View Full Version : [BANDUNG] Projects & Development
v-sun October 20th, 2009, 06:45 AM Proyek Tangkuban Parahu Ancam Keselamatan Pengunjung
By Republika Newsroom
Minggu, 04 Oktober 2009 pukul 22:55:00
BANDUNG-–Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jabar memastikan pengembangan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu akan mengancam keselamatan wisatawan dan lingkungan setempat. Pasalnya, hingga kini di kawasan Tangkuban Parahu masih terdapat gas beracun yang bisa mengancam pengunjungnya.
Kepala BPLH Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, menjelaskan,konsep pengembangan TWA Tangkuban Parahu yang disiapkan PT GRPP sangat tidak ramah lingkungan dan akan mengancam kehidupan pengunjungnya. Dia mengaku, pada kawasan gunung yang dalam status aktif itu, masih terdapat gas yang membahayakan bagi manusia.
Pihaknya menganjurkan agar pada kawasan TWA Tangkuban Parahu tidak menghadirkan banyak manusia. ‘’Kalau lihat konsepnya, justru akan mendirikan hotel dan tempat rekreasi,’’ ujar Setiawan kepada Republika, Ahad (4/10).
Untuk itu, jelas Setiawan, konsep pengembangan itu harus dikaji ulang. Pihaknya mengkhawatirkan terjadi ancaman keselamatan bagi pengunjung TWA Tangkuban Parahu. Idealnya, papar dia, konsep pengembangan lokasi wisata itu diberlakukan pada daerah yang aman dari gas beracun.
Selain kepada manusia, jelas Setiawan, pembangunan hotel dan bangunan sejenisnya dilarang pada kawasan lindung. Dalam Perda no 2/2003 tentang RTRW Jabar, disebutkan bahwa Tangkuban Parahu merupakan salah satu lokasi kawasan lindung. Dengan demikian, jelas dia, rencana pembangunan itu akan mengancam fungsi lindung pada Kawasan Tangkuban Parahu.
Atas pertimbangan itu, pihaknya tetap tidak akan merekomendasikan pengembangan TWA Tangkuban Parahu yang digagas PT GRPP atas kebijakan menteri kehutanan. Dia menyatakan, sikap Pemprov Jabar terhadap pengembangan TWA Tangkuban Parahu sudah sangat jelas, yakni tidak akan menyetujuinya.
Berhubung kawasan Tangkuban Parahu merupakan otoritas pemerintah pusat, sambung Setiawan, maka pemerintah pusat bisa langsung menggulirkan kebijakan tersebut. Sekali pun, tegas dia, kebijakan Departemen Kehutanan atas Tangkuban Parahu itu harus terlebih dahulu mendapat rekomendasi dari Pemprov Jabar.
Setiawan mengungkapkan, hingga kini pemerintah pusat belum menginformasikan terkait analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pengembangan TWa Tangkuban Parahu. ‘’Kalau pun amdal itu sudah ada, maka kami harus tahu. Karena BPLH Jabar masih dalam keanggotaan amdal pusat,’’ tambahnya.
Hingga kini, tegas Setiawan, BPLH Jabar belum pernah mendapatkan undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait pembahasan amdal Tangkuban Parahu. Dia mengaku, kalau sampai siding amdal tersebut digelar, maka BPLH Jabar akan bersikeras mengusulkan penundaan proyek wisata Tangkuban Parahu tersebut.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Jabar, Anang Sudarna, menyatakan, sikap Pemprov Jabar tersebut merupakan hasil rapat koordinasi Pemprov Jabar terkait Tangkuban Parahu di Gedung Sate, Jumat (2/10). Pihaknya mengaku, dari aspek kehutanan, rencana pengembangan TWA Tangkuban Parahu pun harus dikaji ulang. ‘’Kami hanya bisa tempuh secara administratif. Untuk tindakan represifnya, diserahkan kepada pemkab setempat,’’ ujar Anang. san/kpo
v-sun October 20th, 2009, 06:57 AM Senin, 19/10/2009 17:47 WIB
Aset Pemprov Jabar Digugat
Dede Yusuf Ragukan Gedung Sate Bersertifikat
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - Diakui oleh Wagub Jabar Dede Jusuf, ratusan dari ribuan aset Pemprov Jabar tidak bersertifikat. Bahkan Dede mengaku tidak tahu apakah Gedung Sate bersertifikat atau tidak.
Menurut Dede, tidak adanya sertifikat ribuan asep Pemprov Jabar karena kesimpangsiuran yang terjadi saat pengalihan aset dari pemerintah Belanda pada Indonesia.
"Aset ini kan sisa-sisa peninggalan Belanda, saat pengalihan masih simpang siur. Kita akui masih banyak aset lainnya yang tidak jelas sertifikatnya dimana," ujar Dede kepada wartawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (19/10/2009).
"Saya juga tidak tahu nih, apakah Gedung Sate punya sertifikat atau tidak," tambahnya.
Lebih lanjut Dede menuturkan hingga saat ini Pemprov Jabar akan terus berjuang mempertahankan lahan Gasibu yang masih bersengketa itu.
"Kita khawatir, kalau Gasibu nanti lepas dari kita (Pemprov-red) itu akan memicu klaim pada aset-aset kita yang lainnya," papar Dede.
Untuk itu Dede berharap masalah sertifikasi aset daerah seluruhnya dapat diselesaikan. "Kita harus maping, aset mana saja yang belum bersertifikat, dan kalau perlu ada anggaran tersendiri untuk bagian hukum yang mengurus itu," kata Dede.(tya/ema)
v-sun October 20th, 2009, 07:24 AM Stadion Si Jalak Harupat Dibenahi
Minggu, 18 Oktober 2009 , 13:52:00
BANDUNG, (PRLM).- Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung yang akan menjadi tuan rumah Piala Asia Usia 19 tahun atau U-19, November 2009 mendatang, mulai berbenah untuk menjamu enam tim peserta yang akan berlaga di Grup F.
"Jalak Harupat dibenahi jelang pertandingan itu, terutama beberapa titik yang rusak akibat gempa. Secara umum persiapan berjalan lancar," kata Ketua Panitia Lokal Pertandingan Piala Asia U-19 Grup F, Bambang Sukowiyono di Bandung, Minggu (18/10).
Menurut Sukowiyono, tim yang yang tergabung di grup F adalah Singapura, Jepang, Australia, Cina Taipe, Hongkong serta Indonesia sebagai tuan rumah.
Sementara itu, Timnas Indonesia U-19 sendiri akan berlaga selama lima kali, tiga pertandingan di antaranya disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta nasional yakni saat melawan Singapura, Cina Taipe dan Hongkong.
Sukowiyono menyebutkan, beberapa tim bahkan sudah mengirimkan utusan untuk melakukan persiapan tim yakni Jepang dan Australia.
"Semua pertandingan Grup F akan dilakukan di Stadion Si Jalak Harupat di Soreang Kabupaten Bandung, sedangkan beberapa lokasi latihan antara lain di Stadion Siliwangi dan Lapangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung," kata Sukowiyono, yang mantan bintang Persib tahun 1980-an itu.
Menurut Sukowiyono, penyelenggaraan pertandingan penyisihan Piala Asia U-19 itu merupakan yang pertama kalinya digelar di Kota Bandung, meski bukan yang pertama untuk pertandingan berskala internasional di kota itu.
Stadion Si Jalak Harupat selama ini menjadi home base bagi Persikab Kabupaten Bandung dan Persib Bandung. Musim kompetisi tahun lalu bahkan dipakai home base bagi Pelita Jaya, Persita dan PSMS Medan.
"Meski bukan tim senior, diprediksi persaingan bakal berlangsung ketat karena yang berlaga merupakan pemain terbaik untuk usia U-19, sehingga akan menjadi tontonan yang berkualitas," kata Sukowiyono, seperti dikutip “Antara”. (A-147)***
v-sun October 20th, 2009, 08:03 AM Pemkot Bandung Studi Banding PKL ke Solo dan Surabaya
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Pemerintah Kota Bandung masih kesulitan untuk menangani masalah PKL yang semakin menjamur di Kota Bandung. Untuk itu selama dua hari Pemkot Bandung akan studi banding ke Solo dan Surabaya.
Menurut Wali Kota Bandung Dada Rosada, di dua daerah tersebut, kondisi pasar, PKL, dan tamannya sudah tertata dengan baik.
"Kita hanya melihat kondisi pasar, PKL, taman katanya sudah bagus. Tidak lama, hanya dua hari," kata Dada kepada wartawan usai menghadiri Pelantikan Pimpinan Definitif DPRD Kota Bandung di Gedung DPRD Jalan Aceh, Rabu (14/10/2009).
Lebih lanjut Dada mengatakan PKL harus segera diatasi karena sudah mengganggu ketertiban lalu lintas. "Itu sudah mengganggu ketertiban lalu-lintas, karena trotoar dan jalanan itu kan bukan untuk berjualan, tapi untuk orang-orang berjalan dan berkendara," ujar Dada.
Untuk mencegah berjamurnya PKL di Kota Bandung, hanya bisa dilakukan dengan pemberian bawaku makmur dan relokasi. "Solusinya pertama relokasi, kedua mencegah dengan memberikan bantuan biaya," ujarnya.
Namun untuk merelokasi PKL tersebut, menurut Dada masih terkendala dengan minimnya lahan kosong dan mahalnya harga tanah. "Relokasi di Bandung kan tidak mudah, tapi kemarin ada yang menawarkan bangunan bioskop di Cicadas yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan sebagai penampungan PKL yang ada di trotoar Cicadas," tuturnya.
(avi/ema)
DADA LANGSUNG GELAR RAPAT
BANDUNG, (PR).-
Setelah studi banding ke Solo dan Surabaya, Wali Kota Dada Rosada langsung menggelar rapat koordinasi dan evaluasi. Hal itu dirumuskan untuk merumuskan langkah-langkah terkait dengan sejumlah permasalahan, antara lain PKL, sempadan sungai dan taman kota.
Dada bersama rombongan Pemkot Bandung melakukan studi banding ke Solo dan Surabaya, Jumat (16/10) hingga Minggu (18/10). Studi banding tersebut untuk mencari masukan penataan PKL, pasar tradisional, sempadan sungai dan taman kota.
Dada mengungkapkan, terdapat sejumlah masukan yang bisa ditarik menjadi pelajaran bagi kota Bandung, terutama pasar tradisional di Solo serta taman dan PKL di Surabaya.
"Di Solo, pasar tradisional kondisinya nyaman dan bersih. Meskipun direvitalisasi, pedagang lama tidak dibebani biaya saat menempati kios baru. Sementara di Surabaya, penataan sempadan sungai, penataan PKL, dan taman kota sudah baik," tuturnya di Bandung, Senin (19/10).
Menurut Dada, sebagai langkah awal, seluruh SKPD akan bertemu untuk diberi penjelasan mengenai apa saja yang sudah baik di kota tersebut. "Yang baik, akan kita adopsi, baik dari sisi pendekatan maupun pendekatan hukum," ungkapnya.
Dada menambahkan, setiap pejabat yang mengikuti studi banding akan diminta membuat laporan dan analisis. Namun, paling utama ada tiga dinas yang terkait dengan ketiga permasalahan tersebut, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pertamanan, dan PD Pasar Bermartabat.
"Kita akan meminta laporan dari mereka dan merencanakan apa yang harus ditentukan," ucapnya pula. Dada menambahkan rapat koordinasi akan dilakukan minggu mendatang.
Pasar
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Doddy Suryadi mengungkapkan, pihaknya berencana merevitalisasi pasar tradisional dengan biaya dari APBD. Sejumlah pasar yang akan direvitalisasi, yaitu pasar Cijerah, Cihaurgeulis, Kiaracondong dan Kordon.
Langkah itu merujuk pada keberhasilan Pemkot Solo dalam merevitalisasi pasar tradisional. Dengan menggunakan dana APBD, 41 pasar tradisional di Solo mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 18 miliar per tahun. Sementara di Bandung, sebanyak 38 pasar tradisional hanya menyumbang PAD sebesar Rp 5 miliar per tahun.
~MELVINDONESIA~ October 20th, 2009, 01:42 PM Mollis...awalnya menjanjikan..
hasilnya?wkakakk....gatot
t.aldi October 20th, 2009, 03:11 PM Biaya pembebasan lahan untuk projek jalan tol dalam kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), mencapai Rp 2 Triliun. Sedangkan rencana pembebasan tanah akan dilakukan dalam dua fase, yaitu Jln. Surya Sumantri-Gasibu, dan Gasibu-Majalaya.
Menurut Kepala Bagian Aset Pemkot Bandung Attie Anjarrahman ketika dihubungi Sabtu (17/10), biaya yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan fase pertama Rp 1,2 Triliun. "Namun untuk alokasi detailnya, kami belum tahu. Sebab, saat ini masih dalam tahap pembicaraan dengan Bappenas dan konsultan dari Jepang," ucapnya.
Proyek BIUTR sendiri melintas di dalam kota Bandung mulai dari pintu keluar tol Pasteur hingga ke Jln. Supratman, dan berlanjut ke Ujung Berung, Jln. Soekarno Hatta, Terminal Gedebage, Cileunyi hingga Majalaya. Fase pertama BIUTR sepanjang 5.5 km, dan fase kedua sepanjang 15,1 km.
Attie menuturkan, hingga saat ini belum terdapat MOU antara Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, dan Bappenas mengenai tugas dan hak masing-masing. "Ini proyek share, jadi nanti kita akan tentukan apa kewajiban masing-masing, yang pasti untuk 2009 belum ada alokasi anggaran, mungkin di 2010," kata Attie.
Attie juga mengatakan, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sudah setuju akan memberi pinjaman senilai 150 juta USD untuk membiayai proyek tersebut. Pinjaman ini akan dipergunakan untuk mendanai pembangunan BIUTR pada fase pertama.
Beritanya disingkat aja ya. Soalnya posting dari hp.
Sumber: Harian Pikiran Rakyat 19/10/2009.
iAndy-JaKaRtA October 20th, 2009, 07:02 PM Mollis: manajemennya kurang perhatian. No promotion, no... something.
Balandra October 21st, 2009, 03:35 AM Hu'uh gua aja baru tau ada mal molis di bdg. ga pernah kesono.
v-sun October 21st, 2009, 07:30 AM Rabu, 21/10/2009 09:47 WIB
Perusahaan Jerman Cari Mitra di Jabar
Salomo Sihombing - detikBandung
Bandung - Jawa Barat sebagai provinsi dengan populasi terbesar, sangat menarik bagi investor asing. Seperti Jerman misalnya, yang mengirimkan rombongan dari kalangan pengusaha dan industri bertemu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
Rombongan dipimpin Sekjen Kedutaan Besar Jerman Dr. Kleine dan perwakilan kementrian ekonomi Mr. Krautraemer. Mereka diterima Heryawan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala BKPPMD, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketua KADIN Jabar di Gedung Pakuan, Rabu (21/10/2009).
Dalam kunjungan yang bertujuan mencari mitra kerja bidang ekonomi di Jawa Barat ini, rombongan dari Jerman beranggotakan kalangan perindustrian yang bergerak di bidang pertekstilan, energi, pengolahan sampah, dan investasi. Perwakilan industri yang ikut antara lain Schenker, Wilo, wagner Textilmaschinen, Goller Textilmaschinen, MS Consult International, 3 Energi Company, Tietze GmBH dan F.A. Schurig.
"Mereka menyatakan bahwa dalam rangka persaingan ekonomi global diperlukan kerjasama ekonomi yang lebih ditingkatkan, maka dari itu mereka senantiasa mencari partner kerjasama dalam rangka pengembangan ekonomi di Jawa Barat," ujar Heryawan melalui surat elektronik yang diterima detikbandung.
Heryawan menyatakan, pemerintah menjamin kemudahan bagi investasi asing dengan didukung kondisi Jawa Barat yang aman dan kondusif. Sebagai provinsi terbesar jumlah populasinya, Jawa Barat merupakan potensi tersendiri dalam bidang ekonomi, terutama sektor energi ramah lingkungan dan pengolahan limbah sampah agar bisa mempunyai nilai ekonomi yang saling menguntungkan.
Lebih lanjut Heryawan menjelaskan, karena krisis global yang melanda Amerika mengakibatkan ekspor hasil tekstil Jawa Barat menurun. Untuk mengatasi permasalahan ini, sekarang mulai dijajaki pengembangan pasar tekstil ke Timur Tengah dan Afrika.
Pertemuan para pengusaha dari Jerman ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan bisnis dengan para pengusaha dari Jawa Barat di Hotel Sheraton untuk merealisasikan kerjasama-kerjasam ekonomi di Jawa Barat.
v-sun October 21st, 2009, 07:53 AM masih demo hotel four R.......
Puluhan Warga Rancabentang Demo di PTUN
Rabu, 21 Oktober 2009 , 10:59:00
BANDUNG, (PRLM).- Puluhan warga Rancabentang, Ciumbuleuit Kota Bandung melakukan aksi unjuk rasa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung di Jln Dipenogoro, pukul 10.30 WIB.
Mereka meminta agar hakim berlaku adil dalam menangani kasus gugatan pembangunan Hotel Four R di Rancabentang. Warga tetap menolak atas pembangunan hotel milik Hendri Husada tersebut.
Warga dalam aksinya membentangkan spanduk dan poster yang menyebutkan warga tidak butuh hotel tapi butuh ketentraman. Warga melakukan aksinya di depan pintu masuk gedung PTUN selain orasi juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan menampilkan kesenian Jawa Barat. (A-113/A-147)***
v-sun October 21st, 2009, 08:10 AM Senin, 19/10/2009 16:27 WIB
Perajin Kaos Suci Tagih Janji Pemkot Bangun Gedung Workshop
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Perajin Sentra Kaos Suci menagih janji Pemkot Bandung untuk membangun gedung workshop di Sentra Kaos Suci. Sampai saat ini, mereka belum mendapat kepastian kapan pembangunan tersebut akan direalisasikan.
Menurut Ketua Sentra Kaos Suci Marnawi Munamah, pada pertengahan tahun 2009, Pemkot sempat meninjau lokasi tanah yang akan dibangun gedung workshop tersebut.
"Sebetulnya Pemkot sudah pernah meninjau lokasi, yaitu Distarcip dan Bagian Aset, namun belum ada kelanjutannya," kata Marnawi saat dihubungi detikbandung melalui telepon selular, Senin (19/10/2009).
Pihaknya berharap agar Pemkot Bandung dapat merealisasikan segera pembangunan gedung workshop tersebut.
"Mudah-mudahan cepat dibangun, agar gaung Sentra Kaos Suci semakin didengar di daerah lain, bahkan luar negeri, semoga tidak hanya janji. Sampai kapanpun kita akan menunggu janji Pemkot tersebut," kata Marnawi.
Berdasarkan keterangan Marnawi, lokasi tanah yang luasnya lebih dari 5.000 meter tersebut terletak di perempatan Jalan Cikutra, tepatnya di samping TK Anglia.
Jika sudah dibangun, gedung tersebut nantinya akan digunakan untuk menjamu tamu yang berkunjung ke Sentra Kaos Suci, dan sebagai tempat pelatihan.
"Kalau ada yang berkunjung, bisa dijamu di sana, juga bisa jadi tempat pelatihan menyablon, atau workshop desain-desain mutakhir," ujarnya.
-------------------------------------------------------------------------
Selasa, 20/10/2009 17:34 WIB
Gedung Workshop Sentra Kaos Suci Baru Dibangun 2010
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Karena minimnya anggaran, pembangunan gedung workshop untuk Sentra Kaos Suci baru dapat direalisasikan tahun 2010. Dari Rp 17,5 miliar dana yang dibutuhkan, anggaran yang ada di bagian aset hanya tersedia Rp 700 juta.
Kepala Bagian Aset Pemkot Bandung Attie Andjar Rachman mengatakan minimnya anggaran untuk pembangunan gedung workshop tersebut karena saat ini Pemkot Bandung sedang memfokuskan pembangunan di daerah Bandung Timur.
"Tahun ini untuk sentra kaos suci hanya dianggarkan Rp 700 juta, karena sedang fokus ke pembangunan kawasan primer kedua di Bandung Timur. Nanti akan
dianggarkan di anggaran perubahan 2009 atau di APBD murni 2010," jelasnya.
Dari keterangan Attie, luas tanah yang diminta oleh Koperasi Sentra Kaos Suci adalah 5.000 meter persegi. Rencananya Pemkot Bandung akan membeli lahan yang luasnya 5.000 meter di perempatan Jalan Cikutra, di samping TK Anglia.
"Di situ NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) lumayan mahal, harga satu meternya Rp 3,5 juta, dikalikan 5.000 meter sudah Rp 17,5 miliar, itu baru tanahnya saja," tuturnya.
Attie mengharapkan dapat segera membeli tanah tersebut, karena jika terus ditunda NJOP akan semakin naik. "Tiap tahun kan NJOP naik terus, nanti kalau terus ditunda harganya juga semakin mahal," ujar Attie.
v-sun October 21st, 2009, 08:35 AM Kisruh Monopoli Carrefour
Lawan KPPU, Carrefour Rugi Besar
Rabu, 14 Oktober 2009, 14:46 WIB
VIVAnews - PT Carrefour Indonesia mengeluh mengalami kerugian besar sepanjang berperkara dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha.
Meski tidak menyebut angka pasti, Corporate Affair PT Carrefour Indonesia Irawan D Kadarman menyebut biaya-biaya memperjuangkan posisi Carrefour dari tuduhan komisi tidak lah sedikit.
"Kerugian secara reputasi, biaya membayar lawyer, dan melakukan riset untuk data pendukung, termasuk klarifikasi ke media, semua sudah kami keluarkan," kata Irawan di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2009.
Meski belum diputuskan bersalah oleh komisi, berbagai biaya sudah dikeluarkan Carrefour.
Menurut Irawan, penjatuhan reputasi Carrefour diperkirakan berdampak secara materiil pada penjualan. "Berapa dampak ke penjualan tidak bisa dikalkulasi. Namun yang terpenting dampak immateriil atau kerugian moral pada reputasi," ujarnya.
Sebagai bisnis pada umumnya, Irawan mengatakan, Carrefour juga mengalami pasang surut usaha. "Beberapa outlet kami tutup dengan berbagai alasan, seperti kerugian atau ditutup paksa seperti yang di Pluit Megamall."
Tercatat, sebanyak empat outlet Carrefour tutup setelah beroperasi, yakni Mollis Bandung, Pluit Megamall, Ratu Plaza, dan Braga City Bandung.
Selain tutup, 11 outlet lainnya mengalami kerugian sejak dibuka. Di antaranya, yang berlokasi di ITC Surabaya, Kalimas, Bekasi Square, Kiara Condong Bandung, Sukajadi Bandung, Cikarang, Daan Mogot, Rungkut Surabaya, Madiun, Cakung, dan Ciputat.
Hingga saat ini, Carrefour memiliki 45 outlet dan 30 outlet Carrefour Express paska akuisisi PT Alfa Retailindo Tbk, di seluruh Indonesia.
t.aldi October 21st, 2009, 08:10 PM Kebetulan tadi ke Ciwalk, hotelnya namanya Sensa, dan tenantnya yang gedung semi oval di depan itu ada tulisan "opening soon : KFC". Tenant lain belum tau.
v-sun October 22nd, 2009, 03:44 AM Pembangunan proyek the jarrdin apartment mendapat penolakan dari warga
MegaBliz October 22nd, 2009, 04:56 AM Pembangunan proyek the jarrdin apartment mendapat penolakan dari warga
Sudah tradisii................maklum globalisasi dan keterbukaan.....jadinya begitulah :nuts:
Masyarakat sudah tahukah disitu akan dibangun apartemen? soalnya kan dikoran-koran berita rencana pembangunannya belum ada lagian yang tahu hanya orang-orang yang punya akses ke internet.......siapa tuuhh yang nolak.
v-sun October 22nd, 2009, 07:30 AM Sudah tradisii................maklum globalisasi dan keterbukaan.....jadinya begitulah :nuts:
Masyarakat sudah tahukah disitu akan dibangun apartemen? soalnya kan dikoran-koran berita rencana pembangunannya belum ada lagian yang tahu hanya orang-orang yang punya akses ke internet.......siapa tuuhh yang nolak.
masyarakat bakalan setuju kalo rencananya seperti rencana awal, yakni dibangun waterboom, dan gak mau akses jalan dirubah.
The Jarrdin belum punya IMB tapi udah memasarkan unit2nya
MegaBliz October 22nd, 2009, 08:43 AM masyarakat bakalan setuju kalo rencananya seperti rencana awal, yakni dibangun waterboom, dan gak mau akses jalan dirubah.
The Jarrdin belum punya IMB tapi udah memasarkan unit2nya
Water boom kurang cocok dibangun didaerah situ disamping tempatnya enggak begitu luas daerah sekitarnya sudah padat dan kumuh, water boom lebih cocok dibangun di kawasan Dago atas sekaligus menjual view Bandung serta dibuatkan alam hijau yang dibuat seolah-olah arus dalam alam sesungguhan seperti water boom yang ada di Australia.
Memasarkan unit dengan IMB enggak ada hubungannya karena IMB lebih pada ijin membangun, pengembang sengaja memasarkan unit-unit lebih dulu agar dapat dana keras sebagai modal awal pembangunan sambil menunggu IMB nya keluar. Strategi ini sudah sering terjadi di Indonesia meskipun sebenarnya tidak dibenarkan juga..........begitulah kira-kira bro :) Yaah begitulah dunia bisnis lagian mana ada tuuh yang mau rugi apalagi sudah dikenal raja hotel nya Bandung yang punya proyek seabreg-abreg sekaligus dibangun.
t.aldi October 22nd, 2009, 10:35 AM Gedung ex f.o. Relby Renaldy yang di Jalan kebon kawung, punya kagum group juga kan yang rencananya bakal dijadiin hotel juga. Udah ditutup seng sejak lama.
jenaro October 22nd, 2009, 03:48 PM Kebetulan tadi ke Ciwalk, hotelnya namanya Sensa, dan tenantnya yang gedung semi oval di depan itu ada tulisan "opening soon : KFC". Tenant lain belum tau.
Aduh sayang banget, bangunan udah cakep gitu tenantnya KFC lagi KFC lagi ..
Gue ngarepin cafe-cafe yang belum ada di Bandung padahal :(
Balandra October 23rd, 2009, 03:05 AM EMBASSY BDG pindah ke Extension malnya kan bro?
andhira October 23rd, 2009, 06:06 AM Kebetulan tadi ke Ciwalk, hotelnya namanya Sensa, dan tenantnya yang gedung semi oval di depan itu ada tulisan "opening soon : KFC". Tenant lain belum tau.
ada info gak kira-kira kapan hotelnya bakal beroperasi?
t.aldi October 23rd, 2009, 06:26 AM Kalo hotel gak tau kpn beroperasinya. Masalah tenant, iya, sayang juga KFC lagi. Bangunan padahal udah unik. Ngarepin tenant yang unik juga, yang belum ada di Bdg. Mudah2an yang lain bagus2. Mslh embassy pindah kurang tau juga. Kmrn liat XXI Lounge yg disamping studio 4 dibongkar, ditutup papan. Gak tau mau dijadiin apa. Tampak loungenya juga kurang laku.
andhira October 23rd, 2009, 07:00 AM Kalo hotel gak tau kpn beroperasinya. Masalah tenant, iya, sayang juga KFC lagi. Bangunan padahal udah unik. Ngarepin tenant yang unik juga, yang belum ada di Bdg. Mudah2an yang lain bagus2. Mslh embassy pindah kurang tau juga. Kmrn liat XXI Lounge yg disamping studio 4 dibongkar, ditutup papan. Gak tau mau dijadiin apa. Tampak loungenya juga kurang laku.
gua suka garden cafenya sih. makanannya gak terlalu mahal. tapi lounge ama garden cafe makanannya juga sama aja kan?
perasaan ciwalk XXI gak pernah selesai deh renovnya. bentar-bentar bikin ini, bentar-bentar bongkar itu, bentar-bentar nambah apa.
t.aldi October 23rd, 2009, 08:41 AM Garden cafenya gw belum pernah nyoba. Tapi emang beberapa kali gw nonton di ciwalk, liat XXI loungenya agak2 sepi. Kecuali waktu weekend, ada live music. Mungkin mau rubah konsep lagi.
MegaBliz October 23rd, 2009, 11:01 AM Garden cafenya gw belum pernah nyoba. Tapi emang beberapa kali gw nonton di ciwalk, liat XXI loungenya agak2 sepi. Kecuali waktu weekend, ada live music. Mungkin mau rubah konsep lagi.
hhmm.......kalau saran saya mah sebaiknya bangunan XXI yang dari luar seperti kandang kuda yang bercorak jerapah dirombak total dibuat minimalis modern gabungan eksterior kaca, aluminium dan beton serta warna yang menarik seperti pada bangunan Riau Junction dan Cascade Factory di Riau. Kalau keduanya dipadukan dan disesuikan dengan lingkungan yang ada dan pada bagian atasnya dibuatkan deretan restoran, cafe terbuka yang menghadap pandangan ke kebun bintatang, jembatan Pasopati yang dipagari kaca bertulang besi beton yang menarik dan pada area ini juga ditanami pepohonan yang indah seperti pada kolam renang hotel Hilton yang terletak di lantai 3 dengan paduan seni dan tanaman sekitarnya.........waah luarbiasa sangat indah dan menarik lebih bagus lagi mungkin kalau designnya bangunan semi glasses seperti pada bagian depan Hilton yang menghadap statsiun kreta api.
Ampelio October 23rd, 2009, 11:28 AM Sorry gw blum bgitu lama tinggal di Bandung jadi msh miskin info, BTW ada yg tahu projek apa di samping Kampus UNIKOM jalan Dipatiukur? ...tahap pondasi dan lantai bawah
v-sun October 23rd, 2009, 04:54 PM Sorry gw blum bgitu lama tinggal di Bandung jadi msh miskin info, BTW ada yg tahu projek apa di samping Kampus UNIKOM jalan Dipatiukur? ...tahap pondasi dan lantai bawah
bukannya itu proyek UNIKOM juga?
t.aldi October 23rd, 2009, 06:38 PM Yup, proyek kampus UNIKOM 12lantai.
@Kang Mbliz: emang bener tuh, gedung parkir ciwalk tempat bernaung XXI bentuknya dan coraknya agak aneh. He3. Atau mending ciwalk lama dibangun ulang aja, menyesuaikan dengan gedung baru. Plus tenantnya agak2 dinaikin kelasnya, walopun supermarket yogya ciwalk byk jual brg import..
jenaro October 23rd, 2009, 10:17 PM ^^
Gedungnya emang agak aneh, tapi dibandingin mal dan plaza lainnya di Bandung, gedung parkir Ciwalk itu IMO paling sehat loh .. Karna terbuka, mau nunggu di mobil tanpa nyalain AC sekalipun juga masih tenang & nyaman aja.
Bandingin sama parkirannya BIP, IP dll .. apalagi basementnya BEC :doh:
Dapet di basement 3 BEC, trus pas jam rame .. semua mobil ngantri dari atas cari parkir dengan mesin menyala .. siap-siap deh mati tercekik :laugh:
Kalo menurut saya, tenant-tenant didalam bangunan utama yang dulu aja tuh yang musti pelan-pelan dirapikan (baca: digusur, diganti yang baru).
Karna cafe dan restonya udah oke, tapi yang didalem itu yang bikin konsepnya berantakan.
MegaBliz October 24th, 2009, 01:16 AM Yup, proyek kampus UNIKOM 12lantai.
@Kang Mbliz: emang bener tuh, gedung parkir ciwalk tempat bernaung XXI bentuknya dan coraknya agak aneh. He3. Atau mending ciwalk lama dibangun ulang aja, menyesuaikan dengan gedung baru. Plus tenantnya agak2 dinaikin kelasnya, walopun supermarket yogya ciwalk byk jual brg import..
Sekedar nambah aja, bangunan UNIKOM terdiri dari 12 lantai + 4 lantai untuk parkir dan fungsi lainnya (kontur tanahnya sebahagian (bagian belakang) turun ke bawah)
UNIKOM Campus
http://images.megablitz.multiply.com/image/1/photos/45/1200x1200/18/18.-UNIKOM-Campus.JPG?et=PLDdkEGaPgbQLL2NmvE5KA&nmid=284098137
@b1 October 24th, 2009, 12:41 PM Bagaimana perkembangan proyek Trans Studio di BSM?
tukangbasotahu October 24th, 2009, 01:07 PM http://bandungcreative.com/wp-content/themes/geometric/thumb.php?src=http://bandungcreative.com/files/2009/06/creative-park_r02015-001.jpg&h=&w=&zc=1&q=95
v-sun October 24th, 2009, 01:24 PM Bagaimana perkembangan proyek Trans Studio di BSM?
msih blm da kbr lg.
excqnn October 24th, 2009, 02:45 PM http://bandungcreative.com/wp-content/themes/geometric/thumb.php?src=http://bandungcreative.com/files/2009/06/creative-park_r02015-001.jpg&h=&w=&zc=1&q=95
kayanya ini salah satu karya pameran-nya helarfest deh
belum tentu bakal terealisasi
malahan saya khawatir jika proyek tsb sudah terealisasi dan sudah jadi 1 atau 2 bulan kedepan akan menjadi tempat yang kumuh. . .
v-sun October 24th, 2009, 04:33 PM Sabtu, 24/10/2009 14:47 WIB
Empat Huruf Raksasa Hiasi Jalan Dago
Baban Gandapurnama - detikBandung
http://bandung.detik.com/images/content/2009/10/24/486/dago.jpg
Bandung - Empat huruf raksasa yang jika digabungkan dibaca 'Dago' kini menghiasi Taman Cikapayang, tepat bawah Jembatan Pasupati, Jalan Ir Juanda. Ornamen huruf ini masih terbuat dari triplek. Rencananya tahun 2010 akan dipermanenkan dengan menggunakan besi tempa yang akan dibuat pematung asal Bandung George Timorason. Satu huruf menghabiskan dana Rp 35 juta.
Peresmian ornamen empat huruf dengan tinggi sekitar 3 meter itu dilakukan Sabtu (24/10/2009), oleh Sekda Kota Bandung Edi Siswadi. Warna huruf D berwarna biru, A berwarna merah muda, D diwarnai hijau muda, dan O warna kuning.
Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) selaku penggagas ornamen 'Dago', Ridwan Kamil mengatakan ornamen huruf sementara ini hanya berlaku untuk dua bulan.
"Nanti awal tahun depan, akan dipermanenkan oleh Pemkot Bandung dengan melibatkan pematung asal Bandung George Timorason," ujarnya di sela-sela peresmian.
Menurutnya pemasangan ornamen 'Dago' di Taman Cikapayang ini, untuk menunjukan jika Bandung sebagai kota kreatif dan juga sebagai inspirasi warga Bandung.
"Kenapa dipasangnya di Taman Cikapayang, karena kawasan ini seringkali dilintasi warga Bandung dan juga warga luar Bandung," katanya.
Ridwan berharap warga Bandung lebih memilih mengunjungi taman kota, hanya untuk sekedar nongkrong atau pun berkreativitas.
Sementara itu Sekda Kota Bandung Edi Siswadi menyatakan taman ini bukan hanya sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga untuk menunjukan kreativitas. "Nanti kalau sudah dipermanenkan, di sini akan dipasang hotspot," jelasnya.
(ern/ern)
Ornamen DAGO Simbol Kreativitas Pemuda Bandung
Sabtu, 24 Oktober 2009 , 17:45:00
BANDUNG,(PRLM).-Kota Bandung dikenal dengan anak-anak mudanya yang memiliki kreatifitas dan inovasi dalam berbagai hal hingga mendapat julukan kota kreatif. Ornamen huruf DAGO di Taman Cikapayang Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) diharapkan menjadi penanda kreatifitas anak-anak muda Kota Bandung, sekaligus penanda Jalan Dago.
Ornamen huruf dari kayu triplek setinggi 3 meter yang digagas Bandung Creative City Forum (BCCF), Sabtu (24/10) diresmikan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi. "Kenapa kami buat disini (Taman Cikapayang). Karena kami mengharapkan Taman Cikapayang sebagai salah satu taman kota yang tidak hanya menjadi kawasan hijau kota, tetapi juga menjadi ajang kreativitas anak-anak muda Kota Bandung," ujar Edi.
Menurut selama ini aktivitas anak-anak muda Kota Bandung di Jalan Dago lebih cenderung dilakukan di ruas jalan. Dengan adanya penanda taman yang disertai penataan, akan menjadi daya tarik sekaligus meningkatkan kreativitas anak-anak muda Kota Bandung.
Lebih dari itu, pihaknya juga mengharapkan para generasi muda Kota Bandung untuk lebih terpacu melakukan ativitas dan kreatifitas bernilai positif dibandingkan kegiatan negatif. "Karena dengan semakin banyak aktivitas dan kreatifitas positif yang dilakukan, maka akan semakin banyak tempat serupa (Taman Cikapayang) di Kota Bandung," ujar Edi. (A-87/A-50)***
v-sun October 24th, 2009, 04:35 PM Rabu, 21/10/2009 19:36 WIB
Warga Tolak Rusunami 21 Lantai di Bekas Pemandian Cihampelas
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - Belasan warga RW 05 Kelurahan Cipaganti kecamatan Coblong mendatangi Kantor Kecamatan Coblong di Jalan Sangkuriang, Rabu (21/10/2009). Mereka menolak pembangunan The Jarrdin, Rusunami berlantai 21 di situs cagar Budaya Pemandian Cihampelas.
Warga mengaku belum memberikan izin kepada pengembang untuk membangun di lokasi tersebut karena belum pernah dilakukannya sosialisasi.
"Mana mungkin kami mengizinkan pembangunan 21 lantai di lokasi itu. Selain belum pernah ada sosialisasi, lokasi itu kan padat penduduk, saya tidak bisa membayangkan bagaimana tidak tenangnya kami jika pembangunan itu dilakukan," ujar Yogi Suharto, Koordinator Umum Forum Musyawarah RW 05 kepada wartawan.
Yogi mengkhawatirkan jika rusunami 21 lantai tersebut dibangun maka akan ada banyak tiang pancang yang akan ditanam. "Belum lagi crane yang nanti
berlalu-lalang di atas warga," tambahnya.
Lebih lanjut Yogi menuturkan, warga lebih setuju jika lokasi tersebut dibangun water boom seperti kabar yang sempat tersiar sebelumnya. Sama dengan tuntutan jika rusunami dibangun, warga menuntut pada pengembang agar akses jalan tidak diubah.
Yogi mengaku tidak mau kecolongan untuk yang keduakalinya setelah sebelumnya pembangunan Ciwalk berhasil dilakukan. "Dulu kami kecolongan juga waktu Ciwalk, sekarang kami tidak mau kecolongan lagi," katanya.
Dirinya juga kecewa pada pengembang yang sudah mulai memasarkan unit rusunami tersebut. "Kan kita belum mengizinkan, jadi IMB pasti belum ada, kenapa sudah
dipasarkan. Apalagi katanya sudah ada yang memesan unit-unit di rusunami tersebut," tambahnya.
Sementara itu camat Coblong Anton Sugiana yang ditemui ditempat yang sama juga mengaku menyayangkan atas pemasaran yang dilakukan pengembang. "Seharusnya ya jangan dulu lah, IMB nya kan belum ada," katanya.
Anton berencana mengadakan pertemuan pada hari Jumat (23/10/2009) antara warga dan pengembang untuk menyelesaikan masalah ini. "Warga merasa khawatir karena melihat sudah ada yang mengukur-ngukur di lokasi tersebut, dan peminat yang sedang melihat-lihat," tambah Anton.
Dalam pertemuan tersebut, Anton membacakan Surat wali kota atas Persetujuan Pemanfaatan Ruang di lokasi tersebut. Dalam surat tersebut berisi 34 point
persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengembang.
"Point penting diantaranya tidak merusak lingkungan dan tidak menganggu keselamatan warga," kata Anton.
v-sun October 24th, 2009, 04:45 PM 150 KM Jalan Rusak di Bandung
Pemkot Hanya Sanggup Perbaiki 56 Kilometer
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Dari 150 kilometer (KM) jalan rusak di Kota Bandung, hanya 56 KM saja yang akan diperbaiki Pemkot. Sebab, anggaran perbaikan jalan masih terbatas dalam APBD tahun ini.
"Untuk 56 KM tersebut, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 34 miliar saja. Itu diperkirakan tidak lebih dari 1,5 persen dari dana APBD," ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rusjaf Adimenggala di Ruang Rapat Tata Praja Balkot Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (2/6/2009).
Menurut Rusjaf, untuk memperbaiki 150 KM jalan yang rusak tersebut, diperlukan dana sebesar 150 miliar. Dengan asumsi Rp 1 miliar per 1 KM. "1 KM itu dengan perkiraan lebar 6 sampai 7 meter, menghabiskan dana Rp 1 miliar," jelas Rusjaf.
Ditambahkan Rusjaf, idealnya jalan itu diperiksa setiap 5 tahun sekali, sedangkan di Kota Bandung, hal itu tidak dilakukan.
"Jalan-jalan yang seharusnya diperiksa minimal 5 tahun sekali, di Kota Bandung ini banyak yang sampai 10 sampai 20 tahun belum pernah dihotmix," ujar Rusjaf.
Rusaknya jalan, kebanyakan diakibatkan oleh air, dan yang paling parah itu disebabkan oleh air limbah. "Kalau limbah yang warnanya hitam itu aspal tidak akan kuat, karena sifatnya asam," tambah Rusjaf.
v-sun October 24th, 2009, 05:00 PM nih berita terbaru Trans Studio,, masih begini2 aja.........
22/10/2009
19 Cabang Trans Studio akan Dibangun
INILAH.COM, Makassar - Sebanyak 19 cabang Trans Studio akan dibangun di berbagai wilayah di Indonesia setelah Trans Studio Makassar sebagai proyek perdana pembangunan family theme park.
Direktur Operasional Trans Studio Indonesia Claudia Ingkiriwang di Makassar, Kamis, mengungkapkan hal itu saat penandatanganan perjanjian kerjasama program wisata dengan Hotel Clarion Makassar terkait potensi MICE (meeting, intencive, conference, exhibition).
"Trans Studio akan dibangun di Bandung, Samarinda, dan Jakarta dengan konsep sama yaitu family theme park," ujarnya. Namun, pihaknya masih merahasiakan rincian konsep bangun dan isi cabang-cabang berikutnya tersebut.
Pada kesempatan itu pihaknya juga menyatakan rencana kerjasama berkelanjutan dengan seluruh potensi pariwisata yang ada di setiap daerah tempat dibangunnya fasilitas hiburan keluarga tersebut.
Kerjasama diawali dengan Clarion yang dianggap sebagai hotel dengan potensi tamu terbesar, termasuk jumlah kamar dan agenda MICE.
"Kerjasama ini akan dilanjutkan dengan sejumlah pendukung dunia pariwisata lainnya seperti travel dan lainnya," katanya. Namun, detail bentuk kerjasamanya baru akan dibicarakan lebih lanjut.
Direktur PT Trans Kalla Eka Firman, menambahkan, jumlah kunjungan yang terjadi hingga 10 hari terakhir telah mencapai 30% dalam waktu satu setengah bulan sejak diresmikan.
"Diperkirakan hingga akhir tahun jumlah kunjungan mencapai 100%," ujarnya yang mengatakan kebanyakan pengunjung berasal dari luar kota yang mencapai 2.500 orang per hari terutama pada akhir pekan.
Para pendatang ini kebanyakan memilih memperpanjang lama hunian di hotel karena ingin berkunjung ke wahana hiburan keluarga tersebut. Dengan demikian akan terjadi kerjasama saling menguntungkan antara pihaknya dan hotel dalam menggaet kunjungan wisatawan ke Makassar.
Apalagi ternyata wahana hiburan itu juga bisa difungsikan sebagai lokasi MICE dengan melakukan penyesuaian pada tema dan termasuk pertunjukannya sesuai segementasi yang dibutuhkan. [*/mor]
jenaro October 24th, 2009, 09:20 PM kayanya ini salah satu karya pameran-nya helarfest deh
belum tentu bakal terealisasi
malahan saya khawatir jika proyek tsb sudah terealisasi dan sudah jadi 1 atau 2 bulan kedepan akan menjadi tempat yang kumuh. . .
Itu maksudnya gambar proyek apa sih ? Dibawah jalan layang ?
Bisa tolong dijelasin ?
MegaBliz October 25th, 2009, 01:04 AM Itu maksudnya gambar proyek apa sih ? Dibawah jalan layang ?
Bisa tolong dijelasin ?
Gambar yang dibawah jalan layang itu maksudnya memanfaatkan lahan yang telah dibebaskan di sepanjang bawah jalan layang untuk kepentingan umum berupa sarana olah raga, taman dan ruang terbuka sebagai tempat komunikasi warga yang hijau dan asri. Tujuannya bagus sekali daripada jadi TPA (tempat akhir pembuangan) penduduk setempat dan rumah-rumah kumuh. Mudah-mudahan terwujud lah.
v-sun October 25th, 2009, 02:26 AM Gambar yang dibawah jalan layang itu maksudnya memanfaatkan lahan yang telah dibebaskan di sepanjang bawah jalan layang untuk kepentingan umum berupa sarana olah raga, taman dan ruang terbuka sebagai tempat komunikasi warga yang hijau dan asri. Tujuannya bagus sekali daripada jadi TPA (tempat akhir pembuangan) penduduk setempat dan rumah-rumah kumuh. Mudah-mudahan terwujud lah.
saya sempat baca tentang wacana ini, lupa apa pernah dipost disini atw nggak y,,
mengenai rencana ini sbnrny kurang begitu diminati pak Walikota Dada Rosada, alasannya, jalan dibawah jalan layang kan sudah macet, kalo dibuat untuk beberapa sarana untuk kepentingan umum, jalan dibawahnya akan tambah macet, selain itu juga faktor keamanan, tidak ada yang bisa menjamin segimana kekuatan jembatan pasopati, kalo2 jembatan pasopati runtuh (misal ada gempa), truz menimpa banyak orang dibawahnya. "saya tidak mau mengambil resiko", begitu kira2 kata pak Dada. . .
jenaro October 25th, 2009, 05:35 AM Oh .. ya ya .. baru mudeng. Thanks.
MegaBliz October 25th, 2009, 11:37 AM saya sempat baca tentang wacana ini, lupa apa pernah dipost disini atw nggak y,,
mengenai rencana ini sbnrny kurang begitu diminati pak Walikota Dada Rosada, alasannya, jalan dibawah jalan layang kan sudah macet, kalo dibuat untuk beberapa sarana untuk kepentingan umum, jalan dibawahnya akan tambah macet, selain itu juga faktor keamanan, tidak ada yang bisa menjamin segimana kekuatan jembatan pasopati, kalo2 jembatan pasopati runtuh (misal ada gempa), truz menimpa banyak orang dibawahnya. "saya tidak mau mengambil resiko", begitu kira2 kata pak Dada. . .
kalau begitu lebih baik jadi jalur hijau saja kan tidak akan menggangu pondasi jembatan dan disekitarnya dipagari supaya tidak disalah gunakan.
~MELVINDONESIA~ October 25th, 2009, 07:05 PM SOR Terpadu Arcamanik Dibangun 2010
Bandung - Pada tahun 2010 Jawa Barat akan memiliki sarana olah raga (SOR) terpadu yang dibangun diatas lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat seluas 15 hektar, berlokasi di Arcamanik Bandung. Pembangunan areal SOR yang akan berdiri di gelanggang pacuan kuda ini dimulai tahun 2010 ditargetkan selesai 2012.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada saat menyaksikan Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi ke 43 tahun 2009 seri kedua di gelanggang pacuan kuda Arcamanik Bandung, Minggu (25/10/2009). Kejurnas ini merupakan yang ke empat kalinya digelar di Jawa Barat sejak tahun 1974. Dalam kejurnas ini juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Johanes Gluba Gebze.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan, pembangunan sarana olah raga terpadu yang akan menelan dana sebesar 170 milyar ini akan dijadikan pusat latihan 17 cabang olah raga dan pertandingan beberapa cabang olah raga tertentu.
"Sebagai pengganti gelanggang pacuan kuda akan dipindahkan ke Jatinangor dengan sarana dan bangunan yang lebih baik. Pada tahun 2010 gelanggang pacuan kuda Jatinangor sudah bisa digunakan," ujarnya dalam rilis yang diterima detikbandung, Minggu (25/10/2009).
Provinsi Jawa Barat serius meningkatakan prestasi di bidang olah raga. Mulai tahun 2008 membentuk dinas pemuda dan olah raga, kemudian mulai 2009 dan 2010 mencanangkan pembangunan stadion olahraga dikota-kota besar di Jawa Barat bekerjasama dengan pemerintah kota dan kabupaten setempat antara lain di Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Karawang dan Kota Bogor.
Perbaikan berbagai sarana olahraga di Jawa Barat dalam rangka menyongsong Jawa Barat sebagai tuan rumah 11 cabang olahraga pada Sea Game 2011 terus digeber. Salah satunya dengan membangun SOR terpadu Arcamanik ini. Di SOR ini nantinya juga akan dibangun lapangan sepak bola di tengahnya, imbuhnya.
Heryawaan optimis proses pembangunan SOR Arcamanik ini dapat berjalan lancar berkat dukungan warga Kota Bandung khususnya dan warga Jawa Barat pada umumnya. Masalah-masalah yang ada akan diselesaikan dengan penuh kebersamaan demi kepentingan meningkatkan prestasi olahraga dan kesehatan warga Kota Bandung dan masyarakat Jawa Barat.
Tujuh Provinsi Ikuti Kejurnas Pacuan Kuda Kejuaraan nasional pacuan kuda Pordasi ke 43 tahun 2009 seri kedua di gelanggang pacuan kuda Arcamanik Bandung ini diikuti tujuh provinsi dengan menerjunkan 101 ekor kuda. Peserta dari Jawa Tengah paling banyak mengirimkan utusan. Sebanyak 35 kuda dikirim dari Jawa Tengah disusul Jawa Barat 20 kuda, Sulawesi Utara 20 kuda, Jawa Timur 10 kuda, Sumatera Barat 9 kuda, DIY 5 kuda, dan Riau 2 kuda.
Kejurnas ini akan mempertandingkan 12 race dengan memperebutkan tropi bergilir yang saat ini dipegang Jawa Tengah dan sejumlah uang pembinaan. Berhasil menjadi juara pertama pada race I kelas D 1000 meter diraih Jawa tengah dengan joki F Nayoan. Sedangkan utusan dari Jawa Barat berhasil menduduki peringkat ke 3. Sampai laporan ini diturunkan perlombaan masih berlangsung.
v-sun October 25th, 2009, 08:51 PM ^^ untuk Sea Games koq malah SOR Arcamanik dulu ya....?? SOR Gedebage'nya mana..?kapan..?
MegaBliz October 26th, 2009, 01:21 AM ^^ untuk Sea Games koq malah SOR Arcamanik dulu ya....?? SOR Gedebage'nya mana..?kapan..?
Supaya tidak memalukan negara-negara tetangga dalam penyelenggaraan Sea Games sebaiknya dilakukan di Jakarta, Surabaya dan Palembang yang terbilang sudah siap dan Pemkotnya serius untuk menyelenggaraan Sea Games.
Bandung mah cukup untuk event Jabar saja lah. Untuk PON mendatang tergantung kesiapan dan keseriusan Pemkot kalau betul-betul ingin terpilih untuk event itu.
Tinggal tunggu saja Arcamanik atau Gedebage yang nanti terwujud kalau cara kerjanya seperti ini bisa-bisa keduanya enggak ada yang jadi..............sekarang saja dari sekian rencana yang mega proyek tidak ada satupun yang terwujud, semuanya hanya proposal2 melulu...........he..he..he Pemkot seperti mahasiswa aja buat skripsi - presentasikan/sidang - teruuusss masuk laci/rak-rak :lol:
dremrboy October 26th, 2009, 11:33 AM Tinggal tunggu saja Arcamanik atau Gedebage yang nanti terwujud kalau cara kerjanya seperti ini bisa-bisa keduanya enggak ada yang jadi..............sekarang saja dari sekian rencana yang mega proyek tidak ada satupun yang terwujud, semuanya hanya proposal2 melulu...........he..he..he Pemkot seperti mahasiswa aja buat skripsi - presentasikan/sidang - teruuusss masuk laci/rak-rak :lol:
SOR Gedebage aja blm mulai pembangunan udh mau bikin SOR Arcamanik.. knp y kebanyakan proyek judulnya "akan" atau "berencana".. pembangunannya juga sering ga sesuai dari targetnya.. kesannya kaya meng-iming2i masyarakat dengan sesuatu yang belum jelas.
SOR gedebage aja dr rencana semula 65000 seat dikorting jadi 40000.. apa cukup untuk SEA GAMES?:ohno::ohno:
MegaBliz October 27th, 2009, 01:37 AM SOR Gedebage aja blm mulai pembangunan udh mau bikin SOR Arcamanik.. knp y kebanyakan proyek judulnya "akan" atau "berencana".. pembangunannya juga sering ga sesuai dari targetnya.. kesannya kaya meng-iming2i masyarakat dengan sesuatu yang belum jelas.
SOR gedebage aja dr rencana semula 65000 seat dikorting jadi 40000.. apa cukup untuk SEA GAMES?:ohno::ohno:
tuuuhhh kan SOR Gedebage aja belum dibangun lalu bagaimana dengan kereta bawah tanah, jalan tol dalam kota, Jabar International Convention Centre, Musmar International Park City, Bandung South Urban City, International Convention and Merdeka International Hotel, kereta gantung, monorail, tol Soreang-Cimahi-Kopo,.............wah..wah..wah setelah "Republik Mimpi" rupanya ada juga "Kota Mimpi" ........jadi seperti di negeri dongeng aja.........negeri ini dipenuhi para pemimpi............sebelumnya juga pernah dengar dari orang no 1 negeri ini katanya negeri ini akan sejajar dengan Jepang, Amerika dan Eropa dalam 30 tahun mendatang?? aahhhh....mau tidur lagi aah kali aja mimpi republik ini jadi apa lagi..... :lol:
Bangun tidur.....tidur lagi......tidur lagi ...... bangun tidur .....tidur lagi...... banguuunnn....banguuunn.......tidur lagi.....
t.aldi October 27th, 2009, 03:04 AM Katanya sih sempet baca di PR, Jepang minta pembangunan Tol dalam kota tahap pertama dimulai 2011. Kalo proyek yang lain kurang tau juga. Convention Center yang di Sekeloa bukan?
MegaBliz October 27th, 2009, 03:52 AM Katanya sih sempet baca di PR, Jepang minta pembangunan Tol dalam kota tahap pertama dimulai 2011. Kalo proyek yang lain kurang tau juga. Convention Center yang di Sekeloa bukan?
Sebenarnya sebelumnya ada dua lokasi yang akan dijadikan Convention Centre yaitu kawasan tanah kosong di samping Gasibu dan di kawasan depan dan samping Gedung Merdeka. Yang terakhir ini terbentur pembebasan bangunan dan lahan karena sebagian lokasi telah berdiri kantor-kantor/bangunan besar milik swasta. Untuk disamping Gasibu semula akan berdiri Convention Centre, hotel 25 lantai, mall, dan perkantoran untuk PEMDA Jabar (sebagai imbalan diijinkannya pembangunan kawasan tersebut)......begitulah info yang pernah didapat.
~MELVINDONESIA~ October 27th, 2009, 02:14 PM SOR Gedebage aja blm mulai pembangunan udh mau bikin SOR Arcamanik.. knp y kebanyakan proyek judulnya "akan" atau "berencana".. pembangunannya juga sering ga sesuai dari targetnya.. kesannya kaya meng-iming2i masyarakat dengan sesuatu yang belum jelas.
SOR gedebage aja dr rencana semula 65000 seat dikorting jadi 40000.. apa cukup untuk SEA GAMES?:ohno::ohno:
ya emg kurang sih...
tp kn msih ada SUGBK yg 88000 :)
Laos aj stadion utamanya cmn 20.000 loh...:lol:
fyanardi October 27th, 2009, 07:32 PM Disiapkan Rp 50 M untuk "Overlay" Bandara Husein Sastranegara
SELASA, 27 OKTOBER 2009 | 20:39 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Gregorius Magnus Finesso
BANDUNG, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar guna keperluan penebalan (overlay) dan perpanjangan landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung. Sebagai satu-satunya bandara yang ada di Jabar, fasilitas Bandara Husein sudah mendesak untuk ditingkatkan.
Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Jumat (23/10) di Bandung, mendorong PT Angkasa Pura II untuk segera melakukan optimalisasi bandara supaya dapat segera disinggahi pesawat terbang berbadan besar seperti Air Bus 320. "Kewenangan pembangunan tetap berada di PT Angkasa Pura II. Jadi yang membangun tetap harus PT Angkasa Pura II," tegasnya.
Jika sudah ditebalkan dan diperpanjang, Bandara Husein Sastranegara tidak saja akan difungsikan untuk pesawat terbang penumpang, tetapi juga dapat dipakai pesawat kargo untuk kepentingan lalu lintas ekspor komoditas dari dan menuju Jabar.
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/27/20395591/disiapkan.rp.50.m.untuk.overlay.bandara.husein.sastranegara
fyanardi October 27th, 2009, 07:33 PM Penebalan Landas Pacu Bandara Husein Dimulai Januari
SELASA, 27 OKTOBER 2009 | 21:01 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Gregorius Magnus Finesso
BANDUNG, KOMPAS.com - Proses penebalan landas pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, segera dilakukan mulai awal Januari 2010. Proses tender telah dilakukan sejak awal pekan ini dan ditargetkan selesai Desember mendatang
General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Sastranegara Bandung Mulya Abdi, Selasa (27/10) di Bandung mengatakan, proses penebalan yang akan dilakukan sekitar 15 cm pada landasan pacu sepanjang 2.220 meter termasuk apronnya. Saat ini, ketebalan runway bandara baru 37 cm.
Besaran dananya belum bisa kami sebutkan, namun seluruh dana penebalan landasan berasal dari perusahaan, katanya kemarin. Namun, GM PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara sebelumnya, Erwin Syahputra pernah mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut setidaknya mencapai Rp 51 miliar.
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/27/21011851/penebalan.landas.pacu.bandara.husein.dimulai.januari.
fyanardi October 27th, 2009, 07:36 PM Kunjungan Wisatawan Asing ke Bandung Bakal Naik 30 Persen
SELASA, 27 OKTOBER 2009 | 21:46 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Gregorius Magnus Finesso
BANDUNG, KOMPAS.com — Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bandung diperkirakan meningkat sekitar 30 persen setelah penebalan landas pacu Bandara Husein Sastranegara selesai dilakukan. Maskapai penerbangan yang kini melayani rute dari dan menuju Bandung siap mengoperasikan armada jenis Airbus untuk mendukung lonjakan okupansi tersebut.
Station Head Bandung AirAsia Indonesia Bangkit Adiwinanto, Selasa (27/10), mengatakan, kepastian rencana penebalan landasan tersebut sudah ditunggu sejak lama karena AirAsia berencana beralih ke armada yang lebih besar yakni Airbus 320. Saat ini AirAsia melayani tiga penerbangan ke Malaysia dan satu kali ke Singapura dengan pesawat jenis Boeing 737-300 berkapasitas 148 penumpang.
Saat ini, dengan kapasitas yang tersedia, rata-rata wisatawan asal Malaysia dan Singapura yang berkunjung ke Bandung setiap hari sekitar 500 orang. Namun, dengan armada Airbus 320 yang berkapasitas 180 orang, rata-rata kunjungan wisatawan dari kedua negara tersebut bisa mencapai 700 orang per hari.
Selain AirAsia, maskapai lain yang siap membuka penerbangan dari Bandung jika overlay dilakukan yakni Mandala Airlines. Chief Executive Officer Mandala Airlines Warwick Brady mengatakan, saat ini Mandala hanya mengoperasikan pesawat jenis Airbus sehingga tidak mungkin singgah di Bandara Husein Sastranegara.
General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Sastranegara Bandung Mulya Abdi mengatakan, penebalan landasan pacu bandara sedang dalam proses tender dan diharapkan selesai akhir Desember 2009. Proses penebalan yang akan dilakukan sekitar 15 cm pada landasan pacu sepanjang 2.220 meter termasuk apronnya.
Penebalan landasan itu akan meningkatkan kekuatan landasan dari 36 pavement classification number (PCN) menjadi 52 PCN untuk mengakomodasi pesawat berbadan besar, seperti Airbus 320. Dia juga memastikan proses pengerjaan tidak akan mengganggu operasional bandara karena pekerjaan dilakukan pada malam hari.
"Bandara tidak akan ditutup karena pada pagi hari landasan yang ditebalkan sudah bisa digunakan," katanya.
PT Angkasa Pura II menargetkan proses penebalan landasan selesai dalam kurun waktu tiga bulan. Proyek ini, menurut Mulya, akan mengakomodasi rencana penggantian armada AirAsia Indonesia yang saat ini melayani tiga rute, yaitu ke Kuala Lumpur, Singapura, dan Denpasar, dari jenis pesawat Boeing menjadi Airbus.
Selain itu, dia berharap, rencana penambahan penerbangan AirAsia untuk rute ke Bangkok dan Hongkong bisa terealisasi. Hingga saat ini, setidaknya ada tiga maskapai penerbangan lain yang berminat melayani rute Bandung, terutama untuk tujuan luar negeri, seperti Silk Air, Malaysia Airlines, dan Garuda Indonesia.
"Rencananya penerbangan baru dari beberapa maskapai itu akan dimulai sekitar Juni 2010 karena mereka menggunakan armada Airbus sehingga menunggu penebalan selesai," katanya.
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/27/2146111/Kunjungan.Wisatawan.Asing.ke.Bandung.Bakal.Naik.30.Persen
^^ Sepertinya kali ini bakal jadi overlaynya, gw kemaren ini nemu dokumen penawaran tender untuk overlay Husein, tertanggal 21 Okt 09 kalo ga salah :cheers:
Btw, AirAsia baru membuka penerbangan Bandung - Medan. Makin gampang kemana-mana dari Bandung nih :D
Sizter85 October 28th, 2009, 11:28 AM Hello Bandung :wave:
AirAsia Indonesia (QZ) launch new route from Bandung to Medan direct-flight
BDO-MES QZ-7486 ETD 06.00
MES-BDO QZ-7487 ETD 08.40
Rute ini akan segera beroperasi menyusul rute2 QZ lainnya yg telah exist dan sukses di Bandung, :cheers:
v-sun October 28th, 2009, 02:05 PM HORAS EUY. . .
retroisme October 28th, 2009, 06:07 PM merpati-palembang-bandung ga ada lagi ya? yahhhh... padahal enak pulang kampung nya.. kalo masih ada. huh! linus air k palembang masih ada ga ya?
v-sun October 29th, 2009, 07:51 AM Rabu, 28/10/2009 17:59 WIB
Jabar Alokasikan Rp 1 Triliun untuk Infrastruktur Tahun 2010
Salomo Sihombing - detikBandung
Bandung - Percepat pembangunan di Jawa Barat, Pemprov Jabar menganggarkan Rp 1 triliun untuk perbaikan infrastruktur pada 2010. Salah satu sektoryang paling disorot yakni infrastruktur jalan provinsi.
Hal ini disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam pemaparan sosialisasi RKPD tahun 2010 dan kebijakan pembangunan Jawa Barat 2010-2013, di Gedung Bapeda, Rabu (28/10/2009).
Disampaikannya, anggaran infrastruktur pada tahun 2008 sebesar Rp 300 miliar, sementara tahun 2009 sebesar Rp 500 miliar dan ditargetkan pada 2010 sebesar Rp 1 triliun.
"Saya memohon dengan sangat kepada anggota dewan, demi kepentingan pembangunan di Jawa Barat semoga pembahasan ini segera bisa dituntaskan sesuai target yang sudah dicanangkan," ujarnya seperti dikutip dari surat elektronik yang diterima detikbandung.
Acara sosialisasi ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Sekda Jabar Lex Laksamana, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Kepala Bapeda, Bupati dan Walikota.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan alokasi anggaran pada tahun 2010 meliputi bidang pendidikan 20%, kesehatan5%, Infrastruktur 17,5%, Ekonomi 15%, dan lainnya. Pembahasan APBD tahun 2010 ini ditargetkan selesai bulan Desember 2009.
Rencananya Heryawan akan menyerahkan KUA kepada DPRD pada hari Senin (2/11/2009) untuk dibahas bersama dan kemudian ditetapkan.
Hal-hal penting lainnya yang akan diterapkan dalam rangka peningkatan kinerja anggaran 2010 antara lain mengganti honor kegiatan menjadi tunjangan daerah. Perubahan ini semata-mata dilakukan agar program kegiatan lebih fokus kepada kegiatan yang lebih penting dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
"Dengan perubahan ini terjadi efisensi kegiatan sekitar 30% sehingga berdampak kepada penghematan dana ratusan miliar," tegas Heryawan seusai acara.
Sepuluh Common Goals yang hendak dicapai Pemerintah Jawa Barat meliputi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kemandirian pangan, serta daya beli masyarakat.
Selain itu juga peningkatan kinerja aparatur, penanganan bencana dan pengendalian lingkungan hidup, pengembangan infrastruktur wilayah, pengembangan energi, pembangunan pedesaan dan pengembangan budaya lokal.
v-sun October 29th, 2009, 07:57 AM Pemandian Tjihampelas Dibongkar
Persiapan Pembangunan Bikin Warga Resah
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Bandung - Adanya kegiatan persiapan pembangunan rusunami di situs cagar Budaya Pemandian Cihampelas membuat warga resah. Mereka khawatir alat berat akan segera masuk untuk melakukan pembangunan, padahal mereka hingga kini masih menolak pembangunan rusunami tersebut.
Hal tersebut dikatakan Koordinator Umum Forum Musyawarah RW 05 Kelurahan Cipaganti Kecamatan Coblong Yogi Suharto kepada detikbandung saat ditemui di sekitar lokasi, Minggu (25/10/2009).
"Warga takut kalau pembangunan jadi dilakukan. Seandainya sampai nanti alat berat masuk tentu akan membahayakan warga. Sekalipun ada jaminan dari pengembang bahwa itu aman, tapi sampai saat ini kita belum bisa menerima itu," tuturnya.
Kegiatan persiapan pembangunan yang dilakukan pengembang diantaranya pengukuran lahan, pembersihan serta perbaikan jalan. Meski mengaku resah dengan kegiatan tersebut, namun menurut Yogi, warga tidak akan melakukan tindakan anarkis.
"Kita disini semua pasti merasa panas dengan adanya tindakan sepihak seperti itu, tapi kita berupaya sebisa mungkin untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Kita orang beradab bukan biadab yang biasa melakukan tindakan seenaknya," jelas Yogi.
Disebutkan Yogi, pada 29 Oktober mendatang warga dan pengembang akan melakukan pertemuan. "Rencananya dalam pertemuan itu pengembang akan membicarakan hal ini, tapi saya mewakili warga menegaskan bahwa pada pertemuan itu kami tidak akan membahas mengenai musyarawah pembangunan rusunami. Tapi kami ingin kejelasan tentang keluarnya surat izin walikota. Sampai saat ini tidak ada warga yang tahu," tuturnya.
Hal itu dikatakan Yogi menandakan tidak ada itikad musyawarah, keterbukaan dan soasialisasi oleh pihak pengembang maupun pemerintah kepada warga.(tya/tya)
v-sun October 29th, 2009, 07:58 AM Fasilitas Sekelas Apartemen, Rusunami Hanya Kamuflase
Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Bandung - Rencana pembangunan rusunami di situs cagar Budaya Pemandian Cihampelas dinilai sebagai kamuflase belaka. Sebab melihat dari brosur yang dikeluarkan bagian pemasaran PT Kagum Group, di lokasi tersebut akan dibangun apartemen 21 lantai.
Menurut Yogi Suharto Koordinator Umum Forum Musyawarah RW 05 Kelurahan Cipaganti Kecamatan Coblong, jika akan dibangun rusunami bersubsisi seperti yang dikabarkan maka tidak mungkin dibangun semewah yang digambarkan pada brosur tersebut.
"Harganya saja mulai Rp 88 juta untuk yang paling murah, apa itu yang dimaksud rusunami," ujar Yogi kepada detikbandung, Minggu (25/10/2009).
Selain itu fasilitas yang disebut lebih tepat untuk apartemen dibanding rusunami. "Apakah iya di rusunami ada kolam renang, supermarket, track jogging, kafe dan restoran serta pengamanan dengan teknologi terkini," tambahnya.
Yogi menambahkan kantor pemasaran yang berada di Jalan Cipaganti No 90 memang seolah tidak melakukan kegiatan pemasaran padahal masih ada penawaran yang dilakukan disana. "Seolah-olah disana hanya warung bakso, padahal masih jadi kantor pemasaran rusunami itu," tambahnya.
Kompensasi yang ditawarkan pengembang bahwa warga sekitar akan dilibatkan menjadi pegawai dianggap sebagai guyonan basi. "Itu cerita lama, jika warga akan dilibatkan jadi pegawai, mereka paling dikontrak 3-6 bulan," terangnya.(tya/tya)
v-sun October 29th, 2009, 08:03 AM Taman Cikapayang Diperbaiki
Asik, Bisa Internetan di Taman Cikapayang
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - Selain diperbaiki, rencananya Taman Cikapayang yang berada di Jalan Ir Juanda akan dilengkapi dengan fasilitas wifi. Ditargetkan pemasangan wifi akan selesai pada akhir tahun ini.
Dikatakan Sekretaris Dinas Pertamanan Kota Bandung Arif Prasetya, hal itu dilakukan agar masyarakat Kota Bandung lebih sering berkumpul atau berkegiatan di taman kota.
"Nantinya di Taman Cikapayang akan di pasang wifi agar masyarakat bisa internetan, kita inginnya masyarakat lebih betah nongkrong di taman daripada di mall," ujar Arif saat dihubungi detikbandung melalui ponselnya, Minggu (25/10/2009).
Disebutkan Arif, saat ini proses pemasangan wifi tersebut dalam proses penentuan operator internet. "Kemarin sudah ada yang menawarkan, tapi belum di follow up lagi," jelasnya
Di Kota Bandung baru ada 1 taman kota yang dilengkapi dengan fasilitas wifi ini, yaitu Taman Ganesha. Sementara itu rencananya selain Taman Cikapayang yang akan di pasang akhir tahun ini, beberapa taman lainnya juga akan dilengkapi sarana wifi pada tahun 2010. Diantaranya Taman Lansia yang berada di Jalan Diponegoro.
"Kita akan pilih taman yang dekat dengan kegiatan masyarakat seperti dekat dengan kampus atau sekolah," tambah Arif.
(tya/tya)
http://bandung.detik.com/images/content/2009/10/25/501/Taman-Cikapayang01.jpg
http://bandung.detik.com/images/content/2009/10/25/501/Taman-Cikapayang05.jpg
http://bandung.detik.com/images/content/2009/10/25/501/Taman-Cikapayang02.jpg
http://bandung.detik.com/images/content/2009/10/25/501/Taman-Cikapayang06.jpg
v-sun October 29th, 2009, 08:15 AM Pemprov Siap Bangun 5 Stadion Internasional
DIPONEGORO,(GM)-
Pemprov Jabar berencana membangun 5 stadion bertaraf internasional di wilayah Jabar. Anggaran pembangunan ke-5 stadion tersebut berasal dari APBD Jabar 2010. Jika memungkinkan, anggaran yang akan menghabiskan dana sebesar Rp 60 miliar - Rp 100 miliar/stadion tersebut bisa di-share dengan pemerintah kota/kabupaten, atau bisa juga ditanggung seluruhnya oleh pemprov.
Demikian diungkapkan Kepala Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Deny Juanda P. kepada wartawan, usai menghadiri Rakor RAPBD 2010 di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Selasa (6/10).
"Dengan demikian jika ada pertandingan sepak bola di wilayah Jabar, kita tidak bingung lagi mencari sarana olahraga. Rencananya, kita tidak akan membangun stadion baru. Tapi stadion yang sudah ada, diperbarui menjadi stadion bertaraf internasional. Contohnya Stadion Si Jalak Harupat. Jadi kita tidak akan membahas lagi masalah pembebasan lahan," ungkap Deny.
Saat ini, katanya, banyak lapangan dengan lahan terbuka, seperti Lapangan Dadaha di Tasikmalaya. Lapangan seperti inilah yang akan dibangun. Setidaknya stadion itu akan dibangun di Tasikmalaya (Priangan), Cirebon , Purwakarta, Bogor, dan Bandung (SOR Gedebage).
Rencananya, pembangunan ke-5 stadion akan dianggarkan dalam satu tahun, yaitu dalam APBD 2010. (B.96)**
v-sun October 29th, 2009, 08:18 AM Pemkot Bandung Akan Tinjau Ulang Rusunami Cihampelas
WASTUKANCANA,(GM)-
Kontroversi dan penolakan warga atas keluarnya surat persetujuan pemanfaatan lahan di lahan bekas Pemandian Tjihampelas yang rencananya akan dijadikan rumah susun milik (rusunami) oleh Kagum Grup pimpinan Hendry Husada, direspons Wali Kota Bandung, Dada Rosada. Pemkot Bandung akan segera meninjau ulang persetujuan tersebut.
"Memang sudah ada persetujuan mengenai pemanfaatan lahan di sana. Berbagai persyaratan yang harus dipenuhi juga dicantumkan di surat persetujuan tersebut. Tapi, seandainya ada kekurangan dan menimbulkan permasalahan, maka akan ditinjau ulang," kata Dada saat ditemui wartawan usai kegiatan "Bandung Blossom 2009" di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Sabtu (24/10).
Dada juga berjanji akan membicarakan permasalahan itu dengan pihak-pihak yang merasa keberatan. Apa yang dipersoalkan, maka hal itulah yang akan dikaji ulang. "Kita akan lihat lagi, masyarakat tidak setujunya pada bagian apa. Setelah itu, baru kita bicara masalah solusinya. Semuanya akan kita bahas dengan warga maupun pengelola lahan," ungkapnya.
Meski demikian, Dada tidak menampik seandainya surat persetujuan itu dibatalkan. Hal itu bisa dilakukan bila masyarakat benar-benar menolak secara keseluruhan. Pengkajian juga akan dilihat dari segi prosedur dan aturan yang ada, seperti aturan mengenai lingkungan serta tata ruangnya.
"Sejauh ini, Pemkot Bandung mengeluarkan surat persetujuan karena persyaratan mengenai pengajuan sudah dipenuhi. Kita akan lihat lagi prosedur dan peraturannya. Kalau memang masyarakat menolak dan memang dalam aturannya tidak dimungkinkan, kenapa tidak bisa dibatalkan," tutur Dada.
Tidak sehat
Seperti diberitakan sebelumnya, warga yang berdomisili di RW 05 Kel. Cipaganti, Kec. Coblong, secara tegas menolak dibangunnya rusunami di lahan bekas Pemandian Tjihampelas. Warga menolak karena pembangunan rusunami setinggi 21 lantai itu dilakukan di daerah padat penduduk.
Koordinator Forum Musyawarah Warga RW 05 Kel. Cipaganti, Kec. Coblong, Yogi Suharto menyatakan, sejauh ini warga belum pernah diajak bicara oleh pihak pengembang. Meski demikian, jika pengembang kembali ke konsep awal dengan membangun water boom, kemungkinan warga akan mempertimbangkannya.
"Bangunan berlantai 21 itu terlalu tinggi berada di permukiman warga. Akan membuat udara jadi tidak sehat. Tentunya, pembangunan proyek besar secara otomatis akan mengganggu dan berdampak pada lingkungan sekitar," kata Yogi saat ditemui wartawan, belum lama ini.
Selain karena bangunan yang tinggi, warga sekitar juga mempermasalahkan akses jalan bagi warga yang kemungkinan akan ditutup jika rusunami jadi dibangun. "Akses air bersih bagi warga akan terhambat, penghijauan akan habis, dan akses jalan juga akan hilang karena mereka mau menutup akses jalan yang ada," tuturnya. (B.114/ cit.job)**
v-sun October 29th, 2009, 08:39 AM Intiland Akan Bangun 60 Hotel
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan properti PT Intiland Development Tbk akan melakukan ekspansi usaha dengan membangun sekitar 60 hotel berbintang dalam waktu lima tahun.
Langkah itu dilakukan untuk memperoleh pendapatan berkelanjutan di luar pendapatan yang dihasilkan bisnis inti perseroan.
Pembangunan hotel yang diberi nama Hotel Whiz tersebut akan dilakukan PT Intiland Infinita, anak perusahaan perseroan.
Presdir dan CEO PT Intiland Infinita Moedjianto S Tjahjono di Jakarta, Kamis (8/10), mengatakan, setiap tahun Intiland Infinita ditargetkan bisa membangun 12 hotel. ”Dalam waktu lima tahun, perseroan diharapkan telah membangun dan memiliki 60 hotel berbintang. Biaya pembangunan untuk setiap hotel antara Rp 45 miliar-Rp 50 miliar, bergantung pada luas dan harga tanah di masing-masing kota tempat hotel akan dibangun,” ujar Moedjianto.
Dengan perkiraan biaya sebesar itu, dalam waktu lima tahun perseroan membutuhkan dana sekitar Rp 2,7 triliun-Rp 3 triliun. Sekitar 70 persen dari dana itu akan diperoleh dari pinjaman bank, sedangkan sisanya dari kas internal perseroan.
Pembangunan 60 hotel itu, lanjut Moedjianto, akan dilakukan di sejumlah kota besar di Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Samarinda, Bandung, Medan, dan Manado.
Tahun ini, perseroan akan meluncurkan Gandaria Residence sebanyak 376 unit dengan harga sekitar Rp 1 miliar-Rp 1,3 miliar per unit.
Vice President Director Intiland Development Suhendro Prabowo menambahkan, perseroan juga tengah merencanakan membangun proyek perkantoran di atas lahan seluas 1,7 hektar.
Selain itu, perseroan juga masuk dalam konsorsium pembangunan Mega City Daan Mogot seluas 21 hektar, tiga hektar di antaranya akan dibangun rumah susun sederhana milik. Di konsorsium itu, perseroan memiliki 40 persen kepemilikan.
Pada semester I-2009, Intiland membukukan pendapatan Rp 118,93 miliar atau turun 28 persen dibanding periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 165,27 miliar.
Laba bersih perseroan semester I-2009 juga merosot 77,9 persen menjadi Rp 6,28 miliar dibanding periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 28,48 miliar.
^^ yang di Bandung akan dibangun dimana ya..?
Green Love October 29th, 2009, 06:39 PM http://img97.imageshack.us/img97/901/bandung3.jpg (http://img97.imageshack.us/i/bandung3.jpg/)
Sizter85 October 30th, 2009, 10:54 AM Forumer Bandung ada yang punya info tdk ttg kapan kepastian rencana pemkot bakal overlay landasan pacu nya Husein ??
Pemkot hrs bertindak cepat nh, karena QZ/Airasia udah kasih deadline hingga awal 2010 sdh ada kepastian ttg proyek tsb, bila tdk.. :ohno::ohno: fatal akibatnya.. rombongan Airasia bakal hengkang dari Bandung atau STOP operation,
*Hurry.... kok malah gw yg was2 :cheers:
v-sun October 31st, 2009, 03:59 PM masih berita begini2 aja........
Sabtu, 31/10/2009 12:57 WIB
Tambah Turis Asing, Bandara Husein Sastranegara Akan Diperbaiki
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Untuk menambah jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jabar, khususnya Bandung, Bandara Husein Sastranegara akan diperbaiki. Perbaikan yang dilakukan antara lain overlay, runway dan beberapa pesawat Boeing 737 dan air bus 312.
Demikian disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Menurut Heryawan, proyek perbaikan tersebut merupakan proyek pemerintah pusat. "Kalau kapannya itu kan pemerintah pusat yang berwenang, kalau saya berharap secepatnya," ujarnya ditemui dalam Kemilau Nusantara di Monumen Perjuangan Dipatiukur, Sabtu (31/10/2009).
Menurut Heryawan dengan posisi bandara seperti sekarang, wisatawan mancanegara dari Kualalumpur dan Singapura sudah banyak yang datang ke Bandung. "Sekarang juga sudah banyak yang datang ke Bandung, apalagi setelah nanti ada perbaikan," tuturnya.
Selain itu, ujar Heryawan, pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) akan berdampak pada aset pariwisata juga karena akan memudahkan akses jalan bagi para wisatawan.
"Juga dengan adanya Jalan Tol Cisumdawu. Bandara akan semakin meningkatkan pelayanannya," jelas Heryawan.
Ditanya mengenai target wisatwan mancanegara, Heryawan mengatakan sebanyak-banyaknya. Heryawan sendiri mengaku tidak tahu berapa jumlah wisatawan mancanegara tahun ini. "Saya enggak tahu kalau untuk jumlahnya, yang pasti kami menargetkan sebanyak-banyaknya," tuturnya.
v-sun October 31st, 2009, 04:00 PM Sabtu, 31/10/2009 12:21 WIB
Pemprov Siapkan 5 Hektar Lahan untuk Gedung Kesenian
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berjanji akan membangun gedung kesenian sebagai pusat kegiatan kesenian di Bandung atau di Jawa Barat. Saat ini, pihaknya sudah menyiapkan dua lokasi yang luasnya sekitar 5 hektar.
Namun dikatakan Heryawan, pembangunan gedung kesenian tersebut terkendala dengan sulitnya pembebasan lahan.
Heryawan mengharapkan tahun depan gedung kesenian sudah bisa dibangun. Namun dirinya belum mau menyebutkan di mana lokasi yang nanti akan dibangun gedung kesenian tersebut.
"Jangan disebutkan dulu lah tempatnya," ujar Heryawan ditemui di gelaran Kemilau Nusantara di Monumen Perjuangan Jalan Dipatiukur, Sabtu (31/10/2009).
Diharapkan, gedung kesenian akan memuat 5 ribu sampai 10 ribu lebih orang. "Karya-karya besar warga Jawa Barat khususnya Bandung harus ditampilkan, dan satu-satunya tempat yang bisa menampung mereka adalah gedung kesenian yang besar," tuturnya.
Menurutnya, potensi kesenian Jawa Barat sangat besar. Contohnya, gelaran kemilau nusantara yang tiap tahun keseniannya semakin beragam.
v-sun October 31st, 2009, 04:19 PM Kamis, 29/10/2009 19:17 WIB
Warga Belum Restui Pembangunan Rusunami 21 Lantai
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - Hasil pertemuan pertama Forum Musyawarah RW 05 Kelurahan Cipaganti Kecamatan Coblong dengan pengembang Rusunami di bekas Pemandian Tjihampelas belum mendapatkan hasil. Warga belum setuju atas pembangunan gedung 21 lantai itu.
Hal itu diungkapkan Camat Coblong Anton Sugiana kepada detikbandung di Kantornya Jalan Sangkuriang, Kamis (29/10/2009). Saat pertemuan, dituturkan Anton, pihak pengembang dari PT Kagum Group memaparkan rencana pembangunan Rusunami tersebut.
"Tadi pihak pengembang menjelaskan dan memberi gambaran seputar rencana pembangunan, termasuk gambar grand design-nya," jelas Anton.
Disebutkan Anton pihak pengembang yang datang yaitu Kekeng dan Cece Subrata. Sementara dari Forum Musyawarah RW O5 hadir sebanyak 25 orang. Dalam pertemuan tersebut warga belum menyatakan persetujuannya.
"Belum, ini kan pertemuan pertama. Terjalin komunikasi saja sudah baik," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Anton akan ada pertemuan selanjutnya untuk menindak lanjuti pertemuan hari ini. "Warga akan mengkaji dulu pemaparan dari pengembang. Nati dalam pertemuan selanjutnya mungkin mereka akan menyampaikan tanggapannya," kata Anton.
Pemkot Bandung berencana akan membuat menjadi Rusunami (rumah susun sederhana hak milik pribadi) atau apartemen bersubsidi di bekas Pemandian Tjihampelas yang juga merupakan salah satu bangunan cagar budaya.
bamz.. November 1st, 2009, 04:30 AM http://img97.imageshack.us/img97/901/bandung3.jpg (http://img97.imageshack.us/i/bandung3.jpg/)
Hahaha lucu judulnya ..
itu Palaguna ngeri banget yak.
btw da yg twu gedung depan BIP yg ga dipake itu dlunya bekas apaan ?
ko heran ga da investor yg tertarik. pdhalnya lokasinya strategis bgt... bisa kan jdi butik hotel ;p
t.aldi November 1st, 2009, 04:34 AM ^^ itu gedung panti karya kalo gak salah dulunya bioskop/gedung pertunjukan gitu ya? CMIIW. Sayang bgt terbengkalai. Padahal lokasi super strategis. Jangan2 dah jadi gedung berhantu. He3. Sekarang yang ngisi tinggal dunkin doank, ma dijadiin tempat parkir.
jenaro November 1st, 2009, 11:03 AM Iya dulu di gedung itu ada bioskopnya .. malah denger-denger ada stasiun radionya juga.
Mungkin stasiun radio pertama di kota Bandung kali ya ..
http://www.bandungheritage.org/images/stories/heritage/panti-karya.jpg
^
Dipojok bangunan (sebelah kanan) dulu ada tokonya PK.
Semacam swalayan kecil yang sangat jorok. Orang-orang rame kesitu cuma mau beli miras aja :D
v-sun November 2nd, 2009, 12:36 PM Senin, 02/11/2009 11:33 WIB
Waterpark Akan Dibangun di Cibiru
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Kota Bandung akan memiliki tempat rekreasi baru yakni waterpark yang akan dibangun di Cibiru. Fasilitas ini akan berdiri sekitar satu tahun mendatang, di atas lahan seluas sekitar 4 hektar.
Proses perizinan pembangungan waterpark ini sudah selesai sejak awal tahun 2009. Lokasinya di Jalan Raya Bumi Panyileukan, dekat Bundaran Cibiru.
Hal ini dikatakan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) A Rekotomo kepada wartawan saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung Jalan Aceh, Senin (2/11/2009).
Menurutnya, daerah tersebut masih memiliki kandungan air yang cukup. "Di Cibiru masih bisa, di situ banyak air sehingga bisa dibangun waterpark. Semua izin sudah beres, tinggal dibangun saja," paparnya.
Ditambahkan Rekotomo, batas selang waktu antara proses keluarnya izin hingga dibangun adalah selama setahun. Jika dalam kurun waktu tersebut belum dibangun, bisa diperpanjang satu tahun lagi.
Fasilitas ini sepenuhnya akan dikelola oleh swasta. Pengembang water park Cibiru yakni PT Melsindo Pratama. Seperti apa detail pembangunannya, Rekotomo mengaku tidak tahu persis. "Nilainya belum tahu, saya tidak hapal. Nanti saya cek dulu," ujarnya.
(lom/lom)
t.aldi November 2nd, 2009, 01:26 PM Beberapa kali lewat lokasi bakal tempat waterpark itu, umbul2 dah kusam dan sobek. Seng penutup proyek juga dah rusak. Jadi diterusin ya? Terus waterboom century hills juga gak jelas ya kelanjutannya?
v-sun November 2nd, 2009, 02:25 PM Beberapa kali lewat lokasi bakal tempat waterpark itu, umbul2 dah kusam dan sobek. Seng penutup proyek juga dah rusak. Jadi diterusin ya? Terus waterboom century hills juga gak jelas ya kelanjutannya?
kali ini serius kali :D
v-sun November 2nd, 2009, 02:28 PM Senin, 02/11/2009 14:57 WIB
Warga tolak perluasan lahan pusat bisnis Paskal
BANDUNG (bisnis.com): Ratusan warga RW 01 Kelurahan Ciroyom Andir Kota Bandung berdemo menolak perluasan lahan pusat bisnis dan perbelanjaan Paskal Hyper Square Bandung.
Warga meminta Pemkot Bandung menghentikan proyek pembangunan Paskal Hyper Square Zona II oleh PT Citra Buana Prasida (CBP) yang saat ini sedang berlangsung.
Warga juga meminta PT KA selaku pemilik lahan mengembalikan hak sewa lahan kepada warga.
Wawan Setiawan, perwakilan warga, mengungkapkan lahan tersebut disewakan oleh PT KAI Daop II Bandung sebagai tempat pemukiman warga sejak 1970.
Namun, lanjutnya, terjadi pemutusan kontrak sewa lahan sepihak pada 2003 seiring penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama Operasional (KSO) antara PT KA Daop II Bandung dan PT CBP.
Berdasarkan KSO, PT CBP memperoleh hak mengelola lahan emplasemen Bandung gudang milik PT KA Daop II Bandung di Pasir Kaliki dengan luas tanah 135.000 m2 selama 30 untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan.
"Jika pembangunan tahap II ini tetap dilanjutkan, maka akan mengancam tempat tinggal 404 kepala keluarga di RW 01 Ciroyom yang menempati lahan itu," katanya hari ini.(k39)
--------------------------------------------------------------------------
versi Pikiran Rakyat
Warga Minta Projek PHS Dihentikan
Senin, 02 November 2009 , 12:54:00
BANDUNG, (PRLM).- Warga RW 01 Kel. Ciroyom Kec. Andir, Kota Bandung meminta pemerintah Kota Bandung untuk menghentikan projek pembangunan Paskal Hyper Square (PHS) di Zona II. Tuntutan tersebut terkait dengan adanya dugaan bahwa pembangunan tersebut belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Tuntutan tersebut disampaikan warga saat menggelar aksi di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Senin (2/11). Selain itu, warga juga meminta agar DPRD Kota Bandung mendampingi warga RW 01 Kel. Ciroyom Kec Andir menghadap PT KAI dalam mengajukan permohonan hak sewa tanah.
Tuntutan tersebut terkait dengan pengelolaan lahan milik PT KAI Daop II Bandung seluas 135.000 m2 yang berlokasi di Pasir Kaliki. Lahan tersebut dikerjasamakan dengan PT Citra Buana Prasida sejak tahun 200 selama 30 tahun untuk peruntukkan pembangunan pusat bisnis dan perbelanjaan. (A-188/A-147)***
gw baru tau kalo Paskal Hypersquare mau diperluas..
t.aldi November 2nd, 2009, 05:17 PM Padahal kalau lokasi paskal hypesquare itu dijadiin superblock pasti keren! Mal, hotel, apart, office tower. Karena lahannya luas bgt dan di pusat kota.
elgibbor November 3rd, 2009, 06:33 PM wow...bandung...kota yang dingin.
elgibbor November 3rd, 2009, 06:36 PM oh...iya...gimana kabar pembangunan BSM2
v-sun November 4th, 2009, 12:26 PM Selasa, 03/11/2009 14:04 WIB
Gedung AACC Dipoles Bak Ballroom Hotel Berbintang
Andri Haryanto - detikBandung
Bandung - Gedung Asia Afrika Culture Centre (AACC), bekas gedung bioskop yang berada di Jalan Braga itu kini tengah dipercantik. Pengelola berambisi memoles gedung yang sempat merengut 11 nyawa dalam konser musik underground Februari 2007 itu, layaknya ballroom hotel berbintang.
"Zaman sudah berubah, kalau terus mengandalkan bioskop apa bisa bertahan di zaman yang semua orang mengenal yang namanya DVD?" kata salah seorang pengelola gedung Achmad Shahabudin saat ditemui di kantornya, di Gedung AACC, Jalan Braga, Selasa (3/11/2009).
Pemolesan gedung yang pernah menelan 11 nyawa saat konser maut Februari 2007 lalu itu, menurut Achmad, dijamin tak akan mengubah bentuk gedung aslinya.
"Dijamin lebih indah dari yang ada sekarang, tapi dengan catatan tidak mengubah bentuk asli gedung. Hanya menambah atau memperbaiki bagiab-bagian yang sudah dianggap tidak layak," tuturnya.
Ketika berkeliling ke dalam gedung, terlihat sekitar 10 pekerja tengah bejibaku melakukan pemolesan. Achmad menunjukkan beberapa bagian yang tengah didandani. Plafon yang bocor, tunjuknya, akan diganti dengan plafon yang baru dan tidak terlihat kusam.
"Panggung tetap ada dan akan diturunkan sedikit karena terlalu tinggi untuk penonton di depan," jelas laki-laki penggemar jip eks militer ini.
Bukan itu saja, lantai di gedung tersebut nantinya akan dipansangi karpet. Begitu pun toilet-toilet yang ada akan didandani dengan porselen mengkilap. "Tidak ada ember, semuanya pakai shower," selorohnya, seraya menambahkan pengerjaan dimulai pada September 2009 lalu.
"Inginnya kaya ballroom hotel heritage. Apa nggak bagus, tuh," ujarnya.(ahy/ern)
-----------------------------------------------------------------------
Selasa, 03/11/2009 18:00 WIB
AACC Direnovasi
Biaya Renovasi Sekitar Rp 2 Miliar
Andri Haryanto - detikBandung
Bandung - Mempercantik Gedung Asia Afrika Culture Center (AACC) ternyata tidak murah. Renovasi gedung yang berlokasi bersebelahan dengan Gedung Merdeka tersebut mencapai miliaran rupiah.
Hal ini terungkap saat detikbandung menyambangi gedung yang tengah direnovasi tersebut, Selasa (3/11/2009). Achmad Shahabudin yang mengaku sebagai salah seorang pengelola yang juga pensiunan Eselon II Pemprov Jabar mengatakan, ongkos renovasi cukup tinggi. Hal ini menginggat desain yang diterapkan, sekelas ballroom hotel berbintang.
"Apa mungkin menghabiskan Rp 500 juta?" tanya wartawan.
"Wah, lebih. Nggak cukup kalau segitu, miliaran," jawab Achmad.
"Kalau begitu mencapai Rp 1 miliar?" desak wartawan. "Masih kurang," jawab sang pecinta jip eks militer ini.
"Hmm, Rp 5 milar?" tanya wartawan lagi. "Kebanyakan, nggak segitulah pastinya," jawab Achmad.
"Kalau begitu antara Rp 3 miliar?" berondong wartawan. "Ya, kurang dikit lah," kata Achmad sambil tersenyum.
Achmad mengatakan, dana sebesar itu didapat dari investor swasta, bukan dari Pemda atau bahkan sponsor perusahaan produk tertentu.
"Adalah, semacam investor. Tapi itu nanti saja," pungkasnya.
Sejak September 2009 kemarin, renovasi mulai dilakukan di AACC. Hal ini sebagai upaya untuk membiayai gedung yang masuk kriteria dilindungi oleh pemerintah setempat.
Beberapa renovasi yang dilakukan antara lain, plafon gedung yang sudah bocor dan dinilai kusam, kamar mandi yang mumpuni untuk para pengguna gedung kalangan atas, dan juga lantai karpet bak ballroom hotel berbintang.
Walaupun ditata dengan gaya modern sesuai dengan rencana peruntukan layaknya convention hall, Achmad menjamin renovasi tidak akan menganggu identitas gedung yang sempat menelan 11 korban jiwa dalam konser maut Februari 2007 lalu.
Dua proyektor yang digunakan untuk penanyangan film di gedung eks Bioskop Majestic itu tetap akan digunakan, bahkan akan menjadi tambahan interior ruangan.
http://bandung.detik.com/images/content/2009/11/03/501/renov1.jpg
http://bandung.detik.com/images/content/2009/11/03/501/renov2.jpg
v-sun November 4th, 2009, 02:48 PM berita terbaru penebalan runway bandara Husein Sastranegara
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=52150
t.aldi November 6th, 2009, 04:47 AM Baru ngelewatin jalan raya ujung berung dkt cibiru, ada lahan luaas banget dan tampaknya tembus sampai soekarno hatta. Udah ditutup seng. Segera dibangun pusat bisnis Tanrise City. Gede banget lahannya.
v-sun November 6th, 2009, 11:31 AM PERTUMBUHAN EKONOMI JABAR MEMASUKI TITIK BALIK
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=108338
v-sun November 6th, 2009, 11:39 AM Baru ngelewatin jalan raya ujung berung dkt cibiru, ada lahan luaas banget dan tampaknya tembus sampai soekarno hatta. Udah ditutup seng. Segera dibangun pusat bisnis Tanrise City. Gede banget lahannya.
tanrise city Bandung tu kyk gimana sih? gw nyari2 d google koq ga ada yg berhubungan ma Bandung y?
Sizter85 November 6th, 2009, 11:41 AM berita terbaru penebalan runway bandara Husein Sastranegara
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=52150
Finally,..... Excited banget gue baca berita ini, :banana:
Thanks v-sun :okay:
Next Point.. Istana Plaza yg konstruksi ketinggian nya perlu di pertimbangkan.. ini jg gk kalah penting :)
Bravo BDO :cheers:
v-sun November 7th, 2009, 11:39 AM Jumat, 06 November 2009
APBD Kota Bandung 2010 Alokasikan Rp 339 Miliar
Dewan Minta Jaminan Jalan Mulus
JLN. ACEH,(GM)-
DPRD Kota Bandung meminta jaminan dari Pemerintah Kota Bandung bahwa pada tahun 2010, infrastruktur jalan yang ada di Kota Bandung seratus persen mulus.
Hal itu seiring dengan dialokasikannya anggaran pos belanja langsung untuk perbaikan infrastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2010 yang mencapai Rp 339 miliar.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Bandung, Haru Suandharu mempertanyakan jaminan dari pemkot bahwa semua jalan di Kota Bandung akan mulus dan di-hotmix pada 2010. "Apakah kenaikan anggaran sekitar 28,23% dibandingkan anggaran 2009, menjamin jalan-jalan di Kota Bandung mulus dan di-hotmix sampai ke pelosok?" kata Haru, Kamis (5/11).
Haru menantang Pemkot Bandung agar merealisasikan hal tersebut. Pasalnya, Kab. Kuningan dengan APBD yang tidak lebih dari Rp 1 triliun, dapat membuat infrastruktur perkotaan yang dinikmati masyarakat. "Apakah Kota Bandung bisa seperti Kuningan dengan nilai APBD Kota Bandung yang sangat jauh dibandingkan daerah tersebut," ungkap Haru.
Menanggapi pertanyaan dari dewan, Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda menyatakan, program pekerjaam umum antardaerah tidak bisa dibandingkan secara utuh. Karakteristik jalan setiap daerah berbeda-beda.
"Perbedaannya beragam, bisa dilihat dari berbagai aspek yang berkaitan dengan infrastruktur jalan. Dengan kata lain, tidak bisa begitu saja disamaratakan antara satu kota dengan kota lain," kata Ayi.
Perbedaannya terletak pada kondisi jalan di Kota Bandung yang lebih besar, lebih panjang, kondisi topografi yang merupakan daerah cekungan, serta tingkat sedimentasi dan penyampahan di Kota Bandung yang cukup tinggi.
Dijelaskan Ayi, untuk biaya pemeliharaan dan peningkatan jalan, per tahunnya dibutuhkan anggaran yang cukup besar, yakni Rp 175 miliar. "Untuk pembangunan dan rehabilitasi saluran jalan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 98,5 miliar per tahun. Sementara untuk pembangunan dan rehabilitasi trotoar jalan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 51,5 miliar per tahun. Ini bisa menjadi dasar pertimbangan pengajuan anggaran infrastruktur yang saat ini mengalami kenaikan," tutur Ayi.
Anggaran masih rendah
Pengajuan alokasi anggaran bagi perbaikan infrastruktur perkotaan pada tahun anggaran 2010, sebenarnya terbilang lebih rendah dibandingkan kebutuhan yang sesungguhnya. Beberapa waktu lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi menyatakan akan mengalokasikan anggaran perbaikan seluruh infrastruktur perkotaan mulai dari jalan, trotoar, hingga sistem drainase yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 650 miliar.
Edi mengaku sudah menghitung secara keseluruhan kebutuhan untuk perbaikan infrastruktur perkotaan tersebut. Perbaikan infrastruktur bukan hanya di pusat kota, tapi juga di kawasan Bandung Timur yang saat ini diprioritaskan pembangunannya.
"Kira-kira setelah kami menghitung keseluruhan kebutuhan, untuk menyulap kota menjadi bagus dalam infrastrukturnya, diperlukan biaya sebesar Rp 650 milliar. Itu dibagi dua, yakni perbaikan infrastruktur di pusat kota sebesar Rp 300 milliar, dan di Bandung Timur sebesar Rp 350 miliar," kata Edi saat ditemui wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, beberapa waktu lalu. (B.114)**
v-sun November 7th, 2009, 11:42 AM Sabtu, 07 November 2009
Belum Ada Konsep Ideal Penataan PKL
WASTUKANCANA,(GM)-
Meski telah melakukan studi komparasi penataan pedagang kaki lima (PKL) ke Surakarta dan Surabaya, namun Satpol PP Kota Bandung tampaknya belum memiliki konsep yang ideal untuk penataan PKL di Kota Bandung. Untuk sementara, Satpol PP akan memaksimalkan unsur kewilayahan.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Ferdi Ligaswara di Balai Kota, Jln. Wastukancana, Jumat (6/11), mengatakan, pihaknya masih mencari konsep ideal penataan PKL. Menurut Ferdi, diperlukan sinergisme dan kolektivitas antarsatuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam menangani PKL.
"Konsep konkretnya masih kita cari. Yang jelas, penanganan PKL ini tidak bisa secara parsial, tapi harus menyeluruh dengan disertai peran aktif masyarakat," ujar Ferdi.
Upaya memaksimalkan unsur kewilayahan, terang Ferdi, salah satunya dengan menempatkan sebagian personelnya untuk ditempatkan di kecamatan. Untuk sementara ada 5 kecamatan yang akan menjadi prioritas, yaitu kecamatan yang selama ini menjadi kantung-kantung PKL. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah kec. Andir, Regol, Sumur Bandung, Bandung Wetan, dan Kec. Astanaanyar.
"Kita akan coba dulu konsep penertiban dengan memaksimalkan unsur kewilayahan. Saat ini sudah ada beberapa hasil dengan menempatkan PKL di persil pasar," terang Ferdi.
Ke depan, imbuh Ferdi, pihaknya akan lebih maksimal dalam melakukan penataan. Satu aturan yang sudah pasti, PKL tidak boleh berjualan di tujuh titik.
Ferdi berjanji akan berupaya, di usia Kota Bandung yang ke-200 pada tahun depan, Bandung akan terbebas dari PKL yang berjualan di kawasan-kawasan terlarang. "Utamanya di kawasan tujuh titik. Akan kita upayakan supaya tidak akan ada lagi PKL di sana," tegas Ferdi.
Tidak boleh
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Dada Rosada tetap melarang kawasan tujuh titik untuk dijadikan tempat berjualan bagi PKL. Menurut Dada, ada yang mengusulkan supaya Jln. Dalem Kaum ditutup dan digunakan untuk penataan PKL.
"Jalan dan trotoar itu fungsinya hanya untuk kendaraan. Tidak boleh dipakai berjualan. Jalan dan trotoar harus dikembalikan ke fungsi sebenarnya," ujarnya.
Dada mengatakan, selama dirinya menjadi Wali Kota Bandung hingga 2013 mendatang, PKL tidak boleh berjualan di tujuh titik. Pemkot akan bertindak tegas jika masih ada PKL di kawasan itu. "Untuk penataan, juga tidak boleh di kawasan itu," katanya. (B.114)**
v-sun November 7th, 2009, 11:43 AM Finally,..... Excited banget gue baca berita ini, :banana:
Thanks v-sun :okay:
Next Point.. Istana Plaza yg konstruksi ketinggian nya perlu di pertimbangkan.. ini jg gk kalah penting :)
Bravo BDO :cheers:
samasama....:)
maksudnya bangunan IP juga termasuk mengganggu penerbangan??
tp gw masih ragu ni proyek bakalan beres tahun ini juga
v-sun November 7th, 2009, 12:29 PM Apartemen Marbella Suites di Bandung Siap Dipasarkan
BANDUNG, KOMPAS.com — Sekitar 70 unit apartemen Marbella Suites di Jalan Sentra Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat, siap dipasarkan. Apartemen dengan 15 lantai itu menawarkan hawa sejuk dan panorama perbukitan di kawasan Bandung bagian utara.
President Director Marbella Group Kosmian Pudjiadi seusai soft opening Marbella Suites di Bandung, Rabu (9/9), mengatakan, harga unit dengan satu kamar tidur sebesar Rp 400 juta, dua kamar sebesar Rp 700 juta, tiga kamar sebesar Rp 1 miliar, dan lima kamar sebesar Rp 2,5 miliar-Rp 3 miliar.
Semua unit apartemen dilengkapi ruang keluarga. Lama pembangunan Marbella Suites sekitar 18 bulan. Bangunan itu dilengkapi pusat kebugaran, restoran, ruang pertemuan, dan kolam renang. Saat ini, unit yang sudah tersedia berada pada satu menara, yaitu Barcelona.
Sebanyak dua menara lain, yaitu California dan Athena, akan dibangun. Menara California direncanakan rampung dibangun dalam dua tahun. Adapun jadwal penyelesaian menara Athena belum dapat dipastikan. Marbella Suites lain akan dibangun, yaitu di Bali yang direncanakan selesai pada tahun 2011, serta Perth dan Sidney, Australia, yang diharapkan beroperasi pada akhir tahun 2012.
^^gila,,sinting juga ya harganya??:D apa kualitasnya bnr2 OKE juga tuh?
v-sun November 7th, 2009, 12:36 PM Kota Bandung Raih Penghargaan Daerah Berprestasi
Selasa, 03 November 2009
Kota Bandung bersama 27 kota, 17 kabupaten dan 9 propinsi di Indonesia, menerima piagam penghargaan dan dana insentif antara Rp 18 milyar hingga Rp 38 milyar dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, pada acara Stakeholders Gathering dalam rangka Hari Keuangan ke 63 di Gedung Departemen Keuangan RI, Jalan Dr Wahidin Raya I Jakarta, Senin malam (02/11/09).
Penghargaan diberikan karena dinilai berprestasi dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat, tetap mengupayakan terwujudnya clean government dan good governance serta kinerja keuangan yang baik.
Sri Mulyani menyebutkan, penentuan daerah berprestasi dan besaran alokasi dana insentif, didasarkan pada ranking tertentu dan hasil bobot terhadap 2 (dua) kriteria, antara lain kinerja keuangan dan kinerja ekonomi serta kesejahteraan.
Kriteria keuangan meliputi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) diatas rata-rata nasional, Perda APBD ditetapkan tepat waktu, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diatas rata-rata nasional meski kemampuan fiscal rendah, opini laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) BPK RI menyatakan wajar tanpa pengecualian (WTP) atau wajar dengan pengecualian (WDP) selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Sedangkan kriteria ekonomi dan kesejahteraan, meliputi penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, inflasi dibawah rata-rata nasional, pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional.
Kebijakan yang rencanananya berlanjut dan dilaksanakan setiap tahun, Sri Mulyani berharap, akan memacu pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerjanya. "Bagi yang sekarang berprestasi jangan cepat merasa puas, pertahankan dan tingkatkan terus jangan sampai menurun. Sementara bagi yang belum mendapatkan, bangkitkan motivasi kinerja dan raih prestasi,".
Wali Kota Bandung, H Dada Rosada mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih Penghargaan yang diterimanya dari Menteri Keuangan ini dikatakannya, merupakan kinerja seluruh elemen di Kota Bandung, Pemerintah Kota, DPRD dan masyarakat. "Alhamdulillah, ini akan lebih memotivasi kita untuk meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah lebih baik lagi.," ungkapnya seraya menyatakan, dana insentif yang diterimanya akan dimanfaatkan untuk penataan infrastruktur jalan di Kota Bandung.
Terkait jenis opini WDP terhadap LKPD Kota Bandung dari BPK RI Perwakilan Jawa Barat beberapa waktu lalu (29/10), Dada menyatakan temuan memang ada namun tidak menyebabkan kerugian keuangan daerah. Temuan umumnya lebih disebabkan pada perbedaan administrasi.
Senada dengan Inspektur Kota Bandung, H Sukarno yang mengatakan, jenis opini WDP terdapat pengertian bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai standar akuntansi, kecuali dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan. Opini WDP untuk Kota Bandung dikatakannya, jauh lebih baik dari opini menolak memberikan pendapat atau disclamer opinion.
Perbedaan administrasi sebagai temuan BPK dikatakannya, dicontohkannya terjadi pada pengelolaan asset daerah yaitu pengadministrasian ketika pengalihan asset Dinas Pasar ke PD Pasar. Saat pemeriksaan dilakukan, PD Pasar belum merinci secara baik sehingga datanya tidak bisa diandalkan oleh BPK. Ini mengakibatkan terjadi selisih belanja modal antara catatan yang ada di bagian asset dengan yang ada di bagian keuangan, "Jadi bukan dikorup tetapi nilai assetnya yang catatanya belum terinci. Namun sesuai kepatuhan terhadap aturan, 2 kali 30 hari kedepan akan segera kita lanjuti tertib administrasinya oleh SKPD nya yang terkait," jelasnya. (www.bandung.go.id)
Sizter85 November 7th, 2009, 01:09 PM samasama....:)
maksudnya bangunan IP juga termasuk mengganggu penerbangan??
Sudah bukan rahasia lagi kalau tingkat ketinggian IP sudah menjadi polemik yg cukup lama, itu akan bisa menjadi 'obstacle' bagi aktivitas pergerakan pesawat di Husein sendiri, dan otomatis menghambat perkembangan kedepan nya bagi Husein
Ampelio November 8th, 2009, 10:28 AM Banyak pusat perbelanjaan baru bermunculan di Bandung termasuk bbrp yg masih u/c seperti di Balubur, that's great ! :okay:
...tp yg gw heran tidak sedikit pula pusat2 perbelanjan lama yg tidak terurus dan justru bbrp lantainya kosong :ohno:
My curiosity... actually what happened with Pasar Kosambi and Terminal Ciroyom? (dua dari bbrp titik yg agak memalukan buat kota sekelas Bandung)
tukangbasotahu November 8th, 2009, 06:57 PM Abstract: During 2009, West Java province constructs and plans 582 building projects with construction value of about 17.8 trillion rupiah, as reported by BCI Asia in its construction market information system; Project Lead and Lead Manager.
The report was a result of a construction market research done by BCI Asia’s research team through direct interview with the architects, project managers, and main contractors. The projects included several categories, such as residential, retail, hotel, office, education and research, hotel, and recreation.
Hotel
There are 27 hotel projects recorded, 11 of them are under construction, nine of these are located in Bandung area, while the rest in Garut and Cirebon. Another 17 hotel projects are still under design stage and located in Bandung (7 projects), Bekasi (4 projects), Bogor (3 Projects) and Cirebon (2 projects),
One of the developers who builds this hotel facility is Renaldy Jaya Group that plans to develop 6 hotels, some of them are located in Rancabentah (Ciputih), Cihampelas, Lembang Raya, Braga, and Kebon Kawung. Hotel in Rancabentang, a 13-storey hotel to contain 80 rooms, with a floor space of about 14,000 square meters, has been constructed in the end of 2008 and is expected to end in December 2009.
Another hotel who is also under construction is The Amaros Hotel, a five-storey hotel with a floor space of about 10,000 square meters, on a 6,000-square-meter site. Construction started in Februart 2009 and is expected to end in October 2009.
In Cirebon, Jatra Hotel is also under construction at Cirebon Complex Superblock, it is a four-storey hotel, with a floor space of 12,000 square meters, on a 5,000-square-meter site. Construction started in August 2009 and is expected to end in the second quarter 2010.
Amaris Hotel in Cimanuk Bandung is recorded as the project in the design stage. This hotel consists of two buildings, each with a 15 storeys and a floor space of about 30,000 square meters, on a 2-hectare site.
Vertical Housing
The limited area and the high land price, along with the high demand of residential space, cities in West Java, as happens in Greater Jakarta and other big cities, is now also busy constructing vertical housing. It is not only for middle class people that widely-known as apartment and condominium but also flats for lower class people called as subsidized apartment.
In this 2009, BCI Asia recorded 35 vertical housing buildings in design stage, tender phase, and already constructed.
Construction Awarded
Some included in the construction stage are located in the prestigious mixed use development. THE EDGE RESIDENCE is located at Jalan Raya Baros, Cimahi, with a total floor space of about 159,000 square meters, to include 13 units of 15-storey apartment towers, a two-storey shopping mall and a two-storey office. This project is developed by Bangun Bumi Waluya PT, designed by architect Atelier t(wo), with Cipta Sukses as the structure engineer, Palumas Sejati PT as the piling contractor, Pulauintan Bajaperkasa Konsturksti PT as the main contractor and Interarts Graha Selaras PT as the interior contractor.
Pasadena subsidized apartement in Jalan Caringin Bandung is also under construction, it is a development of a three units of 20-storey apartment towers, each with a floor space of about 50,000 square meters. Construction started in February 2009 and is expected to end in December 2010. This project is developed by Mandala Jaya Sakti PT with Yongki dan Rekan as the architect firm, Cipta Sukses PT as the structure engineer and main constructed by Wijaya Karya (Persero) Tbk PT.
Several subsidized apartments also already entered the construction stage, such as in Juanda University Bogor, subsidized apartment in Cimahi, Garut, and Bale Endah (Bandung).
Two subsidized apartments constructed in campus area such as in Juanda University Bogor, and also in Garut University in Garut, West Java. They consists of a twin five-storey flat blocks, with a total floor space of about 4,000 square meters which was initiated by The State Ministry of Housing with Perentjana Djaja PT as the architect for the one in Bogor and Andhika ANgjayasa Konsultan PT for Garut’s. The supervisory consultants or these two apartments are Asia Paragon PT and Bina Karya (Persero) PT. And as the main contractors, each is done by Nusacipta Etikapura PT and Karya CIpta Mandiri Sejati PT.
While, Bale Endah flat dedicated to the workers is consisted of a five-storey flat blocks, with a total floor space of about 5,000 square meters. The construction started in June2009 and is expected to end in the end of 2009 or the beginning of 2010, with Tribina Prima Lestari PT as the main contractor.
Tender Stage
Sanggar Hurip Apartment in Jalan Soekarno Hatta, Bandung, a development of two 15-storey apartment towers, with a total floor space of about 44000 square meters, has already entered the tender stage. Hutama Karya (Persero) PT and Adhi Karya (Persero) PT are recorded as the selected bidders.
Beside that, in Kedung Halang, Bogot, Bogor Valley Residences project developed by Binakarya Griyatama PT has also already entered the contractor’s tender process followed by Waskita Karya (Persero) PT - Divisi Konstruksi I - Gedung & Industri, Djasa Ubersakti PT and Catur Bangun Mandiri PT. The project is a development if two units of an 18-storey apartment, with a floor space of 32,000 square meters. Construction is expected to start in October 2009. Megatika International PT was recorded as the architect and Ketira Engineering Consultants PT as the stuercture engineer in Pasar Jumat project.
Binakarya Griyatama PT in this year is also developing subsidized apartment Cibubur Village in Jalan Radar Auri, Cimanggis, Depok, which now already enters the construction stage and other two apartments in Klender and Pondok Bambu, East Jakarta.
Design Stage
In the design stage, recorded another subsidized owned-flat Winaya Bhakti, a cooperation work between Bandung City Government with the developer Raja Jaya Perkasa PT. This project consists of 13 units of 17-storey apartment towers, with a total floor space of about 150,000 square meters. Construction is expected to start in the end of 2009, with Anugrah Multi Cipta Karya PT as the architect and also as the structure engineer.
Another vertical housing in the design stage is luxurious apartment The Suite @Metro Bandung located in Jalan Soekarno Hatta Bandung. The apartment said as the five-star hotel facility consists of 3 units of 20-storey towers, with a floor space of about 30.000 square meters. Construction is expected to start in the beginning of 2010, developed by Margahayu Land PT and designed by Pandega Desain Weharima PT.
Musmar Resort Apartment in Gedebage City area is also still in the design process, it consists of 3 units of 12-storey apartment towers, with a total floor space of about 50,000 square meters. Gedebage City is a new area developed by Bandung Cipta Permai PT that not only plans to construct housing but also hospital, shopping mall, education building, and recreation center. Hospital will be built as a four-storey building with a total floor space of about 40,000 square meters, to include: medical care unit, an emergency unit, a polyclinic and laboratory.
Musmar Plaza Centre Shopping Mall is a four-storey shopping center with a floor space of about 30,000 square meters. The education building will consist of two and three-storey buildings, with a total floor space of about 20,000 square meters. The recreation center will be built on a 3-hectare site, to include: water boom, food center and play ground. Construction is expected to start in October 2009 and is expected to totally end in 2013.
*) Published on Indonesian TechnoKonstruksi Magazine: October 2009
Translasi:
Potensi Pasar Konstruksi Bangunan Gedung di Jawa Barat Mencapai 17,8 Trilyun
Selama 2009, Propinsi Jawa Barat sedang membangun dan merancang 582 proyek bangunan gedung dengan nilai konstruksi mencapai Rp17,8 Trilyun, sebagaimana dilaporkan BCI Asia dalam sistem informasi pasar konstruksi Project Lead dan Lead Manager .
Laporan tersebut merupakan hasil riset pasar konstruksi yang dilaksanakan secara langsung oleh tim riset BCI Asia dengan mewawancarai para arsitek, pimpinan proyek, pengembang dan kontraktor pelaksana. Proyek termasuk kategori hunian, retail, hotel, kantor & perkantoran, sarana pendidikan, sarana kesehatan hingga rekreasi.
Hotel
Proyek dengan kategori hotel, tercatat ada 27 proyek, 11 hotel sedang dalam tahap konstruksi , 9 di antaranya berlokasi di kawasan Bandung dan lainnya di Garut dan Cirebon. Sejumlah 17 proyek hotel lainnya dalam masih dalam tahapan desain tersebar di Bandung (7 proyek), Bekasi (4 proyek), Bogor (3 proyek) dan di Cirebon (2 proyek) .
Salah satu Pengembang yang membangun fasilitas penginapan ini adalah Renaldy Jaya Group yang merencanakan pengembangan 6 hotel di antaranya di Rancabentang (Ciputih), Cihampelas, Lembang Raya, Braga, dan Kebon Kawung. Rencana hotel di Rancabentang yang 13 lantai terdiri 80 kamar tidur, dengan luas bangunan sekitar 14.000 meter persegi telah dimulai konstruksinya di akhir 2008 lalu dan diharapkan selesai hingga Desember 2009.
Hotel lainnya yang sedang dalam tahap konstruksi adalah The Amaroossa Hotel, yang merupakan bangunan lima lantai dan satu basement terdiri 87 kamar tidur, dengan luas bangunan 10.000 meter persegi, di atas lahan seluas 6.000 meter persegi. Konstruksi telah dimulai di bulan Februari 2009 dan diharapkan selesai akhir tahun 2009 ini.
Di kota Cirebon, juga sedang dibangun Hotel Jatra di Komplek Cirebon Superblok yang merupakan hotel empat lantai, dengan luas bangunan 12.000 meter persegi, di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Konstruksi sedang berlangsung dan diharapkan selesai di pertengahan tahun 2010.
Dalam tahapan desain/perancangan tercatat Hotel Amaris berlokasi di Cimanuk, Bandung. Hotel ini terdiri dari dua bangunan dengan 15 lantai, dan luas bangunan 30.000 meter persegi, di atas lahan seluas dua hektar.
Hunian vertikal
Terbatasnya kesediaan dan mahalnya harga tanah, serta masih tingginya permintaan hunian, kota, di Jawa Barat sepertihalnya di wilayah DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya, kini juga marak membangun hunian vertikal. Tidak hanya untuk kalangan menengah-atas yang biasanya disebut dengan apartemen dan kondomonium, namun juga rumah susun untuk kalangan menengah-bawah atau juga disebut apartemen bersubsidi.
Pada tahun 2009 ini, BCI Asia mencatat 35 bangunan hunia vertikal masuk di tahapan desain, tender, dan pelaksanaan konstruksi.
Tahapan Konstruksi
Di antaranya adalah yang masuk dalam tahapan konstruksi adalah: saat ini dibangun kawasan multifungsi prestisius THE EDGE RESIDENCE yang berlokasi di Jalan Raya Baros, Cimahi. dengan total luas bangunan sekitar 159.000 meter persegi, meliputi: 13 menara apartemen 15 lantai, pusat perbelanjaan dua lantai, dan perkantoran dua lantai. Proyek yang dikembangkan oleh Bangun Bumi Waluya PT, dirancang oleh arsitek Atelier t(w)o, dengan perencana struktur Cipta Sukses PT, kontraktor pancang, Palumas Sejati PT dan sebagai kontraktor ditunjuk Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi PT serta Interarts Graha Selaras PT untuk pekerjaan interior.
Selain itu di Jalan Caringin, Bandung juga sedang dikembangkan apartemen bersubsidi Pasadena yang merupakan pembangunan tiga menara apartemen 20 lantai, dengan luas bangunan sekitar 50.000 meter persegi. Konstruksi diharapkan mulai Februari 2009 dan diharapkan selesai Desember 2010. Proyek ini dikembangkan oleh Mandala Jaya Sakti PT dengan perencana arsitektur Yongky dan Rekan, perencana struktur Cipta Sukses PT dan sebagai pelaksana konstruksi Wijaya Karya (Persero) Tbk PT.
Sejumlah rumah susun sewa juga sudah masuk dalam tahapan konstruksi antara lain di Universitas Juanda, di Bogor, rusunawa Kota Cimahi, Kota Garut, dan Bale Endah (Bandung).
Dua rusunawa dibangun di kawasan kampus yaitu di Universitas Juanda, Bogor dan juga di Universitas Garut, Garut, Jawa Barat. Rusunawa yang dibangun terdiri dari dua blok rumah susun lima lantai, dengan luas bangunan 4.000 meter persegi diprakarsai oleh ementerian Negara Perumahan Rakyat dengan arsitek Perentjana Djaja PT untuk di Bogor dan Andhika Angkayasa Konsultan PT untuk di Garut dengan konsultan pengawas Asia Paragon PT dan Bina Karya (Persero) PT. Sebagai pelaksana konstruksi, masing-masing oleh Nusacipta Etikapura PT dan Karya Cipta Mandiri Sejati PT.
Sedangkan Rumah susun Bale Endah yang diperuntukkan untuk para pekerja ini terdiri dari lima lantai, dengan luas bangunan 5.000 meter persegi. Konstruksi diharapkan telah dimulai di bulan Juni 2009 diharapkan selesai akhir 2009 atau awal 2010, dengan kontraktor Tribina Prima Lestari PT.
Tahapan Tender
Sanggar Hurip Apartemen di Jalan Soekarno Hatta, Bandung yang merupakan pembangunan dua tower apartemen 15 lantai dengan luas bangunan keseluruhan sekitar 44.000 meter persegi, telah masuk dalam tahap proses tender. Tercatat Hutama Karya (Persero) PT dan Adhi Karya (Persero) Tbk PT sebagai kontraktor yang diseleksi.
Selain itu, di Kedung Halang, Bogor, proyek Bogor Valley Residences yang dikembangkan oleh Binakarya Griyatama PT juga sedang memasuki tahapan proses tender kontraktor yang diikuti oleh Waskita Karya (Persero) PT - Divisi Konstruksi I - Gedung & Industri, Djasa Ubersakti PT, Catur Bangun Mandiri PT.
Proyek merupakan pembangunan dua menara apartemen 18 lantai, dengan luas bangunan 32.000 meter persegi. Konstruksi diharapkan mulai Oktober 2009. Proyek dirancang oleh arsitek Megatika International PT dan perencana struktur Ketira Engineering Consultants PT.
Binakarya Griyatama PT dalam tahun ini juga mengembangkan apartemen bersubsidi Cibubur Village di Jalan Radar Auri, Cimanggis, Depok yang sedang memasuki tahapan konstruksi dan dua apartemen lainnya di Klender dan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Tahapan Desain
Dalam tahapan desain, tercatat antara lain proyek rumah susun sederhana milik (rusunami) Winaya Bhakti yang merupakan kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan pengembang Raja Jaya Perkasa PT. Proyek ini terdiri dari 13 menara apartemen 17 lantai, dengan luas bangunan keseluruhan sekitar 150.000 meter persegi. Konstruksi diharapkan mulai akhir 2009, dengan arsitek yang dipercaya untuk merancang bangunan ini adalah Anugrah Multi Cipta Karya PT yang sekaligus juga merancang perencanaan strukturnya.
Hunian vertikal lainnya yang masuk dalam tahap desain adalah apartemen mewah The Suite @Metro Bandung yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Apartemen yang disebut-sebut berfasilitas hotel berbintang lima ini terdiri dari 3 menara 20 lantai, dengan luas bangunan sekitar 30.000 meter persegi. Konstruksi diharapkan mulai awal 2010, dikembangkan oleh Margahayu Land PT dan dirancang oleh arsitek Pandega Desain Weharima PT.
Proyek yang masuk dalam tahapan desain, termasuk pula pembangunan Musmar Resort Apartment di Kawasan Gedebage City yang terdiri dari tiga menara apartemen 12 lantai, dengan luas bangunan sekitar 50.000 meter persegi. Gedebage City merupakan suatu kawasan baru yang dikembangkan oleh Bandung Cipta Permai PT yang berencana tidak hanya membangun hunian namun juga rumah sakit, pusat perbelanjaan, pusat pendidikan dan pusat rekreasi. Rumah sakit akan terdiri dari empat lantai dengan luas bangunan keseluruhan sekitar 40.000 meter persegi, meliputi: unit rawat inap, unit gawat darurat, poliklinik dan laboratorium.
Pusat perbelanjaan Musmar Plaza Center empat lantai dengan luas bangunan sekitar 30.000 meter persegi. Pembangunan dua dan tiga lantai pusat pendidikan, dengan luas bangunan keseluruhan sekitar 20.000 meter persegi dan Pusat rekreasi diatas lahan seluas tiga hektar, meliputi: water boom, pusat jajanan dan taman bermain. Rencana konstruksi dimulai Oktober 2009 dan diharapkan selesai keseluruhan di tahun 2013.
*) Artikel ditulis oleh BCI Asia di Majalah TechnoKonstruksi Edisi Bulan Oktober 2009
retroisme November 9th, 2009, 04:00 PM numpang tanya, saya kan new comer di bandung.. ring ice skating di bandung masih ada ga sih? di mal apa ya?
Ampelio November 9th, 2009, 04:36 PM numpang tanya, saya kan new comer di bandung.. ring ice skating di bandung masih ada ga sih? di mal apa ya?
^^Masih ada, di Istana Plaza (IP) lantai 3. Jalan Pajajaran, dekat ke arah Bandara Hussein Sastranegara.
v-sun November 9th, 2009, 05:47 PM ^^tapi KATANYA sih dah gak ada,, gak tau deh dah lama gak ke IP
jenaro November 9th, 2009, 06:55 PM Iya, yang di IP udah ditutup kira-kira 5-6 bulan yang lalu.
v-sun November 9th, 2009, 07:05 PM So,,skrg gak ada satupun ya d Bandung? Truz ada gak sih yg namanya Dago ice city?
dhani_aja November 9th, 2009, 08:18 PM Dago ice city? ga pernah denger tuh, haha...
btw, update ah nih,, udah lama ga ada yg update... :cheers:
Update 09-11-09
SCARLET DAGO HOTEL (Desainnya lumayan bagus..)
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0313.jpg
CHAMPS
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0314.jpg
BALUBUR
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0316.jpg
ASTON PASTEUR
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0317.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0319.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0318.jpg
dhani_aja November 9th, 2009, 08:27 PM Update Lagi... 09-11-09
GRAND ROYAL PANGHEGAR APARTMENT (Udah siap2 ninggi nih...)
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0326.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0325.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0324.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0327.jpg
Siap2 bandwith, hahaha... piss
Masih ada dua lagi, ntar aja ya klo udah ganti page... :lol:
jenaro November 9th, 2009, 08:50 PM Itu Scarlet dimananya Dani ? Gue udah lama nggak lewat Dago nih :D
dhani_aja November 9th, 2009, 08:58 PM ^^ di jalan siliwangi, deket simpang dago, samping bank mandiri...
jenaro November 9th, 2009, 09:27 PM ^^ di jalan siliwangi, deket simpang dago, samping bank mandiri...
Oalah, sebelahnya Halaman toh ? ic.
Dulu disitu ada tukang potong rambut yang nyempil. Ukuran bangunannya kecil banget, paling cuma 3x3. Tergusur dong dia sekarang ya ? hehehe ..
dhani_aja November 10th, 2009, 01:50 AM ^^ yup samping cafe halaman (yg sering bikin macet :bash:).. haha iya, pernah liat tuh, bahkan lebih kecil kali daripada 3 x 3, sekarang kayaknya udah tergusur memang..
Trip2Java November 10th, 2009, 06:10 AM So,,skrg gak ada satupun ya d Bandung? Truz ada gak sih yg namanya Dago ice city?
yang di Plago ( Plaza Dago ) dulu pernah kesono, sekalian liat studio mini 99ers FM diajakin sama akay penyiar centilnya, tp ga tau sekarang.
:cheers:
sayang ya yang di IP kok bisa ditutup
Trip2Java November 10th, 2009, 06:13 AM Update Lagi... 09-11-09
GRAND ROYAL PANGHEGAR APARTMENT (Udah siap2 ninggi nih...)
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0326.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0325.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0324.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0327.jpg
Siap2 bandwith, hahaha... piss
Masih ada dua lagi, ntar aja ya klo udah ganti page... :lol:
nice... ya elaaaahh tu kabel-nya
suruh di telen aja ama petugas PLN sekalian, bikin sumpek pemandangan aja
bamz.. November 10th, 2009, 07:58 AM pic ke 3 serasa di japan ! ;p..
v-sun November 10th, 2009, 07:59 AM yang di Plago ( Plaza Dago ) dulu pernah kesono, sekalian liat studio mini 99ers FM diajakin sama akay penyiar centilnya, tp ga tau sekarang.
:cheers:
sayang ya yang di IP kok bisa ditutup
Hhhhhh...ternyata yg di Plaza Dago juga dah tutup :bash:
t.aldi November 10th, 2009, 09:17 AM Rumah tua disamping gd. Sate, kalo gak salah dulu bekas kantor BNN/KPA, Tadi lewat udah ditutup seng biru PP. Gak tau mau jadi apa. Sour Sally ke-2 dah buka di IP. Dan NAV karaoke ke 5 di BSM. Hehehe.
dhani_aja November 10th, 2009, 09:41 AM Oalah, sebelahnya Halaman toh ? ic.
Dulu disitu ada tukang potong rambut yang nyempil. Ukuran bangunannya kecil banget, paling cuma 3x3. Tergusur dong dia sekarang ya ? hehehe ..
Ralat bro, ternyata pas tadi ke kampus lewat SCARLET, tukang cukurnya masih ada koq, hehhe... cuma masih tutup, apa karena masih pagi ya.. OOT..:lol:
pic ke 3 serasa di japan ! ;p..
Iya ya, baru sadar..
v-sun November 10th, 2009, 09:47 AM pic ke 3 serasa di japan ! ;p..
klo gak salah liat (coz gw liat d hp), warnanya seperti ada warna gold2 gt, keren. .
@dhani_aja, dah ganti page nih..saatnya meng-upload....... :D
v-sun November 10th, 2009, 09:57 AM Dan NAV karaoke ke 5 di BSM. Hehehe.
kalo yg di BIP ada juga tempat karaoke opening soon dkt tmpt karaoke box gt,, ntu apa ya?
dhani_aja November 10th, 2009, 09:57 AM @dhani_aja, dah ganti page nih..saatnya meng-upload....... :D
Nih, tambahan lagih, biar ngabisin bandwith... hehe.. :cheers:
update 09-11-09
EX SURABAYA HOTEL (Crane udah turun, lagi ngurusin tangga nih, hehe..)
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0320.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0321.jpg
BUAH BATU PARK APARTMENT (16 fl dan 22 fl)
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0331.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0332.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0329.jpg
http://i518.photobucket.com/albums/u344/dhani_aja_lah/CIMG0328.jpg
t.aldi November 10th, 2009, 10:17 AM Bubat Park Apt. Emang mantep kalo diliat dari kejauhan di tol.
dhani_aja November 10th, 2009, 10:20 AM kira-kira tinggian mana (bangunannnya) antara bubat yg 22 fl atau gallery ciumbuleuit? apakah bubat ini udah jadi bangunan tertinggi di kota bandung?
v-sun November 10th, 2009, 02:17 PM Wow mantabz picz dhani,, :okay: thankz
Trip2Java November 11th, 2009, 10:23 AM Hhhhhh...ternyata yg di Plaza Dago juga dah tutup :bash:
wah sayang ya ?
gpp deh, di bandung udah cukup dingin, jadi ga perlu yang gituan heuheu..
eh, score cafe masih exist ya di ciwalk ? dah lama ga kesana niy
biasanya di citos jaksel
v-sun November 12th, 2009, 05:46 AM Rabu, 11/11/2009 18:16 WIB
Produksi Vaksin H1N1
Peternakan Ayam Tercanggih di Asia Tenggara Dibangun di Cisarua
Andri Haryanto - detikBandung
Bandung - Pemerintah melalui Biofarma akan membangun peternakan ayam steril dan termodern se-Asia Tenggara di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peternakan ini untuk memproduksi vaksin H1N1.
Peternakan ini akan dibangun di tanah seluas 8 hektare. Saking sterilnya, burung pun dilarang melintas di kawasan peternakan.
Hal itu terungkap dari pertemuan Presiden Direktur Biofarma Iskandar dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Rabu (11/11/2009), di Gedung Pakuan, Jalan Otista.
"Supaya terlindung dari kontaminasi manusia, diusahakan burung tidak boleh lewat di sekitar pabrik," kata Iskandar di sela pertemuan.
Selain itu, mulai dari proses pemberian makan, minum, sampai seleksi telur dilakukan oleh mesin. Sekitar 5 hektare dari lahan peternakan akan tertutup, setengah hektare untuk kandang ayam steril, dan sisanya untuk penjagaan.
"Hanya saja, penjagaannya saja yang berlapis-lapis," jelas Iskandar.
Salah satu penjagaan dilakukan dengan skenario penanaman pohon, juga monitoring agar peternakan ayam yang dikelola Biofarma tidak masuki binatang seperti burung dan lainnya.
Pembangunannya sendiri akan dimulai 16 November 2009 pekan ini. Bersamaan dengan itu, turut pula dibangun pabrik vaksin di Pasteur No.28.
"Penyelesaian konstruksinya satu tahun, November 2010 baru bisa diproduksi," kata Iskandar.
Peternakan tersebut ditujukan untuk penghasil telur steril yang akan digunakan untuk pembuatan vaksin. Untuk tahap awal produksi telur, kata Iskandar, ayam steril akan didatangkan dari Jepang.
Untuk specimen, jelasnya, akan bekerjasama dengan Depkes, Lembaga Eycman, dan Universitas Airlangga yang akan membuat benih pertumbuhan benih virus. "Untuk strainnya dari Indonesia, karena sama saja strainnya dengan WHO," ujarnya.
Soal pendanaan proyek, Biofarma membutuhkan Rp 1,3 triliun dari investasi pemerintah pusat. Dana yang sekarang telah di tangan Biofarma sendiri sebesar Rp 700 miliar untuk kebutuhan tahun 2008-2009. Sementara kebutuhan 2010 dibutuhkan Rp 600 miliar untuk fasilitas pembuatan vaksin.
Biofarma sendiri menargetkan produksi 20 juta vaksin per tahun dari pabrik yang tengah dibangunnya itu.
Di tempat sama, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berharap pembuatan pabrik vaksin tersebut melibatkan Badan Usaha Milik Daerah. "Kalau ada kemungkinan mengapa tidak, kalau tidak ada juga tidak apa-apa," ujar Heryawan.
(ahy/lom)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Biofarma Bangun Pabrik Vaksin Flu
Kamis, 12 November 2009 | 07:47 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com — Sebagai upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemik flu burung dan influenza A-H1N1, Departemen Kesehatan menunjuk PT Biofarma (Persero) untuk memproduksi vaksin bagi kedua virus tersebut. Rencananya, pembangunan fasilitas fisik dalam proyek itu dimulai pada 16 November 2009.
Selain pembangunan pabrik vaksin, PT Biofarma juga akan membangun fasilitas peternakan ayam steril seluas 5.145 meter persegi di kawasan Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Fasilitas tersebut akan menghasilkan telur steril sebagai media penanaman bibit virus flu burung yang akan dijadikan vaksin.
Presiden Direktur PT Biofarma Iskandar mengatakan, pemerintah menganggarkan Rp 1,3 triliun untuk pembangunan dua fasilitas fisik dan riset tersebut. Proyek yang dicanangkan tahun 2008 itu ditargetkan selesai dalam empat tahun.
”Untuk pembangunan fisiknya ditargetkan rampung November 2010,” katanya seusai bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Rabu (11/11) di Bandung.
Iskandar menjelaskan, pembangunan fasilitas produksi vaksin tersebut didasari atas kebutuhan vaksin flu di dunia yang saat ini masih tinggi. Kapasitas produksi vaksin flu di dunia masih sekitar 300 juta dosis per tahun dan terkonsentrasi di Eropa, Amerika Utara, Australia, dan Jepang. Jika timbul pandemi, produksi vaksin hanya mampu mencukupi 10 persen kebutuhan dunia.
Hingga saat ini tidak ada satu pun produsen di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memproduksi vaksin flu sendiri. Negara-negara di kawasan ini terancam tidak memiliki vaksin ketika timbul pandemi flu.
Padahal Indonesia termasuk rawan pandemik flu burung. Data Biofarma menyebutkan, sejak kasus flu burung di Indonesia dilaporkan pertama kali tahun 2005 hingga sekarang tercatat ada 141 kasus dengan angka kematian 115 kasus (81,6 persen).
Pembangunan pabrik vaksin flu di Indonesia diharapkan bisa memperbesar cadangan vaksin flu dunia. Kapasitas produksi vaksin flu Biofarma ditargetkan 20 juta dosis vaksin per tahun.
Gubernur Jawa Barat meminta PT Biofarma agar berkomitmen dengan mendahulukan cadangan vaksin flu bagi warga Jawa Barat. Sepanjang tahun 2009 di Jawa Barat tercatat ada 99 kasus influenza A-H1N1, yakni tertinggi nomor empat dari total 25 daerah di Indonesia yang terjangkiti flu tersebut. (REK)
v-sun November 12th, 2009, 06:21 AM Selasa, 10 November 2009
PD Pasar Akan Revitalisasi 2 Pasar
WASTUKANCANA,(GM)-
PD Pasar Kota Bandung berencana merevitalisasi Pasar Cijerah dan Pasar Cihaurgeulis karena kondisinya memprihatinkan. Untuk itu, PD Pasar Kota Bandung akan mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp 15 miliar.
Hal tersebut disampaikan Dirut PD Pasar Kota Bandung, Dodi Soeryadi. "Berdasarkan studi banding ke Solo dan Surabaya, kondisi di dua daerah tersebut berbanding terbalik dengan di Bandung. Di sini (Bandung, red) hanya 3% pasar yang kondisinya bagus, 20% layak pakai, sedangkan sisanya sudah tidak layak," ungkap Dodi saat ditemui di Auditorium Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, belum lama ini.
Dijelaskan Dodi, yang membuat kondisi pasar di Solo dan Surabaya baik adalah masalah pembiayaan. Di sana pembangunan didanai APBD ditambah dana bantuan dari Menteri Perdagangan. Selain retribusi masuk kas daerah, para pedagang juga berjualan dengan nyaman karena tidak terbebani biaya sewa yang tinggi.
Karena itu, lanjut Dodi, Kota Bandung tidak menutup kemungkinan akan mengajukan dana bantuan dari Menteri Perdagangan untuk revitalisasi dan pembangunan pasar tradisional. "Kota Solo mengajukan sekitar Rp 6 miliar di APDB 2008. Kita juga bisa mengajukan anggaran lebih dari itu melihat kondisi pasar saat ini. Sebelumnya, kita sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar untuk revitalisasi Pasar Cijerah," kata Dodi.
Sayangnya, lanjut Dodi, bantuan Pemprov Jabar sebesar Rp 1,4 miliar itu tidak mampu menyelesaikan proyek revitalisasi Pasar Cijerah dan Pasar Cihaurgeulis. Dari dana tersebut, PD Pasar hanya mampu menyelesaikan 30-40% saja. Karenanya, pihaknya berencana mengajukan lagi dana tambahan dari APBD Kota Bandung 2010.
"Untuk menyelesaikan revitalisasi dua pasar itu, minimal dibutuhkan dana Rp 15 miliar. Pak Sekda sudah setuju jika dimasukkan dalam RAPBD 2010 agar bisa dibahas," katanya.
Tidak mungkin
Di sisi lain, harapan untuk mengentaskan masalah pasar tradisional seolah tidak mendapat dukungan. DPRD Kota Bandung tidak begitu saja menyetujui permintaan PD Pasar yang mengajukan dana sebesar Rp 15 miliar. Alasannya karena status PD Pasar kini sudah bukan lagi dinas.
Ketua DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan mengatakan, dengan bentuk PD, maka PD Pasar harus profit oriented. Kalaupun ingin membantu para pedagang pasar, paling hanya dalam bentuk memberi harga murah atau hanya dengan harga modal pembangunan saja. Karena jika memberi gratis, pasti akan mengalami kerugian.
Ditambahkannya, jika nantinya Pemkot Bandung akan memberikan sejumlah dana, bentuknya akan jadi penyertaan modal, bukan dana hibah. Dengan begitu, PD Pasar harus setuju untuk memenuhi beberapa syarat penyertaan modal tersebut. (B.114)**
v-sun November 12th, 2009, 06:23 AM Pemkot Bandung Batasi Jumlah SPBU
Rabu, 11 November 2009 | 11:27 WIB
BANDUNG, TRIBUN - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bandung akan dibatasi sesuai kebutuhan dan kenyamanan masyarakat Kota Bandung.
"Izin pembangunan SPBU tidak sembarangan tempat, tapi kebutuhan BBM masyarakat harus dipenuhi jangan sampai kekurangan SPBU," ujar Wali Kota Bandung Dada Rosada, Selasa (10/11).
Pembatasan SPBU menurut Dada, sudah dilakukan contohnya menolak permohonan pembangunan SPBU yang rencananya akan dibangun di Jalan Ir H Djuanda atau kawasan Dago dan Jalan Sulandjana.
Menurut Dada, surat pengajuan pembangunan SPBU Dago dan Sulanjana diterima Pemkot sejak setahun lalu, tapi baru tahun ini diputuskan ditolak. "Alasannya di Dago sudah ada SPBU, sedangkan di Sulanjana karena kawasan pemukiman penduduk yang tidak memungkinkan adanya SPBU," ujar Dada.
Dada mengatakan kawasan Dago dan Sulandjana adalah kawasan permukiman, jadi tidak mungkin kalau ada SPBU karena pasti akan menggangu kenyamanan warga di sekitarnya.
Dada mengatakan tidak hanya SPBU yang dibatasi tapi fasilitas publik lainnya seperti sekolah, rumah sakit, terminal dan pasar harus dibatasi sesuai kebutuhan.
Dada masih mendata jumlah kebutuhan SPBU dan kebutuhan fasiltas publik lainnya agar seimbang dengan jumlah penduduk dan luas kota Bandung. (tsm)
v-sun November 12th, 2009, 06:29 AM 18 Projek di Jabar Diincar Investor
Rabu, 11 November 2009 , 06:40:00
BANDUNG, (PRLM).- Jawa Barat dinilai masih menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor, setidaknya hal itu diindikasikan dari banyaknya minat investasi pada West Java International Expo (WJIE) 2009. Pada pembukaan saja sudah 18 projek yang diincar investor, dengan nilai investasi lebih 1,7 miliar dolar AS.
”Dari 25 projek potensial yang ditawarkan, ada 5 projek yang ada peminatnya. Sebanyak 13 projek lainnya berinvestasi di berbagai sektor. Termasuk di sektor otomotif dan kelapa sawit, yang akan direalisasikan dalam waktu dekat,” ujar Kepala Badan Koordinasi, Promosi, dan Penanaman Modal (BKPPMD) Jabar, Iwa Karniwa.
Menurut Iwa, untuk projek potensial yang sudah ada peminatnya adalah projek listrik MiniHydro di Cianjur, senilai 23 juta dolar AS yang diminati oleh investor dari Korea Selatan, Amerika Serikat, dan investor dari Bandung.
Projek potensial lainnya yang sudah ada peminatnya adalah Bandara Internasional Kertajati yang nilai investasinya 1,4 miliar dolar AS, projek pengadaan air bersih Bandung senilai 17 juta dolar AS, dan projek pengadaan air bersih Cikarang Barat dengan nilai 28 juta dolar AS.
”Banyaknya minat investasi ini merupakan hal yang menggembirakan. Tentunya minat-minat ini tidak akan langsung menjadi investasi, tugas kami untuk terus mengawalnya sampai terjadi realisasi,” katanya. (A-135/A-147)***
---------------------------------------------------------------------------
Jawa Barat Tawarkan Investasi US $ 4,37 Miliar
Senin, 09 November 2009 | 18:03 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Dua puluh tujuh proyek peluang investasi senilai US $ 4,37 miliar ditawarkan dalam West Java International Expo 2009. “Ini untuk mendorong investasi di Jawa Barat,” kata Gubernur Ahmad Heryawan di sela acara yang digelar di di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11).
Beragam investasi yang ditawarkan mulai dari pengelolaan air minum, agrobisnis, infrastruktur jalan tol, hingga gheothermal. Khusus gheotermal, kata Heryawan, menjadi andalan investasi yang ditawarkan oleh Jawa Barat. Pemodal dari sejumlah negara hadir dalam acara itu di antaranya berasal dari Peranci, Belanda, Jerman, Malaysia, Hongkong, serta negara-negara di Timur Tengah.
Terhitung 30 Oktober tahun ini, realisasi investasi di Jawa Barat sudah mencapai Rp 37,284 triilun. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, nilainya lebih besar 4 persen dibanding realisasi investasi tahun lalu yang mencapai Rp 35,618 miilar. “Agar investasi tetap tumbuh kita menggelar ini,” katanya.
Porsi investasi itu adalah Rp 19,492 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp 17,792 triliun adalah Penamanam Modal Dalam Negeri (PMDN). Untuk investasi asing peringkat pertama dipegang Jepang yakni Rp 6,7 triliun, disusul Korea Selatan Rp 2,6 triliun, serta Singapura Rp 2,4 triliun.
Ketua Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Jawa Barat Agung Suryaman Sutrisno mengatakan, Jawa Barat masih dinilai lokasi yang menarik untuk investasi. Potensinya di antarnaya, dari jumlah penduduk yang besar yang menjadi pasar tersendiri.
Kendati, kata Agung, sejumlah hal harus dibenahi di Jawa Barat untuk mendorong investasi itu. Di antarnya infrastruktur seperti listrik dan jalan yang harus dibenahi. Jawa Barat juga sudah saatnya memiliki pelabuhan sendiri karena selama ini tergantung dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. “Bea Cukai menyebutkan 60-70 persen barang ekspor di Tanjung Priok itu dari jawa Barat,” katanya.
Sudah sejumlah proyek investasi yang dilego. Di antaranya penandatanganan komitmen penanaman modal dari PT Panasonic Electronic Working Mitra Indonesia yang akan menambah invesatsi sepersar 2,7 juta US Dollar. “Ini untuk menambah supply permintaan grup kita yang lain,” kata Budi Luciferin, marketing perusahaan itu.
Dengan izin penanaman modal yang diterimanya, paparnya, perusahaannya kaan mendatangkan mesin baru akhir November ini. Menurut Budi, komitmen ini baru tahap awal dari rencana jangka panjang perusahaan yang memiliki pabrik di Cileungsi, Bogor itu yang memproduksi lantai baja untuk ekspor ke Jepang.
v-sun November 12th, 2009, 06:33 AM Selasa, 10 November 2009
Pemkot Genjot Penambahan RTH
JLN. ACEH,(GM)-
Pemkot Bandung akan menggenjot penambahan luas ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota Bandung hingga sesuai dengan UU No. 26/2007 dan Permendagri No. 1/2007 tentang Penataan Ruang. Mengacu pada kedua payung hukum tersebut, setiap kota/kabupaten diwajibkan memenuhi ketentuan penyediaan RTH sebanyak 30% dari luas wilayahnya.
Kota Bandung memiliki luas wilayah 16.729 ha. Artinya, Pemkot Bandung wajib menyediakan 5.018,7 ha yang difungsikan sebagai RTH. Saat ini Kota Bandung baru memiliki RTH 8,7% dari luas wilayah atau sekitar 1.455,4 ha dari total luas wilayah Kota Bandung.
Kepala Dinas tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung, Juniarso Ridwan mengatakan, jumlah RTH di Kota Bandung lebih dari 8,7% jika mengacu pada foto udara. "Jumlahnya lebih dari itu. Angka yang ada berdasarkan perhitungan lahan yang teridentifikasi saja," ungkap Juniarso saat ditemui di Auditorium Balai Kota, Jln Wastukancana, belum lama ini.
Ditambahkan Juniarso, pihaknya saat ini sedang mengusahakan perhitungan dengan model lain, selain perhitungan manual dari lahan yang teridentifikasi. Menurutnya, foto udara akan diselesaikan akhir tahun ini, sehingga akan terlihat luas RTH jika dilihat dari udara dengan perhitungan khusus.
"Capaian dan usaha pemkot untuk menambah jumlah RTH di Kota Bandung sepanjang 2009, juga akan terlihat dari peta udara," tuturnya.
Lebih jauh dijelaskan Juniarso, Pemkot Bandung akan mengusahakan menambah jumlah RTH publik sesuai amanat dari pemerintah pusat. "Menyediakan RTH publik memang membutuhkan dana cukup besar. Tapi mudah-mudahan per tahunnya bisa dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan dan porsinya. Harus ada alokasi anggaran khusus untuk penyediaan RTH," katanya.
Juniarso mencontohkan, salah satu lahan yang kini sedang digarap untuk menambah RTH di Kota Bandung adalah di kawasan Ujungberung. Salah satu lahan di kawasan tersebut akan segera dibebaskan untuk agro wisata yang juga berpotensi sebagai penambah RTH di Kota Bandung. Selain itu, sedang diusahakan menambah RTH di bantaran Sungai Cikapundung.
Tersebar
Sementara itu, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar berharap, penambahan anggaran bagi pembelian lahan RTH sebesar Rp 18 miliar pada APBD Perubahan 2009, bisa terserap semaksimal mungkin. Ia berharap, pembuatan RTH tidak terfokus pada titik tertentu namun lebih tersebar.
"Penambahan lahan harus tersebar. Anggaran yang ada harus dioptimalkan," tuturnya dalam sidang paripurna penetapan APBD Perubahan 2009, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Senin (9/11). (B.114)**
v-sun November 12th, 2009, 06:43 AM Kamis, 12/11/2009 11:02 WIB
Tahun 2025, 40 Persen Sampah Bandung Diolah dengan 3R
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - Pada tahun 2025, PD Kebersihan Kota Bandung menargetkan 40 persen penanganan sampah dapat dikelola melalui program 3R (Reduse, Reuse, Recycle). Secara bertahap, target tersebut diharapkan terpenuhi 8 persen pada tahun 2010, dan 20 persen pada 2013.
Hal itu dikatakan Dirut PD Kebersihan Kota Bandung Cece H Iskandar dalam acara Pelatihan Program Bank Sampah Dalam Rangka Sosialisasi 3R di Pusdai, Jalan Diponegoro, Kamis (12/11/2009).
"Penanganan sampah di Kota Bandung melalui program 3R diharapkan mencapai 40 persen pada 2025, sementara sisanya, 20 persen melalui TPA (tempat pembuangan akhir-red) dan 30 persen melalui pengolahan sampah ramah lingkungan." ujarnya.
Dikatakan Cece, dengan asumsi jumlah penduduk Kota Bandung sebanyak 2,5 juta, diprediksi timbunan sampah di Kota Bandung mencapai 7.500 kubik/hari atau setara 1.500 ton/hari. Sementara jumlah sampah yang terangkut rata-rata sebesar 1.000 ton/hari.
Untuk mengurangi jumlah sampah tersebut, menurut Cece, diperlukan peran masyarakat Kota Bandung sendiri.
"Peran masyarakat di antaranya dengan tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah agar mudah dalam pengolahan selanjutnya, berani menegur masyarakat lain yang membuang sampah sembarangan, dan melakukan 3R," jelasnya.
Sesuai dengan target pada tahun 2010 yaitu sebesar 8 persen pengolahan sampah melalui 3R, Cece berharap dari 1.556 RW di Kota Bandung, 8 hingga 10 persennya dapat menjalankan program 3R.
"Peran masyarakat penting tapi belum optimal, minimal 150 RW dapat menjalankan program ini," tambahnya.
2025????
jenaro November 12th, 2009, 08:23 AM Pemkot Bandung Batasi Jumlah SPBU
Rabu, 11 November 2009 | 11:27 WIB
Pom Pertamina di Cikapayang dibongkar , tapi pom Petronas malah dikasih ijin :ohno:
tukangbasotahu November 12th, 2009, 12:39 PM The Edge Super Block - Sensasi Gaya Hidup Kota
Rabu, 11 November 2009
http://iklan.pikiran-rakyat.com/pradv/artikel/11_11_09/1.jpg
LOKASI The Edge Super Block sangat strategis, diantara Jakarta-Bandung, diantara Padalarang – Bandung hanya 7 menit dari gerbang tol Pasteur, keluar melalui pintu tol Baros, bebas macet dan nyaman untuk tinggal.
The Edge Super Block merupakan kawasan terpadu yang terlengkap dan terbesar di Bandung Raya, yang terdiri dari hunian berupa apartemen, pusat perbelanjaan, dan perkantoran.
Desain bangunan bergaya modern kontemporer tropis yang di desain oleh Yakob Sutanto, seorang arsitek lulusan Master dalam bidang Advanced Architectural Design dari University of Columbia, New York.
Sistem parkir yang terkontrol dan lahan parkir yang terletak di lantai dasar di semua tower dan di antara tower memberi kenyamanan dan keleluasaan. Tidak ada unit apartemen yang terletak di lantai dasar. Lahan parkir untuk penghuni dipisah dengan lahan parkir untuk umum.
Kolam renang melengkapi kenyamanan penghuni, kolam renang dari Blok B melintasi bagian bawah tower C, lalu ke tower D. Dengan ukuran kolam sebesar itu bisa mengakomodasi kebutuhan penghuni untuk melepas lelah & melepas ketegangan sehari-hari dan bercengkrama bersama keluarga.
Kesehatan dan kebugaran merupakan anugrah Tuhan yang harus dijaga, oleh karena itu The Edge Superblock menyediakan sarana jogging track. Sementara anda berlari-lari, anak-anak bisa bermain-main di playground, suatu keceriaan yang luar biasa. Kegembiraan juga bisa tercipta dengan bermain tenis meja bersama keluarga, dan hubungan pertemanan juga dapat terjalin di tempat bilyar.
The Edge Superblock menyediakan sarana Ruang Pertemuan untuk penghuni, dari sekedar untuk rapat pengurus, arisan, senam atau bahkan tempat ulang tahun putra-putri anda.
Untuk kenyamanan, The Edge Superblock menyediakan 2 unit lift setiap towernya, sehingga total ada 10 unit lift.
Dengan access card untuk memasuki kawasan hunian dan diawasi oleh para petugas security The Edge Superblock menciptakan dan memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni.
Ada 3 type unit apartemen :
Ø Tipe Studio dengan luas semi gross 22 m2, sangat cocok untuk keluarga tanpa anak atau pria/wanita lajang & mahasiswa.
Ø Tipe Executive dengan luas semi gross 36 m2 dengan 2 kamar tidur, sangat cocok untuk keluarga muda dengan 1 atau 2 anak.
Ø Type Penthouse dengan luas semi gross 72 m2 dengan 3 kamar tidur, sangat cocok untuk kelurga mapan.
Sebagai kawasan terpadu, Anda tidak perlu jauh kemana-mana untuk bisa beraktivitas, pusat perbelanjaan dengan desain modern kontemporer membawa anda ke alam kreatif. Apabila anda mengalami masalah kesehatan dengan mudah anda bisa memenuhi kebutuhan praktek dokter dengan apoteknya. Untuk keluarga anda yang mempunyai anak-anak dan balita disediakan playgroup yang nyaman dan aman.
Sarana Game Net dan Entertainment bisa melepaskan stress anda, mencari peralatan elektronik semudah berjalan kaki, The Edge superblock menyediakan area komersil untuk pusat perdagangan handphone dan gadget.
Belanja fashion tentu saja tersedia juga disini , bagi ibu-ibu yang tetap perlu tampil awet muda, tersedia tempat untuk merawat tubuh dan kecantikan. Belanja kebutuhan sehari-hari tidak perlu jauh-jauh,disini disediakan pasar tradisional modern yang bersih dan rapi, serta supermarket. Juga disediakan food court, sebagai sarana wisata kuliner keluarga, berkumpul dan makan bersama.
Bagi yang menyukai berselancar di dunia maya, disediakan hotspot gratis dengan internet akses dengan kecepatan maksimum 1 Mbps di area public seperti di area komersil dan kolam renang. Tinggal di The Edge Superblock adalah impian banyak orang, instalasi telpon dan internet telah disediakan oleh pengembang untuk sarana komunikasi anda, disediakan juga sistem keamanan yang terpadu dengan memanfaatkan teknologi CCTV. Kunjungi proyek dan sekaligus saksikan show unit kami.***
tukangbasotahu November 12th, 2009, 01:50 PM http://www.deltagsm.org/imagehost/images/64857Dago.jpg
Dago tempo doeloe
http://foldmagazine.com/wp-content/uploads/2009/10/dago-ec.jpg
Taman Cikapayang
http://farm4.static.flickr.com/3625/3361602361_5e49045964_o.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3590/3362418336_c5b815fd94_o.jpg
Keteduhan yang jarang dimiliki jalan-jalan lain di Kota Bandung
http://images.megablitz.multiply.com/image/4/photos/4/600x600/12/Butik%20Dago%20Apartment%20(2).JPG?et=pQ0AKshLdh6GiKG4Y7mWiQ
Simpang Dago langganan macet
http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/dago-pakar-rusak.jpg
Dago Pakar rusak
http://i267.photobucket.com/albums/ii311/teukumuhardiansyah/ResorDagoPakarWaterfall.jpg
Resor Dago Pakar Waterfall
v-sun November 12th, 2009, 05:47 PM ^^ yang judulnya dago pakar rusak itu proyek apa ya?
Sayang juga ya dago pakar rusak :ohno:
dhani_aja November 12th, 2009, 06:00 PM ^^ yang judulnya dago pakar rusak itu proyek apa ya?
Sayang juga ya dago pakar rusak :ohno:
Marbella dago pakar..
Jngan heran ketika pengusaha bisa menekan pemkot dengan uang... daerah resapanpun jadi daerah komersial, jalananpun penuh dengan reklame, dan parahnya landmarkpun sudah mulai tertutup... gimana pemkot? :bash: hehe, sotoy2an aja..
@b1 November 13th, 2009, 12:28 PM Gimana kabar Trans Studio Bandung?
v-sun November 13th, 2009, 05:55 PM Gimana kabar Trans Studio Bandung?
ya ampyuuun nanya ini mulu..........masih belum ada kabar juga bos...gak jadi dibangun kali..?
Ada yg bisa kasih info??
bamz.. November 14th, 2009, 05:01 AM kata mama lemon.. eh mama lorenk.. eh mama lauren katanya pasupati bakal roboh.. !! ckckck :lol: :lol: :lol:
ahhh si mama bikin panik aja.
Green Love November 14th, 2009, 06:16 AM Marbella dago pakar..
Jngan heran ketika pengusaha bisa menekan pemkot dengan uang... daerah resapanpun jadi daerah komersial, jalananpun penuh dengan reklame, dan parahnya landmarkpun sudah mulai tertutup... gimana pemkot? :bash: hehe, sotoy2an aja..
Mudah2an aja perencanaaannya sudah memperhatikan keseimbangan lingkungan juga mau kayak genting island kali bikin highrise diatas bukit........
Marbella Dago
http://img156.imageshack.us/img156/4154/marbellaview.jpg (http://img156.imageshack.us/i/marbellaview.jpg/)
http://img38.imageshack.us/img38/4629/marbellax.jpg (http://img38.imageshack.us/i/marbellax.jpg/)
Genting Island
http://img121.imageshack.us/img121/5516/genting.jpg (http://img121.imageshack.us/i/genting.jpg/)
http://img156.imageshack.us/img156/6664/gentinghighlands.jpg (http://img156.imageshack.us/i/gentinghighlands.jpg/)
AceN November 14th, 2009, 06:20 PM ^^ 'Highland' bukan 'Island' ... masa Island diatas bukit...
dhani_aja November 16th, 2009, 03:41 AM Mudah2an aja perencanaaannya sudah memperhatikan keseimbangan lingkungan juga mau kayak genting island kali bikin highrise diatas bukit........
Marbella Dago
http://img156.imageshack.us/img156/4154/marbellaview.jpg (http://img156.imageshack.us/i/marbellaview.jpg/)
Bandung klo pagi hari mantap ya... pengen bgt nih ngambil foto bandung di pagi hari sekitar jam 5.30an sampe jam 6.30an, tapi dinginnya ga nahan... :nuts:
v-sun November 16th, 2009, 06:53 AM Senin, 16/11/2009 10:44 WIB
Dana Rp 1 M Akan Sulap Lapangan Saparua Jadi Arena Sepatu Roda
Tya Eka Yulianti - detikBandung
http://bandung.detik.com/images/content/2009/11/16/486/lap-saparua-isi.jpg
Bandung - Dinas Pendidikan Kota Bandung menganggarkan dana Rp 1 miliar untuk pembangunan arena sepatu roda di Lapangan Saparua, yang akan digunakan untuk laga pertandingan Porda Jabar ke-XI pada Juli atau Agustus 2010 mendatang.
"kita kan menjadi tuan rumah Porda Jabar pada 2010 nanti, salah satu cabang olahraganya adalah sepatu roda. Nah sementara selama ini, kita enggak punya arena latihannya. Jadi kita akan bangun arena lintasan sepatu roda di Lapangan Saparua," ujar Oji Mahroji, Kadisdik Bandung ditemui di kantor Disdik Bandung, Jalan Ahmad Yani, Senin (16/11/2009).
Dikatakan Oji, pembangunan lintasan sepatu roda akan dilakukan pada Februari 2010 mendatang. Alokasi pendanaan telah dianggarkan pada APBD Perubahan 2009. Sementara untuk tender proyek, sedang dipersiapkan oleh panitia lelang.
"Kita targetkan akan selesai sebelum Porda Juli atau Agustus 2010 nanti, ya sekitar Mei pembangunan sudah selesai," katanya. Pembangunan tak hanya fokus untuk arena pertandingan, juga perbaikan tribun penonton.
Pembangunan arena sepatu roda itu dibuat di sekeliling Lapangan Saparua dengan luas luas lintasan 16 ribu meter persegi. "Pembangunan ini tidak akan mengganggu kegiatan olahraga lainnya, karena lapangannya tetap bisa dipakai. Kita kan pakai di pinggirnya," ujar Oji.
Selain untuk pertandingan pada Porda nanti, arena sepatu roda itu juga digunakan tempat latihan bagi para atlet serta bagi masyarakat umum.(ern/ern)
Kris18 November 16th, 2009, 07:28 AM edited
jenaro November 16th, 2009, 08:09 AM Kemaren lewat RSHS, ternyata bangunan barunya udah jadi.
Uniknya ternyata ada jembatan penyebrangannya buat ke gedung yang lama, jadi orang nggak perlu nyebrang lewat jalan dibawah & bikin macet.
Kebetulan karna lewatnya malem jadi nggak begitu jelas .. itu gedung parkir ya ?
Maaf nggak sempet ambil fotonya karna lagi naek mobil orang, nggak bisa berenti :D
t.aldi November 16th, 2009, 08:51 AM Itu RS. Pendidikan UNPAD. Pakai jembatan nyambung ke RSHS. Oya, tadi lewat tol buah batu juga, diliat arah STT Telkom, ada crane baru mau naik.
tukangbasotahu November 17th, 2009, 09:13 AM Selasa, 17 November 2009 , 07:20:00
BANDUNG, (PRLM).- Investor Arab Saudi minati pembangunan bandara internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, dengan nilai investasi sebesar 1,406 Milyar dolar AS. Saat ini mereka masih terus mempelajari peluang-peluang keuntungan mereka, dan menjadwalkan beberapa pertemuan dengan Badan Koordinasi, Promosi, dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) sebagai tindak lanjutnya.
“Dalam one on one meeting di acara West Java International Expo (WJIE) 2009 beberapa minggu lalu, mereka mengajukan beberapa syarat awal,” ujar Kepala BKPMD Jabar, Iwa Karniwa.
Menurut Iwa, salah satu hal utama yang disyaratkan investor Arab tersebut, adalah adanya proses pembebasan tanah yang sudah benar-benar beres. Investor tersebut hanya bersedia membangun bandara, kalau lahannya benar-benar sudah dimilki.
Selain itu mereka pun menginginkan adanya jaminan pengamanan untuk proses pengadaan barang dan jasa selama pembangunan bandara tersebut berlangsung.
“Saya kira itu merupakan permintaan yang wajar, tinggal dari kesiapan dari pihak kita. Yang jelas saat ini kami terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, untuk melicinkan rencana pembangunan bandara Kertajati ini,” katanya.
Sementara Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar Bidang Perhubungan, Pariwisata, dan Telematika Yachya Machmoed mengatakan Pemprov Jabar harus segera membentuk tim khusus, untuk menjembatani berbagai kebutuhan yang diperlukan agar rencana investasi tersebut bisa direalisasikan.
“Terutama melakukan konsolidasi di lapangan, agar bisa segera melakukan pembebasan tanah. Jangan sampai minat investor di Kertajati kembali lepas,” katanya.
Dijelaskan Yachya, sebelumnya badan yang dibentuk Pemprov untuk mencari investor Kertajati, selalu mengalami kegagalan. Sekalipun sudah berkeliling kemana-mana menjajakan proyek tersebut, tetap tak mendapatkan investor untuk Kertajati. Penyebab utama kegagalan tersebut dikarenakan berlarut-larutnya proses pembebasan tanah. Padahal investor manapun tak akan mau, membangun bandara atau aerocity Kertajati dengan status lahan yang blum pasti.
“Karena itu calon investor dari Arab itu harus benar-benar dijaga, agar minat mereka tidak menjadi surut seperti calaon-calon investor sebelumnya. Singkatnya, Pemprov segera lakukan pembebasan tanah, masalah daya tarik investasinya saya optimis akan banyak menarik investor,” katanya. (A-135/A-147)***
v-sun November 17th, 2009, 12:36 PM Senin, 16/11/2009 18:45 WIB
Pemkot Bandung Akan Susun Konsep Rusun untuk Permukiman
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - Pemkot Bandung akan mengubah konsep pembangunan pemukiman yang semula horisontal menjadi vertikal yaitu berbentuk rumah susun. Hal itu dilakukan karena keterbatasan lahan Kota Bandung untuk kebutuhan hunian penduduk yang semakin meningkat.
Tahun 2008 jumlah penduduk Kota Bandung mencapai 2,3 juta penduduk dengan kepadatan 156 jiwa per hektar. Dengan angka pertumbuhan penduduk 1,59 persen pertahun, diprediksi pada tahun 2025 penduduk Kota Bandung mencapai 5 juta orang dengan kepadatan penduduk 300 jiwa per hektar.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda saat membuka Workshop Strategi Penataan Kawasan Hunian Kumuh Perkotaan di Hotel Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit, Senin (14/11/2009).
Dikatakan Ayi, lahan di kota Bandung yang luasnya sekitar 16.000 hektar, 52,55 persen diantaranya telah digunakan untuk permukiman. "Dengan keterbatasan lahan, pembangunan secara vertikal seperti rumah susun adalah yang memungkinkan," tuturnya.
Senada dengan Ayi, Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Entang Suryaman sepakat bahwa pembangunan rumah susun merupakan solusi mengatasi daerah kumuh di Kota Bandung. Dengan kondisi daerah kumuh yang tersebar di seluruh kecamatan, menurutnya rumah susun setidaknya harus ada di setiap kecamatan aau wilayah.
"Jangan sampai rusun yang sudah dibangun kemudian ditempati oleh orang di luar wilayah tersebut," ujar Entang.
(tya/ern)
tukangbasotahu November 18th, 2009, 10:24 AM Rabu, 18 November 2009
JLN. ACEH,(GM)-
Pemerintah Kota Bandung akan mengusulkan gedung eks Palaguna tidak dijadikan hotel sebagaimana izin yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wali Kota Bandung, Dada Rosada mengaku telah melayangkan surat ke Pemprov Jabar untuk meminta lahan tersebut dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai pengganti alun-alun.
"Pemprov memang telah memberi izin agar lahan bekas Palaguna itu dibangun hotel. Tapi sampai sekarang pembangunan masih belum berjalan. 'Kan lebih bagus kalau kita pakai untuk RTH saja," kata Dada kepada wartawan, Selasa (16/11).
Meski demikian, seandainya Pemprov Jabar tidak memberi izin, Dada mengaku akan tetap menambah RTH di Kota Bandung karena jumlahnya memang masih kurang. Selain itu, dalam undang-undang juga diamanatkan untuk menyediakan RTH publik sebanyak 20 persen dan 10 persen untuk RTH private dari 30 persen jumlah RTH yang harus ada di satu daerah.
"DPRD juga sudah sepakat dengan kita untuk menambah jumlah RTH dari yang sudah ada. Mudah-mudahan pemprov juga memberikan dukungan yang sama. Atau kalaupun tempat itu akan dijadikan bangunan, paling tidak jangan dihabiskan semua oleh bangunan, sisakan untuk RTH sesuai peraturan," imbuh Dada.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan mendukung upaya alih fungsi bangunan eks Palaguna menjadi RTH. Bahkan, Erwan mengaku sudah berbicara dengan Ketua DPRD Provinsi Jabar terkait hal tersebut.
"Saya mendukung upaya Wali Kota Bandung menjadikan bangunan eks Palaguna menjadi RTH. Secara pribadi, saya juga sudah bicara dengan ketua DPRD provinsi," ujar Erwan saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Selasa (17/11).
Pembicaraan dengan Ketua DPRD Provinsi Jabar, ujarnya, untuk lebih mendorong agar memberikan pandangan kepada Pemprov Jabar untuk mengkaji ulang pemberian izin pembangunan hotel di atas lahan eks Palaguna. Erwan berharap ke depan Pemprov Jabar pun akan mengubah kebijakannya.
"Mumpung sekarang belum dibangun. Jadi, kami harap DPRD Provinsi Jabar mendorong pemprov untuk mengkaji ulang. Jadi, jangan hanya pikirkan sisi bisnisnya saja," katanya.
Membatasi hotel baru
Erwan pun memandang perlu adanya kajian ulang mengenai izin pendirian hotel baru, kecuali untuk yang grade-nya akan dinaikkan. Misalnya dari hotel melati menjadi hotel bintang satu, izinnya bisa direkomendasikan. Namun jika lahan baru akan dibangun hotel, secara tegas Erwan menyatakan menolak.
"Walau hotel di Bandung sering penuh, terutama pada saat akhir pekan, tetap perlu ada pembatasan pembangunan hotel baru. Masalahnya, sudah semakin sedikit lahan yang tersedia," ujar Erwan.
Meski demikian, Erwan mengaku belum melakukan langkah lebih lanjut karena masih mempelajari berkas perkembangan sebelumnya. Pihaknya akan segera membahasnya dengan Komisi A.
Sebelumnya, anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Lia Noer Hambali mengatakan, salah satu yang diusulkan diubah menjadi hutan kota adalah bangunan bekas Palaguna. "Dengan pelebaran kawasan Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, membuat lahan yang seharusnya untuk RTH berkurang. Maka perlu dicari lahan lain di tengah kota yang bisa dijadikan RTH, salah satunya adalah Palaguna," ungkap Lia saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, belum lama ini. (B.114)**
v-sun November 18th, 2009, 10:45 AM ^^Arrrghh...koq dijadiin RTH sih. . .:bash:
tukangbasotahu November 19th, 2009, 09:44 AM ^^Arrrghh...koq dijadiin RTH sih. . .:bash:
^^ Secara gitu RTH di Bandung cuman 2% :ohno:
Kamis, 19/11/2009 14:41 WIB
Dada Surati BUMN di Bandung untuk Bantu Tambah RTH
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - Untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung, Wali Kota Bandung Dada Rosada telah menyurati sejumlah BUMN di Kota Bandung agar menyisihkan program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka untuk menambah lahan RTH. Bahkan Dada berencana membuat surat edaran untuk instansi pemerintahan
dan swasta untuk membuat halaman di kantor.
Hal itu dikatakan Dada saat memberikan sambutan dalam Seminar Strategi Pengelolaan RTH Kota Bandung di Gedung Wahana Bakti Pos, Jalan Banda, Kamis (19/11/2009).
"Pengadaan RTH juga harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Saya sudah membuat surat pada BUMN yang ada di Kota Bandung seperti PT Telkom, Inti, Pindad, dan lainnya untuk menyisihkan CSR mereka untuk menambah RTH atau setidaknya menanam pohon," tuturnya.
Dada mencontohkan, di Surabaya, PT Telkom telah membuatkan taman senilai Rp 1,2 miliar. Sementara di Kota Bandung, tempat Kantor Pusat PT Telkom, dikatakan Dada baru ikut kerjasama dalam pemeliharaan Taman Flexi di Jalan Dago.
"Padahal Bandung bisa dibilang Kota Telkom, masa di kita (Bandung-red) belum ada taman besar seperti itu. Taman di Dago juga pemeliharaannya kurang bagus," kata Dada.
Selain meminta BUMN menyisihkan program CSR nya untuk pengadaan RTH, Dada juga akan membuat surat edaran untuk seluruh instansi pemerintahan dan swasta untuk tidak menembok halaman kantornya.
"Saya inginnya di halaman kantor ada tanaman dan pohon. Kalau yang ditembok akan saya minta bongkar," kata Dada.
Dirinya juga meminta lahan di depan trotoar atau brangham tidak ditembok dan dijadikan lahan parkir.
"Ada rumah makan yang mengelak, katanya saya (Dada-red), Kapolda dan pejabat lainnya suka makan di situ jadi minta dilindungi. Tidak ada yang seperti itu, lagipula kalau kita makan di situ kan tetap bayar, tidak gratis. Tetap saja harus dikembalikan seperti semula," jelasnya.
Upaya penambahan RTH dikatakan Dada juga dapat dilakukan dengan cara menambah jumlah pohon. Namun dikatakan Dada, tanpa bermaksud menentang program 1 orang 1 pohon (One Man One Tree) yang dicanangkan Presiden SBY, Dada mengungkap program tersebut sulit diterapkan di Kota Bandung.
"Bukan menentang program SBY, tapi di Bandung sulit kalau 1 orang menanam 1 pohon karena lahannya sangat terbatas," ujarnya.
Yang mungkin dilakukan menurut Dada adalah 1 rumah menanam 1 pohon. "Paling 1 rumah menanam 1 pohon atau lebih," tambahnya.
Jika diasumsikan jumlah rumah di Kota Bandung ada sekita 400.000 rumah, maka dikatakan Dada selesai masa periodenya dapat menambah sekitar 2 juta pohon. Jumlah pohon di Kota Bandung hingga 2008 tercatat sekitar 1.156.000 pohon.
(tya/ern)
bamz.. November 19th, 2009, 01:13 PM http://img199.imageshack.us/img199/6342/konsepdesign.jpg
http://img22.imageshack.us/img22/1294/konsepdesign31.jpg
http://img691.imageshack.us/img691/4185/konsepdesign211.jpg
dihitumg-hitung 22+ lantai ,,, :okay:
Ampelio November 21st, 2009, 01:07 AM ^^22 lantai.... Good! :okay: tapi lokasinya yg di lembah sungai Cikapundung, jadi nantinya gak terlalu keliatan tinggi
v-sun November 21st, 2009, 01:34 AM ^^ kalo gx salah 21lantai apartemen+4lantai lahan parkir, jadi 25lantai (?)
gimana dgn warga? apa masih pada demo atw udah pada setuju
tukangbasotahu November 21st, 2009, 05:46 AM Pembebasan Lahan BIUTR Mulai 2010
WASTUKANCANA,(GM)-
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung memasang target pembebasan lahan yang akan dipergunakan untuk pengadaan tol dalam kota atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), harus rampung pada tahun anggaran 2012. Proses pembebasan lahan sendiri akan mulai dilakukan pada 2010 mendatang.
Saat ini, Bappeda Kota Bandung sedang melakukan tahap sosialisasi kepada masyarakat, yang lahannya akan dibebaskan. Namun demikian, pembangunan BIUTR tidak hanya melibatkan Pemkot Bandung, tapi juga Pemkab Bandung dan Pemprov Jabar. Untuk Kota Bandung, dalam pembangunan tol tersebut meliputi 15 kecamatan dan 41 kelurahan. Sedangkan wilayah Kab. Bandung hanya meliputi dua kecamatan dan tujuh desa.
"Saat ini kami baru dalam tahap sosialisasi dengan mengikutsertakan koramil, polsek, dan semua instansi terkait. Sedangkan untuk pembebasan lahan akan dilakukan mulai 2010 dan direncanakan selesai 2012," terang Kabid Pembangunan Fisik dan Prasarana Bappeda Kota Bandung, Chairil Anwar saat ditemui wartawan di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, baru-baru ini.
Chairil menjelaskan, rencananya pembangunan tol sepanjang 27,257 km (Pasteur-Cileunyi dan Ujungberung-Gedebage) tersebut akan dibagi menjadi dua segmen. Segmen pertama wilayah timur-barat yang melintasi Pasteur-Cileunyi dengan panjang 20,6 km dan lebar 2 x 36 meter, serta utara-selatan yang melintasi Ujungberung- Gedebage sepanjang 6,7 km dengan lebar 2 x 40 meter.
"Untuk pembangunan ruas Tol Pasteur-Cileunyi, jalan tol akan dibangun di atas fly over Pasupati. Sedangkan untuk ruas Tol Ujungberung-Gedebage membuat jalur baru," ungkapnya.
Untuk pembebasan lahan tersebut, Pemkot Bandung segera menganggarkan dana dalam APBD murni Kota Bandung 2010. Namun, ia melanjutkan, hingga saat ini Bappeda belum mendata berapa rumah dan bangunan yang akan tergusur dalam pembangunan tol ini. "Untuk konstruksi bangunannya kami bekerja sama dengan PT JICA dari Jepang. Karena ini program pemerintah pusat, kami akan meminta bantuan anggaran dari pusat," imbuhnya.
Rp 8 triliun
Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Bandung, Taufik Rahman menyatakan, pihaknya masih menunggu pihak Japan Bank for International Cooperation (JBIC), yang tengah melakukan kajian untuk pembangunan BIUTR. Hasil kajian yang dilakukan JBIC tersebut akan dimasukkan dalam satu dokumen yang dinamakan Land Acquisition and Resettlement Action Plan atau LARAP.
"LARAP bukan hanya berisi kajian mengenai konstruksi fisik, teknis pembangunannya saja. Namun ada kajian lingkungan dan sosial selama masa penelitian yang saat ini tengah dilakukan. LARAP sendiri sudah memasuki tahap finalisasi," ujarnya saat ditemui di kantor Bappeda Kota Bandung, Jln. Tamansari, belum lama ini.
Taufik mengaku, pihaknya belum dapat menyebutkan besaran biaya yang dibutuhkan. Namun untuk pembangunan konstruksinya, Taufik mendapat informasi, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran senilai Rp 8 triliun. Jumlah tersebut belum termasuk biaya pembebasan lahan yang menurut Bagian Aset pemkot Bandung, diprediksi mencapai Rp 2 triliun sehingga totalnya Rp 10 triliun. (B.114)**
Balandra November 21st, 2009, 06:09 AM jika bener ramalan hantaman meteor seperti kiamat di taon 2012 datang, sayang ya tol baru dibangun sama cbd baru di gedebage keburu ancur
haha..
bamz.. November 21st, 2009, 07:40 AM http://img32.imageshack.us/img32/6555/sarinah.jpg
Sarinah Bangun Hotel "LEGEND Sari Pacific Boutique Hotel" di Braga Bandung
Sabtu, 01 Agustus 2009
BANDUNG--MEDIA: PT.Sarinah (Persero), salah satu BUMN, merangkul PT.Graha Sari Pacific (GSP) untuk membangun dan mengoperasikan hotel bintang empat plus, 16 latai bernama Legend Sari Pacific Boutiq Hotel di Kota Bandung.
PT.Sarinah(Persero) menyediakan tanah miliknya di Jl. Braga 10 dan PT.Graha Sari Pacific menanamkan investasinya untuk system build, operate and transfer (BOT).
Kerjasama kedua perusahaan itu ditandatangani, Rabu (24/10), oleh Dirut PT.Sarinah (Persero) Ketut Arnaya dan Presdir PT.Graha Sari Pacific Rido Ramdan Sumantri.
"PT. Sarinah (Persero) semula memang fokus pada bisnis ritel dan waralaba. Namun, persaingan ketat akhir-akhir membuat Sarinah harus jeli mencari peluang untuk mengoptimalisasikan asetnya," tutur Ketut Arnaya.
Presdir Rido Ramdan Sumantri PT.Graha Sari Pacific menyatakan pengelolaan hotel ke depan akan dipercayakan kepada operator hotel tingkat Internasional. Sementara untuk konstruksinya, PT.Graha Sari Pacific mempercayakan kepada PT.PP (Persero) Pembangunan Perumahan, dengan arsitek PT.Atelier serta konsultan PT.Yodya Karya (Persero).
bamz.. November 21st, 2009, 07:41 AM ^^ berita agak lama desain kunooooo !!!
dochan November 21st, 2009, 08:03 AM Ini lahannya yang ada gedung terbengkalai itu kan ya?
Desainnya ga match sama Bank Jabar yang ada di sebelahnya..
bamz.. November 21st, 2009, 11:50 AM gedung terbengkalai ? Panasia mksdnya ?? bukan !
ini ex toko sarinah braga blakang gedung Merdeka..
iya desainnya bukan art deco agak ketinggalan zaman . udah ada progress blum yah?
~MELVINDONESIA~ November 21st, 2009, 12:10 PM di Ciumbuleuit bkal dibangun apartemen baru ya?
sebrangnya Galleri Ciumbuleuit....tp lupa namanyaa.,,,,ada yg tau?kynya bkal OKE tuh
jenaro November 21st, 2009, 12:15 PM gedung terbengkalai ? Panasia mksdnya ?? bukan !
ini ex toko sarinah braga blakang gedung Merdeka..
iya desainnya bukan art deco agak ketinggalan zaman . udah ada progress blum yah?
Maksudnya pak Dochan untuk gedung yang terbengkalai itu ya Sarinah mungkin.
Kan Sarinah supermarket memang udah lama tutup & letaknya juga memang bersebelahan dengan Bank Jabar.
Disebelahnya Sarinah ini ada juga satu bangunan nggak jelas yang dipake untuk judi terselubung pada jamannya :D
Kalo sekarang sudah dipagari seng, jadi rasanya proyek hotel ini mengambil lahannya juga.
di Ciumbuleuit bkal dibangun apartemen baru ya?
sebrangnya Galleri Ciumbuleuit....tp lupa namanyaa.,,,,ada yg tau?kynya bkal OKE tuh
Iya, ada dihalaman-halaman belakang kok ..
Saya juga lupa namanya apa :)
bamz.. November 21st, 2009, 12:22 PM ^^Ciumbuleuit Hills apartment kali lupa gw jg.
jika bener ramalan hantaman meteor seperti kiamat di taon 2012 datang, sayang ya tol baru dibangun sama cbd baru di gedebage keburu ancur
haha..
gak bohong twu !!
kata temen gw anak ITB dari pengamatan teleskop sampe detik ini pun belum ada benda asing mencurigakan yg patut diwaspadai..
mulai dari bumi sampai pluto (tepi tata srya kita) tidak ada yg mencurigakan. apalagi sampe masuk orbit bumi..
klo pun ada pasti sudah terdeteksi jauh-jauh hari !!
jdi sampai saat ini belum ada benda asing entah itu meteor, asteroid atau benda massive lainnya yg menuju bumi !! apalagi dalam jangka waktu 3 thn kedepan.
so 'ancaman' dri luar angkasa belum ada. mungkin bencana lainnya kali..
sorry ott.. :)
v-sun November 21st, 2009, 01:10 PM ^^ jadi pengen OOT juga :D
badan luar angkasa AS (NASA) juga menegaskan bahwa bencana yg akan terjadi di 2012 ntu tidak berdasar, kalopun ada sesuatu yg mengancam bumi (seperti nibiru/planet x), itu udah bisa dilihat sejak 1dasawarsa lalu. NASA juga siap membuktikan bahwa ramalan mengenai badai geomagnetik, berbaliknya kutub2 bumi atau ketidakstabilan kerak bumi akan menghancurkan bumi tidak benar adanya..
Mengenai ramalan suku maya itu tidak berakhir di 2012, namun masih ada ramalan selanjutnya..
sory,,punten OOT.
t.aldi November 21st, 2009, 02:59 PM Tadi ngobrol2 ma adik, isenk-isenk, dia dapet info dari temennya J.W Marriot Bandung di jalan Martadinata alias Jalan Riau, dan baru dibangun 2011 :p tapi dia juga gak tau persisnya dimana Riaunya, karena perasaan Jalan riau udah padet banget.
Info ini juga gak tau bener atau nggak.
t.aldi November 21st, 2009, 03:05 PM http://img32.imageshack.us/img32/6555/sarinah.jpg
Sarinah Bangun Hotel "LEGEND Sari Pacific Boutique Hotel" di Braga Bandung
Sabtu, 01 Agustus 2009
BANDUNG--MEDIA: PT.Sarinah (Persero), salah satu BUMN, merangkul PT.Graha Sari Pacific (GSP) untuk membangun dan mengoperasikan hotel bintang empat plus, 16 latai bernama Legend Sari Pacific Boutiq Hotel di Kota Bandung.
PT.Sarinah(Persero) menyediakan tanah miliknya di Jl. Braga 10 dan PT.Graha Sari Pacific menanamkan investasinya untuk system build, operate and transfer (BOT).
Kerjasama kedua perusahaan itu ditandatangani, Rabu (24/10), oleh Dirut PT.Sarinah (Persero) Ketut Arnaya dan Presdir PT.Graha Sari Pacific Rido Ramdan Sumantri.
"PT. Sarinah (Persero) semula memang fokus pada bisnis ritel dan waralaba. Namun, persaingan ketat akhir-akhir membuat Sarinah harus jeli mencari peluang untuk mengoptimalisasikan asetnya," tutur Ketut Arnaya.
Presdir Rido Ramdan Sumantri PT.Graha Sari Pacific menyatakan pengelolaan hotel ke depan akan dipercayakan kepada operator hotel tingkat Internasional. Sementara untuk konstruksinya, PT.Graha Sari Pacific mempercayakan kepada PT.PP (Persero) Pembangunan Perumahan, dengan arsitek PT.Atelier serta konsultan PT.Yodya Karya (Persero).
Busettttt Designnya mirip banget ma sarinah thamrin... hahahahahaha.
dochan November 21st, 2009, 03:09 PM Maksudnya pak Dochan untuk gedung yang terbengkalai itu ya Sarinah mungkin.
Kan Sarinah supermarket memang udah lama tutup & letaknya juga memang bersebelahan dengan Bank Jabar
Iya bener, maksudnya Sarinah itu.. Hehehe
Waduh.. jgn panggil sy Pak dong.. sy belum seuzur itu kok :lol:
dhani_aja November 21st, 2009, 06:33 PM http://img32.imageshack.us/img32/6555/sarinah.jpg
Sarinah Bangun Hotel "LEGEND Sari Pacific Boutique Hotel" di Braga Bandung
Sabtu, 01 Agustus 2009
BANDUNG--MEDIA: PT.Sarinah (Persero), salah satu BUMN, merangkul PT.Graha Sari Pacific (GSP) untuk membangun dan mengoperasikan hotel bintang empat plus, 16 latai bernama Legend Sari Pacific Boutiq Hotel di Kota Bandung.
PT.Sarinah(Persero) menyediakan tanah miliknya di Jl. Braga 10 dan PT.Graha Sari Pacific menanamkan investasinya untuk system build, operate and transfer (BOT).
Kerjasama kedua perusahaan itu ditandatangani, Rabu (24/10), oleh Dirut PT.Sarinah (Persero) Ketut Arnaya dan Presdir PT.Graha Sari Pacific Rido Ramdan Sumantri.
"PT. Sarinah (Persero) semula memang fokus pada bisnis ritel dan waralaba. Namun, persaingan ketat akhir-akhir membuat Sarinah harus jeli mencari peluang untuk mengoptimalisasikan asetnya," tutur Ketut Arnaya.
Presdir Rido Ramdan Sumantri PT.Graha Sari Pacific menyatakan pengelolaan hotel ke depan akan dipercayakan kepada operator hotel tingkat Internasional. Sementara untuk konstruksinya, PT.Graha Sari Pacific mempercayakan kepada PT.PP (Persero) Pembangunan Perumahan, dengan arsitek PT.Atelier serta konsultan PT.Yodya Karya (Persero).
Aneh, ini berita tanggal 01 Agustus 2009 (lihat di bawah judul..), trus tanda tangan nota kesepakatan tanggal 24 bulan 10 (lihat paragraf 3)...:bash:
salah tulis kali ya?
t.aldi November 22nd, 2009, 10:33 AM Crane proyek RS. Advent di Jalan Cipaganti udah naik. Proyek UNIKOM kayaknya lagi ngerjain pondasi. Banyak alat berat.
dochan November 22nd, 2009, 10:53 AM Gedung Tambahan RS Immanuel juga udah selesai, sorry ga pake foto
v-sun November 22nd, 2009, 12:24 PM Rabu, 18 November 2009
JLN. ACEH,(GM)-
Pemerintah Kota Bandung akan mengusulkan gedung eks Palaguna tidak dijadikan hotel sebagaimana izin yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wali Kota Bandung, Dada Rosada mengaku telah melayangkan surat ke Pemprov Jabar untuk meminta lahan tersebut dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai pengganti alun-alun.
"Pemprov memang telah memberi izin agar lahan bekas Palaguna itu dibangun hotel. Tapi sampai sekarang pembangunan masih belum berjalan. 'Kan lebih bagus kalau kita pakai untuk RTH saja," kata Dada kepada wartawan, Selasa (16/11).
Meski demikian, seandainya Pemprov Jabar tidak memberi izin, Dada mengaku akan tetap menambah RTH di Kota Bandung karena jumlahnya memang masih kurang. Selain itu, dalam undang-undang juga diamanatkan untuk menyediakan RTH publik sebanyak 20 persen dan 10 persen untuk RTH private dari 30 persen jumlah RTH yang harus ada di satu daerah.
"DPRD juga sudah sepakat dengan kita untuk menambah jumlah RTH dari yang sudah ada. Mudah-mudahan pemprov juga memberikan dukungan yang sama. Atau kalaupun tempat itu akan dijadikan bangunan, paling tidak jangan dihabiskan semua oleh bangunan, sisakan untuk RTH sesuai peraturan," imbuh Dada.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan mendukung upaya alih fungsi bangunan eks Palaguna menjadi RTH. Bahkan, Erwan mengaku sudah berbicara dengan Ketua DPRD Provinsi Jabar terkait hal tersebut.
"Saya mendukung upaya Wali Kota Bandung menjadikan bangunan eks Palaguna menjadi RTH. Secara pribadi, saya juga sudah bicara dengan ketua DPRD provinsi," ujar Erwan saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Selasa (17/11).
Pembicaraan dengan Ketua DPRD Provinsi Jabar, ujarnya, untuk lebih mendorong agar memberikan pandangan kepada Pemprov Jabar untuk mengkaji ulang pemberian izin pembangunan hotel di atas lahan eks Palaguna. Erwan berharap ke depan Pemprov Jabar pun akan mengubah kebijakannya.
"Mumpung sekarang belum dibangun. Jadi, kami harap DPRD Provinsi Jabar mendorong pemprov untuk mengkaji ulang. Jadi, jangan hanya pikirkan sisi bisnisnya saja," katanya.
Membatasi hotel baru
Erwan pun memandang perlu adanya kajian ulang mengenai izin pendirian hotel baru, kecuali untuk yang grade-nya akan dinaikkan. Misalnya dari hotel melati menjadi hotel bintang satu, izinnya bisa direkomendasikan. Namun jika lahan baru akan dibangun hotel, secara tegas Erwan menyatakan menolak.
"Walau hotel di Bandung sering penuh, terutama pada saat akhir pekan, tetap perlu ada pembatasan pembangunan hotel baru. Masalahnya, sudah semakin sedikit lahan yang tersedia," ujar Erwan.
Meski demikian, Erwan mengaku belum melakukan langkah lebih lanjut karena masih mempelajari berkas perkembangan sebelumnya. Pihaknya akan segera membahasnya dengan Komisi A.
Sebelumnya, anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Lia Noer Hambali mengatakan, salah satu yang diusulkan diubah menjadi hutan kota adalah bangunan bekas Palaguna. "Dengan pelebaran kawasan Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, membuat lahan yang seharusnya untuk RTH berkurang. Maka perlu dicari lahan lain di tengah kota yang bisa dijadikan RTH, salah satunya adalah Palaguna," ungkap Lia saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, belum lama ini. (B.114)**
Rabu, 18/11/2009 17:24 WIB
Masih Kurang Kamar, Dada Akan Tetap Beri Izin Pembangunan Hotel
Tya Eka Yulianti - detikBandung
Bandung - Wali Kota Bandung Dada Rosada mengisyaratkan akan terus memberikan izin pembangunan hotel. Sebab, menurutnya saat ini Bandung masih kekurangan 2 ribu kamar.
"Kita masih butuh kamar, masih ada hotel yang akan diizinkan. Tinggal 2 ribu kamar, itu saja akan jadi berapa hotel," ujar Dada ditemui di ruang kerjanya, Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Rabu (18/11/2009).
Dada menuturkan Kota Bandung punya pengalaman pahit seputar kurangnya kamar, di mana para tamu yang harusnya menginap di Bandung, berpindah ke kota lain.
"Seperti peringatan KAA ke-50 seharunya kan semua menginap di Bandung selama 5 hari, tetapi karena tidak ada kamar untuk tamu VVIP setingkat kepala negara akhirnya mereka menginap di Jakarta, kan rugi kita," jelas Dada.
Soal usulan pembatasan hotel yang sempat dilontarkan anggota dewan, menurutnya meski setuju, namun hal itu baru bisa dilaksanakan setelah kebutuhan 2 ribu kamar di Bandung terpenuhi.
Balandra November 22nd, 2009, 03:57 PM ^^Ciumbuleuit Hills apartment kali lupa gw jg.
gak bohong twu !!
kata temen gw anak ITB dari pengamatan teleskop sampe detik ini pun belum ada benda asing mencurigakan yg patut diwaspadai..
mulai dari bumi sampai pluto (tepi tata srya kita) tidak ada yg mencurigakan. apalagi sampe masuk orbit bumi..
klo pun ada pasti sudah terdeteksi jauh-jauh hari !!
jdi sampai saat ini belum ada benda asing entah itu meteor, asteroid atau benda massive lainnya yg menuju bumi !! apalagi dalam jangka waktu 3 thn kedepan.
so 'ancaman' dri luar angkasa belum ada. mungkin bencana lainnya kali..
sorry ott.. :)
Canda bos,Gua juga 100% ga pecaya kiamat bisa diramal haha
Balandra November 22nd, 2009, 04:00 PM Tadi ngobrol2 ma adik, isenk-isenk, dia dapet info dari temennya J.W Marriot Bandung di jalan Martadinata alias Jalan Riau, dan baru dibangun 2011 :p tapi dia juga gak tau persisnya dimana Riaunya, karena perasaan Jalan riau udah padet banget.
Info ini juga gak tau bener atau nggak.
lha dulu ributnya J.W Marriott bandung bakal dibangun di daerah pasteur ya?
v-sun November 22nd, 2009, 04:42 PM lha dulu ributnya J.W Marriott bandung bakal dibangun di daerah pasteur ya?
yang di pasteur itu ternyata Aston Primera??
t.aldi November 23rd, 2009, 01:33 AM lha dulu ributnya J.W Marriott bandung bakal dibangun di daerah pasteur ya?
berita Marriot di Martadinata juga adik gw denger2 dari temennya yang gawe di perhotelan. Katanya baru dibangun 2011. Ntah bener atau nggak beritanya. Hehehe. Kalo diliat, lahan kosong di martadinata pun udah gak ada.
tukangbasotahu November 24th, 2009, 07:29 AM berita Marriot di Martadinata juga adik gw denger2 dari temennya yang gawe di perhotelan. Katanya baru dibangun 2011. Ntah bener atau nggak beritanya. Hehehe. Kalo diliat, lahan kosong di martadinata pun udah gak ada.
Yah kelamaan 2011.. :ohno:
t.aldi November 26th, 2009, 11:35 AM SENSA Hotel Ciwalk, besok, tanggal 27 November, Soft Opening. Tadi liat, keren banget euy! Ada yang mau ambil foto2nya mungkin? :)
Ocean One November 26th, 2009, 06:16 PM Bandung Siapkan Masterplan Transportasi
Kamis, 26 November 2009
TEMPO Interaktif, Bandung - Kemacetan parah yang bakal dialamai Kota Bandung pada 20-30 tahun mendatang harus segera diantisipasi sejak dini. Tapi rencana besar penataan transportasi itu masih terancam suksesi dan kebijakan Wali Kota Bandung berikutnya. "Perlu komitmen kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat," kata anggota tim konsultan masterplan transportasi Bandung, M. Isnaeni di Bandung, Kamis (26/11).
Menurut dia, masalah transportasi di Bandung saat ini menghasilkan kemacetan, polusi, dan biaya yang tinggi. Jika tak dibenahi, kerugian sosial, ekonomi, dan lingkungan itu bakal meningkat parah. Dari perhitungan tim yang disponsori Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bandung itu, gerak kendaraan pada 20 tahun ke depan saat pagi hari hanya 5-10 kilometer per jam. Saat ini kendaraan masih bisa dipacu 15-20 kilometer per jam. "Sedikit lebih buruk dari kondisi kemacetan di Jakarta sekarang," ucapnya.
Selain itu, kemacetan juga menaikkan biaya transportasi, baik warga yang naik kendaraan pribadi atau angkutan umum. Saat ini, biaya tersebut harus dikeluarkan hingga 22 persen dari seluruh penghasilan per orang. Nantinya, ongkos yang harus dirogoh membengkak menjadi 34 persen dari pendapatan.
Untk itu tim mengusulkan pengalihan moda transportasi ke angkutan massal. Usulan yang bermunculan sangat beragam, mulai dari busway, hingga monorel, dan subway. "Yang realistis dengan mengembangkan angkutan masssal yang handal, manusiawi, dan nyaman," ujarnya. Kajian itu akan dirampungkan akhir tahun ini untuk diserahkan kepada Wali Kota Bandung.
Kajian tim sudah memperhitungkan pula rencana tata ruang dan tata guna lahan di Bandung selama 20 tahun ke depan. Tim menginginkan masterplan transportasi di Bandung ini bisa ditetapkan menjadi peraturan daerah khusus, tidak termasuk dalam Peraturan tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah. "Untuk menjamin jalannya kebijakan transportasi hingga 20 tahun ke depan," tuturnya.
Kepala Bidang Fisik dan Tata Ruang Bappeda Kota Bandung Anton Sunar Wibowo mengatakan, masterplan transportasi rencananya akan digunakan untuk kebijakan panjang 20 tahun mulai 2010-2030. Untuk menjamin kebijakan itu terlaksana sesuai rencana tahapan penataan transportasi, Bappeda juga menginginkan masterplan ini bisa tertuang dalam bentuk peraturan daerah. "Kami masih mencari cantelan hukumnya, kalau tidak ada ya masuk dalam perda tata ruang," ujarnya saat dihubungi Kamis, (26/11).
Untuk mengatasi kemacetan, pemerintah Kota Bandung tahun depan akan memulai pembangunan jalan tol baru di dalam kota. Nilainya mencapai US$ 150 juta. Pendanaan berasal dari Badan Perencana Pembangunan Nasional. Kewajiban pemerintah daerah adalah pada pembebasan lahan yang akan dilewati jalan tol.
Jalan tol itu akan terbentang dari Pasteur-Jalan Diponegoro-Ujung Berung-Cibiru-pintu tol Gede Bage dan tersambung ke pintu tol Cileunyi. Pembangunan jalan direncanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama ruas Pasteur-Pusdai (Jalan Diponegoro), tahap kedua meliputi Gede Bage-Ujung Berung, dan tahap terakhir menyambungkan ruas ke tol Cileunyi.
Pengamat transportasi Kusbiantoro mengatakan, kemacetan di Bandung sebagai kota metropolitan seperti penyakit yang kompleks. Berbagai kajian transportasi sudah banyak dilakukan sejak lama, namun tak membuahkan hasil signifikan. "Kalau mau ke sistem angkutan umum massal atau Saum, fokuskan ke situ," katanya.
Selama ini, dia menilai, kebijakan pemerintah daerah belum fokus dan memakai hasil kajian transportasi yang begitu banyak. Jadinya, masalah kemacetan sulit diatasi. Fokus penanganan menjadi titik awal penyelesaian masalah. "Misalnya ditargetkan 60-80 persen penduduk terangkut angkutan umum, angkutan harus diperbaiki," ujarnya.
Dia mencontohkan kurang berjalannya kebijakan busway di Jakarta karena antuasiasme masyarakat tidak diimbangi dengan jumlah bis yang memadai. Untuk mengawal tahapan kebijakan transportasi agar tidak berubah saat pergantian Walikota atau pejabat dinas, ia meminta masyarakat dan media massa untuk terus mengawasi.
tukangbasotahu November 27th, 2009, 07:20 AM SOREANG, (PRLM).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung akan mempercepat pembebasan lahan yang akan digunakan dalam pembangunan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Untuk tahun anggaran 2009, dana yang sudah siap digunakan sebesar Rp 67 miliar.
Dana tersebut berasal dari APBN sebesar Rp 10 miliar, APBD Provinsi Jawa Barat Rp 30 miliar, Kota Bandung Rp 7 miliar, dan Kab. Bandung Rp 20 miliar. "Dananya sudah ada, tinggal digunakan untuk membebaskan lahan," ucap Kepala Dinas PU Bina Marga Kab. Bandung Sofyan Sulaeman, ketika ditemui di gedung Moh. Toha Pemkab Bandung, Rabu (25/11).
Menurut Sofyan, pembebasan lahan akan berlangsung hingga 2011. "Untuk tahun 2009 dana yang turun baru Rp 67 miliar, sisanya akan bertahap pada 2010 dan 2011," ujar Sofyan.
Pembebasan lahan tahap pertama ini, rencananya akan berlangsung di dua kecamatan yaitu Kec. Margaasih dan Kec. Kutawaringin. Total luas lahan yang ditargetkan dalam pembebasan lahan tersebut adalah sepanjang 2,5 km.
Ia juga mengatakan, hingga saat ini belum ada negosiasi dengan masyarakat mengenai harga tanah. Namun ia berharap, tidak ada kendala berupa tarik menarik harga yang akan terjadi.
"Kita sudah membentuk tim independen yang akan menaksir harga tanah beserta aset yang ada di atasnya, lalu kemudian melakukan musyawarah kepada masyarakat. Harga yang digunakan ditentukan dari hasil penaksiran tim independen dan hasil musyawarah," kata Sofyan menjelaskan. (A-175/das)***
v-sun November 27th, 2009, 12:45 PM ^^ wow....untuk pembebasan lahan aja koq lama banget ya...?ampe 2011..
tadi lewat jalan pajajaran deket persimpangan jalan otten ada lahan kosong ditutup seng, udah ada alat2 berat gi ngeruk2 tanai gt..
Bekas pasar yg roboh dijalan banceuy juga dah ada alat berat..
Truz bangunan toko samping parahyangan plaza jalan dalem kaum juga lagi direnovasi, bakalan terlihat lebih bagus.
dremrboy November 27th, 2009, 01:10 PM ^^ wow....untuk pembebasan lahan aja koq lama banget ya...?ampe 2011..
2011? itu jg klo ga molor lg.. kn tau kebiasaan pemerintah kita..
t.aldi November 27th, 2009, 02:23 PM Yang di Pajajaran gak tau proyek apa, tapi kayak di lahan panti sosial. Kalo yang di dalam kaum, Dallas ya?
si.sammidh November 29th, 2009, 03:54 PM hi all... met kenal semua... boleh gabung kah?? ^^
t.aldi November 29th, 2009, 04:21 PM hi all... met kenal semua... boleh gabung kah?? ^^
boleh.. Selamat bergabung. Ditunggu ya info2 proyek di Bandung.
si.sammidh November 29th, 2009, 04:47 PM boleh.. Selamat bergabung. Ditunggu ya info2 proyek di Bandung.
wah wah... justru saya yg btuh info2nya nih... saya orang bandung, tapi sedang menuntut ilmu di kota pahlawan, hhehe... kebetulan saya ngambil jurusan urban & regional planning... belakangan ini saya kurang ap-tu-det sama perkembangan kota kita tercinta ini... :)
tukangbasotahu December 1st, 2009, 01:52 PM KETIKA hujan lebat, jalan-jalan di Kota Bandung berubah seperti sungai. Air hujan mengalir bersama sampah kota. Setelah hujan reda, jalan-jalan kotor, air comberan pun menjadi bau, membuat udara kota jadi tidak sehat. Kemacetan lalu lintas pun sering mewarnai jalan-jalan di Kota Bandung karena banjir membuat laju kendaraan tersendat.
Hal itu kerap terjadi ketika hujan turun. Padahal dulu, Kota Bandung pernah dikenal sebagai kota yang memiliki sistem drainase terbaik di Indonesia. Namun, pembangunan yang pesat di Kota Bandung tidak dibarengi dengan perbaikan drainase, sehingga air selalu meluber ketika turun hujan besar.
Saat ini tinggal sekitar 25% jaringan drainase peninggalan Belanda yang masih berfungsi. Sedangkan 75% lainnya sudah tertutup, bahkan hilang berganti bangunan-bangunan baru. Kondisi tersebut mulai terjadi sejak awal tahun '90-an.
Tidak mengherankan jika kemudian Kota Bandung kini mulai menjadi "kota air", terlebih jika hujan deras mengguyur. Sebagian ruas jalan di Kota Bandung selalu digenangi banjir cileuncang. Padahal hingga saat ini, dinas terkait yaitu Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung terus-menerus berupaya melakukan penanganan.
Kepala DBMP Kota Bandung, Rusjaf Adimenggala menyatakan, untuk menangani masalah banjir cileuncang di Kota Bandung, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari perbaikan gorong-gorong, pelebaran drainase, hingga pengerukan sendimentasi sungai atau saluran air.
Di sisi lain, Rusjaf menilai upaya yang dilakukan pihaknya sia-sia karena kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan masih sangat rendah. Masyarakat masih banyak yang membuang sampah ke saluran-saluran air, selokan, bahkan ke drainase.
Meski sistem drainase saat ini sudah mulai ditata kembali, masalah sampah menjadi faktor utama. Rusjaf mencontohkan banjir cileuncang yang kerap terjadi di perempatan Jln. Soekarno-Hatta-Jln. Pasirkoja.
Banjir itu, kata Rusjaf, terjadi tidak hanya ketika hujan turun, tapi juga saat tidak sedang hujan. "Yang menjadi masalah ya itu tadi, sampah. Di anak Sungai Cilimus, sampah menumpuk. Ditambah lagi dengan limbah rumah tangga dan limbah industri. Sayangnya lagi, tidak ada saluran khusus untuk air kotor. Kita sudah berupaya, pengerukan juga dilakukan. Tapi, tetap saja masyarakat tidak mengubah perilakunya dan masih membuang sampah sembarangan," tuturnya.
Selain kawasan Jln. Soekarno Hatta-Jln. Pasirkoja, Rusjaf menyatakan, ada lebih dari 64 titik banjir cileuncang lainnya di Kota Bandung. Data tersebut dimiliki DBMP hasil pengecekan tahun 2008, ditambah empat titik baru yang ditemukan pada 2009. Contohnya seperti di Pasirkoja, Gedebage, Citarip, Stasiun Bandung, dan Sukajadi.
Drainase rusak
Mengenai panjang drainase jalan di Kota Bandung, Rusjaf tidak bisa menyebutkan angka pastinya. Rusjaf hanya menyebutkan, jumlahnya dua kali lipat panjang ruas jalan di Kota Bandung yang mencapai 1.200 km. Sementara drainase sungai sekitar 500 km.
Dari jumlah drainase jalan itu, Rusjaf menyatakan hanya 75% yang kondisinya baik. Artinya, drainase masih bisa menampung air bila terjadi hujan. Sementara 25% lagi kurang bagus. Drainase itulah yang menyebabkan terjadinya genangan ketika hujan turun.
Selain galian, pembangunan perumahan, area pertokoan, dan lainnya di Kota Bandung juga menjadi salah satu faktor rusaknya drainase. Bahkan, ungkapnya, banyak drainase, gorong-gorong, saluran sungai yang berada di bawah bangunan. Hal itu menyulitkan perbaikan. Apalagi jika telah bersinggungan dengan permukiman padat penduduk.
Pada 2010, DBMP akan melakukan upaya perbaikan beberapa drainase yang mengalami kerusakan. Selain itu, juga akan dilakukan normalisasi gorong-gorong dan brandgang. Sementara dari Rp 339 miliar anggaran yang diajukan, sebagian besarnya akan terserap untuk perbaikan sodetan Panyileukan. "Untuk sodetan di Panyileukan, kita anggarkan Rp 9 miliar," imbuhnya. (lucky muhamad/ "GM")
t.aldi December 1st, 2009, 02:33 PM Katanya Aston Primera Pasteur hotel pertama dengan fasilitas IP-TV. Di bandung?
si.sammidh December 1st, 2009, 05:55 PM IP-TV?? apaan tuh?? :nuts:
v-sun December 2nd, 2009, 01:21 AM IP-TV?? apaan tuh?? :nuts:
IPTV = Internetprotokol Television....ya sejenis tv berlangganan kali, tapi lebih modern dari tv kabel apalagi tv satelit..makin tergeser aja tuh. Begitu kali kira2 :D
t.aldi December 2nd, 2009, 08:54 AM IPTV = Internetprotokol Television....ya sejenis tv berlangganan kali, tapi lebih modern dari tv kabel apalagi tv satelit..makin tergeser aja tuh. Begitu kali kira2 :D
ya begitulah kira2. Liat di running text board di depan hotelnya.
v-sun December 2nd, 2009, 12:32 PM http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=113545
t.aldi December 2nd, 2009, 02:44 PM ^^^ Mantap gw baca beritanya. Travel2 dapet saingan baru nih. KA Cepat Hydrogen. Jakarta-Bandung jadi berapa menit ya kalo kecepatan 400km/jam? 30menit mungkin.
t.aldi December 2nd, 2009, 03:56 PM Di Jalan Riau, Samping RS. Limijati ada lahan udah ditutup seng dengan plang Another TATA's Project.
dhani_aja December 2nd, 2009, 08:02 PM Di Jalan Riau, Samping RS. Limijati ada lahan udah ditutup seng dengan plang Another TATA's Project.
Ayo cari2 render-nya... :bash:
Btw, di jalan Manah, belakang jalan sukajadi, yang deket taman di tengah jalan yg bekas POM Bensin, ada crane juga.. terakhir lewat, di papan proyeknya mau dibangun hotel. gtau hotel apa... :lol:
t.aldi December 2nd, 2009, 09:58 PM Ayo cari2 render-nya... :bash:
Btw, di jalan Manah, belakang jalan sukajadi, yang deket taman di tengah jalan yg bekas POM Bensin, ada crane juga.. terakhir lewat, di papan proyeknya mau dibangun hotel. gtau hotel apa... :lol:
itu kalo gak salah proyek perluasan Hotel Sukajadi.
Gina Gina December 3rd, 2009, 05:43 AM Hei gw Gina wanita Jawa dari Jakarta, gimana bandung? gw seneng ke Bandung dingin ya..
tukangbasotahu December 3rd, 2009, 11:35 AM http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=113545
asa moal mungkin.. :lol:
2011, Dibangun Jalur KA Cepat di Jabar
PUTRAJAYA, (PR).-
Lima belas investor sepakat membiayai pembangunan kereta api cepat berbahan bakar hidrogen senilai 3 miliar dolar AS (kira-kira Rp 28,5 triliun). Projek bernama Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway Concession (H2RSH) ini akan membuka rute Jakarta-Bandung-Cirebon sepanjang 357 km.
"Kecepatan kereta ini mencapai 400 km/jam, sehingga perjalanan yang biasanya memakan waktu lima jam bisa dipersingkat menjadi hanya satu jam," ujar Dr. E. Sjahrial, Senior Managing Partner, salah satu anggota konsorsium CAEDZ seusai penandatanganan MoU pembangunan infrastruktur ini dengan Ketua Kadin Indonesia Komite Singapura Iwan Darmawan Hanafi di Hotel Marriott, Putrajaya Malaysia, Selasa (1/12).
Wartawan "PR" Dadang Hermawan melaporkan dari Putrajaya, hadir pada kesempatan itu, direksi anggota konsorsium dan Kepala BKPMD Jabar Iwa Kartiwa.
Menurut Sjahrial, pembiayaan projek ini murni dari konsorsium. "Kami harapkan pada April 2011, pembangunan kereta api ini sudah bisa dilakukan dan sepuluh bulan setelah itu sudah bisa digunakan masyarakat. Paling lambat, tahun 2012 layanan ini sudah bisa menjadi transportasi massal yang baru," katanya.
Menurut dia, tarif yang akan dikenakan tidak akan jauh berbeda dengan tarif bus di jalur tersebut. "Karena kami yakin dengan tarif sebesar itu kami masih bisa memperoleh margin. Apalagi, kami masih bisa menjual beberapa sumber energi lain kepada pihak ketiga,"ujarnya.
Dikatakan, ada tujuh fasilitas yang bisa menjadi sumber penerimaan bagi konsorsium, yakni penjualan listrik yang dihasilkan dari sisa bahan bakar hidrogen dan panel surya, jaringan telekomunikasi, serat optik, jaringan bahan bakar hidrogen dan gas, serta air.
Projek pertama di dunia
Sjahrial optimistis dari projek ini pihaknya bisa meraup untung hingga 400 juta dolar setahun. "Sehingga bila dibandingkan dengan investasi sebesar 3 miliar dolar AS serta pendapatan 400 juta dolar AS/tahun, saya kira projek ini memberikan kepastian keuntungan yang besar," ucapnya.
Apalagi, menurut dia, investasi sebesar 3 miliar dolar AS untuk jaringan kereta api sepanjang 357 km ini terbilang sangat murah bila dibandingkan dengan membangun jaringan kereta api konvensional yang bisa menghabiskan biaya sepuluh kali lebih besar.
"Di sisi lain, kereta api hidrogen ini merupakan projek pertama di dunia yang diterapkan secara komersial. Sehingga, saat ini seluruh mata di dunia menunggu realisasinya dan beberapa sudah mempertimbangkan untuk mengganti sistem transportasi mereka menjadi lebih ramah lingkungan seperti kereta api ini," katanya.
Perhatian dunia juga terlihat dari rencana Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang akan secara resmi mengumumkan projek ini pada lawatannya ke Indonesia pada Februari 2010 bertepatan dengan acara Pertemuan Tingkat Tinggi Perubahan Iklim.
Selain membangun jalur kereta api, konsorsium ini juga berencana membangun infrastruktur lainnya pada koridor Jakarta-Bandung-Cirebon. "Kami sudah mendapat pledge sebesar 500 miliar dolar AS dari 400 bank dan lembaga keuangan internasional yang akan kita bangun untuk Bandara Kertajati, Pelabuhan Cirebon, dan infrastruktur lainnya," ucapnya.
Kelima belas konsorsium ini terdiri atas Aon Risk Service Inc., Aqua-PhyD Inc., Aruna Solutions, Asian Energy Limited, Tricap Group, Copernicus International, eCompass Group, Fidelity National Financial, Global Green Management, McGladry & Pullen, Modular Integrated Technologies, Obermeyer Planen + Beraten, Pembinaan Aktif Gemalang, The Interstate Traveler Company, dan TUM Geotechnical Research.
Ketua Kadin Indonesia Komisi Singapura Iwan Darmawan Hanafi menyatakan, pihaknya akan memfasilitasi komunikasi antara konsorsium dan pemerintah Indonesia. "Oleh karena itu, hadir pada acara ini Pak Iwa karena sebagian besar dari koridor tersebut berada di wilayah Jabar," ujarnya.
Dikatakan, keseriusan konsorsium ini patut diakomodasi oleh pemerintah Indonesia. "Konsorsium ini beranggotakan investor dari berbagai negara seperti Amerika, Kanada, Belgia, Jerman, Singapura, dan Malaysia. Ini menandakan kepercayaan mereka untuk berinvestasi di Jabar cukup tinggi," tuturnya.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut mereka meminta adanya kepastian berinvestasi sehingga realisasi projek ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.
"Apalagi, melalui projek ini setidaknya akan menciptakan enam juta lapangan kerja baru serta mempercepat pembangunan ekonomi wilayah Jabar," katanya.
Iwa Kartiwa mengatakan, pihaknya akan membantu dengan mempercepat proses perizinan sehingga mereka bisa memperoleh Surat Persetujuan Penanaman Modal (SPPM). "Kita harapkan SPPM tersebut bisa keluar tahun ini juga dan paling lambat awal tahun depan," ucapnya.
Dikatakan, kendati pemerintah sama sekali tidak mengeluarkan dana untuk projek ini, tetapi masih bisa menarik pajak dari keuntungan mereka. (A-80) ***
http://www.interstatetraveler.us/Maglev-station%20render%20view1.jpghttp://www.interstatetraveler.us/Maglev-railsection-perspective%202x3.jpg
http://www.caedz.com/images2/photos_projects_mag.jpg
http://www.caedz.com/images/piimap001a.jpg
t.aldi December 3rd, 2009, 12:23 PM Ya tetep optimis ajalah kang. Hehehe. Mudah2an beneran dibangun :)
v-sun December 3rd, 2009, 02:36 PM ^^ ckckckckck..keren pisan euy..urang oge ragu sih...tapi mudah2an aja bener2 terealisasi..
Dazon December 4th, 2009, 11:30 AM asa moal mungkin.. :lol:
2011, Dibangun Jalur KA Cepat di Jabar
PUTRAJAYA, (PR).-
Lima belas investor sepakat membiayai pembangunan kereta api cepat berbahan bakar hidrogen senilai 3 miliar dolar AS (kira-kira Rp 28,5 triliun). Projek bernama Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway Concession (H2RSH) ini akan membuka rute Jakarta-Bandung-Cirebon sepanjang 357 km.
"Kecepatan kereta ini mencapai 400 km/jam, sehingga perjalanan yang biasanya memakan waktu lima jam bisa dipersingkat menjadi hanya satu jam," ujar Dr. E. Sjahrial, Senior Managing Partner, salah satu anggota konsorsium CAEDZ seusai penandatanganan MoU pembangunan infrastruktur ini dengan Ketua Kadin Indonesia Komite Singapura Iwan Darmawan Hanafi di Hotel Marriott, Putrajaya Malaysia, Selasa (1/12).
Wartawan "PR" Dadang Hermawan melaporkan dari Putrajaya, hadir pada kesempatan itu, direksi anggota konsorsium dan Kepala BKPMD Jabar Iwa Kartiwa.
Menurut Sjahrial, pembiayaan projek ini murni dari konsorsium. "Kami harapkan pada April 2011, pembangunan kereta api ini sudah bisa dilakukan dan sepuluh bulan setelah itu sudah bisa digunakan masyarakat. Paling lambat, tahun 2012 layanan ini sudah bisa menjadi transportasi massal yang baru," katanya.
Menurut dia, tarif yang akan dikenakan tidak akan jauh berbeda dengan tarif bus di jalur tersebut. "Karena kami yakin dengan tarif sebesar itu kami masih bisa memperoleh margin. Apalagi, kami masih bisa menjual beberapa sumber energi lain kepada pihak ketiga,"ujarnya.
Dikatakan, ada tujuh fasilitas yang bisa menjadi sumber penerimaan bagi konsorsium, yakni penjualan listrik yang dihasilkan dari sisa bahan bakar hidrogen dan panel surya, jaringan telekomunikasi, serat optik, jaringan bahan bakar hidrogen dan gas, serta air.
Projek pertama di dunia
Sjahrial optimistis dari projek ini pihaknya bisa meraup untung hingga 400 juta dolar setahun. "Sehingga bila dibandingkan dengan investasi sebesar 3 miliar dolar AS serta pendapatan 400 juta dolar AS/tahun, saya kira projek ini memberikan kepastian keuntungan yang besar," ucapnya.
Apalagi, menurut dia, investasi sebesar 3 miliar dolar AS untuk jaringan kereta api sepanjang 357 km ini terbilang sangat murah bila dibandingkan dengan membangun jaringan kereta api konvensional yang bisa menghabiskan biaya sepuluh kali lebih besar.
"Di sisi lain, kereta api hidrogen ini merupakan projek pertama di dunia yang diterapkan secara komersial. Sehingga, saat ini seluruh mata di dunia menunggu realisasinya dan beberapa sudah mempertimbangkan untuk mengganti sistem transportasi mereka menjadi lebih ramah lingkungan seperti kereta api ini," katanya.
Perhatian dunia juga terlihat dari rencana Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang akan secara resmi mengumumkan projek ini pada lawatannya ke Indonesia pada Februari 2010 bertepatan dengan acara Pertemuan Tingkat Tinggi Perubahan Iklim.
Selain membangun jalur kereta api, konsorsium ini juga berencana membangun infrastruktur lainnya pada koridor Jakarta-Bandung-Cirebon. "Kami sudah mendapat pledge sebesar 500 miliar dolar AS dari 400 bank dan lembaga keuangan internasional yang akan kita bangun untuk Bandara Kertajati, Pelabuhan Cirebon, dan infrastruktur lainnya," ucapnya.
Kelima belas konsorsium ini terdiri atas Aon Risk Service Inc., Aqua-PhyD Inc., Aruna Solutions, Asian Energy Limited, Tricap Group, Copernicus International, eCompass Group, Fidelity National Financial, Global Green Management, McGladry & Pullen, Modular Integrated Technologies, Obermeyer Planen + Beraten, Pembinaan Aktif Gemalang, The Interstate Traveler Company, dan TUM Geotechnical Research.
Ketua Kadin Indonesia Komisi Singapura Iwan Darmawan Hanafi menyatakan, pihaknya akan memfasilitasi komunikasi antara konsorsium dan pemerintah Indonesia. "Oleh karena itu, hadir pada acara ini Pak Iwa karena sebagian besar dari koridor tersebut berada di wilayah Jabar," ujarnya.
Dikatakan, keseriusan konsorsium ini patut diakomodasi oleh pemerintah Indonesia. "Konsorsium ini beranggotakan investor dari berbagai negara seperti Amerika, Kanada, Belgia, Jerman, Singapura, dan Malaysia. Ini menandakan kepercayaan mereka untuk berinvestasi di Jabar cukup tinggi," tuturnya.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut mereka meminta adanya kepastian berinvestasi sehingga realisasi projek ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.
"Apalagi, melalui projek ini setidaknya akan menciptakan enam juta lapangan kerja baru serta mempercepat pembangunan ekonomi wilayah Jabar," katanya.
Iwa Kartiwa mengatakan, pihaknya akan membantu dengan mempercepat proses perizinan sehingga mereka bisa memperoleh Surat Persetujuan Penanaman Modal (SPPM). "Kita harapkan SPPM tersebut bisa keluar tahun ini juga dan paling lambat awal tahun depan," ucapnya.
Dikatakan, kendati pemerintah sama sekali tidak mengeluarkan dana untuk projek ini, tetapi masih bisa menarik pajak dari keuntungan mereka. (A-80) ***
http://www.interstatetraveler.us/Maglev-station%20render%20view1.jpghttp://www.interstatetraveler.us/Maglev-railsection-perspective%202x3.jpg
http://www.caedz.com/images2/photos_projects_mag.jpg
http://www.caedz.com/images/piimap001a.jpg
beh alus pisan iye teh... ampe ka bogor teu?
t.aldi December 4th, 2009, 03:12 PM Tadi ke daerah Jalan Turangga, sebrang BSM. Di belakang dealer ford ada tanah luas mulai diratain bangunannya. Lumayan gede. Gak tau mau dibangun apa.
v-sun December 4th, 2009, 03:28 PM beh alus pisan iye teh... ampe ka bogor teu?
kalo iya bener dibangun, kayaknya mau lewat Purwakarta aja deh.
:sok tau: mode on
Ocean One December 4th, 2009, 05:06 PM Sensa Hotel Bandung Dibuka
Jumat, 4 Desember 2009
BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah tiga tahun perencanaan dilanjutkan dengan 1,5 tahun pembangunan, Sensa Hotel dibuka secara resmi. Hotel di Jalan Cihampelas nomor 160, Bandung itu menawarkan tarif promosi sejak akhir november 2009 sebesar Rp 480.000.
General Manager Sensa Hotel Reiner Volkmann di Bandung, Jumat (4/12), mengatakan, pihaknya merasa gembira dapat membuka hotel dengan tepat waktu. Ia optimistis, Sensa Hotel akan menjadi pilihan wisatawan dan pelaku bisnis.
Pegawai Sensa Hotel telah mendapatkan pelatihan intensif selama lebih kurang sebulan sejak 2 November 2009. Hotel berbintang empat itu memiliki 128 kamar yang terdiri dari tipe superior, deluxe, junior executive suite, senior executive suite, dan Sensa Suite.
Sensa Hotel juga menyediakan enam ruang pertemuan dengan kapasitas hingga 350 orang. Fasilitas lain yaitu kolam renang, restoran, pusat kebugaran, dan spa. Di lobi hotel itu, tamu dapat menikmati pilihan koktail, anggur, kopi, teh, serta minuman dan makanan ringan.
jenaro December 4th, 2009, 05:51 PM Tadi ke daerah Jalan Turangga, sebrang BSM. Di belakang dealer ford ada tanah luas mulai diratain bangunannya. Lumayan gede. Gak tau mau dibangun apa.
Pak Aldi ini tiap hari jalan terus ya ?
Kok yang beginian selalu up to date banget :D
Btw, Amaroossa Hotel di jalan Aceh udah buka.
t.aldi December 4th, 2009, 06:49 PM Pak Aldi ini tiap hari jalan terus ya ?
Kok yang beginian selalu up to date banget :D
Btw, Amaroossa Hotel di jalan Aceh udah buka.
hehehe. Kebetulan lewat. Tp gak bisa foto. Adapun kmrn sempet foto2 lokasi tanrise city, tapi belum sempet diupload.
Alphonse Not-Elric December 5th, 2009, 03:14 AM asa moal mungkin.. :lol:
2011, Dibangun Jalur KA Cepat di Jabar
PUTRAJAYA, (PR).-
Lima belas investor sepakat membiayai pembangunan kereta api cepat berbahan bakar hidrogen senilai 3 miliar dolar AS (kira-kira Rp 28,5 triliun). Projek bernama Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway Concession (H2RSH) ini akan membuka rute Jakarta-Bandung-Cirebon sepanjang 357 km.
"Kecepatan kereta ini mencapai 400 km/jam, sehingga perjalanan yang biasanya memakan waktu lima jam bisa dipersingkat menjadi hanya satu jam," ujar Dr. E. Sjahrial, Senior Managing Partner, salah satu anggota konsorsium CAEDZ seusai penandatanganan MoU pembangunan infrastruktur ini dengan Ketua Kadin Indonesia Komite Singapura Iwan Darmawan Hanafi di Hotel Marriott, Putrajaya Malaysia, Selasa (1/12).
Wartawan "PR" Dadang Hermawan melaporkan dari Putrajaya, hadir pada kesempatan itu, direksi anggota konsorsium dan Kepala BKPMD Jabar Iwa Kartiwa.
Menurut Sjahrial, pembiayaan projek ini murni dari konsorsium. "Kami harapkan pada April 2011, pembangunan kereta api ini sudah bisa dilakukan dan sepuluh bulan setelah itu sudah bisa digunakan masyarakat. Paling lambat, tahun 2012 layanan ini sudah bisa menjadi transportasi massal yang baru," katanya.
Menurut dia, tarif yang akan dikenakan tidak akan jauh berbeda dengan tarif bus di jalur tersebut. "Karena kami yakin dengan tarif sebesar itu kami masih bisa memperoleh margin. Apalagi, kami masih bisa menjual beberapa sumber energi lain kepada pihak ketiga,"ujarnya.
Dikatakan, ada tujuh fasilitas yang bisa menjadi sumber penerimaan bagi konsorsium, yakni penjualan listrik yang dihasilkan dari sisa bahan bakar hidrogen dan panel surya, jaringan telekomunikasi, serat optik, jaringan bahan bakar hidrogen dan gas, serta air.
Projek pertama di dunia
Sjahrial optimistis dari projek ini pihaknya bisa meraup untung hingga 400 juta dolar setahun. "Sehingga bila dibandingkan dengan investasi sebesar 3 miliar dolar AS serta pendapatan 400 juta dolar AS/tahun, saya kira projek ini memberikan kepastian keuntungan yang besar," ucapnya.
Apalagi, menurut dia, investasi sebesar 3 miliar dolar AS untuk jaringan kereta api sepanjang 357 km ini terbilang sangat murah bila dibandingkan dengan membangun jaringan kereta api konvensional yang bisa menghabiskan biaya sepuluh kali lebih besar.
"Di sisi lain, kereta api hidrogen ini merupakan projek pertama di dunia yang diterapkan secara komersial. Sehingga, saat ini seluruh mata di dunia menunggu realisasinya dan beberapa sudah mempertimbangkan untuk mengganti sistem transportasi mereka menjadi lebih ramah lingkungan seperti kereta api ini," katanya.
Perhatian dunia juga terlihat dari rencana Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang akan secara resmi mengumumkan projek ini pada lawatannya ke Indonesia pada Februari 2010 bertepatan dengan acara Pertemuan Tingkat Tinggi Perubahan Iklim.
Selain membangun jalur kereta api, konsorsium ini juga berencana membangun infrastruktur lainnya pada koridor Jakarta-Bandung-Cirebon. "Kami sudah mendapat pledge sebesar 500 miliar dolar AS dari 400 bank dan lembaga keuangan internasional yang akan kita bangun untuk Bandara Kertajati, Pelabuhan Cirebon, dan infrastruktur lainnya," ucapnya.
Kelima belas konsorsium ini terdiri atas Aon Risk Service Inc., Aqua-PhyD Inc., Aruna Solutions, Asian Energy Limited, Tricap Group, Copernicus International, eCompass Group, Fidelity National Financial, Global Green Management, McGladry & Pullen, Modular Integrated Technologies, Obermeyer Planen + Beraten, Pembinaan Aktif Gemalang, The Interstate Traveler Company, dan TUM Geotechnical Research.
Ketua Kadin Indonesia Komisi Singapura Iwan Darmawan Hanafi menyatakan, pihaknya akan memfasilitasi komunikasi antara konsorsium dan pemerintah Indonesia. "Oleh karena itu, hadir pada acara ini Pak Iwa karena sebagian besar dari koridor tersebut berada di wilayah Jabar," ujarnya.
Dikatakan, keseriusan konsorsium ini patut diakomodasi oleh pemerintah Indonesia. "Konsorsium ini beranggotakan investor dari berbagai negara seperti Amerika, Kanada, Belgia, Jerman, Singapura, dan Malaysia. Ini menandakan kepercayaan mereka untuk berinvestasi di Jabar cukup tinggi," tuturnya.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut mereka meminta adanya kepastian berinvestasi sehingga realisasi projek ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.
"Apalagi, melalui projek ini setidaknya akan menciptakan enam juta lapangan kerja baru serta mempercepat pembangunan ekonomi wilayah Jabar," katanya.
Iwa Kartiwa mengatakan, pihaknya akan membantu dengan mempercepat proses perizinan sehingga mereka bisa memperoleh Surat Persetujuan Penanaman Modal (SPPM). "Kita harapkan SPPM tersebut bisa keluar tahun ini juga dan paling lambat awal tahun depan," ucapnya.
Dikatakan, kendati pemerintah sama sekali tidak mengeluarkan dana untuk projek ini, tetapi masih bisa menarik pajak dari keuntungan mereka. (A-80) ***
http://www.interstatetraveler.us/Maglev-station%20render%20view1.jpghttp://www.interstatetraveler.us/Maglev-railsection-perspective%202x3.jpg
http://www.caedz.com/images2/photos_projects_mag.jpg
http://www.caedz.com/images/piimap001a.jpg
wow...urang sunda emang progresif pisan!!! moga2 aja proyeknya segera kelar dan terwujud:cheers:
~MELVINDONESIA~ December 5th, 2009, 04:12 PM utk KA Cepat di jabar:
Mantabzzzz!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Mimihitam December 6th, 2009, 04:28 AM asa moal mungkin.. :lol:
2011, Dibangun Jalur KA Cepat di Jabar
PUTRAJAYA, (PR).-
Lima belas investor sepakat membiayai pembangunan kereta api cepat berbahan bakar hidrogen senilai 3 miliar dolar AS (kira-kira Rp 28,5 triliun). Projek bernama Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway Concession (H2RSH) ini akan membuka rute Jakarta-Bandung-Cirebon sepanjang 357 km.
"Kecepatan kereta ini mencapai 400 km/jam, sehingga perjalanan yang biasanya memakan waktu lima jam bisa dipersingkat menjadi hanya satu jam," ujar Dr. E. Sjahrial, Senior Managing Partner, salah satu anggota konsorsium CAEDZ seusai penandatanganan MoU pembangunan infrastruktur ini dengan Ketua Kadin Indonesia Komite Singapura Iwan Darmawan Hanafi di Hotel Marriott, Putrajaya Malaysia, Selasa (1/12).
Wartawan "PR" Dadang Hermawan melaporkan dari Putrajaya, hadir pada kesempatan itu, direksi anggota konsorsium dan Kepala BKPMD Jabar Iwa Kartiwa.
Menurut Sjahrial, pembiayaan projek ini murni dari konsorsium. "Kami harapkan pada April 2011, pembangunan kereta api ini sudah bisa dilakukan dan sepuluh bulan setelah itu sudah bisa digunakan masyarakat. Paling lambat, tahun 2012 layanan ini sudah bisa menjadi transportasi massal yang baru," katanya.
Menurut dia, tarif yang akan dikenakan tidak akan jauh berbeda dengan tarif bus di jalur tersebut. "Karena kami yakin dengan tarif sebesar itu kami masih bisa memperoleh margin. Apalagi, kami masih bisa menjual beberapa sumber energi lain kepada pihak ketiga,"ujarnya.
Dikatakan, ada tujuh fasilitas yang bisa menjadi sumber penerimaan bagi konsorsium, yakni penjualan listrik yang dihasilkan dari sisa bahan bakar hidrogen dan panel surya, jaringan telekomunikasi, serat optik, jaringan bahan bakar hidrogen dan gas, serta air.
Projek pertama di dunia
Sjahrial optimistis dari projek ini pihaknya bisa meraup untung hingga 400 juta dolar setahun. "Sehingga bila dibandingkan dengan investasi sebesar 3 miliar dolar AS serta pendapatan 400 juta dolar AS/tahun, saya kira projek ini memberikan kepastian keuntungan yang besar," ucapnya.
Apalagi, menurut dia, investasi sebesar 3 miliar dolar AS untuk jaringan kereta api sepanjang 357 km ini terbilang sangat murah bila dibandingkan dengan membangun jaringan kereta api konvensional yang bisa menghabiskan biaya sepuluh kali lebih besar.
"Di sisi lain, kereta api hidrogen ini merupakan projek pertama di dunia yang diterapkan secara komersial. Sehingga, saat ini seluruh mata di dunia menunggu realisasinya dan beberapa sudah mempertimbangkan untuk mengganti sistem transportasi mereka menjadi lebih ramah lingkungan seperti kereta api ini," katanya.
Perhatian dunia juga terlihat dari rencana Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang akan secara resmi mengumumkan projek ini pada lawatannya ke Indonesia pada Februari 2010 bertepatan dengan acara Pertemuan Tingkat Tinggi Perubahan Iklim.
Selain membangun jalur kereta api, konsorsium ini juga berencana membangun infrastruktur lainnya pada koridor Jakarta-Bandung-Cirebon. "Kami sudah mendapat pledge sebesar 500 miliar dolar AS dari 400 bank dan lembaga keuangan internasional yang akan kita bangun untuk Bandara Kertajati, Pelabuhan Cirebon, dan infrastruktur lainnya," ucapnya.
Kelima belas konsorsium ini terdiri atas Aon Risk Service Inc., Aqua-PhyD Inc., Aruna Solutions, Asian Energy Limited, Tricap Group, Copernicus International, eCompass Group, Fidelity National Financial, Global Green Management, McGladry & Pullen, Modular Integrated Technologies, Obermeyer Planen + Beraten, Pembinaan Aktif Gemalang, The Interstate Traveler Company, dan TUM Geotechnical Research.
Ketua Kadin Indonesia Komisi Singapura Iwan Darmawan Hanafi menyatakan, pihaknya akan memfasilitasi komunikasi antara konsorsium dan pemerintah Indonesia. "Oleh karena itu, hadir pada acara ini Pak Iwa karena sebagian besar dari koridor tersebut berada di wilayah Jabar," ujarnya.
Dikatakan, keseriusan konsorsium ini patut diakomodasi oleh pemerintah Indonesia. "Konsorsium ini beranggotakan investor dari berbagai negara seperti Amerika, Kanada, Belgia, Jerman, Singapura, dan Malaysia. Ini menandakan kepercayaan mereka untuk berinvestasi di Jabar cukup tinggi," tuturnya.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut mereka meminta adanya kepastian berinvestasi sehingga realisasi projek ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.
"Apalagi, melalui projek ini setidaknya akan menciptakan enam juta lapangan kerja baru serta mempercepat pembangunan ekonomi wilayah Jabar," katanya.
Iwa Kartiwa mengatakan, pihaknya akan membantu dengan mempercepat proses perizinan sehingga mereka bisa memperoleh Surat Persetujuan Penanaman Modal (SPPM). "Kita harapkan SPPM tersebut bisa keluar tahun ini juga dan paling lambat awal tahun depan," ucapnya.
Dikatakan, kendati pemerintah sama sekali tidak mengeluarkan dana untuk projek ini, tetapi masih bisa menarik pajak dari keuntungan mereka. (A-80) ***
http://www.interstatetraveler.us/Maglev-station%20render%20view1.jpghttp://www.interstatetraveler.us/Maglev-railsection-perspective%202x3.jpg
http://www.caedz.com/images2/photos_projects_mag.jpg
http://www.caedz.com/images/piimap001a.jpg
wow, semoga bisa cepat terealisasi
Tiyoe_Garasisolo December 6th, 2009, 05:24 AM asa moal mungkin.. :lol:
2011, Dibangun Jalur KA Cepat di Jabar
PUTRAJAYA, (PR).-
Lima belas investor sepakat membiayai pembangunan kereta api cepat berbahan bakar hidrogen senilai 3 miliar dolar AS (kira-kira Rp 28,5 triliun). Projek bernama Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway Concession (H2RSH) ini akan membuka rute Jakarta-Bandung-Cirebon sepanjang 357 km.
Saluuu saluttt.... :banana:
WendyROP December 6th, 2009, 08:43 AM asa moal mungkin.. :lol:
2011, Dibangun Jalur KA Cepat di Jabar
PUTRAJAYA, (PR).-
Lima belas investor sepakat membiayai pembangunan kereta api cepat berbahan bakar hidrogen senilai 3 miliar dolar AS (kira-kira Rp 28,5 triliun). Projek bernama Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway Concession (H2RSH) ini akan membuka rute Jakarta-Bandung-Cirebon sepanjang 357 km.
"Kecepatan kereta ini mencapai 400 km/jam, sehingga perjalanan yang biasanya memakan waktu lima jam bisa dipersingkat menjadi hanya satu jam," ujar Dr. E. Sjahrial, Senior Managing Partner, salah satu anggota konsorsium CAEDZ seusai penandatanganan MoU pembangunan infrastruktur ini dengan Ketua Kadin Indonesia Komite Singapura Iwan Darmawan Hanafi di Hotel Marriott, Putrajaya Malaysia, Selasa (1/12).
Wartawan "PR" Dadang Hermawan melaporkan dari Putrajaya, hadir pada kesempatan itu, direksi anggota konsorsium dan Kepala BKPMD Jabar Iwa Kartiwa.
Menurut Sjahrial, pembiayaan projek ini murni dari konsorsium. "Kami harapkan pada April 2011, pembangunan kereta api ini sudah bisa dilakukan dan sepuluh bulan setelah itu sudah bisa digunakan masyarakat. Paling lambat, tahun 2012 layanan ini sudah bisa menjadi transportasi massal yang baru," katanya.
Menurut dia, tarif yang akan dikenakan tidak akan jauh berbeda dengan tarif bus di jalur tersebut. "Karena kami yakin dengan tarif sebesar itu kami masih bisa memperoleh margin. Apalagi, kami masih bisa menjual beberapa sumber energi lain kepada pihak ketiga,"ujarnya.
Dikatakan, ada tujuh fasilitas yang bisa menjadi sumber penerimaan bagi konsorsium, yakni penjualan listrik yang dihasilkan dari sisa bahan bakar hidrogen dan panel surya, jaringan telekomunikasi, serat optik, jaringan bahan bakar hidrogen dan gas, serta air.
Projek pertama di dunia
Sjahrial optimistis dari projek ini pihaknya bisa meraup untung hingga 400 juta dolar setahun. "Sehingga bila dibandingkan dengan investasi sebesar 3 miliar dolar AS serta pendapatan 400 juta dolar AS/tahun, saya kira projek ini memberikan kepastian keuntungan yang besar," ucapnya.
Apalagi, menurut dia, investasi sebesar 3 miliar dolar AS untuk jaringan kereta api sepanjang 357 km ini terbilang sangat murah bila dibandingkan dengan membangun jaringan kereta api konvensional yang bisa menghabiskan biaya sepuluh kali lebih besar.
"Di sisi lain, kereta api hidrogen ini merupakan projek pertama di dunia yang diterapkan secara komersial. Sehingga, saat ini seluruh mata di dunia menunggu realisasinya dan beberapa sudah mempertimbangkan untuk mengganti sistem transportasi mereka menjadi lebih ramah lingkungan seperti kereta api ini," katanya.
Perhatian dunia juga terlihat dari rencana Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang akan secara resmi mengumumkan projek ini pada lawatannya ke Indonesia pada Februari 2010 bertepatan dengan acara Pertemuan Tingkat Tinggi Perubahan Iklim.
Selain membangun jalur kereta api, konsorsium ini juga berencana membangun infrastruktur lainnya pada koridor Jakarta-Bandung-Cirebon. "Kami sudah mendapat pledge sebesar 500 miliar dolar AS dari 400 bank dan lembaga keuangan internasional yang akan kita bangun untuk Bandara Kertajati, Pelabuhan Cirebon, dan infrastruktur lainnya," ucapnya.
Kelima belas konsorsium ini terdiri atas Aon Risk Service Inc., Aqua-PhyD Inc., Aruna Solutions, Asian Energy Limited, Tricap Group, Copernicus International, eCompass Group, Fidelity National Financial, Global Green Management, McGladry & Pullen, Modular Integrated Technologies, Obermeyer Planen + Beraten, Pembinaan Aktif Gemalang, The Interstate Traveler Company, dan TUM Geotechnical Research.
Ketua Kadin Indonesia Komisi Singapura Iwan Darmawan Hanafi menyatakan, pihaknya akan memfasilitasi komunikasi antara konsorsium dan pemerintah Indonesia. "Oleh karena itu, hadir pada acara ini Pak Iwa karena sebagian besar dari koridor tersebut berada di wilayah Jabar," ujarnya.
Dikatakan, keseriusan konsorsium ini patut diakomodasi oleh pemerintah Indonesia. "Konsorsium ini beranggotakan investor dari berbagai negara seperti Amerika, Kanada, Belgia, Jerman, Singapura, dan Malaysia. Ini menandakan kepercayaan mereka untuk berinvestasi di Jabar cukup tinggi," tuturnya.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut mereka meminta adanya kepastian berinvestasi sehingga realisasi projek ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.
"Apalagi, melalui projek ini setidaknya akan menciptakan enam juta lapangan kerja baru serta mempercepat pembangunan ekonomi wilayah Jabar," katanya.
Iwa Kartiwa mengatakan, pihaknya akan membantu dengan mempercepat proses perizinan sehingga mereka bisa memperoleh Surat Persetujuan Penanaman Modal (SPPM). "Kita harapkan SPPM tersebut bisa keluar tahun ini juga dan paling lambat awal tahun depan," ucapnya.
Dikatakan, kendati pemerintah sama sekali tidak mengeluarkan dana untuk projek ini, tetapi masih bisa menarik pajak dari keuntungan mereka. (A-80) ***
http://www.interstatetraveler.us/Maglev-station%20render%20view1.jpghttp://www.interstatetraveler.us/Maglev-railsection-perspective%202x3.jpg
http://www.caedz.com/images2/photos_projects_mag.jpg
http://www.caedz.com/images/piimap001a.jpg
edan lah...
alus alus hade...
bamz.. December 6th, 2009, 09:31 AM ^^bagus siy tpi ga Urgent !! mendingan Kertajati or Tol dalam kota diprioritaskan
Selain membangun jalur kereta api, konsorsium ini juga berencana membangun infrastruktur lainnya pada koridor Jakarta-Bandung-Cirebon. "Kami sudah mendapat pledge sebesar 500 miliar dolar AS dari 400 bank dan lembaga keuangan internasional yang akan kita bangun untuk Bandara Kertajati, Pelabuhan Cirebon, dan infrastruktur lainnya," ucapnya.
Hah $500milliar = Rp 5.000triliun ?? 5x APBN Indonesia ?? :uh: :uh: :uh:
Lebayyyyyyyy ...
t.aldi December 6th, 2009, 11:41 AM Aston Primera Pasteur dah buka kemarin. Tapi tampak maksa. Gedung parkir di belakang aja belum jadi. Ngejar natal dan taun baru tampaknya. Long wiken.
alterna December 6th, 2009, 02:16 PM dapat berita nih. kemarin kata gm nya hotel papandayan, hotel resmi ditutup selama 1 tahun karena mau dibongkar plus dibangun gedung baru. tadi lewat sana bener udah ditutup udah gak beroperasi lagi.
t.aldi December 6th, 2009, 03:23 PM Papandayan lahan dibelakangnya emang luas. Nembus ke jalan malabar. Cocok dibangun emang. Tu hotel dah kuno banget :) gw tiap lewat, ngayal, kapan ni hotel bakal direnov atau ditambah gedung baru kek. Panghegar aja dah bangun gila2an gt.. :)
Balandra December 6th, 2009, 04:41 PM dapat berita nih. kemarin kata gm nya hotel papandayan, hotel resmi ditutup selama 1 tahun karena mau dibongkar plus dibangun gedung baru. tadi lewat sana bener udah ditutup udah gak beroperasi lagi.
Pantesan ya bos iklannya udah jarang nongol di metro tipi
v-sun December 6th, 2009, 04:54 PM dapat berita nih. kemarin kata gm nya hotel papandayan, hotel resmi ditutup selama 1 tahun karena mau dibongkar plus dibangun gedung baru. tadi lewat sana bener udah ditutup udah gak beroperasi lagi.
saya kira ni hotel bangkrut atw gimana2..coz 2hari kemarin saya liat berita di tv cuma diberitakan tentang pemecatan beberapa karyawan2nya..
jenaro December 6th, 2009, 06:17 PM saya kira ni hotel bangkrut atw gimana2..coz 2hari kemarin saya liat berita di tv cuma diberitakan tentang pemecatan beberapa karyawan2nya..
Bukan beberapa tapi semuanya :D Makanya kemaren kan pada demo sampe ke DPR segala.
Saya juga bingung sih, kenapa pada di PHK gitu ya ? Kan bisa dirumahkan aja selama setaun, nanti kalo renovasinya selesai dipekerjakan kembali.
Daripada cari pegawai baru dan mulai dari nol lagi kan mending pake karyawan lama.
alterna December 7th, 2009, 11:03 AM berarti bakal dibangun gede2an sepertinya. semoga ajah deh. tapi kalo mslh pemecatan karyawan belum tau kabarnya sih. tapi petinggi2nya sih tetep mungkin karyawan2 biasanya kali yah.
bamz.. December 7th, 2009, 11:30 AM dapat berita nih. kemarin kata gm nya hotel papandayan, hotel resmi ditutup selama 1 tahun karena mau dibongkar plus dibangun gedung baru. tadi lewat sana bener udah ditutup udah gak beroperasi lagi.
Mo diupgrade jdi bintang 5 ya.. bguslah! Qrain mo udahan aja ni htl..
v-sun December 8th, 2009, 06:50 AM http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=114753
tukangbasotahu December 8th, 2009, 07:24 AM Belum Ada Dana untuk Pembebasan Lahan
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/foto/tgl_07_12_2009/cimahi-macet.jpg
RATUSAN kendaraan terjebak kemacetan di sekitar Jln. H. Amir Machmud, Kota Cimahi, Minggu (6/12). Kemacetan di ruas jalan di Kota Cimahi sudah pada kondisi sangat parah, yang disebabkan panjang jalan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah kendaraan.* ADE BAYU INDRA/"PR"
CIMAHI, (PR).-
Kemacetan di semua ruas jalan di Kota Cimahi sudah pada kondisi sangat parah, karena panjang jalan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah kendaraan. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kota Cimahi tetap memprioritaskan pembangunan jalan lingkar utara Cimahi, meskipun sampai saat ini belum mengantongi dana untuk pembebasan tanah.
Hal ini terungkap pada "Seminar Nasional Pembangunan Sistem Transportasi Nasional pada Era Demokratisasi dan Otonomi Daerah" di Gedung Sasana Krida Universitas Jend. Ahmad Yani Cimahi, Senin (7/12).
Wali Kota Cimahi Itoc Tochija yang hadir sebagai pembicara mengatakan, jika dihitung berdasarkan rumus volume kendaraan dibagi kapasitas jalan, maka rasio kemacetan di Cimahi sudah mendekati angka satu. Padahal, angka ideal untuk lalu lintas ruas jalan itu 0,5.
Menurut Itoc, kondisi ini dikarenakan oleh penataan kota yang sporadis dan bersifat sementara sebelum Cimahi menjadi kota otonom. Cimahi hanya memiliki panjang jalan 141.136 meter, yang dilalui oleh dua puluh trayek angkutan umum regional dan tiga trayek lokal. Sementara itu, jumlah kendaraan roda empat yang yang melintasi jalan raya di Cimahi sebanyak 29.590 unit, yang terdiri dari 25.973 mobil pribadi dan 3.617 unit angkutan umum. Sementara jumlah sepeda motor mencapai 100.783 unit.
"Berdasarkan perhitungan itu, seharusnya ruas jalan di Cimahi seluruhnya sudah di-block. Akan tetapi, ada enam ruas jalan yang merupakan titik kemacetan terparah yaitu Jalan H.M.S. Mintardja, Jalan Gatot Subroto, Jalan Pesantren, Jalan Cihanjuang, kawasan industri di Cimindi, dan Jalan Melong," ujarnya.
Belum ada dana
Untuk mengatasinya, Itoc mengaku telah melakukan beberapa hal termasuk betonisasi beberapa bahu jalan serta pelebaran jalan. Tahun depan, Itoc memprioritaskan pembangunan jalan lingkar utara Cimahi, yang menghubungkan Jln. Pesantren Kel. Cibabat ke Kel. Pasirkaliki, untuk memecah kemacetan di Jln. Raya Cibeureum.
"Terus terang, sampai sekarang kita belum punya anggaran untuk pembebasan tanahnya. Akan tetapi, ini justru yang harus kita sikapi bersama, karena urusan transportasi menyangkut kepentingan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan banyak bidang lain," katanya.
Itoc menjelaskan, rekayasa lalu lintas paling sesuai untuk Cimahi adalah jalan satu arah, dengan meminimalkan jumlah lampu merah. Namun, sampai saat ini infrastruktur jalan di Cimahi belum memungkinkan.
Direktur Pascasarjana ITB Prof. Dr. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc. menjelaskan, kemacetan di kawasan Bandung Raya terjadi akibat adanya egosektoral dari pemimpin daerah. Hal ini berhubungan erat dengan keinginan setiap daerah untuk merebut pendapatan asli daerah (PAD) yang tinggi.
"Harus ada koordinasi antarpemimpin daerah, karena pembangunan jalan di suatu daerah belum tentu cocok untuk perkembangan daerah lain. Nah, peran gubernur di sini sangat penting, untuk menjembatani kepentingan-kepentingan tersebut.
Sementara itu, Direktur Bina Program Ditjen Bina Marga Dep. Pekerjaan Umum Ir. Taufik Widjoyono, M.Sc. menyatakan, dukungan regulasi sangat penting untuk menjamin pembangunan infrastruktur. Hal ini bisa dilihat dari keberhasilan pembangunan telekomunikasi, setelah pemerintah mengeluarkan regulasi yang jelas.
Selain itu, Taufik menyarankan agar pemerintah daerah berpikir untuk memenuhi kebutuhan transportasi lima puluh tahun ke depan, dengan merencanakan untuk membuat jalan baru. (A-180)***
tukangbasotahu December 8th, 2009, 07:51 AM Jakarta - PT Shell Indonesia berencana membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pertamanya di Bandung. Shell akan membangun 11 SPBU di seluruh Indonesia tahun 2010.
"Rencananya kami juga akan membangun SPBU di Bandung, saat ini masih dalam proses study," ujar Vice President Communication Shell Indonesia, Wali Saleh di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (7/12/2009).
Selain berekspansi di daerah lain, perusahaan migas asal Belanda tersebut juga akan menambah jumlah SPBU di Jawa Timur. Saat ini Shell baru memiliki satu SPBU di Jalan Waru Sidoarjo yang resmi dibuka Agustus lalu. "Kita lagi bikin kajian, bagaimana untuk membangun SPBU-SPBU terutama SPBU di Surabaya. Tapi realisasinya tergantung masalah lahan," ungkap dia.
Terkait pembangunan SPBU di Medan, imbuh Wali, saat ini masih dalam proses. Sementara proses pembebasan lahan sendiri sudah diselesaikan. "Sudah punya tempatnya, kita sedang review," katanya. Menurut Wali, penambahan jumlah SPBU tersebut dilakukan sebab ia berharap tahun depan Shell akan terpilih menjadi salah satu distributor BBM bersubsidi. "Mudah-mudahan tahun depan kita dapat PSO," tandas Wali.
Shell yang sudah masuk bisnis ritel BBM mulai November 2005, saat ini telah memiliki 35 SPBU di Jabodetabek dan satu SPBU di Surabaya. (epi/qom)
t.aldi December 8th, 2009, 07:54 AM Mudah2an nasibnya Shell gak sesepi petronas :)
alterna December 8th, 2009, 08:12 AM iyah sepertinya soalnya skrg kalo gak salah papandayan bintang 4, kalo diupgrade yah mustinya bintang 5 yah....
wah bandung lautan spbu, udah terlalu banyak sepertinya.... petronas ajah padem, apalagi shell....
jenaro December 8th, 2009, 09:02 AM wah bandung lautan spbu, udah terlalu banyak sepertinya.... petronas ajah padem, apalagi shell....
Perbandingannya salah pak .. Petronas emang lebih melempem kalo dibanding Shell. Jadi pomnya Petronas di Dago nggak bisa dijadiin parameter.
Menurut saya, kalau Shell jadi buka di Bandung kemungkinan malah bisa bersaing dengan Pertamina. Lah .. harganya aja sebelas duabelas, dengan kualitas yang rasanya lebih baik.
Apalagi di Indonesia sekarang ini kan sudah banyak mobil dengan mesin diesel yang canggih, yang tentu saja menuntut bbm yang baik pula.
FYI, solarnya Petronas itu yang paling mahal, lalu diikuti Shell diesel, trus DEX, baru biosolar.
DEX ini meski bagus & keluaran Pertamina tapi susah banget dicari.
Dulu di Bandung yang saya tau cuma dijual pom di lingkar selatan sana (yang ada ATM BCA-nya), itupun dijualnya perjerigen. Sekarang nggak tau deh masih ada atau nggak :ohno:
Jadi gue yakin Shell sangat bisa bersaing di Bandung.
Tinggal cari lokasi yang benar-benar tepat. Kaum 'behave'-nya Bandung itu kan mayoritas tinggal di Bandung Utara. Nah, cari deh lokasi didaerah sana .. bisa di Setrasari, Pasteur, Sukajadi atau Setiabudi misalnya.
Pasti bisa berkibar :cheers:
Balandra December 8th, 2009, 09:04 AM Gua masih pelanggan setia 'PASTI PAS'
alesannya bukan cinta produk dalam negeri sih, tapi cinta isi dompet biar ga terlalu bobol keluarnya hehe
v-sun December 8th, 2009, 11:05 AM @tukangbasotahu,
itu berita yang ''jalan lingkar jadi prioritas'' sumbernya dari newspaper.pikiran-rakyat.com kan? Kok saya gak bisa copy-paste ya kalo ngambil dari sumber itu? Gimana ya caranya supaya bisa copy-paste?
btw, kang megabliz kok jarang nongol lagi ya?
t.aldi December 8th, 2009, 11:20 AM Iya nih.. Kang Mbliz ditunggu foto2 terupdatenya. Atau ada yang mau fotoin Sensa Hotel ma Aston Primera gak? Mengingat ke dua hotel itu udah soft opening.
tukangbasotahu December 8th, 2009, 01:49 PM iya kang megabliz lg sibuk kyknya yah.. klo gini mah biasana pas balik lg bakal bawa oleh2 update-an paling up-to-date nih.. :naughty:
@tukangbasotahu,
itu berita yang ''jalan lingkar jadi prioritas'' sumbernya dari newspaper.pikiran-rakyat.com kan? Kok saya gak bisa copy-paste ya kalo ngambil dari sumber itu? Gimana ya caranya supaya bisa copy-paste?
btw, kang megabliz kok jarang nongol lagi ya?
seleksi aja tulisannya, klik CTRL+C untuk ngopy, terus buat posting disini klik CTRL+V untuk paste.. klo buat gambar tinggal copy URL jpg-nya (bisa diliat di properties) terus dimasukin di menu "insert image" pas posting.. ;)
jenaro December 8th, 2009, 02:32 PM @tukangbasotahu,
itu berita yang ''jalan lingkar jadi prioritas'' sumbernya dari newspaper.pikiran-rakyat.com kan? Kok saya gak bisa copy-paste ya kalo ngambil dari sumber itu? Gimana ya caranya supaya bisa copy-paste?
Kalo mau copas pake cara biasa, didisable dulu java scriptnya dibagian tools.
Kalo nggak memang nggak bisa.
Atau mudahnya ya pake cara pak Tukang baso tahu :)
jenaro December 8th, 2009, 03:32 PM Iya nih.. Kang Mbliz ditunggu foto2 terupdatenya. Atau ada yang mau fotoin Sensa Hotel ma Aston Primera gak? Mengingat ke dua hotel itu udah soft opening.
Iya penasaran juga nih, di page Facebooknya Sensa juga belum diupdate foto-fotonya sih ..
Area kolam renangnya tampak menyenangkan :)
http://i49.tinypic.com/241qwdd.jpg
http://bandung.detik.com/readfoto/2009/12/07/104703/1255250/501/2/
t.aldi December 9th, 2009, 05:30 AM Menyusuri tol padaleunyi dari cileunyi menuju pasteur, di seputaran buah batu udah menjulang 2 tower apt. Buah batu park. Dan di interchange pasteur, 1 tower di edge udah menjulang, tower ke 2 mulai naik. Berhubung ujan dan nyetir, jadi gak bisa foto, sambil nyetir. Hehehe.
tukangbasotahu December 9th, 2009, 05:41 AM Presiden, "Lahan Hijau Terus Berkurang Setiap Tahun"
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/foto/tgl_08_12_2009/bdg-barat-sby.jpg
PRESIDEN Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menanam jabon merah di Pasir Malang, Desa Ciherang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (8/12). Penanaman pohon tersebut dilaksanakan dalam rangka Gerakan Penanaman serentak "One Man One Tree", atau satu orang satu pohon bersamaan dengan Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2009 (HMPI-BMN).* ADE BAYU INDRA/"PR"
NGAMPRAH, (PR).-
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuat arboretum (hutan kota) seluas sembilan hektare sebagai upaya pelestarian lingkungan. Pola kebijakan tata ruangnya juga telah disusun, yaitu 45 persen untuk kawasan lindung dan 55 persen sebagai kawasan budi daya. Upaya pelestarian lingkungan harus mendapat porsi perhatian yang besar karena biaya untuk merehabilitasinya akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya sosial.
Demikian diutarakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada saat memberikan sambutan dalam kegiatan penanaman pohon "One Man One Tree" (OMOT) di Kp. Pasirmalang, Desa Cimerang, Kec. Padalarang, Kab. Bandung Barat, Selasa (8/12). Menurut dia, keberadaan arboretum akan mampu mencegah ketidakstabilan ekosistem yang berkelanjutan. Oleh karena itu, telah direncanakan untuk membuat hutan kota seluas sembilan hektare yang juga dapat membantu meningkatkan resapan air.
Ia mengatakan, indikator perubahan ekosistem terdiri atas meningginya suhu udara, penurunan kualitas air tanah, penurunan mutu dan derajat plasma nutfah, serta tercemarnya elemen lingkungan seperti udara dan air. Untuk menanggulanginya, Heryawan mengatakan, Pemprov Jabar telah membuat pola kebijakan tata ruang, yakni 45 persen lahan diperuntukkan bagi kawasan lindung dan sisanya untuk kawasan budi daya. Sebuah peraturan daerah (perda) tentang lingkungan telah disusun, di antaranya Perda Kawasan Lindung dan Perda Sempadan Sungai.
Sementara aksi penanaman pohon dan rehabilitasi hutan menjadi pendukung terhadap kebijakan lingkungan ini. Berbagai inisiatif penyelamatan hutan telah dilakukan seperti berpartisipasi dalam Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) dari pemerintah pusat dan Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) yang dibiayai langsung APBD Provinsi Jabar. Disebutkan Heryawan, selama 2007, Jabar telah menanam sebanyak 12 juta pohon dan 2008 sebanyak 30 juta pohon. Sedangkan target penanaman pohon dari gerakan OMOT adalah 42 juta pohon.
Ancam kehidupan
Dalam kesempatan itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pesan lingkungannya. Menurut Yudhoyono, penanaman pohon dan rehabilitasi hutan menjadi penting dilakukan saat ini yakni ketika kerusakan lingkungan terus terjadi. Setiap tahunnya, lahan hijau terus berkurang sehingga mengancam kehidupan generasi selanjutnya.
Presiden yang juga ikut memberikan seratus bibit pohon trembesi mengungkapkan keinginannya meniru negara Korea Selatan dalam merehabilitasi lingkungan. Disebutkan, 35 tahun lalu, negeri ginseng itu mengalami kerusakan lingkungan yang amat parah karena imbas dari Gurun Gobi. Namun, setelah dilakukan penanaman pohon serentak dan berkelanjutan, dapat dilihat hasil yang menggembirakan meski harus menunggu hingga puluhan tahun.
Presiden menyerukan pada tiap perusahaan untuk menggulirkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk menanam pohon. Dengan sokongan dari perusahaan, diharapkan bisa bersama masyarakat dan pemerintah memperbaiki lingkungan.
Target
Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan mengatakan, program OMOT ini merupakan tema dari Bulan Menanam Nasional yang jatuh setiap Desember. Selain itu, juga berdekatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh setiap 28 November.
Menurut dia, pemilihan waktu kegiatan sengaja dilakukan pada saat musim hujan yang baik untuk perkembangan bibit pohon. Ia optimistis, bisa mencapai target, mengingat bibit pohon yang tersedia masih mencapai 100 juta bibit di seluruh nusantara.
Sementara pemilihan lokasi kegiatan yang terletak di Kec. Padalarang, Kab. Bandung Barat adalah karena dekat dengan Waduk Saguling dan bertujuan untuk mengurangi tingkat sedimentasi (pengendapan). Ia menuturkan, akan mendukung misi penurunan emisi sebanyak 26 persen pada 2020 seperti yang dicetuskan Presiden dalam Forest Eleven. Ia menargetkan, pembuatan hutan produksi seluas 500.000 hektare per tahun serta restorasi hutan bekas tebangan seluas 400.000 hektare per tahun. (A-176/A-183)
***
Pusat Perbelanjaan
Banyak Mal Buat Apa?
Hampir semua pusat perbelanjaan di Kota Bandung dibangun di pusat kota. Sebelum istilah mal dikenal luas, pusat perbelanjaan banyak dinamai dengan embel-embel "plaza".
Plaza merupakan kata dalam bahasa Spanyol yang sebenarnya artinya lebih dekat merujuk kepada lapangan atau alun-alun tempat terbuka untuk umum. Plaza biasa digunakan masyarakat untuk berkumpul. Biasanya terletak di pusat kota, dekat dengan pusat pemerintahan.
Bisa jadi, istilah plaza menjadi erat dengan pusat perbelanjaan karena pusat pertokoan yang pertama kali dibangun di Amerika Serikat pada 1922 diberi nama Country Club Plaza (di Kansas City, Missouri).
Kini, plaza menjelma menjadi pusat perbelanjaan yang berwujud bangunan tertutup dan bertingkat yang menaungi sekelompok penjual eceran dan usaha komersial lainnya. Kini, sebutannya bermacam-macam. Tak hanya plaza, tetapi kini ada mal dan town square. Apa pun sebutannya, mereka mengincar keramaian yang pada umumnya berada di pusat kota.
Pembangunan mal-mal di Kota Bandung, secara teoritis, semestinya, selaras dengan penetapan dua pusat primer: wilayah Alun-alun dan Gedebage. Dua pusat primer itu terbagi lagi dalam enam pusat sekunder, mulai dari Tegallega hingga Ujungberung. Berdirinya mal diharapkan mampu memenuhi asas keterwakilan wilayah semacam itu. Namun, apa mau dikata, yang terjadi di lapangan, jauh dari konsep ideal itu. Mal muncul di sembarang tempat. Sementara di sudut lain, mal yang telah lebih dulu ada menjadi mati.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung Juniarso Ridwan mengakui peliknya persoalan mal. Investor cenderung mencari tempat-tempat yang ramai dan strategis. Kawasan timur Bandung, misalnya, masih sepi investasi karena dipandang tak menguntungkan. Padahal, kawasan inilah yang digadang-gadang menjadi prioritas pengembangan kota di masa depan. "Yang paling berkembang, wilayah utara," ujarnya.
Menurut Juniarso, mal bukan semata-mata soal pemenuhan kebutuhan, melainkan lebih banyak kepada soal gaya hidup (lifestyle). Oleh karena itu, kematian beberapa mal, dalam beberapa tahun terakhir, menurut dia, disebabkan oleh perkara manajemen yang kurang jeli menawarkan layanan berkualitas dan khas. Juniarso menilai, jumlah mal yang ada sekarang sudah cukup sehingga, dalam waktu dekat, belum ada rencana penambahan.
Kondisi itu, ternyata, tak membuat minat pengembang pupus. Meski area komersial di pusat kota sudah ludes, masih ada saja pengembang yang nekat mengajukan izin mendirikan usaha komersial di tengah kota. "Di tengah kota sudah closed. Sekarang lebih diarahkan ke Bandung Timur, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Bandung," kata Kasubdin Bina Marga dan Kerja Sama Investasi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Bandung Asmara Hadi.
**
Area yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan komersial di Bandung, sebenarnya sangat terbatas. Dari luas wilayah yang mencapai 17.400 hektare, hanya sekitar lima ribu hektare yang bisa digunakan. Itu pun harus dibagi-bagi untuk perkantoran, bisnis, dan berbagai fasilitas lainnya.
Bagi investor, Bandung bak magnet yang kuat. Konon, saingannya hanya Kota Yogyakarta. Investasi di bidang jasa dan perdagangan menyumbang enam puluh persen perekonomian Kota Bandung. Pusat perbelanjaan, yang termasuk di dalamnya, merupakan penyumbang nomor wahid.
Asmara menjelaskan, pegangan Pemkot Bandung memberikan izin beroperasinya pusat perbelanjaan di suatu tempat adalah peruntukan lahan yang telah disusun dalam rencana detail tata ruang kota (RDTRK). Akan tetapi, penerbitan izin itu tidak sampai mengaitkan ke tingkat permintaan konsumen. Contohnya, beberapa mal yang berdiri di pinggiran kota, kawasan yang memang untuk usaha komersial. Ternyata, penduduk sekitar lebih senang ke pusat kota. Akibatnya, lambat laun, mal itu lesu lalu mati.
Planolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Denny Zulkaidi berpendapat, Pemkot Bandung perlu membuat aturan yang lebih detail mengenai pendirian mal. Soalnya, kelangsungan mal sangat bergantung kepada hukum penawaran dan permintaan. "Sebenarnya, jumlah orang yang belanja ya segitu-gitu saja," katanya. Oleh karena itu, jika tidak diperhitungkan secara benar, tidak heran jika setiap penambahan mal baru berisiko mematikan mal yang lain atau justru mal itu sendiri yang tidak sanggup berkembang.
Area komersial yang digunakan oleh mal tidak bisa lagi digunakan sebagai satu-satunya parameter pendirian sebuah mal. Menurut Denny, setidaknya terdapat empat aspek penting yang harus diperhatikan: lokasi, luas lahan, luas lantai, dan distribusi atau sebaran.
"Dampaknya akan berbeda kalau di jalan arteri ada mal yang luas dengan jumlah lantai yang banyak. Tentu saja, keberadaan mal itu akan membuat macet. Harus ada pembedaan mal yang didirikan di pusat kota, di jalan primer, atau arteri. Harus ada ketentuannya sendiri-sendiri," katanya. Selama ini, sering kali yang diperhatikan hanyalah luas lahan, tanpa memperhatikan jumlah lantainya. Padahal, meski luas lahannya sempit dengan jumlah lantai yang banyak akan menimbulkan dampak yang besar pula.
Denny mengingatkan, permintaan terhadap pusat perbelanjaan tidak hanya permintaan pembeli, tetapi juga kios atau tenant yang mengisi pusat perbelanjaan itu. Biasanya, mereka akan memilih mal yang terbaru. "Sebenarnya mereka kan itu-itu saja. Jadi, kalau ada mal baru, yang lama bisa kosong ditinggal penjual," katanya. Ini yang disebut sebagai life cycle.
Jika pemkot lebih memilih sistem dekonsentrasi pembangunan mal, Guru besar Ekonomi Universitas Padjadjaran Rina Indiastuti menyarankan perlunya pembuatan kawasan belanja terpadu. Adanya mal di berbagai sudut wilayah kota, dilihatnya sebagai ketidakefektifan. Terbukti beberapa mal harus gulung tikar. "Tidak perlu ada banyak mal. Buat apa?" katanya.
Kegetolan membangun mal, tanpa tata ruang yang jelas, kata dia, justru akan menjadi kontraproduktif. Selain membuat banyak titik kemacetan, imbas lain yang lebih mengkhawatirkan adalah tumbuhnya budaya konsumtif. "Orang yang tidak butuh berbelanja, sesampai di mal, tergoda juga. Apalagi sekarang menjamur layanan kartu kredit," ungkapnya.
Rina mengamini, mal lebih cenderung pada pemenuhan gaya hidup yang bersifat rekreatif. Orang Bandung, setiap akhir pekan, selalu menuju mal untuk rekreasi. Salah satu sebabnya, tidak ada fasilitas rekreasi lain yang memadai, seperti taman kota. Inilah yang menumbuhkan budaya konsumtif. Padahal, konsumtif membuat masyarakat semakin jauh dari produktivitas.
Itulah mengapa Rina mendorong pemkot untuk berani berkata tidak kepada izin pendirian mal-mal baru. Pendapatan berupa investasi dan retribusi dinilainya tidak sebanding dengan dampak buruk yang siap mengikuti. "Budaya konsumtif mesti dilawan dengan penegakan regulasi yang jelas. Ini tugas pemerintah," ujarnya menegaskan. (Ag. Tri Joko Her Riadi/Catur Ratna Wulandari/"PR")***
tukangbasotahu December 10th, 2009, 10:31 AM Sejumlah Anak Sungai Citarum Akan Dinormalisasi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/foto/tgl_09_12_2009/kab-bdg-citarum.jpg
DAERAH Aliran Sungai (DAS) Citarum melintasi pabrik dan permukiman warga di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Rabu (9/12). Untuk mempercepat penanggulangan banjir langganan dari luapan Sungai Citarum, pemerintah pusat akan mulai menormalisasi anak-anak Sungai Citarum. Selain itu akan dibangun dua belas waduk yang pembangunannya mulai pertengahan 2010 mendatang.* USEP USMAN NASRULLOH/"PR"
SOREANG, (PR).-
Untuk mempercepat penanggulangan banjir akibat meluapnya Sungai Citarum, pemerintah pusat akan melakukan normalisasi anak-anak Sungai Citarum dan membangun dua belas waduk kecil mulai tahun 2010 s.d. 2014.
Projek yang dibiayai dana pinjaman dari Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) itu akan dimulai pada tahun 2010 dengan menormalisasi anak-anak Sungai Citarum di wilayah Majalaya.
Demikian dikemukakan Ketua Komisi C DPRD Kab. Bandung, H. Agus Haryadi, di ruang kerjanya, Rabu (9/12). Ia didampingi anggota Komisi C, Dudu Durahman, Aef Saefullah, dan H. Supardi. Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Kab. Bandung dipimpin Wakil Ketua DPRD Triska Hendrawan, mengadakan kunjungan ke Direktorat Sungai, Waduk, dan Danau Departemen Pekerjaan Umum, Senin (7/12).
Menurut Agus, penanganan Sungai Citarum sangat strategis untuk keperluan irigasi pertanian, pembangkit listrik, ataupun air minum PDAM DKI Jakarta. "Sungai Citarum memiliki potensi sumber air 13 miliar meter kubik per tahun yang baru dimanfaatkan 7,5 miliar meter kubik. Sebagian besar pemanfaatan air Sungai Citarum untuk irigasi pertanian, industri, dan air baku PDAM," katanya.
Untuk irigasi, Sungai Citarum mampu mengairi 296.000 hektare sawah di Kab. Bandung sampai kabupaten/kota di Pantai Utara Jawa Barat. Sungai Citarum juga memasok air baku PDAM DKI Jakarta sebanyak 400 juta meter kubik/ tahun dan kepentingan industri 250 juta meter kubik/tahun.
Agus mengatakan, mulai Juni 2010, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum akan melakukan normalisasi sembilan anak Sungai Citarum. "Normalisasi dilakukan dari daerah Rancakasumba ke arah Talun, Majalaya, seperti Sungai Cirasea dan Sungai Cikaro, sehingga bisa menekan banjir di Kota Majalaya dan sekitarnya," katanya.
Waduk
Selain itu, hingga tahun 2014, pemerintah akan membangun dua belas waduk buatan. "Sedangkan pemangkasan Curug Jompong merupakan alternatif solusi yang masih akan dikaji lagi dampak positif ataupun negatifnya," ujarnya.
Waduk-waduk yang akan dibangun adalah Waduk Cimeta, Cikapundung, Sukawana, Cikukang, Cipanengah 1 dan 2, Ciawiruka, Gedebage, Citarik, Cibodas, Cikitu, Wakap, Cibintinu, dan Ciwidey. "Waduk-waduk tersebut kalau dijumlahkan akan memakan lahan seluas 41,9 hektare dengan daya tampung air sampai 3,1 juta meter kubik. Nantinya, apabila Sungai Citarum meluap, airnya akan masuk ke waduk-waduk tersebut," katanya.
Menurut Aef Saefullah, pengembalian dana pinjaman ADB dan JICA tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. "Pemkab Bandung hanya diminta bantuan untuk melaksanakan pembebasan tanah apabila projek akan digulirkan," katanya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan "PR", pinjaman untuk penanganan Sungai Citarum tersebut mencapai 870 juta dolar AS atau sekitar Rp 8,7 triliun sampai tahun 2017. Sebelumnya DPRD Kab. Bandung periode 2004-2009 sempat keberatan dengan dana pinjaman tersebut, karena akan memberatkan pemerintah. (A-71)***
bamz.. December 10th, 2009, 12:45 PM 12 Kabupaten/kota dapat Investment Award 2009
Rabu, 09/12/2009
JAKARTA (Bisnis.com): BKPM memberikan penghargaan kepada enam kabupaten dan enam kota terbaik dalam menciptakan iklim investasi tahun ini dalam acara Bisnis Indonesia-BKPM Investment Award 2009.
Keenam kabupaten terbaik yang masuk dalam nominasi Investment Award 2009 adalah
1. Purwakarta,
2. Sidoarjo,
3. Sragen,
4. Jembrana,
5. Kudus, dan
6. Bangka.
Sedangkan untuk enam kota terbaik yang juga masuk dalam nominasi adalah
1. Yogyakarta,
2. Cimahi,
3. Bandung,
4. Banjar,
5. Denpasar, dan
6. Bitung.
"Keenam kabupaten dan kota tersebut dianggap telah berhasil menciptakan iklim investasi yang baik di daerahnya masing-masing," kata Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Agung Pambudi, hari ini.
Dia menuturkan pihaknya telah melakukan pemeringkatan daerah, kabupaten/kota dalam menciptakan iklim investasi yang baik. Fokus penilaian tertuju pada pelayanan perizinan dan sistem informasi penanaman modal yang terbagi atas enam indikator penilaian yang dipertanyakan ke 9.000 responden di seluruh Tanah Air.
Keenam indikator tersebut adalah kelembagaan investasi penanaman modal, pelayanan perizinan usaha, mekanisme pengaduan dan evaluasi kinerja pelayanan, pemanfaatan teknologi dan sistem perizinan penanaman modal, ketersediaan dan kualitas dan/atau informasi penanaman modal untuk tahu potensi daerah, inovasi dan capaian keberhasilan.
dhani_aja December 11th, 2009, 05:02 AM Sejumlah Anak Sungai Citarum Akan Dinormalisasi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/foto/tgl_09_12_2009/kab-bdg-citarum.jpg
DAERAH Aliran Sungai (DAS) Citarum melintasi pabrik dan permukiman warga di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Rabu (9/12). Untuk mempercepat penanggulangan banjir langganan dari luapan Sungai Citarum, pemerintah pusat akan mulai menormalisasi anak-anak Sungai Citarum. Selain itu akan dibangun dua belas waduk yang pembangunannya mulai pertengahan 2010 mendatang.* USEP USMAN NASRULLOH/"PR"
iya, Citarum debit airnya besar banget... dibendung tiga waduk juga masih besar aja nih sungai... curug jompong jangan dipangkas :ohno: nanti arus citarum makin deras, akibatnya pondasi2 jembatan yang melewati citarum nanti terganggu.. :)
bener tuh, bikin waduk aja, setuju... :cheers:
dhani_aja December 11th, 2009, 05:08 AM Nambahin ah.. Foto2 SENSA HOTEL (dari http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501)
http://bandung.detik.com/images/content/2009/12/07/667/sensa-hotel-insert.JPG
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa1.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa2.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa3.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa4.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa5.jpg
tukangbasotahu December 11th, 2009, 05:53 AM Inilah Menara-menara itu
Rumah Susun Sederhana yang Telah Dibangun
Rusun Sarijadi
Lokasi: Jln. Sarijadi Bandung
Rusun Sarijadi merupakan rusun pertama di Kota Bandung, yang dibangun tahun 1979 oleh Perum Perumnas. Bangunan terdiri atas 4 lantai dengan jumlah hunian 614 unit. Masing-masing unit luasnya 36 m2. Dari data Pemkot Bandung tahun 2007, penghuni 400 unit Rusun Sarijadi berjumlah 2.000 orang.
Rusunawa Cingised
Lokasi: Kel. Cisaranten Kulon, Kec. Arcamanik
Rumah susun sewa ini terdiri atas 5 twin block, dibangun di atas tanah seluas 2,3 ha, dengan luas lahan untuk bangunan 1,85 ha. Tiap twin block terdiri atas 96 unit hunian tipe 21 (total hunian 480 unit). Cingised dibangun sejak tahun 2005 hingga 2008, dengan total biaya Rp 59 miliar. Dana pembangunan bersumber dari APBN sebesar Rp 40 miliar dan dari APBD tingkat I dan II sebesar Rp 19 miliar. Biaya sewa yang dikenakan kepada penghuni Rp 140.000,00-Rp 170.000,00 per bulan.
Rusun Kawasan Industri Dalam (Indal)
Lokasi: Kel. Arjuna, Kec Cicendo
Dibangun di atas lahan seluas 1 ha, di dalamnya terdapat 2 blok bangunan yang menggunakan lahan 0,0457 ha. Di kedua blok ini, tersebar 120 unit hunian tipe 24. Tahun 2007, jumlah penghuni rusun mencapai 780 jiwa. Biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk membangun dua blok rusun adalah Rp 23,14 miliar, bersumber dari APBN Rp 16 miliar dan APBD tingkat I dan II RP 7,14 miliar.
Rusun Puslitbankim Turangga
Terdiri atas 64 unit dan pada tahun 2007 dihuni 320 jiwa.
Rusun Samoja (Kompleks Polri)
Terdiri atas 114 unit dan pada tahun 2007 menjadi tempat tinggal bagi 576 jiwa.
Rusun Sukaluyu
Terdiri atas 150 unit dan pada tahun 2007 dihuni 700 jiwa.
Rusun Mahasiswa Unpas
Berlokasi di Jln. Setiabudhi dan diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi yang memiliki kesulitan akses menuju kampus. Rusun ini terdiri atas 5 lantai yang berisi 98 kamar.
Rumah Susun Sederhana yang Sedang Dibangun
Rusun Sadang Serang I
Lokasi: Kel. Sadang Serang, Kec. Coblong
Berada di atas lahan 0,2 ha, yang didalamnya dibangun 2 blok dengan menggunakan lahan 0,0522 ha. Jumlah keseluruhan 140 unit tipe 24. Dibangun dengan total dana Rp 10,8 miliar yang berasal dari APBN sebesar Rp 8 miliar, APBD provinsi Rp 900 juta, dan APBD kota Rp 1,9 miliar.
Rusun Rancacili
Lokasi: Kel. Darwati, Kec. Rancasari
Dibangun dengan 5 blok bangunan yang menggunakan lahan 1,85 ha, dari keseluruhan lahan 4 ha. Rusun ini dibangun sebanyak 350 unit hunian yang terdiri atas tipe 24 (70 unit) dan tipe 27 (280 unit). Rusun yang diperuntukkan bagi PNS dan masyarakat berpenghasilan rendah ini menelan biaya sebesar Rp 82,5 miliar, berasal dari APBN (Rp 45 miliar), APBD provinsi (Rp 20 miliar), dan APBD kota (Rp 17,5 miliar).
Rumah Susun Sederhana Dalam Perencanaan
Rusun Sadang Serang II
Lokasi: Eks Lapang Sepak Bola di Kel. Sadang Serang, Kec. Coblong
Rusun ini akan dibangun sebanyak 120 unit hunian dengan tipe 24. Dari luas tanah 0,3 ha, dibangun 2 blok bangunan yang menggunakan lahan 0,0457 ha. Dana yang dibutuhkan adalah Rp 11,4 miliar yang berasal dari APBN (Rp 8 miliar), APBD provinsi (RP 1 miliar), dan APBD kota (Rp 2,4 miliar). Pembangunan rusun ini sempat dibatalkan pada tahun 2003 karena masyarakat setempat tidak menyetujui pembangunan rusunawa di daerahnya.
Rusun Kawasan Tamansari I
Lokasi: Kel. Tamansari, Kec. Bandung Wetan (Linggawastu)
Dibangun untuk menata kawasan Tamansari (Pasupati). Maka dibangunlah 2 blok bangunan di atas lahan 0,0356 ha dari total lahan 0,07 ha. Sebanyak 80 unit hunian dibangun dengan tipe hunian 24. Total biaya yang dikeluarkan Rp 7,1 miliar dari APBN (Rp 5,6 miliar), APBD provinsi (Rp 100 juta), dan APBD kota (Rp 1,4 miliar).
Rusun Kawasan Tamansari II
Lokasi: Kel. Tamansari, Kec. Bandung Wetan (Kebon Kembang)
Dibangun sebagai alternatif penataan kawasan Pasupati. Dibangun 4 blok bangunan dengan jumlah 240 unit hunian bertipe 24. Luas lahan keseluruhan 1,2 ha dan lahan yang dipergunakan sebagai bangunan seluas 0,0915 ha. Biaya yang diperlukan adalah Rp 145,3895 miliar yang bersumber dari dana APBN (Rp 72,1895 miliar), APBD provinsi (Rp 1,7 miliar), dan APBD kota (Rp 71,5 miliar).
Rusun Kawasan Tamansari III
Lokasi: Kel. Tamansari, Kec. Bandung Wetan (Mengsol)
Rusun ini juga dibangun untuk menata Pasupati. Dibangun sebanyak 360 unit hunian bertipe 24 dalam 6 blok bangunan. Rusun ini dibangun diatas lahan seluas 1 ha dengan lahan yang dipergunakan untuk bangunan seluas 0,13716 ha. Dana keseluruhan sebesar Rp 21,973 miliar dari APBN Rp 16 miliar, APBD provinsi Rp 620 juta, dan APBD kota Rp 5,353 miliar.
Rusun Lebak
Lokasi: Kel. Kebonwaru, Kec. Batununggal
Dengan tujuan untuk menata kawasan perkotaan, dibangun 5 blok bangunan diatas 0,4378 ha dari total keseluruhan lahan 1 ha. Jumlah unit yang akan dibangun sebanyak 440 unit hunian yang terdiri atas tipe 24 (360 unit), 36 (48 unit), dan 75 (32 unit). Dana yang disediakan untuk rusun ini sebesar Rp 45,4 miliar dari APBN Rp 19,5 miliar, APBD provinsi Rp 900 juta, dan APBD Kota Rp 25 miliar.
Rusun Braga
Lokasi : Kel. Braga, Kec. Sumur Bandung
Untuk menata kawasan Braga direncanakan pembangunan 4 blok yang menggunakan 0,1967 ha dari lahan seluas 1 ha. Sebanyak 312 unit hunian didalamnya bertipe 24 (240 unit) dan tipe 36 (72 unit). Total biaya Rp 45,4 miliar dari APBN Rp 19,5 miliar, APBD provinsi Rp 900 juta, dan APBD Kota Rp 25 miliar.
Rusun Jamika
Lokasi: Kel. Jamika, Kec. Bojongloa Kaler
Di kawasan ini akan dibangun 5 blok bangunan di atas lahan 2,8533 ha dari total lahan 2,5 ha yang disediakan. Sebanyak 606 unit hunian dibuat dengan tipe bervariasi, yaitu tipe 24, 30, dan 36. Dana yang disediakan sebesar Rp 89,2 miliar dari APBN Rp 55 miliar, APBD provinsi Rp 1,2 miliar, dan APBD kota Rp 33 miliar.
Rusun Cicadas
Lokasi: Kel. Cicadas, Kec. Cibeunying Kidul
Sebagai langkah untuk menata kawasan kota akan dibangun 8 blok bangunan yang menggunakan 2,767 ha dari total 4 ha lahan. Unit hunian yang akan dibangun bertipe 21 dan 28 sebanyak 576 unit. Total biaya Rp 73,2 miliar dari APBN Rp 48 miliar, APBD provinsi Rp 1,2 miliar, dan APBD kota Rp 24 miliar.
Rusunami/Apartemen Bersubsidi
Winaya Bhakti (PGRI)
Lokasi: Caringin
Rusun ini dibangun di atas tanah seluas 5 ha, dengan developer PT Raja Jaya Perkasa, dengan harga jual Rp 88 juta-Rp 144 juta per unit.
Hunian Vertikal untuk Menengah ke Atas
Apartemen Majesty
Lokasi: Jln. Surya Sumantri No. 91
Hunian eksklusif ini didirikan pada tahun 2003, yang menawarkan tempat tinggal dalam jangka waktu harian, bulanan, dan tahunan. Majesty terdiri atas 68 unit apartemen dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur yang tersebar di 14 lantai. Selain menyediakan unit hunian, pihak pengelola juga menyediakan fasilitas kolam renang, klub kebugaran, ruang pertemuan, dan aneka fasilitas lainnya.
Apartemen Setiabudi
Lokasi: Jln. Setiabudhi No. 130-134
Apartemen ini dibangun pada tahun 2005 dan terdiri atas 69 unit hunian. Setiap hunian terdiri atas satu hingga tiga kamar. Apartemen ini menggunakan sistem sewa harian, bulanan, dan tahunan. Tingkat hunian paling tinggi adalah saat akhir pekan.
Apartemen Ciumbuleuit
Lokasi: Jln. Raya Ciumbuleuit
Apartemen ini dibangun pada tahun 2006 dan terdiri atas 87 unit hunian. Tiap unit hunian terdiri atas satu hingga tiga kamar. Sistem hunian apartemen ini adalah sewa harian, bulanan, dan tahunan. Tingkat hunian paling tinggi adalah saat akhir pekan.
Apartemen Grand Royal Panghegar
Lokasi: Jln. Merdeka (menyatu dengan Hotel Panghegar)
Hunian vertikal di pusat kota dibangun 21 lantai dengan 450 unit kamar hunian dan ruang pertemuan, serta dilengkapi fasilitas standar hotel berbintang. Sebanyak 450 unit hunian tersebut terdiri atas Blok A (apartemen mewah 60 unit), Blok B (residence 150 unit), serta Blok C (condotel 240 unit). Kontraktor utama dalam projek apartemen ini adalah PT Hutama Karya. Pembangunan dimulai pada Desember 2008 dan untuk blok condotel direncanakan selesai 2010, sedangkan yang lainnya ditargetkan selesai pada Agustus 2011.
Apartemen Braga Citywalk
Lokasi: Jln. Braga 99-101
Apartemen eksklusif ini menggunakan sistem sewa dengan harga sekitar Rp 400.000,00-Rp 500.000,00 per hari dan Rp 5 juta per bulan.
Apartemen Dago Butik
Lokasi: Jln. Siliwangi/Simpang Dago
Apartemen eksklusif berisi sekitar 80 unit hunian dan menggunakan sistem sewa.
Apartemen Dago Pakar
Lokasi: Jln. Dago Pakar Permai I/9, Resor Dago Pakar
Di lokasi ini seluas 2,5 ha akan didirikan 4 menara Marbella Dago Pakar Hotel & Apartemen Resort dan masing-masing menara terdiri atas 14 lantai. Unit apartemen terdiri atas satu hingga tiga kamar tidur, dengan luas mulai 36,95 m2 sampai 100,76 m2, dengan harga mulai Rp 249 juta.
Apartemen Pasadena
Lokasi: Jln. Caringin 177 A, Babakan Ciparay
Rencananya dibangun dengan 3 tower yang memuat 1.000 unit hunian, tipe 22 hingga 84. Harga jual per unit mulai dari Rp 86 jutaan.
Rusunami Buahbatu
Lokasi: Jln. Adhyaksa Raya, Buahbatu
Rusunami Buahbatu direncanakan rampung pada September 2009. Dibangun di area seluas 10.425 m2. Terdiri atas 5 tower yang berisi 1.040 unit hunian tipe 21, 920 unit tipe 36, dan 142 unit tempat usaha. Harga jual per unit hunian Rp 83-139 juta. Pemerintah memberikan subsidi yang terdiri atas subsidi uang muka dan subsidi selisih bunga, bagi masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp 4,5 juta per bulan.
Rusunami Antapani
Lokasi: Kompleks Perumahan Antapani
Rencananya dibangun di atas lahan milik Perumnas seluas 1 ha, dengan 3 tower yang masing-masing terdiri atas 12 lantai. Di tiap tower terdapat 300 unit hunian. Di kawasan ini rencananya tak hanya dibangun rumah, namun juga fasilitas seperti ruko dan rukan. Harga jual tiap unit berkisar antara Rp 144 juta-Rp 160 juta.
Rusunami Sanggar Hurip
Lokasi: Jln. Soekarno-Hatta, Kawaluyaan
Rencananya akan dibangun di atas tanah 780 ha, dengan jumlah hunian sekitar 1.300 unit, tersebar di 4 menara setinggi 15 lantai. Rusunami ini ditargetkan selesai dibangun pada 2010. Pembangunan rusunami di wilayah ini sempat mendapat penolakan dari warga karena dianggap menyalahi aturan tata ruang dan tidak memiliki izin dari pemerintah. (Sampaguita S. & Kania D.N./Periset "PR", dari berbagai sumber)
***
Cimahi Siapkan 10 Titik untuk Rusun
CIMAHI,(GM)-
Keterbatasan lahan mendorong Pemerintah Kota Cimahi untuk mengembangkan permukiman vertikal atau rumah susun. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cimahi 2010, sebanyak 10 titik disiapkan untuk pengembangan rusun.
"Dari 10 titik kawasan hunian vertikal ini, sudah tiga titik yang telah dan sedang dibangun, yaitu rusunawa di Kel. Cigugur Tengah, Cibeureum, dan Kel. Baros," ungkap Kepala Bappeda Kota Cimahi, Didi A. Djamhir kepada wartawan di Jln. Kolonel Masturi Cimahi.
Ke-10 titik tersebut, yaitu di Kel. Melong, Kel. Cibeureum, Kel. Leuwigajah, Kel. Cibeber, Kel. Padasuka, Kel. Cigugur Tengah, Kel. Karang Mekar, Kel. Cibabat, Kel. Cimahi, dan Kel. Citeureup.
Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija mengatakan, revisi RTRW merupakan tuntutan perubahan dan perkembangan kota yang terjadi saat ini. Di antara tuntutan tersebut adalah Cimahi Utara yang masuk kawasan Bandung Utara (KBU) karena tergolong padat penduduk.
Dikatakan Itoc, revisi RTRW Kota Cimahi harus didasarkan pada kapasitas ruang kota dan potensi yang ada. Menurutnya, jangan sampai terjadi overload, mengingat luas Kota Cimahi yang hanya 4.000 ha dengan penduduk hampir 600.000 jiwa.
"Kepadatan penduduk suatu wilayah di Kota Cimahi bahkan ada yang mencapai 250 jiwa/hektare, padahal idealnya menurut standar WHO 97 jiwa/hektare," tandas Itoc.
Jika dilihat per kelurahan, tingkat kepadatan penduduk tahun 2009 paling tinggi di Kel. Cibeureum, yaitu 255 jiwa/ha dengan jumlah penduduk 72.016 jiwa dan luas 274,71 ha. Sementara laju pertumbuhan penduduk mencapai 3,08%/tahun atau rata-rata 13.345 jiwa/tahun. (B.35)**
***
Pembangunan Pusat Primer Gedebage
Pemkot Terkendala Pengadaan Lahan
JLN. ACEH,(GM)-
Rencana pembangunan kawasan pusat primer Gedebage, Bandung Timur hingga saat ini masih mengalami kendala dalam hal pengadaan lahan. Saat ini, sebagian besar lahan di kawasan itu sudah dikuasai pihak swasta sehingga rencana tersebut hingga kini masih sebatas konsep.
Kepala Bagian Aset Setda Pemkot Bandung, Attie Andjarrahman mengatakan, dari kebutuhan 400 ha lahan untuk membangun pusat primer Gedebage, Pemkot Bandung baru memiliki 50 ha. Artinya masih ada 350 ha lahan yang harus dibebaskan.
Pemkot pun saat ini tengah melakukan berbagai upaya. Namun Attie menolak disebut pemkot kalah cepat oleh pihak swasta dalam menguasai lahan. "Yang menjadi kendala adalah tingginya harga lahan di Gedebage sekarang. Jadi kita hanya mampu membangun infrastruktur di sana terlebih dahulu. Coba kalau sebelum konsep ini bergulir, kita kuasai dulu lahan, maka akan lebih mudah," ungkap Attie saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Bandung, belum lama ini.
Attie mengatakan, lahan seluas 50 ha yang sudah dikuasai pemkot itu akan dibangun stadion sepak bola. Dalam RAPBD Kota Bandung 2010, kata Attie, Pemkot Bandung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 35 miliar untuk pengadaan lahan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) di kawasan Gedebage. Namun hingga saat ini lokasi pastinya belum ditetapkan.
"Yang jelas PLTS tetap akan dibangun di Gedebage. Tapi lokasi pastinya yang mana kami pun belum tahu dan belum ada kepastian. Masih menunggu pengajuan dari PD Kebersihan. Tugas kami hanya membebaskan lahan saja," terang Attie.
Bank tanah
Dia mengakui, Pemkot Bandung kerap mengalami kendala dalam hal pengadaan lahan saat melakukan pembangunan. Persoalan pengadaan lahan tidak hanya terjadi pada pembangunan pusat primer Gedebage. Attie menilai, sudah saatnya Kota Bandung memiliki bank tanah seperti DKI Jakarta.
"Ke depannya kita harus memiliki bank tanah, jadi kalau akan membangun tidak akan kesulitan membebaskan lahan karena sudah ada lahan yang bisa dikatakan semacam ditabung," ungkapnya.
Attie menjelaskan, dengan adanya bank tanah, Pemkot Bandung bisa memperoleh banyak keuntungan. Tanah yang sudah dikuasai, bisa dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) sambil menunggu tanah tersebut dibangun. Keuntungan lainnya, bank tanah bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru karena bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Dengan memiliki bank tanah, tambah Attie, juga bisa membuat pemkot lebih hemat dalam menggunakan anggaran. Alasannya, membebaskan lahan untuk pembangunan sebuah proyek, anggarannya cukup besar bila dibandingkan hanya sekadar membeli lahan kosong saja. "Kalau membebaskan lahan, harga nilai jual objek pajak (NJOP) pasti naik 10 kali lipat. Tapi kalau membeli lahan kosong saja, patokannya NJOP yang berlaku," tegas Attie.
Secara terpisah, anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Lia Noer Hambali mengungkapkan, setiap pembangunan di Kota Bandung selalu menuai protes dari masyarakat. Protes yang dilayangkan itu, terutama menyangkut bangunan dan lahan. Seharusnya, katanya, hal itu tidak terjadi kalau Pemkot Bandung memperhatikan masalah sosial saat memberikan izin pembangunan.
"Sebelum memberikan izin pembangunan, baik yang akan dilakukan pemkot sendiri maupun pihak swasta, harus memperhatikan aspek sosial juga. Sehingga setelah izin keluar, tidak menuai protes lagi dari masyarakat," ujar Lia. (B.114)**
tukangbasotahu December 11th, 2009, 01:12 PM ada yg tahu ini rendering apa? gasibu kah?
http://www.3designarchitect.com/images/gallery%20commercial/3%20gsb%20plaza2.jpghttp://www.3designarchitect.com/images/gallery%20commercial/3%20gasibu.jpghttp://www.3designarchitect.com/images/gallery%20commercial/3%20flm%2001.jpg
t.aldi December 11th, 2009, 02:17 PM Iya betul. Setau saya itu rendering hotel, mall dan convention center yang di gasibu.
Balandra December 11th, 2009, 02:50 PM Nambahin ah.. Foto2 SENSA HOTEL (dari http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501)
http://bandung.detik.com/images/content/2009/12/07/667/sensa-hotel-insert.JPG
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa1.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa2.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa3.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa4.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa5.jpg
Keren euy!
aa coy December 12th, 2009, 07:03 AM hai salam kenal. gw forumer baru. mw join neh
v-sun December 13th, 2009, 11:26 AM Pemkot Anggarkan Rp 1 Miliar untuk 1 Kilometer Jalan Rusak
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Dalam rancangan APBD 2010, Pemkot Bandung anggarkan dana untuk perbaikan infrastruktur sebesar Rp 275 miliar. Infrastruktur yang akan diperbaiki di antaranya jalan rusak. Setiap 1 kilometer jalan yang rusak membutuhkan dana sebesar Rp 1 miliar.
Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda saat ditemui wartawan usai Rapat Anggaran dengan SKPD di Auditorium Rosada Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (8/12/2009).
"Kita prioritaskan untuk jalan, jalan kita itu totalnya 1.200 KM. 1 Kilometer jalan rusak dibutuhkan Rp 1 miliar untuk memperbaikinya," ujar Ayi. Namun saat ditanya berapa panjang jalan yang rusak, Ayi mengaku tak mengetahuinya secara pasti. "Ya jalan yang rusak kan banyak," katanya.
Namun Ayi mengatakan kemungkinan tidak semua jalan rusak dapat diperbaiki. "Belum tentu semua jalan bisa diperbaiki, kan drainase juga perlu diperbaiki," jelas Ayi.
Selain infrastruktur, dua sektor lainnya pun menjadi prioritas yaitu pendidikan sebesar Rp 260 miliar dan kesehatan Rp 40 miliar.
Untuk pendidikan, kata Ayi, difokuskan untuk rehabilitasi kelas, dan kesejahteraan guru. "Tidak hanya 3 sektor itu, kita punya banyak kegiatan lain, sehingga anggaran juga harus dibagi-bagi," ujar Ayi.
Selain itu, pemkot juga akan memfokuskan perbaikan jalan di kawasan Bandung Timur untuk memacu pertumbuhan ekonomi. "Kalau pusat kota pindah ke Gedebage kan arus transportasi di kota juga tidak akan terlalu macet," ujar Ayi.
(avi/ern)
v-sun December 13th, 2009, 11:28 AM hai salam kenal. gw forumer baru. mw join neh
selamat bergabung.....:)
--------------------------
RSHS Butuh Rp 40 Miliar untuk Bangun Gedung Parkir
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung berencana membuat gedung parkir. Dana yang dibutuhkan untuk membangun gedung tersebut diperkirakan mencapai Rp 40 miliar.
"Kita memang butuh gedung parkir, seperti di RSCM (RS Ciptomangunkusumo-red) sudah ada gedung parkir, tapi saya tidak tahu apakah sudah beroperasi atau belum," ujar Dirut RSHS yang baru Rizal Chaidir di sela-sela serah terima jabatan dari Dirut RSHS sebelumnya yakni dr Cissy Prawira, di RSHS, Jalan Pasteur, Sabtu (5/12/2009).
Lebih lanjut Rizal mengatakan, dana Rp 40 miliar tersebut untuk membangun gedung parkir 5 lantai dengan kapsitas 200 mobil. "Sudah pernah kita hitung Rp 40 miliar, dengan kapasitas 200 mobil. Satu mobil jadi Rp 200 juta," jelas Rizal.
Menurut Rizal, pihak RSHS sudah pernah mengajukan ke Departemen Kesehatan, namun masih terkendala oleh lahan. "Sudah pernah diajukan, tapi kesulitan lahan, harus ada yang dihancurkan untuk dijadikan gedung parkir," ujarnya.
Rizal enggan berbicara banyak mengenai gedung parkir tersebut karena menurutnya belum ada bayangan yang konkret tentang rencana tersebut.
(avi/ern)
t.aldi December 13th, 2009, 12:50 PM Emang penting banget tuh gedung parkir di RSHS. Luar biasa sempit dan susahnya cari parkir di RSHS. Sampe2 jalan2 kecil disekeliling RS penuh mobil parkir pinggir jalan. Sempet terpikir, ni RS kok bangun gedung terus tapi gedung parkir gak terpikir ya?
Alphonse Not-Elric December 13th, 2009, 08:42 PM Sejumlah Anak Sungai Citarum Akan Dinormalisasi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/foto/tgl_09_12_2009/kab-bdg-citarum.jpg
DAERAH Aliran Sungai (DAS) Citarum melintasi pabrik dan permukiman warga di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Rabu (9/12). Untuk mempercepat penanggulangan banjir langganan dari luapan Sungai Citarum, pemerintah pusat akan mulai menormalisasi anak-anak Sungai Citarum. Selain itu akan dibangun dua belas waduk yang pembangunannya mulai pertengahan 2010 mendatang.* USEP USMAN NASRULLOH/"PR"
wah...salah satu aset terbesar Jabar ini harus kita kelola dengan baik. Soalnya di sebuah koran Nasional ada berita bahwa Citarum adalah sungai terkotor di dunia. dari sisi keterkandungan E coli nya. OMG
tukangbasotahu December 14th, 2009, 05:39 AM Iya betul. Setau saya itu rendering hotel, mall dan convention center yang di gasibu.
hatur nuhun infonya.. tapi kayaknya cuman proposal aja ya, apa deBim juga?
Palaguna Masuk Revisi RTRW
Pemkot Bandung Menunggu Persetujuan Gubernur
BANDUNG, (PR).-
Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung diminta memasukkan perubahan peruntukkan Gedung Palaguna ke dalam rancangan revisi Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung. Langkah itu menindaklanjuti rencana Wali Kota Bandung menjadikan lahan bekas gedung tersebut menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Selain itu, DPRD Kota Bandung juga sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan surat resmi kepada DPRD Provinsi Jabar sebagai bentuk dukungan rencana Pemkot Bandung tersebut. Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung --sebelumnya Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Detil Tata Ruang Kota (RDTRK)-- Lia Noer Hambali mengatakan, langkah itu menyusul telah disampaikannya permintaan resmi Wali Kota Bandung Dada Rosada kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
"Sehubungan permintaan resmi Wali Kota Bandung ke gubernur, maka Komisi A mendorong agar ada tindak lanjut konkret tentang rencana itu. Sambil menunggu gubernur, kami meminta agar Distarcip memasukkan perubahan peruntukan bekas Gedung Palaguna dalam rancangan revisi RTRW," ujarnya, Minggu (13/12).
Lia menjelaskan, pada awalnya lokasi Palaguna diperuntukkan sebagai perdagangan. Namun seiring munculnya rencana menjadikan RTH, dan ditanggapi positif DPRD Kota Bandung, maka DPRD berupaya agar rencana tersebut dapat diwujudkan. Apalagi, hingga saat ini luas RTH di Kota Bandung belum mencapai 30 persen, sebagaimana amanat UU No. 26/ 2007 mengenai Tata Ruang. "Makanya, kami minta agar Distarcip memasukkan perubahan itu dari perdagangan menjadi RTH. Lokasi tersebut akan dihijaukan," ujarnya.
Kendati demikian, Lia menyadari bahwa implementasi rencana tersebut harus menanti persetujuan gubernur. Sebab, lokasi Gedung Palaguna merupakan aset Pemprov Jabar. "Kami sadar bahwa gedung itu aset provinsi. Namun, kami berharap gubernur rela menyerahkan fungsi Palaguna sebagai tanda mata kepada masyarakat kota Bandung," tuturnya.
Usulkan Swarha
Sementara itu, terkait keinginan gubernur untuk menjadikan bekas Gedung Palaguna sebagai perpustakaan, menurut Lia, sebaiknya gubernur menggunakan Gedung Swarha di samping Masjid Agung sebagai perpustakaan. Ia menilai, pemilihan gedung tersebut justru memperkuat image keberadaan perpustakaan itu.
Gedung Swarha, kata Lia, mengandung nilai sejarah sebagai hotel Islami pertama di Bandung, bahkan mungkin di Indonesia. Selain itu, gedung tersebut merupakan gedung hasil rancangan Presiden Soekarno. "Dari dulu, gedung itu dicita-citakan menjadi perpustakaan untuk melengkapi fasilitas Masjid Agung. Jika ini terwujud, fasilitas itu akan menjadi yang pertama," tuturnya pula. (A-188)***
aa coy December 14th, 2009, 09:51 AM ada yg tahu ini rendering apa? gasibu kah?
http://www.3designarchitect.com/images/gallery%20commercial/3%20gsb%20plaza2.jpghttp://www.3designarchitect.com/images/gallery%20commercial/3%20gasibu.jpghttp://www.3designarchitect.com/images/gallery%20commercial/3%20flm%2001.jpg
yg sblh kiri atas betul. kl gak salah lokasi nya di sebelah kiri lapangan gasibu ada laha yg dipagarin seng. katanya sih sempat ada yg protes ga cocok disana menghalangi pemandangan gedung sate jadi on hold. yg sblh kanan atas kl gak salah jg itu musmar plaza di superblok gedebage tp gk tau kapan dibangunnya. dan yg bawah kl gak salah lg itu dago square.:nuts:
aa coy December 14th, 2009, 10:57 AM -deleted-
aa coy December 14th, 2009, 10:59 AM GALAMEDIA BANDUNG Senin, 14 Desember 2009
1.549 KK Terkena Megaproyek PLTA
PADALARANG,(GM)-
Sebanyak 1.549 kepala keluarga (KK) warga Kab. Bandung Barat (KBB), yang tinggal di sekitar lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan harus direlokasi. Diperkirakan luas lahan yang akan tergenang mencapai 804,64 hektare.
PLTA Cisokan hampir 80% masuk wilayah KBB, sementara sisanya meliputi wilayah Kec. Cibeber, dan Bojongpicung, Kab. Cianjur. Pembangunan PLTA Cisokan diperkirakan akan menelan anggaran Rp 11 triliun.
Wilayah KBB yang akan terkena megaproyek PLTA Cisokan, yaitu Kec. Rongga, Gununghalu, Sindangkerta, dan Cipongkor. Keempat kecamatan tersebut tidak semuanya bakal dijadikan daerah genangan air, namun sebagian terkena proyek jalan masuk proyek.
"Rencananya pembebasan lahan akan dimulai tahun 2010. Namun untuk besaran harga tanah masih belum ditentukan. Hal tersebut merupakan kewenangan pihak provinsi, setelah dikeluarkannya SP2LP dari Gubernur Jabar," kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Setda KBB, Graha Mulya di Padalarang, Jumat (11/12).
Dijelaskannya, setelah dilakukan pembebasan lahan, pelaksanaan pembangunan akan segera dimulai pada 2011. Itu pun akses jalan menuju lokasi proyek harus terlebih dahulu dibuat.
Sebagai tahap awal pembangunan PLTA Upper Cisokan, PT PLN (Persero) dengan Pemkab Bandung Barat, telah membentuk 2 tim terpadu hasil keputusan bersama, antara Bupati Bandung Barat Abubakar dengan General Manager (GM) PT PLN (Persero) dan melibatkan seluruh stakeholder.
Kedua tim tersebut, yaitu tim terpadu perumusan kebijakkan pembangunan infrastruktur dan lingkungan, dan tim kerja persiapan pembebasan tanah PLTA Upper Cisokan di wilayah KBB. Graha mengatakan, kedua tim terbentuk dan disahkan dalam sebuah pertemuan dengan GM PT PLN (persero) di Kota Bandung, Kamis (10/12).
Tim yang akan pertama kali bergerak adalah tim kerja pembebasan lahan, yang akan melakukan pendekatan langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi megaproyek tersebut. Selain itu akan dilakukan penaksiran untuk menentukan harga dari lahan warga yang akan dibebaskan.
Setelah pembebasan lahan, seluruh warga akan direlokasi ke tempat baru yang lebih baik dari segi fasilitas maupun sarana dan prasarana penunjang lainnya. Hal tersebut dilakukan agar pembebasan lahan warga tersebut, merupakan bentuk ganti untung terhadap pemanfaatannya untuk PLTA ini.
"Tidak boleh ada istilah ganti rugi, Pemkab Bandung Barat mengupayakan pembebasan lahan warga merupakan ganti untung. Artinya warga tidak rugi menjual tanahnya untuk proyek ini," kata Graha.
Instalasi baru
Salah satu program khusus PT PLN (Persero) selaku pemilik proyek ini, yaitu memberikan kompensasi aliran dan instalasi listrik baru bagi 10.000 KK yang hingga sekarang belum teraliri listrik.
Pembangunan PLTA Pumped Storage Cisokan Hulu dilakukan untuk menambah daya listrik dalam memenuhi permintaan akan kebutuhan tenaga listrik pada sistem kelistrikan Jawa-Bali, terutama saat saat beban puncak. PLTA ini mampu menghasilkan listrik sebesar 1.040 megawatt (MW). Sementara PLTA Cirata kapasitasnya hanya 1.000 MW dan PLTA Saguling 700 MW. (B.104)**
aa coy December 14th, 2009, 11:10 AM GALAMEDIA BANDUNG Senin, 14 Desember 2009
Krisis Air Bersih
SEBAGAI daerah yang memiliki banyak kawasan lindung, ironis jika Kota Bandung mengalami krisis air bersih. Debit air bersih terus mengalami defisit setiap tahunnya. Tidak sebanding dengan populasi penduduk yang sangat padat, mencapai 3 juta orang.
Tidak dapat dimungkiri, air bersih menjadi barang berharga dan langka, dengan nilai ekonomis yang tinggi bagi masyarakat, terutama di perkotaan. Bahkan krisis air pun tidak hanya berlaku pada kemarau, tapi juga musim hujan.
Terbukti, masyarakat perkotaan tetap menggunakan jasa PDAM di musim hujan. Sedangkan warga di perkampungan kumuh terpaksa menggunakan air permukaan, meski kualitasnya rendah dan tidak layak dikonsumsi.
Menyoroti permasalahan ini, pemerhati lingkungan hidup, Sobirin Supardiyono menawarkan konsep memanen air hujan. Artinya, ketika datang hujan, masyarakat dibiasakan memanen air hujan melalui talang hujan. Selanjutnya air ditampung dalam bak penampungan. Sehingga air hujan tidak terbuang percuma.
"Dengan konsep memanen air, berarti air hujan tidak akan terbuang percuma. Air yang ditampung bisa digunakan pada musim kemarau, misalnya untuk mencuci, sehingga masyarakat tidak terlalu mengandalkan air PDAM dan merupakan penghematan dari segi ekonomis," papar Sobirin.
Ia menekankan, konsep tersebut harus mulai dibudayakan dan diterapkan di masyarakat. Sobirin meyakini, keterbatasan air di saat krisis, paling tidak dapat diatasi dengan alternatif tersebut. Terlebih lagi, rentang musim hujan dengan musim kemarau saat ini tidak dapat diprediksi.
Krisis air bersih cukup beralasan, seiring dengan menyusutnya air tanah akibat banyak dibangun sumur bor oleh pelaku industri, yang menyebabkan penurunan debit air. Selain menyusutnya air tanah pengeboran yang juga mengakibatkan penurunan tanah.
"Menyusutnya air tanah akibat ulah pelaku industri yang terjadi sejak tahun 1970-2000. Ketika itu banyak dibangun sumur bor, yang menyebabkan penurunan air tanah sepanjang 50 meter. Banyak daerah yang kering karena penurunan air tanah dan penurunan tanah," paparnya.
Dengan ketersediaan air yang semakin menyusut, masyarakat menggunakan air tanah sebagai cadangan. Pasalnya, air permukaan tidak dapat dipakai karena kotor, dan tidak dapat dimanfaatkan untuk rumah tangga.
Air kemasan
Ironisnya, debit air bersih yang semakin menyusut justru menjadi lahan subur bagi pengusaha air kemasan. Air dikomersialkan, sedangkan pajak dari usaha air tersebut tidak jelas alirannya. Idealnya para pengusaha air kemasan dapat mengembalikan setengah keuntungan untuk dikembalikan bagi ke hutan dan memulihkan lagi kawasan lindung yang semakin menyempit.
"Jabar memiliki 45% kawasan lindung, namun kawasan yang masih sehat hanya 20%, yang lainnya gundul. Dari 45 kawasan lindung itu, 22% hutan milik negara dan 23% hutan rakyat. Untuk itu bagi pengusaha air mineral, jangan menaikkan harga sehingga kebutuhan air minum tidak terjangkau masyarakat. Keuntungan harus kembali pada perlindungan kawasan lindung. Di sini peran pemerintah adalah mengontrol pajak usaha, agar dikembalikan lagi untuk perlindungan kawasan lindung," ungkapnya.
Jika dibandingkan dengan tahun 1920, penduduk Kota Bandung sebanyak 250 ribu orang dengan luas tanah 3.000 hektare dan kebutuhan air 1 orang 200 liter/hari. Ketika itu, ketersediaan air 5 kali lipat dari keadaan sekarang.
Pada tahun 1950 jumlah penduduk 750 ribu orang dengan luas 8.000 hektare dan kebutuhan akan air per orang per hari tetap sama, yaitu 200 liter. Sedangkan tahun 2004-2009, jumlah penduduk mencapai 3 juta orang dengan luas lahan 17 ribu hektare, dengan ketersediaan air hanya 40 liter/orang, padahal kebutuhan idealnya 200 liter/hari. (cucu sumiati/"GM")**
aa coy December 14th, 2009, 11:27 AM Senin, 14 Desember 2009/09:11:35 WIB
Pencapaian Target PAD Dispenda Lakukan Optimalisasi Pendapatan
Reporter: asrob
Bandung, (Pakuan)- Dalam rangka pengamanan pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) tahun anggaran 2009, Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Bandung melakukan langkah optimalisasi pendapatan dari sektor pajak daerah. Langkah tersebut antara lain berupa penungguan weekend dan long weekend, juga intensifikasi dan penagihan aktif.
Demikian diungkapkan Kepala Dispenda Kota Bandung, Drs. H. Yosi Irianto, M.Si., Minggu (13/12). Diungkapkan Yosi, program penungguan terhadap wajib pajak pada akhir pekan dan libur panjang, dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kepala Dispenda Kota Bandung No. 800/290-Dispenda tertanggal 30 Juni 2009, dan Surat Edaran Kepala Dispenda Kota Bandung No. 554/291-Dispenda. Program tersebut telah dilaksanakan sejak 11 Juli 2009 dengan melibatkan 150 petugas lapangan.
"Kegiatan tersebut bertujuan untuk memantau pendapatan dari pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan yang diperoleh wajib pajak saat weekend dan long weekend dengan fokus pada 350 wajib pajak. Hasil dari penungguan dimaksud adalah adanya laporan per minggu tentang hasil penungguan pajak hotel, restoran, dan hiburan," kata Yosi didampingi Kasi Pelayanan dan Pengaduan, Drs. H. Gungun Sumaryana.
Sedangkan pelaksanaan intensifikasi, lanjutnya, didasarkan pada Surat Perintah Kepala Dispenda Kota Bandung No. 800/378-Dispenda tanggal 11 september 2009. Kegiatan tersebut mencakup pendaftaran dan pendataan serta pemeriksaan dan pembinaan. Lewat pendaftaran dan pendataan, Dispenda menginventarisasi potensi-potensi pajak baru dan potensi yang belum menjadi wajib pajak daerah. Potensi-pontensi pajak baru tersebut, diarahkan untuk mendaftarkan jenis usahanya ke Dispenda sebagai salah satu penunjang pendapatan dan penerimaan daerah dari sektor pajak daerah.
Dikatakan Yosi, dalam upaya optimalisasi pendapatan dari sektor pajak daerah, Dispenda pun melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan perpajakan daerah. "Sasaran utamanya adalah wajib pajak daerah yang mengalami penurunan ketetapan pajak dan tidak memenuhi kewajiban pembayaran pajak daerah sesuai batas akhir atau jatuh tempo," ujarnya.
Sementara itu, penagihan aktif dilakukan terhadap wajib pajak yang belum melaksanakan kewajiban pembayaran pajak sampai batas akhir atau jatuh tempo. Saat ini, Dispenda telah mengeluarkan 2.162 surat teguran yang ditujukan bagi wajib pajak dari 5 jenis mata pajak daerah. Selain 42 surat peringatan dan penempelan stiker peringatan yang ditujukan pada 3 jenis mata pajak daerah, serta surat paksa, surat sita, dan lelang.
"Upaya-upaya tersebut menggambarkan keseriusan Dinas Pendapatan Kota Bandung dalam menjalankan visi dan misinya, untuk meningkatkan potensi PAD dalam menunjang penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan di Kota Bandung, melalui intensifikasi dan ekstensifikasi," ujarnya.
Yosi berharap, upaya tersebut dapat terealisasi, apalagi para petugas di lapangan telah mendapat pembinaan mengenai langkah optimalisasi pendapatan dari sektor pajak daerah.
aa coy December 14th, 2009, 11:56 AM -deleted-
v-sun December 14th, 2009, 02:58 PM ^^ whoaa.... 'krisis air bersih' nya ampe triple post...:nuts:
aa coy December 15th, 2009, 08:47 AM hik...hik... sori bro, new forumer baru coba
aa coy December 15th, 2009, 09:06 AM Selasa, 15/12/2009 10:34 WIB
Bandung dan Yogya Terbaik untuk Berbisnis
Whery Enggo Prayogi - detikBandung
Bandung - Bandung menjadi salah satu kota yang memiliki prestasi terbaik dalam hal 'Doing Business di Indonesia 2010'. Berdasarkan survei International Finance Corporation (IFC), Yogyakarta dan Bandung menduduki posisi puncak pada tiga kategori yaitu kemudahan mendirikan usaha, kemudahan mengurus ijin pendirian usaha, dan pendaftaran properti.
Demikian disampaikan Product Leader Financial & Privat Sector Development The World Bank Group Mierta Capaul di hotel Mulia, Jalan Asia Afrika Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Doing Business di Indonesia 2010 merupakan hasil survei yang dilakukan IFC bersama Bank Dunia, dalam penerapan praktik terbaik di dalam negeri tentang pelayanan kemudahan berusaha. Survei ini bertujuan untuk mendorong terciptanya investasi yang lebih berkualitas serta kebijakan yang bersahabat bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Survei dilakukan di 14 kota besar diantaranya, Balikpapan, Banda Aceh, Bandung, Denpasar, Jakarta, Makasar, Manado, Palangkaraya, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, Surakarta dan Yogyakarta.
Tiga bidang yang menjadi kategori survei adalah pendirian usaha, pengurusan perijinan untuk mendirikan bangunan, dan pendaftaran properti. Setiap bidang merupakan hasil dari pengukuran setiap langkah, waktu dan biaya yang harus dilalui oleh seorang pelaku usaha.
Hasil survei menunjukkan, Yogyakarta sebagai kota yang paling mudah dalam bidang proses mendirikan usaha dan mengurus izin untuk mendirikan bangunan. Sementara itu, bidang kemudahan pendaftaran properti kota yang mencatat prestasi terbaik adalah Bandung.
"Untuk kota yang paling sulit dalam pendaftaran properti adalah Balikpapan. Manado memiliki prosedur pendirian usaha yang paling rumit dan Surabaya sebagai kota dengan proses pengurusab ijin mendirikan bangunan yang paling sulit ditemui," kata Mierta.
Menurut Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan) E.E. Mangindaan, desentralisasi memungkinkan beberapa pemerintah daerah untuk dapat menerapkan praktik-praktik inovatif seperti Pelayanam Terpadu Satu Pintu (PTSP). Namun praktik tersebut belum diterapkan secara merata, sehingga terjadi ketidakseragaman kebijakan pelayanan publik pada tiap kota di Indonesia.
"Desentralisasi memungkinkan pelayanan publik yang menjadi kewajiban pemerintah daerah dan hak dari masyarakat, bisa berjalan maksimal. Hingga nanti terjadi dialog antara sektor publik dan swasta secara terarah, guna perbaikan birokrasi," ujar Mangindaan dalam sambutannya.
Ia menambahkan, jika kota lain seperti Semarang dapat mengkonsolidasikan seluruh aktifitas perijinan dalam PTSP, seperti Yogyakarta, maka akan terjadi mengurangan waktu tiga minggu untuk mendirikan usaha. Salah satu kunci Yogyakarta sukses menempati posisi puncak dalam survei Doing Business adalah koordinasi yang efektif atara Suku Dinas Tata Ruang (zoning) dengan Suku Dinas Pengawasan dan Penerbitan Bangunan. Hingga Yogyakarta menempati 10 kota teratas di dunia dalam indikator pengurusan izin mendirikan usaha.
(wep/ern)
pantau December 15th, 2009, 04:44 PM Nambahin ah.. Foto2 SENSA HOTEL (dari http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501)
http://bandung.detik.com/images/content/2009/12/07/667/sensa-hotel-insert.JPG
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa1.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa2.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa3.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa4.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2009/12/07/501/sensa5.jpg
saya tambahin kang
penampakan sensa hotel
jl cihampelas
http://i757.photobucket.com/albums/xx211/dproper/nustreet/ckpyg/sens1.jpg
http://i757.photobucket.com/albums/xx211/dproper/nustreet/ckpyg/sens2.jpg
@b1 December 15th, 2009, 05:44 PM Kabarnya Trans Studio udah ada di BSM, tapi baru 1 wahana aja, yaitu cinema 4D.
|
|