View Full Version : [SEMARANG] Projects & Development
titus15 August 25th, 2008, 12:49 PM tapi aku pengin semarang kayak gini ajaa..., jangan maju terlalu cepat. yang saya tahu, biasanya kemajuan itu akan ditandai dengan menurunnya nilai- nilai dalam masyarakat karena arus modernisasi, terutama ekses negatif.
saya ga terlalu mementingkan di semarang harus ada gedung2 tinggi menjulang,
karena saya lebih suka jika kualitas sarana prasarana yang ada sekarang diperbaiki dan ditata ulang. terminal yang kebanjiran, stasiun yang banjir dan kurang sedap dipandang, pelabuhan yang kurang bersih. itu ajalah kualitasnya yang ditingkatkan.., :):):):):)
saya lebih suka kata "nyaman" dibanding " maju"....., :lol::lol::lol::lol::lol:
:cheers:
Tapi menurut saya higrise tetap penting. sebelum terlambat. Semarang masih punya lahan memang, tapi kalo semua keburu diambil alih pengembang, maka harga tanah akan semakin cepat melambung. Ujung-ujungnya pemerintah akan semakin kesulitan jika harus membangun infrastruktur baru bagi kesejahteraan warganya. Contohnya pembebasan lahan tol makin alot karena warga keburu pasang harga, atau jika suatus aat pemerintah hendak membangun rumah sakit kota akan kesulitan kjika harga tanah semakin mahal. Jangan sampai kasus pembanguna Banjir Kanal Timur Jakarta yang sangat mahal biaya pembebasan lahannya terjadi di Semarang.
Hunian vertikal harus mulai dipertimbangkan di Semarang sebelum harga tanah makin melambung dikuasai tengkulak-tengkulak tanah...
Kemajuan tidak selalu degradasi nilai lho. Asal kemajuan itu bersama-sama disadari oleh seluruh kalangan yang menghendaki perubahan yang harmonis...
Peterongan August 25th, 2008, 01:16 PM Tapi menurut saya higrise tetap penting. sebelum terlambat. Semarang masih punya lahan memang, tapi kalo semua keburu diambil alih pengembang, maka harga tanah akan semakin cepat melambung. Ujung-ujungnya pemerintah akan semakin kesulitan jika harus membangun infrastruktur baru bagi kesejahteraan warganya. Contohnya pembebasan lahan tol makin alot karena warga keburu pasang harga, atau jika suatus aat pemerintah hendak membangun rumah sakit kota akan kesulitan kjika harga tanah semakin mahal. Jangan sampai kasus pembanguna Banjir Kanal Timur Jakarta yang sangat mahal biaya pembebasan lahannya terjadi di Semarang.
Hunian vertikal harus mulai dipertimbangkan di Semarang sebelum harga tanah makin melambung dikuasai tengkulak-tengkulak tanah...
Kemajuan tidak selalu degradasi nilai lho. Asal kemajuan itu bersama-sama disadari oleh seluruh kalangan yang menghendaki perubahan yang harmonis...
good point view...,
iyaa...., :):):):):)
aku juga setuju..., kadang pengin semua fungsi yang mendukung perkotaan semarang itu mempunyai value lebih.., jangan sampai pembangunan highrise hanya membuat nyaman segelintir orang..., gamau juga jika lihat kota semarang dibagian kota satunya maju banget tapi bagian kota yang bersinggungan ma masyarakat langsung etc. pelabuhan, terminal, stasiun, jalan raya, bandara, sarana publik lain kurang representatif. umpama kota jakarta dengan bejibun gedung pencakar langit, tapi liat ke jalan yang berlubang, terminal, stasiun, dan bandara ( ingat banjir lalu ). ini semua khan berinteraksi dengan masyarakat umum. kalo di balik gedung2 tinggi itu menawarkan kenyamanan dan kemewahan itu masalah lain. tapi ketika dimana terdapat suatu daerah yang menjadi imej dan berkumpulnya masyarakat luas malah kurang terjaga kualitasnya...,
jadi miris juga yaa..., sampai kapan yaa...,
:ohno::ohno::ohno:
apa paradigma pemimpin di negeri ini belum bisa menterjemahkan kehendak masyarakat yang menginginkan sarana dan prasarana publik yang nyaman yaaa.....,
:bash:
memimpikan sarana dan prasarana publik yang berkualitas kayaknya masih jauh....,
saya siy berharap banyak ke balikpapan...., hope so..,
laba-laba August 25th, 2008, 01:31 PM maju itu WAJIB...
karena lawan kata MAJU adalah mundur.
Makin maju maka makin meningkat tingkat kesejahteraan masyarakatnya.
Orang2 kaya bisalah berbilang kalau mereka merasa perekonomian semarang sudah cukup.
Tetapi orang2 dibawah sana yang miskin, mereka ingin perubahan ekonomi di daerah mereka.
Dengan adanya kemajuan, kemudahaan berbisnis, dll, maka terjadi booming perekonomian.
Karena dengan adanya jual beli tersebut, peredaran uang di kota kita akan lebih banyak.
maka, meningkatlah GPD, dll...
efek dari negatif kemajuan tersebut itu tergantung pemerintah, dan masyarakatnya itu sendiri gimana menghadapi perubahan tersebut.
jadi jangan disalahkan "FAKTOR KEMAJUAN" kota tersebut.. tetapi lebih baik memahami perubahan2 tersebut juga secara paraleldengan proses kemajuan kota...
Ambil positifnya sebanyak mungkin, dan menimimalkan efek negatifnya.
Makin banyak andil pemerintah dan di dukung oleh masyarakat itu sendiri, maka efek negatifnya bisa di redam..
titus15 August 25th, 2008, 03:00 PM Ohya... sedikit terlupa...(Saya pernah baca ini)
Sebetulnya selain kkop, highrise juga dilarang di wilayah semarang bawah juga karena labilnya bidang tanah di Semarang. Harap diketahui, sekitar tahun 900-1400 masehi, kawasan semarang adalah laut. (bahkan Ceng Ho yang pernah mendarat di Semarang di pelabuhan Simongan waktu itu - sekitar kaki bukit candi atau 8 km dari bibir pantai sekarang), jadi tanah Semarang adalah tanah muda, dan dengan kondisi kepadatan bangunan saat ini saja permukaan tanah di semarang mulai turun beberapa senti per tahun.
Selain itu dengan banyaknya highrise ditakutkan akan menyedot banyak air tanah yang ujung-ujungnya akan menurunkan permukaan tanah. Padahal kita tahu sekarang dengan adanya global warming, air laut mulai naik, dan inilah yang menyebabkan fenomena rob di Semarang...
So sebenarnya jika ingin membuat kota Semarang menggeliat, harus dipikirkan segera mengembangkan wilayah kota di sayap-sayap kota, dan untuk membangun Highrise lebih diharapkan di daerah perbukitan. Itupun dengan beberapa pertimbangan, karena di beberapa wilayah perbukitan Semarang adalah wilayah patahan, seperti di daerah Sigar Bencah di Semarang Timur, bendan dan Gombel di Semarang Selatan...
So.... Memang untuk membangun highrise di Semarang butuh banyak pertimbangan, tapi kalau Mid Rise yang kompak.. sepertinya asyik dan rasanya belum banyak kota yang mengembangkan konsep ini. mungkin juga akan lebih nyaman dari pada highrise tapi potensial menyebabkan Rob dan Kecelakaan Udara...
NpF August 26th, 2008, 03:48 AM Ini pemikiranku saja sih, mungkin bisa aja kurang tepat :
Setelah baca postingan2 terakhir, oleh mas titus and mas peterongan, kurasa memang butuh waktu yang mungkin akan sangat lama u/ SMG bs pnya higrises lebih dari 60 m, dikarenakan beberapa hal yang sdh sering kali diposting dan jadi bahan diskusi bersama tmn2 disini, disamping topografi,demografi, dan juga kultur masyarakat and warga SMG,plus kebijakan pemkot and pemda, aku sampai pada kesimpulan : tak heran kalau kota semarang akan semakin susah mengejar ketertinggalannya dari ibukota propinsi di jawa : bandung, surabaya, (jakarta ga usah dimasukkan , krn ga ada yg bs ngejar jg, even sby sekalipun as the 2nd biggest city ), infrastruktur standard yg harusnya dimiliki oleh sebuah kota metropolis pun, semarang (maaf) kurang representatif, spt sy posting sebelumnya such as : bus station, sea harbour, train station, and airport, ga usah dulu bicara higrises deh, lha wong infrastruktur saja masih kepayahan :) duh kesannya saya sounds pesimistis ya, tp kayaknya SMG mang gtu deh, krn jujur sy punya ekspektasi cukup tinggi thd kota tercintaku ini, tp kok ya makin lama makin kalah dari kota2 tetangga, what's wrong with it? he he he, tanya lagi, padahal ya dah sering dibahas to?
saya juga merindukan indonesia ini, ga hanya jakarta or bali aja yg dikenal di dunia, coba deh kita lihat amrik, Washington DC sbg ibukota negara kalah pamor and mentereng ama new york, kita akan familiar denger munich, hamburg, hannover, sbg kota2 di jerman, ga hanya berlin as ibukota, liverpol, manchester, nottingahm sbg kota2 indah di UK ga hanya london, begitupula di indonesia, ga hanya jakarta aja, karena kurasa pertumbuhan kota2 di IND serasa njompalng dibanding kota2 lainnya,
wah malah jadi ngelantur nih, nyuwun sewu lho ya
saya cukup desperate liat infrastruktur semarang yg ga nyaman, but i stil love semarang, somehow :)
Alphonse Not-Elric August 26th, 2008, 06:04 AM Ohya... sedikit terlupa...(Saya pernah baca ini)
Sebetulnya selain kkop, highrise juga dilarang di wilayah semarang bawah juga karena labilnya bidang tanah di Semarang. Harap diketahui, sekitar tahun 900-1400 masehi, kawasan semarang adalah laut. (bahkan Ceng Ho yang pernah mendarat di Semarang di pelabuhan Simongan waktu itu - sekitar kaki bukit candi atau 8 km dari bibir pantai sekarang), jadi tanah Semarang adalah tanah muda, dan dengan kondisi kepadatan bangunan saat ini saja permukaan tanah di semarang mulai turun beberapa senti per tahun.
Selain itu dengan banyaknya highrise ditakutkan akan menyedot banyak air tanah yang ujung-ujungnya akan menurunkan permukaan tanah. Padahal kita tahu sekarang dengan adanya global warming, air laut mulai naik, dan inilah yang menyebabkan fenomena rob di Semarang...
So sebenarnya jika ingin membuat kota Semarang menggeliat, harus dipikirkan segera mengembangkan wilayah kota di sayap-sayap kota, dan untuk membangun Highrise lebih diharapkan di daerah perbukitan. Itupun dengan beberapa pertimbangan, karena di beberapa wilayah perbukitan Semarang adalah wilayah patahan, seperti di daerah Sigar Bencah di Semarang Timur, bendan dan Gombel di Semarang Selatan...
So.... Memang untuk membangun highrise di Semarang butuh banyak pertimbangan, tapi kalau Mid Rise yang kompak.. sepertinya asyik dan rasanya belum banyak kota yang mengembangkan konsep ini. mungkin juga akan lebih nyaman dari pada highrise tapi potensial menyebabkan Rob dan Kecelakaan Udara...
saya setuju sekali sama ide anda mas, juga Npf, nggak usah ngejar highrise asal midRise bisa kompak dan serasi dengan segala aspek kota semarang, insyaAllah semarang bakal lebih modis. Daripada kota yang ngejar highrise tapi pemukiman kumuh dan sampah merajalela.
Ketika saya lewat di jalan tol semarang saya selalu merasakan romantisme yang khas, suerr! saya melihat bukit2 yang dihiasi dengan rumah2 yang untel2an tapi masih "manusiawi". jujur, pemandangan itu indah banget dan kayaknya nggak dipunyai kota metropolitan lain di pulau jawa ini.
David-80 August 27th, 2008, 06:12 PM menurut gua highrise juga ga begitu penting, toh susah banget mau dapet yield di property condo/apartment semarang.....
mending semarang focus ke infrastructure, banjir dibenerin dulu...ampe kadang2 setiap musim hujan, stasiun udah kayak pelabuhan....bandara juga udah mestinya di renov, weight PCN runway ditambah, terminal bis juga direnovasi...dan yang penting, gua perhatiin semarang itu macet bgt di daerah kalibanteng....nah daerah situ bikin lah flyover...dulu tahun 96 ada rencana mau bikin flyover...tapi sampe skrg ga kesampean.....
pokoknya ga usah muluk2 dah....bukan karena apa2...semarang emang bakalan stagnan...thats semarang culture. The city is a transit point, mending kita bikin semarang bersih, bebas banjir, jalan juga mantab semua, transportasi kayak BRT segera di mulai nanti bulan januari....taxi juga kita bagus bgt...semua pake argo,,,
lets fix all the small thing first, then jump to the big ones.
cheers
Ampelio August 28th, 2008, 07:15 AM lets fix all the small thing first, then jump to the big ones.cheers
Yes, yg penting bikin Semarang jadi kota yang selalu "layak dan nyaman dihuni" ...a livable city! :cheers:
titus15 August 28th, 2008, 01:12 PM mending semarang focus ke infrastructure, banjir dibenerin dulu...ampe kadang2 setiap musim hujan, stasiun udah kayak pelabuhan....cheers
Haha... orang sering salah. Dikiranya Semarang cuma punya 1 pelabuhan. Ternyata Semarang punya 4 buah. Pelabuhan Tanjung Mas, Pelabuhan Tawang, Pelabuhan Ahmad Yani, dan Pelabuhan Terboyo...
Tawang dan Ahmad Yani buka waktu musim hujan, Terboyo buka setiap Rob....
Ayo... pemkotnya kok nggak responsif ya...
Saya pernah baca baliho PSA pak Kawi, yang mengajak masyarakat menjadikan Semarang jadi pintu gerbang Jawa Tengah (dalam hati saya, memangnya belum ya?)...
Tapi gimana bisa terwujud kalo ke empat pintu gerbangnya ditelan banjir semua, nggak pelabuhan, bandara, terminal sama stasiun...?
Prihatin...
Venantio August 28th, 2008, 01:34 PM Haha... orang sering salah. Dikiranya Semarang cuma punya 1 pelabuhan. Ternyata Semarang punya 4 buah. Pelabuhan Tanjung Mas, Pelabuhan Tawang, Pelabuhan Ahmad Yani, dan Pelabuhan Terboyo...
Tawang dan Ahmad Yani buka waktu musim hujan, Terboyo buka setiap Rob....
Ayo... pemkotnya kok nggak responsif ya...
Saya pernah baca baliho PSA pak Kawi, yang mengajak masyarakat menjadikan Semarang jadi pintu gerbang Jawa Tengah (dalam hati saya, memangnya belum ya?)...
Tapi gimana bisa terwujud kalo ke empat pintu gerbangnya ditelan banjir semua, nggak pelabuhan, bandara, terminal sama stasiun...?
Prihatin...
Jadi inget lagunya Waljinah: Semarang kaline banjir... :lol::lol::lol:
titus15 August 28th, 2008, 03:35 PM Jadi inget lagunya Waljinah: Semarang kaline banjir... :lol::lol::lol:
Kaline udah nggak banjir... banjirnya dari Laut...
terus sing kebanjiran terminal,stasiun sama bandara selain tentu saja pelabuhane...
:ohno::omg:
titus15 August 29th, 2008, 05:18 AM saya setuju sekali sama ide anda mas, juga Npf, nggak usah ngejar highrise asal midRise bisa kompak dan serasi dengan segala aspek kota semarang, insyaAllah semarang bakal lebih modis. Daripada kota yang ngejar highrise tapi pemukiman kumuh dan sampah merajalela.
Ketika saya lewat di jalan tol semarang saya selalu merasakan romantisme yang khas, suerr! saya melihat bukit2 yang dihiasi dengan rumah2 yang untel2an tapi masih "manusiawi". jujur, pemandangan itu indah banget dan kayaknya nggak dipunyai kota metropolitan lain di pulau jawa ini.
saya sekarang lagi suka wisata tanjakan, dan dibanding dari jalan tol, pemandangan kota semarang yang berbukit-bukit itu kalo dilihat dari rumah-rumah di atas bukitt yang untel-untelan itu jauh lebih indah mas. Dan bahkan dibanding dari jendela apartemen kelas wahid di Jakarta, yang hanya bisa memandang selebar jendela apartemen, pemandangan dari rumah-rumah itu jauh lebih indah, apalagi bisa ngopi dan duduk-duduk di teras rumah... wessss!!!
NpF August 30th, 2008, 05:17 AM Marhaban Ya Ramadhan
Mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan untuk segenap teman yang menjalankannya, semoga setiap kita mendapatkan segenap kebaikan di bulan penuh berkah ini, dan mohon dimaafkan segenap silap yang diperbuat. Amin
Cah SMG August 31st, 2008, 07:03 AM Menurut majalah SWA, dari hasil polling di kalangan pengusaha, Semarang kota paling menjanjikan No. 3, untuk investasi, setelah Jakarta dan Batam. So, jangan pesimis...
NpF August 31st, 2008, 12:23 PM Menurut majalah SWA, dari hasil polling di kalangan pengusaha, Semarang kota paling menjanjikan No. 3, untuk investasi, setelah Jakarta dan Batam. So, jangan pesimis...
Wah, gut nyus tuh, tp kok terakhir yg sempet di muat koran SM, menyebutkan di prop jateng, kota solo menduduki peringkat pertama dalam hal daya tarik investasi tuh, lha ini SWA yang kapan mas? kalau secara nasional semarang nomer 3, harusnya secara regional jateng, semarang bs tetep nomer 1 toh? (menurut saya sih :) )
Nenek Genit September 1st, 2008, 09:52 AM Wah, gut nyus tuh, tp kok terakhir yg sempet di muat koran SM, menyebutkan di prop jateng, kota solo menduduki peringkat pertama dalam hal daya tarik investasi tuh, lha ini SWA yang kapan mas? kalau secara nasional semarang nomer 3, harusnya secara regional jateng, semarang bs tetep nomer 1 toh? (menurut saya sih :) )
penelitiannya pake variabel yg beda kali..
jadi hasil risetnya juga beda CMIIW
Alphonse Not-Elric September 1st, 2008, 03:17 PM penelitiannya pake variabel yg beda kali..
jadi hasil risetnya juga beda CMIIW
haah, aku nggak peduli, walau hati nuraniku mengatakan kalau kita nggak boleh fanatik sempit, tapi nafsuku berkata bahwa semarang dan solo harus maju semua !!!
apapun yang terjadi Jateng harus maju secara umum dan 2 kota ini (semarang dan solo) adalah ikon dan pionir yang harusnya bisa membawa Jateng ke kancah persaingan dengan blok "timur" dan "barat".
Setidaknya secara visual kedua saingan kita itu telah mengalahkan kita.
Kalau perlu Jogja diajak!!
Biar blok barat dan timur tau sebuah megapolitan akan muncul...
JOGLOSEMAR...
SEKALI LAGI ANTARA 3 KOTA INI KUDU BERSINERGI!!!
kadang saya agak risih karena ketika ditanyain ma orang, saya gak punya cerita apa-apa tentang semarang dan solo, serta Jateng:ohno:
(sekali lagi ndobos gak papa ya)
Nenek Genit September 1st, 2008, 04:00 PM ^^setuju bgt..
dalam banyak hal Jateng udah banyak ketinggalan dari propinsi di jawa lainnya..
titus15 September 2nd, 2008, 03:56 AM Makanya harus sinergi juga pengembangannya. Bikin jalur lalu lintas yang terpadu kalo perlu 24 jam nonstop untuk memperdekat jarak ketiga kota ini. Sekarang dari Semarang ke Jogja aja kalo sudah kemalaman kesulitan cari kendaraan. Dan modanya cuma satu macam saja (mau nggak mau harus naik bus), padahal seharusnya perlu diperbaiki moda kereta api cepat misalnya (semarang-Solo pandanwangi lemot banget, dan frekwensinya sedikit), kalau bisa pandanwangi dan prameks bisa lebih dieksplore PT KAI.
Selama ini justru lebih bersinergi Solo Jogja. Semarang masih jalan Sendiri... (mungkin karena lebih jauh dari 2 kota tersebut, dan halangan geografis 2 gunung Merapi dan Merbabu)... Infrastruktur perlu dikebut nih...
Cah_Bagus97 September 2nd, 2008, 04:20 AM [yah, beberapa kali dalam diskusi di forum ini, Sinergi JOGLOSEMAR layak menjadi harga mati untuk mengejar ketetinggalan dengan propinsi DKI/jabardan jatim. Tanpa adanya sinergi diantara JOgja SOLO SEmarang, mustahil harapan itu akan terwujud. Mungkin langkah awal adalah pengembangan infrastruktur moda transportasi. Saya setuju Jalur KA Semarang-Solo di kembangkan, frekuensi perjalanan ditingkatkan, kalo perlu KA eksekutif.
SElain itu Jateng kayaknya perlu mendirikan Maskapai sendiri, biar mudah mengkoneckan SOLO semarang dengan kota2 lain di indonesia/manca negara.
Belajar dari LORENA dengan basis angkutan bus antar kota bisa mem-ngubah diri menjadi LOrena AIR adalah pelajaran penting bagi stake holder Jateng untuk mengikutinya. Potensi tetap ada, bukan tidak mungkin PO sekelas Dedy jaya,Rosalia Indah SOLO akan mengikuti.
SElamat berpuasa kepada rekan2 forum ini.
Jayalah Jateng
titus15 September 2nd, 2008, 05:15 AM [yah, beberapa kali dalam diskusi di forum ini, Sinergi JOGLOSEMAR layak menjadi harga mati untuk mengejar ketetinggalan dengan propinsi DKI/jabardan jatim. Tanpa adanya sinergi diantara JOgja SOLO SEmarang, mustahil harapan itu akan terwujud. Mungkin langkah awal adalah pengembangan infrastruktur moda transportasi. Saya setuju Jalur KA Semarang-Solo di kembangkan, frekuensi perjalanan ditingkatkan, kalo perlu KA eksekutif.
SElain itu Jateng kayaknya perlu mendirikan Maskapai sendiri, biar mudah mengkoneckan SOLO semarang dengan kota2 lain di indonesia/manca negara.
Belajar dari LORENA dengan basis angkutan bus antar kota bisa mem-ngubah diri menjadi LOrena AIR adalah pelajaran penting bagi stake holder Jateng untuk mengikutinya. Potensi tetap ada, bukan tidak mungkin PO sekelas Dedy jaya,Rosalia Indah SOLO akan mengikuti.
SElamat berpuasa kepada rekan2 forum ini.
Jayalah Jateng
Ada yang mau Moderate bikin Thread Baru? JOGLOSEMAR? Biar lebih Meriah...
Saya malah punya ngimpi... kenapa nggak di jalur pembebasan TOL Semarang Solo Jogja nggak sekalian dibangun monorai, jadi Tol lebih berfungsi sebagai jalur angkutan barang supaya transportasi lancar dan terganggu angkutan-angkutan pribadi. Dan Monorail tersebut juga mengkonectkan 3 bandara Internasional sekaligus, Ahmad Yani, AdiSumarmo dan Adi Sucipto...!!
NpF September 2nd, 2008, 06:15 AM [QUOTE=titus15;24784344]Ada yang mau Moderate bikin Thread Baru? JOGLOSEMAR? Biar lebih Meriah...
Saya malah punya ngimpi... kenapa nggak di jalur pembebasan TOL Semarang Solo Jogja nggak sekalian dibangun monorai, jadi Tol lebih berfungsi sebagai jalur angkutan barang supaya transportasi lancar dan terganggu angkutan-angkutan pribadi. Dan Monorail tersebut juga mengkonectkan 3 bandara Internasional sekaligus, Ahmad Yani, AdiSumarmo dan Adi Sucipto...!![
boleh bgt kok mas, ngimpi sih sah sah aja kok mas :), kan ga dilarang toh, tp nih kalau di tarik ke belakang, pembangunan tol smg solo tuh kan dah dirancang lebih dari 10 tahun yg lalu, tp ampe skrg pun masih berkutat di pembebasan lahan melulu, i cant even imagine, kok ya bisa ampe molor sedemikian lama, bahakan yg paling urgent sekalipun adalah pembangunan flyover kalibanteng, ampun dah, itu jg dah direncanakan sejak jaman kapan tau, tp masih sekedar berhenti d wacana:nuts:, sy sepakat ama titus kalau infrastruktur utama masuk ke smg diperbaiki dulu aja deh, vital bgt tuh, sy aja jd mesam mesem sendiri ketika titus blg, smg punya 4 pelabuhan (dalam hati,bener jg tuh), skrg kalo diliat2 forum project ini dah ga nampilin lagi project di SMG, krn mang ga ada yg lagi dibangun :), kebanyakan isinya sambat melulu, ya spt yg saya posting skrg ini :), masak sekelas ibukota jateng, ga punya terminal bus representatif, bandara intl yg ga ada bau2nya intl sama sekali, msh mending SOC and JOG, atleast ada intl maskapai yg mau buka jalur kesana, gmn mo masuk SRG, lha wong runway aja ga memenuhi syarat, JOG aja yg runway 2200, A 320 and 737 900 ER masuk, SOC krn embarkasi haji wajar kalau infrastruktur lebih baik, tp SRG..... tuh kan sambat lagi :) ayo dong pemda nya lebih giat lagi, semarang needs a good progress on public transportation ( sea, road, air , train )
titus15 September 2nd, 2008, 06:58 AM Haha... semarang kota wacana...
Tapi mungkin karena pemerintahnya kurang berani bikin trobosan komunikasi publik yang baik. Masyarakat curiganya semua proyek pemkot ujung-ujungnya hanya untuk kesejahteraan pejabat saja, dan pemkot nggak pernah bisa meyakinkan dan memperjuangkan bahwa proyek-proyek itu akhirnya untuk kesejahteraan rakyat juga. Hitung saja proyek-proyek rencana yang ditentang: Bikin busway ditentang, bikin waduk ditentang, modernisasi pasar ditentang, jalan tol ditentang, fly over ditentang, semua ditentang.
Bukan artinya saya pro dengan semua pembangunan di atas, tapi kalau proyek-proyek tersebut bener-bener bermanfaat, tentunya masyarakat harus bisa mendukung sepenuh hati.
Tapi memang masyarakat Semarang yang paling kritis dengan pembangunan di kotanya. Setiap ada proyek, suara warga hampir pasti selalu mencuat. Semoga suara warga itu bener-bener mencerminkan keinginan warga, sehingga masyarakat semarang nyaman dengan keadaan kotanya sendiri, dan jangan sampai juga kenyamanan warga kota dirampas oleh serbuan investor semata, yang tidak memahami kultur warga yang tinggal disitu.
Eh menurut rumor nggak resmi, katanya dalam 2 tahun kedepan reklamasi pantai utara sudah kelar, dan pembangunan lahan industri di daerah Mangkang, Demak dan Ungaran mulai jadi, dan katanya banyak investor China bersiap-siap menyerbu Semarang dengan pabrik-pabriknya. Pelabuhan juga sedang dikeruk untuk menyambut kapal-kapal kargo besar. Kayaknya ini akan jadi momentum kebangkitan Kota Semarang...
Semoga...
worldsuperstar September 2nd, 2008, 07:04 AM Ada yang mau Moderate bikin Thread Baru? JOGLOSEMAR? Biar lebih Meriah...
what a pleasure. . .
this is the thread. . .
click this !
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=24787132#post24787132
bozhart September 2nd, 2008, 02:01 PM Setuju, infrastruktur Semarang perlu segera diperbaiki. Kalau infrastruktur sudah bagus, pembangunan yg lain akan terakselerasi sendiri :)
=============================
skrg kalo diliat2 forum project ini dah ga nampilin lagi project di SMG, krn mang ga ada yg lagi dibangun :)
Masalahnya adalah sedikit forumer yg tinggal di Semarang utk memotret proyek2. Juga forumer2 Semarang yg tinggal di luar Semarang jarang mengubek2 internet utk mencari info proyek2 Semarang utk dipost di forum ini :)
Tapi gw akui jumlah proyek2 yg prestisius di Semarang memang kurang :ohno:
=============================
Tapi mungkin karena pemerintahnya kurang berani bikin trobosan komunikasi publik yang baik. Masyarakat curiganya semua proyek pemkot ujung-ujungnya hanya untuk kesejahteraan pejabat saja, dan pemkot nggak pernah bisa meyakinkan dan memperjuangkan bahwa proyek-proyek itu akhirnya untuk kesejahteraan rakyat juga. Hitung saja proyek-proyek rencana yang ditentang: Bikin busway ditentang, bikin waduk ditentang, modernisasi pasar ditentang, jalan tol ditentang, fly over ditentang, semua ditentang.
Kultur masyarakat Semarang sebenarnya menginginkan kota Semarang menjadi seperti apa sih? Tetap seperti sekarang ini dgn infrastruktur dibagusin saja? :nuts:
bozhart September 2nd, 2008, 02:04 PM Ini foto2 lama ketemu di tumpukan CD gw:
Graha Candi Golf
Sekarang sebagian lahannya sudah terisi tapi belum ada highrise spt gambar ini.
1
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/6423f51c.jpg
2
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/72a526cc.jpg
bozhart September 2nd, 2008, 02:05 PM Bukit Semarang Baru (BSB) - 1000 ha
Dibangun sejak 1996, sekarang sudah berpenghuni cukup banyak tetapi belum ada mal atau highrise, baru ada ruko2.
1) Pusat BSB menempati sebagian kecil lahan dari total 1000 ha
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/653088aa.jpg
2
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/90873a53.jpg
bozhart September 2nd, 2008, 02:09 PM Giant Hypermarket yg sedang dibangun di Jl Majapahit dekat Pedurungan ternyata bernama:
Central City Mall
1
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/40bf354a.jpg
2
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/0196542a.jpg
worldsuperstar September 2nd, 2008, 03:54 PM ^^ woow. . .ternyata ada kios2 kecilnya. . .
hmm . .ternyata konsep nya mirip ama ASSALAM HYPERMARKET di Solo. . . .
btw, itu brapa lantai boz ? ? ?
kok sepertinya ada void nya ?
bozhart September 2nd, 2008, 04:05 PM ^^ Hanya satu lantai :)
worldsuperstar September 2nd, 2008, 04:43 PM ^^ tengz FYI ! ! :banana::banana::banana::banana:
gantengscool September 2nd, 2008, 05:06 PM Ini foto2 lama ketemu di tumpukan CD gw:
Graha Candi Golf
Sekarang sebagian lahannya sudah terisi tapi belum ada highrise spt gambar ini.
1
http://img389.imageshack.us/img389/1071/77828211wg7.jpg (http://imageshack.us)
Ini tambahan pic lapangan Golf "Graha Candi Golf" .
http://img166.imageshack.us/img166/3342/cimg5361qb1.jpg (http://imageshack.us)
Bos, posisi Waterboom-nya di mana ?? kok kayaknya gambarnya agak berubah dibanding realnya ??
.
Ampelio September 3rd, 2008, 04:19 AM Desain Central City Mall mirip mall2 di US... kotak segi-empat besar, kalau di Indonesia bentuknya lebih mirip superstore (Carrefour, Goro, Makro dsb) dibanding mall.
bozhart September 3rd, 2008, 07:00 AM Bos, posisi Waterboom-nya di mana ?? kok kayaknya gambarnya agak berubah dibanding realnya ??
Masterplan itu sudah lama, dibuat sebelum tahun 2003, sebelum ada rencana dibangun waterpark itu. Lokasi waterpark nya ada di lingkaran hijau dekat danau lapangan golf (lokasi waterparknya digambar rumah2). Di foto lapangan golf mu kelihatan danaunya di sebelah kiri itu, jadi lapangan golfnya bukan di lingkaran kuningmu tetapi di sebelah atasnya.
http://img84.imageshack.us/img84/5517/grandcandigolfwk1.jpg
Patronusa Pastel September 3rd, 2008, 09:49 AM Wah senangnya...akhirnya bisa OL lagi...
Setelah membaca beberapa posting terakhir saya turut merasa senang. Para forumers Solo dan Semarang akhirnya dapat bersatu memberikan wacana yang dapat memperkuat konsep JOGLOSEMAR. Semoga pemerintah, terutama pemprov Jateng dan DIY bisa mendengar semua gagasan ini dan semoga konsep JOGLOSEMAR yang diidam-idamkan itu dapat terwujud....AMIN!!!
Anyway...
Kemarin saya sempat melihat iklan Hotel Aryaduta Groups. Disana tertulis Aryaduta Groups akan membuka Hotelnya di Semarang. Karena penasaran, saya kemudian browsing2 untuk mencari tahu tapi ternyata saya tidak bisa menemukan apa2. Forumers ada yang tahu tentang projek ini?? Kalo tahu diupdate di sini donk...
Thanks.
NpF September 3rd, 2008, 02:37 PM Wah senangnya...akhirnya bisa OL lagi...
Setelah membaca beberapa posting terakhir saya turut merasa senang. Para forumers Solo dan Semarang akhirnya dapat bersatu memberikan wacana yang dapat memperkuat konsep JOGLOSEMAR. Semoga pemerintah, terutama pemprov Jateng dan DIY bisa mendengar semua gagasan ini dan semoga konsep JOGLOSEMAR yang diidam-idamkan itu dapat terwujud....AMIN!!!
Anyway...
Kemarin saya sempat melihat iklan Hotel Aryaduta Groups. Disana tertulis Aryaduta Groups akan membuka Hotelnya di Semarang. Karena penasaran, saya kemudian browsing2 untuk mencari tahu tapi ternyata saya tidak bisa menemukan apa2. Forumers ada yang tahu tentang projek ini?? Kalo tahu diupdate di sini donk...
Thanks.
Welcome back then anyway
Wah thanks 4 d infos, kalau aryaduta mau buka hotel d smg, yah moga aja kejadian, ga sekedar berhenti di wacana aja :), sy barusan googling kok ga nemu apa2 yah? trus sempet baca juga katanya hotel dusit jg mau buka, tp aku baca2 d web nya ga ada apa2 jg tuh :) piye jal ki? btw kalo bener ada hotel baru mo buka d smg, kayaknya bisa d lokasi jalan A yani tuh, santika jg di situ kan? kayaknya bangun 20 lantai up agak memungkinkan ni (ngarep sih :) ) cz agak jauhan dikit dr simpang lima, tp ntar laku ga ya? sebenernya lokasi bekas siranda hotel d jalan S Parman oke juga, tp kok ga ada investor yg ngelirik yah? apa jgn2 ada sengketa ? he he, lokasi depan ibis ex bioskop manggala kosong juga, tp ga gitu besar sih, but owned by TNI AD, kalau ngejarnya lokasi segitiga emas simpang lima yah agak susah karena dah ga ada space kosong, taman KB mungkin ? tri lomba juang aja dpt tentangan, :nuts:
titus15 September 3rd, 2008, 06:31 PM Welcome back then anyway
Wah thanks 4 d infos, kalau aryaduta mau buka hotel d smg, yah moga aja kejadian, ga sekedar berhenti di wacana aja :), sy barusan googling kok ga nemu apa2 yah? trus sempet baca juga katanya hotel dusit jg mau buka, tp aku baca2 d web nya ga ada apa2 jg tuh :) piye jal ki? btw kalo bener ada hotel baru mo buka d smg, kayaknya bisa d lokasi jalan A yani tuh, santika jg di situ kan? kayaknya bangun 20 lantai up agak memungkinkan ni (ngarep sih :) ) cz agak jauhan dikit dr simpang lima, tp ntar laku ga ya? sebenernya lokasi bekas siranda hotel d jalan S Parman oke juga, tp kok ga ada investor yg ngelirik yah? apa jgn2 ada sengketa ? he he, lokasi depan ibis ex bioskop manggala kosong juga, tp ga gitu besar sih, but owned by TNI AD, kalau ngejarnya lokasi segitiga emas simpang lima yah agak susah karena dah ga ada space kosong, taman KB mungkin ? tri lomba juang aja dpt tentangan, :nuts:
Dusit itu bukannya yang ntar sekompleks dengan DP mall ya...
pernah denger-denger gitu sih...
aprillio September 4th, 2008, 07:53 AM aku pernah baca di SM beberapa waktu lalu katanya Sri ratu mau ngembangin gedung mereka yang di jl. Pemuda jadi ext II . Ada yang punya infonya lbh lanjut? kalo ada foto tentang SRi Ratu pemuda boleh dong di share,thks
NpF September 4th, 2008, 08:15 AM aku pernah baca di SM beberapa waktu lalu katanya Sri ratu mau ngembangin gedung mereka yang di jl. Pemuda jadi ext II . Ada yang punya infonya lbh lanjut? kalo ada foto tentang SRi Ratu pemuda boleh dong di share,thks
Terakhir kesana liat pameran, memang warna cat depan dirubah, agak ada sedikit penyegaran, tp kalau diliat dr struktur gedung, sri ratu pemuda memang udah tergolong 'old fashioned ' sih :), tapi konsumen sri ratu tergolong loyal juga sih, ga cepat tergoda u/ belanja d tempat lain ( 2 tetanggaku termasuk the biggest fan of this dept store , itulah kenapa sy buat statement ini ) he he
NpF September 4th, 2008, 08:24 AM taken from www.inilah.com
Regarding to the previous post about aryaduta
Fischer juga menjelaskan bahwa kelompok The Aryaduta Hotels & Resorts telah membuat rencana ekspansi ke depan dengan membangun lagi 15 properti di Jakarta, Surabaya, Bogor, Semarang, dan Bali.
Ternyata baru rencana, teman2.... but, semoga aryaduta jadi expansi hotel nya k semarang, karena kota solo dah mau masuk mercure, aston... spt yg pernah sy post sebelumnya, jaringan hotel internasional ga banyak di kota kita ini, btw, aryaduta termasuk intl chain ga sih? karena setahuku yg d jkt managed by hyatt tuh, dulu ketika kali pertama bandara a yani declare sbg intl airport, SM sempat ulas, jaringan hyatt and hilton mau masuk SMG, tp smp sekarang ga masuk2 ya :)
Cheers
NpF September 4th, 2008, 08:27 AM Dusit itu bukannya yang ntar sekompleks dengan DP mall ya...
pernah denger-denger gitu sih...
Iya mas, di thread ini jg sempet dibahas, kalu sy ga salah om bozhart pernah infokan itu, mau dibangun di roof top DP mall, mungkin om boz bs bantu infonya ? tq
AceN September 4th, 2008, 08:40 AM Construction Update : IKIP Semarang
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/ikip.jpg
titus15 September 4th, 2008, 09:13 AM Iya mas, di thread ini jg sempet dibahas, kalu sy ga salah om bozhart pernah infokan itu, mau dibangun di roof top DP mall, mungkin om boz bs bantu infonya ? tq
bukannya yang ini ya gambarnya?... saya sebenernya agak bingung juga dengan gambar ini, dari Pemuda Mas Simasred.com. Sekarang DP Mall nya sepertinya sudah menghabiskan lahan hotelnya. Tapi lahan di utara lawang sewu sudah rata. Mungkin itu lahannya...
http://img171.imageshack.us/img171/3598/pemudamas2ro7.jpg
@ mas AceN, gimana nasib Bio hotelnya Undip. Kok belum ada tanda=tanda pembangunan ya.
AceN September 4th, 2008, 11:00 AM ^^ wah , saya kurang tau mas :)
NpF September 4th, 2008, 03:15 PM bukannya yang ini ya gambarnya?... saya sebenernya agak bingung juga dengan gambar ini, dari Pemuda Mas Simasred.com. Sekarang DP Mall nya sepertinya sudah menghabiskan lahan hotelnya. Tapi lahan di utara lawang sewu sudah rata. Mungkin itu lahannya...
http://img171.imageshack.us/img171/3598/pemudamas2ro7.jpg
@ mas AceN, gimana nasib Bio hotelnya Undip. Kok belum ada tanda=tanda pembangunan ya.
yah mudah2 an aja mas titus, kalau konsep mixused DP Mall nya memang jalan, keberadaan hotel memang sdh selayaknya dipikirkan, mau apa aja operatornya, monggo saja sih, dusit boleh juga, kalo mang bener ya, plus bioskop deh biar lebih afdol, kalau nunggu paragon city jadi dgn XXII nya, bakal lama, kan sekarang lagi ada problem ma AMDAL, it souds serious kayaknya ya temen2, but apapun itu moga lancar aja lah
titus15 September 4th, 2008, 04:17 PM yah mudah2 an aja mas titus, kalau konsep mixused DP Mall nya memang jalan, keberadaan hotel memang sdh selayaknya dipikirkan, mau apa aja operatornya, monggo saja sih, dusit boleh juga, kalo mang bener ya, plus bioskop deh biar lebih afdol, kalau nunggu paragon city jadi dgn XXII nya, bakal lama, kan sekarang lagi ada problem ma AMDAL, it souds serious kayaknya ya temen2, but apapun itu moga lancar aja lah
Dulu amplas juga kena masalah yang sama dengan paragon. Ya semoga semuanya baik-baik saja, sama-sama gak ada yang dirugikan...
worldsuperstar September 5th, 2008, 12:16 AM ^^ oh yah? ? ?
bukannya adem ayem aja ?
titus15 September 5th, 2008, 01:47 AM ^^ oh yah? ? ?
bukannya adem ayem aja ?
Dulu kasusnya waktu masih pengerjaan konstruksi Ground Floor dan pancang. Warga juga class action karena sempat bikin kerusakan di perkampungan sekitar, tapi nggak sampai bikin dinding pembatas miring. (kalau di paragon pekerjaannya sampai bikin dinding pembatas proyek miring dan ditakutkan bisa mengancam keselamatan pengguna jalan di samping dinding)...
worldsuperstar September 5th, 2008, 03:20 AM ^^waduuuw. . . . ternyata AMplaz juga tow ?
back to topic . .la kalo Paragon gimana kelanjutannya ?
masi on progress ato dipending neh ? ? ? ?
dinding pembatas tu yang dinding seng2 itu yah ?
titus15 September 5th, 2008, 09:01 AM ^^waduuuw. . . . ternyata AMplaz juga tow ?
back to topic . .la kalo Paragon gimana kelanjutannya ?
masi on progress ato dipending neh ? ? ? ?
dinding pembatas tu yang dinding seng2 itu yah ?
Dinding pembatas yang di perkampungan sekayu itu tembok dan agak miring. Itu yang diprotes warga. Takut kalo sewaktu-waktu bisa ambruk menimpa warga atau pengendara yang lewat. Katanya mau diganti seng biar lebih aman...
bozhart September 5th, 2008, 05:47 PM Gw juga belum punya info resmi ttg rencana hotel Hyatt, Hilton dll masuk Semarang, masih gosip. Di website resmi Aryaduta memang disebut Aryaduta mau masuk Semarang tetapi tidak ada info ttg kapan dan lokasinya. Hotel Dusit dulu kata salesgirl DP Mall, mau dibangun di atas DP Mall.
Gambar rendering Sri Ratu ext II pernah dipasang di pintu masuk di sana 5 tahun yg lalu tetapi sampai sekarang belum kelihatan tanda2 kapan mau dibangun. Bulan lalu baru dipercantik bagian mukanya saja utk merayakan ulang tahun ke 30.
=================================
Construction Update : IKIP Semarang
Thanks AceN. Cuma lewat Semarang?
=================================
Tapi lahan di utara lawang sewu sudah rata. Mungkin itu lahannya...
Ini gambarnya yg diambil pd bln Maret lalu.
http://img205.imageshack.us/img205/3770/dsc00048qs2.jpg
bozhart September 5th, 2008, 05:50 PM Suara Merdeka
05 September 2008
Tata Ruang Kota Perlu Revisi
SEMARANG- Rencana detail tata ruang kota (RDTRK) yang akan dikeluarkan tahun 2010 bakal banyak merevisi dari rencana periode sebelumnya.
Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain rob dan banjir masih sering terjadi, konsep pengembangan kota masih mengacu pada masa kolonial Belanda, kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH), serta semakin meningkatnya kebutuhan infrastruktur.
Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan III Bappeda Kota Semarang M Farchan mengatakan, dalam proses penyusunan RDTRK Pemkot menampung aspirasi dari pakar dan elemen masyarakat.
Revisi diperlukan, karena tata ruang sesuai dokumen RDTRK periode sebelumnya semakin terbatas atau sempit. Diperlukan wilayah pengembangan baru di luar segitiga emas Jl Simpanglima, Jl Gajahmada, dan Jl Pahlawan (Simapala).
Bahkan, di masa mendatang diperlukan pula pusat pemerintahan baru yang tidak berada di tengah kota. Meski direvisi, Kota Semarang tetap mengacu pola 10 bagian wilayah kota (BWK).
’’Salah satu usulan pengembangan infrastruktur, yakni pembanguan outer ring road untuk meningkatkan akses masyarakat,’’ katanya, Kamis (4/9).
Ia menjelaskan, RDTRK nantinya akan berlaku selama 20 tahun sampai dengan 2030. Sebelumnya, tahun 2008 disusun rencana tata ruang wilayah (RTRW), kemudian dilanjutkan dengan penyusunan RDTRK yang ditargetkan Desember selesai.
Tahun 2009, disusun dokumen hukum yang menaungi RDTRK. ’’Harapannya, tahun 2010 dilaksanakan pembahasan materi dan penetapan,’’ paparnya.
Sanksi
Terkait dengan konsistensi rencana tata ruang yang dibuat, saat ini sudah ditegaskan dalam UU No 26/2007. Dengan payung hukum itu, penyimpangan tata ruang bisa dikenai sanksi hukum.
Permasalahannya, pemahaman tata ruang seringkali terkendala perbedaan penafsiran. Ada kalanya berbeda pendapat soal tata ruang. Sebagai antisipasi perlu adanya sosialisasi yang lebih baik kepada masyarakat.
Apalagi saat ini ada kecenderungan masyarakat peduli tata ruang. Semisal ada perubahan tata ruang, maka masyarakat protes, seperti pembangunan jalan tol Semarang-Solo dan rencana masuknya investor hotel di lahan Stadion Trilomba Juang Mugassari.
Ragil Haryanto dari Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Undip memaparkan, pengembangan kota saat ini masih terpola pada infrastruktur yang dikembangkan kolonial Belanda. Contohnya, daerah Gajahmungkur.
Ia berharap ada upaya Pemkot untuk mengembangkan kawasan-kawasan baru untuk mengimbangi kepadatan kota yang terpusat pada titik tertentu.
’’Hendaknya ini bisa menjadi acuan Pemkot dalam RDTRK,’’ katanya. (H22,H9-37)
Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=29388
bozhart September 5th, 2008, 06:01 PM ^^ Segitiga emas Simapala yg disebut di atas kok nggak berbentuk segitiga bila dilihat di GoogleEarth. Bentuk segitiga malah terlihat di Jl Pemuda, Jl Pandanaran dan Jl Gajah Mada spt gambar di bawah ini:
Kiri: Jl Pemuda
Kanan: Jl Gajah Mada
Bawah: Jl Pandanaran
http://img50.imageshack.us/img50/9747/segitigafr4.jpg
titus15 September 6th, 2008, 03:46 AM ^^ Segitiga emas Simapala yg disebut di atas kok nggak berbentuk segitiga bila dilihat di GoogleEarth. Bentuk segitiga malah terlihat di Jl Pemuda, Jl Pandanaran dan Jl Gajah Mada spt gambar di bawah ini:
Kiri: Jl Pemuda
Kanan: Jl Gajah Mada
Bawah: Jl Pandanaran
Atau sebut saja poros Tugumuda, Simpanglima, Pasar Johar
titus15 September 6th, 2008, 05:17 AM Tol Semarang- Solo ditargetkan beroperasi 2010
Wawasan Sabtu, 06 September 2008
Tol Semarang- Solo ditargetkan beroperasi 2010
Warga diminta tak ’ngende-ende’
MUGAS SARI - Meski hingga saat ini belum semua lahan secara resmi dibebaskan, dan secara fisik bangunan belum ada, namun tol Semarang-Solo sudah ditarget akan mulai beroperasi pada 2010.
Target pengoperasian tol trans Jawa ini dikemukakan Staf ahli penyelesaian jalan tol Semarang Solo dan Bandara Ahmad Yani, HM Tamzil. ’’Kita targetkan, jalan tol akan mulai beroperasi pada tahun 2010. Untuk itu, pembangunan tol itu di-fokuskan pada jalur Semarang-Bawen terlebih dulu. Sementara pembangunan jalur tol Semarang-Ungaran ditargetkan selesai 2009,’’ ujarnya, kepada Wawasan usai dilantik sebagai staf ahli Gubernur, di Gedung Berlian, kemarin.
Sebagai staf ahli, Tamzil diberi tugas untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol dan pengembangan bandara Ahmad Yani Semarang. Untuk itu, pihaknya di-deadline satu bulan untuk menuntaskan persoalan terkait penyelesaian tol Se-marang Solo dan pengembangan bandara Ahmad Yani Semarang.
Sementara itu, menurut Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, seusai salat Jumat di kompleks gubernuran, Jumat (6/9), menuturkan bahwa tidak ada persoalan serius yang menjadi kendala dalam penyelesaian tol Semarang-Solo, berdasarkan pemaparan yang disampaikan staf ahli (Tamzil, red) bersama timnya.
Dijelaskan Bibit, saat ini masalah yang dihadapi adalah menyangkut koordinasi lintas sektoral bersama de-ngan Walikota Semarang, Bupati Semarang, Bupati Boyolali, dan Bupati Sragen, yang kebetulan dilewati proyek jalan tol tersebut. ’’Tingkat keseriusan pemerintah pusat juga harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh,’’ tegasnya.
Lebih lambat
Diakui Gubernur, roda perekonomian di Jateng saat ini lebih lambat dibandingkan provinsi tetangga, Jawa Timur. Salah satu kendalanya adalah sarana infrastruktur yang belum memadai. Jalur Semarang-Solo yang crowded adalah salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi. ’’Mula kuwi kalau rakyat ngende-ende, akhirnya tidak jadi, sehingga menjadi hambatan bagi ekonomi itu sendiri,’’ katanya
Untuk itu, kepada masyarakat yang lahannya terkena pembangunan jalan tol, gubernur meminta agar tidak ada lagi penolakan. Gubernur mengharapkan pandangan serta pemikiran yang luas dari masyarakat demi kepentingan umum. Menurutnya, pengorbanan masyarakat itu merupakan dampak dalam setiap pembangunan. ’’Sawah berkurang, tanah berkurang, itu adalah dampak dari pembangunan untuk kepentingan umum agar roda ekonomi berjalan lebih cepat,’’ tegasnya.
Sementara itu, hingga saat ini, proses pembebasan lahan di sejumlah kelurahan yang wilayahnya terkena tol Semarang-Solo, belum juga berhasil. Jika dibandingkan antara lahan yang sudah dibebaskan dan lahan yang belum dibebaskan, prosentasinya masih 50 persen. Bahkan hingga kini, warga di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, masih sibuk melakukan penolakan lantaran harga yang ditawarkan Tim Pembebasan Tanah (TPT) Kota Semarang dinilai masih cukup rendah. rth/abe—Ks
AceN September 6th, 2008, 06:30 AM Thanks AceN. Cuma lewat Semarang?
Ur welcome om. Ngga, cuma nginep smalem. Tapi ga sempet kmana2 & foto2 :( di Semarang juga kurang dari 24 jam om. Nyampe jam 7 malem, jam 9 besoknya udah langsung pergi ke Kudus :D ga bisa lama2, soalnya dikejer waktu.
Libur awal puasa kmaren ( minggu-senin-slasa-rabu ) pergi nya ke Kutoarjo, Purworejo, Jogja, Magelang, Solo, Semarang, Kudus. Dan ga ada yang tinggal lebih dari 24 jam di kota yang sama. Makanya buru-buru..He he he :D:D
Anw, di sebelah RS Sultan Agung ada bangunan yang abandoned itu bangunan apa ?
bozhart September 6th, 2008, 07:29 AM ^^ Wah hari Minggu itu gw juga ada di Jogja semalam :D
Gw tidak memperhatikan bangunan2 yg ada di sekitar RS Sultan Agung, jarang lewat sana. Itu di tepi jalan menuju ke Kudus kan? Bangunan abanonded itu apakah besar atau tinggi?
Peterongan September 6th, 2008, 08:22 AM :lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:
=============================
Masalahnya adalah sedikit forumer yg tinggal di Semarang utk memotret proyek2. Juga forumer2 Semarang yg tinggal di luar Semarang jarang mengubek2 internet utk mencari info proyek2 Semarang utk dipost di forum ini :)
:ohno:
=============================
Kultur masyarakat Semarang sebenarnya menginginkan kota Semarang menjadi seperti apa sih? Tetap seperti sekarang ini dgn infrastruktur dibagusin saja? :nuts:
iya emang, karena kadang buat teman- teman asal semarang sendiri kebanyakan hanya mengurusi masalah kehidupan sehari- hari.., boro- boro mau mbahas perkembangan status kota semarang terkini.., mau gabung dan lihat aja kadang sedikit sekali yang antusias. banyak juga yang masih sibuk ngurusi nyari pekerjaan, kerja, sekolah, kuliah dll. bagi mereka mungkin kotanya sendiri cukup maju secara fisik dan apa yang " kethok" neng moto. Mall ada, Market ada, Entertain ada, School ada, Movie Theater ada, dll. Bagi mereka asal ada pun sudah cukup. Mereka ga ngeliat tenant mana dan merek apa yang lebih bagus dari yang ditawarkan di mall semarang saat ini,
yang merek dan tenant sekarang ini hlo, mereka yang notabene mayoritas belum tentu akan beli, apalagi akan ada tenant - tenant ma merek2 baru.., boro- boro mas boz...., saya bicara mayoritas kultur masyarakat kota semarang, karena merekalah klien yang sesungguhnya dari proses ekonomi. kalo yang berkecukupan akan merasa kurang aja yang ditawarkan sekarang ini. Itu karena mereka melihat dari kota lain dan kebutuhan yang lain, tapi dari segi kebutuhan belum tentu mas buat kondisi kota semarang sendiri. Tapi semarang sendiri masih cukup potensial untuk berkembang.
Masalahnya itu hlo..., Pemerintah daerah ( fasilitator dan regulator ) dan masyarakat ( pengguna ) belum bersinergi dengan baik.., semua jalan sendiri- sendiri.., belum tentu apa yang dibuat oleh pemda, semua merupakan pengejawantahan keinginan masyarakat sendiri.., kenal aja engga..., DPRD ataupun Pemerintah Daerah.
prinsip masyarakat terhadap aparat pemda ( unsur muspida ) mungkin begini :
" kenal opo rak kenal karo kowe ( unsur muspida ), sakarepmu.., seng penting dadi pemimpin kudu menyalurkan apa keinginan masyarakat. Aku arep mangan, ono upo.., aku arep lungo ono transportasi yang nyaman.., aku arep ngiyup ono omah..., aku arep aktualisasi diri ono saranane..., "
:lol::lol:
Kalo keinginan masyarakat itu apa mas, yang saya bisa jamin, mereka antara kebanyakan ngga tahu atau paling banter masalah tempat hiburan....,
yang terjadi saat ini masyarakat hanya sibuk mikirin cari duit..., itu mas..,
Peterongan September 6th, 2008, 08:32 AM saya suka keadaan semarang saat ini hanya di bagusin aja dan dtingkatkan kualitasnya.., ibarat rumah.., benahi dulu kotoran dan sampah yang ada di dalam rumah itu sendiri..., apa yang kurang bersih, dibersihin..., yang kotor dibenahi, yang rusak di perbaiki..,
ga perlu sebesar dan semegah rumah Pak Jaya, Pak Surya, Pak Badu, Pak Maki, atau Pak Nad. Yang punya halaman yang luas, besar, megah, gemerlap dan tinggi rumahnya, tapi masih menyimpan kotoran dan sampah di kanan kiri halaman rumahnya baik di teras, di pojokan gedung, atau di belakang.
jadikan rumah Pak Semar, Pak Karta dan Pak Joga rumah yang kecil dan indah dengan teras dan halaman rumah penuh dengan taman dan pot - pot bunga. yang membuat siapapun yang kerumahnya merasa betah dan nyaman.
AceN September 6th, 2008, 09:11 AM ^^ Wah hari Minggu itu gw juga ada di Jogja semalam :D
Gw tidak memperhatikan bangunan2 yg ada di sekitar RS Sultan Agung, jarang lewat sana. Itu di tepi jalan menuju ke Kudus kan? Bangunan abanonded itu apakah besar atau tinggi?
Besar om. Kalo ga salah 3 lantai. Atap juga udah dipasang. Hanya bangunanya masih kosong2. Blum di cladding juga. Masi tiang2 smua.
hoho, ternyata di Jogja juga :D kapan balik ke Jakarta om ? :D foto2 lagi..hehe
worldsuperstar September 6th, 2008, 01:23 PM saya suka keadaan semarang saat ini hanya di bagusin aja dan dtingkatkan kualitasnya.., ibarat rumah.., benahi dulu kotoran dan sampah yang ada di dalam rumah itu sendiri..., apa yang kurang bersih, dibersihin..., yang kotor dibenahi, yang rusak di perbaiki..,
ga perlu sebesar dan semegah rumah Pak Jaya, Pak Surya, Pak Badu, Pak Maki, atau Pak Nad. Yang punya halaman yang luas, besar, megah, gemerlap dan tinggi rumahnya, tapi masih menyimpan kotoran dan sampah di kanan kiri halaman rumahnya baik di teras, di pojokan gedung, atau di belakang.
jadikan rumah Pak Semar, Pak Karta dan Pak Joga rumah yang kecil dan indah dengan teras dan halaman rumah penuh dengan taman dan pot - pot bunga. yang membuat siapapun yang kerumahnya merasa betah dan nyaman.
wakakakakak . .lucu mas pete . . . . .pak pak nya. . .dicari skekarang. . ibu2 nya. . . . .:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:
Ampelio September 7th, 2008, 07:01 AM ^^the enemy of great living is good living
NpF September 7th, 2008, 10:17 AM Besar om. Kalo ga salah 3 lantai. Atap juga udah dipasang. Hanya bangunanya masih kosong2. Blum di cladding juga. Masi tiang2 smua.
hoho, ternyata di Jogja juga :D kapan balik ke Jakarta om ? :D foto2 lagi..hehe
Iya betul acen, tapi ada beberapa kemungkinan, diantaranya, perluasan bangunan rumah sakit sultan agung, karena kalau ga salah, unissula berencana membangun teaching hospital, kalau ga salah mungkin bangunan tsb yg dimaksud, kalau enggak, ya berarti salah satu bangunan kampus yg baru :) karena kalau diliat bagunannya cukup besar, pas u/ rumah sakit atau kampus
bozhart September 7th, 2008, 07:49 PM @Peterongan,
Ya begitulah kultur masyarakat Semarang. Kayaknya kultur itu terbentuk selama bertahun-tahun di bawah pimpinan Pak Sukawi dan beberapa walikota sebelumnya? Seandainya dari dulu walikota Semarang seperti Pak Jokowi yg berhasil mengubah kota Solo secara fenomenal, mungkin kultur masyarakat Semarang akan berbeda dgn sekarang. Semoga walikota Semarang mendatang mampu mendobrak stagnansi kota Semarang dan kultur masyarakatnya sehingga lebih banyak masyarakat antusias mendukung perkembangan kota Semarang.
====================
hoho, ternyata di Jogja juga :D kapan balik ke Jakarta om ? :D foto2 lagi..hehe
Minggu lalu balik ke Jakarta tetapi hanya semalam. besoknya pergi lagi. :) Belum tahu kapan balik lagi :cheers:
titus15 September 8th, 2008, 02:11 AM @Peterongan,
Ya begitulah kultur masyarakat Semarang. Kayaknya kultur itu terbentuk selama bertahun-tahun di bawah pimpinan Pak Sukawi dan beberapa walikota sebelumnya? Seandainya dari dulu walikota Semarang seperti Pak Jokowi yg berhasil mengubah kota Solo secara fenomenal, mungkin kultur masyarakat Semarang akan berbeda dgn sekarang. Semoga walikota Semarang mendatang mampu mendobrak stagnansi kota Semarang dan kultur masyarakatnya sehingga lebih banyak masyarakat antusias mendukung perkembangan kota Semarang.
Sebetulnya waktu dipimpin pak Tris (Sutrisno Suharto), Semarang termasuk kompetitif. Bahkan daripada Solo yang saat itu sudah didukung modal Cendana, pembangunan di Semarang nampak lebih bergairah. Infrastruktur lebih banyak dibangun, dan fasilitas umum seperti bus dll banyak yang baru dan berkelas. Bahkan Adipura pun sampai lebih dari 5 kali disabet (padahal dulu Semarang termasuk kota terkotor di Indonesia), Wahana Tata Nugraha (di Bidang tertib lalu lintas juga sering), Citraland dan Plasa SimLim adalah rujukan belanja di Jateng dan DIY saat itu. Masyarakat juga guyub membentu rogram Pemkot.
Sayang saat Gubernur Suwardi naik, banyak instruksi dari atas yang harus jalan. Mulai saat itu peran pemkot (masih dibawah pak Tris) jadi kurang Efektif. dan Selanjutnya saat pak Kawi (sempat bagus di awal), peran itu terasa kendor. Tahun 2010 kayaknya adalah next pilkada. Semoga gantinya oke punya deh...
gantengscool September 8th, 2008, 08:05 AM Blundernya kemaren waktu Pak Kawi nyalon jadi gubernur, selama beberapa bulan beliau konsentrasi dengan pencalonannya yg berakibat Semarang ngga keurus dan agak terbengkalai. Sekedar info sebenarnya orang Semarang lumayan banyak yg berpunya juga, bukti-nya puluhan (info resmi Marketing) pembeli unit apartemen SOLO PARAGON adalah orang2 ber KTP Semarang.
Knapa ya ??
Klo analisaku Pak Kawi Kurang pintar lobi (baik ke Pemerintah Pusat maupun merayu investor).
Posisi Semarang sebenarnya sangat strategis di perlintasan 2 kota terbesar di Indonesia (Jakarta-Surabaya). Jalannya lebar2, keamanan sangat OK, aksesbilitynya mantap, kurang apa coba ?
David-80 September 8th, 2008, 09:36 AM ^^ kalo diliat dari orang berpenghasilan tinggi se jawa tengah, semarang masih nomer 1, makanya banyak bgt apartment/condo yg dibeli orang semarang....
ga usah jauh2..di singapore, 1 condo yg gua tempatin, 40% owner nya orang semarang....
yang jadi masalah adalah bukan uangnya...tapi gimana caranya orang semarang mau konsumtif di semarang.....
cheers
hildalexander September 8th, 2008, 09:55 AM @ Om David heuheuheu.... setuju... gimana caranya orang kaya Semarang mau spend money di Semarang....perlu Walikota dan aparat Pemkot yang visioner, tegas, berwawasan luas dan tentu saja bikin program yang dilengkapi regulasi yang investor friendly.....
Hingga saat ini, gw juga heran kenapa Golden Flower Group bikin tall building justru di S'pore dan Jakarta? kenapa gak di Semarang? dan kalo mau lebih luas lagi, kenapa raja sigaret nomor dua, Djarum, bikin mixed use di Jakarta, kenapa tidak di kudus or kota lainnya di jawa tengah? ada apa dengan kudus or kota lainnya di jawa tengah?
worldsuperstar September 8th, 2008, 10:40 AM ^^ captive market maybe ?
hildalexander September 8th, 2008, 10:57 AM Mohon maaf, mungkin kultur Pemkotnya masih feodalis.... close mind, dan terlalu hirarkis, CMIIW.... mengenai pasar, seperti disebutkan Om David, ceruknya sangat besar dan buying powernya tinggi, terbukti mereka mampu beli apartemen di S'pore yang harganya 20 kali lipat dibanding harga apartemen di Jakarta....
worldsuperstar September 8th, 2008, 11:10 AM ^^ mungkin juga. . . .
ato karena they need prestige more ? ?
hildalexander September 8th, 2008, 11:13 AM heuheuheu..... bisa jadi... prestige, privacy, security.....
gantengscool September 8th, 2008, 11:22 AM Kebanggaan dan rasa memiliki Wong Semarang terhadap kotanya harus dibangkitkan. Ini yg aku lihat masih kurang dimiliki Wong Semarang.
worldsuperstar September 8th, 2008, 11:31 AM heuheuheu..... bisa jadi... prestige, privacy, security.....
KERATON RESIDENCE nya Plaza Indonesia bangeeeeet ! ! ! wakakakakakak
@ gantengscool : bener bnget mas ! !! ! but, how ? ?
gantengscool September 8th, 2008, 11:41 AM Mulai sekarang dunk WS !!
Kalo nunggu Pilkada lagi kan kelamaan.
- Sebenarnya berharap Djarum Group membangun proyek prestisius di Semarang. Duitnya jangan dibuang ke Jakarta mulu.....
(Berharap Semarang bisa menyaingi Bandung dan Surabaya secepatnya).
titus15 September 8th, 2008, 01:02 PM ga usah jauh2..di singapore, 1 condo yg gua tempatin, 40% owner nya orang semarang....
Kalo di semarang punyanya istana di atas bukit --sekalian dengan bukitnya:P. (lihat saja di kawasan candi, jl Sultan agung, S Parman dan daerah berbukit lainnya di Semarang), kalo di luar kota ya cari condo lah, entah di Solo ntah di Jakarta, entah di Spore....
Kalo di Semarang sendiri cuma tinggal di apartemen... ya kalah gengsi lah...:cheers:
Sabar dong. Semarang lagi tarik nafas... reklamasi pelabuhan untuk pembangunan industrial estate dan pembangunan industrial estate lain di kendal , demak dan Candi beberapa tahun lagi jadi...
Kayaknya abis itu serbuan investasi dari China bakal masuk habis-habisan...
(semoga wong Semarang masih keduman/kebagian...)
bozhart September 8th, 2008, 07:39 PM Setujuuu ... banyak yg bingung uang kelebihan mau diapakan di Semarang! :nuts:
======================================
Sebetulnya waktu dipimpin pak Tris (Sutrisno Suharto), Semarang termasuk kompetitif.
Sayang saat Gubernur Suwardi naik, banyak instruksi dari atas yang harus jalan.
Gw gak kenal Pak Tris dan Gubernur Suwardi itu sebab waktu mereka memimpin, gw tinggal di Jakarta, jarang datang di Semarang maka gak begitu tahu bagaimana prestasi mereka. Baru mulai tahun 2007 lalu, gw makin sering mampir & tinggal di Semarang :)
titus15 September 9th, 2008, 01:24 AM Gw gak kenal Pak Tris dan Gubernur Suwardi
Kalo pak Tris lumayan oke. Infrastruktur Semarang diperhatikan, pusat belanja, pasar tradisional, taman kota, angkutan umum, lalu lintas, telpon umum dll baik semua.
Lalu waktu Gub Suwardi naik (ini Gub banyak banget Blundernya, yang paling gede, tentu saja Asrama Haji Donohudan, dan pembangunan Rumah Dinas Gubernur/ Wisma Perdamaian yang waktu itu --sebelum krisis-- menghabiskan dana Rp7m), kebijakan kota Semarang banyak dipengaruhi beliau. Dan programnya banyak yang aneh-aneh. Seperti misalnya menggusur Taman KB dibelakang Gubernuran. Waktu itu banyak elemen masyarakat demo, sampai memgari taman itu siang malam, dengan pagar manusia.
Kalo dip[ikir udah keren juga kesadaran masyarakat semarang pada lingkungan waktu itu. Soalnya Taman KB kan satu-satunya Hutan Kota di pusat kota bahkan sampai sekarang.
Program yang paling menggelikan adalah beliau menaruh beberapa patung Sapi perah dan Gerobak di taman tugumuda. Jadi turun wibawanya Tugu itu. Sekarang patung sapi itu pindah ke Fak Pertanian Undip Tembalang.
Kebijakan Walikota banyak tercover oleh kebijakan Gubernur.
Sayang di masa akhir jabatan Pak Tris kesandung masalah hukum juga, terkait masalah kepemilikan pombensin di jalan arteri...
Ampelio September 9th, 2008, 04:23 AM Gw yakin, suatu saat Semarang akan bangkit dan kembali jadi icon... apalagi jika kota2 metropolitan lain dah mulai jenuh dan crowded:)
sriver September 9th, 2008, 05:05 AM hHaaah.....lega akhirnya bs gabung jg.....:banana:
susah bgt gabungnya lebih dr setaun lalu bs cm jd pengamat doang....:wallbash::wallbash::wallbash::nuts:
KULONUWUN......Perkenalkan sy anggota baru....sebut saja Sriver....
waah seru jg ya forumnya...bisa buat tombo kangen kuthone tercinta Semarang...maklum posisi sy skrg di Medan....uadoh bgt dr semarang....
seneng sekali bisa liat2 hasil cepretan temen2 terutama Om Bozhart, Om titus dll...Foto2ne manteb tenan Om, dan juga berita2, komentar2 dan info2 seputar semarang terutama dr forumer2 yg sgt peduli sm Kutro katro kitra semarang
sriver September 9th, 2008, 06:25 AM Gw yakin, suatu saat Semarang akan bangkit dan kembali jadi icon... apalagi jika kota2 metropolitan lain dah mulai jenuh dan crowded:)
Kalo pengen maju sy punya pandangan agak lain nih....
Semarang sebenarnya potensi dan posisinya udh ckp bagus dr sudut perekonomian tinggal masalah pengelolaan aja,apa yg kurang Smg ibukota propinsi, penduduk 1,5jutaan, poros jateng 30jtan, ditengah jalur strategis (jakarta- Surabaya), pelabuhan tj mas saat ini ke-3 setelah Priok dan Perak udh 30% diatas Belawan-Medan(sumber;harian Analisa Medan), Bandara AYIA (agk kurang bs dibanggakan, tp udh lmyan yg ptg ada). udh cukup itu unt dpt menopang pertumbuhan industri yg lbh maju lg. Buat apa bangun banyak2 mall kl pangsa pasarnya cm segitu doang mending dananya diinveskan buat bgn pabrik yg bener2 produktif, bkn pabrik dagelan ky jaman soeharto. kl industry produktif tumbuh byk multiplier effeknya otomatis byk nyerap manpower, rakyat gk jd penganggurn, mahasiswa yg lulus gak perlu berduyun2 exodus ke jkt (bikin sumpek jkt aja) atau daerah lain (liat aja temen2 kita yg pinter di kelas dulu jrg yg msh tinggal di Smg, kasian Smg krg SDM, gmn mau maju...?:bash:), daya beli tinggi otomatis, rakyat pny duit bikin apaaja byk lakunya, yg jual baju, rmh, sembako, perhiasan, restoran dll pasti laku,
baru mikirin bikin mall yg bagus hotel yg lux dll simbol metropolis
yg penting berdayakan dulu rakyat yg lain otomatis ngikut, jgn sp pertumbuhan ekonomi cm ditopang dr sektor konsumsi spt saat ini, bisa2 jd bumerang di belakang hari, tengok aja krismon 98 itu gara2 kita jd bangsa gak produktif beli mulu bisanya....:bash:. semarang hrs bs mandiri gak usah ikut2an latah ngikutin gaya pembangunan kota2 lain. masak semboyannya hampir sama antara medan & semarang " kota metropolitan yg modern & religius berbasis jasa dan perdagangan" sy pribadi lbh senang kl smg jd kota plg manusiawi seindonesia
soalnya menurut pengalaman sy ngglandang di kota2 besar Ind gak ada yg manusiawi buat warganya...lbh parah dr Smg
worldsuperstar September 9th, 2008, 09:47 AM sriver ! ! ! welcome to SSC guy ! ! ! ! ! ! !have a nice time here ! ! ! ! ! !
hmmm, nice opinion, but, sorry. . . ."ngglandang" itu apa ?
sriver September 9th, 2008, 10:32 AM sriver ! ! ! welcome to SSC guy ! ! ! ! ! ! !have a nice time here ! ! ! ! ! !
hmmm, nice opinion, but, sorry. . . ."ngglandang" itu apa ?
waduh sampeyan ini wong jowo kok ndak tau ngglandang sih....kira2 apa ya...:nuts: krg lebih = kluyuran, terdampar, atau ngrantau kali ye....pokoknya ngono lah pindah2...demi sesuap nasi.......................... & segenggam berlian & rekening di bank....hehehehe....:cheers::hahano:
sriver September 9th, 2008, 10:44 AM Visi Kota Semarang : " Kota Metropolitan yg religius berbasis perdagangan & jasa", what do U think...? whts on Ur mind.....? sy ngerasa janggal, gak sreg dg visi,semboyan, tag line atau apalah sebutannya kynya kurang greget, tdk menginsprasi & memotivasi rakyatnya buat maju....
kira2 ada masukan gak dr forumers yg kreatif ini agar semboyan kota semarang bener2 bisa menginspirasi, memotivasi & jd spirit kota & warganya buat maju & dpt dibanggakan.....
kl ada nanti biar sy bisa sampaikan ke kabid III Bappeda
thx before....
titus15 September 9th, 2008, 11:24 AM Visi Kota Semarang : " Kota Metropolitan yg religius berbasis perdagangan & jasa", what do U think...? whts on Ur mind.....? sy ngerasa janggal, gak sreg dg visi,semboyan, tag line atau apalah sebutannya kynya kurang greget, tdk menginsprasi & memotivasi rakyatnya buat maju....
kira2 ada masukan gak dr forumers yg kreatif ini agar semboyan kota semarang bener2 bisa menginspirasi, memotivasi & jd spirit kota & warganya buat maju & dpt dibanggakan.....
kl ada nanti biar sy bisa sampaikan ke kabid III Bappeda
thx before....
Maksudnya kalo dagang atau nyalo (calo kan artinya usaha jasa), harus banyak berdoa mungkin ya...
(lho opo hubungane? hehehe...). Jualan ya jualan, kalo mau relijius ya urusan masing-masing.
Ekonomi maju itu kuncinya bukan relijius, tapi kejujuran produsen pada konsumen. Nah kalo tampak luar relijius tapi nggak aware sama konsumen, ya bagaimana usahanya bisa maju?
hildalexander September 9th, 2008, 01:30 PM maxute di sini relijius apa yak?
hildalexander September 9th, 2008, 01:35 PM Semarang, Big City, Big Opportunity....
*halah BSD Bangeeedhhhh*
Restrukturisasi aja aparat Pemkotnya, jadi profesional semua.... kali aja ada yang bisa produksi tag line yang lebih okeh....
worldsuperstar September 9th, 2008, 01:43 PM waduh sampeyan ini wong jowo kok ndak tau ngglandang sih....kira2 apa ya...:nuts: krg lebih = kluyuran, terdampar, atau ngrantau kali ye....pokoknya ngono lah pindah2...demi sesuap nasi.......................... & segenggam berlian & rekening di bank....hehehehe....:cheers::hahano:
hahahaha, tengz banget info kosa katanya. . . . . . . g emng orang jawa. . . . .tp, kosakata basa jawa gw kurang bangeeet. . . . . . . . .hehehehehehe. . . .
Semarang, Big City, Big Opportunity....
*halah BSD Bangeeedhhhh*
Restrukturisasi aja aparat Pemkotnya, jadi profesional semua.... kali aja ada yang bisa produksi tag line yang lebih okeh....
ato, serain Semarang ke swasta. .HAH ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash:
hildalexander September 9th, 2008, 01:52 PM hahahaha, tengz banget info kosa katanya. . . . . . . g emng orang jawa. . . . .tp, kosakata basa jawa gw kurang bangeeet. . . . . . . . .hehehehehehe. . . .
ato, serain Semarang ke swasta. .HAH ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash:
Ide yang patut dipertimbangkan. Yang membangun kota itu kan memang mestinya swasta. Pemerintah harusnya jadi regulator dan controller aja....kalo pemerintah jadi developer juga, nasibnya ya kayak sekarang ini. Gak usah jauh-jauh.... Perumnas yang notabene BUMN itu mustinya gak usah jadi developer. Liat aja aset lahannya yang bejibun malah jadi idle...alias lahan tidur. Wajar kalo gerakan nasional pembangunan sejuta rumah gak terealisasi. Soalnya yang punya duit kan swasta, sementara mereka gak punya lahan. Di sisi lain, Perumnas punya lahan tapi seret duit..... jadi, yaaaaa gitu deh....
bozhart September 9th, 2008, 05:26 PM Selamat datang sriver. Juga kunjungi thread Semarang yg lain:
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=586738
===========================================
yg penting berdayakan dulu rakyat yg lain otomatis ngikut
Betul juga. Kalau SDM bagus, nanti mal ramai sendiri, highrise (apartemen/hotel/kantor dsb) semakin dibutuhkan dll :D
===========================================
kl ada nanti biar sy bisa sampaikan ke kabid III Bappeda
thx before....
Bappeda itu apa ada tingkat Semarang atau hanya ada tingkat Jateng? Undang orang2 Bappeda itu utk join forum SSC ini :D Sriver juga kerja di Bappenda?
===========================================
Omong2 ttg pemerintah, Pak Bibit Waluyo yg baru 2 minggu dilantik jd Gubernur Jateng sudah diprotes:
Suara Merdeka
09 September 2008
Pensterilan Jl Pahlawan Berlebihan
* Kantor Gubernur Ruang Publik
SEMARANG- Perencana kota Ir Widya Wijayanti menyayangkan rencana
pensterilan kawasan Jl Pahlawan, khususnya mulai dari videotron hingga Mapolda Jateng dari aktivitas publik, seperti kegiatan nongkrong anak muda.
Sebab, side walk di Jl Pahlawan yaitu trotoar, seharusnya dimanfaatkan secara optimal.
“Trotoar di kawasan Jl Pahlawan termasuk ruang publik, siapa pun bisa mengakses,” katanya, Senin (8/9).
Pensterilan kawasan itu dari kegiatan yang tidak terkait birokrasi dan pemerintahan dinilai terlalu berlebihan. Sebab, aktivitas malam dimulai setelah jam kantor selesai.
Menurutnya, kegiatan malam di kawasan itu dinilai bagus, karena menandakan kehidupan sebuah kota. Selama tidak mengganggu arus lalu lintas, Widya menganggap sah-sah saja.
“Anak muda nongkrong itu bukan sesuatu yang jelek. Justru itu adalah salah satu cara mereka berkomunikasi. Mereka hanya meminjam ruang kota yang lebih luas. Dan, itu justru yang membuat warga kota jadi lebih sehat,” ujarnya.
Untuk menghindari hal-hal negatif, bisa disiasati dengan desain kawasan seperti memberi lampu besar yang terang agar orang tidak punya kesempatan untuk melakukan hal-hal negatif.
Seharusnya ditinjau ulang apakah kantor Gubernur itu ruang publik atau tidak, karena menurut Widya, trotoar hingga halaman parkir kantor Gubernur masih merupakan ruang publik.
“Kantor Gubernur itu bukan rumah Gubernur. Harus dibedakan,” katanya.
Dia mengingatkan, pemerintah harus berhati-hati terhadap rencana ini, karena kantor Gubernur dan kawasan di sekitarnya sudah masuk sistem ruang terbuka kota. Jalan, trotoar, bahkan gedung Gubernuran dibangun dengan APBD yang merupakan uang rakyat.
“Seharusnya masyarakat bisa ikut menikmati, asal diatur,” imbuhnya.
Jika sebagian PKL yang masih ada di trotoar sisi barat hendak dipindah di sebelah timur, menurutnya, boleh-boleh saja, asal masih dalam kendali. “Yang penting setelah berjualan harus dibersihkan. Jangan sampai ada yang tersisa di sana,” kata Widya.
Terkait dengan penataan reklame, dia mengatakan memang sudah seharusnya kawasan itu bersih dari reklame. “Tidak cuma kawasan itu saja yang diatur, tapi juga daerah lain yang sudah terlalu penuh dengan reklame seperti Simpanglima,” tuturnya.
Tindaklanjuti
Sementara itu, Pemkot siap menindaklanjuti permintaan Gubernur Bibit Waluyo untuk membersihkan kawasan Jl Pahlawan dan sekitar gubernuran dari PKL. Di satu sisi, Pemkot akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang sebelum penertiban dilakukan. Di sisi lain, akan disiapkan tempat relokasi untuk menampung pedagang yang semula berjualan di ruas jalan tersebut.
Hal itu disampaikan Wali Kota Sukawi Sutarip seusai rapat paripurna DPRD Kota Semarang, Senin. Dia mengatakan, apabila PKL jadi direlokasi, maka dilaksanakan bertahap. Namun, hingga kini Pemkot belum memiliki gambaran lokasi pemindahan PKL Jl Pahlawan.
’’Kalau mau seketika, Pemkot bisa saja melakukan. Tapi, saya kira Pak Gubernur tidak mau yang semacam itu. Penertiban akan dilakukan dengan tahapan mulai dari sosialisasi untuk memberikan penjelasan kepada pedagang,’’ kata Sukawi.
Dia menjelaskan, pembenahan Jl Pahlawan merupakan upaya untuk menjadikan lingkungan kota lebih baik. Ditanya soal kemungkinan mendapat penentangan dari PKL dan kebijakan yang tidak populis di kalangan masyarakat kecil, ia siap menghadapi. Sukawi optimistis persoalan itu bisa terselesaikan.
’’Kami sifatnya kan horizontal-vertikal. Jadi, memimpin kota ini ada seninya. Bagaimana menghadapi PKL, bagaimana menghadapi instruksi Gubernur. Tidak mungkin Wali Kota membantah Gubernur,’’ tandas Sukawi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang Ayi Yudi Mardiana menyatakan, pihaknya menyiapkan pembuatan taman pada ruas Jl Pahlawan setelah lokasi itu dibersihkan dari PKL. Anggaran untuk pembuatan taman diperkirakan sebesar Rp 100 juta, diajukan pada APBD Perubahan. (H22,H9, J8,H3-37)
Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=29899
bozhart September 9th, 2008, 06:00 PM Ide yang patut dipertimbangkan. Yang membangun kota itu kan memang mestinya swasta. Pemerintah harusnya jadi regulator dan controller aja....kalo pemerintah jadi developer juga, nasibnya ya kayak sekarang ini. Gak usah jauh-jauh.... Perumnas yang notabene BUMN itu mustinya gak usah jadi developer. Liat aja aset lahannya yang bejibun malah jadi idle...alias lahan tidur. Wajar kalo gerakan nasional pembangunan sejuta rumah gak terealisasi. Soalnya yang punya duit kan swasta, sementara mereka gak punya lahan. Di sisi lain, Perumnas punya lahan tapi seret duit..... jadi, yaaaaa gitu deh....
Swasta itu menunggu apa? Ijin dari pemerintah? Apa Mam Lexa pernah wawancara dgn pemilik Paragon City Mall / Golden Flower Group (Po Soen Kok) atau bos Djarum? Kenapa mereka tidak atau sedikit membangun proyek2 prestisius di Semarang? Proyek2 prestisius mereka malah lebih banyak dibangun di Jakarta :nuts:
yudz83 September 10th, 2008, 01:19 AM Ide yang patut dipertimbangkan. Yang membangun kota itu kan memang mestinya swasta. Pemerintah harusnya jadi regulator dan controller aja....kalo pemerintah jadi developer juga, nasibnya ya kayak sekarang ini. Gak usah jauh-jauh.... Perumnas yang notabene BUMN itu mustinya gak usah jadi developer. Liat aja aset lahannya yang bejibun malah jadi idle...alias lahan tidur. Wajar kalo gerakan nasional pembangunan sejuta rumah gak terealisasi. Soalnya yang punya duit kan swasta, sementara mereka gak punya lahan. Di sisi lain, Perumnas punya lahan tapi seret duit..... jadi, yaaaaa gitu deh....
SETUJU.... :banana: kaya singapura klo gt.. :cheers:
Ampelio September 10th, 2008, 04:22 AM IMO slogan dari Mas Bozhart yang paling pas buat Semarang :
"Semarang: A Harmonious Blending of Cultures":banana:
...atau bisa juga "minjem" trademark-nya ITB "In Harmonia Progressio" :okay:
David-80 September 10th, 2008, 05:34 AM banyak tenants di DP mall yang menjual lot nya...bahkan ada yg desperate bgt..2 orang temen saya sampe mau jual dibawah harga pasar gara2 sepi
malah skrg yang booming di Java Mall....tapi itu juga gara2 ada breadtalk sama Jco...ga tau deh kedepan nya gimana....room for expansion udah kecil bgt...'
intinya smrg udah ga investor friendly....pemkotnya cuman bisa wait and see...nunggu dan nunggu...studi banding ke china ga ada hasilnya apa2...
coba kalo sekitar pahlawan dibikin citiwalk kayak solo...jadinya enak sore2 bisa jalan2 disitu...trus liat deh keadaan simpanglima skrg...pasti udah hancur gara2 kebanyakan acara disitu...padahal fungsinya bisa jadi hutan dan taman kota buat semarang.
contoh lagi dulu waktu sma, taman KB enak bgt buat duduk2...skrg...duh kebanyakan pameran...
semarang need more public places! investor friendly! more local consumption!
yang paling cocok di smg cuman satu....JUALAN NASI KUCING
cheers
NpF September 10th, 2008, 05:39 AM Wah postingan di 2 halaman terakhir rame memperbincangkan bagaimana seharusnya pemerintah lebih berperan aktiv memajukan semarang, harusnya ada orang pemerintah yang baca ini, sukur2 ada yg gabung, he he, jd ada manfaatnya keluh kesah kita bersama ini, sampai2 dah ga ada lg (atau sedikit sekali) gambar project yg ditampilkan :), lha wong projectnya jg ga ada, iya kemarin aku baca SM kalau amaris (low cost hotelnya santika group) bener ga sih istilah yg saya pake ? klo di penerbangan ada LCC kalau di perhotelan nyebutnya apa ya? he he, amaris will be built in ex ELTI on Jl pemuda, dan juga mau di bangun toko buku gramedia baru di sebelah amaris, katanya awal 2009 dah mulai jalan, amaris jg akan dibangun di bandung dan surabaya (taken from web resminya santika), oh ya temen2, kasusnya paragon city makin rame saja tuh, 2 hari berturut2 diulas SM, bahkan pertamina melaporkan manajemen paragon ke polisi, duh... gawat, sebenernya apa yg terjadi ya? itu project cukup prestisius u/ semarang, tp kok banyak kendalanya, any infos? tq
hildalexander September 10th, 2008, 05:55 AM Swasta itu menunggu apa? Ijin dari pemerintah? Apa Mam Lexa pernah wawancara dgn pemilik Paragon City Mall / Golden Flower Group (Po Soen Kok) atau bos Djarum? Kenapa mereka tidak atau sedikit membangun proyek2 prestisius di Semarang? Proyek2 prestisius mereka malah lebih banyak dibangun di Jakarta :nuts:
Om Boz.... masalahnya memang tidak sesederhana itu. Setiap daerah memiliki karakter yang khas dengan tingkat kompleksitas yang berbeda pula. Namun, jika melihat kondisi aktual Semarang sekarang, swasta memang harus lebih dilibatkan lagi. Mohon maaf, bukan saya merasa lebih tahu, saya telah mewawancarai kedua taipan tersebut juga Duta Pertiwi pemilik mixed use DP Mall, dan Pak Ci, pemilik Citraland. Mereka menyebut, bahwa masalah krusial di lapangan adalah kebijakan yang tidak investor friendly. Dua, sudah jadi rahasia umum di kalangan investor pengembang bahwa jika ingin membangun di daerah yang kulturnya masih birokratis, feodalistik, dan hirarkis, pasti menuntut high cost economy.....
Dukungan Pemkot sebetulnya sangat diperlukan. Selain tentu menciptakan blue print yang visioner untuk pengembangan dan penataan kota yang komprehensif. Masalahnya, SDM Pemkot Semarang, mohon maaf, belum diisi oleh orang-orang yang memiliki kapasitas yang diharapkan.
Tiga, para taipan ini, mohon maaf sekali lagi, juga memiliki apa yang namanya kebanggan diri. Mereka akan merasa lebih dihargai di mana para kliennya (terutama perbankan dan lembaga keuangan non bank baik lokal maupun asing) kalo mereka sudah memiliki properti di ibukota negara. Ini prestis tersendiri. catatan ini pula yang akhirnya menjadi referensi Pemerintah Vietnam dan India dalam mengijinkan Grup Ciputra berekspansi di kedua negara tersebut.
Lippo pun idem ditto... mereka punya properti terbaru bertajuk Marina Collection di S'pore setelah era 'mengaduk-ngaduk' Jakarta sudah lewat.
Bagaimana dengan Djarum? lepas dari 'panggilan' historis untuk merevitalisasi Hotel Indonesia, mereka punya visi dan misi menjadi developer nomor wahid. Sewaktu megaproyek HI ini masih kontroversial tahun 2004 lalu, saya sempat bertanya kepada petinggi Djarum kenapa mereka membangun di jakarta dan kenapa tidak dari dulu..... jawabannya mencengangkan, bahwa membangun di Jakarta adalah bentuk penegasan sekaligus identifikasi kelompok usaha. Jakarta dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap menjadi magnitude yang semua orang pasti meliriknya. Dukungan Pemdanya begitu kuat, begitu pula masalah teknis seperti kelengkapan infra, de el el. Kenapa pula merekonstruksi Hotel Indonesia, orang ini menjawab, HI merupakan salah satu simbol sejarah kebanggan bangsa. "Jadi, kami bangga menjadi bagian dari sejarah ini".....
Sementara Nicolas Po menjelaskan panjang lebar bahwa Semarang ini harus bangkit. Kita harus berani melakukan dekonstruksi terhadap kebiasaan-kebiasaan negatif yang menghambat untuk maju. kebiasaan negatif itu apa? sudah teman-temen sebutkan di atas.
David-80 September 10th, 2008, 06:04 AM Nicolas Po kayaknya bakalan kapok invest di smg...liat aja skrg dia malah dituntut sama pertamina gara2 konstruksi paragon city....
like what i said...semarang isnt investor friendly AT ALL....
npf, pemkot smg emang kayak gitu....pernah denger ga...pemkot smg tuh paling korup se Indonesia? biasa itu mah kurang sogok sana sini....
wah capek deh kalo ngomong bobrok nya pemkot kota semarang tercinta ini....
cheers
hildalexander September 10th, 2008, 06:14 AM Ini potret carut marut dunia investasi di Semarang..... Namun begitu, saya mengharapkan Semarang harus bisa bangkit sejajar dengan kota lainnya. Semarang bisa mencontoh Kabupaten Tangerang. Bupatinya, Ismet Iskandar sangat welcome thp investor.... siapapun yang ingin membangun Kabupaten ini, dia ijinkan. tentu saja dengan menaati prosedur dan regulasi yang ada. Dia tegas, tak segan dia menegur Paramount Land yang menyalahi aturan. Dia juga berani menegur BSD City kala perumahan skala kota ini menyisakan masalah sosial.
Terbukti, dengan begitu, Kabupaten Tangerang sangat maju, lebih maju dibanding Kotamadyanya..... pengembang besar macam Ciputra, Summarecon Agung, Alfa Goldland Realty, Premier, Lippo, Simasred justru menangguk perolehan perseroan terbesar dari pengembangan di Kabupaten ini.....
NpF September 10th, 2008, 06:32 AM Nicolas Po kayaknya bakalan kapok invest di smg...liat aja skrg dia malah dituntut sama pertamina gara2 konstruksi paragon city....
like what i said...semarang isnt investor friendly AT ALL....
npf, pemkot smg emang kayak gitu....pernah denger ga...pemkot smg tuh paling korup se Indonesia? biasa itu mah kurang sogok sana sini....
wah capek deh kalo ngomong bobrok nya pemkot kota semarang tercinta ini....
cheers
Uups... wah miris juga ya kalau memang seperti itu faktanya om david, tapi logika berpikir saya juga berjalan, apabila pemerintah daerah lebih proaktiv terhadap investasi daerahnya, pastinya dinamika pertumbuhan kota akan mengikuti kok, semarang is left behind, sangat jauh tertinggal dalam hal infrastruktur pelayanan publik dari bandung, surabaya, medan, makassar, bahkan solo dan jogja, oh my poor semarang :), bahkan survey terakhir tingkat regional jateng, kota semarang tak cukup pro investasi, kota solo yang berada di urutan teratas kota paling pro investasi, mudah2 saja rencana relokasi beberapa pabrik garmen ke semarang dan sekitar tak lagi terganjal urusan birokrasi setempat, project paragon city cepat dapat selesai dengan menguntungkan semua pihak, bisa jadi preseden buruk iklim investasi kalau project paragon sampai gagal, raport merah buat investasi kota semarang, CMIIW
Cheers
NpF September 10th, 2008, 06:33 AM Buat tante hilda, terimaksih buat info dan ulasannya
worldsuperstar September 10th, 2008, 07:45 AM Wah postingan di 2 halaman terakhir rame memperbincangkan bagaimana seharusnya pemerintah lebih berperan aktiv memajukan semarang, harusnya ada orang pemerintah yang baca ini, sukur2 ada yg gabung, he he, jd ada manfaatnya keluh kesah kita bersama ini, sampai2 dah ga ada lg (atau sedikit sekali) gambar project yg ditampilkan :), lha wong projectnya jg ga ada, iya kemarin aku baca SM kalau amaris (low cost hotelnya santika group) bener ga sih istilah yg saya pake ? klo di penerbangan ada LCC kalau di perhotelan nyebutnya apa ya? he he, amaris will be built in ex ELTI on Jl pemuda, dan juga mau di bangun toko buku gramedia baru di sebelah amaris, katanya awal 2009 dah mulai jalan, amaris jg akan dibangun di bandung dan surabaya (taken from web resminya santika), oh ya temen2, kasusnya paragon city makin rame saja tuh, 2 hari berturut2 diulas SM, bahkan pertamina melaporkan manajemen paragon ke polisi, duh... gawat, sebenernya apa yg terjadi ya? itu project cukup prestisius u/ semarang, tp kok banyak kendalanya, any infos? tq
kalo gag salah BUDGET HOTEL , sama dengan Formule 1. . . . . CMIIW
hildalexander September 10th, 2008, 07:48 AM ^^ akibat kasus itu, Nicolas Po menjadi sulit dihubungi... Hp-nya dimatikan... tuh kan saya jadi gak dapet info lebih lanjut.... gimana nih Pemkot Semarang?
NpF September 10th, 2008, 07:53 AM kalo gag salah BUDGET HOTEL , sama dengan Formule 1. . . . . CMIIW
Iya deh WS, tengkyu, kayaknya mang sekelas ma formule 1 nya accor, berarti ini akan jadi hotel ke 3 santika group di semarang, setelah santika premiere, santika, dan amaris, cukup bagus lah buat semarang :)
NpF September 10th, 2008, 07:58 AM ^^ akibat kasus itu, Nicolas Po menjadi sulit dihubungi... Hp-nya dimatikan... tuh kan saya jadi gak dapet info lebih lanjut.... gimana nih Pemkot Semarang?
Wah,,,, kekhawatiran kita semua bisa jadi kenyataan tuh, kalau diliat lahannya sih ga terlalu besar ya, tp kok buat konstruksinya sampai jadi polemik ya, harus segera ditangani para pihak yg berwenang nih, mba hilda apa ada info tentang hotel dusit yg di area DP Mall seperti yg pernah di post sebelumnya? apa betul dusit mau expansi ke semarang? saya buka web nya ga tercantum keterangan apapun ttg dusit semarang. tengkyu
hildalexander September 10th, 2008, 08:04 AM Dalam future development DP Mall memang akan ada hotel, di samping apartemen. Nama Dusit memang secara officially belum dilansir. Hanya saja, hotel-hotel yang dibangun DP itu kan kebanyakan kolaborasi dengan Dusit, jadi publik menganggap hotel di DP Mall bakal dikelola oleh Dusit. Nama pengelola bisa berubah bahkan setelah MoU... contoh yang terjadi dengan Fullerton di Grand Indonesia. Padahal sudah MoU, namun karena Fullerton terlalu 'banyak maunya' jadi GI berpaling ke Kempinski.
Menurut Corporate Secretary DP, hotel yang akan dibangun di kompleks DP Mall adalah bintang 4. Tidak tertutup kemungkinan akan dinaikkan statusnya menjadi bintang 5 kalau kondisi market hotel bisa tumbuh. Seperti Dusit Mangga Dua (bintang 4) yang naik kelas jadi Le Grandeur....
NpF September 10th, 2008, 08:11 AM Dalam future development DP Mall memang akan ada hotel, di samping apartemen. Nama Dusit memang secara officially belum dilansir. Hanya saja, hotel-hotel yang dibangun DP itu kan kebanyakan kolaborasi dengan Dusit, jadi publik menganggap hotel di DP Mall bakal dikelola oleh Dusit. Nama pengelola bisa berubah bahkan setelah MoU... contoh yang terjadi dengan Fullerton di Grand Indonesia. Padahal sudah MoU, namun karena Fullerton terlalu 'banyak maunya' jadi GI berpaling ke Kempinski.
Menurut Corporate Secretary DP, hotel yang akan dibangun di kompleks DP Mall adalah bintang 4. Tidak tertutup kemungkinan akan dinaikkan statusnya menjadi bintang 5 kalau kondisi market hotel bisa tumbuh. Seperti Dusit Mangga Dua (bintang 4) yang naik kelas jadi Le Grandeur....
Wah, thanks u/ informasinya mba hilda, mudah2 han Mr Po bisa dihubungi kembali ya
hildalexander September 10th, 2008, 08:15 AM Anytime NpF.... mas atau mbak nih? Mam Lexa senang berbagi informasi....
NpF September 10th, 2008, 08:21 AM Anytime NpF.... mas atau mbak nih? Mam Lexa senang berbagi informasi....
mas, you are welcome Mam Lexa
sriver September 10th, 2008, 08:34 AM [QUOTE=bozhart;25128566]Selamat datang sriver. Juga kunjungi thread Semarang yg lain:
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=586738
===========================================
Udh sering Mas kpn2 cm sorry blm s4 posting
Betul juga. Kalau SDM bagus, nanti mal ramai sendiri, highrise (apartemen/hotel/kantor dsb) semakin dibutuhkan dll :D
===========================================
Bappeda itu apa ada tingkat Semarang atau hanya ada tingkat Jateng? Undang orang2 Bappeda itu utk join forum SSC ini :D Sriver juga kerja di Bappenda?
===========================================
Bappeda I propinsi, kl Bappeda II Kota/Kab, sy gak di Bappeda cm kebetulan ada kenal petingginya, iya coba ntar sy undang buat join
titus15 September 10th, 2008, 08:56 AM Bappeda I propinsi, kl Bappeda II Kota/Kab, sy gak di Bappeda cm kebetulan ada kenal petingginya, iya coba ntar sy undang buat join
sip semoga ada petinggi ikutan nimbrung...
titus15 September 10th, 2008, 09:07 AM Menurut Corporate Secretary DP, hotel yang akan dibangun di kompleks DP Mall adalah bintang 4. Tidak tertutup kemungkinan akan dinaikkan statusnya menjadi bintang 5 kalau kondisi market hotel bisa tumbuh. Seperti Dusit Mangga Dua (bintang 4) yang naik kelas jadi Le Grandeur....
Suara merdeka 2 hari yang lalu, PHRI Semarang udah teriak-teriak, mempertanyakan kenapa Pemkot masih kasih ijin Hotel di Semarang, padahal kondisi Sekarang sudah kebanyakan hotel dengan kurang lebih 2500 kamar hotel berbintang. Beberapa hotel yang baru dibangun, menurunkan tingkat okupansi 60-70 persen saja. Mereka kuatir, jika terlalu banyak hotel akan membuat hotel perang harga dan membikin persaingan yang nggak sehat.
Menurut saya ini aroganisme pemain lama. Lah Rate Hotel Semarang lebih mahal dari kota lain kok dibilang sehat (apakah rate rendah+ nggak sehat?). Seharusnya hotel-hotel menurunkan ratenya, supaya semakin banyak orang berkunjung ke Semarang. Dan dengan demikian tingkat okupansi naik, dan memungkinkan lebih banyak investor membuka hotel baru atau hotel yang lama mengembangkan usahanya dengan membuka hotel baru atau memperbesarnya.
Lagipula jika ada banyak hotel, keuntungan pula bagi Semarang yang dengan demikian bisa menyelenggarakan event-event nasional. multinasional secara lebih layak. Kemarin waktu SPA aja, pemkot baru nyadar semarang kekurangan hotel, akhirnya muncul ide konyol bikin Home Stay, mamangnya Semarang itu Jogja atau Bali, yang penduduknya udan Tourist Friendly? Membangun kampung turis itu butuh waktu puluhan tahun, bukannya sebulan saja, karena itu menuntut perubahan budaya masyarakat...
hildalexander September 10th, 2008, 09:21 AM ^^ saya suka istilah 'arogansi pemain lama'.... kian menegaskan stereotype 'terkungkung dalam tempurung'.... begini, kompetisi hanya bisa diikuti oleh para pemain itu sendiri. Jika kompetisinya tidak ketat dalam arti hotelnya hanya begitu-begitu saja, maka tak ada trigger yang bisa menarik (catching) tamutamu untuk menginap. Puas dengan yang sudah ada. Nah, dengan adanya hotel baru, otomatis persaingan menjadi lebih hidup untuk tidak dikatakan ketat. Hotel baru dengan desain baru, apalagi yang atraktif, bisa menstimuli tamu untuk stay..... ini hukum pasar.
Saya kasih contoh lagi, di jakarta, Hotel Sultan betul-betul kelimpungan setelah ditinggal Hilton. Di sisi lain muncul Ritz Carlton yang notabene bintang lima internasional. Nah, manajemen Sultan gak mau menyalahkan (mengambinghitamkan) Pemda Jakarta dengan menuntut supaya pembangunan hotel dibatasi. Itu konyol namanya. Mereka justru melakukan up grading atas kamar-kamarnya beserta fasilitasnya. Hasilnya? Sultan tetap mendapat tempat sebagai tempat untuk MICE....
Contoh kedua, Manhattan Hotel. Hotel baru ini bisa dibilang rookie of the year/ mengapa? fasadnya yang aneh, dus pengelolaannya yang lumayan bagus serta interiornya yang catchy, bikin hotel bintang 4 ini mampu mencetak okupansi di atas 70%. Mengalahkan para pemain lama.
Tren Manhattan ini kemudian diikuti oleh pemain lama yang berbondong-bondong melakukan renovasi, refurbishment atau apalah istilah lainnya agar tidak ketinggalan kereta..... dampak positifnya tingkat hunian hotel, khususnya bintang 3 dan bintang 5 menunjukkan kurva meningkat. Apalagi sekarang dengan tren Budget Hotel yang dipelopori Formule 1 membuat kompetisi kian ketat sekaligus sehat. Dunia pariwisata Jakarta pun ikut hidup kembali. FYI tingkat okupansi hotel di Jakarta naik menjadi 70% dari sebelumnya yang masih di bawah 50%.
Pengusaha hotel semarang hendaknya tidak cengeng. kalau mau bersaing ya harus kreatif dan inovatif..... bikin strategi baru supaya bisa mentsimuli tamu stay di semarang....
worldsuperstar September 10th, 2008, 10:36 AM i like this thread. . .hot thread, but no offense. . . . keep us! ! ! !
bener banget, jakarta aja bisa, semarang dan kota2 lain pasti juga bisa. . . .dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, kriminalitas yang rendah, tata kota yang menawan, keunikan kota, jaminan investasi pemerintah dan masyarakat, dan tingkat kesehatan serta pendidikan yang memadai, dijamin, kita bisa lebih maju dari tetangga kita. . . . . . . nah, tinggal bagaimana kita memulai semua hal itu ? ? ? let's start by ourself. . :)
o yah, this is just my opinion. . . tengz. . . .
David-80 September 10th, 2008, 12:44 PM Pengusaha hotel semarang hendaknya tidak cengeng. kalau mau bersaing ya harus kreatif dan inovatif..... bikin strategi baru supaya bisa mentsimuli tamu stay di semarang....
skrg semarang terutama di bidang food and beverage retail udah lumayan, contohnya yg baru dibuka S2 di candi....konsepnya bener2 minimalist dan innovative...lumayan lah buat para kuliner semarang yg udah haus inovasi baru seperti jkt dan bdg...
moga2..ke depan banyak boutique hotel di semarang....soalnya yg gua pelajarin satu dari smg...
the investing guide in semarang
location- location- location <--- ga jalan di smg....
location - brand new innovation - CHEAP <----berlaku di smg.
contoh nya 2
warung lombok yg dibelakang sri ratu peterongan...<---full house kalo siang....
Gama ikan bakar <---full house
cheers
titus15 September 10th, 2008, 12:57 PM skrg semarang terutama di bidang food and beverage retail udah lumayan, contohnya yg baru dibuka S2 di candi....konsepnya bener2 minimalist dan innovative...lumayan lah buat para kuliner semarang yg udah haus inovasi baru seperti jkt dan bdg...
moga2..ke depan banyak boutique hotel di semarang....soalnya yg gua pelajarin satu dari smg...
the investing guide in semarang
location- location- location <--- ga jalan di smg....
location - brand new innovation - CHEAP <----berlaku di smg.
contoh nya 2
warung lombok yg dibelakang sri ratu peterongan...<---full house kalo siang....
Gama ikan bakar <---full house
cheers
Ikan bakar Cianjur juga Full house mas...
Terus pe developer sekarang sepertinya lebih suka bangun ruko darupada Mall. Contohnya lahan di daerah Peterongan-Jl Mataram yang cukup luas banyak yang jadi Ruko daripada Mall.
titus15 September 10th, 2008, 01:01 PM Ada banyak lahan Militer yang mangkrak di tengah kota semarang. Kenapa nggak dibangun ya?
Misalnya lahan Ex Asrama Tentara di Jl Sultan Agung, Ex Kodim di Jl S Parman (sebelah pom bensin Gajah Mungkur), terus di Puncak tanjakan tanah Putih (pertigaan Dr Wahidin Sisingamangaraja), masing-masing luasnya lumayan besar sekitar 2-3 hektar, belum lagi Ex Gedung Bioskop Manggala. Sayang banget gak dibangun.
Ada yang tahu kenapa?
bozhart September 10th, 2008, 07:13 PM ^^ nggak ada yg mau menyewa di situ ... masalah birokrasi spt kata mam Lexa hehe :nuts:
=======================================
@ Mam Lexa, thanks.
Jadi bagaimana ya mengubah kebiasaan2 jelek pemkot dan hirarkinya? Wah sulit ... kecuali diganti walikota yg benar2 gila dan revolusioner :ohno:
Kalau pemkot sudah investor friendly, kira2 masih terhambat nggak oleh kultur masyarakat yg cenderung kurang konsumtif walaupun banyak duitnya?
=======================================
IMO slogan dari Mas Bozhart yang paling pas buat Semarang :
"Semarang: A Harmonious Blending of Cultures":banana:
Slogan itu bukan dari saya tp dari pembuat thread yg pertama, mungkin diambil dari website ini?
http://www.jakartajavakini.com/pages/edition/november-2005/features/central-java/semarang-a-harmonious-blending-of-cultures-on-javas-north-coast.php
Nenek Genit September 10th, 2008, 08:07 PM kok setahu gw Semarang tuh kota yg selalu masuk daftar yg wajib disinggahi iovestor ya..kayak stasiun radio jakarta macam Prambors dan konco2nya, berbagai franchise, kantor cabang perusahaan, dsb..trus pemkot yg kurang investor friendly dimananya ya?sori masih bingung..
kalo diliat dr pertumbuhan ekonomi gmn?kayaknya bagus2 aja deh..
David-80 September 10th, 2008, 10:12 PM kok setahu gw Semarang tuh kota yg selalu masuk daftar yg wajib disinggahi iovestor ya..kayak stasiun radio jakarta macam Prambors dan konco2nya, berbagai franchise, kantor cabang perusahaan, dsb..trus pemkot yg kurang investor friendly dimananya ya?sori masih bingung..
kalo diliat dr pertumbuhan ekonomi gmn?kayaknya bagus2 aja deh..
harus tinggal di semarang dan berurusan dengan Pemkot, baru tahu gimana semarang....dari luar keliatan ok...dalem...amburadul...
franchise seperti radio dan sebagainya memang berkembang, karena itulah kultur masyarakat semarang...lebih suka dirumah ntn tv dan dengerin radio...tapi coba yg lain nya....apalagi segi retail dan franchises seperti fast food (kecuali mcd dan KFC), mall, fashion.
investor friendly itu termasuk kebijakan, urusan ijin, etc....anda bayangkan betapa lama nya saya mengajukan ijin untuk suatu acara....yg harus kesana kesini...lebih lama dari jakarta!
cheers
titus15 September 11th, 2008, 01:52 AM investor friendly itu termasuk kebijakan, urusan ijin, etc....anda bayangkan betapa lama nya saya mengajukan ijin untuk suatu acara....yg harus kesana kesini...lebih lama dari jakarta!
cheers
berapa bulan lalu ada berita yang mengeluhkan pengelolaan lapangan simpang lima. Lapangan sakti itu (bisa digunakan untuk berbagai event dari yang masuk akal sampe nggak masuk akal), konon double cost ijin sewanya. Nggak tau masuk ke kantong siapa. Udah gitu di Semarang gak ada gedung yang representatif untuk perhelatan besar seperi konser. Mentok di Plaza simpang lima, yang sekarang Hall nya udah dikuasai Horizon hotel (sekarang udah ngak pernah dipake buat Show di TV)
Agak prihatin juga beberapa waktu lalu lapangan rakyat itu digunakan buat perhelatan motor cros (cross riding), kebayang gak kerusakan yang bisa terjadi akibat event tersebut?
David-80 September 11th, 2008, 01:56 AM betul mas titus, setau saya sewa simpanglima lari ke beberapa instansi...
1. pemkot
2. tata kota
3. Kodam/poltabes/pp <--untuk keamanan
belom yang lain nya...
terakhir diangka 200+ juta perhari(terakhir ngurus, tahun 2006) jadi ga tau skrg.
cheers
titus15 September 11th, 2008, 03:41 AM betul mas titus, setau saya sewa simpanglima lari ke beberapa instansi...
1. pemkot
2. tata kota
3. Kodam/poltabes/pp <--untuk keamanan
belom yang lain nya...
terakhir diangka 200+ juta perhari(terakhir ngurus, tahun 2006) jadi ga tau skrg.
cheers
Nah lho... tata kota buat apa?
sepertinya tidak ada penataan yang cukup menonjol di Simpang lima...
malah event yang diselenggarakan makin amburadul, tidak jelas peruntukan lapangan itu untuk apa, publik area, komersial atau goverment event...
bozhart September 11th, 2008, 07:47 AM kalo diliat dr pertumbuhan ekonomi gmn?kayaknya bagus2 aja deh..
Pertumbuhan ekonomi kota Semarang sekarang berapa ya? Ini dikutip dari Kompas:
Memang kalau kita lihat, dibandingkan Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Solo, tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang dinilai paling lambat. Dari data BPS dan Kantor Bank Indonesia di Semarang disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2005, Kota Bandung sebesar 7,49 persen, Kota Surabaya sebesar 4,9 persen, Kota Yogyakarta 5,45 persen, dan Kota Surakarta 5,9 persen. Adapun Kota Semarang hanya sebesar 4,89 persen.
Sumber: http://64.203.71.11/kompas-cetak/0605/24/jogja/24557.htm
====================================
Agak prihatin juga beberapa waktu lalu lapangan rakyat itu digunakan buat perhelatan motor cros (cross riding), kebayang gak kerusakan yang bisa terjadi akibat event tersebut?
Hehehe nanti pertandingan mobil offroad juga diijinkan di Simpang Lima nggak? Lama2 Simpang Lima bukan hijau lagi tetapi jadi coklat berbukit2 :nuts:
hildalexander September 11th, 2008, 09:53 AM Ada banyak lahan Militer yang mangkrak di tengah kota semarang. Kenapa nggak dibangun ya?
Misalnya lahan Ex Asrama Tentara di Jl Sultan Agung, Ex Kodim di Jl S Parman (sebelah pom bensin Gajah Mungkur), terus di Puncak tanjakan tanah Putih (pertigaan Dr Wahidin Sisingamangaraja), masing-masing luasnya lumayan besar sekitar 2-3 hektar, belum lagi Ex Gedung Bioskop Manggala. Sayang banget gak dibangun.
Ada yang tahu kenapa?
Tukar gulingnya RIBET :nuts:
hildalexander September 11th, 2008, 10:12 AM "Jadi bagaimana ya mengubah kebiasaan2 jelek pemkot dan hirarkinya? Wah sulit ... kecuali diganti walikota yg benar2 gila dan revolusioner
Kalau pemkot sudah investor friendly, kira2 masih terhambat nggak oleh kultur masyarakat yg cenderung kurang konsumtif walaupun banyak duitnya?"
Saya kira sangat dibutuhkan pemimpin yang tegas dan keras, minimal macam Sutiyoso. Tidak selalu harus dari militer, sipil pun kalo visioner, kinerjanya bagus dan have a good will sekaligus punya political will, maka ia bisa melakukan improvement dalam menata organisasi pemerintahan. Menurut saya ada pelaksanaan yang tumpang tindih antara Bappeda dan Dinas Tata Kota. Mustinya Walikota bisa melakukan restrukturisasi organisasi supaya bisa lebih efisien dan mampu memproduksi kebijakan-kebijakan yang pro rkyat sekaligus bisa mengakomodasi kalangan swasta. Tidak perlu kebijakan populis, namun bisa dilaksanakan dengan hasil maksimal.
Hari gini, masih banyak badan dan dinas sepertinya mubazir? apa kata dunia?. Rasionalisasi saja dinas-dinas yang sama sekali tidak produktif.
Dua, kalo Pemkot sudah investor friendly otomatis multiplier effectnya ada. Investor banyak masuk, lapangan kerja terbuka lebar, kompetisi menjadi open dan sehat, ada pasar bebas. Mekanisme pasar nanti yang akan bicara. Pasar dengan sendirinya akan mencari dan memilih produk yang bagus, berkualitas dan tentu saja dengan harga yang bersaing. Ini namanya seleksi pasar. Begitu pula dengan proyek-proyek properti. Sejatinya ceruk pasar di Semarang begitu besar dengan spending power yang tinggi. Sayang, kebutuhan mereka kurang terakomodasi. Akhirnya, mereka mencari di jakarta. Coba, kalo ada pengembangan sekelas GI, PI, atau Sency di Semarang, platinum or premium society Semarang pasti gak bakal ke Jakarta atau ke S'pore kalo hanya beli jas Armani, Zara atau sebangsanya.....hal inilah yang memotivasi Nico Po untuk membangun Paragon City yang lagi-lagi sayangnya, terantuk banyak masalah. Padahal anak muda ini punya mimpi setinggi langit yang harus didukung
Maaf, panjang bangeeet. Anyway, saya cinta Semarang
Nenek Genit September 11th, 2008, 11:58 AM setelah gw baca2 ternyata potensi Semarang yg luar biasa besar bisa terhambat karena segelintir orang aja ya..kesel jg sih :bash:..pilkada pilih yg bener2 mumpuni deh..ato anak2 SSC ada yg mau nyalonin?
tp so far, Semarang tetep kota besar yg diperhitungkan di Indo deh..
bozhart September 11th, 2008, 05:00 PM @ Mam Lex, thanks :cheers2:
Seandainya Sutiyoso itu jadi walikota Semarang berikut :D kan asalnya dari Gunungpati di Semarang selatan :)
David-80 September 11th, 2008, 05:49 PM Gua milih Sri Mulyani jadi walikota smg......
asli smg....ex-SMA 1
ketua DPR Agung Laksono <--- lahir di smg tapi sayang Golkar kalah di jateng...hehe
ya kalo sutiyoso...jgn deh ntar kayak jkt hehe...
cheers
titus15 September 11th, 2008, 06:22 PM Gua milih Sri Mulyani jadi walikota smg......
asli smg....ex-SMA 1
ketua DPR Agung Laksono <--- lahir di smg tapi sayang Golkar kalah di jateng...hehe
ya kalo sutiyoso...jgn deh ntar kayak jkt hehe...
cheers
di blog saya (http://semarangkatropolitan.multiply.com/photos/album/33/Katro_people) ada beberapa tokoh semarang yang ngetop, beberapa diantaranya ngepop secara menasional:
Pengusaha:
Jaya Suprana (jamu jago bos MURI - ati2 bakal ada rekor baru: Direktur MURi pertama yang jadi walikota nanti)
Irwan Hidayat (bos Sidomuncul --> keren juga nih karena jago bikin branding, buktinya nama sidomuncul meroket lagi setelah dia megang sidomuncul lagi, dan banyak inovasinya)
Charles Saerang (Bos nyonya meneer -- inovatif juga kaya Irwan Hidayat)
Haryanto Halim(bos Marimas, support banget sama pengembangan UKM)
Pieter F Gontha (pengusaha Nasional lahir di Semarang)
Kukrit SW (ahli waris Suara Merdeka Group, masih muda, tapi rasanya SM group kok lagi stagnan ya?)
Selebritis
non recomended: Mas Tukul (nanti kebanjiran, muncrat), Asti dan Lia Ananta (jadi jurkamnya aja)
yang recomended;
Bondan Winarno (SD sampai kuliah di Semarang, jago Branding)
Anne Avantie (perancang busana, aktifis sosial)
Pemerintahan/birokrat:
Sutiyoso -- udah terlatih di birokrat jadi Gub jkt 10 th, lagi nyalon presiden. Katanya mau mengabdikan sisa hidupnya buat berbakti pada negara, nggak tau kalo ngabdinya turun pangkat jadi walikota.
Sri Mulyani--> karirnya lagi bersinar, masak mau turun balik ngarir di level pemkot.
Alvin Lie --> anggota dewan PAN, vokal juga...
Agus Pambagyo --> Aktivis LSM media dan ekonomi...
Agung Laksono --> Golkar, ketua dewan, lahir di Semarang
Purnomo Yusgiantoro --> mentamben
David-80 September 12th, 2008, 12:11 AM sebenernya masih banyak lagi tuh mas titus.....terutama yg invisible...ga ketauan sapa, ternyata punya proyek condo dan mall baru di singapore...hehe(salah satunya di depan Plasa singapura - dhoby ghaut interchange MRT)
banyak bgt...terutama yg diluar smg...dan luar negeri...
cheers
rilham2new September 12th, 2008, 12:49 AM Ini potret carut marut dunia investasi di Semarang..... Namun begitu, saya mengharapkan Semarang harus bisa bangkit sejajar dengan kota lainnya. Semarang bisa mencontoh Kabupaten Tangerang. Bupatinya, Ismet Iskandar sangat welcome thp investor.... siapapun yang ingin membangun Kabupaten ini, dia ijinkan. tentu saja dengan menaati prosedur dan regulasi yang ada. Dia tegas, tak segan dia menegur Paramount Land yang menyalahi aturan. Dia juga berani menegur BSD City kala perumahan skala kota ini menyisakan masalah sosial.
Terbukti, dengan begitu, Kabupaten Tangerang sangat maju, lebih maju dibanding Kotamadyanya..... pengembang besar macam Ciputra, Summarecon Agung, Alfa Goldland Realty, Premier, Lippo, Simasred justru menangguk perolehan perseroan terbesar dari pengembangan di Kabupaten ini.....
Tangerang ya lain donk mam ... Penduduk Tangerang kan hampir sebagian besarnya pekerja kantoran/professional worker ..... Keragaman penduduk Semarang yang independen agak-agak gak sama dengan Tangerang yang jelas-jelas Hinterland nya Jakarta ...
Penduduk 1 juta di Tangerang jelas2 lebih berdaya guna dari segi manpower nya .... , daripada 1 juta nya Semarang. Dan lagi kalau dihitung paling kurang dari 50% aja penduduk Tangerang yang kerjanya di Tangerang juga (itupun kebanyakan di Industri ...).
Kabupaten Tangerang memang maju, tapi menyisakan kantung-kantung kemiskinan yang parah ... Coba aja jalan dikit ke belakang-belakang BSD City ... Atau coba terusin perjalanan ke SUmmarecon Seropong sana ... Atau coba aja lirak-lirik kiri-kanan jalan ke Tigaraksa Ibukota Kabupaten Tangerang ,,, gak ada kerasa sama sekali tuh ALAM SUTERA, BSD City, SUmmarecon, atau Paramount nya :lol: hehehehe .... Atau coba tembus ke Parungpanjang :D ...
Bintaro juga masuk Kabupaten Tangerang, kan ??? Itu kampung-kampung di sekitar Bintaro di pinggir rel kereta api juga rada serem.
Sedikit banyak memang meningkatkan ekonomi, paling tidak aku bisa ngliat Circle K, Indomaret, atau ALfamaret di tengah Perkampungan di Tangerang :cheers: .....
Swasta di Tangerang (Kabupatennya) terlalu bermain untuk kelas Menengah ke Atas, jadi yang bawahnya kurang kesentuh ... Jadi kalau dipikir memang agak kurang ter-utilisasi semua kalangan masyarakatnya.
Setiap lebaran, BSD City itu ngadain Open-House di Cluster-cluster Rumah COntoh nya .... Dan bayangin mereka naik apa untuk pergi ke Rumah contoh itu ??? Cuman pergi naik rakit doank nyebrang Sungai .. Ibaratnya Rumah saya kayu di Tepi Sungai ini, tapi di sebrang sungai sana sudah Taman Telaga Golf dengan Cluster2 perumahan seharga Rp 1 M - 2 M yang kebanyakannya disewakan pada ekspatriat ....
titus15 September 12th, 2008, 02:09 AM sebenernya masih banyak lagi tuh mas titus.....terutama yg invisible...ga ketauan sapa, ternyata punya proyek condo dan mall baru di singapore...hehe(salah satunya di depan Plasa singapura - dhoby ghaut interchange MRT)
banyak bgt...terutama yg diluar smg...dan luar negeri...
cheers
hehe... tapi perhatikan juga sentimen Pri-Nonpri dalam perpolitikan indonesia...
Kalo bang Yos... menurut saya kegagalannya juga karena akumulasi beberapa Gubernur sebelumnya yang nggak meneruskan Ali Sadikin Project. Tapi terobosan Busway (yang belum diselesaikan juga oleh penerusnya), pemfungsian kembali ruang-ruang publik untuk warga, dan narmalisasi banjir kanal Timur (yang juga belum banyak progres dari penerusnya), dan tertibnya sistem tarif angkutan di Jakarta (di Semarang tarif angkutan nggak jelas- jarak yang sama dengan jakarta bisa bayar 400an lebih), setidaknya adalah kondisi ibukota yang lebih baik dari Semarang.
Mengubah Solo atau Semarang mungkin hanya butuh seorang walikota yang visioner dan revolutif, tapi mengubah jakarta, membutuhkan beberapa Gubernur yang visione dan sevisi, revolutif dan dalam jangka waktu yang berurutan...
hildalexander September 12th, 2008, 06:06 AM Tangerang ya lain donk mam ... Penduduk Tangerang kan hampir sebagian besarnya pekerja kantoran/professional worker ..... Keragaman penduduk Semarang yang independen agak-agak gak sama dengan Tangerang yang jelas-jelas Hinterland nya Jakarta ...
Penduduk 1 juta di Tangerang jelas2 lebih berdaya guna dari segi manpower nya .... , daripada 1 juta nya Semarang. Dan lagi kalau dihitung paling kurang dari 50% aja penduduk Tangerang yang kerjanya di Tangerang juga (itupun kebanyakan di Industri ...).
Kabupaten Tangerang memang maju, tapi menyisakan kantung-kantung kemiskinan yang parah ... Coba aja jalan dikit ke belakang-belakang BSD City ... Atau coba terusin perjalanan ke SUmmarecon Seropong sana ... Atau coba aja lirak-lirik kiri-kanan jalan ke Tigaraksa Ibukota Kabupaten Tangerang ,,, gak ada kerasa sama sekali tuh ALAM SUTERA, BSD City, SUmmarecon, atau Paramount nya :lol: hehehehe .... Atau coba tembus ke Parungpanjang :D ...
Bintaro juga masuk Kabupaten Tangerang, kan ??? Itu kampung-kampung di sekitar Bintaro di pinggir rel kereta api juga rada serem.
Sedikit banyak memang meningkatkan ekonomi, paling tidak aku bisa ngliat Circle K, Indomaret, atau ALfamaret di tengah Perkampungan di Tangerang :cheers: .....
Swasta di Tangerang (Kabupatennya) terlalu bermain untuk kelas Menengah ke Atas, jadi yang bawahnya kurang kesentuh ... Jadi kalau dipikir memang agak kurang ter-utilisasi semua kalangan masyarakatnya.
Setiap lebaran, BSD City itu ngadain Open-House di Cluster-cluster Rumah COntoh nya .... Dan bayangin mereka naik apa untuk pergi ke Rumah contoh itu ??? Cuman pergi naik rakit doank nyebrang Sungai .. Ibaratnya Rumah saya kayu di Tepi Sungai ini, tapi di sebrang sungai sana sudah Taman Telaga Golf dengan Cluster2 perumahan seharga Rp 1 M - 2 M yang kebanyakannya disewakan pada ekspatriat ....
Ilham.... sudah konsekuensinya seperti itu. Mam Lexa mencoba menggambarkan pemimpin yang investor friendly. Perkara masih ada masalah sosial dan kantong-kantong kemiskinan kan merupakan bagian integral dari pengembangan sebuah kota. Memang tidak bisa sempurna seratus persen. Tapi setidaknya apa yang dilakukan Ismet dengan gebrakannya mendatangkan investor dengan melakukan onse stop services kepada investor patut ditiru.
Mam Lexa juga bilang dibutuhkan pemimpin yang pro rakyat sekaligus pro pengusaha.....
Anyway, thanx kritikannya
sriver September 12th, 2008, 06:10 AM di blog saya (http://semarangkatropolitan.multiply.com/photos/album/33/Katro_people) ada beberapa tokoh semarang yang ngetop, beberapa diantaranya ngepop secara menasional:
Pengusaha:
Jaya Suprana (jamu jago bos MURI - ati2 bakal ada rekor baru: Direktur MURi pertama yang jadi walikota nanti)
Irwan Hidayat (bos Sidomuncul --> keren juga nih karena jago bikin branding, buktinya nama sidomuncul meroket lagi setelah dia megang sidomuncul lagi, dan banyak inovasinya)
Charles Saerang (Bos nyonya meneer -- inovatif juga kaya Irwan Hidayat)
Haryanto Halim(bos Marimas, support banget sama pengembangan UKM)
Pieter F Gontha (pengusaha Nasional lahir di Semarang)
Kukrit SW (ahli waris Suara Merdeka Group, masih muda, tapi rasanya SM group kok lagi stagnan ya?)
Selebritis
non recomended: Mas Tukul (nanti kebanjiran, muncrat), Asti dan Lia Ananta (jadi jurkamnya aja)
yang recomended;
Bondan Winarno (SD sampai kuliah di Semarang, jago Branding)
Anne Avantie (perancang busana, aktifis sosial)
Pemerintahan/birokrat:
Sutiyoso -- udah terlatih di birokrat jadi Gub jkt 10 th, lagi nyalon presiden. Katanya mau mengabdikan sisa hidupnya buat berbakti pada negara, nggak tau kalo ngabdinya turun pangkat jadi walikota.
Sri Mulyani--> karirnya lagi bersinar, masak mau turun balik ngarir di level pemkot.
Alvin Lie --> anggota dewan PAN, vokal juga...
Agus Pambagyu --> Aktivis LSM media dan ekonomi...
Agung Lasono --> Golkar, ketua dewan, lahir di Semarang
Purnomo Yusgiantoro --> mentamben
kalo sy setuju Om Bozhart atau Om Titus yg maju nyalonin walkot tak dukung deh pasti semarang tambah maju....:banana:
hildalexander September 12th, 2008, 06:16 AM Kandidat Walikota Semarang;
1. Om Bozhart
2. Om David
3. Om Titus
Betewe Om titus..... Agus Pambagyo kaleeee, kalo dia, aku gak rekomen. Boleh dunk beda.
titus15 September 12th, 2008, 06:17 AM kalo sy setuju Om Bozhart atau Om Titus yg maju nyalonin walkot tak dukung deh pasti semarang tambah maju....:banana:
Saya pernah bilang saya mau asal Asti Ananta wakilnya... hahaha...
Jangan mas Tukul... Mas Tukul jadi Bupati Semarang Saja kalo pas DugDeran...
disambi acting Jadi Warak Ngendok...
Hehe memange Semarang Republik Ketoprak humor yaa..?
Tapi... ine febriyanti oke juga tuh...
titus15 September 12th, 2008, 06:30 AM Betewe Om titus..... Agus Pambagyo kaleeee, kalo dia, aku gak rekomen. Boleh dunk beda.
Hehe... cuma listing aja kok mam. Bukan recomended...
Beda nggak papa.... asal nggak bikin mandeg...
sriver September 12th, 2008, 06:49 AM Kandidat Walikota Semarang;
1. Om Bozhart
2. Om David
3. Om Titus
Betewe Om titus..... Agus Pambagyo kaleeee, kalo dia, aku gak rekomen. Boleh dunk beda.
tambah 1 lg dong...sy rasa Mam Lexa sangat qualified.....menguasai betul seluk-beluk pengembangan & pembangunan kota.....sayang ya gak ada birokrat yg punya visi ky kawan2 kita ini, birokrat kerjanya cm sibuk cari setoran doang, aplg mau pemilu nih....:bash: knp ya sistem negara kita ini justru memberi ruang & kesempatan yg lebih besar buat org2 yg gak qualified untuk tampil ke depan jd pemimpin dr daerah sp pusat....kl dipikir2 lbh byk org gebleknya di birokrat drpd org pinternya, coba kl birokrat bener2 diisi org2 yg qualified & profesional pasti kita gak terpuruk ky gini, kl ada yg pinter & inovatif justru tenggelam.....akhirnya yg kita liat lebih menonjol justru birokrat & politikus busuk + pengusaha brengsek...:bash:
titus15 September 12th, 2008, 07:01 AM birokrat kerjanya cm sibuk cari setoran doang, aplg mau pemilu nih....:bash: .....akhirnya yg kita liat lebih menonjol justru birokrat & politikus busuk + pengusaha brengsek...:bash:
prihatin-prihatin... ayo mulai kampanye...
Kampanye Semarang Yang Lebih Baik...
hildalexander September 12th, 2008, 07:06 AM tambah 1 lg dong...sy rasa Mam Lexa sangat qualified.....menguasai betul seluk-beluk pengembangan & pembangunan kota.....sayang ya gak ada birokrat yg punya visi ky kawan2 kita ini, birokrat kerjanya cm sibuk cari setoran doang, aplg mau pemilu nih....:bash: knp ya sistem negara kita ini justru memberi ruang & kesempatan yg lebih besar buat org2 yg gak qualified untuk tampil ke depan jd pemimpin dr daerah sp pusat....kl dipikir2 lbh byk org gebleknya di birokrat drpd org pinternya, coba kl birokrat bener2 diisi org2 yg qualified & profesional pasti kita gak terpuruk ky gini, kl ada yg pinter & inovatif justru tenggelam.....akhirnya yg kita liat lebih menonjol justru birokrat & politikus busuk + pengusaha brengsek...:bash:
Heuheuheu calm down Sis..... gak baek marah-marah kalo orang yang dimarah-marahin gak ada heuheuheu.... Kalo Mam Lexa, pengennya mengabdi di NAD tapi berhubung gak punya kendaraan politik so gigit jari deh hehehe.
Oya teman-teman, saya mau tanya, Pak Sukawi itu backgroundnya apa yak?
titus15 September 12th, 2008, 07:48 AM Heuheuheu calm down Sis..... gak baek marah-marah kalo orang yang dimarah-marahin gak ada heuheuheu.... Kalo Mam Lexa, pengennya mengabdi di NAD tapi berhubung gak punya kendaraan politik so gigit jari deh hehehe.
Oya teman-teman, saya mau tanya, Pak Sukawi itu backgroundnya apa yak?
pengusaha... kontraktor kalo nggak salah...
worldsuperstar September 12th, 2008, 07:58 AM ^^ loh, kalo background nya pengusaha harusnya kan kebijakan2nya isa pro investasi (kan ada pengalaman pribadi waktu masih jaman2 jadi kontraktor, apa2 dipersulit ama pemda, mulai sogokan, upeti, dana de el el, :ohno:), jadi harusnya ketika jadi pemimpin, beliau isa ngebuang kebijakan2 busuk itu donk ! ! ! ! . . . .coz, dengan kebijakan pro investasi pemimpin (ditamba sedikit pemaksaan halus ke bawahan), rasanya bisa jadi stimulan investasi deh. . . . ambil dikit contoh yah, solo aja deh, waktu dipegang jokowi (walo sebenrnya gag bersih2 amat birokratnya). . . . . . .
btw, g baca KOMPAS har ni, katanya Ahmad YAni bakal dipindah ke Kendal ato Demak. . . . .so, agree or not ?
hildalexander September 12th, 2008, 08:07 AM ^^ oooo kontraktor toh? Oke teman-teman, kita sudah mengetahui di mana kekurangan kota kita tercinta ini.... mari kita buat solusi komprehensif untuk memperbaiki dan menata ulang Semarang. Menurut kalian, bagaimana kalo Semarang direvitalisasi jadi waterfront city.... trus untuk implementasinya, disayembarakan desain dan masterplan waterfront city ini. Kalo gak salah ada IAI Jateng kan/ nah, merekalah yang nantinya menjadi penyelenggara sayembara bersanding dengan Pemkot, pengusaha, dan wakil masyarakat serta akademisi.... itu baru usul awal... selanjutnya saya post nanti ya
sriver September 12th, 2008, 09:00 AM Heuheuheu calm down Sis..... gak baek marah-marah kalo orang yang dimarah-marahin gak ada heuheuheu.... Kalo Mam Lexa, pengennya mengabdi di NAD tapi berhubung gak punya kendaraan politik so gigit jari deh hehehe.
Oya teman-teman, saya mau tanya, Pak Sukawi itu backgroundnya apa yak?
Waduh jauh betul mbak sp ke NAD, why? gak takut sm GAM? atau mam lexa ini org aceh ya...?
bozhart September 12th, 2008, 09:55 AM Gua milih Sri Mulyani jadi walikota smg......
asli smg....ex-SMA 1
Bukankah Sri Mulyani aslinya Lampung?
__________________________________________________________
pengusaha... kontraktor kalo nggak salah...
Sebelum kontraktor, pernah jadi bankir kalau tidak salah.
__________________________________________________________
tambah 1 lg dong...sy rasa Mam Lexa sangat qualified.....
Setuju Mam Lexa punya wawasan luas, apalagi pernah mewawancarai banyak taipan, nanti lebih mudah melobi mereka utk invest di Semarang :cheers:
__________________________________________________________
birokrat kerjanya cm sibuk cari setoran doang, aplg mau pemilu nih....:bash: knp ya sistem negara kita ini justru memberi ruang & kesempatan yg lebih besar buat org2 yg gak qualified untuk tampil ke depan jd pemimpin dr daerah sp pusat....kl dipikir2 lbh byk org gebleknya di birokrat drpd org pinternya, coba kl birokrat bener2 diisi org2 yg qualified & profesional pasti kita gak terpuruk ky gini
Mungkin gajinya kurang menggiurkan buat orang2 yg qualified / profesional? Maka posisinya kebanyakan diisi orang2 yg sangat membutuhkan uang? :ohno:
__________________________________________________________
Menurut kalian, bagaimana kalo Semarang direvitalisasi jadi waterfront city.... trus untuk implementasinya, disayembarakan desain dan masterplan waterfront city ini.
Rendering waterfrontnya sudah pernah dipost, repost lagi nih:
Semarang Waterfront
http://img373.imageshack.us/img373/4729/47831705pw6.jpg
bozhart September 12th, 2008, 09:58 AM Ternyata ada 2 crane di site Paragon City Mall
1
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/7160191c.jpg
2
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/beb3dee1.jpg
titus15 September 12th, 2008, 11:32 AM Oke teman-teman, kita sudah mengetahui di mana kekurangan kota kita tercinta ini.... mari kita buat solusi komprehensif untuk memperbaiki dan menata ulang Semarang.
Hebat...!!! Forum kita bisa bikin solusi komperhensif... Bappeda belum tentu bisa bikin gini (Bisanya bikin anggaran miting demi miting buat bikin solusi hehehe...-becanda-)
titus15 September 12th, 2008, 11:36 AM btw, g baca KOMPAS har ni, katanya Ahmad YAni bakal dipindah ke Kendal ato Demak. . . . .so, agree or not ?
tuh nggak konsisten. Udah kalo niatnya mau bikin di demak atau di kendal, ya langsung dihentikan pengembangan AYIA yang di kalibanteng. Cuma ngabis-abisin uang rakyat, jadinya malah ngga kepake.
Ya ini akibatnya kalo bikin perencanaan cuma berbekal wacana dan wangsit...
capek deh...:ohno::ohno::ohno:
aprillio September 12th, 2008, 12:25 PM atau mungkin juga nantinya semarang punya dua bandara, jika jadi dibangun di demak/kendal mungkin yang ini untuk sipil dan komersil.sedangkan yang di kalibanteng menjadi bandara khusus militer karena pemiliknya adalah angkatan darat... CMIIW
David-80 September 12th, 2008, 12:29 PM ^^ kalo itu sampe betul terjadi, sangat buang2 duit...karena apa
1. jalan access ke bandara terminal yg baru udah mulai dibangun, didepan PRPP sampe 1000m udah di concrete block....namanya buang2 duit..
2. udah diratain lahan yg buat bangun terminal baru nya
3. landasan udah dipanjangin , tinggal nambah beban pavement runway nya
4. ke kendal ama demak berarti berarti mulai dari ZERO lagi.
ga ngerti tuh yg punya ide gila itu....tau dah....pusing hehe...
cheers
bozhart September 12th, 2008, 12:56 PM ^^ Itu salah siapa? Dinas Tata Kota atau Walikota?
________________________________________
btw, g baca KOMPAS har ni, katanya Ahmad YAni bakal dipindah ke Kendal ato Demak. . . . .so, agree or not ?
Ini berita nya.
Bandara Tidak Bisa Dipertahankan
Polusi Suara Ganggu Warga Sekitar Bandara Ahmad Yani
Jumat, 12 September 2008 | 09:42 WIB
Semarang, Kompas - Bandara Ahmad Yani yang berada di pusat kota tidak bisa dipertahankan dalam jangka panjang. Untuk mengembangkan investasi yang memicu perkembangan Kota Semarang, bandara harus dipindah ke tempat lain.
Demikian disampaikan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip, Kamis (11/9) di Semarang. "Keberadaan bandara saat ini tidak memungkinkan investor membangun gedung tinggi di sekitar bandara," kata Sukawi.
Padahal, menurut Sukawi, kawasan sekitar bandara bertambah padat dan harga tanah semakin mahal. Oleh karena itu, membangun gedung tinggi adalah solusi terbaik untuk menghemat biaya.
"Pemindahan bandara harus bisa dilaksanakan setidaknya 10 tahun lagi. Dengan adanya kepastian mengenai pemindahan ini, para investor semakin berani untuk berinvestasi," kata Sukawi.
Bandara militer
Namun, Bandara Ahmad Yani masih berfungsi sebagai bandara militer yang tidak membutuhkan banyak pesawat berbadan besar.
Sukawi menjelaskan, ada beberapa tempat alternatif yang bisa digunakan sebagai bandara yang baru seperti di Kendal dan Demak. Lokasi bandara komersial ini setidaknya berada 25 kilometer dari pemukiman dan pusat kota. "Kabupaten Demak sudah sanggup untuk menjadi lokasi bandara yang baru," ujar Sukawi.
Hal serupa dikatakan staf pengajar di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, Ragil Haryanto. Menurut dia, bandara komersial idealnya dibangun di pinggiran kota karena bandara membutuhkan banyak ruang bagi pesawat untuk tinggal landas maupun mendarat. Kebutuhan ruang semakin bertambah apabila ada penambahan rute dan jumlah pesawat berbadan besar.
Selain berpengaruh terhadap iklim investasi, ujar Ragil, keberadaan bandara di tengah kota juga berdampak pada pemukiman di sekitarnya. Polusi suara merupakan gangguan utama bagi masyakarat sekitar bandara.
Suara bising
Beberapa warga di Kelurahan Krapyak, Kota Semarang, yang berada di dekat bandara mengaku terganggu dengan bisingnya suara pesawat terutama yang akan mendarat. Namun, karena kebutuhan akan tempat tinggal, mereka terpaksa menyesuaikan diri dengan kebisingan tersebut.
Munjadi, salah satu warga di jalan Subali Raya, Krapyak, mengatakan, suara bising pesawat biasa terjadi pada pagi dan sore hari. "Meskipun bukan jalur yang biasa dilalui pesawat, ada juga pesawat yang berputar-putar terlebih dulu di atas pemukiman kami sebelum mendarat. Suaranya sangat keras sekali," kata Munjadi.
Warga lainnya, Lilis, mengatakan sudah terbiasa dengan suara pesawat yang keras. Meskipun demikian, ia merasa terganggu saat pertama kali tinggal di daerah tersebut 10 tahun yang lalu.
"Namun, saya mengambil sisi positifnya. Dengan berada di dekat bandara, daerah kami aman dari banjir karena pihak bandara pasti mengusahakan penanggulangan banjir yang cukup baik. Sejak ada bandara, daerah kami tidak pernah terkena banjir," kata Lilis. (DEN)
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/12/0942164/bandara.tidak.bisa.dipertahankan.
gantengscool September 12th, 2008, 01:00 PM Lha piye tho...
Knapa Runaway-nya diperpanjang sampai 2680 m ?
Knapa dibangun terminal baru ??
:ohno::ohno::ohno: Sukawi bikin pusing :nuts:
NpF September 12th, 2008, 02:22 PM Ikutan nimbrung , wah forum ini terakhir2 jd hangat, topiknya agak melenceng, tapi saya malah menikmati:), jadinya semua uneg2 temen2 forumer semarang tersalurkan, bravo!!
iya nih, td pagi baca kompas, pak wali blg dalam 10 tahun ke depan, keberadaan AYIA diperlukan dipindah keluar pusat kota dengan alasan u/ menarik investasi, yg jd pertanyaan? kenapa baru sekarang, pasca perpanjangan runway dah sampai 2680? apa ga buang2 duit tuh? bener jg kata om david and mas titus, tp kenapa mesti 10 tahun lagi? kalau rencananya 10 tahun lg, menurutku ya bandara yg sekarang mang tetep hrs dibenahi, yg paling urgent adalah penambahan PCN agar mid body a/c bs take off and landing di SRG,min A320 and 739 ER bs masuk, perbaikan apron and taxiway serta pembangunan terminal baru, yg lama udah ga banget lah dipandangnya, tak sedap di mata :) , tp kalau nanti pengembangan bandara AYIA yg di kalibanteng dah rampung, ga tau deh, rencana relokasi ke demak ato kendal jadi apa enggak, jgn2 malah ga jadi lg, lha wong rencana jalan tol smg solo aja ga jelas juntrungannya ampe skrg, dah lebih dr 10 tahun, flyover kalibanteng dah di announced sejak late 90's kaykanya hanya berhenti di wacana, pembangunan terminal mangkang (maaf) lelet bgt, lha ini bandara di announced mo dipindah, tapi 10 tahun lagi, mungkin pada praktiknya bs molor ampe 20 tahun kali, ayolah semarang.... i am desperately hoping :)
titus15 September 12th, 2008, 03:58 PM Ikutan nimbrung , wah forum ini terakhir2 jd hangat, topiknya agak melenceng, tapi saya malah menikmati:), jadinya semua uneg2 temen2 forumer semarang tersalurkan, bravo!!
iya nih, td pagi baca kompas, pak wali blg dalam 10 tahun ke depan, keberadaan AYIA diperlukan dipindah keluar pusat kota dengan alasan u/ menarik investasi, yg jd pertanyaan? kenapa baru sekarang, pasca perpanjangan runway dah sampai 2680? apa ga buang2 duit tuh? bener jg kata om david and mas titus, tp kenapa mesti 10 tahun lagi? kalau rencananya 10 tahun lg, menurutku ya bandara yg sekarang mang tetep hrs dibenahi, yg paling urgent adalah penambahan PCN agar mid body a/c bs take off and landing di SRG,min A320 and 739 ER bs masuk, perbaikan apron and taxiway serta pembangunan terminal baru, yg lama udah ga banget lah dipandangnya, tak sedap di mata :) , tp kalau nanti pengembangan bandara AYIA yg di kalibanteng dah rampung, ga tau deh, rencana relokasi ke demak ato kendal jadi apa enggak, jgn2 malah ga jadi lg, lha wong rencana jalan tol smg solo aja ga jelas juntrungannya ampe skrg, dah lebih dr 10 tahun, flyover kalibanteng dah di announced sejak late 90's kaykanya hanya berhenti di wacana, pembangunan terminal mangkang (maaf) lelet bgt, lha ini bandara di announced mo dipindah, tapi 10 tahun lagi, mungkin pada praktiknya bs molor ampe 20 tahun kali, ayolah semarang.... i am desperately hoping :)
Bandara perluasan kata Pak Ali Mufits (Gubernur sebelum pak Bibit) bakal selesai tahun 2011. Pak Bibit sendiri berkomitmen mewujudkan itu. Selesai tahun 2011, paling baru optimal digunakan sekitar 2013.
10 tahun dari sekarang dibangun bandara baru, berarti tahun 2018 bandara harus selesai. Dananya (untuk membangun bandara baru setidaknya belasan trilyun - ngapain jauh-jauh ke Kendal atau Demak kalau kapasitas bandaranya sama dengan AYIA sekarang, jadi harus elbih gede dari AYIA sekarang, artinya butuh dana banyak) Berarti 5-8 tahun AYIA beroperasi sudah harus BEP.
Nah terus bandara AYIA yang sudah diperluas lalu diserahkan buat Militer (AD, bukan AU, karena A Yani punya AD yang pesawatnya tentu tak sebanyak AU). Ngapain juga AD punya bandara gede-gede. Terus kalo tetep jadi bandara (mau militer mau komersil) kan sama saja masalah KKOP tetep menjadi masalah yang tak terpecahkan.
Walikota yang aneh. Memangnya Semarang masih kekurangan lahan? Kalo pasar minta bikin bangunan deket bandara harus dituruti. Belum tentu setelah bandara dipindah ada proyek senilai belasan trilyun yang mengganti pembiayaan pembangunan bandara baru.
Seharusnya pemkot mengarahkan investor membuka lahan baru di pinggiran Semarang untuk pengembangan Semarang. Pemkot meyakinkan itu dengan membuka dan mempercepat pengembangan akses-akses area yang masih terpencil, seperti penggaron, ngalian dll, yang sebetulnya potensial.
Tentang kebisingan di daerah pinggiran bandara ya jangan bandaranya yang disalahkan. orang bandaranya sudah ada lebih dulu daripada perumahannya. Mereka yang mau beli rumah atau lahan disana seharusnya sudah paham dengan resiko yang akan mereka dapat dengan membeli rumah disana.
Bandara di tengah kota sebetulnya merupakan keuntungan tersendiri bagi kota. Karena ini akan menghemat waktu, serta cost bagi orang Semarang untuk pergi kemanapun, paling tidak ke Airport transit yang lebih besar, Baik Jakarta, Spore, Ausie, KL, atau Denpasar...
hildalexander September 12th, 2008, 05:06 PM Begini guys.... paradigma urban development itu kan berbeda dengan new town development. Jadi kacamata yang digunakan adalah musti berpijak pada yang sudah ada. Kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki, yang paling krusial dan fundamen bisa dilakukan adalh mengubah master plan kota. Ini yang paling memungkinkan. Mengubah master plan memang sangat sulit, akan tetapi bukan berarti tidak bisa. Dan musti diingat, membangun kota (baca; menata ulang kota) tidak hanya bisa secara fisik semata (land use, architectural, dan masalah estetika lainnya), juga harus ada semangat community development (para pengembang sering mengatakannya sebagai community justifies), di samping juga commercial justifies (econimoc value).
Setelh ketemu itu, baru melangkah pada town management (managing large scale). Kalo jor-joran membangun tapi tanpa ada semangat pemeliharaan atau maintenance kan sama juga bohong.
Mengacu pada kasus Semarang, mari kita elaborasi, apa sebetulnya kelolakalan semarang yang menonjol. Dari sini mungkin bisa diciptakan kreatifitas-kreatifitas dalam membangun kota. Kreatifitas adalah unsur terpenting dalam mengembangkan dan memperbaiki kota yang sudah terbangun.
Salah satu contoh kota yang mengalami perubahan master plan adalah Sport City di suburb Paris, Fukuoka menjadi environmental city, salah satu kota di Polandia (saya lupa namanya) yang mengubah diri menjadi high rises town, La Reunion jadi island resort..... mereka dulunya juga carut marut seperti Semarang.....
Sony Sjklw September 12th, 2008, 05:37 PM ^^
Sepertinya di SSC Indonesia banyak calon2 :bowtie: pemimpin daerah yak :cheers:
titus15 September 12th, 2008, 06:01 PM ^^
Sepertinya di SSC Indonesia banyak calon2 :bowtie: pemimpin daerah yak :cheers:
Yoi... jangan kalah sama selebriti... (selebriti SSC maksute...):lol::lol::lol:
titus15 September 12th, 2008, 06:08 PM Begini guys.... paradigma urban development itu kan berbeda dengan new town development. Jadi kacamata yang digunakan adalah musti berpijak pada yang sudah ada. Kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki, yang paling krusial dan fundamen bisa dilakukan adalh mengubah master plan kota. Ini yang paling memungkinkan. Mengubah master plan memang sangat sulit, akan tetapi bukan berarti tidak bisa. Dan musti diingat, membangun kota (baca; menata ulang kota) tidak hanya bisa secara fisik semata (land use, architectural, dan masalah estetika lainnya), juga harus ada semangat community development (para pengembang sering mengatakannya sebagai community justifies), di samping juga commercial justifies (econimoc value).
Setelh ketemu itu, baru melangkah pada town management (managing large scale). Kalo jor-joran membangun tapi tanpa ada semangat pemeliharaan atau maintenance kan sama juga bohong.
Mengacu pada kasus Semarang, mari kita elaborasi, apa sebetulnya kelolakalan semarang yang menonjol. Dari sini mungkin bisa diciptakan kreatifitas-kreatifitas dalam membangun kota. Kreatifitas adalah unsur terpenting dalam mengembangkan dan memperbaiki kota yang sudah terbangun.
Salah satu contoh kota yang mengalami perubahan master plan adalah Sport City di suburb Paris, Fukuoka menjadi environmental city, salah satu kota di Polandia (saya lupa namanya) yang mengubah diri menjadi high rises town, La Reunion jadi island resort..... mereka dulunya juga carut marut seperti Semarang.....
Menurut saya problem di semarang belum mendasar dan bisa banget untuk dibenahi. Dari dulu Semarang sebagai kota induri masih bertahan samapai sekarang, fasilitas yang ada juga masih memadai, dan faktor modal dan keinginan investor masuk juga masih ada (walau sekarang terasa agak kurang). Masalahnya cuma sarana dan prasarananya sekarng jadi kurang maksimal, dan peran pemerintah dan masyarakat jalan sendiri-sendiri nggak saling dukung.
Dulu katanya pernah ada masterplan membuat simpanglima baru di daerah pedurungan (dekat GOR manungal jati), sebagai kawasan pertumbuhan baru, nyatanya sampai sekarang berhenti jadi wacana saja. Padahal kalau dari dulu sudah direalisir, bukan tidak mungkin investor yang masuk sekarang akan berburu lahan di sekitar Pedurungan, yang memang belum sepadat kawasan kota.
Atau saya curiga, jangan-jangan masterplan-masterplan yang pernah terpublisir dulu itu hanya sekedar perang wacana dan adu wangsit saja...
:ohno::ohno::ohno:
hildalexander September 13th, 2008, 02:55 AM Menurut saya problem di semarang belum mendasar dan bisa banget untuk dibenahi. Dari dulu Semarang sebagai kota induri masih bertahan samapai sekarang, fasilitas yang ada juga masih memadai, dan faktor modal dan keinginan investor masuk juga masih ada (walau sekarang terasa agak kurang). Masalahnya cuma sarana dan prasarananya sekarng jadi kurang maksimal, dan peran pemerintah dan masyarakat jalan sendiri-sendiri nggak saling dukung.
Dulu katanya pernah ada masterplan membuat simpanglima baru di daerah pedurungan (dekat GOR manungal jati), sebagai kawasan pertumbuhan baru, nyatanya sampai sekarang berhenti jadi wacana saja. Padahal kalau dari dulu sudah direalisir, bukan tidak mungkin investor yang masuk sekarang akan berburu lahan di sekitar Pedurungan, yang memang belum sepadat kawasan kota.
Atau saya curiga, jangan-jangan masterplan-masterplan yang pernah terpublisir duku itu hanya sekedar perang wacana dan adu wangsit saja...
:ohno::ohno::ohno:
:lol::lol::lol::lol::lol::bash: saya suka yang ini, "adu wangsit" hehehehe masih klenik juga ya?
titus15 September 13th, 2008, 03:02 AM :lol::lol::lol::lol::lol::bash: saya suka yang ini, "adu wangsit" hehehehe masih klenik juga ya?
Jangan salah mam... wangsit dari investor hahaha...
titus15 September 13th, 2008, 03:07 AM Bukankah Sri Mulyani aslinya Lampung?
Sutiyoso juga SMA 1 Semarang. tapi kemarin waktu reuni emas, guru-guru sepuh udah nggak bisa pada datang. Jadi saksi sejarahnya kalo Sutiyoso pernah sekolah di SMA 1 cuma pak Min, tukang kebun sekolah yang memang juga sudah tua... hehe...
hildalexander September 13th, 2008, 03:31 AM Mas Titus....
Sudah ada yang post gambar-gambar Semarang teraktual, gak cuma pembangunan fisik, juga community development?
titus15 September 13th, 2008, 03:48 AM Mas Titus....
Sudah ada yang post gambar-gambar Semarang teraktual, gak cuma pembangunan fisik, juga community development?
Mbak catatan saya tentang semarangan ada www.semarangkatropolitan.multiply.com
kalo sampe comdev memang masih jarang mbak... tapi beberapa sisi yang menurut saya menarik saya ambil, selain foto ada audio dan video juga...
Kalo di thread nusantara ada cukup banyak foto-foto yang mbak maksudkan...
hildalexander September 13th, 2008, 03:54 AM ^^thanx Om...
=NaNdA= September 13th, 2008, 04:23 AM koq nama blognya semarangkatropolitan.. :D:D
titus15 September 13th, 2008, 04:47 AM koq nama blognya semarangkatropolitan.. :D:D
kan pancen katro...
=NaNdA= September 13th, 2008, 04:51 AM ^^ :lol: yah tapi bahasan page2 blakang mudah2an bisa jadiin Semarang kota
yang ga katro lagi.. :D
btw, udah kepilih siapa Walikotanya? ;)
Ampelio September 13th, 2008, 07:41 AM Bondan Winarno, pakar kuliner Mak Nyuss
....lahir di Surabaya, tapi besar di Semarang, sekolah (SMA 3 Semarang) sampai kuliah (UNDIP Arsitektur)
IMO cocok jadi calon walikota Semarang, apalagi dengan wawasan dunia arsitektur-nya dan juga cita rasa kuliner-nya :okay:
NpF September 13th, 2008, 08:06 AM Bondan Winarno, pakar kuliner Mak Nyuss
....lahir di Surabaya, tapi besar di Semarang, sekolah (SMA 3 Semarang) sampai kuliah (UNDIP Arsitektur)
IMO cocok jadi calon walikota Semarang, apalagi dengan wawasan dunia arsitektur-nya dan juga cita rasa kuliner-nya :okay:
Boleh juga tuh om, btw malah lagi rame bahas siapa calon wali kot semarang nih, iyalah biar nanti ada perubahan manajemen dan kebijakan agar perkrmbangan kota semarang semakin baik, amin ... sumpah gw ngareppppppppppp bgtttttttttttttt :)
lombok September 13th, 2008, 10:22 AM Please..back to Topic bukan gosif orang-orangnya. Atau nanti di banned :bash: sama moderator....
titus15 September 13th, 2008, 05:31 PM Please..back to Topic bukan gosif orang-orangnya. Atau nanti di banned :bash: sama moderator....
Mau balik ke topik gimana?
orang gak ada proyek hehehe...
Nanti... nek walikota versi SSC udah diangkat baru posting proyek-proyek yang banyak hehehe....
David-80 September 13th, 2008, 07:12 PM Please..back to Topic bukan gosif orang-orangnya. Atau nanti di banned :bash: sama moderator....
AT least, mereka ngomong constructive opinion, daripada U...talk non sense....dont act like that.
betul kata mas titus, proyek nya belom ada, so lets talk about semarang, put your ideas here, how to develop semarang.
cheers
titus15 September 15th, 2008, 01:52 AM SEMARANG & SEKITARNYA (Suara Merdeka hari ini)
15 September 2008
Dikembangkan, Sentra Wisata Kuliner Pertama di Semarang
SEMARANG - Bisnis kuliner makin menggiurkan. Hal ini mendorong pengembang Semarang membangun kawasan kuliner.
Bahkan, CV Family Inti Sejati, pengembang di Semarang membangun sentra wisata kuliner pertama dan terbesar di Ibu Kota Jateng, Royal Food Square, di Jalan Marina Raya, Puri Anjasmoro, Semarang.
Menurut Direktur CV Family Inti Sejati, Buyamin MBA, kawasan kuliner pertama di Semarang itu dikembangkan pada lahan seluas 1,5 hektare. Di kawasan ini akan berdiri 60 unit ruko dan open space untuk menjajakan makanan dan minuman, supermarket, apotek, dan sebagainya. Diharapkan akhir tahun ini sudah dioperasikan.
“Kehadiran sentra wisata kuliner ini mendapat sambutan luar biasa dari para pengusaha kuliner,” tutur dia di kantornya Jalan Marina Raya telp. 024-76631788. Terbukti, saat ini sudah sekitar 70 persen ruko terjual, bahkan tempat di area open space sudah habis dipesan.
Dia menjelaskan, Royal Food Square memang diposisikan sebagai The Best Cullinary Festival in Town di kawasan yang telah berkembang dan di sekitarnya berdiri kompleks perumahan, kawasan bisnis, dan fasilitas umum yang lengkap.
Bila Royal Food Square sudah terwujud, kata dia, masyarakat Semarang dan sekitarnya dapat menikmati beragam jajanan dan makanan khas Semarang dan sajian lokal, nasional dan internasional dalam satu lokasi. Semua menu lokal dikemas di area open space yang ditata dalam nuansa alami tropis tradisional berpadu dengan atmosfer oriental.
Menu Internasional
Sementara itu, deretan ruko bergaya art deco akan menyajikan menu internasional. Selain makanan, juga dihadirkan supermarket, apotek, butik, bakery, dan consumer goods, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ’’Ruko untuk ritail consumer goods mulai dipasarkan dalam jumlah terbatas,’’ tutur dia.
Rencananya, Royal Food Square juga akan dilengkapi dengan arena bermain anak, arena pameran, game zone, panggung terapung, dan panggung ulang tahun.
Pengunjung dijamin betah berlama-lama di kawasan tersebut, karena selain bisa jalan-jalan, berbelanja, masih banyak acara menarik yang menyemarakkan acara makan para pengunjung.
Sebab, kata dia lagi, pengelola akan menggelar sejumlah program untuk menghibur penikmat kuliner. Misalnya, bagi mahasiswa ada diskon spesial dalam acara “back to campus” yang juga menampilkan bedah buku atau malam keakraban.
Setiap hari agenda acara berubah-ubah. Hari Selasa, misalnya, diperuntukkan bagi ’’pria punya selera’’, sedangkan Rabu giliran wanita jadi fokus dalam ’’ladies night’’. Kamis, diisi tink black bertema misteri, ramalan, dan feng sui. Sementara pada Jumat, panggung anak menampilkan dongeng, panggung boneka, sulap dan ragam lomba.
Bagi muda-mudi, Sabtu malam ditampilkan lagu-lagu cinta pada acara ’’spirit of love’’, sedangkan Minggu untuk acara nostalgia bagi bapak-bapak dengan menghadirkan lagu-lagu tahun 60 - 80-an untuk teman bersantap.(C15-41)
David-80 September 15th, 2008, 01:56 AM ^^CV yg satu ini aggresive sekali ya bangun semarang, ga percuma...si jessica jadi bos nya :cheers2:
cheers
titus15 September 15th, 2008, 02:28 AM ^^CV yg satu ini aggresive sekali ya bangun semarang, ga percuma...si jessica jadi bos nya :cheers2:
cheers
Kayaknya grup Royal Family ini juga yang paling agresif beriklan di TV nasional untuk pengembang di luar Jabodetabek. Lumayan... kata Semarang cukup terekspose di TV nasional...
hildalexander September 15th, 2008, 05:51 AM ^^ kan masuk perusahaan daerah paling berkilau versi Majalah Swa.... betewe kenapa harus bentuknya ruko ya? dan berapa harganya nanti, apa bakal kebeli oleh para pengrajin kudapan Semarang? yang menarik kan nantinya kalo di sini berkumpul pedagang-pedagang kaki lima yang jualannya melegenda tapi tempat jualannya masih sederhana.... kalo bisa jangan ruko dunk.... gak artistik banget...Kemang Food Fest bisa jadi referensi atau La Piazza Kelapa Gading....
hildalexander September 15th, 2008, 06:03 AM Satu lagi... artikel tadi masuk berita atau advertorial Om Titus? kok dipublish no telepon marketingnya? hehehehe.....
titus15 September 15th, 2008, 08:49 AM Satu lagi... artikel tadi masuk berita atau advertorial Om Titus? kok dipublish no telepon marketingnya? hehehehe.....
copy paste dari Suara Merdeka kok...
mungkin termasuk advertorialnya SM ya...
titus15 September 15th, 2008, 08:55 AM ^^ kan masuk perusahaan daerah paling berkilau versi Majalah Swa.... betewe kenapa harus bentuknya ruko ya? dan berapa harganya nanti, apa bakal kebeli oleh para pengrajin kudapan Semarang? yang menarik kan nantinya kalo di sini berkumpul pedagang-pedagang kaki lima yang jualannya melegenda tapi tempat jualannya masih sederhana.... kalo bisa jangan ruko dunk.... gak artistik banget...Kemang Food Fest bisa jadi referensi atau La Piazza Kelapa Gading....
Kurang tahu, tapi dari banyak proyek, kebanyakan bentuknya ruko. Peterongan Plaza, Mataram Plaza, Citraland dan Thamrin Square dan plaza-plaza lain di Semarang selalu menjadikan sebagian arealnya untuk Ruko. Mungkin tipikalnya orang Semarang lebih suka beli Ruko. Kata teman saya yang pengembang Jaya pun, ketika bangun ruko di daerah Sambiroto dan Bukit Kencana yang agak jauh dari pemukiman dan kemersialpun ternyata Rukonya laris manis...
hildalexander September 15th, 2008, 09:57 AM ^^ Om Titus... ruko-ruko yang laris manis itu apakah terisi juga? atau cuma laris aja.... sayang kan kalo tidak terisi....untuk kota pantai seperti Semarang mestinya siy jangan bangunan massif.... ada open space-nyalah.... kan bisa liat view kota atau view pantai... apalagi kalo tempat makan. Yang dicari kan bukan cuma makanannya yang enak juga suasananya.... ini tren yang sekarang tengah terjadi.
titus15 September 15th, 2008, 10:32 AM ^^ Om Titus... ruko-ruko yang laris manis itu apakah terisi juga? atau cuma laris aja.... sayang kan kalo tidak terisi....untuk kota pantai seperti Semarang mestinya siy jangan bangunan massif.... ada open space-nyalah.... kan bisa liat view kota atau view pantai... apalagi kalo tempat makan. Yang dicari kan bukan cuma makanannya yang enak juga suasananya.... ini tren yang sekarang tengah terjadi.
Sepertinya sih terisi juga jaga. Cuma karena sebagian jadi kantor/ bukan toko jadinya aktifitas fisiknya tidak kentara. Mungkin ini sifat tradisional pembeli Semarang. Kan kalo Ruko, pemilik bisa bebas keluar masuk kapan saja, seperti rumah, juga kepemilikan ruangnya lebih jelas, daripada menyewa tempat di Mall atau plaza yang waktu operasionalnya jelas dibatasi, dan status kepemilikan hanya sewa.
Tentang tempat makan, memang untuk foodcourt yang sifatnya massif, di Semarng belum ada yang representatif, kecuali di pecinan, yang hanya memanfaatkan atmosfir Chinatownnya. Tapi memang orang Semarang belum mementingkan suasana seperti halnya orang Jakarta. Tapi kalo orang Jakarta/ luar Semarang datang/makan di Semarang, ya mereka lsngsung dapet atmosfernya, suasana Semarang hehe... seperti di daerah jl Mataram, yang sebenernya kawasan Kuliner kota Semarang.
hildalexander September 15th, 2008, 10:39 AM ^^ oke Om, matur nuwun informasinya.... sangat bermanfaat
bozhart September 15th, 2008, 11:03 AM betewe kenapa harus bentuknya ruko ya? dan berapa harganya nanti, apa bakal kebeli oleh para pengrajin kudapan Semarang? yang menarik kan nantinya kalo di sini berkumpul pedagang-pedagang kaki lima yang jualannya melegenda tapi tempat jualannya masih sederhana.... kalo bisa jangan ruko dunk.... gak artistik banget...Kemang Food Fest bisa jadi referensi atau La Piazza Kelapa Gading....
Mungkin Royal Food Square ini mirip Gading Batavia Food Promenade di Kelapa Gading Jakarta (fotonya klik sini (http://img219.imageshack.us/img219/425/gadingbataviaiy2.jpg)).
hildalexander September 15th, 2008, 12:40 PM ^^ setelah liat fotonya saya jadi tambah yakin informasi Mas Titus, bahwa ternyata ruko di sana terisi maksimal ya.... Terima kasih Om Bozhart...
aprillio September 16th, 2008, 06:06 AM kok udah lama gak ada foto2 progres di smg ya?? apa kek gitu biar gak sepi2 amat..oya ada foto progres apartemen yg di makamdawa ga?thanks before,aku bisanya cuma request,ga pernah nyumbang,maap lho
bozhart September 16th, 2008, 08:31 AM ^^ Proyeknya sulit dilihat sebab letaknya di lereng bawah, juga ditutup pagar seng. Tp bisa dilihat dgn jelas dari Pura Agung Giri Natha tapi gw sudah lama nggak ke sana.
_________________________________________
kl ada nanti biar sy bisa sampaikan ke kabid III Bappeda
Menurut berita Kompas di bawah ini, namanya M Farchan bukan? :)
Kalau bandara internasional Semarang dipindahkan ke Adi Sumarmo Solo, berarti jaraknya sekitar 70 km dari pusat Semarang, apakah Semarang bisa punya supertall spt Burj Dubai atau Menara Petronas nggak? Hehehe .... mode mimpi: On :D:D
Bandara Menghambat Jalan Lingkar
Studi Kelayakan Perlu Dilakukan
Senin, 15 September 2008 | 12:14 WIB
Semarang, Kompas - Jika tetap dipertahankan, Bandara Ahmad Yani di pusat Kota Semarang menimbulkan berbagai masalah yang menghambat perencanaan tata kota 20 tahun ke depan. Salah satunya adalah terhambatnya pembuatan jalan lingkar yang dapat mengurangi tingkat kemacetan di dalam kota.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan III Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang M Farchan, Minggu (14/9), di Semarang. "Tidak adanya jalan lingkar ini menyebabkan semua kendaraan antardaerah terpaksa melintas di jalan raya Kota Semarang sehingga menimbulkan kemacetan," kata Farchan.
Sebelum ada jalan lingkar ini, Jalan Siliwangi hingga ke Tugu Muda akan terus dipadati kendaraan dan menjadi titik macet terparah. Padahal, jalan tersebut merupakan akses ke bandara dari pusat kota. "Jalan lingkar ini sudah direncanakan sejak tahun 1990, tetapi hingga saat ini belum terlaksana," kata Farchan. Jalan lingkar utara yang meliputi Kendal, Kaliwungu, dan Jalan Arteri, tidak dapat dibangun karena terhalang landasan pacu bandara. Semula jalan lingkar utara ini direncanakan melintasi pantai hingga ke Pelabuhan Tanjung Emas.
Selain terhambatnya pembangunan jalan lingkar, kata Farchan, keberadaan bandara juga menimbulkan masalah lain, yaitu menghambat pertumbuhan kota karena sulit membangun gedung tinggi, polusi suara, dan kawasan bandara yang rawan banjir dan rob. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu segera melakukan studi kelayakan bandara untuk merelokasi Bandara Ahmad Yani. "Studi kelayakan ini sangat penting untuk menentukan lokasi bandara yang baru nantinya sehingga perlu dipikirkan mulai sekarang," kata Farchan. Kawasan yang nantinya akan dijadikan lokasi bandara yang baru harus terus dijaga sehingga tidak dialokasikan untuk fungsi kawasan lainnya, misalnya, dijadikan permukiman atau pusat perdagangan yang nantinya akan menghambat pengembangan bandara yang baru.
Peneliti transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, studi kelayakan relokasi bandara juga harus dipertimbangkan dengan baik mengingat mahalnya biaya operasional. Perpindahan moda transportasi dan kemudahan akses menuju bandara juga perlu diperhatikan.
Djoko menambahkan, pengembangan bandara internasional di Semarang merupakan proyek yang terlalu dipaksakan. Padahal, jasa penerbangan internasional bisa dioptimalkan di Solo. Dengan demikian, yang harus ditingkatkan adalah akses Semarang-Solo.
Namun, Farchan menilai, Semarang sebagai Ibu Kota Jawa Tengah tetap membutuhkan bandara internasional. "Tidak bisa kalau dioptimalkan di Solo. Yogyakarta dan Solo sama-sama memiliki bandara internasional dan kedua bandara itu berdekatan, kira-kira 40 kilometer," kata Farchan. (DEN)
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/15/12142040/bandara.menghambat.jalan.lingkar..
bozhart September 16th, 2008, 08:35 AM Berita di atas menyebut relokasi bandara perlu segera dilakukan tapi berita di bawah ini menyebut pembebasan lahan utk pengembangan bandara lama dipacu lebih cepat. Bikin bingung :nuts:
16 September 2008
Tali Asih Lahan Bandara Rp 3,4 M
* Sebelum Lebaran Rampung
SEMARANG- Pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang ditarget rampung sebelum Lebaran ini. Pemprov Jateng menyiapkan dana Rp 3,4 miliar untuk tali asih.
Untuk pengembangan itu ada 73 bidang tambak yang sekarang digarap 68 petani. Mereka akan menerima uang tali asih masing-masing Rp 4 ribu/m2.
Ketua Tim Pelaksana Manajemen Proyek Pembangunan (PMP2) Tol Semarang-Solo dan Bandara Ahmad Yani, HM Tamzil menyatakan, tali asih itu sebagai tanda pemerintah masih menghormati petani penggarap. Mengingat tambak-tambak yang membentang di utara bandara merupakan tanah sewa dari petani kepada TNI AD.
’’Sebenarnya kalau tidak memberi, ya tidak apa-apa. Tanah tersebut bukan hak milik, itu saja para petani mintanya cukup tinggi Rp 40 ribu /m2. Tapi pemerintah tidak ingin masalah berumit-rumit, sehingga pengelolaan tanah selama ini masih dihargai,’’ kata dia, Senin (15/9).
Pihaknya menargetkan sebelum Lebaran ini akan membayar tali asih kepada petani. Hanya saja soal kepastian waktu pembayarannya yang belum diketahui. Setelah bisa dibayarkan, pembangunan pengembangan akan dimulai.
Selesai Sebulan
Lahan yang dibebaskan ini nantinya untuk jalur taksi, terminal dan aproan.
Tamzil menargetkan program pengembangan terminal harus selesai dalam sebulan. Target itu diberikan oleh Gubernur Bibit Waluyo untuk menyelesaikan pembangunan bandara beserta tol Semarang-Solo.
Pembangunan terminal sepenuhnya didanai oleh investor dalam hal ini PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) bersama dengan PT Angkasa Pura (AP) I.
Sejauh ini sarana dan prasarana bandara mulai dikerjakan. Seperti diketahui landasan pacu sudah diperpanjang dari 2,2 km menjadi 2,6 km. Perpanjangan ini dimaksudkan agar bisa digunakan pesawat komersial berbadan lebar seperti jenis Boeing 767 (B-767) atau Airbush 320 (A-320). Selain itu pula pihak AP I berencana memasang Instrument Landing System untuk memandu pendaratan pesawat secara otomatis.
Bagi Tamzil, ke depan dengan pengembangan bandara ini jalurnya akan difokuskan di sebelah Utara. Sekarang ini pula sudah dirampungkan pembangunan jalan tembus dari jalur Arteri Soekarno-Hatta.
’’Pembangunannya memang bertahap. Kalau lahan sudah dibebaskan, berarti tinggal meneruskan pembangunan jalan yang sempat terhenti. Barulah terminal penumpang dan aproan,’’ kata mantan bupati Kudus itu.(H37,H7-77)
Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=30954
hildalexander September 16th, 2008, 09:15 AM ^^ pejabat kita ahlinya memproduksi kebijakan membingungkan :colgate:
gantengscool September 16th, 2008, 09:41 AM Kasusnya sebenarnya sama persis dengan Bandara Jogja. Di satu sisi landasan akan diperpanjang 2,5 km , di sisi lain ada wacana untuk dipindah ke Kulonprogo, karena sama2 menghambat perkembangan kota.
Cah SMG September 16th, 2008, 09:43 AM Lets be realistic: Build a new airport is a wish(ful thinking), not only it needs a lot of money but also needs actual demand? Any figures on how many passenger growth yearly in Ahmad Yani Airport?
My understanding, build a new airport is not yet a policy, it's merelly a fancy idea...
worldsuperstar September 16th, 2008, 09:54 AM ^^ menurut pendapat gw, yang harus dioptimalkan adalah pembangunan jalan tol semarang solo. . . . kalo uda jadi, gw rasa semarang gag usa buat bandara baru di Demak ato Kendal, dengan jarak yang relatif sama, lebih baik kita mengoptimalkan apa yang sudah ada di Solo, daripada membangun yang baru namun sia2 (gw ngomong gini bukan karena gw orang solo lo yaaa. peace ! !). terlebih jarak tempuh yang hanya sekitat 1 jam, gw rasa sangat fleksibel deh. . .yang saat ini perlu pmbangunan bandara baru adalah Jawa Tengah bagian tengah seperi Dieng dkk.
sudah saatnya kita mnghilangkan egoisme daerah. . Bandung saja sbagai ibukota provinsi juga lbh bnyak mengandalkn Banten untuk transportasi udaranya, nah, mengapa kita tidak mngoptimalkan apa yang sudah ada saja?
eniwey, it'z just my opinion. . cheerz. . . . .
titus15 September 16th, 2008, 10:10 AM Selain terhambatnya pembangunan jalan lingkar, kata Farchan, keberadaan bandara juga menimbulkan masalah lain, yaitu menghambat pertumbuhan kota karena sulit membangun gedung tinggi, polusi suara, dan kawasan bandara yang rawan banjir dan rob. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu segera melakukan studi kelayakan bandara untuk merelokasi Bandara Ahmad Yani. ..
Sebetulnya yang dikuatirkan sudah terjawab semua dengan rancangan Dam lepas pantai yang pernah digagas pemda sendiri.
http://img152.imageshack.us/img152/5155/damlepaspantaibx1.jpg
Dari gambar itu sebenarnya masalah lahan pengembangan Arteri selesai. Sebelum arteri selesai sebaiknya optimalkan dulu Tol Ngalian, Srodol Kaligawe.
Heran sampai sekarang kenapa tol Ngalian Srondol tidak juga diperlebar (ettap 1 lajur saja), padahal kapasitas yang menggunakan sudah cukup tinggi (mengingat sebagian dipaksakan masuk tengah kota)...
menurut saya:
- Masalah bangunan high rise, Jika segera ditetapkan saja. Bandara AYIA siperluas dan tidak dipindah, maka untuk membangun high rise pemkot sudah bisa merancang dan memberikian kepastian pada investor kawasan mana saja yang boleh dibangun (kawasan pedurungan, tembalang, Ngalian, Hingga Gunungpati, Candi dll masih sagat luas untuk dibangun. Kawasan Candi terutama, masih dikawasan pusat kota Semarang namun masih belum berkembang benar...) . Jika menunggu studi kelayakan relokasi, berarti selama study kelayakan tidak akan ada proyek pembangunan highrise, karena semua lokasi punya probabilitas larangan KKOP. Dan jika lokasi sudah diketahui, maka pembanguna highrise hars menunggu lebih lama lagi, setidaknya 10 tahun lebih seperti ditargetkan bappeda, bahwa bandara baru mungkin dikerjakan 10 tahun lagi.
- Masalah polusi suara maupun udara, saya pikir sama saja, dimanapun bandara dibangun pasti akan mengalami masalah serupa. Jika saat ini warga mengeluh, itu merupakan resiko warga, karena setahu saya, bandara sudah lebih dahulu ada daripada perumahan-perumahan disekitar bandara. (sebelumnya merupakan lahan sawah dan tambak).
- Pembangunan bandara baru (seharusnya harus lebih besar dari AYIA sekarang-kalo seukuran ya sama saja bohong), butuh biaya sangat besar. Sebaiknya biaya itu diguakan untuk mencari sponsor/investor pembangunan Dam Lepas Pantai yang nantinya justru lebih menguntungkan bagi pengembangan kota Semarang sendiri, serta dapat mengatasi masalah Rob.
(Jika pembangunan bandara dilakukan -dengan biaya besar-, dan pemkot tetap harus membangun proyek pengendalian rob, saya pikir jadi tidak strategis karena membuat double post anggaran, yang hanya menghasilkan penyelesaian masalah secara parsial aja.)
Dan lagi menurut saya, bandara tengah kota yang hanya berjarak beberapa km saja dari pelabuhan merupakan keuntungan tersendiri bagi Semarang sebagai kota dagang. Ini akan memudahkan dan mendekatkan investor dengan areal produksi (kawasan industri berikat) yang sekarang sedang dibangun di kawasan sekitar pelabuhan (lahan reklamasi).
Ini tentu merupakan hal yang menarik bagi investor dan pelaku bisnis yang sedang berbisnis di Semarang.
hildalexander September 16th, 2008, 10:16 AM ^^ Mas Titus calon walikota Semarang masa bakti 2009-2014
titus15 September 16th, 2008, 10:22 AM ^^ Mas Titus calon walikota Semarang masa bakti 2009-2014
hahaha... itu kan gambarnya pak kawi sendiri mam...
mungkin dia lupa sama gambar itu waktu dapet wangsit lain... hehehe....
hildalexander September 16th, 2008, 10:25 AM :colgate: itulah kalo kebanyakan wangsit, jadi bingung sendiri.... AYO SEMARANG BANGKIT!!!
titus15 September 16th, 2008, 10:29 AM terlebih jarak tempuh yang hanya sekitat 1 jam, gw rasa sangat fleksibel deh. . .yang saat ini perlu pmbangunan bandara baru adalah Jawa Tengah bagian tengah seperi Dieng dkk.
sudah saatnya kita mnghilangkan egoisme daerah. .
Saya setuju... DIY bikin bandara di Kulon Progo kalo demi gengsi saja percuma. Justru kawasan Banyumas yang perlu supaya untuk bisnis mereka nggak usah jauh-jauh ke Jogja, Solo atau Semarang. Di kawasan itu banyak kota-kota yang potensial berkembang tapi kurang punya fasilitas seperti Cilacap, Tegal, Purwokerto, bahkan Cirebon di Jawa Barat.
Kawasan tengah sudah cukup kuat dengan 3 bandara yang panjang landasannya rata-rata 2500m. Sinergi 3 bandara ini mungkin hanya setara dengan Bandara Sukarno Hatta. Juanda, Ngurah rai, Hang Nadim sekalipun hasanudin yang baru dibangun besar-besaran masing-masing hanya memiliki 1-2 landasan saja.
dengan3 runway terpisah ini maka di kawasan ini bisa memberangkatkan dan menerima kedatangan 3 penerbangan sekaligus pada saat yang bersamaan. Dengan demikian kepadatan penerbangan di kawasan ini bisa bersaing denga bandar-bandara besar lain.
worldsuperstar September 16th, 2008, 10:32 AM Vote om Titus 4 Mayor ! ! ! ! ! !
VISI misinya jelas ! ! ! ! !
mari dukung ! ! !
David-80 September 16th, 2008, 11:56 AM bandara setelah dapet info..ternyata tidak ada keharmonisan antara 2 belah pihak...oleh sebab itu kita liat ada 2 berita yg berbeda...
yg 1 minta dipindah....yg 1 tetep di A yani.....
yg minta dipindah jelas pemkot...karena banyak proyek yg katanya susah terwujud gara2 batasan tinggi gedung...bisa dibilang Hard to progress....because of the Airport...(kasusnya mirip medan...tp medan mending karena bisa sampe 25 lantai)
yg satu lagi, dari pemprov...minta supaya airport tetep disitu....untuk penghematan biaya....dan satu lagi....ahh nanti saja...aku rasa ini cuman omongan negative terhadap pemprov
cheers
David-80 September 16th, 2008, 12:01 PM Masalah bangunan high rise, Jika segera ditetapkan saja. Bandara AYIA siperluas dan tidak dipindah, maka untuk membangun high rise pemkot sudah bisa merancang dan memberikian kepastian pada investor kawasan mana saja yang boleh dibangun (kawasan pedurungan, tembalang, Ngalian, Hingga Gunungpati, Candi dll masih sagat luas untuk dibangun. Kawasan Candi terutama, masih dikawasan pusat kota Semarang namun masih belum berkembang benar...) . Jika menunggu studi kelayakan relokasi, berarti selama study kelayakan tidak akan ada proyek pembangunan highrise, karena semua lokasi punya probabilitas larangan KKOP. Dan jika lokasi sudah diketahui, maka pembanguna highrise hars menunggu lebih lama lagi, setidaknya 10 tahun lebih seperti ditargetkan bappeda, bahwa bandara baru mungkin dikerjakan 10 tahun lagi.
masalahnya mas titus, didaerah yg mas titus sebutkan itu, sangat tidak menjanjikan untuk proyek diatas 6 lantai, banyak yg bilang, hanya 2 kawasan yang bisa mengembalikan modal secara cepet dengan bangun high-rise. Itu sebabnya Ibis dan gumaya masih disekitaran simpanglima, dan DP mall ga bangun2 hotelnya.
1. simpanglima
2. pandanaran
untuk kawasan seperti ngaliyan dan sebagainya, cocok untuk ruko...tp jarang investor bikin highrise disitu....karena emang susah dapet yieldnya.
cheers
bozhart September 16th, 2008, 12:12 PM Bravoo Titus !! :banana:
Btw, gw nggak tahu cara ini bisa atau tidak. Bagaimana kalau di bandara lama dibangun runway baru yg posisinya menyilang dgn runway lama spy jalur landing / take off nya tidak lewat pusat Semarang lagi?
Runway lama: barat laut - tenggara (NW - SE)
Runway baru: barat daya - timur laut (SW - NE)
titus15 September 16th, 2008, 01:07 PM masalahnya mas titus, didaerah yg mas titus sebutkan itu, sangat tidak menjanjikan untuk proyek diatas 6 lantai, banyak yg bilang, hanya 2 kawasan yang bisa mengembalikan modal secara cepet dengan bangun high-rise. Itu sebabnya Ibis dan gumaya masih disekitaran simpanglima, dan DP mall ga bangun2 hotelnya.
1. simpanglima
2. pandanaran
untuk kawasan seperti ngaliyan dan sebagainya, cocok untuk ruko...tp jarang investor bikin highrise disitu....karena emang susah dapet yieldnya.
cheers
Itu kan kondisi real saat ini. Memang yang menguntungkan sekitar simlim pemuda pandanaran mataram saja (termasuk gajahmada). Kenapa? Karena pemerintah nggak pernah serius membangun infrastruktur. Kalau kawasan bisnis tetap dibiarkan berkutat disitu terus, akhirnya investor hanya berkutat disitu pula.
Pemkot harus serius mengembangkan pusat bisnis lain seperti BSB, maupun Pedurungan dan sebagainya (tentunya ditunjukkan dengan keseriusan Pemkot membangun infrastruktur dan perencanaan tata kota yang sahih), dan mendorong percepatan pertumbuhan bisnis di areal tersebut, dan itu harus terus menerus dipromosikan, bukan tidak mungkin investor tertarik bergeser ke lokasi lain. Memang butuh waktu, tapi suatu saat jika pemkot serius, tidak sampai 10 tahun lagi pasti investor mulai berpikir untuk membangun Highrise di kawasan tersebut.
Untu Highrise yang bisa dibangun saat ini menurut saya yang paling memungkinkan adalah justru kawasan Candi. Walaupun bukan CBD tapi kawasan ini sangat dekat dengan pemukiman elit, dimana sebagian besar mereka adalah pelaku bisnis yang jika ada beberapa bangunan mix use (mal, apartemen, entertaiment centre), bukan tidak mungkin project tersebut akan laku. Sejauh ini baru Grand Candi Hotel saja bangunan komersial di atas 10 lantai yang berdiri di situ, dan kondisinya bisnisnya nampaknya baik-baik saja.
Memang yang perlu diperhatikan dalam membangun high rise di kawasan Candi adalah lahan patahan yang cukup banyak di kawasan tersebut. tapi, jika tidak didirikan di tepi tebing, saya pikir tidak akan membahayakan. But btw... Saya tidak tahu apa alasan Pemkot untuk tidak mengembangkan kawasan Candi untuk lebih terbuka lagi.
titus15 September 16th, 2008, 01:11 PM Btw, gw nggak tahu cara ini bisa atau tidak. Bagaimana kalau di bandara lama dibangun runway baru yg posisinya menyilang dgn runway lama spy jalur landing / take off nya tidak lewat pusat Semarang lagi?
Runway lama: barat laut - tenggara (NW - SE)
Runway baru: barat daya - timur laut (SW - NE)
Bukannya runway sw-ne itu justru runway yang sekarang sudah mati mas?
Mungkin yang dilawan bukan kotanya mas, tapi langsung menghadap ke perbukitan simongan, sampai candi baru yang jaraknya hanya sekitar 3 km dari bandara...
bozhart September 16th, 2008, 05:39 PM Pemkot harus serius mengembangkan pusat bisnis lain seperti BSB, maupun Pedurungan dan sebagainya (tentunya ditunjukkan dengan keseriusan Pemkot membangun infrastruktur dan perencanaan tata kota yang sahih), dan mendorong percepatan pertumbuhan bisnis di areal tersebut, dan itu harus terus menerus dipromosikan, bukan tidak mungkin investor tertarik bergeser ke lokasi lain. Memang butuh waktu, tapi suatu saat jika pemkot serius, tidak sampai 10 tahun lagi pasti investor mulai berpikir untuk membangun Highrise di kawasan tersebut.
Seperti Surabaya yg berhasil membangun pusat baru di tepi Surabaya barat, ada highrise Water Place Residences, Pakuwon Supermal, Adhiwangsa Residences, Lenmarc Mall dsb padahal dulu di situ daerah gersang / sepi. Juga City of Tomorrow di Surabaya selatan jauh dari pusat Surabaya. Semarang juga bisa spt itu kalau pemkot serius :)
_______________________________________________
Untu Highrise yang bisa dibangun saat ini menurut saya yang paling memungkinkan adalah justru kawasan Candi. Walaupun bukan CBD tapi kawasan ini sangat dekat dengan pemukiman elit, dimana sebagian besar mereka adalah pelaku bisnis yang jika ada beberapa bangunan mix use (mal, apartemen, entertaiment centre), bukan tidak mungkin project tersebut akan laku. Sejauh ini baru Grand Candi Hotel saja bangunan komersial di atas 10 lantai yang berdiri di situ, dan kondisinya bisnisnya nampaknya baik-baik saja.
Dulu waktu gw berada di Graha Candi Golf, pernah ada pesawat terbang B737 terbang di atas kepalaku, kelihatan cukup besar sebab terbangnya cukup rendah, sedang landing menuju ke bandara. Kemungkinan besar pesawat itu datang dari Surabaya dan terlihat menuju ke atas hotel Grand Candi 11-12 lantai padahal hotelnya berdiri di atas bukit yg tingginya sekitar 100 m (berarti tinggi atap hotel dari permukaan laut sekitar 150 m). Jadi kawasan Candi juga kena jalur landing pesawat :nuts:
_______________________________________________
Bukannya runway sw-ne itu justru runway yang sekarang sudah mati mas?
Mungkin yang dilawan bukan kotanya mas, tapi langsung menghadap ke perbukitan simongan, sampai candi baru yang jaraknya hanya sekitar 3 km dari bandara...
Runway yg mati itu arahnya ke utara & selatan (N - S). Runway usulku itu mengarah ke barat daya (SW), lewat daerah Candi Tugu. Runway yg sekarang yg menuju ke bukit Gunungsawo / Simongan (sekitar Jl Pamularsih).
titus15 September 16th, 2008, 06:28 PM Dulu waktu gw berada di Graha Candi Golf, pernah ada pesawat terbang B737 terbang di atas kepalaku, kelihatan cukup besar sebab terbangnya cukup rendah, sedang landing menuju ke bandara. Kemungkinan besar pesawat itu datang dari Surabaya dan terlihat menuju ke atas hotel Grand Candi 11-12 lantai padahal hotelnya berdiri di atas bukit yg tingginya sekitar 100 m (berarti tinggi atap hotel dari permukaan laut sekitar 150 m). Jadi kawasan Candi juga kena jalur landing pesawat :nuts:
Cukup terkepung juga rupanya. Tapi Candi juga sebenarnya sangat luas juga, mulai dari Tanah Putih, Kawasan Jalan Semeru, sampai Srodol dan Gombel sendiri. Kalau Highrisenya mungkin kawasan Setiabudi/Gombel-banyumanik-tembalang juga bisa dikembangkan.
Selain itu kawasan Semarang Timur sekarang sudah berkembang pesat. Jumlah perumahan dan infrastruktur sudah mulai tertata. Jadi kalo Pemkot mau memoles lagi kawasan itu, sepertinya menarik investor membangun di kawasan itu nggak sulit.
_______________________________________________
Runway yg mati itu arahnya ke utara & selatan (N - S). Runway usulku itu mengarah ke barat daya (SW), lewat daerah Candi Tugu. Runway yg sekarang yg menuju ke bukit Gunungsawo / Simongan (sekitar Jl Pamularsih).
kalo bangunnya mulai dari ujung tenggara runway sekarang pasti akan nabrak PRPP dan puri anjasmara om. Kalo bangunnya menyilang di tengah runway sekarang pasti nabrak Graha Padma dan pemukiman di Jalan Hanoman. Kao di ujung NW, pasti pantai Maroon abis, dan jalur kereta juga kena babat. Selain itu candi Tugu juga kena...
aprillio September 17th, 2008, 03:34 AM sorry, aku mau sedikit nimbrung soal bandara. Bandara jogja dan semarang mungkin agak mirip permasalahannya.cuma jogja nantinya kemungkinan besar punya 2 bandara,yang akan dibangun di KL progo adalah bandara khusus cargo,bukan bandara penumpang.soal apa sebabnya bisa jadi bandara cargo saya pun tak tau..
titus15 September 17th, 2008, 05:29 AM sorry, aku mau sedikit nimbrung soal bandara. Bandara jogja dan semarang mungkin agak mirip permasalahannya.cuma jogja nantinya kemungkinan besar punya 2 bandara,yang akan dibangun di KL progo adalah bandara khusus cargo,bukan bandara penumpang.soal apa sebabnya bisa jadi bandara cargo saya pun tak tau..
kalo dari artikel ini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=24628886&postcount=167)
sepertinya bandaranya mau dipindah deh. Kalo cuma untuk kargo, sebetulnya ada nggak sih bandara khusus kargo di Indonesia?
Sebetulnya kalau infrastruktur jalan Semarang-Jogja diperbaiki, tentu pengiriman barang lewat Tanjung Emas bisa jauh lebih efektif.
Asal ya itu, Tanjungmas sendiri harus makin kompetitif layanannya, dan dibenahi infrastrukturnya.
NpF September 17th, 2008, 05:33 AM Wah, makin ramai saja nih, he he, I like it
Ikutan rembug ya, menurut saya, secara prinsip, kota semarang tetap memerlukan keberadaan sebuah bandara international, pengoptimalan bandara SOC bisa dipertimbangkan, tp dengan meniadakan bandara SRG, hemat saya bukanlah keputusan yang menguntungkan, sebagai ibukota jateng, dengan penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa, pusat bisnis, ekonomi, dan pendidikan, merupakan hal yang aneh bila semarang tak punya bandara, meski nanti tol semarang - solo selesai tak lantas menjadikan, semua penerbangan pindah ke solo,
ini menjadi tantangan pemprov, pemkot dan juga warga semarang, bagaimana caranya supaya kota semarang memiliki bandara representatif, yang paling mungkin sekarang adalah, pengoptimalan AYIA kalibanteng, kalau pemerintah memang tak punya cukup kuasa dan keuangan u/ relokasi bandara tak usahlah menggulirkan wacana pemindahan, yang nanti pada ujungnya hanya akan membuat bingung dan akan sekedar berhenti di WACANA SEMATA, pembuatan bandara baru memrlukan biaya trilyunan, kota medan saja belum rampung dengan kuala namu -nya, sedang kita tahu, ekonomi kota medan lebih mapan dari semarang, trafic penerbangan MES berkali kali lipat dari SRG, wajar kalau akhirnya pemerintah memindahkan polonia, profit orirnted menjadi pertimbangan, lha kalau AYIA dipindah, akan bs lebih profit dr sekarang ga? duit trilyunan td bisa BEP sesuai jadwal ga?
mungkin yang paling realistis buat SRG adl optimalisasi, udah dilakukan perpanjangan runway hingga 2680 ( skrg jd yg terpanjang di jateng/diy), on going pembangunan terminal baru di sisi utara runway ( sounds good ), itu diteruskan saja, kemudian dengan keberadaan di tengah kota, perlu ditambahkan ILS u/ keamanan lebih terjaga, plus penambahan pavement clasification number (PCN) agar a/c mid body bs mulus take off and landing, niscaya dengan perbaikan standard minimal sebagai intl airport dalam hal infrastruktur dan keamanan penerbangan akan jadi nilai tambah buat AYIA
Saya sepakat keberadaan bandara di dalam kota, dalam satu sisi akan menguntungkan para pelaku bisnis maupun pengguna transportasi udara, karena jarak yang relatif pendek, sehingga biaya bisa lebih ditekan, akses lebih mudah.
In relation to higrises, memang menjadi dilematis, kalau bandara di tengah kota. semarang harus siap u/ tak punya higrises lebih dari 60 m karena ada KKOP, tp kan tak semua wil di kotamadia semarang terkena KKOP. jd benar kata om titus, pemkot perlu mefasilitasi keberadaan daerah non KKOP agar bs terbangun higrises di wil tsb, kalau menag SMG betul2 ingin punya higrises sebagi salah satu ciri fisik kota metropolis, simpul2 kebijakan pemda and pemkot perlu di tata ulang agar investor friendly seperti disampaikan oleh om david, om boz and mam lexa, niscaya akan ada kemajuan deh
so, sy pikir ( ini pendapat pribadi lho ) semarang tetep bs pny higrises dan bandara yg representatif kok, kalau semua kebijakan tidak berhenti di wacana semata
Cheers
aprillio September 17th, 2008, 06:01 AM kalo dari artikel ini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=24628886&postcount=167)
sepertinya bandaranya mau dipindah deh. Kalo cuma untuk kargo, sebetulnya ada nggak sih bandara khusus kargo di Indonesia?
Sebetulnya kalau infrastruktur jalan Semarang-Jogja diperbaiki, tentu pengiriman barang lewat Tanjung Emas bisa jauh lebih efektif.
Asal ya itu, Tanjungmas sendiri harus makin kompetitif layanannya, dan dibenahi infrastrukturnya.
aku juga nemu artikelnya aja kok dari kompas soal bandara di jogja itu :
Bandara Kulon Progo Dilanjutkan
Kemungkinan Pembangunan Mulai Tahun 2010
WATES, KOMPAS - Rencana pembangunan bandar udara di Karangwuni, Wates, Kulon Progo, menunjukkan kemajuan. Proyek kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama investor dari Republik Ceko tersebut telah masuk ke tahap studi kelayakan lanjutan, setelah sebelumnya kegiatan prastudi selesai dilaksanakan sekitar akhir tahun lalu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kulon Progo Darto menuturkan, pihaknya memperkirakan studi kelayakan (feasibility study) itu selesai sekitar pertengahan tahun ini. Meskipun demikian, ia menegaskan target pencapaian waktu itu bukan sesuatu yang mutlak karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan diteliti selama studi berlangsung.
"Hasil studi inilah yang akan menentukan bandara layak dibangun atau tidak. Dalam proses ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tidak dapat berkontribusi banyak selain memfasilitasi investor, dan menunggu hasil studi kelayakan," ujar Darto, Jumat (14/3).
Jika hasil studi menyatakan lokasi seluas kira-kira 750 hektar di Karangwuni tersebut layak untuk dibangun sebagai bandara, Pemkab Kulon Progo siap menindaklanjuti dengan langkah pembebasan lahan. Mengenai besar kompensasi ganti rugi yang akan diberikan kepada warga, Darto enggan berspekulasi terlalu dini.
Secara terpisah, Wakil Bupati Kulon Progo Mulyono tetap optimistis bandara dapat dibangun di Kulon Progo. Saat melakukan audiensi dengan Forum Komunikasi Putra-putri dan Purnawirawan TNI/Polri Indonesia di ruang kerjanya, kemarin, Mulyono yakin proses pengerjaan fisik bandara akan dimulai dalam waktu dekat.
"Jika memungkinkan, bandara diharapkan mulai dibangun pada 2010 sehingga bisa selesai lima tahun kemudian karena untuk membangun infrastruktur sebesar bandara juga diperlukan waktu panjang," katanya.
Lebih panjang
Mengenai peruntukan bandara, ujar Mulyono, bandara itu tidak untuk penerbangan komersial, seperti layaknya Bandara Adisutjipto, melainkan untuk jenis usaha bisnis dan kargo internasional. Status inilah yang membuat proses perencanaan pembangunan bandara harus dilakukan secara lebih matang dan sesuai standar internasional.
Salah satu faktor yang harus dipenuhi adalah kesesuaian panjang landasan bandara yang diperkirakan mencapai jarak lebih dari lima kilometer. Panjang landasan bandara Kulon Progo ini jauh mengungguli Bandara Adisutjipto yang panjang landasannya hanya 2,25 kilometer.
"Kesungguhan perencanaan pembangunan infrastruktur ini merupakan bukti keseriusan kami untuk mengangkat potensi daerah. Karena suatu daerah akan sulit maju jika tidak didukung prasarana yang memadai," kata Mulyono.
Nantinya aktivitas bandara juga akan terintegrasi dengan Pelabuhan Perikanan Glagah dan Pangkalan Utama TNI AL V di Karangwuni yang masing-masing pembangunannya selesai sekitar 70 dan 30 persen. Diharapkan ketiga pusat kegiatan ini mampu menjadi kutub pembangunan baru bagi masyarakat Kulon Progo bagian selatan.
titus15 September 17th, 2008, 06:13 AM aku juga nemu artikelnya aja kok dari kompas soal bandara di jogja itu :
Bandara Kulon Progo Dilanjutkan
Kemungkinan Pembangunan Mulai Tahun 2010
WATES, KOMPAS - Rencana pembangunan bandar udara di Karangwuni, Wates, Kulon Progo, menunjukkan kemajuan. Proyek kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama investor dari Republik Ceko tersebut telah masuk ke tahap studi kelayakan lanjutan, setelah sebelumnya kegiatan prastudi selesai dilaksanakan sekitar akhir tahun lalu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kulon Progo Darto menuturkan, pihaknya memperkirakan studi kelayakan (feasibility study) itu selesai sekitar pertengahan tahun ini. Meskipun demikian, ia menegaskan target pencapaian waktu itu bukan sesuatu yang mutlak karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan diteliti selama studi berlangsung.
"Hasil studi inilah yang akan menentukan bandara layak dibangun atau tidak. Dalam proses ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tidak dapat berkontribusi banyak selain memfasilitasi investor, dan menunggu hasil studi kelayakan," ujar Darto, Jumat (14/3).
Jika hasil studi menyatakan lokasi seluas kira-kira 750 hektar di Karangwuni tersebut layak untuk dibangun sebagai bandara, Pemkab Kulon Progo siap menindaklanjuti dengan langkah pembebasan lahan. Mengenai besar kompensasi ganti rugi yang akan diberikan kepada warga, Darto enggan berspekulasi terlalu dini.
Secara terpisah, Wakil Bupati Kulon Progo Mulyono tetap optimistis bandara dapat dibangun di Kulon Progo. Saat melakukan audiensi dengan Forum Komunikasi Putra-putri dan Purnawirawan TNI/Polri Indonesia di ruang kerjanya, kemarin, Mulyono yakin proses pengerjaan fisik bandara akan dimulai dalam waktu dekat.
"Jika memungkinkan, bandara diharapkan mulai dibangun pada 2010 sehingga bisa selesai lima tahun kemudian karena untuk membangun infrastruktur sebesar bandara juga diperlukan waktu panjang," katanya.
Lebih panjang
Mengenai peruntukan bandara, ujar Mulyono, bandara itu tidak untuk penerbangan komersial, seperti layaknya Bandara Adisutjipto, melainkan untuk jenis usaha bisnis dan kargo internasional. Status inilah yang membuat proses perencanaan pembangunan bandara harus dilakukan secara lebih matang dan sesuai standar internasional.
Salah satu faktor yang harus dipenuhi adalah kesesuaian panjang landasan bandara yang diperkirakan mencapai jarak lebih dari lima kilometer. Panjang landasan bandara Kulon Progo ini jauh mengungguli Bandara Adisutjipto yang panjang landasannya hanya 2,25 kilometer.
"Kesungguhan perencanaan pembangunan infrastruktur ini merupakan bukti keseriusan kami untuk mengangkat potensi daerah. Karena suatu daerah akan sulit maju jika tidak didukung prasarana yang memadai," kata Mulyono.
Nantinya aktivitas bandara juga akan terintegrasi dengan Pelabuhan Perikanan Glagah dan Pangkalan Utama TNI AL V di Karangwuni yang masing-masing pembangunannya selesai sekitar 70 dan 30 persen. Diharapkan ketiga pusat kegiatan ini mampu menjadi kutub pembangunan baru bagi masyarakat Kulon Progo bagian selatan.
hehe.... kalo gitu sama dengan Semarang memang...
sama-sama membingungkan...
gantengscool September 17th, 2008, 07:21 AM aku juga nemu artikelnya aja kok dari kompas soal bandara di jogja itu :
Bandara Kulon Progo Dilanjutkan
Kemungkinan Pembangunan Mulai Tahun 2010
WATES, KOMPAS - Rencana pembangunan bandar udara di Karangwuni, Wates, Kulon Progo, menunjukkan kemajuan. Proyek kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama investor dari Republik Ceko tersebut telah masuk ke tahap studi kelayakan lanjutan, setelah sebelumnya kegiatan prastudi selesai dilaksanakan sekitar akhir tahun lalu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kulon Progo Darto menuturkan, pihaknya memperkirakan studi kelayakan (feasibility study) itu selesai sekitar pertengahan tahun ini. Meskipun demikian, ia menegaskan target pencapaian waktu itu bukan sesuatu yang mutlak karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan diteliti selama studi berlangsung.
"Hasil studi inilah yang akan menentukan bandara layak dibangun atau tidak. Dalam proses ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tidak dapat berkontribusi banyak selain memfasilitasi investor, dan menunggu hasil studi kelayakan," ujar Darto, Jumat (14/3).
Jika hasil studi menyatakan lokasi seluas kira-kira 750 hektar di Karangwuni tersebut layak untuk dibangun sebagai bandara, Pemkab Kulon Progo siap menindaklanjuti dengan langkah pembebasan lahan. Mengenai besar kompensasi ganti rugi yang akan diberikan kepada warga, Darto enggan berspekulasi terlalu dini.
Secara terpisah, Wakil Bupati Kulon Progo Mulyono tetap optimistis bandara dapat dibangun di Kulon Progo. Saat melakukan audiensi dengan Forum Komunikasi Putra-putri dan Purnawirawan TNI/Polri Indonesia di ruang kerjanya, kemarin, Mulyono yakin proses pengerjaan fisik bandara akan dimulai dalam waktu dekat.
"Jika memungkinkan, bandara diharapkan mulai dibangun pada 2010 sehingga bisa selesai lima tahun kemudian karena untuk membangun infrastruktur sebesar bandara juga diperlukan waktu panjang," katanya.
Lebih panjang
Mengenai peruntukan bandara, ujar Mulyono, bandara itu tidak untuk penerbangan komersial, seperti layaknya Bandara Adisutjipto, melainkan untuk jenis usaha bisnis dan kargo internasional. Status inilah yang membuat proses perencanaan pembangunan bandara harus dilakukan secara lebih matang dan sesuai standar internasional.
Salah satu faktor yang harus dipenuhi adalah kesesuaian panjang landasan bandara yang diperkirakan mencapai jarak lebih dari lima kilometer. Panjang landasan bandara Kulon Progo ini jauh mengungguli Bandara Adisutjipto yang panjang landasannya hanya 2,25 kilometer.
"Kesungguhan perencanaan pembangunan infrastruktur ini merupakan bukti keseriusan kami untuk mengangkat potensi daerah. Karena suatu daerah akan sulit maju jika tidak didukung prasarana yang memadai," kata Mulyono.
Nantinya aktivitas bandara juga akan terintegrasi dengan Pelabuhan Perikanan Glagah dan Pangkalan Utama TNI AL V di Karangwuni yang masing-masing pembangunannya selesai sekitar 70 dan 30 persen. Diharapkan ketiga pusat kegiatan ini mampu menjadi kutub pembangunan baru bagi masyarakat Kulon Progo bagian selatan.
Justru artikel di bawah ini yg lebih baru lagi, artikel di atas bulan Maret, artikel ini bulan agustus'08.
Semakin membingungkan kan :nuts:
Solopos,
29-Agustus-2008 13:57
Sultan: Pemindahan bandara belum bisa direalisasikan.
Yogyakarta--Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, rencana pemindahan Bandara Adisutjipto Yogyakarta ke wilayah Kabupaten Kulonprogo masih belum bisa direalisasikan.
"Memang rencana itu sejak dulu sudah ada, karena pengembangan kota akan mengarah ke timur. Tetapi secara prinsip sifatnya jangka panjang karena tidak mudah memindahkan bandara," kata Sultan di Yogyakarta, Jumat (29/8).
Kalau nanti perkembangan kota mengarah ke timur, akan banyak bangunan dan permukiman penduduk, sehingga pada saatnya nanti Bandara Adisutjipto akan berada di tengah bangunan dan permukiman penduduk.
"Ini tentu akan mengganggu masyarakat karena tingkat kebisingannya akan tinggi, sehingga muncul rencana memindahkan bandara tersebut ke Kulonprogo," katanya.
Tetapi, kata Sultan, rencana pemindahan itu masih belum memungkinkan dan tidak mudah direalisasikan kecuali ada investor dan izin pemerintah pusat.
Sejauh ini, investor pun belum ada, sehingga kemungkinan realisasi pemindahan bandara baru bisa dilaksanakan sepuluh tahun lagi.
Selain itu, jangankan memindahkan bandara, untuk memperpanjang landasan pacu 300 meter saja setelah tiga tahun direncanakan masih belum rampung.
"Ini berarti tidak mudah merealisasikan pemindahan Bandara Adisutjipto Yogyakarta ke Kulonprogo," kata Sultan.
NpF September 17th, 2008, 07:40 AM Relokasi bandara ternyata memang sangat sulit ya.........
Nenek Genit September 17th, 2008, 08:38 AM makin bingung..
pindah..enggak..pindah..enggak..
ternyata akar permasalahan ada di bandara..
ada gak ya kota di luar negeri yg bisa dijadikan benchmark buat kota Semarang sehingga masalah bandara bisa diabaikan?
hildalexander September 17th, 2008, 09:19 AM ^^ To Sriver...
Tlg bilang ke Ketua Bappeda Semarang agar beliau ikut world congress INTA (Internastional New Urban Development Association) di Riga, Latvia bulan Oktober tanggal 22-23 tahun ini. Tinggal ngurus visa dan passport aja. Di sini akan diselenggarakan how to build new urban development dan redevelopment juga, terus bagaimana manage kota (managing large scale) serta how to develop community..... Oya, Presiden INTA ini adalah Budiarsa Sastrawinata, orang Indonesia pertama yang menjadi ketua sebuah organisasi internasional yang di dalamnya terdapat para pakar perkotaan, urban planner, arsitek, pengembang, akademisi, profesional dan government penentu kebijakan kota.
Baru-baru ini mereka diminta advisenya untuk melakukan rekonstruksi sebuah kota di Polandia. Rekomendasi mereka sangat diterima dengan baik dan telah diimplementasikan oleh Kementrian Perkotaan Polandia....
sriver September 17th, 2008, 10:53 AM [QUOTE=bozhart;25383522]^^ Proyeknya sulit dilihat sebab letaknya di lereng bawah, juga ditutup pagar seng. Tp bisa dilihat dgn jelas dari Pura Agung Giri Natha tapi gw sudah lama nggak ke sana.
_________________________________________
Menurut berita Kompas di bawah ini, namanya M Farchan bukan? :)yup tul om
sriver September 17th, 2008, 10:57 AM ^^ To Sriver...
Tlg bilang ke Ketua Bappeda Semarang agar beliau ikut world congress INTA (Internastional New Urban Development Association) di Riga, Latvia bulan Oktober tanggal 22-23 tahun ini. Tinggal ngurus visa dan passport aja. Di sini akan diselenggarakan how to build new urban development dan redevelopment juga, terus bagaimana manage kota (managing large scale) serta how to develop community..... Oya, Presiden INTA ini adalah Budiarsa Sastrawinata, orang Indonesia pertama yang menjadi ketua sebuah organisasi internasional yang di dalamnya terdapat para pakar perkotaan, urban planner, arsitek, pengembang, akademisi, profesional dan government penentu kebijakan kota.
Baru-baru ini mereka diminta advisenya untuk melakukan rekonstruksi sebuah kota di Polandia. Rekomendasi mereka sangat diterima dengan baik dan telah diimplementasikan oleh Kementrian Perkotaan Polandia....
thx infonya Mam...ntar diteruskan infonya
sriver September 17th, 2008, 11:08 AM kalo jln tol semarang-solo + jogja jadi dibangun mendingan Bandara A Yani, Adi Soemarmo & Adi Soecipto dimerger aja...lokasinya pilih yg strategis diantara ke-3 kota itu atau kembangin aja salah 1 yg udh ada, tinggal sediain Bus bandara ky di cengkareng, sukur2 ada monorel wah bakal keren tuh.....
disamping itu buat org2 joglosemar yg lg ngrantau ky sy ini mungkin dpt terbantu kl mau plg kampung, selama ini kita musti transit dulu ke jkt mungkin dg adanya bandara Joglosemar para airliner berani buka penerbangan lsg Medan, Batam, BlkPapan, Makasar ke Joglosemar....mimpi kali ye....
taruhlah misalnya bandaranya di sekitar Ambarawa atau boyolali, atau manalah yg strategis, kalo ada tol kynya dr Bandara ke Jogja,Solo ataupun semarang plg lama 1 jam, masih layak kynya jarak segitu
penyebab utama tidakadanya directflight dr kota2 besar selain jkt, sby ke kota smg, solo ataupun jogja adalah faktor occupancy rate yg rendah bila terbang ke msg2 kota kita itu sendiri2, tp akan beda kenyataanya bila bandaranya digabung, sbg gambaran sy sering ke smg dr medan biasanya pas liburan sy perhatiin yg transit di jkt lanjut ke smg bisa antara 25-35 org, kl solo, jogja sy gak tau tp sy yakin jmlnya gak kurang dr itu soalnya byk org jogja&solo yg ngrantau....kalo digabung sy perkirakan plg sedikit 80 penumpang kl lg sepi & 140an or fullbooked bs didpt airliner kl lg peak season
masuk akal gak sih mimpi ky gini.....
Cah SMG September 17th, 2008, 12:01 PM ^^Absolutely make sense dream.... but still, you need a lot of money to build a new airport...
Mau gabung tiga bandara menjadi Joglosemar?? Keep dreaming... kecuali tiga bandara itu bisa dijual dulu (melalui Ebay) dengan harga mahal... untuk bangun yg baru... ha ha
bozhart September 17th, 2008, 12:30 PM kalo bangunnya mulai dari ujung tenggara runway sekarang pasti akan nabrak PRPP dan puri anjasmara om. Kalo bangunnya menyilang di tengah runway sekarang pasti nabrak Graha Padma dan pemukiman di Jalan Hanoman. Kao di ujung NW, pasti pantai Maroon abis, dan jalur kereta juga kena babat. Selain itu candi Tugu juga kena...
Dari gambar di bawah ini, bisa dilihat masih ada banyak lahan kosong utk dibangun runway baru tanpa menggusur (kecuali menggusur tambak :D). Garis yg berwarna kuning itu kayaknya posisi runway yg bagus spy pesawat terbang tidak lewat pusat Semarang. Kenapa solusi ini tidak dipakai?
http://img227.imageshack.us/img227/7240/aymx9.jpg
titus15 September 17th, 2008, 12:33 PM kalo jln tol semarang-solo + jogja jadi dibangun mendingan Bandara A Yani, Adi Soemarmo & Adi Soecipto dimerger aja...lokasinya pilih yg strategis diantara ke-3 kota itu atau kembangin aja salah 1 yg udh ada, tinggal sediain Bus bandara ky di cengkareng, sukur2 ada monorel wah bakal keren tuh.....
disamping itu buat org2 joglosemar yg lg ngrantau ky sy ini mungkin dpt terbantu kl mau plg kampung, selama ini kita musti transit dulu ke jkt mungkin dg adanya bandara Joglosemar para airliner berani buka penerbangan lsg Medan, Batam, BlkPapan, Makasar ke Joglosemar....mimpi kali ye....
taruhlah misalnya bandaranya di sekitar Ambarawa atau boyolali, atau manalah yg strategis, kalo ada tol kynya dr Bandara ke Jogja,Solo ataupun semarang plg lama 1 jam, masih layak kynya jarak segitu
penyebab utama tidakadanya directflight dr kota2 besar selain jkt, sby ke kota smg, solo ataupun jogja adalah faktor occupancy rate yg rendah bila terbang ke msg2 kota kita itu sendiri2, tp akan beda kenyataanya bila bandaranya digabung, sbg gambaran sy sering ke smg dr medan biasanya pas liburan sy perhatiin yg transit di jkt lanjut ke smg bisa antara 25-35 org, kl solo, jogja sy gak tau tp sy yakin jmlnya gak kurang dr itu soalnya byk org jogja&solo yg ngrantau....kalo digabung sy perkirakan plg sedikit 80 penumpang kl lg sepi & 140an or fullbooked bs didpt airliner kl lg peak season
masuk akal gak sih mimpi ky gini.....
Sebenarnya dibalik wacana-wacana masing-masing pemkot, bandaranya sendiri sebenernya terus berbenah.
Kalau saya sih, ya sudah. sudah terlanjur di situ bandaranya, kalo belum mampu dan belum perlu ngak usah dipaksakan bikin yang baru. Yang ada dioptimalkan. Toh seperti yang saya bilang, kelebihan kawasan Jateng, memiliki 3 landasan internasional, yang artinya jika ketiganya sinergi maka ini adalah kekuatan yang idak dimiliki bandara manapun.
Kalau ketiganya sama-sama mau dipindah, saya rasa hanya buang-buang biaya, padahal biaya untuk membangun bandara baru itu bisa digunakan untuk mensinergikan ketiga bandara, misalnya dengan membangun tol antar bandara, atau membangun monorel 3 kota misalnya, yang dampaknya tidak hanya menyangkut perkembangan 3 kota saja, tapi juga kota-kota lain yang dilalui jalur tersebut.
selain itu perlu juga dibuatkan pembagian peran bandara. Misalnya:
Bandara A Yani, bandara bisnis.
Bandara A Sumarmo, bandara embarkasi (haji dan TKI) elayani penerbangan massal.
Bandara A Sucipto, Bandara Wisata.
Dengan demikian pembagian rute penerbangan sebetulnya bisa dibagi, dengan catatan tentunya ketiganya bisa menerima penerbangan reguler dan regional.
titus15 September 17th, 2008, 12:41 PM Oh ya... saya heran kenapa di Jawa tengah ada 3 bandara internasional, tapi rutenya sama rata-rata sama semua, kebanyakan ke surabaya dan Jakarta. Paling dari Jogja ada yang ke Denpasar.
Padahal seharusnya bia dibagi rute ke kota-kota lain untuk masuk di Jawa Tengah. Untuk kota-kota bisnis, Seperti makasar, Balikpapan, Medan sebetulnya bisa masuk Semarang. Kota-kota budaya Seperti Denpasar, Manado, Padang, Lombok seharusnya bisa masuk ke Jogja atau Solo.
titus15 September 17th, 2008, 12:43 PM Dari gambar di bawah ini, bisa dilihat masih ada banyak lahan kosong utk dibangun runway baru tanpa menggusur (kecuali menggusur tambak :D). Garis yg berwarna kuning itu kayaknya posisi runway yg bagus spy pesawat terbang tidak lewat pusat Semarang. Kenapa solusi ini tidak dipakai?
http://img227.imageshack.us/img227/7240/aymx9.jpg
Masuk akal juga mas. Cuma selain tambak, ada beberapa pabrik yang perlu direlokasi. Karena kalau saya lihat dari Candi Tugu, asap pabrik itu bisa saja mengganggu penerbangan (kalau arahnya seperi di gambar mas Boz)
NpF September 17th, 2008, 02:08 PM Dari gambar di bawah ini, bisa dilihat masih ada banyak lahan kosong utk dibangun runway baru tanpa menggusur (kecuali menggusur tambak :D). Garis yg berwarna kuning itu kayaknya posisi runway yg bagus spy pesawat terbang tidak lewat pusat Semarang. Kenapa solusi ini tidak dipakai?
http://img227.imageshack.us/img227/7240/aymx9.jpg
kalau lihat gambar om boz, sepertinya dimungkinkan, tp sy pikir pemerintah saat itu harusnya juga tahu lah ( krn banyak pakar yg tentunya dilibatkan dalam perpanjangan runway ), seperti rencana semula kan SRG mau diperpanjang sampai dengan 1000 m , tapi karena kendala teknis ( sy lupa apanya, tp pernah di muat di SM ) shg tak memungkinkan sampai dengan 1000 m, jadi hanya 830 m yang terealisasi, tapi saya pikir, kendala dana adalah yang paling jadi sandungan, itu bisa dilihat dari pembangunan yang tidak paripurna, seperti terminal baru yang masih on hold, serta belum terpasangnya ILS ( ini perlu sebab SRG sdh intl airport plus letaknya di dalam kota) tidak diikuti penambahan PCN sehingga perpanjangan landasan pacu tak mempengaruhi jumlah traffic penerbangan karena a/c mid body ga bs mendarat, bahkan sekelas A 320 pun , lha kok digulirkan wacana bandara mo dipindah, duitnya dari mana atuh?? bikin pusing memang :)
titus15 September 17th, 2008, 02:14 PM Masuk akal juga mas. Cuma selain tambak, ada beberapa pabrik yang perlu direlokasi. Karena kalau saya lihat dari Candi Tugu, asap pabrik itu bisa saja mengganggu penerbangan (kalau arahnya seperi di gambar mas Boz)
oh iya mas, sepertinya juga landasan harus mrlintasi kali/sungai (kali Tenggang kalo nggak salah) Setelah diperpanjang (garis putih dalam gambar Boz) seperti yang sekarang sudah terlihat di Google Earth, Kali itu sudah dibelokkan.
Saya nggak tahu apakah landasan memang sebaiknya nggak boleh melintas diatas kali.
NpF September 17th, 2008, 02:53 PM oh iya mas, sepertinya juga landasan harus mrlintasi kali/sungai (kali Tenggang kalo nggak salah) Setelah diperpanjang (garis putih dalam gambar Boz) seperti yang sekarang sudah terlihat di Google Earth, Kali itu sudah dibelokkan.
Saya nggak tahu apakah landasan memang sebaiknya nggak boleh melintas diatas kali.
iya betul om titus, perpanjangan runway SRG memang memotong kali, sehingga dibelokkan, ini dulu sempat jadi polemik karena ditentang warga, khawatir kalau merusak ekosistem atau sejenisnya, tapi kayaknya sekarang oke saja tuh pasca perpanjangan, mudah2 an memang tidak terjadi sesuatu yg mengkhawatirkan
bozhart September 17th, 2008, 03:51 PM krn banyak pakar yg tentunya dilibatkan dalam perpanjangan runway
serta belum terpasangnya ILS
Mungkin pakar itu hanya fokus pd perpanjangan runway, belum sampai memikirkan runway baru yg menyilang itu?
Kalau ILS belum ada, sekarang pakai apa utk memandu pesawat landing?
NpF September 17th, 2008, 04:11 PM mungkin sudah terpikirkan om boz, semula landas pacu yang N-S yang mau diperpanjang, tp karena kendala teknis, sepertinya arah angin dan lahan ( if i am not mistaken) yg sempat di ulas di SM, makanya exsisting runway yg diperpanjang, sekarang SRG belum pasang ILS (instrument landing system) masih pake VFR ( visual flight rules ) CMIIW
Cheers
titus15 September 18th, 2008, 01:36 AM sekarang SRG belum pasang ILS (instrument landing system) masih pake VFR ( visual flight rules )
Cheers
atau pake flight simulatornya google earth hehehe...
titus15 September 18th, 2008, 01:38 AM tapi saya pikir, kendala dana adalah yang paling jadi sandungan, itu bisa dilihat dari pembangunan yang tidak paripurna, seperti terminal baru yang masih on hold, serta belum terpasangnya ILS ( ini perlu sebab SRG sdh intl airport plus letaknya di dalam kota) tidak diikuti penambahan PCN sehingga perpanjangan landasan pacu tak mempengaruhi jumlah traffic penerbangan karena a/c mid body ga bs mendarat.
Penambahan PCN itu gimana mas, landasan yang ada di lapis saja atau perlu penambahan konstruksi lagi?
David-80 September 18th, 2008, 01:46 AM ^ intinya nambahin beban di runway, supaya kuat. biasanya harus di reconstruct awal, saran saya sih dengan menggunakan concrete baja aja biar tahan lama.
terutama masalah bandara yg runway nya sering kerendem banjir....itu juga masalah
cheers
titus15 September 18th, 2008, 01:50 AM ^ intinya nambahin beban di runway, supaya kuat. biasanya harus di reconstruct awal, saran saya sih dengan menggunakan concrete baja aja biar tahan lama.
terutama masalah bandara yg runway nya sering kerendem banjir....itu juga masalah
cheers
hwaduh.... butuh banyak biaya lagi dong. Nambah 800 meter aja proyeknya bertahun-tahun, lha ini rekon lagi dari awal....:ohno::ohno:
David-80 September 18th, 2008, 02:14 AM bisa cepet mas, tergantung uang, btw baca ga, gubernur memerintahkan pengembangan bandara dalam 1 bulan selesai...wah kok cepet bgt, pake apa tuh bangun nya?
cheers
titus15 September 18th, 2008, 02:26 AM bisa cepet mas, tergantung uang, btw baca ga, gubernur memerintahkan pengembangan bandara dalam 1 bulan selesai...wah kok cepet bgt, pake apa tuh bangun nya?
cheers
Wartawan salah kutip kali mas. Mungkin perbaikan terminal lama, supaya lebih lega. Gub targetnya th 2011 baru selesai perluasan terminal yg baru...
gantengscool September 18th, 2008, 03:13 AM 1 bulan tuh untuk pembebasan tanah-nya (pemberian pesangon ke pengguna/pemakai/penggarap lahan milik AD), karena dananya sudah disiapkan. Sebenarnya bukan pembebasan lahan tapi pesangon, lahan tetap milik AD
cheers.
Peterongan September 18th, 2008, 12:01 PM kalo jln tol semarang-solo + jogja jadi dibangun mendingan Bandara A Yani, Adi Soemarmo & Adi Soecipto dimerger aja...lokasinya pilih yg strategis diantara ke-3 kota itu atau kembangin aja salah 1 yg udh ada, tinggal sediain Bus bandara ky di cengkareng, sukur2 ada monorel wah bakal keren tuh.....
disamping itu buat org2 joglosemar yg lg ngrantau ky sy ini mungkin dpt terbantu kl mau plg kampung, selama ini kita musti transit dulu ke jkt mungkin dg adanya bandara Joglosemar para airliner berani buka penerbangan lsg Medan, Batam, BlkPapan, Makasar ke Joglosemar....mimpi kali ye....
taruhlah misalnya bandaranya di sekitar Ambarawa atau boyolali, atau manalah yg strategis, kalo ada tol kynya dr Bandara ke Jogja,Solo ataupun semarang plg lama 1 jam, masih layak kynya jarak segitu
penyebab utama tidakadanya directflight dr kota2 besar selain jkt, sby ke kota smg, solo ataupun jogja adalah faktor occupancy rate yg rendah bila terbang ke msg2 kota kita itu sendiri2, tp akan beda kenyataanya bila bandaranya digabung, sbg gambaran sy sering ke smg dr medan biasanya pas liburan sy perhatiin yg transit di jkt lanjut ke smg bisa antara 25-35 org, kl solo, jogja sy gak tau tp sy yakin jmlnya gak kurang dr itu soalnya byk org jogja&solo yg ngrantau....kalo digabung sy perkirakan plg sedikit 80 penumpang kl lg sepi & 140an or fullbooked bs didpt airliner kl lg peak season
masuk akal gak sih mimpi ky gini.....
waduh bos, mubazir yo bandarane...,
bandara dipindah ke satu tempat alias digabungin.., ehmm..., aku mbayangke malah ngelu dewe.., he..he..he.., tapi apik oq idenya.., tapi kurang make sense...,
menghilangkan satu bandara bukannya makin menjauhi syarat suatu kota bisa dinamakan metropolitan dimana salah satunya harus ada akses kesana.., etc bandara, pelabuhan, dan sarana publik lainnya...,
mungkin begini mas sriver.., bandara yang sudah ada sekarang ini ditingkatkan lagi dari segi fasilitas untuk memenuhi syarat bandara internasional.
perpanjangan runway, penambahan terminal baru, penambahan operator baru sehingga meningkatkan daya saing karena atmosfir persaingan.. karena waktu dulu naik dari AYIA ke juanda.., jam 7.45 pagi mandala, sekitar nya koq masih sepi.., belum ada tanda2 mau ada traffic passenger yang tinggi ya.., sama juga waktu pulangnya naik sriwijaya siang dr juanda juga.., ga begitu rame.., mungkin aku yang ga tau, apa memang hanya beberapa operator aja yang ngembangin di semarang, any clue guys?
mungkin itu dulu yang paling possible untuk dikembangkan..., isu yang digulirkan oleh pemkot mungkin hanya sebatas wacana saja untuk tujuan tertentu.., pemkot ini selama ini hanya menambal sulam kebijakan dan alergi perubahan, serta latah bertindak. kebijakan hanya sampai kepada suatu kondisi dan akan sebegitu cepat berubah tanpa ada kaitannya dengan kebijakan sebelumnya..., baik terkait kebijakan - kebijakan yang ada. istilahnya gada kebijakan terintegrasi.
seperti contoh yang satu ini, kebetulan nyambung. ketika pemkot mempunyai rencana perluasan runway back in few years ago, semua diarahkan untuk membuat dan melengkapi syarat achieved internasional airpot. tapi begitu itu hampir selesai dan harus ditingkatkan ke tindakan pendukung sebelumnya dari perluasan runway, pemkot malah menggulirkan entahlah sekedar wacana, issue, atau apalah untuk memindahkan bandara ke area lain. ini khan absurd.
dari segi ekonomi, hal seperti ini hanya akan menimbulkan ketidakpastian dan malah semakin menjauhi tujuan semula pembangunan bandara, yaitu adanya proses ekonomi setelah masalah bandara completed.
emang kultur seperti ini merupakan bentuk tradisi yang terjadi di birokrasi kita, ataukah hanya euforia sesaat dari tiap pemangku jabatan... only God knows..,
omas makan tape., capeee deyh...., :lol:
apakah orang - orang yang diatas itu sudah memikirkan seberapa worth it kah kompensasi yang didapat dari pemindahan bandara.
dampak mengenai amdal yang akan ditemui....,
pindah kurang tepat, diteruskan juga dilematis..,
kalo usul di perpanjang ke arah yang om boz tunjukkin ada dampak terkait itu, kalo dipindah ke daerah penyangga seperti usul mas titus ada dampaknya juga dengan nasib bandara lama jika dialihfungsikan, karena jelas2 tujuannya pengembangan dari awal sudah berbeda, dan kalo jadipun usul ini, bisa berarti penggelembungan biaya dan tidak tepat guna, sekaligus semakin menegaskan ketidakkonsistenan aparatur daerah.
kalo mau dilihat dari minimalisasi nilai dampak dari kedua usul itu..., mungkin bisa aja dicari yang dampaknya paling sedikit dan cost nya pun tidak terlalu besar....,
:lol::lol::lol::lol:
serba complicated., sekarang tergantung pemkot mau mengambil kebijakan yang mana, tapi yang jelas menurutku, hendaknya kebijakan yang diambil mempunyai titik tolak berkesinambungan dan terintegrasi dengan kebijakan sebelumnya.., alias ada keterkaitan dan bernilai guna...., supaya ga makin lama imej pemerintah daerah ini hanya sekedar dan sebatas idea maker ataupun hipotesisholic ..., alangkah baiknya menjadi prosperous back to life..,
:cheers:
Peterongan September 18th, 2008, 12:08 PM btw.., ada yang tau dimana kalo mau berenang khusus tempat dewasa selain yang pernah disebutkan diatas.., :lol::lol:
hildalexander September 18th, 2008, 12:13 PM ^^ di laut Mas.... maaf just kidding :)
titus15 September 18th, 2008, 01:39 PM serba complicated., sekarang tergantung pemkot mau mengambil kebijakan yang mana, tapi yang jelas menurutku, hendaknya kebijakan yang diambil mempunyai titik tolak berkesinambungan dan terintegrasi dengan kebijakan sebelumnya.., alias ada keterkaitan dan bernilai guna...., supaya ga makin lama imej pemerintah daerah ini hanya sekedar dan sebatas idea maker ataupun hipotesisholic ..., alangkah baiknya menjadi prosperous back to life..,
:cheers:
setuju banget. dan ini perlu segera disepakati dan segera ditindak lanjuti. Jangankan Investor, masyarakat sendiri butuh kepastian. Saya misalnya, kalau mau bangun rumah, tapi nggak pernah jelas apakah lahan mana yang akan terkena proyek tol, tentu akan semakin menunda-nunda untuk membangun rumah. Apalagi investor...
NpF September 18th, 2008, 03:23 PM Penambahan PCN itu gimana mas, landasan yang ada di lapis saja atau perlu penambahan konstruksi lagi?
Bisa dilakukan penebalan landasan atau overlay, ga harus di reconstruct dari awal, itu akan makan biaya yang luar biasa banyak, seperti contoh kasus bandara husein sastranegara, bandung (BDO), kekuatan PCN nya 37, ada rencana penambahan sampai dengan PCN 52, agar A 320 bisa masuk dengan maksimal ( tak terkena weight restriction ), itu butuh dana 60 M agar bisa dilakukan penebalan sampai dengan 17 cm, tapi karena keterbatasan dana maka hanya dilakukan separuhnya, lha kalau di compare dengan SRG yang PCN- nya baru 33, berarti butuh dana min sama dengan BDO, lha kira2 bisa ga ya :)
taken from indoflyer.net, dijelaskan bahwa dengan PCN 33, a/c mid body jenis A 320, bisa masuk, tp kena weight restriction, jd kapasitas PAX ga bs maksimal, begitupula kargo, plus ga bisa didaratin tiap hari, karena bisa retak retak tuh landasan, tp yang jadi agak bikin pening, lha kok waktu declare 2680 m, disebutkan SRG bisa didarati A 320 and B 767, lha wong A 320 yg kapasitas PAX 180, aja kena restriksi berat, apalagi B 767, yg jg dipake buat pesawat haji, bisa jebol tuh runway, plus ditambah diharapkan akan ada intl flight datang ke SRG spt dari KUL dan Guangzhou, duh duh duh... pening deh bacanya... :)
tapi itu tadi bisa terjadi lho, asal PCN ditambah, apron dan taxi way diperluas, trus dibuat sedemikian rupa biar ga banjir pas rob atau musim hujan, pasang ILS, setidak tidaknya, standard operational procedure minimal seperti yg dipunyai SOC, naik haji pun bisa terlaksana berangkat dari semarang, mau ke perth, sydney atau tokyo juga bisa,
What a nice dream !!!!
Cheers
NpF September 18th, 2008, 03:32 PM btw.., ada yang tau dimana kalo mau berenang khusus tempat dewasa selain yang pernah disebutkan diatas.., :lol::lol:
maksudnya khusus dewasa gmn om? yg ga boleh ada anak2 kecil, remaja under 17 ? he he, kayaknya kalau yang dilabeli khusus dewasa yo ga ono :)
titus15 September 18th, 2008, 05:03 PM btw.., ada yang tau dimana kalo mau berenang khusus tempat dewasa selain yang pernah disebutkan diatas.., :lol::lol:
khusus dewasa tempatnya di bunderan tugumuda, nanti rak dioyak-oyak karo pak Bibit sing rumahnya di wisma perdamaian... hehehe...
Atau kalo gak di rg bawah tanahnya lawang sewu, soalnya selalu banjir dibawah sana...
Peterongan September 19th, 2008, 11:14 AM ^^ di laut Mas.... maaf just kidding :)
:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:
aku khan cowok matre bude..., bukan cewek matre..,
:lol::lol::lol::lol::lol::lol:
Peterongan September 19th, 2008, 11:16 AM maksudnya khusus dewasa gmn om? yg ga boleh ada anak2 kecil, remaja under 17 ? he he, kayaknya kalau yang dilabeli khusus dewasa yo ga ono :)
:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:
itu hlo bos, yang khusus dewasa tapi viewnya bukit di semarang.., kayaknya belum ada yaa...,
Peterongan September 19th, 2008, 11:18 AM khusus dewasa tempatnya di bunderan tugumuda, nanti rak dioyak-oyak karo pak Bibit sing rumahnya di wisma perdamaian... hehehe...
Atau kalo gak di rg bawah tanahnya lawang sewu, soalnya selalu banjir dibawah sana...
:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:
haduh blaik ki.., ngko malah dikiro kuda nil jek adus no...,
wakkakakakakakakakkakakakak.....,
Peterongan September 19th, 2008, 11:22 AM BTw, berhubung gada project yang di paparkan ma om boz, titus, dan npf, kita agak berbelok sedikit tapi ngga nyerempet.., ada beberapa hal yang ku pengin tanyain.., kira2 kalo lebaran ini obyek wisata yang menarik buat rekreasi keluarga di semarang yang ga terlalu jauh dari kota dimana yaa..? selain yang sudah- sudah..,
bai ndewei, eniwei, baswei, thanks u hlo infonya..., :cheers:
titus15 September 19th, 2008, 04:50 PM BTw, berhubung gada project yang di paparkan ma om boz, titus, dan npf, kita agak berbelok sedikit tapi ngga nyerempet.., ada beberapa hal yang ku pengin tanyain.., kira2 kalo lebaran ini obyek wisata yang menarik buat rekreasi keluarga di semarang yang ga terlalu jauh dari kota dimana yaa..? selain yang sudah- sudah..,
bai ndewei, eniwei, baswei, thanks u hlo infonya..., :cheers:
kalo yang itu dibahasnya di thread Nusantara aja mas....
NpF September 24th, 2008, 05:15 AM aduh, kok sepi banget ya.. pada kemana nih :)
Peterongan September 24th, 2008, 03:08 PM aduh, kok sepi banget ya.. pada kemana nih :)
mungkin lagi persiapan mau mudik mas......, khan udah H-6 niy...., udah banyak rencana silaturahmi dengan sanak saudara...,
mungkin akan vakum for about 10 hari ke depan....,
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN YAA.., MOHON MAAF BUAT KESALAHAN BAIK LAHIR DAN BATHIN...., UNTUK SEMUA FORUMER...,
:)
titus15 September 25th, 2008, 03:16 AM mungkin lagi persiapan mau mudik mas......, khan udah H-6 niy...., udah banyak rencana silaturahmi dengan sanak saudara...,
mungkin akan vakum for about 10 hari ke depan....,
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN YAA.., MOHON MAAF BUAT KESALAHAN BAIK LAHIR DAN BATHIN...., UNTUK SEMUA FORUMER...,
:)
Mohon maaf lahir batin juga... semoga mudik di Semarang bisa ngumpul dengan gayengnya...
mas Pete Mudik nggak... Kalo mudik bawa proyek sama investor yaa...!!!
lombok September 29th, 2008, 03:00 PM Senin, 29/09/2008 14:04 WIB
Paragon City berharap lanjutkan proyek
oleh : Arief Novianto
SEMARANG (bisnis.com): Manajemen Paragon City mengajukan permohonan kepada Pemkot dan DPRD untuk dapat terus melanjutkan proses pembangunan.
Permohonan itu menyusul rekomendasi Komisi C DPRD yang mendesak pembekuan sementara proyek Paragon City karena pelaksanaannya yang tidak sesuai perizinan baik IMB maupun Amdal, serta menyerobot tanah milik pihak lain yaitu PT Pertamina dan PT KA.
Pelanggaran izin dan penyerobotan tanah itu khususnya terkait dengan pemasangan ground anchor sebagai dinding penahan tanah yang juga telah menyebabkan berbagai kerusakan bangunan dan lingkungan di sekitarnya.
Kajian teknik PT Wijaya Karya selaku kontraktor pelaksana menyebutkan pembekuan sementara tidak hanya akan berpengaruh pada kesinambungan proyek, tetapi juga lingkungan sekitar.
Manajer Proyek Paragon City Bambang Herdiantoro mengatakan penghentian proyek akan berimbas pada penurunan level muka air di area proyek dan sekitarnya [dewatering] dan berpotensi merusak struktur basement.
"Proses dewatering ini akan dilaksanakan sampai dengan struktur lantai tujuh selesai, sehingga kami memohon agar rekomendasi pembekuan proyek sementara oleh DPRD ditinjau ulang," ujarnya.
Bambang menuturkan dampak lain penghentian itu juga akan menyebabkan proyek menyisakan secant pile (dinding penahan tanah) di sekeliling area basement yang terbuka dan terdapat rembesan air, baik dari lubang ground anchor maupun dari bukaan secant pile yang tidak sempurna.
Air rembesan ini, dia menambahkan juga berpotensi menyebabkan penurunan muka air tanah di sekeliling proyek, serta terjadinya settlement dan kelongsoran di sisi luar secant pile. (tw)
titus15 September 29th, 2008, 05:27 PM Senin, 29/09/2008 14:04 WIB
Paragon City berharap lanjutkan proyek
oleh : Arief Novianto
SEMARANG (bisnis.com): Manajemen Paragon City mengajukan permohonan kepada Pemkot dan DPRD untuk dapat terus melanjutkan proses pembangunan.
Permohonan itu menyusul rekomendasi Komisi C DPRD yang mendesak pembekuan sementara proyek Paragon City karena pelaksanaannya yang tidak sesuai perizinan baik IMB maupun Amdal, serta menyerobot tanah milik pihak lain yaitu PT Pertamina dan PT KA.
Pelanggaran izin dan penyerobotan tanah itu khususnya terkait dengan pemasangan ground anchor sebagai dinding penahan tanah yang juga telah menyebabkan berbagai kerusakan bangunan dan lingkungan di sekitarnya.
Kajian teknik PT Wijaya Karya selaku kontraktor pelaksana menyebutkan pembekuan sementara tidak hanya akan berpengaruh pada kesinambungan proyek, tetapi juga lingkungan sekitar.
Manajer Proyek Paragon City Bambang Herdiantoro mengatakan penghentian proyek akan berimbas pada penurunan level muka air di area proyek dan sekitarnya [dewatering] dan berpotensi merusak struktur basement.
"Proses dewatering ini akan dilaksanakan sampai dengan struktur lantai tujuh selesai, sehingga kami memohon agar rekomendasi pembekuan proyek sementara oleh DPRD ditinjau ulang," ujarnya.
Bambang menuturkan dampak lain penghentian itu juga akan menyebabkan proyek menyisakan secant pile (dinding penahan tanah) di sekeliling area basement yang terbuka dan terdapat rembesan air, baik dari lubang ground anchor maupun dari bukaan secant pile yang tidak sempurna.
Air rembesan ini, dia menambahkan juga berpotensi menyebabkan penurunan muka air tanah di sekeliling proyek, serta terjadinya settlement dan kelongsoran di sisi luar secant pile. (tw)
Nah lho... Maju Kena Mundurpun Apalagi Lebih Kena...
|
|