utomo
March 14th, 2011, 05:18 PM
Pembangunan Metropolitan Priority Area Dimulai 2013
25 Nov 2010
Opini
JAKARTA- Pengembangan kawasan perkotaan (Metropolitan Priority Area/MVk) tahap pertama (Sumatera Timur- dan Jawa Barat Laut) akan dilaksanakan mulai 2013 dan memakan waktu selama 15 tahun.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S Priatna memaparkan, pengembangan enam koridor ekonomi yang dituangkan ke dalam memorandum of cooperation/MoC (dokumen kerja sama) di Bali pada Desember nanti, masih dalam proses studi.
"MPA tak langsung proyek, yang pertama adalah studi, kedua membuat masterplan, ketiga masing-masing kegiatan dibuat feasibility study, baru setelah itu dibangun. Pembangunannya diharapkan mulai 2013," kata dia di Jakarta, Rabu (24/11).
Dia menandaskan, pada dasarnya MPA menghubungkan pusat produksi dengan pasar, baik untuk pulau tersebut, seluruh Indonesia, maupun internasional terutama dengan jaringan infrastruktur transportasi (meliputi pelabuhan, kapal terbang, kereta api, dan lain-lain) dan didukung kecukupan listrik, sanitasi, serta pasokan air minum.
"Komitmennya sama sekali belum ada, baru studi. Komitmen Jepang baru untuk MPA, itu pun tidak seluruhnya, sehingga master plan terbuka untuk yang lain, (komitmen) akan ketahuan nanti setelah feasibility study. Tapi kan aneh kalau tak membiayai karena mereka sudahstudi," ungkap dia.
Oleh karena itu, pihaknya menyebut komitmen yang rencananya diteken masing-masing tiga kementerian pemerintah Indonesia dan Jepang yang disaksikan Presiden, sebagai komitmen tentantif. Lebih lanjut, dia menjelaskan, MoC bersilat tidak mengikat, sehingga tergantung pemerintah, mana proyek yang akan dibiayai Jepang dan mana yang akan dibiayai pihak lain. Jepang hanya tertarik di pusat produksi mereka, yakni di Jawa bagian barat
Kawasan Industri
Dedy menyebutkan, studi kelayakan koridor ekonomi fase pertama, yaitu bagian Sumatera Timur-Jawa Barat Laut dan Pantai Utara Jawa tersebut membutuhkan dana US$ 3-5 juta.
Dia menjabarkan, pengembangan kota yang dilakukan di Jakarta bagian timur yakni di kawasan industri Pulogadung dan Cikarang sebagai lokasi berkumpulnya perusahaan Jepang. Pembenahan infrastruktur di kawasan tersebut untuk mengatasi kesulitan pendistribusian barang akibat transportasi, kemacetan, dan masalah lainnya.
"Di Jakarta dan sekitarnya, mereka ingin perluasan Pelabuhan Tanjung Priok dan pembangunan pelabuhan baru sebagai alternatif serta perluasan airport Cengkareng dan pembuatan airport baru," lanjut dia.
25 Nov 2010
Opini
JAKARTA- Pengembangan kawasan perkotaan (Metropolitan Priority Area/MVk) tahap pertama (Sumatera Timur- dan Jawa Barat Laut) akan dilaksanakan mulai 2013 dan memakan waktu selama 15 tahun.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S Priatna memaparkan, pengembangan enam koridor ekonomi yang dituangkan ke dalam memorandum of cooperation/MoC (dokumen kerja sama) di Bali pada Desember nanti, masih dalam proses studi.
"MPA tak langsung proyek, yang pertama adalah studi, kedua membuat masterplan, ketiga masing-masing kegiatan dibuat feasibility study, baru setelah itu dibangun. Pembangunannya diharapkan mulai 2013," kata dia di Jakarta, Rabu (24/11).
Dia menandaskan, pada dasarnya MPA menghubungkan pusat produksi dengan pasar, baik untuk pulau tersebut, seluruh Indonesia, maupun internasional terutama dengan jaringan infrastruktur transportasi (meliputi pelabuhan, kapal terbang, kereta api, dan lain-lain) dan didukung kecukupan listrik, sanitasi, serta pasokan air minum.
"Komitmennya sama sekali belum ada, baru studi. Komitmen Jepang baru untuk MPA, itu pun tidak seluruhnya, sehingga master plan terbuka untuk yang lain, (komitmen) akan ketahuan nanti setelah feasibility study. Tapi kan aneh kalau tak membiayai karena mereka sudahstudi," ungkap dia.
Oleh karena itu, pihaknya menyebut komitmen yang rencananya diteken masing-masing tiga kementerian pemerintah Indonesia dan Jepang yang disaksikan Presiden, sebagai komitmen tentantif. Lebih lanjut, dia menjelaskan, MoC bersilat tidak mengikat, sehingga tergantung pemerintah, mana proyek yang akan dibiayai Jepang dan mana yang akan dibiayai pihak lain. Jepang hanya tertarik di pusat produksi mereka, yakni di Jawa bagian barat
Kawasan Industri
Dedy menyebutkan, studi kelayakan koridor ekonomi fase pertama, yaitu bagian Sumatera Timur-Jawa Barat Laut dan Pantai Utara Jawa tersebut membutuhkan dana US$ 3-5 juta.
Dia menjabarkan, pengembangan kota yang dilakukan di Jakarta bagian timur yakni di kawasan industri Pulogadung dan Cikarang sebagai lokasi berkumpulnya perusahaan Jepang. Pembenahan infrastruktur di kawasan tersebut untuk mengatasi kesulitan pendistribusian barang akibat transportasi, kemacetan, dan masalah lainnya.
"Di Jakarta dan sekitarnya, mereka ingin perluasan Pelabuhan Tanjung Priok dan pembangunan pelabuhan baru sebagai alternatif serta perluasan airport Cengkareng dan pembuatan airport baru," lanjut dia.