View Full Version : Part VIII | Economy, Trade, Monetary, and Business
yudibali2008 May 14th, 2011, 01:30 AM Bank asal Malaysia Gencar Masuk RI
Jakarta - Bank Indonesia (BI) ternyata telah menerima juga surat pernyataan bank asal Malaysia RHB Capital untuk mengakuisisi PT Bank Mestika. BI juga akan segera memproses perizinan untuk bank asal Malaysia tersebut.
"Kan waktu itu surat dikembalikan lagi karena tidak lengkap nah ternyata pekan lalu mereka sudah mengirimkan surat," ujar Direktur Informasi dan Perizinan BI Joni Swastanto di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (13/5/2010).
Joni memang sebelumnya menuturkan surat pertama pernyataan berminat akusisi Bank Mestika masih ada yang perlu dibenahi dalam persyaratan akuisisi tersebut. "Mereka sebelumnya sudah lapor tapi kami minta agar diubah. Perubahannya itu yang belum diserahkan pada kami," tambah Joni.
Sebelumnya, Affin Bank selangkah lagi menguasai PT Bank Ina Perdana. Affin Bank memang sudah sejak lama menyampaikan niatnya untuk mengakuisisi Bank Ina.
Joni menjelaskan, perusahaan yang melakukan akusisi bank di Indonesia harus sudah berdiri minimal tiga tahun. "Sedangkan RHB, unit usaha yang ia bentuk untuk investasi ke luar negeri yang berbentuk special purposes vehicle (SPV) itu belum ada tiga tahun umurnya, kami tidak mau," katanya.
RHB Capital sebagai bank terbesar keempat Malaysia memang berencana membeli 80% Bank Mestika Dharma senilai US$ 356,1 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun. RHB dalam pernyataannya mengungkapkan, pihaknya juga memiliki opsi untuk membeli 9% saham lagi di Bank Mestika.
RHB juga menyatakan akan menerbitkan saham baru atau rights issue sebanyak 361 juta lembar saham pada harga 3,60 ringgit per lembar. Saham RBH sudah disuspensi dan pada Jumat lagi ditutup pada 5,69 ringgit.
Akuisisi ini diharapkan semakin memperkuat kehadiran RHB di Indonesia, yang dianggapnya memiliki potensi pasar besar.
(dru/dnl)
DetikFinance (http://www.detikfinance.com/read/2011/05/13/182539/1639419/5/bank-asal-malaysia-gencar-masuk-ri?f9911023)
yudibali2008 May 14th, 2011, 01:30 AM PBRX Anggarkan Capex Rp135 Miliar
JAKARTA - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) pada 2011 sebesar Rp135 miliar.
Demikian disampaikan oleh Wakil Direktur Utama, Anne Patricia Sutanto, kala ditemui usai acara RUPST, di Graha Niaga, Jakarta, Jumat (13/5/2011).
"Dana capex sebesar Rp135 miliar ini digunakan untuk induk perusahaan yaitu PBRX dan anak perusahaan PBRX yaitu PT PAnca Prima Eka Brothers (PPEB) di mana sumber dana dari capex tersebut diperoleh dari hasil dana penawaran umum terbatas (PUT) 2, atau right issue," ungkapnya.
Adapun capex yang telah digunakan oleh perseroan sampai dengan 31 Maret 2011 adalah sebesar Rp54,67 miliar di mana uang tersebut digunakan sebagai uang muka untuk pembelian mesin serta proyek dalam penyelesaian dan lain-lain.
Selain itu, perseroan pun menargetkan bahwa pada tahun 2011 ini perseroan ingin meningkatkan kapasitas produksi dari sebelumnya hanya 26m4 juta pcs pada 2010 menjadi 42 juta pcs pada 2011 ini.
"Untuk mesin terpasang pun perseroan menargetkan bisa mengalami peningkatan dari 8.450 di 2010 menjadi 13,250 di 2011," pungkasnya. (nia)
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/13/278/456980/pbrx-anggarkan-capex-rp135-miliar)
yudibali2008 May 14th, 2011, 01:31 AM BI Putuskan Senin 16 Mei Cuti Bersama
Namun, BI tetap melayani operasi kliring, RTGS, dan uang tunai.
VIVAnews - Tak hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memberlakukan hari Senin, 16 Mei 2011 sebagai hari cuti bersama, Bank Indonesia (BI) juga ikut kebijakan tersebut.
"Sehubungan dengan SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi, Menteri Agama, dan Menakertrans, dengan ini Bank Indonesia pusat dan daerah mengikuti keputusan pemerintah untuk cuti bersama," ujar Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews.com di Jakarta, Jumat, 13 Mei 2011.
Kendati libur, Bank Indonesia tetap melayani operasional secara terbatas. Untuk transaksi kliring, Real Time Gross Settlement (RTGS), dan pelayanan uang tunai tetap dibuka.
Hal itu untuk mengantisipasi pelaku ekonomi yang merencanakan kegiatannya pada Senin agar bisa melakukan aktivitas ekonomi.
Sementara itu, untuk perbankan, BI menyerahkan keputusan kepada masing-masing bank. "Kalau bank mau libur silakan, tapi jika ada kegiatan perbankan BI tetap melayani," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah mengumumkan Senin 16 Mei 2011 sebagai hari cuti bersama berdasarkan SKB Menteri Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi, Menteri Agama dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tertanggal SKB No 2/ 2011/ Kep./Men/V/ 2011 dan SKB/01/M.Pan-RB/05/2011.
Dengan keputusan ini, maka akan terdapat empat hari libur berturut-turut mulai Sabtu 14 Mei hingga Selasa 17 Mei 2011 yang merupakan Hari Raya Waisak. Pemerintah tidak melarang PNS yang ingin memanfaatkan tanggal 16 Mei 2011 sebagai hari libur.
"Pemerintah memberi kesempatan kepada PNS yang kemudian akan dikoordinasikan kepada pimpinan masing-masing instansi," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, di Kantor Presiden, Jumat 13 Mei 2011.
Namun, tidak semua PNS bisa menikmati tanggal 16 Mei sebagai hari libur. Mereka yang bekerja di sektor pelayanan umum, tetap bekerja seperti biasa. "Seperti di rumah sakit, atau di tempat-tempat umum," ujarnya.
Dia menjelaskan, libur 16 Mei bersifat fakultatif, artinya boleh memilih masuk atau libur. "Bagi yang memiliki tugas-tugas tertentu tidak dianjurkan untuk menggunakan hari tersebut sebagai hari libur," ujarnya.
Hanya saja, pegawai yang memanfaatkan 16 Mei sebagai hari libur harus 'membayar'. "Silakan. Nanti dihitung cutinya," kata dia. (art)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/220295-bi-putuskan-senin-cuti-bersama)
yudibali2008 May 14th, 2011, 01:32 AM Pemerintah Gelontorkan Rp 60 Triliun Untuk Infrastruktur Dasar
Jakarta - Pemerintah siap gelontorkan uang sekitar Rp 60 triliun untuk memfasilitasi infrastruktur dasar yang berkaitan dengan konektivitas nasional yang masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Nilainya adalah sekitar RP 60 triliun (untuk infrastruktur dasar)," kata Menteri Perencanaan Pembagunan Nasional (PPN), Armida Alisjahbana dalam jumpa pers di kantornya Jumat (13/5/2011).
Menurut Armida, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5-6,9% pemerintah menyiapkan program-program inisiatif untuk masyrakat yang akan dilaksanakan pada tahun 2012.
"ini untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5-6,9% untuk melandasi RKP (Rancangan Kerja Pemerintah)," ujarnya.
Armida menjelaskan, beberapa program inisiatif yang dijalankan pada tahun 2012 salah satunya adalah mendorong keikutsertaan keluarga harapan dari 1,1 juta pada tahun 2011 menjadi 1,5 juta pada tahun 2012.
"Tapi bersyarat dikaitkan pendidikan dan kesehatan," tuturnya.
Selain itu, tambah Armida, akan diadakan program pemberdayaan masyarakat nelayan dengan meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan kredit mikro. Ada pula program pemberdayaaan masyarakat miskin perkotaan.
"Program pengentasan kemiskinan akan lebih difokuskan," katanya.
Armida juga menargetkan, Indonesia dapat surplus berar mencapai 10 juta ton per tahun. Namun, hal tersebut baru dapat dicapai dalam waktu 5-10 tahun ke depan. Beberapa hal yang harus ditingkatkan, menurut Armida, mengembangkan irigasi, pengembangan, dan pengelolaan.
"Tapi itu harus (dimulai) dari sekarang, (dengan) ekstensifikasi dan percetakan lahan baru," imbuhnya.
Armida menabahkan, masalah transportasi di perkotaan juga menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Salah satunya dalah mengatasi masalah bottle neck yang terjadi di Merak-Bakaheuni dan masalah perkeretaapian lintas utara.
"Masalah kemacetan di Merak-Bakauheni perlu percepatan penyelesaian dermaga baru dan pemecah ombak dan juga penyelesaian proyek kereta api lintas utara di 2012 dan 2013 bisa dioperasikan,"
Lebih lanjut Armida menjelaskan, target tahun 2012 tingkat pengangguran mencapai 6,4-6,6% dan tingkat kemiskisan 10.5-11,5%. Untuk tahun 2014 tingkat pengangguran dapat ditekan mencapai 5-6% dan tingkat kemiskinan sebesar 8-10%.
"Ini masih dalam perspektif 2014 pertumbuhan ekonomi minimal 7%," ujarnya.
(ade/ang)
DetikFinance (http://www.detikfinance.com/read/2011/05/13/173127/1639338/4/pemerintah-gelontorkan-rp-60-triliun-untuk-infrastruktur-dasar?f9911033)
yudibali2008 May 14th, 2011, 04:31 AM Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,9%
JAKARTA: Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi 2012 sebesar 6,9% dan mematok pertumbuhan ekonomi minimal 7% pada 2014.
Sementara itu, tingkat kemiskinan diproyeksikan turun menjadi 10,5% hingga 11,5% dari total jumlah penduduk Indonesia. Rasio tersebut turun dari target yang dipatok sepanjang 2011 sebesar 11,5% hingga 12,5%.
Menteri PPN/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana mengatakan pertumbuhan tersebut memperhitungkan kondisi yang ada saat ini.
“Tidak ada pertimbangan menaikkan harga BBM, dan yang menjadi pertimbangan adalah kondisi perekonomian saat ini,” ujarnya hari ini.
Menurut Armida, pertumbuhan ekonomi tahun depan sudah dimasukkan ke dalam rencana kerja pemerintah (RKP) yang difinalisasi dalam sidang kabinet kemarin. RKP tersebut rencananya akan diserahkan ke DPR pada pekan depan.(api)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/23652-pemerintah-targetkan-pertumbuhan-ekonomi-69)
yudibali2008 May 14th, 2011, 04:38 AM Garuda Gunakan Modal Kerja USD50 Juta
TANGERANG– PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) telah menggunakan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini lebih dari USD50 juta. Adapun capex yang dialokasikan perseroan tahun ini sekitar USD329 juta.
“Capex yang terpakai hingga akhir April sudah lebih dari USD50 juta,”kata Plt Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan di Tangerang kemarin. Dia menjelaskan, dana lebih dari USD50 juta tersebut digunakan untuk pre-delivery payment (PDP) dan security deposite. Sementara itu,dari total capex yang dialokasikan badan usaha milik negara (BUMN) penerbangan itu, sebagian besar untuk pengadaan pesawat mencapai USD105 juta, yang dilakukan tahun ini.
Selain itu,juga untuk pengembangan infrastruktur pesawat. Adapun sumber pembiayaan capex tahun ini berasal dari stand by loan sebesar USD80 juta,dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) maksimal USD120 juta, dan sisanya dari kas internal. Elisa menambahkan, pertengahan April lalu perseroan telah menggunakan dana hasil IPO sebesar R377,73 miliar.
Nilai itu sekitar 11,45% dari rencana total penggunaan dana IPO sebesar Rp3,3 triliun. Sementara itu,perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini membukukan rugi sebesar Rp183,557 miliar dari sebelumnya laba Rp18,02 miliar.Kerugian tersebut disebabkan beban operasional yang meningkat. Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengatakan, beban tersebut di antaranya biaya bahan bakar minyak (BBM) avtur yang meningkat 73,6% dari Rp1,128 triliun menjadi Rp1,959 triliun, ekspansi berupa penambahan pesawat dan seasonal.
“Biasanya kalau kuartal pertama itu low season. Industri airline, baru untung kalau peak season,” ujarnya.Dia menegaskan,meski laba bersih menurun,kondisi kuartal pertama tahun ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Elisa menjelaskan, pendapatan pada kuartal pertama tahun ini meningkat sebesar 49,7% menjadi Rp5,189 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp3,467 triliun.
Sementara itu, jumlah penumpang meningkat 42% menjadi 3.676.000 penumpang dari sebelumnya 2.502.000. Analis PT Infovesta Utama Praska Putrantyo berpendapat, kendati mengalami rugi pada kuartal I/2011, kinerja Garuda ke depan masih memiliki peluang positif. jerna
Seputar Indonesia (http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/398778/)
yudibali2008 May 14th, 2011, 04:44 AM Sulut Berbenah untuk ASEAN
Metrotvnews.com, Manado: Sulawesi Utara siap menjadi tuan rumah pertemuan Menteri Ekonomi Perkumpulan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada 9-13 Agustus 2011. Wakil Gubernur Sulut, Djauhari Kansil pede berbekal pengalaman menggelar kegiatan skala internasional.
Di Grand Kawanua Convention Centre, Kairagi, Manado, Sulut, Jumat (13/5), Djauhari berjanji mempersembahkan yang terbaik. Akomodasi, kata dia, dipersiapkan secara optimal.
Sulut terpilih untuk ASEAN Economic Ministrial Meeting karena sedang memacu diri menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia dan menjadi pintu gerbang ke Asia Pasifik.
Sulut dekat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan dunia. Sebutlah Jepang, China, dan Amerika Serikat. Bagi Kansil, hal itu rasional. Posisi geostrategis Sulut di lingkaran Pasifik. Selain itu menjadi jalur perdagangan dan pusat distribusi barang serta jasa.
Bertepatan itu Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Gusmardi Bustami menjabarkan tahap ASEAN Economic Ministrial Meeting. Nantinya kegiatan didahului Senior Official Meeting (SOM).
Ada kemungkinan Ulang Tahun ASEAN 8 Agustus Bustami dilaksanakan di Manado. Gusmardi bilang, saat itu sebagian besar delegasi ASEAN Economic Ministrial Meeting sudah di Kota Tinutuan.(Ant/BEY)
MetroTVNews (http://www.metrotvnews.com/ekonomi/news/2011/05/13/51577/Sulut-Berbenah-untuk-ASEAN)
yudibali2008 May 14th, 2011, 04:45 AM IHSG Melaju di Atas 3.800
Metrotvnews.com, Jakarta: Saham sektor perbankan dan konsumer yang kembali menguat mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak naik, Jumat (13/5). IHSG ditutup terangkat 23,31 poin atau 0,61 persen menjadi 3.832,02. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga terangkat 4,21 poin atau 0,62 persen ke posisi 682,40 poin.
Analis Batavia Prosperindo Securities Billy Budiman mengatakan saham-saham perbankan yang kembali menguat di antaranya Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Jabar Banten (BJBR) memberi sentimen positif pada IHSG untuk kembali menguat (rebound).
Selain itu, lanjut dia, saham sektor konsumer di antaranya Gudang Garam (GGRM), Indofood Sukses Makmur (INDF), Unilever (UNVR) juga turut mendorong indeks berada di dalam area positif. "Saham-saham perbankan dan konsumer menjadi penggerak indeks BEI hari ini dan didukung juga oleh saham unggulan lainnya yang menahan saham sektor pertambangan yang melemah," katanya.
Saham-saham sektor pertambangan yang mayoritas berada dalam area negatif disebabkan masih lemahnya harga komoditas dunia. "Harga komoditas masih lemah di dunia, sehingga saham-saham pertambangan baik lokal maupun luar begerak melemah," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, investor asing yang kembali mengambil posisi beli hingga mencatatkan beli bersih (foreign net buy) senilai Rp191,237 miliar salah satu katalis penguatan indeks hari ini. Billy memprediksi, untuk pekan depan secara teknikal indeks BEI masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan.
Pada Juni, indeks diproyeksikan akan mencapai 4.000 poin. Pada perdagangan saham hari ini, transaksi berjalan cukup ramai dengan frekuensi mencapai 150.334 kali, pada volume saham yang diperdagangkan mencapai 9,734 miliar lembar saham dengan total nilai Rp4,237 triliun.
Saham yang bergerak menguat sebanyak 149 saham, 103 saham turun, dan 85 saham belum bergerak harganya (stagnan). Saham yang mencatatkan penguatan di antaranya Bank Jabar Banten (BJBR) naik Rp50 ke Rp1.290, Astra International (ASII) naik Rp350 ke Rp58.500, Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) naik Rp10 ke Rp1.210.
Tercatat bursa regional di antaranya Indeks Hang Seng menguat 202,51 poin (0,88 persen) ke level 23.276,27, Nikkei-225 turun 67,88 poin (0,70 persen) ke level 9.648,77, dan Indeks Straits Times menguat 33,23 poin (1,06 persen) ke level 3.163,68.(MI/BEY)
MetroTV News (http://www.metrotvnews.com/ekonomi/news/2011/05/13/51562/IHSG-Melaju-di-Atas-3.800)
yudibali2008 May 14th, 2011, 04:47 AM BEI Tetap Buka Perdagangan Saham pada Senin
Jakarta (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan tetap membuka perdagangan saham pada Senin, 16 Mei 2011, yang dinyatakan Pemerintah sebagai hari cuti bersama.
Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Jumat mengatakan, BEI akan tetap membuka perdagangan saham pada hari Senin (16/5), namun keputusan dapat berubah tergantung pada kegiatan perbankan.
Merujuk pengumuman Bursa nomor PENG-00536/BEI.PSH/11-2010 Perihal "Kalender Libur bursa Tahun 2011", dengan ini diumumkan bahwa pada hari Senin, tanggal 16 Mei 2011, kegiatan perdagangan, kliring dan penyelesaian transaksi Bursa tetap berlangsung seperti biasa.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Wan Wei Yiong menambahkan, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap berjalan seperti biasanya, karena diprediksi banyak pelaku pasar yang tidak siap dengan mendadaknya libur kerja.
"Dari semula kita tetap rencana buka. Tapi kalau BI tutup, tidak bisa ada settlement. Ternyata update terakhir di BI ada kliring.
Bursa tidak bisa libur mendadak seperti itu. Bagaimana nasib settlement yang jatuh tempo hari Senin, akan terjadi efek berantai. Banyak pelaku yg tidak siap kalau mendadak ada perubahan," kata dia melalui pesan singkat.
Seperti diketahui, Berdasarkan siaran pers hasil keputusan bersama Menteri Pendayagunaan, Menteri Agama dan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi, SKB no 2/2011/ Kep./Men/V/2011 dan SKB/01/M.Pan-RB/05/2011, maka Hari Senin, Tanggal 16 Mei 2011 dinyatakan sebagai Cuti Bersama.
Cuti bersama itu dilakukan pada hari Senin menjelang hari libur peringatan hari raya Waisak, Buddha pada hari Selasa (17/5).
Yahoo Bisnis (http://id.berita.yahoo.com/bei-tetap-buka-perdagangan-saham-pada-senin-141810066.html)
yudibali2008 May 14th, 2011, 04:48 AM Indonesia Berupaya Gaet Investor Timur Tengah
London (ANTARA) - Indonesia ambil bagian dalam acara Annual Investment Meeting (AIM) 2011 di Dubai International Convention and Exhibition Centre dalam upaya mengaet investor dari Timur Tengah.
Pertemuan AIM 2011 yang bertema "Planning, Assessing and Investing in Emerging Countries and High Growth Regions" memfokuskan kegiatan pada promosi peluang investasi di masing-masing negara peserta, ujar Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya kepada koresponden Antara London, Sabtu.
Acara yang dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi dari 20 negara serta sekitar 3.000 investor dari seluruh dunia itu, dilakukan dalam bentuk antara lain country focus/presentasi masing-masing negara peserta, workshop dan pameran.
Menteri Perdagangan Luar Negeri PEA, Sheikha Lubna Bint Khalid Al Qasimi secara resmi membuka acara itu yang disaksikan oleh Crown Prince of Dubai, Sheikh Hamdan Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum.
Delegasi Indonesia dipimpin Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM), Gita Wirjawan dan didukung KBRI untuk PEA, Konjen RI di Dubai serta wakil dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).
Dalam acara ini, Indonesia menghadirkan Paviliun Indonesia yang mempromosikan berbagai peluang investasi di Indonesia, termasuk bidang industri teknologi di sektor informasi dan komunikasi (ICT), transportasi, manufaktur, industri kecil dan menengah, industri kreatif dan perkebunan terutama industri kelapa sawit.
AIM 2011 baru pertama kali ini dilakukan dan mendapat dukungan Pemerintah PEA, khususnya Kementerian Perdagangan Luar Negeri PEA, serta turut didukung oleh UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) dan WAIPA (World Association of Investment Promotion Agencies).
Pertemuan yang merupakan inisiatif pemerintah PEA dalam mendorong kemajuan perekonomian global melalui investasi ditujukan sebagai forum mediasi dan networking antara pengusaha/ investor dan pemerintah dalam meningkatkan arus investasi.
Dalam sesi WAIPA Panel Discussion, dengan tema "FDI Analysis: Current FDI trends and Future Outlook", Kepala BKPM, Gita Wirjawan tampil sebagai salah satu panelis.
Dalam uraiannya Gita Wirjawan menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi yang cukup ideal dengan berbagai sumber daya alam yang belum tergarap secara optimal, pasar domestik yang besar dan terus berkembang, serta dikombinasikan peningkatan iklim investasi yang semakin baik.
Selain itu, Indonesia juga berhasil meningkatkan nilai GDP sebesar 720 milyar dollar AS pada tahun 2010 yang merupakan terbesar diantara negara ASEAN dan menduduki ranking ke-17 diantara negara G-20.
Dikatakannya citra Indonesia sebagai negara tujuan investasi semakin meningkat dengan membaiknya credit rating Indonesia menjadi BB+ pada bulan Januari 2010 dan rangking pertama diantara negara-negara Asia-Pasifik sebagai "The best fiscal balance" menurut Standard & Poor`s.
Sementara itu, pada sesi Country Focus, Konjen RI Dubai Mansyur Pangeran bertindak sebagai moderator dengan empat pembicara yang mewakili BKPM, Kementerian Perindustrian, serta Direktur Utama PT. Perkebunan Nusantara III (PTPN III).
Sesi ini membahas mengenai tinjauan ekonomi dan keuangan Indonesia, cluster industri kelapa sawit yang terintegrasi dan berkesinambungan, peluang bisnis kawasan industri di Indonesia dan peluang bisnis pengembangan industri hilir kelapa sawit di Indonesia.
Dalam kesempatan ini Dirut PTPN III menawarkan proyek cluster industri kelapa sawit di Sei Mangkei, Sumatra Utara seluas 790 Ha, dimulai sejak periode 2008-2010 tahap pertama seluas 46 Ha, kedua 2010-2011 seluas 104 Ha dan dikembangkan sampai periode tahun 2011-2018 seluas 640 Ha, dengan investasi 18,2 milyar dollar AS.
Dalam sesi lainnya, BKPM didampingi Tim Kemlu RI berpartisipasi dalam Round Table Discussion yang membicarakan kondisi makro ekonomi dan stabilitas politik serta keamanan di Indonesia, termasuk perkembangan situasi terakhir mengenai penanganan terorisme di Indonesia yang menjadi perhatian dunia usaha.
Situasi tersebut telah diatasi dengan baik oleh pemerintah RI sesuai dengan peraturan yang berlaku dan stabilitas keamanan senantiasa terjaga dengan baik, guna menjamin iklim usaha yang kondusif.
Di sela-sela kegiatan AIM 2011, Kepala BKPM yang didampingi Dubes RI Abu Dhabi dan Konjen RI Dubai bertatap muka dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri PEA serta manajemen DP World dan Jebel Ali Free Zone (Jafza).
Dalam pertemuan dengan manajemen Jafza pihaknya menyatakan akan membawa tim pengusaha PEA untuk berkunjung ke Indonesia guna menjajaki peluang investasi di Indonesia.
Sebaliknya Kepala BKPM juga menyampaikan akan mendorong pengusaha Indonesia untuk membuka usaha di kawasan Jafza sebagai basis perluasan pasar produk Indonesia di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.
Yahoo Bisnis (http://id.berita.yahoo.com/indonesia-berupaya-gaet-investor-timur-tengah-235211883.html)
yudibali2008 May 14th, 2011, 04:49 AM Indonesia Dapat Pesanan "Seafood" Senilai Rp274,8 Miliar
London (ANTARA) - Indonesia menerima pesanan "seafood" senilai Rp274,8 miliar atau 32,1 juta dolar AS ketika berpartisipasi dalam tiga hari pameran hasil perikanan terbesar di dunia "European Seafood Expo (ESE) 2011" di Brussel.
Nilai transaksi itu diraih perusahaan yang ikut serta dalam ESE atas fasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, ujar Sekretaris III Pensosbud KBRI Brussel Punjul Nugraha kepada koresponden ANTARA di London, Sabtu.
Dikatakannya, transaksi itu mencakup pembelian langsung maupun kontrak jangka menengah untuk pengadaan hasil perikanan ke beberapa pelanggan di Eropa.
Menurut catatan KBRI Brussel, angka ini merupakan peningkatan tajam jika dibandingkan dengan angka transaksi sebesar Rp89,9 miliar pada partisipasi Indonesia di ESE 2010.
Pameran seafood yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun tersebut diikuti 1.600 pelaku usaha, baik pembeli maupun penjual produk perikanan, dari 140 negara.
Dari Indonesia terdapat enam eksportir seafood yang turut serta atas fasilitasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan enam lainnya berpartisipasi atas fasilitas "Centre for Promotion of Imports from Developing Countries (CBI)".
Paviliun Indonesia dibuka Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fadel Muhammad dan Direktur Centre for Promotion of Imports from Developing Countries, Hans Klunder.
Dalam sambutannya, Menteri Fadel Muhammad menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia pada ESE ini adalah penting bagi para pelaku bisnis seafood untuk melakukan transaksi, baik dengan global retailer, food services, maupun wholesale market.
Selama tiga hari penyelenggaraan Pameran, pavilion Indonesia menampilkan demo memasak seafood. Aktivitas ini memperoleh tanggapan positif dari pengunjung pameran yang berkesempatan langsung untuk mencicipi seafood asal Indonesia.
Selama di Brussel, Menteri Fadel Muhammad juga mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak, utamanya yang bergerak di sektor perikanan dan hasil kelautan dari Eropa.
Dalam berbagai pertemuan tersebut, disepakati untuk meningkatkan kerjasama yang telah terjalin dengan tujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ekpor produk perikanan asal Indonesia ke Eropa.
Menurut Dubes RI di Brussel Arif Havas Oegroseno, memperhatikan standar kualitas Eropa atas produk perikanan adalah hal penting agar produk asal Indonesia dapat diterima dengan baik oleh pasar Eropa.
"Pengembangan ekspor produk perikanan asal Indonesia juga perlu ditunjang oleh peningkatan kualitasnya," ujarnya.
Dikatakannya kendala di bidang akses pasar karena persoalan kualitas dapat ditanggulangi melalui kerjasama dengan sejumlah pihak di Uni Eropa yang dapat membantu di bidang peningkatan kapasitas dan perbaikan kualitas produksi.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Kelautan dan Perikanan didampingi oleh Dubes RI di Brussel, Arif Havas Oegroseno juga mengadakan peninjauan ke Pusat Penelitian dan Pendidikan Akuakultur (CEFRA), milik Univesitas Liege, Belgia.
CEFRA adalah lembaga riset terkemuka di Eropa dalam bidang budi daya perikanan perairan tropis, memanfaatkan aliran air pendingin reaktor nuklir untuk mensimulasikan perairan tropis. Meskipun berdekatan dengan reaktor nuklir, pihak CEFRA memastikan bahwa tidak ada radiasi pada ikan hasil budidayanya.
Temuan CEFRA yang dapat bermanfaat bagi Indonesia adalah vaksin yang dapat menangkal virus herpes pada ikan koi. Adanya vaksin ini akan sangat membantu para peternak ikan koi yang sering menghadapi masalah virus ikan koi.
Di antara hasil kunjungan ke CEFRA adalah kesepakatan kerja sama bilateral Indonesia - Belgia untuk peningkatan kapasitas akuakultur di Indonesia.
Yahoo Bisnis (http://id.berita.yahoo.com/indonesia-dapat-pesanan-seafood-senilai-rp274-8-miliar-020811836.html;_ylt=AibBmu46AkGIVmkiJvTpeAKOV8d_;_ylu=X3oDMTM5M2Roc3MxBHBrZwNkYzVlMjkzYy1kMDE5LTM4YjMtOTExNS1hNDU3ZWU4NDkwNzIEcG9zAzEEc2VjA01lZGlhVG9wU3RvcnkEdmVyAzA0YjM4MTEwLTdkY2YtMTFlMC1hOTdjLTY3N2Q3MTlkNGFjOA--;_ylg=X3oDMTFjM2d1bDFjBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHB0A3NlY3Rpb25zBHRlc3QD;_ylv=3)
yudibali2008 May 14th, 2011, 05:24 AM Arus Dana Asing ke Indonesia Diperkirakan Makin Besar
JAKARTA- Pengamat pasar, Farial Anwar memperkirakan arus dana asing yang masuk ke pasar Indonesia makin besar, sehingga pelaku asing optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus membaik.
“Faktor utama yang mendorong pelaku asing beralih ke kawasan Asia khusus Indonesia, setelah Yunani menyatakan akan keluar kelompok Euro,” kata Farial Anwar yang juga Direktur Currency Management Group di Jakarta, Jumat.
Farial mengatakan, pernyataan Yunani menimbulkan kekhawatiran investor asing di sana, sehingga mereka segera mengambil , investor asing segera mengalihkan investasi ke pasar Asia yang dapat memberikan keuntungan lebih baik.
Yunani adalah salah satu negara Eropa yang terlibat krisis finansial yang dikhawatirkan mengalami proses tersebut dalam jangka waktu lama.
Menurut dia, pemerintah harus dapat mengantisipasi masuknya dana asing yang makin besar itu agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. "Kami percaya pemerintah telah melakukan antisipasi dalam upaya menjaga dana asing itu tidak keluar masuk dengan mudahnya," ucapnya.
Selain itu, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat yang masih belum pasti, juga mendorong pelaku asing lebih cenderung ke pasar Asia.
“AS saat ini dilanda utang yang cukup besar, setelah menerbitkan berbagai obligasi yang baik di dalam maupun diluar negeri,” katanya.
Ia mengatakan, ekonomi Indonesia akan makin tumbuh dengan pesat setelah empat proyek besar dari ASEAN diserahkan ke Indonesia.
“Karena itu pasar uang dan pasar saham akan menjadi pasar primadona yang menarik bagi asing untuk menempatkan dananya dalam jangka pendek,” demikian Farial Anwar. (gor/ant)Investor News (http://www.investor.co.id/macroeconomics/arus-dana-asing-ke-indonesia-diperkirakan-makin-besar/11889)
yudibali2008 May 14th, 2011, 05:28 AM Pefindo Uji Coba Pemeringkatan Kredit UKM
JAKARTA - Lembaga pemeringkatan pelat merah PT Pefindo sedang menguji coba metodologi pemeringkatan kredit (credit rating) UKM untuk mengetahui probabilitas risiko kegagalan usaha.
"Kami telah bertemu dengan PT Pefindo awal Mei 2011 untuk membahas rencana pemeringkatan UKM yang akan dilakukan oleh lembaga tersebut," kata Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari, di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, saat ini PT Pefindo menguji coba metodologi pemeringkatan kredit yang diterapkan di Malaysia yang dianggap cocok untuk UKM di Indonesia.
Metode tersebut bertujuan untuk mengetahui probabilitas risiko kegagalan usaha yang dilakukan UKM.
"Penilaian dilakukan terhadap enam variabel keuangan pokok yaitu likuiditas, profitabilitas, pertumbuhan, leverage, aktivitas/penjualan, dan ukuran usaha," katanya.
Pemeringkatan akan menghasilkan delapan skala peringkat yang dibagi ke dalam tiga grade berdasarkan kemungkinan keberhasilan.
Grade pertama adalah investment grade yang merupakan kategori yang dapat diberikan pinjaman. Di dalamnya terdapat empat UKM/SME (Small Medium Entreprises) Rating yaitu SR1, SR2, SR3, dan SR4.
Grade kedua adalah yield grade yaitu kategori dapat diberikan pinjaman dengan lebih hati-hati di mana di dalamnya terhadap dua SME Rating yakni SR5 dan SR6.
Grade ketiga adalah high risk grade yaitu kategori berisiko tinggi yang di dalamnya terdapat dua grade SME Rating yaitu SR7 dan SR8.
"Hasil uji coba akan dibahas dengan pihak terkait antara lain perbankan dan kami untuk mendapatkan model yang paling akurat," katanya.
Kementerian Koperasi dan UKM selanjutnya bersama Pefindo membahas hasil uji coba berikut mendapatkan masukan-masukan penyempurnaan model yang digunakan.
"Apabila pemeringkatan kredit UKM diberlakukan, UKM tidak dibebankan biaya pemeringkatan," katanya.
Pihaknya akan menyosialisasikan pemeringkatan kredit UKM kepada kalangan koperasi dan UKM agar lebih menyadari perlunya pemeringkatan kredit bagi kredibilitas usahanya.
Sementara itu, PT Pefindo akan menyosialisasikan kepada perbankan agar perbankan mempertimbangkan hasil pemeringkatan dalam melakukan analisis kredit UKM.
Selama ini pihaknya juga telah melakukan pemeringkatan koperasi namun hasilnya belum sama sekali "dilirik" perbankan dalam pemberian kredit usaha.
Pemeringkatan Pefindo terhadap UKM diharapkan bisa menjadi acuan resmi bagi perbankan dalam menyalurkan kredit kepada UKM.
PT Pefindo merupakan lembaga pemeringkatan yang pertama di Indonesia yang berdiri pada 1993, atas inisiatif Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, serta berafiliasi dengan perusahaan pemeringkat ternama Standar & Poor's. (tk/ant)
Investor News (http://www.investor.co.id/macroeconomics/pefindo-uji-coba-pemeringkatan-kredit-ukm/11917)
yudibali2008 May 14th, 2011, 11:57 AM ISSI Menarik Minat Investor Daerah
JAKARTA - Diluncurkannya fatwa Mekanisme Syariah Perdagangan Saham dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) nampaknya akan mengundang minat para investor daerah untuk berinvestasi. Hal ini didasari karena orang di daerah selama ini masih mempertanyakan kehalalan investasi ini.
“Ini akan sangat menarik untuk investor di daerah, yang selama ini masih enggan untuk berinvestasi di bursa saham karena tidak yakin akan halalnya investasi ini” ujar Vice President Research and Analyst Valbury Asia Futures, Nico Omer Jonckheere dalam pesan singkatnya kepada Okezone Sabtu (14/5/2011).
Kemudian dia menambahkan diluncurkannya ISSI juga akan mengundang minat para investor timur tengah untuk berinvestasi di Indonesia, hal tersebut diungkapkannya karena orang Timur Tengah mementingkan prinsip syariah. “Juga untuk orang Arab yang mementingkan Syariah, akan lebih menarik” pungkasnya.
Seperti diketahui PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meluncurkan fatwa Mekanisme Syariah Perdagangan Saham dan ISSI. Adapun fatwa yang diluncurkan adalah fatwa Nomor 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek yang telah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Utama Indonesia (DSN-MUI) pada 8 Maret 2011.
Dengan pengesahan fatwa tersebut, maka penyelenggaraan perdagangan efek di BEI telah memiliki dasar atau hukum fikih yang kuat bahwa mekanisme lelang berkelanjutan (continous auction) yang dilakukan BEI dalam transaksi efek bersifat ekuitas di pasar reguler telah sesuai dengan prinsip syariah. (nia)
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/14/278/457072/issi-menarik-minat-investor-daerah)
yudibali2008 May 14th, 2011, 11:58 AM Kapitalisasi Pasar Lippo Karawaci Capai Rp16 Triliun
DEPOK – Tercatat kapitalisasi pasar PT Lippo Karawaci Tbk (LKPR) di Bursa Efek Indonesia sebesar Rp16,437 triliun.
“Kapitalisasi pasar LKPR per 12 Mei 2011 sebesar Rp16,437 triliun,” ungkap Regional Marcom Manager LKPR Yanti Oktaviani, dalam rilis kepada Okezone, Sabtu (14/05/11).
Selain itu, LKPR terus melebarkan sayap di bidang industri dengan membangun puluhan pusat perbelanjaan. LPKR mengklaim, pihaknya adalah pengembang dan operator mal terbesar di Indonesia, saat ini memiliki dan mengelola 25 mal di seluruh Indonesia.
LKPR berencana akan membangun 15 mal baru lainnya di sejumlah proVinsi di Indonesia. Regional Marcom Manager Yanti Oktaviani M mengatakan mal-mal tersebut tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Binjai, Palembang dan Makassar.
"Dalam jangka waktu tiga tahun, PT Lippo Karawaci Tbk berencana untuk menambah 15 mal dalam portofolionya, yang meliputi pembangunan mal baru di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Medan dan Palembang," jelasnya.
Ia menambahkan Divisi usaha LPKR meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. Tak hanya itu, kapitalisasi pasar LPKR di Bursa Efek Indonesia tercatat Rp16,437 trilliun. “Kapitalisasi pasar per 12 Mei 2011 sebesar Rp16,437 triliun,” jelasnya.
Salah satu mal grup LKPR di Depok yakni Depok Town Square (Detos) merupakan pusat perbelanjaan keluarga di jantung kota Depok, Jl. Margonda Raya. Humas Detos Anisa Lassa mengatakan saat ini pihaknya sudah memiliki 2080 unit dan anchor tenant ternama.
“Mal ini dibangun pada tahun 2005 dengan total NLA seluas 43.498 meter persegi, terdiri dari 5 lantai dan 2080 unit serta memiliki anchor tenant seperti Hypermart, Matahari Department Store, Cinema 21. Depok Town Square adalah salah satu mal dalam portofolio PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR),” tandas Anisa. (nia)
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/14/320/457089/kapitalisasi-pasar-lippo-karawaci-capai-rp16-triliun)
yudibali2008 May 14th, 2011, 11:59 AM PBRX Diminati Investor Jepang
JAKARTA - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menuturkan bahwa ada sebuah perusahaan dari Jepang yang menyatakan minatnya untuk menanamkan investasinya di Indonesia lewat perseroan.
"Ada perusahaan dari Jepang yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi di kita, namun saya belum bisa sebut nama perusahaan dan berapa jumlah investasinya karena masih dalam proses trial order,"ungkap Corporate Secretary PBRX, Iswar Dedi,Jakarta, Sabtu (14/5/2011).
Iswar pun menuturkan bahwa minat negeri sakura itu untuk menanamkan modal investasinya di Indonesia adalah dikarenakan Indonesia dipandang sebagai sebuah negara yang dianggap menarik untuk berinvestasi.
Seperti diketahui, Jepang merupakan salah satu negara tujuan ekspor perseroan. Selain Jepang, perseroan pun mengekspor produksinya ke berbagai negara seperti contohnya Amerikas Serikat (AS), Eropa dan negara-negara yang di Midle East.
Sekedar informasi,Selain itu, perseroan pun menargetkan bahwa pada tahun 2011 ini perseroan ingin meningkatkan kapasitas produksi dari sebelumnya hanya 26,4 juta pcs pada 2010 menjadi 42 juta pcs pada 2011 ini.
Untuk mesin terpasang perseroan menargetkan bisa mengalami peningkatan dari 8450 unit di 2010 menjadi 13250 unit di 2011. (nia)
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/14/278/457092/pbrx-diminati-investor-jepang)
yudibali2008 May 14th, 2011, 12:00 PM Investor Hati-Hati, Harga Minyak Mulai Stabil
LONDON - Menutup akhir pekan ini, harga minyak cenderung lebih stabil jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya dimana harga minyak meningkat sekira dua persen.
Hal ini diakibatkan para pelaku pasar cenderung berhati-hati akan dampak yang diakibatkan oleh banjirnya Sungai Missisipi sepanjang pekan ini yang dapat berpengaruh pada beberapa kilang di kawasan Tenggara.
Sebagian besar kilang dikawasan negara-negara Teluk tentu berharap untuk tidak terkena imbas akibat banjir tersebut. Beberapa diantara kilang tersebut telah menyiapkan berbagai antisipasi guna untuk mengantisipasi bencana banjir tersebut dengan menyediakan karung pasir lalu menyiapkan peralatan dan tindakan darurat untuk mengatasi hal tersebut.
Kendati demikian, satu kilang yang berada di Baton Rouge, Long Angeles yang dijalankan oleh ALon USA Energy Inc, berencana untuk menutup kilangnya jika insinyur federal membuka katup besar akhir pekan ini untuk mengalihkan banjir dari Baton Rouge dan New Orleans.
Seperti dilansir dari situs Asociated Pers (AP), Sabtu (14/5/2011), Analis Tradition Energy Addison Armstrong mengatakan banjir itu bisa menghentikan hampir 253 juta kaki kubik produksi gas alam per hari di Louisiana. Sementara menurut analis PFGBest Phil Flynn, ada kekhawatiran bahwa pengiriman minyak mentah dan lalu lintas komersial lainnya di sungai tersebut dapat diperlambat oleh air yang tinggi.
Penundaan dalam mendapatkan bensin dari penyuling untuk grosir telah memberikan kontribusi terhadap harga pompa lebih tinggi di bagian Tenggara dan Midwest.
Harga minyak untuk pengiriman Juni menetap di USD99,65 per barel, naik 68 sen di New York Mercantile Exchange. Selain itu Minyak telah stabil minggu ini, mulai dari USD95 ke USD104 per barel. Hal ini berarti harga minyak naik dua setengah persen selama seminggu setelah kehilangan 15 persen pekan lalu.
Meskipun minggu lalu harga minyak mengalami penurunan , pengguna kendaraan di seluruh negeri membayar hampir sama untuk bensin, dengan rata-rata nasional pada USD3,982 per galon, menurut AAA, Wright Express dan Layanan Informasi Harga Minyak. Pengemudi di 15 negara bagian dan District of Columbia membayar lebih dari USD4 per galon. Harga rata-rata 17,4 sen lebih dari itu sebulan yang lalu dan USD1,092 lebih dari setahun yang lalu.
Sementara itu, berdasarkan data dari Departemen tenaga kerja Amerika Serikat (AS), melaporkan bahwa inflasi pada bulan April naik ke tingkat tertinggi dalam kurun waktu dua tahun yang mengkibatkan konsumen membayar lebih untuk produk gas dan makanan. Ada tanda-tanda bahwa tekanan inflasi mungkin mulai mereda karena harga minyak, jagung, gandum dan komoditas lainnya telah menurun bulan ini.
Pada perdagangan Nymex lainnya di kontrak Juni, minyak pemanas naik 2,85 sen untuk menetap di posisi USD2,9422 per galon, bensin berjangka ditambah 1,05 sen untuk menetap di USD3,0744 per galon dan gas alam naik 5,5 sen untuk menetap di USD4,311 per 1.000 kaki kubik.
Di London, bursa ICE Futures minyak mentah Brent mengalami kenaikan sebesar 85 sen menjadi USD113,83 per barel. (nia)
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/14/213/457078/investor-hati-hati-harga-minyak-mulai-stabil)
yudibali2008 May 14th, 2011, 12:01 PM Pemerintah Prioritaskan 6 Kelompok Industri
DENPASAR - Pemerintah lewat berbagai kebijakan akan lebih memprioritaskan enam kelompok industri yang menjadi andalan guna mendorong perekonomian negara menjelang ASEAN Ecnomic Community 2015 mendatang.
Berbagai tantangan sudah menghadang di depan seiring menyatu dan terbukanya pasar kawasan ASEAN pada tahun 2015 hingga liberalisasi ekonomi dunia tahun 2020 mendatang.
"Fenomena dan konsekuensi perkembangan ekonomi global itu membawa dampak luas, mulai ketatnya persaingan hingga integritas etika bisnis berbasis nilai dan moral," kata Menteri Perindustrian, Mohamad S Hidayat di Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (UNUD) Denpasar, Sabtu (14/05/2011).
Hidayat mengatakan, integrasi ekonomi kawasan ASEAN itu, bagi Indonesia tak bisa menghindarkan diri, sehingga harus berupaya mencari win win solution, partisipasi antar negara, globalisasi yang interkonek atau tersambung antar negera serta keharusan mencipatakan daya saing bangsa.
Munculnya gerakan transaksi nasional society di negara-negara ASEAN, bakal mempengaruhi industri tanpa batas berikut network jaringan bisnisnya.
Karena itulah, sambung Hidayat, sektor industri Indonesia sangat memiliki nilai strategis dan bisa memberi nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks itulah, pemerintah, telah merancang skenario pengembangan industri pengolahan yang diyakini dan terbukti mampu memberi kontribusi pada perekomian Indonesia.
"Industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan hingga 24,11 persen," katanya saat memberikan orasinya pada acara seminar dan peresmian Konsentrasi Managemen Kewirausahaan Fakultas Ekonomi Unud.
Sektor pengolahan ternyata jauh lebih memberi kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian, dibanding sektor pertanian yang hanya sekira 15,6 perden disusul perdagangan dan jasa hotel restoran yang berkontroibusi 13,66 persen terhadap PDB secara nasional.
Hidayat menyebutkan, industri pengolahan non migas misalnya pengolahan makanan pemerintah telah menargetkan pertumbuhannya mencapai 6,10 persen.
Kementerian Perindustrian, telah memprioritaskan untuk lebih fokus pada pengembangan enam kelompok industri prioritas. Keenam Industri prioritas itu adalah, industri padat karya, industri kecil menengah (IPM), industri barang modal, industri berbasis sumber daya alam, industri pertumbuhan tinggi serta industri khusus.
Ia mencontohkan prioritas pengembangan industri padat karya seperti tekstil dan produk tekstil TPT, pada tahun 2010 lalu realisasi nilai ekspornya mencapai USD 21,25 Miliar, dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,3 juta orang.
Pihaknya telah berupaya mendorong berkembanganya enam sektor industri pengembangan tersebut lewat berbagai kebijakan dan kemudahan perbankan serta fasilitas seperti Tax Allowance, Tax Holiday, agar pertumbuhannya bisa lebih bergairah. (nia)
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/14/320/457105/pemerintah-prioritaskan-6-kelompok-industri)
yudibali2008 May 14th, 2011, 12:07 PM Investors Drawn to Shares With Small Cap, Big Potential
Indonesia’s equity market has seen unusual trading patterns in the last two weeks, with a number of spikes in daily trading volume but the value of the traded shares staying fairly normal.
According to analysts and fund managers, investors are increasingly turning to companies with small market capitalization because of their comparatively cheap prices.
Budi Ruseno, a research director at HD Capital, said cheaper valuation and more profit potential had made smaller-cap stocks attractive.
“With the global economy not fully recovered yet, the pace of Indonesia’s economic growth at 6.5 percent in the first quarter still attracts investors. However, they have shifted their attention more toward the cheaper shares,” Budi said.
The average daily transaction volume on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the last two weeks was beyond the usual range of between 4 billion to 6 billion shares changing hands.
Friday saw 11.3 billion shares traded with a total value of Rp 5.3 trillion ($620 million). The IDX has seen trading volume of more than 10 billion shares three days this week, and six of the last 10 trading days have seen volume of more than 7 billion shares.
However, the Jakarta Composite Index has only grown 0.3 percent since May 2. None of the last 10 trading days have seen total value of more than Rp 6 trillion, with the peak coming at Rp 5.9 trillion on May 5, a day that saw 8.2 billion shares traded.
Last year, the JCI gained 46 percent with an average daily trading volume of 5.44 billion shares and a daily transaction value of Rp 6 billion.
“When the volume gets that high but the value is normal, it indicates that the shares with smaller market capitalization are traded more actively than the ones with big capital,” said Betrand Raynaldi, the head of research at eTrading Securities.
Energi Mega Persada, an oil and gas firm with a Rp 8.32 trillion market cap as of Friday, has gained 30.57 percent this month and closed at Rp 205 on Friday.
Property developers Sentul City (Rp 3.54 trillion market cap) and Bakrieland Development (Rp 6.75 trillion cap) have gained 19 percent and 17.4 percent respectively this month. In finance, Bank Saudara, which has only Rp 590.7 billion in market cap, has gained 47 percent in May.
While Betrand said investors were looking for alternatives to blue-chip stocks, both analysts said the bullish trend on small-cap stocks would likely stop at the end of the month. They said looming rises in inflation would push attention back to blue-chip stocks.
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/business/investors-drawn-to-shares-with-small-cap-big-potential/441013)
yudibali2008 May 15th, 2011, 05:00 AM Taiwanese tourist arrivals in Bali down 15.29 pct
Denpasar, Bali (ANTARA News) - The number of Taiwanese tourists visiting Bali in the first quarter of 2011 fell 15.29 percent to 28,558 from 33,714 in the same period last year.
Despite the drop, Taiwan remained in the fifth place as a source of foreign tourist arrivals in Bali after Australia, China, Japan and Malaysia, Head of the Bali Provincial Statistics Office I Gede Suarsa said on Saturday.
Taiwanese tourists represented 4.58 percent of the overall tourist arrivals in Bali in the January-March 2011 period which reached 624,195, up 10.70 percent compared with the same period last year when the figure was 563,847, he said.
Last year, 122,255 Taiwanese tourists visited the world-renowned tourist resort, a 1.50 percent increase compared to 120,455 in the year before.
Overall, Australia remained on top as the source country of tourist arrivals in Bali in the three months through March with 156,093 tourists, up 28.59 percent from the same period last year when the figure was 120,238.
Although the number of Chinese tourists visiting Bali fell 2.15 percent to 56,971 from 58,225, China overtook Japan as the second largest source of foreign tourist arrivals in Bali in the first three months of 2011.
A total of 52,253 Japanese tourists visited Bali in the year to March 2011, falling 19.68 percent from 65,059 in the same period a year earlier.
In the fourth place was Malaysia with 40,118 tourists, up 45.63 percent from 27,548 in the same period last year. This was followed by Russia with 26,596 tourists, a 25.16 percent rise from a year earlier.
(Uu.S012/HAJM/F001)
Editor: Priyambodo RH
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71426/taiwanese-tourist-arrivals-in-bali-down-1529-pct)
yudibali2008 May 15th, 2011, 05:01 AM RI takes part in AIM 2011 to attract Mideast investors
London (ANTARA News) - Indonesia took part in the Annual Investment Meeting (AIM) 2011 at the Dubai International Convention and Exhibition Center recently as part of efforts to attract more Middle Eastern investors.
The meeting themed "Planning, Assessing and Investing in Emerging Countries and High Growth Regions" focused on promoting investment opportunities in each of the participating countries, spokesman of the Indonesian Consulate General in Dubai Adiguna Wijaya said in an emailed statement to an ANTARA News correspondent in London on Saturday.
The meeting brought together a number of ministers and top officials from 20 countries and around 3,000 investors from all over the world.
Chairman of the Investment Coordinating Board (BKPM) Gita Wirjawan led the Indonesian delegation to the meeting. The delegation consisted of officials from the Indonesian Embassy in United Arab Emirates, the Indonesian Consulate General in Dubai, the Foreign Ministry, the Industry Ministry, the Agriculture Ministry and the Indonesian Chamber of Commerce and Industry (KADIN).
During the panel discussion of the World Association of Investment Promotion Agencies (WAIPA) focusing on current foreign direct investment (FDI) trends and future outlook, Gita acted as one of the panelists.
Gita said Indonesia which was rich in natural resources and had huge domestic market coupled with the ever increasingly conducive investment climate was one of the ideal investment destinations.
In addition, Indonesia had also successfully increased its gross domestic product (GDP) to US$720 billion last year, the highest in Southeast Asia. Indonesia currently ranked 17th among G-20 member countries in terms of GDP, he added.
He said the image of Indonesia as an investment destination had been improving since the country`s credit rating was upgraded to BB+ in January 2010. It also ranked first among Asia Pacific countries as the best fiscal balance according to Standard & Poor`s, he added.
(T.ZG/S012/H-NG)
Editor: Priyambodo RH
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71409/ri-takes-part-in-aim-2011-to-attract-mideast-investors)
yudibali2008 May 15th, 2011, 05:02 AM Prosedur Barang Impor Ditinjau Ulang
Denpasar (ANTARA News )- Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat mengatakan akan segera meninjau kembali semua prosedur barang-barang impor ke Indonesia.
"Kami akan tinjau ulang prosedur itu, sebagai wujud keberpihakan pemerintah dalam upaya meningkatkan daya saing produk industri nasional," kata Menteri Hidayat di Denpasar, Bali, Sabtu.
Usai peresmian konsentrasi manajemen kewirausahaan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, ia menyebutkan, jika ditemukan prosedur masuk yang tidak sepantasnya dilakukan atau bahkan ilegal, petugas akan segera mengambil tindakan.
"Pelaku yang berani coba-coba memasukkan barang tidak sesuai dengan ketentuan, akan langsung ditindak," ucapnya, menandaskan.
Ia mengemukakan, bila ditemukan adanya barang-barang impor masuk lewat pelabuhan dan tidak memenuhi standar nasional, barang tersebut akan segera dicabut dari peredaran.
Kementerian Perindustrian juga akan lebih gencar melakukan razia terhadap produk-produk impor yang legalitasnya diragukan dan bermutu rendah.
"Persaingan yang `fair` harus dijalankan. Indonesia jangan hanya jadi tujuan tempat pemasaran produk-produk asing, tetapi harus pula diarahkan sebagai tempat produksi yang kompetitif," ucapnya.
Selama ini, kata dia, produk-produk industri Indonesia, baik dari segi kualitas maupun harga, selalu kalah bersaing dengan yang datang dari luar.
"Produk kita selalu kalah saing. Ini antara lain karena masih terjadinya `high cost` atau biaya tinggi pada industri dalam negeri. Selain biaya transportasi dan suku bunga yang masih tinggi, juga ditambah masih banyaknya pungutan liar," paparnya.
Dicontohkannya, untuk biaya transportasi dari wilayah barat ke Kawasan Timur Indonesia (KTI), justru lebih besar dibandingkan dengan biaya ekspor.
"Di lain pihak, suku bunga kredit bank di Indonesia masih dua digit, yakni pada kisaran 14-15 persen," ujarnya.
Dikatakan, berbeda dengan pesaing-pesaing Indonesia seperti China, suku bunga kredit yang dibebankan kepada UMKM di negeri itu pada kisaran tiga persen.
Semua itu, lanjut menteri, telah menciptakan biaya tinggi pada dunia perindustrian di dalam negeri.
"Agar produk Indonesia bisa bersaing, haruslah dibuat lebih murah dan efisien. Minggu depan kami berencana bertemu dengan pimpinan Bank Indonesia, untuk mempertanyakan apakah UMKM bisa dibantu, yakni suku bunganya bisa dibuat lebih rendah," tuturnya, menjelaskan.
Menurut dia, bila suku bunga bisa diturunkan, setidaknya akan banyak dapat membantu kalangan UMKM dalam mengembangkan industri di Tanah Air.
Demikian juga untuk meningkatkan daya saing industri nasional, kata Hidayat, pemerintah telah memfokuskan pada enam bidang industri, yakni industri padat karya, kecil menengah, industri barang modal, industri berbasis sumber daya alam, industri pertumbuhan tinggi, dan industri prioritas khusus.
"Pemerintah tahun ini juga mengalokasikan dana Rp200 miliar untuk membantu penyediaan mesin-mesin industri bagi UMKM guna menggantikan mesin-mesin yang sudah tua," ucapnya, menambahkan.
(P004/C004)
Editor: Aditia Maruli
AntaraNews (http://www.antaranews.com/berita/258585/prosedur-barang-impor-ditinjau-ulang)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:01 PM Grup Bakrie Bidik Proyek Tol di Jatim
JAKARTA--MICOM: Grup Bakrie melalui PT Bakrieland Development Tbk memastikan sedang membidik dua proyek infrastruktur di Provinsi Jawa Timur sebagai komitmen dalam rangka membantu program percepatan pembangunan infrastruktur nasional.
"Divisi Bakrieland sedang serius memproses dua proyek infrastruktur yakni Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo dan Air Umbulan, Pasuruan Jawa Timur," kata Direktur Utama dan CEO PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah S Thaib, saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (15/5).
Menurut Hiramsyah, untuk proyek tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 45,32 km itu, berita acara proyek bersama pihak terkait sudah selesai dilakukan dan tinggal menunggu penandatanganan amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekerjaan Umum.
Ruas tol Pasuruan-Probolinggo adalah satu dari sembilan jalan tol Non-Trans Jawa dan merupakan bagian dari 24 ruas yang lolos evaluasi BPJT Kementerian Pekerjaan Umum akhir tahun lalu
Hiramsyah berharap, melalui proyek tol tersebut sinergi dengan pihak terkait, khususnya pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten/kota tempat proyek tersebut, dapat berjalan dengan baik.
"Sinergi yang baik tadi, terutama ketika proses pembebasan lahan," katanya.
Melalui sinergi yang baik, tegasnya, maka salah satu tujuan percepatan pembangunan infrastruktur agar pertumbuhan perekonomian suatu kawasan seperti daerah tapal kuda Pasuruan-Probolinggo cepat terwujud.
"Pemerintah pusat bersama DPR juga diharapkan segera merealisasikan RUU Lahan untuk Kepentingan Publik yang dijanjikan pertengahan tahun ini selesai. Jika ini selesai, maka proses pembebasan lahan bukan lagi hambatan," katanya.
Hiramsyah tidak menutup kemungkinan jika wujud sinergi tersebut juga bisa melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berpartisipasi dalam kepemilikan saham proyek itu.
"Peluang itu juga terbuka dan ini sudah terjadi di ruas tol yang juga kami kerjakan yakni ruas Bogor-Ciawi-Sukabumi (54 km)," katanya.
Terkait proyek air bersih Umbulan, Hiramsyah membenarkan, pihaknya adalah satu dari 29 calon investor yang berminat dan telah mengikuti proses prakualifikasi yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum beberapa waktu lalu.
"Komitmen kami juga mendukung program penyediaan pemerintah untuk akses air bersih dalam rangka program MDG's 2015 sebesar 68,8% atau sekitar delapan juta sambungan rumah," katanya.
Proyek penyediaan air bersih yang dibidik Grup Bakrie selama ini melalui sejumlah anak usahanya, tidak hanya memanfaatkan air bersih alami yang sudah ada, tetapi juga pemanfaatan air daur ulang.
"Kami juga siap bermitra seluas-luasnya dengan investor lokal maupun asing," katanya.
Namun, Hiramsyah enggan membeberkan nilai investasi yang disiapkan untuk proyek Umbulan tersebut.
"Belum bisa disebutkan untuk saat ini, karena tender Umbulan sedang dalam proses," katanya.
Hal yang sama juga untuk proyek tol Pasuruan Probolinggo.
Proyek Air Bersih Umbulan sendiri sebagaimana disampaikan Dirjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Budi Yuwono, senilai Rp1,8 triliun dan merupakan salah satu proyek kerja sama Pemerintah dan swasta untuk pengadaan air baku Surabaya dan sekitarnya dari mata air Umbulan Pasuruan.
Bakrieland sendiri hingga kuartal I tahun ini dikenal merupakan salah satu perusahaan properti Indonesia dengan ekuitas tertinggi di Indonesia sebesar Rp8,4 triliun. Kelompok usaha ini juga memiliki bank tanah cukup besar yakni sekitar 15 ribu ha yang tersebar di Bogor, Jonggol dan kawasan episentrum Kuningan Jakarta Selatan.
Angka penjualan perseroan pada kuartal I 2011 juga membukukan sebesar Rp424,9 miliar, atau jauh di atas pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp205,5 miliar.
Peningkatan pendapatan itu terutama didukung oleh unit usaha city property (75,2%) dan sisanya dari unit Usaha Landed Residential (7,8%), Hotel & Resort (10,4%) dan Jalan Tol (6,6%).
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/15/226191/21/2/Grup-Bakrie-Bidik-Proyek-Tol-di-Jatim)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:02 PM Perum Jasa Tirta Investasi Pembangkit Listrik
JAKARTA--MICOM: Perum Jasa Tirta I yang mengelola Sungai Brantas akan menyiapkan sekitar Rp37,6 miliar untuk melakukan investasi pada sektor listrik dan sistem penyediaan air minum (SPAM) pada 2011 ini.
Pada 2011 ini rencananya, PJT I mulai melayani air minum di Lamongan. Kapasitas SPAM sekitar 30 liter per detik atau untuk 3400 Kepala Keluarga. "Langkah itu dilakukan untuk memaksimalkan potensi yang ada pada perusahaan dan upaya meningkatkan sumber pendapatan perusahaan,” kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Teknik Perum Jasa Tirta I Harianto, Sabtu (14/5) lalu.
Investasi untuk SPAM Lamongan ini senilai Rp
Investasi lainnya yang dilakukan PJT I pada tahun ini antara lain untuk Pembangkit Listrik Tenaga Matahari (PLTM) Lodagung I Rp 4 miliar, PLTM Lodagung II Rp 1,9 miliar, PLTA Lodoyo Rp 8,2 miliar, SPAM Lamongan Rp 12,6 miliar, dan SPAM Mojosongo Rp 10 miliar.
Harianto menambahkan, untuk SPAM, PJT I akan melakukan kerjasama dengan perusahaan daerah air minum (PDAM) jika suatu wilayah sudah ada layanan PDAM. Namun, jika belum maka PJT I akan mengembangkan sendiri layanan kepada masyarakat. Langkah ini adalah upaya untuk menghindari persinggungan usaha antara PDAM dan Jasa Tirta.
Sementara itu, pengembangan sektor listrik sudah menjadi komitmen PJT I. Pasalnya, selama ini pendapatan perusahaan sekitar 60% disumbangkan dari penjualan listrik kepada anak usaha PLN. (BN/X-12)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/15/226244/21/2/Perum-Jasa-Tirta-Investasi-Pembangkit-Listrik)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:02 PM Tahun Ini Produksi Minyak Indonesia di Bawah Target
JAKARTA--MICOM: Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi memperkirakan produksi minyak bumi dan kondensat pada 2011 hanya 950.000 barel per hari atau di bawah target sesuai APBN 2011.
Kepala BP Migas R Priyono di Jakarta, Minggu (15/5), mengatakan pihaknya semakin sulit mencapai produksi minyak sesuai target APBN 2011 sebesar 970.000 barel per hari. "Kami perkirakan sampai akhir tahun hanya 950.000 barel per hari," katanya.
Menurut dia, pihaknya akan membicarakan revisi asumsi produksi minyak dalam APBN Perubahan 2011 dengan pemerintah dan DPR. Priyono mengatakan, saat ini, produksi minyak masih berada di kisaran
910.000 per barel.
"Dengan demikian, guna mencapai target 950.000 per barel, maka produksi di sisa bulan ini mesti rata-rata 970.000 barel per hari," katanya.
Ia mengatakan, upaya peningkatan produksi yang dilakukan antara lain mencegah lebih banyak terjadinya penghentian tak terencana (unplanned shutdown), terutama di wilayah kerja ConocoPhillips dan PT Chevron Pacific Indonesia.
BP Migas, lanjutnya, juga akan menekan laju penurunan yang kini masih dua persen menjadi di bawah satu persen atau seperti pencapaian tahun 2010. Menurut dia, pada tahun 2012, produksi diperkirakan masih sekitar 950.000 barel per hari.
Priyono menambahkan, meski produksi belum mencapai target, namun penerimaan negara dari migas pada kuartal pertama telah 23 persen di atas target APBN 2011 periode sama.
Pada periode Januari-Maret 2011, realisasi produksi terjual (lifting) minyak mencapai 90 persen atau hanya 873.000 barel per hari dari target APBN 970.000 barel per hari.
Sementara, realisasi lifting gas sebesar 94 persen atau hanya 8.514 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dari target APBN 9.057 MMSCFD. "Namun, penerimaan negara 23 persen lebih tinggi dari target APBN menyusul kenaikan harga minyak," ujar Priyono.
Harga minyak mentah Indonesia sebagai acuan penerimaan negara periode Januari-Maret 2011 berada di atas US$100 per barel atau jauh di atas asumi APBN yang hanya US$80 per barel. (Ant/X-12)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/15/226263/4/2/Tahun-Ini-Produksi-Minyak-Indonesia-di-Bawah-Target)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:03 PM Lima Tahun Lagi Pasar Tradisional Hilang
SOLO--MICOM: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Syarif Hasan meyakini, lima tahun mendatang di Indonesia sudah tidak ada lagi pasar tradisional.
Hal ini terjadi karena tingkat perekonomian rakyat sudah semakin meningkat, dan ada motivasi kebutuhan baru dari masyarakat.
"Terus terang, dalam lima tahun mendatang tidak ada lagi yang namanya pasar tradisional. Dan nantinya pasar modern sekarang ini menjadi pasar tradisional. Ini tidak beda, dulu dokter spesialis menjadi barang langka. Tapi seiring terus meningkatkan kemampuan masyarakat, sekarang tidak ada yang mempermasalahkan keberadaan dokter spesialis," tukas Syarif Hasan menjawab salah satu peserta Rakernas I Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di UMS, Solo, Minggu (15/5).
Peserta itu memprihatinkan keberadaan peritel modern yang semakin mendesak keberadaan pasar-pasar tradisional.
Menurut Menkop, terkait keberadaan peritel modern itu sebenarnya sudah diatur oleh Kementerian Perdagangan dan implementasinya dilakukan oleh pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Jika dalam semangat otonomi daerah ini, pemda konsisten menerapkan Peraturan Kementerian Perdagangan, terutama soal tata laksananya, dipastikan tidak akan menimbulkan masalah dengan pasar tradisional yang sudah dulu ada.
Syarif meyakini dengan terus meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat, nantinya akan muncul motivasi kebutuhan baru, yang membuat pasar modern sekarang ini nantinya menjadi pasar tradisional. Ini bisa terjadi dalam masa lima tahun mendatang.
Karena itu, lanjut dia, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, bahwa keberadaan peritel modern yang semakin mendekat ke masyarakat akan mematikan pasar tradisional.
"Yang penting bagaimana pengaturannya. Di Jepang, yang namanya pasar tradisional itu tidak ada. Dan saya yakin, nantinya seiring dengan pertumbuhan masyarakat kita, juga tidak ada lagi yang namanya pasar tradisional," tukasnya.
Sejauh ini munculnya kekhawatiran keberadaan peritel modern yang semakin masuk ke pemukiman, karena terjadinya tumpang tindih tindih kebijakan antara unit kerja terkait dalam hal penerbitan izin usaha dan pendirian bangunan, yakni kantor Koperasi, Usaha Kecil Mikro, Menengah (KUKM) dan Perdagangan serta kantor Pengawasan di daerah. (WJ/OL-3)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/15/226223/21/2/-Lima-Tahun-Lagi-Pasar-Tradisional-Hilang)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:11 PM Rupiah Menguat, Penjualan Elektronika Anjlok
JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang terus mengalami penguatan atas dolar Amerika Serikat (AS) berdampak terhadap konsumsi produk elektronika di pasar domestik.
Gabungan Elektronika (Gabel) menyatakan, selama periode Januari-April 2011, penjualan produk elektronika di pasar domestik turun lima persen dibandingkan periode sama pada 2010.
“Sepertinya, ada kendala dari segi daya beli masyarakat. Tidak seperti mobil, konsumen elektronika ini kan lebih didominasi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah," kata Ketua Gabel Ali Soebroto Oentaryo di Jakarta akhir pekan lalu.
Selain itu, lanjutnya, kemungkinan juga karena ada pengalihan anggaran. Yakni, dari belanja elektronika, menjadi untuk transportasi atau makanan. "Mungkin lebih memprioritaskan membeli sepeda motor,” ucapnya.
Ali menuturkan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seharusnya bisa memacu konsumsi elektronika di dalam negeri dan mempengaruhi laju impor.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, nilai impor produk elektronika selama Januari-April 2011 hanya naik sekira 3,6 persen menjadi USD1,18 miliar dibandingkan periode sama 2010 yang senilai USD1,44 miliar.
“Kenaikan impor itu juga tidak signifikan. Artinya tidak mengkhawatirkan meski di tengah penguatan rupiah saat ini,” ujar Ali.
Secara umum, Ali memastikan, penurunan konsumsi tersebut tidak menekan pertumbuhan industri elektronika nasional. Hingga akhir 2011, lanjut dia, pertumbuhan penjualan diyakini bisa tumbuh sesuai target dan industri tetap positif.
Untuk mengatasai penurunan konsumsi, terang dia, pabrikan menyesuaikan kondisi pasar sehingga tidak menyebabkan penumpukan stok. “Kita berharap kuartal II/2011 akan ada penguatan konsumsi lagi,” ujar Ali.
Sementara itu, berdasarkan survey Kadin dan Roy Morgan Research, keyakinan konsumen pada April 2011 mencapai angka angka tertinggi 142,6 atau naik 4,5 poin. Dalam riset tersebut, ditemukan bahwa masyarakat menilai saat ini adalah waktu waktu yang tepat untuk membeli peralatan rumah tangga yang mahal atua tahan lama. Keyakinan tersebut dinilai berdasarkan perbaikan kondisi keuangan keluarga dibandingkan setahun yang lalu.
Ketua Umum Kadin Suryo B Sulisto menjelaskan, keyakinan masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok kini berada pada tingkat yang paling tinggi selama ini. Optimisme yang terus menerus pada level yang begitu tinggi belum pernah terjadi dalam sejarah perekonomian negara ini.
Komunitas bisnis, kata Suryo, perlu memberikan perhatian pada konsumen Indonesia secara luas, yang kini siap membuka dompet untuk berbagai produk dan jasa yang tersedia bagi mereka. "Inilah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Suryo.
Di sisi lain, terkait kondisi Jepang pasca terjadi gempa dan tsunami, Ali mengatakan, tidak berdampak pada kondisi pasar elektronika domestik. Untuk pasokan komponen, dia menjelaskan, meski sempat terjadi kendala, namun bisa teratasi dengan pengalihan pasokan sumber. Ali optimistis, kondisi itu tidak akan berlangsung lama.
“Sedangkan untuk pasar, tidak ada gangguan. Yang terjadi kemudian adalah subtitusi merek. Misalnya, tadi oleh produk Jepang, menjadi merek Korea. Untuk kondisi di level industrinya, itu persoalan lain serta tidak akan berlangsung lama,” tutup Ali.
(Sandra Karina/Koran SI/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/15/320/457315/rupiah-menguat-penjualan-elektronika-anjlok)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:16 PM Pertamina Tak Permasalahkan Pertamax Naik
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan kenaikan harga pertamax ini tidak masalah bagi para pengguna pertamax. Hal ini didasari karena pembelian bahan bakar minyak menggunakan nominal.
"Pengguna pertamax sudah memahami itu. Kita beli bahan bakar itu nominal, bukan liter, tidak ada nominal liter, ya sudah enggak apa-apa buat Pertamina," imbuh Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun kepada okezone, Minggu (15/5/2011).
Walaupun demikian, dia mengaku masih ada masyarakat yang dahulu menggunakan pertamax sekarang malah mengkonsumsi premium. "Dengan alasan mereka menghemat dan ada mereka yang mencampur premium dan pertamax," jelasnya.
Namun, saat dikonfirmasi berapa banyak masyarakat yang berpindah ini, dia mengatakan tidak mempunyai data mereka yang beralih dari pertamax ke premium. "Enggak punya, kita enggak punya data swing itu," ujarnya singkat.
Dia menambahkan, saat ini belum akan terjadi kenaikan harga pertamax karena harga pertamax ini mengikuti tren harga pasar minyak dunia.
"Pertamax belum ada naik atau turun. Tapi tetap kita umumkan kok. Mekanisme pasarlah, tergantung harga pasarlah mas, kalau naik kita naikkan, kalau turun kita turunkan," pungkasnya.
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/15/320/457333/pertamina-tak-permasalahkan-pertamax-naik)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:16 PM Serapan Pupuk Turun, Kapasitas Produksi Ditambah
JAKARTA - Meski serapan pupuk oleh petani menurun, namun produsen memastikan kinerja pabrik tetap naik. Bahkan, produsen pupuk melakukan ekspansi menambah kapasitas produksi.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, pertumbuham industri pupuk dan kimia nasional negatif 0,07 persen selama kuartal I-2011 dibandingkan periode sama 2010 yang mencapai 4,45 persen. Anjloknya pertumbuhan tersebut disebabkan oleh penurunan serapan pupuk oleh petani.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman mengatakan, serapan pupuk selama tahun ini tetap naik sekira 5-10 persen dibandingkan 2010. Bahkan, untuk pupuk jenis ZA mengalami naik hingga 20 persen.
“Serapan pupuk urea sudah mencapai 90 persen dari alokasi pemerintah, NPK sekira 77-80 persen, dan organik sekira 35 persen dari alokasi. Penyerapan pupuk organik pasca perubahan harga oleh pemerintah dari Rp700 per kg menjadi Rp500 per kg pada awal Mei 2011 terus naik,” kata Hidayat di Jakarta akhir pekan ini.
Hidayat memastikan, produksi Petrokimia Gresik tetap stabil. Bahkan, lanjut dia, produksi Petrokimia Gresik telah digenjot menjadi 2,8 juta ton per 1 April 2011 dari sebelumnya 2,2 juta ton per tahun. “Rata-rata utilisasinya sekira 95 persen,” ucapnya.
Direktur Utama PT Pusri Arifin Tasrif mengatakan, penyerapan pupuk memang tidak sesuai target karena daya beli petani menurun menyusul gagal panen. Penurunan penyerapan pupuk, kata dia, hanya terjadi pada pupuk bersubsidi.
"Sedangkan untuk sektor nonsubsidi untuk tanaman keras dan industri justru mengalami kenaikan karena harga komiditas yang bagus,” kata Arifin.
Arifin menjelaskan, saat ini, produksi Pusri tetap normal meski terjadi gangguan pasokan gas. Perusahaan, lanjut dia, per April 2011, menaikkan kapasitas produksi NPK dari dua juta ton menjadi 2,5 juta ton per tahun, dengan dana investasi sebesar Rp100 miliar.
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, kebutuhan pupuk urea bersubsidi secara nasional pada 2011 sebanyak 5,1 juta ton, kebutuhan pupuk NPK bersubsidi sebanyak 2,35 juta ton, dan pupuk organik sebesar 835 ribu ton.
Lebih lanjut Hidayat mengungkapkan, pihaknya menggelar tender terbuka untuk rencana pembangunan pabrik bahan baku NPK, asam fosfat. Rencananya, kata dia, konstruksi pabrik yang berkapasitas 200 ribu ton per tahun itu ditargetkan dimulai akhir tahun ini. Selama ini, menurut Hidayat, sekira 400 ribu ton kebutuhan bahan baku asam fosfat diimpor dari Yordania.
(Sandra Karina/Koran SI/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/15/320/457338/serapan-pupuk-turun-kapasitas-produksi-ditambah)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:17 PM Instruksikan Lembaga Tripartit
Kemenakertrans Bakal Bahas Outsourcing
JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar telah menginstruksikan kepada Lembaga Tripartit Nasional (tripnas) agar segera menggelar pertemuan khusus untuk membahas penerapan kebijakan outsourcing dan pengawasan pelaksanaannya.
Pertemuan tripartit yang melibatkan unsur pemerintah, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja atau serikat buruh ini ditujukan mencari titik temu dari perbedaan pandangan dan penafsiran terhadap penerapan outsourcing di Indonesia.
"Menakertrans telah mengintruksikan agar dilaksanakan pertemuan khusus yang membahas masalah outsourcing. Pertemuan ini berupa focus discussion group (FDG) yang melibatkan unsur tripartit dan para pakar, tenaga ahli dan akademisi di bidang ketenagakerjaan," kata Kepala Pusat Humas Kemenakertrans Suhartono, dalam siaran persnya, Minggu (15/5/2011).
Pertemuan FDG ini menindaklanjuti hasil kajian dari masing-masing unsur tripartit mengenai usulan revisi UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya penerapan outsourcing.
"Selama ini pemerintah dalam hal ini Kemenakertrans telah memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk mengkaji dan memberikan masukan terhadap masalah outsourcing. Kini saatnya duduk bersama untuk mencari benang merah dan solusi terbaik pelaksanaan outsourcing," jelas Suhartono.
Suhartono mengharapkan pertemuan tripartit dengan model FDG ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah maupun DPR yang sedang menyusun kembali revisi dan usulan perubahan UU ketenagakerjaan.
Dijelaskan Suhartono, kajian-kajian ilmiah tentang outsourcing telah mempermasalahkan tidak adanya kepastian kerja, upah dan tingkat kesejahteraan, penerapan hak-hak normatif pekerja dan kesempatan menjadi pekerja tetap dan pengawasan terhadap pelaksanaan outsourcing.
"Selama ini telah banyak hasil kajian dan rekomendasi dari berbagai pihak mengenai outsourcing. Memang tak dipungkiri bahwa masih ada perbedaan pandangan dari sisi pengusaha, pekerja maupun pemerintah," paparnya.
Dikatakan Suhartono, dalam pertemuan dengan Menakertrans pertengahan minggu ini, pihak AKATIGA memberikan beberapa rekomendasi pembatasan dan perlindungan pekerja atau buruh dalam sistem penyaluran tenaga kerja outsourcing.
"Rekomendasi di antaranya perlu adanya keputusan Menteri mengenai pengertian proses produksi, kegiatan inti dan kegiatan penunjang dengan sanksi tegas bagi perusahaan yang melanggar. Definisi tersebut ditetapkan oleh Pemerintah berdasarkan masukan dari wakil pengusaha dan wakil pekerja," jelas Suhartono.
Selain itu, perlu diperkuatnya kompetensi dan jumlah tenaga pengawas di dinas-dinas tenaga kerja serta perlu segera dilaksanakannya revisi atau perubahaan UU Nomor 13 tahun 2003.
(Iman Rosidi/Trijaya/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/15/320/457342/kemenakertrans-bakal-bahas-outsourcing)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:18 PM Ratusan Perusahaan Mesin-Elektronik China Bidik RI
JAKARTA - Perusahaan mesin dan elektronik China membidik pasar Indonesia sebagai tujuan ekspor produknya. Hal ini tampak dengan agresifnya 400 perusahaan mesin dan elektronik China yang memamerkan produk mereka di Indonesia.
Setidaknya, terdapat tiga perusahaan yang sudah merambah pasar internasional yakni Dongfeng Liuzhou Motor Co Ltd (produsen mobil yang pada 2010 mencetak penjualan USD1,8 miliar), Guangxi Mingli Group Co Ltd (produsen asam fosfat terbesar di Guangxi, China), dan Gaungxi Yulin Pharmaceutical Co Ltd (produsen obat tradisional China).
Perwakilan Kantor Perdagangan Guangxi China, Zhang Siqi, menjelaskan 400 perusahaan China itu akan mengikuti pameran The 6th China Machinery and Electronic Products Exhibition 2011 yang diadakan pada 19-21 Mei 2011 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.
“Pameran itu ditujukan untuk mengisi kerja sama bilateral antara pemerintah China dan Indonesia yang semakin erat sejak 2005. China dan Indonesia sama-sama merupakan negara berkembang yang besar, memiliki daya dorong yang kuat dalam mengatasi krisis ekonomi global,” ujarnya di Jakarta, Minggu (15/5/2011).
Perdagangan bilateral Guangxi (China) dengan Indonesia mencapai USD498,22 juta pada 2010 atau mengalami kenaikan 91,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Impor Guangxi dari Indonesia sebesar USD414 juta pada tahun lalu, naik 117,9 persen dari tahun sebelumnya. Ekspor Guangxi ke Indonesia mencapai USD84,22 juta pada 2010, naik 19,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Guangxi impor dari Indonesia terutama batu bara, minyak sawit, bijih tambang, kulit sapi, bahan kimia industri, serta beberapa jenis produksi ternak. Sedangkan ekspor Guangxi ke Indonesia terutama asam fosfat, peralatan makan porselen, kendaraan dan suku cadang, barang kimia industri, peralatan pertenunan, permesinan industri ringan, alat-alat listrik serta elektronik.
Produk-produk yang akan dipamerkan dalam pameran ini antara lain mesin gali, mobil angkutan pertanian, traktor, LED, DVD, porselen, peralatan kebutuhan rumah tangga, asam fosfat, peralatan/perlengkapan mesin, produk elektronik, pertambangan, dan industri kimia, makanan ternak, pakaian tenun.
(Sudarsono/Koran SI/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/15/320/457355/ratusan-perusahaan-mesin-elektronik-china-bidik-ri)
yudibali2008 May 15th, 2011, 03:38 PM BP Migas predicts oil production at 950,000 bpd
Jakarta (ANTARA News) - Upstream Oil and Gas Regulating Agency (BP Migas) has predicted that Indonesia is only able to produce 950,000 barrels of oil and condensate per day in 2011.
BP Migas chief R Priyono said here on Sunday that his side would face difficulty to achieve the target of 970,000 barrels per day (bpd) as set in the 2011 state budget.
"We predict that our oil and condensate production would only reach about 950,000 bpd up to the end of the year," R Priyono said.
He said that his office would discuss with the government a revised assumption of oil production in the 2011 state budget.
Priyono said that at present the oil production was still about 910,000 bpd.
"Thus, to achieve the 950,000 bpd the remaining production this month must be set at an average of 970,000 bpd," he said.
He said that efforts carried out so far to increase production were among others to prevent the unplanned shutdowns particularly in the work areas of ConocoPhillips and PT chevron Pacific Indonesia.
PB Migas will also offset the declining production rate which at present is about two percent to below one percent, or at least similar to the achievement made in 2010.
He said that production in 2012 was still estimated at 950,000 bpd.
(Uu.A014)
Editor: Priyambodo RH
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71459/bp-migas-predicts-oil-production-at-950000-bpd)
yudibali2008 May 16th, 2011, 03:47 AM KPK Didesak Selidiki Mark Up Dana Merpati MA-60
JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar lebih aktif meyelidiki dugaan mark up dana dalam proyek pengadaan pesawat jenis MA-60 dari China yang merugikan negara sekira USD46 juta.
Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus melakukan reshuffle kabinet dan meminta DPR segera membentuk Panja untuk menyelidiki kasus ini.
"Saat SBY memberikan keterangan terkait keterlibatan sejumlah menteri dalam proyek pesawat MA-60, kelihatan sekali wajah SBY yang marah dan kesal karena sering dibohongi anak buahnya," tegasnya, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Senin (16/5/2011).
Menurutnya, dugaan mark up ini, hanya contoh. Karena diduga banyak proyek khususnya yang berhubungan dengan pemerintah di-mark up, apalagi kalau berupa pinjaman dari luar negeri dan dijamin dengan Subsidiary Loan Agreement (SLA).
Dia menyatakan, pembangunan proyek pemerintah yang didanai pinjaman dari luar negeri telah menjadi tren baru dalam korupsi berjamaah di pemerintahan SBY. Bahkan, di sebuah seminar internasional antikorupsi di Bali baru-baru ini menyebut biaya mark up proyek di Indonesia mencapai triliunan rupiah.
”Dengan terbukanya dugaan mark up MA-60 ini semoga menjadi langkah awal untuk membuka dugaan dugaan korupsi lainnya. Untuk lebih mengoptimalkan pemeriksaan, sebaiknya KPK mulai memanggil pihak pihak yang diduga terlibat dan presiden sebaiknya menonaktifkan mereka dari jabatannya,” lanjutnya.
Seperti diketahui sebelumnya, dalam suatu rapat kabinet SBY menekankan, terkait dugaaan keterlibatan ‘orang dalam’ di pengadaan pesawat MA-60 dari China harus dijelaskan secara gamblang ke publik.
Sejumlah eks menteri, menteri di jajaran KIB2, seorang staf khusus presiden berinisial JW, broker Mulayadi Senjaya, dan keluarga dari salah satu menteri SBY diduga terlibat dalam dugaan mark up pesawat MA 60 yang kemarin jatuh di Kaimana Papua dan menewaskan 26 penumpangnya.
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/15/320/457359/kpk-didesak-selidiki-mark-up-dana-merpati-ma-60)
yudibali2008 May 16th, 2011, 03:49 AM Libur Kejepit, IHSG Menguat Terbatas
JAKARTA - Membuka awal pekan ini, yang juga bertepatan dengan harpitnas atau hari kejepit nasional, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat dalam kisaran yang terbatas.
Para pelaku pasar cenderung tidak berani melakukan pergerakan dalam perdagangan kali ini, dan memilih untuk cenderung keluar terlebih dahulu dari market. Aksi profit taking pun bakal mewarnai pergerakan IHSG hari ini.
"IHSG kali ini akan berada dalam kisaran support di 3.820 dan resistance 3.840," ungkap analis pasar modal Bumiputera Capital, Ridwan Novayanto, kala dihubungi okezone, Senin (16/5/2011).
Selain itu, minimnya triger atau sentimen positif dari dalam maupun dari luar negeri membuat IHSG tidak akan banyak bergerak atau bahkan cenderung stagnan.
"Kalau untuk Senin ini, akan cenderung sepi karena belum adanya berita baru yang bisa mempengaruhi pergerakan IHSG. Dari dalam negeri belum ada sentimen baru, masih tetap itu-itu saja seperti terjadinya deflasi, BI rate ditahan dilevel 6,75 persen. Lalu kalau dari luar perkembangan perekonomian Amerika Serikat (AS), dan Eropa, dan sebagainya," pungkasnya.
Seperti diketahui, IHSG perdagangan Jumat 13 Mei ditutup cerah ceria dan melambung 23 poin karena asing masuk sampai 1,2 miliar lembar saham.
Nilai transaksi hingga sesi pertama perdagangan saham siang ini tercatat sebesar Rp1,82 triliun dengan volume sebesar 4,99 miliar lembar saham. Adapun sebanyak 107 menguat, 95 saham melemah, dan 105 saham stagnan.
Sementara volume foreign sell sebesar 683,8 juta lembar saham senilai Rp1,1 triliun, foreign buy 1,2 miliar lembar saham sebesar Rp1,3 triliun, serta transaksi net foreign sebesar 522,8 juta lembar saham senilai Rp191,3 miliar.
Adapun saham-saham pilihan dalam perdagangan kali ini di antaranya, saham-saham komoditi seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/16/278/457428/libur-kejepit-ihsg-menguat-terbatas)
yudibali2008 May 16th, 2011, 03:50 AM Capital Inflow Masih Deras, Rupiah Balik Arah
JAKARTA - Meskipun sempat loyo pada akhir pekan lalu, namun pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksikan akan berbalik arah atau menguat.
Namun, penguatan rupiah dalam kisaran yang terbatas karena masih derasnya aliran dana asing atau capital inflow ke Indonesia.
"Pergerakan rupiah akan berada dalam kisaran Rp8.530-Rp8.560 per USD," ungkap pengamat ekonomi, Farial Anwar, kala dihubungi okezone, Senin (16/5/2011).
Lebih lanjut Farial menuturkan saat ini para pelaku pasar menganggap bahwa dolar bukan lagi merupakan safe haven currency. Selain suku bunga yang rendah, kondisi perekonomian negara Paman Sam tersebut saat ini bisa dibilang tidak stabli dengan terjadnya defisit dalam neraca perdagangannya.
"Saat ini para pelaku pasar cenderung mengganggap bahwa dolar bukan lagi safe haven currency, ya bagaimana tidak rugi memegang dolar saat ini, selain rugi bunga, juga rugi nilai tukar juga," paparnya.
Oleh karena itu, para pelaku pasaar saat ini merelokasi investasinya dengan memilih untuk memegang mata uang dari negara emerging market yang memberikan return yang tinggi yaitu salah satunya Indonesia.
"Dengan bunga sebesar 6,75 persen, tentunya para pelaku pasar lebih memilih rupiah ketimbang memegang dolar yang bunganya hanya 0,25 persen," pungkasnya.
Seperti diketahui, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Jumat 13 Mei, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp8.548-Rp8.555 per USD dan parkir di Rp8.555 per USD atau melemah tipis tujuh poin dari posisi pembukaan di Rp8.548.
Sementara itu, yahoofinance mencatat pergerakan rupiah Jumat ini ditutup melemah di angka Rp8.547 per USD atau melemah 22,50 poin dari posisi awal yang berada di Rp8.550. Pergerakan rupiah sendiri berada di Rp8.542,5-Rp8.577,5 per USD.
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/16/278/457431/capital-inflow-masih-deras-rupiah-balik-arah)
yudibali2008 May 16th, 2011, 03:51 AM Jasa Marga Akuisisi Saham Xilin 51,17%
http://i.okezone.com/content/2011/05/16/278/457433/y0OUki4JwO.jpg
JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengakuisisi seluruh saham Xilin Enterprise di PT Margabumi Adhikarya (MBAR) sebanyak 51,17 persen atau setara 78,5 juta saham senilai Rp75 miliar.
Akuisisi tersebut dalam rangka penyelesaian proyek jalan tol Gempol-Pandaan. Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Okke Marlina mengatakan, dengan akuisisi saham Xilin tersebut, kepemilikan saham perusahaan infrastruktur pelat merah di MBAR meningkat.
"Dengan demikian, saham Jasa Marga di MBAR menjadi 79,85 juta saham atau mencapai 52,05 persen,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin.
Dia menjelaskan, harga saham yang disepakati senilai Rp955.414 per lembar saham, sehingga total seluruh transaksi untuk akuisisi saham Xilin di MBAR mencapai Rp75 miliar. (jerna)
(Koran SI/Koran SI/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/16/278/457433/jasa-marga-akuisisi-saham-xilin-51-17)
yudibali2008 May 16th, 2011, 03:52 AM Tahan Harga, Bensin Shell Lebih Murah Rp 200 dari Pertamax
Jakarta - PT Shell Indonesia menahan harga jual bensinnya. Dengan demikian, saat ini bensin shell di Jakarta dan sekitarnya lebih murah Rp 200 dibandingkan BBM non subsidi jualan Pertamina, Pertamax.
Demikian pengumuman dari Shell yang dikutip detikFinance, Senin (16/5/2011).
Untuk periode 16 Mei 2011, bensin Shell Super 92 di wilayah Jakarta dan sekitarnya ditahan di Rp 9.050. Berarti lebih murah dari pertamax yang dinaikkan menjadi Rp 9.250 per liter.
Sementara di Surabaya, bensin Super 92 Shell juga tetap ditahan Rp 9.350 per liter.
Sementara untuk bensin super ekstra 95 sekelas pertamax plus di Jakarta harganya naik menjadi Rp 9.500 dari Rp 9.350 per liter. Di Surabaya, bensin jenis ini juga naik menjadi Rp 9.700 dari Rp 9.500 per liter.
Kemudian bensin jenis diesel di Jakarta ditahan tetap Rp 9.700. Dan di Surabaya juga tetap Rp 9.900.
Seperti diketahui, terhitung 15 Mei 2011, Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi jualannya akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Untuk di Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax naik Rp 200 menjadi Rp 9.050 per liternya.
(dnl/qom)
DetikFinance (http://www.detikfinance.com/read/2011/05/16/064244/1640342/1034/tahan-harga-bensin-shell-lebih-murah-rp-200-dari-pertamax?f9911033)
yudibali2008 May 16th, 2011, 03:53 AM Jasa Tirta I Siap-siap 'Kebagian' Proyek Inalum
Malang - Perusahaan plat merah bidang pengelolaan sumber daya air Perum Jasa Tirta I (PJT I) berpeluang mengelola proyek Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) khususnya di pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Rencananya proyek Inalum yang merupakan patungan Indonesia-Jepang akan diambil alih pada tahun 2013 oleh Indonesia.
"Menteri BUMN menugasi Jasa Tirta I untuk melihat disana," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Teknik PJT I Harianto akhir pekan lalu.
Ia mengatakan kawasan Inalum di Asahan memiliki potensi tenaga listrik mencapai 5 miliar Kwh lebih. Angka ini berlipat-lipat dari total produksi listrik PJT I di Kali Brantas yang hanya 1,1 miliar Kwh.
"Inalum membuat sendiri pembangkit listriknya, untuk melebur alumunium," katanya.
Harianto menuturkan, Menteri BUMN Mustafa Abubakar secara langsung telah memberikan arahan agar PJT I mempersiapkan diri sebelum adanya pengambilalihan Inalum di 2013.
Menurutnya, rencana keterlibatan PJT I bukan dalam proyek baru, namun dalam PLTA yang sudah ada di Asahan. Sumber PLTA asahan merupakan hasil pengelolaan waduk yang bersumber dari Danau Toba Sumatera Utara.
Salah satu, rencana masuknya PJT I ke proyek Inalum diantaranya mengenai perbaikan dalam pengelolaan Sungai di Asahan. Dimana di kawasan tersebut ada zona sepanjang 6 Km justru alirannya mengalami kekeringan.
"Bagaiama kita diminta untuk dikaji untuk pengelolaannya," katanya.
Selama ini PJT I merupakan pengelola sumber daya air di aliran Sungai Brantas dan Bengawan Solo Jawa Timur. Perum ini memiliki beberapa PLTA dari beberapa waduk di sekitar aliran Sungai Brantas yang menghasilkan listrik kurang lebih 275 MW.
Selain itu PJT I melakukan peran dalam memberikan kontribusi pada pelayanan irigasi pertanian, pengendalian banjir, penyediaan air minum dan air industri, pengendalian kualitas air dan lain-lain. Pada tahun 2010 lalu, perum yang sudah berumur 21 tahun ini mencatatkan laba sebelum pajak Rp 54 miliar.
"Pendapatan listrik menyumbang paling besar 60% dari pendapatan Jasa Tirta I," katanya.
(hen/qom)
DetikFinance (http://www.detikfinance.com/read/2011/05/16/080948/1640366/1036/jasa-tirta-i-siap-siap-kebagian-proyek-inalum?f9911023)
yudibali2008 May 16th, 2011, 04:18 AM Rakernas Muhammadiyah Rekomendasikan 10 Bidang Bisnis
SOLO-MICOM:Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah akhirnya mengeluarkan 10 rekomendasi bidang ekonomi dan bisnis yang menjadi hasil kesepakatan Rakernas I MEK PP Muhammadiyah di Solo, untuk disampaikan dan direspon oleh pemerintah.
"Ada 10 isu strategis di bidang ekonomi dan bisnis yang dibahas dalam Rakernas I MEK PP Muhammadiyah di Solo, yang akhrinya menjadi rekomendasi untuk pemerintah," ungkap Ketua MEK PP Muhammadiyah, Syafrudin Anhar dalam jumpa pers usai pelaksanaan raker yang berlangsung selama tiga hari di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut, Minggu petang ( 15/5),
Ia paparkan, merujuk kesepakatan ASEAN Summit awal Mei 2011, diputuskan Indonesia sebagai Ketua ASEAN dan diputuskan pula pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, diusulkan kepada pemerintah untuk mengusulkan sistem keuangan masyarakat ASEAN berbasis emas.
Alasannya, karena sistem keuangan ini dianggap paling stabil dalam sejarah sistem keuangan global.
Selain itu, pemerintah SBY-Budiono juga diminta memobilisir anggota ASEAN yang lain untuk melakukan re-negosiasi terhadap produk-produk dalam perjanjian CAFTA (China-ASEAN Free Trade Agreement) agar usaha dan industri kecil di Tanah Air tidak gulung tikar akibat serbuan produk Cina.
Rekomendasi ketiga, adalah mendorong pemerintah supaya lebih mambangun kemandirian bangsa di bidang perekonomian.
Terutama, di bidang fiskal, moneter, dan pendanaan pembangunan dengan lebih menggali sumber-sumber pendanaan dalam negeri, seperti: Pasar Modal, Cadangan Devisa, Cadangan Keuangan Nasional (Dana Pensiun, Asuransi Sosial, Jaminan Sosial), Donasi (Sadaqah, Infaq, Zakat, Wakaf), Tabung Haji, Kekayaan Alam, dan termasuk melalui upaya peningkatan efesiensi dan efektifitas pajak, retribusi dan cukai dengan menekan angka kehilangan pungutan.
Lalu rekomendasi ke empat, adalah mendukung konsep master plan percepatan dan perluasan ekonomi Indonesia 2011-2025 dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi The New Emerging Economic.
Namun yang lebih penting lagi adalah mendesak dan meminta pemerintah agar tidak memperpanjang kontrak-kontrak ekslorasi sumber-sumber daya yang bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak.Diusulkan agar kontrak-kontrak itu selanjutnya dilaksanakan dilaksanakan oleh BUMN-BUMN.
Hal strategis selanjutnya yang dibawa MEK PP Muhammadiyah kepada pemerintah adalah, agar pemerintah secara lebih sungguh-sungguh dan tegas untuk membuat kebijakan yang konkret seperti peraturan, prosedur dan pelayanan yang hemat di bidang perpajakan, perizinan, dan layanan birokrasi yang tidak berbelit-belit dan bebas pungutan yang mendukung terbentuknya peluang dan kesempatan berusaha sektor riil yang efisien.
Syafurin menegaskan, dalam rangka memfasilitasi pengembangan usaha kecil dan mikro, rakernas juga menghimbau Pemerintah segera mendorong dan mempercepat lahirnya keberadaan UU Keuangan Mikro Syariah, yang akan melengkapi RUU Lembaga Keuangan Mikro yang sedang di godok DPR-RI.
Sedang dalam hal kemandirian bangsa di bidang ekonomi, maka Rakernas meminta Pemerintah mengupayakan dengan sungguh-sungguh agar mengupayakan penumbuhan jiwa, spirit, lingkungan, suasana, kebanggaan, pendidikan dan pelatihan, kurikulum, insentif, dan pelaku wirausaha (kewirausahaan) di Indonesia, dengan tindakan-tindakan yang konkret dan merupakan sinergi dari berbagai departemen terkait.
Dan meminta Pemerintah mengupayakan agar rakyat Indonesia mencintai produk sendiri daripada produk impor.
Sementara untuk menangani patologi perpajakan yang terjadi hingga saat ini, lanjut Syafrudin, pemerintah harus tegas melakukan reformasi perpajakan dibarengi dengan reformasi hukum dalam rangka mendongkrak rasio pajak hingga minimal 20% dari PDB dalam waktu 5 - 10 tahun ke depan.
Jika daya stimulus fiskal lemah, APBN/APBD gagal menjadi pilar demokrasi, yang pada gilirannya Negara lemah dan kurang berwibawa, termasuk pembrantasan mafia hukum.
Usulan kesembilan, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah menghimbau agar segera dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur.
Terutama, infrastruktur perhubungan darat, laut, dan udara, infrastruktur energi, dan infrastruktur air bersih serta irigasi. Infrastruktur penjadi penggerak utama dalam konektivitas perekonomian nasional.
Terakhir, usul yang dibawa adalah, pemerintah secepatnya membangun sistem ekonomi nasional yang menjamin keadilan dan kemandirian dilandasi dengan nilai-nilai islami. Hal ini juga sejalan dengan prinsip utama ideologi nasional, yakni Pancasila. (OL-12)
MediaIndonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/16/226336/4/2/Rakernas-Muhammadiyah-Rekomendasikan-10-Bidang-Bisnis)
yudibali2008 May 16th, 2011, 04:19 AM Finance Companies Target Bond Issues
Adira Dinamika Multifinance has raised Rp 2.5 trillion ($293 million) through a four-tranche bond after initially looking at a minimum of Rp 2 trillion. DBS Vickers Indonesia, Indo Premier Securities, Mandiri Sekuritas and Standard Chartered were lead managers on the deal.
The bonds comprise a Rp 612 billion, 370-day tranche; a Rp 160 billion two-year; a Rp 567 billion three-year; and a Rp 1.16 trillion four-year. The 370-day tranche pays a coupon of 8 percent, the two-year 8.8 percent, the three-year 9.6 percent and the four-year 10 percent.
The coupons were fixed higher than the earlier indicated range due to the rise in yields on benchmark Indonesian government bonds. In the one- to four-year tranches, yields have gone up 35 to 80 basis points since the coupon was announced in late April.
At the time, the company had set a range of 7.3 to 7.8 percent for the 370-day, 8 to 8.7 percent for the two-year, 8.75 to 9.5 percent for the three-year and 8.9 to 9.9 percent for the four-year.
A regional development bank, Bank DKI, has launched a three-tranche bond to raise a maximum of Rp 750 billion as the country’s borrowers scramble to arrange debt funding ahead of further monetary tightening.
DKI set a coupon range of 8.75 to 9.5 percent for the three-year tranche, 9 to 10 percent for the five-year and 10.5 to 11.25 percent for the seven-year. It aims to raise at most Rp 450 billion through the three- and five-year tranches and a maximum of Rp 300 billion via the seven-year portion.
On Thursday, Indonesia’s central bank left its benchmark interest rate unchanged, but it left the door open for hikes as it sees inflationary pressure ahead.
“The verbal cues are distinctly hawkish, with talks about upside inflation risks and the whiff of suggestion that a corresponding monetary policy action is coming,” Wellian Wiranto, an economist at HSBC Holdings in Singapore, said in a note after Bank Indonesia’s decision to hold rates.
Bookbuilding on DKI’s bond will run until May 27, and the deal is likely to conclude some time in mid-June. Mandiri Sekuritas is the underwriter on the issue.
Reuters
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/bisindonesia/finance-companies-target-bond-issues/440976)
yudibali2008 May 16th, 2011, 04:19 AM Tahun Ini Produksi Minyak Indonesia di Bawah Target
JAKARTA--MICOM: Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi memperkirakan produksi minyak bumi dan kondensat pada 2011 hanya 950.000 barel per hari atau di bawah target sesuai APBN 2011.
Kepala BP Migas R Priyono di Jakarta, Minggu (15/5), mengatakan pihaknya semakin sulit mencapai produksi minyak sesuai target APBN 2011 sebesar 970.000 barel per hari. "Kami perkirakan sampai akhir tahun hanya 950.000 barel per hari," katanya.
Menurut dia, pihaknya akan membicarakan revisi asumsi produksi minyak dalam APBN Perubahan 2011 dengan pemerintah dan DPR. Priyono mengatakan, saat ini, produksi minyak masih berada di kisaran
910.000 per barel.
"Dengan demikian, guna mencapai target 950.000 per barel, maka produksi di sisa bulan ini mesti rata-rata 970.000 barel per hari," katanya.
Ia mengatakan, upaya peningkatan produksi yang dilakukan antara lain mencegah lebih banyak terjadinya penghentian tak terencana (unplanned shutdown), terutama di wilayah kerja ConocoPhillips dan PT Chevron Pacific Indonesia.
BP Migas, lanjutnya, juga akan menekan laju penurunan yang kini masih dua persen menjadi di bawah satu persen atau seperti pencapaian tahun 2010. Menurut dia, pada tahun 2012, produksi diperkirakan masih sekitar 950.000 barel per hari.
Priyono menambahkan, meski produksi belum mencapai target, namun penerimaan negara dari migas pada kuartal pertama telah 23 persen di atas target APBN 2011 periode sama.
Pada periode Januari-Maret 2011, realisasi produksi terjual (lifting) minyak mencapai 90 persen atau hanya 873.000 barel per hari dari target APBN 970.000 barel per hari.
Sementara, realisasi lifting gas sebesar 94 persen atau hanya 8.514 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dari target APBN 9.057 MMSCFD. "Namun, penerimaan negara 23 persen lebih tinggi dari target APBN menyusul kenaikan harga minyak," ujar Priyono.
Harga minyak mentah Indonesia sebagai acuan penerimaan negara periode Januari-Maret 2011 berada di atas US$100 per barel atau jauh di atas asumi APBN yang hanya US$80 per barel. (Ant/X-12)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/15/226263/4/2/Tahun-Ini-Produksi-Minyak-Indonesia-di-Bawah-Target)
yudibali2008 May 16th, 2011, 04:20 AM Merpati to Keep Receiving Govt Funds, Minister Says
The financial restructuring of ailing state-owned Merpati Airlines will carry on despite a recent crash that led to questions about the safety of its fleet, State Enterprises Minister Mustafa Abubakar said.
Merpati was under the care of the state-asset management company Perusahaan Pengelola Aset, which has injected hundreds of billions of rupiah to bring it back to profitability. But after the crash of a Merpati MA-60 that killed 25 people on May 7, pressure is building to let the airline go under.
House of Representatives lawmakers on Commission XI, which oversees budgetary and financial affairs, on Thursday threatened to pull government funding from the airline. Such a move would all but condemn the Merpati to the scrap heap.
Mustafa rejected the lawmakers’ threats. “Merpati’s restructuring will carry on as scheduled,” he said over the weekend.
Under the PPA’s oversight, Merpati managed to post a Rp 5.46 billion ($640,000) profit in 2009 after losing Rp 186.54 billion in 2008. However, its profits shrank to just Rp 243 million last year amid rising costs.
Pandu Djajanto, the deputy for restructuring and privatization at the State Enterprises Ministry, said the carrier’s main problems were its Rp 1.1 trillion debt, aging fleet, low market penetration and poor brand image.
Merpati has received Rp 525 billion from PPA since 2005 to help cover its expenses. However, Pandu said the airline still needed Rp 510 billion to overhaul its fleet and help plug an estimated Rp 92.9 billion deficit in its cash flow this year.
PPA president director Boyke Mukijat, who is also in charge of Merpati’s restructuring, said the crash in Papua not only cost the airline a tangible asset but struck its image a heavy blow.
“There is also the problem of a low level of confidence among customers in Merpati,” he said.
Operating with the approval of the government and House lawmakers, Merpati purchased 15 MA-60s from a China’s Xi’an Aircraft Industry in June for Rp 2.1 trillion. It financed the aircraft purchase with loans from the China Import Export Bank, repayable over 15 years with an annual rate interest of 2.5 percent.
The purchase included the planes, which cost $11.3 million each, $13 million for a flight simulator, $18 million to train 150 pilots and 90 technicians, $20 million for spare parts and $8 million for avionic devices.
The purchase of the aircraft, however, has been dogged by allegations of mark-ups. Mustafa has declined comment on the matter.
Commission XI chairman Emir Moeis said the House was not impressed with Merpati’s performance given the amount of money the government had pumped into the airline. “We want improvement in financial performance and safety. Maybe we can find a way to heal Merpati without using so much money.”
Lawmakers have questioned the quality of the MA-60s, which are not certified by the US Federal Aviation Administration. When Merpati took the delivery of the first two planes, it found cracks in the fastener of the vertical stabilizers and considered canceling the purchase.
That prompted China to threaten retaliation. It said it would withdraw a loan for an electricity development project in Indonesia if the deal failed.
Merpati president director Sardjono Jhony Tjitrokusumo said the purchase was made because it was economical.
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/business/merpati-to-keep-receiving-govt-funds-minister-says/441227)
yudibali2008 May 16th, 2011, 04:20 AM Pemerintah Terus Fasilitasi Pembiayaan UMKM
SOLO--MICOM: Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah semakin serius memperhatikan pengembangan usaha koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) lewat pembiayaan LPDB (Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir) dan juga Kredit Usaha Rakyat atau KUR.
Menkop dan UKM Syarief Hasan ketika menghadiri Rakernas I Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Minggu (15/5) menyatakan, agar Induk Koperasi Syariah BMT (Baitul Maal wat Tamwil) tidak perlu khawatir tidak akan menerima dua pembiayaan yang menjadi program pemerintah itu.
"LPDB itu yang butuh banyak, tapi untuk BMT, tidak perlu khawatirlah. Cukup pertemuan setengah kamar saja. Apalagi ini merupakan program pemerintah dengan bunga kecil," seloroh Menkop menjawab pertanyaan peserta raker MEKM yang meminta agar LPDP menjadi mitra yang baik bagi pengembangan BMT.
Selain lewat LPDB, pemerintah dalam upayanya membantu pengembangan usaha kecil dan mengah juga menggelontorkan kredit usaha rakyat (KUR), yang tahun ini dananya mencapai Rp 20 triliun. Dana KUR ini disalurkan lewat seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD)di Indonesia dan sejumlah bank pemerintah yang ditunjuk seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank BNI.
Syarief meminta agar dua program pengambangan usaha mikro, kecil dan menengah itu bisa dimaksimalkan dan tepat sasaran, yakni menyasar pada sektor-sektor produktif. " Dan yang terpenting adalah konsistensi pengembaliannya lancar," tandasnya.
Sebelumnya Ketua Umum Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah (MEKM) Safrudin Anhar, sangat menginginkan LPDB bisa menjadi mitra yang sangat baik bagi Induk Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT, yang membuat penguatan modal,pemasaran, IT dan juga sumber daya manusianya terpenuhi secara baik. (WJ/X-12)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/15/226274/4/2/Pemerintah-Terus-Fasilitasi-Pembiayaan-UMKM)
yudibali2008 May 16th, 2011, 04:21 AM Structural Obstacles Stand In the Path of Property Boom
Indonesia’s property boom is at unprecedented levels, with prices in major cities rising 20 percent or more per year and foreign investors pouring into the market.
Unless the government fixes the land laws, though, the vast majority of Indonesians will not enjoy the benefits of the boom, industry players said.
Growing consumer purchasing power has created a new segment in the property market that is expected to grow exponentially in the coming years.
Since the 1997 financial crisis, the property market has recovered strongly. In 2001, property prices rose 100 percent as the market started to catch up with the appreciation of the US dollar. The second major spike in prices came in 2004.
“Commodity prices are unbelievable and they are pushing everything up,” said Harun Harjadi, managing director of Ciputra Group. “Land prices in Jakarta are crazy, and last year prices went up 30 percent.”
Ciputra Group, one of the largest property developers in the country, has felt the ups and downs of the market. In 1997, the rupiah collapsed and demand dried up, leaving it facing huge losses and mounting debt.
Today, the group has projects in 23 cities across the country. It hopes to expand to 30 cities as it tries to harness the favorable economic winds, but it has learned the hard lessons of the past.
“One thing that has changed is the way we do our business,” Harun said. “Land acquisition cannot be financed by borrowing any longer as such loans have been on Bank Indonesia’s negative list since 1997. As property developers are not allowed to borrow to finance land acquisition, we have to finance such activities through issuing equity and bonds through the capital markets.”
To do that, he said, the size of the issue needs to be substantial, giving only the largest developers access to the capital markets.
In addition, land acquisition has been difficult since 1997. “Most of our big projects now are on land that we acquired pre-crisis,” he said. “Post-crisis, acquiring large tracts of land has been almost impossible.”
Analysts said Indonesians are not putting their land or property assets to maximum use. In his book, “The Mystery of Capital”, Hernando DeSoto suggested the formalization of informal property rights.
“They can be used to put in motion more production by securing the interests of other parties as collateral for a mortgage or by assuring the supply of other forms of credit and public utilities,” DeSoto wrote.
Other obstacles include relatively short windows of time to use property, which current laws set at a maximum of 25 years. Analysts said such regulations discouraged potential foreign investment. Neighboring countries such as Malaysia and Singapore provide 99-year land leases.
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/bisindonesia/structural-obstacles-stand-in-the-path-of-property-boom/441210)
yudibali2008 May 16th, 2011, 09:16 AM http://img171.imageshack.us/img171/7696/95882140.png (http://imageshack.us/photo/my-images/171/95882140.png/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
source : ePaper Tribun Kaltim (http://epaper.tribunkaltim.co.id/)
yudibali2008 May 16th, 2011, 09:37 AM Investasi Properti Global Lintas Negara Naik 25%
JAKARTA: Jones Lang LaSalle, perusahaan riset properti dunia, melaporkan investasi properti lintas negara di tingkat global mencapai US$37 miliar pada kuartal I/2011, atau naik 25% dari periode sama 2010.
Laporan terbaru Jones Lang LaSalle yang dipublikasikan hari ini juga menyebutkan volume investasi properti dalam kawasan pada kuartal I/2011 mencapai US$26 miliar atau naik 70% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Investasi kelompok ini merupakan modal yang bergerak di sejumlah negara yakni Amerika Serikat, kawasan Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA), serta wilayah Asia Pasifik.
Para investor asing lintas negara yang paling aktif sepanjang awal tahun ini adalah investor asal Kanada, Singapura dan Jerman.
Amerika Serikat merupakan negara penerima investasi terbesar dengan nilai mencapai US$2,6 miliar, diikuti oleh kawasan Eropa, Timur Tengah dan Afrika US$2,2 miliar.
Adapun dari wilayah Asia Pasifik justru tercatat adanya dana investasi yang keluar wilayah sebesar US$3,3 miliar pada kuartal tersebut. Arus dana yang keluar kawasan ini berasal dari modal swasta maupun lembaga investasi.
Arthur de Haast, Kepala Riset Perusahaan International Jones Lang LaSalle, menyebutkan dari investasi properti antarkawasan yang tercatat mencapai US$26 miliar itu hampir US$16 miliar merupakan akuisisi proyek realestat komersial di sebuah perusahaan.
Di wilayah Amerika Serikat dan Asia, pembeli didominasi investor domestik, sedangkan di kawasan Eropa, Timur Tengah dan Afrika, hampir sepertiga transaksinya berasal dari investor asing terutama untuk wilayah London dan Paris yang masih menjadi tujuan invesasi lintas negara.
Dalam laporan terbarunya itu Jones Lang LaSalle juga menyebutkan ada 10 pasar properti dunia dengan nilai investasi tertinggi sepanjang kuartal I/2011.
Lima investasi terbesar berada di kawasan Asia Pasifik meliputi Tokyo, Singapura, Hong Kong, Seoul dan Shanghai, tiga di Amerika Serikat yaitu New York, Washington DC dan Los Angeles, dan dua lainnya di kawasa Eropa, Timur Tengah dan Afrika, yaitu London dan Manchester.
Manchester yang berhasil mencatatkan transaksi ritel tunggal yang besar pada periode itu berhasil masuk ke dalam daftar 10 kota dengan transaksi properti tertinggi, sementara London tetap menjadi tujuan investor global lintas negara dari Asia Pasifik dan Timur Tengah.
Paul Guest, Kepala Riset Pasar Modal Global Jones Lang LaSalle mengatakan pasar properti Tokyo ke depan akan terpengaruh oleh bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada Maret.
Para investor meminta laporan keuangannya diperbarui dan ini akan menunda beberapa akuisisi, meskipun investor domestik dan global mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk jangka menengah.
“Kota lain yang jangan diremehkan dan berpotensi masuk ke dalam daftar 10 teratas adalah Bangkok, Beijing, Moskow, Sao Paulo dan Warsawa ," ujar Paul Guest hari ini.(er)
Bisnis (http://www.bisnis.com/infrastruktur/properti/23838-investasi-properti-global-lintas-negara-naik-25)
yudibali2008 May 16th, 2011, 09:38 AM Kementerian PU Bangun TPA Di 11 Kota
JAKARTA: Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun Tempat Pembuangan Akhir di 11 kota dan kabupaten dengan sistem ramah lingkungan (sanitary landfill), yang akan dibiayai dari APBN yang berasal dari pinjaman luarnegeri.
Kesebelas daerah tersebut adalah Kota Medan, Binjai, Semarang, Pekalongan, Kabupaten Semarang, Grobogan, Kendal, Pekalongan, Batang, Sidoharjo dan Deli Serdang.
Saat ini, rencana pembangunan TPA tersebut, baru memasuki tahap kajian proyek. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan proses studi kelayakan untuk mengetahui sejauhmana kebutuhan anggaran dan kelayakan proyek itu sendiri.
Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya Kementrian PU Antonius Budiono mengatakan pembangunan ke 11 TPA tersebut akan dibiayai dari bantuan pinjaman pada pemerintah Jerman melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW).
Menurutnya, saat ini pemerintah Jerman telah berkomitmen akan memberikan pinjaman senilai US$30 juta untuk rencana pembangunan proyek itu. "Setelah studi kelayakan ini selesai, Pemerintah Jerman siap mengucurkan pinjaman tersebut," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.
Antonius menjelaskan saat ini pemerintah memang tengah meningkatkan pembangunan TPA berbasis sanitary landfill sesuai dengan UU No.18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang menyebutkan pengelolaan sampah dalam lima tahun setelah penerapan UU tidak boleh lagi dikelola secara open dumping (terbuka).
Tujuannya, agar pengelolaan sampah tidak mencemari lingkungan sekitar TPA dan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.
Selain membiayai dari APBN, Kementrian PU juga akan meningkatkan pembangunan TPA sanitary landfill dengan sistem penawaran padaasta. Misalnya saja untuk 11 TPA yang telah ditawarkan dengan nilai proyek diperkirakan sekitar US$41,62 juta.
TPA yang telah ditawarkan itu yakni di Balik Papan, Banjarmasin, Bandar Lampung, Depok, Palembang, Medan, Samarinda, Semarang, Mataram, Surakarta, dan Malang.
Dia menjelaskan, salah satu proyek TPA dengan sistem sanitary landfill yakni yang telah diterapkan di TPA Bantar Gebang Bekasi. Di TPA tersebut, sampah yang diolah dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk bibit tanaman, serta pemanfaatan gas methan untuk sumber daya listrik.
Proyek itu, saat ini dikelola oleh swasta dengan sistem konsesi selama 15 tahun. (gak)
Bisnis (http://www.bisnis.com/infrastruktur/air-a-limbah/23756-kementerian-pu-bangun-tpa-di-11-kota)
yudibali2008 May 16th, 2011, 09:38 AM Pemerintah Diminta Selamatkan Proyek Rusunami
JAKARTA: Pemerintah didesak segera mengambil langkah penyelamatan program rumah susun sederhana milik yang kini disebut rumah susun milik sejahtera, di tengah stagnasi kebijakan program dan pembiayaannya.
Direktur Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan langkah cepat itu diperlukan karena program rusunami terancam macet sehingga bisa berdampak serius bagi program perumahan rakyat dan industri properti secara keseluruhan.
"Pemerintah perlu menuntaskan kendala yang mengancam macetnya proyek itu. Bagaimana caranya agar pengembang dapat merencanakan proyek ke depan sesuai dengan dengan mekanisme pasar, atau tetap mengikuti rusunami yang makin tidak jelas implementasinya di lapangan," ujarnya di Jakarta, hari ini.
Menurut dia, kalau kondisi seperti sekarang tidak berubah, maka konsumen yang tadinya berminat masuk ke produk rusunami akan kebingunan pula.
Dalam hal ini, kata Ali, dampak lebih jauh dari kebingungan pasar itu adalah muncul suasana ketidakpercayaan pada program rusunami yang dicanangkan pemerintah.
Sebelumnya, Kementerian Perumahan Rakyat meminta kepada Menteri Keuangan agar menaikkan batasan nilai penyerahan rumah susun sederhana milik yang bebas pajak pertambahan nilai (PPN), dari Rp144 juta menjadi Rp180 juta.
Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengatakan permohonan tersebut didasarkan pada indeks kemahalan konstruksi (IKK) harga perumahan di setiap daerah yang berbeda-beda.
"Kami ingin menaikkan batasan [rusun bebas PPN] Rp144 juta itu karena ada IKK. Kami mau naikkan itu sampai Rp180 juta," ujarnya sebelum mengikuti rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, baru-baru ini.
IKK merupakan salah satu formula yang diakui Kementerian Keuangan untuk mengetahui diferensiasi harga dasar rumah di setiap daerah.
Dengan cara ini, pemerintah tidak mungkin menetapkan harga rumah sejahtera di Papua sama dengan di Jawa.
Usulan tersebut, lanjut Suharso, sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo. Namun, menurut dia, sampai saat ini belum ada respons dari Menkeu, dan baru kenaikan batasan nilai penyerahan rumah sederhana saja yang dikabulkan.(er)
Bisnis (http://www.bisnis.com/infrastruktur/properti/23808-pemerintah-diminta-selamatkan-proyek-rusunami)
yudibali2008 May 16th, 2011, 09:39 AM Target Ekonomi 2012 Dinilai Terlalu Rendah
JAKARTA: Pemerintah dinilai terlalu pesimistis dalam mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan yang hanya 6,9%.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Indonesia(INDEF) Ahmad Erani Yustika menuturkan seharusnya pemerintah bisa melihat negara-negara lain di Asia yang pertumbuhannya tinggi.
“Seperti halnya China yang dalam 5 tahun ini pertumbuhan ekonominya di atas 10%, sementara untuk India mencapai 8% demikian pula Vietnam. Indonesia seharusnya bisa mematok pertumbuhannya hingga 8%,” ujarnya di Jakarta, hari ini.
Menurut Ahmad, target pertumbuhan hingga 8% sangat dimungkinkan dicapai Indonesia lantaran memiliki sumber daya yang memadai. Namun, pemerintah juga harus memperbaiki manajemen pembangunan yang selama ini dinilai terlalu “amburadul”.
“Kami melihat ada kebijakan ekonomi yang salah arah, selanjutnya pembangunan infrastruktur yang kurang. Ke depan hal-hal itu perlu diperhatikan pemerintah,” lanjutnya.
Kepala ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa di level 7,1%. Namun dia berharap pertumbuhan ekonomi tersebut harus berkualitas.
“Artinya, pertumbuhan ekonomi yang dicapai harus diikuti oleh penyerapan tenaga kerja. Ada implikasinya ke sektor riil,” ujar
Destry.
Sementara itu, Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani mengatakan pemerintah seharusnya bisa mematok angka pertumbuhan ekonomi tahun depan di level minimal 7%. Pertimbangannya, pertumbuhan hingga level 7% itu didasarkan pada program-program pemerintah yang sudah mulai berjalan.
Menurut Aviliani, pemerintah tidak berbuat apa pun, pertumbuhan ekonomi sudah bisa mencapai 6,5% seperti yang terlihat pada tahun ini. “Kami tidak melihat pesimisme pemerintah itu lantaran ada kenaikan harga BBM. Pemerintah kelihatannya tidak terlalu berani menempuh kebijakan tersebut,” ungkapnya.(luz)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/23740-target-ekonomi-2012-dinilai-terlalu-rendah)
yudibali2008 May 16th, 2011, 09:40 AM Anggaran Infrastruktur Disiapkan Rp60 Triliun
JAKARTA: Pemerintah mematok anggaran sebesar Rp60 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun depan. Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana mengatakan ada beberapa fokus yang dipilih pemerintah dalam pembangunan infrastruktur tahun depan.
Salah satunya adalah perbaikan sistem transportasi perkotaan. Selain itu, pemerintah juga fokus untuk memulai perbaikan jalur distribusi barang di Jawa dengan membangun kereta api doble track di sepanjang jalur pantai utara Jawa.
“Kami mengalokasikan dana sekitar Rp60 triliun. Selain itu, kami juga fokus untuk menyelesaikan masalah kemacetan di jalur penyeberangan Merak Bakauheni dengan mempercepat pembangunan dermaga baru dan pembangunan break water atau pemecah ombak,” ujarnya akhir pekan lalu.
Menurut Armida, double track tersebut akan mulai dikerjakan tahun depan, dan bisa rampung pada 2013. Selanjutnya, jalur ganda itu bisa dioperasikan secara penuh pada 2014. Dengan pengoperasian itu diharapkan beban jalan raya bisa berkurang.
Sektor lain yang juga menjadi fokus pemerintah pada tahun depan adalah pembangunan dan pengembangan bandar udara perintis.
“Kami juga akan membangun infrastruktur air, yaitu untuk air minum serta irigasi. Tentunya yang juga akan dibangun adalah infrastruktur untuk mendistribusikannya,” lanjut Armida.
Sementara itu berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah sempat mematok anggaran infrastruktur sebesar Rp85,5 triliun pada 2012. Dari jumlah itu, sekitar Rp64,5 triliun dananya telah tersedia, sedangkan sisanya sebesar Rp20,5 belum terpenuhi.
Apabila mengacu pada jumlah tersebut, alokasi dana untuk infrastruktur mengalami penurunan dari rencana sebelumnya.
Pengamat ekonomi dari INDEF Achmad Erani Yustika mengungkapkan pemerintah perlu focus mengembangkan infrastruktur agar bisa mencapai target pertumbuhan yang dipatok.
“Saat ini masalah infrastruktur menjadi salah satu hambatan bagi dinamika perekonomian nasional,” ujarnya saat dihubungi hari ini. (ln)
Bisnis (http://www.bisnis.com/infrastruktur/transportasi/23835-anggaran-infrastruktur-disiapkan-rp60-triliun)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:47 AM Bali set to expand airport amid traffic overload
With Bali's Ngurah Rai International Airport exceeding its capacity by more than 3.1 million passengers each year, state airport operator PT Angkasa Pura I is currently working on plans to expand the overcrowded facility.
Angkasa Pura I managing director Tommy Soetomo announced on Monday that the airport's departure and arrival terminals currently handled 11.1 million passengers a year, exceeding its capacity of only 8 million.
Tommy added that he expected the airport expansion to accommodate the soaring visitor numbers, expected to reach 24.6 million a year by 2025.
“This is the only option we have to maintain customer satisfaction,” he said.
The company, Tommy added, planned to relocate 35 guest houses to accommodate for the expansion, which is expected to occupy up to 265.6 hectares of land, worth Rp 1.94 trillion.
The expansion will cover four projects: a new access road to the airport and a new airport building, the construction of a new flyover, airport terminal and luggage handling system.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/16/bali-set-expand-airport-amid-traffic-overload.html)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:48 AM Bank DKI provides $25m loan to Medco
Bank DKI has agreed to provide a US$25 million loan to oil and gas firm PT Medco International (MEDC) to finance the firm's non-exploration activities, a official with the bank said on Monday.
Bank DKI marketing director Mulyanto Wibowo said the loan was part the bank's medium-term plan between 2010 and 2014.
“This loan is for general use by the company and its subsidiaries, not for exploration,” Mulyanto said Monday as quoted by tribunnews.com.
The Jakarta administration-owned bank has also channeled loans to other sectors as well as toll road and power plant construction projects.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/16/bank-dki-provides-25m-loan-medco.html)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:49 AM Pertamina expects non-subsidized fuel sales to remain strong
Despite soaring commodity prices, state oil and gas firm PT Pertamina says the sales of non-subsidized fuels will remain steady.
Pertamina spokesperson Mochamad Harun on Monday said the company had an established base of loyal customers who regularly purchased non-subsidized fuels. Mochamad said he was sure these customers would not switch to using cheaper fuels sold by foreign retailers such as Shell, Petronas and Total.
“Sales will remain normal. Our customers will continue to buy [non-subsidized fuel brands] because they're loyal customers.
"We know there are 'swingers' who have switched to subsidized fuels since prices hit Rp 8,000 per liter,” he said.
Harun's statement contradicts data on non-subsidized fuels sales in the first three months of 2011, published earlier by downstream oil and gas regulator BPH Migas.
This data shows Q1 sales dropped by 37.65 percent year-on-year to 24.83 million liters from 39.83 million liters.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/16/pertamina-expects-non-subsidized-fuel-sales-remain-strong.html)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:52 AM Pasar Sepeda Motor di Indonesia masih Menjanjikan
JAKARTA--MICOM: Peluang bisnis sepeda motor di dalam negeri masih cukup besar karena jumlah penduduk yang terus bertambah serta pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari tahun ke tahun yang pada tahun ini mencapai 6,5 persen.
"Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat mendorong vendor sepeda motor seperti TVS Motor Company Indonesia meluncurkan produk baru untuk meraih konsumen lebih luas," kata Direktur Utama PT TVS Motor Company Indonesia, BLP Simha seusai peluncuran motor bebek TVS Tormax 150 cc di Jakarta, Senin (16/5).
Simha mengatakan, TVS Motor Indonesia akan selalu meluncurkan produk baru setiap tahun, karena berbagai faktor yang menarik untuk dikembangkan. "Kami optimis masyarakat akan dapat menyerap produk baru tersebut, karena memiliki karena berbagai kelebihan," katanya.
Menurut dia, industri motor pada tahun lalu tumbuh sebesar 35 persen, sedangkan pada kuartal pertama 2011 sudah berkembang mencapai 25 persen. Karena itu, motor jenis bebek di dalam negeri pada tahun ini akan tumbuh lebih besar lagi, ujarnya.
Ia mengatakan, pasar motor bebek super masih memiliki potensi pasar 14 persen dari total pangsa pasar varian bebek, katanya. TVS Indonesia, lanjut dia sebelumnya meluncurkan produk tipe bebek dengan kapasitas bebek yang telah dirilis pada tahun 2010, yakni di kelas 110 cc dengan TVS Neo X31 dan dikelas 125 cc dengan TVS RockZ
Sementara itu, Chief Operating Officer PT TVS Motor Company Indonesia, Darmady Tjuatja mengatakan, TVS untuk tahap pertama akan menjual produk TVS Tormax 150 cc sebanyak 500 unit per bulan selama tiga bulan dan pada tahap berikutnya ditingkatkan menjadi 1.000 per bulan. Penjualan sepeda motor TVS Tormax 150 cc antara 500 unit hingga 1.000 unit ini hanya merupakan strategi saja, katanya. (Ant/OL-04)
Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/16/226511/21/2/Pasar-Sepeda-Motor-di-Indonesia-masih-Menjanjikan)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:53 AM Pemberian Izin Perkebunan Sawit dan Karet untuk Asing Disetop
SUKOHARJO--MICOM: Kementerian Kehutanan menghentikan sementara pemberian
izin untuk investor asing sektor perkebunan kelapa sawit dan karet.
Keputusan itu diambil guna memberikan kesempatan kepada pengusaha nasional dan lokal yang ingin terjun di sektor tersebut.
"Kebun sawit dan karet stop untuk pengusaha asing. Kami prioritaskan untuk pengusaha nasional dan lokal dulu. Kalau betul-betul tidak ada, baru pengusaha asing bisa masuk, tapi harus kerja sama dengan pengusaha nasional atau lokal," kata Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan saat acara Busniness Ghatering dalam rangka Rapat Kerja Nasional 1 Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (16/5).
Menurutnya, kebijakan itu merupakan kesempatan emas bagi pengusaha nasional dan lokal yang ingin mengembangkan usaha di bidang perkebunan. Apalagi, jumlah lahan yang bisa dimanfaatkan sangat luas, mencapai 30 juta hektare. Lahan itu baik untuk perkebunan kelapa sawit, karet, hingga industri kayu berbasis hutan tanaman industri.
Zulkifli mempersilahkan kepada siapa saja yang berminat untuk mengajukan permohonan izin secepatnya. Tidak terkecuali kepada warga Muhammadiyah yang ingin berinvestasi di sektor itu. Syaratnya, lahan tersebut harus dikelola secara serius.
"Pemegang surat izin usaha hutan yang tidak serius dan menelantarkan lahannya, izin usahanya akan dicabut," tegas Zulkifli. (FR/OL-01)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/16/226514/21/2/Pemberian-Izin-Perkebunan-Sawit-dan-Karet-untuk-Asing-Disetop)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:55 AM Anta Express and Travel Services Ajukan Delisting ke Bapepam
JAKARTA--MICOM: PT Anta Express and Travel Services Tbk (ANTA) telah menyampaikan rencana penghapusan saham (delisting) ke pihak Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terkait dengan perubahan status menjadi perusahaan tertutup (go private).
Direktur Utama ANTA Raymond R Setkusumo dalam keterbukaan informasi perusahaan kepada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (16/5), mengatakan, untuk keperluan itu, perseroan telah mengajukan surat kepada BEI untuk melakukan suspensi atas perdagangan saham terhitung 10-13 Mei 2011.
Pihaknya juga telah menunjuk PT Trans Lifestyle sebagai pembeli saham dari pemegang saham publik sebesar 123.500.000. PT Trans Lifestyle merupakan pemegang saham utama perseroan dengan kepemilikan 78,33 persen dari seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan.
Dipaparkan, harga penawaran saham ANTA senilai Rp300 per saham yang merupakan harga yang disyaratkan peraturan BEI dengan memperhatikan nilai pasar wajar yang telah dinilai oleh penilai independen dan telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan.
Perseroan akan mengajukan permohonan persetujuan RUPSLB atas rencana go private yang dilaksanakan pada 16 Juni 2011. "Apabila rencana go private tidak memperoleh persetujuan dari RUPSLB maka rencana tersebut baru dapat diajukan kembali 12 bulan setelah pelaksanaan RUPSLB," kata dia.
Pelaksanaan penawaran tender akan dilaksanakan setelah PT Trans Lifestyle memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Sementara tercatat harga saham ANTA terakhir sebesar Rp250 per saham. (Ant/OL-5)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/17/226563/20/2/Anta-Express-and-Travel-Services-Ajukan-Delisting-ke-Bapepam)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:56 AM Rupiah Ditutup Stabil di Level Rp8.500-an
JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih betah bertahan alias bergerak stabil di level yang sama seperti penutupan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) Selasa (16/5/2011) berada di level tetap yaitu Rp8.555 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah berada di level Rp8.602,5 per USD dengan kisaran perdagangan harian di Rp8.545-8.602 per USD. Untuk mata uang yang lain seperti euro parkir di level 1.4048 per USD.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan nilai tukar rupiah ditutup menguat di level Rp8.547 per USD pada penutupan perdagangan minggu lalu. Penguatan terhadap dolar Amerika dikatakannya tidak serentak terjadi pada mata uang Asia yang lainnya.
Prediksi hari ini menurutnya adalah rupiah berpotensi melemah di kisaran Rp8.550 sampai dengan Rp8.560 per USD. Sentimen pasar Asia akan cenderung negatif pada hari ini, ditandai dengan melemahnya beberapa mata uang Asia yang dibuka pagi ini.
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/16/278/457717/rupiah-ditutup-stabil-di-level-rp8-500-an)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:56 AM BBM Shell Ikut Naik
JAKARTA--MICOM: Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Shell mengalami perubahan mengikuti kenaikan harga yang dilakukan Pertamina.
Efektif per 16 Mei 2011, harga BBM Shell Super R92 di Jabodetabek tidak mengalami perubahanan, tetap Rp9.050 per liter. Harga Super Extra R95 naik menjadi Rp9.500 dari sebelumnya Rp9.350 per liter.
Demikian disampaikan Media Manager PT Shell Indonesia Sri Wahyu Endah, Senin (16/5). Untuk daerah Jawa Timur, harga BBM Shell Super R92 menjadi Rp9.350 per liter dan Super Extra R95 menjadi Rp9.700 per liter.
Selain bensin, Shell juga menjual BBM solar nonsubsidi dengan harga Rp9.700 per liter di Jabodetabek dan Rp9.900 per liter di Jawa Timur.
Seperti diketahui per Minggu (15/5), Pertamina telah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp9.250 per liter (daerah Jakarta dan sekitarnya) dari sebelumnya Rp9.050 per liter.
Harga Pertamax Plus tercatat sebesar Rp9.550 per liter dari sebelumnya Rp9.350 per liter. (OL-5)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/16/226535/21/2/BBM-Shell-Ikut-Naik)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:58 AM Bapepam Izinkan Mega Capital Investama Jadi Manajer Investasi
JAKARTA--MICOM: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menerbitkan izin usaha untuk PT Mega Capital Investama sebagai manajer investasi melalui Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP-03/BL/MI/2011.
Salinan Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP-03/BL/MI/2011 yang diperoleh di Jakarta, Senin (16/5), menyebutkan keputusan itu mulai berlaku sejak 6 Mei 2011. Bapepam-LK memberikan izin usaha Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai manajer investasi kepada PT Mega Capital Investama dengan alamat kantor pusat di Menara Bank Mega Lt 2 Jalan Kapten Tendean Kaveling 12-14 A, Jakarta.
Izin usaha sebagai Manajer Investasi itu merupakan bagian dari proses pemisahan kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT Mega Capital Indonesia. Izin usaha diberikan dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Surat Pengantar Pemberian Izin Usaha sebagai Manajer Investasi PT Mega Capital Investama.
Sebelumnya Bapepam-LK membaca Surat PT Mega Capital Indonesia Nomor: 163/DIR/I/11/SP tanggal 31 Januari 2011 perihal permohonan pengajuan spin off PT Mega Capital Indonesia. Juga Surat PT Mega Capital Indonesia Nomor: 152/DIR/III/11/SP tanggal 2
Maret 2011 perihal Penyampaian Dokumen Tambahan Sehubungan dengan Pengajuan
Spin off PT Mega Capital Indonesia.
Selain itu Surat PT Mega Capital Indonesia Nomor: 08/LGL-MCINVS/III/11/SP tanggal 18 Maret 2011 perihal Penyampaian Rencana Perubahan Susunan Pemegang Saham PT Mega Capital Investama. Serta surat PT Mega Capital Investama Nomor: 09/LGL-MCINVS/IV/11 tanggal 14 April 2011 perihal Kelengkapan Dokumen Perubahan Pemegang Saham PT Mega Capital Investama.
Bapepam-LK menimbang bahwa permohonan izin usaha sebagai manajer investasi oleh PT Mega Capital Investama yang merupakan bagian dari proses pemisahan kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT Mega Capital Indonesia dapat diberikan izin usaha Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi. (Ant/OL-5)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/17/226571/20/2/Bapepam-Izinkan-Mega-Capital-Investama-Jadi-Manajer-Investasi)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:58 AM 3 Asosiasi Plastik Hilir Tolak Safeguard Impor
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Industri Kemasan Fleksibel Indonesia (Rotokemas) Felix S Hamidjaja mengatakan tiga asosiasi plastik hilir nasional, termasuk Rotokemas menyampaikan surat penolakan pemberlakuan safeguard atas impor PP.
Pada Senin, 9 Mei 2011, Rotokemas, juga dua asosiasi hilir lainnya, mengirimkan tanggapan dan surat penolakan atas usulan penerapan safeguard impor PP.
"Kami menolak keras rencana itu. Sebab, meski Polytama nanti beroperasi normal, kita juga masih mengalami shortage pasokan PP. Impor tetap tinggi. Bahkan, hingga 2014, pasokan PP masih minus. Jadi, mau diapa-apain juga tidak layak diberlakukan safeguard," tegas Felix, di Jakarta, Senin (16/5/2011).
Di sisi lain, Felix mengaku, pihaknya kecewa dengan sikap KPPI yang tak kunjung memberikan ringkasan permohonan pemberlakuan safeguard tersebut. Ada peraturan yang melindungi hak kami untuk meminta ringkasan surat permohonan Inaplas, yang sifatnya tidak rahasia, terkait pengajuan permohonan safeguard atas impor PP itu.
"Namun, hingga saat ini, permohonan kami ini tidak ditanggapi oleh KPPI. Banyak alasan yang mereka sampaikan. Padahal, secara Undang-Undang, kami berhak mengetahui ringkasan surat permohonan itu, yang sifatnya tidak rahasia. Kami merasa dilecehkan KPPI," papar Felix.
Padahal, kata dia, jika safeguard diberlakukan, itu berarti menyangkut seluruh sumber di sleuruh dunia, tanpa diskriminasi. "Jadi, kami tidak tahu ringkasan permohonan Inaplas. Tapi, secara garis besar, kami tegas menolak upaya penerapan safeguard impor PP," tukas Felix.
Sementara itu, Wakil Ketua bidang Pengembangan Bisnis Asosiasi Industri Aromatik, Plastik dan Olefin Indonesia (INAplas) Budi Susanto Sadiman menuturkan kebutuhan PP di dalam negeri mencapai sekira 800 ribu ton per tahun.
Sebelumnya, dengan produksi Polytama, kata dia, kebutuhan tersebut bisa dipenuhi. Jika impor, imbuh Budi, paling berkisar 20-25 persen dari kebutuhan. Namun, lanjut dia, sejak November 2010, tanpa pasokan dari Polytama, produksi PP dari dalam negeri hanya sekira 520 ribu ton. Sekira 80 ribu ton di antaranya, kata dia, digunakan untuk memproduksi terpal plastik (HS 6306.12.00.00), yang saat ini juga dalam penyelidikan resmi untuk penerapan safeguard.
"Saat ini, kondisi industri plastik di dalam negeri terus mengalami perubahan. Terutama, ketika terjadi lonjakan harga bahan baku. Untuk Indonesia, dengan potensi kekayaan bahan baku untuk memproduksi PP, seharusnya ini adalah momen yang tepat. Tapi, kita akan lihat lagi, terutama terkait daya saing di dalam negeri," pungkas Budi.
(Sandra Karina/Koran SI/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/16/320/457780/3-asosiasi-plastik-hilir-tolak-safeguard-impor)
yudibali2008 May 17th, 2011, 01:59 AM 2014, Angka Pengangguran Ditargetkan Turun Lima Persen
BONDOWOSO--MICOM: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menargetkan jumlah pengangguran di Indonesia turun hingga lima persen pada 2014.
Hal tersebut disampaikan Menakertrans seusai membuka acara pesantren singkat pelatihan usaha produktif (PSPUP) di Pondok Pesantren Al Islah, Kecamatan Grujukan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Senin (16/5).
"Data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir menyebutkan bahwa jumlah pengangguran terbuka mencapai 8,1 juta jiwa atau sekitar 7,12 persen dari presentase sebelumnya sebesar 7,33 persen. Itu kabar yang menggembirakan," tuturnya.
Menurut Muhaimin yang juga Ketua Umum DPP PKB, pihak Kemenakertrans akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi angka pengangguran dengan berbagai program dari pemerintah pusat. "Saya berharap pada tahun 2014, angka pengangguran maksimal sebesar lima persen. Hal itu tentu harus mendapat dukungan dari semua pihak," paparnya.
Ia mengimbau seluruh pondok pesantren dan sekolah kejuruan juga mengembangkan pelatihan kerja yang berbasis kebutuhan langsung pada perekonomian setempat, sehingga bisa mengurangi laju pengangguran. "Saya sangat mendukung pesantren mengembangkan pelatihan berbasis kebutuhan perekonomian setempat seperti yang dilakukan Ponpes Al Islah di Bondowoso," katanya.
Di sisi lain, kata dia, Kemenakertrans juga melakukan revitaliasi terhadap balai latihan kerja (BLK) yang belum berfungsi optimal karena banyak orang yang membuat BLK tanpa menindaklanjuti kesinambungan balai latihan tersebut. "Alhamdulillah Kemenakertrans dapat anggaran pendidikan untuk mengelola BLK, sehingga BLK harus hidup minimal selama 12 bulan karena saat ini banyak BLK yang terbengkalai dan tutup," ujarnya. (Ant/OL-04)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/16/226520/4/2/2014-Angka-Pengangguran-Ditargetkan-Turun-Lima-Persen)
yudibali2008 May 17th, 2011, 02:07 AM Komisaris-Direksi BCA Terima Bonus Rp105 M
JAKARTA – Pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyetujui pembagian tantiem atau bonus maksimal sebesar Rp105,99 miliar kepada jajaran komisaris dan direksi perseroan.
Bonus tersebut setara dengan 1,25% dari laba bersih perseroan tahun 2010 yang mencapai Rp8,47 triliun. “Keputusan tersebut berdasarkan persetujuan pemegang saham melalui RUPST (rapat umum pemegang saham tahunan) Kamis (12/5) lalu,”ujar Sekretaris Perusahaan BCA Raymon Yonarto di Jakarta kemarin. Tantiem tersebut, jelas dia, diperuntukkan kepada jajaran direksi dan komisaris lama.
Dia menjelaskan,selain pembagian tantiem,melalui RUPST tersebut diputuskan pula perombakan jajaran pimpinan di bank milik grup Djarum tersebut. Jajaran komisaris lama BCA yang mendapat tantiem adalah Eugene Keith Galbraith (presiden komisaris),Tonny Kusnadi (komisaris), Cyrillus Harinowo (komisaris independen), Sigit Pramono (komisaris independen), dan Raden Pardede (komisaris independen). Sementara, jajaran direksi lama yang menerima tantiem adalah Djohan Emir Setijoso (presiden direktur), Jahja Setiaatmadja (wakil presiden direktur), Dhalia Mansor Ariotedjo (direktur),Anthony Brent Elam (direktur), Subur Tan (direktur), Suwignyo Budiman (direktur), Renaldo Hector Barros (direktur),Henry Koenaifi (direktur) dan Armand Wahyudi Hartono (direktur).
Menanggapi pemberian tantiem tersebut,Direktur BCA Henry Koenaifi mengatakan bahwa hal itu berhubungan dengan kinerja yang dicapai perusahaan. Tercatat, per 31 Desember 2010 BCA membukukan laba bersih sebesar Rp8,47 triliun. Henry enggan berkomentar lebih jauh mengenai pemberian tantiem tersebut.“ Saya tidak bisa berkomentar banyak karena keputusan tersebut dibuat berdasarkan kesepakatan pemegang saham,” ujarnya saat dihubungi SINDOkemarin. Selain memberikan tantiem, RUPST BCA menetapkan 32,3% dari laba bersih perseroan atau sebanyak Rp2,7 triliun, dibagikan dalam bentuk dividen tunai.
Sementara sisanya ditentukan sebagai laba ditahan. Recording date untuk dividen ditetapkan pada 9 Juni 2011, sementara pembayaran dilakukan pada 23 Juni 2011. juni triyanto/ erichson sihotang
SI (http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/399474/)
yudibali2008 May 17th, 2011, 02:07 AM Laporan dari Dubai
Dubai Butuh Segera 95 Sarjana Teknik RI
Dubai - Perusahaan listrik dan air milik pemerintah Dubai membutuhkan segera 95 serjana teknik dari Indonesia untuk proyek pembangkit tenaga listrik di Jebel Ali Free Zone.
Hal itu disampaikan Managing Director dan Chief Executive Officer (CEO) DEWA Saeed Mohammad Al Tayer ketika menerima Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran di kantor pusat DEWA, Dubai (15/5/2011).
Kunjungan dimaksudkan untuk membahas investasi energi dan permintaan 95 tenaga Sarjana Teknik Indonesia, sebagaimana sebelumnya telah disampaikan oleh DEWA awal April lalu, tutur Sekretaris I Adiguna Wijaya kepada detikfinance.
DEWA membutuhkan dari Indonesia Sarjana Teknik Kelistrikan, Telekomunikasi, Mesin, dan Komputer untuk mengisi posisi Senior Manager (2 orang), Manager (14 orang), Assistant Manager (11 orang), Senior Engineer (11 orang), Engineer (55 orang) dan Assistant Engineer (2 orang).
Mereka yang diterima akan mendapat status sebagai pegawai pemerintah Dubai dengan kontrak kerja 6 tahun dan memperoleh gaji memadai serta berbagai tunjangan tambahan seperti tiket pesawat, visa, ijin bekerja dan asuransi untuk yang bersangkutan maupun anggota keluarganya.
Seluruh proses rekrutmen akan dilakukan di Indonesia bekerjasama dengan institusi dan agen tenaga kerja swasta terkait, sesuai dengan peraturan nasional Indonesia. Pihak DEWA sendiri yang akan langsung melakukan wawancara dengan para kandidat di Jakarta.
Konjen RI menyampaikan apresiasi dan menyambut positif keinginan DEWA untuk segera mempekerjakan tenaga Sarjana Teknik dari Indonesia.
"Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja profesional Indonesia semakin diakui di mancanegara, termasuk di UEA," ujar Konjen.
Konjen menginformasikan bahwa keinginan dan persyaratan kerja yang disampaikan DEWA telah disampaikan kepada berbagai institusi dan asosiasi terkait di Indonesia sejak April, namun hingga kini masih belum ada tanggapan lebih lanjut.
Menurut Konjen, tawaran DEWA dapat menjadi corner stone bagi pengiriman tenaga kerja Indonesia profesional, skilled dan formal, yang akan memperoleh jaminan perlindungan hukum dan perundang-undangan setempat.
"Diharapkan di masa mendatang pengiriman TKI profesional dan skilled dapat terus meningkat untuk menggantikan atau mengurangi jumlah TKI informal," demikian Konjen.
(es/es)
DF (http://www.detikfinance.com/read/2011/05/17/015816/1641021/4/dubai-butuh-segera-95-sarjana-teknik-ri?f9911013)
yudibali2008 May 17th, 2011, 02:09 AM Impor Beras Jadi Alternatif
JAKARTA– Pemerintah disarankan kembali melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Pasalnya, Perum Bulog diperkirakan sulit menyerap 3,5 juta ton beras dari petani.
“Saya rasa perlu (impor) karena beras itu sangat krusial untuk Indonesia,baik secara ekonomis maupun politis,” kata Ekonom Mandiri Sekuritas Destry Damayanti di Jakarta kemarin. Menurut dia, usulan tersebutmuncullantaranhinggasaat ini Bulog baru menyerap sekitar 850.000 ton beras. Padahal, target serapan Bulog sendiri harus tercapai sebanyak 3,5 juta ton untuk tahun 2011. Destry mengatakan, impor digunakan sebagai alternatif untuk menjaga kestabilan permintaan dan harga beras.
Dia mengungkapkan, jika pemerintah tidak kembali membuka kran impor, hal ini akan berdampak rentan pada kebutuhan dalam negeri. Terlebih, volume panen pada Juni ini diperkirakan akan jauh lebih rendah dibandingkan pada Maret,April, dan Mei yang masih menghadapi masa panen raya. “Sehingga, kebijakan jangka pendek yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah impor dan operasi pasar terbuka agar harga stabil,”paparnya. Namun, lanjut dia, untuk jangka menengah dan panjang pemerintah harus mendorong untuk peningkatan produktivitas di sektor pertanian, khususnya meningkatkan produksi beras yang merupakan staple food untuk Indonesia. Menurutnya, perbaikan tingkat kehidupan petani perlu dilakukan untuk mendorong produktivitas.
Terpisah, Direktur Perencanaan Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Prijambodo menilai,jika memang impor beras merupakan hal yang sangat mendesak,tak masalah untuk dilaksanakan.“Bukan saya pro-impor, karena saya malah sangat mendambakan kekuatan domestik.Impor itu tidak apa dilakukan, jika memang ada cuaca ekstrem, kemudian kan prediksi aram (angka ramalan) 1 itu kecil,hanya 1,3%. Sementara, pertumbuhan ekonomi kita mencapai 1,5% (q to q),”kata Bambang. Dia melihat, ada kemungkinan produksi pertanian yang melambat,bukan hanya lantaran program tidak jalan, tapi disebabkan pengaruh cuaca ekstrem yang kemudian merembet ke hal lain.Di sisi lain, harga beras di luar negeri lebih rendah, hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Namun, dia menegaskan, impor dilakukan asalkan dalam waktu jangka pendek dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sebab, terlalu berisiko jika Indonesia menggantungkan ekonomi beras kepada pasar eksternal. Untuk meminimalisasi risiko-risiko tersebut, tidak ada alternatif lain selain memenuhi kebutuhan dari dalam negeri.Kebijakan impor hanya untuk membantu memenuhi kebutuhan dalam negeri saat kondisi eksternal tidak mendukung.“Terpenting adalah menggenjot produksi dalam negeri. Kita harus bisa menggenjot terus dan mengamankan cadangan kita secepatnya. Jadi, kita tak perlu bergantung terhadap impor,”tegasnya.
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengakui, serapan beras dalam negeri masih rendah diakibatkan beberapa daerah mengalami kendala dan penurunan produksi. Dia mengatakan, kondisi ini terjadi mengingat ratarata harga gabah dan beras di tingkat petani masih lebih tinggi minimum 10–15% di atas HPP.“Harga cenderung bertahan (10–15% di atas HPP). Kalau terjadi fluktuasi di lapangan lebih dikarenakan hubungannya dengan kondisi panen setempat.Ada yang sedikit turun karena panen, lalu ada yang naik karena panen sudah selesai,” ujar Sutarto beberapa waktu lalu.
Menurut dia, dari sisi stok, total jumlah stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai 1,7 juta ton. Jumlah ini dinilai mencukupi kebutuhan konsumsi domestik selama enam bulan ke depan. ● wisnoe moerti
SI (http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/399472/)
yudibali2008 May 17th, 2011, 02:10 AM Dubai Ingin Jajaki Investasi Energi di Indonesia
Dubai - Dubai Electricity and Water Authority/DEWA (Perusahaan listrik dan air milik pemerintah Dubai) dan sejumlah perusahaan terkait ingin menjajaki investasi bidang energi di Indonesia.
Hal itu dikemukakan Managing Director dan Chief Executive Officer (CEO) DEWA Saeed Mohammad Al Tayer ketika menerima Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran di kantor pusat DEWA, Dubai (15/5/2011).
CEO Dewa mengharapkan Indonesia dapat segera menyampaikan data komprehensif mengenai potensi geothermal, coalsteam-powerplant dan hydro-powerplant di Indonesia untuk mereka pelajari lebih lanjut.
Kunjungan dimaksudkan untuk membahas seputar potensi energi di Indonesia dan peluang kerja sama investasi khususnya di bidang energi, tutur Sekretaris I Adiguna Wijaya kepada detikfinance.
Sebelumnya, Konjen memaparkan mengenai peluang kerjasama investasi di bidang energi, terutama tiga bidang energi yang diminati para calon investor Dubai.
Konjen juga menyampaikan overview perkembangan positif politik, ekonomi, sosial-budaya dan keamanan nasional Indonesia, yang telah menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia Tenggara dan terbesar ke-17 di antara negara G-20.
Disebutkan, dengan potensi kekayaan sumber daya alam dan mineral yang besar, Indonesia dengan luas 2 juta km2 masih memiliki banyak potensi yang belum digarap secara optimal, termasuk geothermal berkapasitas 40 % dari produksi dunia.
DEWA membidangi suplai energi listrik dan air bagi industri dan perumahan di Dubai, berdiri pada 1992 sebagai hasil merger antara Perusahaan Listrik Dubai dan Perusahaan Air Dubai yang masing-masing telah ada sejak 1959.
Saat ini DEWA mempekerjakan sekitar 7.696 pegawai dengan jumlah pelanggan fasilitas listrik dan air sebanyak 926.220.
DEWA telah menerapkan standar Quality, Health, Safety, and Environment Management Systems (QHSE), termasuk di dalamnya peningkatan kapasitas pembangkit listrik dan produksi air bersih dengan menggunakan teknologi tinggi ramah lingkungan.
(es/es)
DF (http://www.detikfinance.com/read/2011/05/17/012240/1641016/4/dubai-ingin-jajaki-investasi-energi-di-indonesia?f9911023)
yudibali2008 May 17th, 2011, 02:10 AM PT Epson Tingkatkan Produksi Printer 100%
KUTA: Manajemen PT Epson Indonesia akan meningkatkan kapasitas produksi printernya sebesar 100% tahun ini dan menargetkan produksi printer berteknologi baru ink tank system mulai tahun depan.
M. Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia, mengatakan pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 100% tahun ini. “Tahun ini kami investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi dari sebelumnya satu juta printer per bulan menjadi dua juta printer per bulan,” ujarnya disela-sela peluncuran seri printer terbaru L800.
Menurut Husni, Indonesia telah menjadi salah satu basis produksi penting printer Epson di dunia. Dari produksi tersebut, untuk pasar domestik hanya berkisar 2%-3%. Adapaun mayoritas produk yang dihasilkan dari pabrik di Cikarang dipasarkan ke berbagai negara tujuan ekspor.
Dia menambahkan nilai kapitalisasi pasar printer Epson saat ini termasuk yang paling tinggi jika dibandingkan dengan produsen printer lainnya di Indonesia dengan pertimbangan belum ada satu pun vendor printer yang secara khusus memiliki basis produksi di Indonesia di luar Epson yang didukung sekitar 15.000 karyawan.
Epson meluncurkan printer seri L800 yang segera dipasarkan awal Juni 2011 yang diklaim sebagai model printer ink tank system atau printer sistem infus ketiga setelah seri L100 dan L200.
L800 yang akan dipasarkan sekitar US$272 belum termasuk pajak tersebut, paparnya, adalah printer yang menyediakan enam warna sistem ink tank dan mampu mencetak foto dengan kualitas baik. Printer fungsi tunggal atau khusus keperluan mencetak itu secara volume diproyeksikan tidak akan terjual dalam volume besar dibandingkan dua seri sebelumnya.
Namun, kata Husni, pihaknya berharap printer teknologi baru itu dapat memperkuat pangsa pasar Epson secara total yang di kisaran 47% menjadi 50%. Husni menegaskan dengan L800 pihaknya ingin mengandalkan printer kelas menengah atas sebagai kontributor terbesar yang kini sudah mencapai 80%. Adapun teknologi ink tank system yang sudah diperkenalkan pada 2010 itu merupakan teknologi proprietary atau teknologi yang dikembangkan sendiri Epson.
Teknologi serupa juga telah dikembangkan satu pesaingnya namun masih melibatkan pihak ketiga di industri itu. Menurut rencana, Epson akan mengupayakan produksi prnter teknologi baru di Cikarang mulai tahun depan. Saat ini pabrik printer itu baru fokus pada riset dan desain produk dengan telah melibatkan komponen dan sumber daya lokal.
Secara nasional, pasar printer dot matrix, Epson menjadi penguasa pasar dengan pangsa 95% dan menguasai 70% pasar printer untuk kebutuhan point of sales diantaranya mesin pendukung kasir, parkir, bank. Di jenis printer inkjet, Epson menguasai 28% pasar. (trd)
Bisnis (http://www.bisnis.com/industri/telematika/23861-pt-epson-tingkatkan-produksi-printer-100)
yudibali2008 May 17th, 2011, 02:11 AM Petronas, Shell, Total Tahan Harga, Pertamax Kini Paling Mahal
Jakarta - Selain Shell, Petronas dan Total juga belum mengubah harga BBM jualannya. Dengan demikian, harga BBM jualan Pertamina, pertamax cs tercatat paling mahal jika dibandingkan dengan BBM non subsidi jualan pesaingnya.
Petronas tercatat tidak mengubah harga BBM jualannya di Indonesia. Berdasarkan konfirmasi yang diterima dari Bayu Anggriyani, selaku Media Relation Petronas Niaga Indonesia, pihaknya sampai saat ini belum melakukan harga terhadap produk BBM-nya.
"Sampai saat ini belum ada perubahan harga, kami masih mengevaluasi untuk menyesuaikan dengan harga MOP," singkatnya kepada detikFinance, Jakarta, Senin (16/5/2011).
Bayu menyampaikan bahwa harga yang masih dipakai di SPBU Petronas adalah sebagai berikut:
Primax 92: Rp 9.050/liter
Primax 95: Rp 9.300/liter
Diesel : Rp 9.600/liter.
Sedangkan berdasarkan pantauan detikFinance di SPBU milik Total yang beroperasi di bilangan Warung Buncit, produk BBM yang dijual oleh perusahaan Migas Perancis tersebut juga belum mengubah harganya.
Berikut ini adalah harga BBM yang dijual oleh Total:
Performance 92: Rp 9.050/liter
Performance 95: Rp 9.500/liter
Performance Diesel: Rp 9.600/liter.
Sementara Pertamina terhitung mulai 15 Mei 2011, telah menaikkan harga BBM non subsidi jualannya. Harga jual BBM non subsidi jualan Pertamina di Jakarta dan sekitarnya adalah:
Pertamax : Rp 9.250/liter
Pertamax Plus: Rp 9.550/liter.
Pertamina DEX: Rp 10.000/liter.
(ang/qom)
DF (http://www.detikfinance.com/read/2011/05/16/162050/1640873/1034/petronas-shell-total-tahan-harga-pertamax-kini-paling-mahal?f9911023)
yudibali2008 May 17th, 2011, 02:12 AM Indonesia & India Sepakati Investasi US$16miliar
MALANG: Indonesia dan India menyepakati kerja sama investasi senilai US$16 miliar pada 18 sektor ekonomi. Duta Besar Indonesia untuk India Andi M. Ghalib mengatakan kerja sama investasi tersebut telah ditandatangani antara Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dengan PM India Manmohan Sings saat presiden melakukan kunjungan kenergaraan ke India pada awal 2011 lalu.
"Sebagai Dubes RI untuk India, saya berkewajiban agar naskah kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada dokumen kerja sama, tetapi dapat direalisasikan. Ada upaya percepatan untuk mewujudkan kesepakatan itu," kata Andi di sela-sela kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, hari ini.
Kunjungan Dubes Indonesia untuk India ke UIN Malang merupakan upaya merealisasikan kerja sama investasi antara Indonesia dan India di bidang pendidikan.
Rektor UIN Malang Prof Imam Suprayogo mengatakan UIN Malang ingin bekerja sama dengan perguruan-perguruan ternama di India.
Kerja sama itu, seperti dalam bidang pengembangan teknologi informasi, karena negara tersebut sangat maju di bidang teknologi. Kerja sama lain, yaitu di bidang pertukaran mahasiswa, dosen, penelitian ilmiah, dan lainnya. (spr)
Bisnis (http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/23855-indonesia-a-india-sepakati-investasi-us16miliar)
yudibali2008 May 17th, 2011, 02:13 AM Wah, Utang Bilateral RI Naik USD1,75 M
JAKARTA - Pinjaman Indonesia terhadap negara lain (bilateral), tercatat meningkat sebesar USD1,75 miliar. Sedangkan untuk pinjaman terhadap lembaga internasional (multilateral) bertambah USD1,61 miliar.
Dalam outstanding pinjaman luar negeri pemerintah per Maret 2011, tercatat pinjaman bilateral Indonesia meningkat sebesar USD1,75 miliar atau sekira Rp16.187 triliun jika menggunakan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.250 per USD.
"Pada 28 Februari 2011, pinjaman bilateral sebesar USD42,52 miliar, pada 2010 pinjaman bilateral sebesar USD40,77 miliar," demikian dikutip dari website Dirjen Pengelolaan Utang, Senin (16/5/2011).
Dengan demikian, terjadi peningkatan utang sebesar 4,29 persen dibandingkan 2010. Selain itu, pinjaman bilateral ini juga mencakup pinjaman semi komersial.
Sedangkan untuk pinjaman Indonesia terhadap lembaga peminjam seperti IMF, juga meningkat sebesar USD1,61 miliar atau sekira Rp14.892 triliun, jika menggunakan asumsi nilai tukar rupiah terhadap USD yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.250.
"Pinjaman multilateral per 28 Februari 2011 sebesar USD23,02 miliar, sedangkan pada 2010 pinjaman multilateral tercatat sebesar USD21,41 miliar," tulis web tersebut.
Sehingga, terjadi kenaikan sebesar 7,51 persen pada outstanding pinjaman multilateral. Pinjaman ini, mempunyai beberapa pinjaman yang masuk dalam semi konsesional (pinjaman lunak).
Selain itu, tercatat pinjaman komersial naik USD12 juta. Sementara untuk pinjaman suppliers tidak mengalami peningkatan dan tetap berada pada posisi USD6 juta. (mrt)
(ade)
OZ (http://economy.okezone.com/read/2011/05/16/20/457515/wah-utang-bilateral-ri-naik-usd1-75-m)
yudibali2008 May 17th, 2011, 04:09 AM Bandara Sepinggan Jadi Pengumpul Pesawat Kaltim Airlines
Samarinda (ANTARA News) - Dalam proyeksi didirikannya Kaltim Airlines yang pada tahap awal melayani penerbangan ke kawasan perbatasan dan pedalaman Kalimantan Timur (Kaltim), maka Bandara Sepinggan Balikpapan bakal menjadi pengumpul pesawatnya.
"Hasil kajian oleh Consulting Partner AOC Aero terhadap pengoperasian Kaltim Airlines, maka Bandara Sepinggan sebagai pengumpul, sedangkan Bandara Samarinda atau Temindung akan jadi pengumpan," tutur Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak, di Samarinda, Selasa.
Kaltim Airlines melalui Bandara Samarinda Baru (BSB) atau untuk sementara melalui Bandara Temindung, karena BSB belum rampung, yang rencananya akan mengalirkan rute penerbangan menuju Bandara Nunukan, Bandara RA Bessing Malinau, dan Bandara Sangkimah Kutai Timur.
Selain itu, Kaltim Airlines diproyeksikan dari Samarinda juga melayani penerbangan ke Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor di Bulungan, Bandara Melalan Sendawar di Kutai Barat, Bandara Datah Dawai di Kutai Barat, Bandara Long Bawan di Nunukan, Bandara Long Ampung di Malinau, Bandara Paser dan Bandara Bontang.
Untuk tahap awal, jumlah pesawat yang disarankan adalah 5 unit. Tipe yang akan menjadi pilihan di antaranya DHC8-100, CN 235-220, C 212-300, Carravan 208b dan Y12.
Kurun waktu yang disiapkan menuju penerbangan perdana adalah perusahan Kaltim Avation Holding menyiapkan pemilihan dan kerjasama dengan AOC diselesaikan pada Mei.
Untuk proses penyediaan dan sewa pesawat dilakukan Juni hingga Juli. Jika semua berjalan mulus, maka pada 17 Agustus 2011 penerbangan pertama Kaltim Airlines sudah dapat diwujudkan.
Skema yang digunakan untuk pembentukan Kaltim Airlines adalah Holding Company yang bernama Kaltim Aviation. Perusahaan ini membidangi penerbangan, hotel, katering, dan sekolah penerbangan, serta sejumlah aktivitas pendukungnya.
Setelah Kaltim Aviation disahkan, maka diproyeksikan membuat badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan nama Kaltim Airlines, yakni sebagai salah satu anak perusahaan Kaltim Aviation.
Ini berarti yang memiliki pesawat adalah Kaltim Airlines, bukan Kaltim Aviation karena Kaltim Airlines tersebut sahamnya sebesar 99,9 persen milik Kaltim Aviation.
Kaltim Airlines juga mendapat dukungan dari berbagai investor, diantaranya dari Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kaltim, Fauzi A Bachtar.
Bahkan, Fauzi dan rekan telah membulatkan tekad dengan menanamkan modal 49 persen dalam usaha penerbangan tersebut. Investasi awal untuk mewujudkan Kaltim Airlines sebesar 6 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp60 miliar dengan sistem sewa-beli.
Untuk kepemilikan saham sebesar 49 persen itu, maka investor hanya menyediakan dana awal sekitar Rp29,4 miliar untuk sewa-beli lima unit pesawat atau rata-rata Rp5,9 miliar per unit pesawat, demikian proyeksi yang telah dibahas para pemangku kepentingannya. (*)
Editor: Priyambodo RH
Antara (http://www.antaranews.com/berita/258870/bandara-sepinggan-jadi-pengumpul-pesawat-kaltim-airlines)
yudibali2008 May 17th, 2011, 04:10 AM Jumlah Wisatawan Rusia ke Bali Naik 25,16%
Denpasar (ANTARA News) - Wisatawan asal Rusia yang berlibur ke Bali sebanyak 25.595 orang selama triwulan I-2011, meningkat 25,16 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya yang hanya tercatat 21.250 orang.
"Mereka sebagian besar datang lewat Bandara Ngurah Rai, Bali, dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, hanya 20 orang yang tercatat melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir Gede Suarsa MSi di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, negara itu masuk sepuluh negara terbanyak memasok wisatawan ke Pulau Dewata, karena tahun sebelumnya tidak diperhitungkan. Hal itu berkat semakin banyak masyarakat negara tersebut menjadikan Pulau "Seribu Pura" sebagai tempat berlibur yang aman dan nyaman.
Rusia mampu memberikan kontribusi sebesar 4,26 persen dari total turis ke Bali sebanyak 624.195 orang selama triwulan I-2011, meningkat 10,70 persen dari triwulan yang sama tahun sebelumnya yang hanya 563.847 orang.
Selama 2010 Bali menerima kunjungan 2,54 juta wisman, meningkat 8,01 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 2,38 juta orang.
Suarsa menjelaskan, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali, enam negara diantaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan empat negara menunjukkan adanya penurunan.
Keenam negara yang masyarakatnya semakin bergairah ke Bali selain Rusia juga Australia meningkat 28,59 persen dari 120.238 orang menjadi 156.093 orang, Malaysia 45,63 persen dari 27.548 orang menjadi 40.118 orang Singapura 53,88 persen dari 15.062 orang menjadi 23.177 orang.
Selain itu, masyarakat Inggris bertambah 46,35 persen dari 14.081 orang menjadi 20.508 orang dan Amerika Serikat naik 32,65 persen dari 14.514 orang menjadi 19.386 orang.
Empat negara yang masyarakatnya berkurang ke Bali terdiri atas China sebesar 2,15 persen dari 58.225 menjadi 56.971 orang, Jepang 19,68 persen dari 65.059 orang menjadi 52.253 orang, Taiwan 15,29 persen dari 33.714 orang menjadi 28.558 orang dan Korea Selatan 1,39 persen dari 28.396 orang menjadi 26.002 orang, tutur Gede Suarsa. (*)
Editor: Priyambodo RH
Antara (http://www.antaranews.com/berita/258871/jumlah-wisatawan-rusia-ke-bali-naik-2516)
yudibali2008 May 17th, 2011, 04:12 AM Govt temporarily stops allowing foreign investment in oil palm sector
Solo, Central Java (ANTARA News) - The government has temporarily stopped allowing foreign investors to develop new oil palm plantations so as to give opportunities to local businessmen, Forestry Minister Zulkifli Hasan said.
"There is indeed a policy to reduce the number of foreign investors in the oil palm plantation sector to give more opportunities to local businesses," he said here on Monday at a business gathering on developing people`s potentials and opportunities in economic development efforts held during the meeting of the national council on economy and entrepreneurship of the executive board of Muhammadiyah Islamic organization.
The minister said there are now two million hectares of oil palm plantations which are held by foreign investors such as those from Malaysia and others.
In view of the policy he called on national businessmen including those from Muhammadiyah who wish to participate in the business to take the opportunity, adding that there was still plenty of land for the purpose.
He said there were now around 45 million hectares of critical forest land in the country and 30 million hectares of them may be developed into oil palm, rubber or sugar cane plantations.
He said "concession holders who do not develop their land and ignore it would have their permits revoked."
With regard to reforesting the land he said his ministry continued conducting its reforestation program.
In 2010 he said the ministry had developed 600,000 hectares of people-based forestation projects and this year 700,000 hectares in various parts in the country.
This program is mostly implemented in Java island in cooperation with villagers, he said.
He said his office also provides Rp50 million for developing nurseries for each group involved in the program.
The forestry ministry has so far provided Rp2.5 trillion to help maintain the people-based forests and Rp3 trillion to help develop people-based forests, he said. (*)
Editor: Aditia Maruli
Antara (http://www.antaranews.com/en/news/71512/govt-temporarily-stops-allowing-foreign-investment-in-oil-palm-sector)
yudibali2008 May 17th, 2011, 04:12 AM RI`s Spa industry grows 7 pct annually
Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Indonesia`s spa industry grows by an average of 7 percent a year, making it one of the Asian countries recording significant growth for the industry, a minister said.
"Indonesia is among the three Asian countries recording the fairly high growth of spa industry. It comes next to India and China," Culture and Tourism Minister Jero Wacik said at a press conference following a global spa summit here on Monday night.
He said his ministry was serious about developing the spa industry as it had the great potential to contribute to the tourism industry.
In addition, the spa industry also employed a great deal of workers, he said. However, he added he did not know exactly the number of workers employed in the spa industry nationwide.
"We have not yet made a survey on the number of workers employed in the spa industry because it is something new in this country. However, we will soon conduct such a survey to see the extent to which the industry has contributed to revenues from the tourism industry estimated to reach US$7-8 billion," he said.
Meanwhile, Jeff Matthews, co-chair of the 2011 global spa summit, said the Indonesian spa industry continued to grow. Indonesia was the first country in Southeast Asia to develop the spa industry as modern business.
According to data, spa industries worldwide had a total turnover of US$260 billion, he said. "But we don`t know how much is the turnover of the spa industry in Indonesia," he said.
Spa Finder CEO Peter Ellies who is also a board founder member of the global spa summit said Bali was chosen to host the summit at the request of delegations to such a summit held in Turkey last year.
Global spa summit is an annual international meeting to discuss spa industry and health. The Bali`s meeting brought together 296 participants from 38 countries.(*)
Editor: Aditia Maruli
Antara (http://www.antaranews.com/en/news/71518/ris-spa-industry-grows-7-pct-annually)
yudibali2008 May 17th, 2011, 04:13 AM LG opens branch in Cirebon
Cirebon, West Java (ANTARA News) - Electronics manufacturer PT LG Electronics Indonesia has opened a new branch in Cirebon, West Java, to serve customers in Java`s northern coastal areas between Cirebon and Tegal.
The branch would help ensure smooth distribution of goods to areas stretching from Pamanukan in West Java to Pemalang in Central Java, PT.LG Electronics Indonesia chief finance officer Brad Mid said on Monday.
The opening of the new branch was a manifestation of the company`s commitment to provide better services to LG product users living in Cirebon and environs, he said.
He said the growing demand for LG products in Cirebon proved that the city was potential market for the company`s products. With the rising number of LG customers the company had taken the initiative to expand distribution networks including opening a new branch.
"By doing so the company can pay more attention to all customers living in and around Cirebon as part of the effort to develop the market," he said.
He said the growing market for LG products in and around Cirebon had prompted the company to provide better services to customers. "But the commitment to provide prime services is not the only thing that has drawn attention from the company to open the branch," he said.
(Uu.S012/H-NG)
Editor: Priyambodo RH
Antara (http://www.antaranews.com/en/news/71523/lg-opens-branch-in-cirebon)
yudibali2008 May 17th, 2011, 04:14 AM S Kalimantan`s rubber exports up again
Banjarmasin, South Kalimantan (ANTARA News) - South Kalimantan`s rubber exports revived after the world rubber price was raised from 3 to 5 US dollars.
Head of the South Sulawesi industry and trade agency Gusti Yasni Iqbal said here Monday that the rubber exports from the province increased following the tsunami in Japan which caused a drop in the price of rubber from Rp18 thousand to Rp4 thousand per kilogram.
"Our rubber exports dropped due to market sentiment following the tsunami in Japan, and several exporters are even withholding the commodity pending favorable developments," he said.
Some exporters, he said that Japan as an automotive manufacturer would stop its tyre production, and following the natural disaster rubber price in South Kalimatan dropped.
But the worry was actually unnecessary, and rubber price increased again to 4.5 to 5 US dollars per kilogram.
He said rubber exports in the January-March 2011 period increased by 30.33 pct to 10.3 thousand tons compared to only 7.9 thousand tons in last year`s same period, while the value of the exports increased fantastically from the January-March 2010 period of only 16 million US dollars, and in this year`s same period to 47.7 million US dollars, an increase by 197,51 pct.
(Uu.H-NG/S012)
Editor: Priyambodo RH
Antara (http://www.antaranews.com/en/news/71524/s-kalimantans-rubber-exports-up-again)
yudibali2008 May 17th, 2011, 04:14 AM Korean firm to build pipe plant in Makassar
Makassar, South Sulawesi (ANTARA News) - South Korea`s PEM Korea Co.Ltd plans to build a polyethylene pipe plant on two hectares of land at Makassar industrial estate in June.
PEM Korea Co. Ltd. President Director Jin Hwan Ho signed a cooperation agreement for the construction of the plant with South Sulawesi Governor Syahrul Yasin Limpo at the gubernatorial residence here on Monday.
"In the first phase of the project, we will build two production lines to meet demand in South Sulawesi and neighboring provinces. Later we will develop them into four lines that we project will be able to meet demand in the eastern part of Indonesia," Jin said.
He said PEM Korea Co.Ltd. would team up with two local companies -- PT Hanwoo and Bahana Cipta -- to build the plant which would cost US$5 million to US$10 million.
The plant which would have an annual production capacity of 20 thousand to 30 thousand tons would start operating in 2012, he said.
South Sulawesi Governor Syahrul Yasin Limpo said the investment would enable South Sulawesi to take one step forward than any other provinces in terms of pipe industry.
"This is the fruit of our visits (to other countries). This morning we received the German ambassador and representatives of Korean company," he said.
(Uu.S012/H-NG/S012)
Editor: Priyambodo RH
Antara (http://www.antaranews.com/en/news/71526/korean-firm-to-build-pipe-plant-in-makassar)
yudibali2008 May 17th, 2011, 05:54 AM Indonesia’s Rupiah Weakens Before Ministers Meet on Greece
Indonesia’s rupiah declined as concern Greece’s debt crisis will worsen sapped demand for emerging-market assets. Bonds rose.
The MSCI Asia-Pacific Index of regional shares dropped for a third day before European finance ministers meet today to discuss further support for Greece that may include new loans or an extension of debt maturities.
“People are concerned about the Greece situation,” said Gundy Cahyadi, a Singapore-based economist at Oversea-Chinese Banking Corp, said. “The euro has declined, leading to negative sentiment in Asian currencies, including the rupiah.”
The rupiah fell 0.2 percent to 8,571 per dollar as of 3:10 p.m. in Jakarta, according to data compiled by Bloomberg.
The currency has gained 4.7 percent this year as overseas investors bought $1.9 billion more Indonesian shares than they sold during the period to benefit from growth in Southeast Asia’s biggest economy.
Gross domestic product rose 6.5 percent in the first quarter from a year earlier after having increased 6.89 percent in the previous three months, official data showed this month.
The yield on Indonesia government’s benchmark 8.25 percent bond due July 2021 fell four basis points to 7.62 percent today, according to midday prices from the Inter-Dealer Market Association.
Overseas investors raised holdings of Indonesia’s debt this year by 19 percent to 223 trillion rupiah ($26 billion) as of May 12, according to data from the Debt Management Office.
Bloomberg (http://www.bloomberg.com/news/2011-05-16/indonesia-s-rupiah-weakens-before-ministers-meet-on-greece.html)
yudibali2008 May 17th, 2011, 05:55 AM Konsumen Pasrah Pertamax Makin Mahal
Konsumen tetap memilih menggunakan Pertamax karena oktannya sesuai spesifikasi mobil.
VIVAnews - PT Pertamina menaikkan harga Pertamax sebesar Rp200 dari Rp9.050 menjadi Rp9.250 per liter. Namun, pesaing Pertamina, PT Shell Indonesia memutuskan untuk tidak menaikkan harga Shell jenis Super R92 yang tetap dijual Rp9.050 per liter.
Konsumen Pertamax mengaku pasrah dengan kenaikan itu. Salah satunya Andi yang ditemui VIVAnews.com di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-12412 di depan pintu masuk tol JORR Fatmawati 2. Pemilik mobil Toyota Kijang Innova ini tetap memilih untuk menggunakan Pertamax karena oktannya sesuai spesifikasi mesin mobilnya.
Sementara itu, terkait kenaikan harga, dirinya menyerahkan keputusan itu kepada pemerintah. "Saya sudah lama pakai Pertamax, karena mobil saya butuh oktan tinggi. Nah, Pertamax ini yang sesuai. Saya ikut saja bagaimana situasinya," katanya.
Setali tiga uang dengan Andi, Aldi, 32, juga memahami kenaikan harga Pertamax. Pegawai swasta pemilik mobil Mitsubishi Pajero Sport menyatakan dirinya terpaksa menerima kenaikan harga demi kebaikan bersama. "Yah, tidak apa-apa lah, sepanjang itu membantu anggaran pemerintah. Dari pada jebol juga, ya kan. Saya pakai Pertamax sudah lama," ungkapnya.
Namun, pengguna bahan bakar produksi Shell mengaku tetap memilih Shell, karena telah terbiasa menggunakan produk asal Belanda itu. Anin, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih percaya menggunakan Shell untuk menjaga mesin mobilnya. Menurut dia, oktan yang terkandung di Shell lebih baik.
Pelanggan lain, Silvi, yang memiliki Toyota Kijang Innova merasa diuntungkan dengan harga Shell jenis Super yang lebih murah dibanding Pertamax. "Harganya (Shell jenis Super) sekarang lebih murah dibanding Pertamax," ujarnya. (art)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/220776-konsumen-pasrah-kenaikan-pertamax)
yudibali2008 May 18th, 2011, 04:52 AM Bandara Soekarno-Hatta Raih Dua Penghargaan
JAKARTA--MICOM: Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soeta) meraih penghargaan Service Quality (SQ) Award 2011 dari lembaga independen, Carre-Center for Costumer Satisfaction & Loyalty (Carre-CCSL) serta penghargaan dari STMT Trisakti.
CEO Carre-CCSL, Yuliana Agung, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (17/5), menjelaskan penghargaan untuk kategori Pelayanan di Bandara Domestik Indonesia itu diraih Bandara Soeta yang mendapatkan total skor Indonesia Service Satisfaction Index (ISSI) sebesar 3.8902 dari survei yang dilakukan lembaganya terhadap 3.000 responden.
Seluruh responden tersebut merupakan pengguna jasa bandara kelas menengah dan atas yang berdomisili di empat kota besar seperti Jakarta, Makasar, Surabaya dan Medan. "Skor ISSI yang diperoleh Bandara Soekarno-Hatta tersebut di atas rata-rata bandara domestik yang ada di Indonesia. Atas dasar itulah, PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta berhak menerima Service Quality Gold Award 2011," katanya.
Dijelaskan, indeks pengukuran skor ISSI dibagi dalam dua indikator, yaitu dari persepsi nilai pelayanan (Perceived Service Value/PSV) dan persepsi kualitas pelayanan (Perceived Service Quality/PSQ).
PSV merupakan persepsi kesetaraan antara harga yang dibayarkan pelanggan dan pelayanan yang diperoleh pelanggan. Sedangkan PSQ meliputi empat aspek persepsi yang meliputi Accessibility (pengaksesan dari service center oleh pelanggan), Process (prosedur dan unsur-unsur yang terkait dengan proses pelayanan), People (staf atau frontliner yang berinteraksi dengan pelanggan), dan Service Complain Handling (kualitas penanganan keluhan).
Selain SQ Award 2011, Bandara Soeta juga menerima penghargaan dari Sekolah Tinggi Manajemen Transpor (STMT) Trisakti, Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan civitas atas kepedulian perusahaan terhadap pengembangan pendidikan dan penelitian di STMT Trisakti.
Menanggapi kedua penganugerahan tersebut, Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II Salahudin Rafi mengungkapkan, manajemen mengungkapkan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan penilaian positif melalui survei yang dilakukan Carre-CCSL dan masyarakat akademik Trisakti. (Ant/OL-8)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/17/226706/4/2/Bandara-Soekarno-Hatta-Raih-Dua-Penghargaan)
VRS May 19th, 2011, 02:33 PM interesting. Why pertamax fuel more expensive compare with shell. Is it because un efficient birokrasi d negara kita?
peseg5 May 19th, 2011, 06:31 PM Why Pertamax lebih mahal? Menurut saya murni karena Pertamina penentu harga patokan pasar bensin non subsidi. Kompetitornya cuman follower. Perhatikan, umumnya selalu Shell - Petronas - Total akan merevisi harga setelah ada perubahan harga dari Pertamina.
Harga mereka lebih murah? Menurut saya murni karena strategi marketing aja, pada akhirnya mereka akan menaikkan harga setelah harga baru Pertamax keluar, walaupun dengan selisih waktu yang relatif lama (1-2 minggu).
Mereka jelas pasang harga sedikit lebih murah dari Pertamina, karena "monster" kok dilawan. Dan harganya sebenarnya gak beda jauh, cuman memanfaatkan psikologi konsumen saja, melihat bensin yg paling murah. Walaupun cuman beda 'gocap'!
cth: Misal harga bensin kompetitor Pertamina dengan Pertamax beda gocap rupiah, isi 30 liter misalnya, cuman untung Rp 1500 per datang ke SPBU. Nah, kan keliatan permainan strategi marketing aja.
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:01 PM Ini Alasan Sandiaga Uno Ambil Mandala
Saratoga akan menyuntik modal Mandala Airlines hingga mencapai kepemilikan 51 persen.
VIVAnews - Pengusaha muda Sandiaga Salahuddin Uno melalui PT Saratoga Investama Sedaya menyuntik modal Mandala Airlines hingga mencapai kepemilikan 51 persen. Dalam transaksi yang nilainya sekitar Rp1 triliun ini Saratoga menggandeng maskapai asal Singapura, Tiger Airways.
Saat dihubungi VIVAnews.com, Sandiaga membenarkan aksi korporasi ini. Nantinya, Tiger akan memegang 33 persen, dan sisanya sebesar 16 persen dipegang para kreditur Mandala.
Seorang yang dekat dengan Sandiaga mengatakan, Saratoga menggandeng Tiger karena perusahaan ini belum memiliki pengalaman mengelola penerbangan. "Memang Saratoga perusahaan investasi, namun mereka harus memastikan kalau Mandala bisa berjalan lebih baik," kata sumber itu saat berbincang dengan VIVAnews.com. "Apalagi hubungan Pak Sandi dengan Singapura sangat baik."
Dia mengatakan, bisnis penerbangan di Indonesia masih sangat menggiurkan. Indonesia yang merupakan negara kepulauan tak lagi bisa disatukan dengan kapal. Sebagai pengusaha, peluang ini harus diambil. "Daripada membuat maskapai baru, lebih baik mengambil alih. Asalkan harganya bagus."
Sumber yang mengetahui transaksi ini mengatakan, awalnya Tiger menjajaki pengambilalihan ini. Namun, maskapai asing tak boleh menguasai mayoritas saham perusahaan penerbangan nasional. Mau tidak mau, Tiger harus mencari mitra lokal. "Bertemulah dengan Saratoga," katanya.
Mandala Airlines mendadak menghentikan seluruh penerbangan sejak Kamis 13 Januari. Penghentian operasi ini disebabkan banyaknya utang yang membelit perusahaan.
Setelah melalui berbagai proses, Mandala akhirnya mengumumkan sebagian besar kreditor sepakat dan mendukung perusahaan melakukan restrukturisasi, yaitu melalui penyuntikan modal dari investor baru. (umi)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/221546-ini-alasan-sandiaga-uno-ambil-mandala)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:02 PM Ekonomi Indonesia Kuartal I Tumbuh Lebihi Target
JAKARTA--MICOM: Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami kenaikan, meski minyak dunia dan pangan memasuki tahap kritis. Kementerian Keuangan dalam rilis perkembangan ekonomi makro terkini mencatat pertumbuhan domestik Indonesia mencapai 6,5% di kuartal 1 2011, melampaui target sebelumnya 6,4%.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan, realisasi pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5% tersebut dikarenakan meningkatnya konsumsi masyarakat dan ekspor. "Investasi mengalami sedikit perlambatan," kata Agus di kantor Kemenkeu Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/5).
Agus menambahkan, sumber-sumber pertumbuhan di antaranya konsumsi masyarakat sebesar 4,5%, konsumsi pemerintah 3,0%, investasi 7,3%, ekspor impor masing-masing capai 12,3% dan 15,6%. Konsumsi rumah tangga juga mempengaruhi peningkatan pertumbuhan ekonomi, yakni sebesar 55,7% dan investasi meningkat sedikit di kisaran angka 31,3% dibanding kuartal 1 2010.
Mantan Dirut Bank Mandiri itu juga menjelaskan faktor lain yang mempengaruhi peningkatan ekonomi yakni dari sektor pertanian, pertambangan, industri, pengangkutan, keuangan, dan sektor jasa. Menurut catatan, sektor pertanian mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 3,4% dikarenakan adanya musim panen raya sepanjang Maret-April.
Selain itu, adanya sentimen positif dari lantai bursa global menyebabkan IHSG terus meningkat, rupiah tercatat terus menguat di kisaran Rp8.600/US$. Kemudian dari kepercayaan investor, Indonesia juga dianggap mendapatkan kepercayaan yang cukup tinggi. (OL-5)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/20/227366/4/2/Ekonomi-Indonesia-Kuartal-I-Tumbuh-Lebihi-Target)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:03 PM Dibayangi Profit Taking
IHSG Akhirnya Menguat 13 Poin
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat kendati indeks Asia tampak tertekan akibat profit taking.
IHSG, pada perdagangan akhir pekan ini ditutup menguat 13,14 poin atau 0,3 persen ke 3.872,95. LQ45 naik 2,46 poin atau 0,4 persen ke 691,84.
Indeks Asia kali ini tampak tertekan. Hang Seng cuma positif 36,01 poin atau 0,16 persen ke 23.199,39, Nikkei turun 13,74 poin atau 0,14 persen ke 9.607 dan Straits Times turun 8,18 poin atau 0,26 persen ke 3.164.
Sementara indeks Asia kompak menguat. CAC naik 21,79 poin atau 0,54 persen ke 4.4049, DAX naik 43,58 poin atau 0,59 persen ke 7.401 dan FTSE naik 58,4 poin atau 0,98 persen ke 6.014.
Sektor pendukung indeks saham mayoritas bergerak menguat. Indeks perkebunan naik 35,97 poin atau 1,5 persen, sektor tambang naik 2,19 poin atau 0,1 persen dan sektor infrastruktur naik 1,98 poin 0,2 persen.
Volume transaksi tercatat sebanyak 3,7 miliar saham senilai Rp3,63 triliun. Pada perdagangan kali ini asing tercatat melakukan nett buy senilai Rp86,9 miliar. Sebanyak 107 saham menguat, 113 saham melemah dan 115 saham stagnan.
Saham yang bergerak menguat (top gainers) adalah PT Dian Swastatika Sentosa tbk (DSSA) naik Rp1.000 ke Rp19.000, PT Astra Internatinal Tbk (ASII) naik Rp900 ke Rp62.000 dan PTR Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) naik Rp200 ke Rp24.000.
Sementara saham yang bergerak melemah (top lossers) antara lain PT Gudang garam Tbk (GGRM) turun Rp550 ke Rp43.700, PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH) turun Rp100 ke Rp5.000 dan PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) turun Rp120 ke Rp375.
(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/20/278/459232/ihsg-akhirnya-menguat-13-poin)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:04 PM Rupiah Jumat Pagi Dekati 8.500 per Dolar
JAKARTA--MICOM: Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (20/5) pagi, naik tajam mendekati level 8.500 per dolar, karena pelaku kembali melakukan pembelian rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar naik 20 poin menjadi 8.530 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp8.550.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta mengatakan menguatnya rupiah karena berbagai faktor positif dari eksternal sangat mendukung pasar uang domestik. "Para pelaku asing kecewa dengan berbagai data ekonomi AS yang masih belum pulih," kata Kostaman.
Menurut Kostaman, data ekonomi AS seperti penjualan rumah yang masih lemah, industri AS melesu, serta klaim pengangguran yang tinggi. Akibatnya pelaku asing lebih cenderung membeli rupiah ketimbang dolar sehingga mendorong mata uang lokal itu naik tajam, ucapnya.
Apalagi, lanjut dia, mata uang asing itu (dolar AS) di pasar global cenderung melemah terutama terhadap euro menjadi US$1.4308 dari sebelumnya US$1.4236.
"Kalau melihat kondisi pasar seperti ini kenaikan rupiah terhadap dolar AS merupakan hal yang wajar," katanya. Kondisi pasar itu, menurut dia kemungkinan akan mendorong rupiah itu bisa mencapai level 8.500 per dolar.
"Kami optimistis rupiah akan dapat mencapai level 8.500 per dolar, karena faktor positif makin mendorong pelaku membeli rupiah," ucapnya.
Sementara itu, Analis PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova memperkirakan rupiah pada akhir pekan ini akan dapat mencapai 8.500 per dolar apabila Bank Indonesia (BI) tidak masuk ke pasar. "BI kemungkinan akan menahan rupiah agar tidak terlalu cepat mencapai angka Rp8.500 per dolar," ucap Rully Nova.
Rupiah , menurut dia, peluangnya sangat besar untuk bisa mencapai level 8.500 per dolar. "Hanya tinggal selangkah untuk bisa mencapai level tersebut," ujarnya. (Ant/OL-11)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/20/227419/20/2/Rupiah-Jumat-Pagi-Dekati-8.500-per-Dolar)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:06 PM Kementerian BUMN Belum Bahas Buyback Saham Indosat
JAKARTA - Kementerian BUMN menuturkan belum ada pembicaraan terkait dengan wacana buyback saham PT Indosat Tbk (ISAT) dari Qatar Telecom.
"Belum ada pembicaraan tersebut," jelas Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar di kantornya, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
Seperti diketahui, Kementerian BUMN diimbau untuk membeli kembali saham Indosat yang kepemilikannya sebanyak 67 persen telah dikuasai Qatar Telecom untuk menjaga ketahanan nasional khususnya di bidang telekomunikasi.
Dia juga menuturkan belum ada negoisasi lanjutyan terkait upaya buyback saham anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Telkomsel dari Singtel. "Belum kita bicarakan itu, karena memang tidak mudah. Kita tunggu saja, tapi pada dasarnya kita dukung," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa saat ini, pihak Telkomsel dan Singtel baru melakukan restrukturisasi pengembangan direksi dari lima orang menjadi menjadi delapan orang dan belum ada pembicaraan tentang buyback saham Telkomsel.
(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/20/278/459248/kementerian-bumn-belum-bahas-buyback-saham-indosat)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:07 PM Pemerintah Percepat Pembangunan Jalur Kereta
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian BUMN berjanji mempercepat pembangunan jalur kereta api lingkar Jakarta. Rencananya, pada 2012, pemerintah akan meyerahkan pengoperasiannya kepada PT Kereta Api Indonesia.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pemerintah sedang mengupayakan untuk segera merampungkan perlintasan kereta api lingkar Jakarta di 2012. Pembangunan lintas kereta api ini akan difokuskan pertama-tama pada jalur Manggarai menuju Bandara Soekarno Hatta. "Jalur ini akan sangat membantu masyarakat menuju bandara," kata Mustafa pada acara peresmian Kereta Api bermotif batik di stasiun Gambir, Jumat (20/5/2011).
Lanjut Mustafa, pemerintah juga segera merampungkan pembangunan jalur ganda Kereta api antara Jakarta dan Surabaya. "Kalau tidak ada masalah tahun 2013 sudah dapat beroperasi," papar Mustafa. Jalur ini sangat penting dalam meningkatkan tranportasi sebagau upaya menggenjot aktifitas perekonomian di Indonesia.
Sementara itu, pembangunan Kereta api lingkar Bali juga akan dipercepat. Menurut Mustafa, percepatan pembangunan jalur kereta api yang mengelilingi Bali sangat mendesak. Pasalnya, jalur transportasi di Bali sudah sangat padat. Pembangunan jalur kereta api lingkar Bali yang menelan biaya Rp 7 triliun ini ditargetkan bisa rampung sepanjang 280 kilometer pada tahun 2014. Adapun, total panjang jalur kereta ini mencapai 560 km.
Mustafa mengakui, saat ini anggaran yang disediakan pemerintah untuk pembangunan kereta api masih jauh dari cukup. Meski demikian, dia meminta manajemen kereta api tetap memberikan pelayanan yang nyaman dan aman kepada masyarakat. Penambahan sejumlah gerbong kereta api saat liburan panjang merupakan suatu kemajuan bagi kereta api. (Noverius Laoli/Kontan)
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/20/15195280/Pemerintah.Percepat.Pembangunan.Jalur.Kereta.)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:11 PM Govt increases 2011 growth target to 6.5%
The government has officially increased this year's economic growth target to 6.5 percent, from 6.4 percent set earlier in the 2011 state budget.
Finance Minister Agus Martowardodjo read out the change in a speech on the government's "Macroeconomic Framework and Main Fiscal Policies for the Year 2012" during a House of Representatives' plenary session on Friday.
Agus said the government had decided to increase the growth target, in line with optimism regarding global economic growth.
"The increasingly prospective global economy in 2011 and Indonesia's positive economic performance in 2010 provide strong grounds for the government to become more optimistic and to work harder in running the economy in 2011," the minister said.
"The government is optimistic that the 2011 economic performance will accelerate at a higher level, namely 6.5 percent; supported by stronger investment performance, international trade, as well as the government's and public consumption," he added.
Last year, the economy expanded 6.1 percent. In the first quarter of 2011, the economy grew by 6.5 percent.
Vice President Boediono and Central Statistics Agency head Rusman Heriawan had earlier said the 6.4 percent growth target was too low, and that Indonesia could perform better this year.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/20/govt-increases-2011-growth-target-65.html)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:15 PM Pemerintah Usulkan Biaya 10 Proyek Pinjam dari China
JAKARTA--MICOM: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum tengah negosiasi untuk menggolkan 10 proyek yang dananya merupakan pinjaman dari China. Kesepuluh proyek ini masih dalam tahap persiapan negosiasi untuk tahun anggaran 2011-2012.
Kementerian PU mengusulkan 10 proyek infrastruktur senilai US$863,07 juta dibiayai Pemerintah China dalam pembangunannya. Kesepuluh proyek itu seperti pembangunan dam di Nusa Tenggara Timur senilai US$125,9 juta, pembangunan dam Pandanduri US$52,74 juta, proyek Jambo Aye Multi US$36 juta, proyek jalan arteri pendukung pelabuhan internasional Belang-belang US$60 juta, dan proyek jembatan Panajam di Pulau Balang US$150,43 juta.
Selain itu, proyek pengembangan tol Solo-Kertosono US$300 juta, proyek rekonstruksi jembatan US$45 juta, biaya konsultasi untuk proyek yang dibiayai China US$40 juta, techincal assistance untuk pembangunan jembatan Batam-Bintan US$3 juta, dan pengembangan suplai air dan sanitasi Bandung senilai US$50 juta.
"Usulan pinjaman sudah diajukan ke Pemerintah China dan masih dalam proses negosiasi. Kemungkinan baru akan terealisasi pada 2013 kesepakatan dan pencairannya," ujar Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pekerjaan Umum Taufik Widjoyono pada acara diskusi di Kantor Kementerian PU, Kamis (19/5), di Jakarta.
Ke depannya, pemerintah memang akan meningkatkan volume pinjaman luar negeri dari pemerintah China yang dinilai memiliki kapasitas fiskal yang cukup besar saat ini dan dalam beberapa periode ke depan. Di samping, proses pengajuan pinjaman pemerintah China lebih mudah karena penandatangan pinjaman dilakukan setelah persiapan proyek dan lelang dilaksanakan. (OL-5)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/20/227372/4/2/Pemerintah-Usulkan-Biaya-10-Proyek-Pinjam-dari-China)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:27 PM Kemenkeu Lelang SPN & 3 SUN Targetkan Rp5 T
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melalukan Lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah yang akan dilakukan pada 24 Mei 2011.
Adapun jumlah indikatif yang dilelang adalah sebesar Rp5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2011. Demikian seperti yang tertuang dalam pengumuman resmi Kementerian Keuangan di Jakarta Jumat (20/5/2011).
Surat utang yang dilelang tersebut mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta dengan seri-sei sebagai berikut yang pertama adalah SPN20120504 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 4 Mei 2012. Yang kedua seri FR0055 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,375 persen dan jatuh tempo pada 15 September 2016.
Seri ketiga adalah FR0053 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,250 persen dan jatuh tempo pada 15 Juli 2021, dan pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Januari dan 15 Juli. Terakhir adalah seri FR0057 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,500 persen dan jatuh tempo pada 15 Mei 2041 dengan pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Mei dan 15 November.
Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselanggrakan Bank Indonesia (BI) yang sifatnya terbuka dengan menggunakan metode harga beragam.
Selanjutnya, pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Adapun total alokasi peserta lelang dapat mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan non-kompetitif dengan total alokasi pembelian non-kompetitif untuk Sun seri SPN20120504 adalah maksimum 30 persen dari target indikatif.
Sedangkan alokasi pembelian non-kompetitif untuk ketiga SUN yang lain adalah maing-masing sebesar 20 persen dari total yang dimenangkan.
Lelang tersebut akan dibuka pada 24 Mei 2011 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB, sedangkan hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Settlement akan dilaksanakan pada 26 Mei 2011.
Terakhir, terdapat 18 bank serta lembaga keuangan yang menjadi daftar peserta lelang SUN tersebut. Dianataranya adalah BNI, BRI, BCA, Bank Mandiri, Danareksa Sekuritasm Bahana Skuritas dan lain sebaganinya. (nia)
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/20/20/459241/kemenkeu-lelang-spn-3-sun-targetkan-rp5-t)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:35 PM Korea-Indonesia Inventarisir Peluang Perdagangan
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam konteks perdagangan dan kondisi struktur ekonomi, banyak hubungan yang saling melengkapi antara Indonesia dan Korea. Oleh karena itu, butuh investasi dan sejumlah kerjasama ekonomi untuk memaksimalkan hubungan tersebut.
Hal ini dikemukakan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar, di sela-sela pemaparan pemaparan mengenai perkembangan harga bahan pangan pokok, di Jakarta, Jumat ( 20/5/2011 ).
"Kita bersepakat kemarin dengan pihak Korea melalui Working Group Level untuk melihat bagaimana membentuk suatu kerjasama yang lebih baik dalam menginventarisir di mana peluang-peluang perdagangan," ujar Mahendra.
Setelah mengetahui peluang-peluang tersebut, lanjut dia, langkah selanjutnya adalah menerjemahkannya ke dalam langkah-langkah mendorong investasi dan kerjasama teknis dari segi pembangunan capacity building, standarisasi, hingga kualitas produk.
Ia pun menyebutkan pandangan Korea bahwa Indonesia sebagai salah satu di antara sejumlah negara yang dapat menanggapi peluang dari kebutuhan akan pasokan produk-produk pangan serealia, seperti jagung dan kedelai. "Untuk bisa diproduksikan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Indonesia," tambahnya.
Dengan demikian, lanjut dia, Korea sebagai negara maju dalam industri elektronik, telah melihat Indonesia sebagai mitra kerjasama untuk mengembangkan potensi sektor pertanian nasional.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/20/14365917/Korea-Indonesia.Inventarisir.Peluang.Perdagangan)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:36 PM Govt submits 2012 macroeconomic assumptions to House
The government has submitted to the House of Representatives its macroeconomic assumptions for the 2012 fiscal year, including expected economic growth of between 6.5 and 6.9 percent.
Inflation is expected to be between 3.5 and 5.5 percent, the three-month SPN (treasury bill) rate would be between 5.5 and 7.5 percent, and the rupiah will be between 9,000 and 9,300 per US dollar, Finance Minister Agus Martowardodjo told a House plenary session on Friday.
Crude oil prices have been set at between US$75 and $95 per barrel, while oil lifting would be between 950,000-970,000 barrels per day.
"To reach the economic growth expansion and acceleration targets, we will first push growth in [outer] regions through the development of the economic corridors.
“Second, [we will] boost infrastructure developments to support inter-region connectivity, and third, [we will] push for more rapid developments in Papua and West Papua," Agus said.
"The increase in volume of 2012 state spending ... will be supported by measures to increase state revenue, either that from taxes or non-tax elements," he said.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/20/ri-economy-expand-69-percent-2012-govt.html)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:38 PM 2020, Kelas Menengah RI Sama dengan India
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan jumlah kelas menengah Indonesia diperkirakan akan sama besarnya dengan India pada tahun 2020.
"Ini menandakan banyak peluang yang bisa didapatkan dari pendapatan masyarakat Indonesia yang tinggi," ujar Aviliani dalam acara "Women in Business Prospective 2011 ," yang diselenggarakan oleh Majalah Marketing, di Jakarta, Jumat (20/5/2011).
Dengan begitu, lanjut dia, akan banyak barang yang tadinya dianggap mewah menjadi produk yang biasa bagi masyarakat.
Bahkan, ia menyebutkan, Indonesia akan masuk dalam 12 negara terbesar di dunia pada tahun 2025 . "Jadi, ke depan sumber pertumbuhan ke depan akan berasal dari negara-negara Asia," ungkapnya, di mana salah satu negara Asia tersebut adalah Indonesia. Sementara itu, negara-negara barat, seperti Eropa dan Amerika Serikat, akan alami hal yang sebaliknya.
Hal ini serupa dengan apa yang pernah dikemukakan oleh Bank Dunia, bahwa masyarakat kelas menengah Indonesia berpotensi menjadi yang terbesar di dunia dengan pertumbuhan sekitar 7 persen.
Menurut laporan Bank Dunia,bertambahnya 50 juta penduduk Indonesia ke dalam kelas menengah selama 7 tahun terakhir memang menyediakan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di mana kelompok menengah bawah dengan pengeluaran kurang dari 2 dollar AS per hari mendominasi dengan 62 persen pada 2003 , dan berkurang menjadi 43 persen pada 2010 . Sedangkan kelompok menengah-menengah naik dari 38 persen menjadi 57 persen dari total populasi kelas menengah 2010 .
Naiknya jumlah kelas menengah dengan penghasilan yang semakin tinggi, diyakini Indonesia Lead Economist Bank Dunia Shubham Chaudhuri, akan ada kenaikan permintaan akan produk, khususnya produk non-pangan.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/20/15510963/2020.Kelas.Menengah.RI.Sama.dengan.India)
yudibali2008 May 20th, 2011, 12:39 PM S. Korea eyes Sunda Strait bridge contract
As the sixth-largest investor with involvements in around 1,400 projects in Indonesia, South Korea has also expressed an interest in investing in the construction of the planned Sunda Strait bridge.
With a cumulative investment of US$3.35 billion over the past 10 years, excluding oil, gas and banking sectors, S. Korea is eyeing more infrastructure projects in Indonesia.
"South Korea is interested in a number of infrastructure projects in Indonesia, including the Sunda Strait bridge development," Coordinating Economic Minister Hatta Rajasa said in Jakarta on Thursday.
Speaking after a coordination meeting to discuss ways to overcome traffic congestion problems in several major Indonesian cities, the minister said South Korea had expressed its interest during his meeting with South Korean Economic Minister Choi Joong Kyung, in Bali on Wednesday.
At the meeting the governments of Indonesia and South Korea signed nine memorandums of understanding on investment and economic cooperation between the two countries.
According to Hatta, the business partnership agreements could make Indonesia become South Korea’s main overseas investment hub. He said the MoUs included hydroelectric power plant projects in Lampung province, collaboration between Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering and PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari to build vessels and offshore facilities.
The South Korean economic minister had also said his country supported the implementation of the Indonesian Economic Development Acceleration Master Plan (MP3EI), Hatta said.
Choi Joong Kyung had been sent specifically by the South Korean President to Indonesia to discuss what projects they were interested in, he said.
Hatta added that South Korea was probably interested not only to become the contractor for the Sunda Strait bridge project, but also other projects.
"We have not yet reached an agreement, but have noted [South Korea’s] interest in taking part in the projects," Hatta said, adding that the value of investment in the projects would reach around US$20 billion.
Earlier in February this year, Hatta said that of the $20 billion investment plan, $12 billion was already in the pipeline while the remaining $8 billion remained to be discussed.
Several South Korean companies that had expressed commitments to investing in Indonesia include Hankook Tires with plans to invest US$1.2 billion to build tire production plants, Lotte Group which plans to build a US$5 billion petrochemical factory in Banten, East Java, or in Kalimantan, as well as electronics giants LG and Samsung with an estimated US$500 million to US$1 billion in investment to expand their businesses in Indonesia.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/20/s-korea-eyes-sunda-strait-bridge-contract.html)
VRS May 20th, 2011, 03:09 PM 2020, Kelas Menengah RI Sama dengan India
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan jumlah kelas menengah Indonesia diperkirakan akan sama besarnya dengan India pada tahun 2020.
"Ini menandakan banyak peluang yang bisa didapatkan dari pendapatan masyarakat Indonesia yang tinggi," ujar Aviliani dalam acara "Women in Business Prospective 2011 ," yang diselenggarakan oleh Majalah Marketing, di Jakarta, Jumat (20/5/2011).
Dengan begitu, lanjut dia, akan banyak barang yang tadinya dianggap mewah menjadi produk yang biasa bagi masyarakat.
Bahkan, ia menyebutkan, Indonesia akan masuk dalam 12 negara terbesar di dunia pada tahun 2025 . "Jadi, ke depan sumber pertumbuhan ke depan akan berasal dari negara-negara Asia," ungkapnya, di mana salah satu negara Asia tersebut adalah Indonesia. Sementara itu, negara-negara barat, seperti Eropa dan Amerika Serikat, akan alami hal yang sebaliknya.
Hal ini serupa dengan apa yang pernah dikemukakan oleh Bank Dunia, bahwa masyarakat kelas menengah Indonesia berpotensi menjadi yang terbesar di dunia dengan pertumbuhan sekitar 7 persen.
Menurut laporan Bank Dunia,bertambahnya 50 juta penduduk Indonesia ke dalam kelas menengah selama 7 tahun terakhir memang menyediakan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di mana kelompok menengah bawah dengan pengeluaran kurang dari 2 dollar AS per hari mendominasi dengan 62 persen pada 2003 , dan berkurang menjadi 43 persen pada 2010 . Sedangkan kelompok menengah-menengah naik dari 38 persen menjadi 57 persen dari total populasi kelas menengah 2010 .
Naiknya jumlah kelas menengah dengan penghasilan yang semakin tinggi, diyakini Indonesia Lead Economist Bank Dunia Shubham Chaudhuri, akan ada kenaikan permintaan akan produk, khususnya produk non-pangan.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/20/15510963/2020.Kelas.Menengah.RI.Sama.dengan.India)
Bgitu jg kondisi kita skrg ,sama dgn kondisi amerika thn 1975? *nanti thn 2020 negara india n banyak negara sdh maju 8 langkah dr thn skrg. Why pengamat selalu talking yg aneh2x?
MARINHO May 20th, 2011, 03:30 PM Jumat, 20 Mei 2011 | 16:51
SERPONG - Prof Dr Ing BJ Habibie menyebutkan pemilihan pesawat MA-60, buatan Xian Aircraf Industry Corporation, Tiongkok oleh maskapai penerbangan Merpati, dibanding pesawat CN-235 adalah suatu kekonyolan.
"Itu konyol, kita bisa buat CN-235. Bukan Habibie yang membuatnya. Itu bapak Anda (almarhum Prof Dr Said Djauharsjah Jenie, mantan Kepala BPPT yang merancang -red)," katanya di Jakarta, Jumat.
Pernyataan Habibie yang juga mantan presiden itu disampaikan di depan ratusan peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada acara peluncuran buku "Empat Windu BPPT" dan website BPPT di Pusat Penelitian Iptek (Puspiptek) Serpong, Banten.
Ia menyesal atas dipilihnya pesawat yang ternyata tidak memiliki sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) dan hanya berjalan dengan sertifikasi dari otoritas penerbangan Tiongkok dan Indonesia.
Dikatakannya, ketika membuat pesawat komersial seperti CN-235, pihaknya harus memberi jaminan kualitas bahwa tiap produknya harus mampu take-off, terbang dan landing sebanyak 100.000 kali tanpa ada gerakan yang akumulasinya bisa membuat sebuah pesawat berubah konstruksinya dan membahayakan keselamatan.
"Habibie sombong? Bukan itu. Itu aturan yang dibuat oleh FAA. Kalau tidak diikuti ya tidak bisa terbang. FAA itu jaminan keselamatan penerbangan di seluruh dunia. Itu kehendak pasar," kata mantan Kepala BPPT merangkap Menristek pada masa Presiden Soeharto itu.
Untuk mendapatkan sertifikasi pesawat dari FAA, IPTN harus membuktikan produknya berkualitas, dengan membuat komponen yang mendapat jaminan FAA, setelah itu baru bisa mendapat order dari maskapai lain. Kemudian baru bisa mulai mendesain pesawat dan diuji untuk selanjutnya disertifikasi lagi sebelum diproduksi.
”Seharusnya pemerintah tidak membiarkan PT Dirgantara Indonesia (dulu IPTN) yang sudah dibangun dengan susah-payah itu mati konyol dengan tidak memberinya peluang untuk menunjukkan kemampuannya,” ujarnya.
Ia menampik berbagai pertanyaan yang ditudingkan kepada dirinya mengapa pemerintah harus membangun IPTN yang akhirnya mengeruk anggaran negara sangat besar.
"Kalau di Indonesia sudah ada perusahaan semacam IBM atau Philips, kita pemerintah tidak perlu membuatnya (IPTN -red). Kita belum sampai di situ," katanya.
Habibie kemudian berpesan agar generasi muda BPPT melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan oleh seniornya untuk membuat rancang bangun pesawat nasional dan produk inovatif lainnya. (gor/ant)
http://www.investor.co.id/home/bj-habibie-konyol-bisa-buat-cn-235-tapi-pilih-ma-60/12341
MARINHO May 20th, 2011, 03:38 PM Bukan semua Orde Baru jelek.
After the Reformasi era Indonesia has lost a lot of visionary professionals that have left the country.
nick_1212 May 21st, 2011, 01:39 AM Why pengamat selalu talking yg aneh2x?
pengen masuk koran pengamatnya, atau si wartawannya kehabisan berita dan menyuruh pengamat untuk berkomentar biar punya berita :lol::lol:
yudibali2008 May 22nd, 2011, 01:37 AM ^^
pengamat di Indonesia memang kadang2 merasa yg paling pintar mengomentari sesuatu, sudah rahasia umum :nuts:
yudibali2008 May 22nd, 2011, 01:38 AM Siapkan Rp618 M, Tunas Baru Lampung Bangun Sugar Refinary
JAKARTA - PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) berencana membangun usaha pabrik gula rafinasi (sugar refinery) di wilayah Way Lunik, Lampung dengan nilai investasi sebesar Rp618 miliar.
“Nilai investasi sebesar Rp618 miliar tersebut diluar capex yang dianggarkan untuk perseroan pada tahun 2011 ini,” kata Direktur Utama TBLA Sudarmin Tasmin di Jakarta.
Adapun sumber dana untuk membangun usaha dalam bidang gula rafinasi tersebut sebanyak 35 persen berasal dari kasi internal dan 65 persen berasal dari pinjaman bank lokal. Sayangnya perseroan tidak bersedia menyebutkan bank yang dimaksud.
Pembangunan pabrik gula ini akan dimulai pada bulan Juni 2011, dan diperkirakan dalam kurun waktu 18 bulan dari sekarang pembangunannya diharapkan sudah selesai dan dapat beroperasi.
Sementara itu, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2011 sebesar Rp700 miliar.
Sejumlah Rp259 miliar akan digunakan perseroan untuk melakukan ekspansi usaha perkebunan Kelapa Sawit di wilayah Banyuasin, Sumatera Utara dan juga melakukan ekspansi di wilayah Ponitianak Kalimantan Barat yang sudah dimulai pada tahun 2010, dan diperkirakan akan selesai pada akhir 2011 atau paling lambat pada triwulan I-2012.
Selain itu, Sudarmin pun menambahkan bahwa perseroan juga memiliki capex rutin sejumlah Rp265 miliar yang biasanya digunakan untuk biaya perawatan dan pengembangan perseroan sendiri.
(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/21/278/459486/siapkan-rp618-m-tunas-baru-lampung-bangun-sugar-refinary)
yudibali2008 May 22nd, 2011, 01:41 AM RI, Korea to set up joint secretariat
http://www.thejakartapost.com/files/images2/p13_2.jpg
Eastern ties: President Susilo Bambang Yudhoyono receives a courtesy call from South Korean Minister of Knowledge Economy Choi Joong-kyung at the Presidential Palace in Jakarta on Thursday. Choi was part of a Korean delegation to a two-day Indonesia-South Korea bilateral meeting in Bali, which ended Thursday. Courtesy of the Presidential Palace
Indonesia and South Korea have agreed to form a joint secretariat later this month to further strengthen trade, investment and other economic cooperation, a top official says.
“To optimize programs that have been laid out by both countries, a joint secretariat will be formed, which will consist of government officials as well as private sector executives from both countries,” Amir Sambodo, a special adviser to the Coordinating Minister for the Economy, told reporters on the sidelines of the Indonesia – South Korea bilateral meeting at Westin Resort in Nusa Dua, Bali, on Thursday.
The joint secretariat will be based in Indonesia and comprise 10 senior officials and business executives to monitor and control the implementation of cooperation in several projects engaged by both countries,
he added.
Indonesia and South Korea will also conduct a joint study for a free trade-like pact between the two countries. Coordinating Minister for the Economy Hatta Rajasa refused to call the business partnership a free trade agreement but instead a “joint comprehensive partnership agreement”.
“The pact will cover trade, but also infrastructure and manufacturing. Preparations have been made to start the joint study,” Amir said.
According to him, there are several sectors in which Indonesia needs help from South Korea, such as mining, oil and gas, agriculture, renewable energy, shipping and defense and manufacturing industries. “Korea and Indonesia will also cooperate in technology innovation.”
Indonesia and South Korea on Wednesday signed nine memorandum of understandings (MoU),
one for government-to-government cooperation and the other eight in the forms of business and government partnerships — in various sectors including, among others, technology, textile, machinery, maritime, aerospace, defense and solar
photovoltaic.
Among the MoU is an agreement between Samsung C&T and the Energy and Mineral Resources Ministry to develop a 5,000 megawatt solar energy plant in Indonesia to grow renewable energy in the country.
“Samsung and the energy ministry will form a working group to make solar energy competitive so that PLN [state-run electricity firm] can develop it. Probabilities of tax incentives and location would be discussed by the group,” Amir explained, citing the need for 800 hectares of land for the plant, which may be located in Bali or Madura.
Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co. (DSME) has also begun talks to develop shipping vehicles for LNG floating in Indonesia as the country is thought to have gas reserves offshore.
“A 40-hectare area of land has been prepared in Batam for the project, which could partner with Dok & Perkapalan Kodja Bahari,” Amir said.
As for the manufacturing industry, Indonesia is eyeing the expansion of its car manufacturing together with Hyundai.
South Korea has also proposed to increase the number of flights between the country and Indonesia, either from Seoul to Jakarta or to Bali.
“The Korean president will visit Indonesia in November to convey to the world about Indonesia-Korea forms of partnership, and from then on all projects would be able to start right away,” Amir added.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/20/ri-korea-set-joint-secretariat.html)
yudibali2008 May 22nd, 2011, 01:43 AM 3 Perusahaan Rai WK Migas
Pemerintah Terima Bonus Tanda Tangan USD31,5 Juta
JAKARTA - Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo mengatakan pemerintah akan menerima langsung bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar USD31,5 juta dari tiga pemenang penawaran wilayah kerja (WK) migas.
"Bonus tanda tangan yang akan diterima langsung oleh pemerintah sebesar USD31,5 juta," jelas Evita seperti dikutip dari situs resmi Ditjen Migas di Jakarta, Sabtu (21/5/2011).
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan tiga pemenang penawaran WK migas melalui lelang reguler tahap II tahun 2010 antara lain, Eni Indonesia Limited yang memenangkan WK Argunbi I di offshore Offshore dan Onshore Papua Barat, Total E&P Activities Petrolieres di SW Birds's Head, Offshore dan Onshore Papua Barat, dan Pan Orient Energy Holdings Ltd di East Jabung, Offshore dan Onshore Riau, Jambi dan Sumsel.
Komitmen pasti eksplorasi dari perusahaan-perusahaan tersebut untuk tiga tahun masa eksplorasi berupa studi geologi dan geofisika sebesar USD4,17 juta, survei seismik 2D sepanjang 820 km plus repro 200 km sebesar USD18,55 juta, survei seismik 3D sepanjang 200 km2 sebesar USD15 juta dan pemboran sumur eksplorasi lima sumur dengan nilai investasi sebesar USD76 juta. "Total keseluruhan komitmen investasinya adalah USD113,7 juta," jelasnya.
Penawaran WK migas tahap II pada tanggal 10 Desember 2010 dan ditutup pada tanggal 22 April 2011. Jumlah WK yang ditawarkan sejumlah wilayah kerja. Dari jumlah tersebut, 10 WK diminati investor, namun yang mengembalikan dokumen hanya empat WK.
Setelah dievaluasi oleh Tim Penawaran Wilayah Kerja Migas, tiga WK memenuhi syarat. Adapun kriteria penilaian yang digunakan dalam Lelang Reguler tahap II tahun 2010 ini, mengacu kepada keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 035 tahun 2008.
(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/21/320/459495/pemerintah-terima-bonus-tanda-tangan-usd31-5-juta)
yudibali2008 May 22nd, 2011, 01:47 AM Saratoga Group Kuasai Mandala Air
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/12/1911446620X310.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com — Saratoga Group akhirnya mengambil alih saham maskapai penerbangan Mandala Air sebesar 51 persen, diikuti oleh maskapai penerbangan Singapura, Tiger Airways, sebesar 33 persen, dan sisanya 16 persen oleh pemegang saham lama dan para kreditor.
Kesepakatan ini disampaikan Head of Corporate Communication Mandala Air Nurmaria Sarosa, Kamis (19/5/2011) di Jakarta. ”Insya Allah, Mandala terbang bulan Juni atau Juli 2011,” kata Nurmaria. Kesepakatan ditandatangani di Singapura, Kamis siang.
Saratoga Group merupakan perusahaan investasi yang didirikan Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno.
Adapun Tiger Airways merupakan maskapai yang saham mayoritasnya dimiliki Singapore Airlines. Kini Tiger Airways menerbangkan 24 pesawat Airbus A320. ”Saham Cardig dan Indigo terdilusi dalam 16 persen saham itu berbagi dengan kreditor lain,” kata Nurmaria.
Media-media Singapura mewartakan, Mandala akan mengambil bisnis model penerbangan berbiaya rendah, seperti Tiger Airways, dan tetap akan mengoperasikan Airbus A320 dengan pusat operasional di Indonesia.
PT Mandala Airlines didirikan 17 April 1969 dan awalnya merupakan bagian dari badan militer Indonesia. Pada April 2006, grup transportasi Indonesia, Cardig International, mengakuisisi maskapai penerbangan tersebut senilai Rp 300 miliar (34 juta dollar AS). Pada Oktober 2006, Indigo Partners, sebuah perusahaan investasi, mengakuisisi 49 persen saham Cardig.
Mandala berhenti operasi karena kesulitan keuangan sejak 13 Januari 2011 dan sejak 1 April telah mem-PHK 50 persen karyawannya.
Jumlah utang Mandala setelah diverifikasi mencapai Rp 2,45 triliun, yang merupakan jumlah utang kepada kreditor konkuren. Jumlah tersebut berasal dari sekitar 114 kreditor yang bersifat perusahaan, 72.000 pemegang tiket yang sudah diverifikasi, dan 350 agen perjalanan. Sementara aset Mandala yang telah dihitung sekitar Rp 110 miliar. (RYO)
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/20/07112748/Saratoga.Group.Kuasai.Mandala.Air)
yudibali2008 May 22nd, 2011, 01:48 AM Pemerintah Tawarkan 20 Blok Migas ke Investor
JAKARTA - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementrian ESDM menawarkan 20 wilayah kerja migas tahap I tahun 2011, melalui mekanisme lelang reguler maupun penawaran langsung.
“Dirjen Migas memberikan kesempatan bagi perusahaan nasional maupun asing lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam penawaran Wilayah Kerja tersebut diatas,” ungkap Dirjen Migas Evita H Legowo, seperti dikutip dari situs resmi Ditjen Migas Kementrian ESDM, Jakarta, Sabtu (21/5/2011).
Evita pun menambahkan nantinya setiap perusahaan diwajibkan mengikuti semua peraturan dan persyaratan yang tertuang di dalam Dokumen Lelang (Bid Document) atau Dokumen Penawaran Langsung (Direct Proposal Document).
Adapun Wilayah kerja migas yang ditawarkan melalui lelang reguler yaitu,
1. Blok Bulu Rembang, Offshore East Java
2. Blok Offshore Timor Sea I, Offshore Nusa Tenggara Timur
3. Blok Offshore Timor Sea II, Offshore Nusa Tenggara Timur
4. Blok Halmahera I, Offshore North Maluku
5. Blok Halmahera II, Offshore North Maluku
6. Blok Halmahera III, Offshore North Maluku
7. Blok West Aru I, Offshore Maluku
8. Blok West Aru II, Offshore Maluku
9. Blok Arafura Sea, Offshore Maluku
Sedangkan wilayah kerja migas yang ditawarkan melalui penawaran langsung,
1. Blok Ranau, Onshore Lampung
2. Blok Northeast Madura, Offshore East Java
3. Blok West Tanjung, Onshore Central Kalimantan
4. Blok Belayan, Onshore East Kalimantan
5. Blok East Simenggaris, Offshore East Kalimantan
6. Blok North Ganal, Offshore Makasar Strait
7. Blok Babar Selaru, Offshore Maluku
8. Blok Obi, Offshore North Maluku
9. Blok North Semai, Offshore West Papua
10. Blok West Berau, Offshore West Papua
11. Blok Semai IV, Offshore West Papua.
(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/21/320/459505/pemerintah-tawarkan-20-blok-migas-ke-investor)
VRS May 22nd, 2011, 07:34 AM Maluku, Papua, kalimantan, NTT adalah ladang migas....*seharusnya penduduk di daerah tsb sangat terjamin kehidupannya , krn pajak dari migas bisa mereka rasakan menjadi pendidikan murah n infrastruktur yg bagus...ehm= bkn utk menambah APBN bagi tunjangan 500 lbh anggota DPR kita...
yudibali2008 May 22nd, 2011, 08:13 AM the fact is, it's not what happened :(...that's really sad...
Mimihitam May 22nd, 2011, 09:52 AM We should build Southern part of Java: Hatta
The Jakarta Post | Sun, 05/22/2011 11:35 AM | Archipelago
Coordinating Economics Minister Hatta Rajasa has said that the government should prioritize to develop Southern part of Java as the areas were home to many poor people.
“We must open Southern part of Java. There must be connectivity there, infrastructure must be built,” he said on Saturday as quoted by kompas.com.
He also said he would consider the request from West Java people to build an international airport in Kertajati.
Meanwhile, West Java Development Planning Agency (Bappeda) head Deny Juanda Paramidaja said there would be a new 425-kilometer-long road connecting Pelabuhan Ratu and Ciamis via Sukabumi and Pangandaran.
He also said that a new 90-kilometer long road from Jakarta to South Java beach via Bandung would also be built.
“The trip from Jakarta to South Java beach would only take 4.5 hours,” he said.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/22/we-should-build-southern-part-java-hatta.html
yudibali2008 May 23rd, 2011, 01:10 AM Palm oil price still high in 2011 although fluctuating
Medan, North Sumatra (ANTARA News) - Although it still continues fluctuating the average price of palm oil this year will remain higher than last year reaching US$900 per metric ton or above that, Derom Bangun said.
The deputy chairman of the Indonesia Palm Oil Council said here on Saturday "the price is calculated upon market demand which remains high with no hikes recorded in the first quarter of 2011."
The average price of CPO last year was US$480 per metric ton.
He said Indonesia is expected to produce 22.5 to 22.8 million metric tons of CPO this year which is up a bit from last year`s production recorded at 21.3 million metric tons.
Besides high demand the average of CPO for 2011 is projected to be higher than last year`s due to the selling price of raw palm oil which relatively remains expensive like other vegetable oils such as soybean and canola oils.
The small production of soybean and canola would make the price of the two vegetable oils high so that consumers or industries would prefer to buy CPO which is cheaper.
He said "the government must give bigger stimulus to national palm oil businessmen to boost production and exports."
He said the government also had to omit or minimally reduce CPO tax exports unlike what it has done now.
He said he also urged the government to cut various costs that had burdened companies so that the price would be more competitive and their desire to produce CPO would be stronger.
"The government must be in the front line to fight environmental issues that remain," he said.
The treasurer of the Association of Indonesia Palm Oil Businessmen (GAPKI) of the North Sumatra chapter, Laksamana Adiyaksa, said the CPO export price in Rotterdam until June seemed to be stable at around US$1,160 per metric ton.
"The price is seen at the Rotterdam Bourse on May 19 where the price of May and June deliveries were closed at US$1,169 per metric ton," he said.
The tender price at the joint marketing office of PTPN (state-owned plantations companies) on the same date was closed at Rp8,903 per kilogram.
Laksamana admitted in March the value of national foreign exchange income from CPO especially North Sumatra dropped compared to that of February due to a declining selling price.
Although the price in March was down the value of exports of animal and vegetable oils of the region in the first quarter of 2011 was still growing high compared to that of the same period in 2010.
According to the National Statistic Agency (BPS) the value of exports of fat products and animal and vegetable oils of the region in the first quarter of 2011 grew 48.39 percent to US$842.639 million.
Most of the exports went to China, India and Europe especially the Netherlands.
(SYS/H-YH)
Editor: Suryanto
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71753/palm-oil-price-still-high-in-2011-although-fluctuating)
yudibali2008 May 23rd, 2011, 01:12 AM Keberadaan Tenaga Kerja Asal China akan Dievaluasi
JAKARTA--MICOM: Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tengah mengevaluasi tenaga kerja China. Pasalnya tenaga kerja ilegal asal Negeri Tirai Bammbu tersebut menyerbu Indonesia.
Hal ini dinyatakan Menakertrans Muhaimin Iskandar pada seminar Strategi SDM Dalam Menghadapi Persaingan Global Ketenagakerjaan di Indonesia di kampus Universitas Muhammadiyah Prof Hamka (Uhamka), Jakarta, Minggu (22/5) .
Dikemukakan berbagai sektor pekerjaan mulai pendidikan, pengobatan hingga perdagangan khususnya sektor hiburan dirambah tenaga kerja dari China. Karena itu, Muhaimin meminta pihak imigrasi dan kepolisian bisa bersikap tegas dalam menghadapi para tenaga kerja asal China ini.
"Jika tidak, kedatangan ribuan tenaga kerja asal China ini bisa mengganggu sistem rekruitmen tenaga kerja yang berlaku di Indonesia," cetusnya.
Namun, Muhaimin belum dapat memastikan berapa angka pastinya tenaga kerja asal China yang di Indonesia. Namun ia yakin jumlahnya ribuan bahkan mungkin puluhan ribu orang.
Ia menyatakan Kemenakertrans dalam sepekan ini akan melakukan survei dan pemetaan terhadap tenaga kerja asing tersebut. Sebab selain Cina, tenaga kerja illegal asal Nigeria belakangan juga banyak menyerbu Indonesia.
Sementara itu Rektor Uhamka Suyatno mengingatkan pemerintah harus melakukan antisipasi secepatnya guna membendung serbuan tenaga kerja asing tersebut. Pasalnya, Indonesia sendiri masih menghadapi masalah pengangguran yang cukup pelik. “umlah pengangguran makin banyak, sementara lapangan kerja yang ada tidak memadai," ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah belum mampu menghentikan pengiriman TKI ke beberapa negara. Padahal untuk membuat negara ini bisa dihargai oleh negara lain, penghentian pengiriman TKI menjadi syarat mutlak.
"Kalau mau ekspor tenaga kerja, mestinya yang memiliki kompetensi, minimal diploma atau S1, bukan kelas pembantu rumah tangga," pungkas Suyatno. (Bay/OL-04)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/22/227942/4/2/Keberadaan-Tenaga-Kerja-Asal-China-akan-Dievaluasi)
yudibali2008 May 23rd, 2011, 01:13 AM Ri`s farm produce attract Serbia
London (ANTARA News) - Serbia and some other countries became interested in Indonesian farm products including coffee, tea, spices, noodle and rubber, on display at the 78th International Agricultural Exhibition in Novi Sad, Serbia.
Third Secretary of the Indonesian embassy in Belgrade Ance Maylany told ANTARA`s London correspondent on Sunday that the week-long biggest international agricultural expo in Serbia was joined by 1,500 companies.
In the expo themed "Remarkable Indonesian Products", Indonesia tried to introduce potential commodities and farm produce as well as plantation products to Serbian businessmen and other companies in the area.
Serbian President Boris Tadic who opened the expo visited the Indonesian pavilion and had talks with Indonesian ambassador Semuel Samson.
The participation of the Indonesian embassy was the second and its 60 square meter pavilion put on display different commodities including palm oil, team, coffee, chocolate, coconuts, spices and instant noodle.
The Indonesian embassy put forward three major companies Sinar Mas Group represented by a Chief Operating Officer concurrently deputy standing committee for food resilience of the Indonesian chamber of commerce and industry (Kadin) Harry Hanawi; PT. BT Cocoa represented by Country Manager Koray Saban Aksaru and marketing manager; Caglar Ciftci and PT Indofood represented by Financial Manager Oktovianus Damia, and sales manager for Serbia and the Balkan Nebojsa Panic. (*)
Editor: B Kunto Wibisono
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71779/ris-farm-produce-attract-serbia)
yudibali2008 May 23rd, 2011, 01:15 AM Pertumbuhan Ekonomi Jangan Dipacu dengan Cara Lama
JAKARTA--MICOM: Pemerintah diminta tidak lagi memakai cara lama dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, hal itu tidak akan mendorong pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di antara masyarakat.
"Target pertumbuhan ekonomi 2012 sebesar 6,5%-6,9% memang konservatif. Tapi yang lebih penting, itu akan didorong dari sektor mana?" tanya ekonom Econit Hendri Saparini saat dihubungi, Sabtu (21/5).
Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi mengandalkan ekspor-impor yang ditopang kurs rupiah yang menguat. Dengan rupiah yang terapresiasi, harga barang impor menjadi lebih murah sehingga tingkat konsumsi tetap tinggi.
Sementara itu, meski tumbuh tinggi, ekspor Indonesia banyak mengandalkan barang mentah. Ujung-ujungnya, barang-barang itu kembali diimpor Indonesia dalam bentuk setengah jadi atau jadi.
"Kalau pertumbuhan ekonomi masih memakai cara seperti itu, tidak akan menciptakan lapangan kerja yang signifikan," tegasnya.
Demikian pula dari sisi investasi, imbuh Hendri, memang benar Indonesia saat ini banyak dilirik investor. Apalagi dengan adanya berbagai proyek infrastruktur yang ditawarkan pemerintah.
"Tapi infrastruktur mana yang akan dibangun? Kalau investor luar biasanya proyek yang besar. Padahal yang mendesak itu adalah yang bisa mendorong ekonomi masyarakat bawah. Misalnya, jalan di perdesaan, irigasi. Apa China mau masuk situ?" Padahal, sambung Hendri, 43% rakyat Indonesia mengandalkan sektor pertanian untuk mencari nafkah. (Sha/OL-8)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/22/227767/20/2/Pertumbuhan-Ekonomi-Jangan-Dipacu-dengan-Cara-Lama)
yudibali2008 May 23rd, 2011, 01:17 AM Govt projects 2012 growth at 6.5-6.9 pct
Jakarta (ANTARA News) - The government has projected the domestic economy to expand by a range of 6.5-6.9 percent in 2012, or slightly higher than the economic growth forecast of 6.3 percent set under the 2011 state budget.
Strong domestic consumption, solid investment inflows and improving export performance are expected to remain the engine of economic growth next year.
The improving export performance will be inseparable from the good prospects of the world economy after it saw years of slowdown.
"In 2012, the government believes that the global economy will be getting more prospective. For Indonesia, it will of course have a good impact on the national economy. Therefore, we are optimistic that the economy will accelerate to a level of 6.5-6.9 percent," Finance Minister Agus Martowardojo said when explaining the frame of macro economy and fiscal policy of 2012 at a plenary meeting with the House of Representatives (DPR) here on Friday.
To support the attainment of the 2012 economic growth, Agus Martowardojo said the government also had adopted a number of strategic policies, including increasing the competitive edge of domestic industry, strengthening domestic consumption and improving the investment climate both in the financial sector and the real sector.
In addition, he said the government would also pay special attention to the development of infrastructure facilities both in urban and rural areas. Among the sectors that will be high on the list of the government`s priorities next year will be energy and electricity, transportation, communication, health, and education.
"The government will strive to increase funding support from banks or non-bank financial institutions, capital market, foreign and domestic capital investment, capital spending from the central and regional governments, state-owned and regional government-owned companies," Agus said.
Despite the good prospects of the economic performance in 2012, a lot of global and domestic challenges still had yet to be monitored closely, he said.
Among the global challenges were unequal global economic recovery, continuing crisis in Europe, global currency war and potential hike in the world oil price that would affect inflation, he said.
"On the domestic side, fundamental improvement is needed in the investment climate to increase direct investment performance to support real sector performance and open access to new employment," he said.
For its part, the government would strengthen the country`s economic fundamentals by creating policies that would support strong economic expansion and encouraging sustainable macro-economic stability, he said.
"The government would also conduct total evaluation and create innovations and new policies in various economic dimensions, such as on regulatory aspects, business procedures, legal, taxation, land acquisition, bureaucratic performance and infrastructure conditions," he said.
Deputy Minister of National Development Planning Lukita Dinasyah Tuwo said recently the Indonesian economy might grow 7 percent in 2012. He said the current economic conditions were very conducive to the acceleration of national economic growth. Among the indicators of conducive economic conditions were rising per capita income hitting a record high of US$3,005 and foreign exchange reserves rising to US$105 billion.
Lukita said 2012 was one of the gateways to accelerate and expand the national economic growth, adding 2009 and 2010 were the years of national economic recovery from the global economic crisis and 2011 was the year of speeding up the national economic growth.
Bank Indonesia Governor Darmin Nasution said early this year he believed the prospect of the Indonesian economy would remain strong, with gross domestic product (GDP) expected to reach 6.3 percent in 2011 and 2012.
"The GDP in 2011 and 2012 is expected to grow at a brisk 6.3 percent each, particularly fueled by domestic demand and accelerated investment," he said.
Bank Indonesia has predicted the Indonesian economic growth will show an upward trend until 2015, from 6.0-6.5 percent in 2011, to 6.1-6.6 percent in 2012, 6.2-7.1 percent in 2013, 6.3-7.3 percent in 2014, and 6.5-7.5 percent in 2015.
Head of Bank Indonesia Monetary Policy Bureau Sugeng said recently the high growth must be accompanied by the government`s efforts to reduce dependence on imported goods so that the inflation rate accompanying the growth would not be high.
In its annual economic report published recently, the Asian Development Bank (ADB) said Southeast Asia, including Singapore, Thailand, Malaysia and the Philippines, will grow 5.5 percent in 2011 and 5.7 percent in 2012. Indonesia and Vietnam are expected to expand more than 6 percent for the two-year period.
PT Bank Muamalat Finance and Operations Director Hendiarto has predicted the Indonesian economy would continue to pick up in 2012 thanks to rising foreign investment in the domestic capital market.
"I am optimistic that Indonesia will remain an attractive place to invest in view of the high reference interest rate," he said.
The rupiah`s strengthening which left far behind the government-set target of Rp9,250 per dollar suggested that foreign investors had great interests in investing in Asia, Indonesia in particular, he said.
The Indonesian economy grew by 6.5 percent in the first quarter of 2011, particularly driven by strong consumption and exports.
Finance Minister Agus Martowardojo said on Thursday the national economic growth was lower than that of Vietnam 6.8 percent, Singapore 8.5 percent, and China 9.7 percent but it was higher than that of South Korea 4.2 percent.
The minister said the first-quarter economic growth was 55.7 percent contributed by public consumption. Meanwhile, investment grew 31.3 percent, exports 27.5 percent and imports 29.5 percent compared to the same period last year.
He said foreign investors` confidence in the Indonesian economy remained high as reflected by strong foreign capital inflows. Positive sentiments in the global stock exchanges had caused the share composite index (IHGS) to strengthen and prompted the rupiah to record the highest appreciation among the regional currencies.
"In April alone, capital inflows in the state bond market reached Rp9.85 trillion, the share market Rp17.5 trillion and SBI (Bank Indonesia Certificates) Rp9.71 trillion," he said.
Meanwhile, acting chief of the Fiscal Policy Board at the Finance Ministry Bambang Brodjonegoro said the balance of payment would still record a significant surplus in the second quarter of 2011. The surplus would originate both from current transactions and capital and financial transactions.
He said the current transactions in the first quarter of 2011 recorded a surplus of US$1.9 billion and the figure was expected to reach US$4.4 billion throughout this year.
The capital and financial transactions meanwhile recorded a surplus of US$6.2 billion in the first quarter of 2011, fueled by foreign direct investment and portfolio investment.(*)
Editor: Aditia Maruli
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71763/govt-projects-2012-growth-at-65-69-pct)
yudibali2008 May 23rd, 2011, 01:20 AM Jakarta bizmen to participate in muslim product exhibition
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Thirty businessmen from Jakarta will participate in the Muslim World Biz 2011 Exhibition in Kuala Lumpur next June to market their products to Muslim consumers, trade attache Ani Mulyati said.
"Thirty businessmen from Jakarta have confirmed their readiness to participate in the exhibition," she said here on Saturday.
The businessmen to join the exhibition include producers of muslim clothing, leather products, accessories, caligraphy products and halal foods.
She said the exhibition would indeed by attended by a lot of buyers or business persons from Muslim countries.
"We hope the business persons from Jakarta would gain a potential market from buyers from the Middle Eastern countries and others," she said.
Based on monitoring by the Indonesian embassy, the Muslim World Buz 2011 is the second with the first being held last year attracting a lot of foreign buyers.
Some Indonesian business persons would also participate in the Malaysia International Food and Beverage (MIFB 2011) in Kuala Lumpur.
"The MIFB will take place from July 14 to 16. Regarding the number of Indonesian participants we still have had no exact number," she said.
The MIFB in 2010 was attended by participants from 48 countries and visited by 20,228 business persons and created more than 1,000 business partnerships.
Ani said Malaysia has been actively holding international-level exhibitions and the schedule for it is very tight from January to December this year.
"Many Indonesian participants take part in a number of the exhibitions," she said.
(SYS/H-YH)
Editor: Suryanto
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71755/jakarta-bizmen-to-participate-in-muslim-product-exhibition)
yudibali2008 May 23rd, 2011, 01:21 AM Pasokan PGN tidak Pasti, Pemerintah Pertimbangkan Impor Gas
JAKARTA--MICOM: PT Perusahaan Gas Negara tak dapat menjamin kepastian suplai gas untuk kebutuhan industri menyusul belum juga ditandatanganinya nota kesepahaman antara BUMN gas tersebut dengan kalangan industri. Untuk itu, pemerintah mulai mengaji kemungkinan untuk melakukan impor gas dari Timur Tengah.
"Jika PGN tidak bisa memenuhi gas untuk industri, pemerintah akan lakukan impor dari Tmur Tengah. Sudah ada importir yang menawarkan diri," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Menurut Hidayat, harga gas impor akan sama dengan harga gas industri yang saat ini disuplai PGN. Menurut catatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), harga tersebut berkisar US$7 per mmBtu.
Untuk kesiapan terminal, Hidayat mengatakan pemerintah dapat menggunakan terminal yang dapat disewa di Aceh. "Nanti kalau gas diimpor, akan menggunakan terminal gas yang akan disewa," kata Hidayat.
Namun demikian, pihak industri masih menganggap wacana impor gas tersebut prematur. Sebab, kendala infrastruktur untuk penyaluran gas impor masih sama berantakannya dengan kendala penyaluran gas domestik.
"Gas impor bisa masuk ke tangki Arun di Aceh, tapi pemerintah kan belum putuskan siapa yang pegang. Nanti dari sana bagaimana membawanya ke Sumatra, Jawa, apakah dengan kapal. Semua masih terbentur infrastruktur," ujar Sekretaris Jenderal Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Widjaya.
"Tangki itu kan punya Kemenetrian Keuangan, digunakan dengan kontrak kerja. Sekarang mau dibikin kontrak karya tapi nggak tahu mau dikasih ke siapa. Bisa Pertamina, bisa siapa."
Untuk itu, Achmad mengatakan, wacana impor gas sebetulnya baru dapat berjalan tahun depan. Untuk memenuhi kebutuhan gas industri di paruh kedua tahun ini, pihak industri masih mengharapkan nota kesepahaman dengan PGN untuk dapat segera ditandatangani.
"Nota kesepahaman ini mandeg di PGN, PGN lambat. Padahal sudah satu setengah bulan sejak ketemu di Kemenperin pada 5 April lalu," keluh Achmad.
Menurut Achmad, pasokan kebutuhan gas industri dapat dipenuhi dari gas domestik tanpa perlu impor. Dari kebutuhan 863 MMscfd sampai akhir tahun ini, PGN baru dapat memenuhi 583 MMscfd.
"Kurang 200 plus-plus (MMscfd) sekian-sekian saja ada di Indonesia raya ini, tapi butuh keputusan politik untuk mengalirkannya ke industri," sergahnya.
Data FIPGB, permintaan gas untuk industri tahun ini mencapai 2.798,69 MMscfd, listrik 2.397 MMscfd, LNG 4.916 MMscfd, dan sektor berpotensi lainnya 447 MMscfd. Pasokan gas melalui pipa PGN hanya 1.500 MMscfd, atau hanya 75% dari utilisasi pipa yang dimiliki PGN. Padahal, menurut FIPGB, produksi gas indonesia lebih dari cukup untuk memaksimalkan pipa PGN. Jatah gas industri dari PGN masih harus dikurangi alokasi gas untuk BUMN yang sekitar 800-1.000 MMscfd. (*/OL-3)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/22/227931/21/2/-Pasokan-PGN-tidak-Pasti-Pemerintah-Pertimbangkan-Impor-Gas)
nick_1212 May 23rd, 2011, 03:40 AM ^^
wow impir gas (?)..... betapa miskinnya negara ini,, gas saja "tidak punya", makanya listrik mati terus, kasihan sekali
Pertumbuhan Ekonomi Jangan Dipacu dengan Cara Lama
JAKARTA--MICOM: Pemerintah diminta tidak lagi memakai cara lama dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, hal itu tidak akan mendorong pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di antara masyarakat.
"Target pertumbuhan ekonomi 2012 sebesar 6,5%-6,9% memang konservatif. Tapi yang lebih penting, itu akan didorong dari sektor mana?" tanya ekonom Econit Hendri Saparini saat dihubungi, Sabtu (21/5).
Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi mengandalkan ekspor-impor yang ditopang kurs rupiah yang menguat. Dengan rupiah yang terapresiasi, harga barang impor menjadi lebih murah sehingga tingkat konsumsi tetap tinggi.
Sementara itu, meski tumbuh tinggi, ekspor Indonesia banyak mengandalkan barang mentah. Ujung-ujungnya, barang-barang itu kembali diimpor Indonesia dalam bentuk setengah jadi atau jadi.
"Kalau pertumbuhan ekonomi masih memakai cara seperti itu, tidak akan menciptakan lapangan kerja yang signifikan," tegasnya.
Demikian pula dari sisi investasi, imbuh Hendri, memang benar Indonesia saat ini banyak dilirik investor. Apalagi dengan adanya berbagai proyek infrastruktur yang ditawarkan pemerintah.
"Tapi infrastruktur mana yang akan dibangun? Kalau investor luar biasanya proyek yang besar. Padahal yang mendesak itu adalah yang bisa mendorong ekonomi masyarakat bawah. Misalnya, jalan di perdesaan, irigasi. Apa China mau masuk situ?" Padahal, sambung Hendri, 43% rakyat Indonesia mengandalkan sektor pertanian untuk mencari nafkah. (Sha/OL-8)
MI (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/22/227767/20/2/Pertumbuhan-Ekonomi-Jangan-Dipacu-dengan-Cara-Lama)
bodoh amat mah pake cara konvensional lama, bermutu apa kaga, yang penting mah angka-angka nya bagus-bagus, jadi sebuah prestasi menurut orang (kan banyak yang kaga ngerti tu masyarakat kita, yg penting "angka pertumbuhan" hebat lah), citra saya menjulang lagi, dan banyak yang pilih partai saya lagi di 2014... :P
targetnya konservatif saja, jangan yang tinggi-tinggi, meskipun bisa.. tapi klo narget tinggi tapi ga berhasil, nanti dibilang gagal saya... mending cari aman saja pake target yang rendah, biar gampang dicapai, kan nantinya disebut prestasi.... :D
==========
Ekonomi Indonesia Didominasi Asing
JAKARTA, KOMPAS.com - Dominasi pihak asing kini semakin meluas dan menyebar pada sektor-sektor strategis perekonomian. Pemerintah disarankan menata ulang strategi pembangunan ekonomi agar hasilnya lebih merata dirasakan rakyat dan berdaya saing tinggi menghadapi persaingan global.
Dominasi asing semakin kuat pada sektor-sektor strategis, seperti keuangan, energi dan sumber daya mineral, telekomunikasi, serta perkebunan. Dengan dominasi asing seperti itu, perekonomian sering kali terkesan tersandera oleh kepentingan mereka.
Per Maret 2011 pihak asing telah menguasai 50,6 persen aset perbankan nasional. Dengan demikian, sekitar Rp 1.551 triliun dari total aset perbankan Rp 3.065 triliun dikuasai asing. Secara perlahan porsi kepemilikan asing terus bertambah. Per Juni 2008 kepemilikan asing baru mencapai 47,02 persen.
Hanya 15 bank yang menguasai pangsa 85 persen. Dari 15 bank itu, sebagian sudah dimiliki asing. Dari total 121 bank umum, kepemilikan asing ada pada 47 bank dengan porsi bervariasi.
Tak hanya perbankan, asuransi juga didominasi asing. Dari 45 perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi di Indonesia, tak sampai setengahnya yang murni milik Indonesia. Kalau dikelompokkan, dari asuransi jiwa yang ekuitasnya di atas Rp 750 miliar hampir semuanya usaha patungan. Dari sisi perolehan premi, lima besarnya adalah perusahaan asing.
Hal itu tak terlepas dari aturan pemerintah yang sangat liberal, memungkinkan pihak asing memiliki sampai 99 persen saham perbankan dan 80 persen saham perusahaan asuransi.
Pasar modal juga demikian. Total kepemilikan investor asing 60-70 persen dari semua saham perusahaan yang dicatatkan dan diperdagangkan di bursa efek.
Pada badan usaha milik negara (BUMN) pun demikian. Dari semua BUMN yang telah diprivatisasi, kepemilikan asing sudah mencapai 60 persen.
Lebih tragis lagi di sektor minyak dan gas. Porsi operator migas nasional hanya sekitar 25 persen, selebihnya 75 persen dikuasai pihak asing. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM menetapkan target porsi operator oleh perusahaan nasional mencapai 50 persen pada 2025. (OIN/ONI/IDR/EVY/DOT/DIS)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/23/07263157/Ekonomi.Indonesia.Didominasi.Asing
inilah ekonomi pancasila kita
MARINHO May 23rd, 2011, 04:52 AM ^^^^Bukan semua Orde Baru jelek
Changes come at a cost. But in the case of Indonesia the costs are too high
Indonesia has gained political freedom and it opened up the doors for foreign investment. But who is actually benefitting from these measures? And simply opening up the doors to foreign investors is not sustainable. Selling off assets and benefitting from short term profits is not the way to build a sustainable economy. Local parties and companies should be involved in shaping the country. They should be able to develop their businesses to a maximum extend. Building local brands, improving their human resources and increasing the quality of products. Thus preparing Indonesian companies and brands for a global future.
Foreign companies/parties/consultants should be allowed to enter the Indonesian market. But to let foreign parties and companies to dominate certain sectors? Do you think this would be possible during the Orde Baru era?
Where is Indonesia's self-esteem? atau harga diri?
Rich to natural resources, 230 million people, plenty of economic opportunity with a large domestic market.
Indonesia is an economic giant. And for this country there is no need to let foreign parties to dominate any sector of the economy. The mining sector, oil sector, banking sector and insurance sector should have a minimal amount of foreign participants.
yudibali2008 May 24th, 2011, 01:19 AM Tiap Liter Bensin Premium Disubsidi Rp 4.500
Jakarta - Kenaikan harga minyak dunia yang terjadi saat ini membuat subsidi BBM terus naik. Ternyata pemerintah mengeluarkan subsidi Rp 4.500 untuk tiap liter bensin jenis premium.
Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Djaelani Sutomo mengatakan, dengan subsidi, bensin premium saat ini mencapai Rp 4.500/liter.
"Jadi tanpa subsidi (premium) mencapai Rp 9.000/liter," kata Djaelani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2011).
Djaelani mengatakan, konsumsi bensin jenis premium sepanjang triwulan I-2011 mencapai 5.880.737 kiloliter (KL). Jumlah ini 2% di atas kuota yang ditetapkan. Bayangkan berapa subsidi yang dikeluarkan pemerintah.
Meskipun begitu, Djaelani mengatakan, Pertamina akan terus menjaga stok bensiun premium mencapai 17-20 hari. Kelangkaan stok premium di beberapa wilayah menurut Djaleani diakubatkan kemungkinan adanya penyelundupan atau penyelewengan.
Selain itu juga masih ada kecenderungan di wilayah tambang atau industri yang mengisi BBM di SPBU. Sehingga antrean menjadi panjang. Padahal industri tak diperbolehkan menggunakan BBM subsidi.
"Sekarang juga banyak kebutuhan untuk industri yang menggunakan premium. Mereka mengisinya di SPBU," kata dia.
Djaelani menambakan, dikaitkan dengan penjualan bensin secara eceran di luar SPBU, Pertamina masih membahas hal tersebut dengan serius bersama pemerintah untuk mengatasi para pengecer.
"Karena memang bisa jadi ada kongkalingkong antara SPBU dan pengecer. Tapi ada juga SPBU yang dipaksa untuk melayani pengecer. Nah ini kami belum dapat jawaban pasti tentang ini. Apakah dilarang atau dihidupkan," tutur Djaelani.
Beberapa anggota Komisi VII DPR menanggapi hal ini dengan mengatakan harus pencegahan penyelewengan distribusi BBM subsidi harus dikoordinasikan dengan BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas) yang lebih bertanggung jawab.
Menanggapi hal tersebut, Mochammad Harun selaku VP Corporate Communication Pertamina mengatakan stok BBM yang dimiliki perusahaan plat merah tersebut masih banyak.
"Kalau oknum-oknum yang berada di daerah tersebut tidak sadar, maka kelangkaan ini bisa terjadi," kata Harun.
Harun juga mengakui pihaknya berusaha untuk mencegah adanya kelangkaan stok BBM di beberapa daerah.
"Kita juga agak sulit, karena di satu sisi kita juga harus menahan kuota agar tidak over (melebihi kuota). Tapi kalau disalurkan terus, nanti oknum-oknum itu yang ambil," ungkapnya.
(nrs/dnl)
DF (http://www.detikfinance.com/read/2011/05/23/210858/1645327/1034/tiap-liter-bensin-premium-disubsidi-rp-4500?f9911013)
MARINHO May 24th, 2011, 03:43 AM Esther Samboh, The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 05/24/2011 11:52 PM |
Indonesian banks have called on the government to establish reciprocal banking relations with other countries to make it easier for them to open branches overseas.
Indonesian Association of State-owned Banks (Himbara) chairman Gatot M. Suwondo said in Jakarta on Monday that Indonesian banks should enjoy the same treatment that the Indonesian government extended to foreign banks.
He said that unlike in foreign countries, foreign banks faced no difficulties obtaining permits to open representative offices in Indonesia.“We beg for a reciprocal principle; equal treatment so that Indonesian banks overseas can receive the same treatment as those enjoyed by foreign banks here,” Gatot said during a hearing with the House of Representatives.
Gatot, who is also president director of state-run Bank Negara Indonesia (BNI), said that BNI, Bank Rakyat Indonesia (BRI) and Bank Mandiri were currently facing difficulties in setting up representative offices in several countries.
Mandiri, for example, secured an operating permit to open a branch in Shanghai after waiting more than four years due to China’s tight regulations on foreign banks.
The concerns about the unfair treatment were also shared by several other bankers who said that the country’s banking regulator treated them unfairly, especially in terms of requirements foreign banks needed to meet to open branches here.“
The regulations are too loose here. Banks can open however many branches whenever,” Sigit Pramono, chairman of the Indonesian Banks Association (Perbanas), told reporters after the meeting, adding that banking regulators in several countries, including Malaysia and Singapore, had strict regulations on allowing foreign banks to open branches.
There are currently 10 foreign banks out of more than 100 commercial banks operating in the country, including Citibank, Standard Chartered, DBS and HSBC. The 10 banks’ assets totaled Rp 233.09 trillion (US$27.3 billion) as of March this year, or about 7.6 percent of the overall Rp 3,065.83 trillion total assets of the nation’s 121 commercial banks, Bank Indonesia’s (BI) latest data shows.
Foreign banks also face no barriers in acquiring ownership in national banks, Sigit said.
Although the proportion of foreign banks’ assets in the country’s banking industry is still relatively small, their presence has continually increased in recent years through the acquisition of shares in local banks, he said.
Examples include, among others, the fifth and ninth largest local lenders Bank CIMB Niaga and Bank Internasional Indonesia, which, respectively, are 95 percent controlled by Malaysia’s lending giants CIMB Group and Maybank. The eighth biggest bank by assets, Bank Permata, is owned by Standard Chartered Bank.
Finance Minister Agus Marto-wardojo spoke last Friday about the “freedom” that foreign banks and investors enjoyed in the Indonesian banking industry, which limited the room that national players had to grow. At present, foreign ownership in Indonesian banks can be up to 99 percent in Indonesia.
BI deputy governor for banking regulation Muliaman D. Hadad, who also attended the hearing, said the central bank was currently assessing the ideal portion of foreign ownership in banks and the regulations or requirements for foreign banks to set up offices in Indonesia.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/24/local-banks-ask-fair-treatment-overseas.html
MARINHO May 24th, 2011, 03:52 AM Esther Samboh, The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 05/23/2011 1:52 PM |
National banks have urged for reciprocal treatment, particularly in establishing banks outside Indonesia, an association leader told lawmakers and central bankers on Monday.
Gatot M. Suwondo, the chairman of the Indonesian Association of State-Owned Banks (Himbara), on Monday said he begged for equal treatment of foreign banks operating in Indonesia and Indonesian banks overseas.
“It is very complicated and difficult to open a branch overseas, in Singapore and Japan, for example, but they can open branches as they want right away here,” Gatot said in his remarks at a working meeting between Bank Indonesia (BI) officials, banking associations and the House of Representatives working group on inflation and the benchmark interest rate.
Gatot, who is also president director of state-run Bank Negara Indonesia (BNI), said BNI and Bank Rakyat Indonesia (BRI) were “facing difficulties with their New York branches because there are pressures to turn these branches into subsidiaries”.
Gatot's concerns were shared by several other bankers who had previously said regulators treated them unfairly in terms of requirements foreign banks needed to satisfy to open branches here, while Indonesian banks faced tough standards overseas.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/23/local-banks-ask-reciprocal-regulation.html
MARINHO May 24th, 2011, 04:35 AM Like the Financial Regulatory Authority (Bapebam) Indonesia's Telecommunications Regulatory Authority (BRTI) and the Aviation Regulatory Authority (Dirjen Hubud) are very open to foreign participation and investment.
It is expected that the Financial Regulatory Authority will implement stricter regulations on foreign participation and investment. But I do not believe that it will drastically change the situation as Indonesia's banking sector will be increasingly dominated by foreign parties (ownership).
The implementation of stricter regulations should have been implemented a decade earlier. Closer cooperation with foreign regulatory authorities and the improvement of in-house knowledge should have prevented the current situation.
c00lridge May 24th, 2011, 03:46 PM Is Indonesia the next Brazil?
Updated at Tue, May 24, 2011 at 11:27
Indonesia's low debt levels and strong growth potential has made the country a choice destination for investors, prompting financial firms like Deutsche Bank to compare the economy to Brazil's in the 1990s.
"Indonesia's potential, if realized, could deliver Brazil-type returns for years to come," according to Deutsche's report released last week.
Indonesia has enjoyed an average growth rate of 5.7% between 2006 and 2010, and that figure is expected to stay around 6% this year. The growth trajectory has resembled that of Brazil's in the 1990s, Deutsche noted.
Already boasting among the lowest budget deficits in Southeast Asia, Indonesia is hoping to reduce it further in 2012 -- to 1.4-1.6% of GDP from the current 2% -- as it seeks to win approvals from rating agencies.
In February, Indonesia moved one step closer to an investment grade rating for the first time since the Asian financial crisis, when Fitch Ratings agency raised its outlook on the country's sovereign debt to positive from stable. Both Fitch and Moody's ratings on Indonesia currently stand at just one notch below investment grade.
Apart from the low debt levels, Deutsche also lauded the country's consumption power. With 232 million people, Indonesia is home to the world's world`s fourth largest population and the biggest in Southeast Asia.
"This is a population that wants to consume," said Tony Nash, Global Director of Custom Research at the Economist Intelligence Unit (EIU). He says consumption in the country has risen 4-and-a-half times in the last 10 years, with sales of cars rising 57% in 2010, and motorbikes up 26%.
And the consumption trend is likely to continue for awhile, according to Deutsche's report.
"The absolute size of (its) working age population will continue rising for at least another 15 years," the bank observed, which will in turn improve Indonesia`s productive and income generating capacity.
Since the Asian financial crisis in 1999, Indonesia has worked to restore macroeconomic stability. It has sufficient reserves cover; a low external debt exposure at 27% of GDP; and a public debt that is below 30% of GDP, among the lowest in the emerging markets.
Couple that with vast natural resource base it boasts, including iron ore and soybeans - it's perhaps easy to see why investors have been drawn to this market. Foreign direct investment was up over 30% last year, while the Indonesian equity market has been the best performing Asian market so far this year.
Deutsche cites the country's progress over the past decade in deepening roots with civil society and democratic institutions as a factor aiding investor sentiment.
But more needs to be done if it is to continue attracting investors.
"Inflexible labor markets are a big, big issue for foreign investors," EIU's Nash pointed out. Corruption, infrastructure bottlenecks and uncompetitive regulation are also issues that have continued to plague Indonesia.
"The key next step for Indonesia is institution building, and regulatory predictability," Nash concluded.
Copyright 2011 cnbc.com
source:http://www.moneycontrol.com/news/features/is-indonesia-next-brazil-_545762.html
yudibali2008 May 25th, 2011, 12:58 AM RI investment up 27 pct in first quarter this year
Surabaya (ANTARA News) - Investment in Indonesia has increased 27 pct in the first quarter of 2011 compared to last year`s.
"The increase was triggered by the big interest of local and foreign investors in Indonesia," head of the Capital Investment Coordinating Agency (BKPM) Gita Wirjawan said here Tuesday.
He said up to the first quarter this year French investment reached 5.2 billion US dollars.
"They allocated the money in the mining sector," he said.
In the meantime, he added, South Korea`s Po Hang Steel Company was ready to invest 6 billion US dollars in the mining sector and steel production.
On the form of business in the mining sector along with South Korean capital, he said they established cooperation with PT Krakatau Steel.
"The cooperation will increase production capacity by 6 million tons in Krakatau Steel and a production of still 2.7 million tons, with the location of its operations in Cilegon," he said.
Investment in Indonesia in 2010, he added, reached Rp208.5 trillion, 20 pct in the mining sector.
"The remaining 80 pct is spread in the sectors of manufacturing, agriculture, and services," he said.
On the other hand, he added, investment in Indonesia in 2010 increased significantly by 54.2 pct compared to that in 2009.(*)
Editor: Aditia Maruli
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71907/ri-investment-up-27-pct-in-first-quarter-this-year)
yudibali2008 May 25th, 2011, 12:59 AM Pembahasan RUU Mata Uang
Redenominasi Diatur dalam UU Tersendiri
JAKARTA - Menteri Keuangan Agus Martowardjojo menyatakan tidak ada masalah terkait dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) mata uang. Adapun pembahasan mengenai redenominasi akan dimasukkan dalam UU tersendiri.
"Sudah dirapatkan dipertemuan terakhir. Bank Indonesia (BI) telah confirm kepada saya tidak ada masalah terkait isi RUU mata uang. Yang ada hanyalah redenominasi, dan kita sepakati dipertemuan terakhir masalah redenominasi akan diatur di UU sendiri," ungkapnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/5/2011).
Dijelaskannya, pemerintah sepakat untuk ikut tanda tangan dalam uang kertas, hal tersebut sebagai bukti jika mata uang tersebut merupakan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Bahwa kalau seandainya pemerintah tanda tangan, karena uang ini uang RI. Tanda tangan pemerintah untuk confirm, termasuk ada lambang Garuda. Tanda tangan pemerintah juga untuk confirm uang yang beredar kredibilitas dan keabsahannya itu likuiditasnya dijamin oleh pemerintah," terangnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Agus tetap mempertahankan keputusan pemerintah melalui menteri keuangan, yakni harus membubuhkan tanda tangan di uang kertas.
Dirinya menjelaskan, keinginan pemerintah untuk ikut membubuhkan tanda tanganya dalam uang kertas yang dicetak BI, harus terealisasi, jikapun belum ada kesepakatan itu dia menjelaskan tidak akan menyetujui RUU Mata Uang.
"Jadi kami ingin pemerintah dan BI tanda tangan. Kalau hanya BI, kami belum bisa menyetujui," pungkasnya.
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/24/20/460599/redenominasi-diatur-dalam-uu-tersendiri)
yudibali2008 May 25th, 2011, 01:00 AM Samsung Signs Contract to Build Cepu Oil Facilities
The Indonesian unit of ExxonMobil Corp. has awarded contracts worth more than $780 million to South Korean giant Samsung and its Indonesian partner, Tripatra Engineering, to build facilities at Cepu block, the energy regulator said on Tuesday.
BPMigas chairman Raden Priyono said the project would include building an oil-production facility at the oil and gas field in Central Java. The project was estimated to cost $900 million, but the consortium bid $780 million.
“The tender will be completed soon, and its construction is expected to start in August this year,” Piryono said on Tuesday after meeting with lawmakers on the House of Representatives Commission VII, which oversees energy affairs.
Tripatra is the engineering, procurement and construction services unit of Indika Energy, the nation’s leading integrated energy company.
The Cepu block, located in Central Java, is operated by US oil giant ExxonMobil. The field is 45 percent owned by ExxonMobil and 45 percent by state oil and gas company Pertamina, with the remaining 10 percent held by state enterprises.
Cepu’s project will contain five separate units, Priyono said, including an onshore production facility, onshore pipes, offshore pipes, an offshore pile and supporting facilities such as an office building. The block is expected raise its disappointing output to 165,000 barrels of oil per day once the facilities are done in 2013.
During his regular meeting with legislators, Priyono also said BPMigas had forecast the country’s oil and gas revenue to reach Rp 266 trillion ($31.1 billion) this year, higher than the Rp 227 trillion projected in the state budget, thanks to higher oil prices.
Crude oil prices have reached about $100 per barrel, well above the government’s oil price assumption of $80 per barrel in the 2011 state budget.
The revenue forecast is based on assumptions that oil lifting will come in between 933,000 bpd and 945,000 bpd this year. The government has said it expects lifting of 970,000 bpd.
“Even though oil lifting is below the target, gas production forecast to be above the target,” Priyono said.
BPMigas data showed first-quarter oil lifting at 877,000 bpd, well below projections. The regulator said last week that it would summon oil and gas companies to explain their failure to meet their targets. Out of 148 registered oil and gas companies in Indonesia, 32 have failed to meet their targets set in the 2011 state budget.
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/business/samsung-signs-contract-to-build-cepu-oil-facilities/443020)
yudibali2008 May 25th, 2011, 01:01 AM Revenues from oil, gas may top $31 billion
Oil and gas regulator BPMigas said Tuesday that revenues from the oil and gas sector might reach US$31.08 billion (Rp 266 trillion), or 17 percent above the target of $26.55 billion set earlier by the government.
BPMigas head R. Priyono revealed that higher oil and gas prices were the main drivers for the predicted increase in revenues.
“The calculation is made based on assumptions that the Indonesian Crude Price [ICP] reaches $95 per barrel and gas prices hit $8.19 per million British Thermal Unit [mmbtu],” he told House of Representatives Commission VII overseeing energy.
The 2011 State Revenues and Expenditures Budget assumes that the ICP and gas price stand at $80 per barrel and $6.34 per mmbtu.
The country earned Rp 221 trillion from the sector last year
However, Priyono reported that the country might fail to achieve the oil production target of 970,000 barrels of oil per day (bpd), saying that the production was estimated to reach only 933,000 bpd.
“As many as 29 production sharing contract [PSC] holders failed to meet the government’s target in the first four months of this year,” he explained, adding that unplanned shutdowns and poor weather were the major causes of the failures.
Among the 29 companies which failed to meet the target set by the government are Korea-based Kodeco Energy, Chevron Pacific Indonesia, Pertamina EP, Total E&P Indonesie and China-based CNOOC.
As of April, Indonesia’s oil production rate was 907,199 bpd.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/24/revenues-oil-gas-may-top-31-billion.html)
yudibali2008 May 25th, 2011, 01:03 AM Presiden Tetapkan Rencana Kerja Pemerintah 2012
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2012 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2011.
Kepala Biro Humas dan TU Pimpinan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Maruhum Batubara dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyebutkan Rancangan Akhir RKP 2012 sebelumnya dilaporkan dalam Sidang Kabinet pada Pertengahan Mei 2011.
Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2011 ini akan dijadikan pedoman dalam penyusunan Rancangan APBN Tahun 2012 bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR).
Substansi RKP 2012 yang bertemakan "Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkeadilan bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat" memuat kebijakan RPJMN 2010-2014 dan inisiatif baru sesuai dengan arahan Presiden, seperti: Masterplan Ekonomi, Percepatan Pembangunan Papua, Papua Barat dan NTT.
Selain itu Penguatan Program Pro-Rakyat (Klaster 4), Percepatan Pencapaian minimum esential forces (MEF)-Alutsista), serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wasior, Mentawai, dan Merapi.
Dalam penyusunan RKP ini, pengelolaan fiskal yang hati-hati dan berkesinambungan menjadi acuan, terlebih lagi dengan berbagai tantangan eksternal yang dihadapi seperti tingginya harga minyak dunia dan berbagai komoditi.
Kondisi ini menyebabkan keterbatasan kapasitas pendanaan pembangunan sehingga perlu dilakukan optimalisasi, efisiensi anggaran serta sinergi pusat-daerah dalam program serta pendanaannya.
Peningkatan optimalisas+i dan efisiensi belanja pemerintah ditempuh dengan penundaan kegiatan yang tidak mendesak, efisiensi belanja, refocusing program dan kegiatan serta meningkatkan sinergi antar kementerian dan lembaga dan antara kementerian/lembaga dengan daerah dalam mencapai sasaran-sasaran prioritas nasional.
Di samping itu, yang tidak kalah penting adalah mendorong partisipasi aktif dunia usaha dan masyarakat di dalam proses pembangunan.
Prioritas RKP 2012 tetap mengacu pada 11 Prioritas Nasional ditambah dengan tiga prioritas Nasional lainnya, yaitu : 1) Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola (Pemantapan Reformasi Birokrasi dan Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan Terpadu); 2) Pendidikan (Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan, Profesionalisme, dan Distribusi Guru dan Tenaga Kependidikan dan Pemantapan Pendidikan Karakter Bangsa).
Selain itu 3) Kesehatan (Peningkatan Upaya Kesehatan Preventif dan Kuratif); 4) Penanggulangan Kemiskinan (Pemantapan dan Perluasan Program Pro-Rakyat); 5) Ketahanan Pangan (Pemantapan Ketahanan Pangan dan Upaya menuju Pencapaian Surplus Beras 10 juta ton).
Juga 6) Infrastruktur (penyelesaian "debottlenecking" infrastruktur dan dukungan terhadap Masterplan Ekonomi); 7) Iklim Investasi dan Iklim Usaha (Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus-KEK); 8) Energi (Peningkatan Pelayanan Ketenagalistrikan dan Pemanfaatan Gas Bumi).
Selain itu 9) Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana (Rehabilitasi, Rekonstruksi dan Pengelolaan Risiko Bencana serta Konservasi dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup untuk mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Perubahan Iklim); 10) Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pascakonflik (Dukungan dan Pemihakan kementerian/lembaga, khususnya terhadap 39 kecamatan perbatasan prioritas di 24 kabupaten dan 183 kabupaten tertinggal).
Demikian juga 11) Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi (Peningkatan Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan Cagar Budaya serta Peningkatan Kapasitas Penelitian, Penciptaan, dan Inovasi).
Tiga prioritas nasional lainnya meliputi 1) Prioritas Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme, Pemberantasan Korupsi dan Pengembangan Industri Pertahanan Nasional); 2) Prioritas Bidang Perekonomian (Peningkatan Peran dan Diplomasi Perdagangan Internasional, Perlindungan dan Pelayanan TKI); dan 3) Prioritas Bidang Kesejahteraan Rakyat (Peningkatan Kerukunan Beragama, Peningkatan Pariwisata, serta Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak).
Saat ini, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pemerintah 2012 ini telah disampaikan kepada DPR-RI dan selanjutnya akan dibahas bersama Pemerintah dalam rangka penyusunan Rancangan APBN Tahun 2012.(*)
(T.A039/R010)
Editor: Ruslan Burhani
Antara News (http://www.antaranews.com/berita/260064/presiden-tetapkan-rencana-kerja-pemerintah-2012)
yudibali2008 May 25th, 2011, 01:05 AM Govt submits 2012 macroeconomic assumptions to House
The government has submitted to the House of Representatives its macroeconomic assumptions for the 2012 fiscal year, including expected economic growth of between 6.5 and 6.9 percent.
Inflation is expected to be between 3.5 and 5.5 percent, the three-month SPN (treasury bill) rate would be between 5.5 and 7.5 percent, and the rupiah will be between 9,000 and 9,300 per US dollar, Finance Minister Agus Martowardodjo told a House plenary session on Friday.
Crude oil prices have been set at between US$75 and $95 per barrel, while oil lifting would be between 950,000-970,000 barrels per day.
"To reach the economic growth expansion and acceleration targets, we will first push growth in [outer] regions through the development of the economic corridors.
“Second, [we will] boost infrastructure developments to support inter-region connectivity, and third, [we will] push for more rapid developments in Papua and West Papua," Agus said.
"The increase in volume of 2012 state spending ... will be supported by measures to increase state revenue, either that from taxes or non-tax elements," he said.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/20/ri-economy-expand-69-percent-2012-govt.html)
olm.forex May 25th, 2011, 11:19 AM Today in our Stock Market ...
Indonesia Stock Fatigue
Monexnews - Shares of Indonesia following the weakening of most Asian markets on fears over debt issues in Europe and the weakening U.S. shares last night, according to traders.
The main index is predicted to move in 3770-3800 range after yesterday closed down 0.2% at 3785,943. Trader of local securities firm said the "continued market consolidation, with a recovery in oil prices yesterday that inspires action on bargain buying in some commodity-based stocks so as to limit the weakening of the main index."
Astra led slowdown after reporting a slump in car sales in April by 30%, while Telkom gained as a result of share repurchase plan. (din)
source : berita ekonomi monexnews (http://www.monexnews.com/)
Hadi May 25th, 2011, 03:12 PM Bank Asing Tak Akan Mudah Lagi Buka Cabang di RI
Herdaru Purnomo - detikFinance
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan kesiapannya untuk menerapkan azas kesetaraan alias resiprokal dengan bank asing terkait dengan pembukaan kantor cabang di Indonesia. Hal ini dikarenakan melihat kondisi perbankan nasional yang kesulitan membuka cabang di luar negeri.
"Resiprokal akan berlaku, salah satunya kami akan mengarahkan kantor cabang bank asing agar menjadi perusahaan yang berbadan hukum Indonesia," jelas Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2011).
Namun, sambung Muliaman, penerapannya sendiri masih perlu waktu untuk mengkaji, melihat, dan mempelajari dari negara lain agar tidak terjadi kekeliruan.
"Target 1-2 bulan. Kita tidak batasi, hanya buat rambu-rambu untuk daerah-daerah yang berbahaya, jadi mereka bisa lebih hati-hati," tuturnya.
Praktik perbankan di luar negeri banyak yang mengharuskan bank asing yang mau masuk ke wilayahnya untuk mendirikan anak usaha (subsidiary) sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara yang bersangkutan.
"Selain mengarahkan kantor cabang bank asing menjadi perusahaan berbadan hukum Indonesia, BI juga akan menerapkan strategi yang fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penciptaan lapangan kerja," kata Muliaman.
Terkait dengan azas resiprokal tersebut, beberapa bank nasional mengaku sangat kesulitan untuk membuka cabang di luar negeri akibat peraturan tersebut, sehingga membuat proses pembukaan kantor cabang di luar negeri menjadi berlarut-larut.
"Kita minta BI menerapkan asas resiprokal (kesetaraan) bagi bank asing yang mau buka cabang di Indonesia. Karena kami mengalami hambatan untuk membuka cabang di luar negeri," ujar Ketua Himpunan Bank-Bank Negara Gatot M Suwondo beberapa waktu lalu.
www.detikfinance.com
Good News!!!! Tapi nyadar nya kok baru saja, tp ga papa dari pada tidak sama sekali. :banana::banana:
Mehome May 25th, 2011, 03:23 PM ^^ lalu bagaimana dgn bank-bank asing yg sudah (terlanjur) memiliki cabang disini? Ini berita yg benar-benar bagus, tetapi masih belum jelas :cheers:
Hadi May 25th, 2011, 03:36 PM ^^ lalu bagaimana dgn bank-bank asing yg sudah (terlanjur) memiliki cabang disini? Ini berita yg benar-benar bagus, tetapi masih belum jelas :cheers:
ya mereka kayaknya harus mengurus surat2 mendirikan perusahaan disini dengan akte tentunya dan yang pasti pembukaan cabang tidak bisa semudah dahulu. Tapi ini bagus, jika semua instansi keuangan dinegara ini dikuasai asing sangat berbahaya. apalagi indonesia kelewatan liberal sekali. Hampir semua sektor dikuasai asing :ohno::ohno:. harus step by step kembali ke ekonomi kerakyatan.
Mehome May 25th, 2011, 03:56 PM ^^ maksud saya, apakah undang-undang itu nantinya berlaku surut? akan lebih baik jika begitu :)
acoolguyfromnz May 25th, 2011, 08:37 PM @Mehome,
Kita mengulang sejarah kawan,
Di jaman Suharto dulu, sangat mudah buat bank. Sekarang pemerintah bikin strategy yg menurut saya tdk tepat karena resikonya tinggi.
Strategy itu adalah bunga tinggi. Dan inilah yg menarik bank asing utk masuk ke Indonesia karena marginnya tinggi dan peraturannya lebay bgt.
Dalam arti mereka tdk ada kewajiban berapa duit yg harus di putar dalam bentuk loans. Akhirnya duitnya itu cuma masuk dalam BLBI yg bunganya termasuk yg tertinggi di dunia.
Jika pemerintah tdk bisa memutar duit yg di tanam dalam BLBI dgn baik tentu ini akan jadi beban karena uang yg masuk ke BLBI itu sebenarnya adalah hutang bukan asset.
Mehome May 25th, 2011, 10:15 PM ^^ jaman sekarang sudah nggak gampang kalau mau mendirikan bank, persyaratannya susah. Tetapi saya setuju dgn berita yg diposting oleh Hadi, perlu azas resiprokal di Indonesia di dalam pengoperasian bank-bank asing yg ada :cheers:
yudibali2008 May 26th, 2011, 01:14 AM RI-Korsel Kerja Sama Kembangkan Produk Ecogreen
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Republik Indonesia (RI) bersama Korea Selatan sepakat bekerja sama untuk mengembangkan produk UKM ecogreen atau produk yang lebih ramah lingkungan agar daya saing ekspornya meningkat.
"Untuk kepentingan itu, Indonesia akan mengirimkan SDM untuk melakukan Training of Trainers (TOT) ke Korea Selatan dalam rangka pengembangan produk ramah lingkungan," kata Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan, di Jakarta, Rabu.
Pihaknya telah bertemu dengan Administrator SMBA Korea Selatan, Dong-Sun KIM, di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri APEC Bidang UKM di Big Sky Montana pada 20-21 Mei 2011.
Pada kesempatan itu, dua pihak telah menyepakati beberapa hal terkait pengembangan produk UKM ramah lingkungan.
"Kami sepakat untuk memantapkan kembali kerja sama pengembangan Green Business Center (GBC) yang akan diresmikan pada Juli 2011 di SME Tower Jakarta," katanya.
Pihaknya menilai Indonesia sangat perlu belajar dari Korea Selatan terkait produk ramah lingkungan karena selama ini negara tersebut mampu meningkatkan daya saing ekspornya karena sebagian produknya dinyatakan ramah lingkungan.
Selain kerja sama tersebut, dua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pengembangan kewirausahaan bagi TKI dan TKW mulai dari sebelum berangkat, ketika bekerja, dan setelah kembali ke Tanah Air dari Korea Selatan.
"Kita kembangkan kerja sama antara UKM Indonesia dengan Korea Selatan dalam bidang industri peralatan kesehatan," katanya.
Menteri menambahkan, hal terpenting dalam pertemuan itu adalah Korea Selatan telah sepakat untuk membaharui dan memperluas cakupan kerja sama pengembangan UKM antara dua negara yang akan ditandatangani di Jakarta pada Juli 2011.
Gandeng Taipei
Pada kesempatan yang sama, Menteri juga bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi Chinese Taipei, Sheng-Chung LIN, yang menyepakati perluasan kerja sama pengembangan OVOP (One Village One Product) yang selama ini sudah dilakukan di Boyolali, Bogor, Cianjur, dan Bali.
"Selain itu juga kerja sama pengembangan kewirausahaan bagi TKI/TKW yang bekerja di Taiwan," kata Menteri Sjarifuddin.
Pihak Taiwan menawarkan kerja sama untuk pengembangan UKM berpertumbuhan tinggi (High Growth SMEs) di Indonesia.
"Kami menyambut baik terhadap penawaran itu," demikian Sjarifuddin Hasan.
(H016/S026)
Editor: Suryanto
AntaraNews (http://www.antaranews.com/berita/260202/ri-korsel-kerja-sama-kembangkan-produk-ecogreen)
yudibali2008 May 26th, 2011, 01:15 AM Chinese investors interested in infrastructure projects
Jakarta (ANTARA News) - Chinese investors are so enthusiastic to buildig a number of infrastrucure projects including bridges, toll roads, rainroad trains, ports and airports, and environmentally friendly energy pojects in Indonesia, Indonesian ambassador to China Imron Cotan said.
"Not only in direct foreign investment, Chinese investors are also interested to realize various development cooperation projects in those sectors under the Public-Private Partnership scheme," the ambassador said in a press release here on Wednesday.
This was mentioned in the RI-China investment forum in Beijing on May 25, 2011.
The forum was part of the Trade, Tourism and Investment (TTI) promotion program of the Indonesian embassy in Beijing in various cities in China to increase the flow of Chinese investments and tourism to Indonesia and expansion of market access for Indonesian products in China.
Some 300 Chinese leading businesses like Sinohydro, China Road and Bridge Corporation (CRBC), Gezhouba,CITIC, China National Offshore Oil Company (CNOOC) and Indonesian businessmen attended the forum.
The ambassador said the cooperation and investment of the two countries in infrastructure projects will play an important role in boosting Indonesian economic growth.
By using experience, technology and financial potential, Chinese investors will play an important role in realizing the target of accelerated and expansion of national infrasturture development.
"Indonesia is a very attractive investment destination for Chinese investors wishing to expand their business network in the international world," he said.
The ambassador urged China as an Indonesian strategic partner to increase its investment, especially in infrastructure, transportation, manufacturing and energy which will give added value and technology transfer for Indonesia.
On the sidelines of the forum an exhibition is also held of infrastructure development and the oil and gas sector in Indonesia which had enthusiastically attracted Chinese businessmen.
H-NG/B003
Editor: Jafar M Sidik
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71934/chinese-investors-interested-in-infrastructure-projects)
yudibali2008 May 26th, 2011, 01:17 AM Lebih Pilih MA-60, Merpati Tolak Pesawat PTDI
JAKARTA - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Budi santosa menyatakan jika sebelum PT Merpati Airlines memutuskan untuk membeli pesawat MA-60 buatan Xian Aircraft produsen China, PT Merpati Airlines sempat berkonsultasi dengan PTDI.
"Yang menjadi pertimbangan, waktu Merpati ingin beli MA-60 mereka tanyakan ke saya. Apakah bisa memberikan refinancing yang sama. Kita enggak mungkin memberikan yang sama untuk China dari MA-60. Faktor utamanya adalah keuangan," ungkapnya saat ditemui dalam acara Seminar kebangkitan Dirgantara Indonesia, di Jakarta, Rabu (25/5/2011).
Dijelaskannya, dia sempat menawarkan kepada Merpati untuk membeli pesawat dari PTDI yaitu CN235, di mana nantinya akan dibuang bagian militer dari pesawat tersebut. Namun, pihak Merpati menolak dengan alasan akan membutuhkan waktu lama.
"Jadi kita juga katakan Anda beli dari saya, kalau perlu yang spesial kita modifikasi untuk Merpati supaya CN235 kita buang semua militernya dan kita butuh dua sampai empat tahun. Mereka menjawab, kita keburu mati, waktu juga yang menentukan," terangnya.
Sementara itu, dirinya menjelaskan perbedaan antara pesawat MA-60 dengan CN235, yang menurutnya CN235 lebih difungsikan untuk pesawat militer. "CN235 didisain untuk militer tujuan pesawat ini bisa mendarat di lapangan yang pendek. memang ada sedikit kelemahan karena dia disain untuk milter," jelasnya.
Adapun harga dari pesawat CN235 tersebut menurutnya berbeda jauh dengan MA-60, namun tentunya jika pesawat tersebut sudah rombak tanpa embel-embel militer didalamnya, harganya bisa sedkit berubah.
"Saat ini CN235 lebih mahal. Karena didisain untuk militer. USD19 juta-USD20 juta. Tapi kalau mau di downgreat militer dibuang menjadi USD15 juta-USD16 juta, tapi kita butuh waktu. pesawat ini (CN235) hargnya berubah terus," pungkasnya.
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/25/320/461074/lebih-pilih-ma-60-merpati-tolak-pesawat-ptdi)
nick_1212 May 26th, 2011, 01:18 AM ya mereka kayaknya harus mengurus surat2 mendirikan perusahaan disini dengan akte tentunya dan yang pasti pembukaan cabang tidak bisa semudah dahulu. Tapi ini bagus, jika semua instansi keuangan dinegara ini dikuasai asing sangat berbahaya. apalagi indonesia kelewatan liberal sekali. Hampir semua sektor dikuasai asing :ohno::ohno:. harus step by step kembali ke ekonomi kerakyatan.
padahal negara2 liberal sono tidak seliberal indonesia dalam peraturan perbankannya...
kalau bank yang sudah terlajur membuka cabang di Indonesia harus mengurus lagi akte2 perusahaan atau surat2an yang legal lainnya tidak mudah, tapi tetap saja mereka semua bakal dapat itu surat2 dengan mudah,. tidak mungkin dipersulit karena mereka sudah banyak transaksi dinegara ini.. sudah banyak mengeluarkan duit buat kredit, sudah banyak uang rakyat yang disimpan di bank asing itu..
yang lebih penting lagi sebenarnya gw bilang kepemilikan yang harus dibatasi, masak bank asing boleh memiliki bank sebesar 90 % di Indonesia..ini sungguh liberal, kayak gini ini yang sering bikin rupiah melemah..
bank asing wajib listing dibursa, termasuk bank yang sudah ada sekarang, menjual sahamnya kepada publik indonesia, sampai kepemilikannya tidak mayoritas dan tdak punya kendali kalau bisa..
dan pajaknya di gedein untuk perbankan asing...
@acoolguyfromnz: gw masih ga ngerti bro, ada kaitannya banyaknya kepemilikan asing dengan bunga dan BLBI..
BLBI kan utangan/bantuan/"sumbangan" dari pemerintah untuk menyelamatkan/menghidupkan bank2 yang bankrut saat krismon 98 seperti dana untuk bank Century kemaren, meskipun banyak yang gagal (baca:korup), jadi uang BLBI-nya sudah habis, asing yang mau buka setelah krismon tak ada kepentingan dengan itu, yang ada hanya bank asing yang kabur yang bankrut terkena krismon, tak ada alasan asing membuka cabangnya gara2 BLBI gw pikir..
mengenai loans, itu adalah nyawa perusahaan, keuntungan perusahaan perbankan ada disini, tidak mungkin bank asing tidak mengatur perputaran loans.
kalau masalah bunga sih itu relatif sekali, penetapannya tergantung kondisi ekonomi makro indonesia,, seperti angka inflasi dan yang lainnya.. tidak lantas hanya ingin mengurangi asing lalu bunganya di turunkan, karena bakal banyak efeknya ke makro..
(masih heran gw, selain baru nyadar sekarang, alasan pembatasannya adalah karena luar negeri ketat dan harus balas dendam.... padahal aturan diluar negeri ketat atau tidak ketat kita harus/idealnya ketat terhadap aturan perbankan ini, terutama kepemilikan asing)
yudibali2008 May 26th, 2011, 01:20 AM Jakarta truck ban hampers economy: Minister
Transportation Minister Freddy Numberi says the current ban on trucks using the Jakarta inner-city toll road is an impediment to the national economy, since it hampered deliveries for export and shifted traffic jams into the suburbs outside Jakarta and nearby cities.
“We know this is the era of regional autonomy, but please consider the [broader] consequences of such local policies,” Freddy said Tuesday as quoted by tribunnews.com.
Freddy said he had received complaints about traffic jam in Tangerang, Banten, following the introduction of the toll road truck ban by Jakarta Police.
Because of the ban goods prices had gone up, transportation costs had increased and goods did not reach their destinations as scheduled, he added.
The ban is currently being trialed for a one-month period that will conclude in June. If found to be a success, the Jakarta administration will likely extend the ban indefinitely.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/25/jakarta-truck-ban-hampers-economy-minister.html)
yudibali2008 May 26th, 2011, 01:23 AM J-Power Menang Tender PLTU Jateng
JAKARTA, KOMPAS.com — Proses tender Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 1.000 megawatt Jawa Tengah dengan nilai proyek 3,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 30 triliun telah rampung. Dalam tender itu, J-Power (Jepang) yang berkonsorsium dengan Itochu (Jepang) dan Adaro (Indonesia) ditetapkan sebagai yang memenuhi syarat dan dengan penawaran harga yang sangat baik, yakni 5,79 dollar AS per kWh.
"Dengan demikian, penetapan J-Power sebagai pemenang lelang tinggal menunggu pemeriksaan terhadap angka-angka di dalam harga tersebut serta selesainya masa sanggahan dari peserta lain," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan, Rabu (25/5/2011) di Jakarta.
Tender yang awalnya diikuti belasan perusahaan internasional ini akhirnya hanya menyisakan tujuh perusahaan yang memenuhi syarat, yakni tiga perusahaan Jepang, tiga perusahaan China, dan satu perusahaan Korea Selatan. Namun, saat penutupan tender, 29 April 2011, hanya empat perusahaan yang memasukkan penawaran, yakni Yudian dan Shenhua (China), serta Marubeni dan J-Power (Jepang).
Dahlan menjelaskan, tender tersebut merupakan proyek Public Private Partnership (PPP) pertama Indonesia yang dilelangkan. Pemerintah mendorong diadakannya proyek-proyek PPP, tetapi sejauh ini masih banyak hambatan. Dengan berhasilnya lelang PLTU Jateng 2 x 1.000 MW ini, diharapkan proyek-proyek PPP lainnya seperti Bandara, jalan tol, dan jalan kereta bandara bisa mengikuti sukses PLN ini.
"Dari sisi PLN, proyek ini merupakan unit terbesar PLTU di Indonesia. Selama ini Indonesia belum punya unit PLTU yang ukurannya satu unit sampai 1.000 megawatt. Selama ini, yang terbesar adalah 660 MW, seperti yang ada di Tanjung Jati dan Paiton," tutur Dahlan.
Secara teknologi, proyek ini menggunakan ultrasuper kritikal. Di Jepang dan Tiongkok sudah agak lama diterapkan teknologi yang sangat efisien dan ramah lingkungan ini, sedangkan untuk Indonesia baru kali ini diadakan.
Di lain pihak, proyek ini juga memberi pengalaman kepada staf pengadaan di PLN, baik dalam menangani proses tender internasional maupun dalam melakukan seleksi teknologi.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/25/21342830/J-Power.Menang.Tender.PLTU.Jateng)
yudibali2008 May 26th, 2011, 01:23 AM Adaro Energy, Japanese Firms To Build $3.2b Power Plant
A consortium of Indonesian and Japanese firms has won a contract to build coal-fired power plants in Central Java, the nation’s utility provider said on Wednesday.
Indonesian coal miner Adaro Energy, Japanese trading house Itochu Corp. and Japanese electricity company Electric Power Development Co., which is also known as J-Power, will build the $3.2 billion project, said Dahlan Iskan, the president director of state utility provider Perusahaan Listrik Negara.
The project is part of the first phase of the government’s “fast-track” program to add 10,000 megawatts of electricity to PLN’s power grid.
PLN had targeted an additional 10,000 MW by this year, but the program, which started in 2007, has only produced an additional 4,000 MW.
“The Adaro consortium won the tender, but the official announcement will come in mid-June,” Dahlan said. The official announcement is expected on June 17.
Adaro’s consortium was the only one of the four qualified bidders that passed its technical evaluation, Dahlan said. It also submitted the lowest bid among the other competitors.
The other three bidders were Japanese trading company Marubeni Corp.; China’s largest coal producer, China Shenhua Energy Company; and a consortium between China National Technical Import Corp. and Guangdong Yudean Group.
The project, which involves building two coal-fired power plants with capacity of 800 to 1,000 MW in Pemalang, Central Java, will receive the government’s guarantee through Penjaminan Infrastruktur Indonesia. The state-owned company will act like an insurance company, compensating investors for losses caused by policies that hurt their investments.
PLN said in a statement on Wednesday that the power purchase agreement would be signed on Aug. 31 and a guarantee scheme would follow. Commercial operations are expected to begin in 2017.
The statement also said the plant would use “supercritical” technology that would include higher efficiency and lower carbon emissions compared to PLN’s existing coal-fired power plants.
Dahlan said PLN expected to add 4,500 MW of electricity to its grid by the end of this year and another 1,000 MW by 2013 as it tries to keep up with the fast-track program. Indonesia’s power grid has 31,000 MW of available power to supply the nation’s 240 million people with electricity.
In April, PLN opened tenders for seven coal-fired power plants with a total capacity of 1,650 MW to help meet growing power demand outside of Java island. The plants are expected to begin operating by 2013.
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/bisindonesia/adaro-energy-japanese-firms-to-build-32b-power-plant/443205)
yudibali2008 May 26th, 2011, 01:25 AM Cukup Rp 2 Triliun Saja, PT DI Bangkit
JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk kembali membangkitkan industri dirgantara nasional lewat PT Dirgantara Indonesia (PT DI), setidaknya diperlukan dana Rp 2 triliun. Hal itu dikatakan Budi Santoso, Presiden Direktur PT DI, dalam diskusi bertema "Kebangkitan Industri Dirgantara Indonesia" yang berlangsung hari Rabu (25/5/2011) di Sekertariat IA ITB, Patra Kuningan, Jakarta.
"Ke depan kami perlu dana minimal Rp 2 triliun untuk bangkit lagi. Dengan Rp 2 trilun itu, kami akan merestrukturisasi industri penerbangan. Industri penerbangan itu enggak mungkin seperti PT DI sekarang. Banyak yang mengatakan perlu sales 1 miliar dollar per tahunnya," ungkapnya kepada wartawan seusai diskusi.
Ia mengatakan, dana tersebut hanya untuk kepentingan masa depan PT DI, belum termasuk kepentingan utang sebesar Rp 3,9 triliun yang kini masih dimiliki PT DI. Tentang utang, Budi mengatakan tetap menjadi prioritas untuk diselesaikan karena, jika tidak, akan membebani nantinya sehingga membuat perusahaan sulit berkembang.
Sementara itu, mantan Direktur Utama Merpati Hotasi Nababan mengatakan, untuk membangkitkan industri dirgantara, tak perlu terlalu banyak diskusi. "Taruh saja Rp 10 triliun ke PT DI. Mumpung ini rupiah lagi tinggi. Enggak usah panjang-panjang diskusinya," cetusnya.
Menurut dia, pengembangan N 219 dan CN 235 sangat bagus untuk ditindaklanjuti. Pemerintah, kata Hotasi, mesti berpihak kepada industri dalam negeri.
Lebih lanjut, diungkapkan bahwa bisnis teknologi adalah mendidik pasar. Jika pasar tak memiliki uang, pasar harus diberikan kemudahan, seperti kredit, sehingga tercipta pasar. Hotasi mengatakan, industri penerbangan sudah seharusnya bangkit.
Kasus Merpati
Meski berkomentar banyak tentang upaya membangkitkan industri dirgantara, Hotasi masih belum mau berkomentar tentang kasus jatuhnya pesawat Merpati MA-60. "Nanti, ya, saya belum bisa bicara. Nanti ada waktunyalah, akan saya terangkan semuanya," katanya sembari berjalan menuju mobilnya.
Sementara itu, berkomentar tentang pembelian pesawat Merpati MA-60, Budi mengatakan bahwa salah satu faktornya adalah kemudahan. "Untuk beli ini, kan, pinjam di bank yang dijamin pemerintah. Kalau ada jaminannya, harganya bisa lebih murah," katanya.
Merespons pendapat bahwa CN 235 lebih baik daripada MA-60, Budi juga mengatakan bahwa pesawat tersebut punya kelas yang berbeda. Ia mengatakan, jika membeli CN 235, harganya pun hampir sama dengan MA-60, sekitar 14-15 juta dollar AS per unit.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/25/20435248/Cukup.Rp.2.Triliun.Saja.PT.DI.Bangkit)
MARINHO May 26th, 2011, 10:13 PM The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 05/26/2011 4:49 PM
The government and lawmakers will be set to vote on the bill on the new Financial Service Authority (OJK) by mid July after a five-month stall in deliberations.
The most recent deliberations prior to Thursday's session was in December of last year, and House of Representatives Speaker Marzuki Alie set a deadline for the deliberations to be completed by the end of May, said Nusron Wahid, head of the House's special committee on the bill, on Thursday.
Nusron, however, offered to extend the deadline until mid-July, shortly before the House entered another recess, a proposal which Finance Minister Agus Martowardodjo who represented the government quickly agreed to.
"It's likely impossible to finish the deliberations by the end of May, so perhaps we can extend the deadline until June 10 ... or by the end of this sitting period on July 15," Nusron said during a meeting to discuss the bill between the government and the bill committee.
Nusron explained that they still disagreed on two contentious issues: the presence of ex officio members in the OJK's board of commissioners and the mechanism to select the nine members of the board.
Lawmakers have objected to the ex officio member clause, saying it was against the intended spirit of the bill, which was to guarantee the independence of the OJK.
Minister Agus said that other than the two contentious issues the government and lawmakers had agreed on over 90 percent of the bill's substance.
He also explained that while Bank Indonesia, the central bank, served as the macroprudential authority in the country, the OJK was set to be the microprudential one.
source :http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/26/bill-new-financial-authority-be-ready-july.html
yudibali2008 May 27th, 2011, 03:05 AM ^^
you forgot to put the link from the article source Marinho :)
yudibali2008 May 27th, 2011, 03:06 AM Syarat RI Punya Penghasilan Tinggi di 2025
Indonesia sedang berubah dari factor-driven economy menuju efficiency-driven economy
VIVAnews - Target Indonesia untuk menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2025 bakal menghadapi sejumlah tantangan. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-17 perekonomian dunia dengan pendapatan per kapita sekitar US$3.000.
Deputi Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Perekonomian, Lucky Eko Wuriyanto, mengungkapkan, Indonesia memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan utama ekonomi dunia. "Kita sedang berubah dari factor-driven economy menuju efficiency-driven economy," kata Lucky di Jakarta, Kamis 26 Mei 2011.
Namun, dia menjelaskan, potensi sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia itu tidak serta merta membuat mimpi Indonesia terwujud. Kementerian Perekonomian bahkan mencatat beberapa tantangan yang harus dihadapi Indonesia.
Pertama, saat ini aktivitas ekonomi belum terfokus pada industri pengolahan atau peningkatan nilai tambah.
Kedua, masih terdapat kesenjangan antar wilayah. Kesenjangan ini sangat terlihat antara Indonesia bagian barat dan timur. Kondisi itu terlihat dari distribusi produk domestik regional bruto untuk masing-masing provinsi di Indonesia yang tidak merata.
Ketiga, masalah infrastruktur yang selama ini dinilai menghambat. Berdasarkan Global Competitiveness Report 2010, infrastruktur Indonesia berada pada peringkat ke-82 dari 139 negara.
Keempat, rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia. Saat ini, sekitar 50 persen tenaga kerja Indonesia masih berpendidikan sekolah dasar dan hanya sekitar delapan persen yang berpendidikan diploma atau sarjana.
Kelima, diperlukan urbanisasi yang sangat cepat. Badan Pusat Statistik memprediksi pada 2025 jumlah penduduk di kawasan perkotaan mencapai 65 persen. Kondisi itu berdampak pada peningkatan pola gerakan konsumsi, struktur produksi, konflik penggunaan lahan, struktur ketenagakerjaan, serta distribusi barang dan jasa yang membutuhkan infrastruktur yang andal. Keenam, dampak perubahan iklim.
Lucky menambahkan, saat ini pemerintah serius untuk memecahkan beberapa tantangan tersebut dengan menyusun Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Upaya itu juga untuk memanfaatkan momentum agar dapat bergabung dengan negara-negara di pasar yang sedang berkembang.
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/222906-syarat-ri-punya-penghasilan-tinggi-di-2025)
yudibali2008 May 27th, 2011, 03:07 AM Ini Proyek Percepatan Pembangunan Ekonomi
Proyek-proyek itu berdasarkan laporan tertulis Kementerian Koordinator Perekonomian
VIVAnews - Pemerintah berencana untuk meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia hari ini, Jumat, 27 Mei 2011.
Dalam peluncuran masterplan tersebut juga akan diikuti dengan dimulainya pemasangan tiang pancang sejumlah proyek yang dipusatkan pada empat lokasi antara lain Sei Mangke (Sumatera Utara), Cilegon (Jawa Barat), Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Timika Papua.
Berdasarkan laporan tertulis Kementerian Koordinator Perekonomian, berikut proyek-proyek yang dimulai pemasangan tiang pancang tersebut:
1. Sei Mangke (Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara)
a. Di lokasi ini direncanakan dibangun proyek pembangunan Kawasan Industri Kelapa Sawit Sei Mangke yang akan dilaksanakan oleh PT Perkebunan Negara III (PTPN III). Dengan nilai investasi Rp2,5 triliun dimulai tahun ini dan diperkirakan selesai 2014.
b. Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 (2x44 MW) di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang terletak di Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh Tengah di dataran tinggi Gayo. Proyek ini rencananya akan dibiayai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan estimasi biaya Rp1,53 triliun.
c.Dibangun proyek Broadband Access dan Through Broadband Access Plan oleh PT Telkom Indonesia yang merupakan pemerataan Access Broadband untuk seluruh wilayah Indonesia. Dimulai tahun ini hingga 2015.
2. Cilegon (Jawa Barat)
a.Proyek pembangunan pabrik baja moderen yang merupakan joint operation antara PT Krakatau Steel dan POSCO, Korea Selatan. Investasi senilai Rp60 triliun untuk dua tahap.
b. Pencanangan Proyek Floating Storage and Regasification Unit Jawa Barat. Nilai proyek Rp59 triliun.
c. Proyek perluasan pabrik stamping, engine, casting, dan assembling kendaraan bermotor oleh PT Astra Daihatsu Motor berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta Karawang. Nilai investasi Rp2,4 triliun dengan produksi pertama mulai beroperasi pada 2014.
d. Proyek jalan bebas hambatan Tanjung Priok seksi E2 dan NS yang berlokasi di Jakarta. Proyek ini dibiayai oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC), pemerintah pusat, pemda, PT Angkasa Pura, dan PT Jasa Marga Tbk dengan nilai investasi Rp1,6 triliun.
e. Proyek Chemical Grad Alumunium berlokasi di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat sebagai rangkaian terakhir. Pelaksana proyek ini adalah PT Aneka Tambang Tbk yang diperkirakan selesai 2013 dengan nilai investasi Rp4,3 triliun.
3. Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat)
a. Proyek Waduk Pandan Duri berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, NTB. Investornya melibatkan pemerintah pusat, dan pemda dengan nilai investasi Rp728 miliar.
b. Proyek Bendungan Titab yang akan dibangun di Desa Ularan, Buleleng, Bali. Dilaksanakan oleh pemerintah pusat yang didanai dari APBN dengan nilai investasi sebesar Rp481 miliar.
c. Proyek perluasan pembangunan bandara internasional Ngurah Rai dengan sumber dana oleh BUMN dengan nilai proyek Rp1,94 triliun.
4. Timika (Papua)
a. Pencanangan dibangunnya proyek jalan raya Timika-Enarotali sepanjang 135 kilometer. Nilai investasi sebesar Rp600 miliar yang akan dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah Kabupaten Merauke.
b. Pembangunan proyek jalan raya dari Merauke-Waropko sepanjang 600 kilometer dengan nilai investasi Rp1,2 triliun.
c. Proyek pertambahan dan pengolahan nikel serta kobal dengan tenaga hidrometalurgi di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, di Provinsi Maluku Utara. Proyek ini didanai oleh PT Weda Bay Nickel senilai Rp50 triliun. Diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 2.500-3.000 orang saat operasi.
d. Proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Miangas (150 kwp) dan proyek PLTS Sebatik (200 kwp) di Kalimantan Timur yang akan dimulai pada 2011 oleh PLN. Kedua proyek ini sebagai bagian dari pembangunan proyek PLTS 100 pulau. Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan elektrifikasi di wilayah Indonesia Timur dari 53,08 persen menjadi 53,12 persen.
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/222916-ini-proyek-percepatan-pembangunan-ekonomi)
yudibali2008 May 27th, 2011, 03:08 AM Pengusaha SPBU Minta Pengecer BBM Ditindak
Tentunya, kalau ingin ditindak harus sampai ke akar-akarnya, jangan pilih-pilih.
VIVAnews - Pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi atau Hiswana Migas berharap Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas menindak tegas penjual bahan bakar minyak bersubsidi yang tidak sesuai peruntukan.
"Jadi, jangan hanya oknum pengelola SPBU yang dikenai sanksi, tapi para pengusaha eceran BBM juga mesti ditindak," kata Ketua Umum Hiswana Migas, Eri Purnomohadi, saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta.
Menurut Eri, timbulnya tindakan menjual BBM bersubsidi tidak sesuai peruntukan dan secara ilegal tersebut diduga didorong aksi para pengecer yang mengiming-imingi keuntungan besar atau mengajak kerja sama dengan manajemen SPBU yang nakal. "Tentunya, kalau ingin ditindak harus sampai ke akar-akarnya, jangan pilih-pilih," ujarnya.
Dia menambahkan, semestinya BPH Migas atau PT Pertamina menempatkan orang di setiap SPBU untuk mengawasi penjualan BBM yang menggunakan wadah penampungan minyak (jerigen) atau tangki kendaraan yang telah dimodifikasi. Sebab, hal itu diketahui menjadi modus penjualan BBM bersubsidi secara ilegal.
Sebelumnya, BPH Migas mengungkapkan modus penyelundupan BBM bersubsidi ditengarai sering dilakukan menggunakan jerigen atau tangki kendaraan yang telah dimodifikasi.
Hasilnya, menurut BPH Migas, Tubagus Haryono, BBM subsidi yang diselundupkan bisa menimbulkan kerugian negara sebesar Rp600 juta per bulan atau sama dengan Rp7,2 miliar per tahun. "Kelihatannya ada asosiasi penyalahgunaan BBM bersubsidi," ujarnya.
Tubagus mengatakan, alasannya kecurigaan dirinya terhadap modus kejahatan tersebut setidaknya mendorong BPH Migas merazia sejumlah SPBU. (art)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/222861-pengusaha-bbm-minta-bph-migas-tindak-pengecer)
MARINHO May 27th, 2011, 03:23 AM Thank you very much. I added the source of the article to my post:)
^^
you forgot to put the link from the article source Marinho :)
MARINHO May 27th, 2011, 04:37 AM It is a welcoming development that Bank Indonesia initiated measures that will protect Indonesian banks. But the measures comes too late as the foreign presence is quite large in the Indonesian banking sector.
Better late than never....this should be the beginning of a range of measures that will lead to improved circumstances for Indonesian private parties and banks. Preparing the latter for overseas expansion.
The next chapter for the coming five years should be to decrease the foreign ownership and participation in the Indonesian financial world.
The Indonesian Financial Regulatory Authority (Bapepam-LK)and Bank Indonesia's policy on foreign ownership is far too liberal. Both institution should take it's lessons of the past decade.
The limit on ownership should be applicable on foreign countries (whether it has a presence through:a souvereign wealth fund, holding company, and or offshore company) and private parties.
Private parties from one single country should have an ownership not exceeding 4 percent of the value of the Indonesian banking sector.
Whether there are multiple private parties from one single country active in the Indonesian banking sector. Their total presence should not exceed 4 percent of the value of the Indonesian banking sector.
The foreign participation overall should be limited to 24 percent while 76 percent should remain with Indonesian banks and or private companies.
Bank Asing Tak Akan Mudah Lagi Buka Cabang di RI
Herdaru Purnomo - detikFinance
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan kesiapannya untuk menerapkan azas kesetaraan alias resiprokal dengan bank asing terkait dengan pembukaan kantor cabang di Indonesia. Hal ini dikarenakan melihat kondisi perbankan nasional yang kesulitan membuka cabang di luar negeri.
"Resiprokal akan berlaku, salah satunya kami akan mengarahkan kantor cabang bank asing agar menjadi perusahaan yang berbadan hukum Indonesia," jelas Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2011).
Namun, sambung Muliaman, penerapannya sendiri masih perlu waktu untuk mengkaji, melihat, dan mempelajari dari negara lain agar tidak terjadi kekeliruan.
"Target 1-2 bulan. Kita tidak batasi, hanya buat rambu-rambu untuk daerah-daerah yang berbahaya, jadi mereka bisa lebih hati-hati," tuturnya.
Praktik perbankan di luar negeri banyak yang mengharuskan bank asing yang mau masuk ke wilayahnya untuk mendirikan anak usaha (subsidiary) sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara yang bersangkutan.
"Selain mengarahkan kantor cabang bank asing menjadi perusahaan berbadan hukum Indonesia, BI juga akan menerapkan strategi yang fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penciptaan lapangan kerja," kata Muliaman.
Terkait dengan azas resiprokal tersebut, beberapa bank nasional mengaku sangat kesulitan untuk membuka cabang di luar negeri akibat peraturan tersebut, sehingga membuat proses pembukaan kantor cabang di luar negeri menjadi berlarut-larut.
"Kita minta BI menerapkan asas resiprokal (kesetaraan) bagi bank asing yang mau buka cabang di Indonesia. Karena kami mengalami hambatan untuk membuka cabang di luar negeri," ujar Ketua Himpunan Bank-Bank Negara Gatot M Suwondo beberapa waktu lalu.
www.detikfinance.com
Good News!!!! Tapi nyadar nya kok baru saja, tp ga papa dari pada tidak sama sekali. :banana::banana:
Mimihitam May 27th, 2011, 05:52 AM MP3EI, Program Ambisius Pemerintah Senilai Rp 4.000 Triliun
Jakarta - Pemerintah lewat Presiden SBY hari ini meluncurkan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diharapkan bisa mengundang investasi senilai Rp 4.000 triliun.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan peluncuran MP3EI ditandai dengan dimulainya proyek-proyek groundbreaking yang pencanangannya akan dipusatkan pada empat lokasi, yaitu Sei Mangke Sumatera Utara, Cilegon Jawa Barat, Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Timika Papua dengan pembangunan 17 proyek besar.
"Yang penting bukan seberapa bagus dokumen dibuat, tapi seberapa besar kemampuan kita untuk mengimplementasikan di 6 koridor di seluruh tanah air. Akan dilakukan juga peresmian, 4 lokasi, Timika, Cilegon, Simangke, Lombok, dengan jumlah proyek yang akan diresmikan 17 proyek, mewakili proyek berikutnya," ujarnya dalam Acara Peluncurun MP3EI di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (27/5/2011).
Ke-17 proyek tersebut adalah:
1. Sei Mangke (Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara)
Di lokasi direncanakan akan dibangun proyek pembangunan Kawasan Industri Kelapa Sawit Sei Mangke yang akan dilaksanakan oleh PT Perkebunan Negara III (PTPN III). Dengan nilai investasi Rp 2,5 triliun dimulai tahun ini dan diperkirakan selesai pada 2014.
Proyek Pembangunan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 (2x44 MW) di provinsi Nagroe Aceh Darusalam yang terletak di Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh Tengah di dataran tinggi Gayo. Proyek ini rencananya akan dibiayai oleh JICA dengan estimasi biaya Rp1,53 triliun.
Dibangun proyek Broadband Access dan Through Broadband Access Plan oleh PT. Telkom yang merupakan pemerataan Access Broadband untuk seluruh wilayah Indonesia. Dimulai tahun ini hingga 2015.
2. Cilegon (Jawa Barat)
Proyek Pembangunan Pabrik Baja Modern yang merupakan join operation antara PT Krakatau Steel dan POSCO Korea Selatan. Investasinya berjumlah Rp 60 trilian untuk 2 tahap.
Pencanangan Proyek FSRU (Floating Storage and Regasification Unit) Jawa Barat. Nilai proyek Rp 59 triliun.
Proyek perluasan pabrik stamping, engine, casting, dan assembling kendaraan bermotor oleh PT Astra Daihatsu Motor berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta Karawang. Nilai investasi Rp 2,4 triliun produksi pertama mulai beroperasi pada 2014.
Proyek jalan bebas hambatan Tanjung Priok seksi E2 dan NS yang berlokasi di Jakarta. Proyek ini dibiayai oleh JBIC, Pemerintah Pusat, Pemda, PT Angkasa Pura dan Jasa marga dengan nilai investasi senilai Rp 1,6 triliun.
Proyek Chemical Grad Alumunium (CGA) berlokasi di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat sebagai rangkaian terakhir. Pelaksana proyek ini adalah PT Antam Tbk yang diperkirakan selesai 2013 dengan nilai investasi Rp 4,3 triliun.
3. Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat)
Proyek Waduk Pandan Duri berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, NTB. Investornya melibatkan pemerintah pusat, dan pemda dengan nilai investasi Rp 728 miliar.
Proyek Bendungan Titab yang akan dibangun di desa Ularan, Buleleng, Bali. Dilaksanakan oleh pemerintah pusat yang didanai dari APBN dengan nilai investasi sebesar Rp 481 miliar.
Proyek perluasan pembangunan bandara internasional Ngurah Rai dengan sumber dana oleh BUMN dengan nilai proyek Rp 1.944 miliar.
4. Timika (Papua)
Pencanangan dibangunnya proyek jalan raya Timika-Enarotali sepanjang 135 kilometer. Nilai investasi sebesar Rp600 miliar yang akan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi papua dan pemerintah Kabupaten Merauke.
Pembangunan proyek jalan raya dari merauke-Waropko sepanjang 600 kilometer dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun.
Proyek Pertambahan dan Pengolahan Nikel dan Kobal dengan tenaga hidrometalurgi di Kabupaten Halmahera Tengah dan halmahera Timur, di provinsi Maluku Utara. Proyek ini didanai oleh PT Weda Bay Nickel senilai Rp 50 triliun. Diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 2500-3000 orang saat operasi.
Proyek PLTS Miangas (150 kwp) dan proyek PLTS Sebatik (200 kwp) di Kalimantan Timur yang akan dimulai pada 2011 oleh PLTN. Kedua proyek ini sebagai bagian dari pembangunan proyek PLTS 100 pulau. Dengan ini diharapkan dapat meningktakan elektrifikasi di wilayah Indonesia Timur dari 53,08% menjadi 53,12%.
Total proyek tersebut, lanjut Hatta, yaitu Rp 190 triliun yang akan dibiayai melalui BUMN, swasta, Foreign Direct Investment (FDI), dan APBN. Diharapkan, ke-17 proyek tersebut dapat menelan investasi sebesar Rp 4.000 triliun.
"Sebanyak 17 proyek itu bagian dari serangkaian proyek diahun 2014, yang akan menelan investasi Rp 4.000 triliun," pungkasnya.
Peluncuran program MP3EI ini akan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi seluruh pejabat negara dan daerah di seluruh Indonesia. Pada acara ini dilakukan teleconference dengan para gubernur di keempat wilayah pembagunan proyek MP3EI.
(nia/dnl)
http://www.detikfinance.com/read/2011/05/27/095133/1648250/4/mp3ei-program-ambisius-pemerintah-senilai-rp-4000-triliun
Mimihitam May 27th, 2011, 05:57 AM Is Indonesia the Next Brazil?
Indonesia’s low debt levels and strong growth potential has made the country a choice destination for investors, prompting financial firms like Deutsche Bank to compare the economy to Brazil’s in the 1990s.
"Indonesia's potential, if realized, could deliver Brazil-type returns for years to come," according to Deutsche's report released last week.
Indonesia has enjoyed an average growth rate of 5.7 percent between 2006 and 2010, and that figure is expected to stay around 6 percent this year. The growth trajectory has resembled that of Brazil's in the 1990s, Deutsche noted.
Already boasting among the lowest budget deficits in Southeast Asia, Indonesia is hoping to reduce it further in 2012 – to 1.4-1.6 percent of GDP from the current 2 percent – as it seeks to win approvals from rating agencies.
In February, Indonesia moved one step closer to an investment grade rating for the first time since the Asian financial crisis, when Fitch Ratings agency raised its outlook on the country's sovereign debt to positive from stable. Both Fitch and Moody’s ratings on Indonesia currently stand at just one notch below investment grade.
Apart from the low debt levels, Deutsche also lauded the country’s consumption power. With 232 million people, Indonesia is home to the world’s world's fourth largest population and the biggest in Southeast Asia.
"This is a population that wants to consume," said Tony Nash, Global Director of Custom Research at the Economist Intelligence Unit (EIU). He says consumption in the country has risen 4-and-a-half times in the last 10 years, with sales of cars rising 57 percent in 2010, and motorbikes up 26 percent.
And the consumption trend is likely to continue for awhile, according to Deutsche’s report.
"The absolute size of (its) working age population will continue rising for at least another 15 years," the bank observed, which will in turn improve Indonesia's productive and income generating capacity.
Since the Asian financial crisis in 1999, Indonesia has worked to restore macroeconomic stability. It has sufficient reserves cover; a low external debt exposure at 27 percent of GDP; and a public debt that is below 30 percent of GDP, among the lowest in the emerging markets.
Couple that with vast natural resource base it boasts, including iron ore and soybeans - it's perhaps easy to see why investors have been drawn to this market. Foreign direct investment was up over 30 percent last year, while the Indonesian equity market has been the best performing Asian market so far this year.
Deutsche cites the country's progress over the past decade in deepening roots with civil society and democratic institutions as a factor aiding investor sentiment.
But more needs to be done if it is to continue attracting investors.
"Inflexible labor markets are a big, big issue for foreign investors," EIU's Nash pointed out. Corruption, infrastructure bottlenecks and uncompetitive regulation are also issues that have continued to plague Indonesia.
"The key next step for Indonesia is institution building, and regulatory predictability," Nash concluded.
http://www.cnbc.com/id/43131763/Is_Indonesia_the_Next_Brazil
dochan May 27th, 2011, 04:07 PM MP3EI, Program Ambisius Pemerintah Senilai Rp 4.000 Triliun
di link ini ada slidenya yang lebih jelas :) silaken buka
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=852790&page=17
yudibali2008 May 27th, 2011, 06:27 PM BUMN siap investasi infrastruktur Rp836 triliun
JAKARTA: Sejumlah perusahaan pelat merah berkomitmen menanamkan modal senilai Rp836 triliun pada proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air hingga 2014. Untuk merealisasikan itu, pasokan energi dinilai menjadi faktor penting yang harus dijamin ketersediaannya.
Dahlan Iskhan, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara, menuturkan komitmen investasi BUMN senilai Rp836 triliun tersebut diharapkan akan mampu menyerap tenaga kerja baru hingga 5,6 juta jiwa.
Komitmen tersebut berangkat dari ‘sentilan’ presiden atas besarnya gaji pimpinan BUMN yang tidak diimbangi dengan kinerja yang optimal. “Sejak presiden ‘sentil’ gaji Dirut BUMN yang sangat besar. Itu kami sering bicarakan dan kami tafsirkan, tidak mungkn presiden ingin turunkan gaji kami, tak mungkin juga presiden minta gajinya dinaikan, tapi Dirut BUMN yang gajinya lebih besar dari presiden, agar bekerja lebih keras,” ujar dia dalam acara peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), hari ini.
Menurutnya, untuk membangun perusahaan negara menjadi lebih baik, dibutuhkan kekompakan dari seluruh jajaran di internal BUMN. Selain itu, tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun, baik dari atas (pemerintah pusat) maupun dari direksi.
“BUMN yang tidak kompak tidak akan maju. Ketidakkompakan itu biasanya karena invtervensi, baik dari atas, direksi, dan pihak lain. Sekarang sudah tidak ada lagi, karenanya kami optimistis ini akan tercapai,” katanya.
Sejumlah BUMN yang sudah komitmen utnuk investasi adalah PTPN III, PT Telkom, PT Antam, PT Krakatau Steel, PT Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura, dan PT Pertamina. “Semua proyeknya itu tidak akan berjalan tanpa kecukupan listrik.”
Dahlan mengungkapkan penggunaan energi listrik di Indonesia melonjak dalam setahun terakhir, yakni meningkat 3.000 MW. Menurutnya, setiap minggu terjadi pemecahan rekor penggunaan listrik, baik di wilayah
Indonesia timur maupun barat.
“Pemakaian listrik di Indonesia bagian timur naik 24% (dalam setahun), jauh dari rencana 19%. Sedangkan di Indonesia bagian barat naik 17%,” ungkapnya. (agust supriadi/bambang p. jatmiko/kmy)
Bisnis KTI (http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/05/bumn-siap-investasi-infrastruktur-rp836-triliun/)
yudibali2008 May 28th, 2011, 01:39 AM Genjot Industri Kreatif, Kemendag Gaet Mall-Mall Jakarta
JAKARTA - Kementerian Perdagangan akan menggandeng mall-mall di Jakarta untuk menampikan wahana ekonomi kreatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
“Tahun ini kami akan melakukan penjajakan tentang kemungkinan untuk memfasilitasi industri kreatif kita sebuah wahana kreatif di mall. Kalau cocok dan berhasil, kita mentargetkan akan membuka store untuk memfasilitasi mereka," ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Hesti Indah Kresnarini dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (27/05/2011).
Lebih lanjut, ia juga mengemukakan bahwa saat ini, pihaknya baru menjajaki dua mall yang akan berpeluang untuk memfasilitasi creativepreneur ini. “Saat ini baru dua mall, karena kita juga kan harus benar-benar memilih mana mall yang sering dikunjungi pengunjung khususnya anak muda," lanjutnya lagi.
Sebagai informasi, industri ekonomi kreatif Indonesia di tahun 2009 memberikan kontribusi sebesar Rp165,45 triliun atau sekira 7,6 persen dari GDP nasional. Pertumbuhannya sendiri diprediksi akan naik sekira 7,8-8,7 persen sampai tahun 2014 mendatang.
Kementerian Perdagangan mencatat 14 subsektor industri kreatif meliputi televisi dan radio, seni pertunjukkan, riset dan pengembangan, permainan interaktif, periklanan, penerbitan dan percetakan, pasar dan barang seni, kerajinan, musik, komputer dan piranti lunak, film video dan fotografi, fashion, design, dan arsitektur.
(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/27/320/461836/genjot-industri-kreatif-kemendag-gaet-mall-mall-jakarta)
yudibali2008 May 28th, 2011, 01:41 AM BI: Bank Lokal Kewalahan Lawan Bank Asing
"Bank asing sudah bertahun-tahun pengalamannya dalam menawarkan wealth management."
VIVAnews - Kemampuan perbankan lokal dalam memasarkan layanan nasabah prioritas dan wealth management masih jauh dibandingkan bank asing. Perbaikan layanan wealth management saat ini diharapkan dapat menyamakan kemampuan bank lokal.
"Sementara kita masih belajar. Bank lokal lama-lama bisa kewalahan juga karena memang bank asing sudah bertahun-tahun pengalamannya dalam menawarkan wealth managment," ujar Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 27 Mei 2011.
Ia menjelaskan kebijakan BI yang melarang sementara 23 bank yang memiliki layanan nasabah prioritas dan wealth management merekrut nasabah baru bertujuan membenahi layanan itu. Bank sementara diminta memperbaiki kebijakan, standar operasi prosedur dan pengawasan internal.
Menurutnya tujuan akhir dari perbaikan ini untuk menyamakan kemampuan bank lokal dan asing. Pasalnya pihak asing sudah terlebih dulu berkecimpung dalam produk ini. BI juga memiliki standar penentuan kelayakan produk wealth management yang harus dipenuhi setiap bank. "BI kan punya standar dan standar itu harus siap dipenuhi. Kalau kriteria itu sudah semua, kita harapkan levelnya sama," katanya.
Beberapa kriteria standar BI, yaitu sistim prosedur dan sertifikasi tenaga kerja. "Kami ingin orang-orang yang menangani wealth management itu punya sertifikasi dan tidak sembarangan," jelasnya. (umi)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/223130-layanan-nasabah-kaya--bank-lokal-ketinggalan)
yudibali2008 May 28th, 2011, 01:42 AM Garuda to open third hub in Makassar
National airline Garuda Indonesia is set to open its third hub in Makassar in June.
“Starting June 1, 2011, Garuda will have a third hub located in the Sultan Hasanudin airport,” Garuda’s finance director Elisa Lumbantoruan told reporters on Friday.
He said that Garuda aimed to improve flight capacity and frequency to eastern Indonesia. The flag carrier has been flying to Ternate, Manado, Ambon, Palu, Poso, Papua and other regions from Makassar.
“With the high number of flights from and to [Makassar], we feel it is more efficient to have a hub there,” he added.
The move reflects the growing importance of Makassar’s leisure market. The region will now see direct flights to Singapore without stopovers in Jakarta starting June 1. Garuda will serve the route once a day and seven days a week with a Boeing 737-500 that has a capacity of 150 passengers.
Garuda has also been serving the Makassar-Denpasar-Australia route.
The company’s first two hubs are in the Soekarno-Hatta international airport in Cengkareng, Jakarta, and in Ngurah Rai international airport in Denpasar, Bali.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/27/garuda-open-third-hub-makassar.html)
yudibali2008 May 28th, 2011, 01:46 AM Harrods to display Indonesian fashion products
Harrods Department Store’s in-store promotion in London will display a number of Indonesian fashion products from July 31 to August 27.
Trade Ministry Director General of National Export Development Hesti Indah Kresnarini said the display would mark the second time Indonesian fashion products were included.
“They are interested in local premium fashion products that feature the richness of Indonesian culture,” Hesti said as quoted by kontan.co.id.
She added that customers’ enthusiasm toward Indonesian products was high last year, prompting Indonesian clothing product to be sold in the European market this year.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/27/harrods-display-indonesian-fashion-products.html)
yudibali2008 May 28th, 2011, 01:48 AM Industri Strategis Indonesia Masih Lumpuh
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sejak tahun 1995, industri strategis Indonesia lumpuh. Di sisi lain, keran impor justru semakin dibuka lebar-lebar dan masyarakat cenderung dididik untuk konsumtif.
Demikian pernyataan mantan Presiden Prof BJ Habibie, Kamis (26/5/2011), dalam presidential lecture "Pembangunan Daya Saing Bangsa, Tantangan dan Pilihan Kebijakan" di Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. "Enam belas tahun sudah industri transportasi Indonesia sebagai salah satu industri strategis lumpuh. Sebanyak 48.000 ahli teknologi Indonesia dibubarkan begitu saja," ungkapnya.
Menurut Habibie, Indonesia sebenarnya sudah memiliki industri-industri strategis seperti PT Dirgantara serta PT PAL yang mampu memproduksi pesawat terbang serta kapal berkelas internasional. Namun, industri-industri strategis tersebut dimatikan secara pelan-pelan sebelum berkembang pesat dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia.
"Kini pintu ekspor dibuka lebar-lebar. Mal-mal yang sebagian besar memasarkan produk-produk luar negeri bertumbuhan. Masyarakat akhirnya justru dididik untuk semakin konsumtif," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto mengungkapkan, antara tahun 2009 dan 2010 pertumbuhan jumlah kendaraan roda dua meningkat pesat dari 5,8 juta unit menjadi 7,5 juta unit, sedangkan kendaraan roda empat naik dari 486.000 unit menjadi 700.000 unit. Ironisnya, semuanya adalah produk impor.
Menyikapi hal ini, Habibie menegaskan, penguasaan teknologi merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Tanpa adanya industri-industri strategis dalam negeri, lapangan pekerjaan dan jam kerja akan sulit tersedia.
Ia mencontohkan, di Indonesia saat ini terdapat 51,2 juta usaha mikro dan kecil atau sekitar 98,9 persen dari total jumlah pelaku usaha. Sementara jumlah usaha kecil sebesar 1,01 persen, usaha menengah 0,08 persen, dan usaha besar 0,01 persen.
Namun, sumbangan produk domestik bruto justru sebagian besar berasal dari usaha besar sebesar 44,4 persen, usaha menengah 13,4 persen, usaha kecil 10,1 persen, serta usaha mikro dan kecil 32,1 persen.
Perkuat industri dalam negeri
Menyikapi keprihatinan ini, Habibie menilai, dengan penguasaan teknologi, produksi usaha mikro dan kecil di Indonesia harus ditingkatkan sehingga memiliki nilai tambah. Karena itu, dibutuhkan produk hukum untuk melindungi pasar domestik, insentif keringanan pajak pada semua produk padat karya, dan pembatasan ketat terhadap produk-produk impor.
Sugiharto menambahkan, sejak tahun 2004 hingga 2010 APBN untuk pengentasan rakyat kemiskinan naik pesat sekitar 500 persen dari Rp 18 triliun menjadi Rp 90 triliun. Akant tetapi, pertumbuhan ini tak berbanding linear dengan penurunan tingkat kemiskinan yang hanya turun sangat kecil dari 16 persen menjadi 13 persen.
"Pemberdayaan sumber daya manusia di Indonesia perlu ditingkatkan daripada sekadar mengandalkan sumber daya alam yang ada. Salah satunya dengan cara pengembangan industri strategis yang diharapkan mampu menumbuhkan lapangan pekerjaan serta nilai tambah produksi," ujarnya.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/27/1113403/Industri.Strategis.Indonesia.Masih.Lumpuh.)
yudibali2008 May 28th, 2011, 01:50 AM RI aims to be ASEAN production center
The ASEAN Furniture Industries Council (AFIC) plans to make rattan an icon among ASEAN countries with Indonesia as the production center, having the biggest rattan production, an executive says.
Aryan Wargadalam, the forest industry and plantation director at the Industry Ministry, said rattan was chosen as the icon as ASEAN countries were the major rattan producers.
“Each ASEAN country will have its own design but production will take place in Indonesia as we have the largest rattan production,” he said Thursday. “Each member country will market their products.”
The Indonesian Furniture Industries and Handicraft Association chairman, Ambar Tjahyono, said there could also be a joint marketing effort to enter markets outside ASEAN. “We can have a joint marketing drive under AFIC to, for example, China.”
AFIC members held a meeting to face the ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA).
Indonesia, with a sustainable rattan production of about 140,000 tons per year from a potential of around 620,000 tons, contributes between 75 percent to 80 percent of the world’s rattan production.
Aryan expected the plans to help increase the export of Indonesian rattan products, which declined from US$300 million in 2009 and $167 million in 2009 to $133 million in 2010.
“I hope exports this year grow by at least 15 percent,” he said at the sidelines of the AFIC meeting.
Ambar said rattan export declined following the appearance of synthetic rattan.
“That is why we ask all ASEAN member countries to start producing original rattan and sell the products among us,” he said.
Jerry Tan, executive committee member of the Singapore Furniture Industries Council (SFIC), shared Ambar’s view, saying AFIC members must cooperate to strengthen their rattan industry after suffering declining exports in recent years.
He said that in the past, the rattan-based furniture industry slowed down after Indonesia banned exports of certain types of rattan several years ago, resulting in a shifting demand for rattan products.
“Demand for natural-rattan products dropped and rattan importing countries developed synthetic rattan products,” he said.
He added that to gain the market, AFIC members needed to enhance their cooperation by making best use of their comparative advantages.
“For example, Indonesia is strong in raw materials, while the Philippines is strong in design,” he said.
Responding to the idea, vice president for market development of the Chamber of Furniture Industries of the Philippines, Emmanuel P. Padiernos, said several Filipino companies were keen to form joint ventures with Indonesian firms to set up factories here.
The Philippines furniture companies, he said, had benefited from the wider market access enabled by the ACFTA. (drs)
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/27/ri-aims-be-asean-production-center.html)
yudibali2008 May 28th, 2011, 01:52 AM Sri Mulyani Kandidat Direktur Pelaksana IMF?
WASHINGTON, KOMPAS.com — Nama mantan Menteri Keuangan Indonesia yang saat ini menjadi direktur di Bank Dunia, Sri Mulyani, kembali mencuat di kancah internasional. Sri Mulyani disebut-sebut menjadi salah satu kandidat terkuat dari Asia Tenggara yang akan menempati posisi Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) menggantikan Dominique Strauss-Kahn.
Sri Mulyani disebut oleh Menkeu Thailand, yaitu Korn Chatikavanij, sebagai seseorang yang bisa dicalonkan menjadi direktur di lembaga keuangan internasional itu. "Dia memiliki pengalaman luar biasa di institusi keuangan dunia. Dia sangat mampu menduduki jabatan ini," ujar Korn Chatikavanij.
Selain Sri Mulyani, kandidat lain yang ia sebutkan adalah Menkeu Singapura Tharman Shanmugaratnam. Menurut dia, jagoan keuangan asal Singapura ini terkenal sangat ketat dan dihormati di kalangan menteri keuangan dunia. "Kedua orang ini sangat pantas duduk di institusi seperti IMF," tuturnya.
Kilas balik saja, sejak mundurnya Strauss-Kahn sebagai Direktur Pelaksana IMF, timbul spekulasi mengenai penggantinya. Eropa sudah menyatakan keengganannya jika pengganti Kahn berasal dari emerging market. Sebaliknya, negara berkembang yang berasal dari Asia dan BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) juga mengincar posisi basah ini.
Menjadi hal yang wajar perdebatan sengit ini terjadi. IMF merupakan lembaga keuangan dunia yang memegang dana dengan jumlah miliaran dollar AS. Krisis Eropa membuat lembaga ini sangat dibutuhkan negara-negara yang seret likuiditas. (Dyah Megasari/Kontan)
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/22/08262882/Sri.Mulyani.Kandidat.Direktur.Pelaksana.IMF)
Mehome May 28th, 2011, 07:17 AM Petrogas Enters West Madura Block
JAKARTA (IFT) – PT Petrogas Jatim Utama, a state-owned company based in East Java, will obtain participating interests in the West Madura Offshore oil and gas block, situated in East Java. The current participating holders are Pertamina and Korean-based Kodeco Energy Ltd.
Pertamina will benefit from Petrogas’ participatory ownership of the block.
Evita Herawati Legowo, the Director General of Oil and Gas at the Ministry of Energy and Mineral Resources, said that the government will leave it to Pertamina and Kodeco to determine whether Petrogas should be a participating interest holder in the block. Pertamina and Kodeco could already be discussing the matter in their joint operating agreement meetings currently being held.
“We will not intervene and let them discuss the matter business-to-business,” Evita said.
According to the previous agreement, the maximum a new participatory interest holder can hold – either a regional government or other parties – is 10 percent, said Mochammad Harun, Corporate Communication VP of Pertamina.
The government selected Pertamina as the operator of the West Madura Offshore to replace Kodeco on May 5, 2011. Since then, the West Madura Block’s production capacity rose from 13,400 to 14 thousand barrels per day.
Pertamina has allocated around US$ 1 billion to develop the block for the next five years and projects the block’s oil production to reach 40,500 barrels per day and gas production to reach 204 million metric standard cubic feet per day (mmscfd), from the current 138 mmscfd.
http://en.indonesiafinancetoday.com/read/5929/Petrogas-Enters-West-Madura-Block
Mehome May 28th, 2011, 07:41 AM Firms Ask Tight Monitoring of Malaysian Palm Oil Companies
JAKARTA (IFT) – National palm oil businesses asked the government to tighten monitoring of Malaysian companies, which opened plantations in Indonesia. Asmar Arsjad, Secretary General of the Indonesian Palm Oil Farmers Association said that the government should have valid data on plantation areas controlled by Malaysian companies to prevent foreign domination on the sector.
Association data showed that Malaysian companies controlled two million hectares of land, almost a quarter of the total national palm oil plantation area of 7.8 million hectares. Around 170 Malaysian palm oil companies operate across Indonesia.
Several large Malaysian palm oil plantations in Indonesia, include the Sime Darby Plantation Sdn Berhad, Kuala Lumpur Kepong Berhad, IOI Group and United Plantations Berhad. They controlled hundred thousand hectares of palm oil plantations. Kuala Kepong Berhad, for example, controls 139,126 hectares of plantation in Indonesia, higher than its plantation in Malaysia with only 109,620 hectares.
Edy Martono, Head of Communications and Publications Department from the Indonesian Palm Oil Business Association, said that Malaysian companies control 600 thousand to one million hectares of land. The Association does not mind foreign investment with tight supervision. Moreover, foreign investors are required to partner with local companies when they open plantations in Indonesia.
Gamal Nasir, Director General of Plantation from the Agricultural Ministry, said that monitoring Malaysian plantations continue. He said that each foreign plantation must provide land for local farmers equal to 20 percent of the total land aarea, and a five percent stake for local businesses.
http://en.indonesiafinancetoday.com/read/5747/Firms-Ask-Tight-Monitoring-of-Malaysian-Palm-Oil-Companies
yudibali2008 May 29th, 2011, 03:02 AM Indonesia Pasar Prospektif Arloji Teiwe
Surabaya (ANTARA News) - Produsen jam tangan asal Swiss, Teiwe, menjadikan Indonesia sebagai pasar yang prospektif untuk perdagangan jam tangan mewah.
"Ini tahun ketiga keberadaan kami di Indonesia. Hampir setiap tahun, penjualan kami tumbuh 10 persen," kata Wakil Presiden Teiwe Wilayah Asia Pasifik, Steven Cheng, di Surabaya, Sabtu malam.
Saat ini, Teiwe memiliki 80 outlet di Indonesia, empat diantaranya berada di Kota Surabaya.
"Meskipun tergolong khusus, tetap saja pangsa pasar jam tangan berlian ini ada," katanya di sela-sela roadshow Inspiring Luxury di sebuah mal di Jalan Basuki Rahmat Surabaya itu.
Menurut dia, jam tangan bertahtakan berlian bagi masyarakat Indonesia belum bisa menjadi investasi. "Kalau koleksi, bisalah. Tapi, kalau investasi, masih belum," katanya.
Jam tangan bertahtakan berlian itu belum bisa dijadikan investasi lantaran pasar jam tangan bekas di Indonesia tidak kondusif.
"Beda dengan di luar negeri, outlet jam tangan berlian bisa berderet. Wajar, jika di sana orang menjadikan jam tangan berlian sebagai investasi," kata Steven.
Selain itu, jam tangan bertahtakan berlian tergolong mahal. Produk Teiwe yang paling murah dijual seharga Rp4 juta per unit dan paling mahal Rp60 juta per unit.
Perbedaan harga jam tangan itu disesuaikan dengan kadar berlian yang ada di dalamnya, berkisar antara 0,15 karat hingga 2,1 karat.
Selain di outlet, jam tangan merek Teiwe itu juga dijual melalui DRTV dan jaringan internet dan setiap pembelian dilengkapi dengan sertifikat keaslian berlian berstandar internasional.
Dalam roadshow yang berlangsung di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Palembang, Teiwe menggandeng model papan atas Arzeti Bilbina sebagai konsumen setia produk tersebut.
"Saya menjadikan produk ini sebagai investasi. Setidaknya untuk anak cucu saya kelak," kata perempuan yang memiliki koleksi puluhan jam tangan berlian sejak 2009 itu.
(T.M038/E011)
Editor: Priyambodo RH
AntaraNews (http://www.antaranews.com/berita/260676/indonesia-pasar-prospektif-arloji-teiwe)
yudibali2008 May 29th, 2011, 03:08 AM BI: Rupiah Akan Tetap Menguat
Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, nilai tukar rupiah akan tetap menguat hingga akhir 2011 meski penguatannya tidak akan sebesar pada bulan-bulan awal.
"Pelemahannya belakangan ini disebabkan banyak hal. Bisa karena gonjang-ganjing ekonomi Eropa atau regional. Jadi jangan terlalu terpengaruh kejadian 1 - 2 hari. Tendensi rupiah masih menguat walau tidak sekuat bulan-bulan lalu," kata Darmin di Jakarta, Jumat.
Darmin juga mengatakan penguatan rupiah mendorong peningkatan cadangan devisa, yang sampai 20 Mei tercatat sebesar 116,5 miliar dolar AS.
Mengenai kekhawatiran pelarian modal yang bisa melemahkan rupiah, Darmin mengatakan, hal itu bisa terjadi di negara manapun, tergantung pada kondisi perekonomian dunia sehingga perlu penguatan internal ekonomi negara itu.
"Tidak usah terlalu risau dengan pembalikan modal, kami sudah menyiapkan diri untuk mencegah dampak pelarian modal," katanya.
Nilai tukar rupiah pada pekan ini berada pada kisaran Rp8.561 - Rp8.584 per dolar AS atau tetap dalam alur menguat sejak dua tahun lalu.
BI sebelumnya menyampaikan bahwa sejalan dengan masih kuatnya aliran masuk modal asing, nilai tukar rupiah cenderung menguat pada April 2011. Selama April 2011, nilai tukar rupiah menguat sebesar 1,68 persaen (ptp) menjadi Rp8.564 per dolar AS dengan volatilitas yang tetap terjaga.
Kecenderungan penguatan nilai tukar rupiah tersebut tidak terlepas dari persepsi positif investor terhadap solidnya fundamental perekonomian Indonesia. Bank Indonesia memandang bahwa pergerakan nilai tukar rupiah tersebut masih sejalan dengan upaya Bank Indonesia meredam tekanan inflasi dan sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Sejauh ini apresiasi nilai tukar rupiah dipandang tidak berdampak negatif terhadap daya saing produk domestik sehingga kinerja ekspor diperkirakan akan tetap kuat.
(D012/N002)
(ANTARA)
Editor: Ella Syafputri
Antara News (http://www.antaranews.com/berita/260488/bi-rupiah-akan-tetap-menguat)
yudibali2008 May 29th, 2011, 03:10 AM Chinese company to invest in plantations
Jakarta (ANTARA News) - A Chinese company, PT Guandong Agribusiness, will invest in plantations in transmigration areas in Indonesia to create jobs for up to 28,000 workers.
Indonesian manpower and transmigration minister Muhaimin Iskandar witnessed the signing of a memorandum of understanding for it in Guangzhou, China, on Saturday, along with the Guandong governor representing the Chinese government.
"The cooperation and the Chinese and Indonesia joint venture in transmigration areas is very prospective. Workers to be involved in it could reach 28,300. Therefore the government will give its full support to it especially with regard to license and basic infrastructure," Muhaimin said in a press statement received here.
The signing of the MOU was carried out by Lei Yong Juan from PT Guandong Agribusiness and Soedomo Margonoto from PT Pulau Sumbawa Agro as his Indonesian partner.
Muhaimin said the Indonesian government welcomed the signing of the MOU because it involves reputable Chinese and Indonesian companies.
"Every year the interest to invest in transmigration areas keeps increasing. Investment does not only come from domestic but also international investors," he said.
The manpower and transmigration ministry has already issued a license for transmigration implementation to the joint venture company to develop sisal (agave sisalana) plantations at the transmigration areas.
"Initially sisal plantations will be developed in a 4,050 hectare area in Sumbawa along with a processing industry that will produce carpets, medical materials and others," Muhaimin said.
The initial investment is expected to absorb around 3,300 workers from transmigrants and local villagers living around the Tongo transmigration area in West Sumbawa.
The transmigrants spread in five resettlement areas totalling 1,475 families which were resettled there from 1994 to 2010.
The minister said he was optimistic the project would run as planned and would be able to increase the welfare of the transmigrants and people living around it and would also be supported by the local community and governments.
"We also hope investment in the transmigration area would speed up the process of development in the area," he said.
For the next cooperation a oil palm plantation will also be developed in North and Central Halmahera in the North Maluku province and a sugarcane plantation in Bener Meriah in the Aceh province.
For the oil palm plantation development project in North Maluku the district government has allocated a total of 21,500 hectares of land.
The proposal for project is still being assessed. Based on it the investment would reach around Rp200 billion (US$22,727) and could absorb around 15,000 workers.
For the sugar cane plantation project and its processing industry in Bener Meriah the district administration has permitted 37,000 hectares of land. A feasibility study for the project is now still being done by Kapal Api Group.
The 22,000 hectare sugar cane plantation development and its processing industry will absorb an investment of around US$136.362 and 10,000 workers.
The Bener Meriah project will cover transmigration areas in Pintu Rime Gayo with a population of 3,243 families (12,322) who would support the growth of a new production center and a new economic center.
The projects are integrated projects to complete the cooperation made earlier in the provision of sugar from the Bener Meriah project for coffee industry and provision of cooking oil and corn from the Halmahera project.
PT Guandong Agribusiness is a Chinese state-owned company established since 1951 and owns rubber, sugarcane, sisal and fruit plantations, plantatiions products and fisheries with a turnover at around 15 billion yuan or Rp21 trillion a year.
PT Sumbawa Agro meanwhile is the subsidiary of Kapal Api Group that will prepare the management and domestic market.
(T.A043/H-YH/HAJM)
Editor: Priyambodo RH
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/72074/chinese-company-to-invest-in-plantations)
yudibali2008 May 30th, 2011, 01:24 AM Investasi China di Kawasan Transmigrasi Serap 28 Ribu Pekerja
JAKARTA - Indonesia dan China sepakat untuk melakukan kerja sama pembangunan di bidang perkebunan pada kawasan transmigrasi di Indonesia. Kerja sama ini melibatkan perusahaan China, Guandong Agribusiness dan PT Pulau Sumbawa Agro.
Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah menyambut baik adanya penandatangan MoU di bidang transmigrasi ini.
“Kerja sama dan investasi bersama Cina dan Indonesia di kawasan transmigrasi ini sangat prospektif. Tenaga kerja yang terlibat pun diperkirakan mencapai 28.300 orang. Oleh karena itu, pemerintah akan memberikan dukungan penuh, terutama masalah perijinan dan membangun infrastruktur dasar,” kata Muhaimin di kantornya, Jakarta.
Guandong Agribusiness adalah badan usaha milik negara (BUMN) Cina yang akan membawa teknologi dan pasar luar negeri. Perusahaan ini berkedudukan di Guangzhou RRC berdiri sejak tahun 1951, memiliki kebun karet, tebu, sisal, produk perkebunan, buah-buhan, dan budidaya perikanan dengan omset sekitar 15 Miliar Yuan atau Rp21 triliun (USD2.386.363.000) per tahun.
Sedangkan PT Sumbawa Agro adalah anak perusahaan Group Kapal Api yang akan menyiapkan manajemen dan pasar dalam negeri. Sebagai anak perusahaan Group Kapal Api yang berkedudukan di Surabaya Indonesia.
Pihak Kemenakertrans, lanjutnya telah memberikan Izin Pelaksanaan Transmigrasi (IPT) kepada perusahaan joint venture ini untuk mengembangkan tanaman sisal di kawasan transmigrasi.
“Pada tahap awal akan dibangun perkebunan tanaman Sisal di Kabupaten Sumbawa seluas 4.050 ha, beserta industri pengolahannya, yang akan menghasilkan karpet, bahan baku obat-obatan, dan lain lain,“ jelasnya.
Menurut Muhaimin, dari pengembangan tanaman sisal beserta industri pengolahannya di kawasan transmigrasi Sumbawa ini akan mampu menyerap tenaga kerja sekira 3.300 orang. Tenaga karja yang berasal dari transmigran dan penduduk sekitar di kawasan transmigrasi Tongo Kabupaten Sumbawa Barat Mereka adalah bagian dari penduduk yang tersebar di 5 UPT, dengan jumlah transmigran sebanyak 1.475 KK (5.900 jiwa) yang ditempatkan pada 1994 sampai dengan 2010.
Menakertrans Muhaimin Iskandar optimis bahwa proyek proyek ini akan berjalan sesuai dengan rencana dan mampu meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitar.
Apalagi investasi ini didukung oleh kondisi lokasi yang dicadangkan, sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang tersedia maupun yang akan didatangkan, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kita berharap kerja sama ini mampu meningkatkan kesejahteraan para transmigran dan penduduk sekitarnya. Selain itu, investasi di kawasan transmigrasi pun diharapkan dapat mempercepatkan proses pembangunan di kawasan transmigrasi,” sebutnya.
Pada tahap kerja sama berikutnya, akan dilakukan dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara, dan perkebunan tebu di kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh.Untuk proyek kelapa sawit di Maluku Utara, pemerintah kabupaten telah mencadangkan lokasi seluas 21.500 ha.
"Proyek ini masih dalam proses penilaian proposal dalam rangka penerbitan izin pelaksanaan transmigrasi (IPT). Berdasarkan proposal yang diajukan setidaknya akan dilakukan investasi sekitar Rp200 miliar (USD22.727.000) dan mampu menyerap tenaga kerja baru sekira ±15.000 orang," paparnya.
Sedangkan proyek perkebunan tebu dan industri pengolahannya di Bener Meriah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten telah menyetujui ijin lokasi seluas 37.000 hektar. Proyek ini sedang dalam tahap studi kelayakan oleh Kapal Api Group.
Untuk membangun perkebunan tebu seluas 22.000 ha, beserta industri pengolahannya akan menyerap investasi sekitar Rp. 1,2 triliun (USD136.363.000) dan penciptaan tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang.
Pada proyek Bener Meriah ini akan meliputi kawasan transmigrasi Pintu Rime Gayo yang berpenduduk 3.243 KK/ 12.322 jiwa, serta akan menjadi pendukung tumbuhnya pusat produksi baru yang berkembang menjadi pusat perekonomian baru, yang pada akhirnya menjadi kawasan perkotaan baru.
Pelaksanaan proyek-proyek tersebut akan menjadi proyek terpadu melengkapi kerja sama sebelumnya dalam penyediaan gula dari proyek Bener Meriah untuk industri kopi, dan penyediaan minyak goreng dan butir jagung dari proyek Halmahera.
(Iman Rosidi/Trijaya/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/29/320/462156/investasi-china-di-kawasan-transmigrasi-serap-28-ribu-pekerja)
yudibali2008 May 30th, 2011, 01:29 AM Pasuruan Jadi Pilot Project Konversi BBM ke BBG
PASURUAN - Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan menjadi pilot project nasional konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk operasional nelayan dalam aktivitasnya.
Bertempat di tempat pelelangan ikan, pelabuhan tradisional kecamatan Lekok dimulai program konversi tersebut yang ditandai dengan penyerahan bantuan berupa tabung gas compressed natural gas (CNG) kepada para nelayan.
Penyerahan tabung gas CNG sebanyak 200 tabung itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan pihak swasta selaku pengelola dan penyedia bahan bakar gas tersebut.
Menurut Direktur Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkap Ikan dari Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balok Budiyanto, konversi BBM ke BBG ini diharapkan dapat membantu nelayan dalam menekan biaya operasional karena tingginya kenaikan harga BBM.
"Dengan penggunaan BBG ini diperkirakan dapat menghemat sekira 30 persen biaya operasional. Tabung yang dibagikan kepada nelayan berukuran 12 kilogram (kg) per liter, dengan harga per liter Rp3.500. Sedang solar saat ini Rp4.500 per liter," katanya, di Pasuruan, akhir pekan ini.
Para nelayan yang terlebih dulu dibekali dengan bimbingan teknik cara pengoperasionalan tabung BBG itu, telah melakukan uji coba. Hasilnya, satu tabung tersebut mampu bertahan hingga 12 jam/one day fishing, dan lebih irit atau hemat dibandingkan dengan penggunaan solar untuk mesin kapal mereka.
Sementara dari segi keamanan, tabung BBG ini didesain lebih tebal 10 kali lipat dari tabung LPG sehingga tahan guncangan dan lebih awet apabila terkena korosi air laut.
Disinggung bagaimana bila nantinya terjadi kebocoran gas, Balok mengatakan bahwa sifat berat dari CNG berbeda dengan LPG yang lebih ringan. "Jadi apabila terjadi kebocoran gas, CNG akan lebih cepat hilang atau menguap. Sehingga bahaya ledakan yang ditimbulkan akan menjadi kecil," katanya.
Para nelayan Lekok pun mengaku senang akan adanya program konversi ini, karena bisa menghemat biaya operasional di mana otomatis pendapatan mereka akan bertambah. Mereka pun berharap secepatnya dibangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di pelabuhan Lekok.
Namun demikian, karena kendala isi ulang BBG yang sementara ini masih cukup jauh di daerah Pandaan, berjarak sekira 20 kilometer (km) dari Lekok, sehingga para nelayan yang akan mengisi ulang BBG harus beramai-ramai atau menunggu hingga banyak tabung kosong untuk menekan ongkos menuju pabrik penyedia CNG.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pasuruan Sulistyowati mengatakan, dipilihnya kecamatan Lekok kabupaten Pasuruan sebagai pilot project program konversi ini dikarenakan dilihat sisi populasi.
Nelayan Lekok lebih banyak dari nelayan di daerah lain, juga karena Pasuruan lebih dekat dengan sumber gas penghasil CNG sehingga kecamatan lekok dianggap lebih siap untuk peluncuran perdana program konversi BBM ke BBG secara nasional.
(Robert Ardyanto Dwi Setiawan/SUN TV/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/29/320/462197/pasuruan-jadi-pilot-project-konversi-bbm-ke-bbg)
yudibali2008 May 30th, 2011, 01:32 AM 50 Ribu Unit Rusun Dibangun Tahun Ini
"Saat ini telah tercapai lebih dari 20 ribu unit, sisanya, dengan menggandeng provinsi."
VIVAnews - Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa menargetkan pembangunan Rumah Sangat Sederhana (RSS) termasuk Rumah Susun (Rusun) di seluruh wilayah Indonesia mencapai 50 ribu unit.
"Saat ini telah tercapai lebih dari 20 ribu unit, sisanya, dengan menggandeng pemerintah provinsi akan kembali dibangun, hingga target 50 ribu unit terpenuhi," kata Suharso Monoarfa saat meresmikan tiga blok pembangunan Rusun Gunungsari, Surabaya, yang berisi 268 unit rusun hunian dan 22 unit rumah toko dengan luas 34 meter persegi, Sabtu, 28 Mei 2011.
Ditambahkan, dalam rangkaian pencapaian target pembangunan tersebut, di Surabaya akan dibangun lagi rusun di Sumur Welut sebanyak 8 blok dan di Wonorejo, Surabaya Timur, 10 blok. "Di Indonesia, pembangunan Rusun di Surabaya ini terbanyak setelah Jakarta yang kita targetkan hingga 18 ribu unit," kata Suharso.
Fasilitas Rusun ini antara lain fasilitas air bersih, listrik, puskesmas, taman bacaan dan taman kanak-kanak.
Di tempat yang sama, Gubernur Jatim Soekarwo berharap pengembang ikut berpartisipasi membantu pembangunan Rusun untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. "Ini untuk mengimbangi Perda Pinggir Sungai, yang tidak mengizinkan pinggir sungai dipakai sebagai tempat hunian," kata Soekarwo.
Soekarwo menguraikan, dengan dibangunnya Rusun Gunungsari warga penghuni bisa lebih tenang, menata keluarganya dan terus bekerja mencari nafkah. "Kami, tidak akan tinggal diam, untuk biaya perawatan Pemprov Jatim memberikan subsidi biaya sebesar Rp228 juta," kata Karwo.
Diuraikan Soekarwo, penghuni Rusun Gunungsari juga diberikan keringanan biaya sewa tinggal. Sebelumya, yang tiap unit rumah
dihargai Rp550 ribu per bulan, ternyata diturunkan hingga menjadi Rp235 ribu per bulan. "Untuk tarif yang digunakan itu akan dilakukn
peninjauan setiap dua tahun sekali. Dan, Saya berharap harganya tidak akan naik terlalu besar," ujarnya.
Daftar harga untuk rusun berlantai lima tersebut, terinci dengan selisih berbeda sesuai keberadaan lantainya. Di lantai dasar harganya
Rp235 ribu, lantai 2 Rp215 ribu, lantai 3 harganya Rp195 ribu, lantai 4 harganya Rp175 dan yang terletak lantai 5 harganya Rp156 ribu.
Laporan Tudji Martudji | Surabaya
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/223261-50-ribu-unit-rusun-dibangun-tahun-ini)
yudibali2008 May 30th, 2011, 01:33 AM State, private enterprises to build Soekarno-Hatta airport railway
A state enterprise and a private company are expected to share the work in the construction of a railway connecting Soekarno-Hatta International Airport in Tangerang, Banten, with Jakarta.
The state enterprise is expected to work on the part of the railway passing through Tangerang, while the private business will construct the part that will pass through Pluit in North Jakarta, deputy transportation minister Bambang Susantono said Sunday.
He said a number of state and private enterprises had expressed interest in the project and were currently drafting designs for the rail.
“We’re still checking how they did the designs,” Bambang said as quoted by tempointeraktif.com.
The longer Pluit line had more commercial potential, with the value of the construction project estimated at about Rp 10 trillion (US$1.17 billion), Bambang said.
The Tangerang line will be shorter, with the project estimated at Rp 2 trillion
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/29/state-private-enterprises-build-soekarno-hatta-airport-railway.html)
yudibali2008 May 31st, 2011, 12:57 AM Tiga IPO BUMN Diharapkan pada 2012
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, induk usaha (holding) BUMN perkebunan bisa melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada tahun depan.
Selain IPO holding BUMN perkebunan, PT Semen Baturaja dan Perum Pegadaian didorong bisa mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2012.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, holding BUMN hingga saat ini masih menunggu keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) mengenai holding BUMN perkebunan dari Kementerian Keuangan. “Proses holding masih berjalan dan menunggu keluarnya PP,” kata dia di Jakarta, Senin (30/5/2011).
Mustafa berharap, holding BUMN perkebunan bisa terealisasi pada kuartal III atau akhir tahun ini. Dengan terbentuknya holding BUMN perkebunan pada tahun ini, maka IPO holding BUMN perkebunan bisa dilaksanakan pada 2012.
Selain holding BUMN perkebunan, dua BUMN lainnya diharapkan juga bisa melantai di BEI. Kedua BUMN tersebut, yakni PT Semen Baturaja dan Perum Pegadaian. Sebelumnya, PT Semen Baturaja ditargetkan bisa melepas minoritas sahamnya ke publik pada akhir tahun ini, namun melihat persiapan yang belum kunjung rampung, IPO perusahaan semen pelat merah tersebut mundur ke tahun depan.
Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Raharjo menuturkan, perseroan hingga saat ini masih melakukan persiapan menuju IPO. Rencananya, saham yang akan dilepas peseroan sebesar 30 persen dengan target dana sebesar Rp1 triliun.
“Kita juga minta Pegadaian (untuk IPO) dan perubahan status mudah-mudahan bisa rampung tahun ini (dari Perum menjadi perusahaan terbuka), sehingga tahun depan bisa IPO. Kemudian di belakangnya bisa IPO holding BUMN perkebunan,” tutur Mustafa.
(J Erna/Koran SI/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/30/278/462709/tiga-ipo-bumn-diharapkan-pada-2012)
yudibali2008 May 31st, 2011, 12:59 AM BRI to loan Rp 3t to forestry firm
The country's second-largest lender by assets, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), has agreed to loan up to Rp 3 trillion (US$351 million) to state forestry firm PT Perhutani for capital and operating expenditures.
BRI and Perhutani inked a memorandum of understanding (MoU) in Jakarta on Monday regarding the new partnership.
"BRI is ready to support the financing of Perhutani's capital expenditures, most of which are for the development of forestry resources-based industries," BRI said in a press statement about the MoU.
"BRI is ready to disburse up to Rp 1 trillion to finance the projects, which are predicted to be highly profitable, and is also ready to finance Perhutani's operating expenditures," it added.
The statement further says that Perhutani spends about Rp 2 trillion per year in operating expenditures, most of which goes to the payments of 25,000 Perhutani employees concentrated in Java and Madura islands.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/05/30/bri-loan-rp-3t-forestry-firm.html)
yudibali2008 May 31st, 2011, 01:00 AM 2014, Bahan Baku Tak Boleh Diekspor
"Hampir 60 tahun Indonesia hanya mengandalkan sumber daya alam," kata Hatta.
VIVAnews - Menteri Koordinator Bidang Perokonomian Hatta Rajasa menegaskan, guna mewujudkan keberhasilan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), ekspor bahan baku akan dilarang pada 2014.
Menurut dia, selama ini perekonomian Indonesia tidak bisa melambung karena industri hilir tak berkembang maksimal. "Hampir 60 tahun Indonesia hanya mengandalkan sumber daya alam," kata Hatta dalam Dialog Ekonomi dan Bisnis di Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, di Surabaya, Senin, 30 Mei 2011.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menegaskan, akibat bergantung pada penjualan bahan baku, masyarakat Indonesia tak lagi kreatif. Barang-barang jadi dari luar negeri sudah banjir, dan industri hilir tak bisa bersaing sehat.
Hatta mengatakan, saat ini harus ada lompatan mengolah bahan baku menjadi barang jadi dengan mengandalkan teknologi yang ada. "Ini sesuai dengan program MP3EI yang sudah diluncurkan Presiden SBY." (eh)
Laporan: Tudji Martudji | Surabaya
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/223608-2014--bahan-baku-tak-boleh-diekspor)
yudibali2008 May 31st, 2011, 01:04 AM Kemenkeu Jelaskan Kronologis Pembelian Pesawat Merpati
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan kronologis pengadaan 15 pesawat MA 60 oleh PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) melalui pinjaman lunak (concessional loan) luar negeri senilai 1,8 miliar yuan.
Ka Biro Humas Yudi Pramadi dalam siaran persnya yang diterima okezone di Jakarta, Senin (30/5/2011) mengatakan, perjanjian pinjaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Utang atas nama Pemerintah Indonesia dengan The Export-Import Bank of China (CEXIM Bank) pada 5 Agustus 2008.
"Penandatanganan perjanjian tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan atau Penerimaan Hibah Serta Penerusan Pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri, serta peraturan pelaksanaannya," ujar Yudi.
Yudi melanjutkan, pada saat ditandatangani 5 Agustus 2008 kemarin, perjanjian pinjaman tersebut belum efektif. "Perjanjian baru dinyatakan efektif pada saat pihak CEXIM Bank menyampaikan Notice of Effectiveness of The Loan Agreement pada tanggal 30 Juni 2010, setelah perjanjian penerusan pinjaman Subsidiary Loan Agreement (SLA) antara Pemerintah Indonesia dengan PT MNA ditandatangani pada 11 Juni 2010," paparnya.
Selain itu, penarikan dana pinjaman tersebut baru dapat dilakukan setelah dipenuhinya Conditions Precedent. "Persyaratan efektifitas pinjaman maupun penarikan pinjaman dimaksud diatur di dalam perjanjian pinjaman tersebut," tambahnya.
Dia mengungkapkan hal ini sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang, penarikan pinjaman untuk pembiayaan APBN setiap tahun, termasuk pinjaman luar negeri untuk pinjaman proyek. "Pinjaman ini sudah termasuk dalam mekanisme persetujuan APBN oleh DPR. Namun, mekanisme persetujuan DPR untuk penerusan pinjaman (SLA) baru dilaksanakan pada 2009," kata Yudi.
SLA tersebut, kata dia, sudah dipaparkan juga dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan pada 30 Agustus 2010. "Badan Anggaran DPR memberikan persetujuan pemberian SLA kepada PT MNA sebesar Rp2.138, 1 miliar," tukasnya.
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/30/320/462703/kemenkeu-jelaskan-kronologis-pembelian-pesawat-merpati)
yudibali2008 May 31st, 2011, 01:06 AM Pengusaha Malaysia Jajaki Bisnis di Indonesia
30 perusahaan menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia.
VIVAnews - 30 perusahaan anggota delegasi investor Malaysia yang tergabung dalam Association of Chinese Chamber of Commerce and Industry of Malaysia (ACCCIM) menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia.
"Kami tertarik investasi di Indonesia, terutama perkebunan, pertambangan, properti, manufaktur, dan infrastruktur," ujar Wakil Presiden ACCCIM, Dato Tan Seng Leong dalam konferensi pers BKPM-HSBC business briefing di Jakarta, Senin 30 Mei 2011.
Pertemuan yang di prakarsai HSBC bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal memfasilitasi ACCCIM yang memiliki anggota ratusan ribu perusahaan di antaranya adalah The Lion Group, BCB Bhd, dan Low Fatt Wood Industries.
Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas mengenai kondisi pasar Indonesia seperti isu perizinan, infrastruktur, ekonomi makro, politik, dan ketenagakerjaan.
Dato mengungkapkan, sangat terkesan dengan Indonesia dan tertarik untuk berpartisipasi dalam kemajuan ekonomi Indonesia. "Indonesia itu sumber daya berlimpah, tenaga kerja murah, populasi terbesar nomor empat dunia, emerging country bersama China dan India, kami sangat terkesan," tambah dia.
Namun, mereka belum dapat memastikan berapa nilai investasi yang akan ditanamkan di Indonesia.
Menurut Director Commercial Banking HSBC Malaysia, Alvin Tay, kedatangan pengusaha Malaysia tersebut untuk mengetahui iklim investasi dan aturan-aturan pemerintah mengenai investasi asing di Indonesia. "Belum bisa di pastikan, kita ingin tahu lebih banyak tentang iklim investasi, kultur investasi, dan aturan dari pemerintah Indonesia," Kata dia.
Sedangkan Senior Vice President International Business HSBC Indonesia, Nick Gandolfo berpendapat, Indonesia adalah negara emerging country dan memimpin di Asia dengan China dan India. Sehingga, ia optimistis terhadap masa depan ekonomi Indonesia. "Saya optimis, karena Indonesia sebagai emerging country bersama China dan India," ujarnya.
Para pengusaha Malaysia beranggapan bahwa tidak hanya dengan satu-dua hari saja untuk proses berinvestasi, tetapi mereka memerlukan waktu untuk meyakinkan pengusaha-pengusaha Malaysia agar dapat memahami peraturan dan iklim investasi di Indonesia.
Dato menambahkan, pengusaha Malaysia juga mempersilahkan pengusaha Indonesia untuk menanamkan investasinya di Malaysia. "Kami sangat bersedia bekerja sama," kata dia. (eh)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/223570-pengusaha-malaysia-jajaki-bisnis-di-indonesia)
yudibali2008 May 31st, 2011, 01:11 AM Pemerintah Yakin Kakao RI Kalahkan Malaysia Tahun ini
Jakarta - Tahun ini Indonesia diprediksi akan mengalahkan Malaysia untuk industri pengolahan kakao. Saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya menggenjot industri pengolahan kakao agar memiliki nilai tambah untuk ekspor.
"Kalau lihat trennya, perhitungannya awal tahun depan kita sudah lebih dari Malaysia," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar saat acara peresmian BT Chocolate Academy di Cibodas, Tangerang, Jakarta, Senin (30/5/2011).
Pernyataan Mahendra pun diamini oleh Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi yang menyatakan telah ada pabrik pengolahan kakao Malaysia yang akan berinvestasi dengan membangun pabriknya di Indonesia. Dari dua pabrik yang ada, baru satu pabrik yang telah melakukannya dan yang satu lagi akan menyusul.
"Dua perusahaan pengolahan kakao Malaysia, satu sudah memulai bikin pabrik di Indonesia, yang lain menyusul," kata Bayu.
Bayu juga menambahkan, produk cokelat Milo akan menjadi target pasar Indonesia selanjutnya dan Nestle telah berkomitmen untuk menjadikan Milo Indonesia sebagai basis produksi Milo untuk Asia Tenggara.
"Nestle berkomitmen, Milo Indonesia akan menjadi basis Asia Tenggara, bukan hanya Indonesia saja," ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun mengingatkan untuk meningkatkan sumber daya alam agar mampu untuk mengolah bahan mentah yang ada di Indonesia. Kekayaan IPTEK-lah yang akan menentukan semuanya.
"Kekayaan alam itu bukan menjadi kekuatan suatu negara lagi, tapi IPTEK yang anda kuasai untuk mengutak-atik nilai tambah itu," ujarnya.
(ade/dnl)
Detik finance (http://www.detikfinance.com/read/2011/05/30/210413/1650439/1036/pemerintah-yakin-kakao-ri-kalahkan-malaysia-tahun-ini?f9911023)
yudibali2008 May 31st, 2011, 01:14 AM "Kualitas Pertamax Jangan Disamakan dengan SPBU Asing"
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) tidak mempermasalahkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax lebih mahal dibandingkan dengan BBM SPBU asing dengan oktan 92 setara pertamax.
"Ada harga ada kualitas, jadi kualitas kita tidak bisa disamakan begitu saja dengan mereka (SPBU asing)," ujar Vice President Corporate Pertamina, M Harun saat ditanyai wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2011).
Harun menjelaskan, dalam BBM pertamax pihaknya mengklaim menggunakan teknologi HOMC (High Octane Mogas Components), yaitu semacam campuran yang mampu memberikan pembakaran akan lebih sempurna dan mesin menjadi awet serta bertenaga. "HOMC bikin awet mesin, bertenaga juga membuat tahan dari kelembaban," ujarnya.
Menurutnya, walaupun Pertamina jualannya mahal, tapi akan menjadi leader dalam kualitas pertamax. "Kita market leader, pasti mereka akan ikut kita," tutupnya.
Sebelumnya pada Senin 30 Mei terjadi penurunan harga Pertamax sekira Rp300 per liter, dari sebelumnya Rp9.250 per liter menjadi Rp8.900 per liter.
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/05/30/320/462718/kualitas-pertamax-jangan-disamakan-dengan-spbu-asing)
yudibali2008 May 31st, 2011, 01:16 AM ICP Diperkirakan 75-95 Dollar AS/Barrel
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP tahun 2012 pada kisaran 75-95 dollar AS per barrel. Prediksi ini dirumuskan berdasarkan jajak pendapat dan analisa dari para analis dunia.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita H Legowo, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (30/5/2011), di Jakarta. Acara itu juga dihadiri Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan dan Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas Tubagus Haryono.
Menurut Evita, proyeksi harga minyak untuk tahun 2012 terkait dengan ketidakpastian fak tor geopolitik masih sulit diduga. Komitmen pasokan minyak bumi dari OPEC menjadi faktor penentu untuk menahan harga minyak tidak terlalu tinggi, ujarnya.
Berdasarkan polling dan analisa dari para analis dunia, kelompok konservatif melihat bahwa tinggi nya harga minyak akan menahan pertumbuhan ekonomi. OPEC berkomitmen untuk meningkatkan produksi minyak, sehingga akan mengkoreksi pertumbuhan kebutuhan minyak dunia. Jadi, harga minyak diprediksi pada kisaran 75-90 dollar AS per barrel.
Sementara para spekulan pelaku bursa komoditas memperkirakan harga minyak dapat melambung di atas 100 dollar AS per barrel apabila pasokan minyak terganggu. "Kami memperkirakan asumsi ICP tahun 2012 berada pada kisaran 75 dollar AS per barrel sampai 95 dollar AS per barrel," ujarnya.
Untuk tahun 2011, asumsi makro ICP pada APBN 2011 sebesar 80 dollar AS per barrel. Sedangkan realisasi ICP sampai dengan 22 Mei 2011 mencapai 107,3 dollar AS per barrel. Ini berarti realisasi harga minyak mentah Indonesia atau ICP sampai Mei ini telah berada di atas asumsi makro APBN 2011.
Evita menyatakan, perkembangan harga minyak pada awal 2011 naik secara signifikan karena adanya aspek non fundamental yakni sentimen pasar akibat kekhawatiran terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah. Tingginya harga minyak juga telah berimbas pada p erlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah kawasan.
Perkembangan terakhir harga minyak dunia apda penutupan perdagangan di publikasi dan bursa-bursa minyak dunia tanggal 27 Mei 2011 adalah, WTI (di NYMEX) 100,59 dollar AS per barrel, Brent (di ICE London) 115,03 dollar AS per barrel, Dubai (di Platts) 109,21 dollar AS per barrel, dan Minas atau SLC (di Platts Singapore) 120,41 dollar AS per barrel.
Sementara harga minyak mentah Indonesia dengan rumus ICP adalah, ICP Mei (sementar a) 115,05 dollar AS per barrel, sedangkan ICP April (final) 123,36 dollar AS per barrel. Adapun ICP rata-rata Januari-Mei 2011 sebesar 110,38 dollar AS per barrel, ICP rata-rata Desember 2010-Mei 2011 sebe sar 107,21 dollar AS per barrel, sedangkan ICP rata-rata Juni 2010-Mei 2011 sebesar 92,69 dollar AS per barrel.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/05/30/2020547/ICP.Diperkirakan.75-95.Dollar.AS/Barrel)
Mimihitam May 31st, 2011, 05:14 PM Entrepreneurs face global challenges
http://news.bbcimg.co.uk/media/images/52990000/jpg/_52990086_011904577-1.jpg
Indonesia was one of many developing economies that came out as pro-entrepreneur
Indonesia is the best place for entrepreneurs to start a business, a BBC survey has suggested.
The US, Canada, India and Australia are seen as among the next best countries at supporting new businesses.
At the other extreme, Colombia, Egypt, Turkey, Italy and Russia are among the least entrepreneur-friendly.
The survey for the BBC's Extreme World series found wide variations in perceptions of the support different cultures offer to start-ups.
The results come from a survey of more than 24,000 people across 24 countries.
They were asked whether innovation was highly valued in their country; whether it was hard for people like them to start a business; whether people who do were highly valued; and whether people with good ideas could usually put them into practice.
Relatively favourable
Taking all the answers together as a single index, Indonesia came out as the most favourable place for entrepreneurs.
Also near the top were the US, Canada and Australia.
All the developed economies surveyed were above the average score, with the exception of Italy, which was far below.
But there were also plenty of developing economies that came out as pro-entrepreneur - India, China and Nigeria were also perceived by their own people as relatively favourable places for new businesses.
In terms of regions, the four countries of East Asia and the Pacific surveyed all received high scores. All the three countries in Sub-Saharan Africa also scored above average.
But other regions were more varied. In Latin America, Mexico and Peru scored relatively highly, but Brazil and Colombia were well below average.
In Western Europe, low scores in Italy and Spain were balanced by perceptions of a more favourable environment for entrepreneurs in Germany, France and the UK.
http://news.bbcimg.co.uk/media/images/53026000/gif/_53026268_entrepreneur2_304.gif
Surprise results
The poll does not provide evidence on why people took the views they did, and in some respects the results are consistent with widely-held perceptions of the country concerned.
For example, the US has a particularly pro-private sector culture and a smaller state sector than many western European countries. It is seen as a good place for entrepreneurs.
Russia, which received a low score in this poll, is seen internationally as a place where the state is too prone to intervene in economic life.
But there are some surprises. Labour laws in France are relatively tough, yet in this poll the country was seen as a good place for a new business.
Nigeria's problem with corruption did not stop it doing better than most countries in this survey.
The poll was undertaken for the BBC World Service by the international survey firm Globescan together with the Program on International Policy Attitudes at the University of Maryland.
http://www.bbc.co.uk/news/business-13547505#story_continues_3
Kelli June 1st, 2011, 04:04 AM Hello everyone,
I've thought for some time that it's a bit of a shame that there is no interaction between the Indonesian and Australian forums, considering that we're such close neighbours.
Anyway, we're having a discussion over there, and I'd be really interested in your views on the topic (or any topic really).
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1389958
acoolguyfromnz June 1st, 2011, 01:43 PM Hi Kelli,
Welcome to the forum!
yudibali2008 June 1st, 2011, 05:13 PM Soal Utang, RI Tak Mau Ikut Jejak Eropa
Jakarta - Pemerintah Indonesia memang masih memerlukan utang untuk membiayai anggaran negara. Tapi pemerintah berjanji tak akan mengikut jejak negara-negara Eropa seperti Yunani yang saat ini terjerat utang yang kronis.
Demikian disampaikan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
"Yunani ngutang-ngutang terus akhirnya kerepotan sendiri. Eropa sudah kasih contoh jelek, jadi jangan kita ikutinlah," tegasnya.
Bambang yakin meski hanya sedikit berutang, tetapi pertumbuhan ekonomi Inodnesia dapat terus berjalan. "Kita jangan nol, ada defisit tapi pada batas aman dan bisa pertumbuhan," jelasnya.
Menurut Bambang, cara terbaik untuk mempercepat pertumbuhan adalah dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang tidak dibiayai dengan penambahan defisit, melainkan mengalokasikan anggaran yang besar untuk infrastruktur dan tidak menghabiskannya hanya untuk biaya subsidi.
"Paling penting itu infrastruktur, hambatan dalam distribusi harus diperbaiki. Ya harus defisit, defisit ini kan akumulasi utang kan. Sebaiknya harus ditambah (anggaran infrastruktur), makanya kalau subsidi bisa diarahkan untuk infrastruktur akan lebih bagus," pungkasnya.
Anggaran negara diprediksi akan mengalami defisit 1,8% dari PDB atau sekitar Rp 127,5 triliun di tahun 2011. Untuk menutupinya, pemerintah bakal berutang sebanyak Rp 126 triliun, atau berarti meningkat dari utang di 2010 yang mencapai Rp 86,6 triliun.
Total utang pemerintah Indonesia hingga April 2011 mencapai Rp 1.697,44 triliun. Dalam sebulan utang pemerintah naik Rp 2,81 triliun dibanding Maret 2011 yang mencapai Rp 1.694,63 triliun.
(nia/dnl)
DetikFinance (http://www.detikfinance.com/read/2011/06/01/212721/1652219/4/soal-utang-ri-tak-mau-ikut-jejak-eropa?f9911013)
yudibali2008 June 1st, 2011, 05:14 PM Indonesia Dipastikan Tambah Ekspor Gas ke Jepang
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dipastikan akan menambah ekspor gas ke Jepang. Sebelumnya Indonesia ekspor LNG sekira 20 kargo, namun saat ini kepastiannya belum bisa ditentukan.
"Ekspor tambahan ke Jepang jadilah, tapi berapa pastinya saya belum bisa pastikan. Tapi, kalau enggak salah enam sampai tujuh kargo," ujar Deputi Keuangan BP Migas, Wibowo S Wirjawan saat ditanyai wartawan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
Wibowo menjelaskan, alasan ekspor LNG ke Jepang bisa dipastikan terjadi karena mengingat infrastruktur di Indonesia masih belum memadai. "Selama infrastruktur gas domestik belum siap, potensi gas terbesar kita adalah diekspor," tukas dia.
Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah Jepang pernah meminta tambahan gas dari Indonesia pasca bencana gempa dan tsunami yang meledakan PLTN Fukusima beberapa waktu lalu. Sehingga membuat Jepang memerlukan sumber energi lain. Selain dari Indonesia, Jepang juga meminta tambahan LNG dari negara Rusia.
(ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/06/01/320/463660/indonesia-dipastikan-tambah-ekspor-gas-ke-jepang)
yudibali2008 June 2nd, 2011, 09:09 AM PLN Balikpapan Listriki 7 Ribu Pelanggan Baru
BALIKPAPAN - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Balikpapan hingga pertengahan tahun ini sudah menyelesaikan sambungan listrik untuk tujuh ribu pelanggan sambungan baru dari 14 ribu permintaan sambungan baru untuk kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser. Sebanyak sembilan ribu sambungan baru berasal dari Balikpapan timur dan selatan sedangkan sisanya dari PPU dan Paser.
"Realisasi sambungan hingga Juni ini sudah tujuh ribu sambungan baru yang terpasang. Permintaan sambungan baru tertinggi memang dari Balikpapan yakni Balikpapan selatan dan timur jumlahnya sekitar sembilan ribu pelanggan baru,” ujar GM PLN Balikpapan Ismail Deu saat dihubungi.
Pada tahun 2011 ini, PLN secara nasional dan serentak akan melakukan pemasangan sambungan baru di seluruh Indesia pada tanggal 17 Juni 2011 mendatang. “Tahun lalu kan pemasangan serentak itu 27 Oktober2010 tahun ini kita lakukan 17 Juni. Kita kebut pengerjaan mudah-mudah teraliasasi. Kalau lihat kondisinya kita optimis tahun 2011 ini dapat menuntaskan permintaan sambungan baru yang terus bertambah. Dengan tentunya juga dengan bantuan media," harapnya.
Menurutnya PLN kota Balikpapan juga sudah mendapat 10 ribu token meteran PLN untuk pelanggan baru. “ Kita sudah dapat meteran dengan token PLN yang nantinya divalidasi oleh PLN pusat kita sudah kirim ke sana,” katanya.
Soal kendala pasokan material berupa Kwh Meteran yang mengalami kekurangan karena banyaknya permintaan, Ismail menyatakan tidak ada masalah lagi. Pasalnya tanggal 7 Juni 2011 nanti sisa dari pesanan15 ribu kwh meteran akan tiba di Balikpapan.“Kwh Meteran sudah cukup terpenuhi, nanti tanggal 7 Juni ini tiba. Kan memang seluruh Indonesia pesan itu. Jadi permintaan tinggi sekali memang sempat terkendala. Kita datangkan dari pabriknya di Jakarta dan Surabaya,” katanya.
(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/06/02/320/463779/pln-balikpapan-listriki-7-ribu-pelanggan-baru)
yudibali2008 June 2nd, 2011, 09:09 AM India to Be Top Buyer of Indonesian Coal
Nusa Dua, Bali. India will surpass Japan as the leading buyer of Indonesian coal this year, taking as much as 60 million tons to help meet its burgeoning power demand, the Indonesian Coal Mining Association said on Monday.
India will import 5 million tons more of coal from Indonesia, the world’s largest exporter of thermal coal, in 2011 compared to last year, with the total set to hit 90 million tons by 2013, said Bob Kamandanu, chairman of the association known as the APBI.
“Japan has traditionally been the leader at importing Indonesian coal, but now India is surpassing it,” Kamandanu said at the Coaltrans Asia conference. “In terms of tonnage, India is moving toward 50 to 60 million tons. It could go up to 90 million tons [in 2013] for India.”
Electricity demand in India is expected to rise 56 percent to 1,400 billion kilowatt hours by the fiscal year ending March 2017.
Kamandanu said India has gained access to large amounts of Indonesian coal through long-lasting relationships with existing Indonesian producers, which are ramping up output.
Coal India, the world’s top coal miner, is in advanced talks to buy up to 40 percent of Indonesian low-grade coal producer Golden Energy Mines for up to $1 billion, three sources with direct knowledge of the deal said.
Although Indonesia’s coal is largely sub-bituminous material with a lower heating value than standard Australian grades, Chinese and Indian utilities have been snapping up more of its exports to help sate booming domestic demand. Kamandanu said Japan, which suffered a devastating earthquake and tsunami in March, would import 57 million to 58 million tons of Indonesian coal this year, down from previous highs of about 65 million tons.
On the earthquake and resulting power crisis, Kamandanu said: “There is going to be an impact, but Japan takes high-quality coal mainly from Australia... They should start looking at lower quality if they want to secure the supply of coal.”
Coal prices have stuck between $120 and $130 per ton despite the recent commodity sell-off and disasters in Australia and Japan. The second half of 2011 appears more robust as Asian demand is set to increase, Bank of America Merrill Lynch said in its recent Global Energy Weekly report.
Indonesia will produce 340 million tons this year, compared with 320 million tons in 2010, Kamandanu said.
Reuters
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/bisindonesia/india-to-be-top-buyer-of-indonesian-coal/444108)
yudibali2008 June 2nd, 2011, 09:11 AM Australia Ancam Stop Ekspor Sapi ke Indonesia
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/13/1326454620X310.jpg
WELLINGTON, KOMPAS.com — Opini keras mengenai pelarangan ekspor hewan ternak, terutama sapi hidup dari Australia ke beberapa rumah pemotongan hewan (RPH) di Indonesia, masih terus bergulir. Senator Australia Nick Xenophon berpendapat, penundaan ekspor ini bukan langkah efektif, seharusnya ekspor harus benar-benar dilarang. Hal ini terkait dengan tayangan jaringan televisi ABC yang menggambarkan pemotongan sapi dengan cara-cara yang tidak manusiawi di beberapa tempat pemotongan hewan tersebut.
"Dari sekitar 120 RPH yang ada di Indonesia, saat ini sudah ada penundaan ekspor ke 11 RPH. Namun, ini baru 9 persen dari solusi yang dijalankan " ujarnya.
Ia menjelaskan, gambar penyiksaan hewan ternak hidup yang tergambar dari cuplikan program acara Four Corner di stasiun televisi ABC pada 30 Mei 2011 itu merupakan aktivitas yang sudah sistemik. "Ini bisa menjadi reputasi buruk untuk Australia," katanya.
Dalam program tayangan acara Four Corners berjudul "A Bloody Business" selama 45 menit, muncul bukti-bukti kuat bahwa tata cara pemotongan sapi melanggar tata cara internasional, di antaranya, sapi yang dipotong masih hidup dan menggelepar selama lebih dari 3 menit. Padahal, standar internasional menghendaki sapi yang disembelih sudah mati dalam masa 30 detik.
Sebelumnya, Australia pun pernah menghentikan ekspor binatang ternak hidup ke Mesir pada 2006. Penghentian ekspor dilakukan karena kekhawatiran adanya tindak penganiayaan dalam pengirimannya, tetapi kemudian pada 2008 keran ekspor kembali dibuka.
Menurut Biro Pusat Statistik Australia, pada periode Januari-Maret 2011, ekspor sapi Australia sebanyak 148.000 ekor. Sementara, menurut ABC, nilai ekspor sapi ke Indonesia senilai 300 juta dollar Australia per tahun dan akan meningkat menjadi 753 juta dollar Australia pada tahun fiskal tahun ini. (Rizki Caturin/Kontan)
kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/01/11503332/Australia.Ancam.Stop.Ekspor.Sapi.ke.Indonesia)
yudibali2008 June 2nd, 2011, 09:13 AM Citra Borneo Targets $360M in Palm Oil IPO
Indonesian palm oil plantation firm Citra Borneo Indah is aiming to raise between $200 million to $360 million in an initial public offering during the second half of this year, three sources familiar with the deal said on Wednesday.
The company, owned by controversial tycoon Abdul Rasyid and his family, has about 60,000 hectares (150,000 acres) of palm oil plantations.
The firm is floating a stake of between 20 and 30 percent, valuing the whole company at between $1 billion and $1.2 billion, said the sources, who declined to be identified because the deal was not public. They said the details have not been finalized.
Citra Borneo Indah was not available to comment.
The firm, established in 1999, employs about 5,000 workers, has three palm oil mills and is based in Central Kalimantan province on Borneo island.
If successful, the IPO would become the second largest for a palm oil firm in Indonesia this year. Salim Ivomas Pratama, an agribusiness unit of Indofood Agri, raised $408 million in an IPO last month.
Rasyid, a former Indonesian parliamentarian, has been accused in the past by green groups and the Ministry of Forestry of being a leading figure behind illegal logging in Indonesia, particularly in the Tanjung Puting national park in Central Kalimantan. Rasyid has denied wrongdoing and has never been charged.
Reuters
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/business/citra-borneo-targets-360m-in-palm-oil-ipo/444515)
yudibali2008 June 2nd, 2011, 09:14 AM Industri Penerbangan Perlu Perhatian Pemerintah
JAKARTA, KOMPAS.com - Industri penerbangan nasional dapat lebih maju di masa mendatang. Jika pemerintah mau serius untuk memerhatikan dan mengembangkannya.
"Tanpa kepemimpinan dan keberpihakan pemerintah tidak akan pernah ada kebangkitan industri kedirgantaraan nasional. (Sementara itu) yang terjadi adalah kita menyerahkan potensi pasar Indonesia yang luar biasa besar untuk kebangkitan industri negara lain," ungkap Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto, dalam rilis yang diterima Kompas.com.
Selain itu, lanjut dia, sejumlah kelemahan harus dibenahi. Pertama, dalam hal pendanaan. Pemerintah perlu untuk membangun model pendanaan di bidang aviasi. "Kedua, jaminan keselamatan penerbangan adalah faktor yang sangat penting. Dalam hal ini, peran pemerintah perlu melakukan sertifikasi pesawat dan mengembangkan infrastruktur transportasi udara," lanjutnya.
Ia menuturkan, hal terakhir yang perlu dibenahi yaitu semakin berkurangnya sumberdaya manusia. Awalnya, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memiliki 16.000 karyawan. Saat ini, jumlah karyawan hanya 3.500 orang, dan hanya 888 karyawan sebagai teknisi penerbangan.
Ia juga menyebutkan, perlunya pengembangan standarisasi dan komponen penerbangan dengan menggunakan sebanyak-banyaknya muatan lokal dan ahli teknologi. Hal ini perlu diupayakan untuk memenuhi amanat undang-undang no. 1, tahun 2009 .
Saat ini, tambahnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT DI sedang merancang pesawat N 250 R. Pesawat dengan kapasitas 50 penumpang ini, diyakini memiliki keunggulan pada performa lepas landas dan mendarat yang kompetitif. "Serta kenyamanan penumpang pada tempat duduk lapang dan kebisingan rendah," tambahnya.
Bahkan pesawat tersebut telah disertifikasi di Indonesia agar segera dipasarkan di pasar dalam negeri, kemudian akan disertifikasi FAA (Federal Aviation Administration) dan JAA (Joint Aviation Authorities).
"BPPT juga tengah memproduksi pesawat lainnya berjenis N- 219 . Pesawat ini dirancang untuk memenuhi kondisi geografis Indonesia, seperti kepulauan, pegunungan, dan perbukitan," tambahnya. Tidak hanya itu, pesawat ini pun disesuaikan untuk menghadapi keterbatasan infratruktur di daerah terpencil pada landasan pendek dan minim fasilitas.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/02/08114997/Industri.Penerbangan.Perlu.Perhatian.Pemerintah)
yudibali2008 June 2nd, 2011, 09:16 AM Aliran Modal Tahun Depan Diperkirakan Melemah
JAKARTA - Aliran modal asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia pada tahun depan diperkirakan lebih lemah dibandingkan tahun ini.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan, pemulihan ekonomi dunia masih akan dipimpin oleh Negara-negara emerging market. China dan India diyakini masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi global, meskipun cenderung melambat seiring dengan pengetatan kebijakan yang diambil oleh negara-negara tersebut.
Di sisi lain, pemulihan ekonomi di negara-negara maju diperkirakan masih berlanjut walaupun tidak terlalu kencang akibat terbatasnya ruang stimulus fiscal dan masih relatif rendahnya daya beli. Mulai membaiknya perekonomian negara maju membuat gap atau jarak aktivitas ekonomi antara negara maju dengan Negara berkembang mulai menyempit. Dampaknya akan terlihat dari arus modal asing yang beberapa tahun terakhir masuk ke negara emerging market.
“Akibatnya, tahun depan capital inflow tidak akan lebih besar dari tahun ini,” tegas Darmin melalui dokumen pandangan Bank Indonesia atas asumsi makro RAPBN 2012.
Hingga triwulan I tahun ini, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia masih cukup deras. Kementerian Keuangan mencatat, terjadi capital inflow di pasar surat utang Negara (SUN) sebesar Rp9,85 triliun, pasar saham sebesar Rp17,5 triliun, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai Rp9,71 triliun. Aliran modal asing dalam bentuk portofolio diperkirakan masih akan tetap besar pada tahun depan.
Investasi asing langsung atau PMA juga diprediksi masih akan meningkat. Peningkatan investasi sudah terlihat dari data realisasi investasi pada triwulan I tahun 2011 yang tercatat tumbuh tinggi. Nilai investasi dalam tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp53,6 triliun atau tumbuh 27,3 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp42,1 triliun. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, Realisasi investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp14,1 triliun atau 20,2 persen dari target yang ditentukan sepanjang tahun ini yang dipatok pada kisaran Rp69,6 triliun. Sementara realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I/2011 sebesar Rp39,5 triliun atau sudah mencapai 23,2 persen dari target PMA sepanjang tahun ini yang dipatok pada USD170,4 triliun. Investasi PMA meningkat sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Aliran modal asing juga berdampak positif bagi surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang pada tahun depan diperkirakan lebih didukung oleh neraca transaksi modal dan financial. Data Kemenkeu mencatat, realisasi transaksi berjalan pada kuartal I tahun ini tercatat surplus sebesar USD1,9 miliar dan diperkirakan sepanjang tahun ini akan mencapai USD4,4 miliar. Surplus transaksi modal dan financial pada kuartal I tahun ini sebesar USD6,2 miliar yang ditopang oleh kinerja investasi langsung dan investasi portfolio.
Darmin mengatakan, aliran modal yang masuk juga akan mendorong nilai cadangan devisa Indonesia. “Hingga Akhir April, cadangan devisa tercatat sebesar USD113,8 miliar atau setara dengan 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri,” katanya.
Kemungkinan melemahnya aliran modal asing juga ikut mendorong pelemahan nilai tukar rupiah yang diperkirakan pada tahun depan akan berada di level Rp8.600-9.100.
Sebelumnya, Kepala BKF Bambang Brodjonegoro mengatakan, aliran modal asing masih berpotensi cukup besar masuk ke Indonesia. Bambang mengakui, investasi yang masuk ke Indonesia memang masih didominasi portfolio. Namun, kata dia, secara perlahan selisih antara Foreign Direct Investment (FDI) dan portfolio semakin kecil. “Hingga akhir tahun ini FDI dan portfolio bias seimbang,” singkat Bambang.
(Wisnoe Moerti/Koran SI/wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/06/02/20/463842/aliran-modal-tahun-depan-diperkirakan-melemah)
yudibali2008 June 2nd, 2011, 09:17 AM Indonesia Targetkan 10 Miliar Dollar AS dengan Turki
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/06/02/1156504620X310.jpg
Istanbul Exporters Associaton (IEA-IIB) berkerjasama dengan Kedutaan Besar Turki di Jakarta, adakan Turkish Export Product Fair 2011, di JCC, Jakarta, selama 2-4 Juni 2011.
JAKARTA, KOMPAS.com - Perdagangan bilateral Indonesia dengan Turki masih terbilang kecil dengan nilai kurang dari dua miliar dollar AS per tahunnya. Demikian Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Dipo Alam, dalam pembukaan acara Turkish Export Products Fair 2011 , di Jakarta, Kamis ( 2/6/2011 ) .
Selama ia menjabat sebagai Sekjen D-8 selama tahun 2007-2009 , Dipo menuturkan ada komplain dari pihak Turki. Karena dalam perdagangan Turki dan Indonesia, Turki selalu defisit sekitar 400-600 juta dollar AS tiap tahunnya.
Oleh sebab itu, ia menyebutkan pemerintah menargetkan perdagangan kedua negara dapat ditingkatkan menjadi 10 miliar dollar AS. Secara geografi, jumlah penduduk kedua negara potensial sebagai pasar. "Turki kurang lebih lebih dari 70 juta. Maka kalau digabung antara Indonesia dan Turki, (potensial) market yang dari jumlah penduduknya, ada 300 juta lebih," tuturnya.
Kemudian, dari Produk Domestik Bruto (PDB) kedua negara jumlahnya dapat mencapai Rp 1,6 triliun dollar AS. "Hal penting untuk kedua negara ini karena Turki juga strategis secara geografis untuk Indonesia. Dimana Turki posisinya dekat dengan negara Eropa, Middle East, Afrika Utara, maupun ke Asia Barat," sebutnya.
Posisi ini, lanjut dia, menjadi penting bagi Indonesia untuk dapat masuk ke wilayah tersebut.
Selain itu, untuk mempermudah pengusaha Turki untuk datang ke Indonesia, pemerintah akan membuat konsulat di Istanbul. "(Sehingga) trader tidak perlu nanti apply visanya ke Ankara. Tapi cukup di Istanbul," tambahnya.
Bahkan, transportasi kedua negara ini juga dipermudah dengan bertambahnya frekuensi penerbangan maskapai Turkish Airlines untuk rute Jakarta-Istanbul setiap harinya.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/02/12565112/Indonesia.Targetkan.10.Miliar.Dollar.AS.dengan.Turki)
yudibali2008 June 2nd, 2011, 09:19 AM Carrefour Urges Indonesia to End Livestock Abuse
http://www.thejakartaglobe.com/media/images/medium2/20110531183018032.jpg
Australian cows being loaded onto a truck after arriving at the Tanjung Priok in Jakarta on Tuesday. French supermarket giant Carrefour on Tuesday urged the Indonesian government to respond to Australian concerns about the abuse of cattle and other livestock in local abattoirs. (Reuters Photo)
French supermarket giant Carrefour on Tuesday urged the Indonesian government to respond to Australian concerns about the abuse of cattle and other livestock in local abattoirs.
Australia earlier on Tuesday suspended live animal exports to 11 slaughterhouses in Indonesia after the state broadcaster aired images of cattle dying prolonged deaths and being cruelly mistreated.
Carrefour is the biggest supermarket chain in Indonesia and spokesman Satria Hamid said the retailer was “very concerned” about the suspension of the live beef trade from Australia.
“Most of our imported meat came from Australia. Although we also carry huge amounts of local meat, we hope that the government will settle this problem soon,” he said.
Indonesian agriculture officials seemed at a loss to respond to the furore and would not answer AFP’s requests for comment.
“There is no update at the moment about the issue,” agriculture ministry animal welfare chief Sri Mukartini said, “I have yet to coordinate again with the director general.”
“We’ll give an update as soon as there is progress.”
Australian Agriculture Minister Joe Ludwig said footage provided to him by animal welfare group Animals Australia showed scenes from Indonesian abattoirs which were “completely unacceptable”.
“No one accepts the mistreatment of animals,” Ludwig told a news conference, describing the video as “shocking in the extreme.”
The minister halted the trade of live animals to the facilities identified by the footage, and has ordered an independent inquiry into the treatment of animals along the entire supply chain to Indonesia.
The Australian Broadcast Corporation said it had evidence of cruelty, including kicking, hitting, gouging of eyes and breaking of some animals’ tails as Indonesian workers attempted to force cattle into slaughter boxes.
Australia shipped Aus$684.5 million ($734 million) worth of live cattle in 2010, with Indonesia accounting for just under 60 percent of the trade or some 521,000 animals.
Mukartini told AFP on Monday, before Australian announced the suspension, that animal welfare was linked to education and development.
She also said that a 2009 law meant to guarantee humane treatment of live cattle imports had not been implemented.
“Animal welfare is a relatively new issue in Indonesia. We’re still developing regulations,” she said.
“This is different to what happens in developed countries like Australia, which see it as an important issue because their people have better awareness of animal welfare.”
Indonesian officials were unable to explain whether they were investigating the abattoirs mentioned in the ABC report.
Agence France-Presse
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/bisindonesia/carrefour-urges-indonesia-to-end-livestock-abuse/444316)
Kelli June 2nd, 2011, 02:57 PM Hi Kelli,
Welcome to the forum!
Thanks! I've been lurking a little for a while.
acoolguyfromnz June 2nd, 2011, 05:12 PM Hi Kelli,
Have you been to Indonesia bro?
yudibali2008 June 3rd, 2011, 01:53 AM China Bangun Pelabuhan Peti Kemas Internasional di Madura
MADURA - Perlahan tapi pasti, satu-persatu perusahaan asing mulai melirik kawasan Madura pascaberoperasinya Jembatan Suramadu dua tahun yang lalu. China Harbor Engineering Company (CHEC) telah memilih Desa Pernajuh, Kecamatan Socah yang diproyeksikan sebagai Madura International Seaport-City (MIS-C).
CHEC, kontraktor internasional di bidang palabuhan peti kemas melirik Madura sebagai pelabuhan peti kemas bertaraf internasional. Perusahaan China yang pernah sukses membangun Macao Airport di atas laut pada tahun 1995 ini juga mengajak beberapa perusahaan untuk mendirikan kawasan industri sebagai sarana pendukung dari pelabuhan MIS-C itu sendiri.
Melihat semakin padatnya Pelabuhan Indonesia (pelindo) III Tanjung Perak - Surabaya, Pemerintah Indonesia melalui Provinsi Jawa Timur (pemprov jatim) dan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bangkalan, menyambut baik niat CHEC.
Apresiasi Pemprov Jatim terhadap rencana pembangunan pelabuhan peti kemas MIS-C itu dibuktikan dengan disiapkannya dana sebesar Rp60 miliar yang sudah dianggarkan dalam APBD 2011.
Dana tersebut disediakan Pemprov Jatim untuk pembebasan lahan seluas 66 hektar untuk pembuatan jalan selebar 40 meter dengan panjang 16 km yang bermuara dari jalan akses Suramadu hingga pelabuhan MIS-C di Desa Pernajuh, Kecamatan Socah.
Sementara Pemkab Bangkalan sendiri telah menyediakan lahan seluas 700 hektar sebagai bentuk respon positif atas investasi pelabuhan peti kemas MIS-C yang dilakukan CHEC itu. Dari lahan seluas 700 hektar itu, 100 hektarnya di konsentrasikan untuk pembuatan pelabuhan MIS-C. Sedangkan 600 hektarnya sebagai sarana pendukung seperti kawasan industri, hotel dan pemukiman.
Kontraktor sekaligus investor lokal, Moh Yasin melalui perusahaannya, PT Lami Citra mengatakan, pihaknya telah melakukan pengurukan seluas 100 hektar di atas pantai untuk pembangunan pelabuhan MIS-C tersebut.
Moh Yasin juga menjelaskan, pihaknya masih menunggu Detail Engineering Design (DED) yang dalam waktu dekat ini sudah rampung. Setelah DED kelar, lanjut Moh Yasin, Society for Investigative Dermatology (SID) langsung digarap yang kemungkinan akan dimulai akhir tahun ini.
Tidak hanya pelabuhan peti kemas saja yang akan dibangun di Desa Pernajuh. Sisa lahan seluas 600 hektar itu nantinya juga akan dimaksimalkan sebagai sarana pendukung seperti pembangunan industri, hotel beserta pemukiman untuk para pekerja industri.
Hingga saat ini, berdasarkan pantuan Moh Yasin, pihak CHEC tengah menggodok proses Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemprov Jatim dalam hal ini Pemerintah Indonesia.
Salah satu isi dari MoU itu adalah membahas government to goverment atau disingkat G to G. Moh Yasin menambahkan, dalam G to G itu membahas masa kontrak dengan pemerintah Indonesia. “Apakah setelah berjalan 30 tahun atau 40 tahun proyek tersebut akan dikembalikan kepada pemerintah Indonesia. Itu masih dalam penggodokan antara kedua belah pihak,” ungkap Yasin.
Maka dari itu, lanjutnya, perbaikan jalan di Desa Morkepek, Kecamatan Labang dan pembuatan jalan baru menuju MIS-C sepanjang 16 km akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Selain pembangunan pelabuhan peti kemas MIS-C, Pemprov Jatim dan Pemkab Bangkalan bersama Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) juga tengah mengupayakan pembangunan rest area sebagai pusat relokasi PKL, pendirian SPBU, musola, dan museum.
(Taufik Syahrawi/SUN TV/wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/06/02/320/463854/china-bangun-pelabuhan-peti-kemas-internasional-di-madura)
yudibali2008 June 3rd, 2011, 01:58 AM Indonesia-Malaysia Kaji Geologi di Perbatasan Kalimantan
Pontianak (ANTARANews) - Indonesia dan Malaysia akan bekerja sama melakukan kajian geologi dan pemetaan potensi tambang di daerah perbatasan antardua negara tersebut di Pulau Kalimantan mulai pertengahan tahun ini hingga 2014, kata Kepala Bidang (Kabid) Geologi Dinas Pertambangan dan Energi Kalimantan Barat, Nasir Salekat, di Pontianak, Kamis.
Dalam kerja sama itu Indonesia akan diwakili Badan Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) yang melibatkan Distamben (Dinas Pertambangan dan Energi) Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Timur (Kaltim), kata Nasir.
Ia mengatakan, dengan kerja sama itu nantinya diharapkan akan menghasilkan data yang lebih mutakhir, detil, spesifik tentang struktur geologi, serta data kuantitas tingkat penyebaran potensi tambangnya.
"Bagi Kalbar ini penting dan menguntungkan, karena potensi tambang belum optimal dimanfaatkan. Dengan data baru maka bisa menawarkan lebih menarik ke para investor baru," katanya.
Menurut dia, sejumlah bahan tambang di wilayah Kalbar sudah terdeteksi potensinya dan sebagian di antaranya sudah dieksplorasi dan dieksploitasi, seperti bauksit, emas, kaolin, tembaga dan batu bara.
Ia menilai, dengan kajian baru ini optimistis kajian geologi baru tersebut akan menghasilkan data yang lebih lengkap dan jenis-jenis baru bisa diketahui, karena kajian struktur geologi dan data potensi tambang di perbatasan wilayah Malaysia terus berkembang yang biasanya memiliki korelasi kuat secara geologis dengan potensi tambang di perbatasan wilayah Indonesia.
Ia mengatakan, sebelum melakukan kerja sama dengan Malaysia, pihak Badan Geologi dan Distamben daerah sebenarnya sudah melakukan penelitian pendahuluan untuk perbatasan wilayah Kalbar dan Kaltim tersebut.
"Data hasil penelitian kita akan disandingkan dengan data Malaysia, kemudian akan dikaji bersama hingga di lapangannya, disinkronisasi sampai dibuat pemetaannya," katanya.
Saat ditanya tentang adanya berita bahwa aktivitas penambangan batu bara oleh pihak Malaysia di wilayah perbatasan sudah memasuki wilayah Indonesia, Nasir mengatakan, berdasarkan data sementara yang ada, penambangan Malaysia yang masuk wilayah Indonesia tidak ada.
"Makanya, permasalahan ini nanti juga akan dibentangkan dan dijelaskan agar tidak ada kemungkinan saling masuk wilayah dalam penambangan kelak dikemudian hari," ungkap Nasir Salekat.
Wilayah Kalbar yang memiliki tapal batas dengan Malaysia yang akan terlibat dalam kajian geologi dan pemetaan potensi tambang itu akan mencakup lima kabupaten, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu. (*)
Editor: Priyambodo RH
AntaraNews (http://www.antaranews.com/berita/261297/indonesia-malaysia-kaji-geologi-di-perbatasan-kalimantan)
yudibali2008 June 3rd, 2011, 02:00 AM Foreign tourist arrivals in Bali up 13 percent
Denpasar, Bali (ANTARA News) - Foreign tourist arrivals in Bali in the first quarter of 2011 reached 848,899 or up by 13.37 percent compared to 748,754 in a corresponding period last year, a local statistical bureau official said.
"Most of them arrived in Bali at Ngurah Rai airport from their countries and only 12,143 came by cruise ships," Gede Suarsa, head of the Bali provincial Bureau of Statistics said here on Thursday.
Bali had set its tourist arrival target for 2011 at 2.6 to 2.8 million or higher than the actual number in 2010 hich was 2.57 million, he said.
According to Gede Suarsa, the number of tourists coming to Bali from seven countries showed a significant increase, while that of tourists from three other countries decreased.
An increase was recorded in tourist arrrivals from Australia, namely to 210,903 from 162,082 people or up by 34.92 percent, from China rose by 0.19 percent or from 71,052 to 71,186 people, from Malaysia up by 32.95 percent or from 39,435 to 52,507 people, from England up by 46.98 percent or from 21,859 to 32,128 people.
In addition, the Russian people trip to Bali rose 26.74 percent namely from 24,970 people to 31,646 people, Singapore`s 42.99 per cent or from 21,095 to 30,455 people, and French 15.15 percent or from 25,095 to 28,897 people.
Meanwhile, three countries of which their tourist visits showed a decrease to Bali including Japan by 21.81 percent or 44,085 people in the first quarter of 2011 from 64,455 people of the corresponding period of 2010.
Taiwan decreased 10.51 percent or from 44,085 to 39,451 people and South Korea`s 1.35 percent namely from 37,787 people to 37,277 people, Gede Suarsa added. (*)
(B003/HAJM/a014)
Editor: Ruslan Burhani
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/72242/foreign-tourist-arrivals-in-bali-up-13-percent)
yudibali2008 June 3rd, 2011, 02:03 AM Turki Garap Geotermal RI Senilai Ratusan Juta Dolar AS
JAKARTA - Turki berniat melakukan eksplorasi geotermal (panas bumi) di Indonesia untuk wilayah Sumatera Selatan (Palembang) dan Jawa Timur (Argopuro), untuk kapasitas kecil, yang paling besar sekitar 40 megawatt (MW).
Hal tersebut diungkapkan Sekeratis Kabinet Indonesia Dipo Alam saat konfrensi pers dalam acara Turkish Export Products Fair 2011, di Jakarta, Kamis (2/6/2011).
Keyakinan Indonesia untuk menggandeng Turki, karena Turki sendiri memiliki 40 geotermal di negaranya, dan sudah bisa dipastikan mereka memiliki kemampuan teknologinya. "Kita ketahui Turki memiliki kemampuan teknologi dalam mengelola geotermal, kurang lebih ada 40 geotermal mereka, tapi memank kapaistasnya kecil-kecil," jelasnya.
Untuk wilayah pengelolaannya, menurut Dipo kapasitas geotermalnya sekitar 200-300 MW, "Kapasitas di Palembang saya tidak tahu, tapi kalau yang di Jawa Timur kapasitasnya bisa 200-300 MW," ujarnya.
Nilai proyek tersebut di prediksikan bisa mencapai ratusan juta dolar. "Nilai proyeknya kalau dilihat yang di Jawa Timur dan Sumatra Selatan sampai ratusan juta dolar, karena jumlahnya besar," ujarnya.
Duta Besar Turki untuk Indonesia, Murat Adali, mengharapkan bisnis geotermal yang di Sumatra Selatan dan Jawa Timur agar segera bisa ditindak lanjuti.
(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/06/02/320/463864/turki-garap-geotermal-ri-senilai-ratusan-juta-dolar-as)
yudibali2008 June 3rd, 2011, 02:05 AM Chandra Asri to build first butadiene factory in Indonesia
Jakarta (ANTARA News) - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) through its sister company, PT Petrokimia Butadiene Indonesia, will build the first butadiene factory in Indonesia.
For this purpose, the company appointed Toyo Engineering Korea Ltd as a contractor which had passed successfully the process of tender on May 27, 2011, the director of PT. Petrokimia Butadiene Indonesia, Suhat Miyarso said here on Thursday.
Butadiene is a combined raw material to produce synthetic rubber for tire and plastic-related automative components.
The appointment of Toyo Engeering Korea Ltd as the contractor practically marks an immediate construction of butadiene factory in Indonesia.
According to him, the Toyo Engineering Korea Ltd company submitted the best bidding prices among other three bidders from Korea and Italy.
The bidders which participated in the tender of butadiene factory construction were those who ever built such similar factories in other countries and had been granted with licenses from BASF. Of the whole criteria, Toyo Engineering Korea Ltd was named the winner, Suhat said.
Marked with the laying of ground breaking stone, the construction will be started in July this year on a 40,000 meters squire land still within the complex of the PT. Chandra Astri Petrochemical in Cilegon, Banten province.
Furthermore, Suhat said the construction work could be expectedly completed in 23 months under EPC contract (Engineering, Procurement and Construction). Hopefully, this first butadiene factory in Indonesia will come into commercial operation in May, 2013.
The total value of investment for the factory construction may reach USD110 million with a planned production capacity of about 100,000 tons per years.
He further stressed that most of the factory?s products would be used to meet domestic and export demands by applying such a license from BASF. The raw material for the production of butadiene like cruder C4 would be mostly supplied by PT. Chandra Asri Petrochemical and small portion of raw materials was to be imported.
According to Suhat, butadiene could be further processed into SBR (styrene butadiene rubber), ABS (Acrylonitrile butadiene styrene), SBL (styrene butadiene latex) and others.
SBR can be further used as raw materials to produce synthetic rubber, constituting components for tire and plastic related automative components industries.
So far the need for butadiene in Indonesia is still imported from foreign countries such as Korea and Japan.
With the operation of PT. Petrochemical Butadiene Indonesia later, the tire producers and national automative components will be able to trim the import cost, thus increasing the scale of production in addition to strengthening domestic petrochemical and automotive industries capable of recording a significant progress.
With domestic production of butadiene, all kind of tire production costs could be reduced, thus paving the way for national tire industries to make a speedy progress in the years to come, Suhat said
(.E002/S026)
Editor: Suryanto
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/72252/chandra-asri-to-build-first-butadiene-factory-in-indonesia)
Kelli June 3rd, 2011, 04:59 AM Hi Kelli,
Have you been to Indonesia bro?
Like a lot of Australians, I've been to Bali, but that was 20 years ago now and I don't think it's the most representative area. Don't travel much because I travel a lot for work and don't feel like it on my time off, but Indonesia would be a great place to see more of.
So, judging by your username, you're from NZ? I assume you live in Indonesia though?
acoolguyfromnz June 3rd, 2011, 10:11 PM Hahaha, nice try.
like most Indonesians do too, treat Australia as our own veranda...
Originally I come from Indonesia but stay permanently here for work. You should travel lot to Indonesia, a country that offfer you difference adventures not like other asian countries.
yudibali2008 June 6th, 2011, 01:11 AM Papua to send 36 tons of coffee to US
The Baliem Arabica Wamena cooperative in Jayawijaya, Papua, will send 36 tons of Arabica coffee to the US, as the region has been enjoying increases in coffee production over the past few years.
“That [36-ton export) is the first batch. The second batch will be exported in early October,” cooperative head Selion Karoba said in Jayapura on Saturday.
He stopped short, however, of disclosing the amount of the second batch.
Selion said local farmers also expected to send four tons of Arabica coffee to domestic markets in other regions in Papua, including Jayapura, Wamena, Timika and those in other provinces including Jakarta.
“We currently have only three tons in stock [for the domestic market], but seeing the rate of coffee production in several regions in the Papua central mountain range area, we’re optimistic about achieving the target,” Selion said as quoted by tempointeraktif.com.
High demand for the coffee, he added, allowed the cooperative to increase the price from Rp 5,000 (about 59 US cents) per liter last year to Rp 6,000 per liter this year.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/04/papua-send-36-tons-coffee-us.html)
yudibali2008 June 6th, 2011, 01:13 AM RI-Brasil Sepakati 6 Agenda Kerjasama Kelapa Sawit
JAKARTA- Sidang Consultative Comitee on Agriculture ke-5 antara Indonesia- Brasil berhasil menyepakati enam agenda yang tertuang dalam Minute of Meeting.
Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Pertanian Minggu (05/06/2011), Minute of Meeting ini menyepakati enam agenda yaitu segera direalisasikannya kerjasama kelapa sawit diantara kedua belah pihak melalui focal point lewat saluran diplomatik. Kedua belah pihak juga tertarik untuk bekerjasama secara teknik dalam Production Technology, Exchange Technology, Adoption Technology of new variety, Improvement of Acid Soil, Land Preparation, Post Harvest and Marketing.
"Selain itu, Brasil juga bisa mengekspor bebek dan kalkun ke Indonesia setelah melalui kajian Pest Risk Analisis (PRA). Indonesia juga menginginkan pertukaran informasi untuk bisa melakukan ekspor salak, manggis, mangga dan alpukat dan Brazil ingin mengimpor apel, anggur, melon, jeruk dan mangga," tulis laporan tersebut.
Indonesia juga menginginkan kerjasama ethanol atau sugarcane khususnya bioethanol industry in policy program and technical cooperation, dan Collaboration on research and variety improvement. Kedua belah pihak juga sepakat untuk segera menandatangani MoU antara Kementerian Pertanian dan The Brazilian Agricultural Research Corporations Mission (EMBRAPA).
Sebagai informasi, sidang CCA ke-5 antara Indonesia-Brasil dilaksanakan akhir Mei lalu di medan Sumatera Utara. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Kerjasama Internasional, Bapak Prof Dr. Tahlim Sudaryanto, dan Delegasi Brasil dipimpin oleh Direktur Negosiasi Sanitary dan Phito Sanitary Kementerian Pertanian, Peternakan dan ketersediaan Pangan Brasil, Mr. Otavio Cancado.
Pertemuan CCA ke-5 ini membahas issue kelapa sawit, kedelai, buah-buahan dan perkarantinaan, livestock, Sugarcane, dan MOU Kementerian Pertanian dengan EMBRAPA, serta Draft Technical Cooperation Projects (TCPs), kelapa sawit dan sugarcane.
(and)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/06/05/320/464671/ri-brasil-sepakati-6-agenda-kerjasama-kelapa-sawit)
yudibali2008 June 6th, 2011, 01:15 AM Bandara Sukabumi Dibangun 2015
SUKABUMI - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat mengagendakan pembangunan bandar udara (Bandara) Citarete, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mulai dilaksanaan pada 2015 mendatang. Bandara yang ditujukan untuk menunjang pariwisata di Jabar Selatan ini akan menyedot anggaran hingga Rp1,5 triliun.
"Namanya Bandara Citarete, untuk rencana pembangunannya sudah dilakukan feasibility study pada tahun 2005. Perizinannya pun sudah dilakukan ke Kementerian Perhubungan melalui pemerinta daerah setempat. Dengan begitu pembangunannya tinggal dilakukan saja dengan pembiayaan selama 15 tahun yang bersumber dari APBD dan APBN terhuting mulai 2005," terang Kepala Bappeda Jabar Deny Juanda, di Sukabumi, Minggu (5/6/2011).
Dijelaskannya, Bandara Citarete yang diperkirakan akan menyedot anggaran Rp1,5 triliun ini akan dibangun dengan dimensi run way 1,9 Km dengan lebar 30-60 M. Bandara ini juga ditunjang dengan infrastruktur berupa jalan Tol Pelabuhanratu-Surade dengan tujuan Bandara Citarete melalui jalan arteri. Jalan bebas hambatan ini merupakan lanjutan dari pembangunan jalan Tol Ciawi-Sukabumi.
Lebih lanjut Deny mengungkapkan infrastruktur penerbangan ini tidak hanya akan berfungsi sebagai bandara domestik saja, tapi fungs utama lainnya adalah sebagai sarana penunjang pariwisata dan industri agromarine untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat pesisir.
"Prasyarat untuk pembangunan bandara ini, Pemda Kabupaten Sukabumi telah berhasil melakukan promosi besar-besaran untuk sektor pariwisata, termasuk menarik investor untuk pembangunan wilayah Selatan dan industri agromarine. Selambat-lambatnya upaya promosi ini sudah dilakukan pada 2014," terang Deny.
Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi Dodi Sumanteri menegaskan keberadaan Bandara Citarete ini akan menjadi pemerata bagi pembangunan Sukabumi, terutama di wilayah selatan yang selama ini relatif minim. Pembangunannya akan berdampak pada perekonomian masyarakat, sebab fasilitas penerbangan ini akan diikuti oleh industri lainnya.
(Toni Kamajaya/Koran SI/and)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/06/05/320/464686/bandara-sukabumi-dibangun-2015)
Mimihitam June 7th, 2011, 04:33 AM Barang Tambang Dilarang Diekspor
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah menargetkan melarang ekspor barang tambang mentah mulai tahun 2014. Itu berarti pemerintah harus mendorong pembangunan industri pengolahan barang tambang dan renegosiasi dengan perusahaan tambang. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengemukakan hal tersebut di Jakarta, Senin (6/6/2011).
”Renegosiasi harus dilakukan dengan tetap menghormati kontrak. Namun, penerimaan negara dari royalti harus menjadi perhatian dan ada keadilan. Renegosiasi ini dilakukan tim yang terdiri dari menteri koordinator perekonomian serta menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM),” ungkap Hatta.
Target melarang ekspor barang tambang dan renegosiasi dengan perusahaan tambang ini merupakan bagian dari tugas Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang dibentuk pemerintah. Komite ini dibentuk dengan tugas melaksanakan Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya menegaskan, pemerintah akan melakukan renegosiasi sejumlah kontrak karya perusahaan dan mitra dari negara lain yang dirasa tidak adil atau merugikan bangsa Indonesia.
Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Amir Sambodo, secara terpisah, mengingatkan, kontrak-kontrak pertambangan berkapasitas besar sebaiknya masuk dalam daftar prioritas pemerintah untuk direnegosiasi, termasuk area tambang Freeport yang ditelantarkan.
”Renegosiasi harus dimulai dari kontrak tambang besar agar memberikan manfaat maksimal untuk negara. Contohnya lahan tambang yang belum dipakai Freeport. Lahan Freeport yang ada sekarang saja belum habis sudah ada kontrak lain di Freeport B. Itu perlu dikaji,” kata Sambodo.
Badan Geologi Pusat Sumber Daya Geologi Kementerian ESDM menyebutkan, kini Freeport Indonesia memiliki dua kontrak karya. Kontrak pertama meliputi produksi emas pada lahan 10.000 hektar dengan status aktif. Kontrak karya kedua masih bersifat ditunda pada lahan 202.905 hektar.
Freeport beroperasi berdasarkan kontrak karya yang ditandatangani pada 1967 berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967. Freeport memperoleh konsesi penambangan selama 30 tahun. Pada 1991, kontrak karya Freeport diperpanjang menjadi hingga tahun 2021. (EVY/OIN)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/07/07140335/Barang.Tambang.Dilarang.Diekspor
aguuungg June 7th, 2011, 07:03 AM Barang Tambang Dilarang Diekspor
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah menargetkan melarang ekspor barang tambang mentah mulai tahun 2014. Itu berarti pemerintah harus mendorong pembangunan industri pengolahan barang tambang dan renegosiasi dengan perusahaan tambang. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengemukakan hal tersebut di Jakarta, Senin (6/6/2011).
”Renegosiasi harus dilakukan dengan tetap menghormati kontrak. Namun, penerimaan negara dari royalti harus menjadi perhatian dan ada keadilan. Renegosiasi ini dilakukan tim yang terdiri dari menteri koordinator perekonomian serta menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM),” ungkap Hatta.
Target melarang ekspor barang tambang dan renegosiasi dengan perusahaan tambang ini merupakan bagian dari tugas Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang dibentuk pemerintah. Komite ini dibentuk dengan tugas melaksanakan Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya menegaskan, pemerintah akan melakukan renegosiasi sejumlah kontrak karya perusahaan dan mitra dari negara lain yang dirasa tidak adil atau merugikan bangsa Indonesia.
Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Amir Sambodo, secara terpisah, mengingatkan, kontrak-kontrak pertambangan berkapasitas besar sebaiknya masuk dalam daftar prioritas pemerintah untuk direnegosiasi, termasuk area tambang Freeport yang ditelantarkan.
”Renegosiasi harus dimulai dari kontrak tambang besar agar memberikan manfaat maksimal untuk negara. Contohnya lahan tambang yang belum dipakai Freeport. Lahan Freeport yang ada sekarang saja belum habis sudah ada kontrak lain di Freeport B. Itu perlu dikaji,” kata Sambodo.
Badan Geologi Pusat Sumber Daya Geologi Kementerian ESDM menyebutkan, kini Freeport Indonesia memiliki dua kontrak karya. Kontrak pertama meliputi produksi emas pada lahan 10.000 hektar dengan status aktif. Kontrak karya kedua masih bersifat ditunda pada lahan 202.905 hektar.
Freeport beroperasi berdasarkan kontrak karya yang ditandatangani pada 1967 berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967. Freeport memperoleh konsesi penambangan selama 30 tahun. Pada 1991, kontrak karya Freeport diperpanjang menjadi hingga tahun 2021. (EVY/OIN)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/07/07140335/Barang.Tambang.Dilarang.Diekspor
langkah yang sangat baik dalam menuju kemandirian :banana:
VRS June 7th, 2011, 03:48 PM Papua to send 36 tons of coffee to US
The Baliem Arabica Wamena cooperative in Jayawijaya, Papua, will send 36 tons of Arabica coffee to the US, as the region has been enjoying increases in coffee production over the past few years.
“That [36-ton export) is the first batch. The second batch will be exported in early October,” cooperative head Selion Karoba said in Jayapura on Saturday.
He stopped short, however, of disclosing the amount of the second batch.
Selion said local farmers also expected to send four tons of Arabica coffee to domestic markets in other regions in Papua, including Jayapura, Wamena, Timika and those in other provinces including Jakarta.
“We currently have only three tons in stock [for the domestic market], but seeing the rate of coffee production in several regions in the Papua central mountain range area, we’re optimistic about achieving the target,” Selion said as quoted by tempointeraktif.com.
High demand for the coffee, he added, allowed the cooperative to increase the price from Rp 5,000 (about 59 US cents) per liter last year to Rp 6,000 per liter this year.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/04/papua-send-36-tons-coffee-us.html)
congrat to papua, but how about economic progress development at there?
yudibali2008 June 8th, 2011, 01:26 AM ^^
I have no idea....i've never been there, but i'm sure it's not much developing compare with other part of Indonesia soil :(
yudibali2008 June 8th, 2011, 01:39 AM Australia to ‘punish’ RI soon for inhumane cattle treatment
The Australian government will likely impose sanction on Indonesia in response to cruel treatment of exported cattle at 12 Indonesian slaughterhouses as featured in television footage on Australia’s ABC network.
Deputy Agriculture Minister Bayu Krisnamurthi said he did not know what sort of “punishment” would be imposed, even after meeting Australian Ambassador Greg Moriarty in the afternoon.
“They only hinted that the implementation would take place tomorrow. I do not know their decision and how it would impact on cattle stocks in Indonesia,” he said Tuesday.
However, he said the Australian government may not permanently suspend live cattle exports to Indonesia because Australia would experience a great loss.
“I cannot give figures but the cattle trade between Indonesia and Australia is clearly worth trillions of rupiah,” he added.
As of May 31 this year, Indonesia imported 150,000 live cattle. Indonesia’s demand for imported cattle this year is estimated at 600,000.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/07/australia-%E2%80%98punish%E2%80%99-ri-soon-inhumane-cattle-treatment.html)
yudibali2008 June 8th, 2011, 01:40 AM Produsen Semen Prancis Jajaki Bangun Pabrik di Jatim
JAKARTA - Produsen semen asal Prancis, Lafarge, tengah menjajaki investasi untuk membangun pabrik di Jawa Timur (Jatim).
Pada Maret 2011, Lafarge telah memulai produksi perdana dari pabriknya yang berlokasi di Aceh dengan investasi senilai USD300 juta. Pabrik ini berkapasitas sebesar 1,6 juta ton per tahun.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, Lafarge telah meminta izin kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk melakukan ekspansi di pulau Jawa.
“Saat ini, mereka sedang menghitung investasi yang dibutuhkan," kata Hidayat di Jakarta, Selasa (7/6/2011).
Menurut Hidayat, pihaknya menawarkan lokasi pembangunan pabrik di luar pulau Jawa, karena persaingan antar produsen semen masih sangat kurang. "Setelah membangun pabrik di Aceh, Lafarge berminat berinvestasi di pulau Jawa, namun persaingan di pulau Jawa sangat ketat," imbuhnya.
Menurut Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin Panggah Susanto, selain di Aceh, Lafarge juga merencanakan pembangunan pabrik semen di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).
“Mereka sedang menjajaki bahan bakunya dan Lafarge akan membangun pabrik di Langkat dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun, dengan nilai investasi sekira USD275 juta,” kata Panggah.
Selain itu, Hidayat mengatakan, produsen semen asal China juga tengah menjajaki investasi unuk membangun pabrik di Indonesia. Menurut Panggah, investor perusahaan China yakni CTIEC akan membangun pabrik semen di Grobogan, Jawa Tengah.
“Pembangunan pabrik semen itu akan menghabiskan dana investasi sebesar USD350 juta. Kapasitas pabrik mencapai dua juta ton per tahun," tandas Panggah.
(Sandra Karina/Koran SI/ade)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/06/07/320/465599/produsen-semen-prancis-jajaki-bangun-pabrik-di-jatim)
yudibali2008 June 8th, 2011, 01:42 AM Pertamina Gas to build new pipeline network in W. Java
In a bid to tackle gas shortfall problems in West Java, Pertamina Gas, a subsidiary of state oil and gas firm PT Pertamina, said that it planned to build a pipeline network connecting Cirebon and Muara Tawar.
The company’s director for planning, development and sales, Harjana Kordiat, said that the planned pipeline network would be divided into two segments, which were a 90-kilometer pipeline from Cirebon to Kandanghaur and a 50-kilometer pipeline from Tegal Gede to Muara Tawar.
“Currently, we are still conducting a feasibility study to observe the planned network’s technical and commercial aspects. We expect the study to be completed nest year, while the engineering, procurement and construction processes are estimated to kick off in 2013,” he told reporters after a focus group discussion session in Jakarta on Tuesday.
To build the planned pipeline, the company would need to invest around US$200 million, he said, adding that the funds would come both from Pertamina Gas’ internal budget and loans from financial institutions.
The pipeline network would secure gas supply from a liquefied natural gas (LNG) receiving terminal in Central Java that would be constructed by Pertamina, Harjana said, adding, however, that the price for the gas had not been decided because gas supply for the terminal was yet to be determined.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/07/pertamina-gas-build-new-pipeline-network-w-java.html)
yudibali2008 June 8th, 2011, 01:44 AM Pasar Empat Negara
Peringkat Indonesia Terus Naik
JAKARTA, KOMPAS.Com - Posisi Indonesia di pasar Amerika Serikat, Rusia, Turki, dan Brasil terus naik. Tahun 2010, posisi Indonesia di empat negara itu masing-masing di peringkat 24, 35, 26, dan 27.
"Pada tahun 2009, peringkat Indonesia di empat negara masih di posisi 25, 41, 31, dan 29. Dalam waktu setahun peringkat Indonesia naik luar biasa," kata Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Senin (6/6).
Menurut dia, produk karet serta tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan pendorong peningkatan posisi Indonesia di pasar Amerika. Negara tersebut menjadi importir terbesar di dunia dengan pangsa 12,7 persen dari total impor dunia. Impor utama Amerika dari Indonesia antara lain karet dan barang rajutan.
Di pasar Rusia, ekspor minyak sawit dan mesin listrik Indonesia naik tajam. Di pasar Turki, Indonesia banyak mengekspor karet, sementara di Brasil lebih banyak produk karet dan minyak sawit.
Kompas (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/06/22050044/Peringkat.Indonesia.Terus.Naik)
aksjiah June 8th, 2011, 03:54 AM Australia to ‘punish’ RI soon for inhumane cattle treatment
The Australian government will likely impose sanction on Indonesia in response to cruel treatment of exported cattle at 12 Indonesian slaughterhouses as featured in television footage on Australia’s ABC network.
Deputy Agriculture Minister Bayu Krisnamurthi said he did not know what sort of “punishment” would be imposed, even after meeting Australian Ambassador Greg Moriarty in the afternoon.
“They only hinted that the implementation would take place tomorrow. I do not know their decision and how it would impact on cattle stocks in Indonesia,” he said Tuesday.
However, he said the Australian government may not permanently suspend live cattle exports to Indonesia because Australia would experience a great loss.
“I cannot give figures but the cattle trade between Indonesia and Australia is clearly worth trillions of rupiah,” he added.
As of May 31 this year, Indonesia imported 150,000 live cattle. Indonesia’s demand for imported cattle this year is estimated at 600,000.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/07/australia-%E2%80%98punish%E2%80%99-ri-soon-inhumane-cattle-treatment.html)
dont you think they are just playing a trick on us? so that we import packaged meat products which are of course more expensive (and that means higher profit for them) instead of only importing cattles.
they know that we are sooooo dependant on their meat supply and indonesian policy makers are so so so weak, and now the are trying fool us showing that... ''ehem... see... we have more bargaining power! you´ll starve unless you follow our order!'' :bash:
mkors June 8th, 2011, 04:31 AM Trumps Target Indonesia as Potential Property Gold Mine :banana:
Francezka Nangoy | June 06, 2011
http://www.thejakartaglobe.com/media/images/medium2/20110606213037801.jpg
The Trump Organization, a Manhattan-based property conglomerate, is scouting opportunities to tap into the Indonesian market, Donald Trump Jr. said on Monday.
“I found that Indonesia was completely different from what I imagined it would be,” Trump said, adding that he had seen some impressive property projects since he arrived on Saturday and would love to enter the country’s market.
He said he had met with a number of business groups, including Lippo Group — with which the Jakarta Globe is affiliated — and Bakrie Group, which have strong property businesses. Trump said he was seeking partners that had a “similar vision and understanding” with the Trump Organization.
However, he said it was “too early to talk about numbers” or how the partnerships would be built.
Trump also said he was impressed with Indonesia’s economic expansion, which he said had led its consumers to understand and better appreciate luxury. Indonesia’s economy grew 6.1 percent last year and is expected to expand by 6.5 percent this year and 6.9 percent in 2012.
Hatta Rajasa, Indonesia’s chief economic minister, said in April that about 7 million people join the country’s middle-income group each year. Indonesia’s per capita income is expected to reach $5,000 by 2014 from $3,005 currently.
Globe Asia magazine, the Jakarta Globe’s sister publication, recently released its list of the 150 richest Indonesians. Their combined net worth was $107.9 billion, up nearly 75 percent from last year’s list. The magazine invited the son of the US property tycoon to speak at the “Globe Asia Young Leaders Forum” and discuss the challenges and opportunities that are facing young leaders around the world.
Trump said emerging countries, especially Asian nations such as Indonesia, had good prospects. He said he believed the Trump brand had already gained a strong presence in Indonesia through his father’s reality TV show, “The Apprentice.”
He went on to say that the Trump Organization planned to establish a physical presence in Indonesia. :banana:
Economists around the globe have argued that the balance of global economy is shifting to Asia. Research by Standard Chartered Bank suggests that China will overtake the United States as the world’s leading economy.
The bank also said that Indonesia would join the world’s top five by 2030 with a $9.3 trillion economy.
At the same forum, Investment Coordinating Board (BKPM) chief Gita Wirjawan said Indonesia’s economy would expand from $720 billion today to $1.1 trillion by 2014. He pointed to the country’s demographics, with the majority of its population at a productive age, as evidence.
“Fifty percent of the population is younger than 30 years old, and the demographic profile can be maintained for the next 50 years,” he said.
http://www.thejakartaglobe.com/business/trumps-target-indonesia-as-potential-property-gold-mine/445392
mkors June 8th, 2011, 04:58 AM ELTY In Collaboration With Donald Trump?
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) again attacked by the rumors. This time, the property company of Bakrie Group is rumored to be holding Donald John Trump real estate developer from the United States. The issue was blown after their brother PT Bumi Resources Tbk (BUMI) has completed the transaction with Vallar Plc Ltd.
Even the blower rumors say, stock prices ELTY going to come up to IDR 200 per share. Yesterday (8/3) ELTY stock prices are in IDR 144 per share, up 2.13% from the previous day.
These rumors may be true. For the moment, it was heavily ELTY seek strategic partners to accelerate their property projects.
Company Secretary ELTY Nuzirman Nurdin not argue if it is currently looking for strategic partners to accelerate the development of their region. “ELTY was sitting with several parties to develop the region,” he said.
Unfortunately, management ELTY apparently still reluctant to mention the identity of their prospective partners.
Before Donald Trump’s name appears, ELTY is rumored to hold the PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) as their partners. But the news was countered anagement APLN. “We are presently not being in joint venture negotiations with any party,” said Prisca Andriessen APLN Company Secretary in the release.
He added that the current strategy APLN purchase or acquire land in strategic areas at attractive prices so as to provide good performance results.
Donald Trump Jr, tweeted a lot about his trip to Indonesia: http://yfrog.com/h7jt2lbj
DonaldJTrumpJr 1 day 10 hours ago tweeted:
Me in the paper in Jakarta looking at a RE development. Heading to the airport off to dubai
http://desmond.yfrog.com/Himg619/scaled.php?tn=0&server=619&filename=jt2lb.jpg&xsize=640&ysize=640
sigarantang June 8th, 2011, 01:13 PM Baru nyadar klo skrg BRIC udah ganti jadi BRICS (S for South Africa)
Entah knp yaa menurut gw pribadi, Indonesia lebih layak masuk dibanding South Africa
SA hanya unggul di Percapita nya saja...aneh :ohno:
Mimihitam June 9th, 2011, 06:46 AM Australia Ancam Stop Ekspor Sapi ke Indonesia
WELLINGTON, KOMPAS.com — Opini keras mengenai pelarangan ekspor hewan ternak, terutama sapi hidup dari Australia ke beberapa rumah pemotongan hewan (RPH) di Indonesia, masih terus bergulir. Senator Australia Nick Xenophon berpendapat, penundaan ekspor ini bukan langkah efektif, seharusnya ekspor harus benar-benar dilarang. Hal ini terkait dengan tayangan jaringan televisi ABC yang menggambarkan pemotongan sapi dengan cara-cara yang tidak manusiawi di beberapa tempat pemotongan hewan tersebut.
"Dari sekitar 120 RPH yang ada di Indonesia, saat ini sudah ada penundaan ekspor ke 11 RPH. Namun, ini baru 9 persen dari solusi yang dijalankan " ujarnya.
Ia menjelaskan, gambar penyiksaan hewan ternak hidup yang tergambar dari cuplikan program acara Four Corner di stasiun televisi ABC pada 30 Mei 2011 itu merupakan aktivitas yang sudah sistemik. "Ini bisa menjadi reputasi buruk untuk Australia," katanya.
Dalam program tayangan acara Four Corners berjudul "A Bloody Business" selama 45 menit, muncul bukti-bukti kuat bahwa tata cara pemotongan sapi melanggar tata cara internasional, di antaranya, sapi yang dipotong masih hidup dan menggelepar selama lebih dari 3 menit. Padahal, standar internasional menghendaki sapi yang disembelih sudah mati dalam masa 30 detik.
Sebelumnya, Australia pun pernah menghentikan ekspor binatang ternak hidup ke Mesir pada 2006. Penghentian ekspor dilakukan karena kekhawatiran adanya tindak penganiayaan dalam pengirimannya, tetapi kemudian pada 2008 keran ekspor kembali dibuka.
Menurut Biro Pusat Statistik Australia, pada periode Januari-Maret 2011, ekspor sapi Australia sebanyak 148.000 ekor. Sementara, menurut ABC, nilai ekspor sapi ke Indonesia senilai 300 juta dollar Australia per tahun dan akan meningkat menjadi 753 juta dollar Australia pada tahun fiskal tahun ini. (Rizki Caturin/Kontan)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/01/11503332/Australia.Ancam.Stop.Ekspor.Sapi.ke.Indonesia
Mimihitam June 9th, 2011, 07:05 AM Australia Ancam Hentikan Ekspor Sapi, Indonesia Tidak Takut
KAMIS, 02 JUNI 2011 | 15:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pertanian mengaku tak takut bila Pemerintah Australia menutup keran ekspor sapinya. Sebab, kementerian yakin produksi sapi Indonesia bisa memenuhi jumlah konsumsi masyarakat.
"Jangan risau dengan ancaman Australia. Itu cuman politik saja. Saya malah tenang kalau keran ekspor sapinya ditutup," kata Prabowo Respatiyo Caturroso, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian melalui telepon selulernya, Kamis 2 Juni 2011.
Pemerintah Australia mengancam akan menghentikan ekspor sapi hidupnya ke Indonesia. Hasil investigasi Australia menemukan adanya kekerasan fisik terhadap sapi ekspornya di rumah potong hewan Indonesia.
Investigasi dilakukan setelah lembaga swadaya masyarakat, Animals Australia, membeberkan dalam tayangan ABC bertajuk Four Corners pada Senin, 30 Mei 2011, bahwa ternak Australia di Indonesia dianiaya sebelum disembelih. Ada yang dipukuli, dicambuk, dan dibiarkan sekarat dalam waktu lama.
Prabowo mengatakan populasi sapi dalam negeri sudah mencapai 12,6 juta pertahun. Adapun konsumsi mencapai 3 juta ekor pertahun. Jumlah itu berdasarkan hasil perhitungan antara konsumsi daging sapi sebanyak 2,4 kilogram perkapita pertahun, dengan jumlah masyarakat Indonesia sebanyak 241 juta.
Ia optimis populasi sapi masih bisa ditingkatkan di berbagai daerah produksi seperti Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sumatera dan Bali. Begitu pula dengan strategi distribusinya kepada masyarakat. Sehingga, Indonesia tidak lagi tergantung dengan impor sapi dari Negeri Kangguru sebesar 600 ribu ekor pertahun. "Tinggal mengarahkan pelaku industri untuk menyerap produksi dalam negeri," kata dia.
Kalaupun jumlah produksi tidak bisa meningkat drastis, Prabowo menganggap tidak ada masalah. Ia menilai masyarakat Indonesia tidak tergantung pada konsumsi daging sapi. "Kalau tidak ada daging sapi, mereka makan ayam kok."
Ia mengakui bahwa penyembelihan sapi di rumah potong hewan tradisional kurang memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan atau animal welfare. Namun ia membantah hasil Investigas Australia yang menyebutkan sapi ekspornya dipukuli, dicambuk, dan dibiarkan sekarat dalam waktu lama. "Itu cuman isu. Tidak seperti itu."
TRI SUHARMAN
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/06/02/brk,20110602-338268,id.html
Mimihitam June 9th, 2011, 07:05 AM Pemerintah Tak Khawatir Australia Hentikan Ekspor Sapi
SEMARANG, KOMPAS.com — Menteri Pertanian Suswono mengaku tidak khawatir dengan rencana Australia yang akan menghentikan ekspor sapi potong karena dugaan penyiksaan sapi di rumah pemotongan hewan.
"Kalau mereka (Australia) memang mau menyetop silakan, masih ada pilihan negara-negara lain yang mau ekspor sapi," katanya seusai Peringatan Hari Susu Nusantara 2011 di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.
Menurut dia, dugaan adanya rumah pemotongan hewan (RPH) yang tidak memenuhi animal welfare (kaidah kesejahteraan hewan) hingga melakukan penyiksaan terhadap sapi sebelum disembelih memang perlu dibuktikan benar atau tidaknya.
Saat ditanya adanya tayangan video penyiksaan sapi yang diputar di Australia, ia menyatakan, hal itu masih perlu dibuktikan kebenarannya, dan hal tersebut menjadi masukan yang sangat berharga untuk membenahi RPH-RPH yang ada.
Ia mengatakan, kalaupun ternyata ada satu-dua RPH yang berlaku semacam itu terhadap hewan, tentunya tidak bisa digeneralisasi terhadap seluruh RPH sampai memutuskan kegiatan ekspor sapi yang selama ini berjalan. "Keberadaan RPH-RPH ini menjadi kewenangan penuh pemerintah daerah. Oleh karena itu, kami meminta pemda-pemda untuk aktif mengawasi kegiatan pemotongan hewan di RPH agar sesuai dengan kaidah yang ditetapkan," katanya.
Untuk rencana Australia yang akan menghentikan ekspor sapi ke Indonesia, ia mengatakan tidak perlu ditanggapi dengan penuh kekhawatiran dan akan membicarakan persoalan itu dengan Pemerintah Australia dalam waktu dekat.
Ia mengakui bahwa Indonesia pernah menjadi negara pengekspor sapi ke negara-negara lain, termasuk ke Hongkong sekitar tahun 1976, tetapi mulai 1990 Indonesia justru menjadi negara yang mengimpor sapi dari negara lain. "Indonesia mengimpor pertama kali sekitar 18.000 ekor sapi pada 1990, sampai sekarang yang mencapai 500.000-600.000 ekor. Namun, impor ini hanya dilakukan untuk menutup kekurangan daya dukung pasokan dalam negeri," ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah akan menghitung kembali daya dukung ternak dalam negeri, terutama sapi, mengingat saat ini dilakukan sensus ternak untuk mengetahui berapa kekurangan yang perlu dicukupi melalui impor. "Kalau tingkat konsumsi daging sapi masyarakat Indonesia selama ini berkisar 2 kilogram/kapita/tahun. Kami menargetkan pada 2014 mendatang volume impor sapi menjadi hanya 10 persen," kata Suswono.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/06/07174737/Pemerintah.Tak.Khawatir.Australia.Hentikan.Ekspor.Sapi
Mehome June 9th, 2011, 02:05 PM ^^ kabarnya tukang jagal di video itu dibayar 50rb rupiah agar mau melakukan seperti apa yg ada di video itu (penyiksaan dll). video itu sudah pasti hoax, karena konyol aja kalau mau menyemblih sapi harus pake disiksa dulu, itu sama sekali bukan tradisi tukang jagal di Indonesia yang mayoritas muslim.
saya pikir australia ngiler liat pasar indonesia yang sedang tumbuh dan daya beli yang semakin meningkat, jadi dibikinlah ulah. Lagian kebutuhan daging Indonesia sebenarnya bisa dipenuhi sendiri, hanya saja program dari pemerintah memang kurang jelas :nuts:
acoolguyfromnz June 9th, 2011, 09:38 PM Kemarin saya dengar NZ mau memasok sapi ke Indonesia. Siapa yg gak ngiler income $3oo jt per tahun.
Tapi terus terang itu tergantung rakyatnya sendiri. Kalau saya, inginnya rakyatnya sendiri yg memenuhi permintaan sapi jadi janganlah bekerja jadi tukang jagal tapi kalau bisa jadi peternaknya.
Sekarang saya lihat pemerintah ingin mejual semua SDA yg kita punya yg menurut saya salah. Karena SDA ini akan habis. Dan kalau habis, anda mau hidup dari apa?
arirangboy June 10th, 2011, 12:16 AM Saya sih mendukung sekali stop impor sapi dari Australia. Sembari tingkatkan produksi dalam negeri sendiri, untuk sementara waktu bisa impor sedikit dari Korsel yang dagingnya lebih enak (lebih mahal kayaknya). Di Korsel daging sapi lokal lebih mahal dari daging sapi impor, karena mutu dan rasanya jauh lebih baik.
Kalau Australia mau hentikan ekspor ke Indonesia, kita sambut baik saja. Tapi yang perlu dicatat adalah 60% ekspor sapi mereka adalah ke Indonesia. Jadi monggo aja kalau OZ mau cari pasar 60% alihan tsb. Selamat berjuang.
Ayo peternak Indonesia ... maju terus. Pemerintah harus dukung total para peternak dalam negeri!
Mimihitam June 10th, 2011, 04:25 PM Australia Stop Kirim Sapi, DPR Sambut Baik
JAKARTA, KOMPAS.com — Keputusan Pemerintah Australia menghentikan ekspor sapi hidup selama enam bulan disambut baik para wakil rakyat di Komisi IV DPR. Mereka berharap pemerintah bisa memanfaatkan momentum ini untuk pengembangan sapi lokal.
Anggota Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi, berharap Indonesia menghentikan sekalian impor sapi hidup dari Australia. "Ini kesempatan mewujudkan swasembada daging sapi," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Menteri Pertanian Suswono, Kamis (9/6/2011).
Menurut Viva, mewujudkan swasembada daging sapi ini perlu ketegasan pemerintah. Jadi, dia menyarankan, pemerintah tidak membuka impor daging sapi beku untuk menutup kebutuhan daging sapi yang terus meningkat.
Lagi pula, ia menilai, bagi masyarakat Indonesia, daging sapi bukan kebutuhan primer. Jadi, tidak masalah jika Australia menghentikan ekspor sapinya ke Indonesia. "Makan daging sapi hanya mengejar status sosial seperti orang Barat. Tidak makan daging sapi kan tidak apa-apa masih ada kelinci dan ayam," ujarnya.
Hal senada diutarakan anggota Komisi IV DPR, Ibnu Multazam. Ia menilai keputusan Australia tersebut merupakan anugerah karena memberi peluang bagi peternak sapi domestik memenuhi pasar dalam negeri. "Jadi masyarakat tidak perlu takut kehilangan daging sapi," ujarnya.
Menteri Pertanian Suswono mengaku tidak mempersoalkan jika Australia menghentikan sementara ekspor sapi ke Indonesia. "Itu hak Australia," katanya.
Cuma, ia menyayangkan sikap Australia yang terburu-buru menetapkan kebijakan penghentian ekspor sapi hidup. Padahal, belum ada pembuktian bahwa Indonesia melanggar standar animal welfare seperti tudingan LSM Australia. LSM itu menuding Indonesia tak memperlakukan hewan yang hendak disembelih dengan baik saat di rumah pemotongan hewan.
Suswono akan melakukan verifikasi terhadap rumah pemotongan sapi di Indonesia. "Kami mengundang empat ahli Australia dan empat ahli dari Indonesia," ujarnya. (Dwi Nur Oktaviani/Kontan)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/10/08522756/Australia.Stop.Kirim.Sapi.DPR.Sambut.Baik
MARINHO June 10th, 2011, 09:50 PM The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 06/09/2011 10:29 AM
A total of 1.8 million citizens have neglected to pay their taxes, which amount to a total figure of Rp 50 trillion (US$5.85 billion), the Finance Ministry says.
“(The figures) are an accummulation of several years of tax debt,” Finance Ministry director general for taxation Fuad Rahmany said in Jakarta on Wednesday.
He added that the debtors had varied amounts of tax obligations, ranging from thousands to billions of rupiah, and that most were late in paying land and building taxes (PBB).
“Many of the tax debts are low amounts, for example in villages where the residents haven't paid their PBB. It's difficult to ask them to pay,” Fuad said, as quoted by tempointeraktif.com.
Fuad added that in the corporate sector private companies constituted the largest portion of tax debtors.
He also said his office would continue to strengthen its debt collection unit in a move to reduce tax debts.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/09/18m-tax-debtors-stalling-rp-50t-payments.html
acoolguyfromnz June 10th, 2011, 10:23 PM @mkors,
Kenapa yah kita mau jadi babu Mr Trumps? Masa sih kita yg punya tambang cuma di gaji tukang gali?
Kenapa gak di manage sendiri dan hire top management buat perusahaan negeri?
Masa kita kalah akal di banding PNG yg bisa mengambil alih tambangnya dari perusahaan multinational asal benua kanguru?
acoolguyfromnz June 10th, 2011, 10:24 PM @Marinho,
The only way is asking people to have their financial statement
aksjiah June 11th, 2011, 07:13 PM @mkors,
Kenapa yah kita mau jadi babu Mr Trumps? Masa sih kita yg punya tambang cuma di gaji tukang gali?
Kenapa gak di manage sendiri dan hire top management buat perusahaan negeri?
Masa kita kalah akal di banding PNG yg bisa mengambil alih tambangnya dari perusahaan multinational asal benua kanguru?
ehemmm.. mas,, the article was about property industry. not mining industry..
MARINHO June 11th, 2011, 11:04 PM I can understand that people in rural areas with a low income will face difficulty in paying taxes.
The concern is that private companies do not meet their obligations.
Higher fines should be imposed to prevent these companies from not meeting their obligations.
@Marinho,
The only way is asking people to have their financial statement
MARINHO June 12th, 2011, 05:17 AM Linda Yulisman, The Jakarta Post, Jakarta | Sat, 06/11/2011 11:02 PM
State-owned enterprises (SOE) will open up an investment forum on June 14 to facilitate fund raising for projects such as infrastructure development, a minister says.
State-Owned Enterprises Minister Mustafa Abubakar said on Friday in Jakarta that the forum would, among other functions, perform feasibility studies of investment plans proposed by state firms and facilitate discussions to see the plans through.
“The forum should raise up to Rp 260 trillion [US$30.2 billion] from state companies,” he said at his office.
“The funds will be used to finance infrastructure such as transportation and telecommunication projects,” he said.
According to Mustafa, such a forum is necessary to help the government promote infrastructure development.
The ministry had allocated Rp 836 trillion through 2014 to support development of the recently launched six economic corridors aimed at accelerating growth in southeast Asia’s largest economy.
State-owned enterprises forum chairman Elvyn G. Massasya said that, besides providing the funding, the forum would also study investment potential.
“If we find that a project is feasible, we will recommend it for investments,” he said, citing infrastructure projects such as constructing airports and seaports as examples.
Elvyn said the Rp 260 trillion, which would be managed by the forum, could grow in line with the increase in forum members.
According to Elvyn, although different from the BUMN Fund introduced by the ministry, the forum had the relatively similar goal of creating synergy between investors and state firms’ projects.
Last year, the SOE Ministry mulled establishing an SOE Fund, also known as the BUMN Fund, to finance state firms’ expansion.
The SOE Fund, set to collect money from various sources to support state firms’ expansion plans, was considered to make them less dependent on banks.
The ministry planned to appoint money management firm PT Danareksa Capital to manage the funds.
The plan was part of the ministry’s proposal to hand over management of the government’s minority stakes in 21 companies, including telecommunication company PT Indosat Tbk, mining firm PT Freeport Indonesia and Bank Bukopin Tbk., to Danareksa Capital.
However, the plan to set up the fund was cancelled due to the Finance Ministry’s opposition.
Indonesia currently has 141 state firms focusing on various business sectors such as mining, telecommunications, banking and transportation.
The firms include oil and gas firm PT Pertamina, gas distributor PT Perusahaan Gas Negara, telecommunication firm PT Telkom, state-owned banks PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Bank Mandiri and PT Bank Negara Indonesia, cement maker PT Semen Gresik, fertilizer producer PT Pupuk Sriwijaya and steel producer PT Krakatau Steel.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/11/state-firms-establish-investment-forum.html
blablanonsense June 12th, 2011, 06:26 AM @mkors,
Kenapa yah kita mau jadi babu Mr Trumps? Masa sih kita yg punya tambang cuma di gaji tukang gali?
Kenapa gak di manage sendiri dan hire top management buat perusahaan negeri?
Masa kita kalah akal di banding PNG yg bisa mengambil alih tambangnya dari perusahaan multinational asal benua kanguru?
A few articles for your reading pleasure:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/07/07140335/Barang.Tambang.Dilarang.Diekspor
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/08/08042660/Seluruh.Kontrak.Pertambangan.Akan.Diputus
Mimihitam June 12th, 2011, 07:28 AM Mega Proyek Ratusan Triliun Dimulai
Proyek infrastruktur hanya akan berhasil jika pemerintah menjamin kepastian hukum.
VIVAnews - Pemerintah meluncurkan 79 proyek infrastruktur berskala besar tahun ini. Proyek-proyek itu dituangkan dalam Buku Rencana Proyek atau Project Plan Book 2011.
Total investasi keseluruhan proyek yang ditawarkan dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta atau Public Private Partnership itu sebesar US$53,4 miliar atau sekitar Rp456,41 triliun.
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida S Alisjahbana, mengatakan, dari 79 proyek itu, sebanyak 13 di antaranya merupakan proyek baru senilai US$27,52 miliar atau sekitar Rp234,4 triliun.
"Inti pembangunan infrastruktur dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta ini adalah untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif, khususnya dalam menarik minat swasta membiayai pembangunan infrastruktur di Indonesia," ujar Armida di kantornya, Jakarta, Kamis 9 Juni 2011.
Armida menambahkan, infrastruktur menjadi faktor utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia. Tahun ini, pemerintah bertekad untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, menilai keterlibatan swasta dalam sejumlah proyek infrastruktur hanya akan berhasil jika pemerintah menjamin kepastian hukum.
"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. Selain kepastian hukum, juga pembebasan lahan," kata Sofjan kepada VIVAnews.com, kemarin.
Kendala pembebasan lahan yang sering ditemukan dalam setiap proyek infrastruktur itu, dia menjelaskan, dapat menghambat masuknya perusahaan swasta. "Bukan lalu kami pesimis, tapi memang persoalan itu yang masih jadi hambatan," tuturnya.
Armida melanjutkan, Buku Rencana Proyek 2011 tersebut memiliki tiga fungsi utama.
Pertama, merencanakan proyek-proyek infrastruktur dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta yang di dalamnya akan bersinergi dengan kebijakan-kebijakan nasional dan alokasi belanja.
Kedua, menginformasikan kepada kalangan swasta tentang persiapan proyek infrastruktur, inisiasi proyek-proyek baru, dan tender proyek siap jual dari berbagai negara. Ketiga, memonitor perencanaan dan pembangunan proyek-proyek infrastruktur.
"Dalam skema proyek kerja sama pemerintah dan swasta itu ada tiga kategori, yaitu proyek siap ditawarkan, proyek prioritas, dan proyek potensial," kata Armida.
Proyek siap ditawarkan sebanyak 13 proyek senilai US$27,52 miliar. Sedangkan proyek prioritas sebanyak 21 proyek dengan nilai US$10,38 miliar (Rp88,4 triliun) dan 45 proyek potensial senilai US$15,5 miliar (Rp132 triliun).
Selain itu, ada juga 16 proyek kerja sama yang sedang dan akan transaksi pada 2011 dengan nilai US$32,33 miliar (Rp274,5 triliun).
Seluruh proyek yang ditawarkan dalam skema itu diharapkan dapat menjadi penghubung bagi pemerintah dan swasta guna membangun sektor infrastruktur di Indonesia. Apalagi, sistem administrasi dan organisasi skema kerja sama pemerintah dan swasta itu juga melibatkan tiga institusi pemerintah, yaitu Kementerian Keuangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bappenas.
Masterplan Pembangunan
Peluncuran Buku Rencana Proyek 2011 dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta itu merupakan bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Masterplan pembangunan ekonomi itu sebelumnya sudah diluncurkan 27 Mei 2011 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Gagal atau berhasilnya pelaksanaan masterplan tersebut, Presiden melanjutkan, tergantung pada bangsa Indonesia sendiri. "Kita ingin, jika berumur panjang, tahun 2025 bisa melihat kisah sukses masterplan ini," ujarnya.
Namun, Presiden menyoroti lima faktor yang bisa membuat gagal dan tak terlaksananya masterplan itu. Antara lain, birokrasi yang lambat, kemudian pemerintah daerah ada kepentingan yang menyebabkan tidak lancarnya proyek pembangunan nasional.
Selain itu, masterplan terancam gagal jika investor ingkar janji dan tidak memenuhi rencananya. "Faktor lainnya, ada kepentingan tertentu dan politik yang tidak sehat," ucap Yudhoyono.
Berikut ini beberapa proyek yang nilai investasinya di atas Rp 1 triliun:
Pertama, proyek pembangunan Kawasan Industri Kelapa Sawit Sei Mangke, yang akan dilaksanakan oleh PT Perkebunan Nusantara III, berlokasi di Sei Mangke, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Nilai investasi Rp2,5 triliun dimulai tahun ini dan diperkirakan selesai 2014.
Kedua, proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 (2x44 MW) di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang terletak di Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh Tengah di dataran tinggi Gayo. Proyek ini rencananya akan dibiayai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan estimasi biaya Rp1,53 triliun.
Ketiga, proyek pembangunan pabrik baja modern yang merupakan joint operation antara PT Krakatau Steel dan POSCO, Korea Selatan. Investasi senilai Rp60 triliun untuk dua tahap.
Keempat, proyek Floating Storage and Regasification Unit Jawa Barat. Nilai proyek Rp59 triliun.
Kelima, proyek perluasan pabrik stamping, engine, casting, dan assembling kendaraan bermotor oleh PT Astra Daihatsu Motor berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta Karawang. Nilai investasi Rp2,4 triliun dengan produksi pertama mulai beroperasi pada 2014.
Keenam, proyek jalan bebas hambatan Tanjung Priok seksi E2 dan NS yang berlokasi di Jakarta. Proyek ini dibiayai oleh Japan Bank for International Cooperation, pemerintah pusat, pemda, PT Angkasa Pura, dan PT Jasa Marga Tbk dengan nilai investasi Rp1,6 triliun.
Ketujuh, proyek Chemical Grad Alumunium berlokasi di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat sebagai rangkaian terakhir. Pelaksana proyek ini adalah PT Aneka Tambang Tbk yang diperkirakan selesai 2013 dengan nilai investasi Rp4,3 triliun.
Kedelapan, proyek perluasan pembangunan bandara internasional Ngurah Rai dengan sumber dana oleh BUMN dengan nilai proyek Rp1,94 triliun. Dan pembangunan proyek jalan raya dari Merauke-Waropko sepanjang 600 kilometer dengan nilai investasi Rp1,2 triliun.
Kesembilan, proyek pertambahan dan pengolahan nikel serta kobal dengan tenaga hidrometalurgi di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, di Provinsi Maluku Utara. Proyek ini didanai oleh PT Weda Bay Nickel senilai Rp50 triliun. Diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 2.500-3.000 orang saat operasi.
• VIVAnews
http://fokus.vivanews.com/news/read/225764-pemerintah-tawarkan-proyek-ratusan-triliun
hermawan June 12th, 2011, 11:48 AM Baru nyadar klo skrg BRIC udah ganti jadi BRICS (S for South Africa)
Entah knp yaa menurut gw pribadi, Indonesia lebih layak masuk dibanding South Africa
SA hanya unggul di Percapita nya saja...aneh :ohno:
Pertimbangannya, salah satunya keterwakilan wilayah...
SA mewakili Africa
yudibali2008 June 13th, 2011, 09:39 AM Berapa Besar Utang Pemerintah Indonesia
Lebih dari setengah utang pemerintah dalam bentuk Surat Berharga Negara.
VIVAnews - Pemerintah mengumumkan, per 31 Mei 2011, memiliki utang US$ 201,07 miliar atau Rp1.716 triliun dengan kurs Rp8.537 per dolar AS. Utang ini melonjak dibandingkan posisi akhir 2010, yang tercatat Rp1.676 triliun.
Dalam data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, utang tersebut lebih dari setengahnya dalam bentuk Surat Berharga Negara.
"Proporsi pinjaman luar negeri sebesar 34 persen, sedangkan SBN 65,7 persen," tulis keterangan itu, Senin 13 Juni 2011.
Bila dilihat dari mata uang, utang tersebut mayoritas dalam bentuk dolar AS, kecuali SBN rupiah yang nilainya Rp955 triliun atau setara US$112 miliar. "Catatan ini merupakan angka sangat sementara."
Sejak 2006, outstanding utang per 31 Mei ini merupakan tertinggi. Pada 2006, utang pemerintah hanya US$144 miliar (Rp1.302 triliun dengan kurs saat itu Rp9.020 per dolar AS), dan pada 2007 naik lagi menjadi US$147 miliar (Rp1.389 triliun).
Sementara pada 2008 menjadi U$149 miliar (Rp1.636 triliun), pada 2009 US$169 miliar (Rp1.590 triliun), dan pada 2010 naik menjadi US$186 miliar atau Rp1.676 triliun. (umi)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/226416-berapa-besar-utang-pemerintah-indonesia)
yudibali2008 June 13th, 2011, 09:42 AM German Metro Chain to Enter Indonesian Market
http://www.thejakartaglobe.com/media/images/medium2/20110612130706219.jpg
(Photo courtesy of Metro AG's Web site)
Berlin. Germany's giant Metro distribution chain Friday announced it is extending its international business empire to Indonesia where it wants to open some 20 supermarkets.
Its Cash-and-Carry division will soon be opening a wholesale distribution superstore in Jakarta, the firm said in a statement.
Metro has set up a joint venture with Indonesia's Sintesa holding, but its shops will not be able to bear its international trade logo as others already operate under that name in Indonesia.
The firm said it was looking for a new name to go by in Indonesia.
Metro is already active in 34 countries and its Cash-and-Carry division operates some 700 stores in 30 of them.
Agence France-Presse
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/bisindonesia/german-metro-chain-to-enter-indonesian-market/446456)
yudibali2008 June 13th, 2011, 09:43 AM Dukung Perindustrian di Sumut
PGN Segera Garap FSRU Terminal Medan
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) segera menggarap Floating Receiving Regassification Unit (FSRU) di Medan, Sumatera Utara. FSRU ini merupakan proyek yang digarap 100 persen oleh PGN sendiri.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PGN Jobi Triananda menuturkan untuk tahap awal, dalam satu-dua hari ini pihaknya akan segera menunjuk pemenang tender kontruksi proyek ini. Dengan demikian, pada awal Juli sudah akan penandatangan kontrak.
"Sehingga pada kuartal IV-2014, LNG Receiving Terminal ini sudah bisa positioning," kata Jobi dalam acara Editors Meeting di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta, Senin (13/6/2011).
Kapasitas LNG dari FSRU ini adalah 1,5 million tonnes per annum (mtpa). Untuk pasokannya, dia mengatakan saat ini tengah dalam tahap pembicaraan untuk mendapatkan pasokan dari Blok Tangguh yang dikelola dengan BP.
"Kita dalam pembicaraan untuk mendapatkan pasokan dari Blok Tangguh. Kalau Tangguh tidak sanggup kita akan cari sumber pasokan lain, jika nantinya demand di Sumatera Utara ini jauh lebih besar," imbuhnya.
Sekarang ini, kondisi industri di Medan dan sekitarnya tampaknya tengah bergeliat. Alhasil, demand akan gas sebagai energi yang murah dan bersih ini meningkat. Sekarang ini, dia merencanakan sebanyak 140 mmscfd dari LNG ini untuk kebutuhan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebanyak 40 mmscfd untuk kebutuhan industri dan sisanya akan dicadangkan.
"Kalau demand industri di Medan naik, kita juga harus tambah pasokan gasnya," imbuhnya.
Untuk pasokan ini, dia juga menyebutkan tidak segan untuk melakukan impor LNG guna memenuhi kebutuhan pelaku industri ini. "Kita juga tidak segan untuk berfikir out from the box," tuturnya.
BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat ini juga menuturkan total pendanaan untuk proyek FSRU Medan diperkirakan akan mencapai USD100 juta. "Pendanaan untuk FSRU ini kita akan ambil dari kas internal kita. Kalau memang kurang kita akan cari pinjaman. Tapi saya optimis dana internal kita cukup untuk membiayai proyek ini," jelas Direktur Keuangan PGN Riza Pahlevi Tabrani pada kesempatan yang sama.
(wdi)
Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/06/13/320/467723/pgn-segera-garap-fsru-terminal-medan)
yudibali2008 June 13th, 2011, 09:45 AM Indonesia Rupiah Drops as ’Perfect Storm’ Hurts Global Growth
Indonesia’s rupiah retreated from near a seven-year high as signs the global economic recovery is losing momentum heightened risk aversion, damping demand for emerging-market assets.
Offshore investors were net sellers of Indonesian shares last week, disposing of $186 million more stocks than they bought, according to exchange data. A “perfect storm” of fiscal woe in the U.S., a slowdown in China, European debt restructuring and stagnation in Japan may damage the global economy, Nouriel Roubini, the New York University professor who predicted the global financial crisis, said in a June 11 interview in Singapore.
“The debt crisis in Europe is not over yet and America’s economy is still uncertain,” said Lindawati Susanto, head of treasury at PT Bank Resona Perdania in Jakarta. “That’s causing negative sentiment. What affects regional markets will affect the rupiah as well.”
The rupiah weakened 0.1 percent to 8,530 per dollar as of 9:39 a.m. in Jakarta, according to data compiled by Bloomberg. It reached 8,499 on June 8, the strongest level since March 2004.
Retail sales in the U.S., the third-largest buyer of non- oil exports from Indonesia in April, will drop 0.5 percent in May from a year earlier, according to a median estimate of economists in a Bloomberg survey before data due tomorrow. That would be the first decline in 11 months.
Indonesia’s 10-year benchmark bonds were little changed, with the yield on the 8.25 percent note due July 2021 holding at 7.37 percent, according to prices from the Inter-Dealer Market Association.
Bloomberg
The Jakarta Globe (http://www.thejakartaglobe.com/bisindonesia/indonesia-rupiah-drops-as-perfect-storm-hurts-global-growth/446667)
yudibali2008 June 13th, 2011, 09:47 AM Australia Siap Cabut Stop Impor Sapi
Penghentian tersebut akan segera dicabut dalam jangka waktu 2-3 minggu ke depan.
VIVAnews - Pemerintah Australia mengungkapkan keinginannya segera membuka kembali perdagangan sapi hidup ke Indonesia, setelah sebelumnya menghentikan ekspor ternak menyusul dipublikasikannya video rekaman kekejaman di sebuah rumah pemotongan hewan (RPH) di Indonesia.
Menurut Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi, penghentian sementara ekspor ternak oleh pemerintah Australia tersebut akan segera dicabut dalam jangka waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
"Realitasnya suspensi ini akan dicabut dalam dua sampai tiga minggu ke depan," kata dia saat ditemui seusai mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian Perikanan dan Kehutanan Australia, Phillip Glide di Kantor Dirjen Pertanian Tanaman Pangan, Jakarta, Senin 13 Juni 2011.
Namun, Bayu menuturkan, sebelum melakukan hal tersebut ada beberapa yang perlu ditangani terlebih dahulu. "Pertama, kesejahteraan hewan menggunakan referensi internasional yg digunakan oleh OAI (organisasi PBB yg menangani kesejahteraan hewan)," ujarnya.
Kedua, dia mengatakan, importir dan eksportir dapat mengajukan fasilitas penanganan hewan yang dapat diajukan ke otoritas Indonesia maupun Australia untuk dapat persetujuan bahwa memenuhi standar.
Saat ini, Bayu menambahkan, pihak Australia menyatakan sudah dua hingga sampai tiga RPH yang memiliki fasilitas memenuhi standar. Namun, pihak Indonesia menyebutkan angkanya lebih dari itu. "Pihak Indonesia mengatakan sudah lebih dari 10 yang memenuhi," tuturnya. (adi)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/226407-australia-siap-cabut-stop-impor-sapi)
Keder juga tuh Aussie kalau sampe Indonesia stop impor sapi.....:okay:
yudibali2008 June 13th, 2011, 09:48 AM Govt to increase tax on imported movies
The government is expected to raise the tax of imported movies to up to 100 percent, to help protect and stimulate the production of local movies.
Culture and Tourism Minister Jero Wacik said the finance ministry's directorate general for taxation had approved the proposed raise.
“We are waiting for an official letter from the finance minister regarding the decision. I hope it will be issued next week,” he said Sunday in Nusa Dua, Bali.
The tax-raise plan earlier gained negative responses, from movie importers in particular.
“But we've continued with our plan because we think this is the most appropriate decision in order to support local movies,” the minister added.
He also said the government would reduce tax on Indonesian movies.
“We hope the tax reduction will push the production of local movies,” Jero said as quoted by Antara.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/12/govt-increase-tax-imported-movies.html)
yudibali2008 June 13th, 2011, 09:49 AM Inilah Industri Paling Ditakuti Perbankan
Pesaing terberat bagi industri perbankan bukan berasal dari sektor keuangan. Siapa dia?
VIVAnews - Industri perbankan mendapat saingan berat dalam menjalankan operasional bisnis. Namun, pesaing terberat industri perbankan ternyata bukan berasal dari sektor keuangan melainkan dari sektor industri telekomunikasi yang dianggap memiliki cakupan operasional sangat luas.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BNI, Gatot Suwondo disela sesi panel World Economic Forum on East Asia 2011 di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin, 13 Juni 2011.
Gatot menjelaskan, industri telekomunikasi memang bisa menjadi pesaing terbesar dari sektor perbankan. Alasannya, industri ini bisa memperluas bisnisnya dengan melayani kegiatan keuangan bagi pelanggannya.
Dengan kata lain, industri telekomunikasi bisa memasuki dunia perbankan. "Mereka bisa masuk arena kita, tapi kita nggak bisa masuk arena mereka," katanya.
Catatan BNI menunjukan, saat ini sebanyak 156 juta penduduk Indonesia sudah memiliki telepon seluler. Dengan jumlah tersebut, berarti membuka pasar telekomunikasi untuk bertransaksi perbankan tanpa menggunakan jasa bank.
"Kalau mereka bisa buka akun (untuk bertransaksi), fungsi intermediasi bank bisa hilang," ujarnya.
Melihat kekhawatiran tersebut, Gatot menyarankan, agar ada sebuah peraturan yang jelas untuk menyelesaikan masalah ini dan menyelamatkan dunia perbankan. Bahkan dia secara terang-terangan meminta agar industri telekomunikasi tidak diberikan kewenangan untuk membuka current account. "Perlu ada aturan mainnya," imbuhnya.
Kekhawatiran BNI beralasan. Pasalnya untuk transaksi kecil di bawah Rp50.000 saja di wilayah Indonesia, tercatat total nilai transaksi bisa mencapai hampir Rp70 triliun. "Transaksi untuk beli rokok, untuk minuman," ujar Gatot. (umi)
VivaNews (http://bisnis.vivanews.com/news/read/226472-inilah-industri-paling-ditakuti-perbankan)
yudibali2008 June 13th, 2011, 09:50 AM Univeler plans to invest Rp 2t a year in RI
British and Dutch-based multinational consumer products giant Unilever has pledged to invest up to Rp 2 trillion a year in Indonesia.
During a meeting in Jakarta on the weekend, Unilever CEO Paul Polman had shared the company’s investment plan with President Susilo Bambang Yudhoyono, presidential spokesman Teuku Firmansyah said on Sunday.
“[Unilever] said its investment in Indonesia could create massive job opportunities,” Teuku said as quoted by kompas.com.
Unilever established its Indonesian branch in 1933, and now manufactures a wide range of consumer products here.
"Unilever Indonesia has created 30,000 jobs in Indonesia,” Teuku said.
The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/13/univeler-plans-invest-rp-2t-a-year-ri.html)
MARINHO June 16th, 2011, 12:18 PM The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 06/16/2011 9:43 AM
The government says Indonesia cannot meet surging overseas demand for the nation’s fruits and vegetables — despite large areas of the archipelago devoted to agriculture.
Agriculture Minister Suswono told reporters at his office in Jakarta on Tuesday that the Indonesian government had signed partnership agreements with several countries to promote the export of the nation’s tropical fruits and vegetables.
However, the Indonesian private sector was still unable to take advantage of the horticulture sector partnerships, he added.
“Some countries such as China, Japan, Korea and Singapore have shown interest in our horticultural products — but we still can’t fulfill their demands,” he said.
Singapore, he added, had agreed to increase its imports and buy 30 percent of its imported fruits and vegetables from Indonesia by 2014.
“Indonesia horticultural exports to Singapore from January to May were 6 percent, which was far below our expectation because as an agricultural country we should have been able to supply more than that,” he said.
Indonesian Fruit and Vegetable Exporters Association head Hasan Wijaya told reporters that Indonesia could increase its horticultural exports to Singapore since the nation’s fruit and vegetables were more competitive than those produced by other countries, such as Australia.
“However, supplies of the products are still unable to meet demand due to low production,” he said, adding that few farmers were currently focused on cultivating fruits and vegetables.
According to ministry data, Indonesia exported 31.78 million kilograms of horticultural products to Singapore in 2010 worth US$22.36 million, 13.3 million kilograms to China worth $12.44 million, 19.3 million kilograms to Japan worth $27.98 million and 3.14 million kilograms to South Korea worth $2.73 million.
Suswono told reporters that the ministry was working on several plans to promote horticultural exports, including the development of agricultural clusters specializing in specific fruits and vegetables, as well as providing training in packaging as well as farming.
Zaenal Bachruddin, the ministry’s general director for processing and marketing agricultural products, said that the ministry allocated Rp 20 billion ($2.34 million) to develop special farming clusters.
He said that the ministry would, for example, ask state-owned plantation operator PT Perkebunan Nusantara (PTPN) to provide land for planned horticulture clusters on all its plantations. “The funds will be also used to supply seeds for farmers,” he said.
By developing clusters, the ministry was confident Indonesia would meet surging demand from Singapore, China and Japan, he said. (msa)
http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/16/ri-cannot-meet-overseas-demand-fruits-vegetables.html
MARINHO June 16th, 2011, 12:32 PM The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 06/16/2011 8:00 AM
The government and House of Representatives Commission VII overseeing energy agreed on Tuesday evening to an electricity subsidy between Rp 45 trillion (US$5.27 billion) and Rp 55 trillion for 2012.
Energy and Mineral Resources Minister Darwin Zahedy Saleh said that the agreed amount of the subsidy was actually lower than the government’s proposal of between Rp 53.77 trillion and Rp 63.17 trillion.
“However, we understand the request of the commission to lower the range because we’re also committed to taking all necessary measures to keep the amount of the subsidy low.”
To ensure the subsidy would not exceed the approved range, Darwin promised that he would encourage state electricity company PLN to use more natural gas to fuel its power plants rather than rely on oil-based fuels whose prices had risen dramatically recently.
During the meeting, the ministry and the House also agreed to keep the power rate for household consumers at Rp 729 per KiloWatt-hour, the same rate as for 2011.
The government estimated that electricity sales in 2012 would hit 173.77 TeraWatt hours, an increase of 13 percent from 153 TeraWatt-hour projected this year, while revenues from the sales were predicted to reach Rp 126.69 trillion next year.
The sales margin for PLN was also set at 7 percent, slightly below this year’s rate of 8 percent. The margin is the fee the state has pays to power producers as compensation for selling power at below production cost.
The tension at the hearing increased when the government announced that the rate of power distribution losses might top 8.9 percent of the total power distributed in 2012. Several commission members demanded the government lower the target.
Legislators argued since the sales margin would be set at 7 percent, higher than the 3 percent rate proposed by the Finance Ministry , PLN would have the financial capability to invest in infrastructure development and maintenance to prevent distribution losses.
After a hotly debated and drawn out discussion, the ministry and the commission decided to set the rate at 8.5 percent.
In 2011, the electricity losses target was set at 8.55 percent, but seeing the trend in the first five months of this year, PLN estimated that the rate might reach 9.76 percent by the end of this year.
The House also requested that the government decrease the power production cost. This year, the production cost was Rp 920 per kilowatt-hour, but with soaring primary energy prices, the costs are estimated to soar to Rp 1,054 per kilowatt-hour.
http://www.thejakartapost.com/news/2011/06/16/power-subsidy-may-reach-rp-55t-next-year.html
MARINHO June 16th, 2011, 12:35 PM JAKARTA: Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum mengajak para kontraktor air minum untuk berperan aktif sebagai investor proyek air bersih.
Budi Yuwono, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, menegaskan institusinya mengharapkan mereka bukan hanya sebagai penyedia jasa konstruksi yang andal, tapi juga mencari solusi pendanan proyek.
Dia mengingatkan pemerintah pusat hanya mampu memenuhi sekitar 20% dana investasi infrastruktur air minum dalam lima tahun mendatang.“Kontraktor dapat melakukan terobosan pembiayaan dan mendorong pemerintah daerah dengan membantu percepatan penyerapan APBD di wilayah untuk memenuhi kekurangan dana pemerintah,” ujarnya saat menghadiri Rapimnas Asosiasi Kontraktor Air Indoesia (AKAINDO) di Jakarta, hari ini.
Menurutnya, proses investasi air minum oleh para kontraktor sudah memiliki pola yang dapat diikuti dengan mudah salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan PDAM maupun kontraktor lainnya.
“Itu sudah ada, kontraktor kerja sama dengan perbankan, dia investasi dulu nanti dibayar ke PDAM dengan cicilan, dan itu bisa lebih murah. Di Banjarmasin sudah pernah dipakai sebelumnya, namun biasanya memang oleh kontraktor besar, “ ujarnya.
Budi menuturkan pola-pola kerjasama dan cicilan investasi oleh kontraktor tersebut patut dikembangkan sehingga sumber pembiayaan tidak hanya berasal dari APBN dan APBD tetapi juga swasta lokal. (sut)
http://www.bisnis.com/infrastruktur/air-a-limbah/27610-kontraktor-air-minum-didorong-jadi-investor
MARINHO June 16th, 2011, 12:41 PM Oleh Donald Banjarnahor & Rika Novayanti
Published On: 16 June 2011
JAKARTA: Bank Indonesia menyatakan pembahasan tentang batas kepemilikan dari bank merupakan prioritas yang akan diselesaikan. Bank sentral menilai banyak bank bermasalah karena dominasi kepemilikan pada satu pihak.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad mengatakan banyak persoalan bank yang terjadi karena kurangnya check and balance dalam pengelolaan yang disebabkan dominasi kepemilikan pada satu atau dua pihak.
Untuk itu, lanjutnya, batasan kepemilikan dari bank merupakan salah satu prioritas dari bank sentral untuk diselesaikan "Itu merupakan salah satu prioritas dari BI," ujarnya hari ini
Dalam pembahasan tersebut, lanjutnya, dibicarakan batasan persentase kepemilikan oleh satu pihak. Selain itu, tuturnya, bank sentral juga akan memberikan insentif bagi bank yang go public untuk mendorong kepemilikan oleh masyarakat.
"Artinya kalau dia go public semakin banyak orang yang memiliki bank itu. Jadi bukan persoalan asing dan tidak asing, karena semuanya nanti akan mengikuti aturan tersebut," ujarnya.
Menurut dia, banyaknya bank yang dimiliki oleh satu keluarga karena sejak dulu diterapkan liberalisasi pada pemilikan.
"Pada zaman liberalisasi dimungkinkan orang memiliki bank, sehinga banyak bank keluarga. Pokoknya ke depan kami ingin lebih banyak yang memiliki," ujarnya
Dia belum mau menyebutkan berapa persen proyeksi pembatasan kepemilikan karena harus dikaji sesuai dengan kondisi di Indonesia. "Indonesia yang tepat seperti apa tentu saja harus kita lihat. Karena kami tidak ingin jadi mengganggu kinerja industri keuangan," ujarnya.
Meski demikian, dia pesimistis pembatasan kepemilikan bank tersebut bisa diimplementasikan tahun ini. Selain itu penerapan kebijakan ini juga akan dilakukan secara gradual untuk menjaga kinerja industri.
Sebelumnya Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan aturan batasan kepemilikan baru tersebut dipastikan akan berada di bawah 50%.
"[Pembatasan di Indonesia] Saya belum mau bilang (kapan). Intinya per negara lain, ada yang (maksimal) 10%, 15%. Aku belum mau bilang kalau di Indonesia. Itu pasti di bawah 50%," tuturnya.
Dia memberikan sinyal, aturan ini akan mengecualikan kepemilikan negara atas bank BUMN dan pemerintah daerah atas bank pembangunan daerah.
"Tidak boleh ada satu pihak, kecuali negara. Kalau swasta, tidak bisa 99% saham dipegang oleh satu orang atau satu perusahaan," ujarnya. (ea)
http://www.bisnis.com/finansial/perbankan/27608-batasan-kepemilikan-bank-jadi-prioritas-bi
MARINHO June 18th, 2011, 09:56 AM JAKARTA, KOMPAS.com - Lemahnya daya saing industri nasional membuat produk makanan dan minuman dari Malaysia membanjiri pasar Indonesia. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret sebelum pasar habis tergerus, seiring dengan pemberlakuan liberalisasi perdagangan di ASEAN.
Selama Januari-Mei 2011, nilai impor makanan dan minuman dari Malaysia mencapai 20,67 juta dollar Amerika Serikat, naik 76 persen dari periode sama tahun lalu sebesar 11,73 juta dollar AS. Jumlah itu sekitar 23,08 persen dari seluruh impor makanan dan minuman yang mencapai 89,56 juta dollar AS.
Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Frangky Sibarani di Jakarta, Jumat (17/6/2011), mengatakan, membanjirnya produk dari Malaysia karena harga mereka lebih murah. ”Malaysia bisa berikan harga murah karena industri mereka mendapatkan fasilitas lumayan dari pemerintah,” katanya.
Menurut dia, harga gas dan gula di Malaysia 25 persen lebih murah dibandingkan Indonesia. Di aspek perbankan, Malaysia juga memberlakukan bunga kredit murah. Akibatnya, beban biaya produksi lebih ringan. Tidak hanya itu, biaya logistik di negeri jiran juga lebih murah karena infrastruktur yang lebih baik.
Jika Indonesia tidak berbenah, Malaysia akan semakin agresif menyerang pasar konsumsi Indonesia. Mereka sangat leluasa masuk karena sebagian besar produk makanan dan minuman bea masuknya sudah nol persen. ”Kini belum semua nol persen, bayangkan kalau sudah semuanya nol persen,” ujarnya. (ENY)
Kopassus June 18th, 2011, 04:13 PM JAKARTA, KOMPAS.com - Lemahnya daya saing industri nasional membuat produk makanan dan minuman dari Malaysia membanjiri pasar Indonesia. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret sebelum pasar habis tergerus, seiring dengan pemberlakuan liberalisasi perdagangan di ASEAN.
Selama Januari-Mei 2011, nilai impor makanan dan minuman dari Malaysia mencapai 20,67 juta dollar Amerika Serikat, naik 76 persen dari periode sama tahun lalu sebesar 11,73 juta dollar AS. Jumlah itu sekitar 23,08 persen dari seluruh impor makanan dan minuman yang mencapai 89,56 juta dollar AS.
Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Frangky Sibarani di Jakarta, Jumat (17/6/2011), mengatakan, membanjirnya produk dari Malaysia karena harga mereka lebih murah. ”Malaysia bisa berikan harga murah karena industri mereka mendapatkan fasilitas lumayan dari pemerintah,” katanya.
Menurut dia, harga gas dan gula di Malaysia 25 persen lebih murah dibandingkan Indonesia. Di aspek perbankan, Malaysia juga memberlakukan bunga kredit murah. Akibatnya, beban biaya produksi lebih ringan. Tidak hanya itu, biaya logistik di negeri jiran juga lebih murah karena infrastruktur yang lebih baik.
Jika Indonesia tidak berbenah, Malaysia akan semakin agresif menyerang pasar konsumsi Indonesia. Mereka sangat leluasa masuk karena sebagian besar produk makanan dan minuman bea masuknya sudah nol persen. ”Kini belum semua nol persen, bayangkan kalau sudah semuanya nol persen,” ujarnya. (ENY)
Ya, :ohno: , tadi sy juga baca ini di Kompas...kalau kita sudah kalah dgn negara sekecil Malaysia, apalagi dgn negara2 seperti Cina?
karena sebagian besar produk makanan dan minuman bea masuknya sudah nol persen
Bgmn dgn produk2 Ri yg diekspor ke Malingsia?
dochan June 18th, 2011, 04:50 PM Ada baiknya menyebut negara orang lain dengan benar...
F-ian June 18th, 2011, 05:37 PM Paling juga ekspornya Apollo waffer ama ciki2 yg lebih mahal heheheee :|
buat apa ekspor ke sana kalo mereka udah tau pasar di sini sangat gede?
MARINHO June 18th, 2011, 09:04 PM Yes Indonesia is not prepared for free trade agreements. It is losing out. It's industries are not yet able to compete with foreign companies.
Indonesia needs about two decades before it is fully prepared for free trade agreements.
Trade barriers should be imposed.
Ya, :ohno: , tadi sy juga baca ini di Kompas...kalau kita sudah kalah dgn negara sekecil Malaysia, apalagi dgn negara2 seperti Cina?
blablanonsense June 19th, 2011, 01:58 PM ^^ tapi kalau pun pemerintah reenacts trade barriers, apa pemerintah betul-betul akan menyiapkan industri supaya siap free-trade? Looking at our govt now, I think not. Rencana AFTA saja sudah ada dari awal 90an dengan target sebelum 2010 bakal berlaku. Ketika negara ASEAN lain siap2 untuk AFTA, apa yang pemerintah kita lakukan dari tahun 1990-2008? Begitu sudah harus diberlakukan, eh ya kita malah berusaha supaya diundur (padahal indonesia sendiri yang lelet). Elit2 politik kita lagi, bukannya betul2 melayani dan membangun, malah sibuk memperebutkan kursi kekuasaan dan saling menjatuhkan. :ohno: sobs...
Kopassus June 20th, 2011, 10:01 AM New article, Same subject.......
Pasar Indonesia Diserbu Negara Tetangga
Erlangga Djumena | Senin, 20 Juni 2011 | 11:23 WIB
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/06/20/1122055620X310.jpg
KOMPAS/HERU SRI KUMORO Produk makanan dan minuman dari Malaysia dipamerkan di Carrefour Permata Hijau Jakarta, MInggu (19/6/2011).
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha asing semakin gencar melirik pasar Indonesia. Setelah para pengusaha dari China dan Turki yang menggelar pameran di Indonesia Mei 2011 kemarin, giliran pengusaha Thailand dan Malaysia melakukan hal yang sama.
Pada 15-19 Juni 2011 lalu, ratusan perusahaan Thailand di bidang makanan-minuman, perhiasan, alat pertanian, hingga satelit TV kabel menggelar pameran bertajuk Thai Product Exhibition di Jakarta Convention Center (JCC).
Rodney Byers, Direktur Pengelola The Chillington Tool Thailand Co Ltd, mengatakan, Indonesia merupakan pasar potensial lantaran memiliki banyak kebun sawit, karet, padi, dan jagung. "Sebagai produsen alat pertanian, kami ingin memasok alat pertanian ke sini," tutur Byers kepada KONTAN, Minggu (19/6/2011).
Agar dapat bersaing, Chillington memproduksi alat pertanian dengan harga terjangkau. Cangkul, misalnya, dibanderol dengan harga Rp 32.000 per unit. Dengan harga miring tersebut, Chillington yakin bisa meraup pangsa pasar yang besar.
Untuk menggarap pasar Indonesia, The Chillington telah bekerjasama dengan 6 agen dan distributor di beberapa daerah, seperti kota Medan dan beberapa kota di Sulawesi dan Kalimantan.
Selain Chillington, produsen antena satelit TV kabel Diamond Satellite Co LTD juga ikut meramaikan pameran kemarin. Ahnupap Ploysangchote, Presiden Direktur Diamond, mengatakan, pihaknya tertarik masuk ke Indonesia karena pertumbuhan TV kabel di Indonesia cukup pesat. "Kami tidak menjual antena kepada konsumen akhir, melainkan kepada perusahaan TV kabel," ujar Ahnupap. Malaysia agresif
Kementrian Perdagangan Dalam Negeri Koperasi dan Konsumerisme (MDTCC) Malaysia bekerja sama dengan PT Carrefour Indonesia juga menggelar pameran Taste of Malaysia di ITC Permata Hijau, tanggal 19-26 Juni ini.
Menteri MDTCC Malaysia Dato Sri Ismail Sabri bin Yaakob mengatakan, pameran ini bertujuan meningkatkan pasar produk Malaysia di Indonesia. "Kami sudah melakukan kerjasama dengan Carrefour sejak tahun 2006 dan respon masyarakat Indonesia sangat bagus," ujar Sri Ismail Sabri.
Dia menambahkan, saat ini jumlah produk Malaysia yang dijajakan di Carrefour mencapai 286 item. Di antara seluruh produk itu, biskuit dan susu merupakan yang paling laris. Melihat permintaan produk Malaysia yang tinggi, lantas MDTCC menambah 93 produk baru untuk dijajakan di Carrefour.
Natsir Mansyur, Wakil Ketua Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kamar Dagang Indonesia (Kadin), mengakui, Indonesia telah menjadi pasar potensial bagi negara tetangga. Karena itu, Natsir menghimbau perusahaan Indonesia agar bisa bersaing dengan produk-produk buatan negara lain. "Semua pihak harus bersinergi agar produk lokal tetap terjaga meski produk asing membanjiri pasar dalam negeri," tandas Natsir. (Mia Winarti Syaidah, Veri Nurhansyah Tragistina/Kontan)
acoolguyfromnz June 20th, 2011, 06:26 PM Itulah presidenmu....strateginya sudah di awal pemilu lalu di bilang salah. Sudah di prediksi hasil akhirnya akan spt sekarang ini.
1. Masalah pembiayaan negara dari suku bunga SBI dsb. Sekarang lihatlah hasilnya, jadi beban negara.
2. Sekarang mulai mengalihkan ke SDA. Kalau habis percayalah akan riot.
3. Dari awal sudah di peringatkan jangan jadi kan negara ini pasar, tapi jadikan pemasukan negara ini dari hasil SDMnya yg di cetak secara benar. Tapi kan gak di dengar. Sekarang jadi serbuan negara asing.
4. Menempatkan CEO yg tepat di BUMN. Tapi yg terjadi sekarang kan gak ada bedanya dgn jaman Suharto. Kata lain, lebih banyak tentara yg masuk dan hasilnya sudah bisa di tebak gak ada yg benar. Akhirnya jadi beban kalian semua
5.Korupsinya gak di tekan.
Yah sekarang nikmatilah sajalah keadaan ini. Kalau kurang duit, hutang lagi, bayar pajak lebih mahal dan jual SDA ke pihak asing. Gampang toh!
Yah memang negara ini di takdirkan gak bisa jadi negara maju mungkin...
Kalau dah gak ada yg bisa di jual, yah jual pulau saja....
|
|