View Full Version : JAKARTA | Giant Sea Wall (DAM Raksasa)
v-sun February 4th, 2011, 07:34 PM Contoh Belanda, DKI Bangun Tanggul Raksasa
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina | Rabu, 26 Januari 2011, 17:36 WIB
VIVAnews - Peningkatan permukaan air laut dan penurunan muka tanah (land subsidence) telah terjadi di sebagian wilayah Jakarta. Dua gejala alam itu yang menjadi penyebab sering terjadinya banjir rob di wilayah Jakarta Utara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa pembangunan bendungan raksasa atau giant seawall di pantai utara Jakarta mendesak dan perlu cepat dilakukan. "Ternyata, land subsiden lebih cepat gerakannya dibandingkan kenaikan permukaan air laut. Keduanya membuat genangan di pantai utara Jawa, temasuk Jakarta," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Rabu 26 Januari 2011.
Menurut Fauzi Bowo, tanggul yang saat ini ada belum cukup mengatasi bencana banjir air pasang dengan baik. Diprediksi, dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, DKI harus memiliki sistem penanggulan terbaru. Sebab sistem yang saat ini digunakan sudah tidak bisa diterapkan. "Untuk itu, diperlukan peninggian tanggul," katanya.
Ditegaskan Fauzi Bowo, sistem polder atau penampungan air, harus dibangun lebih ke depan, ke arah laut di wilayah itu. Sehingga kawasan di bawah permukaan air laut tidak akan tergenang. Sistem ini telah diterapkan di Belanda dan New Orleans, Amerika Serikat.
"Meski air laut tinggi, tetapi kawasan di bawah permukaan air laut tetap kering karena ada tanggul raksasa yang akan memompa air ke laut," jelasnya.
Sebenarnya hal itu sudah dilakukan secara bertahap dengan skala yang lebih kecil. Contohnya di Pluit, Ancol, dan bagian Jakarta yang sedang direklamasi. Namun, bendungan ini harus dibuat secara menyeluruh karena merupakan bagian dari desain master plan penanggulangan banjir di Jakarta.
Deputy Representative Bos Witteveen, salah satu perusahaan anggota Konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) Sawarendro mengatakan, sejak Desember 2010 telah dilakukan penyusunan rencana strategi sebagai bagian kegiatan perencanaan pembangunan tanggul laut raksasa.
Diharapkan bulan Mei 2011, strategi ini sudah bisa dipaparkan untuk didiskusikan stakeholder yang bersangkutan seperti Bappenas, Departemen PU, Dinas PU dan Pemprov DKI Jakarta.
Terdapat empat pilihan tanggul laut yang mungkin bisa diterapkan, yaitu pembangunan tanggul laut diintegrasikan dengan reklamasi pantai utara, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi kecuali Tanjung Priok dan tanggul laut menghubungkan antar pulau di Kepulauan Seribu.
Pilihan pertama dinilainya merupakan pilihan yang paling mungkin dilakukan untuk dilaksanakan dalam 20 tahun ke depan.
"Menimbang opsi ini membutuhkan pembiayaan yang relatif kecil dan pelaksanaan bisa dilakukan dengan kontribusi sektor publik dan swasta," ujarnya.
http://www.vivanews.com/news/read/201499-dki-percepat-proyek-bendungan-raksasa
v-sun February 4th, 2011, 07:41 PM Dam Raksasa Atasi Banjir DKI Hingga 100 Tahun
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina | Jum'at, 28 Januari 2011, 06:44 WIB
VIVAnews - Rencana pembangunan tanggul atau dam raksasa atau giant sea wall akan dibahas Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan pemerintah pusat awal Februari mendatang.
Dalam pembahasan nanti, DKI akan fokus terhadap pembuatan grand design bendungan raksasa yang diyakini dapat menghindari ibukota dari malapetaka pada 2025, yakni ancaman Jakarta tenggelam.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, kerjasama yang dilakukan dengan pemerintah Belanda ini baru sampai pada tahap pre elementary atau kajian dasar. "Kajiannya tidak bisa terburu-buru, karena ini kajian defense strategy jangka panjang di seluruh pantai utara Jawa," kata Foke, begitu sebutan Fauzi Bowo.
Konsep pembangunan tanggul laut raksasa yang diintegrasikan dengan reklamasi pantai utara karena peningkatan air laut terus bertambah. Bendungan raksasa ini, sengaja dirancang untuk mengantisipasi bencana banjir Jakarta hingga 50-100 tahun mendatang.
"Peningkatan permukaan air laut terus bertambah, tidak bisa dihindari. Itu world wide dan terjadi dimana-mana. Jadi kita harus merespon dengan cara yang lain yaitu membangun giant seawall. Itu harus dibuat dengan perencanaan teliti," paparnya.
Mengingat wilayah utara Jakarta memiliki tingkat penurunan muka tanah (land subsidence) paling parah, maka studi amdal sangat penting dilakukan. Foke pun menyadari hal itu dan rencana studi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dipastikan akan terlaksana.
"Masalah studi Amdal itu kecil, yang penting kan grand designnya dulu. Nanti belakangan baru kita buat studi Amdalnya, tentu ini tidak bisa kita buat tanpa studi Amdal. Saya juga belum tahu akan dipasang itu, butuh kajian lebih lanjut," ungkapnya. (adi)
http://www.vivanews.com/news/read/201697-dki-fokus-buat-grand-design-bendungan-raksasa
v-sun February 5th, 2011, 12:55 PM Dam Raksasa Membentang dari Tangerang-Bekasi
Eko Priliawito | Kamis, 27 Januari 2011, 11:45 WIB
VIVAnews - Pemerintah DKI Jakarta segera merealisasikan pembangunan tanggul atau dam raksasa untuk pengendalian banjir di Jakarta. Pembahasan rencana ini akan dimulai Febuari ini bersama dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan swasta.
Menurut Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Pitoyo Subandrio, pembuatan tanggul menjadi penting karena ancaman pemanasan global dan penurunan permukaan tanah (land subsidence). Ini menjadi pertimbangan utama untuk membangun tanggul dan menjadi tanggung jawab pemerintah dan swasta.
"Lihat jembatan di Jakarta Utara, balok jembatan sudah hampir menyentuh air. Itu bukan karena airnya naik, tapi juga karena tanahnya sudah turun. Kalau dibiarkan, Jakarta tenggelam," ujar Pitoyo saat berbincang dengan VIVAnews.com, Kamis 27 Januari 2011.
Kata Pitoyo, tanggul raksasa akan dibuat untuk membendung laut di Pantai Utara. Pembendungan akan dilakukan mulai dari kawasan Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, hingga ke Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Dari Tanjung Priok sampai di Muara Gembong Bekasi. Namun untuk Pelabuhan Tanjung Priok tetap dibuka," ujarnya lagi.
Kata Pitoyo, pembuatan tanggul akan menggunakan sistem polder ke arah laut, agar kawasan di bawah permukaan air laut tidak akan tergenang. Seperti yang telah dilakukan Belanda dan New Orleans.
Sketsanya, meski air laut tinggi, tetapi kawasan di bawah permukaan air laut tetap kering karena ada tanggul laut raksasa yang akan memompa air ke laut.
Deputy Representative Bos Witteveen, salah satu perusahaan anggota Konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) Sawarendro mengatakan, sejak Desember 2010 telah dilakukan penyusunan rencana strategi sebagai bagian kegiatan perencanaan pembangunan tanggul laut raksasa.
Diharapkan bulan Mei 2011, strategi ini sudah bisa dipaparkan untuk didiskusikan dengan stakeholder yang lain, seperti Bappenas, Departemen PU, Dinas PU dan Pemprov DKI Jakarta.
Terdapat empat pilihan tanggul laut yang mungkin bisa diterapkan. Pertama, pembangunan tanggul laut diintegrasikan dengan reklamasi pantai utara. Kedua, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi. Ketiga, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi kecuali Tanjung Priok dan keempat tanggul laut menghubungkan antar pulau di Kepulauan Seribu.
Pilihan pertama dinilainya merupakan pilihan yang paling mungkin dilakukan untuk dilaksanakan dalam 20 tahun ke depan.
"Opsi pertama ini membutuhkan pembiayaan yang relatif kecil dan pelaksanaan bisa dilakukan dengan kontribusi sektor publik dan swasta," ujarnya. (adi)
http://www.vivanews.com/news/read/201606-tanggul-raksasa--tangerang-sampai-bekasi
v-sun February 5th, 2011, 01:08 PM Pembangunan Tanggul Raksasa Jakarta 10 Tahun
Maryadie, Dwifantya Aquina | Kamis, 27 Januari 2011, 11:32 WIB
VIVAnews - Pemerintah DKI telah melakukan kajian rencana pembangunan tanggul raksasa di pantai utara Jakarta sejak Desember 2010. Setelah kajian selesai dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi fisik tanggul.
"Pembangunan fisik tanggul akan memakan waktu selama 10 tahun. Jadi tahun 2025 mendatang, Jakarta telah memiliki tanggul laut raksasa yang mampu meminimalisir bencana banjir di ibu kota," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Kata Foke, pembangunan tanggul laut raksasa dibangun di sepanjang pantai utara Jakarta atau di antara pulau-pulau terdekat di Kepulauan Seribu.
Sejatinya, kata Fauzi Bowo, sebelum berencana membangun tanggul raksasa, DKI juga pernah memiliki opsi lain untuk mengatasi ancaman Jakarta tenggelam di tahun 2025.
Sejumlah opsi yang disiapkan antara lain menyediakan danau atau waduk sebagai tempat retensi air yang luasnya mencapai 50-100 kilometer persegi. Namun, opsi ini tidak mungkin dilaksanakan karena keterbatasan lahan dan kendala dalam pembebasan lahan di Jakarta. "Disuruh membebaskan 10 meter persegi saja sudah luar biasa, apalagi sampai 100 kilometer persegi," kata Fauzi Bowo.
Karena sulit, akhirnya Foke memilih membangun sistem polder atau penampung air berbentuk tanggul raksasa di laut. Pilihan ini ternyata lebih memungkinkan karena tidak membutuhkan pembebasan lahan yang banyak.
Dijelaskan Foke, dengan mendorong sistem polder ke arah laut, maka kawasan di bawah permukaan air laut tidak akan tergenang. Seperti yang telah dilakukan Belanda dan New Orleans, Amerika Serikat. Sketsanya, meski air laut tinggi, tetapi kawasan di bawah permukaan air laut tetap kering karena ada tanggul laut raksasa yang akan memompa air ke laut.
"Dalam waktu dekat kami bicarakan rencana ini pada pusat. Buat saya tidak ada lagi alasan selain membuat tanggul laut raksasa di Jakarta,” tuturnya.
Deputy Representative Bos Witteveen, salah satu perusahaan anggota Konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) Sawarendro mengatakan, sejak Desember 2010 telah dilakukan penyusunan rencana strategi sebagai bagian kegiatan perencanaan pembangunan tanggul laut raksasa.
Diharapkan bulan Mei 2011, strategi ini sudah bisa dipaparkan untuk didiskusikan dengan stakeholder yang lain, seperti Bappenas, Departemen PU, Dinas PU dan Pemprov DKI Jakarta.
Terdapat empat pilihan tanggul laut yang mungkin bisa diterapkan. Pertama, pembangunan tanggul laut diintegrasikan dengan reklamasi pantai utara. Kedua, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi. Ketiga, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi kecuali Tanjung Priok dan keempat tanggul laut menghubungkan antar pulau di Kepulauan Seribu.
Pilihan pertama dinilainya merupakan pilihan yang paling mungkin dilakukan untuk dilaksanakan dalam 20 tahun ke depan.
"Opsi pertama ini membutuhkan pembiayaan yang relatif kecil dan pelaksanaan bisa dilakukan dengan kontribusi sektor publik dan swasta," ujarnya. (hs)
http://www.vivanews.com/news/read/201603-pembangunan-tanggul-raksasa-jakarta-10-tahun
v-sun February 5th, 2011, 01:11 PM Dam Raksasa Jakarta Bentuk Enam Pulau Baru
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina | Rabu, 2 Februari 2011, 15:59 WIB
VIVAnews - Reklamasi pantai utara Jakarta menjadi pilihan sebelum proses awal untuk memulai proyek dam atau tanggul raksasa atau giant sea wall dilakukan.
Menurut Deputy Representative Bos Witteveen, salah satu perusahaan anggota konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS), Sawarendro, pelaksanaan reklamasi merupakan bagian dari integritas yang akan terhubung dengan tanggul. Atau dipilih cara lain agar tanggul dibuat di luar wilayah reklamasi.
"Akan dilihat mana yang akan menguntungkan. Karena pihak swasta yang akan mengerjakan proses ini tentu tidak ingin rugi," ujar Sawarendro, saat dihubungi pada Rabu 2 Februari 2011.
Dalam dokumen 'Atlas Pengamanan Pantai Jakarta' yang diperoleh VIVAnews.com, reklamasi di kawasan pantai utara dilakukan membentang dari Tangerang hingga Jakarta Utara yang mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) 54, Tahun 2008, tentang Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. Ini untuk mengurangi tingkat abrasi laut serta terpaan angin badai.
Nantinya, reklamasi bisa dilakukan hingga kedalaman 8 meter di bawah permukaan laut dan mencapai jarak 200 hingga 300 meter dari pantai yang diukur pada waktu pasang surut.
Reklamasi akan menciptakan enam pulau baru di laut Jawa. Pulau tersebut akan difungsikan sebagai bendungan penahan gelombang air laut yang menyebabkan abrasi atau pengikisan pantai, dengan menggunakan sistem polder.
Pulau buatan pertama akan dibuat menjadi pelabuhan untuk mendukung Pelabuhan Tanjung Priok. Pulau buatan lainnya akan dibangun pergudangan, terminal peti kemas, hotel, pusat perniagaan modern, permukiman, dan apartemen.
Reklamasi pantai utara ini pernah dimulai pada 1995 dan 1997. Kegiatan ini terhenti karena krisis moneter dan terbentur dengan ketentuan hukum yang baru. Kegiatan ini masih diliputi dilema dan kontroversi terkait dengan lingkungan hidup dan keterkaitan masalah ekonomi dan kependudukan.
Terkait pembuatan tanggul raksasa itu, ada empat pilihan yang akan dijadikan lokasinya.
1. Tanggul laut diintegrasikan dengan reklamasi pantai utara Jakarta.
2. Tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi
3. Tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi kecuali Tanjungpriok
4. Tanggul laut menghubungkan antarpulau di Kepulauan Seribu.
Dam raksasa dibangun untuk mengantisipasi ancaman Jakarta tenggelam pada tahun 2025. Ancaman ini karena telah terjadi penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan peningkatan permukaan air laut akibat pemanasan global.
Menurut pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, pemerintah DKI Jakarta harusnya melaksanakan program yang realistis dan melibatkan masyarakat. Karena pembuatan tanggul raksasa ini masih menjadi pertanyaan besar karena tidak mengacu dengan konsep tata ruang Jakarta.
Sangat banyak dampak yang akan terjadi untuk perwujudan ide ini. Belum lagi mengenai pembiayaan dan kekuatan finansial yang ada. Pemerintah DKI Jakarta harusnya konsentrasi untuk melakukan pengawasan kegiatan penanaman pohon di sepanjang pantai utara, agar kegelisahan mengenai ancaman banjir rob tidak terjadi. (adi)
http://www.vivanews.com/news/read/202676-tanggul-raksasa-bentuk-enam-pulau-baru
v-sun February 5th, 2011, 01:15 PM Dam Raksasa Jakarta Butuh Ratusan Triliunan
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina | Rabu, 2 Februari 2011, 08:11 WIB
VIVAnews - Proyek tanggul raksasa atau giant sea wall membutuhkan biaya hingga ratusan triliun rupiah. Dana yang tidak sedikit ini dianggap sebanding, demi mencegah Jakarta tenggelam. Dana itu akan diperoleh melalui pendekatan proyek kerjasama antara pemerintah dan badan usaha swasta.
Kerjasama ini akan dijalin melalui penyediaan infrastruktur dengan menggunakan perjanjian kerjasama (PKS) atau izin pengusahaan yang ditetapkan melalui pelelangan umum.
"Dana pembangunannya mahal sekali, bisa ratusan triliun. Nanti kerjasama dengan pihak swasta, mereka beli kavling, seperti akan reklamasi pantai saja. Nanti dihubungkan jadi bendungan," ujar peneliti geodesy Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Andreas, kepada VIVAnews.com di Jakarta. ITB salah satu yang masuk dalam konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS).
Penyediaan infrastruktur yang dimaksud meliputi penyediaan konstruksi untuk membangun atau meningkatkan infrastruktur serta pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur dalam rangka meningkatkan manfaatnya.
Tujuan dari pendekatan ini dipilih sebab dapat mencukupi kebutuhan pendanaan secara berkelanjutan dalam penyediaan infrastruktur melalui pengerahan dana swasta.
Kerjasama ini juga memiliki kegunaan untuk meningkatkan kuantitas, kualitas dan efisiensi pelayanan melalui persaingan sehat. Selain itu, hal ini dipilih karena bisa mendorong digunakannya prinsip pengguna membayar pelayanan yang diterima, atau hal tertentu mempertimbangkan kemampuan membayar pengguna.
Dalam melaksanakan pendekatan proyek kerjasama dengan badan usaha swasta ini ada beberapa syarat yang harus dilakukan, di antaranya setiap proyek yang akan dilakukan harus disertai dengan pra studi kelayakan, rencana bentuk kerjasama, rencana pembiayaan proyek, dan sumber dananya, serta rencana penawaran kerjasama yang mencakup jadwal, proses dan cara penilaian.
Proyek kerjasama ini pernah digunakan dalam proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta pada 1995. Namun, karena saat 1997 Indonesia dilanda krisis moneter, maka tidak ada kelanjutanya.
Sedangkan, alasan JCDS menggunakan pendekatan kerjasama ini adalah karena ketersediaan coastal defense di teluk Jakarta merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk menyelamatkan banjir dari arah laut ke wilayah Jakarta Utara. Pembangunan coastal defense juga perlu dipercepat agar pembangunan lainnya di Teluk Jakarta tidak menunggu.
http://www.vivanews.com/news/read/202519-proyek-tanggul-raksasa-butuh-triliunan-rupiah
Mimihitam February 6th, 2011, 02:11 AM Atasi Banjir, Laut Jakarta Dibendung
Permukaan tanah Jakarta terus menurun. Jakarta terancam tenggelam.
VIVAnews - Jakarta punya proyek baru untuk mengatasi banjir. Setelah selesai membangun Kanal Banjir Timur (KBT) pada 6 Januari 2010 Desember, kini sebuah tanggul atau dam raksasa bakal dibangun di teluk Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyebutnya sebagai Giant Sea Wall.
Pembangunan dam raksasa ini ditujukan untuk mengantisipasi ancaman Jakarta tenggelam. Sebab, penurunan muka tanah (land subsidence) telah terjadi di sebagian wilayah Jakarta.
Persoalannya, penurunan muka tanah Jakarta sudah terjadi sejak 1974 dan akan terus terjadi. Data terbaru 2010 menyebutkan sebanyak 40 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut. Data ini keluar berdasarkan hasil penelitian konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS), sebuah studi persiapan untuk membuat tanggul raksasa di pantai utara Jakarta.
Yang lebih mengkhawatirkan, hasil penelitian itu menyebutkan dalam tempo 10-20 tahun ke depan, sekitar 50 persen wilayah Jakarta juga berada di bawah permukaan air laut.
Data kuantitatif memaparkan sejak 1974-2010 ditemukan fakta telah terjadi penurunan permukaan tanah hingga 4,1 meter. Itu terjadi di wilayah Muara Baru, Cilincing, Jakarta Utara.
Sejumlah wilayah lainnya seperti di Cengkareng Barat mengalami penurunan 2,5 meter, Daan Mogot 1,97 meter, Ancol 1,88 meter (titik pantau di area wisata Ancol), Cempaka Mas 1,5 meter, Cikini 0,80 meter dan Cibubur 0,25 meter.
Sejatinya, sepanjang 1974-1982, penurunan permukaan tanah belum terjadi secara signifikan seperti sekarang karena penggunaan air tanah belum berlebihan dan bangunan juga masih sedikit. Namun, mulai 1982-1991, tanah Jakarta mulai menurun, bahkan penurunan semakin meluas pada dua dekade berikutnya (1991-2010).
Tak pelak, kondisi tersebut mendorong pemerintah DKI Jakarta berencana membangun dam raksasa.
Deputy Representative Bos Witteveen, perusahaan Belanda yang menjadi anggota Konsorsium JCDS, Sawarendro mengatakan dam raksasa ini akan dibangun di tiga lokasi alternatif.
Pertama, tanggul laut diintegrasikan dengan reklamasi pantai utara Jakarta. Kedua, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi, yakni di laut lebih dalam misalnya 16 meter. Ketiga, tanggul laut menghubungkan antar pulau di Kepulauan Seribu.
"Pilihan yang paling logis sebenarnya yang pertama. Tapi masih akan kami bahas lagi beberapa kemungkinannya," kata Sawarendro kepada VIVAnews.com, Jumat, 4 Februari 2011.
Kata Sawarendro, sejatinya Jakarta telah memiliki tanggul mengatasi ancaman banjir dari laut. Tanggul itu telah dibangun antara lain di Muara Angke, Muara Karang, Pluit, Luar Batang, Cilincing, Marunda dan Martadinata di bagian Pantai Utara Jakarta pada 2008 dan 2009.
Tanggul beton maupun tanggul batu kali yang dibangun panjangnya kurang lebih 3.000 meter dengan ketinggian bervariasi antara 1-3 meter di atas permukaan tanah.
Namun, menurut Fauzi Bowo, tanggul yang ada belum memadai. Diprediksi, dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, DKI harus memiliki sistem penanggulangan terbaru. Apalagi sistem yang ada, sudah tidak bisa diterapkan.
Jika ingin membangun dam raksasa, kata Foke, dari beberapa pilihan lokasi itu dia akan memilih pilihan ketiga. Tanggul dibangun dengan menghubungkan pulau terdekat dengan daratan Jakarta. Nantinya kawasan laut yang berada di dekat daratan sebelum pulau-pulau itu akan dijadikan sebagai penampungan air atau polder.
"Sistem ini telah diterapkan di Belanda dan New Orleans, Amerika Serikat. Meski air laut tinggi, tetapi kawasan di bawah permukaan air laut tetap kering karena ada tanggul raksasa yang akan memompa air ke laut," jelasnya.
Sedangkan, menurut Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Pitoyo Subandrio, pembuatan tanggul raksasa akan dibuat untuk membendung laut di Pantai Utara. Panjangnya diperkirakan akan mencapai 35 kilometer.
Pembendungan akan dilakukan mulai dari kawasan Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, hingga ke Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Dari Tanjung Priok sampai di Muara Gembong Bekasi. Namun untuk Pelabuhan Tanjung Priok tetap dibuka," ujarnya lagi.
Menurut Peneliti Geodesi Institut Teknologi Bandung, Heri Andreas, giant sea wall memang merupakan solusi yang paling realistis diterapkan di Jakarta untuk menghindari bencana banjir yang makin parah tiap tahunnya.
Namun, yang paling mengkhawatirkan jika terjadi dekat pantai. Air laut bisa tumpah menggenangi daratan, seperti rob. Kejadian ini diprediksi bisa membuat tanah menurun hingga 6 meter. "Terbayang nanti bukan rob lagi, tapi bisa jadi tsunami kecil," ungkap Heri kepada VIVAnews.com.
Heri mencontohkan, salah satu lokasi yang telah diteliti timnya adalah Pintu Air Pasar Ikan, Jakarta Utara. Kini air laut di kawasan itu telah mencapai dua meter. Bila pintu air dibuka, bencana Situ Gintung bisa terulang.
Tapi, pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna menilai konsep tanggul raksasa hanya mimpi atau wacana untuk menyelesaikan persoalan yang sebenarnya tak masuk tata ruang yang ada sekarang ini. "Konsep ini malah keluar dari permasalahan."
Menurut Yayat, sebenarnya sudah banyak rencana untuk Jakarta. "Yang ini (tanggul raksasa) kajiannya belum. Kalaupun ada, baru diwacanakan. Jadi jangan sampai tidak ada basis yang kuat," ujar Yayat saat berbincang dengan VIVAnews.com.
Bila Jakarta konsisten mengawasi kegiatan penanaman pohon di sepanjang pantai utara, semestinya tidak akan muncul kegelisahan oleh ancaman banjir rob. "Persoalannya menanam pohon hanya sekadar simbolis."(hs)
• VIVAnews
http://fokus.vivanews.com/news/read/202976-atasi-banjir--laut-jakarta-dibendung
Mimihitam February 6th, 2011, 02:14 AM Jakarta to Build Sea Wall
Friday, 04 February, 2011 | 18:00 WIB
TEMPO Interactive, Jakarta:Researchers from Jakarta Coastal Defense Strategy (JCDS) Consortium recommended that the Jakarta Government build a giant sea wall to manage floods. The sea wall will extend 60 kilometers from Tangerang, Jakarta up to Bekasi. “The construction is made possible because the technology has been applied in New Orleans, US,” said member of the JDCS Consortium, Heri Andreas, last Tuesday.
The sea wall was recommended to manage two big threats causing frequent flooding in Jakarta, which are ground subsidence by 10- centimeters per year and the rise of the sea level by 5 millimeter per year. The construction of the sea wall along the North coast of Jakarta is judged to be effective in reducing the threats.
Heri admitted sea walls were not the only way to manage the floods. Another method would be to stop ground water usage and refilling it back. But total stoppage would be unlikely because it is one of the main sources of water.
Even though there are plans to a water refilling plant at the Jatiluhur dam area, the Jakarta Government is still not ready to do this. “By reducing ground water intake, the ground will still subside by 10 to 15 centimeters per year. Even if we refill the water, the ground will still subside in 5 years time,” said Heru,” Meanwhile the danger of rising sea levels cannot be solved because it is caused by global warming.
Heri said that the government has tried to solve the problem partially by building embankments in Kamal Muara and other sites. But it is still regarded as insufficient.
RENNY FITRIA SARI | ENDRI K
http://www.tempointeractive.com/hg/nasional/2011/02/04/brk,20110204-311135,uk.html
Ampelio February 7th, 2011, 11:48 AM Sebagian besar tanah Jakarta tenggelam 2050???
http://img707.imageshack.us/img707/9261/jakartatenggelam.jpg (http://img707.imageshack.us/i/jakartatenggelam.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
dochan February 7th, 2011, 12:12 PM ^^ :eek:
great info!
Gimana nih Bu Evelina, katanya PIK ga bakal kebanjiran, karena memakai polder system dari negeri Belanda , dan ga akan banjir selama 1000 tahun (dari iklannya Bukit Golf Mediterania), sy masih ingat dengan jelas loh Bu.. Haha
Mimihitam February 7th, 2011, 04:04 PM Jakarta sinking fast in wake of construction boom
Hans David Tampubolon, The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 02/07/2011 11:48 AM | City
A recent study concluded that land subsidence in Jakarta accelerated at an alarming pace in the past four decades, and if no remedial measures were taken, the northern part of the city could sink below sea level in the next decade.
Bandung Institute of Technology (ITB) researcher Heri Andreas said the persistent inundation of North Jakarta would only get worse in the future.
“Several areas in the northern coastal region of Jakarta will subside by 60 centimeters by 2020. In 2050, the area could sit 2.2 meters lower than in 2008,” said Heri, who is also a member of the Jakarta Coast Defense Strategy (JCDS).
Heri predicted that if no action was taken to mitigate land subsidence, flooding and high tides would contribute to 5,100 hectares of land in North Jakarta being submerged in 2020 and another 6,000 hectares in 2050.
A worst-case scenario, however, put the figures at 16,200 hectares in 2020 and 18,100 hectares in 2050.
“In this scenario, the northern coast of Jakarta could be 2 meters under water by 2020 and 6.9 meters under water by 2050,” Heri said.
Global sea levels have risen at a rate of about 1 to 2 millimeters per year on average, and this rate is expected to increase to 5 millimeters per year by 2050.
A recent study by ITB showed that the sea level in the Jakarta northern coastal region rose at a rate of 5.7 millimeters per year.
The most recent finding by the JCDS showed that around 40 percent of land in Jakarta was already below sea level.
Given the finding, the JCDS predicted that within between the next 10 to 20 years, 50 percent of the city would lie below sea level.
The JCDS data also showed that between 1974 and 2010, the Muara Karang area in North Jakarta had sunk 4.1 meters. West Cengkareng in Tangerang had sunk 2.5 meters in the same period.
The Daan Mogot area in West Jakarta and Ancol in North Jakarta sank 1.97 meters and 1.88 meters respectively in the same period.
Between 1974 and 1982, land subsidence rates were not as significant as today. The problem became worse after the region saw a construction boom in property and industry.
A number of dikes constructed by the city, including in Muara Angke, Muara Karang, Pluit, Cilincing and Marunda, are no longer capable of holding back the water that has increased rates of land subsidence.
Jakarta Governor Fauzi Bowo recently admitted that the city was sinking at an alarming rate.
“We have no other choice but to construct a new embankment in Jakarta Bay,” Fauzi said.
He said the city needed a giant seawall to protect the capital from flooding, but added that construction could only begin in 2025.
The construction of the seawall is a joint project run by the city administration and the JCDS, which is funded by the Dutch government.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/02/07/jakarta-sinking-fast-wake-construction-boom.html
MARINHO February 8th, 2011, 05:44 AM http://img528.imageshack.us/img528/8084/pgf0802201015425501.jpg
This is the future of Jakarta's coast
full size picture: http://www.royalhaskoning.com/nl-NL/NieuwsEnDocumentatie/PublishingImages/PGF_08022010-154255-01.jpg
Mimihitam February 8th, 2011, 02:36 PM Jakarta to have giant seawall by 2025
The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 02/08/2011 7:30 PM | Jakarta
Jakarta Governor Fauzi Bowo says his administration expects to initiate construction of a “giant seawall” along the capital’s northern shores. The projected is expected to be complete in 2025.
Fauzi said, as quoted by kompas.com, he did not want to rush the construction of the massive structure so as to ensure that it would last for 100 years.
“The scenario is we’ll complete [the construction] by 2025. That way we’ll be safe and won’t need extra security measures. We must think for 100 years ahead, instead of merely 10 years,” Fauzi told reporters in Jakarta after a meeting with officials from the city of Rotterdam in the Netherlands.
He said Jakarta would partner with Rotterdam in constructing the seawall, including through the latter’s assistance sending experts to help the Indonesian capital with the project and other projects aimed at curbing the flooding that often inundates and paralyzes the city.
Fauzi added both administrations would kick off studies regarding the seawall’s design in May and were planning to complete the master plan for the overall project within two years.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/02/08/jakarta-have-giant-seawall-2025.html
v-sun February 9th, 2011, 05:57 PM Maket 3 Lokasi Tanggul Raksasa di Jakarta
Maryadie, Dwifantya Aquina | Jum'at, 4 Februari 2011, 11:58 WIB
VIVAnews - Jakarta akan membangun tanggul raksasa di sepanjang pantai utara. Tanggul yang mencontoh Belanda ini dibangun untuk mengatasi banjir rob atau air laut pasang serta penurunan permukaan tanah.
Pemerintah DKI Jakarta belum menentukan lokasi pembangunan tanggul. Tapi, ada tiga lokasi yang dimungkinkan untuk pembangunan tanggul.
Deputy Representative Bos Witteveen, salah satu perusahaan anggota Konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS), Sawarendro, mengatakan ketigas lokasi itu antara lain:
1. Tanggul laut diintegrasikan dengan reklamasi pantai utara Jakarta.
2. Tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi yang terletak di laut lebih dalam misalnya 16 meter.
3. Tanggul laut menghubungkan antarpulau di Kepulauan Seribu.
http://media.vivanews.com/images/2011/02/04/104466_maket-lokasi-dam-raksasa-jakarta--1-.jpg
Pada gambar pertama ini lokasi tanggul akan menyatu atau terintegrasi dengan wilayah reklamasi pantai utara Jakarta. Garis warna ungu adalah lokasi tanggul.
http://media.vivanews.com/images/2011/02/04/104467_maket-lokasi-dam-raksasa-jakarta--2-.jpg
Pada gambar kedua ini tanggul raksasa akan berada di luar wilayah reklamasi pantai utara Jakarta. Lokasinya akan berada di wilayah perairan yang dalamnya mencapai 16 meter.
http://media.vivanews.com/images/2011/02/04/104468_maket-lokasi-dam-raksasa-jakarta--3-.jpg
Pada gambar ketiga ini lokasi tanggul akan berada menghubungkan pulau-pulau terdekat yang ada di pantai utara Jakarta. Nantinya kawasan laut yang berada di dekat daratan sebelum pulau-pulau itu akan dijadikan sebagai penampungan air atau polder.
Sawawendro mengatakan, sejak Desember 2010 pihaknya sudah menyusun strategi perencanaan pembangunan tanggul laut raksasa. "Kami harap Mei 2011 sudah bisa didiskusikan ke Bappenas, Kementerian PU, Dinas PU dan Pemprov DKI,"katanya.
Dia menjelaskan, nantinya pembangunan tanggul raksasa akan memperhatikan penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut.
Pembangunan tanggul raksasa ini membutuhkan biaya yang besar, maka pelaksanaannya bisa dilakukan dengan kontribusi sektor publik dan swasta.
Tanggul ini nantinya, kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, memakai sistem polder atau penampungan air. Harus dibangun lebih ke depan ke arah laut yang menghubungkan pulau terdekat. Sistem ini telah diterapkan di Belanda dan New Orleans, Amerika Serikat. Pilihannya mungkin pada maket lokasi ketiga.
"Meski air laut tinggi, tetapi kawasan di bawah permukaan air laut tetap kering karena ada tanggul raksasa yang akan memompa air ke laut," jelasnya.
http://metro.vivanews.com/news/read/202914-maket-3-lokasi-dam-raksasa-di-jakarta
v-sun February 9th, 2011, 06:09 PM Dam Raksasa Jakarta Sedot Miliaran Dolar
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina | Rabu, 9 Februari 2011, 06:15 WIB
VIVAnews - Butuh dana hingga miliaran dolar Amerika Serikat untuk membangun bendungan raksasa atau giant sea wall yang diyakini dapat mengantisipasi prediksi Jakarta tenggelam pada 2025.
Jumlah dana yang tidak sedikit itu akan diperoleh melalui mekanisme lelang umum kepada pihak swasta tanpa membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Hal ini diungkapkan Senior Consultant Rotterdam Climate Proof, John Jacobs. Menurutnya, proyek pembangunan bendungan raksasa ini merupakan investasi besar yang akan ditawarkan kepada para stakeholder. "Bukan hanya sekedar untuk pengamanan saja, namun juga untuk membangun Jakarta ke depannya," ungkapnya kepada VIVAnews.com.
Para ahli dari Rotterdam hanya memiliki waktu dua tahun untuk menentukan strategi mana yang cocok untuk diterapkan di Indonesia dengan memperhitungkan dana yang tidak sedikit itu. Karenanya, butuh waktu yang cukup lama untuk kemudian bisa membangun bendungan raksasa ini sesuai dengan apa yang dibutuhkan Jakarta.
"Rotterdam juga mengalami perubahan iklim dan land subsidence. Solusi ini sama yang kita lakukan, yakni membuat bendungan. Banyak kota di negara ini yang mengalami hal serupa maka dari itu diperlukan kerjasama dari berbagai pihak," paparnya.
Dikatakannya, Rotterdam sudah membangun bendungan raksasa sejak 10 tahun lalu. Cara ini berhasil diterapkan sehingga air laut tak lagi masuk menggenangi daratan.
Saat ini tim ahli dari Rotterdan sedang mempelajari lingkungan di Jakarta, agar bendungan raksasa yang nantinya akan dibangun dapat bertahan dalam waktu lama.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, jumlah dana yang dikeluarkan nanti akan sebanding dengan investasi yang dapat diperoleh pihak-pihak swasta dalam jangka waktu panjang.
Proyek bendungan raksasa ini masih terus dibahas Pemprov DKI bersama stakeholder lainnya seperti Departemen Pekerjaan Umum dan Bappenas.
"Dari segi pemerintah, kami menyadari kalau ini memerlukan investasi yang sangat besar, dan keterbatasan pendana jelas kita ketahui kalau hanya bergantung pada pemerintah semata akan sangat berat," paparnya.
Fauzi menjanjikan akan menyamakan visi dan menyesuaikan mindset dari semua stakeholder demi terwujudnya pembangunan yang akan bermanfaat bagi masyarakat banyak. (adi)
http://metro.vivanews.com/news/read/203618-investasi-besar-tanggul-raksasa
v-sun February 9th, 2011, 06:27 PM @MARINHO, gambarnya kurang gede.
WaOnEmperoR August 4th, 2011, 04:43 PM Ini kan masuk di Megacities-nya National Geographic ya?
lombok August 5th, 2011, 08:25 AM Dibantu kompeni ha..ha..ha....:banana::banana::banana:, semoga kalau jadi kagak kumuh kebiasaan orang Indonesia tidak bisa bersih-bersih...:bash::bash:
Wicak_15 September 17th, 2011, 06:44 PM Perbandingan antara rencana Tanggul dengan kondisi eksisting
Tanggul raksasa jakarta
http://esq-news.com/sites/default/files/2011/07/img/tanggul_raksasa.jpg
apakah ada yang punya gambar lebih jelasnya ?
buat perbandingan
http://i53.tinypic.com/awxpch.jpg
utomo September 20th, 2011, 03:13 PM Thanks bung wicak.
menurut saya tanggul tersebut bisa membantu jakarta mengatasi banjir.
tapi yang harus diperhatikan
1. Priuk adalah Titik lemah. karena disini banyak Kapal besar masuk. bagaimana cara penanggulannya ?
2. Harus dipikirkan juga Limbah dari sungai yang masuk ke laut jadinya nggak bisa ke laut bebas. yang ada limbah akan mengendap di pantai jakarta. terutama Ancol dan pantai2 lainnya.
Ancol akan makin kotor saja. kalau kotor siapa yang mau renang di ancol ?
3. Tanggul harus cukup tinggi dan kuat.
agar saat air laut naik dan juga permukaan tanggul turun masih bisa bertahan setidaknya 50 tahun.
4. Sebaiknya tanggal dibuat yang luas/ besar agar bisa jadi obyek wisata. misal restoran atau cafe.
buat saja akses dari ancol dekat pantai Carnaval. sekaligus tanggul ke arah Priuk
dan lain lain
dasarKAMPUNGAN September 23rd, 2011, 09:22 PM Dinding Laut Jakarta Apa Perlu?
Oleh Marco Kusumawijaya | Newsroom Blog – Rab, 21 Sep 2011
Pada akhir pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengumumkan bahwa suatu tim konsultan sedang bekerja merancang sebuah dinding laut raksasa (giant seawall) di Teluk Jakarta. Berbeda dengan tanggul biasa (dike/dyke) yang umumnya terbuat dari tumpukan tanah, dinding laut terbuat dari beton dan berbagai bahan sintetis lainnya.
Karena itulah, dinding laut akan mengubah sama sekali interaksi biota di sepanjang permukaannya sendiri serta perairan sepanjang pesisir – dengan lebih cepat.
Fauzi Bowo mengatakan, dinding itu perlu dibangun guna melindungi Jakarta dari kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global. Sekilas, argumen ini masuk akal. Tetapi apakah tidak ada jalan lain selain membentengi pesisir dengan dinding laut?
Apalagi argumen selanjutnya Fauzi juga terasa kurang masuk akal. Dinding laut itu, dikatakan, akan diintegrasikan dengan kepentingan Jakarta: menghadapi kemungkinan terjangan tsunami serta menampung air dari 13 sungai Jakarta (untuk diolah menjadi air baku).
Sepanjang pengetahuan saya, para ahli oseanografi dan geologi berpandangan bahwa Jakarta punya risiko kecil terhadap tsunami. Pantai dan perairan Republik Indonesia yang menghadap ke dalam relatif aman dari gempa bumi. Yang tidak aman adalah pantai yang menghadap ke luar, seperti pesisir barat dan utara Sumatra serta pesisir selatan Jawa.
Memang mungkin saja Gunung Krakatau meletus lagi dan mengirimkan gelombang tsunami, seperti di abad ke-19, tetapi letak teluk Jakarta sangat terlindung dari pancaran energi tersebut. Dan pencegahan dampak tsunami pun membutuhkan konstruksi lebih spesifik dari dinding laut, yakni pemecah gelombang.
Mengenai masalah air baku Jakarta? Itu punya konsekuensi yang luar biasa menyesatkan. Menampung air di teluk berarti memutus hubungan ketergantungan Jakarta dengan alam – dengan daerah hulu yaitu pegunungan di Jawa Barat.
Singapura memang bisa jadi contoh negara yang sukses menampung air dengan membangun dinding laut. Tapi contoh ini sungguh keterlaluan. Pertama, yang di Singapura itu kecil sekali. Kedua, yang lebih penting, Singapura memang tidak punya pilihan lain. Tidak punya kawasan hulu.
Apa yang dilakukan di Singapura adalah memperbaiki dirinya dengan membangun “alam buatan”. Tapi yang seharusnya dilakukan Jakarta adalah membangun kembali hubungan dengan alam yang kaya, antara lain dengan hulu, yang kini makin memburuk.
Tanpa menyadari ketergantungan kepada hulu, akan makin kecil motivasi kita untuk memperbaiki hulu dan keseluruhan alam. Dalam jangka panjang: bencana!
Jakarta itu bukan pulau, apalagi negeri sendiri, yang terlepas dari alam Republik Indonesia, bukan?
Marco Kusumawijaya adalah arsitek dan urbanis, peneliti dan penulis kota. Dia juga direktur RujakCenter for Urban Studies dan editor http://klikjkt.or.id.
http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/dinding-laut-jakarta-apa-perlu.html
utomo October 2nd, 2011, 02:46 AM Ya setuju menurut saya juga. kalaupun Gunung Krakatau meletus yang kena adalah Sumatera (bandar lampung), Cilegon, Banten, Pulau 1000 dan paling jauh juga Kalimantan.
Mungkin ada yang tahu / bisa buat simulasinya ?
utomo October 2nd, 2011, 02:51 AM Ada ide lain yang menurut saya biayanya tidak kalah besar
kenapa tidak bikin bendungan raksasa di bogor/ sekitarnya saja ? ini lebih bermanfaat : bisa untuk pengairan dan juga bisa untuk menahan banjir.
seperti Jatiluhur tapi lokasinya berbeda
http://jatiluhurdam.wordpress.com/about/sekilas-tentang-bendungan-jatiluhur/
misal di daerah jonggol yang kekeringan. saya rasa bisa dipertimbangkan.
tanah juga masih murah disana
yang ini ide lain. mirip dengan Banjir Kanal tapi lebih diperbesar/ diperjauh
http://4.bp.blogspot.com/_DSVOY60i1RI/TPOL0eUUnkI/AAAAAAAAAB0/eFuO3KOUa14/s1600/PETA-Tirtasanggajaya.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_DSVOY60i1RI/TPOL0eUUnkI/AAAAAAAAAB0/eFuO3KOUa14/s1600/PETA-Tirtasanggajaya.jpg
utomo October 3rd, 2011, 12:58 PM Ada berita Anak Krakatau batuk batuk.
http://regional.kompas.com/read/2011/10/03/16361046/Anak.Krakatau.Gempa.5.000.Kali.dalam.Sehari
Apakah ada teman teman yang bisa bikin simulasi daerah mana saja yang dalam bahaya ?
soalnya Jakarta bilang dalam bahaya.
menurut saya relatif aman.
Ocean One August 30th, 2012, 06:51 PM Butuh 10 Tahun Bangun Tanggul Raksasa Jakarta
Tribunnews.com - Kamis, 30 Agustus 2012 23:13 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Rotterdam (Belanda), akan membuat masterplan tanggul raksasa di pantai utara Jakarta, atau biasa disebut Giant Sea Wall. Pembangunan diperkirakan butuh waktu 10 tahun.
Menurut Asisten Deputi Menteri Urusan Infrastruktur Sumber Daya Air Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Purba Robert M Sianipat, Pemkot Rotterdam sedang melakukan tender konsultan pembuatan masterplan Giant Sea Wall di Belanda.
Pada akhir November 2012, pengerjaan masterplan ditargetkan sudah bisa dilakukan di Indonesia.
"Pembangunan Giant Sea Wall butuh waktu 10 tahun. Paling tidak, tahun 2025 tanggul laut raksasa sudah beroperasi menahan rob laut," jelas Robert, Kamis (30/8/2012).
Robert menuturkan, karena dana pembangunan Giant Sea Wall merupakan dana grand (hibah) dari Belanda, maka lelang dilakukan di Belanda.
Namun, konsultan tetap harus ada orang Indonesia di dalamnya. Setelah ditentukan pemenang lelangnya, maka pembuatan masterplan dilakukan di Jakarta.
Menurut Robert, pengerjaan masterplan Giant Sea Wall diberikan waktu dua tahun. Sehingga, pada 2014, pembuatan masterplan diharapkan sudah selesai.
Robert menambahkan, selama dua tahun pengerjaan masterplan, Pemprov DKI bersama pemerintah pusat akan menguatkan tanggul-tanggul di sepanjang pantai utara Jakarta.
Ini agar tanggul tidak jebol selama terjadi rob atau air pasang laut. Sebab, jika jebol, maka akan timbul bencana banjir di Jakarta.
"Selama Giant Sea Wall belum dibangun, kami lakukan penguatan tanggul yang eksisting, seperti tanggul di Pasar Ikan. Kalau itu jebol, maka banjir akan melanda wilayah Jakarta Pusat," ucapnya. (*)
http://jakarta.tribunnews.com/2012/08/30/butuh-10-tahun-bangun-tanggul-raksasa-jakarta
Ocean One August 31st, 2012, 01:29 PM http://finance.detik.com/read/2012/08/30/132722/2003232/4/tembok-laut-raksasa-rp-45-triliun-bakal-dibangun-di-teluk-jakarta?
Tembok Laut Raksasa Rp 45 Triliun Bakal Dibangun di Teluk Jakarta
Jakarta - Untuk menahan banjir serta menyediakan air bersih bagi warga DKI Jakarta dalam jangka panjang, pemerintah provinsi DKI Jakarta akan membangun tembok atau tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) senilai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 45 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam acara Infrastructure Summit di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
"Gagasan inti di Teluk Jakarta adalah untuk membangun Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall US$ 5 miliar, yang akan menjadi multi fungsi. Lahan ini sudah berada di bawah permukaan laut dan lebih dari tiga puluh tahun ekstraksi air tanah telah menyebabkan permukaan tanah bagian pesisir Jakarta semakin menurun. Perubahan iklim juga menyebabkan naiknya permukaan laut dengan genangan air laut yang bergerak ke wilayah dataran rendah di bagian utara kota," tutur pria yang akrab disapa Foke ini.
Dikatakan Foke, pihaknya ingin menghentikan ekstraksi air tanah dan juga pembangunan Tanggul Laut Raksasa akan mulai mengurangi menurunnya permukaan tanah bagian pesisir Jakarta.
"Pemerintah kota Jakarta telah mengambil kesempatan ini untuk memanfaatkan tanggul besar yang rencananya akan dibangun untuk penggunaan serbaguna publik dan ekonomi. Ini termasuk memanfaatkan daerah di dalam tanggul sebagai daerah bendungan air tawar untuk memproses dan memasok air bersih untuk kebutuhan kota, dan juga akan mencakup sebuah pabrik pengolahan air limbah," papar Foke.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak pernah mengatakan, Belanda akan membantu pembiayaan dan tenaga ahli terkait rencana pembangunan tembok atau tanggul laut (sea wall) di Teluk Jakarta. Hal ini merupakan bagian dari rencana strategis Jakarta Coastal Defence (JCD) yang desainnya ditargetkan selesai 2013.
Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemprov DKI, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dan Pemerintah Belanda menyiapkan rencana pembuatan Sea Wall. Rencana sea wall tersebut sebagai Sea Defense pada lepas pantai yang berada di Jakarta seperti Marunda.
aguuungg September 1st, 2012, 07:59 AM http://finance.detik.com/read/2012/08/30/132722/2003232/4/tembok-laut-raksasa-rp-45-triliun-bakal-dibangun-di-teluk-jakarta?
bangun monorail yang ga sampe 10T aja susah, sok mau bangun tembok laut. fokelah kalo begitu :lol:
lombok September 1st, 2012, 08:40 AM bangun monorail yang ga sampe 10T aja susah, sok mau bangun tembok laut. fokelah kalo begitu :lol:
Wakaka:banana::banana::banana::banana: banyak bla..bla..berantas yang kumuh ajah kagak bisa:bash::bash:
Namewee September 1st, 2012, 08:45 AM ^^ Betul banget Tante :cheer::cheer::cheer:
smg820 September 1st, 2012, 08:47 AM ^^ setuju tante lombok... yang kumuh dijkt diurusin dulu aja :banana::banana::banana:
yang ini ide lain. mirip dengan Banjir Kanal tapi lebih diperbesar/ diperjauh
http://4.bp.blogspot.com/_DSVOY60i1RI/TPOL0eUUnkI/AAAAAAAAAB0/eFuO3KOUa14/s1600/PETA-Tirtasanggajaya.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_DSVOY60i1RI/TPOL0eUUnkI/AAAAAAAAAB0/eFuO3KOUa14/s1600/PETA-Tirtasanggajaya.jpg
Kalo ini yang direalisasikan maka mindset "Pulau DKI Jakarta" akan makin tertanam, karna banyak yg ga sadar kalo DKI itu juga di JAWA :lol:
Ocean One September 1st, 2012, 09:54 AM bangun monorail yang ga sampe 10T aja susah, sok mau bangun tembok laut. fokelah kalo begitu :lol:
Itu kalau ngandalin dana sendiri bro, :lol::lol::lol:
Kalau ini kan memakai dana hibah dari Belanda, coba baca baik2 artikel sebelumnya :bash:
Ocean One September 1st, 2012, 09:58 AM http://jakarta.tribunnews.com/2012/08/31/pembangunan-tanggul-raksasa-tak-bisa-ditawar-lagi
Pembangunan Tanggul Raksasa Tak Bisa Ditawar Lagi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Fauzi Bowo (Foke) menegaskan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul raksasa di pantai utara Jakarta sudah menjadi kebutuhan mutlak kota Jakarta dan tak bisa ditawar lagi.
Foke menjelaskan alasan tanggul raksasa sudah menjadi kebutuhan mutlak Jakarta karena penurunan permukaan tanah di Jakarta sudah cukup parah, yaitu antara 10-20 cm pertahun.
Bahkan di daerah utara Jakarta sudah terjadi penurunan permukaan tanah sebesar 4,1 meter. Tidak hanya itu, hampir 40 persen daratan di Jakarta sudah berada dibawah permukaan air laut.
"Infrastruktur yang lebih baik,untuk memastikan Jakarta aman terhadap bencana. Proyek infrastruktur yang direncanakan adalah pengembangan Teluk Jakarta. Gagasan inti di Teluk Jakarta adalah untuk membangun tanggul laut raksasa, yang membutuhkan dana sekitar US$ 5 miliar. Tanggul raksasa ini juga akan menjadi multi fungsi, karena juga berfungsi sebagai waduk air baku," ujar Foke, Jumat (31/8/2012).
Dikatakan, wilayah pantai utara Jakarta sudah berada di bawah permukaan laut dan lebih dari tiga puluh tahun ekstraksi air tanah telah menyebabkan permukaan tanah bagian pesisir Jakarta semakin menurun. Perubahan iklim juga menyebabkan naiknya permukaan laut dengan genangan air laut yang bergerak ke wilayah dataran rendah di bagian utara kota.
Menghentikan ekstraksi air tanah dan juga pembangunan tanggul laut raksasa, ucapnya, akan mulai mengurangi menurunnya permukaan tanah bagian pesisir Jakarta.
"Tanggul raksasa ini nantinya juga sebagai daerah bendungan air tawar dan memproses serta memasok air bersih untuk kebutuhan kota. Juga akan mencakup sebuah pabrik pengolahan air limbah," tandasnya.
thekonil September 1st, 2012, 12:49 PM Ada ide lain yang menurut saya biayanya tidak kalah besar
kenapa tidak bikin bendungan raksasa di bogor/ sekitarnya saja ? ini lebih bermanfaat : bisa untuk pengairan dan juga bisa untuk menahan banjir.
seperti Jatiluhur tapi lokasinya berbeda
http://jatiluhurdam.wordpress.com/about/sekilas-tentang-bendungan-jatiluhur/
misal di daerah jonggol yang kekeringan. saya rasa bisa dipertimbangkan.
tanah juga masih murah disana
yang ini ide lain. mirip dengan Banjir Kanal tapi lebih diperbesar/ diperjauh
http://4.bp.blogspot.com/_DSVOY60i1RI/TPOL0eUUnkI/AAAAAAAAAB0/eFuO3KOUa14/s1600/PETA-Tirtasanggajaya.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_DSVOY60i1RI/TPOL0eUUnkI/AAAAAAAAAB0/eFuO3KOUa14/s1600/PETA-Tirtasanggajaya.jpg
Pulau Jabodetabek ?
Sepertinya kok hampir 90 % terpisah dari jawa.
Mirip New York di amerika :nuts:
YB_Murty September 3rd, 2012, 11:04 PM Mr John Wirawan juga sudah berancang-ancang membangun Sea Wall dari Kendal Sampai Demak (kira-kira 45km) guna menahan ROB di sepanjang pesisir pantai Semarang. Rencana tersebut sudah cukup lama dan terus diperjuangkan melalui pendanaan investasi. Saya pikir masuk akal untuk suatu jangka panjang dan itu bukan program spasial seperti yang dilakukan selama ini (bergelut tiada henti dengan masalah).
Dan untuk Jakarta, saya pikir ide tersebut adalah baik. Kita lihat nantikan hasil studinya.
Tonis September 4th, 2012, 04:47 AM Bendungan GSW Diperkirakan Telan Rp 200 Triliun
Biaya-nya 200 Triliun, si Foke sendiri yang bicara.....
Akan ada Jalan Tol di atasnya.....
I-NEWS, JAKARTA – Pembangunan bendungan di pesisir Utara Jakarta, atau yang juga disebut Giant Sea Wall (GSW) akan memakan dana sekira Rp150 triliun-Rp200 triliun. Bendungan tersebut diyakini dapat menahan tsunami.
"Bendungan Giant Sea Wall butuh dana Rp150 triliun-Rp200 triliun," ujar Gubernur Jakarta Fauzi Bowo, kala ditemui di Booth Provinsi Jakarta, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Dia mengatakan, Giant Sea Wall selain untuk menanggulangi banjir, juga sebagai upaya untuk menanggulangi tsunami yang diproyeksikan pada 2025.
"Selain itu ini bisa membantu Kanal timur dan kanal barat," ujar Fauzi.
Pria yang akrab disapa Foke ini menambahkan, ini akan memberi kesempatan, pembangunan-pembangunan infrastruktur lainnya seperti jalan tol yang akan menghubungi.
"Mungkin ada jalan tol di atas GSW tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, Lipi menilai Giant Sea Wall paling ideal dibangun di lepas pantai utara Jakarta, bila berhasil dibangun rencananya akan difungsikan sebagai areal hunian baru, penahan intrusi air laut dan penampungan cadangan air bersih.
Sebenarnya hal itu sudah dilakukan secara bertahap dengan skala yang lebih kecil. Contohnya di Pluit, Ancol, dan bagian Jakarta yang sedang direklamasi. Namun, bendungan ini harus dibuat secara menyeluruh karena merupakan bagian dari desain master plan penanggulangan banjir di Jakarta.
Deputy Representative Bos Witteveen, salah satu perusahaan anggota Konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) Sawarendro mengatakan, sejak Desember 2010 telah dilakukan penyusunan rencana strategi sebagai bagian kegiatan perencanaan pembangunan tanggul laut raksasa.
Terdapat empat pilihan tanggul laut yang mungkin bisa diterapkan, yaitu pembangunan tanggul laut diintegrasikan dengan reklamasi pantai utara, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi kecuali Tanjung Priok dan tanggul laut menghubungkan antar pulau di Kepulauan Seribu.
Pilihan pertama dinilainya merupakan pilihan yang paling mungkin dilakukan untuk dilaksanakan dalam 20 tahun ke depan.
"Menimbang opsi ini membutuhkan pembiayaan yang relatif kecil dan pelaksanaan bisa dilakukan dengan kontribusi sektor publik dan swasta," ujarnya.
Sumber : http://indonesiainfrastructurenews.com/index.php/2393-bendungan-gsw-diperkirakan-telan-rp-200-triliun
Maxtini September 4th, 2012, 12:14 PM Kalau dilihat dari presentasinya koq serasa ambisius sekali yah....
n0UkMI8sDe4
Btw~ penampakan Foke yang dibagian akhir boleh diabaikan...
Namewee September 4th, 2012, 01:29 PM 200 trilyun? :nuts:
Berarti lebih gede biayanya daripada jembatan selat sunda
givary98 September 4th, 2012, 01:38 PM ^^
ANJIR KEREN BANGET VIDEONYA:eek2:
cepet dibangun deh :banana::okay::banana:
semoga tidak ada kawasan kumuh dan gepeng nantinya :bash:
reyan.tm September 4th, 2012, 03:25 PM Sebenarnya tu proyek bagus banget sih. Dari segi ekonomi jelas sangat bermanfaat, dari segi pariwisata jelas banget, dari segi ketahanan terhadap peningkatan air laut jelas. Tapi ini proyek besar sekali lho ya. Untuk bangun tanggulnya saja uda butuh berapa duit tuh? Belum lagi bangun fasilitas diatasnya? jembatan, jalan tol, mrt, tanah reklamasi, sampai fasilitas penyulingan ainya. Widih Jakata kaya amat yah. Dapet duit darimana tuh?
Pasti samapi 2030 pun proyek ini masih diatas kertas (Dilihat dari duitnya).
lombok September 4th, 2012, 05:19 PM Kalau dilihat dari presentasinya koq serasa ambisius sekali yah....
n0UkMI8sDe4
Btw~ penampakan Foke yang dibagian akhir boleh diabaikan...
I don't believe it...:bash::bash::bash::bash: you knowlah Indonesia....:ohno::ohno:, kenapa Belanda mau kasih bantu Indonesia melulu:ohno::ohno::bash::bash::bash: di Eropa big crisis...
Namewee September 4th, 2012, 05:29 PM ^^^^
Tante Lombok, Mungkin Belanda mau balas budi sama Indonesia atau ada syarat dan ketentuan berlaku dibalik sumbangan tersebut :cheer::cheer::cheer:
typhoonbringer September 5th, 2012, 03:05 AM I don't believe it...:bash::bash::bash::bash: you knowlah Indonesia....:ohno::ohno:, kenapa Belanda mau kasih bantu Indonesia melulu:ohno::ohno::bash::bash::bash: di Eropa big crisis...
lha hasil kontrak pemerintahnya kan bagi dua ntar sama roterdam sjongejonge, emangnya konsultan gratis? belanda itu kan the best water engineer, dubai aja dia yang bikin, yang mulia ini buruk sangka terus sama indonesia :lol:
lombok September 5th, 2012, 08:32 AM ^^^^
Tante Lombok, Mungkin Belanda mau balas budi sama Indonesia atau ada syarat dan ketentuan berlaku dibalik sumbangan tersebut :cheer::cheer::cheer:
After dijajah..Indonesia malah tambah kumuh:bash::bash::bash:, semua peninggalan Belanda masih very good cuma yang urusnya...disana:bash::bash:. Sekarang banyak partij...kurangi bantu negara berkembang karena uang di korup melulu.....:bash::bash::bash::bash:
JKTkoiwai September 5th, 2012, 08:47 AM Bang Foke meninggalkan uang kas Jakarta 44 triliun untuk masa jabatan pertama, jakarta sea wall butuh 150 triliun. jadi kas jakarta masih kurang 105 triliun ( blm termasuk mrt )
tersier September 10th, 2012, 11:44 AM After dijajah..Indonesia malah tambah kumuh:bash::bash::bash:, semua peninggalan Belanda masih very good cuma yang urusnya...disana:bash::bash:. Sekarang banyak partij...kurangi bantu negara berkembang karena uang di korup melulu.....:bash::bash::bash::bash:
^^post-colonialism syndrome
kolak September 18th, 2012, 02:17 PM Dinding Laut Jakarta Apa Perlu? (http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/dinding-laut-jakarta-apa-perlu.html)
-------
Fauzi Bowo mengatakan, dinding itu perlu dibangun guna melindungi Jakarta dari kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global. Sekilas, argumen ini masuk akal. Tetapi apakah tidak ada jalan lain selain membentengi pesisir dengan dinding laut?
Apalagi argumen selanjutnya Fauzi juga terasa kurang masuk akal. Dinding laut itu, dikatakan, akan diintegrasikan dengan kepentingan Jakarta: menghadapi kemungkinan terjangan tsunami serta menampung air dari 13 sungai Jakarta (untuk diolah menjadi air baku).
Sepanjang pengetahuan saya, para ahli oseanografi dan geologi berpandangan bahwa Jakarta punya risiko kecil terhadap tsunami. Pantai dan perairan Republik Indonesia yang menghadap ke dalam relatif aman dari gempa bumi. Yang tidak aman adalah pantai yang menghadap ke luar, seperti pesisir barat dan utara Sumatra serta pesisir selatan Jawa.
Memang mungkin saja Gunung Krakatau meletus lagi dan mengirimkan gelombang tsunami, seperti di abad ke-19, tetapi letak teluk Jakarta sangat terlindung dari pancaran energi tersebut. Dan pencegahan dampak tsunami pun membutuhkan konstruksi lebih spesifik dari dinding laut, yakni pemecah gelombang.
Mengenai masalah air baku Jakarta? Itu punya konsekuensi yang luar biasa menyesatkan. Menampung air di teluk berarti memutus hubungan ketergantungan Jakarta dengan alam – dengan daerah hulu yaitu pegunungan di Jawa
------
Jakarta itu bukan pulau, apalagi negeri sendiri, yang terlepas dari alam Republik Indonesia, bukan?
------
:)
inBaliTimur September 18th, 2012, 02:32 PM No hope. Justru mereka mencanangkannya jelang pilkada demi pencitraan, jadi apa yang diinginkan si Foke, tidak masuk akal. Mending mari menanam kembali pohon dibanding membangun tembok laut raksasa yang hanya menjadi pajangan dan tidak bisa menahan amukan banjir (disebut genangan oleh nasi bungkus dkk :bash:).
charl1e September 18th, 2012, 03:46 PM Lagian mau bangun kota ditengah laut gitu, ada MRT, jauh dari pusat kota. Gile ajee, ngapain juga ada yg mau bangun kantor ditempat entah berantah gitu.. Kalo reklamasi teluk jakarta sih masih lebih OK..
Wicak_15 September 18th, 2012, 04:11 PM :)
Yg tulis artikel ini ternyata si Marco Kusumawijaya ya?!!:bash::bash::bash: Gw pribadi SANGAT gak suka dengan orang tipe seperti dia. Karena yg gw lihat dia masih lebih suka pembangunan berbasis alam (tanam Mangrove, dll). Sementara kota seperti Jakarta sudah seharusnya pembangunannya lebih ke arah teknologi tinggi, seperti "Marina Barrage" di Singapore. Kenapa gw bilang seperti itu? Jakarta adalah kota besar, Megapolitan. Perdagangan, jasa, keuangan, sampai pusat pemerintahan ada di Jakarta. Bila pembangunannya masih mengandalkan alam, pasti alam TIDAK AKAN sanggup memenuhi kebutuhan warga Jakarta. Contohnya bendungan Jatiluhur, suplai air bersih utama untuk kota Jakarta, gw yakin pasokan air bersih pasti tidak akan CUKUP sampai kapan pun!!
Kembali lagi ke masalah Giant Sea Wall, pernah gak orang memikirkan bahwa permukaan air laut setiap tahun naik berapa cm gara2 global warming? belum lagi banyaknya "Land Subsidence" (penurunan tanah) di daerah Jakarta Utara, pernah gak bagaimana caranya mencari sumber air bersih selain dari bendungan Jatiluhur? Pernah gak memikirkan bagaimana menambah lahan baru untuk Commercial, Residential, Pelabuhan ditengah tipisnya (bahkan gak ada lahan kosong) lahan di DKI Jakarta? pernah gak terpikirkan bahwa Provinsi Jakarta sebenarnya lebih luas Lautnya daripada daratan? Ingat, Pulau Seribu masih bagian dari provinsi DKI Jakarta. Gw sih bukannya membela si F*ke, tetapi ini adalah sebuah FAKTA BESAR!!!
kolak September 18th, 2012, 04:23 PM ^^ akhirnya ada yang komentar kontra juga :)
Jujur malah saya setuju dengan ada nya sea wall karena terbukti menanggulangi masalah pesisir, bahkan Belanda dan Korea Selatan juga sudah ada.
Alasan saya post berita kesini ya soalnya di negara maju udah pada pakai, lha kok disini ditentang dengan alasan "pencitraan" :D
Terima kasih juga penjelasannya om Wicak mengenai Marco Kusumawijaya :)
lombok September 18th, 2012, 05:14 PM Emang Indonesia punya money ?:ohno::ohno::ohno::nuts::nuts::nuts:. Better money buat JKT & big cities tidak kumuh-kumuh:bash::bash::bash::bash:
lombok September 18th, 2012, 05:14 PM ^^ akhirnya ada yang komentar kontra juga :)
Jujur malah saya setuju dengan ada nya sea wall karena terbukti menanggulangi masalah pesisir, bahkan Belanda dan Korea Selatan juga sudah ada.
Alasan saya post berita kesini ya soalnya di negara maju udah pada pakai, lha kok disini ditentang dengan alasan "pencitraan" :D
Terima kasih juga penjelasannya om Wicak mengenai Marco Kusumawijaya :)
Belanda under sea level...:banana::banana::banana::banana:
Ocean One September 18th, 2012, 05:18 PM Emang Indonesia punya money ?:ohno::ohno::ohno::nuts::nuts::nuts:. Better money buat JKT & big cities tidak kumuh-kumuh:bash::bash::bash::bash:
Bangunnya pake dana Hibah dari Belanda Om Lombok :banana: :banana: :banana:
eurico September 18th, 2012, 11:21 PM saya rasa tret ini akan menjadi tret dengan lifespan terlama di SSCI, ya sampe 2030 lah... kalo jadi dibangun yah he he....
typhoonbringer September 19th, 2012, 12:50 AM Emang Indonesia punya money ?:ohno::ohno::ohno::nuts::nuts::nuts:. Better money buat JKT & big cities tidak kumuh-kumuh:bash::bash::bash::bash:
duit dari lu, sapa suruh beli sawit kesini :lol:
aguuungg September 19th, 2012, 01:42 PM Itu kalau ngandalin dana sendiri bro, :lol::lol::lol:
Kalau ini kan memakai dana hibah dari Belanda, coba baca baik2 artikel sebelumnya :bash:
peduli amat kalo dana nya emang dana sendiri, emang berapa sih APBD jakarta sekarang?:)
emang belanda mau kasih dana pembangunan secara cuma2 dan penuh? sementara PDB mereka aja udah kalah dari indonesia? mereka juga lagi krisis lho:lol:
Ocean One September 19th, 2012, 07:14 PM Let see bagaimana bentuk kerja samanya nanti antara pemerintah kita dengan pihak Belanda. Semua juga belum ada yang benar2 fix kok.. :cheers:
Atau bahkan ini cuma bakal sekedar wacana belaka tanpa adanya sebuah aksi realisasi.. :nuts: :nuts: :nuts:
Tonis September 20th, 2012, 12:26 PM Sepertinya ini proyek bakal tidak jalan, soalnya kan ini proyek mendadak sekali untuk proyek yang sebesar ini. Perlu ada perencanaan yang sangat matang dan dijaga pelaksanaan proyeknya agar tidak "dikorupsi".
Apalagi ini proyek untuk ajang kampanye saja dan hari ini berdasarkan quick count dia sudah.......
JORR saja sudah direncanakan sudah lama sekali dan dananya tidak terlalu besar saja perlu waktu lebih dari 10 tahun atau lebih untuk dilaksanakan.
emobil8 September 20th, 2012, 12:30 PM Luar biasa besar damnya
charl1e September 29th, 2012, 03:20 AM Napa ngak airport baru aja yg dibangun di giant seawall?? Kan keren airport apung raksasa ditengah teluk jakarta..
Akh, mending ni project tetep lanjut??
nugrohoo September 30th, 2012, 04:44 PM Napa ngak airport baru aja yg dibangun di giant seawall?? Kan keren airport apung raksasa ditengah teluk jakarta..
Akh, mending ni project tetep lanjut??
wah setuju juga nih:)
galaxy358 September 30th, 2012, 04:51 PM Keren juga tuh, kayak Kansai International Airport yang di Jepang.. Giant seawall konsep nya bagus cuman nilai proyek nya kelewat besar, 200 triliun. Bayangin aja dikorup-nya kayak apaan :nuts::nuts:
Ocean One September 30th, 2012, 06:28 PM Sepertinya ini proyek bakal tidak jalan, soalnya kan ini proyek mendadak sekali untuk proyek yang sebesar ini. Perlu ada perencanaan yang sangat matang dan dijaga pelaksanaan proyeknya agar tidak "dikorupsi".
Apalagi ini proyek untuk ajang kampanye saja dan hari ini berdasarkan quick count dia sudah.......
JORR saja sudah direncanakan sudah lama sekali dan dananya tidak terlalu besar saja perlu waktu lebih dari 10 tahun atau lebih untuk dilaksanakan.
Jangan lupa bro kalau negara kita sekarang sedang berada di jalur yang benar untuk ekonomi. Apalagi dengan MIST baru2 neh, akan semakin mengukuhkan Indonesia sebagai tujuan investasi paling aman dan menguntungkan buat para investor. Saya seh sangat optimis dengan semua program2 pembangunan kita sekarang ini. :cheers:
BDS November 17th, 2012, 08:06 PM its a problem faced by many low sea level countries including Manhattan anyway they should move the gov administration while they can, to somewhere else. perhaps to borneo.
PoetraDaerah November 17th, 2012, 10:27 PM ^^ absolutely agree
blablanonsense November 18th, 2012, 12:45 PM Keren juga tuh, kayak Kansai International Airport yang di Jepang.. Giant seawall konsep nya bagus cuman nilai proyek nya kelewat besar, 200 triliun. Bayangin aja dikorup-nya kayak apaan :nuts::nuts:
seperti kata Ahok: pangkas 25% untuk dikembalikan ke kas DKI Jakarta.
embassyofaudrey November 18th, 2012, 01:01 PM 7 turunan gw gak bakalan dimulai proyek ini. :lol: sangat ambisius, Jakarta tower sama MRT aja mpot2an.
thekonil November 19th, 2012, 01:19 AM ^^ kalo saya justru lebih optimis proyek ini terlaksana daripada jkt tower...
sturmgewehr November 19th, 2012, 12:01 PM mungkin Jakarta Tower dibangun pada tahun 2052, kalo proyek ini sekitar tahun 2045. :D
GairahCibodas November 19th, 2012, 03:08 PM ampe bumi kotak jg susa beginian jadinya , klo ga ampe cucu nya messi dapet balon d'or
adrama November 27th, 2012, 02:08 PM ane butuh atlas/peta jakarta coastal defence strategy, ada yg punya?
typhoonbringer November 27th, 2012, 02:19 PM ^^minta ke armabar, mabesnya ada di deket mangdu
VRS November 30th, 2012, 05:02 AM http://metro.news.viva.co.id/news/read/371275-masterplan-tanggul-raksasa-rampung-bulan-depan
Masterplan Tanggul Raksasa Rampung Bulan Depan
Dam raksasa ini untuk melindungi Jakarta dari ancaman tsunami.
VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mematangkan konsep pembangunan tanggul raksasa di pesisir utara ibukota. Proyek ini bertujuan melindungi Jakarta dari terjangan gelombang tinggi air laut maupun ancaman tsunami.
Pada 11 Desember mendatang, perwakilan Pemprov DKI akan berangkat ke Rotterdam, Belanda, guna membahas kelanjutan proyek tersebut.
Kerjasama dengan Belanda itu telah berlangsung sejak 7 Februari lalu. Perjanjian ditandatangani
eurico November 30th, 2012, 05:21 AM ^^ kalo dari berita di atas dan apabila proyeknya lanjut terus insyallah tret ini akan tetap hidup hingga 15 tahun yang akan datang, amiinnnnnn
hesitancy November 30th, 2012, 04:46 PM Rampung tahun 3012.....
utomo December 1st, 2012, 02:19 AM http://metro.news.viva.co.id/news/read/371275-masterplan-tanggul-raksasa-rampung-bulan-depan
Masterplan Tanggul Raksasa Rampung Bulan Depan
Dam raksasa ini untuk melindungi Jakarta dari ancaman tsunami.
VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mematangkan konsep pembangunan tanggul raksasa di pesisir utara ibukota. Proyek ini bertujuan melindungi Jakarta dari terjangan gelombang tinggi air laut maupun ancaman tsunami.
Pada 11 Desember mendatang, perwakilan Pemprov DKI akan berangkat ke Rotterdam, Belanda, guna membahas kelanjutan proyek tersebut.
Kerjasama dengan Belanda itu telah berlangsung sejak 7 Februari lalu. Perjanjian ditandatangani
Hmmm.
saya tidak melihat ada ancaman Tsunami untuk jakarta.
1. kalimantan tidak ada gunung berapi. Lokasi kalimantan yang paling potensial untuk membuat gelombang ke arah Jakarta.
2. Coba cek posisi gunung Krakatau, cari garis pantul yang bisa membuat gelombang ke Jakarta. kemungkinannnya kecil. sedangkan gelombang langsungnya juga tidak kena jakarta
silahkan di komentari
Thanks
aan_mustafa December 1st, 2012, 03:20 AM ^^^^^^^^
Gelombang tinggi?
Saya sangat familiar naik turun dari Kapal (besar) di tengah laut ke darat, laut jawa perairan Jakarta ini masih dalam batas toleran gelombangnya walaupun dalam kondisi ekstrim. Mengenai Tsunami mungkin sudah dijelaskan sama saudara kita diatas.
dan saya rasa untuk mengatasi banjir ROB atas turunnya permukaan tanah, Giant Sea Wall bukanlah solusi yg tepat & efisien malah menghamburkan dana. Penurunan tanah karena konsumsi air tanah berlebih akibat dari kurangnya infrastruktur instalasi PDAM sehingga rumah/HR semua pakai air tanah.
(mohon koreksi)
sturmgewehr December 1st, 2012, 04:02 AM daripada bikin tanggul raksasa, mending mikirin gmn solusi banjir Jakarta yg sering dapet banjir kiriman.
krn utk mengatasi banjir di Jakarta biayanya pasti besar jg dan banyak pihak yg terlibat seperti pemerintah pusat serta pemprov di sekitar DKI namun manfaatnya menurut saya lebih besar daripada bikin tanggul raksasa.
Wicak_15 December 1st, 2012, 04:46 AM ^^ancaman banjir Jakarta sebenarnya ada dua. Satu dari Bogor (Selatan) dan satu lagi dari laut (Utara). Kenapa Giant Sea Wall penting? agar menyiasati kenaikan air laut dan laut pasang. Sekarang aja area Jakarta Utara (Marunda, Penjaringan) kalo air pasang aja udah kebanjiran.
Dazon December 1st, 2012, 04:58 AM ^^
tambah 1 lagi bro... kelakuan buruk manusia jakarta terhadap sungai.
utomo December 9th, 2012, 01:32 PM menurut saya masalah terbesar banjir jakarta:
1. Air kiriman dari Bogor dan sekitarnya> dibuatkan bendungan di depok atau ciawi.
bandungan katulampa sudah 100 tahun umurnya dan nggak pernah dikeruk.
2. Air dari jakarta sendiri susah mengarlir karena klinya nggak pernah dikeruk puluhan tahun> solusinya segera dikeruk, sudah ada dana dari bank dunia.
yang lain sih nggak terlalu besar pengaruhnya
utomo December 12th, 2012, 01:48 AM apakah ada yang punya data lebih detailnya ?
apakah nanti pulau bidadari jadi ada di dalam waduk atau diluar ?
terus kalau mau pergi ke pulau nantinya bagaimana ya ? apakah lebih sulit ?
http://iawisata.com/wp-content/uploads/2011/05/PETA-PULAU-SERIBU.jpg
http://img.youtube.com/vi/8P1bn-1GQcM/0.jpg
InfraObr December 13th, 2012, 05:48 PM ^^ kalo dari berita di atas dan apabila proyeknya lanjut terus insyallah tret ini akan tetap hidup hingga 15 tahun yang akan datang, amiinnnnnn
:lol: hilarious
InfraObr December 13th, 2012, 06:02 PM Contoh Belanda, DKI Bangun Tanggul Raksasa
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina | Rabu, 26 Januari 2011, 17:36 WIB
VIVAnews - Peningkatan permukaan air laut dan penurunan muka tanah (land subsidence) telah terjadi di sebagian wilayah Jakarta. Dua gejala alam itu yang menjadi penyebab sering terjadinya banjir rob di wilayah Jakarta Utara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa pembangunan bendungan raksasa atau giant seawall di pantai utara Jakarta mendesak dan perlu cepat dilakukan. "Ternyata, land subsiden lebih cepat gerakannya dibandingkan kenaikan permukaan air laut. Keduanya membuat genangan di pantai utara Jawa, temasuk Jakarta," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Rabu 26 Januari 2011.
Menurut Fauzi Bowo, tanggul yang saat ini ada belum cukup mengatasi bencana banjir air pasang dengan baik. Diprediksi, dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, DKI harus memiliki sistem penanggulan terbaru. Sebab sistem yang saat ini digunakan sudah tidak bisa diterapkan. "Untuk itu, diperlukan peninggian tanggul," katanya.
Ditegaskan Fauzi Bowo, sistem polder atau penampungan air, harus dibangun lebih ke depan, ke arah laut di wilayah itu. Sehingga kawasan di bawah permukaan air laut tidak akan tergenang. Sistem ini telah diterapkan di Belanda dan New Orleans, Amerika Serikat.
"Meski air laut tinggi, tetapi kawasan di bawah permukaan air laut tetap kering karena ada tanggul raksasa yang akan memompa air ke laut," jelasnya.
Sebenarnya hal itu sudah dilakukan secara bertahap dengan skala yang lebih kecil. Contohnya di Pluit, Ancol, dan bagian Jakarta yang sedang direklamasi. Namun, bendungan ini harus dibuat secara menyeluruh karena merupakan bagian dari desain master plan penanggulangan banjir di Jakarta.
Deputy Representative Bos Witteveen, salah satu perusahaan anggota Konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) Sawarendro mengatakan, sejak Desember 2010 telah dilakukan penyusunan rencana strategi sebagai bagian kegiatan perencanaan pembangunan tanggul laut raksasa.
Diharapkan bulan Mei 2011, strategi ini sudah bisa dipaparkan untuk didiskusikan stakeholder yang bersangkutan seperti Bappenas, Departemen PU, Dinas PU dan Pemprov DKI Jakarta.
Terdapat empat pilihan tanggul laut yang mungkin bisa diterapkan, yaitu pembangunan tanggul laut diintegrasikan dengan reklamasi pantai utara, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi, tanggul laut berada di luar wilayah reklamasi kecuali Tanjung Priok dan tanggul laut menghubungkan antar pulau di Kepulauan Seribu.
Pilihan pertama dinilainya merupakan pilihan yang paling mungkin dilakukan untuk dilaksanakan dalam 20 tahun ke depan.
"Menimbang opsi ini membutuhkan pembiayaan yang relatif kecil dan pelaksanaan bisa dilakukan dengan kontribusi sektor publik dan swasta," ujarnya.
http://www.vivanews.com/news/read/201499-dki-percepat-proyek-bendungan-raksasa
Meniru Belanda??? Indonesian should really understand this word. Well, yg ditiru itu ngga cuma konsep fisiknya, tapi juga determination-nya (kesungguhannya).
Sesungguhnya yang membuat project 'once for all as in Delta Works' itu karena Belanda selama bertahun2 fight dengan laut, spt jkt bertahun2 fight macet. Dan sudah pernah menelan korban 3000 lebih orang sewaktu tanggul lama jebol.
Maksudnya sudah urusan hidup dan mati.
Di jakarta, masalahnya problem di jakut belum sampai titik kritis hidup mati society-nya. So....meniru konsep fisiknya bisa, tapi determinationnya yang belum bisa ditiru sedemikian rupa sehingga project ini menjadi prioritas utama and being initiated.
You really have to visit NL to understand how determined the ppl there on reclaiming lands...how they literally 'create land' to live, to build houses, to make farm lands, out of the sea floor as in Almere and Lelystad.
lombok December 13th, 2012, 07:40 PM Meniru Belanda??? Indonesian should really understand this word. Well, yg ditiru itu ngga cuma konsep fisiknya, tapi juga determination-nya (kesungguhannya).
Sesungguhnya yang membuat project 'once for all as in Delta Works' itu karena Belanda selama bertahun2 fight dengan laut, spt jkt bertahun2 fight macet. Dan sudah pernah menelan korban 3000 lebih orang sewaktu tanggul lama jebol.
Maksudnya sudah urusan hidup dan mati.
Di jakarta, masalahnya problem di jakut belum sampai titik kritis hidup mati society-nya. So....meniru konsep fisiknya bisa, tapi determinationnya yang belum bisa ditiru sedemikian rupa sehingga project ini menjadi prioritas utama and being initiated.
You really have to visit NL to understand how determined the ppl there on reclaiming lands...how they literally 'create land' to live, to build houses, to make farm lands, out of the sea floor as in Almere and Lelystad.
Please...jangan copycat:bash::bash::ohno::ohno::ohno:. Urus ajah rivers JKT dulu yang bawa banjir tiap tahun, rumah-rumah gembel di pinggir rivers diurus yang rapi, buang sampa sembarang dilarang !!! macet....:bash::bash: dimana-mana. After itu baru urus Dam kayak Belanda:banana::banana::banana:
Namewee December 13th, 2012, 07:44 PM ^^ Setuju deh sama tante Lombok :kiss:
lombok December 14th, 2012, 09:12 AM ^^ Setuju deh sama tante Lombok :kiss:
:dance2::dance2::dance2::carrot::carrot::carrot:
typhoonbringer December 14th, 2012, 06:36 PM Please...jangan copycat:bash::bash::ohno::ohno::ohno:. Urus ajah rivers JKT dulu yang bawa banjir tiap tahun, rumah-rumah gembel di pinggir rivers diurus yang rapi, buang sampa sembarang dilarang !!! macet....:bash::bash: dimana-mana. After itu baru urus Dam kayak Belanda:banana::banana::banana:
bener, padahal jakarta kan dulunya pake baseline amsterdam, jadi kanal-kanal dibersihin dulu baru bikin dyke yang guede buat bikin flevoland ala indo :lol:
PoetraDaerah December 14th, 2012, 08:27 PM ^^ bener jangan sampai yang justru permukaan sungai yang makin mendangkal bukannya batas laut jakarta :)
InfraObr January 17th, 2013, 06:36 PM Hmm tadinya emg beropini keknya blom urgent.
Tapi .... ooops .... Jkt banjir gede, jadi mirip Belanda skrg problemnya walo blom sampe hidup mati yg separah Belanda, but intinya udah mirip...kita udah di level 'fight the water'. Tadi Sutiyoso nyinggung giant sea wall di tvOne, diwawancara di bunderan HI yg kebanjiran.
Kalo urusannya udah soal banjir gede .... mungkin urgent juga si ya as 'salah satu' solusi banjir. Paralel ama solusi lain (waduk di hulu, normalisasi sungai dll)
Ga terlalu tau teknis polder, tapi mungkin, bisa menjadi pompa air raksasa yg memompa air di sisi daratan yg overcapacity by air kiriman dari Bogor dan dibuang ke laut yang mmg ditahan dam itu spy stay di laut walo permukaan laut lbh tinggi dr sisi daratannya... cmiiw
yah kek daratan Almere n Lelystad yg 10m di bawah permukaan laut itulah, kan emg bisa ditahan di atas gt airnya.
Ocean One January 18th, 2013, 08:46 AM Banjir yang melanda Jakarta sekarang ini kan ancamannya datang dari arah darat yaitu kiriman dari Bogor dan juga karena intensitas air hujan yang tinggi.
Lah proyek ini bukannya untuk melindungi serangan dari arah laut aja? :?
So apakah akan benar2 bermanfaat dan bisa maksimal untuk mengatasi banjir jika proyek neh dah selesai nantinya? cmiiw :cheers:
fs169 January 18th, 2013, 09:02 AM Banjir yang melanda Jakarta sekarang ini kan ancamannya datang dari arah darat yaitu kiriman dari Bogor dan juga karena intensitas air hujan yang tinggi.
Lah proyek ini bukannya untuk melindungi serangan dari arah laut aja? :?
So apakah akan benar2 bermanfaat dan bisa maksimal untuk mengatasi banjir jika proyek neh dah selesai nantinya? cmiiw :cheers:
Penyebab banjir gak hanya hujan saja, naik turun permukaan air laut juga pengaruh, kalo memang pas air pasang + hujan deras, klop lah Jakarta jadi danau. Jadi sektor utara maupun selatan harus dibenahi.
Kalo benar proyek jadi dibangun, seharusnya banjir akan berkurang signifikan.
ahonksirad January 18th, 2013, 12:57 PM ^^ artikel di harian kompas (cetak) hari ini juga mengulas tentang jakarta sebagai 'mangkok raksasa' dikarenakan setiap tahun teluk jakarta naik akibat proses tektonik. harian itu juga berkesimpulan tidak cocok membangun sistem kanal (bahkan deep tunnel sekalipun) karena karakteristik jakarta yang aslinya memang perairan (rawa-rawa)
*maaf no link, tadi pagi baca korannya, cek saja di halaman 14*
InfraObr January 18th, 2013, 03:57 PM Penyebab banjir gak hanya hujan saja, naik turun permukaan air laut juga pengaruh, kalo memang pas air pasang + hujan deras, klop lah Jakarta jadi danau. Jadi sektor utara maupun selatan harus dibenahi.
Kalo benar proyek jadi dibangun, seharusnya banjir akan berkurang signifikan.
iya betul.
Intinya fungsi polder itu sebetulnya spt pompa raksasa yang bisa mengatur ketinggian air di salah satu sisi. Misal sisi dalam Jakarta mau diatur (disedot) dan dibuang ke laut, bisa dengan sistem polder ini.
Klo ga salah di Belanda itu ada 2 lapis giant sea wall utk yg di sisi yg head to head dengan daratan Almere saja. Masing2 giant sea wall meregulate/mengatur ketinggian air di sisi sebelah dalam. Itu makanya di Belanda itu air tidak pernah mungkin terlalu tinggi atau terlalu rendah...stabil terus di ketinggian tertentu karena emg bisa diatur gitu. Hebat ya. So far sih, manusia Belanda masih bisa mengendalikan alam mereka itu. Yah paling agak dihantui juga sih klo pas nature lagi raging di luar perhitungan mereka.
Temen gw prnh becanda, klo Belanda kelelep lari ke mana...lari ke Jerman kali ya :D masih mending Jkt kelelep, ngungsi ke Bogor masih negara sendiri :D
G27 January 24th, 2013, 04:38 PM Atasi Banjir, Jokowi Percepat Proyek Tanggul Foke
http://megapolitan.kompas.com/read/2013/01/24/2007280/Atasi.Banjir.Jokowi.Percepat.Proyek.Tanggul.Foke?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
"Pembangunan Giant Sea Wall akan kita percepat," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (24/1/2013).
Untuk dapat merealisasikan proyek itu, dalam waktu dekat ini, Pemprov DKI akan meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) agar segera merealisasikan proses pembangunan tanggul tersebut.
"Kami juga akan meminta Bappenas dan UKP4 untuk langsung mempercepat persiapan pembangunannya," tegasnya.
Menurutnya, pembangunan tanggul laut raksasa ini membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Ia juga mengakui telah mendapatkan konsep dan detail pembangunan tembok raksasa tersebut.
"Jadi memang sudah saya tekankan, kalau giant sea wall itu perlu sekali untuk menghadang rob besar. Tapi sekali lagi, ini menyangkut anggaran besar dan waktu yang cukup lama," kata Jokowi.
Tanggul raksasa ini merupakan gagasan Fauzi Bowo. Tanggul itu dipercaya tak hanya berfungsi menghalau air laut, tapi juga untuk memarkirkan air yang mengalir dari sungai agar tak langsung terbuang ke laut. Oleh karena itu, tanggul akan berbentuk waduk raksasa.
Proyek itu diperkirakan merogoh kocek hingga Rp 50 triliun. Rencananya untuk pembiayaan tanggul raksasa itu tidak hanya ditanggung oleh pemerintah, tapi juga investor. Sebab, kalau menunggu pemerintah pusat, tanggul tidak akan terwujud dalam waktu dekat.
:cheers:
hesitancy January 24th, 2013, 04:58 PM Banyak duit ya.....:) wkwkwkwkwk 50T .......
embassyofaudrey January 24th, 2013, 05:16 PM kmaren katanya mau bangun smart tunnel, skarang tanggul. realisasinya mana.. ? T___T
G27 January 24th, 2013, 06:49 PM kmaren katanya mau bangun smart tunnel, skarang tanggul. realisasinya mana.. ? T___T
batalin ajalah itu smart tunnel, proyek ga jelas... :ohno:
InfraObr January 25th, 2013, 11:56 AM batalin ajalah itu smart tunnel, proyek ga jelas... :ohno:
Smart tunnel sih ok tapi apa efektif?
Mungkin ambil jalan tengahnya aja, maksudnya, buat drainase yg cukup besar diameter 5m (ukuran tepatnya bs dicalibrate ahlinya) dan menyeluruh di jalan2 besar DKI.
Ga usah super giant spt smart tunnel yg sampai bertingkat2 di dalamnya dah gt cuma 1 jalur. Smart tunnel mungkin bisa mencegat debit air banjir kiriman. Tapi kalau jalan2 ibukota tergenang murni krn curah hujan yg tinggi, misal yg menggenang di Thamrin, gimana mengalirkan air curah hujan ke smart tunnel? Bingung lagi kan?
ChibaTadayoshi January 25th, 2013, 04:13 PM nih ada link kajian banjir jakarta thn 2005
http://www.kitlv-journals.nl/index.php/btlv/article/viewFile/3615/4375
Ada sodara yg kawin ama insinyur sipil Belanda. Teman-teman si suami di Delft universiteit ikutan proyek bendungan ini. Mereka ngakunya proyek dam raksasa ini mahal tapi percuma, tapi tetap bekerja krn proyek pesenan. Mereka bilang sumber utama banjir Jakarta bukan naiknya permukaan laut, tp hujan yg kagak jelas dibuang kemana.
G27 January 26th, 2013, 09:33 AM ^^
Tanggul raksasa ini merupakan gagasan Fauzi Bowo. Tanggul itu dipercaya tak hanya berfungsi menghalau air laut, tapi juga untuk memarkirkan air yang mengalir dari sungai agar tak langsung terbuang ke laut. Oleh karena itu, tanggul akan berbentuk waduk raksasa.
Dibuang ke dam bisa gak?
ChibaTadayoshi January 26th, 2013, 03:15 PM ^^
memarkirkan air penuh sampah di depan kota.. emang cuman si kumis yg bisa punya pikiran kyk gitu.:bash:
hesitancy January 26th, 2013, 05:01 PM nih ada link kajian banjir jakarta thn 2005
http://www.kitlv-journals.nl/index.php/btlv/article/viewFile/3615/4375
Ada sodara yg kawin ama insinyur sipil Belanda. Teman-teman si suami di Delft universiteit ikutan proyek bendungan ini. Mereka ngakunya proyek dam raksasa ini mahal tapi percuma, tapi tetap bekerja krn proyek pesenan. Mereka bilang sumber utama banjir Jakarta bukan naiknya permukaan laut, tp hujan yg kagak jelas dibuang kemana.
:lol: setuju......ngerti ajalah sdh hobi nya negara kita...:lol:
G27 January 27th, 2013, 05:51 AM ^^
memarkirkan air penuh sampah di depan kota.. emang cuman si kumis yg bisa punya pikiran kyk gitu.:bash:
Dulu pernah liat video si kumis, ada waste water managementnya disitu. :D
G27 February 11th, 2013, 10:12 AM Jokowi Ingin Proyek "Giant Sea Wall" Segera Dibangun
(http://megapolitan.kompas.com/read/2013/02/11/13573674/Jokowi.Ingin.Proyek.Giant.Sea.Wall.Segera.Dibangun)
"Ini masih proses dan secepatnya akan kita segera putuskan," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (11/2/2013).
Menurut Jokowi, aspek yang perlu diperhitungkan antara lain aspek ekonomi, aspek kesehatan, dan aspek lingkungan. "Memang masih dalam penghitungan yang teknis juga, hitung-hitungan ekonomi, masalah lingkungan juga. Semualah, kita masih terus proses," ujarnya.
Setelah kalkulasi tersebut rampung, Jokowi optimis dapat memulai pengerjaan Giant Sea Wall pada tahun ini. Padahal, Kementerian Pekerjaan Umum pernah menargetkan pengerjaan Giant Sea Wall itu dimulai pada 2016.
"Ah kelamaan, ya bulan-bulan tahun inilah (hitung-hitungannya). Jangan lama-lamalah," kata Jokowi.
Jokowi Yakin "Giant Sea Wall" Foke Ampuh Atasi Banjir
(http://megapolitan.kompas.com/read/2013/02/11/14534270/Jokowi.Yakin.Giant.Sea.Wall.Foke.Ampuh.Atasi.Banjir?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp)
"Giant Sea Wall itu sangat ampuh untuk mengatasi banjir dari laut karena rob semakin tahun semakin naik. Karena es yang mencair akan menaikkan air pasang. Mau tidak mau ya Giant Sea Wall itu harus dibuat," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (11/2/2013).
Oleh karena itu, Jokowi pun menargetkan pembangunan megaproyek Giant Sea Wall itu akan dimulai tahun ini. Walaupun Kementerian Pekerjaan Umum memliki target pada tahun 2016 untuk memulai pembangunan megaproyek tersebut.
Sementara untuk pembangunan Giant Sea Wall yang diprediksi akan menghabiskan sekitar ratusan triliun, Jokowi akan mencari investor yang akan membiayai pembangunan Giant Sea Wall tersebut. Ia juga mengklaim sudah banyak investor yang tergiur untuk mendanai megaproyek itu.
"Gampang, dari APBD nanti juga bisa. Meskipun juga lebih dari Rp 100 triliun. Bisa juga pakai pola investasi, banyak yang tunjuk jari. Enggak usah disebutkan siapa saja yang tunjuk jari," kata Jokowi.
Pembangunan Giant Sea Wall ini merupakan gagasan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk menanggulangi banjir, khususnya di sisi utara Jakarta. Tanggul raksasa ini dibangun untuk melindungi Jakarta hingga 1.000 tahun ke depan.
Jokowi cepat sekali untuk memutuskan proyek GSW :D
aan_mustafa February 11th, 2013, 05:26 PM ^^
dan beberapa bulan lalu Jokowi cepat sekali (read: menggebu gebu ingin bangun Deep Tunnel). Yang penting ngomong ke media menggebu-gebu ingin bangun ini itu dg "gampang" tinggal bangun. Realisasi ntar dulu dipikirkan.
:D
Namewee February 18th, 2013, 08:31 PM Investor Belanda garap tanggul laut Rp 300 T
Mon, 18/02/2013
http://www.tender-indonesia.com/tender_home/images/NEWS_FOTO/aral-sea-dam_788415c.jpg
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas menyatakan, proyek pembangunan tanggul laut raksasa (great sea wall/GSW) di pantai utara Jakarta sudah melewati tahap tender, dengan pemenangnya adalah investor dari Belanda.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priatna mengatakan, nilai investasi dari proyek tanggul laut raksasa tersebut mencapai sekitar Rp 250-300 triliun.
"Ini adalah salah satu proyek besar yang dilakukan pemerintah dengan pihak swasta, pemenang tendernya sudah ada, dari Belanda, dengan kucuran dana sebesar Rp 250- 300 triliun," ujar dia.
Namun demikian, dia tidak menjelaskan nama investor dari Belanda tersebut dan merinci tentang pendanaan bagi proyek GSW. Dia berharap, proyek ini bisa groundbreaking pada pertengahan tahun ini dan baru selesai pada 2020.
Menurut dia, proyek ini merupakan salah satu proyek baru dari 30 proyek dalam Public Private Partnership (PPP) tahun ini. Ke-30 proyek PPP yang disiapkan pemerintah tahun ini tidak terlepas dari konsep Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Sumber :
http://www.tender-indonesia.com/tender_home/innerNews2.php?id=18226&cat=CT0006
eurico February 19th, 2013, 03:43 AM proyek2 keren seperti ini biasanya umur nya panjang....
http://img5.imageshack.us/img5/4352/dambelanda.png (http://imageshack.us/photo/my-images/5/dambelanda.png/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
taken from kontan today
Mehome February 19th, 2013, 06:48 AM ini kalo beneran bakal bener2 giant! :okay:
fajarmuhasan February 19th, 2013, 07:05 AM banjir di jakarta karena permukaan tanah lebih rendah dari permukaan air (laut).
kalo dibangun giant seawall, bagaimana mengenai air kali atau air selokan...mengalirnya kemana karena lautnya lebih tinggi dari daratan
Erran February 19th, 2013, 11:12 AM ^^
Mungkin bisa sekalian belajar ke Belanda.
fajarmuhasan February 19th, 2013, 11:34 AM ^^
Mungkin bisa sekalian belajar ke Belanda.
saya berpikir akan useless giant seawall tsb manakalan aliran kali atau selokan gak lancar tentu jalanan tetap tergenang spt jl thamrin atau benhil.
jadi selain giant seawall maka masalah kali/selokan di Jakarta juga harus dibenahi
ChibaTadayoshi February 19th, 2013, 12:45 PM Kalau mau niru Belanda jangan nanggung-nanggung.
Kondisi di Jakarta sekarang kan sama negeri belanda, daratannya lebih rendah dari laut. Jika jadi mau bikin dam raksasa ya sekalian aja lautnya dikeringkan.
Jika tetap jadi laut maka kita harus keluar biaya lagi utk memompa air yg dibendung ke permukaan laut yg lebih tinggi. Jadi pinggiran sungai/kanal dll di Jakarta langsung ditinggikan setinggi dam raksasa.
http://regmedia.co.uk/2008/11/10/energy_island.jpg
jadinya pinggiran sungai akan kebalik jd gini:
http://s3.freefoto.com/images/1450/11/1450_11_15_web.jpg
InfraObr February 19th, 2013, 01:28 PM ^^ hehe bagus2
ya mmg klo ada giant sea wall tp drainase yg mikro yg kek pembuluh darah di semua area kota jkt ga dibenahi ya sama aja boong laaaa
Makanya musti dibenerin komprehensif. Jgn ke pola lama indo yg dibangun cuma partial doang. kebiasaan jelek.
tapi harapan/ekspektasi kita sih masih tinggi buat jokowi n jajarannya buat solved utk bagian yg mikro2 itu ... pembuluh darah drainase jkt itu ... ya itu katanya kadisnya dah ganti, kita todong aja apa konsep, plan n target implementasi dia. Apa mo digedein tu diameter drainase yg di seluruh jalan jkt itu? apa gmn? :smug:
acoolguyfromnz February 19th, 2013, 01:43 PM Tata kota Bogor, Puncak dan kota2 lain selain Jakarta juga mesti di tata sehingga jgn sampai laut di bendung tapi dapat kiriman dari daerah2 sekitar Jakarta.
ChibaTadayoshi February 19th, 2013, 04:50 PM Sejujurnya sistem Sangga Tirta atau Tirta Sangga tuh masuk akal sebetulnya, lebih masuk akal drpd dam raksasa
InfraObr February 19th, 2013, 05:32 PM ^^ gw bilang si semua jalan ok2 aja lah
misal dicegat pake U ring di sekeliling selatan/atas jkt (with kualitas airnya dibersihin) en bikin waduk di atas ya thats one of good solution for banjir. Just do that, for God sake.
But itupun ttp ga menjamin yg di utara ga terendam air laut krn problem penurunan tanah di utara sdh spt 'nasib alam'. Padahal di situ skrg byk properti mahal2 like Pluit, PIK, Regatta, Ancol sd Kelapa Gading. Blom lagi infrastruktur spt jalan yg lg dibangun temen2 di Priok yg tinggi2 gitu tiangnya, semua perlu dilindungi kestabilannya which is mestinya akan bisa diatasi jika air laut tdk menggerogoti n daerah itu jadi lebih stabil n kering.
So here is the thing, pake common sense aja:
1. if nothing being done to stop water up there, then giant sea wall will hv at least 3 functions: to regulate water flow coming down, to protect the area from sinking and to cleanse water
2. if something being done up there to stop the water, then giant sea wall hv at least 2 functions: to protect the north area from sinking and to cleanse water
Klo gw as user si juga sederhana saja sih wishnya, gw pernah ngajak temen dr Belanda ke p Seribu, lewat Marina port itu dong. Sambil nunggu2 boat, ga tahan ama bau busuk airnya! Ampe temen gw blg 'This is a sewer (got)'
Aku ga ngerti solusi sewerage yg lg dibikin itu yg akan mensolusikan port marina yg bau itu, atau giant sea wall as well? But i mean this is part of 'the devil is the detail' how come kita ngomongin pariwisata di p Seribu klo di pintu buat kesananya aja udah disambut dengan bau air laut yg amit2 busuknya n item warnanya :ohno:
Trus mmg masih awal utk ngomongin soal pendanaan, but klo liat proyeknya segitu gede bgt itu sih, keknya lbh gede drpd jembatan sunda ga sih :?
blablanonsense February 20th, 2013, 05:46 AM kalaupun ternyata proyek pesanan, asal murni swasta seperti yang diceritakan, tidak apa toh. Lagian, memangnya Jakarta lebih rendah daripada permukaan laut dan mending mulai ngebangun dari sekarang daripada keburu kelelep. Tapi juga perlu dibuat reservoir untuk menampung air hujan dan untuk bahan air baku serta sewerage yang handal. Setiap kali buka kaca mobil ketika melintas di dekat sungai di jakarta, waduh baunya bikin mual.
Erran February 20th, 2013, 06:08 AM ^^
Yup, tanah Jakarta yang rendah makin rendah dari waktu ke waktu (ambles). Sebenarnya tinggal nunggu waktu daerah Jakut tenggelam bukan hanya oleh banjir kiriman dari hulu, tapi juga banjir rob air laut. Perlu kiranya meniru Belanda dengan sistem poldernya, sekalian adopsi kincir anginnya biar hemat energi. (bisa nggak ya?). Tp ya berarti kudu revitalisasi total kanal kanal air di Jakarta.
http://2.bp.blogspot.com/-K5TcaMd_gJ8/UF2FFvQxTWI/AAAAAAAAAA0/n5VUtHb-hBs/s1600/polder.jpg
http://bebasbanjir2025.files.wordpress.com/2008/10/skematik_polder.jpg
fajarmuhasan February 20th, 2013, 08:47 AM banjir di jakarta bukan melulu akibat luapan air kali, banyak juga disebabkan selokan/got yg tidak lancar.
contoh nyata di daerah benhil depan RSAL, hujan sekitar 2 jam saja air tergenang sampai sepeda motor gak bisa lewat. Kalo pejalan kaki bisa lewat tapi basah basahan sampai selutut orang dewasa.
kondisi di benhil kayaknya gak ada kali,,jadi murni karena air hujan.
dan tentu masalah spt di benhil ini gak ngefek dengan adanya giant seawall....kagak nyambung kesana.
ChibaTadayoshi February 20th, 2013, 09:31 AM Masa di Benhil ngga ada kali? Kali krukut ngga diitung? biang banjir noh
fajarmuhasan February 20th, 2013, 09:34 AM Masa di Benhil ngga ada kali? Kali krukut ngga diitung? biang banjir noh
kali krukut mungkin yg setelah RSAL (kalo dari arah pasar benhil)?
ini banjirnya pas depan RSAL sampai depan BII pasar benhil ...pengalaman gw jalan kaki nerjang genangan air
ChibaTadayoshi February 20th, 2013, 05:54 PM kali krukut mungkin yg setelah RSAL (kalo dari arah pasar benhil)?
ini banjirnya pas depan RSAL sampai depan BII pasar benhil ...pengalaman gw jalan kaki nerjang genangan air
Nope. kali krukut tuh dr kemang, ke tendean, tsr ke gatsu, sampai ke sudirman (antara sudirman plaza dan sampoerna) terus ke benhil, PDAM sampai Kanal Barat, ya sepanjang jalan benhil itu.
sorry oot.
Tapi soal sampah dan ukuran selokan bener juga kok, drainage Jakarta udah kecil, joroknya bukan main, maka cepat terjadi genangan jika hujan besar (banjir tuh kl 24 jam ngga gerak berdasarkan Kamus Besar Fauzi Bowo)
InfraObr February 21st, 2013, 03:59 PM Kawasan Giant Sea Wall di Ancol bakal Setara New Manhattan AS?
Metrotvnews.com, Jakarta:
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Menlu Belanda Frans CGM Timmermans membahas masalah proyek reklamasi pantai utara dan membangun giant sea wall di lepas Pantai Ancol, Jakarta Utara, agar bisa menyamai seperti New Manhattan di Amerika Serikat.
"Kita tadi membicarakan program reklamasi pantai utara Jakarta dan rencana membangun giant sea wall di lepas Pantai Ancol. Itulah salah satu agenda dalam pertemuan kita tadi," kata Ahok seusai bertemu Timmermans di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (20/2).
Menurut Ahok, konsepnya Pemprov DKI mau memperbaiki mutu laut pesisir di Teluk Jakarta yang kini sudah terkontaminasi. Jadi cara satu-satunya melalui reklamasi, buat pulau agar mampu menahan ombak laut dan rob. Bahkan laut di depannya jadi bagus gitu kan.
"Makanya saya bilang, kami bukan cuma mau bikin tembok (giant sea wall) saja. Kami inginnya bikin seperti New Manhattan nih, supaya jadi kota baru," kata Ahok mantan Bupati Belitung Timur itu.
Dia juga menyampaikan keinginan Pemprov DKI untuk tidak hanya mengeluarkan izin bangunan kepada swasta terkait giant sea wall dan 17 pulau buatan di Teluk Jakarta. Tapi juga pembagian keuntungan penting agar sama-sama enak.
"Dengan dapat uang itu, kita bisa selesaikan seluruh deep tunnel, MRT, dan pengolahan air limbah seluruh Jakarta. Jadi kita ingin tidak hanya memberikan izin kepada swasta untuk mengeruk keuntungan, tapi kita bicara pembagian keuntungan. Supaya dengan membangun dan menyelesaikan Teluk Jakarta yang terkontaminasi, sekaligus membangun kota baru, tapi kota lama juga kita selesaikan. Uangnya kita pakai dari public sharing begitu kita sampaikan kepada mereka," ujar Ahok.
Untuk penanganan banjir, lanjut Ahok, pihak Belanda kurang pengalaman dalam menangani saluran air di hilir. Sehingga pembicaraan terbentuk dari wilayah hulu yang banyak vila ke wilayah hilir.
"Penanganan banjir kita bicara utara ke selatan. Prinsipnya itu tadi kan pengalaman dari utara, karena mereka tidak memiliki pengalaman dari selatan. Kita berpikir juga mungkin kita akan membeli banyak tempat-tempat yang ada vila di daerah hulu termasuk yang ada air kecil masuk ke Ciliwung. Kita juga mau bikin dam-dam kecil untuk membantu petani di sana. Jadi vila-vila yang kita beli, kita akan bongkar, kita akan jadikan hijau," ujar mantan anggota DPR RI ini.
Pembelian vila-vila di wilayah hulu ini tidak dengan menggunakan APBD DKI, melainkan memberikan kewajiban pada swasta penerima izin untuk berkontribusi pada masyarakat Jakarta.
"Nanti belinya bukan dengan APBD. Kita harapkan dari setiap izin yang kita terbitkan, kita wajibkan kepada si penerima izin menjadi porsi kewajiban mereka menyumbangkan villa yang di daerah hulu kepada Pemprov DKI. Semua izin kita kasih, kita nggak minta uang untuk pribadi, tapi kita minta barang. Dia kompensasikan untuk villa atau daerah hulu yang lain," ujar Ahok.
Ahok dalam pertemuannya dengan Menlu Belanda Timmermans itu menawarkan kerja sama mengatasai banjir di Jakarta.
"Kita memiliki banyak permasalahan yang sama, terutama dalam manajemen air. Kami memiliki banyak pengalaman dalam memanajemen air, karena sebagaian besar daratan di Belanda lebih rendah daripada permukaan air laut," kata Timmermans.
Menurut dia, Jakarta sedang mengalami masalah yang cukup rumit. Dalam hal ini Belanda bisa menjadi mitra yang cocok untuk mengatasi persoalan banjir menahun di Jakarta.
"Kami beruntung memiliki waktu ratusan tahun untuk menghadapi permasalahan ini. Banyak orang Belanda dan Indonesia yang menderita ketika melihat apa yang terjadi di Jakarta pada Januari lalu," katanya. Dia menambahkan, banyak warga Belanda mengatakan, "Oh Tuhan kita harus melakukan sesuatu yang signifikan untuk membantu masyarakat Indonesia termasuk Jakarta."
Karena itu, dia menawarkan kerja sama pemerintah Belanda untuk mengatasi banjir di Jakarta. "Orang di Jakarta tidak memiliki banyak waktu untuk mengatasinya. Banyak kesempatan untuk bekerja sama mengatasi permasalahan ini agar warga Jakarta merasakan kenyamanan seperti warga Belanda," tegasnya.
Sejarah mencatat, saat menduduki Jakarta (Batavia), Belanda berusaha mengendalikan banjir di Batavia dengan membangun sistem drainase dan waduk. Misalnya membangun Kanal Banjir Barat dan Bendungan Katulampa.
Dalam pertemuan itu, Timmermans juga memberi masukan lain. Misalkan pihaknya share tentang masalah bagaimana cara melestarikan budaya Jakarta. Begitu juga soal menggunakan warisan budaya sebagai bonus ekonomi dengan memastikan orang tertarik datang untuk melihat warisan budaya Jakarta. Hal lain bagaimana Jakarta memanagenya dan mengembangkannya.
Sumber:
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/02/20/5/132645/Kawasan-Giant-Sea-Wall-di-Ancol-bakal-Setara-New-Manhattan-AS
Netherlands to put new emphasis on ties with Indonesia
The Jakarta Post, Jakarta | World | Thu, February 21 2013, 11:43 AM
The Dutch government has committed to boosting its relationship with Indonesia, noting that economic, political and people-to-people contacts should be strengthened further, a minister says.
“Indonesia is a growing economic power in the region. We have historical ties but our relationship has not developed by itself. We need to invest more in people-to-people contacts, political, economic and cultural ties,” visiting Dutch Foreign Minister Frans Timmermans said in Jakarta on Wednesday.
sumber:
http://www.thejakartapost.com/news/2013/02/21/netherlands-put-new-emphasis-ties-with-indonesia.html
^^ Wah buru2 disecure menlunya Timmermans en ntar lagi di top up PM nya Mark Rutte ... gerak cepat rupanya
But baguslah, artinya buat Belanda pun biar matanya terbuka klo Indo sdh menjelma jadi bangsa besar as menlunya bilang 'Ties between indo n nl cannot be taken for granted n developed by itself but needs people to people contact'
Artinya kurang lebih ya, rltshp indo - nl itu ga bisa dicuekin aja trus kok tau2 akrab sendiri krn sejarah masa lalu, rltshp itu harus diusahakan dgn kontak yg lebih intens antara penduduknya. :okay:
JAG2 February 21st, 2013, 09:12 PM Netherlands to put new emphasis on ties with Indonesia
The Jakarta Post, Jakarta | World | Thu, February 21 2013, 11:43 AM
The Dutch government has committed to boosting its relationship with Indonesia, noting that economic, political and people-to-people contacts should be strengthened further, a minister says.
“Indonesia is a growing economic power in the region. We have historical ties but our relationship has not developed by itself. We need to invest more in people-to-people contacts, political, economic and cultural ties,” visiting Dutch Foreign Minister Frans Timmermans said in Jakarta on Wednesday
Really ??
The Dutch goverment should make it easier for Indonesian to obtain visa to visit The Netherlands/Schengen countries .
OOT i know
InfraObr February 22nd, 2013, 08:56 AM ^^ ya klo soal visa schengen gw juga mau dipermudah. Ini benernya bahasan melebar dr topik GSW ya
But I think, once we hv a better bargaining position we can try to hv that spt Taiwan n Korsel yg sdh bisa visa on arrival buat ke EU krn klo ga salah mrk udah sign treaty pasar bebas plus GDP/cap yg baik. cmiiw.
So, not sure juga nih apakah visa on arrival correlate dgn pasar bebas indo - EU? :?
Klo correlate dgn better GDP/cap sih keknya iyalah. Krn it refelct better economy n educated ppl jadi si EU ga bakal takut digempur ama imigran miskin urakan dr indo :D Klo GDP/cap indo lbh baik, say 5 times from now, kan yg niat emigrate ke EU jg otomatis lbh berkualitaslah klo pun pintunya dibuka lebaran.
Ya mmg ga ada yg bisa taken for granted si, dr dua sisi. Dari kitanya pun musti hrs ada effort utk naikin kemampuan bgs dulu.
Namewee February 28th, 2013, 04:57 AM BANJIR JAKARTA: Kementerian PU & BBPT Kaji Proyek Giant Sea Wall
Rabu, 27 Februari 2013 | 16:39 WIB
http://www.bisnis.com/system/article/image/512/dd4/578/438/aa4/cfa/000/0a6/compact_tanggullaut.jpg?1361957975
Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi membentuk tim khusus untuk mengkaji proyek Giant Sea Wall dan Deep Tunnel guna menanggulangi banjir Jakarta.
Hal tersebut diutarakan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Kepala BPPT Marzan Iskandar usai melakukan pertemuan di gedung Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (27/2).
"Saya ingin bisa kerja sama dengan BPPT secara rutin. bagaimana usaha kita untuk mengurangi banjir Jakarta, dan tidak hanya Jakarta sebetulnya, Jogja dan daerah lain juga," katanya.
Khusus untuk Jakarta, lanjutnya, akan ada tindakan dari hulu yang akhirnya memprakarsai Giant Sea Wall, Multi Purpose Deep Tunnel.
"Untuk mengkaji itu semua, tidak hanya manfaatnya saja, kami akan membuat tim untuk saling dukung proyek tersebut," tambahnya.
Oleh karena itu, akan ada pertemuan lebih lanjut untuk membicarakan teknis dan dampak lingkungan hingga proyek tersebut dapat direalisasikan.
"Dalam pengkajian ini memang kami minta bantuan BPPT, akan tetapi tidak semua-semuanya harus dipikirkan sendiri. Kita masing-masing bisa saling bantu," ungkapnya.
Kepala BPPT Marzan Iskandar mengatakan semua proyek penganggulanangan banjir tersebut harus terintegrasi dengan proyek yang telah ada.
"Tadi saya sudah mendengarkan paparannya. Proyek ini tentunya harus terintegrasi dengan proyek pengendali banjir yang sudah ada, seperti sungai, Banjir Kanal Timur, dan sebagainya," jelasnya.
Sumber :
http://www.bisnis.com/articles/banjir-jakarta-kementerian-pu-and-bbpt-kaji-proyek-giant-sea-wall#
Ayo diseriusi lagi :cheers:
ChibaTadayoshi February 28th, 2013, 09:42 AM Ya semoga jika sudah dibangun tanggul, lalu dibuat pantai seperti ini:
http://www.letsgochile.com/wp-content/uploads/2010/01/San-Alfonso-del-Mar-Resort.jpg
http://static.guim.co.uk/Guardian/travel/gallery/2008/jan/23/chile/GD5964738@Picture-taken-15-Janu-5246.jpg
Lupain aja lah buat pantai publik gratisan di Jakarta, wong aslinya emang ngga punya pantai, udah gitu lautnya kotor. Pantai alami mendingan dibuat hutan mangrove.
Namewee February 28th, 2013, 03:05 PM ^^ Keren abis
Cocok dibangun di Bali atau Lombok :D
G27 March 6th, 2013, 07:58 AM Jokowi: Proyek Tanggul Raksasa Pantai Utara DKI Habiskan Rp 280 Triliun
http://finance.detik.com/read/2013/03/06/123512/2187188/4/jokowi-proyek-tanggul-raksasa-pantai-utara-dki-habiskan-rp-280-triliun?f9911013
Jakarta - Pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta akan mulai membangun megaproyek tanggul raksasa (giant sea wall) di pantai utara Jakarta mulai tahun depan. Nilai proyek ini mencapai Rp 280 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) usai rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (6/3/2013).
"Studinya baru dibuat. Kira-kira habisnya Rp 280 triliun. Artinya secara hitung-hitungan harus ada sisi bisnisnya atau dan harus ada sisi ekonomisnya sudah tinggal diputuskan. Investornya lokal ada, internasional juga ada," tutur Jokowi.
Pembangunan tanggul ini bakal menggusur pemukiman nelayan di pantai utara Jakarta. Jokowi mengatakan, dirinya akan mencari jalan keluar agar ribuan nelayan bisa dicarikan pemukiman pengganti.
"Studinya dari Kementerian PU yang tadi kita minta kalau studi-studi yang sudah selesai, kita yang kerjakan karena kita ingin cepat kita yang kerjakan," jelas Jokowi.
Menurut Jokowi, dana investasi tanggul raksasa Rp 280 triliun ini tidak masalah dan masih bisa dicari sumber pendanaannya.
Seperti diketahui, proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang pantai utara Jakarta ini berguna untuk mencegah kawasan pesisir Jakarta tenggelam oleh air laut akibat terus turunnya permukaan tanah di Jakarta. Pembangunan tanggul ini diperkirakan memakan waktu 10 tahun.
Dari 150T jadi 280T... Wow makin tinggi nilainya :banana:
Dapet 1% aja lumayan gak tuh :lol:
VRS March 6th, 2013, 08:25 AM http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/395516-swasta-didorong-lebih-dominan-di-proyek-tanggul-raksasa
Swasta Didorong Lebih Dominan di Proyek Tanggul Raksasa
Skema pembiayaan tak tergantung APBN.
"Jadi, kami mempercepat schedule dari tiga tahapan pembangunan giant sea wall atau Jakarta coastal development strategy itu sampai 2020," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu 6 Maret 2013.
mr_n_mrs_handaja March 6th, 2013, 10:24 AM Jokowi Ngotot Tanggul Raksasa Dimulai 2014
Wednesday, 06 March 2013
http://s7.directupload.net/images/130306/rzzxpja8.jpg (http://www.directupload.net)
I-NEWS, JAKARTA – Gubernur Jokowi
menunjukkan posisi berbeda dengan sejumlah
menteri yang membahas proyek tanggul raksasa
(giant sea wall).
Dalam rapat koordinasi di kantor Menko
Perekonomian Hatta Rajasa dan dihadiri oleh
Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Kehutanan
Zulkifli Hasan dan Gubernur Jawa Barat Ahmad
Heryawan, Jokowi ingin proyek itu tidak
menunggu 2020 sesuai jadwal.
"Tadi membicarakan GSW. Kalau ganti jadwal
yang ada, tahun 2020 baru dibangun. Kita
minta dipercepat, studi dipercepat sehingga
2014 sudah bisa dimulai,”ujar Jokowi usai rapat
di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta
Pusat, Rabu (6/3/2013).
Dia juga mengungkapkan, banyak investor siap
mengerjakan proyek itu sehingga tidak akan
membebani APBN. Dengan proyek itu, DKI juga
akan mendapatkan 4.000 hektar lahan baru dari
hasil reklamasi pantai.
Lahan itu, kata dia, akan digunakan untuk
perumahan dan nelayan di Jakarta Utara.
Artinya dipercepat jangan menunggu-nunggu.
Pak Menko (Hatta Rajasa) setuju," jelasnya.
(IN-25)
http://www.indonesiainfrastructurenews.com/index.php/4221-jokowi-ngotot-tanggul-raksasa-dimulai-2014
fajarmuhasan March 6th, 2013, 10:48 AM Jokowi: Proyek Tanggul Raksasa Pantai Utara DKI Habiskan Rp 280 Triliun
http://finance.detik.com/read/2013/03/06/123512/2187188/4/jokowi-proyek-tanggul-raksasa-pantai-utara-dki-habiskan-rp-280-triliun?f9911013
Dari 150T jadi 280T... Wow makin tinggi nilainya :banana:
Dapet 1% aja lumayan gak tuh :lol:
wouwww.....itu 280T dari APBD atau gimana dan BEP nya gimana?
wong yg 15T (MRT) aja pusing mikirin harga tiket supaya BEP nya cepet kelar
G27 March 6th, 2013, 05:20 PM wouwww.....itu 280T dari APBD atau gimana dan BEP nya gimana?
wong yg 15T (MRT) aja pusing mikirin harga tiket supaya BEP nya cepet kelar
Kalau versi kumis, 150T itu dari hibah belanda khan?
Nah ini kayaknya pake KPS/PPP deh, duitnya investor.
Namewee March 7th, 2013, 02:18 AM Proyek Tanggul Raksasa Jakarta akan Selesai 2022
Rabu, 06/03/2013 18:21 WIB
http://images.detik.com/content/2013/03/06/4/182522_tanggul.jpg
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto (Djokir) menegaskan tak perlu menunggu selesainya proyek tanggul raksasa atau giant sea wall untuk mencegah banjir di Jakarta. Diperkirakan proyek ini akan selesai 7-8 tahun mendatang atau tahun 2022, setelah groundbreaking 2014.
"Hanya menunggu giant sea wall, bisa banjir saban hari," ungkap Djokir kepada wartawan di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Rabu (6/3/2013)
Menurutnya, ada beberapa program yang telah disiapkan untuk mengatasi banjir di ibukota ini. Diantaranya adalah normalisasi sungai Ciliwung dan Pesanggrahan.
"Jadi bisa normalisasi Ciliwung tahun ini akan segera mulai lagi. Pesanggrahan tetap kita kerjakan. Pembuatan pintu air dan pengadaan pompa air itu tetap kita selesaikan," jelasnya.
Ia menuturkan, pemerintah sudah menyepakati untuk pembangunan tanggul raksasa di pantai utara Jakarta dipercepat. Sehingga, dari groundbreaking yang awalnya dimulai tahun 2020, dipercepat menjadi tahun 2014.
"Kemaren sudah disepakati giant sea wall perlu dilaksanakan dan dipercepat sehingga bisa groundbreaking di 2014," tutupnya
Seperti diketahui, proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang pantai utara Jakarta ini berguna untuk mencegah kawasan pesisir Jakarta tenggelam oleh air laut akibat terus turunnya permukaan tanah di Jakarta. Diperkiraan mega proyek ini akan menelan dana Rp 280 triliun.
Sumber :
http://finance.detik.com/read/2013/03/06/182151/2187799/4/proyek-tanggul-raksasa-jakarta-akan-selesai-2022?f9911023
Kalau memang bisa cepat kenapa harus diperlambat :cheers:
eurico March 7th, 2013, 02:48 AM http://img21.imageshack.us/img21/6718/giantseawall.png (http://imageshack.us/photo/my-images/21/giantseawall.png/)
^^ taken from bisnis indonesia epaper today
blablanonsense March 7th, 2013, 03:08 AM wouwww.....itu 280T dari APBD atau gimana dan BEP nya gimana?
wong yg 15T (MRT) aja pusing mikirin harga tiket supaya BEP nya cepet kelar
Di beritanya kan dah jelas mas, dari investor.
Kalau versi kumis, 150T itu dari hibah belanda khan?
Nah ini kayaknya pake KPS/PPP deh, duitnya investor.
Kalau pakai uang investor, habis berapapun kita gak usah peduli. Bukan pakai duit pajak ini...
mr_n_mrs_handaja March 7th, 2013, 10:21 AM Hatta Dukung Jokowi Percepat Proyek GSW
Thursday, 07 March 2013 11:10
http://www.indonesiainfrastructurenews.com/index.php/4235-hatta-dukung-jokowi-percepat-proyek-gsw
Jo199 March 7th, 2013, 03:19 PM Tjitjip: Proyek "Giant Sea Wall" Masih Harus Dimatangkan
:banana::banana::banana:
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Tjitjip Sutardjo mengatakan, rencana proyek giant sea wall (dam raksasa) yang direncanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih membutuhkan diskusi lebih lanjut. Yang menjadi pokok perhatian adalah perihal nelayan yang berada di kawasan yang akan dijadikan pulau-pulau buatan tersebut.
"Sekarang lagi dirapatkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Artinya, alur air itu kan harus diperhatikan. Lalu nelayan yang ada di sana harus dipindahkan," kata Sharif Tjitjip di kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Kamis (7/3).
Tjitjip mengatakan bahwa dirinya sudah mendapat kabar jika Pemprov DKI memiliki solusi terhadap hal tersebut. Namun menurut menteri ini, solusi tersebut pun masih harus dibicarakan.
"Pemda DKI katanya sudah memiliki solusi, namun nanti baru dibicarakan lagi," imbuhnya.
Lagipula, dia menambahkan, ongkos relokasi tidaklah tak murah. Hal tersebut disampaikan Tjitjip terkait rencana Pemprov DKI membuat apa yang dinamakan giant sea wall, yang juga ditujukan sebagai kawasan wisata di Jakarta Utara.
InfraObr March 8th, 2013, 09:01 PM Hmm keknya klo jokowi ngomong gampang itu kok too good to be true ya.
Liat aja program KJS. gampang n executed, tp ttp butuh penyesuaian di belakang. Masalahnya klo problem RS masih bisa diadjust pake apbd.
Klo investment segede gini ga bs tuh adjust2 ntar2.
Gw si basically mendukung GSW. Cuma yg penasaran, klo pun porsi private investor katakanlah 70% (is this make sense for perkiraan isep jempol?), si investor itu BEP dr mana ya?
Klo tol doang di atasnya emg angkanya masuk say in 5yrs (or brp th avg bep tolway)?
Klo plus commerce area, ada apa aja ya?
Klo yg dijual adlh pengolahan airnya....mmm...dilema juga ya....krn itu kan partly public service. Ntar klo ternyata beli air olahan mahal gmn?
blablanonsense March 11th, 2013, 11:25 AM ^^ konsesi lahan reklamasi untuk perluasan perumahan dan tax holiday kali ya? Kalau investor mau, pasti mereka yakin dari return-nya yang berjibun. Kurang mungkin developer menjual air olahan dengan mahal karena pasar air olahan di jakarta kan bukan sistem monopoli. Dan harga airpun ada payung hukumnya yang ribet. Belum kalau ada yang demo harga air kemahalan.
eurico March 13th, 2013, 02:19 AM http://img819.imageshack.us/img819/3184/gswj.png (http://imageshack.us/photo/my-images/819/gswj.png/)
^^ taken from bisnis indonesia epaper today
LVZ's March 30th, 2013, 12:01 PM Jakarta - Proyek pembangunan bendungan raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di pesisir Jakarta Utara mulai bergulir 2014 mendatang. Tanggul di lepas laut yang berlokasi sejauh enam hingga delapan kilometer dari garis pantai ini diklaim mampu menampung air dalam volume mencapai angka miliar.
Proyek bendungan GSW ditaksir menghabiskan dana Rp 200 triliun dari APBN secara bertahap. Purba menjelaskan, selain sebagai penampung air guna kebutuhan air baku, keberadaan bendungan GSW bertujuan untuk melindungi Jakarta agar tak tenggelam gara-gara banjir.
Ia menerangkan bendungan tahap dua itu panjangnya sekitar 25 kilometer, dan bendungan tahap tiga memiliki panjang sekitar 36 kilometer. Diperkirakan proyek ini tuntas 2020 mendatang.
http://finance.detik.com/read/2013/03/30/162141/2207334/4/bendungan-raksasa-jakarta-diklaim-mampu-tampung-satu-miliar-kubik-air?f9911013
habitable April 10th, 2013, 07:51 AM JCDS (Jakarta Coastal Defense Strategy)
http://i1303.photobucket.com/albums/ag152/habitable/jcds_zpsff945f91.jpg:original
3 phases (not 3 options) dam construction :
I along existing coastline (until 2020)
II along new islands coastline (until 2030)
III off shore dam (beyond 2030)
So it will have three layers of dam with highway on it. What a complicated infrastructure
But I think it's not the latest proposal because the islands masterplan is the old one
embassyofaudrey April 12th, 2013, 04:32 PM Proyek bendungan GSW ditaksir menghabiskan dana Rp 200 triliun dari APBN secara bertahap.
baru penafsiran, shock juga kalo seandainya pemerintah berani approve 200T buat GSW, sementara 100T buat JSS dibilang terlalu berat.
utomo April 24th, 2013, 02:34 AM apakah reklamasi tanggerang itu yang di kiri atas warna orange ?
http://www.merdeka.com/peristiwa/reklamasi-pantai-kabupaten-tangerang-buat-6-pulau.html
http://www.tempo.co/read/news/2013/04/19/214474449/Tangerang-Bakal-Punya-Pelabuhan-Internasional
habitable April 24th, 2013, 06:27 AM ^^ It is, but according to the latest plan (the maps with different islands shape) it might be canceled
apakah ada yang punya data lebih detailnya ?
apakah nanti pulau bidadari jadi ada di dalam waduk atau diluar ?
terus kalau mau pergi ke pulau nantinya bagaimana ya ? apakah lebih sulit ?
http://img.youtube.com/vi/8P1bn-1GQcM/0.jpg
Look, the left vertical line in Jakarta Bay is water provincial border between Jakarta and Banten. I don't think it's easy for Tangerang Regency govt to build island outside of their territory
utomo April 24th, 2013, 08:17 AM But if Salim want to build it at tangerang I think is easy
habitable April 24th, 2013, 10:31 AM Salim? haha, I don't know anything about Indonesian tycoon.
If the land reclamation is inter-provincial project (because it cross Jakarta-Banten border), do they need permit from related ministry? Just like BUMN monorail project, they need permenhub from ministry of transportation because the monorail cross two provinces (Jakarta-West Java).
http://i1303.photobucket.com/albums/ag152/habitable/80eb6093-ca23-4f1e-a82f-a2caaf4b96e4_zpsf16fdc05.jpg:original
Look! Tangerang regency water territory is very small. Will the land reclamation literally reach 9000 hectares? Because 9000 hectares is 3 times the size of Yogyakarta city / more than 4 times the size of Jakarta artificial Islands project.
I think it's a little bit out of topic discussion but I'm interested to know about the reclamation project too. It's still related with the giant sea wall project, isn't it?.
fajarmuhasan April 25th, 2013, 11:31 AM maaf banget mau tanya:
GSW ini cara kerja mengatasi banjir bagaimana?
selama ini banjir Jakarta kebanyakan akibat curah hujan yg berlebih atau banjir kiriman dari Bogor.
Air dari bogor mengalir melalui kali ciliwung yg akhirnya ke laut, GSW sendiri berada di laut yg berarti nunggu air kiriman. Wilayah yg terlintasi ciliwung kan tetap aja banjir kalo kalinya melua.
Belum lagi banjir yg ditengah kota spt Thamrin atau Benhil,,,,ini air hujan susah ngalirnya dan akhirnya tergenang
habitable April 25th, 2013, 01:34 PM ^^ Sebenarnya ini lebih untuk mengatasi banjir akibat kenaikan permukaan air laut. Tau sendiri lah isu yang lagi hot masalah lingkungan kan pemanasan global yang bikin permukaan air laut meningkat, jadi biar jakarta ga tenggelam kaya Negara Tuvalu dibikinlah dam ini. IMHO dam ini hampir ga ngaruh sama banjir kiriman.
kalo mau lihat seberapa luas area yang terdampak tiap meter kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia (termasuk Jakarta) kunjungin aja nih
http://flood.firetree.net/
fajarmuhasan April 26th, 2013, 05:43 AM ^^ Sebenarnya ini lebih untuk mengatasi banjir akibat kenaikan permukaan air laut. Tau sendiri lah isu yang lagi hot masalah lingkungan kan pemanasan global yang bikin permukaan air laut meningkat, jadi biar jakarta ga tenggelam kaya Negara Tuvalu dibikinlah dam ini. IMHO dam ini hampir ga ngaruh sama banjir kiriman.
kalo mau lihat seberapa luas area yang terdampak tiap meter kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia (termasuk Jakarta) kunjungin aja nih
http://flood.firetree.net/
oooo gitu, makasih infonya
berarti dalam waktu dekat GSW tsb gak ngefek karena penurunan permukaan Tanah di Jakarta (kenaikan air laut) terbilang lamban disbanding banjir yg tiap tahun datang akibat hujan.
habitable April 26th, 2013, 07:59 AM ^^ Bener banget dan sama2 bro. Makanya ini proyek jangka panjang (rencana dr tahun depan sampe setelah 2030, ga tau deh saat itu permukaan laut udah nambah tinggi berapa meter). Kalo untuk banjir karena hujan dan air kiriman, solusi dari pemprov ya yang akan dan sedang dijalankan saat ini (jangka pendek) seperti normalisasi kali2 di Jakarta, rencana pembuatan biopori di seluruh Jakarta, dll
VRS April 29th, 2013, 08:58 AM http://www.beritasatu.com/aktualitas/110724-ahok-minta-warga-di-bantaran-waduk-pluit-tahu-diri.html
Ahok Minta Warga di Bantaran Waduk Pluit Tahu Diri
"Dikasih rusun nggak mau. Maunya rumah yang rata (landed house). Ya kalau miskin tahu dirilah. Orang kaya saja, lama-lama tinggal di kota besar tidak akan tanah tinggal di rumah rata, karena pajaknya akan terus naik. Makanya semua akan berganti tinggal di apartemen. Kenapa? Karena bagi pajak. Karena tanah itu pajaknya bagi bersama," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/4).
Kekecewaan Ahok semakin bertambah, karena warga Pluit itu tidak hanya menolak dipindahkan ke rusun, tetapi juga meminta ganti rugi terhadap lahan yang mereka tempati selama bertahun-tahun.
embassyofaudrey May 1st, 2013, 11:50 PM http://www.beritasatu.com/aktualitas/110724-ahok-minta-warga-di-bantaran-waduk-pluit-tahu-diri.html
Ahok Minta Warga di Bantaran Waduk Pluit Tahu Diri
"Dikasih rusun nggak mau. Maunya rumah yang rata (landed house). Ya kalau miskin tahu dirilah. Orang kaya saja, lama-lama tinggal di kota besar tidak akan tanah tinggal di rumah rata, karena pajaknya akan terus naik. Makanya semua akan berganti tinggal di apartemen. Kenapa? Karena bagi pajak. Karena tanah itu pajaknya bagi bersama," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/4).
Kekecewaan Ahok semakin bertambah, karena warga Pluit itu tidak hanya menolak dipindahkan ke rusun, tetapi juga meminta ganti rugi terhadap lahan yang mereka tempati selama bertahun-tahun.
Pedaaas banget, nangis sambil guling2 tuh orang2 miskin. #FakirMiskinYangMalang.
eurico May 2nd, 2013, 01:57 AM ^^ maaf saja yah, kadang orang indonesia tuh harus dikerasin seperti itu
blablanonsense May 2nd, 2013, 09:59 AM ^^ nggak sekalian minta rumah di Menteng atau di Pondok Indah. Wkwkwkwkwk
acoolguyfromnz May 2nd, 2013, 12:28 PM Ngawur memang warga pluit. Waktu beli apa gak lihat tanahnya ada di daratan apa di waduk?
Abdul Rachim May 2nd, 2013, 03:30 PM Ngawur memang warga pluit. Waktu beli apa gak lihat tanahnya ada di daratan apa di waduk?
^^^^ betul betul betul emang mesti digituin ya orang2 yg tinggal di tanah bukan miliknya, lanjutkan pak ahok :cheers:
typhoonbringer May 3rd, 2013, 12:04 PM wah ada flevoland indonesia ni
VRS May 3rd, 2013, 12:21 PM http://property.okezone.com/read/2013/02/06/471/757724/giant-wall-sea-penangkal-banjir-ala-ciputra
Giant Wall Sea, Penangkal Banjir ala Ciputra
Ria Hapsari Putri - Okezone
Pembangunan Giant Sea Wall memerlukan biaya Rp7 triliun," ungkap Ir. Ciputra dalam acara Seminar Nasional Prospek Perbankan dan Bisnis Properti di Tengah Tantangan Menjaga Momentum Pertumbuhan di Hotel JW Marriot, Rabu (5/2
ChibaTadayoshi May 3rd, 2013, 02:20 PM Ngawur memang warga pluit. Waktu beli apa gak lihat tanahnya ada di daratan apa di waduk?
Biasanya yg nyolot gini tuh para "tuan tanah" lahan-lahan ngga jelas gini. Mereka tuh orang-orang yg pertama kali nekat matok lahan dan mendirikan bangunan. Mereka biasanya lalu ngejualin atau nyewain lahan/bangunan tsb. Kalau penggusuran gini mereka yg plg rugi makanya paling nyolot. Kalau penyewa biasanya langsung cabut, apalagi kl ada tawaran rumah juga.
Dulu di lokasi Central Park juga gitu. Ampe rusuh, ingat ngga?
Tumben sekarang ngga ada UPC pimpinan wardah hafidsix?
Abdul Rachim May 3rd, 2013, 05:22 PM http://property.okezone.com/read/2013/02/06/471/757724/giant-wall-sea-penangkal-banjir-ala-ciputra
Giant Wall Sea, Penangkal Banjir ala Ciputra
Ria Hapsari Putri - Okezone
Pembangunan Giant Sea Wall memerlukan biaya Rp7 triliun," ungkap Ir. Ciputra dalam acara Seminar Nasional Prospek Perbankan dan Bisnis Properti di Tengah Tantangan Menjaga Momentum Pertumbuhan di Hotel JW Marriot, Rabu (5/2
^^^^ So, why the governor don't give this project to ciputra ???? :cheers::cheers:
eurico May 5th, 2013, 01:55 AM ^^ proyek negara bukan "diberikan" tapi dilelang lah, piahk mana yang bisa menawarkan pricing terbaik
fajarmuhasan May 5th, 2013, 02:48 AM Ngawur memang warga pluit. Waktu beli apa gak lihat tanahnya ada di daratan apa di waduk?
ini banyak kasus koq bukan cuma pluit
waktu saya mengerjakan proyek perbaikan transmisi milik PLN, saat ngecek lokasi ternyata ada bangunan di bawah tower listrik. Padahal itu Tanah milik PLN tapi gak bisa mbongkar secara cuma2 bangunan tsb. Pake nego dulu untuk membayar harga bangunan, setelah dibayar barulah bangunan tsb dibongkar dan proyek bias dikerjakan. Setelah proyek selesai bangunan tsb kembali didirikan....alamak
udah jelas itu area harus clear dari bangunan tapi susah peneraannya di lapangan...yg bilang udah terlanjur turun temurun tinggal disitu atau kalo gak disitu mau dimana lagi bikin rumah dsb
Abdul Rachim May 5th, 2013, 08:24 AM ^^ proyek negara bukan "diberikan" tapi dilelang lah, piahk mana yang bisa menawarkan pricing terbaik
^^ That's what i mean... :cheers::lol:
kensama May 6th, 2013, 09:58 AM ^^^^ So, why the governor don't give this project to ciputra ???? :cheers::cheers:
Itu kalo gak wartawannya salah kutip, Ciputra yang salah ngomong. masa cuma 7 trilliun? murah banget :lol:
habitable May 14th, 2013, 12:31 PM Giant Sea Wall and Land Reclamation Project master plan
http://i1303.photobucket.com/albums/ag152/habitable/reklamasijakarta_zps50deb9e6.jpg~original
Enjoy it :cheers:
DuduArchie May 14th, 2013, 02:40 PM wow banget kalo sampai jadi. Semoga ya, tapi mungkin liatnya udah keburu jadi kakek-kakek. Taman Mini Jaya Ancol Artificial Islandnya gede banget.. berapa hektar ya kalo jadi ?
Yang wow juga, Jekardah jadi punya penampungan Fresh water raksasa.. sangat diperlukan warga DKI ..
ChibaTadayoshi May 14th, 2013, 07:50 PM Pulau yg diperbatasan Tanggerang jadi maksa banget bentuknya.
Btw, itu dam yg di daerah Priok jadinya bagaimana?
habitable May 15th, 2013, 07:11 AM ^^ Kalo bentuk pulau yang di ujung barat itu karena mengikuti batas provinsi perairan Jakarta sama Banten bro. Kan ribet kalau pulau hasil reklamasinya melewati batas provinsi, ntar malah jadi rebutan pemda lagi. Tahulah pemda kita, Soekarno Hatta aja yang masih satu provinsi aja jadi rebutan kota tangerang sama kabupaten tangerang. Kalau yang di priok, tanggulnya memang dibuat untuk tidak menutup pelabuhan, jadinya kebuka gitu.
ChibaTadayoshi May 15th, 2013, 12:08 PM Kalau terbuka di Priok artinya kalau air laut naik maka akan melimpah juga melalui pelabuhan bukan?
Kecuali pelabuhan priok ditinggikan setinggi dam sehingga berfungsi ganda jadi dam. Atau dibuat tembok setinggi dam di daratan dibelakang pelabuhan priok jadi kayak tembok anti tsunami di Miyagi sehingga pelabuhan terpisah fisik dr rest of Jakarta.
|
|