semarang-Ungaran sudah 96% dan seksi II Ungaran-Bawen 72 %. Bawen-Sukoharjo masih negosiasi dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) mengenai kelayakan proyek.
Pada ruas Solo-Mantingan/Ngawi, menurut Purnomo, secara keseluruhan proses pembebasan lahannya sudah 34%. Mantingan/Ngawi-Kertosono 27%, tetapi seksi Ngawi sekarang sudah 65%.
Sementara itu ruas Kertosono-Mojokerto secara keseluruhan sudah mencapai 67%, dan terakhir ruas tol Surabaya-Mojokerto pembebasan lahannya 40%.
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/22/137688/Pembebasan-Lahan-Tol-Trans-Jawa-Sudah-Capai-37
v-sun March 2nd, 2011, 06:59 AM Selasa, 01/03/2011 17:22 WIB
Masuk Bandung, Pelancong Diimbau Pilih Gerbang Tol Selain Pasteur
Tya Eka Yulianti : detikBandung
detikcom - Bandung, Setelah penutupan Gerbang Tol Padalarang Barat, kendaraan yang biasanya bertumpuk di titik tersebut diprediksi akan berpindah ke Gerbang Tol Pasteur, yang merupakan akses favorit para pelancong masuk Bandung. Pengguna jasa jalan tol pun diimbau untuk memilih gerbang tol lainnya untuk menghindari kemacetan.
Hal itu diungkapkan Humas Jasa Marga Purbaleunyi, Iwan Mulyawan saat dihubungi detikbandung via telepon selularnya, Selasa (1/3/2011).
"Karena di Padalarang Barat lancar, kendaraan diprediksi akan langsung lari ke Pasteur. Weekend ini juga kan ada tanggal merahnya, diprediksi bakal ramai. Saya imbau dari sekarang agar memilih gerbang tol lain selain pasteur supaya tidak macet," ujar Iwan.
Untuk mengantisipasi kemacetan pada akhir pekan, 8 gardu di Gerbang Tol Pasteur akan dioperasikan seluruhnya. "Dari 8 gardu yang ada, semuanya akan kami optimalkan supaya lancar dan tidak tersendat," katanya.
Di Gerbang Tol Padalarang Barat volume kendaraan yang melintas setiap harinya rata-rata 40 ribu kendaraan. Jumlah tersebut akan jauh meningkat saat weekend
atau hari libur.
Ada beberapa gerbang tol lainnya yang bisa menjadi alternatif pilihan bagi pengguna jalan tol untuk bisa masuk ke Bandung, di antaranya Pasir Koja, Buah Batu, Moch Toha, Kopo, dan Cileunyi.
http://www.detik.com/read/2011/03/01/172237/1582392/486/masuk-bandung-pelancong-diimbau-pilih-gerbang-tol-selain-pasteur?881104485
Mimihitam March 10th, 2011, 07:05 AM Jasa Marga to seek Rp17.5t loan to build toll roads
The Jakarta Post | Thu, 03/10/2011 12:09 PM | Business
Toll operator PT Jasa marga (JSMR) is seeking Rp 17.5 trillion (nearly US$ 9 billion) in loans to build 200 kilometers of toll roads over the next three years.
JSMR president director Frans Sunito said the company’s investment would reach Rp 25 trillion for the next three years.
“We will borrow loans to meet 70 percent of our investment target,” Frans said Wednesday as quoted by kontan.co.id.
“The rest will come from our own capital.”
He added that Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) and BCA were planning to provide the loans.
JSMR toll roads projects included the 11.4-kilometer Serangan-Tanjung Benoa road in Bali, which will start mid-2011.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/10/jasa-marga-seek-rp175t-loan-build-toll-roads.html
Mimihitam March 11th, 2011, 10:28 AM 2011, Ganti rugi tol Solo-Mantingan di Sindon selesai
By on 11 Maret 2011
Boyolali (Solopos.com)–Tahun 2011 ganti rugi tanah dan bangunan yang terkena proyek tol Solo-Mantingan di Desa Sindon Kecamatan Ngemplak diperkirakan selesai.
Dari 183 bidang milik warga sebanyak 146 telah mendapat ganti rugi. Sisanya sejumlah 37 bidang belum mendapat ganti rugi dan masuk pada tahap keenam. “Pemberian ganti rugi sudah sampai tahap kelima. Sisa 37 bidang, 30 bidang telah diserahkan surat serta syarat-syaratnya,” tutur Kepala Desa Sindon, Supardi saat ditemui Espos di Balai Desa, Kamis (10/3/2011).
Supardi menambahkan 30 bidang milik warga telah diserahkan tinggal menunggu 7 bidang sisanya kemudian diproses. Sejumlah 37 bidang tersebut masuk tahap keenam ganti rugi jalan tol Solo-Mantingan. Proses ganti rugi diutamakan tanah pekarangan dan sawah milik warga. Sementara jalan dan saluran milik kas desa sebanyak 25 bidang akan diurus setelah semua milik warga selesai. Hanya beberapa bidang milik warga yang belum mau menyerahkannya. “Mereka masih kurang setuju dengan harga yang ditawarkan. Akan tetapi, kami optimis 2011 soal ganti rugi sudah selesai,” papar Supardi.
Harga yang disepakati oleh warga pun beragam dan terbagi-bagi dalam beberapa kelas. Di antaranya tanah pekarangan satu Rp 300.000, tanah pekarangan dua Rp 275.000, tanah pekarangan tiga Rp 250.000. Sementara untuk sawah dibagi sawah satu Rp 175 ribu dan sawah dua Rp 150.000.
“Selama proses ini dari awal hingga tahap kelima lumayan lancar. Tidak ada tanah sengketa. Tanah yang telah ditinggal pemiliknya pun ahli warisnya jelas,” papar Supardi. Tahun 2011 anggaran dari pemerintah lebih banyak sehingga persoalan ganti rugi di beberapa desa di Kecamatan Ngemplan diperkirakan cepat selesai.
(m90)
http://www.solopos.com/2011/boyolali/2011-ganti-rugi-tol-solo-mantingan-di-sindon-selesai-88638
Mimihitam March 12th, 2011, 07:49 AM Thousands face eviction for toll road project
The construction of a toll road is set to evict thousands of residents in North and East Jakarta.
Governor Fauzi Bowo said the city was in need of 5.3 hectares of land to construct a toll road in Sunter, North Jakarta.
“There’s going to be quite a lot of land purchased in the area. We will construct the elevated toll road above the main road,” he told reporters at City Hall on Friday.
Construction of the first two of the six new toll roads, which will connect Semanan to Pedongkelan in West Jakarta and Sunter in North Jakarta to Pulogebang in East Jakarta, will begin in November.
The city has earmarked Rp 11.1 trillion (US$1.2 billion) for the Semanan-Pedongkelan and Sunter-Pulogebang toll roads, which in total will be 27.7 kilometers long.
The city will also purchase plots of land along Jl. Raya Pegangsaan Dua in North Jakarta to widen the road from its current width of 20 meters to 50 meters.
Fauzi said that although the land purchases would involve the eviction of residents living in the area, he believed there would be no resistance since the project was for public infrastructure.
“They know already that the land they are using has been allocated for the road construction. The allocation is regulated in the city’s spatial plan,” the governor said.
However, Nurkholis Hidayat, director of the Legal Aid Institute (LBH) Jakarta, said separately that he doubted the land acquisition would be trouble-free.
“Many times in the past, the administration has failed to settle numerous conflicts triggered by disputed land claims and residents’ refusal to move that span many years. It is likely that the same thing will happen in Sunter,” Nurkholis told The Jakarta Post.
For example, he said, the city had yet to settle payments with residents evicted for the Kebon Jeruk-Penjaringan section of the Jakarta Outer Ring Road.
Nurkholis said the administration had failed to provide comprehensive information on road construction, leaving residents unaware that they may be evicted at anytime.
“Often, the administration arbitrarily decides on the price of the plots of land, leaving residents at a disadvantage,” he said.
Land disputes have been known to cause social unrest that sometimes leads to bloodshed.
A major land dispute that triggered public unrest occurred in Koja, North Jakarta, that resulted
in a clash between authorities and locals in April last year, during which three people were killed
and approximately 200 others were injured.
Hasan Basri Saleh, the city’s assistant for economic and administrative affairs who is in charge of
the toll road project, was unavailable for comment on the plan concerning evictions.
The land earmarked for acquisition is apt to fall into the hands of land speculators, as happened in other areas as the bill on land acquisition is still being discussed by the House of Representatives.
The four other toll roads in the project are in Ulujami in South Jakarta–Tanah Abang in Central Jakarta, Pasar Minggu in South Jakarta–Casablanca in East Jakarta, Duri Pulo in Central Jakarta–Kampung Melayu in East Jakarta and Kampung Melayu–Kemayoran in Central Jakarta.
The six toll roads will span 67.74 kilometers in total and be managed and operated by city-owned PT Jakarta Toll Road Development.
The planned toll roads are part of the city’s attempt to provide more road space in the capital. Jakarta has 7,650 kilometers of highways while the ratio of road development and vehicle growth has been unbalanced.
The number of vehicles has been increasing at high speed with an average of 1,500 new motorcycles and 500 new cars hitting the roads daily while the development of new roads reaches only 0.1 percent annually.
—JP/Andreas D. Arditya
http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/12/thousands-face-eviction-toll-road-project.html
tata March 12th, 2011, 09:54 AM Mudah2an gak salah thread.
Konstruksi jalan layang non-tol Antasari - Blok M.
Note: Pengerjaan dilakukan pada malam hari utk menghindari kemacetan yg lebih buruk lagi.
http://img864.imageshack.us/img864/2026/p1180474ssc.jpg (http://img864.imageshack.us/i/p1180474ssc.jpg/)
Wicak_15 March 12th, 2011, 02:40 PM ^^Bro, JLNT udah ada thread sendiri. Linknya: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1300927
tata March 12th, 2011, 03:40 PM @ wicak_15: terima kasih koreksinya :)
eurico March 14th, 2011, 03:23 AM Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Terkatung-katung
Selasa, 8 Maret 2011 | 21:04 WIB
BEKASI, KOMPAS.com — Kelanjutan pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) sepanjang 21,1 kilometer belum jelas sehingga sulit untuk bisa terlaksana tahun 2011. Hal ini disebabkan belum jelasnya tindak lanjut dari perusahaan yang diberi kepercayaan membangun jalan bebas hambatan itu.
Ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu terhenti pembangunannya sejak 1997 akibat krisis ekonomi. PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, pemegang konsesi tol in,i tidak mampu menyediakan modal Rp 2 triliun dari investasi Rp 6 triliun.
”Kalau tol Becakayu masih jauhlah. Belum jelas tindak lanjutnya hingga kini,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi Rahmad Effendi di Bekasi, awal pekan ini.
Ia mengatakan, keberadaan tol Becakayu sangat diperlukan dalam mengurai kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan KH Noor Ali, Bekasi, menuju Cawang. Kelanjutan proyek itu juga berpengaruh pada jalur busway menuju Bekasi yang hingga kini belum terealisasi.
Ruas tol Becakayu terhenti pembangunannya sejak 1997 akibat krisis ekonomi. PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) sebagai pemegang konsesi tol ini tidak mampu menyediakan modal sebesar Rp 2 triliun dari total investasi Rp 6 triliun.
Investor tol tersebut sudah memperoleh komitmen kredit dari sindikasi 15 bank yang dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk senilai Rp 4,01 triliun atau 70 persen dari total biaya investasi proyek tersebut.
Ketua Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Fatchur Rochman mengatakan hingga kini investor masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait dengan hasil evaluasi yang akan diberlakukan pada kelanjutan proyek Becakayu itu.
Menurut dia, jika kelanjutan proyek dinilai masih layak, akan ada banyak perusahaan yang mau ikut bergabung di dalamnya atau bermitra dengan PT Kresna Kusuma Dyandra Mega sebagai konsorsium saat ini.
Adapun terkait dengan kemungkinan pembengkakan biaya investasi dan kenaikan tarif tol, ia enggan berkomentar. ”Saya masih belum bisa memberikan komentar banyak karena prosesnya masih dievaluasi, tapi sepanjang proyek itu layak saya rasa investor masih ada yang tertarik,” ujarnya.
source: http://properti.kompas.com/read/2011/03/08/21045092/Tol.Bekasi.Cawang.Kampung.Melayu.Terkatung.katung
eurico March 14th, 2011, 03:25 AM Pemerintah Harus Tegas pada Investor Tol Mangkrak
Selasa, 8 Maret 2011 | 20:56 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Rakyatmeminta pemerintah bersikap tegas terhadap para investor jalan tol menyusul masih mangkraknya pembangunan 24 ruas tol di Indonesia.
Pembangunan tol di Indonesia masih kalah bersaing dengan negara lain, seperti di Malaysia. Padahal, sebelumnya, negara tersebut malah belajar dari Indonesia terkait pembangunan tol.
”Ini akan kami pertanyakan saat rapat kerja dengan pemerintah berikutnya. Mestinya tegas dong, terutama terhadap investor tidur,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR Mulyadi seusai bedah buku Good Corporate Governance di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan, jangan hanya kendala lahan yang dipersoalkan, tetapi sebenarnya dia tak punya uang. Menurut dia, pemerintah harus memastikan dan mengevaluasi bagaimana kontrak dengan investor selama ini karena hal ini terkait dengan percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Mulyadi menjelaskan, pembangunan tol di Indonesia masih kalah bersaing dengan negara lain, misalnya Malaysia. Padahal, sebelumnya, negara tersebut malah belajar dari Indonesia terkait pembangunan tol. ”Sekarang tol di Malaysia jauh di atas Indonesia. Sedangkan Timor Leste sudah mencanangkan 1.000 kilometer tol,” katanya.
Persoalan jalan tol di Indonesia, jelas dia, memang selalu terkait dua hal ,yakni investor jalan tol itu sendiri serta pengadaan lahan untuk pembangunan. Meski Undang-Undang Pengadaan Lahan belum dirampungkan, tambah dia, seharusnya pembangunan tetap berjalan.
”Tidak bisa pembangunan terhambat hanya karena perundangan lahan belum rampung. Saya tidak yakin masalahnya bukan hanya tanah,” katanya. Untuk perundangan tersebut, kata Mulyadi, akan diselesaikan sesuai dengan Program Legislatif Nasional (Prolegnas) tahun ini.
”Ditjen Bina Marga juga akan dimintai pertanggung jawaban soal ini,” katanya. Sebelumnya, pemerintah menyatakan 24 ruas tol yang mangkrak lolos evaluasi. Evaluasi di antaranya mengenai nilai kelayakan finansial dan ekonomi ruas tol yang dikelola, sedangkan masalah tanah masih menunggu RUU Pengadaan Lahan.
Enam bulan
Pada bagian lain, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengakui, persoalan lahan memang kendala utama yang dihadapi investor jalan tol. ”Sekarang sedang dibahas di DPR. Kami berharap meski belum ada UU itu, sudah ada dana bergulir, ada land caping, konsinyasi, ini terus kita lakukan,. Namun, setelah UU itu ada, tinggal dibebaskan,” katanya.
Terkait dengan dukungan pemerintah terhadap investor dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang baru dengan investor tol, Hermanto meyakinkan bahwa dalam PPJT yang baru itu memungkinkan investor memperoleh jalan keluar yang pasti jika dalam prosesnya ada persyaratan yang belum terpenuhi.
”Itu yang pertama. Kedua, pembebasan lahannya dapat dilakukan pada akhir 2012, yakni ketika UU Pengadaan Lahan sudah tersedia sehingga kalaupun ada default, bisa ditunjuk yang lain,” katanya.
source: http://properti.kompas.com/read/2011/03/08/20561510/Pemerintah.Harus.Tegas.pada.Investor.Tol.Mangkrak
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
paling males kalau ada komentar dulu negara itu belajar ke Indonesia, dulu guru2nya diimpor dari Indonesia bla bla bla.....
bama84 March 14th, 2011, 06:25 AM ^^
bisa2 kita kesalip sama timor leste.:ohno: Tiru Cina, mereka bangun jalan tol 6000 km / tahun.
peseg5 March 14th, 2011, 09:16 AM __________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
paling males kalau ada komentar dulu negara itu belajar ke Indonesia, dulu guru2nya diimpor dari Indonesia bla bla bla.....
Tapi emang faktanya gitu, mo gimana lagi. Maka kita Indonesia jangan gengsi untuk belajar lagi ke bekas muridnya.
Salah satu root cause-nya dalam investasi jalan tol itu kan ada di pembebasan lahan. Pemerintah (pusat dan daerah) mungkin perlu lebih agresif lagi dan berkontribusi total untuk membantu dalam urusan pembebasan lahan.
Tapi yang jelas terlepas ada masalah, tetap saja masa depan bisnis jalan tol di Indonesia saya prediksi CERAH BANGET. Ini kalau bicara jangka panjang ya.
Patokannya: Lalu lintas tahunan untuk mayoritas ruas tol yg dikelola Jasa Marga itu tumbuh positif minimal 2%. Pertumbuhan penjualan otomotif juga positif, pertumbuhan properti dan lahan baru juga positif. Korelasinya positif terhadap jelas positif terhadap lalu lintas di jalan tol.
Makanya rajinlah beli saham JSMR (Jasa Marga) setiap bulan minimal 1 lot. Saya prediksi 15-20 tahun mendatang returnnya bisa minimal 4 kali lipat dari harga sekarang (400%).
Mimihitam March 14th, 2011, 10:24 AM Jasa Marga Siap Bangun Tol Nusadua-Ngurahrai Tanjung Benoa
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, akan membangun jalan tol Nusadua-Ngurahrai Tanjung Benoa, Bali pada tahun ini. Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito menyebut, panjang tol yang akan dibangun ini nantinya mencapai 11,5 kilo meter. "Kami memperkirakan investasi lebih dari Rp 2 triliun," ujar Frans kepada KONTAN, kamis (3/3).
Menurut Frans, saat ini pihak PT Jasa Marga telah mengajukan proposal tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dia juga menuturkan, sumber dana pembangunan ini berasal dari PT Jasa Marga dan pinjaman bank.
Lanjut Frans, konsep usulan yang diajukan kepada pemerintah sama dengan konsep jalan tol biasanya. Pembangunan infrastruktur dan sistem pengoperasikan jalan tol tidak berbeda dengan jalan tol di tempat lain. Dia memperkirakan proses pembangunan tol ini nantinya akan membutuhkan waktu sektiar satu tahun.
Terkait lalu lintas harian rata-rata (LHR) kendaraan di jembatan Tanjung Benoa, dirinya yakin jalan tol tersebut akan mencapai trafik lalu lintas dengan perhitungan yang maksimal. "Dari segi trafik apakah Tanjung Benoa akan menguntungkan. Kita melihat itu tentu secara komprehensif, jangka panjangnya. Kalau jasa marga mau masuk pasti ada satu pertimbangan bisnisnya," imbuh Frans. (Noverius Laoli/KONTAN)
http://properti.kompas.com/read/2011/03/07/15113421/Jasa.Marga.Siap.Bangun.Tol.Nusadua-Ngurahrai.Tanjung.Benoa
VRS March 14th, 2011, 04:03 PM jalan tol jakarta...
http://img692.imageshack.us/img692/7587/12032011645.jpg (http://img692.imageshack.us/i/12032011645.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
rilham2new March 14th, 2011, 04:07 PM Jalan Tol Jakarta - Merak, 26 km menjelang Tomang.
Gambar diambil kemungkinan besar sekitar tahu 1990-an awal (gak tahu kapan pastinya, tapi kemungkinan antara 1980-an akhir sampai 1990-an awal
:nocrook:
http://farm4.static.flickr.com/3146/2607131300_a03e1ce220_z.jpg?zz=1
Sumber dari sini :D
http://www.flickr.com/photos/27859365@N07/2607131300/in/set-72157605730847165/
peseg5 March 14th, 2011, 07:16 PM ^^ Mantab ham vintage-nya !! :okay:
Tebakan gw ini pas jaman2 warkop DKI nih.
Btw, ada perubahan warna dasar signage ya di tahun di gambar tersebut dengan keadaan saat ini. Tapi jenis font tulisannya masih sama, hanya ditambah lebih bold untuk signage yang ada saat ini.
blablanonsense March 14th, 2011, 07:38 PM ^^ warna signages nya seperti di film2 barat zaman dahulu. Go retro go! :)
Wicak_15 March 15th, 2011, 04:13 AM Jalan Tol Jakarta - Merak, 26 km menjelang Tomang.
Gambar diambil kemungkinan besar sekitar tahu 1990-an awal (gak tahu kapan pastinya, tapi kemungkinan antara 1980-an akhir sampai 1990-an awal
:nocrook:
http://farm4.static.flickr.com/3146/2607131300_a03e1ce220_z.jpg?zz=1
Sumber dari sini :D
http://www.flickr.com/photos/27859365@N07/2607131300/in/set-72157605730847165/
Tanah sekelilingnya masih kosong. Beda sama sekarang, udah jadi pabrik pintu YKK. Anyway signages-nya mirip di Eropa (malah berasa di Eropa).
VRS March 15th, 2011, 03:01 PM masuk toll masih harga brp gan? Di Sundul gan picturenya
SkySpeed March 17th, 2011, 06:26 PM Jalan Tol Jakarta - Merak, 26 km menjelang Tomang.
Gambar diambil kemungkinan besar sekitar tahu 1990-an awal (gak tahu kapan pastinya, tapi kemungkinan antara 1980-an akhir sampai 1990-an awal
:nocrook:
http://farm4.static.flickr.com/3146/2607131300_a03e1ce220_z.jpg?zz=1
Sumber dari sini :D
http://www.flickr.com/photos/27859365@N07/2607131300/in/set-72157605730847165/
uweddeee... cadas geng mobilnya...
berarti ini sekitar Serpong ya? atau Karawaci. tulisannya seperti di luar negri. walau menurut saya lebih bagus tulisan sekarang. lebih gampang dibaca.
tollfreak March 18th, 2011, 04:30 AM Karawaci sekitar km 22 tol jakarta merak...berarti sekitar bitung ya?
VRS March 18th, 2011, 02:31 PM its that mitsubishi gallant..1985..??? and also the person who took that picture was stand on the fast line highway..??
Wicak_15 March 20th, 2011, 04:29 PM Progress proyek pelebaran jalan tol Padalarang-Cileunyi
1.
http://img713.imageshack.us/img713/7928/dsc04420c.jpg
2.
http://img849.imageshack.us/img849/5701/dsc04421.jpg
3.
http://img25.imageshack.us/img25/4493/dsc04424i.jpg
4.
http://img138.imageshack.us/img138/6708/dsc04426n.jpg
5.
http://img156.imageshack.us/img156/8738/dsc04427s.jpg
6.
http://img839.imageshack.us/img839/2575/dsc04428e.jpg
7.
http://img5.imageshack.us/img5/4017/dsc04429d.jpg
rilham2new March 22nd, 2011, 07:20 PM Waktu sy ke Bandung awal maret itu juga udah ada pengerjaan seperti itu menjelang Tol Pasteur...
INi saya baru memotret keadaan di Jalan Tol Jakarta-Tangerang (baru fresh Senin Sore motretnya)
Tanah di sebelah kiri bahu jalan dikeruk, tidak tahu mau dijadikan apa ...
1
http://farm6.static.flickr.com/5177/5550703246_eee8d1c5ee_z.jpg
2
http://farm6.static.flickr.com/5051/5550705238_69a6fd53bc_z.jpg
Lokasi persis nya setelah akses tol Alam Sutera, sampai sesaat menjelang Gerbang Tol KARANG TENGAH.
Wicak_15 March 24th, 2011, 11:29 AM ^^Nih jalan tol bukannya mau dilebarin jadi 4 lajur?
rilham2new March 24th, 2011, 01:16 PM ^^ Sampai mana mau dilebarkan ??? Apa cuman sampai simpang susun Puri Indah ???
Atau cuman sampai gerbang tol Karang Tengah ???
Emang lalu lintas jalan tol ini padat parah, harusnya dilebarkan sampai Tomang (kalau memungkinkan ...)
Wicak_15 March 24th, 2011, 04:41 PM ^^setahu ane tol Tangerang bakal dilebarin dari Tangerang barat sampai Puri indah. Kalo sampai Tomang gak memungkinkan, karena tanahnya gak ada (kiri kanan jalan).
senoholic09 March 26th, 2011, 09:27 AM update jalan tol Balikpapan - Samarinda
sedikit penampakan jalan tol km.13
http://i54.tinypic.com/b8nwra.jpg
source http://pdf.kaltimpost.co.id/Main.php?MagID=13&MagNo=7613
v-sun March 28th, 2011, 08:23 AM Senin, 28/03/2011 11:30 WIB
24 Ruas Tol Trans Jawa Tuntas di 2014
Herdaru Purnomo : detikFinance
detikcom - Jakarta, Pemerintah fokus pada pembangunan 24 ruas jalan tol Trans Jawa di 2011. Diharapkan pada 2014 seluruh ruas tol yang akan menghubungkan Jakarta-Surabaya itu dapat diselesaikan sehingga dapat memperlancar distribusi barang.
Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto dalam rapat dengan DPR-RI Komisi V di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).
"Trans Jawa sedang dalam proses, ada beberapa ruas-ruas jalan tol yang sudah di program, kemudian yang prioritas, dan potensial. Yang terpogram ada sekitar 24 ruas jalan tol yang dimulai di 2011 ini," ujar Djoko.
Ia menjelaskan beberapa ruas tersebut sedang di evaluasi kembali, namun beberapa investor sudah siap dari segi perjanjian atau agreement. Misalnya untuk ruas, Palimanan yang digarap oleh investor Lintas Marga Sedaya kemudian untuk Pejagan-Pemalang di kerjakan oleh Pemalang Toll Road.
"Selain itu ruas yang sudah siap yakni Pemalang-Semarang, kemudian ada Semarang-Solo dengan investor Trans Marga Jateng. Untuk Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono dikerjakan oleh PT Ngawi Kertosono Toll Road serta nanti ruas tol yang sudah siap Kertosono-Mojokerto dan Mojokerto-Surabaya," papar Djoko.
Lebih jauh Ia mengharapkan keseluruhan Trans Jawa dapat diselesaikan di 2014 sehingga arus distribusi barang Jakarta-Surabaya dapat berjalan dengan lancar dan lebih cepat.
"Itulah ruas-ruas di Trans Jawa yang merupakan prioritas pemerintah agar bisa di operasikan segera guna memperlancar distribusi dari Jakarta-Surabaya. Diharapkan di 2014 seluruhnya rampung," kata Djoko.
http://www.detik.com/read/2011/03/28/113036/1602574/4/24-ruas-tol-trans-jawa-tuntas-di-2014
unity March 28th, 2011, 08:49 AM ^^
Pepesan Kosong, Angin Surga, atau Janji Palsu kah?? :D
Semoga saja nggak keduluan MRT Jakarte (Kalaupun jadi...:tongue2:)
v-sun March 28th, 2011, 10:18 AM Senin, 28/03/2011 14:13 WIB
Tol Lingkar Luar Bali Dikebut Rampung 2013
Herdaru Purnomo : detikFinance
detikcom - Jakarta, Pemerintah optimistis jalan tol lingkar luar Bali yang menghubungkan Sarangan-Tanjung Benoa akan selesai di 2013. Proyek tersebut dikerjakan langsung oleh satu konsorsium yang terdiri dari 4 perusahaan plat merah.
Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto dalam Rapat dengan DPR-RI Komisi V di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).
"Tol Sarangan-Tanjung Benoa itu sempat ada masalah mengenai pembebasan lahan, namun saat ini sudah bisa diselesaikan dengan memindahkan proyek di lingkar luar Pulau Bali saat ini ditangani langsung oleh satu konsorsium yang terdiri dari 4 BUMN," ujar Djoko.
Menurut Djoko, konsorsium BUMN tersebut saat ini sedang melakukan koordinasi dengan Bina Marga. Diharapkan, proses pekerjaan proyek bisa dilakukan tahun ini juga. "Sehingga di 2013 bisa selesai sesuai rencana," tuturnya.
Ditempat yang sama Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani mengungkapkan segala dokumen mengenai proyek tol tersebut diharapkan selesai di Mei 2011.
"Mengenai pengerjaan proyeknya akan dibantu juga dengan konsultan independen Bappenas. Intinya proyek ini kan sudah kita usulkan, tinggal tunggu proses lebih jauh," tambahnya.
Adapun keempat BUMN tersebut yakni Jasa Marga, Pelindo III, Angkasa Pura, dan Bali Tourism Development Corporation. Tol sepanjang 11,4 km ini akan menjadi sarana transportasi yang mendukung APEC Summit di pertengahan 2013 di Bali.
http://www.detik.com/read/2011/03/28/141308/1602768/4/tol-lingkar-luar-bali-dikebut-rampung-2013
rilham2new March 28th, 2011, 05:10 PM Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Lokasi persis di JPO di sekitaran Taman Anggrek/Central Park
Jam 10 pagi :D
Sorry pake kamera hape berkualitas buruk
1
http://farm6.static.flickr.com/5299/5568333536_1aec305262_b.jpg
2
http://farm6.static.flickr.com/5011/5567673313_241d1fff0f_b.jpg
bama84 March 29th, 2011, 04:55 AM update jalan tol Balikpapan - Samarinda
Salut buat Pemda Kaltim, proyek tolnya udah jalan.:okay: Beda ama pemda Riau, soal urusan jalan tol orang2 yang terlibat lebih banyak tidur.:lol:
Wicak_15 March 29th, 2011, 04:15 PM Jalan tol Cikampek dan gerbang tol baru, Cikarang utama.
1.
http://img852.imageshack.us/img852/7411/dsc04467.jpg
2.
http://img705.imageshack.us/img705/3011/dsc04469g.jpg
3.
http://img31.imageshack.us/img31/4066/dsc04470g.jpg
4.
http://img12.imageshack.us/img12/6996/dsc04471c.jpg
5.
http://img641.imageshack.us/img641/3983/dsc04472l.jpg
6.
http://img836.imageshack.us/img836/166/dsc04473d.jpg
7. Sekarang tol Cikampek udah pakai sistem KTME (kartu tanda masuk elektronik)
http://img846.imageshack.us/img846/9602/dsc04474.jpg
8.
http://img51.imageshack.us/img51/3203/dsc04475p.jpg
rilham2new March 29th, 2011, 06:18 PM ^^ Aku awalny terkejut juga melihat mesin ambil tiket tol otomatis yang sudah menyebar sampai ke Bandung :D
bama84 March 29th, 2011, 06:46 PM ^^
mesinnya buatan mananih ? jgn2 buatan cina lagi.:lol:
v-sun March 31st, 2011, 09:40 AM Jasa Marga Modernisasi Alat Pendeteksi Masuk Tol
Rabu, 30 Maret 2011 - 18:02 wib
Muhammad Rifai - Okezone
JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana memodernisasi alat pendeteksi kendaraan untuk memasuki pintu tol, walau saat ini sudah ada e-toll card.
Hal ini dilakukan untuk lebih memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan mengurangi penumpukan di pintu tol.
"Saat ini sudah ada e-toll, tahun ini kita sedang uji coba agar setiap kendaraan yang ingin masuk pintu tol tidak perlu berhenti lagi," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Frans S Sunito, saat ditanyai wartawan di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, (30/3/2011).
Frans menjelaskan, untuk mengurangi penumpukan perseroan akan membuat stiker yang akan ditempel di bagian kaca depan mobil, serta memasang sensor di pintu tol.
"Sehingga saat mobil menuju pintu tol, sensor tersebut akan membaca stiker tersebut dari kejauhan dan secara otomatis palang pintu tol akan terbuka, jadi mobil tidak perlu berhenti lagi," jelasnya.
Tujuan dibuatnya alat tersebut untuk mengurangi penumpukan, bukan mengurangi kemacetan. "Kemacetan di tol saat ini karena banyaknya volume kendaraan. Saat ini kapasitas kendaraan untuk tol dalam kota sudah over 10-20 persen," jelas Frans. (ade)
http://www.okezone.com/read/2011/03/30/320/440644
v-sun March 31st, 2011, 09:43 AM 31/03/2011 14:36
Jasa Marga: Kondisi Jalan Tol Jakarta tak Maksimal
Tio Sukanto
INILAH.COM, Jakarta – PT Jasa marga (Persero) mengaku kondisi jalan tol dalam kota Jakarta sudah tidak maksimal lagi digunakan.
Pasalnya, pertumbuhan jalan tol tidak diimbangi dengan pertumbuhan laju kendaraan bermotor. “Jalan tol laju pertumbuhnannya hanya 3-4% per tahun, sedangkan kendaraan bermotor 10-20%. Jadi, pertumbuhan jalan tidak seimbang dengan pertumbuhan kendaraan bermotor. Inilah yang menyebabkan jalan tol di dalam kota menjadi macet,” kata Direktur Utama, PT Jasa Marga, Frans Sunito, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, (30/3).
Frans mengatakan, untuk mengatasi kemacetan di jalan tol pihaknya selalu melakuan tambahan lajur atau pelebaran untuk setiap ruas jalan tol yang memang tingkat kemacetannya sudah tinggi sekali. Namun, untuk melakukan itu ruas jalan tol tersebut harus sudah diatas 70% jumlah volume kendaraan, dan ada lahan untuk membangun. “Jangan dikira jalan tol yang macet kita untung, justru kita tidak untung karena memang tidak bisa digunakan,” keluh dia.
Pihaknya menambahkan, persoalan kemacetan jalan tol, jalan umum semestinya bukan hanya pihaknya saja, namun semua pihak juga harus terlibat. Untuk itu, pihkanya menyarankan agar pembangunan transportasi masal segera dilakukan demi mencegah kemacetan yang semakin suram saja.[cms]
http://www.inilah.com/read/detail/1373062/detail-berita/
v-sun March 31st, 2011, 09:46 AM 29 Maret 2011 | 19.49 WIB
Jasa Marga Bangun Tujuh Tol Baru
JAKARTA, KOMPAS.com - Operator tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil mencetak laba bersih pada tahun 2010 sebesar Rp 1,193 Triliun, atau naik 20,23 persen dibanding tahun 2009 sebesar Rp 992,69 Miliar. Sementara pendapatan usaha Jasa Marga pada tahun 2010 naik 18,60 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 4,37 Triliun.
Kini, Jasa Marga sedang membangun 7 ruas tol baru, yang sudah mendapatkan konsesi dari pemerintah yaitu Bogor Ring Road, Semarang-Solo, Gempol-Pasuruan, Kunciran-Cengkareng, Kunciran-Serpong, JORR W2 Utara (Ulujami-Kb.Jeruk), dan Surabaya-Moj okerto, kata Direktur Utama PT Jasa Marga, Frans S Sunito, Selasa (29/3) di Jakarta. Sedangkan ruas tol baru yang akan diakuisisi adalah Gempol Pandaan.
Selain itu Jasa Marga juga tengah menyelesaikan pembangunan Ruas Tol Porong-Gempol yang merupakan bagian dari Jalan Tol Surabaya-Gempol. Dan, d alam rangka sinergi BUMN, Jasa Marga bekerja sama dengan PT Pelindo III, PT Angkasa Pura I dan Bali Tourism Development Corporation berencana membangun Jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa, di Nusa Dua, Bali.
Untuk Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Ruas W2, Jasa Marga akan segera melakukan tahap konstruksi pembangunan segera setelah pembebasan lahan yang dilakukan Pemerintah selesai dilakukan. Kira-kira kami membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menyelesaikan pembangunan ruas tol ini, ujar Frans S. Sunito.
JORR W2 ini nantinya akan dimulai dari ujung Ruas JORR di Ulujami, sehingga ruas ini akan tersambung dengan Ruas JORR yang sudah mencapai Rorotan (Cakung). Ruas JORR ini selesai maka akan menghubungkan 4 ruas tol yang sudah ada, yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Ulujami-Pondok Aren (Jakarta-Serpong) dan Jakarta-Tangerang
http://www.kompas.com/news/read/data/2011.03.29.19493687
v-sun March 31st, 2011, 09:49 AM Perbaikan Tol Dari Arah Cikupa Menuju Merak Selesai Juni Ini
Rabu, 30 Maret 2011 - 16:54 WIB
SERANG (Pos Kota) – PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola jalan tol Tangerang-Merak, terus melakukan upaya perbaikan jalan. Diharapkan persoalan yang kerap dikeluhkan pengguna jasa seperti kemacetan yang disebabkan tengah dilakukannya perbaikan, bisa segera teratasi dengan selaesainya perbaikan jalan tersebut.
Manager Lalulintas dan Ketertiban PT MMS, Rahmatullah mengatakan, perbaikan jalan pada tahun 2011 ini dilakukan sepanjang 60 KM yang dimulai Kilometer 70 – 39, sedangkan dari arah Cikupa menuju Merak perbaikan dilakukan mulai Kilometer 41 hingga 56. Perbaikan jalan ini ditargetkan akan selesai pada Juni 2011 ini. Namun, menurutnya, pada April 2011 mendatang, PT MMS akan kembali melakukan perbaikan sepanjang 29 kilomter, di antaranya di ruas Serang Timur dan Cilegon.
“Rencana perbaikan jalan sepanjang 29 KM itu akan selesai pada Desember 2011,” ujar Rahmatullah didampingi Humas PT MMS, Indra Wijaya.
Tidak hanya itu, untuk meningkatkan pelayanan agar tidak terjadi kemacetan, PT MMS juga akan menambah satu lajur baru yakni ruas Bitung-Balaraja. “Lajur baru ini juga akan kami selesaikan pada Desember 2011 ini,” kata dia.
Saat disinggung ancaman DPRD Banten tentang pemblokiran jalan, PT MMS tetap memastikan rencana perbaikan jalan akan selesai hingga 2012. “Adalah hal yang wajar jika pengguna tol merasa dirugikan. Namun keresahan ataupun ketidaknyamanan itu akan kami jadikan motivasi agar perbaikan jalan ini bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Terkait maraknya kambing yang banyak berkeliaran di jalan tol, Rahmatullah mengatakan PT MMS telah melakukan berbagai upaya agar jalan tol bebas dari penyberang jalan maupun bintang. Langkah yang dilakukan dengan pembuatan pagar secara permanen disepanjang jalur tol. Selain itu, pendekatan terhadap masyarakat yang tinggal disepanjang jalan tol juga dilakukan secara intens.
Bahkan pihaknya juga telah melakukan upaya represif dengan mengamankan kambing-kambing yang berkeliaran di tol. “Para pemilik kambing itu diharuskan membawa surat keterangan dari kepala desa setempat jika ingin mengambil kembali kambing-kambingnya,” katanya.
http://poskota.co.id/berita-terkini/2011/03/30/perbaikan-tol-dari-arah-cikupa-menuju-merak-selesai-juni-ini
v-sun March 31st, 2011, 09:53 AM Ruas Tol Serangan-Tanjung Benoa Segera Ditender
Selasa, 29 Maret 2011 | 19:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan tender investasi proyek pembangunan ruas tol Serangan-Tanjung Benoa pada Mei 2011 ini. Ditargetkan pengerjaannya akan selesai pada 2013 bertepatan dengan pelaksanaan APEC Summit di Bali nanti.
"Kami sedang menyiapkan dokumen lelang tersebut," kata Direktur Jenderal Bina Marga Djoko Murjanto, di Jakarta, Selasa (29/3).
Tender, menurut Djoko, akan dilakukan dengan sistem penawaran unsolicited atau tidak murni lelang karena adanya inisiator. Sistem ini diterapkan karena proyek itu merupakan inisiatif konsorsium dari tiga badan usaha milik negara dan satu badan usaha milik swasta yang telah disetujui oleh Menteri Koordinator Perekonomian.
Ketiga BUMN adalah PT Jasa Marga, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, dan PT Angkasa Pura I. Sedangkan satu BUMD yaitu Bali Tourism Development Centre. "Diharapkan pembangunan dilakukan selama dua tahun," kata dia.
Dengan adanya inisiatif tersebut, lanjut Djoko, konsorsium antara badan usaha ini juga akan mendapat hak prioritas sebesar 10 persen dari investasi proyek nantinya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Ahmad Ghani Gazali mengatakan, konsorsium mendapatkan right to match atau hak untuk menyamakan penawaran dengan investor lain. "Artinya, meski menggarap proyek dengan nilai terendah, proyek tetap diserahkan ke konsorsium," katanya.
Meski seperti itu, Ghani mengatakan, badan usaha harus membayar nilai investasi studi kelayakan yang dikeluarkan investor. Saat ini, dokumen lelang tengah dibahas bersama penyusunannya oleh Badan Pengatur Jalan Tol dan Kementrian Pekerjaan Umum. "Kami berharap dokumen tender selesai April 2011," ujar Ghani.
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/03/29/brk,20110329-323735,id.html
v-sun March 31st, 2011, 09:56 AM Kamis, 31 Maret 2011 , 06:47:00
2012, Pembebasan Lahan Trans Jawa Kelar
Rp 3,8 Triliun Segera Cair
JAKARTA - Pembebasan lahan untuk jalan tol Trans Jawa segera selesai akhir 2012. Itu ditegaskan oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak. Dia mengatakan, dana sekitar Rp 3,8 triliun segera cair tahun ini dan akan digunakan untuk pembebasan lahan.
’’Pembebasan lahan segera dilakukan sepenuhnya sehingga akhir 2012 selesai dibebaskan semuanya,’’ kata Hermanto di Jakarta, Rabu (30/3). Dia menyebutkan beberapa metode pembebasan lahan yang umumnya dilakukan bisa dengan standar landcapping, penggantian berupa bangunan, tanaman, tanah, atau benda-benda yang berhubungan dengan tanah.
Menurut Hermanto, pemerintah telah menyiapkan dana pembebasan lahan sedikitnya Rp 3,8 triliun. ’’Dana bisa cair tahun ini, kita tunggu saja,’’ harapnya.
Saat ini beberapa ruas yang tengah digarap dan pembebasan lahannya baru mencapai di atas 50 persen hanya ruas Mojokerto-Kertosono, Mojokerto-Surabaya, dan Cikampek-Palimanan. Sementara Palimanan-Benteng baru 3 persen. ’’Secara bertahap kita bebaskan lahannya, jadi lahan bebas langsung bangun dan seterusnya,’’ tutur Hermanto.
Dalam kesempatan yang sama, Hermanto mengatakan, pihaknya menjanjikan Rancangan Undang-Undang Pembebasan Lahan Untuk Kepentingan Umum pada pertengahan tahun sudah bisa disahkan menjadi undang-undang (UU) oleh DPR RI. Menurut Hermanto, RUU tersebut saat ini tengah digodok pemerintah dalam tahap pembahasan awal.
’’Yang harus ditekankan, kami telah mengupayakan melalui pemberian BLU (badan layanan umum) dan juga kita juga memberikan land capping, sebelum adanya SPMK (surat perintah mulai kerja) dan terakhir melalui konsiliasi,’’ katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Bernardus R Djonoputro mengatakan, lambannya penanganan masalah pembebasan lahan oleh pemerintah menyebabkan terhambatnya proses percepatan pembangunan infrastruktur di tanah air. ’’Patut ditegaskan bahwa persoalan krusial dalam percepatan pembangunan infrastruktur adalah tahap pengadaaan lahan, dalam hal ini erat berhubungan dengan masalah pembebasan lahan,’’ kata Bernardus. Dia menilai masalah tersebut akan berdampak pada investor yang terlibat.
Menurut dia, sebagai leader perusahaan penyedia investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia, kenyataan lambannya penanganan masalah ini oleh pemerintah dirasakan benar efek bisnisnya. ’’UU Pembebasan Lahan sampai saat ini masih belum mencapai targetnya, padahal UU tersebut adalah kunci kepastian hukum yang berefek pada proses investasi demi percepatan pembangunan infrastruktur,’’ tegas Bernardus. (vit)
http://jpnn.com/read/2011/03/31/88283/2012,-Pembebasan-Lahan-Trans-Jawa-Kelar-
Mehome April 2nd, 2011, 08:53 AM Government Can Only Finance 30% Toll Road Land Acquisition
JAKARTA (IFT) – The government supports private participation in the construction of toll roads, particularly those which are financially feasible, as government capability to contribute to toll road development is very limited.
For land acquisition for toll road construction, the government is able only to finance 30 percent of the total requirement. “This is because many other regions also need government funding to finance development, particularly in the eastern part of Indonesia,” said Hermanto Dardak, Deputy Public Works Minister in Jakarta, Wednesday.
He said that with the full involvement of the public and private sector, land acquisition issues for new future toll roads will be settled prior to the start of the project. “In the implementation, land acquisition can be handled by a business entity, while the fund is from the government,” he said.
He said that the government tends to do sectional construction work. Construction starts on the acquired land, without waiting for complete land acquisition. “Thus, the toll road branch that is ready can be connected to the national road system and operation can commence,” he said.
For the 116 kilometer Cikampek-Palimanan toll road branch that will be constructed by Lintas Marga Sedaya (LMS), Hermanto asked investors to build a parallel toll road branch as the location is far from the national road network. “If sectional construction and operation is started, there will be no exit point,” he said.
Steve Ginting, Commissioner and Project Director for Lintas Marga Sedaya, said that the company is ready to build the toll road which is expected to require more than 11 trillion in investment. However, the company is still waiting for the Toll Road Management Contract signing schedule.
“Once the amendment is performed, it will give a legal base for investors on the investment value, thus, they can start looking for funds from banks,” he said.
Investment Burden
Investors say that toll road development is still hampered by the unfinished Land Acquisition Bill discussion and the delay in the Spatial Plan preparation. “Land acquisition is a crucial element to infrastructure development acceleration,” said Bernardus Djonoputro, Corporate Director of Nusantara Infrastruktur (META).
Based on the date from the Public Works Ministry until mid-March 2011, only 20 provinces have received Spatial Plan approval. Of this, seven provinces already finished the Regional Decree preparation process, 13 provinces are still preparing the Regional Decree in the Regional Legislature and nine provinces are in the substance recommendation or approval.
Imam S Ernawi, Director General of Spatial Planning for the Public Works Minister, said that by the end of 2011, all provinces are expected to complete the overall revision process. “Regions which have not completed it are usually still in the process with the Forestry Ministry to change land status,” he said.
http://en.indonesiafinancetoday.com/read/3791/Government-Can-Only-Finance-30-Toll-Road-Land-Acquisition
Paijo Bodong April 4th, 2011, 07:51 AM Salam kenal.
Numpang nanya, thread untuk Tol Cijago (Cinere Jagorawi) dah ada belum ya gan?
rilham2new April 7th, 2011, 06:27 PM Kasihan supir-supir truk ini :( ...
http://regional.kompas.com/read/2011/04/06/20240081/Jurus.Tahan.Lapar.Para.Sopir.Truk
MInggu lalu, ada berita kondisi jalan yang menyebabkan kemacetan di Jalur Lintas Sumatra di Jambi (tapi bukan jalur yang melintasi Kota Jambi, melainkan Jalur MUARABULIAN, jalur lingkar khusus kendaraan berat).
Kasus ini terjadi di perbatasan Sumatra Selatan dan Lampung. Bukan berita baru, sih ... karena setahu aku di perbatasan Riau dan Jambi juga ada kasus serupa, karena di Riau indikasi serupa pun terjadi di mana sentra batu bara ada di Riau Selatan (perbatasan dengan Jambi), truk batu bara ini melanglangbuana ke seantero Riau mengakibatkan kerusakan di mana-mana.
Ini terjadi karena Provinsi yang ukurannya besar seperti Riau, Jambi, dan juga Sumatra Selatan secara terus menerus mengembangkan industri kelapa sawit. Sementara faktanya kelistrikan di daerah sangat tidak cukup untuk disupport jaringan listrik PLN. Jadi sudah rahasia umum di Sumatra, kalau Pabrik Kelapa Sawit itu listriknya dari PLTU mini yang mereka bangun sendiri (karena kalau pakai Solar kan mahal..) jadi batu bara sebagai sumber energi inilah biang keladinya ...
Dan harus diakui, KETIADAAN JARINGAN REL KERETA API di Lintasan Timur Sumatra adalah yang patut dipersalahkan. Terutama lintasan arah UTARA-SELATAN Sumatra. Mengandalkan Sungai ??? Mustahil, karena aliran sungai di Sumatra Bagian Timur adalah aliran BARAT-TIMUR.
Di Australia, di sana produksi batubara gila-gilaan... tapi batu bara diangkut dengan jaringan rel kereta api. Di Kalimantan, memang tidak ada rel kereta api... tapi JARINGAN SUNGAI nya alurnya sangat bagus untuk logistik dan pengangkutan batubara. karena sentra batu bara umumnya berada lebih banyak di pedalaman, dan pabrik kelapa sawit umumnya ada di daerah yang cenderung mendekati pesisir. Pola serupa tidak bisa ditetapkan di Sumatra, yang perkebunan kelapa sawit sudah merambah jauh sampai ke pedalaman Pegunungan Bukit Barisan.
Jurus Tahan Lapar Para Sopir Truk
Irene Sarwindaningrum | Benny N Joewono | Rabu, 6 April 2011 | 20:24 WIB
PALEMBANG, KOMPAS.com — Kehidupan sopir truk tak pernah lepas dari jalanan. Jalan rusak pun menjadi sumber sengsara mereka. Tak hanya waktu terbuang sia-sia, waktu tempuh yang makin panjang memaksa mereka harus mampu menahan lapar.
Jumat (1/4/2011) dini hari, rumah makan 24 jam di jalan raya Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir dan Palembang, Sumatera Selatan, terlihat sepi. Belasan truk ukuran besar tampak terparkir di halaman luas di samping jalan lintas timur (jalintim) Sumatera itu sejak tengah malam.
Dari belasan sopir dan kru angkutan lintas Sumatera itu, hanya satu dua orang yang memasuki rumah makan untuk sekadar membeli makanan atau minuman.
Sebagian besar lainnya memilih langsung meringkuk dan tidur di kabin sopir setelah memeriksa kendaraannya. Jalan rusak begini, sopir truk harus benar-benar hemat. Tak bisa sembarangan mampir makan. "Kalau macet, waktu sampai tujuan akan tambah lama, padahal uang jalan sudah dijatah sesuai jadwal," kata sopir truk engkel jurusan Medan-Jakarta, Syahdirman (45).
Lelaki asal Padang, Sumatera Barat, itu satu-satunya sopir yang terlihat masih terjaga pada dini hari yang berhawa panas itu. Padahal, jalan yang harus dia tempuh masih panjang.
Apalagi, baru saja dia menerima kabar soal kemacetan di daerah Lampung dan penyeberangan Bakauheni-Merak. Ini berarti jadwalnya akan bertambah lama lagi.
Syahdirman hanya mampu menghela napas menerima kabar tak mengenakkan itu. Baru saja dia lepas dari kemacetan di Pekanbaru-Jambi. Kerusakan jalan membuat jarak tempuh Pekanbaru-Jambi meningkat menjadi dua hari dari waktu tempuh normal tak lebih dari 24 jam. Kini, kemacetan telah kembali menghadang. "Kalau begini kondisinya, bisa seminggu baru sampai Jakarta ini. Padahal, uang jalan hanya dijatah tiga hari," ujarnya.
Jalan yang bergelombang dan berlubang di sana-sini di jalintim di Sumatera Selatan pun membuatnya tak bisa memacu kecepatan di atas 30 kilometer per jam.
Menurut Syahdirman, sejak jalintim rusak hampir merata, para sopir lintas Sumatera harus semakin prihatin. Biaya hidup, biaya perbaikan kendaraan, dan kebutuhan bahan bakar di jalan meningkat karena waktu tempuh makin panjang.
Untuk perjalanan Medan-Jakarta, misalnya, dia mendapat uang jalan Rp 5,5 juta. Uang tersebut hanya jatah untuk tiga hari perjalanan. Padahal perkiraannya, waktu tempuh kali ini sekitar sepekan. "Tak akan cukup ini, harus diakali," tuturnya.
Uang jalan sekarang nyaris tak pernah tersisa. Bahkan, beberapa kali Syahdirman nyaris kehabisan uang. Dalam keadaan ini, sopir biasa mengeluarkan jurus andalan. Tahan lapar. Sehari hanya makan sekali agar uang jalan cukup sampai di tempat. "Banyak sopir yang harus seperti ini," katanya.
Bahkan, jual-beli ban dalam sekadar untuk mendapat tambahan uang jalan pun menjadi hal yang biasa dilakukan di antara para sopir ketika kemacetan menghantui.
Kurangi pendapatan
Sopir truk tronton Ahmad (48) menuturkan, jalan rusak jelas mengurangi pendapatan. Ban truknya sering pecah dan kebutuhan bahan bakar meningkat. Perjalanan Jambi-Palembang, misalnya, Ahmad mengalami pecah ban rata-rata empat kali dan butuh tambahan solar sekitar 10 liter. Biaya-biaya tambahan ini sering kali harus ditanggung oleh sopir.
Akibatnya, pendapatan bersih Ahmad berkurang. Dahulu, dengan rute Palembang-Jakarta, pendapatan bersih yang bisa dia bawa pulang sekitar Rp 800.000, tetapi kini dia hanya bisa membawa pulang uang Rp 500.000 dengan rute yang sama.
Tak hanya itu. Kondisi ini juga mengurangi pendapatan sopir secara keseluruhan. Karena banyak waktu terbuang di jalan, sopir truk tak dapat mengantar sebanyak dulu. Emir (35), sopir truk lintas Sumatera lainnya, misalnya, dulu dapat mengantar barang rute Palembang-Jakarta lima kali dalam sebulan.
Sejak alintim rusak sekitar lima bulan lalu, pria asal Jambi itu hanya dapat tiga kali menempuh Palembang-Jakarta. Secara kasar, kerugian dari berkurangnya pengantaran mencapai sekitar Rp 1,4 juta sebulan. Untuk rute itu, Emir memperoleh pendapatan bersih Rp 700.000 untuk sekali antar.
Batu bara
Terkait hal itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin berulang kali menegaskan akan melarang angkutan batu bara melalui jalan umum pada 2012. Hal ini salah satunya merupakan upaya mencegah kerusakan jalan makin parah. Selama ini, angkutan batu bara dituding sebagai pemicu kerusakan jalan.
Truk-truk yang berangkat dari tambang-tambang batu bara yang banyak terdapat di Kabupaten Lahat dan Muara Enim itu sering kali bermuatan lebih dari bobot maksimal jalan di Sumsel, yaitu 8 ton.
Truk-truk batu bara itu pasti beratnya sampai puluhan ton. Kalau lewat depan rumah sampai seperti gempa rasanya. Puluhan mungkin sampai lebih dari 100 jumlahnya yang lewat sehari.
"Sebelum ada truk batu bara, jalan tidak pernah separah ini," kata Nadi (35), warga tepi Jalintim di Kampung Beton, Kelurahan Kramasan, Palembang.
Namun, kata Syahdirman, jalan rusak tak bisa d iperbaiki dengan kebijakan saja. Ada atau tidaknya angkutan batu bara, jalan rusak semestinya dapat dicegah bila pemeliharaan rutin dan penegakan aturan bobot beban maksimal. Hingga ada aksi nyata, para sopir truk masih harus siap siaga untuk menahan lapar.
tollfreak April 8th, 2011, 03:09 PM Tol Cisumdawu Seksi II Akan Dibangun Mulai Oktober 2011
JUMAT, 08/04/2011 - 15:18
SUMEDANG, (PRLM).-Projek fisik pembuatan ruas jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi II antara Rancakalong sampai kawasan Sumedang kota, hampir pasti akan dimulai pada Bulan Oktober mendatang.
Hal itu dikemukakan Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah (P2T) yang juga Kepala Bagian Pemerintahan Sekretaris Daerah Kab. Sumedang H. Endi Ruslan, Jumat (8/4).
Akan tetapi, menurut Endi, hingga saat ini pembebasan lahan untuk ruas tol Cisumdawu Seksi II itu, belum tuntas.
Dia menerangkan, panjang ruas tol Cisumdawu seksi II lebih kurang mencapai 17,5 kilo meter dengan luas kebutuhan lahan sekitar 255,05 hektare.
Sementara yang sudah terbebaskan pada bagian Seksi II itu, hingga saat ini baru mencapai 163,93 hektare untuk ruas jalan sepanjang lebih kurang sepuluh kilo meter dari arah Rancakalong sampai mendekati kawasan Sumedang kota. Selain itu, menurut Endi, pada bagian lahan sudah terbebaskan itu, masih banyak lahan yang belum dibebaskan, berupa tanah-tanah kas desa.
"Tanah-tanah kas desa yang ada di Seksi II belum dibebaskan karena untuk pembebasan tanah kas desa harus menunggu dulu izin gubernur," tutur Endi, lalu menyebutkan, untuk itu Pemkab Sumedang dalam waktu dekat akan mengajukan izin pembebasannya kepada Gubernur Jabar.
Disebutkan Endi, menurut rencana sementara, pembuatan ruas Cisumdawu seksi II diprioritaskan akan dibuat sepanjang lebih kurang 12,5 kilo meter dulu. Yaitu, dari titik rencana pintu tol wilayah Rancakalong sampai dengan titik rencana pintu tol di Jalan Prabu Gajahagung, Kelurahan Situ, Kec. Sumedang Utara.
Untuk pembebasan lahan tol Cisumdawu pemerintah pusat menurut Endi, kini telah mengalokasikan lagi dana dari APBN 2011 sebesar Rp 127 miliar. "Anggaran dari APBN tersebut dialokasikan untuk menuntaskan pembebasan lahan seksi II dan melanjutkan proses pembebasan lahan tol Cisumdawu Seksi I antara Cileunyi sampai dengan Rancakalong," katanya, lalu menambahkan proses pembebasan sisa kebutuhan lahan untuk seksi II sementara ini belum bisa dilaksanakan pihaknya karena masih menunggu penetapan lahannya dari Badan Pertanahan Nasional.
Sementara itu, menurut rencana pemerintah Tol Cisumdawu akan dibuat sepanjang 60,1 kilo meter dari pintu Tol Cileunyi hingga Dawuan Kab. Majalengka, dengan luas kebutuhan lahan sekitar 834,01 hektare. Projek fisik pembangunan jalan tol sepanjang itu direncanakan terbagi dalam enam seksi. Seksi I antara Cileunyi-Rancakalong, Seksi II Rancakalong-kawasan Sumedang kota, Seksi III Sumedang-Cimalaka, Seksi IV Cimalaka-Legok, Seksi V Legok-Ujungjaya, dan Seksi VI Ujungjaya-Dawuan.
Pembangunan tol seksi II Rancakalong-Sumedang mendapat prioritas atau didahulukan, karena berbagai pertimbangan. Di antaranya, untuk menyelamatkan dan pengamanan ruas jalan Cadaspangeran dari beban lalu lintas kendaraan muatan berat, serta karena lahan untuk seksi II sebagian besar sudah terbebaskan.
Kendatipun, saat ini masih ada lahan untuk seksi II yang belum terbebaskan, namun menurut Endi, proses pembebasannya bisa digarap tuntas pihaknya sebelum pekerjaan fisiknya dimulai.(A-91/kur)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/140930
tollfreak April 11th, 2011, 11:50 AM Tol akses Tanjung Priok Seksi E-1 siap dioperasikan Mei 2011
http://nasional.kontan.co.id/v2/read/nasional/64489/Tol-akses-Tanjung-Priok-Seksi-E-1-siap-dioperasikan-Mei-2011
Senin, 11 April 2011 | 07:11 oleh Petrus Dabu
JAKARTA. Kementrian Pekerjaan Umum (PU) bakal melakukan uji coba operasi tol Akses Tanjung Priok seksi E1 dari Rorotan Cilincing sepanjang 3,4 kilometer (km) dengan tarif khusus. Rencananya uji coba akan dilakukan awal Mei 2011.
Konstruksi fisik ruas tol ini sudah rampung pada November 2010 lalu. “Sudah ada surat dari menteri PU kepada BPJT (Badan Pengelolah Jalan Tol) untuk diefektifkan uji coba dengan tarif khusus,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto kepada KONTAN, Minggu (10/4).
Menurut Djoko, akses priok ini sangat penting terutama untuk memperlancar arus barang industri ke pelabuhan Tanjung Priok. “Kita sepakat dalam waktu dekat ini kita operasikan,”katanya.
Operator sebagai pelaksana proyek ini masih dalam pembahasan BPJT. Pengoperasian tol seksi E1 hanya sementara sambil menunggu seksi E2 selesai, lantas segera ditenderkan pengoperasiannya. Secara fisik, tol tersebut sudah siap untuk dioperasikan karena semua penerangan dan rambu serta peralatan lainnya sudah siap dilapangan.
Jalan Tol Seksi E 1 dari Rorotan menuju Cilincing merupakan bagian dari tol akses Tanjung Priok sepanjang 16,67 km. Terdiri dari enam seksi dan didanai oleh pinjaman Jepang (JICA). Yakni, Seksi E – 1, Seksi E-2, Seksi E-2A, Seksi NS Link, Seksi W, Seksi W2 dan Seksi NS Direct Ramp.
Seksi E – 1 sepanjang 3,4 km E-1 Ruas Rorotan-Cilincing. Seksi E-2 ruas Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 km saat ini sudah persetujuan finansial oleh JICA dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai April 2011 - Agustus 2013. “Sudah ada pemenangnya yskni PT Waskita Karya dan nanti bekerjsama dengan kontraktor dari Jepang yang saat ini masih menunggu,” katanya.
Seksi E-2A sepanjang 1, 92 km saat ini persetujuan evaluasi adminstrasi teknis oleh JICA dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai Juni 2011 - Desember 2013, Seksi NS Link sepanjang 2,24 km dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai Maret 2011- September 2012.
Seksi W 1 sepanjang 2,36 km dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai Juli 2012 - Januari 2015, Seksi W2 sepanjang 2,91 km dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai Oktober 2012 -Januari 2015, dan seksi NS Direct Ramp sepanjang 1,1 km dengan pelaksanaan pekerjan konstruksi mulai September 2012 – Maret 2014.
Badan pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengundanag lima investor jalan tol untuk meninjau ke ruas E-1 yang bakal dioperasikan. “Namun belum putuskan siapa yang jadi operator,” kata kepala BPJT Ahmad Ghani Gazali.
Kelima investor yang di undang tersebut adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Citra Marga Nushapala Persada(CMNP) Tbk, PT Bumi Serpong Damai (BSD), PT Marga Mandala Sakti (MMS), dan PT Jalantol Lingkar Baratsatu (JLB).
Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Setykai Sunito mengaku, pihaknya siap mengoperasikan tol Akses Priok ini. “Pasalnya tol ini langsung terkoneksi dengan JORR,” Kata Frans. Jasa Marga kata dia sudah mengirimklan proposal kepada BPJT mengenai kesiapan untuk mengoperasikan ruas tol tersebut.
unity April 11th, 2011, 01:30 PM Tol akses Tanjung Priok Seksi E-1 siap dioperasikan Mei 2011
http://nasional.kontan.co.id/v2/read/nasional/64489/Tol-akses-Tanjung-Priok-Seksi-E-1-siap-dioperasikan-Mei-2011
Senin, 11 April 2011 | 07:11 oleh Petrus Dabu
JAKARTA. Kementrian Pekerjaan Umum (PU) bakal melakukan uji coba operasi tol Akses Tanjung Priok seksi E1 dari Rorotan Cilincing sepanjang 3,4 kilometer (km) dengan tarif khusus. Rencananya uji coba akan dilakukan awal Mei 2011.
Konstruksi fisik ruas tol ini sudah rampung pada November 2010 lalu. “Sudah ada surat dari menteri PU kepada BPJT (Badan Pengelolah Jalan Tol) untuk diefektifkan uji coba dengan tarif khusus,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto kepada KONTAN, Minggu (10/4).
Menurut Djoko, akses priok ini sangat penting terutama untuk memperlancar arus barang industri ke pelabuhan Tanjung Priok. “Kita sepakat dalam waktu dekat ini kita operasikan,”katanya.
Operator sebagai pelaksana proyek ini masih dalam pembahasan BPJT. Pengoperasian tol seksi E1 hanya sementara sambil menunggu seksi E2 selesai, lantas segera ditenderkan pengoperasiannya. Secara fisik, tol tersebut sudah siap untuk dioperasikan karena semua penerangan dan rambu serta peralatan lainnya sudah siap dilapangan.
Jalan Tol Seksi E 1 dari Rorotan menuju Cilincing merupakan bagian dari tol akses Tanjung Priok sepanjang 16,67 km. Terdiri dari enam seksi dan didanai oleh pinjaman Jepang (JICA). Yakni, Seksi E – 1, Seksi E-2, Seksi E-2A, Seksi NS Link, Seksi W, Seksi W2 dan Seksi NS Direct Ramp.
Seksi E – 1 sepanjang 3,4 km E-1 Ruas Rorotan-Cilincing. Seksi E-2 ruas Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 km saat ini sudah persetujuan finansial oleh JICA dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai April 2011 - Agustus 2013. “Sudah ada pemenangnya yskni PT Waskita Karya dan nanti bekerjsama dengan kontraktor dari Jepang yang saat ini masih menunggu,” katanya.
Seksi E-2A sepanjang 1, 92 km saat ini persetujuan evaluasi adminstrasi teknis oleh JICA dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai Juni 2011 - Desember 2013, Seksi NS Link sepanjang 2,24 km dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai Maret 2011- September 2012.
Seksi W 1 sepanjang 2,36 km dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai Juli 2012 - Januari 2015, Seksi W2 sepanjang 2,91 km dengan rencana pelaksanaan konstruksi mulai Oktober 2012 -Januari 2015, dan seksi NS Direct Ramp sepanjang 1,1 km dengan pelaksanaan pekerjan konstruksi mulai September 2012 – Maret 2014.
Badan pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengundanag lima investor jalan tol untuk meninjau ke ruas E-1 yang bakal dioperasikan. “Namun belum putuskan siapa yang jadi operator,” kata kepala BPJT Ahmad Ghani Gazali.
Kelima investor yang di undang tersebut adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Citra Marga Nushapala Persada(CMNP) Tbk, PT Bumi Serpong Damai (BSD), PT Marga Mandala Sakti (MMS), dan PT Jalantol Lingkar Baratsatu (JLB).
Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Setykai Sunito mengaku, pihaknya siap mengoperasikan tol Akses Priok ini. “Pasalnya tol ini langsung terkoneksi dengan JORR,” Kata Frans. Jasa Marga kata dia sudah mengirimklan proposal kepada BPJT mengenai kesiapan untuk mengoperasikan ruas tol tersebut.
^^
Buat yang pakar beginian, gw mau tanya nih...
Wajar nggak sih, bangun jalan tol cuman "sepanjang" ini sampai memakan waktu dua tahun lebih??
Apa karena desainnya yang luar biasa canggihnya, atau teknologinya yang rumit, atau apanya??? :bash:
VRS April 11th, 2011, 04:18 PM or pembebasan lahan yg susah lama..??
rilham2new April 11th, 2011, 04:25 PM Bukan masalah pembebasan lahan, karena mungkin sebagian (atau seluruhnya??) jalurnya akan elevated kali.
Dan jalur Lingkar Barat dari Puri Indah ke Pondokpinang itu kan memang cukup jauh ...
tollfreak April 11th, 2011, 06:49 PM ^^ Dulu Jasa marga pernah bilang kalau pembebasan lahan udah selesai mereka bisa menyelesaikan JORR W2 dalam waktu 1 tahun..tapi pemebesan lahannya udah dimulai dari tahun 2005 silam kl ga salah dan sekarang progress nya belum menyentuh 90% :nuts:
selain itu biasanya gerbang tol atau jalan tol udah jadi tapi lama beroperasi biasanya karena menunggu SK menteri yang bisa berbulan-bulan terbitnya (contoh gerbang tol miring cimanggis)
peseg5 April 11th, 2011, 07:34 PM Umumnya dalam proyek2 infrastruktur di Indonesia, ada 2 faktor berperan: teknis dan non teknis. Tapi sepertinya yang non teknis lebih mayoritas.
*Hanya pendapat pribadi.
:D
Bungong kaye April 13th, 2011, 05:41 AM Pembangunan Jalan Calang - Banda Aceh
http://img832.imageshack.us/img832/5559/foto1159n.jpg (http://img832.imageshack.us/i/foto1159n.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img34.imageshack.us/img34/5079/foto1138001.jpg (http://img34.imageshack.us/i/foto1138001.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img684.imageshack.us/img684/5549/foto1155001.jpg (http://img684.imageshack.us/i/foto1155001.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img156.imageshack.us/img156/4457/foto1104.jpg (http://img156.imageshack.us/i/foto1104.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img543.imageshack.us/img543/6148/foto1108.jpg (http://img543.imageshack.us/i/foto1108.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
v-sun April 14th, 2011, 01:30 PM Lippo Cikarang Akan Tambah Akses Tol Baru
Oleh ANTARA on 14 April , 2011
BEKASI: PT Lippo Cikarang Tbk, akan merealisasikan pembangunan akses tol Lippo Cikarang di KM 34.700 Jakarta-Cikampek yang diprediksikan rampung pada akhir tahun 2011.
Manajer Divisi Manajemen Proyek PT Lippo Cikarang, Alexander Sananto, dalam konfrensi pers di Cikarang, Kamis, mengatakan proyek itu merupakan bentuk kerjasama antara pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
“Ini adalah peluang yang akan membawa banyak perkembangan besar di Lippo Cikarang. Diperkirakan, pada akhir 2011 prosesnya pembuatannya akan rampung,” katanya.
Menurut dia, keberadaan akses tol baru yang berlokasi di sebelah utara kawasan tersebut akan menjadi sarana alternatif menuju Lippo Cikarang yang semula hanya berlokasi di KM28.
Dikatakan Alexander, gerbang tol yang berjumlah enam gardu tersebut akan dibangun melalui dua tahap yang menelan anggaran diperkirakan mencapai Rp140 miliar yang dibagi masing-masing Rp70 miliar per tahap.
“Keberadaan pintu tol ini diharapkan bisa menambah fasilitas hunian yang terintegrasi di Lippo Cikarang yang saat ini dihuni total 30.000 Kepala Keluarga (KK) di 10.000 unit rumah dan 637 pabrik yang ada,” katanya.
Alex menambahkan, program terkait pembangunan fisik simpang susun ini sudah direncanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dari akses tol sampai kawasan Lippo Cikarang sepanjang 1,2 KM.
“Selanjutnya, kami akan membangun jalan antar kawasan yang menghubungkan Lippo Cikarang dengan kawasan industri lainnya di wilayah setempat. Secara keseluruhan kami memperkirakan pembangunan fisik dari akses tol ini akan selesai pada akhir tahun 2012,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT Lippo Cikarang, Syukurman Larosa, mengatakan perkembangan Lippo Cikarang hingga saat ini relatif pesat dengan hadirnya beberapa cluster baru.
Posisi Lippo Cikarang, kata dia, berada pada lokasi strategis diantara dua kota besar, yakni Jakarta dan Bandung dengan jarak tempuh yang relatif singkat.
“Dari gerbang tol KM 34.700 menuju Jakarta membutuhkan waktu sekitar 45 menit dalam kondisi normal,” katanya.
Lippo Cikarang, kata dia, dikenal sebagai ‘integrated township’ dengan berbagai fasilitas berkelas yang tersedia melalui konsep keluarga dipadu dengan rekreasi. Di kawasan yang berbasis ekonomi industri ini, bergabung jajaran industri berskala dunia.(hh)
http://bisnis-jabar.com/berita/lippo-cikaeang-akan-tambah-akses-tol-baru.html
yonif143 April 16th, 2011, 12:27 PM secara overall jalan dr b.lpg ke metro cukup mulus.... :)
hanya beberapa ruas yg kurang baik saja.. :ohno:
http://i1210.photobucket.com/albums/cc403/Alzena143/ArekNgalam0298.jpg
ruas ini ada di natar, ga jauh dr bandar lampung....
http://i1210.photobucket.com/albums/cc403/Alzena143/ArekNgalam0302.jpg
Hmm... jalan lintas yang padat :nuts:
http://i1210.photobucket.com/albums/cc403/Alzena143/ArekNgalam0303.jpg
http://i1210.photobucket.com/albums/cc403/Alzena143/ArekNgalam0304.jpg
Flyover Natar..
http://i1210.photobucket.com/albums/cc403/Alzena143/ArekNgalam0305.jpg
Turun dr Flyover Natar ada pasar...
http://i1210.photobucket.com/albums/cc403/Alzena143/ArekNgalam0308.jpg
Lanjut trs...
http://i1210.photobucket.com/albums/cc403/Alzena143/ArekNgalam0309.jpg
Smpai di bandara raden inten II...
terlihat ada ptunjuk jarak :D
acoolguyfromnz April 16th, 2011, 09:41 PM @Rilham2new
Jalan2 itu rusak juga gara2 supir truk yg mengangkut barang2 gila2an. Coba lihat di pantura P Jawa. Mereka sering tdk berpikir bhw jalan yg di rusak itu kan uang dari pajak rakyat dan tdk kasihan dgn daerah yg sering di lalui mereka. Kalau jalan rusak yg kena bukan supir taksi saja tapi semuanya termasuk pengemudi kendaraan lainnya.
Akan lebih baik bila uang yg di pergunakan utk memperbaiki jalan bisa di gunakan utk membuka daerah terisolasi lainnya. Bukan begitu?
Jadi jgn egois...
rilham2new April 17th, 2011, 04:51 PM @Rilham2new
Jalan2 itu rusak juga gara2 supir truk yg mengangkut barang2 gila2an. Coba lihat di pantura P Jawa. Mereka sering tdk berpikir bhw jalan yg di rusak itu kan uang dari pajak rakyat dan tdk kasihan dgn daerah yg sering di lalui mereka. Kalau jalan rusak yg kena bukan supir taksi saja tapi semuanya termasuk pengemudi kendaraan lainnya.
Akan lebih baik bila uang yg di pergunakan utk memperbaiki jalan bisa di gunakan utk membuka daerah terisolasi lainnya. Bukan begitu?
Jadi jgn egois...
Saya sih pribadi kurang yakin ya kalau Jalan yang rusak itu salah supir truk. :D
Yang salah itu pemerintah, kenapa terus membiarkan ekonomi biaya tinggi menjadi-jadi. Kenapa tidak pernah mengoptimalisasi pembangunan rel kereta api untuk urusan kargo tonase tinggi terutama untuk logistik bahan bakar batu bara untuk keperluan industri dan pengangkutan kelapa sawit ke sentra-sentra industri hilir.
Sementara pemerintah terus menerus membiarkan jalur angkut laut DIKUASAI kontainer-kontainer tujuan Ekspor-Impor (ada insentif nya kali...), tapi pemerintah malas untuk memfasilitasi pergerakan kontainer ke Kota-kota pedalaman di Sumatra. Lihat aja kondisi pelabuhan di Pantai Timur Sumatra, ampun deh ... Yang layak itu cuman Belawan. Tapi tunggu dulu, Belawan sekalipun prioritasnya lagi-lagi untuk ekspor-impor. Tidak pernah ada alokasi besar-besaran untuk logistik domestik. Cuman Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur disupport besar-besaran infrastruktur terminal kontainernya untuk jalur domestik.
Di sisi lain, pantai Timur Sumatra yang diinvestasikan justru anggaran jalan raya (sayangnya jalannya itu panjangnya sampai 2371 km dari Bandarlampung sampai Banda Aceh). Investasi untuk perbaikan kualitas standar tonase yang sesuai dengan KAPASITAS HARI INI pun kacau balau. Akhirnya jalur ekonomi tinggi, seperti Lintas Timur Sumatra, kalau menjelang Kota Kecamatan atau Ibukota Provinsi pun lalu lintas padat merayap. Tidak ada pula jalur Lingkar yang memadai untuk menghindari Kota-kota.
Pembangunan jalan raya nya pun sepertinya tidak memperhitungkan Pola Hidrologi yang di Jalan itu. Akhirnya kalau musim hujan banyak genangan di cekungan-cekungan. Karena Lintas Timur tidak dibangun dengan membelah bukit-bukit dan lembah. Melainkan mengikuti pola muka Bukit dan lembah tadi. Akibatnya banyak jalur berupa cekungan raksasa, yang bagian bawah cekungan itu jalannya gampang rusak (begitu pula tanjakan-tanjakannya).
PEMERINTAH PUSAT belakangan gusar karena ACFTA 2010 (ASEAN-China Free Trade Agreement) dianggap merugikan Indonesia. Karena RRC terbukti dumping, sehingga pergerakan ekspor mereka tidak terbendung ke negara kita. Harganya luar biasa murah di negara kita. TAPI JANGAN LUPA, Pemerintah telah gagal menjembatani arus logistik dari Jawa (sebagai Pusat Industri Nasional) ke Pulau Sumatra. Akibatnya barang2 impor dari RRC membanjir di pasaran Sumatra, coba aja lihat item-item yang dijual di Supermarket se-Sumatra sekarang, buah2 impor dari RRC udah menjamur. Karena harganya jauh lebih murah ketimbang yang didatangkan dari Jawa.
Ini akibatnya kalau Jalan Raya nya investasi setengah-setengah hati, pelabuhan pun terlupakan, jalur kereta api pun masih di awang-awang. Jalur impor justru akhirnya malah jadi pilihan "merakyat" karena harganya yang lebih murah. Dan sedihnya industri di Jawa pun daya saingnya bakal terus turun, karena di pasaran Domestik kebagian saingan dari negara-negara ACFTA, bersaing di pasar Internasional pun susah.
Cape' hari2 denger pemerintah ngomongin insentif industri dan bea masuk, padahal masalah nya ya di jalur logistik itu gak pernah dibenerin sama pemerintah.
peseg5 April 17th, 2011, 09:34 PM @Rilham2new
Jalan2 itu rusak juga gara2 supir truk yg mengangkut barang2 gila2an. Coba lihat di pantura P Jawa. Mereka sering tdk berpikir bhw jalan yg di rusak itu kan uang dari pajak rakyat dan tdk kasihan dgn daerah yg sering di lalui mereka. Kalau jalan rusak yg kena bukan supir taksi saja tapi semuanya termasuk pengemudi kendaraan lainnya.
Akan lebih baik bila uang yg di pergunakan utk memperbaiki jalan bisa di gunakan utk membuka daerah terisolasi lainnya. Bukan begitu?
Jadi jgn egois...
Kok salahin supir truk?
Mereka itu kan jalan karena ada order dari yang punya truk. Yang punya truk dapat order dari pelanggannya. Kalau pelanggannya minta overload jelas agar menghemat biaya, dan yang punya truk jelas menerima karena kalau tidak menerima ya tidak akan dapat order (karena dialihkan ke pemilik truk yang lain). As simple as that!
Kuncinya law enforcement. Kan sudah ada yg namanya jembatan timbang, yang dioperasikan oleh DLLAJ/DISHUB lokal. Tapi, ya tau sendiri kan proses yang terjadi di jembatan timbang sendiri gimana??? Ini sudah menjadi rahasia umum, itulah mengapa mau ada 1000 jembatan timbang pun kalau semua bisa diatur dengan duit, jalan mau dibikin bagus pun sesuai kelasnya juga akan hancur perlahan2.
Ya, itu memang masih menjadi PR bagi banyak pihak. Tapi tetap apapun kondisinya kita (terutama generasi muda RI) harus tetap OPTIMIS, mari kita benahi republik indah ini! :)
rilham2new April 17th, 2011, 11:21 PM Di banyak tempat Jembatan Timbang sudah ditutup/tidak berfungsi.. gak tahu kenapa.
Solusinya bukan hanya LAW ENFORCEMENT. Karena kalau di negara orang yang udah duluan ADVANCED land transport nya. Jalur logistik darat itu punya beberapa alternatif, umumnya jalur yang antar-provinsi, antar-negara bagian, atau inter-state adalah jalur yang mampu mengakomodir kendaraan dengan kapasitas tonase relatif tinggi. Dengan pengecualian tertentu, karena tantangan geografis (dan cuaca) misalnya tanjakan atau tikungan, atau lembah-lembah pegunungan yang membuat pembatasan kendaraan menjadi perlu.
Kemudian di jalur penghubung di dalam provinsi nya itu sendiri, misalnya Jalan Antar Kabupaten dan Jalan Antar Kecamatan. Itu biasa lah kalau standar MST nya lebih rendah, karena memang di negara orang yang sudah ADVANCED Land Transport nya juga kayak gitu.
Di sentra-sentra pertemuan jalur interstates disediakan semacam terminal kargo (untuk kendaraan darat), kemudian untuk di dalam negara bagian ada STATE HIGHWAY yang di beberapa tempat hanya membenarkan kendaraan jenis tertentu, misalnya truk yang lebih kecil dan melarang Road Train untuk lewat.
Nah di negara kita yang tercinta (dan harusnya masih bisa dibenahi ini), jalur alternatif antarprovinsi untuk darat yang bertonase tinggi itu NIHIL, sehingga kendaraan berat mau tidak mau harus tetap melewati jalan2 kecil. Karena that's the best we've got. Sementara jalur transportasi lain, terutama laut boleh dikatakan untuk urusan kargo domestik, UNRELIABLE lah ..
Dan kalau dikembalikan lagi kenapa pengusaha terpaksa mengisi penuh muatannya per perjalanannya. Karena ekonomi biaya tinggi tadi, kalau tidak dibegitukan. Maka muatan per perjalanan akan lebih rendah, itu berarti beban harga barang akan semakin ditambah dengan harga BBM yang tentunya berbanding lurus juga dengan panjang perjalanan. Pengecualian tentunya kalau ada kemacetan akibat kecelakaan sampai belasan jam.
Memang sudah kewajiban pemerintah meningkatkan kapasitas jalan, dan kan tidak perlu semua jalur sampai ke kecamatan-kecamatan segala. Cukup jalur antar provinsi saja. Inipun masih lalai.
nowan April 18th, 2011, 03:03 AM Di banyak tempat Jembatan Timbang sudah ditutup/tidak berfungsi.. gak tahu kenapa.
Pengawasan tidak berjalan. Pemerintah harus mengeluarkan biaya operasional jembatan timbang; mental aparat makin hancur karena dengan senang hati menerima sogokan para sopir agar kendaraan dg muatan berlebih mereka bisa lolos; jalan tetap hancur.
Kalau tidak salah di beberapa tempat ada yang mengaktifkan kembali jembatan timbangnya, tentunya dengan perbaikan metode pengawasan. Itu setelah mereka kaji kembali bahwa biaya perbaikan jalan yg rusak memang jauh lebih besar daripada biaya operasional jembatan timbang.
Kalau kita mau menganalisis penyebab rusaknya jalan, misalkan pakai metode root cause analysis, semua sebab-sebab yang disampaikan forumer di sini benar, dan masih banyak lagi lainnya. Tinggal dipilih saja mana akar masalah yang prioritas untuk diperbaiki sesuai kemampuan.
rilham2new April 18th, 2011, 03:15 PM Kalau kita mau menganalisis penyebab rusaknya jalan, misalkan pakai metode root cause analysis, semua sebab-sebab yang disampaikan forumer di sini benar, dan masih banyak lagi lainnya. Tinggal dipilih saja mana akar masalah yang prioritas untuk diperbaiki sesuai kemampuan.
Root?? ya konstruksi jalan nya tadi tidak mempertimbangkan potensi ke depannya. Kenapa tidak dari awal bangun jalan antara provinsi dengan standar minimal MST 15.
Pembangunan jalan raya tidak mudah, dan sejarah dunia membuktikan Jaringan Jalan raya tidak dibangun dalam sekejap tapi investasi besar-besaran jangka panjang. Autobahn dibangun tahun 1935 - 2005 panjangnya sudah 12000 km lebih. Interstates dibangun (dan distandardisasi khusus jaringan jalan lama) antara tahun 1956 - 1992. National Trunk Highway System (NTHS) dibangun dari tahun 1988 dan masih terus sampai sekarang.
Di Indonesia, sebenarnya bukan hanya masalah jalan tol yang penting, kalau itu isu yang cuman relevan di Jawa dan komunitas urban di pulau-pulau lain. Pemerintah harus mulai menitikberatkan pada jaringan Jalan Nasional. Sekali lagi kita tidak meminta jalan yang baik sampai Jalan Provinsi dan Kabupaten, tapi setidaknya kita punya satuuuu saja jaringan Jalan Nasional yang dapat diandalkan setidaknya untuk kendaraan tonase tinggi. MST 10 lah minimal.
Ini lagi pengen buka Global Competitiveness Report 2010, untuk bidang infrastruktur jalan. Ranking Indonesia ada di angka 84 , kata pak Menteri PU tak jelek-jelek amat. :nuts:
http://www.detikfinance.com/read/2011/04/13/143906/1615543/4/menteri-pu-peringkat-infrastruktur-ri-no84-tak-jelek-jelek-amat
peseg5 April 19th, 2011, 08:47 AM Root?? ya konstruksi jalan nya tadi tidak mempertimbangkan potensi ke depannya. Kenapa tidak dari awal bangun jalan antara provinsi dengan standar minimal MST 15.
Pembangunan jalan raya tidak mudah, dan sejarah dunia membuktikan Jaringan Jalan raya tidak dibangun dalam sekejap tapi investasi besar-besaran jangka panjang. Autobahn dibangun tahun 1935 - 2005 panjangnya sudah 12000 km lebih. Interstates dibangun (dan distandardisasi khusus jaringan jalan lama) antara tahun 1956 - 1992. National Trunk Highway System (NTHS) dibangun dari tahun 1988 dan masih terus sampai sekarang.
Di Indonesia, sebenarnya bukan hanya masalah jalan tol yang penting, kalau itu isu yang cuman relevan di Jawa dan komunitas urban di pulau-pulau lain. Pemerintah harus mulai menitikberatkan pada jaringan Jalan Nasional. Sekali lagi kita tidak meminta jalan yang baik sampai Jalan Provinsi dan Kabupaten, tapi setidaknya kita punya satuuuu saja jaringan Jalan Nasional yang dapat diandalkan setidaknya untuk kendaraan tonase tinggi. MST 10 lah minimal.
Ini lagi pengen buka Global Competitiveness Report 2010, untuk bidang infrastruktur jalan. Ranking Indonesia ada di angka 84 , kata pak Menteri PU tak jelek-jelek amat. :nuts:
http://www.detikfinance.com/read/2011/04/13/143906/1615543/4/menteri-pu-peringkat-infrastruktur-ri-no84-tak-jelek-jelek-amat
Yaa...terjebak comfort zone.
Wah kalau menterinya PU aja udah bilang tak jelek2 amet.... gak tau deh...bingung mau ngomong apa lagi. Nikmatin aja deh. Kan nanti aparat2 dibawahnya kalau dimintai pertanggungjawabannya tinggal ngomong, atasan saya bilang gak jelek2, kenapa harus improve?
#prihatin
nowan April 19th, 2011, 01:50 PM Root?? ya konstruksi jalan nya tadi tidak mempertimbangkan potensi ke depannya. Kenapa tidak dari awal bangun jalan antara provinsi dengan standar minimal MST 15.
Pembangunan jalan raya tidak mudah, dan sejarah dunia membuktikan Jaringan Jalan raya tidak dibangun dalam sekejap tapi investasi besar-besaran jangka panjang. Autobahn dibangun tahun 1935 - 2005 panjangnya sudah 12000 km lebih. Interstates dibangun (dan distandardisasi khusus jaringan jalan lama) antara tahun 1956 - 1992. National Trunk Highway System (NTHS) dibangun dari tahun 1988 dan masih terus sampai sekarang.
Di Indonesia, sebenarnya bukan hanya masalah jalan tol yang penting, kalau itu isu yang cuman relevan di Jawa dan komunitas urban di pulau-pulau lain. Pemerintah harus mulai menitikberatkan pada jaringan Jalan Nasional. Sekali lagi kita tidak meminta jalan yang baik sampai Jalan Provinsi dan Kabupaten, tapi setidaknya kita punya satuuuu saja jaringan Jalan Nasional yang dapat diandalkan setidaknya untuk kendaraan tonase tinggi. MST 10 lah minimal.
Ini lagi pengen buka Global Competitiveness Report 2010, untuk bidang infrastruktur jalan. Ranking Indonesia ada di angka 84 , kata pak Menteri PU tak jelek-jelek amat. :nuts:
http://www.detikfinance.com/read/2011/04/13/143906/1615543/4/menteri-pu-peringkat-infrastruktur-ri-no84-tak-jelek-jelek-amat
Ya, itu bisa jadi salah satu akarnya. Kapasitasnya harus ditingkatkan (kalau punya duit). Tidak cukup dana, ya harus dijaga ketat pemakaiannya, aktifkan jembatan timbang itu tadi. Ingin mengangkut muatan lebih banyak, ya gunakan kendaraan angkut yang sesuai jumlah sumbu/bannya agar MST terjaga.
Penetapan kelas jalan antar provinsi tergantung lalu-lintasnya, bisa berbeda-beda. Sebenarnya dalam desain juga sudah memprediksi pertumbuhan lalu-lintas untuk beberapa tahun ke depan. Tapi ya tidak selalu tepat prediksinya :) Metode desain perkerasan kita juga sudah ketinggalan jaman. Di negara maju sudah beralih ke desain berbasis kinerja dan analitis, kita masih berkutat di rumus-rumus empiris :nuts:. Belum lagi masalah kualitas konstruksi (makan aspal, makan semen, dll). Makin cepat hancur jalannya. Nah, makin banyak kan akar-akar masalahnya :)
Oya, di negara maju isu kenaikan muatan sumbu di luar prediksi seperti ini juga terjadi kok. Indonesia emang sih keterlaluan pembiarannya :ohno:
nick_1212 April 20th, 2011, 12:51 AM ujung2nya masalah mendasarnya adalah pendidikan
v-sun April 20th, 2011, 07:33 AM Rabu, 20/04/2011 10:44 WIB
2011, Jasa Sarana Kucurkan Rp 950 M untuk Bebaskan Lahan 3 Tol
Erna Mardiana : detikBandung
detikcom - Bandung, Direktur Utama PT Jasa Sarana Soko Sandi Buwono menyatakan kesiapannya untuk membebaskan lahan bagi pembangunan tiga ruas Tol, yakni Bandung Intra Urban Toll Road/BIUTR (27,3 km), Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu (60,1 km), dan Soreang-Pasir Koja atau Soroja (10,57 km).
Menurutnya, untuk ketiga ruas tersebut, dana yang disiapkan untuk tahun 2011 ini mencapai Rp 950 miliar. Sedangkan untuk tahun 2012, PT Jasa Sarana juga menyiapkan alokasi anggaran untuk lahan sebesar Rp 1,1 triliun. Dana tersebut belum termasuk untuk pembebasan lahan ruas Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 1 senilai Rp 650 miliar.
"Pendanaan untuk tiga ruas tol tersebut telah siap, saat ini hanya menunggu ditandanganinya perjanjian pendanaan tanah tiga ruas tol tersebut," jelas Soko dalam rilis yang diterima detikbandung, Rabu (20/4/2011).
Soko menjelaskan pembebasan lahan oleh PT Jasa Sarana tersebut merupakan kelanjutan dari kesepakatan bersama antara Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan tentang pendanaan tanah Jalan Tol BIUTR, Cisumdawu, dan Soroja pada tanggal 28 Desember 2010 lalu di Kantor Kementrian PU Jakarta.
Selain tiga ruas tol tersebut, saat ini PT Jasa Sarana juga sedang menyiapkan pelaksanaan pembangunan ruas tol Bogor Ring Road (BORR) Tahap II A sepanjang 1,9 km melalui anak perusahaannya yakni PT Marga Sarana Jabar.
PT Jasa Sarana mengharapkan kegiatan pembangunan tahap II A dapat dimulai pada awal semester kedua tahun 2011 ini. "Tentunya ini merupakan lompatan besar guna mendukung kualitas infrastruktur dan jaringan transportasi di Jawa Barat. Selain mengurai kemacetan, jalan ini dapat mempercepat akses barang dan orang sehingga meningkatkan efisiensi," tuturnya.
Selanjutnya, sesuai dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat dengan salah satu programnya yakni mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan kawasan Jabar Selatan, PT Jasa Sarana melalui PT Trans Jabar Toll juga sedang melaksanakan pengadaan tanah untuk ruas Tol Ciawi Sukabumi Seksi I yakni dari Ciawi hingga Cigombong.
Pengadaan tanah seksi I tersebut diharapkan selesai pada bulan September 2011 dengan perkiraan dana sebesar Rp 650 miliar. Kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan konstruksi mulai Oktober 2011.
"Diharapkan ruas Tol tersebut dapat beroperasi pada akhir tahun 2012. Adapun kepemilikan saham PT Jasa Sarana pada PT Trans Jabar Toll adalah 25 persen," pungkas Soko.
http://www.detik.com/read/2011/04/20/104437/1621547/486/2011-jasa-sarana-kucurkan-rp-950-m-untuk-bebaskan-lahan-3-tol
baihakki April 20th, 2011, 05:32 PM Guys, ada yang punya info ttg tol Antasari depok? Krena menurut saya proyek ini sangat penting, bahkan lebih penting daripada tol cinere jagorawi yang sudah mulai membangun seksi I, soalya tol depok antasari itu menghubungkan depok barat ke jakarta, dan sangat mengurangi kepadatan lalu lintas di Cinere, krukut, dan pondok labu yang selalu macet di pagi hari. Justru klo tol cinere jagorawi dibangun terlebih dahulu, dikhawatirkan akan menambah beban pintu tol taman mini, dan warga di depok barat akan tetap menggunakan jalan cinere yang rusak untuk menuju ke Jakarta karena lebih dekat.
peseg5 April 20th, 2011, 07:11 PM Guys, ada yang punya info ttg tol Antasari depok? Krena menurut saya proyek ini sangat penting, bahkan lebih penting daripada tol cinere jagorawi yang sudah mulai membangun seksi I, soalya tol depok antasari itu menghubungkan depok barat ke jakarta, dan sangat mengurangi kepadatan lalu lintas di Cinere, krukut, dan pondok labu yang selalu macet di pagi hari. Justru klo tol cinere jagorawi dibangun terlebih dahulu, dikhawatirkan akan menambah beban pintu tol taman mini, dan warga di depok barat akan tetap menggunakan jalan cinere yang rusak untuk menuju ke Jakarta karena lebih dekat.
Kalau skala penting, lebih penting Jakarta MRT duluan kelar daripada tol, jika memungkinkan :D #outoftopic
Sekarang JORR walaupun seksi W2 belum jadi, sudah cukup parah kemacetannya. Mirip kemacetan tol dalam kota saat jam sibuk. Prediksi saya akan lebih parah kalau JORR W2 jadi. Ditambah kalau JLNT Antasari jadi, luberan kendaraan dari Blok M akan memperparah ruas Simatupang, efeknya bottleneck di ramp exit JORR, dan arus lalulintas JORR bisa semakin tersendat. Ini diperparah lambannya PEMPROP DKI pimpinan KUMIS yang sepertinya belum ada rencana melebarkan ruas Simatupang.
Kabar terkini tol Antasari masih mandek di pembebasan lahan, seingat saya (CMIIW) masih ada 90% lahan proyek yg masih harus dibebaskan! Luar biasa, artinya masih panjang perjalanan proyek ini. Untuk ruas ini, JSMR yg kapitalnya lebih kuat drpd CMNP mestinya bisa takeover.
acoolguyfromnz April 20th, 2011, 09:06 PM Can you see it, penambahan jalan cuma akan memancing warga utk memacetkan Jakarta lebih parah lagi.
Kadang2 saya gak ngerti dgn cara berpikir org spt bang Foke yg ngebet bgt bikin jalan.
paradyto April 21st, 2011, 08:16 AM http://img64.imageshack.us/img64/4254/104oc.jpg (http://img64.imageshack.us/i/104oc.jpg/)
http://img855.imageshack.us/img855/3508/105wj.jpg (http://img855.imageshack.us/i/105wj.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Widana89 April 21st, 2011, 10:30 AM ^^ Lebar bgt jalannya... :okay:
VRS April 21st, 2011, 02:45 PM daerah rawan banjir dulu
rilham2new April 21st, 2011, 05:13 PM ^^ Sampai hari ini masih kok... Cuman tanggul pertahanannya lebih canggih sekarang.
bama84 April 21st, 2011, 11:10 PM Sebetulnya ini kesalahan tim desain (rancang). Sudah tau daerah situ berawa / rawan banjir mestinya dibangun elevated highway biar ngga kebanjiran sepanjang tahun.
rilham2new April 22nd, 2011, 04:15 AM Harusnya situ tidak terlalu banjir. Tapi ada proyek.perumahan yang sering dituduh menjadi penyebab Mulai terjadinya banjir. Pernah dibahas di Majalah Tempo, karena ternyata ada skandal.dalam pemberian izin dan itu menyangkut pihak2 berkuasa di orde baru ....
baihakki April 24th, 2011, 04:09 PM Kalau skala penting, lebih penting Jakarta MRT duluan kelar daripada tol, jika memungkinkan :D #outoftopic
Sekarang JORR walaupun seksi W2 belum jadi, sudah cukup parah kemacetannya. Mirip kemacetan tol dalam kota saat jam sibuk. Prediksi saya akan lebih parah kalau JORR W2 jadi. Ditambah kalau JLNT Antasari jadi, luberan kendaraan dari Blok M akan memperparah ruas Simatupang, efeknya bottleneck di ramp exit JORR, dan arus lalulintas JORR bisa semakin tersendat. Ini diperparah lambannya PEMPROP DKI pimpinan KUMIS yang sepertinya belum ada rencana melebarkan ruas Simatupang.
Kabar terkini tol Antasari masih mandek di pembebasan lahan, seingat saya (CMIIW) masih ada 90% lahan proyek yg masih harus dibebaskan! Luar biasa, artinya masih panjang perjalanan proyek ini. Untuk ruas ini, JSMR yg kapitalnya lebih kuat drpd CMNP mestinya bisa takeover.
Oh ya jelas, MRT lebih penting, bukan cuma MRT, tapi mass transportatiion secara keseluruhan. Bukan cuma di jakarta aja, tapi juga di surrounding cities, sebenernya nyesel juga sih ngeliat proyek MRT yang cuma secuil itu, mudah2an lama2 dilebarin ke bodetabek,jadi orang2 di bodetabek punya akses mudah ke jakarta.
tapi berhubung ini thread ttg highway,...
anyway, thanks infonya, klo ngomong2 ttg mana tol yang lebih penting, emang ternyata toll W2 jauh lebih penting, geregetan banget ngeliatnya...
acull April 26th, 2011, 11:27 AM Rumahku di kampung berada tepat di sebelah tol pejagan-kanci,semenjak tol pejagan-kanci di bangun dampaknya sgt terasa,tiap turun hujan kampungku kebanjiran !
masdwi April 27th, 2011, 07:47 AM Guys, ada yang punya info ttg tol Antasari depok? Krena menurut saya proyek ini sangat penting, bahkan lebih penting daripada tol cinere jagorawi yang sudah mulai membangun seksi I, soalya tol depok antasari itu menghubungkan depok barat ke jakarta, dan sangat mengurangi kepadatan lalu lintas di Cinere, krukut, dan pondok labu yang selalu macet di pagi hari. Justru klo tol cinere jagorawi dibangun terlebih dahulu, dikhawatirkan akan menambah beban pintu tol taman mini, dan warga di depok barat akan tetap menggunakan jalan cinere yang rusak untuk menuju ke Jakarta karena lebih dekat.
kalau nggak salah sebenarnya sudah sampai pada tahap DED. NAmun ada kendala soal trase, karena jalur yg akan dipakai banyak mengenai kompleks2 perumahan yg sangat sulit / alot untuk dibebaskan ......
kabr terakhir ( wacana ) konsep jalan tol antasari nantinya kayak tol tanjung priok, di bawah jalan arteri, di atas jalan tol .... konsekuensinya biaya struktur jadi bertambah mahal ...... masih kabar burung lho .....
Rumahku di kampung berada tepat di sebelah tol pejagan-kanci,semenjak tol pejagan-kanci di bangun dampaknya sgt terasa,tiap turun hujan kampungku kebanjiran !
berarti besar kemungkinan pada saat perencanaan ada yg kelupaan .....
biasanya dalam dokumen AMDAL sudah diperkirakan lho .....
acull April 29th, 2011, 09:25 PM kalau nggak salah sebenarnya sudah sampai pada tahap DED. NAmun ada kendala soal trase, karena jalur yg akan dipakai banyak mengenai kompleks2 perumahan yg sangat sulit / alot untuk dibebaskan ......
kabr terakhir ( wacana ) konsep jalan tol antasari nantinya kayak tol tanjung priok, di bawah jalan arteri, di atas jalan tol .... konsekuensinya biaya struktur jadi bertambah mahal ...... masih kabar burung lho .....
berarti besar kemungkinan pada saat perencanaan ada yg kelupaan .....
biasanya dalam dokumen AMDAL sudah diperkirakan lho .....
Mungkin juga tim dari proyeknya kurang matang waktu mengevaluasi amdal dr proyek itu,Yah sepintar2nya otak manusia & secanggih apapun mesin tdk dpt mengalahkan kekuatan alam,Udah gitu pas waktu pembangunan jalan toll byk bgt kejadian2 yg kurang masuk akal !
acull April 30th, 2011, 04:35 AM tol pejagan kanci sebelum diresmikan(11 jan 2010)
http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/227081_208194609203639_100000393034492_670346_4822435_a.jpg
tol pejagan kanci pada arus mudik lebaran (8 sep 2010)
http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/224333_208194025870364_100000393034492_670345_8360829_a.jpg
dampak dari jalan tol (15 april 2011)
http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/222693_143062292432426_100001859670463_289943_2178902_a.jpg
AceN April 30th, 2011, 10:23 AM ^^ yang bawah itu foto apa ?
acull April 30th, 2011, 11:16 AM ^^ yang bawah itu foto apa ?
Jalan kampung yg banjir sbg dampak dari toll pejagan kanci
acull May 1st, 2011, 03:36 AM Toll Pejagan kanci july 2009
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/227288_143252912413364_100001859670463_290806_6681847_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/227288_143252915746697_100001859670463_290807_919803_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/227810_143254429079879_100001859670463_290811_4391730_n.jpg
AAG May 1st, 2011, 02:37 PM thx :)
bama84 May 1st, 2011, 08:06 PM ^^
seharusnya struktur jalannya ditinggikan pake jembatan layang biar ngga kebanjiran tiap musim hujan. Masa jalannya hampir sejajar dengan sawah ? wah parahnih tim disain jalannya.:lol:
rilham2new May 2nd, 2011, 03:27 AM ^^ Gak harus ditinggakan juga, bisa aja dikeruk agak dalam dikit, jadi jalan tol nya kayak mengalir di dalam lembah gitu. tapi itu kalau posisi jalan tolnya agak tinggi dari permukaan laut ya. Sebenarnya kalau jaringan drainase nya baik dan mungkin arah alirannya tidak merugikan penduduk sekitar sih tidak masalah.
acull May 3rd, 2011, 04:20 AM Nih aku jelasin,kampung berada -+50meter di sblh utara jalan tol sedangkan di sblh selatan jln adalah area persawahan yg sangat luas,sebelum ada jalan tol tiap turun hujan air hujan akan mengalir ke arah persawahan. Semenjar tol dibangun air hujan yg turun di kampung seperti terbendung oleh jalan tol. Sebenernya tinggi jln tol dr permukaan tanah gak terlalu rendah koq,sekitar 1 meter lah...
bama84 May 3rd, 2011, 05:54 AM nah, itu dia. Air hujan terhalang gundukan tanah jalan tol. Harusnya jalannya dibuat elevated( jalan layang ).
nowan May 3rd, 2011, 07:15 AM Nih aku jelasin,kampung berada -+50meter di sblh utara jalan tol sedangkan di sblh selatan jln adalah area persawahan yg sangat luas,sebelum ada jalan tol tiap turun hujan air hujan akan mengalir ke arah persawahan. Semenjar tol dibangun air hujan yg turun di kampung seperti terbendung oleh jalan tol. Sebenernya tinggi jln tol dr permukaan tanah gak terlalu rendah koq,sekitar 1 meter lah...
Turut prihatin Mas. Apa ada selokan yang dulunya mengarah ke sawah seberang tol yang tertutup gundukan jalan? Sungai terdekat di mana?
nah, itu dia. Air hujan terhalang gundukan tanah jalan tol. Harusnya jalannya dibuat elevated( jalan layang ).
Tidak harus dibuat melayang, mahal. Air bisa dialirkan dengan membuat gorong-gorong di jalan.
VRS May 3rd, 2011, 02:09 PM acull. Thx for update photos
rilham2new May 3rd, 2011, 06:00 PM ^^ Itu kan bukan update, jalan tol nya kan memang sudah selesai ...
VRS May 4th, 2011, 02:29 PM oh. Maaf trtinggal berita
bama84 May 4th, 2011, 06:36 PM Turut prihatin Mas. Apa ada selokan yang dulunya mengarah ke sawah seberang tol yang tertutup gundukan jalan? Sungai terdekat di mana?
Tidak harus dibuat melayang, mahal. Air bisa dialirkan dengan membuat gorong-gorong di jalan.
gorong2 ?? gorong2 itu cocoknya buat jalan kampung yang mana luas daerah yang dilalui kecil kemungkinan terjadi banjir. :lol:Kalau dearah tanahnya berawa/lunak (diprediksi bakal banjir tahunan), apalagi buat jalan tol, lebih efisien ditancepin pile foundation ( prestressed concrete) lalu ditaruh girder diatasnya. Jadi istilahnya jalannya mesti ditinggikan dan dibuat melayang. Kalo soal biaya, itu relatiflah. Mahal juga tidak masalah kalau hasilnya lebih bagus.:D
rilham2new May 5th, 2011, 02:59 PM Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
* Dari JPO Taman ANggrek/Central Park
http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5689507560/in/photostream/
http://farm6.static.flickr.com/5027/5689507560_940cd6ce94_b.jpg
http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5688934959/in/photostream/
http://farm6.static.flickr.com/5261/5688934959_67a48c94a2_b.jpg
* Dari JPO Semanggi
http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5689550008/in/photostream/
http://farm6.static.flickr.com/5065/5689550008_4d805bc115_b.jpg
dochan May 5th, 2011, 05:14 PM Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
* Dari JPO Taman ANggrek/Central Park
http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5689507560/in/photostream/
http://farm6.static.flickr.com/5027/5689507560_940cd6ce94_b.jpg
Suka gemes deh, kl jalan di tol dlm kota Jakarta, ga ada bagus-bagusnya, sejauh mata memandang yg diliat cuma aspal dan aspal, kenapa di median jalan tol ga dikasih pohon bertajuk lebar, trembesi misalnya, kayak di Sgpura gitu kan enak, teduh ijo.... apa susahnya siiihhhhhhh?? (Sorry ya Ham, fotonya diedit)
http://i1216.photobucket.com/albums/dd371/Mrdochan/retouch.jpg
rilham2new May 5th, 2011, 05:18 PM ^^ Silahkan dibayangkan gimana maintenance pohon2 itu nantinya kalau jadi kanopi seperti itu.
Tapi sebenarnya, kalau tidak salah menurut Standar Jalan Raya yang ada di Dinas Pekerjaan Umum gitu, yang namanya Jalan Tol di Indonesia itu ada standar tertentu, dan pohon yang seperti kanopi di atas jalan tol gitu gak boleh.. Yang boleh adalah BUFFER ZONE di kiri kanan dan di tengah median (itupun tidak boleh satu ranting pun melintas di atas Jalan Aspal).
Kalau mau dikasih kanopi dari rimbun nya pohon2 gitu sih boleh aja, tapi syarat jalan rayanya diturunkan standarnya jadi Jalan nasional atau Jalan Provinsi gitu ...
dochan May 5th, 2011, 05:26 PM Oke kalo gitu bagian jalan kotanya dibiarin ky gt, terus jalur tol tengahnya dijadiin ruang publik aja ky di Seoul, dgn catatan Mass transportnya udah bener (ngarep.com)
tollfreak May 6th, 2011, 01:19 PM Jalan Tol Bandara-Serpong Mulai Disosialisasikan
Penulis : Sumantri
Rabu, 04 Mei 2011 00:56 WIB
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/04/223109/35/5/Jalan-Tol-Bandara-Serpong-Mulai-Disosialisasikan
TANGERANG--MICOM: Pemkot Tangerang akan menyosialisasikan rencana pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR II) rute Bandara Soekarno-Hatta (BSH)-fly over Alam Sutera, Banten, pada akhir Mei 2011.
"Akhir Mei ini pembangunan JORR 2 Itu akan kami sosialisasikan, karena pembangunannya akan dimulai pada 2012 nanti," kata Sekretaris Pemkot Tangerang, Harry Mulya Zein, di Tangerang, Banten, Selasa (3/5).
Pembangunan JORR sepanjang 14,191 km itu merupakan proyek kerja sama antara Pemkot Tangerang dan Pemerintah Pusat, dengan melibatkan pihak ketiga sebagai pemegang sumber dananya.
Pemkot Tangerang memfasilitasi pembebasan lahan yang sumber dananya dari investor.
Pemkot Tangerang dalam hal ini hanya sebagai fasilitator.
Adapun rute JORR 2 yang nantinya tembus di sekitar pintu Tol BSH (Sedyatmo) akan melintasi tujuh Kecamatan, di antaranya, Kecamatan Pinang, Cipondoh, Tangerang Kota, Batuceper, Benda dan Serpong.
"Dengan adanya tol ini nanti, tentu dapat memecah kemacetan di Kota Tangerang dan membuka akses masyarakat setempat menuju BSH," kata dia. (SM/OL-9)
nowan May 6th, 2011, 02:40 PM gorong2 ?? gorong2 itu cocoknya buat jalan kampung yang mana luas daerah yang dilalui kecil kemungkinan terjadi banjir. :lol:Kalau dearah tanahnya berawa/lunak (diprediksi bakal banjir tahunan), apalagi buat jalan tol, lebih efisien ditancepin pile foundation ( prestressed concrete) lalu ditaruh girder diatasnya. Jadi istilahnya jalannya mesti ditinggikan dan dibuat melayang. Kalo soal biaya, itu relatiflah. Mahal juga tidak masalah kalau hasilnya lebih bagus.:D
Loh, kok tambah pakai prestress, makin stres ntar Bakrie gak balik2 modalnya :)
Buat gorong-gorong yang besar dong. Kalau nggak ya parit (yg gede juga) membelah jalan, kasih jembatan kecil di atasnya.
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
* Dari JPO Semanggi
http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5689550008/in/photostream/
http://farm6.static.flickr.com/5065/5689550008_4d805bc115_b.jpg
Sudah melendut (rutted) jalannya. Bahaya kalo kecepatan tinggi.
Suka gemes deh, kl jalan di tol dlm kota Jakarta, ga ada bagus-bagusnya, sejauh mata memandang yg diliat cuma aspal dan aspal, kenapa di median jalan tol ga dikasih pohon bertajuk lebar, trembesi misalnya, kayak di Sgpura gitu kan enak, teduh ijo.... apa susahnya siiihhhhhhh?? (Sorry ya Ham, fotonya diedit)
http://i1216.photobucket.com/albums/dd371/Mrdochan/retouch.jpg
Walaupun susah, tapi enak lihatnya Dochan (ngarep juga) :)
Jakarta, Jakarta, korban parah paradigma lama transportasi.
v-sun May 6th, 2011, 03:56 PM 06/05/2011 20:52
Lahan Tol Cisumdawu Segera Dibebaskan
Dery Fitriadi Ginanjar
INILAH.COM, Bandung - Perjanjian kerja sama pembangunan jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) antara PT Jasa Sarana dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) segera ditandatangani pekan ini.
"Progres Kertajati belum terlalu maju. Justru jalan tol yang menunjukkan perkembangan. Pembebasan lahan jalan tol sudah mulai sosialisasi. Harusnya minggu ini sudah ditandatangani kesepakatan kerja sama antara Jasa Sarana dan BPJT," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Deny Juanda Puradimaja kepada INILAH.COM, Jumat (6/5/2011).
Menurut Deny, setelah PT Jasa Sarana membebaskan lahan, dipastikan ada uang dari pemerintah yang tidak boleh digunakan untuk hal-hal di luar ketentuan. Karena itu, harus ada jaminan dari pusat begitu lahan dibebaskan, langsung dibangun infrastrukturnya.
"Memang ada pointer yang alot yakni soal harga tanah yang diperkirakan masih berfluktuasi. Ada usulan amandemen kerja sama kalau harga terus naik. Saya sudah beri catatan agar kerja sama segera ditandatangani dengan mencantumkan klausul bahwa harga asumsi untuk pertama kalinya sekian rupiah," ungkapnya.
Deny menambahkan, jika dalam proses pekerjaan terjadi perubahan harga tanah, maka akan diatur tersendiri. Jadi, perjanjian kerja sama bukan sekadar angka, tetapi tata cara mengembalikan uang, hak dan kewajiban, dan lain-lain.
"Gara-gara klausul itu, jadi ditunda. Saya usul lebih baik tandatangan dulu, kalau soal harga bisa ada kesepakatan baru," tandasnya.
Menurut Deny, saat ini pihaknya sedang melakukan tender pembangunan jalan tol Cisumdawu segmen Tanjungsari-Sumedang. Walaupun baru beberapa kilometer, dirinya ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa pembangunan sedang berjalan secara bertahap.
"Dalam pembangunan tol ini, saya berharap masyarakat juga menjadi pahlawan pembangunan. Jangan menjual tanahnya secara tinggi, yang wajar-wajar saja. Kami juga punya harga taksiran. Saya lebih suka membuat prasasti bagi masyarakat bahwa mereka ikut berperan membantu pembangunan tol ini dengan menjual tanahnya secara wajar," paparnya. [jul]
http://www.inilah.com/read/detail/1488862/lahan-tol-cisumdawu-segera-dibebaskan/
acull May 7th, 2011, 05:33 AM [QUOTE=nowan;77094829]Turut prihatin Mas. Apa ada selokan yang dulunya mengarah ke sawah seberang tol yang tertutup gundukan jalan? Sungai terdekat di mana?
Sungai terdekat namanya Kali Kebuyutan bedarada -+500 di sebelah timur perkampungan..tapi karena tanggul sungai lumayan tinggi(sekitar 2m) jd air hujan gak bisa lsg mengalir ke sungai..
mfa_fariz May 7th, 2011, 03:40 PM mau nanya dong..sebenernya trans jawa itu tol yang mana saja sih?
terima kasih sebelumnya
ASTERIX's May 7th, 2011, 04:27 PM mau nanya dong..sebenernya trans jawa itu tol yang mana saja sih?
terima kasih sebelumnya
Toll Trans Jawa menghubungkan pulau Jawa dari ujung barat di Merak sampai ke timur di Banyuwangi.sdang yang di lalui jalan tol trans Jawa dari barat ke timur adalah, Merak, Jakarta,Cirebon, Semarang, Solo,Madiun, Surabaya, dan berahir di Banyuwangi
ASTERIX's May 7th, 2011, 04:38 PM http://img24.imageshack.us/img24/1271/gumitir11.jpg
http://img844.imageshack.us/img844/1355/gumitir.jpg
http://img840.imageshack.us/img840/7654/gumitir1.jpg
http://img576.imageshack.us/img576/6131/gumitir2.jpg
pemandangan indah dan sangat menyejukkan mata, sayang di cemari oleh deretan nenek nenek pengemis yang berjajar di setiap 50 mter (nampak di gambar 1 dan 2 dari atas ). timbul fikiran....dari mana datangnya para sesepuh ni, padahal lokasinya jauh dari perkampungan, tapi terjawab ketika pada waktu sore saya melintas di jalur yang sama, para nenek di jemput oleh laki laki muda pake motor, g tahu famili ato koordinatornya....:ohno::ohno::ohno::ohno::ohno:
dochan May 8th, 2011, 05:37 AM masalah pengemis ini saya pernah dengar kalau mereka ini terorganisir, saya pernah dengar dari sanak saudara saya yang tinggal di Jawa Tengah kalo pengemis-pengemis ini dipekerjakan oleh satu pihak. Pernah suatu waktu terlihat di pagi-pagi buta mereka diangkut menggunakan truk untuk disebar ke daerah-daerah (bahkan bisa sampe luar kota) :ohno: :ohno: :ohno:
Hal yang sama bisa kita liat di Alas Roban, Batang, Jawa Tengah saat mendekati musim Lebaran
mfa_fariz May 8th, 2011, 05:38 AM Toll Trans Jawa menghubungkan pulau Jawa dari ujung barat di Merak sampai ke timur di Banyuwangi.sdang yang di lalui jalan tol trans Jawa dari barat ke timur adalah, Merak, Jakarta,Cirebon, Semarang, Solo,Madiun, Surabaya, dan berahir di Banyuwangi
makasih jawabannya ya ASTERIX's. Lalu tol-tol mana saja diantara tol-tol di p. jawa yang sudah beroperasi sekarang ini atau yang sedang dalam konstruksi yang termasuk dalam trans jawa? contoh apakah tol jakarta-cikampek masuk dalam trans jawa?
ASTERIX's May 8th, 2011, 05:02 PM makasih jawabannya ya ASTERIX's. Lalu tol-tol mana saja diantara tol-tol di p. jawa yang sudah beroperasi sekarang ini atau yang sedang dalam konstruksi yang termasuk dalam trans jawa? contoh apakah tol jakarta-cikampek masuk dalam trans jawa?
yupz, Jakarta Cikampek merupakan bagian dari trans Jawa. yang sudah beroperasi dari Merak sampai Cikampek, di sambung Palikanci - Pejagan di Cirebon, Semarang -Ungaran dan Surabaya - Gempol
Widana89 May 9th, 2011, 08:25 PM By Pass Ida Bagus Matra (Denpasar - Kusamba)
http://img541.imageshack.us/img541/9981/img00031201105091637.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/541/img00031201105091637.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img27.imageshack.us/img27/6482/img00040201105091647.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/27/img00040201105091647.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img831.imageshack.us/img831/2655/img00041201105091647.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/831/img00041201105091647.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img717.imageshack.us/img717/7651/img00042201105091647.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/717/img00042201105091647.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img219.imageshack.us/img219/5134/img00037201105091646.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/219/img00037201105091646.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img852.imageshack.us/img852/4227/img00032201105091645.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/852/img00032201105091645.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
maaf foto pakek hp... :)
rilham2new May 10th, 2011, 05:17 AM Harusnya jalan nasional itu dibuat seperti itu.... berasa ngliat interstate :tongue2:
yudibali2008 May 10th, 2011, 05:47 AM ^^
kalau dananya cukup bang :D
VRS May 10th, 2011, 01:45 PM terbuat dari beton ya..??
rilham2new May 10th, 2011, 02:15 PM ^^ Definitely :cheers:
|
|