View Full Version : SEMARANG: story n history


Pages : [1] 2 3 4

titus15
August 11th, 2011, 10:33 AM
Trit ini dibuat untuk memfokuskan perbincangan yang berkaitan dengan cerita, sejarah bahkan mitos/dongeng masyarakat kota Semarang tentang kotanya. Tentu ketika kita bicara tentang kota, kita tidak bisa hanya bercerita tentang kota itu saat ini, karena kota itu hidup dan tumbuh dari waktu ke waktu, dan masing-masing waktu mempunyai kaitan dan korelasi mengapa sekarang menjadi seperti yang saat ini kita temui.

Padahal dari sejarah ita bisa tau benyak kenapa kota kita bisa tumbuh seperti saat ini. Misal saja kenapa rob terjadi, apakah semata-mata problem pemanasan global?? Adakah sejarah bisa memberi pencerahan atas yang telah kita lakukan saat ini??

Itulah saya rasa trit sejarah ini sangat penting. Kita mulai dari sejarah kota Semarang, mungkin nanti bisa melebar dengan kota-kota lain disekitarnya (karena kota seperti manusia)pun mampu berinteraksi untuk tumbuh. Dan mungkin kota-kota lain dapat membuat trit semacam ini, sebagai media evaluasi pengembangan kota saat ini dan masa mendatang...

Selamat mengarungi waktu...

titus15
August 11th, 2011, 10:34 AM
Semarang pada awal mulanya dimana kawasan mulai tumbuh:
http://img846.imageshack.us/img846/1459/petasmg9001400.jpg

titus15
August 11th, 2011, 10:40 AM
Peta di atas merupakan peta pertumbuhan kota Semarang dalam kurun tahun 900-1400. Pada masa tersebut Semarang masih merupakan kawasan kerajaan Mataram Hindu/Kuno. Nampak dalam peta tersebut sebagian besar kawasan kota Semarang masih berupa lautan, dengan sebuah teluk yang cukup besar di sekitar kawasan Kaligarang. Di teluk inilah 600 tahun yang lalu dipercaya armada Ceng Ho berlabuh dari serangan badai laut yang dahsyat. Saat ini tempat berlabuhnya Ceng Ho didirikan monumen kelenteng Sam Po Kong.
Tetenger lain yang juga menyatakan kawasan tersebut adalah lautan berupa teluk, adalah sebuah nama di bantaran Kaligarang bernama Bojong Salaman. Bojong ini berarti tanjung dalam bahasa Indonesia.

Tempat penting yang tercatat dalam peta tersebut antara lain adalah Bergota, yaitu sebuah bukit yang terletak tepat di Selatan kawasan tugumuda, yang pada saat itu dipercaya sebagai sebuah kawasan pelabuhan besar pada masanya. Dan sebuah pulau kecil di utara bergota, yang saat ini diperkirakan kawasan mugas.

Seiring perjalanan waktu, dengan besarnya sedimentasi yang terjadi, kawasan Semarang menjadi maju ke laut. Pada masa awal pendudukan Belanda misalnya batas kota dengan laut telah terletak di kawasan kota Lama, dan sekitar tahun 1800an batas perairan sudah dikawasan pelabuhan saat ini.

Pasca kemerdekaan, tepatnya sejak tahun 70an, justru batas perairan seperti mundur kembali ke daratan, hinggga saat ini dirasakan melalui fenomena rob. Lembeknya daratan baru yang tergerus eksploitasi air tanah berlebihan, membuat tanah Semarang yang belum stabil turun, hingga di beberapa tempat dibawah permukaan air laut.

Jadi dari sejarah ini kita bisa banyak bercerita tentang apa dan mengapa...
dan tentang banyak hal lagi, yang pernah diceritakan dan tidak pernah diceritakan...
banyak saya kira yang masih bisa dikorek, karena sejarah tentang Semarang masih banyak yang tertimbun, berbeda dengan sejarah kota-kota lain...

titus15
August 11th, 2011, 10:45 AM
Sejarah kota Semarang menurut wikipedia:

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1405 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).

Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I), untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran II atau Sunan Pandanaran Bayat atau Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran saja). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.

Kemudian pada tahun 1678 Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas. Pada tahun 1705 Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai bagian dari perjanjiannya karena telah dibantu untuk merebut Kartasura. Sejak saat itu Semarang resmi menjadi kota milik VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda.
Kantor KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) di Semarang (1918-1930)

Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Wali kota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang.

Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang dikepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari.

Tahun 1946 Inggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda. Ini terjadi pada tanggal l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, wali kota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Namun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian di luar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti di masa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang#Sejarah

titus15
August 11th, 2011, 10:49 AM
Masih banyak cerita tentang semarang yang bisa kita eksplore disini, misalnya:

Tentang gedung papak
tentang oei tiong ham (raja gula)
tentang raden saleh
tentang koloniale tentoon steling
tentang kereta api pertama di Indonesia stasiun gudang
tentang mr Tasripin
tentang Matahari
tentang kisah para bencong, dari Berok-taman kb-kampungkali hingga kembali di berok lagi
tentang suster ngesot
tentang sejarah loenpia
tentang pecinan
tentang bandeng presto
tentang jamu jago
tentang toko luwak
tentang mikrolet dan datsu
tentang PRPP
tentang terminal bubaan
dan lain-lain yang masih banyak lagi...

Tidak harus sejarah puluhan atau ratusan tahun lalu, sejarah Tukul Arwana pun bisa dibagi di trit ini...

Blue_Sky
August 11th, 2011, 10:54 AM
SUB-Section ini didedikasikan untuk pictures
Untuk pembahasan thread ini tentang story and history lebih berkaitan dengan ekonomi, sosiologi dan pariwisata. Oleh karena itu saya pindahkan ke SUB-Section WARTEG saja.


Cheers,

:cheers:

castle_92
August 11th, 2011, 10:57 AM
^^ Selamat buat thread barunya :cheers:

Sebagian cerita sejarah udah pernah dibahas di thread sebelah.....Apa di copas ke sini mas titus....:)

titus15
August 11th, 2011, 11:01 AM
^^ tq.. om Momod...

Pelan-pelan ya mas Castle... kita boyongan satu persatu yang pernah dibahas... bantuin ya...

KPA
August 11th, 2011, 11:18 AM
^^Congrat new Thread.

ssphila
August 11th, 2011, 11:19 AM
Masih banyak cerita tentang semarang yang bisa kita eksplore disini, misalnya:

Tentang gedung papak
tentang oei tiong ham (raja gula)
tentang raden saleh
tentang koloniale tentoon steling
tentang kereta api pertama di Indonesia stasiun gudang
tentang mr Tasripin
tentang Matahari
tentang kisah para bencong, dari Berok-taman kb-kampungkali hingga kembali di berok lagi
tentang suster ngesot
tentang sejarah loenpia
tentang pecinan
tentang bandeng presto
tentang jamu jago
tentang toko luwak
tentang mikrolet dan datsu
tentang PRPP
tentang terminal bubaan
dan lain-lain yang masih banyak lagi...

Tidak harus sejarah puluhan atau ratusan tahun lalu, sejarah Tukul Arwana pun bisa dibagi di trit ini...

WAHHH smakin gayeng ngalor-ngidul ngetan-ngulon Semarangan.

CONGRATS BUAT TRITe :okay: :okay: Semarang pancen Gayeng tenan!

sembilanbelas
August 11th, 2011, 11:28 AM
:okay:

titus15
August 11th, 2011, 03:20 PM
Kita mulai dengan membahas ini saja dulu.

Pertama mungkin awalnya otak atik gatuk. Secara tidak sengaja iseng2 menemukan fenomena aneh dari foto MAJT di trit nusantara Semarang Harmonious blending the cultures part 4. Di foto itu terlihat kalo ternyata MAJT, Masjid Kauman dan Vihara Mahavira ternyata terletak dalam satu poros lurus.

http://img853.imageshack.us/img853/7575/majtkaumanvihara.jpg

Kemudian dari penasaran saya itu, waktu main di Googlearth iseng2 saja saya hubungkan ketiga titik itu, memang sangat nyaris dalam satu poros lurus, jikapun meleset, maka melesetnya hanya dalam hitungan meter.

Asyiknya kemudia baru terasa disini. Dari foto udara yang ada, terlihat bahwa garis tersebut terhubung dengan sisi barat masing-masing masjid, alias tempat mimbar/imam. Ini unik, karena setiap masjid pasti menghadap Ka’bah, pasti kedua masjid ini (plus vihara Mahavira, yang termasuk salah satu Vihara terbesar di Jateng) secara otomatis juga seporos ke Ka’bah. Lalu secara iseng saja saya luruskan garis itu dengan fasilitas ruler di Googlearth, senyatanya memang seporos menuju Ka’bah. (sebut saja ini poros pertama temuan saya.

Lalu ketika saya kembali ke foto udara kota Semarang, saya melihat sebuah garis lain, yang hampir segaris dengan poros pertama. Garis itu adalah bentangan jalan antara jl Majapahit-perempatan Bangkong-Jl A Yani- simpanglima-jl pandanaran-tugumuda –jl Mgr Soegiyapranata. Jalur ini adalah salah satu koridor utama masuk Semarang dari barat ke timur kota. Ketika ruler poros pertama saya geser (dengan mempertahankan poros di Ka’bah) senyatanya garis tersebut memang searah menuju Ka’bah. Bererti saya menemukan 2 poros besar di kota Semarang yang mengarah ke Ka’bah.

http://img585.imageshack.us/img585/3117/semarangmekahvatikan.jpg

Kemudian permainan menjadi semakin mengasyikkan dengan mencari poros-poros lain. Poros yang selanjutnya saya anggap unik adalah poros runway bandara Ahmad Yani yang hampir sejajar pula dengan kedua poros sebelumnya. Bandara ini menurut saya merupakan site unik, karena keberadaannya dari udara selalu menciptakan konfigurasi-konfigurasi unik jika dilihat dari atas, sekaligus seperti membentuk pola-pola kosmis...

Perbedaan sekian derajat dengan jarak ribuan kilometer tentu saja membawa perbedaan jarak yang cukup signifikan. Dari sudut yang sedikit bergesar dari poros pertama dan kedua saya perkirakan, bisa saja poros bandara A Yani ini akan mengarah ke daerah-daerah lain di Timur Tengah, pusat peradaban agama-agama besar yang ada saat ini. Karena sudutnya agak lebih ke utara, maka saya kira akan mengarah ke daerah Israel, mungkin di Jerusalem.

Ternyata meleset. Wah jadi kurang fenomenal pikir saya. Lalu permainan jadi kurang asyik lagi. Tapi daya iseng2 tidak berhenti begitu saja. Dengan semangat iseng yang tersisa saya mencoba berspekulasi kemana arah poros runway ini. Ternyata segaris lurus dengan kawasan eropa. Saya geser2 ternyata mendekati italia, dan saat berporos di kota Roma, tertulis juga diantaranya penamaan tempat Tahta Suci Vatikan. Iseng saya langsung saya letakkan ruler di atas foto udar Basilica Santo Petrus, Gereja tempat Paus bertahta, dan menyampaikan khotbah natal dan Paskah setiap tahunnya. Istimewanya adalah. Garis searah runway bandara A Yani tersebut tepat membelah lapangan/alun-alun lapangan Basilica Santo Petrus kearah Balkon gereja tersebut. Tempat Sri Paus memimpin missa.

http://img220.imageshack.us/img220/8684/vaticansemarang.jpg

(sebetulnya, dengan tipisnya perbandingan derajat dan jarak sebetulnya seluruh pulau jawa kalo hbungkan dengan Basilica St Petrus sebagian besar pasti melintasi alun2 gereja tersebut, namun runway A Yani tetap istimewa, karena arahnya memang benar2 segaris/ searah. saya belum cek kota2 klain adakah jalan atau runway yang searah seperti ini)

Menjadi luar biasa sekali fenomena yang menempatkan Semarang ternyata memiliki poros-poros yang mengarah pada simbol2 peradaban klasik manusia yaitu agama.
Apakah ini sengaja diciptakan atau tidak saya kurang paham, namunketika saya memosting ini dalam sebuah group diskusi di facebook ada komentar dari salah satu member sebagai berikut:

“...kalo g salah kan, semarang tata kota awalnya org Belanda ya...dan kbtulan skali arsitek2 Belanda itu anggota klmpok rahasia Freemasonry/Vritsmeselaarij..sbh perkumpulan kebatinan yg ingin memadukan smua agama, krn motonya : tidak ada agama yg lbh tinggi dr kebenaran...nah oleh kaum agama (baik kristen, islam)...klmpok freemason ini dianggap anti tuhan ataw anti kristus...krn memperkenalkan smbol2 keruhanian dluar kitab2 suci yg ada...jdi pembuatan poros itu kemngkinan adalah sbuah unifikasi sentrum spritual mrk sbg klompok unitarian (penyatuan agama) atau new age.

tapi ada jg prinsip penataan/penempatan bangunan yg berdasarkan peta magnetik planet bumi...jadi mrk tahu ada titik2 magnetik bumi, tetapi malah membuat bangunan dgn prinsip magnetic grid yg dibalik. Contoh : pembangunan burj el dubai, krn dibangun pada titik terntu dgn prinsip magnetic grid terbalik, kini sktar kwasan trsbt jdi berkabut...”
Nah bisa makin seru diskusinya kalo terus dikaitkan dengan kelompok ini: Freemasonry/Vritsmeselaarij, sebuah kelompok yang dulu saat di Semarang bermarkas di Gedung Setan (daerah perempatan Pindrikan)

http://img856.imageshack.us/img856/6040/75674101503158776254473.jpg

Tokoh nasional terkemuka yang masuk dalam aliran ini antara lain seniman besar Raden Saleh asal Semarang. Konon beberapa raja Surakarta dan Yogyakarta ada juga yang masuk dalam aliran ini (saya kurang tahu persisnya)...

Nah... mari bermain-main lagi, cari tau sejarah tata kota kita yang unik, bisa alami, bisa juga penuh intrik, dan penuh permainan simbol...

eurico
August 12th, 2011, 02:32 AM
tret yang sangat menarik monggo dilanjutkan, saya baru lihat petanya Semarang jaman dahulu, dulu waktu ke Gedung Batu binggung katanya Sam Po Kong mendarat di Semarang di daerah situ lha kok mendaratnya di tengah kota hehehe ternyata dulunya Semarang Bawah itu lautan.

ssphila
August 12th, 2011, 03:47 AM
^^ Kata simbah saya, dulu asalnya laut... mbesok kembali jadi laut.... :D

Sejarahnya kapan Semarang ini mulai rob ? sejak jaman londo atau majapahit ? Atau sejak reklamasi pertama ? Dan awal reklamasi ini alami atau sudah sperti saat ini sengaja ? Padal jaman dulu belum ada dump truck.... :P

titus15
August 12th, 2011, 03:50 AM
^^ kemungkinan sejak Londo memindahkan pusat kota ke kawasan Candi. Kalo tidak salah alasannya adalah kualitas lingkungan di daerah bawah mulai memburuk, antara lain aliran kali tidak lagi lancar, artinya air laut mulai masuk ke darat lewat sungai, dan sungai jadi genangan air, bukan aliran air... CMIIW...

ssphila
August 12th, 2011, 04:04 AM
^^ Ya sy pernah liat foto banjir jaman londo, lupa dimana. Tp entah itu ada pengaruh dari rob, sy gak ngerti juga.

Kl jaman londo yg pakarnya bikin dam, Semarang masih kena rob & banjir... trus jaminan apa ya kira2 Smg bisa bebas rob. Yakin gak yakin kl rob bakal musnah dari bumi Smg ini. Mungkin cuma mengurangi saja ?

titus15
August 12th, 2011, 04:06 AM
ada di fb nya waduk Jatibarang mungkin...
http://img856.imageshack.us/img856/4210/18194449663501798357897.jpg
sumber (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=496635017983&set=o.142631645787805&type=1&theater)
Belanda bikin Dam untuk memperluas daratan, buakan mencegah banjir??

titus15
August 12th, 2011, 12:22 PM
Jalan Pemuda semarang, dulu namanya bojong, ejaan lamanya bodjong, dipisah jadi bod jong. Dalam bahasa belanda (di google translate), artinya menawarkan muda...

Tapi ada teman (anastasia dwirahmi) cerita juga:
"bodjong itu dari boot jungen. Dulu, jalan pemuda itu satu2nya jalan yang (sudah) diaspal, jadi sinyo2 Belanda suka pada main sepatu roda disana. Nah karena sepatu roda itu modelnya agak tinggi makanya sama orang Indonesia disebut sepatu boot. Dan jungen itu = anak muda. Jadi anak muda bersepatu boot ;)"

Dalam bahasa Indonesia, Bojong artinya tanjung. Kurang tahu apa hubungannya dengan tanjung. Kalo Bojong Salaman, di tepi Banjir kanal dulu memang sepertinya Tanjung dari teluk Semarang. Tapi Bojong jalan Pemuda ini sepertinya hubungannya erat sama anak muda... Nah... Anak Muda Semarang... saatnya bangkit...!!! dan Jl Pemuda dan Pemuda Semarang wajib hukumnya manawarkan sesuatu yang baru buat kotanya...

ssphila
August 12th, 2011, 01:40 PM
^^ Kira2 sama gak ya dgn bojong yg di Bandung ? Karena disana juga ada banyak nama daerah pake nama Bojong.... Loak/kaler/Gede

Kalau dr yahoo answer :

"Bojong artinya dengan tanjung bagi masyarakat Sunda"

"Sebanyak 14 tempat menggunakan kata tanjung, seperti: Babakantanjung,
Bojongtanjung, Curugtanjung, dst. Ada 96 tempat yang memakai kata
ranca, seperti: Rancabadak, Rancabango, Rancabaraya, dst. Sedikitnya
ada 80 nama tempat memakai kata bojong, seperti: Bojong, Bobojong,
Bojongasem, dst. Serta ada beberapa nama geografi yang berciri bumi
berair, tetapi sedikit dipakai, seperti: ancol yang artinya tanjung
atau bojong (Ancol), empang artinya situ (Empangbagus, Empangpojok),
rawa artinya situ (Rawapojok, Rawatengah), beber artinya air atau
sungai yang lajunya sedikit tertahan karena kontur lahannya sedikit
meninggi (Cibeber), teluk artinya bagian air yang menjorok ke darat
(Telukbuyung), bantar artinya bagian sungai yang dangkal dan rata
(Bantargedang, Bantarsari), dan dano artinya situ (Dano, Babakandano).

Melihat penjelasan di atas, maka arti BOJONG adalah Tanjung (tanah yang menjorok ke laut/sungai)"

Kalau saya juga lebih condong ke "Jong" yg artinya "Muda" (just guessing)

titus15
August 12th, 2011, 02:40 PM
^^ jadi poin unik dalam sejarah Semarang ya mas...??

edytoah
August 12th, 2011, 06:25 PM
Jalan Pemuda semarang, dulu namanya bojong, ejaan lamanya bodjong, dipisah jadi bod jong. Dalam bahasa belanda (di google translate), artinya menawarkan muda...

Tapi ada teman (anastasia dwirahmi) cerita juga:
"bodjong itu dari boot jungen. Dulu, jalan pemuda itu satu2nya jalan yang (sudah) diaspal, jadi sinyo2 Belanda suka pada main sepatu roda disana. Nah karena sepatu roda itu modelnya agak tinggi makanya sama orang Indonesia disebut sepatu boot. Dan jungen itu = anak muda. Jadi anak muda bersepatu boot ;)"

Dalam bahasa Indonesia, Bojong artinya tanjung. Kurang tahu apa hubungannya dengan tanjung. Kalo Bojong Salaman, di tepi Banjir kanal dulu memang sepertinya Tanjung dari teluk Semarang. Tapi Bojong jalan Pemuda ini sepertinya hubungannya erat sama anak muda... Nah... Anak Muda Semarang... saatnya bangkit...!!! dan Jl Pemuda dan Pemuda Semarang wajib hukumnya manawarkan sesuatu yang baru buat kotanya...


Kalau jl Gajahmada sebelum belok ke Pemuda,dulu kata Mami sy namanya Nduwet,mgkn dulu banyak pohon duwet khali :cheers:

edytoah
August 12th, 2011, 07:42 PM
Kita mulai dengan membahas ini saja dulu.

Pertama mungkin awalnya otak atik gatuk. Secara tidak sengaja iseng2 menemukan fenomena aneh dari foto MAJT di trit nusantara Semarang Harmonious blending the cultures part 4. Di foto itu terlihat kalo ternyata MAJT, Masjid Kauman dan Vihara Mahavira ternyata terletak dalam satu poros lurus.

http://img853.imageshack.us/img853/7575/majtkaumanvihara.jpg

Kemudian dari penasaran saya itu, waktu main di Googlearth iseng2 saja saya hubungkan ketiga titik itu, memang sangat nyaris dalam satu poros lurus, jikapun meleset, maka melesetnya hanya dalam hitungan meter.

Asyiknya kemudia baru terasa disini. Dari foto udara yang ada, terlihat bahwa garis tersebut terhubung dengan sisi barat masing-masing masjid, alias tempat mimbar/imam. Ini unik, karena setiap masjid pasti menghadap Ka’bah, pasti kedua masjid ini (plus vihara Mahavira, yang termasuk salah satu Vihara terbesar di Jateng) secara otomatis juga seporos ke Ka’bah. Lalu secara iseng saja saya luruskan garis itu dengan fasilitas ruler di Googlearth, senyatanya memang seporos menuju Ka’bah. (sebut saja ini poros pertama temuan saya.

Lalu ketika saya kembali ke foto udara kota Semarang, saya melihat sebuah garis lain, yang hampir segaris dengan poros pertama. Garis itu adalah bentangan jalan antara jl Majapahit-perempatan Bangkong-Jl A Yani- simpanglima-jl pandanaran-tugumuda –jl Mgr Soegiyapranata. Jalur ini adalah salah satu koridor utama masuk Semarang dari barat ke timur kota. Ketika ruler poros pertama saya geser (dengan mempertahankan poros di Ka’bah) senyatanya garis tersebut memang searah menuju Ka’bah. Bererti saya menemukan 2 poros besar di kota Semarang yang mengarah ke Ka’bah.

http://img585.imageshack.us/img585/3117/semarangmekahvatikan.jpg

Kemudian permainan menjadi semakin mengasyikkan dengan mencari poros-poros lain. Poros yang selanjutnya saya anggap unik adalah poros runway bandara Ahmad Yani yang hampir sejajar pula dengan kedua poros sebelumnya. Bandara ini menurut saya merupakan site unik, karena keberadaannya dari udara selalu menciptakan konfigurasi-konfigurasi unik jika dilihat dari atas, sekaligus seperti membentuk pola-pola kosmis...

Perbedaan sekian derajat dengan jarak ribuan kilometer tentu saja membawa perbedaan jarak yang cukup signifikan. Dari sudut yang sedikit bergesar dari poros pertama dan kedua saya perkirakan, bisa saja poros bandara A Yani ini akan mengarah ke daerah-daerah lain di Timur Tengah, pusat peradaban agama-agama besar yang ada saat ini. Karena sudutnya agak lebih ke utara, maka saya kira akan mengarah ke daerah Israel, mungkin di Jerusalem.

Ternyata meleset. Wah jadi kurang fenomenal pikir saya. Lalu permainan jadi kurang asyik lagi. Tapi daya iseng2 tidak berhenti begitu saja. Dengan semangat iseng yang tersisa saya mencoba berspekulasi kemana arah poros runway ini. Ternyata segaris lurus dengan kawasan eropa. Saya geser2 ternyata mendekati italia, dan saat berporos di kota Roma, tertulis juga diantaranya penamaan tempat Tahta Suci Vatikan. Iseng saya langsung saya letakkan ruler di atas foto udar Basilica Santo Petrus, Gereja tempat Paus bertahta, dan menyampaikan khotbah natal dan Paskah setiap tahunnya. Istimewanya adalah. Garis searah runway bandara A Yani tersebut tepat membelah lapangan/alun-alun lapangan Basilica Santo Petrus kearah Balkon gereja tersebut. Tempat Sri Paus memimpin missa.

http://img220.imageshack.us/img220/8684/vaticansemarang.jpg

(sebetulnya, dengan tipisnya perbandingan derajat dan jarak sebetulnya seluruh pulau jawa kalo hbungkan dengan Basilica St Petrus sebagian besar pasti melintasi alun2 gereja tersebut, namun runway A Yani tetap istimewa, karena arahnya memang benar2 segaris/ searah. saya belum cek kota2 klain adakah jalan atau runway yang searah seperti ini)

Menjadi luar biasa sekali fenomena yang menempatkan Semarang ternyata memiliki poros-poros yang mengarah pada simbol2 peradaban klasik manusia yaitu agama.
Apakah ini sengaja diciptakan atau tidak saya kurang paham, namunketika saya memosting ini dalam sebuah group diskusi di facebook ada komentar dari salah satu member sebagai berikut:

“...kalo g salah kan, semarang tata kota awalnya org Belanda ya...dan kbtulan skali arsitek2 Belanda itu anggota klmpok rahasia Freemasonry/Vritsmeselaarij..sbh perkumpulan kebatinan yg ingin memadukan smua agama, krn motonya : tidak ada agama yg lbh tinggi dr kebenaran...nah oleh kaum agama (baik kristen, islam)...klmpok freemason ini dianggap anti tuhan ataw anti kristus...krn memperkenalkan smbol2 keruhanian dluar kitab2 suci yg ada...jdi pembuatan poros itu kemngkinan adalah sbuah unifikasi sentrum spritual mrk sbg klompok unitarian (penyatuan agama) atau new age.

tapi ada jg prinsip penataan/penempatan bangunan yg berdasarkan peta magnetik planet bumi...jadi mrk tahu ada titik2 magnetik bumi, tetapi malah membuat bangunan dgn prinsip magnetic grid yg dibalik. Contoh : pembangunan burj el dubai, krn dibangun pada titik terntu dgn prinsip magnetic grid terbalik, kini sktar kwasan trsbt jdi berkabut...”
Nah bisa makin seru diskusinya kalo terus dikaitkan dengan kelompok ini: Freemasonry/Vritsmeselaarij, sebuah kelompok yang dulu saat di Semarang bermarkas di Gedung Setan (daerah perempatan Pindrikan)

http://img856.imageshack.us/img856/6040/75674101503158776254473.jpg

Tokoh nasional terkemuka yang masuk dalam aliran ini antara lain seniman besar Raden Saleh asal Semarang. Konon beberapa raja Surakarta dan Yogyakarta ada juga yang masuk dalam aliran ini (saya kurang tahu persisnya)...

Nah... mari bermain-main lagi, cari tau sejarah tata kota kita yang unik, bisa alami, bisa juga penuh intrik, dan penuh permainan simbol...

Coba dikembangkan lagi Mas Titus,dikaitkan dengan cerita Yahudi bahwa ujung Timur Bumi ada di Papua, garis dari Timur ini nanti akan berakhir di kota Yerusalem.Apakah garis ini mungkin melewati kota Semarang juga apa ngak atau mungkin kebalikan dengan temuan Mas Titus yang mengarah ke barat.Sy kebetulan mau coba gogleearth-gw signal internetnya tersendat terus.

edytoah
August 12th, 2011, 08:11 PM
Masjid di Seteran Miroto photo di bawah dulu ktnya pernah rata dengan tanah, juga Kampung Sekayu waktu dibom Jepang saat Pertempuran 5 hari di Semarang 15-20 Oktober 1945 yang dipicu meninggalnya dr. Kariadi pada tgl 14 Oktober dibunuh oleh tentara Jepang.

Jalan Seteran Miroto jaman dulu terkenal dengan nama Seteran Pak Man Tahu karena ada yang jual Tahu pong dan gimbal (sekarang sudah tidak ada, penerusnya ponakannya yg masih jualan di jalan Taman Seteran Baru).Kelompok pemuda Seteran dipimpin oleh Alm. Mbah Sastro,yg pinter silat katanya,tokoh setempat dan pemilik masjid tsb.
Anak Mbah Sastro Alm. Soebani juga terkenal dengan usaha Jamu Bopo Biyung dari Seteran yang mempekerjaakan orang-2 cebol untuk berakrobat (seperti sirkus kecil) keliling seputar kampung-2 Semarang.Orang-2 cebol ini katanya berasal dari Wonogiri beranak pinak,dan setelah Jamu Bopo Biyung sudah tidak beroperasi,orang-2 cebol ini banyak diambil oleh pabrik-2 jamu di Semarang, kebanyakan waktu itu Jamu Jago.
Masjid ini sekarang dibangun megah,walau cukup lama memakan waktu beberapa tahun lebih dari 5 th oleh cucu pemilik masjid tsb.

http://www.flickr.com/x/t/0092009/photos/60878980@N07/6035545919/

titus15
August 13th, 2011, 02:49 AM
Kalau jl Gajahmada sebelum belok ke Pemuda,dulu kata Mami sy namanya Nduwet,mgkn dulu banyak pohon duwet khali :cheers:

Mungkin mas, Randusari dulu apakah karena banyak pohon randunya ya?? Kalo pasar Johar, itu karena bupati Semarang saat itu (kurang tahu bupati keberapa), menanam pohon Johar untuk peneduh kegiatan jual beli di dekat pendopo Kanjengan... ironisnya ketika pohonnya sudah besar dan pasarnya jadi pasar besar, justru pendopo Kanjengannya yang ditebang....

yudibali2008
August 13th, 2011, 03:05 AM
nice thread and congratz bro Titus :okay:

titus15
August 13th, 2011, 04:04 AM
Coba dikembangkan lagi Mas Titus,dikaitkan dengan cerita Yahudi bahwa ujung Timur Bumi ada di Papua, garis dari Timur ini nanti akan berakhir di kota Yerusalem.Apakah garis ini mungkin melewati kota Semarang juga apa ngak atau mungkin kebalikan dengan temuan Mas Titus yang mengarah ke barat.Sy kebetulan mau coba gogleearth-gw signal internetnya tersendat terus.
Dah saya cek ternyata gak nyambung mas. Mungkin ada porosan lain. Emang ada ya mas ceritanya? Boleh share link nya. Saya sempat curiga malah ruas di taman Tugumuda yang searah ke Jalan pemuda akan mengarah ke Jepang atau Tokyo. Kalo ya... wah fenomenal juga simbolnya. Karena citraan udara taman tugumuda membentu bentuk Bulan sabit. Kalo searah dengan Tokyo, sebagai negara dengan julukan Matahari terbit kan berarti mempertemukan simbol Bulan dan Matahari. Tapi ternyata ketika saya hubungkan meleset sekita 5 derajat, jadinya nembus di sisi timur Kepulauan Jepang atau di laut Pasifik...

titus15
August 13th, 2011, 04:05 AM
nice thread and congratz bro Titus :okay:

Makasih mas yudibali, kalo baca sesuatu tentang sejarah semarang mohon bantuannya di share disini ya...!!

titus15
August 13th, 2011, 04:09 AM
Masjid di Seteran Miroto photo di bawah dulu ktnya pernah rata dengan tanah, juga Kampung Sekayu waktu dibom Jepang saat Pertempuran 5 hari di Semarang 15-20 Oktober 1945 yang dipicu meninggalnya dr. Kariadi pada tgl 14 Oktober dibunuh oleh tentara Jepang.

Jalan Seteran Miroto jaman dulu terkenal dengan nama Seteran Pak Man Tahu karena ada yang jual Tahu pong dan gimbal (sekarang sudah tidak ada, penerusnya ponakannya yg masih jualan di jalan Taman Seteran Baru).Kelompok pemuda Seteran dipimpin oleh Alm. Mbah Sastro,yg pinter silat katanya,tokoh setempat dan pemilik masjid tsb.
Anak Mbah Sastro Alm. Soebani juga terkenal dengan usaha Jamu Bopo Biyung dari Seteran yang mempekerjaakan orang-2 cebol untuk berakrobat (seperti sirkus kecil) keliling seputar kampung-2 Semarang.Orang-2 cebol ini katanya berasal dari Wonogiri beranak pinak,dan setelah Jamu Bopo Biyung sudah tidak beroperasi,orang-2 cebol ini banyak diambil oleh pabrik-2 jamu di Semarang, kebanyakan waktu itu Jamu Jago.
Masjid ini sekarang dibangun megah,walau cukup lama memakan waktu beberapa tahun lebih dari 5 th oleh cucu pemilik masjid tsb.

http://www.flickr.com/x/t/0092009/photos/60878980@N07/6035545919/
Yang seperti ini namanya urban story dan urbanlegend, nggak tercatat di buku sejarah, tapi lebih gayeng untuk di share dan disimak bersama-sama. Tfs mas....

Ya saya ingat dulu Jamu Jago suka promosi dengan orang-orang cebol... ternyata ada kisahnya juga ya???

edytoah
August 13th, 2011, 08:09 AM
Dah saya cek ternyata gak nyambung mas. Mungkin ada porosan lain. Emang ada ya mas ceritanya? Boleh share link nya. Saya sempat curiga malah ruas di taman Tugumuda yang searah ke Jalan pemuda akan mengarah ke Jepang atau Tokyo. Kalo ya... wah fenomenal juga simbolnya. Karena citraan udara taman tugumuda membentu bentuk Bulan sabit. Kalo searah dengan Tokyo, sebagai negara dengan julukan Matahari terbit kan berarti mempertemukan simbol Bulan dan Matahari. Tapi ternyata ketika saya hubungkan meleset sekita 5 derajat, jadinya nembus di sisi timur Kepulauan Jepang atau di laut Pasifik...

Sebetulnya itu tafsiran Kitab Wahyu di Bible Mas Titus .. Coba nanti saya cari linknya yg tepat sy krm via japri .... Kira-kira di kitab Wahyu tsb ada nubuat Tuhan Yesus akan datang kembali ke dunia ke 2x melewati Pintu Gerbang Timur (salah satu gerbang dari 12 gerbang kota Yerusalem),ditafsirkan dari Timur.
Pergerakan Api Kristen saat ini beralih ke Timur, dari semula di Barat (Toronto Blessing),pernah di Korea Selatan,juga China dan katanya sekarang sedang di Indonesia,artinya akan jadi berkat buat Indonesia,kekayaan bangsa-2 akan mengalir ke Indonesia.Kalau ujung Timur dunia memang terletak sekitar Papua dan Papua Nugini.
Maaf sebelumnya buat forumer, ini bukan mengungkit masalah perbandingan Agama untuk diperdebatkan,tapi hanya untuk pengetahuan saja dari sudut Theologia Kristen.
Saat ini pintu Gerbang Timur di Yerusalem masih ketat dijaga pasukan Israel,di depan Pintu Gerbang Timur ini ada makam Muslim.Yerusalem memang kota suci 3 agama Yahudi,Kristiani dan Islam.

edytoah
August 13th, 2011, 08:18 AM
Yang seperti ini namanya urban story dan urbanlegend, nggak tercatat di buku sejarah, tapi lebih gayeng untuk di share dan disimak bersama-sama. Tfs mas....

Ya saya ingat dulu Jamu Jago suka promosi dengan orang-orang cebol... ternyata ada kisahnya juga ya???

Coba saya upload lagi photonya Masjid Seteran tsb lwt Imageshack,tp koq trouble trs ya jd kecil, di Flicker juga masalah yg di atas ngak muncul langsung.
Masjidnya tdk besar tapi indah,meski didalam kampung ... Akses dari Much. Suyudi (samping Swike Untung) atau Gajahmada (samping Sekolah Theresiana Union).

http://img99.imageshack.us/img99/9156/masjidseteran.th.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/99/masjidseteran.jpg/)

edytoah
August 13th, 2011, 08:30 AM
Masjid di Seteran Miroto photo di bawah dulu ktnya pernah rata dengan tanah, juga Kampung Sekayu waktu dibom Jepang saat Pertempuran 5 hari di Semarang 15-20 Oktober 1945 yang dipicu meninggalnya dr. Kariadi pada tgl 14 Oktober dibunuh oleh tentara Jepang.

Jalan Seteran Miroto jaman dulu terkenal dengan nama Seteran Pak Man Tahu karena ada yang jual Tahu pong dan gimbal (sekarang sudah tidak ada, penerusnya ponakannya yg masih jualan di jalan Taman Seteran Baru).Kelompok pemuda Seteran dipimpin oleh Alm. Mbah Sastro,yg pinter silat katanya,tokoh setempat dan pemilik masjid tsb.
Anak Mbah Sastro Alm. Soebani juga terkenal dengan usaha Jamu Bopo Biyung dari Seteran yang mempekerjaakan orang-2 cebol untuk berakrobat (seperti sirkus kecil) keliling seputar kampung-2 Semarang.Orang-2 cebol ini katanya berasal dari Wonogiri beranak pinak,dan setelah Jamu Bopo Biyung sudah tidak beroperasi,orang-2 cebol ini banyak diambil oleh pabrik-2 jamu di Semarang, kebanyakan waktu itu Jamu Jago.
Masjid ini sekarang dibangun megah,walau cukup lama memakan waktu beberapa tahun lebih dari 5 th oleh cucu pemilik masjid tsb.

http://www.flickr.com/x/t/0092009/photos/60878980@N07/6035545919/

Untuk melengkapi ttg Pertempuran 5 Hari di Semarang,yang ada hubungannya dengan dr. Kariadi (nama Beliau diabadikan jadi RS Kariadi sekarang).Beliau umur 40 th pada waktu itu dibunuh Jepang waktu sedang tugas mengecek (mgkn mau ambil sample untuk dicek di laboratorium) Reservoir Siranda yng merupakan sumber air minum kota Semarang pada waktu itu.Reservoir tersebut diberitakan diracuni oleh Jepang krn 8 anggota polisi Istimewa yg menjaga Reservoir tsb sebelumnya juga telah dibunuh oleh Jepang.Ngak tahu sekarang masih dipakai apa ngak Reservoir tsb ?)

Bisa disimak di :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Lima_Hari

titus15
August 13th, 2011, 11:58 AM
^^ Banyak hal yang belum kita tau, ternyata tokoh2 yang terlibat pada perjuangan fisik revolusi 45 tak semuanya dilakukan oleh militer. Dr Kariadi misalnya. Tragisnya begitu besar pertaruhannya untuk warga Semarang (sebagai profesional di bidang kedokteran), sampai sekarang status kepahlawanannya belum turun. Tentang perang 5 hari di Semarang yang selalu diperingati militeristik misalnya dengan mengusung ikon lawangseu dan lapangan Wilhelmina sebagai tempat pertempuran sengit itu, tak banyak mengungkap pelibatan Pemuda Kereta Api yang berjuang mati-matian mempertahankan gedung Lawang Sewu (ada monumennya di kompleks lawang sewu).

Jika pengurbanan Pemuda Pekerjaan Umum di Gedung Sate Bandung diperingati sebagai Hari Bhakti Pekerjaan Umum, belum ada momen khusus peringatan atas pengorbanan pemuda Kereta Api di Lawang Sewu...

edytoah
August 13th, 2011, 06:46 PM
^^ Banyak hal yang belum kita tau, ternyata tokoh2 yang terlibat pada perjuangan fisik revolusi 45 tak semuanya dilakukan oleh militer. Dr Kariadi misalnya. Tragisnya begitu besar pertaruhannya untuk warga Semarang (sebagai profesional di bidang kedokteran), sampai sekarang status kepahlawanannya belum turun. Tentang perang 5 hari di Semarang yang selalu diperingati militeristik misalnya dengan mengusung ikon lawangseu dan lapangan Wilhelmina sebagai tempat pertempuran sengit itu, tak banyak mengungkap pelibatan Pemuda Kereta Api yang berjuang mati-matian mempertahankan gedung Lawang Sewu (ada monumennya di kompleks lawang sewu).

Jika pengurbanan Pemuda Pekerjaan Umum di Gedung Sate Bandung diperingati sebagai Hari Bhakti Pekerjaan Umum, belum ada momen khusus peringatan atas pengorbanan pemuda Kereta Api di Lawang Sewu...

Salut buat PNKA yang tidak lupa sejarah,dengan membangun Monumen Angkatan Muda Kereta Api tsb ..mudah-2-an monmennya dipertahankan juga selain mempertahankan Lawang Sewu dan memperjuangkan hingga akhirnya dipugar.
Mungkin sekalian waktu Hari Peringatan Pertempuran 5 hari di Semarang merupakan Hari Peringatan AMKA juga buat PNKA juga tidak ada salahnya PNKA mengusulkan salah satu hari diantara 15 - 20 Oktober berkaitan Hari Pertempuran 5 Hari Semarang sebagai Hari AMKA yang diperingati di Lawang Sewu sebagai agenda moment Lawang Sewu.

Jadi ingat Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang diperingati secara nasional setiap tanggal 20 Desember, dimana pada waktu itu setelah perang Clash II dan ibu kota RI sementara dipindah ke Yogya sebelumnya,rakyat ikut sepenanggungan dengan situasi pada saat itu.Mungkin hampir sama saat terjadi bencana Erupsi Merapi tahun lalu dan gempa Yogya th 2006.

Agaknya Kesetiakawanan Sosial hanya terjadi saat terjadi musibah dan waktu jaman susah.

titus15
August 13th, 2011, 07:34 PM
btw dulu terkait dengan perjuangan pemuda Kereta Api dulu ada film 'Kereta Api Terakhir' keren juga filmnya, lebih bagus dari Film 'Merah Putih' yang klise banget ceritanya.

IckIh3n5rwY
salah satu petikannya:
Ada semacam kebanggaan pada orang-orang kereta api termasuk diriku, kalau ada kereta api yang tak dapat jalan itu adalah penghinaan buat kita, dan kita tak mau dihina oleh Belanda. (Willy: tokoh dalam fil Kereta Api Terakhir)
Sayangnya sekarang Kareta api justru memangkas jalurnya sendiri. Angin sorga menghidupkan jalur mati semoga segera terealisasi.

Btw dulu Hari Kesetiakawanan Sosial itu: Pertama: katanya dipas-pasin sama ulkang tahunnya mbak Tutut. Kedua , apakah peringatan itu ada hubungannya dengan SDSB? Benarkah?? Waktu itu saya masih kecil soalnya... hehe... jadi OOT...

edytoah
August 13th, 2011, 10:10 PM
Btw dulu Hari Kesetiakawanan Sosial itu: Pertama: katanya dipas-pasin sama ulkang tahunnya mbak Tutut. Kedua , apakah peringatan itu ada hubungannya dengan SDSB? Benarkah?? Waktu itu saya masih kecil soalnya... hehe... jadi OOT...

Sy ngak tahu denger waktu itu Mas Titus .. tp biasanya dulu Mbak Tutut mempelopori Kirab Nasional ...kalau dekat-2 hari HKSN ...
Lha mungkin waktu itu budgetnya diambil dari Kementrian Pemuda dan Olah raga khali :) ... kalau ngak salah Menporanya Bpk. Abdul Gafur.

Jaman krisis moneter 1998 Mbak Tutut juga melopori pengumpulan emas dan makan gratis di Jakarta .. tp ngak ada berita sesudahnya krn Pak Harto keburu lengser.

Sy masih ingat di tv Thailand ngumpulin emas dari warga negaranya,dan akhirnya Thailand adalah negara yg relatif cepat pulih masa krisis ekonominya dibanding negara Indonesia.Lha ini bentuk Kesetiakawanan Sosial yang harus ditiru.

edytoah
August 13th, 2011, 10:27 PM
Ada yang tahu sejarah gedung tua Gedung Marabunta di Jl. Cendrawasih 23.Gedung Komedi yang ada patung Tarantula besar (Laba-laba Berbisa ) di atap kiri kanan depan .Kenapa dinamakan Gedung Marabunta dan kenapa memakai maskot Tarantula tsb ? Di prasasti nampak gedung tsb adalah peninggalan Belanda dulunya sebagai Gedung Komedi atau Pertunjukan.Gedung ini sekarang dimiliki oleh Yayasan Rumpun Diponegoro,sekarang masih bisa dipakai/disewa untuk pernikahan/acara,muat 500 orang.Menurut penjaganya,sebetulnya gedung ini dulunya berada di tanah sebelah,karena runtuh kemudian dibangun lagi dengan material lama pada tahun 1956.Menurut penjaga ahli waris gedung tsb masih ada di Salatiga.

http://img714.imageshack.us/img714/964/marabunta1.jpg

http://img814.imageshack.us/img814/8853/marabunta2.jpg

Venantio
August 14th, 2011, 12:00 AM
Ada yang tahu sejarah gedung tua Gedung Marabunta di Jl. Cendrawasih 23.Gedung Komedi yang ada patung Tarantula besar (Laba-laba Berbisa ) di atap kiri kanan depan .Kenapa dinamakan Gedung Marabunta dan kenapa memakai maskot Tarantula tsb ? Di prasasti nampak gedung tsb adalah peninggalan Belanda dulunya sebagai Gedung Komedi atau Pertunjukan.Gedung ini sekarang dimiliki oleh Yayasan Rumpun Diponegoro,sekarang masih bisa dipakai/disewa untuk pernikahan/acara,muat 500 orang.Menurut penjaganya,sebetulnya gedung ini dulunya berada di tanah sebelah,karena runtuh kemudian dibangun lagi dengan material lama pada tahun 1956.Menurut penjaga ahli waris gedung tsb masih ada di Salatiga.

http://img714.imageshack.us/img714/964/marabunta1.jpg

http://img814.imageshack.us/img814/8853/marabunta2.jpg

Kayaknya itu patung semut deh mas Edy... Soalnya marabunta kan nama sejenis semut predator yang buas...

Venantio
August 14th, 2011, 12:02 AM
Sy ngak tahu denger waktu itu Mas Titus .. tp biasanya dulu Mbak Tutut mempelopori Kirab Nasional ...kalau dekat-2 hari HKSN ...
Lha mungkin waktu itu budgetnya diambil dari Kementrian Pemuda dan Olah raga khali :) ... kalau ngak salah Menporanya Bpk. Abdul Gafur.

Jaman krisis moneter 1998 Mbak Tutut juga melopori pengumpulan emas dan makan gratis di Jakarta .. tp ngak ada berita sesudahnya krn Pak Harto keburu lengser.

Sy masih ingat di tv Thailand ngumpulin emas dari warga negaranya,dan akhirnya Thailand adalah negara yg relatif cepat pulih masa krisis ekonominya dibanding negara Indonesia.Lha ini bentuk Kesetiakawanan Sosial yang harus ditiru.

Emasnya sudah jadi milk mbak Tutut, apalagi harga emas sekarang ini semakin mahal...

Kalau memang bener setia kawan dan jujur, semestinya emas yang terkumpul ya harus ditindaklanjuti sesuai dengan tujuan semula dong, walaupun pak Harto lengser... Untung dulu nggak ikut nyumbang emas (ya tentu aja, lha wong punya juga enggak...)

titus15
August 14th, 2011, 05:53 AM
^^ ya itu patung semut. Sejarahnya agak njlimet ketika gedung pertunjukan ambruk, terus interiornya dipindah ke gedung sebelah yang ada patung semutnya ini.

ini ada foto dari semarang.nl interior gedung ini saat ada pertunjukan.
http://img221.imageshack.us/img221/262/societetjlcendrawasih.jpg

Dari info mas Edytoah, bahwa gedung ini milik Rumpun Diponegoro, yangs aya tahu Rumpun Diponegoro semacam unit usahanya Kodam diponegoro. Usahanya di bidang perkebunan, salah satunya perkebunan teh di Medini- Boja

http://img36.imageshack.us/img36/7527/medinididut.jpg

Tempat ini cukup menarik karena deket gua jepang, dan bisa live ini di rumah pekerja perkebunan. Selain itu dekat juga dengan obyek wisata nglimut dan bumi perkemahan Gonoharjo.
http://didut.wordpress.com/2008/07/11/perkebunan-teh-medini/


Selain gedung Marabunta ini ada juga pergudangan Marabunta, di dekat pelabuhan Semarang. http://img713.imageshack.us/img713/964/marabunta1.jpg
source: http://aluizeus.multiply.com/photos/album/53/marabunta?&album=53&view:replies=reverse#photo=5

edytoah
August 14th, 2011, 06:56 AM
Kayaknya itu patung semut deh mas Edy... Soalnya marabunta kan nama sejenis semut predator yang buas...

Betul betul betul (Upin Ipin: mode on) Mas Venantio.Tks koreksinya Boss.Ya kalau tarantula itu laba2 raksasa dari Amazon kalau ngak salah,warnanya dalmation .. Koq jadi inget Tarantula ya sy hehehe Ngeri khali aja kalau lihat Tarantula ... Tdk seindah namanya ..

edytoah
August 14th, 2011, 07:15 AM
^^ ya itu patung semut. Sejarahnya agak njlimet ketika gedung pertunjukan ambruk, terus interiornya dipindah ke gedung sebelah yang ada patung semutnya ini.

ini ada foto dari semarang.nl interior gedung ini saat ada pertunjukan.
http://img221.imageshack.us/img221/262/societetjlcendrawasih.jpg

Dari info mas Edytoah, bahwa gedung ini milik Rumpun Diponegoro, yangs aya tahu Rumpun Diponegoro semacam unit usahanya Kodam diponegoro. Usahanya di bidang perkebunan, salah satunya perkebunan teh di Medini- Boja

http://img36.imageshack.us/img36/7527/medinididut.jpg

Tempat ini cukup menarik karena deket gua jepang, dan bisa live ini di rumah pekerja perkebunan. Selain itu dekat juga dengan obyek wisata nglimut dan bumi perkemahan Gonoharjo.
http://didut.wordpress.com/2008/07/11/perkebunan-teh-medini/


Selain gedung Marabunta ini ada juga pergudangan Marabunta, di dekat pelabuhan Semarang. nanti saya cari gambarnya.

Sip Mas Titus,tambah kumplit saja infonya .. Kemarin ditawari masuk ama Penjaga Gd. Marabunta ini tp kamera sy hanya punya kamera hp aja .. :-) dan mgkn agak gelap jd mgkn lain waktu sy ambil photo dalamnya.Info sewa Marabunta sehari 2jt Mas untuk pernikahan atau pertunjukaan.Anak2 muda/mahasiswa kadang acara Band disitu jg katanya.Mgkn lbh kecil dr photo di atas kapasitasnya mengingat gedung yg roboh itu lokasinya 3x lipat dari gedung sekarang . Mungkin Matahari Spionase Ganda pernah menari juga di Gedung Marabunta yg lama juga selain di Gedung Opera yg sudah roboh di Boom Lama.

Sy pernah lwt di perkebunan teh Medini diatas Mas.udaranya sejuk,pemandangannya bagus.Ada permandian belerang dan air terjun juga di Gonoharjo ini.

ssphila
August 14th, 2011, 07:52 AM
^^ Diskusi & ceritane manteb tenan ik.... tapi ta' permisi nongolin berita ini dulu ya mumpung masing anget, krn ini juga termasuk story & history :

Film Epik Sejarah "Soegijapranata" Segera Hadir

Liputan6.com, Semarang: Film epik sejarah tokoh "Soegijapranata" yang berkisah tentang perjuangan Monsinyur Albertus Soegijapranata, Uskup Agung pertama dari kalangan pribumi itu bakal segera dibuat. Biayanya diperkirakan mencapai Rp 12 miliar.

"Dana sebesar itu sudah termasuk promosi, kalau untuk produksi saja mungkin sekitar delapan sampai sembilan miliar rupiah," kata FX. Murti Hadi Wijayanto SJ, anggota tim produser dan tim kreatif film Soegijapranata, di Semarang, Sabtu (13/8) malam.

Menurut FX Murti Hadi SJ, Monsinyur Soegijapranata adalah tokoh besar yang ikut berperan melawan penjajah, meski ketika itu gereja Katolik diidentikkan dengan gerejanya orang Belanda. Tapi dari kondisi itulah, Soegijapranata berani 'keluar' dari kekatolikannya demi membantu rakyat melawan penindasan, baik dari Belanda maupun Jepang. Perjuangannya ini membuktikan dirinya sebagai orang Indonesia sejati.

Film Soegijapranata disutradarai Garin Nugroho. Menurut Garin, gagasan membuat film ini telah muncul 2-3 tahun silam dan baru dimatangkan sekitar enam bulan lalu. Film dengan durasi 1,5 jam ini berseting tahun 1940-49 dengan latar situasi dan kondisi kota Semarang, Yogyakarta, Solo dan Klaten. Tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno dan Jenderal Soedirman masuk dalam cerita ini.

Pesan yang akan diusung dalam film Soegijapranata adalah soal multikulturalisme dan nasionalisme. Sangat jarang ada tokoh agama yang mengemban tugas membina umat, memiliki pandangan ke-Indonesiaan begitu luas.

Produksi film Soegijaprana akan mulai dikerjakan pertengahan Oktober 2011 dan peluncurannya dijadwalkan mulai April 2012. (ANT/Vin)

Source : http://berita.liputan6.com/read/348669/film-epik-sejarah-soegijapranata-segera-hadir

monggo silaken dilanjut....

titus15
August 14th, 2011, 08:00 AM
halah...monggo mawon pembicaraan belok dikit, belok banyak, bercabang nggih monggo kok....

ttg Soegijapranata ini saya jadi pengin back ke gambar poros mistis itu. kalo dicermati unik juga, poros2 itu namanya mewakili beberapa golonan. jl majapahit: hinju, a Yani: Nasionalis, Pandanaran:Islam, Soegiyapranata: Kristen, dan Vihara Mahavira: Budha.
Sori, otak atik gatuk...hehehe....

titus15
August 14th, 2011, 08:19 AM
btw sudah lama nggak ada syuting di semarang. Film Indonesia nampaknya kembali lesu... wahh..

edytoah
August 14th, 2011, 11:23 AM
^^ Diskusi & ceritane manteb tenan ik.... tapi ta' permisi nongolin berita ini dulu ya mumpung masing anget, krn ini juga termasuk story & history :

Film Epik Sejarah "Soegijapranata" Segera Hadir

Liputan6.com, Semarang: Film epik sejarah tokoh "Soegijapranata" yang berkisah tentang perjuangan Monsinyur Albertus Soegijapranata, Uskup Agung pertama dari kalangan pribumi itu bakal segera dibuat. Biayanya diperkirakan mencapai Rp 12 miliar.

"Dana sebesar itu sudah termasuk promosi, kalau untuk produksi saja mungkin sekitar delapan sampai sembilan miliar rupiah," kata FX. Murti Hadi Wijayanto SJ, anggota tim produser dan tim kreatif film Soegijapranata, di Semarang, Sabtu (13/8) malam.

Menurut FX Murti Hadi SJ, Monsinyur Soegijapranata adalah tokoh besar yang ikut berperan melawan penjajah, meski ketika itu gereja Katolik diidentikkan dengan gerejanya orang Belanda. Tapi dari kondisi itulah, Soegijapranata berani 'keluar' dari kekatolikannya demi membantu rakyat melawan penindasan, baik dari Belanda maupun Jepang. Perjuangannya ini membuktikan dirinya sebagai orang Indonesia sejati.

Film Soegijapranata disutradarai Garin Nugroho. Menurut Garin, gagasan membuat film ini telah muncul 2-3 tahun silam dan baru dimatangkan sekitar enam bulan lalu. Film dengan durasi 1,5 jam ini berseting tahun 1940-49 dengan latar situasi dan kondisi kota Semarang, Yogyakarta, Solo dan Klaten. Tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno dan Jenderal Soedirman masuk dalam cerita ini.

Pesan yang akan diusung dalam film Soegijapranata adalah soal multikulturalisme dan nasionalisme. Sangat jarang ada tokoh agama yang mengemban tugas membina umat, memiliki pandangan ke-Indonesiaan begitu luas.

Produksi film Soegijaprana akan mulai dikerjakan pertengahan Oktober 2011 dan peluncurannya dijadwalkan mulai April 2012. (ANT/Vin)

Source : http://berita.liputan6.com/read/348669/film-epik-sejarah-soegijapranata-segera-hadir

monggo silaken dilanjut....

Info edutainment menarik Mas ssphila ..

Apa Pak YB Murty sin dadi Producer-e yo Mas . ... Piss Pak ... Akeh temen duite Pak .... Pak Murty digasaki .. hehehehe ben mampir ning lapake Mas Titus ..ngrasakne "warung tegal"-e Mas Titus ...:lol:

BTW film besutan Mas Garin biasane memang ciamik ... apalagi film ini menyangkut ttg sejarah salah satu Tokoh Pejuang dari Semarang, cen elok tenan cah Semarang jebolan Loyola siji ki ...

OOT .. sedikit ttg film dan sejarah... kalau misal RS Kariadi bikin film ttg dr. Kariadi .. sebagai CSR dan promosi pencitraan yg positif .. kira-2 laku ngak ya ... Belum ada kelihatannya lho suatu instansi bikin film ttg sejarah yang menyangkut institusi tsb ... Misal lagi PNKA bikin film ttg Angkatan Muda Kereta Api yang gugur di Lawang Sewu saat melawan Jepang ... Mudah-2-an ada yg melopori ..Saya pernah dengar BRI Bank pertama di Indonesia ada di Purwokerto ..pasti ada cerita menarik yang bisa dianggat jadi suat film



btw sudah lama nggak ada syuting di semarang. Film Indonesia nampaknya kembali lesu... wahh..

Belum lama tho Mas Titus .. kalau ngak salah bulan April kemarin ada shoting filmnya Hanung Bramantio yg judulnya "?" di kota lama Semarang. ("?" Mgkn Mas Hanung bingung mau ngasih judul apa :) ).
Film yang mengundang perdebatan ..spi ada yang bilang Hanung Atheis.Tp sy pernah baca di internet Mbak Yeny Wahid menangis saat lihat film tsb.
Bagi saya menarik lihat sinopsis ceritanya,bercerita tentang 3 keluarga yang beda agama dan budaya etnis masing-2,saling menemukan kebersamaan dalam perbedaan.

edytoah
August 14th, 2011, 12:07 PM
Selain gedung Marabunta ini ada juga pergudangan Marabunta, di dekat pelabuhan Semarang. http://img713.imageshack.us/img713/964/marabunta1.jpg
source: http://aluizeus.multiply.com/photos/album/53/marabunta?&album=53&view:replies=reverse#photo=5

Apik yo Mas ornamennya diatas .. .mgkn ini habis dicat ..
Sekarang gudangnya udh jelek Mas Titus ... ini lokasi gogleearth-nya ..

http://img17.imageshack.us/img17/7885/gdgmarabunta.jpg

titus15
August 14th, 2011, 02:58 PM
Belum lama tho Mas Titus .. kalau ngak salah bulan April kemarin ada shoting filmnya Hanung Bramantio yg judulnya "?" di kota lama Semarang. ("?" Mgkn Mas Hanung bingung mau ngasih judul apa :) ).
Film yang mengundang perdebatan ..spi ada yang bilang Hanung Atheis.Tp sy pernah baca di internet Mbak Yeny Wahid menangis saat lihat film tsb.
Bagi saya menarik lihat sinopsis ceritanya,bercerita tentang 3 keluarga yang beda agama dan budaya etnis masing-2,saling menemukan kebersamaan dalam perbedaan.

ya saya lihat filmnya, ceritanya bagus tapi durasinya terlalu singkat. Ceritanya padat, tidak cukup durasi 100 menit, seharusnya 120-140menit. Ceritanya jadi seperti reli. Yang kedua, seharusnya nggak usah ditulis cerita itu di Semarang. Jadi aneh liatnya Indonesia tahun 2010 kok settingnya kayak tahun 50an semua. Mending kayak film KALA, mengekspose kota tua tanpa menyebut kapan dan dimana, jadinya terasa lebih natural.

Btw sampai pertengahan tahun lewat baru 1 film terlalu lama. Ohya ada juga ding Dibalik Lindungan Kabah, tapi itu cuma 20 persen di Semarang... Paling nggak setahun 6-10 film ya...???

Oh ya, omong2 tentang bioskop, ini ada foto luna theatre di Jomblang tahun 40an. (pernah diposting di trit Nusantara)
http://img233.imageshack.us/img233/7237/27853622031017266381520.jpg
sitenya sekarang Ruko Metro Peterongan. Dulu sempat jadi gereja, danpernah jadi pertokoan dan bioskop Palace (lalu diganti Istana).

beberapa bioskop jadul lainnya yang ada dokumentasi fotonya:
http://img13.imageshack.us/img13/5166/harmonie2.jpg
Gris
http://img684.imageshack.us/img684/4046/0gedungbioskoporionseka.jpg
Orion
http://img600.imageshack.us/img600/8149/luxteater.jpg
Lux
http://img638.imageshack.us/img638/4442/gajahmadabioskop.jpg
gajahmada

btw kenapa di Simpanglima,nama pertokoan dan bioskop Gajahmada justru berada di seberang jalan gajahmada, dan bukan di Jalan Gajahmada itu sendiri? Sejakkapan jalan itu bernama jl Gajahmada, katanya dulu jl Duwet??

titus15
August 14th, 2011, 04:51 PM
lrzN9TLoQ4Q&feature=related

4wWLeNxfCFc&feature=related

titus15
August 14th, 2011, 04:58 PM
balada tugu muda
WQpTVE78d7A&feature=related

titus15
August 14th, 2011, 05:12 PM
Biar kisah dan sejarah agak berwarna ini dikasih 2 sentuhan pop Semarangan:
Powerslaves -->>
QmDWlQEDYGM&feature=related

dan

jjRpHAmnb7Q

titus15
August 14th, 2011, 05:22 PM
Young Daniel Sahuleka in Pop... Gyddyap A Gogo
IHXisLXOEOc&feature=related

Jangan Kau Menangis Sayangku
Dont Sleep Away 'Daniel Sahuleka' in Indonesian version...
fQGZgXzEoCs&feature=related

S E M A R A N G
Song by Daniel Sahuleka
-64QMI7vdjM

edytoah
August 14th, 2011, 10:25 PM
beberapa bioskop jadul lainnya yang ada dokumentasi fotonya:

http://img684.imageshack.us/img684/4046/0gedungbioskoporionseka.jpg
Orion
http://img600.imageshack.us/img600/8149/luxteater.jpg
Lux
http://img638.imageshack.us/img638/4442/gajahmadabioskop.jpg
gajahmada

btw kenapa di Simpanglima,nama pertokoan dan bioskop Gajahmada justru berada di seberang jalan gajahmada, dan bukan di Jalan Gajahmada itu sendiri? Sejakkapan jalan itu bernama jl Gajahmada, katanya dulu jl Duwet??

Kalau info dari Mami gw Mas Titus (ngak tahu bener apa ngak karena Beliau njih pun sepuh :) ) .... Bioskop Orion itu ada di Pasar Johar sebelum masjid,trs ganti nama jadi Bioskop Rahayu,skrg jadi Ruko jual pakaian.

Bioskop Lux itu namanya ganti Bioskop Murni memang di Gajahmada,sekarang jadi Ruko, tepatnya di samping jalan Melati Selatan.Bioskop Sri dan Manggala di Gajahmada juga namanya tetep sama,Bioskop skrg Sri jadi gereja Bethani,Bioskop Manggala jadi pujasera samping sekolah Kesatrian.

Simpang Lima sampai muter lagi sejak dari dulu memang termasuk jalan Gajahmada,termasuk bioskop Gajahmada yang pemiliknya spi sekarang kelihatannya tetap milik Kepolisian.jadi mal disana namanya juga Gajahmada Plaza tempat E-plasa sekarang.

Kalau Nduwet khusus dari Depok sampai sebelum belok Pemuda/Bojongweg.

titus15
August 15th, 2011, 04:28 AM
^^ Tq infonya mas... akhirnya terjawab, pasti ada hubungannya dengan jalan Gajahmada. Btw kalo gajahmada FM apa dulu pernah ngantor disini ya? Soalnya di Semarang ini nama Gajahmada kok cukup banyak juga ya??
Sekarang kalo nggak salah namanya sudah bukan jl Gajahmada lagi kan??

tipenb168
August 15th, 2011, 05:27 AM
Masih banyak cerita tentang semarang yang bisa kita eksplore disini, misalnya:

Tentang gedung papak
tentang oei tiong ham (raja gula)
tentang raden saleh
tentang koloniale tentoon steling
tentang kereta api pertama di Indonesia stasiun gudang
tentang mr Tasripin
tentang Matahari
tentang kisah para bencong, dari Berok-taman kb-kampungkali hingga kembali di berok lagi
tentang suster ngesot
tentang sejarah loenpia
tentang pecinan
tentang bandeng presto
tentang jamu jago
tentang toko luwak
tentang mikrolet dan datsu
tentang PRPP
tentang terminal bubaan
dan lain-lain yang masih banyak lagi...

Tidak harus sejarah puluhan atau ratusan tahun lalu, sejarah Tukul Arwana pun bisa dibagi di trit ini...

oei tiong ham kan dikuburkan di semarang kalo gak salah? penasaran apakah kuburannya mewah banget ya? ada yg punya pic nya gak?

edytoah
August 15th, 2011, 06:02 AM
^^ Tq infonya mas... akhirnya terjawab, pasti ada hubungannya dengan jalan Gajahmada. Btw kalo gajahmada FM apa dulu pernah ngantor disini ya? Soalnya di Semarang ini nama Gajahmada kok cukup banyak juga ya??
Sekarang kalo nggak salah namanya sudah bukan jl Gajahmada lagi kan??

Betul Mas Titus .. Radio Gajahmada dulunya di Jl. Gajahmada 65 .. sekitar prapatan Depok-Kranggan ...

ini ada websitenya : http://gajahmadafm.co.id/about

edytoah
August 15th, 2011, 06:35 AM
Melengkapi ttg pahlawan dr. Kariadi .. ini ada ttg RS dr. Kariadi dan Reservoir Siranda dari :

http://semarangkotalama.blogspot.com/search/label/Bangunan%20Kuno


Rumah Sakit Dr. Karyadi


http://img855.imageshack.us/img855/2287/kariyadi.jpg

Lokasi
Jl. dr.Sutomo 16 Semarang
Pemilik
Departemen Kesehatan RI
Penggunaan:
Semula : Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting
Sekarang : Rumah Sakit Umum Kariyadi

Tanggal Pembangunan : 1918 - 1924

Rumah Sakit Kariyadi merupakan bangunan rumah sakit. Bangunan utamanya yang terletak di depan merupakan bangunan setangkup fasade tunggal dan jumlah lantai sebagian dua buah. Orientasi bangunan utama adalah barat. Pondasi dari batu, dengan sistem struktur dari bata, serta dinding dari bata, sebagian dinding bagian baewah dilapisi dengan trisik dari teraso.

Pembangunnya dimulai pada tahun 1918 -an, atas prakarsa dr. NF Liem yang bermaksud untuk membangun rumah sakit. Lokasi bangunan ditentukan di jalan dr. Sutomo 16 Semarang. Dirancang oleh arsitek Belanda Bolsius G.J.P.M dan W. Lemei, pembangunan rumah sakit ini berlangsung selama 6 athun, hingga tahun 1924. Pada permulaan bulan Agustus 1925, Stadsverband, yang pada mulanya bertempat disebelah Utara alun-alun, dipindahkan ke Kalisari yang setelah itu disebut sebagai Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting atau lebih dikenal sebagai CBZ. Upacara CBZ dilangsungkan dengan sangat meriah, yang dihadiri oleh pejabat penting serta dokter-dokter. Tahun 1942 hingga 1945, selama masa pendudukan Jepang, rumah sakit ini sering disebut sebagai PURUSARA ( Pusat Rumah Sakit Rakyat ). Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaannya, rumah sakit ini juga berganti nama menjadi RSUP ( Rumah Sakit Umum Pusat ). Tahun 1945 pada saat terjadi Pertempuran Lima Hari di Semarang, RSUP menjadi tempat pengungsian bagi para pejuang Indonesia. baru pada tanggal 14 April 1964, RSUP diubah namanya menjadi RS. Kariyadi hingga sekarang ini. Nama Kariyadi yang digunakan bukannya tanpa arti. Dr. Karyadi adalah salah satu pahlawan dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang yang wafat di tangan Jepang di Reservoir Siranda, saat memeriksa air minum di sana. Keadaan RS. Karyadi sekarang ini sudah mengalami berbagai pengubahan dan penambahan, diantaranya penambahan fasilitas kesehatan yang lebih modern yang menyebabkan adanya bangunan tambahan.
DIPOSKAN OLEH ZEN SHINODA DI 19:50 0 KOMENTAR
LABEL: BANGUNAN KUNO



Reservoir Siranda


http://img853.imageshack.us/img853/3639/reservoirsiranda.jpg


Rerumputan di sekitar dua bangunan Reservoir Siranda nampak terawat, terpotong rapi dengan tinggi yang setara. Jika melewati Jalan Diponegoro ke arah utara menuju Simpang Lima Semarang, bangunan tua peninggalan Belanda ini berdiri tepat di sisi kiri jalan.

Terdiri dari dua bangunan dengan angka tertera 1912 dan 1923 yang diyakini sebagai tahun berdiri. Luas seluruh lahan reservoir (bak penampungan/tandon air) 2500 meter persegi. Bangunan bertera 1912 mempunyai tinggi 4,7 meter berdiameter 32 meter. Bangunan kedua bertera 1923 berjarak 4 meter dari bangunan sebelumnya, mempunyai tinggi 2,5 meter dengan diameter 20 meter.

Sampai saat ini Reservoir Siranda masih berfungsi baik dan masuk dalam pemeliharaan PDAM Semarang. Dengan daya tampung 3750 meter kubik, reservoir ini mampu memenuhi kebutuhan air penduduk Simpang Lima, Gajahmada, Depok, Kauman dan Jurnatan. Sebagian pipa penyaluran air, misalnya antara Kalidoh (Babadan) hingga Rerservoir Siranda yang berjarak 20 km masih menggunakan penginggalan Belanda. (Sumber : Semarangloempia.net)
DIPOSKAN OLEH ZEN SHINODA DI 18:43 0 KOMENTAR
LABEL: BANGUNAN KUNO

edytoah
August 15th, 2011, 08:19 AM
oei tiong ham kan dikuburkan di semarang kalo gak salah? penasaran apakah kuburannya mewah banget ya? ada yg punya pic nya gak?

Bekas kuburan Oei Tiong Ham masih ada Mas Titus di Sriwijaya, bangunan yang kayak kelenteng tsb.Tp ada yang bilang makam tsb sudah kosong ktnya jasadnya sdh dipindah ke Singapore.

Ini ada yang menarik tentang Gedung Gulo, rumah dan kantor peninggalan Oei Tiong Ham juga.
Sy ambil dari file pdf tentang :LIEM BWAN TJIE ARSITEK MODERN GENERASI PERTAMA DI INDONESIA (1891-1966) (Handinoto)
Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra Surabaya.
http://fportfolio.petra.ac.id/user_files/81-005/Liem%20Bwan%20Tjie.pdf

http://img32.imageshack.us/img32/3898/gedunggulo.jpg
Sumber Woodburry and Page,KITL V Press 1994:102

Rumah Majoor Tan Tjong Hai di Gedung Gulo di atas, Semarang, dibangun th 1815.Rumah ini yang kemudian jadi rumah Oey Tiong Ham di Seong (Sebandaran belok kanan),sekarang masih ada blm dibongkar walau tidak terurus,yang dibongkar yang di Damaran,pernah dijadikan kantor juga setelah Oey Tiong Ham pindah di rumah yang lebih besar di jalan Pahlawan (dulu dinamakan Oeitionghamweg),sekarang jadi apa ya ? ..udah jadi kantor semua yang di jalan Pahlawan , Mgkn skrg jadi Gedung Berlian ? .
Bs disimak di http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-2-indahnya-istana-balekambang/

Rumah Majoor China lainnya juga mirip di atas adalah Be Biaw Tjwan dibangun 1840 (kira-2 dimana ya ?).Bentuk mirip-2 kelenteng kecenderungan rumah orang-2 kaya Tionghoa spi th 1900.
Majoor Be Biaw Tjwan ini juga termasuk tuan tanah jaman dahulu,spi sekarang ada rumah yang statusnya sewa dgn ahli waris tuan tanah ini juga selain Oei Tiong Ham.Bs diurus di Notaris, ngak tahu mgkn ada tambahan ganti tanah Tuan tanah atau mungkin juga sudah diNasionalisasi untuk tanah bekas tuan tanah Be Biaw Tjwan ini.Kalau punya tuan tanah Oei Tiong Ham sudah dinasionalisasi jadi PT Rajawali Nusantara.Jadi ganti rugi tanah ke BUMN tsb.

titus15
August 15th, 2011, 08:33 AM
Bukan di Pahlawan mas. tapi di Gergaji. Dulu sempat jadi Balai Prajurit, sekarang jadi STIMIK ProVisi. Masih terawat bangunannya.

Dulu ada yang bilang makam Tiong Ham di daerah Gedong Batu,karena keluarga Tiong Ham asalnya dari Gedong Batu.

kemudian tentang daerah Gergaji dan sekitarnya ada yang tau kuburan cina di belakang lapangan bola SMA 1?? (pernah saya post di Nusantara)
http://img402.imageshack.us/img402/2191/bunderanmugas1.jpg

http://img846.imageshack.us/img846/981/dsc05151x.jpg

edytoah
August 16th, 2011, 05:36 AM
Bukan di Pahlawan mas. tapi di Gergaji. Dulu sempat jadi Balai Prajurit, sekarang jadi STIMIK ProVisi. Masih terawat bangunannya.

Dulu ada yang bilang makam Tiong Ham di daerah Gedong Batu,karena keluarga Tiong Ham asalnya dari Gedong Batu.

kemudian tentang daerah Gergaji dan sekitarnya ada yang tau kuburan cina di belakang lapangan bola SMA 1?? (pernah saya post di Nusantara)
http://img402.imageshack.us/img402/2191/bunderanmugas1.jpg

http://img846.imageshack.us/img846/981/dsc05151x.jpg

^^
Mas Titus ..Makam Tionghoa di Gergaji diatas tsb bukan makam Oei Tiong Ham .. Aksara China di nisan sebelah kanan sy tanyakan yang tahu ktnya .. Dhong Kwe Sho .. artinya kira-kira Makam bersama-2 atau Makam orang yang tidak dikenal (mungkin krn ada suatu peristiwa/bencana mati bersama dll .. mendiang orang-2 tersebut berjasa atau untuk dingat, maka dimakamkan bersama ).Yg di nisan kiri aksara cina nya udah dizoom masih ngak terbaca.

Anak-2 Oei Tiong Ham memang tinggal di sekitar Gergaji,sy pernah punya teman FB pernah mengantar 2 anak Oei Tiong Ham (sdh berumur 90than juga ) dari Swiss belum lama ini. Mereka adik tiri Oei Hui Lan, anak pertama Oei Tiong Ham yg sudah meninggal di Singapore umur 90th (ada bukunya Oei Hui Lan – Kisah Puteri Cina dari Semarang ), nostalgia di bekas rumah masa kecil mereka di jl Kyai Saleh (bekas kursus bahasa Inggris).

Versi lain ada yang menyebutkan Makam Tionghoa di Sriwijaya di samping Gedung Wanita maju lagi tsb adalah Bekas Makam Oei Tiong Ham sebelum kemudian bbrp tahun kemudian dipindah ke Singapore.

http://img4.imageshack.us/img4/396/mkmoth.jpg

http://img829.imageshack.us/img829/6269/mkmtionghoa1.jpg

http://img268.imageshack.us/img268/2013/mkmtionghoa2.jpg

titus15
August 16th, 2011, 03:22 PM
^^ ya makanya saya penasaran karena lahan itu kan dulu juga dibawah kekuasaannya Tiong Ham, adakah kaitannya makam itu dengan Tiong Ham, sehingga sampai dipertahankan posisinya disitu dan tidak dipindah, padahal makam cina lainnya dipindah di Kedungmundu.

Ini ada foto makam di sebelahnya:
http://img28.imageshack.us/img28/6527/dsc05152s.jpg

Btw ini bukan di gergaji, tapi di jalan Mugas, tepatnya di sekitar belakang lapangan sepak bola SMA 1.

titus15
August 16th, 2011, 03:44 PM
http://img829.imageshack.us/img829/6269/mkmtionghoa1.jpg

http://img268.imageshack.us/img268/2013/mkmtionghoa2.jpg
katanya pak YB Murty punya foto altar makam ini... di share dong...

castle_92
August 16th, 2011, 06:19 PM
^^Pernah dibahas Om Bozhart di thread semarang nusantara mas titus

Linknya http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=18570758&postcount=485

titus15
August 16th, 2011, 11:10 PM
^^ diboyong mas... :)

kata om Boz:

Bangunan kuno di Jl Sriwijaya itu adl makam Thio Sing Liang seorang kaya raya yg meninggal pd thn 1940. Di sana ada 4 orang dimakamkan yaitu Thio Sing Ling dan istri ke 2 di dalam gedung utama dan istri pertama dan kerabatnya di luar gedung di belakang. Ini foto2nya.
http://img854.imageshack.us/img854/1259/92371526.jpg
http://img20.imageshack.us/img20/1538/73291774.jpg
[http://img819.imageshack.us/img819/3211/74910876.jpg

titus15
August 16th, 2011, 11:23 PM
Tentang Balai Prajurit ex rumah Tiong Ham di GErgaji ada catatan sebagai berikut:(ini berkait penelusuran siapa yang propose kondotel jl Bromo di Semarang P&D beberapa waktu lalu. )

==========================================================================

ada keterangan di bawahnya:

Kondotel Bromo Semarang
Site : 2418 m2
Location : Jl. Bromo no.1, Semarang, Central Java - Indonesia
Design Year : 2010
Design Phase : Proposed design
Client : Mrs. Lolly Hoo
Program : Commercial area, Service Apartment

hasil pencarian selanjutnya dengan mengutak atik keyword di fb dan mbah google didapat keterangan siapa itu keluarga Hoo...

pertama:
http://www.tootoo.com/d-c13921868-UD...vate_Company_/

" Our company is the Manufacturer of Export Quality Tapioca/Cassava Chips in Indonesia. We have our own processing machine (peeling, cutting, oven, etc). We have also R&D team and Quality Assurance department to always improve our product quality. We can supply 5,000-10,000 Metric Ton/month with short/long term contract. Our factory is located in the capitol of Central Java Province, which is near the Semarang Tanjung Emas Port so we can deliver your order promptly. Our company is one of the Politama groups of company which has many companies like PT. Polidaya which produce Plastics Bags, PT. Polirubber which is the Tire Retreading factory, Hoo's Clinic which is a hospital in Semarang, Study World Language School and ProVisi IT College (Diploma and Bachelor Degree IT Education with International Certification). These companies are based in Semarang and Jakarta. "

ProVisi adalah kampus di bekas rumah Oei Tiong Ham di jl Kiai Saleh...

penelusuran selanjutnya:
http://groups.yahoo.com/group/Alumni.../message/83598

"Menurut catatan, rumah tersebut bukanlah rumah yang di bangun oleh Oei Tiong Ham tetapi pemilik semula adalah tuan Hoo Yam Loo, seorang pedagangTionghoa kaya raya yang mendapat hak monopoli dalam perdagangan candu (opium pachter) dari pemerintah kolonial Belanda."

"Era baru kemudian muncul bersamaan dengan berpindahnya kepemilikan bekas bangunan istana Oei Tiong Ham ke pemilik baru, seorang pengusaha muda bernama Budi Poernomo atau lebih akrab dengan panggilan Hoo Liem. Adalah suatu keuntungan pula bahwa Hoo Liem adalah seorang sosok pecinta sejarah dan sangat berminat tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kebudayaan, pendidikan dan heritage pada umumnya terutama yang berhubungan dengan kota kelahirannya Semarang.

Budi Poernomo memperoleh pasangan hidup seorang gadis benama Ibu Lolly yang juga menyelesaikan kuliahnya sebagai sarjana akuntansi di universitas yang sama di Canada. Pasangan muda ini dikaruniai 2 putera puteri, Ariel Olivia Poernama yang bersuamikan Kim Soen Chay, dan seorang putera Dwi Adhi Poernomo.

Sesuai dengan cita-citanya maka istana Oei Tiong Ham dipugar sesuai dengan bangunan aslinya dengan sedikit perubahan di bagian belakang selaras dengan kebutuhannya sebagai sebuah kampus pendidikan yang dikelola dengan nama : STMIK PROVISI yaitu Sekolah Tinggi Management Informatika dan Komputer serta STUDY WORLD sebuah laboratorium bahasa.

Banyak masyarakat pencinta kota Semarang yang concern dengan bangunan-bangunan kunonya yang satu persatu musnah tak terawat atau yang dibongkar untuk dibangun gedung baru yang lebih modern, merasa lega karena salah satu gedung bersejarah bagi masyarakat kota Semarang masih dapat dipertahankan bentuk aslinya oleh pemiliknya yang baru."

===============

Gak tau apa hubungannya Hoo Yam Loo sang raja Opiun dulu dengan Hoo Liem (Budi Poernomo). Kalo leluhurnya, berarti mr Hoo mewarisi kembali rumah leluhurnya yang bangkrut dulu...

titus15
August 17th, 2011, 06:30 PM
Semarang Metro
18 Agustus 2011
Share :Facebook Twitter
Suara Merdeka, Djum’at - 14 Agustus 1970
Semarang Jg Pertama2 Kumandangkan Kemerdekaan Lewat Radio

* Setjara Tak Resmi Disiarkan Melalui Chotbah Sembahjang Djum’at Mesdjid Besar

BERITA tentang kekalahan Djepang tanpa sjarat kepada Sekutu itu dapat ditangkap oleh bagian tehnik “Semarang Hoso Kyoku” (sekarang RRI Semg) jang sedang bertugas melakukan monitoring dari Radio Tokyo pada hari Senin malam tgl. 13 Agustus 1945. Meskipun Djepang merahasiakan berita itu, tetapi sudah ada perobahan sikap pegawai Djepang sendiri di Semarang Hoso Kyoku, mereka tampak gelisah.

Pegawai2 Indonesia mulai membitjarakan situasi jg. dihadapi. Mereka berpendapat untuk merebut kekuasaan dari tangan Djepang. Persiapan segera diadakan dengan mengumpulkan alat2 tehnik jang dapat diangkat. Pegawai2 Djepang diasingkan dari tugas pekerdjaannja, tetapi belum berani bertindak karena pegawai2 Djepang bersendjata. Pada saat itu jang memimpin Hoso Kyoku ialah Jamawaki.

Berita kekalahan Djepang itu tjepat pula tersiar, terutama dikalangan tokoh2 pergerakan perdjoangan kemerdekaan jang selalu mengikuti perkembangan Perang Pasifik dan posisi Djepang waktu itu. Bahkan ketika berita Proklamasi sampai di Semarang tgl. 17 Agustus 1945 mendjelang siang hari Djum’at melalui kantor berita “Domei,” tjepat pula disiarkan baik dari mulut ke mulut maupun dgn plakat2.

Seperti biasa setiap hari Djum’at di Mesdjid Besar Semarang selalu diadakan sholat al Djumuah jg selalu direly dan disiarkan lewat radio oleh Semarang Hoso Kyoku. Pada tgl. 17 Agustus itu djuga pada siaran hari Djum’at siang dari mesdjid besar segera diatur seolah2 hendak menjiarkan chotbah dari mesdjid. Setelah persiapan selesai dan diadakan hubungan dgn studio, pertama2 terdengar suara adzan, biasanja diteruskan dgn chotbah keagamaan.

Tetapi orang jang berchotbah itu mengawali sambutannja dgn terlebih dahulu mengumumkan bahwa pada hari itu bangsa Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannja. Kemudian disusul dengan pembatjaan teks Proklamasi 17 Agustus 1945 jang telah diterima pula melalui orang2 jg berhubungan dengan “Domei.”

Segenap djemaah dan pendengar radio dirumah2 terkedjut bertjampur gembira mendengarnja, tetapi sebaliknja penguasa Djepang sangat marah. Pimpinan Hoso Kyoku marah2 dan mengusut siapa jang menjiarkannja tetapi tidak seorangpun mendjawab. Achirnja diperintahkan agar hubungan dengan mesdjid besar Semarang diputuskan walaupun siaran itu belum selesai.

Ini merupakan pengumuman tentang kemerdekaan bangsa Indonesia jang pertama sekali disiarkan untuk umum di seluruh Indonesia, meskipun tidak setjara resmi. Itu sebabnja mengapa gelora Proklamasi tjepat diikuti oleh Semarang dan Djawa Tengah umumnja.

Pembentukan K.N.I

Kumandangnja Proklamasi sangat tjepat ditanggapi dan digarap oleh pemimpin2 pergerakan kemerdekaan terutama para angkatan mudanja. Malam hari segera diadakan rapat di Purusara (Pusat Rumah Sakit Rakjat) Semarang. Dalam rapat ini segera dapat disusun suatu badan jang kemudian diresmikan sebagai KNI (Komite Nasional Indonesia), seperti jang diinstruksikan oleh perintah pusat tgl 22 Agustus 1945. Mr. Wongsonegoro jang waktu itu masih mendjabat Fuku Sutjokan (wakil residen Semarang), telah ditundjuk mendjadi ketua badan tsb.
Esok harinja para pemuda jang tidak sabar lagi telah mengantjam Mr. Wongsonegoro agar siang hari Sabtu itu djuga mengambil alih kekuasaan dari tangan Djepang.

Hal ini dipenuhi Wongsonegoro dgn mengumpulkan segenap kepala dan wakil kepala dan pegawai2 bangsa Indonesia di Gedung Papak dan didjelaskan bahwa mulai saat itu rakjat Semarang telah mengambil alih kekuasaan dan segala tanggung djawab kini dipegang oleh bangsa Indonesia sendiri.
Pada tgl. 19 Agustus 1945 djam 12.00 siang Wongsonegoro mengumumkan dengan resmi melalui radio tentang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. (Depo Arsip-Pusda SM)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/08/18/156398/-Semarang-Jg-Pertama2-Kumandangkan-Kemerdekaan-Lewat-Radio

titus15
August 18th, 2011, 02:12 PM
Berikut saja lengkapo kolektie byoscop bioscop tempodoeloe semarangan:
http://img685.imageshack.us/img685/4066/28800822687613280871520.jpg
Bioskop Grand Jalan Mataram (a.k.a. Gelora)
Arsitek : Ir. Liem Bwan Tjie
sekarang jadi Mataram plasa
dari: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2268761328087&set=a.1552729827747.73527.1520195124&type=1&theater

bozhart
August 18th, 2011, 05:56 PM
^^ Film apa di bioskop Grand itu? Judulnya gak jelas. Seperti apa film2 jaman dulu ya? Film2 buatan Belanda kah?

bozhart
August 18th, 2011, 07:13 PM
Di website HaloSemarang ada kisah tentang Oei Tiong Ham, terdiri dari 8 part, klik masing2 link di bawah ini:

Part 1 (http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-1-raja-gula-asia-tenggara-dari-semarang) - Raja gula Asia Tenggara dari Semarang
Part 2 (http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-2-indahnya-istana-balekambang) - Indahnya Istana Balekambang
Part 3 (http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-3-asetnya-tersebar-di-seantero-dunia) - Asetnya tersebar di seantro dunia
Part 4 (http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-4-punya-bakat-sugih-sejak-lahir) - Punya bakat sugih sejak lahir
Part 5 (http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-5-namanya-abadi-sebagai-nama-jalan-di-singapura) - Namanya abadi sebagai nama jalan di Singapura
Part 6 (http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-6-akhir-tragis-sang-taipan) - Akhir tragis sang taipan
Part 7 (http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-7-sisa-kejayaanmu-kini) - Sisa kejayaanmu kini
Part 8 (http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-8-kisahnya-berakhir-di-tangan-ketua-kpk-antasari-azhar) - Kisahnya berakhir di tangan ketua KPK Antasari Azhar

-------------------------------------

Istana Oei Tiong Ham Jl Kyai Saleh itu ada di part 2, ini kutipannya:

Dua istananya sangat megah dan terkenal. Istana utama di Gergaji terkenal sangat luas, sedangkan istana yang berada di Simongan dikenal dengan keindahan pemandangannya. Istana di gergaji mempunyai luas areal sekitar 200 acre atau sekitar 81 hektar. Membentang dari Simpanglima, Jalan Pandanaran, Randusari, Mugas, Jalan Pahlawan termasuk kompleks Gubernuran dan Polda Jateng, wilayah Gergaji hingga Jalan Kyai Saleh.

Gedung intinya seluas 9,2 hektar, memiliki 200 ruangan, dapur, vila pribadi, 2 paviliun besar dan kebun binatang pribadi. Ia memiliki 40 pembantu dan 50 tukang kebun. Uniknya dia membangun tempat beribadah khusus untuk para pembantunya.

Istana ini merupakan landmark bagi masyarakat Semarang pada sekitar permulaan abad ke 20 hingga paruh abad ke 20. Masyarakat setempat menyebutnya Istana Oei Tiong Ham atau Istana Gergaji. Masyarakat juga menyebutnya sebagai Kebon Rojo karena Tiong Ham banyak memelihara hewan hingga mirip kebun binatang. Disebut juga Taman Bale Kambang karena di kompleks istana ada kolam-kolam ikan yang diatasnya dibangun bale atau gazebo untuk beristirahat. Nama Bale Kambang kini masih dipakai sebagai nama perkampungan di bekas lokasi tersebut.

-------------------------------------

Asal usul istananya:

Dalam pelelangan sekitar tahun 1883 rumah tersebut jatuh ke tangan Oei Tjie Sien, ayah Tiong Ham. Sayang tak ada catatan tahun berapa bangunan gedung tersebut dibangun tetapi diperkirakan sekitar seperempat abad ke 19. Pada sekitar tahun 1888 Oei Tiong Ham yang pada waktu itu berusia sekitar 22 tahun pindah menempati rumah yang terletak di jalan Gergaji (kini jalan Kyai Saleh) tersebut.


-------------------------------------


Gambar dulu: Istananya berbentuk U. Di latar belakang tampak bukit Bergota di kanan. Bukit Gunungsawo dan bukit Bongsari di kiri.

http://collectie.tropenmuseum.nl/imageproxy.asp?port=20980&cache=yes&width=800&filename=/G%20schijf/TMSMedia/images/screen/60046717.jpg

Sumber gambar: http://tropenmuseum.nl (gambar ukuran asli klik sini (http://collectie.tropenmuseum.nl/imageproxy.asp?port=20980&cache=yes&filename=/G%20schijf/TMSMedia/images/screen/60046717.jpg))


-------------------------------------


Gambar sekarang: Istana dilihat dari Jl Kyai Saleh.

http://lh4.ggpht.com/-WCROeagOWWI/SZ1XxC1Sb4I/AAAAAAAAA-0/mLmrkqMbRgw/IMGP2823.JPG

Sumber gambar: https://picasaweb.google.com/104879888960446356096


-------------------------------------


Foto satelit: http://www.wikimapia.org/#lat=-6.995384&lon=110.4148453&z=19&l=0&m=s


-------------------------------------


Bagian dalam istana:

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/62800_430296609806_215519774806_5113175_2230981_n.jpg

Sumber gambar: http://www.facebook.com/note.php?note_id=437164640052

.

titus15
August 19th, 2011, 02:58 AM
Tfs om Bozhart: Ini nyicil boyongan dari link halo Semarang:

part1:http://halosemarang.com/blog/2011/03/31/mengenal-oei-tiong-ham-1-raja-gula-asia-tenggara-dari-semarang/oei-tiong-ham1/

Namanya Oei Tiong Ham, atau dalam bahasa Tionghoa dikenal sebagai Huáng Zhònghán. Jangan mengaku orang Semarang asli jika tidak mengenalnya. Dia adalah pendiri perusahaan multinasional pertama di Asia Tenggara dan orang terkaya pada zamannya di kawasan itu dengan kekayaan lebih dari 200 juta gulden.

Pria yang dijuluki Raja Gula Asia Tenggara ini dilahirkan di Semarang pada 13 Tjap-Gwee Tahun Phia-in zaman kaisar Tong Tie memerintah tahun ke lima, pukul 2 siang Bie Sie atau 19 November 1866, sama dengan tahun lahirnya pemimpin China, Dr Sun Yat Sen. Ia putra kedua dari delapan orang anak di dalam keluarganya. Tapi di literatur lain disebutkan Tiong Ham merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya Oei Tiong Tjan meninggal usia muda, dan adiknya Oei Tiong Bing atau dikenal dengan Majoor Djoe Gwan.

Ayahnya, Oei Tjie-sien (Huáng Zhìxìn) adalah peletak dasar bagi imperium keluarga Oei. Tjie Sien berasal dari daerah Tong An di Fujian, China. Pada 1863 Tjie Sien mendirikan Kongsi dagang Kian-gwan (Jianyuan Gongsi) yang bergerak dalam jual-beli karet, kapuk, gambir, tapioka dan kopi.

Tiong Ham mewarisi kerajaan bisnis Tjie Sien pada 1890 dengan kekayaan senilai 17,5 juta gulden. Di tangannya bisnis didiversifikasi hingga ke jasa pengiriman, kayu, property, sampai opium. Pada 1890-1904, laba Tiong Ham yang mengibarkan bendera Oei Tiong Ham Concern (OTHC) mencapai 18 juta gulden.

Pada peralihan abad memasuki abad ke-20, Tiong Ham telah menjadi orang terkaya di Asia Tenggara dengan kekayaan 200 juta gulden. Cabang bisnisnya menyebar hingga Bangkok, Singapura, Hong Kong, Shanghai, London dan New York. OTHC juga mempunyai properti dan sejumlah pabrik di Jawa, sebuah bank, broker di London dan armada kapal yang terdaftar di Singapura.

Tak seperti kebanyakan pengusaha Tionghoa saat itu, Tiong Ham yang dekat dengan penguasa kolonial mempraktikkan kontrak bisnis dalam menjalankan usahanya. Ini membuatnya tidak populer di karangan pebisnis Tionghoa. Namun, memberinya kekuatan hukum ketika orang yang berutang padanya tak melunasi kewajibannya.

Banyak yang berutang padanya adalah pemilik pabrik gula di Jawa Timur. Dan ketika mereka tak bisa melunasi kewajibannya sebagai efek krisis gula yang terjadi di tahun 1880, Tiong Ham menggunakan haknya sebagai kreditor. Dia mengakuisisi banyak pabrik gula, di antaranya pabrik gula Tanggulangin, yang menjadikannya terkenal dengan sebutan Raja Gula.

Tiong ham tak hanya berhasil sebagai pebisnis. Tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Ia diangkat menjadi pemimpin Tionghoa di Semarang berpangkat Mayor dan sering membantu dalam kegiatan sosial. Tahun 1904, Tiong Ham menjadi orang Tionghoa pertama di Semarang yang memotong thaocang atau kuncir rambut dan berpakaian jas model barat.

Tapi ia tidak sembarangan melakukannya. Untuk itu ia mendapatkan ijin dari Gubernemen Jenderal Hindia Belanda melalui advokatnya Baron van Heeckereen. Tingkahnya itu sempat menjadi buah bibir bahkan dimuat pada surat kabar Bintang Hindia yang terbit di Belanda, juga di koran Bintang Betawi, Pembrita Betawi, Warna Warta dan Pewarta Soerabaia.(*)

titus15
August 19th, 2011, 02:59 AM
part 2: http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-2-indahnya-istana-balekambang/

Mengenal Oei Tiong Ham (2), Indahnya Istana Balekambang
Penulis: lepenalit Tanggal 31 Maret 2011 Jam 20:37
dalam kategori: Info Bisnis

Keberhasilan Tiong Ham disebabkan oleh kepandaiannya menjalin hubungan baik dengan para penguasa kolonial Belanda. Ketokohannya membuat pemerintah Belanda mempercayakan gelar Mayoor der Chinezen kepadanya. Ia pun diijinkan menempati rumah di luar areal pecinan seperti yang ditentukan dan memotong kuncir rambut (taochang).

Dua istananya sangat megah dan terkenal. Istana utama di Gergaji terkenal sangat luas, sedangkan istana yang berada di Simongan dikenal dengan keindahan pemandangannya. Istana di gergaji mempunyai luas areal sekitar 200 acre atau sekitar 81 hektar. Membentang dari Simpanglima, Jalan Pandanaran, Randusari, Mugas, Jalan Pahlawan termasuk kompleks Gubernuran dan Polda Jateng, wilayah Gergaji hingga Jalan Kyai Saleh.

Gedung intinya seluas 9,2 hektar, memiliki 200 ruangan, dapur, vila pribadi, 2 paviliun besar dan kebun binatang pribadi. Ia memiliki 40 pembantu dan 50 tukang kebun. Uniknya dia membangun tempat beribadah khusus untuk para pembantunya.

Istana ini merupakan landmark bagi masyarakat Semarang pada sekitar permulaan abad ke 20 hingga paruh abad ke 20. Masyarakat setempat menyebutnya Istana Oei Tiong Ham atau Istana Gergaji. Masyarakat juga menyebutnya sebagai Kebon

Rojo karena Tiong Ham banyak memelihara hewan hingga mirip kebun binatang. Disebut juga Taman Bale Kambang karena di kompleks istana ada kolam-kolam ikan yang diatasnya dibangun bale atau gazebo untuk beristirahat. Nama Bale Kambang kini masih dipakai sebagai nama perkampungan di bekas lokasi tersebut.

Keindahan kompleks rumah Oei Tiong Ham menarik perhatian masyarakat. Banyak penumpang kapal yang berlabuh di Semarang menyempatkan diri untuk berkunjung. Tiong Ham juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati taman indah di rumahnya itu pada akhir pekan dan hari besar.

Menurut catatan, rumah tersebut bukanlah rumah yang di bangun oleh Oei Tiong Ham tetapi pemilik semula adalah tuan Hoo Yam Loo, seorang pedagang Tionghoa kaya raya yang mendapat hak monopoli dalam perdagangan candu (opium pachter) dari pemerintah kolonial Belanda. Tetapi dalam perjalanan waktu, pedagang tersebut mengalami kerugian besar sehingga dinyatakan bangkrut. Semua harta benda disita untuk kemudian dilelang termasuk gedung besar tersebut.

Dalam pelelangan sekitar tahun 1883 rumah tersebut jatuh ke tangan Oei Tjie Sien, ayah Tiong Ham. Sayang tak ada catatan tahun berapa bangunan gedung tersebut dibangun tetapi diperkirakan sekitar seperempat abad ke 19. Pada sekitar tahun 1888 Oei Tiong Ham yang pada waktu itu berusia sekitar 22 tahun pindah menempati rumah yang terletak di jalan Gergaji (kini jalan Kyai Saleh) tersebut.

Pada saat Tiong Ham memutuskan pindah, masyarakat Tionghoa merasa sangat heran dan kagum atas keberaniaanya untuk melawan hukum yang berlaku pada waktu itu. Maklum, saat itu masih berlaku peraturan Wijkenstelsel dimana orang-orang Tionghoa tidak diperbolehkan bertempat tinggal di luar daerah yang telah ditentukan oleh pemerintah kolonial Belanda, semisal daerah pecinan. Sedang rumah tersebut terletak di daerah pemukiman orang-orang Belanda.(*)

titus15
August 19th, 2011, 03:00 AM
Part 3: http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-3-asetnya-tersebar-di-seantero-dunia/

Mengenal Oei Tiong Ham (3) Asetnya Tersebar Di Seantero Dunia
Penulis: lepenalit Tanggal 31 Maret 2011 Jam 20:57
dalam kategori: Info Bisnis

foto: Di salah satu bangunan di jalan ini (sekarang Jalan Kepodang, Kota Lama) tempat kantor Oei Tiong Ham

Istana Oei Tiong Ham bukan hanya di Semarang. Dia juga membangun istana lain di Singapura dan di Beijing untuk anak kesayangannya Oei Hui Lan dari istri pertama Geoi Bing Nio. Belum lagi rumah rumah mewah yang dia miliki di London, Paris dan Amerika.

Rumah Di London merupakan hadiah perkawinan untuk putri sulungnya Tjong Lan (kakak Oei Hui Lan). Seluas 2 hektar dengan harga 200.000 Poundsterling pada tahun 1913.

Istana di Beijing ini bukan gedung sembarangan. Bangunan mewah itu didirikan oleh Raja China dari Abad 17 untuk seorang gundiknya. Di istana itulah kemudian presiden China pertama Dr. Sun Yat Sen meninggal tahun 1925. Tempat itu dibeli Tiong Ham pada sekitar tahun 1920 dengan harga 100.000 US Dolar plus 150.000 US Dolar lagi untuk dekorasi rumah itu. Istana itu memiliki 200 ruangan, 80 kamar, dan kolam renang mewah model Eropa.

Tiong Ham masih menghadiahi putri emasnya itu dengan rumah mewah di Singapura. Tak kalah mentereng, rumah ini memiliki 40 kamar tidur dan kolam renang mewah model Eropa.

Yah, kekayaan 200 juta gulden pada masa itu memang luar biasa banyaknya. Tiong Ham telah menjadi orang terkaya di Asia Tenggara bahkan Asia. Cabang bisnisnya menyebar hingga Bangkok, Singapura, Hong Kong, Shanghai, London dan New York. Ia menguasai sejumlah pabrik gula di Jawa, sebuah bank, broker di London dan armada kapal yang terdaftar di Singapura.(*)

titus15
August 19th, 2011, 03:02 AM
PArt 4: http://halosemarang.com/blog/mengenal-oei-tiong-ham-4-punya-bakat-sugih-sejak-lahir/

Mengenal Oei Tiong Ham (4), Punya Bakat Sugih Sejak Lahir
Penulis: lepenalit Tanggal 31 Maret 2011 Jam 21:06
dalam kategori: Info Bisnis
oei+tiong+ham

Oei Tiong Ham dikenal mempunyai bakat sugih sejak lahir. Selain berasal dari keluarga kaya, ia juga memiliki kecerdasan bawaan, pandai memanfaatkan kesempatan, mempunyai visi yang tajam, wawasan luas dan sangat disiplin serta bertanggung jawab.

Sifat-sifat menonjolnya itu sudah kelihatan sejak kecil. Ketika masih bayi, ayahnya memperlihatkan Peh Dji (perhitungan hari lahir) Tiong Ham kepada seorang peramal. Hasilnya si peramal mengatakan bahwa Tiong Ham memiliki Peh Dji sangat bagus. Ia diramal akan menjadi seseorang yang sangat tajam otaknya, mempunyai kedudukan mulia dan akan menjadi hartawan besar.

Bakatnya sebagai organisator dan pelobi ulung juga tergambar melalui sebuah cerita di masa kecilnya. Arkian, Tiong Ham memiliki banyak teman dan dia termasuk yang dituakan dalam kelompoknya. Suatu ketika ia mengajak para sahabatnya menonton pertunjukan Wayang Potehi di Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, kompleks Pecinan.

Karena terburu-buru salah satu sahabatnya menyenggol beberapa dasaran pedagang hingga jatuh berantakan. Walhasil, beberapa pedagang itu menuntut sahabatnya untuk mengganti rugi. Semua teman-temannya ketakutan. Tapi tidak dengan Tiong Ham. Ia maju sendirian dan berkata kepada pedagang bahwa dirinya yang akan mengganti rugi. Ia lalu mengajak para pedagang menghadap ayahnya di rumahnya.

Tentu saja ayahnya kaget. “Kenapa kita jang moesti ganti, boekankah itoe anak jang bikin salah?” kata Oei Tjie Sien.

Namun dengan tenang oei Tiong Ham menjawab bahwa ia merasa bertanggungjawab karena dirinyalah yang mengajak sahabatnya menonton wayang. “Kerna owee jang adjak menonton wajang, maka owee-lah jang aken pikoel itoe risico, dimana toch owee ada lebih mampoe dari sobat owee.”

Puas dengan jawaban Tiong Ham, ayahnya pun bersedia membayar semua kerugian para pedagang.(*)

tipenb168
August 19th, 2011, 05:04 AM
^^ ^^ ^^
apa masih ada keturunan dari oei yg masih tinggal di indonesia? apa udah pindah ke luar negeri semua yah?
skrg status nya istana nya oei itu milik siapa? pemerintah? apa bisa dikunjungi oleh orang biasa?

edytoah
August 19th, 2011, 05:16 AM
Mas Titus ini untuk melengkapi cerita di atas,cuma pasti mumet bacanya karena ini dalam Ejaan Lama (jadi ngak gw cuplik) ,disusun dari blog cucu seorang Jurnalis Tionghoa dari Malang .. mungkin th 20-an spi 40an dengan nama Tjamboek Berdoeri.

Cerita 4 seri ini mengingat kebaikan dan jiwa sosial Majoor Oei Tiong Ham,mungkin ditulis pada saat Majoor Oei Tiong Ham tsb meninggal.

http://tjamboek28.multiply.com/journal/item/415

http://tjamboek28.multiply.com/journal/item/416

http://tjamboek28.multiply.com/journal/item/417

http://tjamboek28.multiply.com/journal/item/418

Ada photo ttg penguburan Majoor Oei Tiong Ham di atas, menarik photo di Bagian ke 2 tsb :

http://img828.imageshack.us/img828/1608/penguburanoth.jpg

Tampak kereta mewah tp sebelumnya ada keterangan jenasah dipindahkan dari "praoe" (perahu ? .. apa sebelumnya Istana Oei Tiong Ham yang lain di Simongan tsb harus lewat kali Semarang (Banjir kanal Barat sekarang)) ke "vrathtauto" (mobil).

Dibagian ke empat ada informasi jenasah Oei Tiong Ham dikuburkan di daerah Simongan,bisa jadi Gedung Batu yang Mas Titus pernah sebut.

edytoah
August 19th, 2011, 05:25 AM
^^ ^^ ^^
apa masih ada keturunan dari oei yg masih tinggal di indonesia? apa udah pindah ke luar negeri semua yah?
skrg status nya istana nya oei itu milik siapa? pemerintah? apa bisa dikunjungi oleh orang biasa?

Harusnya sebelumnya semua sudah di Nasionalisasi ama Pemerintah Pak tipenb .Tapi kemudian bisa juga kalau orang yang mampu bisa ahli waris atau orang lain yang punya kemampuan dari segi finansial melakukan pengajuan "Ruslag"/tukar-guling", transaksi dengan instansi pemerintah dgn menukar aset lain.Tentu saja pertimbangan awal disetujui Ruslag adanya "benefit" untuk Pemerintah juga ada kesepakatan memelihara aset BCB dll.
Misal Pemkot sedang butuh tanah untuk bikin Rusunawa ... ada Bangunan Cagar Budaya yang sudah di-Nasionalisasi (milik pemerintah) .. bisa saja karena pertimbangan tanah untuk Rusunawa lebih penting untuk orang banyak .. BCB tsb diruslag oleh ahli waris misalnya.

edytoah
August 19th, 2011, 06:04 AM
Berikut saja lengkapo kolektie byoscop bioscop tempodoeloe semarangan:
http://img685.imageshack.us/img685/4066/28800822687613280871520.jpg
Bioskop Grand Jalan Mataram (a.k.a. Gelora)
Arsitek : Ir. Liem Bwan Tjie
sekarang jadi Mataram plasa
dari: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2268761328087&set=a.1552729827747.73527.1520195124&type=1&theater

Masih menangi th 80am habis lulus SMP .. nonton film "Puspa Indah Taman Hati" (Bintangnya Rano Karno dan Yessy Gusman release th 79, sebelumnya Gita Cinta dari SMA) di bioskop Gelora di Mataram ini. Seingat saya bentuk atasnya hampir spt di photo ini .. cuma tidak kotak-2 spt itu mgkn ada perubahan sedikit.
Biasanya ada pagar rel besi untuk antre masuk.

titus15
August 19th, 2011, 08:17 AM
^^ ^^ ^^
apa masih ada keturunan dari oei yg masih tinggal di indonesia? apa udah pindah ke luar negeri semua yah?
skrg status nya istana nya oei itu milik siapa? pemerintah? apa bisa dikunjungi oleh orang biasa?


25 Maret 2011 | 19:38 wib
Berita Aktual » Daerah
Rumah Warisan Raja Gula Asia Oei Tiong Ham Dirobohkan
Share
image

PUING-PUING: Seorang warga melintas di antara puing-puing bongkaran bangunan bersejarah di Jalan Pedamaran, Kampung Tamtin 69 Kawasan Pasar Johar Semarang, Jumat (25/3). Bangunan itu diperkirakan berusia 100 tahun, bekas gudang pern

Semarang, CyberNews. Salah satu bangunan heritage dua lantai di Kota Semarang di Jalan Pedamaran, Kampung Tamtin No 69, dirobohkan. Bangunan yang dulunya gudang niaga milik raja gula Oei Tiong Ham itu hari ini (25/3), tinggal menyisakan sebagian tembok. Atap rumah sudah dirobohkan.

Material bekas bangunan pun sudah tidak berbekas karena langsung dijual kepada pemborong. Pekerja yang pagi hari masih terlihat mengangkut material, sore harinya sudah tidak terlihat di lokasi. Hanya beberapa warga yang tampak melihat lihat bekas rumah tersebut.

Menurut informasi, rumah tersebut diwarisi oleh cucu Oei Tiong Ham, Tjie Susi Rahmawati (50). Slamet Riyadi (41), warga Kampung Tamtin mengatakan, sekitar 20 tahun terakhir rumah tersebut dikontrak oleh 53 keluarga. Karena alasan hendak dibongkar, pengontrak diminta pindah dan diberi uang pengganti Rp 400.000/keluarga.

''Uang Rp 400 ribu ini sama dengan besarnya sewa kontrak per tahun. Kami diminta pindah karena rumah itu akan dibongkar,'' katanya.

Pembongkaran rumah bersejarah tersebut sejak 15 hari lalu. Ketua RT 2 Kampung Tamtin A Cholil Efendi (52) mengatakan, rumah tersebut dirobohkan karena kondisinya sangat memprihatikan. ''Kayu blandarnya sudah keropos dan membahayakan penghuni,'' katanya.

( Hartatik / CN27 / JBSM )
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/03/25/81220/-Rumah-Warisan-Raja-Gula-Asia-Oei-Tiong-Ham-Dirobohkan
=====================
menurut berita dari suara merdela ini, masih ada ahli warisnya untuk beberapa aset. Mungkin yang dinasionalisasikan hanya aset berbentuk perusahaan, kekayaan lainnya masih diwariskan.

titus15
August 19th, 2011, 08:28 AM
Masih menangi th 80am habis lulus SMP .. nonton film "Puspa Indah Taman Hati" (Bintangnya Rano Karno dan Yessy Gusman release th 79, sebelumnya Gita Cinta dari SMA) di bioskop Gelora di Mataram ini. Seingat saya bentuk atasnya hampir spt di photo ini .. cuma tidak kotak-2 spt itu mgkn ada perubahan sedikit.
Biasanya ada pagar rel besi untuk antre masuk.

Liem Bwan Tjie (arsitek bioskop Grand)
http://img847.imageshack.us/img847/3127/grandn.jpg
ini tergolong arsitek terkemuka di Indonesia. Di Semarangkaryanya antara lain kolam renang Stadion, depan stadion diponegoro dan sebuah vila di Jalan Tumpang, Candi:
http://img17.imageshack.us/img17/9531/86545899.jpg

http://img707.imageshack.us/img707/7160/semazwm2.jpg

Arsitek Semarang yang terkemuka lainnya, sampai-sampai namanya diabadikan jadi jalan adalah Admodirono. Konon dia yang membantu Mr Pont (arsitek Sabuga ITB dan Stasiun Poncol) untuk merancang paviliun2 yang digunakan untuk pameran Koloniale Tentoonsteling 1914 di Mugas Semarang.

Ada yang tau informasi tentang Admodirono??

titus15
August 19th, 2011, 02:24 PM
20 Agustus 2011, atau 97 tahun yang lalu tepatnya tahun 1914, Kolonial Tentoonsteling resmi dibuka. Sebagai Ekspo dunia, ini tentoonsteling adalah yang terbesar yang pernah diselenggarakan di Asia Tenggara sampai saat ini:
http://img836.imageshack.us/img836/5342/gerbangkoloniale.jpg
Lahan yang digunakan sekitar 26 hektar di lahan pinjaman dari Oei Tiong Ham

titus15
August 19th, 2011, 02:48 PM
ini site lokasi pameran ini
http://img29.imageshack.us/img29/4125/sentilingperbandingan.jpg

titus15
August 19th, 2011, 02:50 PM
ini catatan 2 sejarah besar dan kecil yang menyertainya, sama-sama coretan tangan tentang satu hal yang saling bersinggungan, dan tentang masa depan generasi-generasi sesudahnya, termasuk kita mungkin:

Sekiranja akoe seorang Belanda, akoe tidak akan menjelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri jang kita sendiri telah merampas kemerdekaannja.

‘Kalaoe akoe seorang Belanda’ Apa jang menjinggoeng perasaankoe dan kawan-kawan sebangsakoe teroetama ialah kenjataan bahwa bangsa inlander diharoeskan ikoet mengongkosi soeatoe pekerjaan jang ia sendiri tidak ada kepentingannja sedikitpoen.

kutipan dari Als Ik Netherlander was, tulisan Suwardi Soeryaningrat, mengenai rencana peringatan 100 tahun kemerdeaan Belanda di tanah jajahannya.


dan sedikit catatan lainnya:


“Aku melihat meneer Soekarto pertama kali ketika bersama Kangmas Kartowidagdo hendak nonton Koloniale Tentonstelling di Semarang. Kami menginap di rumah Bapak Ibu di Genuk, timur Semarang. Aku tidak diperkenalkan, juga tidak berkenalan sendiri. Jumpa kedua kalinya sudah duduk bersanding, karena jadi pengantin. Aku menjadi istri meneer Sukarto”

catatan trah Kartoamijayan di Semarang, tentang perayaan yang dimaksud Suwardi Suryaningrat sebagai sejarah minor yang terserak...

Venantio
August 19th, 2011, 04:36 PM
ini site lokasi pameran ini
http://img29.imageshack.us/img29/4125/sentilingperbandingan.jpg

Wah... jebule omahe morotuwoku katutan.... hahaha

titus15
August 19th, 2011, 06:09 PM
katutan opo mas??

Venantio
August 19th, 2011, 09:04 PM
katutan opo mas??

Hahaha... katutan dadi bekas panggonan tentoonsteling (neng jerone garis abang..) hahaha.. Lanjut mang...

titus15
August 20th, 2011, 12:59 AM
^^ sip... berarti ada kisahnya juga...wkwkwk....

edytoah
August 23rd, 2011, 03:43 PM
ini site lokasi pameran ini
http://img29.imageshack.us/img29/4125/sentilingperbandingan.jpg

Yang ada tandanya A itu Gedung apa ya Mas Titus,kelihatannya Gdg tanda A tsb ada di daerah Mugas spi Kyai Saleh dpn Bergoto, apa aksesnya masuk dari samping Stadion Mugas ya ?
Sekarang mgkn masih ada gedung tanda A tsb .. karena di gogleearth masih kelihatan sama juga.

cokroaminoto
August 23rd, 2011, 03:56 PM
^^^^ Kalau tidak salah mungkin itu gedung SMPN 11 Semarang

titus15
August 23rd, 2011, 04:44 PM
^^ smp 10 mas. Di beri A soalnya konturnya bisa jadi tetenger, tanah datar cukup luas diatas perbukitan Mugas.... Kalo nggak salah jaman tentoonsteling waktu itu jadi kawasan restorasi. Mungkin untuk menikmati suasana pameran dari atas perbukitan...

edytoah
August 23rd, 2011, 04:46 PM
Mas Titus ini untuk melengkapi cerita di atas,cuma pasti mumet bacanya karena ini dalam Ejaan Lama (jadi ngak gw cuplik) ,disusun dari blog cucu seorang Jurnalis Tionghoa dari Malang .. mungkin th 20-an spi 40an dengan nama Tjamboek Berdoeri.

Cerita 4 seri ini mengingat kebaikan dan jiwa sosial Majoor Oei Tiong Ham,mungkin ditulis pada saat Majoor Oei Tiong Ham tsb meninggal.

http://tjamboek28.multiply.com/journal/item/415

http://tjamboek28.multiply.com/journal/item/416

http://tjamboek28.multiply.com/journal/item/417

http://tjamboek28.multiply.com/journal/item/418

Ada photo ttg penguburan Majoor Oei Tiong Ham di atas, menarik photo di Bagian ke 2 tsb :

http://img828.imageshack.us/img828/1608/penguburanoth.jpg

Tampak kereta mewah tp sebelumnya ada keterangan jenasah dipindahkan dari "praoe" (perahu ? .. apa sebelumnya Istana Oei Tiong Ham yang lain di Simongan tsb harus lewat kali Semarang (Banjir kanal Barat sekarang)) ke "vrathtauto" (mobil).

Dibagian ke empat ada informasi jenasah Oei Tiong Ham dikuburkan di daerah Simongan,bisa jadi Gedung Batu yang Mas Titus pernah sebut.

Kapan coba nanti saya lengkapi Mas Titus .. Photo Istana Gedong Dhuwur Simongan kondisi sekarang yang katanya dulu, Oei Tiong Ham dimakamkan disana sebelum dipindah ke Singapore th 40an setelah Kemerdekaan RI.
Istana Gedong Dhuwur dibangun oleh Oei Tjie Sin,Papahnya Oei Tiong Ham dan menjadi tempat peristirahatan terakhir Oei Tjie Sien.
Gedong Dhuwur ini sejajar dengan titik pusat Gedong Batu,kearah Utara.
Gedong Dhuwur ini terdiri 2 bangunan utama yang disebut sarang Garuda yang menghadap arah Selatan,dimana Oei Tjie Sin menyakini sebagai tempat yang ideal untuk pemakamannya, dgn segaris Gedong Batu.
Gedong Batu Sam Po Kong adalah tanah sumbangan Oei Tjie Sin,yg dibeli dari Yohanes Tuan Tanah Yahudi.

http://img35.imageshack.us/img35/8224/gdbatudhuwur.jpg

Gedong Dhuwur ini secara arsitektur Timur (China khususnya Fung Shui) lebih mnenarik dari Istana Bale Kambang yg dulu milik Oei Tiong Ham di Gergaji.
Seorang mahasiswa S2 Arsitektur Undip bahkan membuat thesis ttg hal ini, bs di download di :

http://eprints.undip.ac.id/15085/1/2005MTA3892.pdf

Dibawah dari lampu merah Kelud juga nampak bangunan adalah Gedong Renteng, yang merupakan satu kesatuan dengan Gedong Dhuwur yang dulu milik Oei Tjie Sin tsb.Gedong Renteng juga menjadi asrama eks TNI Kodam IV dan pegawai sipil Kodam IV.

Spi sekarang Gedong Dhuwur jadi didiami pensiunan anggota TNI Kodam IV dan pensiunan pegawai sipil Kodam IV Diponegoro dan kondisi cukup memprihatinkan.Sayang belum dapat photonya Istana Gedong Dhuwur tsb yang lama,walau di buku Oei Hui Lan menceritakan juga indahnya Istana ini dengan kolam Teratai dan view kesegala arah.
Istana Gedong Dhuwur terdiri 2 bangunan utama,kondisi masih ada, cuma bangunan lain seperti kandang kuda,dll, sudah tidak ada.

Beberapa hari yang lalu saya survey lokasi ke situ,cuma belum siap ambil photo karena suasana kelihatan sangat padat di bangunan Gedong Dhuwur tsb,kelihatannya dihuni beberapa keluarga pensiunan TNI.
Agak ngak PD sy Mas Titus,karena sya harus nemui seperti Sesepuh disitu,ya masih dianggap Komandan Asrama disitu. :) .. Apa kapan-2 janjian ama saya Mas Titus kesana bareng .. kita wawancara on the spot disitu .. :banana:

Akses gampang dari Simongan Raya dari Bojong Salaman, sebelum lampu merah ada jalan naik dengan nama jln Pamularsih III, harusnya dulu ada Gerbang China di mulut jalan Pamularsih III ini ...
Setelah naik jalan pecah jadi 2 ke kiri dan ke kanan .. harusnya dulu ada kolam Teratai ... Bangunan Sarang Garuda nampak yang paling tinggi .. sebelah barat ada tembok Seminari Baptis (dulu katanya rumah tinggal Yohanes Tuan tanah Yahudi ).

Venantio
August 23rd, 2011, 04:51 PM
Saya usul, gimana kalau thread ini dijadikan inspirasi untuk penerbitan buku mengenai sejarah Kota Semarang?

Dengan metode survey, wawancara dan ditambah dengan studi pustaka serta koleksi foto, rasanya sudha lengkap sekali bahan yang bisa didapat untuk penerbitan buku itu...

titus15
August 23rd, 2011, 04:56 PM
^^ setuju mas... Sejarah Semarang agak beda dari kota-kota lain. Dari kelahirannya bisa dibilang masih muda baru 460an tahun, tapi seperti cerita dongeng-dongeng. Bayangkan sebuah kota yang muncul dari dasar lautan... apa nggak seperti dongeng-dongeng??

Menyenangkan sekali bisa berbagi cerita tentang kota kita. Siap mas Edytoah, mungkin abis lebaran saya pulang Semarang (sekarang domisili di Jogja soalnya), kita bisa janjian buat survey lokasi bareng sekalian mencari-cari apa yang bisa dicari hehehe...

bw seharusnya juga gak harus tepat sekali dengan metode survey dan olah pustaka yang terlalu canggih. Cerita dari mulut ke mulut malah mungkin jauh lebih impresif dan menceritakan banyak sisi sejarah yang sebelumnya tidak tertuliskan. Jadi justru bisa lebih alamo, masyarakat yang menulis bukunya sendiri...

titus15
August 23rd, 2011, 06:00 PM
mas edytoah apa benar ini interior gedung marabunta??
http://img855.imageshack.us/img855/6876/operaint.jpg

edytoah
August 24th, 2011, 06:04 PM
mas edytoah apa benar ini interior gedung marabunta??
http://img855.imageshack.us/img855/6876/operaint.jpg

Betul sekali Mas ... Info dari penjaga dulu memang pernah disewa untuk cafe sekitar 10 th lalu oleh orang Singapore ktnya.
Kondisi sekarang tidak jauh berbeda, ini photo di dalam Gdg Marabunta :

http://img508.imageshack.us/img508/9300/interior1m.jpg

http://img21.imageshack.us/img21/5083/interior2p.jpg

Sy sempat masuk ke ruangan kantor.Ada gambar Matahari yang asli,sayang bukan photo tetapi spt photo copy yg dipajang bersama gambar Gedung Komedi yang asli dipake rapat seperti foto Mas Titus sebelumnya.
Matahari katanya dulu sering menari disitu (Gedung Komedi sebelah Gedung Marabunta yg sudah roboh tsb),selain itu juga menari di Gedung Opera di Bandarharjo Selatan yang ditutup karena berbahaya sudah ambruk didalamnya.
Photo Matahari tsb lebih gemuk/semok dari pada photo dari film Matahari jaman dulu.Mukanya jelas ada kesan turunan India,cantiknya khas. Nyari photo yg seperti itu nemunya di Google yang Matahari di film yang malah lebih menonjol kesan erotisnya. :cheers:
Saya cuplik yang agak sopan ya Mas Titus di bawah .. wkkwkkwkkk .. soalnya ada yang sambil tiduran mengkurep jg . ..qiqiqiqi ..

http://img856.imageshack.us/img856/8903/matahari4.jpg

Ini Gedung Opera di Bandarharjo Selatan, dulu ktnya Matahari .. Gadis keturunan Belanda dan India dari Ambarawa,sering menari di gedung tsb juga.

http://img836.imageshack.us/img836/7623/semarangutara1201108240.jpg

Di depan Gedung Opera ada Gedung tua yang dipakai ada jadi Perusda Pemda DATI I JATENG,tepatnya jl Bandarharjo Selatan no 9.Akses dari Blerok mau ke Cawang,tetapi ambil arah yang lurus,sebelum rel kereta belok kiri.Tetapi kelihatannya PERUSDA hanya pasang papan nama saja, gedung tsb kelihatannya juga tidak dipakai.
Diatas gedung masih nampak tulisan Verenigde Javasche Houthandel Maatscahppeuen,kelihatannya sebuah Maskapai Belanda dulunya.

http://img200.imageshack.us/img200/2033/perusdabandar.jpg

edytoah
August 24th, 2011, 08:52 PM
Gedong Dhuwur,rumah milik Oei Tjie Sin,Bapak dari Raja Gula Oei Tiong Ham.Pemilik tanah daerah Simongan pada jaman dulu.Dibangun th 1874 menurut berbagai sumber,tanah berupa bukit dibeli dari Yohanes Tuan tanah Yahudi.Sebagian tanah disumbangkan ke Yayasan Gedong Batu menjadi Kelenteng Sam Poo Kong.

Gedong Dhuwur (Sarang Rajawali) Tampak depan dan samping. Tampak Gedong ke dua di belakang sudah berubah bentuk,seharusnya dulu berlantai 2 juga,walau lebih kecil ukurannya.
Didepan Gedong ini dulunya adalah Kolam Teratai.

http://img40.imageshack.us/img40/8353/gdgdhuwurdpn.jpg

View Gedong Batu Sam Po Kong dari serambi depan Gedong Dhuwur,menghadap ke Selatan.
http://img231.imageshack.us/img231/6536/viewgdgbatu.jpg

Gedong Dhuwur bagian belakang. Ditengah dulunya ada jembatan penghubung ke Gedong kedua.
http://img855.imageshack.us/img855/848/gdgdhuwurblkg.jpg

edytoah
August 24th, 2011, 09:12 PM
Rumah pembakaran Ikan Asap di Lemu Raya,Belakang Perumahan Hasanudin Tanah Mas.
Ikan asap adalah bahan baku salah satu makanan khas Semarang, “Mangut”. Ikan yang diasapi adalah Ikan Pari,Manyung dan Tongkol.Mangut ikan pari yang paling enak dan paling mahal,kemudian Manyung, kalau MangutTongkol ada rasa pahit sedikit ditengah perut bawah.
Akankah suatu saat, industri pengasapan ikan ini akan diganti dengan alat yang modern ? Kasihan sekali kalau hal tsb terjadi kalau masuk pemodal besar, karena sebagian besar pengusaha pengasapan ikan ini adalah pengusaha ekonomi lemah yang trs bergulat hanya untuk bertahan hidup.

http://img190.imageshack.us/img190/8500/rmhikanasap1.jpg

http://img220.imageshack.us/img220/5056/rmhikanasap2.jpg

titus15
August 24th, 2011, 11:46 PM
pengasapan ikan ini salah satu ikon amazing buat para penggemar foto. Jika dalam suasana fajar, memnunculkan efek hazard impresion yang sangat kuat, yang menurut saya cuma mampu disaingi oleh foto pagi harinya pegunungan Bromo....

http://img833.imageshack.us/img833/5351/pengasapanikan.jpg
narayovda.multiply.com
http://img690.imageshack.us/img690/971/kaliasinlandscape.jpg
bwphotography-bwphotography.blogspot.com
http://img851.imageshack.us/img851/8479/3064746p.jpg
kompas.com

dulu ada rencana relokasi:
Jumat, 07 April 2006 SEMARANG
Line
Pemkot Berencana Merelokasi Pengasapan Ikan Bandarharjo

BALAI KOTA- Pemkot berencana merelokasi pengasapan ikan di Bandarharjo, Semarang Utara ke Kelurahan Trimulyo, Genuk. Namun sebelum hal itu terwujud, kondisi lingkungan sentra kerajinan tersebut perlu diperbaiki.

Kasubid Pengembangan Kawasan Bappeda Kota Semarang M Farchan ST, Rabu (6/4) mengemukakan, lokasi pengasapan ikan akan dijadikan satu dengan pelabuhan pendaratan ikan (PPI). Sementara dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK), PPI tersebut direncanakan berada di Trimulyo. ''Lokasi itu strategis, karena berdekatan dengan bongkar-muat ikan,'' katanya.

Dia belum bisa menyebutkan rencana pemindahan tersebut, karena baru ada dalam RDTRK. Namun sebelum pemindahan dilakukan, menurutnya, pengasapan ikan di Bandarharjo tetap perlu dipertahankan sebagai salah satu ciri khas Kota Semarang. Upaya yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kualitas lingkungan di kawasan itu, sehingga proses produksi makanan itu bisa lebih higienis. Selain itu diperlukan penerapan teknologi lebih modern. ''Perlu alih teknologi dan bisa dilakukan oleh perguruan tinggi.''

Farchan menyampaikan hal itu di sela-sela seminar regional pengembangan industri pengasapan ikan Bandarharjo, di lantai delapan Gedung Moch Ikhsan, Kompleks Balai Kota. Seminar diselenggarakan Unika Soegijapranata dan Pemkot.

Sementara itu, peneliti Pusat Studi Urban Lemlit Unika Soegijapranata Marcella Elwina S SH MHum memaparkan berbagai persoalan mengenai lokasi pengasapan ikan di Bandarharjo. Antara lain rob, kondisi tanah lembek dan ambles, sulit mendapat air bersih, pencemaran sungai dan sumur, serta sistem drainase yang buruk. Selain itu masih ada persoalan seperti pembuangan sampah di sungai dan pengelolaan limbah, termasuk asap. ''Limbah asap ini mengganggu permukiman di sebelah barat kawasan itu,'' kata dia.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Semarang Ir Ida Purnomowati menuturkan, pengasapan ikan tersebut cukup prospektif. Sentra kerajinan itu setiap hari rata-rata bisa memproduksi lima ton ikan asap dengan harga 1.000/kg, sehingga dalam sehari para perajin bisa memperoleh pendapatan Rp 5 juta. (G6-37s)

-----------------------------------------------------

sayang kalo dipindah. Belum tentu ditempat yang baru bisa menghasilkan impresi serupa. Ada baiknya kalo rob bener2 bisa diatasi dengan Jatibarang, BKB, polder dan retensi, tempat ini sdikit diupgrade saja kebersihan lingkungannya, dan tambah fasilitas kuliner, maka bisa jadi tambahan khasanah culinary tourism yang cukup menarikkk...

titus15
August 24th, 2011, 11:49 PM
Tq infonya mas Edytoah... wah banyak tempat belum terjelajahi di Semarang ini ternyata. Banyak sejarah diluar sejarah mainstream yang terkubur. Btw banyak aset Tiong ham selain jadi milik Rajawali Nusindo, juga jadi milik pproperti TNI ya, seperti istana Balaikambang yang dulu sempat jadi Balai Prajurit....

titus15
August 25th, 2011, 07:07 AM
Photo Matahari tsb lebih gemuk/semok dari pada photo dari film Matahari jaman dulu.Mukanya jelas ada kesan turunan India,cantiknya khas. Nyari photo yg seperti itu nemunya di Google yang Matahari di film yang malah lebih menonjol kesan erotisnya. :cheers:
Saya cuplik yang agak sopan ya Mas Titus di bawah .. wkkwkkwkkk .. soalnya ada yang sambil tiduran mengkurep jg . ..qiqiqiqi ..

http://img856.imageshack.us/img856/8903/matahari4.jpg


Mata Hari ini sangat legendaris rupanya sampai2 presiden Zarkozy dari Perancispun terobsesi membuka sekolah spionase dari James Bond dan Mata Hari .. yang dieksekusi mati di Perancis juga...
http://www.independent.co.uk/news/world/europe/sarkozy-puts-woman-in-charge-of-spy-school-1863911.html

titus15
August 25th, 2011, 05:00 PM
Nemu banyak banget foto2 tentang koloniale tentoonsteling disini
http://www.semarang.nl/exhibition/boek-1/index.html
http://www.semarang.nl/exhibition/boek-2/index.html
http://www.semarang.nl/exhibition/boek-3/index.html
http://www.semarang.nl/exhibition/boek-4/index.html

titus15
August 25th, 2011, 05:36 PM
sedikit coretan tentang kota lama:
http://img51.imageshack.us/img51/4738/27022011112025.jpg

edytoah
August 25th, 2011, 07:51 PM
Bicara ttg Arsitektur di Semarang,tidak lepas dari seorang arsitek Belanda yang unik, lain dari pada yang lain yaitu Herman Thomas Karsten.Karyanya yang monumental untuk kota Semarang adalah Pasar Johar,Tata kota kawasan Candi Baru,RS Elisabeth.
Untuk kota Solo adalah Pasar Gede.Karsten juga terlibat dalam Rencana Tata Kota Bandung juga desain tata pemukiman Kebayoran Baru di Jakarta.

Orang banyak mengira juga Herman Thomas Karsten adalah arsitek Lawang Sewu ( Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschapij (NIS) ),tetapi sebetulnya arsitek Lawang Sewu adalah C Citroen dari Firma JF Klinkhamer dan BJ Quendag dari Belanda.
( Sumber : http://m.1asphost.com/dailyreasons/berita-artikel.shtml ).
Lawang Sewu mulai dibangun th 1904 dan selesai 1907,Thomas Karsten tidak terlibat diawal, karena baru datang dari Belanda th 1914.
Tetapi kemudian Thomas Karsten terlibat di desain perkeretaapian dengan mendesain stasion Balapan Solo dan Kantor Joana Stoomtram Mij (sekarang kantor PT Kereta Api Indonesia Daops IV) (1930), setelah Lawang Sewu dibangun, mungkin karena hal tsb orang banyak mengira Lawang Sewu adalah desain Karsten,karena dia arsitek Belanda yang spektakuler dan unik yg tinggal di Hindia Belanda pada saat itu.Karsten sendiri kurang disukai oleh Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu karena sifat humanis terhadap orang-orang In donesia.

Berikut kisah unik ttg seorang Arsitek Humanis Herman Thomas Karsten.
Sumber : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2007/03/12/LYR/mbm.20070312.LYR123359.id.html

Kisah Seorang'Max Havelaar' Arsitek
Laki-laki asal Belanda itu diam mematung di depan pintu gerbang Pasar Gede Harjonagara, Solo. Dia seperti mencari sesuatu di antara tembok-tembok yang bercat kuning gading. Penampilannya necis, membuat para pedagang heran. Dia pun sesekali tersenyum kepada mbok-mbok penjual.

Mata cokelatnya menyiratkan ada sesuatu kala memandang bangunan itu. Mungkin rasa bangga. Charles Karsten, 40 tahun, laki-laki itu, Sabtu pertengahan Januari lalu, sedang menziarahi salah satu "warisan" mendiang kakeknya, Herman Thomas Karsten (1884�1945). Meski sudah bukan bangunan asli karena dua kali terbakar, dua kali dibangun lagi, Pasar Gede yang terletak di jantung Kota Solo itu masih tetap mempertahankan bentuk aslinya.

Kehadiran Charles di Solo untuk menghadiri hari ulang tahun Pasar Gede ke-77. Pasar ini dibangun pada 12 Januari 1930 oleh kakeknya atas pesanan Pakubuwono X (1893�1939). Berdiri di depan Pasar Gede yang arsitekturnya merupakan perpaduan unsur Eropa dengan lokal Jawa membuat ia merenung: bagaimana sang kakek dahulu dikenal sebagai arsitek yang suka mengkritik keras pemindahan corak bangunan Nederland ke negeri Hindia Belanda.

Pintu masuk pasar itu memiliki kanopi cukup lebar bertulisan Pasar Gede. Hurufnya bergaya art nouveau. Masuk ke pasar, kemudian tersaji sebuah ruang terbuka. Los pasar membujur dari utara dan ke timur. Atap pasar berbentuk limas. Untuk kantor pasar, Karsten memilih jendela pipih vertikal. Tapi pada bagian atas bentuknya menjadi setengah lingkaran neoklasik dengan atap berbentuk joglo.

"Pasar Gede merupakan kelanjutan pasar yang dulunya sudah ada jauh sebelum Keraton Kartasura pindah ke Surakarta. Dulu disebut pasar candi karena memang ada bangunan candinya di tempat itu," tutur Sudarmono, se-jarawan Universitas Negeri Sebelas Maret. Sebelum dibangun seperti sekarang ini, Pasar Gede memiliki latar depan rel kereta api. Kini rel tersebut tak berbekas.

Widya Wijayanti, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Tengah, melihat ciri khas karya Karsten adalah nilai kemanusiaannya yang kental. "Dia tidak pernah melupakan kepentingan orang-orang kecil, sesuatu yang jarang ditemui pada orang Belanda totok masa itu," katanya. Mengetahui bagaimana beratnya pekerjaan buruh gendong, Karsten misalnya membuat lantai los pasar cukup tinggi agar si buruh tak perlu jongkok untuk mengangkat barang. Kini meski Pasar Gede sudah dua kali direnovasi, kuli gendong masih bisa merasakan kenyamanan desain tersebut.

Udara juga dapat mengalir dengan leluasa. Sirkulasi dan ventilasi membuat cahaya masuk di dalam ruangan secara tidak langsung, membuat udara tak panas. "Bahkan Karsten juga memperhatikan perilaku burung kecil yang suka membuat sarang di bagian atap bangunan, agar nantinya bisa terhindar dari kotoran burung," tutur Widya.

l l l
Sumbangsih Karsten dalam menata dan memberikan bangunan-bangunan "penanda" bagi kota-kota kita sering dilupakan. Padahal perjalanan kearsitekannya tersebar di 19 kota besar di Jawa, dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, hingga Malang, Jawa Timur. Sedangkan di luar Jawa, dari Palembang hingga Banjarmasin.

Karsten datang dari keluarga terpelajar. Ayahnya adalah seorang profesor sejarah Romawi. Karsten menempuh studi di Technische Hoogeschool Delf. Sejak di awal perkuliahannya ia sudah aktif di Social Technische Vereeniging Democratische Ingenieur en Architecten, sebuah organisasi mahasiswa beraliran sosialis. Atas undangan Henry Maclaine Pont (pendiri Institut Teknologi Bandung), kakak kelas dua tingkatnya di Technische Hoogeschool, yang mendirikan biro arsitek di Semarang pada 1914, Karsten datang ke Semarang. Kepergiannya dianggap aneh oleh keluarganya karena kesempatan untuk hidup mapan di Belanda terbuka baginya.

Karsten langsung menjadi kepala kantor biro pembangunan Mclaine Point (meskipun kemudian berpisah). Setiap hari dia berkelana dari satu daerah ke daerah lain. Pada 1921, Karsten mengawini Soembinah Mangoendirejo, seorang gadis desa yang berasal dari Pegunungan Dieng. Tidak biasa bagi seorang Belanda totok menjadikan gadis pribumi sebagai istri sah, karena pada saat itu perempuan inlander hanya akan menjadi seorang gundik, laiknya Nyi Ontosoroh dalam tetralogi Pramoedya. Karsten juga memilih menjadi seorang Islam dengan menikahi Soembinah di sebuah masjid di daerah Ungaran, Semarang.

"Ada sifat pemberontakan pada diri Karsten. Menikahi perempuan inlander salah satu bukti kalau dia tidak memiliki sifat-sifat kolonial. Bahkan di kemudian hari dia pernah membela para buruh bangunan di Batavia," kata William A.J. Vroegop, seorang pengamat arsitek di Belanda. Karsten dikenal sebagai penentang arus. Ia, syahdan, tak pernah mengenakan dasi atau penutup leher tinggi seperti umumnya kalangan elite Belanda waktu itu. Ia juga tak pernah berpesta ke Societeit, tempat elite masyarakat Eropa bersenang-senang.

Karsten memiliki empat anak, dua laki-laki, dua perempuan. Simon, 81 tahun, anak keduanya, pensiunan arsitek, hidup di Belanda, mengenang masa kecilnya di Jawa. Meski tergolong orang kaya, mereka hidup sederhana. Ia ingat sehari-hari berkaki telanjang dan harus mencopot sepatunya bila tiba di rumah. Tiap minggu ia ingat ayahnya mengajak main badminton. Di samping mendengarkan Bach, ayahnya mewajibkan belajar gamelan.

"Kami sehari-hari berbicara Krama Inggil dan bila liburan kami pergi ke tempat si mbah di Dieng," kenang Simon. Dieng baginya sampai sekarang masih sebuah lembah sakral. Seluruh keluarga dari garis ibunya dikuburkan di puncak bukit; dari sana ia dapat memandang seluruh Dieng. Pada 1992, Simon mengunjungi Indonesia. Dengan backpack ia naik bus umum serta Colt angkutan pedesaan menyusuri Bandung, Yogya, Solo, Semarang untuk menjenguk bangunan-bangunan karya bapaknya. Ia menyempatkan diri nyekar makam keluarganya di Dieng. "Saya sangat kangen masa kecil saya. Bapak saya menginginkan kami dahulu menjadi orang Indonesia...."

Menurut Romo Adolph Heuken, SJ, pemerhati masalah pusaka budaya, Karsten yakin, Indonesia akan menjadi negara merdeka. "Karena itu ia mempersiapkan keempat anaknya untuk bisa tinggal dan berbaur dengan orang pribumi," kata Heuken kepada Faisal Assegaf dari Tempo. Menurut Charles, dari cerita ayahnya, Joris Karsten, anak ketiga Karsten-Soebimah, sang eyang putri (meninggal 1959) adalah inspirasi terbesar dari karya-karya kakeknya. Charles mengatakan, keluhan Soembinah mengenai keadaan para tetangganyalah yang dijadikan dasar kakeknya dalam membuat desain pasar. "Maka dari itu, pasar selalu dibuat nyaman untuk rakyat kecil," katanya.

l l l
"Penjual daging di Pasar Johar ditempatkan Karsten di lantai dua. Rupanya Karsten mempelajari kalau lalat tidak dapat terbang terlalu tinggi. Hingga kini bagian itu aman dari lalat," ujar Widya.

Pasar Johar di Semarang adalah karya lain Karsten yang merakyat. Pasar dua lantai yang mampu menampung ribuan pedagang ini sampai sekarang masih dipertahankan sebagai pasar induk tradisional terbesar di Semarang. Lokasinya berhadapan dengan Masjid Agung Kauman.

Ciri khusus arsitektur Pasar Johar, menurut Andi Siswanto, arsitek dari Universitas Diponegoro, adalah atapnya yang berbentuk kolom-kolom yang menyerupai cendawan/jamur. Atap yang satu dan yang lain tidak menyatu, melainkan saling menaungi. Atap cendawan memungkinkan sirkulasi udara masuk dari segala penjuru. Meski tanpa mesin penyejuk ruangan, udara sepoi-sepoi bisa dinikmati pengunjung.

Kelebihan lainnya adalah, meski terdiri atas dua lantai, di tengah-tengah bangunan terdapat void (ruang kosong), sehingga ada komunikasi visual antara lantai satu dan lantai dua. Karsten sangat memperhatikan bahwa pasar dalam tradisi orang Asia tidak seperti tradisi orang Eropa. Bagi orang Asia, pasar tidak hanya terdiri atas sekatan-sekatan toko belaka, tapi juga terdapat ruang terbuka yang lebar, tempat menampung para pedagang nonpermanen yang berjualan pada acara tertentu. Misalnya, hanya pada hari pasaran atau pada saat digelar acara garebeg, sekatenan, dan dugderan.

Di Pasar Johar, Karsten memilih marmer berkualitas sebagai bahan pelapis permukaan dinding, meja utama serta sebagian lantainya. Akan halnya anak tangga, dengan batu andesit. Tampak bahwa pemilihan bahan bangunan pun dipilih dengan saksama untuk membuat pasar itu bertahan melintasi zaman. Menurut Widya, karya-karya Karsten dapat bertahan karena desainnya yang baik, dengan memaksimalkan apa yang disediakan oleh alam.

Menurut Widya, jejak Karsten di Semarang, selain di Pasar Johar, juga Pasar Jatingaleh. Pasar Jatingaleh disebut Widya kala itu menjadi semacam proyek percontohan pasar modern. Karsten membutuhkan waktu delapan tahun untuk membangunnya. Widya mencatat, kini nyaris tidak ada masalah dengan bangunan Pasar Johar dan Jatingaleh kecuali dengan atapnya. Namun, sumber masalahnya adalah pengelola kini hampir tidak pernah melakukan pembersihan atap. "Hampir semua pasar Karsten, meski dibiarkan dalam kondisi minim perawatan, proses kerusakannya masih tergolong dapat diatasi," ujar Widya.

Ancaman terhadap karya Karsten justru datang dari penggusuran. Widya mencatat, misalnya, Pasar 16 Ilir Palembang karya Karsten telah tergusur oleh bangunan baru. Di Palembang masih ada bangunan pasar buatan Karsten yang berdiri kukuh, meski kondisinya tak terawat, yakni Pasar Cinde Palembang.

l l l
Meski tak pernah ingin menjadi ambtenar atau pegawai pemerintah kolonial, Karsten tak bisa menampik saat pemerintah kota praja memintanya menjadi adviseur gemeente atau penasihat perencana kota. Selain menjabat sebagai penasihat tata kota pemerintah lokal Semarang, ia belakangan menangani tata kota sembilan kota praja: Palembang, Medan, Padang, Banjarmasin, Batavia, Bogor, Malang, Solo, kemudian Yogyakarta.

Di Solo, Karsten, misalnya, mendesain tata ruang Villa Park Banjarsari, yang menempatkan jalan-jalan diagonal dalam ruang terbuka, Stasiun Kereta Api Balapan, dan Lapangan Manahan yang memiliki bentuk oval. Di Magelang bahkan Karsten merancang perumahan murah Desa Kwarasan, sebuah desa kecil di barat daya Kota Magelang.

Akan halnya Kota Malang didesainnya sebagai kota taman. Sampai sekarang bila Anda menyusuri Jalan Ijen di Malang yang memiliki boulevard panjang dengan pohon-pohon palem di tepinya, terasa suasana masih elok. Akan halnya kawasan elite di Semarang yang ditangani Karsten adalah kawasan Candi Baru. Menurut Andy Sis-wanto, arsitek Universitas Diponegoro, dalam menyusun rencana induk Candi Baru, Karsten sangat mempertahankan kontur tanah, pepohonan, dan ruang publik. Jalan dibiarkan berkelok-kelok serta ada jarak yang longgar antara rumah satu dan rumah lainnya.

Berada pada perbatasan antara Semarang bawah dan Semarang atas menjadikan semua rumah di Candi Baru mempunyai panorama sangat indah: ke selatan menghadap ke Gunung Ungaran, ke utara menghadap birunya Laut Jawa. Konsep tersebut, menurut Andy, bertolak belakang dengan rencana induk kebanyakan perumahan modern, yang kawasan huniannya dibikin tak ubahnya seperti papan catur: tanah diratakan, dipetak-petak, berhadap-hadapan, serta tidak ada jarak antara bangunan satu dan lainnya. "Pada konsep perumahan modern, nuansa asri yang alami hilang sama sekali."

Menurut Andy, dalam membuat rencana induk kawasan hunian, aspek sosial juga menjadi pertimbangan utama Karsten. Dialah arsitek yang berhasil mengubah konsep hunian berdasarkan ras. Sebagaimana di kota-kota besar lainnya, di Semarang terdapat permukiman yang pengelompokannya berdasarkan ras, misalnya kawasan Pecinan yang dihuni etnis Cina, dan Pekojan tempat etnis Arab. Karsten melawan konsep rasisme tersebut dengan menciptakan kawasan hunian yang pengelompokannya berdasarkan kemampuan ekonomi. "Apa pun suku dan rasnya, siapa pun boleh tinggal di Candi Baru," tutur Andy.

Karsten, di samping itu, menciptakan gradasi jalan yang menghubungkan Candi Baru dengan perkampungan warga biasa. Jalan dari Candi Baru yang menuju Kampung Lasipin-perkampungan di sebelah selatan Candi Baru-dibuat perlahan-lahan menyempit. "Tujuannya, meski terpisah dengan Candi Baru, tetap saja ada komunikasi serta perbedaannya tidak kontras."

Candi Baru hanyalah satu di antara beberapa permukiman yang rencana induknya dirancang Karsten. Permukiman lainnya adalah Pekunden, Peterongan, Batan, dan Wonodri (1919), Sompok (1919), daerah Semarang Timur (1919), dan daerah Mlaten (1924). Semua kawasan itu pengelompokannya berdasarkan basis ekonomi, bukan ras, seraya memperhatikan keseimbangan alam seperti drainase dan taman kota yang juga berfungsi sebagai resapan air. Sayang, dari beberapa kawasan permukiman yang rencana induknya ditangani Karsten, hanya Candi Baru yang masih tersisa bagus.

Selain membuat rencana induk permukiman, Karsten juga merancang puluhan bangunan di Kota Semarang, di antaranya kompleks bangunan Van Deventer School (sekarang SMK Kartini di l Sultan Agung) (1923); Rumah Pemotongan Hewan Pandean Lamper Kabluk (1925); Kantor Joana Stoomtram Mij (sekarang kantor PT Kereta Api Indonesia Daops IV) (1930), dan seterusnya.

Minatnya pada kesenian Jawa membuatnya tergerak untuk membangun gedung Sobokarti. Pada gedung kesenian rakyat yang terletak di Jalan Dr Cipto ini kita bisa melihat betapa Karsten sangat menghormati arsitektur Jawa. Bangunan Sobokarti bergaya Joglo-Limasan dengan serambi yang luas. Satu-satunya sentuhan Barat hanya ada pada bentuk kursi di ruang pertunjukan yang melingkar dan bersaf-saf. "Model kursi penonton yang melingkar seperti dalam gedung teater adalah gaya Eropa. Dulu orang Jawa kalau melihat pertunjukan dengan lesehan atau berdiri," papar Andy.

Bangunan lain yang masih bisa dinikmati adalah Rumah Sakit Santo Elisabeth. Ciri kuat pada bangunan rumah sakit di atas lahan lima hektare itu adalah sebuah ruang kosong berupa courtyard. Jika kita masuk ke rumah sakit itu, kesan pertama justru tertuju pada ruang kosongnya. Taman tersebut dimaksudkan untuk mempertahankan kebersihan udara. Hal itu penting karena bisa membantu kesembuhan pasien. Ruang kosong yang bisa dinikmati dari berbagai sudut bangunan menurut Andy memang ciri-ciri arsitektur Karsten yang beraliran pascamodernisme.

Di Jakarta, peninggalan Karsten adalah Kebayoran Lama. Ia mendirikan daerah permukiman bagi golongan pejabat tinggi, kalangan menengah ke atas, dan orang menengah ke bawah. Di Jakarta Karsten menganggap penting keberadaan taman-taman kota serta ruang terbuka, dua hal yang tampaknya saat ini mulai terabaikan. Di Bandung, Karsten pernah membuat rencana tata kota Bandung, termasuk membangun Gedung Sate, yang menjadi ciri Kota Kembang. "Tapi semuanya tidak bisa dilaksanakan dengan baik lantaran perang," kata Harastoeti, Ketua Bandung Heritage. Gedung Sate yang ada sekarang jauh berbeda dari hasil rancangan Karsten.

Orientasi kerakyatan Karsten membuat ia tak begitu disukai pemerintah Belanda. Menurut Simon, ayahnya saat itu bagai seorang dissident. Posisinya dipandang beberapa orang seperti Max Havelaar. "Karsten ditolak menjadi guru besar ITB oleh pemerintah kolonial," kata arsitek Hans Awal.

Hidup Karsten berakhir tragis. Dia ditangkap Jepang dan dimasukkan ke kamp interniran di Cimahi. Selama tiga tahun sejak 1942 dia hidup menderita. Menurut Hans Awal, di penjara Karsten bertemu dengan seorang arsitek muda Belanda bernama Thomas Nix. Karsten sering membicarakan prinsip-prinsip arsitekturnya kepada Thomas. Setelah Thomas bebas, ia membuat disertasi mengenai tata kota di Indonesia. Adapun Karsten, akibat kurang gizi, ia meninggal. Karsten dimakamkan di tempat pemakaman orang-orang Belanda di Cimahi.

Soembinah kemudian membawa empat anaknya ke Belanda dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya pada 1959. Simon ingat ayahnya sering mengutip kata-kata religius sejumlah tokoh di buku notesnya. Salah satunya adalah seorang Quaker (gerakan kebebasan religius yang tidak terikat gereja Anglikan atau Roma) Amerika bernama Stephen Genet yang pada 1830 menulis demikian: "Saya kini berada pada babakan terakhir hidup saya, tapi saya tetap berusaha setiap hari untuk mengerjakan yang terbaik sebab hidup ini demikian indah...."

Agaknya itu diresapi betul oleh Karsten sehingga dalam penderitaan pun ia ingin memberikan yang terbaik. Tentang perjuangan ayahnya, Simon dan adik-adiknya rajin menceritakannya kepada keluarga besar Karsten. Maka, ketika Charles berkesempatan ke Indonesia, ia nyekar ke kuburan Karsten di Cimahi. "Saya berdoa untuknya," katanya kepada Andi Dewanto dari Tempo. Ia bercerita bagaimana di depan makam sang kakek ia tercenung, terpekur, merenungkan jalan hidup sang kakek.

"Saya hanya bisa membayangkan bagaimana ia hidup di Indonesia dan memberikan sumbangan yang sangat berarti...."

Seno Joko Suyono, Imron Rosyid, Sohirin

titus15
August 26th, 2011, 05:57 AM
-Nice info mas... ada link pdfnya juga: http://www.ziddu.com/download/14248108/Tempo_edition_12_18_March_2007_on_Thomas_Karsten.pdf.
ada foto2nya juga :)

titus15
August 26th, 2011, 06:00 AM
karya2 thomas Karsten di Semarang antara lain:
Pasar Johar, Jatingaleh dan Randusari. Pasar Bulu juga digarap dengan desain yang sama.
Kemudian ada juga gedung PT KAI di Thamrin, sekolah Van Deventer di Kagok dan Gedung Pertunjukan Sobokartti. Yang terakhir ini komunitasnya lagi hidup2nya, membangun dan memugar kembali gedung kesenian yang diprakarsai Meneer Karsten dan Mangkunegoro VII.

ini link group fb: Volkstheater (teater Rakyat) Sobokartti (di sebelah pasar DArgo Semarang): http://www.facebook.com/group.php?gid=51173188642

Meskipun diarsiteki orang Belanda, tapi langgam JAwanya kental habis...

edytoah
August 27th, 2011, 09:07 PM
Ini ada yang menarik ttg Maestro Pelukis Dunia aliran Romatisme kelahiran Semarang th 1807 yaitu Raden Saleh Sjarief Boestaman.Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen, tinggal di daerah Terboyo, dekat Semarang. Sejak usia 10 tahun, ia diserahkan pamannya, Bupati Semarang, kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School).
Mungkin apa ada hubungannya nama Boestaman dengan tempat tinggal Ibunya di Kp. Boestaman yg ada di jalan Raya Kaligawe,sebelum Terboyo yang dahulu terkenal dahulu ada kuliner gule Boestaman juga (ngak tau sekarang dimana ya kalau mau cari Gule Boestaman ..:cheers: )
Pamannya adalah Bupati Semarang Kyai Adipati Suryomenggolo (Suraadimanggala), yang berjuang bersama Pangeran Diponegoro) pada saat Raden Saleh masih berumur 10th.Ya mungkin sekitar th 1817-an.sedangkan Perang Diponegoro atau Perang Jawa sekitar th 1825-1830.
Perang yang melelahkan bagi Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu,dan berakhir karena Diponegoro dikhianati sahabatnya sendiri Sentot karena tipu daya Belanda pada saat itu.

Lukisannya yang patriotik adalah Diponegoro I dan II.Dilukis secara supranatural lewat Keris Pangeran Diponegoro Kyai Nogo Siloeman yang ada dibawa De Kock ke Belanda.Saat itu Raden Saleh masih kuliah di Belanda.

Ttg Jendral De Kock yang menangkap Pangeran Diponegoro, sebetulnya De Kock bukan orang yang bengis,De Kock adalah seorang humanis freemasons.Kemungkinan besar De Kock yang pada saat itu tinggal di Magelang,De Kock beribadah di kelompok Fremason Semarang di Gedong Setan Loge La Constante et Fidele (1801) karena di Magelang baru ada Loge Tidar di Magelang (1891)‎.Pernah disinggung Mas Titus di hal sebelumnya ttg kelompok Freemasons dan Gedong Setan di Semarang ini (ada sumber yang mengatakan posisinya di daerah Pindrikan ).Dari sumber dibawah th 1960 loge di Semarang ini masih berdiri,mungkin sekarang sudah tidak ada gedungnya.Freemasons dilarang th 1962 di Indonesia,bahkan di Semarang ada satu lagi loji Bhakti Semarang (ngak tahu posisinya dimana sekarang), Nederlands Oost-Indië yg didirikan lagi th 1955 dan ditutup th 1962.
Sumber ttg freemasons jaman Pemerintahan Hindia Belanda : http://dean81.wordpress.com/2011/03/23/loji-tempat-ibadah-freemasonry-di-indonesia/

Konon lukisan lainnya juga punya efek magis,sangking Maestronya beliau.Lukisannya sekarang diburu kolektor Internasional dan harganya yang bisa mencapai jutaan dollar di Balai Lelang internasional.

Sumber gambar dari Google.

http://img594.imageshack.us/img594/3082/radensalehdiponegoro1.jpg

http://img97.imageshack.us/img97/7742/rsdipo2.jpg

Lebih lanjut cuplikan di atas yang menarik ttg Raden Saleh dan Semarang di http://www.bkpm.org/radensalehba.htm ,selain yang ada di Wikimedia.http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Saleh .

titus15
August 27th, 2011, 11:33 PM
^^ Dulu konon pusat pemerintahan Semarang sempat berpindah di kawasan Terboyo setelah sebelumnya berada di daerah Sekayu.

Tambahan buat mas Edytoah, Lukisan pertama betul merupakan karya Raden Saleh. Sedangkan lukisan kedua adalah karya pelukis belanda bernama Pineman. Menurut catatan sejarah, sebetulnya yang lebih mirip kondisinya adalah lukisan kedua. Di situ digambarkan suasana penangkapan tanpa perlawanan dari pangeran Diponegoro, karena dalam suasana bulan Ramadhan.

Sedangkan karya Raden Saleh lebih bernuansa kritik terhadap lukisan kedua (lukisan kedua dlukis lebih dulu, dan lukisan Radensaleh -bukan memplagiat- merupakan respon dari lukisan yang menurutnya tidak logis). Nampak pada lukisan Raden Saleh, karakter Diponegoro sangat tampak. Suasana lebih dramatis, dan menurut saya seperti merupakan adegan yang filmis daripada lukisan Pineman yang nampak sekedar dokumentaris saja. catatan tentang ini ada di buku: Raden Saleh - Anak Belanda, Mooi Indie & Nasionalisme, terbitan Komunitas Bambu...

Tq mas Edytoah, saya baru tahu kalo jend De Kock ada hubungannya dengan aliran Freemason. Ternyata aliran ini sangat berpengaruh dan lintas golongan ya... karena Raden Saleh sendiri termasuk Pribumi yang masus aliran ini juga.

Sayang sepulang dari Eropa beliau lebih memilih tinggal di Batavia dan Bogor. Beliau juga sering main ke Solo, dan istrinya juga merupakan putri kraton. Rumahnya sekarang jadi RS Kristen Cikini (yayasannya punya papanya Charles Bonar Sirait), dan halaman belakang rumahnya menjadi kawasan Taman Ismail Marjuki (dulu merupakan kebun binatang pribadi). Meninggal (dicurigai karena di racun) beliau dimakamkan di Bogor.

Sebagai seniman Jawa, R Saleh mungkin satu-satunya orang Jawa yang paling eksentrik yang mampu menembus istana-istana Eropa dengan keahlian diplomasi seninya yang tinggi. Itu sebabnya dia dianggap sebagai bapak seni rupa modern indonesia (bumiputera).

edytoah
August 28th, 2011, 01:23 AM
^^
Tks jg Mas Titus koreksi dan tambahannya,Biar tamb gayeng Trit ini.
Sy jg dapetnya dari Google,sumber2 tsb kdg ada yg berhubungan.

Menarik juga pusat pemerintahan Bupati Semarang yg konon ada di Terboyo bahkan di Sekayu.Khususnya Sekayu yg issuenya akan hilang jd Apartement,jg kaitannya dengan Masjid di Sekayu yang jadi Cagar Budaya tsb.Mesti nanya Mbak NH Dini ki Mas Titus yang leluhurnya dulu ktnya tinggal di Sekayu dulu ..:).
Kenapa koq pindah2 ya terakhir di Kanjengan,apa karena mengikuti kampung kelahiran Bupati tsb ? Atau bs jg karena ada rob/banjir besar atau krn kebijaksanaan Hinda Belanda pada waktu itu ? Itu beberapa hipotesa yg bisa dikembangkan dan digali.

titus15
August 28th, 2011, 02:04 AM
Kurang tau mas... ada beberapa artikel yang bisa menjelaskan, tapi harus saya cari dulu. Khusus yang kanjengan, karena Kanjengan itu kantor BUpati Semarang, sedangkan wilayahnya kemudian beribukota di Ungaran. Kalo kotapraja Semarang atau Gemeentee kantornya ya di balaikota sekarang ini...

Ada yang bilang Gementee ini kemudian diplesetkan jadi Kemlinti... karena orang2 Gementee itu sok-sokan alias Kemlinti... ada juga yang bilang Gementhuis (gedung pemerintahan) jadi Kementus...

edytoah
August 30th, 2011, 06:31 AM
http://img16.imageshack.us/img16/548/buburindia.jpg

Sudah 200 tahun lamanya bubur india menjadi perekat antaretnis di Kampung Pekojan, kawasan Pecinan, Semarang, Jawa Tengah. Etnis tersebut sedikitnya ada empat, yaitu Jawa, China, India, dan Arab berbaur menyediakan takjil (hidangan buka puasa) di Masjid Jami’ Pekojan.

BUBUR india. Begitu nama sebuah menu buka puasa yang sangat identik dengan masjid tertua di Kota Semarang, Masjid Jami’, di Jalan Petolongan, Pekojan, yang berdekatan dengan kawasan pecinan. Ya, saat Ramadan tiba, menjadi sebuah kesibukan tersendiri bagi para takmir masjid tersebut untuk menyediakan makanan khas dari India itu.

Ratusan mangkuk disediakan untuk dibagikan kepada semua orang yang ingin berbuka puasa di masjid tersebut. Sejumlah orang dari berbagai etnis, mulai dari Jawa, China, India, hingga Arab terlihat berbaur di masjid tersebut untuk berbuka bersama sambil menjalankan ibadah shalat magrib dan tentu dilanjutkan dengan tarawih.

Yang membuat kita tercengang, tradisi menyediakan menu buka puasa bubur india, yang diikuti warga antaretnis itu, sudah berlangsung sekitar 200 tahun tanpa terdegradasi oleh evolusi zaman. Kerukunan antaretnis ternyata sudah ada sejak dulu dan kini masih ada meskipun ada kikisan-kikisan yang tak bisa ditolak zaman.

Bubur india menjadi salah satu media perekat kerukunan yang masih terjalin dan dibuktikan oleh pengelola Masjid Jami’ di Kampung Pekojan, Semarang.

Sekitar 200 tahun lalu, bubur india dikenalkan oleh orangorang Koja yang berasal dari India. Saat itu, orang-orang Koja membentuk suatu komunitas muslim di Semarang hingga tempat tinggal mereka disebut Pekojan. Saat bulan puasa, komunitas tersebut sepakat membuat hidangan menu bubur yang diberikan kepada siapa saja yang ingin berbuka puasa di masjid tersebut. (Iyan DS)

Sumber : http://warisanindonesia.com/2011/08/empat-etnis-dalam-semangkuk-bubur-india/

edytoah
August 30th, 2011, 07:00 AM
http://img59.imageshack.us/img59/4098/masjidannur.jpg
Lokasi : Gg. Menyanan Kecil, Jl Beteng, Semarang.
Sumber gambar : http://infotempat.com/?content=1&category=3&act=8796 (http://infotempat.com/?
content=1&category=3&act=8796)

Thomas Joko [ okezone.com Kamis, 28 Mei 2009 - 08:18 wib] SEMARANG – Memasuki Kawasan Pecinan Semarang, Jawa Tengah suasana Oriental terasa kuat. Bangunan-bangunan berarsitektur Tionghoa tampak berdiri di sejumlah tempat. Sementara seperti biasa aktivitas perdagangan menjadi urat nadi utama di kawasan ini.

Namun siapa sangka di sebuah sudut kompleks Pecinan Semarang ini terdapat sebuah masjid. Bukan sembarang masjid, karena konon merupakan peninggalan Pangeran Diponegoro semasa menjadi pelarian saat diburu tentara kolonial Hindia Belanda.

Untuk menemukan masjid ini agak sulit karena jauh dari ruas jalan utama. Kita harus menelusur dulu sebuah gang sempit yang bernama Menyanan Kecil. Petunjuk paling mudah adalah sebuah papan bertuliskan Masjid Annur di Jalan Beteng.

Ya, nama yang disematkan pada masjid kuno ini adalah Annur. Sekilas dari luar terlihat tak sedikitpun nuansa tua memancar dari Masjid Annur. Jika hanya melihat sepintas, tak bakalan orang percaya jika masjid ini merupakan peninggalan Pangeran Diponegoro. Untuk itu okezone berupaya menelisik kebenaran cerita dibalik masjid ini.

Takmir Masjid Annur Imam Syafei yang berhasil ditemui okezone mengatakan bahwa dia tak mengetahui secara jelas kebenaran tentang kabar yang mengatakan masjid ini peninggalan Diponegoro. Bukti-bukti otentik yang menjadi alasannya hampir tak ada. Namun dia menunjukkan satu-satunya saksi mata yang masih tersisa.

Orang lain yang paling tahu tentang sejarah masjid ini adalah Pak Masjkur Ridwan yang sekarang tinggal di Kampung Suburan. Dua orang lainnya yaitu Masjhud Ridwan dan Masrur Ridwan telah meninggal dunia. “Mereka bertiga yang dulu menemukan reruntuhan masjid ini,” jelas Imam Syafei.

Pernah jadi reruntuhan? Rasa ingin tahu pun semakin muncul yang akhirnya memutuskan untuk mencari info lebih banyak dari Pak Masjkur Ridwan di Kampung Suburan Semarang. Ditemui di rumahnya, Masjkur mengatakan memang benar jika Masjid Annur pernah hilang dan ditemukan lagi dalam kondisi reruntuhan.

Awalnya pada tahun 1967 saat kakak saya yang bernama Masjhud, merasa mendapatkan petunjuk bahwa di Menyanan Kecil ada sebuah masjid. “Petunjuk itu didapat saat almarhum sedang shalat pribadi di rumah H Muhammad Ridwan (alm),” kata Masikur.

Setelah mendapat petunjuk, tiga bersaudara Masjhud Ridwan, Masrur Ridwan dan Masjkur Ridwan, langsung mencari keberadaan masjid yang dimaksud. Setelah berupaya keras mencari di sepanjang gang Menyanan Kecil, akhirnya ditemukanlah sebuah bangunan di balik tembok tinggi.

Di tengah-tengah kampung, berada di balik tembok yang tinggi ada sebuah bangunan berukuran 3×3 meter. Atapnya berbentuk cungkup terbuat dari genteng. “Ada dua pintu masuk dan satu pintu menuju kamar mandi yang menguatkan bahwa bangunan itu masjid adalah adanya ruang imam,” paparnya.

Masjkur menambahkan untuk menemukan masjid itu cukup sulit karena dikelilingi tembok yang sangat tinggi dan tebalnya satu bata. Mereka harus bersusah payah memanjat dengan tangga bambu untuk dapat melihat secara jelas masjid itu.

Saat ditemukan kembali, tembok masjid itu hanya separuh. Maka saat itu seluruh warga berupaya untuk membangun kembali masjid tersebut. Dananya kala itu dikumpulkan dari kalangan umat.

Kemungkinan masjid itu memang peninggalan Pangeran Diponegoro. Itu berdasarkan bukti ditemukannya sebilah keris di masjid tersebut. “Sayang kini keberadaan keris itu tak lagi diketahui,” ucap Masjkur.

Cerita yang berkembang di masyarakat Semarang, Pangeran Diponegoro pernah singgah di masjid ini ketika menghindari kejaran tentara Belanda. Saat itu beliau juga sempat belajar agama dari imam masjid yang bernama H Thoyib.

Fakta ini kemungkinan benar juga. Tentara Belanda pasti tidak menyangka bahwa Diponegoro bersembunyi di kawasan Pecinan yang banyak dihuni warga nonmuslim.

Takmir Masjid Annur Imam Syafe’i memiliki cerita lain yang mungkin bisa menguatkan bahwa masjid Annur ini merupakan peninggalan Diponegoro. Dia mendasarkan pada pengalaman spiritual dari orang-orang yang pernah beribadah di Masjid Annur.

Dahulu ada tiga orang yang berasal dari Manyaran Semarang datang pada saya. “Mereka mengatakan secara gaib didatangi seseorang yang mengenakan jubah mirip Pangeran Diponegoro saat menjalani mujahadaz di Masjid Wonolopo Manyaran. Sosok itu lalu menunjuk pada Masjid Annur Menyanan Kecil,” jelas Imam Syafei.

Mereka lalu minta izin pada Imam Syafei untuk melakukan itikaf di Masjid Annur. Imam Syafei sendiri mengaku banyak orang yang didatangi sosok mirip Pangeran Diponegoro ketika ibadah di Masjid Annur.

Masjid tua ini pada tahun 1993 dirombak total menjadi bangunan bertingkat dan megah. Satu-satunya bagian masjid tua yang masih dipertahankan adalah enam pilar setinggi 2,5 meter. Bagian bawah pilar tua itu telah ditutup dengan keramik sementara bagian atasnya nampak sudah terkelupas temboknya.

Lantas mengapa bisa muncul bangunan masjid dikawasan Pecinan? Imam Syafei mengatakan kemungkinan masjid ini sengaja dibangun oleh segelintir umat Muslim Tionghoa.

Mungkin muslim Tionghoa itu takut beribadah di masjid umum. Dahulu orang Tionghoa dilarang menganut agama Islam. “Makanya mereka membangun masjid khusus secara tersembunyi untuk menunaikan salat jamaah,” kata Imam Syafei.

Sementara itu ditinjau dari sejarah Dra. Rika Widjayanti dari Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah menyatakan keraguannya bahwa Masjid Annur merupakan peninggalan Pangeran Diponegoro. Dia menjelaskan perlu dibedakan antara mitos, legenda, dan fakta sejarah.

Satu bangunan dapat dikategorikan sebagai peninggalan sejarah kalau ada pembuktian dari berbagai sumber sejarah. Melalui sumber-sumber tadi maka akan bisa dimunculkan fakta sejarah. Kalau hanya sekadar diyakini oleh masyarakat berdasarkan cerita turun menurun, hal itu tak menjamin kebenaran sejarah. Makanya perlu dipertanyakan lagi kebenaran Masjid Annur Menyanan Kecil merupakan peninggalan Diponegoro, papar Dra Rika Widjayanti yang merupakan pemerhati sejarah komunitas Tionghoa Semarang.

Kalau dari sejarah perang Diponegoro, dapat dikatakan sangat tidak mungkin jika pangeran tersebut melarikan diri atau singgah di Semarang. Diponegoro hanya melakukan perjuangan di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan sebelum dibuang ke Sulawesi.

Namun jika ternyata kemudian dilakukan kajian dari segi arkeologi sehingga dapat disimpulkan masjid itu dibangun pada tahun 1825 bersamaan masanya dengan perang Diponegoro. Hanya saja timbul pertanyaan lagi masjid itu dibangun Diponegoro atau dibangun pada masa Diponegoro. “Apalagi saat itu pemerintah Hindia Belanda masih mempertahankan devide et impera yang membuat sangat sulit orang jawa seperti Diponegoro tinggal di kawasan Pecinan,” ucapnya.

Kemungkinan yang paling bisa diterima adalah Masjid Annur tersebut sengaja dibangun oleh orang-orang Tionghoa yang telah menganut Islam. Yang perlu diingat bahwa kebebasan menganut agama saat itu berbeda dengan masa kini.

Orang Tionghoa yang beragama Islam tidak mau terang-terangan menjalankan ibadahnya. Akhirnya mereka membangun tempat ibadah tersendiri. Dengan seperti itu artinya mereka juga tak ingin kehilangan hak-hak istimewa yang diberikan pemerintah Hindia Belanda sebagai warga negara middle class.

“Jika ketahuan mereka memeluk Islam bisa-bisa mereka bakal kehilangan hak istimewa dan disamakan dengan orang-orang Pribumi,” pungkasnya. (lsi)
Sumber : http://relawandesa.wordpress.com/2009/05/30/annur-menyanan-masjid-bersejarah-di-pecinan/

Balaputradewa
August 31st, 2011, 01:25 PM
thread bagus nih :okay:
Bala seneng baca2 sejarah kayak gini, salut utk Semarang yg punya referensi dan dokumentasi kota lengkap. Setelah baca2, jadi punya kesan emosional tersendiri mengenai Semarang.

titus15
August 31st, 2011, 01:54 PM
^^ terima kasih mas Bala,saya berharap kota-kota lain juga bisa membanguntrit seperti ini, supaya bisa jadi sub trit tersendiri yang tidak tercampur di warteg. Saya kira in penting karena jika kita selalu bicara Indonesia masa depan hanya dengan belajar dari nagara yang sudah maju tapi tak pernah berkaca dari sejarah masa lalu, maka rasanya kurang komplit. Seperti halnya manusia sukses itu pasti ukurannya dari masa lalunya, jika kita tidak tahu masa lalu kita, bagaimana kita mengukur bahwa kita sudah maju atau belum... :)

Apalagi Semarang adalah kota yang jarang disebut dalam sejarah nasional. Trit ini bisa jadi merememoris kita atas sejarah tercatat maupun yang tertutur... :)

titus15
August 31st, 2011, 01:56 PM
mas Edytoah... yang masjid diponegoro ini unik sekali ceritanya. Kapan waktu bisa kunjungan langsung? Juga kapan ada waktu ke istana Kullitan punya meneer Tasripin? Sekitar tanggal 9 saya ke Semarang. Mungkin bisa bertemu...

edytoah
August 31st, 2011, 07:15 PM
mas Edytoah... yang masjid diponegoro ini unik sekali ceritanya. Kapan waktu bisa kunjungan langsung? Juga kapan ada waktu ke istana Kullitan punya meneer Tasripin? Sekitar tanggal 9 saya ke Semarang. Mungkin bisa bertemu...

Siap Anytime Mas Titus ... Kebetulan sy punya waktu luang agak banyak maklum sy setengah pensiunan :).

Mengenai kerajaan Tasripin ini ada posisinya koordinat GPS Kp Kulitan di jl. Mataram tsb .. Maju sedikit sebelah kanan dkt Kp. Suburan ada gule Bustaman Mas Titus ..:cheers:
Ini posisi dari : http://wikimapia.org/14337761/id/Kerajaan-Tasripin
Kalau menurut posisi koordinat tsb kerajaan Tasripin ini mulai dari Gandekan sampai Kulitan tsb,ada masjid Gandekan yang dibangun Tuan Tanah Tasripin.
Ini ada link ttg Masjid Gandekan tsb. http://hariansemarangbanget.blogspot.com/2009/09/masjid-gandekan-peninggalan-tasripin.html
Kuliner maneh Mas Titus di Gandekan ini masih ada cikal bakal Warung Pecel Mbok Sador juga yang sekarang dipegang anaknya.Sego Pecel Mbok Sador ini punya cabang di Simpang Lima dan Bojong. :cheers:
Ingat Tuan Tanah Tasripin ini jadi ingat kisah sedih kampung tua Jayenggaten yang hilang jadi sebuah hotel mewah di jl. Gajahmada,karena tanah seluruh kampung tsb dijual oleh ahli waris Tasripin tsb.Tidak dapat dipungkiri orang-2 yang menempati kampung tersebut dulunya adalah penyewa dan memang tidak punya hak untuk memiliki,tetapi mereka menempati sejak jaman kakek bahkan kakek buyut mereka mungkin,sedangkan kesempatan membeli mungkin juga tidak diberikan oleh ahli warisnya kalau dalam luas yang kecil,mungkin ahli waris lebih memilih pembeli keseluruhan kampung tsb.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0502/18/kot01.htm

Tempat tinggal Tasripin (Kp Kulitan 315) sekarang jadi kantor Radio Gajah Mada.
Bangunan tunggal setangkup tunggal dengan jumlah trafe 3 buah dan tidak bertingkat. Orientasi menghadap ke selatan. Pondasi dari batu dengan sistem struktur bata, dinding dari bata berplester dan dinding bagian bawah berlapis tegel. Lantai bangunan dinaikan setinggi kurang lebih 80cm dari permukaan jalan. Bentuk atap adalah limasan ganda 2 tingkat, dengan bahan penutup dari genteng.
Kampung Kulitan dahulu daapat disebut sebagai "kerajaan Tasripin" karena ia beserta segenap kerabatnya pernah tinggal disana. Tasripin adalah seorang pribumi yang kaya raya, ia adalah pengusaha kopra, kapuk dan juga real estate. Tasripin juga memiliki bisnis kulit yang dijalankan dikampung Kulitan. Bisnis ini mulai ramai pada permulaan abad ke-19. Bisnis ini yang menyebabkan kampung ini terkenal dengan nama Kampung Kulitan hingga sekarang. Tasripin sebagai orang yang sangat terpandang dikawasan ini menempati rumah bernomoer 315 ini. Rumah ini tampil lebih menyolok dibandingkan dengan rymah lainnya. Pernah diadakan pemotongan teritisan yang semula menaungi jalan didepannya. Rumah ini dulu penuh dengan hiasan wayang karena kegemaran Tasripin akan wayang. Selain itu atap sosoran serambi dulu juga menerus sampai ke seberang jalan.
Sumber : http://www.semarang.go.id/cms/pemerintahan/dinas/pariwisata/gedung/rumah%20tinggal40.php

Tanahnya banyak di Peterongan juga yang sekarang jadi GKI Peterongan.
http://www.gki.or.id/jemaat/peterongan

Disini juga ada cerita menarik tentang sengketa tanah Tasripin yang diselesaikan Pemkot : http://www.suaramerdeka.com/harian/0210/02/kot7.htm

Yang menarik Tuan Tanah Tasripin ini mungkin adalah satu-satunya Tuan Tanah Pribumi pada awal abad ke 19,disamping pada waktu itu banyak tuan tanah dari golongan Tionghoa seperti Oei Tiong Ham,Mayor Bhe Biauw Tjoan (ada peninggalan gapura Cina di jl. Mataram jl masuk ke SMA Sultan Agung).

Konon menurut cerita orang-orang Tuan Tanah Tasripin ini tidak punya anak,mungkin kekayaannya jatuh ketangan saudara-saudaranya.
Tidak menemukan biografi yang lengkap di Wikimedia,yang ada ada sepenggal-sepenggal seperti di link ini http://www.suaramerdeka.com/harian/0503/04/kot17.htm

titus15
September 2nd, 2011, 07:57 PM
wah komplet ni cerita Mr Tasripin. Sayang nggak ada catatan yang lebih komplet. Oh ya katanya sejarawan otodidak Semarangan (alm) Amen Budiman itu salah satu keturunan Mr Tasripin ya mas??

Kalo di Solo Jogja dikenal kawasan Sultan Ground, di Semarang ada juga Tasripien Groound ya?? seru juga nih...

edytoah
September 3rd, 2011, 03:09 AM
^^
Kelihatannya Alm. Amen Budiman sejarahwan bukan kerabat Mr. Tasripin .. krn kebetulan Amen warga keturunan Tionghoa sdgkan Mr. Tasripin pribumi .. tp ngak tahu ya Mas Titus .. bisa juga mungkin kalau terjadi pembauran ...:) atau kerabat dari cabang lain.
Yg unik dari Amen Budiman ini pernah punya group Gambang Semarang yang sudah hampir punah dengan nama th 1986 dengan nama "Kembang Goyang".Menjelang Amen Budiman wafat (1995), peralatan musiknya dijual kepada Hotel Graha Santika Semarang. Pada hari-hari tertentu hotel tersebut menyajikan Gambang Semarang untuk menghibur tamu-tamunya.
Sumber : http://staff.undip.ac.id/sastra/dewiyuliati/category/uncategorized/

Di link-2 diatas agak membingungkan ahli waris Mr. Tasripin tsb juga cerita dr orang-2 wedangan bahwa Tasripin ngak punya anak, tp ada saudara perempuan di Kp Pompa Kranggan.
Di salah satu link tsb ada anak lakinya bernama Tas'an, ini ada group FB-nya di http://www.facebook.com/group.php?gid=272040501358&v=wall
Di link lain ada anaknya perempuan namanya Tasripah,terus ada juga 6 ahli warisnya lain di kasus Kampung Jayenggaten.

Ini sy ambil photo Mr. Tasripin dgn Istana Kulitan dari facebook AMAT TAS'AN BIN TASRIPIN di atas :

http://img11.imageshack.us/img11/3258/tasripin.jpg

http://img718.imageshack.us/img718/5640/istanakulitan.jpg[/URL]

edytoah
September 3rd, 2011, 04:05 AM
Sekalian ini ttg Gambang Semarang ... yg unik juga dari kota Semarang ...

http://img193.imageshack.us/img193/8121/gambangsemarang.jpg
Sumber Gambar : Google http://putra-semarang.blogspot.com/search/label/Adat

Sumber : http://staff.undip.ac.id/sastra/dewiyuliati/category/uncategorized/

Sampai saat ini asal-usul kesenian Gambang Semarang masih diperdebatkan. Banyak orang mengatakan bahwa Gambang Semarang adalah kesenian “import” dari Betawi, karena memang dulu alat-alat musiknya pernah dibeli dari Jakarta dan tidak berbeda dengan alat-alat musik Gambang Kromong yang terdiri atas: gambang, bonang (kromong), suling, kendang, gong, kecrek, alat gesek (sukong dan kongahian atau tehian), dan terompet. Akan tetapi, sebaliknya, ada suatu pernyataan bahwa kesenian Gambang Kromong justru berasal dari Semarang. Kesenian ini dibawa oleh para imigran Cina yang langsung menuju Semarang. Di sini mereka mengembangkan kesenian yang dikenal dengan Gambang Semarang.Masing-masing pernyataan tersebut dapat dijelaskan dengan dasar-dasar historis sebagai berikut.

Pernyataan pertama didasari oleh kenyataan bahwa pada saat kesenian Gambang Semarang dibentuk secara melembaga, alat-alat musik dan juga pelatihnya memang didatangkan dari Jakarta. Pembentukan kesenian ini tidak dapat terlepas dari peranan Lie Hoo Soen, yang pernah menjadi anggota volksraad (Dewan Rakyat) Semarang. Ia dilahirkan pada tanggal 5 April 1898 di Semarang, dan meninggal pada tahun 1986. Pada sekitar tahun 1930, ketika ia masih menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat), ia pernah membicarakan dalam Dewan tentang kebutuhan Kota Semarang akan kesenian. Sebagai penggemar musik keroncong dan pengurus organisasi kesenian “Krido Hartojo”, Lie Hoo Soen mempunyai gagasan untuk menciptakan kesenian khas Semarang. Gagasannya ini disampaikannya kepada walikota Semarang saat itu, Boissevain. Walikota menyetujui usulan Lie Hoo Soen, dan memerintahkannya untuk membeli alat-alat musik Gambang Kromong di Jakarta. Setelah alat-alat musik tersedia, latihan-latihan segera diadakan dan kesenian Gambang Aemarang telah dapat dipentaskan pada tahun 1932.

Akar historis pernyataan kedua dapat dijelaskan dengan mempelajari berbagai sumber. Pada sekitar tahun 1416 orang-orang Cina mendarat di Semarang. Mula-mula mereka mendarat di Banten, kemudian berpencar ke tempat-tempat lain seperti Jepara, Lasem, Rembang, Demak, Buyaran, dan Semarang. Orang Cina yang datang pertama kali di Semarang ialah Sam Po Tay Djin. Di sini ia meninggalkan suatu monumen terkenal “Klenteng Gedong Batu”. Daerah di sekitar “Klenteng Gedong Batu” ini merupakan tempat pemukiman orang-orang Cina yang pertama di Semarang.Sam Po adalah seorang pelaut, yang diperintahkan oleh kaisar dinasti Ming, Bing Sing Tjouw, untuk mengunjungi dan menaklukkan berbagai negeri di daerah Pasific sampai ke Arabia. Ketika mereka berlayar di sepanjang pantai utara pulau Jawa, seorang pembantu Sam Po, Ong King Hong, menderita sakit. Oleh karena itu, Sam Po memerintahkan agar kapalnya berlabuh dulu di sebuah tanjung, yang kini menjadi pelabuhan Semarang. Setelah itu mereka berlayar ke pedalaman dengan menyelusuri Kali Garang. Dalam pelayaran itu, tidak jauh dari pantai, mereka menemukan sebuah gua yang kemudian dijadikan persinggahan oleh Sam Po. Para pengikut Sam Po membangun sebuah rumah kecil untuk si sakit Ong King Hong. Sam Po memberikan obat-obatan kepada Ong King Hong. Setelah Ong King Hong sembuh, Sam Po melanjutkan perjalanannya, sedangkan Ong King Hong memilih untuk tinggal di daerah itu bersama dengan 10 orang pengikut, sebuah kapal, dan dengan perbekalan yang cukup banyak.

Setelah merasa sehat dan kuat, Ong King Hong menyuruh para pengikutnya untuk membersihkan lingkungan, menanam tanaman-tanaman, dan membangun rumah. Ong King Hong tidak kembali ke negeri Cina, tetapi ia dan para pengikutnya melakukan pelayaran perdagangan di sepanjang pantai utara Jawa. Para pengikutnya mengambil istri orang-orang Indonesia, dan daerah itu berkembang menjadi tempat yang ramai dan subur.

Seperti Sam Po, Ong King Hong adalah seorang Muslim yang taat, dan ia pun mengajarkan moral, kebenaran, serta praktik-praktik agama Islam kepada para pengikutnya. Ia juga mendorong para pengikutnya untuk mencapai prestasi tinggi seperti Sam Po. Ia memiliki patung kecil Sam Po yang diletakkannya dalam gua, dan ia menyuruh para pengikutnya untuk memujanya pada hari-hari tertentu. Ong King Hong meninggal pada usia 87 tahun, dan dimakamkan secara muslim. Di kalangan orang Jawa, Ong King Hong dikenal dengan sebutan Kiai Juru Mudi Dampo Awang, dan makamnya diziarahi baik oleh orang Jawa maupun Cina pada hari-hari tertentu dalam tahun Jawa. Sam Po juga mendapat nama penghormatan, yaitu Sam Po Tay Jin, yang berarti Sam Po yang besar. Pada hari-hari tertentu dalam tahun Cina, patung Sam Po juga diziarahi oleh orang-orang Cina.7 Dalam perkembangan, petilasan Sam Po dan makam Ong King Hong ini terkenal dengan sebutan klenteng Gedong Batu. Setelah berakhirnya perang antara Cina dan kompeni Belanda di Semarang yang berlangsung pada tanggal 14 Juni – 13 Nopember 1741, atas perintah kompeni, masyarakat Cina di daerah Gedong Batu harus pindah ke tempat yang sudah ditentukan yakni Kampung Pecinan.

Menurut sumber lain, sebelum itu ternyata sudah ada masyarakat Cina di Semarang. Hal ini dapat dilihat pada Catatan Tahunan Semarang dan Cirebon yang memberitakan bahwa pada tahun 1413 armada Tiongkok Dinasti Ming singgah di Semarang selama satu bulan untuk perbaikan kapal. Laksmana Haji Sam Po Bo, Haji Ma Hwang, dan Haji Feh Tsin sering melakukan sholat di masjid Tionghoa Hanafi di Semarang.
Dimana ya sekarang Masjid Tionghoa Hanafi ini ? Apa Masjid tua di Jl. Layur yang ada bekas Mercusuarnya itu ya? Tp kelihatannya masjid di Layur tsb tidak nampak unsur etnis Tionghoanya,lbh banyak unsur Arab krn ktnya didirikan orang-orang Koja / pedagang-2 gujarat.


Pada akhir abad ke-17 Semarang menjadi salah satu tujuan para imigran Cina, di samping Batavia dan Surabaya. Kehadiran orang-orang Cina di wilayah Indonesia pada akhir abad ke-17 didorong oleh dua faktor penting yaitu jatuhnya dinasti Ming (1368-1644) serta dibukanya kembali perdagangan antara Cina dan wilayah Asia Tenggara pada tahun 1683. Para imigran tersebut berasal dari daerah-daerah pantai bagian Selatan daratan Cina yaitu Amoy, Kanton, dan Makao, dan banyak di antara mereka menemukan jalan ke Semarang. Ong Tae-Hae, seorang Cina yang berasal dari Fukien, yang pernah tinggal di Indonesia (1783-1791), mengatakan bahwa di Batavia terdapat sebuah gedung yang dikenal sebagai “Loji Semarang”. Para pendatang Cina, yang ingin meneruskan perjalanan mereka ke Jawa Tengah, akan menginap di gedung itu sampai mereka mendapatkan perahu-perahu yang dapat mengangkut mereka ke Semarang.10 Sebagian besar masyarakat Cina di Semarang menghuni daerah perkotaan dan mereka membaurkan diri dalam kebudayaan Jawa.

Ong Tae-hae juga memberikan gambaran tentang keinginan orang-orang Cina untuk membaur dalam masyarakat Jawa sebagai berikut. Orang-orang Cina yang menetap di perantauan selama beberapa keturunan dan tanpa pernah kembali ke negeri asal mereka, sering mencontoh bahasa, makanan, dan pakaian penduduk asli dan belajar Al Qur’an. Mereka tidak merasa enggan untuk menjadi orang Jawa, ketika mereka telah menjadi pemeluk agama Islam. Mereka tidak memakan daging babi, dan berasimilasi dengan adat-istiadat penduduk asli. Dalam perjalanan waktu, pemerintah kolonial Belanda menempatkan mereka di bawah pengawasan seorang kapten (seorang Kapitan Cina Peranakan).

Suatu saluran pembauran yang penting adalah perkawinan antara para pedagang Cina dan kalangan bangsawan Jawa, karena dengan perkawinan itu, mereka dapat memperoleh kedudukan tinggi dalam pemerintahan. Perkawinan antara pendatang Cina dan perempuan Jawa sangat mungkin terjadi, karena pada umumnya mereka yang pergi merantau adalah orang laki-laki saja. Hal Ini dapat terjadi, sebab adat Cina pada saat itu melarang kaum wanita keluar dari halaman rumah, apalagi pergi jauh. Dengan demikian banyak imigran Cina menikah dengan wanita pribumi, yang kemudian dapat memasukkan kebiasaan-kebiasaan pribumi dalam keluarganya seperti memakai kain dan baju kurung panjang, memotong gigi, memakan sirih, jongkok-menyembah dan sebagainya.

Dalam hal berkesenian, juga terjadi asimilasi. Kondisi ini dapat dilihat antara lain pada saat masyarakat Cina di Semarang merayakan terbentuknya Republik Cina pada tahun 1911. Perayaan diselenggarakan di pemukiman Cina, yang tidak hanya dimeriahkan dengan orkes, tetapi juga dengan gamelan. Dulu masyarakat Cina di Jawa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mempunyai kesenian tersendiri yang dinamakan orkes “pat-iem”. Kesenian ini dimainkan terutama di pemakaman Cina. Anehnya, seluruh pemain orkes tersebut adalah orang Jawa. Kwa Tong Hay, seorang Cina Semarang, menuturkan bahwa alat-alat musik “pat-iem” terdiri alat alat petik, gesek, dan alat tiup yang berupa terompet kecil.

Jika diamati, dalam kesenian Gambang Semarang juga terdapat perpaduan antara unsur budaya Cina dan Jawa. Alat-alat musiknya terdiri atas instrumen Cina (kongahian , shu kong, kecrek, dan suling) dan instrumen Jawa (bonang, gambang, dan gong). Dulu para penari dan penyanyi wanita (kebanyakan orang Cina) memakai kain sarung batik “Semarangan”, kebaya “encim” (terbuat dari kain polos yang dibordir pada bagian pergelangan tangan dan sudut-sudut bagian depan), serta gelung konde. Pada mulanya para pemain musiknya terdiri dari orang-orang Jawa dan Cina. Banyak lagu yang didendangkan berirama mandarin, di samping lagu-lagu keroncong.

Sebelum Gambang Semarang dilembagakan sebagai suatu perkumpulan kesenian di Semarang, ada kemungkinan bahwa kesenian tersebut merupakan kesenian “kelilingan” (dalam bahasa Jawa “mbarang”). Hal ini dapat disimak dari penuturan Soengkono (berusia 74 tahun, tinggal di Jalan Menteri Supeno Selatan 1115 D Semarang). Pada sekitar tahun 1930 Soengkono pernah menyaksikan pentas kesenian yang alat-alat musiknya terdiri atas gambang, terompet kecil, kencreng, dan alat musik gesek. Pentas yang paling mengesankan baginya adalah pentas di taman Balai Kambang, milik pribadi seorang pengusaha kaya Oei Tiong Ham, yang terletak di Gergaji. Setahun sekali, dalam rangka menyambut hari lebaran, Oei Tiong Ham membuka taman Balai Kambang untuk dikunjungi segenap lapisan masyarakat. Kesenian tersebut pernah pentas di Balai Kambang untuk merayakan hari lebaran. Selain di Balai Kambang, kesenian ini juga pernah pentas di makam Cina “Bong Bunder” (di belakang SMU Negeri I Semarang) dan di klenteng-klenteng. Ternyata, pentas kesenian tersebut dapat menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah lain seperti: Cirebon, Betawi, Surabaya, Kudus, Rembang, Pekalongan dan sebagainya. Soengkono menggambarkan kesenian itu bernuansa Cina dan Jawa. Suara gambang dan tiupan terompet serta bunyi kencreng merupakan perpaduan suara musik Jawa dan Cina. Nuansa Cina dan Jawa dalam kesenian tersebut juga dapat dilihat pada busana yang dipakai oleh penyanyi dan penari yaitu kebaya bordir dan sarung pesisiran. Soengkono mengatakan bahwa kesenian itu dikenal dengan Gambang Semarang.18 Sumber-sumber tersebut di atas dapat memperkuat dugaan bahwa Gambang Semarang yang dikoordinasi oleh Lie Hoo Soen merupakan suatu bentuk pengembangan kesenian yang pernah ada sebelumnya di kota Semarang.

Perpaduan antara unsur-unsur seni Cina dan Jawa dalam Gambang Semarang merupakan salah satu gambaran bahwa di kalangan masyarakat Semarang telah terjadi proses asimilasi atau integrasi antara unsur-unsur budaya pribumi dan budaya Cina. Terlepas dari kontroversi mengenai asal-usul Gambang Semarang, tidak dapat diingkari bahwa kesenian itu lahir atas prakarsa masyarakat Semarang sendiri dan sampai kini juga masih dibutuhkan serta diperhatikan oleh banyuak pihak di Semarang. Lagi pula, Gambang Semarang terus mengalami pengembangan sesuai dengan selera masyarakat Semarang. Sebagai contoh, lagu-lagu yang disajikan tidak hanya lagu-lagu Betawi, tetapi juga lagu-lagu khas Gambang Semarang seperti “Gambang Semarang”, “Impian Semalam”, “Aksi Kucing”. Di samping itu juga ditampilkan lagu-lagu khas Jawa Tengah: “Jangkrik Genggong”, “Walang Kekek”, dan lagu-lagu kroncong.

Prakarsa Lie Hoo Soen untuk mengembangkan Gambang Semarang pada tahun 1930-an , yang mengikutsertakan baik orang Cina maupun pribumi merupakan suatu gejala, bahwa ketika itu telah tumbuh semangat integratif, dan kesenian ini dapat menampung semangat itu secara baik. Dalam berkesenian harus selalu ada kerjasama dan komunikasi yang bagus agar dapat dihasilkan produk yang baik pula. Kesenian ini terus dikembangkan dalam suasana integratif, dan pengembangannya dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat di Kota Semarang yang meliputi perorangan, pemerintah, perhotelan, dan juga kalangan perguruan tinggi.

Pada saat Lie Hoe Soen ingin membentuk perkumpulan kesenian di Semarang, di kota ini memang sudah ada orang-orang yang potensial untuk menyelenggarakan kesenian tersebut yakni Mak Irah dan Mak Royom (kakak Mak Irah). Mereka adalah orang-orang pribumi yang berasal dari Ciputat, Jakarta. Sebelum pindah ke Semarang, di Jakarta mereka berkarya sebagai seniwati Gambang Kromong. Sebagaimana dikisahkan oleh Jayadi (keponakan Mak Irah) , Mak Irah memutuskan untuk merantau ke kota lain bersama Mak Royom, karena ia mengalami kekecewaan dalam hidup perkawinannya. Oleh orang tuanya Mak Irah dijodohkan dengan seorang Cina yang telah lanjut usia. Dari perkawinannya itu Mak Irah memperoleh nama Cina “Oei Cing Moi”. Pada saat itu di Jakarta, khususnya di kalangan seniman Gambang Kromong, para penyanyi (Tjio Kek) pribumi diberi nama Cina yang diambil dari nama-nama bunga indah seperti Bwee Hoa, Han Siauw, Bouw Tan dan sebagainya.19 Setelah mempunyai seorang anak, ternyata Mak Irah tidak sanggup lagi untuk mempertahankan rumahtangganya, dan akhirnya ia meninggalkan suaminya. Ada kemungkinan bahwa pada saat itu di Semarang sudah berkembang suatu kesenian yang serupa dengan Gambang Kromong di Jakarta, sehingga Mak Irah dan Mak Royom dapat bergabung dalam kesenian itu. Setelah menyaksikan kemahiran Mak Irah dalam menari, pada suatu hari Lie Hoo Soen menjumpai Mak Irah untuk membicarakan kemungkinan mengadakan pertunjukan Gambang Kromong di Semarang. Pertunjukan ini dimaksudkan terutama untuk merayakan hari besar di klenteng- klenteng. Mengingat pada waktu itu di Semarang belum ada pemain musik Gambang Kromong, Mak Irah pergi kembali ke Ciputat Jakarta untuk menemui adiknya, Subadi, seorang seniman Gambang Kromong. Bagi Mak Irah, kesempatan yang ditawarkan oleh Lie Hoo Soen merupakan keberuntungan, karena di Ciputat yang merupakan basis Islam Muhammadiyah masyarakatnya kurang menyukai kesenian Gambang Kromong. Atas dasar pertimbangan bahwa Semarang lebih memungkinkan untuk hidup dengan bekal keahlian kesenian Gambang Kromong, Mak Irah mengajak Subadi untuk pindah ke Semarang. Subadi adalah pemain Gambang Kromong yang serba bisa. Selain dapat memainkan seluruh alat musik dalam kesenian itu, khususnya alat gesek (sukong, kongahian, tehian dan yana), Subadi juga bisa menyanyi dan melawak. Akhirnya, tiga bersaudara itu memutuskan untuk tinggal di Semarang dan berkarya sebagai seniman dalam grup kesenian yang dibina oleh Lie Hoo Soen.20 Oleh karena pada saat itu di Semarang belum banyak orang yang mahir dalam kesenian Gambang Kromong, Subadi diminta oleh Lie Hoo Soen untuk melatih para pemain musik dalam kesenian yang dipimpinnya yaitu: Tan Hok Gie (pemain kromong), Nyo Ping Liong (pemain kendang), Liem Han Hing (pemain Gong), Mintoni ( pemain sukong), Oei Tek Bie (pemain gim), Oei Tiong Oen (pemain biola), Untung (pemain suling), Lim Tik No (pemain samhian), Poei Tjo Dwan (pemain kongahyan), Tjiam Bok Swie (pelatih, pemain gambang). Dalam perkembangan, kesenian yang diorganisasi oleh Lie Hoo Soen ini dikenal dengan Gambang Semarang. Kesenian ini tidak hanya tersohor di Semarang, tetapi juga di kota-kota lain, terutama pada saat diselenggarakan pasar malam. Beberapa kota yang pernah mengundang kesenian Gambang Semarang untuk meramaikan pasar malam adalah Kudus, Pati, Juwana, Temanggung, Parakan, Wonosobo, Magelang, Weleri, Pekalongan, dan Cirebon. Betapa terkenal kesenian ini, sehingga pada tahun 1940 tercipta suatu lagu dengan judul “Empat Penari”. Lagu tersebut tercipta atas kerja sama antara Oei Yok Siang, pembuat lagu, dan Sidik Pramono, penulis syair lagu. Kedua seniman ini bertempat-tinggal di Magelang. Sidik Pramono adalah pemain orkes Perindu di Magelang. Pada tahun yang sama lagu “Gambang Semarang” telah disiarkan pertama kali oleh orkes Perindu di studio Laskar Rakyat Magelang dengan biduanita Nyi Ertinah.21 Berikut ini ditampilkan syair lagu tersebut secara lengkap:


Empat penari, kian kemari

jalan berlenggang, aduh ………..

sungguh jenaka menurut suara

Irama Gambang

Sambil menyanyi, jongkok berdiri

kaki melintang, aduh …………..

langkah gayanya menurut suara

Gambang Semarang

Bersuka ria, gelak tertawa

Semua orang, karena ……………

Hati tertarik grak grik

si tukang kendang


Sambil menyanyi, jongkok berdiri

kaki melintang, aduh …………..

langkah gayanya menurut suara

Gambang Semarang.

Syair lagu tersebut dapat dipahami sebagai suatu kesaksian dan ekspresi perasaan terkesan akan nilai estetis yang ditampilkan oleh kesenian Gambang Semarang. Di samping lagu “Empat Penari”, Oei Yok Siang juga menciptakan lagu-lagu lain yang cocok dengan iringan musik Gambang Semarang seperti “Aksi Kucing” dan “Impian Semalam”.

Penari-penari tempo dulu yang sangat terkenal adalah Mak Irah (periode tahun 1930-an sampai dengan tahun 1940-an) dan nyonya Sam (periode tahun 1950-an sampai dengan tahun 1970-an). Jika Mak Irah terkenal dengan kecantikannya, nyonya Sam sangat dikagumi karena berpinggul besar dengan gerakan-gerakan pinggulnya ngondek, dan ngeyek. Dengan wajah yang cantik, tubuh yang bagus, dan suara yang merdu, Nyonya Sam terkenal sebagai primadona Gambang Semarang. Jika nyonya Sam pentas, pengunjung berdatangan dari berbagai tempat untuk menyaksikan sang primadona itu.

Suatu kenangan akan keindahan Gambang Semarang juga dinyatakan oleh Hartono, seorang seniman lukis kelahiran Surakarta. Ketika masih remaja, pada tahun 1940 Hartono pernah menyaksikan pertunjukan Gambang Semarang di Taman Sriwedari Surakarta untuk merayakan Idul Fitri. Penampilan empat penari yang diiringi lagu Gambang Semarang merupakan puncak pertunjukan tersebut. Ternyata para penari dengan gerakan goyang pinggul mampu mengundang tepuk tangan masyarakat Surakarta yang berselera halus. Lagu Gambang Semarang yang bernuansa Jawa-Mandarin, sejak saat itu, dinyanyikan juga oleh para seniman di Surakarta. Lebih lanjut Hartono menceriterakan bahwa pada tahun 1949 ia juga pernah menonton Gambang Semarang di Kampung Senjoyo Semarang dalam suatu pesta perkawinan. Menurutnya ada suatu atraksi yang sangat lucu dalam pertunjukan tersebut. Pelawak laki-laki, yang mengenakan sarung batik “semarangan”, mencengkal bagian depan sarungnya, sehingga ketika ia bergoyang bersama penari, “cengkal” tersebut menggambarkan alat vitalnya.

Dengan memperhatikan kisah Hartono ini muncul suatu dugaan bahwa dulu penciptaan gerak-gerak tari dalam kesenian Gambang Semarang telah diilhami oleh suatu sense erotis yang tersirat dalam suatu nyanyian Cina yang populer pada saat itu yaitu “Sipatmo”. Nyanyian ini juga merupakan salah satu lagu dalam kesenian Gambang Kromong di Jakarta. “Sipatmo” berarti delapanbelas rabaan yang merupakan gerakan-gerakan manusia ketika melakukan persetubuhan. Makna “Sipatmo” ini dapat diduga mempengaruhi gerak-gerak tari dalam kesenian Gambang Semarang. Gan Kok Hwi, seorang Cina Semarang yang pernah menyaksikan Gambang Semarang pada tahun 1960-an, menuturkan bahwa dalam pertunjukan tersebut ditampilkan sebuah lagu Cina yang dinyanyikan dengan gerak-gerak erotis. Gerakan dari jongkok sampai berdiri dengan gerak tangan yang “usap-mengusap” sering dapat mengundang penonton naik panggung untuk ikut menari. Gerakan erotis ini menjadi ciri primadona Gambang Semarang periode tahun 1950-an Nyonya Ong Sam Nio (Nyonya Sam) . Masyarakat penikmat Gambang Semarang masa itu sangat terkesan akan gerakan erotis nyonya Sam, sehingga muncul suatu sebutan untuknya “egolane serrr, kayak lele”. Menurut Tutik, mantan penari Gambang Semarang, penari-penari lain yang sejaman dengan nyonya Sam yaitu Cik Swan, Cik Ling, dan Sus Mi. Tutik mengaku bahwa ia tertarik ikut menjadi penari dalam kesenian itu karena ia pernah menonton nyonya Sam menari. Menurutnya gerak tari nyonya Sam terasa enak untuk dipraktikkan.

Pada tahun 1942, ketika Gambang Semarang pentas di arena Pasar Malam Magelang, terjadi pertempuran dengan Jepang. Para pemain Gambang Semarang menyelamatkan diri dan peralatan musiknya ditinggalkan begitu saja, sehingga hilang. Mak Royom pun tidak diketahui nasibnya. Apakah ia masih hidup atau sudah meninggal, tidak seorang pun mengetahuinya. Dengan terjadinya peristiwa itu Gambang Semarang bubar, dan selama beberapa tahun tidak ada pentas. Walaupun telah terjadi peristiwa yang menyeraiberaikan para pemain Gambang Semarang serta memusnahkan peralatan musiknya, ternyata kecintaan orang Semarang terhadap kesenian tersebut tidak pernah hilang. Hal ini terbukti pada tahun 1949 muncul lagi seorang pemerhati Gambang Semarang yang bernama The Lian Kian, bertempat tinggal di Kampung Seong Semarang. Karena alat-alat musik Gambang Semarang sudah hilang, ia membeli instrumen Gambang Kromong di Betawi. Subadi masih tetap diminta untuk melatih para pemain musik kesenian ini. Akan tetapi, The Lian Kian tidak bertahan lama dalam mengelola Gambang Semarang, karena ia kalah judi. Pengelolaan Gambang Semarang dilanjutkan oleh Yauw Tia Boen (lebih dikenal dengan panggilan “Cik Boen”), yang juga bertempat tinggal di Kampung Seong. Di samping Gambang Semarang, Cik Boen juga mengkoordinasi perkumpulan musik “Irama Indonesia” yang menyajikan berbagai warna musik seperti jaz, keroncong, dangdut, dan lagu Barat. Ketika dikelola oleh Cik Boen, Gambang Semarang mengalami inovasi dalam berbagai unsur seninya. Alat-alat musiknya dilengkapi dengan bass, saxofon, klarinet, orkes keroncong, alat musik tiup, dan drum. Dengan demikian nyanyiannya juga ikut berkembang. Pada saat itu dalam kesenian Gambang Semarang dinyanyikan juga lagu-lagu Barat.28 (wawancara dengan Jayadi, tanggal 13 Maret 1998). Cik Boen juga merekrut para seniman waria yang pandai menyanyi dan menari seperti: Heny, Emy, Farida, dan Wiwik. Penyanyi dan penari yang lain adalah Nungki, Tutik, Mulyati, Sus Min, dan Rukmini. Cik Boen tidak hanya berperan sebagai pengelola kesenian ini, tetapi ternyata ia juga dapat memainkan alat musik kromong. Bahkan ia juga pandai melawak dan menari. Lawakan dan tariannya disampaikan secara spontan. Pemain musik lainnya adalah antara lain Noto dan Pahing. Para penari Gambang Semarang pada saat itu sering menari dan berkostum dengan gaya India, karena pada saat itu film-film India sedang populer, sehingga mempengaruhi penampilan mereka. Pada saat itu Gambang Semarang sering dipentaskan di klenteng-klenteng: Gang Lombok, Gang Baru, Bon Lancung dan lain-lain. Di samping itu kesenian ini juga sering dipentaskan untuk memeriahkan pasar malam di Tegal Wareng Semarang. Kepemimpinan Cik Boen dalam kesenian Gambang Semarang harus berakhir, ketika ia menjadi melarat karena hampir seluruh hartanya digunakan untuk mengurusi kesenian ini. Bahkan pada awal tahun 1960-an ia meninggal.30 Setelah Cik Boen meninggal, Gambang Semarang juga mengalami masa suram selama lebih kurang 10 tahun.

Pada tahun 1972 Noto, seniman Gambang Semarang dari masa Cik Boen, ingin menghidupkan kembali kesenian ini. Dengan dana yang relatif kecil ia dapat mengadakan peralatan musik. Tentu saja dengan dana yang relatif kecil itu, kualitas bahan-bahannya juga kurang bagus . Gambang dibuat dari kayu sengon sehingga tidak berbunyi keras. Walaupun begitu Noto dan grupnya pernah diminta untuk pentas di hotel Patra Jasa Semarang pada tahun 1974. Penari dan penyanyi yang terkenal pada saat itu adalah Tuti Yuliati dan Istinah Amin.

Pada sekitar tahun 1970-an dan 1980-an perhatian terhadap kesenian Gambang Semarang muncul dari berbagai kalangan, baik secara individual maupun kelompok. Pada tahun 1972 mulai muncul perhatian yang bukan berasal dari masyarakat umum, tetapi dari pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang. Pada saat itu Walikota Semarang, Hadijanto, menugaskan kepada Iman Prakoso, Kabin. Kebudayaan Kotamadya Semarang, untuk menghidupkan kembali kesenian Gambang Semarang. Iman Prakoso menolak tugas tersebut, dengan alasan bahwa Gambang Semarang bukan kesenian asli Semarang. Karena Iman Prakoso tidak bersedia menjalankan tugas tersebut, kemudian Walikota menugaskan Thukul, Kepala Bidang Sarparlu. Pelaksanaan tugas ini dilimpahkan kepada Sekolah Dasar “Kartini”. Pengelolaannya dipimpin oleh Soesman, guru sekolah dasar tersebut. Para pesertanya direkrut dari guru-guru sekolah dasar di Kotamadya Semarang. Namun ternyata setelah kesenian tersebut dipentaskan, justru menjadi bahan perdebatan yang ramai di DPRD Semarang. Pada saat itu suasana masih sangat sensitif terhadap kebebasan pergaulan antara pria dan wanita. Padahal, ketika itu tarian Gambang Semarang diciptakan berpasangan dan bergandengan tangan antara pria dan wanita. Oleh sebab itu DPRD menolaknya, dan Gambang Semarang sekolah dasar “Kartini” bubar. Peralatannya masih disimpan di sekolah dasar tersebut.

Salah seorang anggota masyarakat Semarang yang lain, Bah Kalud, juga berpartisipasi dalam kancah pelestarian kesenian Gambang Semarang. Pada tahun 1976 Bah Kalud meminta Jayadi, seniman Gambang Semarang, untuk membeli peralatan musik di Ciputat Jakarta. Akan tetapi kemudian peralatan musik tersebut dibeli oleh Jayadi sendiri, dan Bah Kalud membuat instrument musik lagi yang kemudian dijual kepada Thio Tiong Gie (pengurus Klenteng Gang Lombok). Setelah memiliki peralatan musik, Thio Tiong Gie mendirikan Paguyuban “Gambang Semarang”. Organisasi ini mendapat pengesahan dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah tertanggal 26 Juli 1979 dengan kategori kesenian rakyat. Beberapa pemain musik dalam kelompok kesenian ini yaitu Subadi, Jayadi, Noto, Min, Yatin, dan Yuri. Upaya Tio Thiong Gie dalam mengembangan Gambang Semarang telah membuahkan hasil yang cukup membanggakan. Paguyuban kesenian yang dipimpinnya itu telah memperoleh beberapa tanda penghargaan. Penghargaan pertama diperoleh dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Pengembangan Jawa Tengah dalam rangka Festival Pertunjukan Rakyat Propinsi Jawa Tengah pada tanggal 18 Nopember 1980. Penghargaan yang lain didapatkan dari Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang dalam rangka penyelenggaraan Karnaval Dugderan pada tahun 1992.

Pada tahun 1985 Grup “Aktifitas Seniman Remaja” (ASR), di bawah pimpinan Burhanuddin, membentuk “Gambang Remaja”. Pelatihnya adalah seniman Gambang Semarang “kawakan” Jayadi (pemain kromong) dan Juri (pemain suling). Dalam grup ini peralatan musik Gambang Semarang ditambah dengan siter, dan juga dilengkapi dengan organ. “Gambang Remaja” sering dipentaskan untuk menyambut turis di pelabuhan Semarang. Selain itu ASR juga pernah mementaskan opera “Ande-ande Lumut” dengan iringan musik Gambang Semarang di Gedung Olah Raga Simpang Lima Semarang. Penonton pertunjukan ini harus membayar dengan membeli tiket, dan jumlah penontonnya cukup banyak. Pengemasan tari dan busana “Gambang Remaja” ditangani oleh Asri Meiati, pimpinan Sanggar “Asri Budaya”. Pengemasan tersebut dibuat atas persetujuan Iman Prakoso, Kepala Bidang Kebudayaan Kotamadya Semarang pada saat itu.

Tidak lama setelah “Gambang Remaja” terbentuk, pada tahun 1986 seorang budayawan Semarang, Amen Budiman, juga mendirikan perkumpulan Gambang Semarang “Kembang Goyang”. Pelatih dan pemainnya diambil dari paguyuban “Gambang Semarang” di Klenteng Gang Lombok. Menurut Sayekti, penyanyi dalam perkumpulan “Kembang Goyang”, kesenian yang dipimpin oleh Amen Budiman ini dipentaskan untuk berbagai acara yaitu pameran masakan Semarang, pesta perkawinan, pesta ulang tahun, dan acara menyambut tahun baru.33 Menjelang Amen Budiman wafat (1995), peralatan musiknya dijual kepada Hotel Graha Santika Semarang. Pada hari-hari tertentu hotel tersebut menyajikan Gambang Semarang untuk menghibur tamu-tamunya.

Pada tahun 1990-an kalangan pemerhati kesenian Gambang Semarang menjadi semakin luas. Masalah yang menjadi pusat perhatian dan pemikiran tidak saja mengenai masalah pengembangannya, tetapi juga menyangkut soal pencarian kesepakatan untuk mengakuinya sebagai salah satu identitas budaya kota Semarang. Usaha-usaha dan diskusi tentang hal ini muncul dari berbagai lembaga yang terkait seperti Dinas Pariwisata, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan beberapa Perguruan Tinggi. Usaha Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kotamadya Semarang untuk mengembangkan Gambang Semarang terus berlanjut sampai dengan dekade 1990-an. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat karya Agus Supriyanto, seorang staf Seksi Kebudayaan di instansi tersebut. Atas dorongan Iman Prakoso, yang ketika itu masih menjabat sebagai Kasi Kebudayaan, Agus Supriyanto mencipta tari Gado-gado Semarang dengan iringan musik Gambang Semarang. Lagu “Gado-gado Semarang” dicipta oleh Kelly Puspita atas permintaan Hadiyanto, walikota Semarang periode tahun 1970-an.34 Menurut Agus Supriyanto lagu “Gado-gado Semarang” dipilih sebagai dasar penciptaan dan iringan tari yang diciptakannya karena syair lagu tersebut mencerminkan identitas Semarang. Semula tari ini hanya dilakukan oleh wanita, tetapi kemudian dikembangkan menjadi tari pasangan antara pria dan wanita, yang dimaksudkan sebagai tari pergaulan. Tari tersebut menampakkan gerak-gerak erotis yang menonjolkan gerakan payudara dan pantat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kotamadya Semarang telah memasyarakatkan tari Gado-gado Semarang melalui jalur pendidikan formal. Di sekolah-sekolah SMP dan SMU di Kotamadya Semarang diajarkan tarian tersebut. Sebelum itu guru-guru tari di Kotamadya Semarang mendapat penataran dengan materi tarian tersebut. Kemudian juga diadakan lomba tari Semarangan antarsiswa SMP dan SMU di Kotamadya Semarang. Tarian ini juga pernah diikutsertakan dalam festival kesenian tingkat Jawa Tengah dan dipentaskan di Taman Mini Indonesia Indah untuk mewakili Kotamadya Semarang.

Pada awal tahun 1990 IKIP Negeri Semarang juga muncul dalam wacana pengembangan Gambang Semarang. Bintang, seorang sarjana seni tari yang mengajar di Institut tersebut, telah menciptakan tari yang diiringi dengan musik serta lagu Gambang Semarang dan diberi nama tari “Denok”. Penciptaan tari ini berdasar pada unsur-unsur gerak tari “jalan ngondek”, “jalan ngeyek”, dan “jalan tepak”. Di samping itu juga dimasukkan unsur-unsur gerak tari Jawa. Busananya juga dibuat seperti busana yang dipakai dalam Gambang Semarang yaitu kebaya encim dan kain pesisiran. Denok adalah suatu panggilan untuk anak gadis Semarang. Tarian ini menggambarkan kelincahan gadis-gadis Semarang, dan dapat ditarikan secara masal atau tunggal.

Fakultas Sastra Universitas Diponegoro adalah salah satu lembaga yang ikut berperanan dalam pengembangan kesenian ini. Langkah awal yang dilakukannya adalah mengadakan pameran budaya “Semarangan” dalam rangka Dies Natalis Universitas Diponegoro pada tahun 1993. Dalam event tersebut dipamerkan antara lain peralatan musik Gambang Semarang dan masakan “Semarangan”. Upaya pengembangan terus dilanjutkan dengan mengadakan sarasehan tentang “Pelestarian dan Pengembangan Kesenian Gambang Semarang” pada tanggal 20 Januari 1994. Dari sarasehan tersebut diperoleh kesepakatan bahwa Gambang Semarang perlu dilestarikan dan dikembangkan karena kesenian tersebut mempunyai nilai penting sebagai aset wisata, aset ekonomi, dan juga sebagai salah satu identitas budaya kota Semarang. Masalah yang muncul adalah apakah masyarakat Semarang masih menggemari kesenian ini, dan apakah mereka dapat menerima kesenian tersebut sebagai salah satu identitas kota Semarang. Hasil sarasehan ini terus menjadi bahan pemikiran Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, sehingga akhirnya diputuskan untuk dibawa ke forum lokakarya yang diselenggarakan pada tanggal 25 Juli 1994. Pada intinya lokakarya tersebut membicarakan langkah-langkah untuk mengembangkan seluruh aspek seni Gambang Semarang yang meliputi seni tari, musik, nyanyian, lawak, busana, dan dialek.

Usaha pengembangan Gambang Semarang terus dilanjutkan dengan cara menerapkan hasil lokakarya tersebut dalam kegiatan pelatihan Gambang Semarang bagi mahasiswa, dosen, dan karyawan Fakultas Sastra Universitas Diponegoro. Instansi ini telah memiliki peralatan musik sendiri yang dibeli dari Jayadi, dan seniman ini bersama rekannya Yuri diminta untuk melatih. Dalam pelatihan itu semua aspek seni digarap dan dikembangkan berdasarkan unsur-unsur seni yang telah dimiliki oleh kesenian ini.

Pengembangan tari didasarkan pada gerak-gerak khasnya yaitu genjot, lambeyan, ngondek, dan ngeyek, serta diperkaya dengan unsur-unsur gerak tari Jawa, Sunda, dan Bali. Hal itu mengingat kenyataan bahwa masyarakat Semarang memang bersifat heterogen, terdiri dari berbagai suku bangsa. Selain itu, penggarapan tari juga didasarkan pada kondisi geografis Semarang yang merupakan daerah pantai, sehingga dibuat gerak-gerak tari yang menggambarkan deburan ombak dengan ditandai suara kendang yang bertalu-talu. Musiknya juga dikembangkan dengan cara menambahkan alat musik siter serta diciptakan lagu-lagu baru seperti “Goyang Semarang”, “Lenggang Semarang”, dan “Tigapuluh Tahun Fakultas Sastra”. Lagu “Goyang Semarang” dapat dinyanyikan dalam rangka lawak, karena lagu tersebut dapat dibawakan secara bersahutan dan dibuka dengan irama “rap” yang syairnya dapat disesuaikan dengan kondisi aktual pada saat pertunjukan. Selain itu juga disajikan lagu-lagu Barat, Dang- Dut, keroncong, dan tembang-tembang Jawa.

Busana penari mendapat penggarapan dan pengembangan selaras dengan model busana pesisiran. Kebaya dibuat dari bahan polos dengan hiasan bordir pada seluruh bagian tepinya, dan ujung depan kebaya dibuat meruncing ke bawah. Kain yang digunakan adalah kain batik pesisiran dan dilengkapi dengan “sonder” sebagai pemanis busana tari. Sanggul penari digarap dengan cara memadukan unsur-unsur sanggul Jawa, Eropa, dan Cina.

Seni lawak juga mendapat penggarapan yang cukup penting dalam rangka pengembangan Gambang Semarang sebagai salah satu identitas budaya kota Semarang. Salah satu unsur budaya Semarang yang dapat diidentifikasi secara mudah adalah dialek. Oleh karena itu, dalam bagian lawak dimasukkan dialek Semarang dengan harapan bahwa hal tersebut dapat menampilkan identitas Semarang.

Gambang Semarang Fakultas Sastra UNDIP ini telah dipentaskan dalam berbagai acara: perayaan lustrum Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, Dies Natalis Universitas Diponegoro, penyambutan turis dari Amerika di Kota Lama, pembukaan pameran pembangunan di Taman Budaya Raden Saleh, penyambutan Duta Besar Australi di Hotel Patra Jasa, “Talkshow” Kepariwisataan di Hotel Grand Candi, penyuluhan guru-guru SMP di kotamadya Semarang dan lain-lain.

Untuk mengembangkan kesenian Gambang Semarang, Fakultas Sastra Universitas Diponegoro telah menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga lain yaitu Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang, Dewan Kesenian Jawa Tengah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, harian Suara Merdeka, Akademi Pariwisata, dan Hotel Graha Santika.

Kepedulian masyarakat Semarang untuk mengembangkan Gambang Semarang merupakan suatu bukti bahwa kesenian tersebut tetap memiliki masyarakat pendukung. Oleh karena itu, suatu hal yang perlu dipikirkan dan direalisasikan adalah penyediaan cultural apparatus, yaitu organisasi dan lingkungan yang menunjang pertumbuhan budaya.

titus15
September 3rd, 2011, 05:21 AM
Wah panjang banget artikelnya... jadi belom bisa komen banyak terutama Gambang Semarangnya... nanti dilanjut lagi setelah baca cermat.
Tentang Masjid Hanafi jika yang dirujuk tahun 1400an, kemungkinan sitenya adalah di daerah Sam Po Kong, karena pada tahun tersebut, sebagian besar daratan Semarang masih berupa lautan. Sampokong merupakan daratatan dari teluk kali garang.

Ada yang bilang kalo di kompleks tersebut di bagian belakang ada bangunan yang berfungsi sebagai Masjid.

Kawasan lain yang tidak berupa lautan konon kabarnya adalah kawasan Pulau Tirang di sekitar utara Mangkang. Tidak tahu persis dimana posisi sebenarnya pulau tirang ini. Yang jelas di sekitar kawasan Mangkang utara ini ada situs Watu Tugu, sebuah candi perbatasan antara Majapahit dan Pajajaran. Jika merujuk Majapahit, kemungkinan sekitar 700 tahun yang lalu. nanti kita onceki bagian ini... maaf sekarang belum sempat...

titus15
September 3rd, 2011, 07:11 AM
Gambang Semarang di Stasiun Tawang:
eGkxaDXX5aE

titus15
September 3rd, 2011, 07:14 AM
Mungkin mas edytoah bisa bergabung dengan rekan2 di Sobokartti yang sekarang sedang bangkit2nya menghidupkan atmosfer kesenian di Semarang dari bangunan cagar budaya yang sempat dilupakan.

Oh ya, instrumen yang unik juga dari Semarang konon ada juga Gamelan Supra yang dimainkan oleh anak Loyola. Konon kabarnya gamelan ini hasil kreasi romo Londo buat menyambut kedatangan Bung Karno. nama Supra singkatan dar Soegija Pranata ini konon pemberian Bung Karno... apakah bisa dicek kebenarannya mas Edytoah??

titus15
September 3rd, 2011, 09:17 AM
yang menarik dari tulisan mas edytoah untuk ditelusiri adalah; loji semarang di Jakarta, Bong Bunder belakang SMA 1. pernah saya posting di nusantara, dan pentas di pasar malem di magelang ketika perang yang membuat pemain gambang semarang kocar-kacir. Ini sangat tipikal sama adegan di film Merahputih, ketika malam2 para kadet sedang dalam acara keroncongan lalu diserang belanda. kebetulan dalam film itu lagu yang diputar adalah lagu Empat penari kalo tidak salah...

Tentang perdebatan asli atau tidak asli, menurut saya, setelah melalui proses asimilasi yang panjang, hingga (ini yang penting) kemudian menemukan ciri khas yang baru, maka ini sudah bisa disebut asli. Banayk kok kesenian yang katanya udah jaman nenek moyang, ternyata baru dikembangkan diawal abad 20. seperti reog, yang selama ini kita kenal hanya dari ponorogo, ternyata di gunungkidul juga ada, yang dikembangkan pada awal abad 20. Itupun sudah sangat berbeda pertunjukannya dari reog di Ponorogo.

edytoah
September 3rd, 2011, 11:50 AM
Wah panjang banget artikelnya... jadi belom bisa komen banyak terutama Gambang Semarangnya... nanti dilanjut lagi setelah baca cermat.
Tentang Masjid Hanafi jika yang dirujuk tahun 1400an, kemungkinan sitenya adalah di daerah Sam Po Kong, karena pada tahun tersebut, sebagian besar daratan Semarang masih berupa lautan. Sampokong merupakan daratatan dari teluk kali garang.

Ada yang bilang kalo di kompleks tersebut di bagian belakang ada bangunan yang berfungsi sebagai Masjid.

Kawasan lain yang tidak berupa lautan konon kabarnya adalah kawasan Pulau Tirang di sekitar utara Mangkang. Tidak tahu persis dimana posisi sebenarnya pulau tirang ini. Yang jelas di sekitar kawasan Mangkang utara ini ada situs Watu Tugu, sebuah candi perbatasan antara Majapahit dan Pajajaran. Jika merujuk Majapahit, kemungkinan sekitar 700 tahun yang lalu. nanti kita onceki bagian ini... maaf sekarang belum sempat...

Ya agak panjang Mas .. spy Message Gambang Semarang-nya ngak ilang ...Soale sumbernya penelitian /thesis/desertasi Doktor Sastra Undip kui lho Mas ..takut dibilang ngambil kok dikit-dikit jd ngak jelas .. hehehe

Kalau Sam Poo Kong kelihatannya ngak ada masjid Mas Titus .. saya pernah masuk, adanya justru Kejawen di Makam Dampo Awang ...Ki Juru Mudi .. banyak yang nyekar disana.
Kemungkinan di Simongan Raya deket2 Phapros itu ada masjid cukup besar.

Mungkin mas edytoah bisa bergabung dengan rekan2 di Sobokartti yang sekarang sedang bangkit2nya menghidupkan atmosfer kesenian di Semarang dari bangunan cagar budaya yang sempat dilupakan.

Oh ya, instrumen yang unik juga dari Semarang konon ada juga Gamelan Supra yang dimainkan oleh anak Loyola. Konon kabarnya gamelan ini hasil kreasi romo Londo buat menyambut kedatangan Bung Karno. nama Supra singkatan dar Soegija Pranata ini konon pemberian Bung Karno... apakah bisa dicek kebenarannya mas Edytoah??

Sebetulnya sy bukan pemerhati Seni Mas Titus ...isone mung provokatori wae wkkkwkkkwkk cuma ikut-2-lah ngramein di Forum ini dp Gambang Semarang ntar ilang beneran ...hehehehe .. Untung jek krungu yo Mas ning tekan Tawang salah satu lagunya ...

Lha ttg gamelan Supra (Soegija Pranata) .. mudah-mudahan ada ya di skenario film Romo Kanjeng (Romo Mgr Soegiopranoto) garapan Mas Garin .. khan Garin jg arbituren Loyola jg ada Bung Karno juga.Coba ntar tak tanya anak temen gw yg sekolah di Loyola sekarang,masih dimainkan ngak ya.
OOT .. jd ingat pernah baca di sebuah gereja Katholik di Jakarta entah Paroki mana sy lupa mungkin di Menteng khali ..ada alat musik aneh spt pipa yang dihubungkan orgel kalau ngak salah ... harusnya kalau ada di Semarang alat musik tsb lebih asyik lagi khali kalau digabung Gamelan Supra tsb . ;-P

yang menarik dari tulisan mas edytoah untuk ditelusiri adalah; loji semarang di Jakarta, Bong Bunder belakang SMA 1. pernah saya posting di nusantara, dan pentas di pasar malem di magelang ketika perang yang membuat pemain gambang semarang kocar-kacir. Ini sangat tipikal sama adegan di film Merahputih, ketika malam2 para kadet sedang dalam acara keroncongan lalu diserang belanda. kebetulan dalam film itu lagu yang diputar adalah lagu Empat penari kalo tidak salah...

Tentang perdebatan asli atau tidak asli, menurut saya, setelah melalui proses asimilasi yang panjang, hingga (ini yang penting) kemudian menemukan ciri khas yang baru, maka ini sudah bisa disebut asli. Banayk kok kesenian yang katanya udah jaman nenek moyang, ternyata baru dikembangkan diawal abad 20. seperti reog, yang selama ini kita kenal hanya dari ponorogo, ternyata di gunungkidul juga ada, yang dikembangkan pada awal abad 20. Itupun sudah sangat berbeda pertunjukannya dari reog di Ponorogo.

Saya setuju dengan point Mas Titus ttg loji semarang di jakarta,bong bunder blkg SMA 1,ama pentas Gambang Semarang jaman Jepang th 1942 tsb.
Yg dimaksud rumah loji tsb semacam rumah bersama atau rumah boro.Waktu saya kecil di Madiun Jawa Timur juga di Semarang, sy punya teman yang tinggal disebuah rumah besar yang ditinggali beberapa keluarga.Di Madiun oran-orang jaman dulu menyebutnya Gang Pengungsen (pengungsian).Di Semarang ada di jln Gajahmada dulu,di dpn Restaurant Semarang (restaurantnya Pak Yongkie Thio).
Untuk imigran-2 dari China dulu,mereka belum mampu beli rumah sendiri terpaksa tinggal di loji tsb.
Ngak ada hubungannya dengan loji/rumah setan kaun Freemasons lho ...wkkwkkwkk ...

Bong Bunder memang menarik Mas Titus,yang sudah saya tanyakan ke orang yang tahu aksara cina dari 2 nisan/bongpai tsb yang artinya Makam tidak dikenal.Sy prediksi mungkin jaman dulu ada pembrontakan orang-2 China juga di Semarang sebelum terjadi pecinan oleh Belanda,mungkin merekaa yang dikuburkan disana adalah yang ikut dalam perang tsb.

Yang saya kasihan penyanyi Gambang Semarang yg hilang pada saat Jaman Jepang tsb,yg tidak ketahuan rimbanya.Kemungkinan bisa jadi "Jogun ianfu" tentara-tentara Jepang yang kejam karena sudah pasti penyanyi Gambang Semarang adalah wanita yang menarik.Yach kita juga tidak tahu .. namanya juga perang.

ssphila
September 3rd, 2011, 11:51 AM
^^ Luar biasa Mas Titus & Edytoah ini :applause: mantab tenanan...

Walaupun sy lahir & besar di Smg, saya serasa anak TK yg masih harus buuuaaanyak sekali belajar & minimal mengetahui sejarah, cerita, asal muasal di Kota Semarang ini. Bisa dijadikan buku ini, kalau ditanyakan ke banyak org Smg "Sudahkah anda benar mengenal Kota Semarang ?" yakin sy jawabannya gak byk yg tau apalagi sedetil ini. Makasih mas, sy akan mulai baca2 dulu pelan2 :D

:okay: :okay:

edytoah
September 3rd, 2011, 12:52 PM
^^ Luar biasa Mas Titus & Edytoah ini :applause: mantab tenanan...

Walaupun sy lahir & besar di Smg, saya serasa anak TK yg masih harus buuuaaanyak sekali belajar & minimal mengetahui sejarah, cerita, asal muasal di Kota Semarang ini. Bisa dijadikan buku ini, kalau ditanyakan ke banyak org Smg "Sudahkah anda benar mengenal Kota Semarang ?" yakin sy jawabannya gak byk yg tau apalagi sedetil ini. Makasih mas, sy akan mulai baca2 dulu pelan2 :D

:okay: :okay:

Wah Mas ssphila ini sebetulnya malah lebih banyak ceritanya ... wong ini cuplik sana sini .. sambil ditambahi sendiri .. hehehehe .. Apalagi analisanya Mas Titus yg jitu ... Gw cuma bs jd provokator aja Mas ssphila ...:bash:
Tp kalau mau dijadikan buku Mas Titus pasti jago nyusun urutannya ... udh jelas plotnya di halaman I yg dibuat Mas Titus ..:)
Ayo Mas ssphila cerita waktu jaman masih kecil yang unik ..misal pasti pernah lewat Dong Gulo di Peloran/Jagalan .. yang sekarang jadi ruko itu ..

titus15
September 3rd, 2011, 02:58 PM
^^ saya yang statusnya provokator sebenarnya, nggak ngerti apa-apa juga, malah dari postinganyya mas edytoah, ssphila dan om Bozhart malah jadi banyak dapat pengetahuan baru... untung masih banyak temen2 yang peduli, mengais-ngais lagi banyak sejarah tentang Semarang. Terbukti trit ini penting karena sedikit sekali yang ngerti sejarah suatu kota. Sejarah hanya dipahami sejarah mayor saja seperti kapan VOC terbentu, kapan sumpah pemuda, kapan perang diponegoro. menurut saya sejarah Tahu Pong nggak kalah menariknya, karena selain bicara kuliner tapi juga bicara tentang asimilasi sosial warga hingga terbentuk entitas bernama kota, Semarang dalam hal ini...

Saya sendiri sudah hampir 20tahun meninggalkan semarang, ortu gak asli semarang. Mengais-ngais cerita seadanya dari media yang ada dan dari internet, semoga bisa semakin lengkap nantinya... terima kasih...

ssphila
September 3rd, 2011, 07:09 PM
Maaf ya blm bisa kontribusi, nanti coba kl sy dpt info/cerita/sejarah ttg Semarang. Kebetulan walaupun sy lahir di Smg tp ke2 ortu asal Malang, jd sy gak byk tau cerita Semarang. Tp sy bisa melanjutkan cerita2 ini ke anak2 sy :D thanks a lot.

titus15
September 3rd, 2011, 07:17 PM
^^ tapi bisa mengais-ngais banyak cerita juga kan mas?? Saya rasa mas ssphila punya banyak cerita amsa kecil tentang semarang. terbukti foto patung bison di deket GOR simpanglima. Pasti ada cerita tentang itu. Itu juga masuk bagian dari sejarah juga lho mas. Jadi bukan cuma sejarah yang besar aja...


Ada PR dari mas Venantio nih di trit PD. Dia tanya tentang nama Gombel dan Jatingaleh itu asalnya darimana. Ada yang bisa bantu menjelaskan??

bozhart
September 4th, 2011, 10:08 AM
^^^^

Wewe Gombel

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/88/Wewe_Illustration.jpg/438px-Wewe_Illustration.jpg

Wewe Gombel adalah sebuah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka menculik anak-anak, tapi tidak mencelakainya. Konon anak yang dicuri biasanya anak-anak yang ditelantarkan dan diabaikan oleh orang tuanya. Wewe Gombel biasanya akan menakut-nakuti orang tua si anak atas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar. bila mereka telah sadar, Wewe Gombel akan mengembalikan anaknya.

Latar belakang mitos
Menurut cerita, mitos Wewe Gombel dipercayai digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak agar mereka tidak berkeliaran di waktu malam hari. Ini disebabkan pada masa lalu, keadaan gelap gulita amat berbahaya karena hewan buas mungkin memasuki kawasan perkampungan dalam kegelapan malam. Dengan itu Wewe Gombel diciptakan untuk menyelamatkan mereka daripada ancaman tersebut. Wewe Gombel biasanya digambarkan dengan sosok wanita tua keriput dengan susu/payudara yang terlihat keluar panjang menjijikkan.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Wewe_Gombel

==============================


^^ saya yang statusnya provokator sebenarnya, nggak ngerti apa-apa juga, malah dari postinganyya mas edytoah, ssphila dan om Bozhart malah jadi banyak dapat pengetahuan baru... untung masih banyak temen2 yang peduli, mengais-ngais lagi banyak sejarah tentang Semarang. Terbukti trit ini penting karena sedikit sekali yang ngerti sejarah suatu kota. Sejarah hanya dipahami sejarah mayor saja seperti kapan VOC terbentu, kapan sumpah pemuda, kapan perang diponegoro. menurut saya sejarah Tahu Pong nggak kalah menariknya, karena selain bicara kuliner tapi juga bicara tentang asimilasi sosial warga hingga terbentuk entitas bernama kota, Semarang dalam hal ini...
Gw juga hanya tahu garis2 besar sejarah, terutama tentang perkembangan kota Semarang. Tentang kehidupan masyarakat jaman dulu, pengetahuan gw tidak sebanyak edytoah :D Gw juga mengais2 di Google.

Gw sebenarnya kurang bisa menulis cerita panjang lebar, cuma bisa copy paste dari internet atau menceritakan kembali dari buku Jongkie Tio.

Venantio
September 4th, 2011, 03:16 PM
Saya malah kepikirannya Gombel berasal dari nama seekor jenis kadal kecil yang orang Jawa sebut Cleret Gombel, seekor cicak yang bisa terbang. Mungkin saja dulunya banyak ditemukan di daerah Gombel sana.... Bener atau nggak saya nggak tahu deh... Tapi memang waktu kecil, ketika saya masih tinggal di Semarang, saya sering nemuin binatang ini. Sekarang kayaknya udah langka ya...

http://www.dragon-zoo.com/dragonzoo_news_Dragons_In_Real_Life.html

titus15
September 5th, 2011, 03:55 PM
wah menarik juga ini... cleret gombel... jadi makin menarik bisa bertukar banyak cerita. Saya tidak bisa urun rembuk tentang hal ini> mungkin butuh penelusuran juga. Tapi kalo dari cleret Gombel, menarik juga jika disandingkan dengan warak ngendok yang berkepala naga. Apa mungkin semarang ada kaitannya dengan daerah kepala naga yang seharusnya bawa banyak hoki???

Tentang masalah nama saya malah juga heran dengan nama Semarang sendiri. Katanya dari kata Asem Arang... karena katanya dari daerah yang ada pohon asemnya tapi jarang, Ini mengherankan, kalo asemnya jarang, di pulau Jawa ini banyak tempat yang pohon asemnya jarang kenapa hanya Semarang yang dinamakan Semarang. Mungkin dari pohon asem yang buahnya jarang? Atau justru ada nama pohon yang namanya Asem Arang. Saya justru lebih suka kalo dari nama Semar Aran, atau 'diarani semar' atau 'dinamakan Semar'.

Ini hampir sama nama made Pandan yang kemudian berubah nama menjadi Pandan Aran, dari 'dinamakan Pandan' sebagai bupati pertama Semarang. Semar ini adalah tokoh yang diciptakan Sunan Kalijaga dari kerajaan Demak, yang artinya linier juga dengan Ki Ageng Pandanaran sebagai Bupati Semarang dari kerajaan demak...

detwis
September 8th, 2011, 12:21 PM
btw kalo dr arah semarang atas ke bawah lewat kanan, coba perhatikan di sebelah kiri ada satu kuburan cina... cuma satu di pertemuan antara gombel lama dan gombel baru *boleh dicek

kata org sih itu kuburan wewe gombel.. makanya dinamakan daerah gombel...

cuma denger2 aja... :lol: :lol:


serem tp yaaa :nuts:

titus15
September 8th, 2011, 01:05 PM
belum ada yang mengeksplore site tersebut. Termasuk situs misterius makam kuno di tanjakan Gombel itu. Mungkin mas Edytoah bisa share aksara china yang tertulis di makam tersebut...??

edytoah
September 8th, 2011, 06:14 PM
^^
Coba ntar kalau lwt situ sy cek dan photonya kalau bisa.Tp kalau wewe gombel itu bukan hantu Cina,kalau hantu Cina yg loncat2 tuh pake pakaian hitam topi merah gaya Manchu trs ada kertas sembayang (hu) di jidatnya wkkwkkwkk ..

Kalau areal bekas Hotel Sky Garden di Gombel memang terkenal angker.Ada link yg menyebutkan wewe gombel ini juga yg menyebutkan kebangkrutan hotel tsb.Ktnya ada paranormal yg nerawang hutan Sky Garden yg 12ha ini merupakan kerajaan jin.Konon org2 kuno cerita areal yg seram di bekas kolam renang.Sy pernah kesana siang2 bbrp th lalu,cuma sayang photo2 udh hilang di harddisk komputer yg rusak.Aura negatif memang terasa di bekas kolam renang.Konon kolam renang jaman dulu sering bocor,diperkirakan dibawah kolam renang ada sumber air atau semacam telaga kt paranormal yg nerawang.
Cuma bangunan apalagi di hutan begini,kalau sedikit yg menghuni memang banyak makhluk2 halus,tp kalau sudah dibangun bagus dan suasana terang,banyak pengunjung,makhluk2 tsb jg akan pergi,contoh Lawang Sewu.
Hotel Sky Garden dimiliki keluarga mantan ketua salah satu parpol besar dari Pekalongan sekarang jadi sengketa hukum aset tak bertuan dgn bank,sebelumnya milik seorang Haji terkenal di Semarang yg memiliki lembaga pendidikan besar di Semarang.Ngak tahu juga dulunya waktu jaman Belanda spt apa.mgkn berupa hutan.Waktu jaman Belanda daerah tsb juga bernama Gombelweg ada photonya sebetulnya di semarang.nl Gombelweg tsb..

Daerah atas turun dari Gombel spi ke Srondol tepatnya didepan Brimob ada fenomena alam aneh juga dgn adanya Burung2 kuntul (sejenis bangau) dan belibis yg bersarang di pohon tua (kelihatannya hanya 2 atau 3 phon saja).Sy yakin pohon2 tsb juga sudah puluhan bahkan mgkn bs seratus tahunan umurnya mgkn,mengingat bangunan markas Bromob tsb kelihatannya jg sudah tua.Ini bahan menarik juga untuk digali.Burung2 tsb sebetulnya mencari makan dimana.kok kalau sore pulang kesitu lagi.Burung2 kuntul dan belibis tsb termasuk burung besar dan bs terbang cukup jauh.Kemungkinan burung2 tsb terbang ke selatan spi rawa pening untuk mencari ikan.Harusnya ahli satwa burung bisa meneliti ini jd skripsi/thesis menarik.
Kalau burung belibis sy pernah makan,di warung iwak manuk di daerah Madukoro sblm rel belok kanan,daging belibis putih kesed dan wangi,lbh enak dr daging ayam jd lbh mahal jg dari daging ayam.Pemilik warung dpt setoran dari penangkar belibis.

edytoah
September 8th, 2011, 07:55 PM
Sekalian msh dr kawasan Gombel,tepatnya Hotel Sky Garden.Ini ada cerita menarik ttg pemilik pertama Hotel Sky Garden tsb,Almarhum Bpk. H Sulchan,pengusaha muslim terkenal dan salah satu pendiri RS Sultan Agung dan kalau tidak salah rumahnya di jl. A Yani skrg jadi kantor Yayasan Isriati yg mengelola Lembaga pendidikan dasar Islam yang terkenal.

Sumber : [URL="http://www.suaramerdeka.com/harian/0710/04/kot05.htm
l"]http://suaramerdeka.com/harian/0710/04/kot05.html



HM Sulchan
Pengusaha yang Kedepankan Kejujuran
Oleh Achiar MP
TAIPAN Liem Sioe Liong seketika menoleh, ketika ada suara yang familiar di telinganya memanggil. ''Hei, Koh, you sering ke Semarang, kan?'' Orang yang memanggil itu tak lain adalah HM Sulchan, pengusaha muslim Semarang yang terbilang sukses. Mereka terbilang cukup akrab. Liem adalah presiden direktur PT Waringin Kencana, pemasok barang untuk sejumlah perusahaan yang dimiliki Sulchan. ''Maksud Pak Sulchan?'' tanya Liem. ''Di pinggir kota sebelah timur, di tepi jalan yang menuju ke Demak, you lihat ada rumah sakit?'' pancing Sulchan. ''Lalu?''

''Kelak, setelah you mati, tentu ingin dijemput bidadari yang cantik-cantik, kan?'' kata Sulchan yang disambut Liem dengan ketawa kecil, ''Kalau ingin demikian, cobalah beramal untuk rumah sakit itu. Tidak banyak, cuma sebuah bangsal berkapasitas 24 tempat tidur.''

Dialog itu sendiri terjadi di Jakarta, sekitar dekade 1970-an, ketika HM Sulchan merintis pendirian Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Petikan dialog yang termuat dalam memoar Sulchan, Kejutan Seorang Kacung, itu menunjukkan cara dia membujuk para koleganya untuk beramal.

Seperti Liem yang diceritakan di awal tulisan ini. Atas ''bujuk rayu'' Sulchan, Liem dengan enteng mengeluarkan Rp 12,5 juta, sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran masa itu, untuk menyumbang pembangunan bangsal di RS Islam Sultan Agung. ''Aku tak keberatan. Silakan Pak Sulchan ambil uang sejumlah itu (Rp 12,5 juta-Red) via PT Mega Semarang,'' kata Liem. Ya, sebagai pengusaha yang terbilang sukses, ketika itu, Sulchan memiliki jaringan yang luas. Pemilik PT Cejamp, NV HMS & Co, CV Kapok, Hotel Sky Garden Gombel, serta seabrek usaha lainnya itu, dikenal baik oleh sesama pengusaha, dan cukup dekat dengan kalangan penguasa Jateng, baik gubernur, pangdam, maupun wali kota.

Hebatnya, dia memiliki kemampuan lobi yang bagus, untuk menarik partisipasi para koleganya itu dalam mengembangkan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) dan amal usaha yang dikelolanya.

Dari Kacung

Siapakah HM Sulchan? Sebenarnya, pengusaha yang lama tinggal di Gang Suromenggalan, Kauman, dan Jl A Yani 154, bukanlah orang asli Semarang. Sulchan lahir pada tahun 1910 sebagai anak nelayan miskin di Desa Angin-angin, Wedung, Demak. Anak kedua dari pasangan Manggung-Kasminah itu memiliki nama kecil Kasan.

''Ayah bersaudara empat orang. Salah satu adiknya ada yang bernama Kusen. Jadi persis dua bersaudara Hasan-Husain, putra Sayidina Ali dan Fatimah,'' tutur Tjuk Subchan Sulchan, putra kelima dari tujuh anak HM Sulchan-Siti Sulaechah.

Tjuk, yang juga Ketua I Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah YBWSA itu menceritakan, sejak kecil Sulchan muda telah mulai belajar bisnis. Awalnya dia berjualan air bersih dengan menggunakan perahu di kampungnya, berdagang kacang goreng di sekolah, hingga akhirnya menjadi kacung di pabrik beras milik orang Jepang bernama Tuan Domon.

''Dari situ, karir ayah terus beranjak hingga akhirnya bisa berdikari. Walaupun, dari sisi pendidikan, beliau hanya lulusan sekolah angka loro,'' katanya.

HM Sulchan, seingat Tjuk, adalah seorang yang keras, tegas, dan memiliki semangat tinggi. Setiap kali ada rencana yang diyakini bagus, dia akan berusaha keras untuk merealisasikannya. Hingga meninggal pada usia 70 tahun, pada 1979, dia senantiasa menunjukkan pribadi yang pantang menyerah. ''Selain itu, ayah seorang yang mengedepankan kejujuran. Kepada anak-anaknya, beliau berpesan, apa pun yang dikerjakan harus dilandasi dengan kejujuran.'' (41)

Venantio
September 8th, 2011, 08:29 PM
Lha ttg gamelan Supra (Soegija Pranata) .. mudah-mudahan ada ya di skenario film Romo Kanjeng (Romo Mgr Soegiopranoto) garapan Mas Garin .. khan Garin jg arbituren Loyola jg ada Bung Karno juga.Coba ntar tak tanya anak temen gw yg sekolah di Loyola sekarang,masih dimainkan ngak ya.
OOT .. jd ingat pernah baca di sebuah gereja Katholik di Jakarta entah Paroki mana sy lupa mungkin di Menteng khali ..ada alat musik aneh spt pipa yang dihubungkan orgel kalau ngak salah ... harusnya kalau ada di Semarang alat musik tsb lebih asyik lagi khali kalau digabung Gamelan Supra tsb . ;-P

Tentang gamelan Supra itu, sewaktu saya masih di Loyola, seinget saya memang ada ekstra kurikuler gamelan supra deh... Tapi kayaknya sudah mulai tersisih oleh musik kontemporer.

Mengenai pipa di gereja, setahu saya sih memang orgel/organ itu aslinya dimainkan menggunakan tekanan udara. Jaman dulu, orgel itu diayun pake kaki (kalau nggak keliru ya...) seperti orang menjalankan mesin jahit. Tapi sekarang sudah pake tenaga listrik.

Biasanya, gereja-gereja memasang pipa itu di atas pintu masuk gereja, berhadapan dengan alter. Kalau di Eropa atau di Amerika Utara, masih banyak gereja yang menggunakannya. Biasanya sih gereja-gereja yang sudah cukup tua. Gereja-gereja generasi baru umumnya tidak mempunyai pipa itu dan alat musiknya menggunakan alat musik eletrnik/organ elektonik modern tanpa pipa udara.

Di Semarang mungkin bisa ditemukan di Gereja Blenduk {kalau nggak salah lagi lho ya...). Kalau di Jakarta, bisa jadi di Katedral, atau di gereja Immanuel Gambir.

titus15
September 9th, 2011, 12:58 AM
^^ Selain gereja Blenduk konon di Gereja Gedangan orgel yang dimaksud juga pernah ada.

Tentang Supra, beberapa tahun lalu katanya pernah dimainmkan lagi bersama resital Jubing Kristianto, Gitaris klasik top dari Semarang... Sayang hanya sekolah Loyola yang punya arsipnya tapi tak dipublikasikan...

8D_UPcJe6tw aksi Jubing

titus15
September 9th, 2011, 12:59 AM
Daerah atas turun dari Gombel spi ke Srondol tepatnya didepan Brimob ada fenomena alam aneh juga dgn adanya Burung2 kuntul (sejenis bangau) dan belibis yg bersarang di pohon tua (kelihatannya hanya 2 atau 3 phon saja).Sy yakin pohon2 tsb juga sudah puluhan bahkan mgkn bs seratus tahunan umurnya mgkn,mengingat bangunan markas Bromob tsb kelihatannya jg sudah tua.Ini bahan menarik juga untuk digali.Burung2 tsb sebetulnya mencari makan dimana.kok kalau sore pulang kesitu lagi.Burung2 kuntul dan belibis tsb termasuk burung besar dan bs terbang cukup jauh.Kemungkinan burung2 tsb terbang ke selatan spi rawa pening untuk mencari ikan.Harusnya ahli satwa burung bisa meneliti ini jd skripsi/thesis menarik.
Kalau burung belibis sy pernah makan,di warung iwak manuk di daerah Madukoro sblm rel belok kanan,daging belibis putih kesed dan wangi,lbh enak dr daging ayam jd lbh mahal jg dari daging ayam.Pemilik warung dpt setoran dari penangkar belibis.
Burung Kuntul bukannya di depan Infantri BAnteng RAiders ya mas... Kalo banteng Raiders itu konon didirikan oleh Jendral Ahmad Yani. Jadi kemungkinan setelah masa Kemerdekaan... mungkin sekitar tahun 50an. Nanti saya cek lagi...

titus15
September 9th, 2011, 01:01 AM
ini ketemu versi Wikipedianya...

Batalyon Infanteri 400/Raider
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa

Batalyon Infanteri 400/Raider Kodam IV/Diponegoro adalah sebuah batalyon infanteri raider Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sebelumnya bernama Yonif 401/Banteng Raider. Batalyon yang sudah ada sejak 24 Maret 1953 ini awalnya adalah Batalyon 454 yang sejak dulu sudah dikenal sebagai satuan elit setingkat pasukan komando (pasukan khusus) di jajaran Kodam IV/Diponegoro. Batalyon 454 pada tahun 1965 mendapat perintah untuk mengikuti HUT ABRI 1965 di Jakarta, namun batalyon ini akhirnya berada di tengah simpang siur situasi sejarah Gerakan 30 September. Markas batalyon ini terletak di pinggir jalan raya Yogya-Semarang, tepatnya di daerah Srondol, Semarang.
[sunting] Sejarah

Sejarah Yonif-400 diawali dari Letnan Kolonel Achamd Yani sebagai Komandan Brigade N Sub Teritorium XII dalam menumpas gerakan DI/TII di daerah operasi yang disebut sebagai daerah Gerakan Banteng Nasional (GBN). Pada tanggal 12 Mei 1952 dibentuk satuan kecil dengan tugas menyerang langsung untuk memukul dengan jitu dan menentukan dalam pertempuran terhadapan DI/TII sebagai lawan, serta mengiringi gerak pasukan lain dalam operasi.
[sunting] Organisasi pasukan

Pada awalnya dilatih sebanyak 2 kompi, yaitu:

Kompi Banteng Raiders I (Kompi BR I) dengan Komandan Kompi Kapten Pujadi. Anggotanya diambil dari Yonif-401/Rajawali pimpinan Kapten Inf Oemar Said.
Kompi Banteng Raiders II (Kompi BR II), dengan Komandan Kompi Kapten Yasir Hadibroto. Anggotanya diambil dari Yonif-402/Banteng Loreng pimpinan Kapten Soerono. Anggot diambilkan masing-masing dari tiap kompi sebanyak 1 peleton.

Kompi BR I dan Kompi BR II dilatih di BTC atau Battle Training Centre di Bandungan Sumowono selama 6 bulan. Setelah itu diujicoba dalam pertempuran menumpas DI/TII.

Pada tanggal 2 Agustus 1952 dibentuk lagi sebanyak 2 kompi, yaitu:

Kompi Banteng Raiders III (Kompi BR III) dengan Komandan Kompi Kapten Soegiyono. Anggotanya diambil dari Yonif-403/Pendowo pimpinan Mayor Soedarno.
Kompi Banteng Raiders IV (Kompi BR IV) dengan Komandan Kompi Kapten Idris. Anggotanya diambil dari Yonif-404/Cocor Merah pimpinan Kapten Prawoto.

Kemudian setelah ada 4 kompi BR tersebut di atas diadakan lagi penambahan:

Kompi Banteng Raiders V (Kompi BR V) dengan Komandan Kompi Letnan Satu Ali Moertopo.
Kompi Staff/Markas dengan anggota dari Yonif-405, Yonif-406, dan Yonif-407.

Maka lengkap terbentuk 5 Kompi Senapan dan 1 Kompi Markas. Pada tanggal 25 Februari 1953 batalyon diresmikan dengan nama Batalyon-431/Banteng Raiders di Balaikota Tegal oleh Dan Meninf Sub Teritorium XII Letkol Achmad Yani.

detwis
September 9th, 2011, 02:34 AM
belum ada yang mengeksplore site tersebut. Termasuk situs misterius makam kuno di tanjakan Gombel itu. Mungkin mas Edytoah bisa share aksara china yang tertulis di makam tersebut...??

coba dicek deh mas.. saya dulu sempet ngecek sama ex gf saya.
dan ternyata beneran ada tu makam cina..
herannya cuma ada satu aja.. :nuts: :nuts: :nuts:

^^
Coba ntar kalau lwt situ sy cek dan photonya kalau bisa.Tp kalau wewe gombel itu bukan hantu Cina,kalau hantu Cina yg loncat2 tuh pake pakaian hitam topi merah gaya Manchu trs ada kertas sembayang (hu) di jidatnya wkkwkkwkk ..

Kalau areal bekas Hotel Sky Garden di Gombel memang terkenal angker.Ada link yg menyebutkan wewe gombel ini juga yg menyebutkan kebangkrutan hotel tsb.Ktnya ada paranormal yg nerawang hutan Sky Garden yg 12ha ini merupakan kerajaan jin.Konon org2 kuno cerita areal yg seram di bekas kolam renang.Sy pernah kesana siang2 bbrp th lalu,cuma sayang photo2 udh hilang di harddisk komputer yg rusak.Aura negatif memang terasa di bekas kolam renang.Konon kolam renang jaman dulu sering bocor,diperkirakan dibawah kolam renang ada sumber air atau semacam telaga kt paranormal yg nerawang.
Cuma bangunan apalagi di hutan begini,kalau sedikit yg menghuni memang banyak makhluk2 halus,tp kalau sudah dibangun bagus dan suasana terang,banyak pengunjung,makhluk2 tsb jg akan pergi,contoh Lawang Sewu.
Hotel Sky Garden dimiliki keluarga mantan ketua salah satu parpol besar dari Pekalongan sekarang jadi sengketa hukum aset tak bertuan dgn bank,sebelumnya milik seorang Haji terkenal di Semarang yg memiliki lembaga pendidikan besar di Semarang.Ngak tahu juga dulunya waktu jaman Belanda spt apa.mgkn berupa hutan.Waktu jaman Belanda daerah tsb juga bernama Gombelweg ada photonya sebetulnya di semarang.nl Gombelweg tsb..

Daerah atas turun dari Gombel spi ke Srondol tepatnya didepan Brimob ada fenomena alam aneh juga dgn adanya Burung2 kuntul (sejenis bangau) dan belibis yg bersarang di pohon tua (kelihatannya hanya 2 atau 3 phon saja).Sy yakin pohon2 tsb juga sudah puluhan bahkan mgkn bs seratus tahunan umurnya mgkn,mengingat bangunan markas Bromob tsb kelihatannya jg sudah tua.Ini bahan menarik juga untuk digali.Burung2 tsb sebetulnya mencari makan dimana.kok kalau sore pulang kesitu lagi.Burung2 kuntul dan belibis tsb termasuk burung besar dan bs terbang cukup jauh.Kemungkinan burung2 tsb terbang ke selatan spi rawa pening untuk mencari ikan.Harusnya ahli satwa burung bisa meneliti ini jd skripsi/thesis menarik.
Kalau burung belibis sy pernah makan,di warung iwak manuk di daerah Madukoro sblm rel belok kanan,daging belibis putih kesed dan wangi,lbh enak dr daging ayam jd lbh mahal jg dari daging ayam.Pemilik warung dpt setoran dari penangkar belibis.

sy jg ga percaya kalo itu wewe gombel itu.. tp boleh dicek makamnya cuma satu aja..

jadi kyk thread semarang horror.. ehuehuheuheuheuhe
wah kalo skygarden saya blom pernah kesana mas.. serem euy...

kyknya kedepan posting ma foto bakalan lebih asik ni...

detwis
September 9th, 2011, 05:00 AM
Gedong Dhuwur,rumah milik Oei Tjie Sin,Bapak dari Raja Gula Oei Tiong Ham.Pemilik tanah daerah Simongan pada jaman dulu.Dibangun th 1874 menurut berbagai sumber,tanah berupa bukit dibeli dari Yohanes Tuan tanah Yahudi.Sebagian tanah disumbangkan ke Yayasan Gedong Batu menjadi Kelenteng Sam Poo Kong.

Gedong Dhuwur (Sarang Rajawali) Tampak depan dan samping. Tampak Gedong ke dua di belakang sudah berubah bentuk,seharusnya dulu berlantai 2 juga,walau lebih kecil ukurannya.
Didepan Gedong ini dulunya adalah Kolam Teratai.

http://img40.imageshack.us/img40/8353/gdgdhuwurdpn.jpg

View Gedong Batu Sam Po Kong dari serambi depan Gedong Dhuwur,menghadap ke Selatan.
http://img231.imageshack.us/img231/6536/viewgdgbatu.jpg

Gedong Dhuwur bagian belakang. Ditengah dulunya ada jembatan penghubung ke Gedong kedua.
http://img855.imageshack.us/img855/848/gdgdhuwurblkg.jpg

ini tepatnya lokasinya dimana ya mas?

edytoah
September 9th, 2011, 05:37 AM
Tentang gamelan Supra itu, sewaktu saya masih di Loyola, seinget saya memang ada ekstra kurikuler gamelan supra deh... Tapi kayaknya sudah mulai tersisih oleh musik kontemporer.

Mengenai pipa di gereja, setahu saya sih memang orgel/organ itu aslinya dimainkan menggunakan tekanan udara. Jaman dulu, orgel itu diayun pake kaki (kalau nggak keliru ya...) seperti orang menjalankan mesin jahit. Tapi sekarang sudah pake tenaga listrik.

Biasanya, gereja-gereja memasang pipa itu di atas pintu masuk gereja, berhadapan dengan alter. Kalau di Eropa atau di Amerika Utara, masih banyak gereja yang menggunakannya. Biasanya sih gereja-gereja yang sudah cukup tua. Gereja-gereja generasi baru umumnya tidak mempunyai pipa itu dan alat musiknya menggunakan alat musik eletrnik/organ elektonik modern tanpa pipa udara.

Di Semarang mungkin bisa ditemukan di Gereja Blenduk {kalau nggak salah lagi lho ya...). Kalau di Jakarta, bisa jadi di Katedral, atau di gereja Immanuel Gambir.

Tks Mas Venantio atas info gamelan Supra Loyola dan orgel di atas,juga cleret gombel.Ada yg jual cleret gombel 100jt di youtube.He he he tp di Hutan Sky Garden sy rasa masih ada kalau mau nyari.

edytoah
September 9th, 2011, 06:08 AM
Burung Kuntul bukannya di depan Infantri BAnteng RAiders ya mas... Kalo banteng Raiders itu konon didirikan oleh Jendral Ahmad Yani. Jadi kemungkinan setelah masa Kemerdekaan... mungkin sekitar tahun 50an. Nanti saya cek lagi...

Ya betul Mas Titus,mau nulis BR ingetnya Brimob.Padahal daerah situ orang2 familier nyebut BR dp Banteng Raiders.Waktu jaman banyak yg dikirim Timtim menurut temen yg bpknya Paranormal (sdh almarhum sekarang paranormal tsb),banyak prajurit2 minta diisi supaya kebal peluru.
Ya baru 60than kalau begitu BR tersebut ternasuk bangunan markas tsb.Apakah sejak BR didirikan sudah adakah burung2 kuntul tsb ? Itu yg mgkn kita cari.
OOT sedikit .sy diceritain temen yg pernah ke Taiwan.disitu semua Warga Negara umur 21 th harus mengikuti wajib militer 2 th.Kalau ada suatu angkatan tentara baru,tentara2 baru tsb harus membangun sendiri baraknya sebelum berlatih.Sls barak jadi mereka baru latihan keprajuritan sebenarnya,dan barak yang mereka bangun mereka gunakan untuk tidur mereka.Nanti satu angkatan selesai barak dibongkar,angkatan baru harus membangun sendiri barak lagi untuk latihan kebersamaan.Di Taman Monumen Nasional ada tentara yg jaga dgn seragam khusus kayak tentara Istana Buckingham Inggris.Kalau ngak salah tentara Taiwan tsb berwarna merah berdiri diam spt boneka,dipegang bahkan digelitik tentara tsb akan diam saja.Suatu contoh program keprajuritan yg tangguh.Mgkn tentara Indonesia harus meniru salah satu progam bongkar pasang barak tsb :).

edytoah
September 9th, 2011, 06:29 AM
coba dicek deh mas.. saya dulu sempet ngecek sama ex gf saya.
dan ternyata beneran ada tu makam cina..
herannya cuma ada satu aja.. :nuts: :nuts: ..

Coba kalau sempat diambil photonya Mas detwis,tepat di batu nisan yang
ada aksara cinanya,mgkn bs sy tanyakan arti/namanya siapa yg dikubur disana. Tp sambil dalam hati "nyuwun sewu" ya apalagi kalau kesana sendirian,takutnya ada hal2 yg tdk kita ingingkan. ;-P . Dlm hati kita tanamkan kita ambil photo tsb dgn tujuan baik,tidak iseng mengganggu penghuni alam sekitar daerah tsb.

ini tepatnya lokasinya dimana ya mas?

Jl Pamularsih III Mas detwis,dr Bojong Salaman trs ke Simongan Raya,Pamularsih III sebelah kanan sebelum lampu merah ke Pamularsih.

detwis
September 9th, 2011, 12:48 PM
Coba kalau sempat diambil photonya Mas detwis,tepat di batu nisan yang
ada aksara cinanya,mgkn bs sy tanyakan arti/namanya siapa yg dikubur disana. Tp sambil dalam hati "nyuwun sewu" ya apalagi kalau kesana sendirian,takutnya ada hal2 yg tdk kita ingingkan. ;-P . Dlm hati kita tanamkan kita ambil photo tsb dgn tujuan baik,tidak iseng mengganggu penghuni alam sekitar daerah tsb.


to be honest mas edytoah..
jujur aja ane ga brani
makanya kalo mo ngecek monggo... tp mending ga usah difoto
sebagai pembuktian ane ga hoax..

edytoah
September 9th, 2011, 02:20 PM
^^
Ancer2nya deket2 situ ada apa ya Mas Detwis ? Atau dkt2 pom bensin atau Bukitsari ?
Sy td sore sempat lewat situ tp tingak-tinguk ngak kelihatan dr jalan.Blm sempat explore di gogle-earth jg.
Ya kalau ngak berani ambil photo ya ngak papa Mas,jangan dipaksain he he he,tp kalau siang msh mending Mas,pokok msh ada matahari qiqiqiqi.BTW di Candi Lama jalan sebelah kiri kalau dr atas belok ke kiri ada gedung tua spt benteng jg,blm sempat explore,dihuni oleh seorang seniman ktnya.
Nanti deh kalau pas agak lego tak surveynya sekalian daerah tsb.

titus15
September 9th, 2011, 03:08 PM
^^ Di tengah2 percabangan antara Jl setyabudi dan Gombel lama, sebelah kanan jalan kalo dari Jatingaleh. kalo mau ambil sebaiknya jalan kaki saja, kendaraan tidak disarankan parkir dekat situ, karena jalur cepat... Entah itu makam atau semacam pal saja yang jelas ada aksara cina nya...

Btw yang di Bong bunder selain yang di nisan ada prasasti yang lebih besar lagi sepertinya...

Venantio
September 9th, 2011, 07:01 PM
Mengenai burung kuntul di depan Banteng Raiders:

http://loenpia.net/blog/semarangan/selamatkan-kuntul-srondol.html

Selamatkan Kuntul Srondol….!!!
1 April 2011
Filed under: Opini,Semarangan
Posted by: sukawi

Habitat kuntul di pepohonan depan Markas Banteng Raiders, Srondol, Semarang, senantiasa menarik perhatian. Burung-burung berbulu putih, berkaki panjang, dan berleher jenjang itu menghuni pohon asam jawa (Tamarindus indica). Tak hanya itu, kuntul Srondol telah menjadi salah satu ikon Semarang. Pada saat itu sebenarnya sekawanan burung kuntul sedang melakukan migrasi untuk menuju daerah perburuan makanan dan menjadikan pohon asam di jalan tersebut sebagai tempat singgah sementara sebelum melanjutkan ke daerah perburuan makanan. Mereka merasa aman karena dijaga oleh barisan Markas Militer Banteng Raiders, untuk tidak diburu dan ditembaki, sehingga menjadikan kawanan burung kuntul ini bebas berkembangbiak.

Dari tahun ke tahun populasi kuntul di pepohonan Srondol semakin berkurang. Jika pada akhir tahun 1990-an jumlahnya mencapai 1.000 ekor, kini yang bertahan di tempat itu tinggal 200-an ekor. Jika kita melintas di bawah deretan pohon tersebut, kita akan dapat melihat burung-burung kuntul itu bersarang serta beranakpinak di sana dan jika sedang “beruntung” kita akan mendapat ceceran kotorannya yang berwarna putih dan beraroma menyengat.
Ada fakta menarik mengenai burung kuntul di Srondol yang tak diketahui banyak orang. Fakta itu terkait dengan keragaman jenisnya. Berdasarkan jenisnya ada empat, yakni kuntul besar (Egretta alba), kuntul perak (Egretta intermedia), kuntul kecil (Egretta garzetta), dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis). Kita semua harus sadar bahwa empat dari enam jenis kuntul yang ada di dunia terdapat di Srondol.

Pohon asam disepanjang jalan Setiabudi ini menjadi surga bagi burung kuntul yang menjadikan “rumah tetap”nya. Di pagi atau sore hari menjelang matahari tenggelam kita bisa melihat aktivitas beragam kawanan burung bergerombol keluar-masuk tajuk pohon. Ketika melakukan migrasi, burung memiliki pola yang tetap dengan mendatangi jenis pohon pada areal yang sama pada musim-musim sebelumnya. Bahkan, seekor kuntul mampu untuk mengenali sarang yang telah ditinggalkan pada musim migrasi sebelumnya.

Sekarang sudah sangat jarang kita melihat burung kuntul yang berjejer di dahan pohon asam, karena sebagian sumber pakan mereka yaitu sawah di daerah sekitar Banyumanik dan Hutan bakau di pantai Semarang telah berubah dan beralih fungsi menjadi kawasan perumahan dan industri. Mereka tidak perdulu dengan nasib burung kuntul yang semakin terjepit akibat ulah manusia. Dulu, ketika Semarang masih memiliki banyak areal sawah, rawa, tambak, dan hutan mangrove, jumlah kuntul di Srondol relatif banyak. Sekarang pupulasi kuntul yang masih bertahan di Srondol semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Sekarang ini upaya pelestarian keberadaan pohon di tengah kota wajib menjadi prioritas. Mumpung belum berlanjut kian parah, kiranya perlu penegakan peraturan tentang Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang mengatur tentang ketersediaan ruang terbuka hijau bagi tiap kapling bangunan. Jangan sampai berdirinya ruko ruko disepanjang jalan mulai kehilangan lahan untuk tumbuhnya pohon, dan hanya memberi ruang lapang untuk tempat parkir.

Keberadaan pohon bagi satwa burung adalah rumah, tempat berlindung, dan berkembang biak. Hilangnya sebatang pohon adalah salah satu awal proses bagi musnahnya satwa burung di alam. Seringnya kita baru menyadari ketika kita telah kehilangan celotehan mereka. Sudah saatnya pemerintah kota mengambil langkah untuk melestarikan keberadaan kuntul Srondol agar tidak punah. Jika alih fungsi lahan basah di Semarang terus berlangsung, dan tak dikendalikan, cepat atau lambat burung-burung kuntul ikon kota itu akan menghilang dari pepohonan di Srondol. Untuk itu, kita berharap agar keberadaan pohon asam serta eksistensi burung kuntul tetap dilestarikan dan dijadikan kawasan khusus.

Cek ini:
1. http://www.bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_kuntul_besar.htm
2. Ternyata 4 dari enam jenis kuntul dunia ada di Semarang (Srondol)
http://maindakon.blogspot.com/2009/10/empat-dari-enam-kuntul-di-dunia-ada-di.html

detwis
September 9th, 2011, 08:10 PM
^^
Ancer2nya deket2 situ ada apa ya Mas Detwis ? Atau dkt2 pom bensin atau Bukitsari ?
Sy td sore sempat lewat situ tp tingak-tinguk ngak kelihatan dr jalan.Blm sempat explore di gogle-earth jg.
Ya kalau ngak berani ambil photo ya ngak papa Mas,jangan dipaksain he he he,tp kalau siang msh mending Mas,pokok msh ada matahari qiqiqiqi.BTW di Candi Lama jalan sebelah kiri kalau dr atas belok ke kiri ada gedung tua spt benteng jg,blm sempat explore,dihuni oleh seorang seniman ktnya.
Nanti deh kalau pas agak lego tak surveynya sekalian daerah tsb.

naek motor aja mas.. dr arah mana dulu?
kalo dr bawah ya posisi di sebelah kanan di pertemuan gombel lama dan baru
mending dr daerah atas turun lewat gombel baru disebelah kiri pelan2 aja pasti ntar ada..

jujur aslinya penasaran saya..
malah jd bahas makam.. ehuehuheue



^^ Di tengah2 percabangan antara Jl setyabudi dan Gombel lama, sebelah kanan jalan kalo dari Jatingaleh. kalo mau ambil sebaiknya jalan kaki saja, kendaraan tidak disarankan parkir dekat situ, karena jalur cepat... Entah itu makam atau semacam pal saja yang jelas ada aksara cina nya...

Btw yang di Bong bunder selain yang di nisan ada prasasti yang lebih besar lagi sepertinya...

tepat sekali mas..
ane merinding dulu pas liat beneran ada
ni ngetik aja agak agak merinding
ehehuhuuehuheue

:nuts: :nuts: :nuts:

edytoah
September 10th, 2011, 06:03 AM
Mengenai burung kuntul di depan Banteng Raiders:

http://loenpia.net/blog/semarangan/selamatkan-kuntul-srondol.html

Selamatkan Kuntul Srondol….!!!
1 April 2011
Filed under: Opini,Semarangan
Posted by: sukawi

Habitat kuntul di pepohonan depan Markas Banteng Raiders, Srondol, Semarang, senantiasa menarik perhatian. Burung-burung berbulu putih, berkaki panjang, dan berleher jenjang itu menghuni pohon asam jawa (Tamarindus indica). Tak hanya itu, kuntul Srondol telah menjadi salah satu ikon Semarang. Pada saat itu sebenarnya sekawanan burung kuntul sedang melakukan migrasi untuk menuju daerah perburuan makanan dan menjadikan pohon asam di jalan tersebut sebagai tempat singgah sementara sebelum melanjutkan ke daerah perburuan makanan. Mereka merasa aman karena dijaga oleh barisan Markas Militer Banteng Raiders, untuk tidak diburu dan ditembaki, sehingga menjadikan kawanan burung kuntul ini bebas berkembangbiak.

Dari tahun ke tahun populasi kuntul di pepohonan Srondol semakin berkurang. Jika pada akhir tahun 1990-an jumlahnya mencapai 1.000 ekor, kini yang bertahan di tempat itu tinggal 200-an ekor. Jika kita melintas di bawah deretan pohon tersebut, kita akan dapat melihat burung-burung kuntul itu bersarang serta beranakpinak di sana dan jika sedang “beruntung” kita akan mendapat ceceran kotorannya yang berwarna putih dan beraroma menyengat.
Ada fakta menarik mengenai burung kuntul di Srondol yang tak diketahui banyak orang. Fakta itu terkait dengan keragaman jenisnya. Berdasarkan jenisnya ada empat, yakni kuntul besar (Egretta alba), kuntul perak (Egretta intermedia), kuntul kecil (Egretta garzetta), dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis). Kita semua harus sadar bahwa empat dari enam jenis kuntul yang ada di dunia terdapat di Srondol.

Pohon asam disepanjang jalan Setiabudi ini menjadi surga bagi burung kuntul yang menjadikan “rumah tetap”nya. Di pagi atau sore hari menjelang matahari tenggelam kita bisa melihat aktivitas beragam kawanan burung bergerombol keluar-masuk tajuk pohon. Ketika melakukan migrasi, burung memiliki pola yang tetap dengan mendatangi jenis pohon pada areal yang sama pada musim-musim sebelumnya. Bahkan, seekor kuntul mampu untuk mengenali sarang yang telah ditinggalkan pada musim migrasi sebelumnya.

Sekarang sudah sangat jarang kita melihat burung kuntul yang berjejer di dahan pohon asam, karena sebagian sumber pakan mereka yaitu sawah di daerah sekitar Banyumanik dan Hutan bakau di pantai Semarang telah berubah dan beralih fungsi menjadi kawasan perumahan dan industri. Mereka tidak perdulu dengan nasib burung kuntul yang semakin terjepit akibat ulah manusia. Dulu, ketika Semarang masih memiliki banyak areal sawah, rawa, tambak, dan hutan mangrove, jumlah kuntul di Srondol relatif banyak. Sekarang pupulasi kuntul yang masih bertahan di Srondol semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Sekarang ini upaya pelestarian keberadaan pohon di tengah kota wajib menjadi prioritas. Mumpung belum berlanjut kian parah, kiranya perlu penegakan peraturan tentang Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang mengatur tentang ketersediaan ruang terbuka hijau bagi tiap kapling bangunan. Jangan sampai berdirinya ruko ruko disepanjang jalan mulai kehilangan lahan untuk tumbuhnya pohon, dan hanya memberi ruang lapang untuk tempat parkir.

Keberadaan pohon bagi satwa burung adalah rumah, tempat berlindung, dan berkembang biak. Hilangnya sebatang pohon adalah salah satu awal proses bagi musnahnya satwa burung di alam. Seringnya kita baru menyadari ketika kita telah kehilangan celotehan mereka. Sudah saatnya pemerintah kota mengambil langkah untuk melestarikan keberadaan kuntul Srondol agar tidak punah. Jika alih fungsi lahan basah di Semarang terus berlangsung, dan tak dikendalikan, cepat atau lambat burung-burung kuntul ikon kota itu akan menghilang dari pepohonan di Srondol. Untuk itu, kita berharap agar keberadaan pohon asam serta eksistensi burung kuntul tetap dilestarikan dan dijadikan kawasan khusus.

Cek ini:
1. http://www.bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_kuntul_besar.htm
2. Ternyata 4 dari enam jenis kuntul dunia ada di Semarang (Srondol)
http://maindakon.blogspot.com/2009/10/empat-dari-enam-kuntul-di-dunia-ada-di.html

Tks Mas Venantio infonya,Menarik ya Mas ttg kuntul tsb ternyata dr 6 spesies di dunia ada 4 spesies di pohon2 asam dpn BR Srondol tsb.Semakin lengkap kekayaan alam kota Semarang ini.Anehnya pola migrasinya kebanyakan ke Utara dan Barat ya dari link penelitian di atas,hipotesa sy nyampe ke Selatan Rawa Pening Tuntang Salatiga keliru hehehe.Sayang ngak ada data ahli biologi tsb sekalian diukur usia pohon tsb ya,dulu pelajaran Biologi SMA ada pelajaran bs mengukur usia pohon dari panjang kambium dari diameter pohon wkkwkkwkk.

titus15
September 10th, 2011, 09:18 AM
^^ Kalo diamati kuntul Srondol ini sekarang hanya tinggal di 3-4 pohon saja. Sepertinya banyak bermigrasi ke lain tempat. Mungkin Jl Setyabudi sekarang makin ramai...

Venantio
September 10th, 2011, 02:58 PM
Tks Mas Venantio infonya,Menarik ya Mas ttg kuntul tsb ternyata dr 6 spesies di dunia ada 4 spesies di pohon2 asam dpn BR Srondol tsb.Semakin lengkap kekayaan alam kota Semarang ini.Anehnya pola migrasinya kebanyakan ke Utara dan Barat ya dari link penelitian di atas,hipotesa sy nyampe ke Selatan Rawa Pening Tuntang Salatiga keliru hehehe.Sayang ngak ada data ahli biologi tsb sekalian diukur usia pohon tsb ya,dulu pelajaran Biologi SMA ada pelajaran bs mengukur usia pohon dari panjang kambium dari diameter pohon wkkwkkwkk.

Memang menarik kalau kenyataannya seperti itu... Maka setiap saya lewat Srondol, selalu mata mendongak ke atas... Rasanya seger banget lihat banyak burung liar beterbangan di atas dan hinggap di pohon-pohon hijau di pinggir jalan.. Menurut kabar sih, burung-burung itu pindah ke Utara...

Mengenai pelajaran mengukur usia pohon itu di SMA itu, menurut saya nggak bisa diterapkan di sini, soalnya harus nebang pohonnya dulu baru bisa lihat dalamnya... hehehehe CMIIW ya...

edytoah
September 10th, 2011, 06:04 PM
naek motor aja mas.. dr arah mana dulu?
kalo dr bawah ya posisi di sebelah kanan di pertemuan gombel lama dan baru
mending dr daerah atas turun lewat gombel baru disebelah kiri pelan2 aja pasti ntar ada..

jujur aslinya penasaran saya..
malah jd bahas makam.. ehuehuheue





tepat sekali mas..
ane merinding dulu pas liat beneran ada
ni ngetik aja agak agak merinding
ehehuhuuehuheue

:nuts: :nuts: :nuts:

Waduh kok ora ketemu ya Mas detwis tak goleki kuburan Wewe Gombel kui. Trus sy mampir aja ke Sky Garden,dpt informasi dari Pak Mujiono (penghuni Sky Garden sdh 17 th dgn 7 KK lainnya,dulunya dihuni sekitar 30 KK tetapi bbrp th lalu disuruh pindah oleh Bank Mandiri.Listrik dulu mengambil dari Gombel Lama sekarang mengambil dari depan.Dulu dari masih ada 30 KK ada loper koran juga yang ngantar tiap pagi ke Sky Garden,penghuni merasa murah tinggal disitu dp ngontrak, tetapi memang tetap angker kalau malam katanya,mereka sudah biasa ktnya) malah katanya adanya di dekat dpn jalur penyelamat.
Katanya memang pal saja,ada tulisan juga China katanya,tetapi bukan kuburan,tetapi semacam tanda yang didirikan sebuah keluarga yang mengalami kecelakaan th 60an kata dia area tsb.
Kalau wewe gombel,gendruwo,butho memang ada di jalan yang ada portalnya kt P Mujiono,sy lewat samping portal untuk ke bekas area hotel tsb.

edytoah
September 10th, 2011, 07:33 PM
Memang menarik kalau kenyataannya seperti itu... Maka setiap saya lewat Srondol, selalu mata mendongak ke atas... Rasanya seger banget lihat banyak burung liar beterbangan di atas dan hinggap di pohon-pohon hijau di pinggir jalan.. Menurut kabar sih, burung-burung itu pindah ke Utara...

Mengenai pelajaran mengukur usia pohon itu di SMA itu, menurut saya nggak bisa diterapkan di sini, soalnya harus nebang pohonnya dulu baru bisa lihat dalamnya... hehehehe CMIIW ya...


Coba saya lengkapi dgn photo,walau mgkn photonya kurang bagus :

BTW Betul Mas Titus,cuma ada 3 pohon yang jadi sarang kuntul di depan BR sekarang,jumlah sumber di atas memang benar,mungkin hanya tinggal sekitar 200 ekor.
http://img854.imageshack.us/img854/6564/br1r.jpg

http://img33.imageshack.us/img33/6002/br2ed.jpg

Sumber gambar burung kuntul dari : http://maindakon.blogspot.com/2009/10/empat-dari-enam-kuntul-di-dunia-ada-di.htm

http://img171.imageshack.us/img171/7013/kuntul1.jpg

http://img689.imageshack.us/img689/4894/kuntul2.jpg

edytoah
September 10th, 2011, 08:09 PM
Masyarakat Semarang pasti mengenal areal bekas Hotel Sky Garden seluas 12 HA di kota atas Gombel.Hotel mewah sekitar 30th lalu,yg pada awalnya dimiliki seorang pengusaha terkenal HM Sulchan,kemudian dibeli oleh keluar Mantan Ketua Parpol dari Pekalongan.Hotel tsb tutup dan menjadi sengketa kepemilikan dengan Bank Mandiri spi sekarang,dibiarkan mangkrak sekitar 20than yang lalu,dan akhirnya menjadi ajang uji nyali untuk fitur siaran film horor.

Bahkan penerawangan para ahli paranormal Bekas Hotel Sky Garden merupakan kerajaan jin,genderowo,wewe gombel ,dan makhluk astral lainnya.Tetapi manusia memang merupakan makhluk ciptaan Tuhan tertinggi,sejak bangunan hotel tsb dibiarkan mangkrak sekitar 20 th lalu,sebagian kaum Urban kota Semarang juga ikut menempati,hidup bersama dengan makhluk astral tsb tanpa sesuatu yang menghebohkan spt tayangan-tayangan uji nyali di tv.
Pak Mujiono seorang penghuni yang masih tinggal di bekas Hotel Sky Garden selama 17 th spi sekarang bersama 7 KK lainnya yang masih disitu (sebelumnya ada sekitar 30 KK sebelum disuruh pindah oleh Bank Mandiri th 1997) sering memang melihat makhluk-2 astral tsb tp akhirnya jadi terbiasa. P Mujiono tinggal di bangunan depan bekas Bar ktnya,dulunya keluarga Urban lain menempati kamar Hotel di belakang Bar tsb. Bahkan ada yang menempati bks “Presiden Suit” yang depannya kolam renang, walau kolam renang tsb merupakan daerah pusat Kerajaan Jin katanya termasuk ada Naga Siluman juga ktnya.Di bawah kolam renang diterawang paranormal ktnya merupakan sumber air/telaga.Bahkan konon saat hotel tsb masih beroperasi, kolam renang tsb sering bocor cerita orang-2 kuno yang pernah berenang di hotel tsb.

Berikut sepenggal drama seorang kaum Urban Semarang yang mensiasati penghidupan dgn hidup beberapa tahun di tempat horor tsb,kejadian saat Hotel tsb dilakukan pembersihan/disuruh pindah oleh Bank Mandiri yang bersengketa dengan pemilik bekas Hotel Sky Garden tsb.
Sumber : http://archive.kaskus.us/thread/5779099

Hotel Sky Garden Semarang, "Presiden Suite"nya Rp 500.000/Tahun
________________________________________
Semarang, CyberNews.Andai saat ini, 30 tahun silam. Orang akan menyebut Heri (36) banyak uang. Bayangkan saja, setiap hari menginap di kamar kelas president suite, hotel berbintang. Tak cuma dalam hitungan minggu atau bulan, tapi sampai tahunan!

Ola la, berapa banyak uang yang mesti dikeluarkan? Tapi sekali lagi, itu andai waktu diputar ulang. Bangunan hotel berbintang yang dia tinggali bersama anak dan istrinya tersebut, senyatanya kini telah mangkrak.

Fasilitas kamar seluas 4,5 m x 5 m yang dulu lengkap, telah lenyap. Tak ada pengatur suhu, pun mebeler mengkilap. Sebuah kasur tanpa dipan tampak terbentang di lantai. Perabot lainnya juga amat sederhana. Kalau ada alat elektronik, paling cuma kipas angin dan televisi.

Heri seorang warga penghuni bangunan eks Hotel Sky Garden. Bersama 21 keluarga lainnya, dia menghuni kamar-kamar yang ada di dalam bangunan itu.

Yap, sejak sekitar 10 tahun lalu, eks Hotel Sky Garden yang mangkrak telah menjadi serupa kos-kosan. Pengelola yang ditugasi menjaga bangunan itu menyewakan kepada warga yang butuh tempat tinggal.

Letaknya yang strategis dan harga sewanya yang relatif murah membuat eks Hotel Sky Garden diminati banyak orang. Kamar di lantai I dihargai Rp 500.000/tahun. Sedangkan kamar di lantai II Rp 350.000/tahun. Selain itu bisa juga menyewa secara bulanan, tarifnya Rp 50.000.

Selepas menikah dua tahun lalu, Heri dipusingkan dengan persoalan rumah. Untuk mengambil kredit dia belum mampu. Di tengah kebimbangan, seorang kawan menginformasikan gedung eks Sky Garden. Tanpa pikir panjang, dia segera boyongan dari rumah orang tuanya di Jalan Dr Wahidin.

''Tinggal di sini enak. Tempatnya asri, tenang dan strategis. Dari jalan raya dekat. Mau ke mana-mana gampang. Coba, di mana lagi ada kos-kosan yang harganya murah seperti ini di Semarang,'' tutur Heri.

Serupa Iswanto. Lelaki berperawakan atletis itu mengaku kerasan tinggal di gedung eks Sky Garden. Selain sewanya murah dan lingkungannya yang tenang, hubungan dengan warga penyewa yang lain juga menyenangkan. Air untuk kebutuhan sehari-hari diambil dari sumur gali yang berada tepat di depan gedung. Sedangkan listrik menyambung dari permukiman warga terdekat, yakni Kampung Gombel Lama.

Maklum, setelah tak difungsikan sebagai hotel, listrik dan instalasi air minum di tempat itu diputus.

Bekas kamar-kamar hotel yang digunakan sebagai tempat tinggal hanya sebagian. Itulah kamar-kamar yang kondisinya masih lumayan. Kamar-kamar yang lain sudah rusak. Ada yang langit-langitnya jebol, atau daun pintu dan jendelanya hilang. Kamar yang rusak itu sebagian dimanfaatkan penghuni sebagai gudang atau tempat memelihara ayam.

Sisa-sisa kejayaan Sky Garden masih terlihat dari interior ruang demi ruang. Di lantai I, ada ruang bekas bar yang lumayan lebar. Langit-langitnya yang berornamen lingkaran.

Pada masanya, Sky Garden merupakan salah satu hotel terbaik di Kota Semarang. Tempatnya yang asri di puncak bukit memberi jaminan kenyamanan bagi tamu yang menginap. Memandang ke utara, terhampar lanskap kota dan keteduhan Laut Jawa. Memandang ke selatan, tersaji siluet Gunung Ungaran yang berwarna kebiruan. Tak heran jika hotel yang dibangun HM Sulkhan itu menjadi jujugan favorit tamu-tamu dari luar kota.

Namun, karena satu dan lain hal, medio 1980-an hotel berlantai dua itu kolaps dan jatuh ke tangan Bank Mandiri. Lantaran tak digunakan, bangunan Sky Garden jadi tak terawat.

Sekian lama mangkrak, bangunan itu dimanfatkan oleh warga sebagai tempat tinggal. Namun, beberapa waktu lalu, Bank Mandiri telah menyampaikan keinginan untuk menggunakan bangunan eks Sky Garden. Mereka meminta gedung itu segera dikosongkan.

Ah, ''kamar hotel'' bertarif Rp 500.000/ tahun itu akan tinggal kenangan.( rukardi/Cn07 )

Photo kondisi sekarang :

Bagian Depan 1 :
http://img689.imageshack.us/img689/3055/sg1v.jpg


Bagian Depan 2 :
http://img819.imageshack.us/img819/205/sg2g.jpg


Bagian Depan (dulunya Bar) :
http://img199.imageshack.us/img199/5518/sg3f.jpg


Presiden Suite (Menuju Kolam Renang di Belakang ) :
http://img5.imageshack.us/img5/1618/sg4t.jpg

edytoah
September 10th, 2011, 08:51 PM
Semarang pada awal mulanya dimana kawasan mulai tumbuh:
http://img846.imageshack.us/img846/1459/petasmg9001400.jpg

Telaah P Tirang.
P Tirang spi kondisi sekarang, ternyata nyaris tenggelam tinggal sekitar 0,5 ha,padahal 4 th lalu masih sekitar 1 ha (sumber dibawah th 2010).Lihat di peta Semarang kuno th 1400an di atas, pada saat itu P Tirang merupakan daratan, dan Simpang Lima pada saat itu kemungkinan adalah lautan.Kebalikan dengan sekarang,P Tirang akan hilang jadi lautan.
Mungkin bisa diukur brp luas P Tirang pada th 1400an tsb,kalau dari skala mungkin lebar pada saat itu sekitar 1,5km,mgkn perkiraan juga sekitar 1 ha lebih sedikit mungkin.Jadi abrasi terjadi sekitar 10 th terakhir kemungkinan.
Saat ini justru ditanam Mangrove juga percuma, karena Mangrove tsb akan hilang krn di bawahnya sudah berupa gumuk pasir.P Tirang sudah pasti akan hilang bbrp tahun lagi.Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2010/01/25/tanam-mangrove-di-pulau-tirang-hati-hati/


Akses ke P Tirang (walau sebenarnya akses lain bisa juga dari Perumahan Graha Padma, berseberangan dengan Pantai Maron ,yang ke kanan adalah Pantai Tirang).
http://img638.imageshack.us/img638/8749/petapulautirang.jpg

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/08/16/120618/Pulau-Tirang-Nyaris-Tenggelam

Pulau Tirang Nyaris Tenggelam

KONDISI pesisir Semarang sungguh memprihatinkan. Selain sampah yang berserakan di pinggir maupun di tengah perairan, abrasi membuat daratan terkikis dan hanyut. Begitu pula dengan kegiatan reklamasi yang merusak ekosistem pesisir. Pulau Tirang, yang berada di sekitar perairan pesisir Tapak Tugu dan Mangkang nyaris tenggelam, kini hanya tersisa sekitar setengah hektare. Padahal, tiga tahun lalu luasnya masih berkisar satu hektare. Pulau itu, dulu asri dan nyaman dikunjungi karena ditumbuhi pepohonan peneduh, seperti cemara laut serta tumbuhan buah semangka dan mentimun.

Saat Suara Merdeka menyusuri pesisir Semarang naik perahu nelayan, Minggu (15/8) siang, bersama forum masyarakat peduli lingkungan, Persatuan Remaja Cinta Alam Tapak (Pernjak), dan UKM BKC IAIN Walisongo, beberapa pulau kecil lain telah tenggelam.

Sementara pohon-pohon bakau yang ditanam di pinggiran pantai dan tambak, tak mampu menahan ganasnya terjangan abrasi air laut. Hal itu juga membuat tak sedikit bibit bakau yang telah ditanam perusahaan swasta atau kelompok masyarakat menjadi mati.

Ya, menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah merehabilitasi kawasan pesisir Semarang. Menurut Nurul Aini dari Pernjak, jika tak ada solusi dan berkesinambungan, kondisi pesisir Semarang akan kian parah, dan makin luas daratan yang tenggelam, terlebih kegiatan reklamasi belakangan ini banyak dilakukan pengembang tanpa memikirkan kelestarian ekosistem.
Disinergikan Upaya masyarakat mempertahankan ekosistem pesisir, misalnya dengan menanam bakau, tanpa didukung penanganan serius dari pemkot belumlah cukup. “Tentu lebih baik jika program penanganan pesisir dari pemerintah dan masyarakat peduli lingkungan disinergikan,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, lebih dari tujuh tahun, pihaknya secara rutin menanam pohon bakau di pesisir dan merawatnya. “Pohon tersebut kami peroleh dari pembibitan sendiri. Penanaman pohon bakau harusnya juga disesuaikan wilayahnya. Untuk pesisir tengah, lebih cocok bakau tancang (brugueira gymnoriza), sedangkan pesisir hilir bakau ryzopora yang lebih cocok,” ujar dia di sela-sela penanaman bakau di pesisir Tapak Tugu, Minggu (15/8).

Semakin banyak pohon bakau yang ditanam, kata Nurul, selain melestarikan ekosistem pesisir, juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, bagian daun bisa dimanfaatkan sebagai pewarna tekstil, batang dimanfaatkan menjadi arang, dan buahnya bisa diolah menjadi tepung dan sirup. Warga tentu ingin melihat daratan pesisir Semarang tidak semakin tenggelam dan adanya pantai yang indah dan asri. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat perlu segera bersinergi mengkonsep program penyelamatan ekosistem pesisir. (Hadziq Jauhary-16)

Sumber links lain :

http://maps.google.co.id/maps?um=1&ie=UTF-8&q=pulau+tirang+semarang&fb=1&gl=id&hq=pulau+tirang&hnear=0x2e708b4d3f0d024d:0x1e0432b9da5cb9f2,Semarang&view=text&ei=bXlrTr7WAYSrrAfAzp29BQ&sa=X&oi=local_group&ct=more-results&resnum=1&ved=0CCYQtQMwAA

http://kesemat.blogspot.com/2008/12/asyiknya-sampling-mangrove-di-pulau.html

http://burung-nusantara.org/article/indonesian-girang-di-pulau-tirang/?lang=ID

titus15
September 11th, 2011, 03:10 AM
Pak Mujiono seorang penghuni yang masih tinggal di bekas Hotel Sky Garden selama 17 th spi sekarang bersama 7 KK lainnya yang masih disitu (sebelumnya ada sekitar 30 KK sebelum disuruh pindah oleh Bank Mandiri th 1997) sering memang melihat makhluk-2 astral tsb tp akhirnya jadi terbiasa. P Mujiono tinggal di bangunan depan bekas Bar ktnya,dulunya keluarga Urban lain menempati kamar Hotel di belakang Bar tsb. Bahkan ada yang menempati bks “Presiden Suit” yang depannya kolam renang, walau kolam renang tsb merupakan daerah pusat Kerajaan Jin katanya termasuk ada Naga Siluman juga ktnya.Di bawah kolam renang diterawang paranormal ktnya merupakan sumber air/telaga.Bahkan konon saat hotel tsb masih beroperasi, kolam renang tsb sering bocor cerita orang-2 kuno yang pernah berenang di hotel tsb.


Nah lho ada naga siluman juga. Apa ini yang dimaksud Siluman Cleret Gombel (Kadal Terbang) seperti kata mas Vantio. Kalo Pusat kerajaannya di Kolam renang dan ada naga itu juga, wah berarti ada kemungkinannya dong...hehehe...

Wah kok ngomongin urban development pake kajian supranatural ya??? hehe...

edytoah
September 11th, 2011, 10:19 AM
Kapal Cheng Ho, antara Semarang–Batam-Penang-Singapore.

Festival Cheng Ho di Penang dan Singapore yang diadakan setiap tahun disana,merupakan suatu festival tahunan yang jadi ikon pariwisata.Khususnya Singapore yang kaya riset ttg Cheng Ho,walaupun secara historis Cheng Ho tidak singgah di Singapore di pelayarannya. Singapore sangat piawai “menjual “ Laksamana Cheng Ho,harusnya hal ini yang ditiru Semarang sebagai kota yang punya situs sejarah yang jelas disinggahi Cheng Ho.

P Batam yang berhadapan dengan Singapore,bahkan ada Restaurant apung replika Kapal Cheng Ho 9 Tiang (kapal terbesar Cheng Ho).Dinas Pariwisata Batam benar-2 serius menggarap ikon Cheng Ho ini untuk menjaring wisatawan terutama dari Singapore. 2 Kapal repika Cheng Ho benar-benar atraktif bahkan bisa berlayar mengelilingi pelayaran Batam hingga ke Singapore.Kalau dari sejarah, Cheng Ho bahkan tidak pernah singgah di Batam,dari Banda Aceh Laksamana Cheng Ho langsung ke Malaka (Penang).

http://img828.imageshack.us/img828/3354/kplchenghobtm.jpg

Semarangpun ada replika kapal Cheng Ho tepatnya di depan kelenteng Tay Kak Sie,Gang Lombok.Walaupun setelah dibangun th 2006,dipermasalahkan karena menghambat arus Kali Semarang (karena kontruksi dari baja dan terikat di fondasi beton dan mungkin tidak bisa mengapung). Sayang sebetulnya pembangunan Replika Kapal Cheng Ho yang nanggung tsb tidak menimbulkan suatu “multiplyer effect” untuk kegiatan pariwisata di kota Semarang,khususnya kawasan Pecinan,hanya jadi tontonan yang kian lama akan rusak.Mungkin kalau dijadikan restaurant bisa lebih effektif atau toko cindera mata mgkn lebih menarik.

http://img706.imageshack.us/img706/7193/replchengho1.jpg

Keberadaan Kelenteng Tay Kak Sie atau lebih terkenal dengan nama kelenteng Gang Lombok,yang didirikan tahun 1772 tidak lepas dari Kelenteng Sam Po Kong / Gedong Batu.Gedong Batu merupakan situs bukti sejarah Laksamana Cheng Ho pernah mendarat di Semarang dan membangun gua cikal bakal Kelenteng Gedong Batu atau Kelenteng Sam Po Kong (nama lain dari Laksamana Cheng Ho atau Zheng He).Pembangunan kelenteng Gang Lombok tsb disebabkan orang-orang Tionghoa pada saat itu harus membayar uang pas (lewat) kepada Tuan Tanah Yahudi yang bernama Yohanes setiap akan beribadah ke Gedong Batu, sebelum tanah tsb akhirnya dibeli oleh Tuan Tanah Oei Tjie Sien (Ayah dari Oei Tiong Ham ).Setelah dibeli Oei Tjie Sin tanah di Gedong Batu tsb di hibahkan ke pengelola Kelenteng Gedong Batu.Keleteng Gang Lombok juga terkenal dgn kuliner,salah satunya Lumpia yang pertama dan terkenal dijual di Gang Lombok ini.

http://img269.imageshack.us/img269/6000/kelentenggglombok.jpg

Kita amati sedikit ttg Kapal Cheng Ho dan replikanya di Semarang.

Ekspedisi Cheng Ho terdiri dari 7 pelayaran ke Asia dan Afrika, antara lain : Vietnam,Taiwan,Malaka (Penang negara bagian Malaysia),Palembang / bagian barat Indonesia,Jawa (Cirebon,Semarang spi Tuban),Srilanka,India bagian Selatan,Persia , Teluk Persia,Arab, Laut Merah ke utara hingga Mesir,Afrika, ke selatan hingga Selat Mozambik.

Enam dari tujuh pelayaran ekspedisinya (1405-1433),Jawaada dalam jalur pelayaran ekspedisinya.Hanya Ekspedisi ke 6 (1421-1422 ke Hormuz,AfrikaTimur dan negara-negara di jazirah Arab, tidak melewati Jawa.
Setiap pelayaran terdiri dari 27.000 anak buah kapal dan 307 (armada) kapal laut. Terdiri dari kapal besar dan kecil, dari kapal bertiang layar tiga hingga bertiang layar sembilan buah. Kapal terbesar mempunyai panjang sekitar 400 feet atau 120 meter dan lebar 160 feet atau 50 meter. Rangka layar kapal terdiri dari bambu Tiongkok. Selama berlayar mereka membawa perbekalan yang beragam termasuk binatang seperti sapi, ayam dan kambing yang kemudian dapat disembelih untuk para anak buah kapal selama di perjalanan. Selain itu, juga membawa begitu banyak bambu Tiongkok sebagaisuku cadang rangka tiang kapal berikut juga tidak ketinggalan membawa kain Sutera untuk dijual.
Kapal terbesar disebut Kapal Harta,karena Ekspedisi Cheng Ho juga serangkaian muhibah untuk berinteraksi dengan setiap pelabuhan yang disingahi,tukar menukar hadiah dan tukar menukar pengetahuan tentang pertanian,pertukangan,navigasi,kesenian/budaya bahkan seni bela diri.
Yang menarik pada abad 14 di Jawa juga sudah ada kapal Jung (nama mungkin dari China juga), yang ternyata beda dengan kapal Cheng Ho.Mgkn hal ini yang mendasari sebetulnya Nenek moyang Bangsa Indonesia adalah pelaut handal.Kapal Jung terdiri dari 4 tiang layar dgn kontruksi yang berbeda dengan kapal Cheng Ho, dan saat Cheng Ho masuk ke Indonesia lewat Selat Malaka,kapal-2 Jung sudah marajai Selat Malaka.Mungkin hal ini yang menarik perhatian Cheng Ho sebagai seorang nakhoda kapal bertemu dengan rekanan sesama pelaut,walau Kapal Cheng Ho terutama kapal Harta Chengho memang lebih besar terdiri 9 Tiang. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kapal_jung

http://img841.imageshack.us/img841/1083/kplchengho.gif
Perbandingan antara kapal jung Cheng Ho ("kapal harta") (1405) dengan kapal "Santa Maria" Colombus (1492/93)

Replika kapal Cheng Ho di Kali Semarang, persis di depan Kelenteng Tay Kak Sie Gang Lombok, menimbulkan dampak lingkungan. Keberadaan replika kapal yang dibangun 2006 dengan.dimensi 41x12 meter persegi itu mengganggu kelancaran aliran Kali Semarang.Hampir berbanding 1:1 dengan Kapal Cheng Ho yang kecil (3 Tiang) dimensi 40m x 17m. Dari ukuran kapal Cheng Ho terbesar (Kapal Harta ) 9 Tiang 140m x 50 m Kapal Cheng Ho bertiang 3 aslinya berdimensi sekitar 40m x 17m.
Lebar tidak memungkinkan dibuat 16-17m karena lebar Kali didepan kelenteng Tay Kak Sie cuma 18m.Harusnya kalau dibuat 2 kapal dengan dimemsi 1 : 2 dan mengapung mungkin lebih bagus,tp pertimbangan mengapung tidak mungkin juga krn kedalaman kali Semarang.Mungkin kalau Banjir Kanal Barat jadi bisa dipindah dijadikan restaurant apung, lebih menarik.

http://img8.imageshack.us/img8/6807/replchengho2.jpg

http://img853.imageshack.us/img853/7861/replchengho3.jpg


Sumber :
http://www.indonesiamedia.com/2010/06/19/replika-kapal-cheng-ho-di-isebr-2010/
http://berita.liputan6.com/read/258140/rekreasi-di-kapal-golden-cheng-ho-ii
http://pesonakepri.com/kapal-cheng-ho-di-kota-batam/
http://id.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2008/04/15/9161/Konstruksi.Apung.untuk.Replika.Kapal.Cheng.Ho
http://fariable.blogspot.com/2010/06/klenteng-gang-lombok.html
http://www.suaramerdeka.com/harian/0507/06/nas28.htm

edytoah
September 11th, 2011, 10:43 AM
Kalau anda naik motor/mobil dari Kali Garang atau Kelud Raya menuju Gedong Batu / Sam Po Kong .. di perempatan Kelud nampak gedung tua yang lebar di tempat tinggi.

http://img15.imageshack.us/img15/135/griyapaseban1.jpg
Photo diambil dari pelataran depan Kelenteng Gedong Batu / Sam Po Kong.

Gedung tersebut adalah Griya Paseban sebuah panti jompo yang dikelola oleh Suster / biarawati Katholik.Lokasinya di jl Dr. Ismangil 18A, tdk jauh dari Kelenteng Gedong Batu,jl Pamularsih belok kiri.
Griya Paseban juga digunakan sebagai tempat retreat umat Katholik,tempatnya yang tinggi,tenang di perkampungan,asri dan sejuk .

Mungkin teman-2 ada cerita menarik ttg Griya Paseban ini ? Tadinya saya kira adalah Gedong Renteng yang satu kesatuan dengan Gedong Dhuwur milik Oei Tjie Sin, Ayah Raja Gula Oei Tiong Ham jaman dulu, ternyata bukan,Gedong Renteng sudah tidak kelihatan jejaknya.

detwis
September 11th, 2011, 06:38 PM
Waduh kok ora ketemu ya Mas detwis tak goleki kuburan Wewe Gombel kui. Trus sy mampir aja ke Sky Garden,dpt informasi dari Pak Mujiono (penghuni Sky Garden sdh 17 th dgn 7 KK lainnya,dulunya dihuni sekitar 30 KK tetapi bbrp th lalu disuruh pindah oleh Bank Mandiri.Listrik dulu mengambil dari Gombel Lama sekarang mengambil dari depan.Dulu dari masih ada 30 KK ada loper koran juga yang ngantar tiap pagi ke Sky Garden,penghuni merasa murah tinggal disitu dp ngontrak, tetapi memang tetap angker kalau malam katanya,mereka sudah biasa ktnya) malah katanya adanya di dekat dpn jalur penyelamat.
Katanya memang pal saja,ada tulisan juga China katanya,tetapi bukan kuburan,tetapi semacam tanda yang didirikan sebuah keluarga yang mengalami kecelakaan th 60an kata dia area tsb.
Kalau wewe gombel,gendruwo,butho memang ada di jalan yang ada portalnya kt P Mujiono,sy lewat samping portal untuk ke bekas area hotel tsb.

mlaku alon2 wae mas lewat gombel baru turun...di sebelah kanan..
kmrn pas ak cari makan di artomoro tembalang nebeng mobil temen masi keliat kok itu...

tp ane ga tau ya kalo itu makam atau bukan.. ehuheuheuheue
sekilas emg mirip makam... serem ah

:ohno::ohno:

edytoah
September 12th, 2011, 05:55 AM
mlaku alon2 wae mas lewat gombel baru turun...di sebelah kanan..
kmrn pas ak cari makan di artomoro tembalang nebeng mobil temen masi keliat kok itu...

tp ane ga tau ya kalo itu makam atau bukan.. ehuheuheuheue
sekilas emg mirip makam... serem ah

:ohno::ohno:

Ancer2e ama Nasmoco ? Ada koordinat gps ? .ngak papa Mas diphoto cuma pal tanda pernah ada kecelakaan kok itu Mas .. Apalagi kalau siang ..pake hp aja .. Paling hpne ntar error trs hbs itu ... Wkkwkk ..just kidding Bro ..

detwis
September 12th, 2011, 07:47 AM
Ancer2e ama Nasmoco ? Ada koordinat gps ? .ngak papa Mas diphoto cuma pal tanda pernah ada kecelakaan kok itu Mas .. Apalagi kalau siang ..pake hp aja .. Paling hpne ntar error trs hbs itu ... Wkkwkk ..just kidding Bro ..

lohh jauh banget mas kalo ama nasmoco..
wong itu gombel bawah mo ke jatingaleh
pertemuan gombel lama dan baru itu lhoo


enaknya difotoin ga ya?!? :nuts: :nuts: :nuts:

titus15
September 14th, 2011, 05:26 AM
Mas Edytoah, kemaren akhirnya sempat ke Bong Bunder di belakang SMA 1. Ada prasasti yang cukup panjang beraksara cina. Mohon translasinya ya mas...
(foto nyusul)

edytoah
September 14th, 2011, 08:27 AM
^^
Siap Mas Titus ..

Eh Mas kalau SMA 1 itu dulu katanya ada suster ngesot ya Mas,apa dulunya SMA 1 itu rumah sakit ? Atau suster ngesot di CBZ (RS Karyadi) atau RS Elisabeth ?

titus15
September 14th, 2011, 12:57 PM
Fungsi utamanya saat didirikan memang sekolah, namun jaman Jepang dan Clas(th 45-49) sempat terjadi perubahan fungsi. Banyak sekolah jadi rumah sakit darurat, (nggak cuma SMA 1) itu makanya banyak mitos hantu di sekolah2 bangunan belanda.

detwis
September 14th, 2011, 05:20 PM
Mas Edytoah, kemaren akhirnya sempat ke Bong Bunder di belakang SMA 1. Ada prasasti yang cukup panjang beraksara cina. Mohon translasinya ya mas...
(foto nyusul)

yg di gombel sekalian difoto mas
ehuehuehuehuehue


^^
Siap Mas Titus ..

Eh Mas kalau SMA 1 itu dulu katanya ada suster ngesot ya Mas,apa dulunya SMA 1 itu rumah sakit ? Atau suster ngesot di CBZ (RS Karyadi) atau RS Elisabeth ?


kalo bahas history ga jauh2 dr demit ya kayaknya
huehuehue
ak jg pernah denger tu cerita itu ama terowongan yg tembus ke lawang sewu ma smp 40...


btw smp 40 jg bangunan belanda jg lhooo...
ada yg tau cerita2nya?

edytoah
September 14th, 2011, 07:01 PM
yg di gombel sekalian difoto mas
ehuehuehuehuehue





kalo bahas history ga jauh2 dr demit ya kayaknya
huehuehue
ak jg pernah denger tu cerita itu ama terowongan yg tembus ke lawang sewu ma smp 40...


btw smp 40 jg bangunan belanda jg lhooo...
ada yg tau cerita2nya?

Yg kuburan/pal Gombel itu sy udh tau/lihat posisinya td sore hampir magrib,memang agak susah ya ambil photonya .. Bener kt P Mujiono penjaga sky Garden itu dkt jalur penyelamat maju lagi dikit .. Ujung Gombel lama dan Gombel.Kpn deh kalau siang pas atine lego tak ambil photonya Mas detwis,perlu persiapan lahir dan batin wkkwkkwkk

Soal demit dan makhluk astral lainnya memang bagian dari alam sekitar kita Mas detwis,dan kalau dikaji itu juga ilmiah,ilmunya parapsikologi atau metafisika.Tp memang pas kebetulan sj,di halaman2 sebelumnya banyak topik menarik juga tdk melulu klenik.Kumplit pokoknya ya Mas Titus ada iptek,budaya,lingkungan,sejarah pastinya,dll.Ayo Mas detwis kasih tulisan yg menarik lainnya dong.

Sy pernah baca jg di blog alumni SMA 1 jg ttg trowongan ke Lawang Sewu tsb,juga ttg suster ngesot yg jd film jg diilhami dr cerita SMA 1 tsb.Lha ini menarik lagi ternyata trowongan tsb nembus ke SMP 40 (posisinya dimana tuh SMP di jln Mugas sblm Smansa itu ya ?).Ayo digali lagi mas detwis ttg Smp 40 tsb deh.Koq sy curiga terowongan tsb nembus ke Kanjengan tempat pemerintahan Semarang jaman dulu.

titus15
September 15th, 2011, 12:53 AM
masi ada 2 foto prasasti panjang lagi:
http://img714.imageshack.us/img714/7678/dsc05526z.jpg

edytoah
September 15th, 2011, 04:45 AM
masi ada 2 foto prasasti panjang lagi:
http://img714.imageshack.us/img714/7678/dsc05526z.jpg

Mas Titus tulisan di nisan itu saya tanyakan Mamah saya hanya kebaca yang besar saja,terus yang kecil2 agak susah bacanya karena katanya aksara Chinanya agak khusus.Coba nanti kapan-2 sy tanyakan ke orang tua kenalan saya yang lain. Maklum Mamah saya udh umur 70 than dan pendidikannya cuma ongko loro dulu :).Almarhumah Mamah angkatnya Mamah saya yang kaya dulu yang nyekolahin dia agak kolot, dulu katanya naik kelas malah ngak boleh karena gurunya di kelas sebelumnya sudah cocok.He he he agak aneh ya tp memang orang tua totok jaman dulu kaya tp kolot jadi anak angkatnya malah dibuat agak "bodoh" hanya karena "overprotective",walaupun Mamah sy sebetulnya kelihatannya banyak akal juga tp dr segi akademis ya terhambat krn lingkungan tsb.
Padahal Tante Mamah sy tsb tidak punya anak perempuan,hanya punya anak satu laki-2.
Mamah saya kebetulan lahir di Singapore,kalau Papah sy di Madiun.Mamah hijrah ke Jakarta kemudian Semarang umur 11 th dgn Papah Mamahnya (kakek nenek saya ) ikut Tantenya (kakak nenek saya) yang lebih mapan ekonomiya di Semarang,cabang ada di jakarta usahanya eksport barang2 palawija dll dari Hongkong,kira-2 sekitar th 1950.Umur 14 th Nenek sy meninggal kmd Mamah sy pindah ke Semarang,diambil anak oleh Tantenya,karena pusat bisnisnya Tantenya lebih di Semarang.Menarik sih menurut saya riwayat Mamah saya dan keluarga sy .. hahaha .. maaf Mas Titus jd cerita ttg Mamah sy.Almarhum Kakek saya di Singapore kerjanya dulu penjahit .. pindah ikut ke Indonesia ikut adiknya ke Semarang malah jadi seniman Tionghoa (pemain siter Tionghoa),main basket,kerjanya hura-hura dengan ponakanya (anaknya Tante saya) hehehe.Kakek sy kawin lagi dgn Nenek Tiri sy, jadi saya punya Om Tiri yg plg kecil yg usia dibawah sy 1 th,tp hubungannya baik karena istilahnya jaman dulu Mamah sambungan buat Mamah sy.Nenek Tiri sy msh hdp sekarang,punya anak 3 orang,Beliau pembuat kue basah terutama Bakcang di Kampung Grajen Mataram.Almarhum Papah saya dulu kerja ama Tantenya Mamah di Semarang,tp ya Papah sy lebih idealis tidak mau di lingkungan kolot tsb jadi usaha sendiri di bidang transportasi/truk. Kpn-2 tak ceritani lisan aja kalau ketemu Mas Titus qiqiqiqi.Mamah sy kalau cerita hidupnya kayak film,nasib manusia kayak roda berputar kdg di atas dan dibawah.Lha soal cerita Mamah sy itu lihai :)


Tulisan merah yg besar tsb adalah KWE DONG CIK CIEN (tugu kuburan bersama). kt Mamah sy.
Jadi ada semacam perkumpulan kematian yang menyantuni pekuburan bersama tsb.Belum kelihatan nama yang dikubur di Bong Bunder tsb,jg tahun kpn di kuburannya.
Sayangnya sy juga ngak tahu dan ngak bisa ngomong Mandarin juga Mas Titus hehehe,mau belajar udah telat wong sy umurnya udah 46th lbh.

Kalau 3 aksara nisan kanan tsb di photo Bong Bunder di halaman yang sebelumnya yang dulu artinya hampir sama juga Dong Kwe So .. (artinya kuburan bersama juga lebih kuburan suami istri, tetapi tidak ada nama pemilik kuburan tsb juga).

Venantio
September 15th, 2011, 09:02 AM
Mas Titus tulisan di nisan itu saya tanyakan Mamah saya hanya kebaca yang besar saja,terus yang kecil2 agak susah bacanya karena katanya aksara Chinanya agak khusus.Coba nanti kapan-2 sy tanyakan ke orang tua kenalan saya yang lain. Maklum Mamah saya udh umur 70 than dan pendidikannya cuma ongko loro dulu :).Almarhumah Mamah angkatnya Mamah saya yang kaya dulu yang nyekolahin dia agak kolot, dulu katanya naik kelas malah ngak boleh karena gurunya di kelas sebelumnya sudah cocok.He he he agak aneh ya tp memang orang tua totok jaman dulu kaya tp kolot jadi anak angkatnya malah dibuat agak "bodoh" hanya karena "overprotective",walaupun Mamah sy sebetulnya kelihatannya banyak akal juga tp dr segi akademis ya terhambat krn lingkungan tsb.
Padahal Tante Mamah sy tsb tidak punya anak perempuan,hanya punya anak satu laki-2.
Mamah saya kebetulan lahir di Singapore,kalau Papah sy di Madiun.Mamah hijrah ke Jakarta kemudian Semarang umur 11 th dgn Papah Mamahnya (kakek nenek saya ) ikut Tantenya (kakak nenek saya) yang lebih mapan ekonomiya di Semarang,cabang ada di jakarta usahanya eksport barang2 palawija dll dari Hongkong,kira-2 sekitar th 1950.Umur 14 th Nenek sy meninggal kmd Mamah sy pindah ke Semarang,diambil anak oleh Tantenya,karena pusat bisnisnya Tantenya lebih di Semarang.Menarik sih menurut saya riwayat Mamah saya dan keluarga sy .. hahaha .. maaf Mas Titus jd cerita ttg Mamah sy.Almarhum Kakek saya di Singapore kerjanya dulu penjahit .. pindah ikut ke Indonesia ikut adiknya ke Semarang malah jadi seniman Tionghoa (pemain siter Tionghoa),main basket,kerjanya hura-hura dengan ponakanya (anaknya Tante saya) hehehe.Kakek sy kawin lagi dgn Nenek Tiri sy, jadi saya punya Om Tiri yg plg kecil yg usia dibawah sy 1 th,tp hubungannya baik karena istilahnya jaman dulu Mamah sambungan buat Mamah sy.Nenek Tiri sy msh hdp sekarang,punya anak 3 orang,Beliau pembuat kue basah terutama Bakcang di Kampung Grajen Mataram.Almarhum Papah saya dulu kerja ama Tantenya Mamah di Semarang,tp ya Papah sy lebih idealis tidak mau di lingkungan kolot tsb jadi usaha sendiri di bidang transportasi/truk. Kpn-2 tak ceritani lisan aja kalau ketemu Mas Titus qiqiqiqi.Mamah sy kalau cerita hidupnya kayak film,nasib manusia kayak roda berputar kdg di atas dan dibawah.Lha soal cerita Mamah sy itu lihai :)

Hahaha mas Edytoah, tak kirain kisah keluarganya mas Edy itu yang diabadikan di parasati beraksara China itu....

titus15
September 15th, 2011, 03:12 PM
http://img8.imageshack.us/img8/1900/dsc05527jt.jpg

http://img714.imageshack.us/img714/7678/dsc05526z.jpg

titus15
September 15th, 2011, 03:12 PM
http://img215.imageshack.us/img215/5782/dsc05525r.jpg

http://img69.imageshack.us/img69/5125/dsc05528dn.jpg

titus15
September 15th, 2011, 03:20 PM
Wah ceritanya seru juga kalo bisa dituliskan lagi. Kemaren ketemu temen yang punya kutipan kalo kakek dan Neneknya pertama bertemu DI Pameran Koloniale Tentoonsteling (yang tempo hari saya tulis), ternyata dia sudah membukukanb riwayat trah keluarganya. YSaya kira itu adalah buku riwayat trah yang paling hebat setau saya. Bayangkan dia menulis buku riwayat keluarganya sampai sekitar 200an halaman, lengkap dari catatan harian sang kakek, percintaan, pekerjaan, ulang tahun emas, intan, sampai silsilah, katalog keluarga, hari-hari penting keluarga, sampai kaledoskop tahunan keluarga termasuk notulensi2 rapat keluarga... wah edan tenan pokoknya. Ternyata ada banyak sejarah bertebar disekitar kita, tinggal bagaimana mengais-ngaisnya kembali...

titus15
September 15th, 2011, 03:23 PM
Sy pernah baca jg di blog alumni SMA 1 jg ttg trowongan ke Lawang Sewu tsb,juga ttg suster ngesot yg jd film jg diilhami dr cerita SMA 1 tsb.Lha ini menarik lagi ternyata trowongan tsb nembus ke SMP 40 (posisinya dimana tuh SMP di jln Mugas sblm Smansa itu ya ?).Ayo digali lagi mas detwis ttg Smp 40 tsb deh.Koq sy curiga terowongan tsb nembus ke Kanjengan tempat pemerintahan Semarang jaman dulu.

Smp 40 dimana ya?? kalo ada terowongan kemungkinan dibangun tahun berapa ya?? Ada kemungkinan terowongam2 itu adalah saluran drainase. karena ada beberapa orang tua yang bilang kalo duilu masa kecilnya mereka suka main di terowongan2 itu.

Kalo SMP dekat SMA 1 itu SMP 10. Tapi kayaknya nggak mungkin karena posisinya SMP 10 lebih tinggi (diatas bukit). Ada teman SMA 1 angkatan 80an yang bilang katanya ada terowongan dari Aula Besar ke Aula Kecil dalam komplek sekolah itu....

edytoah
September 15th, 2011, 05:55 PM
Hahaha mas Edytoah, tak kirain kisah keluarganya mas Edy itu yang diabadikan di parasati beraksara China itu....

Pengennya malah bisa jd buku 200 halaman kaya cerita keluarga temennya Mas Titus itu lho Mas Venan ... :lol: .. Lha yang tersisa cuma cerita ama photo ..aset keluarga udah hilang ..:)

edytoah
September 15th, 2011, 06:19 PM
Wah ceritanya seru juga kalo bisa dituliskan lagi. Kemaren ketemu temen yang punya kutipan kalo kakek dan Neneknya pertama bertemu DI Pameran Koloniale Tentoonsteling (yang tempo hari saya tulis), ternyata dia sudah membukukanb riwayat trah keluarganya. YSaya kira itu adalah buku riwayat trah yang paling hebat setau saya. Bayangkan dia menulis buku riwayat keluarganya sampai sekitar 200an halaman, lengkap dari catatan harian sang kakek, percintaan, pekerjaan, ulang tahun emas, intan, sampai silsilah, katalog keluarga, hari-hari penting keluarga, sampai kaledoskop tahunan keluarga termasuk notulensi2 rapat keluarga... wah edan tenan pokoknya. Ternyata ada banyak sejarah bertebar disekitar kita, tinggal bagaimana mengais-ngaisnya kembali...

Keluarga dan sahabat adalah harta yang tak ternilai ...

edytoah
September 15th, 2011, 06:25 PM
Smp 40 dimana ya?? kalo ada terowongan kemungkinan dibangun tahun berapa ya?? Ada kemungkinan terowongam2 itu adalah saluran drainase. karena ada beberapa orang tua yang bilang kalo duilu masa kecilnya mereka suka main di terowongan2 itu.

Kalo SMP dekat SMA 1 itu SMP 10. Tapi kayaknya nggak mungkin karena posisinya SMP 10 lebih tinggi (diatas bukit). Ada teman SMA 1 angkatan 80an yang bilang katanya ada terowongan dari Aula Besar ke Aula Kecil dalam komplek sekolah itu....

SMPN 40 sya cr di gogle td di Suyudono 130 (Lemah Gempal), dulu ST 6-7.Jaman Belanda adalah sekolah HIS.
Memang gedung tua sekolah tsb disitu,tp bener ada trowongan ke Lawang Sewu harusnya dibuktikan dgn digali untuk kegiatan ekskul siswa ... :lol:
Photonya ada tp ngak ada yg bagus ya.Jgn-2 Mas detwis alumni smp tsb .. ayo diphoto Mas detwis sekolahanne ...

edytoah
September 15th, 2011, 06:36 PM
http://img8.imageshack.us/img8/1900/dsc05527jt.jpg

http://img714.imageshack.us/img714/7678/dsc05526z.jpg

Kalau ngelihat cat di nisan Bong Bunder ini masih kelihatan baru ya Mas Titus,mungkin dirawat ada ahli warisnya.Kpn deh tak cariin penerjemah cewek anak Sastra china (kelihatannya ngak ada deh di Undip adanya di UI) ...apa ntar ada deh Akaba Untag .. cuma dulu anak Akaba belajarnya aja tanya Mamah gw je .. :) .. Mesti praktisi budaya kayak Om Jongkie Thio aja yg tahu kelihatannya,karena aksara china di bongpai (nisan) itu agak lain dengan yang biasanya kt org2 .. tulisan sama artinya bisa lain ..

bozhart
September 15th, 2011, 07:22 PM
Link ini ada penterjemah huruf Cina ke English. Bisa menulis huruf Cina dgn mouse dan klik Lookup --> muncul kata2 dalam English:

http://www.chinese-tools.com/tools/mouse.html


-------------------------------


mau belajar udah telat wong sy umurnya udah 46th lbh.
Wah gw harus memanggil Om nih :D

edytoah
September 15th, 2011, 07:49 PM
Link ini ada penterjemah huruf Cina ke English. Bisa menulis huruf Cina dgn mouse dan klik Lookup --> muncul kata2 dalam English:

http://www.chinese-tools.com/tools/mouse.html


-------------------------------



Wah gw harus memanggil Om nih :D

Tks Mas Bozhart . Coba bsk tak coba link tsb ..
Wis tuwek yo Mas .hehehe .Sy sebetulnya lebih seneng panggil nama masing2,tp dimana2 gw udh terbiasa selalu panggil kalau laki2 itu Mas kalau perempuan Mbak .. Entah brppun. umurnya ..hehehehe ..

Venantio
September 15th, 2011, 11:06 PM
Link ini ada penterjemah huruf Cina ke English. Bisa menulis huruf Cina dgn mouse dan klik Lookup --> muncul kata2 dalam English:

http://www.chinese-tools.com/tools/mouse.html


-------------------------------



Wah gw harus memanggil Om nih :D

Gw juga mesti manggil mas/koko nih... ahahaha

titus15
September 16th, 2011, 03:10 AM
.
Memang gedung tua sekolah tsb disitu,tp bener ada trowongan ke Lawang Sewu harusnya dibuktikan dgn digali untuk kegiatan ekskul siswa ... :lol:
Photonya ada tp ngak ada yg bagus ya.Jgn-2 Mas detwis alumni smp tsb .. ayo diphoto Mas detwis sekolahanne ...

Besok ada acara SMA 1 Reincarnation, acara band-band an sekolahan ala PENSI, Ada Maliq d esential, the SIGIT sama Endank Sukamti. Salah satu acaranya juga ada SMANSA HAunted Schooll... kayaknya asyik juga bikin ekskul Uka-Uka hehehe....

bozhart
September 16th, 2011, 03:54 AM
Gw juga mesti manggil mas/koko nih... ahahaha
Forumer yg sudah usia kepala 4 antara lain YB_Murty, Edytoah, Venantio dan gw **mulai_menulis_riwayat_keluarga_SSC_Semarang_hahaha** Apa ada lagi?

edytoah
September 16th, 2011, 09:48 AM
Besok ada acara SMA 1 Reincarnation, acara band-band an sekolahan ala PENSI, Ada Maliq d esential, the SIGIT sama Endank Sukamti. Salah satu acaranya juga ada SMANSA HAunted Schooll... kayaknya asyik juga bikin ekskul Uka-Uka hehehe....

Kegiatan ekskul positif itu Mas Titus. Hahahaha.
Memang sejak kecil "Parenting" udh salah kaprah,anak kecil nangis/rewel dieminnya udh pake ditakut2in ..diem hayo diem ada "Momok"/setan lho,trs kebawa sampe gedhe... Ke kamar mandi sdri ngak berani.

Pendidikan kebanyakan hanya mengandalkan IQ,siswa dipacu kayak org kerja sekolah pagi spi sore,kasihan ..hrsnya yg diperkuat SQ trs EQ dan terakhir IQ.
Dengan kecerdasan Spritual pasti anak2 akan tahu bahwa setan dan makhluk astral lainnya levelnya lbh rendah dp manusia.

Jd dgn enak kita menganggap setan/makhluk astral sebagai obyek hiburan bukan subyek yg menakutkan kita.
Padahal setan2 skrg sdg frustrasi dijadikan kambing hitam ama manusia trs.Manusia beralasan digoda/dirasuk setan,padahal manusianya sendiri yg pengen berbuat dosa.

detwis
September 16th, 2011, 05:47 PM
Yg kuburan/pal Gombel itu sy udh tau/lihat posisinya td sore hampir magrib,memang agak susah ya ambil photonya .. Bener kt P Mujiono penjaga sky Garden itu dkt jalur penyelamat maju lagi dikit .. Ujung Gombel lama dan Gombel.Kpn deh kalau siang pas atine lego tak ambil photonya Mas detwis,perlu persiapan lahir dan batin wkkwkkwkk

Soal demit dan makhluk astral lainnya memang bagian dari alam sekitar kita Mas detwis,dan kalau dikaji itu juga ilmiah,ilmunya parapsikologi atau metafisika.Tp memang pas kebetulan sj,di halaman2 sebelumnya banyak topik menarik juga tdk melulu klenik.Kumplit pokoknya ya Mas Titus ada iptek,budaya,lingkungan,sejarah pastinya,dll.Ayo Mas detwis kasih tulisan yg menarik lainnya dong.

Sy pernah baca jg di blog alumni SMA 1 jg ttg trowongan ke Lawang Sewu tsb,juga ttg suster ngesot yg jd film jg diilhami dr cerita SMA 1 tsb.Lha ini menarik lagi ternyata trowongan tsb nembus ke SMP 40 (posisinya dimana tuh SMP di jln Mugas sblm Smansa itu ya ?).Ayo digali lagi mas detwis ttg Smp 40 tsb deh.Koq sy curiga terowongan tsb nembus ke Kanjengan tempat pemerintahan Semarang jaman dulu.

Smp 40 dimana ya?? kalo ada terowongan kemungkinan dibangun tahun berapa ya?? Ada kemungkinan terowongam2 itu adalah saluran drainase. karena ada beberapa orang tua yang bilang kalo duilu masa kecilnya mereka suka main di terowongan2 itu.

Kalo SMP dekat SMA 1 itu SMP 10. Tapi kayaknya nggak mungkin karena posisinya SMP 10 lebih tinggi (diatas bukit). Ada teman SMA 1 angkatan 80an yang bilang katanya ada terowongan dari Aula Besar ke Aula Kecil dalam komplek sekolah itu....


SMPN 40 sya cr di gogle td di Suyudono 130 (Lemah Gempal), dulu ST 6-7.Jaman Belanda adalah sekolah HIS.
Memang gedung tua sekolah tsb disitu,tp bener ada trowongan ke Lawang Sewu harusnya dibuktikan dgn digali untuk kegiatan ekskul siswa ... :lol:
Photonya ada tp ngak ada yg bagus ya.Jgn-2 Mas detwis alumni smp tsb .. ayo diphoto Mas detwis sekolahanne ...


kebetulan rumah saya di lemah gempal mas mas e
:nocrook: :nocrook: :nocrook: :nocrook:

kalo yg terowongan itu yg saya denger sih gosip.. cerita jaman sd :lol: :lol:
tp kalo di nalar... dr smp 40 ke lawang sewu itu deket..
jd kemungkinan bisa jg ada terowongan.. kalo denger dr temen yg dulu sekolah di situ, pintu nya dr smp 40 di perpustakaan.. :nuts:

utk smp 40 sendiri masi keliatan bekas bangunan belandanya kok..

pengen2 foto besok deh.. maklum ga punya camera bagus mas e
camera digital biasa...

ssphila
September 16th, 2011, 05:56 PM
^^ Sy dulu juga Lemah Gempal mas, Sekolah ST ini jaman sy kecil terkenal angker, kl detailnya sy ga tau, tp mmg jaman masih bernama ST bangunan ini berkesan sungup, bbrp anak kecil (temen sepermainan jmn dulu) sempet kesambet.

Forumer yg sudah usia kepala 4 antara lain YB_Murty, Edytoah, Venantio dan gw **mulai_menulis_riwayat_keluarga_SSC_Semarang_hahaha** Apa ada lagi?

Ada yg manggil2 saya ?? :lol:

damarsinyo
September 16th, 2011, 06:24 PM
^^:old::lol::lol::lol:

Forumer yg sudah usia kepala 4 antara lain YB_Murty, Edytoah, Venantio dan gw **mulai_menulis_riwayat_keluarga_SSC_Semarang_hahaha** Apa ada lagi?
:lol: permisi bapak2, anak muda numpang lewat....:lol::lol: umurku blm ada separuhnya...perlu banyak berguru dari sesepuh2...:master::master::master::smug:

ssphila
September 16th, 2011, 07:11 PM
Monggo dek.... ojolali tinggalane.... :lol:

Venantio
September 16th, 2011, 08:35 PM
^^:old::lol::lol::lol:


:lol: permisi bapak2, anak muda numpang lewat....:lol::lol: umurku blm ada separuhnya...perlu banyak berguru dari sesepuh2...:master::master::master::smug:

Belum berpengalaman.... :lol::lol::lol:

edytoah
September 16th, 2011, 10:43 PM
Ada yg manggil2 saya ?? :lol:

Eh Mas ssphila termasuk kelompok The Fourties jg .. :lol: ...
Ada yg bilang "Life is beginning forty",menurut gw "Life is beginning when we wakeup" :cheers:

Venantio
September 17th, 2011, 01:50 AM
Eh Mas ssphila termasuk kelompok The Fourties jg .. :lol: ...
Ada yg bilang "Life is beginning forty",menurut gw "Life is beginning when we wakeup" :cheers:

Life begins at forty... wakakakakak.. berarti adik damarsinyo belum hidup dong...:lol::lol:

titus15
September 17th, 2011, 02:46 AM
kebetulan rumah saya di lemah gempal mas mas e
:nocrook: :nocrook: :nocrook: :nocrook:

kalo yg terowongan itu yg saya denger sih gosip.. cerita jaman sd :lol: :lol:
tp kalo di nalar... dr smp 40 ke lawang sewu itu deket..
jd kemungkinan bisa jg ada terowongan.. kalo denger dr temen yg dulu sekolah di situ, pintu nya dr smp 40 di perpustakaan.. :nuts:

utk smp 40 sendiri masi keliatan bekas bangunan belandanya kok..

pengen2 foto besok deh.. maklum ga punya camera bagus mas e
camera digital biasa...

Kata teman saya yang lumayan berumur, terowongan2 yang dimaksud memang ada, tapi bukan buat menghubungkan gedung abcd dll seperti bungkernya Tommy di Cendana, tapi buat drainase saja. Katanya cukup lebar sampai bisa buat lari2. Kalo di SMA 1 yang terbukti kata alumni th 80an cuma dari aula besar ke aula kecil yang jaraknya sekitar 100meteran saja...

Tapi ini cuma katanya lho ya....

damarsinyo
September 17th, 2011, 03:41 AM
Life begins at forty... wakakakakak.. berarti adik damarsinyo belum hidup dong...:lol::lol:
:lol::lol::lol: lhah kog saya blm hidup.. terus ini yg ngomong siapa??:lol::lol::lol:

edytoah
September 17th, 2011, 05:13 AM
:lol::lol::lol: lhah kog saya blm hidup.. terus ini yg ngomong siapa??:lol::lol::lol:

Kalau untuk Mas damarsinyo Life begins at twenty :lol:
Sebetulnya Mas Venan ama kita2 yg Forties ini "iri" ama Mas damar,lha waktu kita2 umur 20an ngak ada forum2an gayeng model begini :lol:
Anyway itu cuma idioms kok Mas damar ... Secara general orang kerja/bisnis meniti hidup/karir mulai umur 20an spi 40an ..setelah 40 itu adalah puncak karir ..kmd 10-15 th kmd pensiun.
Selain puncak karir biasanya menjelang 40an mengalami "Burnout" juga,kmd mengalami puber ke dua jg wkkwkkwkk ...
Untuk beberapa kasuistis ..ada juga yg mengalami pensiun muda ..jg tumpukan kegagalan ..jadi spt Kolonel Sanders founder KFC berlaku Life begins sixty ..jg Abraham Lincoln ngak tahu Lifes begin berapa dari tumpukan ke gagalannya sebelum jd Presiden USA ..
Lbh tepat memang Life begins when we wake up/stand-up ... Trs ditambah nasihat Bpk Pandu Int Lord Baden Powell .. Be Prepared even worst ... :) dan semangat untuk buat hidup lebih hidup ..:banana:

damarsinyo
September 17th, 2011, 06:42 AM
Kalau untuk Mas damarsinyo Life begins at twenty :lol:
Sebetulnya Mas Venan ama kita2 yg Forties ini "iri" ama Mas damar,lha waktu kita2 umur 20an ngak ada forum2an gayeng model begini :lol:
Anyway itu cuma idioms kok Mas damar ... Secara general orang kerja/bisnis meniti hidup/karir mulai umur 20an spi 40an ..setelah 40 itu adalah puncak karir ..kmd 10-15 th kmd pensiun.
Selain puncak karir biasanya menjelang 40an mengalami "Burnout" juga,kmd mengalami puber ke dua jg wkkwkkwkk ...
Untuk beberapa kasuistis ..ada juga yg mengalami pensiun muda ..jg tumpukan kegagalan ..jadi spt Kolonel Sanders founder KFC berlaku Life begins sixty ..jg Abraham Lincoln ngak tahu Lifes begin berapa dari tumpukan ke gagalannya sebelum jd Presiden USA ..
Lbh tepat memang Life begins when we wake up/stand-up ... Trs ditambah nasihat Bpk Pandu Int Lord Baden Powell .. Be Prepared even worst ... :) dan semangat untuk buat hidup lebih hidup ..:banana:
:lol::lol::lol:Life begins at twenty...berarti saya baru hidup 1,5tahun...soale baru 21 jalan ke 22..wah hitungannya saya termasuk Balita di SSC nih...:booze::lol:ayo bapak2,om2,mas2, tularkan saya ilmu kalian semua..:master::gossip::lol:
hahaha...lha kalo pada masa om edytoah pengen ikut forum kayak gini gak kebayang mau up date pake apa.. mungkin SSC nya masih pake surat menyurat...haha:lol:

damarsinyo
September 17th, 2011, 06:50 AM
Kalau untuk Mas damarsinyo Life begins at twenty :lol:
Sebetulnya Mas Venan ama kita2 yg Forties ini "iri" ama Mas damar,lha waktu kita2 umur 20an ngak ada forum2an gayeng model begini :lol:
Anyway itu cuma idioms kok Mas damar ... Secara general orang kerja/bisnis meniti hidup/karir mulai umur 20an spi 40an ..setelah 40 itu adalah puncak karir ..kmd 10-15 th kmd pensiun.
Selain puncak karir biasanya menjelang 40an mengalami "Burnout" juga,kmd mengalami puber ke dua jg wkkwkkwkk ...
Untuk beberapa kasuistis ..ada juga yg mengalami pensiun muda ..jg tumpukan kegagalan ..jadi spt Kolonel Sanders founder KFC berlaku Life begins sixty ..jg Abraham Lincoln ngak tahu Lifes begin berapa dari tumpukan ke gagalannya sebelum jd Presiden USA ..
Lbh tepat memang Life begins when we wake up/stand-up ... Trs ditambah nasihat Bpk Pandu Int Lord Baden Powell .. Be Prepared even worst ... :) dan semangat untuk buat hidup lebih hidup ..:banana:
^^hahaha..berarti ni forumer semarang banyak yg lagi puber kedua...:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:, saya baru puber pertama....ya setidak tidaknya sama2 ada embel embele puber lah...:lol::lol:

btw mas kalo hirise pertama yg dibangun disemarang apa ya?? ya setidak2nya yg menjadi simbol kemodernitasan gitu..apakah gubernuran?

titus15
September 17th, 2011, 07:09 AM
ada yang bilang 20 something - 20 nothing

detwis
September 17th, 2011, 08:29 AM
:lol::lol::lol:Life begins at twenty...berarti saya baru hidup 1,5tahun...soale baru 21 jalan ke 22..wah hitungannya saya termasuk Balita di SSC nih...:booze::lol:ayo bapak2,om2,mas2, tularkan saya ilmu kalian semua..:master::gossip::lol:
hahaha...lha kalo pada masa om edytoah pengen ikut forum kayak gini gak kebayang mau up date pake apa.. mungkin SSC nya masih pake surat menyurat...haha:lol:

weh berarti saya yg muda kedua.. 25 thn...
masi ada yg lebih muda lagikah?
:cheers:


^^ Sy dulu juga Lemah Gempal mas, Sekolah ST ini jaman sy kecil terkenal angker, kl detailnya sy ga tau, tp mmg jaman masih bernama ST bangunan ini berkesan sungup, bbrp anak kecil (temen sepermainan jmn dulu) sempet kesambet.



Ada yg manggil2 saya ?? :lol:


lemah gempale ndi mas?
oh iyo mpe lupa... sebutan itu smp 40 emang ST
dan emg horror begitu jg dengan kampung2 di sekitar ST

ada yg tau sejarah lebih tentang ST ini?

bozhart
September 17th, 2011, 09:13 AM
Ada yg manggil2 saya ?? :lol:
Ternyata cukup banyak 40 lantai ke atas di Semarang :D


-----------------------------------------------


Untuk beberapa kasuistis ..ada juga yg mengalami pensiun muda ..jg tumpukan kegagalan ..jadi spt Kolonel Sanders founder KFC berlaku Life begins sixty ..jg Abraham Lincoln ngak tahu Lifes begin berapa dari tumpukan ke gagalannya sebelum jd Presiden USA ..
Lbh tepat memang Life begins when we wake up/stand-up ... Trs ditambah nasihat Bpk Pandu Int Lord Baden Powell .. Be Prepared even worst ... :) dan semangat untuk buat hidup lebih hidup ..:banana:
Orang yg tidak pernah sukses dianggap tidak pernah hidup hahaha :lol:

edytoah
September 17th, 2011, 02:04 PM
Orang yg tidak pernah sukses dianggap tidak pernah hidup hahaha :lol:

Semua pasti pernah sukses,karena sukses itu bagian dari hidup dan sifatmya relatif. :lol: Ukurannyapun juga relatif dan tdk selalu materi.Sukses adalah masalah hati dan rasa bersyukur.Sukses adalah proses,kegagalan adalah bagian dari proses tsb atau org menyebutnya sukses yg tertunda. "Sucess is my right",kata Andrie Wongso (salah satu motivator #1 di Indonesia,jd yg #1 banyak :) ) .Tp tetep Life begins when we wakeup,bisa didalamnya ada sukses.Wis ... Ben tambah bingung sisan Mas Bozhart huahuahua ..

titus15
September 17th, 2011, 02:06 PM
Ok back to topic... siapa mau cerita kisah suksesnya?? yang ada hubungannya dengan Semarang??

edytoah
September 19th, 2011, 09:53 AM
^^
Ini Mas yang ada hubungannya dgn kota Semarang,koq ngak diadain lagi ya,pameran kartun 99 orang beken kota Semarang.

Sabtu, 22 April 2006. SEMARANG

Wajah Komedis Orang-orang Beken Semarang
''DIGAMBAR kayak apa pun, ya tetap begini. Pasti ketahuan kalau itu Asmah.'' Begitulah komentar Asmah Soetrisno, mantan kepala Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) Jateng, menanggapi gambar dirinya.

Ketika itu dia tengah mencermati kartun dirinya yang digambar oleh kartunis Setio Eskamto (Tiok). Gambar tersebut salah satu yang dipamerkan pada Senyum Semarak 99 Orang Beken Semarang.

Pameran itu dihelat dalam rangkaian HUT Ke-459 Kota Semarang. Menurut rencana, pameran yang digagas Ny Sinto Sukawi itu akan dipamerkan di Klub Merby selama sepekan. Sesudah itu, pada 29 April-3 Mei gambar para tokoh beken tersebut akan diboyong ke Lawangsewu. Di sana, gambar-gambar itu akan dipamerkan dalam Semarang Lawang Sewu Expo.

''Akan tetapi di gambar itu, Bu Asmah terlalu santun,'' seloroh Triyanto Triwikromo, salah seorang anggota Tim seleksi. ''Ya, seharusnya digambar lagi nyekakak. Ha ha ha...,'' ucap Asmah sambil tertawa lebar, salah satu identitasnya.

Ya, ruang pameran gedung Klub Merby Lantai III Jalan Mataram 653 seperti menjelma menjadi tempat madhakke rupa. Lihatlah, sejumlah orang yang berkerumun di depan gambar budayawan Darmanto Jatman.

''Wah, Pak Dar, persis banget. Tapi rada ketuwan. Mestinya masih muda,'' ujar salah seorang pengunjung.

''Lihat, gambar Ari Pradanawati, terlihat jauh lebih muda dan langsing. Ini pasti gambar dia waktu usia 25 tahun. Wong rambutnya masih panjang,'' ucap kawannya.

Tentu saja, Ari yang anggota KPU Jateng tidak marah atas komentar itu. Sebab, gambar kartun dirinya memang dibuat berdasarkan foto waktu dia masih muda.

Sejumlah tokoh yang terpilih dalam 99 orang beken terlihat berfoto di dekat kartun diri masing-masing. Pakar kepribadian dari Yayasan Pendidikan Internasional (YPI) Bonita D Sampurno misalnya, terlihat puas dengan gambar karya Tiok. Kepada Suara Merdeka, dia minta difoto di samping gambar itu.

Ketua Persatuan Waria Semarang (Perwaris) Inong yang siang itu terlihat cantik dalam balutan busana warna hitam, sibuk merekam pameran itu dengan handycam. Kebetulan, dia termasuk salah seorang dari 99 orang beken Semarang. Di depan kartun dirinya, dia berhenti lama dan merekam gambar itu secara detail.

Mirip

Orang-orang beken lainnya, yaitu Wali Kota Sukawi Sutarip, penggagas Perumahan Djamin Ceha, dan pengusaha jamu Irwan Hidayat tak ketinggalan madhakke rupa. Barangkali, mereka merasa de javu berhadapan dengan kartun masing-masing yang di dalamnya memuat juga celetukan khas mereka.

Selain itu, mereka juga berkeliling melihat dan mengagumi kemiripan gambar para tokoh lain.

Tim seleksi menetapkan sembilan orang yang dipandang sangat berjasa bagi Kota Semarang. Mereka adalah arsitek Ir Herman Thomas Karsten, dokter Kariadi, Mgr Soegijopranoto, raja gula Oei Tiong Ham, tuan tanah Tasripien, Ki Nartosabdo, pelukis terkenal Raden Saleh, penggagas PKK Hj Isriati Moenadi, serta Wali Kota I Semarang Mr Moch Ichsan.

Selain itu, tim seleksi juga menetapkan sembilan orang paling beken di Kota Semarang. Yakni desainer Anne Avantie, Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir H Budi Santoso, juara dunia tinju kelas bulu versi WBA Chrisjon, dan Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc.

Selain itu, jajaran ''elite'' itu juga dihuni pengusaha jamu Jaya Suprana, Ketua DPRD/KONI Jateng Murdoko, novelis NH Dini, Gubernur Mardiyanto, serta Wali Kota Sukawi Sutarip.

Di antara jajaran 99 orang beken, terdapat nama Direktur Suara Merdeka Group Kukrit SW yang digambar tengah menaiki motor gede (moge). Ada pula kolumnis Prof Dr Abu Suud, budayawan Rama Sudi Yatmana, politikus Alvin Lie, tokoh perempuan Agnes Widanti, dan dirigen Panser Biru Eddy Purnomo alias Kirun. Sejumlah orang Semarang yang sukses di perantauan juga dimasukkan ke jajaran orang beken. Seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, pelawak Gogon, mantan roker Gito Rollies, dan sineas Garin Nugroho yang alumnus SMA Loyola.

''Mestinya, Harry Mukti atau Remy Sylado juga masuk,'' kata Sekretaris DKJT Djawahir Muhamad yang juga masuk daftar.

''Deretan 99 orang beken Semarang yang kami buat barangkali masih jauh dari sempurna. Mungkin juga masih masih banyak tokoh yang semestinya masuk tapi tidak ada. Yang pasti, ini upaya awal untuk mendokumentasikan orang-orang beken dan memberi kontribusi pada perkembangan Semarang,'' papar Hardhono Susanto, penggagas acara.

Sementara itu, Christ John yang terpilih salah satu orang beken di Semarang, Sabtu (22/4) pukul 16.00 akan hadir sebagai bintang tamu pada pameran gambar orang beken di Merby Centre Jalan Mataram.

Masyarakat mendapat kesempatan berbincang-bincang dan berfoto bersama. (Achiar M Permana-56j)

Sumber :
http://www.suaramerdeka.com/harian/0604/22/kot05.html
http://www.suaramerdeka.com/harian/0604/21/kot12.html
http://www.klubmerby.com/

edytoah
September 21st, 2011, 06:15 PM
Wah Mas Titus lali trit-e iki yo .... :)

Ada yang tau sejarahnya Warag Ngendog ?

titus15
September 25th, 2011, 05:13 AM
Sori om...laginelum on nih....
belum tau sejarahnya om... mari kita googling....

titus15
September 25th, 2011, 03:21 PM
dulu om Edytoah nyebut2 cleret gombel ini ada videonya:
XQHAgYqmEps

titus15
September 25th, 2011, 05:07 PM
Akhirnya nemu video Gamelan Soepra:
miDf0VHsEHs

Gamelan (a set of javanese traditional music instruments) combined with western and sometimes chinese instruments, playing javanese, indonesian, rock, classical and mandarin instrumental songs.

Performed by students and teachers from Loyola College Semarang, Indonesia.
============

Le nuthuk Gamelan lucu... karo lingguh karo ngadek, koyok wong Suriname nutuk Gamelan...

edytoah
September 26th, 2011, 04:49 AM
dulu om Edytoah nyebut2 cleret gombel ini ada videonya:
XQHAgYqmEps

Di youtube ini cleret gombel yg dilelang buka harga 100jt lho Mas Titus ... Kt temen gw masih banyak kok di hutan cleret gombel ini ... wkkwkkwkk ..

edytoah
September 26th, 2011, 04:52 AM
Akhirnya nemu video Gamelan Soepra:
miDf0VHsEHs

Gamelan (a set of javanese traditional music instruments) combined with western and sometimes chinese instruments, playing javanese, indonesian, rock, classical and mandarin instrumental songs.

Performed by students and teachers from Loyola College Semarang, Indonesia.
============

Le nuthuk Gamelan lucu... karo lingguh karo ngadek, koyok wong Suriname nutuk Gamelan...

Harusnya anak-2 Loyola ini melakukan Road Show ya Mas ... Sy pernah diceritain temen dulu th 70an,temen main kolintang nyampe Amerika juga ...

titus15
September 26th, 2011, 04:53 AM
lha piye Om?? ope arep berburu cleret Gombel. Genep oleh 15 iso nggo sangu pensiun hehehe....

edytoah
September 26th, 2011, 07:10 AM
Bangunan Bersejarah

Masjid Layur, Tempat Ibadah di Kampung Melayu

http://img26.imageshack.us/img26/6118/layur4.jpg

Masjid Layur, salah satu masjid tua di Semarang yang masih kokoh berdiri terletak di jalan Layur Kampung Melayu. Lokasinya cukup mudah dijangkau, dari arah pasar Johar ikuti jalur putar yang menuju arah kantor pos atau arah stasiun Tawang, dari rel kereta api di depan Jalan Layur, menara Masjid Layur sudah kelihatan kokoh menjulang tinggi. Dinamakan Kampung Melayu karena pada tahun 1743 sebagian besar orang yang mendiami kawasan tersebut adalah orang-orang ras Melayu.Pada masa tersebut di kampung ini terdapat tempat untuk mendarat kapal dan perahu yang membawa barang dagangan, sehingga tidak mengherankan kalau ada bagian yang dinamakan pula Melayu Dara. Lokasinya yang sangat strategis mengundang orang untuk berdiam di situ pula. Dicatat bahwa orang-orang dari Arab kemudian menempati kampung tersebut.

http://img813.imageshack.us/img813/8919/layur5.jpg

Dilihat dari luar, masjid Layur menyimpan banyak sejarah masa lalu daerah sekitar masjid dan Semarang pada umumnya. Dari segi bangunan, masjid Layur termasuk salah satu masjid yang unik, masjid ini dikelilingi tembok tinggi dengan menara khas Timur Tengah berada di depan, di samping pintu masuk. Bangunan utama masjid sendiri bergaya khas Jawa dengan atap masjid susun tiga, ornamen-ornamen dinding terlihat unik dan indah. Lantai bangunan dibuat seperti rumah gadang dan hanya dapat dicapai dengan tangga yang terdapat pada sisi muka. Pondasi dari batu yang memikul struktur kerangka kayu. Masjid ini dilihat dari gaya arsitekturnya merupakan percampuran dari tiga budaya yaitu Jawa, Melayu dan Arab dengan sentuhan keindahan oleh para pembuatnya.
Walaupun sudah dimakan usia namun masjid ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Sampai sekarang masjid ini masih terus dirawat oleh yayasan masjid setempat sebagai upaya pelestarian sejarah dan sebagai masjid tua kebanggaan Kota Semarang. Secara menyeluruh masjid Layur masih asli seperti pertama kali dibuat, hanya ada sedikit perbaikan seperti penggantian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola pada sisi kanan kompleks masjid.

http://img90.imageshack.us/img90/6279/layur2.jpg

http://img148.imageshack.us/img148/7999/layur13.jpg

Sumber :

http://semarangan.loenpia.net/bangunan-bersejarah/masjid-layur-tempat-ibadah-di-kampung-melayu.htm

http://fariable.blogspot.com/2010/06/masjid-layur-masjid-menara-kampung.html

http://img717.imageshack.us/img717/558/layur3peta.jpg

edytoah
September 26th, 2011, 07:12 AM
lha piye Om?? ope arep berburu cleret Gombel. Genep oleh 15 iso nggo sangu pensiun hehehe....

Ngedegne Kantor Dana Pensiun Clreret Gombel yo Mas ... :lol:

detwis
September 26th, 2011, 08:42 AM
kalo kabupaten semarang masuk disini jg ga?
kemaren sempet muter2 di sumowono ada curug dan gua paleburgongso
lumayan lah.. sayang akses e susahh :bash: :bash:

edytoah
September 26th, 2011, 09:22 AM
kalo kabupaten semarang masuk disini jg ga?
kemaren sempet muter2 di sumowono ada curug dan gua paleburgongso
lumayan lah.. sayang akses e susahh :bash: :bash:

Piye Mas Titus .. Sin dhuwe lapak ?
Menurutku yo rapopo angger termasuk unik dan menarik,apalagi masih do Kabupaten Semarang.Tur ben rame trit-e ..
Gua keramat yo Mas detwis ? :)

titus15
September 26th, 2011, 10:08 AM
Hehe... kalo masih berkait Semarang dan sekitarnya monggo kemawon. apalagi Sejarah Semarang juga nggak lepas dengan kisah kraton Demak, Baruklinting dan bahkan mitos kraton Medang Kamolan juga. Bahkan tentang Majapahit dan Pajajaran.

Pernah ke Situs candi Watu Tugu, di Mangkang Lor?? Konon situs itu adalah candi perbatasan wilayah antara Majapahit dan Pajajaran. Dua kerajaan itu adalah kerajaan yang berseteru dan Semarang adalah wilayah perbatasan, alias wilayah netral diantara keduanya.

damarsinyo
September 26th, 2011, 10:44 AM
Bangunan Bersejarah

Masjid Layur, Tempat Ibadah di Kampung Melayu

http://img26.imageshack.us/img26/6118/layur4.jpg

Masjid Layur, salah satu masjid tua di Semarang yang masih kokoh berdiri terletak di jalan Layur Kampung Melayu. Lokasinya cukup mudah dijangkau, dari arah pasar Johar ikuti jalur putar yang menuju arah kantor pos atau arah stasiun Tawang, dari rel kereta api di depan Jalan Layur, menara Masjid Layur sudah kelihatan kokoh menjulang tinggi. Dinamakan Kampung Melayu karena pada tahun 1743 sebagian besar orang yang mendiami kawasan tersebut adalah orang-orang ras Melayu.Pada masa tersebut di kampung ini terdapat tempat untuk mendarat kapal dan perahu yang membawa barang dagangan, sehingga tidak mengherankan kalau ada bagian yang dinamakan pula Melayu Dara. Lokasinya yang sangat strategis mengundang orang untuk berdiam di situ pula. Dicatat bahwa orang-orang dari Arab kemudian menempati kampung tersebut.

http://img813.imageshack.us/img813/8919/layur5.jpg

Dilihat dari luar, masjid Layur menyimpan banyak sejarah masa lalu daerah sekitar masjid dan Semarang pada umumnya. Dari segi bangunan, masjid Layur termasuk salah satu masjid yang unik, masjid ini dikelilingi tembok tinggi dengan menara khas Timur Tengah berada di depan, di samping pintu masuk. Bangunan utama masjid sendiri bergaya khas Jawa dengan atap masjid susun tiga, ornamen-ornamen dinding terlihat unik dan indah. Lantai bangunan dibuat seperti rumah gadang dan hanya dapat dicapai dengan tangga yang terdapat pada sisi muka. Pondasi dari batu yang memikul struktur kerangka kayu. Masjid ini dilihat dari gaya arsitekturnya merupakan percampuran dari tiga budaya yaitu Jawa, Melayu dan Arab dengan sentuhan keindahan oleh para pembuatnya.
Walaupun sudah dimakan usia namun masjid ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Sampai sekarang masjid ini masih terus dirawat oleh yayasan masjid setempat sebagai upaya pelestarian sejarah dan sebagai masjid tua kebanggaan Kota Semarang. Secara menyeluruh masjid Layur masih asli seperti pertama kali dibuat, hanya ada sedikit perbaikan seperti penggantian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola pada sisi kanan kompleks masjid.

http://img90.imageshack.us/img90/6279/layur2.jpg

http://img148.imageshack.us/img148/7999/layur13.jpg

Sumber :

http://semarangan.loenpia.net/bangunan-bersejarah/masjid-layur-tempat-ibadah-di-kampung-melayu.htm

http://fariable.blogspot.com/2010/06/masjid-layur-masjid-menara-kampung.html

http://img717.imageshack.us/img717/558/layur3peta.jpg
^^sayangnya masjid layur ini sering banget kena rob om...apa lagi jalan layur itu kan langganan rob juga:nuts:...
kalo dari menara masjid ini view semarang bagus gk ya?

detwis
September 26th, 2011, 11:09 AM
Piye Mas Titus .. Sin dhuwe lapak ?
Menurutku yo rapopo angger termasuk unik dan menarik,apalagi masih do Kabupaten Semarang.Tur ben rame trit-e ..
Gua keramat yo Mas detwis ? :)

heheehehe.. iseng aja sih mas kemaren ma temen2 kantor pengen wisata candi yg paling deket ya gedong songo.. trus ke curug itu iseng aja tanya warga sekitar
dapet berita di internet yg komplit cuma ini :
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/04/25/144402/Curug-Paleburgongso-Eksotisme-Air-Terjun-nan-Liar

keramat.. jelas.. ahahhahahhahaa :banana: :banana: :banana:

Hehe... kalo masih berkait Semarang dan sekitarnya monggo kemawon. apalagi Sejarah Semarang juga nggak lepas dengan kisah kraton Demak, Baruklinting dan bahkan mitos kraton Medang Kamolan juga. Bahkan tentang Majapahit dan Pajajaran.

Pernah ke Situs candi Watu Tugu, di Mangkang Lor?? Konon situs itu adalah candi perbatasan wilayah antara Majapahit dan Pajajaran. Dua kerajaan itu adalah kerajaan yang berseteru dan Semarang adalah wilayah perbatasan, alias wilayah netral diantara keduanya.

itu candi dimana mas? aduh penasaran euy.. link dong ma berita lebih komplitnya om titus


kadang2 heran ma org yg corat coret ngerusak situs candi..
ngambil barang dll...
:nuts: :nuts: :nuts:

damarsinyo
September 26th, 2011, 11:14 AM
^^candinya daerah tambak aji tugu mas, kanan jalan..kalo dari jalan raya lumayan keliatan, karena diatas bukit...dekat dengan pabrik apa gitu saya kurang tau..:ohno:

detwis
September 26th, 2011, 11:53 AM
^^candinya daerah tambak aji tugu mas, kanan jalan..kalo dari jalan raya lumayan keliatan, karena diatas bukit...dekat dengan pabrik apa gitu saya kurang tau..:ohno:

http://semarangkatropolitan.multiply.com/photos/album/70/candi_tugu_Candi_di_Kota_Semarang

dapet link dari multiplynya om titus ni ya..

aku sing asli semarang wae ra weruh candi iki
:nuts::nuts: :nuts:

titus15
September 26th, 2011, 01:40 PM
^^ monggo kalo mau repost dari MP saya...

detwis
September 26th, 2011, 03:44 PM
^^ monggo kalo mau repost dari MP saya...

sebenernya tu candi buatan apa asli sih?
td sempet googling... ada satu blog yg blg itu candi palsu..
yg asli cuma prasatinya...


td malah cerita ma pcr.. eh malah pcrku weruh candi kui
dadi isin dewe :bash: :bash: :bash:

titus15
September 26th, 2011, 03:58 PM
ya candi asli itu juga buatan to ya mas?? hehe... belu mdapat keterangan dari yang berwenang ini ... tapi ketika disana kok nggak ada plang dari dinas atau kementrian kebudayaan ya?? Biasanya kalo situs arkeologi ada plang nya...

titus15
September 27th, 2011, 03:33 AM
Buat meramaikan trit ni, bolehlah sekali2 pake bahasa jawa Semaranmgan, yang kadang terselip, kadang yo wis lali...gara2 di Sekolah pake bahasa Indonesia, di TV dan Radio Lo gue semua... nah... ini ada beberapa bahasa khas Semarangan, yang semoga bisa memperkaya trit ini. Kalo mau ada yang menambahkan ya silahkan:

Asem ki, Asem ik umpatan tentang sesuatu yang tidak diharapkan

Atis, berari dingin untuk minuman atau sejuk untuk hawa

Bak-buk, artinya Impas, Aku ngilangke motormu, saiki kowe ngrusaakke laptopku... wis to ... bak-buk to. Artinya Aku ngilangin motormu, kamu ngrusak laptop ku ya udah, impas.

Balangan, artinya rombengan

Banger, Bau ngak sedap seperti bau amis/ sampah , kali banger.... = sungai kecil yang airnya hitam dan bauk banget- sumbangan mba hendraini

Bei, artinya tangga siku/ tangga yang asa kakinya
Bentengan, sejenis permainan kejar-kejaran anak, di daerah lain ada yang bernama jek-jekan

Benthik, sejenis permainan anak, di daerah lain ada yang menamakannya Pathil Lele

Blaik, suatu ungkapan tentang kekagetan

Blanggem, Pohung goreng

Brom pit, artinya sepeda motor

Congyang, sejenis minuman keras khas Semarang

Ceng ceng po, berarti teman kental

Ciamik, sesuatu yang artinya mirip dengan Lheb...

Ciak, artinya makan

Ciblek, Cilik-cilik betah Melek, istilah untuk kupu-kupu malam ABG

Coa, artinya ngomong besar, rasah coa kowe

Coa-Coa, menggosip, ngomong membesarkan/ menyebarkan isu atau fitnah.

Datsu, sejenis angkutan kota, aslinya merupakan kependeka dari merk kendaraan Daihatsu

Denok, mbak, gadis dewasa

Denyom, berari perempuan, atau gadis

Gali, artinya preman pasar

Galap, artinya balap, pit galap artinya sepeda balap...

Gentho, Orang yang ‘memegang suatu kawasan.

Genjot, mengayuh, tapi perhatikan konotasi lainnya : digenjot = dipukuli tanpa ampun

Gilo-Gilo, penjual aneka jajanan pasar yang didorong dengan gerobak dorong.

Gojek, Gojekan, Artinya bercanda

Gombal Mukiyo, artinya ngomong gombal alias bohong

Gomdhe, banyak uang = sali
Gomjet, artinya bokek

Gondes, berarti Geblek (lebih halus dari goblog), namun konotasinya lebih berarti kepala batu, atau keras kepala, atau 'yidak bisa dibilangi atau dinasehati' Secara nasional, akhirnya menjadi akronim dari Gondrong Ndeso.

Gress, artinya baru... isih gress(masih baru) bisa juga jadi penekanan misal: anyar gress (baru banget)

Gundul pecengis, sejenis hantu yang menyerupai potongan kepala manusia yang sedang meringis.... (didaerah lain disebut gundul pringis)

He eh, Iya atau mengiyakan

.... ik, akhiran yang menegaskan tentang sesuatu, misal: asem, malah lungo 'ik

Ita-itu, berbuat macam macam... ra mang ita itu kowe= jangan macam-macam

Jes, semacam Toss, khas semarang

Jeng-jeng, artinya jalan-jalan, contoh,wah nek ngono kudu "jeng-jeng" (jalan-jalan) neng nJohar

Jogjig, kendaraan untuk menghaluskan jalan yang sedang diaspal. Bisanya disebut Selender.

Kakeane, artinya semacam makian yang artinya ******an, bahasa alusnya Kangkrengane (tq mba surfkite)

Kamso, artinya makian untuk membodohkan seseorang, hampir serupa dengan ndeso!!

Kangkrengane, bentuk 'halus' dari kakeane...

Kas, Panggilan sapaan akrab kepada laki-laki

Kecelik, tertipu

Kemaki, artinya sombong, besar kepala

Kemlinthi, artinya tengil, nakal dan nyebelin. Gayane kemlinthi, gayanya tengil

Kempling, mengkilat, seperti baru

Kenang, Mas, Perjaka Dewasa

Kenthip, berarti jauh banget

Klowor, artinya nggak rapih. Biasanya digunakan untuk cara berpakaian.

Kongkow, berarti nongkrong. Bahasa Indonesia juga tapi sangat familiar digunakan orang Semarang

Komble, pelacur

Koplak, berarti goblog atau bodoh (di TVB jadi acara yang singkatannya Komedi asal njeplak -- (tambahan dari pak Ahmad, Koplak juga berarti jabatan Koordinator Pelaksana, lihat reply di bawah)

Koya, berarti banyak omong tapi gak berani berbuat seperti yang diomongkan (yah semavam Jarkoni, wani ujar ra wani nglakoni) Kota-kota, berarti jalan-jalan ke kota.

Krenyeh, artinya kualitas rendah untuk suatu barang, bisa disamakan dengan ecek-ecek.

Lautan, istirahat. Biasanya kalau jam 12 siang pekerja/buruh disuruh istirahat " mas lautan sik wis jam rolas" (mas istirahat dulu sudah jam 12) -- sumbangan masdepe

Lheb, berarti hebat dan ok, kadang ditekankan jadi Lheb ghodek

Lib/cup, artinya mengincar (ngecing) seperti kalau ada sesuatu yang diincar "dolanan kuwi wis tak lib/cup lho" (maksudnya mainan itu jangan diambil sudah saya incar duluan)-- sumbangan masdepe

Mbeling, berarti nakal atau bandel. Cah mbeling, arinya bocah nakal.

Mbois, gembagus

Mentu, maksudnya metu (keluar)

Mlencing, berarti mengambil barang orang tanpa bayar

Mlengse, bengkok, atau nggak pasdengen poresnya. Misalnya untuk as roda, atau patah tulang. Bisa juga untuk olok-olok ucapan semacam sinting... mlengse uteke...

Moci, Minum wedang poci, tapi kalo moci di Simpang 5 bisa punya konotasi negatif

Munggah, suatu sebutan untuk menyatakan tujuan ke kota atas, seperti srondol, ngesrep dan Banyumanik.

Mudun, sebutan orang yang tinggal di Candi, Banyumanik, maupun Srondol yang mau ke kota.

Nas, semacam pause atau time out untuk permainan anak-anak

Nda, sapaan khas semarang, penghalusan dari Ndes

Ndaho, artinya sohor

Ndak Iya, menanyakan 'Apa iya?'

Ndes, sapaan khas semarang, singkatan dari Gondes

Ndesit, Bentuk halus dari kata umpatan Ndeso. Sebetulnya artinya kampungan atau nggak punya sopan-santun.

NDobol, kurang lebih sama seperti gombal mukiyo, tapi lebih kasar

NDoyong A Jong, Sikap ndoyong yang diperagakan ala Suhu A Jong, jago kungfu jaman dulu dari Semarang.

Ndoyong, sesuatu yang miring atau tidak stabil. Rawan jatuh. Bisa untuk orang (karena mabuk), atau benda.

nDrawasi, artinya mengkuatirkan, bikin deg-degan.

Ngekek, artinya sama dengan ngakak, hanya saja di Semarang lebih familiar diucapkan ngekek.

Ngeleh, sartinya luwe atau lapar

Ngengkrengan, adalah cara orang Semarang untuk menyebut perkiraan biaya. Contoh: Kanggo ngedegake omah aku wis duwe ngengkrengane (Untuk membangun rumah saya sudah punya perkiraan biayanya)

Ngerek, artinya main sinetron silat, Asti Ananta kuwi mulai ngerek jenenge.

Ngenthos, artinya menunggu lama sekali. Buah kelapa itu jika sudah tua di dalamnya akan tumbuh biji yang disebut kentos. Ngentos, dari asal kata Kentos. Mbok nganti Ngentos, bis'e ra bakal lewat kene, Wong dalane ditutup. Biar ditunggu sampai lama, bisnya nggak bakal lewat, karena jalannya di tutup.

Nggambus, artinya omong kosong, nggedabrus atau bohong

Nggambleh, artinya ngomong tong kosong tapi sampai berbusa-busa. Lha Mbok nggambleh sak modare ra bakal dirungokne, biar omong sampai berbusa, sampai mati nggak bakal didengerin.

Nggapleki, dari kata dasar gaplek, makanan dari ketela. Intinya tentang makian tentang sesuatu yang berarti telo, atau makanan orang desa, bisa juga artinya kampungan.

Nggataki, menipu, membohongi. Tapi dalam konteks tertentu lebih bersifat iseng atau main-main.

Nggedebus, artinya omong kosong atau jagoan omong kosong

Nggonduk, artinya sama dengan gondok

Nggelap, artinya menghilang (lama pergi nggak pamit...)

Ngobrok, buang air besar (maaf) di celana

Ngoce, minum, tapi lebih dikonotasikan untuk minuman keras

Ngepek, artinya mencontek

Nggateli, dari kata Gatel, artinya menyebalkan

Nggendera, artinya ngetop dan kondang abizz

Ngreyen, mencoba/menjajal sesuatu yang baru. Semacam Test Drive lah buat motor.

Njembling, artinya buncit. Wetenge njembling= perutnya buncit

Nyebahi, dari kata sebah, artinya menjengkelkan

Mbatik, artinya menyalin dalam hal ini pe er sebelum jam pelajaran mulai

Mbojo, artinya pacaran

NJeplak, artinya asal ngomong

Nyamari, keadaan smar. antara kelihatan dan tidak kelihatan namun membahayakan. konteks membahayakan sangat lekat pada arti kata ini. "Ati-ati nda, lewat dalan kono, tikungan ro tanjakane nyamari..."

Nyetut, berarti mengambil barang orang tanpa ijin

...ok, akhiran untuk menegaskan tentang sesuatu yang telah dilakukan. Misalnya, Aku wis bali 'ok.

Pak, sapaan khas semarang. singkatan dari Bapak (untuk menghormati teman akrab dan menganggap diri sama-sama dewasa).

Pathang, berarti laki-laki atau cowok

Pemes, artinya pisau silet

Piye jal, bagaimana coba. Bahasa Jawa biasa yang seringkali digunakan orang semarang.

Plinteng, berarti ketapel

Ra mang, bararti Tidak usah --> ramang wedi = taidak usah takut

Rak Wis, menyimpulkan suatu cara yang sebetulnya mudah (mempermudah masalah). Mulih Rak Wis (Pulang aja deh), Diculke rak wis (dilepaskan aja kan beres)

Reka rekae, pura-puranya.

Reti, artionya ngerti (singkatan dari ngerti), ora reti aku.

Rewo-Rewo, Rame-rame... nggruduk... (biasanya untuk konteks seneng-senang, misalnya makan-makan)

RW, Rica Waung, Rica Anjing (wah ini haram banget loh)

Sali, berarti juga kaya

Sangar, berarti menakutkan. Dalam bahasa Indonesia kata ini juga dikenal, tapi disemarang digunakan lebih familiar.

Sanggong, menunggu... -- sumbangan pak Wardiman

Sebeh semeh, berarti bapak dan ibu

Sebehan, suatu ilmu hitam, lebih berarti jimat...

Semawis, sebutan halus untuk kota Semarang. Istilahnya bahasa krama nya... Semarang dari kata Aseme Arang, Semawis dari Aseme Awis (Awis berarti mahal/larang atau juga jarang)

Semok, berarti seksi dan montok

Sengak, bisa berarti berbau apek, bisa juga berarti "ketus" , conto: "Cah kuwi omongane sengak!"

Shonji, Mantra, dishonji dimantrai

Singsot, artinya bersiul

Silir, artinya sejuk karena angin

Stel kendo, alon-alon waton kelakon

Stin, berarti kelereng, Stinan berartio bermainkelereng

Stut, artinya sabuk

Surungan, minuman penghantar makanan (dalam hal ini digunakan para pemabuk untuk minum-minuman keras sebagai surungan/ mendorong makanan mereka yaitu Rica Waung)

Suk Suk Peng, sejenis permainan anak. 2 kelompok anak duduk berjejeran dalam sebuah bangku panjang. Kedua kelompok duduk dalam posisi saling membelakangi. Lalu pada saat yang ditentukan, keduanya mendorong ke arah lawan/ ke belakang. Kelompok yang paling banyak jatuh dari bangku adalah kelompok yang kalah. Suk Suk Peng dari kata di suk (ditekan/berdesakan) gepeng (penyet), karena kedua kelompok saling berdesakan dan yang duduk di tengah/ diantara dua kelompok jadi gepeng.

Tek ke" , artinya utekke (Utek ke)..., otaknya. Ungkapan terhadap sesuatu yang tidak masuk akal untuk dilakukan.

Tepu, dari kata tipu, artinya omong bohong

Tho Ya... artinya sama dengan "dong" dalam dialek Betawi. Contoh: Sandhale dicopot ta ya... (Sandalnya dilepas dong...)

Tikel, artinya kelipatan. Wis tak bayar tikel telu... ya kudune bakbuk to ya... kok nagih terus... (sudah saya bayar tiga kali lipat, seharusnya impas, kok malah kamu tagih terus)

Undha-undhi, artinya hampir sama. Contoh: Aku karo Cah Katro kae umure undha-undhi (Aku dengan anak Katro itu umurnya hampir sama), bisa juga dipakai dalam hal 'kemungkinan', MU karo Arsenal yo undha-undhi ndes...

Ujung-ujung/ munjung-munjung, bersalaman dengan menyentuhkan ujung-ujung jari dengan lawannya. Maksudnya bersalaman sebagai tanda silaturahmi (biasanya berkaitan dengan hallal bihallal, dan atau untuk mengucapkan selamat (misal resepsi).

Waung, artinya adalah anjing (dalam arti binatang yang sesungguhnya), bahasa lainnya yang juga khas adalah wedhus balap,

Wagu, sesuatu yang dianggap nggak oke, dan cenderung katrok. Nah Wagu ini adalah kosa asli dari kata Katrok di Semarang.

Wedhus Balap, lihat waung.

Yisto, Singkatan dari Yo wis to

detwis
September 27th, 2011, 06:40 AM
^^ komplit tenan mas...
:banana2::banana2::banana2::banana2:

ya candi asli itu juga buatan to ya mas?? hehe... belu mdapat keterangan dari yang berwenang ini ... tapi ketika disana kok nggak ada plang dari dinas atau kementrian kebudayaan ya?? Biasanya kalo situs arkeologi ada plang nya...

hahhahaa maksudku kw1 aka bajakan
katanya sih yg bener cuma prasastinya
candinya kw1

titus15
September 27th, 2011, 07:05 AM
Buat meramaikan trit ni, bolehlah sekali2 pake bahasa jawa Semaranmgan, yang kadang terselip, kadang yo wis lali...gara2 di Sekolah pake bahasa Indonesia, di TV dan Radio Lo gue semua... nah... ini ada beberapa bahasa khas Semarangan, yang semoga bisa memperkaya trit ini. Kalo mau ada yang menambahkan ya silahkan:

Asem ki, Asem ik umpatan tentang sesuatu yang tidak diharapkan

Atis, berari dingin untuk minuman atau sejuk untuk hawa

Bak-buk, artinya Impas, Aku ngilangke motormu, saiki kowe ngrusaakke laptopku... wis to ... bak-buk to. Artinya Aku ngilangin motormu, kamu ngrusak laptop ku ya udah, impas.

Balangan, artinya rombengan

Banger, Bau ngak sedap seperti bau amis/ sampah , kali banger.... = sungai kecil yang airnya hitam dan bauk banget- sumbangan mba hendraini

Bei, artinya tangga siku/ tangga yang asa kakinya
Bentengan, sejenis permainan kejar-kejaran anak, di daerah lain ada yang bernama jek-jekan

Benthik, sejenis permainan anak, di daerah lain ada yang menamakannya Pathil Lele

Blaik, suatu ungkapan tentang kekagetan

Blanggem, Pohung goreng

Brom pit, artinya sepeda motor

Congyang, sejenis minuman keras khas Semarang

Ceng ceng po, berarti teman kental

Ciamik, sesuatu yang artinya mirip dengan Lheb...

Ciak, artinya makan

Ciblek, Cilik-cilik betah Melek, istilah untuk kupu-kupu malam ABG

Coa, artinya ngomong besar, rasah coa kowe

Coa-Coa, menggosip, ngomong membesarkan/ menyebarkan isu atau fitnah.

Datsu, sejenis angkutan kota, aslinya merupakan kependeka dari merk kendaraan Daihatsu

Denok, mbak, gadis dewasa

Denyom, berari perempuan, atau gadis

Gali, artinya preman pasar

Galap, artinya balap, pit galap artinya sepeda balap...

Gentho, Orang yang ‘memegang suatu kawasan.

Genjot, mengayuh, tapi perhatikan konotasi lainnya : digenjot = dipukuli tanpa ampun

Gilo-Gilo, penjual aneka jajanan pasar yang didorong dengan gerobak dorong.

Gojek, Gojekan, Artinya bercanda

Gombal Mukiyo, artinya ngomong gombal alias bohong

Gomdhe, banyak uang = sali
Gomjet, artinya bokek

Gondes, berarti Geblek (lebih halus dari goblog), namun konotasinya lebih berarti kepala batu, atau keras kepala, atau 'yidak bisa dibilangi atau dinasehati' Secara nasional, akhirnya menjadi akronim dari Gondrong Ndeso.

Gress, artinya baru... isih gress(masih baru) bisa juga jadi penekanan misal: anyar gress (baru banget)

Gundul pecengis, sejenis hantu yang menyerupai potongan kepala manusia yang sedang meringis.... (didaerah lain disebut gundul pringis)

He eh, Iya atau mengiyakan

.... ik, akhiran yang menegaskan tentang sesuatu, misal: asem, malah lungo 'ik

Ita-itu, berbuat macam macam... ra mang ita itu kowe= jangan macam-macam

Jes, semacam Toss, khas semarang

Jeng-jeng, artinya jalan-jalan, contoh,wah nek ngono kudu "jeng-jeng" (jalan-jalan) neng nJohar

Jogjig, kendaraan untuk menghaluskan jalan yang sedang diaspal. Bisanya disebut Selender.

Kakeane, artinya semacam makian yang artinya ******an, bahasa alusnya Kangkrengane (tq mba surfkite)

Kamso, artinya makian untuk membodohkan seseorang, hampir serupa dengan ndeso!!

Kangkrengane, bentuk 'halus' dari kakeane...

Kas, Panggilan sapaan akrab kepada laki-laki

Kecelik, tertipu

Kemaki, artinya sombong, besar kepala

Kemlinthi, artinya tengil, nakal dan nyebelin. Gayane kemlinthi, gayanya tengil

Kempling, mengkilat, seperti baru

Kenang, Mas, Perjaka Dewasa

Kenthip, berarti jauh banget

Klowor, artinya nggak rapih. Biasanya digunakan untuk cara berpakaian.

Kongkow, berarti nongkrong. Bahasa Indonesia juga tapi sangat familiar digunakan orang Semarang

Komble, pelacur

Koplak, berarti goblog atau bodoh (di TVB jadi acara yang singkatannya Komedi asal njeplak -- (tambahan dari pak Ahmad, Koplak juga berarti jabatan Koordinator Pelaksana, lihat reply di bawah)

Koya, berarti banyak omong tapi gak berani berbuat seperti yang diomongkan (yah semavam Jarkoni, wani ujar ra wani nglakoni) Kota-kota, berarti jalan-jalan ke kota.

Krenyeh, artinya kualitas rendah untuk suatu barang, bisa disamakan dengan ecek-ecek.

Lautan, istirahat. Biasanya kalau jam 12 siang pekerja/buruh disuruh istirahat " mas lautan sik wis jam rolas" (mas istirahat dulu sudah jam 12) -- sumbangan masdepe

Lheb, berarti hebat dan ok, kadang ditekankan jadi Lheb ghodek

Lib/cup, artinya mengincar (ngecing) seperti kalau ada sesuatu yang diincar "dolanan kuwi wis tak lib/cup lho" (maksudnya mainan itu jangan diambil sudah saya incar duluan)-- sumbangan masdepe

Mbeling, berarti nakal atau bandel. Cah mbeling, arinya bocah nakal.

Mbois, gembagus

Mentu, maksudnya metu (keluar)

Mlencing, berarti mengambil barang orang tanpa bayar

Mlengse, bengkok, atau nggak pasdengen poresnya. Misalnya untuk as roda, atau patah tulang. Bisa juga untuk olok-olok ucapan semacam sinting... mlengse uteke...

Moci, Minum wedang poci, tapi kalo moci di Simpang 5 bisa punya konotasi negatif

Munggah, suatu sebutan untuk menyatakan tujuan ke kota atas, seperti srondol, ngesrep dan Banyumanik.

Mudun, sebutan orang yang tinggal di Candi, Banyumanik, maupun Srondol yang mau ke kota.

Nas, semacam pause atau time out untuk permainan anak-anak

Nda, sapaan khas semarang, penghalusan dari Ndes

Ndaho, artinya sohor

Ndak Iya, menanyakan 'Apa iya?'

Ndes, sapaan khas semarang, singkatan dari Gondes

Ndesit, Bentuk halus dari kata umpatan Ndeso. Sebetulnya artinya kampungan atau nggak punya sopan-santun.

NDobol, kurang lebih sama seperti gombal mukiyo, tapi lebih kasar

NDoyong A Jong, Sikap ndoyong yang diperagakan ala Suhu A Jong, jago kungfu jaman dulu dari Semarang.

Ndoyong, sesuatu yang miring atau tidak stabil. Rawan jatuh. Bisa untuk orang (karena mabuk), atau benda.

nDrawasi, artinya mengkuatirkan, bikin deg-degan.

Ngekek, artinya sama dengan ngakak, hanya saja di Semarang lebih familiar diucapkan ngekek.

Ngeleh, sartinya luwe atau lapar

Ngengkrengan, adalah cara orang Semarang untuk menyebut perkiraan biaya. Contoh: Kanggo ngedegake omah aku wis duwe ngengkrengane (Untuk membangun rumah saya sudah punya perkiraan biayanya)

Ngerek, artinya main sinetron silat, Asti Ananta kuwi mulai ngerek jenenge.

Ngenthos, artinya menunggu lama sekali. Buah kelapa itu jika sudah tua di dalamnya akan tumbuh biji yang disebut kentos. Ngentos, dari asal kata Kentos. Mbok nganti Ngentos, bis'e ra bakal lewat kene, Wong dalane ditutup. Biar ditunggu sampai lama, bisnya nggak bakal lewat, karena jalannya di tutup.

Nggambus, artinya omong kosong, nggedabrus atau bohong

Nggambleh, artinya ngomong tong kosong tapi sampai berbusa-busa. Lha Mbok nggambleh sak modare ra bakal dirungokne, biar omong sampai berbusa, sampai mati nggak bakal didengerin.

Nggapleki, dari kata dasar gaplek, makanan dari ketela. Intinya tentang makian tentang sesuatu yang berarti telo, atau makanan orang desa, bisa juga artinya kampungan.

Nggataki, menipu, membohongi. Tapi dalam konteks tertentu lebih bersifat iseng atau main-main.

Nggedebus, artinya omong kosong atau jagoan omong kosong

Nggonduk, artinya sama dengan gondok

Nggelap, artinya menghilang (lama pergi nggak pamit...)

Ngobrok, buang air besar (maaf) di celana

Ngoce, minum, tapi lebih dikonotasikan untuk minuman keras

Ngepek, artinya mencontek

Nggateli, dari kata Gatel, artinya menyebalkan

Nggendera, artinya ngetop dan kondang abizz

Ngreyen, mencoba/menjajal sesuatu yang baru. Semacam Test Drive lah buat motor.

Njembling, artinya buncit. Wetenge njembling= perutnya buncit

Nyebahi, dari kata sebah, artinya menjengkelkan

Mbatik, artinya menyalin dalam hal ini pe er sebelum jam pelajaran mulai

Mbojo, artinya pacaran

NJeplak, artinya asal ngomong

Nyamari, keadaan smar. antara kelihatan dan tidak kelihatan namun membahayakan. konteks membahayakan sangat lekat pada arti kata ini. "Ati-ati nda, lewat dalan kono, tikungan ro tanjakane nyamari..."

Nyetut, berarti mengambil barang orang tanpa ijin

...ok, akhiran untuk menegaskan tentang sesuatu yang telah dilakukan. Misalnya, Aku wis bali 'ok.

Pak, sapaan khas semarang. singkatan dari Bapak (untuk menghormati teman akrab dan menganggap diri sama-sama dewasa).

Pathang, berarti laki-laki atau cowok

Pemes, artinya pisau silet

Piye jal, bagaimana coba. Bahasa Jawa biasa yang seringkali digunakan orang semarang.

Plinteng, berarti ketapel

Ra mang, bararti Tidak usah --> ramang wedi = taidak usah takut

Rak Wis, menyimpulkan suatu cara yang sebetulnya mudah (mempermudah masalah). Mulih Rak Wis (Pulang aja deh), Diculke rak wis (dilepaskan aja kan beres)

Reka rekae, pura-puranya.

Reti, artionya ngerti (singkatan dari ngerti), ora reti aku.

Rewo-Rewo, Rame-rame... nggruduk... (biasanya untuk konteks seneng-senang, misalnya makan-makan)

RW, Rica Waung, Rica Anjing (wah ini haram banget loh)

Sali, berarti juga kaya

Sangar, berarti menakutkan. Dalam bahasa Indonesia kata ini juga dikenal, tapi disemarang digunakan lebih familiar.

Sanggong, menunggu... -- sumbangan pak Wardiman

Sebeh semeh, berarti bapak dan ibu

Sebehan, suatu ilmu hitam, lebih berarti jimat...

Semawis, sebutan halus untuk kota Semarang. Istilahnya bahasa krama nya... Semarang dari kata Aseme Arang, Semawis dari Aseme Awis (Awis berarti mahal/larang atau juga jarang)

Semok, berarti seksi dan montok

Sengak, bisa berarti berbau apek, bisa juga berarti "ketus" , conto: "Cah kuwi omongane sengak!"

Shonji, Mantra, dishonji dimantrai

Singsot, artinya bersiul

Silir, artinya sejuk karena angin

Stel kendo, alon-alon waton kelakon

Stin, berarti kelereng, Stinan berartio bermainkelereng

Stut, artinya sabuk

Surungan, minuman penghantar makanan (dalam hal ini digunakan para pemabuk untuk minum-minuman keras sebagai surungan/ mendorong makanan mereka yaitu Rica Waung)

Suk Suk Peng, sejenis permainan anak. 2 kelompok anak duduk berjejeran dalam sebuah bangku panjang. Kedua kelompok duduk dalam posisi saling membelakangi. Lalu pada saat yang ditentukan, keduanya mendorong ke arah lawan/ ke belakang. Kelompok yang paling banyak jatuh dari bangku adalah kelompok yang kalah. Suk Suk Peng dari kata di suk (ditekan/berdesakan) gepeng (penyet), karena kedua kelompok saling berdesakan dan yang duduk di tengah/ diantara dua kelompok jadi gepeng.

Tek ke" , artinya utekke (Utek ke)..., otaknya. Ungkapan terhadap sesuatu yang tidak masuk akal untuk dilakukan.

Tepu, dari kata tipu, artinya omong bohong

Tho Ya... artinya sama dengan "dong" dalam dialek Betawi. Contoh: Sandhale dicopot ta ya... (Sandalnya dilepas dong...)

Tikel, artinya kelipatan. Wis tak bayar tikel telu... ya kudune bakbuk to ya... kok nagih terus... (sudah saya bayar tiga kali lipat, seharusnya impas, kok malah kamu tagih terus)

Undha-undhi, artinya hampir sama. Contoh: Aku karo Cah Katro kae umure undha-undhi (Aku dengan anak Katro itu umurnya hampir sama), bisa juga dipakai dalam hal 'kemungkinan', MU karo Arsenal yo undha-undhi ndes...

Ujung-ujung/ munjung-munjung, bersalaman dengan menyentuhkan ujung-ujung jari dengan lawannya. Maksudnya bersalaman sebagai tanda silaturahmi (biasanya berkaitan dengan hallal bihallal, dan atau untuk mengucapkan selamat (misal resepsi).

Waung, artinya adalah anjing (dalam arti binatang yang sesungguhnya), bahasa lainnya yang juga khas adalah wedhus balap,

Wagu, sesuatu yang dianggap nggak oke, dan cenderung katrok. Nah Wagu ini adalah kosa asli dari kata Katrok di Semarang.

Wedhus Balap, lihat waung.

Yisto, Singkatan dari Yo wis to

damarsinyo
September 27th, 2011, 07:56 AM
^^:lol::lol::lol:
wah sekarang ada kamus nya...ada RW jg...:lol::lol::lol:

edytoah
September 27th, 2011, 10:08 AM
Deleted

edytoah
September 27th, 2011, 10:18 AM
^^
:okay:

Cs = sobat kentel
Caete = palsu
Ceng ceng po = lbh tepat artinya cemen/kelas teri
Contoh : Wah sinyale opo modeme ki sin ceng ceng po .payah ..
Kalau sobat kental org Smg bilang cs ..
Gomom = rokok
Gom ngo to jet = ora dhuwe duit
Ghondez = sebutan ke teman sesama laki2 (agak ngejek)
Wes payah gondhez siji kui ..
Habeng = ereksi
Jiut = main cewek/hub sex (maaf)
Kahad = makan
Klewang = samurai
Komble = wanita nakal / pelacur
Leda lede = tidak taktis/leled/mengulur waktu .
Mis : kowe kakean leda lede no ok
Mbulat-mbulat = menyatakan kekaguman lbh ke nafsu
Cw kui bodine mbulat-mulat
Nda = panggilan temen . Misal ojo ngono tho Nda ..
Ndes = singkatan gondhez,tp lbh ke panggilan teman akrab sesama lelakii
Ngambar = mengamati kebiasaan (bahasa gali)
O yo wis digambar suwi kui kasire sin dirampok kui
Ngentu = main cw/ hub sex (maaf)
Nok = panggilan anak perempuan kecil/lbh muda umurnya
Prayis = polisi
Sengsu = Tongseng asu(anjing)
Sikim = peso,pedang pendek
Untumu = gigimu (makian)
Yamus = oral sex (maaf) ..

Ntar kalau ada ditambahkan lg ..

detwis
September 27th, 2011, 11:20 AM
^^
:okay:

Cs = sobat kentel
Caete = palsu
Ceng ceng po = lbh tepat artinya cemen/kelas teri
Contoh : Wah sinyale opo modeme ki sin ceng ceng po .payah ..
Kalau sobat kental org Smg bilang cs ..
Gomom = rokok
Gom ngo to jet = ora dhuwe duit
Ghondez = sebutan ke teman sesama laki2 (agak ngejek)
Wes payah gondhez siji kui ..
Habeng = ereksi
Jiut = main cewek/hub sex (maaf)
Kahad = makan
Klewang = samurai
Komble = wanita nakal / pelacur
Leda lede = tidak taktis/leled/mengulur waktu .
Mis : kowe kakean leda lede no ok
Mbulat-mbulat = menyatakan kekaguman lbh ke nafsu
Cw kui bodine mbulat-mulat
Nda = panggilan temen . Misal ojo ngono tho Nda ..
Ndes = singkatan gondhez,tp lbh ke panggilan teman akrab sesama lelakii
Ngambar = mengamati kebiasaan (bahasa gali)
O yo wis digambar suwi kui kasire sin dirampok kui
Ngentu = main cw/ hub sex (maaf)
Nok = panggilan anak perempuan kecil/lbh muda umurnya
Prayis = polisi
Sengsu = Tongseng asu(anjing)
Sikim = peso,pedang pendek
Untumu = gigimu (makian)
Yamus = oral sex (maaf) ..

Ntar kalau ada ditambahkan lg ..

walah saru2 iki.. ahhahahahahhaha :lol: :lol:

titus15
September 27th, 2011, 02:04 PM
selain malang dan Jogja, ternyata Semarang punya bahasa walikan. Dan diantara ketiganya Semarang tergolong yang paling rumit.

Paling mudah ditebak adalah Walikan Malangan.
Rumusnya paling gampang, tinggal membalik diftong alias bunyi: contohnya Malang jadi Ngalam (Bukan Gnalam, karenga 'ng' dihitung satu bunyi tersendiri). Walikan model gini paling gampang ditebak artinya... tulis aja ulang lalu dibaca kebalik susunan hurufnya pasti langsung kena...

Lebih sulit dari itu walikan jogja, karena pakai aksara Jawa. Rumusnya

honocoroko = podojoyonyo
dotosowolo = mogobothongo dan sebaliknya, sedangkan vokal dihitung sama, a tetep a, o tetep o)

contohnya matamu = dagadu (ma diganti da, ta diganti ga, mu diganti du)

Kalo bahasa walikan semarangan lebih sulit. Mirip joigja dengan rumus berbeda, dan kadang menggunakan sukukata tunggal dengan dimodifikasi sebelum diwalik.

Rumusnya
Honocoroko = ngotobogomo (walikan dari mogobothongo)
datasawala = Nyoyojodhopo (walikan dari podhojoyonyo)

jadi walikannya Semarang adalah walikan kwadrat dari walikan Jogja... bahkan bisa pangkat 3 dari walikan jogja, karena sebelum diwalik, biasanya kata dasarnya udah dimodif dulu...

misalnya dalam entry mas Edytoah
Gam Jet = rak sen [ga=ra, m(o)=k(o) Je=se t(o)=n(o)]
artinya tidak punya (orak) uang (sen=satuan uang pada saat bahasa ini populer), agak sulit kan? karena kata rak sen sendiri sudah modifikasi dari kata nggak punya uang....

Venantio
September 27th, 2011, 04:44 PM
^^Wahahaha... dadi kelingan jaman enom ik...

edytoah
September 27th, 2011, 05:05 PM
walah saru2 iki.. ahhahahahahhaha :lol: :lol:

Ora ono maksud opo2 Mas detwis,khan podho gedhe2 khudune 17th ke atas yg membaca trit ini.
Supaya jd aware aja para Ibu2 atau Remaja-Putri yg blm tau atau yg bkn dari Semarang,kalau pas dirasani gali2 Semarang baik di kota Semarang atau di Jakarta atau di kota2 lain.
Dulu bahasa prokem Semarang diplesetkan sebagai bahasa Gali soalnya.

Di Jakarta konon spi skrg msh ada KBS (Keluarga Besar Semarang) yang merupakan Paguyuban Gali-gali Semarang di Jakarta.KBS di Semarang juga ada di Kerobokan,cuma aku ra pathek gagas sopo ketuane qiqiqiqi.
Kebetulan sy pernah diajak temen mantan gali melayani (cuma ikut doain aja) mantan2 gali dan gali2 yang mau bertobat di Semarang,diceritain macem2 Sejarah Pergalian Pentolannya jaman dulu spi sekarang.Yo aku terpaksa pura2 dadi gali sisan Mas detwis ..wkkwkkwkk .

Venantio
September 27th, 2011, 06:57 PM
Ora ono maksud opo2 Mas detwis,khan podho gedhe2 khudune 17th ke atas yg membaca trit ini.
Supaya jd aware aja para Ibu2 atau Remaja-Putri yg blm tau atau yg bkn dari Semarang,kalau pas dirasani gali2 Semarang baik di kota Semarang atau di Jakarta atau di kota2 lain.
Dulu bahasa prokem Semarang diplesetkan sebagai bahasa Gali soalnya.

Di Jakarta konon spi skrg msh ada KBS (Keluarga Besar Semarang) yang merupakan Paguyuban Gali-gali Semarang di Jakarta.KBS di Semarang juga ada di Kerobokan,cuma aku ra pathek gagas sopo ketuane qiqiqiqi.
Kebetulan sy pernah diajak temen mantan gali melayani (cuma ikut doain aja) mantan2 gali dan gali2 yang mau bertobat di Semarang,diceritain macem2 Sejarah Pergalian Pentolannya jaman dulu spi sekarang.Yo aku terpaksa pura2 dadi gali sisan Mas detwis ..wkkwkkwkk .

Pura-pura po pura-pura ki? Lha mas eddy bukannya mantan ketua pergalian Semarang? Hahaha... saiki dadi pengusaha jamu galian singset...

edytoah
September 27th, 2011, 09:55 PM
^^
Pengene galian kabel optik wae Mas Venan .. Sali tenan kui .. :lol:

damarsinyo
September 28th, 2011, 03:54 AM
^^haha:lol:
nyemeng2 kalo dikota2 lain kan ada titik 0Km (nol kilometer) nah kalo disemarang ada gak ya titik 0Km ini?? kalo ada didaerah mana mas?

edytoah
September 28th, 2011, 06:13 AM
^^
IMHO ..Titik 0 Semarang mgkn di Kanjengan .. bks tempat pemerintahan lama jaman bahuela Karesidenan Semarang ...

ssphila
September 28th, 2011, 06:13 AM
^^ Titik 0 km Smg ada di dalam taman depan kantor pos besar.

===========
Nyetut = juga berarti usaha mempercepat (misal : tiwas gek bengi ta' setut ke, ora ono tambahane)

Ora Patek'en = Gak Sudi

damarsinyo
September 28th, 2011, 06:23 AM
^^owh daerah situ mas, selama ini jarang sekali terexpos...gk seperti di jogja yg hampir semua warganya tau 0Km jogja...
mungkin karena yg disemarang ini kurang strategis kali ya? kemarin ada temen yg nanya 0Km semarang, ya saya jawab tidak tau..:ohno: tak kirain malah di simpang5 atau tugu muda:D

ssphila
September 28th, 2011, 06:33 AM
Kl ga salah ada yg pernah upload fotonya di trit Smg, lupa kapan.

titus15
September 28th, 2011, 07:39 AM
KM o dikota manapun selalu terletak di depan kantor pos utama/ besar. sebetulnya kalo blog walking, banyak kok yang mengulas 0 kmnya semarang. Coba saja di google. Bedanya sama jogja karena 0 Km nya jogja kebetulan publicsphare yang populer di ujung Malioboro. Yang aneh adalahdi Jogja, tugu penanda km 0 malah nggak ada,tapi di semarang malah ada.

Dulu di sekitar Kantor pos adalah lapangan yang penting juga, karena sebelahnya (gedung Keuangan) dulu adalah Gedung papak atau kantor Gubernur Jenderal belanda. Juga adaSocietet de Harmonie di lapangan itu. Ada lapangannya juga, yang kalo dimirip2kan, seperti lapangan di depan stasiun BEOS Jakarta Kota. Kebetulan sama2 ada gedung Bank Indonesia (sekarang ex BI milik Bank Jateng) dan Bank Mandiri (dulu ex Societet de Harmonie) nya juga. Kalo anda berteman dengan Krisna Wariyan di Facebook, anda bisa melihat banyak foto2 Semarang Tempo doeloe.

http://akusukamenulis.wordpress.com/2010/01/27/mengenal-titik-nol-kilometer-semarang/

detwis
September 28th, 2011, 11:47 PM
^^ ^^

thanks infonya mas... semarang jambi (jaman mbiyen) emang top ya..

castle_92
September 29th, 2011, 01:41 AM
^^ Yup Venice van Java dulunya :colgate:

http://simpanglima.files.wordpress.com/2009/03/semarang-nol-kilometer2.jpg?w=497&h=372

Nol kilometer Semarang depan gedung papak

from http://simpanglima.wordpress.com/2009/03/23/bermula-dari-semarang-nol-kilometer/

titus15
September 29th, 2011, 02:43 AM
^^ ^^

thanks infonya mas... semarang jambi (jaman mbiyen) emang top ya..
Semarang - Jambi itu lebih tepatnya = Mas Sembilanbelas...

damarsinyo
September 29th, 2011, 06:57 AM
^^haha..:lol:

^^ Yup Venice van Java dulunya :colgate:

http://simpanglima.files.wordpress.com/2009/03/semarang-nol-kilometer2.jpg?w=497&h=372

Nol kilometer Semarang depan gedung papak

from http://simpanglima.wordpress.com/2009/03/23/bermula-dari-semarang-nol-kilometer/
^^thanks gambarnya mas castle_92....
sekarangpun masih venice van java mas..terutama kalo musim rob...mirip banget..:lol:

titus15
September 29th, 2011, 08:46 AM
Dulu waktu part 5 trit Nusantara ini pernah membahas denah situsi bunderan Tuguuda dan Lawangsewu... akhirnya daat juga gambarnya dari rekan Krisna Wariyan teman di FB

http://img14.imageshack.us/img14/756/lawangsewytugumudadulu.jpg

Uniknya taman2 di Semarang jaman dulu pada nggak Simetris Taman Lawangsewu ini kayak gini, alun2 malah segi berapa ngak karuan juga. PAdahal bisanya alun2 JAwa kan persegi panjang atau Bujurangkar benruknya...

detwis
September 29th, 2011, 09:55 AM
Dulu waktu part 5 trit Nusantara ini pernah membahas denah situsi bunderan Tuguuda dan Lawangsewu... akhirnya daat juga gambarnya dari rekan Krisna Wariyan teman di FB

http://img14.imageshack.us/img14/756/lawangsewytugumudadulu.jpg

Uniknya taman2 di Semarang jaman dulu pada nggak Simetris Taman Lawangsewu ini kayak gini, alun2 malah segi berapa ngak karuan juga. PAdahal bisanya alun2 JAwa kan persegi panjang atau Bujurangkar benruknya...

ngikuti alur terowongan bawah tanah itu mas.. jd agak ga karuan..
euheuheuhuee :lol: :lol: :lol:

yg setengah lingkaran itu cikal bakal tugu muda ya?


gara2 thread ini ane ngeadd krisna wariyan di fb :lol:

edytoah
October 1st, 2011, 07:28 AM
DAFTAR KULINER SEMARANG

August 26th, 2010 | Author: Suyatno FKM UNDIP

Bagi temen-temen, para pelancong, pendatang, atau pemukim yang punya kelangenan mencicipi kuliner terlezat, ternyuus, terasyiiik, silahkan nyoba mendatangi situs-situs berikut:

1. Asem-asem Koh Liem
Jl.Karanganyar no28/C4 depan SMU Loyola
buka jam 7-19

2. Tahu Gimbal Pak Polo
Pujasera Jl. Supriyadi depan Kantor Polsek Semarang Timur
Buka jam 9-24

3. Soto Bangkong Pak Soleh
Jln. Bangkong (dekat lampu merah sebelah kantor polisi)
Jam 7-22

4. Soto ayam Pak No
Jl. Sukun (Sebelah SPBU dekat lampu meraH)
Buka 24 jam

5. Soto Bokoran
Jl. Plampitan no.55
Buka jam 6-12

6. Nasi Goreng Pak Taman
Jl. Stadion Selatan
Buka jam 6.30 -16

7. Sate kambing 29 Pak Yoe
Jl. Letjen Suprapto no 29 (depan Gereja Blenduk)
Buka jam 8-21

8. Nasi pecel Yu Surip
Jl. MT. Haryono depan kantor Radio Gajahmada FM
Buka 18 – 23

9. Bakmi Jawa Rileks
Jl. Depok, dekat perempatan Jl. Gajah Mada
Buka jam 17-12

10. Iwak Pe (Ikan Pari) Mbah Jingkrak
Jl. Beringin no.23
Buka jam 9-20
11. Nasi Koyor Makmi
Jl. Suyodono no 37
Jam 6-20

12. Nasi Pindang Pak Ndut
Jl. Stadion Selatan, Depan BKD Semarang (sebelah kiri stadion Diponegoro)
Buka jam 7-14

13. Nasi Ayam Bu Wido
Jl. Melati Selatan
Buka jam 16.30 -22

14. Nasi Gandul Pak memed
Jl. Dr.Cipto no.12A
Buka jam 17-22

15. Lontong Capgomeh Air Mancur
Jl. Gang Pinggir no.96 (depan Bank Panin)
Buka Jam 9-16

16. Resto Kampung Laut
Jl. PRPP (samping Taman Maerokoco)
Buka Jam 11-22

17. Mi Kopyor Pak Dhuwur
Jl. Tanjung (samping kantor PLN dekat stasiun Poncol)
Buka jam 8-16

18. Sate sapi Pak Kempleng
Jl. Diponegoro 217 Ungaran
Buka jam 9-21

19. Soto Sapi Pak Keri
Jl. Diponegoro no.197 Ungaran
Buka jam 7.30 – 20.30

20. Kepiting Taoco Nyoto Roso
Jl. Supriyadi no.58
Buka jam 11-15 17-21.30

21. Tahu Baxo Bu Pudji
Jl. Letjen Suprapto no.24, Ungaran
Buka jam 9-21

22. Lumpia Gang Lombok (ternyata halal, lho)
Jl. Gang Lombok
Buka jam 8-17

23. Tahu pong GajahMada
Jl. Gajah Mada no.63B
Jam 10-20

24. Istana Wedang
Jl. Pemuda no.21 (samping Hotel Novotel)
Buka jam 8-24

25. Kue Lekker Pak Paimo
Jl.Karanganyar (depan SMU Loyola)
Buka jam 9-18

26. Nasi kucing Pak Gie
Jl. Inspeksi Timur
Buka jam 23-6

27. Es marem Pak Kus
Jl. MT Haryono
Buka jam 18-1

28. Toko Bandeng Juwana (utk oleh-oleh)
Jl. Pandanaran no.57
Buka jam 8-22

29. Ayam tulang Lunak
Jl. Wahid Hasyim no. 109
Buka jam 7-19.30

30. Toko Oen
Jl. Pemuda no.52
Buka jam 9 -22

31. De Koning
Jl. Pemuda

32. Pia Kemuning (Haram)
Jl. Kemuning no. 30

33. Es Puter Conglik
Simpang 5 (pindah ya??)
Jam 18-24
Rp 8rb dapet 2 buah duren 4 macam rasa es

34. Nasi Ayam Karangkojo
Simpang 5, seberang RS Telogorejo
Rp 3500/porsi

35. Soto Kudus Mbak Lien
Simpang 5, deket RS Telogorejo
Pagi sampe siang

36. Soto Selan
Jl. Depok

37. Nasi Goreng Babat Pak Taman
Jl. Stadion

38. Ngo Hiang + Kee Kian + Babi Panggang (Haram)
Jl. Moh. Suyudi

39. Es Dawet Kampung Kali
Jl. Kartini depan Sekolah Theresiana

40. Es Kelapa Muda Kartika
Jl. MT Haryono, deket pertigaan Jl. Petolongan

41. Nasi Ayam Bu Wido
Jl. Kemuning, dekat kantor polisi

42. Nasi Gandul Pak Memet
Jl. Dr. Cipto, dekat Jl.Citarum

43. Lesehan baron
Jl. Puri Anjasmoro

44. RM Kampung Laut
Jl. Puri Anjasmoro, dekat PRPP

45. Sate Kambing Pak Rony
Seberang Gang Baru

46. Es marem (es campur + tape kering)
Seberang Gang Baru

47. Sate Babi Sapi (Haram babinya)
Jl.gang Baru

48. Mie Pak Min (tidak halal!!)
Jl. Gg Baru

49. Mie Ti Tee Gajah Mada (kaki babi, tidak halal)
Jl. Gajah mada, seberang Tahu Pong)

50. Tahu Pong Karangsaru
Jl. Karangsaru

51. Bubur Jl. Jagalan
Jl. Jagalan

52. Lind’s Café (es Krim)
Jl. Brotojoyo, Pondok Indraprasta

53. Swieke Untung (kodok)
Jl. Moh Suyudi

54. Swieke Marin + Tahu Gimbal
Jl. Puri Anjasmoro, dekat Toserba Marin

55. Nasi Pecel Gandhekan
Jl. MT Haryono (siang)
Jl. Pahlawan, seberang Mal Robinson Ramayana (malam)

56. Mie Jawa Bung Jhon
Jl. Pringgading, belakang Gereja Isa Almasih (GIA)

57. Mie Jawa Pak Har
Jl. Pringgading, belakang GIA

58. Mie Jowo Pak Gareng
Jl. Wotgandul

59. Sate Ayam
Jl. Gajahmada, seberang Hotel Quirin/Queen

60. Pisang Plenet
Jl. Gajahmada juga, seberang sate ayam
61. Pecel bu surip, di mt haryono buka jam 18 datenge hrs gasik nek dah kemaleman sitik dah ruameeee pollll must eat: bantal, sate keong

62. Soto pak keri, bubakan tempate nyelip jd hrs tny org, deretan ruko2 tempat travel meskipun tempate ndak meyakinkan tp sotone enak buka pagi

63. Soto pak naryo, indraprasta bukan di pondok indraprasta tp di jln indraprasta ne, aku ndak tau nomer persis’e dari arah bandara ada di sebelah kiri buka pagi

64. Soto bangkong, deket sedes

65. Seafood gama, deket sedes, beda bbrp rumah dr sedes must eat: udang bakar,jagung peda, tempe gorenge jg enak lo kriuk2, hampir smua makanane enak ok buka pagi sampe malem

66. Sate kambing, deket greja blenduk smua org smg pasti tau tempat ini

67. Semawis, di gg warung (Haram) tiap jumat – minggu seng terkenal sate babi ala sate kambing, mie cool buka malem

68. Babi cinde, di jln cinde (Haram) seng terkenal babi panggang e

69. Mi titie, gajah mada thamrin mt haryono (Haram) buka malem

70. s2, sisingamangaraja ini baru buka terkenal buanget di smg makanane jepang, cina, italia, modele resto kelas atas gt tp ndak tll mahal ok enak sih tp aku lbh seneng makanan warungan, nek resto gt kan di kota mana wae ada tp bolehlah sekali2 kesana soale ruameee bgt n ngetren bgt di smg buka pagi-malem, enake kesana malem

71. Warteg, sisingamangaraja ini tempate deket s2, aku lbh seneng makan sini ndak istimewa tp nek lg pengen warteg lmyn sih caution: hargane mahal lo meskipun warteg tp nek jam makan seng dateng bnyk seng naek mobil mewah setauku buka pagi sampe siang

72. Nori, jangli resto jepang, lumayanlah, mirip2 s2 buka pagi-malem

73. Gang2 sulai, diponegoro korean bbq, all u can eat lumayan

74. Resto mutiara, gombel nek ini beli pemandangan, makanane biasa2 wae

75. Nasi ayam, lapangan brumbungan yeye seneng bgt nasi ayam ini aku suka sate usus e buka malem

76. Jagung bakar, simpang lima dulu ada langgananku disitu, enak bgt wes tp dee dah ndak jualan lg

77. Wedang es puter pak kirman, mt haryono buka malem

78. Black canyon, lupa ik di jalan apa heheeh tanya wae mesti tau ini kaya cafe, di jkt ada ketoke enak buat ngumpul2 sama temen kesana malem

79. Bakso mawardi, deket rs telogorejo bakso bapak2, di pinggir jalan, buka sore2 gt, ruameneeeeee

80. Bakmi singkawang, pringgading, dekete gia pringgading, tp di sebrange ya aku suka nasi campur’e, bakmi singkawang’e ya enak, porsine besar buka pagi sampe siang

Posted in Info Kampus

Sumber : http://suyatno.blog.undip.ac.id/2010/08/26/daftar-kuliner-semarang/

Venantio
October 1st, 2011, 03:13 PM
@edytoah
Waaahhh.... makasih datanya... ampe ngiler, tapi belum bisa ngrasain.... Entar kalau saya pulang kampung mau saya seerbu alamat-alamat itu.... Ikutan nggak mas edy?

damarsinyo
October 1st, 2011, 03:33 PM
@edytoah
Waaahhh.... makasih datanya... ampe ngiler, tapi belum bisa ngrasain.... Entar kalau saya pulang kampung mau saya seerbu alamat-alamat itu.... Ikutan nggak mas edy?
^^hahaha:lol: om venantio ojo ngamuk ah...mosok meh diserbu kabeh:lol:
kalo saya paling sering soto selan jl depok(di list om edy yg no.36)..meskipun sebenarnya tempatnya kurang nyaman, harganya lumayan mahal untuk jenis soto dan bagi saya rasanya biasa aja, tapi ntah kenapa teman2 saya yg dari jakarta kalo kesemarang langsung mnuju kesono...akhirnya jadi ikutan deh..:nuts:

@om edy: lhah itu list no.76 jagung bakar nya udah almarhum kog masih masuk daftar, nek meh nyicipi gmn?? haha

edytoah
October 1st, 2011, 06:17 PM
@edytoah
Waaahhh.... makasih datanya... ampe ngiler, tapi belum bisa ngrasain.... Entar kalau saya pulang kampung mau saya seerbu alamat-alamat itu.... Ikutan nggak mas edy?

Ora nolak tho Bozz Venantio nek diajak wisata kuliner .. :) . Matur nuwun xiexie .. Thanks before .. :)

edytoah
October 1st, 2011, 08:54 PM
^^hahaha:lol: om venantio ojo ngamuk ah...mosok meh diserbu kabeh:lol:
kalo saya paling sering soto selan jl depok(di list om edy yg no.36)..meskipun sebenarnya tempatnya kurang nyaman, harganya lumayan mahal untuk jenis soto dan bagi saya rasanya biasa aja, tapi ntah kenapa teman2 saya yg dari jakarta kalo kesemarang langsung mnuju kesono...akhirnya jadi ikutan deh..:nuts:

@om edy: lhah itu list no.76 jagung bakar nya udah almarhum kog masih masuk daftar, nek meh nyicipi gmn?? haha

Heeh Mas damarsinyo,itu google nemunya data th 2010,mgkn ada yg pindah atau ada yg baru lagi bs ditambahkan.
Kalau mau jagung bakar msh ada pindah di Taman KB tho ..apa di Gajahmada di toko Fashion dkt perapatan Kampung Kali sblm Istana Buah ..
Kalau soto sy suka soto Pak Pendek di Pringgading,tempe mendoan-ne lheb dimakan ama sambel.

Pertama aku jg bingung kok akeh yo spi 80 tempat,tp ternyata msh ada yg krg jg .

81. Soto Jakarta - Sudi Mampir - Dpn Telkom Pahlawan,skrg pdh kemana ya .
Mgkn ke Kusumawardan.Buka Malam hari.i

82. Ayam Lombok Ijo - Gajahmada

83. Restaurant Semarang (bs ketemu Pak Jongkie Thio,budayawan,pakar
Semarang Tempoe Doeloe)
Ada rujak Semarang.

84. Manggala Food court . Cuma ngak ada yg istimewa menurut sy

85. Restaurant Santai Ria (makan meja ala Chinese plg mahal)

86. Warung Jepang Gudama,(malam) kakilima Much Suyudi dpn Htl
Telomoyo,cuma mau digusur rumah belakangnya sdh dibeli Sidomuncul.

87. Kue Bandung .Thien Thien Lay (artinya Tiap hari datang) (malam) di kaki
lima Suyudi dpn htl Telomoyo,cuma mau digusur jg .

88. Restaurant Happy (Chinese food langganan P Bondan Winarno .Pakar
kuliner Mak Nyus )

89. Warung penyet - Gajahmada

90. Sabu Auce - Japanes Food - Gajahmada,ckp mahal .punya Sido Muncul
Tempat OK

91. Soto sapi - Wot gandul dr gajahmada (pagi-siang)

92. Nasi goreng Babat/Babat gongso - Wotgandul dkt ujung Gang baru
Minumnya Liang teh Buka malam hari..Sy lbh suka disini dp P Karmin
Dpnnya sate kambing Roni

93. Warung Leko - menu andalan iga bakar (21 rb)- Gajahmada

94. Gado2 dan pankuk - Bojong Pemuda . (Siang aja ) . Sekitar Hotel Quirin

95. Nasi goreng babat P Karmin - Bherok
Malem aja .cuma pernah lht jg di Kranggan

96. Warung Mas Giri - iga bakar - Pemuda

97. Warung Mbok Ndut - (Siang buat org kantoran) .Pemuda sblh BCA - menu jawa
tp andalan kakap (walau sebenernya nila ),enak mrh meriah

98. Gado2 dan pankuk PLN (siang aja) - Tanjung

99. Tenda Biru - Ikan bakar dan sayur (siang) - Depok .dpn Bank lippo bag
belakang

100. Padang Plus - Depok,Penyajian model Fancy Sushi
Lauk berada di conveyor yg berjalan

101. Sate kambing P Amat - Thamrin

102. RM Nglaras Roso - Tamrin - masakan jawa
Ada di Peterongan juga dan RM Istana Keboen di Sriwijaya
,Tempat artistik yg Istana Keboen.

103. Sego kucing dotcom - Tanah Mas
Sore spi j 10 malam,lbh enak dp sego kucing P Gie,jg lauknya
Teh manteb di P Gik tp wedang jae yg jos di Dotcom.

104. Kepiting - Puspo Warno Raya yg pertama dr Siliwangi .agak masuk .i
Pindahan dr Beton Mas Tanah Mas

105. Gulai Ikan kakap (walau sebenarnya ikan nila). Siang .- Pamularsih .

106. Puri pencet - Ayam penyet - Puri Anjasmoro

107. Pondok Daun Foodcourt - jln menuju Puri Marina

108. Soto Neon - Brumbungan.

109. Rest. Pringgading (Chinese Food,sering buat tempat pesta nikah org
Tionghoa)

110. Kue Bandung - Jagalan (Buka Malam hari)

111. Sate Kambing - Kapuran

112. Wedang kacang,duren,tahu bacem - Kapuran. Buka sore .

113. Soto Pak Pendek - Pringgading

114. Gule Bustaman, dkt Suburan Mataram (siang) ada 2-3 org yg jual.Pagi - Siang hari.

115. Gudeg Bu Siti - Dpn Theresiana Kampung Kali .(Siang aja bukanya)

116. Jangan Asem ikan asin dan pindang - Lamper sari (pindahan dr
Peterongan dpn Metro. Top sy akui ini.Buka Pagi-Siang.

117. Warung Heksa ..(Ayam dan bebek bakar,buka siang) - Stadion dpn BPN
Cuma kecapnya bikin neg,kalau malam buka di Mataram Kebon lancung

118. Gudeg Bu Tum - Peterongan Dpn Bank BTPN Kospin - (malam) tp sy lbh
suka ayam goreng ama pete plus sambel
Buka mulai sore.

119. Nasi Goreng - A Yani msk Seroja selatan .dpn pom Bensin
Buka mulai Sore.

120. Koena Koeni - Tabanan - ckp mahal,punya Sido Muncul
Tempat OK dan artistik

121. Rinjani View - Tempat OK

detwis
October 2nd, 2011, 03:34 AM
^^
patut dicoba :cheers:

detwis
October 2nd, 2011, 04:07 AM
batik semarang
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/67724_448926626108_153048296108_5750861_2637517_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/72233_448926661108_153048296108_5750863_7606477_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/68884_448926591108_153048296108_5750859_7392169_n.jpg


Sebelum terbakar pada masa pendudukan Jepang, Kampung Batik Semarang pernah mengalami masa keemasannya. Kini saatnya untuk membangkitkan kembali pesona Kampung Batik Semarang...

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.448926506108.241961.153048296108&type=1