View Full Version : Bung Karno Library and Museum
Fir3blaze November 1st, 2004, 05:08 PM Hey guys, Have u seen these pics before? The museum and library is located in Blitar, alongside Bung Karno's cemetery. I think this gotta be the most beautiful library in Indonesia :cheers:
I got these pics from the library's own website
http://www.perpusbungkarno.net
http://img73.exs.cx/img73/5480/pbk-baru.jpg
http://img73.exs.cx/img73/4540/bk-library3.jpg
http://img73.exs.cx/img73/2050/bk-library5.jpg
http://img73.exs.cx/img73/1166/bk-library4.jpg
http://img73.exs.cx/img73/7170/bk-library6.jpg
http://img73.exs.cx/img73/1247/bk-library8.jpg
http://img73.exs.cx/img73/1108/pbk-baru1.jpg
http://img73.exs.cx/img73/5356/pbk-baru4.jpg
sanhen December 12th, 2004, 05:37 PM wow.. simply beautiful.
anyone been there yet?
JAG2 December 12th, 2004, 11:59 PM yeah , very nice and tidy.and it looks serene too.
baqthier December 13th, 2004, 12:06 AM neat and clean architecture :cool:
ncon April 9th, 2005, 03:35 PM VERY CLEAN LIBRARY AND MUSEUM
RARELY SEEN IN INDONESIA HAHAHA..
Kalix June 5th, 2005, 04:13 AM cool library!
paradyto September 23rd, 2007, 07:38 AM Can't see the web:(
Kahyangan 19 April 29th, 2010, 07:11 PM http://img217.imageshack.us/img217/3981/gong.jpg
The World Peace Gong
Ada pemandangan baru di area Perpustakaan Bung Karno Blitar. Sejak 1 Juni 2009, pengunjung perpustakaan bisa menjumpai gong dengan ukuran raksasa yang berada di sebelah utara amphitheatre. Berpagar rantai besi, Gong Perdamaian Dunia kini disimpan disana. Keberadaan gong tersebut diharapkan bisa memperkuat ikon Blitar sebagai Kota Wisata.
"Indonesia adalah negara ke-9 yang ditempati gong ini. Yang lain masih sebatas kesepakatan," kata Kasmiadi, kepala Dinas Informasi, Komunikasi, dan Pariwisata Daerah (Inkomparda) Kota Blitar saat ditemui di kantornya.
Kota Blitar merupakan kota kedua di Indonesia yang ditempati gong perdamaian dunia, selain Denpasar-Bali. Pada 2007 lalu, WPC menawarkan kepada walikota Blitar Djarot Syaiful Hidayat tentang penempatan gong perdamaian nusantara. Itu menyusul potensi Kota Blitar yang mulai mengembangkan sektor pariwisata, sehingga banyak dikunjungi wisatawan dari seluruh penjuru nusantara. "Maka ditaruhlah replika gong perdamaian nusantara di Kota Blitar," tutur Kasmiadi.
Namun, penempatan gong perdamaian baru resmi dilakukan pada 1 Juni 2009 lalu. Tepatnya, bersamaan dengan peringatan Grebeg Pancasila.
Gong perdamaian dunia yang diharapkan mampu menjadi sarana pemersatu bangsa-bangsa ini berasal dari Dusun Mlanjan, Desa Plonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Gong sakral itu mempunyai asal usul cerita. Awalnya dibuat oleh seorang wali di jaman Kerajaan Demak. Gong tersebut digunakan untuk syiar agama Islam. Kemudian, gong tersebut diwariskan kepada Mistini yang tinggal di lereng Gunung Muria.
Gong perdamaian dunia yang ada sekarang ini ditetapkan masyarakat internasional yang tergabung dalam WPC sebagai sarana persaudaraan dan pemersatu umat manusia. Desain gong dirancang oleh Hestini SH. Berdiameter dua meter dengan berat sekitar dua kuintal. Lingkaran luar pada gong menampilkan bendera-bendera seluruh negara merdeka di dunia. Dari situ tergambar semangat perdamaian dan kebahagiaan.
Di lingkaran tengah gong terdapat tulisan dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Dilengkapi pula gambar bunga di antara dua tulisan tersebut. Yakni, tertulis World Peace Gong dan Gong Perdamaian Dunia. Kesemuanya adalah simbol. Bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi internasional. Bahasa Indonesia adalah bahasa asli tempat sarana sakral (gong perdamaian dunia, red) itu berasal. Bunga sebagai simbol keindahan, kebahagiaan dan perdamaian. Gambar bunga pun diatur sedemikian rupa di kanan kiri untuk menyimbolkan keseimbangan.
Sedangkan di lingkaran gong terdapat 10 simbol agama besar di dunia. Antara lain: Islam, Hindu, Budha, Kristen, Yahudi, Khonghuchu, Sikh, Tao, Shinto, dan Bali. Di lingkaran puncak gong, menampilkan gambar bola dunia atau globe. Sebagai representasi bahwa semua manusia hidup dan berpijak di Planet Bumi.
Kasmiadi menjelaskan, hal-hal yang membuat WPC yang diketuai Djuyoto Suntani memilih Blitar daripada Surabaya untuk menempatkan gong perdamaian dunia. Pertama, Blitar sebagai wilayah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, tidak hanya domestik tapi juga wisatawan asing. Kedua, Blitar memiliki sejarah Bung Karno (BK) dan Supriyadi, serta pejuang tanah air (PETA). Tempat-tempat yang pernah menjadi tempat bersinggah BK dan Supriyadi dijadikan sebagai ikon wisata di Kota Blitar. "Sebenarnya tidak hanya di kota. Namun, di kabupaten juga banyak, hanya belum dimaksimalkan," jelasnya.
Berkaitan dengan sejarah, tidak hanya dari jaman kemerdekaan saja. Tapi juga dari peninggalan jaman Kerajaan Majapahit. Blitar merupakan lokasi pemakaman raja-raja besar. Diantaranya adalah Raden Wijaya dan Ranggawuni. "Di Candi Simping terdapat petilasan Raden Wijaya," tambah Kasmiadi.
Sedangkan alasan terakhir adalah dianggap yang terpenting. Yakni, potensi BK. Dalam sejarah, BK adalah salah seorang penggagas dari perdamaian dunia. Hal itu terjadi saat pencetusan Konferensi Asia Afrika I (KAA I) di Bandung. Setelah terjadinya konferensi tersebut, berangsur-angsur negara yang tergabung dalam KAA dapat meraih kemerdekaannya. Dilatarbelakangi oleh kisah sejarah tersebut, maka WPC memutuskan Blitar layak ditempati gong perdamaian dunia. "BK pernah menyarankan, agar dunia berpedoman pada Pancasila sehingga tercipta kedamaian dan kesejahteraan," terangnya.
Keberhasilan Kota Blitar sebagai lokasi penempatan gong perdamaian dunia adalah berkat kerjasama semua pihak. Baik pemerintah dan didukung masyarakat. Seluruh perawatan gong dilaksanakan oleh pihak UPT Perpustakaan Bung Karno. Diharapkan, keberadaan gong dapat memperkuat Kota Blitar sebagai ikon Kota Wisata***
KayaMaya May 2nd, 2010, 11:24 AM That's a very nice place =)
sayaka May 3rd, 2010, 06:11 AM waw...nice.... ;)
KayaMaya May 3rd, 2010, 01:23 PM BTW masuk museumnya tariffnya berapa ya?
trus isinya apa aja?
Ampelio May 5th, 2010, 04:47 AM Our great proclamator really deserves its own memorial place! :okay:
Kahyangan 19 May 6th, 2010, 06:12 AM BTW masuk museumnya tariffnya berapa ya?
trus isinya apa aja?
Perpustakaan Bung Karno yang menambah megah kompleks makam diresmikan oleh Presiden Megawati pada tanggal 3 Juli 2004. Bangunannya cukup megah, terdiri atas empat gedung bertingkat yang berjajar dua secara berhadap-hadapan, dipisahkan oleh pelataran dan kolam yang tertata secara memanjang. Keberadaan perpustakaan dimaksudkan sebagai sarana melestarikan sosok serta pemikiran sang proklamator, terutama bagi generasi mendatang.
Setiap pengunjung bisa memasuki perpustakaan ini secara gratis:cheer:, dan tentu saja akan merasa nyaman. Sebab, bangunan ini didesain secara indah dan full AC.
Kalaupun di ruangan itu kita tidak sempat membaca-baca buku, paling tidak bisa melihat gambar-gambar dan barang - barang bersejarah peninggalan Bung Karno semasa perjuangan. Tak cuma yang realistis, hal - hal yang berbau magis dan mistis terdapat pula di sini. Antara lain kopor bersejarah, dan lukisan gambar Bung Karno yang bisa bergetar sendiri. Lewat pengeras suara ruangan, terkadang operator juga memutar pidato Sang Proklamator yang terkenal sebagai orator.
Gedung Perpustakaan Proklamator ini terdiri atas beberapa bagian. Koleksi khusus berada di Gedung A lantai 1 timur, mengoleksi otobiografi Bung Karno, buku-buku karya Bung Karno, serta buku-buku tentang Bung Karno. Masih di gedung yang sama, terdapat juga kamus, ensiklopedi, indeks, peta, dan lain-lain. Gedung A lantai 1 barat digunakan untuk tempat koleksi foto, lukisan, dan peninggalan Bung Karno. Lantai 2 untuk mengoleksi buku-buku yang berkaitan dengan karya umum, filsafat, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu murni, ilmu terapan/teknologi, kesenian/olahraga, kesusasteraan, sejarah, dan geografi. Di ruangan itu juga terdapat beberapa terbitan secara berkala, seperti surat kabar, majalah, dan buletin. Sedangkan koleksi buku-buku karangan orang luar negeri tentang Indonesia terbitan berbagai negara bisa dijumpai di Gedung B. Ruang audio visual di Gedung C, digunakan untuk menikmati koleksi audio dan visual dalam bentuk CD dengan kapasitas 100 orang. Ruang seminar di Gedung C, untuk seminar talk show, pelatihan singkat, presentasi, dan sebagainya berkapasitas 50 orang. Amphi Theatre, panggung terbuka di samping perustakaan ini diproyeksikan sebagai tempat penampilan karya budaya dan kesenian anak bangsa.
Perpustakaan tersebut secara kelembagaan di bawah Perpustakaan Nasional, sedangkan personel pengelolanya di bawah Dinas Inkomparda Kodya Blitar yang terdiri atas 31 tenaga perpus, 16 keamanan, dan 7 kebersihan.
sbyctzn May 6th, 2010, 07:41 AM Perpustakaan Bung Karno yang menambah megah kompleks makam diresmikan oleh Presiden Megawati pada tanggal 3 Juli 2004. Bangunannya cukup megah, terdiri atas empat gedung bertingkat yang berjajar dua secara berhadap-hadapan, dipisahkan oleh pelataran dan kolam yang tertata secara memanjang. Keberadaan perpustakaan dimaksudkan sebagai sarana melestarikan sosok serta pemikiran sang proklamator, terutama bagi generasi mendatang.
Setiap pengunjung bisa memasuki perpustakaan ini secara gratis:cheer:, dan tentu saja akan merasa nyaman. Sebab, bangunan ini didesain secara indah dan full AC.
Kalaupun di ruangan itu kita tidak sempat membaca-baca buku, paling tidak bisa melihat gambar-gambar dan barang - barang bersejarah peninggalan Bung Karno semasa perjuangan. Tak cuma yang realistis, hal - hal yang berbau magis dan mistis terdapat pula di sini. Antara lain kopor bersejarah, dan lukisan gambar Bung Karno yang bisa bergetar sendiri. Lewat pengeras suara ruangan, terkadang operator juga memutar pidato Sang Proklamator yang terkenal sebagai orator.
Gedung Perpustakaan Proklamator ini terdiri atas beberapa bagian. Koleksi khusus berada di Gedung A lantai 1 timur, mengoleksi otobiografi Bung Karno, buku-buku karya Bung Karno, serta buku-buku tentang Bung Karno. Masih di gedung yang sama, terdapat juga kamus, ensiklopedi, indeks, peta, dan lain-lain. Gedung A lantai 1 barat digunakan untuk tempat koleksi foto, lukisan, dan peninggalan Bung Karno. Lantai 2 untuk mengoleksi buku-buku yang berkaitan dengan karya umum, filsafat, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu murni, ilmu terapan/teknologi, kesenian/olahraga, kesusasteraan, sejarah, dan geografi. Di ruangan itu juga terdapat beberapa terbitan secara berkala, seperti surat kabar, majalah, dan buletin. Sedangkan koleksi buku-buku karangan orang luar negeri tentang Indonesia terbitan berbagai negara bisa dijumpai di Gedung B. Ruang audio visual di Gedung C, digunakan untuk menikmati koleksi audio dan visual dalam bentuk CD dengan kapasitas 100 orang. Ruang seminar di Gedung C, untuk seminar talk show, pelatihan singkat, presentasi, dan sebagainya berkapasitas 50 orang. Amphi Theatre, panggung terbuka di samping perustakaan ini diproyeksikan sebagai tempat penampilan karya budaya dan kesenian anak bangsa.
Perpustakaan tersebut secara kelembagaan di bawah Perpustakaan Nasional, sedangkan personel pengelolanya di bawah Dinas Inkomparda Kodya Blitar yang terdiri atas 31 tenaga perpus, 16 keamanan, dan 7 kebersihan.
very usefull information!! thanks kahyangan!!!
salah satu perpustakaan terbaik di Indonesia, selain yang ada di Pekanbaru!
|
|