rahul medan
January 31st, 2012, 04:23 PM
http://loketpeta.pu.go.id/lpp/peta-tematik/images/metro-mebidangro.jpg
http://loketpeta.pu.go.id/lpp/peta-tematik/metro-mebidangro.html
http://loketpeta.pu.go.id/lpp/peta-tematik/metro-mebidangro.html
|
View Full Version : [MEBIDANGRO] The Upcoming Megapolitan of Medan, North Sumatera l Projects & Developments rahul medan January 31st, 2012, 04:23 PM http://loketpeta.pu.go.id/lpp/peta-tematik/images/metro-mebidangro.jpg http://loketpeta.pu.go.id/lpp/peta-tematik/metro-mebidangro.html rahul medan January 31st, 2012, 04:37 PM Mebidangro Peluang Bagi Sumatera Utara TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pembangunan kawasan strategis nasional Mebidangro itu justru peluang bagi Sumatera Utara untuk melakukan lompatan kemajuan koridor sektor ekonomi modern. Apalagi jika kawasan ini disinergikan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Itu akan mempercepat pembangunan, khususnya sektor perekonomian. Itulah perlunya push agar terjadi percepatan dan perluasan ekonomi Indonesia dari kawasan Sumatera. Saya berharap Sumatera Utara segera menyambut positif dan responsif terhadap seluruh mega proyek yang direncanakan disini. Jika konsep Mebidangro dirangkai secara baik dengan komitmen memajukan daerah-daerah terkait, maka akan memberikan dampak yang lebih positif kepada masyarakat. Antara pemerintah daerah semestinya juga harus kompak. Bisa menyamakan persepsi dengan cara pandang yang strategis dan visioner. Kita sangat yakin momentum dapat menjadi big bang ekonomi di kawasan Sumatera. Bahkan kalau bisa dipacu untuk mengimbangi kemajuan ekonomi semenanjung Malaysia. Ini bukan hanya kemajuan Medan dan Deliserdang saja kok. Tapi akan berdampak ke daerah-daerah yang lain di kawasan Sumut. Jadi pastinya tidak hanya memberikan keuntungan sepihak. Karena itulah saya harapkan adanya komitmen bersama dari seluruh kepala daerah, tingkat satu hingga tingkat dua. Untuk mensinergikan kesepahaman itu dapat dilakukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang sudah dimulai sejak lama. Ini dapat menjadi percontohan bagi Sumut untuk skala lokal. Jangan malu juga kalau harus mengadopsi cara negeri tetangga membangun Putra Jaya dan Cyber Jaya yang sudah terkoneksi. Sebab ini harus dikerjakan dengan cepat dan koordinasi yang baik. Saya berharap tidak ada lagi kendala dalam percepatan pembangunan di Sumut. Peran kepala daerah sebagai kepala daerah harus mampu membawa gerbong ekonomi Sumut dengan segala potensi yang dimilikinya. Paling tidak melalui langkah percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung pergerakan aktivitas ekonomi rakyat. Hal ini dapat dilakukan dengan perumusan yang matang dan terencana sehingga terjadi pemerataan pembangunan hingga ke seluruh daerah. (ers/tribun-medan.com) http://medan.tribunnews.com/2011/12/07/mebidangro-peluang-bagi-sumatera-utara Mebidangro Mulai Memperlihatkan Wujudnya TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rencana percepatan pembangunan mega proyek Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro) di Sumatera Utara mulai memperlihatkan wujudnya. Bahkan untuk mewujudkan Mebidangro Visi 2027, beberapa site plan atau perencanaan bangunan pun sudah dituangkan dalam konsep yang benar-benar modern dan metropolis. Merujuk pada data yang diperoleh www.tribun-medan.com dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, tergambar jelas sepuluh ide mega proyek yang dipersiapkan untuk mewujudkan kawasan Mebidangro Metropolitan, yaitu Pusat Kota Medan, Heritage Stasiun, CBD Polonia, Pusat Pemerintahan Binjai Timur, Kawasan Ekonomi Percut, MICE, Airport Kuala Namu, Belawan, Heritage Tembakau Deli dan TOD Stasiun. Bahkan rancangan pembangunan kota baru di Sumut yang saat ini sedang dibahas di Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera), dikatakan Kepala Bappeda Sumut, Riadil Akhir Lubis, hampir pasti akan dibangun di kawasan Percut Sei Tuan. Pertimbangannya, jelasnya, merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2011 yang memang menyebutkan daerah perbatasan Medan dan Deliserdang ini direncanakan menjadi kawasan ekonomi terpadu yang komplit. Untuk itu, meski belum dipastikan 100 persen, ia sangat berharap pembangunan kota baru nantinya dilakukan di lahan HGU PTPN II, sekitar 3000 hektare. Diketahui saat ini, perwakilan dari DPD Real Estat Indonesia (REI) Sumut, Dinas Tarukim Sumut dan Bappeda Sumut sedang menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Kota Baru Dalam Mendukung Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta. “Saat ini mereka bersama 24 provinsi lainnya sedang membahas ini bersama Kemenpera. Kita berharap usulan pembangunan kota baru ini dilakukan di Percut Sei Tuan. Selain karena Perpres pun sudah menyebutkan lokasi ini, dalam site plan Mebidangro Metropolitan 2027 pun sudah terjabarkan perencanaan kawasan ekonomi Percut Sei Tuan,” katanya sembari memaparkan site plan Mebidangro Metropolitan 2027, ketika ditemui di kantor Bappeda Sumut, Selasa (6/12). (ers/tribun-medan.com) http://medan.tribunnews.com/2011/12/06/mebidangro-mulai-memperlihatkan-wujudnya Kota Baru, Kawasan Segitiga Ekonomi TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Bappeda Sumut, Riadil Akhir Lubis memaparkan rangkaian mega proyek tersebut memang membuat Sumut berkembang sangat pesat. Apalagi kebijakan tata ruang nasional menempatkan Metropolitan Mebidangro sebagai pusat kegiatan nasional sekaligus sebagai Kawasan Strategis Nasional dengan fokus pengembangan kegiatan ekonomi. Wilayah Metropolitan Mebidangro seluas 301.697 hektare diperkirakan akan dihuni oleh 5,5 juta jiwa penduduk pada tahun 2029. Hal ini akan terpadu dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke yang saat ini masih tahap perumusan. Diharapkan, pada bulan Maret 2012 Sei Mangke telah resmi menjadi KEK. “Kita memang gencar merumuskan masalah kawasan-kawasan strategis yang akan dibangun di Sumut. Ini kawasan segitiga ekonomi. Saya percaya Sumut sebentar lagi akan tumbuh dengan pesat. Tentunya dengan dukungan dan kerjasama semua pihak, mulai dari kabupaten dan kota hingga provinsi dan pusat,” jelasnya. Setelah Metropolitan Mebidangro dan KEK Sei Mangke, maka titik terakhir yang direncanakan untuk menyempurnakan kawasan segitiga perekonomian di Sumut adalah daerah Danau Toba. Sebagai aset wisata Sumut, kawasan ini juga sedang dalam perencanaan menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN) menjadi pusat objek wisata. “Perkembangan Danau Toba tampaknya semakin menggeliat. Kedepannya, sedang kita rencanakan pembangunan infrastruktur jalan dari Medan langsung ke Simalungun atau Danau Toba. Kawasan Industri dan pemukiman di Mebidangro, Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Strategis Nasional Danau Toba, inilah yang saya sebut tadi kawasan segitiga ekonomi,” imbuh Riadil. Jalan tol yang rencananya mempersingkat waktu ke Danau Toba hanya sekitar 1,5 jam, akan dimulai dari daerah Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa menuju ke Simalungun. (ers/www.tribun-medan.com) http://medan.tribunnews.com/2011/12/06/kota-baru-kawasan-segitiga-ekonomi rahul medan January 31st, 2012, 04:42 PM Kamis, 22 Desember 2011 PERNYATAAN AKHIR TAHUN 2011 KOSGORO 1957 SUMUT REFLEKSI AKHIR TAHUN 2011 PIMPINAN DAERAH KOLEKTIF (PDK) KOSGORO 1957 PROVINSI SUMATERA UTARA Hotel Garuda Plaza Medan, 21 Desember 2011 Topik : Arah dan Prospek Pembangunan MEBIDANGRO EVALUASI : 1. Konsep Mebidangro sangat bagus untuk percepatan pembangunan, pertumbuhan wilayah dan peningkatan kesejahteraan rakyat di kawasan Mebidangro. 2. Sejumlah masalah dalam pelaksanaan pembangunan perkotaan kawasan Medan – Binjai – Deliserdang – Karo (Mebidangro) : 2.1. Tidak ada konsistensi pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota melaksanakan master plan Mebidangro. 2.2. Tidak ada skala prioritas Pemprov Sumatera Utara dalam pelaksanaan master plan Mebidangro. Sebagai contoh, jaringan perkeretaapian yang belum optimal, pembangunan jalan bebas hambatan Medan – Binjai dan Medan Tebingtinggi, serta infrastruktur ke Bandara Kualanamu belum dilaksanakan, tapi Pemprov Sumut sudah “mimpi” membangun kota baru di Kecamatan Percut Sei Tuan. Seharusnya, selesaikan dulu pembangunan yang sudah lama direncanakan, setelah itu fokuskan pada rencana – rencana baru yang lain. 2.3. Lemahnya koordinasi antara Pemprov Sumut dengan Pemko/Pemkab dalam perencanaan maupun pelaksanaan konsep Mebidangro. Hal ini justru melemahkan singkronisasi kebijakan pembangunan yang dilakukan Pemko/Pemkab dengan rencana Pemprov membangun Mebidangro. Sebagai contoh, RUTR Mebidangro yang disusun Pemprov menetapkan Bandara Polonia tetap sebagai bandara internasional dan Pangkalan TNI-AU meskipun Bandara Kualanamu sudah beroperasi, tapi Pemko Medan mengembangkan kawasan Polonia menjadi Central Bussiness Distric (CBD). 2.4. Lemahnya koordinasi antara Pemprov Sumut dengan PTPN-II dalam perencanaan dan pengelolaan asset – asset PTPN II yang berada di kawasan Mebidangro. Padahal, dalam konsep pembangunan Mebidangro, akan banyak lahan PTPN-II yang harus dibebaskan, baik untuk pembangunan jalan, perkantoran, sarana bandara Kualanamu, pemukiman dan lain – lain. Sebagai contoh, ketika Pemprov Sumut merencanakan pembangunan Kota Baru seluas 3000 hektar di lahan milik PTPN – II di kawasan Percut Sei Tuan, ternyata pihak PTPN-II tidak tahu rencana itu. Padahal, PTPN-II juga sudah merencanakan akan membangun “Kota Sawit”, North Sumatera Palm Oil Valley (NSPOV), di areal seluas 8000 hektar yang membentang dari Percut hingga Kualanamu. 2.5. Kordinasi yang lemah, menjadikan pembangunan Mebidangro rawan konflik. Bukan hanya antara Pemprov Sumut dengan Pemkab dan Pemko, tapi yang lebih parah dengan PTPN-II. Kalau dengan Pemko dan Pemkab, boleh jadi konflik masih pada tataran penyesuaian RUTR Pemko/Pemkab dengan RUTR Mebidangro. Sedangkan konflik Pemprov – PTPN-II, tentu saja dalam perencanaan dan penguasaan areal HGU PTPN-II. Tentu saja kondisi ini sangat merugikan PTPN-II. Dalam kondisi saat ini, bukan tidak mungkin, akibat perencanaan Mebidangro yang miskordinasi, PTPN-II terancam dilikuidasi. REKOMENDASI : 1. Pembangunan perkotaan agar memperhatikan daya dukung lingkungan, sehingga tidak terjadi ketimpangan pembangunan antara sektor – sektor fisik dengan lingkungan. Pemeliharaan kawasan – kawasan konservasi agar diprioritaskan, terutama di wilayah Deliserdang dan Karo. Apabila tidak ada perlindungan terhadap kawasan konservasi, maka kota Medan, Binjai dan beberapa kecamatan di utara Deliserdang seperti Sunggal, Hamparanperak, Percut Sei Tuan dan Labuhandeli akan terus menjadi korban banjir bandang. Daerah – daerah ini akan menjadi “kota kebanjiran”. 2. Perlu pengkajian dan penataan kembali pembangunan sistem drainase, rumah toko (ruko) dan tempat – tempat pembuangan sampah di kawasan Mebidangro. Pembangunan ruko yang tidak terkendali, berdampak pada lemahnya daya dukung lingkungan. Ruko – ruko yang menjamur dan telah menutup badan parit (drainase) di hampir semua kawasan, membuat pemeliharan parit – parit itu semakin sulit sehingga banjir di kawasan perkotaan tidak bisa terelakkan. Selain itu, aliran – alisan sungai juga harus dijaga agar tidak menjadi “tong sampah besar”. 3. Perlu koordinasi dan sosialisasi baik antara Pemprov Sumut – Pemko/Pemkab – PTPN II maupun antara pemerintah dengan lembaga – lembaga sosial. Koordinasi dan sosialisasi ini sangat penting. Selain bisa menghindari tumpang tindih kebijakan, juga akan menyiapkan masyarakat secara mental menerima modernisasi di kawasan Mebidangro. Jangan sampai terjadi, pemerintah menyiapkan fasilitas – fasilitas modern, tapi mental warganya masih ndeso, tidak siap menerima proses modernisasi. 4. Pemerintah agar segera membangun jalan bebas hambatan Medan – Binjai dan Medan – Tebingtinggi, menyelesaikan dan mengoperasikan Bandara Kualanamu beserta infrastuktur pendukungnya. Pemerintah juga perlu segera mempertegas peruntukan kawasan Bandara Polonia (internasional dan militer), sehingga tidak terjadi tumpang tindih penetapan peruntukan kawasan itu, tetap sebagai bandara atau menjadi pusat bisnis. http://solidaritas57sumut.blogspot.com/2011/12/pernyataan-akhir-tahun-2011-kosgoro.html unyupeople January 31st, 2012, 08:19 PM bang rahul. thread ini beda ya ama thread yg sama di sub thread general? rahul medan February 1st, 2012, 06:38 AM ^^ oh itu yg thread yg ada masterplan CBD Polonia bro Unyu, waduh gw lupa. ttp judulnya hanya Mebidang bkn Mebidangro. Harusnya gw confirm ke TS nya dan Momod agar judulnya di edit dan threadnya di move ke sini aja ya.. Soalnya gw berpatokan pada thread yg sama tuk surabaya, makassar dan bandung yg letaknya juga di P&D rahul medan February 4th, 2012, 07:37 PM REHDA M’sia Prakarsai Pertemuan Pimpinan Asosiasi Real Estate Asia Medan, (Analisa). REHDA (Real Estate and Housing Developers Association) Malaysia memprakarsai suatu pertemuan pimpinan asosiasi pengembang real estate regional Asia yang dinamai Regional Real Estate Developers’ Association Meeting yang berlangsung di One World Hotel, Kuala Lumpur Sabtu (14/1) lalu. Siaran pers yang diterima Analisa, Kamis (19/1) via email dari Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI (Real Estat indonesia), Rusmin Lawin, menyebutkan, pertemuan ini dimaksudkan untuk menyusun suatu platform bersama dalam rangka menyamakan visi, berbagi pengalaman, memperluas networking serta memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah di negara-negara Asia guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan perumahan, seperti kendala dalam pengadaan rumah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, pembangunan yang berwawasan lingkungan, keterbatasan sumber dana dalam pembiayaan pembangunan perumahan murah bagi masyarakat yang tidak mampu. Pertemuan berikutnya akan berlangsung di Medan, akhir April 2012, Rusmin menambahkan, sengaja dirinya mengajukan diri sebagai tuan rumah pada pertemuan berikutnya sebagai upaya REI dalam mempromosikan potensi investasi di bidang real estate di Sumatera Utara, terutama di wilayah Mebidangro yang cukup besar angka backlog-nya.(rel/kts read more.. (http://www.analisadaily.com/news/read/2012/01/20/31463/rehda_msia_prakarsai_pertemuan_pimpinan_asosiasi_real_estate_asia/#.Ty1sWXKhXMw) rahul medan February 6th, 2012, 08:48 AM Headline Hari ini Pkl. 07:03 WIB Kini, Tembung Tujuan Investasi Para Pemilik Uang MedanBisnis – Medan. KALAU ingin mencatat kawasan yang kini terus berkembang di daerah ini, Tembung tak boleh terlupakan. Ini adalah daerah pinggiran yang dahulu dikenal sebagai kawasan perkebunan, tapi kini secara perlahan bermetamorfosis menjadi daerah yang padat. Bukan hanya oleh kepadatan penduduknya, kawasan ini juga disebut menjadi salah satu tempat berkembangnya para pemilik uang baru di daerah ini. Secara administratif, kawasan masuk kedalam wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang dengan sebuah jembatan yang populer disebut "titi jodoh" sebagai pemisah dengan wilayah Kota Medan. Hanya saja masyarakat luas lebih akrab melafazkan daerah ini dengan nama Tembung. Tentang geliat perekonomiannya, catatan angka pertumbuhan industri di kawasan ini, menurut Camat Percut Sei Tuan Darwin Zein, terbilang cukup pesat. Tercatat, dari data statistik Kecamatan Percut Sei Tuan pada tahun 2011 disebutkan sedikitnya ada 622 industri skala besar, sedang, kecil, dan kerajinan yang bernaung di Percut Sei Tuan. Dari jumlah ini, sekitar 66 persen merupakan industri kerajinan rumah tangga, 10 persen industri skala besar, sedangkan selebihnya industri skala menengah dan kecil. "Lahan masih luas, tenaga kerjanya tersedia, apalagi izinnya tak terlalu berbelit disini," tuturnya. Dari sini, sektor pendapatan negara dari penerimaan PBB (Pajak Bumi Bangunan) menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2010, realisasi penerimaan PBB dari kecamatan ini sebesar Rp 13.123.870.693 kemudian naik jadi Rp 16.026.710.057 pada tahun 2011. read more.. (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/02/06/79885/kini_tembung_tujuan_investasi_para_pemilik_uang/#.Ty93J3KhXMw) rahul medan February 11th, 2012, 08:34 AM http://loketpeta.pu.go.id/lpp/peta-tematik/images/Metro_Mebidangro.jpg syahdila ndut February 11th, 2012, 11:58 AM kenapa ya Kab. karo diikutkan jugak... padahalkan jaraknya jauh banget sama kota medan.. rahul medan February 11th, 2012, 12:05 PM sebenarnya gk jauh2 amatlah. Medan Brastagi aj jaraknya cuma 60km. Malah klo malam dr panatapan brastagi jika cuaca cerah tanpa kabut bisa liat lampu2 kota Medan nun jauh 60km ke bawah sono. Mgkn krn karo adalah pegunungan, jalannya berkelok kelok dan mendaki itu yg membuat kesan jauh.. dufannya Medan spti mikie holiday dan sibolangit green hill park ada di sana, dan tempat liburan warga Medan saat weekend juga di sana syahdila ndut February 11th, 2012, 12:48 PM Klow wacana kecamatan berastagi akan dijadikan kotamadya cemana bg?????? kan otomatis keluar dari kabupaten karo... rahul medan February 11th, 2012, 12:56 PM ya plg berubah nama rahul medan February 18th, 2012, 03:49 AM 6 Kawasan Strategis di Sumut Termasuk Batubara Keenam kawasan strategis Sumut itu adalah, Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo, terkait dengan program pembangunan jalan tol. Kemudian, Danau Toba, dan Pulau Nias. Kemudian Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Agro Palitan di daerah perbukitan yang mengutamakan penanaman holtikultura dan pertanian, terakhir kawasan Simalungun dan Batubara, ujar Riyadi Akhyar saat menyampaikan sambutan pada pertemuan kordinasi perencanaan jalan untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, di kantor DPRD Batubara Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh, Kamis (16/2). Menurut Riyadi Akhyar, kawasan Batubara yang masuk dalam program tersebut, harus disambut positif oleh Pemerintah kabupaten dan warga daerah itu. Batubara diperkirakan akan menjadi kawasan maju dan berkembang setelah adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan program Masterplan Percepatan Pembangunan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yakni Kuala Tanjung, sebagai pelabuhan internasional. read more...http://www.analisadaily.com/news/read/2012/02/17/35971/6_kawasan_strategis_di_sumut_termasuk_batubara/#.Tz8C2HKhXMw Manroe February 18th, 2012, 12:09 PM 6 Kawasan Strategis di Sumut Termasuk Batubara Keenam kawasan strategis Sumut itu adalah, Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo, terkait dengan program pembangunan jalan tol. Kemudian, Danau Toba, dan Pulau Nias. Kemudian Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Agro Palitan di daerah perbukitan yang mengutamakan penanaman holtikultura dan pertanian, terakhir kawasan Simalungun dan Batubara, ujar Riyadi Akhyar saat menyampaikan sambutan pada pertemuan kordinasi perencanaan jalan untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, di kantor DPRD Batubara Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh, Kamis (16/2). Menurut Riyadi Akhyar, kawasan Batubara yang masuk dalam program tersebut, harus disambut positif oleh Pemerintah kabupaten dan warga daerah itu. Batubara diperkirakan akan menjadi kawasan maju dan berkembang setelah adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan program Masterplan Percepatan Pembangunan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yakni Kuala Tanjung, sebagai pelabuhan internasional. read more...http://www.analisadaily.com/news/read/2012/02/17/35971/6_kawasan_strategis_di_sumut_termasuk_batubara/#.Tz8C2HKhXMw ^^ Batubara emang brpotensi x bang... ada 3 yang merajai, INALUM, MULTIMAS, BAKRIE SP.... kalau diresmikan Kawasan ekonomi khususnya.. bakal sama kyk KIM II TAMORA... bakal lebih ramai ini JALINSUM... tapi infrastruktur jalan di daerah serdang bedagai untuk akses ke kota medan kurang lebar, gak kayak lubuk pakam - medan... Andre_theRising February 19th, 2012, 11:42 AM ^^ Batubara emang brpotensi x bang... ada 3 yang merajai, INALUM, MULTIMAS, BAKRIE SP.... kalau diresmikan Kawasan ekonomi khususnya.. bakal sama kyk KIM II TAMORA... Yap, Batubara emang sangat potensial. Apalagi pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung udah positif 100 % dalam program MP3EI Indonesia, nggak kebayang riuhnya kabupaten baru ini 5 tahun lagi. Memang cocok banget mereka bentuk kabupaten baru, pisah dari Asahan bakal lebih ramai ini JALINSUM... tapi infrastruktur jalan di daerah serdang bedagai untuk akses ke kota medan kurang lebar, gak kayak lubuk pakam - medan... Sepertinya Pemprov dan Pusat lebih fokus ke bangun jalan tol aja, daripada melebarkan jalan ruas dari Perbaungan - Tebing Tinggi. Sama2 akan menggusur pemukiman dan lahan pertanian juga... Manroe February 19th, 2012, 02:48 PM Sepertinya Pemprov dan Pusat lebih fokus ke bangun jalan tol aja, daripada melebarkan jalan ruas dari Perbaungan - Tebing Tinggi. Sama2 akan menggusur pemukiman dan lahan pertanian juga... benar sekali bang andre... jalan tol tebing tinggi-lubukpakam-medan bkn hanya utk bandara tp utk infrastruktur pendukung kawasan kuala tanjung nantinnya... jadi gak perlu gusur n mslh lahan lg kalo udah ada jalan tol... mslh kepadatan jalinsum sudah teratasi.. Andre_theRising February 19th, 2012, 05:17 PM benar sekali bang andre... jalan tol tebing tinggi-lubukpakam-medan bkn hanya utk bandara tp utk infrastruktur pendukung kawasan kuala tanjung nantinnya... jadi gak perlu gusur n mslh lahan lg kalo udah ada jalan tol... mslh kepadatan jalinsum sudah teratasi.. Masalahnya kita harus menunggu hingga 2017/2018 agar jalan tol tersebut selesai. Bayangkan berapa puluh nyawa lagi harus melayang di ruas jalan tengkorak tersebut. Coba aja baca2 berita di koran lokal, selalu ada saja yang meninggal.. Ada ruas alternatif sebenarnya dari Galang - Dolok Masihul - Tebing Tinggi. Tapi entah kenapa dari dulu ruas ini enggak pernah diperbaiki jalannya, padahal lumayan bisa mengurangi ruas Jalinsum Sergai. Kalo hari Sabtu Minggu, pulang ke Medan ama keluarga aq pasti bawa mobilku lewat jalur Galang... rahul medan February 27th, 2012, 08:06 AM Selain di Jakarta, akan dibangun KA bandara di Medan yang menghubungkan pusat Kota Medan ke Bandara Baru Kualanamu yang rencananya mulai dioperasikan pada awal 2013. KA Bandara Medan ini akan memiliki stasiun yang langsung berada di bandara dan menempuh jarak sepanjang 28 km dengan rute Medan-Araskabu sepanjang 22,5 km, dan rel baru 5,5 km ke terminal bandara. Pembangunan KA bandara Medan ini merupakan bagian dari revitalisasi KA di kawasan aglomerasi perkotaan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang dan Karo). sumber (http://www.bisnis.com/articles/menghapus-raiphobia-mendorong-railvolution) rahul medan March 5th, 2012, 08:09 PM Peta Mebidangro http://img401.imageshack.us/img401/3668/96430859.jpg bataxbond March 10th, 2012, 11:11 AM sumber (http://www.bisnis.com/articles/menghapus-raiphobia-mendorong-railvolution) Pembangunan KA bandara Medan ini merupakan bagian dari revitalisasi KA di kawasan aglomerasi perkotaan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang dan Karo). Keren tuh klo benar benar direalisasikan, apalagi klo bisa sampe tanah karo..ya minimal berastagi lah rahul medan April 4th, 2012, 06:45 AM Jalur Alternatif Sepanjang 55 Kilometer Dibangun Jalan Medan-Berastagi jadi Dua (http://www.hariansumutpos.com/2012/04/30395/jalan-medan-berastagi-jadi-dua.htm) MEDAN-Macet pada akhir pekan di jalur Medan-Berastagi sudah bukan pemandangan baru lagi. Namun, beberapa waktu ke depan, soal itu sudah mulai bisa diatasi. Satu jalan tambahan telah disiapkan. Artinya, Medan-Berastagi bisa melalui dua jalan. Pemprovsu telah menyiapkan jalan alternatif sepanjang 55 kilometer. “Kami sadari jalan Medan-Berastagi perlu penambahan,” ungkap Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Ucapan Gatot ini terkait rencana perbaikan infrastruktur jalan di dua objek wisata, Berastagi dan Danau Toba, mulai 2012 hingga 2013. Pemprovsu pada 2012 ini memang menggagas membangun jalan alternatif sepanjang 55 km untuk Deliserdang-Berastagi. Selain itu, ada sepanjang 248,5 km jalan di seputaran Danau Toba dibangun. Komitmen pembangunan jalan menuju kawasan pariwisata primadona Sumut disampaikan Gatot kepada Sumut Pos yang diberi kesempatan ikut dalam mobil dinasnya, Toyota Herrier, saat menjalani aktivitas kedinasan, Minggu (1/4). “Itu baru dua, sebenarnya ada banyak lagi kawasan wisata primadona. Bahkan, bisa dikatakan dari 33 kabupaten/kota di Sumut, memiliki wilayah wisata alam yang indah,” katanya. Gatot mengakui, selama ini kawasan pariwisata di Sumut memang masih membutuhkan sentuhan semacam penataan, sehingga para pengunjung dapat terlayani dengan baik. Untuk mewujudkannya, pihaknya memulai dari pembangunan dan peningkatan jalan. Masih dari dalam mobil Toyota Herrier warna Hitam, Gatot memaparkan, pembangunan dan peningkatan jalan dari Deliserdang-Berastagi yang akan dibangun sepanjang 55 km memiliki lebar 3,5 meter dan status jalannya merupakan jalan kabupaten dan sudah ada sejak tahun 1980-an. Hanya saja, sekarang ini kondisinya rusak. Politisi PKS itu juga menyatakan, jalan yang berada persis di Kabupaten Deliserdang dan Karo itu, bisa ditempuh dari perbatasan Kota Medan dengan Deliserdang yakni melalui Medan Tuntungan masuk ke Kutalimbaru dan Simpang Sambailin 2 tujuannya tepat di Berastagi. “Sehingga, tidak ada kemacetan di akhir pekan seperti diketahui bersama,” ucapnya saat menuju lapangan tenis di Kebun Bunga, Medan untuk membuka Kejuaraan Nasional Tenis Gubsu Cup 2012. Ayah lima anak ini juga mengatakan, untuk membangun jalan sepanjang 55 km Medan-Deliserdang tembus ke Berastagi dibutuhkan MoU dengan dua kabupaten tersebut. Tujuannya, jalan yang semula milik kabupaten akan diambil alih Pemprovsu menjadi jalan provinsi dan lebarnya diubah menjadi 6 meter. “Rencananya MoU dengan Deliserdang dan Karo dilakukan Mei 2012. Pembangunan jalannya dilakukan pada 2013 mendatang menggunakan dana APBD,” ujarnya. Dia menyebutkan, langkah yang diambilnya harus melalui pembahasan dan proses yang diatur sesuai dengan aturan UU tentang jalan. Di mana, status jalan kabupaten harus ada diserahterimakan ke provinsi melalui MoU. Setelah membuka pertandingan tenis dilanjutkan membuka kejuaraan nasional Bowling di Perisai Super Pool, Perisai Plaza di Jalan Pemuda, Medan, perbincangan kembali dilakukan. Kali ini soal Danau Toba. Gatot memaparkan, untuk kawasan Danau Toba ada sepanjang 248,5 km jalan yang akan dibangun dan ditingkatkan. Jalan lingkar di Danau Toba itu juga memang sudah ada, hanya ada beberapa bagian yang masih terputus akibat rusak. Hal inilah yang perlu disatukan agar wisatawan bisa lebih terlayani ketika mengelilingi Danau Toba. “Jadi pada intinya, dua tempat wisata yang sudah dikenal wisatawan dunia harus diberikan infrastruktur yang baik. Apalagi 2013 mendatang, Bandara Kualanamu sudah beroperasi, untuk mendukungnya maka Danau Toba dan Berastagi harus ditata dengan baik,” paparnya. Selain dua kawasan itu, pada tahun 2012 jalan rusak berat di ruas Jalan Pematangsiantar-Tiga Runggu dan kawasan Pantai Barat, Simpang Durian Mulo-Batas Karo, dan Tanah Abang-Tebingtinggi segera dikerjakan pada minggu ketiga di Bulan Mei. Dia merinci, pada tahun ini khusus di Dinas Bina Marga Sumut ada anggaran sebesar Rp659 miliar, di antaranya Rp323 miliar untuk membangun jalan sepanjang 126,7 km, kemudian untuk penggantian/pembangunan jembatan sebesar Rp74 miliar, dan pemiliharaan jalan sepanjang 2.203,41 km dengan anggaran sebesar Rp143 miliar. Lebih lanjut, sebutnya ada pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 11.695,30 meter dan anggaran yang disediakan sebesar Rp8,3 miliar. Selain itu, ada pembangunan tembok penahanan dan box culvert sebanyak 12 unit dengan anggaran Rp11 miliar. Ada lagi penanggulangan longsor dan bencana alam dengan anggaran sebesar Rp12,7 miliar. Selanjutnya, ada pemeliharaan berkala jalan sepanjang 23,3 km dengan anggaran sebesar Rp46,5 miliar serta ada anggaran untuk pembebasan tanah ruas jalan tol sebesar Rp20 miliar. “Anggaran infrastruktur itulah yang dilaksanakan untuk membangun di seluruh kawasan Sumut, dengan catatan status jalannya milik provinsi,” sebutnya. Terpisah, Kabid Pengaturan dan Evaluasi Dinas Bina Marga Sumut, Iswayudi menyampaikan, pembangunan jalan itu tersebar di wilayah Sumut, meliputi untuk kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur. Semua itu untuk mendukung program Pemerintah Pusat, yakni kawasan industri Sei Mangkei dan Bandara Kualanamu. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Ir Riadil Akhir Lubis menegaskan, untuk menindak lanjuti pembukaan jalan alternative Medan-Berastagi dan jalan Ringroad di Danau Toba. Segera dilaksanakan MoU dengan kabupaten/kota. “Kami akan koordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk teknis MoU, setelah itu kami lakukan secepatnya,” ujarnya. (ril).. rahul medan April 4th, 2012, 06:55 AM ini nih konsep perkembangan Megapolitan Medan yang diarahkan ke pinggirannya. Kota Satelit Medan dgn konsep waterfront city menghadap ke Selat Malaka http://www.cemararealty.com/storage/deli-serdang/Deli%20Serdang%20023.jpg?__SQUARESPACE_CACHEVERSION=1309760186794 http://www.cemararealty.com/storage/deli-serdang/Deli%20Serdang%20025.jpg?__SQUARESPACE_CACHEVERSION=1309760245720 Agung Cemara Realty Kawasan Ekonomi - Deli Serdang (http://www.cemararealty.com/deli-serdang/) Tujuan Kawasan Ekonomi Deli Serdang berencana melakukan investasi jangka panjang untuk membangun suatu pusat kawasan perekonomian terdapu yang nantinya merupakan suatu kawasan mandiri dengan pembanguanan infrastruktur jalan, jembatan dan dermaga, kawasan industri, kawasan pertokoan dan perkantoran yang dilengkapi dengan saran sekolah, rumah sakit dan rumah ibadah. Latar Belakang Mensukseskan program pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,6% Peningkatan investasi swasta peningkatan eksport Ditetapkannya Sumatera Utara sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kajian dan Studi kelayakan KEK Dsn paluh merbau Ds Tnajung rejo kecamatan percut sei tuan kabupaten Deli Serdang Luas Luas Areal yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan ekonomi ini adalah seluas +/- 2000HA rahul medan April 7th, 2012, 07:11 AM Bentuk Pengelolaan Sampah Regional di Mebidangro (http://www.hariansumutpos.com/2012/04/30411/bentuk-pengelolaan-sampah-regional-di-mebidangro.htm) PENGELOLAAN sampah di kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo (Mebidangro) menjadi perhatian pemerintah agar percepatan pembangunan di empat daerah yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 20111 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro dapat terlaksana dengan baik. Ungkapan ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Ir H Riadil Akhir Lubis MSi di Medan, Senin (2/4). Menurut dia, dirinya sebagai keynote speaker dalam diskusi panel yang diadakan Pusera bersama Universitas HKBP Nomensen (UHN) pada 30 Maret 2012 disampaikan pentingnya pengelolaan sampah empat daerah tersebut. Hadir dalam pertemuan ini Direktur Pusera yang juga mantan Sekdaprovsu Dr RE Nainggolan, Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM, pengurus REI Sumut Raya Timbul, pengurus Kadin Sumut H Hutabarat, pimpinan UHN, perwakilan Bappeda Medan, Deli Serdang dan undangan lain. Selain masalah sampah, pertemuan ini juga mengkaji masalah krisis air bersih, pengelolaan lingkungan, keberadaan infrastruktur Bandara Polonia dan Kualanamu, masalah pertanahan, perizinan usaha peternakan dan masalah lain di kawasan Mebidangro. ‘’Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 20111 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro akan menambah jumlah kota baru dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumut. Karenanya Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah regional harus diatur sehingga dapat memberi pelayanan penataan sampah yang lebih baik di empat kabupaten mapun kota tadi,’’ sebut Riadil. Dari penelitian yang dilaksanakannya, Riadil menyebut angka tingkat pelayanan pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah setempat. ‘’Tingkat pelayanan sampah di Medan baru 74 persen, Deli Serdang terutama di Lubukpakam baru 11 persen dan Binjai mencapai 80 persen,’’ kata Riadil mencontohkan. Ia mengingatkan empat daerah untuk dapat bekerja sama dalam pengelolaan sampah secara regional sehingga tidak menjadi hambatan dalam mewujudkan kawasan Mebidangro. ‘’Dalam mewujudkan lingkungan yang bersih diperlukan kerjasama regional dalam kelola sampah,’’ katanya. Pengelolaan lingkungan yang baik, lanjut Riadil, dibutuhkan dalam menjaga ketersediaan air bersih di Medan yang pada tahun 2015 bakal terjadi krisis air bersih di Medan. ‘’Tingkat layanan air bersih PDAM Tirtanadi baru terealisasi menjangkau 35 persen warga. Padahal idealnya sebagai sebuah perkotaan, layanan air bersih ini sudah mencapai 80 persen,’’ imbuhnya. Untuk itu, Kepala Bappeda Sumut mengeluarkan ide agar air Danau Toba dapat dialirkan ke Medan melalui pipanisasi dari Parapat ke Medan meski membutuhkan biaya yang mahal. Ia menyayangkan air Danau Toba hanya dipakai menggerakan mesin pembangkit listrik dan dibuang ke Sungai Asahan. (dmp).. rahul medan April 8th, 2012, 06:28 AM Perpres Mebidangro Butuh Judicial Review (http://www.analisadaily.com/news/read/2012/04/08/44581/perpres_mebidangro_butuh_judicial_review/#.T4EShXKCrMw) Medan, (Analisa). Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo (Mebidangro) dinilai cukup bagus dan patut disyukuri karena dapat mempercepat perbaikan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tapi di satu sisi dalam Perpres RI No 62 Tahun 2011 terdapat hal-hal yang diduga merugikan masyarakat dan pemerintah. Masyarakat, pengusaha, lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota meliputi Mebidangro diharapkan melakukan judicial review terhadap beberapa pasal pada Perpres tersebut. Harapan tersebut terungkap dalam acara diskusi panel yang digelar Pusat Studi Ekonomi Rakyat (PUSERA) bekerjasama dengan Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, Jumat (30/3) di ruang perpustakaan UHN, Medan. Diskusi panel yang dihadiri para pakar, akademisi, Kepala Bappeda kabupaten/kota di Mebidangro tersebut dibuka Direktur Pusera Dr RE Nainggolan, MM, mantan Kepala Bappeda Sumut ini berharap dari diskusi panel itu muncul ide dan gagasan untuk mempercepat pembangunan Mebidangro sesuai Perpres No 62/2011. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provsu Ir H Riadil Akhir Lubis, Msi, tampil sebagai keynote speaker dalam diskusi panel tersebut menyatakan ini baru pertama kali Perpres No 62/2011 dibahas dan didiskusikan. Pembanding mewakili Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Henri Hutabarat, mewakili Real Estate Indonesia (REI) Sumut Raya Timbul Manurung, anggota DPD RI dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Parlindungan Purba. Dalam diskusi panel terungkap bahwa ada bebarapa pasal di RTRKW Mebidangro terkesan merugikan dan bertentangan dengan RTRKW kabupaten/kota antara lain, untuk Kota Medan tentang pembangunan central bisnis distric (CBD) di Polonia. Sesuai RTRKW Mebidangro, Bandara Polonia Medan masih tetap dipergunakan. Menurut Raya Timbul Manurung dampak atau kerugian yang dialami Perpres No 62/2011 tentang RTRKW Mebidangro antara lain terjadi pembatasan pembangunan gedung tinggi di Kota Medan, tidak diperbolehkan merubah fungsi lahan sekitar kawasan Bandara Polonia Medan. Peruntukan lahan di Mebidangro harus sesuai pasal 145 Perpres No 62. Kemudian pada pasal 146 disebutkan tidak diperbolehkan merubah peruntukan lahan yang tidak sesuai dengan Perpres. "Mengingat beberapa pasal tersebut merugikan daerah di Mebidangro, maka bisa dilakukan judicial review oleh individu yang dirugikan, kelompok masyarakat, instansi pemerintah, badan hukum dan classaction. Harus segera dilakukan gugatan, karena tenggat waktu melakukan gugatan tanggal 5 Mei 2012," tegas Raya Timbul Manurung. Mewakili Bappeda Medan, Susi, mengatakan Pemko Medan merasa dirugikan dengan beberapa pasal di Perpres No 62/2011 itu. Padahal, katanya, Pemko Medan sudah berjuang agar Bandara Polonia Medan dipindahkan ke Kuala Namu dan program pembangunan CBD sudah ditetapkan pada RTRW Kota Medan. Menurut Kepala bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis, yang menyarankan agar segera membentuk lembaga Mebidangro agar bisa mensinkronkan program pembangunan di Mebidangro sesuai dengan Perpres No 62/2011, pengoperasian Bandara Polonia dan Pangkalan TNI AU bisa ditinjau kembali. Waktu peninjauan bertahap selama lima tahun hingga 20 tahun. Bahkan TNI AU saat ini sedang mencari lahan di Langkat dan Deliserdang. Dikatakan bahwa banyak program di Mebidangro yang belum jalan seperti pembangunan transportasi massal, proporsional infrastruktur jalan, tingkat pelayanan jalan, pelayanan air bersih dan lainnya. (js).. Sultan Perdana April 8th, 2012, 03:03 PM Are You Kidding Me?!?!?! rahul medan April 8th, 2012, 04:15 PM ^^ Maxudnya..?? Andre_theRising April 9th, 2012, 10:19 AM Are You Kidding Me?!?!?! Kampret2 busuk yang nggak tau apa-apa tentang Medan pasti yang bikin kalimat2 'pembatasan ketinggian bangunan' di Medan di Perpres itu :bash: abib azhar April 9th, 2012, 06:17 PM mksdnya ap??? kok bro andre pitam gt nmpaknya,,, hahahaaa Happy Man April 12th, 2012, 11:30 AM Kampret2 busuk yang nggak tau apa-apa tentang Medan pasti yang bikin kalimat2 'pembatasan ketinggian bangunan' di Medan di Perpres itu :bash: Kayaknya bukan kalimat2 itu yang terdapat di perpres tsb. Melainkan dampaknya seperti yang disebutkanlah yang berdampak pada pembatasan ketinggian. Tapi feeling aku kayaknya gak gitu berdampak lah sama ketinggian bangunan. Yang penting keselamatan penerbangan untuk sipil...apalagi statusnya bandara Intenasional...kalo cuma bandara buat TNI, peraturannya mungkin bisa diperlonggar. :cheers: rahul medan May 8th, 2012, 05:58 AM Selasa, 08 Mei 2012 , 08:15:00 Pusat Pemerintahan Akan Pindah ke Pinggiran (http://www.jpnn.com/read/2012/05/08/126715/Pusat-Pemerintahan-Akan-Pindah-ke-Pinggiran) BINJAI- Penyatuan wilayah Mebidangro (Medan-Binjai Deliserdang-Karo) terus digagas Pemko Binjai. Guna mendekatkan diri ke wilayah tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bakal memindahkan pusat pemerintahannya di Kecamatan Binjai Timur yang berbatasan langsung dengan Deliserdang dan Kota Medan. Wilayah yang bakal digunakan yaitu lahan eks PTPN2 Sei Semayang seluas 120 hektar. Lahan tersebut dirancang sebagai pusat pemerintah yang baru menggantikan sejumlah kantor pemerintah lama yang tersebar di Kecamatan Binjai Kota, Binjai Utara, dan Binjai Barat. Dalam draf rancangan pembangunan komplek kantor pemerintah di Binjai Timur itu, juga bakal dibangun terminal angkutan kota, hutan kota, taman dan berbagai fasilitas umum lainnya. Saat ini, Pemko Binjai sudah melakukan studi dan pemetaan wilayah terkait lahan yang bakal dijadikan komplek pemerintahan tersebut. "Kita sudah lakukan studi kelayakan dan pemetaan di lokasi eks PTPN2 yang bakal dijadikan komplek pemerintahan itu," ujar Kepala Bappeda Binjai melalui Kasi Perencanaan dan Tata Ruang Zulfan, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/5). Lebih jauh Zulfan menjelaskan, rencana pemindahan kantor pusat pemerintah dari Binjai Kota ke Binjai Timur, sudah sejak lama dicanangkan. Namun, masih terkendala pelepasan lahan karena masih dalam HGU. "Rencana ini sudah mulai dirancang sejak 1995, tapi belum bias terealisasi karena lahan masih berstatus HGU," ujarnya. Dan sekarang, lanjutnya, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian BUMN, belum melepaskan wilayah eks HGU PTPN2 Sei Semayang itu, sehingga pembangunannya belum bisa di anggarkan. "Kita masih mengharapkan pemerintah pusat segera melepaskan areal yang kita mintakan itu, sehingga bisa langsung kita rancanganggaran yang bakal dikucurkan untuk pembangunan komplek pemerintahan itu," bebernya. Tapi sejauh ini, sambungnya, belum ada keputusan pemerintah pusat terkait pelepasan wilayah eks PTPN2 itu ke Pemko Binjai. Pun begitu, semua rancangan atau gagasan yang bakal dibuat sudah disiapkan. "Rancangan pembangunnya sudah kita siapkan, tinggal menunggu pelepasan lahan saja," urai Zulfan. Menurutnya, pemindahan kantor pemerintahan ke Binjai Timur itu, merupakan bentuk penghematan dan evisiensi waktu bagi masyarakat yang ingin berurusan ke Pemko Binjai. Karena, dengan disatukannya sejumlah kantor pemerintahan di suatu lokasi, lebih memudahkan masyarakat untuk menjangkaunya. "Tidak seperti saat ini, kantor-kantor SKPD terpisah di lima kecamatan di Kota Binjai, sehingga menyulitkan dan memperlambat segala pengurusan," jelasnya. Jadi, sambungnya, dengan pindahnya pusat pemerintahan di suatu wilayah, masyarakat bisa dengan mudah mendatangi kantor yang ingin disambanginya plus kemudahan pula bagi pegawai pemerintah Kota Binjai untuk berurusan ke Kota Medan dan Deliserdang, karena berbatasan langsung dengan kedua wilayah tersebut. "Jadi dua kemudahan yang bisa dicapai dari perencanaan pemindahan pusat pemerintahan ini," tuturnya. Sejauh ini, Pemko Binjai sudah mengajukan rancanangan pembangunan pusat pemerintahan itu ke Mendagri sebagai syarat pelepasan areal eks PTPN2. "Tapi sampai saat ini belum ada tanggapan Kemendagri terkait usulan itu," sebutnya. Dikatakannya pula, dengan adanya perluasan wilayah ini, diharapkan dapat mengurai kepadatan Kota Binjai. "Tujuan utamanya untuk memudahkan masyarakat dan mengurai kepadatan wilayah, karena saat ini jalan-jalan utama di pusat Kota Binjai cukup padat dan menyulit pengendara," tegasnya. Terkait kabar bakal dijualnya eks kantor Pemko Binjai dan sejumlah kantor lainnya, Zulfan tak menampik kabar tersebut. "Memang kabarnya ada, tapi saya rasa tidak seperti kabar yang merebak itu, karena itukan asset pemerintah," katanya. (ndi).. laba-laba May 8th, 2012, 06:58 AM jgn ntar malah bentrok ama kota2 di Medan aja rahul medan May 8th, 2012, 08:04 AM iya.. lagian klo pusat pemerintahan kota binjai dipindahkan ke sisi yg berbatasan dengan kota medan apa gk makin membuat kemacetan jalur medan binjai semakin parah.. secara jaln tol medan binjai aj masih belum terealisasi Andre_theRising May 8th, 2012, 02:33 PM Gapapa, daerah itu kalau diamati secara keseluruhan emang masih sangat jarang penduduk, namanya juga eks lahan perkebunan. Saya udah beberapa kali menjelajah daerah Kelambir Lima, Hamparan Perak, Sei Semayang, Diski, dan Tandem yang berbatasan langsung dengan Binjai dan memang masih amat banyak sekali lahan kosong baik yang belum digunakan maupun eks lahan perkebunan. Dan based on article di atas, saya kira lokasi pusat pemerintahan baru itu letaknya tidak dekat (meski juga tidak jauh) dari existing Jalinsum Medan - Binjai sekarang, lebih tepat disebut berlokasi di Jalan Lingkar Timur Binjai Infrastruktur sudah didukung Jalan Lingkar Timur Binjai yang telah diaspal mulus 2 jalur @ 2 lajur sepanjang kurang lebih 7 km. Dan dari desain Tol Medan - Binjai yang pernah kulihat, Gerbang Tol Binjai kelak akan berdekatan dengan lokasi ini... Sepanjang jalan lingkar itu sendiri nyaris masih kosong dan bila pusat pemerintahan dipindahkan ke situ, akan membuka pusat perekonomian baru di daerah Kota Binjai, dimana yang sekarang cukup padat dan ramai/ Dari jalan lingkar itu pula, kendaraan bisa memotong langsung dari perbatasan Binjai - Medan terus ke Jalinsum Tandem Hilir (Deli Serdang) yang berdekatan dengan perbatasan Kecamatan Stabat (Langkat) Rasanya ide Binjai untuk mengembangkan dirinya sebagai concept-designed city perlu didukung :applause: rahul medan May 8th, 2012, 02:50 PM ^^ ya binjai kota satelit paling maju dan berkembang. mungkin akan dipotong dengan lubuk pakam ibukotanya deli serdang jika kuala namu dah beroperasi kelak Andre_theRising May 8th, 2012, 07:41 PM Saya kira Binjai dengan penduduk terdaftar sekitar 300.000 akan bisa lebih cepat berkembang dari Lubuk Pakam yang sekitar 100.000-an.. Ya faktor Kuala Namu tentu akan berpengaruh ke daerah2 sekitar seperti Batang Kuis, Pantai Labu, Tanjung Morawa, Percut, dan termasuk Lubuk Pakam AceN May 14th, 2012, 10:44 AM ini nih konsep perkembangan Megapolitan Medan yang diarahkan ke pinggirannya. Kota Satelit Medan dgn konsep waterfront city menghadap ke Selat Malaka http://www.cemararealty.com/storage/deli-serdang/Deli%20Serdang%20023.jpg?__SQUARESPACE_CACHEVERSION=1309760186794 FYI, ini gambar Tianjin Eco City http://www.archdaily.com/102887/tianjin-eco-city-surbana-urban-planning-group/ http://inhabitat.com/tianjin-eco-city-is-a-futuristic-green-landscape-for-350000-residents/tianjin-eco-city-9/?extend=1 http://www.tianjinecocity.gov.sg/ Yang post foto ini di thread SEA bisa tolong di remove, sebelum bikin malu dikira klaim-klaim proyek orang. Nanti kita dibilang ikut-ikutan kaya negara sebelah yang suka klaim. Hehe Cheers :cheers: Andre_theRising May 14th, 2012, 02:00 PM Memang kalo majang foto2 rendering, bakal disindir ama forumer2 SEA yang lain bahwa suka meniru dsb :bash: :lol: laba-laba May 14th, 2012, 03:52 PM kalau di koran aku lihat renderingnnya bukan ini. gak tau benar apa ndak, atau comot sana sini selagai ilustrasi rahul medan May 18th, 2012, 06:14 AM Tol Medan-Binjai Mulai Dikerjakan 2013 (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/05/18/96693/tol_medan-binjai_mulai_dikerjakan_2013/#.T7XLvXKCrMw) MedanBisnis – Medan. Satu lagi proyek jalan tol, yakni Medan-Binjai, bakal melengkapi fasilitas infrastruktur di Propinsi Sumut. Jalan tol sepanjang 15,8 km ini akan dikerjakan mulai tahun 2013. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Setdapropsu, Riadil Akhir Lubis, menyebutkan, saat ini proses pembangunannya masih dalam tahap perampungan rencana ROW (right of way) atau rencana daerah milik jalan seperti parit dan area hijau dan diperkirakan baru rampung menjelang akhir 2012. Hal tersebut disampaikan Riadil kepada wartawan di kantornya Jalan Diponegoro Medan, kemarin. Setelah itu, katanya, baru dilaksanakan tender untuk mencari perusahaan konstruksi yang kompeten mengerjakannya. Seiring dengan penyiapan ROW plan itu, mulai dilakukan upaya pembebasan tanah. Jalan tol itu sendiri dalam perencanaan saat ini membutuhkan lahan 116,66 ha, di mana biaya pembebasan lahannya yang harus disediakan pemerintah sebesar Rp 256 miliar. Riadil menyebutkan, data teknis jalan tol itu, yakni panjang 15,8 km dengan rencana kecepatan 100 km per jam. Jumlah lajur 2x3, lebar lajur 3,6 m, lebar median 5,5 m, lebar bahu dalam 1,5 m, lebar bahu luar 3 m dan lebar rumija sekitar 60 m. "Kemudian volume lalu lintas 10.516 kendaraan per hari (perhitungan 2011), biaya konstruksi 1,293 triliun, kebutuhan lahan 116,6 ha dan biaya pembebasan lahan Rp 256 miliar," sebutnya. Total luas lahan 116,66 ha tersebut, jelasnya, terdiri dari lahan sawah 11,4 ha atau 9,77% dari luas lahan, perkebunan (PTPN 2) 85,2 ha (73,03%), permukiman 14,06 ha (12,05%), pabrik/industri 1,8 ha (1,54%) dan lain-lain 4,2 ha (3,6%). Koridor ruas tol Medan-Binjai terdiri dari Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang. Kota Medan meliputi Kecamatan Medan Deli di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir dan Tanjung Mulia. Kota Binjai meliputi Kecamatan Binjai Timur di Kelurahan Sumber Mulyorejo. Deliserdang meliputi Kecamatan Labuhan Deli di Desa Helvetia dan Desa Manunggal, Kecamatan Sunggal di Desa Purwodadi, Kecamatan Hamparan Perak di Desa Kelambir Lima Kebon, Kelambir Lima Kampung dan Paya Bakung. Riadil mengatakan, pekerjaan jalan tol ini menjadi perhatian serius pemerintah. Hal ini karena termasuk dalam lima program utama proyek pemerintah, bersama jalan tol Medan-Kualanamu dan Kualanamu-Tebingtinggi, yang sekaligus menjadi andalan untuk menarik investor dalam dan luar negeri. Di tempat terpisah, Ketua Kadin Sumut, Irfan Mutyara, berpendapat, jalan tol tersebut sangat dinanti-nantikan kalangan dunia usaha. "Jelas sangat kita harapkan karena akan memperlancar siklus bisnis," ujar Irfan. Jalan tol itu, lanjutnya, pastinya akan mengurangi beban pengusaha dari sisi waktu, sebab waktu yang cepat dalam aktivitas bisnis, sangat menekan biaya yang dikeluarkan. Tidak bisa diingkari, sebutnya, jika selama ini jarak tempuh yang cukup lama dari dan menuju Binjai sekitarnya, merugikan pengusaha. Kemudian yang paling penting menurutnya, jalan tol tersebut ditambah dengan jalan tol Medan-Kualanamu dan Kualanamu-Tebingtinggi, akan memadukan lingkup bisnis pantai barat, pantai timur dan Kota Medan dan menumbuhkembangkan kegairahan ekonomi di kawasan segi tiga emas atau Indonesia, Malaysia dan Singapura. (benny pasaribu).. Andre_theRising May 19th, 2012, 06:32 AM WOW..WOW Jumlah lajurnya 2 * 3?? mantaph, kayak jalan tol di Jabodetabek! Sepertinya ujung GT di Binjai akan terletak di Jalan Lingkar Timur Binjai yang udah lebar dan mulus 2*2 lajur Yang belum diketahui adalah dimana Ujung GT di Medan, apakah di daerah Pulo Brayan / Graha Metropolitan seperti yang ada di desain sebelumnya? Atau langsung ke Jl. Krakatau / Alumunium untuk bertemu dengan GT Tanjung Mulia? bataxbond May 19th, 2012, 11:02 AM Sepertinya dan berharap akan konekting ke Tol Belmera. Tp Klo sistem pembayarannya Masuk langsung bayar seprti tol dalam kota dan JORR jakarta kemungkinan akan nyambung ke Belmera Andre_theRising May 19th, 2012, 02:05 PM Sepertinya dan berharap akan konekting ke Tol Belmera. Tp Klo sistem pembayarannya Masuk langsung bayar seprti tol dalam kota dan JORR jakarta kemungkinan akan nyambung ke Belmera Idealnya seperti itu Tapi kalau dilihat peruntukan lahan di sekitar Pulo Brayan Darat dan Pulo Brayan Bengkel serta Tanjung Mulia yang kebanyakan industri dan pergudangan yang sudah lama ada, maka pembebasan lahan akan menjadi sangat huge dengan cost yang mungkin cukup luar biasa sepertinya gerbang tol akan di daerah Pulo Brayan Kota / Graha Helvetia dan akan terintegrasi dengan fly over Pulo Brayan rahul medan May 19th, 2012, 07:05 PM harusnya emank nyatu dgn Tol Belmera sesuai dengan Planning Pemerintah ttg TOL SUMATERA bataxbond May 20th, 2012, 08:08 PM Kalo melihat dari berita yang diposting bang Rahul, besar kemungkinan akan tembus ke Tj Mulia. Total luas lahan 116,66 ha tersebut, jelasnya, terdiri dari lahan sawah 11,4 ha atau 9,77% dari luas lahan, perkebunan (PTPN 2) 85,2 ha (73,03%), permukiman 14,06 ha (12,05%), pabrik/industri 1,8 ha (1,54%) dan lain-lain 4,2 ha (3,6%). mnurut wiki juga akan nyambung dengn belmera Jalan tol Medan-Binjai akan membagi beban kenderaan dengan Jalan Medan-Binjai yang merupakan salah satu ruas terpadat dalam Jalan Raya Lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh. Jalan tol ini akan menyambung dengan Jalan tol Belmera yang telah ada sebelumnya di sekitar pintu tol Tanjung Mulia, lalu menyusuri kawasan Medan Helvetia, Sei Semayang dan sampai ke jalan lingkar luar kota Binjai sebagai titik akhir. rahul medan May 22nd, 2012, 06:00 AM Pengusaha Angkutan Desak Pempropsu Bangun Jalur Alternatif Ancaman Longsor Ganggu Perekonomian (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/05/21/97113/ancaman_longsor_ganggu_perekonomian/#.T7sOsHKCrMw) MedanBisnis – Medan. Kalangan pengusaha angkutan umum mulai mendesak Pemerintah Propinsi Sumut (Pempropsu) dan pemerintah pusat agar segera membangun jalur alternatif baru Medan-Berastagi. Desakan itu muncul, menyusul kedua kalinya dalam rentan waktu yang tidak lama longsor kembali terjadi di jalur Medan-Berastagi sehingga mengganggu perekonomian Sumatera Utara. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut Haposan Siallagan mengemukakannya kepada MedanBisnis, Minggu (20/5), menyikapi gangguan transportasi akibat longsor di jalur Medan-Berastagi, yaitu di lintasan Medan-Pancurbatu-Sibolangit. Seperti diketahui, longsor terjadi pada Rabu (16/5) lalu di Kecamatan Sibolangit Deliserdang sepanjang 100 meter dan menyebabkan kemacetan panjang hingga 20 Km, padahal tiga pekan sebelumnya peristiwa serupa juga menimpa kawasan tersebut. Saat itu kendaraan sama sekali tidak bisa bergerak dan banyak kendaraan yang memilih balik ke Medan sambil menunggu tanah timbunan longsor selesai diatasi. Longsor baru dapat ditangani pada Kamis pagi (17/5) dengan alat berat dari Pempropsu yang diturunkan ke lokasi. Pada saat itu kebetulan libur cuti bersama hingga akhir pekan, makanya jumlah kendaraan yang terjebak sangat banyak dengan tujuan liburan ke Berastagi. "Semua komoditas hasil pertanian dari Tanah Karo juga sama sekali tidak bisa sampai ke Medan. Karena longsor terjadi malam hari, berbeda dengan longsor sebelumnya, beberapa pekan lalu di lokasi yang berdekatan. Pada longsor pertama, terjadi pada sore hari, dan malam hari, alat berat Pempropsu sudah di lokasi sehingga dapat diatasi dengan cepat, saat itu juga masih hari kerja," kata Haposan Siallagan. Haposan mengemukakan, saat itu dirinya mendapat laporan bahwa hasil pertanian dari Tanah Karo tidak sampai ke Medan tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga 01.00 WIB dini hari seperti biasanya, untuk dijual kembali di Pusat Pasar. Karena, angkutan dan akses jalan lumpuh total. Alhasil, hasil pertanian kembali dibawa ke Tanah Karo atau pasar Berastagi dan dijual dengan harga murah, sementara di Pusat Pasar harga hasil pertanian pun mengalami kenaikan karena ketiadaan komoditas hortikultura. "Pemerintah lamban, makanya jadi seperti itu. Belum lagi masalah angkutan umum penumpang dari Medan ke Berastagi yang tidak beroperasi akibat akses jalan tertutup. Alhasil, sejumlah penumpang membatalkan niatnya yang hendak berangkat ke Berastagi, dan menyebabkan kerugian finansial bagi pengelola angkutan umum itu. Tidak hanya itu, kendaraan pribadi juga mulai berkurang untuk berlibur ke Berastagi, akibat khawatir longsor dan ancaman longsor yang terjadi sewaktu-waktu. Siapa yang dirugikan, dampak ekonomi semua pihak sangat berpengaruh," ujarnya. Haposan menilai, seharusnya pemerintah belajar dari pengalaman dan kejadian alam yang terjadi sebelumnya. Sebab, saat ini musim penghujan dan kawasan itu memang rawan longsor. Pemerintah harus lebih siap dan sigap. "Ini yang kita harapkan. Untuk itu, pembangunan akses jalur alternatif ke Medan-Berastagi sudah harus dimulai, jika tidak mau kejadian serupa terulang lagi. Beberapa jalur alternatif dapat dipikirkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat seperti melalui Tuntungan, Dolok Seribu dan beberapa jalur lain yang dapat ditembus untuk jalur alternatif baru," jelasnya. Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Darwin Purba, mengatakan, pihaknya telah memikirkan jalur alternatif dari Medan ke Berastagi. Namun untuk memulainya, membutuhkan bantuan dari Pemerintah Pusat, sebab jalur itu merupakan jalan nasional. Dia menambahkan, untuk sementara, di tahun anggaran 2012 pihaknya akan mulai memasang sejumlah rambu peringatan, berupa rambu bergambar dan rambu tulisan digital running text. Running text ini nantinya akan ditempatkan di titik vital untuk memberikan informasi mengenai kondisi yang terjadi di jalur Medan-Berastagi. "Rencananya, tahun ini akan kita laksanakan dari anggaran APBD Pempropsu. Tahun ini akan ditenderkan," tegasnya. (sulaiman achmad).. rahul medan June 3rd, 2012, 06:26 PM Brunei Bangun Dermaga Internasional Berbiaya Rp 10 Triliun di Belawan (http://medan.tribunnews.com/2012/06/02/brunei-bangun-dermaga-internasional-berbiaya-rp-10-triliun-di-belawan) Tribun Medan - Sabtu, 2 Juni 2012 22:30 WIB TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Investor asal Brunei Darussalam dalam waktu dekat akan merealisasikan pembangunan International Harbour and Global Business Center di Belawan. Pembangunan dermaga internasional ini akan dibangun diatas lahan seluas lebih kurang 28 hektare dengan dana sekitar Rp 10 triliun. Menggandeng perusahaan lokal Medan, yaitu PT Berkat Bina Karya, investor asal Brunei yang diketahui berasal dari Perusahaan Rondaw SDN BHD Brunei Darussalam, berniat merebut pasar pelayaran hub internasional milik Singapura. Tak heran, perpaduan konsep desain dermaga ini kabarnya akan memadukan desain Dubai dan Singapura. Mulai dari hotel berbintang lima, apartemen mewah, kawasan perkantoran dan komplek pergudangan dan pusat bisnis akan dibangun di lokasi tersebut. Tak hanya untuk urusan bisnis, wahana rekreasi dan kawasan hijau seperti hutan bakau buatan, juga akan ditempatkan di kawasan mewah ini. Semua bangunan akan didesain dengan gaya futuristik dengan mendatangkan arsitektur khusus dari luar negeri. Untuk pengerjaan dermaga internasional ini, dibutuhkan sekitar 3000 orang pekerja dengan masa pembangunan diperkirakan sekitar 3 (tiga) tahun. “Konsepnya memang memadukan pelabuhan di Dubai dan Singapura. Pimpinan kita juga baru pulang dari Dubai untuk studi banding melihat fasilitas-fasilitas yang ada disana. Mungkin akan kita terapkan disini. Konsep pelabuhan kita pasti menonjolkan prestise,” jelas Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Berkat Bina Karya, Sukiman kepada Tribun, di Medan. Menurutnya, konsep ini sengaja dibuat agar kapal-kapal internasional yang melalui Selat Malaka bisa memilih untuk singgah di Belawan, tidak di Singapura lagi. Karena itu, kenyamanan dan kemewahan akan diutamakan dalam pembangunan dermaga internasional yang terletak di Desa Belawan I tersebut. Ia juga mengakui saat ini pihaknya masih menunggu perizinan dari pemerintah pusat dan daerah agar segera bisa memulai mega proyek ini. Selain izin dari pusat, yakni Kementrian Bidang Perekonomian dan Dirjen Perhubungan Laut, PT BBK juga menunggu surat ijin lokasi dari Pemko Medan yang diharapkan akan segera keluar dalam waktu dekat. “Kita sedang mengurus perijinan. Kalau dalam tahun ini bisa selesai semua, akan segera kita mulai pembangunannya,” katanya. Pembangunan dermaga kelas internasional ini memang tertuang dalam rencana percepatan pembangunan mega proyek Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro) di Sumatera Utara. Demi mewujudkan Mebidangro Visi 2027, beberapa site plan atau perencanaan bangunan pun sudah dituangkan dalam konsep yang benar-benar modern dan metropolis. Dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut yang diutarakan Kepala Bappeda Sumut, Riadil Akhir Lubis, tergambar jelas sepuluh ide mega proyek yang dipersiapkan untuk mewujudkan kawasan Mebidangro Metropolitan, yaitu Pusat Kota Medan, Heritage Stasiun, CBD Polonia, Pusat Pemerintahan Binjai Timur, Kawasan Ekonomi Percut, MICE, Airport Kuala Namu, Belawan International Port, Heritage Tembakau Deli dan TOD Stasiun. “Di Belawan rencananya akan dibangun perumahan kelas menengah dan kelas atas mengingat lokasi di bagian selatan cukup menarik dari aksesibilitas tinggi dari jalan tol Belawan,” katanya. Potensi dermaga internasional di wilayah Belawan atau Kuala Tanjung memang berpotensi merebut pasar milik Singapura. Asalkan pembangunannya dijamin berfasilitas lengkap dan berkapasitas internasional. Jika ada, maka baik pelabuhan Kuala Tanjung ataupun pelabuhan lainnya, berpotensi meraup keuntungan sekitar Rp 60 triliun per tahun pascaberoperasi. Keuntungan ini diperoleh dari aktivitas sekitar 200 kapal perdagangan yang melintasi Selat Malaka setiap harinya. Apalagi Pelabuhan Belawan masih kalah jauh dibandingkan pelabuhan di Singapura dan Malaysia yang gencar membangun infrastruktur di pelabuhannya. Kapal-kapal dari Eropa hanya memerlukan waktu beberapa jam untuk singgah setelah mampir di Abu Dhabi , Sri Langka, Singapura atau Port Klang Malaysia . Sangat strategis dan efisien dibanding dengan Pelabuhan Tanjung Periuk di Jakarta dan pelabuhan-pelabuhan lainnya di Indonesia . “Kalau dioptimalkan ratusan kapal yang melintas itu, 10 persen saja dari total potensi Rp 600 triliun setiap tahun yang didapatkan dari kapal yang melintas,” katanya. .. medanku.ayomaju June 3rd, 2012, 07:43 PM -- medanku.ayomaju June 3rd, 2012, 07:44 PM Kerja sama investor Brunei dan PT Berkat Bina Karya juga.. PLTA Asahan IV Dibangun Akhir Tahun Ini (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/05/11/95712/plta_asahan_iv_dibangun_akhir_tahun_ini/#.T8ug3lJr1p0) MedanBisnis – Medan. Akhir tahun ini, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan IV dengan kapasitas 3 X 30 megawatt dibangun. Pembangunannya diproyeksikan selesai dua tahun ke depan. Manager Humas PT Berkat Bina Karya, Ramli Assiddiqie, mengatakan, pihaknya akan mulai membangun PLTA Asahan IV pada Desember 2012. Pembangunan yang memerlukan biaya investasi sebesar Rp 1,5 triliun ini kerjasama PT Berkat Bina Karya dengan perusahaan dari Brunei Darussalam. "Kita sudah menandatangani MoU dengan perusahaan Brunei Darussalam dalam pelaksanaan proyek ditahun 2009 dimana peresmian peletakan batu pertama akan dimulai akhir tahun ini," ujarnya kepada wartawan di Medan, Kamis kemarin. Dikatakannya, saat ini pihaknya sedangkan melaksanakan persiapan lahan untuk pembangunan proyek PLTA Asahan IV yang berada di Desa Tangga Labu Rapa Marjanji Aceh dan Padang Pulo Kecamatan Songsongan Kabupaten Asahan. Energi yang diperoleh dari PLTA Asahan IV ini nantinya, lanjut Ramli diproyeksikan dijual ke PT PLN (Persero) dengan harga tarif sesuai ketentuan berlaku. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pengajuan permohonan pinjam pakai lahan dari Kementrian Kehutanan sesuai peraturan yang ada. "Lahan ini termasuk kawasan lindung. Jadi kami sudah ajukan permohonan pinjam pakai lahan. Untuk listriknya dijual ke pihak PLN, sudah ada pembicaraan dan setelah beroperasi kita sudah bisa melakukan kerjasama berikutnya," kata Ramli yang didampingi Divisi Hydropower Plant PT Berkat Bina Karya, Sukiman dan Direktur Keuangan, Fauzan Habib Parinduri. Izin PLTA Asahan IV tersebut, diakuinya, sudah diperoleh dari berbagai instansi pemerintah seperti SK Gubernur Sumut No 671/3777 tanggal 30 Juni 2005. Rekomendasi pembangunan PLTA Asahan IV ini dengan kapasitas 90 megawat. Berikutnya SK Gubsu nomor 671.21/06 tanggal 27 Maret 2006 tentang dukungan pembangunan PLTA Asahan IV di Kabupaten Asahan. Ada juga Surat Deputi Mensesneg bidang dukungan kebijakan, Surat Direktur Pembinaan pengusahaan ketenagakelistrikan tanggal 12 Desember 2007 tentang permohonan izin ketenagalistrikan untuk kepentingan umum yang ditujukan kepada direktur PT Berkat Bina Karya Jalan Ahmad Yani Medan. Ada pula Keputusan Bupati Asahan tanggal 14 Juni 2011 tentang pemberian izin lokasi untuk keperluan pembangunan proyek PLTA Asahan IV kepada PT Berkat Bina Karya di Kabupaten Asahan. Menurutnya, pembangunan PLTA Asahan IV ini menggunakan konsultan yang didatangkan dari ITB, sedangkan mesin pembangkitnya dari Cheko dan Jepang. "Selain investor dari Brunei kita juga membuka investor lainnya yang mau bergabung. Hingga saat ini sudah ada pembicaraan dari Korea yang akan investasi untuk teknik pembangunan PLTA ini," katanya. Selain proyek PLTA Asahan IV tersebut, ditambahkan Ramli, PT Berkat Bina Karya juga akan melaksanakan pembangunan dermaga internasional pelabuhan Belawan yang terletak diatas areal 28 hektare dengan nilai invetasi sebesar Rp 10 triliun. "Saat ini kami lagi menunggu izin lokasi dan minggu depan akan turun. Setelah itu kita akan susun Amdal. Di dermaga ini juga kita akan bangun apartemen, hotel, shopping center dan pergudangan," imbuhnya. Setelah itu, pihaknya juga akan membangun kawasan industri terpadu beserta PLTU 3.000 MW yang akan dibangun secara bertahap di areal lahan 1300 hektare di Desa Pematang Johar Kabupaten Deliserdang bersebelahan dengan KIM II. "Untuk semua proyek tersebut, PLTA Asahan IV, dermaga internasional pelabuhan Belawan dan Kawasan Industri terpadu memerlukan pembiayaan proyek sebsar Rp 70 triliun. Ini akan dilaksanakan secara bertahap atau dengan target 10 tahun ke depan dapat semua terselesaikan. Di mana proyek-proyek ini membantu pemerintah dalam kemudahan jalannya roda ekonomi Sumut untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumut dan Indonesia pada umumnya," pungkas Ramli. Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Wilayah Sumut, Raidir Sigalingging, mengatakan, adanya pembangunan PLTA Asahan IV ini akan membantu PLN dalam menambah pasokan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebab diketahui hingga saat ini pasokan listrik yang dimiliki hanya 1.700 megawatt. Sementara saat ini beban puncak mencapai 1.500 megawatt dengan jumlah pelanggan yang terus tumbuh 7% hingga 8% pertahunnya. "Kita mendukung adanya pembangunan proyek Asahan IV ini. Kalau untuk kerja sama itu akan dibahas ke depannya, namun intinya diproyeksikan akan membantu penambahan energi listrik yang saat ini kita butuhkan," tuturnya. (yuni naibaho) Andre_theRising June 4th, 2012, 07:53 AM Proyek2nya bikin ngiler....mudah2n efek domino KNIA bisa segera berdampak serius ke pembangunan Sumatra Utara :okay: :) Volksraad June 18th, 2012, 08:09 AM PELINDO I bangun terminal curah Rp567,5 miliar Oleh Master Sihotang Senin, 18 Juni 2012 | 12:33 WIB MEDAN—PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Medan segera membangun terminal curah cair di Kuala Tanjung dengan investasi Rp567,5 miliar, sementara terminal petikemas akan dibangun dengan investasi Rp4 triliun. Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan di Pelabuhan Kuala Tanjung akan dibangun Terminal Curah Cair dengan nilai investasi Rp 567,5 miliar. Menurut dia, untuk mengembangkan terminal Curah Cair, Pelindo I akan bermitra dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Porsi saham masing-masing BUMN, kata dia, belum ditentukan. Cuma saja, lanjut dia, memorandun saling pengertian diantara dua BUMN sudah diteken minggu lalu di Jakarta. Adapun, pengembangan Terminal Petikemas, lanjutnya, Pelindo I menggandeng PT PP (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero). “Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah hal yang urgent untuk perekonomian Indonesia, terutama Indonesia barat, untuk itu kami akan segera memulainya dalam waktu dekat dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah penting,” tegas Bambang. “Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah proyek pembangunan yang besar dan membutuhkan dana investasi yang cukup besar. Kami menggandeng BUMN strategis lain untuk joint investment dalam proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung,” jelas Bambang. Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan di Pelabuhan Kuala Tanjung akan dibangun Terminal Curah Cair dengan nilai investasi Rp 567,5 miliar dan Terminal Petikemas dengan nilai Investasi Rp 4 triliun. “Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah proyek pembangunan yang besar dan membutuhkan dana investasi yang cukup besar juga, maka kami menggandeng BUMN strategis lain untuk joint investment dalam proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung,” ujar Bambang di Medan Senin 18 Juni 2012. “Kami segera memulainya dalam waktu dekat dan penandatanganan memorandum saling pengertian ini merupakan langkah awal ,” tutur Bambang. Humas PT Pelindo I M. Taufik Fadillah menambahkan Pelabuhan Kuala Tanjung saat ini ditetapkan menjadi logistik hub transportasi laut sesuai konsep cetak biru pengembangan sistem logistik nasional. Hinterland dominannya, kata dia, kelapa sawit yang mempunyai basis industri di Kawasan Industri Sei Mangke yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui PP No 29 Thn 2012. “Pengembangan ini sejalan dengan program pemerintah Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dalam mewujudkan Konektivitas Nasional,” ujarnya. Pelabuhan Kuala Tanjung adalah salah satu cabang pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo I. Lokasi geografis yang strategis, menghadap Selat Malaka, yang merupakan salah satu selat tersibuk di dunia dan merupakan jalur utama pelayaran perdagangan di dunia. Di selat itu juga terdapat beberapa pelabuhan besar di dunia yaitu Port of Singapura, Port Klang dan Port of Tanjung Pelepas. Letaknya yang berdekatan dengan Pelabuhan Belawan, menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi prioritas pengembangan sebagai pendukung Pelabuhan Belawan yang terbatas pengembangannya dan tinggi sedimentasinya. Pelabuhan Kuala Tanjung juga mempunyai draft kolam yang cukup dalam, yaitu -14 LWS sehingga tidak perlu melakukan pengerukan lagi. Saat ini Pelabuhan Kuala Tanjung satu kawasan dengan PT Inalum. (sut) Selengkapnya di: http://www.bisnis.com/articles/pelindo-i-bangun-terminal-curah-rp567-5-miliar Andre_theRising June 18th, 2012, 04:42 PM Thanks updatenya bro Volksraad Andre_theRising June 21st, 2012, 06:53 AM Inilah foto kanal buatan dari Sungai Deli ke Sungai Denai yang merupakan paket project MMUDP yang adalah di bawah program Mebidangro Proyek ini cukup berhasil menekan tinggi angka luapan Sungai Deli sehingga tidak seganas sebelumnya :) http://img850.imageshack.us/img850/7439/picture187h.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/850/picture187h.jpg/) Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us) rahul medan July 3rd, 2012, 12:27 PM ^^ tambahan Banjir Kanal Medan Sungai buatan manusia ini berfungsi tuk membantu sungai deli dan sungai babura yg kelebihan debit air menerima banjir kiriman di saat musim hujan lagi parah-parahnya.. http://farm8.staticflickr.com/7124/7424649674_cc0399ccae_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424649674/) IMG_3144 (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424649674/) by rahul549 (http://www.flickr.com/people/77345131@N08/), on Flickr http://farm8.staticflickr.com/7269/7424648176_a7930167fa_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424648176/) IMG_3143 (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424648176/) by rahul549 (http://www.flickr.com/people/77345131@N08/), on Flickr http://farm6.staticflickr.com/5199/7424647490_6183770f45_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424647490/) IMG_3142 (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424647490/) by rahul549 (http://www.flickr.com/people/77345131@N08/), on Flickr rahul medan July 3rd, 2012, 12:27 PM http://farm8.staticflickr.com/7125/7424647178_cee39d43f7_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424647178/) IMG_3140 (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424647178/) by rahul549 (http://www.flickr.com/people/77345131@N08/), on Flickr http://farm6.staticflickr.com/5343/7424646924_39bf11452e_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424646924/) IMG_3139 (http://www.flickr.com/photos/77345131@N08/7424646924/) by rahul549 (http://www.flickr.com/people/77345131@N08/), on Flickr rahul medan July 18th, 2012, 04:16 AM Kota Baru di Sumut Berbasis Ekonomi (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/07/18/106588/kota_baru_di_sumut_berbasis_ekonomi/) MedanBisnis – Medan. Sumatera Utara akan membangun kota baru yang berbasis ekonomi. Saat ini, diperkirakan kawasan Deliserdang dan Serdang Bedagai (Sergai) yang berpotensi untuk dijadikan kota baru itu. Menurut Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumut, Tomi Wistan, sudah ada beberapa lahan yang digodok untuk perencanaan pembangunan kota baru. Yang menjadi pilihan daerah Deliserdang yang luasnya berkisar 2.000 hingga 2.500 ha, dan Sergai yang luasnya berkisar 2.000 hingga 5.000 ha. "Berdasarkan pertemuan kita dengan Deputi Kemenpera beberapa waktu yang lalu, dua lahan di daerah itu yang lebih berpotensi," ujar Tomi. Dijelaskan dia lagi, lahan di daerah tersebut merupakan lahan milik masyarakat. Padahal sebelumnya, beberapa pilihan lahan milik pemerintah dan swasta juga masuk dalam pencarian lahan ini. "Tetapi, yang paling memungkinkan adalah lahan milik masyarakat ini, selain letaknya yang sangat strategis dekat dengan daerah pemekaran," ungkapnya. Nantinya, kota baru yang akan dibangun di Sumatera Utara ini akan berbasis ekonomi. Sehingga tidak melulu diisi atau dihuni oleh perkantoran pemerintah saja. Melainkan berbagai industri seperti pendidikan, rekreasi, hiburan, dan lainnya. "Atau dengan kata lain, kota baru ini dapat melayani kebutuhan kehidupannya secara menyeluruh. Bahkan, kota baru ini juga akan ada kecamatan baru. Seperti layaknya kota yang telah tersedia," tambahnya. Salah satu kota baru yang menjadi panutan saat ini adalah Putrajaya di Malaysia. Tetapi, di daerah ini berbasis pemerintah, sehingga 80% fasilitas yang tersedia dikhususkan untuk pemerintah. Seperti bangunan yang dikhususkan untuk pemerintah, masjid, dan lainnya. "Tetapi di sini juga melayani kebutuhan masyarakat umum. Misalnya, hall yang bisa untuk masyarakat umum, masjid, fasilitas hiburan, dan lainnya," lanjutnya. Terkait dengan dana, minimal dana yang dibutuhkan untuk pembangunan kota baru ini berkisar Rp 6 triliun. Itupun hanya khusus pembangunan rumah masyarakat tipe MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). "Tapi kalau yang lainnya agak sulit untuk dihitung ya. Tapi yang pasti dana itu kan akan berputar, karena ada penjualanan dan pembelian," tambahnya. Karena ini bukan proyek murah dan mudah, Tomi menyatakan belum mengetahui dengan pasti kapan akan dimulai pembangunan kota baru ini. "Kalau membangun kompleks perumahan, hanya sedikit yang harus dipikirkan. Tetapi, kalau kota baru terlalu banyak yang harus diperhatikan. Kita tidak terburu-buru untuk pembangunan kota baru ini," tambahnya. Selain mengurangi kepadatan daerah perkotaan, kota baru ini nantinya berfungsi untuk mengurangi pengangguran. "Karena basis ekonomi, dan membutuhkan tenaga kerja untuk mengisi perekonomian tersebut. Selain itu, konsentrasi juga terpecah, tidak hanya bertumpu di Kota Medan saja," tutupnya. (yuni naibaho).. Happy Man July 18th, 2012, 04:34 PM Oh ya, tadi ada nemu artikel mengenai Signature Tower yang dibangun Tommy Winata, terus ada disinggung2 mengenai Proyek Deli Megapolitan seluas 8000 hektar. Proyek apaan itu..? Ada yang tahu info yang lebih jelas..? Link : http://finance.detik.com/read/2012/05/06/174323/1910383/1016/setelah-ritz-carlton-tomy-winata-cs-bangun-hotel-mewah-baru-di-scbd rahul medan July 18th, 2012, 05:02 PM aku pernah liat renderingnya.. ttp spertinya renderingnya itu illustrasi sih coz berupa puluhan highrise yg membentuk waterfront city. Sebenarnya ini pengembangan Megapolitan kota Medan dgn membuat kota satelit yg modern dipinggiran laut. Klo gk salah lokasinya di percut, deli serdang. Jadi terintegrasi dgn kota Medan, Pelabuhan Belawan dan Bandara Kuala Namu rahul medan July 18th, 2012, 05:03 PM ^^ ini dia ini nih konsep perkembangan Megapolitan Medan yang diarahkan ke pinggirannya. Kota Satelit Medan dgn konsep waterfront city menghadap ke Selat Malaka http://www.cemararealty.com/storage/deli-serdang/Deli%20Serdang%20023.jpg?__SQUARESPACE_CACHEVERSION=1309760186794 http://www.cemararealty.com/storage/deli-serdang/Deli%20Serdang%20025.jpg?__SQUARESPACE_CACHEVERSION=1309760245720 Andre_theRising July 18th, 2012, 06:32 PM Agak muluk2 soalnya setahuku tanah di kawasan Bagan Deli - Gabion - Kampung Nelayan Indah - Paluan Seruwai - hingga terus ke Percut Sei Tuan itu termasuk tanah rawan dan kalo mo bangun proye mesti ditimbun sangat banyak.. Akhir taun 70-an lokasi tersebut pernah masuk shorting-list survey Rusia, Jepang, dan Pemerintah Indoensia untuk pembangunan Pabrik Alumunium (Inalum, yang sekarang di Kuala Tanjung) tapi gagal gara2 kualitas tanah serta banyaknya pemukiman nelayan padahal lokasinya dekat dengan Pelabuhan Belawan rahul medan July 20th, 2012, 04:48 AM Tak Bisa Ditawar Lagi, Kuala Tanjung Jadi Pelabuhan Utama Indonesia (http://www.analisadaily.com/news/read/2012/07/20/64054/tak_bisa_ditawar_lagi_kuala_tanjung_jadi_pelabuhan_utama_indonesia/) Medan, (Analia). Pengembangan Kuala Tanjung menjadi pelabuhan utama di Indonesia tak bisa ditawar lagi mengingat kondisi sangat strategis pada lintasan pelayaran kapal dagang dunia dan memiliki kedalaman yang terbentuk secara alami mencapai 16 meter, sehingga tidak membutuhkan dana lagi untuk melakukan pengerukan dermaga sandar kapal. Sementara pelabuhan yang ada selama ini seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan dan Makassar tidak mungkin untuk dikembangkan lagi, karena mengalami keterbatasan di berbagai lini bahkan cenderung terpaksa ditutup bagi penampungan arus barang ekspor maupun impor demi memuluskan kepentingan lain. Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, Alfred Nasser mengungkapkan, saat ini pihaknya memang sudah berusaha keras untuk dapat meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Belawan, namun dipastikan sulit untuk menampung lebih banyak lagi arus barang ekspor dan impor karena area dermaga dan peralatan yang sangat terbatas. Dikatakan, studi kelayakan untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung sudah rampung dilakukan oleh tim ahli dan dicanangkan pada tahap pertama akan dilaksanakan pembangunan dermaga sepanjang 1.000 meter setelah dicapainya kesepakatan di tingkat kementerian terkait selaku regulator pemegang keputusan akhir. "Jadi, tidak ada pilihan lain kecuali beralih memacu pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, dengan proyeksi mampu menampung setidaknya 22 juta teus barang ekspor dan impor, yang berarti menggungguli kemampuan Pelabuhan Singapura, sehingga pada gilirannya menjadi salah satu pusat pengendali perdagangan dunia," ujarnya pada acara "Sarapan Pagi Bersama" yang digelar DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan BPD Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Sumut di Medan Club, Rabu (18/7). Acara yang dimoderatori Ketua DPD GPEI/BPD GINSI Sumut Drs Khairul Mahalli tersebut turut dihadiri Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Provsu Ir Purnama Dewi Daulay, MM, Kadisperindagsu Bidar Alamsyah SH, Kadishub Sumut Anthoni Siahaan, Kepala BPM Kota Medan Toga Pardamean Nainggolan, Wakil Ketua Kadinsu Dodhy Taher, PT Angkasa Pura II, Ketua REI Sumut Tomi Wistan, jajaran Asosiasi Depo Kontainer (ASDEKI) Sumut, Bea Cukai Belawan dan berbagai asosiasi pelaku usaha lainnya. Ambil Alih Peranan Seperti diungkapkan Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan, Edy Putra Irawadi beberapa waktu lalu, Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan bisa mengambilalih peranan pelabuhan lain di seluruh Indonesia, bahkan pada gilirannya akan mampu menguasai roda perdagangan dunia karena berada di jalur lintas utama pelayaran kapal dagang dari berbagai berbagai negara. Namun, untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung ini dibutuhkan niat tulus pemerintah dengan tidak lagi memaksakan pemberdayaan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia, karena jelas keberadaannya sudah kurang memberi manfaat bagi peningkatan perdagangan dalam dan luar negeri, karena memiliki banyak keterbatasan yang mendorong tingginya biaya bongkar-muat barang. Sedangkan biaya pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung dipastikan relatif lebih kecil, sementara manfaatnya sangat besar dalam menyedot lebih banyak kunjungan kapal peti kemas asing untuk singgah karena tergiur posisi sangat strategis plus pelayanan lebih efisien dibandingkan sejumlah negara pengambil manfaat lainnya selama ini. Menurut Dirut Pelindo I, arus pelayaran kapal asing yang melintasi Selat Malaka selama ini cukup padat dan tercatat mengangkut barang dagangan sebanyak 40 juta teus per tahun, namun yang ditampung di pelabuhan Indonesia, khususnya Belawan hanya mampu menampung 1,2 juta hingga 2 juta teus saja per tahun dan selebihnya ditampung pada pelabuhan berbagai negara tetangga terutama Singapura. Bila posisi Kuala Tanjung dapat diwujudkan menjadi pelabuhan utama nasional dengan fasilitas yang lebih lengkap, diperkirakan akan mampu setidaknya menampung 22 juta teus per tahun, yang berarti akan menguasai lebih dari setengah arus barang ekspor dan impor melalui Selat Malaka, sehingga dipastikan Singapura tidak lagi menguasai perdagangan dunia seperti selama ini. Hal yang sama juga diungkapkan Khairul Mahalli seraya menegaskan, sangat disayang bila keunggulan yang dimiliki Kuala Tanjung tidak secepatnya digali, karena jika dimanfaatkan secara maksimal dipastikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke arah yang lebih baik dan untuk ini pemerintah cq instansi terkait harus bisa berbesar hati untuk memberikan dukungan penuh bagi pengembangannya, sehingga pelaksanaan Perpres No.26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) akan lebih mudah mencapai sasaran. Dengan kondisi goegrafis Indonesia yang terbentang sepanjang 1/8 garis katulistiwa dan kekayaan alam yang melimpah baik komoditas stategis maupun ekspor, sudah seharusnya mampu menjadikan negeri ini sebagai "supply side" atas hasil industri olahannya. Kemudian sekaligus menjadi "deman side" dalam rantai pasok global mengingat jumlah penduduk Indonesia cukup besar. (rama) .. Aboen August 4th, 2012, 11:05 PM Lokasi Deli Megapolitan http://www.flickr.com/photos/76609862@N04/7712574432/ http://www.flickr.com/photos/76609862@N04/7712575218/ Aboen August 15th, 2012, 11:10 AM Info dari sepupu (salah satu pemilik Hill Park dan MMTC) Deli Megapolitan ini masih lama akan terwujud. Di samping masalah birokrasi, dukungan, juga membutuhkan banyak investor. Pembangunannya juga melalui tahapan yang panjang. Sama seperti GMTDC di Makassar yang sudah direncanakan dari 20 thn lalu, akhirnya malah banyak landed house. Lokasi : http://img812.imageshack.us/img812/1818/201208050253191.jpg http://img232.imageshack.us/img232/9213/20120805025727.jpg taveshoni August 15th, 2012, 11:31 AM hierarchical rahul medan August 15th, 2012, 11:54 AM ^^ wow posisinya cukup strategis ya.. rahul medan August 18th, 2012, 07:14 PM DPRD Sahkan Prolegda Skala Prioritas Kabupaten Deli Serdang Tahun 2012 (http://www.analisadaily.com/news/read/2012/08/03/66662/dprd_sahkan_prolegda_skala_prioritas_kabupaten_deli_serdang_tahun_2012/#.UC_NAnKCrMw) Lubuk Pakam, (Analisa). Sidang paripurna DPRD Deli Serdang, Rabu (25/7) menyetujui dan mensahkan Program Legislasi Daerah (Prolegda) skala prioritas Kabupaten Deli Serdang tahun 2012 ditandai penandatanganan nota kesepakatan bersama DPRD dengan Bupati Deli Serdang. Prolegda yang disahkan memuat 23 program meliputi 15 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan eksekutif,lima Ranperda usul inisiatif legislatif dan tiga Ranperda komulatif terbuka.. Ke-15 Ranperda usulan eksekutif yaitu Ranperda tentang Pengelolaan barang milik daerah, Penyelenggaraan pendaftaran penduduk, Pemerintahan Desa,Perubahan pertama Perda No.05 tahun 2007 tentang Pembentukan organisasi dan tata kerja perangkat daerah. Tentang Pemekaran Kecamatan Hamparan Perak, Sungal, Percut Sei Tuan dan Penataan Kecamatan Tanjung Morawa dan Labuhan Deli,Rencana induk pembangunan pariwisata daerah,Izin usaha kontruksi dan konsultasi, Pemakaian air bawah tanah (ABT). Tentang Perubahan pertama Perda No.05 tahun 2011 tentang Izin usaha pertambangan, Izin usaha pariwisata,Rencana tata ruang wilayah (RTRW), Dana cadangan daerah,Ganti kerugian aset daerah, Penanggulangan bencana alam dan Pengawasan jalan kabupaten. Sedang usul inisiatif legislatif yaitu Ranperda tentang Perlindungan lahan tanaman berkelanjutan, Pengelolaan wilayah pesisir, Pendidikan keagamaan, Perlindungan ketenagakerjaan dan Pengendalian pembangunan sekitar kawasan Bandara Kuala Namu. Kemudian Ranperda komulatif terbuka yaitu Ranperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Deli Serdang tahun 2012 dan RAPBD tahun 2013, Pemekaran dan penggabungan kecamatan serta Pemekaran dan penggabungan desa. Bupati Drs H Amri Tambunan melalui Wabup H Zainuddin Mars mengucapkan terima kasih atas disahkannya Prolegda tersebut. Dengan disahkannya Prolegda berarti kita telah meletakkan landasan yang kuat dalam upaya menata wilayah di samping meningkatkan pendapatan daerah sebagai salah satu kunci untuk mewujudkan cita-cita dan harapan mengantarkan masyarakat Kabupaten Deli Serdang menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan berbagai dinamika yang berkembangan saat ini,diharap dalam waktu tidak terlalu lama, legislatif bersama eksekutif dapat segera mambahas Prolegda skala prioritas ini untuk mendukung upaya percepatan pembangunan daerah terutama untuk mempersiapkan Kabupaten Deli Serdang ke depan menjadi daerah pusat pengembangan pembangunan Sumatera Utara seiring ditetapkannya Kabupaten Deli Serdang sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) oleh pemerintah pusat disamping kehadiran Bandara Kuala Namu yang direncanakan akan mulai beroperasi 2013 mendatang. Kita harus terus berupaya melakukan berbagai langkah terobosan yang berarti dalam menyahuti tuntutan masyarakat yang terus berkembang sesuai dengan kemampuan dana yang tersedia disamping terus mendorong lahirnya dukungan partisipasi dari seluruh eleman masyarakat dan adanya peran serta sektor swasta yang telah menjadi pola pembangunan daerah selama kepemimpinan Bupati H Amri Tambunan. Kita perlu melakukan peningkatan budaya kerja keras, berdisiplin dan profesionalisme dan harus menjadi komitmen bersama sebagai pemegang amanah rakyat sebagai penyelenggara pemerintahan daerah, kata Wabup H Zainuddin Mars. (sk).. yafiz August 27th, 2012, 05:08 PM untuk mewujudkan Medan Megapolitan membutuhkan waktu yg cukup lama dan bertahap.. tapi seneng bahwa tahapan2 tersebut sudah terlihat dengan adanya beberapa proyek seperti KNIA, proyek Jalan Tol Medan-Kualamau & Medan Binjai, KA Komuter Medan-Binjai dan Medan-T.Tinggi, Perluasan BICT, dll rahul medan September 1st, 2012, 03:56 AM Pempropsu Tantang REI Bangun Perumahan di Kualanamu dan Belawan (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/09/01/113099/pempropsu_tantang_rei_bangun_perumahan_di_kualanamu_dan_belawan/) MedanBisnis – Medan. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) menantang DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara untuk mengembangkan perumahan di kawasan Bandar Udara baru di Kualanamu dan Belawan. Karena, dua kawasan tersebut dinilai akan memiliki nilai investasi yang tinggi. "Kita tantang REI untuk dapat menciptakan kawasan yang tertata di Kualanamu dan Belawan," ucap Plt Gubsu Gatot Pudjonugroho usai menghadiri acara halal bihalal keluarga besar REI Sumut di Koki Sunda Medan, Jumat kemarin. Dikatakan Gatot, pihaknya juga berharap REI untuk mampu menghadirkan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat tapi layak huni dan manusiawi. "Masyarakat masih banyak membutuhkan rumah, jadi ini tugas REI menyediakannya dengan harga terjangkau," pungkasnya. Mendapat tantangan dari Plt Gubsu, Ketua REI Sumut Tommi Wistan menyatakan, pihaknya siap menerima tantangan tersebut asal infrastruktur tersedia sehingga pembangunan kawasan perumahan di Kualanamu dan Belawan dapat terealisasi. "Kita terima tantangan dan itu bisa saja terwujud asal Pemropsu mendukung infrastrukturnya," ujarnya. Dijelaskan Tomi, pembangunan infrastruktur itu sangat penting untuk menciptakan kawasan yang berkualitas dari sisi perumahan. Pengembang atau developer tidak akan bisa membangun dengan baik dan cepat, jika tidak didukung dengan infrastruktur. "Kita tantang pempropsu untuk membangun infrastruktur nya. Selain itu insentif dan ketentuan lainnya yang terkait dengan pembebasan lahan juga harus diperjelas. Bila ada kerjasama yang baik antara REI dan PempropSu maka perkembangan properti di kawasan tersebut akan terwujud dengan mudah," pungkasnya. (yuni naibaho).. Aboen September 1st, 2012, 07:31 PM ^^ wah, mantap.... saling tantang... :) asal jangan saling menunggu :nuts: Aboen September 20th, 2012, 12:20 PM Korea Selatan Bangun Landfill Gas di Binjai MEDAN-Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Environment Corporation dan POSCO ICT akan membangun areal produksi gas dengan menggunakan sampah atau landfill gas di Binjai, Sumatra Utara dengan nilai investasi awal US$30 juta. Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumatra Utara Purnama Dewi mengatakan pembangunan fisik dijadwalkan dimulai pada tahun depan, pada saat ini proyek itu masih dalam proses finalisasi semua perizinan yang dibutuhkan. Dia mengatakan pada tahap awal pengerjaan proyek, pembiayaan berasal dari Korea Environment Corporation (Keco), sedangkan pembangunan mesin pembangkit akan dinanai oleh POSCO ICT, perusahaan swasa yang bergerak di bidang industri, jasa, dan teknologi. “Sudah setahun perusahaan melakukan uji kelayakan. Kabarnya masih ada masalah proses perizinan. Kami berharap proses perizinan proyek ini dapat segera selesai,” ujar Purnama, kepada Bisnis, Kamis (20/9). selanjutnya... (http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2012/09/pemerintah-korea-selatan-bangun-landfill-gas-di-sumut/) rahul medan September 22nd, 2012, 07:06 AM http://www.medanbisnisdaily.com/im4g3sf1l3/konsorsium_garap_tol_medan-t-tinggi_788.gif Foto: RAPAT JALAN TOL Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Abdul Hadi Hs (kiri) menerangkan tentang rencana pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi kepada Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho dan peserta rapat di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Jumat 21 September 2012. Jasa Marga dan Pempropsu sepakat membentuk konsorsium untuk menggarap jalan tol sepanjang 72,13 km itu. Jasa Marga menyiapkan 55% dari kebutuhan modal, sementara sisanya 45% dari Pempropsu dan investor lokal. (medanbisnis/benny pasaribu) Jasa Marga dan Pempropsu Sepakat Konsorsium Garap Tol Medan-T.Tinggi (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/09/22/116529/konsorsium_garap_tol_medan-t-tinggi/) MedanBisnis –Medan. Untuk menindaklanjuti MoU atau kesepakatan bersama antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Pemerintah Propinsi Sumut (Pempropsu) pada 1 Maret 2012 lalu, maka keduanya sepakat membentuk konsorsium untuk menggarap pekerjaan pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi. Hal itu mengemuka pada rapat bersama antara PT Jasa Marga dengan Pempropsu yang dipimpin Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST dan Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Abdul Hadi Hs, di Kantor Gubsu, Medan, Jumat (21/9). Hadir juga Kepala Bappeda Sumut Ir H Riadil Akhir Lubis MSi, Kadis Bina Marga Sumut Ir HM Arman Effendi Pohan MSi, Direktur PT Pembangunan Sarana dan Prasarana Syarifullah, Timbul Pasaribu mewakili Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Medan dan sejumlah jajaran Jasa Marga. Untuk ikut di konsorsium itu, dikatakan, Pempropsu melalui BUMD PT Pembangunan Sarana dan Prasarana Sumut, harus mengucurkan dana 45% dari total modal dasar yang dibutuhkan setelah Jasa Marga sendiri siap mengalokasikan 55%. Terkait sumber modal sebesar 45% itu, menurut Abdul Hadi, dimungkinkan bagi Pempropsu melibatkan investor lokal (Sumut) dan kabupaten/kota untuk membantu pemenuhan 45% dari total modal dasar. "Namun sebaiknya investor tidak banyak agar tidak menyulitkan koordinasi," katanya. Dia mengatakan investor dari dalam dan luar negeri, banyak yang tertarik untuk ikut bersama Jasa Marga menggarap investasi pembangunan jalan tol tersebut. "Namun kita sudah mengomitmenkan menggandeng Sumut karena pada prinsipnya kami tidak ingin Sumut hanya menjadi penonton. Karena itu kita harus bersama membangun komitmen dalam memperjuangkan proyek yang strategis ini,” katanya. Plt Gubsu menyatakan Pempropsu sepakat membentuk konsorsium, namun terlebih dahulu dilakukan kajian karena menyangkut keterbatasan pendanaan. "Investor lokal saya kira banyak yang mau bersama kita ikut berinvestasi di jalan tol itu," katanya. Karenanya, Gatot meminta agar Bappeda dan Bina Marga mematangkan pembentukan konsorsium ini dengan mengundang para investor lokal guna menjajaki keikutsertaan berinvestasi. Terkait pemenuhan modal dasar 45%, menurut Kadis Bina Marga Effendi Pohan, akan disampaikan Pempropsu melalui BUMD PT Pembangunan Sarana dan Prasarana, paling lambat 15 Oktober 2012. "Paling lambat 15 Oktober Pempropsi melalui BUMD sudah menyampaikan kepastian besaran saham dalam konsorsium," katanya. Namun Effendy mengatakan, sebelumnya akan digelar pertemuan tentang rencana pemasukan PQ tentative 28 November 2012 di Kantor Jasa Marga Jakarta. Selain soal modal, Pempropsu juga ditantang untuk menyiapkan pembebasan lahan. Menurut Abdul Hadi, pembebasan sangat mendesak untuk memastikan bahwa investasi pembangunan jalan tol itu bisa digarap. Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis sangat sependapat percepatan pembebasan lahan. Realisasi pembebasan lahan hingga awal September 2012, kata Riadil, yakni 95,03 ha (48,01%) dari total 197,94 ha kebutuhan lahan di seksi I Medan-Kualanamu. Kemudian Seksi II Kualanamu-Tebingtinggi sudah bebas 138,94 (57,02)% dari kebutuhan 243,67 ha. "Jadi lahan yang belum dibebaskan di Seksi I yaitu 102,91 ha (51,99%) dan di Seksi II 104,73 ha (42,98%)," terang Riadil. Timbul Pasaribu dari BPJN Wilayah I Medan mengatakan pihaknya mempersiapkan progres pembebasan lahan untuk semua section dalam bentuk grafik gitar di akhir September 2012 sehingga dapat diselesaikan secara bertahap. "Tahun ini, Rp 80 miliar kami anggaran untuk pembebasan lahan, namun baru sekitar Rp 30 miliar yang tersalurkan. Kami juga berharap kita semua khususnya panitian pembebasan tanah (P2T) terus mempercepat realisasi pembebasan," katanya. Ruas jalan tol Medan-Tebingtinggi, terang Riadil, memiliki panjang 72,13 km, yang terdiri dari 30,305 km Seksi I Medan-Kualanamu intersection Tanjung Morawa dan Lubuk Pakam junction Parbarakan dan Penara. Kemudian Seksi II Kualanamu-Tebingtinggi intersection Perbaungan-Teluk Mengkudu dan Sei Rampah. Pembangunan jalan tol itu, menurut Riadil, sangat memiliki prospek ekonomi yang menguntungkan untuk jangka panjang. Sumber-sumber ekonomi baru akan bertumbuh, dimana akan mendongkrak bergairahnya ekonomi rakyat Sumut. "Kabupaten/kota di kawasan jalan tol, sudah mendesain pertumbuhan ekonomi baru di sana, belum lagi swasta," katanya. Bahkan dalam masa konstruksi, Sumut sudah untung karena akan mempekerjakan tenaga lokal, material dasar akan didatangkan dari Sumut sendiri. Kemudian harga tanah akan melonjak, sektor properti akan semakin bertumbuh serta Sumut akan menerima pajak dari pendapatan jalan tol. ( benny pasaribu) rahul medan October 16th, 2012, 09:27 AM Singapura dan Korea Bidik Area Komersil (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/10/16/120042/singapura_dan_korea_bidik_area_komersil/) MedanBisnis—Deliserdang. Pengusaha asal Singapura dan Korea menyatakan minatnya untuk berinvestasi di areal komersil yang disediakan oleh PT AP II-PIU Bandara Kualanamu Deliserdang seluas 135 Ha. Areal komersil yang disediakan tersebut dekat jalur gateway atau akses jalan masuk menuju Bandara Kualanamu, Deliserdang. "Dalam membangun seluruh fasilitas pendukung Bandara Kualanamu ini kan tidak sepenuhnya dilakukan pemerintah karena keterbatasan kemampuan anggaran. Untuk itu, kita juga menyediakan areal komersil seluas 135 Ha ke publik untuk dapat dibangun mall, convention hall ataupun hotel. Investasi pembangunannya kita serahkan ke publik," kata Chief of PIU PT AP II Pembangunan Bandara Kualanamu Deliserdang, Wisnu Budi Setianto SH, Senin (15/10). Wisnu mengatakan, dari pembukaan lahan seluas itu, pemerintah pusat sudah menerima pernyataan dari beberapa pengusaha luar negeri yang berminat berinvestasi. Beberapa pengusaha itu bahkan sudah memiliki tempat objek wisata besar di Singapura, selain ada pula beberapa pengusaha dari Korea. "Beberapa pengusaha dari Singapura sudah menyatakan akan membangun resor dan tempat rekreasi maupun mall. Sedangkan beberapa pengusaha dari Korea juga menyatakan akan membangun hotel maupun convention hall. Memang luas lahan cukup mendukung, jadi siapa saja boleh berinvestasi," ujarnya. Maka, dia mengatakan, nanti tidak perlu lagi repot-repot mencari tempat rekreasi maupun tempat hiburan di Deliserdang. Semuanya bakal ada dan lengkap di Bandara Kualanamu. "Kita pasti berikan yang terbaik bagi pembangunan Bandara Kualanamu ini. Karena nantinya, mau rapat pun tidak repot lagi, bisa dilakukan di convention hall atau di mall yang ada di areal komersil. Setelah rapat, bisa langsung berangkat naik pesawat," jelasnya. (sulaiman achmad).. Aboen October 19th, 2012, 09:12 AM ternyata medan - binjai juga segera dibangun tol. medan - kuala namu ii ???? PEMBIAYAAN PROYEK: Pemerintah siap cari pinjaman US$25 miliar Mia Chitra Dinisari October 18, 2012 18:15 JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum akan menggunakan pinjaman luar negeri US$25 miliar sebagai sumber dana pendukung tujuh proyek jalan highgrade highway di Sumatra, Jawa dan Sulawesi. Kepala Biro Perencanaan dan Pinjaman Luarnegeri Taufik Widjoyono mengatakan usulan pinjaman itu sebagai alternatif pembiayaan tol, jika rencana PT Hutama Karya yang ditunjuk sebagai BUMN operator tol baru membangun tol tersebut batal. "Usulannya belum fix, karena jika HK bisa membangun dan tidak butuh dukungan pemerintah, usulan pinjaman tidak akan diteruskan. Jadi kepastiannya masih menunggu ketetapan HK," ujarnya di Jakarta, Kamis (18/10/2012). Taufik mengatakan besaran usulan pinjaman itu, sebenarnya juga sudah mengalami perubahan, menyusul adanya penyesuaian perubahan nilai investasi ketujuh proyek itu akibat kenaikan harga. http://imageshack.us/a/img831/5431/proyekjalantol.jpg selanjutnya... (http://en.bisnis.com/articles/pembiayaan-proyek-pemerintah-siap-cari-pinjaman-us$25-miliar) Aboen October 19th, 2012, 09:52 AM Tol Trans Sumatera mulai dibangun Maret 2013 Jum`at, 19 Oktober 2012 14:12 WIB JAKARTA - PT Hutama Karya menargetkan pelatakan batu pertama atau ground breaking Jalan Tol Trans Sumatera pada Maret 2013. Hutama Karta menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) membentuk konsorsium untuk membangun tol itu. Direktur Utama Hutama Karya, Tri Widjajanto Joedosastro, menjelaskan rencananya akan ada dua dari lima ruas yang akan mulai dibangun, yaitu Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya. "Masing-masing ruas ini 16 kilometer," kata Tri di sela-sela BUMN Marketeers Club di Jakarta, 19 Oktober 2012. selanjutnya... (http://www.bisnisaceh.com/energi/tol-trans-sumatera-mulai-dibangun-maret-2013/index.php) rahul medan October 20th, 2012, 03:33 AM HK Mulai Pembangunan Maret 2013 Tol Medan-Binjai Prioritas Proyek Trans Sumatera (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/10/20/120773/tol_medan-binjai_prioritas_proyek_trans_sumatera/#.UIH-6nLoPMw) MedanBisnis – Jakarta. PT Hutama Karya (Persero) siap membangun jalan tol trans Sumatera sesuai perintah Menteri BUMN Dahlan Iskan. Proyek tol sepanjang 2.700 kilometer yang membentang dari Aceh hingga Lampung,ini akan dibangun mulai Maret 2013, dimana pada tahap awal akan dibangun Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya. Direktur Utama Hutama Karya Tri Widjajanto mengemukakannya usai acara BUMN Marketeers Club di Kantor Pusat Hutama Karya, Jakarta, Jumat (19/10)."Groundbreaking Maret (2013), ruas paling memungkinkan, Medan Binjai, sama Palembang Indralaya," kata Tri. Menurutnya, tahap pertama akan dibangun sepanjang 300 km. Saat ini, katanya, Hutama Karya masih dalam proses pembentukan perusahaan konsorsium pengembangan jalan tol trans sumatera yang melibatkan beberapa BUMN perkebunan (PT Perkebunan Nusantara/PTPN). Selain melibatkan BUMN perkebunan untuk mengurangi beban pembiayaan tol trans Sumatera, Hutama Karya juga berharap bisa memperoleh penyertaan modal negara (PMN) di 2013 untuk mendukung pembiyaan tol trans tersebut."Lagi kita hitung pendanaan, dananya dari dukungan pemerintah berupa PMN," kata Tri. Sebelumnya diberitakan, Hutama Karya tengah mengajukan PMN senilai Rp5 triliun, yang masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2013. Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Dahlan Iskan telah meminta PT Hutama Karya (HK) menggandeng beberapa PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dalam membangun tol trans Sumatera. Dahlan beralasan, dilibatkannya BUMN perkebunan pada mega proyek pembangunan 5 ruas jalan tol tersebut untuk mempercepat pembangunan. Pasalnya, PTPN memiliki banyak lahan yang bisa dimanfaatkan."Hutama Karya akan bentuk perusahaan konsorsium dengan perkebunan BUMN yang dilewati jalan tol yang digarap HK, maka tanahnya akan jadi ekuitas sehingga buat optimis jalan tol cepat terbangun. Dulu jalan tol gak feasible, karena biaya mahal," katanya. Dahlan menyebut, dengan kerjasama Hutama Karya dan PTPN yang beroperasi di Sumatera, biaya pembangun tol sumatera juga bisa ditekan. Selain itu, tanah yang dimiliki PTPN untuk pengembangan jalan tol ini akan menjadi aset konsorsium bersama."60% biaya dari jalan tol dari PTPN, jadi gak besar. Bentuk masih dirumuskan. Bentuk terserah, asal uang gak keluar dari HK untuk ganti rugi tanah. Ini murni dengan negara," tambahnya. (dtf/ant).. rahul medan October 23rd, 2012, 03:34 PM Tuesday, 23 October 2012 13:02 Kawasan metropolitan Mebidangro segera dilaksanakan (http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=264942:kawasan-metropolitan-mebidangro-segera-dilaksanakan&catid=14:medan&Itemid=27) MEDAN - Kawasan metropolitan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo (Mebidangro) harus menjadi kawasan yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, menegaskan hal itu dalam sambutan dibacakan Kepala Dinas Penataan Ruang dan Permukiman (Tarukim) Sumut Khairul Anwar di Hotel Candi Medan. Berbicara pada Workshop Finalisasi Penyusunan dan Penerapan Insentif dan Disinsentif Rencana Tata Ruang Kawasan (RTRK) Perkotaan Mebidangro yang berlangsung dua hari ini, Gubsu mengajak semua pihak terus saling berkoordinasi dan memaduserasikan program pelaksanaan rencana tata ruang kawasan strategis nasional perkotaan Mebidangro tersebut. Didampingi Kabid Penataan Ruang Syamsul Bahri Ritonga, dikemukakan Gubsu konsep insentif dan disinsentif sebagai pengawasan pemanfaatan ruang. "Konsep insentif dan disinsentif diharapkan mampu mendorong dan menstimulasi pelaksanaan program penataan ruang yang sesuai dengan apa yang telah direncanakan," ujarnya di Medan, hari ini. "Dengan ini pada akhirnya indikasi program kegiatan yang tertuang dalam Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Kawasan (RTRK) Mebidangro ini dapat terlaksana sesuai dengan yang kita harapkan," ujarnya dihadapan peserta dari pimpinan SKPD kabupaten kota Mebidangro. Sebelumnya juga digelar Workshop Fasilitasi Percepatan Penetapan Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Strategis Nasional Perkotaan Mebidangro di hotel tersebut yang dibuka Gubsu diwakili Kadis Tarukim Provinsi Sumut. Pada even yang dihadiri pejabat dari Ditjen Penataan Ruang Kementeriaan Pekerjaan Umum ini Gubsu mengemukakan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (KSN) Mebidangro telah ditetapkan melalui PERPRES No 62 Tahun 2011. Ini dimaksudkan sebagai upaya mendorong implementasi Peraturan Presiden agar didukung oleh semua pihak baik di pusat maupun di daerah dalam rangka mempercepat pelaksanaannya diperlukan keterpaduan dan sinkronisasi program kegiatan pembangunan antar Pemerintah Kabupaten/Kota dalam lingkup kawasan perkotaan Mebidangro beserta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. "Dalam upaya mengawal pelaksanaan kegiatan pada Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro ini, PERPRES 62 Tahun 2011 telah mengamanahkan untuk membentuk sebuah lembaga yang nantinya akan bertanggung jawab sebagai Pengelola Kawasan Perkotaan Mebidangro," ujarnya. Oleh karena itu dapat segera disusun konsep kelembagaan yang baik yang mampu mengelola segala kegiatan yang telah tertuang dalam Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro. "Kita berharap dapat terjadi komunikasi yang lebih baik antar Pemerintah Kota dan Provinsi dalam upaya mengawal sampai pada tahap terbentuknya Kelembagaan Pengelola Kawasan Perkotaan Mebidangro yang memiliki kekuatan hukum, sehingga program-program kegiatan dalam Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro bisa cepat terlaksana," ujarnya... rahul medan October 31st, 2012, 04:31 AM Peta Mebidangro http://3.bp.blogspot.com/-vBYc5esaYrQ/UI_cCFrXE7I/AAAAAAAAhUs/tCYqyVEiAZA/s1600/Peta-Mebidangro-pu.go.id.jpg Tuesday, 30 October 2012 23:11 Kelembagaan KSN Mebidangro dipercepat (http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=265838:kelembagaan-ksn-mebidangro-dipercepat&catid=14:medan&Itemid=27) MEDAN – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho mengemukakan penetapan kelembagaan pengelolaan kawasan strategis nasional (KSN) Medan, Binjai, Deliserdang dan Tanah Karo (Mebidangro) perlu dipercepat. "Kita bersyukur Presiden telah menetapkan kawasan perkotaan Mebidangro dalam Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional. Karenanya kelembagaan pengelolaannya perlu diperepat," tegasnya dalam sambutan dibacakan Kadis Tarukim Provsu Khairul Anwar di Medan, hari ini. Berbicara pada Workshop Fasilitasi Percepatan Penetapan Kelembagaan Pengelolaan KSN Perkotaan Mebidangro di Hotel Swiss Bell Inn Medan, Plt Gubsu mengajak semua komponen Pemerintah maupun masyarakat khususnya yang berada di kawasan Mebidangro agar lebih memahami peran dan fungsi Perpres tentang Kawasan Strategis Mebidangro. Pada acara yang dihadiri Kepala Satuan Kerja Dekonsentrasi/ Tugas Pembantuan Dinas Penataan Ruang Syamsul Bahri Ritonga yang juga Kabid Penataan Ruang Distarukim Sumut, Plt Gubsu juga mengimbau semua pihak ikut serta dalam Proses Penataan Ruang, sehingga tercapai Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara maupun Kabupaten/Kota yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. Sementara itu di tempat sama juga digelar Workshop Fasilitasi Percepatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota KSN Mebidangro yang berlangsung dua hari, sejak kemarin hingga hari ini. Kadis Tarukim Provsu, Khairul Anwar mengemukakan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Pasal 123 Ayat 4 mengamanatkan Bahwa Pemerintah Berwenang Untuk Menyusun dan Menetapkan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang selanjutnya ditetapkan dengan Peraturan Presiden. Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (KSN) perkotaan Mebidangro telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2011. Terbitnya Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 62 Tahun 2011 ini dinilai cukup bagus, dan patut disyukuri karena diharapkan dapat mempercepat perbaikan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pada kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo khususnya dan Provinsi Sumatera Utara pada umumnya. Mengingat Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (KSN) Perkotaan Mebidangro ini masih baru, lanjutnya maka Satuan Kerja Dinas Penataan Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Utara sebagai perpanjangan dari Pemerintah Pusat dan bagian dari Pemerintah Provinsi memandang perlu untuk dilakukan Fasilitasi Percepatan Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota KSN Mebidangro sehingga tujuan dari program ini lebih cepat tercapai. Lebih lanjut tentang kelembagaan pengelolaan KSN Mebidangro maka Plt Gubsu menilai cukup strategis karena keberadaan kelembagaan merupakan suatu kebutuhan bersama dalam penyelenggaraan pembangunan di Kawasan Mebidangro untuk mencegah permasalahan-permasalahan yang akan terjadi dalam pengelolaan kawasan tersebut di masa mendatang. Oleh karena itu Plt Gubsu mengajak. semua pihak agar sama-sama memikirkan dan saling berkoordinasi untuk mewujudkan lembaga kerjasama antar daerah pada kawasan ini, sehingga kerjasama antar daerah ini akan meningkatkan perekonomian dan saling menguntungkan daerah terkait dalam kerjasama ini. Gubsu menilai Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang memberikan perhatian dan dukungan sangat besar kepada Provinsi Sumatera Utara, agar Provinsi ini dapat menjadi Provinsi yang terbaik di Indonesia yang didukung oleh Ketersediaan Ruang Wilayah yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. rahul medan November 7th, 2012, 03:06 PM Tol Medan-Kualanamu Mulai Dibangun (http://www.pu.go.id/main/view/7983) Rabu , 7 Nov 2012 Pembangunan tol Medan-Kualanamu sepanjang 17,8 Kilometer (KM) mulai dibangun hari ini. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pudjo Nugroho melakukan groundbreaking secara simbolis dengan menekan sirene di desa Penara, Kecamatan Batang Kuis, Medan, Sumut. Tol dengan biaya pembangunan senilai Rp 1,347 triliun tersebut direncanakan selesai dalam 900 hari. Hingga kini pembebasan lahan tol yang menghubungkan tol Medan-Belawan dengan Bandar Udara Kualanamu tersebut baru mencapai 53 persen. Djoko Kirmanto dalam sambutannya, mengakui, perencanaan pelaksanaan groundbreaking ini dilakukan secara spontan setelah mendapatkan kabar dari Bappenas bahwa Individual Loan Agreement telah ditandatangani kemarin siang. Dirinya tidak mau membuang waktu lagi, mengingat pembangunan tol tersebut sudah telat dimulai. "Kontrak pembangunan sebenarnya telah ditandatangani pada Desember 2011, saya harapkan awal tahun sudah bisa dimulai, kenyataannya baru bisa kita lakukan hari ini. Karena kita terlambat mulai saya tidak mau buang-buang waktu agar kita tidak telat selesai," imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU juga meminta kepada Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho untuk turut membantu proses pembebasan lahan. Menurutnya, berdasarkan pengalaman bila Gubernur turun langsung, maka pembebasan tanah akan berjalan lebih cepat. Gatot pun mengatakan akan berupaya keras untuk membantu proses pengadaan lahan tersebut. Gatot menambahkan, terbangunnya tol ini memang sudah didambakan masyarakat Sumut. Mengingat Bandara Internasional Kualanamu yang akan segera beroperasi pada Maret 2013, sehingga keberadaan jalan penghubung baik tol maupun arteri merupakan suatu kebutuhan mendesak. Dengan adanya bandara tersebut beserta jalan penghubungnya, diharapkan pertumbuhan ekonomi Sumut dapat meningkat. Sementara itu Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Wijaya Seta mengatakan, tol tersebut akan terdiri dari empat lajur dengan dua arah, dengan masing-masing lebar lajur 3,6 meter. Seta menambahkan, tol Medan Kualanamu akan memiliki empat intercharge, empat underpass, tujuh topperpas dan tiga pintu tol. Dari total dana konstruksi Rp 1,347 triliun, 90 persen diantaranya berasal dari pinjaman China melalui Bank Exim China dan 10 persen dari APBN. Seta menuturkan, dari total 441,61 ha tanah yang harus dibebaskan, baru 233,97 (53 persen) diantaranya telah dibebaskan. "Upaya pembebasan tanah butuh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan pak Gubernur. Saya berharap semoga selesai tepat waktu," tandasnya. (rnd).. rahul medan November 12th, 2012, 05:10 PM Jalan Lintas Sumatera Medan - Binjai Lihat di atas lampu jalan tersebut ada panel tenaga matahari. Jadi bisa menghasilkan tenaga listrik tanpa harus terlalu bergantung pada PLN http://farm9.staticflickr.com/8483/8178816655_715daa46f6_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/76774666@N08/8178816655/) IMG_4128 (http://www.flickr.com/photos/76774666@N08/8178816655/) by rahul792 (http://www.flickr.com/people/76774666@N08/), on Flickr http://farm9.staticflickr.com/8345/8178816905_769c7444e4_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/76774666@N08/8178816905/) IMG_4129 (http://www.flickr.com/photos/76774666@N08/8178816905/) by rahul792 (http://www.flickr.com/people/76774666@N08/), on Flickr http://farm9.staticflickr.com/8198/8178817123_86d94ab848_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/76774666@N08/8178817123/) IMG_4130 (http://www.flickr.com/photos/76774666@N08/8178817123/) by rahul792 (http://www.flickr.com/people/76774666@N08/), on Flickr http://farm9.staticflickr.com/8482/8178848898_e984981467_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/76774666@N08/8178848898/) IMG_4134 (http://www.flickr.com/photos/76774666@N08/8178848898/) by rahul792 (http://www.flickr.com/people/76774666@N08/), on Flickr pikuan November 13th, 2012, 06:18 AM Peta Mebidangro Bang Rahul, peta mebidangronya ada yg high res? Terima kasih Bang Rahul. Aboen November 13th, 2012, 05:29 PM Jalan Lintas Sumatera Medan - Binjai Lihat di atas lampu jalan tersebut ada panel tenaga matahari. Jadi bisa menghasilkan tenaga listrik tanpa harus terlalu bergantung pada PLN dilihat dari jalannya, ini sudah masuk daerah binjai ya rahul? cuma aku agak bingung, itu tiang pju-nya koq nggak ada charge / panel controller box-nya ya? ada yang tau nggak, klo daerah luar kota sudah ada yg pake belum? karena tahun lalu aku jalan darat ke banda aceh, di daerah pegunungan pun mereka sudah pake pju solar cell. rahul medan November 13th, 2012, 05:49 PM ^^ yup, sudah masuk jalan soekarno hatta binjai ttp masih belum masuk ke pusat kotanya Aboen November 14th, 2012, 05:06 PM pengembangan pesantren darul ihsan... http://imageshack.us/a/img692/8519/pesantrendarulihsan.jpg rahul medan November 14th, 2012, 05:23 PM ^^ bagus ya pesantrennya bg, minimalis gitu Aboen November 14th, 2012, 07:00 PM ^^ bagus ya pesantrennya bg, minimalis gitu kalo pesantren lebih bagus minimalis kali ya. kan tempat belajar. klo dibuat 'wah', ntar ada nada sumbang lagi... :) concern aku lebih ke lokasi-nya. ternyata di daerah yang belum 'dianggap', sudah ada org yang punya visi maju/kedepan dan mewujudkannya. pesantren ini katanya di daerah selemak, posisinya itu antara klumpang - marelan, kira2 ditengahnya. ada jalan lintas dari daerah marelan tembusnya dekat polsek klumpang (yg dulu di serang teroris). Aboen November 20th, 2012, 09:38 PM DELI MEGAPOLITAN ternyata nggak sekedar wacana. dimulai dengan beauty contest pada desember 2011 : http://img822.imageshack.us/img822/6955/ptpn2delimegapolitanbea.jpg Aboen November 20th, 2012, 09:51 PM berita bulan mei 2012: Pengelola kawasan SCBD, PT Danayasa Arthatama Tbk tidak hanya menyiapkan Signature Tower, calon gedung tertinggi di Indonesia setinggi 600 meter dengan 111 lantai. Perseroan juga berniat menghadirkan hotel mewah pada Lot 11 di SCBD yang diberi nama Alila Suite. ..... Pada tahun 2012, perseroan juga merencanakan perekrutan karyawan baru guna mendukung kegiatan operasional, khususnya pengembangan proyek baru seperti Signature Tower, proyek Medan dan proyek Plumpang. Perseroan diketahui tengah mengikuti tender beauty contest proyek pengembangan Kota Deli Megapolitan yang diselenggarakan PT Perkebunan Nusantara II. Lahan yang disiapkan untuk Kota Deli Megapolitan mencapai 8.000 ha. selengkapnya... (http://finance.detik.com/read/2012/05/06/174323/1910383/1016/setelah-ritz-carlton-tomy-winata-cs-bangun-hotel-mewah-baru-di-scbd) Aboen November 20th, 2012, 09:58 PM ternyata, sibarani sofyan ikut bermain di proyek ini. ridwan kamil di blognya menulis : Sibarani Sofyan seorang urban designer muda yang karya-karyanya bertebaran di Malaysia, Cina dan Dubai. http://img708.imageshack.us/img708/3518/sibaranisofyan.jpg Aboen November 20th, 2012, 10:05 PM sepertinya lokasinya akan berbeda dengan yg pernah kita bahas sebelumnya. itu adalah lokasi kota baru yang diusulkan dan akan digarap pihak swasta, sedangkan deli megapolitan milik ptpn2 dgn melibatkan swasta dan pemko/pemkab. Direktur Utama PTPN II, Bhatara Nasution menuturkan, lahan tersebut berada di sebelah utara barat kota Medan. Tepatnya, antara Kualanamu dan pelabuhan Belawan. "Nanti akan kita lihat konsep yang ditawarkan para investor dan akan dikembangkan," kata dia, di Jakarta. Menurut Bhatara, nantinya di kota baru tersebut akan dikembangkan kawasan bisnis dan perumahan asing. Bahkan, Kota Deli Megapolitan akan berkonsep kota hijau, di mana 60 persen di antaranya diperuntukkan untuk kota hijau. Aboen November 20th, 2012, 10:10 PM berita 30 Agt 2012: Menyinggung rencana perubahan tata guna lahan untuk pembangunan kota baru ‘Deli Megapolitan’, Ato Suprapto (Komisaris Utama PTPN2) berharap jajaran direktur bisa segera menyelesaikan. "Paling lambat pada September 2012 mendatang semuanya harus sudah terealisasi." selengkapnya (http://www.analisadaily.com/news/read/2012/08/30/71063/ptpn2_jadi_perusahaan_sehat_pada_2014/#.UKtiUN1PZ5c) bonzorno November 21st, 2012, 02:44 AM ^^ ayoo.. segera borong tanah di sekitaran Deli Serdang sebelum harganya jadi gila-gilaan menjelang Deli Megapolitan :nuts: Happy Man November 21st, 2012, 04:52 AM ^^proyek deli megapolitan itu masih lama dan belum jelas juga konsepnya seperti apa. Membangun satu kota mandiri dari nol bukan pekerjaan gampang. Kalopun benar2 serius untuk diwujudkan perlu waktu puluhan tahun. Seperti BSD di Tangerang. Kawasan bandara lama di Jakarta aka Kemayoran aja sampe sekarang masih jauh dari selesai. Padahal itu letaknya di dalam Jakarta yang infrastrukturnya sudah bagus. Bukannya aku pesimis loh...cuma realistis ajalah. Tidak terlalu mengharapkan soal itu dulu. rahul medan November 21st, 2012, 07:26 AM ^^ Klo seandainya terwujud luar biasa master plan buat proyek ini. Amazing rahul medan November 22nd, 2012, 06:08 PM http://images.hariansumutpos.com/2012/08/06/pelabuhan-belawan_full.jpg RENCANA: Grafis pengembangan Pelabuhan Belawan menuju pelabuhan kontainer yang lebih besar. Rencananya, Pelabuhan Belawan akan menjadi satu-kesatuan dengan 5 pelabuhan lain di Indonesia. http://www.hariansumutpos.com/2012/08/39241/6-pelabuhan-nasional-menuju-4-top-dunia Happy Man November 23rd, 2012, 08:42 AM ^^itu beritanya agak rancu. Dikalimat awal dikatakan Belawan akan menjadi pelabuhan nomer 4 terbesar didunia dengan kapasitas 2 juta teus. Mana mungkin bisa jadi ke 4 terbesar dunia hanya dengan kapasitas segitu. Setelah baca2 sampe bawah, ternyata gabungan dari beberapa pelabuhan yang total kapasitasnya 15 juta teus...oalah...:nuts: rahul medan December 6th, 2012, 03:26 PM http://www.analisadaily.com/im4g3sf1l3/pembangunan_tol_medanbinjai_dimulai_april_2013_395.jpeg (Analisa/istimewa) Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST dan Dirut PT Hutama Karya Tri Widjajanto menandatangani MoU rencana pembangunan jalan tol Medan-Binjai di Gubernuran Jalan Sudirman Medan, Rabu (5/12). Pembangunannya direncanakan dimulai April 2013. Pembangunan Tol Medan-Binjai Dimulai April 2013 (http://www.analisadaily.com/news/read/2012/12/06/92256/pembangunan_tol_medanbinjai_dimulai_april_2013/#.UMCceHLoPMx) Medan, (Analisa). Pembangunan jalan tol Medan-Binjai sepanjang 16 km, akan dimulai pada April 2013. Ditargetkan pembangunan jalan yang masuk dalam program Trans Sumatera ini rampung dua tahun ke depan atau tahun 2015. Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho dalam konferensi pers bersama Direktur Utama PT Hutama Karya Ir Tri Widjajanto Joedosastro MT usai penandatanganan MoU Pembangunan Jalan Tol antara Pemprovsu dengan Hutama Karya, di Gubernuran Jalan Diponegoro, Rabu (5/12) malam. Hadir di acara itu Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin, Walikota Binjai Idaham, Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Sekdaprovsu H Nurdin Lubis, Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis, Kadis Bina Marga Sumut Armand Effendi Pohan dan sejumlah pejabat lainnya. Dikatakan, Pemprovsu dan Hutama Karya bekerjasama dalam proyek strategis yang membutuhkan dana Rp3,4 triliun (net present value/NPV) ini. Kerjasama itu dimulai dari hal pekerjaan konstruksi hingga pasca pembangunannya nantinya. Karenanya, kata Gatot, Pemprovsu akan menyiapkan dana pembangunannya begitu juga pihak Hutama Karya. "Hutama Karya sedang menjajaki kerja sama funding dengan sejumlah investor," katanya. Namun untuk siapa pelaksana pekerjaannya, menurut Dirut Hutama Karya belum diketahui. Menurutnya hal itu akan ditentukan melalui seleksi atau tender sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Tetapi sebelum masuk ke tahap pelaksanaan konstruksi, Plt Gubsu mengatakan harus terbit dulu Keputusan Presiden (Keppres). Sembari menunggu Keppres itu terbit, dilakukan persiapan-persiapan untuk percepatan dan kelancaran pembangunannya. Persiapan itu, jelasnya, sebagaimana salah satunya dengan MoU yang dilakukan malam itu. Kemudian Hutama Karya juga akan melakukan MoU dengan Pemko Binjai, Pemkab Deli Serdang dan ke pihak PTPN dan perusahaan lainnya yang lahannya bersinggungan dengan pembangunan jalan tol ini," ujarnya. Dengan demikian, kata Gatot, pihaknya optimis pembebasan lahan tidak menjadi masalah. "Dan sembari Keppres itu juga terbit, akan kita selesaikan semaksimal mungkin persiapan-persiapan untuk memperlancar proses dimulainya konstruksinya," katanya. Selain menandatangani MoU, juga digelar sosialisasi rencana pembangunan jalan tol itu kepada Pemprovsu, Pemko Binjai dan Pemkab Deliserdang. "Harapan kita agar pembangunannya lancar sehingga akan meningkatkan aksesibilitas untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian Sumut khususnya, dan Sumatera pada umumnya," sebutnya. Tidak saja untuk jalan tol Medan-Binjai, tambahnya, kehadiran Hutama Karya tersebut juga untuk mendorong percepatan pembangunan semua proyek jalan tol yang sedang berlangsung maupun yang akan dikerjakan di Sumut. (ir) rahul medan December 6th, 2012, 03:27 PM http://www.analisadaily.com/im4g3sf1l3/pertama_kali_sinergi_bumn_perkebunan_kembangkan_jalan_tol_trans_sumatera_387.jpeg (Analisa/istimewa) Dirut PTPN III Megananda Daryono (tengah), Dirut PTPN IV Erwin Nasution (kedua dari kiri), Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution (paling kiri), Dirut PT Hutama Karya Tri Widjajanto Joedosastro dan Didik Prasetyo dari Kementrian BUMN (paling kanan), berjabat tangan usai penantandanganan MoU dalam bagian sinergi BUMN untuk pengembangan jalan tol Sumatera, Senin (3/12) di Aula Sawit Kantor Direksi PTPN III Medan Pertama Kali Sinergi BUMN Perkebunan, Kembangkan Jalan Tol Trans Sumatera (http://www.analisadaily.com/news/read/2012/12/05/92057/pertama_kali_sinergi_bumn_perkebunan_kembangkan_jalan_tol_trans_sumatera/#.UL9GmXLoPMx) Medan, (Analisa). Tiga BUMN Perkebunan, PTPN II, III dan IV bersama PT Hutama Karya, bersinergi dalam melaksanakan pengembangan jalan tol trans Sumatera untuk wilayah Sumatera Utara. Kesepakatan kerjasama tersebut dituangkan dalam MoU yang ditandatangani oleh Dirut PTPN III Megananda Daryono, Dirut PTPN IV Erwin Nasution, Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution, Dirut PT Hutama Karya Tri Widjajanto Joedosastro dan Didik Prasetyo dari Kementrian BUMN, Senin (3/12) di Aula Sawit Kantor Direksi PTPN III Medan. Dalam sambutannya Megananda Daryono yang mewakili seluruh PTPN mengatakan, kerjasama pengembangan jalan tol yang baru pertama kali ini bertujuan untuk mempercepat gerak perekonomian di Indonesia, khususnya untuk wilayah Sumatera dalam percepatan pembangunan ekonomi di Sumut. Untuk itulah BUMN perkebunan siap untuk kerjasama dengan PT Hutama Karya, yang selama ini bergerak di bidang pembangunan jalan tol dan perumahan. "Kami berharap agar pembangunan kerjasama jalan tol trans Sumatera, cepat terealisasi sehingga ekonomi Sumut berkembang lebih cepat,"katanya. Tol Medan-Binjai Pada kesempatan itu,Dirut PT.Hutama Karya Tri Widjajanto Joedosastro menyampaikan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaksanakan pembangunan jalan tol Medan-Binjai. Sedangkan untuk bidang komersial yang deadlinenya pada (17/12) mendatang untuk wilayah Medan-Kuala Namu dan Tebing Tinggi. "Kami juga berharap pembangunan jalan tol trans Sumatera ini akan dapat mendorong program MP3EI khususnya untuk kawasan industri Sei Mangkei,"katanya. Sementara Didik Prasetya, yang mewakili Kementrian BUMN mengharapkan agar sinergi BUMN yang telah ditunjukkan melalui penandatanganan MOU antara keempat BUMN ini akan dapat meningkatkan nilai aset dan nilai perusahaan. "Sehingga perusahaan akan semakin baik di mata stakeholders dan masyarakat secara umum,"katanya berharap agar MOU kerjasama pengembangan jalan tol trans Sumatera ini dimasukkan dalam RKAP masing-masing perusahaan untuk tahun 2013. (maa) rahul medan December 6th, 2012, 04:38 PM Konstruksi TOL MEDAN-BINJAI mulai April 2013 (http://www.bisnis.com/articles/konstruksi-tol-medan-binjai-mulai-april-2013) Heru Rahmad Kurnia Kamis, 06 Desember 2012 | 12:45 WIB MEDAN: Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menjalin kerjasama dengan PT Hutama Karya dalam pembangunan jalan tol Medan-Binjai sepanjang 16 kilometer yang pembangunannya mulai April 2013. Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Dirut PT Hutama Karya Tri Widjajanto Joedosastro, Rabu malam (5/12/2012). Gatot mengatakan, proyek yang masuk dalam program Trans Sumatra ini ditargetkan rampung dalam 2 tahun ke depan atau 2015. Proyek ini mengbutuhkan dana Rp3,4 triliun. Kerjasama itu dimulai dari hal konstruksi hingga pasca pembangunannya nantinya," kata Gatot. Pemprov Sumut akan menyiapkan dana pembangunannya demikian juga dengan pihak PT Hutama Karya. "PT Hutama Karya saat ini sedang menjajaki kerjasama funding dengan sejumlah investor," ujarnya. Menurut Tri Widjajanto Joedosastro, untuk pengerjaan pembangunan jalan tol tersebut akan ditentukan melalui seleksi atau tender sesuai ketentuan berlaku. (ra) .. Aboen December 6th, 2012, 07:42 PM mantaaaap... perekonomian medan dan sekitarnya bakalan melesat nih... :banana: Mulia_atkins December 14th, 2012, 05:58 AM mantaaaap... perekonomian medan dan sekitarnya bakalan melesat nih... :banana: dan ini yg membuat kesenjangan Pembangunan di Sumut, antara Mebidangro dengan daerah Tapanuli nun jauh disana... boro2 mau bangun tempat bisnis/industri... infrastruktur jalan aja disana masih rusak parah :ohno: jadi sudah selayaknya Tapanuli mekar jadi Provinsi baru... Happy Man December 14th, 2012, 07:03 AM dan ini yg membuat kesenjangan Pembangunan di Sumut, antara Mebidangro dengan daerah Tapanuli nun jauh disana... boro2 mau bangun tempat bisnis/industri... infrastruktur jalan aja disana masih rusak parah :ohno: jadi sudah selayaknya Tapanuli mekar jadi Provinsi baru... Seharusnya sih gitu, cuma selama ini ada pihak2 tertentu yg tidak menginginkan terbentuknya propinsi Tapanuli. Usaha2 yang dilakukan selalu mentok. Terakhir kan ribut2 di gedung dprd yg menyebabkan ketua dprd su waktu itu sampe meninggal karena serangan jantung. Semenjak itu gak ada lagi kedengaran gaungnya. laba-laba December 14th, 2012, 08:34 AM Bukan gitu bro... Tapanuli pisah akan lebih menderita. Tapanuli itu topograpinya batu dan pegunungan.. Apa coba mau di buat? Karena jarak antar kota pun sangat jauh.. Mulia_atkins December 14th, 2012, 08:51 AM Bukan gitu bro... Tapanuli pisah akan lebih menderita. Tapanuli itu topograpinya batu dan pegunungan.. Apa coba mau di buat? Karena jarak antar kota pun sangat jauh.. yg aku Bimpang bold itu bro salah satu buktinya... Infrastruktur disana hancur kali... seandainya jalan disana bagus, tidak menutup kemungkinan pembangunan pesat disana... intinya infrastruktur... Jalan aek latong juga sampe skrg msih hancur, juga udah memakan korban... laba-laba December 14th, 2012, 09:00 AM Bro.. kampun bapaku sipirok dan tarutung. Mulia_atkins December 14th, 2012, 09:43 AM Bro.. kampun bapaku sipirok dan tarutung. trus ???? a4win December 14th, 2012, 10:30 AM Correct me if i'm wrong bang laba laba. Maksud bang laba laba, yang bukan dari Medan (asli medan) pasti berharap pemabangunan di Daerahnya berkembang. tapi bang Laba laba juga ada benernya, faktor gunung en jauh. sumut itoe kadang kadang kurang memperhatikan Daerah di luar Medan atao Industri Perkebunan. Semoga aja ada pemimpin yang bagus, yang ngak loepa masi ada Daerah lain di luar medan en industri Perkebunan. Tapi kalo Pemekaran saya ngak setuju banget. Sumut itoe uniknya sudah seperti ini, ada yang ilang satu, gak unik lagi menurut saya. laba-laba December 14th, 2012, 11:17 AM trus ???? Sori2.. tadi nyempati komen disela2 kesibukan. Jadi gak jelas. Ortu ku byk pengalaman tentang batak dan sejarahnya. Tinggak di sipirok dan tarutung. Edited Pernah kami pulkam byk cerita2.. Melewati tandus dan terjalnya pegunungan dia bercerita kalau taput ini gunubg semua. Gak tau mau buat apa diasini. Tak kan bisa mengongkosi dirinya sendiri. Dan Sipirok adalah salah satu daerah yg bisa dikatakan pendudknya menyusut karena byknya orng mengadu nasip ke medan misalnya. Gak tau kalau skrng ya.. Dari awal aku bahas tentang pemekaran. Dan tidak ada pembahasan tentang minimnya perhatian pemerintah terhadap tapanuli. 2 hal ini berbeda. Rancangan anggaran setiap daerah dibuat oleh pemerintah kabupatennya sendiri. Kenapa Tapanuli sendiri tidak membuat gebrakan dan proyek besar yabg bisa tiap tahun mereka sampaikan kepada BAPDEA SU (byk kawanku sini). Itu dulu ya Tawon December 15th, 2012, 02:02 PM Saya sependapat. Yang diperlukan Tapanuli adalah infra-struktur. Infra struktur yang baik akan mendatangkan investor. Pegunungan Tapanuli mempunyai potensi energi panas bumi, pariwisata, tanaman pertanian yang unik seperti buah-buahan, sayur-mayur yang contohnya kita lihat di Tanah Karo dan banyak potensi lain yang belum dijajaki. Kontribusi Tapanuli akan membuat ekonomi SUMUT highly diversified yang membuatnya stabil dalam keadaan apapun. rahul medan December 20th, 2012, 05:21 PM April 2013, Pengerjaan Tol Medan-Binjai Dimulai (http://www.tribunnews.com/2012/12/20/april-2013-pengerjaan-tol-medan-binjai-dimulai) Tribunnews.com - Kamis, 20 Desember 2012 22:00 WIB TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Jalan Tol Medan-Binjai sepanjang 17 km akan mulai pembangunannya (ground breaking) pada April 2013. Ruas jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.771 km yang menghubungkan Provinsi Aceh hingga Provinsi Lampung. "Pemprov Sumut dan PT Hutama Karya (Persero) telah menandatanganai MoU untuk pembangunan tol ruas Medan-Binjai tersebut," ujar Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis dihadapan Kepala Bappeda se-Sumatera, pada hari terakhir Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumut, di Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (20/12/2012). Riadil menjelaskan, Tol Trans Sumatera, yang ada di Sumut, antara lain meliputi, ruas koridor utama, yakni Medan-Binjai, Medan-Tebingtinggi, Tebingtinggi-Kisaran dan Kisaran-Rantauprapat dan ruas koridor pendukung Medan-Sibolga... rahul medan December 21st, 2012, 05:34 PM Sumut Paling Siap Bangun Tol Trans Sumatera (http://www.medanbisnisdaily.net/news/read/2012/12/21/3128/sumut_paling_siap_bangun_tol_trans_sumatera/#.UNSAv3LoPMw) MedanBisnis – Medan. Provinsi Sumatera Utara (Sumut) paling siap mendukung pembangunan jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.771 km yang menghubungkan Provinsi Aceh hingga Provinsi Lampung. Kesiapan Sumut itu ditandai dengan segara dimulainya pembangunannya (ground breaking) tol ruas Medan-Binjai sepanjang 17 km, yakni April 2013, dimana Pemprovsu dan PT Hutama Karya (Persero) telah menjalin kerja sama dan menandatanganai MoU, belum lama ini. Hal itu disampaikan Plt Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho melalui Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis dihadapan Kepala Bappeda se-Sumatera, pada hari terakhir Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera, di Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hijau Medan, Kamis kemarin. Hadir juga Direktur Utama (Dirut) PT Hutama Karya (Persero) Tri Widjajanto Joedosastro beserta rombongan, yang juga memaparkan rencana pembangunan Tol Trans Sumatera. Hutama Karya sendiri diplot pemerintah untuk percepatan pembangunan jalan tol maupun non tol di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera. Tol Trans Sumatera sendiri di Sumut, terang Riadil, antara lain meliputi ruas koridor utama, yakni Medan-Binjai, Medan-Tebingtinggi, Tebingtinggi-Kisaran dan Kisaran-Rantauprapat dan ruas koridor pendukung Medan-Sibolga. Selain Sumut, Provinsi yang sudah siap mendukungnya, antara lain Sumatera Selatan (Sumsel) dan Riau. Sementara daerah lainnya masih dalam proses pembebasan lahan. Rampung 2025 Dirut Hutama Karya Tri Widjajanto Joedosastro menjelaskan, jalan tol sepanjang 2.771 km ini terdiri dari dua koridor, yakni koridor utama 2.056 km dan koridor pendukung 715 km. Koridor utama meliputi Bakauheni-Palembang 472 km, Palembang-Pekanbaru 600 km, Pekanbaru-Medan 513 km dan Medan-Banda Aceh 472 km. Koridor pendukung meliputi Palembang-Bengkulu 240 km, Pekanbaru-Padang 300 km dan Medan-Sibolga 175 km. Jalan tol untuk mendukung bangkitnya ekonomi wilayah Sumatera ini, diperkirakan rampung pada tahun 2025 dengan asumsi jika pembebasan lahan di semua ruas di masing-masing provinsi sudah tuntas. Artinya, kata Tri yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional ini, masa pengerjaannya sekitar 13 tahun. "Masa kerja di rencana yang kita susun yakni selama 13 tahun," katanya. Ruas yang sudah dipastikan mulai pada awal 2013, yakni Medan-Binjai 17 km masa pengerjaan dua tahun. Kemudian Palembang-Indralaya 22 km selama dua tahun dan Padang-Sicicip 28 km selama dua tahun juga. "Kami pastikan di tahun 2013 sudah mulai dibangun. Saat ini memang kita belum bisa mengerjakannya, selain karena masih ada hal yang belum tuntas juga karena Keppres belum turun," kata Tri. Sembari membangun ketiga ruas itu nantinya, tambahnya, pihaknya juga sedang merampungkan pembentukan forum komunikasi investasi, yang nantinya disiapkan mengambilalih pengelolaan jalan tol. "Ini agar dana kita bisa balik dan kembali diinvestasikan membiayai ruas tol trans lainnya, sehingga harapan kita tol Trans Sumatera cepat siap" kata Tri. Bagaimana soal pembiayaannya? Menurut Tri sangat besar, yakni sekitar Rp 360 triliun. Dana ini diupayakan dari sebagian modal Hutama Karya, modal dari hasil kerja sama dengan pemerintah provinsi lewat perusahaan daerah (BUMD), pinjaman perbakan dan investasi swasta. "Dananya memang cukup besar. Kalau dari sisi finansial, memang proyek tol ini tidaklah menggembirakan, tetapi dari sisi ekonomi sangat menjanjikan, dan karena untuk percepatan pembangunanlah demi meningkatnya perekonomian, makanya proyek tol ini digenjot," pungkasnya. (benny pasaribu).. siankirene December 21st, 2012, 07:01 PM Tol ruas Medan-Binjai dan Medan-T.Tinggi menurut saya sudah sangat mendesak. Bro Rahul, untuk ruas Medan-T.Tinggi apa ada info kapan kelar-nya? rahul medan December 21st, 2012, 07:12 PM ^^ pastinya gk tau lah bro.. pasti ada molor2 dan kendala di tengah pembanguannya. liat aja contohnya pembangunan bandara kuala namu :D rahul medan January 25th, 2013, 02:48 PM Jalan Tol Bandara Kuala Namu Digarap Hutama Karya (http://bisnis.liputan6.com/read/496426/jalan-tol-bandara-kuala-namu-digarap-hutama-karya) oleh Estu Suryowati Posted: 25/01/2013 15:54 Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah memutuskan untuk melakukan penunjukkan langsung ke perusahaan pelat merah PT Hutama Karya untuk pembangunan jalan tol menunju bandara Kuala Namu. Bandar udara internasional Kuala Namu yang rencananya akan beroperasi Maret 2013 masih belum siap. Bandara ini masih memerlukan infrastruktur pendukung akses menuju bandar udara, seperti jalan tol dan rel kereta api. Namun, sampai akhir bulan Januari 2013 ini perkembangan pembangunan infrastruktur bandara nyatanya masih jauh dari kata siap. Bahkan tender untuk pembangunan jalan tol saja masih dalam proses. "Pembangunan jalan tol, lewat penunjukkan langsung yaitu pada PT Hutama Karya," kata Parikesit Suprapto, Staff Ahli Kementerian Negara BUMN, Jumat (25/1/2013). Kendati demikian, Parikesit menjelaskan Hutama Karya sebagai pengembang sekaligus pelaksana lapangan akan ditemani mitra kerja, yang saat ini sedang dalam proses tender. Penunjukkan Hutama Karya dilakukan atas dasar kepemilikan, bahwa perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi ini adalah murni milik BUMN. Dengan kata lain belum menjadi perusahaan publik. Sehingga, Parikesit menilai penunjukkan ini efektif dan tepat. Rencananya jalan tol akan dibangun dari Aceh sampai Lampung. "Akan banyak ruas jalan tol yang dibangun, termasuk yang masuk ke bandar udara Kala Namu. Saat ini yang sudah siap adalah Medan-Binjai," jelas Parikesit . Besarnya anggaran untuk satu ruas jalan tol ditaksir mencapai Rp 1 triliun. "Total anggaran untuk keseluruhan ruas jalan tol yang dibangun bisa sampai Rp 200 triliun," ujarnya. (Est/Igw) .. rahul medan January 25th, 2013, 02:49 PM Tol Medan-Binjai Butuh Investasi Rp1 Triliun Lebih (http://www.beritasatu.com/ekonomi/93537-tol-medan-binjai-butuh-investasi-rp1-triliun-lebih.html) Jumat, 25 Januari 2013 | 16:01 Jakarta - Kementerian BUMN telah menunjuk PT Hutama Karya selaku pengelola dan konstruktor untuk tol bandara Medan-Kuala Namu. Untuk tahap awal pengembangan tol Medan-Kuala Namu ini, tahun ini direncanakan satu ruas jalan tol yaitu Medan-Binjai. Tol Medan-Binjai ini merupakan bagian dari tol panjang Lampung sampai Kuala Namu yang direncanakan pemerintah untuk dikembangkan, dalam rangka pengembangan Bandara di Kuala Namu. Pengembangan tol ini diperkirakan membutuhakn waktu sekitar satu tahun lebih. Selain mengembangkan tol, untuk akses dari dan ke bandara Kuala Namu ini juga akan dibangun jalur kereta api. “Tolnya ada kereta ada. Untuk tolnya kita coba bangun satu dari tiga ruas yang direncanakan yaitu Menda-Binjai. Nilai investasi tol Medan-Binjai ini mencapai sekitar Rp1 triliun lebih,” kata Tenaga Perbantuan Menteri Keuangan yang dulunya Mantan Deputi Menteri BUMN Bidang Jasan Parikesit Suprapto di Jakarta, hari ini. Parikseti menambahkan, sat ini pembangunan tol Lampung-Kuala Namu ini masih dikaji ruas-ruas lainnya. Untuk kseluruhan ruas nantinya diperkirakan memerlukan investasi sampai sekitar Rp200 triliun. “Pelaksanaan pembangunan tol Medan-Binjai tidak pakai tender, sifatnya penunjukan. Hutama Karya telah ditunjuk, saat ini tinggal menunggu Perpres (peraturan presiden) saja,”kata dia. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho pernah mengatakan, pembangunan tol Medan-Binjai sepanjang 16 km, akan dimulai pada April 2013. Pembangunan tol yang masuk dalam program Trans Sumatera ini bisa rampung dua tahun ke depan atau tahun 2015. .. rahul medan February 18th, 2013, 03:40 PM http://www.medanbisnisdaily.com/imagesfile/201302/20130218080440_169.gif Hotel Horison Berastagi Masuk Group PT MGM (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/02/18/13335/hotel_horison_berastagi_masuk_group_pt_mgm/#.USIrxXLoPMw) MedanBisnis – Berastagi . PT Metropolitan Golden Managemen (MGM), akhir pekan lalu secara resmi mengelola Hotel Horison Berastagi (dulu hotel Rudang). Hotel Horison adalah hotel ke-17 yang bergabung dalam group Horison. Dengan begitu, total hotel yang tergabung dalam Grup Horison sebanyak 32 hotel yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelum serah terima dilakukan, pemilik hotel sekaligus Direktur PT Rudang Setia Putra Ginting mengatakan, Hotel Rudang merupakan pelopor hotel berbintang, di Berastagi. Pembangunan telah dimulai pada tahun 1979. Seiring dengan perjalanan waktu, bangunan hotel yang ada direnovasi kembali tahun 2010. Untuk memaksimalkan pengoperasiannya, kata Setia, PT Rudang melakukan kerja sama yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Metropolitan Golden Manajemen yang berada di Jakarta, pada tanggal 13 Agustus 2010 di Jakarta. Dikatakannya, Hotel Horison sekarang ini telah memiliki 72 kamar, yang terdiri dari kamar Superior, Deluxe, dan Junior. Hotel ini juga dilengkapi dengan 5 ruang pertemuan, restoran, kolam renang serta fasilitas outbond yang akan terinteregrasi satu sama lain. Hotel Horison Berastagi ungkap Ginting bertekad menjadi salah satu asset daerah yang dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatan Pendapatan Asli Daerah, serta menunjukan rasa keinginan membangun Daerah (Persikap Kuta Kemulihanta). “Sebagai Putra Karo, kami sekeluarga mencoba meringankan sedikit angka pengangguran di Kabupaten Karo ini dengan membuka lapangan kerja guna menekan angka kemiskinan khususnya di daerah ini. Dalam arti dan tekat yang lebih luas Hotel Horison terut bersama-sama mengembangkan kepariwisataan di Sumatera Utara,” tegas Setia Ginting pada Relaunching Hotel Horison. Pada kesempatan yang sama pihak PT MGM sejara simbolis menyerahkan kunci hotel kepada Hasan Harahap sebagai General Manager Hotel Horison Berastagi. Sebagai pengelola yang bertanggung jawab sehari-harinya, yang disaksikan antaralain pengurus Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia Kabupaten Karo. ( edi sofyan) rahul medan March 8th, 2013, 08:00 PM Pertamina siap eksplorasi sumber gas di Medan (http://www.merdeka.com/uang/pertamina-siap-eksplorasi-sumber-gas-di-medan.html) Anak usaha PT Pertamina (persero), PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) mengklaim berhasil menemukan sumber gas baru di Benggala, Sumatera Utara. Potensi cadangan gas di Benggala tersebut hampir mencapai 367 miliar kaki kubik (bilion cubic feet/bcf). Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina EP Doddy Priambodo mengatakan pihaknya tengah berusaha melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah dan SKK Migas. Langkah awal yang akan dilakukan adalah pembebasan lahan dan membuat pipa gas sepanjang 13 kilometer (km). "Kita kerja sama dengan pemerintah daerah dan SKK Migas. Kita minta SKK migas untuk running soal 3D di sana karena ini terletak di cekungan Sumatera Utara. Kita minta ini segera bisa diproduksi. Kami juga siap buat pipa sejauh 13 kilometer, dan harus lewat sungai Melbungin," ungkapnya di Jakarta, Kamis (7/3). Doddy menargetkan tahun ini pihaknya sudah bisa melakukan eksplorasi di sumber gas tersebut. Untuk investasi pembangunan pipa, Pertamina EP membutuhkan dana sebesar USD 1,5 juta. "September target kita sudah bisa eksplorasi. Kita juga bikin pipa di bawah rel kereta alias ke Wapu dan masuk ke PLN setelah itu ke industri. Investasi USD 1,5 juta untuk pipa. Sekarang surat sudah dikirim ke SKK Migas dan dalam waktu pendek akan dikirim ke Dirjen Migas," katanya... rahul medan April 3rd, 2013, 07:05 PM Lima Jalur Kereta Api Perkotaan Akan Dibangun (http://www.tribunnews.com/2013/03/27/lima-jalur-kereta-api-perkotaan-akan-dibangun) Tribunnews.com - Rabu, 27 Maret 2013 20:05 WIB TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah kereta api Jabodetabek yang saat ini masih dalam proses perbaikan sistem, pemerintah akan membangun sistem kereta api perkotaan di kota lain, Rabu (27/3/2013) di Jakarta. Kereta api perkotaan rencananya akan dibangun di Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, dan Makassar. Di Bandung akan dibangun Rel Ganda antara Bandung - Cicalengka sepanjang 22 kilometer dan elektrivikasi antara Padalarang - Bandung - Cicalengka sepanjang 42 kilometer. Di Medan akan dibangun jalur ganda antara Medan - Araskabu - Bandara Kuala Namu. Pembangunan jalur ganda antara Medan - Pelabuhan Belawan dan peningkatan jalur kereta api antara Medan - Binjai dan Medan - Karo. Pra studi kelayakan telah dilakukan pemerintah dan studi kelayakan dilakukan oleh masing-masing investor. Pengembangan kereta api perkotaan merupakan kebijakan untuk meningkatkan peran kereta api sebagai angkutan massal di daerah perkotaan dengan penduduk satu juta orang. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan perkeretapiian dan mengintegrasikan layanan kereta api dengan moda lainnya. Untuk membangun kesemuanya, Kementerian Perhubungan membutuhkan dana sebesar Rp 316,5 triliun... rahul medan April 16th, 2013, 07:13 PM Kawasan Strategis Nasional (KSN) Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo) kyF_9okfk9M rahul medan May 6th, 2013, 03:54 PM Operasional KNIA akan Pacu Ekonomi Deliserdang (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/05/06/27741/operasional_knia_akan_pacu_ekonomi_deliserdang/#.UYexJlJZiEc) MedanBisnis – Lubukpakam. Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) yang berada di Kecamatan Beringin dan Pantai Labu Deliserdang itu dan akan diresmikan September 2013, akan berdampak positif di wilayah Kabupaten Deliserdang. Pasalnya, KNIA yang merupakan salah satu bandara termegah dan terbesar di Asia Tenggara ini akan mengangkat perekonomian Deliserdang. Warga Deliserdang akan merasakan betul manfaat KNIA tersebut. ”Sekitar 2.000 warga kami akan bekerja di bandara. Sudah ada kesepakatan pekerja diutamakan berasal dari putra-putri daerah,” ungkap Ketua DPRD Deliserdang Fatmawaty T saat dihubungi MedanBisnis, Minggu (5/5). Pendapatan Asli Daerah (PAD), lanjut Fatmawaty yang mencalonkan diri sebagai Bupati Deliserdang ini, akan meningkat hingga dua kali lipat bila bandara Kuala Namu sudah beroperasi. Pada tahun 2012, PAD Deliserdang mencapai Rp 413 miliar. “ Saya optimistis PAD akan naik dua kali lipat,” sebut Fatmawaty. Selain itu lanjut dia, sektor industri juga akan berkembang pesat, seperti pembangunan ruko, plaza, properti dan pariwisata. “Hotel-hotel berbintang pasti akan dibangun. Begitu juga dengan pariwisata, Deliserdang punya beberapa pantai di dekat lokasi Bandara yaitu di Kecamatan Pantai Labu. Dengan adanya KNIA tentu akses ke industri pariwisata akan terbuka,” kata Fatmawaty. Di samping itu, Deliserdang juga punya Kecamatan Percut Sei Tuan yang letaknya amat strategis. ”Daerah ini merupakan wilayah kepala naga, kami akan kembangkan wilayah ini,” ujarnya. Menurut dia, di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Medan ini, akan dibangun perumahan modern yang dekat dengan laut seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) di Jakarta. ”Kami sedang mencari investor yang berminat. Pengembangan Pecut Sei Tuan butuh investasi yang besar. Daerah ini bagus sekali untuk investasi,” katanya. Selain itu, industri perikanan juga sudah dalam hitungan Fatmawaty untuk dikembangkan di Percut Sei Tuan. ”Ini adalah kawasan besar dan proyek besar,” ujar dia sembari berjanji akan membuat perizinan dan birokrasi yang tidak berbelit-belit bagi investor yang ingin menanam modalnya di Percut Sei Tuan. Fatmawaty menambahkan, dibandingkan Bandara Polonia Medan, Bandara Kuala Namu jauh lebih besar. Dari sisi area parkir pesawat yang ada, Bandara Kuala Namu memiliki areal parkir pesawat atau apron yang bisa menampung 33 pesawat. Sedangkan Polonia hanya 11 pesawat. Dari pantauan MedanBisnis kapasitas penumpang untuk Bandara Kuala Namu sebesar 8 juta penumpang setiap tahunnya. Di Polonia sendiri, total luas lahan untuk kompleks bandara diperkirakan mencapai 144 hektare. Sedangkan di Kuala Namu 1.365 hektare. Dari sisi kapasitas terminal kargo, Bandara Kuala Namu mampu menampung hingga 65.000 ton, sedangkan Bandara Polonia hanya mampu menampung 50.000 ton. “Nah, keunggulan-keuangulan ini yang akan kami manfaatkan untuk menjadikan potensi ekonomi bagi warga Deliserdang khususnya dan Sumatera Utara umumnya,” tandas Fatmawaty. (ck 02).. rahul medan May 8th, 2013, 07:06 PM Jalan Tol Medan-Binjai Prioritas 2013 (http://sumutdaily.com/sumut-today/sumut-metro/3845-jalan-tol-medan-binjai-prioritas-2013.html) Medan. Jalan tol Medan-Binjai menjadi ruas yang paling siap dibangun di tahun 2013 ini, dibandingkan dengan ruas tol trans-Sumatra lainnya, mengingat adanya dukungan pembebasan lahan dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Sekretaris Korporasi PT Hutama Karya Ari Widiyantoro mengatakan tahun ini perseroan dipercaya membangun ruas tol Palembang-Indralaya, Padang-Sicincin, dan Medan-Binjai. Namun, dari ketiganya yang paling memungkinkan dibangun dalam waktu dekat yakni Medan-Binjai. Perusahaan menargetkan ground breaking ruas tol sepanjang 16 km tersebut dapat dilakukan pada akhir semester I/2013. Menurutnya, ruas tersebut paling siap untuk dieksekusi karena trase tol yang direncanakan melewati lahan yang dimiliki PTPN, yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN). "Karena areal yang dilewati milik PTPN yang juga difasilitasi oleh BUMN sehingga pembebasan tanahnya pun jadi cepat, selain itu UU No. 2/2012 juga mendukung hal tersebut," tuturnya kepada wartawan beberapa waktu lalu. Pengikutsertaan saham dari PTPN dan pemerintah daerah Sumatra dalam anak usaha untuk ruas tersebut juga menjadi pendorong lainnya, Selain itu, dukungan dari kecepatan pembebasan tanah, sudah keluarnya hasil feasibility study, jalannya desain, dan survei lapangan oleh tim yang dikerahkan perusahaan menjadi faktor lainnya mengapa ruas Medan-Binjai paling siap untuk dibangun.(bisnis.com/Mfh).. rahul medan May 13th, 2013, 04:38 PM Pelindo I Lirik Bisnis Properti MedanBisnis – Belawan. Guna memacu pertumbuhan perusahaan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Persero Medan, yang selama ini fokus dalam bisnis kepelabuhanan, akan mengembangkan sayap bisnisnya. Bisnis yang akan digarap ada enam jenis, yakni bisnis properti, logistik, rumah sakit, galangan kapal, terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT) dan Pelabuhan Kuala Tanjung serta bisnis Maritime Services. ... Read More... (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/05/13/28879/pelindo_ilirik_bisnis_properti/#.UZD4GVJZiEc) .. rahul medan May 13th, 2013, 05:05 PM Hari ini Pkl. 08:33 WIB Kawasan Bandara Baru di Kualanamu Incaran Developer (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/05/13/28878/kawasan_bandara_baru_di_kualanamu_incaran_developer/#.UZD4HFJZiEc) MedanBisnis – Medan. Kawasan di sekitar Bandara Internasional baru di Kualanamu Sumatera Utara sangat menjanjikan bagi para pengusaha properti. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumut, Tomi Wistan, Ahad kemarin menegaskan hal itu kepada wartawan di Medan. Tomi menjelaskan, hal itu dikarenakan harga tanah di kawasan tersebut masih relatif murah, apalagi bila menggunakan jalur kereta api dari Kota Medan menuju kawasan tersebut yang tidak memakan waktu banyak, sehingga pekerja yang mencari rupiah di Medan, tidak akan berpikir panjang untuk membeli rumah di kawasan Bandara baru tersebut. "Keberadaan Bandara baru di Kualanamu akan mendorong minat para investor untuk mengembangkan kegiatan usaha mereka di sekitar bandara internasional yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Medan itu," ujarnya. Tomi pun mengatakan dengan hadirnya Bandara di Kualanamu tidak menutup kemungkinan, semakin banyak para pemilik modal berskala besar mengincar lahan di sekitar bandara itu untuk lokasi pengembangan usaha, seperti properti, hotel dan sejumlah usaha jasa lainnya. "Sekarang saja sudah banyak para developer yang membeli lahan di sekitar Kualanamu, sejak pemerintah menetapkan Kualanamu sebagai lokasi baru pengganti Bandara Polonia Medan sekitar 10 tahun lalu, harga lahan di sekitar bandara tersebut terus bergerak naik, tetapi masih bisa dijangkau oleh developer kok," katanya. Dia juga mengatakan harga lahan di sekitar Bandara Kualanamu saat ini diperkirakan sudah mendekati Rp300 ribu per meter persegi. Harga itu naik dibanding empat tahun lalu yang masih sekitar Rp100 ribu per meter persegi. "Pihak pengusaha yang bergerak di bidang properti sangat berharap agar pemberian izin peruntukan lahan bangunan di sekitar Bandara Kualanamu, agar tidak diperlambat dan segera dilakukan pembangunan pula seperti rumah atas, menengah bahkan ke bawah," katanya. Karena menurut Tomi, pembangunan di sekitar Bandara Kualanamu juga menguntungkan bagi masyarakat setempat. Apalagi pembangunan tersebut berupa pembangunan lokasi bisnis semisal pusat perniagaan, sebab masyarakat setempat dapat bekerja di kawasan niaga baru itu. "Dengan begitu dapat mengurangi pengangguran," ujarnya. Sementara itu pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Faisal Hamid, kepada MedanBisnis, Ahad kemarin mengatakan, kawasan di Bandara Kualanamu memang potensial untuk meningkatkan perekonomian daerah. Namun kata Faisal peningkatan tersebut akan tercipta apabila bandara tersebut sudah beroperasi maksimal. "Mangingat dampaknya akan luas, hendaknya bisa dipercepat pembangunan berbagai infrastruktur yang telah direncanakan. Pihak Pemprov Sumut harus mau mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi dengan harapan seluruh proses pembebasan lahan dapat dilakukan. Tetapi sampai sekarang masih banyak warga yang belum mau pindah dari tanahnya sendiri, jadi ini harus cepat disikapi," pungkasnya. (cw 02).. rahul medan June 3rd, 2013, 07:15 PM Inti Properti Kembangkan Perumahan di Luar Medan (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/06/03/32721/inti_properti_kembangkan_perumahan_di_luar_medan/#.TJED4qymGKE) MedanBisnis – Medan. Lahan untuk mengembangkan perumahaan di Kota Medan kian berkurang, sementara permintaan terus meningkat. Kenyataan itu membuat Inti Properti memilih kawasan di luar kota semisal Deliserdang, Binjai dan Serdang Bedagai untuk mengembangkan perumahan. Dirut Inti Properti, Haryanto, pun mengatakan, permintaan rumah untuk kelas menengah masih besar, sehingga peluang developer atau pengembang di Sumatera Utara menyediakan rumah hunian yang layak dan berkualitas masih terbuka. "Tapi lahan di Medan semakin sulit, jadi Deli Serdang bisa jadi pilihan. Apalagi sebentar lagi Bandara Kualanamu sudah beroperasi. Ini peluang buat pengembang," ujarnya Haryanto yang didampingi Dirut Event Organizer Sinergy Management, Aziza Fazira, kepada wartawan disela-sela Gala Dinner Inti Properti di MICC Jalan Amal Medan, Sabtu malam lalu. Menurut Haryanto, meski baru mengembangkan empat proyek perumahaan dari tahun 2010, tapi kawasan Deli Serdang sudah menjadi pilihan untuk satu proyeknya, yakni di daerah Kualanamu. "Hasilnya, dari 100 rumah yang dibangun, sudah 60% terjual. Ini artinya kebutuhan rumah memang masih tinggi di daerah mana saja, khususnya yang tidak jauh dari Kota Medan," ucapnya. Haryanto, melihat standar UMR/UMK yang ada saat ini, cukup membantu masyarakat atau tenaga kerja untuk membeli rumah sesuai kemampuannya. Inti Properti sendiri, menurut Haryanto, masih memilih rumah hunian dari kelas atas dan menengah. Meski harga sebagaian bahan bangunan sudah mengalami kenaikan akibat rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM), tapi dijelaskan Haryanto pihaknya akan tetap pada komitmen tidak menaikkan harga rumah yang dikembangkannya. "Kita komit untuk belum menaikkan harga rumah seperti pada project sekarang yang merupakan pekerjaan ke lima Inti Properti. Dengan prinsip tidak menjadi terbesar, tapi harus menjadi terbaik, proyek perumahaan yang baru di-launching sudah terjual semua," katanya bangga. (yuni naibaho).. rahul medan June 4th, 2013, 06:15 PM Lubukpakam dan Tanjungmorawa dilirik Developer (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/06/04/32951/lubukpakam_dan_tanjungmorawa_dilirik_developer/#.Ua4R8aymGKE) MedanBisnis –Medan. Saat ini, kawasan Lubukpakam dan Tanjungmorawa sudah menjadi lirikan para developer perumahan. Hal ini dikarenakan kawasan ini merupakan pintu gerbang masuk ke Bandara Internasional Kualanamu Medan. Sekretaris Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumut, Irwan Irai kepada MedanBisnis, Senin kemarin mengatakan, pembangunan bandara baru di Kualanamu yang akan rampung, sepertinya sudah dimanfaatkan betul oleh para pengembang perumahan. Kawasan Kualanamu, menurutnya tidak cocok untuk perumahan, karena posisinya yang berdekatan dengan pantai dan juga bandara, untuk itu para developer melirik kawasan yang jaraknya tidak begitu jauh dengan bandara. Kawasan potensial tersebut terletak antara Lubukpakam dan Tanjungmorawa. "Dua kawasan ini paling strategis untuk perumahan dan jaraknya tidak jauh dengan bandara baru di Kualanamu. Para developer sudah mengarahkan pembangunan di kawasan tersebut. Lihat saja, sudah banyak pembangunan perumahan di dua kawasan itu," ujarnya. Irwan mengatakan, kota Lubukpakam dan Tanjungmorawa adalah kota yang tepat dengan prospek yang cerah untuk para pengusaha untuk menanamkan modalnya pada pembangunan perumahan maupun pertokoan. “Sekarang kita sudah banyak melirik kota Lubukpakam dan Tanjungmorawa, karena kota ini adalah gerbang akses ke bandara baru di Kaualanamu, kenapa tidak lagsung ke Kualanamu, karena bandara kita ini akan seperti Bandara Halim Perdana Kusuma tanpa ada pembangunan yang bisa membangkitkan perekonomian, bukan seperti di Bandara Polonia Medan. Bandara baru di Kualanamu diciptakan khusus untuk penerbangan saja, jadi jika ingin berbisnis properti sebaiknya di Tanjungmorawa dan Lubukpakam. Atau bisa juga di kawasan Kayu Besar," ungkapnya. Jika jalur yang melintasi kawasan tersebut rampung, menurut Irwanro bisa menyambungkan titik-titik sentral produksi, wisata, pusat-pusat ekonomi yang selama ini sulit diakses. ”Jalur kayu besar masuk dalam pusat bandara dan Lubukpakam sebagai jalur bisnisnya, misalnya tempat para calon penumpang yang menggunakan mobil bisa berhenti guna membeli keperluan calon penumpang, dengan catatan banyak pedagang juga yang berjualan di kawasan itu,” ujarnya. Sebelumnya pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Faisal Hamid mengatakan, kawasan sekitar bandara baru Kualanamu memang potensial untuk meningkatkan perekonomian daerah. Namun kata Faisal, peningkatan tersebut akan tercipta apabila bandara tersebut sudah beroperasi maksimal. "Mangingat dampaknya akan luas, hendaknya bisa dipercepat pembangunan berbagai infrastruktur yang telah direncanakan, kawasan Lubukpakam dan Tanjungmorawa. Kawasan tersebut paling terimbas pembangunan bandara baru di Kualanamu. Dua kawasan ini kedepan akan banyak ditumbuhi oleh berbagai macam perumahan," katanya memprediksikan. Dia berharap, Pemprov Sumut pun harus mau mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi, dengan harapan seluruh proses pembebasan lahan dapat dilakukan. Tetapi sampai sekarang masih banyak warga yang belum mau pindah dari tanahnya sendiri ”Itu harus cepat disikapi," pungkasnya. (cw 02).. belman June 6th, 2013, 07:00 PM mudah2anlah tercapai gan biar cepat berkembangnya :cheers: bataxbond June 7th, 2013, 04:33 PM Sorry klo salah tempat Dapat kabar dari orang Bina Marga Medan, saat mereka tinjau lokasi tempat pembangunan gerbang toll Binjai - Medan di kawasan dusun 4 Helvetia, sepertinya di tengah tengah antara simpang gaperta dan simpang kapten muslim, mereka mendapat tentangan dari warga setempat, bahkan mereka sampe disandera hingga akhirnya polsek medan sunggal turun tangan. Mobil salah satu dari mereka dibaret dan ada tulisan B2 segala. Ngeri kali bah BeWiseMan June 7th, 2013, 04:48 PM ^^ Apa masalah sesungguhnya bro? Pembebasan lahan lagi ya... bataxbond June 7th, 2013, 05:06 PM Kabarnya mereka masih pantau lokasi gerbang toll nya aja, karena menurut mapping mereka lokasi pembangunannya kena Gereja, kalo memang bener kena gereja, mereka mau geser sikit biar gak ada masalah di kedepannya. Tapi mereka (org bina marga) gak dikasih kesempatan menjelaskan. Setelah datang polsek Sunggal baru semuanya jelas. Tapi ya gitu kbiasaan orang indonesia, "kok gak bilang dari tadi".... kenyang kali lah klo dah dengar yg kek gitu. hehehehehehe DKFT June 8th, 2013, 02:57 AM Kabarnya mereka masih pantau lokasi gerbang toll nya aja, karena menurut mapping mereka lokasi pembangunannya kena Gereja, kalo memang bener kena gereja, mereka mau geser sikit biar gak ada masalah di kedepannya. Tapi mereka (org bina marga) gak dikasih kesempatan menjelaskan. Setelah datang polsek Sunggal baru semuanya jelas. Tapi ya gitu kbiasaan orang indonesia, "kok gak bilang dari tadi".... kenyang kali lah klo dah dengar yg kek gitu. hehehehehehe kapan rencana pembangunannya? bataxbond June 10th, 2013, 07:27 AM belom ada kabar, karena jalan toll nya aja masih pembebasan lahan. yafiz June 10th, 2013, 09:19 AM Kabarnya mereka masih pantau lokasi gerbang toll nya aja, karena menurut mapping mereka lokasi pembangunannya kena Gereja, kalo memang bener kena gereja, mereka mau geser sikit biar gak ada masalah di kedepannya. Tapi mereka (org bina marga) gak dikasih kesempatan menjelaskan. Setelah datang polsek Sunggal baru semuanya jelas. Tapi ya gitu kbiasaan orang indonesia, "kok gak bilang dari tadi".... kenyang kali lah klo dah dengar yg kek gitu. hehehehehehe lah, kok bisa disitu ya pintu tollnya? emang pintu tollnya mau dibuat di daerah mana ya? rahul medan June 12th, 2013, 05:18 PM Investor Incar Prospek Bisnis Di Bandara Kuala Namu (http://www.runway-aviation.com/investor-incar-propek-bisnis-di-bandara-kuala-namu/) Medan – Bandara Kuala Namu yang menurut rencana akan dioperasikan pada tanggal 25 Juli mendatang mulai dilirik oleh investor. Hampir setiap hari kantor Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara didatangi oleh calon investor yang berminat untuk melakukan investasi di area sekitar bandara yang akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan September mendatang tersebut. “Luar biasa antusias calon investor yang ingin berinvestasi di Sumatera Utara. Kadin Sumatera Utara hampir setap hari didatangi calon investor baik secara resmi dan tidak resmi untuk mengetahui prospek bisnis disini,” ujar Ade Putra Pandana Nasution, Wakil Ketua Kadin Sumatera Utara di Medan, Selasa (11/06). Menurutnya, pembangunan bandara baru tersebut akan menimbulkan multiplier effect dimana para calon investor yang berasal dari China, Jepang, Eropa serta investor lokal menyatakan berminat untuk menanamkan investasi di bidang hotel, energi, properti dan industri. Ade Putra menyatakan pengoperasian bandara pengganti Bandara Polonia Medan ini akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar dan meningkatkan iklim bisnis di Sumatera Utara. Sementara itu, Humas Bandara Kuala Namu, Wisnu Budi Setianto mengatkan bahwa pembangunan bandara ini sudah mencapai taraf 97% dan masuk ke fase akhir pembangunan. Ia mengharapkan semua pihak yang terlibat untuk bekerja semaksimal mungkin untuk mencapai target pembukaan bandara ini pada tanggal 25 Juli mendatang. “Secara total Bandara Kuala Namu sudah siap 97% dan sisanya yang 3% tidak terkait dengan operasional, seperti pembangunan tempat ibadah,” ujarnya. Ia menyatakan optmismenya bahwa bandara ini akan mampu beroperasi pada tanggal 25 Juli mendatang, apalagi saat ini bandara tersebut sudah mendapatkan sertifikasi kelayakan operasional dari Kementerian Perhubungan. Sejumlah maskapai penerbangan juga sudah siap melakukan kepindahan ke bandara yang terletak di Deli Serdang tersebut. Illaludin Harahap, Station Manager Garuda Indonesia Medan mengatakan bahwa maskapainya sudah mulai melakukan sosialisasi pada penumpang mengenai rencana kepindahan ini.”Pesawat Garuda terakhir masuk tanggal 24 Juli, penumpang turun, pesawat kita reposition flight ke Kuala Namu. Tanggal 25 Juli pagi pesawat Garuda pertama berangkat dari Kuala Namu,” ujarnya... Toto Boerham June 13th, 2013, 02:09 AM ^^Wah KNIA akan beroperasi akhir Juli ya...nggak sabar ingin "landing" di bandara terbaru ini :okay: last to know June 13th, 2013, 06:39 AM Ingin Tol Sumatera Secepat Tol Atas Laut Bali, Dahlan: 6 Bulan Izin Belum Keluar Proyek tol di atas laut Bali sepanjang 12,7 km merupakan tol atas laut pertama di Indonesia dan tercepat pembangunannya. Pemerintah ingin proyek tol di Sumatera sepanjang 2.400 Km bisa dibangun cepat, khususnya bagian yang dikerjakan oleh BUMN. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan keinginannya agar proyek tol di Indonesia bisa dibangun dalam waktu cepat, namun apa daya, untuk proyek tol Sumatera sudah 6 bulan berlalu belum juga keluar izinnya. "Saya ingin semua tol di semua wilayah Indonesia itu cepat. Termasuk di Sumatera saya juga ingin seperti itu, tapi sudah 6 bulan izin belum keluar," kata Dahlan saat menjadi pembicara pada pertemuan puncak Pemimpin Redaksi se-Indonesia 2013 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis (13/6/2013). Pada pagi ini, Dahlan memang menguji coba tol atas laut bali senilai Rp 2,4 triliun tersebut. Dana pembangunan tol yang digarap BUMN ini tidak menggunakan APBN. "Saya baru sampai Bali, dan saya mencoba untuk melewati jalan tol yang baru. ini sebentar lagi selesai, dengan waktu yang singkat. Panjang tol itu sepanjang 12,7 km selama 12 bulan. Ini yang tercepat," ungkap Dahlan. http://finance.detik.com/read/2013/06/13/103917/2272137/4/ingin-tol-sumatera-secepat-tol-atas-laut-bali-dahlan-6-bulan-izin-belum-keluar bataxbond June 15th, 2013, 09:41 PM lah, kok bisa disitu ya pintu tollnya? emang pintu tollnya mau dibuat di daerah mana ya? Mungkin, imo, di bangun dimdae4ah dusun 4 helvetia, utk mempermudah akses yg dari dan ke jalan asrama bang. Tepatnya aku belom dapat info bang. Tp info nya karena peristiwa kemaren, sedikit digeser lebih deket ke klambir lima. rahul medan June 18th, 2013, 04:33 PM Ternyata sudah ada rencana pembangunan city check in di stasiun kereta api Kota Binjai atas permintaan walikota Binjai. Sebenarnya tanpa city check in dari Binjai langsung aja naik KA Kommuter shri lelawangsa tujuan Medan, tarifnya cuma Rp.5.000 dan jadwalnya juga banyak. Setelah nyampe stasin Medan langsung deh beli tiket KA Bandara :lol: Smoga City Check In di Binjai segera terwujud :banana: BANDARA KUALANAMU: Railink Buka City Check-in di Stasiun Binjai (http://www.bisnis.com/bandara-kualanamu-railink-buka-city-check-in-di-stasiun-binjai) Sukirno - Selasa, 18 Juni 2013, 20:45 WIB BISNIS.COM, MEDAN—Perusahaan jasa transportasi kereta api khusus bandara PT Railink siap membuka city check-in di Stasiun Binjai seperti permintaan Walikota Binjai Muhammad Idaham. Saat ini, Railink baru menyediakan fasilitas city check-in bagi calon penumpang Bandara Internasional Kuala Namu di Stasiun Besar Medan. Pelaksana Tugas General Manager Operations PT Railink Bodhaswara Setiawan Jusri mengatakan pembukaan city check-in di Binjai harus berkoordiasi dengan pihak maskapai penerbangan, PT Kereta Api Indonesia dan Pemkot Binjai. "Kalau memang Railink diminta buka di Binjai, kami siap. Sejauh ini bisnis kami di Medan-Kuala Namu. Kalau memang pemerintah memiliki keinginan untuk pengembangan dan investasi, kami siap untuk mengembangkan ke daerah lain," ujarnya kepada Bisnis hari ini, Selasa (18/6/2013). Saat ini, sambungnya, Railink telah menyampaikan ketersediaan areal kepada maskapai penerbangan yang digunakan untuk city check-in di Stasiun Besar Medan. Koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan yang menyediakan fasilitas city check-in di stasiun juga sudah dilakukan. Dia menjelaskan untuk operasional kereta api sudah siap untuk melayani calon penumang Bandara Internasional Kuala Namu pada saat soft operation 25 Juli 2013. Railink menggunakan satu set KA KRBE INKA yang diperbantukan dari PT KAI. Kereta KRBE Inka memiliki kapasitas 308 tempat duduk dan direncanakan akan beroperasi sebanyak 26 kali lintasan yang terdiri dari masing-masing 13 kali pulang-pergi. Kereta ini akan beroperasi menyesuaikan jadwal penerbangan pesawat mulai pukul 04.30 WIB hingga pukul 22.30 WIB. Menurutnya, tarif yang dikenakan kepada penumpang sebesar Rp80.000 sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 28 Tahun 2012. Penentuan tarif tersebut disesuaikan dengan fasilitas dan pelayanan yang disediakan, interior yang nyaman, seperti AC, rak bagasi penumpang, toilet, reclining seat, pintu otomatis serta bebas asap rokok. yafiz June 18th, 2013, 05:32 PM Ternyata sudah ada rencana pembangunan city check in di stasiun kereta api Kota Binjai atas permintaan walikota Binjai. Sebenarnya tanpa city check in dari Binjai langsung aja naik KA Kommuter shri lelawangsa tujuan Medan, tarifnya cuma Rp.5.000 dan jadwalnya juga banyak. Setelah nyampe stasin Medan langsung deh beli tiket KA Bandara :lol: Smoga City Check In di Binjai segera terwujud :banana: Wah, kayaknya butuh waktu deh. Karena kan perlu analisa pasar dulu yang membutuhkan waktu beberapa bulan. Tapi idenya bagus juga. |