View Full Version : [SEMARANG] Projects & Development
NpF October 9th, 2010, 03:21 PM Namanya Best Western Candi, jadi berharap akan ada Best Western lain di Semarang, misalnya Best Western Pemuda, Best Western Ngaliyan, Best Western Pedurungan... :lol: :lol:
kalau yg BW pemuda sih keren ya, tp klo BW ngaliyan ama BW pedurungan, kok kayake ga cocok ya..hehehehe, kutrang menjual namanya... nanti ada lagi BW Tembalang, hahahahah OOT
YB_Murty October 9th, 2010, 05:23 PM Pelabuhan Kendal Berpotensi Geser Tanjung Emas
* Dinilai Bisa Dikembangkan
01 Oktober 2010 | 23:39 wib | Daerah
Semarang, CyberNews. Pelabuhan Kendal yang rencananya akan mulai dibangun, berpotensi menggeser fungsi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Dengan lokasi yang luas, Pelabuhan Kendal dinilai masih bisa dikembangkan bila dibanding Tanjung Emas yang lahannya sudah sangat terbatas.
Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan, sudah ada investor asing yang berniat mengembangkan Pelabuhan Kendal secara optimal. "Kalau di Tanjung Emas, penataan lokasi untuk peti kemas sudah tak bisa lagi dikembangkan, padahal itu sangat penting untuk keluar masuknya muatan. Kalau mau diperluas ke timur juga sulit, sudah ada perkampungan," katanya usai menerima Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, Jumat (1/10).
Dijelaskan, sulitnya mengembangkan Tanjung Emas karena sejak awal penataannya memang kurang bagus, selain itu persoalan rob yang belum tertangani juga turut memperparah keadaan.
Investor tersebut, lanjutnya, tertarik mengembangkan Pelabuhan Kendal dan berencana menata dengan baik sejak awal. Namun demikian, hingga saat ini konsep awal Pelabuhan Kendal adalah sebagai cadangan keberadaan Tanjung Emas.
Dijelaskan, untuk merealisasikan Pelabuhan Kendal bisa disandari kapal pengangkut besar dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Kedalaman air saat ini hanya sekitar 2,5 meter, padahal agar bisa digunakan kapal besar dibutuhkan sedikitnya enam meter kedalaman airnya.
"Untuk pengerukan dasar pelabuhan saja dibutuhkan dana sediktinya Rp 12 miliar. Belum lagi untuk pengembangan fasilitas lainnya. Untuk merealisasikan Pelabuhan Kendal, kami telah meminta bantuan dari pemerintah pusat," kata Gubernur.
Pelabuhan tersebut rencananya akan dijadikan alternatif untuk angkutan penumpang antarpulau. Namun saat ini kondisinya belum memungkinkan karena kedalaman airnya masih kurang. Guna mengurangi sedimentasi di pelabuhan, dibutuhkan bangunan pemecah gelombang yang panjangnya mencapai 270 meter dengan total biaya mencapai Rp 35 miliar.
Sementara Widya Kandi menyatakan, guna merealisasikan pelabuhan yang ditarget bisa beroperasional pada 2011 itu memang masih membutuhkan dana dari Pemeprintah Pusat dan Provinsi. Pada anggaran 2011, pihaknya mtelah mengajukan dana pendampingan pembangunan pelabuhan sebesar Rp 5 miliar.
"Namun itu pun masih menunggu persetujuan DPRD. Kami berharap alokasi dana itu bisa disetujui agar Pelabuhan Kendal bisa terealiasi," katanya.
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/10/01/66615/Pelabuhan-Kendal-Berpotensi-Geser-Tanjung-Emas
kalau ingin disandari kapal besar, maka kedalaman kolam pelabuhan harus lebih dari 10m. atau idealnya 12.5m. Kapal sejenis yang bisa sandar sekelas Panamax (panjang sekitar 170m, berat 20.000 DWT). Itu baru bisa masuk hitungan pelabuhan Samudra dan bisa geser Tanjung Mas. Dan untuk kapal sekelas itu, dermaganya tidak bisa dermaga biasa. Karenanya harga konstruksinya sangat mahal, apa lagi kalau dermaganya difungsikan untuk bingkar muat peti kemas.... sepertinya untuk membnagun pelabuhan kendal harus step by step. Mengembangkan pelabuhan tidak asal bikin dermaga. Inilah Arogansi daerah di era otonomi. Tidak perhatikan kanan kiri tahu-tahu main hantam... Tanjung mas saja pengembangannya bertahap dan lama, tahu-tahu ingin merusak acara. Kadang muncul begitu saja ide-ide tanpa dasar yang jelas apa lagi tanpa analisa dan perhitungan. Dan akhirnya banyak sekali dualisme arah pembangunan. Ada raja kecil, raja sedang, raja besar... semua tidak mau kalah. Itulah kenapa Indonesia tak pernah punya pelabuhan besar seperti di Malaysia, Thailand... ya karena pelabuhannya tersebar tanpa perhitungan. Sangay tidak efisien.
sembilanbelas October 9th, 2010, 05:24 PM Cuma berharap daerah-daerah tersebut bisa semaju kawasan CBD Pemuda
titus15 October 11th, 2010, 12:57 AM SEMARANG METRO
11 Oktober 2010
Balai Kota Akan Pindah ke Mijen
Tersedia Lahan 40 Hektare : Ciptakan Pelayanan Terpadu
BALAI KOTA - Wacana pemindahan kompleks Balai Kota Semarang mendapat respons positif dari kalangan DPRD.
Pasalnya dengan mengedepankan sistem pelayanan terpadu, kompleks yang ada sekarang belum memenuhi kriteria, terbukti sejumlah kantor dinas masih berpencar.
Wakil Ketua DPRD, Ahmadi mengungkapkan, selain masalah pelayanan, dilihat dari sisi penataan serta pengembangan kota juga akan menjadi terarah. ’’Pernah saya ungkapkan masalah tersebut kepada Pak Wali, ternyata tanggapannya sangat positif. Kalau memang demikian, mulai sekarang kajian pemindahan balai kota harus dilakukan,’’ tandas dia, kemarin.
Ahmadi memandang balai kota harus menjadi satu kesatuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun kondisi tersebut belum terlihat di kompleks yang ada sekarang ini.
Dicontohkan masih tersebarnya sejumlah instansi, seperti Dinas Pertanian, Badan Lingkungan Hidup, Disnakertrans, PSDA dan ESDM, serta Dishubkominfo.
Dari sisi anggarannya menjadi boros, setiap instansi menganggarkan biaya perawatan dan pengelolaan gedung. ’’Masalah ini juga harus dipikirkan. Kalau menjadi satu tentu pelayanan mudah dari sisi anggaran tidak boros,’’ ujarnya.
Cukup Tepat Pemindahan balai kota sebenarnya bukanlah wacana yang baru. Saat Wali Kota dijabat Sukawi Sutarip, ide tersebut muncul. Namun saat itu lokasi baru belum bisa disebutkan.
Bagi Ahmadi, daerah Mijen cukup tepat, mengingat dari sisi ketersediaan lahan Pemkot memiliki lahan lebih kurang 40 hektare. Lahan seluas itu untuk konsep pelayanan terpadu bisa diwujudkan.
Terlebih lagi dengan lokasi yang baru itu membuka akses pengembangan perkotaan. ’’Sesuai rencana pengembangan infrastruktur jalan Mijen masuk outer ring road yakni Tugu - Ngaliyan - Mijen - Gunungpati. Kalau ditambah ada pusat kota tentu pengembangannya bergeser.
Menyinggung rencana tersebut diseriusi oleh Wali Kota, Ahmadi mengungkapkan wacana tersebut harus dilihat dari Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015. Dalam rancangan tersebut konsep arah kebijakan dan pembangunan kota lima tahunan terlihat.
’’Terlepas dari RPJMD, dengan adanya bandara di pusat kota seharusnya menjadikan Wali Kota berpikir untuk pengembangan kota di wilayah pinggiran. Selama ada di lokasi itu, pengembangan di pusat kota terhenti. Karena itu, hemat saya sudah saatnya dipindah,’’ katanya. (H37,H35-16)
yunancutespdmt October 11th, 2010, 03:18 AM ^^tq updatenya mas.... nice work...
8 lantai dengan desain unik ya...hmmm...
Hhe...he....kbetulan sy up date trs SM, skalian cb2 posting eh trnyata bs jg...maklum pndatang bru stok lama....:lol::lol:
sembilanbelas October 11th, 2010, 08:07 AM Tol Semarang Ramaikan TPKS
SEMARANG(SINDO) – Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) berharap banyak pada pembangunan jalan Tol Semarang-Solo.
Jalan tol yang terus dikebut itu diyakini akan membuat aktivitas perekonomian di Pelabuhan Tanjung Emas meningkat drastis. Sebagai langkah awal,TPKS akan berkeliling (roadshow) ke daerah kantong industri guna menyosialisasikan pelayanan terminal peti kemas tersebut.Manajer Operasional TPKS Mursidi mengatakan,pembangunan jalan Tol Semarang-Solo akan memperlancar arus pengiriman barang dari daerah industri yang akan diekspor ke luar negeri. “Oleh karena itu,kami akan roadshow ke daerah-daerah industri untuk menyosialisasikan kalau Tanjung Emas bisa digunakan.Kami juga akan melihat bagaimana respons mereka setelah Tol Semarang- Solo jadi,”katanya,kemarin.
Menurutnya, daerah industri yang akan dikunjungi TPKS,antara lain Yogyakarta,Wonogiri dan Jepara. Tak terbatas di Jateng dan DIY, sosialisasi juga akan dilakukan hingga Bojonegara, Serang, yang merupakan sentra penghasil rotan. Mursidi meyakini realisasi Tol Semarang-Solo bakal memacu pertumbuhan ekspor Jateng ke luar negeri.Meskipun demikian,pihaknya belum dapat memperkirakan potensi pertumbuhan yang muncul jika jalan tol tersebut beroperasi. “Kami belum bisa memperhitungkan berapa sih pertumbuhan yang akan muncul kalau jalan tol ini siap beroperasi,”ujarnya. Mursidi menyampaikan pihaknya saat ini sedang memetakan daerah industri mana saja yang saat ini belum mengirim barang melalui TPKS dan mencari penyebabnya.
“ Saya memang belum punya datanya, tapi dari keterangan Gafeksi (Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia), industri di Jateng bagian selatan banyak yang lari ke Surabaya,”bebernya. Mursidimenyebutkan TPKSsaat ini baru sebatas melayani rute domestik dan internasional yang terdiri atas pelayanan feeder menuju Singapura dan Malaysia untuk selanjutnya diangkut ke berbagai negara serta pelayanan pengiriman langsung (direct) ke Korea Selatan, Jepang dan China.Ketua Gafeksi Jateng Soejanto mengatakan realisasi Tol Semarang-Solo sangat diharapkan pemilik barang diSolo dan sekitarnya.
“ Selama ini pengangkutan barang dari Solo dan sekitarnya ke TPKS memakan waktu 4-5 jam.Dengan selesainya jalan tol Semarang- Solo,pengangkutan barang bisa dipercepat hingga dua jam,”katanya. Menurut dia, beroperasinya Tol Semarang-Solo dapat mempercepat pertumbuhan ekspor Jateng,sebab daerah industri di wilayah Jateng bagian selatan akan beralih mengirim barangnya melalui TPKS (alkomari)
sumber: seputar indonesia
sembilanbelas October 11th, 2010, 08:08 AM Operasional Tol Belum Jelas
SEMARANG (SINDO)– Operasional jalur tol Semarang-Ungaran masih belum jelas.Sebab sampai saat ini,pelaksanaan proyek konstruksi tol di jalur tersebut juga belum selesai.
Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah DanangAtmodjo saat dikonfirmasi masalah ini tidak berani menyebut pasti kapan target waktu penyelesaian maupun pengoperasian jalur tol Semarang-Ungaran itu. Danang hanya mengatakan, penyelesaian proyek tersebut akan diupayakan secepat mungkin. “Target kita secepatnya,”katanya kemarin. Jalur tol Semarang-Ungaran ini,sebelumnya ditarget selesai pada Juli 2010 lalu. Sebab jika pada Juli selesai, maka pada Agustus 2010 sudah bisa dioperasikan untuk arus mudik dan balik Lebaran 2010.Namun sampai Oktober ini, juga belum ada kepastian penyelesaiannya.
Danang Atmodjo berdalih, dalam pekerjaan konstruksi tol Semarang-Ungaran itu pihaknya terkendala cuaca yang tidak mendukung Akibat sering terjadi hujan, pekerjaan konstruksi menjadi molor. “Karena jika hujan turun, alat berat atau alat pengangkut tidak bisa jalan,”terangnya. Laporan terakhir yang dia terima, perkembangan dari proyek konstruksi tol jalur Semarang- Ungaran yang terbagi 3 paket itu bervariatif. Untuk paket I (Tembalang-Gedawang) telah rampung 100 %.Sementara di paket II (Gedawang-Penggaron) telah mencapai 94,35 %, dan di paket III (Penggaron-Ungaran) mencapai 71,58 %.“Paket II dan III ini terus kita lakukan percepatan,”ujarnya. Meski demikian, Danang juga enggan menyebut target pasti penyelesaian proyek tol di dua paket tersebut.
Termasuk dampak yang bisa muncul terhadap proyek tol Semarang-Solo secara keseluruhan. “Kita upayakan secepat mungkin,”jelasnya. Sebelumnya, dalam rapat paripurna dengan DPRD Jateng 6 Oktober 2010 lalu,Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan,untuk proyek tol seksi II (Ungaran–Bawen), dari total luas kebutuhan 137,77 hektare telah direalisir 61,81%.”Komposisinya, tanah milik masyarakat 44,58%, tanah milik Pemerintah 7,94% dan tanah PTPN 9,29%,”ujarnya. Untuk menyelesaikan proyek Semarang-Solo secara keseluruhan pada tahun 2012, Bibit menyatakan akan dilakukan pekerjaan konstruksi dari dua arah.
Selain dari arah Semarang, juga akan dilakukan dari arah Solo. “Pemerintah pusat sudah sepakat, termasuk mendukung dalam hal penyediaan dana untuk pembebasan lahan,”katanya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Sasmito meminta pemerintah segera mempersiapkan kondisi jalan yang akan digunakan sebagai jalur keluar tol di Ungaran. Sebab jika tidak dipersiapkan dari sekarang, juga akan memperlambat beroperasinya jalur tol itu.“Butuh waktu minimal satu bulan untuk perbaikan jalan keluar tol di Ungaran tersebut,”katanya.
Sasmito mengatakan, saat ini kondisi jalan di jalur keluar tol Ungaran, masih berupa jalan biasa. Karena itu, menurut Sasmito, dapat dipastikan jalan tersebut tidak akan kuat jika dilewati kendaraan dengan muatan besar yang sering menggunakan jasa tol. “Selain dikuatkan, jalan itu juga harus ditata secara baik. Jangan sampai jika digunakan sebagai pintu keluar tol, akan menambah semrawut jalan tersebut,” tegasnya. Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Sri Praptono juga meminta upaya pembebasan lahan untuk proyek tol Semarang-Solo tersebut benar-benar dilakukan secara maksimal.
“Kita juga berharap, munculnya sejumlah spekulan dalam pengadaan lahan itu dapat diminimalisir,”katanya. Menurut Sri Praptono, lambatnya proses pembebasan lahan merupakan faktor utama keterlambatan proyek jalan tol. Sebab jika satu pekerjaan terlambat, juga akan berdampak pada keterlambatan pekerjaan yang lain. “Jika lahan belum siap, tentunya tidak bisa segera dilelang.Jika belum dilelang, tentunya proyek konstruksi dari tol tersebut tidak bisa dimulai,” tandasnya. (muh slamet)
sumber: seputar indonesia
sembilanbelas October 11th, 2010, 08:12 AM SEMARANG METRO
11 Oktober 2010
Balai Kota Akan Pindah ke Mijen
Kapan ya kira-kira bisa terealisasi? :nuts: :nuts:
yunancutespdmt October 11th, 2010, 08:58 AM Kapan ya kira-kira bisa terealisasi? :nuts: :nuts:
Mudah2an Pak wali cpet masukkin ke RPJMD 2010-2015, so bs bkin CBD bru dgn KKOP 150 m,....tak dkung deh pak wali br jd walikota lagi...:banana::banana:
castle_92 October 11th, 2010, 09:54 AM Penataan Johar Libatkan Pedagang dan Akademisi
Semarang Metro
11 Oktober 2010
GUNUNGPATI - Wali Kota Soemarmo HS menyatakan soal detail enginering desaign (DED) Pasar Johar akan dikerjakan pada 2011. Dalam pembuatan konsep tersebut, Pemkot Semarang berjanji akan melibatkan akademisi dan pedagang.
’’Tahun depan kami buat DED-nya. Dari data tersebut akan diketahui berapa nilai penataan Pasar Johar,’’ kata dia usai peresmian jembatan Greenwood, Minggu (10/10).
DED tersebut haruslah memfasilitasi semua pedagang. Jumlah pedagang yang ada sekarang ini di Dinas Pasar menjadi acuan penataannya. Nanti DED harus memadukan dengan konsep desain yang menjuarai sayembara desain pasar.
’’Kami kaji lagi, apakah desain tersebut sesuai dengan konsep yang diinginkan pedagang atau tidak. Kami cari sebuah konsep yang bisa diterima pedagang dan pemerintah,’’ tandasnya.
Disinggung kapan penataannya, kembali Soemarmo menyatakan dirinya tidak ingin terburu-buru. Penataan Pasar Johar harus satu kesatuan, tidak sepotong-potong.
’’Saya tidak ingin pedagang dirugikan. Tahun ini bisa menata, tetapi tahun berikutnya berhenti. Jadi kasihan pedagangnya,’’ ungkapnya.
Keselarasan Sementara sejumlah arsitektur yang memenangi sayembara, berharap banyak konsepnya digunakan Pemkot Semarang.
Bambang ’’Pipik’’ Supriyadi menyatakan, konsep yang diusungnya memadukan keselarasan antara nilai ekonomi, budaya dan sosial.
’’Johar tidak hanya bertemunya pedagang dan pembeli, tetapi etnis lainnya pun berbaur ada Arab, Pekoja, China ada di tempat itu. Kalau Pemkot menawarkan pada investor, janganlah konsep ekonomi yang ditonjolkan,’’ ujarnya.
Sementara dari arsitek Cat’s, dituturkan S Wibowo yang menjadi pemenang ketiga berharap janji Wali Kota saat itu (Sukawi Sutarip) untuk menggabungkan desain pemenang 1-3, benar-benar diwujudkan.
’’Namun, jangan tergantung dana dari investor, karena bisa terjadi benturan kepentingan,” ujarnya.
Dalam desainnya, Cat’s hati-hati dalam ’’melukai’’ open space dengan memperhitungkan kenyamanan masyarakat dan menyesuaikan pelestarian budaya termasuk keberadaan Masjid Agung Kauman.
Misalnya, mengembalikan fungsi Alun-alun Kauman, merelokasi Pasar Yaik Baru dan Permai ke bangunan baru ke sisi tengah.
Pihaknya juga akan mendirikan bangunan semiterbuka berlantai lima, mempertahankan suasana tradisional terutama di sisi utara dan tengah yang kini terdapat pilar dengan pucuk seperti kuncup jamur yang dibangun Thomas Karsten.
Di seputar bangunan, ujar Wibowo, akan dibuat citywalk agar pengunjung berjalan dengan nyaman. Guna mengurangi beban Jalan Agus Salim, jembatan layang mini akan dibuat untuk dilewati kendaraan.
Dengan cara ini, pihaknya berpandangan bisa menghidupkan Johar bagian utara yang selama ini kurang diminati dan kurang nyaman.
“Jadi, konsep baru yang kami usung, memperkuat yang lama atau sudah ada,” ungkap dia. (H37,hdq,H35-16)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/11/126312/Penataan-Johar-Libatkan-Pedagang-dan-Akademisi
titus15 October 11th, 2010, 01:41 PM ^^sebetulnya sejak awal nggak setuju dengan sayembara Johar. Lagipula sayembara itu dibikin tidak sinergis dengan kelanjutan kepemimpinan walikota selanjutnya, apalagi diketahui walikota lama dan yang baru itu berseteru di masa peralihan. So... sayembara ini terasa sangat politis.
Kalo walikota mau benerin Johar ya menurut saya memang perlu waktu untuk mulai lagi DED nya. Para pemenang Sayembara juga nggak perlu merasa jadi pahlawan dengan mengatakan konsepnya paling pas dan harus dijadikan acuan. Sayembara itu sangat sempit, waktunya saja pendek, sehingga kontestan tidak punya waktu untuk menyelami permasalahan Johar secara utuh selain deskripsi dari panitia lomba...
laba-laba October 11th, 2010, 05:07 PM proyek 6 lantai keatas yg lagi u/c apa yah di semarang ?
doni_eko October 11th, 2010, 06:38 PM mo rencana beli rumah mending di daerah ngaliyan pa tembalang ya ...?
kerja posisi di pelabuhan semarang ..
titus15 October 12th, 2010, 02:16 AM SEMARANG METRO
12 Oktober 2010
Kompleks Balai Kota Diproyeksikan Jadi Perhotelan
BALAI KOTA -Pemindahan kompleks Balai Kota sudah masuk program jangka panjang Pemkot. Lahannya sudah disiapkan seluas 50 hektare di Kecamatan Mijen.
Selanjutnya, mengingat Jl Pemuda masuk kawasan segitiga emas, setelah ditinggalkan kawasan Balai Kota bakal dijadikan kawasan wisata. Sejauh ini konsep yang ada untuk tempat tersebut digantikan oleh perhotelan.
Kepala Bappeda Kota Hadi Purwono melalui Kasubagum Joko Santosa mengatakan, secara lokasi keberadaan calon kompleks Balai Kota nanti juga disesuaikan dengan perencanaan infrastruktur outer ring road (jalan lingkar) selatan yang menghubungkan Tugu-Ngaliyan-Mijen-Gunungpati.
’’Sebenarnya bukan wacana lagi. Sudah kami persiapkan dan dokumen perencanaannya sudah ada,’’ kata Joko, Senin (11/10).
Rencana pemindahan Balai Kota masih mengundang perdebatan. Kalangan akademisi menilai pemindahan perkantoran itu tidak efektif.
Pakar pemerintahan FISIP Undip Drs Susilo Utomo SU menyatakan, gagasan tersebut akan menimbulkan permasalahan baru seperti kemacetan saat menuju Mijen. Oleh karena itu rencana pemindahan itu perlu memperhatikan filosofinya dan dilakukan secara matang.
Upaya Perbaikan
Joko memandang, konsep pemindahan itu lebih baik digantikan dengan upaya perbaikan terhadap pelbagai permasalahan yang ada di Kota Semarang. Sebagaimana contoh pembangunan infrastruktur, pengoptimalan transportasi massal, dan penanganan banjir dan rob.
’’Apalagi bangunan dan lokasi Balai Kota sudah sangat strategis serta menjadi ikon juga tradisi Kota Semarang. Ada baiknya kawasan Pemuda yang merupakan jalan protokol dipertahankan dan diatur supaya tidak macet karena area itu sekarang menjadi pusat bisnis. Selain itu, biaya pemindahan dan pembangunan kantor pemerintahan yang baru ini juga butuh biaya banyak,’’ jelasnya.
Bagi Pemkot, kata Joko, pemindahan Balai Kota tersebut dilakukan supaya pelayanan masyarakat menjadi terpadu. Dilihat dari sisi luas areal yang mencapai 50 hektare sangat memungkinkan semua SKPD jadi satu. Selain itu, alasan pemindahan tersebut melihat kondisi wilayah kota yang tidak memungkinkan melakukan pengembangan kompleks perkantoran.
’’Pemindahannya tidak bisa setahun atau dua tahun. Butuh proses yang panjang. Makanya pemindahan Balai Kota masuk program jangka panjang,’’ ungkap Joko. (H37,K3,H35-67)
===============
Setuju saja Balaikota pindah demi pemerataan pembangunan, tapi sebelumnya perhatikan juga akses menuju Ngaliyan yang sekarang masih sangat sempit dan rawan macet. Selain itu karena Semarang terlalu luas, kasihan juga kalo mau ngurus apa-apa harus ke Balaikota yang terlalu jauh, misalnya bagi penduduk kawasan Terboyo, Pedurungan maupun TEmbalang, bahkan cukup jauh juga bagi yang berdomisili kota.
Alangkah baiknya juga jika kawasan Balaikota lama bisa jadi kantor Samsat Bersama untuk berbagai perijinan, baik ijin usaha, ijin kegiatan, catatan sipil, pertanahan dll sebagainya. Kalo mau bikin hotel atau Mall oke juga tapi lebih oke kalo ada fasilitas 1 lantai penuh untuk pengurusan segala perijinan dan pencatatan.
Dengan teknologi Online saya rasa nggak masalah itu...
titus15 October 12th, 2010, 02:22 AM proyek 6 lantai keatas yg lagi u/c apa yah di semarang ?
Dafam hotel jl imam bonjol, Whizz hotel jl Tendean, BPS jl Pahlawan (on hold), Dekranasda&Pramuka Jl Pahlawan, Bea Cukai kawasan PRPP. Ada lagi???
titus15 October 12th, 2010, 02:24 AM Kompleks Johar terbakar
Monday, 11 October 2010
Kompleks Johar terbakar
SEMARANG - Pasar Kanjengan lantai 1, di kompleks Pasar Johar Semarang terbakar, Minggu (10/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Kobaran api baru bisa dipadamkan petugas pemadam kebakaran Senin (11/10) pagi tadi sekitar pukul 04.00. Api yang meluluhlantakkan seluruh kios ini dengan cepat menjalar ke pertokoan yang bersebelahan dengan gedung Kanjengan. Tiga ruko yang berada di Jalan Pedamaran masingmasing, toko plastik Roda Mas, Tunggal Jaya, distributor rokok serta satu toko yang berada di sebelah Roda Mas, ludes terbakar dan tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan.
Kebakaran ini membuat ratusan pedagang lari pontang-panting, karena pada saat itu sebagian besar penghuni los lantai 1 yang didominasi pedagang buah kelapa dan buah-buahan tengah terlelap tidur.
Karena panik melihat api yang sudah membesar, ratusan pedagang, buruh dan peminta- minta yang biasa tidur di pasar tersebut tidak sempat menyelamatkan barang-barang dan dagangan mereka. Bahkan beberapa pedagang juga dilarikan ke rumah sakit akibat sebagian tubuhnya terbakar.
Joko Prasetio (30), seorang pedagang warung nasi di Pasar Johar Selatan mengaku saat peristiwa tersebut terjadi, dirinya sedang tertidur lelap di los bagian tengah. Namun tiba-tiba semua pedagang berteriak dari arah luar jika ada kebakaran. Sontak dia langsung kalang kabut berusaha menyelamatkan diri dari lalapan api.
”Saya saat itu sedang tidur, tiba-tiba api dari arah luar langsung membakar seluruh isi rungan,” ungkap Joko saat ditemui di lokasi kejadian. Menurutnya, awal mula api berasal dari kios No 3 dari jembatan tanjakan tempat parkir.
Sekitar pukul 23.30 WIB tiba-tiba api sudah besar, dan pukul 23.45 WIB api sudah mem- besar hingga melalap seluruh isi ruangan. ”Sekitar pukul 24.00 api sudah besar, apalagi di dalam ruangan isinya kelapa, sehingga api tidak dapat dikendalikan,” katanya.
Dia mengaku api yang berasal dari kios No 3 tersebut juga sempat membakar sebuah motor yang berada di depan kios. ”Saya tidak tahu motor itu milik siapa, tapi suara ledakan itu berawal dari tangki motor yang terbakar,” jelasnya.
Saksi lain, Rumiati, pedagang rombeng di Pasar Johar mengaku saat itu dia sedang keluar ke tempat saudaranya. Padahal setiap hari Rumiati tidur di pasar tersebut.
Gunadi, saksi yang ada di depan kios Tunggal Jaya mengaku saat itu dirinya sedang makan di sekitar lokasi kejadian, namun tiba-tiba asap sudah besar di pasar bagian belakang.
Menurutnya, karena disemprot dari arah belakang, sehingga api lari ke arah depan dan samping hingga membakar toko plastik di Damaran. Walikota Semarang, Soemarmo HS yang juga berada di lokasi kejadian pagi tadi mengatakan, peristiwa itu bukan disengaja.
Soemarmo tiba di lokasi kebakaran sekitar 30 menit setelah api muncul pada Minggu (10/10) sekitar pukul 23.00. ”Jangan terlalu dini membicarakan kebakaran karena kesengajaan,” ujar Soemarmo HS. nov-yan
====
SIAGA SATU
titus15 October 12th, 2010, 05:25 AM Pemkot seriusi rob dan banjir di 2012
Tuesday, 12 October 2010
Pemkot seriusi rob dan banjir di 2012
BALAIKOTA - Rencana pembangunan dam lepas pantai sepanjang 17 km, dipastikan tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang. Kepastian itu disampaikan Walikota Semarang, Soemarmo HS, di Balaikota, Senin (11/10).
Menurutnya, salah satu program penanganan rob dan banjir di Semarang, berkaitan dengan dam lepas pantai, baru akan dilakukan di tahun 2012 mendatang, sehingga dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). "Ini selaras dengan program pembangunan Waduk Jatibarang serta program mengatasi banjir dan rob di kota ini, yakni normalisasi seluruh saluran dan kali, termasuk Banjirkanal Barat dan timur," terangnya.
Di sisi lain, pemkot juga akan segera merealisasikan pembangunan jalur lingkar selatan (outer ring road), di mana pada tahap pertama adalah jalur Tugu-Ngaliyan- Mijen-Gunungpati. Sedangkan tahap pembangunan ring road berikutnya adalah, Gunungpati- Banyumanik-Tembalang- Pedurungan- Genuk.
Dijelaskannya, konsentrasi pembangunan di daerah selatan disebabkan, karena beban lalu lintas di pusat sudah padat, dan juga sering dilanda banjir. Di sisi lain, kawasan selatan juga butuh pemerataan pembangunan. "Kondisi daerah selatan selain berbukit juga perlu adanya pemerataan beban lalu lintas, agar beban di pusat kota tidak terlalu tinggi, sehingga tidak mudah rusak," katanya.
Soemarmo menambahkan, draf RPJMD 2010-2015 ini, akan diujipublikkan, mulai Kamis hingga Jumat mendatang, sekaligus menggelar musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), dengan mengundang sejumlah stake- holders.
Berbagai elemen
Ditambahkan, proses penyusunan RPJMD sudah mencapai 100 persen, sehingga pada 18 Oktober nanti, sudah dapat disampaikan ke DPRD, untuk dibahas menjadi perda. "RPJMD merupakan penjabaran visi dan misi walikota/ wakil walikota terpilih, yakni penguatan sapta program dengan pencapaian waktunya Semarang Setara," tegasnya.
Di sisi lain, Kasubagum Bappeda, Joko Santosa, menambahkan, jika pihaknya telah menyiapkan draf yang akan digunakan dalam musrenbang. Dalam musrenbang, pihaknya akan mengundang berbagai elemen dari perguruan tinggi, LSM, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ormas dan organisasi profesi.
"Istilahnya uji publik, supaya menyamakan persepsi arah pembangunan Kota Semarang untuk lima tahun ke depan, dengan memperhatikan aspirasi masyarakat," tegas Joko. hid-Am
sembilanbelas October 12th, 2010, 05:41 AM Dafam hotel jl imam bonjol, Whizz hotel jl Tendean, BPS jl Pahlawan (on hold), Dekranasda&Pramuka Jl Pahlawan, Bea Cukai kawasan PRPP. Ada lagi???
Dafam hotel dan Whiz hotel gimana ya progressnya?
titus15 October 12th, 2010, 05:44 AM progresnya baik-baik saja sepertinya... nggak denger komplain. Yang belum UC juga tapi menuai komplen malah Tendean Residence ...
yunancutespdmt October 12th, 2010, 06:25 AM Dafam hotel dan Whiz hotel gimana ya progressnya?
Kq blum da yang menorehkan jepretan utk whiz hotel, btw dh da renderingnya blum??sory klo sy ktinggalan:lol::ohno:
sembilanbelas October 12th, 2010, 09:33 AM ^^
Jepretan whiz dulu pernah ada waktu crane naik, yang terbaru belum ada...
Renderingnya belum pernah muncul...
David-80 October 12th, 2010, 04:18 PM mo rencana beli rumah mending di daerah ngaliyan pa tembalang ya ...?
kerja posisi di pelabuhan semarang ..
kalo kerja di pelabuhan, ya lebih baik beli di semarang barat atau ngaliyan....boleh tau budget?
Cheers
danarstorm October 12th, 2010, 05:41 PM Semarang Kaji Pembangunan Monorel di Pusat Kota
SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang mengkaji rencana pembangunan monorel di pusat kota untuk menjadi penyokong Ibu Kota Jawa Tengah itu sebagai kota perdagangan dan jasa.
"Masih kami kaji kemungkinan di Kota Semarang ada monorel," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang Hadi Purwono, di Semarang, Selasa.
Wacana pembangunan monorel tersebut muncul dalam pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015
Terkait dengan lokasi, Hadi menjelaskan pembangunan monorel akan ditempatkan di pusat kota, seperti Jalan Pemuda, Jalan Gajah Mada, dan kawasan Simpang Lima. "Ini masih kajian, belum pasti," katanya.
Terkait dengan adanya kasus pembangunan monorel yang diperuntukkan moda transportasi berbasis rel di daerah lain yang terkesan mandek bahkan tidak sedikit tiang pancang yang sudah dibangun akan tetapi terhenti pembangunannya, Hadi mengatakan bahwa Pemkot Semarang akan serius. "Jika jadi pembangunan monorel, tentu akan serius. Daerah lain boleh mandek, kita tidak," katanya.
Dalam kesempatan terpisah Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang, Ngargono, menilai bahwa wacana pembangunan monorel tersebut kurang tepat.
"Seharusnya Pemkot Semarang menata moda transportasi yang ada, yakni bus rapid transit (BRT). BRT seharusnya dioptimalkan. BRT jangan terus disubsidi," katanya.
Menurutnya jika moda transportasi yang ada tidak dimaksimalkan, kemudian muncul ide baru seperti pembangunan monorel, maka akan semakin tidak jelas sistem transportasi yang ada.
Padahal Kota Semarang, lanjut Ngargono, telah mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha karena dinilai mampu mengembangkan transportasi di bidang angkutan umum, seperti BRT. Oleh karena itu, tentu kualitas angkutan umum terutama BRT harus dioptimalkan.
semoga bener2 terlaksana !!! bakalan mantebb bgt klo Semarang punya monorel
doni_eko October 12th, 2010, 08:37 PM kalo kerja di pelabuhan, ya lebih baik beli di semarang barat atau ngaliyan....boleh tau budget?
Cheers
sekitar 200 jtan, kalo perkembanganya kok saya lihat cepet di tembalang ya:)
sembilanbelas October 13th, 2010, 04:09 AM Urai Kemacetan Jatingaleh
Underpass Masuk Kajian RPJMD
* Digagas Angkutan Monorail
BALAI KOTA - Setelah ada kejelasan pembangunan fisik jalan layang (fly over) Kalibanteng, Pemkot Semarang kini mengkaji konsep lama dalam mengurai kemacetan di Jatingaleh dengan sistem underpass.
Kajian penanganan infrastruktur itu masuk program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2011-2015.
’’Ada atau tidak (underpass), yang jelas kami harus mempersiapkannya untuk dimasukkan dalam salah satu program dalam RPJMD. Kebijakan ini hanya sebagai upaya antisipasi. Jika ternyata pusat menyetujui infrastruktur itu, tentunya dari kami sudah siap,’’ kata Kepala Bappeda, Hadi Purwono di sela-sela uji publik draf RPJMD di Ruang Data, Balai Kota, Selasa (12/10).
Dia memang belum memastikan 100 persen tentang keberadaan penanganan infrastruktur tersebut. Apakah memang nanti konsep penguraian simpul kemacetan di Jatingaleh itu berupa underpass atau ada konsep yang lain.
Dari sejumlah informasi yang didapatkan, keberadaan underpass sebenarnya kurang banyak direspons, mengingat penanganan drainase di Kota Semarang yang belum sempurna kerap menjadikan kawasan mudah banjir.
Kekhawatiran itulah menjadi alasan utama tidak adanya respons sejumlah pihak akan rencana itu. Terlepas semua itu, kata Hadi, Pemkot menyerahkan sepenuhnya proyek fisik kepada pusat. ’’Permintaan pusat bagaimana. Konsep jalan layang yang minta adalah pusat, pemkot ditugasi soal pembebasan lahan. Nantinya untuk Jatingaleh juga seperti itu, sejauh ini konsepnya baru underpass,’’ ungkapnya.
Monorail
Dalam RPJMD, Pemkot sudah mempersiapan tahapan perencanaan. Mulai 2011 akan disusun detail engineering design (DED).
Selanjutnya, bila ada kejelasan soal penanganan infrastruktur itu pada 2012 akan diupayakan pembebasan lahan. Barulah setelah 2012 dan 2013 masuk tahapan penanganan fisik.
Tidak hanya underpass yang menjadi program penanganan infrastruktur, soal monorail juga masuk RPJMD. Bagi Hadi, Pemkot tidak ingin ngoyoworo terhadap salah satu transportasi massal itu. Yang jelas konsep tetap harus dipersiapkan.
’’Ada tawaran investor tentang monorail. Kami kaji keberadaannya. Ke depan Kota Semarang memerlukan moda transportasi massal. Kalau yang sudah dilakukan adalah BRT. Pada 2011 dikembangkan koridor II Banyumanik - Terboyo,’’ ucapnya. (H37,H35-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/13/126538/Underpass-Masuk-Kajian-RPJMD
laba-laba October 13th, 2010, 06:01 AM Dafam hotel jl imam bonjol, Whizz hotel jl Tendean, BPS jl Pahlawan (on hold), Dekranasda&Pramuka Jl Pahlawan, Bea Cukai kawasan PRPP. Ada lagi???
thanks..
ada proyek highrise B ?
David-80 October 13th, 2010, 06:29 AM sekitar 200 jtan, kalo perkembanganya kok saya lihat cepet di tembalang ya:)
betul kalo mau investment jangka panjang tembalang aja. tapi tanah di tembalang sekarang lagi "menggila" kebanyakan rumah udah diatas 200 juta. kalo mau deket kantor dan masih agak murah ya mungkin di sekitar semarang barat. ada yang masih 200 jutaan. Semua tergantung kebutuhan aja sih benernya, saya bukan ahlinya tapi dari pengalaman aja disini (semarang) :okay:
thanks..
ada proyek highrise B ?
Bang, highrise 12 floor and above, none. as of today lho ya.
Cheers
gantengscool October 13th, 2010, 06:40 AM betul kalo mau investment jangka panjang tembalang aja. tapi tanah di tembalang sekarang lagi "menggila" kebanyakan rumah udah diatas 200 juta. kalo mau deket kantor dan masih agak murah ya mungkin di sekitar semarang barat. ada yang masih 200 jutaan. Semua tergantung kebutuhan aja sih benernya, saya bukan ahlinya tapi dari pengalaman aja disini (semarang) :okay:
Cheers
wah bener Tembalang menggila, rumah tipe 65 sekarang paling murah 400 juta.
Supply - Demand mulai tidak seimbang.
yunancutespdmt October 13th, 2010, 07:13 AM Bang, highrise 12 floor and above, none. as of today lho ya.
Cheers[/QUOTE]
Lho emangnya Whiz hotel brp Lantai...???^^:lol::lol:
ssphila October 13th, 2010, 07:56 AM In Progress : Lemah Gempal Bridge
http://img43.imageshack.us/img43/9602/jembatanlemahgempal.jpg
http://img844.imageshack.us/img844/1829/jembatanlemahgempal1.jpg
12 October 2010
YB_Murty October 13th, 2010, 08:30 AM In Progress : Lemah Gempal Bridge
http://img43.imageshack.us/img43/9602/jembatanlemahgempal.jpg
http://img844.imageshack.us/img844/1829/jembatanlemahgempal1.jpg
12 October 2010
Nice.... Semaikn banyak jembatan penghubung di dua sungai besar semarang akan semakin membuat perkembangan kota menjadi pesat dan merata. Menunggu juga ada jembatan di Sampangan dan Tugu Suharto sehingga terhubunglah Semarang bagian tengah dan barat.
titus15 October 13th, 2010, 08:39 AM ^^ setuju... berita kemarin pak Marmoo meresmikan jembatan Greenwood sepertinya pemandangannya oke juga dari atas jembatan.
Jembatan Greenwood dibeton
GUNUNGPATI - Jembatan Greenwood yang menghubungkan Kelurahan Sukorejo dan Sadeng Gunungpati dibeton dengan biaya Rp 3,7 miliar. Pembangunan jembatan yang dulunya hanya jembatan gantung kini sudah selesai dan Minggu (10/10 diresmikan oleh Walikota, Soemarmo HS. Dengan telah diresmikannya jembatan selebar enam meter dengan panjang sekitar 60 meter, tinggi oprit 40 meter ini warga Sadeng menyambut gembira.
Alhamdulillah, dengan adanya jembatan ini, warga Sadeng punya akses yang lebih pendek menjangkau kawasan perkotaan, tidak perlu memutar sampai Ngaliyan,’’ungkap Syaefudin, warga Perumahan Greenwood yang lokasinya berada di Kelurahan Sadeng, tidak jauh dari jembatan tersebut.
Maklum, saat jembatan belum dibangun, saat itu akses yang menghubungkan melalui Sungai Gribig hanya berupa jembatan gantung yang hanya bisa dilalui oleh sepeda motor.
Menurut Syaefudin, jauh sebelum jembatan tersebut dibangun warga kesulitan untuk pergi ke daerah Sampangan. Pasalnya harus menyisiri sungai tersebut. Parahnya lagi saat kondisi cuaca hujan, otomatis sungai tidak bisa dilalui karena arusnya yang deras.
Warga berharap dengan adanya jembatan itu, setidaknya angkutan umum bisa masuk. Selama ini jarang ada angkutan masuk ke wilayah Sadeng maupun Sukorejo. Kalau untuk mendapatkan kendaraan umum, warga harus jalan kaki atau naik ojek menuju Jalan Raya Manyaran-Gunungpati.
Dipikirkan
Sementara Walikota Soemarmo menyatakan pembangunan jembatan di daerah pinggiran tetap harus dipikirkan seperti Gunungpati, Ngaliyan, Mijen dan Genuk. Bahkan sekarang ini masih ada daerah di Genuk yang belum terhubungkan jembatan. ’’Di Penggaron Kidul belum ada jembatannya. Ini masuk dalam agenda kami, pembangunan jembatan,’’ tandas Marmo.
Baginya, masalah infrastruktur menjadi program andalan. Bahkan di setiap tahun anggaran dijanjikan naik, seperti pada anggaran 2011 saja kucurkan dana Rp 83 miliar untuk Dinas Bina Marga. rth—Ks
titus15 October 13th, 2010, 08:50 AM Berita BURUK
====
PRPP batal kontrak Rp 1,2 triliun
GEDUNG BERLIAN - Kalangan DPRD Provinsi Jateng, kecewa dengan batalnya penandatanganan kontrak antara PT PRPP dengan pihak ketiga senilai triliunan rupiah. Padahal, sedianya kontrak itu akan dilaksanakan pada 10 Oktober (ngepasin tanggal cantik ya???)kemarin. "Kami kecewa dengan batalnya rencana ini. Harapannya, jika ada investor yang mau masuk menangani PT PRPP, maka kerugian yang dialami setiap tahun bisa berhenti. Kalau seperti ini terus, kebiasaan buruk akan terus berlanjut," ujar Ketua Komisi C DPRD Jateng Novita Wijayanti, Selasa (12/10).
Dikatakan, sesuai janji, Pemprov Jateng dan pengelola PT PRPP mengaku akan melakukan MoU dengan pihak ketiga. Adapun, nilai kontrak tersebut sekitar Rp 1,2 triliun. Rencananya, kontrak tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 10 Oktober 2010 lalu. "Sampai saat ini belum ada penandatanganan kontrak hal itu. Entah kapan rencana itu akan terwujud saya juga tidak tahu," imbuh Novita.
Hal itu, lanjut dia, terungkap saat rapat pembahasan RAPBD dengan pengelola PT PRPP, Senin lalu (11/10). Direktur Utama PT PRPP Ir Theo Sestu Nugroho menyatakan, sampai saat ini rencana tersebut belum terealisasi. Bahkan yang bersangkutan, juga mengatakan tidak tahu kapan terealisasinya rencana itu.
Novita menambahkan, salah satu penyebab batalnya investor tersebut melakukan penandatangan kontrak dengan PT PRPP karena persyaratan yang diminta pihak investor belum terwujud. Pihak investor meminta agar akses jalan masuk menuju Bandara Ahmad Yani dilewatkan melalui kawasan PT PRPP dengan tujuan agar PRPP bisa lebih ramai.
Gubernur Bibit Waluyo menyetujui persyaratan tersebut, hanya saja pemindahan jalan masuk menuju bandara sulit diwujudkan. "Untuk membuka akses masuk bandara dibutuhkan biaya sekitar Rp 480 juta. Kendala ini yang membuat investor belum mau masuk,"katanya.
Terus merugi
Anggota Komisi C, Alfasadun menambahkan, belum masuknya investor yang akan mengelola PT PRPP sangat disayangkan. Selama ini, PT PRPP merupakan salah satu perusda milik Pemprov yang terus merugi. Bahkan, sejak berdirinya sekitar tahun 1995 perusda ini selalu merugi. "Batalnya investor ini sangat disayangkan. Kebiasaan PT PRPP akan terus merugi akan berlanjut," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, saat ini tengah bekerja keras untuk mengembangkan kawasan itu agar menjadi potensial. PRPP diproyeksikan menjadi kawasan perdagangan makro untuk usaha industri maupun pertanian. rth-Yn
====
Kan sebetulnya sinerginya sudah ada. Terminal baru pasti aksesnya lewat PRPP. Sementara BAndara dibangun dan PRPP dibangun sebetulnya keduanya bisa selesei bareng lagi. Daripada bikin jalan baru terminal lama ke PRPP lebih baik memperbaiki jalan Anjasmoro dan membenahi rute angkutan menuju PRPP.
Ayo PAk Bibit, njenengan bisa meyakinkan investor itu... kalo butuh tanggal cantik buat penandatanganan kontrak masih ada 121110 kok, 011110 atau 021210, :)
YB_Murty October 13th, 2010, 09:06 AM Berita BURUK
====
PRPP batal kontrak Rp 1,2 triliun
GEDUNG BERLIAN - Kalangan DPRD Provinsi Jateng, kecewa dengan batalnya penandatanganan kontrak antara PT PRPP dengan pihak ketiga senilai triliunan rupiah. Padahal, sedianya kontrak itu akan dilaksanakan pada 10 Oktober (ngepasin tanggal cantik ya???)kemarin. "Kami kecewa dengan batalnya rencana ini. Harapannya, jika ada investor yang mau masuk menangani PT PRPP, maka kerugian yang dialami setiap tahun bisa berhenti. Kalau seperti ini terus, kebiasaan buruk akan terus berlanjut," ujar Ketua Komisi C DPRD Jateng Novita Wijayanti, Selasa (12/10).
Dikatakan, sesuai janji, Pemprov Jateng dan pengelola PT PRPP mengaku akan melakukan MoU dengan pihak ketiga. Adapun, nilai kontrak tersebut sekitar Rp 1,2 triliun. Rencananya, kontrak tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 10 Oktober 2010 lalu. "Sampai saat ini belum ada penandatanganan kontrak hal itu. Entah kapan rencana itu akan terwujud saya juga tidak tahu," imbuh Novita.
Hal itu, lanjut dia, terungkap saat rapat pembahasan RAPBD dengan pengelola PT PRPP, Senin lalu (11/10). Direktur Utama PT PRPP Ir Theo Sestu Nugroho menyatakan, sampai saat ini rencana tersebut belum terealisasi. Bahkan yang bersangkutan, juga mengatakan tidak tahu kapan terealisasinya rencana itu.
Novita menambahkan, salah satu penyebab batalnya investor tersebut melakukan penandatangan kontrak dengan PT PRPP karena persyaratan yang diminta pihak investor belum terwujud. Pihak investor meminta agar akses jalan masuk menuju Bandara Ahmad Yani dilewatkan melalui kawasan PT PRPP dengan tujuan agar PRPP bisa lebih ramai.
Gubernur Bibit Waluyo menyetujui persyaratan tersebut, hanya saja pemindahan jalan masuk menuju bandara sulit diwujudkan. "Untuk membuka akses masuk bandara dibutuhkan biaya sekitar Rp 480 juta. Kendala ini yang membuat investor belum mau masuk,"katanya.
Terus merugi
Anggota Komisi C, Alfasadun menambahkan, belum masuknya investor yang akan mengelola PT PRPP sangat disayangkan. Selama ini, PT PRPP merupakan salah satu perusda milik Pemprov yang terus merugi. Bahkan, sejak berdirinya sekitar tahun 1995 perusda ini selalu merugi. "Batalnya investor ini sangat disayangkan. Kebiasaan PT PRPP akan terus merugi akan berlanjut," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, saat ini tengah bekerja keras untuk mengembangkan kawasan itu agar menjadi potensial. PRPP diproyeksikan menjadi kawasan perdagangan makro untuk usaha industri maupun pertanian. rth-Yn
====
Kan sebetulnya sinerginya sudah ada. Terminal baru pasti aksesnya lewat PRPP. Sementara BAndara dibangun dan PRPP dibangun sebetulnya keduanya bisa selesei bareng lagi. Daripada bikin jalan baru terminal lama ke PRPP lebih baik memperbaiki jalan Anjasmoro dan membenahi rute angkutan menuju PRPP.
Ayo PAk Bibit, njenengan bisa meyakinkan investor itu... kalo butuh tanggal cantik buat penandatanganan kontrak masih ada 121110 kok, 011110 atau 021210, :)
Kalau yang ini batal ya gak papa.... masih ada calon juga kok untuk masuk.
ssphila October 13th, 2010, 09:16 AM ^^
wah calon lainnya mesti lebih dari 1,2 T ya pak ?? makanya yg ini dibiarkan batal .... :lol:
kalo gitu bisa jadi "good news" lagi ..... :lol:
titus15 October 14th, 2010, 01:28 AM SEMARANG METRO
14 Oktober 2010
BRT Lebih Baik daripada Monorail
BALAI KOTA - Wacana adanya monorail di Kota Semarang disambut dingin sejumlah kalangan. Baik Dewan maupun pakar, kurang sependapat mengenai monorail, lantaran dari sisi anggaran untuk pembangunan fisik membutuhkan triliunan rupiah.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota, Agung Budi Margono menyatakan, Pemkot boleh saja menawarkan konsep infrastruktur, namun perlu melihat kondisi anggaran. Untuk jangka menengah ini lebih baik ketersediaan anggaran yang ada untuk pengoptimalam bus rapid transit (BRT).
’’Kalau untuk jangka panjang mungkin bisa (monorail). Saat-saat ini atau di RPJMD, bagi saya lebih baik mengoptimalkan BRT,’’ tandasnya.
Dari draf RPJMD 2011-2015 sebenarnya monorail bukan menjadi satu-satunya pilihan pemkot. Monorail merupakan salah satu alternatif untuk konsep penyediaan angkutan massal di Kota Semarang selain BRT dan kereta trem.
Tak Prioritas Kepala Bappeda, Hadi Purwono menyatakan, monorail merupakan moda transportasi massal, namun tidak menjadi skala prioritas. ’’Memang ada tawaran, namun kami kaji dulu, sudah siapkan Semarang untuk penyediaan transportasi itu dilihat dari sisi anggaran dan teknis. Kalau dalam kajian ternyata siap, tentu dibahas lagi kapan sekiranya disiapkan monorail. Tetapi sebaliknya ternyata tidak siap, ya perlu pengoptimalan yang lain,’’ ungkapnya.
Pakar transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno menyangsikan soal realisasi monorail. Dilihat dari biayanya bisa mencapai Rp 15 triliun.
’’Kalau melihat dana sebesar itu, untuk APBD tidak bisa menutup anggarannya. Demikian pula bila ada investor, harus dilihat keseriusannya,’’ ungkapnya.
Dia mengatakan, alangkah baiknya bila investor ditawarkan ke BRT Trans Semarang, sehingga pasti lebih murah. Sejauh ini prasarana jalan sudah ada, tinggal menambahi bagian halte, menambah armada bus, sedangkan dana hanya Rp 1,3 triliun sampai Rp 1,5 triliun untuk 10 koridor utama dan 10 feeder di masing-masing koridor. (H37,H35-16)
===
Setuju, monorel cuma keren diliat dari luar, kalo dibangun cuma bisa 1 koridor saja cuma akan memperpadat sampah visual dengan pancang-pancangnya. Liat kabel-kabel berseliweran di jalanan aja bikin pusing, belum reklame-reklame yang bertebaran kalo masih ditambah monorel wah tambah ruwet di mata. Bayangin kalo monorel melintas diatas tugumuda, darimana tentu akan merusak angle ikon kota.... BRT lebih realistis...
Kalo ada investasi lebih baik diarahkan membangun skylift. Itu malah bisa jadi ikon wisata kota. Lagian sejauh ini di Indonesia sepertinya cuma ada TMII, Ancol sama Tenggarong. Apalagi view panorama Semarang sangat keren kalo dilihat dari Skylift.
Lagi mbayangin kalo ada rute dari Gombel turun Candi via Jangli...hmmm...
Pasti Semarang akan diserbu wisatawan
sembilanbelas October 14th, 2010, 06:26 AM Lho emangnya Whiz hotel brp Lantai...???^^:lol::lol:
8 lantai + 1 basement
sembilanbelas October 14th, 2010, 06:33 AM Hotel Baru Terus Bermunculan
SEMARANG - Investor berlomba membangun bisnis perhotelan di Kota Semarang. Sejumlah proyek hotel berbintang baru tengah mengejar penyelesaian pembangunan fisik, di antaranya adalah Crowne Plaza yang berada di atas Mal Paragon, Hotel Amaris, dan Hotel Dafam.
Sementara hotel yang bersiap-siap menggelar grand opening Oktober ini ada Quest Hotel. Lainnya, telah menyiapkan lahan untuk segera dilakukan pencanangan pembangunan adalah Best Western Candi.
Hotel-hotel tersebut jelas akan meramaikan bisnis layanan jasa akomodasi dan bersaing dengan puluhan hotel yang sudah ada.
Sebut saja pembangunan Hotel Dafam Jl Imam Bonjol. Hotel berbintang tiga milik pengusaha lokal yang hampir rampung tahap pekerjaan fisiknya ini direncanakan bisa beroperasi November mendatang.
Bangunan ini terdiri atas 9 lantai dengan kamar hotel yang ditawarkan ada 105 unit. Desain bangunan dibuat dengan gaya victorian, namun cenderung simpel.
Andhy Irawan, Managing Director Dafam Hotel & Resorts mengatakan, tingginya minat investor menanamkan modalnya dalam bisnis perhotelan di Kota Semarang karena prospeknya terbilang tinggi.
Ibukota provinsi ini dikenal sebagai kota industri dan perdagangan, sehingga bisnis perhotelan akan bertumpu pada aktivitas bisnis tersebut. Berdasar pengalamannya berkarier di hotel selama 22 tahun, pasar di Semarang masih bisa lebih digarap.
Di samping itu ia juga menilai perhotelan dilirik investor, karena terkait dengan nilai properti yang dibangun. Di masa mendatang nilai investasi properti ini bisa terus melambung.
’’Memang terkesan saat ini semua berlomba membangun hotel. Tingginya peluang okupansi bukan semata-mata alasan investor menanamkan dananya untuk membangun hotel, tapi juga ada nilai investasi properti serta fasilitas bagi relasi bisnis mereka,’’ katanya, Rabu (13/10).
Kenyamanan Terpisah, General Manager Quest Hotel, Joko Pitoyo mengatakan, meski baru dua bulan soft opening dan beroperasi menerima tamu, sudah terlihat angka okupansi di kisaran 60%. Dengan angka itu, kata dia, respons pasar terhadap hotel baru terbilang bagus. ’’Kami mengembangkan konsep-konsep mengelola hotel yang bisa memberikan kenyamanan pada tamu sebagai cara bersaing dengan hotel lain,’’ paparnya.
Jusuf Sawirin, Managing Director Best Western Indonesia (BWI) mengatakan, proyek hotel Condotel Best Western Candi Semarang nanti berlokasi di Palm Hill Estate, kawasan pemukiman elite di Papandayan. Proses pembangunan memakan waktu sekitar dua tahun dan mulai dioperasikan akhir 2012. Hotel bintang empat itu akan menyediakan 107 kamar dan grand ballroom yang bisa menampung 1.500 orang.
’’Hotel ini mengusung konsep back to nature dan green environment dengan luas 9.000 meter persegi,’’ katanya.
Bagaimana dengan hotel lama? Yuli Priyono, General Manager Hotel Santika Premiere mengatakan, persaingan antarhotel memang tidak bisa dielakkan. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menata ulang desain kamar-kamar hotel yang berjumlah 128 unit. ’’Kami menyiapkan dana investasi hingga Rp 500 juta untuk melakukan desain ulang kamar,’’ katanya. (H22- )
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/14/126665/Hotel-Baru-Terus-Bermunculan
=============
Whiz malah gak disebut, padahal dan mulai konstruksinya... :nuts: :nuts:
Wartawannya gak ngikutin trit ini sih..... :D :D
yunancutespdmt October 14th, 2010, 06:53 AM http://img543.imageshack.us/img543/4233/14102010101040001.jpg (http://img543.imageshack.us/i/14102010101040001.jpg/)
dafam in progress...
sumber:http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/10/14/index.shtml
sembilanbelas October 14th, 2010, 07:38 AM ^^
:banana: :banana:
doni_eko October 14th, 2010, 08:27 AM betul kalo mau investment jangka panjang tembalang aja. tapi tanah di tembalang sekarang lagi "menggila" kebanyakan rumah udah diatas 200 juta. kalo mau deket kantor dan masih agak murah ya mungkin di sekitar semarang barat. ada yang masih 200 jutaan. Semua tergantung kebutuhan aja sih benernya, saya bukan ahlinya tapi dari pengalaman aja disini (semarang) :okay:
Bang, highrise 12 floor and above, none. as of today lho ya.
Cheers
ya betul kemaren udah survei harganya tinggi2 banget dah ...:bash:
jadi ragu mo ngambil daerah tembalang, harganya udah ga masuk akal lg :cry:
doni_eko October 14th, 2010, 08:31 AM kalo bsb gimana ya .. ? :cheers:kemaren nanya tipe 37 harganya 300 jt
titus15 October 14th, 2010, 08:41 AM ^^ ehm maaf IMO... kalo mau tawar menawar tanah mungkin lebih tepat di PM atau di kaskus deh. Kalo di tread ini njenengan bisa menyajikan harga tanah kawasan-kawasan di Semarang mungkin lebih tepat.
ssphila October 14th, 2010, 09:20 AM Hari ini, muter2 Semarang..... tp maaf tdk sempat foto2.
* Sedang ada renovasi kecil di pintu masuk lt. 2 Pasar Bulu
* Sepertinya sedang (mulai) booming buka cabang resto 'fried chicken' dikota & pinggiran Smg : amazy, rocket, dll
* Taman di tengah jl. Pahlawan blm ditanami lagi
--------------------
Soal harga tanah di Tembalang melambung, betul sekali, krn kemarin cari ruko kecil buat sewa harganya sdh hebat.
--------------------
Soal Monorail, IMO koq lbh cenderung utk sight-seeing/pariwisata. Tp yg penting adalah MASS RAPID TRANSIT yg nyaman.
Plus minus BRT, sudah cukup bagus, perlu diperluas koridornya, TAPI.... kalo tdk ada pembatasan jumlah mobil/motor pribadi, sy kira tdk/krg efektif, karena BRT tetap bersaing makan badan jalan. Akhirnya spt di DKI juga.
Sebenarnya BRT muncul, salah 1nya krn 'inginnya' punya 'SUBWAY' tp krn kendala & biaya besar maka munculah BRT. Secara pribadi bagi saya, intinya tirulah negara Singapura dalam hal pelayanan transportasi, tdk perlu gengsi. CMIIW.
sembilanbelas October 14th, 2010, 10:43 AM Hari ini, muter2 Semarang..... tp maaf tdk sempat foto2.
Whiz Hotel dah sampe lantai berapa?
ssphila October 14th, 2010, 02:22 PM ^^
Wah maap sy blm tau, padahal sering lewat Jl Pemuda, sepertinya belum tinggi, coba besok kalo sempat sy foto.
----------------
Ini berita terkait renovasi Pasar Bulu :
Kumuh, Pasar Bulu Direvitalisasi
Semarang, CyberNews. Selama satu bulan ini di Pasar Bulu yang terletak di Jalan Sugiyopranoto, Semarang, tengah mengalami renovasi. Belasan pekerja mulai mengerjakan pembangunan di beberapa titik di pasar tersebut.
Pengerjaan itu dimulai dari pembangunan joglo pada tiga titik yang sebelumnya berupa tangga untuk masuk ke lantai dua pasar tersebut. Lalu, pembuatan pagar pasar dan pengecetan dinding serta pemberian papan nama di kantor pasar.
Kepala Pasar Bulu, Harjito mengatakan revitalisasi ini diharapkan bisa mengubah image pasar yang selama ini terkesan kumuh. Padahal pasar ini terletak di tempat yang strategis berada di tengah kota dekat dengan ikon Kota Semarang, yakni Tugu Muda, Lawang Sewu, Museum dan Wisma Perdamaian.
"Diharapkan dengan proyek pembangunan ini bisa menarik wisatawan yang sedang berada di Semarang setelah dari berbagai tempat wisata di Semarang tersebut, karena semakin tertata dan tergiur untuk membeli barang-barang di pasar ini tidak hanya ke Pandanaran saja," katanya.
Dia menambahkan saat ini banyak pedagang yang berjualan di emperan maupun tangga masuk pasar tersebut sehingga perlu penataan pedagang kembali. Sedangkan revitalisasi pasar ini secara teknis ditangani bagian Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Wilayah Bulu.
Source : Suara Merdeka
titus15 October 14th, 2010, 05:20 PM Soal Monorail, IMO koq lbh cenderung utk sight-seeing/pariwisata. Tp yg penting adalah MASS RAPID TRANSIT yg nyaman.
Plus minus BRT, sudah cukup bagus, perlu diperluas koridornya, TAPI.... kalo tdk ada pembatasan jumlah mobil/motor pribadi, sy kira tdk/krg efektif, karena BRT tetap bersaing makan badan jalan. Akhirnya spt di DKI juga.
Sebenarnya BRT muncul, salah 1nya krn 'inginnya' punya 'SUBWAY' tp krn kendala & biaya besar maka munculah BRT. Secara pribadi bagi saya, intinya tirulah negara Singapura dalam hal pelayanan transportasi, tdk perlu gengsi. CMIIW.
Untuk wisata sebetulnya lebih oke Sky Lift, bisa lebih ekstreem ketinggiannya. Kalo monorel ketinggian hanya max 10 meter, itupun akan mengorbankan banyak memotong pohon dan tiang pancangnya akan mengganggu pemandangan dan membuat polusi visual, belum lagi kalo tiang pancangnya pasti juga akan mudah jadi sasaran grafiti liar.
Monorel mungkin lebih cocok dibangun berdampingan dengan proyek tol Solo Semarang. Kalo ini terwujud, sinergi akan makin kuat. TOL untuk kendaraan niaga, bus truk dan sebagainya, sedangkan monorelnya bisa untuk memfasilitasi trafik penumpang Bandara Semarang dan Bandara Adi Soemarmo, sehingga kedua bandara bisa berbagi trafik dan mengefektifkan Rute. Jika monorel bisa jalan 150 km/jam, maka waktu tempuh 2 bandara hanya akan 30 menit saja. Penumpang Solo bisa terbang dari Semarang dan sebaliknya penumpang Semarang bisa terbang dari Solo.
titus15 October 14th, 2010, 05:26 PM SEMARANG METRO
15 Oktober 2010
Kisah Pembangunan Tugu Muda (1)
Semula Dibangun di Tengah Alun-alun
Oleh Rukardi
USAI meresmikan Tugu Muda pada 20 Mei 1953, Presiden Soekarno mengamati dari dekat relief yang terdapat di kaki monumen batu itu. Didampingi Gubernur Jawa Tengah R Budiyono dan Wali Kota Semarang Hadi Soebeno Sosrowerdojo, ia berkeliling dari relief satu ke relief lain.
Sang Pemimpin Besar Revolusi terlihat puas dengan hasil karya para seniman yang tergabung dalam Sanggar Pelukis Rakyat pimpinan Hendra Gunawan itu. Ia pun menyempatkan diri menyalami mereka satu persatu.
Tentu saja, apresiasi Soekarno yang baik itu membuat para seniman bangga. Terlebih bagi Edhi Sunarso, salah seorang seniman, yang beroleh perlakuan lebih dari rekan-rekannya.
”Sukses ya,” kata Soekarno, seraya menjabat tangan Edhi.
Tak terlampau jelas maksud ucapan Soekarno tersebut. Namun Edhi menduga itu ucapan selamat atas prestasinya, yang belum lama berselang memenangi sebuah kompetisi patung internasional di London, Inggris. Karyanya: ’’The Unknown Political Prisoner’’ meraih juara kedua.
”Saya tidak akan pernah lupa dengan peristiwa itu. Di Tugu Mudalah, saya kali pertama bertemu Bung Karno,” papar Edhi Sunarso yang kini mukim di Yogyakarta.
Pengalaman Pertama
Ya, dari perjumpaan singkat itu Edhi mengenal Soekarno, pun sebaliknya. Perkenalan itu pulalah yang menjadi titik awal hubungan akrab antarkeduanya.
Seperti kita tahu, kelak pada tahun 1960-an, Soekarno banyak memberi kepercayaan kepada Edhi untuk membuat patung-patung raksasa di Jakarta, seperti Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Monumen Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, dan Patung Dirgantara atau lebih dikenal sebagai Tugu Pancoran.
Proyek Tugu Muda merupakan pengalaman pertama bagi Edhi dan sejumlah seniman muda dari Sanggar Pelukis Rakyat lainnya dalam mengerjakan karya berskala besar.
Berangkat dari proyek itu, mereka kemudian mulai membuat patung-patung gigantik untuk dipajang di ruang publik.
Sebelum menyimak lebih jauh kisah Edhi Soenarso, mari kita telusuri terlebih dahulu ikhwal pembangunan monumen bersejarah itu.
Tugu Muda dibangun untuk memperingati Pertempuran Lima Hari di Semarang. Itulah perang gerilya kota antara pemuda Semarang melawan bala tentara Jepang pada 14-19 Oktober 1945.
Soekirno, dalam buku Semarang, terbitan Djawatan Penerangan Kota Besar Semarang, 1956, menjelaskan, semula tugu peringatan itu dibangun di tengah Alun-alun Semarang.
Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Mr Wongsonegoro pada 28 Oktober 1945, atau sembilan hari pascaberakhirnya pertempuran.
Lantaran masih dalam suasana perang, setiap saat tugu sederhana itu dijaga oleh pemuda pejuang bertopi baja dan bersenjatakan karaben.
Mereka siap mengamankan Tugu Muda dari ancaman pembongkaran musuh, termasuk tentara Sekutu yang bermarkas di bangunan Hotel Du Pavillon.
Namun pada November 1945 pertempuran kembali pecah. Laskar pemuda terdesak dan terpaksa harus meninggalkan Semarang. Tugu itu akhirnya dihancurkan musuh.
Ketika situasi kota mulai tenang, pada 20 November 1949, ide pembangunan Tugu Muda yang baru kembali dilontarkan. Kali ini oleh Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BPKI) yang beranggotakan eks anggota angkatan muda, antara lain Martadi, Soeroso, A Djaja, Soewarno, Tjipto, Salim, dan Letnan Kolonel Soediarto.
Selain tugu, mereka juga berencana membangun taman makam pahlawan.
Namun karena ketiadaan biaya, rencana itu belum bisa direalisasikan.
Pembangunan tugu baru menemukan kejelasan pada 1951. Saat itu Wali Kota Hadi Soebeno Sosrowerdojo yang ditunjuk sebagai ketua panitia Tugu Muda serius mewujudkannya. Pada Mei 1952, monumen itu mulai dibangun.
Namun beda dari sebelumnya, Tugu Muda baru dibuat tepat di tengah Wilhelmina Plein atau Lapangan Wilhelmina, yang terletak di depan Lawangsewu.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur R Boediono dan disaksikan Mr Wongsonegoro, yang saat itu menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (67)
===
Semarang beruntung punya Monumen besutan pak Edhi Sunarso...
Masalahnya kapan ya Semarang punya Monumen yang semonumental Tugumuda lagi??
YB_Murty October 15th, 2010, 06:52 AM ^^
Wah maap sy blm tau, padahal sering lewat Jl Pemuda, sepertinya belum tinggi, coba besok kalo sempat sy foto.
----------------
Ini berita terkait renovasi Pasar Bulu :
Kumuh, Pasar Bulu Direvitalisasi
Semarang, CyberNews. Selama satu bulan ini di Pasar Bulu yang terletak di Jalan Sugiyopranoto, Semarang, tengah mengalami renovasi. Belasan pekerja mulai mengerjakan pembangunan di beberapa titik di pasar tersebut.
Pengerjaan itu dimulai dari pembangunan joglo pada tiga titik yang sebelumnya berupa tangga untuk masuk ke lantai dua pasar tersebut. Lalu, pembuatan pagar pasar dan pengecetan dinding serta pemberian papan nama di kantor pasar.
Kepala Pasar Bulu, Harjito mengatakan revitalisasi ini diharapkan bisa mengubah image pasar yang selama ini terkesan kumuh. Padahal pasar ini terletak di tempat yang strategis berada di tengah kota dekat dengan ikon Kota Semarang, yakni Tugu Muda, Lawang Sewu, Museum dan Wisma Perdamaian.
"Diharapkan dengan proyek pembangunan ini bisa menarik wisatawan yang sedang berada di Semarang setelah dari berbagai tempat wisata di Semarang tersebut, karena semakin tertata dan tergiur untuk membeli barang-barang di pasar ini tidak hanya ke Pandanaran saja," katanya.
Dia menambahkan saat ini banyak pedagang yang berjualan di emperan maupun tangga masuk pasar tersebut sehingga perlu penataan pedagang kembali. Sedangkan revitalisasi pasar ini secara teknis ditangani bagian Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Wilayah Bulu.
Source : Suara Merdeka
Sayang kalo direvitalisasi fisiknya saja, apa lagi kelihatannya hanya dengan dana terbatas. Untuk Pasar Bulu ada baiknya diperluas fungsinya menjadi pasar wisata Semarang. Semarang belum punya pasar Wisata, dan di dalamnya dapat disajikan berbagai jenis sovenir dan panganan khas Semarang maupun jawa tengah. Juga bisa dibuat pusat Kuliner Jawa Tengah yang menghimpun vendor-vendor dari para pembuat makanan/masakan yang sudah terkenal di Jawa Tengah. Seperti Gudeg Ceker di Solo bisa buka cabang di pasar Bulu, demikian juga seperti Soto bangkong, soto kudus, soto kwali, soto mana aja (bisa jadi zona soto). Sementara pasar tradisionalnya juga masih tetap ada tapi ditata agar lebih tertib dan nyaman. (untuk pasar tradisional- kenyatannya pedagang di lantai 2 hampir kososng mlompong - area ini yang dimanfaatkan untuk pusat kuliner Jateng). Revitalisasi dengan pengembangan fungsi ini sekaligus untuk menyangga daerah Pandanaran yang sudah padet. Dan terutama sekali akan sangat meramaikan Wisata di seputar Tugu Muda. Dengan terselesaikannya jembatan baru yang lebih dikenal dengan sebutan kretek wesi maka jugamembuka akses lebih cepat dan langsung ke Klenteng Sampo kong. Maka keberadaan pasar Wisata Bulu akan sangat baik dan sangat mendukung kepariwisatan Semarang.
ssphila October 15th, 2010, 10:23 AM Whiz Hotel dah sampe lantai berapa?
Ternyata belum 1 lantaipun, mungkin baru lantai dasar saja. Koq sepertinya byk kendala.
ssphila October 15th, 2010, 10:34 AM Untuk wisata sebetulnya lebih oke Sky Lift, bisa lebih ekstreem ketinggiannya. Kalo monorel ketinggian hanya max 10 meter, itupun akan mengorbankan banyak memotong pohon dan tiang pancangnya akan mengganggu pemandangan dan membuat polusi visual, belum lagi kalo tiang pancangnya pasti juga akan mudah jadi sasaran grafiti liar.
Monorel mungkin lebih cocok dibangun berdampingan dengan proyek tol Solo Semarang. Kalo ini terwujud, sinergi akan makin kuat. TOL untuk kendaraan niaga, bus truk dan sebagainya, sedangkan monorelnya bisa untuk memfasilitasi trafik penumpang Bandara Semarang dan Bandara Adi Soemarmo, sehingga kedua bandara bisa berbagi trafik dan mengefektifkan Rute. Jika monorel bisa jalan 150 km/jam, maka waktu tempuh 2 bandara hanya akan 30 menit saja. Penumpang Solo bisa terbang dari Semarang dan sebaliknya penumpang Semarang bisa terbang dari Solo.
Setuju sih, mmg sdh pantesnya Smg yg unik punya kota atas & bawah punya SKYLIFT di daerah ex-skygarden, kalo dilihat sepertinya Semarang punya banyak kesamaan dengan HongKong & LA. Satu lagi wisata air, harusnya bisa juga, baik yg dipantai maupun (ngimpi :)) kali Smg.
Bagus sih utk masa depan ada monorail dijalur Tol, tp bis patasnya kalah.
ssphila October 15th, 2010, 10:38 AM Sayang kalo direvitalisasi fisiknya saja, apa lagi kelihatannya hanya dengan dana terbatas. Untuk Pasar Bulu ada baiknya diperluas fungsinya menjadi pasar wisata Semarang. Semarang belum punya pasar Wisata, dan di dalamnya dapat disajikan berbagai jenis sovenir dan panganan khas Semarang maupun jawa tengah. Juga bisa dibuat pusat Kuliner Jawa Tengah yang menghimpun vendor-vendor dari para pembuat makanan/masakan yang sudah terkenal di Jawa Tengah. Seperti Gudeg Ceker di Solo bisa buka cabang di pasar Bulu, demikian juga seperti Soto bangkong, soto kudus, soto kwali, soto mana aja (bisa jadi zona soto). Sementara pasar tradisionalnya juga masih tetap ada tapi ditata agar lebih tertib dan nyaman. (untuk pasar tradisional- kenyatannya pedagang di lantai 2 hampir kososng mlompong - area ini yang dimanfaatkan untuk pusat kuliner Jateng). Revitalisasi dengan pengembangan fungsi ini sekaligus untuk menyangga daerah Pandanaran yang sudah padet. Dan terutama sekali akan sangat meramaikan Wisata di seputar Tugu Muda. Dengan terselesaikannya jembatan baru yang lebih dikenal dengan sebutan kretek wesi maka jugamembuka akses lebih cepat dan langsung ke Klenteng Sampo kong. Maka keberadaan pasar Wisata Bulu akan sangat baik dan sangat mendukung kepariwisatan Semarang.
Bagus idenya, daerahnya sangat strategis lagi. Sayang area parkirnya yg terbatas sekali, mungkin bisa pake museum disampingnya ya ?? sekalian foto2 Tugu Muda, Lawang Sewu. Wah Paket komplit.
ssphila October 15th, 2010, 04:35 PM Gubernur Bantah Investor PRPP Lari
Semarang, CyberNews. Gubernur Bibit Waluyo membantah pernyataan kalangan DPRD Jateng dan Direktur PRPP terkait gagalnya nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov dengan calon investor yang akan mengembangkan kawasan PRPP Semarang dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun.
Menurut Gubernur, hingga saat ini proses pendekatan, negosiasi, dan pembahasan rencana pengembangan kawasan PRPP masih dalam pembahasan intensif. "Kalau investor yang lewat saya, tidak ada yang lari karena saat ini sedang pembahasan intensif. Tapi kalau investornya lewat pihak lain, ya tidak tahu lagi," tutur Bibit didampingi Sekda Jateng Hadi Prabowo, Jumat (15/10).
Hal itu diungkapkan Bibit menanggapi pernyataan Ketua Komisi C DPRD Jateng Novita Wijayanti yang kecewa dengan gagalnya investor membangun PRPP. Diberitakan sebelumnya, saat pembahasan dengan Komisi C, Direktur PRPP Theo Sestu Nugroho mengakui gagalnya MoU antara pihaknya dengan investor. Menurutnya, penandatanganan MoU semula dijadwalkan 10 Oktober, namun ternyata gagal terwujud. Saat di Komisi C, theo mengakui belum tahu kapan penandatanganan kontrak kerjasama itu akan dilakukan.
Gubernur menandaskan, sejauh ini beberapa investor yang sudah menemuinya sangat antusias dengan rencana pengembangan kawasan PRPP. Namun demikian, gubernur mengaku masih menyaring calon investor mana saja yang benar-benar berminat dan memiliki komitmen untuk pengembangan PRPP. "Sampai hari ini, investor yang lewat saya oke oke saja kok. Soal nilai investasi, nanti saja yah kalau memang sudah ada kepastian," jelasnya.
( Saptono Joko Sulistyo /CN14 )
Source : Suara Merdeka
:lol:
titus15 October 16th, 2010, 01:00 AM Setuju sih, mmg sdh pantesnya Smg yg unik punya kota atas & bawah punya SKYLIFT di daerah ex-skygarden, kalo dilihat sepertinya Semarang punya banyak kesamaan dengan HongKong & LA. Satu lagi wisata air, harusnya bisa juga, baik yg dipantai maupun (ngimpi :)) kali Smg.
Bagus sih utk masa depan ada monorail dijalur Tol, tp bis patasnya kalah.
Seharusnya urusan transportasi itu tidak semata urusan menang kalah, tapi urusan kelancaran yang bisa menunjang semua pihak. KAlo ada salah satu angkutan menang, dan transportasi umum hanya didasarkan dengan kompetisi, maka yang terjadi akan seperti Bogor yang justru kegendutan angkot.
Kalo bus patas kalah di Solo Semarang mungkin mereka bisa diarahkan bermain di rute-rute yang kurang baik kondisinya saat ini, seperti Blora Purwodadi Semarang, Purwokerto Semarang Dll. Kalo bisnya bagus, saya rasa mobilitas masyarakat daerah dalam mengakses ibukota provinsi akan meningkat dan peluang usaha yang mereka jalankan juga akan semakin tinggi.
titus15 October 16th, 2010, 01:05 AM Gubernur Bantah Investor PRPP Lari
:lol:
Oke Pak Gub... kalo mau MOU nanti, kalo mau cari tanggal cantik konsultasi sama saya ya...hehehe...
titus15 October 16th, 2010, 01:05 AM 16 Oktober 2010
Kisah Pembangunan Tugu Muda (2-Habis)
Lima Tema Relief di Sayap Kaki
BEGITU menerima order pembuatan Tugu Muda dari Wali Kota Semarang, Hadi Soebeno Sosrowerdojo, Hendra Gunawan segera membentuk tim. Ia ajak anak buahnya dari Sanggar Pelukis Rakyat Yogyakarta untuk mengerjakan proyek besar itu.
Tak semua anggota dikerahkan. Selain Hendra Gunawan, CY Ali, dan Rustamadji, selebihnya anggota baru. Mereka adalah Edhi Sunarso, Juski Hakim, Chairul Bahri, Rustamadji, Nasir Bondan, Tjahjono, dan Djoni Trisno.
Membuat tugu batu setinggi 20-an meter pada masa itu bukan pekerjaan sederhana. Meski sebelumnya telah akrab dengan media batu, patung yang mereka buat rata-rata berukuran kecil.
Kurangnya pengalaman tak membuat Hendra Gunawan dan kawan-kawan menyerah. Untuk mengatasi problem tersebut, mereka lantas berguru kepada tukang kijing di daerah Pakem, Sleman.
”Pada masa itu di Muntilan belum ada pengrajin arca batu. Sedangkan di Borobudur dan Prambanan baru ada tukang pembuat balok-balok batu untuk keperluan renovasi candi,” kata Edhi Sunarso.
Setelah punya bekal ilmu, para seniman mulai bekerja. Mereka mengerahkan pikiran dan tenaga untuk mewujudkan Tugu Muda. Pertama, Hendra meminta Edhi mentransformasikan desain yang dibuat oleh Salim, seorang anggota Panitia Tugu Muda, menjadi prototipe dengan bahan lempung. Setelah itu baru mencari bahan baku batu. ”Kami akhirnya mendapatkan batu andesit yang bagus di daerah Ngadirejo, Pakem, Sleman. Batu-batu itu kami bentuk kasar di lokasi, baru kemudian diangkut ke Semarang.”
Karena tugu yang hendak dibuat berukuran besar, jumlah batu yang dibutuhkan pun banyak. Edhi tak lagi ingat berapa meter kubik batu yang dibawa ke Semarang. Ia hanya ingat jumlah truk pengangkutnya, yakni lima buah. Dengan truk-truk itu pula, para seniman berangkat dari Yogyakarta ke Semarang.
Berbagi Tugas Dari seluruh proses pembangunan, pembuatan relief di sayap kaki tugu paling menyita perhatian. Supaya pengerjaannya lebih fokus, mereka pun berbagi tugas. Sebagai ketua, Hendra menentukan tema relief di lima sayap kaki yang ada. Setelah itu, para seniman bebas memilih tema yang disukai dan merumuskannya ke dalam bentuk relief.
Lima tema tersebut adalah ”hongerodeem” atau busung lapar (dikerjakan Edhi Sunarso), ”pertempuran” (Juski Hakim), ”penyerangan” (Chairul Bahri), ”korban” (Nasir Bondan), ”kemenangan” (Djoni Trisno, CY Ali, Tjahjono). Sedangkan ornamen-ornamen lain, termasuk lambang sila-sila dari Pancasila dikerjakan oleh Roestamadji.
Seniman bebas menginterpretasi tema yang dibuat oleh Pak Hendra. Edhi Sunarso yang membuat hongerodeem misalnya, mengisi dua bidang batu di sayap kaki tugu jatahnya dengan gambar manusia-manusia yang kurus, miskin dan kelaparan.”Selain dari foto-foto di majalah, saya juga memperoleh gambaran penderitaan rakyat itu dari pengamatan. Semasa pendudukan Jepang, saya lihat banyak orang kelaparan yang kleleran di jalan-jalan,” ujar Edhi.
Seniman Sanggar Pelukis Rakyat dibantu sejumlah tukang bekerja keras menyelesaikan proyek Tugu Muda. Setiap hari mereka bekerja mulai pukul 07.00 hingga pukul 21.00. Malam hari mereka beristirahat di sebuah rumah kontrakan di belakang pertokoan Jl Pandanaran. Sebuah foto dokumentasi pembangunan Tugu Muda menampakkan aktivitas para seniman. Sebagian dari mereka memahat relief, sebagian lainnya mengurusi pekerjaan konstruksi.
Soekirno, dalam buku Semarang, terbitan Djawatan Penerangan Kota Besar Semarang (1956), mengungkapkan, proyek Tugu Muda menelan dana Rp 200 ribu. Padahal sebelumnya, panitia hanya menganggarkan Rp 30 ribu. Pembengkakan itu, kata Soekirno akibat kenaikan harga barang.
Tugu Muda diresmikan oleh Presiden Soekarno tepat pada hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 1953. Acara yang dilaksanakan pukul 09.25 tersebut mendapat perhatian besar dari warga. Ribuan orang berdesak-desakan di seputar area tugu berbentuk lilin yang melambangkan semangat perjuangan itu. (Rukardi-16)
Cah SMG October 16th, 2010, 09:27 AM Yup. Pasar Bulu perlu dirobohkan dibangun Mal Paragon Part II..
titus15 October 16th, 2010, 10:37 AM ^^ Huss... Pasar Bulu itu Paragon rendering Awal... yang di jl Pemuda itu malah Paragon part 2...
David-80 October 16th, 2010, 01:52 PM Monorel mungkin lebih cocok dibangun berdampingan dengan proyek tol Solo Semarang. Kalo ini terwujud, sinergi akan makin kuat. TOL untuk kendaraan niaga, bus truk dan sebagainya, sedangkan monorelnya bisa untuk memfasilitasi trafik penumpang Bandara Semarang dan Bandara Adi Soemarmo, sehingga kedua bandara bisa berbagi trafik dan mengefektifkan Rute. Jika monorel bisa jalan 150 km/jam, maka waktu tempuh 2 bandara hanya akan 30 menit saja. Penumpang Solo bisa terbang dari Semarang dan sebaliknya penumpang Semarang bisa terbang dari Solo.
Mungkin bukan monorel yang dimaksud titus, tapi lebih ke highspeed train or maglev (ngarep), soalnya monorel speed nya ga bisa sampe 150km/jam karena dia punya turns out agak susah untuk belok dengan single rail, plus monorel itu cocoknya hanya untuk pariwisata/sightseeing. Di KL dan sydney, monorail jadi alat transport wisata bukan MRT. :)
Cheers
titus15 October 17th, 2010, 01:16 AM Mungkin bukan monorel yang dimaksud titus, tapi lebih ke highspeed train or maglev (ngarep), soalnya monorel speed nya ga bisa sampe 150km/jam karena dia punya turns out agak susah untuk belok dengan single rail, plus monorel itu cocoknya hanya untuk pariwisata/sightseeing. Di KL dan sydney, monorail jadi alat transport wisata bukan MRT. :)
Cheers
Tq koreksinya mas...
Kalo buat wisata di semarang lebih keren sky lift dengan ketinggian lebih ekstreem dan pemandangan panorama 360'. Kalo Monorel pemandanganya hanya 150' itupun kurang keren karena Semarang jalanannya tetap kurang lebar, dan tidak punya cukup banyak hi-rise.
castle_92 October 17th, 2010, 02:16 PM Urai Kemacetan Jatingaleh
Daerah Jatingaleh skrng macetnya tmbh parah....apalgi kalo pagi & sore, perlu dipirkan jl. keluar secepatnya......
castle_92 October 17th, 2010, 03:17 PM Tq koreksinya mas...
Kalo buat wisata di semarang lebih keren sky lift dengan ketinggian lebih ekstreem dan pemandangan panorama 360'. Kalo Monorel pemandanganya hanya 150' itupun kurang keren karena Semarang jalanannya tetap kurang lebar, dan tidak punya cukup banyak hi-rise.
Yup bakal keren banget.....apalagi pemandangan smg yg berbukit2 n pantai...
Dari blognya mas titus
http://img20.imageshack.us/img20/5676/keretagantung2ia6.jpg
Viewnya...
http://multiply.com/mu/semarangkatropolitan/image/19/photos/85/600x600/1/tanah-putih-semarang1.jpg?et=1cE65TNLx%2BQqYbARL6mwtw&nmid=138303315
http://multiply.com/mu/semarangkatropolitan/image/6/photos/85/600x600/4/tanah-putih-semarang4.jpg?et=P1mO6b%2ClRQ3i1NjNIpfIuA&nmid=138303315
http://multiply.com/mu/semarangkatropolitan/image/7/photos/85/600x600/6/tanah-putih-semarang6.jpg?et=t7C7HIyDHI7T9GMqUuPoGA&nmid=138303315
Link http://semarangkatropolitan.multiply.com/photos/album/85/Skylift_Kereta_Gantung_di_Semarang#
castle_92 October 17th, 2010, 03:30 PM Lima Bandara Dikembangkan
Ekonomi & Bisnis
16 Oktober 2010
JAKARTA-PT Angkasa Pura I (Persero) membutuhkan dana Rp 4 triliun untuk mengembangkan lima bandara dalam dua tahun ke depan. Kelima bandara tersebut adalah Ngurah Rai Denpasar, Sepinggan Balikpapan, Adi Sutjipto Jogjakarta, Juanda Surabaya, dan Ahmad Yani Semarang.
Direktur Utama Tommy Soetomo mengatakan yang akan dibangun awal tahun depan adalah Ngurah Rai. Kementerian BUMN selaku pemegang saham dan Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin.
”Saat ini dokumen tender untuk beberapa pekerjaan sudah disiapkan dan diharapkan selesai 2013. Bandara lain ada yang dikerjakan 2011 dan ada yang 2012,” tutur Tommy, kemarin.
Bandara Ngurah Rai, menurut dia, harus segera dikembangkan karena realisasi jumlah penumpangnya sudah melebihi kapasitas. Dari kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun realisasinya lebih dari 9,5 juta penumpang per tahun yang terdiri atas 4,5 juta penumpang domestik dan 5 juta penumpang internasional.
”Untuk Ngurah Rai dibutuhkan dana sekitar Rp 2 triliun, yakni Rp 1,25 triliun dari pinjaman dan sisanya dari kas internal,” jelasnya.
Pihaknya juga akan menggandeng Pemerintah Provinsi Bali untuk membantu membebaskan 129.000 m2 lahan untuk pengembangan bandara tersebut.
Direktur Operasi dan Teknik Harjoso Tjatur Prijanto menambahkan nanti perseroan akan menenderkan pekerjaan pengembangan terminal dan interior, perluasan apron, serta membangun gedung parkir bertingkat. (bn-29)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/16/126948/Lima-Bandara-Dikembangkan
castle_92 October 17th, 2010, 03:31 PM Semarang Peringkat Bawah dalam Kemudahan Berusaha
Ekonomi & Bisnis
16 Oktober 2010
SEMARANG-Kota Semarang menempati urutan ke-13 dalam peringkat kemudahan memulai usaha di antara 14 kota di Indonesia. Dalam kemudahan memperoleh izin bangunan, Ibu Kota Jateng menempati urutan ke-5, sedangkan dalam kemudahan registrasi properti di posisi 11.
Data IFC-World Bank-Doing Business Report 2010 itu, Kamis lalu diungkapkan oleh Asisten Kepala Urusan Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Regional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ir Huda Baheres MPA dalam Sosialisasi Persiapan Nasional Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 di Gedung Bank Indonesia (BI) Semarang.
Peringkat kemudahan memulai usaha urutannya adalah Yogyakarta, Surakarta, Palangkaraya, Palembang, Bandung, Banda Aceh, Jakarta, Balikpapan, Makassar, Denpasar, Pekanbaru dan Surabaya, Semarang, dan Manado.
Untuk kemudahan izin bangunan Yogyakarta, Makassar, Bandung dan Palangkaraya, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan, Surakarta, Banda Aceh, Denpasar, Manado, Jakarta, dan Surabaya. Kemudahan registrasi properti Bandung, Jakarta, Manado, Pekanbaru, Palangkaraya, Palembang dan Surabaya, Denpasar dan Banda Aceh, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, dan Balikpapan.
Indikator kemudahan berusaha terdiri atas kemudahan memperoleh kredit, hal-hal yang berkaitan dengan perizinan, registrasi properti, penerapan kontrak, pelaksanaan usaha, perdagangan antarwilayah, perpajakan, proteksi terhadap investor, dan tenaga kerja. Pengurusan dalam hal memulai usaha ditargetkan 17 hari, namun saat ini masih butuh waktu 60 hari.
Menurut Huda, kemudahan berusaha merupakan bagian dari peningkatan iklim investasi. Faktor lain adalah pemberian insentif, reformasi regulasi, kemudahan proses perizinan, dan pelayanan publik.
Sosialisasi yang dibuka oleh Pemimpin BI Semarang Ratna E Amiaty itu bertujuan memberikan gambaran tentang perlunya faktor-faktor yang mendukung bagi bangsa Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi impelementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015. (C19-29)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/16/126947/Semarang-Peringkat-Bawah-dalam-Kemudahan-Berusaha
titus15 October 17th, 2010, 05:26 PM Yup bakal keren banget.....apalagi pemandangan smg yg berbukit2 n pantai...
Menarik sekali kalo dibuka dengan track Water Blaster - Patra Jasa, modalnya bisa patungan dari Graha candi Golf dengan Pertamina. Butuh investasi berapa M ya?
Venantio October 18th, 2010, 03:47 PM Menarik sekali kalo dibuka dengan track Water Blaster - Patra Jasa, modalnya bisa patungan dari Graha candi Golf dengan Pertamina. Butuh investasi berapa M ya?
Melanggar KKOP nggak ya?
ssphila October 18th, 2010, 07:22 PM Pembuatan Taman di Jl Kartini
http://img827.imageshack.us/img827/6814/tamanjlkartini.jpg
http://img829.imageshack.us/img829/9161/tamanjlkartini1.jpg
http://img171.imageshack.us/img171/5254/tamanjlkartini2.jpg
http://img704.imageshack.us/img704/8237/tamanjlkartini3.jpg
ssphila October 18th, 2010, 07:28 PM Pengerukan Kali Banjir Kanal Timur
http://img171.imageshack.us/img171/3116/bjrknltimur.jpg
http://img834.imageshack.us/img834/280/bjrknltimur1.jpg
http://img715.imageshack.us/img715/1250/bjrknltimur2.jpg
ssphila October 18th, 2010, 07:33 PM Pengelola Margasatwa Semarang Bangun Water Boom
Semarang, CyberNews. Masyarakat Semarang dan sekitarnya yang akan berlibur bersama keluarga dan teman untuk mengisi waktu liburan saat ini tidak harus pergi jauh-jauh ke luar daerah, karena mereka bisa berkunjung untuk melihat berbagai satwa di Margasatwa Semarang yang berada di batas Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal, tepatnya di depan Terminal Mangkang. Lokasi Margasatwa itu terletak di wilayah Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Pasalnya, selain pengunjung juga bisa melihat koleksi berbagai satwa yang terdapat di Margasatwa tersebut dalam waktu dekat pihak pengelola akan menambah empat fasilitas tambahan bagi pengunjung berupa museum pesawat, water boom, arena permainan anak dan kolam keceh. Pengunjung bisa masuk ke lokasi itu hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000, dan telah bisa melihat banyak koleksi satwa yang terdapat di kebun binatang tersebut.
Adapun koleksi yang ada di Margasatwa itu, diantaranya, Kasuari (Australian Cassowary), Beruk, Elang Hitam (Ictinaetus Malayensis), Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus), dan hewan buas lainnya seperti Singa dan Harimau Sumatra serta hewan lainnya.
Petugas Margasatwa, Wasito mengatakan saat ini tahap pengerjaannya sudah 70 persen rampung, masih tinggal finishing seperti menyelesaikan tangga untuk naik ke permainan water boom tersebut dan menyelesaikan pemasangan lantai serta penanaman berbagai pohon di taman tersebut. Pengerjaan itu telah berjalan tiga bulan ini, direncanakan selesai tahun ini karena persiapan untuk tahun baru yang pengunjungnya membludak.
"Penyelesaian proyek itu juga akan terkendala cuaca yang sering hujan sehingga diperkirakan akan terlambat dari yang sudah direncanakan sebelumnya. Sebab, saat liburan, ratusan pengunjung akan datang, bahkan bisa naik tiga kali lipatnya, bahkan mencapai ribuan orang saat tahun baru tersebut," katanya.
( Yulianto /CN28 )
Source : Suara Merdeka
titus15 October 19th, 2010, 01:58 AM Melanggar KKOP nggak ya?
Skylift butuh ketinggian berapa ya? Kalo kontur kotanya sudah cukup tinggi seharusnya nggak perlu terlalu tinggi juga sepertinya. Mungkin 8 (30m) lantai cukup.
IMO track pertama menarik sekali kalo dari patrajasa ke Jangli Water blaster, rutenya ngikut Jl Sisingamangaraja (Kanarilaan). Soalnya kalo melintas pemukiman pasti akan tersangkut kerumitan perijinan, amdal, keamanan dll. Ini juga bisa jadi ikon penarik bari boulevard jl Sisingamangaraja yang sampai sekarang masih adem ayem, padalah menurutku menarik juga dikembangkan jadi tempat jujugan di semarang atas.
Rute selanjutnya bisa juga dari Water Blaster ke Taman Tabanas. (kalo patra-wb bisa disponsori Graha Candi dan Pertamina, yang WB ke Taman Tabanas bisa minta disponsori BRI hehehe... soalnya tabanas kan produknya BRI jaman dulu)
Panjang tracknya dari Patra ke WB sekitar 2,7km, kemudian dari WB ke TT sekitar 3km, total 5,7 km. Ini bisa jadi track skylift terpanjang di Indonesia.
http://img686.imageshack.us/img686/6973/skyliftsemarang.jpg
ssphila October 19th, 2010, 06:24 AM ^^
Wah sip tenan, kalo 'ngimpi' rame2 :lol: , menurutku, ya sekalian aja diteruskan ke pantai Marina, karena disana bakal jadi pantai pasir putih yg bersih, indah & byk bangunan baru : mall, hotel, 'huge ocean blaster', university, int'l hospital, convention center, etc.
fiiuuuuhhh.... Semarang TRULY the Beauty of Asia. Semarang Lebih dari hanya Setara.
ssphila October 19th, 2010, 06:36 AM Maaf sy salah, ini foto whiz, ternyata sdh sampai lt 2, tdk begitu terlihat dari Jl. Piere Tendean karena ada di belakang, tp koq terlihat kecil/sempit ya ?? Apa ada yg punya renderingnya ?
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/WHIZblkg.jpg
ssphila October 19th, 2010, 06:40 AM Dafam as of 19-10-2010
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/Dafam191010.jpg
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/Dafam1910101.jpg
titus15 October 19th, 2010, 06:51 AM Maaf sy salah, ini foto whiz, ternyata sdh sampai lt 2, tdk begitu terlihat dari Jl. Piere Tendean karena ada di belakang, tp koq terlihat kecil/sempit ya ??
lahan di segitiga emas sepertinya sudah sangat padat, yang dipinggir jalan rata-rata lebarnya hanya 20 meter saja dan memanjang ke Belakang. Ada beberapa lahan luas tapi mengantong alias sempit di muka tapi agak luas di belakang.
Lahan yang masih luas dan belum dibangun paling di belakang Lawang Sewu, sebelah BCA, terus juga di deket Bank Mandiri Pemuda dan lahan parkir Sriratu. Di Pandanaran lebih sedikit lagi. Gajahmada cuma di seberang Gumaya paling itupun nggak seberapa luas juga. Whiz dan Dafam termasuk yang lebar lahannya mepet sekali juga begitu Tendean Imperial nantinya.
titus15 October 19th, 2010, 06:56 AM ^^
Wah sip tenan, kalo 'ngimpi' rame2 :lol: , menurutku, ya sekalian aja diteruskan ke pantai Marina, karena disana bakal jadi pantai pasir putih yg bersih, indah & byk bangunan baru : mall, hotel, 'huge ocean blaster', university, int'l hospital, convention center, etc.
fiiuuuuhhh.... Semarang TRULY the Beauty of Asia. Semarang Lebih dari hanya Setara.
Wah kalo marina harus trayek tersendiri itu. Kalo diteruskan bisa total 13 km. (Jadi skylift terpanjang didunia nggak ya??? terus tarip makenya berapa ya?hehe)
Lagian lintasannya juga akan memotong kawasan KKOP...
ssphila October 19th, 2010, 02:25 PM ^^
Baguslah punya skylift terpanjang sedunia, tarifnya jauh-dekat 100rb saja dan pada saatnya skylift ini dibangun nanti, bandaranya sdh pindah ke Makodam WatuGong jadi kkopnya buat Ungaran saja :lol:
ssphila October 19th, 2010, 02:31 PM Nama amaris, GRAMEDIA & sonora sdh terpasang.
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/amarisgranedsonora1.jpg
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/amarisgranedsonora.jpg
Venantio October 19th, 2010, 05:25 PM Skylift butuh ketinggian berapa ya? Kalo kontur kotanya sudah cukup tinggi seharusnya nggak perlu terlalu tinggi juga sepertinya. Mungkin 8 (30m) lantai cukup.
IMO track pertama menarik sekali kalo dari patrajasa ke Jangli Water blaster, rutenya ngikut Jl Sisingamangaraja (Kanarilaan). Soalnya kalo melintas pemukiman pasti akan tersangkut kerumitan perijinan, amdal, keamanan dll. Ini juga bisa jadi ikon penarik bari boulevard jl Sisingamangaraja yang sampai sekarang masih adem ayem, padalah menurutku menarik juga dikembangkan jadi tempat jujugan di semarang atas.
Rute selanjutnya bisa juga dari Water Blaster ke Taman Tabanas. (kalo patra-wb bisa disponsori Graha Candi dan Pertamina, yang WB ke Taman Tabanas bisa minta disponsori BRI hehehe... soalnya tabanas kan produknya BRI jaman dulu)
Panjang tracknya dari Patra ke WB sekitar 2,7km, kemudian dari WB ke TT sekitar 3km, total 5,7 km. Ini bisa jadi track skylift terpanjang di Indonesia.
http://img686.imageshack.us/img686/6973/skyliftsemarang.jpg
Wah.. nice..
Usulin aja ke walikota. Supaya beliau tahu ada pemikiran seperti ini...
NpF October 20th, 2010, 06:05 AM Skylift butuh ketinggian berapa ya? Kalo kontur kotanya sudah cukup tinggi seharusnya nggak perlu terlalu tinggi juga sepertinya. Mungkin 8 (30m) lantai cukup.
IMO track pertama menarik sekali kalo dari patrajasa ke Jangli Water blaster, rutenya ngikut Jl Sisingamangaraja (Kanarilaan). Soalnya kalo melintas pemukiman pasti akan tersangkut kerumitan perijinan, amdal, keamanan dll. Ini juga bisa jadi ikon penarik bari boulevard jl Sisingamangaraja yang sampai sekarang masih adem ayem, padalah menurutku menarik juga dikembangkan jadi tempat jujugan di semarang atas.
Rute selanjutnya bisa juga dari Water Blaster ke Taman Tabanas. (kalo patra-wb bisa disponsori Graha Candi dan Pertamina, yang WB ke Taman Tabanas bisa minta disponsori BRI hehehe... soalnya tabanas kan produknya BRI jaman dulu)
Panjang tracknya dari Patra ke WB sekitar 2,7km, kemudian dari WB ke TT sekitar 3km, total 5,7 km. Ini bisa jadi track skylift terpanjang di Indonesia.
http://img686.imageshack.us/img686/6973/skyliftsemarang.jpg
aduh..sujud syukur tenan awakku nek memang bener itu terealisir:cheers:
langsung minta mutasi pulang ke semarang deh , hehehe
titus15 October 20th, 2010, 07:20 AM ^^ tak kancani sujud syukur mas ferry
titus15 October 20th, 2010, 01:30 PM Akhirnya tayang juga: (lama juga antrinya)
http://img830.imageshack.us/img830/491/ayia.jpg
dari http://epaper.kompas.com
kompas Jateng-diy
castle_92 October 20th, 2010, 02:24 PM ^^ Nice Artikel Mas Titus :okay:
Semoga dibaca & didenger pemkot biar CBD smg gak cuma disitu aja.....
castle_92 October 20th, 2010, 02:36 PM Adopsi Konsep Pembangunan Taman Kota
Studi Banding Pejabat Pemkot ke Surabaya (1)
Semarang Metro
19 Oktober 2010
Seiring program Wali Kota Soemarmo bertajuk “Saatnya Semarang Setara”, Pemkot getol merevitalisasi beberapa taman kota dengan konsep yang inovatif dan mengutamakan kenyamanan pengunjungnya.
Karena itu, beberapa pejabat Pemkot dan calon investor yang dipimpin oleh Plt Sekda, Akhmat Zaenuri, mengadakan studi banding ke Kota Surabaya, Kamis - Sabtu (14-16/10). Berikut laporan wartawan Suara Merdeka, Hadziq Jauhary yang mengikuti kegiatan tersebut.
TIGA taman kota Surabaya menjadi tempat studi banding para pejabat SKPD Pemkot Semarang dan calon investor yang dipimpin oleh Plt Sekda, Akhmat Zaenuri. Taman tersebut adalah Taman Bungkul di Jalan Darmo Raya, Taman Lansia di Jalan Raya Gobang-Biliton, dan Taman Mundu yang berada di kawasan Stadion Gelora 10 November Tambaksari.
Pertama kali, rombongan yang diterima beberapa pejabat Pemkot Surabaya yang dipimpin Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan, Srimulyono saat berkunjung ke Taman Bungkul.
Selain menyaksikan keelokan, kebersihan, dan kerapian taman berserta fasilitasnya, rombongan juga meninjau saluran air di sekitar taman yang mengalir lancar dan bebas dari sampah. Tak hanya di sekitar taman, saluran tersebut juga dibangun di bawah trotoar nyaris sepanjang jalan di Surabaya.
Yang membuat indah trotoar tersebut yakni penggunaan keramik bertekstur kasar atau granite tile (unpolish) untuk lantai, sehingga tidak licin. Petugas kebersihan setiap hari membersihkan lantai tersebut, sehingga selalu indah dipandang warga atau pengunjung dari kota lain.
Untuk merevitalisasi taman seluas 6.000 m2 yang dibangun sejak 2005-2006 itu, memang tidak murah. Dibutuhkan anggaran setidaknya Rp 1,4 miliar. Namun beruntungnya, anggaran sebesar itu tidak ditanggung APBD Kota, melainkan dari pihak ketiga.
Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya, Srimulyono, PT Telkom yang membiayai melalui program corporate social responsibility. “Sementara Pemkot hanya menggarap sisi teknis, termasuk perawatan. Makanya, kami tak mau main-main dalam merawat, karena mengembalikan kepercayaan itu sulit,” ungkapnya.
Terkait fasilitas taman tersebut, Kepala Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Aminuddin menerangkan, diantaranya wifi (hotspot area), taman air, BMX mainan anak, air siap minum, toilet gratis, dan sejumlah taman dengan dilengkapi bunga beraneka jenis dan warna.
Di Singapura Pohon-pohon di taman tersebut dirawat dengan serius. Pemotongan tidak boleh dilakukan sekaligus dalam jumlah banyak dan harus mengarah ke atas. Bahkan, petugas pemotong sebelumnya dilatih di Singapura untuk meningkatkan kompetensinya.
Sementara di Taman Lansia, (lokasi kedua yang dikunjungi-red), kondisinya setali tiga uang dengan Taman Bungkul. Dengan kucuran anggaran Rp 300 juta dari APBD 2007-2008, Pemkot Surabaya menggunakan total untuk penanaman bunga dengan warna dasar hijau muda dan air mancur yang berdesain indah.
Ciri khas dari Taman Lansia adanya tatanan batu putih halus sebagai area refleksi tanpa alas kaki yang berguna bagi kesehatan, terutama lansia.
Aminuddin menerangkan, taman tersebut merupakan salah satu dari 13 taman kota Surabaya yang dibebasfungsikan dari sebelumnya sebagai pompa bensin. Memang tidak mudah mengubah fungsi menjadi taman, di antaranya berkurangnya pemasukan untuk PAD dan mendapat pertentangan dari investor.
’’Kami pernah memperjuangkannya ke Mahkamah Agung karena gugatan para investor. Alhamdulillah dengan ikhtiar membuat nyaman warga, kami menang,” ujarnya.
Dikatakan, penutup saluran air (gril) sekitar taman, terbuat dari besi bekas yang dicampur cash airon sehingga tidak laku jika dijual ulang. “Ini berdasar pengalaman seringnya gril dicuri,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Zaenuri berujar, akan segera menerapkan sistem tersebut di Semarang, terlebih pencurian fasilitas publik juga tinggi.
Kekaguman juga terpancar jelas dari raut wajah pejabat Pemkot Semarang saat mengunjungi taman ketiga, yakni Taman Mundu. Dengan dana pembangunan senilai Rp 2,2 miliar, taman itu memiliki fasilitas mewah seperti air mancur dengan kekuatan genset dan lampu penerangan unik pada malam hari. (16)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/19/127208/Adopsi-Konsep-Pembangunan-Taman-Kota-
castle_92 October 20th, 2010, 02:38 PM Konsep Penataan PKL Akan Dimatangkan
Studi Banding Pejabat Pemkot ke Surabaya (2-Habis)
Semarang Metro
20 Oktober 2010
SELAIN akan mengadopsi konsep pembangunan taman Kota Surabaya, Pemkot tertarik mengadopsi upaya pemerintah kota itu dalam menata pedagang kaki lima (PKL). Padahal, PKL di ibukota Jawa Timur itu telah berdagang di tempat semula selama lebih dari 20 tahun.
Plt Sekda Akhmat Zaenuri mengakui, langkah tersebut tidaklah mudah karena peluang benturan di lapangan amat tinggi, terutama penolakan sikap PKL. Umumnya, PKL beralasan, pendapatan mereka menurun saat dipindah ke lokasi baru.
Yang menarik, setelah penataan PKL di Surabaya tersebut, pendapatan para pedagang justru semakin besar. Meski demikian, hal tersebut bukanlah sulapan. Sebelum berhasil menata PKL, beberapa konsep yang disusun Pemkot Surabaya, sempat gagal beberapa kali saat diimplementasikan.
Namun, berkat komitmen bersama dan sinergi antar-SKPD, akhirnya konsep terakhir yang disusun, berhasil diterapkan di lapangan.
Hal itu disampaikan Sekda Kota Surabaya, Sutanto Hadi, saat beraudiensi dengan para pejabat Pemkot Semarang yang dipimpin Plt Sekda Akhmat Zaenuri di ruang rapat Wali Kota Surabaya, Jumat (15/10).
Di awal pembicaraan, Sekda Sutanto menceritakan perjuangan pihaknya merelokasi PKL di Taman Bungkul Jl Darmo Raya yang awalnya berada di dalam taman. “Saat kebijakan larangan tersebut diterapkan, kami banyak menerima protes terutama aksi demonstrasi dari para pedagang. Tapi, karena sudah menjadi komitmen kuat menata PKL, kami pun konsisten dan berkomitmen tak ada kongkalikong dengan pedagang,” ujarnya.
Meski ketegasan diutamakan, Sutanto mengutarakan bahwa pendekatan persuasif tetap tidak disingkirkan dengan menomorduakan penggusuran. “Karena rata-rata pedagang sudah berjualan puluhan tahun, maka saat proses pemindahan pun, tidak bisa langsung lancar,” ucap dia.
Menolak
Sutanto mengaku, pihaknya berulang kali mengadakan pertemuan dengan para pedagang, terutama yang vokal menolak relokasi. Kepada pedagang, dikatakan kalau relokasi tersebut bukan upaya meminggirkan mereka.
“Awalnya, memang banyak pedagang yang kurang percaya sehingga kami sempat membuat komitmen di atas kertas yang isinya menjamin bahwa relokasi bukan untuk meminggirkan pedagang,” kata Sutanto.
Sutanto beserta jajarannya mulai bisa tersenyum saat setelah relokasi, banyak pedagang yang mendatangi kantornya. Mereka memuji kebijakan relokasi dari Pemkot. Sebab, selain bisa memuaskan pedagang, di saat bersamaan, wajah kota menjadi lebih elok dan membuat pengunjung dari daerah lain lebih nyaman.
Sementara itu, di akhir pertemuan Zaenuri mengungkapkan apresiasinya terhadap Pemkot Surabaya yang berhasil menata PKL dengan baik, bahkan bisa meningkatkan pendapatannya. Dikatakannya, pihaknya akan mematangkan konsep penataan PKL, sehingga wajah Semarang menjadi lebih indah dan para investor tidak ragu menanamkan modalnya. (Hadziq Jauhary-67)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/20/127356/Konsep-Penataan-PKL-Akan-Dimatangkan
castle_92 October 20th, 2010, 02:40 PM Semarang Art Festival Buka Ruang Apresiasi
* Dipusatkan di Kota Lama
Semarang Metro
18 Oktober 2010
SEMARANG-Sejumlah perupa dan pemerhati seni akan menyelenggarakan Semarang Art Festival 2010, mulai 23 Oktober hingga 19 Desember mendatang.
Dengan mengangkat tema ’’Semarang Hari Ini’’, Semarang Art Festival atau sering disingkat Sm@rtfest itu memiliki visi untuk menghadirkan ruang apreasiasi dan ekspresi bagi komunitas seni budaya dan publik. Unsur kreativitas yang dibangun menyasar pelajar dari TK-SMA dan mahasiswa ini, diarahkan untuk berperan dalam membangun kesadaran publik Semarang tentang civilization heritage yang dimiliki, khususnya Kota Lama.
Pelaksana Produksi Sm@rtfest, Putut Wahyu Widodo mengatakan, Kota Lama sebagai heritage atau warisan sejarah masih kurang mendapatkan perhatian dari para pemangku kepentingan terkait.
’’Kami ingin dengan adanya sm@rtfest ini bisa membuat tanda untuk Kota Semarang dalam ranah jejaring seni budaya nasional maupun internasional,’’ ujar Putut, kemarin.
Dikatakannya, tanpa disadari banyak seniman komik, kartun, dan desainer grafis ternama berasal dari Semarang. Ironisnya, mereka justru besar di kota lain. Keprihatinan inilah yang menggugah mereka untuk membangkitkan kreativitas seni di kota asal. ’’Kendati banyak yang berhasil di luar kota, lanjutnya, tidak sedikit pula mereka yang bertahan di kota ini. Bahkan mereka membuat jaringan hingga mancanegara.’’ Empu Kartunis
Putut menambahkan, acara yang terangkai dalam sm@rtfest ini meliputi roadshow kartun live, seminar ’’Masa Depan Kartun dan Animasi Indonesia’’, penganugerahan Empu Kartunis Indonesia, workshop animasi dan pemutaran film animasi, workshop komik, workshop pembuatan papercraft kartun. Seminar dan penganugerahan gelar Empu Kartunis Indonesia yang diselenggarakan 23 Oktober ini akan dihadiri Jaya Suprana.
Sementara gelar Empu Kartunis Indonesia yang diberikan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri)akan diberikan kepada Goen ’’Wayang MBeling’’ (Suara Merdeka), GM Sudharta ’’Oom Pasikom’’ (Kompas), Pramono Pramoedjo ’’Si Keong’’ (Sinar Harapan) dan Dwi Koendoro ’’Panji Koming’’.
Acara tersebut sekaligus pembukaan pameran kartun, komik, dan grafis. Sedangkan puncak acara yang akan dilaksanakan pada 13 Desember nantinya adalah Grand Opening-Semarang Great Sale (Semargress) 2010 dan Pameran Kartun 1.000 Wajah Tokoh Jateng. Kedua perhelatan akbar ini nantinya akan dibuka oleh Wali Kota Soemarmo HS.
’’Sm@rtfest ini merupakan bagian agenda dari Semargress, yang dibuka 13 Desember mendatang. Hanya saja soft opening-nya sudah digelar mulai bulan ini,’’ imbuhnya, sembari menambahkan bagi yang berminat bisa menghubungi Suara Merdeka di Jl Kaligawe. (J9-67)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/18/127090/Semarang-Art-Festival-Buka-Ruang-Apresiasi
titus15 October 21st, 2010, 01:48 AM ^^ makasih mas Castle :)
NpF October 21st, 2010, 04:53 AM Akhirnya tayang juga: (lama juga antrinya)
http://img830.imageshack.us/img830/491/ayia.jpg
dari http://epaper.kompas.com
kompas Jateng-diy
good job mas,
tapi maaf mas, a bit correction, AYIA dibawah manajemen AP 1 :)
titus15 October 21st, 2010, 05:04 AM hehe... iya... AP 1, makane pas dikirim kok ada yang ngganjel... mau dibaleni wis kadung di sent. Mugo-mugo nanti diralat.... nuwun mas...
sembilanbelas October 21st, 2010, 10:36 AM loby Hotel Dafam:
http://img266.imageshack.us/img266/8748/dafamloby.jpg (http://img266.imageshack.us/i/dafamloby.jpg/)
sumber: http://www.dafamhotels.com/dafam_semarang/facilities.html
YB_Murty October 21st, 2010, 08:13 PM Akhirnya tayang juga: (lama juga antrinya)
http://img830.imageshack.us/img830/491/ayia.jpg
dari http://epaper.kompas.com
kompas Jateng-diy
Sebenarnya dalam 15 tahun ke depan, tanpa bandara di dalam kota, Semarang akan seperti apa sih?... mungkin akan ada 100 tower 20 sampai 30 lantai. Kalau rata-rata setiap tower 25 lantai dan setiap lantainya seluas 1000m2 (20x50m2), maka setiap tower luasnya 25.000 m2 atau 2.500.000m2 (250Ha) untuk 100 tower. Dibutuhkan sekitar Rp.10 juta/m2 atau Rp.200 Milyard per tower. Sehingga untuk 100 tower akan dibutuhkan 25 Trilyun.
Kalau Kalau bandara tetap di dalam kota maka bisanya dibangun midrise setinggi 12-13 lantai (rata-rata 12.5 lantai) maka dengan asumsi yang sama untuk luas per lantai dan luas total lantai bangunan, maka dibangun 200 mid rise. Bila harga per m2 mid rise Rp. 7 juta. maka untuk 2.500.000m2 akan dibutuhkan investasi sebesar Rp.17.5 Trilyun.
Ada selisih senilai 7.5 Milyard. Taruhlah untuk High rise tower membutuhkan 2000 m2 lahan. maka untuk 100 unit tower dibutuhkan 200.000 m2 lahan (20 Ha) dan bila nilai lahan per m2 Rp.15 juta maka dibutuhkan lahan senilai 3 Trilyun. Kemudian ditambah ongkos konstruksi nilai totalnya menjadi 28 Trilyun rupiah
Demikian juga dengan mid rise tower, untuk 200 tower, per tower membutuhkan 2000m2 lahan. maka untuk 200 mid rise tower dibutuhkan lahan seluas 400.000m2 (40 ha). karena jumlah lahan terbatas, maka nilainya melambung menjadi 30 juta rupiah per m2. Sehingga nilai lahan seluas itu adalah 12 Trilyun. Ditambah Ongkos konstruksi untuk 200 mid rise tower, maka didapat 29.5 Trilyun.
bila 28 T dibagi 2.500.000m2 maka harga investasi high rise tower per m2 adalah 11.2 juta rupiah. Bila diasumsikan harga jual adalah 1.5 kali harga investasi maka harga per m2 adalah 16.8 juta rupiah. untuk ruang seluas 100 m2 harga jualnya berkisar 1,68 M rupiah atau kalau 50m2 = 840 juta rupiah.
Kalau 29.5 T dibagi 2.500.000m2 maka harga investasi mid rise tower per m2 adalah 11.8 juta rupiah. Bila diasumsikan harga jual adalah 1.5 kali harga investasi maka harga per m2 adalah 17.7 juta rupiah. untuk ruang seluas 100 m2 harga jualnya berkisar 1,77 M rupiah atau kalau 50m2 = 885 juta rupiah.
Dari kedua tipe tower itu Mid rise lebih mahal 45 juta untuk per 50m2 luasan ruang. Sebenarnya selisihnya tak terlalu signifikan, apalagi bila Mid rise memilih lokasi di lahan yang harga per m2nya mendekati 15 juta (mencari lokasi dengan nilai 20an juta lah) dengan tidak perlu berada di tengah kota. Dan disitulah harga jual antara high rise dan mid rise akan impas dan tak ada bedanya membangun high rise dan mid rise.
Namun akan lebih bagus ada 200 mid rise building dibanding bila hanya 100 high rise. Tentu saja Mid rise building akan lebih fleksibel menempati semua penjuru kota. Dengan demikian saya cenderung pilih ada bandara di dalam kota saja, dan walaupun yang memungkinkan hanya investasi mid rise saja (sebab dibanding high rise selisihnya tidak terlalu signifikan). Lagian dengan bandara di dalam kota akan mempermudah pencapaian. Teman-teman saya kalau ke semarang senang sekali karena dari Bandara ke pusat kota dan sebaliknya amatlah mudah dan cepat sekali. Tidak seperti di Jakarta dan Surabaya yang harus memperhitungkan jarak dan waktu lantaran jauh dan macet. Dan yang lebih hebat lagi bila diantara mid rise tadi banyak Mall 6-10 lantai. Ini lebih hebat dari pada high rise. Dan yang paling hebat adalah investasi di Industri manufaktur karena ini akan lebih bernilai (karena perputaran produksi) dan tentu saja menyerap lapangan kerja yang sangat besar. Semoga dalam 10 tahun ke depan ada ratusan industri menengah besar yang masuk Semarang,... karena semuanya mudah.
YB_Murty October 21st, 2010, 08:40 PM Forum ini semakin hari semakin seru juga.... banyak sekali dinamikanya. Ada baiknya kalau forum ini bersatu dan membukukannya... Supaya menjadi dokumentasi kita untuk Warga Semarang tercinta dan tentu saja di persembahkan kepada para pelaku pengelola kota agar juga memperhatikan khayalan-khayalan kita yang indah. Karena kita semua mencintai Semarang. Dengan begitu, di buku pertama akan merangsang para pembaca yang tak pernah buka atau terlibat di forum ini dan kemudian bisa ikut serta bergabung.... tentu saja diberi beberapa halaman tentang tips menggunakan forum ini.
Mungkin Mas Titus cukup mampu menghimpun kita semua menuju terbitnya buku kita yang pertama ini.
titus15 October 22nd, 2010, 08:12 AM ^^ Oke juga ini, masalahnya ya...(klasik ya...)... Sponsornya siapa ya...???
bharadya October 22nd, 2010, 09:44 AM ^^ Coba dirundingin juga sama mas Moderator, yg notabene orang Semarang juga. Hehe.
sembilanbelas October 23rd, 2010, 01:06 AM http://img6.imageshack.us/img6/7325/kanalw.jpg (http://img6.imageshack.us/i/kanalw.jpg/)
NORMALISASI KALIGARANG: Sejumlah eskavator (alat berat) milik PT Satria Mas Karya Tama tengah mengerjakan proyek pelebaran Banjirkanal Barat, Kamis (21/10). Proyek pelebaran sepanjang 2 km dengan lebar 130 m ini merupakan normalisasi Kaligarang bagian dari proyek pembangunan Waduk Jatibarang. (SM CyberNews/Hartatik)
sembilanbelas October 23rd, 2010, 01:12 AM Pasang Rambu Urai Kemacetan di Undip
TEMBALANG - Pemerintah dalam tahap awal akan membuat dan memasang rambu-rambu jalan untuk mengurai kemacetan di kawasan Tembalang.
Selain pemasangan rambu, pengguna jalan yang datang dari arah Jalan Ngesrep menuju Undip tidak diperbolehkan belok ke kanan langsung menunju Jalan Tirto Agung. Hal itu supaya arus yang melintas di persimpangan jalan setelah terowongan tol tidak macet atau terjadi antrean panjang.
Camat Tembalang, Drs Endro PM Msi, Jumat (22/10) mengatakan, pembuatan rambu tersebut merupakan upaya awal yang sifatnya sementara. Para pengguna jalan dari arah Ngesrep atau patung Diponegoro diarahkan sesuai dengan rambu-rambu untuk menghindari macet.
Sementara mereka yang melintas dari arah Undip bisa langsung belok ke Jalan Tirto Agung. ’’Dari pertemuan dengan pihak Undip dan pemerintah, rencana jangka panjang akan dibuatkan jalan tembus dari Undip menuju daerah Jangli Candi Golf,’’ ujarnya.
Disebutkan, sebenarnya ada beberapa alternatif jalan tembus yang diharapkan bisa mengurai kemacetan, namun yang paling memungkinkan adalah lewat Perumahan Bukit Diponegoro.
Meski lebar jalan masih terbatas dan infrastrukturnya sangat minim, jalur tersebut juga milik pemerintah. ’’Jalan itu sudah ada dan bisa dilewati mobil, tapi kondisinya rusak dan banyak yang berlubang. Ini merupakan alternatif yang paling memungkinkan dibandingkan membuat akses baru yang butuh biaya besar,’’ kata Endro.
Kepastian Hingga kini Undip masih menunggu kepastian pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai jalan tembus dari daerah Jangli Candi Golf ke Undip. Lahan yang masih belum dibebaskan itu hanya sebagian kecil, yakni sepanjang 60 meter dan sisanya adalah tanah milik Undip.
Rektor Prof Dr dokter Susilo Wibowo MS Med SpAnd mengungkapkan, pembukaan akses baru ini diharapkan bisa menjadi solusi terkait meningkatkan kepadatan pengguna jalan di kawasan Tembalang.
Hal ini mengakibatkan kemacetan yang luar biasa di sejumlah titik, seperti di Jalan Ngesrep dan juga di titik keluar-masuk pintu tol Tembalang.
’’Kami masih menunggu informasi dari Bina Marga mengenai hal ini. Karena menyangkut dengan jalan umum tentu pembangunannya harus difasilitasi Pemkot,’’ katanya, kemarin.
Dia menilai sangat berat bagi Pemkot jika harus melebarkan sepanjang jalan Ngesrep, karena harga tanah sekarang sudah sangat mahal. Selain itu, juga perlu dipikrikan banyaknya PKL yang harus ditertibkan, jika ada pelebaran jalan. ’’Selain materi, dampak sosialnya sangat tinggi. Lebih baik cari solusi transportasi massal untuk jangka panjang,’’ tuturnya. (J14,J12,H37-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/23/127712/Pasang-Rambu-Urai-Kemacetan-di-Undip
sembilanbelas October 23rd, 2010, 01:19 AM http://img716.imageshack.us/img716/8760/sm2u.jpg (http://img716.imageshack.us/i/sm2u.jpg/)
sembilanbelas October 23rd, 2010, 01:20 AM Rute Baru Perlu Perhitungan Bisnis
SEMARANG-Meski kunjungan wisata ASEAN berpotensi besar dikembangkan, membuka rute penerbangan baru langsung ke Bandara A Yani dinilai belum sesuai dengan perhitungan bisnis.
District Manager Sriwijaya Air Semarang, Hendrik Ardiansyah, mengatakan perlu studi kelayakan bisnis matang untuk mengoperasikan rute internasional karena bisnis penerbangan berisiko dan berbiaya tinggi.
Saat ini sudah ada rute Semarang-Singapura pulang pergi (pp) yang dioperasikan maskapai lain, sedangkan Semarang-Kuala Lumpur pp belum ada yang menjajaki.
Selama ini penumpang tujuan Kuala Lumpur dari Semarang dilayani penerbangan connecting dengan berganti pesawat di Jakarta terlebih dulu.
’’Dari jumlah connecting itu terlihat seberapa potensi pasarnya,’’ tutur Hendrik, kemarin.
Menurut dia, diperlukan komitmen pemerintah untuk bisa mewujudkan tambahan rute internasional.
Di Jateng, penerbangan langsung ke Kuala Lumpur dilayani di Bandara Adi Soemarmo Solo.
tak terlalu besar
Sebagaimana diberitakan salah satu evaluasi kalangan perhotelan di Kota Semarang terhadap penyelenggaraan Borobudur Travel Mart & Expo (BTMX) antara lain kendala penerbangan langsung menjadikan jumlah kunjungan wisata di Ibu Kota Provinsi Jateng tidak terlalu besar.
Di samping itu, Kota Semarang tidak terlalu dikenal sebagai tujuan wisata di ASEAN.
Hendrik mengatakan sebenarnya potensi pasar penerbangan tinggi yang terlihat pada load factor atau tingkat isian penumpang maskapai yang dia pimpin, yakni berkisar 91%-95%.
’’Dengan load factor sebesar itu potensinya terbilang besar,’’ tutur pemimpin maskapai yang saat ini melayani Semarang-Jakarta pp dan Semarang-Surabaya pp. (H22-29)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/23/127732/Rute-Baru-Perlu-Perhitungan-Bisnis
Cah SMG October 23rd, 2010, 04:45 PM baru tau, ternyata Amaris Hotel nyambung dengan gedung Bank Jateng...
http://img215.imageshack.us/img215/9195/luluinsemarang2010021.jpg (http://img215.imageshack.us/i/luluinsemarang2010021.jpg/)
Cah SMG October 23rd, 2010, 04:47 PM DP
YB_Murty October 23rd, 2010, 07:50 PM baru tau, ternyata Amaris Hotel nyambung dengan gedung Bank Jateng...
http://img215.imageshack.us/img215/9195/luluinsemarang2010021.jpg (http://img215.imageshack.us/i/luluinsemarang2010021.jpg/)
pa bener nyambung??? mungkin kelihatan nyambung
doni_eko October 24th, 2010, 12:16 PM ^^ ehm maaf IMO... kalo mau tawar menawar tanah mungkin lebih tepat di PM atau di kaskus deh. Kalo di tread ini njenengan bisa menyajikan harga tanah kawasan-kawasan di Semarang mungkin lebih tepat.
maaf pak titus newbie thanks koreksinya ...:cheers1::cheers1:
doni_eko October 24th, 2010, 12:20 PM http://img6.imageshack.us/img6/7325/kanalw.jpg (http://img6.imageshack.us/i/kanalw.jpg/)
NORMALISASI KALIGARANG: Sejumlah eskavator (alat berat) milik PT Satria Mas Karya Tama tengah mengerjakan proyek pelebaran Banjirkanal Barat, Kamis (21/10). Proyek pelebaran sepanjang 2 km dengan lebar 130 m ini merupakan normalisasi Kaligarang bagian dari proyek pembangunan Waduk Jatibarang. (SM CyberNews/Hartatik)
deket kantorku pak moga cepet selesai jadi bisa bebas banjir ..
Cah SMG October 24th, 2010, 01:17 PM pa bener nyambung??? mungkin kelihatan nyambung
Temtu gak nyambung, just kidding:lol:
ssphila October 24th, 2010, 05:19 PM Akhirnya tayang juga: (lama juga antrinya)
http://img830.imageshack.us/img830/491/ayia.jpg
dari http://epaper.kompas.com
kompas Jateng-diy
^^ :okay: Yg di koran lokalnya mas? Biar sekalian lbh byk org Smg dpt pemikiran yg lebih luas.
ssphila October 24th, 2010, 05:20 PM http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/Mataharibuka2gerai.jpg
ssphila October 24th, 2010, 07:13 PM http://img213.imageshack.us/img213/3253/semargres.jpg
Source : Kadin Jateng
Semarang Metro
25 Oktober 2010
Hotel Angkat Potensi Kota
* Siapkan Berbagai Kegiatan
SEMARANG - Sejumlah hotel di Semarang mulai menyiapkan kegiatan dalam rangka mendukung pelaksanaan Semarang Great Sale (Semargres) pada 4-31 Desember 2010 mendatang.
Public Relation Manager Hotel Grand Candi, Dina Yudhari kemarin mengatakan, untuk menyemarakkan Semargres, Hotel Grand Candi menyelenggarakan kegiatan mengangkat potensi Kota Semarang bertajuk Pasar Senggol.
Pasar Senggol ini dikemas perpaduan antara konsep tradisional dan modern yang digelar secara rutin setiap bulannya. Kegiatan itu diramaikan industri kecil ataupun UKM yang memamerkan produk-produk kerajinan maupun olahan makanan khas Kota Semarang. ’’Pada puncak event Semargres nanti, kami mempersiapkan gebyar Pasar Senggol selama tiga hari,’’ ujarnya.
Beragam acara akan meramaikan kegiatan ini, di antaranya festival kesenian dan budaya (Art Festival), ekspo UKM, gelar kuliner serta pameran kerajinan.
Sosialisasi Demi suksesnya kegiatan itu, kata dia, akan digelar sosialisasi di Amarta Ballroom Grand Candi, pada Selasa (26/10). Sosialisasi yang digelar bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang diikuti sekitar 150 pelaku pariwisata dan beberapa asosiasi, seperti Aperindo, APPBI, Asperapi, Hipmi, IMA, PHRI, Asita, Jateng Promo, tempat hiburan dan rekreasi, serta satuan kerja perangkat daerah Pemkot. Mereka akan berkoordinasi memasyarakatkan Semargres.
Sosialisasi itu akan dihadiri CEO Suara Merdeka Group Kukrit SW selaku penasihat Semargres, Drs Akhmat Zaenuri MM (Ketua Umum Semargres / Plt Sekda Kota Semarang), dan Benita Eka Arijani (Ketua I Semargres).
Hotel Ciputra Semarang juga menyiapkan serangkaian kegiatan untuk meramaikan Semarang Great Sale, yakni melalui The Java Heritage. Public Relation Hotel Ciputra, Nuki Dhamayanti mengatakan, The Java Heritage yang menjadi ikon Hotel Ciputra akan menyuguhkan seni dan budaya Kota Semarang. Beragam tarian dan kesenian tradisional khas semarangan akan disuguhkan sebagai hiburan menarik bagi masyarakat maupun tamu hotel.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng Heru Isnawan mengatakan, sejak awal PHRI Jateng mendukung kegiatan yang baru diselenggarakan pertama kali ini. Sejumlah perhotelan di Semarang menyiapkan beberapa kegiatan, seperti pentas kesenian, kuliner, dan lainnya untuk menarik pengunjung hotel dan wisatawan.
Selain itu, beberapa hotel akan memberikan diskon khusus selama peak season pada Desember. ’’Akan ada rate-rate khusus selama event Semargres ini. Mereka memberikan tawaran diskon bagi tamu hotel. Mengenai jumlah diskon terserah kepada pihak managemen hotel,’’ paparnya.
Pada sosialisasi Selasa besok, PHRI berharap seluruh pelaku perhotelan Semarang ikut mendukung Semargres.
Masing-masing hotel diminta mengisi questioner (daftar pertanyaan) mengenai program apa saja yang akan dipersiapkan saat event Semargres. Sebab event yang dikemas menarik mampu menarik wisatawan. Pelaku wisata menyambut positif dan bersiap-siap untuk berpartisipasi. (K14,H22-71)
SOURCE : Suara Merdeka
a_kingdom21 October 25th, 2010, 06:02 AM hmmmm
ada yang taw knp kok skrang banyak bgt tronton yang lewat pamularsih...
kalo truck2 bahan bangunan kan emang buat ngangkut bahan proyek yang jembatan banjir kanal...
tapi owk sekarang jg banyak tronton yang lewat pamularsih ya
jalan yg tadinya tenang damai skrng jadi harus saingan ma tronton jg
fiuhhh...:ohno:
ssphila October 25th, 2010, 06:14 AM Grup Ciputra Lebarkan Sayap, Bangun Perumahan di 4 Kota
JAKARTA, KOMPAS.com - Ciputra Grup akan melebarkan sayapnya untuk menggarap proyek-proyek perumahan baru di lima kota besar di Indonesia. Di antaranya, dua di Semarang, satu di Denpasar Bali, Kendari, dan Yogyakarta.
"Akhir tahun ini, kami memang sedang menggarap lima proyek baru kami yang berada di Bali, Kendari, Semarang dan Yogyakarta,” terang Direktur PT Ciputra Surya Tbk, Sutoto Yakobus.
Untuk menggarap lima proyek tersebut, Ciputra harus merogoh koceknya sebesar Rp 1,5 triliun. Investasi paling besar adalah untuk perumahan di Semarang; yaitu mencapai Rp 700 miliar. Untuk luas areal 18 hektare (ha), membutuhkan Rp 300 miliar, dan 30 ha butuh Rp 400 miliar ha.
...........................
Source : Kompas Properti (http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/25/10025979/Grup.Ciputra.Lebarkan.Sayap..Bangun.Perumahan.di.4.Kota-12)
Beritanya muncul lagi, tp agak berbeda, berita lama 'hanya' 20ha, sekrg jadi 2 lokasi (?) : 18ha & 30ha
ssphila October 25th, 2010, 06:34 AM hmmmm
ada yang taw knp kok skrang banyak bgt tronton yang lewat pamularsih...
kalo truck2 bahan bangunan kan emang buat ngangkut bahan proyek yang jembatan banjir kanal...
tapi owk sekarang jg banyak tronton yang lewat pamularsih ya
jalan yg tadinya tenang damai skrng jadi harus saingan ma tronton jg
fiuhhh...:ohno:
Didaerah sekitar Simongan, Kaligarang masih byk terdapat pabrik besar dan akses jalan yg paling 'layak' dilewati truk tronton adalah melalui Jl. Pamularsih. Juga sepertinya kl tdk salah sdg ada proyek normalisasi kaligarang.
a_kingdom21 October 25th, 2010, 07:50 AM Didaerah sekitar Simongan, Kaligarang masih byk terdapat pabrik besar dan akses jalan yg paling 'layak' dilewati truk tronton adalah melalui Jl. Pamularsih. Juga sepertinya kl tdk salah sdg ada proyek normalisasi kaligarang.
tp dulu ga ada tronton yang lewat pamularsih
eheheheh,,,
skrg jalan nya aja uda mule brubah jd rusak,,,:nuts:
titus15 October 25th, 2010, 08:03 AM ^^ padahal Pamularsih sama sisingamangaraja itu keren banget boulevardnya kalo dimaksimalkan penataan tamannya. lebar dan lapang... Sebetulnya ada akses lain buat truk dari Simongan, yaitu jl Gatot Subroto dan tembusannya (gak apal nama jalan-jalan sekitar situ) yang bisa langsung buang arusnya ke TOL manyaran...
titus15 October 25th, 2010, 08:07 AM maaf pak titus newbie thanks koreksinya ...:cheers1::cheers1:
Aduh maaf... saya lebih suka dipanggil Mas... sekali lagi mas... ahhhh:cheers::cheers::cheers:
yunancutespdmt October 25th, 2010, 08:42 AM (http://img541.imageshack.us/i/250510144618.jpg/)
http://img716.imageshack.us/img716/7168/250510144618.jpg (http://img716.imageshack.us/i/250510144618.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Ada yg tau gmn kbr proyek ini...???
yunancutespdmt October 25th, 2010, 11:30 AM http://img521.imageshack.us/img521/8910/25102010104018.jpg (http://img521.imageshack.us/i/25102010104018.jpg/)
Kyaknya tmen2 pd kelewatan nih ma proyek ni...let's go ambil pict nya...
ssphila October 25th, 2010, 12:45 PM ^^ padahal Pamularsih sama sisingamangaraja itu keren banget boulevardnya kalo dimaksimalkan penataan tamannya. lebar dan lapang... Sebetulnya ada akses lain buat truk dari Simongan, yaitu jl Gatot Subroto dan tembusannya (gak apal nama jalan-jalan sekitar situ) yang bisa langsung buang arusnya ke TOL manyaran...
Akses truk dr Jl. Simongan memang bisa melalui Kali Pancur & langsung ke akses pintu tol Manyaran atau melalui Jl. Dr. Suratmo, Jl Abdulrahman Saleh kekanan ke bundaran kalibanteng. Tapi hanya truk tanpa muatan yg dpt melalui ke 2 akses tsb, krn tanjakan terlalu berat utk truk besar dgn muatan. Terlalu riskan.
Jl. Gatot Subroto sementara ini hanya bisa tembus ke Jl. Walisongo (melalui K.I. Candi) utk mobil atau dump truk proyek pengeprasan bukit saja.
kenzamudo October 26th, 2010, 04:55 AM SEMARANG TIMUR
setelah Bank Mandiri, kini ada Bank BII akan beroperasi. Lokasi Ruko depan Radja Futsal (saat ini dalam tahap penyelesaian). Belum lama ini juga sudah beroperasi 2 bank, yaitu BRI Syariah & Bank MUamalat di Ruko sebelum TL Supriyadi. Semakin berkembang nih SEMARANG Timur . .
ssphila October 26th, 2010, 05:33 AM RI Gandeng Korsel Bangun Industri Nano
JAKARTA - Indonesia menggandeng investor asal Korea Selatan (Korsel) untuk membangun industri nano silika di Semarang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dedi Mulyadi, di Jakarta, Senin (25/10/2010).
Dedi mengatakan, industri nano silica tersebut memanfaatkan pasokan listrik sebesar 10 megawatt (MW). Namun sayangnya, Dedi enggan menjelaskan secara rinci mengenai rencana tersebut.
"Pada saat ini, sudah dimulai pembangunan fisiknya. Rencananya, 2012 sudah mulai produksi. Sebesar 100 persen produksinya diekspor ke Korsel, salah satunya untuk produsen LCD," jelas Dedi.
.........................
Source : Okezone.com (http://economy.okezone.com/read/2010/10/25/320/386263/ri-gandeng-korsel-bangun-industri-nano)
ssphila October 26th, 2010, 05:43 AM Di Jl. Pemuda ada spanduk bertuliskan 'amaris open on October'
Lha diKompas.com tertulis :
Lilik Oetama: Minimal 10 Hotel Setiap Tahun
Selasa, 26 Oktober 2010 | 01:25 WIB
...............
Pada 11 November 2010, Amaris ke-11 akan dibuka di Jalan Pemuda di Semarang. Ini merupakan kali pertama, hotel digabung dengan bangunan toko buku. Jadi di lantai bawah adalah toko buku Gramedia, di lantai atas dibangun Amaris.
Konsep ini jika berhasil, akan kami terapkan di Tegal, Pekalongan, dan Banyuwangi. Juga di Kendari, Kutai, dan Samarinda. Jadi banyak sekali peluangnya.
Lalu pada bulan Desember 2010, Amaris dibuka di Mangga Dua Square dengan 180 kamar. Ini pun akan menjadi proyek percontohan karena Amaris dibangun di lantai enam eks lahan peparkiran Mangga Dua Square yang memang luas dan tidak semua terpakai.
............
Source : Kompas.com (http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/26/01250962/Lilik.Oetama.Minimal.10.Hotel.Setiap.Tahun-4)
danarstorm October 26th, 2010, 10:32 AM Ini Repost gak??
kpn ya mo dibangun
http://www.cji.or.id/10/images/stories/tanahmasapartement.jpg
PROJECT’S DATA
Location : At North Highway of Semarang City, near Industrial & Commercial Area
Total amount of Land: 113,000 m2
Type of Product : - Apartment
4 Towers (13 storeys) , 40,000 m2
- Commercial Space (3 storeys)
90,000 m2
- Shophous 130 Units (2 storeys)
Total Investment: + IDR 500,000,000,000
USD 50 Million
Land Owned by : PT. Tanah Mas Makmur , Semarang
http://www.cji.or.id/10/images/stories/tanahmasapartement3.jpg
http://www.cji.or.id/10/images/stories/tanahmasapartement2.jpg
yunancutespdmt October 26th, 2010, 11:10 AM Ini Repost gak??
kpn ya mo dibangun
http://www.cji.or.id/10/images/stories/tanahmasapartement.jpg
PROJECT’S DATA
Location : At North Highway of Semarang City, near Industrial & Commercial Area
Total amount of Land: 113,000 m2
Type of Product : - Apartment
4 Towers (13 storeys) , 40,000 m2
- Commercial Space (3 storeys)
90,000 m2
- Shophous 130 Units (2 storeys)
Total Investment: + IDR 500,000,000,000
USD 50 Million
Land Owned by : PT. Tanah Mas Makmur , Semarang
http://www.cji.or.id/10/images/stories/tanahmasapartement3.jpg
http://www.cji.or.id/10/images/stories/tanahmasapartement2.jpg
Kayaknya dlu ada tanah mas kondominium ya,...sama gak ya???emg infonya dpt dr mn?kpn?:banana::banana:
danarstorm October 26th, 2010, 11:15 AM Kayaknya dlu ada tanah mas kondominium ya,...sama gak ya???emg infonya dpt dr mn?kpn?:banana::banana:
Central Java Investment ,, bnyk distu proyek2 d Jawa Tengah yg kmren ada expo di Solo
yunancutespdmt October 26th, 2010, 11:45 AM Central Java Investment ,, bnyk distu proyek2 d Jawa Tengah yg kmren ada expo di Solo
Iya brusan sy liat emg ada di CJI, mga ja cpt klakon....
ssphila October 26th, 2010, 12:03 PM Rendering Tanah Mas Condo & Mall sepertinya sdh pernah dimuat kl ga salah Mas Titus ato Bozhart. Sementara ini koq tdk ada tanda2 mo dilanjutkan.
-----
Denger2, sebentar lagi McD mo buka 24hrs stand alone di Pandanaran.
-----
Di sebelah BPLP sedang dibangun gedung, apa ya? sdh smp lt 3 ato 4 gitu.
jonokun October 26th, 2010, 12:26 PM ^^^^
Utk McD yg di Pandanaran, apakah lokasinya di seberangnya Bank BRI dan disamping Bank (gak tau namanya apa), tepatnya di perempatan pusat oleh2??
Soalnya di seberang tersebut sedang ada proyek juga, sudah dipagari seng....
a_kingdom21 October 26th, 2010, 01:25 PM d daerah ekakarya pandanaran tepat nya d samping gedung RBS-abn amro bank..kayak nya maw d bangun sesuatu yah,,,
ada yg taw maw d buat apa....
sembilanbelas October 26th, 2010, 01:54 PM http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/Mataharibuka2gerai.jpg
Yang mo buka department storenya ato hypermartnya ya? Rencana hypermart di Srondol sampe sekarang malah ga ada kelanjutannya... :ohno: :ohno:
sembilanbelas October 26th, 2010, 01:58 PM http://img521.imageshack.us/img521/8910/25102010104018.jpg (http://img521.imageshack.us/i/25102010104018.jpg/)
Kyaknya tmen2 pd kelewatan nih ma proyek ni...let's go ambil pict nya...
Tren universitas swasta di Semarang pada membangun gedung tinggi, untuk menghemat biaya pengadaan tanah kali ya? 2 gedung 12 lantai? bisa menambah skyline Semarang, btw IKIP veteran dimana ya lokasinya?
sembilanbelas October 26th, 2010, 02:18 PM Ini Repost gak??
kpn ya mo dibangun
http://www.cji.or.id/10/images/stories/tanahmasapartement.jpg
PROJECT’S DATA
Location : At North Highway of Semarang City, near Industrial & Commercial Area
Total amount of Land: 113,000 m2
Type of Product : - Apartment
4 Towers (13 storeys) , 40,000 m2
- Commercial Space (3 storeys)
90,000 m2
- Shophous 130 Units (2 storeys)
Total Investment: + IDR 500,000,000,000
USD 50 Million
Land Owned by : PT. Tanah Mas Makmur , Semarang
http://www.cji.or.id/10/images/stories/tanahmasapartement3.jpg
http://www.cji.or.id/10/images/stories/tanahmasapartement2.jpg
kabar bagus kalo ini benar-benar jadi dibangun.... :banana: :banana:
gantengscool October 26th, 2010, 06:00 PM Bapelkes (tambah lagi 2 lantai).
http://img525.imageshack.us/img525/4348/cimg6495.jpg (http://img525.imageshack.us/i/cimg6495.jpg/)
titus15 October 27th, 2010, 01:38 AM ^^ gedung bapelkes kok agak aneh ya? Setiap lantainya beda ketinggiannya. Lagian Cranenya seperti cukup tinggi, bisa sampai 10 lantaikah? Kalo dihitung sudah masuk 8 lantai termasuk LG nya. Padahal renderingnya sepertinya nggak setinggi itu.
http://img29.imageshack.us/img29/9771/graphic1egf.jpg
yunancutespdmt October 27th, 2010, 03:14 AM Tren universitas swasta di Semarang pada membangun gedung tinggi, untuk menghemat biaya pengadaan tanah kali ya? 2 gedung 12 lantai? bisa menambah skyline Semarang, btw IKIP veteran dimana ya lokasinya?
Ayo mas ambil pict nya, ada di daerah jln tembus STIKUBANK ke arah Jatingaleh,..kyaknya...:nuts::banana::banana:
sembilanbelas October 27th, 2010, 09:12 AM ^^
Ntar kalo ke Semarang saya foto :lol: :lol:
===========
Btw, gedung BPS belum mulai lagi ya?
gantengscool October 27th, 2010, 09:51 AM ===========
Btw, gedung BPS belum mulai lagi ya?
sudah 2 bulan ini dilanjutkan, dan progressnya sangat cepat (bahkan sudah Cladding).
(Kebetulan barusan mengambil pic-nya) :
http://img832.imageshack.us/img832/7003/cimg6498.jpg (http://img832.imageshack.us/i/cimg6498.jpg/)
___________________________________________
BPS, Bapelkes, dan (pakubumi) Gedung Pramuka yg saling berdekatan :
http://img713.imageshack.us/img713/8579/cimg6499k.jpg (http://img713.imageshack.us/i/cimg6499k.jpg/)
David-80 October 27th, 2010, 09:58 AM Confirmed mcd buka stand alone restaurant di pandanaran plus ada drive thru nya juga.
Source: dari mcd ciputra
Cheers
castle_92 October 27th, 2010, 01:51 PM ^^
Lokasi tepatnya di pandanaran sebelah mn mod david ?
ssphila October 27th, 2010, 05:15 PM Nih... sepatunya om Ronald malah sudah nempel di pagarnya...... :lol:
Bener semua, diper4an sbl RBS Bank.
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/McDPandanaran1.jpg
ssphila October 27th, 2010, 05:25 PM amaris sdh mulai persiapan peresmian
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/AmarisOct27.jpg
ssphila October 27th, 2010, 05:27 PM Dafam Hotel as of October 27, 2010
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/DafamOct27.jpg
ssphila October 27th, 2010, 05:39 PM Foto bangunan ini sdh pernah di post ato belom ?!
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/BPLPNavigationSimulation1.jpg
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/BPLPNavigationSimulation.jpg
Yg dibawah ini masih diarea BPLP (btw namanya sdh bukan lagi BPLP)
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/NexttoBPLP.jpg
ssphila October 27th, 2010, 05:45 PM Gedung Bea Cukai Jateng as of Oct 27, 2010
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/BeaCukaiJatengOct271.jpg
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/BeaCukaiJatengOct27.jpg
YB_Murty October 28th, 2010, 05:03 AM Tren universitas swasta di Semarang pada membangun gedung tinggi, untuk menghemat biaya pengadaan tanah kali ya? 2 gedung 12 lantai? bisa menambah skyline Semarang, btw IKIP veteran dimana ya lokasinya?
kalo ada gedung 12 lantai di kampus ikip veteran daerah bendan duwur kok kayaknya ragu yach... soalnya tanah disitu rawan gerak. Lahan IKIP veteran sendiri banyak yang merekah. Untuk bangunan berat (berlantai banyak) kok sangsi yach.
yunancutespdmt October 28th, 2010, 06:35 AM http://img525.imageshack.us/img525/1558/kalibanteng.jpg (http://img525.imageshack.us/i/kalibanteng.jpg/)
Ni dah mo november,..hrusnya FO nya dh mulai dibangun ya,...kyaknya masih adem2 ja???
a_kingdom21 October 28th, 2010, 06:40 AM kalo yg d depan panin bank belakang katedral maw d bikin apa nih,,,
yunancutespdmt October 28th, 2010, 06:41 AM kalo ada gedung 12 lantai di kampus ikip veteran daerah bendan duwur kok kayaknya ragu yach... soalnya tanah disitu rawan gerak. Lahan IKIP veteran sendiri banyak yang merekah. Untuk bangunan berat (berlantai banyak) kok sangsi yach.
Tapi di UNNES sudah berdiri rusunawa 6 lntai, UNNES jg kyaknya tnahnya labil jg ya Pak,...:banana::banana:
castle_92 October 28th, 2010, 11:02 AM ''Galeri Merak'' Disambut Antusias
* Perlu Ditambah Fasilitas
Semarang Metro
27 Oktober 2010
SEMARANG-Wacana menjadikan Gedung Suara Merdeka di Jl Merak 11A, Kota Lama, sebagai ruang publik untuk berkesenian direspons hangat oleh para pelaku seni di Kota Lumpia.
Tanggapan mereka cukup beragam. Sebagian menyambut baik akan munculnya kantung seni baru di Kota Lama. Tapi tak sedikit yang memandang bangunan itu perlu penambahan infrastruktur pendukung supaya menjadi ruang kesenian yang representatif. Di samping itu, pengelola ’’Galeri Merak’’ itu perlu menyiapkan sejumlah program pemantik.
Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase), Marco Marnadi menyampaikan, tawaran akan ruang publik itu di Gedung Suara Merdeka Jl Merak itu harus segera direspons oleh pelaku kesenian Semarang. “Kami menyambut baik tawaran ini, sebagai salah satu ikon kota, memang sudah seharusnya Kota Lama di-uri-uri sedemikian rupa menjadi sebuah situs seni budaya,” katanya, kemarin.
Namun sebagai ruang berkesenian, kata Marco, gedung yang sekarang sedang digunakan untuk pameran kartun, grafis dan animasi Semarang Art Festival (Sm@rtfest), itu masih harus dilengkapi dengan beberapa fasilitas. Di antaranya lighting baik untuk pameran maupun pertunjukan, panel-panel, serta dan sound system yang memadai.
Sebelumnya, CEO Suara Merdeka Group Kukrit SW menyampaikan, pihaknya membuka kesempatan luas bagi pelaku kesenian di Kota Semarang untuk memanfaatkan Gedung Suara Merdeka Jl Merak. Menurut dia, hal itu sebagai kontribusi Suara Merdeka untuk kemajuan kesenian di Kota Semarang. ’’Silakan dipakai untuk kegiatan kesenian. Gratis,’’ katanya, pada malam penghargaan Empu Kartun Indonesia di tempat tersebut, beberapa waktu lalu.
Memenuhi Syarat
Terpisah, kritikus seni rupa, Tubagus Svarajati menyampaikan, dari sisi kesejarahan gedung itu memang memenuhi syarat sebagai pusat kesenian dan kebudayaan. Hanya saja menilik konstruksi bangunan, harus diingat bahwa tidak semua ragam kesenian bisa diakomodasi. “Sebagai ruang pamer atau galeri sangat bagus, tapi untuk seni pertunjukan kurang mendukung,” jelasnya.
Namun sebelumnya, menurut Tubagus pengelola harus memperkenalkan kepada publik akan visi misinya. Untuk itu, pengelola juga perlu membuat program pemantik seperti diskusi, workshop dan kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan.
Sementara pegiat teater, Widyo ’’Babahe Leksono’’ mengatakan, Kota Semarang memang kekurangan ruang publik untuk berkesenian. Dia mengungkapkan, pernah menggelar beberapa kegiatan kesenian di Kota Lama dan respons publik sangat bagus. (ton-67)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/27/128112/Galeri-Merak-Disambut-Antusias
castle_92 October 28th, 2010, 11:09 AM Smartfest Tandai Ruang Baru untuk Seniman
Semarang Metro
27 Oktober 2010
RUANG itu mulanya hanyalah gudang dan tidak ada aktivitas berarti di dalamnya. Kini, ruang di lantai II di Gedung Suara Merdeka, Jl Merak 11 A, Kota Lama, berubah menjadi ruang galeri.
Pameran Kartun, Komik dan Grafis yang menjadi pembuka dimulainya Semarang Art Festival (Sm@rtfest), Sabtu (23/10) lalu, itu memantik para seniman dan para penikmat seni di Semarang untuk bergembira dengan ruang itu.
Selama pameran berlangsung hingga Desember mendatang, stan Omya Collection dengan kaus oblong khas Semarang dan Faber Castle menjual berbagai produk dengan harga terjangkau.
Pameran itu sendiri terbagi dari dua disiplin, yaitu kartun dan komik/grafis.
Pada karya kartun, Boedy HP dari Semarang berjudul “Rindu Simpanglima” mengetengahkan nuansa lokal yang kental. Ada pula wajah-wajah karikatural pada karya Djoko Susilo dari Kendal dengan tajuk “Idolization’’.
Begitu pula dengan ilustrasi Jitet Kustana dari Jakarta yang merefleksikan kota hiperrealis yang berupa kritik terhadap “tubuh budaya, tubuh lingkungan dan tubuh harapan”.
Komik Semarang
Pada grafis, karya lokal dari Semarang yang menjadi perhatian adalah dari komik Papilon Studio. Meski mengadaptasi gaya komik ala Marvel, konsistensinya dalam berkarya patut diacungi jempol.
Ada pula karya Doni Rakhman dengan karya grafis yang satir terhadap kondisi pariwisata Kota Semarang. Banyak di antara karya-karya yang ditampilkan penuh kritik yang terbalut serius maupun humor.
Karikatur menurut GM Sudarta, bukan sekedar gambar lucu dengan kritikan-kiritak pedas nan menggelitik. Karikatur itu haruslah mampu mengungkap persoalan pelik menjadi lebih lugas dan gamblang.
Dengan demikian publik awam akan mampu mencerna persoalan tersebut dengan lebih jelas. Oleh karena itu, seorang kartunis haruslah banyak mengikuti fenomena, peristiwa, isu dan kejadian terkini.
Senada, Pramono R Pramoedjo menggambarkan pekerjaannya layaknya seorang wartawan. “Hanya media ungkapnya yang berbeda. Jika wartawan lewat tulisan, saya lewat gambar,” katanya. (Garna Raditja, Anton Soedibyo, Arswinda AR-67)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/27/128111/Smartfest-Tandai-Ruang-Baru-untuk-Seniman
sembilanbelas October 28th, 2010, 11:16 AM sudah 2 bulan ini dilanjutkan, dan progressnya sangat cepat (bahkan sudah Cladding).
BPS, Bapelkes, dan (pakubumi) Gedung Pramuka yg saling berdekatan :
http://img713.imageshack.us/img713/8579/cimg6499k.jpg (http://img713.imageshack.us/i/cimg6499k.jpg/)
Makasih mas Gan, baguslah kalo Gedung Bapelkes dan BPS dilanjutkan lagi, Jalan Pahlawan akan tambah keren, apalagi kalo gedung Dekranasda yang tahap kedua selesai tahun depan :cheers::cheers:
sembilanbelas October 28th, 2010, 11:27 AM Foto bangunan ini sdh pernah di post ato belom ?!
Yg dibawah ini masih diarea BPLP (btw namanya sdh bukan lagi BPLP)
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/NexttoBPLP.jpg
Pake crane juga, berapa lantai ya? Nama BPLP sekarang berubah menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Gedung Bea Cukai Jateng as of Oct 27, 2010
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/BeaCukaiJatengOct27.jpg
Sampai sembilan lantai ya? Padahal di rendering dulu sepertinya Cuma 6 ato 7 lantai. Thanks mas untuk foto-foto lainnya juga….
YB_Murty October 28th, 2010, 11:56 AM Tapi di UNNES sudah berdiri rusunawa 6 lntai, UNNES jg kyaknya tnahnya labil jg ya Pak,...:banana::banana:
kalo Unes, sangat stabil. tapi turun sedikit ke arah kota sangat labil, tidak cocok untuk gedung bertingkat banyak. Di Unika saja bagian sebelah barat gedung fakultas Teknik awalnya akan dibangun gedung 12 lantai bentuk memanjang, tapi setelah di test melalui geolistrik didapat jalur patahan. Akhirnya pembangunan gedung di tunda dan kayaknya nanti paling banter 6 lantai saja.
Di Ikip seperti di Undip merupakan tanah breaksi dengan tekanan gaya ke arah atas, jadi malah sangat stabil.
YB_Murty October 28th, 2010, 12:18 PM ''Galeri Merak'' Disambut Antusias
* Perlu Ditambah Fasilitas
Semarang Metro
27 Oktober 2010
SEMARANG-Wacana menjadikan Gedung Suara Merdeka di Jl Merak 11A, Kota Lama, sebagai ruang publik untuk berkesenian direspons hangat oleh para pelaku seni di Kota Lumpia.
Tanggapan mereka cukup beragam. Sebagian menyambut baik akan munculnya kantung seni baru di Kota Lama. Tapi tak sedikit yang memandang bangunan itu perlu penambahan infrastruktur pendukung supaya menjadi ruang kesenian yang representatif. Di samping itu, pengelola ’’Galeri Merak’’ itu perlu menyiapkan sejumlah program pemantik.
Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase), Marco Marnadi menyampaikan, tawaran akan ruang publik itu di Gedung Suara Merdeka Jl Merak itu harus segera direspons oleh pelaku kesenian Semarang. “Kami menyambut baik tawaran ini, sebagai salah satu ikon kota, memang sudah seharusnya Kota Lama di-uri-uri sedemikian rupa menjadi sebuah situs seni budaya,” katanya, kemarin.
Namun sebagai ruang berkesenian, kata Marco, gedung yang sekarang sedang digunakan untuk pameran kartun, grafis dan animasi Semarang Art Festival (Sm@rtfest), itu masih harus dilengkapi dengan beberapa fasilitas. Di antaranya lighting baik untuk pameran maupun pertunjukan, panel-panel, serta dan sound system yang memadai.
Sebelumnya, CEO Suara Merdeka Group Kukrit SW menyampaikan, pihaknya membuka kesempatan luas bagi pelaku kesenian di Kota Semarang untuk memanfaatkan Gedung Suara Merdeka Jl Merak. Menurut dia, hal itu sebagai kontribusi Suara Merdeka untuk kemajuan kesenian di Kota Semarang. ’’Silakan dipakai untuk kegiatan kesenian. Gratis,’’ katanya, pada malam penghargaan Empu Kartun Indonesia di tempat tersebut, beberapa waktu lalu.
Memenuhi Syarat
Terpisah, kritikus seni rupa, Tubagus Svarajati menyampaikan, dari sisi kesejarahan gedung itu memang memenuhi syarat sebagai pusat kesenian dan kebudayaan. Hanya saja menilik konstruksi bangunan, harus diingat bahwa tidak semua ragam kesenian bisa diakomodasi. “Sebagai ruang pamer atau galeri sangat bagus, tapi untuk seni pertunjukan kurang mendukung,” jelasnya.
Namun sebelumnya, menurut Tubagus pengelola harus memperkenalkan kepada publik akan visi misinya. Untuk itu, pengelola juga perlu membuat program pemantik seperti diskusi, workshop dan kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan.
Sementara pegiat teater, Widyo ’’Babahe Leksono’’ mengatakan, Kota Semarang memang kekurangan ruang publik untuk berkesenian. Dia mengungkapkan, pernah menggelar beberapa kegiatan kesenian di Kota Lama dan respons publik sangat bagus. (ton-67)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/27/128112/Galeri-Merak-Disambut-Antusias
Wah sangat bagus gagasannya mas Kukrit. Dari dulu pengen sekali Kota Lama hidup dan semarak. Seniman masuk kawasan kota lama amat sangat setuju dan semoga dengan adanya seniman disana maka akan menjadikan kawasan tersebut lebih berbobot. Seniman itu selalu mempunyai daya tarik, karenanya dengan adanya seniman di Kota lama maka akan membuat kota lama semakin punya daya tarik. Bisa pula gedung-gedung lama tersebut di konservasi dan dialih fungsi menjadi restorant dan kafe seperti rumah makan cianjur. Coba bayangkan bila di kota lama ada 10-20 restorant/cafe.... pa lagi muncul boutiqe hotel juga dan entertainment. Tapi kalo sudah gitu wali kota harus konsekwen yaitu dengan membangun atau meningkatkan infrastruktur kawasan kota lama termasuk membangun pedestrian dan taman-tamannya.
sembilanbelas October 28th, 2010, 01:06 PM kalo Unes, sangat stabil. tapi turun sedikit ke arah kota sangat labil, tidak cocok untuk gedung bertingkat banyak. Di Unika saja bagian sebelah barat gedung fakultas Teknik awalnya akan dibangun gedung 12 lantai bentuk memanjang, tapi setelah di test melalui geolistrik didapat jalur patahan. Akhirnya pembangunan gedung di tunda dan kayaknya nanti paling banter 6 lantai saja.
Di Ikip seperti di Undip merupakan tanah breaksi dengan tekanan gaya ke arah atas, jadi malah sangat stabil.
Jadi di kota atas rawan ya kalo di bangun gedung hirise? Di kota bawah kena KKOP :bash: :bash:
qoumi October 29th, 2010, 07:45 AM bro boleh minta tolong gak?
sebelumnya maaf kalau saya slah kamar, soalnya saya gatau mau posting dimana
gini, saya ada tugas kuliah untuk menganalisis visi misi dan rencana strategi pasangan sukawi-mahfudz ali, tetapi saat saya cari visi misi tersebut di google ga ada bro, apakah bro2 disini ada yg tau tentang visi misi sukawi-mahfudz ali?
sekali lagi saya mohon maaf apabila posting saya salah tempat :)
mohon pencerahan nya bro :)
castle_92 October 29th, 2010, 12:43 PM Jadi di kota atas rawan ya kalo di bangun gedung hirise? Di kota bawah kena KKOP :bash: :bash:
Mungkin di daerah perbatasan kendal / Demak yg jauh dr KKOP :D
titus15 October 29th, 2010, 03:36 PM Pembangunan jembatan Lemah Gempal molor
LEMAH GEMPAL - Pembangunan jembatan Lemah Gempal yang diperkirakan selesai pada akhir November mendatang, diperkirakan akan molor. Pasalnya hingga Rabu (27/10), pengecoran jembatan belum sepenuhnya selesai.
Dalam pantauan Wawasan, pembangunan yang menelan anggaran APBD sebesar RP 6, 073 miliar tersebut baru terpasang tulang beton di bagian jembatan bagian timur. Sementara beton untuk pejalan kaki juga baru saja dimulai dikerjakan. Padahal sejak dibongkarnya jembatan tersebut, kemacetan di jembatan Kaligarang dan jembatan Banjir Kanal Barat kian parah. Tidak ada jalur lain untuk memecah kemacetan di kedua jalan tersebut.
Dadang (45) warga Ngaliyan mengaku sejak dibongkarnya jembatan Lemah Gempal, tidak ada lagi jalan alternatif untuk menghindari macet. Jalan Kaligarang yang tadinya tidak pernah macet, kini hampir setiap hari macet panjang.
”Dulu kalau lewat Jembatan Banjir Kanal Barat macet, kita bisa memilih alternatif lewat Jalan Kaligarang atau jembatan Lemah Gempal. Tapi sejak dibongkar semua harus melalui dua jalan itu, sehingga kemacetan bertambah panjang,” katanya.
Dia berharap jembatan Lemah Gempal dapat secepatnya selesei sehingga warga tidak mengalami kemacetan yang terlalu panjang. ”Kalau ada jembatan Lemah Gempal, paling tidak kita bisa memutar dan mencari jalan lain untuk menghindari kemacetan,” terangnya.
Akibat hujan
Pimpinan PT Marga Trisno Karya, Slamet mengakui adanya keterlambatan pembangunan jembatan Lemah Gempal tersebut. Meski demikian, pihaknya akan mengupayakan waktu selesai sesuai dengan waktu yang ditargetkan Pemerintah Kota Semarang yaitu 180 hari masa kerja. ”Paling lambat saya perkirakan pertengahan Desember.
Namun demikian, kami akan tetap mengupayakan selesai sebelum waktu tersebut. Karena kami juga mengerjakannya selama 24 jam penuh,” kata Slamet saat dihubungi sedang mengawasi karyawannya .
Menurutnya keterlambatan waktu selesai jembatan Lemah Gempal karena kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga membuat pembangunan sedikit terhambat. ”Kendala kami hanya cuaca yang tidak menentu, padahal perkiraan kami Juni hingga November musim kemarau, bukannya malah banyak hujan seperti ini,” katanya.
Akibat hujan yang datan hampir setiap hari membuat pihaknya harus beberapa kali mengulang pembuatan kesdam pilar tengah hingga dua kali karena terbawa arus. ”Kendala kami hanya faktor cuaca, dua kali pembangunan kesdam pilar tengah hanyut karena terbawa arus sungai yang sangat deras. Selain itu, kami juga harus beberapa kali mengulang pembuatan jembatan darurat karena ambrol,” kata Slamet.
Selain itu, tambah Slamet, ke depan pembangunan yang menghubungkan Jalan Basudewo dengan Jalan Bojongsalaman tersebut akan dibangun lengkap dengan rancangan lebih menarik. Karena jembatan dengan panjang 83 meter dan lebar 9 meter tersebut akan lebih indah dengan hiasan di kanan kiri jembatan.
Dia menambahkan, kontruksi jembatan baru ini akan lebih kuat dengan 48 tiang pancang serta beton grider. ”Dengan 48 tiang pancang, saya yakin jalan ini akan lebih kuat dan dapat menjadi pemecah kemacetan Jalan Kaligarang dan Jembatan Banjir Kanal Barat,” jelasnya. nov-Yn
====
Seperti apa ya??? Nggak sabar menunggu Desember untuk menguji selera pak Marmo...
titus15 October 29th, 2010, 03:39 PM bro boleh minta tolong gak?
sebelumnya maaf kalau saya slah kamar, soalnya saya gatau mau posting dimana
gini, saya ada tugas kuliah untuk menganalisis visi misi dan rencana strategi pasangan sukawi-mahfudz ali, tetapi saat saya cari visi misi tersebut di google ga ada bro, apakah bro2 disini ada yg tau tentang visi misi sukawi-mahfudz ali?
sekali lagi saya mohon maaf apabila posting saya salah tempat :)
mohon pencerahan nya bro :)
Wah ada baiknya anda menghubungi langsung ke pak Kawi, karena menurut saya memang nggak jelas juga sih visi misinya... btw... bukannya mending mencari visi walkot yang sekarang saja, semoga bisa jadi masukan yang membangun malah.... Kalo yang dulu, sorry to say... jadinya malah bikin kota amburadul,,,
castle_92 October 30th, 2010, 03:44 AM Ni dah mo november,..hrusnya FO nya dh mulai dibangun ya,...kyaknya masih adem2 ja???
Beritanya
Pemkot Tunggu Keputusan Kodam
* Lahan Proyek Jalan Layang
Semarang Metro
29 Oktober 2010
BALAI KOTA - Pembebasan lahan jalan layang (fly over) Kalibanteng tinggal menunggu dua bidang yang belum sepakat soal harga.
Satu bidang sekarang masih terjadi tarik ulur antara H Masduki dengan Kodam IV/Diponegoro. Keduanya mengklaim memiliki lahan yang berada di Jalan Siliwangi itu.
Plt Sekda Kota Semarang, Akhmat Zaenuri menyatakan, Pemkot Semarang masih menunggu kesepakatan kedua belah pihak tersebut. ’’Kami sudah meminta mereka untuk membicarakan mana yang terbaik, supaya pembebasan lahan tetap berjalan, mengingat 2011 dipastikan sudah dimulai pembangunan fisik,’’ kata dia di ruang kerjanya, Kamis (28/10).
Data yang diperoleh di lapangan, H Masduki memiliki lahan di pinggir Jalan Siliwangi dengan status tanahnya Hak Guna Bangunan (HGB). Di sisi lain Kodam IV/Diponegoro sesuai bukti gambar kepemilikannya, lahan yang digunakan H Masduki masuk dalam wilayahnya.
Berdasarkan hal itu, keduanya mengklaim mempunyai hak atas penggunaan lahan tersebut. ’’Baiknya bagaimana antara Pak Haji (Masduki) dengan pihak Kodam,’’ katanya.
Mengenai satu bidang lagi yang sekarang dimiliki PT Sidodadi Berlian Motor (Mitsubishi), Pemkot sudah melakukan pendekatan.
Perusahaan tersebut melalui kuasa hukumnya telah meminta dalam pembebasan lahan mengacu pada NJOP 2010.
Tentu saja Pemkot, kata Zaenuri, tidak sependapat, karena proses negoisasinya menggunakan NJOP 2009.
Secara umum dari hasil negoisasi, sudah ada kesepakatan dengan pemilik lahan lainnya. Setidaknya enam pemilik lahan tidak mempermasalahkan proses pembebasan lahan, meski terbentur sejumlah sertifikat kepemilikan yang masih ada yang dijadikan agunan bank.
Dibayarkan
Pemkot menargetkan pertengahan November uang ganti rugi akan segera dibayarkan. Bila ada sejumlah pemilik lahan yang masih ngotot mempertahankan, maka proses konsinyasi sebagai jalan akhir penyelesaian.
Sementara itu Kuasa Hukum PT Sidodadi Berlian Motor, Santoso H Triatman SH mengatakan, kesepakatan harga lahan yang terkena proyek fly over antara Pemkot dan kliennya memang belum tercapai.
Kendati demikian, negosiasi kedua belah pihak sudah masuk tahap teknis. ”Kami juga berharap pertengahan November sudah ada kesepakatan,” ungkap Santoso. (H37,K33-16)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/29/128371/Pemkot-Tunggu-Keputusan-Kodam-
castle_92 October 30th, 2010, 03:57 AM Ketinggian Rob Tidak Seimbang dengan Penurunan Tanah
Semarang Metro
30 Oktober 2010
GENANGAN rob yang melanda wilayah Semarang, terutama bagian utara sudah bukan hal asing lagi. Demikian halnya yang dialami warga Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.
Hampir tiap hari, rumah Budiyono (42) warga Kampung Bader Raya RT 8 RW 8 tergenang. Genangan setinggi 40 cm itu bukan sisa hujan, melainkan rob. Bila turun hujan genangan bisa lebih tinggi dari itu.
Sudah lima tahun, rumah reot beratap asbes tersebut dibiarkan tergenang. Hanya tanggul depan rumah yang ditinggikan sejajar dengan ketinggian jalan. Kendati sudah ditinggikan, usahanya sia-sia saja. Limpasan air pasang dari parit merembes melalui sela-sela tanggul teras.
Warna air keruh, pekat, dan berbau tidak sedap. Tidak hanya ruang tamu yang tergenang rob tapi juga menjangkau ke semua sudut ruangan.
Diakui warga setempat, sekitar 10 tahun terakhir wilayah tersebut menjadi langganan rob. Rob telah menjadikan keadaan berubah.
Berkeliling di kawasan pemukiman Bandarharjo, tak sulit mencari rumah yang rusak, dan porak-poranda. Dindingnya yang kumuh tidak terawat, retak bahkan nyaris runtuh. Rumah yang dulunya kokoh berdiri telah ditinggalkan penghuninya. Namun sebagian rumah lainnya masih dihuni pemiliknya.
Menurut Sunaigi (51), Ketua RW 8 Kampung Bader, sekitar 95 persen rumah di kompleks itu sekarang masih dihuni. Namun wajah rumah lama tidak nampak lagi.
Pemiliknya mesti merenovasi agar layak dihuni. Sebagian besar rumah tak hanya di Kampung Bader tetapi juga di Jl Dorang, dan Jl Cumi-cumi berubah menjadi lebih rendah dibanding jalan yang ada di sekitarnya.
Bahkan ada yang sampai setengah meter lebih rendah dari jalan. Karena itu warga meninggikan jalan tersebut. Namun banjir rob tetap datang sehingga jalanannya pun semakin tinggi. ’’Tiap tiga tahun kami meninggikan jalan 30-40 cm. Peninggian itu sebatas pengurukan, dan tidak bisa menjangkau semua jalan kampung,’’ ungkapnya.
Seperti tahun ini, peninggian jalan hanya sepanjang 150 meter menelan dana sebesar Rp 10 juta. Dana tersebut diusahakan secara swadaya. Dipungut dari sumbangan 55 keluarga. Rob yang melanda memang merusak jalan. Namun itu belum seberapa dibandingkan penderitaan yang dialami penghuninya.
Surya (60) menyatakan, dua kali menaikkan rumahnya. Itu dilakukan karena dinding rumah tersebut amblas dan masuk ke dalam tanah. “Jika rumah di sini kelihatan lebih rendah dibandingkan jalan bukan hanya karena jalannya ditinggikan tetapi juga rumahnya ambles.”
Penurunan Tanah Subdirektorat Hidrogeologi Geologi Tata Lingkungan Bandung pada 1994 telah melakukan penelitian soal itu. Terungkap, penurunan permukaan tanah di Semarang Utara dalam beberapa tahun ini mencapai sekitar 20 cm.
Penurunan permukaan tanah, antara lain terlihat di muara Kali Garang serta pesisir utara Semarang, telah menyebabkan lantai bangunan retak-retak. Hal ini diperburuk adanya intrusi air laut.
Penurunan muka tanah ini tidak sebanding dengan ketinggian air laut akibat pemanasan global. Stasiun Meteorologi Maritim mencatat kurun 8 tahun terakhir, ketinggian air pasang tiap tahun hanya naik sekitar 10 cm. Sejarawan Semarang, Amen Budiman dalam bukunya Semarang Riwayatmu Dulu yang mengutip pendapat pakar geologi Belanda, Prof Dr Ir RW van Bemmelen mengungkapkan, jalur pantai yang berupa tanah muda di Semarang berkembang cepat, dua kilometer selama 2,5 abad. Lima abad lalu diperkirakan “kota bawah” Semarang -termasuk kawasan Simpanglima-masih berupa lautan.
Hal itu juga dikatakan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan ESDM Kota Semarang Ir Fauzi MT.
Sekitar tahun 1400 garis pantai berada di sepanjang Peterongan hingga Gedungbatu. Seiring perjalanan waktu, garis pantai mundur. Kendati garis pantai mundur, tanah bekas laut gembur dan lembek.
’’Didiamkan saja, itu mengalami penurunan tanpa ada tekanan pembangunan. Sekarang double, sudah ditekan pembangunan didiamkan saja turun, masih disedot air bawah tanahnya. Maka terjadilah penurunan tanah,’’ ungkapnya.
Lantas bagaimana cara pengendaliannya? Fauzi mengatakan, pengambilan air bawah tanah harus dihentikan. Untuk itu, dari sisi regulasi harus ditegakkan. Regulasi yang mengatur drainase dan pembuangan sampah. Sejauh ini, dalam mengatasi rob Pemkot telah membangun kolam retensi, optimalisasi pompa serta penataan drainase.
Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan (FPIK) Prof Johanes Hutabarat mengatakan, ketinggian rob bukan semata-mata karena fenomena alam tapi juga karena terjadi penurunan muka tanah. Hal itu, lanjutnya, dipicu oleh pengeboran air tanah yang berlebihan. Karena itu, apa yang dilakukan Pemkot dua tahun terakhir terkait pengetatan perizinan pengeboran sumur bawah tanah sudah benar.
Dia menilai, ketinggian air pasang dalam kurun 10 tahun terakhir juga diperparah oleh sedimentasi akibat gundulnya lahan di wilayah-wilayah tangkapan air.
Semestinya untuk meminimalisir sedimentasi, pihak pengembang membangun embung-embung air. (Hartatik-67)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/30/128487/Ketinggian-Rob-Tidak-Seimbang-dengan-Penurunan-Tanah
yunancutespdmt October 30th, 2010, 04:22 AM Beritanya
Hmmmmm.....Just smile..and waiting so far so long...:bash::bash:
sembilanbelas November 2nd, 2010, 09:27 AM Renovasi Lawang Sewu Selesai 2011
SEMARANG (SINDO) – Pemugaran gedung Lawang Sewu di Kota Semarang ditarget selesai pertengahan 2011.Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan, jika pemugaran gedung Lawang Sewu tersebut telah selesai, maka bisa diberdayagunakan untuk berbagai hal.
”Yang jelas ke depan bisa lebih baik dari sekarang ini,”ungkapnya kemarin. Dalam pemugaran itu, jelas urip,PT Kereta Api (KA) telah mengalokasikan dana sekitar Rp4 miliar. Urip menambahkan,pemugaran itu dilakukan tanpa mengurangi nilai-nilai heritage yang ada di Lawang Sewu tersebut.”Sebab pemugaran itu dilakukan dalam rangka perawatan konservasi dari gedung tersebut,”sebutnya. Menurut Urip,beberapa waktu lalu jajaran direksi PT KA telah bertemu Gubernur Jateng Bibit Waluyo untuk membicarakan pengelolaan Lawang Sewu ke depan. ”Pak Gubernur juga memberi dukungan karena tidak ingin bangunan itu kumuh,”ujarnya.
Lawang Sewu dibangun pada 1903 dan selesai atau diresmikan penggunaannya pada 1 Juli 1907. Setelah kemerdekaan, gedung tersebut dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT KA. Pemkot Semarang melalui SK Wali Kota 650/50/1992, juga telah memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah Yahya Haryoko mengatakan,pemugaran gedung Lawang Sewu tersebut harus bisa mendongkrak potensi pariwisata di provinsi ini. ”Mungkin saat ini masih belum, karena keberadaannya terlihat kumuh.
Tapi jika sudah dilakukan pemugaran, maka sudah seharusnya potensi pariwisata yang ada didongkrak,” tegasnya. Menurut Yahya, sejauh ini di kawasan gedung Lawang Sewu masih terdapat sejumlah potensi pariwisata yang bisa ditawarkan. Antara lain kawasan kota tua,maupun Kelenteng Sam Poo Kong. ”Jika nantinya mampu digarap secara maksimal,jelas potensi-potensi itu dapat mendatangkan pemasukan bagi daerah,”tandasnya. (muh slamet)
NpF November 2nd, 2010, 09:43 AM Renovasi Lawang Sewu Selesai 2011
SEMARANG (SINDO) – Pemugaran gedung Lawang Sewu di Kota Semarang ditarget selesai pertengahan 2011.Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan, jika pemugaran gedung Lawang Sewu tersebut telah selesai, maka bisa diberdayagunakan untuk berbagai hal.
”Yang jelas ke depan bisa lebih baik dari sekarang ini,”ungkapnya kemarin. Dalam pemugaran itu, jelas urip,PT Kereta Api (KA) telah mengalokasikan dana sekitar Rp4 miliar. Urip menambahkan,pemugaran itu dilakukan tanpa mengurangi nilai-nilai heritage yang ada di Lawang Sewu tersebut.”Sebab pemugaran itu dilakukan dalam rangka perawatan konservasi dari gedung tersebut,”sebutnya. Menurut Urip,beberapa waktu lalu jajaran direksi PT KA telah bertemu Gubernur Jateng Bibit Waluyo untuk membicarakan pengelolaan Lawang Sewu ke depan. ”Pak Gubernur juga memberi dukungan karena tidak ingin bangunan itu kumuh,”ujarnya.
Lawang Sewu dibangun pada 1903 dan selesai atau diresmikan penggunaannya pada 1 Juli 1907. Setelah kemerdekaan, gedung tersebut dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT KA. Pemkot Semarang melalui SK Wali Kota 650/50/1992, juga telah memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah Yahya Haryoko mengatakan,pemugaran gedung Lawang Sewu tersebut harus bisa mendongkrak potensi pariwisata di provinsi ini. ”Mungkin saat ini masih belum, karena keberadaannya terlihat kumuh.
Tapi jika sudah dilakukan pemugaran, maka sudah seharusnya potensi pariwisata yang ada didongkrak,” tegasnya. Menurut Yahya, sejauh ini di kawasan gedung Lawang Sewu masih terdapat sejumlah potensi pariwisata yang bisa ditawarkan. Antara lain kawasan kota tua,maupun Kelenteng Sam Poo Kong. ”Jika nantinya mampu digarap secara maksimal,jelas potensi-potensi itu dapat mendatangkan pemasukan bagi daerah,”tandasnya. (muh slamet)
kalau buat gw, sekiranya ada investor dalam bidang hospitality yg berminat, percayakan saja pada mereka untuk mengelola, bisa hotel, bisa convention atau semacamnya, sehingga keberlangsungan keberadaannya relatif terjamin..
dulu kan rafless hotel berminat mengelola bangunan ini, kalau itu terjadi..wahh..bakal keren tuh
titus15 November 2nd, 2010, 10:28 AM ^^ wah kalo jadi hotel apalagi bintang 5+ nggak setuju mas Ferry... Cuma yang berkantong tebal boleh masuk situ, dan karena namanya hotel, kebanyakan pasti cuma orang luar kota yang mampir situ. Padahal Lawangsewwu itu sudah milik masyarakat Semarang secara kultural. dan alhamdulilah, selepas tidak diurusi siapapun justru bisa diakses orang-orang biasa. (Dulu waktu dikuasai kodam, saya yang notabene smpnya cuma 100 meter dari lawangsewu aja nggak pernah masuk ke situ lho)
Ada baiknya jadi museum Transportasi Indonesia. Apalagi kalo dengar akan banyak project PT KAI dengan JICA, seharusnya kalo program ini sukses PT KAI akan bermodal kuat, dan akan mampu membiayai museum ini, apalagi PT KAI satu-satunya operator di bidang kereta api tanpa saingan. Bank Mandiri di Jakarta saja mampu membangun Museum Bank Mandiri yang terawat...
waracute November 2nd, 2010, 10:45 AM amaris sdh mulai persiapan peresmian
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/AmarisOct27.jpg
sudah buka gramednya?:ohno:
titus15 November 2nd, 2010, 10:50 AM Proyek besar tunggu persetujuan
Tuesday, 02 November 2010
Proyek besar tunggu persetujuan
BALAIKOTA - Beberapa proyek besar di Kota Semarang, saat ini sedang menunggu persetujuan dan sinkronisasi dengan Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN). Hal itu dikemukakan Kepala Bappeda Kota Semarang, Hadi Purwono, di Balaikota, Senin (1/11). Menurutnya, pihaknya saat ini sedang menyinkronkran beberapa proyek fisik yang tergolong besar, di kota ini dengan BKPRN.
’’Koordinasi ini kami lakukan setelah draf†raperda RTRW 2010-2030 disetujui. Selanjutnya, badan koordinasi penataan ruang nasional akan menerbitkan sebuah rekomendasi, untuk kemudian dibahas di DPRD dan dijadikan perda,’’ terangnya. Ditambahkan Hadi, beberapa proyek itu adalah pembangunan dam lepas pantai, pengembangan kawasan bisnis di luar Simapala (Simpanglima dan Pahlawan), serta pembangunan jalan outer ringroad. Proyek pembangunan dam lepas pantai sendiri, saat ini masih dalam tahap persetujuan letter of intent (LoI).
Namun demikian, pembangunan dam ini nantinya diharapkan sinkron dengan RTRW pemerintah pusat dan pemprov. Bahkan beberapa waktu lalu, pemprov sudah bertemu dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membahas hal ini. ’’Draf itu nantinya juga akan membahas dan mengakomodasi tentang tata ruang pesisir, di mana dimungkinkan nantinya akan ada zonanisasi kawasan pesisir,’’ ujarnya. Penyiapan anggaran Ditambahkan Hadi, BKPRN diharapkan juga melakukan sinkronisasi dengan usaha pembangunan jalan lingkar, terutama untuk kawasan Mijen, Tugu, Gunungpati, Tembalang dan Pedurungan. Hal itu diperlukan, agar kawasan hijau yang berada di daerahdaerah itu tidak dibuka secara serampangan.
’’Kajian FS (feasibility study), sudah ada, tinggal membuat detail engineering design (DED), dan menyiapkan anggaran untuk pengadaan lahan proyek ini,’’ tukasnya.
Terkait dengan zonanisasi pusat perdagangan, Hadi menjelaskan, tingkat jenuh kemacetan di Simapala sudah memuncak. Karena itulah, perluasan kawasan perdagangan hingga ke Petewangi (Peterongan, Tawang dan Siliwangi), juga mutlak dipikirkan kelanjutannya, terutama terkait dengan keberadaan pasar dan hotel di kawasan itu. hid-Am
=============================================================
wah ada istilah baru penataan kawasan di semarang dan sekitarnya...
setelah kedungsapur (Kendal demak ungaran salatiga purwodadi), Simapala (Simpanglima dan jl Pahlawan), Pandansima (Pandanaran Simpanglima jl Gajahmada), ini yang paling kontradiktif PETEWANGI (Pete kok wangi????)
Semoga sukses deh proyeknya....
titus15 November 2nd, 2010, 10:51 AM sudah buka gramednya?:ohno:
kemaren liat dari luar kayaknya display buku di bagian dalamnya belum kelar...
doni_eko November 2nd, 2010, 01:25 PM Aduh maaf... saya lebih suka dipanggil Mas... sekali lagi mas... ahhhh:cheers::cheers::cheers:
sorry mas lha gambare pak harto sama ibu tien jadi aku kira udah bapak2 ..:)
sembilanbelas November 2nd, 2010, 03:14 PM Proyek besar tunggu persetujuan
Tuesday, 02 November 2010
Proyek besar tunggu persetujuan
BALAIKOTA - Beberapa proyek besar di Kota Semarang, saat ini sedang menunggu persetujuan dan sinkronisasi dengan Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN). Hal itu dikemukakan Kepala Bappeda Kota Semarang, Hadi Purwono, di Balaikota, Senin (1/11). Menurutnya, pihaknya saat ini sedang menyinkronkran beberapa proyek fisik yang tergolong besar, di kota ini dengan BKPRN.
’’Koordinasi ini kami lakukan setelah draf†raperda RTRW 2010-2030 disetujui. Selanjutnya, badan koordinasi penataan ruang nasional akan menerbitkan sebuah rekomendasi, untuk kemudian dibahas di DPRD dan dijadikan perda,’’ terangnya. Ditambahkan Hadi, beberapa proyek itu adalah pembangunan dam lepas pantai, pengembangan kawasan bisnis di luar Simapala (Simpanglima dan Pahlawan), serta pembangunan jalan outer ringroad. Proyek pembangunan dam lepas pantai sendiri, saat ini masih dalam tahap persetujuan letter of intent (LoI).
Namun demikian, pembangunan dam ini nantinya diharapkan sinkron dengan RTRW pemerintah pusat dan pemprov. Bahkan beberapa waktu lalu, pemprov sudah bertemu dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membahas hal ini. ’’Draf itu nantinya juga akan membahas dan mengakomodasi tentang tata ruang pesisir, di mana dimungkinkan nantinya akan ada zonanisasi kawasan pesisir,’’ ujarnya. Penyiapan anggaran Ditambahkan Hadi, BKPRN diharapkan juga melakukan sinkronisasi dengan usaha pembangunan jalan lingkar, terutama untuk kawasan Mijen, Tugu, Gunungpati, Tembalang dan Pedurungan. Hal itu diperlukan, agar kawasan hijau yang berada di daerahdaerah itu tidak dibuka secara serampangan.
’’Kajian FS (feasibility study), sudah ada, tinggal membuat detail engineering design (DED), dan menyiapkan anggaran untuk pengadaan lahan proyek ini,’’ tukasnya.
Terkait dengan zonanisasi pusat perdagangan, Hadi menjelaskan, tingkat jenuh kemacetan di Simapala sudah memuncak. Karena itulah, perluasan kawasan perdagangan hingga ke Petewangi (Peterongan, Tawang dan Siliwangi), juga mutlak dipikirkan kelanjutannya, terutama terkait dengan keberadaan pasar dan hotel di kawasan itu. hid-Am
=============================================================
wah ada istilah baru penataan kawasan di semarang dan sekitarnya...
setelah kedungsapur (Kendal demak ungaran salatiga purwodadi), Simapala (Simpanglima dan jl Pahlawan), Pandansima (Pandanaran Simpanglima jl Gajahmada), ini yang paling kontradiktif PETEWANGI (Pete kok wangi????)
Semoga sukses deh proyeknya....
Yang bener PETAWANGI mas... Tetapi masih saja terkonsentasi di pinggiran CBD. Kenapa tidak sekalian mengembangkan ke arah yang pinggiran kota seperti Pedurungan, Banyumanik, ato Mijen sekalian...
Petawangi Bakal Saingi Pandama
BALAI KOTA - Pemkot Semarang kini menyiapkan satu kawasan baru sebagai upaya penyebaran zonasi perdagangan dan jasa. Kawasan yang baru nanti meliputi Peterongan - Tawang dan Siliwangi atau Petawangi.
Kepala Bappeda Kota Semarang, Hadi Purwono menyatakan, konsep tersebut sudah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang. Sekarang draf tersebut sedang tahap dikonsultasikan dengan Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN).
’’Kawasan itu nanti untuk memecah kepadatan wajah kota, terutama untuk perdagangan dan jasa yang sejauh ini terkonsentrasi di kawasan Simpanglima - Pahlawan atau Simapala maupun Pandanaran - Pemuda - Gajahmada (Pandama),’’ kata dia usai rapat di Gedung DPRD Kota Semarang, Senin (1/11).
Dia mengakui, kedua kawasan tersebut dinilai sudah sangat padat. Harga tanah di kawasan tersebut sudah jutaan rupiah per meter persegi. Karena itu diperlukan konsentrasi kawasan baru guna menata wajah perkotaan.
Petawangi secara embrio sebagai pusat perdagangan dan jasa sudah ada. Kini tinggal pematangan konsep, seperti penyempurnaan kawasan sampai infrastruktur. Dengan dipilihnya kawasan tersebut, tentunya segala izin usaha yang akan diterbitkan Pemkot akan diarahkan ke kawasan itu.
’’Ini konsep penyebaran kawasan. Setiap investor yang ingin mengembangkan usaha di Kota Semarang diupayakan di kawasan itu. Ini hanya salah satu cara supaya petawangi menjadi hidup,’’ tandas dia.
Menjanjikan
Apakah dengan begitu izin pengembangan untuk Simapala dan Pandama sudah tertutup. Hadi menegaskan, menjadi kewajiban pemerintah untuk memperkenalkan kawasan yang dinilai berpotensi. ’’Bukan tidak mengizinkan investor memilih di Simapala atau Pandama. Kami usahakan supaya memilih di kawasan Petawangi, karena prospek ke depannya lebih menjanjikan,’’ ungkap dia.
Dia mencontohkan di kawasan Peterongan, sekarang sudah hidup aktivitas perdagangan mulai dari pusat perbelanjaan, pasar tradisional, maupun perdagangan sudah ada. Kawasan itu muncul di sepanjang Jalan MT Haryono.
Demikian pula dengan Jalan Siliwangi, aktivitasnya juga sama dengan Peterongan. Untuk Tawang, Hadi menandaskan investor tidak perlu ragu terutama untuk banjir dan rob. ’’Pak Wali untuk program kerjanya akan mengurangi dampak rob dan bajir. Oleh karena itu untuk Tawang tidak ada banjir dan rob nantinya,’’ ungkap dia. (H37,H35-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/02/128776/Petawangi-Bakal-Saingi-Pandama
sembilanbelas November 2nd, 2010, 03:16 PM DPRD Dukung Jalur Lingkar
* Tahap Awal Tugu-Gunungpati
BALAI KOTA - Kalangan DPRD menyambut baik rencana pembangunan jalan lingkar. Sejauh ini Kota Semarang belum memiliki jalur lingkar, padahal dilihat dari fungsinya keberadaan jalur tersebut untuk memecah kepadatan lalu lintas yang terfokus di pusat kota.
Wakil Ketua DPRD Kota, Djunaedi menjelaskan, Pemkot sudah memberi paparan mengenai rencana pembangunan outer ringroad. Secara konsep rencananya dimulai dari Mangkang - Mijen - Gunungpati - Banyumanik - Tembalang - Pedurungan - Genuk. ’’Daerah-daerah itu nantinya yang akan dilewati jalur lingkar,’’ katanya, Senin (1/11).
Sebagai wakil rakyat, ia mendukung konsep tersebut. Sejauh ini lalu lintas, terutama angkutan umum masih terfokus di pusat kota. Tidak ada konsep penyebaran angkutan. Selain itu pula dari sisi pengembangan kawasan, keberadaan jalan lingkar itu akan menumbuhkan lokasi perekonomian baru.
’’Kalau sekarang konsep jalur lingkar tidak ada, tidak menunggu lama lagi untuk wilayah perkotaan akan padat. Dan lagi, masyarakat yang tinggal di pinggiran kesulitan mengakses transportasi. Saya pribadi menyetujui pembangunan itu,’’ ujarnya.
Dua Kosep
Kepala Bappeda Kota Semarang, Hadi Purwono menyatakan, untuk jalan lingkar ada dua konsep, yakni outer ringroad dan middle ring road. Kedua konsep itu sudah dimasukkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang. Pemkot untuk tahap awal yang bakal dikerjakan adalah Tugu - Ngaliyan - Mijen - Gunungpati.
’’Ini konsep outer ring road. Tahap selanjutnya Gunungpati - Banyumanik - Tembalang - Pedurungan - Genuk. Kenapa selatan, karena beban lalu lintas di pusat sudah padat, terlebih kerap banjir. Kalau selatan kondisinya aman dari banjir dan perlu pemeratan beban lalu lintas,’’ kata Hadi.
Sejauh ini, tahap awal sudah disiapkan studi kelayakan tinggal membuat detail engineering desaign (DED). Kemungkinan besar akan direalisasikan pada 2013, mengingat pada 2012 akan fokus pada pembebasan lahan.
’’Mengenai konstruksinya, akan dimintakan dana dari pusat. Bagaimanapun keberadaan jalan lingkar itu juga untuk mendukung lalu lintas nasional mengingat Semarang merupakan daerah yang dilalui kendaraan lintas provinsi,’’ ungkapnya.
Untuk middle ring road, cenderung pada penyempurnaan bus rapid transit (BRT). Secara umum ada enam koridor yang diusulkan, meski sekarang baru satu koridor.
Koridor I (Penggaron - Mangkang), Koridor II (Terboyo - Pudakpayung), Koridor III (Terboyo - Tembalang), Koridor IV (Tanjung Emas - Banyumanik), Koridor V (Penggaron - Terboyo via Citarum) dan Koridor VI (Bandara A Yani - Penggaron via Kaligarang). (H37,H35-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/02/128772/DPRD-Dukung-Jalur-Lingkar
Venantio November 2nd, 2010, 03:47 PM ^^ ... (Dulu waktu dikuasai kodam, saya yang notabene smpnya cuma 100 meter dari lawangsewu aja nggak pernah masuk ke situ lho)...
Dari Domsav ya mas?
sori Oot...
titus15 November 2nd, 2010, 04:52 PM hehe bener mas... selain domsav smp apa lagi yang deket lawang sewu??
sembilanbelas November 3rd, 2010, 01:04 AM Petawangi Prospek Kawasan Menguntungkan
* Nilai Investasinya Berlipat Tujuh
BALAI KOTA-Pengembangan sebuah kawasan perkotaan mutlak dilakukan. DPRD Kota Semarang memberikan apresiasinya dengan munculnya pengembangan kawasan Peterongan-Tawang-Siliwangi atau Petawangi.
Wakil Ketua Komisi C Agung Budi Margono menyatakan, penataan sebuah kawasan tidak bisa dilakukan secara cepat. Mengingat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebuah penataan jangka panjang selama 30 tahun, tentunya sekarang inilah saat untuk membuat konsepnya. ’’Kalau memang ada pengembangan kawasan, konsepnya memang harus disusun mulai sekarang ini. Jangan semuanya serbadadakan,’’ kata dia, Selasa (2/11).
Bila memang Petawangi dijadikan kawasan andalan untuk perdagangan dan jasa, menurut dia, Pemkot perlu segera menyusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Setelah rancangan itu ada, disusul kemudian dengan Urban Design Guide Lines atau UDGL.
’’Rancangan tersebut suatu perangkat pengaturan berupa panduan atau arahan desain tata bangunan berikut lingkungannya untuk suatu kawasan,’’ kata Agung.
Kabid Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur Bappeda Kota Semarang Ir Purnomo Dwi Sasongko menjelaskan, Petawangi diharapkan menjadi kawasan yang profitable. Kawasannya memang luas tidak seperti Simpanglima-Pahlawan (Simapala) maupun Pandanaran-Pemuda-Gajahmada (Pandama).
’’Sifatnya satu kesatuan mulai kawasan Peterongan, MT Haryono, Bubakan, Tawang, Imam Bonjol, Sudirman, Siliwangi, Pamularsih dan Sriwijaya. Kawasan itulah yang nanti orientasinya untuk perdagangan dan jasa,’’ kata dia.
Lokasi Strategis
Sebagian kawasan tersebut bisa dibangun gedung bertingkat yang secara efisiensi lahan lebih menjawab. Mengenai keberadaan kawasan Tawang yang identik dengan banjir dan rob, secara jangka panjang Pemkot berupaya mengurangi bencana tersebut dengan pelbagai proyek penanggulangan bencana banjir.
Dari pengamatan lapangan, kawasan yang masuk Petawangi secara bisnis sangat strategis sebagai simpul regional dan nasional.
Pusat perbisnisan tersebut kian melakukan ekspansi. Di jalur itu misalnya, ada Ruko Peterongan Plasa dan Kompleks Bangkong Plasa.
M Najib (50), pengelola Bangkong Plasa menyebutkan, nilai investasi bangunan kini naik berlipat tujuh. Pada 1993, PT Tunjung Bhiwara menjual 30 unit ruko dengan luasan 98 m2 dengan harga Rp 300 juta/unit. Namun kini nilainya bisa mencapai Rp 2 miliar-Rp 2,5 miliar.
Tingginya nilai investasi itu tidak lain dipengaruhi lokasi yang strategis. Lembaga pembiayaan motor (leasing) dan perbankan paling mendominasi. ’’ Ada sekitar enam ruko yang ditempati leasing motor, sedangkan empat lainnya ditempati lembaga keuangan bank dan nonbank,’’ ungkapnya.
Pusat perbelanjaan Java Supermal saja, berencana memperluas beberapa counter di lantai III dan menambah lahan parkir.
Manager Operasional Dewanto Arief Bowo mengatakan, dengan masuknya Jalan MT Haryono sebagai kawasan strategis bisa menjadi pusat keramaian baru. ’’Proyek komersial tengah kami persiapkan. Rencana menambah tenant di lantai III. Akhir tahun ini, jumlah tenant semula sekitar 150-200 akan diperbanyak lagi hingga 30 tenant,’’ ungkapnya. (H37,J9,K14-67)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/03/128900/Petawangi-Prospek-Kawasan-Menguntungkan
================
Rencana hotelnya gimana ya?
sembilanbelas November 3rd, 2010, 01:30 AM Dam Lepas Pantai Masuki Rintisan Penelitian Bappenas
ANTARA - Rencana pembangunan dam lepas pantai di sepanjang pantai utara Pulau Jawa memasuki tahapan rintisan penelitian oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Saat ini sedang dalam rintisan penelitian Bappenas dan Kementerian PU," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Jawa Tengah, Herru Setiadhie, di Semarang, Selasa.
Herru mengatakan bahwa untuk pembangunan dam lepas pantai harus melewati penelitian terlebih dahulu untuk mengetahui konsepnya.
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono menilai realisasi pembangunan dam lepas pantai Semarang terkendala aspek regulasi, karena kewenangan Pemerintah Kota Semarang hanya 11 mil.
Sementara dam lepas pantai lebih dari 12 mil dan itu berarti melebihi kewenangan Pemerintah Kota Semarang dan harus ada pembicaraan dengan Pemprov Jateng dan seharusnya wacana pembangunan dam lepas pantai tersebut masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jateng.
Permasalahan yang muncul, lanjut Agung, Raperda RTRW Jateng sudah disahkan. Padahal seharusnya karena sudah menjadi kewenangan provinsi, rencana pembangunan dam lepas pantai masuk dalam RTRW provinsi.
"Apakah akan ada revisi Perda RTRW Pemprov Jateng. Seharusnya tidak hanya dalam RTRW Provinsi Jateng akan tetapi juga dalam RTRW tingkat nasional," katanya.
Menyikapi hal tersebut, Herru mengatakan bahwa Perda RTRW setiap lima tahun sekali dibuka ruang untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman dan regulasi yang ada.
Akan tetapi, Herru menegaskan bahwa belum tentu pembangunan dam lepas pantai masuk dalam Perda RTRW lima tahun ke depan, karena harus dilihat terlebih dahulu konsep pembangunan dam lepas pantai.
sumber: http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=36841
titus15 November 3rd, 2010, 03:48 AM kalo dipikir-pikir untuk menyelesaikan masalah PKL simpanglima kenapa nggak memanfaatkan kawasan Imam Barjo yang bisa ditata ulang jadi Citywalk dengan pusat kuliner baru yang lebih tertata macam Ngarsopuran. Dengan lokasi di kawasan Undip itu, sebenarnya bisa juga bermitra dengan undip sebagai laboratorium pengembangan usaha kecil dan menengah itu.
Lagian makan di sana dengan memandangi kemegahan gedung BI wah, apa nggak mewah itu. Kalo ditaruh di Taman KB bakalan menyesaki taman yang nggak seberapa luas.
sembilanbelas November 3rd, 2010, 05:55 AM Peresmian Gedung ICT Centre UNDIP
http://img442.imageshack.us/img442/9067/ictcenterundip300x225.jpg (http://img442.imageshack.us/i/ictcenterundip300x225.jpg/)
Semarang, undip.ac.id. Rektor Undip, Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo ,M.S.Med.,Sp.And hari ini meresmikan Gedung ICT Centre. (Information , Communication Technology Centre) Gedung seluas 5.000 meter persegi ini digunakan untuk : Layanan Kemahasiswaan, registrasi, daftar ulang, baik mahasiswa domestik maupun mahasiswa internasional (International office) lantai satu, kemudian lantai dua dipergunakan untuk keperluan layanan fasilitas ICT (PLTIK Undip)
lantai tiga dipergunakan untuk Unit Pelaksana Teknik Komputer, lantai empat dipergunakan untuk ruang seminar, konferensi termasuk juga tele konferensi. Lantai lima dipergunakan untuk Studio radio Undip (Proalma) dan Ruang Studio Televisi Undip.
Gedung ICT Centre ini nantinya direncanakan juga untuk pengembangan Internet Exchange Semarang bekerjasama dengan provider – provider (penyedia jasa internet baik di Semarang maupun Jawa Tengah / Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Selain itu Gedung ini dimanfaatkan kedepannya sebagai Data Centre Undip, beberapa Departemen dan industri kecil serta Kepolisian Daerah Jawa Tengah berminat untuk bekerja sama dalam Pengembangan dan peningkatan ICT di institusi mereka masing masing dibantu Undip.
Undip ICT Centre diharapkan dapat menjadi tempat riset pengembangan ICT khususnya di Semarang dan Jawa Tengah, mengingat di Undip telah memiliki empat disiplin ilmu di Bidang ICT : Sistem Informasi, Informatika, Teknik Sistem Komputer dan Konsentrasi Komputer pada Jurusan Teknik Elektro. Dukungan penuh juga diberikan oleh Produsen ICT international (Cisco) melalui Program Academy nya CNA Computer engineering
Pengakuan dunia Internasional terhadap kemajuan ICT Undip selama kurun waktu tiga tahun terakhir ini dari beberapa lembaga pemeringkatan diantaranya : digitalisasi Hasil Karya Penelitian dan Riset Civitas Academica Undip melalui Institutional Repository (UNDIP-IR) yang meraih peringkat 49 besar Dunia, serta akselerasi yang dilakukan dalam mengangkat domain undip.ac.id di tingkat 10 besar di Indonesia.
Harapan seluruh civitas academica dengan diresmikannya Gedung ICT Centre ini menambah semangat mahasiswa untuk bersaing di dunia Internasional dan semangat para staf nya untuk terus melakukan riset dan penelitian di tingkat Internasional.
sumber: http://www.dcradio.undip.ac.id/2010/11/02/peresmian-gedung-ict-centre-undip/
ssphila November 3rd, 2010, 10:20 AM sudah buka gramednya?:ohno:
kemaren liat dari luar kayaknya display buku di bagian dalamnya belum kelar...
Hari ini liat display buku sudah tertata rapi, menurut info Kompas.com tgl 11 Nov 2010, sy tanya ke Gramedia Java Mall, ktnya juga tgl 11-11-10 tgl cantik sesuai dgn cabang amaris yg ke-11.
sembilanbelas November 4th, 2010, 04:18 AM 8 Tahun Pasar Induk Dibiarkan Mangkrak
SEMARANG (SINDO) – Pedagang Pasar Induk Raharja (Parindra) Terboyo Kulon Kecamatan Genuk Semarang meminta Wali Kota Semarang Soemarmo HS bekerja serius untuk meramaikan pasar yang sudah mangkrak sejak delapan tahun silam.
Sejak selesai dibangun 2002, pasar tersebut sepi pembeli. Padahal, Parindra lokasinya cukup strategis karena berada persis di pinggir Jalan Yos Sudarso. Kondisi Parindra sendiri kini terlihat kumuh dan kurang perawatan. Hanya beberapa pedagang saja yang terlihat mengisi kios atau toko tersebut. ”Saya sudah mengangsur dari awal hingga sekarang sudah lunas, sayang kalau harus dibiarkan mangkrak seperti yang lainnya. Saya disini sudah 7 tahun, tapi belum pernah melihat seluruh kios atau toko terisi penuh,”kata Nunung, pedagang sembako yang menempati Pasar Induk Raharja sejak 2002 silam. Kendati sepi,Nunung mengaku dirinya tetap bertahan berjualan.
Selain Nunung, ada beberapa pedagang cabai yang menggunakan los kosong. Sedangkan beberapa kios yang kosong ditempati para pelaku usaha ekspedisi dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Bangunan Pasar Induk Raharja berdiri diatas tanah seluas kurang lebih 15 hektare. Bangunan tersebut terdiri atas los dan kios. Nunung berharap, agar bangunan pasar induk yang sudah ada bisa dimaksimalkan. ”Saya melihat ini seperti kurang ada dukungan penuh dari pemerintah,” ujar Nunung. Warga Terboyo Kulon,Budi mengakui pasar tersebut sepi dari aktivitas jual beli. Padahal, biaya yang dikeluarkan untuk membangun pasar berlantai dua tersebut cukup besar.
”Yang sudah ada saja bisa dilihat empat blok bangunan pasar banyak digunakan untuk menjemur cabai,”katanya. Kondisi demikian, lanjut Budi, banyak dimanfaatkan sejumlah pihak untuk bongkar muat barang. ”Yang masih belum dibangun sudah dipenuhi ilalang yang hidup subur,”tandasnya. (sari septiya)
sumber: seputar indonesia
================
Yang ini mangkrak, tapi malah ada rencana buat pasar induk di kompleks MAJT... :ohno: :ohno:
sembilanbelas November 4th, 2010, 04:21 AM Lawangsewu Riwayatmu Kini
Direnovasi, Dinding Dicat, Lantai Keramik Diganti
http://img801.imageshack.us/img801/7420/lawangsewu.jpg (http://img801.imageshack.us/i/lawangsewu.jpg/)
RENOVASI Lawangsewu yang saat ini sedang dilakukan sudah mencapai 70 persen. Berdasarkan pantauan Suara Merdeka CyberNews, renovasi di gedung itu dilakukan dengan pengecatan daun pintu, dinding, kusen, jendela, dan atap. Selain itu terlihat pula pembersihan lantai.
Perawatan lantai dilakukan pada bangunan utama hingga kedua menara gothic yang menjadi salah satu bagian unik dari gedung karya Oundag dan Klin Khamer ini. Beberapa ruang kosong seperti aula lantai dua, bagian internitnya turut diperbaiki.
Salah-satu mandor, Yono mengatakan, pengerjaan ini sebenarnya bisa dilakukan lebih cepat, namun karena kekurangan bahan bangunan, ketertundaan tidak dapat dielakkan.
"Ada ratusan orang yang dipekerjakan dalam proyek ini. Pengerjaannya pun tidak sembarangan, karena diawasi langsung konsultan dari Belanda," ujarnya.
Yono melanjutkan, renovasi sudah berjalan tiga bulan. "Saat ini memasuki tahap finishing, seperti pengecatan dan pembersihan dinding serta pemasangan keramik di lantai." imbuh dia.
Lawangsewu merupakan ikon Kota Semarang, berada di tempat strategis, berhadapan dengan Tugu Muda. Bangunan bersejarah itu menjadi jujukan wisatawan dari dalam maupun luar kota. Bahkan, tak jarang wisatawan asing juga mengunjungi gedung bekas kantor Departemen Perhubungan itu.
Lawangsewu menyuguhkan ornamen asli dari negeri "kincir angin", seperti terdapat di ruang bawah tanah yang difungsikan sebagai lorong darurat. Berbagai barang dari negera Belanda masih bisa dijumpai ketika memasuki ruang toilet di gedung tua tersebut. Barang itu di antaranya wastafel bermerek 'The Adamant Van den Berg' ini masih utuh. Padahal gedung tersebut telah dibangun sekitar tahun 1916-1918 lalu.
Renovasi gedung kuno itu pada seluruh bagian bangunannya, termasuk pembuatan taman dan penambahan fasilitas lain akan menjadi lebih baik bila disertai dengan pengelolaan fungsi gedung secara baik. Upaya ini akan membuat pengunjung semakin tertarik dan meningkat jumlahnya.
Pengelolaan gedung dengan baik itu tentunya tak lepas dari keharusan pengunjung membeli tiket sebesar Rp 10.000 per orang, untuk menikmati keeksotikan seluruh sudut bangunan. Bahkan, pengunjung masih ditarik Rp 25.000 untuk uang jasa pemandu.
Salah seorang pemandu, Juni mengaku menarik uang jasa pada wisatawan yang berkunjung ke Lawangsewu karena tidak mendapat gaji tetap untuk pekerjaannya itu. Bahkan, para pemandu juga tidak mendapat bagian dari hasil penjualan tiket masuk yang dikelola oleh PT Kereta Api Daop IV Semarang, sebagai pemilik gedung bersejarah itu.
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/layar/2010/11/02/695/-Direnovasi-Dinding-Dicat-Lantai-Keramik-Diganti
sembilanbelas November 4th, 2010, 04:22 AM PKL Pahlawan Direlokasi Sementara
SEMARANG SELATAN - Terkait dengan revitalisasi kawasan Jalan Pahlawan, terutama perbaikan trotoar serta pemolesan taman KB, Pemkot Semarang akan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) Jl Pahlawan dan Taman KB mulai 15 November mendatang.
Pengundian jatah lokasi pemindahan sementara di kanan dan kiri Jalan Imam Bardjo akan dilaksanakan Jumat 12 November, setelah para pedagang mendapat pengarahan di lapangan dari pihak kecamatan Semarang Selatan, Dinas Pasar bersama Satpol PP.
Menurut Kabid PKL Dinas Pasar Kota, Satrio Imam, sebanyak 13 PKL ditempatkan di sisi kantor Kwarda Jateng hingga kantor pos Pleburan. Kemudian 17 PKL ditempatkan di seberangnya mulai gedung Telkom hingga kantor BI.
”Lapak sementara berukuran 3 x 3 meter. Namun ini hanya disediakan untuk PKL yang telah terdaftar sebelumnya, dan mereka harus tetap menjaga kebersihan dan mematuhi jam buka,” ujarnya, saat rapat sosialisasi relokasi sementara di aula kantor Kecamatan Semarang Selatan, Rabu (3/11).
Revitalisasi kawasan Pahlawan diperkirakan berlangsung satu bulan, sehingga pada 20 Desember, para pedagang sudah bisa menempati lokasi berdagang yang baru di sisi utara dan selatan kompleks taman KB.
Di sana, Pemkot menyediakan lahan secara gratis beserta pelindung hujan atau panas menyerupai kanopi lengkap dengan sekat atau pembatas antarpedagang. ”Setiap lapak yang berukuran 4 x 4,5 meter disediakan keran air dan fasilitas sanitasi,” ungkap Imam.
Mempercantik Imam mengatakan, relokasi PKL itu semata-mata untuk mempercantik kota dan membuat Semarang setara dengan kota-kota metropolitan lain di Indonesia.
Perwakilan pedagang Taman KB, Setyowati meminta agar Pemkot adil membagi lapak kepada pedagang dan tegas menindak para pedagang yang melanggar jam buka sesuai kesepakatan awal. Merespons hal itu, Imam bernisiatif menawarkan cara pembagian lapak, yang kemudian disepakati melalui undian.
Camat Semarang Selatan, Wijaya Trikoranto menuturkan, sudah seharusnya para pedagang menaati kesepakatan bersama yang merupakan upaya awal mewujudkan keteraturan dan keasrian lingkungan sekitar. ”Kalau mengingkari menjadi risiko pedagang sendiri, termasuk diangkut gerobaknya oleh Satpol PP,” ungkapnya.
Menurut Wijaya, selama ini para pedagang sebetulnya telah melakukan pelanggaran berdagang menempati lahan publik, yakni trotoar yang seharusnya merupakan tempat berjalan warga.
”Relokasi ini merupakan upaya kami meningkatkan kenyamanan warga, termasuk yang ingin menggunakan area publik sekitar Pahlawan dengan bebas, tanpa adanya PKL di sana,” ujarnya. (hdq-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/04/129036/PKL-Pahlawan-Direlokasi-Sementara
Cah SMG November 4th, 2010, 03:56 PM ^^ wah kalo jadi hotel apalagi bintang 5+ nggak setuju mas Ferry... Cuma yang berkantong tebal boleh masuk situ, ...
Ah, nggak juga, aku sering masuk hotel bintang 5, untuk ke toilet dan ngadem di lobby, geratis...:) Lawangsewu Jadiin hotel bintang tujuh sekalian
titus15 November 4th, 2010, 04:01 PM ^^ yah tapi kan sedikit 'kere' nekat kayak kita-kita ini... itupun cuma bisa ngadem di loby dan numpang toilet doang iya kan...??
Kalo ruangannya sama kamar emangnya kere nekat kaya kita bisa ngrasain? Paling cuma 'kere lsm' sama 'kere pns' yang bisa ngrasain kadang-kadang kalo pas bikin seminar atau workshop disana... iya to???
gantengscool November 4th, 2010, 04:44 PM ^^ yah tapi kan sedikit 'kere' nekat kayak kita-kita ini... itupun cuma bisa ngadem di loby dan numpang toilet doang iya kan...??
Kalo ruangannya sama kamar emangnya kere nekat kaya kita bisa ngrasain? Paling cuma 'kere lsm' sama 'kere pns' yang bisa ngrasain kadang-kadang kalo pas bikin seminar atau workshop disana... iya to???
hehehe.... :lol:
Venantio November 4th, 2010, 08:19 PM ^^ yah tapi kan sedikit 'kere' nekat kayak kita-kita ini... itupun cuma bisa ngadem di loby dan numpang toilet doang iya kan...??
Kalo ruangannya sama kamar emangnya kere nekat kaya kita bisa ngrasain? Paling cuma 'kere lsm' sama 'kere pns' yang bisa ngrasain kadang-kadang kalo pas bikin seminar atau workshop disana... iya to???
Ya udah, bikin atau bangun aja hotel untuk para kere... KERE HOTEL berbintang 5++
sembilanbelas November 5th, 2010, 03:56 AM Tol Semarang–Ungaran Sudah Selesai 80%
SEMARANG(SINDO) – PT Trans Marga Jawa Tengah berupaya mengoperasikan jalur tol Semarang–Ungaran, pada akhir tahun ini.Penyelesaian proyek di jalur tersebut terus dimaksimalkan.
Komisaris PT Trans Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo mengatakan, saat ini penyelesaian proyek tol di jalur tersebut sudah di atas 80%.Dengan sisa waktu dua bulan,dia menargetkan sudah selesai semua. ”Kalaupun Desember, kantidak harus tanggal satu,” ujarnya kemarin. Danang mengatakan masalah cuaca menjadi kendala penyelesaian proyek tersebut. Dia mencontohkan pengeprasan bukit cemara di Kabupaten Ungaran sering terganggu karena hujan turun.
”Tapi saat ini upaya pengeprasan bukit itu sudah hamper selesai. Mungkin tinggal satu minggu lagi, kemudian kita lakukan pengecoran,” paparnya. Pihak PT Trans Marga sudah memulai melakukan pekerjaan di jalur interchange (jalur keluar tol) di Kabupaten Semarang, termasuk penataan rambu-rambu lalu lintas yang dibutuhkan.” Secepatnya kita upayakan selesai,” ucap Danang. Selama ini proyek tol Semarang– Ungaran memiliki panjang sekitar 14 kilometer. Pekerjaan proyek ini terbagi dalam tiga paket. Paket I dilakukan dari Tembalang sampai Gedawang),paket II (Gedawang–Penggaron), dan paket III (Penggaron–Ungaran). Terkait proses lelang di jalur tol Ungaran–Bawen,pihaknya terus melakukan persiapan.
Menurut Danang, yang juga Kepala Bina Marga Jawa Tengah ini, persiapan yang dilakukan dimulai dari tahapan pengumuman lelang sampai pengumuman pemenang. ” Sambil persiapan, upaya pembebasan lahan jalan terus,” ucapnya. Sementara itu,Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Rukma Setya Budi meminta target itu benarbenarbisadirealisasikan.” Jangan seperti yang dulu-dulu.Target bulan ini ternyata meleset. Akibatnya, kegiatan yang lain juga menjadi terlambat,” katanya. Menurut Rukma, jika kemudian pelaksana proyek menemui kendala berupa cuaca, sudah seharusnya hal itu bisa diprediksi sejak perencanaan.”Karena cuaca di Indonesia ini kanhanya dua.
Kalau tidak hujan, ya kemarau,” ucapnya. Terpisah,tim Pengadaan Tanah (P2T) proyek jalan tol Semarang– Solo seksi II Ungaran–Bawen meminta kepada pemilik lahan agar lebih kooperatif menyusul segera berakhirnya masa negosiasi lahan Desember 2010. Satgas Administrasi P2T Margono mengatakan terhitung mulai Desember mendatang,musyawarah harga tanah yang terkena proyek jalan tol di Desa Derekan Pringapus sudah mencapai 120 hari. Sesuai peraturan dari Kepala BPN Nomor 3/2007,negosiasi lahan dibatasi sampai 4 bulan sejak dilakukan musyawarah pertama. ” Karena itu, kami minta kepada pemilik tanah yang belum sepakat dengan nilai ganti rugi untuk lebih kooperatif lagi,” ujar Margono kemarin.
Seperti diketahui, negosiasi lahan jalan tol seksi II masih menyisakan persoalan di empat desa,karena para pemilik tanah belum sepakat dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan P2T.Empat desa yang dilewati tol ini antara lain Derekan,Lemahireng, Kandangan,dan Bawen.Jalan tol seksi II ini rencananya melewati pabrik pengecoran Jati Kencana; Bina Guna (pabrik kimia dan obat), pabrik makanan; dan tiga sekolah dasar (SD),yakni SD Klepu,SD 2 dan 4 Kandangan serta SD Bawen. Ketua TPT Suyoto menegaskan, pihaknya tidak akan menaksir ulang harga lahan yang akan dilewati jalan tol seksi II Ungaran–Bawen.
Pihaknya beralasan,pada seksi II ini sudah dilakukan pembayaran di beberapa desa dan kelurahan seperti di Beji, Klepu, dan Karangjati.” Karena satu paket, tidak bisa di-reappraisal.Karena kalau harga ditaksir ulang, harus ditaksir semuanya dari Beji–Bawen,”katanya. (muh slamet/arif purniawan)
sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/362086/
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/TOL/ssphilaTolsmgsolo24102010.jpg
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/TOL/ssphilaTolsmgsolo241020101.jpg
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/TOL/ssphilaTolsmgsolo241020102.jpg
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/TOL/TOLSmgSolo0311101.jpg
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/TOL/TOLSmgSolo031110.jpg
rd, 2010
sembilanbelas November 5th, 2010, 04:01 AM Ngotot Bangun Dam Lepas Pantai
* Wali Kota Usul Revisi RTRWP Jateng
BALAI KOTA - Wali Kota Soemarmo HS berusaha dam lepas pantai bisa direalisasikan. Dia akan mengajukan permintaan kepada Pemprov untuk merevisi Perda No 6/2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP).
Bagi dia, revisi itu perlu dilakukan supaya rencana dam lepas pantai bisa diakomodasi dalam tata ruang provinsi.
’’Kami sedang mengupayakan dan meminta revisi. Bangunan itu tidak hanya untuk Kota Semarang, tetapi Jateng,’’ kata dia kepada wartawan, Rabu (3/11).
Sejauh ini konsep dam itu masuk dalam draf RTRW Kota Semarang yang sedang dibahas oleh Bappeda. Tentu saja masalah tersebut menjadi perdebatan, mengingat RTRWP Jateng tidak mengakomodasi adanya bangunan di wilayah pesisir Kota Semarang.
Soemarmo percaya Pemprov tidak keberatan mengubah RTRW-nya guna mengakomodasi pembangunan dam lepas pantai.
Apalagi pembangunan ini sepenuhnya ditangani investor asal Korea yang bekerja sama dengan pengusaha lokal. Soal kapan akan mengajukan usulan perubahan RTRW Jateng, Soemarmo mengaku belum bisa memastikan, karena masih menunggu pembahasan RPJMD yang saat ini masih dibahas bersama DPRD Kota Semarang.
Tak Salah
Kepala Bappeda Jateng, Heru Setiadi menyatakan, tidak ada salahnya menyikapi kondisi aktual setiap kabupaten/kota, termasuk soal adanya dam lepas pantai. Pemprov Jateng akan menunggu arahan dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN) Kementerian PU.
’’Saat pembahasan RTRWP Jateng, secara normatif belum mengakomodasi adanya pemikiran aktual. Artinya, usulan dam itu belum ada. Tetapi kalau sekarang ini berkembang usulan tersebut, tentunya dari kami menunggu arahan dari pusat,’’ kata dia.
Secara panjang lebar, dia mengemukakan, di tingkat Kementerian PU dan Bappenas sedang merintis pemikiran untuk perlindungan pulau-pulau termasuk Jawa terutama untuk kawasan pantura. Ada rencana menggandeng pihak ketiga untuk perlindungan pulau-pulau dari abrasi.
’’Saat saya ketemu Biro Luar Negeri Kementerian PU saat itu yang jadi wacana untuk pantai utara DKI. Saya coba usulkan supaya pantura di Jateng juga turut dipertimbangkan. Sejauh ini belum ada gambaran dari usulan saya itu,’’ ungkapnya.
Mengingat sekarang ini RTRW Kota Semarang bersama Kabupaten Magelang, Brebes, Jepara dan Pemalang sedang dikoreksi BKPRN, tentunya Bappeda Jateng menunggu hasilnya.
’’Sebenarnya secara dinamika kedaerahan, dalam kurun waktu lima tahunan masalah tata ruang ada evaluasi. Apakah dam lepas pantai masuk tata ruang provinsi, saya belum bisa memutuskannya,’’ ungkap dia. (H37-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/05/129140/Ngotot-Bangun-Dam-Lepas-Pantai
sembilanbelas November 5th, 2010, 04:02 AM Penyelesaian Jalan Lingkar Diperkirakan Molor
* Kendala Cuaca
AMBARAWA-Penyelesaian Jalan Lingkar Ambarawa sepanjang 7,3 kilometer dari Bawen hingga Ngampin diperkirakan terlambat atau molor dari rencana November 2011.Pasalnya, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan itu akan sangat mengganggu penyelesaian jalan tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen proyek lingkar Ambarawa, di bawah Bina Marga Jateng, Tjahyo Eko Wibowo mengatakan, cuaca merupakan kendala utama. Dia bahkan memperkirakan, kemungkinan terjadinya keterlambatan sekitar tiga persen. “Sejauh ini pengerjaan sudah mencapai 17 persen. Saya harap cuaca membaik sehingga proses pengerjaannya lancar sesuai target,” ungkapnya kemarin.
Pembangunan jalan lingkar Ambarawa dimulai pada bulan April pertengahan 2010. Rencananya, penyelesaian jalan yang melalui wilayah Bawen, Tambakboyo, Ambarawa, Kupang, Bejalen, Lodoyong, Panjang, Pojoksari dan Ngampin, ini untuk mengatasi kemacetan di sepanjang jalan utama Kota Ambarawa, tepatnya di Pasar Projo.
Tjahyo mengatakan, jika turun hujan, pengerjaan terpaksa dihentikan. Saat ini, menurutnya, masih dalam pengerjaan tahap terberat, antara lain pengurukan, pembuatan jembatan, dan pembuatan gorong-gorong.
Memadatkan Tanah
Dari pantauan di lokasi proyek di wilayah Bawen, kesibukan para pekerja dan pengawas tetap berlangsung walau cuaca mendung. Di bagian dalam area proyek, beberapa pekerja memadatkan tanah uruk dengan alat berat, sejumlah pekerja lain tengah menyelesaikan jembatan Bintangan.
engawas Lapangan Paket Lingkar Ambarawa dari Binamarga, Suhendi menyampaikan, kendala cuaca memang satu persoalan yang belum bisa terpecahkan. Disebutkan, proses lanjut setelah tanah dipadatkan sering tertunda akibat hujan turun.
Beberapa permukaan tanah, menurutnya harus ditinggikan hingga 90 meter agar levelnya kurang lebih sama dengan permukaan lainnya. Proses ini tidak bisa cepat selesai karena pekerja hanya bisa melakukannya per 20 cm, demikian seterusnya, hingga akhirnya padat.
Turunnya hujan sewaktu-waktu, membuat tanah kembali basah sehingga area yang sudah dipadatkan akan terurai kembali. “Untuk melanjutkan setidaknya kami harus menunggu dua hari hingga kering lagi,” ujarnya di Bawen kemarin.
Soal keterlambatan, menurutnya, itu kaitannya dengan korelasi jadwal yang telah ditentukan. Pihaknya mengaku belum bisa menjelaskan karena banyak hal yang menjadi parameternya. “Mudah-mudahan tidak terlambat, karena saat ini kami upayakan dengan pembuatan sungai kecil untuk mengalirkan air saat area tergenang karena hujan,” jelasnya. (K33-14)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/05/129146/Penyelesaian-Jalan-Lingkar-Diperkirakan-Molor
tomkris November 5th, 2010, 12:36 PM ^^^^ Jalan Lingkar Selatan Ambarawa merupakan Jalan Baru 2 lajur yang melintasi Selatan Kota Ambarawa, dimulai dari Bawen dan berakhir di Ngampin. Dibangun dengan Dana Hibah Bank Dunia 70 % dan sisanya oleh APBN.
Dimulai pada Tanggal 10 Maret 2010 dan direncanakan selesai pada 01 Desember 2011. ASRR merupakan salah satu Strategic Roads Infrastructure Project ( SRIP ) yang berlokasi di Jawa Tengah selain Magelang - Keprekan, Boyolali - Kartasura dan Tegal Brebes Bypass. Tahun ini Jawa Tengah mendapat alokasi dana terbesar SRIP diantara Provinsi di Indonesia.
vgG5Lpt4_XE
sembilanbelas November 6th, 2010, 04:36 PM ^^
Makasih infonya.. Sebagai kota satelit Semarang, sudah waktunya Ambarawa punya ringroad untuk mengatasi kemacetan di jalur kota. Tapi kok cuma 2 lajur ya? Saya kira 4 lajur seperti ringroad Kaliwungu itu
gantengscool November 6th, 2010, 09:51 PM Ya udah, bikin atau bangun aja hotel untuk para kere... KERE HOTEL berbintang 5++
bintang 7 sekalian....
*nyaingin puyer :lol:^^
gantengscool November 6th, 2010, 09:53 PM ^^^^ Jalan Lingkar Selatan Ambarawa merupakan Jalan Baru 2 lajur yang melintasi Selatan Kota Ambarawa, dimulai dari Bawen dan berakhir di Ngampin. Dibangun dengan Dana Hibah Bank Dunia 70 % dan sisanya oleh APBN.
Dimulai pada Tanggal 10 Maret 2010 dan direncanakan selesai pada 01 Desember 2011. ASRR merupakan salah satu Strategic Roads Infrastructure Project ( SRIP ) yang berlokasi di Jawa Tengah selain Magelang - Keprekan, Boyolali - Kartasura dan Tegal Brebes Bypass. Tahun ini Jawa Tengah mendapat alokasi dana terbesar SRIP diantara Provinsi di Indonesia.
vgG5Lpt4_XE
just info Salatiga juga lagi membangun Ring Road lo...itu malah sudah mulai dihotmix...klo dari arah Semarang Sebelah kanan jalan setelah gerbang masuk kota.
sembilanbelas November 8th, 2010, 03:16 AM Kawasan Interchange Tol Rawan Macet
UNGARAN (SINDO)-Jalan Letjen Soeprapto Ungaran,Kabupaten Semarang,tepatnya di depan SD Sidomulyo 4 hingga lapangan indoor futsal,yang berada di sebelah interchange tol Semarang-Solo mendesak dilebarkan.
Ruas jalan sepanjang 325 meter tersebut sangat sempit, sehingga dikhawatirkan menimbulkan kemacetan, jika jalan tol difungsikan. Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga,SDA dan ESDM Kabupaten Semarang Supratmono mengaku sudah mengusulkan pelebaran jalan tersebut ke Kementrian Pekerjaan Umum (PU). Karena anggaran kabupaten tidak mampu untuk melebarkan ruas tersebut.
“Kita sudah minta ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) agar pelebaran dilakukan lebih cepat. Jalan tersebut lebarnya hanya 6-6,5 meter, padahal idealnya antara 7-8 meter,”kata Supratmono kepada SINDO,kemarin. Sedangkan ruas jalan dari SDN Sidomulyo 4 sampai dengan jalan provinsi Semarang-Solo, tidak ada masalah karena lebarnya sudah mencukupi. Untuk melebarkan jalan,kata Supratmono,butuh proses yang panjang.Karena di sepanjang jalan kelas III tersebut ada beberapa pedagang kaki lima (PKL),maka harus dipindah.
Dari rapat dengan pihak terkait baru-baru ini, sudah dibicarakan mengenai dampak-dampak jika tol jika sudah difungsikan. Dalam rapat itu juga direncanakan kendaraan berat tidak akan diperbolehkan untuk keluar di wilayah Ungaran.Hanya saja, Supratmono menilai kebijakan itu sulit direalisasikan jika tol dibuka. “Dalam prakteknya sulit, jika kendaraan berat harus lewat Bawen.
Saya sudah jelaskan kepada Trans Marga Jateng (TMJ), dan pihak TMJ juga tidak bisa memberi jawaban,” imbuhnya.Untuk jangka pendek, yang akan dipercepat adalah perkuatan-perkuatan dua jembatan yang ada di Jl Letjen Soeprapto. Supratmono kembali menjelaskan, untuk di pertigaan Jl Letjen Soeprapto dengan Jl Diponegoro (Solo-Semarang), juga perlu dipasang lampu traffic light.
Dari penjelasan Dishubkominfo, pemasangan traffic light harus satu jalur dengan traffic light di depan Ungaran Square. Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang Khanif mengatakan, jika jalan tidak dilebarkan, ke depannya bakal terjadi kemacetan karena tidak hanya dilalui oleh pengguna tol,tapi juga masyarakat Ungaran.
Untuk mengatur padatnya lalu lintas yang melewati Letjen Soeprapto, kementrian PU sudah menyetujui pemasangan lampu traffic light,di perempatan antara Jl Letjen Soeprapto-Jl Ahmad Yani (Asmara). Manajemen traffic light akan dibebankan kepada Dishubkominfo. Sedangkan untuk anggaran fisik dari TMJ.“Tinggal menunggu realisasi dari TMJ saja,” ungkap Khanif. (arif purniawan)
sumber: suara merdeka
sembilanbelas November 9th, 2010, 02:33 AM Berkaca Pengelolaan BRT di Jakarta dan Yogyakarta (1)
Konsorsium Harus Gandeng Perusahaan Otobus
Dishubkominfo Kota Semarang mengadakan studi banding mengenai Bus Rapid Transit (BRT) di Yogyakarta dan Jakarta, Selasa 2-5 November lalu. Mungkinkan BRT Transsemarang mampu melaju seperti kedua kota itu, setelah Badan Layanan Umum (BLU) terbentuk awal Oktober lalu? Berikut laporan wartawan Suara Merdeka Modesta Fiska.
OPERASIONAL BRT Trans*jogja yang dimulai Februari 2008 oleh PT Jogja Tugu Trans (JTT) murni mengedepankan konsep peremajaan angkutan perkotaan di wilayah tersebut. Jumlah angkutan yang diremajakan 591 unit.
Kondisi lalu lintas di seputaran Jogja yang kian padat memang menjadi perhatian serius. Pertumbuhan kendaraan pribadi khususnya sepeda motor ber*langsung pesat.
Di sisi lain sejak 2004 load factor angkutan reguler hanya 27% dari seluruh jumlah yang ada dan dua tahun kemudian malah tinggal 22%.
Pemerintah, dalam hal ini Dinas Perhubungan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun tanggap.
Sistem transportasi massal seperti BRT adalah solusi untuk mengatasi persoalan karena bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar.
Bersama dengan para peng*usaha angkutan yang me*mang bernaung dalam sebuah koperasi menjadikan proses tersebut relatif tanpa konflik berarti.
Sosialisasi terus menerus dilakukan kepada perusahaan otobus (PO), masyarakat serta pemerintah karena faktor anggaran untuk mendukung program transportasi ini mutlak dibutuhkan.
Kepala UPT Transjogja, Agus Minang mengungkapkan, peremajaan kendaraan tidak hanya 1 unit diganti 1 unit tetapi dua bis angkutan digantikan dengan 1 bus Transjogja. Dengan 54 bis Transjogja yang ada berarti menggantikan 108 unit angkutan reguler.
Taruh misal, satu kendaraan ada seorang sopir dan kernet, jika dikalikan 108 maka ada 216 orang kehilangan mata pencaharian.
Tetapi dengan 54 armada itu akan dibutuhkan 54 orang pengemudi dan 54 pramugara/pramugari dikalikan dua shift kerja maka mereka tak perlu kehilangan pekerjaan.
Standar Pelayanan
Agus Minang mengatakan, baik pemerintah maupun operator pun tidak bisa lepas tangan sehingga orang-orang ini direkrut dan diberi pelatih*an untuk bisa mencapai standar pelayanan minimal saat menjalankan Transjogja.
’’Jika yang kehilangan pekerjaan ini tidak diperhatikan pastilah konflik tidak bisa dihindarkan, tetapi kami mencoba memfasilitasinya dengan bermusyawarah ber*sama dan pengusaha ternyata cukup bersemangat. Seha*rusnya Semarang juga bisa menerapkan hal yang sama supaya tidak ada gejolak dan dengan pendekatan khusus pasti bisa berjalan dengan baik,’’ tutur Agus.
Direktur Operasional dan Teknik PT JTT Eka Priya Surasa menuturkan, ada ikatan yang harus dipenuhi oleh opera*tor.
Pemerintah pun telah me*nyediakan biaya operasional kendaraan yang ditanggung Pemprov DIY melalui APBD dimana rata-rata per tahun mencapai Rp 28 miliar untuk tiga koridor utama yang dioperasikan.
Biaya rupiah yang akan dibayarkan kepada JTT rata-rata Rp 5.200 per kilometer.
Namun, operator juga harus memenuhi semua persyaratan yang tertuang dalam perjanjian kerja sama.
Misalnya, ada keluhan AC kurang dingin atau tidak berhenti di shelter atau halte maka akan berujung pada denda.
Cukup menguntungkan rasanya bagi pengusaha karena mereka akan tetap dibayar setiap kilometer dan operator tinggal memberikan pela*yanan terbaik sesuai standar.
Saat ini sumber daya manusia yang bergerak di dalam sistem transportasi tersebut mencapai 700-an.
Dulu memang pemerintah berwacana untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga DIY.
Tetapi dengan aturan ketenagakerjaan yang ada juga terbentur dengan tenaga ber*status kontrak yang harus diangkat menjadi hal yang perlu dipikirkan lebih lanjut.
Sekretaris Dishubkominfo Kota Semarang Agus Har*munanto menyatakan, segera mengumpulkan seluruh pe*ng*usaha PO termasuk di trayek-trayek yang berhimpitan dengan koridor yang ada untuk membentuk sebuah konsorsium.
Wadah ini akan mengakomodasi angkutan yang ada untuk bekerja sama dalam peng*operasian BRT. (67)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/09/129569/Konsorsium-Harus-Gandeng-Perusahaan-Otobus-
sembilanbelas November 9th, 2010, 02:33 AM Revitalisasi Bandara A Yani
Terminal Penumpang Dibangun Januari 2011
SEMARANG - Gubernur Bibit Waluyo memastikan pembangunan terminal penumpang Bandara A Yani yang rencananya dipindah ke sebelah utara dimulai Januari 2011.
Hal itu disampaikan Bibit, Senin (8/11), saat menerima perwakilan se*rikat-serikat buruh di Jawa Tengah. “Bandara tidak akan dipindah, tetap di sini (Semarang-red). Sebaiknya melakukan hal-hal yang realistis dapat dikerjakan, tidak usah berwacana tentang pemindahan bandara, bisa-bisa rakyat mati karena wacana. Jadi Januari nanti itu akan dimulai dibangun,” ungkap Bibit.
Pertemuan antara organisasi serikat-serikat pekerja dengan Gubernur kemarin sebetulnya mengulas masalah upah minimum kabupaten/kota dan persoalan-persoalan perburuhan, namun sedikit melebar ke masalah pengungsi Gunung Merapi dan menyinggung persoalan pembangunan terminal bandara.
Itu dikarenakan raut muka Bibit yang agak muram, tegang, dan berkesan serius sejak hadir di ruangan. Para pemimpin serikat buruh dalam per*nyataannya menyadari kesukaran Bibit sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah, yang saat ini tengah dihadapkan pada masalah-masalah pengungsi akibat letusan Gunung Merapi.
Silakan Bantu
Serikat pekerja mengemukakan, sejumlah wacana menyangkut pembelian ternak korban mrapi. Namun oleh Bibit disela, sebaiknya saat ini jangan mengeluarkan pernyataan yang saling menyalahkan, atau berwacana yang justru menyulitkan saat-saat darurat seperti sekarang.
“Darurat ya darurat, apapun itu ya darurat. Kalau bisa bantu, silakan bantu saja, kalau tidak ya doanya saja,” ucap dia.
Dia selanjutnya mengemukakan tindakan realistis yang mungkin dilakukan, termasuk menyinggung masalah revitalisasi Bandara A Yani yang sebelumnya menjadi polemik sampai pemindahan di luar Kota Semarang.
Menurutnya, berkait hal itu sebaiknya yang dilakukan pemerintah adalah yang riil, yakni pengembangkan terminal penumbang bandara sampai ke sebelah utara.
“Demikian juga masalah perburuhan ini, lakukan yang realistis dapat dikerjakan. Mengenai usulan rekan-rekan serikat pekerja di Kota Semarang mengenai kebutuhan hidup layak (KHL) agar ditinjau ulang karena kalau dihitung-hitung lebih rendah dari Kabupaten Batang, itu akan dibicarakan Kamis (11/11),” katanya. (H30,H23-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/09/129567/Terminal-Penumpang-Dibangun-Januari-2011
sembilanbelas November 9th, 2010, 02:38 AM Kolam Retensi Selesai 23 Persen
SEMARANG UTARA - Pembangunan kolam retensi harus ada kemajuan pengerjaan supaya bisa terselesaikan 2012. Gubernur Bibit Waluyo meminta tidak ada kata berhenti atau mundur.
’’Setiap bulan harus ada kemajuan. Jangan sampai pembangunan ini terhalang apapun supaya tidak molor,’’ katanya.
Senin (8/11), Bibit didampingi Wali Kota Soemarmo HS, Kepala Dinas Cipta Karya dan Penataan Ruang (Cipkataru) Jateng, M Tamzil melihat perkembangan proyek kolam retensi. Rombongan meninjau sejumlah titik yang bakal dibuat kolam.
Tamzil memaparkan, sejauh ini pembangunan sudah sampai 23%. Pencapaian sekarang meliputi fondasi rumah pompa, penahan atau penyaring sampah Kali Semarang serta fondasi tanggul kolam. Pembangunannya dilakukan serentak, tidak terpatok satu lokasi saja.
Diperkuat
Bangunan kolam retensi di lahan seluas 9,2 hektare itu dibagi tiga, yakni penyaring sampah, rumah pompa dan bangunan limpasan atau tanggul kolam. Keberadaan kolam tersebut pembangunannya terpadu dengan megaproyek Waduk Jatibarang.
Tamzil menyebutkan, gubernur juga meminta fondasi pada bangunan limpasan diperkuat. Pasalnya keberadaan kolam retensi berada di pinggir laut, sehingga masalah fondasi harus sesuai dengan kajian teknis yang sudah disetujui.
Nantinya pada kolam retensi akan dipasang empat pompa dengan kapasitas besar yang berfungsi menyedot Kali Semarang. Pengoperasiannya bisa dilakukan secara otomatis maupun manual. (H37,H35-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/09/129535/Kolam-Retensi-Selesai-23-Persen
sembilanbelas November 10th, 2010, 03:55 AM Berkaca Pengelolaan BRT di Jakarta dan Yogyakarta (2-Habis)
Sulit Berkembang karena Anggaran Minim
SAAT mendengar paparan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DIY mengenai anggaran yang dikucurkan pemerintah setempat untuk pengelolaan bus rapid transit (BRT) TransJogja, jajaran Dishub Kota Semarang terheran bukan kepalang. Tidak hanya di Jogja, komitmen pemerintah DKI Jakarta soal anggaran juga tak main-main.
DIY mengucurkan rata-rata Rp 28 miliar/tahun untuk tiga koridor yang berasal dari APBD, sedangkan di Jakarta lebih dari Rp 700 miliar untuk tujuh koridor yang dioperasikan.
Lalu bagaimana dengan Semarang? Anggaran yang dikucurkan untuk operasional BRT tahun 2010 hanya Rp 7 miliar untuk satu koridor Mangkang - Penggaron dengan 20 bus besar dengan 52 shelter. Di tahun 2011 nanti, anggaran ini merosot menjadi hanya Rp 6,4 miliar saja.
Di Yogyakarta, kepastian anggaran ini bahkan sudah diteken dalam sebuah MoU dengan DPRD hingga tujuh tahun ke depan dan hal yang sama juga diterapkan di Jakarta. Setiap tahun proses audit juga diadakan secara transparan dan akuntabel. Persetujuan Dewan dalam hal anggaran juga dirasa sangat diperlukan sebab bukan hanya sektor pendidikan atau kesehatan saja yang diutamakan.
Dengan membudayakan menggunakan transportasi massal sejak dini, seperti BRT, diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi yang membuat jalanan semakin macet di sejumlah titik.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Saryadi mengungkapkan, jika pengelolaan BRT sudah benar-benar berjalan dengan baik dan terorganisir rapi, Dewan tidak ragu menyetujui anggaran yang dibutuhkan untuk membangun transportasi yang andal di Semarang.
Dia berpendapat, jika penanganan BRT ini tidak dipikirkan dari sekarang, maka pertumbuhan kendaraan pribadi yang pesat akan memacetkan ibukota provinsi Jateng. ’’Pengelola harus benar-benar meyakinkan penentu kebijakan jika memang program ini bisa dijalankan dengan baik supaya anggaran yang diajukan untuk mendukung operasional BRT bisa dipenuhi,’’ tuturnya.
Penuh Sesak
Kota Semarang memang belum separah Jakarta, dan jika Pemkot tidak bisa membangun sistem transportasi yang terintegrasi dengan banyak penumpang bisa diangkut, maka dalam lima atau 10 tahun ke depan besar kemungkinan jalanan di Semarang semakin penuh sesak dengan kendaraan. Saat ini saja kecenderungan untuk titik kemacetan semakin meluas.
Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, yang turut bergabung dalam studi banding Dishubkominfo Kota mengungkapkan, tidak hanya kemacetan, karena semakin banyak kendaraan mendorong konsumsi energi (BBM). Polusi dan pencemaran pun tak terelakkan. Dengan sebuah moda transportasi berkapasitas besar maka penumpang yang terangkut lebih banyak.
Sebagai gambaran, ada 9 juta penduduk di DKI Jakarta dan kebutuhan perjalanan setiap harinya mencapai 20,7 juta perjalanan. Tahun 2009, jumlah motor di ibu kota mencapai 6,7 juta unit, kendaraan pribadi 6,6 juta unit, dan angkutan umum sebanyak 91 ribu kendaraan.
Masih ada kota penyangga di sekitarnya seperti Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang yang menambah beban Jakarta semakin berat saja. Ironisnya, angkutan umum yang 1,5% saja ini hanya mengangkut penumpang hingga 56% sedangkan 98% dari jumlah kendaraan pribadi mengangkut 44%.
Kasubag TU dan Keuangan TransJakarta Busway, Anthon R Parura menyatakan, dengan BRT yang terjadwal dan berjalan di jalur khusus sehingga tidak terjebak kemacetan, masyarakat di Jakarta kini semakin banyak beralih ke moda transportasi BRT. Delapan koridor yang ada mampu mengangkut hingga 250 ribu perjalanan setiap harinya.
Tetapi kota yang menerapkan BRT ini juga perlu lebih tegas soal desain lalu lintas seperti penerapan penumpang 3 in 1, kebijakan soal tarif parkir, road pricing (masuk sebuah kawasan yang harus membayar) atau bisa juga pelat nomor ganjil/genap yang melintas di hari-hari tertentu. ’’Jika anggaran pemerintah minim maka BRT di sebuah kota akan sulit berkembang. Jika anggaran bisa dipenuhi maka layanan diharapkan bisa semakin baik dan menggenjot minat masyarakat untuk naik BRT,’’ ungkapnya.
Kepala BLU Terminal Mangkang - BRT Trans Semarang, Bambang Kuntarso menuturkan, selepas dibentuknya Badan Layanan Umum Terminal Mangkang yang juga mencakup BLU Trans Semarang, diperlukan kerja keras dari semua pihak.
Bambang melihat berdasarkan pengalaman di dua kota yang dikunjungi ini, pihaknya harus optimistis sistem transportasi BRT yang nyaman nantinya akan menjadi pilihan masyarakat ke depan.
’’Kami akan menata koridor 1 yang ada dan rencananya koridor 2 dari Terminal Terboyo ke daerah Semarang atas ke Banyumanik, Watugong atau Pudakpayung juga akan dibuka. Para pengusaha otobus khususnya trayek yang bersinggungan juga harus diajak kerjasama seperti halnya di Jogja atau Jakarta,’’ terangnya. (Modesta Fiska-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/10/129648/Sulit-Berkembang-karena-Anggaran-Minim
titus15 November 10th, 2010, 09:15 AM Berkaca Pengelolaan BRT di Jakarta dan Yogyakarta (2-Habis)
Sulit Berkembang karena Anggaran Minim
SAAT mendengar paparan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DIY mengenai anggaran yang dikucurkan pemerintah setempat untuk pengelolaan bus rapid transit (BRT) TransJogja, jajaran Dishub Kota Semarang terheran bukan kepalang. Tidak hanya di Jogja, komitmen pemerintah DKI Jakarta soal anggaran juga tak main-main.
DIY mengucurkan rata-rata Rp 28 miliar/tahun untuk tiga koridor yang berasal dari APBD, sedangkan di Jakarta lebih dari Rp 700 miliar untuk tujuh koridor yang dioperasikan.
Lalu bagaimana dengan Semarang? Anggaran yang dikucurkan untuk operasional BRT tahun 2010 hanya Rp 7 miliar untuk satu koridor Mangkang - Penggaron dengan 20 bus besar dengan 52 shelter. Di tahun 2011 nanti, anggaran ini merosot menjadi hanya Rp 6,4 miliar saja.
Saya juga terheran bukan kepalang... ternyata waktu bikin BRT di Semarang itu apa nggak pake studi apa ya????
Terus habis sudah heran mau apa lagi langkahnya??? Bikin wacana??? Aduh pusing deh....
sembilanbelas November 11th, 2010, 07:20 AM copy paste (lagi....) :nuts: :nuts:
Dafam Group Investasikan Rp 450 M
• Fokus Hotel Bintang 2 dan 3
SEMARANG- Dafam Group menginvestasikan dana sebesar Rp 450 miliar untuk membangun jaringan baru hotel nasional berkantor pusat di Semarang.
Salah satunya yang segera dibuka pada awal Desember mendatang adalah Hotel Dafam di Jalan Imam Bonjol 188 Semarang, yang menelan biaya investasi hingga Rp 70 miliar.
Presiden Direktur Dafam Hotels & Resorts, Billy Dahlan mengungkapkan, Dafam akan bermain di bintang dua (Marlin) dan bintang tiga (Dafam) dengan target lima hotel sampai tahun 2011 dan meningkat menjadi 10 hotel pada 2013. Hotel Dafam juga hadir di Kota Cilacap dan saat ini sudah beroperasi setelah take over dari Hotel Grand Cilacap yang sudah direnovasi total.
Hotel lainnya dalam grup Dafam yakni Hotel Marlin di Jalan Wiradesa No 25 Pekalongan yang berkonsep minimalis mulai soft opening pada Jumat (12/11). Sisanya Hotel Dafam akan dibangun di Yogyakarta, Solo dan Bali pada 2012. Ia optimistis, respons pasar akan positif ditambah lagi potensi pasar hotel khususnya bintang 2 dan 3 masih sangat besar.
’’Kami mengambil lokasi strategis dekat dengan stasiun, pusat perbelanjaan, pusat pemerintahan, dan tak jauh dari bandara A Yani. Mal juga tumbuh pesat di Semarang begitu pula Pekalongan dan Solo sehingga pasarnya masih positif,’’ jelas Billy saat konferensi pers dengan media di Hotel Dafam Jalan Imam Bonjol, Rabu (10/11).
Cukup Ketat Managing Director Dafam Hotels & Resort, Andhy Irawan mengatakan, meski persaingan hotel cukup ketat tetapi potensi bisnis terutama dari sisi Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) di wilayah Semarang masih luas untuk digarap. ’’Sebenarnya Dafam sudah di-approach oleh tiga investor yang mau mengoperasikan hotel ini, tetapi saat ini kami ingin fokus membangun dan mengoperasikannya sendiri. Meskipun termasuk bintang tiga tapi layanan dan fasilitas kami bintang lima,’’ terang Andhy.
Pembangunan hotel ini juga terbilang cepat dimana biasanya pembangunan berlangsung sekitar 18 bulan, maka Dafam dibangun sekitar 10 bulan saja.
Dafam Semarang bergaya Victorian ini memiliki 103 kamar terdiri atas 87 deluxe, 10 executive, 5 suite, dan 1 royal suite. Untuk mendukung MICE, terdapat pula tujuh fasilitas ruangan meeting berkapasitas 20-500 orang, restoran, business centre, fitness centre, lobby lounge, drugstore, TV Cable, spa & massage, wifi internet, driver room, media center, dll. (J14-52)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/11/129777/Dafam-Group-Investasikan-Rp-450-M
sembilanbelas November 11th, 2010, 02:14 PM Buah Penyimpangan Tata Ruang
SEMARANG - Pembangunan Kota Semarang telah mengabaikan konsep tata ruang. Akibatnya, terjadilah perubahan wajah tata ruang yang tidak pro lingkungan. Terjadinya banjir, tanah longsor membuktikan penyimpangan dari konsep itu. Para akademisi sudah kerap memperingatkan masalah itu. Namun yang terjadi, izin-izin pengembangan kawasan dikeluarkan dengan gampang.
Seperti diungkapkan Guru Besar Teknik Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc, banyak alih guna lahan dari perkebunan atau hutan dijadikan pemukiman atau kawasan industri.
’’Alam itu sebenarnya sudah bijaksana. Air hujan turun ke sungai dari hulu ke hilir dan bermuara ke laut. Kalau dari atas tidak dikontrol tata ruangnya, banyak daerah resapan hilang sudah barang tentu air turun dengan cepatnya,’’ ungkap dia.
Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang ini menjelaskan, dilihat dari latar belakang pembangunan daerah hulu, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) tidak diawasi secara ketat saat perizinannya.
’’Koefisien dasar bangunan harus diterapkan secara konsekuen, dan perlu ditindaklanjuti dalam perizinan serta pengawasan pembangunan,’’ tuturnya.
Kemungkinan banjir yang terjadi di wilayah Semarang dan semakin meluas di bagian barat disebabkan karena endapan yang makin tebal. Sungai tidak lagi mampu menampung air hujan, ditambah tidak ada lahan untuk menyerapnya.
’’Idealnya, pembagian tata ruang kota harus terdiri dari 40% bangunan dan 60% ruang terbuka hijau. Dengan begitu air hujan dapat tertampung di daerah serapan. Sementara di Kota Semarang sendiri, ruang terbuka tinggal 30%,’’ujarnya.
Fenomena Senada diungkapkan pakar lingkungan hidup Undip, Prof Sudharto P Hadi PhD MES. Dia mengungkapkan, banjir merupakan sebuah fenomena luapan air hujan yang tidak mampu ditampung oleh sungai.
Kali Beringin dan Kali Gondoriyo tidak mampu menampung air mengingat daerah hulunya dibuka jadi perumahan, seperti Bukit Semarang Baru (BSB). Muncul pula permukiman baru seperti Beringain Asri, Pondok Beringin, Beringin Putih, Koveri Permai dan Pondok Ngaliyan. Demikian pula di Kali KLampisan dan Kali Silandak untuk hulunya dibuka Kawasan Industri Candi.
’’Pemukiman baru dan kawasan industri yang berada di daerah atas Semarang bagian barat diindikasi sebagai penyebab banjir, karena terlampauinya daya dukung lingkungan. Kemampuan tanah untuk menyerap curah hujan yang tinggi sangat terbatas alih guna lahan tersebut,’’ ujar guru besar Sosiologi Lingkungan Undip ini.
Kedua pakar itu berpendapat untuk menanggulanginya tidak cukup dengan normalisasi sungai. Jalan keluar dengan pembuatan embung atau waduk maupun dengan sumur resapan untuk mengurangi debit air sungai.
Wali Kota Soemarmo berjanji akan membenahi kawasan atas. Seperti dengan memperketat perizinan, mulai dari wajib memenuhi siteplan pengembangan terutama untuk drainase. Pada KDB harus dibalik yang semula 60% kawasan untuk perumahan dan 30% ruang terbuka hijau.
Bagi permukiman yang sudah terlanjur ada, tentunya izinnya akan dikaji ulang. Setidaknya harus dibuka ruang terbuka hijau. Untuk Kali Beringin, sementara pernyelesaiannya dengan normalisasi. Penampang sungai akan dilebarkan 30 meter sampai ke muara. (K3,H37,H35-16)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/11/129792/Buah-Penyimpangan-Tata-Ruang-
Banjir Besar Ancam Semarang
•Ratusan Warga Diungsikan : Tanah Mas Masih Terendam
SEMARANG - Banjir besar diperkirakan mengancam wilayah Kota Semarang akibat cuaca ekstrim di puncak musim penghujan.
Ancaman itu sewaktu-waktu bisa datang hingga Maret 2011. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng memprediksi fenomena La Nina masih kuat hingga Maret 2011. Fenomena itu akan menyebabkan intensitas curah hujan di Semarang semakin meningkat.
’’La Nina berpotensi menimbulkan dampak berupa penyimpangan iklim yang cukup signifikan. Memasuki puncak musim penghujan, potensi cuaca ekstrim akan semakin intens. Kalau November sampai Desember potensi cuaca ekstrim sedikitnya sekali seminggu, begitu memasuki puncak musim penghujan bisa lebih dari itu,’’ ujar prakirawan BMKG Jateng Reni Kraningtyas, kemarin.
Karena itu, ia meminta masyarakat sekitar Semarang agar lebih waspada memasuki puncak musim penghujan. Intensitas curah hujan masih berpotensi melebihi 167 mm/hari. Begitu pula dengan kecepatan angin masih berpotensi lebih dari 30 km/jam.
Menurutnya, intensitas curah hujan pada Selasa lalu di beberapa titik yang dilanda banjir bandang berkisar antara 109-167 mm. Curah hujan yang normal sendiri dibawah 100 cm.
Sementara itu, pendataan akibat bencana Selasa (9/11) lalu terus dilakukan. Sejauh ini, enam korban dinyatakan tewas di beberapa lokasi bencana.
Bahkan, anggota Basarnas SAR Semarang Basuki menyebutkan, tiga orang lagi hilang dan masih dalam pencarian. Pihaknya masih melakukan pencarian ketiganya yang hanyut di Kelurahan Karanggayam, Kecamatan Tugu, Semarang Barat. Dalam evakuasi itu diterjunkan 10 orang personel.
Diungsikan Lurah Mangkang Wetan, Suyono mengatakan ratusan warganya diungsikan saat banjir Selasa (9/11) lalu. Selain ke rumah-rumah yang tempatnya lebih tinggi, mereka juga dikumpulkan di Toko Swalayan Aneka Jaya. ”Tapi sifatnya hanya sementara, setelah air surut warga pulang kembali,” katanya. Suyono mengatakan banjir terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Beringin di lima titik. ”Tanggul hanya terbuat dari tanah yang relatif gembur, sehingga kalau air besar mudah jebol. Hal yang sama terjadi pada banjir Minggu (7/11) lalu, tapi tidak separah Selasa kemarin,” katanya.
Banjir Selasa petang lalu merendam 1.400 rumah yang ditempati sekitar 1500 kepala keluarga yang ada di Kelurahan Mangkang Wetan. Wilayah terparah terdapat di RW 1,2,3 dan 4 dengan jumlah total sekitar 600-an rumah. Sampai petang kemarin, dari lima titik tanggul yang jebol baru satu titik yang sudah diperbaiki dengan terucuk bambu. Sisanya belum bisa ditangani karena warga masih disibukkan dengan pembersihan rumahnya dari lumpur.
Sungai tersebut juga memporak-porandakan Kampung Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan. Ratusan tentara, Satpol PP, dan anggota ormas membantu warga untuk menata kembali kampung tersebut yang sebagian besar wilayahnya tertutup lumpur. Tiga mobil pemadam kebakaran tampak hilir mudik di tempat itu, membawa air untuk menghilangkan lumpur di pemukiman warga dan masjid. Selain itu, Pemkot juga mengirimkan dua alat berat (begu) dan beberapa truk sampah agar pekerjaan pembersihan sisa banjir cepat selesai.
Menurut warga, air yang masuk ke kampung setelah menerjang tanggul sepanjang 25 meter itu datang sangat deras. Dalam tempo tak lebih dari setengah jam ketinggian dikatakan telah mencapai dua meter. Tak hanya kampung, Jalan Raya Semarang-Kendal di depan kampung itu juga terendam, sehingga membuat arus lalu lintas berhenti. Arus Kali Beringin yang kuat juga menghancurkan talut sepanjang 400 m di kawasan RW 6 Perum Wahyu Utomo Tambakaji. Padahal, talut tersebut baru saja dibangun dari dana bantuan Pemkot. Selain itu, sebagian pondasi jembatan yang menghubungkan wilayah RT 9 dan RT 7 RW 6 Tambakaji, runtuh.
”Untung saja jembatan tidak ambrol, karena sangat penting memperlancar aktivitas warga termasuk jalur lewat buruh pabrik Tambakaji. Kejadian kali ini paling parah. Sebelumnya, banjir maksimal tingginya hanya 0,5 m pada 1990, tidak 1,5 m seperti Selasa lalu,” kata salah seorang warga Sri Mulyati.
Di wilayah Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, banjir paling parah terjadi di RT 7 RW 2 Wates. Sekitar 15 rumah hilang tak berbekas akibat terseret arus Kali Gondorio. Puluhan motor rusak akibat korsleting beserta perabot rumah tangga akibat terkena banjir setinggi 1,5 m.
Hujan deras yang terjadi Selasa (9/11) sore juga mengakibatkan talut longsor menimpa dua rumah di Jalan Bendungan, Perum Payung Mas Blok G, Pudak Payung. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian hanya bersifat material.
Jarak talut setinggi empat meter itu dengan pagar rumah yang tertimpa hanya sekitar dua setengah meter. Selain menimpa bagian depan rumah, talut juga menutup seluruh badan jalan. Menurut salah seorang warga yang rumahnya tertimpa longsor, Widi Hartoyo (53), talut longsor pada pukul 15.30. ’’Saat itu saya berada di dalam rumah. Setelah ada suara gemuruh saya keluar ternyata talut di depan rumah longsor,’’ katanya kemarin.
Talut ambrol juga terjadi di Jalan Raya Ngaliyan tepatnya sekitar 10 meter dari RS Permata Medika, Ngaliyan Selasa (9/11) lalu sekitar pukul 15.00. Talut setinggi kurang lebih lima meter itu menghanyutkan sebuah bengkel tambal ban milik Hariyadi (45). Tidak hanya itu, dampak dari kencangnya arus air, ruas jalan tak jauh dari lokasi talut juga ambrol dan membentuk kubangan sedalam 3 meter. Rusaknya jalan itu hanya berselang sekitar satu jam setelah talut ambrol. Lubang itu memilik ukuran sekitar 2 meter x 1 meter. (H35,J12,J9,H69,H70,H36,H37,H55-16)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/11/129789/Banjir-Besar-Ancam-Semarang
Kawasan Industri Terancam Dampak Banjir
SEMARANG- Bahaya banjir yang seringkali menimpa Kota Semarang mengancam keberlangsungan aktivitas kawasan industri. Seperti halnya banjir bandang yang terjadi di wilayah barat Kota Semarang yang mengakibatkan infrastruktur jalur Jl Siliwangi-Jl Walisongo lumpuh kemarin lusa. Di ruas jalur tersebut merupakan perlintasan transportasi sejumlah kawasan industri.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng Solichedi berpendapat, aktivitas di kawasan industri sudah seharusnya menjadi prioritas pemerintah dalam melindungi sektor usaha. Persoalan banjir di Semarang ini dinilai masih belum tertangani dengan baik.
‘’Padahal dalam sebuah kawasan industri tertanam investasi yang tidak sedikit jumlahnya,’’ katanya, Rabu (10/11).
Ia menekankan untuk penataan tata ruang, keberadaan ruang terbuka hijau saat ini sudah semakin menipis, pengaturan drainase, dan normalisasi sungai yang mengalami disfungsi. Sedimentasi yang terjadi menurut Solichedi, tak mampu lagi menampung debit air permukaan yang tumpah.
‘’Kawasan industri itu investasi besar tidak hanya menyangkut pengelola tetapi juga penghuninya. Pemkot harus menjaga DAS. Kalau perlu membuat kolam-kolam retensi dan masuk kategori penghijauan untuk melindungi masyarakat yang tinggal di sekitarnya termasuk juga kawasan indusri,’’ imbuhnya. Diketahui, di ruas jalan tersebut ada beberapa kawasan industri, yaitu Kawasan Industri Candi, Tugu Wijayakusuma, dan Guna Mekar.
Paling Parah Sementara itu, Pengelola Kawasan Industri Wijaya Kusuma Djayadi mengatakan, bencana banjir yang melanda kawasan barat Semarang belum mengakibatkan gangguan aktivitas usaha yang parah di kawasan industri di wilayah tersebut. Hujan ekstrem di Kota Semarang yang berlangsung lebih dari empat jam memang sempat merendam sejumlah titik pertemuan di kawasan industri yang dikelolanya. Namun, terang dia, air surut terbilang cepat.
Jarak kawasan industri ini, lanjut dia, berjarak sekitar 2 kilometer berbatasan dengan saluran dari arah Mangkang dan mendapat banjir kiriman dari Kali Beringin yang mengalami sedimentasi cukup parah.
‘’Ini paling parah karena air membeludak sampai ke kawasan industri,’’ ujar Djayadi. Ia yang juga Koordinator Kawasan Industri di Jateng mengatakan, pihaknya berharap pemerintah kota bisa segera menormalisasi Kali Beringin. (J14-77)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/11/129830/Kawasan-Industri-Terancam-Dampak-Banjir-
sembilanbelas November 11th, 2010, 02:18 PM Ganti Rugi Ditenggat 28 Desember
SEMARANG(SINDO) – Pemkot Semarang diberi batas waktu hingga 28 Desember mendatang untuk menyelesaikan persoalan ganti rugi tanah terkait pembangunan kolam retensi di Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara.
Apabila persoalan tersebut belum rampung hingga batas waktu yang ditentukan, Kementerian BUMN akan mencabut persetujuannya atas penggunaan lahan seluas 9,23 hektare untuk kolam retensi. Hal ini menyusul keluarnya surat bernomor S-888/MBU/2009 tertanggal 28 Desember 2009 yang ditandatangani Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Dalam surat tersebut memuat empat poin.
Pertama,menyetujui penggunaan dan pelepasan sebagian tanah di daerah lingkungan kerja Pelabuhan Tanjung Emas, di Panggung Lor seluas 9,23 hektare untuk kolam retensi.Persetujuan diberikan dengan pertimbangan fungsi kolam retensi sebagai pencegah banjir di Semarang Utara dan manfaat yang akan dirasakan masyarakat.
Kedua, meminta adanya penetapan nilai ganti rugi yang dapat dipertanggung jawabkan Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, selaku pemegang Hak Pengelolaan Lahan (HPL).Yakni,mengacu ke PP No 36/2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum sebagaimana telah diubah dengan PP No 65/2006. Sedangkan poin ketiga, hasil atas kompensasi aktiva dimaksud digunakan untuk menambah likuiditas perusahaan.
Dan poin keempat,persetujuan penghapusbukuan dan pelepasan tanah aktiva dimaksud diberikan jangka waktu untuk satu tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan. Dan apabila dalam jangka waktu tersebut belum direalisasikan,persetujuan tersebut dinyatakan tidak berlaku. Plt Sekda Kota Semarang Akhmat Zaenuri mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima surat edaran dari Menteri BUMN itu.
Terkait ganti rugi ke Pelindo, Zaenuri menegaskan, sejak awal pihaknya sudah meminta agar perusahaan tersebut mengajukan nominal yang diinginkan.Namun,ternyata Pelindo malah mengajukan ganti rugi Rp0 dan meminta ganti rugi diberikan ke PT Tanah Mas Baruna (TMB). ”Itu (tidak minta ganti rugi dan dialihkan ke TMB) ada bukti dokumennya,”kata dia. Belakangan,lanjut Zaenuri,Pelindo malah mengajukan permintaan biaya administrasi dan pengalihan aset Rp10,7 miliar.
”Terkait dengan surat menteri tersebut, batas waktu dan yang Rp10,7 miliar kami sudah koordinasi dengan Pemprov Jateng. Nanti akan dilakukan pembahasan bersama di Pemprov,”tandas dia. Perlu diketahui,persoalan ganti rugi lahan kolam retensi hingga saat ini belum rampung. Selain disebabkan kekukuhan Pelindo yang tak mau menerima ganti rugi,juga muncul persoalan lain,yakni dugaan mark up dalam penentuan nilai ganti rugi kepada PT TMB oleh tim appraisal PT Sucofindo. (agus joko
sumber: seputar indonesia
jonokun November 11th, 2010, 05:35 PM Hari ini habis menjelajahi gramedia pemuda...
Tempat parkirannya agak kurang luas, walaupun udah 2 lantai. Kalo dari tempat parkir, mau masuk, disebelah kiri pintu masuk ke hotel amaris (kelihatan cuma resepsionis doang, dan di pojok ada lift, ga ada loby, jadi dari pintu langsung resepsionis, mungkin lobynya di atas, soalnya saya gak masuk ke hotelnya:bash:) dan disebelah kananya pintu masuk ke gramedia.
Gramedia ada 3 lantai, lantai 1 tempat penitipan barang sama ada macem printer, lantai 2 tempat alat tulis, tas, aksesoris hp, aksesoris komputer, dll, lantai 3 buku2. O....iya naeknya pake eskalator. Kalo menurut saya tempatnya kurang luas.....:)
Cah SMG November 11th, 2010, 07:59 PM http://img825.imageshack.us/img825/4708/lulukawinanputri006.jpg (http://img825.imageshack.us/i/lulukawinanputri006.jpg/)
Cah SMG November 11th, 2010, 08:02 PM http://img248.imageshack.us/img248/7470/lulukawinanputri009.jpg (http://img248.imageshack.us/i/lulukawinanputri009.jpg/)
sembilanbelas November 11th, 2010, 11:15 PM 12 Koridor BRT Kedungsapur Dipersiapkan
* Ditargetkan Terealisasi 2012
SEMARANG -Konsep bus rapid transit atau BRT untuk kawasan Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Ungaran, Purwodadi (Kedungsapur) mulai dirintis.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mendesak Pemkot/Pemkab setempat supaya segera merealisasikan angkutan massal itu.
Sesuai perkembangan perkotaan, laju kepemilikan kendaraan pribadi untuk kawasan tersebut berkembang pesat. Di sisi lain ketersediaan sarana jalan sudah tidak lagi mencukupi, akibatnya muncul kemacetan panjang di ruas-ruas penghubung kawasan itu.
Diungkapkan Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Dirjen Hubdar Dr Elly Adriani Sinaga, paling tidak 2012 sudah bisa direalisasikan. Tentunya yang sekarang ini harus diselesaikan adalah koordinasi antardaerah, mengingat keberadaan BRT untuk Kedungsapur adalah moda transportasi massal interkoneksi daerah.
’’Kalau bisa dipercepat, saya setuju sekali. Pemerintah pusat akan mendukung penuh. Semakin cepat, semakin baik,’’ katanya usai paparan BRT Kedungsapur di kantor Bappeda Jateng, Jl Pemuda, Kamis (11/11).
Studi Kelayakan
Baginya, daerah-daerah itu sangat memerlukan sebuah moda transportasi yang layak dan nyaman. Terlebih dengan adanya BRT, setidaknya bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya. Seperti halnya Kota Semarang dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 juta jiwa dalam kurun waktu dua atau tiga tahun lagi sangat berpotensi terjadi overload kendaraan.
’’Kalau Semarang saja sudah meningkat, tentu daerah-daerah lain di sekitarnya akan kena imbasnya. Masak mau sama Jakarta. Makanya sekarang harus dipersiapkan,’’ tandas dia.
Kepala Dishubkominfo Jateng Urip Sihabudin melalui Kabid Angkutan Broto Husodo menjelaskan kemungkinan besar BRT Kedungsepur bisa direalisasikan pada 2013. Pasalnya untuk 2011 dan 2012, bersama kabupaten/kota setempat mempersiapkan studi kelayakan.
Bila tahapan itu bisa dilaksanakan, tentu pada 2012 tinggal menyelesaikan detail engineering design (DED). ’’Ibarat bangunan, kami sedang menyusun kerangkanya dulu. Masih perlu konsultasi sana-sini, termasuk siapa berbuat apa,’’ ungkap dia.
Yang jelas konsep awal sudah disiapkan, yakni mempersiapkan 12 koridor untuk wilayah Kedungsepur. Pakar transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno menyebutkan dari 12 koridor itu empat koridor utama karena akan dilalui bus ukuran besar seperti Semarang-Kendal-Weleri, Semarang-Demak, Semarang Purwodadi, Semarang-Ungaran-Salatiga.
Sedangkan delapan koridor lainnya dilalui bus sedang meliputi Semarang-Boja, Weleri-Sukorejo, Sukorejo-Boja, Boja-Ambarawa-Bawen, Kaliwungu-Boja, Boja-Ungaran, Demak-Godong-Purwodadi dan Purwodadi-Gubug.
’’Maksud koridor yang dilalui bus sedang ini setidaknya turut mendukung program Bali Ndesa Mbangun Desa karena yang dilalui adalah daerah-daerah pinggiran,’’ tandas dia. (H37,H35-67)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/12/129873/12-Koridor-BRT-Kedungsapur-Dipersiapkan
sembilanbelas November 11th, 2010, 11:24 PM Di Kawasan Semarang Atas
Izin Perumahan Ditinjau Ulang
* Penyebab Banjir Bandang
SEMARANG- Pemkot segera meninjau ulang izin perumahan di Semarang bagian atas. Tinjauan izin untuk perumahan dan industri itu menyusul banjir bandang pada Selasa (9/11).
Wali Kota Soemarmo HS menegaskan, dinas teknis seperti Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP), Dinas PSDA dan ESDM serta Badan Lingkungan Hidup harus melihat kembali akta perizinan tersebut.
’’Sebelumnya perlu dipetakan akar permasalahannya. Kalau terkait daerah aliran sungai (DAS) Beringin, tentunya izin-izin mana saja yang dikeluarkan di lokasi itu. Bila sudah terdata semuanya, kami lihat kondisi di lapangan, apakah pembangunannya sesuai dengan perizinan,’’ ungkapnya di Balai Kota, Kamis (11/11).
Rujukan perizinan tersebut mencakup site plan atau rancangan gambar, Koefisien Dasar Bangunan (KDB), dan Izin Gangguan (HO). Dari rujukan-rujukan itu, kata dia, bisa dilihat pembangunannya bermasalah atau tidak.
Bila ditemukan pelanggaran KDB, Pemkot akan meminta pertanggungjawaban pengembang supaya menyiapkan lahan terbuka. Bila tidak bisa mencukupi, tentu izin usahanya akan dicabut.
’’Aturannya 60 persen untuk ruang terbuka dan 30 persen untuk bangunan dari luasan kawasan yang diizinkan,’’ ungkap dia.
Pertumbuhan Pesat
Wakil Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jateng, Djoko Santoso mengungkapkan, pertumbuhan perumahan yang pesat di kawasan Semarang atas tidak bisa dimungkiri terjadi karena tingginya permintaan dari masyarakat.
Faktor kenyamanan serta fasilitas pendukung yang tersedia seperti kebutuhan air bersih juga menjadi salah satu penyebabnya. Konsumen pun rata-rata banyak mencari kawasan perumahan di bagian atas meskipun harga yang ditawarkan relatif lebih mahal. Dengan banyak permintaan, secara otomatis pengembang melihat peluang untuk menyuplai perumahan berbagai tipe. Persoalan banjir dan rob, lanjut dia, juga menjadi salah satu pertimbangan konsumen.
Jika dikatakan pembangunan yang marak mengakibatkan berkurangnya daerah resapan di wilayah atas, kata dia, maka perlu ditinjau lagi perizinan yang dikeluarkan oleh Pemkot. Perumahan, menurut dia, tidak hanya dikembangkan oleh anggota REI. Tetapi juga pengembang di luar REI serta perseorangan. Kelompok yang terakhir ini biasanya mengembangkan hanya beberapa unit rumah di lahan yang tidak terlalu luas. ’’Pemkot mungkin bisa lebih mengawasi kemungkinan penyalahgunaan pengembangan perumahan,’’ katanya.
Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi C Agung Budi Margono menyatakan, peristiwa banjir bandang beberapa waktu lalu perlu disikapi serius oleh Pemkot, terutama untuk audit lingkungan dalam hal ini masalah perizinan.
Dia mengusulkan, supaya Pemkot dalam izinnya memberi penekanan kepada pengembangan untuk memberikan kompensasi, yakni wajib membuat embung atau vegetasi. Munculnya bencana terutama banjir di beberapa tempat dalam minggu ini, dipandang cukup untuk meningkatkan status Semarang menjadi bencana. Apalagi bencana tersebut menimbulkan banyak korban baik nyawa maupun materi.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Wahid Nurmianto mengusulkan itu, karena sesuai Perda No 40/2010 tentang Penanganan dan Penanggulangan Bencana, banjir itu masuk kategori bencana. ’’Dalam peraturan itu, definisi bencana yakni bisa mengancam keselamatan jiwa, harta benda, lingkungan serta menimbulkan dampak psikologis bagi warga. Kalau dilihat banjir kemarin, dengan merenggut enam nyawa sudah tepat kiranya statusnya dinaikkan menjadi bencana,’’ kata dia.
Status itu sebenarnya justru menguntungkan Pemkot dan masyarakat karena bisa dijadikan dasar untuk mencairkan dana bencana. Tanpa menjadikan status bencana, Pemkot tidak bisa menggunakan dana bencana yang mencapai Rp 10 miliar. Dana tersebut sekarang sudah ada di rekening Dinas Kebakaran selaku dinas yang menanganai bencana alam dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (Tim SM-67)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/12/129872/Izin-Perumahan-Ditinjau-Ulang
sembilanbelas November 11th, 2010, 11:28 PM 4 Investor Masuki Semarang
SEMARANG(SINDO) – Kota Semarang masih menyimpan daya tarik bagi investor.Akhir tahun ini, ada empat investor baru yang akan memusatkan kegiatan produksinya di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW),Semarang.
Investor yang masuk,yakni PT Nippon Indosari Corpindo (Sari Roti), PT Mitra (sirup Marjan Boudin),PT Lentera (service tabung gas 3 kg) dan industri velg (per orangan). “Menjelang akhir tahun ini minat investor untuk mendirikan pabrik di Kawasan Industri Wijayakusuma masih cukup besar,” kata Manager Marketing Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang Bambang Setiawan kemarin.
Dengan masuknya empat investor tersebut,kini jumlah total investor yang ada di Kawasan Industri Wijayakusuma sebanyak 50 pengusahadengancakupanlahan80hektare (ha).Sementara luas lahan kawasan industri tersebut seluas 250 ha. Kawasan Industri Wijayakusuma dinilainya masih sangat potensial untuk berdiri industri besar tanpa gangguan banjir dan rob.
“Karena kita di sini memiliki drainase yang baik. Drainase yang ada di kawasan industri didukung dua sistem pembuangan air langsung ke laut yang berada di sebelah timur dan barat,”tukasnya. Disinggung banjir di Kota Semarang dua hari lalu,dia menegaskan, kawasan industri yang dikelolanya tidak mengalani banjir.
“Tempat kami tidak pernah banjir.” Jaminan tidak terkena banjir, sambung dia, untuk memberikan imej positif kepada semua pihak, terutama calon investor yang ingin mendirikan pabrik di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang. Sedangkan untuk kondisi infrastruktur, Bambang mengatakan, juga tidak ada kerusakan yang berpotensi mengganggu kinerja perusahaan yang ada di kawasan industri.
“Selama ini juga belum ada protes ataupun komplain dari kalangan industri yang menetap di sini. Sebab, pabrik mereka tidak terkena banjir,”klaimnya. Sementara itu, wakil Ketua Bidang Investasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng Didik Soekmono mengatakan, dalam kondisi curah hujan tinggi dan banjir seperti sekarang yang paling terkena dampaknya adalah kawasan industri di daerahKaligawe sepertiLIKBugangan dan Kawasan Industri Terboyo.
Dirinya tidak heran bila kemudian infrastruktur di kawasan industri yang kerap banjir dan rob menjadi rusak.Imbasnya,kegiatan produksi pabrik yang beroperasi di dalamnya menjadi terganggu. “LIK Bugangan Semarang itu kondisinya seperti itu, sebagian tergenang air dan infrastruktur jalannya banyak yang rusak,”bebernya. Itulah yang membuat Didik tidak kaget ada investor yang berpindah ke kawasan industri lain yang bebas dari banjir. Contohnya,Kawasan Industri Candi dan Kawasan Industri Wijayakusuma. (alkomari)
sumbert: seputar indonesia
sembilanbelas November 11th, 2010, 11:41 PM Gramedia Amaris Pemuda : Satu-satunya toko buku di Semarang yang memiliki eskalator
http://img299.imageshack.us/img299/9461/gramedia.jpg (http://img299.imageshack.us/i/gramedia.jpg/)
http://img3.imageshack.us/img3/3127/gramedia2.jpg (http://img3.imageshack.us/i/gramedia2.jpg/)
Tanggal 11 bulan November 2010, Gramedia sebagai salah satu lifestyle masyarakat pencinta buku di kota Semarang telah buka cabang di daerah Pemuda. Tepatnya di jalan Pemuda no.138 Semarang. Cabang ke 3 yang kali ini berada dalam satu lokasi bersama hotel Amaris, sebuah hotel yang baru juga buka di kota Semarang.
Saat berkunjung ke Gramedia, keramaian sangat tampak di pintu masuk yang berada di lantai 1. Ada 3 lantai yang terhubung melalui eskalator di gramedia ini. Lantai 1 sendiri adalah tempat penitipan barang dan beberapa stand. Lalu lantai 2 di dominasi oleh perangkat-perangkat elektronik semisal laptop dan perlengkapan kantor. Sedangkan di lantai 3, disinilah pusat dari segala buku yang tersusun oleh rak-rak yang sangat rapi. Setiap eskalator sudah ada security yang siap menjaga dan membantu para pengunjung.
Karena berdekatan dengan sekolah-sekolah, Gramedia hari ini banyak dikunjungin oleh siswa-siswi sekolah. Daerah pemuda yang yang terletak sangat strategis dan memiliki sejarah yang panjang, dan dihapit dua mal diantaranya Paragon mal dan DP mal, menjadikan Gramedia mudah diakses oleh siapapun juga.
Saat ditemui di lantai 3, ada mas Anang dan Pak Harji. Pak Harji sebagai Supervisor Gramedia mengungkapkan, ” Gramedia sendiri yang memiliki visi dan misi mencerahkah kehidupan bangsa melalui buku ingin membuka cakrawala masyarakat Semarang, bahwa bukan hanya simpang lima sebagai pusat dari segalanya. tetapi daerah jalan pemuda yang memiliki potensi dan nuansa klasik patut juga dikembangkan. Selain itu ingin menghidupkan keramaian di kota Semarang selain di simpang lima.”
Bernama panjang Athanasius Harjianto, Pak Harji sapaan akrab beliau ini menambahkan, “bahwa masyarakat kota Semarang mulai berubah, banyak sekarang buku menjadi kebutuhan tersendiri. Terbukti, Gramedia saat membuka cabang pertama hingga kedua, Gramedia tetap selalu ramai dikunjungin. Mudahan dengan cabang ke 3 ini, Gramedia memiliki pasar baru dan mengajak masyarakat yang gemar membaca buku lebih banyak lagi“.
Meski belum merambah dunia online, toko buku Gramedia ingin merubah kecenderungan orang-orang untuk selalu berada di dunia maya dan mengajak masyarakat lebih cenderung untuk membaca buku
Kelebihan Gramedia Amaris Pemuda
- menggunakan konsep modern dan baru
- lebih luas, lebih nyaman dan aman tentunya bagi anak-anak
- Salah satu toko buku yang menggunakan eskalator
- lightingnya bagus
- Waktunya lebih panjang daripada yang ada di mal-mal
- gedung yang baru
Kekurangannya mungkin hanya kurangnya tempat duduk untuk beristirahat ketika pengunjung mencari buku terlalu lama dan tak bisa lama-lama berdiri. Mungkin ini yang patut dibenahi oleh Gramedia. Selainnya, semua sudah lumayan baik.
sumber: http://dotsemarang.blogdetik.com/?p=699
titus15 November 12th, 2010, 01:13 AM Di Kawasan Semarang Atas
Izin Perumahan Ditinjau Ulang
* Penyebab Banjir Bandang
SEMARANG- Pemkot segera meninjau ulang izin perumahan di Semarang bagian atas. Tinjauan izin untuk perumahan dan industri itu menyusul banjir bandang pada Selasa (9/11).
’’Aturannya 60 persen untuk ruang terbuka dan 30 persen untuk bangunan dari luasan kawasan yang diizinkan,’’ ungkap dia.
..........................
Jika dikatakan pembangunan yang marak mengakibatkan berkurangnya daerah resapan di wilayah atas, kata dia, maka perlu ditinjau lagi perizinan yang dikeluarkan oleh Pemkot. Perumahan, menurut dia, tidak hanya dikembangkan oleh anggota REI. Tetapi juga pengembang di luar REI serta perseorangan. Kelompok yang terakhir ini biasanya mengembangkan hanya beberapa unit rumah di lahan yang tidak terlalu luas. ’’Pemkot mungkin bisa lebih mengawasi kemungkinan penyalahgunaan pengembangan perumahan,’’ katanya.
Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi C Agung Budi Margono menyatakan, peristiwa banjir bandang beberapa waktu lalu perlu disikapi serius oleh Pemkot, terutama untuk audit lingkungan dalam hal ini masalah perizinan.
Dia mengusulkan, supaya Pemkot dalam izinnya memberi penekanan kepada pengembangan untuk memberikan kompensasi, yakni wajib membuat embung atau vegetasi. Munculnya bencana terutama banjir di beberapa tempat dalam minggu ini, dipandang cukup untuk meningkatkan status Semarang menjadi bencana. Apalagi bencana tersebut menimbulkan banyak korban baik nyawa maupun materi.
(Tim SM-67)
Sebetulnya kebijakan 30:90 untuk pemukiman dan RTH juga kurang cespleng. Ini hanya kaan membuat harga lahan melambung dan tidak terkontror. Harga tanah di perumahan pasti akan lebih tinggi dari harga tanah disekitarnya. Dalam beberapa tahun harga tanah disekitarnya pasti sudah sama dengan harga tanah perumahan.
Seharusnya pemkot memikirkan untuk menyetop ijin perumahan, dan menjadi pembangunan huian vertikal di kawasan pinggiran, dengan demikian harga tanah akan terokontrol, dan lahan untuk kawasan resapan juga akan terkendali. Dengan membangun hunian vertikal di pinggiran juga dapat mengembangkan perekonomian di kawasan pinggiran, dan jadi momentum untuk membangun infrastruktur jalan di kawasan pinggiran... jadi satu kebijakan ini mempunyai dampak yang luas ke depan.
castle_92 November 13th, 2010, 01:37 AM http://img248.imageshack.us/img248/7470/lulukawinanputri009.jpg (http://img248.imageshack.us/i/lulukawinanputri009.jpg/)
Ini ngambilnya dari hotel ibis y mas ??
castle_92 November 13th, 2010, 02:15 AM 2011, pembebasan lahan selesai
Friday, 12 November 2010
BALAIKOTA - Pengerjaan fisik tol Semarang-Batang dipastikan baru akan dilaksanakan pada tahun 2012 mendatang. Menurut Wakil Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) kota Semarang, Nurjanah, pengerjaan fisik baru bisa dilakukan jika proses pembebasan lahan minimal sudah dilakukan sebanyak 75 persen.
Paling tidak, pembangunan jalan tol seksi lima yang ada di kota Semarang ini membutuhkan lahan seluas 60,6 hektar. "Lahan yang dibutuhkan di antaranya ada di Kecamatan Ngaliyan yang ada di delapan kelurahan dan sebuah kelurahan di Kecamatan Semarang Barat,"terangnya di Balaikota, Selasa (9/11).
Adapun kelurahan yang ada di Kecamatan Ngaliyan adalah Kelurahan Wonosari (176 bidang), Podorejo (1 bidang), Purwoyoso (847 bidang), Ngaliyan (269 bidang), Gondoriyo (327 bidang), Bringin (2 bidang), Bambankerep (71 bidang) dan Kelurahan Tambakaji (651 bidang). Sedang yang ada di Kecamatan Semarang Barat adalah Kelurahan Kembang Arum (204 bidang).
Dijelaskan Nurjanah, Pemkot Semarang sudah memulai sosialisasi proyek ini sejak 6 Oktober lalu di masing-masing kelurahan yang terkena dampak. Adapun target penyelesaian pembebasan lahan diprediksi akan rampung pada akhir tahun 2011 mendatang.
Kaliwungu
Jalan tol Semarang- Batang sesi lima ini, imbuhnya, akan dimulai dari Kaliwungu hingga Jrakah dengan panjang sekitar 10,1 km. Adapun panjang total jalan tol nantinya adalan 75 km dan diprediksi akan rampung pada 2014 mendatang. "Jadi jika lahan yang sudah dibebaskan mencapai sekurangnya 75 persen, maka pembangunan fisiknya sudah dapat dimulai. Doakan saja bisa tepat waktu," tuturnya.
Ditambahkan, seluruh anggaran pembebasan lahan jalan tol ini berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp 800 miliar. Selain lahan milik warga, sebagian besar lahan didominasi oleh permukiman, serta beberapa bidang tanah milik Pemkot dan Perhutani.
Nurjanah mengakui, proses pembebasan lahan ini sempat terkatung-katung selama kurang lebih dua tahun, karena adanya kebijakan prioritas anggaran perseksi pada tahun 2008. Karena itulah dirinya mengaku paham jika masyarakat yang sudah mengetahui bahkan lahannya terkena rencana jalan tol, menjadi bertanya-tanya jadi tidaknya proyek ini.
"Tak heran jika ada informasi muncul broker tanah untuk pengadaan proyek jalan tol ini. Kami menghimbau agar warga menginformasikan kepada kami jika memang ada broker tersebut,"tegasnya.
Ditambahkan, untuk mengantisipasi munculnya broker, pemerintah akan memberlakukan larangan pengalihan hak atas tanah dari pemilik tanah kepada pihak lain (land freezing). Hal itu sekaligus untuk mengantisipasi kejadian serupa seperti yang terjadi pada proses pembebasan lahan Jalan Tol Semarang- Solo di Jatirunggo beberapa waktu lalu.
Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Tol Semarang- Batang, Heru Budo Prasetya menambahkan, proyek jalan tol seksi lima ini akan dimulai dari Batang. Karena itulah, proses pembangunan fisik di Kota Semarang akan menjadi prioritas terakhir.
"Namun demikian, sosialisasi pembebasan lahannya sudah dimulai sejak akhir tahun ini oleh masing-masing pemerintah daerah yang lahannya dilalui jalan tol ini. Diharapkan pada akhir tahun 2011, semua proses pembebasan lahan sudah rampung sehingga proyek pembangunan fisik dapat dilanjutkan, " tukasnya. hid/lek-Ks
Sumber http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=42834&Itemid=32
castle_92 November 13th, 2010, 02:17 AM Banjir bandang di Mangkang Pengelolaan air pemkot buruk
Thursday, 11 November 2010
MUGASSARI - Seringnya banjir yang melanda Kota Semarang, manandakan pengelolaan air (water management) di Kota Semarang, buruk dan tak aman. Hal ini terlihat dari kurangnya perencanaan terhadap kinerja sungai di kota ini. Hal itu disampaikan Pakar Hidrologi Universitas Diponegoro Semarang, Dr Ir Nelwan Dipl HE. Menurutnya, tatanan kota harus mempunyai perencanaan air yang menyeluruh dan aman.
Artinya, untuk satu aliran sungai, direncanakan secara hidrologis, bahwa debit air yang dialirkan harus disesuaikan dengan prinsip probabilitas atau kemungkinan. ’’Untuk sungai besar dirancang dengan jangka waktu minimal 100 tahun. Tetapi yang ada sekarang, sudah nggak jelas. Sungai dirancang hanya dengan jangka waktu 50 tahunan. Bahkan untuk sungai-sungai kecil, hanya mencapai 10 tahun,’’ katanya, ketika dihubungi Wawasan, Rabu (10/11) kemarin.
Dia juga mengharapkan, saluran air yang ada di kota Semarang, bisa tertata dengan baik. Entah itu saluran rumah, saluran sungai atau saluran induk. Sehingga, air bisa mengalir teratur, sesuai dengan aturannya. Untuk itu, dia mendesak adanya kejelasan tentang tanggung jawab pemeliharaan sungai. ’’Harus jelas, mana yang menjadi tanggung jawab masyarakat, dan mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah,’’ tegasnya.
Selain itu, bentuk manajemen lain yang dipersoalkan adalah, tentang tata ruang. Menurutnya, konsep tata ruang Kota Semarang, saat ini juga tak jelas, dan wajib dikaji ulang. Pemerintah harus mampu menentukan daerah yang menjadi hutan konservatif, daerah resapan dan area industri serta perumahan. Hal itu harus ditingkatkan secara komprehensif.
Dia mencotohkan, kawasan Bukit Semarang Baru (BSB). Di lokasi itu, sekarang ini sudah digunakan sebagai arena perumahan dan industri. Puluhan ribu rumah terbangun megah di BSB, dan beberapa industri seperti industri furniture dan otomotif, juga ikut andil di lokasi itu. Padahal, kawasan BSB merupakan kawasan daerah aliran sungai dan berfungsi sebagai daerah resapan air.
Pemerintah harus peka
’’Ya otomatis banjir. Wong sekarang ini sudah beralih fungsi, menjadi kawasan perumahan dan industri. Kan sebagian alirannya mengarah ke Kali Bringin juga,’’ imbuhnya. Dia juga berpendapat, jika pengalihfungsian daerah aliran sungai, sangat berpengaruh terhadap terjadinya banjir di Kota Semarang. Sekarang ini, DAS banyak yang digunakan sebagai area pemukiman, industri dan lainnya.
Dia memberi solusi, agar pemerintah mau membuat suatu sabuk sungai yang melingkari Semarang bagian barat dan timur, sehingga mampu menahan gelombang air dari arah selatan. ’’Ini proyek besar. Jadi butuh anggaran yang besar. Perbaiki dulu manajemen air di darat, jangan asal bangun bendung laut. Peran serta masyarakat pun sangat penting,’’ paparnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Anna Endrawati, di ruang kerjanya, Rabu (10/11), menjelaskan, beberapa tahun terakhir ini, pembukaan lahan di kawasan atas, semakin tak terkendali.
’’Makanya, pemkot harus segera melakukan kajian, terkait dengan izin penataan ini. Jangan sampai wilayah yang sudah ditetapkan sebagai lahan konservasi, dibuka untuk pemukiman ataupun kepentingan eksploitasi lain, terutama yang berhubungan dengan kepentingan bisnis,’’ terang Anna.
Aturan itu, imbuhnya, secara lugas sudah dituangkan dalam Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) nomor 5 Tahun 2004, dan juga dalam Perda no 13 Tahun 2006, tentang pengendalian lingkungan hidup. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ada pengelola yang terus melakukan eksploitasi, dengan dalih penataan lahan.
’’Saat ini, Raperda Penataan ruang (RTRW) masih dikonsultasikan di BKPRN (Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum, jadi kami belum tahu gambaran teknisnya. Semoga ke depan raperda ini dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat banyak,’’ tambah Anna. dew/hid-Am
Sumber http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=42793&Itemid=32
Cah SMG November 14th, 2010, 07:44 AM Ini ngambilnya dari hotel ibis y mas ??
Betoel. Ini view sebelah kirinya..
http://img534.imageshack.us/img534/4306/lulu2108.jpg (http://img534.imageshack.us/i/lulu2108.jpg/)
Closer up ...
http://img714.imageshack.us/img714/5954/lulu2109.jpg (http://img714.imageshack.us/i/lulu2109.jpg/)
Cah SMG November 14th, 2010, 07:52 AM More.. Simpang Lima. These are a year old photos
http://img710.imageshack.us/img710/5546/lulu2110.jpg (http://img710.imageshack.us/i/lulu2110.jpg/)
http://img543.imageshack.us/img543/1161/lulu2111.jpg (http://img543.imageshack.us/i/lulu2111.jpg/)
http://img514.imageshack.us/img514/6229/lulu2113.jpg (http://img514.imageshack.us/i/lulu2113.jpg/)
http://img232.imageshack.us/img232/8307/lulu2114.jpg (http://img232.imageshack.us/i/lulu2114.jpg/)
gantengscool November 14th, 2010, 02:44 PM progress RSUD Tugurejo :
http://img844.imageshack.us/img844/4607/cimg6699.jpg (http://img844.imageshack.us/i/cimg6699.jpg/)
sembilanbelas November 15th, 2010, 04:21 AM More.. Simpang Lima. These are a year old photos
http://img710.imageshack.us/img710/5546/lulu2110.jpg (http://img710.imageshack.us/i/lulu2110.jpg/)
Foto-foto ini lebih pas kalo di posting di trit Nusantara, tapi ga papa ding, dari pada trit ini sepi foto :) :)
sembilanbelas November 15th, 2010, 11:35 PM Gubernur Prihatin Kondisi PRPP
SEMARANG - Gubernur Bibit Waluyo mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kawasan Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng yang menurutnya memang sudah tak berdaya.
“PRPP itu tidak memberi kontribusi apa-apa, bahkan Pemprov tombok terus, karena fasilitas publiknya tidak payu dijual,” katanya saat berada di Kejaksaan Tinggi Jateng.
Berkenaan dengan kondisi itu, Gubernur mengungkapkan obsesinya untuk segera mengerjasamakan PT PRPP dengan pihak ketiga. Lahan yang akan dikerjasamakan seluas 45,6 hektare yang statusnya murni milik PT PRPP, merupakan aset tanah yang sudah dipisahkan. Sementara terhadap lahan kawasan PRPP seluas 186,74 hektare, Pemprov masih memproses kajian hukum Kejaksaan Tinggi Jateng.
Sebelum pemberdayaan lahan yang merupakan aset yang belum dipisahkan ini, ujar Bibit, masih ada proses yang harus dilalui, yakni penyelesaian sengketa dengan PT IPU. “Masalah ini sudah dirapatkan Tim Aset Provinsi, namun saya belum memperoleh laporannya mengenai bagaimana-bagaimananya. Secara keseluruhan karena sudah melalui proses kajian hukum, mudah-mudahan proses berikutnya lancar sehingga lahan di kawasan PRPP untuk penyelesaiannya itu harus dikoordinasikan dengan PT IPU itu, bisa diberdayakan,” jelas Bibit.
Investasi Rp 5 Triliun Ke depan, kata Bibit, kawasan PRPP 186,74 hektare itu pun akan difungsikan untuk fasilitas-fasilitas pelayanan publik, antara lain sarana pertemuan-pertemuan para pengusaha, pameran-pameran hasil Provinsi Jateng, tempat-tempat penginapan, mini market dan lain sebagainya. “Dengan begitu, pada masa-masa mendatang PRPP ini lebih berdaya lagi,” ucap dia.
Ketua Komisi C DPRD Jateng Novita Wijayanti mengatakan, PT PRPP setiap tahun ditarget pendapatan Rp 146 juta. Target itu terbilang sangat kecil, namun kenyataannya tidak pernah tercapai.
“PT PRPP merugi terus karena ada nilai penyusutan bangunan-bangunan mereka, biaya operasional, perawatan, utang lama, dan sebagainya. Kerugian akumulasi sejak berdirinya sekitar Rp 13 miliar sehingga ditarget pun tidak untung, tapi malah buntung.”
DPRD Jateng, kata dia, mendukung langkah-langkah solusi yang ditempuh eksekutif untuk bisa menangani kerugian-kerugian tersebut, jangan sampai berjalan tapi terus membebani. Intinya, kata dia, kalau ada ide akan ada investor untuk merombak total PRPP tersebut, DPRD menyokongnya.
“Informasi yang diterima Komisi C dari pengelola PRPP, akan investor yang mau investasi Rp 5 triliun. Dulu kabarnya investasinya Rp 1,3 trilliun, namun terakhir informasinya Rp 5 triliun,” jelasnya. (H30,H23-67)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/16/130296/Gubernur-Prihatin-Kondisi-PRPP
sembilanbelas November 15th, 2010, 11:44 PM Titik Kemacetan di Tembalang Bakal Ditutup
* Mulai 22 November
BALAI KOTA - Pemkot berencana akan melakukan rekayasa lalu lintas di Jl Prof Sudharto, Tembalang, untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Rekayasa lalu lintas dimulai pada Senin (22/11) nanti dengan menutup sejumlah titik yang menjadi akar kemacetan.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat yang dilakukan Komisi A dengan sejumlah instansi seperti Undip yang dihadiri langsung Rektor Prof Dr dr Susilo Wibowo, Dishubkominfo, Bappeda, Polrestabes Semarang dan PT Jasa Marga.
Titik kemacetan itu yakni mulai dari pertigaan Jl Setiabudi-Jl Prof Sudharto, Jl Prof Sudharto-Tirto Agung, jalan masuk ke pintu tol Tembalang, serta perempatan SPBU Undip.
Wakil Ketua Komisi A Wisnu Pudjonggo mengungkapkan rekayasa lalu lintas itu sementara diberlakukan dua kali, yakni mulai pukul 06.00-10.00 dan 15.00-20.00. Diputuskan mulai bawah jembatan tol sampai perempatan SPBU Undip akan dipasang median jalan berupa palang besi.
Dengan demikian, arus dari Jl Prof Sudharto tidak boleh belok kanan ke Jalan Tirtoagung melainkan lurus sampai depan toko Tembalang atau dikenal totem. Demikian pula dengan arah masuk pintu tol Tembalang ditutup.
’’Kendaraan dari arah timur atau Undip pada jam-jam itu tidak boleh langsung belok ke kanan. Kalau menyisir ke barat dulu baru boleh, setelah itu baru balik kanan menuju tol,’’ ungkapnya.
Dievaluasi Rekayasa lalu lintas itu akan dievaluasi selama sebulan. Baginya upaya tersebut merupakan penanganan jangka pendek untuk mengurai kemacetan di sana. Untuk jangka panjang, sekarang ini dibahas Bappeda mengenai adanya jalan Jangli-Undip maupun jalan tembus dari belakang Undip sampai Kelurahan Mangunharjo via lapangan tembak Kodam IV/ Diponegoro.
’’Dari Bappeda tadi mengungkapkan akhir tahun nanti akan diselesaikan studik kelayakan (FS). Pada 2011 baru dikebut untuk DED-nya. Kemungkinan besar realisasinya akan dibuat pada 2013 masuk dalam middle outer ringroad,’’ ujar dia.
Rektor Prof Susilo Wibowo mengungkapkan, perlu segera menyelesaikan masalah di Jl Prof Sudharto. Mengingat dalam waktu dekat Undip akan memindahkan dua fakultas lagi yakni Sastra dan Kedokteran ke kawasan Tembalang. Dengan demikian tidak dimungkiri Tembalang akan dipenuhi sekitar 30 ribu mahasiswa beserta karyawannya.
’’Kami sudah koordinasi dengan Pemkot supaya ada penyelesaian. Bila membutuhkan lahan milik Undip untuk pelebaran jalan, silakan,’’ tandas dia. (H37,J12,H35-67)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/16/130291/Titik-Kemacetan-di-Tembalang-Bakal-Ditutup
sembilanbelas November 15th, 2010, 11:48 PM RS Telogorejo Menuju Standar Internasional
* Saat Ini Terakreditasi 16 Pelayanan
SEMARANG - Pelayanan rumah sakit menjadi salah satu penentu kesembuhan pasien. Berbagai upaya pun dilakukan RS Telogorejo untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan. Di antaranya adalah perbaikan sarana, prasarana, dan juga sumber daya manusia (SDM).
“Selain untuk kepentingan pasien juga sebagai upaya menuju RS berstandar internasional,’’ kata Direktur RS Telogorejo dokter Imelda Tandiyo, Senin (15/11).
Imelda menyebut untuk memenuhi persyaratan tersebut tidaklah mudah. Kementrian Kesehatan menyerahkan penilaian tersebut pada sebuah badan independen yang disebut Joint Commission International (JCI). Segala prosedur pelayanan masuk dalam penilaian JCI. “Mulai dari pasien masuk sampai dengan keluar,’’ kata dia.
Selain itu, kompetensi SDM juga tak luput dari penilaian. Tidak sebatas pada layanan medik tetapi juga keselamatan pasien dan rumah sakit dalam setiap kondisi. Misalnya saja penguasaan dalam hal fire safety. “Penilaian yang dilakukan termasuk dalam hal pemberian dan penyimpanan obat,’’ ungkap Imelda.
Belum lama ini RS Telogorejo menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit berprestasi dalam pelayanan kesehatan. Hal itu tertera dalam Kepmenkes RI No 1623/Menkes/SK/XI/2010. RS yang memiliki keunggulan layanan jantung dan otak itu dinyatakan terakreditasi dengan nilai tertinggi untuk 16 pelayanan. Selain itu masih ada RS Siloam Lippo Karawaci yang dinyatakan terakreditasi internasional.
RSUP Dokter Kariadi sendiri masuk dalam kategori kesiapan dalam pelaksanaan program Jamkesmas, sedangkan RSUP Fatmawati masuk kategori Kesiapan Pelaksanaan program MDG’s yang meliputi PONEK, DOTs, TB dan HIV/AIDS. Kategori RS dengan nilai tertinggi untuk 12 pelayanan diraih RSUD Soreang. Sementara RS Bangkinang masuk kategori terakreditasi dengan nilai tertinggi untuk lima pelayanan. (H31-67)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/16/130285/RS-Telogorejo-Menuju-Standar-Internasional
sembilanbelas November 16th, 2010, 07:39 AM Quest Aston Hotel
http://img641.imageshack.us/img641/6897/questhotelsemarang.jpg (http://img641.imageshack.us/i/questhotelsemarang.jpg/)
sumber: www.seputarsemarang.com
yunancutespdmt November 18th, 2010, 02:17 PM 18 Nopember 2010
Tinggi, Potensi Industri MICE
* Optimistis Pasar Masih Luas
SEMARANG TENGAH - Peta industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Semarang dinilai
sangat potensial dengan pasar yang relatif masih terbuka luas.
Meeting room hotel yang terus terisi oleh padatnya agenda kegiatan menjadi salah satu indikasi pasar MICE di KIota Lumpia ini semakin bergairah.
Upaya lain dilakukan menggenjot industri MICE ini juga dengan dibentuknya DPD MICE yang sudah bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan departemen di Jakarta. Pengalihan berbagai agenda kegiatan berskala nasional ataupun regional sebelumnya banyak diarahkan di Bali atau Yogyakarta, kini mulai ditempatkan di Semarang.
Secara bertahap, agenda meeting korporat atau konferensi mulai berlangsung di Semarang dengan jumlah peserta tidak sedikit maka ’’kue’’ ini juga bisa dinikmati oleh sejumlah hotel. Beberapa pekan belakangan, sejumlah institusi/korporasi juga sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan tempat untuk kegiatan karena banyak ruangan hotel dipesan atau terisi penuh.
Ketua Jateng Promo sekaligus Ketua I PHRI Jateng, Andhy Irawan mengungkapkan, gairah industri MICE ini sudah seharusnya didukung pemerintah karena secara tidak langsung akan mempromosikan Jateng.
Terobosan Seperti diketahui Visit Jateng 2013 akan berlangsung dan pemerintah terus berupaya membuat terobosan guna menarik wisatawan datang.
’’Semarang membutuhkan sebuah convention hall berkapasitas besar dengan fasilitas berstandar internasional. Meskipun hotel-hotel sudah memiliki meeting room atau convention hall tetapi ini saja masih belum cukup. Dengan lokasi yang menampung banyak pengunjung, maka mereka yang berkepentingan tidak akan ragu membuat event berskala besar di Semarang,’’ jelas Andhy saat kunjungan ke Pemimpin Umum Suara Merdeka Kukrit Suryo Wicaksono, di kantor Jalan Pandanaran 30, Selasa (16/11).
Andhy juga Managing Director Dafam Hotel & Resorts ini cukup optimistis dalam menggarap pasar MICE di Semarang. Hotel baru di Jalan Imam Bonjol yang segera melaksanakan grand launching pada 1 Desember mendatang ini, juga memiliki lima meeting room dan satu ballroom yang akan dioptimalkan untuk menarik pasar MICE.
’’Dengan keberadaan DPD MICE, saya optimistis Semarang sudah siap sebagai kota MICE. City okupansi hotel yang rata-rata di atas 50% dinilai layak dan pasarnya masih terbuka luas untuk digarap karena kota ini masih menjadi jujugan para pebisnis,’’ terangnya.
Ditambahkan, sebelum grand launching awal Desember, Hotel Dafam akan melakukan uji coba trial openingnya mulai Kamis (18/11) ini.
Dengan mengusung konsep Victorian, grup jaringan hotel nasional yang besar di Semarang ini akan mengembangkan sayapnya untuk membangun hingga 20 hotel di berbagai kota dalam lima tahun ke depan. (J14-52)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/18/130363/Tinggi-Potensi-Industri-MICE-
yunancutespdmt November 18th, 2010, 02:21 PM 18 Nopember 2010
Festival Kuliner Ramaikan Semargres
SEMARANG - Gelaran Semarang Great Sale (Semargres) selama bulan Desember 2010, akan diramaikan dengan festival kuliner di halaman parkir Lottemart.
Pada acara bertema ”Kampoeng Semarang, The Great Culinary” itu, terdapat lebih dari 40 stan yang menjajakan makanan tradisional khas Semarangan.
Selain itu, disediakan beberapa stan untuk pameran suvenir khas Semarang, mulai dari kaus, aksesoris hingga batik.
Di saat yang sama, manajemen Lotte Mart juga akan mengadakan program diskon besar-besaran untuk seluruh produknya dalam rangka Semargres.
Menurut koordinator acara dari Aqsha Organizer, Tantie Yulianingsih, seluruh pengunjung terutama masyarakat Semarang yang dibebaskan biaya masuk, akan dihibur dengan pentas seni budaya Semarangan, parade band, kontes karaoke, kontes model, kompetisi modern dance yang mulai pukul 17.00 sampai 23.00. ”Kuliner selama ini belum dilirik untuk dikembangkan, padahal itu bisa untuk mengangkat citra kota,” ujarnya.
Varian Makanan Dikatakan, pihaknya selektif menjaga kualitas makanan kuliner dalam festival tersebut. Berbagai varian makanan pun menjadi perhatian utama. Pihaknnya tidak ingin festival kuliner dianggap sebagai pasar malam pada umumnya yang kurang memiliki citra positif.
”Pokoknya yang utama, Semargres harus bisa mengangkat Kota Semarang. Kami yakin hal tersebut bisa terwujud,” kata Tantie, kemarin.
Dalam event Semargres itu, ucapnya, penting pula dikenalkan pula potensi aset-aset seni budaya dan wisata Semarang, supaya nantinya terwujud integrasi antara seni tradisi dengan berbagai aspek lain yang berkembang di masyarakat lokal. ”Bagi yang ingin berpartisipasi bisa menghubungi kepada Arum 088803919555 atau Sisca 088803907677,” ujarnya. (H70-52)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/18/130351/Festival-Kuliner-Ramaikan-Semargres
sembilanbelas November 18th, 2010, 11:59 PM Dafam Semarang Beroperasi
SEMARANG- Jaringan hotel nasional Dafam Hotels & Resorts resmi mengoperasikan Hotel Dafam Semarang Kamis (18/11). Dari 103 kamar yang tersedia, pada tahap awal ini sebanyak 87 kamar Deluxe telah siap menerima tamu.
Bahkan hingga grand launching 1 Desember mendatang, reservasi untuk pertemuan di lima meeting room dan satu ballroom yang tersedia sudah dipesan oleh sejumlah korporasi.
Managing Director Dafam Hotels & Resorts Andhy Irawan mengungkapkan, jika grup hotel lain besar dari kota seperti Jakarta, tetapi Dafam cukup optimistis menjadikan Semarang sebagai kantor pusat untuk mengoperasikan hotel berskala nasional. Hingga tahun 2015, Dafam menargetkan 20 hotel bisa dibangun di sejumlah kota termasuk Solo, Yogyakarta dan Bali. (J14-77)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/19/130534/Dafam-Semarang-Beroperasi
yunancutespdmt November 19th, 2010, 06:43 PM 20 Nopember 2010
Distribusi Kupon Belanja Disiapkan
* ’’Semarang Mantu’’ Jadi Tema Semargress
SEMARANG - Pemantapan event Semarang Great Sale (Semargress) 2010 terus dilakukan oleh panitia dan seluruh asosiasi yang berpartisipasi, menyusul segera dimulainya perhelatan tersebut awal Desember mendatang.
Sedikitnya satu juta kupon belanja telah disiapkan karena diskon besar-besaran untuk semua aktivitas perdagangan, perbelanjaan, mal, restoran dan hotel ini diperkirakan bakal menarik pengunjung ke Semarang. Ketua Panitia Benita Eka Arijani mengungkapkan, dalam kegiatan yang pertama kali digelar ini mengambil tema ’’Semarang Mantu’’ yang juga sebagai simbol sebuah sinergi antara pemkot dengan swasta, termasuk juga pengusaha besar dengan UKM serta pemprov dan pemerintah pusat. Secara resmi, pembukaan dibuka pada 4 Desember 2010 di Balaikota Jalan Pemuda pukul 18:00.
’’Sejumlah agenda mengikutinya seperti Festival Pandanaran mulai 4-5 Desember di Jalan Pemuda hingga Hotel Merbabu. Tidak hanya di mal dan toko-toko saja, karena dalam satu bulan banyak kegiatan dikemas. Kami berharap dari penyelenggara masing-masing acara khususnya di sekitar Jl Pemuda juga mengatur supaya kegiatan yang digelar tidak mengganggu arus lalin di mal yang ada. Seluruh agenda akan disosialisasikan lewat media cetak dan elektronik termasuk website dan jejaring pertemanan seperti facebook atau twitter,’’ jelas Benita dalam rapat koordinasi di kantor Kadin Gedung JDC Lantai IV Jalan Imam Bonjol, Jumat (19/11).
PKL Bendahara Semargress yang juga perwakilan Kadin Alamsyah menuturkan, pihaknya segera mendistribusikan kupon undian yang grandprizenya berhadiah sebuah mobil Toyota Avanza ke asosiasi seperti Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI). Tahap awal akan dicetak sebanyak 1 juta kupon dan masih bisa ditambah jika ada permintaan.
Kupon selama periode belanja 1-30 Desember ini nantinya akan diundi bersamaan dengan acara tutup tahun 31 Desember dan rencananya berlangsung di Hotel Dafam Jalan Imam Bonjol Semarang. ’’Kami masih menunggu anggota untuk kelancaran distribusi dan dalam beberapa hari kedepan baru diketahui berapa banyak kupon yang dibutuhkan. Pada prinsipnya kami siap mendukung acara ini,’’ ujar Ketua Aprindo Jateng Budi Handojo Soeseno didampingi Ketua APPBI Jateng Handoyo K Setyadi.
Diskon yang diberikan ini juga diikuti oleh 400 pedagang kaki lima (PKL) di Semarang termasuk didalamnya sebanyak 150 berlokasi di Warung Semawis Pecinan dan Pondok Daun sedangkan sisanya tersebar. (J14-44 )
Great and fast action from Dafam Hotel,...Nice..!!!
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/20/130602/Distribusi-Kupon-Belanja-Disiapkan
yunancutespdmt November 19th, 2010, 06:47 PM 20 Nopember 2010
Kenalkan Potensi Semarang Melalui Festival Pandanaran
SEMARANG - Kota Semarang sebagai Ibu Kota Jawa Tengah mempunyai banyak peluang dan potensi bisnis. Namun sayang potensi tersebut, belum seluruhnya dikenal masyarakat. Salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi tersebut, di antaranya dengan akan dilaksanakan Festival Pandanaran 2010.
Menurut Pelaksana Event Ikade Winaya, selaku pimpinan ExiCon, kegiatan pameran yang diselenggarana kali kedua tersebut, rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 4-5 Desember 2010, di sepanjang Jalan Pemuda Semarang. ’’Rencananya Festival Pandanaran akan diikuti stand-stand UKM unggulan serta kuliner khas dari Kota Semarang,’’ ujarnya, kemarin.
Selain UKM yang juga menjadi binaan BUMN, stand akan diisi juga sejumlah perusahaan besar. Baik itu, perhotelan, bisnis telekomunikasi, perbankan, otomotif, dan lain sebagainya. ’’Kami akan mencoba menjembatani dunia usaha dengan perbankan dan masyarakat yang selama ini menjadi konsumen mereka.’’
Dikenal Masyarakat Melalui event tersebut, kata dia, diharapkan potensi usaha di Kota Semarang akan semakin dikenal masyarakat. Tidak hanya warga masyarakat Semarang saja, tetapi juga dari kota lain, karena bersamaan itu pula digelarnya event akbar Semarang Great Sale 2010.
Dia menambahkan, di samping menampilakn stand-stand pameran, dalam acara tersebut akan dimeriahkan pula dengan berbagai macam lomba untuk mewadahi potensi dan kreativitas remaja dan anak-anak. ’’Dalam kegiatan tersebut, kami juga akan menggelar berbagai macam lomba, seperti Festival Band, Lomba Mewarnai, Lomba Mobil RC, dan Lomba Roller Blade dengan piala dan tropy Wali Kota Semarang. Untuk informasi mengenai pameran dan lomba dapat menghubungi Kalma (024) 8509983-85, Fifi (085726218599).’’(B4-44)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/20/130599/Kenalkan-Potensi-Semarang-Melalui-Festival-Pandanaran
Go to Metropolitan City MICE....
yunancutespdmt November 19th, 2010, 06:53 PM 20 Nopember 2010
PSIS Menang, Soemarmo Sumringah
SEMARANG - Kompetisi Liga TiPhone Indonesia musim 2010/2011 resmi dibuka. Pembukaan secara nasional ditandai dengan penyerahan bola dari CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono kepada Wali Kota Semarang yang juga Ketua Umum PSIS Soemarmo HS, sebelum duel antara PSIS melawan Persik Kediri di Stadion Jatidiri, Jumat (19/11) sore.
Beberapa saat menjelang pertandingan dimulai, suasana di dalam stadion ramai. Ribuan pendukung yang mayoritas berkostum warna biru memadati tribune. Panser Biru dan Snex yang jumlahnya mencapai 20.000-an tak henti-hentinya menyanyikan yel-yel PSIS. Sementara pendukung Persik Kediri tak mau kalah, meski jumlahnya jauh lebih sedikit.
Usai pertandingan, Joko Driyono mengapresiasi kinerja panpel dan manajemen PSIS yang menyiapkan seremoni pembukaan Liga TiPhone Indonesia dengan meriah. Meski penunjukkan secara mendadak, panitia lokal mampu melaksanakan dengan baik.
’’Secara keseluruhan acara berlangsung dengan baik. Tapi memang kualitas lapangan perlu ditingkatkan. Kualitas lapangan yang kurang baik berpengaruh pada kualitas pertandingan,’’ paparnya.
Awal Manis Sementara Soemarmo menyebutkan, kemanangan atas Persik Kediri 2-1 (1-0) merupakan awal yang manis untuk menyongsong kompetisi. Kemenangan ini menjadi pengobat kekecewaan setelah di final Liga Indonesia 2006 kalah 0-1.
’’Sudah lama PSIS tidak bisa menang melawan tim berjuluk Macan Putih. Kemenangan ini menjadi motivasi tersendiri para pemain,’’ papar Wali Kota.
Soemarmo terlihat ceria ketika Peter Kuoh berhasil menyarangkan bola ke gawang Persik Kediri. Meskipun waswas karena permainan belum bisa berkembang, gol kedua pemain asal Liberia itu cukup menambah lebar senyum Soemarmo.
Pertandingan berlangsung kondusif tidak hanya di dalam stadion, tetapi juga suasana di luar stadion. Suporter datang dengan tertib begitu pula saat keluar dari pintu stadion. Dengan membawa syal dan bendera mereka meluapkan kegembiraannya di jalan-jalan.
’’Saya berpesan kepada suporter agar tidak rasis dengan mengejek tim lain atau pun lawan. Yang lebih penting adalah mendukung PSIS agar memenangkan pertandingan,’’ katanya.
Bagaimanapun, tambahnya, Kota Semarang dan warganya harus menjadi contoh yang baik. Suporter PSIS harus lebih dewasa dari tahun ke tahun. (H69,K18,H54-16)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/20/130621/PSIS-Menang-Soemarmo-Sumringah
Bukti semarang bisa promosi untuk event nasional,..
castle_92 November 20th, 2010, 07:04 AM Agen Wisata Genjot Kunjungan Wisman
SEMARANG METRO
15 Nopember 2010
SEMARANG- Sejumlah agen wisata di Semarang menargetkan 15.000 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Semarang pada 2011.
Kunjungan wisatawan itu diharapkan turut mendongkrak potensi pariwisata di Kota ATLAS.
Direktur Crown Holiday Felix Sia, baru-baru ini mengatakan, peluang pariwisata di Semarang makin terbuka luas. Apalagi, Pemkot beserta segenap asosiasi berusaha menggelar sejumlah event untuk menyedot jumlah kunjungan wisatawan. Seperti event Semarang Great Sale pada Desember mendatang.
’’Kami menggenjot jumlah kunjungan turis asing. Januari 2011, sudah ada jadwal sekitar 700 wisatawan Malaysia akan mengunjungi Semarang dan memakai jasa agen kami. Selanjutnya turis asal Rusia datang dengan kapal pesiarnya,’’ ujarnya.
Pria yang aktif di Asita ini mengungkapkan, setidaknya agennya akan mendatangkan 10 kapal pesiar dari Belanda, Prancis, dan Italia yang akan berkunjung ke kota ini tahun depan. Mereka sudah memesan sederet objek wisata yang akan dikunjungi. Seperti Gunung Bromo dan Candi Borobudur, dan objek wisata menarik lainnya.
Untuk mendukung Semarang Great Sale, Crown Holiday turut menggelar promo diskon dan paket menarik. Sementara agen wisata Rosiana juga menyiapkan beberapa paket promo untuk ditawarkan ke para wisatawan. ’’Kami selalu memberikan servis dan pelayanan kepada wisatawan yang menggunakan jasa kami,’’ ujar Rosiana, Direktur Rosiana Tour.
Dalam kurun waktu 2010 ini, pihaknya sudah mendatangkan 7.000 wisatawan asing yang berkunjung ke Semarang. Pada tahun depan, Rosiana menargetkan sekitar 10.000-15.000 wisatawan asing. (K14-44)
Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/15/130102/Agen-Wisata-Genjot-Kunjungan-Wisman
titus15 November 20th, 2010, 07:07 AM --
titus15 November 20th, 2010, 07:12 AM 20 Nopember 2010
PSIS Menang, Soemarmo Sumringah
Beberapa saat menjelang pertandingan dimulai, suasana di dalam stadion ramai. Ribuan pendukung yang mayoritas berkostum warna biru memadati tribune. Panser Biru dan Snex yang jumlahnya mencapai 20.000-an tak henti-hentinya menyanyikan yel-yel PSIS. Sementara pendukung Persik Kediri tak mau kalah, meski jumlahnya jauh lebih sedikit.
Usai pertandingan, Joko Driyono mengapresiasi kinerja panpel dan manajemen PSIS yang menyiapkan seremoni pembukaan Liga TiPhone Indonesia dengan meriah. Meski penunjukkan secara mendadak, panitia lokal mampu melaksanakan dengan baik.
’’Secara keseluruhan acara berlangsung dengan baik. Tapi memang kualitas lapangan perlu ditingkatkan. Kualitas lapangan yang kurang baik berpengaruh pada kualitas pertandingan,’’ paparnya.
Bukti semarang bisa promosi untuk event nasional,..
^^ poinnya lagi butuh stadion yang lebih representatif buat event besar...
salocin91 November 20th, 2010, 12:46 PM ada yg tau proyek di jalan Sultan Agung??
:)
yasutaka November 21st, 2010, 11:12 AM slmt sore all..^^
nubie mw ikut nimbrung y..
castle_92 November 21st, 2010, 02:15 PM ^^
Met gabung :).....posting jg berita2/ foto2 proyek yg ada di smg biar tmbh rame tretnya :cheers: :cheers:
castle_92 November 21st, 2010, 02:40 PM Jalan Pahlawan jadi taman percontohan
Friday, 19 November 2010
PLEBURAN - Taman yang berada di Jalan Pahlawan akan dijadikan taman percontohan. Hal itu diungkapkan oleh Walikota Semarang, Soemarmo, saat mengunjungi pengerjaan taman jalan tersebut, kemarin. Dijelaskannya, keindahan taman di jalan ini nantinya akan menjadi pelopor keindahan taman di Semarang bahkan di Jawa Tengah.
Karena itulah, taman ini akan dijadikan percontohan bagi kehadiran taman-taman lain. ’’Sekarang memang masih dalam proses,namun jikan sudah jadi nanti akan terlihat indah. Targetnya ya sebelum 31 Desember sudah dan sudah dapat dinikmati warga,’’terangnya.
Ditambahkan, dengan perpaduan tanaman hias aneka rupa yang indah, maka akan terlihat perbedaan nyata taman ini dengan taman lainnya. Selain itu, ditunjang dengan keberadaan trotoar yang memiliki keramik unpolished, maka nantinya Jalan Pahlawan akan menjadi kawasan cantik yang melambangkan perwajahan kota dan gerbang Jateng.
Selain itu, keberadaan grill penutup tanaman peneduh diperindah dengan besi penutup yang dicampur dengan cash airon. Alhasil, penutup grill tidak laku dijual sehingga tidak bisa dicuri. ’’Itu merupakan adopsi dari taman di Surabaya dimana kemarin kita sudah melakukan studi banding kesana. Bahkan kita sudah hadirkan konsultan khusus dari Surabaya terkait dengan pembangunan taman ini,’’ tegas Walikota.
Tiga taman
Di sisi lain, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, A Yudi Mardiana menyatakan bahwa saat ini ada tiga taman kota yang akan ditata. Di antaranya adalah taman Jalan Kartini dan taman kota di Jalan Jenderal Soedirman, dengan taman di Jalan Pahlawan yang akan dijadikan sebagai percontohan.
Penataan itu sendiri, imbuh Yudi, meliputi pembongkaran pot bunga, penanaman pohon, penambahan lampu penerang dan lampu hias. Sedang khusus untuk taman Jalan Pahlawan, pemasangan pot bunga dilengkapi dengan drill atau besi penyekat sebagai alat pengaman pohon yang baru ditanam supaya tanaman tetap kokoh.
’’Nantinya taman Jalan Pahlawan akan menjadi taman percontohan di Kota Semarang dengan variasi pohon trembesi dan sepatudea. Konsep ini mengadopsi dari penataan taman di kota metropolitan lainnya seperti Surabaya, Bandung dan Makasar yang memiliki taman kota yang benar benar indah dan berfungsi sebagai ruang publik,’’ungkap Yudi. hid—Ks
Sumber http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=42953&Itemid=32
castle_92 November 21st, 2010, 04:52 PM Penataan Jalan Pahlawan Semarang Selesai Akhir 2010
Selasa, 16 Nov 2010 22:14:27 WIB | Oleh : Nur Istibsaroh
ANTARA - Pemerintah Kota Semarang menargetkan penataan Jalan Pahlawan yang saat ini dilakukan penataan taman di tengah jalan disusul penataan trotoar selesai akhir tahun 2010.
"Penataan taman di tengah-tengah Jalan Pahlawan sedang dikerjakan dan sejak Senin (15/11) sudah persiapan penataan trotoar Jalan Pahlawan," kata Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang, Nugroho Joko Purwanto, di Semarang, Selasa.
Nugroho mengatakan pengerjaan penataan trotoar dilakukan secara bersamaan di dua sisi Jalan Pahlawan hingga taman di Jalan Menteri Supeno atau yang dikenal Taman Keluarga Berencana (KB).
Pengerjaan Jalan Pahlawan dilakukan empat kelompok sampai pukul 24.00 WIB setiap harinya agar target waktu pengerjaan dapat tercapai.
"Nanti paving yang ada di Jalan Pahlawan tidak akan dibongkar. Akan tetapi ditutup dengan beton untuk kemudian dipasang keramik," katanya.
Penataan Jalan Pahlawan bukan hanya ditata taman dan trotoarnya, akan tetapi juga ditata lampu jalan dan nantinya trotoar bebas dari pedagang kaki lima (PKL).
"Nantinya trotoar hanya untuk pejalan kaki, tidak boleh untuk PKL atau parkir mobil," katanya.
Wali Kota Semarang, bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) setempat, Selasa, meninjau pengerjaan penataan Jalan Pahlawan.
PKL yang sebelumnya berjualan di Jalan Pahlawan, dipindah sementara di Jalan Imam Bardjo dan setelah pengerjaan penataan Jalan Pahlawan dan Taman KB selesai, seluruh PKL dipusatkan di Taman KB tersebut.
Para PKL telah dipindah sementara di Jalan Imam Bardjo sejak Senin (15/11) sampai 20 Desember 2010.
Sumber http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=37373
----------
Semoga aja setelah penataan pkl Jl. Pahlawan berlanjut ke penataan pkl Jn2 lain & pembenahan trotoar biar lebih bagus.....
sembilanbelas November 22nd, 2010, 03:03 AM Daerah Pinggiran Butuh Perhatian
•Belum Ada Pemerataan Pembangunan
SEMARANG - Pembangunan Kota Semarang masih menyisakan problematika di daerah pinggiran. Tidak ada perubahan secara signifikan yang bisa dibanggakan bagi warga setempat.
Yang ada hanyalah rasa keterjajahan dari kebijakan pemerintah dengan orientasi pembukaan permukiman baru yang justru membuat warga semakin terpinggirkan.
Kota Semarang yang terbagi menjadi 16 kecamatan, untuk daerah pinggiran terdapat di delapan kecamatan meliputi Tugu, Ngaliyan, Mijen, Gunungpati, Banyumanik, Tembalang, Pedurungan dan Genuk. Secara pengembangan tata kota, kecamatan itu masuk kawasan terluar (outer).
Warga di sana jadi iri dengan arah kebijakan pemerintah. Nada sumbang di tengah harapan pun terlontarkan. Sama-sama membayar pajak, tetapi hasilnya kurang bisa dinikmati. Ini bisa dirasakan dengan minimnya perhatian di bidang infrastruktur ekonomi dan pendidikan.
Seperti di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Demak kondisinya sangat memprihatinkan. Dari segi sarana dan prasarana belum bisa dikatakan bagian dari Kota Semarang. Infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih, pendidikan, listrik serta pertanian jauh dari harapan masyarakat. Banyak pula rumah warga masih berdinding papan.
Kondisi jalannya saja tidak layak dilewati.
Rusak parah dan bergelombang dirasakan mulai dari Meteseh sampai perbatasan. Mengingat warga yang sebagian besar petani dan buruh sangat kesulitan beraktivitas terutama menjual hasil buminya, lantaran belum ada angkutan umum yang masuk di daerah itu.
Seperti dituturkan Nur Rofiq (55), warga RT 4 RW 3, sekarang ini baru mempunyai empat sumur artesis, Itupun belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga. Akibatnya sebagian warga untuk urusan mandi, cuci dan kakus masih menggantungkan di Kali Babon.
Tak Imbang
Tingkat pendidikan pun setali tiga uang. Kebanyakan adalah lulusan SD. ’’Warga di sini bisa lulus SMP sudah bangga. Karena tingkat perekonomian masyarakat masih rendah, sehingga tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,’’ terang Rofiq yang ikut program Kejar Paket C.
Di samping itu kebutuhan listrik juga belum sepenuhnya memadai. Selain sering kali padam, aliran listrik hanya berasal dari sebuah pal listrik dengan 3 kabel utama yang berada di Jl Raya Rowosari yang dipakai bersama-sama dengan cara saling menyambung.
Di lain tempat, Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, kondisinya juga tak jauh berbeda. Di daerah yang dulu masuk Kabupaten Kendal itu, kini sebenarnya warga butuh kemudahan berinteraksi dengan wilayah perkotaan. Selama empat dasawarsa tidak banyak perubahan yang dirasakan di daerah itu.
Dicontohkan Farhan (50), dalam kurun waktu itu perubahan yang dirasakan adalah pembangunan jalan tembus Mangkang - Ngaliyan. Setelah itu, kini tidak ada pengembangan lagi. Bahkan lampu penerangan jalan pun sampai sekarang ini belum lengkap.
Dua daerah itu bagian potret kondisi daerah pinggirian. Terpinggirnya mereka itu, karena konsep pembangunan pemerintah yang tak merata. Pakar Pengembangan Wilayah dan Kota Undip Dr Ir Bambang Setioko M Eng menilai pola pembangunan hanya terkonsentrasi di wilayah pusat kota.
Padahal sekarang ini, kawasan pinggiran kota menjadi tren tumbuhnya kawasan baru. Pertumbuhan kawasan seperti di Tembalang, Banyumanik, Ngaliyan, Mijen, dan lainnya, bukan saja karena meningkatnya jumlah penduduk dari kelahiran, tapi juga urbanisasi atau perpindahan penduduk dari luar kota yang memilih tempat tersebut karena harga tanah di sana lebih murah. Namun demikian, tidak disertai pembenahan dan pembangunan infrastruktur. (J12,H35,H37,K3-16)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/22/130684/Daerah-Pinggiran-Butuh-Perhatian
''Kami (Bukan) Orang Semarang''
HAL yang menarik dari lontaran warga yang tinggal di daerah pinggiran masih menyebut Semarang seperti kota lainnya. ’’Saya mau ke Semarang dulu,’’ atau ’’Saya kerja di Semarang.’’
Ungkapan itu seakan-akan seperti memisahkan rasa emosional warga dengan kotanya. Padahal dari sisi kependudukan, mereka adalah warga kota ini.
Nur contohnya, warga Rowosari yang bekerja sebagai buruh bangunan untuk pergi ke kawasan Gajahmada harus dengan perjuangan ekstrakeras.
Menjelang pagi, ia harus mencari tumpangan untuk bisa ke Meteseh. Kalau tidak ada, terpaksa mengalah jalan kaki menempuh jarak lebih kurang 3 km. Pekerjaan itu sudah dijalaninya bertahun-tahun.
’’Sudah biasa jalan kaki ke Meteseh. Sampai di sana harus berjam-jam tunggu angkutan untuk ke Ngesrep,’’ tutur perempuan yang tidak tamat SD.
Saat pulang ia juga harus bekejaran dengan senja. Selepas senja, mau tidak mau ia harus cari ojek yang biayanya sangat mahal. Karena kalau jalan kaki, bila tidak ada teman atau warga yang lain, seorang perempuan jalan sendiri bisa mengundang tindak kriminalitas. ’’Pernah saya dipepet orang, saya langsung teriak. Beruntung ada tetangga yang lewat jadi bisa terselamatkan,’’ ujarnya.
Bagi warga Rowosari, Semarang seperti sebuah kota besar yang bukan menjadi daerahnya. ’’Nggak tahu, kenapa orang-orang termasuk saya kalau mau ke Johar pasti mau ke Semarang dulu. Padahal kami pun warga Semarang,’’ tutur Nur Rofiq. Bagi Rofiq, muncul kegalauan pada warga, apakah Rowosari maupun daerah pinggiran lainnya, bisa berkembang seperti daerah di pusat kota. ’’Kalau dibilang setara, kondisi wilayah kami belum setara dengan daerah yang ada di pusat kota,’’ ucapnya.
Ingin Perhatian
Salah seorang warga di pinggiran Kecamatan Ngaliyan, Susetyo menyebutkan, warga sebenarnya ingin mendapatkan perhatian. Harapan terbesar adalah normalisasi Kali Beringin. Setelah lepas dari Kendal di era tahun 1977, harapan itu selalu ada meski belum terwujudkan sampai sekarang ini.
Sebenarnya Kendal pernah berinisiatif mengadakan beberapa terobosan program. Salah satunya yakni proyek meluruskan Kali Beringin agar tak banjir lagi. Namun rencana itu kemudian menguap dan Semarang juga tak melanjutkannya.
“Sebetulnya rencana itu baik. Dengan meluruskan arah Kali Beringin, maka arus sungai tak membuat tanggul di kampung-kampung ambrol. Mestinya Pemkot melanjutkan program itu,” katanya.
Mereka berharap ada terobosan dari Pemkot Semarang untuk menghidukan kawasan pinggiran supaya tidak terpinggirkan. (Dicky P, Leonardo AB, Adhitia A-16)
Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/22/130682/Kami-Bukan-Orang-Semarang
sembilanbelas November 22nd, 2010, 03:06 AM slmt sore all..^^
nubie mw ikut nimbrung y..
^^
Met gabung :).....posting jg berita2/ foto2 proyek yg ada di smg biar tmbh rame tretnya :cheers: :cheers:
Betul, trit ini butuh lebih banyak foto, kebanyakan teks-nya :nuts: :nuts:
yunancutespdmt November 22nd, 2010, 06:39 AM 22 Nopember 2010
Semarang Pasar Potensial Sriwijaya Air
■Load Factor 93 Persen
SEMARANG- Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie mengungkapkan load factor (tingkat keterisian) penumpang rute Semarang-Surabaya mencapai 93 persen.
Disusul rute dari dan ke Yogyakarta serta Solo juga sekitar 90 persen. Tingginya load factor ini dikarenakan jalur tersebut menjadi alternatif gerbang masuk dan keluar menuju Jateng dan DIY. ’’Daerah Jawa sangat berpotensi bagi Sriwijaya Air. Dalam sehari dari Semarang kami melayani penerbangan 4-5 kali, diantaranya tiga kali ke Jakarta, dan dua kali ke Surabaya,’’ ujarnya, usai kegiatan donor darah pada puncak peringatan HUT Sriwijaya Air ke-7, Sabtu (20/11) di Mall Paragon.
Selama erupsi Gunung Merapi, tidak dipungkirinya, maskapai swasta itu kehilangan kesempatan mengangkut penumpang ke Yogyakarta, mengingat rute ini menjadi favorit bagi pelancong. Kendati demikian, meski enggan menyebutkan berapa pendapatan yang menguap selama ditutupnya Bandara Adi Sucipto, menurutnya faktor safety penumpang lebih diprioritaskan.
Pengunduran Waktu
Demikian pula, ketika Bandara Husain ditutup menyusul masuknya abu vulkanik Gunung Merapi ke Bandung. Namun kini, rute dari dan ke Bandung sudah dibuka kembali. Meski harus mengalami pengunduran slot time, karena untuk menghindari abu pesawat harus terbang lebih tinggi lagi.
’’Memakan waktu keterlambatan 20 persen, biasanya terbang selama 45 menit ini bisa menjadi satu jam. Sebab kami harus menghindari daerah-daerah tertentu yang dinyatakan Australia, abu masih berpotensi,’’ imbuhnya.
Dia juga tidak menampik, untuk menghindari abu dilakukan pemutaran arah dan ketinggian terbang sekitar 20 persen lebih tinggi. Rute Jakarta-Bandung, misalnya, waktu tempuh biasanya hanya 1 jam 15 menit, kini bisa 1,5 jam. Ketinggian terbang yang dinaikkan ini menyebabkan, pembengkakan dari segi operasional. Bila satu jam terbang rata-rata membutuhkan 4.700 liter avtur, kini meningkat 20 persen.
’’Itu baru avtur, belum insurance, pilot, dan maintenance,’’ jelasnya. (J9-44)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/22/130689/Semarang-Pasar-Potensial-Sriwijaya-Air
titus15 November 23rd, 2010, 01:38 AM Semarang Setara di Metro TV
BALAI KOTA - Wali Kota Soemarmo HS dijadwalkan tampil di Metro TV Rabu (24/11). Dia akan hadir di program dialog bertajuk Public Corner pda pukul 15.30-16.00. Tema pada dialog tersebut yakni program pimpinan Kota Semarang itu Waktunya Semarang Setara.
“Saya akan tampil live selama 30 menit di stasiun televisi tersebut. Saya paparkan visi kota Semarang, yaitu terwujudnya Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa yang berbudaya menuju masyarakat sejahtera,” jelas Soemarmo di Balai Kota, kemarin. Sosialisasi itu diharap akan lebih mengenalkan Kota Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa yang berbudaya kepada masyarakat luas.
Selama ini sebagai salah satu kota metropolitan, Semarang masih tertinggal dibanding kota lain. Untuk mengejar ketertinggalan itu Soemarmo yang berpasangan dengan Hendrar Prihadi dalam memimpin, meluncurkan semboyan ’’Waktunya Semarang Setara’’. Program itu, menurut Soemarmo pada intinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bangkit bersama-sama membangun dan memajukan kota Semarang agar setara dengan kota metropolitan lainnya.
“Potensi yang dimiliki Kota Semarang sebenarnya luar biasa, baik dari letak geografis, kelengkapan infrastruktur, ketersediaan sumberdaya manusia, maupun kondusivitas wilayah. Semua itu merupakan modal yang cukup untuk mengejar ketertinggalan. Yang penting kita mempunyai tekad dan kebersamaan mengedepankan kemajuan kota ini bersama,” katanya.
Dalam dialog tersebut juga akan disampaikan mengenai Sapta Program, yaitu program yang akan dilaksanakan termasuk langkah-langkah Pemkot dalam rangka mewujudkan masyarakat Semarang yang sejahtera. Agenda Semarang Great Sale yang digagas oleh Suara Merdeka, Kadin serta Pemkot juga bakal diinformasikan. (H35, H37-44)
yunancutespdmt November 23rd, 2010, 07:25 AM http://img29.imageshack.us/img29/6735/1320rusun1.png (http://img29.imageshack.us/i/1320rusun1.png/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Rusunawa unnes,..
sumber: http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=33783&Itemid=59
titus15 November 23rd, 2010, 09:30 AM Trotoar Jalan Pahlawan bakal mengkilap
PLEBURAN - Setelah menggarap taman, kini Pemkot Semarang beralih menggarap trotoar di Jalan Pahlawan, sebagai wujud pelaksanaan program pembangunan perwajahan kota. Pembenahan trotoar yang direncanakan akan digantikan dengan keramik tipe unpolished ini, mulai dikerjakan, awal pekan ini. Menurut mandor PT Adhi Con Persada, Warno, yang ditemui Wawasan di lokasi menyatakan, jika pihaknya memiliki waktu pengerjaan selama 30 hari. "Kalau masalah dana atau anggaran dari pagu, saya kurang tahu. Silakan tanyakan ke pelaksana kontraktor saja besok," terangnya, Senin (22/11).
Secara teknis, imbuhnya, pihaknya akan memasang lebih dulu slot besi di sisi luar trotoar, yang berbatasan dengan saluran air. Slot itu akan dipasang setinggi 10 cm dari ketinggian semula. Usai pemasangan slot, ram- raman besi yang akan dijadikan dasaran lantai, akan dikaitkan satu sama lain, termasuk dengan slot besinya, agar tidak mudah pecah dan bergeser.
Usai pemasangan kerangka besi yang masing-masing memiliki panjang dan lebar 3x5 meter ini, lantai sudah siap dicor dengan beton. "Kerangkanya sudah siap, dengan ukuran 3x5 meter, jadi nanti tinggal pasang satu persatu, mulai depan Mapolda hingga ke Simpanglima. Setelah dicor setengah kering, maka keramik dari batu granit itu siap dipasang," terangnya.
Ditambahkannya, untuk memenuhi kebutuhan keramik dari ujung Jalan Pahlawan (Mapolda), hingga ke Simpanglima, sekurangnya dibutuhkan volume keramik sekitar 6.000 ribu meter kubik. Keramik itu sendiri saat ini sudah siap, dan masih disimpan di gudang.
Keramik dengan bahan batu granit itu sendiri, memiliki panjang dan lebar sebesar 40x40 cm. Dipastikan, keramik ini tidak akan licin meski trotoar nantinya basah oleh hujan. Inisiatif sendiri Sementara itu, puluhan pedagang yang biasanya menempati Jalan Pahlawan, sejak pekan kemarin telah memindahkan tempat berdagangnya. Beberapa di antaranya membuka dasaran di Jalan Imam Bardjo, dan juga di Jalan Kusumawardhani, sedang sisanya berada di kawasan Taman KB.
Menurut salah seorang pedagang, Anita, pemindahan tempat berdagang ini adalah wujud dukungan pedagang, terhadap program pemkot yang akan menata perwajahan Semarang, sebagai pintu gerbang Jateng. "Jadi tidak benar, jika dikatakan kami tidak mendukung program ini. Bahkan sebelum pengerjaan trotoar dimulai, kami sudah pindah dengan inisiatif sendiri," terangnya.
Ditambahkannya, dengan bukti ini, pedagang juga memohon agar pemkot menepati janjinya, membuatkan tempat dasaran yang lebih layak dan lebih menjual. Begitu pula dengan janji akan dilengkapinya fasilitas penunjang, seperti air bersih, lampu dan juga tempat sampah serta tenda PKL yang seragam. hid-Am
Soulmateku November 23rd, 2010, 02:04 PM Di thread Solo katanya Dafam Hotel singkatan dari Dahlan Family karena punya keluarga Dahlan dari Pekalongan, berarti itu lain dengan Deva Hotel milik Kagum Grup dari Bandung, itu belum dibangun, Sory gw gk bisa ngasih kontribusi berarti buat thread ini, tapi gw cinta Semarang gimana kalau kita kumpul bareng (gathering) dan bahas perkembangan gedung bertingkat di Semarang sampaikan ke pemkot Semarang
sembilanbelas November 24th, 2010, 12:10 AM Pembangunan Pinggiran Masuk RPJMD
BALAI KOTA - Masalah daerah pinggiran sudah terakomodasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kota Semarang 2010-2015.
Hanya saja kebijakan tersebut tidak bisa langsung dilakukan seketika, melainkan bertahap. Wali Kota Soemarmo HS menyatakan, dalam konsep RPJMD sebenarnya tidak ada namanya daerah pinggiran, melainkan daerah penyangga.
Sesuai konsep penataan daerah memang ada yang namanya kawasan utama dan penyangga. Hanya saja lokasi daerah penyangga itu ada di pinggiran.
’’Saya sudah minta SKPD ada prioritas pengembangan kawasan tiap tahunnya. Tahun pertama apa, lalu tahun kedua begitu seterusnya. Dengan begitu ada progresnya,’’ ungkapnya kepada wartawan, Selasa (23/11).
Demikian juga akan diluncurkan dana kontingensi untuk tiap kelurahan sebesar Rp 100 juta. Dana itu bisa digunakan warga membenahi jalan kampung, saluran serta sarana dan prasarana yang dinilai masih kurang. Bahkan bila Dana Alokasi Khusus (DAK) turun akan disalurkan ke daerah penyangga.
Secara persentase memang masalah infrastruktur cukup dominan. Seperti jalan lingkar terluar atau outer ring road ditargetkan pada 2011 sudah bisa melakukan pembebasan lahan. Sudah disiapkan anggaran Rp 25 miliar untuk pembebasan lahan.
Paling tidak tahapannya baru untuk Tugu - Ngaliyan - Mijen - Gunungpati. Bila tidak ada rintangan, realisasi proyek akan dikerjakan pada 2012 sembari melakukan pembebasan lahan untuk tahap selanjutnya.
Kualitas Kepala Dinas Bina Marga, Nugroho Joko P melalui Kabag Humas Achyani menyebutkan, di tahun anggaran 2011 sudah dianggarkan Rp 8 miliar, terutama untuk betonisasi dari Jalan Raya Kaligawe sampai jembatan Alas Tua.
Dijelaskan keseluruhan, Bina Marga mencatat ruas jalan yang ada sekarang sebenarnya sudah masuk ke daerah pinggiran. Oleh karena itulah di 2011 nanti masalah infrastruktur jalan hanya difokuskan pada peningkatan kualitas jalan dan jembatan. ’’Tidak ada pembangunan jalan baru di 2011. Sifatnya hanya peningkatan kualitas,’’ ungkap Achyani.
Anggaran untuk peningkatan kualitas jalan sudah masuk usulan di 2011 yakni sebesar Rp 20 miliar. Anggaran itu sudah termasuk anggaran rutin seperti untuk perawatan, penutupan lubang jalan yang dialokasikan Rp 5 miliar.
Termasuk untuk jembatan ada fokus di DAS Banjirkanal Barat, Pasar Waru, jembatan Gotong Royong di Sendangguwo maupun penghubung antarkecamatan di Tembalang dan Gunungpati. ’’Yang jelas targetnya tidak ada lagi jalan yang tak layak lewat,’’ ungkapnya. (H37,H35-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/24/130940/Pembangunan-Pinggiran-Masuk-RPJMD-
sembilanbelas November 24th, 2010, 12:14 AM Proyek Pemkot Dikuasai Dewan
* Besaran Rp 50Juta - Rp 100 Juta
SEMARANG - Proses lelang sejumlah proyek milik Pemkot Semarang mengundang protes, karena ada tengara sejumlah oknum anggota DPRD Kota yang bermain.
Hal ini terlihat dalam pemilihan pemenang tender proyek yang nilainya di bawah Rp 50 juta (penunjukan langsung) dan di bawah Rp 100 juta (pemilihan langsung) di APBD Perubahan 2010.
Tentu saja masalah tersebut menutup peluang masyarakat untuk ikut proyek. Koordinator Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK), Iwan Tri Prasetyo menyebutkna, ada 62 buah proyek yang sudah tidak bisa diikuti.
Kebanyakan proyek milik Dinas Bina Marga. ’’Dari penelusuran kami untuk jumlah proyek itu, terutama milik Bina Marga ada 17 proyek di antaranya ada di Gunungpati. Ada kejanggalan, kenapa terkonsentrasi di satu wilayah,’’ kata di Balai Kota, kemarin.
Dari hasil penelusurannya, 62 proyek itu meliputi pengerjaan jalan raya, jalan lingkungan termasuk perawatannya. Ternyata pengerjaan itu banyak dimenangkan oleh anggota Dewan dari Komisi C.
Modus yang digunakan, tender yang diajukan menggunakan bendera kontraktor lain. ’’Mereka (Dewan) tidak main langsung, melainkan mencomot bendera lain untuk diikutkan dalam proyek,’’ katanya.
Ungkapan Adanya oknum anggota Dewan dari Komisi C bermain proyek karena komisi tersebut membawahi masalah pembangunan. Dengan begitu segala proyek milik Pemkot telah diketahuinya saat pembahasan APBD Perubahan.
Banyak ungkapan untuk bisa meloloskan proyek. ’’Misalnya ungkapan, mohon dibantu atau ada yang terang-terangan mengajukan proyek,’’ jelas Iwan.
Dengan adanya embel-embel wakil rakyat, sudah barang tentu Pemkot tak kuasa menolak. Terlebih nilai proyek di bawah Rp 50 juta dan Rp 100 juta, Pemkot bisa memilih langsung rekanan kerjanya.
’’Kalau sudah begitu, kontraktor lainnya tidak bisa berkutik. Percuma mereka mengajukan proposal, tetapi pemkot sudah memilih rekanan milik orang Dewan,’’ ungkap dia.
Pihak GNPK sebenarnya sudah melakukan konfirmasi kepada Pemkot dengan keberadaan proyek itu pada 15 Oktober lalu. Plt Sekda Akhmat Zaenuri secara normatif menyatakan tender sudah dibuka untuk umum. Masalah penunjukan langsung maupun pemilihan langsung sudah sesuai Keppres No 80/2003.
’’Saat kami lakukan investigasi, fakta berkembang ada dinas lainnya yakni PSDA dan ESDM serta Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP). Bahkan ada staf di DTKP terang-terangan mengatakan sudah dibagikan untuk Komisi C,’’ ungkap dia. (H37,H35-16)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/24/130948/Proyek-Pemkot-Dikuasai-Dewan
:nuts: :nuts: :nuts: :bash: :bash:
titus15 November 24th, 2010, 05:03 AM http://img192.imageshack.us/img192/7497/banjirkanaltimur.jpg
proyek normalisasi banjir Kanal Timur Semarang
dari fb seputar semarang...
yunancutespdmt November 24th, 2010, 01:34 PM Di thread Solo katanya Dafam Hotel singkatan dari Dahlan Family karena punya keluarga Dahlan dari Pekalongan, berarti itu lain dengan Deva Hotel milik Kagum Grup dari Bandung, itu belum dibangun, Sory gw gk bisa ngasih kontribusi berarti buat thread ini, tapi gw cinta Semarang gimana kalau kita kumpul bareng (gathering) dan bahas perkembangan gedung bertingkat di Semarang sampaikan ke pemkot Semarang
Good Idea,....tak dukung mumpung walikota y msh baru,butuh pembuktian akan hasil dr kinerjanya.. :banana::banana::banana:
jalani dan panjatkan kelak syukur kau ucapkan
yunancutespdmt November 24th, 2010, 02:06 PM 24 Nopember 2010
Pengecoran Terkendala Pengeprasan Bukit
SEMARANG- Pelaksana proyek jalan tol Semarang-Ungaran masih menunggu proses pengeprasan Bukit Cemoro Sewu dan Ceper yang hingga kini belum selesai. Sebelum kedua bukit tersebut rampung dikepras, dipastikan pengecoran jalan belum bisa dilaksanakan.
Kepala Dinas Bina Marga Jateng Danang Atmodjo menyatakan, selain pengeprasan bukit, pengerasan tanah di sekitar Bukit Cemoro Sewu juga tengah dilakukan. Di wilayah tersebut, pihaknya tengah memperkuat struktur tanah yang kondisinya labil.
"Saat ini sedang difokuskan penguatan struktur tanah. Setelah kuat, baru proses pengecoran dilakukan," jelas Danang.
Menurut Danang, lahan tol yang belum dibeton saat ini tidak terlalu panjang, yakni sekitar 300 meter. Bila proses pengeprasan bukit dan pengerasan tanah selesai, maka secepatnya akan dilakukan pengecoran. Upaya percepatan yang dilakukan adalah dengan menambah jumlah alat berat maupun pekerja, serta digarap secara lembur.
Danang berharap pengeprasan kedua bukit di wilayah Kabupaten Semarang itu bisa rampung akhir November ini. Setelah rata dengan jalan, pelaksana proyek akan segera melakukan pengerasan jalan guna menghubungkan jalan tol Semarang-Ungaran. (H23,H30-35)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/24/130969/Pengecoran-Terkendala-Pengeprasan-Bukit
yunancutespdmt November 24th, 2010, 02:11 PM 24 Nopember 2010
Tiga Penerbangan Garuda Batal
SEMARANG - Keterlambatan beberapa penerbangan Garuda, kemarin masih terjadi di Bandara Internasional Ahmad Yani.
Dari sembilan penerbangan, enam di antaranya tertunda (delay) dan tiga dibatalkan karena mengalami maintenance.
Airport Duty Manager (ADM) Bandara Ahmad Yani Heru Kadarwanto mengatakan, hingga Selasa (23/11), pukul 13.00, dua penerbangan mengalami keterlambatan landing, antara lain GA 232 dijadwalkan mendarat pukul 08.45 baru mendarat pukul 11.43, dan GA 236 on schedule pukul 12.15 tapi landing pukul 14.00.
Selanjutnya, tiga penerbangan yang terlambat boarding, di antaranya GA 235 dijadwalkan pukul 09.20 baru boarding pukul 12.15, GA 238 pukul 13.35 baru boarding pukul 14.00, dan GA 239 boarding pukul 13.10.
’’Hari ini (kemarin-red), kami telah menerima pemberitahuan resmi dari Garuda Indonesia terkait pembatalan terbang tiga pesawat. Pembatalan tersebut karena ada rotasi pesawat dan maintenance,’’ jelasnya, Selasa (23/11).
Ketiga pesawat yang dibatalkan terbang ini adalah GA 230, GA 234, dan GA 242. Masing-masing dijadwalkan tiba di Semarang pukul 06.50, pukul 09.40, dan pukul 17.35.
Sementara itu, Legino, ADM bandara yang bertugas sore menyebutkan, dua penerbangan yang terlambat tiba di Semarang antara lain GA 238, yang semula dijadwalkan mendarat pukul 14.20 namun baru tiba pukul 15.10, dan GA 240 semula pukul 16.10 baru mendarat pukul 16.30.
Menurutnya, hari ini (24/11), maskapai berplat merah tersebut kembali akan membatalkan tiga pesawat. Ketiga pesawat itu landing di Semarang dengan nomor penerbangan GA 230, GA 236 dan GA 244.
Internal Maskapai
Secara terpisah, Manajer Operasi PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Edi Hartono membantah akibat tertundanya sejumlah penerbangan Garuda terjadi penumpukan penumpang.
Dia menegaskan, kepastian alasan tertundanya jadwal penerbangan itu hanya internal maskapai yang tahu. Sejumlah penumpang yang akan membeli tiket di bandara mengurungkan niatnya. Hal itu dikarenakan pihak operator maskapai tidak bisa memastikan apakah pesawat pada saat itu akan terbang atau tidak.
Sementara itu, General Manager PT (Persero) Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia Jateng Kokoh Ritonga tidak bisa memprediksikan kalau penerapan sistem IOCS ini bakal mengacaukan data. Karena itu, dengan sangat menyesal Garuda menyatakan permintaan maaf atas kekacauan beberapa jadwal penerbangan. (J9-35)
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/24/130991/Tiga-Penerbangan-Garuda-Batal
yunancutespdmt November 24th, 2010, 02:12 PM deleted
sembilanbelas November 24th, 2010, 02:24 PM http://img192.imageshack.us/img192/7497/banjirkanaltimur.jpg
proyek normalisasi banjir Kanal Timur Semarang
dari fb seputar semarang...
Wah, jadi lebar sungainya. Moga-moga bisa ngurangi banjir...
Kalo penataan taman di Jalan Pahlawan katanya dah selesai, kayak apa sekarang ya? Ini foto waktu pengerjaannya..
http://img23.imageshack.us/img23/238/pahlawan.jpg (http://img23.imageshack.us/i/pahlawan.jpg/)
sumber: lali.com :lol:
sembilanbelas November 24th, 2010, 04:05 PM Pembangunan di kampus Undip Tembalang:
Gedung kembar (Marine Science Laboratory on going progress another side ICT Centre):
http://img42.imageshack.us/img42/4862/marine1s.jpg (http://img42.imageshack.us/i/marine1s.jpg/)
http://img694.imageshack.us/img694/6273/marine2j.jpg (http://img694.imageshack.us/i/marine2j.jpg/)
ini kembarannya yang dah jadi duluan:
http://img819.imageshack.us/img819/2150/ict0.jpg (http://img819.imageshack.us/i/ict0.jpg/)
Gerbang gedung kembar:
http://img230.imageshack.us/img230/6469/gerbang.jpg (http://img230.imageshack.us/i/gerbang.jpg/)
Masjid Undip:
http://img842.imageshack.us/img842/4559/masjidundip.jpg (http://img842.imageshack.us/i/masjidundip.jpg/)
Sumber: http://www.facebook.com/album.php?aid=290129&id=88238760934&page=2
sembilanbelas November 25th, 2010, 12:47 AM Wali Kota Live di Metro TV
Hilangkan ’’Semarang Kaline Banjir’’
TAMPIL 30 menit dalam program Public Corner Metro TV, Rabu (24/11), Wali Kota Soemarmo HS mengenalkan slogan Semarang Setara kepada publik seantero Indonesia.
Secara panjang lebar, dia memaparkan mengenai konsep kebijakan pembangunan lima tahun.
Dipandu oleh Prima Genuita, Wali Kota ingin label Semarang sebagai kota banjir harus hilang.
Bahkan ada tekad moral supaya ibukota Provinsi Jateng ini perkembangannya
harus setara dengan kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar.
’’Saat menjemput Presiden dan Ibu Negara di Bandara Ahmad Yani, saya sempat disindir Bu Ani, apa masih ada lagu semarang kaline banjir. Saya jawab masih, tetapi tidak parah seperti yang dulu,’’ ungkapnya.
Baginya, penanganan rob dan banjir merupakan prioritas yang harus diselesaikan. Ditargetkan 2013, masalah klasik yang kerap melanda Semarang tersebut sudah tidak lagi dikeluhkan masyarakat.
Dengan proyek penanganan seperti Waduk Jatibarang, normalisasi empat sungai (Banjirkanal Barat, Banjirkanal Timur, Kali Semarang, Kali Banger), pembangunan kolam retensi, serta rencana adanya tanggul pantai yang memanjang dari perbatasan Kendal sampai Demak bakal dikerjakan bertahap mulai 2011 nanti.
’’Sebagian sudah dimulai seperti Waduk Jatibarang, dan kolam retensi. Demikian juga rintisan Polder Banger sudah mulai dikerjakan,’’ ungkapnya.
Tonggak Awal Bagi Soemarmo, 2011 merupakan tonggak awal untuk merealisasikan arah kebijakan pembangunan. Fokus pembangunan dengan peningkatan jalan kawasan kota, penangan rob dan banjir, penerangan jalan, aksesoris jalan serta memfungsikan trotoar.
Setidaknya dengan fokus itu, Pemkot ingin mengembalikkan citra wajah Semarang sebagai ibu kota provinsi yang kerap mendapatkan kritikan dari Gubernur Bibit Waluyo.
Untuk pelayanan kesehatan pun ditargetkan ada 40 puskesmas menjadi rawat inap. Kemudian alokasi untuk program jamkeskot yang diharapkan masyarakat miskin tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.
Soal kemiskinan juga ada program pemberdayaan masyarakat dengan pemberdayaan UKM, peningkatan jumlah dan fungsi balai latihan kerja dan padat karya.
Di penghujung acara, Wali Kota tak lupa memaparkan soal program Semarang Great Sale (Semargres) yang akan berlangsung 1 - 31 Desember. Program tersebut mendorong pelibatan UKM/UMKM untuk berdaya saing kuat, di samping adanya diskon di setiap kegiatan ekonomi mulai retail, perhotelan, pusat perbelanjaan dan restoran.
’’Kami mengajak pemirsa Metro TV untuk datang ke Semarang pada Desember nanti. Kami punya hajatan yang besar dan menggembirakan,’’ pintanya. (H37,H35-16)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/25/131048/Hilangkan-Semarang-Kaline-Banjir
============
Diganti “Semarang Investasine Banjir” sanggup gak pak? :) :)
yunancutespdmt November 25th, 2010, 05:40 AM http://img132.imageshack.us/img132/7033/25112010101030003.jpg (http://img132.imageshack.us/i/25112010101030003.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Simpang lima kian asri.
sumber: suara merdeka cetak
yunancutespdmt November 25th, 2010, 06:12 AM http://img696.imageshack.us/img696/1228/mixedusedevelopmentmega.jpg (http://img696.imageshack.us/i/mixedusedevelopmentmega.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Our hope and Expectation grow in semarang beside HSBC Building....
sumber: skyscraper city jkarta
yunancutespdmt November 25th, 2010, 09:04 AM Itu pembangunan gedung apa? asal comot ya? apa iya semarang ada rencana dibangun gedung itu? kalau gak kok dicantumkan tuh gedung?
Tu gedung kuningan one,lagi kepingin biar tanah kosong di sebelah HSBC di bgun gedung tinggi....:ohno::cheers:
|
|