Mimihitam
January 4th, 2011, 12:49 PM
http://img404.imageshack.us/img404/2671/73847160931327279675100.jpg
http://img263.imageshack.us/img263/7969/16409116511460504261590.jpg
Lokasi:
http://img31.imageshack.us/img31/5227/pantaitjpendam.jpg
http://img251.imageshack.us/img251/7541/tanjungpendam2.jpg
Berita:
DPRD Dukung Dolphin Island
Mahadir: Kaji Lebih Mendalam
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Mega proyek pembangunan Dolphin Island di kawasan Tanjungpendam-Air Saga bakal terlaksana. DPRD Kabupaten Belitung telah menyatakan mendukung Pemkab Belitung untuk membuat memorandum of understanding (MoU) dengan PT Mekar Mulia Mandiri terkait proyek ini.
Namun sebelum melakukan pembangunan, Pemkab Belitung dan PT Mekar Mulia Mandiri harus memenuhi segala persyaratan baik secara administrasi maupun teknis (AMDAL) serta melakukan sosialisasi ke masyarakat. Selain itu DPRD minta pengembang untuk melakukan paparan sekali lagi dengan lebih mendalam soal proyek ini.
Dukungan ini diputuskan dalam rapat gabungan komisi I, II dan III DPRD Belitung, Jumat (29/10) sekitar pukul 16.00 WIB, di ruang rapat DPRD Belitung. Hadir dalam rapat yang membahas kegiatan internal DPRD Belitung ini 16 anggota dewan dan sejumlah undangan lainnya.
“Kita akan mendukung penuh pembangunan Dolphin Island bila konsepnya pembangunan pariwisata Belitung, tanpa ada embel-embel lain. Soal pengembang mengunakan kapal isap untuk melakukan reklamasi, tidak masalah asal tujuannya untuk reklamasi, bukan untuk merusak,” ujar Wakil Ketua DPRD Belitung Junaidi Haminte kepada Grup Bangka Pos, Jumat (3/12).
Soal adanya penolakan masyarakat terhadap proyek ini karena dinilai hanya akal-akalan pemkab dan pengusaha untuk menambang timah di lokasi tersebut menurut Junaidi, hal itu hanya prediksi pihak-pihak tertentu saja. Pasalnya bila proyek itu hanya untuk mengeksploitasi timah menurut Junaidi, pengembang akan gigit jari karena di perairan itu tidak ada timah.
“Dalam konsep pariwisata, Dolphin Island akan dibangun lapangan golf, mall, fasilitas OR lainnya, pendidikan. Dalam jangka panjang kedepan, kalau dibuat pulau akan menguntungkan pariwisata Belitung,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Belitung Mahadir Basti dikonfirmasi, Rabu (1/12) mengingatkan agar Pemkab Belitung mengkaji secara mendalam rencana pembangunan Dolphin Island dari aspek hukum, sosial, ekonominya dan berbagai aspek lainnya yang berkaitan.
“Silakan eksekutif untuk mengkaji, mengkaji secara pas, betul-betul secara proporsional dengan tim teknis yang sangat bagus, tim kerja yang baik, yang kita percaya,” kata Mahadir Basti di ruang kerjanya.
Beredar fotokopian
Fotokopian notulen rapat gabungan komisi I, II dan III DPRD Belitung, Jumat (29/10) sekitar pukul 16.00 WIB, di ruang rapat DPRD Belitung yang berisi dua keputusan yang salah satunya mendukung proyek Dolphin Island banyak beredar di masyarakat.
Isu yang berkembang, notulen rapat yang dihadiri 16 anggota DPRD tersebut merupakan rekomendasi DPRD mengenai pembangunan Dolphin Island dan beroperasinya kapal isap.
“Menyampaikan di dalam suatu notulen rapat, apakah itu dijadikan sebagai bahan rekomendasi, apakah itu dijadikan sebagai bahan aktif sah-sah saja. Silakan untuk dikaji, silakan dipelajari, bagaimana aspek hukumnya, bagaimana sosialisasi terhadap masyarakat, sambutan masyarakat,” jelas Mahadir.
Menurut Mahadir, hasil rapat tersebut merupakan keputusan politis anggota dewan mengenai rencana yang diajukan eksekutif untuk membangun kawasan wisata baru. Legislatif hanya memberikan sudut pandang dan pertimbangan kepada eksekutif.
“Sesuatu hal yang kita sikapi secara politik, karena kapasitas kita sebagai pejabat politik, ya bagi kita tidak memberikan suatu persoalan yang mencakup ke persoalan teknis,” sebut Mahadir. (ted/k7/vid)
http://cetak.bangkapos.com/metronews/read/36161.html
http://img263.imageshack.us/img263/7969/16409116511460504261590.jpg
Lokasi:
http://img31.imageshack.us/img31/5227/pantaitjpendam.jpg
http://img251.imageshack.us/img251/7541/tanjungpendam2.jpg
Berita:
DPRD Dukung Dolphin Island
Mahadir: Kaji Lebih Mendalam
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Mega proyek pembangunan Dolphin Island di kawasan Tanjungpendam-Air Saga bakal terlaksana. DPRD Kabupaten Belitung telah menyatakan mendukung Pemkab Belitung untuk membuat memorandum of understanding (MoU) dengan PT Mekar Mulia Mandiri terkait proyek ini.
Namun sebelum melakukan pembangunan, Pemkab Belitung dan PT Mekar Mulia Mandiri harus memenuhi segala persyaratan baik secara administrasi maupun teknis (AMDAL) serta melakukan sosialisasi ke masyarakat. Selain itu DPRD minta pengembang untuk melakukan paparan sekali lagi dengan lebih mendalam soal proyek ini.
Dukungan ini diputuskan dalam rapat gabungan komisi I, II dan III DPRD Belitung, Jumat (29/10) sekitar pukul 16.00 WIB, di ruang rapat DPRD Belitung. Hadir dalam rapat yang membahas kegiatan internal DPRD Belitung ini 16 anggota dewan dan sejumlah undangan lainnya.
“Kita akan mendukung penuh pembangunan Dolphin Island bila konsepnya pembangunan pariwisata Belitung, tanpa ada embel-embel lain. Soal pengembang mengunakan kapal isap untuk melakukan reklamasi, tidak masalah asal tujuannya untuk reklamasi, bukan untuk merusak,” ujar Wakil Ketua DPRD Belitung Junaidi Haminte kepada Grup Bangka Pos, Jumat (3/12).
Soal adanya penolakan masyarakat terhadap proyek ini karena dinilai hanya akal-akalan pemkab dan pengusaha untuk menambang timah di lokasi tersebut menurut Junaidi, hal itu hanya prediksi pihak-pihak tertentu saja. Pasalnya bila proyek itu hanya untuk mengeksploitasi timah menurut Junaidi, pengembang akan gigit jari karena di perairan itu tidak ada timah.
“Dalam konsep pariwisata, Dolphin Island akan dibangun lapangan golf, mall, fasilitas OR lainnya, pendidikan. Dalam jangka panjang kedepan, kalau dibuat pulau akan menguntungkan pariwisata Belitung,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Belitung Mahadir Basti dikonfirmasi, Rabu (1/12) mengingatkan agar Pemkab Belitung mengkaji secara mendalam rencana pembangunan Dolphin Island dari aspek hukum, sosial, ekonominya dan berbagai aspek lainnya yang berkaitan.
“Silakan eksekutif untuk mengkaji, mengkaji secara pas, betul-betul secara proporsional dengan tim teknis yang sangat bagus, tim kerja yang baik, yang kita percaya,” kata Mahadir Basti di ruang kerjanya.
Beredar fotokopian
Fotokopian notulen rapat gabungan komisi I, II dan III DPRD Belitung, Jumat (29/10) sekitar pukul 16.00 WIB, di ruang rapat DPRD Belitung yang berisi dua keputusan yang salah satunya mendukung proyek Dolphin Island banyak beredar di masyarakat.
Isu yang berkembang, notulen rapat yang dihadiri 16 anggota DPRD tersebut merupakan rekomendasi DPRD mengenai pembangunan Dolphin Island dan beroperasinya kapal isap.
“Menyampaikan di dalam suatu notulen rapat, apakah itu dijadikan sebagai bahan rekomendasi, apakah itu dijadikan sebagai bahan aktif sah-sah saja. Silakan untuk dikaji, silakan dipelajari, bagaimana aspek hukumnya, bagaimana sosialisasi terhadap masyarakat, sambutan masyarakat,” jelas Mahadir.
Menurut Mahadir, hasil rapat tersebut merupakan keputusan politis anggota dewan mengenai rencana yang diajukan eksekutif untuk membangun kawasan wisata baru. Legislatif hanya memberikan sudut pandang dan pertimbangan kepada eksekutif.
“Sesuatu hal yang kita sikapi secara politik, karena kapasitas kita sebagai pejabat politik, ya bagi kita tidak memberikan suatu persoalan yang mencakup ke persoalan teknis,” sebut Mahadir. (ted/k7/vid)
http://cetak.bangkapos.com/metronews/read/36161.html