View Full Version : [LHOKSEUMAWE] Projects & Development


Pages : [1] 2

aneuknanggroe
October 27th, 2011, 09:16 AM
http://img521.imageshack.us/img521/266/lhokm.jpg

PROFIL KOTA LHOKSEUMAWE
Provinsi : Aceh
Ibukota : Lhokseumawe
Luas : ± 181 km²
Dasar hukum : UU No. 2 Tahun 2001
Tanggal - Hari jadi : 21 Juni 2001
Koordinat : 04° 54’ – 05° 18’ LU dan 96° 20’ – 97° 21’ BT
Kecamatan : 4
Kemukiman : 9
Gampong : 68
Kode area telepon : 0645
Suku : Aceh
Bahasa : Aceh, Indonesia
Agama : Islam
Jumlah Penduduk :
Dinas Catatan Sipil (Juni 2012) : 196.005 jiwa
Situs web resmi : www.lhokseumawekota.go.id (http://www.lhokseumawekota.go.id)

http://img7.imageshack.us/img7/1102/lhokseumawe.png

aneuknanggroe
October 27th, 2011, 09:34 AM
Kantor Walikota Lhokseumawe
http://img831.imageshack.us/img831/2025/kantorwalikota.jpg

Kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe
http://img692.imageshack.us/img692/7074/kantorbupatin.jpg

Kantor DPRK Aceh Utara di Lhokseumawe
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/309613_128053303969082_100002932387440_153774_750873007_n.jpghttp://img534.imageshack.us/img534/3608/dprk.jpg

Pendopo Aceh Utara di Lhokseumawe
http://img51.imageshack.us/img51/165/pendopo.jpg

Inilah Lhokseumawe, kota dengan 2 pemerintahan daerah (Pemko Lhokseumawe dan Pemkab Aceh Utara). Ntah sampai kapan Pemkab Aceh Utara akan terus mempertahankan pemerintahannya di sini pasca pemisahan dgn Kota Lhokseumawe pada Tahun 2001 silam.

Terlepas dari itu, gedung-gedung pemerintahan disini masih terus mempertahankan motif ke Aceh an sehingga tampak sangat menarik bukan...... :cheers::cheers:

aneuknanggroe
October 27th, 2011, 09:53 AM
Islamic Center, Ikon Kota Lhokseumawe

http://img840.imageshack.us/img840/2903/islamic4f.jpg

Latar Belakang dan Tujuan Pembangunan Islamic Center Kota Lhokseumawe

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam atau yang lebih di kenal dengan sebutan Islamic Center (al-Markazul Islami)yang berdiri tepat di pusat Kota Lhokseumawe, merupakan sebuah Ikon baru wilayah Samudra Pase sebagai pusat Konsentrasi Baru Untuk mewujudkan kembali kejayaan dan Peradaban Islam Yang terbenam di wilayah Negara Islam Pertama di Asia Tenggara.

Islamic Center adalah suatu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara membangun fasilitas publik terpadu di Pusat Kota Lhokseumawe yang berazaskan Syariat Islam untuk dimanfaatkan sebagai:
a. Pusat Peribadatan
b. Pusat kajian keilmuan Islam
c. Pusat pengembangan budaya Islam
d. Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Ummat
e. Pendidikan Remaja

Pembangunan Islamic Center ini juga dimaksudkan sebagai salah satu sarana atau pusat pengkajian dan pengembangan keilmuan Islam kedepan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan bagi kepentingan nasional dan daerah.

Fasilitas yang akan dibangun:
a. Masjid Agung
b. Gedung Serba Guna
c. Gedung Pustaka
d. Diniyah / Sekolah
e. Museum & Rumoh Aceh
f. Mess / Wisma Tamu
g. Gerai-gerai / Kios Makanan dan Soevenir
h. Taman kanak-kanak dan Taman Pengajian Al-Qur'an (TPA)
i. Rumah Imam Besar

Pada saat ini yang sedang giat dikerjakan adalah pembangunan "MASJID AGUNG" yang sampai akhir tahun 2005 bersumber hanya dari APBD Kabupaten Aceh Utara yang pelaksanaan fisiknya baru 60% dengan menelan Anggaran ±RP.115.520 M. Untuk selesai 100% masih membutuhkan Anggaran sekitar Rp.77.013 M,- lagi.

Sumber : http://islamiccenterlhokseumawe.com/index.php/profile/sejarah-islamic-center-lhokseumawe

aneuknanggroe
October 27th, 2011, 09:59 AM
Islamic Center Lhokseumawe dari berbagai sudut

http://img202.imageshack.us/img202/7439/islamic3.jpg
http://img222.imageshack.us/img222/6294/islamic7.jpg
http://img43.imageshack.us/img43/1771/islamic1v.jpg

aneuknanggroe
October 27th, 2011, 10:03 AM
Interior Dalam Islamic Center Lhokseumawe

http://img259.imageshack.us/img259/4018/55263606.jpg
http://img208.imageshack.us/img208/6486/91367148.jpg
http://img29.imageshack.us/img29/6169/30719553.jpg
http://img823.imageshack.us/img823/9764/11930689.jpg
http://img29.imageshack.us/img29/2122/28449687.jpg
http://img821.imageshack.us/img821/2617/40334886.jpg
http://img827.imageshack.us/img827/2608/52681074.jpg
http://img141.imageshack.us/img141/3355/93484803.jpg

aneuknanggroe
October 27th, 2011, 10:16 AM
POTENSI WISATA KOTA LHOKSEUMAWE

http://img594.imageshack.us/img594/1253/loks20011.jpg

Pantai Ujong Blang, Pusat Kota Lhokseumawe

Pantai Ujong Blang adalah salah satu dari beberapa pantai yang berada di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara yang cukup terkenal. Pantai Ujong Blang terhampar dari muara sungai Cunda (kuala cangkoi) yang meliputi empat wilayah desa yaitu Desa Ujong Blang, Ulee Jalan, Hagu Barat Laut, dan Desa Hagu Tengah.
Objek wisata Pantai Ujong blang dinamakan berdasarkan desa di mana pantai ini berada. Arti “Ujong Blang” sendiri dalam bahasa aceh adalah “ujong” berarti ujung dan “blang” berarti sawah atau hamparan kebun. Karena pada awalnya, wilayah Lhokseumawe terdiri dari areal sawah, rawa, dan tanah kosong.


http://img834.imageshack.us/img834/530/rancong.jpg

Pantai Seumadu Rancoeng, 10 km arah barat Kota Lhokseumawe

Pantai Rancong yang bersebelahan dengan Pulau Seumadu merupakan objek wisata alam yang berada di Aceh tepatnya di Kota Lhokseumawe, keindahan pantai ini dapat memukau wisatawan asing maupun domestik, apalagi waktu hari libur tiba sangat ramai pengunjungnya,apalagi buat akhir pekan buat berkumpul keluarga sangat mengasikkan.

Sumber : http://www.wisatanesia.com/2010/06/wisata-kota-lhokseumawe.html

aneuknanggroe
October 27th, 2011, 11:45 AM
POTENSI WISATA KOTA LHOKSEUMAWE

Krueng Cunda, Lhokseumawe

http://img28.imageshack.us/img28/3092/kruengcunda.jpg
http://img96.imageshack.us/img96/747/kruengcunda2.jpg

Krueng Cunda adalah aliran laut yang memisahkan daratan Lhokseumawe dengan daratan pulau Sumatera. Namanya berasal dari bahasa Aceh "Krueng" artinya sungai dan "Cunda" adalah nama wilayah yang dialiri oleh sungai ini. Krueng Cunda sebenarnya adalah selat, bukan sungai.

Krueng Cunda ini dijadikan tempat budidaya ikan air asin oleh penduduk sekitar, karena selain airnya cukup bersih juga tidak ada ombak atau riak besar yang dapat merusak keramba atau penampungan ikan milik penduduk yang rata - rata dibuat dari kayu dan bambu.

Sumber Images : http://www.acehfotografer.net/r-landscape-3-krueng-cunda-8721.htm

http://img35.imageshack.us/img35/1879/kruengcunda3.jpg

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 03:32 AM
http://img141.imageshack.us/img141/296/pelabuhankruenggeukueh.jpg

Pemerintah Usulkan Rp1,2 T Bangun Pelabuhan Krueng Geukueh

Lhokseumawe | Harian Aceh – Pemerintah akan mengusulkan anggaran senilai Rp1,2 triliun untuk pembangunan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, sebagai upaya melepaskan ketergantungan Aceh dari Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara dari sektor ekspor/impor.

“Kita usahakan hal ini terwujud mulai tahun 2012 sampai 2014,” kata Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar kepada Harian Aceh, Minggu (4/9).

Nazar menjelaskan, dana mencapai Rp1,250 triliun itu akan diusul melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2012 sesuai hasil rapat kerja yang dihadirinya di Istana Negara Bogor, Jakarta tatkala menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dimana proyek dimaksud langsung mendapat sambutan positif Pemerintah Pusat.

“Sejak dahulu kala Aceh terkenal dengan pelabuhannya, untuk itulah kita fokus membuka jalur laut untuk memasarkan beragam hasil komoditi unggulan ke manca negara. Jangan terus-terusan hanya bergantungan dari Medan, Sumatra Utara,” tandasnya.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Kota Lhokseumawe, Saiful Anwar menjelaskan, Pelabuhan Umum Krueng Geukueh merupakan salah satu dermaga yang paling nyaman untuk disinggahi kapal-kapal, baik untuk berukuran kecil maupun berkapasitas raksasa.

“Di sini termasuk ada fasilitas kapal tug boat (kapal tunda) berkekuatan 2.400 soft power atau PK yang bertujuan untuk menarik dan mendorong kapal yang mengapung di permukaan laut,” ujarnya.

Tak hanya itu, sebut dia, kedalaman ketika air surut mencapai 9 meter, sehingga sangat nyaman melakukan bongkar muat barang untuk kapal berkapasitas 15 ribu ton. “Di sini peluang berbisnis sangat menjanjikan, sayang sekali kalau aktivitas ekspor/impor tidak bergeliat,” ujarnya.(win)

Sumber : http://harian-aceh.com/2011/09/08/pemerintah-usulkan-rp12-t-bangun-pelabuhan-krueng-geukueh

https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/386630_2063460245315_1809014099_1332284_1650528918_n.jpg

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 03:39 AM
Bandara Malikussaleh Lhokseumawe, 20 km arah barat Lhokseumawe

http://img404.imageshack.us/img404/3228/bnadaramalikussaleh.jpg

Pemerintah Aceh dalam waktu dekat akan membangun bandara Sultan Malikussaleh Aceh Utara sebagai bandara internasional. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Utara, Bustanuddin, Selasa (30/1) di Lhokseumawe. “Bandara itu berguna bagi masuknya investor dan mengembangkan bisnis di daerah Aceh,” ungkapnya.

Lebih jauh dia menyebutkan, pihaknya berharap dengan dibangunnya bandara Malikussaleh berstandar internasional, perekonomian dan bisnis di provinsi ini semakin berkembang pesat. “Salah satu syarat untuk mengundang investor masuk ke Aceh memang dengan membangun bandara Internasional. Kita harapkan pariwisata Aceh, hasil tani Aceh dan lain sebagainya, dapat di ekspor keluar negeri, "tambahnya.

Rencana pemerintah itu disambut baik oleh masyarakt Aceh Utara. Rudi Kurniawan (25), menyebutkan, bandara yang mengusung nama besar Sultan Malikussaleh itu, akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat daerah ini. “Saya sangat senang mendengar informasi ini. Artinya, kita berharap masyarakat bisa lebih sejahtera dan lapangan pekerjaan terbuka bagi anak muda-remaja, “ ucapnya sambil tersenyum.

Bandara Malikussaleh dibangun oleh Pertamina sekitar tahun 1970-an yang digunakan oleh PT Arun. Bandara yang terletak di Kecamatan Dewantara ini memiliki panjang landasan sekitar 1.850 meter. Bandara ini bisa didarat pesawat jenis Hercules, Dash7. Bandara ini berada 25 kilometer dari kota Lhokseumawe ke arah kota Banda Aceh. Selain bandara Malikussaleh yang terbuka untuk pesawat bisnis, Aceh Utara juga memiliki satu lagi bandara di Lhoksukon yang digunakan oleh perusahaan Exxon Mobil.

Sumber : http://dimassambo.multiply.com/journal/item/2?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Bandara Point A Exxon Mobil Lhoksukon, 20 km arah Timur Lhokseumawe

http://img837.imageshack.us/img837/6079/bandaraexxon.jpg

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 04:16 AM
Reservoir Waduk Pusong Lhokseumawe yang baru selesai dibangun

http://img51.imageshack.us/img51/7526/20945615310492160826637.jpg

Provinsi Serahkan Waduk Rp 125 M ke Lhokseumawe
Jumat, 4 November 2011 10:11 WIB

LHOKSEUMAWE - Pengelolaan waduk penampungan air (Reservoir Waduk Pusong), Kecamatan Banda Sakti diserahkan kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Penyerahan aset senilai Rp 125 miliar itu dilakukan Kadinas Bina Marga Cipta Karya Aceh, Muhyan Yunan kepada Wali Kota Lhokseumawe, Munir Usman di Sekretariat BMCK Aceh, Kamis (3/11) kemarin.

Pada acara itu, Muhyan didampingi para kepala bidang. Sedangkan dari Pemko Lhokseumawe Wali Kota didampingi Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe Suryadi serta Kepala Dinas PU Lhokseumawe, T Zahedi. Untuk diketahui, waduk seluas 160 hektare itu yang dibangun untuk mengurangi banjir di Lhokseumawe itu kini menjadi salah satu objek wisata di kawasan itu.

Muhyan mengaku bangunan ini belum sempurna karena masih ada saluran induk dan tesier yang belum dibangun. Untuk itu, lanjutnya, Dinas PU Aceh akan memplot dana untuk kelanjutan pembangunan saluran induk serta tersier itu. Muhyan menginginkan waduk tersebut memberi nilai tambah bagi Pemko Lhokseumawe dan masyarakat. “Program jangka panjang, air waduk itu agar bisa diolah sehingga menjadi air yang layak konsumsi,” ujarnya.

Sementara Munir Usman menyambut baik penyerahan asset waduk Pusong. Meski sudah serah terima, Munir berharap BMCK memperbaiki beberapa sisi waduk yang perlu pembenahan seperti kedalaman waduk. “Ini masalah teknis dan mudah-mudahan ada jalan keluarnya,” ujar Wali Kota.

Terkait pengelolaan waduk, lanjut Munir, pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Munir juga meminta BMCK Aceh untuk memplot dana pembangunan jembatan Los Kala, Kecamatan Muara Dua.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2011/11/04/provinsi-serahkan-waduk-rp-125-m-ke-lhokseumawe

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 04:40 AM
Kilang PT. ARUN LNG di Blang Lancang, Lhokseumawe

http://img402.imageshack.us/img402/7858/01bjf.jpg

PT ARUN NATURAL GAS LIQUEFACTION

Jenis : Perusahaan Umum Tertutup
Industri : Gas Alam
Didirikan : 16 Maret 1974
Kantor Pusat : Lhokseumawe, Aceh
Daerah Layanan : Indonesia dan Asia
Situs Web : arunlng.co.id

PT Arun Natural Gas Liquefaction adalah perusahaan penghasil gas alam cair terbesar di Indonesia. Pada tahun 1990, PT Arun adalah perusahaan penghasil LNG terbesar di dunia. PT Arun merupakan anak perusahaan dari Pertamina. Berlokasi di Lhokseumawe, Aceh Utara, Indonesia, perusahaan ini memiliki 6 unit pengolahan, namun saat ini hanya 2 unit yang beroperasi dikarenakan menipisnya cadangan gas alam di sana. PT Arun merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Arun_Natural_Gas_Liquefaction

http://farm3.staticflickr.com/2156/2177129245_c3a95d85e4_b.jpg

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 04:45 AM
Kilang PT. PIM II di Krueng Geukueh, Lhokseumawe

http://img822.imageshack.us/img822/1580/pim7.jpg

PT. Pupuk Iskandar Muda didirikan pada tanggal 24 Pebruari 1982 dan berlokasi di Lhokseumawe, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam melaksanakan misinya, PT. Pupuk Iskandar Muda menghadapi berbagai tantangan dari lingkungan, mulai dari konflik bersenjata, bencana gempa bumi dan tsunami, serta pasokan bahan baku gas bumi yang tidak normal. Namun demikian, dengan menerapkan strategi yang tepat PT. Pupuk Iskandar Muda tetap survive dan mampu melaksanakan serta menunjang kebijaksanaan program Pemerintah dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang industri pupuk.

Sejak beroperasi secara komersil pada tanggal 1 April 1985, PT Pupuk Iskandar Muda telah memperoleh berbagai penghargaan, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Ini merupakan bukti keberhasilan perusahaan ini dalam menerapkan strategi di bidang Produksi, Pemasaran, Keuangan, Sumber Daya Manusia, Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Program Pembinaan Wilayah.

PT. Pupuk Iskandar Muda terus melakukan berbagai penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dan pengembangan usaha. Proyek optimalisasi unit amoniak, misalnya, telah mampu meningkatkan produksi amoniak sebesar 117% dan hemat energi sekitar 5% tiap ton amoniak. Pada pertengahan tahun 2005 telah selesai dibangun pabrik PIM-2 dengan kapasitas produksi urea granular 570.000 ton/tahun sehingga total kapasitas produksi urea PT. Pupuk Iskandar Muda menjadi sekitar 1,2 juta ton/tahun.

Sumber : http://www.pim.co.id/

http://img51.imageshack.us/img51/6569/pim12.jpg

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 04:47 AM
Kilang PT ASEAN Aceh Fertilizer di Krueng Geukueh Lhokseumawe

http://img9.imageshack.us/img9/1005/asean.jpg

LHOKSEUMAWE-Pusri Holding, induk perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh, direncanakan akan mengambil alih PT Aceh Asean Fertilizer (AAF), produsen pupuk patungan Indonesia-Asean. Pengambilalihan AAF merupakan bagian dari Program Revitalisasi Industri di Lhokseumawe Aceh yang tengah dilakukan Kementerian BUMN.
Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, mengatakan, pemegang saham Asean sudah menyetujui pengambilalihan pabrik pupuk yang berhenti beroperasi pada tahun 2006 tersebut.
"Jadi nanti Pusri sebagai holdingnya, AAF akan menjadi anak usaha holding sehingga ada PIM I, PIM II, dan PIM III," kata Mustafa Abubakar usai mengikuti rapat Percepatan Revitalisasi Industri dan Perkebunan di Banda Aceh, Rabu (23/3). Rapat turut dihadiri jajaran direksi BUMN terkait, yaitu Deputi Bidang Usaha Primer Megananda Daryono, dan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto.

Mustafa melanjutkan, saat ini proses pengalihan saham-saham minoritas di AAF ke Pusri Holding sedang dalam tahap finalisasi berupa audit forensik dan audit teknis. Bilamana rencana pengambilalihan saham AAF lancar, kata Mustafa, maka langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memastikan jaminan ketersediaan pasokan gas ke pabrik yang bakal menjadi PT PIM III tersebut. "Nanti kita koordinasi dengan Pertamina yang punya lapangan gas bumi di Aceh." Dikatakan, proses pengambilalihan saham AAF akan dibantu PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) terkait dukungan dana.

PT PIM akan mencari pendanaan dengan target Juni 2011. "Untuk menutupi kekurangan modal operasinya, AAF juga akan merealisasikan KSO (kerjasama operasi) dengan pihak luar. Bisa swasta, bisa BUMN. Jadi APBN tidak akan terbebani," ujar Mustafa. AAF merupakan industri hasil kerjasama anggota negara Asean yang didirikan pada 12 April 1979.

Komposisi kepemilikan sahamnya yakni PT Pusri Palembang (Persero) sebesar 60 persen, Petronas 13 persen, The Philipine National Development Co 13 persen, Temasek Holdings Pte, Ltd 1 persen, dan Kementerian Keuangan Kerajaan Thailand 13 persen. Pemerintah memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai 56,34 juta dolar AS dalam pendiriannya.

Karena berhenti operasi akibat seret pasokan gas, diadakan RUPS Luar Biasa untuk memutuskan likuidasi PT AAF pada 14 Januari 2006. Dalam prosesnya, likuidator tertunjuk, Jusuf Indradewa, telah mengadakan tender internasional untuk menjual aset pabrik milik AAF di Lhoksumawe. Pada 26 September 2006, tender mendapatkan pemenang PT Bumi Persada Lestari, perusahaan bagian dari Artha Graha Network, dengan harga tender senilai Rp 509,6 miliar.

Ihwal pasokan gas ke pabrik, Direktur Utama PT PIM, Mashudianto, menegaskan, sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dan bisa memenuhi kebutuhan yang diperlukan. "Aman-aman saja. Untuk tahun 2011 ini juga aman," katanya.

Dia menambahkan, pada tahun ini, PT PIM menargetkan produksi pupuk mencapai 850 ribu ton atau naik 300 ribu ton dari realisasi produksi tahun 2010 sebanyak 500 ribu ton. "Tentu target produksi ini bisa terjadi kalau pasokan gas aman dan untuk tahun ini bisa dipastikan aman," tandas Mashudianto.

Sumber : http://atjehpost.com/nusantara/ekonomi/723-pusri-ambil-alih-asean-aceh-fertilizer.html

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 04:56 AM
Tugu Simpang Jam Lhokseumawe yang direhab Bank Aceh

http://4.bp.blogspot.com/-IsWGLY9EFPU/ThbQa2mkRWI/AAAAAAAAADM/zJd5QI01Vuc/s1600/3567429-A_Monument_at_LHOK_SEUMAWE_City_Center-Lhokseumawe.jpg
http://img209.imageshack.us/img209/3650/spjam.jpg
http://img839.imageshack.us/img839/8679/spjammalam.jpg

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 05:24 AM
Terminal Angkot baru di Jln. Pase Lhokseumawe

http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1263900007/mogok-07.jpg
http://www.lhokseumawekota.go.id/images/stories/galeri_photo/Terminal%20Sudako.jpghttp://img703.imageshack.us/img703/5798/terminalangkot.jpg
https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/381061_2064071900606_1809014099_1332703_1363256146_n.jpg

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 06:16 AM
http://img688.imageshack.us/img688/7546/spinpres.jpg

Pemko Lhokseumawe Perlebar Jalan Kota

Pemerintah Kota Lhokseumawe, saat ini tengah memperlebar sejumlah ruas jalan di kota Lhokseumawe. Kepala dinas PU kota Lhokseumawe T.Zahedi mengatakan, sejumlah ruas yang diperlebar tersebut dikhususkan pada bahu jalan. Hal itu Bertujuan mengantisipasi sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan. Menurutnya, selama ini jumlah oengguna kendaraan kian hari kian bertambah, situasi itu menimbulkan kemacetan disejumlah ruas jalan kian meningkat dari tahun ke tahun.

Hal tersebut diungkapkan Ir. T. Zahedi Msi, usai meninjau pembangunan pelebaran jalan di sejumlah ruas jalur tersebut jmuat (14/10)

Sejumlah ruas jalan yang diperlebar dari jalan Merdeka hingga jalan simpang Kuta Blang sepanjang 150 meter, Jalan Pase sampai dengan ahkir jalan stadion diperlebar sepanjang 1.050 meter. Khusus perlebaran jalan pase bertujuan untuk menertibakan angkutan penumpang umum.

Sumber : http://www.lhokseumawekota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=192:pemko-lhokseumawe-perlebar-jalan-kota-&catid=72:pemerintahan
http://img171.imageshack.us/img171/374/sp4z.jpg

Bungong kaye
October 28th, 2011, 06:32 AM
salam kenal, aqu baru saja pulang dari lhok seumawe beberapa bulan yang lalu, thread yang menarik, Fotonya di resize dulu AN, Trus lanjutkan sharing Progres pembangunan di Lhok seperti yang ada di Kawasan Buket Rata, Harun Square, Embung Dan Proyek lain. dan jangan lupa kunjungi juga Thread Aceh lainnnya yah.

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 08:55 AM
salam kenal, aqu baru saja pulang dari lhok seumawe beberapa bulan yang lalu, thread yang menarik, Fotonya di resize dulu AN, Trus lanjutkan sharing Progres pembangunan di Lhok seperti yang ada di Kawasan Buket Rata, Harun Square, Embung Dan Proyek lain. dan jangan lupa kunjungi juga Thread Aceh lainnnya yah.

Salam kenal kembali. Btw, w gak tau cara ngerisizenya karena pic nya bole nyolong di situs orang......:nuts::banana:

anja sadiqa
October 28th, 2011, 09:01 AM
lewat image shack disitu tinggal pilih ukurannya saja.hehehe. soalnya kita suka pakek poto sendiri.

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 09:16 AM
lewat image shack disitu tinggal pilih ukurannya saja.hehehe. soalnya kita suka pakek poto sendiri.

Ribet, karena harus upload lagi di situs sendiri. Tapi ntar saia perbaiki yang pic nya kegedean, hehehe..............:nocrook:

aneuknanggroe
October 28th, 2011, 09:19 AM
Pembangunan simpang 7 di Kuta Blang Lhokseumawe

http://img841.imageshack.us/img841/9606/bangunjalansimpangtujuh.jpg

Bungong kaye
October 29th, 2011, 04:59 AM
tlong share progres pembangunan terbaru di lhok yah ?

Bungong kaye
October 29th, 2011, 05:14 AM
Harun Square yang sedang direnovasi

http://img847.imageshack.us/img847/1889/foto1441n.jpg

aneuknanggroe
October 31st, 2011, 09:48 AM
http://img689.imageshack.us/img689/1857/smuno.jpg

Penegerian Sekolah Arun

Penegerian sekolah swasta Yapena menjadi sekolah negeri berlangsung di aula SD Negeri Arun jalan Balikpapan komplek PT Arun Lhokseumawe dilakukan Ridwan Hasan, S.H, MM mewakili Gubernur Aceh Sabtu (26/11) diawali pembacaan kitab suci Alfiadi Sarong dan dihadiri antara lain Gubernur Aceh, Danrem Lilawangsa, Danramil , Kapolres Lhokseumawe,Bupati Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, Kapolsek Muara Satu, Muara Dua, Camat Muara Satu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Lhokseumawe, Kecamatan Muara Satu, Rektor Unima, Direktur Politeknik, Kepala-kepala Dinas dan jajarannya, alim ulama, tokoh-tokoh masyarakat, guru-guru dari TK-SMA, siswa-siswi di lingkungan Arun dan undangan lainnya.

Vice Presiden PT Arun Zulkifli Abubakar mengatakan penegerian ini dilakukan setelah melewati masa transisi 6 bulan lamanya. Keberadaan sekolah di Arun ini telah ada sejak 1978 yang terdiri dari jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, waktu itu bernama Tamansiswa, adalah salah satu bentuk dan perhatian perusahaan pentingnya pendidikan dari usia dini, 2001 dikelola Yapena, jumlah siswanya yang ada untuk setiap jenjang pendidikan pada waktu itu berkolerasi erat dengan jumlah karyawan PT Arun. Dengan menurunnya kegiatan dan produktivitas kilang LNG Arun, semakin berkurang karyawan yang bekerja, demikian pula jumlah siswanya. Pendidikan memegang peran sangat penting dalam kehidupan kita. Dengan dinegerikan sekolah di komplek ini oleh Pemerintah Aceh, adalah suatu kemajuan untuk menyelamatkannya.

Drs. Zulkifli Saidi mewakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh melaporkan diresmikan penegerian sekolah Arun ini sesuai nota kesepahaman antara PT Arun dengan Pemerintah Aceh 11 Januari 2011 antara lain mengangkat penanggung jawab sekolah yang ada di PT Arun dan Yapena menjadi tanggung jawab Pemerintah Aceh, mengangkat penanggung jawab seluruh aset dan perangkatnya termasuk 112 orang guru dan pegawai dari semua jenjang dengan 1110 orang murid. Semua hak dan kewajiban yang selama masa transisi masih disubsidi PT Arun, kini menjadi tanggung jawab penuh pemerintah Aceh. Dari tingkat TK, SD, SMP Yapena menjadi TK, SD, SMP Negeri Arun, sedangkan SMA menjadi SMA Modal Bangsa Negeri Arun

Gubernur Aceh yang diwakili Ridwan Hasan, SH, MM saat meresmikan penegerian sekolah di PT Arun mengatakan Pemerintah Aceh dengan kerja keras sekarang ini ingin meningkatkan kualitas hidup rakyat, kemajuan pendidikan, dan kesehatan. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada manajement PT Arun atas sumbangsihnya dalam dunia pendidikan dan kesehatan.

Dengan diakui keberadaan sekolah di Arun menjadi negeri, tanggung jawab Pemerintah Aceh makin besar untuk mengelola operasional pendidikan, harus berkelanjutan sebagaimana sekolah lain. Maju mundurnya pendidikan berada di pundak kita semua, untuk itu harus berkomitmen, peduli, saling pengertian, untuk sama-sama memelihara semua fasilitas yang ada. Sekolah-sekolah ini milik masyarakat, sehingga pendidikan di daerah kita akan lebih maju di masa yang akan datang.

Selesai acara peresmian penegerian sekolah Arun, dilanjutkan dengan peninjauan ke sekolah-sekolah milik perusahaan tersebut.

Sumber : http://papanori.wordpress.com/2011/11/27/872/

Saya sangat mendukung langkah yang diambil oleh Pemda dengan menegerikan sekolah yang ada dalam komplek Arun. Sayang jika sekolah yang memiliki fasilitas terlengkap di Aceh ini tidak dimanfaatkan jika kelak PT ARUN berhenti beroperasi pada Tahun 2014. Adapun sekolah yang terdapat dalam Komplek Arun ini terdiri dari 5 TK, 4 SD, 2 SMP dan 1 SMU. :cheers:

http://img841.imageshack.us/img841/7471/18553826.jpg

aneuknanggroe
October 31st, 2011, 09:52 AM
Sebagian Komplek Perumahan PT. Arun LNG di Batuphat, Lhokseumawe

http://img834.imageshack.us/img834/3665/33798123694973760529116.jpg

Semoga Komplek Arun tetap dimanfaatkan atau dapat dialihkan kepemilikannya kepada pihak swasta atau Pemko Lhokseumawe agar dapat dimanfaatkan jika kelak PT. ARUN LNG tidak beroperasi lagi pada tahun 2014....:cheers:

anja sadiqa
October 31st, 2011, 10:10 AM
Waduk Banjir Pusong di Lhokseumawe
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/305699_129014800539599_100002932387440_158127_1269417745_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/316314_129015423872870_100002932387440_158131_511357047_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/376941_129016087206137_100002932387440_158132_1177665905_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/384485_129307007177045_100002932387440_159019_1384680729_n.jpg
Wow mantab, picnya. GW pernah hampir kesasar waktu pulang ke BNA setelah belanja di HR, karena baru pertama kesana, eh, itu ada bendera PA ditengah waduk, gimana ceritanya ?

aneuknanggroe
October 31st, 2011, 10:32 AM
Wow mantab, picnya. GW pernah hampir kesasar waktu pulang ke BNA setelah belanja di HR, karena baru pertama kesana, eh, itu ada bendera PA ditengah waduk, gimana ceritanya ?

Lhokseumawe dan Aceh Utara tu kan termasuk daerah basis GAM pada saat konflik dulu, jd jangan heran klo fanatisme ke ACEH an warganya pun sangat tinggi. Salah satu caranya ya dengan memasang bendera atau mengecat dinding bangunan dengan motif Partai Aceh di tempat-tempat yang menarik perhatian seperti di kawasan waduk... Gitu loh ceritanya.....:nuts:

Sorry gambarnya agak buram, kamera ponselnya masih murahan sihh....

aneuknanggroe
October 31st, 2011, 10:55 AM
Kereta Api di Kawasan Krueng Geukueh, Lhokseumawe

http://img72.imageshack.us/img72/1082/keretaapi.jpg

KA Penumpang di Aceh Segera Beroperasi

MedanBisnis – Banda Aceh. Angkutan kereta api (KA) penumpang di Aceh direncanakan beroperasi pada Juli 2011 untuk melayani rute sepanjang 12 kilometer yaitu Lhokseumawe - Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara.
“Kami targetkan dalam waktu dua bulan ini rel kereta api sudah bisa difungsikan, meskipun jarak tempuhnya masih pendek,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika dan Telematika Propinsi Aceh Yuwaldi Away, di Banda Aceh, Selasa (3/5).

Ia mengatakan, pihaknya tetap akan mengoperasikan rel kereta api yang sudah selesai dikerjakan. Untuk tahun ini mungkin sudah bisa dioperasikan rute sepanjang 12 kilometer, karena dua gerbong dan lokomotif antara Lhokseumawe hingga Krueng Geukuh sudah siap.

Yuwaldi menjelaskan, pembangunan rel kereta api yang sudah rampung telah diuji pihak pusat, dan hasilnya rel itu dinyatakan layak digunakan.

Pihaknya memiliki kendala dalam pembebasan tanah, namun karena ini program untuk rakyat, maka akan tetap diusahakan.

Pembebasan tanah, kata dia perlu dilakukan lagi karena ada sebagian tanah yang telah dibebaskan namun sudah dipakai oleh masyarakat.

“Pemerintah tidak mau tanah yang sudah pernah dibebaskan harus dibeli lagi,” katanya.
Untuk tahun ini, kata dia program pembangunan jalur kereta api se Sumatera disubsidi dari APBN 2011 sebesar Rp90 miliar.

Yuwaldi menambahkan, terkait dengan pembangunan rel kereta api yang pernah dibuat, itu masih bisa terpakai tapi hanya lebarnya yang sedikit berbeda.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/05/04/32178/ka_penumpang_di_aceh_segera_beroperasi/#.Tvk6vxfvrG4

Mana buktinya..:bash::bash::bash::bash::bash:

aneuknanggroe
October 31st, 2011, 11:51 AM
Pembangunan Reservoir Pusong Lhokseumawe di Lahan Seluas 55 Hektar

http://img33.imageshack.us/img33/2460/reserpoir97.jpg

rahul medan
October 31st, 2011, 06:22 PM
Congrats to all of you 4 this thread..
Lhokseumawe merupakan kota yg peling berkembang dngan pesatnya di Aceh. Tentunya setelah kota Banda Aceh

aneuknanggroe
November 1st, 2011, 04:08 AM
Pembangunan Pasar Kuliner di Krueng Cunda, Lhokseumawe

http://img703.imageshack.us/img703/7066/kulinertunas1.jpg

aneuknanggroe
November 1st, 2011, 04:12 AM
Air Terjun Blang Kolam, 20 km arah selatan Lhokseumawe

http://img6.imageshack.us/img6/5961/air31.jpg

Dulu sebelum konflik melanda Aceh, tempat ini adalah tempat yang menarik, tiap akhir pekan banyak dikunjungi oleh remaja dan keluarga untuk berekreasi. Namun ketika konflik berkecamuk di Serambi Mekkah tempat ini menjadi hutan belantara, tangga yang dulunya dibangun sebagai sarana untuk mencapai puncak bukit dikelilingi semak dan rusak dimakan waktu. Tidak ada seorangpun yang berani memarkir kendaraannya.

Air terjun Blang Kolam berada ± 21 km dari Lhokseumawe, tepatnya di Desa Sidomulyo Kabupaten Aceh Utara. Kesederhanaan Alam yang alami oleh gemuruh air dan kicauan burung liar merupakan pesona tersendiri objek wisata ini.

Sekarang keadaan sudah damai, dan Air Terjun Blang Kolam pun kembali menunjukan kegairahannya, bagaimanapun air terjun blang kolam pernah menjadi tempat favorit. Pemerintah Aceh Utara pun kelihatan cukup serius untuk kembali membenahi lokasi wisata yang terletak di Kecamatan Dewantara Tersebut. Ini dibuktikan dengan pernyataan Kadis Pemuda dan Olahraga Kebudayaan dan Periwisata Aceh Utara Ishak Ali Basyah seperti di kutip oleh acehutara.go.id. "Blang Kolam akan menjadi tempat wisata yang islami dan sarana pendidikan tambahan".

Air terjun Blang Kolam memiliki tinggi 75 m, terletak di hutan yang teduh, jalan menuju lokasi Blang Kolam juga cukup baik. Tersedia beberapa sarana pendukung seperti Mushalla, jaringan listrik dan air juga tersedia, pokoknya anda bisa menikmati liburan yang menyenangkan.

Air Terjun Blang Kolam Berlokasi di hutan yang teduh dan terdapat di Kabupaten Aceh Utara. Tempatnya yang sejuk dengan alam yang masih asri sekali. Bagi yang ingin merasakan dinginnya air terjun, bisa berendam disini atau sekedar bersantai diakhir pekan. Tempat ini sangat cocok sebagai rekreasi keluarga.

Sumber : http://acehpedia.org/Air_Terjun_Blang_Kolam

aneuknanggroe
November 1st, 2011, 04:16 AM
Congrats to all of you 4 this thread..
Lhokseumawe merupakan kota yg paling berkembang dengan pesatnya di Aceh. Tentunya setelah kota Banda Aceh

Thanx atas atensinya. Yup. Kota Lhokseumawe akan terus berkembang dan membenahi infrastruktur yang ada dalam rangka mewujudkan kota pendidikan dan wisata bahari pasca semakin redupnya industri migas dan petrokimia yang ada di kawasan yg dulunya dijuluki Petrodolar City.

aneuknanggroe
November 1st, 2011, 05:29 AM
Komplek Makam Malikussaleh di Geudong, 20 km arah Timur Lhokseumawe

http://img812.imageshack.us/img812/7139/malikussaleh.jpg

Makam Bersejarah di Pasai

Sejarah telah mencatat bahwa di Aceh Utara pernah berdiri kerajaan Islam Pasai. Hingga sekarang, di sana banyak terdapat makam (grave) para pembesar, baik muslim maupun nonmuslim sebagai bukti di Pasai sebagai kerajaan agung pada masa itu. Makam-makam tersebut kini perlu pemugaran sebagai situs sejarah. Berikut tuhoe mencatat sejumlah makam yang memiliki pertalian darah (hubungan) dengan Kerajaan Pasai. Jika punya waktu, melayatlah walau sekedar mengingat bahwa sebesar apa pun kemegahan masa hidup, ke alam kubur jua kembali kita.

Grave Sultan Malikul Dhahir
Sultan Malikul Dhahir adalah anak pertama dari Sultan Malikussaleh yang mengambil alih pimpinan Kerajaan Samudera Pasai dari tahun 1297-1326 M. Makamnya terletak di Gampông Beuringen, Kecamatan Samudera ± 17 km dari Kota Lhokseumawe. Posisi makam ini bersebelahan dengan makam Malikussaleh. Batu nisannya terbuat dari granit, terpahat surat At-Taubah ayat 21-22 serta teks yang diterjemahan, “Kubur ini kepunyaan tuan yang mulia, yang syahid bernama Sultan Malik Adh-Dhahir, cahaya dunia dan sinar agama. Muhammad bin Malik Al-Saleh, wafat malam Ahad 12 Zulhijjah 726 H (19 Nopember 1326 M).

Makam Nahrisyah
Nahrisyah adalah seorang ratu dari Kerajaan Samudera Pasai yang memegang pucuk pimpinan tahun 1416-1428 M. Ratu Nahrisyah dikenal arif dan bijak. Ia bertahta dengan sifat keibuan dan penuh kasih sayang. Harkat dan martabat perempuan begitu mulia pada masanya sehingga banyak yang menjadi penyiar agama pada masa tersebut. Makamnya terletak di Gampông Kuta Krueng, Kecamatan Samudera ± 18 km sebelah timur Kota Lhokseumawe, tidak jauh dari Makam Malikussaleh . Surat Yasin dengan kaligrafi yang indah terpahat dengan lengkap pada nisannya. Tercantum pula ayat Qursi, Surat Ali Imran ayat 18 19, Surat Al-Baqarah ayat 285 286, dan sebuah penjelasan dalam aksara Arab yang artinya, “Inilah makam yang suci, Ratu yang mulia almarhumah Nahrisyah yang digelar dari bangsa chadiu bin Sultan Haidar Ibnu Said Ibnu Zainal Ibnu Sultan Ahmad Ibnu Sultan Muhammad Ibnu Sultan Malikussaleh, mangkat pada Senin 17 Zulhijjah 831 H” (1428 M).

Grave of Teungku Sidi Abdullah Tajul Nillah
Teungku Sidi Abdullah Tajul Milah berasal dari Dinasti Abbasiyah dan merupakan cicit dari khalifah Al-Muntasir yang meninggalkan negerinya ( Irak ) karena diserang oleh tentara Mongolia. Beliau berangkat dari Delhi menuju Samudera Pasai dan mangkat di Pasai tahun 1407 M. Ia adalah pemangku jabatan Menteri Keuangan. Makamnya terletak di sebelah timur Kota Lhokseumawe. Batu nisannya terbuat dari marmer berhiaskan ukiran kaligrafi, ayat Qursi yang ditulis melingkar pada pinggiran nisan. Sedangkan di bagian atasnya tertera kalimat Bismillah serta surat At-Taubah ayat 21-22.

Makam Perdana Menteri
Situs ini disebut juga Makam Teungku Yacob. Beliau adalah seorang Perdana Menteri pada zaman Kerajaan Samudera Pasai sehingga makamnya digelar Makam Perdana Menteri. Beliau mangkat pada bulan Muharram 630 H (Augustus 1252 M). Di lokasi ini terdapat 8 buah batu pusara dengan luas pertapakan 8 x 15 m. Nisannya bertuliskan kaligrafi indah surat Al-Ma’aarij ayat 18-23 dan surat Yasin ayat 78-81.

Makam Teungku 44
Makam ini berjuluk Makam Teungku 44 (Peuet Ploh Peuet) karena di sini dikuburkan 44 orang ulama dari Kerajaan Samudera Pasai yang dibunuh karena menentang dan mengharamkan perkawinan raja dengan putri kandungnya. Makam ini dapat ditemui di Gampông Beuringen, Kecamatan Samudera ± 17 km sebelah timur Kota Lhokseumawe. Pada nisan tersebut bertuliskan kaligrafi yang indah surat Ali Imran ayat 18.

Grave of Teungku Di Iboih
Makam Teungku Di Iboih adalah milik Maulana Abdurrahman Al-Fasi. Sebagian arkeolog berpendapat bahwa makam ini lebih tua daripada makam Malikussaleh. Makam ini terletak di Gampông Mancang, Kecamatan Samudera ± 16 km sebelah Timur Kota Lhokseumawe. Batu nisannya dihiasi dengan kaligrafi yang indah terdiri dari ayat Qursi, surat Ali Imran ayat 18, dan surat At-Taubah ayat 21-22.

Makam Batee Balee
Makam ini merupakan situs peninggalan sejarah Kerajaan Samudera Pasai. Tokoh utama yang dimakamkan pada Situs Batee Balee ini adalah Tuhan Perbu yang mangkat tahun 1444 M. Lokasinya di Gampông Meucat, Kecamatan Samudera, sebelah Timur Kota Lhokseumawe. Di antara nisan-nisan tersebut ada yang bertuliskan kaligrafi dari surat Yasin, Surat Ali Imran, Surat Al’Araaf, Surat Al-Jaatsiyah, Surat Al-Hasyr.

Makam Ratu Al-Aqla
Ratu Al-Aqla adalah putri Sultan Muhammad (Malikul Dhahir ), yang mangkat pada tahun 1380 M. Makam ini berlokasi di Gampông Meunje Tujoh, Kecamatan. Matangkuli ± 30 km sebelah timur Kota Lhokseumawe. Batu nisannya dihiasi dengan kaligrafi indah berbahasa Kawi dan bahasa Arab.

Sumber : http://regional.kompasiana.com/2010/07/21/makam-bersejarah-di-pasai/

Bungong kaye
November 1st, 2011, 07:18 AM
AN, adangak Progres pembangunan besar yang sedang dilakukan di Lahok Seumawe sekarang ? kalo ada mohon di sahre yah.

aneuknanggroe
November 1st, 2011, 09:47 AM
AN, ada gak Progres pembangunan besar yang sedang dilakukan di Lhokseumawe sekarang ? kalo ada mohon di share yah.



Ada, diantaranya rencana pembangunan ring road di sepanjang lingkar pantai Lhokseumawe dr simpang Pertamina s/d Los Kala sepanjang 4 km lbih yg sudah sampai tahap pembersihan lahan, rencana pembangunan waterboom di ujong blang dan alue lim, dan msh ada proyek2 lainnya. Ntar lah klo dah ada wkt saya ambil picnya utk saya upload.

anja sadiqa
November 2nd, 2011, 06:52 AM
wow progres besar itu, semoga saja cepat terealisasi, AN kerja dimana nih ? jangan2 satu hirarkhi kita.

Manassa
November 2nd, 2011, 09:11 AM
Harun Square yang sedang direnovasi

http://img847.imageshack.us/img847/1889/foto1441n.jpg

sekilas tenantnya ada matahari, timezone dan paparon's pizza..
Btw Lhoukseumawe ini 2nd largest city di NAD kah?? satu lagi KA di atas rutenya kemana saja?? :)

Bungong kaye
November 2nd, 2011, 10:23 AM
ya benar sekali,mamasa.

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 03:58 AM
wow progres besar itu, semoga saja cepat terealisasi, AN kerja dimana nih ? jangan2 satu hirarkhi kita.

Hehehe, civil servant di Lhokseumawe. Anja dimana?

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 04:05 AM
sekilas tenantnya ada matahari, timezone dan paparon's pizza..
Btw Lhoukseumawe ini 2nd largest city di NAD kah?? satu lagi KA di atas rutenya kemana saja?? :)

Yup, nmor 2 di Aceh setelah Banda Aceh.

Klo kereta apinya belum beroperasi, sedang pembangunan. Tp sepertinya proyek kereta api tidak begitu jelas, karena biaya yang dibutuhkan sangat besar. Harusnya Pemerintah membangun jaringan kereta api ke Kota Langsa dulu, karena dekat dengan Medan. Jadi rel yang sudah dibangun dapat langsung dimanfaatkan, baru kedepannya membangun jaringan ke Panton Labu, Lhokseumawe, Bireuen, Sigli sampai akhirnya ke Kota Banda Aceh....:bash::bash::bash:

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 04:15 AM
Pembangunan Tanggul di Dermaga Pertamina Lhokseumawe

http://img846.imageshack.us/img846/3874/dermagapertamina.jpg

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 04:51 AM
http://img9.imageshack.us/img9/2616/arun1.jpg

Pemerintah Aceh Dukung Arun Jadi Terminal Penerima

MedanBisnis – Banda Aceh. Pemerintah Aceh mendukung alih fungsi kilang LNG PT Arun di Lhokseumawe menjadi receiving terminal (terminal penerima gas) paska berakhirnya persediaan gas di propinsi ini yang diperkirakan pada 2013.
"Kita mendukung sepenuhnya pengalihan fungsi kilang PT Arus paska berakhirnya gas menjadi terminal penerima gas," kata Wakil gubernur Aceh, Muhammad Nazar, di Banda Aceh, Jumat (2/12).

Dijelaskan, jika bekas kilang LNG PT Arun itu difungsikan menjadi terminal penerima gas, maka minimal akan mampu memasok kebutuhan gas untuk menghidupkan sejumlah industri di Aceh, seperti PT KKA, PT AAF, PT Kraf Aceh dan PT Aromatic.

Muhammad Nazar menjelaskan jika bekas kilang LNG PT Arun itu dialihkan fungsinya menjadi terminal penerima gas, maka akan terkoneksi dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI) 2011-2025.

"Aceh merupakan salah satu propinsi yang masuk dalam program MP3I di kawasan Sumatera. Dengan difungsikan bekas kilang LNG PT Arun menjadi terminal penerima gas, maka akan memberi manfaat besar bagi Aceh," kata Wagub.

Karenanya, Muhammad Nazar menyatakan pihaknya akan menyampaikan langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait rencana alih fungsi kilang LNG PT Arun paska berakhirnya gas di Aceh menjadi terminal penerima gas.

“Saya akan menyampaikan kepada Kepala Negara, mudah-mudahan dikabulkan untuk memberi jaminan ketersediaan gas bagi kebutuhan menghidupkan kembali sejumlah industri vital di Aceh," kata dia menjelaskan.

Itu juga bagian dari upaya revitalisasi PT Arun dengan harapan aset negara tersebut tidak menganggur setelah berakhirnya ketersediaan gas di Aceh, ujar Muhammad Nazar menambahkan.

Selain itu, ia juga mengatakan sarana pendukung pemanfaatan kilang LNG Arun untuk terminal penerima gas di Lhokseumawe tersebut tersedia seperti pelabuhan bagi kapal-kapal yang akan memasok gas.

"Selain bekas kilang bisa dimanfaatkan kembali untuk terminal penerima gas, infrastruktur pendukung juga sudah tersedia, termasuk letaknya yang sangat strategis di Aceh," kata Muhammad Nazar.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/12/03/69663/pemerintah_aceh_dukung_arun_jadi_terminal_penerima/#.Tvft-xfvrG4

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 05:02 AM
Harun Square Lhokseumawe yang belum rampung

http://img690.imageshack.us/img690/4049/56761771.jpg

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 05:25 AM
Saat" pembangunan Islamic Center Lhokseumawe diawal tahun 2000-an

http://img560.imageshack.us/img560/3422/phocathumblgali201202.jpg
http://img252.imageshack.us/img252/1889/phocathumbltimbun2045.jpg
http://img259.imageshack.us/img259/7480/phocathumbltimbun2034.jpg
http://img823.imageshack.us/img823/3659/phocathumbltimbun2025.jpg
http://img21.imageshack.us/img21/9576/phocathumbltimbun2023.jpg
http://img812.imageshack.us/img812/5127/phocathumbltimbun2015.jpg
http://img543.imageshack.us/img543/6518/phocathumbltimbun208.jpg
http://img705.imageshack.us/img705/8288/phocathumbltimbun202.jpg
http://img690.imageshack.us/img690/7426/phocathumblgali201201.jpg

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 05:39 AM
Kawasan Terminal angkot Pusong yang baru dibangun dari arah waduk pada malam hari

http://img6.imageshack.us/img6/9632/angkotmalam.jpg

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 05:46 AM
http://img89.imageshack.us/img89/2853/alueawehighwayy.jpg

Pemko Lhokseumawe Buka Peluang Berinvestasi di Jalan Elak

MedanBisnis – Lhokseumawe. Akibat kian sempitnya lahan terutama di wilayah Kecamatan Banda Sakti, Pemko Lhokseumawe mempersilahkan pelaku usaha membuka investasi di wilayah sekitar jalan elak, Kecamatan Blang Mangat dan Muara Dua, karena kawasan itu masih memiliki lahan cukup luas dan sangat prospektif.

"Kawasan jalan elak menjadi salah satu jalur lintas Sumatera, sehingga sangat prospektif untuk dilakukan pengembangan usaha. Barangkali lima atau sepuluh tahun mendatang jalan itu akan berfungsi penuh, sehingga mobil-mobil badan besar akan lebih banyak diarahkan melintasi jalan tersebut," kata Asisten I Pemko Lhokseumawe, Drs Zulfikli, Rabu (30/11).

Untuk mendukung agar pelaku usaha mau berinvestasi di sana, Pemko Lhokseumawe terus melakukan promosi sekaligus memberikan kemudahan dalam hal perizinan. "Tujuannya agar pelaku usaha tidak menumpuk mengembangkan usahanya di Kecamatan Banda Sakti, karena di samping areal kian menyempit, jumlah penduduk juga semakin padat, sehingga tidak mungkin unit usaha dikembangkan di lingkungan padat penduduk," tuturnya.

Pihaknya mendorong usaha seperti bengkel, meubel dan berbagai usaha yang berhubungan dengan mesin, lebih diarahkan ke kawasan yang lebih luas seperti kawasan sekitar jalan elak tersebut.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/12/01/69226/pemko_lhokseumawe_buka_peluang_berinvestasi_di_jalan_elak/#.TvfxORfvrG4

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 05:57 AM
Kapal LNG ARUN tampak dari kawasan Pantai Ujong Blang Lhokseumawe

http://img688.imageshack.us/img688/7494/60648839.jpg

Jalan Lingkar Lhokseumawe Segera Terwujud

Lhokseumawe-. Jalan lingkar melalui pintu masuk Desa Loskala, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, menuju kawasan Pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, yang sempat terhenti karena alasan pembebasan lahan, saat ini sudah kembali dikerjakan.
“Para pekerja sudah mulai bekerja kembali dengan melakukan pengerukan di pinggir Pantai Ujong Blang. Mudah-mudahan proyek jalan lingkar itu segera terwujud, karena hal itu sangat membantu akses bagi masyarakat untuk mendistribusikan berbagai hasil tangkapan nelayan maupun hasil pertanian,” ujar Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, TM Zuhri SH MHum kepada MedanBisnis, Senin (3/10).

Sepanjang bibir Pantai Ujong Blang hingga Pusong akan menjadi kawasan jalan lingkar. “Selama ini akses jalan keluar dan masuk Kota Lhokseumawe hanya ada dua secara permanen. Kalau ditambah satu lagi Jalan Loskala, maka sudah ada tiga akses pintu masuk ke Kota Lhokseumawe. Karena Lhokseumawe merupakan daratan yang dikeliling laut, makanya perlu banyak akses,” ujarnya.

Di samping itu aktivitas masyarakat yang semakin tinggi, terutama usaha penangkapan ikan, membutuhkan banyak jalur alternatif.

“Selama ini masyarakat Ujong Blang membawa hasil tangkapan harus kembali lagi melalui Lhokseumawe untuk ke luar kota. Tapi kalau ringroad sudah jadi, akses ke jalan keluar tidak jauh lagi,” tuturnya.

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 06:35 AM
Lokasi Pembangunan Waterboom di Alue Lim, 7 km arah timur Lhokseumawe

http://img526.imageshack.us/img526/8238/32388119741304521263724.jpg

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 06:38 AM
Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe yang baru direnovasi

https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/47102_3209039964092_2108145653_n.jpg

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 09:42 AM
Progress Pembangunan Masjid Cunda Lhokseumawe......

http://img822.imageshack.us/img822/5497/mjdcunda.jpg

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 10:01 AM
Cunda Plaza Lhokseumawe yang hancur saat konflik tahun 1998

http://img829.imageshack.us/img829/3175/cundaplaza.jpg

Sayang sekali Plaza ini tidak difungsikan lagi, padahal gedung berlantai 4 ini dulunya jg memiliki fasilitas Bioskop...:ohno:

anja sadiqa
November 3rd, 2011, 10:04 AM
AN, Progres pembangunannya yang perlu diperbanyak, kan judul threadnya P en D Hehehehehehehhehehehehehe.

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 10:08 AM
AN, Progres pembangunannya yang perlu diperbanyak, kan judul threadnya P en D Hehehehehehehhehehehehehe.

Hehehehe........., sementara upload yang dah ada dulu:lol:

aneuknanggroe
November 3rd, 2011, 10:10 AM
Jalan Sukaramai yang baru diaspal.......

http://img834.imageshack.us/img834/8124/skrm1.jpg

Bungong kaye
November 4th, 2011, 08:25 AM
Kawasan Terminal angkot Pusong yang baru dibangun dari arah waduk pada malam hari

http://static.panoramio.com/photos/original/60648846.jpg

pic yang sangat indah, pakek camera HP to ?:banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana:

Arestullah
November 5th, 2011, 08:15 PM
Islamic Center Lhokseumawe dari berbagai sudut
http://static.panoramio.com/photos/original/29146770.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/29146887.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/60591460.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/381839_128897987217947_100002932387440_157437_2020329461_n.jpg

Subhanallah, islamic centre-nya keren banget. Dan kubahnya itu lo, jadi inget Rusia...

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 03:29 AM
pic yang sangat indah, pakek camera HP to ?:banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana::banana:


Gak tau juga pake hape atau kamera, karena picnya bole nyolong disitus orang..:lol::nuts:

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 03:33 AM
Subhanallah, islamic centre-nya keren banget. Dan kubahnya itu lo, jadi inget Rusia...


Yup, walau belum kelar tapi kemegahan Islamic Center ini sudah terlihat. Btw, thanx ya dah mau gabung disini......:)

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 04:44 AM
Salah 1 ruas jalan di Lhokseumawe yang akan diperlebar dalam waktu dekat......

http://img705.imageshack.us/img705/6715/tamankotai.jpg

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 05:03 AM
Pembangunan Pintu Air Reservoir Pusong Lhokseumawe

http://img803.imageshack.us/img803/3600/img00291200912301753.jpg

PEMKO LHOKSEUMAWE DAN KOMITMEN MEMBANGUN WADUK BEBAS BANJIR (RESERVOIR)

Tahun-tahun mendatang cerita tentang banjir Kota Lhokseumawe hanya akan menjadi kenangan dan cerita masa lalu, sebagaimana diketahui selama ini Lhokseumawe adalah kota langganan banjir, hal ini terus terjadi setiap tahun sehingga membuat masyarakat resah dan meradang kepada pemerintahnya. Tapi di bawah kepemimpinan “tangan dingin” Walikota Munir Usman dan Wakil Walikota Suadi Yahya yang terpilih melalui jalur independen pada Maret 2007 lalu, impian buruk warga kota Lhokseumawe tentang banjir dipastikan akan pupus oleh masa.

Hal ini seiring dengan pembangunan reservoir dan perbaikan sistem drainase Kota Lhokseumawe, yang dilakukan pemerintahan kota Lhokseumawe melalui program BRR NAD Nias dengan dana Multi Dana Fund (MDF) dan APBN yang akan dilakukan dalam tiga tahun anggaran, yakni anggaran tahun 2008, 2009 dan 2010. Proyek senilai Rp 107 miliar tersebut ditargetkan akan rampung pada Februari 2010 mendatang.

Adapun kontrak kegiatan fisik untuk pembangunan reservoir tersebut telah ditandatangani pada 20 September 2008 lalu, dengan pelaksana PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama. Tbk., dengan masa pelaksanaan selama 540 hari kalender atau selama 18 bulan.

Sesuai dengan tujuan proyek, maka diharapkan setelah selesainya kegiatan tersebut akan ada perbaikan atau dampak positif yang akan dirasakan oleh masyarakat Kota Lhokseumawe. Namun demikian dampak negatif sebelum, selama dan setelah pelaksanaan kontruksi perlu dilakukan suatu kegiatan pemantauan atau monitoring dan pengelolaan lingkungan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang sudah ditetapkan untuk kegiatan pembangunan tersebut.

Sejatinya setiap kegiatan tentu ada dampak baik dan dampak buruk yang akan ditimbulkan, hal ini adalah konsekwensi logis yang harus dihadapi dan disikapi bersama secara arif dan bijaksana oleh semua komponen masyarakat demi keberhasilan pembangunan itu sendiri, demikian halnya dengan pembangunan reservoir di Pusong Kota Lhokseumawe.

Diakui ada beberapa dampak negatif dari pelaksanaan proyek reservoir tersebut menurut Drs. Ishaq Rizal, M. Si yang merupakan Kepala Bidang Lingkungan Hidup pada Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Lhokseumawe adalah, timbulnya keresahan masyarakat yang berada di sekitar lokasi akibat terganggunya atau hilangnya aset milik nelayan yang harus dipindahkan atau dibongkar, kemudian terganggunya lalu lintas nelayan selama pelaksanaan proyek serta munculnya kebisingan di sekitar proyek selama pelaksanaan konstruksi.

Kemudian terjadinya perubahan ekosistem di sekitar lokasi, akibat terganggunya hutan mangrove di sekitar teluk Pusong, juga terjadinya pencemaran udara akibat udara adanya kegiatan proyek reservoir tersebut.

Masih menurut Ishaq Rizal, dampak positifnya juga sangat besar dari pelaksanaan proyek reservoir tersebut, di antaranya yaitu, akan meningkanya kualitas fisik Kota Lhokseumawe, sebagai akibat perbaikan sistem drainase dan penanganan masalah banjir, kemudian efeknya akan meningkatnya perekonomian masyarakat akibat berkuranngya kerugian akibat gangguan banjir.

Pendapatan masyarakat juga otomatis akan meningkat akibat peningkatan kualitas kondisi, dan kualitas sistem sanitasi dan estetika lingkungan, dan penyerapan tenaga kerja di sekitar lokasi proyek. Yang sangat penting adalah terjadinya perbaikan tata ruang Kota Lhokseumawe ke arah yang lebih baik.

Menurut pantauan media ini proyek pembangunan reservoir tersebut terus dipacu, supaya selesai sesuai dengan target. Karena dipastikan jika proyek tersebut selesai maka wajah Pusong yang kumuh akan lebih bercahaya dan akan menjadi objek wisata baru buat warga Kota Lhokseumawe, hal ini sesuai dengan pengakuan Sekda Kota Lhokseumawe, Safwan, SE., M.Si pada media ini pekan lalu, “Targetnya memang untuk tujuan wisata baru, terutama buat warga kota, memang sangat indah apalagi di sore hari”. Ujar Safwan berpromosi.

Pembangunan di kawasan Pusong memang terus digenjot, masih menurut Safwan, selain proyek reservoir, di kawasan Pusong Pemko Lhokseumawe juga sedang membangun Tempat Pendaratan Ikan (TPI), yang dananya untuk tahun ini dianggarkan Rp 3 miliar. Proyek ini merupakan lanjutan dari proyek APBA.

Selain itu saat ini juga sedang dibangun jalan lingkar KP3 yang anggaran biayanya untuk tahap I yang sudah selesai dananya bersumber dari BRR dan Pemko Lhoseumawe sendiri menganggarkan Rp 300 miliar. Adapun tahap II dibiayai dari anggaran APBA, “Saat ini sudah dalam proses tender”. Aku Safwan.

Terkait dengan pembenahan wajah kota dan pembangunan di Pusong, beberapa warga Kota Lhokseumawe yang ditanyai media ini mengaku mendukung dan gembira dengan penataan kota yang dilakukan oleh Pemko Lhokseumawe, terutama proyek waduk bebas banjir, hal ini seperti yang diungkapkan Rusli (40) warga Keude Aceh, “Saya senang Pemko sudah terbuka mata untuk menata Kota Lhokseumawe menjadi kota yang lebih nyaman, yang penting Kota Lhokseumawe harus bebas banjir”, harapnya.

Hal senada diungkapkan Razali (55) warga Pusong, “Saya mendukung proyek-proyek yang sedang dikerjakan di Pusong oleh Pemerintah Kota, karena selama ini Pusong adalah kawasan yang kumuh dan identik dengan kemiskinan”. Ujarnya.

Selain pembangunan yang berwujud fisik menurut Safwan, Pemko Lhokseumawe sangat konsisten membangun sarana pendidikan, serta memfasilitasi untuk dibangunnya sarana pendidikan seperti misalnya baru-baru ini pihak Save The Children membangun sebuah gedung Sekolah Dasar (SD) senilai Rp 7 miliar, dan diharapkan SD tersebut menjadi SD percontohan di Aceh. “Ya, kami berharap SD tersebut menjadi SD percontohan di Aceh”. Ujar Safwan.

Selain kemajuan pendidikan, olahraga juga tidak luput dari perhatian Pemerintah Kota Lhokseumawe, salah satu komitmen memajukan olah raga adalah dengan mendukung team K-Liga Aceh untuk berangkat ke Arafura Games, “Kami akan membantu dan mendukung semampu kami”. Ujar Safwan.

Sumber : http://danijurnalis.wordpress.com/2009/10/16/pemko-lhoksemawe-dan-komitmen-membangun-waduk-bebas-banjir-reservoir/

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 05:18 AM
Perbaikan drainase di Kota Lhokseumawe

http://img341.imageshack.us/img341/8798/drainasebebasbanjir14.jpg
http://img90.imageshack.us/img90/2842/viewthumbphp.jpg

Rp. 23 Miliar Dana APBN Digelontorkan

Pase - 27 October 2011

Lhokseumawe | Harian Aceh – Pemko Lhokseumawe sedang membangun drainase kota sepanjang lebih kurang 2.000 meter dengan dana APBN tahun 2011 senilai Rp23 miliar. Parit jalan ini untuk mengantisipasi dampak banjir di kawasan kota.

“Paket drainase Jalan T Hamzah Bendahara sampai ke Pasar Inpres yang sedang dikerjakan ini dananya sekira Rp14 miliar dan paket drainase Jalan Samudra lama sampai simpang rumah kapolres yang akan dikerjakan anggarannya lebih kurang Rp9 miliar,” kata Wali Kota Lhokseumawe Munir Usman didampingi Kadis Pekerjaan Umum T Zahedi saat meninjau pekerjaan drainase Jalan T Hamzah Bendahara, Kamis (27/10).

Anggaran dua paket proyek drainase tersebut, kata T Zahedi alias Pon Di, dari APBN murni tahun 2011 yang ditempatkan dalam DIPA (daftar isian pelaksana anggaran) Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Aceh. “Atas dukungan pak wali kota kita berhasil melobi anggaran tersebut dan sekarang sedang direalisasikan,” kata Pon Di.

Menurut Wali Kota Munir Usman, drainase ini tindaklanjut dari pembangunan waduk Pusong-Keude Aceh. Waduk raksasa tersebut telah dibangun dengan dana bantuan Bak Dunia senilai Rp114 miliar. “Parit jalan ini sangat penting mengingat kota Lhokseumawe lebih rendah 1,5 meter dari permukaan laut. Setelah drainase ini selesai kita akan lihat sejauh mana sudah terantisipasi dampak banjir,” katanya.

Sebelumnya, kata Munir Usman, sudah dibangun drainase Jalan Panglateh dan Jalan Samudra baru yang juga untuk mengantisipasi dampak banjir.

Munir melanjutkan, Dinas Pekerjaan Umum telah membangun Jalan Pase dua jalur sehingga badan jalan tersebut tak lagi sempit. Proyek tersebut dan pelebaran Jalan Merdeka menggunakan dana percepatan infrastruktur daerah (DPID). “Dua paket pekerjaan itu senilai Rp9,5 miliar,” tambah Pon Di.

Jalan antara jembatan masuk dan jembatan ke luar di Cunda, lanjut Pon Di, juga sudah selesai dikerjakan. Sedangkan kelanjutan pembangunan Jalan Simpang Buloh, kata dia, akan dikerjakan dengan dana senilai Rp4,8 miliar. “Jalan lingkar dari Loskala melintasi haris pantai Ujong Blang juga dalam proses perampungan,” katanya.(nsy)

Sumber : http://harian-aceh.com/2011/10/27/rp23-miliar-dana-apbn-digelontorkan

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 05:25 AM
Pembangunan Pasar Kuliner KP3 Lhokseumawe

http://img171.imageshack.us/img171/7782/pengembanganwisata19.jpg
http://img210.imageshack.us/img210/7830/42896082979cea411ae4z.jpg

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 08:16 AM
Gedung Universitas Malikussaleh Lhokseumawe yang baru dibangun di kawasan Reuleut, 20 km arah barat Kota Lhokseumawe

http://imageshack.us/scaled/landing/820/unimal1.jpg
http://img801.imageshack.us/img801/6342/dsc02250d.jpg

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 08:55 AM
Pembangunan Gedung Laboratorium Rekayasa Fakultas Teknik Unimal......

http://img211.imageshack.us/img211/5771/pembangunanunimal252cac.jpg

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 09:07 AM
Pembangunan Tanggul di Pantai Pardede KP3 Lhokseumawe

http://img805.imageshack.us/img805/2483/pardede2.jpg
http://img14.imageshack.us/img14/8489/pardede1.jpg

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 09:25 AM
Unknown Project di Bukit Indah Lhokseumawe......

http://img28.imageshack.us/img28/9563/acehtrafficcomunimal1.jpg

aneuknanggroe
November 14th, 2011, 09:59 AM
Kawasan Pantai Ujong Blang Lhokseumawe Akan Dibangun Ring Road

http://img12.imageshack.us/img12/7619/38491519736965212781809.jpg

Ring Road Alternatif Atasi Kemacetan Kota Lhokseumawe

Pase - 8 December 2011

Lhokseumawe — Jalan “ring road” yang dibangun di sepanjang bibir pantai Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, merupakan salah satu alternatif dalam upaya mengatasi kemacetan arus lalu lintas di kota itu.

Camat Banda Sakti Tarmizi, di Lhokseumawe, Rabu (7/12/20112) mengatakan, selain sebagai jalan alternatif jalan “ring road” dimaksud, yang dimulai dari Desa Ujong Blang hingga melalui beberapa desa yang berada di bibir pantai Selat Melaka itu, sampai ke Desa Pusong sepanjang lebih dari 5 kilometer, dan masih dalam Kecamatan Banda Sakti, juga untuk lebih membuka sektor pariwisata bahari di kawasan itu.

Menurut Tarmizi, kehadiran jalan yang sedang dilakukan penimbunan itu dengan membebaskan lahan warga yang terkena pembangunan jalan, merupakan jalur alternatif terhadap arus lalu lintas. Ia mengatakan, selama ini, terhadap arus kendaraan dari arah barat yang hendak menuju ke pusat Kota Lhokseumawe harus melalui jalan negara Medan-Banda Aceh, sehingga dengan adanya jalan alternatif dimaksud, kendaraan yang hendak menuju ke pusat kota bisa melalui jalan “ring road” tersebut. “Sehingga tidak sampai terjadi kemacetan lalulintas akibat semakin tingginya volume jumlah kendaraan, pada saat jam-jam sibuk. Seperti pada pagi hari atau saat jam pulang kantor,” kata Tarmizi.

Sementara dari segi pengembangan pariwisata bahari, kehadiran jalan itu juga akan sangat membantu. Karena, kata dia, selain jalannya yang lebar bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat rekreasi juga akan ditanami pohon penghijauan disepanjang jalur itu. Warga yang bermukim di sekitar bibir pantai juga bisa lebih mengembangkan usaha kuliner seperti yang dilakukan selama ini, katanya.

Terkait pengembangan pembangunan jalan tersebut, untuk tahap pertama pada tahun 2011, hanya dilakukan pengerasan saja. Selanjutnya pengaspalan akan dilakukan pada tahun anggaran berikutnya. Bahkan, direncanakan, jalan itu akan disambungkan lagi dengan membangun jembatan membelah aliran Sungai Cunda ke jalan nasional melalui Kandang, Kecamatan Muara Dua.

Sementara itu, terkait mata pencaharian penduduk dipinggir pantai yang umumnya berprofesi sebagai nelayan, Tarmizi mengatakan, hal itu akan tetap terpelihara. Namun, nelayan mengharapkan agar dibangun tanggul pemecah ombak dan juga dermaga kecil pada beberapa lokasi. Agar aktivitas nelayan kecil dan pukat darat bisa dapat terus eksis.

Sumber : http://harian-aceh.com/2011/12/08/ring-road-alternatif-atasi-kemacetan-kota-lhokseumawe

aneuknanggroe
November 15th, 2011, 03:17 AM
Kec. Banda Sakti, Pusat Kota Lhokseumawe

http://img255.imageshack.us/img255/4229/41680622192680204121670.jpg

Pembangunan Lhokseumawe Hanya Fokus Dipusat Kota:bash::bash:

Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Pelebaran dibeberapa ruas jalan kota Lhokseumawe terus dikerjakan. Tumbuh pesatnya penduduk yang berada diwilayah Kota Petro dollar ini berdampak pada banyaknya kendaraan bermotor sementara infrastruktur jalan masih sempit dan kurangnya rambu-rambu lalulintas dan lampu penerang jalan sehingga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Menyikapi hal tersebut, Munir Usman selaku Walikota Lhokseumawe telah mengambil tindakan. Dengan memanfaatkan anggaran APBK segala infrastruktur mulai dibangun. Seperti pelebaran jalan Samudera, jalan pasee, jalan disekitar Ujong Blang serta pembangunan tanggul dipinggiran pantai.

Jamalaluddin [36] warga Keude Cunda menyebutkan pelebaran ruas jalan di Kota Lhokseumawe patut kita apresiasikan, tetapi yang kami harapkan agar Bapak Walikota untuk memasang alat penerang jalan dan rambu-rambu lalulintas ketika jalan selesai dibangun “wate lheh jalan rambu-rambu dan lampu beusep, beutertip nak indah” Sarannya.

Namun sangat disayangkan, pembangunan yang dilakukan oleh Walikota Lhokseumawe ini hanya dilakukan dipusat kota, sementara didaerah yang berada tidak jauh dari perkotaan belum terjamah.

Seperti jalan Loskala masih beralaskan tanah liat bukan aspal sehingga apabila turun hujan maka jalan Loskala yang menghubungkan antara Panggoi dan Ulee Jalan akan terjadi banjir dan licin. Belum lagi jalan yang telah ada di jalan-jalan besar menuju medan dan Banda Aceh masih banyak yang berlubang dan belum diperbaiki.

Sumber : http://www.acehtraffic.com/2011/11/pembangunan-lhokseumawe-hanya-fokus.html

aneuknanggroe
November 25th, 2011, 03:44 AM
Perusakan Proyek Pembangunan Gedung Bappeda dan PU Kota Lhokseumawe oleh Satpol PP Pemkab Aceh Utara

http://img821.imageshack.us/img821/4427/30094722867481051212010.jpg
http://img842.imageshack.us/img842/6304/20583922867427717884010.jpg

Pemko Lhokseumawe dan Aceh Utara Abaikan Mendagri

Lhokseumawe. Persoalan aset antara pihak Pemko Lhokseumawe dengan pihak Pemkab Aceh Utara selaku kabupaten induk pasca pemekaran tahun 2001 lalu, sangat ruwet. Buktinya sejak Lhokseumawe menjadi daerah otonom 10 tahun lalu, hingga sekarang penyelesaian aset tak kunjung tuntas.
Kendati Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 028/2529/SJ/2006 tentang Penyerahan Aset, Utang Piutang Kabupaten induk ke Daerah Pemekaran, tampaknya kedua daerah itu tidak menggubris. Buktinya hingga saat ini aset Aceh Utara yang terletak di wilayah Pemko Lhokseumawe belum satupun yang diberi kompensasi.

Aset milik Aceh Utara hampir 80% berada di wilayah Kota Lhokseumawe, baik berupa tanah, gedung perkantoran dari mulai gedung kantor bupati, gedung dewan sampai kantor dinas maupun badan, serta pendopo bupati. Kondisi tersebut diperparah aktivitas pemerintahan Aceh Utara juga masih berpusat di Kota Lhokseumawe, walaupun sudah dimekarkan sejak 10 tahun lalu.

Sementara pihak Pemko Lhokseumawe juga sangat bersemangat membangun infrastruktur terutama perkantoran, namun tidak memiliki lahan sendiri. Alhasil sebagian kantor didirikan di atas tanah milik Pemkab Aceh Utara yang belum ada pelapasan hak apalagi kompensasi.

Kondisi ini menyebabkan kedua pemerintahan selalu bersitegang menyikapi soal aset tersebut.
Sementara itu Pansus Aset DPRK Aceh Utara diketuai Tgk Azhari, Selasa (22/11) menemui Kepala Bidang Bina Aset Administrasi Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr Cucu Hidayat. Saat itu pihak Kementerian Dalam Negeri terkejut, karena SE perihal aset tersebut sudah diberikan kepada kedua pemerintahan sejak lima tahun yang lalu.

“Aneh, kok hingga sekarang masalah penyelesaian aset antara Pemko Lhokseumawe dan Pemkab Aceh Utara belum tuntas,” kata Tgk Azhari menirukan ucapan Dr Cucu Hidayat.
Namun Tgk Azhari masih optimis konflik masalah aset itu segera berakhir. “Soalnya pihak Kementerian Dalam Negeri serius untuk memfasilitasinya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Aceh Utara, Drs Iskandar Nasri, ketika ditemui terpisah mengakui aset Aceh Utara di Lhokseumawe masih cukup banyak. “Hampir 80% terletak di Lhokseumawe, namun sejauh ini belum ada penyerahan,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, aset yang diberikan ke Pemko Lhokseumawe yang bersifat fasilitas umum atau aset yang dipisahkan seperti reklamasi pusong, sedangkan yang lainnya berupa gedung-gedung perkantoran sifatnya harus ada kompensasi.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/11/23/67894/pemko_lhokseumawe_dan_aceh_utara_abaikan_mendagri/#.TtWndGOkeiU

LHOKSEUMAWE VS ACEH UTARA

aneuknanggroe
November 25th, 2011, 04:08 AM
Hotel Lido Graha Lhokseumawe yang baru direnovasi

http://img11.imageshack.us/img11/8065/33511619741007713841125.jpg

anja sadiqa
November 25th, 2011, 04:27 AM
banyak juga yah progres pembangunan di Lhokseumawe, bagaimana dengan pembangunan jalan dan jembatan di lintas medan itu udah selesai, kemaren liat waktu pulang dari langsa lagi dikerjakan.

aneuknanggroe
November 25th, 2011, 04:58 AM
banyak juga yah progres pembangunan di Lhokseumawe, bagaimana dengan pembangunan jalan dan jembatan di lintas medan itu udah selesai, kemaren liat waktu pulang dari langsa lagi dikerjakan.

Lumayan banyak sih. Tapi saya agak malu jg mau ambil picnya, ntar disangkain macam orang gak da kerjaan saja ambil poto proyek yang sedang dibangun hehehe....... Makanya sementara cari pic dan informasi yang dari internet dulu.....

Klo jembatan yang di lintas Banda Aceh Medan sebagian udah hampir selesai, tinggal tahap finishing saja. Thanx ya dah join di sini......

David-80
November 25th, 2011, 11:32 AM
Tolong forumer lhokseumawe, di beri Link ketika memposting berita. dan tolong diperhatikan cara yang benar dalam memposting berita

http://www.skyscrapercity.com/announ...hp?f=402&a=802

Jika postingan berita tidak di berikan link, thread Lhokseumawe akan kami closed sementara dan forumer yang mem postingkan berita tanpa link berita akan kami beri warning.

Cheers

aneuknanggroe
November 30th, 2011, 04:53 AM
Tolong forumer lhokseumawe, di beri Link ketika memposting berita. dan tolong diperhatikan cara yang benar dalam memposting berita

http://www.skyscrapercity.com/announ...hp?f=402&a=802

Jika postingan berita tidak di berikan link, thread Lhokseumawe akan kami closed sementara dan forumer yang mem postingkan berita tanpa link berita akan kami beri warning.

Cheers


Thanx atas atensinya. Btw, semua berita sudah saya tulis link nya sesuai arahan admin. :wave:

aneuknanggroe
November 30th, 2011, 05:23 AM
Politeknik Negeri Lhokseumawe, salah 1 Kampus Negeri yang terus dipacu infrastrukturnya

http://img22.imageshack.us/img22/4023/09072012190.jpg

aneuknanggroe
November 30th, 2011, 09:51 AM
Sekolah Yayasan Sukma Bangsa yang baru dibangun di Kawasan Panggoi, Lhokseumawe

http://img812.imageshack.us/img812/8800/banner1nc.jpg

aneuknanggroe
December 5th, 2011, 05:09 AM
Gedung KKP Pratama Lhokseumawe yang baru di Kutablang, Lhokseumawe

http://img255.imageshack.us/img255/3926/kantorpajak.jpg

aneuknanggroe
December 12th, 2011, 09:55 AM
LHOKSEUMAWE, KOTA TERBAIK DALAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Mentri Komunikasi dan informasi Tifatul sembiring memberikan penghargaan (ICT PURA) kepada propinsi / kabupaten kota dinilai berhasil mengembangkan Informasi teknologi dan Infromasi. Salah satunya Pemerintah kota Lhokseumawe, meraih peringkat ke 2 setelah kota Banda Aceh. Penghargaan diraih pemko Lhokseumawe, terlihat dalam tingkat kesiapan daerah tersebut dalam memasuki era komunitas digital. Dimana dalam penyajian tidak hanya bedasarkan data elektonik, namun berisi pula informasi seperti, tingkat literasi masyarakat, profil tata kelola/manajemen TIK.

Tifatul Sembiring dalam pemberian penghargaan ICT PURA mengatakan, Propinsi, kabupaten/kota salah satunya kota Lhokseumawe, mampu melakukan pemetaan secara berkesinambungan terkait kesiapan, kapabilitas dan dampak ditimbulkan dengan adanya tekhnologi ICT.

Dari hasil pemetaan akan diperoleh tidak saja angka indeks mencerminkan tingkat kesiapan daerah tersebut dalam memasuki era komunitas digital, namun berisi pula informasi seperti, tingkat literasi masyarakat, profil tata kelola/manajemen TIK, kesiapan sumber daya dan infrastruktur teknologi, tingkat kontribusi dan manfaat TIK bagi daerah, keselarasan antara strategi pemerintah pusat dan daerah, dan lain sebagainya. Hal tersebut disampikannya saat memberikan sambutan pada acara penyerahan pengharaan kepada propinsi/kabupaten kota seluruh Indoensia yang berhasil masuk ke dalam pemeringkatan TIK seluruh indoensia di kota Surabaya (5/11).

Sementara itu Walikota Lhokseumawe Munir Usman usai menerima penghargaan tersebut mengatakan, keberhasilan dicapai harus dijadikan motivasi bagi pemerintah kota lebih fokus dalam program Pengembangan teknologi. Khususnya lagi pengembangan teknologi ke desa-desa terutama menyangkut database kependudukan, geografis dan lainnya. Dengan salah satunya melalui pengembangan Indonesia Tersambung. Terlebih saat ini strategi pembangunan di Indonesia berbasis otonomi daerah, memasuki era komunitas digital dimana masing-masing daerah (kabupaten/kota) dituntut kesiapannya mengahadapi era kemajuan yang harus dilalui.

Disamping ituMunir Usman meminta jajarannya untuk terus menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi, tingkat kontribusi dan manfaat TIK bagi daerah yang dimulai 2012 hingga 2015. Begitu pula dengan keselarasan antara strategi pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan program tersebut.

Rektor universitas Malikussaleh (Unimal) Afridar SE,Msi mengatakan, kalangan kampus di Aceh selayaknya mendukung program era digital terus berkembang selama ini. Seperti halnya kemajuan diraih pemerintah kota dalam pengembangan (TIK). Dampak dari perkembangan era digital itu, mau tidak mau suka tidak suka untuk bisa maju, semua pihak harus siap menghadapi perubahan era data base elektronik.

Rektor Unimal tersebut, juga meminta pemerintah pusat mendukung penuh penyediaan sarana teknologi infomasi dan komunikasi, seperti penyediaan jaringan teknologi berbasis internet ke seluruh wilayah Aceh, termasuk ke pelosok desa. Pemerintah pusat diminta khususnya penyedia layanan jaringan tersebut seperti PT. Telkom dan perusahaan penyediaan layanan lainnya tidak mencari alasan bahwa kondisi pedalaman Aceh sukar dijangkau, hanya karena alasan geografis, seperti kepulauan, dan pengunungan.

Dimasa mendatang lanjut Afridar, kemajuan suatu daerah sangat ditentunkan dari pengembangan TIK nya, karena dunia pendidikan, kesehatan, keuangan dan dunia informasi menggunakan era digital.

Pada gelombang pertama ini, sebanyak 165 kota/ kabupaten (5 daerah dari masing-masing provinsi) terpilih untuk dipetakan secara bersama-sama – khusus yang memperoleh indeks tertinggi pada kategori yang ditetapkan, Kementrian Komunikasi dan Informatika memberikan apresiasi dalam bentuk Penghargaan ICT Pura. Ada tiga kategori Penghargaan ICT Pura yang telah ditetapkan, yaitu: Utama, Madya, dan Mula. Untuk tahun 2011, ada 9 Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan untuk masing-masing kategori, dengan total 27 Kabupaten/Kota. Selebihnya akan dilakukan pemetaan pada gelombang berikutnya.(Firdaus/Humas)

Sumber : http://www.lhokseumawekota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=199:lhokseumawe-kota-terbaik-dalam-teknologi-informasi-dan-komunikasi&catid=71:beritalhokseumawe

aneuknanggroe
December 13th, 2011, 09:24 AM
Salah 1 lahan sengketa antara Pemko Lhokseumawe vs Pemkab Aceh Utara

http://img805.imageshack.us/img805/3199/jalansman2belumteraspal.jpg

aneuknanggroe
December 19th, 2011, 09:57 AM
Pembangunan Pintu Air Reservoir Pusong Lhokseumawe

http://img607.imageshack.us/img607/9161/reservoirbantuanbankdun.jpg

2012 Lhokseumawe Bebas Banjir

Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Kota Lhokseumawe pada tahun 2012 akan menjadi kota yang bebas banjir dan masyarakat pun akan merasakan nyaman tanpa adanya air yang mengenangi di kota Lhokseumawe. Minggu [18/12].

Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Kebersihan dan Sanitasi BLHK Kota Lhokseumawe kepada reporter www.acehtraffic.com (http://www.acehtraffic.com), beliau mengatakan “Insyaallah di tahun 2012 kita usahakan Kota Lhokseumawe akan terbebas dari banjir’. Ujar Marsidan.

Beliau juga menambahkan “Banjir yang terjadi saat ini di Kota Lhokseumawe hanya untuk sementara saja, karena juga sudah ada saluran induk untuk mengaliri air sehingga nantinya air tersebut dapat mengalir dengan cepat dan tidak akan tergenang lagi”. Tambahnya.

Marsidan juga mengatakan, faktor utama terjadinya banjir karena lautan lebih tinggi daripada daratan dan kita membutuhkan saluruan induk yang langsung tembus ke Blang rayek, sehingga dapat menghidari banjir di Kota Lhokseumawe.

Beliau juga berpesan kepada masyarakat agar berperan untuk bekerjasama dengan BLHK untuk mengatasi masalah ini dan masyarakat juga jangan membuang sampah sembarangan karena sampah itu juga dapat menyebabkan banjir.

“Pesan kami dari BLHK agar masyarakat sama-sama membersihkan Kota Lhokseumawe agar kota ini menjadi Indah dan masyarakat pun sehat”. Ujarnya.

Sumber : http://www.acehtraffic.com/2011/12/2012-lhokseumawe-bebas-banjir.html

aneuknanggroe
December 20th, 2011, 04:19 AM
Bank Mandiri Lhokseumawe di Jln. Merdeka

http://img407.imageshack.us/img407/4752/bankmandiri1.jpg

Perbankan Syariah di Lhokseumawe Semakin Berkembang:cheers:

LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Perbankan yang berbasis syariah di wilayah Bank Indonesia Lhokseumawe, Provinsi Aceh, semakin berkembang. Hal itu disebabkan oleh animo masyarakat yang mengunakan jasa jenis perbankan tersebut semakin banyak.

Kepala Bank Indonesia wilayah Lhokseumawe Zulfan Nukman mengatakan hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat dalam mengunakan produk jasa perbankan yang ditawarkan oleh bank syariah.

Baik dari segi penghimpunan dana dari masyarakat maupun pembiyayaan yang ditawarkan oleh pihak perbankan kepada masyarakat. Bahkan, dari segi pembiyayaan yang dilakukan oleh perbankan Syariah di wilayahnya, Zulfan mengatakan, sudah mencapai 30 Persen. Peningkatan persentase tersebut, sesuai dengan target yang ditentukan oleh BI Lhokseumawe.

"Sehingga, hal itu sebagai suatu indikator semakin berkembangnya jenis perbankan dimaksud dalam wilayah BI Lhokseumawe," ujar Zulfan di Lhokseumawe, Kamis 8 Desember 2011.

Lanjutnya, semakin berkembangnya masyarakat yang mengunakan produk jasa perbankan yang berbasis syariah, mungkin disebabkan oleh faktor sugesti masyarakat yang agamis.

Sehingga merasa lebih aman dan nyaman bila menyimpan atau mengunakan jasa perbankan syariah. Sementara jasa perbankan konvensional juga tidak mengalami penurunan pertumbuhannya. Pada beberapa segi, masyarakat juga masih mengunakan jasa perbankan konvensional, ujarnya.

Terhadap perkembangan kegiatan usaha perbankan syariah, secara keseluruhannya asset yang dimiliki oleh perbankan syariah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya (dalam jutaan Rupiah). Untuk tahun 2009 total asset yang dimiliki Rp 331.093, tahun 2010 Rp 555.651 dan tahun 2011 sebesar Rp 796.826.

Sedangkan dana pihak ketiga dari jenis perbankan syariah, jenis deposito sebanyak Rp264.401 pada tahun 2010 menjadi Rp 308.987 pada tahun 2011. Sementara pembiayayaan yang diberikan pada tahun 2010 Rp 484.046 menjadi Rp 734.115 pada tahun 2011.

Sementara mengenai perkembangan kegiatan bank konvensional, total asset yang dimiliki Rp 9.697.563 pada tahun 2010 menjadi Rp 10.176.380 pada tahun 2011. Sedangkan dana pihak ketiga pada tahun 2010 Rp 4.943.186 menjadi 10.176.380 pada tahun 2011.

Untuk kredit yang diberikan kepada masyarakat oleh bank konvensional dari Rp 7.442.814 menjadi Rp 8.115.722 pada tahun 2011, tutur Zulfan.

Sumber : http://eksposnews.com/view/9/29454/Perbankan-Syariah-di-Aceh-Semakin-Berkembang.html

Bungong kaye
December 20th, 2011, 08:53 AM
ni dimana bro AN ?

http://img94.imageshack.us/img94/9793/foto1440.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/94/foto1440.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

aneuknanggroe
December 20th, 2011, 09:18 AM
ni dimana bro AN ?

Tu pic kawasan Simpang 4 Mesjid Baiturrahman Lhokseumawe, klo belok kiri arah jalan darussalam yang tembus ke kawasan Pantai Ujong Blang, sedangkan belok kanan ke arah Jalan Pase dan Stadion Tunas Bangsa...:cheers::cheers:

http://img824.imageshack.us/img824/5973/56758957.jpg
http://img819.imageshack.us/img819/7070/56758746.jpg

aneuknanggroe
December 22nd, 2011, 03:24 AM
http://img9.imageshack.us/img9/2616/arun1.jpg

Revitalisasi Arun, Pertamina Siapkan Rp3,38 T

Jika Arun sudah beroperasi, PLN dapat menghemat US$266 juta karena tidak pakai diesel.

VIVAnews - PT Pertamina (Persero) menyiapkan investasi senilai US$374 juta atau sekitar Rp3,38 triliun untuk revitalisasi fasilitas LNG Arun di Lhokseumawe, Aceh Utara, secara terintegrasi. Ini menyusul berakhirnya kontrak LNG Arun kepada konsumennya pada 2014.

"Kami ubah regasifikasi Arun yang biasanya dari gas ke LNG menjadi LNG ke gas," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Mochamad Harun di Jakarta, Kamis 17 November 2011.

Investasi sebesar US$374 juta ini terdiri dari investasi konversi fasilitas LNG Arun senilai US$73 juta dengan total kapasitas gas sebanyak 320 juta kaki kubik per hari (MMscfd) dan pembangunan pipa sepanjang 350 kilometer dengan investasi US$301 juta untuk mengalirkan gas dari Arun ke Belawan sebanyak 120 MMscfd.

Harun menjelaskan tujuan dari proyek revitalisasi Arun adalah untuk menunjang kelangsungan pembangunan Aceh dengan menghidupkan kembali industri yang telah mati suri, seperti PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), PT Kertas Kraft Aceh (KKA), dan menjaga kinerja PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

"Revitalisasi Arun juga bisa dimanfaatkan menjadi infrastruktur penyedia gas bagi PLN dan industri di Medan dan sekitarnya," katanya.

Jika revitalisasi Arun terlaksana, dampak positifnya antara lain kapasitas produksi Urea PT PIM bisa mencapai 1,2 juta ton dengan terpenuhinya kebutuhan gas 110 MMscfd, kapasitas produksi urea AAF mencapai 730 ribu ton dengan kebutuhan gas 60 MMscfd.

Selain itu kapasitas produksi KKA dapat mencapai 135 ribu ton per tahun dengan pasokan gas 15 MMscfd, pembangkit listrik berkapasitas 3x20 Mw milik pemerintah Aceh dapat diaktifkan dengan pasokan gas sebesar 22,5 MMscfd dan membuka lapangan kerja langsung sebanyak 4.357 orang.

Dengan regasifikasi Arun ini, pemerintah berpotensi mendapatan penerimaan senilai US$13,55 juta per tahun dan juga memperoleh dividen dari laba pertamina dari kegiatan di Arun.

Untuk pembangunan pipanya sendiri, lanjut Harun, akan dimulai pada Januari 2012 dengan pengerjaan konstruksi pada Juli 2012 sehingga diharapkan pada Desember 2013 sudah bisa beroperasi. Selama menunggu pasokan gas dari Arun, PLN serta industri di Medan bisa memanfaatkan power generator ex kilang Arun.

"Jika Arun sudah beroperasi maka PLN dapat menghemat hingga US$266 juta per tahun dibandingkan menggunakan diesel," ujarnya.(np)

Sumber : http://www.pim.co.id/database/news/show.html?id=232

aneuknanggroe
December 22nd, 2011, 03:58 AM
http://static.panoramio.com/photos/original/20575648.jpg

PLN Lhokseumawe Miliki Kemampuan Pembangkit 92 MW

LHOKSEUMAWE : Sejak enam bulan terakhir PT PLN (Persero) Cabang Lhokseumawe tidak lagi 100 persen menerima pasokan listrik dari Sumatra Utara, karena daya yang tersedia di daerah itu mencapai 92 megawatt (MW).

“Kami sejak enam bulan terakhir, tidak lagi sepenuhnya menirima pasokan arus listrik dari Sumut. Terutama saat-saat beban puncak,” ungkap Manajer PLN Cabang Lhokseumawe, Defiar Anis, pada sosialisasi penggunaan listrik prabayar kepada wartawan, di Cekmad Cafee, Jumat, 15 Juli 2011.

Dari 92 MW yang dimiliki PT PLN Lhokseumawe, masing-masing 30 MW di Bayu, Kota Lhokseumawe, 20 MW di Cot Trung, Kabupaten Aceh Utara, 12 MW di Takengon dan 30 MW Peusangan, Bireuen, masih dalam tahap pemasangan, rinci Manajer PLN Lhokseumawe itu.

Defiar menambahkan, empat musuh PLN yang menjadi pekerjaan rumah (PR) sejak ia bertugas di PLN Cabang Lhokseumawe sudah dapat ditanggulangi.”Dengan memliki 62 MW yang sudah beroperasi sekitar 60 persen pemadaman PLN sudah dapat diatasi, walaupun belum memuaskan,” katanya.

Jelas Defiar, yang dimaksud empat musuh PLN, yaitu daya, daftar tunggu yang panjang, gangguan jaringan. “ Dua dari empat gangguan dimaksud telah teratasi, yakni daya dan daftar tunggu yang panjang Kita ada program 1juta sambungan. Sedangkan dua lagi masing-masing gangguan travo dan gangguan jaringan kita terus berusaha,” paparnya.

PT PLN yang membawahi, Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah, beberapa tahun silam sangat besar imbas akibat penumbangan tower di kawasan Aceh Timur. Sehingga tahun 2011 lima kabupaten/kota itu gelap total. “Waktu saya masih di Riau, PLN Lhokseumawe pernah mengalami gelap total selama sebulan penuh,” tandasnya.

Sumber : http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/07/pln-lhokseumawe-miliki-kemampuan-pembangkit-92-mw/

aneuknanggroe
December 23rd, 2011, 04:31 AM
Kompleks TNI AU Dilirik Jadi Taman Kota

MedanBisnis – Lhokseumawe. Kawasan Kompleks TNI Angkatan Udara (AU) di Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe dianggap cocok dijadikan taman kota. Pasalnya, letaknya di daerah perbukitan dan masih terdapat banyak lahan kosong sehingga bisa dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi baru.
Hal tersebut dikatakan Walikota Lhokseumawe, H Munir Usman saat bertemu Komandan Satradar 231 Buket Rata, Mayor Pnb Enggal Laksono usai shalat Jumat di Masjid At Taqwa.

“Lahan kosong yang masih luas di areal kompleks TNI AU sangat cocok dijadikan taman kota, apalagi pohon-pohon hutan masih sangat asri tumbuh. Kalau bisa dimanfaatkan untuk dijadikan taman kota, Pemko Lhokseumawe siap memberikan dukungan,” kata Munir, Jumat (3/6).

Dia mentatakan, jika hal ini disepakati, segera saja dibuat master plan-nya, sehingga kawasan itu jadi indah dan menarik untuk dikunjungi.

“Bila perlu dibuat juga pusat kuliner, terutama berbagai macam makanan khas Indonesia, sehingga siapa saja yang berkunjung bisa menikmatinya,” ujarnya.

Dikatakan Munir Usman, kawasan itu juga bisa dijadikan sarana olah raga dan dibuka akses jalan yang bisa digunakan untuk jogging.

“Akses jalan bisa dibuat berkelok, dan ada sarana olah raga lain seperti bola voli, tenis lapangan, basket dan bila perlu lapangan sepak bola, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya untuk tempat rekreasi sembari olah raga,” gagasnya.

Dan sepertinya, keinginan walikota tersebut mendapat sambutan positif Komandan Satradar 231 Mayor Pnb Enggal Laksono. Dia mengatakan, areal TNI AU Satradar 231 Buket Rata masih cukup luas, ada sekitar 85 hektare.

“Bahkan sebagian lahan menuju kompleks sudah mulai dibersihkan untuk dibuat taman bermain. Tapi kalau Bapak Walikota menginginkan agar kawasan yang masih kosong itu dijadikan hutan kota sekaligus menjadi taman kota, sangat bagus, sekaligus menambah keindahan Kota Lhokseumawe,” katanya.

Apalagi, tambah Enggal, letak area TNI AU di perbukitan, sehingga menambah keindahan panorama. “Bahkan Lhokseumawe bisa tampak indah dipandang dari bukit-bukit itu,” imbuhnya.

Melihat sambutan positif Komandan Satradar 231 Bukte Rata, walikota berharap master plan segera disiapkan. “Sehingga kita bisa melihat satu persatu kebutuhan, misalnya apakah didahulukan melakukan reboisasi atau membuat jalan. Saya kira kalau itu bisa terwujud, dapat membantu masyarakat di sekitar lingkungan itu untuk berusaha meningkatkan taraf hidupnya sendiri,” paparnya.

Usai melakukan shalat Jumat, walikota diajak berkeliling meninjau kemampuan radar milik TNI AU di Buket Rata, sambil melihat potensi kawasan yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi hutan kota sekaligus taman kota.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/06/04/37838/kompleks_tni_au_dilirik_jadi_taman_kota/#.TvP1oRfvrG4

aneuknanggroe
December 23rd, 2011, 08:42 AM
http://img255.imageshack.us/img255/5715/betor.jpg

Betor Harus Jadi Ikon Wisata Lhokseumawe

MedanBisnis – Lhokseumawe. Kesemrawutan beca bermotor (betor) di pusat Kota Lhokseumawe sudah menjadi pemandangan biasa, bahkan tak jarang mengganggu ketertiban lalulintas. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi Danrem 011 Lilawangsa, Kol Inf Deni K Irawan, yang akhirnya mencanangkan kampanye tertib betor, sekaligus berharap betor bisa menjadi ikon wisata.
Betapa tidak, di kota dengan jumlah penduduk sekitar 180.000 jiwa itu, ada sekitar 4.000 unit betor yang beroperasi. Tak ayal keberadaannya jika tidak ditertibkan bias mengganggu lalulintas, apalagi jika pengemudi betor saling berlomba memburu penumpangnya.

“Oleh karena itu, lewat wadah Organisasi Beca Mesin Kota Lhokseumawe (Orbekal) sudah ada tempat bagi pemilik beca untuk dibina dan menghargai rambu-rambu lalulintas, jangan sampai pengemudi “buta warna”. Soalnya masih banyak pengguna jalan yang menerobos lampu merah, padahal itu sangat membahayakan,” katanya kepada MedanBisnis, Rabu (27/7) di sela acara pelantikan pengurus Orbekal di gedung KNPI Aceh Utara.

Di samping itu, tambahnya, beca di Lhokseumawe harus jadi ikon turisme. “Paling tidak menjadi daya tarik bagi turis domestik maupun mancanegara yang datang ke Lhokseumawe. Sehingga pengunjung luar kota akan cerita tentang enaknya naik beca bermotor di Lhokseumawe, pengemudinya ramah dan santun,” paparnya.

Sementara Ketua Orbekal, Bukhari Ahmad mengatakan, jumlah betor yang beroperasi di Lhokseumawe mencapai 4.000 unit, sedangkan yang terdaftar di Orbekal baru 1.600 unit. “Kami mengimbau pemilik beca yang belum terdaftar sebagai anggota Orbekal, segera mendaftar, karena anggota akan didata dan ditertibkan terutama bagi yang tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan,” ucapnya.

Pelantikan pengurus Oberkal dihadiri Walikota Lhokseumawe H Munir Usman, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Inf Wakhyono, Kapolres Lhokseumawe diwakili Kasatlantas, Danlanal Lhokseumawe serta Satradar Lhokseumawe.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/07/28/47532/betor_harus_jadi_ikon_wisata_lhokseumawe/#.TvP37xfvrG4

ceudah
December 23rd, 2011, 05:28 PM
^^ setuju jika dijadikan ikon wisata, selama ongkosnya gk suka2 bang becak...:D

aneuknanggroe
December 23rd, 2011, 05:47 PM
^^ setuju jika dijadikan ikon wisata, selama ongkosnya gk suka2 bang becak...:D

Wkwkwkwk...:D

aneuknanggroe
December 24th, 2011, 01:55 PM
Gedung SMUN 1 Lhokseumawe yang sedang direhab

http://img845.imageshack.us/img845/4776/40121921136979812275855.jpg

aneuknanggroe
December 25th, 2011, 04:25 AM
Kilang PIM II di Krueng Geukueh, 15 km arah barat Lhokseumawe

http://img248.imageshack.us/img248/4999/pimmalam.jpg

Produksi PIM Diperkirakan 500.000 Ton

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - PT Pupuk Iskandar Muda (Persero) memperkirakan, total produksi urea pada tahun 2011 sebanyak 500.000 ton. Hal ini disebabkan minimnya pasokan gas yang diperoleh.
Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Mashudianto, Kamis (1/12/2011, menyampaikan hal itu saat dihubungi dari Lhokseumawe, Aceh.
Prognosa tahun 2011 total produksi urea sekitar 500.000 ton, karena pasokan gas terbatas (7 kargo setara LNG). "Tahun 2012, apabila pasokan gas mendapat 10 kargo LNG, produksi urea sekitar 800.000 ton," ujarnya.
Padahal kapasitas produksi PIM unit 1 dan 2 masing-masing sebesar 570.000 ton urea, atau total kapasitas 1,14 juta ton. Ini berarti realisasi produksi urea perseroan itu, masih kurang dari kapasitas terpasang mesin produksi.
Menurut Mashudianto, pabrik PIM unit 1 dan 2 baru terpenuhi pasokan gasnya dari Arun sebanyak 110 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada September lalu. Ini berarti pasokan gas itu tidak terlalu berpengaruh terhadap pencapaian produksi tahun ini.
Rencananya, perseroan itu akan meningkatkan kapasitas produksi. Caranya, dengan menghidupkan kembali mesin produksi pupuk PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) yang berdekatan dengan pabrik PIM di Lhokseumawe. Pabrik AAF akan beralih menjadi PIM unit 3.
Hal itu akan dilakukan jika mendapat tambahan pasokan gas dari regasifikasi Arun menjadi terminal penerima gas. Dengan penambahan kapasitas produksi dari revitalisasi PT AAF, kebutuhan gas meningkat menjadi 160 MMSCFD.Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/12/01/21505241/Produksi.PIM.Diperkirakan.500.000.Ton

aneuknanggroe
December 25th, 2011, 04:31 AM
Progress Pembangunan Gedung SMP Berlantai 3 di Kawasan Darussalam Lhokseumawe

http://img585.imageshack.us/img585/331/39521221136898210231448.jpg

aneuknanggroe
December 25th, 2011, 07:40 AM
Wisata Kuliner Krueng Cunda di Komplek Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe sudah Tahap Finishing

http://img545.imageshack.us/img545/9834/kuliner.jpg

aneuknanggroe
December 25th, 2011, 08:05 AM
http://3.bp.blogspot.com/_6JHp6vlqHgE/TPBvsOTfHJI/AAAAAAAAAaM/kFsWhMeohHE/s1600/bangun+jalan+simpang+tujuh.jpg

Pemko Lhokseumawe Bangun Simpang Tujuh

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, kini sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Banda Sakti, sebagai Ibukota Lhokseumawe. Betapa tidak, kini pelebaran jalan juga dibangun yang disertai dengan saluran pembuang.

Tidak hanya itu, pihak pelaksana proyek juga saat ini sedang mengerjakan pelebaran persimpangan jalan Kuta Blang. Dimana, persimpangan jalan tersebut akan dijadikan sebagai simpang tujuh yang berdekatan dengan tugu Selamat Datang di Kota Lhokseumawe.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lhokseumawe, Ir. T. Zahadi, MT, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, via telepon selulernya, kemarin, terkait pembangunan simpang tujuh tersebut tidak berhasil dihubungi. Meskipun sudah dicoba berulang kali tapi hand phonenya tidak aktif alias berada diluar jangkauan.

Namun, wartawan koran ini mencoba menghubungi Camat Banda Sakti, M. Irsyadi, S.Sos, mengatakan, informasi yang diterima pihaknya di Simpang Kuta Blang itu akan dibangun simpang tujuh. “Jadi dengan adanya simpang tujuh nantinya, maka akan memperindah Kota Lhokseumawe dan memperlancar mobilitas penduduk,”ujarnya.

Sebut dia, dilokasi tersebut juga akan dibangun tugu simpang tujuh oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Hal itu, dilakukan agar jalur transportasi masyarakat lebih mudah dan lancar menuju ke pusat Kota Lhokseumawe dan keluar masuk ke Lhokseumawe.

Sumber : http://atjehgeutanyoe.blogspot.com/2010_11_01_archive.html

aneuknanggroe
December 25th, 2011, 08:12 AM
Jalur KA di Lhokseumawe Harus Dipindahkan

MedanBisnis – Lhokseumawe. Anggaran bernilai puluhan miliar rupiah yang telah dikucurkan PT Kereta Api (KA) untuk pembangunan jalur KA melewati wilayah Lhokseumawe terancam mubazir, karena pihak Pemko Lhokseumawe sudah tegas mengatakan jalur lama segera dipindahkan karena berada di kawasan padat penduduk.
Padahal, jalur yang menghubungkan Sumut – Aceh ini tengah gencar dikerjakandan jalur lama kembali dibangun. Terlihat dari material bangunan seperti landasan rel, besi rel dan kerikil yang ada di lokasi tersebut. Bahkan peron di beberapa tempat sudah selesai dibangun.

Namun di kiri kanan sepanjang jalur itu sudah padat penduduk, yang membuatnya tidak efektif lagi sebagai kawasan transportasi.

Menyikapi masalah itu, Pemko Lhokseumawe telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Propinsi Aceh dan konsultan PT KA. Hasil keputusan rapat, Pemko minta agar jalur kereta api yang melewati wilayah Lhokseumawe segera dipindah.

“Kita minta agar jalur kereta api yang melewati wilayah Pemko Lhokseumawe segera dipindahkan, karena hampir sepanjang jalur sekarang sudah padat penduduk. Hal itu akan sangat membahayakan,” kata Sekdako Lhokseumawe, Drs H Arifin Abdullah kepada MedanBisnis, Rabu (28/9) di Lhokseumawe.

Pihak Pemko mengusulkan jalur yang dipindah mulai dari perbatasan Aceh Utara dengan Lhokseumawe. “Paling bagus dimulai dari jalan elak yang selama ini dijadikan jalan alternatif. Kawasan itu sangat tepat, karena sepanjang jalan itu masih belum ada penduduk,” sebutnya.

Pihak PT KA melalui konsultan yang datang langsung dari Bandung, memahami permintaan Pemko. “Pihak PT Kereta Api memahami apa yang menjadi permintaan Pemko, dan dikatakan akan dilakukan survei terlebih dahulu,” kata Arifin.

Terkait puluhan miliar rupiah anggaran yang telah dikucurkan untuk membangun jalur baru, dikatakan Arifin Abdullah hal itu menjadi tanggungjawab PT KA.

“Secara teknis kita tidak tahu bagaimana, apakah rel yang sudah dipasang akan dibongkar, begitu juga landasan rel dan berbagai material lainnya. Walaupun di Lhokseumawe rel yang telah siap dan sedang dibangun sudah tergolong panjang, tapi tidak mungkin menerobos di sela-sela padat penduduk. Makanya kita tetap minta agar dipindahkan dan mencari jalur baru,” jelasnya.

Di wilayah Aceh Utara, selain jalur yang sudah banyak selesai dikerjakan, jembatan KA juga sudah berdiri kokoh seperti di Desa Bungkaih, Kecamatan Muara Batu. Sedangkan peron atau stasiun KA juga sudah selesai dikerjakan di Desa Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu dan di Krueng Geukeuh, Kecamatan Dewantara.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/09/29/57648/jalur_ka_di_lhokseumawe_harus_dipindahkan/#.TvQD0BfvrG5

aneuknanggroe
December 25th, 2011, 03:03 PM
Pembangunan 2 Jalur di Jalan Pase Lhokseumawe Sudah Memasuki Tahap Finishing

http://img21.imageshack.us/img21/3342/39725020718512150841777.jpg

Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mengupayakan menumbuh kembangkan pusat-pusat dagang baru di dalam dan luar Kota Lhokseumawe dengan cara membuka ruas jalan baru serta memperbaiki infrastruktur jalan yang ada.:cheers:

aneuknanggroe
December 26th, 2011, 03:37 AM
Stasiun Kereta Api Krueng Geukueh yang baru dibangun

http://img832.imageshack.us/img832/2438/1353439765341473293.jpg

aneuknanggroe
December 26th, 2011, 04:17 AM
Pariwisata Ujong Blang akan Dibangun Water Boom

Lhokseumawe | Harian Aceh – Pemko Lhokseumawe mengusulkan anggaran dana senilai Rp2,8 miliar untuk pembangunan pariwisata bahari Pantai Ujong Blang. Direncanakan program itu akan dilaksanakan pada tahun 2012 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA), meliputi pembangunan sarana infrastruktur olahraga, parkir, kolam renang, dan water boom berkapasitas mini di areal sekitar.

Hal ini telah disepakati dalam Musrembang, kata Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Kota Lhokseumawe, Mizwar Ibrahim kepada Harian Aceh.

Dia melanjutkan, pihaknya meyakini program pengembangan wisata bahari tersebut sangat layak terwujud, karena berada dilokasi yang begitu strategis dengan setiap saat ramai dipadati pengunjung. Terlebih lagi, Pemko telah melakukan pembebasan lahan milik warga Hagu Barat Laut, ujarnya.

Tahap awal, tanah yang akan dijadikan lokasi wisata itu mencapai 1 hektar areal, bertempat di Gampong Hagu Barat Laut. Kalau ini bisa terlaksana, tentu PAD akan meningkat dan menyerap lapangan kerja dari kalangan warga pesisir.

Sumber : http://harian-aceh.com/2011/09/08/pariwisata-ujong-blang-akan-dibangun-water-boom

aneuknanggroe
December 26th, 2011, 08:17 AM
http://v-images2.antarafoto.com/gps/1309528219/pengembangan-wisata-19.jpg

4 pasar di Lhokseumawe Selesai Akhir 2011

LHOKSEUMAWE: Sebanyak empat unit pasar rakyat dalam wilayah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, direncanakan akan rampung akhir 2011.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Lhokseumawe Muhammad Ridha mengatakan pasar itu nantinya direncanakan untuk merelokasikan para pedagang, baik penjual kerajinan, kuliner dan maupun pedagang tradisional lainnya.
Di antaranya pasar kuliner di lokasi KP3 dan depan Stadion Tunas Bangsa yang sebelumnya berada di jalan Sukaramai pusat kota dan juga pedagang makanan dan minuman di sekitar reklamasi Pusong.
Sementara di Kecamatan Muara Satu dan Kecamatan Blang Mangat, juga akan dibangun pasar promosi. Dimana barang-barang kerajinan yang selama ini diproduksi masyarakat, baik secara home industri maupun lain sebagainya.
”Dengan keberadaan pasar kerajinan tradisional tersebut, dapat menampung hasil kerajinan masyarakat,” ujar Muhammad di Lhokseumawe, Rabu 14 September 2011.
Di pasar Cunda, bangunan pasar yang representatif direncanakan juga akan siap akhir tahun ini. Dimana di lokasi yang dibangun sekarang, merupakan lokasi bangunan yang sudah tidak layak lagi.
Apabila pembangunan pasar Cunda tersebut selesai, maka sejumlah pedagang tradisional yang sebelumnya berjualan di pasar tersebut akan direlokasikan kembali ke bangunan yang sedang dalam pengerjaan tersebut, ujar Muhammad.
Sementara bangunan pasar tradisional di Pusong juga sedang dalam pengerjaan dan pengembangan. Pedagang tradisional yang selama ini berjualan di lokasi darurat akan dipindahkan ke pasar tersebut, apabila telah selesai dibangun pada tahun ini.
“Semua pasar tersebut masih dalam tahap pengerjaan akhir. Apabila telah selesai, maka pedagang lama yang akan diprioritaskan terlebih dahulu,” tututnya.
Dikatakan, pembangunan pasar yang terus digenjot oleh Pemko Lhokseumawe adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar yang layak dan representatif, karena kebutuhan pasar yang layak menjadi salah satu syarat utama membangun perekonomian rakyat.

Sumber : http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/09/4-pasar-rakyat-di-lhokseumawe-selesai-akhir-2011/

aneuknanggroe
December 26th, 2011, 08:24 AM
Progress Pembangunan Gedung PU Pemko Lhokseumawe di Kompleks Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe

http://img841.imageshack.us/img841/1907/39894720718608553258749.jpg
http://img585.imageshack.us/img585/323/38294720718645354171819.jpg

aneuknanggroe
December 26th, 2011, 08:27 AM
Ring Road Alternatif Atasi Kemacetan Kota Lhokseumawe

Lhokseumawe — Jalan “ring road” yang dibangun di sepanjang bibir pantai Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, merupakan salah satu alternatif dalam upaya mengatasi kemacetan arus lalu lintas di kota itu. Camat Banda Sakti Tarmizi, di Lhokseumawe, Rabu (7/12/20112) mengatakan, selain sebagai jalan alternatif jalan “ring road” dimaksud, yang dimulai dari Desa Ujong Blang hingga melalui beberapa desa yang berada di bibir pantai Selat Melaka itu, sampai ke Desa Pusong sepanjang lebih kurang empat kilometer, dan masih dalam Kecamatan Banda Sakti, juga untuk lebih membuka sektor pariwisata bahari di kawasan itu.

Menurut Tarmizi, kehadiran jalan yang sedang dilakukan penimbunan itu dengan membebaskan lahan warga yang terkena pembangunan jalan, merupakan jalur alternatif terhadap arus lalu lintas. Ia mengatakan, selama ini, terhadap arus kendaraan dari arah barat yang hendak menuju ke pusat Kota Lhokseumawe harus melalui jalan negara Medan-Banda Aceh, sehingga dengan adanya jalan alternatif dimaksud, kendaraan yang hendak menuju ke pusat kota bisa melalui jalan “ring road” tersebut. “Sehingga tidak sampai terjadi kemacetan lalulintas akibat semakin tingginya volume jumlah kendaraan, pada saat jam-jam sibuk. Seperti pada pagi hari atau saat jam pulang kantor,” kata Tarmizi.

Sementara dari segi pengembangan pariwisata bahari, kehadiran jalan itu juga akan sangat membantu. Karena, kata dia, selain jalannya yang lebar bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat rekreasi juga akan ditanami pohon penghijauan disepanjang jalur itu. Warga yang bermukim di sekitar bibir pantai juga bisa lebih mengembangkan usaha kuliner seperti yang dilakukan selama ini, katanya.

Terkait pengembangan pembangunan jalan tersebut, untuk tahap pertama pada tahun 2011, hanya dilakukan pengerasan saja. Selanjutnya pengaspalan akan dilakukan pada tahun anggaran berikutnya. Bahkan, direncanakan, jalan itu akan disambungkan lagi dengan membangun jembatan membelah aliran Sungai Cunda ke jalan nasional melalui Kandang, Kecamatan Muara Dua.

Sementara itu, terkait mata pencaharian penduduk dipinggir pantai yang umumnya berprofesi sebagai nelayan, Tarmizi mengatakan, hal itu akan tetap terpelihara. Namun, nelayan mengharapkan agar dibangun tanggul pemecah ombak dan juga dermaga kecil pada beberapa lokasi. Agar aktivitas nelayan kecil dan pukat darat bisa dapat terus eksis.

Sumber : http://harian-aceh.com/2011/12/08/ring-road-alternatif-atasi-kemacetan-kota-lhokseumawe

aneuknanggroe
December 26th, 2011, 08:50 AM
Maket Pembangunan Gedung STAIN Malikussaleh Lhokseumawe

http://www.stainmal.ac.id/images/galeri/1310111581.jpg
http://www.stainmal.ac.id/images/galeri/1310111378.jpg
http://www.stainmal.ac.id/images/galeri/1310111499.jpg
http://www.stainmal.ac.id/images/galeri/1310111751.jpg

Sumber : www.stainmal.ac.id

aneuknanggroe
December 26th, 2011, 09:00 AM
Progres Pembangunan Gedung Pustaka STAIN Malikussaleh Lhokseumawe

http://img515.imageshack.us/img515/3908/15161020.jpg

Meski lantai 2 gedung Pustaka STAIN Malikussaleh sedang dalam pembangunan, namun lantai 1 sudah mulai difungsikan sebagai pustaka......

http://www.stainmal.ac.id/images/galeri/1307938192.jpg
http://www.stainmal.ac.id/images/galeri/1307938682.jpg
http://www.stainmal.ac.id/images/galeri/1307938472.jpg

Bungong kaye
December 27th, 2011, 06:13 AM
wow,, banyak progres menarik di Lhok, Bagaimana dengan Hotel baru ?

aneuknanggroe
December 27th, 2011, 09:10 AM
wow,, banyak progres menarik di Lhok, Bagaimana dengan Hotel baru ?

Sepertinya untuk sementara waktu tdk ada hotel yang yang akan dibangun, karena jumlah hotel dan penginapan sudah terlalu banyak di Lhokseumawe:D

aneuknanggroe
December 28th, 2011, 02:51 AM
Maket Pembangunan Islamic Center Lhokseumawe

http://islamiccenterlhokseumawe.com/images/gallery-icl/prospek.jpg
http://islamiccenterlhokseumawe.com/images/phocagallery/Donasi/thumbs/phoca_thumb_l_03.jpg
http://islamiccenterlhokseumawe.com/images/phocagallery/Donasi/thumbs/phoca_thumb_l_04.jpg
http://islamiccenterlhokseumawe.com/images/phocagallery/Donasi/thumbs/phoca_thumb_l_05.jpg
http://islamiccenterlhokseumawe.com/images/phocagallery/Donasi/thumbs/phoca_thumb_l_07.jpg
http://islamiccenterlhokseumawe.com/images/phocagallery/Donasi/thumbs/phoca_thumb_l_06.jpg
http://islamiccenterlhokseumawe.com/images/phocagallery/Donasi/thumbs/phoca_thumb_l_08.jpg
http://islamiccenterlhokseumawe.com/images/phocagallery/Donasi/thumbs/phoca_thumb_l_09.jpg
http://islamiccenterlhokseumawe.com/images/phocagallery/Donasi/thumbs/phoca_thumb_l_10.jpg

aneuknanggroe
December 28th, 2011, 03:21 AM
http://static.panoramio.com/photos/original/29146770.jpg

Fasilitas yang akan dibangun:
a. Masjid Agung
b. Gedung Serba Guna
c. Gedung Pustaka
d. Diniyah / Sekolah
e. Museum & Rumoh Aceh
f. Mess / Wisma Tamu
g. Gerai-gerai / Kios Makanan dan Soevenir
h. Taman kanak-kanak dan Taman Pengajian Al-Qur'an (TPA)
i. Rumah Imam Besar

Pada saat ini yang sedang giat dikerjakan adalah pembangunan "MASJID AGUNG" yang sampai akhir tahun 2005 bersumber hanya dari APBD Kabupaten Aceh Utara yang pelaksanaan fisiknya baru 60% dengan menelan Anggaran ±RP.115.520 M. Untuk selesai 100% masih membutuhkan Anggaran sekitar Rp.77.013 M,- lagi. :cheers:

Sumber : http://islamiccenterlhokseumawe.com/index.php/profile/sejarah-islamic-center-lhokseumawe

aneuknanggroe
December 28th, 2011, 05:37 AM
Progres Pembangunan Gedung Syari'ah STAIN Malikussaleh di Buket Rata Lhokseumawe

http://img22.imageshack.us/img22/9137/45796025027099062824434.jpg

aneuknanggroe
December 29th, 2011, 06:00 AM
Komplek Stadion Tunas Bangsa di Mon Geudong Lhokseumawe

http://img109.imageshack.us/img109/5752/38673620888376797355571.jpg

Komplek Stadion Tunas Bangsa yg berada di atas lahan reklamasi Mon Geudong sgt potensial dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu dgn dibangunnya pusat jajanan kuliner serta didukung wisata bahari krueng Cunda dan Reservoir Pusong. Kawasan ini jg memiliki hutan kota, stadion, gedung perkantoran dan sekolah, serta akan dilengkapi dgn fasilitas museum....:cheers:

aneuknanggroe
December 29th, 2011, 09:23 AM
Progres Pembangunan Gedung Dakwah di Buket Rata, Lhokseumawe

http://img822.imageshack.us/img822/3091/stain.jpg
http://img7.imageshack.us/img7/5760/stain3.jpg

aneuknanggroe
December 29th, 2011, 10:02 AM
http://static.panoramio.com/photos/original/41473826.jpg

Revitalisasi Arun, Pertamina Siapkan Rp3,38 Trilyun :nocrook:

Jika Arun sudah beroperasi, PLN dapat menghemat US$266 juta karena tidak pakai diesel.

VIVAnews - PT Pertamina (Persero) menyiapkan investasi senilai US$374 juta atau sekitar Rp3,38 triliun untuk revitalisasi fasilitas LNG Arun di Lhokseumawe, Aceh Utara, secara terintegrasi. Ini menyusul berakhirnya kontrak LNG Arun kepada konsumennya pada 2014.

"Kami ubah regasifikasi Arun yang biasanya dari gas ke LNG menjadi LNG ke gas," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Mochamad Harun di Jakarta, Kamis 17 November 2011.

Investasi sebesar US$374 juta ini terdiri dari investasi konversi fasilitas LNG Arun senilai US$73 juta dengan total kapasitas gas sebanyak 320 juta kaki kubik per hari (MMscfd) dan pembangunan pipa sepanjang 350 kilometer dengan investasi US$301 juta untuk mengalirkan gas dari Arun ke Belawan sebanyak 120 MMscfd.

Harun menjelaskan tujuan dari proyek revitalisasi Arun adalah untuk menunjang kelangsungan pembangunan Aceh dengan menghidupkan kembali industri yang telah mati suri, seperti PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), PT Kertas Kraft Aceh (KKA), dan menjaga kinerja PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

"Revitalisasi Arun juga bisa dimanfaatkan menjadi infrastruktur penyedia gas bagi PLN dan industri di Medan dan sekitarnya," katanya.

Jika revitalisasi Arun terlaksana, dampak positifnya antara lain kapasitas produksi Urea PT PIM bisa mencapai 1,2 juta ton dengan terpenuhinya kebutuhan gas 110 MMscfd, kapasitas produksi urea AAF mencapai 730 ribu ton dengan kebutuhan gas 60 MMscfd.

Selain itu kapasitas produksi KKA dapat mencapai 135 ribu ton per tahun dengan pasokan gas 15 MMscfd, pembangkit listrik berkapasitas 3x20 Mw milik pemerintah Aceh dapat diaktifkan dengan pasokan gas sebesar 22,5 MMscfd dan membuka lapangan kerja langsung sebanyak 4.357 orang.

Dengan regasifikasi Arun ini, pemerintah berpotensi mendapatan penerimaan senilai US$13,55 juta per tahun dan juga memperoleh dividen dari laba pertamina dari kegiatan di Arun.

Untuk pembangunan pipanya sendiri, lanjut Harun, akan dimulai pada Januari 2012 dengan pengerjaan konstruksi pada Juli 2012 sehingga diharapkan pada Desember 2013 sudah bisa beroperasi. Selama menunggu pasokan gas dari Arun, PLN serta industri di Medan bisa memanfaatkan power generator ex kilang Arun.

"Jika Arun sudah beroperasi maka PLN dapat menghemat hingga US$266 juta per tahun dibandingkan menggunakan diesel," ujarnya.

Sumber : http://www.pim.co.id/database/news/show.html?id=232

aneuknanggroe
December 30th, 2011, 08:30 AM
Komplek PT Arun di Batuphat Lhokseumawe

http://static.panoramio.com/photos/original/41473212.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/41476593.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/41473854.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/41473498.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/41473795.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/41473657.jpg

Alhamdulillah, dengan adanya revitalisasi Arun senilai 3,38 Trilyun maka secara otomatis Komplek Arun akan tetap eksis untuk mendukung program revitalisasi ini...:banana::banana:

aneuknanggroe
December 30th, 2011, 08:35 AM
Progress Pembangunan Pasar Pusong Lhokseumawe

http://img268.imageshack.us/img268/2331/38834620934381547448676.jpg

anja sadiqa
December 30th, 2011, 01:35 PM
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/229621_1672154062905_1809014099_1073753_5087785_n.jpg

Serapan Anggaran Pemko Lhokseumawe Capai 80%

MedanBisnis – Lhokseumawe. Tahun anggaran 2011 sudah mendekati akhir, Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe mengakui serapan anggaran untuk proyek pembangunan sudah mencapai 80% dari jumlah APBK murni mencapai Rp 451,667 miliar, dan diperkirakan hingga bulan Desember 2011 mendatang realisasi anggaran bisa mendekati 100%.
Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, TM Zuhri SH MHum kepada MedanBisnis, Rabu (23/11) mengatakan, pembangunan yang dipacu saat ini adalah sarana dan prasarana untuk wilayah Kota Lhokseumawe.

Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), menurut Zuhri, sudah mampu melakukan serapan anggaran sesuai yang diharapkan. Karena ujung tombak peningkatan program pembangunan ada di SKPD, sehingga seluruh proyek menjadi domain mereka.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/11/25/68292/serapan_anggaran_pemko_lhokseumawe_capai_80persen/#.TvwivxfvrG4

dimana nih bangunan yang kemarren dirusak oleh satpol PP.

aneuknanggroe
January 1st, 2012, 08:24 AM
dimana nih bangunan yang kemarren dirusak oleh satpol PP.

Posisinya di Komplek Stadion Tunas Bangsa, letaknya persis dekat Stadion Tunas Bangsa. Lokasi tepatnya dapat dilihat pada tanda panah dibawah ini....:D

http://img521.imageshack.us/img521/8868/40752422992338595081215.jpg

Sedangkan gedungnya sendiri ada 2, yakni Gedung Bappeda dan PU masing-masing berlantai 3....:nocrook:

aneuknanggroe
January 2nd, 2012, 04:33 AM
Progres Pembangunan Biro Rektor Kampus STAIN Malikussaleh Lhokseumawe

http://img846.imageshack.us/img846/2995/46309125027128663562058.jpg

aneuknanggroe
January 3rd, 2012, 10:01 AM
Hotel Terus Tumbuh di Lhokseumawe

MedanBisnis – Lhokseumawe. Perhotelan di Lhokseumawe terus tumbuh, kendati sektor swasta masih minim. Namun kalangan pengusaha perhotelan tetap optimis, Aceh akan terus berkembang. Pasalnya, peluang berusaha di Aceh tetap terbuka.
Wisma Rajawali, merupakan salah satu hotel kelas melati yang muncul di kawasan strategis di Lhokseumawe yakni di pusat kota jalan Sukaramai Kecamatan Banda Sakti dengan kapasitas 40 kamar. "Lhokseumawe tetap menjadi pilihan investasi bagi pelaku usaha, oleh karena itu Pemko Lhokseumawe tetap memberikan apresiasi terhadap pelaku usaha untuk melakukan investasi," kata Walikota Lhokseumawe H Munir Usman, saat lounching Wisma Rajawali, Minggu malam, (1/1).

Untuk mendukung Lhokseumawe sebagai kawasan investasi, pihak Pemko Lhokseumawe terus melakukan pembenahan infrastruktur, bahkan jembatan penghubung antara reklamasi Pusong yang terletak di Kecamatan Banda Sakti sedang dipersiapkan untuk menghubungkan ke Desa Kandang, Kecamatan Muara Dua.

"Jembatan itu sebagai ikon Kota Lhokseumawe, sehingga Lhokseumawe akan menjadi kota mini yang memiliki pengaruh untuk menarik investor, salah satunya adalah program mega proyek jembatan penghubung antara Banda Sakti ke Muara Dua. Dan kita juga meminta pada para investor jangan segan-segan lapor kepada walikota apabila ada yang menghambat menyangkut masalah perizinan," jelasnya.

Sementara itu, pemilik Wisma Rajawali Toni Purnama didampingi Humas Zainal Bakri AR mengatakan, wisma yang dibangun ini sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Lhokseumawe.

"Kami sangat yakin Aceh masih sangat prospektif, terutama Lhokseumawe sehingga kami berkeyakinan ekonomi kota ini akan tetap tumbuh, makanya kami terus ikut mendukung pertumbuhan itu lewat perhotelan," katanya.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/01/03/74314/hotel_terus_tumbuh_di_lhokseumawe/#.TwLDXxfvrG4

aneuknanggroe
January 4th, 2012, 05:05 AM
Pembangunan Gedung SD di Darussalam Lhokseumawe

http://img694.imageshack.us/img694/3965/sd6bandasakti.jpg

aneuknanggroe
January 5th, 2012, 05:53 AM
Kilang Arun LNG Lhokseumawe
http://farm3.staticflickr.com/2156/2177129245_c3a95d85e4_b.jpg

PT Arun Mampu Suplai Listrik 220 MW

MedanBisnis – Lhokseumawe. Pasca gas PT Arun NGL Co tidak hanya bisa dialihfungsikan menjadi terminal gas, tapi juga mampu memasok kebutuhan listrik 220 mega watt (MW) dengan infrastruktur berupa 11 unit genset yang sudah ada dan layak untuk difungsikan.
“Untuk suplai kebutuhan listrik di Aceh dari Arun sangat cukup, soalnya ada 11 genset dan mampu menghasilkan 220 mega watt. Aset sudah siap, tinggal dilakukan modifikasi sedikit saja. Makanya sangat penting pascagas Arun harus dialihfungsikan dan jangan sampai tidak dimanfaatkan oleh pemerintah pusat,” kata Presiden Komisaris PT Arun NGL Co, Daniel S Purba, kepada MedanBisnis, Rabu (4/1) di Lhokseumawe.

Selama ini, katanya, listrik untuk Aceh masih dipasok dari Sumatera Utara melalui pola interkoneksi. Jika ada gangguan terjadi di Sumut, maka Aceh juga terkena dampaknya. Apalagi industri di Sumut tergolong maju pesat sehingga kebutuhan listrik juga tinggi.

Kendati di Aceh perkembangan industrinya tidak sehebat propinsi tetangga, tetapi dalam jangka panjang energi listrik sangat dibutuhkan. Tidak mungkin di Aceh selamanya tidak ada investasi, apalagi peluang untuk itu masih cukup terbuka.

“Makanya untuk mendukung itu, PT Arun pascagas siap untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dan tidak perlu membangun infrastruktur baru. Tinggal memanfaatkan aset yang ditinggalkan PT Arun dan dilakukan modifikasi ulang, sehingga efisien dan tidak harus melakukan investasi besar-besaran,” paparnya lagi.

Oleh karena itu program besar pascagas, tambah Daniel, jika pemerintah pusat menyetujui PT Arun dialihfungsikan, yang akan segera dilakukan PT Pertamina adalah entrypoin suplai gas, modifikasi 11 genset yang mampu menghasilkan 220 MW, dan membangun pipa dari Aceh ke Sumut.

Daniel melihat, energi listrik juga menjadi salah satu syarat bagi investor yang akan melakukan investasi di Aceh. “Jika listrik masih byar pet, bagaimana investor mau tertarik melakukan investasi. Maka dibutuhkan listrik yang stabil, sehingga investor tidak dirugikan,” katanya.
Di samping itu, dengan energi listrik stabil, sektor agrobisnis juga menjadi potensi untuk dikembangkan secara luas.

“Aceh masih memiliki lahan yang subur, bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas unggulan seperti kakao, pinang, nilam, sawit, kopra dan berbagai jenis lainnya. Sedangkan untuk hilir bisa didirikan pabrik pengolahan berbagai komoditas. Tagaimana mungkin pabrik bisa berdiri, kalau listrik masih byar pet. Makanya Arun harus diperhitungkan oleh pihak pemerintah pusat untuk pengembangan listrik tersebut,” demikian kata Daniel.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/01/05/74604/pt_arun_mampu_suplai_listrik_220_mw/#.TwUr_BfvrG4

aneuknanggroe
January 5th, 2012, 08:59 AM
APBK Lhokseumawe Tahun 2012 Rp569,7 Miliar

Lhokseumawe | Harian Aceh – Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Lhokseumawe tahun 2012 senilai Rp569,7 miliar lebih. Dari angka itu, belanja tidak langsung Rp347,1 miliar lebih dan belanja langsung Rp222,6 miliar lebih.

Kalangan dewan mengingat para Satuan Kerja Perangkat Kota memperketat pengawasan Alokasi Dana Gampong atau ADG yang mencapai Rp25 miliar yang telah dianggarkan dalam APBK 2012.

Data yang diperoleh Harian Aceh, menyebutkan, APBK Lhokseumawe tahun 2012 disahkan dalam rapat paripurna DPRK di aula Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Senin (26/12). Dalam sambutannya, Wali Kota Munir Usman menyebutkan, Pendapatan Daerah tahun 2012 Rp559,1 miliar lebih, bersumber dari pendapatan asli daerah Rp33,1 miliar lebih, dana perimbangan Rp493,5 miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp32,5 miliar lebih.

Menurut Munir Usman, dari total Belanja Daerah Rp569,7 miliar lebih, dianggarkan untuk belanja tidak langsung 60,93 persen dan belanja langsung 39,07 persen. Untuk pembiayaan daerah, kata wali kota, dianggarkan Rp10,6 miliar. Munir juga menyebutkan, Belanja Daerah Kota Lhokseumawe sejak tahun 2007 hingga 2012 relatif mengalami peningkatan. Tahun 2007, Belanja Daerah Rp465,1 miliar lebih, tahun 2008 Rp474,4 miliar lebih, tahun 2009 Rp469,4 miliar, tahun 2010 Rp421,6 miliar lebih dan tahun 2011 Rp548,6 miliar lebih.

Anggota Badan Anggaran DPRK Lhokseumawe M Yusuf A Samad kepada Harian Aceh, Rabu (28/12), mengatakan, pengalokasian APBK tahun 2012 disesuaikan dengan peraturan baru yaitu Permendagri Nomor 22/2011. “Sekarang sudah lebih bagus, mengarahkan kita agar lebih terencana. Misalnya, bantuan rumah kaum dhuafa Rp10 juta, harus terinci dalam APBK siapa penerimanya. Kalau dulu penerima bantuan hanya dimasukkan dalam DPA (dokumen pelaksana anggaran),” katanya.

Dalam APBK 2012, kata Yusuf A Samad, dianggarkan Alokasi Dana Gampong (ADG) mencapai Rp25 miliar. Ia berharap eksekutif menyiapkan perangkat lewat Peraturan Kepala Daerah, pengawasan yang ketat dari SKPK terkait dan mendampingi aparat gampong supaya tidak timbul masalah dalam pelaksanaan kegiatan. “Kalau berhasil, ADG ini bisa ditingkatkan di masa mendatang. Tapai kalau tidak, bisa jadi preseden buruk,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Menurut dia, manfaat dari ADG ini dapat memangkas birokrasi yang panjang. Selain itu, kalau ada usulan masyarakat yang tidak tertampung dalam Musrenbang maupun hasil inisiatif DPRK, maka program mendesak untuk kebutuhan gampong bisa diakomodir dengan anggaran tersebut.

Sumber : http://harian-aceh.com/2011/12/29/apbk-lhokseumawe-tahun-2012-rp5697-miliar

aneuknanggroe
January 6th, 2012, 03:09 AM
Progress Harun Square Lhokseumawe

http://img836.imageshack.us/img836/9395/55206729959623572851376.jpg

aneuknanggroe
January 6th, 2012, 04:40 AM
Lhokseumawe Terima DIPA Pusat Rp252 Miliar

Lhokseumawe, (Analisa). Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe menerima anggaran dari pemerintah pusat melalui Daftar Isian Proyek Anggaran (DIPA) pada 2012 seniali Rp 252,3 miliar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN) Cabang Lhokseumawe, Mukhlis SSos, dalam sambutannya pada penyerahan DIPA untuk tiga wilayah satuan kerja (Satker) kabupaten/kota di halaman Kantor KPPN Kota Lhokseumawe, Jumat (23/12).

Tiga kabupaten/kota yang mendapatkan dana DIPA dari pusat, masing-masing Pemko Lhokseumawe dengan 37 DIPA dengan nilai Rp252,3 miliar, Aceh Utara dengan jumlah 78 DIPA menerima dana Rp239,6 miliar, dan Bireuen dengan jumlah 94 DIPA menerima anggaran Rp225,8 miliar. Mukhlis mengatakan, KPPN Lhokseumawe sebagai intansi vertikal di bawah Dirjen Perbendaharaan juga diwajibkan menyerahkan DIPA kepada satuan kerja.

Penyerahan DIPA untuk tahun anggaran 2012 lebih cepat dibandingkan DIPA 2011 yang dilakukan pada 30 Desember 2010. Percepatan ini karena Dirjen Perbendaharaan telah memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya .

Mukhlis mengatakan, penyerahan DIPA yang dilakukan pihaknya sifatnya simbolis, sedangkan untuk Satker lainnya akan diserahkan para petugas dari KPPN.

Penyerahan DIPA secara simbolis juga dilakukan masing-masing kepala daerah kepada masing-masing tiga dinas/instansi.

Walikota Lhokseumawe, H Munir Usman dalam sambutannya mengatakan, dengan penerimaan DIPA dari pemerintah pusat itu, maka percepatan pembangunan di Lhokseumawe kian membaik. Kepada dinas yang menerima dana DIPA agar dapat menggunakannya sesuai target dan tepat sasaran, agar masyarakat benar-benar dapat menikmati pembangunan.

Sumber : http://www.analisadaily.com/news/read/2011/12/29/28049/lhokseumawe_terima_dipa_pusat_rp252_miliar/#.TwZr-RfvrG4

aneuknanggroe
January 6th, 2012, 04:41 AM
Malam di Kota Lhokseumawe

http://img46.imageshack.us/img46/8660/38645020926262144466050.jpg

aneuknanggroe
January 12th, 2012, 04:18 AM
Supply Logistik dari Kegiatan Eksplorasi dan Survey Migas di Lepas Pantai Lhokseumawe di Pelabuhan Krueng Geukueh

http://img248.imageshack.us/img248/7348/lhokseumawe1p.jpg
http://www.altusholdings.com/i/gallery/lhokseumawe/Lhokseumawe7-p.jpg
http://www.altusholdings.com/i/gallery/lhokseumawe/Lhokseumawe2-p.jpg
http://www.altusholdings.com/i/gallery/lhokseumawe/Lhokseumawe6-p.jpg
http://www.altusholdings.com/i/gallery/lhokseumawe/Lhokseumawe15-p.jpg
http://www.altusholdings.com/i/gallery/lhokseumawe/Lhokseumawe17-p.jpg

aneuknanggroe
January 14th, 2012, 10:38 AM
Beberapa proyek yg hampir rampung:
* Gedung PU Lhokseumawe
* Gedung Tarbiyah STAIN Malikussaleh
* Gedung Polresta Lhokseumawe
* Gedung SD 6 Banda Sakti
* RSJ di bukit kawasan Blang Panyang
* Pasar Terpadu Pusong
* Pasar Terpadu Cunda
* Pasar Kuliner Mon Geudong
* Pasar Kuliner KP3
* Pembangunan 2 Jalur Jalan Pase
* Drainase Perkotaan
* Drainase Reservoir Pusong

Masih dalam proses pembangunan:
* Gedung Bappeda Lhokseumawe
* Gedung Biro Rektor, Syariah, Dakwah dan Pustaka STAIN Malikussaleh
* RS Bunda di Darussalam
* Masjid Mon Geudong
* Masjid Darussalam
* Masjid Pusong
* Water Park di Alue Lim

Akan dibangun:
* Gedung BRI Lhokseumawe yg baru
* Gedung Ma'had Ali STAIN Malikussaleh
* 2 Jalur di Jln Banda Aceh - Medan, dr Uteunkot s/d Punteut sepanjang 8 km lebih
* Ringroad Pantai Ujong Blang sepanjang 5 km lebih
* Waterboom di Ujong Blang
* Jembatan Los Kala II

Komplek Perumahan yg sedang dan akan dibangun:
* Atjeh Kongsi
* Andema
* Buket Rata


Informasi itu saya dapat dr media dan pengamatan saya langsung diseputaran kota Lhokseumawe, sdgkan untuk proyek diluar pusat kota Lhokseumawe saya kurang tau informasinya. Btw, ntar saya upload picnya jika sudah ada... :D

bayupamungkas
January 18th, 2012, 06:52 AM
Sayangnya beberapa waktu kemaren keamanan di aceh agak sedikit terganggu, semoga keamanan bisa terkendali kembali sehingga tidak menggangu pembangunan yang sedang berjalan !

anja sadiqa
January 19th, 2012, 07:01 AM
semoga saja terus aman,,,,,,,,,,,/////////////

aneuknanggroe
January 19th, 2012, 10:48 AM
Amin............... :D

aneuknanggroe
January 20th, 2012, 09:26 AM
Salah Satu Lokasi Proyek Pembangunan Drainase senilai 23 Milyar di Lhokseumawe

egkN1ezq8E0

aneuknanggroe
January 27th, 2012, 03:37 AM
http://img99.imageshack.us/img99/7526/20945615310492160826637.jpg

Gubernur Resmikan Reservoir Teluk Pusong

MedanBisnis – Lhokseumawe. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, meresmikan Reservoir Teluk Pusong di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, sekaligus meresmikan gedung pengujian kendaraan bermotor milik Pemkab Aceh Utara, dipusatkan di areal reservoir, Rabu (25/1).
Reservoir atau waduk pengendali banjir tersebut, biaya pembangunannya total sebesar Rp 113,865 miliar ditanggung APBN dan Multi Donor Fund (MDF). Dana sebesar itu dikucurkan tiga tahap, yakni pada tahun anggaran 2008 sebesar Rp 38,8 miliar dengan masing-masing dari APBN sebesar 63% atau Rp 23,623 miliar dan MDF 37% atau Rp 11,639 miliar.

Kucuran dana ditambah pada tahun anggaran 2009 dengan jumlah Rp 45 miliar yang seluruhnya dari MDF, begitu juga tahun anggaran 2010 mencapai Rp 30,165 miliar ditanggung MDF.

Pada kesempatan persemian tersebut, gubernur mengingatkan Pemko Lhokseumawe agar membangun selter di areal waduk. “Selter harus dibangun sebagai tempat berteduh, soalnya waduk ini bisa multifungsi di antaranya menjadi obyek wisata. Tapi selter itu tidak perlu pakai dinding, nanti bisa digunakan untuk berbuat yang tidak baik,” katanya.

Reservoir memiliki luas lahan sekitar 60 hektar, dengan efektif areal digali seluas 40 hektar dan sekelilingnya selebar 50 meter dari kaki tanggul tidak digali. Panjang tanggul keliling reservoir sepanjang 3,6 km, dan badan tanggul dibuat dari konstruksi timbunan tanah yang dilengkapi konstruksi pasangan batu revetment pada lereng sisi luar dan konstruksi batuan trip rap pada lereng sisi dalam.

Untuk stabilitas pasangan batu pada lereng sisi luar dipasang lembaran separator geotextie, dan pada lereng sisi dalam dipasang lembaran kedap air. Total waktu pekerjaan waduk raksasa itu selama 660 hari kalender.

Di sisi lain, gubernur juga meminta agar waduk ini dijaga dan dirawat. “Untuk menjaga dan merawat sangatlah mudah, yakni jangan membuang sampah sembarangan, itu saja. Sehingga waduk benar-benar berfungsi sebagai tempat penampungan air, bukan penampungan sampah,” tandasnya.

Baru 40%
Sementara itu, Walikota Lhokseumawe H Munir Usman mengatakan, untuk mendukung Lhokseumawe bebas banjir, seluruh kawasan yang berpotensi banjir harus dibangun drainase. Sementara saat ini pembangunan drainase baru mencapai 40% dari total yang dibutuhkan dan sudah menyedot anggaran Rp 16 miliar, sedangkan dana yang dibutuhkan sebesar Rp 125 miliar.

Walikota mengatakan, pihaknya butuh dukungan Pemerintah Propinsi Aceh untuk pembangunan drainase tersebut, sehingga seluruh kawasan Lhokseumawe bisa terbebas dari banjir. “Walaupun waduk sudah selesai dibangun, menjadi tidak ada artinya jika drainase tidak tuntas,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, gubernur menyatakan masalah yang dihadapi Pemko Lhokseumawe terkait drainase, harus diselesaikan lewat lobi ke pemerintah pusat. Menueutnya, Pemko Lhokseumawe jangan ragu-ragu melobi pemerintah pusat, terutama menyangjut sumber dana dari APBN. “Nanti kurangnya baru minta ke propinsi,” katanya.

Tapi, kata gubernur, harus diingat agar jangan sampai terjebak mafia anggaran. “Lobi ke pusat silahkan, agar dapat kucuran dana dari APBN. Tapi jangan sampai terjebak mafia anggaran, karena berbahaya,” ucapnya.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/01/26/78097/gubernur_resmikan_reservoir_teluk_pusong/#.TwVP8IG0Ohd

https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/420379_2314722326710_1809014099_1428931_721768838_n.jpg
http://www.medanbisnisdaily.com/functs/viewthumb.php?id=belum_berfungsi_602.gif&w=545

aneuknanggroe
February 13th, 2012, 10:28 AM
Aceh Utara Serahkan Aset ke Lhokseumawe

Setelah tertunda 10 tahun, Pemkab Aceh Utara menyerahkan sejumlah aset tidak bergerak kepada Pemko Lhokseumawe. Serah-terima aset itu dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani Penjabat Bupati M Ali Basyah dan Wali Kota Munir Usman di Pendopo Bupati Aceh Utara, Jumat (3/2).
serah aset aceh utara


Pj Bupati Ali Basyah menyebutkan, penyerahan aset tersebut amanah UU No.2 tahun 2001 tentang pembentukan Kota Lhokseumawe dan ketentuan lainnya menyangkut pemekaran wilayah. “Ini kelanjutan dari rencana penyerahan aset tahun 2002 yang saat itu kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan terhadap aset yang akan diserahkan sehingga penyerahan tertunda (10 tahun),” katanya.


Mestinya, kata Ali Basyah, Aceh Utara pindah ke ibukota yang di Lhoksukon setelah terjadi pemekaran wilayah itu. Namun, kata dia, di Lhoksukon hingga kini sama sekali belum ada fasilitas sebagai ibukota kabupaten. “Kita sebagai ‘orangtua’ belum bisa pindah karena belum punya dana yang memadai untuk membangun fasilitas yang layak, maka masih menumpang tinggal bersama ‘anak’,” kata Ali Basyah.


Menurut dia, sebagian aset lainnya belum dapat diserahkan dan perlu pembicaraan antar kedua belah pihak. Sebab, kata Ali Basyah, untuk pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan, fasilitas umum serta fasilitas sosial di ibukota Aceh Utara memerlukan dana besar dan waktu lama. Dia berharap penyerahan aset akan terus dilaksanakan bertahap dan diselesaikan sebaik mungkin dengan mengedepankan prinsip kebersamaan, keadilan dan keterbukaan. “Ke depan bupati dan wali kota terpilih yang akan memikirkan bagaimana sebaiknya hal ini, saya sebagai pj bupati punya waktu terbatas,” katanya.


Wali Kota Munir Usman mengatakan aset tidak bergerak tersebut akan dibukukan dalam buku aset Pemko Lhokseumawe. Aset berupa bangunan itu, kata Munir, akan dipergunakan untuk kepentingan pemerintahan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kota Lhokseumawe tidak mengusir ‘orangtuanya’ seperti yang selama ini sering dikatakan orang. Yang berlalu biarlah berlalu, jangan kita jadikan konflik dalam segala hal. Kalau kita melaksanakan ketentuan yang berlaku, maka tidak ada yang merasa diusir,” kata Munir Usman.


Munir Usman menambahkan, Pemko akan membantu Pemkab Aceh Utara terkait kebutuhan pembangunan di ibukota yang baru. Tapi, kata dia, jangan sampai ada tawar-menawar seperti jual beli saat pembahasan kompensasi aset. Dan juga, jangan menimbulkan disharmonisasi. Selama ini, kata Munir, Pemko boros anggaran karena harus menyewa gedung untuk kantor pemerintahan. “Gedung eks Dinas Pertambangan dan Energi Aceh Utara juga sudah ditawarkan kepada kami, tapi nilainya terlalu tinggi, perlu kita bahas kembali,” katanya.


Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Utara Iskandar Nasri menyebutkan aset yang diserahkan itu adalah bangunan yang mengikuti pemekaran yang dulunya berada di bawah Kota Administratif Lhokseumawe. “Aset ini meliputi sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana pemerintahan seperti kantor camat termasuk pemerintahan gampong. Kita serahkan dalam bentuk fisik, soal nilainya dihitung sendiri oleh Pemko Lhokseumawe untuk pembukuan aset,” kata dia menjawab Harian Aceh usai acara serah terima aset itu.


Disinggung soal eks gedung Dinas Pertambangan dan Energi Aceh Utara, Iskandar Nasri menyebutka, “kita tawarkan ke Pemko Rp10,5 miliar termasuk tanahnya, itu hasil pembahasan kita dengan DPRK Aceh Utara. Tapi masih kita buka pintu untuk bahas kembali harganya. Misalnya, Pemko minta berapa? Nanti kita musyawarahkan lagi dengan DPRK karena butuh persetujuan dewan”.


Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Lhokseumawe Marwadi Yusuf mengatakan, jumlah unit bangunan aset yang diserahkan Aceh Utara belum dihitung karena datanya masih berada pada Pemkab Aceh Utara. “Nilainya juga akan kita hitung dengan membentuk tim,” katanya.

Sumber : http://www.mataaceh.org/rudi-835-aceh-utara-serahkan-aset-ke-lhokseumawe.html

aneuknanggroe
February 24th, 2012, 03:22 AM
Monumen Kerajaan Pase Segera Dibangun

LHOKSUKON- Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Utara berencana membangun Monumen Kerajaan Samudra Pase di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera Aceh Utara, tepatnya dekat dengan makam Malikussaleh.

Monumen yang dibangun di atas tanah seluas 7,7 hektare tersebut diperkirakan menghabiskan biaya Rp45 miliiar, “Monumen tersebut akan dibuat dalam empat tahap. Kita belum tahu pasti berapa tahun akan siap, itu tergantung cepat tidaknya proses anggaran” ujar Kepala Bidang Wisata Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata, Nurliana, kepada The Atjeh Post, Kamis 23 Februari 2012.

Nurliana mengaku sudah mengajukan proposal ke Jakarta untuk membangun monumen tersebut, “Monumen ini akan bermanfaat untuk generasi Aceh, jangan bangga saja dengan Aceh tapi tidak mengerti tentang sejarah Aceh," ujarnya.

Sumber : http://www.atjehpost.com/read/2012/02/24/2844/15/5/Monumen-Kerajaan-Pase-Segera-Dibangun

aneuknanggroe
March 2nd, 2012, 03:09 AM
Delapan Pasar di Lhokseumawe Difungsikan

MedanBisnis – Banda Aceh. Delapan pasar dalam wilayah Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe telah difungsikan, sehingga 568 pedagang bisa menggunakan sarana ekonomi tersebut. Delapan pasar tersebut diresmikan Walikota Lhokseumawe, Munir Usman dalam acara yang dipusatkan di gedung Dekranasda, Kamis (1/3).
Kadis Perindagkop Kota Lhokseumawe, Muhammad Ridha, mengatakan delapan unit pasar yang diresmikan tersebut bervariasi jenisnya dan tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya pasar sayur 51 unit lapak, pasar sayur Inpres (260), pasar ikan Cunda (60), pasar promosi kerajinan di Simpang Line, Kecamatan Muara Satu sebanyak 20 unit kios dan pasar di Muara satu sebanyak 62 lapak.

Pasar kuliner Mon Geudong sebanyak 20 unit kios, pasar kuliner KP3 sebanyak 60 unit kios, dan pasar sayur di Meunasah Mee Kandang 42 lapak dan kios di terminal Keude Aceh delapan unit.
Disebutkan, pembangunan sejumlah pasar dan gedung Dekranasda Kota Lhokseumawe tersebut dananya bersumber dari APBN, APBK dan dari dana otonomi khusus.

Dana pembangunan yang bersumber dari dana Otsus mencapai Rp19,305 miliar, sedangkan yang bersumber dari dana APBK Rp500 juta, pembangunan sejumlah pasar dimulai sejak tahun 2008 hingga 2011, katanya.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/03/02/84158/delapan_pasar_di_lhokseumawe_difungsikan/#.T1Aq6nkZRMc

aneuknanggroe
March 5th, 2012, 09:47 AM
Progress Gedung PU di Komplek Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe

http://img5.imageshack.us/img5/597/45611925368082387197720.jpg

aneuknanggroe
March 6th, 2012, 11:34 AM
Tahun ini, PIM Hanya Operasikan Satu Pabrik Urea

LHOKSEUMAWE- PT Pupuk Iskandar Muda atau PIM tahun 2012 ini hanya mengoperasionalkan satu pabrik urea dari dua pabrik yang ada. Sebab, bahan baku utama yaitu gas dari ExxonMobil yang disetujui pemerintah untuk perusahaan pupuk ini hanya tujuh kargo.

“Untuk 2012, kita hanya hidupkan pabrik urea unit 1 dan amonia unit 2. Sedangkan pabrik urea unit 2 dan amonia unit 1 tidak (beroperasi), karena tidak cukup bahan baku utama (gas). Gas yang disetujui pemerintah untuk PIM tahun ini tujuh kargo dari ExxonMobil,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat PT PIM Mustafa Tahir saat dihubungi lewat telpon seluler, Minggu, 22 Januari 2012.

Menurut Musfata, tahun 2011 lalu, PIM memperoleh gas dari ExxonMobil sembilan kargo. Pada awal tahun 2011, kata dia, perusahaan ini juga hanya mengoperasionalkan satu pabrik urea. “Baru pada akhir tahun (2011) hidup dua pabrik. Produksi (urea) tahun 2011 mencapai 443 ribu ton, melebihi target yang hanya 434 ribu ton,” katanya.

Kini, 2012, kembali satu pabrik urea yang berproduksi, apakah tidak akan menghambat kebutuhan pupuk untuk Aceh? “Insya Alllah, tidak. Sebab jika tidak ada hambatan, satu pabrik saja mampu memproduksi 570 ribu ton, itu cukup untuk kebutuhan lima provinsi, malah lebih. Untuk Aceh, kuota tahun 2012 sebanyak 101 ribu ton,” kata Mustafa Tahir.

Dari 101 ribu ton itu, Mustafa melanjutkan, alokasi untuk masing-masing kabupaten dan kota akan dibahas pada 25 Januari 2012 mendatang dan kemudian ditetapkan dengan surat keputusan atau SK Gubernur Aceh. Biasanya, kata dia, alokasi lebih dominan untuk Aceh Utara, Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. “Tahun 2011 lalu, kuota untuk Aceh 91 ribu ton,” katanya.

Kalau memang stok pupuk mencukupi, lantas mengapa sering terjadi kelangkaan urea bersubsidi di sejumlah daerah, bahkan di sekitar PIM sendiri? “Itu karena distributor tidak menebus pupuk. Seperti baru-baru ini, di Krueng Geukuh (Kecamatan Dewantara) dan Krueng Mana (Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara) sempat putus. Itu kan aneh, padahal stok ada, namun tidak ditebus oleh distributor,” kata Mustafa Tahir.

“Temuan itu menjadi catatan kita untuk terus mengevaluasi. Kemarin sudah turun tim ke lapangan, ternyata benar distributornya belum menebus pupuk (ke PIM). Yang seperti itu tidak akan kita biarkan,” kata dia lagi.

Ditanya apakah PT PIM memperoleh laba besar atau justru merugi pada tahun 2011 dengan hasil produksi yang mencapai 443 ribu ton, Mustafa Tahir menyebutkan, “Saya belum tahu laba atau rugi, karena belum turun hasil audit dari BPKP”. BPKP ialah Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, yang untuk Perwakilan Provinsi Aceh berkantor di Banda Aceh.

Sumber : http://www.atjehpost.com/read/2012/01/22/1049/17/7/Tahun-ini-PIM-Hanya-Operasikan-Satu-Pabrik-Urea

aneuknanggroe
March 7th, 2012, 08:39 AM
http://img689.imageshack.us/img689/409/kkar.jpg

Dibantu 4 BUMN, Kertas Kraft Aceh Beroperasi Lagi Medio 2012

Aceh Utara - PT Kertas Kraft Aceh (Persero) diharapkan bisa efektif beroperasi pada pertengahan tahun 2012. Setidaknya ada 4 BUMN yang diharapkan berpartisipasi dalam penyelamatan KKA itu.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar empat BUMN yang diharapkan dapat berpartisipasi dalam "penyelamatan" PT Kertas Kraft Aceh (Persero) (KKA) adalah PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Perum Perhutani dan PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA).

Komitmen dari 4 BUMN itu dalam pengoperasian kembali KKA adalah SMGR bertindak untuk menjadi offtaker atas produk kertas kraft yang akan diproduksi oleh KKA dengan mempertimbangkan kebutuhan dana yang mendesak bagi KKA. Sementara kondisi KKA sendiri belum memungkinkan memperoleh pinjaman dari bank.

"Jika swasta ada yang berminat baik luar negeri dan dalam negeri untuk ikut bisa aktifkan kembali pabrik KKA ini diberi kesempatan. Bisa-bisa dia (SMGR) juga bertindak sebagai investor dengan masuknya anak semen gresik," ujar Mustafa usai pembukaan Pembukaan Program Revitalisasi Lahan, di Sawang, Aceh Utara, Sabtu (15/1/2011).

Sementara PTBA akan berkomitmen sebagai pemasok batu bara untuk pabrik KKA. Sedangkan Perum Perhutani secara sendiri atau bersama PPA akan memberikan kontribusi berupa kontrol supply bahan baku pinus untuk KKA.

"PPA sendiri berperan untuk mengupayakan restrukturisasi dan revitalisasi KKA dan mengupayakan perolehan kontrol terhadap supply bahan baku kayu pinus," katanya.

Mustafa mengakui kebutuhan investasi untuk menghidupkan kembali perusahaan plat merah penghasil kertas semen ini adalah sebesar Rp 800 miliar.

"Investasi Rp 800 miliar. Mudah-mudahan sudah bisa runing. Rp 800 miliar itu bisa dilakukan oleh BUMN melalui yang dikoordinir oleh PPA atau juga dibuka kesempatan untuk investor sawsta," jelasnya.

Walaupun proses 'penyelematannya' sudah dimulai sejak sekarang, lanjut Mustafa, tetapi perusahaan ini diharapkan baru bisa beroperasi pada pertengahan tahun 2012. Pasalnya, masih banyak yang perlu disiapkan seperti penataan hutan untuk bahan baku.

"Sekarang sudah mulai tapi untuk hidupkan bukan pada kuartal I, ditekan tombol langsung hidup, ini persiapan dulu. Running kembali persiapan. Melengkapi komponen lebih baik, menata hutan bisa dipotong continue 20 tahun siklus. Itu yang saya sebut tadi diperkirakan kuartal I, tapi tambah satu setengah tahun kemudian baru running. Kira-kira pertengahan 2012 akan beroperasi. Kalau semuanya sudah beres, pertengahan 2012 bisa beroperasi kembali," tambah Mustafa.

KKA merupakan BUMN yang didirikan pada 1983 di Kabupaten Aceh Utara yang bergerak di bidang pembuatan kertas kraft dengan kapasitas produksi terpasang 135.000 ton per tahun, yang menghasilkan kertas kantong semen dengan bahan baku kayu pinus.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2011/01/16/134058/1547601/4/dibantu-4-bumn-kertas-kraft-aceh-beroperasi-lagi-medio-2012

aneuknanggroe
March 15th, 2012, 03:57 AM
Lokasi Blok Migas Pase Field yang dieksplorasi oleh Triangle Energy

http://img208.imageshack.us/img208/5904/paseblocksat.jpg

Pasca akan berhentinya PT. ARUN yang telah dieksplorasi lebih dari 30 tahun, Aceh masih memiliki ladang-ladang migas yang baru di seputaran kawasan Pase atau disekitar Aceh Utara, Lhokseumawe dan kawasan Aceh Timur. Meski tidak sebesar blok migas Arun, namun blok migas Pase bisa dieksplorasi untuk jangka waktu lebih dari 20 tahun....

aneuknanggroe
March 15th, 2012, 09:13 AM
KA Aceh yang tidak jelas kapan beroperasi.......

http://static.panoramio.com/photos/original/56308561.jpg

aneuknanggroe
March 16th, 2012, 10:45 AM
Pembuatan ornamen di sisi Utara Islamic Center Lhokseumawe

http://img163.imageshack.us/img163/5632/68266330424554417213820.jpg

aneuknanggroe
March 28th, 2012, 02:11 PM
Dah lama gak di updates ni:bash::bash::bash:

aneuknanggroe
March 29th, 2012, 03:43 AM
Progres Pembangunan Gedung Dakwah di Buket Rata, Lhokseumawe

http://img822.imageshack.us/img822/3091/stain.jpg
http://img7.imageshack.us/img7/5760/stain3.jpg

aneuknanggroe
April 3rd, 2012, 11:01 AM
Niko Resources Gandeng Zaratex Eksplorasi di Lhokseumawe PSC

Calgary, Indonesianway.com – Perusahaan Minyak asal Kanada, Niko Resources Ltd. (Niko) akan berpatner dengan Zaratex N.V. untuk melakukan eksplorasi di 5908 km Lhokseumawe PSC, Aceh, Indonesia.

Blok minyak dan gas ini berdekatan dengan ladang minyak Arun (>3.1BBOE) yang sekarang masih dalam perencanaan untuk membangunan LNG (liquefied Natural Gas/ LNG Arun ). Saat ini perseroan sedang melakukan survey 3D Sesimic pada kedalaman 3865 km2 .

Niko mengatakan, proses pemboran blok minyak ini akan dimulai dari air dangkal. Pada bulan April 2012 akan dilakukan pemboran di dua sumur migas, yaitu, sumur Candralila-1 dan Ratnadewi-1.

Perseroan mengatakan, jika proses pemboran sukses, Nika akan melakukan proses lebih luas yaitu membangun infrastruktur untuk proses kelancaran proses itu di Aceh. Peralatan Pemboran Niko dijadwalkan akan tiba di Lhokseumawe pada bulan September nanti untuk melakukan proses pemboran lebih jauh di Sumur Jayarani-1.

Niko telah lama beroperasi di Indonesia. Nika berpartisipasi di North Ganal PSC yang dioperatori perusahaan Italia, Eni Spa. Sekarang ini Niko dan Eni sedang melakukan pemboran di sumur Lebah-1 dan ditargetkan akan berproduksi pada semester II 2012. Lebah prospect akan dilakukan perluasan sampai ke sumur minyak Jangkrik dan Jangkrik-NE (cadangan sebesar 400MMBOE ).

Sumber : http://www.theindonesianway.com/niko-resources-gandeng-zaratex-eksplorasi-di-lhokseumawe-psc/

aneuknanggroe
April 5th, 2012, 04:29 AM
Ada lahan yang sudah dipasang seng di Sp. Kuta Blang Lhokseumawe, tapi tidak tau untuk proyek apa

http://img824.imageshack.us/img824/5185/39354120718458149499310.jpg

aneuknanggroe
April 6th, 2012, 03:20 PM
https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/527439_2536803198593_1809014099_1519720_1663348349_n.jpg?dl=1

Pembangunan Masjid 2 tingkat di kawasan Mon Geudong Lhokseumawe....

aneuknanggroe
April 8th, 2012, 12:48 PM
Progress Pembangunan Gedung Bappeda di Komplek Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe....

http://img96.imageshack.us/img96/2749/42307933042018630807661.jpg

aneuknanggroe
April 11th, 2012, 03:53 AM
http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20120409_103706_gas2.jpg

Penyimpanan Gas Arun Selesai Tahun Depan

BANDA ACEH--MICOM: Anggota Komisi VI DPR RI Marzuki Daud mengatakan pembangunan terminal penyimpanan gas PT Arun LhokseumaweProvinsi Aceh diperkirakan rampung akhir 2013.

"Membutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk membangun kembali berbagai fasilitas pendukung pembangunan terminal penyimpanan gas di PT Arun dan tergetknya akhir 2013," katanya di Banda Aceh, Senin (9/4).

Di sela-sela meninjau langsung pemungutan suara pada pemilihan kepala daerah (pilkada) gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota di Aceh, dia mengatakan, berbagai pihak mendukung rencanan tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa terminal penyimpanan gas itu beroperasi maka akan membawa dampak besar bagi pembangunan dan percepatan pertumbuhan ekonomi Aceh di masa mendatang.

"Kita juga berterima kasih kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang telah mengupayakan agar PT Arun Lhokseumawe dihidupkan kembali menjadi terminal penyimpanan gas tersebut," kata Marzuki Daud yang juga politisi Partai Golkar itu.

Dia menyebutkan, penghidupan kembali itu dalam upaya menjaga aset yang ada sehingga tidak menjadi besi tua serta upaya menghidupkan kembali roda perekonomian Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Pemerintah, ia menyebutkan telah menyetujui anggaran sekitar Rp3,7 triliun untuk pembangunan pipa dari Kota Lhokseumawe sampai ke Medan, Provinsi Sumatra Utara.

Dia juga menjelaskan bahwa pembangunan terminal penyimpanan gas Arun itu nantinya akan menjadi tempat masuknya atau disimpannya dari gas dari Tangguh Provinsi Papua.

Sumber : http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/04/09/311707/4/2/Penyimpanan_Gas_Arun_Selesai_Tahun_Depan

aneuknanggroe
April 11th, 2012, 07:17 AM
Numpang lewat..,:D

aneuknanggroe
April 12th, 2012, 01:24 PM
Breaking News; Kepanikan warga saat gempa di Lhokseumawe

http://img805.imageshack.us/img805/7968/dsc04594m.jpg
http://img823.imageshack.us/img823/1616/dsc04583md.jpg
http://img694.imageshack.us/img694/6999/34528585.jpg
http://img51.imageshack.us/img51/6527/lhokseumawesaatgempa1.jpg

aneuknanggroe
April 21st, 2012, 02:35 PM
Maaf blm sempat di updates ni, lg bnyk kerjaan.... :D

aneuknanggroe
April 25th, 2012, 03:50 AM
http://www.theindonesianway.com/wp-content/uploads/2012/04/Niko_Lhokseumawe_PSC-300x217.jpg

Zaratex N.V Mulai Pemboran di Lhokseumawe PSC

Aceh, Indonesianway.com – Niko Resources Ltd. (Niko) melaporkan Zaratex N.V selaku operator di blok minyak dan gas Lhokseumawe PSC telah memulai proses pemboran awal di sumur migas Candralila-1, Indonesia.

Sumur Candralila-1 adalah sumur pertama dari dua sumur migas yang kembali dib or dengan menggunakan Hercules 208 jack-up rig. Di blok minyak itu, Niko hanya memiliki saham sebesar 30 % dan bukan sebagai operator.

Niko Resources saat ini merupakan operator dari 12 wilayah kerja migas yaitu blok Seram, blok South East Ganal I, blok West Sager, blok South Matindok, blok Kofiau, blok West Papua IV, blok North Makasar Strait I, blok Halmahera-Kofiau, blok East Bula, blok Cendrawasih Bay III, blok Cendrawasih Bay IV, blok Sunda Strait. Serta satu Wilayah Kerja yang belum ditandatangani kontrak kerja samanya yaitu blok Obi.

Cadangan di sumur migas tersebut diperkirakan mencapai 130MMBOE dan bisa melebihi 400MMBOE. Sumur ini terletak sekitar 18 kilometer dari ladang minyak Arun yang sedang diisukan akan dibangun kilang LNG.

Sumber : http://www.theindonesianway.com/zaratex-n-v-mulai-pemboran-di-lhokseumawe-ps/

TFM1
April 25th, 2012, 08:38 PM
^^ bro usul ganti nama supaya seragam sama yang lainnya

[LHOKSEUMAWE] Projects & Development

:)

aneuknanggroe
April 26th, 2012, 03:53 AM
^^ bro usul ganti nama supaya seragam sama yang lainnya

[LHOKSEUMAWE] Projects & Development

:)

Boleh juga tu usulnya, ntar saya coba hub om momod nya dulu.....:D

aneuknanggroe
April 26th, 2012, 05:00 AM
Pasar buah lhokseumawe yang baru dibangun terbengkalai

http://img21.imageshack.us/img21/5350/39516921141808332981917.jpg

aneuknanggroe
April 30th, 2012, 04:11 AM
PT. AAF (Aceh Asean Fertilizer) Tidak akan Dijual

MedanBisnis — Lhokseumawe. Beberapa kali muncul wacana PT ASEAN Aceh Fertilizer (AAF) akan dijual ke pihak investor, kendati kondisi pabrik pupuk itu hingga saat ini mati suri. Namun setelah kasus sengketa atas perusahaan tersebut selesai, dan Pengadilan Negeri Lhokseumawe menolak gugatan PT Bumi Persada Lestari (BPL) atas kepemilikan perusahaan, kalangan pemerintah menegaskan perusahaan yang kini kepemilikannya penuh oleh Pemerintah Indonesia tidak akan dijual, maelainkan akan dihidupkan kembali.
“AAF tidak akan pernah dijual, Pemerintah Indonesia justru sangat serius agar perusahaan yang memproduksi pupuk tersebut hidup kembali. Saat ini sedang digodok, apakah PT AAF akan dimerger dengan PT PIM atau PT Pusri, yang jelas rencana PT AAF akan dijual ke investor tidak akan terjadi,” ungkap anggota Komisi VI DPR Marzuki Daud, di sela menghadiri syukuran masyarakat 15 desa di lingkungan PT AAF, di pelataran masjid komplek perumahaan
perusahaan tersebut, Selasa (24/4).

Acara yang turut dihadiri Pj Gubernur Aceh Tarmizi A Karim, dirangkai dengan makan bersama anak yatim.

Sebelumnya, PT AAF mati karena tidak mendapat pasokan gas. Konon ketika itu, produksi pabrik pupuk tersebut sekitar 80% digunakan untuk ekspor, sedangkan bahan baku energi berupa gas disubsidi.

Sebaliknya, kebutuhan pupuk untuk dalam negeri terutama wilayah Aceh dan Sumut dipasok PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Akibatnya, PT AAF tidak memberikan keuntungan secara langsung kepada petani, tetapi hanya untuk segelintir karyawan.

“Tapi saat ini setelah AAF sudah penuh milik Pemerintah Indonesia, diharapkan segera berproduksi kembali. Terserah apakah hendak dimerger dengan PIM atau Pusri, yang penting bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar perusahaan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat, H Abubakar Abbas.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Utara, T Moni Alwi, yang ditemui terpisah mengatakan pemerintah pusat tidak punya alasan membiarkan pabrik-pabrik di kawasan Aceh Utara terus mati.

“Kehadiran pabrik seperti KKA, AAF, Aromatic serta PIM2 sangat membantu perekonomian masyarakat, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah pusat membiarkan pabrik-pabrik itu terus mati. Jangan dikait-kaitkan soal kepentingan politik dengan masalah perekonomian masyarakat, kalau hal tersebut terus berlangsung bisa bangkrut bangsa ini,” katanya serius.

Bahkan, menurutnya, di sisi lain masalah suplai gas yang mengakibatkan sejumlah pabrik di Aceh mati, tidak bisa dijadikan alas an. Apalagi, di saat pabrik mati, justru ekspor gas dari Aceh setiap tahun mencapai puluhan bahkan ratusan cargo.

“Hal itu tidak adil, justru kebutuhan ekspor dipenuhi, padahal gas yang diekspor itu untuk memberikan kesejahteraan negara lain, sedangkan rakyat di negara sendiri hidup segan mati tak mau,” ketusnya.

Segera Dibangun
Yang lebih meyakinkan pabrik-pabrik besar di wilayah Aceh bakal hidup kembali, yakni rencana alih fungsi kilang PT Arun menjadi receiving (terminal) gas. Direncanakan, tahun ini rencana itu akan direalisir.

“Presiden SBY telah mem berikan persetujuan terhadap alih fungsi kilang Arun menjadi terminal gas, dan tahun ini juga pembangunannya dimulai. Dengan kehadiran terminal gas itu bisa menjadi nyawa bagi industri di Aceh,” ungkap Marzuki Daud.

Disebutkannya, Komisi VI DPR sudah dua kali melakukan rapat membahas pembangunan terminal gas dengan memanfaatkan fasilitas kilang PT Arun di Lhokseumawe. “Bah kan pemerintah pusat sangat serius menyangkut masalah itu, dan Meneg BUMN telah memerintahkan Pertamina segera menindaklanjuti program tersebut,” ungkapnya.

Namun, dia menambahkan, ada kendala soal pembangunan jalur pipa gas dari Aceh ke Sumut yang direncanakan melewati jalur rel kereta api, dengan alasan untuk efisiensi. “Ini akan mengalami kendala, karena hampir rata jalur kereta api terutama di kawasan perkotaan sudah menjadi kawasan pemukiman padat penduduk. Jika dipasang di sana, bisa membahayakan masyarakat, terlebih pipa gas harus aman,” ujarnya.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/04/25/92920/pt_aaf_tidak_akan_dijual/#.T5ddK9kiy2U

aneuknanggroe
May 2nd, 2012, 03:43 AM
Pelataran parkir sisi Utara Islamic Center Lhokseumawe

http://img801.imageshack.us/img801/3250/53114233042652646655566.jpg

aneuknanggroe
May 3rd, 2012, 04:54 AM
Dewan Minta Provinsi Mediasi Masalah Aset

LHOKSEUMAWE - Anggota DPRK Lhokseumawe meminta Pemerintah Aceh memediasi penyelesaikan pengalihan aset Pemkab Aceh Utara ke Lhokseumawe. Sehingga kedua belah pihak tidak merasa dirugikan. Karena sampai sekarang belum ada titik temu dalam penyelesaikan pengalihan aset tersebut.

“Tanpa mediasi dari provinsi, kita khawatir akan terjadi hal-hal yang tak baik seperti sebelumnya. Dengan adanya mediasi provinsi secara intensif, masalah itu akan mudah diselesaikan, termasuk dalam menentukan jumlah kompensasi,” kata Wakil Ketua Fraksi Koalisi DPRK Lhokseumawe, Jailani Usman, kepada Serambi, kemarin sore.

Persoalan lain, kata Jailani, pemko sekarang membutuhkan tanah untuk pembangunan kantor. Selama ini pemkot terpaksa menyewa kantor karena tidak memiliki tanah. Sedangkan Aceh Utara, lanjutnya, kini membutuhkan dana untuk pembangunan kantor. “Jadi penyelesaiannya harus menguntungkan kedua belah pihak,” ungkapnya.

Pj Bupati Aceh Utara, HM Ali Basyah mengatakan, penyelesaian pengalihan aset kini dalam proses negosiasi Sekda Aceh Utara dengan Sekdako. “Jika tak ada titik temu, kemungkinan nanti dilanjutkan setelah bupati dan wali kota terpilih dilantik, tapi kita tetap berupaya semaksimal mungkin,” katanya.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2012/04/30/dewan-minta-provinsi-mediasi-malasah-aset

aneuknanggroe
May 8th, 2012, 04:32 AM
Gedung KPPN Lhokseumawe yang Baru di Jln. Merdeka

http://img9.imageshack.us/img9/1083/kppn2.jpg
http://img268.imageshack.us/img268/1329/kppnlhokseumawe.jpg

aneuknanggroe
May 21st, 2012, 05:42 AM
Lahan kosong di samping Gedung Bank BTN sudah ditutup seng, ntah mau dibangun apaan...

http://img818.imageshack.us/img818/8200/54025327434216039242428.jpg

Gambar ini bole nyolong di fesbuk KPPN Lhokseumawe. Goyang trus mang, hahahaha.... :D

Nick_2
May 21st, 2012, 07:54 PM
http://3.bp.blogspot.com/-3JfwERKg8Xs/T5uVCslxBEI/AAAAAAAAAK0/IrQjMFcuqxg/s1600/waterboom+Genali.jpg

WATERBOOM MANGAT CERIA, Kota Lhokseumawe

Waterboom Mangat Ceria , merupakan pioner sarana permainan air di kota Lhoksumawe,Desa Alue Lim. Diresmikan pada (1 April 2012). Kemudian mengikuti dengan membangun sarana permainan air seperti ini. Saat ini, Waterboom Mangat Ceria terus berbenah diri. Salah satunya dengan menambah kolam maupun seluncuran yang meliuk-liuk dari atas bukit.
Sehingga hal tersebut menambah nuansa tersendiri yang tidak didapatkan di tempat lain kecuali di Waterboom Mangat Ceria. Bouncer atau sebuah Game Zone yang khusus diperuntukkan buat anak-anak juga bisa ditemui di Waterboom Mangat Ceria

Mengingat semakin banyaknya kompetitor yang membuka permainan yang sama (Waterboom), dan untuk lebih memaksimalkan pengembangan serta memberikan pelayanan lebih baik terhadap pengunjung; maka Objek Wisata Waterboom Mangat Ceria yang selama ini dikelola oleh Pemerintah Daerah Kota Lhoksuemawe kini diserahkan dan dipercayakan kepada pihak Swasta yakni PT. WWS pada tanggal 29 Desember 2009. Dengan ditangani oleh Pihak Swasta diharapkan Objek Wisata Waterboom Mangat Ceria akan semakin profesional.

Untuk saat ini, langkah pertama yang diambil PT. KALIL terhadap Waterboom Mangat Ceria yaitu memfasilitasi area Hot Spot ( WIFI )masih dalam tahap pembangunan. Dengan adanya sarana internet gratis ini diharapkan para pengunjung yang tidak ingin berendam dalam air, misal saja sekedar ingin bersantai sambil menunggu keluarga/kerabatnya bisa browsing di dunia maya atau bermain game online. Ataupun jika sedang tidak ingin melakukan aktifitas apapun bisa beristirahat dengan suasana alam yang asri dengan bersantai di Gazebo-gazebo yang tersebar di sekitar bukit.
Fasilitas lainnya yang ada di Waterboom Mangat Ceria antara lain: slide/seluncuran yang dibedakan antara seluncuran untuk anak-anak dan untuk pengunjung dewasa, flying fox, pujasera, klinik, dan lain-lain.

Akhirnya kelar juga......:D

^^ bro.. kok di foto hampir sama yang waterbom di sawahlunto?

aneuknanggroe
May 22nd, 2012, 03:09 AM
Tu dapat dari internet, ntar saya coba cek lagi.....

Lagipula saya belum sempat turun ke TKP karena lumayan jauh, makanya tidak saya cek langsung saya tampilkan.... Oke bro...:D

aneuknanggroe
June 4th, 2012, 10:18 AM
http://img255.imageshack.us/img255/4229/41680622192680204121670.jpg

Kota Lhokseumawe Baru Miliki 20 Persen RTH

Lhokseumawe, (Analisa). Ruang terbuka hijau (RTH) yang dimiliki Kota Lhokseumawe belum mencapai 30 persen untuk mewujudkan kesejukan dan keindahan kota sesuai harapan. Total ruang terbuka hijau yang ada di sejumlah titik di kota ini, baik taman maupun median jalan baru mencapai 20 persen.
"Pencapaian ini belum memadai. Lhokseumawe minimal harus memiliki 30 persen ruang hijau dari luas wilayahnya," ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Lhokseumawe melalui Kabit Pertamanan, H Zakaria, kepada Analisa, Kamis (31/5).

Dikatakan, pihaknya terus melakukan penanaman berbagai jenis pohon seperti cemara, trembesi, keutapang dan glodokan di sejumlah titik dalam wilayah kota. Pada 2012, sudah ditanam 2.010 batang bibit mahoni dan berbagai jenis pohon dan bunga.

Diakui, mudah melakukan penanaman, tetapi belum tentu hidup dan berkembang sesuai harapan karena berbagai faktor.

Untuk ini, katanya, diperlukan kesadaran masyarakat guna menjaga dan merawat pohon yang ditanam agar tumbuh sesuai harapan.

Pihaknya mengharapkan masyarakat berpartisipasi dan menumbuhkan budaya menjaga dan merawat tanaman agar semua pohon yang telah ditanam tumbuh dengan baik.

"Kita juga meminta seluruh masyarakat supaya membiasakan menamam pohon untuk menghijaukan pekarangan rumah demi menciptakan kesejukan dan menghindari pemanasan global," tandasnya.

Kota Lhokseumawe memiliki tujuh taman keindahan dan keserasian kota yang juga berfungsi sebagai RTH. Ketujuh taman itu ialah Taman KP3, Taman Segitiga, Taman Selamat Datang, Taman Mini, Taman Selat Malaka, dan median jalan.

Taman ini mendapat perawatan rutin petugas. Taman taman mini (Riyadah) diperuntukkan sebagai tempat rekreasi, sedangkan yang lainnya sebagai taman keindahan dan seserasian kota.

Taman Riyadah yang berada di Jalan Merdeka Lhokseumawe sering dimanfaatkan warga kota ini untuk bersantai bersama keluarga baik siang maupun sore.

Sumber : http://www.analisadaily.com/news/read/2012/06/04/54037/kota_lhokseumawe_baru_miliki_20_persen_rth/#.T8xtklIiy2U

aneuknanggroe
June 6th, 2012, 04:41 AM
Pemko Lhokseumawe Pamerkan Wisata Daerah di Jakarta

MedanBisnis – Lhokseumawe. Pemko Lhokseumawe memamerkan berbagai obyek wisata dan potensi daerah di arena Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara yang dipusatkan di Jakarta Convention Center, mulai 31 Mei hingga 3 Juni 2012.
“Kegiatan Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara melibatkan seluruh daerah di Indonesia, dan salah satunya Lhokseumawe. Makanya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi seluruh peserta.

Lhokseumawe memiliki berbagai potensi daerah, terutama daerah wisata dan berbagai produk unggulan seperti kerajinan tangan yang coba kami pamerkan di arena pameran tingkat nasional tersebut,” kata Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, TM Zuhri, kepada MedanBisnis, Rabu (30/5).

Disebutkan, ciri lain yang akan ditampilkan di arena nasional itu adalah program pengembangan wisata spiritual di Aceh. “Hal ini sangat penting kita tunjukan kepada daerah-daerah lain di Indonesia, karena Aceh memiliki kekhususan tersendiri, salah satunya penerapan pola syariat Islam, sehingga perlu didukung dengan pola wisata spiritual,” jelasnya.

Di sisi lain, katanya, kawasan wisata Lhokseumawe masih dalam tahap pembenahan terkait masalah program wisata spiritual itu juga, salah satunya adalah ada semacam kewajiban bagi setiap pengunjung mengenakan busana yang sopan, serta tetap menjunjung tinggi norma-norma sopan santun.

“Satu hal, Lhokseumawe juga memiliki Islamic Center yang tergolong megah, kendati saat ini masih dalam tahap pembangunan. Tapi kami yakin Islamic Center yang terletak di pusat Kota Lhokseumawe tersebut akan menjadi ikon pengembangan wisata spiritual di kawsan timur Aceh,” paparnya.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/05/31/98892/pemko_lhokseumawe_pamerkan_wisata_daerah_di_jakarta/#.T87CeFIiy2U

aneuknanggroe
June 7th, 2012, 04:53 AM
http://img38.imageshack.us/img38/7348/lhokseumawe1p.jpg

Pemerintah Diminta Realisasikan Krueng Geukeuh Pelabuhan Ekspor
6 Juni, 2012 | Filed under: Aceh | Posted by: Redaksi

Banda Aceh ( Berita ) : Pemerintah Aceh diminta mempercepat realisasi Krueng Geukeuh di Kota Lhokseumawe, sebagai pelabuhan ekspor di provinsi itu. “Kami berharap pemerintah segera merealisasikan Krueng Geukeuh sebagai pelabuhan ekspor sebagai upaya mempercepat aktivitas ekonomi perdagangan daerah ini,” kata Ketua Forum Kopi Aceh (FKA) Mustafa Ali di Banda Aceh, Rabu [06/06].

Menurut dia, jika pelabuhan Krueng Geukueh dapat dioperasikan untuk aktivitas ekspor dan impor maka dipastikan para pengusaha Aceh akan memanfaatkannya. “Selama ini, ekspor komoditas perkebunan dan pertanian seperti hasil bumi dari Aceh Tengah dan Bener Meriah itu dilakukan melalui Medan, Sumatera Utara. Kalau ekspor melalui pelabuhan di Aceh maka menghemat biaya bagi eksportir,” katanya menjelaskan.

Mustafa mencontohkan, ekspor kopi arabika asal dataran tinggi “Tanah Gayo” per tahunnya mencapai sekitar 50.000 ton dengan pangsa pasar utama Eropa dan Amerika Serikat.

“Jika ekspor itu bisa dilakukan melalui pelabuhan Krueng Geukeuh maka selain pengusaha (eksportir), petani juga diuntungkan karena harga jual kopi akan lebih meningkat dibandingkan ekspor melalui Medan,” kata dia menjelaskan.

Selain itu, masyarakat sekitar Krueng Geukeuh juga akan mendapatkan pekerjaan dari operasional pelabuhan ekspor di Kota Lhokseumawe tersebut, ujar Mustafa menambahkan.

Berdasarkan kajian pelabuhan Krueng Geukeuh sangat strategis untuk aktivitas ekspor dan impor karena posisinya berada di Selat Malaka, serta dekat dengan daerah sentra komoditas perkebunan dan pertanian di kawasan dataran tinggi “Tanah Gayo” itu.

“Kalau dari fisik pelabuhan, Krueng Geukueh juga sudah siap untuk aktivitas ekspor, meski ada beberapa sarana yang harus dilengkapi oleh pemerintah,” kata Mustafa menjelaskan.

Sumber : http://beritasore.com/2012/06/06/pemerintah-diminta-realisasikan-krueng-geukeuh-pelabuhan-ekspor/

aneuknanggroe
June 8th, 2012, 03:32 AM
http://img826.imageshack.us/img826/2596/99129701.jpg

Hutan Kota Lhokseumawe Butuh Penyegaran

Lhokseumawe, (Analisa). Kesadaran warga kota untuk merawat dan memelihara hutan kota di wilayah Mon Geudong, Kota Lhokseumawe, belum maksimal untuk mewujudkan sarana rekreasi bagi masyarakat dan pendatang dari berbagai daerah ke kota ini.
"Taman ini masih kekurangan pohon. Bahkan, selama ini belum dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi di kota," kata Munawir, seorang warga saat ditanyai Analisa, baru-baru ini.

Menurut dia, hutan kota berfungsi sebagai lokasi pariwisata alam perkotaan, sarana penelitian dan pengembagan, konservasi tanaman dan sarana rekreasi dan olahraga.

Tetapi, untuk mewujudkan itu pihak terkait perlu membugarkan atau menyegarkan hutan kota dengan memperbanyak tanaman pohon, karena keberadaan pohon. Saat ini, jumlah pohon di hutan ini masih sangat kurang.

"Kita mengharapkan pihak terkait melakukan pemeliharaan hutan kota secara maksimal dengan memperbanyak pohon-pohon untuk mewujudkan kesejukan, kenyamanan dan penghijauan kota," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di hutan kota yang berada di Jalan Mon Geudong, berdampingan dengan stadion PSLS Lhokseumawe, jumlah pohon seperti trembesi dan lainnya masih kurang.

Bahkan, taman yang berada di lokasi yang sangat strategis itu terlihat kurang mendapat perawatan dan hanya beberapa pohon yang tampak tumbuh subur, sementara ada bagian taman yang gundul dan ditumbuhi ilalang.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara melalui Kabit Pertamanan, Drs T Maimun, mengungkapkan, selama ini pihaknya melakukan pemeliharaan secara maksimal, baik pohon di taman maupun di hutan kota.

Disebutkan, kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara hutan kota belum seperti diharapkan, sehingga hewan peliharaan selama ini masih berkeliaran di dalam hutan kota. Bahkan, ada yang bermain bola sehingga pohon-pohon di taman banyak yang mati.

"Kita selalu rutin menanam pohon tetapi setelah kita tanam tidak dijaga dan dirawat secara bersama-sama sehingga sangat sedikit pohon yang hidup. Kita berharap kesadaran masyarakat untuk sama-sama memelihara pohon di hutan kota, taman kota maupun di median jalan untuk mewujudkan kesejukan dan keindahan kota seperti kita harapkan," tandasnya.

Sumber : http://www.analisadaily.com/news/read/2012/06/08/55123/hutan_kota_lhokseumawe_butuh_penyegaran/#.T9FV4FIiy2U

RapidRail
June 9th, 2012, 05:13 AM
brother @aneuknanggroe, gimana kabar tentang kereta api lhokseumawe? yg section rel krueng geukueh sekitar PIM sudah jadi belum ya?

ceudah
June 9th, 2012, 11:03 AM
^^^sang ka hana lee, ka gadoh si krak krak busoe di peukilo...:D

aneuknanggroe
June 12th, 2012, 10:30 AM
Kereta Api Aceh di Krueng Geukueh Lhokseumawe

http://img812.imageshack.us/img812/138/img09431.jpg
http://img593.imageshack.us/img593/8420/img0940el.jpg
http://img51.imageshack.us/img51/8405/img0947n.jpg


Pembangunan rel nya masih jalan, tp belakangan ni gerbong keretanya tidak terlihat lagi. Dimanakah gerangan............ :ohno:

aneuknanggroe
June 13th, 2012, 04:24 AM
Jembatan Cunda yang baru saat malam

http://img209.imageshack.us/img209/1016/53872025037522123392141.jpg

aneuknanggroe
June 14th, 2012, 03:49 AM
http://img338.imageshack.us/img338/6373/20120613051627gedung20d.jpg

Gedung Dekranas Kota Lhokseumawe yang terletak di Komplek Stadion Tunas Bangsa yang dibangun tahun 2010 silam dan menghabiskan anggaran 1,7 milyar lebih hingga sekarang masih belum difungsikan.....

Sepertinya konflik sengketa tanah antara Pemko Lhokseumawe dan Pemkab Aceh Utara hingga sekarang belum terselesaikan, sehingga ada beberapa bangunan milik Pemko Lhokseumawe yang dibangun di tanah yang menjadi sengketa terbengkalai......

aneuknanggroe
June 20th, 2012, 04:54 AM
http://img600.imageshack.us/img600/519/20120619045723gedung20r.jpg

Empat Bangunan Rumah Sakit Jiwa Lhokseumawe Rampung

LHOKSEUMAWE - Empat bangunan Rumah Sakit Jiwa yang terletak di atas bukit Desa Blang Panyang, Muara Satu, Lhokseumawe telah rampung dikerjakan. Pejabat Dinas Kesehatan menyatakan tahun ini bakal dibangun dua gedung lagi di lokasi tersebut.

Pantauan The Atjeh Post, Selasa, 19 Juni 2012, dari empat bangunan RSJ yang telah rampung, salah satunya memiliki dua lantai dan berukuran lebih besar dua kali lipat dari gedung lainnya.

Empat bangunan itu belum difungsikan. Semua ruangan masih kosong, belum ada mobiler seperti meja, kursi, lemari dan inventaris lainnya. Air bersih juga tidak ada. Anehnya, papan nama proyek atau pamplet RSJ tidak dipasang. Di lokasi ini hanya tampak seorang petugas jaga.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan RSJ Lhokseumawe, Asnawi, menyebutkan, empat bangunan itu adalah hasil pekerjaan tahap pertama. Untuk tahap ke dua, kata Asnawi, bakal dibangun dua gedung lagi pada tahun 2012 ini.

“Konstruksi bangunan RSJ tersebut dikerjakan sejak tahun 2010 dengan dana Rp1,8 miliar, lalu dilanjutkan tahun 2011 menggunakan dana Otonomi Khusus Rp5,8 miliar hingga selesai empat bangunan ini,” kata Asnawi saat ditemui di Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.

Dari empat bangunan itu, menurut Asnawi, gedung dua lantai akan difungsikan untuk kantor pelayanan administrasi, ruangan rawat inap, apotik dan laboratorium. Bangunan di sisi kiri gedung besar tersebut untuk rawat inap pemulihan pasien pria. Bangunan sisi kanan gedung utama itu sebagai tempat rawat inap pemulihan pasien wanita. “Bangunan satu lagi untuk dapur,” katanya.

Ia menambahkan, dua bangunan yang bakal dikerjakan tahun ini sebagai pembangunan tahap ke dua ialah gedung isolasi dan observasi pasien pria serta gedung intermedic pasien pria. “Dua gedung itu akan dibangun dengan dana Rp4,5 miliar,” kata Asnawi.

Pembangunan tahap ke tiga pada tahun 2013, Asnawi melanjutkan, akan dibangun gedung intermedic pasien wanita. Untuk kebutuhan air, kata dia, tahap awal akan dibangun sumur bor. “Paling cepat, RSJ ini bisa difungsikan tahun 2013 setelah ada mobiler dan peralatan medis yang pengadaannya membutuhkan dana minimal Rp15 miliar,” katanya.

Sumber : http://atjehpost.com/read/2012/06/19/12408/5/5/Empat-Bangunan-Rumah-Sakit-Jiwa-Lhokseumawe-Rampung

aneuknanggroe
June 21st, 2012, 09:59 AM
http://img72.imageshack.us/img72/1082/keretaapi.jpg

Kereta Api Aceh, 120 Tahun Lagi?

TERKURUNG di dalam pagar kawat besi, dua gerbong kereta api itu berkilat-kilat diterpa cahaya matahari. Tampilannya mentereng. Bodinya mulus. Warnanya biru dipadu putih dan garis oranye di bagian samping.

Sempat ditempatkan di Krueng Geukueh, gerbong kereta yang diproduksi oleh PT INKA saat ini digudangkan di Kompleks Stasiun Kereta Api di Desa Ulee Madon, Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Sejak tiba di pelabuhan Krueng Geukueh, Desember 2008 lalu, kereta api seharga Rp 19,5 miliar itu baru sekali keluar kandang, yaitu saat uji coba pertengahan tahun lalu. Setelah itu, kereta pun kembali masuk gudang.

Ketika didatangi wartawan The Atjeh Times Senin lalu, kompleks stasiun kereta itu terlihat sepi. Belakangan, seorang pria turun dari dalam gerbong kereta. Rupanya, ia dan seorang temannya tertidur di dalam gerbong.

Melongok ke dalam, kursi fiber warna biru dipasang saling berhadapan di sisi kiri dan kanan kereta. Di langit-langit, tali tempat pegangan penumpang sudah luluh. Saat The Atjeh Times memegang alat pegangan itu, talinya langsung terputus, lalu pecah jadi serbuk saat dipencet dengan jari.

“Memang tali alat pegangan itu sudah tidak bagus, mungkin karena sudah lama tak terpakai,” kata seorang petugas jaga. Lalu, ia menunjukkan sejumlah alat pegangan yang talinya sudah copot.

Ini bukan kereta api biasa. Meski dibuat oleh PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun, Jawa Timur, mesin diesel dan remnya dipesan khusus dari Jerman, Prancis, dan Singapura. Berkapasitas 64 kursi dan memuat 200 penumpang berdiri, kereta itu jenis KRDI, Kereta Rel Diesel Indonesia. Dari namanya dapat ditebak, kereta itu digerakkan mesin diesel. Kereta jenis ini biasanya melayani rute jarak pendek, sekitar 20 hingga 30 kilometer dengan kecepatan maksimum 120 kilometer per jam.

Setiap gerbong punya empat pintu, termasuk ruang masinis. Pada tiap-tiap gerbong tertulis “KRDI-3 08209” dan “KRDI-3 08210”. Di dinding bagian dalam ada tulisan “Kelas-3, 64 Penumpang”.

“Dua gerbong kereta api ini sudah pernah dilakukan uji coba tahun 2011 lalu, dari stasiun ini (Bungkah) ke Stasiun Cot Seurani (Kecamatan Muara Batu), ” kata seorang petugas jaga.

Hasanun, 21 tahun, warga Desa Ulee Madon, mengatakan ada sekitar 20 warga--sebagian besar bocah hingga anak muda--naik kereta api itu saat uji coba tahun lalu.

“Dua kali uji coba, saya sempat takut saat naik kereta api itu, bergetar hebat, mungkin karena relnya belum begitu kuat,” kata Hasanun saat ditemui di seputaran stasiun kereta api itu.

Kabar yang didengar petugas jaga ini, gerbong kereta api tersebut dalam waktu dekat bakal dioperasionalkan dengan memanfaatkan jalur rel yang sudah rampung dari Kecamatan Muara Batu ke Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Pembelian dua gerbong kereta api itu berawal dari sebuah mimpi menghidupkan kembali kereta api Aceh setelah ‘mati suri’ sejak 1982. Dicanangkan pada masa Presiden BJ Habibie tahun 2009, proyek itu sempat terhadang perang. Pascatsunami dan perjanjian damai, ide itu hidup lagi: membangunkan kereta api Aceh dari tidurnya.

Pada 2002, dibuatlah rencana umum pengembangan Kereta Api Sumatera Railway Development. Pembangunan jalan kereta api Aceh-Medan dianggap sebagai solusi transportasi massal dan murah. Program ini disiapkan pemerintah dengan bantuan konsultan asing Mott McDonald dan SNCF Internasional.

Dua tahun berselang, pemerintah pusat melalui Menteri Perhubungan mengumumkan detail pembangunan kembali rel kereta api yang menghubungkan Aceh-Medan. Panjangnya diperkirakan 450 kilometer. Jalur ini akan dibangun 5 tahapan: Langsa-Besitang (50,60 kilometer), Langsa-Lhokseumawe (150,60 kilometer), Bireuen-Sigli (100,77 kilometer), dan Sigli-Banda Aceh (93,027 kilometer). Total anggaran yang dibutuhkan Rp 7,1 triliun.

Tahun 2007, sempat terhenti setelah tsunami, pembangunan rel kereta api kembali dilakukan di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Perencanaan diubah. Panjang rel yang harus dibangun menjadi 586 kilometer. Kebutuhan biaya membengkak menjadi 12 triliun (baca: Jalan Panjang Kereta Api Aceh).

Pada awal 2009, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Yuwaldi Away, sudah menjanjikan kereta segera berderak. “Target saya, untuk tahap pertama, rute Cunda-Simpang Mane, Aceh Utara, sudah bisa beroperasi,” kata Yuwaldi ketika itu.

Dua tahun tanpa kabar, pada Februari 2011, berembus kabar baik. Yuwaldi menjanjikan kereta akan beroperasi di rute Krueng Mane-Lhokseumawe dengan jarak tempuh 14 kilometer. Namun, hingga Senin pekan ini, kereta hanya parkir di gudang.

The Atjeh Times mencoba mengontak Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Yuwaldi Away, untuk mengonfirmasi kembali nasib proyek kereta api. Namun, kata seorang stafnya, ia sedang di Bali.

Pantauan The Atjeh Times, rel kereta api yang dibangun dengan dana ratusan miliar itu nasibnya tak jelas. Untuk rute Lhokseumawe-Krueng Geukueh kondisi rel kereta api yang terlihat terawat lumayan baik hanya ada di kawasan Blang Nalueng Mameh, Muara Satu, Lhokseumawe.

Adapun di kawasan lain, seperti Batuphat Barat-Batuphat Timur, Muara Satu, rel kereta api berjarak beberapa jengkal dari rumah warga.

Di Desa Paloh, Muara Satu, tepatnya di luar pagar kompleks kilang LNG Arun, beberapa meter dari Jalan Banda Aceh-Medan, rel kereta api tertutup tumpukan potongan kayu. Ada juga bangunan kecil di atas rel tersebut. Pemandangan hampir sama juga ada di Simpang Jembatan Loskala.

Di kawasan Batuphat Barat-Batuphat Timur, Muara Satu, rel kereta api yang berjarak beberapajengkal dari deretan rumah warga sudah tertimbun tumpukan tanah.

Lalu, di kawasan Desa Paloh, Muara Satu, tepatnya di luar pagar kompleks kilang LNG Arun, beberapa meter dari Jalan Banda Aceh-Medan, rel kereta api tertutup tumpukan potongan kayu. Juga ada bangunan kecil di atas rel tersebut.

Pemandangan hampir sama di Simpang Jembatan Loskala. Ada beberapa warung yang didirikan oleh warga di atas rel kereta api. “Kereta apinya tidak jelas kapan akan melintas, makanya badan rel dipakai sementara untuk warung,” kata Hasan, warga di sekitar lokasi itu.

Di kawasan Desa Panggoi, Muara Dua, balok rel kereta api juga sudah tertimbun tanah di banyak titik. Selain itu, juga tertutup semak-semak. Begitu pula yang tampak pada rel di kawasan Meunasah Mesjid, Muara Dua.

Kondisi itulah yang menimbulkan rasa pesimis warga. Bustamam, seorang supir truk trayek Banda Aceh-Medan, tak yakin proyek itu dapat segera rampung. “Ini seperti pungguk merindukan bulan. Kami menganggap ini pura-pura,” ujarnya.

Rasa pesimis Bustamam masuk akal. Hitung saja, jika total anggaran yang dibutuhkan adalah Rp12 triliun, dan rata-rata anggaran yang dikucurkan per tahun katakanlah Rp 100 miliar, waktu yang diperlukan: 120 tahun!

Awalnya, sempat muncul skema pembiayaan begini: sebagian dibiayai APBN, sebagian lagi dari investor luar negeri. Namun, rencana itu tak terwujud. Bahkan, perusahaan perkeretaapian Perancis yang sempat datang ke Aceh setelah bencana tsunami dan menyodorkan proposal bantuan, belakangan undur diri.

“Yang tanya-tanya banyak, tapi tidak ada yang jadi,” kata Yuwaldi beberapa waktu lalu.

Di Muara Batu, Bustamam masih tak habis pikir,”Kalau relnya belum jelas, kenapa pula kereta duluan dipesan?”| YUSWARDI A.S | IRMAN I.P (Lhokseumawe)

Sumber : http://atjehpost.com/read/2012/06/21/12615/17/7/Kereta-Api-Aceh-120-Tahun-Lagi

http://img577.imageshack.us/img577/3310/keretaapidalam.jpg


Dah saya bilang, ini proyek abunawas. Klo emg mau diaktifkan, kenapa tidak membangun jaringan rel kereta api ke Kota Langsa dulu, jd rel yang ada dapat langsung dimanfaatkan. Bukan malah membangun rel di Lhokseumawe dan Bireuen......:bash::bash::bash:

aneuknanggroe
June 25th, 2012, 11:40 AM
Gedung Baru Mapolres Lhokseumawe Senilai Rp5,1 Miliar

LHOKSEUMAWE - Gedung baru Markas Polres Lhokseumawe diresmikan oleh Kepala Polda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan, Rabu, 20 Juni 2012. Pembangunan gedung dua lantai berkonstruksi megah itu menelan dana senilai Rp5,1 miliar lebih.

“Gedung Mapolres ini dibangun dengan dana bantuan Pemko Lhokseumawe dan Pemkab Aceh Utara tahun 2008-2011. Luas bangunan lantai dasar 714 meter bujur sangkar dan lantai dua 766 meter persegi. Panjang bangunan 42 meter, luas 22 meter,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso dalam laporannya pada acara peresmian.

Menurut Kukuh, pembangunan gedung baru Mapolres ini digagas pada masa Kapolres AKBP Benni Gunawan tahun 2008 lalu. Benni Gunawan yang kini berpangkat Komisaris Besar Polisi dan bertugas di Mabes Polri, ikut hadir pada acara peresmian itu atas undangan Polres Lhokseumawe.

Bersamaan dengan peresmian gedung baru Mapolres Lhokseumawe, Kapolda Iskandar Hasan juga meresmikan bangunan baru Markas Polsek Samudera di Geudong Aceh Utara dan Markas Polisi Sub Sektor Muara Dua di kawasan Kandang Lhokseumawe.

“Keberadaan gedung baru ini untuk mendukung pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat,” kata Kapolres Kukuh Santoso.

Mulanya, kata Kukuh, lokasi berdirinya Mapolres Lhokseumawe itu adalah sebagai Mapolres Aceh Utara. Setelah terbentuknya Pemko Lhokseumawe hasil pemekaran Pemkab Aceh Utara tahun 2001, Mapolres Aceh Utara pindah lokasi ke Lhoksukon.

Penjabat Walikota Lhokseumawe Arifin Abdullah berharap dengan adanya gedung baru itu pihak Polres dapat lebih meningkatkan pelayanan dalam mengayomi masyarakat, juga memperkuat hubungan kemitraan antara polisi dan warga.

Sumber : http://atjehpost.com/read/2012/06/20/12582/5/5/Gedung-Baru-Mapolres-Lhokseumawe-Senilai-Rp51-Miliar

aneuknanggroe
July 4th, 2012, 03:39 AM
Beberapa gedung yang dibangun di Kawasan Hutan Kota

http://img837.imageshack.us/img837/6299/49432503193160509169994.jpg

Hutan Kota Lhokseumawe Berubah Jadi Hutan Gedung

MedanBisnis – Lhokseumawe. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli lingkungan, LPLHa, mengkritisi kebijakan Pemko Lhokseumawe yang tidak konsisten terhadap kelestarian lingkungan, buktinya lokasi sekitar waduk pengendali banjir yang telah dipasang plang nama sebagai kawasan hutan kota, tapi ternyata sebagian sudah diubah menjadi hutan gedung.
Padahal Lhokseumawe merupakan daerah pesisir yang membutuhkan kawasan hijau dan terutama bisa jadi tempat hidup berbagai spesies burung. Kawasan sekitar waduk pengendali banjir dianggap sangat tepat dijadikan hutan kota, karena berbagai jenis burung seperti camar, bangau putih dan lainnya bisa hinggap dan hidup di kawasan itu.

“Tapi sekarang, justru sudah berubah menjadi bangunan perkantoran milik Pemko Lhokseumawe, padahal Dinas Lingkungan Hidup sudah memasang plang bahwa sekitar areal waduk terutama dekat dengan Stadion Tunas Bangsa menjadi kawasan hutan kota, tapi malah kantor Pemko Lhokseumawe berdiri megah di lokasi itu. Hal ini membuktikan Pemko tidak konsisten mewujudkan kawasan hutan kota sebagai tempat hidup berbagai spesies burung tersebut,” ujar Sekretaris Eksekutif LPLHa, Saifuddin Idris, kepada MedanBisnis, Selasa (3/7).

Jika hutan kota terwujud, dikatakannya, bukan tidak mungkin akan menambah daya tarik sektor wisata Lhokseumawe, paling tidak kelestarian lingkungan tetap terjaga.

“Selama ini hutan mangrove di bibir Sungai Cunda menjadi tempat hinggap burung bangau putih, jika senja tiba burung-burung itu mulai berkumpul sehingga tampak indah dipandang mata. Oleh karena itu sangat penting hutan kota dilestarikan,” sambungnya.

Selanjutnya, tambah Saifuddin, sepanjang jalan yang melingkari waduk pengendali banjir sebaiknya ditanam pohon di kiri kanan jalan, dan jika ada pohon yang mati segera disisip.

“Selama ini pohon ditanam hanya di sebelah jalan, terutama di sisi waduk, sedangkan di sisi laut lepas terutama di sebelah benteng batu tidak ditanam. Padahal jika kanan kiri jalan ditanami, obyek wisata waduk akan sangat strategis karena disamping sejuk karena adanya pohon rindang, juga akan menambah daya tarik bagi pengunjung, karena benteng batu tempat santai pengunjung menjadi sejuk,” terangnya.

Karena itu, Pemko Lhokseumawe harus proaktif melihat peluang itu, jika dikelola dengan baik bukan tidak mungkin waduk itu bisa menghasilkan PAD bagi Pemko, makanya dibutuhkan kepedulian dinas terkait.

“Soal anggaran yang dibutuhkan untuk penghijauan sangat mudah, tinggal diusulkan saja lewat dewan dan dibahas bersama-sama, apalagi manfaatnya sangat besar untuk kepentingan warga sendiri,” pungkasnya.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/07/04/104351/hutan_kota_lhokseumawe_berubah_jadi_hutan_gedung/#.T_OeRpGLxbU

anja sadiqa
July 4th, 2012, 04:22 AM
itu bangunan apa bro bagus desainnya kayak gedung buku ( pustaka soeman hs ) Pekan Baru dan gedung Badan Diklat Prov Aceh..

acoolguyfromnz
July 4th, 2012, 08:05 PM
sayang sekali yah keretanya gak jalan, padahal keren sekali!

naufal
July 5th, 2012, 03:15 AM
assalamualaikum smua..
izin gabung ya...
naufal - lhokseumawe :lol:

aneuknanggroe
July 5th, 2012, 11:23 AM
itu bangunan apa bro bagus desainnya kayak gedung buku ( pustaka soeman hs ) Pekan Baru dan gedung Badan Diklat Prov Aceh..


Gedung PU. Sebenarnya gedungnya ada 2 dan dipastikan bentuknya sama, tp yg 1 lg blum kelar. Klo gak salah yang satu lagi Gedung Bappeda....

aneuknanggroe
July 5th, 2012, 11:49 AM
assalamualaikum smua..
izin gabung ya...
naufal - lhokseumawe :lol:

Salam kenal kembali. Akhirnya ada jg anak Lhokseumawe yg join di skyscraper:banana::banana::banana::banana:

aneuknanggroe
July 9th, 2012, 11:51 AM
Wisata Bahari di Krueng Cunda, Lhokseumawe

http://img829.imageshack.us/img829/6220/aw1hz2vzl3nma19wag90b3m.jpg

aneuknanggroe
July 19th, 2012, 03:54 AM
http://img9.imageshack.us/img9/2616/arun1.jpg

Arun LNG Jadi Terminal Gas Nasional, Pemerintah Hemat Rp 180 Miliar/Bulan

Lhoksumawe - Pemerintah akan menjadikan PT Arun LNG Lhokseumawe Provinsi Aceh sebagai terminal gas nasional. Jika ini terealisasi, pemerintah bisa hemat Rp 180 miliar per bulan. Kenapa?

Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana mengatakan, pemerintah bisa menghemat banyak uang karena tak perlu membangun terminal gas lagi yang bisa menghabiskan triliunan rupiah.

"Kita akan jadikan PT Arun LNG ini sebagai pusat terminal gas nasional, karena dinilai tempatnya yang sudah layak, fasisiltas memadai, orangnya juga sudah ada. Sehingga pemerintah tidak perlu membangun baru dengan menghabiskan anggaran puluhan triliun," kata Sutan saat mengunjungi kilang Arun LNG Blang Lancang dengan BP Migas, Rabu (18/7/2012).

"Sudah dihitung-hitung oleh kawan-kawan Pertamina dan BP Migas, apabila Arun dijadikan pusat terminal gas nasional, maka pemerintah bisa menghemat dana sebesar Rp 180 miliar per bulan. Inikan sangat luar biasa, " ujar Sutan.

Selain itu, kata dia, terminal gas di Arun ini dapat mempermudahkan aliran gas untuk wilayah Sumatera dan dapat menghidupkan kembali sejumlah perusahaan raksasa di Aceh seperti AAF dan PT Pupuk Iskandar Muda II yang saat ini terkendala terpaksa pasokan gas.

"Makanya kami kunjungi kilang Arun LNG ini untuk memantau sejauh mana persiapan Arun pasca habisnya kontrak produksi 2014 mendatang. Hasil kunjungan ini akan segera kami bahas di rapat paripurna dan segera mungkin presiden dapat mengeluarkan surat keputusan presiden terhadap terminal gas nasional yang dipusatkan di Arun LNG Lhokseumawe," sebutnya.

Sementara itu anggota Komisi VII T. Rifqy Hasya mengatakan, pemerintah bersepakat registrasi lahan LNG Arun ini harus berjalan, targetnya di 2014 harus beroperasi sebagai terminal gas nasional. Karena selain dapat menghidupkan sejumlah perusahaan raksasa di Aceh, Sumatera dan sebagai stok penyimpanan gas nasional.

"Apabila ini beroperasi, maka pemerintah tidak perlu mencari investasi senilai US$ 200 juta untuk membangun terminal gas di daerah lainnya," Hasya.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2012/07/18/204019/1968972/1034/arun-lng-jadi-terminal-gas-nasional-pemerintah-hemat-rp-180-miliar-bulan?991104topnews

aneuknanggroe
July 26th, 2012, 10:03 AM
http://img196.imageshack.us/img196/3307/goodbp.jpg

PLN Bangun Turbin PTA 200 MW Rp 2 Triliun

TRIBUNNEWS.COM, LHOKSEUMAWE - PT PLN Persero Pusat dalam waktu dekat akan membangun Turbin pembangkit Listrik Beban Puncak Aron (BPA) berkapasitas mencapai 200 Mega watt.

Demikian disampaikan Direktur Perencanaan dan Managemen Resiko Murtaqi Syamsuddin, kepada Serambi (Tribun Network), Rabu (25/7/2012) saat buka puasa bersama Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya di Hotel Harun Square. Untuk membangun turbin tersebut akan menelan dana Rp 2 triliun dan telah tersedia.

Menurut Murtaqi, selama ini Aceh menerima transfer arus PLN dari Medan sebanyak 70 mega watt (MW). Namun, kalau selesai dibangun Turbin BPA 200 MW di PT Arun, nantinya Aceh tidak lagi tergantung dengan listrik dari Medan. Bahkan sebaliknya Aceh melayani kebutuhan Listrik Medan sebagian.

Didampingi General Manager Pembangkitan Sumatera Bagian Utara, Chris Leo Manggala dan Manager PLN Wilayah-I Aceh, Sulaiman Daud, Murtaqi, Kamis (26/7/2012) sekitar pukul 09.00 WIB melakukan peninjauan lokasi di komplek perusahaan PT Arun Blang Lancang. Untuk lokasi tersebut membutuhkan lahan sekitar 4 hingga 5 hektar, sedangkan dananya mencapai Rp 2 triliun lebih.

Rencana pembangunan turbin BPA di komplek PTA tersebut, mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah. Seperti diungkapkan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib dalam pertemuan Rabu (25/7/2012) malam.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2012/07/26/pln-bangun-turbin-pta-200-mw-rp-2-triliun

aneuknanggroe
July 31st, 2012, 03:40 AM
Penghancuran Gedung BRI Cab. Lhokseumawe untuk dibangun yg baru

http://img542.imageshack.us/img542/4189/37823729737053208731513.jpg
http://img526.imageshack.us/img526/5727/48647129731307065081044.jpg

Padahal gedung BRI ini masih relatif baru, tp bentuknya itu gak nahan (jadul banget).......:lol::lol::lol::lol::lol::lol:

Bahkan jika dibandingkan dgn gedung Bank Mandiri Cab. Lhokseumawe yg dibangun diawal tahun 80 an, BRI masih kalah jauh. Bahkan Gedung Bank Mandiri berlantai 4 ini masih terlihat megah meski usianya lebih dari 25 tahun seperti tampak dibawah ini.....:cheers::cheers:

http://img407.imageshack.us/img407/4752/bankmandiri1.jpg

anja sadiqa
July 31st, 2012, 05:23 AM
wah, ada bocorannya berapa lantai ???? semoga saja seperti BRI Banda Aceh..

http://www.nindyakarya.co.id/uploads/tx_rwwallpaper/web-BRI-Banda-Aceh.jpg

http://imgsrv5.perfspot.com/pics/f/ij/gb/57c0310a-1cce-4261-8968-2e2f5ce209cb.jpg

aneuknanggroe
July 31st, 2012, 08:28 AM
wah, ada bocorannya berapa lantai ???? semoga saja seperti BRI Banda Aceh..

http://www.nindyakarya.co.id/uploads/tx_rwwallpaper/web-BRI-Banda-Aceh.jpg

http://imgsrv5.perfspot.com/pics/f/ij/gb/57c0310a-1cce-4261-8968-2e2f5ce209cb.jpg

Hehehe, pengennya sih seperti ^^^^^^^^^^

Tp semoga lebih bagus dan lebih tinggi dari gedung BRI Cab. Banda Aceh, karena perputaran uang di Kota Lhokseumawe jg gak kalah dari Kota Banda Aceh

aneuknanggroe
August 1st, 2012, 05:23 AM
Garuda Garap Rute Lhokseumawe-Medan

TRIBNNEWS.COM BANDA ACEH - Perusahaan penerbangan nasional Garuda Indonesian akan menambah rute penerbangan baru di Aceh. Rute yang digarap adalah jalur Lhokseumawe-Medan (PP).

“Kajian awal telah dilakukan, termasuk soal kelayakan secara bisnis. Tapi yang lebih penting adalah sumbangsih Garuda untuk melayani masyarakat Aceh,” ujar Khrisbiantoro, Distric Manager Garuda Banda Aceh, Rabu (25/7/2012), dalam acara buka puasa dengan jajaran pers di Banda Aceh.

Menurut Khrisbiantoro, pihak Garuda segera menurunkan tim teknis untuk melakukan pengkajian lapangan, termasuk di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe.

Paket pengembangan itu adalah pengembangan rute 5 flight di quarter 2 (April-Juni 2013). Bahkan khusus untuk jalur Lhokseumawe, jika memungkinkan--termasuk finalisasi ground handling--akan dibuka akhir tahun ini.

Khrisbiantoro lebih jauh merincikan, pengembangan rute dan peningkatan frekuensi terbang itu mencakup, Banda Aceh-Medan-Jakarta (2 kali/hari), Banda Aceh-Jakarta (1 kali/hari), Banda Aceh-Medan (pp) 1 kali sehari, Lhokseumawe-Medan (1 kali sehari).

Khusus jalur Lhokseumawe-Medan, pihak Garuda akan mengoperasikan pesawat jet Bombardier atau CRJ 1000 buatan Kanada berkapasitas 98 penumpang.

Selain itu terkait dengan kerjasama kemitraan antara GIA dengan skuad papan atas Liga Primer Inggris, Liverpool FC selama tiga tahun ke depan, pihak Garuda Banda Aceh akan melakukan beberapa kegiatan antara lain, undian berhadiah, nonton bareng dengan komunitas Liverpool di Aceh. Selain itu juga diberi kesempatan menyaksikan laga langsung Liverpool di Stadion Anfield, lewat sebuah pengundian, serta lomba foto yang berkaitan dengan bonden Liverpool. “Kita mencoba memberi nuansa lain dalam nobar di Aceh, terutama kepada para liverpudian (fans Liverpool-red),” ujar Khrisbiantoro.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2012/07/28/garuda-garap-rute-lhokseumawe-medan

aneuknanggroe
August 1st, 2012, 05:24 AM
http://img266.imageshack.us/img266/7992/47978629794576646781110.jpg

KKA Akan Beroperasi Tahun 2013

Lhokseumawe, (Analisa) Manajemen PT Kertas Kraf Aceh (PT KKA) sedang berusaha maksimal agar perusahaan produsen kertas itu dapat beroperasi kembali pada tahun 2013 setelah hampir tujuh tahun tidak berproduksi akibat ketiadaan pasokan gas dari ExxonMobil untuk kebutuhan produksi.
Kepala Bagian Humas PT KKA Aceh Utara, Bustami Sarbini, yang dihubungi Analisa, Senin (16/7) melalui telepon selulernya mengatakan, semua pihak berharap pada awal 2013 PT KKA dapat beroperasi kembali dengan dibangunnya fasilitas terminal gas di PT Arun.

Selain itu, KKA saat ini juga sedang melakukan berbagai persiapan untuk memfungsikan dua turbin yang ada di pabrik untuk dijual kepada PT PLN. Operasional dua unit turbin itu masih menunggu kepastian gas dan perbaikan turbin generator.

Dijelaskannya, secara umum saat ini PT KKA sedang melakukan dua aktivitas pokok. Tahap pertama, sedang berupaya maksimal untuk menghidupkan dua unit turbin untuk dijual energinya kepada PLN.

Kemudian, tahap kedua sedang melakukan proses penyelesaian lahan pinus sebagai bahan baku yang dipersiapkan ketika PT KKA berproduksi kembali tahun depan.

"Jika pabrik telah beroperasi kembali, saat ini PT KKA mempunyai bahan baku pohon pinus di Kabupaten Aceh Tengah dan Beuner Meriah," ujar Bustami Sarbini.

Sejak berhenti beroperasi, KKA yang sebelumnya memiliki 1.000 karyawan, saat ini hanya tinggal 110 orang yang masih aktif bekerja. Mereka terdiri dari karyawan administrasi dan karyawan yang bertugas melakukan pemeliharaan pabrik, tambahnya.

Sumber : http://www.analisadaily.com/news/read/2012/08/02/66410/kka_akan_beroperasi_tahun_2013/#.UB3iR5ESYfw

aneuknanggroe
August 20th, 2012, 04:11 AM
PEMBANGUNAN MINI WATERBOOM DI PANTAI UJONG BLANG, LHOKSEUMAWE

http://img266.imageshack.us/img266/1184/62174629634992713941813.jpg
http://img163.imageshack.us/img163/1986/20279529634974047277033.jpg

Bungong kaye
August 21st, 2012, 04:53 AM
BRI itu ada renderingnya ngak ????

aneuknanggroe
August 21st, 2012, 12:08 PM
Blm dpt ni renderingnya, ntar klo ada saya posting...

aneuknanggroe
August 23rd, 2012, 04:00 AM
PEMBANGUNAN LANDSCAPE DAN JOGGING TRACK RESERVOIR PUSONG LHOKSEUMAWE

http://img41.imageshack.us/img41/7164/30477029634865380621213.jpg
http://img4.imageshack.us/img4/3723/42015129634902380617513.jpg
http://img221.imageshack.us/img221/2521/56269329634817713959315.jpg
http://img407.imageshack.us/img407/1448/26059029634784047296066.jpg

anja sadiqa
August 30th, 2012, 04:15 AM
ANE BARU PU;ANG DARI LHOK AN.... TAPI NGAK LAMA DISANA..

anja sadiqa
August 31st, 2012, 05:58 AM
Gerbang Lhokseumawe ( pic ditake pakek HP ) sebenarnya cantik kali kalo malam hari

http://img193.imageshack.us/img193/7914/foto2201r.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/193/foto2201r.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

ada satu lokasi yangdipagari seng tanya orang sekitar situ mau dibangun Mall

http://img52.imageshack.us/img52/8717/foto2202.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/52/foto2202.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img109.imageshack.us/img109/1701/foto2203.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/109/foto2203.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Bungong kaye
September 4th, 2012, 06:39 AM
Hotel Lido habis renovasi sepertinya

http://img542.imageshack.us/img542/8430/foto2204.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/542/foto2204.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img607.imageshack.us/img607/9977/foto2205.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/607/foto2205.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

aneuknanggroe
September 16th, 2012, 12:00 AM
Saia bantu perjelas gerbang Lhokseumawenya anja... :D

http://img823.imageshack.us/img823/363/76871311111831611219932.jpg

aneuknanggroe
September 16th, 2012, 12:11 AM
Sbnarnya ada beberapa proyek yg ingin saya share disini, tp blm sempat saya ambil picnya. Diantara lain Progres pembangunan gedung Perkuliahan, Biro Rektor, Pustaka, dan Asrama (STAIN Malikussaleh), gedung Mahkamah Syariah, Bappeda, Bank BRI, Bank BNI, Revitalisasi Kawasan Pasar Terpadu Pusong, serta pembangunan jembatan dan jalan 2 jalur diseputaran Lhokseumawe....

anja sadiqa
September 17th, 2012, 06:19 AM
Saia bantu perjelas gerbang Lhokseumawenya anja... :D

https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/76871_3111118316112_1993240490_n.jpg?dl=1
aku ngambil pakek HP kemarin,,,, oya kalo sempat gedung sampoerna itu juga ok... ditunggu yah ????::master::master::master::master::master::master:

aneuknanggroe
September 18th, 2012, 04:19 AM
Waterboom di Jalan Line Pipa, Lhokseumawe

http://img84.imageshack.us/img84/9079/obyekwisatawaterboomman.gif

Ntar klo ada picnya saya muat anja, emg gedung Sampoerna tu keren x desainnya. Cm agak malu saya ambil picnya, ntar dikira gak da kerjaan xixixi.... :D

aneuknanggroe
September 25th, 2012, 04:49 AM
Lhokseumawe bangun pusat olah raga

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, akan membangun pusat olahraga (sport centre), sebagai upaya meningkatkan prestasi altet di daerah tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe Dasni Yuzar di Lhokseumawe, hari ini mengatakan, prestasi berbagai cabang olahraga sudah banyak yang membanggakan, baik daerah itu belum memiliki pusat olahraga yang memadai.

Oleh karenanya, pembangunan sport centre di lahan 20 hektare itu bertujuan untuk memusatkan kegiatan olahraga di daerah, sehingga semua kegiatan dapat dilakukan di tempat itu.

Ia menyatakan, rencana pembangunan sport centre tersebut tahap pertama adalah penyedian lahan, dimana telah dilakukan pembebasan lahan seluas 20 hektare di Kecamatan Blang Mangat, begitu juga dengan desain bangunan juga telah dilakukan.

Dipilihnya lokasi di Kecamatan Blang Mangat, karena selain ketersedian lahan yang cukup luas, juga sebagai upaya pengembangan perkotaan yang tidak memungkinkan lagi dilakukan di Kecamatan Banda Sakti sebagai pusat ibukota.

Dikatakan Dasni, biaya pembangunan sport centre diperkirakan sebesar Rp500 miliar.

Terkait rencana pembangunan itu juga, ia menyatakan, pihaknya telah menyurati ke Kementrerian Pemuda Olah Raga untuk dapat dibantu.

Dengan dibangunnya sport centre di Kota Lhokseumawe, selain dapat meningkatkan prestasi olahraga, juga diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik terhadap potensi kepariwisataan yang sedang digalakkan Pemkot Lhokseumawe, terang Dasni.

Sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=260537:lhokseumawe-bangun-pusat-olah-raga&catid=13:aceh&Itemid=26

Bungong kaye
September 25th, 2012, 06:31 AM
ada info progres BRI sampai sejauh mana sekarang ?????

aneuknanggroe
September 26th, 2012, 04:41 AM
Sepertinya sudah pada tahap pemasangan pondasi, karena 1 minggu yang lalu saya lihat lahan sudah bersih dan sudah ada pekerja disana.....

ceudah
September 28th, 2012, 07:47 PM
Garuda Garap Rute Lhokseumawe-Medan



"Khusus jalur Lhokseumawe-Medan, pihak Garuda akan mengoperasikan pesawat jet Bombardier atau CRJ 1000 buatan Kanada berkapasitas 98 penumpang"

what? CRJ mau masuk lhokseumawe? sepertinya wing harus angkat kaki, atau mampukah mereka bersaing?

aneuknanggroe
October 3rd, 2012, 06:06 AM
Salah Satu Proyek Pelebaran Jalan di Lhokseumawe

http://img12.imageshack.us/img12/4632/sikonpelebaranjldilsmac.jpg
http://img152.imageshack.us/img152/4632/sikonpelebaranjldilsmac.jpg
http://img841.imageshack.us/img841/2199/37946532437905757331479.jpg

anja sadiqa
October 3rd, 2012, 06:14 AM
Sepertinya sudah pada tahap pemasangan pondasi, karena 1 minggu yang lalu saya lihat lahan sudah bersih dan sudah ada pekerja disana.....

berharap saja kalo tidak seperti BRI BNA ya minimal 5 lantailah dengan gaya khas BRI yang Glasy.:cheers::cheers::cheers::cheers:

aneuknanggroe
October 3rd, 2012, 07:01 AM
Kemarin dapat sedikit bocoran dari salah 1 satpam BRI dilokasi pembangunan, dibilang design pembangunannya sedikit berubah dari rencana awal. Akibat struktur tanah yang tidak stabil, kemungkinan gedung tidak dibangun setinggi gedung di Banda Aceh, paling banter gedung utama 3 tingkat. Bahkan pembangunan terowongan di lantai dasar tidak jadi dibangun akibat struktur tanah di Lhokseumawe yg tidak stabil.

Tp masih sedikit optimis lah, karena pasti BRI tidak mungkin membangun gedung yang lebih rendah dari Harun Square yang tepat berada disampingnya. Karena jika dibangun 3 tingkat saja, gedung BRI akan tenggelam tertutup Harun Square....

aneuknanggroe
October 4th, 2012, 05:59 AM
Dewan: Stop Proyek Taman

* Pemko Bangun di Lahan Milik Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Kalangan anggota DPRK Aceh Utara meminta Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe segera menghentikan proyek pembangunan taman kota di bekas terminal angkutan kota di Lhokseumawe. Sebab, lokasi proyek itu adalah tanah milik Pemkab Aceh Utara yang belum diserahterimakan ke Pemko Lhokseumawe.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Abdul Muthaleb saat meninjau proyek yang dibangun pemko tanpa lebih dulu diberitahu ke Pemkab Aceh Utara, Rabu (3/10). Dalam kunjungan itu juga hadir empat anggota dewan lainnya.

Amatan Serambi, setelah beberapa saat berada di lokasi itu, Abdul Muthaleb langsung menelepon Sekdako Lhokseumawe, Dasni Yuzar dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKD) Aceh Utara, Iskandar Nasri. Beberapa saat kemudian, Sekdako, Dasni Yuzar bersama Wakil Wali Kota, Nazaruddin, dan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Lhokseumawe, T Zahedi tiba di lokasi. Sedangkan dari Pemkab Aceh Utara datang Kadis PKD, Iskandar Nasri.

Lalu, di hadapan pejabat pemko, Abdul Muthalib meminta proyek itu dihentikan dulu, karena tanah tersebut aset Aceh Utara dan belum diserahterimakan ke Pemko Lhokseumawe. “Kita berharap Pemerintah Aceh segera menghentikan dana proyek itu sebelum persoalan aset selesai,” ujar Abdul Muthalib. Pernyataan serupa juga disampaikan Khaidir Abdurahman, satu dari empat anggota DPRK Aceh Utara yang ikut meninjau proyek tersebut.

Menanggapi permintaan anggota DPRK Aceh Utara, Wakil Wali Kota, Nazaruddin menyatakan seluruh aset Aceh Utara yang diambil pihaknya akan diganti rugi. “Tapi, masalah ini jangan kita bahas di sini. Kami, hari ini (kemarin-red) akan datang ke Pemkab Aceh Utara untuk membahas masalah tersebut. Tempatnya terserah di mana saja boleh,” jelas Nazaruddin.

Kemudian disepakati lokasi pertemuan di pendopo Bupati Aceh Utara. Setelah itu, anggota DPRK dan pejabat Pemkab Aceh Utara langsung berangkat ke Pendopo. Tapi, setelah menunggu sekitar 30 menit, pejabat Pemko Lhokseumawe tak juga hadir. Sehingga, anggota dewan Aceh Utara langsung pulang.

Beberapa saat kemudian, baru Nazaruddin, Dasni, dan Ketua DPRK Lhokseumawe Saifuddin Yunus tiba di pendopo. Karena anggota dewan sudah pulang, akhirnya hanya dilakukan pertemuan singkat antara perwakilan pemko dengan Iskandar Nasri. Dalam pertemuan tersebut, Iskandar menyatakan proyek itu harus dihentikan dulu sebelum aset itu diserahterimakan.

Lalu, Dasni Yuzar menanggapi pernyataan Iskandar . Setelah itu, menjelang shalat Zuhur kemarin, pertemuan tersebut berakhir.(c37)

Jangan Dihentikan

KITA berharap Pemkab Aceh Utara tidak menghentikan proyek tersebut, karena bisa menghambat pembangunan proyek taman kota dengan dana 1,8 miliar rupiah yang bersumber dari dana otonomi khusus (otsus). Sebab, waktu penyelesaian proyek itu hanya sekitar dua bulan lagi. Kami sudah meyurati pemkab karena kami hendak gunakan tanah itu, tapi pemkab menolak. Karena itu, masalah ini akan kita selesaikan secara musyawarah mulai besok (hari ini-red).
* Dasni Yuzar, Sekdako Lhokseumawe.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2012/10/04/dewan-stop-proyek-taman

ckckckc......, selalu saja kisruh kepemilikan tanah jadi penghambat pembangunan Kota Lhokseumawe.....:ohno:

aneuknanggroe
October 5th, 2012, 05:58 AM
http://img255.imageshack.us/img255/4229/41680622192680204121670.jpg

Pemko Lhokseumawe Gandeng Swasta Bangun Perumahan

MedanBisnis – Lhokseumawe. Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe menaruh minat menggandeng swasta untuk berinvestasi (membangun) di sektor perumahan. Langkah itu dilakukan setelah melihat peluang pengembangan sektor perumahan masih terbuka, mengingat permintaan rumah yang cukup tinggi.
Hal ini sekaligus untuk mendukung penataan dan pengembangan wilayah serta penyebaran penduduk secara proporsional, sekaligus munculkan pertumbuhan lingkungan hunian sesuai tata ruang.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Lhokseumawe, Tgk Nazaruddin dalam peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpenas) di halaman Sekdako Lhokseumawe, Rabu (3/10).

“Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, pembangunan sektor perumahan dan kawasan pemukiman terus menyebar di beberapa kecamatan secara hampir merata, seperti di Kecamatan Blang Mangat ada Perumnas Alue Lim dengan tingkat hunian di atas 50 kepala keluarga. Di Kecamatan Muara Dua pemerintah dan pengembang berhasil mendirikan kawasan pemukiman Genali Raya, dan beberapa perumahan serta kawasan pemukiman juga telah dibangun di Kecamatan Banda Sakti,” ungkapnya.

Bahkan pascabencana gempa bumi dan tsunami di Aceh, sejumlah NGO asing ikut berpartisipasi membangun perumahan dan kawasan pemukiman di Lhokseumawe, salah satunya di kemukiman Desa Kandang, Kecamatan Muara Dua.

Mantan Kabag Keuangan Sekdako itu menyadari, kendati pertumbuhan perumahan mencapai 78%, namun persoalan hunian kumuh seperti di kawasan Pusong Lhokseumawe masih tetap ada. Oleh karena itu harus dicari jalan keluar, karena jumlahnya mencapai sekitar 0,93%.

Dari data yang dirilis, di tahun 2010 jumlah hunian layak huni mencapai 78,79%, hunian dalam kategori rumah umum, rumah khusus, rumah negara dan rumah toko (ruko) tercatat 1.077 unit yang memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), sementara total hunian mencapai 34.264 unit.

Rinciannya, di Kecamatan Banda Sakti 14.487 unit, Muara Dua 9.297 unit, Muara Satu 6.982 unit dan Blang Mangat 3.498 unit. Dari jumlah tersebut, peningkatan kualitas hunian dengan pelayanan air bersih di tahun 2010 mencapai 82,24%.

Di samping itu, Nazaruddin berharap pembangunan sektor perumahan dan kawasan pemukiman perlu dikembangkan, dengan harapan mendapat dukungan pemerintah pusat, pemerhati dan akademisi. Lalu dukungan para pelaku usaha dan industri, berkontribusi melalui pengalokasian dana corporate social responsibility (CSR) guna mendukung pendanaan pembangunan perumahan dan kawasan pemukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (sugito tassan)

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/10/04/118315/pemko_lhokseumawe_gandeng_swasta_bangun_perumahan/#.UG5UdKCo2U4

aneuknanggroe
October 12th, 2012, 11:21 AM
View Kilang ARUN LNG dari Bukit Kawasan Blang Panyang, Lhokseumawe

http://img442.imageshack.us/img442/8997/15010632002045432121461.jpg
http://img138.imageshack.us/img138/9068/25552532002063832581578.jpg
http://img22.imageshack.us/img22/5409/30382320023366394014982.jpg
http://img594.imageshack.us/img594/561/31126132002051832281387.jpg
http://img94.imageshack.us/img94/3082/15016132002068632701256.jpg

Investasi senilai 3,38 Trilyun akan digelontorkan oleh Pemerintah Pusat untuk merevitalisasi kilang Arun.....

aneuknanggroe
October 16th, 2012, 08:59 AM
Dakwa-dakwi Aset Saudara Kandung

Ribut-ribut soal aset Aceh Utara di Lhokseumawe belum berakhir. Dua kali terjadi penghentian paksa proyek Pemerintah Lhokseumawe lantaran dibangun di tanah milik Aceh Utara.
___________________________________

LIMA legislator Aceh Utara di bawah komando Wakil Ketua DPRK Abdul Mutalib alias Taliban mengepung lokasi bekas terminal angkutan kota, Simpang Legos, Lhokseumawe. Mereka menyeruduk proyek Taman Terbuka Kota Lhokseumawe yang dibangun di atas tanah milik Pemerintah Aceh Utara.

“Inilah salah satu aset (tanah) kita yang diserobot Pemerintah Lhokseumawe,” kata Taliban didampingi anggota dewan Khaidir Abdurrahman (Partai Aceh), Munawir (Partai Aceh), Ahmad Satari (Partai Demokrat), dan Thantawi (Partai Demokrat).

Pagi itu, Rabu, 3 Oktober 2012, darah Taliban mendidih. “Panggil kontraktor suruh stop pekerjaan,” kata politisi Partai Aceh ini. Seorang pekerja merapat ke arah Taliban. “Ada apa, Pak”, tanya pekerja itu kebingungan.

“Stop dulu pekerjaan. Kami mau bereskan urusan aset ini,” Taliban menegaskan. Tak lama, deru mesin ekskavator yang tadinya meraung sambil mengeruk parit di lokasi proyek langsung senyap.

Taliban kemudian berembuk dengan empat rekannya. “Coba telepon Pak Dasni, Sekda Lhokseumawe. Suruh dia kemari atau wakil wali kota,” kata seorang anggota dewan memberi saran kepada Taliban. Ia pun menelepon Dasni.

Selang sepuluh menit, Wakil Wali Kota Lhokseumawe Nazaruddin, Sekda Dasni Yuzar, dan sejumlah stafnya pun tiba. “Ada apa, mengapa proyek Pemko Lhokseumawe tidak bisa dilanjutkan,” kata Dasni.
Mendengar itu, Khaidir Abdurrahman langsung menimpali, “Kenapa memang, inilah masalahnya, proyek dibangun tanpa musyawarah dengan kami.”

Dasni berkata, “Bukan tidak musyawarah, kami sudah kirim surat ke Pemkab Aceh Utara, tapi belum sempat duduk bersama. Kalau izin, kan sudah ada”. “Ini tanpa izin, kenapa dibangun proyek, padahal ini aset Aceh Utara,” sahut Khaidir Abdurrahman.

Melihat situasi makin bergolak, Wakil Wali Kota Nazaruddin menengahi, “Mari kita bicarakan dengan kepala dingin”. “Apa pun ceritanya, proyek ini harus dihentikan dulu sampai ada kesepakatan dua pihak. Kita tak bisa terima kalau main caplok begini. Semua ada prosedurnya,” kata Taliban.

Nazaruddin mengakhiri ketegangan, “Semua bisa kita bicarakan dengan cara musyawarah”. Mereka pun lalu angkat kaki dari lokasi proyek itu.

Kejadian itu bukan yang pertama. Pada 18 Agustus 2011, Bupati Aceh Utara ketika itu, Ilyas A. Hamid alias Ilyas Pase, memimpin pembongkaran paksa proyek Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Bappeda Lhokseumawe yang dibangun di lahan Pemkab Aceh Utara di Lapangan Reklamasi Pusong, Lhokseumawe.

Perusakan itu berujung ke polisi lantaran rekanan pelaksana proyek tak terima aksi koboi Pemkab Aceh Utara. Rekanan akhirnya mencabut laporan pengaduan pada polisi setelah Komandan Korem-011/Lilawangsa kala itu menjembatani perundingan penyelesaian konflik aset Aceh Utara dengan Lhokseumawe.

Kini kisruh aset antara pemerintahan bekas saudara kandung kembali meledak. Sebab, walau telah “bercerai” sebelas tahun lalu, Pemerintah Aceh Utara masih menetap di Lhokseumawe.

Perseteruan sedikit mencair ketika petinggi Aceh Utara dan Lhokseumawe bertemu di Meuligoe Bupati Aceh Utara, Rabu, 3 Oktober 2012. Wakil Wali Kota Nazaruddin dan Nota Dinas Sekda Aceh Utara Azhari Hasan sepakat membentuk tim untuk mendata dan menaksir nilai aset.

“Kita tidak perlu ribut-ributlah. Semua bisa kita bicarakan mencari solusi terbaik,” kata Ketua DPRK Lhokseumawe Saifuddin Yunus alias Pon Pang dalam pertemuan itu.

Meski begitu, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Taliban tetap menggarisbawahi, “Tidak ada aset Aceh Utara yang bisa dikuasai secara gratis. Kalau mau bangun di atas tanah Aceh Utara, pihak Lhokseumawe harus bayar kompensasi”.

***

Tim teknis penyelesaian konflik aset Pemkab Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe tengah bekerja. “Kita sedang mendata ulang jumlah aset karena persoalan ini kembali memanas,” kata Misbahul Jannah, Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Pemerintah Aceh Utara kepada The Atjeh Times, Rabu pekan lalu.

Para pihak juga menghitung nilai harta kekayaan daerah itu melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh. “Karena aset Aceh Utara yang ada di Lhokseumawe tidak hanya bersumber APBK, ada juga dari APBA dan APBN,” kata Dasni Yuzar, Sekda Lhokseumawe.
Wali Kota Suaidi Yahya dan Bupati Muhammad Thaib (Cek Mad), kata Dasni, berkomitmen agar persoalan aset tuntas dalam dua bulan ini lewat pertemuan berjenjang. “Saya dan Sekda Aceh Utara akan duduk merumuskan kebijakan peralihan aset setelah menerima hasil penilaian harga. Kemudian, akan diputuskan oleh bupati dan wali kota,” kata Dasni.

Hasil pembicaraan awal, Bupati Cek Mad meminta Wali Kota Suaidi agar Pemko Lhokseumawe membayar kompensasi 70 persen dari total nilai aset yang disesuaikan dengan harga saat ini. Kata Cek Mad, Aceh Utara butuh dana besar untuk membangun kantor baru di Lhoksukon, ibu kota kabupaten ini.

Wali Kota Suaidi belum merespons permintaan Cek Mad. Sekda Dasni Yuzar menilai 70 persen itu terlalu besar. Berapa kompensasi yang layak, kata Dasni, diputuskan setelah BPKP menghitung nilai aset.

“Aset yang bisa dibuktikan dengan sertifikat akan kami ganti rugi sesuai mekanisme perolehan DAU (Dana Alokasi Umum), mengacu luas wilayah dan jumlah penduduk,” kata Dasni, Kamis pekan lalu.

“Hitung saja jumlah penduduk Aceh Utara yang bermukim di Lhokseumawe sebelum pemekaran. Apakah logis kompensasi 70 persen, sementara luas Lhokseumawe hanya 12 persen dari wilayah Aceh Utara,” kata dia.

Dasni melanjutkan, hanya aset bersumber dari APBK yang akan diganti rugi, sedangkan aset dari APBA diberi kompensasi, dan APBN diminta secara gratis.

“Khusus aset Aceh Utara yang diperoleh hasil hibah pihak lain, kita minta dihibahkan ke Lhokseumawe sehingga kita tidak terkendala mengembangkan Kota Lhokseumawe,” kata Dasni. “Selama ini kita mau bangun, dilarang”.| IRMAN I.P. | ALFIANSYAH OCXIE (Lhokseumawe)

Daftar Tanah Aceh Utara yang digunakan Lhokseumawe belum ada BAST (Berita Acara Serah Terima)

1. Tanah Reklamasi Pusong
- Tanah Pertapakan SDN 12 Banda Sakti
- Tanah Kantor Perpustakaan
- Tanah Kantor Dekranas
- Tanah Pasar Kuliner
- Tanah SMAN 2 Lhokseumawe
- Tanah Kantor Bappeda dan Kantor PU
- Tanah Kantor BPN Lhokseumawe
- Tanah Bekas Kantor Pertambangan

2. Tanah Rancong
- Lokasi Pembangunan PDAM Lhokseumawe

3. Tanah Eks-Terminal
- Pembangunan Taman Terbuka Kota Lhokseumawe

Sumber Data: Bidang Pengelolaan Kekayaan Aceh Utara

Sumber : http://atjehpost.com/read/2012/10/16/24393/0/2/Dakwa-dakwi-Aset-Saudara-Kandung

aneuknanggroe
October 19th, 2012, 03:57 AM
Foto: Mulus Salah satu jalan alternatif lintas Medan – Banda Aceh yang dikenal dengan jalan elak di sepanjang daratan Lhokseumawe hingga tembus ke Kecamatan Muara Batu Aceh Utara tampak mulus, kendati hingga saat ini lintas jalan alternatif itu belum dimanfaatkan karena belum teraspal semuanya. Padahal program jalan elak tersebut sudah dimulai sekitar 10 tahun lalu, Rabu, 17 Oktober 2012.

http://img89.imageshack.us/img89/2853/alueawehighwayy.jpg

Jalan Alternatif Lhokseumawe - Muara Batu Belum Difungsikan

MedanBisnis – Lhokseumawe. Jalan alternatif yang dikenal dengan jalan elak di lintasan Lhokseumawe tembus hingga Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara berjarak sekitar 30 km, belum difungsikan walaupun jalan yang dimaksudkan untuk menghindari kepadatan lalulintas di pusat Kota Lhokseumawe sudah dibangun sejak 15 tahun silam.
Alasannya, belum semua ruas jalan selesai dibangun dan diaspal mulus. “Padahal jika sudah difungsikan, bukan tidak mungkin meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata salah seorang warga, Wiriadi, kepada MedanBisnis, Rabu (17/10).

Dari pengamatan, pintu masuk jalan lintas tersebut mulai dari Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, sebagian tampak mulus karena sudah diaspal. Namun hanya beberapa kilometer, selanjutnya hingga tembus ke Kecamatan Muara Batu masih berupa pengerasan.

“Seharusnya Pemerintah Aceh memprioritaskan pembangunan jalan lintas alternatif tersebut, apalagi saat ini pusat Kota Lhokseumawe tergolong padat, sehingga wajar jika mobil berbadan besar tidak lagi masuk pusat kota,” katanya. (sugito tassan)

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/10/18/120462/jalan_alternatif_lhokseumawe_-muara_batu_belum_difungsikan/#.UICyoaCo2U4

anja sadiqa
October 19th, 2012, 05:42 AM
jalannya mulus dan lebar banget,, dicopas ke tHread High Way aja.

aneuknanggroe
October 20th, 2012, 04:38 AM
Lhokseumawe Bangun Industri Pengelola Sampah Kertas

Lhokseumawe. Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe akan membangun industri pengelola sampah kertas. Tahap awal akan dikembangkan di Pesantren Ulumuddin di Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, sekaligus sebagai upaya menggairahkan sektor ekonomi produktif di kalangan masyarakat kecil.
“Sampah kertas selama ini belum termanfaatkan secara optimal, padahal memiliki nilai ekonomis. Oleh karena itu, Pemko Lhokseumawe bersama-sama dengan pihak terkait akan mengembangkan industri tersebut, paling tidak bisa menggairahkan sektor ekonomi produktif di tingkat masyarakat kecil,” ungkap Walikota Lhokseumawe Tgk Suaidi Yahya yang didampingi Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Ilham Malik meninjau pengelolaan sampah kertas di Pesantren Ulumuddin, Jumat (19/10).

Dia memaparkan, produksi sampah rumah tangga mencapai 7.201 meter kubik per hari dan dibuang di tempat pembuangan sampah. “Padahal sampah rumah tangga sebanyak itu bisa dimanfaatkan melalui proses daur ulang. Oleh karena itu, di tahun anggaran 2013 mendatang Pemko akan memfasilitasi darur ulang sampah tersebut,” katanya

Bagi pengrajin daur ulang, walikota meminta bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Lhokseumawe, sehingga antara Dekranas dengan pengrajin bisa bersinergi.

Bagi masyarakat diharapkan juga aktif memanfaatkan sampah-samah bekas tersebut. “Tidak hanya tergantung secara mutlak terhadap pemerintah, peran masyarakat terutama pengrajin sangat diharapkan, karena keberhasilan itu bukan untuk siapa-siapa tapi untuk masyarakat sendiri,” ucapnya.

Diakui, setiap tahun Pemko Lhokseumawe telah menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk pengembangan pelaku usaha kecil menengah (UKM), hanya saja kendala yang sangat klasik dan belum teratasi hingga saat ini adalah menyangkut masalah peluang pasar.

“Makanya ke depan tugas dinas terkait wajib mempromosikan dan memasarkan produk hasil kerajinan masyarakat, agar pelaku usaha kecil dan menengah yang menggeluti berbagai jenis kerajinan khas Aceh bisa bertahan,” katanya.

Mewakili KLH, Ilham Malik memberikan apresiasi dan dukungan lokasi pengolahan dan pemanfaatan daur ulang sampah kertas dipusatkan di Pesantren Ulumuddin. “Hal ini sangat penting, karena pelatihan daur ulang sampah kertas mendapat dukungan dari para santri,” katanya.

Dia mengaku pihaknya masih kesulitan dalam proses daur ulang sampah tanpa dukungan pemerintah daerah. Karenanya pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersinergi dalam hal pengurangan sampah, baik sampah rumah tangga, limbah industri dan sampah spesifik. “Dengan jalan pembatasan timbunan sampah, daur ulang sampah hingga pemanfataan kembali,” imbuhnya.

Sedangkan anggota Komisi VII DPR, Teuku Irawan mengatakan, program aspirasi masyarakat akan tetap diperjuangkan dan dilanjutkan pada tahun mendatang. Dengan begitu kerja sama antara pemerintah pusat dengan Pemko Lhokseumawe akan tetap berlanjut.

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/10/20/120798/lhokseumawe_bangun_industri_pengelola_sampah_kertas/#.UIIOSaCo2U4

aneuknanggroe
October 20th, 2012, 05:17 AM
Sebenarnya ada banyak pembangunan infrastruktur di Lhokseumawe, tp karena belum ada picnya tidak saya updates dulu. Ada beberapa infrastruktur yang sedang dibangun antara lain:
- Gedung Bappeda di Komplek Stadion Tunas Bangsa
- Gedung Mahkamah Syariat di Buket Rata
- Gedung Kantor DKPP di Mon Geudong
- Gedung IMPKL
- Gedung Kantor Perindagkop
- Gedung BRI di Jalan Merdeka
- Gedung BNI di Depan Komplek PT. PIM
- Gedung Pendidikan di Cunda
- Gedung Instalasi Bio Gas
- Gedung RSJ di Blang Panyang
- Gedung RS Bunda di Darussalam
- Gedung RS Sakinah di Darussalam
- Gedung Sentra Industri di Batuphat
- Gedung Biro Rektor STAIN Malikussaleh
- Gedung Pustaka STAIN Malikussaleh
- Gedung Syariah STAIN Malikussaleh
- Gedung Ma'had Ali STAIN Malikussaleh
- PDAM Lhokseumawe di Batuphat
- Taman Kota di Ex Terminal Lama Pusong
- Mini Waterboom di Pantai Ujong Blang
- Pasar Terpadu Pusong
- Pasar Sayur, Ikan dan Pelelangan Ikan di Cunda
- Terminal Mobar
- Jembatan Pusong
- Jembatan Buket Rata
- Jembatan Kuala Meuraxa
- Jembatan Sawang Kupula
- 2 Jalur di Jalan Abunawas Blang Panyang (tembus Pantai Ujong Blang)
- Pembangunan Jalan Punteut - Line Pipa sepanjang 3 km
- Pelebaran Jalan di Kawasan Panggoi - Paloh sepanjang 3 km
- Pelebaran Jalan T. Chik Di Tiro
- Pelebaran Jalan Pasar Inpres
- Perluasan Halaman Islamic Center Lhokseumawe
- dll

aneuknanggroe
October 20th, 2012, 05:59 AM
http://img17.imageshack.us/img17/7348/8b072d4f47fa16702f8c735.jpg

Jepang dan Pemko Lhokseumawe Jajaki Kerjasama Agro Industri

Pemerintah Jepang dan pemko Lhokseumawe menjajaki kerjasama Agro Industri, bidang perikanan, dan pertanian. Berbagai potensi keunggulan dipesisir pantai timur menjadi daya tarik pemerintah negeri Sakura itu. Jepang mengisyaratkan kerjasama itu bisa saja antara pengusaha jepang dengan pengusaha Aceh ( people to people) atau pemerintah dengan pemerintah.

Konsulat Jendral Jepang di medan Yuji Hamada mengatakan, masyarakat jepang dan pengusaha di negeri tersebut memahami potensi kelautan dan perikanan peisisir timur Aceh berlimpah, salah satunya tangkapan ikan tuna dan beberapa jenis makanan laut lainnya. Makanan laut begitu digemari masyarakat Jepang, dan masyarakat di negerinya mengenal Potensi perikanan Aceh melalui situs-situs intrenet, salah satunya situs kota Lhokseumawe.

Hal tersebut disampaikannya pada pertemuan resmi antara pemerintah jepang dengan pemko Lhokseumawe. Dalam pertemuan itu pemerintah Jepang diwakili konsulat Jendral Jepang di Medan didampingi pihak konsultan Nippon. Sementara pemerintah Lhokseumawe, yang diwakili Wakil walikota Lhokseumawe Nazaruddin. Pertemuan ke dua pihak itu berlangsung singkat di kantor Walikota kamis (20/9).

Dalam pertemuan itu, Yuji memaparkan pembicaraan keduanya menyentuh peluang perencanaan pemasaran kerjasama antara kedua belah pihak yang besar kemungkinan dapat dijajaki. Salah satunya tawaran pihak negara Sakuran antara pengusaha Jepang dengan pengusaha Aceh (people to people).

Menurutnya, P to P lebih efektif bila dibangun keduanya, karena mampu memangkas birokrasi ditingkat pusat, Namun bila mengarah antara pemerintah dengan pemerintah (Goverment to Govaermnet) G to G proses akan menelan waktu dan birokrasi. Namun langkah G to G dipandang juga saling menguntungkan dalam kerjasama.

Sekda Kota Lhokseumawe Dasni Yuzar yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, pemko dalam waktu dekat ini akan membalas lawatan konsultan jepang tersebut, guna membicarakan lebih dekat rencana hubungan kerjasama Agro Indsutri tersebut.

Terkait rencana tersbut, lanjut Dasni pemko menyiapkan beberapa program kerjasama bidang perikanan, salah satunya meminta pemerintah jepang menyediakan sarana alat tangkap modren kepada nelayan dan pembekelan sumber daya tehknologi bagi nelayan. Sedangkan pemerintah kota akan terus mendukung sarana pendukung bagi nelayan, termasuk sarana pengawetan hasil tangakapan ikan.

Sumber : http://www.lhokseumawekota.go.id/index.php/component/k2/item/371-jepang-dan-pemko-lhokseumawe-jajaki-kerjasama-agro-industri

aneuknanggroe
October 27th, 2012, 08:10 PM
Indomaret membuka 8 gerai baru di pusat kota Lhokseumawe. Tp yg menggelikan ada 4 gerai indomaret yg jarak antara 1 gerai dgn gerai yg lain relatif dkt, cm 500 meter.... :D

Itu khusus gerai yg dipusat kota, klo utk kawasan Lhokseumawe sblah Barat dan Timur blum tau ada berapa gerai indomaret yg dibuka....

aneuknanggroe
October 29th, 2012, 04:08 AM
Pembangunan Jembatan dan 2 Jalur di Kawasan Uteunkot, Cunda

http://img441.imageshack.us/img441/2892/21511325025811452029881.jpg
http://img443.imageshack.us/img443/8799/66565325030239562720190.jpg

anja sadiqa
October 30th, 2012, 04:37 AM
sedikit info ternyata BRI cuma 3 lantai dibangun dengan anggaran 3 milyar.

aneuknanggroe
October 31st, 2012, 10:08 AM
Menyedihkan, rugi ja dihancurin klo dibangun sama dengan yang sebelumnya...:bash::bash:

Btw, blm ada pengerjaan apapun di lahan bekas Gedung BRI, walaupun sudah ada alat berat dan pekerja disana....

aneuknanggroe
November 4th, 2012, 08:17 AM
Gambarnya bnyak yg ilang, harus disetel ulang ni... :bash::bash::bash:

aneuknanggroe
November 6th, 2012, 05:17 AM
Tender Pipa Arun-Belawan Tuntas Akhir Tahun

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Gas melaksanakan tender proyek pembangunan pipa gas ruas Arun-Belawan. Proses tender proyek itu ditargetkan bisa tuntas pada akhir tahun ini.
Demikian disampaikan Direktur Utama Pertamina Gas Gunung Sardjono Hadi, Rabu (7/11/2012), di Jakarta.

Gunung menjelaskan, proses tender sudah dijalankan untuk pengadaan pipa dan proses rancang bangun, pengadaan serta konstruksi kompresor. "Kami berharap target akhir tahun ini sudah ada penetapan pemenang tender baik untuk pipa, kompresor dan konstruksinya," ujarnya.

Saat ini proses tender sudah memasuki tahap pra kualifikasi yaitu pengadaan pipa dan kompresor, serta pemasangannya. "Jadi ada 3 paket. Ini digarap paralel supaya bisa mengejar selesai di akhir 2013," ujarnya.

Saat ini pihaknya menjalankan semua proses persiapan proyek pipa itu, termasuk perjanjian pengangkutan gas dengan PT Perusahaan Listrik Negara. " Konstruksi proyek pipa Arun-Belawan ini baru bisa dilakukan setelah ada keputusan investasi final," ujarnya.

Nantinya Pertamina Gas akan mengangkut gasnya dari terminal regasifikasi LNG Arun, Lhokseumawe, menuju Belawan, Sumatera Utara.

Saat ini pihaknya sudah mengantongi izin pembangunan pipa itu dari Gubernur Aceh maupun bupati yang daerahnya dilintasi pipa gas itu. " Sekarang tinggal izin prinsip dari Sumatera Utara. Kami sudah melayangkan permohonan izin itu dua bulan lalu, dan minggu ini kami harapkan keluar," kata dia.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/07/1820334/Tender.Pipa.Arun-Belawan.Tuntas.Akhir.Tahun

aneuknanggroe
November 8th, 2012, 04:55 AM
http://img534.imageshack.us/img534/6299/49432503193160509169994.jpg

Tampak dari jauh Gedung Bappeda Lhokseumawe yang berada di Komplek Stadion Tunas Bangsa hampir rampung dikerjakan.....

aneuknanggroe
November 8th, 2012, 05:25 AM
2 Aset yg ditawarkan Pemkab Aceh Utara ke Pemko Lhokseumawe, yakni Kantor Bupati Aceh Utara (8 Milyar) dan Hotel Lido Graha (7 Milyar)

http://img692.imageshack.us/img692/7074/kantorbupatin.jpg
http://img11.imageshack.us/img11/8065/33511619741007713841125.jpg

aneuknanggroe
November 8th, 2012, 11:01 AM
http://img39.imageshack.us/img39/1263/pedestriancunda.jpg

Pembangunan trotoar dan pemasangan tiang lampu jalan yg baru di kawasan Cunda, Lhokseumawe....

aneuknanggroe
November 13th, 2012, 06:00 AM
http://img825.imageshack.us/img825/8824/37404555741563095180819.jpg

SPBU Sofyan Hasan yang baru di pusat kota Lhokseumawe.....

aneuknanggroe
November 13th, 2012, 09:18 AM
Gak tau mau dibangun gedung apaan, lokasi di samping GOR Unimal Cunda, Lhokseumawe

http://img32.imageshack.us/img32/4022/23101033042242236391981.jpg
http://img41.imageshack.us/img41/1120/42313633042259436821895.jpg

aneuknanggroe
November 14th, 2012, 03:36 AM
gxPDXpyHIE0

Kawasan Industri PT. Arun LNG di Blang Lancang, Lhokseumawe yang akan direvitalisasi menjadi terminal gas dengan investasi senilai 3,1 trilyun......

aneuknanggroe
November 14th, 2012, 04:05 AM
Pembangunan pusat pertokoan baru di kawasan KP 3 Lhokseumawe.....

http://img89.imageshack.us/img89/530/48029733042130633601107.jpg
http://img440.imageshack.us/img440/5123/53398033042113833182113.jpg

anja sadiqa
November 14th, 2012, 04:37 AM
Ragam Kegiatan Seputaran Lhokseumawe

http://img826.imageshack.us/img826/356/bersepeda141012rmd3.jpg
http://img707.imageshack.us/img707/3766/74368919.jpg
http://img829.imageshack.us/img829/1060/57310383.jpg
http://img820.imageshack.us/img820/5256/63733535.jpg
http://img221.imageshack.us/img221/5715/betor.jpg

salah thread nih bro, mendingan ini thread hanya untuk P & D supaya lebih fokus heheheheheh^^^^^^^^

aneuknanggroe
November 14th, 2012, 05:46 AM
Kan bisa liat kondisi jalan dan bangunannya, tidak fokus di kegiatannya....

www.ngeles.com.... :D

aneuknanggroe
November 14th, 2012, 05:52 AM
Pembangunan Gedung Kembar PU dan Bappeda di Komplek Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe yang hampir kelar pembangunannya.....

http://img688.imageshack.us/img688/1410/26350133042030231091097.jpg

aneuknanggroe
November 17th, 2012, 05:15 AM
http://img521.imageshack.us/img521/7087/32400330426110456128792.jpg

Lokasi pembangunan taman kota di kawasan Pusong Lhokseumawe dgn pagu senilai 1,9 milyar...

eVANDOpriyanto
November 17th, 2012, 07:35 AM
^^ Klo saya liat dari sini kok keliatan sempit ya taman kotanya??? :nuts:

aneuknanggroe
November 17th, 2012, 10:02 AM
Keliatan sempit krn thn ini cm dibangun sebagian, karena sebagian lg didominasi toko lama yg msh berpenghuni. Taman kota ini sendiri dibangun di lahan ex terminal angkot lama. Luasnya emg tdk begitu besar, sekitar 80x30 meter persegi...

Tdk mudah utk membangun taman di pusat kota Lhokseumawe, karena keterbatasan lahan akibat padatnya pemukiman serta msh ada lahan" yg dikuasai oleh Pemkab Aceh Utara shg menyulitkan pemko utk membangun sarana publik spt taman kota.....

eVANDOpriyanto
November 17th, 2012, 05:05 PM
^^ Great... :okay:
Mdah2an pembangunan tamannya cepet selesai...

aneuknanggroe
November 17th, 2012, 06:20 PM
^^ Great... :okay:
Mdah2an pembangunan tamannya cepet selesai...

Amin.... Syukran bos atas supportnya. Semoga Balam jg semakin maju dgn proyek" barunya... :cheers:

eVANDOpriyanto
November 18th, 2012, 04:17 AM
^^ Hahaha... :lol: Syukuran di rmh masing2 bro... Makasih jg ya atas supportnya ke kota ane... :)

aneuknanggroe
November 18th, 2012, 09:49 AM
Unknown Project di Komplek Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe

http://img841.imageshack.us/img841/529/17592233042627846039352.jpg

Mulia_atkins
November 19th, 2012, 05:02 AM
Maaf klau repost....

Plaza Harun

Tampak Depan

http://img19.imageshack.us/img19/8867/tampakdepan.png

Plan Layout

http://img829.imageshack.us/img829/426/layoutph.png

Denah Lt. 1

http://img189.imageshack.us/img189/2392/lt1w.png

Denah Lt. 2

http://img28.imageshack.us/img28/1942/lt2q.png

Denah Lt. 3

http://img543.imageshack.us/img543/3064/lt3a.png

aneuknanggroe
November 19th, 2012, 05:13 AM
^^ Dapat render dari mana ni, boleh tau sumbernya? Baru tau klo di lahan ex gedung Cunda Plaza bakal dibangun Plaza baru.....

Mulia_atkins
November 19th, 2012, 05:31 AM
^^^^^^^ Dapat render dari mana ni, boleh tau sumbernya? Baru tau klo di lahan ex gedung Cunda Plaza bakal dibangun Plaza baru.....

Cek PM...

aneuknanggroe
November 19th, 2012, 05:44 AM
Oke, thanx infonya bos.... :D

Mulia_atkins
November 19th, 2012, 05:58 AM
Oke, thanx infonya bos.... :D

tenant yang baru bergabung baru itu...

aneuknanggroe
November 19th, 2012, 09:02 AM
Plaza Harun

Tampak Depan

http://img19.imageshack.us/img19/8867/tampakdepan.png

Plan Layout

http://img829.imageshack.us/img829/426/layoutph.png

Denah Lt. 1

http://img189.imageshack.us/img189/2392/lt1w.png

Denah Lt. 2

http://img28.imageshack.us/img28/1942/lt2q.png

Denah Lt. 3

http://img543.imageshack.us/img543/3064/lt3a.png

Hmmm..... Semoga saja cepat terlaksana, dan Plaza ini bisa menjadi tempat alternatif berbelanja warga Lhokseumawe & Aceh Utara...... :D

Mulia_atkins
November 22nd, 2012, 07:12 AM
Btw...
owner mall ini namanya ILHAM HARUN, SE
ada yg kenal gk dgn beliau...??

Val_project
November 22nd, 2012, 08:49 AM
^^ ngiler!!
jealous banget, kapan sih langsa buat yang kayak gitu :bash:

aneuknanggroe
November 22nd, 2012, 01:47 PM
Btw...
owner mall ini namanya ILHAM HARUN, SE
ada yg kenal gk dgn beliau...??

Apa pemiliknya sama dgn yg punya Harun Square Lhokseumawe y...?

aneuknanggroe
November 23rd, 2012, 02:36 AM
^^ ngiler!!
jealous banget, kapan sih langsa buat yang kayak gitu :bash:

Saya terkadang heran, kenapa tidak ada yang mau membangun mall di Aceh. Apakah mereka tidak mau berinvestasi hanya karena alasan keamanan? Padahal pangsa pasar sangat besar, khusus di Lhokseumawe sendiri dgn jumlah warga Lhokseumawe dan Aceh Utara yang mencapai 800.000 jiwa lebih tentu merupakan pasar yang sangat menjanjikan........:ohno:

anja sadiqa
November 23rd, 2012, 03:35 AM
baukankah matahari sudah ngak ada di harun ???? adanya cuma suzunya, kemarin waktu berkunjung kesana tanya petugasnya katanya udah dipindah ke Bireun.

aneuknanggroe
November 23rd, 2012, 04:07 AM
baukankah matahari sudah ngak ada di harun ???? adanya cuma suzunya, kemarin waktu berkunjung kesana tanya petugasnya katanya udah dipindah ke Bireun.

Matahari sudah hengkang dari Bireuen baru" ini.....:ohno:

aneuknanggroe
November 24th, 2012, 03:17 AM
Progress Pembangunan Gedung Mahkamah Syari'ah Lhokseumawe

http://img21.imageshack.us/img21/1962/ms1zb.jpg