View Full Version : [SEMARANG] Projects & Development



laba-laba
October 1st, 2008, 05:29 PM
seharusnya kasus Paragon City diselesaikan dengan cara Win Win solution aja..

gak usah ampe seperti ini,

titus15
October 3rd, 2008, 06:46 AM
SEMARANG & SEKITARNYA
Suara merdeka hari ini...

03 Oktober 2008
52 Halte BRT Segera Digarap

SEMARANG- Pembangunan halte bus rapid transit (BRT) akan dikerjakan selama tiga bulan ke depan, Oktober-Desember. Sebanyak 52 titik halte disiapkan dengan rancangan satu hingga tiga pintu.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan III Bappeda Kota Semarang M Farchan mengatakan, lelang dilakukan di Jakarta dengan menggunakan APBN. Untuk pembangunan tersebut dana dialokasikan sebesar Rp 4,9 miliar.

’’Kami meminta sarana pendukung berupa halte harus sudah siap terlebih dulu sebelum bus beroperasi,’’ katanya, kemarin.

Peletakan halte dipertimbangkan berdasarkan tingginya potensi permintaan guna lahan yang memiliki tarikan perjalanan, seperti sekolah, rumah sakit, kantor pemerintah, pabrik, pasar, dan sebagainya.

Selain itu, juga ketersediaan lahan sesuai dengan dimensi halte yang direncanakan, serta tidak mengganggu akses lahan di belakang halte.


Berdasarkan data detail engineering design (DED) koridor I Mangkang-Penggaron di antaranya depan Pasar Mangkang, Randugarut, Jl Pandanaran, Jl Supriyadi, depan RRI, Dishub Kota, Taman Lele, Ha*no*man, Soegijopranoto, Pemuda, Zebra Ra*ya, Makro, dan BLK.

Khusus halte Jl Pemuda nanti akan dibuat halte dua pintu dan Simpanglima tiga pintu. Ini sebagai antisipasi besarnya potensi penumpang dari titik tersebut.

Farchan juga mengemukakan, saat ini Pemkot berupaya menyerap aspirasi masyarakat untuk penamaan BRT. Hingga kini su*dah ada tiga alternatif yang masuk, yaitu Trans Semarang, Trans Tugu Muda, dan Trans Pandanaran.

Masyarakat boleh mengusulkan pendapat untuk nama yang akan digunakan, meski untuk keputusan nama nantinya tetap di tangan Wali Kota Sukawi Sutarip. Kecenderungan saat ini nama yang akan digunakan mengarah pada Trans Pandanaran.

Hal yang melatarbelakangi nama itu, karena ketokohan Pandanaran sebagai tokoh pendiri Kota Semarang. Selain itu, di masa mendatang BRT beroperasi hingga daerah perbatasan kota, sehingga diperlukan nama yang lebih luas daripada Trans Semarang dan Trans Tugu Muda. (H22,H9-37)

David-80
October 3rd, 2008, 08:30 AM
^^ Trans Semarang ok, tp knapa ga SBS ya...Semarang Bus system hehe...kayak di singapore...ada SBS dan SMRT

cheers

Ampelio
October 4th, 2008, 01:33 PM
^^ Trans Semarang ok, tp knapa ga SBS ya...Semarang Bus system hehe...kayak di singapore...ada SBS dan SMRT

cheers

^^good idea David, tapi sayangnya.... kebetulan di Indonesia, Semarang gak sendirian sbg kota pemilik initial "S" ....ada bbrp kota besar dan terkenal lainnya yang berawalan huruf "S" , seperti Surabaya atau Samarinda, bahkan di Jateng sendiri ada Solo:)

titus15
October 4th, 2008, 06:01 PM
pokoknya jangan pake TRANS... nanti ndak seragamnya item-item ada logonya bunder di lengen kiri kanan...
Kalo jadi Lintasemarang piye?

gantengscool
October 6th, 2008, 10:53 AM
.


Rabu, 1 Oktober 2008 | 10:17 WIB
Diresmikan, Resto Berputar, Restoran Tertinggi di Indonesia.


SEMARANG, RABU - Untuk memberi suasana sensasi bagi umat muslim di Jawa Tengah, Rabu (1/10) seiring selesainya pelaksanaan sholat Ied maka pengelola Masjid Agung Jawa Tengah meresmikan mulai beroperasinya Resto Berputar di Lantai 18 di Menara Al Asmaul al-Husna di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah, Jalan Gajah Raya, Semarang.

Menurut Sekretaris Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) , Agus Fathudd in Yusuf, Rabu (1/10) resto berputar adalah restoran tertinggi di Indonesia karena letaknya di bagian atas Menara Al Asmaul al-Husna pada ketinggian 99 meter.

Peresmian Resto Berputar diharapkan bisa memberikan hiburan sensasi bagi pengunjung ke MAJT. "Hanya saja, karena lokasinya restoran itu terbatas maka pengunjung sementara juga dibatasi tidak lebih 20 ora ng yang mau makan di Resto Berputar," kata Agus Fathuddin.

Resto Berputar adalah restoran makan siap saji, yang memiliki lantai yang bisa berputar. Dengan sistim ini, pengunjung bisa memesan makanan siap saji seperti nasi goreng, pecel juga makanan khas Jawa lain, sambil menyaksikan pemandangan kawasan Kota Semarang di ketinggian 99 meter di atas permukaan laut .

Resto Berputar dirancang khusus, lantai di desain berputar maka pengunjung akan dapat menyaksikan seluruh situasi pemandangan Kota Semarang melalui jendela yang sekelilingnya terbungkus kaca. Putaran di Resto Berputar ini sangat lambat yakni satu menit untuk satu kali putaran.

Pembukaan Resto Berputar yang letaknya persis dibawah lantai Gardu Pandang di ketinggian 99 meter, maka pengunjung dapat ke Resto Berputar dengan naik dua buah lift yang telah tersedia. Masing-masing lift berkapasitas 12 orang. Pembukaan Resto Berputar dilakukan bersamaan pembukaan Museum Islam yang letaknya di lantai II dan Lantai III di dalam Menara Al Asmaul al-Husna di MAJT Semarang.



.

worldsuperstar
October 6th, 2008, 02:36 PM
^^ interesting ! ! ! !

menuna apa aja mas ? ? ?

klas nya buat middle up ato middle down ? ato malah socialite?:lol:

gantengscool
October 6th, 2008, 02:41 PM
^^ interesting ! ! ! !

menuna apa aja mas ? ? ?

klas nya buat middle up ato middle down ? ato malah socialite?:lol:


Sek belum tak coba,
Nunggu hari sabtu deh. Mungkin ada yg udah nyoba bisa cerita ?
Semoga lumayan ngga middle down - middle down banget :lol:
Nanti klo udah nyoba ak cerita deh lewat sms..:lol::lol:

Btw baru tahu ak ada istilah middle down :nuts::nuts:



.

AceN
October 6th, 2008, 05:45 PM
^^ ada mas. Middle down itu dibawahnya down. Alias tiarap / tengkurep... :tongue2:

titus15
October 6th, 2008, 05:53 PM
^^ ada mas. Middle down itu dibawahnya down. Alias tiarap / tengkurep... :tongue2:
lha nek lower ground itu apa mas...? atau malah underground?
kalo restoran ini jelas midle up, wong lantai puncak 99meter...
kalo yang midle down itu museumnya lantai 2 dan 3, dibawah sana... hehehe...
ra nyambung yo...

laba-laba
October 7th, 2008, 01:37 PM
99 m dari permukaan laut ? ato dari tanah ?

hildalexander
October 9th, 2008, 08:59 AM
middle low kalee heuheuheu....

gantengscool
October 10th, 2008, 09:54 AM
.



Paragon Harus Revisi Dokumen.

oleh ant pada 08-10-2008.

SEMARANG (Joglosemar): Jika menginginkan proyek pembangunan mal dan hotel Paragon City di Jalan Pemuda Semarang dilanjutkan, maka Paragon harus merevisi dokumen kajian teknis. “Paragon City harus mengajukan revisi kajian teknis perubahan struktur yang diajukan sebelumnya. Hal itu harus dilaporkan dan akan kita kaji,” kata Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman Kota Semarang, Bambang Haryono, Selasa (7/10).

Pembangunan mal dan hotel Paragon City diketahui tidak sesuai dengan izin yang diberikan sehingga terpaksa pembangunannya dihentikan sementara. Dalam izin yang diajukan Paragon tidak mencantumkan konstruksi ”ground anchor”, tetapi kenyataannya memasang ”ground anchor”, bahkan pemasangannya dengan menyerobot tanah tetangga tanpa izin.

worldsuperstar
October 10th, 2008, 12:29 PM
^^ya ampuun .padahal itu proyek yg paling gw tunggu di smg .desainna kereen:ohno:http://www.skyscrapercity.com/images/smilies/shake.gif

titus15
October 10th, 2008, 05:57 PM
^^ya ampuun .padahal itu proyek yg paling gw tunggu di smg .desainna kereen:ohno:http://www.skyscrapercity.com/images/smilies/shake.gif
Harus segera lincah cari solusinya. Eman kalo proyek ini mangkrak lagi.
Kalo kelamaan biaya akan semakin bengkak, mana sekarang lagi bener-bener krisis keuangan global...
:bash::bash:

Ampelio
October 10th, 2008, 06:03 PM
Projek Paragon City Semarang di file list of projects-nya Davy Sukamta & partners,
Bersama 2 projek lainnya di Jateng yg juga mrk desain (structural civil engineering-nya):
http://img264.imageshack.us/img264/928/davysukamtawn2.jpg (http://imageshack.us)

^^Perhatikan dari awal perencanaan sudah terlihat tanda2 akan adanya perubahan di saat konstruksi, dlm dokumen tsb proposal hotel-nya sendiri mula2 hanya 5 lantai.

NpF
October 12th, 2008, 04:40 AM
Projek Paragon City Semarang di file list of projects-nya Davy Sukamta & partners,
Bersama 2 projek lainnya di Jateng yg juga mrk desain (structural civil engineering-nya):
http://img264.imageshack.us/img264/928/davysukamtawn2.jpg (http://imageshack.us)

^^Perhatikan dari awal perencanaan sudah terlihat tanda2 akan adanya perubahan di saat konstruksi, dlm dokumen tsb proposal hotel-nya sendiri mula2 hanya 5 lantai.

waduh... lama ga OL, sekalinya masuk, thread ini sepi bgt yak... plus banyak kabar ga mengenakkan, nelongso tenan :nuts:, speechless deh

aprillio
October 15th, 2008, 06:30 AM
gmn kabar busway yang mau beroperasi di smg? jadi ga?? kalo ada yg ksh info thnks ya

ace4
October 15th, 2008, 12:38 PM
^^
Semarang mau bikin busway semacam TransJogja juga yak...?

titus15
October 17th, 2008, 05:33 AM
^^
Semarang mau bikin busway semacam TransJogja juga yak...?
iya katanya dalam 3 bulan ini sedang disiapkan infrastrukturnya. Tapi sepertinya baru 1 koridor dulu, Mangkang - Penggaron/Pedurungan...

ace4
October 17th, 2008, 06:13 AM
^^
itu lewatin mana aja yak...? Simpang Lima juga kah...?

titus15
October 17th, 2008, 01:58 PM
^^
itu lewatin mana aja yak...? Simpang Lima juga kah...?

Ya... kalo nggak salah Mangkaang Siliwangi Sudirman Sugiyopranoto Pandanaran ahmad yani, majapahit sampai penggaron. Tapi tadi menurut radio yang saya dengar tadi realisasi operasionalannya baru Mei 2009...
Semoga lebih cepat dari itu...l

ace4
October 18th, 2008, 07:00 AM
^^
om titus15 bisa minta request jalur busway nya digambarin di Google Earth gak ya...:naughty: agak gak mudeng ini ama jalurnya...:?

btw sebaiknya buka thread khusus buat membahas busway nya Semarang gak ya di warteg? gw bener2 penasaran nih ama proyek busway Semarang... kira2 info nya cukup banyak gak yang bisa diakses dan di post di SSC....

titus15
October 18th, 2008, 07:46 AM
^^
om titus15 bisa minta request jalur busway nya digambarin di Google Earth gak ya...:naughty: agak gak mudeng ini ama jalurnya...:?

btw sebaiknya buka thread khusus buat membahas busway nya Semarang gak ya di warteg? gw bener2 penasaran nih ama proyek busway Semarang... kira2 info nya cukup banyak gak yang bisa diakses dan di post di SSC....

Peta resminya belum ada, nanti malah salah petanya. Lagian jaraknya jauh banget, hampir 20 km kayaknya. Di Googleerath malah kejauhan, nggak jelas ini dimana, itu dimana...
Info tentang bus waynya juga juga masih minim. Takut malah sepi threadnya.

Coba nanti dikorek-korek lagi...

ace4
October 18th, 2008, 07:52 AM
^^
ya udah kalo gitu sketsa kasar boleh deh menurut perkiraan...:naughty:

titus15
October 18th, 2008, 08:03 AM
^^
ya udah kalo gitu sketsa kasar boleh deh menurut perkiraan...:naughty:

kalo dari sini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=26082360&postcount=752)
gak berani kira-kira deh, soalnya secara nalar seharusnya lebih dari 20 km denagn 52 halte (berary sekali jalan sekitar 26 halte, atau 52 halte bolak-balik), soalnya pakie belok masuk jalan pemuda, jl Zebra dan Supriadi.
20km itu perkiraan Mangkang Penggaron kalo lurus saja mengikuti jalan protokol yang ada. Kalo belok dan muter mungkin bisa lebih.

Nah di Jakarta saja 1 koridor mungkin nggak lebih dari 20 km ya...?

ace4
October 18th, 2008, 11:36 AM
^^
wuih panjang banget yak 20 km...:eek: yang di Jakarta aja paling panjang itu ada sekitar 25km dari Kampung Rambutan hingga Ancol dipecah menjadi dua koridor di Kampung Melayu... walaupun yang koridor 9 Pinang Ranti - Pluit sih panjangnya ada sekitar 23 km kalo gak salah...

btw Mangkang itu yang di atas bukit bukan kah...? sori geografi gw soal Semarang agak kacau nih...:doh: dan rutenya apakah dari barat ke timur atau utara ke selatan...?

titus15
October 18th, 2008, 03:20 PM
^^
wuih panjang banget yak 20 km...:eek: yang di Jakarta aja paling panjang itu ada sekitar 25km dari Kampung Rambutan hingga Ancol dipecah menjadi dua koridor di Kampung Melayu... walaupun yang koridor 9 Pinang Ranti - Pluit sih panjangnya ada sekitar 23 km kalo gak salah...

btw Mangkang itu yang di atas bukit bukan kah...? sori geografi gw soal Semarang agak kacau nih...:doh: dan rutenya apakah dari barat ke timur atau utara ke selatan...?

Mangkang itu bagian barat kota. Terminalnya ada di perbatasan dengan Kab Kendal. Sedangkan Penggaron itu di Timur kota, 4 km dari perbatasan dengan Kab Demak.

ace4
October 18th, 2008, 04:01 PM
^^
berarti Mangkang masih Karangayu lewat yak...? dan Penggaron juga lewatin terminal Terboyo kah...?

tampaknya cukup bagus untuk rute awal, gw sendiri lihat pergerakan dari arah Demak menuju Semarang cukup ramai di pagi hari (melihat hiruk pikuk di terminal Terboyo...:nuts:) dan mungkin juga pas jam pulang kerja (begitu pula sebaliknya ya dari arah Kendal ke Semarang)...

titus15
October 18th, 2008, 04:07 PM
^^
berarti Mangkang masih Karangayu lewat yak...? dan Penggaron juga lewatin terminal Terboyo kah...?

tampaknya cukup bagus untuk rute awal, gw sendiri lihat pergerakan dari arah Demak menuju Semarang cukup ramai di pagi hari (melihat hiruk pikuk di terminal Terboyo...:nuts:) dan mungkin juga pas jam pulang kerja (begitu pula sebaliknya ya dari arah Kendal ke Semarang)...

Karang Ayu sampai Mangkang kurang lebih 8km...

Penggaron memang ke arah perbatasan kab Demak, tapi bukan jalur ke kota Demak. Penggaron itu arah ke kota purwodadi. Biarpun bukan jalur utama Litas jawa, tapi kawasan ini adalah kawasan padat pemukiman, dan prospektif ke depan. Buktinya ADA swalayan buka 2 cabang di kawasan ini, dan sebentar lagi Giant Hipermart juga buka di dekat kawasan ini.

gantengscool
October 19th, 2008, 08:19 AM
Jangan lupa, ada Makro juga.

ace4
October 19th, 2008, 08:53 AM
berarti sebelah timur Semarang nya yang dijangkau ama busway yang ke arah timur dari Simpang Lima yak...?

btw Makro yang dimaksud itu yang di pertigaan yang salah satu jalan nya menuju masjid agung jawa tengah kan yak...:?

bozhart
October 19th, 2008, 12:26 PM
99 m dari permukaan laut ? ato dari tanah ?
99 m itu dari tanah termasuk antenenya.

______________________________________________

Harus segera lincah cari solusinya. Eman kalo proyek ini mangkrak lagi.
Kalo kelamaan biaya akan semakin bengkak, mana sekarang lagi bener-bener krisis keuangan global...
:bash::bash:
Waktu libur lebaran kemarin, proyek ini memang berhenti, sitenya gelap dan cranenya mati selama 2 minggu tetapi mulai tgl 9 Okt lampu2 cranenya menyala lagi dan beroperasi kembali 24 jam sehari :)

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/c0afc38c.jpg

______________________________________________


^^
om titus15 bisa minta request jalur busway nya digambarin di Google Earth gak ya...:naughty: agak gak mudeng ini ama jalurnya...:?

Bila pakai GoogleEarth, tidak muat. Aku beri link Wikimapia lokasi2nya ya.

Simpang Lima (http://www.wikimapia.org/#lat=-6.9902565&lon=110.4229403&z=18&l=0&m=a&v=1)
Terminal Mangkang (http://www.wikimapia.org/#lat=-6.9695649&lon=110.2904499&z=18&l=0&m=a&v=2) - ke arah Jakarta
Terminal Terboyo (http://www.wikimapia.org/#lat=-6.9510609&lon=110.4624063&z=18&l=0&m=a&v=2) - ke arah Surabaya
Terminal Penggaron (http://www.wikimapia.org/#lat=-7.0174748&lon=110.4936701&z=18&l=0&m=a&v=2) - ke arah Purwodadi / Blora / Cepu
Terminal Banyumanik (http://www.wikimapia.org/#lat=-7.0736101&lon=110.4105592&z=18&l=0&m=a&v=2) (kecil) - ke arah Yogya / Solo

bozhart
October 19th, 2008, 12:29 PM
Tendean Imperial Residence

Rendering:
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/21a289b2.jpg

Lokasi:
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/314f2c86.jpg

bozhart
October 19th, 2008, 12:51 PM
17 Oktober 2008
Rusunami Dibangun di Pusat Kota Semarang
* Ditawarkan 400 Unit

SEMARANG- Satu tower rumah susun milik (rusunami) berkapasitas 380-400 unit direncanakan dibangun di pusat kota Semarang pada semester II tahun 2009 mendatang. Proyek yang dilaksanakan oleh Perumnas Regional V tersebut berlokasi di Jl Ki Mangunsarkoro menempati lahan milik Dinas Pekerjaan Umum seluas 5.000 m2.

Ir H Herry Irwanto, GM Perum Perumnas Regional V Jateng-DIY-Kalsel-Kaltim mengatakan, rencana awal rusunami tersebut akan memiliki 12 lantai dengan tipe 21 dan 36. ’’Kami masih menunggu koordinasi soal ketinggian bangunan sebab rusunami ini tentunya akan didirikan sesuai ketentuan yang disyaratkan pemkot,’’ kata Herry di sela halal bihalal Real Estat Indonesia (REI) Jateng, kemarin.

Lokasi rusunami yang berada di pusat kota, lanjut Herry, dipastikan bisa menyedot animo masyarakat. Pasalnya, apartemen rakyat senilai Rp 50 miliar ini memiliki letak yang strategis. ’’Sasarannya masyarakat berpenghasilan minimal Rp 4,5 juta.’’

Sejalan dengan rusunami di Semarang, tahun 2010 Perumnas Regional V juga bakal membangun rusunami di Yogyakarta. Menurut Herry, lokasi rusunami masih menggunakan lahan PU yang ada di sekitar Malioboro dengan 8 lantai. Rusunami tersebut sementara ini diproyeksikan berlantai 12 berisi 380-400 kamar bertipe 21 dan 36.

Luas Lahan
Menurut Hery, proyeksi tersebut disebut sementara karena mesti menyesuaikan kebijakan Pemkot Semarang terkait ketinggian bangunan di sekitar Simpang Lima. ’’Ketinggian tergantung aturan masing-masing daerah dan setelah selesai di Yogyakarta kami akan membangun di Kaltim,’’ terangnya.

Ditambahkan, geliat pembangunan rusunami ini akan semakin gencar dilakukan menyusul kebutuhan akan perumahan semakin tinggi namun terkendala luas lahan. ’’Porsi antara rusunami diusahakan 50-50, sebelumnya kami bangun 80% landed house baru sisanya 20% rusunami.’’

Sementara itu Ketua DPD REI Jateng Sudjadi menilai, sulitnya realisasi pembangunan rusunami di Kota Semarang oleh sektor swasta dipicu dua faktor. Selain soal harga, kebutuhan lokasi strategis diperlukan mengingat peruntukannya bagi para pegawai yang kebanyakan menginginkan rumah yang dekat dengan tempat hunian.

’’Kalau di Semarang relatif mahal karena sesuai ketentuan SK Menteri Keuangan No 31/2007, harga maksimalnya Rp 144 juta. Padahal harga landed house seperti rumah sederhana sehat hanya Rp 55 juta,’’ jelasnya.(J14-59 )

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=35081

worldsuperstar
October 19th, 2008, 01:10 PM
^^wooow...kereen om..

itu yg Tendean Imperial Residence statusnya apa?uda approved??

locasinya deket ama paragon city juga..bagus bagus..jadi superblok scaara gag lngsung.itu cuman hunian aja ato ama hotel juga om??


btw, nice to see Paragon city continued....
masalahnya uda clear yah??guut...tengz a lot om boz ! !

titus15
October 19th, 2008, 02:26 PM
Bila pakai GoogleEarth, tidak muat. Aku beri link Wikimapia lokasi2nya ya.

Simpang Lima (http://www.wikimapia.org/#lat=-6.9902565&lon=110.4229403&z=18&l=0&m=a&v=1)
Terminal Mangkang (http://www.wikimapia.org/#lat=-6.9695649&lon=110.2904499&z=18&l=0&m=a&v=2) - ke arah Jakarta
Terminal Terboyo (http://www.wikimapia.org/#lat=-6.9510609&lon=110.4624063&z=18&l=0&m=a&v=2) - ke arah Surabaya
Terminal Penggaron (http://www.wikimapia.org/#lat=-7.0174748&lon=110.4936701&z=18&l=0&m=a&v=2) - ke arah Purwodadi / Blora / Cepu
Terminal Banyumanik (http://www.wikimapia.org/#lat=-7.0736101&lon=110.4105592&z=18&l=0&m=a&v=2) (kecil) - ke arah Yogya / Solo

Mas Boz, coba cek di Google erath, untuk site Terminal Mangkang foto udaranya udah update. Jadi sekarang bangunan fisik terminalnya sudah kelihatan...

titus15
October 19th, 2008, 02:49 PM
Tendean Imperial Residence

Rendering:
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/21a289b2.jpg


Desainnya yang keren. Btw udah mulai banyak gedung dengan desain kotak-kotak nih. Gak joglo mulu... semoga matching satu sama lainnya...
Btw ini apartemen ya... Lokasi pasnya dimana? Sebelah Novotel kan dinas Kesehatan. Disebelahnyakah?

bozhart
October 19th, 2008, 04:03 PM
itu yg Tendean Imperial Residence statusnya apa?uda approved??

locasinya deket ama paragon city juga..bagus bagus..jadi superblok scaara gag lngsung.itu cuman hunian aja ato ama hotel juga om??
itu sudah di approved, malah sudah disebarkan brosur2nya dgn no.telp marketingnya. Tidak ada hotel, cuma utk hunian saja.

_____________________________________________

Mas Boz, coba cek di Google erath, untuk site Terminal Mangkang foto udaranya udah update. Jadi sekarang bangunan fisik terminalnya sudah kelihatan...
Ya gw nggak perhatikan di GoogleEarth. Itu difoto pd tgl 28 Mei 2008. Juga kelihatan kebun binatang Semarang tepat di seberangnya. Thanks infonya :)

_____________________________________________


Btw ini apartemen ya... Lokasi pasnya dimana? Sebelah Novotel kan dinas Kesehatan. Disebelahnyakah?
Ya ini apartemen. Gw juga nggak pasti lokasi tepatnya di mana. Pintu masuk apartemen ini di Jl Tendean sempit tetapi melebar ke belakang.

bozhart
October 20th, 2008, 03:29 AM
Wow Semarang mau dibangun 5 tower masing2 200 meter !! Sayang ditolak.



20 Oktober 2008
Kendala Tinggi Bangunan Hambat Investasi

SEMARANG- Adanya keterbatasan tinggi bangunan menghambat masuknya investasi di Kota Semarang. Wali Kota Sukawi Sutarip menandaskan, sejumlah investor yang berkeinginan masuk menyatakan mundur manakala ketinggian bangunan dibatasi.

Itu terkait dengan lokasi bandara yang berada di tengah kota yang memerlukan persyaratan keselamatan penerbangan. Karena itu ia menampik bila Semarang disebut kota yang dijauhi investor. Hal ini berbeda dari Solo, yang beberapa tahun terakhir marak pembangunan gedung bertingkat tinggi.

’’Banyak proposal proyek masuk ke Semarang. Namun setelah mereka mengetahui adanya ketinggian bangunan yang terbatas, mereka memilih mundur atau mengurangi jumlah lantainya,’’ katanya kemarin. Sukawi menyebut beberapa investor yang masuk, antara lain Lippo Group. Perusahaan skala besar tersebut berencana menanamkan investasi bernilai triliunan. Informasi yang diterimanya, Lippo Group akan membangun lima gedung tower. Masing-masing tower memiliki tinggi 200 M.

55 Meter
Sementara adanya aktivitas bandara, kawasan yang direncanakan akan dibangun tower hanya mengizinkan pembangunan gedung setinggi 55 meter. ’’Akhirnya investor itu tidak jadi merealisasikan rencananya,’’ katanya.

Sementara investor lain masih meneruskan rencana proyeknya, meski harus memangkas tinggi lantai bangunan yang diajukan. Proyek Paragon City, misalnya. Awalnya proyek mal dan hotel itu akan dibangun 40 lantai. Karena tidak disetujui maka Paragon pun hanya mewujudkannya menjadi 12 lantai. ’’Sayang bila rencana investasi gagal karena terbentur adanya bandara. Untuk memindahkannya ini masih jangka panjang,’’ paparnya.

Ia mengakui wacana pemindahan bandara sudah pernah terlontar lama. Namun karena pemindahan bandara terkait dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, maka tidak bisa asal pindah. ’’Kalo investor yang mau menanamkan modalnya untuk pembangunan bandara saya optimistis banyak yang mau,’’ katanya.(H22,H9-41)




Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=35437

Venantio
October 20th, 2008, 03:40 AM
Salah satu cara yang lebih mudah adalah: Fokus ke Adi Sumarmo, bikin infrastruktur transportasi yang bagus Semarang Solo yang menghubungkan pusat kota Semarang dan bandara Adi Sumarmo. Pasti perkembangan pembangunan menggeliat kembali dengan sangat cepat. Otomatis, bandara Ahmad Yani ya ditutup saja...

titus15
October 20th, 2008, 03:41 AM
Wow Semarang mau dibangun 5 tower masing2 200 meter !! Sayang ditolak.

Mestinya pemerintah proaktive mancari lahan pengembangan pemekaran kota yang potensial supaya investor tetap mau masuk Semarang tanpa memindah bandara. Pemindahan bandara justru hanya akan menunda investor masuk untuk paling tidak 15-20tahun kedepan. Karena saat pembangunan bandara baru tentu Semarang akan dijepit oleh 2 kawasan bandara yang tentu saja mempersempit kemungkinan investor untuk segera membangun sitenya.

Kawasan Semarang Timur tentunya merupakan salah satu pilihan yang bisa dikembangkan...

Btw 200meter itu berapa lantai ya mas? 60 lantai ya?

bozhart
October 20th, 2008, 03:52 AM
^^ Bila tinggi tiap lantai rata2 4 meter, berarti 200 m itu sekitar 50 lantai :)
Gedung tertinggi di Indonesia adl Wisma 46, tingginya 262 m termasuk spire (crown), jml lantainya 48 :)

Cah_Bagus97
October 20th, 2008, 05:00 AM
Salah satu cara yang lebih mudah adalah: Fokus ke Adi Sumarmo, bikin infrastruktur transportasi yang bagus Semarang Solo yang menghubungkan pusat kota Semarang dan bandara Adi Sumarmo. Pasti perkembangan pembangunan menggeliat kembali dengan sangat cepat. Otomatis, bandara Ahmad Yani ya ditutup saja...

ide yang bagus

titus15
October 20th, 2008, 05:32 AM
^^ setuju... asal dibangunkan monorel Semarang Solo. Semarang Solo harus 45 menit saja... (bisa sinergi sama lahannya jalan tol hehe, jadi bebasin tanahnya sekalian...)

gantengscool
October 20th, 2008, 05:57 AM
99 m dari permukaan laut ? ato dari tanah ?




99 m itu dari tanah. Bila termasuk antene, jadi 105 m.




Klo bangunan ini kok boleh sampai 105 m ? kenapa ngga kena batas ketinggian 55 meter ?

http://img378.imageshack.us/img378/5783/cimg5899sl5.jpg (http://imageshack.us)

Cah SMG
October 20th, 2008, 07:15 AM
Kerana jauoh dri Bandara, ini menara di Semarang Timur kalau gak salah. Bandara di Semarang barat, kalau gak salah lagi....

NpF
October 20th, 2008, 07:59 AM
IMO : keberadaan bandara ahmad yani tetap diperlukan, seperti yang pernah dan selalu jadi bahan diskusi bersama adalah penyediaan lahan dan lokasi lain di wilayah semarang yang memungkinkan u/ dibangun highrises, semarang itu luasnya 370 km, dan ga semuanya terkena KKOP, so tinggal upaya keras berbagai pihak agar masalah bandara ga jadi blunder yang ujung2nya menghambat pertumbuhan fisik kota semarang, dulu saya sempet ragu makanya saya tanya apakah semarang tak cukup menarik secar bisnis hingga ga banyak investor mau tanam modal d smg? tapi mulai terjawab dengan adanya beberapa investor besar yg tertarik tanam modal disini, contoh paragon propose mau bikin 40 lantai, and sekarang lippo group mau bikin 5 tower, @ 200 m, tp terkendala keberadaan bandara, so kalau sudah jelas yg jadi permasalahan, mbok ya pemerintah ndang gage, ojo meneng wae, kalau ga realistis dipindah ya cari dan fasilitasi lahan2 baru, giring dan yakinkan para investor, seperti yang sudah sering dibilang para pakar disni tu lho, ada om bozhart, om titus, om david dll, (duh yg ga disebut jgn marah ya ) :).... masak investasi yg ada di depan mata dibiarkan berlalu gitu aja.... sekali ini boleh lolos tapi tidak lah u/ yg berikut2nya

AceN
October 20th, 2008, 09:54 AM
Wow Semarang mau dibangun 5 tower masing2 200 meter !! Sayang ditolak.


Stupid ya om.... :hammer::( Tendean Imperial nya bagus :okay:

gantengscool
October 20th, 2008, 11:37 AM
Kerana jauoh dri Bandara, ini menara di Semarang Timur kalau gak salah. Bandara di Semarang barat, kalau gak salah lagi....


Sebenarnya sudah dapat solusinya.

Giring aja investor ke arah sekitar sini (timur) untuk membangun gedung tinggi. kan sudah ada temannya (menara masjid) yg ketinggiannya sama dengan gedung 20 lantai.

Semarang timur rame juga lo, ada akses tol-nya lagi. Mungkin bisa mencontoh Surabaya barat (deket tol juga) yg dulunya gersang sekarang menjadi daerah elit dan banyak apartemen berlantai tinggi.

Gimana Pak Wali ?

titus15
October 20th, 2008, 01:37 PM
^^ SIAP NDAN!!!

titus15
October 21st, 2008, 03:51 AM
Waktu libur lebaran kemarin, proyek ini memang berhenti, sitenya gelap dan cranenya mati selama 2 minggu tetapi mulai tgl 9 Okt lampu2 cranenya menyala lagi dan beroperasi kembali 24 jam sehari :)

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/c0afc38c.jpg


Iya kemaren liat sudah banyak pekerja dan truk mulai hilir mudik...

titus15
October 21st, 2008, 03:54 AM
Tendean Imperial Residence

Rendering:
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/21a289b2.jpg

Kemarin lewat Tendean, rupanya lokasinya dekat jalan Imam Bonjolnya, jadi nggak sebelahan sama novotel (sebelah novotel Dinas kesehatan - 10 lantai)
http://img261.imageshack.us/img261/19/tendeanlw4.jpg

Kalo dari google Earth mungkin lokasinya disini:
http://img129.imageshack.us/img129/1343/tendeanimperiallokasiql6.jpg

---

Denger-denger di belakang E plaza mau ada proyek indosat ya - 12 lantai kalo nggak salah.

lokasinya udah dipager sama PP...
http://img80.imageshack.us/img80/1027/indosatbo6.jpg

eurico
October 21st, 2008, 04:11 AM
Imperial residence nya keren, glassy enough... Murni apartemen yah, gak ada operatornya or semcm condotel gt?

gantengscool
October 21st, 2008, 05:54 AM
Kemarin lewat Tendean, rupanya lokasinya dekat jalan Imam Bonjolnya, jadi nggak sebelahan sama novotel (sebelah novotel Dinas kesehatan - 10 lantai)
http://img261.imageshack.us/img261/19/tendeanlw4.jpg

Kalo dari google Earth mungkin lokasinya disini:
http://img129.imageshack.us/img129/1343/tendeanimperiallokasiql6.jpg

---



Tendean Imperial Res (TIR) sedang pameran di Mal Ciputra, pas di bawah bioskop. Mungkin di situ banyak info kali ya...

hildalexander
October 21st, 2008, 12:53 PM
Tendean Imperial Residence

Rendering:
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/21a289b2.jpg

Lokasi:
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/314f2c86.jpg

Om Boz... apakah pengembangnya Grup Graha Permata Properindo? Coz, mereka juga bakal bangun apartemen di lokasi yang sama, Jl Tendean. FYI, GGP ini bangun Hayam Wuruk Residences dan Karbela Residence. Keduanya di Jakarta

NpF
October 22nd, 2008, 09:47 AM
22 Oktober 2008
Pemprov Beri Sinyal Pertahankan Lokasi
Bandara di Luar Kota Lebih Representatif

SEMARANG- Kalangan usaha merespons positif wacana pemindahan Bandara Internasional A Yani ke luar Kota Semarang, menyusul keberadaannya di tengah kota dengan aktivitas penerbangannya cukup mempengaruhi perkembangan wilayah.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng, Solichedi menyebut wilayah Demak dan Kendal bisa menjadi alternatif sebagai bandara baru bertaraf internasional yang lebih representatif. ’’Dalam 5 tahun ke depan, bandara yang sekarang rasanya sangat kurang memadai untuk membuka akses perekonomian ke ibukota provinsi,’’ kata Solichedi, kemarin.

Menurutnya, perencanaan bandara nantinya harus dikaji seksama dengan membangun fasilitas terintegrasi dengan baik untuk mendukung kegiatan ekonomi serta promosi wilayah. ’’Bandara bukan sekedar terminal udara yang memberangkatkan penumpang tetapi juga pusat logistik yang vital. Selama ini banyak ekspor melalui pesawat memilih lewat Surabaya atau Yogyakarta.’’

Faktor jarak yang relatif terjangkau bila ditempatkan di Demak atau Kendal, dinilainya sebagai pembuka akses baru pintu gerbang perekonomian Jateng. ’’Ada banyak kasus bandara di tengah kota kemudian dipindah seperti di Hongkong atau Osaka supaya pembangunan di dalam kota tidak terhambat karena ketinggian bangunan harus memperhitungkan bandara.’’

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Jateng, Kris Nugroho menganggap wacana pemindahan bandara harus disesuaikan dengan rencana induk. Pihaknya tidak bisa serta merta memindahkan bandara ke sebuah daerah.

Soal adanya kesiapan bandara A Yani sebagai terminal rutinitas tempat penerbangan, lanjuit Kris, Pemprov berusaha secara bertahap membenahi kekurangan fasilitas. Baru saja landasan pacu telah diperpanjang dari 2,2 km menjadi 2,6 km. Perpanjangan itu dimaksudkan agar bisa digunakan pesawat komersial berbadan lebar seperti jenis Boeing 767 (B-767) maupun Airbush 320 (A-320). (J14,H37-56)

It's mentioned again !.Thats not true!! those aircraft mentioned can not operate, kalau sudah, ahmad yani bahkan bisa jadi embarkasi haji.

Oh come on, pemerintah seharusnya memberikan informasi yang valid mengenai fasilitas umum dan publik yang dimiliki oleh kota semarang !!

titus15
October 22nd, 2008, 10:56 AM
^^
Coba cari bandara di Indonesia yang sekaligus
1. Dekat dan sejalur dengan seluruh moda transportasi (Terminal, Stasiun dan pelabuhan Samudera).

2. Dekat dan menjangkau kawasan industri.

3. Dekat dengan Exhibiton Center

4. Dekat dengan pusat kota dan pusat pemerintahan/birokrasi.

Hanya AYIA yang sekaligus dekat dengan Terminal Mangkang, Stasiun Tawang & Poncol dan Pelabuhan Semudera Tanjung Emas (bisa dibuat sinergis), sekaligus dekat dengan Kawasan Industri tanjung Emas, Candi-Mijen, Tambak Aji dan Kaligawe, dan Srondol-Banyumanik sekaligus juga dekat dengan pusat pemerintahan/birokrasi (balaikota dan gubernuran), dan sekaligus juga dekat dengan PRPP, sebagai kawasan Exhibiton Center di Semarang... (Catatan: memang tidak semua kondisinya baik. Tapi kalau ini bisa jadi paket kawasan terpadu... bukan tidak mungkin ini jadi nilai tambah tersendiri bagi pelaku bisnis di Semarang)

Nah kalau karakter AYIA dikembangkan sebagai bandara bisnis... kenapa AYIA harus dipindahkan, yang artinya menjauhkan Bandara dari semua infrastruktur yang sudah sangat kompak...

Tanya kenapa...???

Seharusnya posisi ini menjadi daya jual yang tinggi dengan lokasi AYIA saat ini.

joke: pengusaha jakarta mau ke Semarang naik pesawat pribadi.
Dari Sudirman ke CGK, macet di tol, lama perjalanan 2 jam. Nunggu flight terus terbang ke Semarang. Perjalanan 1 jam. Sampai Semarang turun di SRG Demak. Terus ganti mobil, macet di kaligawe, depan Terboyo. 1jam 30menit lah... total sampe SRG 4jam 30 menit.
Kalo naik pesawat reguler, tambah boarding, bagasi dll (berangkat dan tiba), tambah 1 jam, total 5jam 30 menit...
Mending naik Argo Muria atau Kamandanu, langsung dari Gambir (gak usah deg-degan telat) ke Tawang 5 jam aja (kalo lancar)...:cheers::cheers:

laba-laba
October 23rd, 2008, 05:40 AM
Bandara Polonia dekat dengan segalanya..
dekat dengan CBD..
dan bandara tersebut sangat2 mengganggu kota medan....

keuntungan bandara didalam kota itu sifatnya hanya kemudahan yg tidak mutlak..
misalnya kita gampang keluar masuk bandara...
apa untungnya itu ? Yang keluar masuk bandara itu kan bukan seluruh penduduk kota. Persentase nya sedikit banget dengan jumlah penduduk kota tersebut...
Jadi tidak perlu buanget bandara dalam kota dibandingkan hambatan yang diterima oleh kota tersebut dalam perkembangannya.


bandara memang harus jaoh dari pusat kota. Tapi akses ke kota harus dipermudah.
karena kota terus berkembang
kota terhalang perkembangannya karena bandara
highrise mutlak menunjang perkembangan kota.
makin banyak highrise, salah satu indikator perkembangan bisnis kota tersebut. Maka akan lebih banyak lagi investasi ke kota tersebut.

Kalau Bandara dekat dengan kantor instansi ?
lah kalo dari bandara pasti ke hotel dulu.. baru "bergerak" ke mana tujuannya. Karena hotelnya di inti kota, maka gampang aja ke mana2,.. ke mall, hotel, kantor, dll...

Kalau jauh ke daerah industri? kan ad hotel2 di bangun dekat dengan kawasan industri tersebut.
Lagian kan bisnisman tidak bolak balik tiap hari dari bandara ke hotel, atau dari bandara ke mall.. Emang dia nginap di bandara ?

Ampelio
October 23rd, 2008, 07:05 AM
Bandara Polonia dekat dengan segalanya..
dekat dengan CBD..
dan bandara tersebut sangat2 mengganggu kota medan....

keuntungan bandara didalam kota itu sifatnya hanya kemudahan yg tidak mutlak..
misalnya kita gampang keluar masuk bandara...
apa untungnya itu ? Yang keluar masuk bandara itu kan bukan seluruh penduduk kota. Persentase nya sedikit banget dengan jumlah penduduk kota tersebut...
Jadi tidak perlu buanget bandara dalam kota dibandingkan hambatan yang diterima oleh kota tersebut dalam perkembangannya.


bandara memang harus jaoh dari pusat kota. Tapi akses ke kota harus dipermudah.
karena kota terus berkembang
kota terhalang perkembangannya karena bandara
highrise mutlak menunjang perkembangan kota.
makin banyak highrise, salah satu indikator perkembangan bisnis kota tersebut. Maka akan lebih banyak lagi investasi ke kota tersebut.

Kalau Bandara dekat dengan kantor instansi ?
lah kalo dari bandara pasti ke hotel dulu.. baru "bergerak" ke mana tujuannya. Karena hotelnya di inti kota, maka gampang aja ke mana2,.. ke mall, hotel, kantor, dll...

Kalau jauh ke daerah industri? kan ad hotel2 di bangun dekat dengan kawasan industri tersebut.
Lagian kan bisnisman tidak bolak balik tiap hari dari bandara ke hotel, atau dari bandara ke mall.. Emang dia nginap di bandara ?

^^good opinion and analysis :okay: ...kalau disuruh pilih, sejujurnya banyak warga kota yang tidak mau Bandara-nya terlalu dekat dengan kota.

bozhart
October 23rd, 2008, 07:40 AM
Stupid ya om.... :hammer::( Tendean Imperial nya bagus :okay:
Yup. 5 tower masing2 200 m itu sangat bagus, bahkan masih bagus utk ukuran Jakarta. Sekarang di Jakarta belum ada superblok dgn 5 tower @ 200 m sekaligus kan? Apartemen Taman Anggrek saja cuma 150 m.

_______________________________________________

Giring aja investor ke arah sekitar sini (timur) untuk membangun gedung tinggi. kan sudah ada temannya (menara masjid) yg ketinggiannya sama dengan gedung 20 lantai.
Ide bagus. Kalau ada investor tertarik membangun gedung 100 m dekat menara mesjid itu, tidak bisa dilarang oleh pemerintah :D

_______________________________________________

Kalo dari google Earth mungkin lokasinya disini:
http://img129.imageshack.us/img129/1343/tendeanimperiallokasiql6.jpg

Lokasinya bukan itu. Di situ ada gedung kolonial tua yg sekarang ditempati kantor klub Wulan (Warga Lanjut Usia), nomer alamatnya 36. Alamat TIR itu no.34, mungkin di sebelah kiri kantor Wulan di foto di bwh ini (mungkin kantor PAN?).

http://img261.imageshack.us/img261/19/tendeanlw4.jpg



Ini denah lantai groundfloor:

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/8a3ff210.jpg

_______________________________________________

Murni apartemen yah, gak ada operatornya or semcm condotel gt?
Lantai 2-3 utk disewakan (serviced apartement). Lantai 5 ke atas utk dijual (tdk ada lantai 4).

_______________________________________________

Om Boz... apakah pengembangnya Grup Graha Permata Properindo? Coz, mereka juga bakal bangun apartemen di lokasi yang sama, Jl Tendean. FYI, GGP ini bangun Hayam Wuruk Residences dan Karbela Residence. Keduanya di Jakarta
Thanks infonya. Yg benar PT Graha Pusaka Properindo.

bozhart
October 23rd, 2008, 07:42 AM
Denger-denger di belakang E plaza mau ada proyek indosat ya - 12 lantai kalo nggak salah.

lokasinya udah dipager sama PP...
http://img80.imageshack.us/img80/1027/indosatbo6.jpg
Ini beritanya dari Suara Merdeka:

Indosat Bangun Gedung Baru
SEMARANG - Untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih kepada para pelanggannya, PT Indosat Tbk Regional Jateng-DIY membangun gedung baru sepuluh lantai di Jl Pandanaran 131. Peletakan batu pertama, Rabu (22/10) dilakukan Wali Kota Sukawi Sutarip yang kemudian dilanjutkan oleh Direksi Indosat Wahyu Wijayadi, Direktur Corporate Services Syakieb Sungkar dan Direktur Regional Sales Guntur S Siboro serta Head of Central Java & DIY Andi Samsul Hadi. ”Kantor ini didirikan dengan tujuan untuk lebih memudahkan dan memberikan kenyamanan kepala pelanggan Indosat,” kata Head of Central Java & DIY Andi Samsul Hadi.(H36-59)

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=36001

bozhart
October 23rd, 2008, 07:44 AM
Suara Merdeka
21 Oktober 2008
Pemindahan Bandara Diakomodasi Revisi RTRW

SEMARANG- Komisi B DPRD Kota Semarang akan mengajukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang di antaranya mencakup wacana pemindahan bandara. Pembahasan revisi sendiri akan dimulai 2009 dan kemudian penerapannya diharapkan efektif 2010.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono mengatakan, sejak awal DPRD mendukung wacana pemindahan tersebut. Meski hingga kini belum ditentukan lokasi pemindahannya secara pasti, upaya mempertahankan bandara di tengah kota akan mempersulit pembangunan di masa mendatang.

‘’Realisasi wacana pemindahan ini memang tidak bisa sekejap dilaksanakan. Itu untuk jangka menengah,’’ katanya Senin (20/10).
Untuk lokasi, terang dia, perlu detail engineering design (DED) yang bisa menjelaskan perihal kelayakan.

Nantinya pemindahan itu tetap mengacu pada daya dukung infrastruktur yang sudah ada maupun yang akan dikembangkan.

Bila di kawasan barat, maka akan ditopang jalan tol batang-semarang serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kendal.
‘’Begitu pula bila dipindahkan di kawasan timur. Ini terkait dengan kemudahan akses,’’ katanya.

Bangunan Vertikal
Ia menambahkan, ke depan, pengembangan tata ruang kota mengarah pada bangunan vertikal. Hal ini terkait dengan keterbatasan lahan. Sementara keberadaan bandara dengan aktivitas penerbangannya cukup memengaruhi perkembangan wilayah.

Di samping itu, daya serap kota asal penumpang juga perlu menjadi perhatian. Diharapkan keberadaan bandara itu memudahkan penumpang yang berasal dari kota yang berpotensi memberi kontribusi.

Disebutkan pula pemindahan bandara juga berperan strategis dalam pemerataan pembangunan. Jangan sampai semua infrastruktur terpusat di Semarang. (H22,H9-41)

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=35552

titus15
October 23rd, 2008, 10:17 AM
Bandara Polonia dekat dengan segalanya..
dekat dengan CBD..
dan bandara tersebut sangat2 mengganggu kota medan....

keuntungan bandara didalam kota itu sifatnya hanya kemudahan yg tidak mutlak..
misalnya kita gampang keluar masuk bandara...
apa untungnya itu ? Yang keluar masuk bandara itu kan bukan seluruh penduduk kota. Persentase nya sedikit banget dengan jumlah penduduk kota tersebut...
Jadi tidak perlu buanget bandara dalam kota dibandingkan hambatan yang diterima oleh kota tersebut dalam perkembangannya.


bandara memang harus jaoh dari pusat kota. Tapi akses ke kota harus dipermudah.
karena kota terus berkembang
kota terhalang perkembangannya karena bandara
highrise mutlak menunjang perkembangan kota.
makin banyak highrise, salah satu indikator perkembangan bisnis kota tersebut. Maka akan lebih banyak lagi investasi ke kota tersebut.

Kalau Bandara dekat dengan kantor instansi ?
lah kalo dari bandara pasti ke hotel dulu.. baru "bergerak" ke mana tujuannya. Karena hotelnya di inti kota, maka gampang aja ke mana2,.. ke mall, hotel, kantor, dll...

Kalau jauh ke daerah industri? kan ad hotel2 di bangun dekat dengan kawasan industri tersebut.
Lagian kan bisnisman tidak bolak balik tiap hari dari bandara ke hotel, atau dari bandara ke mall.. Emang dia nginap di bandara ?

Polonia di pusat kota dan dekat CBD. Tapi ke Belawan masih 20 km (garis lurus) terlalu jauh... Kalau bisa Polonia dipindah ke arah mendekati pelabuhan, supaya sebagai bandara bisnis, Medan makin cepat berkembang (site Kuala namu sebelah mana ya?).

AYIA bukan dipusat kota banget dan fasilitas yang saya sebut di atas sudah satu garis yang bila disinergikan bisa menunjang satu sama lain.

Kemajuan kota terganggu bandara itu tinggal paradigma melihatnya saja. Di sekitar bandara terganggu dan gak bisa berkembang toh nyatanya kawasan Pedurungan bisa maju dan kawasan lainnya bisa didorong untuk tumbuh. Kalobandara di pindah, jangan-jangan kawsan itu-itu saja yang didorong maju dan pertumbuhan makin terpusat... sama saja kan?

Tentang transit di hotel mungkin gini. Kalo bandara udah deket instansi, mungkin nggak perlu nginep di hotel mas. Dari bandara urusan kelar baru balik. Terus langsung balik. Datang semarang lagi sudah sama tim lengkap, bikin studi kelayakan dan lain-lain baru nginep di hotel atau sewa apartemen dengan tim.

Atau gini. Dari bandara langsung ke pelabuhan, cek memastikan barang export siap berangkat. Setelah oke kapal jalan, langsung balik ke bandara cabut lagi. Jadi berbisnis di Semarang bisa makin gesit.

titus15
October 23rd, 2008, 10:21 AM
Lokasinya bukan itu. Di situ ada gedung kolonial tua yg sekarang ditempati kantor klub Wulan (Warga Lanjut Usia), nomer alamatnya 36. Alamat TIR itu no.34, mungkin di sebelah kiri kantor Wulan di foto di bwh ini (mungkin kantor PAN?).
http://img261.imageshack.us/img261/19/tendeanlw4.jpg

Berarti di gerbang warna kuning itu ya, terus mengantung ke belakang. Soalnya waktu lewat situ hanya di depan situ yang dipasangi umbul-umbul Tendean Imperial. Kalo yang disitu memang udah rata sama tanah, cuma kelihatannya kok kurang luas ya?

Cah_Bagus97
October 23rd, 2008, 11:45 AM
Wah sekarang di thread semarang makin seru
apalagi bakal ada wacana pemindahan AYIA
dan grop lippo yang mau tanan investasi property 40 lantai
moga cepat teralisasi

bozhart
October 23rd, 2008, 08:47 PM
Kalo yang disitu memang udah rata sama tanah, cuma kelihatannya kok kurang luas ya?
Lahan yg luas kan ada di belakang, mungkin nggak kelihatan dari Jl Tendean.

____________________________________

Indosat Bangun Gedung Baru
SEMARANG - Untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih kepada para pelanggannya, PT Indosat Tbk Regional Jateng-DIY membangun gedung baru sepuluh lantai di Jl Pandanaran 131. Peletakan batu pertama, Rabu (22/10) dilakukan Wali Kota Sukawi Sutarip yang kemudian dilanjutkan oleh Direksi Indosat Wahyu Wijayadi, Direktur Corporate Services Syakieb Sungkar dan Direktur Regional Sales Guntur S Siboro serta Head of Central Java & DIY Andi Samsul Hadi. ”Kantor ini didirikan dengan tujuan untuk lebih memudahkan dan memberikan kenyamanan kepala pelanggan Indosat,” kata Head of Central Java & DIY Andi Samsul Hadi.(H36-59)

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=36001
Ini gambarnya:

http://img231.imageshack.us/img231/2486/indosatfr8.jpg

Di Semarang sudah ada berapa gedung tinggi yg glassy? Bank Panin, Gedung Pandanaran, ada lagi?

Btw, sekarang gedung2 midrise (max 60 m) dibangun terus di Semarang pusat. Kalau bandara sudah pindah, lahan di Semarang pusat sudah habis, penuh midrise2, lalu di mana investor bisa membangun highrise lebih dari 60 m? :nuts:

titus15
October 24th, 2008, 01:45 AM
Lahan yg luas kan ada di belakang, mungkin nggak kelihatan dari Jl Tendean.

kelihatan sih mas soalnya gerbangnyakan kebuka lebar. Mungkin rumah yang diujung lahan sempit itu yang dibongkar. Kalo kiri kanannya sepertinya bangunan kolonial deh...

titus15
October 24th, 2008, 01:47 AM
Di Semarang sudah ada berapa gedung tinggi yg glassy? Bank Panin, Gedung Pandanaran, ada lagi?

Btw, sekarang gedung2 midrise (max 60 m) dibangun terus di Semarang pusat. Kalau bandara sudah pindah, lahan di Semarang pusat sudah habis, penuh midrise2, lalu di mana investor bisa membangun highrise lebih dari 60 m? :nuts:

Sepertinya baru 2 itu.
Ya 10-15 tahun lagi saat bandara baru beroperasi lahan CBD semarang udah abis mungkin ya?
Terus investor membangunnya di lahan Ex bandara sekarang. gitu mungkin ya...
Itu kalo lahan sekarang nggak dipake Penerbad, sebagai empunya lahan...

Menurut saya memindah bandara hanya memajukan satu daerah baru yang menjadi lokasi bandara, dan (kalau alasannya hanya masalah membangun highrise) hanya akan memusatkan pembangunan di daerah itu-itu saja. Apalagi CBD Semarang tidak begitu luas. Takutnya justru pemindahan bandara justru membuat pembangunan makin memusat dan timpang dengan pembangunan di daerah-daerah pinggir/hinterland/kawasan penyangganya.

Dari bandara yang ada sekarang sebenarnya dengan sendirinya membatasi highrise di pusat kota, sebenarnya merupakan peluang memeratakan pertumbuhan kota ke arah hinterland, sehingga pembangunan makin merata. Apalagi saya pernah baca artikel, bahwa jika semarang bawah yang tanahnya termasuk tanah muda, akan sangat labil jika menerima beban memusat di satu titik. Apalagi bangunan Highrise biasanya punya potensi melakukan eksploitasi air tanah yang besar.

Yang termasuk tanah muda antara meliputi hampir seluruh kota bawah semarang. Karena pada masa Kerajaan demak (500 tahun silam) Simongan adalah pelabuhan, dan Semarang pada umumnya masih berupa lautan.

Pembangunan berlebihan dan eksploitasi air tanah berpotensi membuat permukaan daratan Semarang akan semakin turun. Dan kita ketahui, akibat global warming permukaan air laut naik. So... ya sudah... semarang bakal jadi atlantis....

itu sih pemahaman yang pernah saya dapat...

bozhart
October 24th, 2008, 07:00 AM
^^ Betul, yg jadi masalah adl sulit membujuk para investor mau membangun highrise / superblok / investasi besar2an di daerah pinggir. Saat ini pendapatan di daerah pinggir masih kurang besar bagi mereka.

Ampelio
October 24th, 2008, 09:14 AM
^^Tanpa ada perubahan yg radikal, perkembangan ekonomi cenderung akan mengikuti pasar... IMO lahan di CBD gak bakal habis buat para investor, pemukiman yg skrg masih ada di tengah2 kota Semarang-pun nantinya tidak akan bertahan lama dan perlahan tapi pasti mulai diambil investor sekaligus atau satu-persatu.... utk disulap jadi future commercial area.

Dengan alasan utama: PBB yg membengkak dan memberatkan, nilai tanah yg melambung tinggi menjadi salah satu pertimbangan individu (bukan perusahaan) utk akhirnya menjual lahan, kalau tidak lepas oleh pemilik generasi pertama, pasti lepas oleh generasi berikutnya (ini yg terjadi kota2 besar di Indonesia) dan kebanyakan mrk pindah ke pinggir kota sehingga dapat lahan lebih luas.

titus15
October 24th, 2008, 10:19 AM
^^ itulah masalahnya. Jika terlanjur seperti itu yang bakal pusing pemerintah. Ketika NJOP melambung dan PBB melambung jika suatu saat membutuhkan lahan pemerintah sendiri yang kelimpungan, misalnya melakukan pelebaran jalan, pelebaran sungai, membangun polder, ruang terbuka hijau dll (untuk kepentingan masyarakat) harga terlanju mahal tentu ini akan menjadi masalah. Kalau sampai seperti ini, namanya menggali liang kuburan sendiri.
Jika pembangunan diarahkan keluar, maka akan terjadi keseimbangan harga lahan, dan harga tidak hanya menguntungkan bagi investor dan hukum pasar. Dengan demikian pemerintah dapat memegang kontrol tentang fluktuasi harga tanah di arealnya.

Kalau masalah ini tidak diperhatikan pemerintah, maka akan menimbulkan konflik sosial yang tidak menguntungkan, karena masalah peragrariaan sangat sensitif di Indonesia.

Saya sepakat perlu tindakan radikal. Antara lain (selain memindah bandara sebagai opsi) adalah membangun CBD baru yang lebih menyebar. Kalau investor belum tertarik ini tentunya jadi PR sendiri dari Pemkot untuk memberi jaminan-jaminan dan insentif bagi para investor.

Ini sebetulnya menjadi keuntungan bagi Semarang (dibanding kota-kota besar lain di Indonesia) yang memiliki lahan yang masih cukup luas, sehingga masih bisa mengarahkan pembangunan ke kawasan lain diluar CBD.

titus15
October 24th, 2008, 11:17 AM
IMO lahan di CBD gak bakal habis buat para investor, pemukiman yg skrg masih ada di tengah2 kota Semarang-pun nantinya tidak akan bertahan lama dan perlahan tapi pasti mulai diambil investor sekaligus atau satu-persatu.... utk disulap jadi future commercial area.

Dan kalo itu terjadi di Semarang dan nggak terkendali, Semarang akan tenggelam...

magali
October 24th, 2008, 11:29 AM
^^
Jika pembangunan diarahkan keluar, maka akan terjadi keseimbangan harga lahan, dan harga tidak hanya menguntungkan bagi investor dan hukum pasar. Dengan demikian pemerintah dapat memegang kontrol tentang fluktuasi harga tanah di arealnya.

Ini sebetulnya menjadi keuntungan bagi Semarang (dibanding kota-kota besar lain di Indonesia) yang memiliki lahan yang masih cukup luas, sehingga masih bisa mengarahkan pembangunan ke kawasan lain diluar CBD.
----------------
saya setuju dengan statement ini, tugas pemkot (tata kota) haruslah memperhatikan daya dukung suatu kawasan. banyak sekali kawasan perumahan yang disulap menjadi kawasan komersial (ruko dan mal) kemudian terjadi kemacetan yang luar biasa akibat daya dukung jalan yang tidak seimbang dengan perkembangan kota.

titus15
October 24th, 2008, 11:51 AM
Di Semarang sudah ada berapa gedung tinggi yg glassy? Bank Panin, Gedung Pandanaran, ada lagi?


Oh ya, Aspac Building dan Ibis di jalan Gajahmada lumayan glassy juga...

bozhart
October 25th, 2008, 10:51 AM
IMO lahan di CBD gak bakal habis buat para investor, pemukiman yg skrg masih ada di tengah2 kota Semarang-pun nantinya tidak akan bertahan lama dan perlahan tapi pasti mulai diambil investor sekaligus atau satu-persatu.... utk disulap jadi future commercial area.
Lahan rumah2 pribadi kan kecil2 dan terpisah2. Utk membangun superblok atau highrise, diperlukan lahan yg luas. Lahan luas inilah yg dikuatirkan sudah habis di pusat Semarang pd saat bandara pindah ke tempat baru :ohno:

_________________________________

Oh ya, Aspac Building dan Ibis di jalan Gajahmada lumayan glassy juga...
Ohya gedung Aspac memang glassy :) tapi Ibis itu kurang glassy.

bozhart
October 25th, 2008, 10:54 AM
Suara Merdeka
24 Oktober 2008
Urgen, Transportasi Massal untuk Semarang

SEMARANG- Pada zaman penjajahan Belanda, Semarang dirancang dengan sangat baik. Konon, merupakan salah satu kota terbaik di Hindia Belanda. Namun sekarang, banyak masalah yang dihadapi kota ini di antaranya penanganan sampah, sanitasi, kekumuhan, rob, kepadatan bangunan, dan transportasi.

Terkait masalah transportasi, angkutan massal adalah sesuatu yang urgen yang harus dimiliki kota ATLAS. Hal tersebut diungkapkan pakar tata kota yang juga mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan mantan Menteri Transmigrasi Ir Siswono Yudo Husodo. Hal itu diungkapkannya pada seminar nasional dan pameran ’’Eco Urban Design-Potensi & Tantangan Perencanaan Kota-kota Indonesia di Masa Depan’’ di Gedung Prof Soedarto SH Undip Tembalang (23/10).

Pada acara yang diprakarsai oleh jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota FT Undip itu, Siswono menjelaskan, angkutan massal merupakan salah satu jawaban mengatasi keruwetan lalu lintas kota. Namun demikian, kata dia, bentuk transportasi massal seperti apa yang cocok untuk Semarang, perlu dipikirkan lebih lanjut.

’’Mass rapid transport tidak bisa ditawar lagi. Apalagi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.’’ Ia memberikan ilustrasi di mana aktivitas kerja dan tempat tinggal masyarakat Semarang yang saling berjauhan.

Padatnya penduduk di kota-kota besar di Indonesia, sambung dia, karena kota masih memiliki daya tarik untuk didatangi. ’’Dan kota sendiri memang membutuhkan tenaga kerja murah. Misalnya untuk menjadi tukang sapu, PRT, dan sebagainya.’’

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=36082

Cah_Bagus97
October 25th, 2008, 12:04 PM
Dewan Setuju Ahmad Yani Dipindah
oleh ant pada 23-10-2008 sumber harianjoglosemar



SEMARANG (Joglosemar): Komisi C DPRD Kota Semarang mendukung wacana pemindahan Bandara Ahmad Yani yang dilontarkan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip untuk meningkatkan investasi di Ibu Kota Provinsi Jateng ini.
“Kita tidak keberatan apabila Bandara Ahmad Yani dipindahkan. Dengan pemindahan, bukan berarti investasi di Semarang kurang, justru akan meningkat selama ada koneksi pada bandara yang baru,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono di Semarang, Rabu.
Ia mengatakan bisa saja bandara dipindahkan ke Kendal atau Demak, akses dari Semarang ke daerah tersebut semakin bagus. Permasalahannya, katanya, pemindahan itu menyangkut lintas kabupaten/kota, maka menjadi wewenang provinsi untuk menanganinya.
“Persoalan pemindahan Bandara ada di provinsi, tetapi kami akan mendorong pada revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2004, yang akan dibahas pada 2009,” katanya.
Infrastruktur Siap
Selama ini, katanya, pembangunan infrastruktur ke arah barat (Semarang-Batang) sudah siap. Koneksi dengan jalur kereta api dan armada lain juga memungkinkan.
“Kita tidak ingin Semarang menjadi dominan atau multifungsi kegiatan, seperti pemerintahan, perdagangan, jasa, dan perindustrian. Harus ada penyebaran, jangan semua kegiatan terpusat di Semarang,” katanya.
Ia mengatakan RTRW akan melihat lagi bagaimana proses tata ruang geopolitik, geografis yang sudah ada dan amanat UU No. 26/2007 tentang tata ruang hijau.
Menurut dia, dukungan melalui RTRW memungkinkan karena menyangkut fungsi penggunaan lahan. Keberadaan bandara di tengah kota mendorong pertumbuhan bangunan horisontal lebih banyak sehingga mengurangi lahan terbuka hijau. (ant)

Venantio
October 25th, 2008, 04:00 PM
Dukungan lewat RTRW sudah, habis itu lewat Lurah terus Camat... hehehe:lol::lol:

laba-laba
October 27th, 2008, 05:15 AM
Polonia di pusat kota dan dekat CBD. Tapi ke Belawan masih 20 km (garis lurus) terlalu jauh... Kalau bisa Polonia dipindah ke arah mendekati pelabuhan, supaya sebagai bandara bisnis, Medan makin cepat berkembang (site Kuala namu sebelah mana ya?).

Belawan sudah ada masterplannya. direncanakan akan dibuat CBD baru disana. akan ada gedung2 tinggi.
Bandara akan menjadi gangguan nantinya disana..


AYIA bukan dipusat kota banget dan fasilitas yang saya sebut di atas sudah satu garis yang bila disinergikan bisa menunjang satu sama lain.

Kemajuan kota terganggu bandara itu tinggal paradigma melihatnya saja. Di sekitar bandara terganggu dan gak bisa berkembang toh nyatanya kawasan Pedurungan bisa maju dan kawasan lainnya bisa didorong untuk tumbuh. Kalobandara di pindah, jangan-jangan kawsan itu-itu saja yang didorong maju dan pertumbuhan makin terpusat... sama saja kan?


maju emang maju mas.. maju banget malah diawalnya. Tapi akhirnya gak bisa maju2 lagi seperti kota medan..
Malah penduduk di sekitar bandara sangat2 terancam nyawanya. Seperti yang terjadi di Medan.


Tentang transit di hotel mungkin gini. Kalo bandara udah deket instansi, mungkin nggak perlu nginep di hotel mas. Dari bandara urusan kelar baru balik. Terus langsung balik. Datang semarang lagi sudah sama tim lengkap, bikin studi kelayakan dan lain-lain baru nginep di hotel atau sewa apartemen dengan tim.

Atau gini. Dari bandara langsung ke pelabuhan, cek memastikan barang export siap berangkat. Setelah oke kapal jalan, langsung balik ke bandara cabut lagi. Jadi berbisnis di Semarang bisa makin gesit.

betul...
seperti itu sangat2 mempermudah..
Tapi hal2 tersebut sangat2 menghambat perkembangan kota tersebut.
Hitungan2an persentase nya aja deh....

kita lihat aja jakarta. Dengan jarak jauh banget pun masih banyak investor, proyek yang terus muncul..
bayangkan aja.. jakarta gitu lohh macetnya...

Karena bandara sudah ada di kota, maka strukturalnya sebenarnya tidak benar.
Seharusnya bandara di luar daerah. Akan dikoneksikan oleh Tol menuju kota. Atau kereta api yang langsung ke inti kota. ( seperti rencana di medan ). Dikawasan ujung tol akan banyak hotel2 dibangun. Dari hotel2 tersebut akan dapat mengakses ke inti kota.

sembilanbelas
October 28th, 2008, 05:44 AM
Saya ingin tanya, Singapura itu berapa luasnya? Mungkin hampir sama ya dengan Semarang? Tapi Singapura mempunyai bandara besar yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia. Walapun begitu, Singapura tetap bisa membangun gedung-gedung hirise. Kenapa di Semarang tinggi gedung dibatasi?

titus15
October 28th, 2008, 05:42 PM
Suara Merdeka HQ?

http://s3images.coroflot.com/user_files/individual_files/75159_0y3gtohTTWO7XYqLUzx8223Pn.jpg

yang ini kapan yah jalan lagi... desainnya yang bener yang mana sih?

http://img407.imageshack.us/img407/6685/suaramerdekans8.jpg
http://img407.imageshack.us/img407/40/suaramerdeka2vk8.jpg

Cah SMG
October 28th, 2008, 07:43 PM
Kayaknya, yang paling atas desain terbaru.
Yang bawah adalah juara pertama hasil lomba, tapi terus gak kepake. Gitu, kalo gak salah..

Dua2-nya gak istimewa, tapi kalo harus milih, milih yang paling atas

Venantio
October 29th, 2008, 01:57 AM
Saya ingin tanya, Singapura itu berapa luasnya? Mungkin hampir sama ya dengan Semarang? Tapi Singapura mempunyai bandara besar yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia. Walapun begitu, Singapura tetap bisa membangun gedung-gedung hirise. Kenapa di Semarang tinggi gedung dibatasi?

Singapore itu Negara kota (city-states) yang luasnya sekitar 700 km persegi. Luas wilayah kota Semarang cuma separonya (skitar 350 km persegi). Airport Singapore, Changi International Airport, letaknya 17 km dari pusat kota. Sedangkan jarak Ahmad Yani Airport ke downtown nggak sampai 10 km.

titus15
October 29th, 2008, 03:16 AM
maju emang maju mas.. maju banget malah diawalnya. Tapi akhirnya gak bisa maju2 lagi seperti kota medan..
Malah penduduk di sekitar bandara sangat2 terancam nyawanya. Seperti yang terjadi di Medan.
Nah kalo masalah penduduk, memang pemerintah yang harus mengatur. Dari awal banyak bandara sudah lebih dulu dibangun, tapi karena pemerintah nggak tegas, banyak lahan kosong disekitar bandara dijadikan pemukiman, bahkan ada juga pengembang yang bermain. Akhirnya bandara jadi nggak aman. Dimanapun bandara dipindah kalo mentalnya masih main serobot lahan, ya nggak akan pernah aman bandara itu.



betul...
seperti itu sangat2 mempermudah..
Tapi hal2 tersebut sangat2 menghambat perkembangan kota tersebut.
Hitungan2an persentase nya aja deh....

kita lihat aja jakarta. Dengan jarak jauh banget pun masih banyak investor, proyek yang terus muncul..
bayangkan aja.. jakarta gitu lohh macetnya...

Karena bandara sudah ada di kota, maka strukturalnya sebenarnya tidak benar.
Seharusnya bandara di luar daerah. Akan dikoneksikan oleh Tol menuju kota. Atau kereta api yang langsung ke inti kota. ( seperti rencana di medan ). Dikawasan ujung tol akan banyak hotel2 dibangun. Dari hotel2 tersebut akan dapat mengakses ke inti kota.

Pilihan saja, kota akan dibangun melebar, dengan melibatkan wilayah regional, atau kotanya saja yang maju tapi kawasan lainnya timpang.
Sukarno Hatta pindah di tangerang, tapi kota tangerang dari dulu seperti itu-itu saja, nggak ada kemajuan berarti, kecuali ada beberapa Mall saja untuk memenuhi kebutuhan para kommuter yang kerja di Jakarta, tapi rumahnya harus di Tangerang. Yang maju tetep hanya Jakarta saja (apalagi sampai beebrapa waktu lalu akses ke dan dari Bandara hanya boleh lewat Tol, ngak ada akses ke Tangerang langsung).

Beberapa kawasan di tangerang yang maju justru bukan kota Tangerangnya, tapi kota-kota mandiri yang dikembangkan oleh pengembang, yang tidak punya akses langsung yang baik menuju pusat kota tangerangnya sendiri, bahkan kawasan tersebut pun tak terkoneksi langsung dengan bandara. Jakarta jadi kota yang Maju sendirian (yang untuk mengaksesnya harus menyeberangi tembok-tembok jalan tol), meninggalkan kota-kota lain disekitarnya seperti Depok, Tangerang dan Bekasi.

Bandara tengah kota, bisa menjadi kontrol pendirian bangunan tinggi yang bisa menekan laju penurunan permukaan tanah di Semarang, sekaligus membuka pengembangan kawasan baru di kabupaten sekitar, yaitu Demak, Ungaran (Kab Semarang), Kendal dan Purwodadi. Memang resikonya CBD 1 akan terhambat, tapi bisa membuka peluang membuka CBDII, III dan seterusnya.

Tapi kalo menuruti investor ya... mungkin dalam beberapa tahun kedepan ketularan macet (karena pembangunan disitu-situ saja) dan banjir makin jadi langganan jadi resiko yang harus ditanggung...

IMO lho...

titus15
October 29th, 2008, 03:21 AM
Singapore itu Negara kota (city-states) yang luasnya sekitar 700 km persegi. Luas wilayah kota Semarang cuma separonya (skitar 350 km persegi). Airport Singapore, Changi International Airport, letaknya 17 km dari pusat kota. Sedangkan jarak Ahmad Yani Airport ke downtown nggak sampai 10 km.

Changi memanfaatkan lokasinya di pinngir pantai sehingga manuver pesawat lebih terbuka dan nggak menabrak kota. Di Semarang konon juga bisa begitu, tapi faktor anginnya lebih keras, jadi landing atau take off pesawat diarahkan ke arah selatan kota dan bermanuver di atas CBD. Tapi keunggulan Semarang dari Singapura, adalah Singapura terbatas lahannya, sedangkan Semarang yang luasnya 1/2 Sengapura tapi terintegrasi dengan kawasan lain yang juga bisa dikembangkan (nggak perlu reklamasi hehe seperti di Singapura), yaitu Kab Demak, Kendal, Purwodadi danSemarang/Ungaran.

laba-laba
October 29th, 2008, 05:17 AM
Nah kalo masalah penduduk, memang pemerintah yang harus mengatur. Dari awal banyak bandara sudah lebih dulu dibangun, tapi karena pemerintah nggak tegas, banyak lahan kosong disekitar bandara dijadikan pemukiman, bahkan ada juga pengembang yang bermain. Akhirnya bandara jadi nggak aman. Dimanapun bandara dipindah kalo mentalnya masih main serobot lahan, ya nggak akan pernah aman bandara itu.

serobot gimana mas ? polonia itu dipusat kota.. Ujung runway aja hanya berjarak sangat2 dekat dengan jalan antar kota yang menghubungkan kota brastagi.
kalau sudah tidak ada lahan lagi... Berarti bandara di kota sangat2 menghambat....


Pilihan saja, kota akan dibangun melebar, dengan melibatkan wilayah regional, atau kotanya saja yang maju tapi kawasan lainnya timpang.
Sukarno Hatta pindah di tangerang, tapi kota tangerang dari dulu seperti itu-itu saja, nggak ada kemajuan berarti, kecuali ada beberapa Mall saja untuk memenuhi kebutuhan para kommuter yang kerja di Jakarta, tapi rumahnya harus di Tangerang. Yang maju tetep hanya Jakarta saja (apalagi sampai beebrapa waktu lalu akses ke dan dari Bandara hanya boleh lewat Tol, ngak ada akses ke Tangerang langsung).

nah ini dia seharusnya ada juga andil dari pemko tanggerang..
Seperti pengkab deliserdang dari sekarang sudah membuat kajian gimana daerah mereka dapat berkembang cepat dimana kuala namu beroperasi di daerah mereka nantinya.


Beberapa kawasan di tangerang yang maju justru bukan kota Tangerangnya, tapi kota-kota mandiri yang dikembangkan oleh pengembang, yang tidak punya akses langsung yang baik menuju pusat kota tangerangnya sendiri, bahkan kawasan tersebut pun tak terkoneksi langsung dengan bandara. Jakarta jadi kota yang Maju sendirian (yang untuk mengaksesnya harus menyeberangi tembok-tembok jalan tol), meninggalkan kota-kota lain disekitarnya seperti Depok, Tangerang dan Bekasi.

Bandara tengah kota, bisa menjadi kontrol pendirian bangunan tinggi yang bisa menekan laju penurunan permukaan tanah di Semarang, sekaligus membuka pengembangan kawasan baru di kabupaten sekitar, yaitu Demak, Ungaran (Kab Semarang), Kendal dan Purwodadi. Memang resikonya CBD 1 akan terhambat, tapi bisa membuka peluang membuka CBDII, III dan seterusnya.



Tapi kalo menuruti investor ya... mungkin dalam beberapa tahun kedepan ketularan macet (karena pembangunan disitu-situ saja) dan banjir makin jadi langganan jadi resiko yang harus ditanggung...

IMO lho...

Seharusnya situ menganalisa juga kenapa CBD 1 yang ada sekarang di semarang bisa terbentuk dulunya?
terima kasih..

Peterongan
October 29th, 2008, 06:25 AM
^^ bung titus dan bung laba - laba sama - sama benar..,

jika bandara di tengah kota juga menghambat kemajuan suatu kota, permasalahannya "kota" yang dimaksud disini dimana dan mana dulu.., ini tergantung sudut pandang dari lensa mana anda melihatnya...,

kota menurut pengusaha dan rakyat mungkin berbeda.., kota menurut pengusaha bila suatu kawasan profitable, return of capital cepat, sarana prasarana menunjang dll. ini semua tidak bisa dihindari, kita hidup di kenyataan.., ada gula ada semut., anda tidak bisa mengharapkan semut lari menjauhi gula jika di sekitar gula ada kubangan air, itu hanya ibaratnya saja...., jadi kawasan cbd smg sekarang ini memenuhi syarat itu semua..., sedangkan cbd sendiri berkembang sejak awal karena banyak variabel yang mempengaruhinya..., lokasi, akses, sejarah, dll.

sedangkan kota menurut rakyat memang menginginkan kawasan pemerataan pembangunan di kawasan selain yang sekarang ini..., ini tidak bisa dihindari sudah merupakan konsensus masyarakat.., masyarakat pedurungan dan sekitar semarang mungkin menginginkan hal serupa.., tapi sekali lagi kembali ke kenyataan.., kita hidup di dunia yang serba realistis...,kawasan pinggiran mungkin cocok dikembangkan menjadi perumahan yang masih comfortable...,

kesimpulan yang saya tangkap dari poin yang dikemukakan , bahwa sama- sama benar....,

harusnya dari awal sudah ada rencana rt/rw yang matang sebelum pencetusan bandara ahmad yani menjadi bandara internasional beberapa waktu yang lalu..., jadi kalo memang akan di pindah setidaknya ada kepastian..., selama ini sudah tau ada permasalahan bandara tetapi kenapa baru dicanangkan untuk dipindah terwujudnya baru beberapa tahun ke depan? tanya ken apa...,

realita ancaman banjir dan penurunan tanah di depan mata, lihat itu tiap tahun pencairan gletser di kutub makin hari makin menganga..., dengan kondisi yang sekarang aja masih terjadi penurunan tanah berujung kepada banjiir..,apa pemda ada persiapan jika naiknya permukaan air laut jika benar - benar terjadi dikemudian hari..,

sayang sekali jika selama ini secara peraturan dan konsep sangat bagus tetapi masalah koordinasi antara stakeholder yang berkepentingan baik dinas dan pemerintah daerah yang terkait selalu gamang terjadi...,

saya selalu khawatir dengan potensi catastrophy di wilayah jawa dan sumatra..., khususnya utk kota smg....,

titus15
October 29th, 2008, 01:43 PM
serobot gimana mas ? polonia itu dipusat kota.. Ujung runway aja hanya berjarak sangat2 dekat dengan jalan antar kota yang menghubungkan kota brastagi.
kalau sudah tidak ada lahan lagi... Berarti bandara di kota sangat2 menghambat....
Saat didirikan pasti bandara itu masih cukup kosong. Namun karena areal di sekitar bandara ada banyak bisnis, lalu banyak yang bermukim disitu. Nah karena pemerintah tidak tegas dalam menata peruntukan kotanya kawasan itu jadi sangat padat. Dan ketika trafick mulai tinggi pelebaran landasan jadi susah, karena nabrak pemukiman penduduk jadinya kawasan di sekitar bandara jadi sulit berkembang dan jika terjadi kecelakaan, tinggi sekali resikonya untuk mencelakakan warga di sekitar bandara.

Nah kalo gini jangan bandaranya yang disalahkan, tapi kenapa kebijakan diterjang oleh kepentingan bisnis, yang ujungnya sangat tidak berpihak pada kepentingan bisnis dalam jangka lebih panjang.
Ini terjadi karena mekanisme pasar. Ada gula ada semut. Semua tergantung pemerintah dan warga utuk patuh pada ketentuan yang disepakati.

Maksud saya 'serobot' bukan artian sebenarnya, tapi merupakan penggunaan lahan yang seharusnya tidak digunakan. Seharusnya warga dan investor tahu kalo lahan disekitar bandara akan sangat mengganggu pengembangan kota, sehingga mereka tidak seharusnya menggunakan lokasi itu sebagai pemukiman, perkantoran apalagi CBD. Tapi kalau sudah terlanjur ya apa mau dikata. Di Semarang belum seekstrim di Medan. Pengembangan kota masih bisa diarahkan ke kawasan yang lebih pinggir, dan tidak ada pemukiman yang memotong ujung runway, seharusnya masih bisa jadi peluang untuk mengembangkan bandara.


nah ini dia seharusnya ada juga andil dari pemko tanggerang..
Seperti pengkab deliserdang dari sekarang sudah membuat kajian gimana daerah mereka dapat berkembang cepat dimana kuala namu beroperasi di daerah mereka nantinya.

Nah intinya kan tetap di perencanaan wilayah. Di tengah kota atau dipinggir kota, kalau perencanaannya baik, tentu tidak akan menimbulkan masalah. Tinggal memilih mana yang lebih realistis dan costnya murah. Membangun bandara baru sangat mahal, apalagi jika bandara tersebut nantinya masih harus pula bersaing dengan 2 bandara lain yang sekelas (Adisumarmo SOC) dan Adi Sucipto (JOG), yang jaraknya masing-masing saling berdekatan.
Lebih baik konsentrasi dengan proyek penanganan masalah Rob yang saya yakin membutuhkan biaya jauh lebih besar daripada membangun sebuah bandara baru.


Seharusnya situ menganalisa juga kenapa CBD 1 yang ada sekarang di semarang bisa terbentuk dulunya?
terima kasih..

Konsepnya ya Ada Gula Ada Semut seperti yang mas Pete bilang. Itu sudah sangat jelas di Semarang. Nyatanya setiap ada proyek selalu ada masalah AMDAL yang nyangkut (Paragon misalnya), juga Gumaya yang membangun lebih dari ketentuanKKOP. Pemerintah harus tegas.
Kalau pemerintah kota menginginkan memiliki kawasan gedung Highrise, pemerintah harus menyiapkan lokasinya (yang aman dari KKOP), lalu memberin insentif yang menarik bagi investor, dan membangun infrastruktur yang baik dikawasan itu seperti jalan jembatan (jumlah jembatan di Semarang sangat kurang), lampu penerangan jalan, dan tentu saja blueprint yang jelas tentang pembangunan kawasan.

Sebetulnya bukan pekerjaan yang sulit, karena Semarang sudah sukses melakukan hal tersebut, setidaknya untuk kawasan perumnas Banyumanik, Tlogosari maupun Ngaliyan...

titus15
October 30th, 2008, 09:01 AM
Ohya gedung Aspac memang glassy :) tapi Ibis itu kurang glassy.

Kalo Bank Mandiri di Jalan Pemuda (Ex BDN atau Exim ya... lupa...)

titus15
November 1st, 2008, 05:12 AM
SEMARANG & SEKITARNYA

Suara Merdeka
01 November 2008

Waktu Tunggu BRT Lima Menit

BALAI KOTA-Waktu tunggu Bus Rapid Transit (BRT) pada tiap halte, diperkirakan sekitar lima menit. Dengan jeda itu, para penumpang tidak akan terlalu lama menunggu. BRT dijadwalkan beroperasi mulai pukul 5:00 pagi hingga pukul 22:00 malam.

Hal itu disampaikaan Kabid Perencanaan Pembangunan III Bappeda Kota Semarang M Farchan, Jumat (31/10). Dikatakan, waktu tunggu itu akan terpenuhi kalau jumlah bus yang melayani tiap koridor sudah relatif ideal.
‘’Kebutuhan jumlah bus untuk koridor I, sekitar 45-50 unit. Pada tahap awal, pengadaan baru berjumlah 20 unit sehingga kurang 25-30 unit. Diharapkan, konsorsium bisa menutup kekurangannya,’’ kata Farchan.

Pada tahap awal akan dioperasikan koridor I dengan rute Penggaron-Mangkang. Koridor I itu direncanakan bisa operasional 2 Mei tahun depan, bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kota Semarang.

Dikatakan, Pemkot telah mengajukan surat kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan (Dephub), mengenai tindak lanjut pengoperasian BRT. Dalam surat itu, disampaikan pula tentang penamaan dan pilihan warna dasar BRT.

Dikatakan, BRT akan beroperasi dengan nama ‘’Trans Semarang’’. Sementara, warna dasar bus yang dipilih biru muda. ‘’Penentuan warna dasar bus biru muda semata-mata warna identitas Kota Semarang. Sama sekali tidak terkait dengan parpol tertentu,’’ kata Farchan.
Penanda Koridor
Farchan menjelaskan, setiap bus akan diberi tambahan garis warna, sebagai penanda koridor operasionalnya. BRT Koridor I Penggaron-Mangkang, yang akan dioperasikan kali pertama, ditandai dengan garis warna merah. Untuk Koridor II Pudakpayung-Terboyo dibubuhi garis warna abu-abu, Koridor III Tembalang-Terboyo hijau muda, Koridor IV Banyumanik-Tanjung Emas kuning, Koridor V Penggaron-Terboyo orange, dan Bandara A Yani-Terboyo merah jambu.

Untuk penunjang operasional BRT Koridor I akan dibangun 53 halte, termasuk di Terminal Mangkang, Simpanglima, dan Terminal Penggaron. Halte-halte itu tersebar di Jl Urip Sumoharjo (7 halte), Jl Walisongo (11), Jl Jenderal Sudirman (8), Jl Mgr Soegijapranata (2), Jl Pemuda (2), Jl Pandanaran (2), Simpanglima (1), Jl A Yani (2), dan Jl Brigjen Sudiarto (17). (H9,H22-41)

jacken
November 1st, 2008, 06:22 AM
Menyambut baik realisasi busway di Semarang!!!
Bus2 umum yang ada seenaknya pasang tarif....

Cah SMG
November 2nd, 2008, 04:54 AM
BRT berpotensi mematikan angkutan kota. Sebaiknya juga dibuat "Angkotway"

yudz83
November 2nd, 2008, 05:00 AM
^^

ada foto halte n BRT nya gk??

bozhart
November 2nd, 2008, 11:26 AM
^^ belum kelihatan haltenya ... belum dibangun ... ada yg lihat?

David-80
November 2nd, 2008, 06:13 PM
BRT berpotensi mematikan angkutan kota. Sebaiknya juga dibuat "Angkotway"


salah satu shareholder dari trans semarang adalah organisasi angkotan kota...biar para pengusaha angkot smg ga mati usahanya...jadi win-win solution. Jadi nanti disetiap tujuan koridor ada link pake daiatsu/angkot ke tempat yang ga bisa dijangkau BRT

DAMRI patas juga kayaknya bakal berhenti begitu BRT jalan.

haltenya rencana nya baru januari...tadinya november.


Cheers

titus15
November 3rd, 2008, 01:14 AM
salah satu shareholder dari trans semarang adalah organisasi angkotan kota...biar para pengusaha angkot smg ga mati usahanya...jadi win-win solution. Jadi nanti disetiap tujuan koridor ada link pake daiatsu/angkot ke tempat yang ga bisa dijangkau BRT

DAMRI patas juga kayaknya bakal berhenti begitu BRT jalan.

haltenya rencana nya baru januari...tadinya november.
Cheers

Ada BRT atau nggak, angkot Semarang perlu ditertibkan. Baik rutenya/trayek maupun tarifnya. Saya beberapa kali naik angkot nggak ada stiker mengenai besaran tarif, yang ada jarak jayh dekat (memangnya taksi?)

Belum lagi kalo ngetem terlaly lama (nggak tau setelah ada peraturan nggak boleh ngetem lebih dari 2 menit dari polresta kemarin)

Setelah dipikir-pikir, saya dukung program ini deh. Soalnya ternyata memang baru 75 persen wilayah semarang yang terjangkau angkutan umum. Kalau ada BRT penumpukan trayek bisa di arahkan untuk mengisi trayek-trayek kosong yang selama ini belum ada. (walaupun dalam hal ini pemkot harus beri subsidi buat mereka. Tapi subsidi untuk layanan publik saya rasa wajib diberikan).

Catatan saya, kalo program ini jalan baik setidaknya pemkot harus segera merealisasikan koridor-koridor lainnya. Saya takut 1 koridor (yang sangat panjang) akan membuat pengguna Trans Semarang jenuh. Apalagi jumlah armadamasih kurang. Kalau masyarakat kadung menilai layanan ini kurang nyaman, akan menjadi bumerang tersendiri bagi pemkot.

Ampelio
November 3rd, 2008, 09:36 AM
Peta Jalur Tol dan Estimasi luasan lahan yang akan dibebaskan:
http://img222.imageshack.us/img222/6905/toljoglosemarlw9.jpg (http://imageshack.us)

bozhart
November 3rd, 2008, 11:12 AM
^^ hutan paling banyak di Semarang, juga sawah :nuts:

Tolnya kok hanya sampai di Kartasura, nggak sampai di Solo?

Thanks Ampelio :cheers:

Cah_Bagus97
November 3rd, 2008, 12:02 PM
^^ :nuts:

Tolnya kok hanya sampai di Kartasura, nggak sampai di Solo?

Thanks Ampelio :cheers:


Kartasura kan gerbannganya SOLO mas dari arah Jakarta/SEmarang/bahkan dari jalur selatan/JOgja

Kartasura didesain kayak jatibening bekasi yang jadi pintu masuk kota jakarta dari tol cikampek

Ato waru yang jadi gerbangnya Surabaya

titus15
November 3rd, 2008, 02:26 PM
^^ hutan paling banyak di Semarang, juga sawah :nuts:

Tolnya kok hanya sampai di Kartasura, nggak sampai di Solo?

Thanks Ampelio :cheers:

Itu bukan luasan sebenernya mas. Cuma yang dilewati tolnya. Sebagian besar memang memotong kab. Semarang, Kabupaten lainnya hanya motong di ujung-ujungnya, jadinya sedikit yang kena...

Tentang sampai Kartossuro, mungkin karena ini tol antar kota, bukan Tol dalam kota seperti yang di Semarang dan Jakarta.

Ampelio
November 3rd, 2008, 03:37 PM
^^u're welcome bozhart:)
...kenapa sampai Kartosuro? emang betul titus15 dan Cah Bagus97, juga perlu digarisbawahi, kalaupun nanti terhubung/terkoneksi dengan jalan tol Solo-Ngawi ataupun Solo-Jogja, tetap saja tidak ada area jalan tol yg melewati wilayah administratif Kota Solo.

...bahkan jika jalan tol2 tsb terhubung dng akses langsung ke Bandara Adisumarmo, masih juga cukup jauh utk mengenai wilayah administratif Kota Solo.:)

-----------------------------------------------------------------------------------
Kembali ke topik wacana pemindahan Bandara Ahmad Yani (AYIA)
ehm.... kok gak ada habis2nya ngomongin yg satu ini ya?:ohno:
Gw dpt data ternyata AYIA memiliki lahan yg sangat besar/luas (see image below), jauh lebih luas dibanding luas lahan Adisumarmo dan Adisucipto. Gw setuju idea/gagasan seperti yg pernah diutarakan bozhart di forum ini. Sbg ganti relokasi yg tentusaja memerlukan anggaran raksasa... kenapa gak memanfaatkan luasan lahan AYIA tsb utk "memutar" arah runway sehingga naik-turun pesawat tidak melewati jalur CBD Semarang.

Perbandingan Spesifikasi 3 Bandara Internasional di JOGLOSEMAR
http://img361.imageshack.us/img361/1075/airportjoglosemarrd9.jpg (http://imageshack.us)

titus15
November 3rd, 2008, 05:27 PM
^^
sama yang disini kok data luasan bandara kok beda ya...

http://img230.imageshack.us/img230/9639/bandarasemarangrz8.jpg

Btw Joglosemar rajin juga bikin data grafis seperti ini. Salut... biasanya cuma kompas yang suka bikin gini.
---
tentang Tol sepertinya memeng nggak mungkin melintas Solo, karena luas kota Solo sudah padat dan terlalu mahal jika melintas di dalam kota. Seperti Jogja, jalur-jalur lingkar kota dibangun di luar wilayah kota...
Beda dengan Semarang yang arealnya masih sangat luas, dan akses menuju kotanya memang terhalang oleh bukit-bukit. Maka diperlukan jalur shortcut seperti lingkar tol untuk mengantisipasi kemacetan dalam kota.

Cah_Bagus97
November 4th, 2008, 02:35 AM
Mestinya memang Semarang layak bangun Bandara Internasional baru.
Banyak kota di luar Jawa berlomba2 membangun bandara besar megah,
Medan.makasar,manado
bahkan Jambi, yang gak ada apa apanya dengan semarang
bakal bangun bendara megah
KOnkret SEmarang kan harus nya setara Medan dan Makasar
kalao mereka bisa ajukan anggaran ampe 1.2 an Trilyun
kenapa SEmarang gak bisa
ini layak dipertanyakan?
apakah di jawa hanya Jkt dan Sby aja yang boleh berkembang?




-

titus15
November 4th, 2008, 03:18 AM
Banyak kota di luar Jawa berlomba2 membangun bandara besar megah,
Medan.makasar,manado

Masalahnya kan bukan sekedar di berlomba-lomba. Di kawasan tengah Jawa saja sudah ada 3 bandara dengan 3 landasan. Kalau sinergi ini lebih dari cukup. Sekarang yang penting justru bagaimana membuat yang sudah ada jadi lebih efektif dan tidak saling memakan rute yang membuat biaya penerbangan mahal. Antara lain membuat program infrastruktur yang bisa menghubungkan 3 kota ini dengan lebih cepat. Juga perlu dipikirkan bagaimana penerbangan-penerbangan dari kota-kota lain di nusantara bisa masuk di 3 kota ini.

Masak 3 bandara di kawasan tengah ini rutenya kebanyakan rata-rata sama, Jakarta Surabaya dan Bali saja. Ke luar negerinya juga sama, cuma SG dan KL aja...

Ini jauh lebih mungkin diperjuangkan...

NpF
November 4th, 2008, 03:49 AM
^^u're welcome bozhart:)
...kenapa sampai Kartosuro? emang betul titus15 dan Cah Bagus97, juga perlu digarisbawahi, kalaupun nanti terhubung/terkoneksi dengan jalan tol Solo-Ngawi ataupun Solo-Jogja, tetap saja tidak ada area jalan tol yg melewati wilayah administratif Kota Solo.

...bahkan jika jalan tol2 tsb terhubung dng akses langsung ke Bandara Adisumarmo, masih juga cukup jauh utk mengenai wilayah administratif Kota Solo.:)

-----------------------------------------------------------------------------------
Kembali ke topik wacana pemindahan Bandara Ahmad Yani (AYIA)
ehm.... kok gak ada habis2nya ngomongin yg satu ini ya?:ohno:
Gw dpt data ternyata AYIA memiliki lahan yg sangat besar/luas (see image below), jauh lebih luas dibanding luas lahan Adisumarmo dan Adisucipto. Gw setuju idea/gagasan seperti yg pernah diutarakan bozhart di forum ini. Sbg ganti relokasi yg tentusaja memerlukan anggaran raksasa... kenapa gak memanfaatkan luasan lahan AYIA tsb utk "memutar" arah runway sehingga naik-turun pesawat tidak melewati jalur CBD Semarang.

Perbandingan Spesifikasi 3 Bandara Internasional di JOGLOSEMAR
http://img361.imageshack.us/img361/1075/airportjoglosemarrd9.jpg (http://imageshack.us)

thanks for the info om ampelio, betul sebelumnya pernah di post disini tentang apakah dimungkinkan untuk memutar arah runway menjadi N - S, bukan yg extended sekarang, tapi karena alasan teknis,kalau saya tidak salah karena arah angin dan sebagainya sehingga proses landing dan take off terlalu beresiko apabila dilakukan melalui arah N - S , sehingga akhirnya exsisting runway yang diperpanjang, mas titus juga sudah pernah post sebelumnya

sriver
November 4th, 2008, 06:34 AM
^^u're welcome bozhart:)
...kenapa sampai Kartosuro? emang betul titus15 dan Cah Bagus97, juga perlu digarisbawahi, kalaupun nanti terhubung/terkoneksi dengan jalan tol Solo-Ngawi ataupun Solo-Jogja, tetap saja tidak ada area jalan tol yg melewati wilayah administratif Kota Solo.

...bahkan jika jalan tol2 tsb terhubung dng akses langsung ke Bandara Adisumarmo, masih juga cukup jauh utk mengenai wilayah administratif Kota Solo.:)

-----------------------------------------------------------------------------------
Kembali ke topik wacana pemindahan Bandara Ahmad Yani (AYIA)
ehm.... kok gak ada habis2nya ngomongin yg satu ini ya?:ohno:
Gw dpt data ternyata AYIA memiliki lahan yg sangat besar/luas (see image below), jauh lebih luas dibanding luas lahan Adisumarmo dan Adisucipto. Gw setuju idea/gagasan seperti yg pernah diutarakan bozhart di forum ini. Sbg ganti relokasi yg tentusaja memerlukan anggaran raksasa... kenapa gak memanfaatkan luasan lahan AYIA tsb utk "memutar" arah runway sehingga naik-turun pesawat tidak melewati jalur CBD Semarang.

Perbandingan Spesifikasi 3 Bandara Internasional di JOGLOSEMAR
http://img361.imageshack.us/img361/1075/airportjoglosemarrd9.jpg (http://imageshack.us)

kalo liat topografinya ky gt mending digabung aja itu taruh di tengah2 ketiganya tinggal bikin jln tol, monorel.....wow...keren....:nuts:juanda jg bs lewat kl mau gabung, pd ego sentris sih jd susah mendingan sinergi.... kl mau dibikin besarpun layak soalnya mengkover 3 kota besar

sembilanbelas
November 5th, 2008, 04:29 AM
Kalo usul menutup AYIA dan menggunakan Bandara Solo, Jateng jadi seperti Kaltim dong! Samarinda yang merupakan ibukota kan tidak mempunyai bandara sehingga harus ke Balikpapan dulu kalo mau naik pesawat. Saya kira kalau Semarang tidak mempunyai bandara sendiri itu merupakan satu kerugian besar bagi Semarang.. Solusi tepat adalah memindahkan bandara ke luar kota seperti Kendal ato Demak

Cah_Bagus97
November 5th, 2008, 05:00 AM
[QUOTE=sembilanbelas;27613328]Kalo usul menutup AYIA dan menggunakan Bandara Solo, Jateng jadi seperti Kaltim dong!



Saya setuju Bandara besar megah dibangun di SOLO aja, jika alasan hemat anggaran. Kan udah ada Jalan Tol dan bisa juga monorel
SOLO Semarang kan cuma 1.5 jam aja nanti kayak cengkareng Bogor

bozhart
November 5th, 2008, 05:07 AM
Kartasura kan gerbannganya SOLO mas dari arah Jakarta/SEmarang/bahkan dari jalur selatan/JOgja
...kenapa sampai Kartosuro? emang betul titus15 dan Cah Bagus97, juga perlu digarisbawahi, kalaupun nanti terhubung/terkoneksi dengan jalan tol Solo-Ngawi ataupun Solo-Jogja, tetap saja tidak ada area jalan tol yg melewati wilayah administratif Kota Solo.

...bahkan jika jalan tol2 tsb terhubung dng akses langsung ke Bandara Adisumarmo, masih juga cukup jauh utk mengenai wilayah administratif Kota Solo.:)
Dilihat dari peta di atas, keluar tolnya sebelum Kartasura padahal sekarang saja Kartasura selalu macet, apalagi setelah tolnya jadi, Kartasura bisa lebih macet lagi :nuts: Lebih enak keluar tol setelah Kartasura spy bisa langsung menikmati jalan2 di Solo :)

_________________________________________________

Itu bukan luasan sebenernya mas. Cuma yang dilewati tolnya.
Ya itu maksud saya lahan hutan yg kena tol paling banyak di Semarang :)

_________________________________________________

Btw Joglosemar rajin juga bikin data grafis seperti ini. Salut... biasanya cuma kompas yang suka bikin gini.
Bukankah 3 data gambar itu memang dari Kompas edisi Jawa Tengah?

_________________________________________________

thanks for the info om ampelio, betul sebelumnya pernah di post disini tentang apakah dimungkinkan untuk memutar arah runway menjadi N - S, bukan yg extended sekarang, tapi karena alasan teknis,kalau saya tidak salah karena arah angin dan sebagainya sehingga proses landing dan take off terlalu beresiko apabila dilakukan melalui arah N - S , sehingga akhirnya exsisting runway yang diperpanjang, mas titus juga sudah pernah post sebelumnya
Usul saya bukan menjadi N-S tetapi NE-SW. Runway yg sekarang NW-SE. Waktu bandara Semarang pertama dibangun, mungkin runway yg pertama dipakai arahnya N-S kemudian diganti NW-SE yg panjang awalnya 1400 m.

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/5d069017.jpg

Mungkin arah angin itu diperhitungkan berdasarkan pesawat kecil pd jaman dulu yg sensitif terhadap angin. Pesawat2 jaman sekarang kan lebih tahan terhadap angin dan juga lebih mampu mendarat dgn posisi menyamping (disebut crosswind landing), apalagi sudah ada peralatan pemandu landing (ILS).

_________________________________________________

kalo liat topografinya ky gt mending digabung aja itu taruh di tengah2 ketiganya tinggal bikin jln tol, monorel.....wow...keren....:nuts:juanda jg bs lewat kl mau gabung, pd ego sentris sih jd susah mendingan sinergi.... kl mau dibikin besarpun layak soalnya mengkover 3 kota besar
Kalau ditaruh di tengah2 berarti di Gunung Merbabu yg tingginya 3150 m :D

_________________________________________________

03 November 2008
Atasi Kepadatan, Rusun Jadi Alternatif

SEMARANG- Tren pembangunan rumah tinggal vertikal direspons Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Jateng. Hari ini (3/11), organisasi yang memayungi para developer tersebut direncanakan bertemu dengan Perum Perumnas dengan agenda membahas kemungkinan pembentukan konsorsium rumah susun di tengah kota, yakni di Jl Ki Mangunsarkoro.

Ketua DPD REI Jateng Sudjadi mengatakan, terbatasnya lahan di tengah kota menuntut pembangunan rumah susun. Di luar alasan peluang bisnis, pengembangan rumah secara vertikal di Kota Semarang selama ini juga sebagai bentuk penataan kawasan kumuh. Alasan ini memang membidik kaum berpenghasilan rendah untuk tinggal di rusun dengan lingkungan lebih baik. Sementara, rusun-rusun baru yang dibangun di tengah kota nantinya bisa membidik kelas menengah.

Padat dan Macet
Ia menjelaskan, saat ini sudah lumrah warga yang tinggal di pinggiran kota sisi timur atau daerah hinterland bersekolah dan bekerja di wilayah kota sisi barat. Fenomena ini menjadikan jalan padat dan rawan macet.

Terkait dengan kendala keterbatasan syarat tinggi bangunan di Kota Semarang akibat dampak kawasan keselamatan penerbangan, Sudjadi mengatakan, bangunan rusun tentu harus menyesuaikan. Pengembangan rusun merupakan salah satu rekomendasi pengembangan rumah tinggal di perkotaan dalam rapat pertemuan REI di Bali, 30 Oktober-1 November.

Karenanya, ia akan mendorong realisasi pembangunan rusun di lahan Departemen PU Jl Ki Mangunsarkoro. Meski di sisi lain, pengembangannya juga terkendala budaya masyarakat yang belum terbiasa tinggal di rumah vertikal.

Sebelumnya, General Manager Perum Perumnas Regional V Semarang Herry Irwanto mengatakan, pihaknya akan membangun rumah susun milik (rusunami) dengan 12 lantai. Ada 380-400 unit rumah dengan tipe 21 dan 36 yang akan dikembangkan. Nilai investasi yang dibutuhkan Rp 50 miliar.
’’Rusunami ini merupakan apartemen rakyat bersubsidi untuk masyarakat dengan penghasilan minimal Rp 4,5 juta. Subsidi ini dapat dilakukan dalam bentuk uang muka atau subsidi bunga,’’ katanya. (H22,H9-37)

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=37440

Cah SMG
November 5th, 2008, 07:58 AM
Saya setuju Bandara besar megah dibangun di SOLO aja, jika alasan hemat anggaran. Kan udah ada Jalan Tol dan bisa juga monorel
SOLO Semarang kan cuma 1.5 jam aja nanti kayak cengkareng Bogor

YA DEH, cepetan ya mbangunnya..... tp harus megah lo, awas kalo nggak megah:lol:

Mbangun tidur kaleee...

Cah_Bagus97
November 5th, 2008, 08:55 AM
ya iya lah
masak mbangun tidur
Intinya demi kemajuan Jateng/DIY lho
bukan Solo aja mas
setuju kan

NpF
November 5th, 2008, 01:04 PM
_________________________________________________




_________________________________________________



_________________________________________________


Usul saya bukan menjadi N-S tetapi NE-SW. Runway yg sekarang NW-SE. Waktu bandara Semarang pertama dibangun, mungkin runway yg pertama dipakai arahnya N-S kemudian diganti NW-SE yg panjang awalnya 1400 m.

http://img112.imageshack.us/img112/9938/kalibantengav9.jpg

Mungkin arah angin itu diperhitungkan berdasarkan pesawat kecil pd jaman dulu yg sensitif terhadap angin. Pesawat2 jaman sekarang kan lebih tahan terhadap angin dan juga lebih mampu mendarat dgn posisi menyamping (disebut crosswind landing), apalagi sudah ada peralatan pemandu landing (ILS).

_________________________________________________

OK, terimakasih buat koreksinya om bozhart, semoga saja bisa terealisasikan demikian, atau setidaknya panduan pendaratan pesawat dengan VFR bisa secepatnya digantikan dengan ILS, plus penambahan PCN .

Regards

Peterongan
November 6th, 2008, 02:38 AM
Kalau ditaruh di tengah2 berarti di Gunung Merbabu yg tingginya 3150 m :D

_________________________________________________



:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:.....,

tinggi banget...,

oh iya, ada yang noticed pembangunan gedung baru di RS Roemani di wonodri ngga ni?

:cheers:

Peterongan
November 6th, 2008, 06:51 AM
dari sini -> http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=39587

warnanya beda - beda.., kenapa ga satu warna aja yah?

isinya

[ Kamis, 06 November 2008 ]
20 BRT Tiba, Langsung Dicat
SEMARANG- Sebanyak 20 unit Bus Rappid Transit (BRT) telah berada di Karoseri Laksana Ungaran. Nantinya, pengerjaan warna bus akan dikerjakan sesuai dengan enam desain yang telah dibuat oleh Dishub dan pihak karoseri. Rencananya, pengoperasian BRT akan dilangsungkan pada tanggal 2 Mei 2009 mendatang dengan nama Trans Semarang

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Andi Agus Wandono menjelaskan penetapan warna BRT berlaku untuk semua koridor. Namun, disetiap koridor akan memiliki warga garis yang berbeda. Letak garis tersebut berada di depan dan belakang bus. Hal itu dimaksudkan agar untuk membedakan jurusannya. "Pengecatan bus dijadwalkan akan selesai bulan Desember ini. Setiap bus akan memliki garis guna sebagai tanda untuk setiap koridornya," jelasnya kepada wartawan Rabu (5/11).

Warna garis untuk koridor I jurusan Mangkang - Penggaron ditetapkan berwarna merah, koridor II (Pudakpayung-Terboyo) dengan warna abu-abu, koridor III (Tembalang-Terboyo) hijau muda, koridor IV (Banyumanik-Pelabuhan Tj.Emas) kuning, koridor V (Penggaron-Terboyo) berwarna orange, dan koridor VI (bandara A Yani-Terboyo) merah muda.

Andi menambahkan, kapasitas armada bus BRT terdiri dari 33 tempat duduk dan berdiri 50. Ia memastikan bus tidak akan menampung penumpang melebihi kapasitas. Karena pihaknya memberlakukan sistem tiket. "Nanti tidak akan sampai penumpang bus yang berjubel atau melebihi kapasitas karena itu dilarang. Oleh karenanya kami gunakan sistim tiketing," ujarnya

Mengenai persiapan halte, dari enam koridor telah ditetapkan sebanyak 53 halte yang tersebar di sejumlah titik. Namun, penyediaan dan pengerjaan halte tersebut masihmenunggu selesainya lelang.

Menanggapi adanya keluhan dari para pelajar dan masyarakat mengenai tarif BRT, Andi Agus mengaku masih terus membahas dengan beberapa pihak. Diantarnya akademisi, para pakar, LP2K, Dishub. Saat ini besaran tarif belum bisa ditentukan. "Kami masih terus mengkaji mengenai tarif. Untuk sementara ada tiga asumsi. Pertama Rp 2500, kedua Rp 3000, ketiga Rp 3500 dan maksimal Rp 4000. Sementara untuk pelajar apakah nanti bisa 50 persen dari tarif yang berlaku," tukasnya (dit)


:cheers:

Peterongan
November 6th, 2008, 08:02 AM
bisakah ada yang merangkum semua project dari A - Z..., dari wacana, persetujuan proyek, on going project dan update proyek itu..,

saya mencoba merangkum proyek - proyek ini :

1. proyek jembatan kartini ( masih berhenti krn nunggu rangka baja dikirim )
2. proyek polder kaligawe ( gimana kelanjutannya )
3. proyek fly over kalibanteng ( gimana kelanjutannya )
4. proyek pembangunan gedung baru RS Roemani.
5. Proyek pelebaran jalan ngaliyan - kaligawe.
6. Proyek Paragon City.
6. Proyek waduk jatibarang ( kelanjutannya gimana? ada kaitannya dgn antisipasi banjir di semarang)
7. Proyek Terminal mangkang ( belum complete ya..)
8. Proyek Rusunami di jalan ki mangun sarkoro.
9. Proyek Tendean Rumah susun di daerah sekitar pemuda.
10. Proyek Tol Semarang - Solo
11. Proyek Tol Semarang - Batang
12. Proyek Gedung Indosat di pandanaran.
13. Proyek Hotel Atlet di Tri lomba juang mugas.
14. Proyek BRT.
15. Proyek Relokasi bandara ( statusnya gimana )
16. Proyek Revitalisasi pasar ikan rejomulyo.
17. Proyek Giant Hypermant di pedurungan ( status nya?? )
18. Proyek seterusnya.

saya mencoba merangkum dr postingan2 bermanfaat forumer sebelumnya terutama dari bozhart, titus dan npf.

kalo ada yang belum disebutin proyek apa..., penambahan disini akan sangat membantu...,

:cheers:

Peterongan
November 6th, 2008, 08:06 AM
^^ tapi koq belum ada keinginan proyek revitalisasi kota lama yaa..., padahal potensinya besar....,

:cheers:

sembilanbelas
November 7th, 2008, 07:11 AM
Kenapa di Semarang banyak pusat perbelanjaan tutup?
1. SJC Plaza. Ada di depan Pasar Johar, dulu ditempati Matahari Dept Store dan Supermarket
2. Semarang Plaza. Ada di dekat Pasar Johar juga.
3. Dargo Plaza. Di Jalan Dr Cipto, penyewa utama adalah Yogya Dept store
4. Mal Maja Mas. Ada di Jalan Brigjend Sudiarto/Majapahit, mal kecil yang sebenarnya tidak layak disebut mal.
5. Mal Banyumanik. Ada di Jalan Sukun Raya Banyumanik. Tenant utama adalah Harmoni swalayan

NpF
November 7th, 2008, 02:56 PM
^^ tapi koq belum ada keinginan proyek revitalisasi kota lama yaa..., padahal potensinya besar....,

:cheers:

betul om pete, there's a huge chance to make it, kira2 mau ga ya ada investor yg mau modali restorasi bangunan kota lama semarang, atau bagaimana bila diserahkan saja ke pihak swasta untuk mengelola,? sepertinya bahasan kota lama lebih enak didiskusikan di thread nusantara semarang kali ye? :)

NpF
November 7th, 2008, 03:04 PM
Kenapa di Semarang banyak pusat perbelanjaan tutup?
1. SJC Plaza. Ada di depan Pasar Johar, dulu ditempati Matahari Dept Store dan Supermarket
2. Semarang Plaza. Ada di dekat Pasar Johar juga.
3. Dargo Plaza. Di Jalan Dr Cipto, penyewa utama adalah Yogya Dept store
4. Mal Maja Mas. Ada di Jalan Brigjend Sudiarto/Majapahit, mal kecil yang sebenarnya tidak layak disebut mal.
5. Mal Banyumanik. Ada di Jalan Sukun Raya Banyumanik. Tenant utama adalah Harmoni swalayan


MDS yang di SCJ memang sudah tidak beroperasi pasca pembukaan MDS yg di java mall, karena MDS yg di java mall menyasar ke segmen pembeli menengah ke atas, sedangkan yg di SCJ tidak karena kalau dilihat dari lokasi yang dekat dengan pasar johar

Semarang plaza masih beroperasi kok mas, tapi memang ga ada tenant yg cukup oke

Dargo plaza dengan Yogya nya memang sudah tutup sejak lama, padahal dulu saya suka kesana karena interior supermarketnya mayan bagus :)

Mall maja mas dan harmoni banyumanik, masih jalan kok walau sepertinya kalah ramai dengan makro dan tentunya ADA Swalayan, yang disebut terakhir, merupakan swalayan asli semarang yg cukup populer dan ga kalah sama swalayan nasional sekelas MDS, ramayana, robinson,

yang kurang sepertinya semarang belum punya dept store berkelas semacam, sogo, metro atau centro, tapi dengar2 parisian mau jadi anchor tenantnya paragon city,

Ampelio
November 8th, 2008, 04:45 AM
Kenapa di Semarang banyak pusat perbelanjaan tutup?
1. SJC Plaza. Ada di depan Pasar Johar, dulu ditempati Matahari Dept Store dan Supermarket
2. Semarang Plaza. Ada di dekat Pasar Johar juga.
3. Dargo Plaza. Di Jalan Dr Cipto, penyewa utama adalah Yogya Dept store
4. Mal Maja Mas. Ada di Jalan Brigjend Sudiarto/Majapahit, mal kecil yang sebenarnya tidak layak disebut mal.
5. Mal Banyumanik. Ada di Jalan Sukun Raya Banyumanik. Tenant utama adalah Harmoni swalayan

^^dulu waktu gw masih kecil ada Mickey Morse di Simpang Lima, mungkin tu swalayan/supermarket modern pertama di Jawa Tengah dan DIY.

titus15
November 8th, 2008, 04:53 PM
^^dulu waktu gw masih kecil ada Mickey Morse di Simpang Lima, mungkin tu swalayan/supermarket modern pertama di Jawa Tengah dan DIY.
Yang pertama Mickey Morse di jl Depok kalo nggak salah.

Ada satu lagi di jalan Pemuda... saya lupa namanya... itu yang pertama ada liftnya hehe...

titus15
November 8th, 2008, 05:01 PM
Kalo usul menutup AYIA dan menggunakan Bandara Solo, Jateng jadi seperti Kaltim dong! Samarinda yang merupakan ibukota kan tidak mempunyai bandara sehingga harus ke Balikpapan dulu kalo mau naik pesawat. Saya kira kalau Semarang tidak mempunyai bandara sendiri itu merupakan satu kerugian besar bagi Semarang.. Solusi tepat adalah memindahkan bandara ke luar kota seperti Kendal ato Demak

Wah kalo pindah nanggung gitu cuma buang-buang uang.

Kalo yang di Solo bisa dibikin gede sekalian pindah sana juga nggak apa-apa. Yang penting bukan jarak kota ke bandara, selama masih bisa dijangkau nggak lebih dari 2 jam. Yang penting tersedia banyak rute domestik maupun internasional dengan peak yang memadai sehingga membuat tarifnya makin terjangkau.

Percuma ada 3 bandara kalo rutenya sama dan harus berbagi peak penumpang. Buntutnya penumpang jarang full dan bikin harha tiket nggak terjangkau.

Kalo rugi saya rasa nggak, kalo bandara itu dikembangkan bener-bener gede sekalian kapasitasnya...

titus15
November 8th, 2008, 05:04 PM
Perbandingan Spesifikasi 3 Bandara Internasional di JOGLOSEMAR
http://img361.imageshack.us/img361/1075/airportjoglosemarrd9.jpg (http://imageshack.us)
Kayaknya data Solo salah deh. Hitung panjang landasan kali lebar belum apron (dengan kapasitas yang cukup besar) dan terminal.
Mungkin maksudnya 509 ha...

titus15
November 8th, 2008, 05:13 PM
03 November 2008
Atasi Kepadatan, Rusun Jadi Alternatif

Padat dan Macet
Ia menjelaskan, saat ini sudah lumrah warga yang tinggal di pinggiran kota sisi timur atau daerah hinterland bersekolah dan bekerja di wilayah kota sisi barat. Fenomena ini menjadikan jalan padat dan rawan macet.

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=37440

Nah kan... lebih baik sekalian pusat kota mulai digeser ke timur, supaya mobilitas warga timur Semarang jangan terlalu miring ke barat, yang bikin rawan macet suatu hari.

Saya yakin, kalo bandara di pindah, investor bakal mglirik lahan di CBD lama saja (Simapala), dan kawasan timur nggak akan pernah di jamah investor (kecuali investor perumahan dan industri). Akibatnya warga kawasan Timur akan makin bergantung pada fasilitas kawasan barat. Selain membuat pertumbuhan kota nggak imbang, juga akan menimbulkan masalah transportasi yang cukup pelik suatu saat...

Peterongan
November 9th, 2008, 02:34 PM
mas titus, check keterangan yang ada disini :

http://www.kkppi.go.id/file_doc/List%20of%20Project%20Opportunities%20(31%20Juli%2006).pdf

dari situ aku kelompokin yang khusus kota semarang aja :

1. Toll Road Project investment

Tol Semarang - Demak ( 25 Km )

Tol Semarang - Batang ( 75 Km )

Tol Semarang - Solo ( 75, 7 Km )

2. Power Plant Investment

PLTU Tanjung Jati A ( 1320 MW )

3. Gas Pipeline

Gresik - Semarang Segment ( 230 Km )

Semarang-Cirebon Segment ( 250 Km )

Pipeline gas transmission East Kalimantan-Central Java ( 1219 Km )

Pipeline gas transmission Kepodang -Tambak Lorok


nah kalo tol semarang - demak jadi terealisasi, bisa jadi usul mas titus tentang pemindahan bandara ke arah timur sangat mungkin dikembangkan tuh...,


dan kayaknya kalo terealisasi itu semua, tol trans java dari jakarta - semarang, trus dari kebutuhan listrik serta sumber daya alam tercukupi, wah bisa makin manthep ni semarang. plus ditambah relokasi bandara di timur.., kalo sementara bisa pake bandara AYIA dulu tapi dirubah jalurnya seperti om bozhart, titus dan npf bilang..,( namanya juga sementara, utk mengantisipasi problematika yang bisa dimanfaatkan dan dipake beberapa tahun ke depan, bukan seperti bandaranya besar tapi potensi domestiknya kecil dan daya dukung ekonominya kecil ) serta pembangunan bandara baru di timur dilakukan pelan - pelan sampe beberapa tahun ke depan...., dan jika bandara baru jadi tinggal pindah..., wah mantep ni..., dan satu lagi jika ada revitalisasi kota lama ( memang besar biayanya tapi setimpal menaikkan imej kota semarang, hasilnya akan kerasa beberapa tahun ke depan tapi setidaknya berkesinambungan )..., wah bisa makin siip ni semarang..., aku bayangin penginnya kota lama keadaan gedungnya baik, kondisi luar juga dicat dengan baik dan dirawat., ada pedestrian walknya, dan sepanjang kali semarang ada tenda - tenda outdoor makan yang representatif memanjang dari gang pecinan sampe ujung jembatan mberok ditambah dengan pemandangan samping kanan dan kiri ada gedung - gedung lama belanda yang sudah berubah status menjadi restoran, kafe, bookstore, hotel, wah bisa kayak di eropa...,

:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol: ngayal...,


kota lama di tengah utara, bisnis dan dagang jasa serta perkantoran di ruas simpang lima pandanaran pahlawan, kawasan perumahan utk kelas menengah di timur, dan kawasan perumahan menengah keatas di bukit sebelah selatan, pelabuhan di utara.

kira - kira dalam lima tahun kedepan semoga ada perubahan yang nyata...,

semoga membantu disini...,

:cheers:

titus15
November 9th, 2008, 05:43 PM
nah kalo tol semarang - demak jadi terealisasi, bisa jadi usul mas titus tentang pemindahan bandara ke arah timur sangat mungkin dikembangkan tuh...,


Maksud saya bukan bandaranya yang dipindah ke timur. Tapi pusat kotanya yang bergerak di pindah ke Timur. Bukan bedol kota juga. Tapi wilayah timur mulai dikembangkan menjadi CBD baru juga, supaya pertumbuhan kota bisa lebih menyebar.

Kalo bikin bandara sementara, malah buang-buang energi dan dana menurut saya. Planning bandara di utara runway sekarang sudah cukup baik menurut saya. Karena toh kawasan tengah nggak butuh bandara dengan kapasitas berlebih, mengingat juga ada 2 bandara sekelas dikawasan ini. Hanya yang perlu penambahan dan pembagian rute penerbangan di 3 bandara ini yang mesti dipikirkan dan perlu mendapat perhatian

---
Tentang kota lama saya setuju sama mas... Cuma masalahnya terlalu banyak PKL di sekitar kota lama dan Johar. Perlu lahan relokasi PKL yang memadai dan jika perlu PKL mulai diarahkan untuk beralih menjual pernak-pernik yang mendukung promosi wisata Kota Lama.

Selain kota lama, saya pernah usul, kalo pasar Yaik sebaiknya dikembalikan jadi alun-alun, dan pasar johar sebaiknya diistirahatkan sebagai pasar induk.
Pemerintah harus membangun pasar induk baru yang lebih besar kapasitasnya di areal yang jauh lebih memungkinkan, misalnya sekitar jalan arteri utara.

Selanjutnya kawasan pasar Johar bisa dijadikan kawasan budaya sejarah bisnis indonesia. Pasar Johar bisa dialihfungsikan jadi Expo Center dan atau Museum Pasar Indonesia, mengingat pasar ini pernah jadi pasar terbesar se Asia Tenggara sejak tahun 40-60an.

Dengan demikian jika di Jakarta (Kota) gedung Bank Mandiri dan Bank Indonesia, dialih fungsikan sebagai Museum Perbankan Indonesia sebagai identitas Jakarta sebagai pusat perekonomian, Maka Semarang juga mempunyai Museum Pasar, sebagai Penanda bahwa Semarang juga merupakan salah satu Pusat Ekonomi yang disegani pada masanya.

Ampelio
November 10th, 2008, 02:27 AM
^^Tol Semarang-Demak sangat vital... mengingat aktivitas ekspor furniture terbesar di Indonesia (dari sentra kerajinan ukir Jepara ke Pelabuhan Tanjung Mas) melewati jalur ni. Selama ini tingginya lalu lintas truk trailer yg mangangkut container2 di jalur Semarang-Demak sering menjadi biang kemacetan dan slah satu penyebab utama cepatnya kerusakan jalan tsb.

NpF
November 10th, 2008, 03:46 AM
wah kalau revitalisasi kota lama bisa dilakukan, apa yg dilukiskan sebagai keindahan ala eropa bisa terwujud di semarang nih :), cafe berderet di sepanjang pedestrian kota lama, live music, pameran seni, opera and so on, and so on, wuih.. manteb bgt, suasana eropa ga harus kita dapat di eropa, tapi bisa didapatkan di semarang, seperti beirut yang sangat perancis..... walau ga di perancis, tapi suasana eropa sangat kental disana, he he he, kemarin membandingkan semarang dengan istanbul, sekarang semarang dengan beirut... ngimpi kali ye.. he he :)

bozhart
November 10th, 2008, 04:13 AM
^^ tapi koq belum ada keinginan proyek revitalisasi kota lama yaa..., padahal potensinya besar....,
Revitalisasi Kota Lama masih jalan tapi lamban.

Suara Merdeka 3 Nov 2008:

Kota Lama Perlu Dukungan Komunitas

SEMARANG- Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) mendorong komunitas-komunitas untuk menggelar kegiatan di kawasan Kota Lama.

Pembangunan fisik yang dikerjakan terus- menerus bila kawasan itu tidak dihidupkan melalui berbagai pengembangan aktivitas. Ketua BPK2L Surachman mengatakan, saat ini city walk tengah ditata kembali dengan melakukan pengecatan. Selanjutnya di sisi jalan akan ditanami pepohonan dengan ukuran besar. Proyek itu dilaksanakan Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Kimtaru) Jateng.

’’Dengan adanya pengerjaan fisik city walk, tentu kami mendukung. Tapi, secara detail kami tidak mengetahui proyek pembangunan tersebut nanti jadi seperti apa. Proyek itu dikerjakan instansi lain,’’ katanya, Minggu (2/11).

Ia menjelaskan, BPK2L sebagai organisasi yang bersifat sosial dengan tujuan melestarikan dan mengembangkan kawasan Kota Lama. Sedangkan untuk pembangunan fisik, termasuk city walk, memang dikerjakan Pemkot dan Pemprov. Salah satu program yang dijalankan BPK2L adalah menggalang kerja sama dengan sejumlah pihak untuk menggelar event di kawasan bisnis peninggalan Belanda itu.

Ikon Wisata

Keberadaan Kota Lama diharapkan menjadi ikon wisata Kota Semarang dengan ciri khas kawasan yang penuh tata bangunan yang unik dan kuno. Ia yakin potensi tersebut sudah dikenal luas masyarakat, termasuk luar kota. Apalagi lokasinya juga dilintasi jalur tranportasi utama, sehingga mempermudah dalam mengakses.

Dalam upaya menggandeng komunitas, ia mempersilakan setiap elemen masyarakat untuk menggelar kegiatan di kawasan itu. Diharapkan mereka bisa memberitahukan BPK2L. Desember nanti rencananya akan ada pergelaran pameran lukisan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang (Dekase). Lukisan bertema ’’Kota Lama’’ itu diadakan di sekitar Gereja Blenduk. ’’Kami berharap kegiatan itu bisa lebih mengangkat pamor Kota Lama, yang tidak hanya menawarkan bangunan-bangunan mati,’’ katanya.

Sebelumnya, beberapa komunitas masyarakat juga mengadakan kegiatan di area itu, seperti klub pecinta kereta api, komunitas sepeda onthel, dan sebagainya.

Di sisi lain, BPK2L juga berharap permohonan rehabilitasi kantor sekretariat bisa dianggarkan melalui APBD. Saat ini lembaga tersebut menempati salah satu bangunan di ujung timur city walk, yang kondisinya memprihatinkan.

Padahal, kantor itu sering dikunjungi tamu dari berbagai kalangan, termasuk pejabat dari instansi luar kota dan luar provinsi yang studi banding ke Semarang. Pembangunan kantor yang representatif diperkirakan menelan dana sekitar Rp 2 miliar. ’’Pembangunan kantor sekretariat akan dikerjakan DTKP. Mudah-mudahan bisa terealisasi dalam APBD 2009,’’ paparnya. (H22,H9-37)

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=37443

________________________________________________

oh iya, ada yang noticed pembangunan gedung baru di RS Roemani di wonodri ngga ni?

Gw nggak perhatikan, apakah besar?

________________________________________________

bisakah ada yang merangkum semua project dari A - Z..., dari wacana, persetujuan proyek, on going project dan update proyek itu..,

saya mencoba merangkum proyek - proyek ini :

6. Proyek waduk jatibarang ( kelanjutannya gimana? ada kaitannya dgn antisipasi banjir di semarang) - baca di sini (http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/23/12112571/.klarifikasi.cadas.untuk.waduk.jatibarang)
8. Proyek Rusunami di jalan ki mangun sarkoro. - baca di sini (http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/05/11274827/rei.jateng.sambut.paket.bantuan.subsidi.rsh), disebut 14 lantai
9. Proyek Tendean Rumah susun di daerah sekitar pemuda. - lebih sering disebut apartemen, bukan rmh susun
14. Proyek BRT. - baca di sini (http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/06/11094579/campur.sari)
15. Proyek Relokasi bandara ( statusnya gimana ) - Demak nyatakan siap terima relokasi bandara tp lupa di mana artikelnya
17. Proyek Giant Hypermant di pedurungan ( status nya?? ) - mungkin buka pd bln Des depan
:cheers:
Lihat yg berwarna merah di atas.

Saya coba tambah listingnya:
- Hotel Amaris dan toko buku Gramedia Jl Pemuda
- Royal Food Square
- Universitas Pelita Harapan
- Dam raksasa
- Terminal baru bandara AYIA (atau relokasi)
- Tanah Mas Kondominium & Supermal (lama nggak dibangun2)
- Renovasi Pasar Johar / Yaik / Kanjengan
- Mataram Mall
- Dusit Hotel (2009?)
- Banyak real estate
- ....
- ....
- ....
- ....
- apa lagi ya, nggak hafal semua :nuts:

Peterongan
November 10th, 2008, 04:15 AM
Maksud saya bukan bandaranya yang dipindah ke timur. Tapi pusat kotanya yang bergerak di pindah ke Timur. Bukan bedol kota juga. Tapi wilayah timur mulai dikembangkan menjadi CBD baru juga, supaya pertumbuhan kota bisa lebih menyebar.

Kalo bikin bandara sementara, malah buang-buang energi dan dana menurut saya. Planning bandara di utara runway sekarang sudah cukup baik menurut saya. Karena toh kawasan tengah nggak butuh bandara dengan kapasitas berlebih, mengingat juga ada 2 bandara sekelas dikawasan ini. Hanya yang perlu penambahan dan pembagian rute penerbangan di 3 bandara ini yang mesti dipikirkan dan perlu mendapat perhatian



oh iyah bener juga..., :)

---
Tentang kota lama saya setuju sama mas... Cuma masalahnya terlalu banyak PKL di sekitar kota lama dan Johar. Perlu lahan relokasi PKL yang memadai dan jika perlu PKL mulai diarahkan untuk beralih menjual pernak-pernik yang mendukung promosi wisata Kota Lama.

Selain kota lama, saya pernah usul, kalo pasar Yaik sebaiknya dikembalikan jadi alun-alun, dan pasar johar sebaiknya diistirahatkan sebagai pasar induk.
Pemerintah harus membangun pasar induk baru yang lebih besar kapasitasnya di areal yang jauh lebih memungkinkan, misalnya sekitar jalan arteri utara.

Selanjutnya kawasan pasar Johar bisa dijadikan kawasan budaya sejarah bisnis indonesia. Pasar Johar bisa dialihfungsikan jadi Expo Center dan atau Museum Pasar Indonesia, mengingat pasar ini pernah jadi pasar terbesar se Asia Tenggara sejak tahun 40-60an.

Dengan demikian jika di Jakarta (Kota) gedung Bank Mandiri dan Bank Indonesia, dialih fungsikan sebagai Museum Perbankan Indonesia sebagai identitas Jakarta sebagai pusat perekonomian, Maka Semarang juga mempunyai Museum Pasar, sebagai Penanda bahwa Semarang juga merupakan salah satu Pusat Ekonomi yang disegani pada masanya.




iya..,

setuju, karena pasar johar sudah overload. sebenarnya penanganan kota lama semarang lebih baik dibanding kondisi kota lama yang ada di jakarta.

wah kalo aku jadi walikotanya, itu para PKL dan semua orang yang melingkupinya saya relokasi ke tempat lain yang mencukupi perkembangan aspirasi Padagang kecil..., kalo gamau ya harus teges, dan disiplin. jangan karena unsur mercy menjadikan kita lalai akan kewajiban. kalo salah yah salah.., bener yah bener.., :) kalo sudah bersih baru ditata kembali..,

:lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:

oh iyah ini ada lagi salah satu unsur road semarang goes to MDGs..., :

http://www.id.emb-japan.go.jp/oda/en/projects/loan/odaprojects_loan_2005_4.htm

salah satu masalah perkotaan dan penyediaan air bersih termasuk ke dalam target MDGs.

Kalo lancar, tahun 2015 bisa selesai masalah drainage dalam kota semarang.., 7 Tahun lagi, tapi setidaknya road ke MDGs kota semarang sudah on track.



semoga membantu disini..

:cheers:

bozhart
November 10th, 2008, 04:31 AM
1. SJC Plaza. Ada di depan Pasar Johar, dulu ditempati Matahari Dept Store dan Supermarket

Dulu di lokasi SJC Plaza itu pernah berdiri pusat perbelanjaan Sarinah Semarang tiga lantai spt Sarinah di Jakarta. gw ada fotonya dari peta tua punya ayahku, kalau ada waktu, akan discan / difoto :)
Beberapa bulan lalu gw pernah lihat gedung berlogo Sarinah di Telogosari, ada yg punya info?

_______________________________________________

tapi dengar2 parisian mau jadi anchor tenantnya paragon city,
Parisian itu kayaknya mau bangkrut, lihat Parisian di MTA Jakarta sangat sepi. Kudengar Parisian di Paragon City Mall diganti New Matahari, seperti Parisian di Cito Surabaya juga diganti New Matahari.
_______________________________________________

^^dulu waktu gw masih kecil ada Mickey Morse di Simpang Lima, mungkin tu swalayan/supermarket modern pertama di Jawa Tengah dan DIY.
Dulu gw sangat suka mampir di Mickey Morse, ada tiga cabang di Semarang yaitu di Jl Depok, pertokoan Simpang Lima dan Tanah Mas. Kini sudah tutup semua :nuts:
_______________________________________________

Ada satu lagi di jalan Pemuda... saya lupa namanya... itu yang pertama ada liftnya hehe...
Itu namanya Golden Dept Store?

Peterongan
November 10th, 2008, 04:32 AM
Revitalisasi Kota Lama masih jalan tapi lamban.

Suara Merdeka 3 Nov 2008:

Kota Lama Perlu Dukungan Komunitas

SEMARANG- Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) mendorong komunitas-komunitas untuk menggelar kegiatan di kawasan Kota Lama.

Pembangunan fisik yang dikerjakan terus- menerus bila kawasan itu tidak dihidupkan melalui berbagai pengembangan aktivitas. Ketua BPK2L Surachman mengatakan, saat ini city walk tengah ditata kembali dengan melakukan pengecatan. Selanjutnya di sisi jalan akan ditanami pepohonan dengan ukuran besar. Proyek itu dilaksanakan Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Kimtaru) Jateng.

’’Dengan adanya pengerjaan fisik city walk, tentu kami mendukung. Tapi, secara detail kami tidak mengetahui proyek pembangunan tersebut nanti jadi seperti apa. Proyek itu dikerjakan instansi lain,’’ katanya, Minggu (2/11).

Ia menjelaskan, BPK2L sebagai organisasi yang bersifat sosial dengan tujuan melestarikan dan mengembangkan kawasan Kota Lama. Sedangkan untuk pembangunan fisik, termasuk city walk, memang dikerjakan Pemkot dan Pemprov. Salah satu program yang dijalankan BPK2L adalah menggalang kerja sama dengan sejumlah pihak untuk menggelar event di kawasan bisnis peninggalan Belanda itu.

Ikon Wisata

Keberadaan Kota Lama diharapkan menjadi ikon wisata Kota Semarang dengan ciri khas kawasan yang penuh tata bangunan yang unik dan kuno. Ia yakin potensi tersebut sudah dikenal luas masyarakat, termasuk luar kota. Apalagi lokasinya juga dilintasi jalur tranportasi utama, sehingga mempermudah dalam mengakses.

Dalam upaya menggandeng komunitas, ia mempersilakan setiap elemen masyarakat untuk menggelar kegiatan di kawasan itu. Diharapkan mereka bisa memberitahukan BPK2L. Desember nanti rencananya akan ada pergelaran pameran lukisan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang (Dekase). Lukisan bertema ’’Kota Lama’’ itu diadakan di sekitar Gereja Blenduk. ’’Kami berharap kegiatan itu bisa lebih mengangkat pamor Kota Lama, yang tidak hanya menawarkan bangunan-bangunan mati,’’ katanya.

Sebelumnya, beberapa komunitas masyarakat juga mengadakan kegiatan di area itu, seperti klub pecinta kereta api, komunitas sepeda onthel, dan sebagainya.

Di sisi lain, BPK2L juga berharap permohonan rehabilitasi kantor sekretariat bisa dianggarkan melalui APBD. Saat ini lembaga tersebut menempati salah satu bangunan di ujung timur city walk, yang kondisinya memprihatinkan.

Padahal, kantor itu sering dikunjungi tamu dari berbagai kalangan, termasuk pejabat dari instansi luar kota dan luar provinsi yang studi banding ke Semarang. Pembangunan kantor yang representatif diperkirakan menelan dana sekitar Rp 2 miliar. ’’Pembangunan kantor sekretariat akan dikerjakan DTKP. Mudah-mudahan bisa terealisasi dalam APBD 2009,’’ paparnya. (H22,H9-37)

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=37443

________________________________________________


Gw nggak perhatikan, apakah besar?

________________________________________________


Lihat yg berwarna merah di atas.

Saya coba tambah listingnya:
- Hotel Amaris dan toko buku Gramedia Jl Pemuda
- Royal Food Square
- Universitas Pelita Harapan
- Dam raksasa
- Terminal baru bandara AYIA (atau relokasi)
- Tanah Mas Kondominium & Supermal (lama nggak dibangun2)
- Renovasi Pasar Johar / Yaik / Kanjengan
- Mataram Mall
- Dusit Hotel (2009?)
- Banyak real estate
- ....
- ....
- ....
- ....
- apa lagi ya, nggak hafal semua :nuts:

wah..,pencerahan....,

thanks you berat om boz...., coba tak cari'e info nya. eker2 dulu..., :D

ehmm.., revitalisasi kota lama alon - alon asal kelakon.., alhamdulilah...,

kalo RS roemani sih kayaknya kecil aja om.., 5 lantai kalo ga salah..., jadi unit pelayanan terpadu yang baru.., main building di depan fence persis.., :)

wah projectnya banyak euy.., leijker euit..., apik tenan..., :)

gantengscool
November 10th, 2008, 10:54 AM
Setuju !
^^ Kawasan kota lama memang harus diberi roh dengan kegiatan2 seni budaya, jd bukan sekedar bangunan2 mati. Minimal kawasan Citywalknya menjadi hidup.

^^ Gramedia mau buka di Jl. Pemuda ya ?? setuju banget, kota Sebesar Semarang memang sudah selayaknya punya Gramedia lebih dari 2, bahkan klo bisa di kota atas juga:lol:.

^^ Satu lagi yg kurang ^^, Di Semarang atas (Gombel-Setiabudi-Banyumanik dan sekitarnya) harus ada Mall besar yang "benar-benar mall" one Stop Shopping, kita2 yg tinggal di atas kesulitan untuk sekedar relax, jalan2, dan cuci mata kalo malam hari, mau turun ke bawah......duh jauh . Jadi klo sudah pulang kantor sudah malas mau kemana2. Padahal potensi penduduk Semarang atas sangat besar sekali :ohno: , betul ngga^^...

Peterongan
November 10th, 2008, 02:46 PM
Dulu di lokasi SJC Plaza itu pernah berdiri pusat perbelanjaan Sarinah Semarang tiga lantai spt Sarinah di Jakarta. gw ada fotonya dari peta tua punya ayahku, kalau ada waktu, akan discan / difoto :)
Beberapa bulan lalu gw pernah lihat gedung berlogo Sarinah di Telogosari, ada yg punya info?

_______________________________________________


kayaknya sudah mangkrak deh om.., tutup..., itu di jalan jembatan 4 tlogosari raya kalo ga salah...., malah di parkirannya dijadiin tempat mainan anak - anak..., dulu pernah lewat sana.

btw, kalo gramed buka di pemuda lokasi tepatnya ada dimana om?

oh iyah tempo dulu someone pernah posting rencana undip mau bikin hotel gitu ya? gimana ni kelanjutannya...,

sepertinya banyak banget yah proyek di semarang,

bisa juga dibikin sebagai sarana masukan pemerintah kota semarang jika kita mau.., kita bikin analisis semua proyek itu jika sudah jadi dan dihitung cost benefitnya, kemudian kita sinkronisasikan dengan visi dan misi kota semarang yang ada disini :

http://www.semarang.go.id/cms/rpjm/Bab-III.htm

setelah di sinkronkan program pemerintah dengan visi dan misi, maka akan keliatan apakah pembangunan kota semarang baik fisik dan rohani sudah benar atau belum..., bisa jadi sarana urun rembug juga.

titus15
November 10th, 2008, 04:17 PM
Setuju !

^^ Gramedia mau buka di Jl. Pemuda ya ?? setuju banget, kota Sebesar Semarang memang sudah selayaknya punya Gramedia lebih dari 2, bahkan klo bisa di kota atas juga:lol:.

^^ Satu lagi yg kurang ^^, Di Semarang atas (Gombel-Setiabudi-Banyumanik dan sekitarnya) harus ada Mall besar yang "benar-benar mall" one Stop Shopping, kita2 yg tinggal di atas kesulitan untuk sekedar relax, jalan2, dan cuci mata kalo malam hari, mau turun ke bawah......duh jauh . Jadi klo sudah pulang kantor sudah malas mau kemana2. Padahal potensi penduduk Semarang atas sangat besar sekali :ohno: , betul ngga^^...

Gramedia kan ada 3 mas. Satu di Java Mal, satu lagi kalo nggak salah di Plasa Simpang Lima.

Iya di kawasan atas mestinya ada satu Mal. Sebetulnya ada lahan mangkrak yang cukup luas di Jalan Sultan Agung, di deket taman diponegoro kalo jadi Mall cukup strategis tuh. Atau di Jalan Sisingamangaraja di kawasan ex SGC. Tapi katanya selain perumahan mewah, cuma bakal dibangun apartemen aja katanya...

Peterongan
November 11th, 2008, 07:47 AM
List Project dan development semarang. Update 11 nov 08.


1. proyek jembatan kartini ( masih berhenti krn nunggu rangka baja dikirim )
2. proyek polder kaligawe ( belum ada kabar )
3. proyek fly over kalibanteng ( belum ada kabar )
4. proyek pembangunan gedung baru RS Roemani.
5. Proyek pelebaran jalan ngaliyan - kaligawe.
6. Proyek Paragon City.( masih berjalan )
7. Proyek waduk jatibarang ( konsolidasi bahan material )
8. Proyek Terminal mangkang ( masih berjalan )
9. Proyek Rusunami di jalan ki mangun sarkoro.
10. Proyek Apartemen Tendean di daerah sekitar pemuda.
11. Proyek Tol Semarang - Solo ( masalah pembebasan lahan)
12. Proyek Tol Semarang - Batang.
13. Proyek Gedung Indosat di pandanaran.
14. Proyek Hotel Atlet di Tri lomba juang mugas.
15. Proyek BRT ( masih dalam pembangunan halte )
16. Proyek Relokasi bandara ( demak siap terima relokasi )
17. Proyek Revitalisasi pasar ikan rejomulyo.
18. Proyek Giant Hypermant di pedurungan ( possible open bln depan )
19. Proyek Revitalisasi kota lama ( masih berjalan ).
20. Proyek Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang.
21. Proyek Hotel Lingkungan Universitas Diponegoro.
22. Proyek Pembangunan Gedung Unit Terpadu RS Roemani Wonodri.
23. Proyek Hotel Amaris dan toko buku Gramedia Jl Pemuda
24. Proyek Royal Food Square
25. Proyek Universitas Pelita Harapan
26. Proyek Dam raksasa
27. Proyek Tanah Mas Kondominium & Supermal (lama nggak dibangun2)
28. Proyek Renovasi Pasar Johar / Yaik / Kanjengan
29. Proyek Mataram Mall
30. Proyek Dusit Hotel (2009?)
31. Proyek Normalisasi Kali Garang.
32. Proyek Perumahan Pandanaran Hills.
33. Proyek SPBU Percontohan Pandanaran.
34. Proyek Pembangunan Gedung IKIP PGRI dr cipto.
35. Proyek Hotel di gang lama ( Pernah diposting om bozhart dulu.., lupa namanya tp yg jelas di depan toko yg jual mochi.)
36. Proyek Gedung Induk Kantor Suara Merdeka.

ini update terbaru tambahan dr om boz, begitu ada kabar dan berita dari salah satu proyek diatas, saya akan rubah statusnya...,



:cheers:

titus15
November 11th, 2008, 12:03 PM
Dulu di lokasi SJC Plaza itu pernah berdiri pusat perbelanjaan Sarinah Semarang tiga lantai spt Sarinah di Jakarta. gw ada fotonya dari peta tua punya ayahku, kalau ada waktu, akan discan / difoto :)
Beberapa bulan lalu gw pernah lihat gedung berlogo Sarinah di Telogosari, ada yg punya info?
----

Itu namanya Golden Dept Store?

Sarinah yang masih buka di Banyumanik....
---
Iya Golden Dept Store...

bozhart
November 11th, 2008, 12:03 PM
[B]Padahal potensi penduduk Semarang atas sangat besar sekali :ohno: , betul ngga^^...
Betul. Saat ini mal paling besar di Semarang atas cuma pusat perbelanjaan "Ada" 3 lantai tetapi masih kurang besar :nuts:

__________________________________________________


kayaknya sudah mangkrak deh om.., tutup..., itu di jalan jembatan 4 tlogosari raya kalo ga salah...., malah di parkirannya dijadiin tempat mainan anak - anak..., dulu pernah lewat sana.

btw, kalo gramed buka di pemuda lokasi tepatnya ada dimana om?

oh iyah tempo dulu someone pernah posting rencana undip mau bikin hotel gitu ya? gimana ni kelanjutannya...,

Benar, itu di Jl Tlogosari Raya :)

Gramedia Jl Pemuda itu di tempat ELTI sebelah Gedung Bank Jateng 9 lantai itu.

Gw nggak tahu ttg hotel di Undip.

__________________________________________________


Gramedia kan ada 3 mas. Satu di Java Mal, satu lagi kalo nggak salah di Plasa Simpang Lima.

Iya di kawasan atas mestinya ada satu Mal. Sebetulnya ada lahan mangkrak yang cukup luas di Jalan Sultan Agung, di deket taman diponegoro kalo jadi Mall cukup strategis tuh. Atau di Jalan Sisingamangaraja di kawasan ex SGC. Tapi katanya selain perumahan mewah, cuma bakal dibangun apartemen aja katanya...
Plasa Simpang Lima tidak ada Gramedia.
Kawasan ex SGC (Semarang Golf Club) katanya hanya utk dijual per kavling saja, namanya Grand Candi Residence.

__________________________________________________


List Project dan development semarang. Update 11 nov 08.

Thanks telah bikin daftar proyek2 :)
Ebek21 baru membuat daftar proyek2 di Surabaya sebanyak 3 halaman, hal 121 s/d 123 sebanyak 52 proyek dilengkapi gambar2 rendering dan foto2 progressnya. Ada yg mau buatkan spt itu utk thread proyek Semarang ini? :) Gw nggak ada waktu :nuts:
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=107188&page=121
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=107188&page=122
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=107188&page=123

bozhart
November 11th, 2008, 12:06 PM
Sarinah yang masih buka di Banyumanik....
Tepat di mananya di Banyumanik?

titus15
November 11th, 2008, 12:11 PM
Revitalisasi Kota Lama masih jalan tapi lamban.

Suara Merdeka 3 Nov 2008:

Kota Lama Perlu Dukungan Komunitas

SEMARANG- Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) mendorong komunitas-komunitas untuk menggelar kegiatan di kawasan Kota Lama.

Pembangunan fisik yang dikerjakan terus- menerus bila kawasan itu tidak dihidupkan melalui berbagai pengembangan aktivitas. Ketua BPK2L Surachman mengatakan, saat ini city walk tengah ditata kembali dengan melakukan pengecatan. Selanjutnya di sisi jalan akan ditanami pepohonan dengan ukuran besar. Proyek itu dilaksanakan Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Kimtaru) Jateng.

’’Dengan adanya pengerjaan fisik city walk, tentu kami mendukung. Tapi, secara detail kami tidak mengetahui proyek pembangunan tersebut nanti jadi seperti apa. Proyek itu dikerjakan instansi lain,’’ katanya, Minggu (2/11).

Ia menjelaskan, BPK2L sebagai organisasi yang bersifat sosial dengan tujuan melestarikan dan mengembangkan kawasan Kota Lama. Sedangkan untuk pembangunan fisik, termasuk city walk, memang dikerjakan Pemkot dan Pemprov. Salah satu program yang dijalankan BPK2L adalah menggalang kerja sama dengan sejumlah pihak untuk menggelar event di kawasan bisnis peninggalan Belanda itu.

Ikon Wisata

Keberadaan Kota Lama diharapkan menjadi ikon wisata Kota Semarang dengan ciri khas kawasan yang penuh tata bangunan yang unik dan kuno. Ia yakin potensi tersebut sudah dikenal luas masyarakat, termasuk luar kota. Apalagi lokasinya juga dilintasi jalur tranportasi utama, sehingga mempermudah dalam mengakses.

Dalam upaya menggandeng komunitas, ia mempersilakan setiap elemen masyarakat untuk menggelar kegiatan di kawasan itu. Diharapkan mereka bisa memberitahukan BPK2L. Desember nanti rencananya akan ada pergelaran pameran lukisan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang (Dekase). Lukisan bertema ’’Kota Lama’’ itu diadakan di sekitar Gereja Blenduk. ’’Kami berharap kegiatan itu bisa lebih mengangkat pamor Kota Lama, yang tidak hanya menawarkan bangunan-bangunan mati,’’ katanya.

Sebelumnya, beberapa komunitas masyarakat juga mengadakan kegiatan di area itu, seperti klub pecinta kereta api, komunitas sepeda onthel, dan sebagainya.

Di sisi lain, BPK2L juga berharap permohonan rehabilitasi kantor sekretariat bisa dianggarkan melalui APBD. Saat ini lembaga tersebut menempati salah satu bangunan di ujung timur city walk, yang kondisinya memprihatinkan.

Padahal, kantor itu sering dikunjungi tamu dari berbagai kalangan, termasuk pejabat dari instansi luar kota dan luar provinsi yang studi banding ke Semarang. Pembangunan kantor yang representatif diperkirakan menelan dana sekitar Rp 2 miliar. ’’Pembangunan kantor sekretariat akan dikerjakan DTKP. Mudah-mudahan bisa terealisasi dalam APBD 2009,’’ paparnya. (H22,H9-37)

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=37443



Asal tau saja, kalo BPK2L itu ketuanya cuma Camat. Jadi posisinya sebenarnya nggak begitu kuat untuk merevitalisai kota ini. Karena SK Cagar Budaya sendiri dikeluarkan oleh Walikota. Jadi BPK2L perannya paling sebatas penyelenggaraan kegiatan budaya di kawasan itu saja. Sedang konsep dariWalikota sendiri nampaknya masih angin-anginan.

Dulu ada Yakoma (Yayasan Kota Lama), tapi sekarang nggak tahu gimana kabarnya...

titus15
November 11th, 2008, 12:21 PM
Plasa Simpang Lima tidak ada Gramedia.
Kawasan ex SGC (Semarang Golf Club) katanya hanya utk dijual per kavling saja, namanya Grand Candi Residence.


O iya... di plasa simpang lima itu Merbabu ya...

Tentang SGC sebetulnya lokasi itu tepatjuga jadi Mal, soalnya akses masuknya cukup lebar jadi gak akan menimbulkan masalah lalu lintas yang berarti. Apalagi lahannya masih sangat luas.
KAlau ada investor mau tertarik buka Mall di atas, mungkin bisa mengimmbangi terpusatnya keramaian di Semarang bawah.

titus15
November 11th, 2008, 12:22 PM
Tepat di mananya di Banyumanik?
Di Jalan Jati Raya kalo nggak salah. Di tengah-tengah Perumnas...

jacken
November 11th, 2008, 03:35 PM
Proyek Paragon City kapan selesai yah?? Dah bosen dgn mal2 yang ada di Semarang.....:ohno:

Ampelio
November 12th, 2008, 03:28 AM
Proyek Paragon City kapan selesai yah?? Dah bosen dgn mal2 yang ada di Semarang.....:ohno:

^^kalau lihat progress-nya skrg, paling cepat selesainya satu tahun lagi... itupun kalau gak ada masalah "non-teknis" lagi :)

^^Thanks Peterongan info update Semarang project list-nya :okay: ...walaupun masih kalah jauh dengan Surabaya (this city is one hell of crazy:bash:) ...ttp cukup memberikan "optimisme" melihat daftar pembangunan2 di Kota Semarang. Gw msh penasaran dengan projek UPH campus , dimana lokasinya ya? get the rendering? :)

bozhart
November 12th, 2008, 04:24 AM
^^ Proyek DP Mal mulai dari pemancangan tiang sampai diresmikan menghabiskan waktu 1 tahun. Sedangkan pemancangan tiang di Paragon City mulai bulan Mei - Juni 2008, maka gw perkirakan malnya selesai paling cepat pd pertengahan tahun 2009 depan (tidak termasuk hotel 11 - 12 lantai). Kalau gw nginap di Semarang, gw bisa melihat 2 cranes nya bekerja 24 jam sehari dari jendela kamar tidur :)

Peterongan
November 12th, 2008, 07:02 AM
Betul. Saat ini mal paling besar di Semarang atas cuma pusat perbelanjaan "Ada" 3 lantai tetapi masih kurang besar :nuts:

he eh.., Ada Setiabudi...,

oh di dekat gedung bank jateng toh...., makasi om,

benar, gramed cuman ada 2, di java mall dan pandanaran.

iyah om, dicoba pelan - pelan dulu deyh..,


:cheers:

bozhart
November 12th, 2008, 07:12 AM
Gw msh penasaran dengan projek UPH campus , dimana lokasinya ya? get the rendering? :)
UPH itu rencananya di kawasan Marina di Puri Anjasmoro. Ini ada kutipan dari Suara Merdeka tahun 2007:


Diberitakan, investor terus menjajaki kemungkinan pengembangan water front city di kawasan pantai yang saat ini direklamasi PT Indo Perkasa Utama (IPU). Selain tower, rencananya kawasan tersebut bakal dimanfaatkan sebagai Kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Sekolah Dian Harapan, Rumah Sakit Internasional (RSI), kondominium, dan perhotelan.

''Konsep ini sudah disepakati, signifikan dengan visi Kota Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa. Namun, Bappeda masih akan melakukan kajian,'' ujar M Farchan, Kabid Perencanaan Pembangunan III Bappeda Kota Semarang, kemarin.

Dia menyebutkan, penanam modal yang tertarik tersebut adalah anak perusahaan milik Lippo Group. Karena itu, kajian tersebut akan dikerjasamakan dengan pihak investor. (H12,H9-62)

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0704/04/kot05.htm

Repost:
Semarang Waterfront

http://img373.imageshack.us/img373/4729/47831705pw6.jpg (http://imageshack.us)
http://img373.imageshack.us/img373/4729/47831705pw6.a8bd96ae96.jpg (http://g.imageshack.us/g.php?h=373&i=47831705pw6.jpg)

Ini peta rencana Universitas Pelita Harapan yg mau dibangun di pantai Marina, Semarang, mungkin di atas tanah reklamasi.

Rencana denah UPH Semarang:
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/a8d5db30.jpg
1. Administration & Library
2. Medical Faculty
3. Faculty of Economics
4. Faculty of Design Planning
5. Faculty of Computer Science
6. Faculty of Tourism & Faculty of Fine Arts
7. Canmpus Village and Food Junction
8. Faculty of Political Science & Faculty of Law
9. Hotel
10. Convention Centre & Ballroom
11. Clubhouse / Gymnasium

==================

Lokasi UPH Semarang mungkin di lingkaran merah:
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/2b1a0c2f.jpg

==================

Di dekat UPH itu juga akan dibangun mal dan ruko2 (yg bertulisan Commercial Area IX di peta atas), ini maketnya:
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/ec934efe.jpg

Patronusa Pastel
November 12th, 2008, 08:01 AM
Wah...kapan tu rencananya UPH Semarang akan dibangun? Cuma apa iya gak takut kena rob? Masalahnya sampe sekarang masalah rob belum ada solusi yang efisien. Setahu saya cuma bisa diselesaikan dengan pembangunan dam lepas pantai. Nah masalahnya...pembangunan dam ini baru sekedar wacana. Pemerintah masih menunggu investor yang mau membiayai proyek ini.

Oh iya...saya pernah denger akan ada proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan antara daerah gombel dan sekaran (UNES). Apakah proyek ini akan terealisasi? kalo menurut saya proyek ini cukup sensasional, selain membantu mobilitas antar daerah, proyek ini memiliki potensi sebagai salah satu icon baru kota semarang.

Saya cukup prihatin dengan kota semarang. Kondisinya kemungkinan akan terus statis dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Habis tidak ada investor yang berani menyelenggarakan megaproyek di semarang. Muga-muga bukan karena birokrasi kota semarang yang dikenal "berbelit-belit".

Peterongan
November 12th, 2008, 08:15 AM
RP 5 MILIAR UNTUK BANGUN 462 SHELTER
Jumat, 31 Oktober 2008 00:00

SEMARANG—Pemerintah pusat akan menggelontorkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk membangun 462 shelter But Rapid Transit (BRT) di Kota Semarang. Jumlah itu belum termasuk bantuan bus tahap pertama sebanyak 20 unit yang akan beroperasi di koridor satu Mangkang-Penggaron mulai 2 Mei 2009.
“Sesuai kebutuhan, koridor satu itu butuh 24 unit. Kita bantu 20 unit. Sisanya pemerintah daerah,” kata Deputi Direktur Transportasi Perkotaan Departemen Perhubungan Dirjen Perhubungan Darat RH Christiono MSc, Kamis (30/10), di sela-sela seminar bertema Penyuluhan Dampak Transportasi Perkotaan di Patra Convention Hotel.
Dikatakan, dana Rp 5 miliar —selain untuk pembangunan shelter— juga pembangunan ticketing system yang menggunakan smart card. Rencananya, BRT akan di-launching pada 2 Mei 2009 bertepatan dengan HUT ke-462 Semarang. ”Yang sudah ada kan Bogor, Jakarta dan Jogja. Semarang akan bersamaan dengan Manado dan Balikpapan,” ucapnya.
Bagi perusahaan transportasi swasta dan sopir, Christiono berharap tak khawatir. Sebab pe-ngusaha transportasi akan diajak kerjasama dalam pengelolaan. Sedangkan sopir dan kernet akan dibina dan direkrut menjadi sopir serta karyawan BRT. ”Dengan pembinaan, nantinya mereka bekerja tak mengutamakan pendapatan dan kejar setoran, tapi meng-utamakan pelayanan,” jelasnya.
Menyinggung hal itu, pakar transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno me-ngatakan, tak mungkin semua pengusaha dan sopir dimasukkan BRT. Menurut Djoko, harus ada kualifikasi tertentu agar pelayan-an menjadi berkualitas. Sedang-kan yang tidak terpilih masih bisa tetap di asalnya semula. Namun fungsinya dialihkan.
”Mereka bisa diajak kerjasama menjadi fider bus, angkutan peng-umpan, yang membawa penumpang dari rumah ke shelter dan sebaliknya,” kata pria yang juga konsultan BRT Kota Semarang.
Djoko lantas mengemukakan perhitungannya soal tarif. De-ngan menghitung potensi pendapatan warga Semarang, maka tarif flat per orang naik BRT adalah Rp 2500. Sedangkan untuk pelajar lebih murah lagi. Yakni sekitar Rp 1000-1500. Untuk itu, konsekuensinya pemerintah daerah harus menyubsidi.
Dijelaskan, saat ini program sosialisasi BRT telah sampai ke sekolah-sekaolah. Tepatnya di 7 sekolah di 3 kecamatan, Ngali-yan, Tugu dan Pedurungan. Para pengusaha dan sopir juga akan diajak study banding ke Jogjakarta. ”Kita ajak mereka melihat bagaiamana BRT di sana, nanti kan mengerti dan tidak asal menolak.” (dib/isk)

Sumber : http://www.radarsemarang.com/metropolis/balai-kota/2485-rp-5-miliar-untuk-bangun-462-shelter-.html

mas patro, kalo ga salah itu jembatan sekaran - srondol yang akan memecah konsentrasi kepadatan jalan di jalan utama dewasa ini...,

buat megaproyek kayaknya om bozhart dulu pernah mosting keinginan Lippo Group buat bikin 4 menara masing setinggi 200M, tapi ga jadi karena dibatasi.., tapi aku optimis jika masalah bandara selesai, pasti akan segera bangkit meraih predikat seharusnya sebagai kota terbesar di kawasan jawa bagian tengah..., patience is the clue..,

soal BRT, wah keren baru 6 kota yang akan mengaplikasikannya....,

:cheers:

Peterongan
November 13th, 2008, 05:50 AM
SEMARANG & SEKITARNYA

13 November 2008
Jasa Marga Didesak Sediakan Pompa Air
Pertigaan Jl Arteri-Kaligawe Ditinggikan

GENUK- Pengerjaan perbaikan dan pembetonan Jalan Arteri Yos Sudarso, tepatnya di pintu keluar menuju Jl Raya Kaligawe (di bawah jembatan tol), telah dimulai.

Kepala Satker Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolitan Semarang Departemen Pekerjaan Umum, Ir Bambang Suryono MSc mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian lanjutan pengerjaan jalan sebelum Lebaran lalu, mulai Semarang - Demak.

’’Jalan di sebelah utara jembatan tol Jl Raya Kaligawe ditinggikan 75 cm dan dibeton. Hal itu sebagai salah satu solusi untuk menghindari kerusakan jalan akibat sering direndam banjir,’’ kata Bambang, kemarin.

Pantauan Suara Merdeka, Rabu (12/11), puluhan pekerja mengerjakan pembetonan jalan penghubung Pelabuhan Tanjung Emas dan Jl Raya Kaligawe, di sebelah utara jembatan tol. Pengerjaan tidak hanya dilakukan siang hari, namun juga malam hari.

Proses pengerjaan pembetonan baru dilakukan pada satu lajur terlebih dahulu. Jalan yang mempunyai dua lajur itu hanya dapat digunakan satu lajur. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jl Arteri Yos Sudarso (pelabuhan) padat merayap. Antrean panjang kendaraan didominasi oleh truk.

Di depan kantor sekaligus pangkalan ’’Pandu Taksi’’ Jl Kaligawe, terlihat dua unit begu mengeruk tanah di tepi jalan. Pengerukan itu sedianya akan digunakan untuk pelebaran jalan.

Seperti pernah diberitakan, banjir menyebabkan kemacetan di sekitar jembatan tol Jl Raya Kaligawe. Arus lalu lintas, baik dari arah Utara (Surabaya) maupun dari Selatan (Kota Semarang), padat merayap di sekitar jembatan tol. Tersendatnya arus lalu lintas karena kendaraan yang akan menerebas genangan air harus mengurangi laju kecepatan.
Pompa Air
Disinggung soal genangan air yang kerap merendam jalan di bawah jembatan tol, Bambang menerangkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Jasa Marga. Dalam kesepakatan yang telah dibuat terkait jalan di bawah jembatan tol, Dinas Bina Marga melakukan pembetonan dan PT Jasa Marga menyediakan pompa.

Ia mendesak PT Jasa Marga mempercepat realisasi penyediaan pompa air. ’’Kalau jalan ditinggikan tidak memungkinkan karena jembatan tol terlalu rendah. Banjir atau genangan air bisa diatasi dengan memaksimalkan fungsi pompa, namun itu kewenangan Jasa Marga.’’

Bambang menambahkan, proyek perbaikan dan pembetonan jalan Semarang - Demak menelan biaya Rp 128,5 miliar dari dana APBN dan pinjaman Bank Dunia. Rinciannya yaitu pembetonan sepanjang 8,2 km, pengaspalan 11,9 km, dan perbaikan jembatan sepanjang 10 meter. ’’Jalan dari Semarang hingga Demak dilebarkan menjadi empat lajur. Pengerjaan ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2009.’’ (H40,H21-41)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/

titus15
November 13th, 2008, 05:49 PM
Nemu ini
http://img233.imageshack.us/img233/3369/adsgajahmadaoffice1of5.png
Sebuah kawasan perkantoran baru, berlokasi di Jl. Gajahmada, pusat kota Semarang, kira-kira 5 menit dari Simpang Lima (naik mobil, jam padat). Office building dengan desain modern minimalis, dan space parkir yang memadai. Terdiri dari 2 tower dengan total luas 4375 m˛. Disewakan per m˛ atau per lantai atau per tower.

di http://anglingp.wordpress.com/category/project-development/

Peterongan
November 14th, 2008, 01:49 AM
-EDITED-

Peterongan
November 14th, 2008, 01:55 AM
@om bozhart. saya lagi ngumpulin bahan dari listing proyek yang saya sebutin tempo hari. tapi pelan - pelan om..., he..he..he..he.., waktuku juga ga banyak..., :)

:cheers:

Peterongan
November 14th, 2008, 02:15 AM
SEMARANG & SEKITARNYA

14 November 2008
Sudut Pandang
Wisata Kurang Kemasan

MENURUT pengajar magister pariwisata Stiepari Ir Koestomo Andreas Corsini MSL, Semarang menyimpan potensi wisata yang besar. Kota ini memiliki 54 objek yang meliputi wisata alam, religi, sejarah, budaya, kuliner, serta belanja. Namun karena tak dikemas dengan baik, objek-objek itu kurang berhasil menarik wisatawan.

Sebagai contoh adalah peninggalan sejarah, seperti kawasan Kota Lama, Pecinan, Kampung Melayu, dan bangunan-bangunan kuno yang tersebar di penjuru kota. Sejauh ini, artefak-artefak tersebut cenderung dibiarkan merana.

”Wisata Semarang kurang kemasan. Selain yang besar-besar, pemangku kebijakan mestinya juga memperhatikan hal-hal teknis. Bagaimana menyambut dan melayani tamu dengan baik. Apa yang disuguhkan, apa releksasi yang dihasilkan. Salah satu parametar keberhasilan pelayanan pariwisata adalah memori yang indah.”

Sebenarnya, lanjut Koestomo, Semarang telah memiliki Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP). Namun, karena sesuatu hal, hingga kini dokumen yang rampung disusun pada 2007 itu tak kunjung disahkan. RIPP memuat agenda-agenda strategis untuk memajukan sektor pariwisata.

Antara lain penggalian potensi-potensi yang belum terangkat, seperti ekowisata di wilayah Mangkang, Mijen dan Gunungpati.

Mangkang akan dijadikan semacam pusat budaya kelautan. Sementara Mijen dan Gunungpati dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dan pusat pelestarian burung.

”Pusat pelestarian burung ditempatkan di Sekaran. Selain penangkaran, tempat itu dilengkapi dengan pasar burung dan tempat penelitian,” kata Koestomo yang juga salah seorang perumus RIPP.

Khusus wisata religi, Semarang perlu memiliki kompleks retret lintas agama. Lokasi yang tepat berada di Kelurahan Jabungan. Di tempat itu, umat dari berbagai agama bisa melakukan khalwat atau semedi. Bentuknya kira-kira sama dengan yang ada di Bukitlawang, Sumatera Utara.

”Tapi sekali lagi, tanpa kemauan serius dari pemangku kebijakan, pariwisata di Semarang tidak akan pernah berkembang. Langkah pertama sahkan RIPP dulu, lalu dengan sepenuh hati isinya dilaksanakan.”(Rukardi-41)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/

________________________________________________________________________________________

Mungkin Inilah mengapa pariwisata di semarang kurang terkoordinir dengan baik, karena payung hukum utk konsentrasi arah dan tujuan pariwisata kota semarang tidak kunjung disahkan.

:cheers:

bozhart
November 14th, 2008, 09:27 AM
Nemu ini
http://img233.imageshack.us/img233/3369/adsgajahmadaoffice1of5.png

Glassy lagi ... bagus tapi sayang cuma 7 lantai :ohno:

_______________________________________

@om bozhart. saya lagi ngumpulin bahan dari listing proyek yang saya sebutin tempo hari. tapi pelan - pelan om..., he..he..he..he.., waktuku juga ga banyak..., :)

:cheers:
Ok thanks, nggak apa2 pelan2 sebab perkembangan di Semarang juga pelan2 hehe :tongue2:

_______________________________________

Oh iya...saya pernah denger akan ada proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan antara daerah gombel dan sekaran (UNES). Apakah proyek ini akan terealisasi? kalo menurut saya proyek ini cukup sensasional, selain membantu mobilitas antar daerah, proyek ini memiliki potensi sebagai salah satu icon baru kota semarang.
mas patro, kalo ga salah itu jembatan sekaran - srondol yang akan memecah konsentrasi kepadatan jalan di jalan utama dewasa ini...
Setuju dibangun jembatan yg menghubungi Banyumanik - Sekaran. Dulu gw pernah kesulitan mencapai Sekaran dari Banyumanik sebab terpisah oleh ngarai (canyon) sepanjang kira2 6 km dan sedalam 50 - 100 m yg berisi Sungai Garang maka harus berputar di Ungaran atau Bendan Duwur tetapi tidak sempat sebab terburu2 ke airport utk kembali ke Jakarta. Gw mau mencapai Sekaran itu sebab penasaran dgn beberapa gedung yg tampak di kejauhan ini hehe. Sampai sekarang gw belum pernah ke Sekaran :D

1
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/ngarai.jpg

2
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/09130004.jpg

3
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/09130001.jpg

4
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/09130007.jpg

bozhart
November 14th, 2008, 09:29 AM
Terowongan utk kereta Shinkansen yg mau dibangun di Semarang ini apakah di bawah tanah dan berapa panjangnya? Apakah sepanjang satu kota Semarang dan stasiunnya di bawah tanah? :nuts:

11/11/2008 22:36 wib
Pemerintah Bangun Rel Baru KA Cepat Jakarta-Surabaya

Semarang, CyberNews. Mulai tahun 2013, pemerintah bekerja sama dengan Japan Transportation Consultant (JTC) akan membangun rel baru untuk kereta api cepat tujuan Jakarta-Surabaya. Diharapkan, kereta api ini sudah bisa beroperasi di Indonesia tahun 2020.

Menurut Direktur Deputi Divisi Internasional JTC, Keiichi Aoki, proyek ini akan menelan dana Rp 15 triliun. Jumlah tersebut sudah termasuk pembangunan seluruh infrastruktur beserta pengadaan gerbong kereta. Untuk tahap kajian awal, kajian lanjut (feasibility study), survei dan desain dasar, serta pendampingan teknik pengoperasian, dana berasal dari bantuan Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Sedang untuk tahap pembangunan infrastruktur, JBIC akan memberikan pinjaman lunak misal bunga 0,1 persen untuk jangka waktu 40 tahun. Selain itu pemerintah Indonesia juga bisa menambah dana dengan melakukan pinjaman pada bank lain.

"Biaya rel baru 2/3 akan ditanggung pemerintah pusat, dan 1/3 nya ditanggung pemerintah daerah," katanya usai sosialisasi kereta api cepat di kantor Dishub Jateng, Selasa (11/11).

Ketua tim studi proyek pembangunan kereta api cepat itu mengatakan, seluruh komponen kereta nantinya akan didatangkan langsung dari Jepang. Kemudian untuk perakitan dilakukan oleh PT Industri Kereta Api (Inka) di Madiun. Rel untuk KA cepat ini memiliki struktur konstruksi khusus yakni slab track. Slab track menggunakan lapisan campuran beton dan aspal yang diletakkan di antara lapisan beton dasar dan beton penutup.

"Jalur baru ini akan berdekatan dengan jalur yang telah ada. Tidak ada persimpangan pada jalur ini, sehingga tidak akan ada kecelakaan. Hanya pada saat akan memasuki stasiun di Semarang, kereta ini akan berjalan dalam terowongan dengan luas 72 meter persegi."

238 km per jam

Kereta yang rencananya akan diberi nama Argo Cahaya tersebut akan menggunakan jenis kereta api cepat Shinkansen yang telah 44 tahun beroperasi di Jepang, dengan kecepatan 238 km per jam. Sehingga jarak Jakarta-Surabaya sepanjang lebih kurang 683 kilometer akan ditempuh dalam waktu 2 jam 51 menit.

Nantinya kereta akan berhenti di sembilan stasiun besar yaitu Jakarta, Cikampek, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Gambringan, Cepu, dan Surabaya. "Kota-kota ini dipilih karena memiliki perkembangan ekonomi yang cukup bagus serta perpindahan moda transportasi yang mudah bagi para penumpang," ujarnya.

Dengan kecepatan super tinggi sehingga waktu tempuh menjadi singkat, bahkan hampir menyamai waktu tempuh pesawat terbang, maka harga tiketnya pun terbilang mahal. Harga tiket sekitar Rp 1 juta, menyesuaikan harga tiket pesawat.

"KA ini memang diperuntukkan bagi pebisnis dan masyarakat yang membutuhkan waktu singkat untuk menempuh jarak jauh. Diharapkan, para penumpang pesawat bisa berpindah ke KA cepat ini," kata dia.

(Fani Ayudea /CN09)

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=17293

titus15
November 14th, 2008, 12:49 PM
Setuju dibangun jembatan yg menghubungi Banyumanik - Sekaran. Dulu gw pernah kesulitan mencapai Sekaran dari Banyumanik sebab terpisah oleh ngarai (canyon) sepanjang kira2 6 km dan sedalam 50 - 100 m yg berisi Sungai Garang maka harus berputar di Ungaran atau Bendan Duwur tetapi tidak sempat sebab terburu2 ke airport utk kembali ke Jakarta. Gw mau mencapai Sekaran itu sebab penasaran dgn beberapa gedung yg tampak di kejauhan ini hehe. Sampai sekarang gw belum pernah ke Sekaran :D

2
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/09130004.jpg


Kalo itu rektorat UNNES Sekaran...

Sepakat. akses jalan di Semarang belum menyeluuh, harus segera dibangun. Beberapa kota di Sumatra dan Kalimantan umumnya terpisah sungai besar, sehingga akses perhubunganya terhambat. Semarang punya kendala seperti itu rupanya.
Ide jembatan yang sensasional (proyeknya sensasional, dan kalau melintasi pasti juga akan menikmati sensasi yang berbeda pula), bagus banget kalo diimplementasikan.
Hanya saja memang ada kendala patahan tanah yang perlu diwaspadai. Perlu teknologi jembatan yang cukup untuk membangun akses itu.

Dazon
November 14th, 2008, 01:55 PM
Nemu ini
http://img233.imageshack.us/img233/3369/adsgajahmadaoffice1of5.png
Sebuah kawasan perkantoran baru, berlokasi di Jl. Gajahmada, pusat kota Semarang, kira-kira 5 menit dari Simpang Lima (naik mobil, jam padat). Office building dengan desain modern minimalis, dan space parkir yang memadai. Terdiri dari 2 tower dengan total luas 4375 m˛. Disewakan per m˛ atau per lantai atau per tower.

di http://anglingp.wordpress.com/category/project-development/

Wow The East Banget.

jacken
November 14th, 2008, 03:09 PM
Nemu ini
http://img233.imageshack.us/img233/3369/adsgajahmadaoffice1of5.png
Sebuah kawasan perkantoran baru, berlokasi di Jl. Gajahmada, pusat kota Semarang, kira-kira 5 menit dari Simpang Lima (naik mobil, jam padat). Office building dengan desain modern minimalis, dan space parkir yang memadai. Terdiri dari 2 tower dengan total luas 4375 m˛. Disewakan per m˛ atau per lantai atau per tower.

di http://anglingp.wordpress.com/category/project-development/

sayang...kurang tinggi gedungnya. wow nantinya jl. gajahmada makin banyak higrise building-nya ya (dah ada gumaya hotel dan ibis)

titus15
November 15th, 2008, 02:09 AM
sayang...kurang tinggi gedungnya. wow nantinya jl. gajahmada makin banyak higrise building-nya ya (dah ada gumaya hotel dan ibis)
ASPAC Building juga di Jl Gajahmada lho mas... juga Gereja Alfa-Omega, di sekitaran Gajahmada juga...

titus15
November 15th, 2008, 04:28 AM
Dari wawasandigital...

Sabtu, 15 November 2008

Dibangun taman estetis

Image
Foto: Nurul Wakhid
MUGASARI - Taman Menteri Soepeno atau yang lebih dikenal sebagai Taman KB, akan segera dilengkapi dengan taman tambahan. Taman tersebut terletak di sisi barat Taman KB atau berdampingan dengan lahan milik SMU I Semarang. Menurut Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang Yudi Mardiana, taman ini nantinya merupakan taman pasif. Jadi fungsinya hanya sebagai penambah keindahan kota. ’’Taman ini memiliki fungsi estetika, nantinya akan dilengkapi dengan grojokan air,” terangnya kepada Wawasan, kemarin.

Dijelaskannya, dana pembangunan taman kecil sekitar Rp 48 juta yang diambil dari anggaran berjalan APBD Kota Semarang 2008. Target pembuatannya direncanakan akan selesai dalam kurun waktu tidak lebih dari satu bulan.

Yudi menambahkan, keberadaan taman kecil akan menambah fungsi dari Taman KB yang rencananya pada tahun 2009 nanti akan menjadi taman percontohan. Di taman tersebut nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas bermain bagi anak-anak dan jogging track bagi masyarakat.

’’Nantinya akan kami lengkapi dengan semacam track untuk manula yang membutuhkan pijat refleksi pada kaki. Dananya mungkin tak kurang dari Rp 1,5 miliar. Doakan saja semuanya berjalan sukses, agar tahun depan taman itu segera terwujud,” imbuhnya.

Dari pantauan Wawasan, Jumat (14/11) beberapa pekerja tampak sibuk membuat dinding air terjun setinggi kurang lebih dua meter. Meski demikian, taman tersebut tak akan dilengkapi dengan fasilitas rekreasi karena hanya berfungsi sebagai taman pasif penambah estetika.

Beberapa tahun lalu, banyak gerobak PKL yang ditempatkan di tempat tersebut, namun oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman, lahan kosong tersebut segera diberi pagar pembatas. Rencana pembuatan taman ini tentunya sangat positif mengingat Semarang sedang berupaya untuk meraih Adipura untuk kesekian kalinya. hid-Yn

bozhart
November 16th, 2008, 11:27 AM
Kalo itu rektorat UNNES Sekaran...
Oh ternyata Unnes Sekaran, thanks. Tepat di tepi jurang? ada foto gedungnya yg lebih dekat?

__________________________________

ASPAC Building juga di Jl Gajahmada lho mas... juga Gereja Alfa-Omega, di sekitaran Gajahmada juga...
Di Wikimapia ada tulisan Mataram Mall di samping Gereja Bethel Gajah Mada. Kukira mau dibangun di Jl Mataram ternyata di Jl Gajah Mada. Klik di sini (http://www.wikimapia.org/#lat=-6.9782495&lon=110.4215187&z=18&l=0&m=a&v=2) utk lokasinya di Wikimapia.

titus15
November 16th, 2008, 12:22 PM
Di Wikimapia ada tulisan Mataram Mall di samping Gereja Bethel Gajah Mada. Kukira mau dibangun di Jl Mataram ternyata di Jl Gajah Mada. Klik di sini (http://www.wikimapia.org/#lat=-6.9782495&lon=110.4215187&z=18&l=0&m=a&v=2) utk lokasinya di Wikimapia.

Aduh jangan percaya Wikimapia... banyak yang mleset infonya...
Foto UNNES Sekaran ...
http://img91.imageshack.us/img91/5729/unnesnb9.jpg

http://img528.imageshack.us/img528/1428/unnes3sn7.jpg

Kalo dilihat dari Googlearth, jarak dari Gerbang Undip (patung kuda Ngesrep) sampai Kampus Unes Sekaran ditarik garis lurus cuma 3 - 3,5km.
Tapi kalo maau kesana harus memutar dulu, lewat Bendan atau lewat Ungaran, yang jaraknya bisa sampai belasan kilometer. Kalau ada jembatan penghubng kelihatannya bakal seru nih... (ngarep... hehe):nuts:
http://img219.imageshack.us/img219/139/undipunnesjarakts0.jpg

Kalau jembatan penghubung jadi, jarak Undip Unnes bakal cuma sekitar 5 km, dan ini menguntungkan karena berarti hubungan 2 kampus ini nggak lagi terisolir. Ya, walaupun jarak yang ada saat ini cuma sekitar 12km, tapi karena jalan yang ditempuh bukan jalan protokol, dan sangat gelap di malam hari, kedua kampus ini seakan berada di tempat yang terisolir. Seharusnya dibangun jalan protokol baru (dan jembatan yang melintasi lembah Kaligarang) untuk menghubungkan kedua kampus ini.

Cah SMG
November 16th, 2008, 03:24 PM
^^ UNNES apaan ya? Nice joglo building...

titus15
November 16th, 2008, 04:10 PM
^^ UNNES apaan ya? Nice joglo building...

Unnes, Universitas Negeri Semarang ... dulu IKIP Semarang...

bozhart
November 17th, 2008, 04:23 PM
@ titus15, thanks utk foto2 Unnes :)

Ya jarak lurusnya cuma 3 - 3.5 km. Dari GoogleEarth tampak daerah di sebelah barat lembah Kaligarang masih sangat sedikit penduduk, maka pembangunan jembatannya mungkin kurang dapat prioritas dari pemerintah. Tetapi karena sekarang daerah sebelah timur lembah sudah padat, maka perlu dibangun jembatannya utk memindahkan kepadatannya ke sebelah barat.

Kalau memutar di Ungaran yg paling dekat lewat jembatan di sini:
http://www.wikimapia.org/#lat=-7.1088935&lon=110.401606&z=18&l=0&m=a&v=2
Tampak utk mencapai jembatan itu, lewat jalan menurun berliku2.

titus15
November 18th, 2008, 01:35 AM
@ titus15, thanks utk foto2 Unnes :)

Ya jarak lurusnya cuma 3 - 3.5 km. Dari GoogleEarth tampak daerah di sebelah barat lembah Kaligarang masih sangat sedikit penduduk, maka pembangunan jembatannya mungkin kurang dapat prioritas dari pemerintah. Tetapi karena sekarang daerah sebelah timur lembah sudah padat, maka perlu dibangun jembatannya utk memindahkan kepadatannya ke sebelah barat.

Kalau memutar di Ungaran yg paling dekat lewat jembatan di sini:
http://www.wikimapia.org/#lat=-7.1088935&lon=110.401606&z=18&l=0&m=a&v=2
Tampak utk mencapai jembatan itu, lewat jalan menurun berliku2.

sama-sama mas
Kalo dibangun akses langsung kesana, sepertinya bakal berguna sekali, setidaknya memotong waktu tempuh dan memperlancar hubungan 2 kampus besar di Semarang. Dan bukan tidak mungkin pertumbuhan kos-kosan dan persebaran mahasiswa jadi lebih membaur antara 2 kampus tersebut.

Btw ternyata kalo lewat ungaran sangat jauh muternya. Dari Undip sampai taman unyil saja sudah hampir 8km, belum masih harus muter lagi ke utara. mungkin hampir 14 km ya mas.

titus15
November 18th, 2008, 04:34 PM
jalan-jalan diundip lihat bebarapa project...
gak semuanya... antara lain saja:
http://img510.imageshack.us/img510/1810/undip2fd7.jpg
Masjid kampus...
http://img65.imageshack.us/img65/1497/undipyf2.jpg
fakultas ekonomi?

titus15
November 18th, 2008, 04:36 PM
Juga lihat proyek Rusunawa Mahasiswa:

http://img148.imageshack.us/img148/3356/undiprusunawale1.jpg

http://img148.imageshack.us/img148/3185/undiprusunawa2ww5.jpg

http://img80.imageshack.us/img80/3554/undiprusunawa4nn4.jpg

http://img510.imageshack.us/img510/395/undiprusunawa7ay1.jpg

bozhart
November 19th, 2008, 07:54 AM
http://img510.imageshack.us/img510/1810/undip2fd7.jpg
auditorium?
Tidak ada perubahan sejak terakhir ke sana setengah tahun lalu ... mangkrak?

__________________________________


Juga lihat proyek Rusunawa Mahasiswa:
http://img510.imageshack.us/img510/395/undiprusunawa7ay1.jpg
Ini bagian program 1000 tower dari pemerintah bukan? Bisa tunjukkan lokasinya di Wikimapia?

titus15
November 19th, 2008, 12:18 PM
^^lokasinya diantara stadion Undip dan balai latihan PU-Undip...
http://wikimapia.org/#lat=-7.0553551&lon=110.4444838&z=17&l=0&m=a&v=2
kurang tahu kalo yang 1000 tower itu proyek PU atau proyek Depdiknas...
kalo ini dari plang namanya proyeknya Depdiknas...

sembilanbelas
November 22nd, 2008, 06:20 AM
Gedung perkantoran di Jalan Gajah Mada yang 4 dan 7 lantai itu apa namanya? Kenapa ga yang 4 lantai itu dijadikan satu dengan yang 7 lantai, jadi 11 lantai. Kan jadi sama dengan rata-rata tinggi gedung yang lain di Semarang. Ato 4 dan 7 digabung jadi 47 lantai. hehe.... ga mungkin ya!

bozhart
November 22nd, 2008, 07:32 AM
^^ Menurut website itu, namanya Gajahmada Office mungkin :)

bozhart
November 22nd, 2008, 07:33 AM
Alun-alun di Semarang
Pusat pertumbuhan ekonomi dulu, sekarang dan mendatang

1) Ini foto alun-alun pertama di Semarang. Tahun fotonya sekitar 1890-1895 menurut websitenya (klik di sini (http://www.nvva.nl/renekrul/catalogs/0000java.htm)). Sekarang sudah dipenuhi Hotel Metro, STIE BPD, Pasar Johar, Pasar Kanjengan, Pasar Yaik Permai dll.
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/fd1a9d59.jpg

2) Thn 1969 pindah ke alun-alun ke dua namanya Lapangan Pancasila
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/97597bcd.jpg

3) Kemudian namanya berubah menjadi Simpang Lima
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/69718e01.jpg

4) Simpang Lima thn 2008
http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/e343a74f.jpg


5) Menurut Kompas ini, ada rencana pindah lagi alun-alunnya ke Pedurungan atau Mijen ??

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/404d2414.jpg

Simpang Lima, dari Budaya ke Komersial
Perlu Penataan agar Pertumbuhan Ekonomi Merata
Sabtu, 22 November 2008 | 10:06 WIB

SEMARANG, KOMPAS - Kawasan Simpang Lima di Kota Semarang kini telah berubah wajah dari ruang publik yang kaya kegiatan budaya menjadi kawasan komersial yang padat. Wajah lama kawasan Simpang Lima adalah pusat aneka kegiatan olahraga, budaya, dan kesenian, serta pertemuan warga. Kawasan yang menjadi jantung Kota Semarang itu harus ditata agar tidak kelebihan beban.

Demikian pendapat pengajar Program Magister Lingkungan dan Perkotaan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Tjahjono Rahardjo di Kota Semarang, Jumat (21/11).

Tjahjono mengatakan, kawasan Simpang Lima sekitar tahun 1970 masih menjadi pusat kebudayaan warga Kota Semarang. Ada gedung olahraga yang sering digunakan untuk mengadakan berbagai kegiatan olahraga, kesenian, dan kebudayaan. Ada pula Wisma Pancasila sebagai gedung pertemuan.

Di ujung Jalan Pandanaran seberang masjid terdapat museum Jawa Tengah. Adapun di ujung Jalan Pahlawan dulu terdapat gedung bioskop modern Gajah Mada. Kini seluruh bangunan itu telah diruntuhkan dan berganti menjadi mal, hotel, serta pertokoan raksasa.

"Hanya Masjid Baiturrahman yang masih bertahan di tempatnya. Sisanya sudah berubah menjadi kawasan komersial. Untungnya salah satu SMK terbaik yang ada di wilayah itu tidak ikut beralih rupa. Jika sekolah saja ikut diubah menjadi tempat untuk meraup keuntungan, ini akan merembet ke kawasan-kawasan lain," kata Tjahjono.

Tjahjono mengatakan, Pemkot Semarang menyediakan alternatif lain agar masyarakat tetap memiliki ruang publik. GOR, misalnya, dipindahkan ke Karangrejo, Museum Jateng dipindahkan ke daerah Kalibanteng. Sayangnya, tempat yang disediakan berpencar dan jauh dari jangkauan masyarakat. "Kondisi ini menyebabkan minat masyarakat Kota Semarang akan budaya semakin menurun. Jadi, tidak aneh jika Kota Semarang tidak memiliki gereget kegiatan budaya atau kesenian seperti kota besar lain," ujar Tjahjono.

Tjahjono menambahkan, kini masyarakat pun cenderung tidak memiliki pilihan untuk berekreasi di ruang publik. Kemunculan pertokoan besar semakin memberi jarak kepada publik, terutama bagi warga kelas bawah.

Rindu ruang publik

Alhasil, lambat laun masyarakat yang merindukan adanya ruang publik yang dapat diakses siapa saja, mulai menciptakan kawasan sendiri di tempat yang sama. Hal ini menurut Tjahjono tidak dapat dihindari karena masyarakat juga memiliki kepentingan akan tempat itu.

"Dalam hal ini pemerintah seharusnya bisa menjadi fasilitator di antara berbagai kepentingan agar segala sesuatunya seimbang. Penataan diperlukan agar Kota Semarang tidak terkesan berantakan. Namun, pemerintah harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan mereka yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan itu," kata Tjahjono.

Ketua Paguyuban Induk Pedagang Simpang Lima Suharyono mengatakan, Simpang Lima telah menjadi tumpuan bagi para pedagang untuk menggantungkan hidup mereka. Jika kawasan itu dibersihkan dari pedagang kaki lima, akan ada ribuan orang kehilangan mata pencaharian.

Masyarakat selama ini menganggap Simpang Lima sebagai tempat rekreasi yang murah meriah dan mudah dijangkau. Simak pengakuan Agus Pri (32) yang datang bersama istri dan anaknya dari Pamularsih. Agus sering mengajak keluarganya berjalan-jalan di Simpang Lima, terutama saat baru saja menerima gaji bulanan.

"Di Semarang hiburan apa lagi yang murah meriah. Walau hanya jalan-jalan dan makan di pinggir jalan, kami sudah senang," ungkap Agus.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan III Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang M Farchan mengatakan, fungsi Simpang Lima sebagai ruang publik bagi warga Kota Semarang masih berjalan. Namun, estetika lingkungan di kawasan itu semakin berkurang karena maraknya reklame di sekeliling kawasan Simpang Lima.

Perlu penataan

Selain sebagai tempat berinteraksi warga, kawasan Simpang Lima juga menjadi lokasi kegiatan pemerintahan seperti upacara bendera. "Upacara tetap bisa berlangsung, tetapi keberadaan reklame- reklame itu mengganggu suasana," kata Farchan.

Ruang publik, kata Farchan, haruslah memandang manusia sebagai prioritas. Namun, di kawasan Simpang Lima, kendaraan lebih menonjol. Jika ada kegiatan di lapangan Simpang Lima, warga kesulitan untuk menyeberang karena terlalu banyak kendaraan yang melintas.

Oleh karena itu, kata Farchan, kawasan Simpang Lima perlu segera ditata. Bahkan, perlu dicari titik-titik ruang publik baru yang bisa berfungsi sama seperti Simpang Lima.

"Ada dua titik kawasan yang bisa diubah menjadi ruang publik untuk mengurangi beban Simpang Lima, yakni di Pedurungan dan Mijen," kata Farchan.

Diharapkan, pengembangan ruang publik baru akan mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi di lokasi itu. Jadi, Kota Semarang dapat berkembang secara merata. (UTI/DEN)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/22/10064647

bozhart
November 22nd, 2008, 08:58 AM
^^ Mijen yg disebut di atas mungkin adalah BSB (Bukit Semarang Baru) ...

Ini dari iklan BSB:

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/c2c007e5.gif



Ada yg tahu resort hotel berbintang yg sedang u/c ini ?

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/ffbd7018.gif



Kota2 metropolitan lain sedang membangun proyek besar2 sementara Semarang ini masih sibuk memikirkan lokasi pusat pertumbuhan ekonomi baru :nuts:

NpF
November 22nd, 2008, 12:53 PM
om bozh tengkyu buat infonya, oh iya, saya ada info, kata teman kantor saya yang tinggal di salah satu cluster di BSB mengatakan bahwa sekarang di BSB lagi sulit air, so kmrn para bapak2 dikumpulin ama pak RT ngebahas soal ini, perwakilan pengembang mengatakan katanya air tanah di wil BSB makin berkurang jumlahnya... so ketika temen saya yg satu lagi berniat u/ ambil rumah, temen saya yg udah punya rumah di BSB langsung bilang jangan deh,,,, sekarang airnya sulit :) ...

Nah... sekarang BSB diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan baru kota, secara lokasi sebetulnya sangat cocok, terletak diluar wilayah KKOP, so higrises can be built here , didukung pula dengan rencana pelebaran jalan 40 m ngaliyan - mijen, jumlah penduduk yang sudah lumayan padat, dan banyak hal pendukung lain, jadi captive marketnya harusnya udah ada, tinggal ngolah aja, tapi jika ditarik lagi ke belakang, proses pembangunan BSB sudah berjalan 10 tahun (kalau saya tidak salah) tapi sepertinya progress nya ga cukup meyakinkan ( maaf ) kalau lokasi BSB ini bisa dikembangkan dengan briliyan oleh developernya plus kebijakan pemkot semarang yg cihuy, nih lokasi bisa bener2 jadi pusat kota baru di semarang,

sekarang kalau dilihat jalur ngaliyan ke arah BSB udah rame banget, banyak ruko2 baru dibangun, ada RS baru yg cukup keren juga lho di ngaliyan ( RS Permata medika ), kayaknya mesti ada mall yang besar di daerah ini, itu kayaknya yg kurang, kalau roda perekonomian di daerah ini jalan, kayaknya BSB bisa mewujudkan apa yg dicita2kannya. CMIIW

titus15
November 22nd, 2008, 03:06 PM
[B]
"Ada dua titik kawasan yang bisa diubah menjadi ruang publik untuk mengurangi beban Simpang Lima, yakni di Pedurungan dan Mijen," kata Farchan.

Sayangnya pemkot kurang berano bikin terobosan supaya investor masik di kawasan lain sealain CBD. Bukyinya walaupun kawasan BIS, Pedurungan maupun Candi sudah padat dan potensial, belum ada Mal, Pasar Modern, Hotel, pusat-pusat hiburan dll di kawasan tersebut. Padahal logikanya masyarakat sudah membutuhkan.

titus15
November 22nd, 2008, 03:33 PM
Kota2 metropolitan lain sedang membangun proyek besar2 sementara Semarang ini masih sibuk memikirkan lokasi pusat pertumbuhan ekonomi baru :nuts:

maksudnya sudah sibuk to mas... ya semarang wilayahnya terlalu luas, berkembangnya sementara masih disitu-situ saja. Memang perlu pengembangan daerah pinggiran supaya perkebangab kita bisa lebih meluas dan supaya ddaerah pinggiran nggak lagi terkesan ndeso, walaupun kelestarian alam dan lingkungan di daerah pinggiran tetap harus dipertahankan...

tentang air tanah, sebuah pengembang skala besar nampaknya nggak boleh bergantung semata-mata dari air tabah saja. Pengembang harus memiliki sendiri instalasi pengolah air untuk didistribusikan ke warga. Jangan sampai gara-gara kendala air, kawasan ini nantinya ditinggalkan...

titus15
November 22nd, 2008, 03:48 PM
mas Boz nambahin ada 1 lagi foto simpang lima awal tahun 80an... diambil dari GOR Simpanglima, sekarang Citraland Mall...
http://img233.imageshack.us/img233/1283/spg580anmy0.jpg

Cah SMG
November 23rd, 2008, 08:36 AM
... tapi jika ditarik lagi ke belakang, proses pembangunan BSB sudah berjalan 10 tahun (kalau saya tidak salah) tapi sepertinya progress nya ga cukup meyakinkan ( maaf ) kalau lokasi BSB ini bisa dikembangkan dengan briliyan oleh developernya plus kebijakan pemkot semarang yg cihuy, nih lokasi bisa bener2 jadi pusat kota baru di semarang,...


BSD City butuh 20 tahun lebih untuk berkembang menjadi seperti sekarang ini. Khususnya perkembangan pesat baru terjadi tiga-empat tahun terakhir, ketika manajemennya diambil alih oleh Sinar Mas Group.

Mungkin BSB Semarang perlu niru BSD, diganti menjadi BSB City.... :cheers:

Thanks Bozhart and Titus for nice pictures of Simpanglima in progres..

AceN
November 23rd, 2008, 08:56 AM
Wow, nice photo om & titus :okay:

Andai tram nya masih ada sampe skarang.... ;)

titus15
November 23rd, 2008, 05:53 PM
melengkapi foto-foto jadul seputar simpang 5, ini jl Pahlawan (poros utama Simpang 5) tahun 1920an...
http://img211.imageshack.us/img211/5471/sirandawegaw3.jpg
diambil dari www.semarang.nl

Ampelio
November 24th, 2008, 08:10 AM
^^Kota2 metropolitan lain sedang membangun proyek besar2 sementara Semarang ini masih sibuk memikirkan lokasi pusat pertumbuhan ekonomi baru :nuts:

^^gak perlu grusa-grusu...mas, alon-alon waton kelakon:)

Kata org2 tua: "..nyambut gawe ki nganggo waton, nanging ojo waton nyambut gawe", artinya bekerja itu pakai aturan(=waton), tapi jangan asal(=waton ) bekerja

IMO dibanding kota2 metropolitan lain yg salah satu masalah utama-nya adalah terbatasnya lahan utk pengembangan, Semarang justru memiliki cukup banyak kantong2 berupa lahan kosong yg luas terutama di bagian selatan kota. Hanya saja kondisi kontur yg berbukit-bukit menjadi kendala tersendiri, diperlukan perencanaan yg matang dan komprehensif, termasuk mempertimbangkan utk daerah resapan air, dampak lingkungan dsb. ...pembangunan yg nyaris tak terkendali di selatan Jakarta dan utara Bandung bisa menjadi pelajaran berharga Kota Semarang dalam merencanakan pengembangan Semarang selatan.

laba-laba
November 24th, 2008, 10:06 AM
pembagian fungsi2 daerah di semarang gimana ?
ada yg bbisa jelaskan ?
misalnya daerah resapan di bagian selatan ? ato gmn..
daerah pemukiman dmn ? bisnis ? cbd ? pabrik ?

bozhart
November 24th, 2008, 10:28 AM
http://wikimapia.org/#lat=-7.0553551&lon=110.4444838&z=17&l=0&m=a&v=2
Thanks utk linknya.

_________________________________________

maksudnya sudah sibuk to mas...
Ya dari dulu pemkot sibuk menata kota Semarang mulu dan sampai sekarang masih sibuk menata terus. Kapan pembangunannya pesat :nuts:

_________________________________________

so kmrn para bapak2 dikumpulin ama pak RT ngebahas soal ini, perwakilan pengembang mengatakan katanya air tanah di wil BSB makin berkurang jumlahnya...
Thanks infonya. Padahal masih ada banyak air di Danau BSB tapi betul kata Titus, jangan hanya bergantung pd air tanah saja. Apakah sekarang BSB belum dipasang jaringan pipa air PAM? :nuts:

_________________________________________

proses pembangunan BSB sudah berjalan 10 tahun (kalau saya tidak salah) tapi sepertinya progress nya ga cukup meyakinkan ( maaf )

kayaknya mesti ada mall yang besar di daerah ini, itu kayaknya yg kurang
Setuju, BSB ini luas dan warganya makin padat, seharusnya ada mal besar sebab lokasinya jauh dari pusat Semarang.

_________________________________________

^^gak perlu grusa-grusu...mas, alon-alon waton kelakon:)

Kata org2 tua: "..nyambut gawe ki nganggo waton, nanging ojo waton nyambut gawe", artinya bekerja itu pakai aturan(=waton), tapi jangan asal(=waton ) bekerja
Thanks. Tapi jangan terlalu pelan-pelan sebab penduduk Semarang sudah 1,5 juta lho.

_________________________________________

pembagian fungsi2 daerah di semarang gimana ?
ada yg bbisa jelaskan ?
misalnya daerah resapan di bagian selatan ? ato gmn..
daerah pemukiman dmn ? bisnis ? cbd ? pabrik ?
Di website ini ada peta RTRW thn 2000 - 2010, terdiri dari 10 BWK (bagian wilayah kota). Klik masing2 BWK utk melihat legend arti warnanya.
http://www.semarang.go.id/cms/index.php?option=com_wrapper&Itemid=123
Tapi sekarang RTRWnya sudah direvisi utk tahun 2010 - 2030.

hildalexander
November 24th, 2008, 10:42 AM
BSD City butuh 20 tahun lebih untuk berkembang menjadi seperti sekarang ini. Khususnya perkembangan pesat baru terjadi tiga-empat tahun terakhir, ketika manajemennya diambil alih oleh Sinar Mas Group.

Mungkin BSB Semarang perlu niru BSD, diganti menjadi BSB City.... :cheers:

Thanks Bozhart and Titus for nice pictures of Simpanglima in progres..

asal jangan cuma gimmick aja Mas.... BSD City bisa disebut kota mandiri itu karena punya basic ekonomi, begitu juga dengan Lippo Cikarang, Jababeka City, mereka punya basic ekonomi yang umumnya ditopang oleh industri yang menjadi generator sekaligus katalisator pada masing2 pengembangan itu. Nah, apakah BSB punya basic ekonomi? dan apakah luasan pengembangannya lebih dari 1.000 Ha?

titus15
November 24th, 2008, 10:56 AM
asal jangan cuma gimmick aja Mas.... BSD City bisa disebut kota mandiri itu karena punya basic ekonomi, begitu juga dengan Lippo Cikarang, Jababeka City, mereka punya basic ekonomi yang umumnya ditopang oleh industri yang menjadi generator sekaligus katalisator pada masing2 pengembangan itu. Nah, apakah BSB punya basic ekonomi? dan apakah luasan pengembangannya lebih dari 1.000 Ha?

Ke depan seharusnya bisa, luasnya lebih kurang 1000ha, dan juga dibangun kawasan-kawasan industri disana. Jika dari jalan masuk utama (jalan Semarang Kendal), sekitar 5 km dari lokasi, saat ini sudah merupakan kawasan industri yang padat. Tinggal mengoptimalkan akses saja seharusnya, dan pula seberapa cepat pemerintah atau pengembang segera membuka akses tersebut.

hildalexander
November 24th, 2008, 11:13 AM
So, kendala utamanya adalah aksesibilitas dan mungkin juga infrastruktur jalan yang berkualitas. Idealnya memang sebuah kota baru itu harus dirancang serba terbuka. Agar mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi dan aspek kehidupan lainnya. Semoga saja pengembang BSB punya visi yang berorientasi pada pertumbuhan kawasan baru yang terintegrasi dengan kawasan lama.

titus15
November 24th, 2008, 11:24 AM
So, kendala utamanya adalah aksesibilitas dan mungkin juga infrastruktur jalan yang berkualitas. Idealnya memang sebuah kota baru itu harus dirancang serba terbuka. Agar mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi dan aspek kehidupan lainnya. Semoga saja pengembang BSB punya visi yang berorientasi pada pertumbuhan kawasan baru yang terintegrasi dengan kawasan lama.

Menurut saya sih sudah cukup cepat perkembangannya. Hanya saja memang bulum ada pusat keramaian baru yang dibangun pengembang. Kelihatannya warga kalo belanja masih memanfaatkan fasilitas publik di luar perumahan seperti pasar tradisional di kawasan sekitar, juga swalayan-swalayan lokal di jalan Ngaliyan (ada juga Ono swalayan, plesetannya ADA Swalayan).

Seharusnya pengembang juga membuat fasilitas publik/keramaian/hiburan untuk lebih menarik masyarakat tinggal di kawasan tersebut dan membuat kawasan menjadi lebih berkembang.

hildalexander
November 24th, 2008, 11:27 AM
setuju Mas....

Ampelio
November 24th, 2008, 09:30 PM
...dari file2 lama, desain awal NOVOTEL Semarang mula2 seperti ni:
http://img123.imageshack.us/img123/7817/novotelsemarangvm6.jpg (http://imageshack.us)

titus15
November 25th, 2008, 01:08 AM
^^ itu dulu rencana lokasinya dimana ya. Kalo dibandingkan dengan yang sekarang jelas lahannya nggak cukup untuk hotel sepanjang itu.

Btw kenapa ya kawasan jl A Yani kayak kurang dilirik investor. Padahal jalan ini adalah protokol yang cukup besar bersinggungan/ konekto antara Simpang lima dan kawasan jl Mataram yang sarat dengan kegiatan bisnis...

bozhart
November 25th, 2008, 08:04 AM
...dari file2 lama, desain awal NOVOTEL Semarang mula2 seperti ni:
Thanks renderingnya, kelihatan lahannya lebih luas dari Novotel yg sekarang.

______________________________________

Btw kenapa ya kawasan jl A Yani kayak kurang dilirik investor. Padahal jalan ini adalah protokol yang cukup besar bersinggungan/ konekto antara Simpang lima dan kawasan jl Mataram yang sarat dengan kegiatan bisnis...
Jl A Yani itu di luar segitiga emas (Gajah Mada, Pandanaran dan Pemuda) maka kurang dilirik investor luar. Jl Mataram itu lebih banyak dilirik pengusaha lokal :)

______________________________________

Menurut saya sih sudah cukup cepat perkembangannya. Hanya saja memang bulum ada pusat keramaian baru yang dibangun pengembang. Kelihatannya warga kalo belanja masih memanfaatkan fasilitas publik di luar perumahan seperti pasar tradisional di kawasan sekitar, juga swalayan-swalayan lokal di jalan Ngaliyan (ada juga Ono swalayan, plesetannya ADA Swalayan).

Seharusnya pengembang juga membuat fasilitas publik/keramaian/hiburan untuk lebih menarik masyarakat tinggal di kawasan tersebut dan membuat kawasan menjadi lebih berkembang.
setuju Mas....
Jadi utk membangun kota mandiri / satelit yg baik, dibutuhkan minimal: basic ekonomi (industri, perkantoran dsb), fasilitas umum (mal, rekreasi, sekolah dsb), infrastruktur (jalan akses, jaringan PLN/PAM dsb), perumahan dan warganya ya. Pengembang BSB itu seharusnya diberi game simulasi SimCity :D

.

NpF
November 25th, 2008, 11:28 AM
...dari file2 lama, desain awal NOVOTEL Semarang mula2 seperti ni:
http://img123.imageshack.us/img123/7817/novotelsemarangvm6.jpg (http://imageshack.us)

wah.. tengs om ampel buat renderingnya... cukup cantik juga... tapi sayang ga jadi dibangun seperti itu, bangunan hotel novotel semarang di jalan pemuda, dulunya adalah bakan calon hotel radisson, tapi entah kenapa terhenti cukup lama konstruksinya, setelah pembangunan dimulai lagi malah jadi novotel... tapi gpp lah keduanya kan international chain... semarang ga punya cukup banyak international chain hotel ... cuma ada ciputra ( swiss belhotel ), novotel dan ibis ( accor ), holiday inn to be ( ICH )....

IMO : bekas hotel siranda itu sebetulnya cukup menarik u/ dikembangkan... atau direconstruct, view nya cantik... hmmm... kira2 kalau ada siapa ya operatornya ?

Kalau boleh milih nih ceritanya :)

1. Accor Group ( Grand Mercure or Sofitel )
2. Choice Hotel Group ( Quality )
3. Hilton
4. Hyatt
5. Sheraton
6. atau ada pilihan lain... atau malah yang tertulis diatas ga dipilih :)

Sebenernya lebih kepada ngarep banget di semarang, ada salah satu diantara tersebut diatas :ohno:
karena di ibukota propinsi di jawa kayaknya hanya semarang yang hampir dapat dipastikan tdk mempunyai yg no 3, 4, 5, :):nuts:


Cheers

Trip2Java
November 25th, 2008, 01:54 PM
^^ kalo lihat dari Hotel colorsnya sih cocoknya ASTON:lol:

NpF
November 25th, 2008, 01:57 PM
maksudnya color hotel yg cocok buat aston, yg mana nih mba trip? yg rendering lamanya novotel semarang, atau siranda hotel nya nih ? he he...

titus15
November 25th, 2008, 02:23 PM
Kalau boleh milih nih ceritanya :)

1. Accor Group ( Grand Mercure or Sofitel )
2. Choice Hotel Group ( Quality )
3. Hilton
4. Hyatt
5. Sheraton
6. atau ada pilihan lain... atau malah yang tertulis diatas ga dipilih :)

Sebenernya lebih kepada ngarep banget di semarang, ada salah satu diantara tersebut diatas :ohno:
karena di ibukota propinsi di jawa kayaknya hanya semarang yang hampir dapat dipastikan tdk mempunyai yg no 3, 4, 5, :):nuts:
Cheers

Aman group aja...

NpF
November 25th, 2008, 02:27 PM
aman boleh juga, karena siranda boleh jadi masuk kategori resort hotel ( bener ga om titus ? )

oh ya, ini diambil dari thread palembang

Aston Int'l to Manage the Quest Hotel Palembang

Posted Date : 06-Nov-08



Aston International has been appointed to manage the soon to be opened Quest Hotel Palembang. The Quest Hotel Palembang will offer guests a delightful business hotel with a relaxed environment with friendly staff helping to make for a memorable stay.

Located in the Central Business District of Palembang, the capital city of South Sumatra, the 61 room Quest Hotel is close to the best of Palembang shopping and allows for easy access to all that Palembang has to offer.

The Quest Palembang will feature the signatory Spices Restaurant & Bar, Meeting Rooms, 24 Hour Room Service, Wi-Fi internet, and a Business Center.

Chairman & CEO Mr. Charles Brookfield commented "We are thrilled that the developer in Palembang has chosen Aston International to manage this new 3 Star property in the heart of Palembang. The rapid growth of Aston International in Indonesia has seen us develop a series of new brands managed by Aston International. The Quest brand is one of these new brands and has been developed for 3 Star properties that are uncomplicated and flexible hotels dedicated to providing service from the heart; while at the same time delivering uncompromising standards of safety and cleanliness and good value for individual travelers on the go."

About Aston International
Originally from Hawaii, Aston entered the Indonesian market in the late nineties and has an underlying portfolio consisting of 40 properties including Hotels, Resorts, Serviced Apartments and Boutique Villa Resorts, of which 15 are operational and 25 under development due to open between now and 2010.
Aston properties currently operate under the 5 star Grand Aston and 4 star Aston brands but the company is also in process of introducing specific brands for Life Style Hotels (Royal Alana and Alana), Serviced Residences (Royal Avindon and Avindon), Luxury Villas (Royal Kamuela and Kamuela) and 3 and 2 star hotels (Quest Hotels and Favehotels).
The first 3 star Quest Hotels are under construction in the Indonesian Cities of Palembang and Semarang.
With a proven track record of success, Aston has a very definitive vision of the future – to be universally recognized as the preferred hospitality management company in Asia Pacific.
_______________________________________
For further information, kindly please contact:
ASTON INTERNATIONAL
Wisma Staco 3rd Floor, Suite 100
Jl. Casablanca Kav. 18
Jakarta 12870, Indonesia
Tel: +62-21 831 8800
Fax: +62-21 831 7180
Email: Info@aston-international.com
visit us: www.aston-international.com
__________________

any further information about this? the rendering, the location? thanks

bozhart
November 25th, 2008, 02:55 PM
6. atau ada pilihan lain... atau malah yang tertulis diatas ga dipilih :)

Ritz Carlton aja :D

__________________________________

The first 3 star Quest Hotels are under construction in the Indonesian Cities of Palembang and Semarang.
Gw juga belum dapat info lokasinya atau renderingnya.

titus15
November 25th, 2008, 04:04 PM
aman boleh juga, karena siranda boleh jadi masuk kategori resort hotel ( bener ga om titus ? )

Aman kalo mau buka harus cari site yang viewnya bagus. Pilihan selain Siranda mungkin daerah papandayan atau perbukitan sekitar tembalang atau Ngliyan/Gunungpati.

bozhart
November 25th, 2008, 04:49 PM
^^ Aman resort biasanya memilih tempat yg tenang, jauh dari keramaian dan tidak berisik, privasinya juga tidak terganggu. Sulit cari tempat spt itu di Semarang yg ramai.

Di Mijen ada resort sedang u/c tapi tidak jelas nama resortnya apa atau lokasi tepatnya. Beritanya dari ini:

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/ffbd7018.gif

titus15
November 25th, 2008, 05:43 PM
^^ Aman resort biasanya memilih tempat yg tenang, jauh dari keramaian dan tidak berisik, privasinya juga tidak terganggu. Sulit cari tempat spt itu di Semarang yg ramai.

Semarang kan tenang mas, adem ayem, nggak pernah rusuh, orangnya sumeh-sumeh hehehe...

bozhart
November 26th, 2008, 08:41 AM
Dapat dari RadarSemarang.com 26 Nov 2008:

1)
http://img126.imageshack.us/img126/4687/paragonvo1.jpg

2)
http://img224.imageshack.us/img224/9823/joharar3.jpg

bozhart
November 26th, 2008, 08:42 AM
Suara Merdeka
26 November 2008
Pedagang Tegaskan Penolakan Revitalisasi Johar

SEMARANG TENGAH- Pedagang Johar dan sekitarnya menilai revitalisasi yang digagas Pemkot merugikan mereka. Pedagang merasa akan disingkirkan dari upaya penataan yang mengundang investor itu.

Ketua Himpunan Persatuan Pedagang Pasar Yaik Semarang (Himppys) H Mudatsir mengatakan, rencana pembangunan hotel, ruko, pusat jajan, dan gedung parkir di area Pasar Yaik Baru mengkhawatirkan mereka.

Ia setuju revitalisasi bila hanya fokus pada pembenahan saluran dan fisik bangunan pasar yang rusak. Yang penting adalah bagaimana mengupayakan pasar yang aman dan nyaman.

Mudatsir menilai, pembangunan fasilitas itu kurang tepat karena lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Kauman, terlebih adanya hotel.

’’Dari konsep yang ditawarkan, kami jelas tergusur oleh investor yang masuk,’’ katanya di sela-sela rapat dengar pendapat studi kelayakan revitalisasi Pasar Johar di Aula Kecamatan Semarang Tengah, Selasa (25/11).

Kondisi Pasar Yaik Baru ini berada di dekat Masjid Agung Semarang atau dikenal Masjid Kauman. Bangunannya berupa los-los dengan jenis barang dagangan lebih banyak produk pakaian jadi, sandal-sepatu, tas, dan makanan-minuman.

Pemaparan studi kelayakan juga disampaikan pakar arsitektur Ir Widya Wijayanti dan pemerhati budaya Ir Dewi Tunjung. Widya menjelaskan pihaknya sebagai salah satu konsultan dalam revitalisasi Pasar Johar dan sekitarnya. Revitalisasi itu mencakup juga Pasar Yaik dan Pertokoan Kanjengan.

Dalam menyusun panduan revitalisasi, pakar-pakar yang dilibatkan di antaranya memiliki latar belakang arkeologi, sosial budaya, arsitektur, drainase, dan transportasi. ’’Dalam kajian ini kami memaparkan sesuatu yang menjadi bidang kami secara profesional dan memegang kode etik profesi,’’ tandasnya.

Dalam diskusi tersebut diketahui, eks lahan Yaik Baru dan Kanjengan juga akan dibangun ruko tiga lantai, ruko lima lantai, gedung parkir lima lantai, pusat jajan, arena bermain anak, dan one stop shopping sembilan lantai. Hotel yang akan dibangun rencananya terdiri atas 90 kamar.

Kabid Perencanaan Pembangunan Bappeda Kota Semarang Ir M Farchan MT mengatakan, pembangunan fasilitas perniagaan itu sebagai kompensasi kepada investor. Hal itu bisa menjadi nilai tambah investor dengan mengembangkan area komersial.

’’Meski demikian, ini belum menjadi keputusan resmi. Hasil diskusi ini akan ditindaklanjuti dengan penyampaian pada para pemangku kepentingan,’’ paparnya. (H22,H9-37)

Sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=40906

bozhart
November 26th, 2008, 08:47 AM
Ini kutipan dari website Aryaduta:
http://www.aryaduta.com/webcontrol/files_upload/200804092258240.Aryaduta%20Aims%20for%20High-end.pdf


... Future plans include properties in Bali, Jakarta and Semarang with an
inventory ranging between 200 and 500 rooms. ...

Ada info?

panic everyday
November 27th, 2008, 03:20 PM
kok gak ada yaaa tempat hiburan di semarang kota kita tercinta kayak hillpark nya medan?????
hillpark-medan check di:
http://www.friendster.com/viewphotos.php?a=974097024&uid=50959757

NpF
November 27th, 2008, 03:27 PM
waduh.. ternyata problem amdal paragon city belum tuntas terselesaikan juga? katanya sempat terhenti beberapa minggu, lalu beroperasi kembali... saya pikir dah beres... ternyata belum juga ( merunut pada tagline nya radar semarang )

cukup pelik juga nih... kalau ditilik dari renderingnya, ini project lumayan megah dan prestigious di semarang, come on.. make this smooth !!!

NpF
November 27th, 2008, 03:32 PM
Taken from Suara Merdeka


SEMARANG & SEKITARNYA

27 November 2008
Potensi Investasi Baru Dipetakan

SEMARANG TENGAH- Potensi investasi terus digali. Setelah menawarkan aset-aset yang terbengkalai, kini Pemkot melakukan inventarisasi bidang usaha yang berpeluang untuk dikembangkan di Kota Semarang.

Sekda Soemarmo mengatakan, pemetaan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan investor yang akan menanamkan modalnya. Pascapemetaan dilanjutkan dengan studi dan pengkajian agar dapat dijual kepada investor, baik lokal maupun asing.

’’Kami juga ingin menegaskan komitmen Pemkot untuk mengembangkan insentif bagi investor,’’ paparnya di sela-sela Workshop Potensi dan Peluang Investasi di Novotel, Selasa (26/11).

Menurut Soemarmo, sejumlah peluang investasi yang dapat dikembangkan itu antara lain tercatat pada potensi pariwisata, pasar tradisional, serta sejumlah gedung/bangunan lain yang dimiliki. Umumnya potensi tersebut berada di daerah pengembangan baru, bukan di pusat kota.

Paket insentif itu mencakup kepastian hukum, proses pengurusan yang cepat, dan menghemat biaya. Dengan demikian diharapkan mampu memberi kenyamanan berinvestasi. Metode yang dilakukan yaitu membentuk paket pengurusan birokrasi perizinan investasi. Dijelaskan, insentif ini dikembangkan bersamaan dengan adanya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)/One Stop Service (OSS).

Nanti orang yang mengurus Keterangan Rencana Kota (KRK), bisa langsung sekalian untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun izin gangguan/ Hinder Ordonansi (HO). Selama ini untuk mengurus perizinan tersebut masih satu per satu sehingga tidak efisien.
Tiga Kecamatan
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Pemberdayaan BUMD, dan Aset Daerah (BKPM, PB dan A), Harini Krisniati mengatakan, pemetaan dilakukan terhadap peluang-peluang jenis usaha disertai lokasi dan perkiraan nilai investasi. Untuk memetakan hal itu Pemkot bekerja sama dengan konsultan.
Salah satu hasil pemetaan di antaranya, peluang pengembangan supermarket dan pertokoan 5-8 lantai di Kecamatan Pedurungan, Tembalang, dan Mijen. Perkiraan nilai investasi masing-masing tempat berkisar Rp 139 miliar-198 miliar. (H22,H9-41)



Berita ini cukup menggembirakan, setidaknya pemerintah kota semarang sudah mulai melirik daerah pinggiran untuk dikembangkan... semoga tidak berhenti pada kegiatan pemetaan semata saja tanpa ada realisasi berkelanjutan.. :)
Mari Kita dukung rencana pemerataan pembangunan fisik kota semarang :)

NpF
November 27th, 2008, 03:37 PM
Bandara Ahmad Yani akan Lebih Megah Tahun 2010

Rabu, 26 November 2008 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif , Jakarta: Pemerintah Jawa Tengah optimistis pembangunan Bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang selesai 2010. Bandara yang diperkirakan mampu menampung tiga juta penumpang itu dijadwalkan selesai 2011. Artinya, pembangunan bandara selesai setahun lebih cepat.


Selain bandara, jalan tol trans Jawa yang melalui jawa tengah juga menjadi prioritas utama. Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Danang Atmodjo, menyatakan bahwa pembebasan lahan jalan tol Semarang-Ungaran sepanjang 13 kilometer selesai akhir Desember mendatang.

Saat ini, pembebasan lahan 46 persen atau 42, 8 dari 110, 5 hektar. Pemerintah berencana membangun jalan tol trans Jawa. Jalan tol di Jawa Tengah mulai dari Semarang hingga Solo sepanjang 75 kilometer.

Jalan tol di Jawa Tengah mulai dari Semarang hingga Solo sepanjang 75 kilometer. Selain ruas Semarang- Ungaran, pemerintah segera membebaskan ruas Ungaran-Bawen dan Bawen-Solo. Menurut dia, tim pembebasan tanah terus bermusyawarah dengan warga soal harga jual tanah. Pemerintah Jawa Tengah pun segera membebaskan lahan Perhutani seluas 22 hektar.

Danang mengatakan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyatakan dana pembebasan lahan sudah tersedia. Selain itu, dana land caping disediakan untuk melengkapi harga estimasi awal. 'Pembangunan tol Semarang-Ungaran selesai dalam 15 bulan,' ujarnya.

bozhart
November 27th, 2008, 06:20 PM
kok gak ada yaaa tempat hiburan di semarang kota kita tercinta kayak hillpark nya medan?????
Di Semarang sudah lama ada Wonderia (foto2nya klik sini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=11766632)), nggak tahu sekarang sudah buka lagi / belum setelah ada kecelakaan yg memakan korban tewas). Juga ada Water Blaster (klik sini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=24718830) dan sini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=25712132)). Tetapi kelihatan Hill Park di Sibolangit itu memang lebih bagus dan tempatnya dingin. FYI lokasinya bukan di Medan tetapi 1,5 jam dgn mobil ke selatan Medan.

_____________________________________

Berita ini cukup menggembirakan, setidaknya pemerintah kota semarang sudah mulai melirik daerah pinggiran untuk dikembangkan...
Setuju, pertokoan 8 lantai cukup besar utk daerah pinggiran :cheers:

titus15
November 28th, 2008, 04:44 AM
Taken from Suara Merdeka


Salah satu hasil pemetaan di antaranya, peluang pengembangan supermarket dan pertokoan 5-8 lantai di Kecamatan Pedurungan, Tembalang, dan Mijen. Perkiraan nilai investasi masing-masing tempat berkisar Rp 139 miliar-198 miliar. (H22,H9-41)




Nah gitu dong. Semarang ini kotanya sangat luas. Jangan cuma main di kawasan Simpang lima saja. Kawasan Pedurungan, Tembalang dan Mijen + Banyumanik sekarang ini mulai padat, sudah saatnya dikembangkan.
Cuma selain bangun pertokoan dan supermarket, perlu ditingkatkan juga infrastruktur jalannya (diperlebar), dan pembuatan public sphare yang baru/alun-alun.

titus15
November 28th, 2008, 04:51 AM
Bandara Ahmad Yani akan Lebih Megah Tahun 2010

Rabu, 26 November 2008 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif , Jakarta: Pemerintah Jawa Tengah optimistis pembangunan Bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang selesai 2010. Bandara yang diperkirakan mampu menampung tiga juta penumpang itu dijadwalkan selesai 2011. Artinya, pembangunan bandara selesai setahun lebih cepat.



Nah gitu dong. Segera dikebut supaya nggak ketinggalan dengan kota-kota lain. Terus wacana pindah bandara? Harusnya sepanjang bandara tetap berada site saat ini nggak masih terakomodir sama RTRW, sebaiknya segera disusun RTRW mendatang untuk mengembangkan persebaran pembangunan kawasan kota Semarang yang lebih meluas lagi. Jangan sampai cuma main di tataran wacana tanpa ada action...

Eh kabar-kabar minggu ini rencananya ada serah terima Terminal Mangkang dari Kontraktor ke Dishub...
Ada yang mau main ke sana?

titus15
November 28th, 2008, 04:58 AM
Di Semarang sudah lama ada Wonderia (foto2nya klik sini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=11766632)), nggak tahu sekarang sudah buka lagi / belum setelah ada kecelakaan yg memakan korban tewas). Juga ada Water Blaster (klik sini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=24718830) dan sini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=25712132)). Tetapi kelihatan Hill Park di Sibolangit itu memang lebih bagus dan tempatnya dingin. FYI lokasinya bukan di Medan tetapi 1,5 jam dgn mobil ke selatan Medan.\

Pemkab Semarang sudah beberapa tahun merencanakan membangun theme park di kawasan Rawapening. Sayang hingga sekarang tidak terealisasi juga...

aprillio
November 28th, 2008, 05:18 AM
dulu juga sempet dengar kabar kalo didaerah salatiga atau daerah kab smg (aku agak lupa) mau dibangun taman safari ke 3 di indonesia,tp ga tau gmn kelanjutannya..

NpF
November 28th, 2008, 08:22 AM
rencana membangun taman safari yang digagas masyarakat peduli pariwisata (MADUPARI) jateng, terletak di daerah bantir, sumowono, kab semarang, sudah cukup lama sih, tapi site plan tepatnya juga kurang di expose, padahal kalau terealisasi, bakal jadi tempat wisata pilihan selain di bandungan area, ini ada beberapa sumbernya :http://www.suaramerdeka.com/harian/0606/09/kot03.htm
ada yang tahu update beritanya ?

NpF
November 28th, 2008, 08:30 AM
SEMARANG & SEKITARNYA

28 November 2008
Pusat Belanja di Kota Mendekati Titik Jenuh

SEMARANG TENGAH- Pengembangan pusat belanja baru yang keluar dari pusat kota akan semakin marak di masa mendatang. Pelaku bisnis ritel berpendapat pusat belanja di tengah kota semakin mendekati titik jenuh. Sudah saatnya Pemkot mengembangkan pusat kota sub regional di kawasan pertumbuhan baru.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jateng-DIY, Handoyo K Setyadi mengatakan, hingga kini pertumbuhan mal masih terpusat di tengah kota. Jangan sampai kondisi itu mengalami titik jenuh, yang kemudian justru kontraproduktif. ’’Bila mal penuh di tengah maka persaingan menjadi tidak sehat,’’ katanya yang juga Manager Mal Ciputra, Kamis (27/11).

Kepala Departemen Manajemen DP Mal, Ladrijanto Wibawa menambahkan, perlunya pengembangan sektor transportasi dan prasarana jalan bila daerah pinggiran hendak dikembangkan sebagai sub-kota.

Bila dilihat, kata dia, masyarakat malas ke Simpanglima karena mereka sudah kesulitan parkir dan macet. Satu sisi hal itu menguntungkan dia karena masyarakat melirik mal yang dikelolanya.

Sisi lain, hal itu menunjukkan perkembangan kota yang terpusat di titik tertentu.
’’Baiknya Semarang bisa mengembangkan ring road untuk perluasan wilayah,’’ katanya.

Energi Listrik

Business Development Manager Mal Paragon City, Dance Aquarianto, memaparkan, kendala membangun mal baru, di antaranya suplai energi listrik. Ini bukan masalah krisis energi, melainkan lebih kendala birokrasi PLN.

Selain itu juga bunga pinjaman bank yang kian meninggi yang memengaruhi persoalan modal serta proses pembangunan. ’’Untuk masalah regulasi kami berusaha untuk mengikuti yang ada,’’ katanya.

Menurutnya potensi ritel di Semarang tinggi yang terlihat dari hasil penjualan Mal Paragon yang telah mencapai 75% dari 150 unit tenant kelas atas yang ditawarkan. Hal serupa juga terlihat di hypermarket yang juga dibangun kelompok Paragon di Kecamatan Pedurungan.

’’Bila sub kota ini sudah terbangun, maka warga di wilayah timur memanfaatkan fasilitas yang ada di situ. Begitu juga di barat dan selatan. Hal ini sudah berkembang di Jakarta dan Bandung,’’ paparnya.

Pemkot Semarang memetakan potensi usaha yang bisa dikembangkan investor.

Di antara potensi usaha yang ditawarkan yakni pusat retail berupa supermarket dan pertokoan di Kecamatan Pedurungan, Tembalang, dan Mijen. Tiga kecamatan itu mengalami perkembangan pesat seiring dengan tumbuhnya kawasan pemukiman baru.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Pemberdayaan BUMD, dan Aset Daerah (BKPM, PB dan A) Kota Semarang, Harini Krisniati, peluang pusat ritel ini merupakan salah satu yang akan ditawarkan Pemkot, selain juga bidang industri pengolahan, properti, infrastruktur, transportasi, dan telekomunikasi.

Potensi tersebut direncanakan untuk ditawarkan dalam Semarang Business Forum atau Sembizz 2009.

’’Kalau sebelumnya, Sembizz lebih banyak menawarkan aset-aset yang dimiliki Pemkot, tahun depan kami juga akan menawarkan peta potensi investasi,’’ katanya.(H22,H9-41)


Good progress than anyway... apa karena ini paragon terus kebut projectnya? wah kira2 anchor tenantya apa ya? moga2 saja XXI jadi salah satunya... bosen juga bioskop cuma ada 2 di semarang, he he,.... atau kalau ga, Blitz juga boleh ( ngarep...) , departmen store nya... debenhams.. he he he, atau paling ga ya SOGO or METRO,

progress giant yang di pedurungan gimana ya ? Thanks

NpF
November 28th, 2008, 09:05 AM
Ini ada lagi berita tentang quest hotel semarang ( managed by ASTON )

Aston launches Quest in Indonesia
10/22/2008 10:54:00 AM
Aston International has announced the launch of a new 3-star brand in Indonesia. The ‘Quest’ brand is said to be “uncomplicated and flexible, providing service from the heart, uncompromising standards of safety and cleanliness and good value for individual travelers on the go”.
Aston Internationals Head of Marketing, Norbert Vas, said; “As the result of the tremendous growth of Aston International, and the demand from developers wanting to develop smaller 3-star properties for us to manage, we have developed a new brand for 3-star properties in Indonesia. The Quest brand will be one of a number of new brands we will be introducing in the coming months to Indonesia.”
Vas added that the first Quest Hotel is set to open in Palembang in early 2009, with a second property in Semarang opening in the second quarter of 2009. Further Quest properties are said to be in their planning stages.
Originally from Hawaii, Aston entered the Indonesian market in the late nineties and has an underlying portfolio consisting of 40 properties including hotels, resorts, serviced apartments, suites and boutique villa resorts, of which 15 are operational and 25 under development due to open between now and 2010. Aston also plans to open its first property outside Indonesia, with the Aston Serviced Residences Kuala Lumpur due to open early next year.


-- Kira kira lokasinya dmn ya? kalau disebutkan opening di second quarter of 2009, sekarang harusnya dah u/c dong --.... Hmmmm, apa gara2 krisis global jadi molor ya? btw dulu disebutkan ada hotel baru AFTA yg akan di bangun di jalan Pemuda, ... ada yg tahu infonya ? Thanks

titus15
November 28th, 2008, 10:07 AM
Candra Buana di Jl Ronggowarsito masih terbengkelai ya... belum ada yang tertarik membangun kembali?

hildalexander
November 28th, 2008, 11:09 AM
Mestinya, pengembangnya hadir di investor summit tuh

bozhart
November 28th, 2008, 06:18 PM
Eh kabar-kabar minggu ini rencananya ada serah terima Terminal Mangkang dari Kontraktor ke Dishub...
Kendaraan umum dari timur spt Demak, Kudus dll apakah harus pindah terminal ke Mangkang di Semarang barat? Itu terlalu jauh, apalagi jalan Kalibanteng - Krapyak suka macet :nuts:

_____________________________________

Pemkab Semarang sudah beberapa tahun merencanakan membangun theme park di kawasan Rawapening. Sayang hingga sekarang tidak terealisasi juga...
dulu juga sempet dengar kabar kalo didaerah salatiga atau daerah kab smg (aku agak lupa) mau dibangun taman safari ke 3 di indonesia,tp ga tau gmn kelanjutannya..
Menurut Suara Merdeka yg dipost NpF itu, lokasinya tidak jadi di Salatiga / Rawapening (tepatnya Tlogo dekat Tuntang) tetapi pindah ke Bantir, Sumowono. Juga disebut akan diletakkan batu pertama pd tgl 19 Juli 2006 (1 bulan setelah tgl berita tsb) tapi aneh nggak ada kabar lagi :?
Di Wikimapia ada tulisan Konservasi Eko Prayogo dekat Sumowono, apakah ada hubungannya?
http://www.wikimapia.org/#lat=-7.1685145&lon=110.2651405&z=13&l=0&m=a&v=2

Btw, Tlogo dekat Tuntang itu sudah lama ada agrowisata utk umum.
Cek http://www.tlogoagro.net

.

AceN
November 28th, 2008, 09:13 PM
Mestinya, pengembangnya hadir di investor summit tuh
Sapa mam pengembangnya :?

titus15
November 29th, 2008, 01:20 AM
Kendaraan umum dari timur spt Demak, Kudus dll apakah harus pindah terminal ke Mangkang di Semarang barat? Itu terlalu jauh, apalagi jalan Kalibanteng - Krapyak suka macet :nuts:

.

Gak disuruh pindah kok. Mungkin jadi seperti Jakarta yang punya beberapa terminal besar seperti Pulogadung, Kampung rambutan dan Kali deres. Jadi berhenti di terminal terdekat. Katanya di Selatan juga mau dinbikin satu terminal lagi...

eurico
November 29th, 2008, 01:46 AM
rencana membangun taman safari yang digagas masyarakat peduli pariwisata (MADUPARI) jateng, terletak di daerah bantir, sumowono, kab semarang, sudah cukup lama sih, tapi site plan tepatnya juga kurang di expose, padahal kalau terealisasi, bakal jadi tempat wisata pilihan selain di bandungan area, ini ada beberapa sumbernya :http://www.suaramerdeka.com/harian/0606/09/kot03.htm
ada yang tahu update beritanya ?

Kalo gak salah liat ada lahan gd bgt stlh lepas semarang ke arah weleri kiri jalan, ada billboard reklame badak taman safari mungkin disitu t4nya, udah ada dr 07an.

NpF
November 30th, 2008, 03:03 PM
kalau yang dimaksud eurico, itu seperti deskripsinya taman margasatwa mangkang, letaknya di depan terminal mangkang, hasil relokasi kebun binatang tinjomoyo

NpF
November 30th, 2008, 03:07 PM
Candra Buana di Jl Ronggowarsito masih terbengkelai ya... belum ada yang tertarik membangun kembali?

iya mas, itu bangunan sudah lama mangkrak, kalau mau di teruskan dengan fungsi yang sama sebagai hotel, sepertinya pengembangnya mesti berfikir 2 kali, cz daerah sekitar langganan banjir dan rob cukup hebat, he he he, bugangan, sayangan..hmmmmm

eurico
December 1st, 2008, 01:24 AM
kalau yang dimaksud eurico, itu seperti deskripsinya taman margasatwa mangkang, letaknya di depan terminal mangkang, hasil relokasi kebun binatang tinjomoyo

Oh jadi emang bonbin tapi bukan taman safari yah... Maaf kalo salah inpo

titus15
December 1st, 2008, 01:35 AM
^^ atau mungkin reklamenya tempat wisata ngrembel asri...
http://www.ngrembelasri.com/
tempat wisata alam ini lokasinya di daerah gunungpati, tapi bisa dicapai dari arah mangkang Boka Ungaran maupun Sampangan....

Hadi
December 1st, 2008, 12:59 PM
Vote Semarang dong. DI http://www.yourwonder.com/Asia/Indonesia/Semarang.aspx... bisa setiap jam vote nya Click gambar +1nya masukan code nya

gantengscool
December 2nd, 2008, 03:09 AM
continue...

gantengscool
December 2nd, 2008, 03:12 AM
BERITA JATENG.





01-Desember-2008 19:12.
Semarang bangun gedung exhibition senilai Rp 300 M.


Semarang--Pemerintah Kota Semarang berencana membangun gedung "exhibition" dengan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar di komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Semarang.

Sekda Kota Semarang, Soemarmo di Semarang, Senin, mengatakan pembangunan gedung exhibition tersebut merupakan rangkaian program dalam upaya pengembangan TBRS yang masih terdapat sisa tanah sekitar tiga hektare.

Menurut dia, ada dua investor yang telah berminat membangun gedung tersebut dengan memasukan proposal perencanaan pada Walikota Semarang beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, kedua proposal yang telah masuk tersebut akan segera dilakukan pengkajian dan persetujuan dewan, untuk selanjutnya dapat disusun "feasibility studies" (FS) dan "detail design engineering" (DED) pada 2009.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kota Semarang Harini Krisniati mengatakan kedua investor yang berminat tersebut, yakni PT Suara Merdeka Group dan PT Kompas Gramedia.

Menurut dia, penawaran pembangunan gedung exhibition kepada investor itu karena tingginya kebutuhan dana sekitar Rp300 miliar yang tidak mungkin menggunakan dana APBD Kota Semarang.

Ia mengatakan rencana pembangunan gedung exhibition itu merupakan keinginan dari wali kota untuk memiliki gedung pertemuan yang mampu menampung hingga 5.000 orang.

Rencana pembangunan gedung exhibition itu, katanya, masih dalam tahap pengkajian untuk melihat kemungkinan dilengkapi dengan sarana olahraga.

Selain itu, katanya, pengkajian itu juga menyangkut penempatannya di TBRS yang berada di pusat kota, dengan kemungkinan lokasi lainnya di daerah pengembangan yang berpotensi seperti Pedurungan, Mijen (Bukit Semarang Barat/BSB) dan Gunungpati.

"Kami masih mengkaji sejumlah kemungkinan sarana pendukung dan lokasinya, karena untuk jangka pendek investor lebih menyukai lokasi di pusat kota, sedangkan untuk jangka panjang lebih mengarah ke daerah pengembangan," katanya.



.

laba-laba
December 2nd, 2008, 03:45 AM
300 M sama seperti modal cambridge apartement 4 tower dan citysquarenya ntuhh..

titus15
December 2nd, 2008, 05:08 AM
Ini ada lagi berita tentang quest hotel semarang ( managed by ASTON )

Aston launches Quest in Indonesia
10/22/2008 10:54:00 AM
Vas added that the first Quest Hotel is set to open in Palembang in early 2009, with a second property in Semarang opening in the second quarter of 2009.


-- Kira kira lokasinya dmn ya? kalau disebutkan opening di second quarter of 2009, sekarang harusnya dah u/c dong --.... Hmmmm, apa gara2 krisis global jadi molor ya? btw dulu disebutkan ada hotel baru AFTA yg akan di bangun di jalan Pemuda, ... ada yg tahu infonya ? Thanks

Berdasar gosip yang beredar, lajhannya di Plampitan, di seberang resto Bakoel Desa. Satu lagi yang katanya juga mau dibangun hotel Formule 1 yang katanya di deket Ibis jl Gajah Mada...

titus15
December 2nd, 2008, 05:11 AM
BERITA JATENG.





01-Desember-2008 19:12.
Semarang bangun gedung exhibition senilai Rp 300 M.


Semarang--Pemerintah Kota Semarang berencana membangun gedung "exhibition" dengan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar di komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Semarang.

Sekda Kota Semarang, Soemarmo di Semarang, Senin, mengatakan pembangunan gedung exhibition tersebut merupakan rangkaian program dalam upaya pengembangan TBRS yang masih terdapat sisa tanah sekitar tiga hektare.

Menurut dia, ada dua investor yang telah berminat membangun gedung tersebut dengan memasukan proposal perencanaan pada Walikota Semarang beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, kedua proposal yang telah masuk tersebut akan segera dilakukan pengkajian dan persetujuan dewan, untuk selanjutnya dapat disusun "feasibility studies" (FS) dan "detail design engineering" (DED) pada 2009.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kota Semarang Harini Krisniati mengatakan kedua investor yang berminat tersebut, yakni PT Suara Merdeka Group dan PT Kompas Gramedia.

Menurut dia, penawaran pembangunan gedung exhibition kepada investor itu karena tingginya kebutuhan dana sekitar Rp300 miliar yang tidak mungkin menggunakan dana APBD Kota Semarang.

Ia mengatakan rencana pembangunan gedung exhibition itu merupakan keinginan dari wali kota untuk memiliki gedung pertemuan yang mampu menampung hingga 5.000 orang.

Rencana pembangunan gedung exhibition itu, katanya, masih dalam tahap pengkajian untuk melihat kemungkinan dilengkapi dengan sarana olahraga.

Selain itu, katanya, pengkajian itu juga menyangkut penempatannya di TBRS yang berada di pusat kota, dengan kemungkinan lokasi lainnya di daerah pengembangan yang berpotensi seperti Pedurungan, Mijen (Bukit Semarang Barat/BSB) dan Gunungpati.

"Kami masih mengkaji sejumlah kemungkinan sarana pendukung dan lokasinya, karena untuk jangka pendek investor lebih menyukai lokasi di pusat kota, sedangkan untuk jangka panjang lebih mengarah ke daerah pengembangan," katanya.

.

Tapi kalo dibangun di TBRS, TBRS nya jangan dipindah ke pingggir kota dong. Ini sama saja membunuh seniman. Wong di pusat kota saja sudah susah kalo di pinggir kota siapa yang mau nonton. Kalo mau mindah TBRS, paling nggak di TBRS dipindah di Puri Maerokoco tapi syaratnya pemerintah harus bener-bener mikir akses kesana supaya gampang.

Atau sekalian dipindah ke kota lama. Itupun sekali lagi, pemerintah harus benar-benar mikirin atmosfer berkesenian, dan akse menuju tempat itu...
:(

titus15
December 2nd, 2008, 05:16 AM
SEMARANG & SEKITARNYA

02 Desember 2008
Halte BRT Ditarget Rampung Desember

SEMARANG BARAT- Pembangunan sejumlah halte bus rapid transit (BRT) mulai dikerjakan di beberapa titik. Di ruas Jl Walisongo, Jl Siliwangi, hingga Jl Jenderal Sudirman sudah terlihat bakal halte yang masih berupa pondasi dari batu belah setinggi 1 meter.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Andi Agus Wandono mengatakan, pembangunan halte khusus tersebut rampung hingga akhir Desember 2008.

Ada 53 titik halte di sepanjang koridor I Mangkang-Penggaron yang dibangun untuk mendukung jaringan transportasi massal itu. Dua unit di antaranya ada di terminal Mangkang dan Penggaron. ’’Pembangunan halte dilakukan serentak,’’ katanya, kemarin.

Bentuk fisik halte memang berbeda dari yang sudah ada di Semarang. Tinggi lantai halte sampai 1 meter dari badan jalan.

Hal itu dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan lantai bus sehingga memudahkan penumpang naik ke bus. Nantinya halte berupa bangunan tertutup yang dilengkapi pintu. Ukuran luasnya terdapat beberapa macam, misalnya 2x8, 2X12, hingga 2X18, menyesuaikan potensi jumlah penumpang.

Diakui dalam pembangunan halte ini menemui sejumlah kendala. Misalnya adanya PKL yang menempati calon lokasi halte. Di samping itu, adanya titik-titik keramaian menyebabkan lokasi itu ditempati parkir tepi jalan umum. Padahal operasional BRT menghendaki jalur tepi bebas kendaraan lain, terutama sekitar lokasi halte.

Segera Dibenahi

Kendala ini, salah satunya terlihat di depan Kantor Imigrasi Jl Siliwangi. Halte BRT dibangun persis di depan halte lama. Di tempat itu terdapat PKL yang menjual koran dan majalah.

Sementara mobil milik orang-orang yang mengurus surat-surat imigrasi diparkir di sepanjang jalan depan kantor. Keberadaan bangunan halte lama pun nampak memprihatinkan. Banyak poster-poster promosi beragam produk menempel di dinding.

’’Kami melakukan sosialisasi ke warga kecamatan dan kelurahan mengenai rencana BRT ini. Diharapkan PKL maupun parkir tepi jalan bisa segera dibenahi,’’ paparnya.

Andi menjelaskan pembangunan halte langsung dilaksanakan Departemen Perhubungan, termasuk tender proyek. Terkait pembangunan halte, Dinas Perhubungan hanya turut memantau. Setelah halte jadi nanti diserahterimakan dari Departemen Perhubungan ke Pemkot.

Agus, salah seorang pekerja proyek halte, mengatakan ia mulai membangun proyek halte sejak Kamis (27/11). Pekerjaan dimulai dari titik Mangkang dan berlanjut ke arah timur. Saat ini memang baru dibangun pondasi terlebih dulu. ’’Kalau bangunan dindingnya saya kurang tahu mulai kapan dikerjakan,’’ katanya.(H22,H9-41)

bozhart
December 2nd, 2008, 06:56 AM
Dapat dari epaper di RadarSemarang.com tgl 1 Desember 2008 halaman 5, teksnya panjang, tidak bisa dicopy-paste ke sini sebab pakai Adobe Flash.

Perhatikan ada:
- monorel dibangun dalam kota Semarang senilai Rp 15 T, ada info rutenya?
- new CBD di Ngaliyan
- supermarket / pertokoan 8 lantai
- hall 10.000 orang
- apartemen di daerah pinggiran dll :cheers:

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/ff8ef61c.gif

hildalexander
December 2nd, 2008, 07:41 AM
^^ sudah ada investor yang tertarik bangun monorel?

bozhart
December 2nd, 2008, 09:32 AM
^^ Gw juga blm dapat infonya :)

=NaNdA=
December 2nd, 2008, 11:19 AM
01-Desember-2008 19:12.
Semarang bangun gedung exhibition senilai Rp 300 M. [/B]



300 Milyar buat satu gedung convention? :uh: :uh:

Cah SMG
December 2nd, 2008, 12:21 PM
Dapat dari epaper di RadarSemarang.com tgl 1 Desember 2008 halaman 5, teksnya panjang, tidak bisa dicopy-paste ke sini sebab pakai Adobe Flash.

Perhatikan ada:
- monorel dibangun dalam kota Semarang senilai Rp 15 T, ada info rutenya?
- new CBD di Ngaliyan
- supermarket / pertokoan 8 lantai
- hall 10.000 orang
- apartemen di daerah pinggiran dll :cheers:


... baru potensi, semacam peta untuk calon investor, belum tentu ada yang mau investasi, apalagi segera dibangun...

Monorel 15 T???? wong jakarta yang mangkrak aja cuma butuh 4 T

NpF
December 3rd, 2008, 03:17 AM
Berdasar gosip yang beredar, lajhannya di Plampitan, di seberang resto Bakoel Desa. Satu lagi yang katanya juga mau dibangun hotel Formule 1 yang katanya di deket Ibis jl Gajah Mada...

Ohh... trims buat infonya mas titus... agak jauh juga ya di plampitan.... tapi gpp lah, kalau dia berani mendirikan di situ, dia dah bikin kelayakan studi pastinya, kalau semua ngincernya sekitar simpanglima ya susah... dah ga banyak lahan kosong,

wah gutnyus tuh kalau accor mau buka formule 1 di semarang, kalau jadi bener ya accor ada 3 hotel di semarang... ngarepnya sih brand, mercure or sofitel yang lebih higher dari novotel dan ibis, tp formule 1 gpp lah, berarti bisa dikatakan iklim investasi properti perhotelan di semarang cukup positif, kalau dikatakan deket dengan ibis, apa mungkin dibangun di depannya persis ? ex bioskop manggala? karena sepertinya tinggal itu lahan yang kosong, tapi itu punya AD

tapi kalau dilihat indikasinya, sepertinya para operator hotel mulai membidik segmen untuk budget hotel... setidaknya dari informasi akan masuknya amaris hotel ( managed by santika ), lalu ada Quest Hotel ( managed by Aston ) lalu info teranyar dari mas titus tentang formule 1 ( Accor ).. Hmmm ini harus membuat hotel hotel bintang 2 dan3 atau sekelasnya mesti berbenah diri kalau ga mau kalah bersaing dengan hotel2 jaringan international, bisa jadi persaingan bisnis yang sehat dapat memacu para hotel kraetif menjaring tamu untuk stay di semarang, ini mesti juga dimanfaatkan pelaku dan penggiat wisata di semarang agar tingkat hunian hotel tidak saja di isi oleh pebisnis, tapi juga turis ( hope so )

Venantio
December 3rd, 2008, 03:20 AM
Monorel 15 T???? wong jakarta yang mangkrak aja cuma butuh 4 T

Itu pun mangkrak nggak kelar-kelar...
Kalau 15 T mungkin untuk beberapa tahun mendatang dengan perhitungan USD 1 = Rp 50.000 :)

NpF
December 3rd, 2008, 03:26 AM
Dapat dari epaper di RadarSemarang.com tgl 1 Desember 2008 halaman 5, teksnya panjang, tidak bisa dicopy-paste ke sini sebab pakai Adobe Flash.

Perhatikan ada:
- monorel dibangun dalam kota Semarang senilai Rp 15 T, ada info rutenya?
- new CBD di Ngaliyan
- supermarket / pertokoan 8 lantai
- hall 10.000 orang
- apartemen di daerah pinggiran dll :cheers:

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/ff8ef61c.gif

kalau dilihat dari peta potensi investasi yang dibuat pemkot semarang, pemkot sudah cukup memikirkan u/ membenahi fasilitas public menyangkut transportasi, sarana umum and so on dan yang paling kentara adalah upaya pemerataan pertumbuhan kota lebih menyebar, tidak simpang lima nearby centris,

kalau sudah begini, harusnya pewacanaan relokasi bandara harus segera dituntaskan, gonna be relocate or not? berdasarkan pemetaan yang dibuat dijelaskan pembangunan new CBD diluar daerah KKOP, berarti ada sinyal sepertinya AYIA akan dipertahankan di kalibanteng ( or until further notice , he he :) kalau mau direlokasi ) so calon investor mantap u/ masuk semarang

NpF
December 3rd, 2008, 03:28 AM
SEMARANG & SEKITARNYA

03 Desember 2008
Pembebasan Lahan untuk Perluasan Bandara
Pemprov Akan Tempuh Cara Konsinyasi

SEMARANG BARAT-Jika pemberian tali asih ditolak, Pemprov Jateng akan menyelesaikan kasus tanah tambak di sekitar Bandara Internasional Ahmad Yani melalui cara konsinyasi. Saat ini, ujar Ketua Tim Supervisi Pengembangan Bandara Ahmad Yani, HM Tamzil, Pemprov masih memproses model konsinyasi itu. ’’Konsinyasi masih dalam proses. Selama proses berjalan, kami tetap melakukan pengembangan bandara,’’ kata dia, Selasa (2/12).

Sejauh ini, lanjutnya, proses pembebasan lahan masih tersendat. Dari 73 bidang tanah yang ada, baru 11 yang berhasil dibebaskan dengan tali asih Rp 300 juta. Sisanya, 62 bidang, masih dikelola oleh 49 penggarap. ’’Kalau tidak mau menerima, proses selanjutnya menjadi urusan pengadilan. Kami sudah percayakan sepenuhnya kepada proses hukum,’’ tandas mantan Bupati Kudus itu.

Menurutnya, besaran nilai tali asih sebesar Rp 4.000/m2 kepada penggarap sebenarnya sudah cukup tinggi. Sebab, jika dilihat dari sisi kepemilikan, mereka hanya sewa. Pemprov sebenarnya tidak berniat memberi tali asih, namun karena tidak ingin masalah tersebut berlarut-larut, akhirnya diputuskan memberi tali asih Rp 4.000/m2. ’’Kalau ganti rugi tidak bisa. Lahan itu bukan milik mereka,’’ tandasnya.

Mengeni proses pengembangan bandara, Tim Supervisi meminta untuk segera dikerjakan. Pasalnya, jika menunggu proses pembebasan lahan rampung, pengembangan terminal dan areal parkir Bandara A Yani akan jalan di tempat.
’’Kami telah meminta proyek pengembangan bandara dikerjakan. Lahan-lahan yang sudah dibebaskan, secepatnya diuruk.”
Tidak Sistematis
Terpisah, Ketua paguyuban petani tambak Tawangmas/Tambakharjo, Khandik, menilai, langkah yang diambil Pemprov dalam penyelesaian kasus tanah tambak di sekitar Bandara A Yani tidak sistematis. Mestinya, penyelesaian difokuskan terlebih dahulu pada penentuan status tanah, bukan nominal ganti rugi.

Selama ini, antara petambak dengan pemerintah punya pandangan berbeda mengenai status tanah. Petambak beranggapan punya hak atas tanah yang telah digarap secara turun-temurun selama puluhan tahun itu, sedangkan pemerintah menganggap tanah itu milik TNI AD.

“Pada 1999 DPRD Kota Semarang menyatakan tanah tambak di sekitar bandara masih bermasalah. Tapi kenapa pada 2005, Lurah Tambakharjo membuat surat kepada TNI AD yang menyatakan tanah itu tidak bermasalah? Kalau soal status tanah belum ada kejelasan, jangan dulu bicara ganti rugi atau tali asih,” kata Khandik.

Jika Pemprov menempuh penyelesaian model konsinyasi, dia menyilakannya. Namun, dia berharap, masih ada jalan penyelesaian lain yang lebih baik. “Kalau nanti ketemu Pak Gubernur pada 18 November, hal itu akan kami bicarakan.”(H37,H6-16)

NpF
December 3rd, 2008, 03:29 AM
SEMARANG & SEKITARNYA

03 Desember 2008
Pedagang Cemas Isu Pemagaran Kanjengan

SEMARANG TENGAH - Pedagang pertokoan Kanjengan diresahkan adanya isu pemagaran kompleks tersebut. Isu yang kemudian beredar meluas ke pedagang kawasan Johar dan Yaik bermula dari informasi seorang karyawan PT Pagar Gunung Kencana (PGK) melalui pesan pendek atau SMS serta hubungan telepon ke pengurus organisasi pedagang Kanjengan.

Salah satu pedagang Kanjengan, Agus Tyanto mengatakan, pemagaran tersebut menjadikan pedagang merasa khawatir tentang nasib usaha mereka.
Adanya pemagaran berarti kawasan itu siap dikosongkan. Selama ini pertokoan tersebut menjadi tempat bergantung pedagang untuk mendapatkan penghasilan.

’’Kami mengadu ke DPRD agar kami mendapat perlindungan. Bila memang akan dilakukan pemagaran seharusnya DPRD mengetahui hal itu, namun ternyata mereka juga tidak mengetahuinya,” katanya Selasa (2/12).

Ia mengadu bersama Forum Masyarakat Pedagang Semarang (FMPS) Cabang Kanjengan, serta diikuti pula Himpunan Persatuan Pedagang Yaik Semarang (Himppys), serta Persatuan Pedagang Pasar Johar (P3J) di DPRD. Pengaduan bersama ini terkait pula dengan rencana revitalisasi Johar dan sekitarnya yang dinilai lebih berpihak kepada investor.

Sementara, adanya isu pemagaran Kanjengan oleh PT PGK didasari mengenai habisnya masa sewa lahan Pemkot pada 2006 dan harus dikembalikan dalam keadaaan kosong. Dengan demikian bangunan toko, khususnya Blok C, lantai 1 dan gedung bioskop yang ditempati pedagang dengan sistem sewa, harus dibongkar. ’’Dari informasi karyawan PGK, hari ini (kemarin-Red), mereka akan mengirim surat pemberitahuan lagi kepada pedagang,íí katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Slamet Harzuanto mengatakan, pihaknya belum mengetahui soal rencana pemagaran. Secara kelembagaan, DPRD juga belum menerima permohonan pertimbangan soal revitalisasi Johar dan sekitarnya. Karena itu, ia menegaskan DPRD belum memberikan rekomendasi apapun rencana pembongkaran pasar yang sudah muncul sejak 1990-an itu. ’’Kalau pedagang tidak mengadu, kami juga tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan,íí paparnya.

Anggota Komisi C, Agung B Margono meminta pengembangan Johar harus berorientasi ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi kapitalis. Ia menilai ambisi Pemkot untuk membangun Johar lebih cenderung menarik investasi baru, ketimbang mengembangkan yang sudah ada. ’’Saya tidak setuju investor masuk Johar. Tata dan kembangkan apa yang sudah ada,íí tandasnya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Tommy Y Said mengatakan, saat ini masih tahap studi kelayakan. Sosialisasi yang dilaksanakan diharapkan menjadi sarana menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk pedagang. ’’Studi kelayakan yang ada ini belum menjadi keputusan final,” paparnya. (H22,H9-16)

hildalexander
December 3rd, 2008, 06:02 AM
Itu pun mangkrak nggak kelar-kelar...
Kalau 15 T mungkin untuk beberapa tahun mendatang dengan perhitungan USD 1 = Rp 50.000 :)

:rofl: yaaa Semarang almarhum dunk kalo exchange rate-nya segitu

Venantio
December 3rd, 2008, 06:46 AM
:rofl: yaaa Semarang almarhum dunk kalo exchange rate-nya segitu

Hehehe.. perhitungannya pake cara bodoh aja.. Sekarang berapa exchange rate Rp ke USD? Rp 12.000? Smentara itu kan anggaran monorel DKI belum berubah, masih Rp 4T. Nah di Semarang, monorel dianggarkan Rp 15T, berarti hampir empat kali lipat dari anggaran monorel DKI. Hehehe... dengan mengingat perbandingan luas area yang dikitari oleh monorel dan kondisi ekonomi (wahh kayak menteri keuangan), bisa ditarik kongklusi (simpulannya) bahwa kemungkinan itu untuk rencana jangka panjang saat USD sudah beranjak tinggi sebanyak empat kali lipat dari sekarang. Berapa? Rp 12.000 x 4 = Rp 48.000, berarti ya sekitar USD 1 = Rp 50.000.... :lol::lol: hehehe

hildalexander
December 3rd, 2008, 07:03 AM
Hehehe.. perhitungannya pake cara bodoh aja.. Sekarang berapa exchange rate Rp ke USD? Rp 12.000? Smentara itu kan anggaran monorel DKI belum berubah, masih Rp 4T. Nah di Semarang, monorel dianggarkan Rp 15T, berarti hampir empat kali lipat dari anggaran monorel DKI. Hehehe... dengan mengingat perbandingan luas area yang dikitari oleh monorel dan kondisi ekonomi (wahh kayak menteri keuangan), bisa ditarik kongklusi (simpulannya) bahwa kemungkinan itu untuk rencana jangka panjang saat USD sudah beranjak tinggi sebanyak empat kali lipat dari sekarang. Berapa? Rp 12.000 x 4 = Rp 48.000, berarti ya sekitar USD 1 = Rp 50.000.... :lol::lol: hehehe

hmmmm....bisa...bisa.... :)

titus15
December 3rd, 2008, 05:16 PM
Monorel 15 T???? wong jakarta yang mangkrak aja cuma butuh 4 T

Kan wis ada Busway... ndadak Monorel buat apa?
Mending buat yang kayak gini wae...
http://img359.imageshack.us/img359/5402/keretagantung2ia6dp1.jpg

pemandangan semarang kan Ciamik punya... bisa lihat pemandangan kayak gini nanti:
http://img80.imageshack.us/img80/681/tanahputihsemarang1qv6.jpg

atau kayak gini

http://img220.imageshack.us/img220/6278/tanahputihsemarang2gz5.jpg

atau kayak gini juga
http://img233.imageshack.us/img233/917/tanahputihsemarang4rv8.jpg

open http://semarangkatropolitan.multiply.com/photos/album/85/Skylift_Kereta_Gantung_di_Semarang#

luwih keren dan mengundang potensi wisata...:cheers::cheers:

AceN
December 3rd, 2008, 07:23 PM
^^ heuheuheu..monorail kan mass transportation mas, kalo skytrain kan lebih ke aspek pariwisata. Monorel juga enak kok buat liat2 :)