View Full Version : [SEMARANG] Projects & Development



edytoah
August 26th, 2011, 05:07 AM
Foto di SM itu bukan dari gw :)

Gedung besar itu Dinas Peternakan dan Perkebunan Propinsi Jateng


--------------------------------------------



Gw juga keluar tol di Jatingaleh, harus hati2 memotong jalan utk masuk Jl Teuku Umar. Di situ sudah ada tiang traffic light tapi mati. Apa sulitnya dinyalakan sih? Di situ kan ada gedung besar PLN Jatingaleh :nuts:


Di Jl Teuku Umar ada dua restoran baru, tempat parkirnya cukup luas, namanya kalau tidak salah Nusantaraku dan satu lagi lupa. Di Jl Majapahit juga ada restoran Warung Lekko dan di seberang Stasiun Poncol ada restoran Kedai Beringin. Semuanya baru ya?

Nuwun Om Bhozhart info photo gedung besar diatas di tol tsb ..

Keluar tol jatingaleh ke Teuku Umar memang biangnya macet .. Perlu jembatan Layang kelihatannya atau pengaturan lalin usulan yg diposting Mas Murty tuh

Balik kampung mesti kuliner dhisik yo Om Bozhart .sin dilacak ning Foursquare mesthi kui dhisik ..hehehehe ..
Yg Warung Leko cabang GajahMada usulan Mas ssphila parkir agak repot Om .. Coba saingannya Iga Bakar Mas Giri aja Om .di Pemuda samping De Koning .

edytoah
August 26th, 2011, 05:14 AM
Kalo dari konstriuksinya ada yang membedakan nggak pombensin merek mana? atau cuma cladingnya aja yang membedakan??

Konstruksi pom bensin hampir sama ya Mas Titus .. Paling sebentar lagi pasang papan nama baru kelihatan .. Tp kalau Shell kok kecil ya .. Mgkn baru mau uji coba ekspand di Semarang khali ..

YB_Murty
August 26th, 2011, 07:22 AM
Foto di SM itu bukan dari gw :)

Gw juga keluar tol di Jatingaleh, harus hati2 memotong jalan utk masuk Jl Teuku Umar. Di situ sudah ada tiang traffic light tapi mati. Apa sulitnya dinyalakan sih? Di situ kan ada gedung besar PLN Jatingaleh :nuts:



memang sangat membingungkan.... mau lewat Setiabudi-Teuku Umar rasanya akan lama karena biasanya padat. Dengan beroperasinya jalan TOL, kendaraan roda 4 punya pilihan lewat Jalan TOL dari Ungaran atau nanti dari Bawen/Solo/Yogya langsung masuk ke TOL Lingkar Semarang. Dengan begitu... katanya akan membuat jalan Perintis Kemerdekaan dan setiabudi bisa lebih longgar. Bisa jadi begitu... tapi tebakan saya sedikit longgar untuk setiabudi dan perintis kemerdekaan jadi nggak begitu seram karena truk-truk yang seringkali rem blong sudah pasti pindah ke jalan TOL.

Tetapi di jatingaleh kondisinya akan sama saja, bahkan bila mobil dari arah ungaran berbondong-bondong lewat TOL, maka pilihan utamanya pasti bakal keluar TOL di Jatingaleh (karena tak efisien keluar lewat Durian/Graha Estetika, karena jalan masih sempit dan cukup jauh). Akibatnya hanyalah alih jalur, yang semula lewat setia budi, sekarang lewat TOL dan harus memotong jalan kalau hendak ke Teuku Umar. Sedangkan lampu lalu lintas saya jamin tak laku apalagi pas jam padet di Pagi, Siang dan Sore dan jelang malam. Terasalah sekarang betapa susah juga keluar dari TOL melalui Jatingaleh karena cross dengan arus Teuku Umar-Setiabudi. Saat ini sih masih bulan puasa (lalin agak longgar karena jadwal kegiatan masyarakat bergeser/longgar)... tapi ujiannya adalah pas arus mudik (yang kondisinya bakal serupa lalin harian) dan pas arus balik di H+3 - H+5. Saya jamin polantas kalang kabut.

Ini menandakan pembangunan jalan TOL tidak antisipatif terhadap dampak perubahan. Sebagaimana diketahui Jalan TOL lingkar Semarang pintu keluar masuknya sedikit. Hanya 7 titik (Kaligawe, Majapahit, Jatingaleh, Tembalang, Srondol, Manyaran, Krapyak) untuk jarak sekitar 23.7km (harusnya bisa 10 pintu keluar masuk. Sepertinya standart yang digunakan adalah untuk jalan TOL luar kota, bukan dalam kota dan di kanan-kiri TOL tidak ada jalan non TOL yang sejajar. Kelihatannya jalan tol lingkar ini hanya difokuskan bagi arus lalu lintas antar kota terutama angkutan berat dan kurang pas melayani pergerakan satelit maupun dalam kota.

Dengan begitu, kedepan, diperlukan tata manajemen lalin dan sistem fisik jalan yang harus akomodatif terutama di pintu-pintu keluar masuk TOL. Untuk Jatingaleh kita lihat saja nanti pada saat operasional penuh apakah ada kepadatan saat mobil keluar dari TOL. Dan satu-satunya jalan adalah membangun Fly Pass Teuku Umar- Setia Budi yang melayang diatas jembatan jatingaleh sekarang ini. Jalur layang digunakan oleh kendaraan yang tak bakal ada tujuan di sepanjang jalan Teuku Umar-awal tanjakan gombel, Jumlah lalin yang hanya lewat jumlahnya lebih dari 60% kendaraan. Arus besar ini sangat sayang dikorbankan hanya untuk dipotong arus lalin lainnya. 40% sisanya biarlah berbagi jalan dan lalu lintas melewati bagian bawah. Ini akan sangat membantu sampai kira-kira 10 tahun kedepan. Trafic light pun bisa difungsikan kembali karena arusnya normal/memadai.

Saya katakan demikian juga supaya rencana-rencana pembangunan di daerah atas (sesudah jatingaleh sampai srondol) dapat lancar.:cheers:

pitojo
August 26th, 2011, 07:42 AM
^^ Semoga demikian, tapi jangan2 tahap II ini utk yg sisi barat Jl Pemuda (deretan SMA3) ?



Ternyata betul, tahap II pedestrian Jl. Pemuda sisi barat dari Tugumuda sampai PLN.

ssphila
August 26th, 2011, 09:11 AM
^^ Thx infonya mas. :okay:

:bash: :bash: Buat apa tu gedung parkir 7 lantai kalo masih parkir di trotoar. Tapi sabar, kita tunggu sampai selesai dan diresmikan, apakah pemkot mampu menegakkan peraturan?

Gedung miring 7 lantai itu sekarang dipakai hanya khusus karyawan saja.


Yang ngarep Shell/Petronas berarti termasuk Golongan Mampu yang tidk perlu disubsidi ..kwakkwakkwak ... (Tawa film kartoon mode on)
Kalau Petronas mgkn ngak Mas ..krn pom bensin Petronas saja di Jakarta dan Surabaya sudah podho tutup (mgkn krn sentimen anti Malaysia bbrp waktu lalu)... Kalau Shell ada kemungkinan .. Dulu Shell pernah ditawarin temen lokasi di bekas pom bensin Pemuda,tp mereka ngak mau di bekas pom bensin Pertamina. .. Ngak tahu alasannya apa ..

Saya termasuk yg tdk setuju subsidi bensin mas, kecuali plat kuning. Wong arep jalan2 koq disumbang... rak aneh to.... subsidi lebih tepat ke kesehatan & pendidikan saja. sori oot.

ssphila
August 26th, 2011, 09:13 AM
Konstruksi pom bensin hampir sama ya Mas Titus .. Paling sebentar lagi pasang papan nama baru kelihatan .. Tp kalau Shell kok kecil ya .. Mgkn baru mau uji coba ekspand di Semarang khali ..

Tapi sy liat mobil colt merah bawa tabung 3kg-an disitu tu ??? Kl shell masuk sy kira pasti sdh woro2.... :)

titus15
August 26th, 2011, 10:39 AM
Mungkin shel jualan Melon mas???

ssphila
August 26th, 2011, 10:50 AM
^^ :lol: melon njeblug'an

2012, Pemkot Fokus Pinggiran

Friday, 26 August 2011
SEMARANG– Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana akan fokus menata infrastruktur jalan daerah pinggiran pada 2012 nanti. Sebab, tahun 2011 ini masih terfokus pada penataan wajah kota.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Nugroho Joko Purwanto mengaku,sudah mengajukan anggaran ke DPRD untuk APBD 2012 terkait pembangunan jalan di daerah pinggiran. “Kami sudah mengusulkan kurang lebih Rp50 miliar untuk penataan jalan pinggiran, tapi tergantung keputusan Dewan, yang pasti tergantung juga kemampuan keuangan daerah,” katanya kemarin.

Jalan daerah pinggiran yang menjadi fokus pembangunan itu adalah seperti di daerah Rowosari, Genuk,Tembalang, dan Gunungpati. Berdasarkan catatan Dinas Marga, panjang jalan daerah pinggiran mencapai kurang lebih 20 km baik aspal maupun beton,dari total jalan kota di Kota Semarang yang mencapai kurang lebih 12.000 kilometer. Menurut dia, pihaknya tidak bisa membangun secara langsung dari beberapa jalanjalan yang mengalami kerusakan, karena keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam pembangunan jalan.

Selain itu,Pemkot juga berencana membangun jalan lingkar antara Kalipancur sampai Jatibarang, karena di daerah tersebut diprediksi lalu lintas akan meningkat. Sebab waduk Jatibarang yang saat ini baru dibangun itu selain berfungsi sebagai penampungan air juga akan diproyeksikan sebagai area wisata. “Jadi, pengembangan wisata itu juga harus diimbangi dengan infrastruktur yang baik,”imbuh Nugroho.

Kepala Bagian Tata usaha UPTD Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Suhadi mengaku, salah satu faktor banyaknya sampah yang berceceran dari truk pengangkut sampah di Jalan Untung Suropati menuju TPA Jatibarang karena jalannya sering rusak. Karena di jalan tersebut tanahnya juga labil. “Kalau jalan lingkar Kalipancur- Jatibarang sudah dibangun, diperkirakan sampah tidak akan berceceran lagi, karena jalannya sudah baik,“ katanya. amin fauzi

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/423834/

^^ :okay:

Cuma bingung sama kalimat terakhir :
“Kalau jalan lingkar Kalipancur- Jatibarang sudah dibangun, diperkirakan sampah tidak akan berceceran lagi, karena jalannya sudah baik,“ katanya

Lha wong truk sampah tutupnya kadang ada kadang tidak, klpun ada ya tutupe gak rapet koq sampah tercecer nyalahke jalan rusak.

sembilanbelas
August 26th, 2011, 01:08 PM
Gedung miring 7 lantai itu sekarang dipakai hanya khusus karyawan saja.



Kok miring mas?

ssphila
August 26th, 2011, 01:32 PM
^^ Sori... maksudnya tampak miring... :)

castle_92
August 26th, 2011, 11:43 PM
Konstruksi Bendung Simongan Dikebut

Semarang Metro
27 Agustus 2011

Normalisasi Banjirkanal Barat Capai 52 Persen
SEMARANG BARAT - Proyek normalisasi Sungai Banjirkanal Barat sudah mencapai 52%. Kepala SNVT Pembangunan Waduk Jatibarang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana M Mazid mengutarakan, pada musim kemarau ini sangat mendukung pengerjaan berupa pengerukan sedimentasi, penataan lahan pada kanan-kiri sungai sampai pada penguatan Bendung Simongan.

”Sesuai tahapan kini sudah lebih dari 50%. Ditargetkan pada 2012 sudah selesai keseluruhan. Dengan begitu, saat Waduk Jatibarang selesai pada 2013, sungai ini bisa digunakan,” tandas dia, Jumat (26/8).

Plered

Pada Bendung Simongan, saat ini pelaksana proyek sedang fokus memasang konkritblock pada dasar sungai yang letaknya di bawah saluran bendungan atau lebih dikenal dengan plered. Kata Mazid, pemasangan blok-blok beton itu bertujuan untuk menjaga stabilitas dan proteksi tubuh bendung. ”Ini lanjutan dari growting atau penyuntikan beton ke dalam saluran air atau plered itu. Kalau tidak begitu, kondisi bendungan akan terancam dari aliran air sungai. Untuk masalah ini sudah capai 32%,” tandas dia.

Selain itu juga untuk menjaga konstruksi bendungan peninggalan Belanda itu juga telah dipasang steel sheet pile atau pipa baja sepanjang 12 meter. Pihak BBWS, lanjut Mazid, dalam proyek normalisasi sungai soal bendungan tetap harus dijaga. ”Itu (bendungan-red) sudah menjadi ikon Sungai Banjirkanal Barat. Kalau dari sekarang tidak dilakukan penguatan, bangunan sejarah itu bisa tidak kuat,” tandas dia.

Selain pekerjaan di atas, saluran dan pintu-pintu air Bendung Simongan seperti flushing gate 2x2 di bagian kanan dan kiri, intake Kali Semarang (empat pintu), dan Tawang Channel (dua pintu) akan diperbaiki dan diganti supaya menjadi satu kesatuan yang indah. Pada pintu air tersebut juga akan dilengkapi dengan rumah pintu dengan ciri arsitektur khas Jateng.
Sementara itu, untuk menjaga pipa air yang melintang di Sungai Banjirkanal Barat pihak PDAM Tirta Moedal juga melakukan penguatan. Kabag Humas Saebani menyatakan, pada sisi kanan-kiri pipa dipasang besi agar tidak mudah bergeser terkena aliran sungai. (H37,J9-69)

Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/08/27/157414/Normalisasi-Banjirkanal-Barat-Capai-52-Persen

ssphila
August 27th, 2011, 06:38 PM
Lampu Penerangan dari Mangkang-Hanoman akan Ditambah

.......................
Pemkot berencana akan menambah sekitar 79 titik lampu penerangan jalan mulai dari batas kota, Mangkang hingga Jalan Hanoman, dengan kekuatan masing-masing 400 watt. Hal ini dilakukan karena lampu di sepanjang jalan tersebut banyak yang mati serta kurang terang.

Kepala Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Ulfi Imran Basuki mengatakan di delta depan Terminal Mangkang juga akan dipasang lampu highmask agar lebih kencar-kencar. Selain itu juga dipasang di Kota Lama dan Pedurungan. Lampu ini merupakan lampu lama dari Jalan Pahlawan dan Simpanglima karena kedua tempat itu sudah dipasang lampu baru.

Source : http://halosemarang.com/blog/lampu-penerangan-dari-mangkang-hanoman-akan-ditambah/


Dipasang Lampu, Jalan Ronggowarsito Gilar-gilar

http://halosemarang.com/wp-content/uploads/2011/08/dipasang-lampu-jalan-ronggowarsito.jpg

Source : http://halosemarang.com/blog/dipasang-lampu-jalan-ronggowarsito-gilar-gilar/dipasang-lampu-jalan-ronggowarsito/

ssphila
August 27th, 2011, 06:43 PM
Pemkot Semarang Berencana Bangun Pasar Klithikan

Selama ini pedagang barang bekas atau biasa disebut klithikan masih banyak tersebar di sejumlah tempat. Seperti halnya di Kokrosono, Jalan Pemuda, Taman Progo dan sejumlah tempat lain.

Sebab itu Pemkot berencana untuk membangun pasar klithikan agar pedagang-pedagang yang tercecer tersebut bisa terpusat. Grand desain pasar tersebut akan dilakukan di tahun depan dan rencananya pembangunan baru bisa dilaksanakan pada 2013 mendatang.

Wali Kota Soemarmo HS mengatakan sudah memiliki dua alternatif tempat. Keduanya yakni di Penggaron dengan luas 2,5 hektar, serta di kawasan Kaligawe. Selain tempat Pemkot juga memikirkan tentang akses masuk kawasan tersebut agar mudah dijangkau.

Source : http://halosemarang.com/blog/pemkot-semarang-berencana-bangun-pasar-klithikan/

edytoah
August 27th, 2011, 07:38 PM
^^
Pemuda ada pasar Klitihikan ngendi yo Mas ssphila ... ono ne Klotokan ..:) .. lha banyak tukang pijet kalau malam .. Pemuda arah Johar tsb ...

castle_92
August 27th, 2011, 07:49 PM
^^ Itu Jl.Pemuda kalo malem banyak yang jual barang antik, di sepanjang trotoar deket Toko Oen mas edytoah :)

edytoah
August 27th, 2011, 10:25 PM
^^
O seberangnya ya Mas Castle ..
Bar kesel klitikan golek barang antik trs pijet ning pinggir dalan .. Wkkwkkwkk .. Tp sayange kesanne krg aman ya daerah situ apalagi malem2 ..
Kiitikan paling enak memang ning Kokrosono opo ning njero Johar dhisik yo ono

ssphila
August 28th, 2011, 07:16 AM
^^ Aku yo gumun koq mas, pijet kerik'an ditempat terbuka opo yo ra'tambah masuk angin.... :P sori oot

Sekilas info : Crane-nya BCA Pemuda ternyata sdh tdk ada....

titus15
August 28th, 2011, 07:48 AM
Dipinjem siapa mas? Dipinjem BW star opo ya??

ssphila
August 28th, 2011, 08:02 AM
Waduh... perlu diselidiki ki... kemaren lewat BWStar kl ga salah nampaknya baru penggalian basement yg belakang.

FdanPiko
August 28th, 2011, 08:08 AM
habis lewat tol semarang ungaran. Enak, jadi lebih cepet.
Agak padat sih, bagi yang mabuk dianjurkan jangan lewat belok-belok nya lebih tajam dari cipularang maupun tol banyumanik.

ssphila
August 28th, 2011, 08:21 AM
^^ :lol: sampeyan ngebut mungkin mas....

Jalan tol ini masih banyak ujiannya... nunggu musim hujan tiba.... smoga tetap lancar & cepet tembus Solo - Yogya.

castle_92
August 28th, 2011, 12:03 PM
Whiz

http://img36.imageshack.us/img36/2443/cimg0631x.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/36/cimg0631x.jpg/)

Progress CPW

Jl. Pemuda
http://img546.imageshack.us/img546/3461/cimg0632z.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/546/cimg0632z.jpg/)


http://img38.imageshack.us/img38/4646/cimg0633r.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/38/cimg0633r.jpg/)


http://img52.imageshack.us/img52/3718/cimg0635.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/52/cimg0635.jpg/)

castle_92
August 28th, 2011, 12:06 PM
http://img546.imageshack.us/img546/2746/cimg0636f.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/546/cimg0636f.jpg/)


http://img41.imageshack.us/img41/4756/cimg0637x.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/41/cimg0637x.jpg/)

Jl. Pandanaran depan Indosat

http://img850.imageshack.us/img850/1060/cimg0638t.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/850/cimg0638t.jpg/)


http://img31.imageshack.us/img31/1531/cimg0639f.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/31/cimg0639f.jpg/)

:cheers: :cheers:

ssphila
August 28th, 2011, 02:32 PM
^^ Nice update & pics mas.

Progres cpw di Jl. Pandanaran ini langsung 2 sisi tdk spt di Jl. Pemuda. Koq bisa lain2 gitu ya ?

cristianadi
August 28th, 2011, 03:34 PM
Konstruksi Bendung Simongan Dikebut
Normalisasi Banjirkanal Barat Capai 52 Persen
SEMARANG BARAT - Proyek normalisasi Sungai Banjirkanal Barat sudah mencapai 52%. Kepala SNVT Pembangunan Waduk Jatibarang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana M Mazid mengutarakan, pada musim kemarau ini sangat mendukung pengerjaan berupa pengerukan sedimentasi, penataan lahan pada kanan-kiri sungai sampai pada penguatan Bendung Simongan.

”Sesuai tahapan kini sudah lebih dari 50%. Ditargetkan pada 2012 sudah selesai keseluruhan. Dengan begitu, saat Waduk Jatibarang selesai pada 2013, sungai ini bisa digunakan,” tandas dia, Jumat (26/8).

Plered

Pada Bendung Simongan, saat ini pelaksana proyek sedang fokus memasang konkritblock pada dasar sungai yang letaknya di bawah saluran bendungan atau lebih dikenal dengan plered. Kata Mazid, pemasangan blok-blok beton itu bertujuan untuk menjaga stabilitas dan proteksi tubuh bendung. ”Ini lanjutan dari growting atau penyuntikan beton ke dalam saluran air atau plered itu. Kalau tidak begitu, kondisi bendungan akan terancam dari aliran air sungai. Untuk masalah ini sudah capai 32%,” tandas dia.

Selain itu juga untuk menjaga konstruksi bendungan peninggalan Belanda itu juga telah dipasang steel sheet pile atau pipa baja sepanjang 12 meter. Pihak BBWS, lanjut Mazid, dalam proyek normalisasi sungai soal bendungan tetap harus dijaga. ”Itu (bendungan-red) sudah menjadi ikon Sungai Banjirkanal Barat. Kalau dari sekarang tidak dilakukan penguatan, bangunan sejarah itu bisa tidak kuat,” tandas dia.

Selain pekerjaan di atas, saluran dan pintu-pintu air Bendung Simongan seperti flushing gate 2x2 di bagian kanan dan kiri, intake Kali Semarang (empat pintu), dan Tawang Channel (dua pintu) akan diperbaiki dan diganti supaya menjadi satu kesatuan yang indah. Pada pintu air tersebut juga akan dilengkapi dengan rumah pintu dengan ciri arsitektur khas Jateng.
Sementara itu, untuk menjaga pipa air yang melintang di Sungai Banjirkanal Barat pihak PDAM Tirta Moedal juga melakukan penguatan. Kabag Humas Saebani menyatakan, pada sisi kanan-kiri pipa dipasang besi agar tidak mudah bergeser terkena aliran sungai. (H37,J9-69)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/08/27/157414/Normalisasi-Banjirkanal-Barat-Capai-52-Persen

cristianadi
August 28th, 2011, 03:36 PM
^^^^^^^^^^

sembilanbelas
August 28th, 2011, 04:58 PM
Sekilas info : Crane-nya BCA Pemuda ternyata sdh tdk ada....

Crane tersingkat berdirinya? Kayaknya perlu obat kuat biar berdirinya lama :lol:

titus15
August 28th, 2011, 05:00 PM
masak? sepertinya cukup lama beberapa bulan, sepertinya cranenya BPLP (PIP) lebih cepat dari BCA...

YB_Murty
August 28th, 2011, 07:47 PM
Jalan-jalan ke daerah jangli lalu nerobos sampai ke sekolah Bina Bangsa.... Ternyata ada penambahan gedung, bentuknya bundar dan sekarang sudah pekerjaan struktur, mau memasuki plat lantai 3. Moga-moga bisa 4-5 lantai. Sayang nggak bawa kamera.

Info anyar tapi terbatas, Akan masuk 2 hotel bintang 2 plus di Semarang dengan kapasitas 80-120 kamar. 1 buah di tengah kota dan satu lagi di kawasan atas. Wah, Semarang memang sedang menggeliat.

YB_Murty
August 29th, 2011, 11:11 AM
Warna yang meriah di hari-hari Lebaran ini menyemarakkan seluruh sudut negeri ini. Menjadi gawe besar dari ratusan juta rakyat di Negeri ini. Mulai dari yang berhimpit-himpit di semua jalur perjalanan baik di jalan raya, rel kereta, laut dan udara... kemudian sebentar lagi berpindah ke setiap masjid untuk bertakbir, dan paginya di segala sudut tempat sembahyang, di keluarga-keluarga dan segala tempat yang paling indah untuk berkumpul dan berbagi. Suatu keceriaan bagaikan kembalinya titik-titik air kepada samudra... asalnya... yang berbaur di dalam rasa yang menyatu dengan aroma harum yaitu syukur dan pujian yang tiada henti.

Saya dan keluarga menghaturkan Sugeng Riyadi yang Idul Fitri di hari yang agung 1432 Hijriyah, Mohon maaf lahir dan Batin. Semoga Karunia dan berkah Allah SWT yang tiada bandingnya, mengalir bagi kita semua, selamanya tiada berkesudahan, kini dan sepanjang masa.

Dan kawan-kawan yang menyatu atau singgah di Semarang, silahkan nikmati semua yang ada di hari yang penuh berkah ini... semoga ternikmati apa yang sudah diusahakan dan semoga mencapai inspirasi.

pitojo
August 29th, 2011, 11:26 PM
^^ Nice update & pics mas.

Progres cpw di Jl. Pandanaran ini langsung 2 sisi tdk spt di Jl. Pemuda. Koq bisa lain2 gitu ya ?

Ini karena pedestrian Jl. Pandanaran dikerjakan full dengan biaya kurang lebih 5 M, sedangkan Jl. Pemuda dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Kalau dari proses pengerjaannya kelihatanya ada yang berubah dari rencana pengerjaan pedestrian Jl. Pandanaran, yaitu tidak ada pemotongan pohon. Rencananya hampir semua pohon di pedestrian dipotong diganti seperti Jl. Pahlawan dikarenakan bentuk pohon2nya tidak karuan karena sering dipangkas PLN.

castle_92
August 30th, 2011, 04:22 AM
Ini karena pedestrian Jl. Pandanaran dikerjakan full dengan biaya kurang lebih 5 M, sedangkan Jl. Pemuda dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Kalau dari proses pengerjaannya kelihatanya ada yang berubah dari rencana pengerjaan pedestrian Jl. Pandanaran, yaitu tidak ada pemotongan pohon. Rencananya hampir semua pohon di pedestrian dipotong diganti seperti Jl. Pahlawan dikarenakan bentuk pohon2nya tidak karuan karena sering dipangkas PLN.

Tq infonya mas.....Moga pedestrian Jl. Pemuda diteruskan sampe Kantor Pos Johar :banana: :banana:

castle_92
August 30th, 2011, 04:41 AM
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

Minal Aidin Wal Faizin

Mohon Maaf Lahir & Batin :)

titus15
August 30th, 2011, 02:49 PM
sama-sama mas... mohon maaf lahir batin juga buat semua forummer SSC siapa tau ada salah kata, dan salah tingkah... :P

titus15
August 30th, 2011, 03:03 PM
http://img812.imageshack.us/img812/1274/30301947.jpg

Btw dari foto om Bos di treat Which are the 10 top skyline cities in Indonesia?
Kok di atas CMol ini ada ijo2 nya semacam pot ya?? Apa sedang program penghijauan ya??

titus15
August 30th, 2011, 03:04 PM
http://img812.imageshack.us/img812/1274/30301947.jpg

Btw dari foto om Bos di treat Which are the 10 top skyline cities in Indonesia?
Kok di atas CMol ini ada ijo2 nya semacam pot ya?? Padahal itu sepertinya area utility ya?? Apa sedang program penghijauan ya??

ssphila
August 30th, 2011, 03:37 PM
^^ Spertinya sdh ada entah sejak kapan, bulan Feb 2011 wkt sy potret2 juga sdh ada.

Saya juga mau ucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin - untuk semua forumer ataupun silent reader apabila ada salah kata baik sengaja maupun tidak. Terima kasih.

========
BCA Pemuda sdh tanpa crane

http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/DSC02293.jpg

titus15
August 30th, 2011, 04:36 PM
Ini karena pedestrian Jl. Pandanaran dikerjakan full dengan biaya kurang lebih 5 M, sedangkan Jl. Pemuda dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Kalau dari proses pengerjaannya kelihatanya ada yang berubah dari rencana pengerjaan pedestrian Jl. Pandanaran, yaitu tidak ada pemotongan pohon. Rencananya hampir semua pohon di pedestrian dipotong diganti seperti Jl. Pahlawan dikarenakan bentuk pohon2nya tidak karuan karena sering dipangkas PLN.

Btw program kali ini kok bisa gencar ya pembiayaannya. Jamannya pak Kawi dulu padestriian/citywalk yang akhirnya direalisasi di Kta Lama biayanya nggak sebesar ini, dan kesannya ada semacam proyek percontohan di beberapa kota. Kalo nggak salah, di program yang sama Solo juga dapat untuk bikin Citywalk di Slamet Riyadi. Sayangnya Ciwalk di kota lama gagal, sekalipun program selesai, tai efeknya kurang dapat dirasakan dengan tetap minimnya kegiatan disana...

ssphila
August 30th, 2011, 05:40 PM
^^ Sy 2 kali ke citywalk kota lama pd saat itu, menurut perasaan saya :

Suasana kurang nyaman, masih terasa perasaan was2 yg luar biasa, lampu yg sangat kurang terang, was2 juga utk parkir disekitar, banyak nyamuk. Kurang sekali tempat duduk.

Yg sdh cukup bagus : bbrp harga makanan tdk aji mumpung (normal).

finalA
August 31st, 2011, 03:56 AM
http://i656.photobucket.com/albums/uu288/ridwanfinal/lebaran.jpg

ssphila
August 31st, 2011, 12:27 PM
^^ Sami2 mas finalA

==========

Di web resminya Siloam Hospital tertulis 2013 Siloam Hospitals Srondol Semarang

Ni linknya : www.siloamhospitals.com (http://www.siloamhospitals.com/content/future-developments)

Srondol yg sebelah mana ya ?

=======
RIP TVB :goodbye:, welkom KompasTV :soon:

Disayangkan menambah channel nasional dgn 'membunuh' lokal.... :no:

David-80
August 31st, 2011, 07:30 PM
RIP TVB , welkom KompasTV

Disayangkan menambah channel nasional dgn 'membunuh' lokal...

Katanya sih cuman 60-40 jadi nama tetep tvb tapi siaran nya 50% kompas tv

cheers

ssphila
August 31st, 2011, 10:26 PM
^^ Ya semoga demikian (sesuai kesepakatan awal :D) Tapi siang & sore tadi hanya melihat logo KompasTV. Bbrp hari lalu masih melihat logo tvb yg berubah jadi huruf saja tanpa ada gambar Borobudur-nya.

......................

Bimo mengatakan, mulai 30 Agustus 2011 hingga 8 September 2011, Kompas TV sedang melakukan simulasi operasi on-air, simulasi operasi teknik, dan simulasi untuk fungsi lainnya. ”Kita akan mengudara secara penuh pada 9 September,” kata Bimo.

Sejauh ini, menurut Bimo, sudah ada kerjasama Kompas TV dengan sembilan lembaga penyiaran daerah. ”Permintaan kerjasama terus mengalir,” katanya. Komposisi siaran terbagi dalam 70 persen nasional dan 30 persen lokal.

Sedang komposisi program Kompas TV adalah 60 persen berita dan inspiring knowledge dan 40 persen hiburan (entertainment). Daftar program-program yang sudah siap tayang dapat dilihat di situs web http://www.kompas.tv.

Source : http://oase.kompas.com/read/2011/08/31/20074795/KompasTV.Mulai.Dinikmati

bozhart
August 31st, 2011, 10:32 PM
Kl Lekko barusan buka blm seminggu, cabang yg di Gajahmada. Kedai beringin sdh ada bbrp bulan, yg di Teuku Umar juga udah bbrp bulan.

Wah mumpung di Semarang request foto Semarang buat banner om, kota tua ato skyline bolehlah om Boz. Biar sekali-kali Semarang berkibar di banner SSC :colgate: thanks in advance.
Thanks infonya.

Gw belum menemukan spot bagus di Kota Lama yg bisa mengambil gambar sepanjang banner.


---------------------------------------------


Balik kampung mesti kuliner dhisik yo Om Bozhart .sin dilacak ning Foursquare mesthi kui dhisik ..hehehehe ..
Hehehe tiap hari kan harus makan :D
Four Square di mana ya?


---------------------------------------------


Kok di atas CMol ini ada ijo2 nya semacam pot ya?? Padahal itu sepertinya area utility ya?? Apa sedang program penghijauan ya??
Mungkin utk mengurangi panas malnya?


---------------------------------------------


Bukannya kalo dinyalakan malah tambah macet om?? Bener2 spot teraneh di dunia...
Sedangkan lampu lalu lintas saya jamin tak laku apalagi pas jam padet di Pagi, Siang dan Sore dan jelang malam. Terasalah sekarang betapa susah juga keluar dari TOL melalui Jatingaleh karena cross dengan arus Teuku Umar-Setiabudi.
Jembatan Jatingaleh ini mirip dgn beberapa jembatan yg melintas di atas jalan tol lingkar luar Jakarta sepanjang Jl Simatupang. Jembatan2 di sana hanya menggunakan traffic light utk mengatur lalu lintasnya. Dua gambar di bawah ini mirip2. Kenapa Jatingaleh tidak bisa menggunakan traffic light seperti jembatan2 di Jakarta itu ya? Malah Jatingaleh tidak sepadat dgn yg di Jakarta. Kan lebih baik traffic light dinyalakan dari pada saling ngotot memotong jalan seperti sekarang ini? Prioritas pembagian lalu lintas bisa diprogram otomatis sesuai dgn waktu kegiatan masyarakat misal jam berangkat / pulang kerja, hari libur dsb.

1) Jatingaleh
http://img849.imageshack.us/img849/291/jatingaleh.jpg

2) Salah satu jembatan di tol lingkar luar Jakarta
http://img694.imageshack.us/img694/442/deptan.jpg

ssphila
August 31st, 2011, 10:45 PM
^^ Mirip ya persimpangannya. Kl ga salah swaktu dulu lampu TL dinyalakan pernah ada antrian yg dr arah exit tol sampe panjang, mungkin itu salah 1 faktor lampu TL dimatikan. Ini juga karena ada Pasar Jatingaleh disana & pastinya plat kuning pada ngetem & brenti seenaknya.

Yg Foursquare itu mungkin maksudnya aplikasi hp om, bukan nama resto :D

sembilanbelas
September 1st, 2011, 02:33 AM
Selamat Idul Fitri 1432 H, mohon maaf lahir dan batin...
--------------


Di web resminya Siloam Hospital tertulis 2013 Siloam Hospitals Srondol Semarang

Ni linknya : www.siloamhospitals.com (http://www.siloamhospitals.com/content/future-developments)

Srondol yg sebelah mana ya ?


Bakal bersaing dengan RS milik Bagas Waras Nuswantoro dan juga DNH

titus15
September 1st, 2011, 04:31 AM
^^ berarti DNH sudah membaca kebutuhan ya?? Bahwa beberapa waktu kedepan Semarang atas bakal banyak ditumbuhi RS berkelas. Btw DNH paling cepat terakses dari pintu tol...

titus15
September 1st, 2011, 04:34 AM
^^ bte kesulitan dalam pengoperasian TL jatingaleh karena persimpangannya sangat banyak, kedua masing2 jalan yang terakses sama-sama aktif namun tingkat keaktifannya berbeda2. Namun yang tingkat keaktifannya rendahpun cukup ramai juga. Jadi kalo TL dinyalakan akan ada detik yang terbuang di suatu jalur untuk menghabiskan arus dari jalur yang lainnya. Oleh karenanya diperlukan rekayasa lalu lintas....(IMO)

titus15
September 1st, 2011, 04:58 AM
Thanks infonya.

Gw belum menemukan spot bagus di Kota Lama yg bisa mengambil gambar sepanjang banner.



Seharusnya dari Rooftop gedung keuangan negara bisa dapat view kota lama yang oke dengan catatan, gedung PTP jangan dibiarkan tidak terawat, pertamanan/pepohonan lebih diatur lagi, jangan justru menutupi bangunan lama, warung PKL dipindah, diganti ruang terbuka saja, dan terminal angkot dipindah juga...

YB_Murty
September 1st, 2011, 10:25 AM
Kasusnya beda tetapi ruwetnya sama juga dan di jatingaleh tak dapat diselesaikan sama dengan foto yang di Jakarta. Cara engineering yang paling pas adalah seperti yang sudah saya kemukakan sejak awal. Yaitu dengan membangun jalan layang (fly pass) antara Teuku Umar mulai depan BRI hingga jln Setia Budi tepatnya hingga di titik tanjakan Gombel (baik arah ruas setiabudi dan gombel lama). Lalu lintas lokal yang hendak motong memotong jalan silahkan lewat bawah dengan komando Trafic light karena sudah tidak padet lagi, sementara kendaraan yang tak ada tujuan di sepanjang jalan setiabudi - teuku umar bagian bawah (daerah jatingaleh) ya silahkan lewat bawah termasuk yang dari TOL. Ini akan membuat kondisi lancar dan nyaman. Pembangunan Fly Pass ini tak kurang sepanjang 750 m dan paling menghabiskan 100-120M saja termasuk keperluan pembebasan jalan kanan kiri di setiabudi dan teuku umar. Kalau kesulitan dana ya nanti dicarikan sumbangan... kan demi kelancaran dan kenyamanan.

YB_Murty
September 1st, 2011, 10:56 AM
^^ berarti DNH sudah membaca kebutuhan ya?? Bahwa beberapa waktu kedepan Semarang atas bakal banyak ditumbuhi RS berkelas. Btw DNH paling cepat terakses dari pintu tol...

DNH berdiri karena keinginan untuk membangun integrated campus di Tembalang, yaitu dengan memindahkan Fakultas kedokteran di kampus tembalang. Dengan begitu dapat lebih fokus mengembangkan dunia pendidikan kedokteran yang integrated antara Fakultas Kedokteran dan fakultas lain secara dukung mendukung (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Keperawatan, Fak Psikologi, Fak MIPA dengan Biologi dan Kimianya). Ke depan membuka peluang membangun riset bersama secara integrated antara fakultas-fakultas tersebut. Kebutulan di daerah Semarang Atas memang belum berkembang Rumah Sakit besar sehingga keberadaan DNH sangat dibutuhkan di daerah atas. Sedang mengenai Pencapaian sebenarnya tidak terlalu bagus juga. Memang dekat dengan Pintu TOL tembalang, namun rencana jalan masuk langsung melalui TOL juga masih wacana. Keunggulan DNH sebenarnya tok harus dari sisi pencapaian transport. Kelengkapan dan kinerja serta kwalitasnya terutama untuk sisi Riset menjadikannya tetap dicari walau tempatnya nyelinap.

Sedangkan keberadaan RS-RS baru (BWN dan Siloam) yang berada di daerah atas memang cenderung merapat ke jalan-jalan utama sehingga diharapkan gampang menjual. Menjaring kalangan elite sudah pasti mengutamakan faktor accessibilitas dan kwalitas teknis maupun pelayanan. Nampaknya kedua RS ini saling mengintip. Tapi minimal ini akan memaksa keduanya siloam mengerahkan daya upayanya untuk membangun RS-nya tidak sekedar "menjual secara komersial". DNH tentunya tidak akan tinggal sudah pasti ada rencana ke depan hendak membangun RSnya semaju mungkin... setidaknya berkeinginan sekwalitas NUH di Singapore. Sudah disiapkan kemungkinan-kemungkinan pembangunan berikutnya yang jauh lebih besar dari yang sekarang. Ini akan membuat persaingan secara kwalitas RS di Semarang nantinya semakin semarak. Semoga hasilnya positif sehingga berobat ke Semarang akan menjadi pertimbangan wajib bagi orang-orang yang selama ini mengandalkan pengobatan di luar negeri.

edytoah
September 1st, 2011, 11:38 AM
Seharusnya dari Rooftop gedung keuangan negara bisa dapat view kota lama yang oke dengan catatan, gedung PTP jangan dibiarkan tidak terawat, pertamanan/pepohonan lebih diatur lagi, jangan justru menutupi bangunan lama, warung PKL dipindah, diganti ruang terbuka saja, dan terminal angkot dipindah juga...

"Angle" Gedung tua PTP Mberok ini pas banget sebetulnya, kanannya Gedung Papak.
Jadi inget postingan photo angle serupa model Eropa.Mungkin kalau dibuat semacam ini OK khali,jadi ntar wisata air ngak hanya di BKB aja.

http://img690.imageshack.us/img690/7311/psptpmberok.jpg

YB_Murty
September 1st, 2011, 12:43 PM
Btw program kali ini kok bisa gencar ya pembiayaannya. Jamannya pak Kawi dulu padestriian/citywalk yang akhirnya direalisasi di Kta Lama biayanya nggak sebesar ini, dan kesannya ada semacam proyek percontohan di beberapa kota. Kalo nggak salah, di program yang sama Solo juga dapat untuk bikin Citywalk di Slamet Riyadi. Sayangnya Ciwalk di kota lama gagal, sekalipun program selesai, tai efeknya kurang dapat dirasakan dengan tetap minimnya kegiatan disana...

Memang sudah saatnya wajah kota dibikin berseri. Dan waktu itu ekspektasi untuk menyemarakkan kota lama begitu tinggi. Saya tak bisa pungkiri karena teman-teman arsitek dan perencana kota waktu itu begitu gethol dan bersemangat terhadap kota lama. Tak tanggung-tanggung polder Tawang yang akhirnya hanya seperti itu dibangun dengan menyedot anggaran yang cukup besar. Dan kenyataannya kota lama hanya berubah sedikit, dengan kegiatan yang tak begitu menonjol. Dibutuhkan tak sekedar membangun fisik infrastruktur kawasan kota lama, tetapi juga harus masuk ke revitalisasi gedung-gedung yang ada, termasuk menciptakan program ekonomi dan bisnis yang khusus di kawasan ini agar bisa hidup. Dan biayanya tak bisa tanggung dan harus bekerja sama secara luas dengan berbagai pihak.

Untuk itu sudah tepat Soemarmo membidik dulu kawasan kota yang saat ini sudah berputar kehidupannya, seperti Pahlawan, Simpang Lima, Pandanaran, Tugu Muda, Pemuda dan coridor-coridor jalan-jalan utama kota. Selama ini terkesan dibiarkan dan berkembang semaunya. Dengan penataan yang baru ini, saya yakin akan memudahkan (minimal mengemukakan alasan) menata keadaan sepanjang lingkungan jalan. PKL pun akan mudah diajak ditata, Gedung-gedung sekitar jalan akan semangat mempercantik gedungnya. Kawasan jalan makin terangkat, investasi sepanjang coridor jalan tentu saja akan semakin menggeliat. Semakin lama efek dominonya semakin positif.

castle_92
September 1st, 2011, 07:32 PM
"Angle" Gedung tua PTP Mberok ini pas banget sebetulnya, kanannya Gedung Papak.
Jadi inget postingan photo angle serupa model Eropa.Mungkin kalau dibuat semacam ini OK khali,jadi ntar wisata air ngak hanya di BKB aja.

http://img690.imageshack.us/img690/7311/psptpmberok.jpg

Yup memang bagus, tapi sayang gedungnya tak terawat :ohno: Bisa dijadikan banner juga sebetulnya :yes: :yes:

http://i712.photobucket.com/albums/ww123/java_89/36.jpg

Dari atas (film kala)
http://img259.imageshack.us/img259/7884/kalastill08jpegcopyil4.jpg
from http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=273211&page=8

YB_Murty
September 1st, 2011, 10:07 PM
Yup memang bagus, tapi sayang gedungnya tak terawat :ohno: Bisa dijadikan banner juga sebetulnya :yes: :yes:

http://i712.photobucket.com/albums/ww123/java_89/36.jpg

Sudah lama sekali kondisi ini dalam pandangan mata. Bukti bahwa Historical dan uniknya gedung-gedung tua hanyalah nomor sekian. PKL yang merusak pemandangan (maaf), tak lekas ditolong dicarikan tempat yang lebih beradap. bagian dari Kawasan kota Lama ini seakan hanya menjadi tempat penampungan sementara tetapi kok jadi permanen. Sungai (kali) Semarang yang sebenarnya kesatuan visual story dengan gedung-gedung tua itu menjadi terabaikan. Akankah ini terus seperti ini sampai pergantian wali kota berikutnya???? Sepertinya kondisi ini merupakan pekerjaan yang teramat susah diselesaikan... ataukah selalu terlupakan dan terlewatkan? Sementara dengan gagahnya saat berkoar-koar tentang pelestarian Kota Lama.

Dari atas (film kala)
http://img259.imageshack.us/img259/7884/kalastill08jpegcopyil4.jpg
from http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=273211&page=8

Sekiranya film-film seperti ini kemudian dibebani suatu royalti bagi pemeran pembantu yang selalu dilupakan... yang bernama KOTA LAMA??? Hanyakah Kota Lama yang eksotik ini hanya jadi beground semata? Di kota lama ini bisa dijadikan banyak cerita... dan semoga setelah ini, insan perfilman juga menyadari betapa pemeran "pembantu" ini juga harus dihargai.... tak cukup hanya membayar ijin lokasi syuting saja.... Hasil film yang bagus.... dan ucapan terimakasih kepada artefak-artefak kota lama yang bersejarah dan sangat dilestarikan.:ohno::ohno:

titus15
September 2nd, 2011, 03:15 AM
jangan terlalu kapitalistik gitulah... jadi tempat syuting sudah merupakan promosi sendiri bagi kawasan kota lama. Semakin seringbuat syuting makin terkenal kawasan itu, tinggal bagaimana pemangku kepentingan dalam hal ini Pemkot memanfaatkan fenomena tersebut, sehingga jadi menguntungkan buat kota dan kawasan itu.

Misalnya, kalo 'Indiana Jones' atau 'james Bond' syuting di kota lama (ngayal mode:on), bisa saja bikin Movie Traveler, atau Tour wisata tempat2 yang jadi lokasi syuting film2 tertentu yang terkenal, bisa juga bikin Museum Film untuk mengarsip film2 yang disyuting disitu. Bisa juga jadi penarik investor buka Cafe disitu, dengan mencitrakan kawasan itu sering buat syuting dan dipublikasikan lewat film pada para investor. Pasti akan menyenangkan buat semua...

Kalo dibebani royalti, nanti ndak ada yangh mau syuting disitu, soalnya hasil keuntungan buat film nasional bener2 kecil, ndak cucuk buat bagi royalti kayak gitu. Biasanya kalo tempat itu jatuhnya sewa. Tapi kalo dalam shot di atas (yang Fahri Albar/film kala) gimana hitungnya coba, lokasi syuting di gedung Papak, tapi backgroundnya Kota Lama, siapa yangdapat? tempat buat syutungnya atau backgroundnya? atau dua2nya? bisa bengkak biaya syuting nantinya...

titus15
September 2nd, 2011, 03:32 AM
TRit semarang ini ngobrol ngalor ngidul baliknya ke Kota Lama lagi...padahal Pemkot belum juga bikin Cation buat kawasan ini... sekarang paling realistis menunggu janji Mr HiMast memasang lampu Hi Mastnya di kawasan ini dan menata kembali Taman Srigunting yang dalam 10 tahun terakhir mungkin sudah sekitar 5 kali ditata ulang... (opo ra kesel?? mending tenaganya dipake mikir yang lain, misalnya merelokasi bangkai kendaraan Satlantas), kemudian realisasi merayu investor masuk ke kota lama...

Venantio
September 2nd, 2011, 03:43 AM
^^ bte kesulitan dalam pengoperasian TL jatingaleh karena persimpangannya sangat banyak, kedua masing2 jalan yang terakses sama-sama aktif namun tingkat keaktifannya berbeda2. Namun yang tingkat keaktifannya rendahpun cukup ramai juga. Jadi kalo TL dinyalakan akan ada detik yang terbuang di suatu jalur untuk menghabiskan arus dari jalur yang lainnya. Oleh karenanya diperlukan rekayasa lalu lintas....(IMO)

Mirip ya persimpangannya. Kl ga salah swaktu dulu lampu TL dinyalakan pernah ada antrian yg dr arah exit tol sampe panjang, mungkin itu salah 1 faktor lampu TL dimatikan. Ini juga karena ada Pasar Jatingaleh disana & pastinya plat kuning pada ngetem & brenti seenaknya.


Ini yang saya suka bingung, kesadaran warga Semarang dan Indonesia pada khususnya, terutama para "penegak hukum" sering terbalik-balik. Seharusnya disadari bahwa keberadaan lampu lalu lintas dan Undang-undang lalu lintas itu pertama-tama adalah untuk SAFETY. Keamanan seharusnya memegang prioritas utama.

Bagi saya, sangat konyol mematikan TL hanya karena adanya potensi kemacetan. Setiap saya keluar tol Jatingaleh dari arah Banyumanik mau menuju ke downtown Semarang, ngeri rasanya karena harus nyebrang jalan, sementara lalu lintas sering kali ganas. Apalagi dari arah Gombel yang menurun.. Kendaraan biasanya berkecapatan cukup tinggi....

Jika alasannya adalah kemacetan, apalagi adanya kendaraan umum yang ngetem sembarangan di pasar, itu benar-benar nggak masuk di akal saya. Seharusnya, kendaraan umum itulah yang harus ditertibkan, bukannya malah mengorbankan ketertiban dan keselamatan hanya untuk ketidaktertiban....

Adanya detik yang terbuang seperti mas Titus bilang juga alasan yang aneh... Managemen lalu lintas di Indonesia yang diterapkan pada Traffic Light pada umumnya telah terkondisikan sedemikian rupa sehingga waktu lampu merah menyala menjadi lebih lama daripada lampu hijau.

Satu contoh: di suatu perempatan (namanya perempatan berarti ada empat simpangan), TL menyala bergantian. Durasi lampu hijau katakan 1 menit. Itu berarti para pengendara harus menunggu giliran selama 3 x 1 menit = tiga menit untuk kemudian diperbolehkan jalan. Nah, cara bergiliran seperti ini mengakibatkan waktu tunggu yang cukup lama, apalagi di jalan raya yang sangat padat. Ini yang berpotensi mengakibatkan antrian panjang....

Akan tetapi hal ini tidak bisa disalahkan mengingat kecenderungan pengendara Indonesia yang pada umumnya tidak disiplin dan mau menang sendiri.

Sebenarnya, jika kebiasaan pengendara Indonesia bisa berubah menjadi lebih disiplin (yang sangat sulit mengingat sebagian besar mendapatkan SIM-nya aja nembak, tidak pakai ujian...), waktu tunggu di lampu merah TL bisa dipersingkat tanpa mengubah atau memperpendek durasi lampu hijau.

ssphila
September 2nd, 2011, 06:17 AM
^^ Bener2 aneh tp nyata ya mas, penegak hukum serasa sdh gak mampu lagi, kalah bandel dlm menegakkan aturan lalin. Poin di alinea terakhir... sangat Indonesia banget. :D

=====
Tadi liat tvb logonya ganti btv nampak dilayar bersama logo kompastv

titus15
September 2nd, 2011, 09:44 AM
Adanya detik yang terbuang seperti mas Titus bilang juga alasan yang aneh... Managemen lalu lintas di Indonesia yang diterapkan pada Traffic Light pada umumnya telah terkondisikan sedemikian rupa sehingga waktu lampu merah menyala menjadi lebih lama daripada lampu hijau.

Satu contoh: di suatu perempatan (namanya perempatan berarti ada empat simpangan), TL menyala bergantian. Durasi lampu hijau katakan 1 menit. Itu berarti para pengendara harus menunggu giliran selama 3 x 1 menit = tiga menit untuk kemudian diperbolehkan jalan. Nah, cara bergiliran seperti ini mengakibatkan waktu tunggu yang cukup lama, apalagi di jalan raya yang sangat padat. Ini yang berpotensi mengakibatkan antrian panjang....

Ini yang jadi masalah, karena kapasitas jalan2 diseputar kawasan Jatingaleh ini beda2. Kalo mau digolongkan jalur rame tetaplah dari Kaliwiru ke Gombel, jalur padat sedang adalah jalur ke bendan. Lalu ada jalur yang kepadatannya sedikit dibawah bendan adalah dari arah pasar jatingaleh, adalpun yang kearah Jangli bisa dikatakan rendah kepadatannya tapi tetap jalan aktif.

Yang membuat ruwet lagi semua persimpangan, bermuara di Simpang jatingaleh, padahal masing2 dari kelas jalan yang berbeda, mulai jalan Tol, Jalan Nasional(Teuku umar-setyabudi), Jalan Kota (Jl Karangrejo) bahkan jalan kampung (ke Jangli) dan Pasar Jatingaleh. Jika dibuat alur melingkarpun agak sulit juga, misalnya dari jl Karangrejo dibuang lewat jl Telaga Bodas misalnya, sulit juga karena akan menjadi pertigaan di tanjakan yang sulit juga menggunakan TL lagi yang jaraknya juga tak seberapa jauh dari Jatingaleh.

Maka ini membutuhkan perhitungan yang cermat buat masing2 persimpangan. Mana yang perlu hijau lebih lama dari jalur yang lain, dan itupun perlu perhitungan yang berbeda-beda setiap jam-jam tertentu. Sebetulnya jika sudah angkat tangan dengan TL, polisi harus mau terjun langsung ful mengatasi kesemrawutan disini, sampai wacana Underpas maupun Flypass terealisasi...

titus15
September 2nd, 2011, 10:51 AM
Supaya lengkap pembahasannya tentang Jatingaleh ini monggo dipirsani video tentang persimpangan tepo sliro ini. Siapa tau dapat hikmat dan ide yang cemerlang mengatasi kemacetan dikawasan ini di masa mendatang:
Lvstu0BiuI4

ssphila
September 2nd, 2011, 12:11 PM
^^ Wah selamat mas... ada katroTV. Melengkapi bozhartTV, smoga muncul TV2 yg lain :P

bozhart
September 2nd, 2011, 06:07 PM
Kl ga salah swaktu dulu lampu TL dinyalakan pernah ada antrian yg dr arah exit tol sampe panjang, mungkin itu salah 1 faktor lampu TL dimatikan. Ini juga karena ada Pasar Jatingaleh disana & pastinya plat kuning pada ngetem & brenti seenaknya.

Yg Foursquare itu mungkin maksudnya aplikasi hp om, bukan nama resto :D
Ooh Foursquare itu sebuah aplikasi software, thanks :D

Antrian panjang di exit tol yg terjadi pd waktu itu mungkin disebabkan waktu nyala lampu merah dan hijau tetap sama sepanjang hari, seharusnya waktu nyala berubah2 mengikuti kepadatan jalannya. Perlu dilakukan survey utk menghitung kepadatan jalan pd jam2 tertentu sepanjang hari. Hari kerja dan hari libur juga berbeda. Dari hasil survey itu dibuat program traffic light otomatis.


--------------------------------------------


^^ bte kesulitan dalam pengoperasian TL jatingaleh karena persimpangannya sangat banyak, kedua masing2 jalan yang terakses sama-sama aktif namun tingkat keaktifannya berbeda2. Namun yang tingkat keaktifannya rendahpun cukup ramai juga. Jadi kalo TL dinyalakan akan ada detik yang terbuang di suatu jalur untuk menghabiskan arus dari jalur yang lainnya. Oleh karenanya diperlukan rekayasa lalu lintas....(IMO)
Bukankah persimpangan di Jakarta itu juga sama banyak dan semuanya aktif dan ramai dari segala arah? Di Jatingaleh yg ramai hanya Setiabudi - Teuku Umar (dua arah) dan exit tol dari arah Banyumanik.


--------------------------------------------


Kasusnya beda tetapi ruwetnya sama juga dan di jatingaleh tak dapat diselesaikan sama dengan foto yang di Jakarta. Cara engineering yang paling pas adalah seperti yang sudah saya kemukakan sejak awal. Yaitu dengan membangun jalan layang (fly pass) antara Teuku Umar mulai depan BRI hingga jln Setia Budi tepatnya hingga di titik tanjakan Gombel (baik arah ruas setiabudi dan gombel lama). Lalu lintas lokal yang hendak motong memotong jalan silahkan lewat bawah dengan komando Trafic light karena sudah tidak padet lagi, sementara kendaraan yang tak ada tujuan di sepanjang jalan setiabudi - teuku umar bagian bawah (daerah jatingaleh) ya silahkan lewat bawah termasuk yang dari TOL. Ini akan membuat kondisi lancar dan nyaman. Pembangunan Fly Pass ini tak kurang sepanjang 750 m dan paling menghabiskan 100-120M saja termasuk keperluan pembebasan jalan kanan kiri di setiabudi dan teuku umar. Kalau kesulitan dana ya nanti dicarikan sumbangan... kan demi kelancaran dan kenyamanan.
Flyover jelas lebih efektif dari pada traffic light. Saling memotong jalan itu sudah terjadi saat ini, diperlukan tindakan sekarang juga misalnya menurunkan polisi setiap hari atau memasang traffic light yg telah terprogram sesuai dgn hasil survey yg sdh disebut di atas.


--------------------------------------------


Maka ini membutuhkan perhitungan yang cermat buat masing2 persimpangan. Mana yang perlu hijau lebih lama dari jalur yang lain, dan itupun perlu perhitungan yang berbeda-beda setiap jam-jam tertentu. Sebetulnya jika sudah angkat tangan dengan TL, polisi harus mau terjun langsung ful mengatasi kesemrawutan disini, sampai wacana Underpas maupun Flypass terealisasi...
Kalau Polisi tidak mau terjun langsung, Pak Ogah pasti mau mengambil alih dan akan sangat membantu memotong jalan :bash:


--------------------------------------------


Seharusnya dari Rooftop gedung keuangan negara bisa dapat view kota lama yang oke dengan catatan, gedung PTP jangan dibiarkan tidak terawat, pertamanan/pepohonan lebih diatur lagi, jangan justru menutupi bangunan lama, warung PKL dipindah, diganti ruang terbuka saja, dan terminal angkot dipindah juga...
Mungkin bisa disiasati dgn foto malam hari, PKL2nya gak kelihatan. Tapi bagaimana cara naik ke rooftop gedung keuangan negara pd malam hari? :nuts:


--------------------------------------------


"Angle" Gedung tua PTP Mberok ini pas banget sebetulnya, kanannya Gedung Papak.
Jadi inget postingan photo angle serupa model Eropa.Mungkin kalau dibuat semacam ini OK khali,jadi ntar wisata air ngak hanya di BKB aja.
Pemandangan Gedung PTP dan Gedung Keuangan Negara dari Jembatan Berok itu masih kurang panjang utk banner.

ssphila
September 2nd, 2011, 06:29 PM
Kalau Polisi tidak mau terjun langsung, Pak Ogah pasti mau mengambil alih dan akan sangat membantu memotong jalan :bash:



^^ Waduh, kebanyakan (gaksemua) 'pakogah' itu pasti mendahulukan yg mbayari om... asal setop...


Mungkin bisa disiasati dgn foto malam hari, PKL2nya gak kelihatan. Tapi bagaimana cara naik ke rooftop gedung keuangan negara pd malam hari? :nuts:

^^ :lol: kecuali ijin sperti yg bikin film itu ya...

ssphila
September 2nd, 2011, 06:32 PM
Tampilan baru interior McD Ciputra
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/DSC02318.jpg

(imo) malah kesan sumpek....

Nambah outdor (maaf blurry)
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/DSC02319.jpg

cyberprince
September 2nd, 2011, 07:17 PM
http://farm7.static.flickr.com/6010/5997807037_bc52c2d690_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/stewiedewie/5997807037/)
Indonesia - Java - Semarang - Hotel Novotel Semarang (http://www.flickr.com/photos/stewiedewie/5997807037/) by Stewart Leiwakabessy (http://www.flickr.com/people/stewiedewie/), on Flickr


Tampak tiga project lumayan gede, Whiz, BCA dan Paragon Extension.. sayang ini foto agak lama, Whiz udah TO kan?.. coba tanah segitiga di depan itu dibangun kayak di Times Square :)

titus15
September 2nd, 2011, 07:24 PM
Ooh Foursquare itu sebuah aplikasi software, thanks :D

Antrian panjang di exit tol yg terjadi pd waktu itu mungkin disebabkan waktu nyala lampu merah dan hijau tetap sama sepanjang hari, seharusnya waktu nyala berubah2 mengikuti kepadatan jalannya. Perlu dilakukan survey utk menghitung kepadatan jalan pd jam2 tertentu sepanjang hari. Hari kerja dan hari libur juga berbeda. Dari hasil survey itu dibuat program traffic light otomatis.


Bukankah persimpangan di Jakarta itu juga sama banyak dan semuanya aktif dan ramai dari segala arah? Di Jatingaleh yg ramai hanya Setiabudi - Teuku Umar (dua arah) dan exit tol dari arah Banyumanik.


Flyover jelas lebih efektif dari pada traffic light. Saling memotong jalan itu sudah terjadi saat ini, diperlukan tindakan sekarang juga misalnya menurunkan polisi setiap hari atau memasang traffic light yg telah terprogram sesuai dgn hasil survey yg sdh disebut di atas.


Kalau Polisi tidak mau terjun langsung, Pak Ogah pasti mau mengambil alih dan akan sangat membantu memotong jalan :bash:

Justru itu masalahnya, di Jakarta jadi tidak begitu ruwet karena tingkat kepadatan dan masing2 kelas jalannya hampir sama, jadi manajemen waktu TL lebih mudah. Kalo Jatingaleh karena Kelas jalan beda, kepadatan masing2 waktu juga beda, belum lagi faktor pasar dan angkutan umum dan sulitnya membuat jalur pengalihan (karena tanjakan) membuat makin sulitnya managemen trafic disana-sini.

Tapi saat ini saya kira pak ogah lebih baik daripada misalnya kita harus mendatangkan Briptu Eka Frestya buat mengamankan trafik disini, takutnya malah bisa macet 24 jam nantinya.


Mungkin bisa disiasati dgn foto malam hari, PKL2nya gak kelihatan. Tapi bagaimana cara naik ke rooftop gedung keuangan negara pd malam hari? :nuts:

Pemandangan Gedung PTP dan Gedung Keuangan Negara dari Jembatan Berok itu masih kurang panjang utk banner.

Mungkin harus dari Bank mandiri, PTP, Gedung papak sampai kantor pos, pake swap panoramic. Masalahnya beberapa spot bangunan tertutup pohon dan PKL.

Naik Rooftop GKN tentu harus pake orang dalam. Ada yang kenal orang dalam??

ssphila
September 2nd, 2011, 07:41 PM
^^ :doh: ekafresh meneh..... ya gpp mmg harusnya pulisi yg ngatur... :P

======
@cyberprince : Apik fotone mas... cuma balok kanan-kirinya yg menjadikan krg maksimal.

Betul, Whiz sdh TO mas. Itu nampak kanan masih calon lahan extention-nya Paragon, blm apa2, cuma dipaving saja utk parkir motor.

Saya juga pengen jadi mirip timesquare :yes:, mungkin 50 thn lagi :lol:

titus15
September 2nd, 2011, 07:49 PM
^^ hehe... tapi masalah kemacetan gini2 kan tugasnya NTMC (kesatuannya mbak Ekafres to??), kalo briptu Nurman lain urusannya, yang itu lebih cocok panggung ndangdut hehe...
---------------------
Btw itu bukan balok mas, saya kira itu Gordyn, jadi salah satu elemen artistik framing yang mau disajijakn sang fotographer. Menurutku oke aja sih, cuma langitnya kurang dramatis...

ssphila
September 2nd, 2011, 07:56 PM
:malumodeon: :lol: korden to ??!! maaf.... ya kl gitu harusnya jangan dicrop bawahnya (imo) kayak yg foto dari jendela Lawang Sewu melihat Tugu Muda itu bagus...

titus15
September 2nd, 2011, 08:00 PM
http://farm7.static.flickr.com/6010/5997807037_bc52c2d690_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/stewiedewie/5997807037/)
Indonesia - Java - Semarang - Hotel Novotel Semarang (http://www.flickr.com/photos/stewiedewie/5997807037/) by Stewart Leiwakabessy (http://www.flickr.com/people/stewiedewie/), on Flickr


Tampak tiga project lumayan gede, Whiz, BCA dan Paragon Extension.. sayang ini foto agak lama, Whiz udah TO kan?.. coba tanah segitiga di depan itu dibangun kayak di Times Square :)
Semoga lahan2 kosong itu segera dibangun. Btw Semarang Theatre itu jadi semak belukar, ukuranya lumayan juga sekitar 800m2. Bisa jadi apa ya lahan segitu. Tapi bagian depannya sebisa mungkin dipertahankan. Miip stasiun Poncol menurutku...

ssphila
September 2nd, 2011, 08:07 PM
Ya jadi theatre lagi aja mas... bukan bioskop... live show aja yg pas.... ato Museum Rekor Indonesia disitu juga oke... pokoknya yg kira2 bau2 Semarang bangetlah

bozhart
September 2nd, 2011, 08:07 PM
Tapi saat ini saya kira pak ogah lebih baik daripada misalnya kita harus mendatangkan Briptu Eka Frestya buat mengamankan trafik disini, takutnya malah bisa macet 24 jam nantinya.
Hahaha :lol:

Oh ya apa Semarang punya pusat manajemen lalu lintas spt NTMC itu? Di mana? Apa dari situ bisa memantau Jatingaleh dan mengatur traffic light dgn manual dari jarak jauh?

titus15
September 2nd, 2011, 09:07 PM
^^ kayaknya belum ada Om, kalo ada mungkin udah gak begitu macet hehe... wong gazon aja sebagian masih dari tong darurat aja gitu kok...

Btw cctv NTMC di Semarang ada di beberapa tempat:
Gereja Tugu Muda
Jatingaleh
Pintu Tol Kaligawe
Pintu Tol Krapyak
Semarang
Tol Banyumanik

Jatingaleh termasuk satu diantaranya: http://118.97.77.140:8080/BARU/web/main/index#tabs-1

cuma di peta itu kok kebalik ya, Jatingaleh dan tol banyumanik tertukar tempat. Apa itu masalahnya sehingga kemacetan tidak terurai. Jatingaleh macet dibilang lancar padahal CCTVnya di tol banyumanik??? hehe...

titus15
September 2nd, 2011, 10:04 PM
Ya jadi theatre lagi aja mas... bukan bioskop... live show aja yg pas.... ato Museum Rekor Indonesia disitu juga oke... pokoknya yg kira2 bau2 Semarang bangetlah
Jamu Jago ini kok adem ayem saja. Btw Jaya Suprana itu konsar-konser sana kemakari bawa Wayang Orang ke Sidney pula sambil ngejams dengan kwartet punakawnnya... mbok bikin gedung resital di Semarang gitu ya?? Sekalian digabung sama MURIne sekalian kan malah Joss...
Kalo kejadian bisa jadi kota Romantis juga nih Semarang....

titus15
September 2nd, 2011, 10:14 PM
^^ Wah selamat mas... ada katroTV. Melengkapi bozhartTV, smoga muncul TV2 yg lain :P
nyaingi Kompas Group dengan BTV nya...

edytoah
September 3rd, 2011, 02:14 AM
^^ Ya semoga demikian (sesuai kesepakatan awal :D) Tapi siang & sore tadi hanya melihat logo KompasTV. Bbrp hari lalu masih melihat logo tvb yg berubah jadi huruf saja tanpa ada gambar Borobudur-nya.



Source : http://oase.kompas.com/read/2011/08/31/20074795/KompasTV.Mulai.Dinikmati

Mungkin memang beberapa tv lokal didirikan untuk antispasi suatu saat dijual ke tv Nasional.
Kalau tidak salah ada peraturan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) ttg tv berjaringan yang memperbolehkan tv-tv lokal melakukan relay tv nasional.
Sy denger SCTV sudah lama antisipasi mendirikan tv-tv lokal di kota2 Sulawesi,kelompok TransTv mungkin pastinya juga, juga kelompok Gramedia dgn KompasTVnya di kota-2 besar di Jawa.Sepertinya stasion tv nasional juga rebutan jaringan dan kanal yang memang dibatasi juga untuk tv-tv lokal di daerah.
Sebelumnya ProTV juga sudah kerja sama dengan rekam ulang siaran QTV Jakarta,walau belum relay langsung.Tidak tahu apakah sama kepemilikan ProTV dgn QTV.
TV berjaringan ini mungkin suatu saat akan tergerus dengan adanya InternetTV.Indonesia mungkin masih agak lama,karena jaringan infrastruktur "bandwith" lebar 3G keatas mungkin masih tersendat dan msh terasa mahal.

Hampir sama dengan stasion radio FM yang masih exist,walau terbuka untuk menjadi eradio di internet dengan memasang server streaming webhosting di suatu internet service provider.
Di Jakarta juga ada rumor aka adan sebuah InternetTV yang didirikan seorang mantan presenter sexy, di Semarang juga sama sebuah Stasion Radio FM siaran religi khusus akan buat InternetTV juga.

Intinya adalah "local contain" yang dijual,karena siaran tv lokal 100 % juga kadang akan membosankan jika suatu saat banyak tv lokal,sampai ke tingkat kabupaten mungkin.Contoh di sebuah kota kecil di Belanda yang penduduknya sedikit,sebuah tv lokal sampai kehabisan acara,sampai acara kawinan dan anjing hilangpun jadi bahan siaran.IMHO Local contain ideal memang 50-50 jika tv lokal tsb akan exist.

castle_92
September 3rd, 2011, 03:16 AM
http://farm7.static.flickr.com/6010/5997807037_bc52c2d690_b.jpg (http://www.flickr.com/photos/stewiedewie/5997807037/)
Indonesia - Java - Semarang - Hotel Novotel Semarang (http://www.flickr.com/photos/stewiedewie/5997807037/) by Stewart Leiwakabessy (http://www.flickr.com/people/stewiedewie/), on Flickr


Tampak tiga project lumayan gede, Whiz, BCA dan Paragon Extension.. sayang ini foto agak lama, Whiz udah TO kan?.. coba tanah segitiga di depan itu dibangun kayak di Times Square :)

Seputaran CBD pemuda masih ada beberapa tanah kosong, potensial buat dibangun :)

ssphila
September 3rd, 2011, 05:04 AM
^^ agree, sangat potensial... bakalan smakin mahal lahan sekitar itu

Jamu Jago ini kok adem ayem saja. Btw Jaya Suprana itu konsar-konser sana kemakari bawa Wayang Orang ke Sidney pula sambil ngejams dengan kwartet punakawnnya... mbok bikin gedung resital di Semarang gitu ya?? Sekalian digabung sama MURIne sekalian kan malah Joss...
Kalo kejadian bisa jadi kota Romantis juga nih Semarang....

mungkin ini cara awal mempromosikan grup kesenian itu mas, mirip org jual jamu, bakmi jawa, nasi ayam, dll. Lah nanti kl sdh terkenal baru 'manggon' buka disatu tempat, langganan yg nyamperin :D

ssphila
September 3rd, 2011, 05:10 AM
Mungkin memang beberapa tv lokal didirikan untuk antispasi suatu saat dijual ke tv Nasional.
Kalau tidak salah ada peraturan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) ttg tv berjaringan yang memperbolehkan tv-tv lokal melakukan relay tv nasional.
Sy denger SCTV sudah lama antisipasi mendirikan tv-tv lokal di kota2 Sulawesi,kelompok TransTv mungkin pastinya juga, juga kelompok Gramedia dgn KompasTVnya di kota-2 besar di Jawa.Sepertinya stasion tv nasional juga rebutan jaringan dan kanal yang memang dibatasi juga untuk tv-tv lokal di daerah.
Sebelumnya ProTV juga sudah kerja sama dengan rekam ulang siaran QTV Jakarta,walau belum relay langsung.Tidak tahu apakah sama kepemilikan ProTV dgn QTV.
TV berjaringan ini mungkin suatu saat akan tergerus dengan adanya InternetTV.Indonesia mungkin masih agak lama,karena jaringan infrastruktur "bandwith" lebar 3G keatas mungkin masih tersendat dan msh terasa mahal.

Hampir sama dengan stasion radio FM yang masih exist,walau terbuka untuk menjadi eradio di internet dengan memasang server streaming webhosting di suatu internet service provider.
Di Jakarta juga ada rumor aka adan sebuah InternetTV yang didirikan seorang mantan presenter sexy, di Semarang juga sama sebuah Stasion Radio FM siaran religi khusus akan buat InternetTV juga.

Intinya adalah "local contain" yang dijual,karena siaran tv lokal 100 % juga kadang akan membosankan jika suatu saat banyak tv lokal,sampai ke tingkat kabupaten mungkin.Contoh di sebuah kota kecil di Belanda yang penduduknya sedikit,sebuah tv lokal sampai kehabisan acara,sampai acara kawinan dan anjing hilangpun jadi bahan siaran.IMHO Local contain ideal memang 50-50 jika tv lokal tsb akan exist.

^^ nice info :okay: thanks mas. Cuma yg sy gak bgt paham soal batasan frekwensi apa tiap kota/daerah lain2 ? knp di Jkt & Sby bisa bgt byk channel ? ktnya yg di Smg abis :nuts:

Setuju tv lokal ya tetep lokalnya 50% sd cukup itu.

titus15
September 3rd, 2011, 08:05 AM
^^ sebetulnya dengan TV yang ada sekarangpun (nasional) sebetulnya juga kehabisan acara. Liat saja semua TV yang dibahas sama, antara Nazarudin dan Amira, kadang-kadang ada Luna Maya ke gap sama Nurman kamaru buat selingan. Intinya nasional atau lokal kalo kreatif memanfaatkan trend pasti menarik juga. Di Suriname orang jawa cuma 75.000 orang saja, tapi ada 3 TV Jawa, yang ditonton tidak cuma oleh orang Jawa, walaupun mayoritas acaranya Jawa. Jadi bisa lebih menarik kan?

Btw, tentang TV Lokal non lokal, orang Jakarta ternyata sekarang punya cara pandang yang aneh. karena mereka saat ini sudah TV Cable minded, maka TV siaran nasional yang kita tangkap saat ini seperti SCTV, Trans TV dkk mereka sebut TV Lokal. Makanya penggiat TV berjaringan bingung juga, ketika mereka membela TV Lokal dalam arti sebenarnya dirancukan dengan TV Nasional yang sudah dilokalkan sama orang2 Jakarta... :P

titus15
September 3rd, 2011, 08:26 AM
maaf oot>> Tentang frekuensi penjalasannya seperti ini.Di Indonesia umumnya per wilayah hanya punya maksimal 14kanal, untuk menempati saluran 22-62. Sebetulnya secara keseluruhan ada sekitar 40 saluran, tapi semuanya tak bisa digunakan bersamaan. Alasannya dalam satu daerah saluran yang digunakan tak boleh berhimpitan, misalnya saluran 22 dan 23, karena nantinya kedua saluran ini akan melemahkan sinyal. maka hanya bisa sama-sama genap atau ganjil. Kemudian dikurangi juga bbeberapa saluran buat selular dan frekuensi lain-lain misalnya untuk penerbangan dll (ini saya kurang paham).
Intinya satu wilayah maksimal 14 chanel saja. Nah dari 14 chanel ini sebagian besar sudah dimiliki oleh TVRI dan TV Swasta nasional. Rata-rata perwilayah hanya sisa 3 untuk TV lokal (makanya Suara Merdeka batal siaran dan beli TVKU).
Di jakarta kemungkinan chanel banyak karena menggunakan frekuensi dari kawasan sebelah, seperti Banten, tapi karena powernya besar maka bisa sampai mencapai Jakarta juga. Kebetulan Banten kan kalo dari sebagian besar kawasan Jakarta arahnya searah juga dengan kompleks pemancar Jakarta di Joglo, jadi mereka diuntungkan juga bisa siaran sampai Jakarta, dan bisa mengklaim pangsa audiencenya sampai Jakarta.

Di kawasan Jateng DIY halini terjadi juga. Misalnay TATV Solo, sebenarnya ijin siarannya justru tidak di solo, tapi di Magelang, karena jatah frequensi Jogja Solo (satu kawasan) sudah habis oleh beberapa TV di Jogja dan TV Swasta nasional lainnya di bukit Patuk gunung Kidul. Orang solo untung sekali punya pemancar di Magelang, karena dengan arah antena yang sama( ke Patuk dan sekaligus magelang>>Barat)) Mereka bisa mengakses seluruh siaran TV nasional, lokal jogja dan TATV Sekaligus. Sementara di kawasan Jogja (yang ada di sebelah barat bukit Patuk), tak bisa menerima tayangan TATV dengan baik karena antenanya terlanjur diarahkan ke Patuk/timur, padahal pemancar TATV ada di barat...

Semoga bisa menjelaskan...

edytoah
September 3rd, 2011, 01:24 PM
^^
OOT . lagi ya ..Tks penjelasanya Mas Titus ..mantab kalau penjelasannya dari pakar siaran TV je ..

Kalau ntar sdh ada InternetTV batasan Channel/kanal itu akan hilang mungkin ... otomatis merambat InternetTV di seluler juga .. (Kalau seluler yang ada tvnya sekarang masih analog bkn InternetTV).
InternetTV juga memungkinkan menuju ke TV/Video on Demand yang akan jadi saingan Cable-tv.
InternetTV perangkatnya sudah ada dijual agen toko elektronik di Semarang.Bener batasan tv lokal,Nasional sudah semakin kabur lagi krn akan semakin mengglobal,"World become a small village" dari Bill Gate terbukti.

FYI kalau untuk eradio di Semarang bahkan ada sebuah siaran radio relegi khusus,ie. Radio Rhema di Semarang mungkin yang pertama di Indonesia setau saya yang connect ke jaringan seluler Flexy cdma.
Di Jakarta dan Bandung ada beberapa eradio tp blm connect ke port jaringan seluler.Tp kembali lagi masalah "bandwith" dan beaya,di Indonesia masih mahal,tp kecenderungan pulsa internet mungkin semakin lama semakin murah dengan persaingan operator seluler baik cdma maupun gsm.Kita doakan saja,walau tidak dapat dipungkiri hampir semua operator seluler swasta sudah mayoritas kepunyaan asing.Ada yang bilang pulsa seluler sudah seperti togel, pembantu RT pun minimal main smsan ke kerabat di kampung halaman mereka.

Venantio
September 3rd, 2011, 02:24 PM
Supaya lengkap pembahasannya tentang Jatingaleh ini monggo dipirsani video tentang persimpangan tepo sliro ini. Siapa tau dapat hikmat dan ide yang cemerlang mengatasi kemacetan dikawasan ini di masa mendatang:
Lvstu0BiuI4

Setiap saya lewat di situ, tensi saya kayaknya langsung loncat deh... :lol:
Sekali lagi saya nggak habis pikir, kok bisa-bisanya TL dihapuskan dari perempatan itu, hanya karena potensi kemacetan dan adanya ketidaktertiban. Mosok kita harus menunggu sampai terjadinya kecelakaan dan/atau korban jiwa sih...??

Dengan kondisi dan cara mengemudi orang Indonesia sekarang ini yang cenderung selalu ceroboh dan seenaknya sendiri (termasuk saya kalau lagi pulang kampung... hehehehee), satu-satunya cara paling efektif ya aktifkan lagi TL di situ....

Saya pribadi termasuk yang nggak setuju dengan adanya pak Ogah, kecuali jika itu memang resmi dan terlatih (seperti dulu ada gerakan Disiplin Nasional) untuk membantu pihak berwenang mengatur lalu lintas.

Terus juga di kawasan-kawasan tertentu di Semarang (juga di kota-kota lain) pasti kita pernah melihat rambu bertuliskan "Anda memasuki kawasan tertib lalu lintas". Ini bagi saya lucu banget.... Masak rambu itu mesti sampai ditulis sih? Ini kan artinya bahwa di jalanan umumnya (boleh) tidak tertib dan hanya di jalan tertentu yang ada tulisannya itu saja yang harus dan wajib tertib.... Aneh menurut saya sih...

Begitu kita masuk kawasan jalan, di mana pun tanpa kecuali, entah jalan raya atau jalan kampung, tertib lalu lintas harus sudah diterapkan. Tapi ya... Indonesia banget dah... hahahaha... Sori OOT.

titus15
September 3rd, 2011, 02:49 PM
^^ kawasan tertib lalu lintas itu kalo nggak salah dulu karena dendanya beda apa ya??? Lebih mahal... proogram lama tahun 90an

tentang jatingaleh saya kira bukan menyerah pada kesemrawutan. Tapi mana yang lebih baik. Pakai TL pernah terbukti makin memperparah kemacetan, jadi harus pilih yang lebih baik sampai ada solusi yang tepat. Sejauh ini wacana Flypass/underpass udah mulai digulirkan. Tapi menurut saya perlu dipikirkan juga jalur alternatif lain menuju Semarang bawah. Sejauh ini protokol utama dari awah ke atas ya cuma teuku umar-setyabudi ini. Perlu dipikirkan jalur tembus Srondol gunungpati dan Sigar bencah Majapahit. Tidak sekedar pengadaan jalan saja, tapi penataan yang lebih integrated, seperti pengadaan pusat bisnis dll. Sehingga misalnya warga Banyumanik kelo mau belanja tidak harus ke Semarang via Setyabudi, tapi bisa juga ke Sambiroto via Sigarbencah misalnya...

titus15
September 3rd, 2011, 04:15 PM
^^
OOT . lagi ya ..Tks penjelasanya Mas Titus ..mantab kalau penjelasannya dari pakar siaran TV je ..

Kalau ntar sdh ada InternetTV batasan Channel/kanal itu akan hilang mungkin ... otomatis merambat InternetTV di seluler juga .. (Kalau seluler yang ada tvnya sekarang masih analog bkn InternetTV).
InternetTV juga memungkinkan menuju ke TV/Video on Demand yang akan jadi saingan Cable-tv.
InternetTV perangkatnya sudah ada dijual agen toko elektronik di Semarang.Bener batasan tv lokal,Nasional sudah semakin kabur lagi krn akan semakin mengglobal,"World become a small village" dari Bill Gate terbukti.

FYI kalau untuk eradio di Semarang bahkan ada sebuah siaran radio relegi khusus,ie. Radio Rhema di Semarang mungkin yang pertama di Indonesia setau saya yang connect ke jaringan seluler Flexy cdma.
Di Jakarta dan Bandung ada beberapa eradio tp blm connect ke port jaringan seluler.Tp kembali lagi masalah "bandwith" dan beaya,di Indonesia masih mahal,tp kecenderungan pulsa internet mungkin semakin lama semakin murah dengan persaingan operator seluler baik cdma maupun gsm.Kita doakan saja,walau tidak dapat dipungkiri hampir semua operator seluler swasta sudah mayoritas kepunyaan asing.Ada yang bilang pulsa seluler sudah seperti togel, pembantu RT pun minimal main smsan ke kerabat di kampung halaman mereka.

Katanya TV kampus Unisula mau coba yang internet selular.

Memang kondisi saat ini dengan adanya konvergensi media membikin jadi sangat membingungkan. Media semakin menjamur seiring banyak kepentingan yang bermain baik bisnis maupun politis. Teknologi boleh membuat banyak pilihan, pemain boleh makin banyak. Tapi ingat, teknologi hanya media saja, dan secanggih apapun harganya mungkin dapat terbeli. Yang tak sanggupdibeli sembarang orang adalah pola siaran dan program. Hanya TV dengan program yang baik yang bisa bertahan, apapun teknologi yang digunakan. KArena sebenarnya membuat program TV jauh lebih mahal daripada pengadaan teknologi broadcasting Hi End sekalipun.

TV konvensional (baca: TV lama) jauh lebih kuat kukunya di bidang jaringan kerja, sindikasi talent, rental alat dan studio, mekanisme resourching, jeringan pemasaran dll dengan mengandalkan populasi pemirsa potensial yang jauh lebih jelas daripada media baru yang sedang coba-coba.
Media baru ini, menurut saya hanya kuda hitam saja....

NB tentang frekuensi ada penjelasannya disini: http://internal.physics.uwa.edu.au/~agm/ppftv04.pdf

Venantio
September 3rd, 2011, 04:24 PM
^^ kawasan tertib lalu lintas itu kalo nggak salah dulu karena dendanya beda apa ya??? Lebih mahal... proogram lama tahun 90an

tentang jatingaleh saya kira bukan menyerah pada kesemrawutan. Tapi mana yang lebih baik. Pakai TL pernah terbukti makin memperparah kemacetan, jadi harus pilih yang lebih baik sampai ada solusi yang tepat. Sejauh ini wacana Flypass/underpass udah mulai digulirkan. Tapi menurut saya perlu dipikirkan juga jalur alternatif lain menuju Semarang bawah. Sejauh ini protokol utama dari awah ke atas ya cuma teuku umar-setyabudi ini. Perlu dipikirkan jalur tembus Srondol gunungpati dan Sigar bencah Majapahit. Tidak sekedar pengadaan jalan saja, tapi penataan yang lebih integrated, seperti pengadaan pusat bisnis dll. Sehingga misalnya warga Banyumanik kelo mau belanja tidak harus ke Semarang via Setyabudi, tapi bisa juga ke Sambiroto via Sigarbencah misalnya...

Kalau memang dendanya lebih tinggi ya mesti dituliskan juga dendanya, bukan cuma kawasan ketertibannya... Biar transparan. Tapi kok lewat kawasan itu dan kawasan biasa yang lainnya sama aja tuh... hahaha

Maksudnya, jika belum ada alternatif untuk mengurangi kemacetan, ya jangan dimatikan dulu TL-nya. Dan lihat dulu masalahnya di mana. Jika macet karena adanya pasar dan ketidaktertiban angkutan umum yang ngetem di situ, itulah yang mestinya diselesaikan dulu. Jika setelah selesai, kemacetan masih terjadi, berarti harus dipikirkan yang lain seperti fly over. Sementara belum jadi ya jangan matikan dulu TL-nya. Atau jika terpaksa sambil menunggu fly over selesai, ya mesti ada polisi atau petugas yang menjaga di sana setiap hari... Karena dengan begitu masalah safety tetap dikedepankan... Karena memang tujuan utama peraturan lalu lintas ada di masalah safety.

Apakah sekarang memang sudah ada pemikiran dibuatnya jalan akses ke kota bawah selain Jatingaleh?

BTW, mas Titus, bisa cariin asal usul nama Jatingaleh dan Gombel nggak? Soalnya saya sejak kecil pengen tau apa latar belakang penamaan wilayah itu jadi Jatingaleh dan Gombel. Kan bisa ditulis di Semarang story dan history... Hehehe.. Saya malah belum kontribusi apa-apa ya... Oke back to topic ya... Ini saya ng-oot-nya udah kebanyakan....

titus15
September 3rd, 2011, 04:38 PM
^^ Kalo Gombel saya kurang tahu, ada yang bilang terkait Wewe Gombel (hantu yang suka nyulik/ngumpetin anak) yang banyak ada disitu, tapi saya kuran yakin juga sih. Kalo Jatingaleh ada hubungannya dengan cerita pembangunan masjid Agung Demak. Singkat cerita Sunan Kalijaga mencari pohon jati untuk Sokoguru masjid, ditemukanlah di daerah perbukitan Semarang (dulu belum dinamakan Semarang), saat dikunjungi untuk yang kedua kalinya, ternyata pohon jati itu hilang berpindah tempat ke kawasan manyaran yang sekarang di kenal kawasan Gua Kreo (waduk Jatibarang UC), dalam posisi tercepit tebing. Atas bantuan kera-kera penghuni kawasan itu, maka kayu jati tersebut berhasil dibawa ke Demak. nah nama Jatingaleh ini berasal dari pohon jati yang ngaleh (pindah).

Kalau saya bandingkan cerita ini fantastis, kaya film Narnia, pohon bisa jalan, kera bisa ngomong, terus kalo ada warak ngendok lebih seru lagi hewan campur2 naga, kambing dna burung... wah unik tenan pokoke...

Tentang trafic di Jatingaleh ini, saya rasa percuma juga berbusa-busa. Dari data lapangan yang ada memang Dishub belum masuk prioritas pak Marmo. indikatornya jelas, Terminal mangkang belum optimal, pembangunan koridor busway nggak spartan, terboyo tetepmerana, dan kemacetan disana-sini makin parah. munkin setelah semua trotoar cantik dan semua jalan dikasih Hi Mast, baru transportasi ini kebagian perhatian...

tapi untungnya saja jatingaleh belum separah ini:
UIthEM6pDqw

cyberprince
September 3rd, 2011, 09:20 PM
http://img833.imageshack.us/img833/1166/56577145.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/833/56577145.jpg/)
http://www.panoramio.com/photo/56577145

di sebelah kiri itu project Mutiara Garden kah? sepertinya foto ini diambil dari Gumaya, dan sudah agak lama berselang. soalnya belum ada crane di lahan project tersebut.

titus15
September 4th, 2011, 03:44 AM
kalo dari angle ini kelihatan skyline Semarang ompong...:P

Ya Mutiara Garden, karena projectnya di selatan dan paling dekat dengan Gumaya

ssphila
September 4th, 2011, 04:29 AM
Iya ompong, ambil gambarnya pas background gunung, kekiri baru terlihat CBD Simapala, kekanan CBD Pemuda. Thx Cyberprince, itu termasuk foto update baru ya, bisa dipostkan di thread-nya MG apartment.

bozhart
September 4th, 2011, 06:02 AM
Btw cctv NTMC di Semarang ada di beberapa tempat:
Gereja Tugu Muda
Jatingaleh
Pintu Tol Kaligawe
Pintu Tol Krapyak
Semarang
Tol Banyumanik

Jatingaleh termasuk satu diantaranya: http://118.97.77.140:8080/BARU/web/main/index#tabs-1
Gambar video kok gak muncul? Apakah ada yg bisa melihat videonya?

Apakah ada CCTV di Jl Diponegoro Ungaran dekat keluar tol Semarang-Ungaran?

ssphila
September 4th, 2011, 01:00 PM
^^ Yg sy pernah liat cctv-nya Jasa Marga di Semarang, kl yg di per3an tol-Ungaran sepertinya blm ada.


Terus juga di kawasan-kawasan tertentu di Semarang (juga di kota-kota lain) pasti kita pernah melihat rambu bertuliskan "Anda memasuki kawasan tertib lalu lintas". Ini bagi saya lucu banget.... Masak rambu itu mesti sampai ditulis sih? Ini kan artinya bahwa di jalanan umumnya (boleh) tidak tertib dan hanya di jalan tertentu yang ada tulisannya itu saja yang harus dan wajib tertib.... Aneh menurut saya sih...

Begitu kita masuk kawasan jalan, di mana pun tanpa kecuali, entah jalan raya atau jalan kampung, tertib lalu lintas harus sudah diterapkan. Tapi ya... Indonesia banget dah... hahahaha... Sori OOT.

^^ kawasan tertib lalu lintas itu kalo nggak salah dulu karena dendanya beda apa ya??? Lebih mahal... proogram lama tahun 90an


^^ Betul spt yg dijelaskan Mas Titus, Kawasan tertib lalin program lama. Kl ga salah dimulai sejak adanya helmisasi (1980an). Jadi itu cara pihak berwajib memasyarakatkan helm pd saat itu, dimulai dr jalan protokol, kemudian berkembang sampai pada diberlakukannya UU lalin tahun 92 yg dendanya lbh besar. cmiiw. Kebetulan sy baru post 'sesuatu' di thread gado2 Indonesia Banget.

ssphila
September 4th, 2011, 01:07 PM
Jl Pandanaran seberang McD ini dipakai sebagai tempat parkir darurat saat liburan lebaran ini. Jadi kira2 kalau jalan ini & taman disebelah secara permanen dipakai sebagai tempat parkir tingkat model baja rangka yg pernah sy post bbrp wkt lalu bgmn ?

http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/DSC02339.jpg

M.I.A.N
September 4th, 2011, 02:58 PM
Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis tembalang

http://img607.imageshack.us/img607/8545/1ekonomi.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/607/1ekonomi.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Venantio
September 4th, 2011, 03:04 PM
^^ Betul spt yg dijelaskan Mas Titus, Kawasan tertib lalin program lama. Kl ga salah dimulai sejak adanya helmisasi (1980an). Jadi itu cara pihak berwajib memasyarakatkan helm pd saat itu, dimulai dr jalan protokol, kemudian berkembang sampai pada diberlakukannya UU lalin tahun 92 yg dendanya lbh besar. cmiiw. Kebetulan sy baru post 'sesuatu' di thread gado2 Indonesia Banget.

Oke.. berarti itu program lama? Apa masih berlaku? Jika tidak lagi, seandainya ada yang punya akses ke pihak berwajib, bisa disampaikan agar rambu-rambu yang sudah tidak berlaku dicopot saja biar nggak membingungkan dan menyesatkan.... Yang saya tahu di pintu masuk ke jalan Thamrin dari Jl Pemuda itu masih terpasang rambu tersebut (syukur kalo udah dicopot). Sekalian untuk membangun Semarang dari sisi hukum dan ketertiban....:):)

pitojo
September 4th, 2011, 03:23 PM
Progress Proyek Waduk Jatibarang :

http://img840.imageshack.us/img840/8696/jatibarang4.jpg

http://img844.imageshack.us/img844/1301/jatibarang1.jpg

http://img51.imageshack.us/img51/2283/jatibarang6.jpg

Rencana daerah genangan waduk
http://img853.imageshack.us/img853/2113/jatibarang5.jpg

ssphila
September 4th, 2011, 04:32 PM
^^ Thanks buat update-nya Mas M.I.A.N & pitojo

@pitojo : Mas itu difoto ke 3 apakah bakal akses jalan utk umum ke waduk nantinya ? Kl iya, apa gak kurang lebar ya ?
Yg di foto terakhir rencana genangan waduk nampak sutet, tp spertinya sdh tdk dipake ya ? Tak nampak kabelnya.


Oke.. berarti itu program lama? Apa masih berlaku? Jika tidak lagi, seandainya ada yang punya akses ke pihak berwajib, bisa disampaikan agar rambu-rambu yang sudah tidak berlaku dicopot saja biar nggak membingungkan dan menyesatkan.... Yang saya tahu di pintu masuk ke jalan Thamrin dari Jl Pemuda itu masih terpasang rambu tersebut (syukur kalo udah dicopot). Sekalian untuk membangun Semarang dari sisi hukum dan ketertiban....:):)

Setau sy jalan manapun sdh sama semua ya, jadi harusnya rambu itu harusnya 'meaningless'. Sy pernah hampir ditilang krn rambu yg salah & sy lapor ke Polisi, katanya itu wewenang dishub & katanya akan disampaikan, tp sampai detik ini rambu itu masih ada. Sy sih blm pernah coba langsung ke dinas terkait.

edytoah
September 4th, 2011, 05:55 PM
^^ Sami2 mas finalA

==========

Di web resminya Siloam Hospital tertulis 2013 Siloam Hospitals Srondol Semarang

Ni linknya : www.siloamhospitals.com (http://www.siloamhospitals.com/content/future-developments)

Srondol yg sebelah mana ya ?

=======






Bakal bersaing dengan RS milik Bagas Waras Nuswantoro dan juga DNH

^^ berarti DNH sudah membaca kebutuhan ya?? Bahwa beberapa waktu kedepan Semarang atas bakal banyak ditumbuhi RS berkelas. Btw DNH paling cepat terakses dari pintu tol...

Di Sukun Raya sebelah kanan kira-2 100m dari lampu merah ada lahan sekitar 1ha lebih sudah dipagar seng.Dulu di tanah itu ada papan-nama usaha catering,dpn garasi bis Umbul Mulyo.
Sukun Raya masih termasuk Srondol ngak sih ? Tp keluar ke lampu merah jalan raya Setiabudi termasuk Srondol.Di lampu merah ad Pom bensin dan Warung Pizza.

Mungkin tanah itu lokasi salah satu RS tsb ..entah Siloam atau BWN/DNH ?

ssphila
September 4th, 2011, 06:09 PM
^^ Thanks infonya mas, bisa jadi sih kl 1 ha. Spertinya sy tau lokasi itu, dulu juga dipakai sewa mobil & cuci mobil ya ? Ya, seharusnya masuk Sukun spertinya, tp kdg org sebutnya daerah Sukun-Srondol. Nice info :okay:

Btw, teman2 minta sumbang sarannya duonk utk ajuin banner Semarang, bisa liat di thread Semarang - Nusantara, ini link-nya http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1354211&page=43

titus15
September 4th, 2011, 06:14 PM
Kawasan tertib Lalulintas sekitar 1995an, saya sudah di jogja tapi pernah ketanggor polisi gara2 nrabas bangjo (padahal bangjonya ketutupan pos polisi-nah lho), waktu sosialisasi KTL. Jadi dendanya belom maksimal... :P

DNH udah jadi di kampus Undip, BWN masih nunggu konfirmasi pak YB Murty...Kalo kelurahannya kantor kelurahan Srondol KUlon ada di belakangnya ADA Swalayan. Carefour itu judulnya carefur srondol...

btw, dijalanan banyak artefak, selain rambu2 yang nggak aptudet, ada juga pelican crosing dan halte2 yang udah nggak kepake. Selain itu ada juga pos surat dan beberapa box telpon umum....

pitojo
September 4th, 2011, 06:14 PM
^^ Thanks buat update-nya Mas M.I.A.N & pitojo

@pitojo : Mas itu difoto ke 3 apakah bakal akses jalan utk umum ke waduk nantinya ? Kl iya, apa gak kurang lebar ya ?
Yg di foto terakhir rencana genangan waduk nampak sutet, tp spertinya sdh tdk dipake ya ? Tak nampak kabelnya.



Kayaknya itu rencana jalan yang akan mengelilingi "Pulau Gua Kreo". Sutetnya sudah digeser ke tepi waduk, tinggal tiangnya yang belum dibongkar.

edytoah
September 4th, 2011, 06:19 PM
Gambar video kok gak muncul? Apakah ada yg bisa melihat videonya?

Apakah ada CCTV di Jl Diponegoro Ungaran dekat keluar tol Semarang-Ungaran?

Sy ganti iki wae yo Mas bozhart,dp macet lht yg adem bening-bening ...

Briptu Eka Frestya,presenter NTMC Metro TV
http://img190.imageshack.us/img190/206/briptuekafrestya2.jpg

titus15
September 4th, 2011, 08:23 PM
^^ kayaknya harus log in dulubaru bisa liat videonya om...

titus15
September 5th, 2011, 04:24 AM
Ekonomi & Bisnis
05 September 2011

Ritel Internasional Minati Semarang
SEMARANG- Prospek bisnis ritel yang semakin cerah di Kota Semarang, mulai dilirik oleh pebisnis. Akhir tahun 2011 nanti, rencananya empat ritel berskala nasional dan internasional yaitu Everbest, Electronic Solution, dan Martha Tilaar, akan segera masuk ke Semarang. Empat ritel tersebut nantinya akan menempati gerai di salah satu mal terbesar di Kota Semarang, Mal Paragon City di Jl Pemuda.

Menurut General Manager Mal Paragon City Handoyo K Setyadi, meski Mal Paragon memiliki biaya sewa ruang lebih tinggi dibandingkan mal lain, namun pihaknya tetap bisa menjual ruang yg dimiliki. Ini karena para perusahaan memiliki tolok ukur sendiri seperti kenyamanan, untuk membuka ruang usaha di Paragon. Apalagi tahun ini Crowne Plaza Hotel juga akan segera buka di Mal Paragon.

“Kami telah menyediakan tempat seluas 200 meter persegi untuk gerai baru Electronic Solution. Selain itu, akan ada juga tenant baru milik Martha Tilaar dan Everbest,” kata Handoyo.
Promotion Manager Mal Paragon City, Dian Widiyanti menambahkan, rata-rata para pemilik tenant memiliki standar khusus dalam melihat mal untuk dijadikan tempat ruang usaha. Mereka melihat desain bangunan, lokasi, standar khusus yang ditetapkan, dan barang yg dijual.

“Sekarang ini masyarakat Semarang sudah menginkan produk-produk kelas atas seperti Starbuck, Hush Puppies. Produk-produk ini sudah ditunggu konsumen. Padahal selama ini masyarakat Semarang terkenal susah untuk beli barang,” ujarnya.

Dari total jumlah tenant yang dimiliki Mal Paragon sebanyak 158 buah, sampai saat ini telah terisi148 tenant. Lama sewa tenant yang diterapkan minimal selama tiga tahun. Sementara untuk tenant anchor seperti Matahari, memiliki masa sewa hingga 20 tahun. Mal yang selalu dikunjungi 30.000-50.000 pengunjung tiap harinya ini, memiliki penataan tenant yang sudah dirancang khusus di tiap lantainya agar kenyamanan, lebersihan, dan kehigienisan tetap terjaga. Seperti di lantai dasar, tenant yang ada adalah bertaraf internasional mulai drai fashion, serta makanan dan minuman.
“Kami optimis sampai akhir tahun nanti seluruh tenant akan terisi. Kelas menengah ke atas untuk mal ini yang telah terbentuk dengan sendirinya, bisa membuat bisnis ritel di Semarang setara dengan Jakarta, “ tuturnya.(J8-77)

sembilanbelas
September 5th, 2011, 09:24 AM
Lebaran sudah, cuti bersama habis, saatnya kembali beraktifitas. Pascalebaran proyek yang sudah pasti jalan:

1) Best Western Star Hotel & Star Apartment
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/bwstarkecil.jpg

2) Mutiara Garden Apartment
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/mgkecil.jpg

3) Menara Suara Merdeka
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/msmkecil.jpg

4) Best Western Premier Candi
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/bwcandi.jpg

5) (mungkin juga) RS Telogorejo
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/telogorejokecil.jpg

Kalo semua sudah jalan, kita wajib rajin ngapdet foto :) Mari kita wujudkan Semarang Setara di dunia maya, setara di SSC :D Buktikan kalo kamu berjiwa LAKI (iklan.com)

Nunggu juga proyek-proyek baru yang akan katanya akan nongol habis lebaran ini. Moga gak molor habis lebaran haji ato malah lebaran tahun depan :lol:

sembilanbelas
September 5th, 2011, 09:27 AM
Sambil menanti proyek-proyek diatas, nikmati dulu progres proyek yang ada :cheers:

Gedung Despram
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05despra.jpg

Whiz Hotel
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05whiz.jpg

Whiz Hotel
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05whiz2.jpg

Gedung Jasa Raharja
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05jasaraharja.jpg

sembilanbelas
September 5th, 2011, 09:29 AM
Renovasi Gedung Kejati
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05kejati.jpg

Mabua Harley Davidson
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05mabuahd.jpg

Bina Bangsa School
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05binabangsa.jpg

Gapura Balaikota
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05balaikota.jpg

sembilanbelas
September 5th, 2011, 10:07 AM
Btw, teman2 minta sumbang sarannya duonk utk ajuin banner Semarang, bisa liat di thread Semarang - Nusantara, ini link-nya http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1354211&page=43

Nomor 4! :okay:
Semarang

4) Gambar panjang
http://img849.imageshack.us/img849/6382/72608614.jpg

ssphila
September 5th, 2011, 12:50 PM
^^ Setuju No. 4 (koyo coblosan ae :P) smakin byk yg sepakat no.4 nih Om Boz....


Sambil menanti proyek-proyek diatas, nikmati dulu progres proyek yang ada :cheers:

Gedung Despram
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05despra.jpg


Apakah sdh hampir selesai ya ? sdh smakin mengecil keatas.


Gedung Jasa Raharja
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05jasaraharja.jpg

^^ (IMO) Tdk diduga, dgn facade warna putih, garis2 & pilar besar nampak gagah juga, jadi mengingatkan sperti sebuah gedung jaksa (jaksa raharja).... lebay ya ? :lol:

Makasih update-nya Mas Sembilanbelas... yg dari jauh... yg tanpa banyak babibu.... langsung update foto2.... :okay: :okay:

bozhart
September 5th, 2011, 01:15 PM
Sy ganti iki wae yo Mas bozhart,dp macet lht yg adem bening-bening ...
Hehehe thanks banyaaak ya :D

---------------------------------------

^^ kayaknya harus log in dulubaru bisa liat videonya om...
Sudah login, sama saja tidak muncul gambar videonya.

---------------------------------------

^^ Setuju No. 4 (koyo coblosan ae :P) smakin byk yg sepakat no.4 nih Om Boz....
Sudah diajukan ke Jan tuh :)

ssphila
September 5th, 2011, 01:23 PM
^^ Thanks Om Boz :okay: tinggal nunggu tanggal tayang..... :colgate:

yunancutespdmt
September 5th, 2011, 04:36 PM
Minal aidzin wal faidzin bwt forumer semua,..sory telat cz mudik ga da sinyal,..


05 September 2011 | 20:50 wib

Jalan Tol Ungaran-Bawen Digarap


Semarang, CyberNews. Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi I atau ruas Semarang-Ungaran sudah diselesaikan. Bahkan, ruas tol sepanjang 14 kilometer tersebut sudah diujicobakan untuk menampung arus mudik dan balik Lebaran.

Selepas Lebaran, pembangunan tol Semarang-Solo tersebut kembali dilanjutkan dengan dimulainya tahapan pengerjaan ruas tol Ungaran-Bawen.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan, tahapan pengerjaan tol seksi II Ungaran-Bawen kini sudah berjalan. Sebelum hari raya Idul Fitri 1432 H, kontraktor pemenang lelang sudah menyiapkan alat-alat berat di sejumlah sektor penggalan jalan tol.

Dengan memanfaatkan waktu dan cuaca yang baik, diharapkan tahapan pengerjaan jalan tol tersebut bisa berjalan maksimal dan sesuai harapan. Adapun, pengerjaan proyek tol penggalan Ungaran-Bawen tersebut diperkirakan sampai akhir tahun 2012 atau awal 2013.

"Bila nantinya jalan tol sudah sampai di Bawen, saya kira akan menjadi penggalan yang sangat baik. Jalan tol ini diharapkan bisa memberikan kemudahan dan kelancaran rakyat kita di dalam menumbuhkan ekonomi kerakyatan," katanya saat ditemui wartawan di Sekretariat Pemprov Jateng, Senin (5/9).

Komisaris Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) Danang Atmodjo menegaskan, tol Ungaran-Bawen ini memiliki panjang sekitar sembilan kilometer.

Kontraktor penggarap proyek jalan tol ini ada tiga, yakni PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, dan PT Pembangunan Perumahan (PP). Kini, tahapan pengukuran ruas jalan tol sudah mulai dilaksanakan. Alat berat pun sudah didatangkan untuk proses pengerjaan jalan tol tersebut.

Sejauh ini, pihaknya menyatakan tidak ada kendala berarti dalam tahapan proses pembangunan jalan tol.

"Pembebasan lahan dalam proyek tol Ungaran-Bawen ini sudah mencapai diatas 90 persen. Secara umum, tidak ada permasalahan, bila ada yang belum dibebaskan lahannya, ini hanya persoalan waktu saja," ungkapnya.

( Royce Wijaya / CN33 / JBSM )

source: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/09/05/95520/Jalan-Tol-Ungaran-Bawen-Digarap

yunancutespdmt
September 5th, 2011, 05:15 PM
05 September 2011 | 21:43 wib

2013, Semarang Miliki Sentra Klitikan


Semarang, CyberNews. Tahun 2013, Pemkot akan membangun pusat klitikan. Hal itu sesuai dengan usulan pedagang yang tergabung dalam Komunitas Pedagang Semarang Setara (Kompass) agar kota ATLAS ini memiliki sentra klitikan.

Wali Kota Soemarmo HS mengungkapkan, detail enginering design (DED) pembangunan pusat klitikan tersebut akan disusun pada 2012. Sedangkan rencananya baru direalisasikan pada 2012. "Kami tetap memperhatikan nasib wong cilik, namun juga tidak mengindahkan aspek penataan kota," katanya.

Selama ini, diakuinya, keberadaan pedagang klitikan masih tersebar. Di antaranya berada di Taman Progo, Jalan Pemuda dan kawasan Kokrosono. Lebih lanjut, kondisi seperti itu menyulitkan masyarakat yang hendak mencari barang bekas dan antik. Pasalnya, lokasi pasar klitikan yang ada saling berjauhan.

Adapun dengan konsep terpusat, masyarakat dan pedagang akan saling diuntungkan, begitu pula dengan pemerintah diuntungkan dari sisi pendapatan retribusi. Ia mempersilakan pedagang untuk berjualan di tempat masing-masing. "Tapi kalau sudah disediakan tempat yang baik, ya mohon kerja samanya karena ini untuk kepentingan bersama," kata dia.

Saat ini, Pemkot sendiri memiliki dua alternatif tempat yang akan dijadikan lokasi sentra klitikan. Di antaranya di Penggaron dengan luas lahan sekitar 2,5 hektar lengkap dengan akses jalan dan di Kaligawe dengan luasan lahan hampir sama.

Menurutnya, status lahan itu milik Pemkot sehingga tinggal dipakai saja. Diperkirakan, sentra klitikan ini juga akan dijadikan satu dengan pasar burung. Adapun pedagang pasar burung Karimata, di Jalan Kartini, Semarang Timur kemungkinan akan direlokasi ke tempat yang sama.

Diharapkan, pusat klitikan dan burung tersebut akan berkembang menjadi tempat wisata dan pasar seni. "Ini masih rencana, masih kami kaji dan dalami untung ruginya."

Sementara itu, Penasihat Kompass Supriyadi meminta, rencana tersebut disosialisasikan dengan baik ke masyarakat. Termasuk ada keterlibatan dari unsur pedagang.

"Perlu dicari masukan dari pedagang, termasuk sarana prasarananya perlu diperhatikan. Jangan sampai pengalaman yang sudah ada, konflik dengan pedagang, muncul lagi di rencana ini," tandas pria yang juga Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang ini.

( Hartatik / CN31 / JBSM )

yunancutespdmt
September 5th, 2011, 05:21 PM
Ekonomi & Bisnis
05 September 2011

Mempromosikan Kota Melalui Film

PROMOSI pariwisata bisa ditempuh beragam cara. Salah satu yang populer adalah mendongkrak ketenaran obyek wisata melalui film. Hal ini telah dibuktikan film Laskar Pelangi (produksi 2008) mendongkrak pamor alam Belitung. Pantai Tanjung Indah dengan pasir putih dan batu-batu besar telah semula kurang dikenal luas kini menjadi paket wisata yang memiliki daya tarik.

Hal serupa juga dilakukan film-film berskala internasional produksi Hollywood. Bagaimana skenario film meramu gambar-gambar alam yang eksotis. Film Eat, Pray, Love (2010) yang dibintangi Julia Robert dan Javier Bardem ini di antaranya mengambil lokasi syuting di Bali. Tentu saja Bali yang memang sudah tersohor di kancah internasional kian memantapkan posisinya sbagai alam surgawi di dunia. Pesona alam Bali tergambarkan hijau benderang dan kultur sosial masyarakat yang begitu ramah dan kaya tradisi.

Satu dekade terakhir ini, industri film nasional melambung dengan ratusan judul. Sebagian diantaranya terbukti sukses menggaet penonton dan meraup keuntungan komersial. Hal yang patut dibanggakan Kota Semarang seringkali menjadi lokasi syuting film-film yang termasuk box office. Pekan ini salah satu film yang diputar untuk musim libur lebaran, Di Bawah Lindungan Kaíbah, juga memilih ibukota Jateng besreta daerah sekitranya seperti Ambarawa untuk menjadi bagian dari gambar film. Bangunan kuno di Kota Lama, Pasar Johar, dan Stasiun KA Ambarawa menjadi daya tarik bagi para produser film.

Lokasi Idola

Jauh-jauh hari sederet judul film juga melakukan hal senada. Misalnya Ca Bau Kan (2002 ), Gie (2005), Kala (2007), Photograph ( 2007), Lawangsewu (2007), Ayat-ayat Cinta (2008), dan ? (2011).

Tidak semuanya skenario mengangkat skenario dengan setting Kota Semarang, meski gambar diambil di kota ini. Selain Kota Lama yang menjadi idola para produser adalah kawasan Pecinan serta Gedung Lawang Sewu.
Apakah film-film tersebut turut mendongkrak popularitas Kota Semarang? Apakah film itu mampu mengangkat pamor pariwisata Kota Semarang? Adakah film yang gemanya kemudian bisa sedahsyat Laskar Pelangi, yang judul film itu pun dipergunakan sebagai nama pelabuhan di Provinsi Bangka Belitung menggantikan Pelabuhan Tanjungpandan sebagai nama lamanya.

Idealnya, promosi pariwisata bisa berjalan pararel dengan media film. Thailand menjadi bertambah ramai setelah syuting James Bond ” Man with golden gun ”. Menara Petronas menjadi popular ketikaì The Entrapment”, yang dibintangi Sean Connery dan Chaterine Zeta Jones, syuting di sana.
Selama ini Kota Semarang memang belum dikenal sebagai kota tujuan wisata sebaik kota-kota terdekatnya seperti Solo dan Yogyakarta. Selama ini yang dikeluhkan adalah Kota Semarang hanya sebagai kota perlintasan atau transit wisatawan. Selain itu, pesona bangunan kuno yang dimiliki belum dikelola secara profesional dan sebatas ëímenjualíí bangunan mati.

Kalau pun belum menarik wisatawan, adanya produksi film setidaknya industri film yang berproduksi ini mampu memberi efek samping terhadap geliat bisnis pada sektor ini. Bila produser film Di Bawah Lindungan Kaíbah telah mengeluarkan biaya Rp 25 miliar dan mengklaimnya sebagai film dengan biaya termahal di tanah air maka berapa persen dari biaya itu untuk SDM lokal.
Karena seringnya Semarang menjadi lokasi syuting, maka sudah seharusnya pula industri film ini juag bisa tumbuh. Nyatanya produser film saat ini didominasi perusahaan raksasa berskala nasional.

Apakah kita hanya akan berharap mendapat cipratan rezeki saja dari kegiatan produksi film tersebut?
Dengan kondisi ini maka yang perlu diperhatikan adalah bagaimana terus memperkuat citra Semarang sebagai kota yang layak dan nyaman untuk lokasi shootung, mendorong tumbuhnya industri film di Semarang, dan tentu saja menarik wisatawan untuk turut berdatangan dengan menampilkan eksotisme kota melalui gambar-gambar film.
Bila ini berkembang maka program Visit Jateng Year 2012 yang didengungkan pun meriah. (Moh Anhar-77)

titus15
September 5th, 2011, 05:23 PM
^^ pasar klitikannya jauh banget di Penggaron?? Kalo yang dari Ngaliyan sama banyumanik ya males ya kesana?? Padahal menurut saya lebih asyik ke pasar klitikan kalo pas tengah malem, lebih eksotis. Gimana nanti angkutannya? Kasian yang rumahnya jauh. Apa nggak sebaiknya justru dibiarkan tersebar dan buat satu pasar yang ikonik, kalo bisa di pusat kota (misal sekitar Kota Lama) sehingga bisa makin menghidupkan suasana kota.

hayu arya
September 5th, 2011, 05:28 PM
Ekonomi & Bisnis
05 September 2011

Mempromosikan Kota Melalui Film

PROMOSI pariwisata bisa ditempuh beragam cara. Salah satu yang populer adalah mendongkrak ketenaran obyek wisata melalui film. Hal ini telah dibuktikan film Laskar Pelangi (produksi 2008) mendongkrak pamor alam Belitung. Pantai Tanjung Indah dengan pasir putih dan batu-batu besar telah semula kurang dikenal luas kini menjadi paket wisata yang memiliki daya tarik.

Hal serupa juga dilakukan film-film berskala internasional produksi Hollywood. Bagaimana skenario film meramu gambar-gambar alam yang eksotis. Film Eat, Pray, Love (2010) yang dibintangi Julia Robert dan Javier Bardem ini di antaranya mengambil lokasi syuting di Bali. Tentu saja Bali yang memang sudah tersohor di kancah internasional kian memantapkan posisinya sbagai alam surgawi di dunia. Pesona alam Bali tergambarkan hijau benderang dan kultur sosial masyarakat yang begitu ramah dan kaya tradisi.

Satu dekade terakhir ini, industri film nasional melambung dengan ratusan judul. Sebagian diantaranya terbukti sukses menggaet penonton dan meraup keuntungan komersial. Hal yang patut dibanggakan Kota Semarang seringkali menjadi lokasi syuting film-film yang termasuk box office. Pekan ini salah satu film yang diputar untuk musim libur lebaran, Di Bawah Lindungan Kaíbah, juga memilih ibukota Jateng besreta daerah sekitranya seperti Ambarawa untuk menjadi bagian dari gambar film. Bangunan kuno di Kota Lama, Pasar Johar, dan Stasiun KA Ambarawa menjadi daya tarik bagi para produser film.

Lokasi Idola

Jauh-jauh hari sederet judul film juga melakukan hal senada. Misalnya Ca Bau Kan (2002 ), Gie (2005), Kala (2007), Photograph ( 2007), Lawangsewu (2007), Ayat-ayat Cinta (2008), dan ? (2011).

Tidak semuanya skenario mengangkat skenario dengan setting Kota Semarang, meski gambar diambil di kota ini. Selain Kota Lama yang menjadi idola para produser adalah kawasan Pecinan serta Gedung Lawang Sewu.
Apakah film-film tersebut turut mendongkrak popularitas Kota Semarang? Apakah film itu mampu mengangkat pamor pariwisata Kota Semarang? Adakah film yang gemanya kemudian bisa sedahsyat Laskar Pelangi, yang judul film itu pun dipergunakan sebagai nama pelabuhan di Provinsi Bangka Belitung menggantikan Pelabuhan Tanjungpandan sebagai nama lamanya.

Idealnya, promosi pariwisata bisa berjalan pararel dengan media film. Thailand menjadi bertambah ramai setelah syuting James Bond ” Man with golden gun ”. Menara Petronas menjadi popular ketikaì The Entrapment”, yang dibintangi Sean Connery dan Chaterine Zeta Jones, syuting di sana.
Selama ini Kota Semarang memang belum dikenal sebagai kota tujuan wisata sebaik kota-kota terdekatnya seperti Solo dan Yogyakarta. Selama ini yang dikeluhkan adalah Kota Semarang hanya sebagai kota perlintasan atau transit wisatawan. Selain itu, pesona bangunan kuno yang dimiliki belum dikelola secara profesional dan sebatas ëímenjualíí bangunan mati.

Kalau pun belum menarik wisatawan, adanya produksi film setidaknya industri film yang berproduksi ini mampu memberi efek samping terhadap geliat bisnis pada sektor ini. Bila produser film Di Bawah Lindungan Kaíbah telah mengeluarkan biaya Rp 25 miliar dan mengklaimnya sebagai film dengan biaya termahal di tanah air maka berapa persen dari biaya itu untuk SDM lokal.
Karena seringnya Semarang menjadi lokasi syuting, maka sudah seharusnya pula industri film ini juag bisa tumbuh. Nyatanya produser film saat ini didominasi perusahaan raksasa berskala nasional.

Apakah kita hanya akan berharap mendapat cipratan rezeki saja dari kegiatan produksi film tersebut?
Dengan kondisi ini maka yang perlu diperhatikan adalah bagaimana terus memperkuat citra Semarang sebagai kota yang layak dan nyaman untuk lokasi shootung, mendorong tumbuhnya industri film di Semarang, dan tentu saja menarik wisatawan untuk turut berdatangan dengan menampilkan eksotisme kota melalui gambar-gambar film.
Bila ini berkembang maka program Visit Jateng Year 2012 yang didengungkan pun meriah. (Moh Anhar-77)

ya, itu dah lumayan ngefek kok buat kota lama, makin banyak yang dateng buat foto2an, Jujur ya, tiap aku lewat kota lama, ya sekitar gereja blenduk, mesti ada yang foto2AN, meski itu jam 12 siang puanase puol, trus sate kambing 29 depan gereja blenduk juga makin rame, pa lagi pas lebaran kemaren plat nomer B, D, L, penuh banget, kalo gak salah Sate Kambing 29 juga jadi setting shooting film " ? ", yang OON ya pemkotnya kagak ngurusin kota lama.....

ssphila
September 5th, 2011, 06:19 PM
^^ pasar klitikannya jauh banget di Penggaron?? Kalo yang dari Ngaliyan sama banyumanik ya males ya kesana?? Padahal menurut saya lebih asyik ke pasar klitikan kalo pas tengah malem, lebih eksotis. Gimana nanti angkutannya? Kasian yang rumahnya jauh. Apa nggak sebaiknya justru dibiarkan tersebar dan buat satu pasar yang ikonik, kalo bisa di pusat kota (misal sekitar Kota Lama) sehingga bisa makin menghidupkan suasana kota.


Hanya share pengalaman ya mas, sy setuju dgn lokasi penting utk jualan tapi kl utk pasar klitikan kalau byk jual brg bermutu (bermutu dlm arti bisa antik atau dicari, harga normal ke cenderung murah) saya rasa lokasi adalah no. 2. Apalagi kl ketemunya Hobbyist/Kolektor akan mengejar sampai mana aja kl perlu 'ditunggoni' berhari2.

Pasar klitikan (imo=Flea Market cmiiw) cukup banyak penggemarnya, saya cenderung setuju utk menjadikan 1 kawasan pasar klitikan yg besar & luas yg kl dikelola dgn baik bisa jadi 1 tujuan wisata baik lokal maupun dr luar.

Ada contoh flea market tp bukan di Indonesia yg letaknya di dekat perbatasan propinsi, tp sangat ramai & peminatnya dari puluhan kilometer yg selalu datang (digelar cuma weekend). Kl yg di Indonesia sy mmg gak tau, cuma taunya yg terkenal saja di Yogya, Solo & lokasinya mmg gak jauh dr tengah kota. Kl sy pribadi lbh suka yg model jualannya didasar dibawah gak formil dikotak2 warung/toko.

ssphila
September 5th, 2011, 06:26 PM
Sementara posting 1 foto dulu (adanya baru ini, maaf)

RS Pantiwilasa Citarum
http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/DSC02345.jpg

edytoah
September 5th, 2011, 07:32 PM
ya, itu dah lumayan ngefek kok buat kota lama, makin banyak yang dateng buat foto2an, Jujur ya, tiap aku lewat kota lama, ya sekitar gereja blenduk, mesti ada yang foto2AN, meski itu jam 12 siang puanase puol, trus sate kambing 29 depan gereja blenduk juga makin rame, pa lagi pas lebaran kemaren plat nomer B, D, L, penuh banget, kalo gak salah Sate Kambing 29 juga jadi setting shooting film " ? ", yang OON ya pemkotnya kagak ngurusin kota lama.....

Kalau bicara mempromosikan kota lewat film,koq rasanya terlalu jauh ya.Karena selama ini di pembuatan film tsb, kota adalah obyek,bukan subyek dari cerita/skenario.Kalau kota hanya jadi obyek sudah pasti kota tidak kebagian apa-2.Hanya dapat dari sewa tempat saja dan biasanya kru film juga jarang melibatkan kru lokal.Itupun kalau sering ada shooting film di Semrang ya agak lumayan mungkin juga mendongkrak kru-2 film dari ibukota tsb membelanjakan uangnya di kota Semarang ini.Tp kelihatannya ya belum tentu 1 bulan 1x ada shoting film di kota Semarang.
Bahkan kalau film tsb jadi kadang penonton tidak tahu juga film/sinetron tsb dibuat dikota mana.
Kalau photo-2-an di kota lama biasanya itu adalah photo-2 Pre Wedding dan hunting club-club photo.
Ngak tau juga dulu apa benar katanya Pemkot dulu pernah iklan di TV Singapore ttg Semarang Pesona Asia,lha di tv lokal dan tv Nasional Pemkot aja juga ngak pasang iklan.Semarang Setara bahkan tidak ada propaganda iklan di tv lokal/nasional bahkan radio.Malah forum ini yg sering bicara Semarang Setara.
Contoh kota sebagai subyek film mungkin kita berharap banyak dari film Romo Kanjeng besutan Garin Nugroho, karena dari tokoh dan lokasi memang Semarang jadi subyek bersama Pemeran Utama cerita.
Satu lagi peranan Production House lokal atau TV lokal agaknya juga kurang bangga memakai kotanya sendiri sebagai subyek.Belum pernah saya denger sinetron yang diproduksi lokal digandrungi pemirsa lokal.
Oh ya ada satu ding acara kuliner dari TVB (sdh ganti nama skrg) yang ekspose spot-spot kuliner,cukup sukses dengan idiom Uenak Tenan.
Ada satu acara "Reality Show" yang cukup terkenal dulu di satu tv Nasional ,producer dan sutradaranya dari kota Semarang,lokasi pembuatannya di kota Semarang juga,tetapi setelah tayang pemirsa seluruh Indonesia juga ngak tahu kalau acara itu dibuat di Semarang (soalnya jarang sekalil munculin Tugu Muda atau Simpang Lima).

YB_Murty
September 5th, 2011, 08:53 PM
05 September 2011 | 21:43 wib

2013, Semarang Miliki Sentra Klitikan


Semarang, CyberNews. Tahun 2013, Pemkot akan membangun pusat klitikan. Hal itu sesuai dengan usulan pedagang yang tergabung dalam Komunitas Pedagang Semarang Setara (Kompass) agar kota ATLAS ini memiliki sentra klitikan.

Wali Kota Soemarmo HS mengungkapkan, detail enginering design (DED) pembangunan pusat klitikan tersebut akan disusun pada 2012. Sedangkan rencananya baru direalisasikan pada 2012. "Kami tetap memperhatikan nasib wong cilik, namun juga tidak mengindahkan aspek penataan kota," katanya.

Selama ini, diakuinya, keberadaan pedagang klitikan masih tersebar. Di antaranya berada di Taman Progo, Jalan Pemuda dan kawasan Kokrosono. Lebih lanjut, kondisi seperti itu menyulitkan masyarakat yang hendak mencari barang bekas dan antik. Pasalnya, lokasi pasar klitikan yang ada saling berjauhan.

Adapun dengan konsep terpusat, masyarakat dan pedagang akan saling diuntungkan, begitu pula dengan pemerintah diuntungkan dari sisi pendapatan retribusi. Ia mempersilakan pedagang untuk berjualan di tempat masing-masing. "Tapi kalau sudah disediakan tempat yang baik, ya mohon kerja samanya karena ini untuk kepentingan bersama," kata dia.

Saat ini, Pemkot sendiri memiliki dua alternatif tempat yang akan dijadikan lokasi sentra klitikan. Di antaranya di Penggaron dengan luas lahan sekitar 2,5 hektar lengkap dengan akses jalan dan di Kaligawe dengan luasan lahan hampir sama.

Menurutnya, status lahan itu milik Pemkot sehingga tinggal dipakai saja. Diperkirakan, sentra klitikan ini juga akan dijadikan satu dengan pasar burung. Adapun pedagang pasar burung Karimata, di Jalan Kartini, Semarang Timur kemungkinan akan direlokasi ke tempat yang sama.

Diharapkan, pusat klitikan dan burung tersebut akan berkembang menjadi tempat wisata dan pasar seni. "Ini masih rencana, masih kami kaji dan dalami untung ruginya."

Sementara itu, Penasihat Kompass Supriyadi meminta, rencana tersebut disosialisasikan dengan baik ke masyarakat. Termasuk ada keterlibatan dari unsur pedagang.

"Perlu dicari masukan dari pedagang, termasuk sarana prasarananya perlu diperhatikan. Jangan sampai pengalaman yang sudah ada, konflik dengan pedagang, muncul lagi di rencana ini," tandas pria yang juga Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang ini.

( Hartatik / CN31 / JBSM )

Sebaiknya klithikan itu juga pada awalnya di sepanjang Jl. Barito. Tapi kadung klithikan mobil/motor itu lebih bermodal akhirnya gak disebut-sebut.
Sebenarnya oke saja mau di penggaron, karena tanah pemkot memang adanya di sana.... heran yach... tanah-tanah pemkot dipinggir kota semua (pasti memanfaatkan eks tanah bengkok yang dikotanisasi). Tentu saja nantinya pembeli dari Mangkang dan Banyumanik akan jauh sekali mencapai Penggaron, apa lagi naik angkot/bus kota.... tetapi demi pemerataan pembangunan fasilitas ya ndak papa, lagian tanah pemkot memang adanya di pinggiran kota dan cenderung kurang strategis :ohno::ohno::ohno:

Dengan begitu saya berharap hasilnya tidak seperti PPI Tambak Lorok yang nyaris sia-sia mangkrak tiada yang menggunakan. Untuk itu... kalau perlu sekitar pasar klithikan tersebut (daerah pinggiran di Penggaron itu) sekalian dijadikan sentra rongsokan apa saja, mulai dari besi tua, kertas bekas, plastik dan sebagainya yang bekas-bekas termasuk industri kecil yang memanfaatkan barang bekas. Dengan begitu maka pasar tersebut akan terdukung oleh para pemain barang bekas dalam jumlah dan volume yang besar. Ini baru akan membuat pasar ini akan payu dan diminati.

YB_Murty
September 5th, 2011, 09:04 PM
Kalau bicara mempromosikan kota lewat film,koq rasanya terlalu jauh ya.Karena selama ini di pembuatan film tsb, kota adalah obyek,bukan subyek dari cerita/skenario.Kalau kota hanya jadi obyek sudah pasti kota tidak kebagian apa-2.Hanya dapat dari sewa tempat saja dan biasanya kru film juga jarang melibatkan kru lokal.Itupun kalau sering ada shooting film di Semrang ya agak lumayan mungkin juga mendongkrak kru-2 film dari ibukota tsb membelanjakan uangnya di kota Semarang ini.Tp kelihatannya ya belum tentu 1 bulan 1x ada shoting film di kota Semarang.
Bahkan kalau film tsb jadi kadang penonton tidak tahu juga film/sinetron tsb dibuat dikota mana.
Kalau photo-2-an di kota lama biasanya itu adalah photo-2 Pre Wedding dan hunting club-club photo.
Ngak tau juga dulu apa benar katanya Pemkot dulu pernah iklan di TV Singapore ttg Semarang Pesona Asia,lha di tv lokal dan tv Nasional Pemkot aja juga ngak pasang iklan.Semarang Setara bahkan tidak ada propaganda iklan di tv lokal/nasional bahkan radio.Malah forum ini yg sering bicara Semarang Setara.
Contoh kota sebagai subyek film mungkin kita berharap banyak dari film Romo Kanjeng besutan Garin Nugroho, karena dari tokoh dan lokasi memang Semarang jadi subyek bersama Pemeran Utama cerita.
Satu lagi peranan Production House lokal atau TV lokal agaknya juga kurang bangga memakai kotanya sendiri sebagai subyek.Belum pernah saya denger sinetron yang diproduksi lokal digandrungi pemirsa lokal.
Oh ya ada satu ding acara kuliner dari TVB (sdh ganti nama skrg) yang ekspose spot-spot kuliner,cukup sukses dengan idiom Uenak Tenan.
Ada satu acara "Reality Show" yang cukup terkenal dulu di satu tv Nasional ,producer dan sutradaranya dari kota Semarang,lokasi pembuatannya di kota Semarang juga,tetapi setelah tayang pemirsa seluruh Indonesia juga ngak tahu kalau acara itu dibuat di Semarang (soalnya jarang sekalil munculin Tugu Muda atau Simpang Lima).

Ya yang paling top adalah mendorong adanya industri film dengan production house yang besar beserta agenda pembuatan film yang banyak untuk menetap di Semarang. Barang 3-4 perusahaan saja, maka ini akan membuat Semarang menjadi kota film dengan jumlah produksi yang banyak. Taruh kata setiap prodhouse memproduksi 6 film per tahun, maka akan dihasilkan 18-24 fim. kalau per film biaya produksinya 20M.. wah lumayan juga itu. Dengan seringnya digunakan sebagai pembuatan film akan mendorong kegiatan perfilman mulai dari munculnya pencari bakat, sekolah/kursus perfilman mulai dari pemain, stunt man, sampai crew produksi film. Banyak yang kemudian mengadu nasib di Semarang untuk menjadi bintang-bintang film. Ini juga akan menjadikan pembuatan film di lapangan akan menjadi obyek wisata tersendiri.

YB_Murty
September 5th, 2011, 09:27 PM
Sambil menanti proyek-proyek diatas, nikmati dulu progres proyek yang ada :cheers:

Gedung Despram
http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/05despra.jpg



Gedung despram memang stop sampai posisi itu, lalu akan dikombinasi dengan atap tradisional seperti BI. Kaca Glassy kemungkinan tidak menerus karena sudah berganti dengan allummunium composite panel.

Melihat kanan kiri Pahlawan, cukup bagus dengan kantor di kanan dan kirinya tanpa terputus. Yang agak sayang kenapa Telkom masih saja memamerkan gedung dua lantainya yang depan dalam kondisi yang begitu-begitu saja.... padahal Sta Sambungan Telkom Simpanglima sudah di Face Off. Yang di depan kantor Divrenya sendiri kok belum ya??? kalau perlu di bruk-kan saja dan ganti gedung baru 4 lantai memanjang yang isinya untuk pelayanan publik berbentuk seperti Mall... itu akan sangat menarik sekali.

Tentang videotron itu.... kalau nanti patungnya bung Karno dan bung hatta setinggi 20m diatas podium setinggi 7-10 m paasti akan bagus sekali. Pahlawan semakin fenomenal.

titus15
September 6th, 2011, 02:40 AM
Dengan begitu saya berharap hasilnya tidak seperti PPI Tambak Lorok yang nyaris sia-sia mangkrak tiada yang menggunakan. Untuk itu... kalau perlu sekitar pasar klithikan tersebut (daerah pinggiran di Penggaron itu) sekalian dijadikan sentra rongsokan apa saja, mulai dari besi tua, kertas bekas, plastik dan sebagainya yang bekas-bekas termasuk industri kecil yang memanfaatkan barang bekas. Dengan begitu maka pasar tersebut akan terdukung oleh para pemain barang bekas dalam jumlah dan volume yang besar. Ini baru akan membuat pasar ini akan payu dan diminati.

Kalo jadi sentra jualan mobil tua pasti rame...hehehe....

titus15
September 6th, 2011, 02:49 AM
Kalau bicara mempromosikan kota lewat film,koq rasanya terlalu jauh ya.Karena selama ini di pembuatan film tsb, kota adalah obyek,bukan subyek dari cerita/skenario.Kalau kota hanya jadi obyek sudah pasti kota tidak kebagian apa-2.Hanya dapat dari sewa tempat saja dan biasanya kru film juga jarang melibatkan kru lokal.Itupun kalau sering ada shooting film di Semrang ya agak lumayan mungkin juga mendongkrak kru-2 film dari ibukota tsb membelanjakan uangnya di kota Semarang ini.Tp kelihatannya ya belum tentu 1 bulan 1x ada shoting film di kota Semarang.
Bahkan kalau film tsb jadi kadang penonton tidak tahu juga film/sinetron tsb dibuat dikota mana.
Kalau photo-2-an di kota lama biasanya itu adalah photo-2 Pre Wedding dan hunting club-club photo.
Ngak tau juga dulu apa benar katanya Pemkot dulu pernah iklan di TV Singapore ttg Semarang Pesona Asia,lha di tv lokal dan tv Nasional Pemkot aja juga ngak pasang iklan.Semarang Setara bahkan tidak ada propaganda iklan di tv lokal/nasional bahkan radio.Malah forum ini yg sering bicara Semarang Setara.
Contoh kota sebagai subyek film mungkin kita berharap banyak dari film Romo Kanjeng besutan Garin Nugroho, karena dari tokoh dan lokasi memang Semarang jadi subyek bersama Pemeran Utama cerita.
Satu lagi peranan Production House lokal atau TV lokal agaknya juga kurang bangga memakai kotanya sendiri sebagai subyek.Belum pernah saya denger sinetron yang diproduksi lokal digandrungi pemirsa lokal.
Oh ya ada satu ding acara kuliner dari TVB (sdh ganti nama skrg) yang ekspose spot-spot kuliner,cukup sukses dengan idiom Uenak Tenan.
Ada satu acara "Reality Show" yang cukup terkenal dulu di satu tv Nasional ,producer dan sutradaranya dari kota Semarang,lokasi pembuatannya di kota Semarang juga,tetapi setelah tayang pemirsa seluruh Indonesia juga ngak tahu kalau acara itu dibuat di Semarang (soalnya jarang sekalil munculin Tugu Muda atau Simpang Lima).

Kalo cuma 1-2 film memang terlalu jauh. kalo bisa puluhan film, pasti beda ceritanya. Kayak holywood. Film asal Amerika orang pasti bilangnya film holywood, padahal belum tentu syutingnya di Holywood.

Akan halnya Semarang, dengan cukup banyaknya orang syuting di Semarang dalam branding Semarang bukan kota budaya yang banyak menciptakan tenaga kreatif seperti Solo dan Jogja, tapi dilirik sebagai lokasi pembuatan film, ini menearik dicermati, karena semarang emmang jadi punya modal.
\Nah kalo ini diolah, dengan kekhasannya, banyak bangunan kuno, maka jika nanti orang tahu gudangnya bangunan kuno di Semarang, maka setiap ada film dengan setting kekunoan akan identik dengan Semarang. ini jadi promosi nggak langsung.

selain itu makin banyak film diproduksi di semarang, maka akan banyak selebritis mampir di semarang. Nanti akan banyak infoteinment meliput. lalu ada pertanayan seperti ini dari infoteinment, 'katanya lagi syuting film spektakuler ya mbak?' 'Oh iya, aku lagi syuting di Semarang...panas sih, tapi boo...enak banget syuting disini... kulinernya itu lho... tadi pagi aja abis makan nasi apa itu namanya... iya ...nasi mangut....enak abis..." belum kalo ngomong hal lain-lain... wah jadi promosi gratis lainnya....

Itu baru 2 contoh, masih banyak bentuk promosi lain yang bisa dieksplore...

titus15
September 6th, 2011, 02:52 AM
Hanya share pengalaman ya mas, sy setuju dgn lokasi penting utk jualan tapi kl utk pasar klitikan kalau byk jual brg bermutu (bermutu dlm arti bisa antik atau dicari, harga normal ke cenderung murah) saya rasa lokasi adalah no. 2. Apalagi kl ketemunya Hobbyist/Kolektor akan mengejar sampai mana aja kl perlu 'ditunggoni' berhari2.

Tapi kalo buat ikon, cukup penting lokasi yang cukup strategis. Paling nggak Ring 2 lah... Kalo ring 1 Petawangi, ring 2 bisalah ke timur paling jauh sebelum Telogosari. Kalo penggaron sih Ring 3-4... kasian yang dari ujung Barat dan selatan... apalagi lokasi 2,5 ha... kalo sepi... kerasa banget sepinya...

ssphila
September 6th, 2011, 04:34 PM
Kalo jadi sentra jualan mobil tua pasti rame...hehehe....

^^ 'pasar klitikan' versi bursa mobil bekas di lokasinya TVRI rame juga tiap weekend walaupun tempatnya cukup jauh. :D

==========

Semarang Ditawari Tiga Mega Proyek oleh Cina

Pemkot Semarang ditawari tiga mega proyek dari China Communications Construction Company (CCCC) Guangzhou Dredging Co. , Ltd terkait dengan sejumlah pengentasan masalah di Kota Semarang. Ketiga proyek yang ditawarkan tersebut yakni pemindahan Bandara, penanganan rob dan banjir serta penataan Pelabuhan.

Terkait penawaran mega proyek tersebut Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Wali Kota Soemarmo HS mengaku akan menindaklanjuti tawaran tersebut dengan koordinasi teknis pada pihak terkait. Sebab selain membutuhkan dana besar, tawaran tersebut juga menimbulkan pro dan kontra di masyarakat seperti halnya pada rencana pemindahan bandara. Karenanya Pemkot mengaku akan mengkaji dengan baik tawaran tersebut.

Source : http://halosemarang.com/blog/semarang-ditawari-tiga-mega-proyek-oleh-cina/

^^ Ini apa berita repost yg dulu pernah ada wkt Sembiz ya ?

ssphila
September 6th, 2011, 04:58 PM
..........
Salah seorang PKL Suwardi mengatakan pertemuan dengan Dinas Pasar dan Satpol PP pada Juli lalu disepakati PKL sepanjang Jalan Pemuda akan dipindah ke Gendingan, Depok, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Tanjung. Meski begitu tempat relokasi tersebut dirasa belum siap karena ada perbaikan.

Sebab itu mereka mengadu pada wakil rakyat agar bisa segera menempati tempat relokasi tersebut. Hal ini dikarenakan para PKL sudah menerima surat edaran pelarangan berjualan di kawasan itu sejak 4 September lalu.
................

Source : http://halosemarang.com/blog/gedung-dewan-sepi-pkl-jalan-pemuda-gagal-bertemu-anggota-dewan/

^^ Ternyata dlm berita ini disebutkan sdh ada kesepakatan PKL dipindah & ada larangan sejak 4 September.

Ini Jl. Pemuda seluruhnyakah ? Semoga artinya akan ada perbaikan trotoar seluruh Jl. Pemuda.

YB_Murty
September 6th, 2011, 05:58 PM
^^ 'pasar klitikan' versi bursa mobil bekas di lokasinya TVRI rame juga tiap weekend walaupun tempatnya cukup jauh. :D

==========

Semarang Ditawari Tiga Mega Proyek oleh Cina

Pemkot Semarang ditawari tiga mega proyek dari China Communications Construction Company (CCCC) Guangzhou Dredging Co. , Ltd terkait dengan sejumlah pengentasan masalah di Kota Semarang. Ketiga proyek yang ditawarkan tersebut yakni pemindahan Bandara, penanganan rob dan banjir serta penataan Pelabuhan.

Terkait penawaran mega proyek tersebut Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Wali Kota Soemarmo HS mengaku akan menindaklanjuti tawaran tersebut dengan koordinasi teknis pada pihak terkait. Sebab selain membutuhkan dana besar, tawaran tersebut juga menimbulkan pro dan kontra di masyarakat seperti halnya pada rencana pemindahan bandara. Karenanya Pemkot mengaku akan mengkaji dengan baik tawaran tersebut.

Source : http://halosemarang.com/blog/semarang-ditawari-tiga-mega-proyek-oleh-cina/

^^ Ini apa berita repost yg dulu pernah ada wkt Sembiz ya ?

Tawaran yang bagus namun perlu dicermati terlebih dahulu tentang untung ruginya. Apalagi ini menyangkut proyek infrastruktur berbiaya besar dan tentu saja untuk suatu action pembangunan berjangka waktu lama/panjang. Lebih bagus bila sebelumnya Pemerintahlah yang dari awal telah memikirkannya, membuat studi dasar dan proposalnya secara matang lengkap dengan analisa dan sistem pendanaan berikut payung-payung hukumnya. Harus diterbitkan dahulu visinya dan bagaimana strategi dan proses mencapai visi tersebut. Dampak-dampak positif negatifnya juga sudah harus dipikirkan sejak awal, bagaimana memanfaatkan dampak positif dan bagaimana antisipasi dampak negatif. Dampak-dampak tersebut sudah barang tentu menimbulkan permasalahan yang harus disikapi dengan antisipatif melalui aturan-aturan maupun action plan berwujud penanganan real dalam bentuk kegiatan fisik atau action manajemen. Selanjutnya bila sudah siap proposal dan segala mekanismenya maka pemerintah bisa mempunyai bergaining posisition yang kuat sebagai pemrakarsa. Bergaining ini bisa menjadi bagian posisioning pemerintah dalam mengemban amanat rakyat.

Bisa mendapatkan investor dan dapat merealisasikannya kadang dikatakan sebagai prestasi besar, namun bila itu tidak matang maka akan jadi bumerang. Prestasi bukan saja pada hal pertama saat deal dengan investor... itu baru sarapan pagi, yang lebih utama adalah bagaimana proses dan dinamikanya dan bagaimana hasil perwujudannya.

castle_92
September 6th, 2011, 06:09 PM
Source : http://halosemarang.com/blog/gedung-dewan-sepi-pkl-jalan-pemuda-gagal-bertemu-anggota-dewan/

^^ Ternyata dlm berita ini disebutkan sdh ada kesepakatan PKL dipindah & ada larangan sejak 4 September.

Ini Jl. Pemuda seluruhnyakah ? Semoga artinya akan ada perbaikan trotoar seluruh Jl. Pemuda.

Semoga saja pembenahan trotoarnya Jl. Pemuda semua sampe Kantor Pos....Juga perlu dipikirkan relokasi parkir motor di trotoar deket Paragon :ohno:

castle_92
September 6th, 2011, 06:21 PM
Semarang Ditawari Tiga Mega Proyek oleh Cina

Berita lain

Investor China Kurang Diminati
* Pemindahan Bandara Ahmad Yani

06 September 2011 | 22:50 wib
Berita Aktual » Semarang

Semarang, CyberNews. Rencana investor China untuk menggarap pemindahan bandara Ahmad Yani kurang mendapat respon dari kalangan akademisi. Pakar tata kota dari Undip Prof Ir Eko Budihardjo menilai investasi tersebut bakal memunculkan pro kontra di kalangan masyarakat.

"Bagi saya sah-sah saja untuk sebuah investasi, namun perlu dilihat urgensinya dulu. Pemindahan bandara, menurut saya pribadi perlu tapi belum terlalu penting. Permasalahan di Kota Semarang yang paling penting segera ditangani adalah banjir dan rob. Itu yang harus didahulukan," tandas dia.

Dengan ditanganinya permasalahan klasik itu, tentunya Kota Semarang bisa terbebas dari banjir dan rob. "Saya pikir sementara itu dulu sudah cukup. Konsentrasi masalah banjir dan rob dulu, kalau masalah itu sudah teratasi, maka pengusaha maupun investor akan datang dengan sendirinya. Dengan begitu perekonomian di Kota Semarang akan semakin maju," tandas mantan Rektor Undip itu.

Sebagaimana diketahui investor asal China yakni China Communications Construction Company (CCCC) Guangzhou Dredging Co Ltd berniat mengembangkan usahanya untuk tiga proyek besar yakni pemindahan Bandara Ahmad Yani, perbaikan pelabuhan Tanjung Emas dan penanganan banjir dan rob.

Dengan Wali Kota Soemarmo HS, pihak CCCC baru sebatas melakukan kesepakatan bersama atau LoI. Selanjutnya belum lama ini perusahaan konstruksi asal Guangzhou itu melakukan pemaparan dengan Gubernur Bibit Waluyo.

Bagi Eko Budihardjo, sebenarnya pemerintah sudah bisa melakukan penanganan banjir dan rob. Pembangunan waduk Jatibarang merupakan bagian dari upaya penanganan itu. "Saya pikir itu dulu (waduk). Konsentrasi untuk banjir dan rob dulu," ungkap dia.

( Dicky Priyanto / CN26 / JBSM )

Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/09/06/95636/Investor-China-Kurang-Diminati

titus15
September 6th, 2011, 07:10 PM
Investornya dirayu membangun CBD-CBD baru di pinggiran saja, dengan moda transportasi dan infrastruktur terpadu yang oke.
atau kalo bandara yang baru, ya disitu saja dipercepat pembanguannnya.

ssphila
September 6th, 2011, 07:19 PM
Pelebaran Jalan Kalipancur-Mijen
Warga Tunggu Kejelasan Pemkot Semarang

Semarang, CyberNews. Warga sekitar jalan Kalipancur menuju Mijen kini menunggu kepastian dari Pemkot Semarang terkait pelebaran jalan yang akan dilakukan untuk sarana penunjang Waduk Jatibarang.

Dengan adanya proyek pelebaran jalan yang rencananya akan dilebarkan 20 meter tersebut, otomatis berimbas pada lahan warga yang tinggal di tepi jalan yang bermukim di kelurahan Kalipancur, Bambankerep, kecamatan Ngaliyan, Kedungpane, dan sebagian kecamatan Mijen.

..................

Source : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/09/06/95634/Warga-Tunggu-Kejelasan-Pemkot-Semarang

YB_Murty
September 6th, 2011, 07:29 PM
Berita lain

Investor China Kurang Diminati
* Pemindahan Bandara Ahmad Yani

06 September 2011 | 22:50 wib
Berita Aktual » Semarang

Semarang, CyberNews. Rencana investor China untuk menggarap pemindahan bandara Ahmad Yani kurang mendapat respon dari kalangan akademisi. Pakar tata kota dari Undip Prof Ir Eko Budihardjo menilai investasi tersebut bakal memunculkan pro kontra di kalangan masyarakat.

"Bagi saya sah-sah saja untuk sebuah investasi, namun perlu dilihat urgensinya dulu. Pemindahan bandara, menurut saya pribadi perlu tapi belum terlalu penting. Permasalahan di Kota Semarang yang paling penting segera ditangani adalah banjir dan rob. Itu yang harus didahulukan," tandas dia.

Dengan ditanganinya permasalahan klasik itu, tentunya Kota Semarang bisa terbebas dari banjir dan rob. "Saya pikir sementara itu dulu sudah cukup. Konsentrasi masalah banjir dan rob dulu, kalau masalah itu sudah teratasi, maka pengusaha maupun investor akan datang dengan sendirinya. Dengan begitu perekonomian di Kota Semarang akan semakin maju," tandas mantan Rektor Undip itu.

Sebagaimana diketahui investor asal China yakni China Communications Construction Company (CCCC) Guangzhou Dredging Co Ltd berniat mengembangkan usahanya untuk tiga proyek besar yakni pemindahan Bandara Ahmad Yani, perbaikan pelabuhan Tanjung Emas dan penanganan banjir dan rob.

Dengan Wali Kota Soemarmo HS, pihak CCCC baru sebatas melakukan kesepakatan bersama atau LoI. Selanjutnya belum lama ini perusahaan konstruksi asal Guangzhou itu melakukan pemaparan dengan Gubernur Bibit Waluyo.

Bagi Eko Budihardjo, sebenarnya pemerintah sudah bisa melakukan penanganan banjir dan rob. Pembangunan waduk Jatibarang merupakan bagian dari upaya penanganan itu. "Saya pikir itu dulu (waduk). Konsentrasi untuk banjir dan rob dulu," ungkap dia.

( Dicky Priyanto / CN26 / JBSM )

Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/09/06/95636/Investor-China-Kurang-Diminati

Begitulah bijaksananya sesepuh kota Semarang kita, hal terpenting dulu yang diseriusi... mungkin itu ada benarnya juga sebab selama ini sifat birokrasi pemerintah yang selalu berjalan spasial dan seringkali kurang tanggap terhadap situasi domestik maupun situasi makro. Penyebab tersebut telah menanamkan rasa pesimis terhadap rencana-rencana baru apa lagi yang berklasifikasi "WAH" seperti pemindahan Bandara. Pendapat sesepuh kita ini bisa jadi positif, namun juga mengundang kegemasan... seolah tidak yakin benar terhadap kinerja pemerintah (baik pemprop maupun pemkot) selama ini. Lha benar saja... sebab selama 10 tahun terakhir pertumbuhan pembangunan di Semarang memang tidaklah significant sehingga mengundang keterhanyutan publik pada masa-masa suram dan selanjutnya yang diyakini adalah suram terus alias stag. Ibaratnya sekarang sudah waktunya bangun pagi,... namun jiwa ini serasa masih ingin terus bermimpi. Ingatlah... hal yang paling nikmat dalam hidup bila berhasil "molor" atau jelasnya ketika terbangun pagi-pagi.. paling enak nikmat adalah tidur lagi, karena biasanya tidur lagi yang kedua adalah yang paling puas tanpa mimpi.

Tapi saya mengamati bahwa kondisi saat ini sudah mulai menunjukkan suatu yang membaik dan cenderung menuju arah positif yaitu geliat dan aktifitas yang mulai meningkat. Dan saya namai kondisi saat ini adalah masa-masa kesegaran pagi dan kita tengah sarapan pagi. Sebentar lagi saya optimis bahwa kita mulai bergerak dinamis, terlebih sebelumnya kita baru saja istirahat panjang.

Pemindahan Bandara AY boleh jadi akan mendesak hanya dalam hitungan singkat karena pertumbuhan mobilitas Semarang akan kencang (rising). Mungkin kurang dari 10 tahun kedepan Bandara baru di Sisi utara sudah memadat penerbangannya dan kepentingan-kepentingan akan pencakar langit sudah mulai menekan daerah pusat kota sehingga memaksa Bandara harus segera dipindahkan. Bila kondisi pertumbuhan ekonomi kota Semarang dalam hitungan 5% per tahun, maka dalam tempo 10 tahun minimal akan terjadi peningkatan ekonomi sebesar 55% lebih besar dibanding kondisi sekarang. Apa lagi kalau pertumbuhannya bisa 8% per tahun maka dalam 10 tahun akan meningkat 100% dibanding kondisi sekarang. Artinya dalam 10 tahun ke depan kita akan menyaksikan kondisi Kwalitas Semarang sudah meningkat 2 kali lipat kondisi sekarang. Peningkatan tersebut bila secara kwalitas mempunyai efek daya tarik terutama di sektor bisnis perdagangan, jasa maupun industri. Ini akan menimbulkan prospek pertumbuhan kwantitas yang cukup signifikan.

Secara fisik akan terasa perubahan minimal antara 2 sampai 2.5 kali dari keadaan sekarang. Bisa jadi Bandara AY saat itu sudah dipenuhi 150-200 kali pergerakan penerbangan dan ini sudah dikatakan cukup padat. Sementara jumlah Hi Rise minimal akan bertambah menjadi 3 kali lipat dibanding jumlah saat ini dan akan mulai menjadi handycap bagi para penerbang.

Hal tersebut sebenarnya baru dengan melihat secara kondisional kota Semarang dan sekitarnya.Secara makro kita sebenarnya sudah mulai bisa membaca bahwa dalam tempo 5 tahun kedepan kota-kota Jakarta, Bandung dan Surabaya sudah mulai masif permasalahannya. Semarang akan menjadi tujuan alternatif yang prospektus untuk berinvestasi maupun untuk berbisnis. Ini akan memaksa RTRW Semarang yang baru disahkan harus direvisi besar-besaran dalam tempo 10 tahun lagi (dari 25 tahun jangka waktu berlakunya).

endar
September 6th, 2011, 07:32 PM
^^ alangkah baiknya penanganan Banjir dan rob dibarengai dengan pembangunan bandara dan superblok2 baru di Kota Semarang.
:)
saya suka sekali dengan Street View-nya Kota Semarang. bersih, sejuk, rapi.

mudah2an semuanya berjalan lancar.. amiennn..

YB_Murty
September 6th, 2011, 07:52 PM
Investornya dirayu membangun CBD-CBD baru di pinggiran saja, dengan moda transportasi dan infrastruktur terpadu yang oke.
atau kalo bandara yang baru, ya disitu saja dipercepat pembanguannnya.

Tidak terlalu setuju membangun banyak CBD terutama di daerah pinggiran... Hal ini akan semakin memproyeksikan perkembangan kota menjadi pola menyebar dan terus berkembang melar secara horizontal. Sisi lingkungan akan lebih banyak menjadi korban, dan sudah pasti akan memecah konsentrasi dan struktur mobilitas masyarakat kota. Akibatnya infrastruktur kota akan selalu tertinggal/mengekor dalam melayani mobilitas dan aktivitas kota (bukannya menjadi pengendali).

YB_Murty
September 6th, 2011, 08:11 PM
^^ alangkah baiknya penanganan Banjir dan rob dibarengai dengan pembangunan bandara dan superblok2 baru di Kota Semarang.
:)
saya suka sekali dengan Street View-nya Kota Semarang. bersih, sejuk, rapi.

mudah2an semuanya berjalan lancar.. amiennn..

Kondisi saat ini memang serba nanggung. Baru akan terlihat kepastiannya di 3-5 tahun ke depan. Bandara tak masalah dibangun di sisi utara dan dinikmati sampai 10 tahun ke depan saja (karena masih saratnya kepentingan-kepentingan yang ada). Dinilai rugi kemungkinan memang terlihat rugi, namun tak akan berarti kerugiannya dengan pemindahan bandara di 10 tahun lagi, karena intensitas pertumbuhan kota Semarang sudah mencapai posisi ideal masuk dalam skala pertumbuhan massive.

Street Viewnya memang sudah meningkatkan kadar kwalitas 2 kali lipat dari kondisi sebelumnya. Dulu trotoar hanya sekedar trotoar yang sulit mendapat perhatian sehingga bila di "coup" PKL ya dinilai wajar-wajar saja. Trotoar menjadi bagian jalan yang susah dinikmati. Tetapi kini, setelah ditingkatkan kwalitasnya sudah bisa dinikmati. Kenikmatan trotoar ini mendorong perhatian dan menjadi bagian penting bagi sarana transportasi jarak dekat (jalan kaki),... mengundang orang-orang bermunculan berjalan atau bermobilitas di trotoar... menjadi ramai dan keramaian adalah potensi uang dan keuntungan. Sudah barang tentu lahan-lahan nganggur atau bangunan-bangunan yang tak terlalu termanfaatkan di sepanjang lintasan trotoar baru menjadi serbuan bagi para investor untuk berinvestasi membangun gedung-gedung yang lebih berkwalitas.

Kondisi street view sekarang ini menurut saya boleh dibilang sukses, tinggal menjaga serta mengendalikan fungsi dan penggunaannya. Saya yakin dengan kondisi saat ini akan lebih memudahkan membelajari masyarakat untuk tertib dan berperilaku lebih maju.... semaju keadaan ketika orang-orang berjalan di coridor-coridor MAL. Saya pun mencita-citakan seperti trotoar-trotoar di kawasan Simpang Lima bisa setara koridor-koridor di dalam gedung Mal. Betapa nikmatnya memasuki sebuah kawasan antara di area terbuka dan di dalam gedung tetap terasa sama, yaitu berkwalitas Mal.

ssphila
September 6th, 2011, 08:16 PM
@endar : Amin. Thanks kang endar.

Utk pembangunan Smg, sejujurnya pendapat sy juga lebih setuju sperti Kang endar.

Soal bandara saya sih gak masalah bandara pindah/tidak tapi jelas bangunan/terminal bandara Smg tak ada yg bisa dibanggakan blasss, lha rencana mau bikin terminal baru aja modele welek polllll kebangetannnnn. Omongin bandara Smg lagi.... sebenernya muales polll. Padahal setauku yo rame terus koq masih dibilang rugi terus... ???? :bash::bash::bash: Kecewa berat lah dgn pemerintah kl soal bandara ini. Cuma menang lokasi... asli Bandaranya Semarang, kl pindah kemungkinan sdh gak asli Bandara Semarang, mungkin Bandara Demak/Kendal :P

ssphila
September 6th, 2011, 08:22 PM
Progres Gedung Pertemuan di Plampitan

http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/IMG0649B.jpg


Bakal taxi baru di Smg

http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/IMG0645A.jpg

endar
September 6th, 2011, 08:23 PM
^^ betul karena itu sarana utama kota kang,,
jalanan semarang sekarang kurang bagus ya kang? padahal jaman saya kesana, wuihh mulus dan cakep abis jalannya.
atau bernasib sama seperti kota besar lainnya, karena tingginya arus LaLin, menyebabkan jalan cepat rusak.
:)

endar
September 6th, 2011, 08:24 PM
Progres Gedung Pertemuan di Plampitan

http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/IMG0649B.jpg


Bakal taxi baru di Smg

http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/IMG0645A.jpg

wuihhh taksi full wiiii-fiiiii....
gantengnya..
;P

ssphila
September 6th, 2011, 08:28 PM
^^ hehehe taksi dari Bandung....

endar
September 6th, 2011, 08:35 PM
^^ enak kok kang Taxinya.. bisa karaoke didalemnya.. cuma malu aja sama supirnya, suara pas2an tapi eksis bener... hehehe

oh ya kang. kalo Kota Semarang kawasan pembatasan ketinggian bangunan diamana saja? dan berapa meter?
terkadang suka aneh, seperti di Bandung atau Semarang, banyak tiang komunikasi atau TV Tower yang tingginya sampai ratusan meter tapi tidak dilarang.. kalo gedung saja,, sampai 100m langsung diprotes. hehe

ssphila
September 6th, 2011, 08:57 PM
Soal kkop Semarang dulu sdh pernah dibahas, ini sy quote dr postingan Pak YB_Murty :

http://img704.imageshack.us/img704/6758/scan0082a.jpg
Shot at 2010-06-10

Coba di cermati bersama peraturan standart ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) yang selalu jadi patokan internasional dan dirujuk Departemen Perhubungan RI. Bahwa pada permukan horizontal ketinggian maksimal sampai 200m (kecuali ATC), lalu pada permukaan konis (lebarnya sekitar 1 mil- kalo tidak keliru) mulai menanjak, kira-kira pada tepi luar garis konis bisa mencapai 80-90 m. dan setelah itu boleh lebih dari 90m (HIGH RISE BUILDING AREA). Lalu kita check KKOP Bandara A. Yani dibawah ini. Nahh ketahuan area yang bisa H Rise. Jadi kalo di Marina mau bangun tower tinggi ya gak bisa. Tapi di Simpang Lima harusnya boleh sampai 20an lantai. Kecuali daerah jalur permukaan pendekatan untuk pendaratan (diatas Java mall sd Tanah Putih atau Patra Jasa - Elisabet) memang dibatasi ketinggiannya, apa lagi kawasan tersebut adalah perbukitan.

http://img638.imageshack.us/img638/2694/kkopsemarang.jpg
Shot at 2010-06-10

Sy dengernya CBD Pemuda & Simpang Lima 45M, soal tower sy juga heran krn mmg di Simpang Lima ada tower radio yg lumayan tingginya. Entah gimana aturannya, mungkin ada forumer lain yg paham soal ini & kkop ?

endar
September 6th, 2011, 10:41 PM
^^ great info.. iya aneh sekali... di Bandung dan Medan juga mengalami hal yang serupa..
apa karena tipis2 ya, jadi ga menganggu.. hihihiihih

YB_Murty
September 6th, 2011, 10:41 PM
@endar : Amin. Thanks kang endar.

Utk pembangunan Smg, sejujurnya pendapat sy juga lebih setuju sperti Kang endar.

Soal bandara saya sih gak masalah bandara pindah/tidak tapi jelas bangunan/terminal bandara Smg tak ada yg bisa dibanggakan blasss, lha rencana mau bikin terminal baru aja modele welek polllll kebangetannnnn. Omongin bandara Smg lagi.... sebenernya muales polll. Padahal setauku yo rame terus koq masih dibilang rugi terus... ???? :bash::bash::bash: Kecewa berat lah dgn pemerintah kl soal bandara ini. Cuma menang lokasi... asli Bandaranya Semarang, kl pindah kemungkinan sdh gak asli Bandara Semarang, mungkin Bandara Demak/Kendal :P

Ya jangan pesimis dulu lah. Desainnya pasti ada perubahan. Di tangan pak Bibit walau slogannya Bali Deso, tapi beliau punya taste modern juga lho. Minimal desain gedung despra di pahlawan itu juga arahan beliau. Kalau disuguhi model yang jauh dari Despra pasti pak Bibit akan koar-koar. Sedangkan wacana desain awal itu kan sejak jaman pak mardiyanto. Saya optimis ada perubahan yang positif.

Tentang rugi saya kira hanya semacam prospek yang dianggap bandara di Semarang pertumbuhannya tak terlalu rising dibanding bandara-bandara lain apa lagi yang berstatus hub utama seperti Surabaya, Balikpapan, Makasar. Pilihan transportasi di Semarang sangat lengkap membuat orang mudah memilih sesuai keinginan dan hematnya. Beda dengan orang Makasar yang sudah pasti harus menggunakan pesawat untuk ke Surabaya dan Jakarta. Tapi saya yakin prospek 5 tahun ke depan saat Jakarta dan Surabaya sudah mulai jenuh, maka Semarang yang rising.

YB_Murty
September 6th, 2011, 10:45 PM
Soal kkop Semarang dulu sdh pernah dibahas, ini sy quote dr postingan Pak YB_Murty :



Sy dengernya CBD Pemuda & Simpang Lima 45M, soal tower sy juga heran krn mmg di Simpang Lima ada tower radio yg lumayan tingginya. Entah gimana aturannya, mungkin ada forumer lain yg paham soal ini & kkop ?

RTRW Semarang yang baru sudah lebih terukur. Daerah Simpang Lima sudah boleh sampai posisi 70an meter. Jadi bisa sampai 20 lantai. Buktinya Apartmen Mutiara sudah 20an lantai. Dan Peterongan sudah pada posisi 30an lantai dan best western peterongan meresponnya.

titus15
September 7th, 2011, 01:07 AM
Tidak terlalu setuju membangun banyak CBD terutama di daerah pinggiran... Hal ini akan semakin memproyeksikan perkembangan kota menjadi pola menyebar dan terus berkembang melar secara horizontal. Sisi lingkungan akan lebih banyak menjadi korban, dan sudah pasti akan memecah konsentrasi dan struktur mobilitas masyarakat kota. Akibatnya infrastruktur kota akan selalu tertinggal/mengekor dalam melayani mobilitas dan aktivitas kota (bukannya menjadi pengendali).

Atau gini ajalah, disuruh investasi pol seluruh infrastruktur transportasi, mulai pembangunan jembatan2 (yang melintasi banjir kanal barat dan Timur), perbaikan jalan2 di daerah pinggiran (non ringroad/arteri), sampai pengadaan angkutan umum yang oke (BRT 10 koridor tanpa perlu menunggu bantuan pem pusat), pembangunan terminal2 baru dll.


Kalo CBD baru mungkin yang skalanya menengah saja. hanya buat mencegah semua yang dipinggiran masuk ke kota kalo butuh sesuatu. Tapi jumlahnya harus cukup memadai...

castle_92
September 7th, 2011, 02:47 AM
^^ alangkah baiknya penanganan Banjir dan rob dibarengai dengan pembangunan bandara dan superblok2 baru di Kota Semarang.
:)
saya suka sekali dengan Street View-nya Kota Semarang. bersih, sejuk, rapi.

mudah2an semuanya berjalan lancar.. amiennn..

Amin, semoga semarang mengikuti surabaya & bandung dalam pembangunan office tower, superblok & apartmen karna lahan yang semakin menipis diperlukan bangunan high rise keatas :lol:

^^ betul karena itu sarana utama kota kang,,
jalanan semarang sekarang kurang bagus ya kang? padahal jaman saya kesana, wuihh mulus dan cakep abis jalannya.
atau bernasib sama seperti kota besar lainnya, karena tingginya arus LaLin, menyebabkan jalan cepat rusak.
:)

Kalo jalanan pusat kota masih bagus karna sering diadakan perawatan & pengaspalan jalan, mungkin daerah yang sering rob jalannya jadi mudah rusak tapi sekarang udah banyak dibenahi dengan dibeton / dipaving. Overall bagus apalagi jalanan daerah semarang atas. Mulus 2x:lol:

kenyot
September 7th, 2011, 04:02 AM
Bakal taxi baru di Smg

http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/IMG0645A.jpg

Layanan Terakhir kali diluncurkan Cipaganti Otojasa adalah Taksi. Bertemakan taksimax, Cipaganti Taksi bukan hanya sekedar pengantaran pelanggan di dalam kota, fasilitas lengkap adalah salah satu keunggulan taksimax ini. Dengan fasilitas Wi-Fi dan Movie serta kelengkapan kendaraan yang memadai telah membedakan layanan taksimax dengan taksi yang lainnya

http://img143.imageshack.us/img143/4726/taxie.png

sembilanbelas
September 7th, 2011, 08:42 AM
Bakal taxi baru di Smg

http://i953.photobucket.com/albums/ae16/ssphila/Semarang/IMG0645A.jpg

Taksinya Cipaganti masuk juga. Dulu pernah tanya di facebooknya tentang kemungkinan Cipaganti taksi masuk ke Semarang tapi tidak dijawab. Berapa unit ya? Serempak dengan Jogja juga? Coba Solo sekaligus, pasti masuk MURI tuh, tiga kota sekaligus.... :P


Bis Jepara - Jakarta ini ada wifinya juga.. :okay:
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/148334_178841425465159_100000179093126_704886_5900378_n.jpg
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=178841425465159&set=o.371690924684&type=3&permPage=1

sembilanbelas
September 7th, 2011, 08:43 AM
Tanah 126 Warga Tergusur
SEMARANG– Proyek pelebaran Jalan Abdurrahman Saleh-Mijen akan menggusur tanah milik 126 warga Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan dan Bambankerep, Kecamatan Mijen.

Lurah Kalipancur,Tupardjiono HS mengatakan proyek tersebut rencananya akan dibangun awal 2012 dan saat ini masih dalam tahap sosialisasi.“Sosialisasi ini terkait dengan nilai ganti rugi tanah tersebut belum ditentukan,” ujarnya kemarin. Pelebaran jalan itu rencananya dimulai dari Jalan Abdurrahman Saleh Kalibanteng, Jalan Untung Suropati, kemudian berlanjut sampai BSB Mijen. Badan jalan yang kini luasnya sekitar 15 meter akan dilebarkan menjadi 30 meter. Proyek itu sesuai rencana ditargetkan selesai pada 2014, bersamaan dengan selesainya proyek pembangunan Waduk Jatibarang.

Dalam sosialisasi yang dilakukan di Balai Kelurahan Kalipancur belum lama ini, para warga menginginkan harga ganti rugi tanah yang akan digunakan untuk pelebaran jalan itu sama seperti harga pembebasan tanah untuk jalan tol. “Namun, kami belum sepakat terkait permintaan warga itu karena jalan yang akan dilebarkan ini murni untuk kepentingan publik,bukan untuk kepentingan mencari keuntungan,” papar Tupardjiono Sosialisasi proyek ini yang melibatkan para pedagang kaki lima (PKL) yang setiap hari berjualan di sepanjang pinggir jalan Abdurrahman Saleh dan Jalan Untung Suropati.

Menurut Tupardjiono HS, jumlah PKL yang berada di kawasan tersebut baik legal maupun ilegal mencapai 120 orang. “Selama pengerjaan pelebaran jalan nanti, para PKL yang legal kami usulkan dipindah di belakang Swalayan Ramai Manyaran,sedangkan yang ilegal kami belum tahu,” kata Tupardjiono. Proyek pelebaran jalan tersebut diharapkan mampu mengatasi kemacetan terutama pada pagi dan sore hari. Bila proyek itu terealisasi, kemacetan yang terjadi di Jalan Aburahman Saleh tepatnya dipojokan Bundaran Kalibanteng akan terurai.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Nugroho Joko Purwanto mengaku sudah mengajukan anggaran ke DPRD di APBD 2012 terkait pembangunan jalan di daerah pinggiran.“ Kami sudah mengusulkan kurang lebih Rp50 miliar untuk penataan jalan pinggiran,” ungkapnya. Menurut Nugroho, lalu lintas kendaraan yang melintas di Jalan Abdurrahman Saleh sampai Jatibarang Mijen diperkirakan akan terus meningkat seiring dioperasikannya Waduk Jatibarang nanti.

Sebab, waduk yang saat ini baru dibangun selain berfungsi sebagai penampungan air, juga akan diproyeksikan sebagai area wisata. “Jadi, pengembangan wisata itu juga harus diimbangi dengan infrastruktur yang baik,”tandas Nugroho. amin fauzi
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/425571/

ssphila
September 7th, 2011, 12:26 PM
^^ enak kok kang Taxinya.. bisa karaoke didalemnya.. cuma malu aja sama supirnya, suara pas2an tapi eksis bener... hehehe



Layanan Terakhir kali diluncurkan Cipaganti Otojasa adalah Taksi. Bertemakan taksimax, Cipaganti Taksi bukan hanya sekedar pengantaran pelanggan di dalam kota, fasilitas lengkap adalah salah satu keunggulan taksimax ini. Dengan fasilitas Wi-Fi dan Movie serta kelengkapan kendaraan yang memadai telah membedakan layanan taksimax dengan taksi yang lainnya



Taksinya Cipaganti masuk juga. Dulu pernah tanya di facebooknya tentang kemungkinan Cipaganti taksi masuk ke Semarang tapi tidak dijawab. Berapa unit ya? Serempak dengan Jogja juga? Coba Solo sekaligus, pasti masuk MURI tuh, tiga kota sekaligus.... :P


Bis Jepara - Jakarta ini ada wifinya juga.. :okay:


Saya cukup kagum dgn calon taxi ini, tapi juga heran. Fasilitas lengkap ini menurut sy bisa dinikmati kl jarak yg ditempuh memakan wkt agak lama atau pas macet. Apa didalam taksinya ada penyekat antara penumpang belakang & sopir ? Kl karaoke-an apa gak wagu.... :P dianggapnya kayak limosin aja... :lol:

Nah kl sperti di bis malam fasilitas ini cocok kecuali (tetep) karaoke-nya.

====

@YB_Murty : Maaf pak bukan pesimis, cuma kritikkan sangat pedas buat bandaranya Semarang.... krn gambar rendering tsb sdh pernah muncul di baliho bersama Pak Gub & Pak Walkot.

ssphila
September 7th, 2011, 02:38 PM
Akhir Tahun Ini, Semarang Bakal Miliki Rumah Pemulihan Gizi

Pembangunan rumah pemulihan gizi (RPG) yang beralamat di Jalan Karangrejo Banyumanik Semarang telah dimulai sejak 3 Agustus lalu. Direncanakan pembangunan dengan biaya Rp 400 juta tersebut akan selesai pada awal Desember mendatang. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang Niken Widyah Hastuti mengatakan RPG ini dimaksudkan untuk membantu pemulihan gizi bagi para penderita gizi buruk ataupun kekurangan gizi terutama pada balita. Tempat ini nantinya akan dilengkapi dengan arena bermain , perpustakaan, ruang konsultasi serta berbagai ruangan lain untuk meningkatkan tumbuh kembang anak.

Source : http://halosemarang.com/blog/akhir-tahun-ini-semarang-bakal-miliki-rumah-pemulihan-gizi/

titus15
September 7th, 2011, 02:42 PM
Layanan Terakhir kali diluncurkan Cipaganti Otojasa adalah Taksi. Bertemakan taksimax, Cipaganti Taksi bukan hanya sekedar pengantaran pelanggan di dalam kota, fasilitas lengkap adalah salah satu keunggulan taksimax ini. Dengan fasilitas Wi-Fi dan Movie serta kelengkapan kendaraan yang memadai telah membedakan layanan taksimax dengan taksi yang lainnya

http://img143.imageshack.us/img143/4726/taxie.png
Sebetulnya fasilitas seperti ini berbahaya, karena kalo sampai keasyikan nonton film, online atau karaokean, begitu turun argonya udah 'bunyi' banget tarifnya... (nggak tau kalo diputer-puterin sopirnya)

YB_Murty
September 7th, 2011, 06:30 PM
Sebetulnya fasilitas seperti ini berbahaya, karena kalo sampai keasyikan nonton film, online atau karaokean, begitu turun argonya udah 'bunyi' banget tarifnya... (nggak tau kalo diputer-puterin sopirnya)

Tapi sebenernya yang paling sip dan keren tetaplah Blue Bird, apa lagi kalau silver dan golden bird bisa masuk Semarang.

RAGIL77
September 8th, 2011, 04:32 AM
Penumpang A Yani Lampaui Target

Thursday, 08 September 2011
SEMARANG– Lonjakan penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang selama Lebaran melampaui prediksi. Sebelumnya prediksi lonjakan penumpang hanya 10% dibandingkan Lebaran 2010, namun ternyata peningkatannya mencapai 30%.

Dari data posko di Bandara Ahmad Yani Semarang terungkap bahwa puncak arus mudik (kedatangan penumpang) pada Lebaran tahun ini terjadi pada 27 Agustus dengan jumlah 4.965 penumpang. Sedangkan puncak arus balik (keberangkatan penumpang) terjadi pada 4 September dengan jumlah 4.592 penumpang. ”Dibandingkan Lebaran tahun lalu memang tahun ini peningkatakanya sangat signifikan,” ujar Kepala Posko Lebaran Bandara Ahmad Yani Semarang, Suhadi,kemarin.

Sedangkan pada Lebaran 2010, puncak arus mudik yang terjadi pada H-2 dengan jumlah 3.823 penumpang. Untuk arus balik yang terjadi pada H+6 dengan jumlah 3.328 penumpang. Lonjakan penumpang tahun ini karena didukung oleh semakin banyaknya frekuensi penerbangan (flight) di Bandara Ahmad Yani Semarang.Tahun ini frekuensi penerbangan bisa mencapai 30 flightper hari. Di samping itu, penambahan frekuensi penerbangan (extra flight) yang dilakukan oleh sejumlah maskapai penerbangan juga ikut mendongkrak lonjakan penumpang.

Tercatat untuk Lebaran tahun ini ada dua maskapai yang menambah frekuensi penerbangannya, yaitu Lion Air dan Batavia Air dengan rute Semarang- Jakarta. Di samping itu, jumlah pemudik yang melalui Bandara Ahmad Yani pada Lebaran tahun ini juga seiring dengan peralihan penumpang dari moda transportasi darat.”Peningkatan ini terjadi karena kenaikan tarif bus yang lumayan tinggi. Orang sekarang juga sudah malas menghadapi risiko macet di jalan, makanya mereka pilih naik pesawat yang waktu tempuhnya lebih singkat,”tuturnya.

Manajer Operasi Bandara Ahmad Yani Semarang, Sentot S Mulato menuturkan, penambahan jumlah frekuensi penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang tahun ini memang cukup signifikan. Dengan demikian wajar ada lonjakan penumpang yang melebihi dari prediksi. Hanya, dia berharap pemerintah segera mewujudkan rencana pengembangan Bandara Ahmad Yani yang sudah diprogramkan sejak lama.

Mengingat seiring dengan tuntutan peningkatan pelayanan, pengembangan bandara harus segera dilakukan. alkomari

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/426037/

castle_92
September 8th, 2011, 04:37 AM
Pedagang Tolak ke Lapangan Garnisun

Semarang Metro
08 September 2011

SEMARANG - Pedagang Pasar Bulu menolak pindah ke penampungan sementara Lapangan Garnisum, Kalisari. Mereka menilai lokasi jauh dari Pasar Bulu dan tempat tidak representatif.

Wakil Ketua PPJP Bulu Imron Basori, secara prinsip pedagang tidak menolak rencana pemerintah membenahi Pasar Bulu. Hanya saja, lokasi penampungan harus dekat dengan pasar.
”Pemkot sudah mewacanakan lokasi penampungan di Lapangan Garnisun. Kami ingin lihat dulu lama proyek pengerjaan Pasar Bulu. Kalau jangka sebentar, lebih baik di sekitar Jalan HOS Cokroaminoto atau Jayengan. Kalau lama, bisa saja Lapangan Garnisun. Namun kami melihat kurang representatif. MCK-nya bagaimana, sarana dan prasarana bagaimana,” tandas dia, Rabu (7/9).

Pedagang khawatir kalau nanti ditempatkan di lapangan, tentu kesulitan mendapatkan pembeli. ”Beda kalau lokasi penampungannya masih dekat dengan pasar, tentunya pelanggan tidak akan lari,” lanjut dia.
Untuk sekarang, pedagang dengan Dinas Pasar masih terus berkoordinasi. Dia menilai, langkah pemerintah dengan melibatkan pedagang dalam revitalisasi Pasar Bulu sudah sangat tepat. ”Untuk pemilihan lapangan masih tarik ulur,” ungkap Imron.

Sejauh ini Dinas Pasar beranggapan lapangan Garnisum merupakan sekian lokasi alternatif yang paling representatif. Kepala Dinas Pasar Abdul Madjid menilai lokasi tersebut bisa mengisolasi pedagang.
Dengan demikian, aktivitas pedagang tidak menganggu masyarakat sekitar. Beda bila ditempatkan di Jalan HOS Cokroaminoto, aktivitas pasar akan mengganggu kegiatan belajar mengajar dan RS Bhakti Wira Tamtama.

Bagi Imron, revitalisasi nanti harus memenuhi aspirasi pedagang. Meski pemerintah belum memperlihatkan gambar Pasar Bulu yang terbaru, setidaknya fasilitas dan sarana maupun prasarana yang ada sekarang harus dikembalikan lagi.

”Kalau sekarang pedagang dapat ukuran 2x2, nantinya setelah dibangun harus tetap sama. Demikian juga sama untuk yang lain,” lanjutnya.
Pasar Bulu ini nantinya direvitalisasi menjadi tiga lantai ditambah basement. tahapan revitalisasi Pasar Bulu akan dimulai tahun ini. Sesuai detail engineering design (DED), revitalisasi pasar menelan biaya Rp 44 miliar. Pendanaan dibantu Pemerintah Pusat Rp 23 miliar, Pemprov Rp 7 miliar, dan sisanya ditanggung Pemkot. (H37,J9 -61 )

Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/08/158413/Pedagang-Tolak-ke-Lapangan-Garnisun

sembilanbelas
September 8th, 2011, 05:56 AM
Sekedar melengkapi, jumlah taksi di Semarang:
1. Atlas 267 unit
2. Kosti 200 unit
3. Puri Kencana 77 unit
4. Pandu 126 unit
5. Astria 25 unit
6. Semarang City 100 unit
7. Ekspress 200 unit
8. Blue Bird 200 unit
9. Max ? unit
Jumlah total: 1195 unit

Dari 9 operator, 4 diantarnya operator nasional. Blue Bird ijin 200 unit, belum tahu apakah 200 unitnya sudah beroperasi semua.

sumber: bstp.hubdat.web.id/data/menu/REKAP%20TAKSI%20PROPINSI.xls

YB_Murty
September 8th, 2011, 06:54 AM
^^^^Taxi bandara belum termasuk ya?... informasinya berjumlah 80 unit. Sepertinya kekurangan unit juga terutama pada jam-jam sibuk. Makanya di kalibanteng selalu nongkrong belasan sampai 20an taxi (standby) nunggu diorder ngangkut penumpang dengan harga khusus.

yunancutespdmt
September 8th, 2011, 11:47 AM
Berikut dpt renderingnya renovasi pasar BULU ..

http://mcetak.suaramerdeka.com/GalleryView.shtml?GId=08092011101005011

tp sy ga bs nampilinnya,.. :-(

yunancutespdmt
September 8th, 2011, 11:51 AM
Klo yang itu gak bs, dpt d coba jg yang ini

http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2011/09/08/index.shtml

Source: Epaper SM

detwis
September 8th, 2011, 12:09 PM
hello newbie ijin gabung

asli semarang uda 25 taon bernafas di kota ini.. :banana:

progress dari pak marmo cakep ya... drpd walikota sebelumnya
berharap bgt kota lama disentuh

yunancutespdmt
September 8th, 2011, 12:16 PM
Pembangunan jalur ganda KA Pantura dikebut

Oleh JIBI on Thursday, 8 September 2011


JAKARTA: Kementerian Perhubungan kebut penyelesaian rel ganda atau double track jalur kereta api Jakarta-Semarang, yang diharapkan dapat dioperasikan pada musim angkutan Lebaran 2012 guna mengurangi kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Mungkin tahun depan sudah dapat difungsikan double track kereta api Jakarta-Semarang,” kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan dengan beroperasinya jalur double track Jakarta-Semarang, yang merupakan bagian dari jalur ganda Jakarta hingga Surabaya sepanjang 727 km, akan membantu mengurangi beban kepadatan kendaraan di jalan raya.

“Kalau jalan raya berkurang bebannya, diharapkan mampu mengurangi angka kecelakaan, sehingga tidak ada lagi angka kecelakaan seperti saat musim angkutan Lebaran seperti tahun ini,” tutur dia.

Kemenhub sendiri sebelumnya menargetkan proyek jalur ganda kereta api Jakarta-Surabaya sepanjang 727 km yang menelan dana Rp9,01 triilun selesai pada 2013. Dengan demikian dapat dioperasikan pada 2014.

Bambang mengatakan target itu, untuk mempercepat pengalihan angkutan barang dari jalan raya ke kereta api (KA) di jalur pantai utara (Pantura).

Sampai dengan saat ini, lanjutnya, sebagian jalur ganda sudah selesai dibangun bahkan sebagian ruas sudah beroperasi. Jalur rel ganda antara Jakarta – Semarang yang sudah double track baru beberapa bagian yang selesai.

Jalur ganda yang sudah dioperasikan yakni ruas rel Tegal-Pekalongan sepanjang 33 km yakni antara Petarukan-Larangan. Petarukan – Semarang sedang dalam proses pengerjaan fisik, dan Semarang – Surabaya masih single track (rel tunggal).

“Jalur Tegal-Pekalongan seluruhnya 63 km, yang sudah beroperasi hanya 33 km, dan ditargetkan mulai beroperasi 2012 untuk jalur ini,” tutur Bambang.

Dia mengatakan pengerjaan proyek jalur ganda itu masih bersifat parsial bergantung lahan yang sudah dibebaskan. Proses pembebasan lahan di wilayah pedesaan hingga perkotaan dilakukan secara maksimal pada tahun ini. “Pada 2012 pembebasan tanah sudah selesai semua untuk jalur ganda Jakarta-Surabaya,” lanjutnya.

Khusus ruas Petarukan-Semarang sepanjang 90 km, proses pengerjaannya termasuk kategori sulit karena melewati pantai. Namun, optimistis mulai 2012 bisa diselesaikan semua sehingga mulai 2013 sudah bisa beroperasi secara sepenuhnya Jakarta-Semarang.

Jalur rel ganda Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa saat ini yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya, hanya sebagian yang memiliki jalur ganda.( Berliana Elisabeth S/rsj)

sumber: http://www.bisnis-jateng.com/index.php/2011/09/pembangunan-jalur-ganda-ka-pantura-dikebut/

detwis
September 8th, 2011, 12:30 PM
Pedagang Tolak ke Lapangan Garnisun

Semarang Metro
08 September 2011

SEMARANG - Pedagang Pasar Bulu menolak pindah ke penampungan sementara Lapangan Garnisum, Kalisari. Mereka menilai lokasi jauh dari Pasar Bulu dan tempat tidak representatif.

Wakil Ketua PPJP Bulu Imron Basori, secara prinsip pedagang tidak menolak rencana pemerintah membenahi Pasar Bulu. Hanya saja, lokasi penampungan harus dekat dengan pasar.
”Pemkot sudah mewacanakan lokasi penampungan di Lapangan Garnisun. Kami ingin lihat dulu lama proyek pengerjaan Pasar Bulu. Kalau jangka sebentar, lebih baik di sekitar Jalan HOS Cokroaminoto atau Jayengan. Kalau lama, bisa saja Lapangan Garnisun. Namun kami melihat kurang representatif. MCK-nya bagaimana, sarana dan prasarana bagaimana,” tandas dia, Rabu (7/9).

Pedagang khawatir kalau nanti ditempatkan di lapangan, tentu kesulitan mendapatkan pembeli. ”Beda kalau lokasi penampungannya masih dekat dengan pasar, tentunya pelanggan tidak akan lari,” lanjut dia.
Untuk sekarang, pedagang dengan Dinas Pasar masih terus berkoordinasi. Dia menilai, langkah pemerintah dengan melibatkan pedagang dalam revitalisasi Pasar Bulu sudah sangat tepat. ”Untuk pemilihan lapangan masih tarik ulur,” ungkap Imron.

Sejauh ini Dinas Pasar beranggapan lapangan Garnisum merupakan sekian lokasi alternatif yang paling representatif. Kepala Dinas Pasar Abdul Madjid menilai lokasi tersebut bisa mengisolasi pedagang.
Dengan demikian, aktivitas pedagang tidak menganggu masyarakat sekitar. Beda bila ditempatkan di Jalan HOS Cokroaminoto, aktivitas pasar akan mengganggu kegiatan belajar mengajar dan RS Bhakti Wira Tamtama.

Bagi Imron, revitalisasi nanti harus memenuhi aspirasi pedagang. Meski pemerintah belum memperlihatkan gambar Pasar Bulu yang terbaru, setidaknya fasilitas dan sarana maupun prasarana yang ada sekarang harus dikembalikan lagi.

”Kalau sekarang pedagang dapat ukuran 2x2, nantinya setelah dibangun harus tetap sama. Demikian juga sama untuk yang lain,” lanjutnya.
Pasar Bulu ini nantinya direvitalisasi menjadi tiga lantai ditambah basement. tahapan revitalisasi Pasar Bulu akan dimulai tahun ini. Sesuai detail engineering design (DED), revitalisasi pasar menelan biaya Rp 44 miliar. Pendanaan dibantu Pemerintah Pusat Rp 23 miliar, Pemprov Rp 7 miliar, dan sisanya ditanggung Pemkot. (H37,J9 -61 )

Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/08/158413/Pedagang-Tolak-ke-Lapangan-Garnisun

rencana pasar bulu jd pusat oleh2 jd ya?

titus15
September 8th, 2011, 12:41 PM
Selamat bergabung mas...

Beberapa hal yang saya masih bingung tentang Pasar bulu ini:
1. Bakal jadi 4 lantai (incld basement), berarti bongkar, padahal katanya masuk BCB. Rendering nggak keluar2/ disosialisasikan.
2. Dari beberapa berita terakhir, kayaknya nggak khusus jadi pusat oleh2. Karena ada juga bagian yang jualan barang basahan. Kalo masih campur pasar tradisional biasa agaknya nanggung juga, soalnya posisi pasar ini sangat terbatas kawasan layanannya, paling hanya daerah barusari dan bulustalan. Kampung lain agak jauh jalan memutarnya dan mengoneksinya. Kecuali kalo jadi perluasan kawasan oleh2 pandanaran itu baru joss...

detwis
September 8th, 2011, 12:51 PM
Selamat bergabung mas...

Beberapa hal yang saya masih bingung tentang Pasar bulu ini:
1. Bakal jadi 4 lantai (incld basement), berarti bongkar, padahal katanya masuk BCB. Rendering nggak keluar2/ disosialisasikan.
2. Dari beberapa berita terakhir, kayaknya nggak khusus jadi pusat oleh2. Karena ada juga bagian yang jualan barang basahan. Kalo masih campur pasar tradisional biasa agaknya nanggung juga, soalnya posisi pasar ini sangat terbatas kawasan layanannya, paling hanya daerah barusari dan bulustalan. Kampung lain agak jauh jalan memutarnya dan mengoneksinya. Kecuali kalo jadi perluasan kawasan oleh2 pandanaran itu baru joss...


kebetulan rumah saya di lemah gempal.. jd deket ma pasar bulu..
sah2 aja sih kalo jd pusat oleh2... mengingat kondisi jl. pandanaran sudah tdk memungkinkan utk beberapa tahun ke depan..

kalo 4 lantai mantap jg nih..

semoga cakep aja dah


ada kabar kota lama ga?
itu sebenernya prospek yg sangat bagus utk pekermbangan kota semarang kalo kota lama dibenahi

titus15
September 8th, 2011, 12:54 PM
Klo yang itu gak bs, dpt d coba jg yang ini

http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2011/09/08/index.shtml

Source: Epaper SM

wHADHUH nJEGLEG lAGI?????

yunancutespdmt
September 8th, 2011, 12:57 PM
08 September 2011 | 17:07 wib
Berita Aktual » Semarang
Pelindo Tanjung Emas Perbaiki Dua Dermaga

Semarang, CyberNews. PT Pelindo III Tanjung Emas telah melakukan pembenahan awal Pelabuhan Tanjung Emas yang menelan dana sekitar Rp 46 miliar. Pembenahan tahap awal ini meliputi, peninggian Dermaga Nusantara serta pembangunan Pelabuhan Dalam.

General Manager Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rismature Sidabutar mengatakan, saat ini penggarapan dua dermaga tersebut telah selesai penggarapannya. Dermaga nusantara adalah tempat terminal penumpang, dan dermaga pelabuhan dalam merupakan tempat bersandarnya kapal barang selebar 15 meter dan sepanjang 200 meter.

"Peninggian dua dermaga tersebut dilakukan dalam rangka modernisasi Pelabuhan Tanjung Emas yang akan selesai pada 2014," terangnya.

Guna mengatasi rob dan banjir yang terus menggenangi wilayah Pelabuhan Tanjung Emas, PT Pelindo III juga akan segera membangun kolam retensi di wilayah ujung timur pelabuhan. Kolam retensi seluas tiga hektare ini akan segera dibangun tahun ini.

Untuk membangun kolam retensi dibutuhkan dana lebih dari Rp 100 miliar. Kolam retensi tersebut memiliki sistem yang sama dengan kolam retensi milik pemkot di muara Kaliasin, yakni menggunakan sistem polder dengan pompa dan pintu air.

"Rencananya proyek ini akan selesai tahun 2014. Sejauh ini dana yang digunakan adalah dana internal milik Pelindo. Kami tidak bisa bergantung kepada pemerintah yang memiliki anggaran terbatas," ujarnya.

( Fani Ayudea / CN31 / JBSM )

source: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/09/08/95800/Pelindo-Tanjung-Emas-Perbaiki-Dua-Dermaga

titus15
September 8th, 2011, 12:58 PM
ada kabar kota lama ga?
itu sebenernya prospek yg sangat bagus utk pekermbangan kota semarang kalo kota lama dibenahi
Coba cek halaman2 sebelumnya, berita terakhir mau mbenerin Taman Sriguntung (lagi... wah proyek yang sia2 berapa M sudah habis buat taman ini, tiap walikota selalu ditata sampai 2 kali) dan pemasangan lampu High Mast...

yunancutespdmt
September 8th, 2011, 01:00 PM
wHADHUH nJEGLEG lAGI?????

:lol::lol: mungkin sy yg blm canggih nih uplod y,..klo berdasar rendering yg d tampilkan menurut sy lmyan modern jg desainnya...mirip DP MALL malahan,...ayo bantuin nampilin donk,...:banana:

detwis
September 8th, 2011, 01:01 PM
:lol::lol: mungkin sy yg blm canggih nih uplod y,..klo berdasar rendering yg d tampilkan menurut sy lmyan modern jg desainnya...mirip DP MALL malahan,...ayo bantuin nampilin donk,...:banana:
DP mall ga canggih ah mas :lol:

castle_92
September 8th, 2011, 01:36 PM
hello newbie ijin gabung

asli semarang uda 25 taon bernafas di kota ini.. :banana:

progress dari pak marmo cakep ya... drpd walikota sebelumnya
berharap bgt kota lama disentuh

Met gabung mas, Yup penataan wajah kota.....Waktunya Semarang SEtara :lol:

titus15
September 8th, 2011, 03:19 PM
http://img718.imageshack.us/img718/2804/ndesombulu2.jpg
kalo renderingnya kayak gini ini namanya dibongkar bangun baru. Mending kalo desainnya selaras sama lingkungan sekitarnya... lha ini...wah kayak taman kanak-kanak warna warni ndak karuan. sekiranyapun Pasar Mbulu bukan cagar budayapun, ini bisa merusak wibawa lingkungan tugumuda dengan bangunan2 cagar budaya diisekelilingnya...harus dilaporkan pada yang berwajib ini...

castle_92
September 8th, 2011, 03:44 PM
Biar lebih jelas

http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2011/09/08/Article//101/08_09_2011_101_005.jpg

Source http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2011/09/08/index.shtml

titus15
September 8th, 2011, 03:45 PM
Asli... ndeso tenan...telo...

castle_92
September 8th, 2011, 04:55 PM
Dianggap Tidak Sesuai, Dewan Kecewa Pembangunan Gapura Balaikota

Penulis: ayodya Tanggal 8 September 2011 Jam 17:40

http://halosemarang.com/wp-content/uploads/2011/09/Gerbang-Balaikota1-500x375.jpg

Pembangunan gerbang Balaikota yang hingga kini belum juga selesai banyak disesalkan oleh anggota DPRD Kota Semarang. Sebab kualitas bangunan yang ada dianggap tidak sesuai dengan nilai proyek yakni sebesar Rp 930 juta. Selain itu pengerjaan proyek juga mundur dari yang ditargetkan yakni akhir Juli 2011.

Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Didik Marsudi mengaku kecewa dan mengharapkan Pemkot dikemudian hari tidak hanya mengejar volume fisik kegiatan, namun juga kualitas dari proyek tersebut. Selain itu ia juga meminta tim teknis untuk segera melakukan kajian atas kemungkinan dilakukannya masa perpanjangan waktu untuk pengerjaan proyek tersebut hingga selesai. Selain itu juga terkait dengan denda pada pelaksana proyek yakni CV Tri Aditya Pratama.

Selain itu ia juga meminta agar pelaksanaan welcome dinner untuk delegasi dari 10 Negara ASEAN tidak dipaksakan di halaman balaikota jika pengerjaan tersebut memang belum selesai. Powered by Telkomsel BlackBerry®

http://halosemarang.com/blog/dianggap-tidak-sesuai-dewan-kecewa-pembangunan-gapura-balaikota/

yunancutespdmt
September 8th, 2011, 07:11 PM
hahaha,...ternyata byk yg ga suka desainnya,..mungkin krg classic kalii cz d sandingin ma tugu muda n lawang sewu,...

yunancutespdmt
September 8th, 2011, 07:14 PM
08 September 2011 | 20:28 wib

Pertemuan ASEAN Ajang Promosi Semarang




Semarang, Cybernews. Keberadaan Kota Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jateng ternyata masih kurang tersohor dibanding Solo. Hal ini diakui oleh Kementerian Luar Negeri RI saat melakukan pengecekan persiapan pertemuan SOCA/ASCC, hari ini (8/9)

Kasubit Pembangunan Sosial Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN Kemenlu Mochamad Rizki Safary mengatakan, adanya kegiatan itu bisa menjadi ajang promosi peluang Semarang di mata negara di Asia Tenggara.

"Jujur saat Semarang ditunjuk jadi tempat pertemuan banyak yang bertanya pada kita. Mereka lebih kenal Solo dan Yogyakarta. Makanya inilah momen potensi baik budaya, ekonomi, wisata dikenalkan," kata dia.

Namun demikian Semarang memiliki keinginan yang kuat untuk menyelenggarakan kegiatan tahunan tersebut. Dari sekian kota yang disurvei seperti Palembang maupun Manado, Semarang yang paling siap.

( Dicky Priyanto / CN28 / JBSM )

Venantio
September 8th, 2011, 08:35 PM
hahaha,...ternyata byk yg ga suka desainnya,..mungkin krg classic kalii cz d sandingin ma tugu muda n lawang sewu,...

Kalau nggak suka dengan desainnya, memangnya nggak ada diskusi waktu ada presentasi mengenai rencana pembangunannya. Atau jangan-jangan dibangun tanpa gambar, sehingga orang-orang itu baru teriak-teriak setelah kelihatan bentuknya? Atau ada yang ndableg nggak mau ndengerin protes sejak awal mula...?????

titus15
September 9th, 2011, 01:02 AM
Saya baru tahu ini... makanya kaget...

castle_92
September 9th, 2011, 02:20 AM
Pertemuan ASEAN Jadi Ajang Pembuktian Semarang

Ekonomi & Bisnis
09 September 2011

SEMARANG TENGAH - Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ternyata kurang tersohor dibanding Solo dan Yogyakarta di mata negara-negara di Asia Tenggara.

Hal itu diakui oleh Kementerian Luar Negeri RI saat pengecekan persiapan Pertemuan Ke-9 Komite Pejabat Senior untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN atau 9th Senior Officials Committee for the ASCC (SOCA) dan Ke-6 Dewan Komunitas Sosial Budaya ASEAN atau 6th ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Council, Kamis (8/9).

Kasubit Pembangunan Sosial Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN Kemenlu Mochamad Rizki mengatakan, kegiatan itu bisa menjadi ajang promosi peluang Semarang di mata negara di Asia Tenggara.

Mereka lebih kenal Solo dan Yogyakarta. Makanya, pertemuan bisa menjadi momen memperkenalkan potensi budaya, ekonomi, serta wisata kepada mereka,'' kata dia.

Hal sama dilontarkan Ketua Delegasi Indonesia untuk SOCA/ASCC Council Nina Sardjunani yang juga menjabat sebagai Deputi SDM dan Kebudayaan Bappenas RI.

Saatnya Tampil

''Bagi Semarang ini saatnya tampil. Saya melihat persiapannya benar-benar all out dibanding kota-kota lainnya yang pernah kami survei,'' ungkapnya.

Pertemuan tingkat Asia Tenggara itu mulai 8-11 Oktober nanti yang akan dipusatkan di Hotel Gumaya dan Lawangsewu. Kemarin rombongan dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Bappenas dan Kemenlu, selain melihat persiapan di Gumaya juga mendatangi Lawangsewu. Bahkan Sesmenko Kesra yang juga menjabat Ketua SOCA Prof Dr Indroyono Susilo turut hadir.

Bagi Nina, Semarang sebenarnya memiliki kekhasan tersendiri. Terbukti tempat-tempat beribadah umat agama ada dan iklim terjaga kondusif.

''Negara ASEAN itu kan ada yang Islam, Nasrani, Budha, Konghucu semua itu tergambarkan di Semarang. Bagi saya semua itu cocok di Semarang,'' tandas dia.

Wali Kota Soemarmo yang mendampingi rombongan tersebut mengungkapkan, pihaknya sudah meminta untuk semua stakeholder seperti Kadin, Asita maupun PHRI ikut mendukung terlaksananya pertemuan ASEAN. Bahkan selama empat hari itu semua potensi akan dikenalkan termasuk one day tour bagi para delegasi untuk datang ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kelenteng Sam Po Kong, Vihara Budhagaya Watu Gong. (H37,J9-61)

Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/09/158508/Pertemuan-ASEAN-Jadi-Ajang-Pembuktian-Semarang

sembilanbelas
September 9th, 2011, 04:52 AM
http://img718.imageshack.us/img718/2804/ndesombulu2.jpg
kalo renderingnya kayak gini ini namanya dibongkar bangun baru. Mending kalo desainnya selaras sama lingkungan sekitarnya... lha ini...wah kayak taman kanak-kanak warna warni ndak karuan. sekiranyapun Pasar Mbulu bukan cagar budayapun, ini bisa merusak wibawa lingkungan tugumuda dengan bangunan2 cagar budaya diisekelilingnya...harus dilaporkan pada yang berwajib ini...

Uhui ada mall baru... :P

sembilanbelas
September 9th, 2011, 05:00 AM
Perbaikan Tanjung Emas Butuh Rp400 Miliar
SEMARANG– Perbaikan Pelabuhan Tanjung Emas di Kota Semarang membutuhkan dana cukup besar sekitar Rp400 miliar. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, saat ini sudah dilakukan berbagai penataan tahap awal.

“Konsepnya sudah bagus, namun kita tidak ingin sekadar retorika. Jadi kita ingin yang riil, dan bisa ditindaklanjuti,” ujarnya di sela-sela meninjau Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang kemarin. Mantan Pangkostrad ini juga meminta pemerintah pusat turut terlibat memberikan bantuan.Upaya perbaikan itu dilakukan untuk pelayanan kepada masyarakat,serta peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Karena jika sudah baik,tentu bisa mendukung pro growth, pro job bagi 33 juta jiwa warga Jawa Tengah,”katanya. Bibit mengharapkan penataan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dapat selesai tahun 2013. Atas dasar itu, dia meminta penataan pelabuhan yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh ini diharapkan dapat selesai tepat waktu. “Apalagi selama ini kondisi Tanjung Emas kalah dengan pelabuhan lain di Indonesia,” ucapnya.

Selain Pelabuhan, Bibit juga meminta perbaikan Bandara Ahmad Yani Semarang bisa segera diselesaikan. Sebab, kondisinya terjelek dibanding bandara lain yang ada di Indonesia.“Namun, tentu kita ingin Jawa Tengah ini maju,” ucapnya. Bibit menambahkan,untuk perbaikan pelabuhan, terdapat beberapa investor yang tertarik terlibat.Namun, dia meminta tetap harus disesuaikan dengan pemanfaatan pelabuhan ini ke depan.

“Kita lihat saja.Yang penting matangkan koordinasi,”ucapnya. General Manager Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Rismature Sidabutar menyatakan pembenahan awal pelabuhan itu telah menelan dana sekitar Rp46 miliar.“Pembenahan tahap awal ini meliputi peninggian Dermaga Nusantara serta pembangunan Pelabuhan Dalam,”katanya.

Pembenahan ke depan yang akan dilakukan, salah satunya berupa penanggulangan rob. “Kita pasang tanggul-tanggul. Namun, semuanya kita lakukan bertahap mulai 2010 hingga 2013,”ungkapnya. muh slamet
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/426271/

YB_Murty
September 9th, 2011, 05:11 AM
08 September 2011 | 17:07 wib
Berita Aktual » Semarang
Pelindo Tanjung Emas Perbaiki Dua Dermaga

Semarang, CyberNews. PT Pelindo III Tanjung Emas telah melakukan pembenahan awal Pelabuhan Tanjung Emas yang menelan dana sekitar Rp 46 miliar. Pembenahan tahap awal ini meliputi, peninggian Dermaga Nusantara serta pembangunan Pelabuhan Dalam.

General Manager Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rismature Sidabutar mengatakan, saat ini penggarapan dua dermaga tersebut telah selesai penggarapannya. Dermaga nusantara adalah tempat terminal penumpang, dan dermaga pelabuhan dalam merupakan tempat bersandarnya kapal barang selebar 15 meter dan sepanjang 200 meter.

"Peninggian dua dermaga tersebut dilakukan dalam rangka modernisasi Pelabuhan Tanjung Emas yang akan selesai pada 2014," terangnya.

Guna mengatasi rob dan banjir yang terus menggenangi wilayah Pelabuhan Tanjung Emas, PT Pelindo III juga akan segera membangun kolam retensi di wilayah ujung timur pelabuhan. Kolam retensi seluas tiga hektare ini akan segera dibangun tahun ini.

Untuk membangun kolam retensi dibutuhkan dana lebih dari Rp 100 miliar. Kolam retensi tersebut memiliki sistem yang sama dengan kolam retensi milik pemkot di muara Kaliasin, yakni menggunakan sistem polder dengan pompa dan pintu air.

"Rencananya proyek ini akan selesai tahun 2014. Sejauh ini dana yang digunakan adalah dana internal milik Pelindo. Kami tidak bisa bergantung kepada pemerintah yang memiliki anggaran terbatas," ujarnya.

( Fani Ayudea / CN31 / JBSM )

source: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/09/08/95800/Pelindo-Tanjung-Emas-Perbaiki-Dua-Dermaga

semoga setelah peninggian aktivitas kembali makin bergairah.
Pembangunan pelabuhan dalam artinya menambah panjang dermaga kapal container lagi? kalau benar berarti akan tambah panjang dermaga containernya dan bisa menampung 1 kapal lagi.... hmmm berarti minimal 2 container crane lagi akan dipasang. kalau benar gitu akan ada 7-8 container crane terpasang, lebih banyak dari belawan dan Makasar.

Rel KA harusnya direvitalisasi lagi sekalian pembangunan dryport di Semarang Gudang dan Area Terminal peti Kemas. Exportir dari Jababeka atau Jakarta selain memanfaatkan Tanjung Perak mestinya juga bisa manfaatkan Tanjung Emas yang lebih dekat.

YB_Murty
September 9th, 2011, 05:25 AM
Perbaikan Tanjung Emas Butuh Rp400 Miliar
SEMARANG– Perbaikan Pelabuhan Tanjung Emas di Kota Semarang membutuhkan dana cukup besar sekitar Rp400 miliar. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, saat ini sudah dilakukan berbagai penataan tahap awal.

“Konsepnya sudah bagus, namun kita tidak ingin sekadar retorika. Jadi kita ingin yang riil, dan bisa ditindaklanjuti,” ujarnya di sela-sela meninjau Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang kemarin. Mantan Pangkostrad ini juga meminta pemerintah pusat turut terlibat memberikan bantuan.Upaya perbaikan itu dilakukan untuk pelayanan kepada masyarakat,serta peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Karena jika sudah baik,tentu bisa mendukung pro growth, pro job bagi 33 juta jiwa warga Jawa Tengah,”katanya. Bibit mengharapkan penataan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dapat selesai tahun 2013. Atas dasar itu, dia meminta penataan pelabuhan yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh ini diharapkan dapat selesai tepat waktu. “Apalagi selama ini kondisi Tanjung Emas kalah dengan pelabuhan lain di Indonesia,” ucapnya.

Selain Pelabuhan, Bibit juga meminta perbaikan Bandara Ahmad Yani Semarang bisa segera diselesaikan. Sebab, kondisinya terjelek dibanding bandara lain yang ada di Indonesia.“Namun, tentu kita ingin Jawa Tengah ini maju,” ucapnya. Bibit menambahkan,untuk perbaikan pelabuhan, terdapat beberapa investor yang tertarik terlibat.Namun, dia meminta tetap harus disesuaikan dengan pemanfaatan pelabuhan ini ke depan.

“Kita lihat saja.Yang penting matangkan koordinasi,”ucapnya. General Manager Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Rismature Sidabutar menyatakan pembenahan awal pelabuhan itu telah menelan dana sekitar Rp46 miliar.“Pembenahan tahap awal ini meliputi peninggian Dermaga Nusantara serta pembangunan Pelabuhan Dalam,”katanya.

Pembenahan ke depan yang akan dilakukan, salah satunya berupa penanggulangan rob. “Kita pasang tanggul-tanggul. Namun, semuanya kita lakukan bertahap mulai 2010 hingga 2013,”ungkapnya. muh slamet
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/426271/

Nice... Bisa jadi dananya untuk pengerukan alur pelabuhan dan penambahan dermaga baru terutama untuk kapal diatas panamax yang panjangnya 300m (semi container mothership) untuk terminal peti kemas dan kaloperlu juga untuk dermaga mobil mengitari bentuk tanjung yang ada. Para ekspedesi muatan kapal (EMKL) harus ditambah. Dan harusnya trader-trader kelas menengah dan atas sudah waktunya masuk ke Semarang dan tentu saja meramaikan Semarang menjadi kota pelabuhan penting di tingkat regional Asean/ Asia Timur dan Pasific (minimal)

YB_Murty
September 9th, 2011, 05:34 AM
http://img718.imageshack.us/img718/2804/ndesombulu2.jpg
kalo renderingnya kayak gini ini namanya dibongkar bangun baru. Mending kalo desainnya selaras sama lingkungan sekitarnya... lha ini...wah kayak taman kanak-kanak warna warni ndak karuan. sekiranyapun Pasar Mbulu bukan cagar budayapun, ini bisa merusak wibawa lingkungan tugumuda dengan bangunan2 cagar budaya diisekelilingnya...harus dilaporkan pada yang berwajib ini...

depannya dibikin model kolonial saja.. karena di daerah Tugumuda itu banyak gedung bersejarah yang mengikuti arsitektur model kolonial. dengan begitu malah lebih pas dan dari sisi kepariwisataan lebih menggigit. Kalau modelnya seperti itu ya jelek sekali... asal nggaya mengikuti kelatahan trend dan mode. Thamrin Square saja bisa mengikuti lingkungannya dan nyatanya cukup laris dan masih serasi berdampingan dengan gedung Daop IV PT. KAI, dan juga gedung Pertamina.

detwis
September 9th, 2011, 05:52 AM
depannya dibikin model kolonial saja.. karena di daerah Tugumuda itu banyak gedung bersejarah yang mengikuti arsitektur model kolonial. dengan begitu malah lebih pas dan dari sisi kepariwisataan lebih menggigit. Kalau modelnya seperti itu ya jelek sekali... asal nggaya mengikuti kelatahan trend dan mode. Thamrin Square saja bisa mengikuti lingkungannya dan nyatanya cukup laris dan masih serasi berdampingan dengan gedung Daop IV PT. KAI, dan juga gedung Pertamina.

yoi kalo ini labil banget.. terkesan latah... harusnya model kolonial tp megah..
IMHO

RAGIL77
September 9th, 2011, 05:59 AM
Semarang Metro
09 September 2011

Desain Gedung DPRD Diminta Diubah

* Habiskan Rp 6 Miliar

BALAI KOTA - Kalangan legislatif kurang puas dengan pembangunan gedung DPRD Kota Semarang. Mereka meminta desain bangunan kembali diubah.

Sebab banyak hal yang tidak sesuai seperti akses jalan masuk dan tidak ada pemanfaatan selasar di samping utara gedung Dewan. Hal itu mencuat dalam peninjauan renovasi gedung DPRD, Kamis (8/9).

Anggota Komisi A Novriadi tercengang saat paparan dari pihak kontraktor PT Jaya Arnikon, untuk pintu masuk lantai dua melalui ruang sidang paripurna. ”Ruang sidang itu harus steril, tidak mudah semua orang termasuk Dewan keluar masuk ruang tersebut. Dewan saja masuk ke ruang sidang di kala rapat penting atau paripurna saja,” tandasnya.

Ketua Komisi A Didik Marsudi mendengar itu juga kaget. Sepengetahuan dia, jalan masuk tetap melalui jalan yang masuk sekarang ini. ”Kami keberatan. Tolong, desainnya diubah. Kalau bisa ada jalan lain,” ungkapnya.

Renovasi

Gedung DPRD Kota Semarang untuk saat ini sedang renovasi. Biayanya menelan Rp 6 miliar. Seiring dengan penambahan kebutuhan kedewanan, kapasitas gedung sekarang sudah tidak memadahi lagi.

Karena itu, dilakukan penambahan gedung dengan cara menyamping ke arah utara. Gedung yang baru nanti bakal jadi ruang komisi, badan-badan serta staf ahli dewan dan sebagian untuk fraksi. Selain menyoal akses masuk, Komisi A juga mempertanyakan pemanfaatan selasar. Dengan penggunaan gedung baru, praktis selasar akan kosong.

Bahkan pilar-pilar di sepanjang selasar gedung bakal hilang. Dewan juga menyayangkan itu. Menurut mereka, bagaimanapun pilar-pilar tersebut turut menjadi ikon gedung Dewan.

”Mau dibuat apa yang penting tidak kosong, karena kalau tidak dimanfaatkan akan sia-sia. Buat taman atau ruang hijau juga tidak masalah. Untuk pemanfaatan selasar ini kita akan koordinasikan kepada Sekwan selaku pembuat kebijakan,” kata Didik.

Menanggapi hal itu, Kabag Umum Sekretariat Dewan (Setwan) Pendri Prabowo menyatakan saran Dewan akan dibahas kembali dengan pihak kontraktor.

Perubahan desain memang masih memungkinkan karena pembangunan (jalan masuk dan selasar) belum dilakukan. Saat disinggung mengenai pembengkakan dana, dengan perubahan desain tersebut, dia mengaku selama tidak ada perubahan atau penambahan dana, maka merubah desain tidak jadi masalah.

”Tidak akan mempengaruhi anggaran, karena pengerjaannya belum dilakukan, jadi masih bisa mengubah desain,” jelasnya. (H37,J9-61)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/09/158548/Desain-Gedung-DPRD-Diminta-Diubah

titus15
September 9th, 2011, 06:55 AM
depannya dibikin model kolonial saja.. karena di daerah Tugumuda itu banyak gedung bersejarah yang mengikuti arsitektur model kolonial. dengan begitu malah lebih pas dan dari sisi kepariwisataan lebih menggigit. Kalau modelnya seperti itu ya jelek sekali... asal nggaya mengikuti kelatahan trend dan mode. Thamrin Square saja bisa mengikuti lingkungannya dan nyatanya cukup laris dan masih serasi berdampingan dengan gedung Daop IV PT. KAI, dan juga gedung Pertamina.

Padahal sebetulnya nggak usah diapa-apakan sudah bagus dan kapasitasnya cukup banget, apalagi kalo cuma mau dikususkan jadi pasar oleh2 saja. Kalo jadi pasar biasa saja, karena kelasnya udah kalah dengan pasar Karangayu, jadi eman2 kalo tempatnya dipinggir jalan besar, apalagi di ikon tugumuda. Mungkin opasar tradisional bisa tetep ada di gedung tambahan di sisi barat pasar (3 lantai kalo nggak salah)... Pasar tradisional Mbulu nggak usah besar2 amat, karena yang belanja disitu juga nggak banyak sekarang, karena akses parkirnya agak susah, paling cuma warga Barusari, bulustalan, lemah gempal sama daerah pindrikan didepannya.

bozhart
September 9th, 2011, 08:35 AM
Selain itu ia juga meminta agar pelaksanaan welcome dinner untuk delegasi dari 10 Negara ASEAN ...
Bibit juga meminta perbaikan Bandara Ahmad Yani Semarang bisa segera diselesaikan. Sebab, kondisinya terjelek dibanding bandara lain yang ada di Indonesia.
Semarang, CyberNews. Rencana investor China untuk menggarap pemindahan bandara Ahmad Yani kurang mendapat respon dari kalangan akademisi.
Delegasi 10 negara ASEAN itu akan datang melalui bandara terjelek di Indonesia? :ohno:

Investor China itu dari negara yg sangat pesat pembangunannya, pasti gampang sekali memindahkan bandara Ahmad Yani, bisa selesai satu tahun, kok kurang diminati? Kalau begitu, Semarang akan lama sekali baru bisa setara. :bash:

castle_92
September 9th, 2011, 09:12 AM
Delegasi 10 negara ASEAN itu akan datang melalui bandara terjelek di Indonesia? :ohno:

Investor China itu dari negara yg sangat pesat pembangunannya, pasti gampang sekali memindahkan bandara Ahmad Yani, bisa selesai satu tahun, kok kurang diminati? Kalau begitu, Semarang akan lama sekali baru bisa setara. :bash:

Miris Om ngeliat bandara sekarang :ohno: Kapan nih Setara bandaranya :lol:

Deklarasi Semarang untuk KTT ASEAN

Berita Utama
09 September 2011

Dari Perubahan Iklim hingga Kerja Sama dengan China
SEMARANG- Pertemuan ASEAN di Kota Semarang akan menelurkan sembilan dokumen menyangkut isu-isu yang akan segera ditangani oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Pembahasan itu akan dibawa ke tingkat lebih tinggi, yakni KTT ASEAN, pada November 2011 di Bali.
Deputi SDM dan Kebudayaan Bappenas yang juga Ketua Delegasi Indonesia untuk ASEAN Socio-Cultural Community/Senior Officials Committee for ASCC (ASCC/SOCA) Nina Sardjunani mengungkapkan, sembilan dokumen itu terbagi dalam rencana kerja sama tingkat menteri dan pejabat tinggi di bawahnya.

Pada tingkat menteri membahas pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), peningkatan peran dan kesetaraan wanita, kerja sama bidang kebencanaan melalui pembentukan ASEAN Humanitarian on Disaster Manajemen (AHA Center), perlindungan pekerja migran, peningkatan kerja sama keanekaragaman budaya, serta kerja sama ASEAN dengan China di bidang kesehatan.

Pada pejabat eselon atau pejabat tinggi di bawah menteri membahas komitmen ASEAN dalam memerangai HIV/AIDS, peningkatan peran dan partisipasi penyandang cacat, serta komitmen negara-negara Asia Tenggara dalam mengatasi perubahan iklim.
”Pertemuan di Semarang sangat penting untuk dibawa ke KTT ASEAN,” kata Nina, Kamis (8/9).

Terapi Kanker

Kemarin, tim pusat dari Kementerian Koordinator Kesra, Kementerian Luar Negeri, dan Bappenas melihat persiapan lokasi pertemuan yang akan dipusatkan di Hotel Gumaya dan Lawangsewu.
Kerja sama dengan China juga menjadi isu menarik. Alasan dipilihnya Negeri Tirai Bambu itu, karena perkembangan teknologi kesehatannya dinilai sangat pesat, terutama dalam hal terapi kanker dan pengembangan obat herbal.
Ketua SOCA yang juga Sekretaris Menko Kesra Prof Dr Indriyono Susilo menuturkan, pembahasan kerja sama ASEAN selama 2011, termasuk di Semarang dan Bali mendatang, merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menuju ASEAN Community pada 2015. Ada tiga pilar yang disepakati untuk mewujudkan ASEAN Community, yakni kerja sama bidang polhukam, ekonomi, dan sosial budaya. (H37,J9-59)

Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/09/158558/-Dari-Perubahan-Iklim-hingga-Kerja-Sama-dengan-China-

Berencana Hadir di Semarang, Raja Brunei Darussalam Akan Naik Pesawat Pribadi

Penulis: ayodya Tanggal 8 September 2011 Jam 17:58

Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah direncanakan akan turut hadir dalam pertemuan tingkat Menteri se-ASEAN di Kota Semarang pada 8 hingga 11 Oktober mendatang. Menurut Assistant Director of Sales Gumaya Tower Hotel Semarang Berty Ika, Raja Brunei tersebut akan datang beserta rombongan yang diperkirakan mencapai 20 orang dengan menggunakan pesawat pribadi.

Rombongan delegasi dari 10 Negara ASEAN tersebut diperkirakan mulai datang di Hotel Gumaya pada tanggal 6 dan 7 Oktober, dan keluar dari hotel dijadwalkan pada 12 Oktober. Pihak kerajaan Brunei ungkapnya telah memesan kamar khusus untuk sang raja yakni di kamar President Suite yang hanya ada satu kamar di hotel tersebut. Kamar tersebut ungkapnya pernah dipakai oleh Presiden SBY ketika berkunjung ke Semarang. Namun jika nantinya acara akan dibuka oleh Presiden SBY maka Raja Brunei diminta untuk pindah kamar. Meski begitu hingga saat ini direncanakan ajang Internasional tersebut akan dibuka oleh Menko Kesra Agung Laksono.

http://halosemarang.com/blog/berencana-hadir-di-semarang-raja-brunei-darussalam-akan-naik-pesawat-pribadi/

YB_Murty
September 9th, 2011, 09:27 AM
biar kata terminalnya jelek... tapi AY adalah juga Lapangan Udara Utama Angkatan Darat (Lanumad) dengan status setara Halim perdana Kusumah. Hebat loh disambut helikopter-helikopter tempur (angkut pasukan dan penyerang)... kalo ndak salah ada 3-4 skwadron tempur dan angkut militer. Jadi dari segi VIP udah sangat "masuk". pokoknya pas penyambutan di perlihatkan pasukan hilir mudik pasti sudah bikin serem juga hehehe...

edytoah
September 9th, 2011, 12:15 PM
biar kata terminalnya jelek... tapi AY adalah juga Lapangan Udara Utama Angkatan Darat (Lanumad) dengan status setara Halim perdana Kusumah. Hebat loh disambut helikopter-helikopter tempur (angkut pasukan dan penyerang)... kalo ndak salah ada 3-4 skwadron tempur dan angkut militer. Jadi dari segi VIP udah sangat "masuk". pokoknya pas penyambutan di perlihatkan pasukan hilir mudik pasti sudah bikin serem juga hehehe...

Berarti Semarang perlu 2 bandara mgkn Mas Murty hehehe .. Ngak usah dipindah .. Satunya bikin baru spt Bandara Soeta Jkt,yg lama AYani dijadikan bandara milter spt Halim Perdana Kusuma.

Yg agak heran bagi org militer intelpam,ktnya aturan protokuler baru ttg hotel agak lain dgn jaman dulu.Dulu kalau ada pejabat sekelas Kepala Negara dulu hotelnya di Ring 3 (Hotel Grand Candi) tetapi skrg di Ring I (Gumaya).Katanya cukup menyulitkan kerja aparat Intelpam.Gumaya jd laris sejak SBY menginap disitu,dan sama2 Ring I kok ngak Novotel atau Graha Santika atau Ciputra.Waktu SBY menginap di Ring I,intel keliweran ada disetiap gang/simpul jalan ring I.Lebih efektif dr segi intelpam kalau pejabat menginap di Ring 3 (Grand candi) kt org Intelpam ktnya.Tp ya ngak tahu mgkn ada pertimbangan2 lain kok skrg menginap di ring 1 (Gumaya).

Cah SMG
September 9th, 2011, 01:58 PM
Renovasi pasar Bulu, yang lumayan konsepnya adalah anak tangga besar, bisa jadi tempat duduk-duduk sambil melihat panorama kawasan tugu muda.

selebihnya, seperti ruko glassy.... Nanggung... Mustinya dibuat dengan desain yang wah dan berfungsi sebagai pusat oleh-oleh dan mall FB, kayak FX di Jkarta..

titus15
September 9th, 2011, 02:01 PM
Kalo nanggungnya sepakat...
Kalo 'WAH' seperti yang diharapkan ya mana bisa... namanya juga pasar... biar kata awalnya dibuat sok Ngemal, sebentar aja pasti langsung kumuh... Daripada habis duit ujung2nya kumuh, mending duitnya buat mbersihin pasar yang ada aja.. dibuat bersih dan nyaman...

titus15
September 9th, 2011, 02:03 PM
Yg agak heran bagi org militer intelpam,ktnya aturan protokuler baru ttg hotel agak lain dgn jaman dulu.Dulu kalau ada pejabat sekelas Kepala Negara dulu hotelnya di Ring 3 (Hotel Grand Candi) tetapi skrg di Ring I (Gumaya).Katanya cukup menyulitkan kerja aparat Intelpam.Gumaya jd laris sejak SBY menginap disitu,dan sama2 Ring I kok ngak Novotel atau Graha Santika atau Ciputra.Waktu SBY menginap di Ring I,intel keliweran ada disetiap gang/simpul jalan ring I.Lebih efektif dr segi intelpam kalau pejabat menginap di Ring 3 (Grand candi) kt org Intelpam ktnya.Tp ya ngak tahu mgkn ada pertimbangan2 lain kok skrg menginap di ring 1 (Gumaya).
Seharusnya aman di Grand Candi, karena dekat dengan Pusat Pendidikan Antiteroris yang dibiayai Amrik, yaitu di pleks AKPOL...

Cah SMG
September 9th, 2011, 02:07 PM
Delegasi 10 negara ASEAN itu akan datang melalui bandara terjelek di Indonesia? :ohno:

Investor China itu dari negara yg sangat pesat pembangunannya, pasti gampang sekali memindahkan bandara Ahmad Yani, bisa selesai satu tahun, kok kurang diminati? Kalau begitu, Semarang akan lama sekali baru bisa setara. :bash:

Setuju dengan Bozhart, ada orang mau investasi kok dicuekin, geblek banget. Duit nggak gablek, mau memperluas terminal saja nggak kesampaian, ini ada investor mau mbangunin kok ditolak, double geblek. Di Bali bandara baru juga dibangun oleh investor dr India.

pak Gub dan waklikota, geblek jangan dipiara ya...

castle_92
September 9th, 2011, 02:40 PM
Kalo nanggungnya sepakat...
Kalo 'WAH' seperti yang diharapkan ya mana bisa... namanya juga pasar... biar kata awalnya dibuat sok Ngemal, sebentar aja pasti langsung kumuh... Daripada habis duit ujung2nya kumuh, mending duitnya buat mbersihin pasar yang ada aja.. dibuat bersih dan nyaman...

Setuju, terutama pasar johar, udah kelebihan beban jadi nggak nyaman :ohno:.....btw berita tentang pasar johar kog gak kedengaran lagi ya.....

Seharusnya aman di Grand Candi, karena dekat dengan Pusat Pendidikan Antiteroris yang dibiayai Amrik, yaitu di pleks AKPOL...

Mungkin karena lokasi pertemuannya juga di lawang sewu jadi dipilih hotel yang lebih dekat IMO......Pertemuan tingkat Regional ini jarang2 digelar di Smg biasanya di Solo, Jogja, SBy,etc. Moga2 bisa dimanfaatkan maksimal buat memperkenalkan potensi Smg di tingkat regional (ASEAN) :cheers1:

titus15
September 9th, 2011, 02:49 PM
Setuju dengan Bozhart, ada orang mau investasi kok dicuekin, geblek banget. Duit nggak gablek, mau memperluas terminal saja nggak kesampaian, ini ada investor mau mbangunin kok ditolak, double geblek. Di Bali bandara baru juga dibangun oleh investor dr India.

pak Gub dan waklikota, geblek jangan dipiara ya...

Menurut saya tidak semua investasi harus dituruti. Kota punya masterplan, jadi kalo ada investor harus diarahkan, dan yakinkan, kalo mereka mengikuti masterplan yang sudah dirancang, maka keuntungan yang mereka terima akan jauh lebih besar, dan keuntungan bagi masyarakat sendiri juga jauh lebih besar.

Investor mah masuk rumusnya satu, ada gula ada semut. Itu rumus pasti, kalo nggak diarahkan justru merugikan sendiri nantinya... yang ada kanibalisme antara semut untuk bersaing menghabiskan gula...

tapi ini bukan terus saya belain walikota atau Gub lho ya?? Saya nggak tau persis apa yang dipikirkan mereka untuk wait and see... tapi kalo konsisten untuk mempertahankan masterplan yang sudah disusun, maka ya patut dapat acungan jempol...

yunancutespdmt
September 9th, 2011, 04:26 PM
Pertemuan ASEAN Jadi Ajang Pembuktian Semarang

Ekonomi & Bisnis
09 September 2011

SEMARANG TENGAH - Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ternyata kurang tersohor dibanding Solo dan Yogyakarta di mata negara-negara di Asia Tenggara.

Hal itu diakui oleh Kementerian Luar Negeri RI saat pengecekan persiapan Pertemuan Ke-9 Komite Pejabat Senior untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN atau 9th Senior Officials Committee for the ASCC (SOCA) dan Ke-6 Dewan Komunitas Sosial Budaya ASEAN atau 6th ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Council, Kamis (8/9).

Kasubit Pembangunan Sosial Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN Kemenlu Mochamad Rizki mengatakan, kegiatan itu bisa menjadi ajang promosi peluang Semarang di mata negara di Asia Tenggara.

Mereka lebih kenal Solo dan Yogyakarta. Makanya, pertemuan bisa menjadi momen memperkenalkan potensi budaya, ekonomi, serta wisata kepada mereka,'' kata dia.

Hal sama dilontarkan Ketua Delegasi Indonesia untuk SOCA/ASCC Council Nina Sardjunani yang juga menjabat sebagai Deputi SDM dan Kebudayaan Bappenas RI.

Saatnya Tampil

''Bagi Semarang ini saatnya tampil. Saya melihat persiapannya benar-benar all out dibanding kota-kota lainnya yang pernah kami survei,'' ungkapnya.

Pertemuan tingkat Asia Tenggara itu mulai 8-11 Oktober nanti yang akan dipusatkan di Hotel Gumaya dan Lawangsewu. Kemarin rombongan dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Bappenas dan Kemenlu, selain melihat persiapan di Gumaya juga mendatangi Lawangsewu. Bahkan Sesmenko Kesra yang juga menjabat Ketua SOCA Prof Dr Indroyono Susilo turut hadir.

Bagi Nina, Semarang sebenarnya memiliki kekhasan tersendiri. Terbukti tempat-tempat beribadah umat agama ada dan iklim terjaga kondusif.

''Negara ASEAN itu kan ada yang Islam, Nasrani, Budha, Konghucu semua itu tergambarkan di Semarang. Bagi saya semua itu cocok di Semarang,'' tandas dia.

Wali Kota Soemarmo yang mendampingi rombongan tersebut mengungkapkan, pihaknya sudah meminta untuk semua stakeholder seperti Kadin, Asita maupun PHRI ikut mendukung terlaksananya pertemuan ASEAN. Bahkan selama empat hari itu semua potensi akan dikenalkan termasuk one day tour bagi para delegasi untuk datang ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kelenteng Sam Po Kong, Vihara Budhagaya Watu Gong. (H37,J9-61)

Sumber http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/09/158508/Pertemuan-ASEAN-Jadi-Ajang-Pembuktian-Semarang

Saya merasa RISIH & Tidak Nyaman dengan kalimat di atas, masa iya sebagai ibukota jateng kn sering ngundang dubes2 ke acaranya pak gubernur ato Dinas2 di tingkat provinsi,pasti kn datengnya ke semarang ,mosok kalah tersohor ma solo/jogja. Klo pembandingnya wisata saya masih maklum,tp klo perekonomian yang dijadikan tolak ukur maka rasanya kalimat di atas perlu di lakukan kajian mendalam,apakah sebegitu diremehkannya semarang di mata pejabat2 di pusat bahkan cm d regional ASEAN. :cheers::cheers:

titus15
September 9th, 2011, 05:07 PM
Kan yang ngomong oranmg Kesra, bukan Ekuin... ya maklum to...

titus15
September 9th, 2011, 05:27 PM
^^ sebetulnya ini acara apa sih... kok mak bedunduk terus sultan brunei datang...

endar
September 9th, 2011, 05:53 PM
^^ GREAT news untuk semarang..
kayanya acara ekonomi kang. terlihat ada nama Kadin disebut2.
:)

ssphila
September 9th, 2011, 07:01 PM
Saya mau quote kalimat lucu dikit ah...

Pihak kerajaan Brunei ungkapnya telah memesan kamar khusus untuk sang raja yakni di kamar President Suite yang hanya ada satu kamar di hotel tersebut. Kamar tersebut ungkapnya pernah dipakai oleh Presiden SBY ketika berkunjung ke Semarang. Namun jika nantinya acara akan dibuka oleh Presiden SBY maka Raja Brunei diminta untuk pindah kamar

Wah ini kl sampe ada yg tersungging.... seluruh lahan yg mengitari hotel tsb bisa diborong dijadiin hotel yg kamarnya president suite semua lho...

Btw... Welcome to Semarang Raja Brunei :cheers2:

ssphila
September 9th, 2011, 07:20 PM
@yunancute : :D sabar mas... Bali juga lebih terkenal ketimbang Indonesia koq mas... :nocrook:

Menurut saya tidak semua investasi harus dituruti. Kota punya masterplan, jadi kalo ada investor harus diarahkan, dan yakinkan, kalo mereka mengikuti masterplan yang sudah dirancang, maka keuntungan yang mereka terima akan jauh lebih besar, dan keuntungan bagi masyarakat sendiri juga jauh lebih besar.

Investor mah masuk rumusnya satu, ada gula ada semut. Itu rumus pasti, kalo nggak diarahkan justru merugikan sendiri nantinya... yang ada kanibalisme antara semut untuk bersaing menghabiskan gula...

tapi ini bukan terus saya belain walikota atau Gub lho ya?? Saya nggak tau persis apa yang dipikirkan mereka untuk wait and see... tapi kalo konsisten untuk mempertahankan masterplan yang sudah disusun, maka ya patut dapat acungan jempol...

Saya setuju mas, tapi karena sampai detik ini sy masih berpikiran byk manfaat/sisi positifnya, sy jadi pengen tau kalo menurut Mas Titus & forumer lain, kira2 sisi negatif apa saja yg kira2 bisa muncul kalo ada investor yg menawarkan 3 hal ini : Pembangunan Bandara baru, Mengatasi Masalah Rob & Pengembangan Pelabuhan ?

cyberprince
September 9th, 2011, 07:23 PM
itu sultan Brunei kasihan disuruh pindah kamar... daripada pindah kamar yang kelasnya dibawah presidential suite, mending pindah hotel aja, booking satu lantai sekalian :D

ssphila
September 9th, 2011, 07:31 PM
^^ Kl perlu dibeli aja sekalian :P

http://img718.imageshack.us/img718/2804/ndesombulu2.jpg
kalo renderingnya kayak gini ini namanya dibongkar bangun baru. Mending kalo desainnya selaras sama lingkungan sekitarnya... lha ini...wah kayak taman kanak-kanak warna warni ndak karuan. sekiranyapun Pasar Mbulu bukan cagar budayapun, ini bisa merusak wibawa lingkungan tugumuda dengan bangunan2 cagar budaya diisekelilingnya...harus dilaporkan pada yang berwajib ini...

Wah ini aku setuju 100%... Pasar Bulu JANGAN diratain... dibagusin aja dibikin elegan gitu, dalemnya ditata lagi dibikin sperti pasar modern (bersih) pasti ramelah. Sy blm pernah denger bangunan ini bermasalah... cmiiw ? Koq sampe diganti... kalo masalah oleh2 ya gak harus di pasar ini kan.... mungkin bisa manfaain penjara wanita itu... atau gedung eks indosat & yamaha itu dibeli dibangun gedung parkir + cindera mata + oleh2.... Piye jal ??

@19 : he eh mas tepat... emange Smg ki kurangan emol po ? :lol: :bash: :bash: j/k

cyberprince
September 9th, 2011, 07:47 PM
pasar Bulu mau diratain? bukannya bersejarah ya? Arsiteknya sama kayak Ps Johar CMIIW?

bangunan barunya ga matching ama Wisma Perdamaian ato Mandala Bakti :D

direnovasi aja, jadi pasar yang rapi dan bersih tapi tetap mempertahankan nilai sejarahnya..

ssphila
September 9th, 2011, 07:52 PM
^^ Iya ini mas dengerku juga BCB, yg anehnya koq tdk terdengar ada yg menolak 'revitalisasi' Ps Bulu ini ya ? (ya cuma di SSC Smg ini br ada yg protes :D)

titus15
September 10th, 2011, 12:51 AM
itu sultan Brunei kasihan disuruh pindah kamar... daripada pindah kamar yang kelasnya dibawah presidential suite, mending pindah hotel aja, booking satu lantai sekalian :D
Andai Crowne udah jadi...

titus15
September 10th, 2011, 01:16 AM
Sebetulnya pake APBD juga nggak apa2 asal profesional dan sekalian aja dibentuk jadi BUMD. Kalo berpikir kreatif, Sepakbola itu industri besar, sangat potensial menyumbang PAD yang besar kalo dikelola secara profesional. Jadi APBD turun sebagai penguatan saham, dan harus ada keuntungan yang masuk ke Pemda. Nggak peduli juara atau tidak yang penting klub untung Pemda dapat pemasukan.

Selama ini semua Pemda yang kasih APBD menarget klubnya jura. Padahal namanya juara kan cuma 1, kalo mau sakleg, seharusnya semua tim yang ggal juara dituntut bubar saja (kan bego)

Lagian pake duit konsorsium kalo mentalnya kere cuma ngemis CSR aja ya sama aja boong, yang ada konsorsiumnya yang kapok ngasih duit, apalgi nggak miskin prestasi, nuntut duit aja digedein...

Model yang lain, kalo mau maju adalah penguata supporter. Karena sebetulnya kalo mau jujur de facto klub itu milik suporter (pengurus cuma de jure, karena kadang pengen cari duitnya doang bukan prestasi). Kalo klub berprestasi suporterlah yang paling sukaria. Kalo suporter mau bersatu, mengumpulkan modal, kemudian membeli klub dan mengelolanya sendiri, bukan tidak mungkin akan membuat klub jauh lebih maju. Karena tuntutan juara ada ditangan masyarakat, Bukan ditangan pengurus, yang kebanyakan sudah kayak ahli waris saja turun temurun. Saya kira itu bisa, karena potensi suporter sangat besar.

Hitungan bodoh saja, kota Salatiga berpenduduk 150 ribu jiwa PAD tahunannya 55M. Saya yakin suporter Persija pasti jauh lebih banyak daripada penduduk kota Salatiga, yang artinya ngumpulin duit 55M setahun bukan perkara susah asal termanage dengan baik, apalagi di ibukota. Sedangkan selama ini subsidi APBD supaya klub bisa juara paling separuhnya saja... ini bisa jadi cara tersendiri...
Pernah denger di Jakarta ada SMA yang mau bikin pensi aja bisa nggalang dana sampai MM an rupiah. Itu anak SMA lho, satu angkatan satu sekolah yang jumlahnya paling 400an orang (panitianya mungkin cuma 30an orang)... piye jal??

Nah ada yang maui nyobain ide yang pernah saya gagas:

PSIS Akan Bentuk Koperasi Laskar Mahesa Jenar
SEMARANG- Setelah beberapa posisi terisi, Bidang Bisnis PSIS terus bergerak. Untuk menuju menjadi tim profesional, langkah-langkah konkret akan dilakukan. Salah satunya membentuk komunitas pecinta PSIS yang jelas dan compatible.

General Manager (GM) Bisnis PSIS Anis Nugroho Widharto mengatakan, komunitas itu akan membentuk unit usaha seperti koperasi. Bisa diberi nama Laskar Mahesa Jenar (KLMJ). Siapa pun boleh menjadi anggota asalkan mencintai PSIS. Mulai dari tukang becak, karyawan, pejabat, politikus, dan lain sebagainya.
”Hanya satu syarat yang wajib dilakukan, yakni harus membayar keanggotaan. Besarnya disesuaikan dengan status keanggotaan. Misalnya anggota diamond, gold, platinum, silver dan lain sebagainya,” papar Anis yang juga President Director Lintas Group ini.

Kopensasinya, mereka bisa mendapatkan tiket terusan berdasarkan keanggotaan. Misal anggota diamond memiliki tiket terusan di VIP. Kemudian anggota gold mendapatkan tiket terusan di tribune barat. Atau silver di tibune barat dan timur stadion Jatidiri. kemudian mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) tiap akhir tahun.

Pekan Depan

”Program ini akan mulai kami jalankan pekan depan. Tahn ini, kami menargetkan bisa mengumpulkan 10 ribu anggota. Dalam tiga tahun ke depan bisa harus lebih dari 20 ribu anggota. Dengan menciptakan pasar, maka sponsorship akan berminat untuk bergabung,” katanya.
Nantinya, Koperasi ini akan bekerja sama dengan PT Laskar Diponegoro untuk pengelolaan aset-aset tim. Misalnya bekerjasama dengan swalayan untuk menjual marcendise. Kemudian membuka Blue Corner untuk tempat berkumpulnya komunitas, dan beberapa kegiatan lainnya. Anis mengungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan yang menyatakan minatnya untuk bergabung. Seperti operator seluler yang bisa memberikan kartu pernada bagi para anggota.

Kemudian media cetak yang menawarkan untuk berlengganan secara gratis, produk kaos aparel yang menawarkan produk, dan beberapa produk minuman ringan. ”Tentu saja, hubungan yang dijalin harus sehat. Agar percaya, sponshorship tidak hanya melakukan tanggung jawabnya dengan membantu keuangan. Namun, hak mereka juga harus dipantau. Seperti harus harus ada logo atau nama perusahaan di back ground saat jumpa pers,” paparnya.

Langkah lain untuk menjadi klub profesional adalah membenahi interen manajemen. Inilaah saat yang tepat untuk membuat sepak bola menjadi sebuah industri. Karena itu setiap posisi harus memiliki job descirtion yang jelas dan bertanggung dibidangnya. Bersikap profesional karena digaji. ”Seperti yang sekarang ini, bidang teknis sudah merekomendasikan 13 nama pemain untuk direkrut. Namun mereka tidak cawe-cawe dalam proses negosiasi harga kontrak. Untuk masalah ini, bidang bisnislah yang akan menyelesaikannya,” tambahnya.

Program-program pernah ingin dijalankan tiga tahun silam saat menjadi General Manager PSIS tiga tahun silam. Namun program itu tidak berjalan karena tidak mendapatkan dukungan dari beberapa pihak. Apalagi saat itu masih mengandalkan APBD yang menjadikan klub sepak bola tidak mandiri.
”Di awal-awal tidaklah mudah mewujudkan beberapa program ini. Apalagi saat ini masih masa transisi dari amatir ke profsional. Namun, kami optimistis, menuju klub profesional bukanlah hal mustahil,” tuturnya. (K18,H69-39)
=========================
Bagaimanapun sepakbola di Indonesia nggak semata-mata bisnis seperti sepakbola Eropa, tapi juga masalah kerakyatan... maka rakyat saja yang membiayai liga ini. Koprasi adalah salah satu bentuk ekonomi kerakyatan. Kalo ini terjadi bukan tidak mungkin bisa jadi lebih profesional, karena managemen akan betul2 bertanggungjawab sama rakyat/masyarakat sebagai pemilik saham klub...

Membayangkan kalo strategi ini jalan, dan suporter dapat menentukan pemain dan pelatih yang hendak dibeli. Dan yang paling ngarep... adalah kalo saja suporter melalui koprasi ini bisa membangun sendiri stadionnya... wah... bakal keren banget ini...

castle_92
September 10th, 2011, 04:32 AM
Proyek Gapura-Simpanglima Dikebut

Saturday, 10 September 2011

SEMARANG– Pemkot Semarang terus memoles wajah kota untuk menyambut kedatangan delegasi menteri dan pejabat tinggi ASEAN 8–11 Oktober mendatang.

Proyek gapura Balai Kota dan lapangan Simpanglima yang saat ini sedang dibangun terus dikebut agar selesai sebelum pertemuan tingkat tinggi wakil negara- negara ASEAN itu digelar. “Pelaksana proyek sudah kami hubungi untuk segera menyelesaikan pekerjaannya pada akhir September ini.

Sebab,pada acara ASCC/SOCA,8 sampai 11 Oktober mendatang,Lapangan Simpanglima dan balai kota serta pedestrian Jalan Pemuda merupakan beberapa viewyang akan dikunjungi atau dilewati rombongan delegasi,” papar Asisten Administrasi Informasi dan Kerja Sama Setda Kota Semarang Hadi Purwono kemarin. Pada 8 Oktober,halaman Balai Kota rencananya menjadi lokasi acara welcome dinnerpara menteri ASEAN dan pejabat tinggi lain. Gapura dan pagar akan di-setting sebagai back ground acara karena kekhasan arsitekturnya.

Pedestrian Jalan Pemuda juga akan ditata sedemikian rupa untuk menyambut rombongan menuju balai kota. Sementara di Lapangan Simpanglima akan dipasang bendera 10 negara ASEAN.Lokasinya sebagai jantung KotaSemarang sangat strategis dan berdekatan dengan Hotel Gumaya, tempat para pejabat penting ASEAN menggelar pertemuan. “Pembangunan gapura memang sedikit molor dari jadwal. Tapi kami sudah minta bisa diselesaikan sebelum digelar pertemuanASCC/ SOCA,”ujarnya. Persiapan lain adalah penataan pedagang di kawasan Simpanglima. ShelterPKL yang saat ini tengah proses finishing diharapkan sudah terisi sebelum ASCC/SOCA digelar.

Dagangan yang ditawarkan, baik barang atau makanan,juga diminta untuk menonjolkan khas Semarang. Harapan serupa juga disampaikan kepada PKL Jalan Pandanaran.“Ini sekaligus bisa menjadi ajang promosi potensi Semarang,”kata Hadi. Oleh karena itu,Pemkot Semarang meminta ada perha-tian lebih dari para PKL, termasuk masalah kebersihan dan ketertiban. Persoalan parkir harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan kesemrawutan lalulintas.“Kamijugasudahmenyiapkan 28 personel kebersihan dan lima kontainer sampah yang juga ditempatkan di beberapa objek wisata,”ujarnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Wisnu Pudjonggomemintaacara welcomedinner dialihkan ke tempat lain dan tidak di balai kota.Sebab,rencana itu akan mempengaruhi kualitas pekerjaan gapura.“Kalau di balai kota tentunya rekanan hanya akan mengejar waktu penyelesaian. Khawatirnya nanti kualitas terabaikan.Belum lagi kondisi halaman balai kotanya,pekerjaan dengan paving dan batu kali tidak sesuai harapan.” agus joko

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/426592/

Pembangunan pedestrian luar sisi timur Simpang Lima depan Matahari kapan ya mulai dibangun ?

castle_92
September 10th, 2011, 04:33 AM
Pengurukan A Yani Selesai Akhir Tahun

Saturday, 10 September 2011

SEMARANG – Pengurukan tanah untuk perluasan Bandara Ahmad Yani Semarang ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan, pengurukan dilakukan dari sisi darat dan udara.“Dari sisi darat untuk kepentingan terminal,parkir dan jembatan menuju sistem landing,” ujarnya,kemarin. Adapun sisi udara,lanjut dia, sudah dilakukan pengurukan di bagian exit. Penambahan anggaran untuk pekerjaan pengurukan ini sudah cair melalui Kementerian Perhubungan dalam perubahan APBN 2011. Menurutnya, kekurangan pengurukan apron 10 hektare sudah dilaksanakan dan ditargetkan selesai hingga akhir tahun ini.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Praptono mendorong Pemprov untuk mensukseskan program Visit Jateng 2013 dengan menyiapkan sarana dan prasarana infrastruktur. hendrati hapsari

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/426590/

castle_92
September 10th, 2011, 04:52 AM
Ramai-ramai Ngepel Trotoar

Semarang Metro
10 September 2011

APA yang terlintas di benak kita jika melihat aksi membersihkan atau mengepel trotoar? Sepintas ide tersebut memang gila, seperti tidak punya kerjaan saja. Namun tidak demikian bagi pegawai negeri di Kecamatan Semarang Selatan. Menurut Camat Semarang Selatan, Kukuh Sudarmanto, ”kegilaan” itu muncul karena melihat perawatan fasilitas publik yang minim.
Seringkali terdengar fasilitas publik yang terbiayai ratusan juta hingga miliaran rupiah terbengkalai.

”Kita lemah dari sisi perawatan,” ujarnya, kemarin.
Adanya fasilitas publik yang semestinya dapat membantu, malah tidak dirawat bahkan dirusak. Apalagi tingkat kesadaran warga untuk memelihara fasilitas umum masih sangatlah kurang. Sebagai warga umum, dia mengaku prihatin saat melihat trotoar kotor atau bahkan tidak terawat. Karena itu dia mengajak siapa saja untuk berpartisipasi merasa malu melihat kerusakan yang sudah terjadi di lokasi sebagai reaksi atas buruknya kesadaran pemeliharaan fasilitas umum di Kota Semarang.

Nyontoni

Melibatkan 300 staf dari 10 kelurahan, aksi yang difokuskan di sepanjang trotoar Jalan Pahlawan itu dibantu satu unit mobil pemadam kebakaran guna menggelontorkan air. Mereka pun saling bahu membahu, ada yang menggosok, menyapu, dan mengepel.

”Melalui gerakan ngepel trotoar ini kita ingin nyontoni sampai ada yang tergerak dan membuat kegiatan serupa,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, gerakan tersebut bentuk kepedulian pegawai untuk menumbuhkan rasa handarbeni. Dimana pada zaman sekarang sebagian manusia jadi serba cuek dengan keadaan sekitar. Jika rasa memiliki ini muncul tanpa ada paksaan, dengan sendirinya masyarakat akan ikut bertanggung jawab.
Menurutnya, dia akan terus menggiatkan kegiatan serupa sampai terbentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM). Selanjutnya, KSM inilah yang nantinya akan menularkan ”virus” serupa. Sementara itu, Lurah Pleburan Eka Kriswati meminta, agar pejalan kaki di kawasan itu turut menjaga kebersihan trotoar.
”Sampah semestinya dibuang pada tempatnya, bukan di saluran ataupun dibiarkan berserakan di trotoar. Mari kita jaga bersama keindahan kota yang sudah tertata sedemikian indahnya,” tukasnya. (Hartatik-69)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/10/158667/Ramai-ramai-Ngepel-Trotoar

YB_Murty
September 10th, 2011, 05:10 AM
Nah ada yang maui nyobain ide yang pernah saya gagas:

PSIS Akan Bentuk Koperasi Laskar Mahesa Jenar
SEMARANG- Setelah beberapa posisi terisi, Bidang Bisnis PSIS terus bergerak. Untuk menuju menjadi tim profesional, langkah-langkah konkret akan dilakukan. Salah satunya membentuk komunitas pecinta PSIS yang jelas dan compatible.

General Manager (GM) Bisnis PSIS Anis Nugroho Widharto mengatakan, komunitas itu akan membentuk unit usaha seperti koperasi. Bisa diberi nama Laskar Mahesa Jenar (KLMJ). Siapa pun boleh menjadi anggota asalkan mencintai PSIS. Mulai dari tukang becak, karyawan, pejabat, politikus, dan lain sebagainya.
”Hanya satu syarat yang wajib dilakukan, yakni harus membayar keanggotaan. Besarnya disesuaikan dengan status keanggotaan. Misalnya anggota diamond, gold, platinum, silver dan lain sebagainya,” papar Anis yang juga President Director Lintas Group ini.

Kopensasinya, mereka bisa mendapatkan tiket terusan berdasarkan keanggotaan. Misal anggota diamond memiliki tiket terusan di VIP. Kemudian anggota gold mendapatkan tiket terusan di tribune barat. Atau silver di tibune barat dan timur stadion Jatidiri. kemudian mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) tiap akhir tahun.

Pekan Depan

”Program ini akan mulai kami jalankan pekan depan. Tahn ini, kami menargetkan bisa mengumpulkan 10 ribu anggota. Dalam tiga tahun ke depan bisa harus lebih dari 20 ribu anggota. Dengan menciptakan pasar, maka sponsorship akan berminat untuk bergabung,” katanya.
Nantinya, Koperasi ini akan bekerja sama dengan PT Laskar Diponegoro untuk pengelolaan aset-aset tim. Misalnya bekerjasama dengan swalayan untuk menjual marcendise. Kemudian membuka Blue Corner untuk tempat berkumpulnya komunitas, dan beberapa kegiatan lainnya. Anis mengungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan yang menyatakan minatnya untuk bergabung. Seperti operator seluler yang bisa memberikan kartu pernada bagi para anggota.

Kemudian media cetak yang menawarkan untuk berlengganan secara gratis, produk kaos aparel yang menawarkan produk, dan beberapa produk minuman ringan. ”Tentu saja, hubungan yang dijalin harus sehat. Agar percaya, sponshorship tidak hanya melakukan tanggung jawabnya dengan membantu keuangan. Namun, hak mereka juga harus dipantau. Seperti harus harus ada logo atau nama perusahaan di back ground saat jumpa pers,” paparnya.

Langkah lain untuk menjadi klub profesional adalah membenahi interen manajemen. Inilaah saat yang tepat untuk membuat sepak bola menjadi sebuah industri. Karena itu setiap posisi harus memiliki job descirtion yang jelas dan bertanggung dibidangnya. Bersikap profesional karena digaji. ”Seperti yang sekarang ini, bidang teknis sudah merekomendasikan 13 nama pemain untuk direkrut. Namun mereka tidak cawe-cawe dalam proses negosiasi harga kontrak. Untuk masalah ini, bidang bisnislah yang akan menyelesaikannya,” tambahnya.

Program-program pernah ingin dijalankan tiga tahun silam saat menjadi General Manager PSIS tiga tahun silam. Namun program itu tidak berjalan karena tidak mendapatkan dukungan dari beberapa pihak. Apalagi saat itu masih mengandalkan APBD yang menjadikan klub sepak bola tidak mandiri.
”Di awal-awal tidaklah mudah mewujudkan beberapa program ini. Apalagi saat ini masih masa transisi dari amatir ke profsional. Namun, kami optimistis, menuju klub profesional bukanlah hal mustahil,” tuturnya. (K18,H69-39)
=========================
Bagaimanapun sepakbola di Indonesia nggak semata-mata bisnis seperti sepakbola Eropa, tapi juga masalah kerakyatan... maka rakyat saja yang membiayai liga ini. Koprasi adalah salah satu bentuk ekonomi kerakyatan. Kalo ini terjadi bukan tidak mungkin bisa jadi lebih profesional, karena managemen akan betul2 bertanggungjawab sama rakyat/masyarakat sebagai pemilik saham klub...

Membayangkan kalo strategi ini jalan, dan suporter dapat menentukan pemain dan pelatih yang hendak dibeli. Dan yang paling ngarep... adalah kalo saja suporter melalui koprasi ini bisa membangun sendiri stadionnya... wah... bakal keren banget ini...

Bila separuh warga kota Semarang menjadi pecinta fanatik PSIS, maka akan menjadi potensi sebagai pemilik PSIS. Berarti akan didapat setidaknya 800.000 anggota pecinta. Bila setiap anggota membentuk koperasi pusat (semacam puskopad ) dengan iuran wajib sebesar 50.000 per anggota (yang bisa dicicil 5 bulan atau 10.000 per bulan) maka akan didapat Rp. 40.000.000.000 (empat puluh milyard rupiah) iuran wajib yang menjadi modal. LALU UNTUK YANG MAMPU BISA MENYAMPAIKAN SIMPANAN SUKARELA dengan besar minimal 100.000 hingga tak terbatas sebagai modal usaha. wah modal tetap dan modal usahanya pasti akan sangat besar Dari sekian banyak modal, separuhnya digunakan untuk modal usaha bisnis dan itu sangat besar peluannya, misal bisa digunakan untuk usaha bisnis terkait penyelenggaraan Liga seperti memproduksi dan penjualan sovenir/merchandis, memproduksi alat olah raga seperti bola, kostum pemain/suporter, buka warung/rumah makan/kafe juga bisa bahkan mau agen perjalanan khusus untuk para suporter. Dan semakin lama, bila usaha berkembang baik dapat mengusahakan bisnis apa saja yang dapat menunjang kebutuhan PSIS, misal bisnis TAXI PSIS, Angkot PSIS, Real estate bahkan apartment dan hotel PSIS, konser besar musik bertajuk PSIS menggempur dsb. Disamping itu terbuka peluang beli lisensi merk kostum dan merchandisher habat dari eropa seperti Real Madrid, MU, Chelsea, Milan dsb... pokoknya peluangnya banyak. Sponshorship juga tetap diikutkan dalam aneka usaha koperasi PSIS ini karena setiap usaha bisnis maupun kegiatannya laku dijual.:cheers::cheers::cheers:

YB_Murty
September 10th, 2011, 05:29 AM
Andai Crowne udah jadi...

menurut sumber yang dapat dipercaya.. Crown akan soft Opening di Pertengahan September ini... kalau molor ya pas akhir september. Kalau itu bisa terjadi maka hotel Crown dapat menyemarakkan pertemuan akbar itu.

... ahhh andai yang diatas sudah berjejer-jejer..... Tapi targetnya untuk yang lebih besar dunk.... Selevel KTT APEC, KTT Non Blok, G20 atau kalau perlu pertemuan besar lembaga-lembaga PBB.

Nampaknya Semarang sudah harus mulai merayu negara-negara besar dan penting untuk membuka kantor konsulatnya di Semarang, terutama terkait dengan Bisnis Perdagangan maupun budaya/pendidikan.

castle_92
September 10th, 2011, 06:30 AM
^^ Menurut info dari Mr. Bustamar soft opening Crowne hotel akhir bulan Oktober 2011/awal Nov 2011

Kami fokus untuk soft opening akhir bulan Oktober 2011/awal Nov 2011, dan yg pasti belum membuka semua kamar. Untuk update tanggal pasti opening nya saya belum bisa info karna masih di bahas tergantung perkembangan proyek di lapangan, awal bulan agustus mungkin sudah bisa saya share

detwis
September 10th, 2011, 09:01 AM
Ramai-ramai Ngepel Trotoar

Semarang Metro
10 September 2011

APA yang terlintas di benak kita jika melihat aksi membersihkan atau mengepel trotoar? Sepintas ide tersebut memang gila, seperti tidak punya kerjaan saja. Namun tidak demikian bagi pegawai negeri di Kecamatan Semarang Selatan. Menurut Camat Semarang Selatan, Kukuh Sudarmanto, ”kegilaan” itu muncul karena melihat perawatan fasilitas publik yang minim.
Seringkali terdengar fasilitas publik yang terbiayai ratusan juta hingga miliaran rupiah terbengkalai.

”Kita lemah dari sisi perawatan,” ujarnya, kemarin.
Adanya fasilitas publik yang semestinya dapat membantu, malah tidak dirawat bahkan dirusak. Apalagi tingkat kesadaran warga untuk memelihara fasilitas umum masih sangatlah kurang. Sebagai warga umum, dia mengaku prihatin saat melihat trotoar kotor atau bahkan tidak terawat. Karena itu dia mengajak siapa saja untuk berpartisipasi merasa malu melihat kerusakan yang sudah terjadi di lokasi sebagai reaksi atas buruknya kesadaran pemeliharaan fasilitas umum di Kota Semarang.

Nyontoni

Melibatkan 300 staf dari 10 kelurahan, aksi yang difokuskan di sepanjang trotoar Jalan Pahlawan itu dibantu satu unit mobil pemadam kebakaran guna menggelontorkan air. Mereka pun saling bahu membahu, ada yang menggosok, menyapu, dan mengepel.

”Melalui gerakan ngepel trotoar ini kita ingin nyontoni sampai ada yang tergerak dan membuat kegiatan serupa,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, gerakan tersebut bentuk kepedulian pegawai untuk menumbuhkan rasa handarbeni. Dimana pada zaman sekarang sebagian manusia jadi serba cuek dengan keadaan sekitar. Jika rasa memiliki ini muncul tanpa ada paksaan, dengan sendirinya masyarakat akan ikut bertanggung jawab.
Menurutnya, dia akan terus menggiatkan kegiatan serupa sampai terbentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM). Selanjutnya, KSM inilah yang nantinya akan menularkan ”virus” serupa. Sementara itu, Lurah Pleburan Eka Kriswati meminta, agar pejalan kaki di kawasan itu turut menjaga kebersihan trotoar.
”Sampah semestinya dibuang pada tempatnya, bukan di saluran ataupun dibiarkan berserakan di trotoar. Mari kita jaga bersama keindahan kota yang sudah tertata sedemikian indahnya,” tukasnya. (Hartatik-69)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/10/158667/Ramai-ramai-Ngepel-Trotoar


ada di suara merdeka hr ini ni berita.. cakep.. dan patut diteruskan..
merawat apa yg sudah ada..

^^ Menurut info dari Mr. Bustamar soft opening Crowne hotel akhir bulan Oktober 2011/awal Nov 2011

really... semoga benar2 terwujud

titus15
September 10th, 2011, 09:28 AM
Bila separuh warga kota Semarang menjadi pecinta fanatik PSIS, maka akan menjadi potensi sebagai pemilik PSIS. Berarti akan didapat setidaknya 800.000 anggota pecinta. Bila setiap anggota membentuk koperasi pusat (semacam puskopad ) dengan iuran wajib sebesar 50.000 per anggota (yang bisa dicicil 5 bulan atau 10.000 per bulan) maka akan didapat Rp. 40.000.000.000 (empat puluh milyard rupiah) iuran wajib yang menjadi modal. LALU UNTUK YANG MAMPU BISA MENYAMPAIKAN SIMPANAN SUKARELA dengan besar minimal 100.000 hingga tak terbatas sebagai modal usaha. wah modal tetap dan modal usahanya pasti akan sangat besar Dari sekian banyak modal, separuhnya digunakan untuk modal usaha bisnis dan itu sangat besar peluannya, misal bisa digunakan untuk usaha bisnis terkait penyelenggaraan Liga seperti memproduksi dan penjualan sovenir/merchandis, memproduksi alat olah raga seperti bola, kostum pemain/suporter, buka warung/rumah makan/kafe juga bisa bahkan mau agen perjalanan khusus untuk para suporter. Dan semakin lama, bila usaha berkembang baik dapat mengusahakan bisnis apa saja yang dapat menunjang kebutuhan PSIS, misal bisnis TAXI PSIS, Angkot PSIS, Real estate bahkan apartment dan hotel PSIS, konser besar musik bertajuk PSIS menggempur dsb. Disamping itu terbuka peluang beli lisensi merk kostum dan merchandisher habat dari eropa seperti Real Madrid, MU, Chelsea, Milan dsb... pokoknya peluangnya banyak. Sponshorship juga tetap diikutkan dalam aneka usaha koperasi PSIS ini karena setiap usaha bisnis maupun kegiatannya laku dijual.:cheers::cheers::cheers:

Setidaknya buat kebutuhan terbang PSIS sendiri menjelajah tanah air buat pertandingannya (plus bawa suporter ke setiap pertandingannya), maka bisa juga bikin PSIS air ya???

Btw 800.000 anggota itu optimis sekali. Taruh kata 150.000 saja yang setara jumlah penduduk kota Salatiga, maka potensoi ekonominya harus lebih besar dari PAD Salatiga yang setahun sekitar 55M. MEngingat 150.000 suporter anggota koprasi ini bisa dikata usia produktif dan mampu menggerakkan ekonomi. BEda denga pendduduk Salatiga yang dari 150.000 penduiduknya mungkin hanya 1/3nya saja yang produktif, karena 2/3 lainnya adalah ibu rumah tangga, anak-anak dan lansia.

Dengan anggota 150.000 orang (walau nampak terlalu optimis juga), maka bisa juga bikin PSISmart yang menjual sembako hingga merchandise bagi anggota. Bisa juga bikin unit usaha simpan pinjam dll...
Sepak bola tidak akan lagi menjadi beban, tapi justru bisa jadi penggerak ekonomi kerakyatan...

Cah SMG
September 10th, 2011, 10:39 AM
Menurut saya tidak semua investasi harus dituruti. Kota punya masterplan, jadi kalo ada investor harus diarahkan, dan yakinkan, kalo mereka mengikuti masterplan yang sudah dirancang, maka keuntungan yang mereka terima akan jauh lebih besar, dan keuntungan bagi masyarakat sendiri juga jauh lebih besar.

Investor mah masuk rumusnya satu, ada gula ada semut. Itu rumus pasti, kalo nggak diarahkan justru merugikan sendiri nantinya... yang ada kanibalisme antara semut untuk bersaing menghabiskan gula...

tapi ini bukan terus saya belain walikota atau Gub lho ya?? Saya nggak tau persis apa yang dipikirkan mereka untuk wait and see... tapi kalo konsisten untuk mempertahankan masterplan yang sudah disusun, maka ya patut dapat acungan jempol...

Walah rumit banget pertimbangannya. Investasi untuk infrastruktur, apalagi bandara, pasti sudah ada pertimbangan dan perhitungan yang matang. Masterplan? Persoalannya tidak ada masterplan untuk mbangun bandara baru ( nggak ada duit, dan angkasa pura tidak akan memikirkan untuk mbangun bandara baru di semarang sampai 20 taon ke depan).

Nah, investasi ini masuk kategori crash-program karena ada kebutuhan mendesak (dan kita tdk piunya duit unt mbangun sebdiri). Pake analisis apapun nggak ada ruginya meng OK kan investasi mbangun bandara.

Kecuali kalau investor Cina maksa bandara baru itu dibangun di kawasan Simpang Lima... Nah ini baru perlu dipertimbangkan dampaknya.

titus15
September 10th, 2011, 11:16 AM
^^ itu sama saja termakan prinsip 'kesempatan tak kan datang dua kali' pada kenyataannya kesempatan bisa datang berkali-kali. Kalo belum apa-apa sudah terbeli investor nanti dikira kota murahan... terus semua2nya dibeli investor. Terus kalo investor udah masuk mau dibayar pake apa?? duitnya rakyat juga kan?? duitnya rakyat tersedot ke investor, giliran tenggat kerjasama dan balik modal, ditinggal kabur investor.. rusak nganggur baru bingung. Yang jelas bangun apa-apa bener2 dihitung dululah... ini investor masuk mak bedunduk itung2annya udah jelas belum, menguntungkan buat siapa, buat kita untungnya apa? Kalo buat investor ya pasti untunglah, jangan sampai warga kota cuma dapat keuntungan semu, tapi semua keuntungan ditelen investor...

Lagian saya sudah pernah nulis, kalo bandara pindah, simpanglima akan habis ditelen bangunan bervolume besar yang akan menghabiskan kapasitas air tanah. Padahal simpanglima kawasan yang penurunan permukaan tanahnya cukup tinggi, apalagi kalo air tanah makin banyak disedot. So kalo dipindah, tapi regulasi rob belum jelas dan belum terbukti, kalo sampai simpanglima tenggelam, maka yang ada hanya nisan2 hirise saja yang tidak dihuni.

Kalo seperti itu, pernyataanmu 'Pake analisis apapun nggak ada ruginya meng OK kan investasi mbangun bandara. ' jadi sangat tidak relevan, karena rob adalah realitas saat ini di depan mata... (baca juga trit semarang:story dan history, untuk memahami kondisi geologis semarang)

ssphila
September 10th, 2011, 01:56 PM
Sekilas info : facade Hotel Whiz mulai nampak warna putih & ijo, AC & kaca jendela sdh mulai terpasang.

Sepintas tadi melewati lobby Hotel Crowne & lantai atas yg nampak dari dalam mall spertinya masih buanyak yg harus dikerjakan, kl menurutku gak bakal selesai akhir bulan ini.

castle_92
September 10th, 2011, 03:15 PM
^^ :okay: Makin mendekati renderingnya, kalo diliat dari Jl. Pemuda tinggi juga gedungnya

http://img193.imageshack.us/img193/742/whizn.jpg (http://img193.imageshack.us/i/whizn.jpg/)
http://whizhotels.com/gallery.php#

http://img36.imageshack.us/img36/2443/cimg0631x.jpg

ada di suara merdeka hr ini ni berita.. cakep.. dan patut diteruskan..
merawat apa yg sudah ada..

Yup, nampak lebih bagus trotoarnya setelah dibersihkan :cheers2:

yunancutespdmt
September 10th, 2011, 05:06 PM
10 September 2011 | 18:55 wib

Besok, PKL Pemuda Pindah ke Imam Bonjol



Semarang, CyberNews. Puluhan PKL yang menempati Jalan Pemuda rencananya pada Minggu (11/9), bakal pindah ke Jalan Imam Bonjol. Pemindahan itu terkait keputusan Pemkot Semarang yang melarang jalur protokol tersebut untuk tempat berjualan.

Koordinator PPKLS Ani Kusrini mengungkapkan, pihaknya sudah mencarikan lokasi baru untuk PKL. Ada 47 PKL yang pindah. Mereka terdiri dari pedagang makanan, stempel dan klontong. Sebelumnya, sebagian dari mereka telah pindah ke Jalan Depok, Gajahmada dan depan eks Matahari Johar.

"Besok, semua PKL Pemuda telah menempati lokasi baru. Data yang masuk pada kami keseluruhan ada 264 pedagang yang berjualan mulai depan kantor PLN sampai kantor Pos," ungkap dia di sela-sela menghadiri pengukuhan Komunitas Pedagang Semarang Setara di Taman Progo, malam ini.

Kepala Dinas Pasar Abdul Madjid mengungkapkan, dengan penataan PKL Pemuda selanjutnya akan ditata PKL Pandanaran. Mereka itu semua akan dipindahkan ke Pasar Bulu.

( Dicky Priyanto / CN26 / JBSM )


http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/09/10/96003/Besok-PKL-Pemuda-Pindah-ke-Imam-Bonjol

YB_Murty
September 10th, 2011, 06:10 PM
Setidaknya buat kebutuhan terbang PSIS sendiri menjelajah tanah air buat pertandingannya (plus bawa suporter ke setiap pertandingannya), maka bisa juga bikin PSIS air ya???

Btw 800.000 anggota itu optimis sekali. Taruh kata 150.000 saja yang setara jumlah penduduk kota Salatiga, maka potensoi ekonominya harus lebih besar dari PAD Salatiga yang setahun sekitar 55M. MEngingat 150.000 suporter anggota koprasi ini bisa dikata usia produktif dan mampu menggerakkan ekonomi. BEda denga pendduduk Salatiga yang dari 150.000 penduiduknya mungkin hanya 1/3nya saja yang produktif, karena 2/3 lainnya adalah ibu rumah tangga, anak-anak dan lansia.

Dengan anggota 150.000 orang (walau nampak terlalu optimis juga), maka bisa juga bikin PSISmart yang menjual sembako hingga merchandise bagi anggota. Bisa juga bikin unit usaha simpan pinjam dll...
Sepak bola tidak akan lagi menjadi beban, tapi justru bisa jadi penggerak ekonomi kerakyatan...

Ya sebenernya paling sip lagi kalau PSIS membentuk Yayasan yang punya kwalitas. Yayasan akan menyokong pendanaan dan pasti akan lebih mudah mendapatkan sponsor maupun bantuan. Dengan bentuk Yayasan yang didedikasikan untu perkembangan dan pengembangan PSIS dan kota Semarang, maka akan memberikan kontribusi lebih baik. Yayasan itu tidak terlalu memikirkan profit tetapi bagaimana mewujudkan visi dan misi. Dengan begitu akan lebih kredibel dalam menggalang pendanaan. Bila PSIS kemudian menjadi lebih baik posisinya, maka dana akan semakin banyak dan mudah di himpun.

ssphila
September 10th, 2011, 06:58 PM
http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2011/09/08/Article//005/08_09_2011_005_017.jpg

Source : Suara Merdeka

Baru tau didalam pelabuhan ada pabrik semen ?

Smoga terminal penumpang kapal dibenahi menjadi minimal lebih layak sebagai pelabuhan internasional.

ssphila
September 10th, 2011, 07:22 PM
Kapasitas Jatidiri Ditambah

* Dari 25 Ribu Menjadi 50 Ribu

SEMARANG- Jumlah penonton dalam sebuah pertandingan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan setiap klub yang ingin tampil di Kompetisi Profesional Level I.

Untuk memaksimalkan sektor itu, PSIS Semarang berencana menambah kapasitas Stadion Jatidiri yang semula sekitar 25 ribu menjadi 50 ribu penonton.

Hal ini disampaikan Manajer Operasional PSIS Budi Santoso, kemarin. Dia mengatakan, memaksimalkan sektor penonton juga imbauan dari PSSI dan AFC sebagai induk olahraga sepak bola di Asia. Karena tiket pertandingan menjadi salah satu sumber pemasukan penting untuk biaya operasional tim.

”Memang ada rencana untuk membenahi fasilitas stadion Jatidiri yang menjadi home base. Termasuk menambah kapasitas penonton dan membenahi sektor lapangan untuk bertanding. Rencana ini akan disampaikan kepada pemerintah Provinsi sebagai pemilik GOR Jatidiri,” paparnya.

Manajemen juga akan meminta masukan dari tim verifikasi dari PSSI dan AFC yang akan datang ke Jatidiri dalam waktu dekat ini. Dalam kunjungannya, tim tersebut akan menilai kelayakan Stadion Jatidiri sebagai tempat pertandingan. Selain itu, juga akan memberikan masukan mengenai beberapa hal yang perlu dibenahi.

”Kami telah merancang konsep untuk pembenahan stadion. Langkah konkret akan dilakukan setelah ada peninjauan dari tim verifikasi. Dengan begitu, kami menjadi tahu mana saja prioritas utama untuk dibenahi,” tambah mantan General Manager Semarang United Football Club (SUFC) ini.

Alternatif

Di sisi lain, bila stadion dibenahi akan berdampak pada kesiapan tim berjuluk Mahesa Jenar. Tim kebanggaan warga Kota Semarang ini tidak akan bisa menggunakan Stadion Jatidiri sebagai home base saat bertanding dalam kompetisi format baru yang direncanakan Oktober mendatang.

Manajemen pun sudah menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi hal itu.

Pertama mencari alternatif tempat lain untuk menggelar pertandingan, sembari merenovasi Jatidiri. Akan dipilih stadion-stadion yang layak dan memiliki jarak yang tidak begitu jauh dari Kota Semarang.

Langkah lain adalah, menunda renovasi hingga pertengahan musim sembari mencari stadion alternatif. Langkah ini untuk mengantisipasi jika PSIS belum menemukan stadion lain yang tepat. Padahal kompetisi akan diputar sekitar sebulan lagi.

”Memang belum ada kepastian kapan renovasi dilakukan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk masalah ini,” imbuhnya. (K18, H69-81)

Source : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/10/158611/Kapasitas-Jatidiri-Ditambah

castle_92
September 10th, 2011, 07:31 PM
Pembangunan Simpanglima Dikebut Untuk Sambut Menteri Se-ASEAN

Penulis: ayodya Tanggal 10 September 2011 Jam 22:16

http://halosemarang.com/wp-content/uploads/2011/09/Pembangunan-Simpanglima-500x375.jpg

Pembangunan kawasan Simpanglima terus dikebut, hal ini terlihat dengan masih sibuknya sejumlah pekerja hingga tengah malam. Dengan dibantu lampu penerangan, para pekerja tengah sibuk menata trotoar dengan tegel unpolish yang tampak mewah. Kawasan Simpanglima terutama pada bagian lapangan yang akan difungsikan sebagai ruang publik ini ditarget selesai akhir September.

Hal ini juga terkait dengan penyambutan kedatangan Menteri se-ASEAN yang akan berada di Kota Semarang pada 8 hingga 11 Oktober mendatang. Rencananya 10 bendera negara ASEAN akan dikibarkan di jantung Kota Semarang ini sebagai bentuk penghormatan pada tamu-tamu tersebut. Powered by Telkomsel BlackBerry®

http://halosemarang.com/blog/pembangunan-simpanglima-dikebut-untuk-sambut-menteri-se-asean/

anugrah84
September 10th, 2011, 10:14 PM
Pembangunan Simpanglima Dikebut Untuk Sambut Menteri Se-ASEAN

http://halosemarang.com/blog/pembangunan-simpanglima-dikebut-untuk-sambut-menteri-se-asean/

semoga acara nanti sukses ya guys, bukan karena kebetulan Semarang yang terpilih sebagai tempat gath, karena semarang adalah kota yang sangat layak dan diakui negara di Regional Asean ^^

David-80
September 11th, 2011, 12:12 AM
Delegasi 10 negara ASEAN itu akan datang melalui bandara terjelek di Indonesia? :ohno:

Investor China itu dari negara yg sangat pesat pembangunannya, pasti gampang sekali memindahkan bandara Ahmad Yani, bisa selesai satu tahun, kok kurang diminati? Kalau begitu, Semarang akan lama sekali baru bisa setara. :bash:

Setuju dengan Bozhart, ada orang mau investasi kok dicuekin, geblek banget. Duit nggak gablek, mau memperluas terminal saja nggak kesampaian, ini ada investor mau mbangunin kok ditolak, double geblek. Di Bali bandara baru juga dibangun oleh investor dr India.

pak Gub dan waklikota, geblek jangan dipiara ya...


Setuju 100% dengan dua pendapat di atas. Terutama yang di Bold


Cheers

titus15
September 11th, 2011, 12:50 AM
Kapasitas Jatidiri Ditambah

* Dari 25 Ribu Menjadi 50 Ribu

SEMARANG- Jumlah penonton dalam sebuah pertandingan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan setiap klub yang ingin tampil di Kompetisi Profesional Level I.

Untuk memaksimalkan sektor itu, PSIS Semarang berencana menambah kapasitas Stadion Jatidiri yang semula sekitar 25 ribu menjadi 50 ribu penonton.

Hal ini disampaikan Manajer Operasional PSIS Budi Santoso, kemarin. Dia mengatakan, memaksimalkan sektor penonton juga imbauan dari PSSI dan AFC sebagai induk olahraga sepak bola di Asia. Karena tiket pertandingan menjadi salah satu sumber pemasukan penting untuk biaya operasional tim.

”Memang ada rencana untuk membenahi fasilitas stadion Jatidiri yang menjadi home base. Termasuk menambah kapasitas penonton dan membenahi sektor lapangan untuk bertanding. Rencana ini akan disampaikan kepada pemerintah Provinsi sebagai pemilik GOR Jatidiri,” paparnya.

Manajemen juga akan meminta masukan dari tim verifikasi dari PSSI dan AFC yang akan datang ke Jatidiri dalam waktu dekat ini. Dalam kunjungannya, tim tersebut akan menilai kelayakan Stadion Jatidiri sebagai tempat pertandingan. Selain itu, juga akan memberikan masukan mengenai beberapa hal yang perlu dibenahi.

”Kami telah merancang konsep untuk pembenahan stadion. Langkah konkret akan dilakukan setelah ada peninjauan dari tim verifikasi. Dengan begitu, kami menjadi tahu mana saja prioritas utama untuk dibenahi,” tambah mantan General Manager Semarang United Football Club (SUFC) ini.

Alternatif

Di sisi lain, bila stadion dibenahi akan berdampak pada kesiapan tim berjuluk Mahesa Jenar. Tim kebanggaan warga Kota Semarang ini tidak akan bisa menggunakan Stadion Jatidiri sebagai home base saat bertanding dalam kompetisi format baru yang direncanakan Oktober mendatang.

Manajemen pun sudah menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi hal itu.

Pertama mencari alternatif tempat lain untuk menggelar pertandingan, sembari merenovasi Jatidiri. Akan dipilih stadion-stadion yang layak dan memiliki jarak yang tidak begitu jauh dari Kota Semarang.

Langkah lain adalah, menunda renovasi hingga pertengahan musim sembari mencari stadion alternatif. Langkah ini untuk mengantisipasi jika PSIS belum menemukan stadion lain yang tepat. Padahal kompetisi akan diputar sekitar sebulan lagi.

”Memang belum ada kepastian kapan renovasi dilakukan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk masalah ini,” imbuhnya. (K18, H69-81)

Source : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/10/158611/Kapasitas-Jatidiri-Ditambah

sip jadi 50 ribu, bisa cukup lama pengerjaannya tuh... Pindah stadion ya alternatifnya yang dekat dan layak ya Manahan Solo, Stadion spesialis partai Usiran dan Ungsian...

ssphila
September 11th, 2011, 05:56 AM
CONGRATS!!! Banner-nya SEMARANG sdh disetujui & bakal tayang tanggal 13 September. Utk BANDUNG tgl 20 September.

Mohon bantuan semua forumer utk beri rate yg top ya.... please :okay:

:cheers2:

smg820
September 11th, 2011, 06:11 AM
^^ selamat buat semarang :okay: rate 5 ya semua :naughty:

castle_92
September 11th, 2011, 06:37 AM
:banana: :banana: Berarti tayang hari selasa, siap2 nge-rate :D

ssphila
September 11th, 2011, 06:41 AM
^^ seeeppp mas...

@smg820 :okay: mohon dukungan semua pokokna

==============

Bendung Simongan Butuh 3000 Concrete Block

Semarang, CyberNews. Pengerjaan rehabilitasi Bendung Simongan, Semarang Barat, belum ada separuh jalan dari target pekerjaan 720 hari pekerjaan. Sampai, sabtu (10/9) sudah terpasang sekitar 500 concrete block. Blok semen ini sebagai lapisan dasar sungai Banjir Kanal Barat.

Concrete block yakni blok yang terbuat dari adonan semen, pasir dan kerikil, yang disusun seperti halnya paving block. Blok ini digunakan untuk memecah arus ombak jika terjadi aliran deras di sungai Garang dan Sungai Banjir Kanal Barat.

Concrete Block ini disusun mulai dari ujung plered Bendung Simongan sampai jarak 500 meter ke utara, sehingga membutuhkan sekitar 3000 concrete block. Yang sudah dipasang ada 500 buah.

Untuk pasokan blok, tak jauh dari proyek terdapat tenaga yang mencetak concrete block. Di sana dibutuhkan alat cetakan, sehingga tinggal mengisi adonan semen, pasir dan kerikil. Sehingga, di sini terdapat tumpukan ratusan concrete block.

Source : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/09/10/95994/Bendung-Simongan-Butuh-3000-Concrete-Block

sembilanbelas
September 11th, 2011, 07:06 AM
sip jadi 50 ribu, bisa cukup lama pengerjaannya tuh... Pindah stadion ya alternatifnya yang dekat dan layak ya Manahan Solo, Stadion spesialis partai Usiran dan Ungsian...

Mantab juga jadi 50 ribu :okay: Semoga bisa jadi salah satu stadion terbaik di Indonesia.
Kayaknya ga mungkin mas kalo pindah sementara ke Solo, soalnya suporter sepakbola Semarang dan Solo mirip suporter SSC Semarang dan Solo, sensitif hahaha..

sembilanbelas
September 11th, 2011, 07:12 AM
CONGRATS!!! Banner-nya SEMARANG sdh disetujui & bakal tayang tanggal 13 September. Utk BANDUNG tgl 20 September.

Mohon bantuan semua forumer utk beri rate yg top ya.... please :okay:

:cheers2:

Selamat, akhirnya.. :applause:
Pokoknya nge-rate harus tinggi semua. Right or wrong is my city :D

Toto Boerham
September 11th, 2011, 09:14 AM
CONGRATS!!! Banner-nya SEMARANG sdh disetujui & bakal tayang tanggal 13 September. Utk BANDUNG tgl 20 September.

Mohon bantuan semua forumer utk beri rate yg top ya.... please :okay:

:cheers2:

:banana:Congrats buat SEMARANG....

anugrah84
September 11th, 2011, 10:07 AM
boleh liat Banner kota Senarang yang akan ditampilkan, saya belum tau yang mana ^^
selamat sebelum nya buat Semarang :cheers:

sembilanbelas
September 11th, 2011, 11:40 AM
^^
Semarang

4) Gambar panjang
http://img849.imageshack.us/img849/6382/72608614.jpg

ssphila
September 11th, 2011, 01:20 PM
Thanks Mas Toto Boerham & anugrah84 mohon dukungannya utk rate nanti. :cheers2:

==============

Taman Bubakan Dibenahi

http://halosemarang.com/wp-content/uploads/2011/09/Taman-Bubakan.jpg

Taman yang ada di bundaran Bubakan dibenahi dan dipercantik. Taman ini merupakan satu dari 21 taman di Kota Semarang yang dilakukan perbaikan untuk mempercantik kota.

Selain itu keberadaan taman juga dimaksudkan untuk memberikan ruang hijau bagi masyarakat. Pemkot berharap masyarakat Semarang maupun luar kota yang datang untuk selalu menjaga taman dengan tidak menginjak-injak rumput serta membuang sampah sembarangan yang bisa mengotori taman.

Source : http://halosemarang.com/blog/taman-bubakan-dibenahi/

Pembenahan 21 taman sudah dimulai... smoga lebih baik dr yg sdh dikerjakan taman di Siliwangi.

yunancutespdmt
September 11th, 2011, 01:41 PM
Kapasitas Jatidiri Ditambah

* Dari 25 Ribu Menjadi 50 Ribu

SEMARANG- Jumlah penonton dalam sebuah pertandingan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan setiap klub yang ingin tampil di Kompetisi Profesional Level I.

Untuk memaksimalkan sektor itu, PSIS Semarang berencana menambah kapasitas Stadion Jatidiri yang semula sekitar 25 ribu menjadi 50 ribu penonton.

Hal ini disampaikan Manajer Operasional PSIS Budi Santoso, kemarin. Dia mengatakan, memaksimalkan sektor penonton juga imbauan dari PSSI dan AFC sebagai induk olahraga sepak bola di Asia. Karena tiket pertandingan menjadi salah satu sumber pemasukan penting untuk biaya operasional tim.

”Memang ada rencana untuk membenahi fasilitas stadion Jatidiri yang menjadi home base. Termasuk menambah kapasitas penonton dan membenahi sektor lapangan untuk bertanding. Rencana ini akan disampaikan kepada pemerintah Provinsi sebagai pemilik GOR Jatidiri,” paparnya.

Manajemen juga akan meminta masukan dari tim verifikasi dari PSSI dan AFC yang akan datang ke Jatidiri dalam waktu dekat ini. Dalam kunjungannya, tim tersebut akan menilai kelayakan Stadion Jatidiri sebagai tempat pertandingan. Selain itu, juga akan memberikan masukan mengenai beberapa hal yang perlu dibenahi.

”Kami telah merancang konsep untuk pembenahan stadion. Langkah konkret akan dilakukan setelah ada peninjauan dari tim verifikasi. Dengan begitu, kami menjadi tahu mana saja prioritas utama untuk dibenahi,” tambah mantan General Manager Semarang United Football Club (SUFC) ini.

Alternatif

Di sisi lain, bila stadion dibenahi akan berdampak pada kesiapan tim berjuluk Mahesa Jenar. Tim kebanggaan warga Kota Semarang ini tidak akan bisa menggunakan Stadion Jatidiri sebagai home base saat bertanding dalam kompetisi format baru yang direncanakan Oktober mendatang.

Manajemen pun sudah menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi hal itu.

Pertama mencari alternatif tempat lain untuk menggelar pertandingan, sembari merenovasi Jatidiri. Akan dipilih stadion-stadion yang layak dan memiliki jarak yang tidak begitu jauh dari Kota Semarang.

Langkah lain adalah, menunda renovasi hingga pertengahan musim sembari mencari stadion alternatif. Langkah ini untuk mengantisipasi jika PSIS belum menemukan stadion lain yang tepat. Padahal kompetisi akan diputar sekitar sebulan lagi.

”Memang belum ada kepastian kapan renovasi dilakukan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk masalah ini,” imbuhnya. (K18, H69-81)

Source : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/10/158611/Kapasitas-Jatidiri-Ditambah

Semoga tim verifikasi jg nyaranin buat perbaikan permukaan lapangan jatidiri plus rumputnya jd bolanya ngglindingnya mulus gak mumbul-mumbul :cheers::cheers:

castle_92
September 11th, 2011, 01:57 PM
Pembenahan 21 taman sudah dimulai... smoga lebih baik dr yg sdh dikerjakan taman di Siliwangi.

Sip pembenahan taman kota :okay: taman siliwangi itu yang deket Banjir Kanal Barat ya mas?

ssphila
September 11th, 2011, 02:08 PM
^^ Betul mas, smoga lebih baik dr itu. Satu lagi sdh mulai masuk musim penghujan, smoga nanti wkt pra-KTT berlangsung gak banjir/rob.... :D

castle_92
September 11th, 2011, 02:34 PM
^^ Amin, kalo musim penghujan yang sering banjir biasanya bulan Desember - Januari kalo Oktober masih belum :lol: Baliho tentang KTT ASEAN udah dipasang di Simpang lima & Jl. Pahlawan jadi tambah semarak :banana:

YB_Murty
September 11th, 2011, 03:02 PM
Setuju 100% dengan dua pendapat di atas. Terutama yang di Bold


Cheers

Pilih mana didanai asing atau didanai investor dalam negeri?.... Paling yang dari luar itu juga maunya kuasai kerjaannya semua. Santai saja... A Yani dikembangkan seperti skenario yang ada dulu... toh pengembangan yang akan dioperasikan 2014 juga standartnya juga bagus. Hari masih panjang,... 7-8 proyek besar di Semarang dan sekitarnya di bidang infrastruktur sedang dalam proses pekerjaan dan persiapannya. 2015 sudah pada kelar.... biarlah setelah itu investasi primer masuk berupa industri-industri besar dan secondarynya membuntuti dengan fasilitas akomodasi dan jasa-jasa bisnis maupun perbankan ditambah sektor akomodasi maupun hunian. 5 Tahun lagi Jakarta, Bandung, Surabaya sudah diambang kejenuhan. Dan Semarang mulai rising. Saat itu baru kita mulai membangun bandara baru yang sudah lebih jelas ekpektasinya. Saya pikir, kita nanti sudah harus bersiap dengan Bandara 2 runway yang pelaksanaannya berurutan. Salah satu run way harus minimal 4000m dengan lebar 60m (area badan) plus bahu 2x 7.5m. Selain terminal penumpang juga harus ada terminal cargonya. Hubungan koneksi penerbangan internasional sudah lebih berpeluang termasuk penerbangan cargo internasional. Kita benahi dululah apa yang ada di Semarang... mulai dengan yang berbiaya 0 rupiah tetapi punya pengaruh besar sampai yang berbiaya besar M atau T. Pokoknya Pak Wali tugasnya poles-poles saja sama ngurusi birokrasi yang aman, lancar dan nyaman serta kondisi sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Zarzet
September 11th, 2011, 03:04 PM
Salam kenal u/ semua. Kemarin saya lewat di Jl Pandanaran. Toko stationary Cahya Rukma (kira-kira depan toko buku Merbabu) ditutup. Di depan ada banner yg isinya menyatakan bahwa di tempat itu akan dibangun hotel @HOM yg tingginya sekitar 6-7 lantai. Mungkin ada yg punya info lebih lengkap.

YB_Murty
September 11th, 2011, 03:07 PM
^^ Amin, kalo musim penghujan yang sering banjir biasanya bulan Desember - Januari kalo Oktober masih belum :lol: Baliho tentang KTT ASEAN udah dipasang di Simpang lima & Jl. Pahlawan jadi tambah semarak :banana:

Nggak dapet Sea games tapi Semarang jadi tuan rumah salah satu event penting KTT ASEAN. Semoga sukses setelah itu KTT G20 atau KTT APEC sekalian. Bosen kalo di Bali atau Jakarta terus-terusan. Nanti disiapkan kok tempatnya... yang komplet njerit dan juga aman sentosa. Ingat 1 resimen tempur sudah menunggu dibangun di Semarang. Artinya Semarang akan jadi kota yang siap termasuk keamanannya.

Cah SMG
September 11th, 2011, 03:18 PM
^^ itu sama saja termakan prinsip 'kesempatan tak kan datang dua kali' pada kenyataannya kesempatan bisa datang berkali-kali. Kalo belum apa-apa sudah terbeli investor nanti dikira kota murahan... terus semua2nya dibeli investor. Terus kalo investor udah masuk mau dibayar pake apa?? duitnya rakyat juga kan?? duitnya rakyat tersedot ke investor, giliran tenggat kerjasama dan balik modal, ditinggal kabur investor.. rusak nganggur baru bingung. Yang jelas bangun apa-apa bener2 dihitung dululah... ini investor masuk mak bedunduk itung2annya udah jelas belum, menguntungkan buat siapa, buat kita untungnya apa? Kalo buat investor ya pasti untunglah, jangan sampai warga kota cuma dapat keuntungan semu, tapi semua keuntungan ditelen investor...

Lagian saya sudah pernah nulis, kalo bandara pindah, simpanglima akan habis ditelen bangunan bervolume besar yang akan menghabiskan kapasitas air tanah. Padahal simpanglima kawasan yang penurunan permukaan tanahnya cukup tinggi, apalagi kalo air tanah makin banyak disedot. So kalo dipindah,
tapi regulasi rob belum jelas dan belum terbukti, kalo sampai simpanglima tenggelam, maka yang ada hanya nisan2 hirise saja yang tidak dihuni.

Kalo seperti itu, pernyataanmu 'Pake analisis apapun nggak ada ruginya meng OK kan investasi mbangun bandara. ' jadi sangat tidak relevan, karena rob adalah realitas saat ini di depan mata... (baca juga trit semarang:story dan history, untuk memahami kondisi geologis semarang)

Waduh kok jadi mbulet gini he he, pendapat saya sih simpel saja, kesempatan memang belum tentu datang dua kali, jadi segera ambil jika kesempatan itu datang. Dimana2 lagi digencarkan upaya untuk menarik investor, nah ini ada investor datang kok dicuekin. Kita belum tau schema investasinya, tapi kalau mbangun bandara biasanya dibeayai oleh investor, jadi nggak ada cerita make uang rakyat dsb nya. Investasi bukan kaya "bantuan" bank dunia, yang sebenarnya utang.

Dan investor Dr Cina itu, selain mbangunin bandara juga tertarik untuk investasi penanggulangan ROB, jadi klop. Dua Problem utama Semarang bisa diupayakan diatasi, dan proses pembangunannya pake duit investor, Gubernur Bibit tdk usah merengek-rengek minta dana dari pusat. Ada investor tertarik membangun mega-proyek kan belum pernah ada ceritanya di Semarang. Kalau terealisasi Ini satu prestise tersendiri bagi Semarang (sebagaimana prestise Surabaya dibangunkan jembatan Suramadu oleh Cina juga)

So, Pak Gub, Pak Wali, Anyone, be smart please.... Buka Semarang lebar-lebar agar investor mau mbangun kota ini, sehingga-aha-SETARA...:lol: