View Full Version : Part IV | Jakarta MRT
AceN October 30th, 2011, 07:40 PM MRT Jakarta
http://www.jakartamrt.com/images/stories/jakartamrt.jpg
Rail-based MRT Jakarta will stretch over ±110.3 km Jakarta roads, consists of South-North Corridor (Lebak Bulus – Kampung Bandan) of about 23,3 km and East-West Corridor of about 87 km.
• The construction of South-North Corridor that stretches along Lebak Bulus – Kampung Bandan will be carried out in 2 stages:
- Stage I will be carried out to connect Lebak Bulus with Bundaran HI over 15.2 km railway with 13 stations (7 elevated stations and 6 underground stations) which is targeted to operate by the end of 2016.
- Stage II will expand South-North Corridor from Bundaran HI to Kampung Bandan over 8.1 km railway, which construction will have been initiated before Stage I operates and is targeted to be completed on 2018 (from the earlier target of 2020). Feasibility study for this stage has been completed.
• A pre-feasibility study is on progress for East-West Corridor, which is targeted to operate at the latest on 2024-2027.
Project Feature
MRT Jakarta Future Network The rail-based Jakarta MRT is planned to stretch across ± 110.3 kilometres, which includes the 23.3 kilometres for the North-South Corridor (Lebak Bulus-Kampung Bandan) and 87 kilometres for East- West Corridor.
The North-South corridor will be built in two phases.
•Phase I, will be constructed in advance connects Lebak Bulus to Bundaran HI along 15.2 km including 13 stations (7 elevated stations and 6 underground stations), targeted to operate at the end of 2016. Basic Engineering Design started in November 2009 and will be completed in 14 months.
•Phase II, will extend the North-South line from Bundaran HI to Kampung Bandan along 8.1 Km (+8 underground stations), targeted to operate in 2018 (accelerated from 2020 as the original plan). Feasibility study already completed.
While the east-west corridor currently is in pre-feasibility study phase. This line is targeted to operate in 2024.
http://www.jakartamrt.com/images/stories/foto5-bigg.jpg
http://www.jakartamrt.com/images/stories/foto1-big.jpghttp://www.jakartamrt.com/images/stories/foto3-big.jpghttp://www.jakartamrt.com/images/stories/foto4.jpg
OQPms6Pper8
Oq_4-0vYEVE
Previous thread
Part III | Jakarta MRT (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=861478)
source : MRT Jakarta (http://www.jakartamrt.com)
acoolguyfromnz October 30th, 2011, 08:24 PM @Acen,
Boss bisa tolong di jadikan satu gak jalur MRT, Commuter sama jalan toll ringroad. Kita bisa tau Jakarta akan spt apa. Kita bisa belajar prediksi apa yg kurang dari plan, called controlling.
r4d1ty4 October 30th, 2011, 09:13 PM @Acen,
Boss bisa tolong di jadikan satu gak jalur MRT, Commuter sama jalan toll ringroad. Kita bisa tau Jakarta akan spt apa. Kita bisa belajar prediksi apa yg kurang dari plan, called controlling.
ehm..silahkan mampir di thread ini mas http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=702678&page=19
disana uda didiskusikan secara panjang lebar dan mendetail ttg masterplan Jakarta secara komprehensif..jadi disini biar fokus ttg MRT saja gt..hehe
AceN October 30th, 2011, 10:10 PM ^^ Thank you bro :D
conceptor October 31st, 2011, 03:02 AM part IV and still waiting........
Djoko Lelono October 31st, 2011, 12:30 PM http://www.jakartamrt.com/images/stories/foto5-bigg.jpg
(http://www.jakartamrt.com)
saya mau berkomentar sedikit.
itu koridor timur-barat yang alternatif 1 (digambar yang sebelah atas), mulai dari tanah abang hingga tangerang sejajar dengan krl koridor tangerang. lho? nanti jadi tumpang tindih antara krl dengan mrt?
sekedar informasi, koridor krl tangerang sekarang sudah benar2 seperti koridor mrt dimana kereta yang lewat hanya krl saja. lain dengan koridor krl yang lain dimana selain krl, ada beberapa kereta lokal yang melintas (bahkan koridor bekasi juga dilewati intercity train).
untuk koridor tangerang ini. mengapa tidak sebaiknya mengoptimalkan koridor krl yang sudah eksis saja? sementara mrt bisa dipilh alternatif 2 yang melewati ciledug-blok m.
tollfreak November 1st, 2011, 01:37 PM Pembangunan MRT Terganjal Pembebasan Lahan
Jumat, 28 Oktober 2011 - 12:39 WIB
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/10/28/pembangunan-mrt-terganjal-pembebasan-lahan
CILANDAK (Pos Kota) – Rencana pembangunan moda transportasi massal (MRT) di Jakarta Selatan hingga kini terkendala kesepakatan harga ganti rugi.
“Kami tidak mau ngelepas tanah dan rumah jika hanya dihargai sesuai Nilai Jual Objek Pajak,” cetus Wawan, pemilik rumah di Kecamatan Cilandak, Jaksel.
Sejumlah pemilik rumah yang datang saat sosialisasi MRT di aula kantor Kecamatan Cilandak nekad pulang. Mereka tampak kesal karena belum ada kesepakatan ganti rugi sesuai harapan.
Kepala Bagian Tata Ruang Pemko Jaksel Shita Damayanti menjelaskan, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jaksel untuk proyek MRT Lebak Bulus-Bunderan HI kembali bernegosiasi dengan pemiliki tanah. Dari 31 pemilik tanah yang terkena rencana pembebasan MRT, hanya 22 pemilik yang datang.
“Sosialisasi untuk negosiasi harga pembebasan tanah,” kata Shita, Kamis (27/10).
Dari 22 orang yang hadir dalam pertemuan tersebut, hanya 12 orang yang setuju harga penawaran dari Pemprov DKI Jakarta.
Salah satu pemilik tanah yang juga artis Syahrul Gunawan mengaku ikhlas melepas halaman rukonya seluas 6 meter persegi di Jln Raya Fatmawati, asalkan untuk kepentingan umum. “Saya berpartisipasi tapi perhatikan juga dong hak-hak saya secara wajar,” tandasnya.
Bidang tanah di Jaksel yang terkena proyek MRT meliputi 60 bidang di Kelurahan Lebak Bulus, 65 bidang di Kel. Pondok Pinang dan 157 bidang di Kel. Cilandak Barat. Dari jumlah itu, baru 66 bidang yang sudah dibebaskan dengan biaya Rp33 Miliar. (Rachmi/b)
peseg5 November 1st, 2011, 06:38 PM saya mau berkomentar sedikit.
itu koridor timur-barat yang alternatif 1 (digambar yang sebelah atas), mulai dari tanah abang hingga tangerang sejajar dengan krl koridor tangerang. lho? nanti jadi tumpang tindih antara krl dengan mrt?
sekedar informasi, koridor krl tangerang sekarang sudah benar2 seperti koridor mrt dimana kereta yang lewat hanya krl saja. lain dengan koridor krl yang lain dimana selain krl, ada beberapa kereta lokal yang melintas (bahkan koridor bekasi juga dilewati intercity train).
untuk koridor tangerang ini. mengapa tidak sebaiknya mengoptimalkan koridor krl yang sudah eksis saja? sementara mrt bisa dipilh alternatif 2 yang melewati ciledug-blok m.
Seperti yg pernah dijelaskan oleh member asudarsono, filosofi MRT Jakarta ini continuous operation, makanya spesifikasi LAA dan relnya pun dibuat sama dengan KRL Jabotabek. Walaupun di rute 1 mungkin belum terkoneksi secara langsung, tidak tertutup kemungkinan jika jalurnya semakin banyak, bisa cross operation jika jalurnya saling tersambung.
Kalau untuk MRT jalur Barat - Timur sendiri bisa bermacam2 skenario. Bisa terintegrasi dengan KRL Jabotabek, atau terpisah. Misal KRL Jabotabek at grade, MRT diatasnya / dibawahnya, atau MRT memang pakai jalur KRL. Tapi yg pernah saya baca di koran yang mengutip pernyataan salah satu pejabat MRT, kayaknya emang bakal utilisasi dengan jalur KRL Tangerang - Duri. Jadi rutenya memang terusan dari jalur ini.
wawawa November 1st, 2011, 11:48 PM Itu koridor Barat-Timur kan ada 2 alternatif... kalau saya sih berharapnya kedua2nya difungsikan, jadi yg satu dibangun baru dan yg satu pakai jalur KRL agar ngirit...:)
conceptor November 2nd, 2011, 03:45 AM Pembangunan MRT Terganjal Pembebasan Lahan
Jumat, 28 Oktober 2011 - 12:39 WIB
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/10/28/pembangunan-mrt-terganjal-pembebasan-lahan
CILANDAK (Pos Kota) – Rencana pembangunan moda transportasi massal (MRT) di Jakarta Selatan hingga kini terkendala kesepakatan harga ganti rugi.
“Kami tidak mau ngelepas tanah dan rumah jika hanya dihargai sesuai Nilai Jual Objek Pajak,” cetus Wawan, pemilik rumah di Kecamatan Cilandak, Jaksel.
Sejumlah pemilik rumah yang datang saat sosialisasi MRT di aula kantor Kecamatan Cilandak nekad pulang. Mereka tampak kesal karena belum ada kesepakatan ganti rugi sesuai harapan.
Kepala Bagian Tata Ruang Pemko Jaksel Shita Damayanti menjelaskan, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jaksel untuk proyek MRT Lebak Bulus-Bunderan HI kembali bernegosiasi dengan pemiliki tanah. Dari 31 pemilik tanah yang terkena rencana pembebasan MRT, hanya 22 pemilik yang datang.
“Sosialisasi untuk negosiasi harga pembebasan tanah,” kata Shita, Kamis (27/10).
Dari 22 orang yang hadir dalam pertemuan tersebut, hanya 12 orang yang setuju harga penawaran dari Pemprov DKI Jakarta.
Salah satu pemilik tanah yang juga artis Syahrul Gunawan mengaku ikhlas melepas halaman rukonya seluas 6 meter persegi di Jln Raya Fatmawati, asalkan untuk kepentingan umum. “Saya berpartisipasi tapi perhatikan juga dong hak-hak saya secara wajar,” tandasnya.
Bidang tanah di Jaksel yang terkena proyek MRT meliputi 60 bidang di Kelurahan Lebak Bulus, 65 bidang di Kel. Pondok Pinang dan 157 bidang di Kel. Cilandak Barat. Dari jumlah itu, baru 66 bidang yang sudah dibebaskan dengan biaya Rp33 Miliar. (Rachmi/b)
23% done, masih ada pembebasan lahan 77% lagi, yakin bisa mulai tahun 2012? Pertahun maksimal hanya sanggup bebaskan 50 bidang :bash:
kalau yang di Sudirman HI silakan mulai hari ini juga bisa karena gak pakai tanah warna
MUSTAHIL BIN MUSTAHAL :banana: :banana: :banana:
Volksraad November 9th, 2011, 07:51 AM Pembebasan Lahan Jalur MRT Selesai Maret 2012
Budiman Tanuredjo | Robert Adhi Ksp | Rabu, 9 November 2011 | 12:38 WIB
TOKYO, KOMPAS.com — Pembebasan lahan untuk jalur mass rapid transit (MRT) diharapkan bisa selesai pada Maret 2012, termasuk di dalamnya pengalihan utilitas di bawah jalur yang akan dilalui MRT dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI.
Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo kepada sejumlah wartawan Indonesia di Tokyo, Rabu (9/11/2011), termasuk wartawan Kompas Budiman Tanuredjo.
Rabu siang ini, Direksi PT MRT akan bertemu dengan JICA untuk membicarakan soal rencana pembangunan dan pendanaan MRT Jakarta yang menggunakan dana pinjaman dari JICA.
Pembebasan lahan yang akan dilalui MRT itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dikatakan Tribudi, pembangunan MRT sedikit terlambat dari jadwal karena persetujuan dari JICA soal prakualifikasi tender yang seharusnya selesai pada minggu pertama Oktober belum turun.
Kendati demikian, Tribudi mengatakan, kelambatan itu masih bisa ditangani PT MRT dengan mempercepat proses pembangunan konstruksi sipil.
Source: http://megapolitan.kompas.com/read/2011/11/09/12384747/Pembebasan.Lahan.Jalur.MRT.Selesai.Maret.2012
sigarantang November 9th, 2011, 11:47 AM lumayan banyak berita :D
Proyek MRT Jakarta Butuh 40 Ribu Bus Pengumpan
Rabu, 09 November 2011 | 12:02 WIB
TEMPO Interaktif, Tokyo - Jika kelak proyek Mass Rapid Transit (MRT) sudah beroperasi penuh, dibutuhkan sedikitnya 40 ribu bus pengumpan agar pengoperasian moda transportasi massal itu optimum. "Dengan area Jakarta dan sekitarnya yang begitu luas, dibutuhkan jaringan bus-bus pengumpan untuk mengangkut jutaan warga dari rumahnya ke stasiun MRT terdekat," demikian dikatakan Prof. Danang Parikesit, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia di sela-sela kunjungan mengamati mode transportasi massal di Tokyo, Jepang, Rabu, 9 November 2011.
Menurut Danang yang juga guru besar UGM ini, saat ini di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, setiap hari kerja ada 40 juta orang yang melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Mereka dilayani berbagai moda angkutan, termasuk kereta komuter, bus Transjakarta, dan angkutan lain. Ada pun alat angkut non-Transjakarta yang melayani mereka sekitar 12 ribu kendaraan, termasuk bus Kopaja, Mikrolet, dan angkutan kecil.
Itulah sebabnya, menurut Danang, persiapan bagi pemerintah tidak hanya menyelesaikan proyek MRT, tapi juga sarana dan prasarana pendukungnya, termasuk bus-bus pengumpan tadi.
read more : http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2011/11/09/brk,20111109-365647,id.html
KBRI Tokyo Minta Laporan Perkembangan Pembangunan MRT
Budiman Tanuredjo | Nasru Alam Aziz | Rabu, 9 November 2011 | 09:53 WIB
TOKYO, KOMPAS.com — Duta Besar Indonesia untuk Jepang Muhamad Lutfi mendukung pembangunan mass rapid transit (MRT) Lebakbulus-Bundaran Hotel Indonesia untuk mengurangi problem kemacetan di Jakarta. Bahkan ia meminta agar diberikan laporan perkembangan pembangunan MRT yang didanai JICA.
Wartawan Kompas Budiman Tanuredjo melaporkan pertemuan Lutfi dengan jajaran direksi PT MRT Jakarta dan sejumlah wartawan Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Rabu (9/11/2011). Dalam pertemuan itu Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo melaporkan perkembangan rencana pembangunan proyek MRT senilai Rp 25 triliun. "Komitmen yang sudah ditandatangani Rp 13 triliun," kata Tribudi.
Tribudi mengemukakan, pembangunan dengan bantuan JICA memang bunganya rendah, namun persyaratannya ketat, termasuk keharusan perusahaan Jepang ikut serta dalam setiap kontrak pembangunan itu. "Setiap perkembangan proyek membutuhkan persetujuan dari peminjam, yang kadang membutuhkan waktu dan bisa mundur dari jadwal," kata Tribudi.
Menanggapi problematika itu, Lutfi meminta agar laporan perkembangan pembangunan MRT, khususnya berkaitan dengan hubungannya dengan Jepang diberikan laporan agar KBRI bisa ikut memantau perkembangan pembangunan MRT itu. "Kalau ada yang mandek, kita bisa bantu untuk memantau," ujar Lutfi.
read more : http://megapolitan.kompas.com/read/2011/11/09/09534055/.KBRI.Tokyo.Minta.Laporan.Perkembangan.Pembangunan.MRT
JICA tidak Akan Korbankan Proyek MRT
Rabu, 09 November 2011 15:51 WIB
TOKYO--MICOM: Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) tidak pernah menelantarkan proyek infrastruktur yang sudah menjadi komitmen untuk dibiayai, termasuk mass rapid transit (MRT) di Jakarta.
Namun pencairan pinjaman lunak tergantung kemajuan pelaksanaan proyek itu sendiri.
Penasihat Senior JICA, Yuho Hayakawa, menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Presiden Direktur PT Mass Rapid Transit Jakarta Tribudi Raharjo di Kantor Pusat JICA di Tokyo, Jepang, Rabu (9/11).
JICA sudah sepakat untuk memberikan pinjaman 84% dari total biaya 157 miliar yen bagi pembangunan MRT dari Lebak Bulus hingga Bunderan HI. Dari jumlah tersebut, JICA baru memberikan komitmen pinjaman yang bisa dipakai sebesar 50,1 miliar yen.
"Saya tidak bisa menjawab kapan komitmen sisanya akan ditandatangani, karena semua itu tergantung dari kemajuan proyek. Namun satu hal yang bisa saya katakan, belum pernah ada proyek pembangunan infrastruktur yang terbengkalai karena JICA tidak memenuhi apa yang sudah menjadi komitmennya," kata Hayakawa, seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Suryo Pratomo dari Tokyo, Rabu (9/11).
read more : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/11/09/275015/38/5/JICA-tidak-Akan-Korbankan-Proyek-MRT
momo45 November 9th, 2011, 02:31 PM Many good news but no progress -__-"
VRS November 10th, 2011, 03:27 AM Still wait the progress
http://m.korantempo.com/content?idfoto=0&menu=7&id=254362&tgl=2011-11-10
JICA Berkomitmen Mendanai Proyek MRT
TOKYO -- Japan International Corporation Agency (JICA), lembaga yang mengatur pendanaan pinjaman luar negeri Jepang, memastikan bahwa proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) di Jakarta tak akan telantar karena masalah dana.
�Komitmen JICA adalah mendanai seluruh proyek yang sudah disepakati. Namun pencairan dana tahap berikutnya akan tergantung progress report proyek yang berjalan," kata Penasihat Senior JICA, Yuho Hayakawa, di Tokyo, Jepang, kemarin.
Pernyataan itu dikemukakan saat JICA
VRS November 10th, 2011, 03:52 AM http://www.suarapembaruan.com/home/jica-incar-mrt-east-west/13388
Still news
JICA Incar MRT East-West Kamis, 10 November 2011 | 8:30
Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo (Foto: Inilah.com) Investasi Jepang Mengalir ke Indonesia
[Tokyo] Jakarta segera memiliki mass rapid transit (MRT), sebuah moda angkutan umum yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar. Japan International Cooperation Agency (JICA), tertarik mendanai semua jaringan MRT berbasis rel atau heavy rail transit di Jadebotabek. Selain MRT South-North I, Lebak Bulus-Bundaran HI, Lembaga keuangan Jepang itu mengincar South-North II, HI-Kampung Bandan, dan MRT East-West atau Balaraja-Cikarang.
Dana pinjaman 50,5 miliar yen yang sud
sigarantang November 28th, 2011, 05:42 AM Proyek Besar Transportasi Hingga Tahun Depan
Rabu, 23 November 2011, 13:25 WIB
VIVAnews - Pemerintah tengah berusaha untuk mempercepat pembangunan sejumlah proyek infrastruktur guna meningkatkan daya saing Indonesia yang sempat melorot. Sejumlah pembangunan fisik proyek bahkan telah disiapkan untuk mulai dilaksanakan pada tahun depan.
Dari data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang diperoleh VIVAnews.com dijelaskan bahwa pembangunan lewat kerangka Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dilaksanakan melalui tiga fase. Pertama, fase quick wins yang dilaksanakan pada 2011 hingga 2012 berupa penyelesaian debottlenecking dari segi peraturan dan pembangunan fisik serta showcase kawasan atau proyek strategis.
Fase kedua yang dilaksanakan pada 2013 hingga 2014 akan difokuskan pada pengembangan konektivitas baru untuk mendukung koridor ekonomi serta refocusing program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk mendukung MP3EI 2010 dan 2014.
Terakhir adalah fase ketiga yang dilaksanakan pada 2015 hingga 2025. Pada tahap ini pemerintah akan fokus pada proyek konektivitas Indonesia jangka panjang menuju akses yang memadai, merata, terjangkau, dan aman.
Pada fase pertama yang dilaksanakan tahun ini dan 2012, pemerintah telah menyiapkan sejumlah proyek besar yang telah diusulkan untuk bisa direalisasikan. Khusus di bidang transportasi, sejumlah pembangunan infrastruktur baru bidang perkeretaapian yang disiapkan pemerintah adalah:
1. Pembangunan jalur ganda KA lintas utara Jawa.
2. Pembangunan KA Double Track jalur Manggarai-Cikarang.
3. Pengembangan KA akses ke Bandara Soekarno-Hatta.
4. Pengembangan KA akses ke Bandara Juanda Surabaya.
5. Pengembangan KA angkutan batu bara di Sumatera Selatan.
6. Pengembangan KA angkutan batu bara di Kalimantan Tengah (Puruk Cahu-Bangkuang).
7. Pengembangan akses KA Tanjung Priok.
8. Pembangunan KA jalur Bandar Tinggi-Kuala Tanjung.
Sementara itu, khusus untuk transportasi perkotaan Jabodetabek, pemerintah telah menyiapkan pembangunan infrastruktur baru seperti:
1. Pengembangan KA Loopline Jabodetabek.
2. Pembangunan MRT jalur utara-selatan.
3. Pelaksanaan studi MRT jalur Timur-Barat.
4. Pembangunan Jakarta Monorail.
Di sektor penerbangan, pemerintah juga telah menetapkan sejumlah kegiatan yang mulai dilaksanakan pada tahun ini hingga 2012. Kegiatan tersebut di antaranya pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, pembangunan Bandara Kuala Namu, pengembangan Bandara Ngurah Rai, persiapan pembangunan bandara baru di Bali Utara, pengoperasian Bandara Internasional Lombok, dan persiapan pembangunan Bandara Kertajati.
Sementara itu, di bidang pelayaran, pemerintah telah menyiapkan pembangunan dermaga Merak-Bakauheuni, penambahan jumlah kapal yang melayani Merak-Bakauheuni, dan revitalisasi angkutan Ro-Ro antar pulau. (art)
• VIVAnews
source (http://bisnis.vivanews.com/news/read/266684-proyek-proyek-transportasi-ri-tahun-depan)
minim berita minggu2 ini :nuts:
sigarantang December 7th, 2011, 12:17 PM Bukti Keseriusan Foke, Pemprov DKI Mulai Memotret Problema Jakarta
Selasa, 06 Desember 2011 00:03 WIB
LENSAINDONESIA.COM: Pihak Kantor Dinas Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta akan melakukan ‘Airbonescaning’, yaitu foto udara untuk memotret problema Jakarta.
“Foto udara diambil dari jarak kira-kira 600 meter. Ini cara perencanaan kita menyelesaikan masalah-masalah banjir dan transportasi. Dari situ kita buat akan jalan layang Satrio-Casablanca, Jalan Layang Antasari- Depok,” kata Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta, Wiriatmoko kepada lensaindonesia.com, Senin (5/10).
Selain masalah banjir, pemprov DKI juga berencana untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Memang ada beberapa alternatif mengurangi kemacetan seperti sistem jalan 1 arah, mengatur perbedaan jam waktu masuk kerja dan sekolah. “Tapi itu harus tepat kordinasi antar instansi Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum, Kantor Kementerian Perhubungan , karena masalah kemacetan tidak boleh menunggu terlalu lama,” lanjut Wiriatmoko.
Wiriatmoko menambahkan, selama ini pertumbuhan kendaraan semakin lama semakin banyak. Setahun pertumbuhannya mencapai 9 persen, sedangkan pertumbuhan jalan cuma 2 persen per tahun. Karena itu harus ada langkah-langkah yang signifikan untuk mengatasi kemacetan di DKI.
Tak hanya itu, Pemprov DKI tahun depan akan mulai untuk membangun Proyek MRT. “Pertimbangan ini sebagai cara mengatasi transport massal yang memang bertujuan untuk mengurangi kemacetan,” jelasnya.
Menurut Wiriatmoko, kehadiran 10 koridor bus Transjakarta dan pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) merupakan bukti janji keseriusan Gubernur Fauzi Bowo selama empat tahun kepemimpinannya dalam menata persoalan transportasi yang murah dan terjangkau oleh masyarakat di ibu kota. Ini, nantinya akan menjadi lebih modern dan terintegrasi.
Selama ini, kata Wiriatmoko, Pemprov DKI telah mengeluarkan peraturan untuk membekukan transaksi disepanjang jalur MRT untuk memudahkan pembangunan di bawah tanah. “Saya rasa penyelesaian tidak dapat dilakukan melalui bisnis semata-mata, tetap harus melalui koordinasi dan kerjasama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan di dalamnya,” harapnya.
source : http://www.lensaindonesia.com/2011/12/06/bukti-keseriusan-foke-pemprov-dki-mulai-memotret-problema-jakarta.html
Subway Korikor I Mulai Dibangun tahun Depan
Selasa, 6 Desember 2011 - 19:05 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) atau subway koridor I Lebak Bulus-HI dimulai awal tahun 2012. Program tersebut diawali dengan membangun stasiun dan depo yang menggunakan Stadion Lebak Bulus. Awal tahun depan stadion tersebut akan dibongkar.
Penggusuran Stadion Lebak Bulus dilakukan karena ada perluasan bagi stasiun utama MRT dari perencanaan semula seluas 7.000 meter menjadi 1 hektar. Perluasan itu mengakibatkan tak hanya Terminal Lebak Bulus saja yang terkena imbas pembebasan lahan, Stadion Lebak Bulus juga akan menjadi target penggusuran.
Gubernur DKI Jakarta H. Fauzi Bowo mengatakan, sesuai jadual awal tahun depan sudah dimulai pembangunannya. “Ini sudah diajdual sejak awal. Mudah-mudahan ini sesuai rencana,awal tahun depan mulai dibangun,”katanya, kemarin.
Sedangkan secara keseluruhan pembebasan lahan untuk keperluan MRT tersebut akan tuntas tahun 2011 ini dengan anggaran sebesar Rp300 miliar.
Menurut Fauzi, pemprov sudah memperoleh lahan penggantinya. Namun, lokasi persis belum disebutkan untuk menghindari praktek percaloan tanah.
Proyek MRT tahap pertama akan dibangun membentang dari Lebak Bulus di Jakarta Selatan ke Dukuh Atas di Jakarta Pusat sepanjang 14,5 km. 4 Km di antaranya (4 stasiun) dibangun di bawah tanah dan 10,5 km dibangun melayang di atas jalan (8 stasiun) dan ditargetkan beroperasi tahun 2016.
Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 kilometer yang akan dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018, dipercepat dari target awal 2020. Untuk tahap ini studi kelayakannya sudah selesai.
source : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/06/subway-korikor-i-mulai-dibangun-tahun-depan
Kopassus December 8th, 2011, 04:43 AM Bukti Keseriusan Foke, Pemprov DKI Mulai Memotret Problema Jakarta
Just for the show/propaganda.
"part IV and still waiting........ "
"Many good news but no progress -__-" "
Thats the biggest problem in JKT.
For many years 'news' about ambitious plans, but no action (money).:lol:
lastger December 8th, 2011, 05:09 AM ^^ lah ko jadi 4 stasiun underground?? bukannya 6?
CrazyForID December 8th, 2011, 10:54 AM Just for the show/propaganda.
Thats the biggest problem in JKT.
For many years 'news' about ambitious plans, but no action (money).:lol:
baru mulai memotret problema jakarta itu bukti keseriusan foke? emang merintah udah berapa tahun sih? :lol:
Wicak_15 December 8th, 2011, 01:47 PM Just for the show/propaganda.
baru mulai memotret problema jakarta itu bukti keseriusan foke? emang merintah udah berapa tahun sih? :lol:
^^Guys, jangan pesimis gitu donk. Bangun MRT kan gak bisa instant. Perlu perencanaan yang matang. Apalagi kalo bangunnya di bawah tanah. 5 kali lebih ribet dan susah ketimbang di atas tanah. Sabarlah. Kalo 2013 MRT belum dibangun barulah protes.
bagus70 December 8th, 2011, 03:10 PM Bagaimana progress MRT ini?
gomerax December 8th, 2011, 04:32 PM Saya cuma bisa angkat topi kalau proyek ini benar - benar ka terealisasi, monorail saja sudah hilang, dan dana banyak terkucur ke proyek "jalan layang non tol",
conceptor December 8th, 2011, 04:38 PM baru mulai memotret problema jakarta itu bukti keseriusan foke? emang merintah udah berapa tahun sih? :lol:
ngabisin dana akhir tahun anggaran dong :banana:
CrazyForID December 8th, 2011, 05:18 PM ngabisin dana akhir tahun anggaran dong :banana:
judul beritanya salah :lol:
harusnya begini :
"Bukti Ketidak seriusan Foke, Sejak 2007 Pemprov DKI Baru Saja Mulai Memotret Problema Jakarta"
:lol:
TFM1 December 9th, 2011, 02:05 PM ^^ enggak... enggak salah lagi tepatnya... :D
Dazon December 9th, 2011, 03:27 PM MRT Jakarta
http://www.jakartamrt.com/images/stories/jakartamrt.jpg
Rail-based MRT Jakarta will stretch over ±110.3 km Jakarta roads, consists of South-North Corridor (Lebak Bulus – Kampung Bandan) of about 23,3 km and East-West Corridor of about 87 km.
• The construction of South-North Corridor that stretches along Lebak Bulus – Kampung Bandan will be carried out in 2 stages:
- Stage I will be carried out to connect Lebak Bulus with Bundaran HI over 15.2 km railway with 13 stations (7 elevated stations and 6 underground stations) which is targeted to operate by the end of 2016.
- Stage II will expand South-North Corridor from Bundaran HI to Kampung Bandan over 8.1 km railway, which construction will have been initiated before Stage I operates and is targeted to be completed on 2018 (from the earlier target of 2020). Feasibility study for this stage has been completed.
• A pre-feasibility study is on progress for East-West Corridor, which is targeted to operate at the latest on 2024-2027.
Project Feature
MRT Jakarta Future Network The rail-based Jakarta MRT is planned to stretch across ± 110.3 kilometres, which includes the 23.3 kilometres for the North-South Corridor (Lebak Bulus-Kampung Bandan) and 87 kilometres for East- West Corridor.
The North-South corridor will be built in two phases.
•Phase I, will be constructed in advance connects Lebak Bulus to Bundaran HI along 15.2 km including 13 stations (7 elevated stations and 6 underground stations), targeted to operate at the end of 2016. Basic Engineering Design started in November 2009 and will be completed in 14 months.
•Phase II, will extend the North-South line from Bundaran HI to Kampung Bandan along 8.1 Km (+8 underground stations), targeted to operate in 2018 (accelerated from 2020 as the original plan). Feasibility study already completed.
While the east-west corridor currently is in pre-feasibility study phase. This line is targeted to operate in 2024.
http://www.jakartamrt.com/images/stories/foto5-bigg.jpg
http://www.jakartamrt.com/images/stories/foto1-big.jpghttp://www.jakartamrt.com/images/stories/foto3-big.jpghttp://www.jakartamrt.com/images/stories/foto4.jpg
OQPms6Pper8
Oq_4-0vYEVE
Previous thread
Part III | Jakarta MRT (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=861478)
source : MRT Jakarta (http://www.jakartamrt.com)
baru nyadar.. itu yg di harmoni statsiun subwaynya gmn ya? dibawah kali?
nowan December 10th, 2011, 07:20 AM Di bawah kali sepertinya ya.. Berapa dalam kalinya? Tidak masalah juga kalau di bawah kali.
Progres MRT sekarang sudah pengumuman prakualifikasi kontraktor pekerjaan fisik.
Ada 6 paket yang ditawarkan (masing-masing 3 paket untuk jalur melayang dan bawah tanah). Beberapa nama kontraktor raksasa Jepang (spt Shimizu, Kajima, Obayashi, Tasei, Marubeni) dan Indonesia (WIKA, HK, JK, Waskita, PP, Adhi) yang membentuk konsorsium, lolos prakualifikasi. Selanjutnya pengajuran penawaran. Happy bidding..
TFM1 December 10th, 2011, 08:54 AM ^^ wah berita baik... kapan pengumuman? dan mulai progres juga atrget proyek rampung...
Djoko Lelono December 10th, 2011, 08:55 AM nanggung banget yang koridor 2 cuma sampai kampung bandan. diteruskan sedikit 1 km ke utara sampai deh ke dufan. atau ke pantai marina aja. biar sama dengan spore NS line yang ujungnya marina bay.
TFM1 December 10th, 2011, 08:58 AM emang hobi dari dulu kan, nanggung2... :lol:
anaki101 December 13th, 2011, 01:07 AM Feasibility Study of East-West MRT Completed
BERITAJAKARTA.COM — 12/12/2011 10:08:42 PM
Japan International Corperating Agency (JICA) as also the lender in the project of Mass Rapid Transit (MRT) has completed the feasibility study of MRT for east-west corridor II. This time, the final draft has been made and predicted its result will be reported in the end of this year.
Besides, tender prequalification for MRT at South-North Corridor I of phase I (Lebak Bulus-HI Roundabout) has also been completed. Likewise with Environmental Impact Assessment (Amdal) for corridor I of phase II with extension line in HI Roundabout-Kampung Bandan has also completed.
Jakarta Governor Fauzi Bowo stated that feasibility study of east-west MRT has completed by JICA in this December. Recently, the construction program of MRT for east-west corridor II has been listed in blueprint book which is plan book of central government development.
Besides, because east-west line through three provincials, so the deepening regarding institution planning from three provincials are Jakarta Provincial, West Java Provincial and Banten Provincial. “We will do cooperation with another two provincial. Feasibility study has completed, now we will continue to deepening planning phase,” he said at Jakarta City Hall, Monday (12/12).
He had also explained the progress in construction project of MRT for east-north corridor I (Lebakbulus-HI Roundabout) on December 12, 2012. Among them is prequalification process which has completed and will be announced by contractor who is the right to follow MRT physic auction in January 2012. Thereby, in October, construction is able to be conducted. There are six packages of physical construction and three packages of consultant project will be auctioned.
He ensured that the project of construction support will be conducted in April 2012. The projects are including the widening of Jl Fatmawati, Utilization relocation, temporary terminal displacement at stadium location, displacement in several Transjakarta bus shelters and depots construction
Certainty, by the acceleration of land acquisition is expected able to accelerate the implementation of Jakarta MRT construction. Thus, the target of MRT operation for Lebak Bulus-HI Roundabout routes in 2016 can be realized.
http://www.beritajakarta.com/2008/en/newsview.aspx?idwil=0&id=21509
sorry, my email notifications only give me english news on the project :S
TFM1 December 13th, 2011, 11:35 AM ^^ berita bagus,,, satu tahap selesai, menuju tahap berikutnya... :okay:
vendumesteer December 15th, 2011, 09:15 AM Kmrn pas ke KL, lewat dkt Damansara, pembangunan fisik MRT KL udah mulai, sitenya udah mulai ditutupin, padahal proyek ini kan sama2 mangkrak kayak MRTJ , agak miris juga sih liatnya, tp kyknya planning orang sana emang lebih matang kali ya :D
F-ian December 15th, 2011, 09:30 AM ^^ abis ni proyek kebanyakan/kelamaan proses ama tender..outputnya baru taun depan (klo gak ada tender2an lagi)
asudarsono December 19th, 2011, 06:58 AM Yah, begitulah. Rata2 tender model Jepang bisa 3 tahun deh, itu juga kalau kedua pihak serius. Moga2 yang ini bisa lebih cepat.
sigarantang December 28th, 2011, 03:10 AM Bamus Betawi Desak Foke Benahi Transportasi Jakarta
Selasa, 27/12/2011 13:59 WIB
Jakarta - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mendesak Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo membenahi transportasi di Jakarta. Foke juga diminta menyediakan angkutan massal yang layak bagi warga Jakarta.
"MRT, Busway, kalau transportasi massalnya bagus, orang juga malas bawa kendaraan sendiri," ujar Ketua Dewan Pembina Bamus Betawi, Effendy Yusuf dalam jumpa pers di Galery Caffe, TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2011).
Effendy juga meminta Foke bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang bisa menampung warga Jakarta. Terutama golongan muda yang kini banyak menganggur.
"Kalau kita lihat, lapangan pekerjaan sekarang terbatas. Padahal banyak yang membutuhkan," Effendy.
Namun selama kepemimpinan Foke, Bamus juga memberikan nilai positif. Foke dinilai berperan dalam mengembangkan budaya Betawi.
"Seperti yang dilakukan di Setu Babakan, pengembangan pusat budaya Betawi dan pembangunan museum MH Thamrin," tutupnya.
http://www.detiknews.com/read/2011/12/27/135945/1800363/10/bamus-betawi-desak-foke-benahi-transportasi-jakarta
di lain pihak, wakil tercintanya mengundurkan diri...
ntah strategi politik ntah apa yg pasti gak bgt IMHO :bash:
sigarantang December 28th, 2011, 03:18 AM Dilema MRT di Jakarta
http://proto.areamagz.com/alpha/backend/media/data/entry_images/2011/12/20/img00687201112151927_thumb.jpg
December, 21st 2011 | by Martin Johnindra
Singapura, yang berdiri sejak 9 Agustus 1965, merupakan sebuah negara dengan luas sekitar 700 km2. Area yang tak besar ini membuat para perencana kota, di tahun 1967, memutuskan untuk membangun sistem transportasi massal yang berkesinambungan, yang salah satunya adalah Mass Rapid Transport (MRT).
Perencanaan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil. MRT pertama resmi beroperasi pada 1987 dengan jalur North-South Line. Pemilihan jalur ini didahulukan karena melalui kawasan pusat kota yang memang memiliki kebutuhan tinggi akan transportasi publik. Sejak saat itu, MRT Singapura berkembang terus hingga saat ini. Circle Line, yang melingkar mulai dari daerah pelabuhan hingga pemukiman di kawasan tengah Singapura, resmi beroperasi mulai 8 Oktober 2011.
Perjalanan panjang yang berbuah keberhasilan Singapura dalam mengembangkan dan mengelola sarana MRT ini kemudian menjadi primadona. Ia bahkan menjadi acuan bagi pemerintah negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Indonesia adalah salah satunya. Namun, keberhasilan ini pada akhirnya menemukan masalah.
Pada Kamis (15/12) sekitar pukul 18.00, MRT North South Line mendadak berhenti beroperasi. Singapura mendadak ‘lumpuh’. Mengapa lumpuh? Karena, MRT ini melintasi kawasan bisnis juga perdagangan utama Singapura. Sekitar 127.000 kaum komuter terkena dampaknya dalam waktu hampir bersamaan. Ini terjadi ‘hanya’ karena masalah rel yang berakibat tak teralirkannya arus listrik guna menggerakkan kereta.
Kejadian terburuk selama 24 tahun MRT beroperasi di Singapura ini langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah. Terlebih dengan kembali tak beroperasinya MRT North South Line yang kemudian disusul East West Line beberapa hari kemudian. Sabtu (17/12), sekitar 97.000 kaum komuter kembali menjadi korban. Berbagai bis tambahan langsung dikerahkan ke segala penjuru yang terkena imbas MRT tak beroperasi. Di jalur MRT lain, penambahan kereta langsung dilakukan. Taksi pun hari itu sulit didapat.
Tak beroperasinya MRT di Singapura ini, bagi masyarakat Jakarta, mungkin tak terbayangkan baik suasana maupun dampaknya. Ya, MRT di Jakarta masih sebatas wacana. Tapi, paling tidak kita bisa melihat kondisi transportasi kita sendiri.
Berbagai sarana transportasi di Jakarta hampir setiap hari dipenuhi masalah. Kereta Jabodetabek selalu penuh sesak, tanpa ada penambahan kereta. Bis kota dan angkutan kota masih dalam kondisi tak manusiawi. Pelayanan Transjakarta juga semakin menurun kualitasnya. Kesemuanya ini adalah gambaran nyata dari wajah transportasi umum di Jakarta.
Singapura, yang terkenal dengan perencanaan matang dalam segala lini plus pengawasan ketat saja, bisa mengalami kelumpuhan. Bayangkan jika hal serupa terjadi pada kereta di Jakarta.
Sudah waktunya pembenahan transportasi umum di Jakarta menjadi prioritas utama.
http://areamagz.com/article/read/2011/12/20/dilema-mrt-di-jakarta
Konstruksi MRT Segera Dibangun, Awas Tambah macet!
21-12-2011 15:14
JAKARTA, PESATNEWS- Sambil menunggu proses pelaksanaan tender konstruksi sipil, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menginstruksikan pihak PT MRT Jakarta, agar pelaksanaan awal pekerjaan persiapan konstruksi dapat dilaksanakan selambat-lambatnya pertengahan tahun 2012, atau April 2012.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, saat ini Pemprov DKI tengah melakukan persiapan guna memperlancar pembangunan MRT, seperti pelebaran Jalan Fatmawati, relokasi utilitas, relokasi Terminal Lebakbulus atau pengaturan rute angkutan umum di Terminal Lebakbulus, pemindahan beberapa halte busway, depo material dan peralatan konstruksi.
“Saya telah menginstruksikan dinas-dinas terkait dibawah Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung proyek ini sehingga proses pembebasan lahan dapat dilaksanakan tepat waktu dan mendukung percepatan pelaksanaan konstruksi MRT Jakarta sehingga target operasi 2016 dapat tercapai,” ujarnya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Foke menjelaskan, rencana MRT Jakarta Tahap I sudah mencapai kemajuan yang cukup signifikan. Kemajuan ini didasarkan pada terbitnya No Objection Letter (NOL) dari JICA atas daftar pendek para calon kontraktor pekerjaan sipil MRT Jakarta Tahap I pada 7 Desember 2011 yang lolos prakualifikasi.
“NOL tersebut telah dan akan ditindaklanjuti PT MRT Jakarta dengan kegiatan antara lain hasil prakualifikasi calon kontraktor pekerjaan sipil telah diumumkan PT MRT Jakarta pada 8 Desember 2011. Kemudian dilanjutkannya tender dan ditargetkan penandatanganan kontrak dilaksanakan pada September 2012,” kata Foke.(RNI)
http://www.pesatnews.com/berita/11359/newsletter.html
Blue_Sky December 28th, 2011, 03:19 AM Kmrn pas ke KL, lewat dkt Damansara, pembangunan fisik MRT KL udah mulai, sitenya udah mulai ditutupin, padahal proyek ini kan sama2 mangkrak kayak MRTJ , agak miris juga sih liatnya, tp kyknya planning orang sana emang lebih matang kali ya :D
Proyek MRTJ ini belum bisa dikatakan mangkrak sebenarnya karena memang dijadwalkan akan kick start 2012 dan selesai 2016. Just wait guys, I have a feeling that this will works
sigarantang December 28th, 2011, 03:24 AM Detail Statement Record Pembebasan Lahan MRT jadi Prioritas
Tanggal : 23/12/2011
Kategori : Legislatif
Pokok Masalah Pembebasan Lahan MRT Jadi Prioritas
Statement :
* Persiapan prakonstruksi proyek mass rapid transit (MRT) harus dilakukan secara maksimal. Jika tidak, hal itu akan berpengaruh terhadap pelaksanaan konstruksi maupun target pengoperasian MRT.
* Persiapan prakonstruksi seperti pembebasan tanah, pemindahan utilitas hingga pemindahan Stadion Lebak Bulus sebagai depo utama harus segera direalisasi.
* Menurutnya anggaran untuk prakonstruksi tersebut sudah dialokasikan dalam APBD. Sejauh ini, persoalan pembebasan lahan masih menjadi kendala, baik di sekitar jalur maupun untuk pengganti stadion Lebak Bulus.
* Upaya persiapan prakonstruksi ini tidak boleh sampai tertunda, terutama mengenai pembebasan lahan, baik untuk depo maupun di sekitar jalur.
* Selain itu ia juga meminta agar sosialisasi pemanfaatan ruang proyek untuk MRT harus dimaksimalkan sehingga keberadaan moda transportasi massal tersebut tidak disalahpahami masyrakat. Menurutnya, kebutuhan Jakarta terhadap MRT sudah sangat mendesak meski sudah ada kereta komuter.
* MRT akan menjadi andalan masyrakat Jakarta karena terhindar dari kemacetan. Kereta MRT akan beroperasi di rel elevated maupun subway yang terhindar dari persimpangan. Pihaknya meminta dinas terkait lebih serius mendukung proyek ini. Pekerjaan-pekerjaan persiapan seperti proses pembebasan lahan harus tepat waktu. Kalau perlu dilakukan konsinyasi agar tidak sampai menghambat jadwal.
Media : Seputar Indonesia
Nara Sumber : Wakil Ketua DPRD, Triwisaksana
agar tdk membingungkan langsung ke sumbernya saja :
http://www.jakarta.go.id/web/statrec/detail/1773
or PDF ny : http://www.jakarta.go.id/web/member/reports/detailtopdf/1773
ferindo December 28th, 2011, 11:58 AM Fri, 16/12/2011
Waskita-Kajima garap proyek MRT
Land transportation
PT Waskita Karya membentuk konsorsium dengan Kajima Corporation dalam penggarapan proyek Mass Rapid Transit (MRT) rute Lebak Bulus-Bunderan HI.
Rencananya, dalam pembangunan proyek tersebut pembagian porsi pendanaan dan pembagian kerja akan dibagi menjadi 60% oleh Kajima Corporation, dan 40% sisanya dari PT Waskita Karya.
Dirut PT Waskita Karya M Choliq mengatakan setelah lolos dalam prakualifikasi, mereka saat ini mulai menyiapkan dokumen tender proyek termasuk penawaran nilai proyek yang akan diajukan jika tender mulai dibuka.
"Kami sudah negosiasi dengan Kajima dan Waskita, sharingnya sebesar 40% dalam proyek ini," ujar Choliq.
Menurutnya, keikutsertaan Waskita dalam proyek itu karena sudah berpengalaman dalam menggarap proyek jalan, terutama jalan di Jakarta. Selain itu, dari segi finansialpun dinilai mencukupi sehingga proyek MRT itu telah menjadi salah satu proyek yang masuk dalam rencana anggaran proyek Waskita pada 2012.
Sebelumnya, perusahaan pelat merah itu juga telah berkonsorsium dengan Kajima dalam proyek pembangunan ruas tol akses Tanjung Priok Seksi E-2 ruas Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 km dengan nilai kontrak Rp 1,08 triliun.
Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardja mengatakan untuk proses pelaksanaan tender dokumen masih menunggu persetujuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Namun ditargetkan bisa dilaksanakan akhir Desember atau paling lambat awal Januari 2012.
"Setelah tender dilaksanakan, kami targetkan penandatangan kontrak kerja sama dengan kontraktor bisa dilaksanakan pada September 2012," ujarnya. http://www.tender-indonesia.com/tender_home/innerNews2.php?id=12442&cat=CT0017:cheers:
wawawa December 29th, 2011, 12:24 AM Kmrn pas ke KL, lewat dkt Damansara, pembangunan fisik MRT KL udah mulai, sitenya udah mulai ditutupin, padahal proyek ini kan sama2 mangkrak kayak MRTJ , agak miris juga sih liatnya, tp kyknya planning orang sana emang lebih matang kali ya :D
ngawur, anda masuk malaysia insider, di situ ada liputan ttg pemb mrt mereka, termasuk kritik bahwa mrt kl pemb nya terlalu terburu2 bahkan tdk menunggu rencana transportasi keseluruhan
fajarmuhasan December 29th, 2011, 01:28 AM Fri, 16/12/2011
Waskita-Kajima garap proyek MRT
Land transportation
PT Waskita Karya membentuk konsorsium dengan Kajima Corporation dalam penggarapan proyek Mass Rapid Transit (MRT) rute Lebak Bulus-Bunderan HI.
Rencananya, dalam pembangunan proyek tersebut pembagian porsi pendanaan dan pembagian kerja akan dibagi menjadi 60% oleh Kajima Corporation, dan 40% sisanya dari PT Waskita Karya.
Dirut PT Waskita Karya M Choliq mengatakan setelah lolos dalam prakualifikasi, mereka saat ini mulai menyiapkan dokumen tender proyek termasuk penawaran nilai proyek yang akan diajukan jika tender mulai dibuka.
"Kami sudah negosiasi dengan Kajima dan Waskita, sharingnya sebesar 40% dalam proyek ini," ujar Choliq.
Menurutnya, keikutsertaan Waskita dalam proyek itu karena sudah berpengalaman dalam menggarap proyek jalan, terutama jalan di Jakarta. Selain itu, dari segi finansialpun dinilai mencukupi sehingga proyek MRT itu telah menjadi salah satu proyek yang masuk dalam rencana anggaran proyek Waskita pada 2012.
Sebelumnya, perusahaan pelat merah itu juga telah berkonsorsium dengan Kajima dalam proyek pembangunan ruas tol akses Tanjung Priok Seksi E-2 ruas Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 km dengan nilai kontrak Rp 1,08 triliun.
Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardja mengatakan untuk proses pelaksanaan tender dokumen masih menunggu persetujuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Namun ditargetkan bisa dilaksanakan akhir Desember atau paling lambat awal Januari 2012.
"Setelah tender dilaksanakan, kami targetkan penandatangan kontrak kerja sama dengan kontraktor bisa dilaksanakan pada September 2012," ujarnya. http://www.tender-indonesia.com/tender_home/innerNews2.php?id=12442&cat=CT0017:cheers:
mahal banget ya 1,08T utk 2,74 km , apa karena termasuk pembebasan lahan?
MRT ini bukannya udah ditenderkan cukup lama...atau dulu cuma tender study kelayakan saja?
ferindo December 29th, 2011, 02:57 AM mahal banget ya 1,08T utk 2,74 km , apa karena termasuk pembebasan lahan?
MRT ini bukannya udah ditenderkan cukup lama...atau dulu cuma tender study kelayakan saja?
Itu bukan buat proyek mrt tapi ruas tol clincing-tanjung priok kalau uantuk project mrt baru di tenderkan akhir desember sampai janauari jadi wajar mahal karna untuk tol dan pembebasan lahan di jakarta ya. Lumayan tapi pt jasa marga nawarin area jalan tol di jakarta untuk kereta api
nowan December 29th, 2011, 07:53 AM mahal banget ya 1,08T utk 2,74 km , apa karena termasuk pembebasan lahan?
MRT ini bukannya udah ditenderkan cukup lama...atau dulu cuma tender study kelayakan saja?
Tendernya macam-macam Pak. Bisa dilihat di situsnya (http://jakartamrt.com/index.php?option=com_content&view=article&id=89&Itemid=130&lang=en). Untuk kontraktor pekerjaan fisik saja baru selesai tahap prakualifikasi belum penawaran.
neux January 8th, 2012, 06:48 AM ngawur, anda masuk malaysia insider, di situ ada liputan ttg pemb mrt mereka, termasuk kritik bahwa mrt kl pemb nya terlalu terburu2 bahkan tdk menunggu rencana transportasi keseluruhan
I wont be too concern about the comments made in Malaysian Insider column. Malaysian like to criticize on government mega projects. Some of the famous project that has been criticized earlier include:
1. Petronas Twin Towers
2. KLIA
3. Penang Bridge..Penang second Bridge
4. Putrajaya
5. Bakun Damn..and many more
All of them turn out to be a successful projects and those who criticized earlier will suddenly become the number one supporter of the projects.
I still think that jakarta MRT is moving too slowly, taking into account the population density and economic growth of the area..
TFM1 January 8th, 2012, 06:51 AM ^^ absolutely agree... yg ngekritik tanpa alasan nnti juga bakalan bungkan dg ketakjuban... :D
Phetoy6 January 8th, 2012, 09:48 AM Pernah saya mengobrol dengan seorang expatriat. Dia mengaku bahwa memang reasonable Jakarta sampai sekarang masih belum punya MRT. Bukan karena keadaan dataran yang fragile. Melainkan faktor keamanan yang cukup mengkhawatirkan. Apabila teman-teman ingat bombing di Madrid dan London, MRT kerap menjadi sasaran empuk beberapa aksi teroris, karena sistemnya yang kompleks dan banyak celah yang bisa dimasuki, dan sekalinya meledak, banyak orang bisa jadi korban. Keberadaannya yang terbuka dan mobilitas tinggi (berbeda dengan gedung dengan celah lebih sedikit)), banyak lingkup yang harus dijaga keamanannya, termasuk stasiun, terminus/bengkel gerbong, setiap inchi rel dan infrstruktur darat pendukung (berbeda dengan pesawat terbang yang sulit dijangkau ketika sudah terbang), semua staf, hingga setiap penumpang harus dicek satu per satu (mungkin x ray check bahkan diperlukan seperti di Bandara).
Seingat saya, waktu saya di Bangkok dan di New Delhi, semua orang (atau yang membawa tas) wajib melewati mesin x-ray untuk diperiksa. Thus, memang sudah sewajibnya kita menyiapkan outline security dari MRTJ ini. Ada yang sudah mendengar mengenai perkembangannya, atau paling tidak sudah ada concern mengenai hal ini?
wawawa January 8th, 2012, 03:25 PM I wont be too concern about the comments made in Malaysian Insider column. Malaysian like to criticize on government mega projects. Some of the famous project that has been criticized earlier include:
1. Petronas Twin Towers
2. KLIA
3. Penang Bridge..Penang second Bridge
4. Putrajaya
5. Bakun Damn..and many more
All of them turn out to be a successful projects and those who criticized earlier will suddenly become the number one supporter of the projects.
I still think that jakarta MRT is moving too slowly, taking into account the population density and economic growth of the area..
that's your problem if you don't care about what Malaysian Insider says, but I definitely think that it's better to have a comprehensive transportation plan before executing a transportation project, that's what a normal person would think I suppose...:)
blablanonsense January 11th, 2012, 04:07 AM I wont be too concern about the comments made in Malaysian Insider column. Malaysian like to criticize on government mega projects. Some of the famous project that has been criticized earlier include:
1. Petronas Twin Towers
2. KLIA
All of them turn out to be a successful projects and those who criticized earlier will suddenly become the number one supporter of the projects.
Are you 100% sure that all are successful?
KLIA hasn't managed to achieve its goal in attracting big airlines to relocate from Changi to KLIA. Even Qantas and British Airways are still hitherto reluctant to relocate despite MH joining OneWorld.
65% occupancy in PTT can be hardly described as successful. I think it's more exact to classify it as wasting taxpayers' money.
realitybites-u January 11th, 2012, 06:52 AM Are you 100% sure that all are successful?
KLIA hasn't managed to achieve its goal in attracting big airlines to relocate from Changi to KLIA. Even Qantas and British Airways are still hitherto reluctant to relocate despite MH joining OneWorld.
65% occupancy in PTT can be hardly described as successful. I think it's more exact to classify it as wasting taxpayers' money.
petronas towers is almost fully occupied that's why they constructed menara petronas 3 because there's no enough space for tenants at petronas twin tower.btw where you got that info?
bakpao January 13th, 2012, 09:34 AM Are you 100% sure that all are successful?
KLIA hasn't managed to achieve its goal in attracting big airlines to relocate from Changi to KLIA. Even Qantas and British Airways are still hitherto reluctant to relocate despite MH joining OneWorld.
65% occupancy in PTT can be hardly described as successful. I think it's more exact to classify it as wasting taxpayers' money.
agreed. KLIA lose to Suwarnabhumi.
conceptor January 19th, 2012, 07:50 AM Warga Minta Ganti Rugi Rp10 Juta/Meter
CILANDAK (Pos Kota) – Ratusan spanduk dan poster terpasangan ruko di sepanjang Jl. Raya RS Fatmawati , Jakarta Selatan baik di kanan maupun kiri jalan.Diberitakan sebelumnya spanduk itu seluruhnya menolak rencana pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) atau angkutan massal Lebak Bulus – Bundaran HI.
Ayun, satu pemilik Ruko, mengatakan penolakan ini sebetulnya bentuk dari kekesalan mereka karena bakal kehilangan pelanggan jika proyek MRT Jalan Layang tetap dilakukan. “Jelas dong jika proyek ini dikerjakan kemacetan dan kesemrawutan bakal terjadi di ruas jalan utama ini yang tentunya pelanggan bakal enggan datang ke sini,” tuturnya, Rabu.
Lain halnya, Ratmo, warga Cilandak, pemilik lahan yang bakal terkena proyek MRT tersebut, mengatakan jika ganti rugi Rp 4 juta atau Rp 6 juta/meter tentunya sangat keberatan karena harga pasaran tanah di kawasan atau sepanjang jalan ini sekarang saja sudah mencapai Rp 10 juta/meter.
Walikota Jaksel Anas Efendi mengaku sama sekali tak tahu jika ada spanduk berkaitan dengan penolakan tersebut. Pihaknya, tetap melanjutkan program pemerintah khususnya Pemda DKI untuk membangun MRT Lebak Bulus – Dukuh Atas.
Sekarang ini, tambah dia, sudah beberapa lahan yang dibebaskan khususnya di kawasan Lebak Bulus, Cilandak dan untuk lainnya masih taraf pendataan serta musyawarah berkaitan dengan ganti rugi lahan yang bakal terkena proyek tersebut. (anton/b)
source: http://www.poskotanews.com/2012/01/18/warga-minta-ganti-rugi-rp10-jutameter/
Ratusan Spanduk Protes Hiasi Jl Fatmawati
Merasa tidak puas dengan hasil musyawarah dan sosialisasi proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang dilakukan pemerintah kota Jakarta Selatan, sejumlah warga Cilandak memasang ratusan spanduk berisi penolakan proyek pembangunan MRT layang. Pantauan beritajakarta.com Rabu (18/1) di sepanjang Jl Panglima Polim hingga Jl Fatmawati, Cilandak Jakarta Selatan tampak ratusan spanduk protes menghiasi deretan tempat usaha yang berada di pinggir jalan tersebut.
source: http://www.beritajakarta.com/2008/id/video_play.asp?vid=4723
Pedagang Protes Pembangunan MRT Layang di Fatmawati
Jurnas.com | HARI ini, lebih dari 30 pedagang di Ruko Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan berunjuk rasa. Mereka memprotes kebijakan Pemerintah DKI Jakarta yang ingin membangun Mass Rapid Transit (MRT) di atas jalan raya depan ruko mereka. “Kami menolak MRT layang,” ujar Heri, salah satu pedagang di tempat tersebut, Jakarta, Rabu (18/1).
Aksi protes dilakukan dengan membentangkan spanduk merah dan putih di depan Ruko mereka. Spanduk itu bertuliskan “Menolak MRT Layang!!! Dan Mendukung MRT Bawah Tanah.” Tak ayal, puluhan Ruko di Jalan Raya Fatmawati pun penuh dengan spanduk.
Lebih lanjut, Heri mengatakan kebijakan membangun MRT serupa jalan layang di depan ruko, sama saja dengan menutup usaha pedagang. Dengan begitu kebijakan pembangunan MRT dinilai tidak memikirkan nasib pedagang.
Selain itu, Heri berpendapat bahwa kebijakan pembangunan MRT layang kurang sosialisasi. Akibatnya, para pedagang terkejut dan tidak siap. "Jadi, aksi ini sebagai penolakan warga yang dikecewakan oleh pemda. Mereka sosialisasi hanya untuk kepentingan sepihak saja," ucapnya.
Menurut Heri, warga di Jl Fatmawati Raya, Jl Panglima Polim, dan Jl Sisingamangaraja, bukan tidak mendukung proyek tersebut. Hanya saja lebih baik jalur MRT dibuat di bawah tanah. "Jalan ini sudah sempit, macet juga. Kalau di atas, perekonomian di jalur ini pasti mati. Karyawan kami mau makan apa nantinya," ujarnya dengan nada tinggi.
Fiqih, pedagang yang lain mengatakan sosialiasasi yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta memang kurang. Ia mencontohkan, awalnya rencana pembangunan hanya dua tahun. Belakang malah diubah menjadi lima tahun. Untuk itu ia dan pedagang lainnya akan terus melanjutkan unjuk rasa dengan membagikan seribu spanduk pada seribu pedagang di Jl Raya Fatmawati, Jl Panglima Polim, dan Jl Sisingamangaraja.
source: http://www.jurnas.com/news/50599/Pedagang_Protes_Pembangunan_MRT_Layang_di_Fatmawati/1/Ibu_Kota/Balai_Kota
Aksi Spanduk Putih Tolak MRT
TEMPO.CO, Jakarta - Warga pemilik toko di sepanjang Jalan Panglima Polim hingga Fatmawati, Jakarta Selatan, menolak pembangunan fisik Mass Rapid Transit (MRT) yang akan segera dilakukan. Mereka melakukan aksi pasang spanduk putih di toko-toko mereka sejak Rabu 18 Januari 2012 petang.
“Kami mendukung MRT dengan catatan dibangun di bawah tanah,” kata Ruseno dari toko Abadi Jaya. Toko ini terletak di Jalan Fatmawati.
Pembangunan jalur MRT dengan konstruksi melayang seperti yang telah mulai disosialisasikan bulan lalu diyakini akan merugikan mereka, para pemilik toko di kawasan tersebut. Pasalnya, toko-toko akan tertutup jalur MRT. Belum lagi kekhawatiran kolong konstruksi yang akan berubah kumuh.
“Kami warga dari Sisingamangaraja-P. Polim & R.S. Fatmawati MENOLAK MRT Layang!!! DAN MENDUKUNG MRT BAWAH TANAH (SUBWAY)!!!” begitu bunyi tulisan dalam spanduk yang dipasang para pemilik toko.
Spanduk tersebut di banyak toko, mulai dari toko furniture, properti, hingga elektronik. Jumlahnya pun bervariasi. Ada toko yang hanya memasang satu spanduk. Tapi ada sebuah toko elektronik yang memasang hingga sembilan spanduk, yang bahkan hampir menutup sebagian spanduk promosi toko tersebut.
source: http://www.tempo.co/read/news/2012/01/18/083378246/Aksi-Spanduk-Putih-Tolak-MRT
Warga Jaksel TOLAK MRT
CILANDAK (Pos Kota) – Rencana pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) mulai ditolak warga di Jakarta Selatan. Seperti di Jalan Fatmawati Raya, terpasang sejumlah spanduk yang menentang proyek MRT.
Spanduk putih dengan huruf berwarna merah dan biru tersebut, bertuliskan ‘Menolak MRT Layang!!! Dan Mendukung MRT Bawah Tanah (Subway) !!!’.
Sedikitnya lebih dari 30 ruko sepanjang Jl Fatmawati Raya memasang spanduk tersebut. Dan beberapa pegawai ruko ada yang baru memasang siang ini.
Satu pemilik ruko, Heri, termasuk yang menolak MRT bersama puluhan pemilik usaha lainnya. Bahkan ia kecewa dengan sikap Pemprov DKI Jakarta yang dinilai tidak memikirkan nasib mereka.
“Ini sebagai penolakan warga yang dikecewakan Pemprov DKI lantaran tidak ada sosialisasi yang jelas tentang proyek MRT. Mereka sosialisasi hanya untuk kepentingan sepihak saja, tidak memikirkan nasib kita,” tuturnya, Rabu (18/1).
Menurut Heri, warga di Jl Fatmawati Raya, Jl Panglima Polim dan Jl Sisingamangaraja, bukan tidak mendukung proyek tersebut. Namun lebih baik jalur MRT dibuat dibawah tanah.
“Jalan ini sudah sempit, macet juga. Kalau diatas, perekonomian dijalur ini pasti mati. Karyawan kita mau makan apa nantinya,” ujarnya dengan nada tinggi.
Saat dikonfirmasi Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jaksel, Shita Damayanti tidak dapat dihubungi.
Warga yang menamakan diri Forum korban pembangunan MRT, mengklaim telah menyebar 1000 spanduk hari ini. Malahan dalam minggu ini, mereka berencana untuk menggelar aksi turun ke jalan.
Teks foto: Pemilik usaha di kawasan Jln Fatmawati Raya, Cilandak, Jaksel menolak pembangunan MRT dengan memasang spanduk, Rabu (18/1). (Rachmi)
source: http://www.poskotanews.com/2012/01/18/warga-jaksel-tolak-mrt/
:banana: :banana:
acoolguyfromnz January 19th, 2012, 12:09 PM @conceptor,
Jalan terus aja MRT. Jakarta bisa meniru Sydney yg punya monorail.
rilham2new January 19th, 2012, 03:27 PM Hahaha, makin ketawa sy. Baru buka KOMPAS udah dapat aja berita beginian. Kirain progressnya udah jauhh gimana gitu, ohh rupanya masih tukar-tukar desain. Masih lama lah siapnya MRT ini berarti :D. Memang Indonesia ini pintar sekali kalau disuruh berwacana.
MRT Batal Pakai Jalur Bawah Tanah
Riana Afifah | Tri Wahono | Kamis, 19 Januari 2012 | 19:25 WIB
Kebijakan ini diambil bukan hanya lantaran biaya yang cukup besar tapi juga mempertimbangkan kondisi warga yang tinggal di sekitarnya. Karena diprediksi pembangunan jalur bawah tanah ini akan lebih merugikan warga setempat karena harus memundurkan pondasi bangunannya akibat pengerjaan bawah tanah.
"Dengan memundurkan pondasi bangunan, tentu warga yang dirugikan. Itu sudah kami perhitungkan baik-baik," jelasnya.
.... BACA SELENGKAPNYA : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/01/19/19253031/MRT.Batal.Pakai.Jalur.Bawah.Tanah
rilham2new January 19th, 2012, 03:30 PM ^^ absolutely agree... yg ngekritik tanpa alasan nnti juga bakalan bungkan dg ketakjuban... :D
Atau malah menguap terus ketiduran. kalau kelamaan...
TFM1 January 19th, 2012, 03:39 PM :rofl:
bisa jadi... :rofl:
anno_malay January 19th, 2012, 03:44 PM Ckkkckcckckck
Yg di kawasan jkt selatan justru warga yg minta di bwh tanah ech ini koq minta diatas
Hmmmm jgn sampe ini juga hanya proyek mimpi juga
nowan January 19th, 2012, 04:08 PM Hahaha, makin ketawa sy. Baru buka KOMPAS udah dapat aja berita beginian. Kirain progressnya udah jauhh gimana gitu, ohh rupanya masih tukar-tukar desain. Masih lama lah siapnya MRT ini berarti :D. Memang Indonesia ini pintar sekali kalau disuruh berwacana.
MRT Batal Pakai Jalur Bawah Tanah
Riana Afifah | Tri Wahono | Kamis, 19 Januari 2012 | 19:25 WIB
Berita ini sptnya terkait post #53-nya Conceptor. Desain apa yang berubah?
Semoga ditemukan solusi yg baik buat semua pihak.
rilham2new January 19th, 2012, 04:29 PM Katanya awalnya mau UNDERGROUND, kemudian jadi ELEVATED.
Kirain di tahun 2012 progress MRT ini sudah sejauh apa. Tapi kalau di tahun 2012 pun ternyata masih belum ada rancangan yang FINAL ini namanya memang berprogress lambat.
peseg5 January 19th, 2012, 04:42 PM Kalau dibaca baik2, sebenarnya progressnya tetap jalan.
Maksudnya, orang2 sepanjang RS Fatmawati - P. Polim itu protes, kenapa jalurnya gak lewat bawah tanah aja? Sebenarnya kan dari awalnya didesain memang awalnya JMRT ini 100% full subway (tahun 1990-an), tapi atas berbagai macam pertimbangan (tidak hanya finansial saja), ada campuran trase layangnya, dan akhirnya diputuskan desain FINAL nya trase layangnya mulai dari Lebak Bulus - Sisingamangaraja, seperti yang dijelaskan di berita tersebut.
Jadi yang saya simpulkan desainnya sebenarnya sudah FINAL, dan proyek sampai sekarang tetap jalan.
Kalau orang2 itu protes, ya itu karena memang ketakutan mereka yg disebabkan oleh sosialisasi yang asal2an dari Pempropnya sendiri. Jadi pemahaman, maksud, dan tujuannya gak tersampaikan dengan baik.
nowan January 19th, 2012, 04:46 PM Rancangannya sudah final, kan sudah dilelang.
Mengubah dari bawah tanah jadi melayang untuk segmen yg disebutkan di berita tsb kan memang sudah lama dilakukan JMRT.
Berita Kompas itu saya kira menanggapi berita2 di post#53, dimana warga sekitar menginginkan jalur MRT-nya bawah tanah saja.
rilham2new January 19th, 2012, 04:57 PM Kalau dibaca baik2, sebenarnya progressnya tetap jalan.
Maksudnya, orang2 sepanjang RS Fatmawati - P. Polim itu protes, kenapa jalurnya gak lewat bawah tanah aja? Sebenarnya kan dari awalnya didesain memang awalnya JMRT ini 100% full subway (tahun 1990-an), tapi atas berbagai macam pertimbangan (tidak hanya finansial saja), ada campuran trase layangnya, dan akhirnya diputuskan desain FINAL nya trase layangnya mulai dari Lebak Bulus - Sisingamangaraja, seperti yang dijelaskan di berita tersebut.
Jadi yang saya simpulkan desainnya sebenarnya sudah FINAL, dan proyek sampai sekarang tetap jalan.
Kalau orang2 itu protes, ya itu karena memang ketakutan mereka yg disebabkan oleh sosialisasi yang asal2an dari Pempropnya sendiri. Jadi pemahaman, maksud, dan tujuannya gak tersampaikan dengan baik.
ohh gitu, kirain perubahan yang dilakukan itu adalah sesuatu yang baru mereka lakukan dalam 1-2 bulan ke belakang, setelah mendapat tekanan.
bakpao January 19th, 2012, 05:27 PM setahu saya proyek ini jalan terus... sebaiknya kita tidak selalu bersikap pesimis thd negara sendiri, kecuali kalau memang terbukti proyeknya gagal...
TFM1 January 19th, 2012, 05:30 PM yup, dan jangan mengeneralisir proyek2 pemerintah yg ada... jangan karena ada beberapa proyek tg lalu yg gagal, kemudian kita menjugde bahwa proyek2 lain pun demikian... tetap optimis...
karena banyak proyek2 lainnya pun yg berhasil. conoh suramadu, dan masih banyak lg
conceptor January 19th, 2012, 05:44 PM Saya jamin proyek MRT ini mundur, minimal 1 tahunan
JICA tidak akan gelontorkan dana kalau pembebasan lahan dan pelebaran jalan yang kewenangan 100% ada di Pemprov belum terlaksana
Stadion Lebak Bulus juga belum dibangunkan stadion pengganti, Kementrian Olah Raga vs Pemprov DKI
UU Pembebasan Lahan Untuk Kepentingan Umum? Yes, di situ ada pasal2 dan ayat2 yang bisa membuat proses MRT Tahap Satu ini mundur total
Mikir buat 50 tahun kedepan, syukur-syukur 100 tahun kedepan dong, kl MRT semua Subway, masih ada kesempetan bikin busway sama jalan layang non tol Blok M-Lebak Bulus
bakpao January 19th, 2012, 06:45 PM pertimbangan kenapa sebagian di atas dan sebagian di bawah tanah tentu telah dipikirkan masak2... tidak buruk dan juga bukan sesuatu yg tidak biasa dgn adanya sebagian metro ada di atas... kalau ke beberapa kota di Eropa misalnya, sebagian jalur metro nya juga ada di atas permukaan tanah seperti tram (di Hannover) atau elevated railway (Paris metro jalur 2, 6, etc)... malah bagus, coba kalau berkunjung ke Paris naik metro no 6, ketika di atas akan melewati sungai dan Eiffel yg cantik...:)
alterna January 19th, 2012, 08:52 PM Sedih banget liat jakarta ini. Kmrn sempet berkunjung ke manila, percis kaya jakarta, tapi mereka udah punya mrt, sistem transportasinya lbh bagus. Pdhl jakarta jauh lebih besar dan lebih famous lah. Ironisnya lagi mereka dah punya mrt dari sebelum taun 2000. Mau sampe kapan sih indo begini terus?
acoolguyfromnz January 19th, 2012, 10:28 PM Alterna,
Good questions! Can you see the quality of our people?
Parpol yg seharusnya jadi agen pencari gubernur yg sekarang g lihat isinya cuma org gak waras otaknya.
G lihat gak ada gunanya mereka.
Mereka seharusnya punya think thank yg kasih solusi dan solusi itu sudah harus di persiapkan sebelum mereka mencalonkan cagub dsb ke muka publik. Jadi mereka harus punya solusi yg sudah di test. That's what we call lead.
Ini spt you punya usaha lalu hire seorang agent tenaga kerja dan ternyata setelah di test yah gak bisa kerja.
Atau spt anda beli mobil ternyata setelah di jalankan mobilnya gak spt yg di harapkan sering mogok dan rusak.
Philipine can anticipate their growth, and we don't
VRS January 20th, 2012, 02:42 AM http://m.kompas.com/news/read/2012/01/19/23482854/MRT.Tetap.Pakai.Jalur.Layang
MRTTetapPakaiJalur Layang Riana Afifah | Hertanto Soebijoto | Dibaca : 2020 kali Kamis, 19 Januari 2012 | 23:48 PM
Replika kereta mass rapit transit (MRT) Jakarta dihadirkan di atrium Blok M Plaza, Jakarta, dengan suasana yang mendekati bentuk aslinya, disertai tambahan sejumlah panel informasi, Kamis (29/12). MRT Jakarta yang berbasis rel tahap awal rencananya dimulai koridor tahap I, yaitu Selatan-Utara (Lebak Bulus-Kampung Bandan), yang ditargetkan beroperasi akhir 2016. Photo: KOMPAS/LASTI KURNIA
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Mass Rapid Transit (MRT) menyatakan, pembangunan jalur MRT di kawasan Sisingamangaraja, Panglima Polim, dan Rumah Sakit Fatmawati tetap akan memakai jalur layang. Hal ini dikarenakan pembangunan jalur bawah tanah diperkirakan memakan biaya lebih besar daripada jalur layang.
Kepala Biro Komunikasi PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus, mengatakan, pembangunan MRT Jakarta ini sudah melalui pengkajian yang komprehensif. Tidak hanya itu, mengenai pembangunan dengan jalur layang dan jalur bawah tanah ini juga harus mengantongi persetujuan dari pihak pemberi pinjaman, yaitu Japan International Corporate Agency (JICA).
"Ini tidak asal ditentukan begitu saja. Harus dapat persetujuan
Volksraad January 20th, 2012, 04:18 AM Pembangunan MRT Tetap seperti Rencana Semula
M Clara Wresti | Nasru Alam Aziz | Kamis, 19 Januari 2012 | 23:38 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pembangunan mass rapid transit (MRT) yang direncanakan akan dimulai tahun ini akan berjalan seperti rencana semula. Jalur dan stasiun yang terletak dari Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja akan melayang. Sedangkan jalur dan stasiun selanjutnya, dari Sisingamangaraja hingga Bundaran HI akan berada di tanah.
Menurut Kepala Humas PT MRT Jakarta Mapalagupta Sitorus, penentuan letak jalur ini sudah berdasarkan kajian yang mendalam dan panjang yang dilakukan pemerintah bersama JICA selaku pemberi pinjaman. "Jadi tidak benar kalau jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja kita ubah menjadi layang. Yang benar, memang sejak awal sudah ditentukan jalur itu adalah jalur layang," kata Sitorus.
Penentuan jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja itu memakai jalur layang karena beberapa sebab. Pertama, membuat jalur bawah tanah jauh lebih mahal dibanding jalur layang. Kedua, secara teknis jika jalur itu dibuat terowongan maka warga yang berada di tepi jalur itu harus memindahkan pondasi bangunannya. "Itu tidak mungkin karena jalan Fatmawati-Panglima Polim itu sempit dan padat sehingga tidak mungkin warga mengubah fondasi bangunan," jelasnya.
Sitorus berharap masyarakat memahami alasan ini karena semuanya dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan demi kepentingan bersama.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/01/19/23381886/Pembangunan.MRT.Tetap.seperti.Rencana.Semula
alterna January 20th, 2012, 07:00 AM Mantap! Sayang banget deh ini pemerintahan isinya orang yg mikirin kantongnya sendiri doang, ga peduli ama kemajuan negara ini. Pdhl kalo mereka bener2 mikirin, yakin indo ini bisa lbh maju dari negara2 asia lainnya.
Apa kabar sama paris yg punya subway di tahun 70 ya. Kita baru beres g30s pki.
mahasiswa January 20th, 2012, 08:01 AM ayo dong Indonesia. jangan mau kalah dengan negara lain, infrastruktur transportasi itu sangat sangat penting.
rilham2new January 20th, 2012, 08:13 AM Mantap! Sayang banget deh ini pemerintahan isinya orang yg mikirin kantongnya sendiri doang, ga peduli ama kemajuan negara ini. Pdhl kalo mereka bener2 mikirin, yakin indo ini bisa lbh maju dari negara2 asia lainnya.
Apa kabar sama paris yg punya subway di tahun 70 ya. Kita baru beres g30s pki.
Duhh jangan dibandingkan dngan Paris. Lah sama New Delhi yang relatif baru mengembangkan rapid transit aja kita kalah telak kok :p.
alterna January 20th, 2012, 08:48 AM Baru mrt doang, apa kabar ama bus, angkot, dll. Ancur banget transportasi di indo ini, berasa di hutan ga pake aturan.
fajarmuhasan January 20th, 2012, 09:42 AM MRT disini maksudnya kereta api?
kalo monorail dan busway sebenernya bisa masuk kategori MRT gak sich?
TFM1 January 20th, 2012, 09:49 AM MRT itu kan luas maknanya... Mass Rapid Tranport.. jadi monorail, dan BRT pun masuk...
tapi MRT jakarta ini lebih kearah elevated train, dan subway train... :D
seperti yg di tokyo dan s'pore
fajarmuhasan January 20th, 2012, 10:10 AM MRT itu kan luas maknanya... Mass Rapid Tranport.. jadi monorail, dan BRT pun masuk...
tapi MRT jakarta ini lebih kearah elevated train, dan subway train... :D
seperti yg di tokyo dan s'pore
OOOOO gitu
utk fatmawati-blok m jalannya sempit...elevated railway-nya ditaruh dimana?
ngalamat macet parah selama konstruksi...lebih parah dari macetnya akibat pembangunan jalan layang antasari tentunya
wonkcerbon January 20th, 2012, 01:32 PM Alterna,
Good questions! Can you see the quality of our people?
Parpol yg seharusnya jadi agen pencari gubernur yg sekarang g lihat isinya cuma org gak waras otaknya.
G lihat gak ada gunanya mereka.
Mereka seharusnya punya think thank yg kasih solusi dan solusi itu sudah harus di persiapkan sebelum mereka mencalonkan cagub dsb ke muka publik. Jadi mereka harus punya solusi yg sudah di test. That's what we call lead.
Ini spt you punya usaha lalu hire seorang agent tenaga kerja dan ternyata setelah di test yah gak bisa kerja.
Atau spt anda beli mobil ternyata setelah di jalankan mobilnya gak spt yg di harapkan sering mogok dan rusak.
Philipine can anticipate their growth, and we don't
Sedih banget liat jakarta ini. Kmrn sempet berkunjung ke manila, percis kaya jakarta, tapi mereka udah punya mrt, sistem transportasinya lbh bagus. Pdhl jakarta jauh lebih besar dan lebih famous lah. Ironisnya lagi mereka dah punya mrt dari sebelum taun 2000. Mau sampe kapan sih indo begini terus?
Ini hasil penelitian dari Luar Negri apa salah ya?
dikatakan public transport network kita lebih baik dari Manila
http://upic.me/i/h9/10untitled.png
kalo mau baca ulasannya yg lebih lengkap
http://www.siemens.com/press/pool/de/events/2011/corporate/2011-02-asia/asian-gci-report-e.pdf
oweeyman January 20th, 2012, 02:10 PM Ini hasil penelitian dari Luar Negri apa salah ya?
dikatakan public transport network kita lebih baik dari Manila
http://upic.me/i/h9/10untitled.png
kalo mau baca ulasannya yg lebih lengkap
http://www.siemens.com/press/pool/de/events/2011/corporate/2011-02-asia/asian-gci-report-e.pdf
kalo gitu caranya sih gak usah ngandelin kereta.. bikin aje elevated busway sama busway bawah tanah hehehe..
baru pake busway aja udah masuk kategori average :D
daripada kamu bikin mrt kemahalan mendingan bikin busway to? murah to? enak to? hayooo mau kemana? :lol:
TFM1 January 20th, 2012, 02:31 PM ^^ bukan busway, pake metro mini, kopaja, bemo, becak, bajaj aja masuk kategori average... :lol:
peseg5 January 20th, 2012, 05:02 PM Ini hasil penelitian dari Luar Negri apa salah ya?
dikatakan public transport network kita lebih baik dari Manila
http://upic.me/i/h9/10untitled.png
kalo mau baca ulasannya yg lebih lengkap
http://www.siemens.com/press/pool/de/events/2011/corporate/2011-02-asia/asian-gci-report-e.pdf
Ga salah kayaknya.
NETWORK lho, bukan QUALITY.
Hehehe....
oweeyman January 20th, 2012, 09:49 PM ^^^ tadi baru baca lengkapnya lagi..
yang dinilai itu dari transportnya itu coverage fasiltas transportasi umum utamanya kayak tram, brt, subway, mrt ato lrt..
kalo jakarta kan punyanya brt (transjakarta) dan brt transjakarta emang coveragenya luas..
gitu hehehehe
bakpao January 20th, 2012, 10:02 PM Mantap! Sayang banget deh ini pemerintahan isinya orang yg mikirin kantongnya sendiri doang, ga peduli ama kemajuan negara ini. Pdhl kalo mereka bener2 mikirin, yakin indo ini bisa lbh maju dari negara2 asia lainnya.
Apa kabar sama paris yg punya subway di tahun 70 ya. Kita baru beres g30s pki.
yg begini emang repot, kalo MRT gak jalan atau dibatalin pemerintah dimaki2...lha sekrg MRT masih diteruskan, kok pemerintah masih dimaki2 juga? sebetulnya maunya apa tho? :)
Metro Paris bukan tahun 70 tapi tahun 1900...
iluvu January 20th, 2012, 11:56 PM Kok ga ada tanda2 mau segera konstruksi yah ini proyek. Adem ayem aja. Uda mau masuk februari nih...Payah d...Bisa diundur lg deh ampe kpn2 kali yah dibangunnya.
conceptor January 21st, 2012, 03:06 AM yg begini emang repot, kalo MRT gak jalan atau dibatalin pemerintah dimaki2...lha sekrg MRT masih diteruskan, kok pemerintah masih dimaki2 juga? sebetulnya maunya apa tho? :)
Metro Paris bukan tahun 70 tapi tahun 1900...
tata kota dan tata wilayah menjadi biang kerok nya, pemerintah gak bisa mikir jangka panjang, semua fasilitas publik, umum, sosial ketika sudah mendekati kapasitas maksimal selalu lupa di "upgrade"
pemerintah kebiasaan melakukan proyek diatas tanah milik masyarakat, dan perlu penggusuran tanah milik warga masyarakat. sementara suatu petak tanah, misal 1000m kan bisa aja dimiliki satu orang, atau malah 10 orang, 20 orang? tiap kepala pasti punya keinginan dan kepentingan masing2, makin banyak pemilik tanah, makin lama proses nya
jaman orde baru, kita sering dengar kata-kata "ruislag" dan "tukar guling". aset2 tanah lahan strategis pemerintah, dan mungkin tanah cadangan untuk proyek2 di masa mendatang, habis dimakan koruptor
sturmgewehr January 21st, 2012, 03:22 AM sori oot, bingung jg mo tanya di mana.
kabar pemanfaatan tiang ex-monorel gmn ya? apa jadi utk bus layang?
atau Gubernur DKI sdh ga boleh bikin kebijakan strategis lagi mengingat sdh dekat pilkada ?
TFM1 January 21st, 2012, 03:37 AM isunya dari pak kumis sih mau dijadikan elevated busway... tapi sampe sekarang masih ga diapa2in...
acoolguyfromnz January 21st, 2012, 04:08 AM @bakpao,
Sebenarnya kalau saya lihat pemerintah bukan di maki2 tapi di suruh cepat. Pertumbuhan kota Jakarta termasuk tercepat di dunia tapi pembuatan infrastruktur lambat seperti keong.
Target kita kedepan sih kota2 di Indonesia masuk 10 besar liveable city in the world. Itu expectasi kita ke gubernur dan bupati. Bangkok malah jadi kota terbaik di dunia.
wonkcerbon January 21st, 2012, 04:52 AM kalo gitu caranya sih gak usah ngandelin kereta.. bikin aje elevated busway sama busway bawah tanah hehehe..
baru pake busway aja udah masuk kategori average :D
daripada kamu bikin mrt kemahalan mendingan bikin busway to? murah to? enak to? hayooo mau kemana? :lol:
lho saya malah setuju banget dengan proyek MRT, yg jadi permasalahan saya adalah pendapat 2 orang di atas saya tersebut yg selalu meng-agung2kan kota tetangga, padahal pasti ada sisi positif atau negatif dalam setiap kota,
ada mrt kalo sistem dan sarana transportasi lain tidak ada perkembangan sama juga dengan boong, jd semuanya harus ikut di benahi
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ6HbWySEkzs2MwQnRBoaXY0cH7-GolXwL5A_VUqYDpt8a55UPJsNRkGOh0
rilham2new January 21st, 2012, 05:09 AM Ga salah kayaknya.
NETWORK lho, bukan QUALITY.
Hehehe....
Mungkin melihat juga Ridership kendaraan pribadi nya.
Di kota-kota di Vietnam barangkali Ridership kendaraan pribadi terutama sepeda motor sangat tinggi. Di Thailand pula mungkin sudah Roda 4 (karena persentase kepemilikan roda 4 di Thailand cukup tinggi, dan hampir mendekati Malaysia). Lagipula di Thailand, di kawasan Suburb/pinggiran kota, jaringan jalannya sangat mengagumkan dan lebar-lebar. Di Jabodetabek malah sebaliknya .... Makin masuk ke kawasan Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Jaringan jalan malah makin sedikit.
Di Jakarta, sebenarnya yang bermasalah bukan hanya QUALITY tapi juga QUANTITY.
lombok January 21st, 2012, 09:17 AM Rencana terus....:ohno::ohno::ohno::bash::bash::bash::nuts::nuts::nuts:
bakpao January 21st, 2012, 10:19 AM @bakpao,
Sebenarnya kalau saya lihat pemerintah bukan di maki2 tapi di suruh cepat. Pertumbuhan kota Jakarta termasuk tercepat di dunia tapi pembuatan infrastruktur lambat seperti keong.
Target kita kedepan sih kota2 di Indonesia masuk 10 besar liveable city in the world. Itu expectasi kita ke gubernur dan bupati. Bangkok malah jadi kota terbaik di dunia.
lha soal cepat atau enggak kan sudah ada schedulenya...yg semuanya juga harus disepakati oleh JICA...
sebaiknya kita baca2 dulu berita2 yg dishare di thread ini atau di web MRT atau google aja kan banyak berita2nya di internet ttg kapan lelang MRT, kapan rencana konstruksi... kalau lambat silakan maki2...
Tapi jangan kita itu baca juga enggak, tau2 ninggalin pesan komplain panjang lebar, terus kabur lagi... :)
Bangkok kota terbaik di dunia? :nuts::nuts: hahaha anda lucu ah...:)
bakpao January 21st, 2012, 10:26 AM Mungkin melihat juga Ridership kendaraan pribadi nya.
Di kota-kota di Vietnam barangkali Ridership kendaraan pribadi terutama sepeda motor sangat tinggi. Di Thailand pula mungkin sudah Roda 4 (karena persentase kepemilikan roda 4 di Thailand cukup tinggi, dan hampir mendekati Malaysia). Lagipula di Thailand, di kawasan Suburb/pinggiran kota, jaringan jalannya sangat mengagumkan dan lebar-lebar. Di Jabodetabek malah sebaliknya .... Makin masuk ke kawasan Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Jaringan jalan malah makin sedikit.
Di Jakarta, sebenarnya yang bermasalah bukan hanya QUALITY tapi juga QUANTITY.
report itu kalau tdk salah memang memberikan peringkat Jakarta lebih tinggi dari Bangkok dan Manila karena BRT/TransJakarta yg networknya ekstensif...jadi memang soal network...
setahu saya juga Bangkok tidak ada commuter train, kecuali kereta bandara yg sebetulnya bukan juga commuter train, atau kalaupun ada jaringannya tidak seekstensif Jabodetabek, CMIIW... yah masing2 ada kelebihan dan kelemahan lah..
TFM1 January 21st, 2012, 04:08 PM Bangkok sudah punya MRT, berupa elevated train.
kalau ga salah akhir tahun kemarin saya nonton film drama (judulnya my girl) memperingati hari jadi MRT thailand yg ke 3 CMIIW...
mereka sudah punya 7 koridor dan diberi nama warna, ex : yellow line, purple line dll
alterna January 21st, 2012, 07:38 PM Yup bener bangkok dah punya mrt, mirip2 monorail kl gitu. Sempet naek juga dan nyaman. Kebayang kalo indo ntar punya mrt atau sejenisnya bisa nyaman juga atau malah kejadian ajang pelecehan kayandi busway atau angkot ya? Semoga perilaku manusianya juga ikut maju.
panitiakurban January 21st, 2012, 09:41 PM kalo gitu caranya sih gak usah ngandelin kereta.. bikin aje elevated busway sama busway bawah tanah hehehe..
baru pake busway aja udah masuk kategori average :D
daripada kamu bikin mrt kemahalan mendingan bikin busway to? murah to? enak to? hayooo mau kemana? :lol:
Hehe, iya sih. Jangankan busway, mungkin Jakarta masuk kategori average juga jangan-jangan karena jaringan rute metromini, kopaja, mikrolet, PPD, Mayasari Bakti, dll udah bener-bener ke seluruh penjuru kota dan pinggirannya. Karena kalau dilihat sekilas kan hanya disebut "public transportation" aja kan.
Tapi bangun sarana transportasi di Jakarta kan gak cuma sekedar nguber penilaian itu doang. Kita juga kebutuhan toh. Kalo yang dibangun busway lagi busway lagi, haduh kapasitasnya bisa-bisa gak kekejar. Orang yang harus diangkut kan banyak bener. Brapa sih? 8 juta? 10 juta perhari?
Btw, Sabtu (21/1) siang, saya lewat Sudirman. Dengan kondisi kecepatan agak tinggi, saya masih sempet ngelirik banner yang dipasang di jalur hijau separator jalur lambat dan jalur cepat. Tulisannya kalo gak salah "Relokasi Pipa Saluran Air Limbah yang Terkena Proyek MRT".
Nah tuh udah ada mulai ada kerjaan fisik.. Semoga lancar sampai beroperasi nanti deh.
TFM1 January 22nd, 2012, 04:21 AM ^^ :lol: bisa jadi karena seperti ini... karena sebenarnya ke sudut manapun di jakarta sudah ada transportasi massalnya, bahkan ke kampung2 sekalipun kadang ada angkotnya, kalau ga ada angkot ada becak, bajaj, dan ojek... :D
wonkcerbon January 22nd, 2012, 04:37 AM Bangkok sudah punya MRT, berupa elevated train.
kalau ga salah akhir tahun kemarin saya nonton film drama (judulnya my girl) memperingati hari jadi MRT thailand yg ke 3 CMIIW...
mereka sudah punya 7 koridor dan diberi nama warna, ex : yellow line, purple line dll
mas bakpao bilang commuter train mas, bukan mrt, kalau mrt saya yakin beliau jg sudah tau kalau di bangkok sudah punya.
Yup bener bangkok dah punya mrt, mirip2 monorail kl gitu. Sempet naek juga dan nyaman. Kebayang kalo indo ntar punya mrt atau sejenisnya bisa nyaman juga atau malah kejadian ajang pelecehan kayandi busway atau angkot ya? Semoga perilaku manusianya juga ikut maju.
kalau masalah pelecehan di kereta mah di negara maju seperti di jepang jg sering terjadi, yg penting pengawasannya saja di tingkatkan dan penegakan hukumnya harus yg membuat jera (termasuk penegakan hukum terhadap koruptor)
TFM1 January 22nd, 2012, 04:49 AM ^^ commuter train masuk dalam kategori MRT mas :D
coba kalimat saya yg ini
Bangkok sudah punya MRT, berupa elevated train.
dan elevated train masuk dalam kategori Commuter Train.
jadi kesimpulannya Bangkok sudah punya Commuter Train.
wonkcerbon January 22nd, 2012, 04:54 AM ^^ commuter train masuk dalam kategori MRT mas :D
coba kalimat saya yg ini
dan elevated train masuk dalam kategori Commuter Train.
jadi kesimpulannya Bangkok sudah punya Commuter Train.
pengertiannya beda antara commuter train dan mrt lho mas,
intinya mah, commuter train melayani daerah pinggiran kota, dan kota2 satelitnya, rel-nya jg bisa di pake oleh kereta antar kota, dan frekuensinya jg tidak sesering mrt (mrt termasuk kedalam rapid transit),kadang tempat duduk penumpangnya lebih nyaman.
sementara kalo mrt (rapid transit) biasanya mempunyai lajur rel tersendiri, frekuensinya jg sering, gerbongnya kadang lebih kecil, dan space-nya kebanyakan utk penumpang berdiri.
wonkcerbon January 22nd, 2012, 05:04 AM saya tambahkan sedikit ya, kursi kayak gini biasanya cuma ada di commuter train,
http://i28.lulzimg.com/e402aefd45.jpg
'dan IMO frekuensi nya commuter train tidak sering di-karenakan harus berbagi rel dgn kereta antar kota CMIIW
bakpao January 23rd, 2012, 11:10 AM ^^ commuter train masuk dalam kategori MRT mas :D
coba kalimat saya yg ini
dan elevated train masuk dalam kategori Commuter Train.
jadi kesimpulannya Bangkok sudah punya Commuter Train.
pengertiannya beda antara commuter train dan mrt lho mas,
intinya mah, commuter train melayani daerah pinggiran kota, dan kota2 satelitnya, rel-nya jg bisa di pake oleh kereta antar kota, dan frekuensinya jg tidak sesering mrt (mrt termasuk kedalam rapid transit),kadang tempat duduk penumpangnya lebih nyaman.
sementara kalo mrt (rapid transit) biasanya mempunyai lajur rel tersendiri, frekuensinya jg sering, gerbongnya kadang lebih kecil, dan space-nya kebanyakan utk penumpang berdiri.
Mas Wonkcerbon betul, yg dimaksud commuter train itu kereta yg melayani kawasan pinggiran ke dalam kota.... sedangkan metro/subway biasanya hanya utk dalam kota...skytrain Bangkok itu setahu saya hanya utk dalam kota...
Kalau di Paris misalkan, commuter train itu namanya RER dan Transiliens, kalau MRT/subway nya itu metro...
di Jakarta, KA Jabodetabek itulah commuter train, makanya perusahaannya juga sekrg namanya Jakarta commuter... MRT nya ya MRT yg akan dibangun itu, beda dgn Jakarta commuter...
Dan setahu saya Bangkok tidak punya commuter train... padahal ini penting... kalau kita belajar urban transport planning, maka keberadaan commuter train itu sangat diperlukan di metropolitan utk mengangkut masyarakat yg rata2 tinggal di suburbs, lalu di dalam kotanya sendiri diangkut oleh subway/MRT...
Jakarta dalam hal ini sebetulnya lebih baik dari Bangkok karena kita punya commuter train dan BRT yg networknya ekstensif..
Masalah kita di SSC ini adalah kita sering terpengaruh oleh foto2 cantik negara2 lain. Pdhal sistem mereka belum tentu cantik juga. :)
Tidak banyak gunanya punya MRT/LRT/subway/busway kalau tidak ekstensif... tapi saya lihat Bangkok punya rencana pembangunan MRT yg cukup ekstensif walau belum selevel Tokyo, London, dll. Tapi rencana yg sdh bagus.
Yg diperlukan Jakarta itu sekarang adalah perbaikan pelayanan dan penambahan armada utk BRT/TransJakarta dan commuter trains, di samping tentunya pembangunan MRT... nanti kalau Indonesia sdh punya uang banyak (mungkin kita semua sudah mati), BRT dapat diganti oleh subway sehingga Jakarta akan seperti Tokyo, London, Paris...
bakpao January 23rd, 2012, 11:32 AM Ini saya kasih contoh Paris commuter (RER) dan metro, beserta jalur masing2. Perhatikan bahwa jalur RER menghubungkan suburbs dan Paris, persis seperti KA Jabodetabek. Sementara metro secara umum hanya melayani dalam kota Paris. Perhatikan juga bahwa walaupun kondisi metro Paris secara umum tdk secantik Bangkok skytrain atau KL LRT tapi networknya jauh lebih ekstensif. Ini bedanya negara maju dan negara berkembang :)
RER/commuter trains
http://www.railway-technology.com/projects/paris_light_rail/images/6-paris-rer-rail.jpg
http://vernaison.net/ima/rer.jpg
Metro/subway/MRT
http://www.mackoo.com/Paris/images/metro1.jpg
http://a6.idata.over-blog.com/1/17/86/87/paris-pratique/metro-paris.gif
ken sydney January 23rd, 2012, 01:06 PM Mas Wonkcerbon betul, yg dimaksud commuter train itu kereta yg melayani kawasan pinggiran ke dalam kota.... sedangkan metro/subway biasanya hanya utk dalam kota...skytrain Bangkok itu setahu saya hanya utk dalam kota...
Kalau di Paris misalkan, commuter train itu namanya RER dan Transiliens, kalau MRT/subway nya itu metro...
di Jakarta, KA Jabodetabek itulah commuter train, makanya perusahaannya juga sekrg namanya Jakarta commuter... MRT nya ya MRT yg akan dibangun itu, beda dgn Jakarta commuter...
Dan setahu saya Bangkok tidak punya commuter train... padahal ini penting... kalau kita belajar urban transport planning, maka keberadaan commuter train itu sangat diperlukan di metropolitan utk mengangkut masyarakat yg rata2 tinggal di suburbs, lalu di dalam kotanya sendiri diangkut oleh subway/MRT...
Jakarta dalam hal ini sebetulnya lebih baik dari Bangkok karena kita punya commuter train dan BRT yg networknya ekstensif..
Masalah kita di SSC ini adalah kita sering terpengaruh oleh foto2 cantik negara2 lain. Pdhal sistem mereka belum tentu cantik juga. :)
Tidak banyak gunanya punya MRT/LRT/subway/busway kalau tidak ekstensif... tapi saya lihat Bangkok punya rencana pembangunan MRT yg cukup ekstensif walau belum selevel Tokyo, London, dll. Tapi rencana yg sdh bagus.
Yg diperlukan Jakarta itu sekarang adalah perbaikan pelayanan dan penambahan armada utk BRT/TransJakarta dan commuter trains, di samping tentunya pembangunan MRT... nanti kalau Indonesia sdh punya uang banyak (mungkin kita semua sudah mati), BRT dapat diganti oleh subway sehingga Jakarta akan seperti Tokyo, London, Paris...
Actually BKK has a commuter train too,but it's not good as in Jakarta. When u take the Airport Link from airport to the city on the ground level u can see the train. I used that one when I studied in my uni.
bakpao January 23rd, 2012, 01:16 PM Actually BKK has a commuter train too,but it's not good as in Jakarta. When u take the Airport Link from airport to the city on the ground level u can see the train. I used that one when I studied in my uni.
Thanks Ken for confirming :)
ken sydney January 23rd, 2012, 01:41 PM Thanks Ken for confirming :)
no worry,yr commuter trains look very good.inside looks better than the one in sydney.
peseg5 January 23rd, 2012, 01:55 PM @bakpao, Kalau commuter di Paris itu jaraknya berapa km? Apakah sama dengan Jakarta-Bogor?
Soalnya kalau saya perhatikan PT KCJ itu (menurut saya) lebih condong menetapkan KRL Commuter Jabotabek layaknya jenis kereta metro/urban.
Contohnya, penghapusan layanan kelas ekspress, dan spesifikasi KRL bekas yang diimpor dari Jepang itu sebenarnya bekas jalur metro/urban rail di Tokyo (4 pintu per sisi). Setau saya kebanyakan KRL commuter itu lebih banyak tempat duduk dan lebih sedikit pintunya, dan biasanya ada kelas ekspressnya.
CMIIW
rilham2new January 23rd, 2012, 02:13 PM Dan setahu saya Bangkok tidak punya commuter train... padahal ini penting... kalau kita belajar urban transport planning, maka keberadaan commuter train itu sangat diperlukan di metropolitan utk mengangkut masyarakat yg rata2 tinggal di suburbs, lalu di dalam kotanya sendiri diangkut oleh subway/MRT...
Jakarta dalam hal ini sebetulnya lebih baik dari Bangkok karena kita punya commuter train dan BRT yg networknya ekstensif..
Masalah kita di SSC ini adalah kita sering terpengaruh oleh foto2 cantik negara2 lain. Pdhal sistem mereka belum tentu cantik juga. :)
Tidak banyak gunanya punya MRT/LRT/subway/busway kalau tidak ekstensif... tapi saya lihat Bangkok punya rencana pembangunan MRT yg cukup ekstensif walau belum selevel Tokyo, London, dll. Tapi rencana yg sdh bagus.
Yg diperlukan Jakarta itu sekarang adalah perbaikan pelayanan dan penambahan armada utk BRT/TransJakarta dan commuter trains, di samping tentunya pembangunan MRT... nanti kalau Indonesia sdh punya uang banyak (mungkin kita semua sudah mati), BRT dapat diganti oleh subway sehingga Jakarta akan seperti Tokyo, London, Paris...
Saya rasa Bangkok dan Jakarta cuman beda approach saja dalam pengembangan kota. Di Jakarta, jaringan jalan semakin ke Tengah Kota, semakin lebar, semakin besar, dan interchangenya pun semakin besar pula.
Di Sistem Metropol Jakarta, justru jaringan jalan makin ke pinggiran kota semakin sempit. Lalu lintas kendaraan tertumpu pada jalur arteri seperti Jalan Daan Mogot, Tol Tangerang, Jalan Ciputat Raya, Jalan Raya Serpong, Jalan Tol Serpong, Jalan Raya Bogor, dan Tol Jagorawi. Ini berbeda dengan Bangkok yang justru kawasan hinterlandnya sudah dipersiapkan dengan jaringan highway yang lebar-lebar dan lumayan banyak alternatif.
Tapi, di sisi lain... jaringan jalan di DOwntown Bangkok terlihat tertinggal dari Jakarta yang umumnya punya jalan di kawasan DOwnton dan Pusat bisnis cukup lebar.
Jadi memang benar Bangkok tidak punya Commuter Line, tapi mereka sudah mengkompensasi itu dengan jaringan Highway yang lumayan bervariasi alternatifnya. Ini tidak terjadi di Jakarta.
Tapi di sisi lain, Jakarta punya Jaringan Kereta Api Komuter. Memang positif untuk bergerak dari pinggir ke tengah kota. Tapi, untuk pergerakan antar kawasan di Tengah Kota (Downtown), harus diakui LEBIH PAINFUL dari Bangkok yang sudah punya jaringan a la rapid transit untuk bergerak antar kawasan downtown.
Dan Bangkok punya kepadatan jaringan Highway di kawasan DOWNTOWN lebih tinggi dari Jakarta. Secara visual di Google Maps juga kelihatan.
Jadi karena Bangkok LACK dalam hal Railway Networking, mereka kejar itu dalam hal Roadway Networking. Memang hanya kelihatan untuk serving kendaraan pribadi ... tapi dengan Car Ownership yang tinggi. Mereka sudah buat approach dengan gaya mereka -- sy kurang tahu berapa persen perjalanan di Bangkok dilakukan dengan kendaraan pribadi*. Tapi kalau persentasi nya tinggi, berarti sebenarnya Approach yang dilakukan Bangkok sudah mengikuti keadaan kota mereka..
Nah di Jakarta, Railway Networking ada, tapi insufficient. Road Networking ada, itupun insufficient (di luar hasil survey hanya 11.8% perjalanan di Jakarta yang melibatkan kendaraan pribadi*).
* = Kendaraan pribadi yang dimaksud di sini adalah RODA 4.
bakpao January 23rd, 2012, 04:45 PM no worry,yr commuter trains look very good.inside looks better than the one in sydney.
commuter trains in some Indonesian big cities are pretty decent..
in Jakarta, I guess they are good for higher class but not for economic class. For economic class they still lack of capacity, especially during peak hours... you can see in some recent news about an effort applied by the company to stop "train surfers".. however, I heard the company will erase the division, they will be only one class, just like in Tokyo or Paris...hope it can solve the capacity problem, along with additional incoming train carriages...
bakpao January 23rd, 2012, 04:56 PM @bakpao, Kalau commuter di Paris itu jaraknya berapa km? Apakah sama dengan Jakarta-Bogor?
Soalnya kalau saya perhatikan PT KCJ itu (menurut saya) lebih condong menetapkan KRL Commuter Jabotabek layaknya jenis kereta metro/urban.
Contohnya, penghapusan layanan kelas ekspress, dan spesifikasi KRL bekas yang diimpor dari Jepang itu sebenarnya bekas jalur metro/urban rail di Tokyo (4 pintu per sisi). Setau saya kebanyakan KRL commuter itu lebih banyak tempat duduk dan lebih sedikit pintunya, dan biasanya ada kelas ekspressnya.
CMIIW
Panjang total jaringan RER C (ada ABCDE) itu 187 Km. Jadi perkiraan saya rata2 30-40 Km jarak per ujung stasiun RER ke kota Paris. Jadi ya kira2 sama dgn Bogor-Jakarta.
PT KCJ itu salah satunya belajar dari RATP/SNCF commuter Paris, mereka kirim delegasi studi banding, makanya mereka akan menghapuskan layanan ekspress dan semuanya akan satu kelas, persis RER Paris.
Persis seperti Jabodetabek, RER Paris juga masuk ke dalam kota dan berfungsi menambah transportasi dalam kota juga, tapi fungsi utamanya sebagai commuter network.
Penyebutan commuter tidak terkait dgn jenis kereta, apakah itu berasal dari Yamanote line Tokyo atau bukan. Juga bukan dari desain interiornya, apakah tempat duduk lebihs edikit atau tdk. Tapi lebih pd fungsinya yg menghubungkan kawasan pinggiran kota dgn pusat kota.
bakpao January 23rd, 2012, 05:04 PM Saya rasa Bangkok dan Jakarta cuman beda approach saja dalam pengembangan kota. Di Jakarta, jaringan jalan semakin ke Tengah Kota, semakin lebar, semakin besar, dan interchangenya pun semakin besar pula.
Di Sistem Metropol Jakarta, justru jaringan jalan makin ke pinggiran kota semakin sempit. Lalu lintas kendaraan tertumpu pada jalur arteri seperti Jalan Daan Mogot, Tol Tangerang, Jalan Ciputat Raya, Jalan Raya Serpong, Jalan Tol Serpong, Jalan Raya Bogor, dan Tol Jagorawi. Ini berbeda dengan Bangkok yang justru kawasan hinterlandnya sudah dipersiapkan dengan jaringan highway yang lebar-lebar dan lumayan banyak alternatif.
Tapi, di sisi lain... jaringan jalan di DOwntown Bangkok terlihat tertinggal dari Jakarta yang umumnya punya jalan di kawasan DOwnton dan Pusat bisnis cukup lebar.
Jadi memang benar Bangkok tidak punya Commuter Line, tapi mereka sudah mengkompensasi itu dengan jaringan Highway yang lumayan bervariasi alternatifnya. Ini tidak terjadi di Jakarta.
Tapi di sisi lain, Jakarta punya Jaringan Kereta Api Komuter. Memang positif untuk bergerak dari pinggir ke tengah kota. Tapi, untuk pergerakan antar kawasan di Tengah Kota (Downtown), harus diakui LEBIH PAINFUL dari Bangkok yang sudah punya jaringan a la rapid transit untuk bergerak antar kawasan downtown.
Dan Bangkok punya kepadatan jaringan Highway di kawasan DOWNTOWN lebih tinggi dari Jakarta. Secara visual di Google Maps juga kelihatan.
Jadi karena Bangkok LACK dalam hal Railway Networking, mereka kejar itu dalam hal Roadway Networking. Memang hanya kelihatan untuk serving kendaraan pribadi ... tapi dengan Car Ownership yang tinggi. Mereka sudah buat approach dengan gaya mereka -- sy kurang tahu berapa persen perjalanan di Bangkok dilakukan dengan kendaraan pribadi*. Tapi kalau persentasi nya tinggi, berarti sebenarnya Approach yang dilakukan Bangkok sudah mengikuti keadaan kota mereka..
Nah di Jakarta, Railway Networking ada, tapi insufficient. Road Networking ada, itupun insufficient (di luar hasil survey hanya 11.8% perjalanan di Jakarta yang melibatkan kendaraan pribadi*).
* = Kendaraan pribadi yang dimaksud di sini adalah RODA 4.
betul, tapi highway utk melayani pergerakan commuter suburbs-downtown bukan approach yg baik... yg paling baik ya menggunakan kereta api...
jadi kedua kota memang punya kelebihan/kelemahan masing2...ini yg saya ingin share dgn kawan2, agar tdk selalu memandang jakarta ini kok isinya jelek semua... jangan terlalu termakan propaganda negara2 tetangga di forum SSC ini hehe...kita juga ada baiknya kok disamping kelemahan2 yg kita semua tahu...:)
rilham2new January 24th, 2012, 04:48 AM betul, tapi highway utk melayani pergerakan commuter suburbs-downtown bukan approach yg baik... yg paling baik ya menggunakan kereta api...
jadi kedua kota memang punya kelebihan/kelemahan masing2...ini yg saya ingin share dgn kawan2, agar tdk selalu memandang jakarta ini kok isinya jelek semua... jangan terlalu termakan propaganda negara2 tetangga di forum SSC ini hehe...kita juga ada baiknya kok disamping kelemahan2 yg kita semua tahu...:)
Sebenarnya masalah baik-buruk Jaringan yang tepat, apakah Jaringan Rel Kereta Api dan Jalan Raya itu cuman matter of perspective aja.
Gak masalah mau membangun kota berbasis jalan raya kalau kita siap, begitu juga dengan membangun berbasis rel.
Rata-rata kota di United States bisa survive dengan mengandalkan transportasi berbasis jalan raya.
Di Australia pun begitu.
Kalau di Eropa, tentu saja kereta api jadi pilihan mereka karena. Ukuran peradaban perkotaan mereka sudah terlalu tua. Kota mereka sudah terlalu padat (bahkan jauh sebelum teknologi Rel Kereta Api ditemukan). Di Amerika Utara, kenyataan ini hanya diaplikasikan untuk kota-kota mereka yang usianya sudah terlanjur tua dan padat, bahkan sebelum rel kereta api menjadi pilihan. Misalnya seperti NEW YORK CITY (hanya kawasan Manhattan dan sekitarnya), dan BOSTON.
Jadi ketika Industri Otomotif mengalami BOOMING di awal 1900-an, kota-kota mereka sudah sangat terlanjur untuk mengembangkan jaringan jalan raya yang memadai untuk itu. Tapi, I believe bahkan di Eropa sekalipun untuk kota-kota kecil dan rural area pastiii tergantung dengan Transportasi Jalan Raya juga.
Yang jadi masalah adalah APPROACH apapun yang diambil semuanya setengah-setengah. Bangkok bisa jadi tidak setengah-setengah dalam mengembangkan transportasi berbasis Jalan Raya di kawasan Suburb nya.
Di Jakarta??? Hmm, memang masih fokus di Jalan Raya.... tp masih setengah hati.
Djoko Lelono January 24th, 2012, 07:49 AM Nah di Jakarta, Railway Networking ada, tapi insufficient. Road Networking ada, itupun insufficient (di luar hasil survey hanya 11.8% perjalanan di Jakarta yang melibatkan kendaraan pribadi*).
* = Kendaraan pribadi yang dimaksud di sini adalah RODA 4.
lha, lantas bagaimana pak? dua2 nya (rel dan jalan raya) sama2 nanggung begitu.
bakpao January 24th, 2012, 09:06 AM Sebenarnya masalah baik-buruk Jaringan yang tepat, apakah Jaringan Rel Kereta Api dan Jalan Raya itu cuman matter of perspective aja.
Gak masalah mau membangun kota berbasis jalan raya kalau kita siap, begitu juga dengan membangun berbasis rel.
Bukan sekedar a matter of perspective...
jalan itu hanya prasarana, perlu sarana (mobil, bus)...
di US, AUS, soal sarana tdk masalah karena daya beli masyarakatnya tinggi, beli mobil gampang...
di kita perlu bus... tapi daya angkut bus tdk sebesar kereta...
yg kedua soal kemacetan... bukan hanya berdampak pd orang, tapi juga barang... kereta api menghindarkan pergerakan orang dan barang dari kemacetan...
siapa bilang di US tdk masalah? Lihat saja kemacetan yg terjadi di jalur masuk NY dari suburbs & vice versa setiap peak hours... memang di kota2 besar Eropa dan Jepang kalau peak hours juga macet, tapi saya kira tdk separah di NY karena penggunaan kendaraan sdh dikurangi dgn adanya commuter train yg baik... US sendiri sdh menyadari kesalahan pendekatan mereka, makanya mereka mulai memikirkan lagi penggunaan kereta utk commuter dan jg dalam kota...atau at least dedicated lane mode lainnya seperti BRT LA kalau tdk salah yg fungsinya justru seperti commuter train...
typhoonbringer January 24th, 2012, 11:03 AM ^^ di amsterdam highwaynya juga macet parah kalo peak hours (buat orang sini 1-2 jam merangkak itu parah LOL), enaknya disini kereta kemana-mana ada, trus metro juga lagi pada dibikinin di daerah amsterdam metropol...
emang uda saatnya jakarta punya MRT, its long overdue :)
bakpao January 24th, 2012, 01:21 PM ^^ di amsterdam highwaynya juga macet parah kalo peak hours (buat orang sini 1-2 jam merangkak itu parah LOL), enaknya disini kereta kemana-mana ada, trus metro juga lagi pada dibikinin di daerah amsterdam metropol...
emang uda saatnya jakarta punya MRT, its long overdue :)
Betul, jadi ada pilihan, gak mau kena macet ya naik kereta... kalau kasus BKK misalkan ya tdk banyak pilihan utk komuter kecuali lewat highway...
Belanda sebetulnya kasus yg agak unik karena negaranya kecil, seringkali commuter train itu juga kereta antar kota...
kalau kerja di Rotterdam misalkan, tinggal di pinggirannya kayak Schiedam, Barendrecht, dll dilayani oleh kereta, yg sebetulnya kereta antar kota tapi sekaligus bisa berfungsi sebagai kereta komuter... demikian juga kalau di Denhaag, malah digabung dgn tramway juga yg berfungsi sebagai komuter kayak yg ke Rijswijk, dll... sisanya yg tdk terlayani baru dilayani oleh bus...
Belanda juga penyebaran aktivitas nya bagus, jadi gak numpuk di satu kota...alhasil kota2 nya tdk terlalu besar... sampai akhir 90 an kota2 besar Belanda cukup dilayani oleh tramway...baru kemudian bangun metro di Rotterdam, itu juga bertahap dan tdk terlalu panjang...
nah utk kota sebesar Jakarta/Jabodetabek, memang harus melihat Greater Tokyo, Greater London atau Ile de France... itupun tdk menjamin kemacetan akan hilang, tapi kalau metro dan komuternya seperti Tokyo ya pasti kemacetannya berkurang...
rilham2new January 24th, 2012, 04:42 PM Bukan sekedar a matter of perspective...
jalan itu hanya prasarana, perlu sarana (mobil, bus)...
di US, AUS, soal sarana tdk masalah karena daya beli masyarakatnya tinggi, beli mobil gampang...
di kita perlu bus... tapi daya angkut bus tdk sebesar kereta...
yg kedua soal kemacetan... bukan hanya berdampak pd orang, tapi juga barang... kereta api menghindarkan pergerakan orang dan barang dari kemacetan...
siapa bilang di US tdk masalah? Lihat saja kemacetan yg terjadi di jalur masuk NY dari suburbs & vice versa setiap peak hours... memang di kota2 besar Eropa dan Jepang kalau peak hours juga macet, tapi saya kira tdk separah di NY karena penggunaan kendaraan sdh dikurangi dgn adanya commuter train yg baik... US sendiri sdh menyadari kesalahan pendekatan mereka, makanya mereka mulai memikirkan lagi penggunaan kereta utk commuter dan jg dalam kota...atau at least dedicated lane mode lainnya seperti BRT LA kalau tdk salah yg fungsinya justru seperti commuter train...
Sebenarnya pengembanhan jaringan jalan kalau bijak dan ukuran kota itu sesuai. Bukan hal yang merugikan. Kota2 di Amerika Utara kan bukan cuman NYC saja, ada jg kota2 besar di Kanada dan Texas, dan jg California masih sangat car-dependent.
New York City dan kota2 tua di East Coast kan dibangun dengan tata kota yang European style. Kalau kota2 lain sih survive kok dengan jalan raya.
bakpao January 24th, 2012, 06:28 PM Sebenarnya pengembanhan jaringan jalan kalau bijak dan ukuran kota itu sesuai. Bukan hal yang merugikan. Kota2 di Amerika Utara kan bukan cuman NYC saja, ada jg kota2 besar di Kanada dan Texas, dan jg California masih sangat car-dependent.
New York City dan kota2 tua di East Coast kan dibangun dengan tata kota yang European style. Kalau kota2 lain sih survive kok dengan jalan raya.
saya tidak mengatakan pengembangan jaringan jalan tdk perlu, kalau anda baca thread jakarta elevated roads saya katakan bahwa penambahan jalan di jakarta itu penting karena transportasi tdk hanya utk orang tapi juga utk barang...
tapi utk komuter, keberadaan komuter train itu lebih baik karena bisa terhindar dari kemacetan..
siapa bilang hanya NYC yg bermasalah? LA dan berbagai kota2 metropolitan US lainnya juga bermasalah, ini sih bukan rahasia lagi...
kalau anda mau tahu dikalangan urban planner amerika, termasuk di dalam diskusi2 APA (american planning association), mereka sekrg mensupport public transport dgn dedicated lanes ini, yg mereka sebut sebagai transit-oriented development...
Kota2 lama US awalnya pasti dibangun dgn European style, lha wong yg ngebangun juga Europeans... tapi pd perkembangannya berubah, saya tdk melihat kesamaan antara NYC, LA, dgn Paris, Roma, Madrid, dll...
sehebat2nya kota2 amerika, yg namanya transportasi berbasis jalan raya itu tdk dapat menghindarkan diri dari kemacetan di kota2 besar... makanya dedicated lane public transport itu penting, karena ini terkait manajemen waktu para pekerja dan businessmen juga...
sudah bagus Jakarta punya infrastruktur rel komuter yg mantap, tinggal kapasitas angkut dan frekuensinya ditambah, serta sistem ticketingnya diperbaiki (ini terkait hal lain, tapi saya simpan dulu hehe)... dan Jakarta juga tdk melepaskan pembangunan jalan... makanya saya berani bilang kalau Jakarta bisa lebih baik dari Bangkok ke depannya...
rilham2new January 25th, 2012, 12:54 AM sehebat2nya kota2 amerika, yg namanya transportasi berbasis jalan raya itu tdk dapat menghindarkan diri dari kemacetan di kota2 besar... makanya dedicated lane public transport itu penting, karena ini terkait manajemen waktu para pekerja dan businessmen juga...
Kata siapa kota-kota di Amerika macet? Macet memang kalau lewat Highway, Interstate, dan Freeway system.
Tapi mereka punya jaringan jalan Grid yang sangat banyak. Jalan yang walau bukan highway ini juga dipakai untuk sistem Commuter. Dan jalur ini umumnya tidak macet dan sebenarnya cukup lebar.
Silahkan aktifkan Mode TRAFFIC di Google Earth (atau Google Maps) silahkan lihat sendiri LINK mana yang warna merah (padat) dan warna hijau (lancar).
Di Australia saja, jalan yang Grid-shape (a la Amerika) itu tetap jadi andalan orang untuk pulang kantor. Dan sy sudah pernah alami sendiri, kenyataannya jarak 15-20 km, masih reachable dalam 30-45 menit di waktu RUSH HOUR. Memang kalau memaksa lewat Highway akan berputar jauh, dan lumayan macet.
Di Eropa, jaringan jalan Grid-Shape kurang mumpuni karena infrastruktur lama, jadi lebarnya pun kurang. Ditambah ada SIDE-parking. Makanya, melewati jaringan Grid mereka, malah membuat segalanya jadi merepotkan, ketimbang masuk langsung ke sistem Highway mereka.
Mungkin sudah pernah lihat FILE ini ???
http://en.wikipedia.org/wiki/File:USCommutePatterns2006%282%29.png
Di sana bisa kita lihat ternyata, dengan penggunaan PUBLIC TRANSPORT yang tinggi, NYC malah memiliki MEAN COMMUTING TIME yang tertinggi pula.
Bandingkan dengan LA, kota-kota besar seperti DALLAS, HOUSTON (dua-duanya di Texas), dan juga PHOENIX (Arizona) jauhh lebih Car-dependent dari LA, yet .. mereka punya MEAN COMMUTING TIME yang lebih rendah :) (bahkan jauh lebih rendah dari NYC).
sudah bagus Jakarta punya infrastruktur rel komuter yg mantap, tinggal kapasitas angkut dan frekuensinya ditambah, serta sistem ticketingnya diperbaiki (ini terkait hal lain, tapi saya simpan dulu hehe)... dan Jakarta juga tdk melepaskan pembangunan jalan... makanya saya berani bilang kalau Jakarta bisa lebih baik dari Bangkok ke depannya...
Basically, infrastruktur berbasis rel komuter di Jakarta sama sekali tidak dan/atau belum mantap. Pertama, jalur ke Tangerang masih belum DOUBLE TRACK.
Kedua, jalur ke Serpong, masih berbagi dengan Kereta Api antar kota ke Rangkasbitung dan kawasan Banten lainnya.
Ketiga, jalur ke Bekasi masih berbagi dengan Kereta Api antar kota ke kota-kota lain di Pulau Jawa.
Keempat (dan cukup fatal), jaringan rel dalam kota nya berbagi dengan rel barang, rel komuter, dan jalur antar kota.
Jalur yang cukup mumpuni untuk Commuter Line, kalau menurut saya cuman jalur BOGOR. Karena perjalanan kereta api ke kawasan ini relatif didominasi KRL.
Ini berbeda dengan di Melbourne, Australia. Di mana jalur komuter berbeda dengan jalur antar kota. Berbeda sistem rel nya. Meski jalur sama, tapi rel nya sendiri.
Sy rasa di negara lain yang sudah maju sistem Commuter dan Rapid Transit nya juga sudah punya pemisahan. Itu baru dikatakan mantap.
Jakarta?? Belum lah.... Kuala Lumpur saja belum pisah kok antara Commuter Line dengan Jalur Antar Kota. Tapi itu tidak terlalu masalah sama mereka, karena perjalanan antar kota di Semenanjung masih relatif sangat sedikit. Dan di dalam Kuala Lumpur jalur-jalur itu umum sudah dedicated. Bahkan Rapid Transit nya kan sudah berada di rel sendiri.
Ini sy mau menambahkan biar tidak OOT, RAPID TRANSIT itu sebenarnya untuk menjawab kelemahan dari Commuter Line. Karena untuk membantu pergerakan di kawasan downtown. Dan sy rasa ini nantinya yang akan terjadi di Jakarta.
Jadi sy tetap pada pandangan mau sebesar apapun kotany, kalau seandainya memang URBAN PLANNING nya bagus. TInggal menyesuaikan saja apakah mau pakai Jaringan Rel atau Jalan Raya. Karena dua-duanya masih sangat reliable. Bahkan, menurut pandangan sy, kalau harga BBM murah (di AS konon harga BBM lebih murah dari Eropa), jaringan highway lengkap. Sebenarnya naik mobil/motor sendiri malah lebih convenient karena tidak terpaku jadwal keberangkatan. Apalagi kalau melihat Population Density nya mendukung :D, tentu saja jalan raya lebih reliable ketimbang rel kereta api untuk kasus NORTH AMERICA dan AUSTRALIA, tapi untuk EUROPE mungkin berbeda, mungkin loh .... Karena sy rasa untuk pergerakan antar kawasan Suburb, di Eropa masih relatif Car-Dependent juga.
bakpao January 25th, 2012, 02:04 AM Kata siapa kota-kota di Amerika macet? Macet memang kalau lewat Highway, Interstate, dan Freeway system.
Tapi mereka punya jaringan jalan Grid yang sangat banyak. Jalan yang walau bukan highway ini juga dipakai untuk sistem Commuter. Dan jalur ini umumnya tidak macet dan sebenarnya cukup lebar.
Silahkan aktifkan Mode TRAFFIC di Google Earth (atau Google Maps) silahkan lihat sendiri LINK mana yang warna merah (padat) dan warna hijau (lancar).
Di Eropa, jaringan jalan Grid-Shape kurang mumpuni karena infrastruktur lama, jadi lebarnya pun kurang. Ditambah ada SIDE-parking. Makanya, melewati jaringan Grid mereka, malah membuat segalanya jadi merepotkan, ketimbang masuk langsung ke sistem Highway mereka.
Mungkin sudah pernah lihat FILE ini ???
http://en.wikipedia.org/wiki/File:USCommutePatterns2006%282%29.png
Di sana bisa kita lihat ternyata, dengan penggunaan PUBLIC TRANSPORT yang tinggi, NYC malah memiliki MEAN COMMUTING TIME yang tertinggi pula.
Bandingkan dengan LA, kota-kota besar seperti DALLAS, HOUSTON (dua-duanya di Texas), dan juga PHOENIX (Arizona) jauhh lebih Car-dependent dari LA, yet .. mereka punya MEAN COMMUTING TIME yang lebih rendah :) (bahkan jauh lebih rendah dari NYC).
Thanks telah menyempatkan waktu menulis panjang, I really appreciate it.
Kemacetan di kota2 besar di Amerika terjadi umumnya di peak hours, bukan di sembarang waktu...NYC sebetulnya malah punya public transport yg cukup baik...
Silakan baca2 links berikut ini utk lebih memahami, saya pikir kemacetan yg diderita oleh commuters di kota2 besar Amerika itu sudah rahasia umum ya...
America's 75 Worst Commutes
Jan 18, 2010 9:23 PM EST
They are the highways to hell in the country’s most gridlocked cities. The Daily Beast crunches the numbers to determine your ultimate morning nightmares. How did your commute rank?
Bumper-to-bumper traffic is America’s collective nightmare, and like the movie Groundhog Day it repeats on a daily basis.
Congestion consumes billions of gallons of fuel, wastes hundreds of billions of dollars in productivity and causes billions of stress headaches. Yet over 100 million automobile commuters each day feel like they have little option. “We put so much of our national wealth and our identity into the whole motoring thing,” says James Howard Kunstler, author of Geography of Nowhere, “that we can’t imagine doing something different.”
Panjang, silakan baca di sini:
http://www.thedailybeast.com/articles/2010/01/19/americas-75-worst-commutes.html
The Worst Traffic Jams on Earth
The USA has some terrible problems with traffic congestion. It is commonly accepted that Los Angeles is the most terrible metropolis of traffic jams. Though the city has many highways, freeways and different routes, it is still ranked among the top 10 most congested points in the USA.
selengkapnya:
http://www.environmentalgraffiti.com/news-worst-traffic-congestion-planet-high
Basically, infrastruktur berbasis rel komuter di Jakarta sama sekali tidak dan/atau belum mantap. Pertama, jalur ke Tangerang masih belum DOUBLE TRACK.
Kedua, jalur ke Serpong, masih berbagi dengan Kereta Api antar kota ke Rangkasbitung dan kawasan Banten lainnya.
Ketiga, jalur ke Bekasi masih berbagi dengan Kereta Api antar kota ke kota-kota lain di Pulau Jawa.
Keempat (dan cukup fatal), jaringan rel dalam kota nya berbagi dengan rel barang, rel komuter, dan jalur antar kota.
Jalur yang cukup mumpuni untuk Commuter Line, kalau menurut saya cuman jalur BOGOR. Karena perjalanan kereta api ke kawasan ini relatif didominasi KRL.
Ini berbeda dengan di Melbourne, Australia. Di mana jalur komuter berbeda dengan jalur antar kota. Berbeda sistem rel nya. Meski jalur sama, tapi rel nya sendiri.
Sy rasa di negara lain yang sudah maju sistem Commuter dan Rapid Transit nya juga sudah punya pemisahan. Itu baru dikatakan mantap.
Jakarta?? Belum lah.... Kuala Lumpur saja belum pisah kok antara Commuter Line dengan Jalur Antar Kota. Tapi itu tidak terlalu masalah sama mereka, karena perjalanan antar kota di Semenanjung masih relatif sangat sedikit. Dan di dalam Kuala Lumpur jalur-jalur itu umum sudah dedicated. Bahkan Rapid Transit nya kan sudah berada di rel sendiri.
aneh juga kalau membandingkan Jakarta dgn negara maju ya? :)
kalau anda ingat2 lagi perbandingan saya lakukan dalam konteks dgn sesama negara berkembang (BKK, KL)... KL punya LRT dan monorail, keduanya pakai rel, tentu saja itu dedicated lanes.. :)
anyway jaringan Jabodetabek buat saya cukup mantap, berapa panjang total jaringan Jabodetabek dan berapa panjang jaringan commuter lines nya Klang V? atau ada berapa koridor Jabodetabek dan ada berapa jumlah koridor commuter lines nya KV? :)
Ini sy mau menambahkan biar tidak OOT, RAPID TRANSIT itu sebenarnya untuk menjawab kelemahan dari Commuter Line. Karena untuk membantu pergerakan di kawasan downtown. Dan sy rasa ini nantinya yang akan terjadi di Jakarta.
Rapid transit dalam kota dan commuter punya fungsi utama yg BERBEDA...BUKAN menjawab kelemahan satu sama lain, tapi saling melengkapi karena yg satu (commuter) fungsi utamanya melayani pergerakan suburbs-dalam kota sedangkan yg lain lagi (MRT/subway/metro) melayani pergerakan di dalam kota.. walaupun ada sedikit jaringan yg fungsinya bertampalan di mana commuter lines di dalam kota juga melayani pergerakan dlm kota dan MRT bisa sedikit di extend sampai beberapa Km di luar kota...
Jadi sy tetap pada pandangan mau sebesar apapun kotany, kalau seandainya memang URBAN PLANNING nya bagus. TInggal menyesuaikan saja apakah mau pakai Jaringan Rel atau Jalan Raya. Karena dua-duanya masih sangat reliable. Bahkan, menurut pandangan sy, kalau harga BBM murah (di AS konon harga BBM lebih murah dari Eropa), jaringan highway lengkap. Sebenarnya naik mobil/motor sendiri malah lebih convenient karena tidak terpaku jadwal keberangkatan. Apalagi kalau melihat Population Density nya mendukung :D, tentu saja jalan raya lebih reliable ketimbang rel kereta api untuk kasus NORTH AMERICA dan AUSTRALIA, tapi untuk EUROPE mungkin berbeda, mungkin loh .... Karena sy rasa untuk pergerakan antar kawasan Suburb, di Eropa masih relatif Car-Dependent juga.
Soal ini sdh terjawab dgn sendirinya dari jawaban saya di atas dan artikel2 yg saya post, bahwa kota2 di Amerika pun sekrg menyadari pentingnya rail based atau dedicated lanes public transport...
rail based transport itu menjadi back bone, tentu sampai ke pointnya di suburbs perlu bus juga
wonkcerbon January 25th, 2012, 05:34 AM Kalau menurut saya walau perluasan jalan raya jg penting, Sistem tarnsportasi di kota2 Indonesian, terutama di kota besarnya harus lebih mengutamakan pembangunan transportasi publik, khususnya yg berbasis rail track seperti Commuter train,Metro,LRT, monorel dll,
hanya satu yg jd alasan utama saya, Lebih hemat energi plus mengurangi polusi udara titik,
kalau alasan bro Ilham td bilang naik kendaraan pribadi lebih enak dlm mengatur waktu,dengan transportasi umum jg sebetulnya bisa kok, sebagai contoh,jepang yg terkenal akan kedisiplinan waktunya jg lebih mengutamakan transpotasi umum (subway).
saya malah aneh kalo ada yg mengusulkan pengutamaan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak dalam suatu sistem transportasi di Kota di Indonesia, sementara di kota2 negara maju malah mulai mengajak penduduknya utk menggunakan sarana transportasi yg lebih ramah lingkungan seperti kereta,sepeda dll
fajarmuhasan January 25th, 2012, 07:31 AM Kalau menurut saya walau perluasan jalan raya jg penting, Sistem tarnsportasi di kota2 Indonesian, terutama di kota besarnya harus lebih mengutamakan pembangunan transportasi publik, khususnya yg berbasis rail track seperti Commuter train,Metro,LRT, monorel dll,
hanya satu yg jd alasan utama saya, Lebih hemat energi plus mengurangi polusi udara titik,
kalau alasan bro Ilham td bilang naik kendaraan pribadi lebih enak dlm mengatur waktu,dengan transportasi umum jg sebetulnya bisa kok, sebagai contoh,jepang yg terkenal akan kedisiplinan waktunya jg lebih mengutamakan transpotasi umum (subway).
saya malah aneh kalo ada yg mengusulkan pengutamaan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak dalam suatu sistem transportasi di Kota di Indonesia, sementara di kota2 negara maju malah mulai mengajak penduduknya utk menggunakan sarana transportasi yg lebih ramah lingkungan seperti kereta,sepeda dll
sulit untuk bilang kendaraan energi listrik lebih murah dari BBM (operasionalny)....karena listrik di Indonesia masih kembang kempis dan banyak listrik yg pake BBM. Kalo ada PLTN mungkin bisa melimpah listrik murah dan bisa dipakai utk kereta atau tram atau monorail.
Yg perlu dipikirkan adalah rute yg udah ada MRT atau BRT sudah saatnya bersih dari kendaraan umum lain. Misal jl. Sudirman dan Thamrin....kopaja/metromini masih banyak dan bikin macet karena ngetem sesuka hati.
bakpao January 25th, 2012, 09:53 AM Kalau menurut saya walau perluasan jalan raya jg penting, Sistem tarnsportasi di kota2 Indonesian, terutama di kota besarnya harus lebih mengutamakan pembangunan transportasi publik, khususnya yg berbasis rail track seperti Commuter train,Metro,LRT, monorel dll,
hanya satu yg jd alasan utama saya, Lebih hemat energi plus mengurangi polusi udara titik,
kalau alasan bro Ilham td bilang naik kendaraan pribadi lebih enak dlm mengatur waktu,dengan transportasi umum jg sebetulnya bisa kok, sebagai contoh,jepang yg terkenal akan kedisiplinan waktunya jg lebih mengutamakan transpotasi umum (subway).
saya malah aneh kalo ada yg mengusulkan pengutamaan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak dalam suatu sistem transportasi di Kota di Indonesia, sementara di kota2 negara maju malah mulai mengajak penduduknya utk menggunakan sarana transportasi yg lebih ramah lingkungan seperti kereta,sepeda dll
betul, selain dari hemat energi dan less polution, kelebihan angkutan berbasis rel justru pd pengaturan waktu, karena dia terbebas dari kemacetan... ada kepastian di sini (selama manajemennya perusahaannya juga beres)...jadi pengguna bisa mengatur waktu dia, dia tahu kalau ke suatu tempat memerlukan waktu 30 menit maka utk sampai ke tempat itu jam 2 siang dia paling lambat harus naik MRT/monorail/metro/subway jam 1.30...misalkan...
ini tdk mungkin dilakukan dgn menggunakan mobil di kota besar di mana kemacetan sering terjadi...
Djoko Lelono January 27th, 2012, 01:59 AM Panjang total jaringan RER C (ada ABCDE) itu 187 Km. Jadi perkiraan saya rata2 30-40 Km jarak per ujung stasiun RER ke kota Paris. Jadi ya kira2 sama dgn Bogor-Jakarta.
PT KCJ itu salah satunya belajar dari RATP/SNCF commuter Paris, mereka kirim delegasi studi banding, makanya mereka akan menghapuskan layanan ekspress dan semuanya akan satu kelas, persis RER Paris.
Persis seperti Jabodetabek, RER Paris juga masuk ke dalam kota dan berfungsi menambah transportasi dalam kota juga, tapi fungsi utamanya sebagai commuter network.
Penyebutan commuter tidak terkait dgn jenis kereta, apakah itu berasal dari Yamanote line Tokyo atau bukan. Juga bukan dari desain interiornya, apakah tempat duduk lebihs edikit atau tdk. Tapi lebih pd fungsinya yg menghubungkan kawasan pinggiran kota dgn pusat kota.
kalau dibandingkan dengan paris, jakarta kurang sekali koridornya pak. kalau menurut bapak diatas, salah satu jaringan RER C panjangnya 187 km itu saja sudah mengalahkan seluruh koridor krl jabotabek yang hanya 155 km. apalagi jaringan RER secara keseluruhan (ABCDE) yang hapir 600 km totalnya. lalu masalah single class. saya setuju single class, tapi tidak single tarif. buat ukuran orang indonesia, naik krl jarak dekat bayar penuh sangat memberatkan. dan ini akan membuat pelanggan krl beralih ke moda lain. yang paling besar kemungkinannya adalah sepeda motor bakal meledak populasinya.
bakpao January 27th, 2012, 08:15 AM kalau dibandingkan dengan paris, jakarta kurang sekali koridornya pak. kalau menurut bapak diatas, salah satu jaringan RER C panjangnya 187 km itu saja sudah mengalahkan seluruh koridor krl jabotabek yang hanya 155 km. apalagi jaringan RER secara keseluruhan (ABCDE) yang hapir 600 km totalnya. lalu masalah single class. saya setuju single class, tapi tidak single tarif. buat ukuran orang indonesia, naik krl jarak dekat bayar penuh sangat memberatkan. dan ini akan membuat pelanggan krl beralih ke moda lain. yang paling besar kemungkinannya adalah sepeda motor bakal meledak populasinya.
betul pak djoko, tapi jaringan kita msh terus bertambah bukan? jaringan RER itu sdh termasuk kereta bandara (RER B), kalau dua jalur kereta bandara kita jadi ya bertambah juga, walaupun belum se ekstensif paris... dan kita jg perlu melihat konteks geografi karena jakarta kan di tepi pantai sehingga tdk semua pinggirannya punya suburbs, ini berbeda dgn paris yg suburbs nya ada di seluruh penjuru angin...
kalau mengikuti pola paris, maka yg single tarif itu cuma metro, ini persis sama dgn TransJakarta, dan RER utk perjalanan dalam Paris... kalau naik RER nya ke luar Paris ya harga tiketnya tergantung jarak.. harapan saya sih bukan single tiket tapi single ticketing system... jadi tiket TransJakarta bisa dipakai utk KRL dalam kota juga (sukur2 tiket MRT, tapi ini rasanya tdk mungkin)...
sigarantang January 28th, 2012, 12:19 PM Agus Marto Siapkan Rp 1,2 Triliun untuk Bangun MRT di 2012
Jumat, 27/01/2012 15:00 WIB
Jakarta - Dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang melalui pemerintah pusat tahun ini disiapkan Rp 1,2 triliun. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengingatkan agar dana sebesar itu segera digunakan untuk proyek tersebut.
"Tadi kita ingatkan untuk tahun 2012 untuk MRT itu ada dana Rp 1,2 triliun jadi itu harus bisa terwujud," kata Agus di kantornya, Jakarta, Jumat (27/1/2012)
Agus hari ini melaporkan perkembangan terbaru soal proyek MRT kepada Wapres Boediono. Menurut Agus dari anggaran yang disediakan pemerintah pusat di 2011 lewat APBN yang berasal dari utang dari JICA dan hibah sekitar Rp 500 milliar ternyata serapannya sangat minim.
"Ternyata realisasai hanya bisa Rp 7 milliar. Jadi kesiapan di lapangan sudah baik tapi mungkin karena masalah ruislag, masalah pembebasan lahan dan juga bentuk-bentuk koordinasi yang lain jadi terhambat," katanya.
Dihimpun dari berbagai sumber, selama ini payung hukum soal proyek MRT antaralain Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pendirian PT MRT Jakarta dan Perda Nomor 4 Tahun 2008 tentang Penyertaan Modal ke PT MRT Jakarta. Dalam aturan itu operator MRT adalah PT MRT Jakarta yang berfungsi sebagai pihak yang membangun, mengoperasikan, dan memelihara MRT.
Selain itu ada Perda No.4 Tahun 2008 mengatur penggunaan permodalan yang dipinjamkan JICA, yaitu menerima setoran modal dari Pemprov DKI sebesar 42% dari total pinjaman dari JICA, dan pinjaman pemerintah pusat 58% dari total pinjaman yang diteruskan ke Pemprov DKI lalu oleh Pemprov DKI ke PT MRT.
Total dana yang dibutuhkan untuk proyek MRT tahap I sebesar Rp 15 triliun. Dana pinjaman itu harus dikembalikan dengan bunga 0,2% dan 0,4% dengan jangka waktu pengembalian 30 tahun plus 10 tahun.
Jaringan MRT Jakarta ada dua, antaralain koridor satu Lebak Bulus hingga Kampung Bandan. Koridor dua dengan jalur Timur ke Barat, mulai dari Balaraja hingga Cikarang.
Proyek MRT tahap I antara lain Lebak Bulus-Bundaran HI diantaranya sebanyak tujuh stasiun berada di permukaan tanah yakni Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, enam stasiun di bawah tanah atau subway terletak di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.
(hen/dnl)
http://finance.detik.com/read/2012/01/27/144805/1827183/4/agus-marto-siapkan-rp-12-triliun-untuk-bangun-mrt-di-2012?991101mainnews
MRT Bawah Tanah Butuh Biaya Besar
Penulis : Selamat Saragih
Senin, 23 Januari 2012 15:44 WIB
JAKARTA--MICOM: PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menyatakan tidak mungkin jika pembangunan MRT di kawasan Jl Sisingamangaraja, Panglima Polim, dan Rumah Sakit Fatmawati berada pada jalur bawah tanah, selain jalur layang. Sebab, pembangunan jalur bawah tanah akan memakan biaya lebih besar dibandingkan membangun jalur layang.
"Selain itu, jika akhirnya disetujui pembangunan jalur bawah tanah, akan lebih merugikan warga setempat. Mereka harus memundurkan pondasi bangunannya akibat pengerjaan bawah tanah," kata Kepala Biro Komunikasi PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Manpalagupta menerangkan rencana pembangunan MRT di Ibu Kota, termasuk jalur MRT Jakarta, telah melalui rangkaian studi yang panjang dan komprehensif oleh berbagai pihak.
"Jadi tidak asal ditentukan begitu saja jalur layang dan jalur bawah tanah. Ini juga harus mendapatkan persetujuan dari pihak pemberi pinjaman yaitu Japan International Corporate Agency (JICA). Dan itu sudah kita dapatkan persetujuannya," kata Manpalagupta.
Dia menjelaskan beberapa pertimbangan terkait dengan jalur layang MRT Jakarta di sepanjang Lebak Bulus–Sisingamangaraja, yaitu pembangunan jalur bawah tanah akan memakan biaya yang lebih besar. Tidak hanya itu, jika pembangunan di sepanjang Lebak Bulus – Sisingamangaraja dilakukan di bawah tanah, untuk kebutuhan teknis proses pembangunannya, warga di sepanjang jalur itu harus memundurkan pondasi bangunannya lebih jauh dibandingkan jika dengan pembangunan jalur layang.
"Ini yang justru lebih merugikan warga di sana. Dan itu sudah kami perhitungkan baik-baik," ujarnya.
Dalam rencana pembangunan MRT, jelasnya, sejak awal pemerintah selalu melibatkan publik, termasuk di dalamnya tentang penentuan jalur dan trase MRT Jakarta, di antaranya melibatkan Advisory Committee Pembangunan MRT Jakarta pada 12 Februari 2007.
Mereka yang duduk dalam advisory commitee ini adalah para tenaga ahli, akademisi, pengamat, bahkan dari pihak media di Indonesia dan Jepang.
Lalu, telah dilakukan rangkaian sosialiasi kepada publik termasuk tentang jalur MRT Jakarta. Antara lain, sosialisasi pembebasan lahan Koridor MRT Lebak Bulus-Pom Bensin Jl Fatmawati, Kelurahan Cilandak Barat, dan Kelurahan Lebak Bulus pada 30 Agustus 2009. Juga dilakukan sosialisasi AMDAL pembangunan MRT Jakarta koridor Dukuh Atas–Bundaran HI pada 28 Juli 2010.
Selanjutnya, sosialisasi pembebasan tanah proyek MRT Jakarta jalur Lebak Bulus–HI pada 12 April 2011. Diskusi Publik dihadiri akademisi dan perwakilan warga serta media pada 16 Desember 2009 serta pertemuan media di berbagai kesempatan.
"Pemerintah dan PT MRT Jakarta terus berupaya untuk melakukan komunikasi publik dan mencari jalan agar ada solusi yang menguntungkan bagi setiap pihak demi terwujudnya MRT Jakarta yang dibutuhkan warga DKI sendiri," paparnya. (Ssr/OL-10)
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/23/293395/35/5/MRT-Bawah-Tanah-Butuh-Biaya-Besar
Rp 1,2 Triliun untuk Proyek MRT Jakarta Tahun Ini
http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20120127_044725_MRT2.jpg
Penulis : Marchelo
Jumat, 27 Januari 2012 17:45 WIB
JAKARTA--MICOM: Pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk proyek mass rapid transportation (MRT) Jakarta pada tahun ini.
Sementara realisasi anggaran proyek MRT Jakarta tahun lalu hanya mencapai Rp7 miliar dari pagu sebesar Rp500 miliar.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (27/1). "Tadi kami ingatkan tahun 2012 untuk MRT itu ada dana Rp1,2 triliun. Jadi itu harus bisa terwujud," katanya.
Dari realisasi anggaran proyek MRT Jakarta pada tahun lalu, Agus menjelaskan sebenarnya persiapan proyek di lapangan sudah baik. Namun masalah pembebasan lahan dan koordinasi membuat realisasi anggaran proyek tersebut terhambat.
Selain itu, pihaknya melalui Pusat Investasi Pemerintah telah memberikan dukungan dana sekitar Rp80-90 miliar untuk pengerjaan tiga ruas jalan tol dalam kota Jakarta. "Jadi itu adalah bentuk support," ujarnya.
Terkait penerapan electronic road pricing (ERP), peraturan pemerintah (PP)-nya sedang diharmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM. "Kami menunggu diselesaikan PP-nya baru dibicarakan," pungkas Agus. (ML/OL-5)
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/27/294412/37/5/Rp-12-Triliun-untuk-Proyek-MRT-Jakarta-Tahun-Ini
bau2nya bakal jadi nehh heheeee *harus lah ya..WAJIB!!* :lol:
Wicak_15 January 28th, 2012, 02:45 PM ^^Pasti dibangun lah. Calon kontraktornya aja udah ada kok, Joint antara kontraktor Jepang sama Indoneia
spetznaz_kdi January 29th, 2012, 04:05 AM ^^
Hehehe, nanti konsultannya dari Jepang, tarifnya berlipat-lipat lebih mahal dibanding konsultan lokal atau dari negara lain, terus semua material selain material bangunan juga dari jepang, kontraktornya juga dari jepang... Akhirnya 60-70% dana kembali ke Jepang yang disini cuma PPh, pasir, semen, cat, besi beton, dan bahan bangunan sederhana, plus lagi harus mengembalikan pinjaman 100% plus bunga ke Jepang... Hebat dah ah nih JICA, hehehe...
TFM1 January 29th, 2012, 04:11 AM ^^ dan akhirnya pinjaman dan hibah dari JICA sama aja bodong, otomati jepang untung 2x lipat
(pengembalian utang + bunga) + (konsultan + kontraktor + material)
:rofl:
spetznaz_kdi January 29th, 2012, 09:06 AM biasanya sih gitu... Tapi mau di apa kita gak punya duit cash. Kecuali USAid atau AusAid bisa dipake buat bangun MRT...
Atau misal klo keretanya boleh made in INKA, trus rel bajanya dari KS, itu makin banyak yang tertinggal disini...
Walaupun begitu paling tidak ada muliplier effect secara ekonomi makro dengan semakin lancarnya transportasi dan berkurangnya pemborosan karena kemacetan setelah MRT selesai dibangun dan beroperasi...
Diralat, yang balik ke Jepang gak 60-70%, karena masih ada tenaga kerja di Indonesia, mungkin 40-50% lah kembali ke Jepang...
TFM1 January 29th, 2012, 12:28 PM ^^ kalau kereta dari Inka, rel baja dari KS dan material lainnya dari perusahaan2 Indonesia, JICA mungkin ga akan mau ngucurin dananya... :bash:
tapi gak apalah, itung2 investasi jangka panjan Indonesia... :D
bakpao January 29th, 2012, 11:10 PM ^^
Hehehe, nanti konsultannya dari Jepang, tarifnya berlipat-lipat lebih mahal dibanding konsultan lokal atau dari negara lain, terus semua material selain material bangunan juga dari jepang, kontraktornya juga dari jepang... Akhirnya 60-70% dana kembali ke Jepang yang disini cuma PPh, pasir, semen, cat, besi beton, dan bahan bangunan sederhana, plus lagi harus mengembalikan pinjaman 100% plus bunga ke Jepang... Hebat dah ah nih JICA, hehehe...
ya kita jg gak punya pengalaman terutama utk mendesain & membangun yg underground
spetznaz_kdi January 30th, 2012, 01:26 AM Maksud saya sekiranya di bebaskan kan bisa ditender dan mengundang konsultan dari negara2 lain yang berpengalaman mendesain MRT itu.
saya harap sih perusahaan konsultannya lokal yang bekerja sama dengan konsultan dari Jepang, jadi ada transfer of knowledge-nya ke konsultan kita...
TFM1 January 30th, 2012, 01:44 AM ^^ jelas JICA ga akan mau bro,,, jepang ga dapet apa2 kalau kayak gini, yg ada mereka rugi, karena tekor ngucurin dana utang bunga rendah dan dna hibah... :lol:
Volksraad January 30th, 2012, 10:37 AM Senin, 30/01/2012 14:33 WIB
Jasa Marga: Bangun MRT! Jangan Andalkan Jalan Tol
Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang baru, Adityawarman mendukung adanya transportasi massal. Pemerintah pusat dan daerah harus merealisasikan subway atau Mass Rapid Transit (MRT) demi mengurangi kemacetan di jalan.
Adit menyampaikan hal ini usai RUPS luar biasa di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (30/1/2012). "Kemacetan nggak mungkin diselesaikan dengan jalan (tol)," katanya.
Ia menuturkan pengembangan moda transportasi massal adalah kunci mengurai kemacetan di kota besar seperti Jakarta. Harus ada lebih banyak transportasi semacam MRT atau subway di Indonesia.
(wep/hen)
Selengkapnya di: http://finance.detik.com/read/2012/01/30/143325/1829345/4/jasa-marga-bangun-mrt-jangan-andalkan-jalan-tol?991101mainnews
Nice comment from Jasa Marga about the MRT project :cheers: :cheers:
bakpao January 30th, 2012, 10:41 AM ^^ jelas JICA ga akan mau bro,,, jepang ga dapet apa2 kalau kayak gini, yg ada mereka rugi, karena tekor ngucurin dana utang bunga rendah dan dna hibah... :lol:
hahaha betul... dan ini juga praktek umum, kalau yg kasih loan atau grant perancis mereka juga prefer perusahaan2 perancis yg dapat kontraknya... :)
peseg5 January 30th, 2012, 11:15 AM biasanya sih gitu... Tapi mau di apa kita gak punya duit cash. Kecuali USAid atau AusAid bisa dipake buat bangun MRT...
Atau misal klo keretanya boleh made in INKA, trus rel bajanya dari KS, itu makin banyak yang tertinggal disini...
Walaupun begitu paling tidak ada muliplier effect secara ekonomi makro dengan semakin lancarnya transportasi dan berkurangnya pemborosan karena kemacetan setelah MRT selesai dibangun dan beroperasi...
Diralat, yang balik ke Jepang gak 60-70%, karena masih ada tenaga kerja di Indonesia, mungkin 40-50% lah kembali ke Jepang...
Masa sih ga ada duit? Anggaran subsidi BBM per tahun aja tembus lebih dari Rp 100 T lho! Taruhlah dari Rp 100 T itu 10% muter di Jabodetabek, artinya Rp 10 T untuk Jabodetabek.
Kalau pemerintah (presiden SBY) berani bertangan besi kayak Margaret Thatcher (mentang2 baru ntn film Iron Lady), lalu menetapkan mulai 1 Januari 2013, tidak dijual bensin premium dibawah harga pasar (subsidi), dan harganya berlaku harga pasar. Bisa berapa trilyun yang bisa dialihkan untuk pembangunan MRT. Ga usah muluk2, cukup kebijakan berlaku di Jabodetabek, tapi efek positifnya bisa luar biasa banyak.
Tapi ya kembali lagi ke ketegasan pemimpin.
bakpao January 30th, 2012, 01:18 PM Masa sih ga ada duit? Anggaran subsidi BBM per tahun aja tembus lebih dari Rp 100 T lho! Taruhlah dari Rp 100 T itu 10% muter di Jabodetabek, artinya Rp 10 T untuk Jabodetabek.
Kalau pemerintah (presiden SBY) berani bertangan besi kayak Margaret Thatcher (mentang2 baru ntn film Iron Lady), lalu menetapkan mulai 1 Januari 2013, tidak dijual bensin premium dibawah harga pasar (subsidi), dan harganya berlaku harga pasar. Bisa berapa trilyun yang bisa dialihkan untuk pembangunan MRT. Ga usah muluk2, cukup kebijakan berlaku di Jabodetabek, tapi efek positifnya bisa luar biasa banyak.
Tapi ya kembali lagi ke ketegasan pemimpin.
masalahnya MRT cuma akan di pakai di Jakarta... sedangkan BBM yg pakai se Indonesia... penjualan BBM sulit dibatasi geografiknya hanya se Jabotabek saja... nanti orang2 Jabotabek beli BBM di daerah2 perbatasan dgn Jabotabek...
conceptor January 30th, 2012, 01:23 PM Masa sih ga ada duit? Anggaran subsidi BBM per tahun aja tembus lebih dari Rp 100 T lho! Taruhlah dari Rp 100 T itu 10% muter di Jabodetabek, artinya Rp 10 T untuk Jabodetabek.
Kalau pemerintah (presiden SBY) berani bertangan besi kayak Margaret Thatcher (mentang2 baru ntn film Iron Lady), lalu menetapkan mulai 1 Januari 2013, tidak dijual bensin premium dibawah harga pasar (subsidi), dan harganya berlaku harga pasar. Bisa berapa trilyun yang bisa dialihkan untuk pembangunan MRT. Ga usah muluk2, cukup kebijakan berlaku di Jabodetabek, tapi efek positifnya bisa luar biasa banyak.
Tapi ya kembali lagi ke ketegasan pemimpin.
masalahnya MRT cuma akan di pakai di Jakarta... sedangkan BBM yg pakai se Indonesia... penjualan BBM sulit dibatasi geografiknya hanya se Jabotabek saja... nanti orang2 Jabotabek beli BBM di daerah2 perbatasan dgn Jabotabek...
subsidi BBM kan alat politik paling populis, paling mudah menarik simpati masyarakat
populasi mobil dan motor, dan pembangunan jalan tol terus bertambah karena BBM murah ini
BBM juga kanker buat perekonomian negara, selama ada selisih BBM subsidi dan BBM harga pasar, pasti ada penyelundupan/penyelewengan/penyalahgunaan
bakpao January 30th, 2012, 01:46 PM subsidi BBM kan alat politik paling populis, paling mudah menarik simpati masyarakat
populasi mobil dan motor, dan pembangunan jalan tol terus bertambah karena BBM murah ini
BBM juga kanker buat perekonomian negara, selama ada selisih BBM subsidi dan BBM harga pasar, pasti ada penyelundupan/penyelewengan/penyalahgunaan
BBM ini implikasinya luas...
manusia dan barang harus bergerak, ini prasyarat tumbuhnya perekonomian..
naiknya BBM akan menaikan harga barang, harga listrik, mendiscourage manusia utk bisa bergerak/beraktivitas, dll... dampaknya produksi jadi mahal, harga barang tdk kompetitif, investor baru enggan masuk, investor lama pd pindah ke negara lain, pengangguran meningkat, harga sembako naik, rakyat kurang gizi, rakyat tdk bisa pergi ke tempat kerja, dll...
selama semua bisa diatasi oleh pemerintah walaupun BBM naik atau subsidi dicabut, ya bakal fine2 aja... tapi kalau tdk bisa...hhhmmm...
spetznaz_kdi January 31st, 2012, 01:10 AM Soal BBM, yang saya denger2 dari media massa klo harga BBM mahal itu karena cost production di Pertamina gak efisien, entahlah bener atau tidak... Klo PLN mahal, ya saya denger dari orang dalem klo memang tarif listrik mahala karena cost productionnya gak efisien makanya kemaren mulai ditata Dahlan Iskan dan kelihatannya jadi lebih baik...
BTT...
saya lihat thread Asian Station and MRT, mereka menampilkan foto2 MRT rail based di negara2 masing2, kayak malaysia, thailand, filipina, vietnam... Mereka menyayangkan Jakarta gak punya MRT... Andalan kita cuma Trans Jakarta Busway...
Djoko Lelono January 31st, 2012, 01:40 AM BTT...
saya lihat thread Asian Station and MRT, mereka menampilkan foto2 MRT rail based di negara2 masing2, kayak malaysia, thailand, filipina, vietnam... Mereka menyayangkan Jakarta gak punya MRT... Andalan kita cuma Trans Jakarta Busway...
ya tidak apa2 sebenarnya mengandalkan BRT. asalkan lancar dan busnya banyak.
yang jadi masalahnya itu di sini sistem rapid transit nya "palsu". dari akronim BRT, yang benar cuma B nya saja (bus). sementara yang lainnya palsu. katanya rapid transit alias angkutan cepat, lha kok jalurnya nggak bisa steril dibeberapa tempat. jalanan macet, kok sistem rapid transitnya juga ikut2an macet. hehehe...
TFM1 January 31st, 2012, 02:16 AM ^^ yup intinya kunatitas dan kualitas armada...
sama halnya MRT pun akan jadi tidak bisa diandalkan alau kuantits dan kualitasnya kurang baik... contoh kecilnya mini MRT kita, yaitu COmmuter Line... karena armada sedikit mangkanya jadi ga optimal...
bakpao January 31st, 2012, 02:24 AM Betul Pak Djoko, BRT kalau dikelola dgn baik tidak masalah, bahkan bagus karena memang lebih murah dr pd MRT... dan TransJakarta kalau dikelola dgn baik (jalur steril) jauh lebih bagus dr pd MRT BKK, Mnla, dll yg cuma beberapa jalur, karena network TransJakarta yg besar, dan Jakarta jg punya jaringan kereta komuter yg jg besar...yg penting keduanya dikelola dgn baik...
yah kalau tetangga2 itu kan kepingin dibilang gak kalah sama metropolitan negara2 maju... hehe... saya ini punya pendapat, walaupun GDP/capita itu bukan ukuran yg sempurna tapi dia tidak berbohong, negara2 yg GDP/capita nya tinggi, let's say di atas $40,000 umumnya infrastruktur dan servicenya juga bagus... tapi kalau ada negara2 yg GDP/cap nya rendah (paling2 msh di bawah $10,000) tapi nunjukin foto2 yg terkesan infrastrukturnya bahkan lebih canggih dari negara2 very high income tsb berarti ya ada yg "disembunyikan/tdk diperlihatkan"...:)
TFM1 January 31st, 2012, 03:26 AM ^^ setuju,,, permasalahan Trans Jakarta hanya manjemen yg tidak baik dan tidak adanya keseriusan mengelola Trans Jakarta... hal ini bisa dilihat dari kondisi halte2 yg seperti mau ambruk ditambah jumlah armada yg sangat minim...
acoolguyfromnz January 31st, 2012, 05:42 PM semua tergantung human capitalnya. Tapi kalau melihat indonesia susah. Hampir semua pejabat mulai dari DPR, pemerintah hingga ke pemda semua pencuri. SDMnya juga rendah. Bikin proyek 100 milyar, 50 milyar buat DPR, lalu di sunat lagi di department, daerah hingga lurah. Paling yg benar2 jadi proyek cuma 50 milyar. Itu artinya proyek 50 milyar rakyat hutang 3 kali lipat. Amatir benar management presiden.
bakpao January 31st, 2012, 08:39 PM semua tergantung human capitalnya. Tapi kalau melihat indonesia susah. Hampir semua pejabat mulai dari DPR, pemerintah hingga ke pemda semua pencuri. SDMnya juga rendah. Bikin proyek 100 milyar, 50 milyar buat DPR, lalu di sunat lagi di department, daerah hingga lurah. Paling yg benar2 jadi proyek cuma 50 milyar. Itu artinya proyek 50 milyar rakyat hutang 3 kali lipat. Amatir benar management presiden.
kenapa tidak anda saja yg jadi presiden?
blablanonsense February 1st, 2012, 01:58 AM semua tergantung human capitalnya. Tapi kalau melihat indonesia susah. Hampir semua pejabat mulai dari DPR, pemerintah hingga ke pemda semua pencuri. SDMnya juga rendah. Bikin proyek 100 milyar, 50 milyar buat DPR, lalu di sunat lagi di department, daerah hingga lurah. Paling yg benar2 jadi proyek cuma 50 milyar. Itu artinya proyek 50 milyar rakyat hutang 3 kali lipat. Amatir benar management presiden.
Bung, presiden tidak bisa mengatur2 DPR. Kalau bisa, kericuhan yang disebabkan oleh parpol2 di DPR tidak akan sekacau ini lah. Presiden dan DPR itu kan 2 estates yang berbeda dan sederajat.
sigarantang February 1st, 2012, 05:24 AM Pembangunan Mass Rapid Transit Akan Diawasi KPK
Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
Metropolitan - Selasa, 31 Januari 2012 | 16:24 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Guna mengawasi jalannya pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) di Jakarta, PT MRT Jakarta menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tribudi Rahardjo mengatakan, kehadiran KPK dan LKPP dalam proyek tersebut merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan ini dalam mengadakan proyek pembangunan yang bebas korupsi. Bahkan, dalam pengadaan nanti, PT MRT Jakarta juga akan berkoordinasi dengan beberapa lembaga, seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta, lanjut dia, PT MRT Jakarta juga secara berkala akan berkonsultasi kepada lembaga-lembaga pengawas tersebut. "Seluruh proses pengerjaan MRT Jakarta sejak awal telah melalui tahap yang transparan, dan sesuai perundangan," kata Tribudi, Selasa (31/1/2012).
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Gratifikasi, KPK, Cahya Hardianto Harefa menuturkan, setiap pihak yang terlibat dalam proses tender harus menjadikan integritas sebagai karakter agar proses pengadaan dapat berjalan dengan baik dan benar. "MRT Jakarta adalah layanan publik sehingga setiap pengadaan yang dilakukan harus efektif dan efisien," tambah Cahya.[yeh]
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1824956/pembangunan-mass-rapid-transit-akan-diawasi-kpk
PROYEK MRT: Jamin Transparansi, Lelang Libatkan KPK
Oleh Nurudin Abdullah
Selasa, 31 Januari 2012 | 20:43 WIB
JAKARTA: PT MRT Jakarta menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah dalam proses tender kontruksi sipil proyek mass rapid transit untuk menjamin transparansi pelaksanaan proyek angkutan umum berbasis rel itu.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo mengatakan lembaga pengawas transparansi akan terlibat dalam rapat dengan para calon kotraktor yang lolos tahap prakualifikasi tender yang ditargetkan penandatangan kotrak dengan kontraktornya pada Oktober-November 2012.
“Ini wujud komtimen kami, selama proses pengadaan nanti, selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan serta lembaga KPK dan LKPP untuk ikut memberi masukan sejak awal proses pengadaan dan tahap-tahap selanjutnya,” ujarnya Selasa 31 Januari 2012.
Menurut dia, proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) koridor Utara-Selatan, tahap I rute Lebak Bulus-Bunderan Hotel Indonesia kini memasuki tahap tender kontrak sipil, yang akan memilih kontraktor yang layak membangun angkutan umum masal berbasis rel tersebut.
Tribudi mengatakan penandatanganan kontrak dengan pihak kotraktor rencana akan dilaksanakan pada Oktober-November 2012 yang secara paralel dengan dilakukannya persiapan pembangunan pada April 2012 yang mencakup antara lain pemindahan utilitas dan pelebaran jalan Fatmawati.
“Persiapan pembangunan yang dilakukan secara paralel dengan kegiatan tender konstruksi itu merupakan upaya untuk memenuhi target operasi MRT pada akhir 2016,” ujarnya.
Dia menjelaskan PT MRT Jakarta secara berkala akan berkonsultasi kepada lembaga pengawas BPKP, KPK dan LKPP guna memastikan seluruh proses pengerjaan MRT Jakarta, sejak awal telah melalui tahap yang transparan, terbuka, dan sesuai perundangan.........
full article :
http://www.bisnis.com/articles/proyek-mrt-jamin-transparansi-lelang-libatkan-kpk
sigarantang February 1st, 2012, 05:32 AM MRT Gandeng KPK dan LKPP
M Clara Wresti | Marcus Suprihadi | Selasa, 31 Januari 2012 | 14:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam membangun mass rapid transit di Jakarta, PT MRT Jakarta menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk mendampingi dan mengawasi proses tender konstruksi sipil MRT.
”Kehadiran lembaga-lembaga seperti KPK dan LKPP merupakan salah satu wujud komitmen kami bahwa selama proses pengadaan nanti,PT MRT Jakarta akan selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan beberapa lembaga, seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk ikut serta memberi masukan mulai dari awal proses pengadaan dan tahap-tahap selanjutnya,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo.
Tribudi menambahkan, sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta, PT MRT Jakarta juga secara berkala akan melakukan konsultasi kepada lembaga-lembaga pengawas tersebut. Tribudi juga memastikan bahwa seluruh proses pengerjaan MRT Jakarta sejak awal telah melalui tahap yang transparan, terbuka, dan sesuai perundangan.
Dalam kesempatan ini Pelaksana Tugas Direktur Gratifikasi KPK Cahya Hardianto Harefa mengungkapkan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam proses tender harus menjadikan integritas sebagai karakter agar proses pengadaan dapat berjalan dengan baik dan benar. Cahya juga mengatakan bahwa MRT Jakarta adalah layanan publik sehingga setiap pengadaan yang dilakukan harus efektif dan efisien.
Hal ini didukung oleh pernyataan Kepala Sub Direktorat Bidang Teknis LKPP Yulianto tentang prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa pemerintah, antara lain, efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/01/31/1425015/MRT.Gandeng.KPK.dan.LKPP
Tender Kontraktor MRT Sudah Dimulai
M Clara Wresti | Marcus Suprihadi | Selasa, 31 Januari 2012 | 14:14 WIB
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/20/1129461620X310.JPG
Replika kereta Mass Rapit Transit (MRT) Jakarta dihadirkan di atrium Blok M Plaza dengan suasana yang mendekati bentuk aslinya sekaligus tambahan sejumlah panel informasi, Blok M, Jakarta, Kamis (29/12/2011). MRT Jakarta yang berbasis rel tahap awal rencananya dimulai dengan koridor tahap I yaitu Selatan - Utara (Lebak Bulus- Kampung Bandan) yang ditargetkan beroperaso pada akhir 2016. PT MRT Jakarta mulai mengkampanyekan replika ini, berkeliling pada mal dan plaza yang berada di jalur tersebut.
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah selesai mengumumkan kontraktor yang lulus prakualifikasi tender, pembangunan mass rapid transit di Jakarta memasuki tahap tender kontraktor sipil.
”Kemarin kami sudah bertemu dengan kontraktor-kontraktor yang lulus prakualifikasi tender. Dan kepada mereka kami jelaskan tata aturan main dalam tender ini,” jelas Tribudi Rahardjo, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Selasa (31/1/2012).
Tribudi menjelaskan, proses tender ini untuk pembangunan MRT Jakarta koridor selatan-utara tahap I (Lebak Bulus-Bundaran HI). Proses ini akan memilih kontraktor mana saja yang layak untuk terlibat dalam pembangunan MRT.
Ditargetkan pada Oktober-November 2012 akan dilakukan penandatanganan kontrak dengan kontraktor. Secara paralel, kegiatan persiapan pembangunan akan mulai dilaksanakan pada April 2012. Kegiatan persiapan pembangunan, antara lain, pemindahan utilitas dan pelebaran Jalan Fatmawati.
”Persiapan pembangunan yang dilakukan secara pararel dengan kegiatan tender konstruksi merupakan upaya untuk memenuhi target operasi pada akhir 2016,” ungkap Tribudi lebih lanjut.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/01/31/14145129/Tender.Kontraktor.MRT.Sudah.Dimulai
sigarantang February 1st, 2012, 05:50 AM baru tau kalo...
MRT Tetap Pakai Jalur Layang
Riana Afifah | Hertanto Soebijoto | Kamis, 19 Januari 2012 | 23:48 WIB
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/19/2345057620X310.jpg
Replika kereta mass rapit transit (MRT) Jakarta dihadirkan di atrium Blok M Plaza, Jakarta, dengan suasana yang mendekati bentuk aslinya, disertai tambahan sejumlah panel informasi, Kamis (29/12). MRT Jakarta yang berbasis rel tahap awal rencananya dimulai koridor tahap I, yaitu Selatan-Utara (Lebak Bulus-Kampung Bandan), yang ditargetkan beroperasi akhir 2016.
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Mass Rapid Transit (MRT) menyatakan, pembangunan jalur MRT di kawasan Sisingamangaraja, Panglima Polim, dan Rumah Sakit Fatmawati tetap akan memakai jalur layang. Hal ini dikarenakan pembangunan jalur bawah tanah diperkirakan memakan biaya lebih besar daripada jalur layang.
Kepala Biro Komunikasi PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus, mengatakan, pembangunan MRT Jakarta ini sudah melalui pengkajian yang komprehensif. Tidak hanya itu, mengenai pembangunan dengan jalur layang dan jalur bawah tanah ini juga harus mengantongi persetujuan dari pihak pemberi pinjaman, yaitu Japan International Corporate Agency (JICA).
"Ini tidak asal ditentukan begitu saja. Harus dapat persetujuan JICA dan itu sudah didapat," kata Manpalagupta, di Jakarta, Kamis (19/1/2012).
Kebijakan tersebut diambil bukan hanya lantaran biaya yang cukup besar, melainkan juga mempertimbangkan kondisi warga yang tinggal di sekitarnya. Sebab, diprediksi pembangunan jalur bawah tanah ini akan lebih merugikan warga setempat karena harus memundurkan fondasi bangunannya akibat pengerjaan bawah tanah.
"Dengan memundurkan fondasi bangunan, tentu warga yang dirugikan. Itu sudah kami perhitungkan baik-baik," jelasnya.
Mengenai pembangunan MRT tersebut, pemerintah terus berkomunikasi dengan publik tentang penentuan jalur dan trase MRT Jakarta ini. Sosialisasi terkait jalur MRT, pembebasan lahan untuk koridor MRT dan Amdal pembangunan juga tidak berhenti dilakukan kepada masyarakat.
"Komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan agar ada solusi yang menguntungkan bagi setiap pihak. Jadi MRT ini sesuai dengan kebutuhan warga DKI Jakarta sendiri," ujar Manpalagupta.
Sebelumnya, warga Cilandak dan sekitarnya memasang spanduk di sepanjang Jalan Fatmawati Raya, Jalan Panglima Polim, hingga Jalan Sisingamangaraja. Spanduk tersebut berisi penolakan warga terhadap pembangunan MRT yang menggunakan jalur layang.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/01/19/23482854/MRT.Tetap.Pakai.Jalur.Layang
hmmmm...rada kecewa juga, tp dipikir2 memang benar. Untuk apa memaksakan membangun jalur di bawah tanah jika ketika pengerjaannya bakal lebih "repot"
repot dengan warga + repot dengan perusahaan2 yg menanam kabel di bawah tanah :bash:
beginilah suatu kota yang jaman dulunya tidak memiliki perencanaan yg matang..semrawut deh
tp mungkin hasil akhirnya bakal mirip skytrain bangkok kali ya cmiiw
Wicak_15 February 1st, 2012, 06:16 AM ^^IMO memang harusnya kalo di daerah Fatmawati pake sistem layang. Karena kalo mau bangun sistem terowongan pasti biayanya 3 kali lebih besar dari yg sekarang (belum biaya pembebasan tanah). Di Singapore MRT aja ada kok sistem layang. Jadi sebenarnya MRT dengan jembatan layang bukan sesuatu yg baru kok.
fajarmuhasan February 1st, 2012, 08:16 AM baru tau kalo...
MRT Tetap Pakai Jalur Layang
Riana Afifah | Hertanto Soebijoto | Kamis, 19 Januari 2012 | 23:48 WIB
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/19/2345057620X310.jpg
Replika kereta mass rapit transit (MRT) Jakarta dihadirkan di atrium Blok M Plaza, Jakarta, dengan suasana yang mendekati bentuk aslinya, disertai tambahan sejumlah panel informasi, Kamis (29/12). MRT Jakarta yang berbasis rel tahap awal rencananya dimulai koridor tahap I, yaitu Selatan-Utara (Lebak Bulus-Kampung Bandan), yang ditargetkan beroperasi akhir 2016.
hmmmm...rada kecewa juga, tp dipikir2 memang benar. Untuk apa memaksakan membangun jalur di bawah tanah jika ketika pengerjaannya bakal lebih "repot"
repot dengan warga + repot dengan perusahaan2 yg menanam kabel di bawah tanah :bash:
beginilah suatu kota yang jaman dulunya tidak memiliki perencanaan yg matang..semrawut deh
tp mungkin hasil akhirnya bakal mirip skytrain bangkok kali ya cmiiw
repot tentu tidak terlalu kalo berada dibawah permukaan tanahnya cukup dalam...karena utilitas spt kabel telpun, listrik, pipa air berada pada kisaran 2m. Jadi subway tsb kalo berada 10m dibawah permukaan akan aman dari utilitas tsb. Tapi mahal ongkosnya utk ngebor dari ujung ke ujung....dg kelebihan gak mengganggu lalu lintas di jalan.
utk jalur layang di sepanjang jl. fatmawati gw masih membayangkan kemacetan selama konstruksi dg alat tiang pancang dan peralatan bikin pondasi (mobil mixer) yg sangat mengganggu
bakpao February 1st, 2012, 10:19 AM MRT sebagian memang jalur layang, sebagian lagi bawah tanah... kan sejak dulu rencananya memang begitu...
baru tau kalo...
MRT Tetap Pakai Jalur Layang
Riana Afifah | Hertanto Soebijoto | Kamis, 19 Januari 2012 | 23:48 WIB
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/19/2345057620X310.jpg
Replika kereta mass rapit transit (MRT) Jakarta dihadirkan di atrium Blok M Plaza, Jakarta, dengan suasana yang mendekati bentuk aslinya, disertai tambahan sejumlah panel informasi, Kamis (29/12). MRT Jakarta yang berbasis rel tahap awal rencananya dimulai koridor tahap I, yaitu Selatan-Utara (Lebak Bulus-Kampung Bandan), yang ditargetkan beroperasi akhir 2016.
hmmmm...rada kecewa juga, tp dipikir2 memang benar. Untuk apa memaksakan membangun jalur di bawah tanah jika ketika pengerjaannya bakal lebih "repot"
repot dengan warga + repot dengan perusahaan2 yg menanam kabel di bawah tanah :bash:
beginilah suatu kota yang jaman dulunya tidak memiliki perencanaan yg matang..semrawut deh
tp mungkin hasil akhirnya bakal mirip skytrain bangkok kali ya cmiiw
Mimihitam February 1st, 2012, 11:09 AM How the Power and Pressure of the Media Gave Jakarta’s MRT a Needed Jump-Start
Isn’t life amazing! Not two weeks ago we were moaning about how not one iota of work seemed to have gone into alleviating the traffic woes of Jakarta, even though it was already January 2012, and one meeting later we are walking around with a smile the size of a Cheshire cat (a la the one in “Alice in Wonderland”).
A well-timed moan in a public place can do wonders to shake the powers that be into letting out a few of their secrets, because folks, the “mission to alleviate chronic transportation problems within Greater Jakarta and its surroundings” is further along than you think.
Two weeks ago, we pleaded with the authorities to “start already.” We are here to let you know they have. In the developer’s own words “the developer will build a world-class Mass Rapid Transit system in Jakarta to integrate with other transport networks, which will increase the quality of life for everyone.”
Is it any wonder we have a smile from ear to ear? This must be music to all your ears. This new system will “serve an area encompassed within the Jabodetabek area.” (For those of you new to Indonesian acronyms, that means Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi). Put another way, a system built for commuters who travel daily in and out of these satellite areas to the Jakarta city center. Put yet another way, you!
And do you know how many people ply these corridors daily? According to a very comprehensive feasibility study, currently 22 million people travel between these towns and districts or up and down these corridors between the towns, their districts and Jakarta, between them making more than 40 million separate trips. This is set to rise to 24 million people taking 45 million trips per day.
What is more (it only gets better), and we quote again, “under the developer’s master plan the MRT proposal is to be completed and operational within a three-year period starting in March 2012 and commencing operation by March 2015.” March 2012? That’s next month, guys! That means a very acceptable three years’ time before we get to ride on a “world-class” train system around our beloved capital.
What lessons can we learn from the events of the last two weeks? Two weeks ago we suggested joining us in making a bit of noise about the state of our pessimism in relation to Jakarta’s traffic woes. While our op-ed piece was not very noisy, antsy surely, but with no real noise involved, it has certainly galvanized someone into response; a response that shows nothing if not the power of the media to get to the heart of an issue and bring it into the public domain.
The last two weeks have shown also that there are other like-minded people like yourselves who wish to see Jakarta an even nicer place than it already is to live, and that some of them can do something about it. The developers said they were “fully coordinating with the government on the master plan … and also where the busway extension program is concerned.”
They also said “the project is an integrated and comprehensive one … and will be complemented by existing ground transport systems, such as the TransJakarta express system, bus services and taxi services.” In other words there is the required amount of cooperation and coordination going on. This is manna from heaven for project managers like ourselves.
Furthermore, the openness over the last two weeks in letting the public know what is about to grace us (not to forget that new infrastructure is likely to cause its own disruption to existing infrastructure systems) sets the stage for silent but constructive monitoring of the developers’ promises to undertake what they say they will do. In other words this is good governance at work. Is our enthusiasm misplaced?
As project and program managers, as investors and as concerned citizens, we cannot overstate the case. It has been mentioned before but is worth repeating that the production of a fully functioning MRT is not just about effortlessly moving masses of people around a large area. Such a massive piece of infrastructure development carries both short- and long-term economic and social benefits.
Efficient infrastructure development raises a city’s overall productivity — in part by cutting down the hours wasted in traffic — and contributes significantly to national GDP levels.
Increases in foreign investment in the infrastructure projects themselves, plus the spin-off businesses associated with their development, also add to overall economic development. The developer estimates that during construction there will be “85,000 jobs resulting in 35,000 permanent jobs.”
Not only will those coming into the city benefit from these rapid connections, but those who have businesses in Jakarta’s satellite cities and districts covered by this new MRT will benefit from potentially large numbers of city dwellers coming to them.
Using the developers’ own words, the MRT will “assist the districts and cities in the development of business and industry, training of the skilled workforce and promote community projects in and around the system.”
On the social side, if travel time to Tangerang, Bekasi or Bogor is much reduced, and there is a sale on in the malls there, a day visit for some retail therapy could be much more easily undertaken. Social visits to friends in the farthest reaches of Greater Jakarta would be feasible during the week as well as the quieter weekend.
But haven’t we heard all of this before? Our diatribe of two weeks ago urged everyone to forget those blueprints, those plans on paper, those future tenses, and suggested counting the number of holes being dug, the train stations appearing in front of us. We called for action, not promises.
March 2012 is just around the corner and we, as concerned citizens, cannot wait for the next steps in the development of the MRT to be taken. No doubt some concerned groups, such as the environmental lobbyists, the state finance watchdogs, democracy wallahs and the average citizen wanting to go to work in a comfortable environment, are already watching closely how this thing plays out.
The developers insist the MRT planning process included “identifying the most effective and cost-efficient rail system in terms of design and constructability.” They also said the process included “identifying the most suitable and workable rail equipment,” which utilizes “an environmentally friendly design.” They also believe the “frontal approach strategy” will allow for “all routes to be started at the same time.” They plan to meet their “planned 36 months delivery time.”
Will they do it? We are sure that there will be many people and institutions ready to criticize them if they do not. This criticism is part of the democratic process. We, as stakeholders, will also take part in this process of monitoring this critical development. Want to know more? Watch this space.
Keith Hargreaves and Daim Syukriyah are concerned citizens of Jakarta and staff members at Strategic Asia, a Jakarta-based consultancy. They can be contacted at keith.hargreaves@strategic-asia.com and daim.syukriah@strategic-asia.com.
http://www.thejakartaglobe.com/opinion/how-the-power-and-pressure-of-the-media-gave-jakartas-mrt-a-needed-jump-start/494913
Mimihitam February 1st, 2012, 11:10 AM Editorial: Progress on MRT Must Not Be Derailed
February 01, 2012
Now that the Jakarta government has allocated funds for acquiring new land on which to build a new arena to replace the Lebak Bulus stadium, the process for building the long awaited Mass Rapid Transit system has begun in earnest.
It has been many decades of waiting for Jakarta residents for the MRT, but progress is now palpable. The Jakarta administration has earmarked Rp 99 billion ($11 million) for a new stadium with world-class facilities to replace the aging Lebak Bulus stadium.
The current site of the Lebak Bulus stadium will be converted into a depot and a main station for the MRT line which will run from South Jakarta to Kota in the north. Given the worsening traffic in the capital, an MRT system is urgently needed and will go a long way not only in alleviating the increasingly heavy burden of the city’s traffic but also in elevating Jakarta as a major metropolis.
The capital of most of Indonesia’s neighbors in the region already have much more developed urban public transportation systems, and it is high time that Jakarta develops one as well.
Costing billions of dollars of public funds, the MRT must be constructed with full transparency to ensure there is no abuse or misuse of those funds. The local government would do well to follow in the footsteps of New Delhi, where the train system was built on time and under budget.
It is reassuring that PT MRT Jakarta, the company tasked with building the MRT system, will involve the Corruption Eradication Commission (KPK) and the State Procurement Policy Institute (LKPP) in the tender and awarding process.
By working with institutions such as the KPK and LKPP, PT MRT Jakarta can assure the public that it will conduct business above board and with full transparency. This is critical and can serve as a model for other public facilities. Gaining public trust is a vital component of the city’s and the country’s infrastructure development push.
We urge the local government to make sure that this vital infrastructure does not face any more roadblocks. There should be no more excuses as the necessary funds are available and the Land Acquisition Bill has been passed into law.
http://www.thejakartaglobe.com/opinion/editorial-progress-on-mrt-must-not-be-derailed/494985
TFM1 February 1st, 2012, 02:28 PM MRT Tetap Pakai Jalur Layang
Riana Afifah | Hertanto Soebijoto | Kamis, 19 Januari 2012 | 23:48 WIB
Replika kereta mass rapit transit (MRT) Jakarta dihadirkan di atrium Blok M Plaza, Jakarta, dengan suasana yang mendekati bentuk aslinya, disertai tambahan sejumlah panel informasi, Kamis (29/12). MRT Jakarta yang berbasis rel tahap awal rencananya dimulai koridor tahap I, yaitu Selatan-Utara (Lebak Bulus-Kampung Bandan), yang ditargetkan beroperasi akhir 2016.
waduh. koridor 1 aja 2016, apalagi koridor2 yg lainnya... keburu punya cucu saya... :lol:
tapi bagaimanapun juga semoga proyek ini berjalan lancar dan memberikan efek positif untuk Jakarta dan Indonesia
nowan February 1st, 2012, 02:50 PM Kalau di Fatmawati pakai double circular shield tunnel bisa gak ya? Tetep jauh lebih mahal dibanding layang sih.
Farkidz February 2nd, 2012, 05:44 AM kenapa ya harus bertahap bikinnya bukannya sekaligus? dananya belum keluar semua? sedangkan kebutuhan mass transport sudah mendesak..
asudarsono February 5th, 2012, 02:19 AM Semoga sebentar lagi bisa dikebut.
Dulu proyek pembangunan MRT ini balapan dengan pembangunan double track Tanahabang - Serpong. Yang terjadi double tracknya udah mau sampai Maja, yg MRTnya masih aja lelang.
sigarantang February 5th, 2012, 06:16 AM MRT Jakarta Mulai Seleksi Kontraktor
Rabu, 1 Februari 2012, 12:45 WIB
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina
VIVAnews - Mega proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Koridor Utara Selatan Tahap I rute Lebak Bulus-Bunderan Hotel Indonesia (HI), sudah masuk tahap tender kontraktor sipil. Proses ini akan memilih kontraktor yang layak untuk terlibat dalam pembangunan MRT.
Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo, target kontrak tender sipil dengan kontraktor akan selesai dilakukan pada Oktober atau November 2012.
"Secara paralel, kegiatan persiapan pembangunan akan mulai dilaksanakan pada April 2012," kata Tribudi di Jakarta, Rabu, 1 Februari 2012.
Kegiatan persiapan pembangunan antara lain adalah pemindahan utilitas dan pelebaran jalan Fatmawati. Upaya ini untuk memenuhi target operasi pada akhir 2016.
Pada Senin lalu, 31 Januari 2012, PT MRT Jakarta menggelar aanwijzing atau penunjukan tender kontraktor sipil di kantor PT MRT Jakarta, yang dihadiri jajaran panitia pengadaan konstruksi sipil MRT, KPK, LKPP dan jajaran direksi PT MRT Jakarta serta para calon kontraktor sipil.
“Kehadiran lembaga-lembaga seperti KPK dan LKPP merupakan salah satu wujud komtimen kami bahwa selama proses pengadaan nanti, PT MRT Jakarta akan selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan beberapa lembaga seperti Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), KPK dan LKPP," ujarnya.
Tribudi mengatakan, lembaga ini ikut serta memberi masukan dari awal proses pengadaan dan tahap-tahap selanjutnya. Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta, lanjutnya, PT MRT Jakarta juga secara berkala akan melakukan konsultasi kepada lembaga-lembaga pengawas tersebut.
"Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengerjaan MRT Jakarta sejak awal telah melalui tahap yang transparan, terbuka, dan sesuai perundangan," ungkapnya.
Selain aanwijzing, PT MRT Jakarta juga membuatkan pakta integritas pengadaan barang dan jasa sesuai dengan Etika Perilaku (Code of Conduct) PT MRT Jakarta. Ini sebagai komitmen menjalankan proses pengadaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak menyalahi aturan, sehingga proses pengadaan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
MRT Jakarta yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih 110,8 kilometer. Terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus - Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih 23,8 kilometer dan Koridor Timur-Barat sepanjang kurang lebih 87 kilometer.
Pembangunan Koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus – Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap. Yakni, Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 kilometer dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.
Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 kilometer yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018, dipercepat dari 2020. Untuk tahap ini studi kelayakannya sudah selesai.
Koridor Barat-Timur saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024- 2027. Koridor ini dapat dipercepat jika ada kemampuan anggaran. (umi)
http://metro.vivanews.com/news/read/284632-mrt-jakarta-mulai-seleksi-kontraktor
semoga bener April :p
kanazef February 5th, 2012, 06:24 AM optimis..kali ini gak mandeg lagi ya..2050 selesai. wkwkwkwkw.. gw keburu masuk tanah.
iluvu February 5th, 2012, 07:30 AM Sementara kota2 lain di negara tetangga sdh memiliki beberapa line mrt, jkt utk memulai konstruksi line pertama saja ga jelas kpn dimulainya. Mau sampe kendaraan di jalan pada ga bergerak sama sekali baru dibangun kali yah...Uda terlambat d...
F-ian February 5th, 2012, 03:02 PM ^^ coba klo commuter line KRL Jabodetabek + Busway korridor 1 dikonvert jd mrt bisa gak kesalip..tp tau deh
MRT Jakarta Mulai Seleksi Kontraktor
Rabu, 1 Februari 2012, 12:45 WIB
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina
semoga bener April :p
nanti april pasti gagal trus nyari kontraktor lagi dan molor lagi.. dr taun 2007 tender melulu :tongue:
yanuar February 5th, 2012, 08:17 PM emng dr dulu,klo urusan transportasi mah jakarta kerjaannya selalu molor
klo dikritik alesannya banyak amir,klo kayak gitu ngak ush bikin aja..
monorail aja udh dicancel
TFM1 February 6th, 2012, 03:40 AM ^^ coba klo commuter line KRL Jabodetabek + Busway korridor 1 dikonvert jd mrt bisa gak kesalip..tp tau deh
nanti april pasti gagal trus nyari kontraktor lagi dan molor lagi.. dr taun 2007 tender melulu :tongue:
suruh pak JK aja yg megang ini proyek.... :lol:
di makassar, monorel ga sampe satu tahun aja udah akan kunstruksi.
walau skalanya beda, MRT ini 3 tahun juga harusnya udah mulai konstruksi. 2007-2013 wow lam sekali :bash:
CrazyForID February 6th, 2012, 10:14 AM suruh pak JK aja yg megang ini proyek.... :lol:
di makassar, monorel ga sampe satu tahun aja udah akan kunstruksi.
walau skalanya beda, MRT ini 3 tahun juga harusnya udah mulai konstruksi. 2007-2013 wow lam sekali :bash:
beda kasus. monorail di makassar akan dibangun di CPI, tanah reklamasi yang 100% punya pemerintah.
kalau urusan pembebasan lahan, mau pak JK pun pasti bakalan kewalahan apalagi dengan jumlah populasi jakarta yang sebegitu banyak.
Djoko Lelono February 6th, 2012, 01:46 PM kalau kata fauzi bowo:
Waktu saya mulai kerja di DKI pada 1972, saya saban hari jadi sasaran Bang Ali Sadikin. Ini gara-gara saban ketemu sama dia, saya ngomong terus soal kereta api. Berkali-kali saya kena asbaknya. Mejanya panjang, karena saya paling muda saya duduk paling ujung. Dia merokok. Biasanya saya suka nyeletuk tiap kali ada pembicaraan soal sistem transportasi Jakarta, “Pak, kereta api.” Kata Bang Ali, “Elu ngomong kereta api melulu.” Terus kena asbak deh, saya … hahaha. Mungkin gara-gara sering kena asbak Bang Ali, makanya saya sekarang jadi Gubernur… hahaha.
Tahun 1972 gue sudah bikin kayak begini. Tapi ditolak sama pemerintah, karena tidak ada duitnya. Kalah sama jalan tol. Kalau sekarang mau dibuat mengikuti pola itu, Jakarta sudah terlanjur padat. Sekarang, membebaskan tanah susah, langsung pada cabut golok.
sumber : http://fokus.vivanews.com/news/read/281678-wawancara-khusus-fauzi-bowo
asudarsono February 7th, 2012, 01:51 AM Ah, perasaan warga Jakarta baik - baik deh.
Kalau Idul Adha sih iya, pada cabut golok.
Wicak_15 February 7th, 2012, 02:15 AM ^^ada benarnya sih pernyataaan Fauzi bowo. Coba deh lihat kalo tanah mereka mau dibebaskan, si "ahli waris" langsung ngamuk, walau sejengkal saja dan demi publik. Udah sering terjadi di Indonesia dan jadi rahasia umum. Makanya kenapa infrastruktur kita lelet.
asudarsono February 7th, 2012, 02:33 AM O beda sama di Makasar ya
Wicak_15 February 7th, 2012, 04:16 AM -- Double Post--
Wicak_15 February 7th, 2012, 04:16 AM ^^Jakarta Keras bro!! Tidak semua orang tanahnya dilepas demi publik
conceptor February 7th, 2012, 08:12 AM ^^ada benarnya sih pernyataaan Fauzi bowo. Coba deh lihat kalo tanah mereka mau dibebaskan, si "ahli waris" langsung ngamuk, walau sejengkal saja dan demi publik. Udah sering terjadi di Indonesia dan jadi rahasia umum. Makanya kenapa infrastruktur kita lelet.
^^Jakarta Keras bro!! Tidak semua orang tanahnya dilepas demi publik
kembali ke masalah city planning bro, tata ruang, tata wilayah
jangan salahin yang angkat golok dong, kalau emang udah direncanakan jauh-jauh hari ya tanah nya disiapkan cadangan/land bank. pada awalnya kan semua tanah di Indonesia milik negara dan dikuasai negara
kalau mau proyek dan baru beli dan gusur tanah rakyat, ya gak heran semua lelet
analogi nya ente buka restoran seafood, pas ada yang mesen ikan bakar, ente baru lari ke pasar beli kecap sama ikan, yah pembeli ngamuk dan gak mau balik lagi :lol:
TFM1 February 7th, 2012, 08:54 AM beda kasus. monorail di makassar akan dibangun di CPI, tanah reklamasi yang 100% punya pemerintah.
kalau urusan pembebasan lahan, mau pak JK pun pasti bakalan kewalahan apalagi dengan jumlah populasi jakarta yang sebegitu banyak.
monorel makassar tahap 1 belum menyentuh CPI, tapi dari
koridor 1 : Lapangan Karebosi (terminal utama) - terminal daya (kota makassar
Koridor 2 : Lapangan Karebosi - Kota Sungguminasa (kabupaten gowa)
koridor 3 : terminal daya - kota Maros Baru (kabupaten maros)
tetapi tetap saja tidak menggunakan lahan diluar lahan pemerintahan, karena tiang2 penyangga rel dan stasiun semuanya ada di bagian tengah median jalan. :D
O beda sama di Makasar ya
beda bro
TFM1 February 7th, 2012, 08:54 AM beda kasus. monorail di makassar akan dibangun di CPI, tanah reklamasi yang 100% punya pemerintah.
kalau urusan pembebasan lahan, mau pak JK pun pasti bakalan kewalahan apalagi dengan jumlah populasi jakarta yang sebegitu banyak.
monorel makassar yg sekarang belum menyentuh CPI, karena CPI sendiri belum rampung sepenuhnya. monorel yg saat ini dibangun
koridor 1 : Lapangan Karebosi (terminal utama, kota makassar) - terminal daya (kota makassar)
Koridor 2 : Lapangan Karebosi - Kota Sungguminasa (kabupaten gowa)
koridor 3 : terminal daya - kota Maros Baru (kabupaten maros)
tetapi tetap saja tidak menggunakan lahan diluar lahan pemerintahan, karena tiang2 penyangga rel dan stasiun semuanya ada di bagian tengah median jalan. :D
O beda sama di Makasar ya
beda bro
wawawa February 8th, 2012, 01:39 AM beda kasus. monorail di makassar akan dibangun di CPI, tanah reklamasi yang 100% punya pemerintah.
kalau urusan pembebasan lahan, mau pak JK pun pasti bakalan kewalahan apalagi dengan jumlah populasi jakarta yang sebegitu banyak.
setuju, ada pemujaan berlebihan
TFM1 February 8th, 2012, 06:41 AM ^^ saya tidak memuja pak JK, bahkan tidak pernah nyoblos pak JK. kebetulan saya ada di partai yg berbeda dengan beliau... tapi melihat prestasi beliau saya rasa proyek MRT ini sedikit bisa lebih cepat, kalau beliau yg menghandle.
merujuk pada beberapa proyek yg ditangani pak JK, misalnya konversi minyak tanah ke Gas elpiji, walaupun jumlah penduduk Indonesia sangat banyak (bukan cuma jakarta), banyak yg bilang mustahil, tapi kini kita bisa lihat perubahan yg signifikan
atau tentang rekonsiliasi dengan GAM di Aceh, kemudian keberhasilannya memasukkan pulau komodo sebagai New 7 Wonder, dan yg terakhir adalah proyek monorel. makassar baru digarap tapi beliau dengan lincahnya menawarkan ke kota2 lain (jogja, Bandung, Surabaya). lihat pula kemajuan dan pencapaian PMI (palang merah indonesia) setelah dipegang oleh beliau.
bukan pemujaan, tapi melihat track record beliau, saya rasa beliau punya kapasitasnya.
kalau ini dianggap pemujaan saya rasa Kompas Group jadi perusahaan yg paling memuja beliau :lol:
Kompas TV punya program Khusus, namanya Jalan Keluar (JK) dan pembicara utamanya adalah pak JK, disana pak JK dihadapkan dengan berbagia masalah aktual di Indonesia dan mencoba menemukan solusi2 dari pak JK atas masalah tersebut.
conceptor February 8th, 2012, 07:01 AM ^^ saya tidak memuja pak JK, bahkan tidak pernah nyoblos pak JK. kebetulan saya ada di partai yg berbeda dengan beliau... tapi melihat prestasi beliau saya rasa proyek MRT ini sedikit bisa lebih cepat, kalau beliau yg menghandle.
merujuk pada beberapa proyek yg ditangani pak JK, misalnya konversi minyak tanah ke Gas elpiji, walaupun jumlah penduduk Indonesia sangat banyak (bukan cuma jakarta), banyak yg bilang mustahil, tapi kini kita bisa lihat perubahan yg signifikan
atau tentang rekonsiliasi dengan GAM di Aceh, kemudian keberhasilannya memasukkan pulau komodo sebagai New 7 Wonder, dan yg terakhir adalah proyek monorel. makassar baru digarap tapi beliau dengan lincahnya menawarkan ke kota2 lain (jogja, Bandung, Surabaya). lihat pula kemajuan dan pencapaian PMI (palang merah indonesia) setelah dipegang oleh beliau.
bukan pemujaan, tapi melihat track record beliau, saya rasa beliau punya kapasitasnya.
kalau ini dianggap pemujaan saya rasa Kompas Group jadi perusahaan yg paling memuja beliau :lol:
Kompas TV punya program Khusus, namanya Jalan Keluar (JK) dan pembicara utamanya adalah pak JK, disana pak JK dihadapkan dengan berbagia masalah aktual di Indonesia dan mencoba menemukan solusi2 dari pak JK atas masalah tersebut.
saya mencium ada bau-bau primodialisme :ohno:
Blue_Sky February 8th, 2012, 07:17 AM OK guys...
Stick to the thread, terlalu dini mengatakan Monorail di Makassar berhasil bukti nya di Jakarta yang sudah mulai konstruksi saja bisa mati dijalan. Saya bukan anti jika ada kota diluar Jakarta yang bisa berhasil terlebih dahulu namun seperti yang saya katakan, masih terlalu dini....
Back to Jakarta MRT
:cheers:
TFM1 February 8th, 2012, 07:22 AM lagipula saya juga punya kepentingan sama proyek ini, minimal 2x dalam seminggu saya mengelilingi jakarta dengan kendaraan pribadi, dan dengan adanya proyek ini mungkin saya akn sangat terbantu. tapi dengan realisasi proyek yg sangat lama? jadi bingung saya. :lol: :nuts:
typhoonbringer February 8th, 2012, 01:40 PM kapan majunya indo kalo antar daerah curiga melulu? ambil positifnya aja la pak JK ini, makasar dan daerah2 lain itu bagus perkembanganya karena sudah ada contoh jeleknya, yaitu jakarta, jadi mereka gamau kejeblos lobang yang sama, sekarang giliran jakarta yang belajar sama orang daerah, ngono
bakpao February 8th, 2012, 01:47 PM yah biasa ajalah, masalah makassar kan tdk se kompleks jakarta...kasih credits lah utk pemda dki yg sdh usaha dan keliatannya jalan terus...gak usah sok2 bingung...kita sama2 doakan saja kalau monorail makassar nanti jadi dan kalaupun jadi pemdanya gak usah bailout banyak2 kayak monorail KL...
lebih baik belajar rendah hati seperti Solo yg diam2 sdh mengoperasikan railbus... tapi nanti ada yg komentar: "ya masalah Solo kan tdk sekompleks masalah Makassar"...:)
nugrohoo February 8th, 2012, 04:47 PM ^^ intinya sih, apapun kegiatan kita yg kita lakukan dengan penuh akan kepositifan alhasil semua yg kita kerjakan atau kita tunggu2 akan terealisasi dengan baikkkkkk. ga penting mau yg mana punya MRT/monorel duluan. Chill my brooooo :)
Djoko Lelono February 8th, 2012, 05:02 PM lebih baik belajar rendah hati seperti Solo yg diam2 sdh mengoperasikan railbus... tapi nanti ada yg komentar: "ya masalah Solo kan tdk sekompleks masalah Makassar"...:)
koreksi sedikit pak. railbus nya belum jalan. jadi baru tahap seremonial peresmian dan pengenalan saja. jadi dari sejak diresmikan tahun lalu sampai saat ini masih tarik ulur antara pemkot-pt. kai soal urusan tarif.
pt.kai minta tarif 30rb sementara pemkot minta 5 rb. :lol:
asudarsono February 8th, 2012, 06:04 PM Tarif Railbus Solo-Wonogiri itu bukannya SK Gubernur?
vindoarga February 8th, 2012, 06:39 PM koreksi sedikit pak. railbus nya belum jalan. jadi baru tahap seremonial peresmian dan pengenalan saja. jadi dari sejak diresmikan tahun lalu sampai saat ini masih tarik ulur antara pemkot-pt. kai soal urusan tarif.
pt.kai minta tarif 30rb sementara pemkot minta 5 rb. :lol:
lha iki piye to? :lol:
30rb itu hampir sama kayak tarif madiun-sby 35rb pake Madiun Jaya lho
bakpao February 8th, 2012, 11:19 PM koreksi sedikit pak. railbus nya belum jalan. jadi baru tahap seremonial peresmian dan pengenalan saja. jadi dari sejak diresmikan tahun lalu sampai saat ini masih tarik ulur antara pemkot-pt. kai soal urusan tarif.
pt.kai minta tarif 30rb sementara pemkot minta 5 rb. :lol:
thanks koreksinya pak djoko, 30 rb sih kemahalan...:)
TFM1 February 8th, 2012, 11:49 PM lebih baik belajar rendah hati seperti Solo yg diam2 sdh mengoperasikan railbus... tapi nanti ada yg komentar: "ya masalah Solo kan tdk sekompleks masalah Makassar"...:)
gak mau pamer kok saya bro, saya hanay menyampaikan opini. tidak bolehkah? apakah kita masih hidup di negeri diktator? :lol:
kalau solo, jujur saya salut dan bangga sam solo dengan pak Jokowi nya. setelah BST ada Railbus dan yg terakhir saya baca beritanya akan ada peminjaman sepeda di kota untuk feeder BST dan railbus. :okay:
jadi ga [erlulah saling sindir menyindir kayak gini. ckckck :ohno:
thanks koreksinya pak djoko, 30 rb sih kemahalan...:)
kan belum dihitung dengan subsidi pemkot solo... :D
bakpao February 9th, 2012, 12:09 AM gak mau pamer kok saya bro, saya hanay menyampaikan opini. tidak bolehkah? apakah kita masih hidup di negeri diktator? :lol:
tidak ada yg melarang anda utk berpendapat bro, seperti juga tdk ada yg melarang saya utk berbeda pendapat dgn anda... selain bahwa kita sekarang sdh OOT :)
TFM1 February 9th, 2012, 12:11 AM ^^ +1 yuk back to topic... :cheers1:
VRS February 15th, 2012, 03:01 PM update construction...
http://img692.imageshack.us/img692/332/dsc0640f.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/692/dsc0640f.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
nugrohoo February 15th, 2012, 05:56 PM update construction...
http://img692.imageshack.us/img692/332/dsc0640f.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/692/dsc0640f.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
:banana:
aguhprada February 15th, 2012, 06:06 PM waahh udah u/c ya???
CrazyForID February 16th, 2012, 09:31 AM ^^ nope. hanya relokasi jaringan pipa air limbah yang terkena proyek MRT :lol:
*flies away*
setidaknya ada progress :D
Wicak_15 February 16th, 2012, 12:37 PM ^^Sebenarnya kalo relokasi utilitas (termasuk pipa air limbah) udah masuk kategori U/C. Jadi saya SANGAT OPTIMIS bahwa MRT pasti dibangun. Cuma sayangnya proses tender seleksi kontraktor pakai pola "Design & Build" yang pastinya butuh waktu, karena sang calon kontraktor harus gambar "Shop Drawing" sendiri2.
conceptor February 16th, 2012, 12:44 PM ^^ nope. hanya relokasi jaringan pipa air limbah yang terkena proyek MRT :lol:
*flies away*
setidaknya ada progress :D
mari kita tunggu progress sampai Part XXI Jakarta MRT :banana:
saya ndak yakin semua utilitas underground dapat dipindahkan dengan sempurna, antar instasi pemerintah spt dinas/departemen/bumn/bumd carut marut koordinasinya
pasti ada utilitas dibawah tanah yang tidak jelas siapa pemiliknya alias tidak bertuan
tahun lalu ada nenek2 meninggal tercebur saluran penampungan air bawah tanah, setelah dicari pihak yang bertanggung jawab, pemda angkat tangan karena tidak terdaftar, dan tidak ada persh swasta yang mengakui
ilyas world February 16th, 2012, 05:10 PM ^^Sebenarnya kalo relokasi utilitas (termasuk pipa air limbah) udah masuk kategori U/C. Jadi saya SANGAT OPTIMIS bahwa MRT pasti dibangun. Cuma sayangnya proses tender seleksi kontraktor pakai pola "Design & Build" yang pastinya butuh waktu, karena sang calon kontraktor harus gambar "Shop Drawing" sendiri2.
:lol::cheers::rofl:
sigarantang February 18th, 2012, 06:17 AM ~del~
sigarantang February 18th, 2012, 06:19 AM Warga Tolak MRT Layang, Dukung MRT Bawah Tanah
Penulis : Nesty Trioka Pamungkas
Jumat, 17 Februari 2012 13:52 WIB
JAKARTA--MICOM: Sekitar 40 mobil beriringan di sepanjang Jalan Raya Fatmawati Jakarta Selatan. Sebuah spanduk bertuliskan "Kami warga dari: Sisingamaraja, P.Polim, RS. Fatmawati menyatakan MRT (Mass Rapid Transportation) Layang NO, MRT Subway Yes" ditempel di setiap badan belakang mobil.
Setelah konvoi kurang lebih satu jam, rombongan itu pun berhenti di depan pintu kantor Wali Kota Jakarta Selatan di Jalan Prapanca Raya Jakarta.
"Kami warga masyarakat yang memiliki tanah secara sah, ada sertifikat, kena pelebaran jalan dan stasiun MRT menyatakan menolak MRT layang. Proyek itu harus dikaji ulang, harusnya di bawah tanah (subway)," kata Ruli Daniel, koordinator demo, ketika berorasi di depan pintu kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (17/2).
Ruli menjelaskan MRT Layang dinilainya memberi banyak kerugian kepada mereka sebagai warga Jalan RS Fatmawati. Kerugian itu tidak hanya mereka rasakan, tetapi akan dirasakan buruh yang bekerja di pertokoan sepanjang Jalan RS Fatmawati Jakarta.
"Kami harus tutup 5-10 tahun selama pembangunan. Bayangkan karyawan yang harus di-PHK, diperkirakan berpotensi meyebabkan 300 ribu KK kehilangan pendapatan," jelasnya.
Selain itu pihaknya juga menyayangkan ketiadaan sosialisasi dari pemerintah, terutama terkait dengan pembebasan lahan. Sosialisasi yang telah mereka lewati pun, imbuhnya, tidak memberi kesempatan untuk mereka menyalurkan aspirasi.
"Sejak November 2009 hingga hari ini, hanya ada beberapa kali rapat sosialisasi. Di sana tidak ada dialog terbuka, kayaknya kami hanya dikuliahi saja," ucapnya.
Dengan demikian, Ruli menegaskan solusi yang diajukan oleh Korban Pembebasan Tanah Proyek MRT di Jakarta Selatan (Peduli MRT) adalah mendukung pembangunan MRT dengan konstruksi di bawah tanah (subway). Ruli menambahkan aksi akan terus mereka lakukan selama pemerintah belum bersedia mengabulkan permintaannya.
"Kami mendukung subway atau undeground. Kalau tidak ada respons, kami akan class action. Sampai sekarang saja kami belum diterima untuk dialog terbuka," tukasnya.
Pembangunan MRT tahap pertama sepanjang 15,2 kilometer segera dibangun dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Berdasarkan paparan Pemprov DKI proyek MRT dibiayai Japan International Cooperation Agency (JICA), kemudian dibangun oleh Dinas PU Pemprov DKI.
Namun, pembebasan lahan milik warga dilakukan Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Jalur MRT itu direncanakan melintasi Jalan RS Fatmawati ke Jalan Sisingamaraja.
Akibat demo tersebut, kemacetan terjadi di Jalan Prapanca Raya samping kantor Walikota Jakarata. Mobil rombongan memarkirkan di kanan bahu jalan, sedangkan parkiran terletak di bahu kiri jalan. (NY/OL-10)
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/17/299177/38/5/Warga-Tolak-MRT-Layang-Dukung-MRT-Bawah-Tanah
Desain Pembangunan MRT Sudah Final
Sabtu, 18 Februari 2012
JAKARTA (Suara karya): Desain konstruksi pembangunan mass rapid transit (MRT) Jakarta sudah final, tidak akan ada perubahan. Pasalnya, MRT sudah melalui rangkaian studi yang komprehensif dengan melibatkan pakar dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, desain tersebut telah disetujui oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) sebagai pemberi pinjaman.
"Desain konstruksi MRT Jakarta yang ada saat ini telah melalui rangkaian studi yang panjang dan komprehensif oleh berbagai ahli, baik dalam maupun luar negeri. Proyek MRT juga sudah ada amdalnya," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan Cucu Ahmad Kurnia di Balai Kota DKI, Jumat (17/2).
Pernyataan Gubernur DKI itu menanggapi aksi unjuk rasa warga di sepanjang Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat. Warga memprotes desain jalur MRT yang menggunakan jalan layang dan mendesak diganti menjadi desain bawah tanah.
Namun, tuntutan itu tidak bisa dipenuhi. Sebab, desain jalur MRT, yakni Lebak Bulus ke Jalan Sisingamangaraja yang menggunakan konstruksi jalan layang, dan Jalan Sisingamangaraja ke Bundaran HI dengan konstruksi bawah tanah, merupakan pilihan terbaik dari berbagai aspek yang dikaji.
Menurut Cucu, pemilihan tipe layang di jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja didasarkan pada memperhitungkan dampak lalu lintas selama periode konstruksi. Dampak lalu lintas akan lebih besar jika di jalur itu dibangun konstruksi bawah tanah. Sebab, secara metode konstruksi akan membutuhkan lahan kerja yang lebih luas sehingga sebagian besar jalan harus ditutup. Sedangkan jika dengan struktur layang, secara metode konstruksi, selama pembangunan akan tetap dipertahankan empat jalur.
"Pembangunan jalur bawah tanah juga akan memakan biaya yang jauh lebih besar. Pemprov DKI Jakarta memohon pengertian masyarakat karena proyek MRT ini juga diperuntukkan bagi warga Jakarta," ujarnya. Pemprov DKI juga sejak awal selalu melibatkan publik termasuk di dalamnya tentang jalur dan trase MRT Jakarta. Misalnya, mengadakan advisory committee pembangunan MRT Jakarta pada 12 Februari 2007. Mereka yang duduk dalam advisory committee itu merupakan para tenaga ahli, akademisi, pengamat, bahkan pihak media di Indonesia dan Jepang.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo mengatakan, beberapa upaya minimalisasi dampak pembangunan MRT yang telah dituangkan dalam amdal proyek MRT Jakarta tahap I (Lebak Bulu-Bundaran HI). Antara lain, menjaga kualitas udara dan meminimalisasi suara, yakni dengan melakukan perawatan alat berat secara berkala dan melakukan pengujian emisi buangan kendaraan serta peralatan konstruksi. Dengan demikian, gas buang memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah. (Yon Parjiyono)
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=297534
sigarantang February 18th, 2012, 06:20 AM Jalan Layang di Jalur MRT Lebak Bulus Lebih Murah
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Mass-rapid-Transit-di-Jepang.jpg
Tribunnews.com - Jumat, 17 Februari 2012 19:58 WIB
TRIBUNNEWS.COm, JAKARTA - Pemprov DKI beralasan membangun jalur MRT tipe layang di jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja karena biayanya lebih murah ketimbang membangun jalur tersebut di bawah tanah.
Pemprov DKI melalui Kabid Informasi Publik Diskominfo DKI, Cucu Ahmad Kurnia, menjelaskan pembangunan jalur bawah tanah di jalur tersebut akan memakan biaya yang jauh lebih besar ketimbang membangun jalur layang.
Menurutnya hal ini perlu dijelaskan untuk menanggapi unjuk rasa warga di Jalan Raya Fatmawati Jakarta Selatan pada Jumat (17/2/2012) siang tadi yang memprotes desain jalur MRT jalan layang dan mendesak diganti menjadi desain bawah tanah.
"Pemprov DKI memohon pengertian masyarakat karena proyek MRT ini juga diperuntukkan bagi warga Jakarta. Pembangunan jalur bawah tanah juga akan memakan biaya yang jauh lebih besar," kata Cucu dalam siara persnya, Jumat (17/2/2012).
Dikatakannya, pemilihan tipe layang di jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja juga memperhitungkan dampak lalu-lintas selama periode konstruksi. Dampak lalu-lintas, ujarnya, akan lebih besar jika di jalur ini dibangun bawah tanah.
"Karena secara metode konstruksi, akan membutuhkan lahan kerja yang lebih luas sehingga sebagian besar jalan harus ditutup. Kalau struktur layang, selama pembangunan bisa tetap dipertahankan empat jalur," imbuhnya.
http://www.tribunnews.com/2012/02/17/jalan-layang-di-jalur-mrt-lebak-bulus-lebih-murah
bimbim February 18th, 2012, 11:34 AM Sudah cepetan dibangun saja,..... sesuai plannya.
Masyarakat kita kadang kurang melihat manfaat secara keseluruhan......
conceptor February 19th, 2012, 06:03 AM Sudah cepetan dibangun saja,..... sesuai plannya.
Masyarakat kita kadang kurang melihat manfaat secara keseluruhan......
Ente orang Jakarta? Jakarta Selatan? Tinggal di sekitar Lebak Bulus/Fatmawati/Blok A/Blok M?
Jangan asal jeplak :bash:
Saya warga terkena dampak langsung pembangunan calon stasiun layang MRT Cipete. Saya salah seorang yang ikut demo ke kantor Walikota Jaksel pada hari Jumat 19/02/2012
Warga Pro MRT Full Subway sudah bertemu dengan beberapa Professor di ITB dan UI, ada pandangan demikian:
MRT layang adalah pemikiran yang sangat sempit jangka pendek, pemaksaan yang tidak bersifat long term. Jikalau MRT Tahap Satu full subway, dimasa mendatang ada kesempatan membangun busway dan jalan layang non tol di lokasi yang sama. Ada pertimbangan politis diatas kepentingan teknis dan mekanis (Pilkada DKI 2012). Ada satu professor yang ngamuk dengan JLNT Antasari, daerah perumahan low rise (bukan daerah bisnis) kok maksa dibangun jalan layang non tol
Kalau masalah MRT harus sebagian layang karena masalah biaya, itu alasan mengada-ngada, JICA siap menggelontorkan dana "all you can eat", karena JICA menggunakan sistem proposal, kalau diminta $10 billion ya dikasih sejumlah itu, selama nilai proposal wajar, tokh uang dari JICA juga dicicil sesuai progress pembangunan, tidak dikasih 100% di muka. Indonesia dikasih soft loan untuk 40 tahun. Harap di ingat, MRT akan bercokol untuk 100 tahun, bahkan mungkin 1000 tahun ke depan, selama Republik Indonesia masih ada
Teknologi MRT yang ditransfer dari Jepang kepada Indonesia, adalah teknologi obselete, ukuran rel dan kereta sangat sempit, teknologi terbaru memakai rel dan kereta yang lebih lebar. Bahkan ukuran rel dan kereta MRT memakai ukuran yang bukan STANDAR DUNIA, tapi standar Japan Domestic, yang mana akan menciptakan ketergantungan ke Negara Jepang seumur hidup
Jalan dari Selatan ke Utara (perumahan ke pusat kota) cukup banyak pilihan jalan: Mampang, Fatmawati, P. Antasari (arteri Fatmawati), P. Iskandarsyah (arteri Pondok Indah), JORR. Yang kekurangan angkutan/sarana transportasi adalah dari Timur Jakarta ke Pusat kota!!!!!! Adalah betul kalau 20 tahun yang lalu MRT prioritas dibangun dari arah Selatan ke Utara, kalau sekarang prioritas berubah dari Barat ke Timur
BRT lebih murah, lebih cepat dikerjakan, dan lebih dashyat hasilnya daripada MRT, yang baru selesai terkoneksi seluruh Jakarta tahun 2050 (Indonesia merdeka 105 tahun). MRT Tahap Satu memakai dana 9 Triliun Rupiah, dengan dana yang sama, dipakai untuk membeli armada bus BRT, membangun sarana park & ride, SPBG, dan menambah jangkauan Trans Jakarta luar biasa besar :banana:
Keamanan dan ketertiban MRT masih meragukan, bagaimana kalau ada serangan teroris, listrik cenat cenut, atau tabrakan antar kereta, tahu sendiri human resources Indonesia masih abal-abal, didalam stasiun MRT nanti ada gembel, pedagang asongan, tukang gorengan :lol:
aguuungg February 19th, 2012, 07:02 AM BRT lebih murah, lebih cepat dikerjakan, dan lebih dashyat hasilnya daripada MRT, yang baru selesai terkoneksi seluruh Jakarta tahun 2050 (Indonesia merdeka 105 tahun). MRT Tahap Satu memakai dana 9 Triliun Rupiah, dengan dana yang sama, dipakai untuk membeli armada bus BRT, membangun sarana park & ride, SPBG, dan menambah jangkauan Trans Jakarta luar biasa besar :banana:
Keamanan dan ketertiban MRT masih meragukan, bagaimana kalau ada serangan teroris, listrik cenat cenut, atau tabrakan antar kereta, tahu sendiri human resources Indonesia masih abal-abal, didalam stasiun MRT nanti ada gembel, pedagang asongan, tukang gorengan :lol:[/B]
BRT memang lebih murah, kalau ga ada lahan untuk jalannya gimana? memakai jalur perlintasan publik? kan tujuan pemerintah itu 'pengurangan kemacetan' bukan 'penambahan kemacetan'.
warga masih enggan menggunakan BRT karena BRT juga masih bisa terkena macet dan perhitungan waktu ontime ny masih blm bisa terjamin, jadi wajarlah jika warga masih blm berani menggunakan BRT :)
jika MRT jangan dimulai dari sekarang, kapan lagi? nunggu jakarta macet total gitu?
anda terlalu skeptis. apakah anda melihat dampak positif dari proyek ini?
conceptor February 19th, 2012, 07:18 AM BRT memang lebih murah, kalau ga ada lahan untuk jalannya gimana? memakai jalur perlintasan publik? kan tujuan pemerintah itu 'pengurangan kemacetan' bukan 'penambahan kemacetan'.
warga masih enggan menggunakan BRT karena BRT juga masih bisa terkena macet dan perhitungan waktu ontime ny masih blm bisa terjamin, jadi wajarlah jika warga masih blm berani menggunakan BRT :)
jika MRT jangan dimulai dari sekarang, kapan lagi? nunggu jakarta macet total gitu?
anda terlalu skeptis. apakah anda melihat dampak positif dari proyek ini?
emangnya lu pikir MRT ada lahan nya? kalau bukan penduduk tetap Jakarta Selatan jangan banyak komen dah :lol:
kalau proyek ini banyak sisi positive nya, kenapa gak dimulai dari 20-30 tahun yang lalu? :lol:
bimbim February 19th, 2012, 07:34 AM emangnya lu pikir MRT ada lahan nya? kalau bukan penduduk tetap Jakarta Selatan jangan banyak komen dah :lol:
kalau proyek ini banyak sisi positive nya, kenapa gak dimulai dari 20-30 tahun yang lalu? :lol:
Santai bro,..... Jangan kebakaran jenggot gitu dong.
Gw memang bukan orang Jakarta... (gw orang nomaden hehehehehe... :):)).
Tiap orang boleh saja mengemukakan argumennya masing2.. Silahkan saja bro,..
Mau loe demo juga monggo,.... yang setuju juga monggo...... Enak tho....
IMO, kenapa nggak dilakukan 20 - 30 tahun yang lalu? hehehehe.........
Ya, kita tau sendiri pemerintah kita kayak apa, kalau belum kepepet belum akan bertindak.
Piss bro,.... piss....:cheers:
Djoko Lelono February 19th, 2012, 07:46 AM kalau bukan penduduk tetap Jakarta Selatan jangan banyak komen dah :lol:
saya kurang suka komentar ini. ini forum bebas, semua punya pendapat yang sama.
tolong jangan mengeneralisir. jakarta selatan itu luas mas. ragunan dan lenteng juga jaksel. tapi mereka nggak bakal komentar masalah mrt disini karena gak dilewati jalur mrt.
lebih tepat jika kata "jakarta selatan" diganti dengan penduduk yang berada dikoridor mrt yang mau dibangun nanti.
conceptor February 19th, 2012, 07:52 AM saya kurang suka komentar ini. ini forum bebas, semua punya pendapat yang sama.
tolong jangan mengeneralisir. jakarta selatan itu luas mas. ragunan dan lenteng juga jaksel. tapi mereka nggak bakal komentar masalah mrt disini karena gak dilewati jalur mrt.
lebih tepat jika kata "jakarta selatan" diganti dengan penduduk yang berada dikoridor mrt yang mau dibangun nanti.
terima kasih koreksinya mas, kurang lebih yang saya maksudkan demikian
untuk MRT Tahap Satu, sangat sempit jangkauannya. Rute Blok M - Kota selama ini sudah terlayani oleh BRT
sigarantang February 19th, 2012, 07:52 AM Keamanan dan ketertiban MRT masih meragukan, bagaimana kalau ada serangan teroris, listrik cenat cenut, atau tabrakan antar kereta, tahu sendiri human resources Indonesia masih abal-abal, didalam stasiun MRT nanti ada gembel, pedagang asongan, tukang gorengan :lol:[/B]
ok..here we go :lol: :lol:
comment ada diatas sangatlah sempit..belum apa2 udah mikir yang macem2
Jikalau semua Indonesia berpikiran seperti anda, saya jamin infrastruktur negara kita tidak akan jauh beda dengan negara2 Afrika.
Siapa orang yang tidak setuju jika BRT lebih murah?? :D saya rasa hampir semua orang sudah tahu akan hal ini.
Tetapi masalahnya adalah sistem BRT yang diharapkan BELUM sesuai dengan apa yang diharapkan..sedangkan kebutuhan akan transportasi publik sudah sangat mendesak.
Saya pribadipun agak menyesalkan dengan digantikannya subway menjadi layang. Namun hal ini cukup jelas alasannya karena pembangunan bawah tanah jauh lebih mahal.
Tau sendiri kan Jakarta langganan banjir..berani jamin tuh air gak akan masuk ke stasiun bawah tanah?? lol
Dan satu hal lagi..bukan berarti anda warga Jakarta "asli" bisa memaksakan kehendak dan tidak mau mendengarkan pendapat warga yang bukan asli Jakarta. Tahu bunyi Pasal 33 ayat 3?? nah kalau anda tahu anda akan mengerti
conceptor February 19th, 2012, 08:02 AM ok..here we go :lol: :lol:
comment ada diatas sangatlah sempit..belum apa2 udah mikir yang macem2
Jikalau semua Indonesia berpikiran seperti anda, saya jamin infrastruktur negara kita tidak akan jauh beda dengan negara2 Afrika.
Siapa orang yang tidak setuju jika BRT lebih murah?? :D saya rasa hampir semua orang sudah tahu akan hal ini.
Tetapi masalahnya adalah sistem BRT yang diharapkan BELUM sesuai dengan apa yang diharapkan..sedangkan kebutuhan akan transportasi publik sudah sangat mendesak.
Saya pribadipun agak menyesalkan dengan digantikannya subway menjadi layang. Namun hal ini cukup jelas alasannya karena pembangunan bawah tanah jauh lebih mahal.
Tau sendiri kan Jakarta langganan banjir..berani jamin tuh air gak akan masuk ke stasiun bawah tanah?? lol
Dan satu hal lagi..bukan berarti anda warga Jakarta "asli" bisa memaksakan kehendak dan tidak mau mendengarkan pendapat warga yang bukan asli Jakarta. Tahu bunyi Pasal 33 ayat 3?? nah kalau anda tahu anda akan mengerti
Saya membuat tulisan diatas, adalah hasil berkonsultasi dengan beberapa professor-professor dari UI dan ITB, universitas tersebut memang mempunyai kelompok riset untuk transportasi publik. Di ITB disebut Transport Engineering Research Group
Ngurus BRT aja gak becus, apalagi MRT yang lebih Hitech, Singapore saja tahun ini sudah 2-3x salah satu jalur MRT nya mogok. Emangnya BRT bukan transportasi publik ya? :lol:
Masalah Banjir, kenapa yang di Sudirman Thamrin yang lebih rendah daripada daerah Fatmawati Blok M malah dibangun jadi subway? :banana:
MRT Jakarta hanya mencakup Jabodetabek, jadi siapa lagi yang lebih peduli dibanding warga sekitarnya sendiri, apalagi pada kasus saya, calon kebagian stasiun MRT :)
sigarantang February 19th, 2012, 08:20 AM Saya membuat tulisan diatas, adalah hasil berkonsultasi dengan beberapa professor-professor dari UI dan ITB, universitas tersebut memang mempunyai kelompok riset untuk transportasi publik. Di ITB disebut Transport Engineering Research Group
Ngurus BRT aja gak becus, apalagi MRT yang lebih Hitech, Singapore saja tahun ini sudah 2-3x salah satu jalur MRT nya mogok. Emangnya BRT bukan transportasi publik ya? :lol:
Masalah Banjir, kenapa yang di Sudirman Thamrin yang lebih rendah daripada daerah Fatmawati Blok M malah dibangun jadi subway? :banana:
MRT Jakarta hanya mencakup Jabodetabek, jadi siapa lagi yang lebih peduli dibanding warga sekitarnya sendiri, apalagi pada kasus saya, calon kebagian stasiun MRT :)
wahhh serius anda sudah berkonsultasi dengan mereka yang diatas kertas dikatakan pintar??
kalo mereka berpendapat seperti itu, saya sangat amat menyayangkan yaaa...ckckckck
Karena dr point yang saya dapat adalah gara2 MRT lebih canggih, maka Indonesia sudah dipastikan gak akan becus untuk mengurusnya..
dr point ini, saya mendapatkan bahwa anda2 lah yang pesimistis terhadap kemampuan orang2 Indonesia sendiri.
Sekalian aja semua hal2 yang modern gak usah dibangun di Indonesia soalnya Indonesia gak akan becus. Seperti itu kah?? :lol:
Anda bilang ngurus BRT gak becus, dan ngurus MRT otomatis bakal gak becus juga..
Coba sebutkan yang becus itu sperti apa... Kalau begitu mungkin anda bisa mendaftarkan diri anda atau mendaftarkan orang yang menurut anda becus untuk mengatasi masalah transportasi di Ibukota.
Sehingga semuanya akan becus...menurut anda
harus inget lhoooo ngomong itu lebih gampang daripada melaksanakan
Apakah demonstrasi yang anda lakukan apakah akan digubris atau tidak??
kita lihat saja.. :)
aguuungg February 19th, 2012, 08:41 AM emangnya lu pikir MRT ada lahan nya? kalau bukan penduduk tetap Jakarta Selatan jangan banyak komen dah :lol:
kalau proyek ini banyak sisi positive nya, kenapa gak dimulai dari 20-30 tahun yang lalu? :lol:
santai bro. gw disini cuma kasih argumen aja.
dan emang ini forum cuma buat anak jakarta selatan? ini atau ini forum lo? santai dong ngomongnya ;)
masih mending MRT dong, ibarat bermacet2 dahulu, tapi lancar kemudian, daripada BRT cuma bermacet2 sekarang, macet total kemudian!
silahkan tanya pak soeharto dan gubernur jakarta dong, jangan tanya gw.
dan argumen anda kayaknya udah dianggep absolut, emang solusi apa sih yang anda tawarkan? ada tidak? atau hanya sekedar protes MRT melewati lahan tanah milik anda?
conceptor February 19th, 2012, 09:01 AM wahhh serius anda sudah berkonsultasi dengan mereka yang diatas kertas dikatakan pintar??
kalo mereka berpendapat seperti itu, saya sangat amat menyayangkan yaaa...ckckckck
Karena dr point yang saya dapat adalah gara2 MRT lebih canggih, maka Indonesia sudah dipastikan gak akan becus untuk mengurusnya..
dr point ini, saya mendapatkan bahwa anda2 lah yang pesimistis terhadap kemampuan orang2 Indonesia sendiri.
Sekalian aja semua hal2 yang modern gak usah dibangun di Indonesia soalnya Indonesia gak akan becus. Seperti itu kah?? :lol:
Anda bilang ngurus BRT gak becus, dan ngurus MRT otomatis bakal gak becus juga..
Coba sebutkan yang becus itu sperti apa... Kalau begitu mungkin anda bisa mendaftarkan diri anda atau mendaftarkan orang yang menurut anda becus untuk mengatasi masalah transportasi di Ibukota.
Sehingga semuanya akan becus...menurut anda
harus inget lhoooo ngomong itu lebih gampang daripada melaksanakan
Apakah demonstrasi yang anda lakukan apakah akan digubris atau tidak??
kita lihat saja.. :)
mau saya pertemukan dengan para professor-professor yang saya maksud diatas? silakan tinggalkan nomor telepon anda via PM kepada saya, ini bukan gertakan ya, yang saya bicarakan itu riil, bahkan ada dugaan MRT ini dibawa ke ranah politik, kejar tayang bertepatan dengan Pilkada DKI 2012
santai bro. gw disini cuma kasih argumen aja.
dan emang ini forum cuma buat anak jakarta selatan? ini atau ini forum lo? santai dong ngomongnya ;)
masih mending MRT dong, ibarat bermacet2 dahulu, tapi lancar kemudian, daripada BRT cuma bermacet2 sekarang, macet total kemudian!
silahkan tanya pak soeharto dan gubernur jakarta dong, jangan tanya gw.
dan argumen anda kayaknya udah dianggep absolut, emang solusi apa sih yang anda tawarkan? ada tidak? atau hanya sekedar protes MRT melewati lahan tanah milik anda?
Ok piss bro, semoga lain kali saya yang bisa menertawakan anda, misalnya di masa mendatang rumah anda kena gusur karena dijadikan kanal banjir
kita gak menolak MRT loh ya, tapi yang kita tidak setuju adalah MRT layang, kalau memang alasan biaya kenapa gak semua aja dari ujung ke ujung dibikin elevated?
iluvu February 19th, 2012, 09:07 AM Utk menunjukkan citra sbg ibukota, mestinya harus ada 1 line mrt di jakarta. Entah kpn itu terwujud yg pasti minimal mesti ada 1 line dong. Masak kalah ama kota2 negara tetangga. Sbg bangsa Indonesia harus dong kita tunjukkan kpd dunia kalo kita jg mampu dan maju. Bravo...
aguuungg February 19th, 2012, 09:27 AM Ok piss bro, semoga lain kali saya yang bisa menertawakan anda, misalnya di masa mendatang rumah anda kena gusur karena dijadikan kanal banjir
kita gak menolak MRT loh ya, tapi yang kita tidak setuju adalah MRT layang, kalau memang alasan biaya kenapa gak semua aja dari ujung ke ujung dibikin elevated?
wow jadi personal attack pake tulisan mendoakan gw seperti anda nih?
dapet dari wiki :
Akan dibangun subway mengingat jalur ini lebih memungkinkan dengan subway dengan alasan tehnis benyak rintangan antara lain banyak sekali persimpangan, ada Monas (Bung Karno dulu pernah minta agar tidak ada lintasan kereta yang elevated melalui Monas, namun sudah terlanjur lintas tengah di Gambir ternyata elevated). ada Harmoni, dll. Dari Dukuh Atas ke Monas dapat dimanfatkan di bawah jalur hijau tengah Jl Thamrim, sedangkan di Monas juga akan memanfatkan jalur tengah jalan, kemudian dari Harmoni sampai Kota dapat memanfatkan di bawah Kali dan jalan (Hayam Wuruk/Gajah Mada). Salah satu method kalau di bawah suatu litasan jalan atau kali adalah yang disebut open cut-and-cover methods (digali terbuka kemudian ditutup), sedangkan untuk yang tidak memungkinkan secara ini dipakai deep bore tunneling methods (pengeboran terowongan bawah tanah). [1].sumber (http://id.wikipedia.org/wiki/Proyek_MassTransit_Jakarta)
jelas?
Crazy Dude February 19th, 2012, 09:28 AM Ayo kampung halamanku. Buatlah sistem transportasi massal terpadu yg baik untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang semakin parah :ohno:
MRT dan Subway memiliki kelebihan dan kekurangan masing2..
Asal ada dana dan tekad pasti bisa!:cheers:
Wicak_15 February 19th, 2012, 09:30 AM Ente orang Jakarta? Jakarta Selatan? Tinggal di sekitar Lebak Bulus/Fatmawati/Blok A/Blok M?
Jangan asal jeplak :bash:
Saya warga terkena dampak langsung pembangunan calon stasiun layang MRT Cipete. Saya salah seorang yang ikut demo ke kantor Walikota Jaksel pada hari Jumat 19/02/2012
Warga Pro MRT Full Subway sudah bertemu dengan beberapa Professor di ITB dan UI, ada pandangan demikian:
MRT layang adalah pemikiran yang sangat sempit jangka pendek, pemaksaan yang tidak bersifat long term.
Bro Conceptor, ini pertanyaan pribadi gw untuk para peserta demo tolak MRT layang, setahu gw kan underground MRT butuh lahan luas (walaupun bawah tanah tapi kan gak boleh ada bangunan di atasnya) mau gak toko loe (kalo punya toko disana) tiba2 AMBRUK saat konstruksi?!! atau mau gak loe mundurin garis sepadan bangunannya? Karena secara teknik konstruksi Underground station pasti 6 KALI lebih ribet daripada jalan layang. Belum lagi mau ditaruh dimana alat2 berat. Banyak kasus2 gedung ambruk gara2 konstruksi bawah tanah MRT. Dan daerah Fatmawati itu udah termasuk high populated area. Gw sih bukan orang Jakarta Selatan (gw tinggal di Kelapa Gading) tapi ortu gw pernah kerja di sana, jadi gw tahu banget karakteristik daerah Fatmawati sana. Lagipula di Singapore juga ada kok MRT layang (kalo belum pernah tahu coba naik MRT dari Changi Airport ke City centernya). Jadi menurut gw MRT layang memang udah cocok untuk daerah sana karena lahannya memang udah gak ada selain jalan Fatmawati itu sendiri. Gw sih bukan ahlinya, tapi itu semua gw baca dari beberapa sumber dan pengalaman gw sendiri.
Crazy Dude February 19th, 2012, 09:55 AM Ente orang Jakarta? Jakarta Selatan? Tinggal di sekitar Lebak Bulus/Fatmawati/Blok A/Blok M?
Jangan asal jeplak :bash:
Saya warga terkena dampak langsung pembangunan calon stasiun layang MRT Cipete. Saya salah seorang yang ikut demo ke kantor Walikota Jaksel pada hari Jumat 19/02/2012
Warga Pro MRT Full Subway sudah bertemu dengan beberapa Professor di ITB dan UI, ada pandangan demikian:
MRT layang adalah pemikiran yang sangat sempit jangka pendek, pemaksaan yang tidak bersifat long term. Jikalau MRT Tahap Satu full subway, dimasa mendatang ada kesempatan membangun busway dan jalan layang non tol di lokasi yang sama. Ada pertimbangan politis diatas kepentingan teknis dan mekanis (Pilkada DKI 2012). Ada satu professor yang ngamuk dengan JLNT Antasari, daerah perumahan low rise (bukan daerah bisnis) kok maksa dibangun jalan layang non tol
Kalau masalah MRT harus sebagian layang karena masalah biaya, itu alasan mengada-ngada, JICA siap menggelontorkan dana "all you can eat", karena JICA menggunakan sistem proposal, kalau diminta $10 billion ya dikasih sejumlah itu, selama nilai proposal wajar, tokh uang dari JICA juga dicicil sesuai progress pembangunan, tidak dikasih 100% di muka. Indonesia dikasih soft loan untuk 40 tahun. Harap di ingat, MRT akan bercokol untuk 100 tahun, bahkan mungkin 1000 tahun ke depan, selama Republik Indonesia masih ada
Teknologi MRT yang ditransfer dari Jepang kepada Indonesia, adalah teknologi obselete, ukuran rel dan kereta sangat sempit, teknologi terbaru memakai rel dan kereta yang lebih lebar. Bahkan ukuran rel dan kereta MRT memakai ukuran yang bukan STANDAR DUNIA, tapi standar Japan Domestic, yang mana akan menciptakan ketergantungan ke Negara Jepang seumur hidup
Jalan dari Selatan ke Utara (perumahan ke pusat kota) cukup banyak pilihan jalan: Mampang, Fatmawati, P. Antasari (arteri Fatmawati), P. Iskandarsyah (arteri Pondok Indah), JORR. Yang kekurangan angkutan/sarana transportasi adalah dari Timur Jakarta ke Pusat kota!!!!!! Adalah betul kalau 20 tahun yang lalu MRT prioritas dibangun dari arah Selatan ke Utara, kalau sekarang prioritas berubah dari Barat ke Timur
BRT lebih murah, lebih cepat dikerjakan, dan lebih dashyat hasilnya daripada MRT, yang baru selesai terkoneksi seluruh Jakarta tahun 2050 (Indonesia merdeka 105 tahun). MRT Tahap Satu memakai dana 9 Triliun Rupiah, dengan dana yang sama, dipakai untuk membeli armada bus BRT, membangun sarana park & ride, SPBG, dan menambah jangkauan Trans Jakarta luar biasa besar :banana:
Keamanan dan ketertiban MRT masih meragukan, bagaimana kalau ada serangan teroris, listrik cenat cenut, atau tabrakan antar kereta, tahu sendiri human resources Indonesia masih abal-abal, didalam stasiun MRT nanti ada gembel, pedagang asongan, tukang gorengan :lol:Situ kok udah pesimis dan sotoy duluan sih..
kalo mau full 100% subway, pertimbangannya biaya. kalo mau 100 % elevated, pertimbangannya estetika saja. pemandangan bisa rusak oleh rel layang.
banjir? tahu peristiwa di singapura beberapa waktu lampau? orchard road kebanjiran parah kayak di jakarta. bayangan kita, jalanan diatas kelelep, pasti dibawah tanah sudah jadi "kereta selam". ternyata hal tersebut tidak terjadi.
Dan tahu darimana tukang galinya yang direkrut pasti gak profesional?
Saya yakin dengan proyek ini karena DANA proyek ini murni dari Jepang, dan mereka (Jepang) berhubung yang sponsorin, dan akan ada banyak juga ahli2 dari sana yang terlibat (yang jelas sudah berpengalaman), gak akan maen2 dengan namanya aspek QC (Quality Control) dan QA (Quality Assurance), termasuk keselamatan, kesehatan, dan estetika lingkungan.
Jangan sama ratakan lah proyek MRT ini seperti proyek galian Dinas PU atau galian kabel telepon. Karena jelas2 dari skala modal dan proyeknya beda, SDM nya beda, kualitasnya juga beda, dan lain2nya juga beda. Begitu... :bash:
lastger February 19th, 2012, 04:14 PM ^^
udah-udah bro.. mr.conceptor seperti itu karena dia terkena imbas dari pembangunan mrt itu sendiri. bukannya sebagai seorang pemilik tanah yang sah, anda pasti dapat imbalan besar juga kan dari tanah yang terkena gusurannya??
nantinya juga pas beroperasinya mrt ini anda sendiri juga akan merasakan kenyamanannya, tinggal pas didepan stasiun mrt dan juga tanah/rumah/toko anda dilewatin Mrt yang pasti akan melonjak tinggi harga tanah/rumahnya.
Djoko Lelono February 19th, 2012, 05:11 PM saya hanya bisa berharap adanya deal yang bisa menyenangkan kedua pihak (win2 solution). bagaimana bentuknya silahkan kedua belah pihak yang berkepentingan berunding lagi.
kalau saya pribadi setuju 100% subway, dengan pertimbangan lahan diatasnya dapat digunakan untuk kepentingan lain, dan juga lebih rapi karena tidak ada beton2 dan gelagar yang centang perenang.
typhoonbringer February 19th, 2012, 06:13 PM buat mas conceptor yang meragukan kualitas SDM dalam negri : kita uda 20 taun ngoperasiin pembangkit nuklir di 3 kota, malah jepang yang harusnya lebih canggih dari kita, kecolongan reaktornya meltdown, pis ah
ChibaTadayoshi February 19th, 2012, 07:40 PM Hallo semua.
Saya memang orang baru disini, tapi karena saya tinggal di cipete, saya rasa saya cukup memenuhi kualifikasi untuk berkomentar di thread ini.
kebetulan ada contoh pembangunan jalur subway baru di Barcelona yang bisa menjadi refrensi pengerjaan MRT di Jakarta, khususnya di jalur Fatmawati-Blok M
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1096659&highlight=barcelona
lebih spesifik lagi pengerjaan jalur baru linea 10 yang baru selesai:
http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=55357343&postcount=23
kalo melihat proses penggalian untuk stasiun bawah tanah di Barcelona, kok saya pesimis kalau jalur fatmawati berupa jalur bawah tanah pengerjaannya akan lebih cepat daripada dibuat jalur layang? Lalu apa untungnya dari segi bisnis kalo begitu?
terima kasih.
CrazyForID February 19th, 2012, 07:42 PM buat mas conceptor yang meragukan kualitas SDM dalam negri : kita uda 20 taun ngoperasiin pembangkit nuklir di 3 kota, malah jepang yang harusnya lebih canggih dari kita, kecolongan reaktornya meltdown, pis ah
:lol: no offense, but stupid comparison
reaktor nuklir kita mah reaktor percobaan. dan sukur-sukur belum pernah ada gempa hampir 9 SR di ketiga lokasi reaktor punya indonesia
Cah SMG February 20th, 2012, 02:00 AM Si Conceptor ini sebaiknya baca buku "Who moved my chesse", jadi tidak melihat perubahan sebagai "hari kiamat" (bagi usaha keluarganya). Kalau lahannya kena gusur, maka demo yang relevan adalah memastikan mendapatkan ganti rugi yang pantas. Kalau tidak kegusur, maka masa depan cerah menanti di lahan dan keluarga Anda.
La, kan repot pembangunan infrastruktur terganjal oleh sejumlah warga yang menolak bisnisnya terganggu.
Saya orang Jakarta selatan, yang sering melewati jalan Fatwati, jadi boleh dong saya bicara, he he..
nangz February 20th, 2012, 03:15 PM Bro Conceptor, ini pertanyaan pribadi gw untuk para peserta demo tolak MRT layang, setahu gw kan underground MRT butuh lahan luas (walaupun bawah tanah tapi kan gak boleh ada bangunan di atasnya) mau gak toko loe (kalo punya toko disana) tiba2 AMBRUK saat konstruksi?!! atau mau gak loe mundurin garis sepadan bangunannya? Karena secara teknik konstruksi Underground station pasti 6 KALI lebih ribet daripada jalan layang. Belum lagi mau ditaruh dimana alat2 berat. Banyak kasus2 gedung ambruk gara2 konstruksi bawah tanah MRT. Dan daerah Fatmawati itu udah termasuk high populated area. Gw sih bukan orang Jakarta Selatan (gw tinggal di Kelapa Gading) tapi ortu gw pernah kerja di sana, jadi gw tahu banget karakteristik daerah Fatmawati sana. Lagipula di Singapore juga ada kok MRT layang (kalo belum pernah tahu coba naik MRT dari Changi Airport ke City centernya). Jadi menurut gw MRT layang memang udah cocok untuk daerah sana karena lahannya memang udah gak ada selain jalan Fatmawati itu sendiri. Gw sih bukan ahlinya, tapi itu semua gw baca dari beberapa sumber dan pengalaman gw sendiri.
Gue orang Fatmawati deket ITC, gw bangga ada jalur MRT dekat situ karena gw udah sepet lihat fatmawati stuck tiap pagi sore. Gak kebayang >2 tahun lagi ketika serbuan kendaraan pribadi semakin deras. Jadi minta tolong ya, jangan menggeneralkan beberapa suara sebagai suara keseluruhan.
typhoonbringer February 21st, 2012, 10:00 AM :lol: no offense, but stupid comparison
reaktor nuklir kita mah reaktor percobaan. dan sukur-sukur belum pernah ada gempa hampir 9 SR di ketiga lokasi reaktor punya indonesia
eh it sounds stupid but its not easy to maintain nuclear reactor, no matter the size :lol:
prinsip negara ini kan wani piro? mo murah kok mau aman? :lol:
everybody wants efficiency but nobody wants to pay the price :lol:
sigarantang February 21st, 2012, 01:06 PM Diprotes Warga, Desain MRT Tidak akan Diubah
Senin, 20 Februari 2012, 09:23 WIB
VIVAnews - Meskipun warga di sepanjang Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, memprotes desain jalur Mass Rapid Transit (MRT) yang menggunakan jalan layang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersikukuh tidak akan mengubah desain konstruksi pembangunan.
Sebab, menurut Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, desain konstruksi MRT sudah melalui rangkaian studi dan kajian komperehensif para pakar dari dalam dan luar negeri.
Selain itu, desain tersebut telah disetujui oleh Japan International Coorperation Agency (JICA) sebagai pemberi pinjaman. "Proyek MRT juga sudah ada amdalnya," kata Cucu di Jakarta, Senin 20 Februari 2012.
Dalam tuntutannya, warga meminta agar konstruksi MRT diganti menjadi desain bawah tanah. Perwakilan warga Fatmawati, Gita, mengatakan MRT layang memberi banyak kerugian. Tidak hanya bagi penduduk sekitar tapi juga karyawan pertokoan sepanjang Jalan RS Fatmawati. Pemilik toko bakal menutup usahanya selama proses pembangunan.
Namun permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi, karena itu merupakan pilihan terbaik dari berbagai aspek yang dikaji.
Cucu menjelaskan pemilihan tipe layang di jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja didasarkan perhitungan dampak lalu lintas selama periode konstruksi.
Dampak lalu lintas akan lebih besar jika jalur dibangun di bawah tanah. Karena secara metode konstruksi akan membutuhkan lahan yang lebih luas sehingga sebagian besar jalan harus ditutup. Sedangkan jika dengan struktur layang, secara metode konstruksi, selama pembangunan akan tetap dipertahankan empat jalur.
"Pembangunan jalur bawah tanah juga akan memakan biaya yang jauh lebih besar. Kami memohon pengertian masyarakat karena proyek MRT ini juga diperuntukkan bagi warga Jakarta," ujarnya.
Dia menambahkan sebelumnya juga dilakukan rangkaian sosialiasi kepada publik tentang jalur MRT Jakarta. Antara lain sosialisasi pembebasan lahan koridor MRT Lebak Bulus-Pom Bensin Jalan Fatmawati, Kelurahan Cilandakbarat dan Kelurahan Lebak Bulus pada 30 Agustus 2009, serta sosialisasi amdal pembangunan MRT Jakarta koridor Dukuhatas-Bundaran HI pada 28 Juli 2010. (umi)
http://metro.vivanews.com/news/read/289610-diprotes-warga--desain-mrt-tidak-akan-diubah
asudarsono February 21st, 2012, 02:01 PM Ini barangkali masalah mis-komunikasi aja. Coba diterangkan work methodenya, sehingga bisa terang bahwa selama pembangunan, tidak perlu kawatir usahanya akan bangkrut.
Silahkan.
asudarsono February 23rd, 2012, 02:08 AM Tiada yang mau jelaskan?
JakartaHijau2020 March 1st, 2012, 05:23 AM @ conceptor "kalau proyek ini banyak sisi positive nya, kenapa gak dimulai dari 20-30 tahun yang lalu?" --> its all about money. they just got the money sometimes in 2000. CMIIW. Coba referensinya dirubah bos! jangan dosen transport, ngerti gak mereka metode konstruksi? gak kebayang dampaknya jika sepanjang fatmawati yang sempit itu harus dibangun jalur bawah tanah. Masukin mesin bor sama ngebangun stasiun nya lo pikir gak bakal nutup total jalan fatmawati!! And please dont you dare claiming yourself representing the majority of warga Fatmawati - salam Warga Blok A
ChibaTadayoshi March 1st, 2012, 09:06 AM Sekedar menambahkan buat @conceptor
Waktu KL membangun jalur monorail dan stasiunya di kawasan Bukit Bintang apakah bisnis disana mati? Ini mungkin bisa jadi studi kasus.
kasus kedua, jika dicermati di jalur antasari dgn pembangunan jalan layang non tol, lalu lintas sepertinya kembali normal setelah pembangunan tiang naik. Impact pasti ada, tapi tidak mematikan bisnis di jalan tsb. Malah dgn tidak adanya sparator saya lebih mudah kalo mau kemana-mana di sana, tidak perlu cari putaran.
Ketiga, bisa ditanyakan kepada para pedagang di Cikini waktu pembangunan jalur kereta layang dan stasiun dan pengaruhnya kepada bisnis mereka.
asudarsono March 2nd, 2012, 12:48 AM Perencanaan proyek ini dulu oleh perusahaan McKinsey. Mereka ke sana ke mari mencari potensi permasalahan, bukan untuk dibungkam tapi untuk dicari penyelesaian teknisnya.
Sebelum pembangunan MRT di Jl Fatmawati dimulai, jalannya diperlebar dan digeser dulu. Khan udah selesai pembebasan tanah. Dengan demikian flow traffic tidak terganggu. Harapannya bisnis yang ada tetap bisa berjalan baik.
Jangan sampai area besar seperti Fatmawati merosot, apalagi untuk jangka panjang seperti 5 tahun. Bisa jadi ghost town, nanti yang jaya para spekulan tanah.
Dilihat saja konstruksi di Antapani. Banyak kesimpulan yg bisa dipelajari oleh semua pihak.
JakartaHijau2020 March 2nd, 2012, 04:04 AM mungkin pak conceptor ini perlu jalan jalan ke Bangkok dan lihat bagaimana skytrain itu justru menghidupkan lingkungan dibawahnya. bisnis dan hunian berkembang di sekitar stasiun skytrain. Dan karakteristik skytrain dan rencana mrt layang fatmawati sepertinya hampir mirip. sama sama dibangun di jalan yang relatif narrow.
asudarsono March 2nd, 2012, 07:55 AM Yoi, di mana lagi bisa beli kaos KL kalau gak di stasiun Bukit Bintang. Juga malam2 buat cobain ... Ehm ehm pij**.
Kalau di Bangkok gimana?
lastger March 12th, 2012, 10:07 AM Foke: Pembangunan MRT Akan Dimulai Mei 2012
Senin, 12/03/2012 14:28 WIB
Jakarta Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Ibukota akan segera dilaksanakan. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, rencananya pada bulan Mei mendatang akan segera dilaksanakan ground breaking (pembangunan awal).
"Akan ground breaking bulan Maret. Mungkin bulan Mei lah. Ground breaking semua masih on schedule. Tetap tidak ada perubahan signifikan," ujar Fauzi Bowo di gedung Balaikota DKI Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (12/3/2012).
Meski tidak ada perubahan yang signifikan, Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, meminta untuk memperhitungkan kembali rencana pembangunan stasiun di daerah Al-Azhar hingga gedung ASEAN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hal ini dikarenakan lokasi tersebut dianggap terlalu dekat dengan lokasi stasiun Blok M.
"Perubahan dari desain awal yang saya minta diperhitungkan. Mengurangi satu stasiun di dekat antara Al-Azhar sampai gedung ASEAN. Karena itu terlalu dekat dengan Blok M. Saya sarankan jadikan satu ke Blok M saja. Sehingga kereta masuknya bisa lebih landai ke bawah tanah di sekitar Al-Azhar tadi," jelasnya.
secepatnya, lebih baik!
VRS March 12th, 2012, 03:58 PM the progress...
http://img263.imageshack.us/img263/8062/dsc0730p.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/263/dsc0730p.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
dariannk March 12th, 2012, 05:12 PM Gw sebel banget sama itu yang unjuk rasa segala. Terimalah sekali-kali cuman jalan layang terus suara MRT gk berisik gitu. Mau Jakarta gk macet ato ngk? Kalo ngak mau jakarta macet yah ikutin aja plannya. Kalau di demo-demoin terus yah akhirnya batal kayak proyek Monorail Jakarta
nowan March 13th, 2012, 02:58 AM Foke: Pembangunan MRT Akan Dimulai Mei 2012
Senin, 12/03/2012 14:28 WIB
In may.... may be yes, may be no... :D j/k
Ok, let's get the ball rolling!
sturmgewehr March 13th, 2012, 06:47 AM sori oot,
kelanjutan tiang2 ex-monorail gmn ya ?
apa jadi dibikin busway layang ?
acoolguyfromnz March 13th, 2012, 07:58 PM bakal di pakai buat gantung koruptor...hahaha
Cah SMG March 14th, 2012, 04:49 AM Maksudnya Anas urbaningrum. Akhirnya ada gunanya juga pilar2 itu.
VRS March 19th, 2012, 03:02 PM http://img801.imageshack.us/img801/8171/dsc0775t.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/801/dsc0775t.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
only 4 years from now.??? ok...when big construction begun..??
http://img4.imageshack.us/img4/7732/dsc0776kd.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/4/dsc0776kd.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
paradyto March 19th, 2012, 03:17 PM May 2012? mungkin habis Pilkada?:D
Fayeddd March 29th, 2012, 07:58 AM Mungkin itu di pagerin buat busway layang deh. Ane punya bku rencana foke ke depan.. Dsitu ditulis bakal diganti tiang busway layang.
Harapan gw: buat jalan layang gede untuk mrt n busway layang. Trs jalur buswaynya jadi jalur tram n sepeda
givary98 March 30th, 2012, 06:08 PM misi bang ane newbie disini :D
tadi barusan aja lewat jalan fatmawati abis nyari kosan buat adek yg mo kerja deket2 situ.. :lol:
eh pas ane tanya2 ke satpam trnyata di atas jalan itu mo dibikin MRT, yg katany bakal di boikot sama warga jaksel. Pas ane nanya ke satpamny, dia gatau kenapa mau di boikot :bash: jadi ane nanya ke agan semua, emangnya kenapa sampe mo di boikot gitu?
spetznaz_kdi March 31st, 2012, 01:24 AM ^^ liat saja di posting2 page sebelumnya...
nugrohoo March 31st, 2012, 09:32 PM yaaa pas udh jadi, gua ga di 6, padahal kan ada stasiun Blok - M disitu hahaha
nowan April 1st, 2012, 03:15 AM Artikel berita menarik.
Bukan MRT yang Dibutuhkan Jakarta
Didik Purwanto | Reza Wahyudi | Jumat, 30 Maret 2012 | 13:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan jalur kereta Mass Rapid Transport (MRT) dianggap tidak akan menyelesaikan kemacetan Jakarta. Hal itu disebabkan pembangunan MRT tersebut memerlukan investasi besar dan waktu yang tak sebentar.
Country Director of Institute for Transportation and Development Policy, Yoga Adiwinarto menjelaskan untuk mengatasi kemacetan Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia ini adalah bagaimana memindahkan orang, bukan memindahkan orang melalui mobil atau motor.
"Bila pemerintah kota Jakarta bangun MRT untuk atasi macet, itu tidak masuk akal," kata Yoga di ajang Tekno Idea "Solusi Sistem Lalu Lintas dan Tata Kota" di XXI Lounge Jakarta, Kamis (29/3/2012).
selebihnya di http://tekno.kompas.com/read/2012/03/30/13355281/Bukan.MRT.yang.Dibutuhkan.Jakarta
Yang diwawancarai konsultan Transjakarta dari ITDP, ahli transportasi lulusan universitas terkenal Indonesia dan Inggris.
Ada pernyataannya yang sedikit membuat bingung.
Dari sisi penumpang, TransJakarta sampai saat ini sudah mampu mengangkut sekitar 45.000 penumpang dalam waktu sejam per arah. Padahal MRT diperkirakan hanya sanggup mengangkut sekitar 18.000 penumpang per jam per arah.
Ada yg bisa memberi pencerahan, apa benar seperti itu?
Transmillenio Bogota sekarang juga sudah kelebihan kapasitas, tapi pemerintah setempat belum memutuskan untuk meningkatkan BRTnya atau membuat MRT.
tollfreak April 1st, 2012, 02:34 PM ^^ tetap aja..jumlah kota di dunia yang populasi nya lebih dari 8 juta yang ga punya MRT bisa dihitung dengan jari. Ga masuk akal jg bagi orang awam yang lagi ke kota segede jakarta tapi ga ada MRT 1 jalur pun :cheers:
|
|